12 HALAMAN
NOMOR 142 TAHUN KE 71
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Pon, 13 Januari 2019
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Bali Hadapi Suhu Panas, Hujan Masih Sporadis Denpasar (Bali Post) Beberapa hari belakangan ini, suhu udara di wilayah Bali terasa lebih panas dari hari biasanya. Padahal, bulan Januari ini sudah memasuki musim penghujan. Puncaknya terjadi Jumat (11/1) lalu. Suhu udara terasa panas sejak siang hingga malam hari. Bahkan, stasiun BMKG di Sanglah mencatat suhu di Bali mencapai 35 C.
BALI PANAS Lintang utara
ulistiwa Garis Khat
Lintang selatan
BPM/wan
MANDI- Cuaca panas di Bali membuat warga tertarik untuk mandi di Pantai Sanur.
Sejumlah warga Denpasar menggunakan hari libur kerja, Sabtu (12/1) kemarin, dengan mandi di laut. Warga juga bingung di saat mestinya hujan lebat, justru suhu di Bali kian panas. ‘’Saya tak mengerti ada mendung namun tak kunjung hujan. Ini membuat suhu makin panas,’’ ujar Made Kondra. Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl.,SEIS., saat dikonfirmasi Sabtu (12/1) kemarin, mengungkapkan keadaan tersebut ternyata dikarenakan adanya fenomena gerak semu matahari. Pada saat ini, Desember hingga Januari posisi matahari berada di lintang selatan khatulistiwa. Ini merupakan sesuatu hal yang normal terjadi setiap tahunnya, termasuk untuk wilayah Bali yang juga berada di selatan khatulistiwa. Hal. 11 Cuaca Cerah
BI Awasi Alat Pembayaran WeChat Tiongkok di Bali Denpasar (Bali Post) Setelah bermasalah dengan modus penjualan paket wisata murah ke Bali untuk wisatawan asal Tiongkok, kini santer beredar alat pembayaran WeChat asal Tiongkok. Alat pembayaran ini marak beredar di Bali dan sejumlah daerah di Indonesia. Bank Indonesia sedang serius mengawasi dan membahas penggunaan WeChat tersebut menyusul adanya kasus
”Celebration of the Future”
Tampilkan Isu Budaya Hingga Politik
SEBANYAK 47 seniman Indonesia menampilkan hasil karyanya melalui pameran seni rupa kontemporer “Celebration of the Future” yang digelar di kawasan ITDC Nusa Dua. Pameran menampilkan dialog yang berasal dari pemikiran dan ekspresi tentang nilai-nilai yang ditemukan di lingkungan sosial dan masa depan. Menurut Marketing Director AB•BC Building, kawasan ITDC Nusa Dua, Army Fahri F., pameran ini menguraikan peranan seni dalam menghasilkan jaringan pertukaran informasi yang tidak hanya membawa kesadaran atas masa lalu dan masa kini, tetapi juga memandu arah untuk masa depan. Hal itu kata Army, dituangkan melalui karya-karya media baru, instalasi, objek dan bentuk lainnya. Diungkapkannya, ini merupakan perhelatan seni rupa kedua yang berlangsung di bangunan baru ruang kreatif multifaset, AB•BC Building, di Nusa Dua. Melalui karya-karyanya, para seniman melukiskan bermacam peristiwa (informasi): menjelajahi yang luar biasa, dan menggali fitur-fitur tersembunyi yang saat bersamaan, sering kali, dilakukan dengan risiko keterasingan, penghinaan, dan tidak dipahami. Namun, sebagaimana diketahui, mereka telah memberikan berbagai aspirasi untuk budaya dan bangsa. “Celebration of the Future” adalah pameran seni rupa kolektif dengan 47 seniman
yang berasal dari tiga lokus gerakan seni di Indonesia: Bandung (10 seniman), Bali (20 seniman), dan Yogyakarta (17 seniman). Pameran ini menghadirkan karya-karya seni rupa dalam bentuk seni media baru, instalasi, patung, objek, dan lukisan yang menampilkan isu-isu menarik yang berkaitan dengan seni, budaya, masyarakat, dan politik. Pameran yang dikurasi oleh Rifky Eendy dan Ignatia Nilu, menjadi jangkar baru bagi para seniman dan generasi muda untuk menghasilkan generasi yang berkontribusi menggerakkan cakrawala masa depan bagi publik global. Dikatakan Army, Bali, Bandung, dan Yogyakarta memang merupakan tiga kota utama untuk pengembangan seni di Indonesia. Untuk di Bali diakuinya perkembangan seni memang terbantu dengan adanya pariwisata. Bahkan, hal itu tidak dialami oleh seniman yang ada di Yogyakarta dan di Bandung. Ke depan, pihaknya melihat untuk seni di Bali masih sangat potensial terus berkembang, namun perlu waktu dan perlu dukungan pemerintah dan juga kesadaran seniman sendiri untuk mencoba hal-hal yang baru. Tidak hanya sebagai pembeda, namun juga untuk lebih mengembangkan kesenian itu sendiri. “Bisa menawarkan hal yang baru, agar tidak ada kejenuhan. Sehingga orang melihat seni rupa di Bali itu ada hal baru yang lebih menarik,” ujarnya. (edi)
BPM/edi
KARYA - Sejumlah karya dari 47 seniman dipamerkan pada pameran ”Celebration of the Future” yang digelar di AB•BC Building, kawasan ITDC Nusa Dua.
penutupan toko Tiongkok ilegal di Bali. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali, Causa Iman Karana, Sabtu (12/1) kemarin, mengatakan, peraturan tentang WeChat sedang digodok di Jakarta. Ia menyinggung salah satu yang sempat menyita perhatian adalah spending money kecil dari turis Tiongkok. Alasannya, mereka menggunakan transaksi pembayaran WeChat untuk aktivitas mereka selama berlibur. Tak hanya di Bali, hal serupa juga ditemui di daerah lain yang
memiliki destinasi wisata kelas dunia. “WeChat ini tak hanya di Bali, ada juga di Manado dan di mana-mana. Maka itu menjadi perhatian pemerintah pusat dan saat ini sedang digodok pembahasannya,” tuturnya. Iman melanjutkan, hal penting dari transaksi WeChat yang mesti diawasi lantaran berdampak pada pendapatan dari segi pajak. Hal. 11 Kebocoran Devisa
Seni Rupa Bali Masuki ’’Digital Art’’
Seni rupa khususnya seni lukis yang berkembang di tengah masyarakat Bali saat ini, tidak terlepas dari perjalanan seni lukis Indonesia yang dipengaruhi perkembangan seni lukis mancanegara. Namun, estetika seni lukis di Bali tetap berlandaskan Agama Hindu dan budaya Bali. Gaya seni lukis modern Bali tetap memerhatikan anatomi realistis untuk mengungkapkan kehidupan sehari-hari masyarakat tanpa meninggalkan ciri seni lukis tradisional Bali. Terlebih, Bali merupakan destinasi pariwisata berbasis budaya, sehingga menjaga taksu Bali harus dilakukan oleh para seniman di Bali, tak terkecuali para pelukis. Lalu, bagaimana perkembangan seni lukis di Bali pada era
revolusi industri 4.0 yang serbadigital ini? Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (FSRD ISI) Denpasar, Dr. A.A. Gde Bagus Udayana, S.Sn., M.Si., mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat, seni rupa dan desain di Bali mengalami perkembangan yang begitu pesat. Pesatnya perkembangan seni rupa, khususnya seni lukis men-
gakibatkan giatnya para seniman untuk memamerkan dan mempromosikan hasil karya ciptanya di berbagai kesempatan atau event. Bahkan, hasil karya seni yang diciptakan sudah mengarah ke dalam bentuk digital (digital art), baik bahan-bahan yang digunakan maupun bentuk-bentuk dari hasil karya lukis yang dihasilkan. Hal. 11 Pasar Digital
Museum Lukis Tetap Eksis di Tengah Krisis LUKISAN-Lukisan karya Agus Eri Putra
BPM/ist
KABUPATEN Gianyar memiliki cukup banyak museum, khususnya yang mengoleksi berbagai barang seni lukis. Museum di kawasan seni ini ternyata akan tetap eksis meski di tengah krisis akibat kelesuan ekonomi global. Hal ini dibuktikan
dengan tingginya kunjungan wisatawan ke museum, khususnya yang berkebangsaan Eropa. Agung Rai mengakui sampai saat ini, kunjungan ke Agung Rai Museum Of Art (ARMA) masih tinggi. Menurutnya, hal ini terjadi lanta-
ran museum yang ia kelola mengusung konsep Holistik Integrated. “Jadi di sini ada lingkungan, pendidikan, kesenian macam-macam,” ucap Agung Rai yang dihubungi Sabtu (12/1) kemarin. Hal. 11 Krisis Global
Seni Rupa di Tahun Politik
Seniman Makin Bertumbuh, Perlunya Kolektor Muda Meskipun tahun ini memasuki tahun politik, perkembangan seni rupa Bali makin menggembirakan dan bergairah. Pameran karya seni rupa seperti lukisan dan patung kerap digelar, baik di galeri-galeri maupun museum seni. Ini mengindikasikan bahwa seni rupa di Bali mengalami perkembangan yang baik. Awal tahun 2019 ini misalnya, tepatnya Jumat (11/1), pameran bertajuk ‘’Visual Art Exhibition C5’’, digelar di Santrian Gallery Sanur, memamerkan karya sejumlah seniman. Pada hari yang sama juga digelar pameran seni rupa oleh Kelompok Perupa Desa Lodtunduh ’’Sari Lotus’’ di Mongkey Forest Gallery Ubud. Bagaimana pendapat dan harapan para perupa mengenai perkembangan seni rupa Bali?
MENURUT perupa I Ketut Putrayasa, perkembangan seni rupa di Bali cukup signifikan saat ini. Seni rupa masih diminati oleh publik karena seni merupakan kebutuhan jiwa. Pameran seni rupa di Bali hampir ada setiap minggunya. Itu menandakan bahwa seni rupa masih eksis. Karya-karya yang dihadirkan pun sangat spesifik, meskipun tahun ini tahun politik. Namun, kesadaran untuk menumbuhkan para pencinta seni di Bali untuk mengoleksi karya seni (artwork) masih minim. Barangkali ini perlu dilakukan sebuah kajian dan edukasi terhadap publik yang kurang paham seni rupa, supaya jumlah kolektor muda bisa bertumbuh. Dalam konteks ini, perlu ada campur tangan dari pemerintah. Demikian pula kalangan swasta perlu dilibatkan. Sebab, selama ini, dunia atau karya seni rupa sepertinya sangat eksklusif. Hanya orang-orang tertentu yang memahaminya. Hal. 11 Karya Patung
BPM/ist
ABSTRAK - Lukisan abstrak karya Agus ’’Dangap’’ Murdika
2
Minggu Pon, 13 Januari 2019
Dewan Pengawas dan Direksi Perusda Diganti
Sejak Dini KESENIAN sebagai bagian dari kebudayaan merupakan hasil ekspreasi seni, baik berupa karya sastra, seni rupa, seni suara, maupun seni tari. Seni tari Bali merupakan salah satu identitas Bali sangat penting ditanamkan sejak anak-anak SD. Makanya, Kepala SMP Dwijendra Denpasar, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., mengakui tantangan besar bagi anak-anak dan remaja Bali untuk mencintai seni budayanya sendiri. Di era global saat ini, kata dia, kita sebagai orang Bali, tak boleh meninggalkan seni tradisi daerah. Seni bagi Bali adalah aset penting dalam dunia pariwisata. Bahkan, seni bagi sebagian orang Bali adalah life skill sebagai bekal kehidupan di masyarakat. Dia mengatakan anak-anak dan remaja Bali wajib hukumnya menguasai tari Bali. ‘’Di Dwijendra, seni tari dan yoga wajib diikuti semua siswa, sekaligus sebagai program ungggulan sekolah,’’ tegas Nadi Supartini di sela-sela lomba tari dan yoga, Sabtu (12/1) kemarin. (sue)
Wujudkan Pariwisata Berkualitas
Alipay Dukung Transaksi Rupiah untuk Turis Tiongkok Mangupura (Bali Post) Wisatawan Tiongkok yang ke Bali diharapkan menggunakan mata uang rupiah dalam bertransaksi. Sehingga, dengan memakai rupiah saat melakukan transaksi, tentunya akan tercatat menjadi pemasukan negara. Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Alto Halo Digital International (AHDI), Rudi Ramli, dalam sosialisai penggunaan transaksi Alipay, di Kuta, Jumat (11/1) lalu. Menurutnya, untuk mendukung hal itu, salah satu platform pembayaran online milik perusahaan raksasa Alibaba group yaitu AliPay terus mensosialisasikan transaksi dengan menggunakan Alipay untuk mendukung terciptanya pengembangan pariwisata Bali yang berkualitas. Dengan transaksi Alipay, wisatawan asal Tiongkok yang berwisata ke Bali akan bertransaksi dalam bentuk mata uang rupiah dan bukan dalam bentuk renminbi (RMB), mata uang Republik Rakyat Tiongkok. Sebelumnya, Rudi mengatakan, “mafia” yang bergelut di usaha pariwisata di Bali leluasa menjalankan praktik ilegal dengan transaksi RMB tanpa pengenaan kurs rupiah sehingga semua transaksi langsung antarperbankan di Tiongkok. Akibatnya, kata dia, proses transaksi yang dilakukan di Indonesia khususnya di Bali tidak berdampak pada perekonomian daerah dan penambahan devisa negara. Saat ini, dalam pelaksanaan di lapangan, menurut Rudi, mulai banyak merchant yang memberlakukan transaksi dengan meng-
gunakan transakasi Alipay. “Kita anjurkan semua toko agar pakai Alipay, kita siapkan caranya, pergi ke toko-toko yang masih menggunakan transaksi dengan RMB (mata uang Tiongkok). Agar BI (Bank Indonesia) bicara sama mereka, agar menggunakan transaksi rupiah di merchant-merchant seperti hotel, restoran, spa, dan toko-toko, karena turis Tiongkok lebih suka payment (bayar) pakai handphone, dan ini semua sudah di-support Alipay,” kata Rudi. Pihaknya mengatakan, akan mendukung terciptanya pariwisata Bali yang berkualitas, karena transaksi Alipay mempunyai kemampuan memblokir transaksi di merchant-merchant yang masih menggunakan transaksi dengan menggunakan mata uang Tiongkok (RMB). Sementara, Ketua Umum Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, saat ini sistem transaksi seperti Alipay memang sudah waktunya diterapkan, termasuk di Bali. Dika takannya, untuk wilayah Bali, ke depan kunjungan wisatawan Asia termasuk dari negeri Tiongkok akan cukup besar. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Bali. Dengan transaksi Alipay, sebut Alit, semua transaksi sudah terdata secara digital, sehingga kemungkinan menjadi sistem pembayaran resmi sangat ideal. “Suka tidak suka ini memang sudah waktunya. Dengan transaksi Alipay, negara bisa melakukan penghematan dalam hal percetakan uang,” ujarnya. (kmb23)
BPM/edi
SOSIALISASI - Presiden Direktur PT Alto Halo Digital International (AHDI), Rudi Ramli, (kiri) di sela-sela sosialisasi pembayaran dengan AliPay.
Setelah Dapat Untung Baru Terima Gaji Denpasar (Bali Post) -
Jajaran Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali dirombak habis-habisan oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Tak ada yang tersisa dari pejabat lama, karena kini Perusda dipegang oleh wajah-wajah baru. Menariknya, hasil kerja Dewan Pengawas dan Direksi mengembangkan Perusda harus sudah tampak dalam waktu satu tahun. Sepanjang belum mendapatkan untung, mereka juga tidak boleh menerima gaji. “Satu tahun tidak ada kinerja, berhenti. Ganti lagi (dengan pejabat baru, red),” tegas Koster usai melantik Dewan Pengawas Perusda Provinsi Bali Periode 2019-2023 dan Direksi Perusda Provinsi Bali Periode 2019-2024 di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (12/1) kemarin. Menurut Koster, proses seleksi terhadap jajaran baru ini sudah dilakukan sejak lama. Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Seleksi Bakal Calon Anggota Direksi dan Dewan Pengawas Perusda Provinsi Bali terdiri dari Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, serta Akademisi Fakultas Hukum Universitas Warmadewa. Jajaran baru Perusda yang disebutnya sebagai tim ini dinilai sudah teruji soliditasnya sejak lama. Untuk jangka pendek, Koster meminta tim baru di Perusda ini bisa menyelesaikan master plan untuk pengembangan usaha Perusda ke depan, berapa potensinya, dan bagaimana cara menjalankannya. Mereka diberi waktu paling lama satu bulan untuk menyelesaikan master plan itu. Perusda antara lain bisa mengembangkan sektor industri pengolahan pangan, sandang, hingga energi dan air. Di sisi lain, Perusda saat ini belum memiliki dana atau modal. “Jadi, dia (jajaran baru
Perusda, red) walaupun ada hak menerima hasil, hasilnya tidak boleh diterima sampai dia bisa mengembangkan usaha, menghasilkan dana, mempunyai untung, baru dia bisa mendapatkan gaji, haknya,” tandasnya. Sebelumnya, Direktur Utama Perusda Provinsi Bali dijabat oleh I Nyoman Baskara, dengan Direktur Operasional
Gede Darmaja (Pensiunan Kadisperindag Bali), Ketua Dewan Pengawas Ketut Teneng (pensiunan Kepala Inspektorat Bali), dan anggota Dewan Pengawas A.A. Sujaya (pensiunan Kadisdikpora Bali). Saat ini, Jajaran Direksi yang terdiri dari Direktur Utama Perusda Provinsi Bali dipercayakan kepada Ir. Suryawan Dwimulyanto, M.M.,
Direktur Operasional dijabat Agung Dwi Astika, S.H., M.H., dan Direktur Keuangan dijabat Drs. Ida Bagus Gede Purnamabawa. Sementara Dewan Pengawas dipercayakan kepada Dr. Ing. Ir. Ida Bagus Kesawa Narayana, Dpl.-Ing sebagai Ketua dan Ir. Gembong Primadjaja sebagai anggota. Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Perusda Bali, Ida Bagus Kesawa Narayana mengatakan, salah satu program dalam pangan, yakni meningkatkan industri minuman. “Kita juga ingin melegalkan industri minuman keras,” ujar Kesawa Narayana.
Menurut Kesawa, Bali selama ini mengimpor 60 juta botol minuman keras per tahun. Sementara industri minuman keras tradisional seperti arak di Karangasem justru dibuat ilegal. Pemikiran seperti ini dikatakan tidak benar. Bali semestinya bisa memproduksi sendiri untuk memenuhi kebutuhan minuman keras, khususnya untuk sektor pariwisata. “Kita ilegalkan (industri lokal, red) tapi kita mengimpor dari orang lain, kan sing beneh to (tidak benar itu, red). Itu yang akan kita gandeng, kita buat teknologi,” jelasnya. (kmb32)
BPM/ist
PERUSDA - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati saat melantik jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Perusda Provinsi Bali yang baru.
Lakalantas, Dua Pengendara Motor Tewas Singaraja (Bali Post) – Memasuki tahun 2019 ini, kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tidak pernah sepi. Bahkan, kasus yang terjadi ini kerap kali menelan korban jiwa sia-sia di jalan raya. Kasus terbaru terjadi Sabtu (12/1) kemarin, pukul 00.15 wita di jalan SingarajaAmlapura KM 38.800 wilayah Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Dari kasus ini, dua pengendara dinyatakan tewas akibat luka serius yang dialami. Kedua korban tewas itu masing-masing Komang Surya Adi Saputra (17) asal Desa Bondalem dan Gede Rangga Prayoga (15) dari Desa Les. Keduanya dinyatakan tewas setelah menjalani perawatan medis di Puskesmas Tejakula I. Selain itu, ada dua korban lain yakni
Wayan David Kantun Yasa (15) warga Desa Bondalem dan Gede Budi Suartika (17) asal Desa Les. Kasatlantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, lakalantas ini berawal sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi (nopol) W 6697 WZ dikendarai Komang Surya Adi Saputra membonceng temannya Wayan David Kantun Yasa. Keduanya datang dari arah Amlapura menuju Singaraja. Memasuki lokasi kejadian, pengendara Yamaha Mio mengambil haluan terlalu ke kanan. Saat bersamaan dari arah Singaraja menuju Amlapura datang pengendara Honda Beat DK 2232 UAD, Gede Rangga Prayoga bersama rekannya Gede Budi Suartika. Diduga
karena kecepatan kedua kendaraan dan kondisi lalu lintas ramai, pengendara tidak bisa mengendalikan kendaraan. Kedua kendaraan akhirnya bertabrakan adu jangkrik. Akibat benturan keras, pengendara dan rekan yang dibonceng terjatuh dari sepeda motor. Luka parah dialami Komang Surya Adi Saputra dan Gede Rangga Prayoga. Setelah diantar ke Puskesmas Tejakula I keduanya dinyatakan meninggal dunia. Sementara, dua korban lainnya, yakni Wayan David Kantun Yasa mengalami luka ringan dan hanya rawat jalan. Sedangkan Gede Budi Suartika mengalami luka berat dan sampai kemarin, masih dirawat di RSUD Buleleng. “Dari laporan rekan di Unit Lantas Polsek Tejakula, memang terjadi lakalantas dengan
dua pengendara meninggal dunia. Sekarang, masih ada satu korban rawat inap dan satu lagi menjalani rawat jalan karena mengalami luka ringan,” katanya. Menurut AKP Kurniawandari, keterangan saksi dan pemeriksaan di lokasi kejadian, peristiwa ini terjadi karena pengendara Yamaha Mio yang kurang hati-hati saat berkendara. Pasalnya, saat melaju pada jalurnya pengendara ini mengambil haluan terlalu ke kanan sampai melewati batas jalur jalan. Akibatnya, pengendara dari arah berlawanan yang melaju pada jalurnya tidak bisa mengendalikan kendaraannya, sehingga lakalantas tidak dapat dihindari. “Untuk sementara, karena dugaan kurang hatihati pengendara saat berlalu lintas sampai mengambil ha-
luan hingga lewat batas jalur. Kasus ini masih dikembangkan lebih lanjut,” jelasnya. Di sisi lain, AKP Kurniawandari mengaku prihatin dengan kejadian lakalantas di mana korban dan pelakunya merupakan pelajar. Hal ini ditambah parah lagi pengendara atau yang dibonceng tidak memakai helm. Untuk itu, mencegah kasus lakalantas melibatkan pelajar, pihaknya mengingatkan kepada para orang tua mengawasi anak-anak di rumah dan berusaha tidak memberikan izin mengendarai sepeda motor kalau usia belum cukup. Sementara kalau usia sudah cukup, orang tua diharapkan ikut menyadarkan anak-anaknya agar memakai helm dan mematuhi tata tertib lalu lintas di jalan raya. (kmb38)
Tari Bali dan Yoga Bentuk Siswa Berbudi Luhur Denpasar ( Bali Post) Sebanyak 177 penari dan peyoga cilik SD se-Bali, Sabtu (12/1) kemarin, bersaing dalam lomba tari Bali dan yoga asanas tingkat SD seBali. Lomba diadakan OSIS SMP Dwijendra Denpasar berjalan semarak. Lomba dibuka Kepala SMP Dwijendra, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. Menurut Ketua Panitia, I Ketut Rangkuman, S.Pd., didampingi Ketua OSIS Krisna Bhakta, lomba kali ini diikuti 99 penari cilik dan 78 yoga tersebar di semua kabupaten dan kota se-Bali. Lomba meliputi tari condong kelompok A (umur 6-9 tahun), tari condong B (umur 10-12 tahun). Untuk tari baris kelompok A (6-9 tahun) dan tari baris kelompok B (10-12 tahun). Sementara itu, lomba yoga diikuti 13 SD masing-masing berkekuatan enam siswa. Kasek Nadi Supartini mengatakan lomba tari ini juga didukung Tabloid Wiy-
ata Mandala guna memberi penguatan generasi zaman now untuk pelestarian seni tari Bali dan yoga. Sekaligus dua seni ini menjadi unggulan SMP Dwijendra. Dia menegaskan bagaimanapun hebatnya perubahan pada zaman digital, generasi zaman now Bali tak boleh meninggalkan tari Bali. SDM zaman now ini harus menguasai tari Bali dan yoga. Seni tari dan yoga juga merupakan salah satu identitas Bali yang sangat penting ditanamkan sejak anak-anak. Melalui seni, kata dia, bisa membentuk karakter yang tangguh, berbudi luhur dan memiliki kehalusan budi dan lebih rendah hati. Khusus soal yoga, Nadi Supartini didampingi Wakasek I Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd., M.Pd., I Wayan Suwita, S.Pd., dan Ida Bagus Putra Arsana, S.Pd., mengungkapkan saat ini, yoga sudah berkembang dan diminati anak-anak SD.
Mulai tahun ini, dia memberi media bagi pelatihan yoga di sekolah untuk menjadi yang terbaik di Bali. Yoga, kata dia, sangat berperan besar dalam pembentukan karakter siswa. Dia membuktikan sejak yoga diterapkan di sekolahnya mulai 2004 lalu, tak ada kasus perkelahian antarsiswa, siswa membolos dan suka mengganggu temannya belajar. Ini semua ditempa lewat yoga yang wajib diiikuti semua siswa. Bahkan yoga, kata dia, membuat PBM di SMP Dwijendra kondusif dan nyaman. ’’Yoga juga kami masukkan dalam ajaran Agama Hindu,’’ tegasnya. Yoga asanas ini juga berperan dalam melahirkan insan yang sehat. Dia mengakui pelestarian tari Bali dan yoga ini kini mendapat tantangan berat pada zaman now. Anak-anak dan remaja Bali makin dijauhkan dari seni tradisi ini. Untuk itu, harus ada komit-
men kuat semua komponen untuk memberi penguatan pelestarian tari Bali dan yoga mulai dari siswa SD. Apalagi SMP Dwijendra adalah sekolah ramah anak tingkat nasional. Lomba ini dikatakannya juga sesuai dengan misi dan visi yang diemban Yayasan Dwijendra dalam pelestarian nilai seni dan budaya Bali.
Para juara akan diterima langsung menjadi siswa baru SMP Dwijendra karena piagam diteken oleh Wali Kota Denpasar. Tahun ini, SMP Dwijendra membatasi menerima calon siswa baru sebanyak 11 kelas dengan 32 siswa tiap kelas. Lomba juga dirangkaikan HUT ke- 66 Yayasan Dwijendra Denpasar. (025)
BPM/sue
YOGA - Siswa SD di Bali tampak antusias mengikuti lomba yoga di SMP Dwijendra Denpasar.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Pon, 13 Januari 2019
Warga Yehembang Kauh Alami Krisis Air Bersih Negara (Bali Post)Ribuan warga di Desa Yehembang Kauh Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih dialami warga diakibatkan oleh pipa penyalur air dari sumber mata air pegunungan ke rumah warga terputus akibat banjir bandang dua minggu lalu. Lebih dari 1.600 kepala keluarga di enam banjar di Desa Yehembang Kauh Kecamatan. Mendoyo sejak dua minggu lalu mengalami krisis air bersih. Warga mengaku air dari pipa tersebut kini sangat keruh dan berbau sehingga tidak bisa dipergunakan untuk keperluan sehari-hari
seperti mandi, minum bahkan mencuci dan memasak. Salah seorang warga Banjar Munduk Anggrek Desa Yehembang Kauh Putu Widastra mengatakan, warga sebelumnya swadaya membuat saluran pipa yang dikelola masyarakat. “Mungkin sekarang masih diperbaiki. Cuma yang masuk ke panampungan airnya keruh, jangan kan untuk masak, untuk mandipun susah,” katanya. Guna membantu ribuan warga Desa Yehembang Kauh dalam memenuhi keperluan air bersih terutama untuk minum dan memasak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jembrana, Jumat (11/1) lalu me-
AIR - BPBD Jembrana ketika menyalurkan air bersih ke wilayah Desa Yehembang Kauh Kecamatan Mendoyo.
nyalurkan air bersih ke desa Yehembang Kauh. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Pramana mengatakan pihaknya menyuplai air dari minggu lalu ke desa tersebut. Tiap harinya pihaknya suplai 3 sampai 4 tangki tiap harinya. Dengan kapasitas 5.000 liter satu tangkinya. “Astungkara ini bisa membantu warga selama proses perbaikan perpipaan tersebut,” katanya. BPBD Jembrana mengaku telah menyalurkan air bersih sejak seminggu belakangan ini sebanyak 20 ribu liter tiap harinya. BPBD Jembrana masih akan menyalurkan air bersih ke desa Yehembang Kauh hingga seminggu ke depan atau menunggu perbaikan pipa dari kelompok pengelola sumber mata air di Desa Yehembang Kauh selesai diperbaiki. (kmb)
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta Hadiri Petani di Pengotan Kembangkan Budi Daya Mawar Upacara ” Nyineb” di Pura Dasar Bhuana Gelgel BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta menghadiri upacara Nyineb, Nuwek, Mendem Bagia Pulakerti lan Penyejeg Gumi di Pura Kahyangan Jagat Dasar Bhuana Gelgel, Jumat (11/1) lalu. Upacara ini merupakan prosesi ke-32 dari 33 rangkaian kegiatan Upacara Karya Agung Mamungkah, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Tawur Panca Wali Krama, Mahayu Jagat, dan Marisuda Gumi yang puncak upacaranya telah dilaksanakan Senin, 31 Desember 2018 lalu. Bupati Suwirta menyampaikan, setelah pelaksanaan karya yang merupakan tingkat utamaning utama ini diharapkan senantiasa tercipta kedamaian, mengembalikan vibrasi pura untuk menjaga ke-ajeg-an Desa Gelgel, Jagat Bali dan Nusantara pada umumnya. “ Sama halnya dengan Pemda Klungkung dengan spirit GEMA SANTI, seluruh rangkaian upacara karya utama ini diharapkan akan tercipta kedamaian terhadap seluruh umat manusia serta alam dan isinya, serta mengembalikan vibrasi Pura Dasar Bhuana untuk menjaga ke-ajeg-an Desa Gelgel, Jagat Bali dan Nusantara pada umumnya.” Ujar Bupati Suwirta. Ditambahkan pula, pemerintah daerah berkomitmen akan selalu men-suport setiap kegiatan upacara yadnya semacam ini sesuai kemampuan pemerintah. Pangenter Upacara Dewa
nyineb - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta menghadiri upacara Nyineb, Nuwek, Mendem Bagia Pulakerti lan Penyejeg Gumi di Pura Kahyangan Jagat Dasar Bhuana Gelgel, Jumat (11/1) lalu. Soma mengatakan upacara Nyineb, Nuwek, Mendem Bagia Pulakerti lan Penyejeg Gumi ini dilaksanakan secara bersamaan dengan di Pura Bale Agung, Melanting, Pusering Jagat, Pura Yasa dan Taman Beji. Prosesi di-puput oleh tujuh orang Peranda ring Dasar Bhuana dua dan masing-masing pura oleh seorang peranda. Sementara itu dihari yang sama Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta bersama Ny. Sri Kasta menghadiri upacara Macaru lan Melaspas Alit di Pura Taman Puncak Sari Desa Akah. Wabup Kasta yang juga mantan Bendesa Pakraman Desa Akah ini berharap agar pujawali yang akan datang masyarakat bisa se-
lalu bersemangat dan tulus ikhlas untuk ngayah di pura, sehingga pujawali nanti bisa berjalan lancar. “Selalu tanamkan rasa semangat dan tulus ikhlas ngayah di pura,” harapnya. Pemkab Klungkung telah berkomitmen hadir di setiap upacara Dewa Yadnya, Bupati maupun Wakil Bupati akan menyempatkan diri bertatap muka dan berbincang bincang, turun bermasyarakat memenuhi undangan masyarakat disela-sela kesibukan melaksanakan tugas kedinasan. Dikepemimpinan periode kedua ini Bupati Suwirta akan lebih banyak dan selalu berupaya menghadiri setiap undangan Dewa Yadnya masyarakat Klungkung. (ad488)
tra Motor area Denpasar Badung. Dengan beranggotakan 123 orang yang sudah terdaftar, touring kali ini merupakan kegiatan perdana yang mengajak anggotanya untuk saling kenal dan menyatukan hobby touring bersama. Rute yang dilalui Ubung-Sempidi-Kapal-Kediri-Saggulan-Taman Makam Pahlawan Tabanan-Kota Tabanan-PenebelPenatahan-Batukaru-Jatiluwih-Bedugul-WanagiriSembung-Mambal-AyaniSudirman-Padanggalak dan finish di Custom War Sanur. Selain kegiatan touring, seluruh peserta juga diajak melakukan aksi sosial berupa pemungutan sampah plastik di area Danau Beratan Bedugul Tabanan sebagai bentuk kepedulian lingkungan sesuai arahan pemerintah terkait pembatasan plastik. Kegiatan menarik lainnya di antaranya mendokumentasikan setiap stop point wisata yang dilalui
peserta untuk di-share ke media sosial sebagai salah satu bentuk menyebaran tentang keindahan alam area Tabanan Bali. “Kegiatan ini sebagai salah satu wadah untuk saling berkomunikasi antara konsumen pengguna Honda PCX sehingga diharapkan mendapatkan informasi yang benar, baik mengenai produk, program maupun benefit lainnya tentang Honda. Terima kasih atas partisipasinya dalam kegiatan touring perdana ini. Dengan semangat satu hati semoga kami bisa tetap mejadi keluarga Honda,” ungkap Yodi Wahyu Borobudi Setiawan selaku Retail Manager Astra Motor Bali. Dalam kegiatan ini juga hadir Semeton PCX Gianyar meramaikan acara yang sekaligus ikut touring sebagai bentuk pasemetonan (kekeluargaan) pecinta Honda PCX,” tutup Yodi. (bns1)
Bangli (Bali Post)Budi daya bunga hias potong khususnya mawar, menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Menjamurnya toko bunga atau floris di wilayah perkotaan, membuat permintaan bunga mawar tak pernah surut. Hal itu dirasakan seorang petani mawar di Desa Pengotan, Bangli, I Wayan Nyarka. Ditemui di kebun bunganya belum lama ini, Nyarka mengaku dirinya sudah berbudidaya bunga hias khususnya mawar sejak enam tahun lalu. Inspirasi berbudi daya mawar didapatnya setelah sempat melancong ke Kota Malang dan Lembang. Sebagaimana yang diketahui, di dua wilayah itu terdapat banyak petani yang menggeluti usaha budidaya bunga hias potong. Dalam kunjungannya ke kota itu, Nyarka mendapat informasi bahwa bunga hias potong yang diproduksi petani di Malang dan Lembang selama ini banyak dikirim ke florist-flosrist yang ada di Bali. “Dari situ saya berpikir Malang dan Lembang kan hampir sama cuacanya dan ketinggiannya seperti di Bangli. Kenapa kita tidak coba kembangkan di Bangli. Ini kan bisa jadi peluang,” ujarnya. Dari situlah dirinya kemudian mencoba menanam mawar di lahan miliknya. Uji coba yang dilakukannya berhasil. Bunga mawar yang selama ini disukai banyak
MAWAR - Kebun mawar milik I Wayan Nyarka di Desa Pengotan, Bangli. orang karena keindahan bentuk dan wanginya, ternyata cocok tumbuh di wilayah Desa Pengotan. Selain mawar, dirinya pun mencoba mengembangkan varian/jenis bunga lainnya yang dibutuhkan florist. Di kebun miliknya seluas kurang lebih setengah hektar, Nyarka kini telah menanam sebanyak 20 ribu tanaman bunga hias. Sebagian besar jenisnya bunga mawar. Nyarka mengaku bahwa permintaan bunga mawar potong selama ini cukup bagus. Permintaannya tak
pernah surut. Bahkan saat musim pernikahan dan hari valentine, permintaan mawar potong melonjak. Hanya saja dirinya tak mau menyebutkan berapa ratarata permintaannya dan penghasilan yang didapatnya dari bisnis tersebut. “Saat valentine, kadang kewalahan. Karena saat bulanbulan itu produksi agak turun karena faktor cuaca,” ujarnya. Selama ini bunga mawar yang diproduksi dari kebunnya banyak dikirim ke wilayah Denpasar dan Ubud.
BPM/kmb40
Satu tangkai mawar potong, bisa laku dijual dengan harga Rp 5 ribu. Sementara bunga jenis lain seperti gerbera, laku dijual Rp 3 ribu per tangkai. Selain bunga hias, ke depan Nyarka berkeinginan mengembangkan jenis tanaman lainnya yang cocok ditanam di Desa Pengotan. Salah satunya asparagus dan markisa. “Selama ini kita belum mengarah untuk membuka agrowisata. Tapi ada saja beberapa orang yang lancong-lancong ke sini,” pungkasnya. (kmb40)
Ritual Homa Yadnya Bali Kuno
Upaya Membangkitkan Kembali Santai Bareng Komunitas PCX Denpasar Badung Ajaran Kuno Nusantara Diwarnai Jelajah 117 Km Area Tabanan LEBIH dari 117 kilometer (KM) dijelajahi komunitas PCX Denpasar Badung (PDB) dalam perjalanan awal touring-nya sekaligus sebagai moment pembentukan komunitasnya. Dengan konsep “Santai Bareng Touring Perdana” komunitas PCX Denpasar Badung (PDB) menuju rute area Tabanan, melibatkan 75 peserta. Dengan mengambil start dari Astra Motor Cokroaminoto, Sabtu (12/1) kemarin seluruh peserta mendapatkan persiapan mulai dari mengingatkan kembali safety riding, Cari Aman saat berkendara dan kelengkapan yang harus disiapkan sebelum melakukan perjalanan jauh. Komunitas PCX Denpasar Badung di kenal dengan sebutan PDB merupakan komunitas yang diprakarsai oleh konsumen-konsumen pemilik Honda PCX yang melakukan pembelian sepeda motor PCX di As-
PCX - Suasana komunitas PCX Denpasar Badung (PDB) mengikuti touring dengan konsep “Santai Bareng Touring Perdana,” kemarin.
Denpasar (Bali Post)Sebuah ritual Homa Yadnya Bali Kuno menjadi salah satu peserta dalam upacara Nangluk Bhaya (Marbu Bhumi) Mahayu Ayuning Bhuwana untuk ngrastitiang Jagat Kertih, Jana Kertih, dan Niti Praja Santi di Lapangan Niti Mandala, Bajra Sandi, Renon, Sabtu (12/1) kemarin. Ritual Homa Yadnya Bali Kuno ini dibangkitkan oleh Sangga Budhaireng yang penggaliannya di sisi Timur Gunung Agung, Karangasem. Sangga Budhaireng merupakan perkumpulan para yogi. Namun keberadaan dan ajaran Sangga Budhaireng yang dipimpin Guru Kresna Dwaja ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Padahal ajarannya sangat sarat dengan peradaban dan budaya Leluhur Kuno Nusantara dan ajarannya sangat penting dalam proses upacara yadnya di Bali. Pengarah Homa Yadnya Bali Mula, Guru Kresna Dwaja saat ditemui dilokasi upacara, mengatakan bahwa Homa Yadnya Bali Kuno merupakan awal dari segala-galanya, baik penciptaan alam semesta. Sehingga simbol-simbol yang dimunculkan dalam ritual Homa Yadnya Bali Kuno merupakan simbol alam semesta, baik dari bawah, yaitu Asta Dala yang merupakan delapan penjuru mata angin maupun atas, yaitu Catur sebagai penguat manusia dan kehidupan. Sedangkan paling atas menggunakan Mahkota dari Pohon Pudak sebagai lambang yang mampu masuk ke wilayah Siwa, Budha Ksetra ketika menerima letupan
energi dari bawah. “Ritual Homa ini bersumber dari ajaran Waishnawa yang menjadi induk dari Kareshian Budha, Bujangga dan Siwa. Air yang dipetik dari inti api Homa Bali Kuno itu, yang akan dipakai penyucian pada caru yang merupakan pembangkitan diva rupa, oleh para manggala, para Brahma Rsi dan para peserta yang berlandaskan Yoga Sapta Samadhi. Sehingga Homa atau pembangkitan energi ini digunakan untuk formulasi dari Bhuta menuju Dewa,” ujar Guru Kresna Dwaja. Dijelaskan, dari seluruh energi Homa yang bangkit dalam caru melahirkan 3 hal. Yaitu, Whyaka yang merupakan segala bentuk spiritualitas dan wujud segala agama, Nirakara yang memunculkan seluruh energi apapun yang ada di alam semesta ini, dan Sakara, yaitu lahir seluruh puja mantra dan aksara-aksara suci. “Oleh karena itu, boleh dikatakan seluruh panca yadnya kita berasal dari proses ini (Homa Yadnya,red),” tandasnya. Oleh karena itu, dikatakan bahwa tirta (air suci) yang lahir dari proses ritual Homa Yadnya Bali Kuno ini diberikan kepada para Sulinggih yang memuput upacara Yadnya. Sebab, tirta “Pawitra” ini bangkit dari ritual Homa, di mana tirta ini lahir dari api yang tidak tercemar oleh polusi. “Air dari apilah yang tidak terkena polusi, maka dari itu Homa Yadnya ini melahirkan tirta yang tidak terkena polusi, sehingga air (tirta-red) inilah yang digunakan untuk penyucian selu-
BPM/win
YADNYA - Prosesi ritual Homa Yadnya Bali Kuno yang dilakukan Sangga Budhaireng pada upacara Nangluk Bhaya (Marbu Bhumi) Mahayu Ayuning Bhuwana di Lapangan Niti Mandala, Bajra Sandi, Renon, Sabtu (12/1) kemarin. ruh yadnya,” ujarnya. memimpin upacara bhuta Lebih lanjut dikatakan, yadnya, Kabudhaan yang dasar seluruh aspek yang mengajarkan ahlak dan budi digunakan oleh para prak- pekerti, serta Kasiwaan yang tisi dan para umat adalah mengerti betul tentang planet Tantra. Sebab, Tantra meru- dan rahasia hidup di dalampakan energi jenius atau nya. Melalui ajaran dasar energi murni dari alam se- Homa ini kami ingin memmesta. Keberadaannya san- bangkitkan kembali ajaran gat jauh dalam maha kes- kuno Nusantara,” tandasnya. adaran bathin umat peserta. Ketua Harian Umum Di Bali ada tiga jenis Tantra. PHDI Pusat, Wisnu Bawa Untuk diperkotaan disebut Tenaya tidak mempermadengan Tantra Kala Cakra, salahkan adanya berbagai di Gunung disebut Tantra aliran atau ajaran di Bali, Yamantaka, dan di perairan asalkan dalam palaksanaandisebut Tantra Heruka. Se- nya sesuai dengan ajaran mentara aplikasi Tantra ada agama dan dilakukan dengan tiga, yaitu Sakti, Suci dan tulus ikhlas. Menurutnya, Diatmika (Wisesa). meskipun keberadaan Sangga Selain itu, dikatakan bah- Budhaireng tidak terikat wa Para Praktisinya yang oleh pakem PHDI, namun tergabung dalan Sangga Bud- keberadaan menjadikan kehaireng tidak terjebak oleh beragaman ajaran yang ada aturan kepanditaan saat di Bali. Apalagi keberadaan ini, karena mereka adalah Sangga Budhaireng sangat pandita jnana (Vajradhaka). mulia yaitu membangkitkan Sehingga ajarannya kem- kembali ajaran-ajaran Bali bali kepada ajaran kuno. Mula yang merupakan ajaran “Kereshian Bali Kuno ada leluhur di era modernisasi 3, yaitu Kabujanggaan yang seperti saat ini. (win)
4
Minggu Pon, 13 Januari 2019
Refleksi Guru dari Mahaguru Drona Guru memegang peranan yang amat strategis dalam memajukan bangsa. Guru-guru tentulah berupaya agar kompetensi (kepribadian, sosial, pedagogik, maupun profesional) terus berkembang. Kompetensi guru itu digali dan diberdayakan hingga bisa diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. Seorang guru tidak pernah berhenti untuk belajar. Belajar mengenali hakikat dirinya sebagai guru. Belajar mengembangkan ilmu pengetahuannya. Berhenti berarti keterlambatan. Kemajuan anak-anak bangsa menjadi taruhannya.
Belajar dari Mahaguru Drona, seorang guru yang mampu membangkitkan, mengembangkan, memberdayakan kompetensi anakanak didiknya. Kompetensi Panca Pandawa dan Korawa bisa berkembang optimal. Di antara yang optimal itu, tentu Arjuna yang paling unggul mengapa? Karena ia menyadari hakikat dirinya sebagai seorang peserta didik yang mesti mengembangkan dirinya di luar sekolah. Ia belajar mengasah kemampuannya. Rasa tidak puasnya terhadap ilmu pengetahuan inilah yang melatarbelakanginya. Keingintahuan terhadap sebuah ilmu pengetahuan terus bergeluncak dalam hati Arjuna. Inilah tugas guru semestinya. Artinya, membangun keingintahuan peserta didik agar menyadari hakikat dirinya sebagai seorang pembelajar yang mesti terus belajar dan belajar. E.C. Wragg & George Brrown (1996) menyatakan bahwa menemukan sendiri, dan menemukan hal-hal yang baru, sendiri atau dengan orang lain adalah keterampilan yang
GURU - Seorang guru hendaknya berupaya terus agar peserta didik bisa memperdalam pengetahuannya. Waktu belajarnya yang amat singkat di sekolah perlu diupayakan lagi agar anak-anak bangsa berlomba-lomba mengisi dirinya. Jika tidak, maka siap-siaplah digilas oleh kemajuan. Persaingan semakin ketat, anak-anak bangsa harus bisa memenangkan setiap persaingan itu.
Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Mammografi Secara umum masih sebagian kecil masyarakat yang sadar akan bahaya dari kanker payudara. Hal ini dibuktikan bahwa sebagian besar temuan kanker payudara di rumah sakit sudah memasuki stadium lanjut (stadium III dan IV), dimana pada hal ini biasanya penderita tersebut masih dalam usia reproduktif. Dalam dunia medis yang perlu diketahui adalah semakin dini dan semakin rendah stadium kanker saat ditemukan maka pengobatan yang dapat diberikan akan lebih bermanfaat dan biaya yang diperlukan akan lebih sedikit. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak pada perempuan di dunia. Di Indonesia kanker payudara menempati urutan kedua setelah kanker leher rahim dan di Bali kanker payudara jumlah kasusnya masih menunjukan peningkatan. Peranan mammografi mungkin masih sebagian kecil masyarakat kita yang mengetahuinya padahal tujuan utama dari pemeriksaan mammografi adalah untuk mengetahui secara dini keganasan pada payudara. Mammografi merupakan suatu pemeriksaan X-ray khusus untuk menilai jaringan payudara seseorang. Proses pemeriksaannya menggunakan sinar X dosis rendah. Rekomendasi Untuk melawankan kanker payudara, American Cancer Society memberikan rekomendasi indikasi pemeriksaan mammografi sebagai berikut: 1. Jika Anda berusia di bawah 40 tahun dan tidak memiliki riwayat kanker payudara di keluarga, belum diperlukan tes mammografi karena payudara masih relatif padat dan tidak dapat menampakkan hasil yang maksimal karena masih tertutup hormon. 2. Jika umur Anda di bawah 40 tahun, namun memiliki faktor risiko tinggi untuk terkena kanker payudara (terdapat riwayat kanker payudara dalam keluarga), maka segera lakukanlah mammografi walaupun tanpa keluhan. Selain itu, jika ibu Anda dinyatakan mengidap kanker di usia 45 tahun, mulailah pemeriksaan di umur 35 tahun. 3. Di samping itu, mammografi juga direkomendasikan dilakukan pada wanita berusia di bawah 40 tahun dengan faktor risiko kanker yang lain seperti indung telur, leher rahim, rahim, dan usus besar), usia haid pertama kurang dari 12 tahun, tidak menyusui dan tidak mempunyai anak, kehamilan pertama di atas usia 35 tahun, dan memiliki riwayat tumor jinak sebelumnya. 4. Bagi Anda berusia 40 tahun atau lebih,
Kisara
namun tidak memiliki faktor risiko seperti di atas, maka dapat melakukan mammografi secara rutin setiap satu hingga dua tahun, walaupun tidak ada keluhan. Sedangkan usia 50 tahun ke atas, walaupun tanpa faktor risiko dan tanpa keluhan, sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun. Benjolan Pentingnya peranan mammografi sebagai salah satu pemerikasaan dalam melakukan screening payudara dalam menemukan benjolan yang tidak terlihat dan teraba pada pemeriksaan biasa untuk mengurangi insiden kanker payudara sehingga pengobatan dan tindakan akan dapat diberikan lebih dini untuk mencegah komplikasi yang lebih parah dan meningkatkan angka kesembuhan dan harapan hidup. Jadi untuk itu marilah kita bersama-sama menjaga kesehatan payudara dengan melakukan mammografi secara rutin. ldr. Pande Putu Bagus Premana, S.Ked.
Membangkitkan Potensi Peserta Didik Seorang guru hendaknya berupaya terus agar peserta didik bisa memperdalam pengetahuannya. Waktu belajarnya yang amat singkat di sekolah perlu diupayakan lagi agar anak-anak bangsa berlomba-lomba mengisi dirinya. Jika tidak, maka siapsiaplah digilas oleh kemajuan. Persaingan semakin ketat, anak-anak bangsa harus bisa memenangkan setiap persaingan itu. Era digital, era informasi perlu dimanfaatkan secara optimal bagi anak-anak bangsa di bawah bimbingan guru. Guru hanya akan bisa disegani jika hati peserta didik bisa disentuh. Kehadiran guru di tengah-tengah kehidupannya dirasakan oleh peserta didik. Mahaguru Drona bisa menyentuh hati Arjuna dan Arjuna menyadari bahwa ilmu yang diperolehnya itu belum optimal perlu penggalian dan pengasahan hingga lebih tajam dan bermakna bagi kehidupan. Arjuna pun sadar diri bahwa hidupnya perlu terus belajar. Tugas guru membangun pembiasaan belajar bagi peserta didik. Mahaguru Drona sudah memberi teladan dan menguji kompetensi anak didiknya. Mahaguru Drona menekankan akan disiplin dalam belajar. Tidak ada kesuksesan diraih tanpa kerja keras. Pembelajar Arjuna berdisiplin dan tidak larut pada kemewahan duniawi. Jika saudara-saudaranya (peserta didik) lainnya lagi sibuk dengan kebiasaankebiasaannya, Arjuna sibuk menggali po-
tensi dirinya. Mahaguru Drona mengetahui hal itu. Ia bersyukur karena dari sekian anak didiknya ada yang melebihi kemampuannya. Kebanggaan seorang guru bernama Mahaguru Drona. Arjuna sebagai anak didiknya berhasil mengalahkan Mahaguru Drona. Berbanggalah bapak-ibu guru yang berhasil dikalahkan oleh anak didiknya. Anak didik seperti itu biasanya akan ingat betul akan gurunya. Ia tidak akan menjadi Malinkundang. Mahaguru Drona sudah mampu membangun kompetensi peserta didiknya. Guru-guru dalam era milenial perlu belajar dari kerja keras dan semangat pengabdian Mahaguru Drona. Guru era milenial hendaknya semakin bergeliat mengembangkan kompetensi dan potensi peserta didik. Pergulatan dan tantangan yang dihadapi peserta didik maupun guru amat beragam dan harus dipecahkan di tengah tugas-tugas guru yang semakin hari semakin bertambah. Untuk itu, guru perlu mempersiapkan dirinya atau sederhananya membangkitkan kembali kompetensi dirinya hingga mampu memberdayakan kompetensi peserta didik. Peserta didik perlu diberikan pemahaman bahwa jalan hidupnya masih panjang dan tantangan yang harus dihadapinya semakin beragam. Ibarat Arjuna tidak pernah berhenti belajar demi kejayaan negerinya. Anak-anak bangsa pun diupayakan agar menyadari hakikat dirinya sebagai pembelajar yang terus belajar memahami kehidupan. lIBW Widiasa Keniten
Mengenal Dislipidemia Penyakit jantung akibat aterosklerosis dinding pembuluh darah merupakan penyebab utama kematian di dunia. Dislipidemia merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi faktor risiko untuk terjadinya penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, stroke iskemik, dan penyakit arteri perifer. Penyebab penyakit tersebut bersifat multifaktorial dimana sebagian di antaranya dapat dimodifikasi. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah suatu kondisi medis dimana terjadi perubahan kadar lipid darah sehingga menjadi tidak normal. Lipid darah adalah subtansi lemak dalam darah seperti trigliserida, kolesterol HDL, kolesterol LDL atau kombinasi lipid. Dislipidemia disebabkan oleh terganggunya metabolisme lipid akibat interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor risiko terjadinya dislipidemia termasuk di antaranya diet, kegemukan, tidak aktif secara fisik dan merokok. Kondisi dislipidemia bisa berupa tingginya kadar trigliserida atau kolesterol LDL, serta rendahnya kadar kolesterol HDL di dalam darah arteri. Kolesterol Lowdensity lipoprotein (LDL) dikenal sebagai kolesterol “jahat” karena kolesterol LDL menumpuk pada dinding arteri, sehingga terbentuk ateroma atau penyempitan pembuluh darah akibat lemak. Kolesterol High-density lipoprotein (HDL) disebut juga dengan kolesterol “baik” yang membantu mencegah terbentuknya ateroma. Sedangkan trigliserida berasal dari kalori yang kita makan tetapi tidak langsung dibakar. Trigliserida disimpan di dalam sel lemak dan akan dilepaskan sebagai energi
saat dibutuhkan. Jika kalori yang kita makan lebih banyak daripada kalori yang di bakar, maka terjadi penumpukan trigliserida. Ateroma sendiri merupakan pemicu penyakit kardiovaskular yang dikenal juga sebagai aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Semakin tinggi kadar kolesterol LDL dan trigliserida pada darah arteri, semakin besar risiko terkena penyakit kardiovaskular. Kasus Kasus dislipidemia terkadang tidak disadari. Seperti halnya hipertensi, kadar kolesterol yang tinggi tidak mempunyai gejala yang jelas. Biasanya dislipidemia diketahui saat melakukan pemeriksaan darah rutin. Bagaimanapun dislipidemia dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular yang dapat memberikan gejala. Tingginya kadar kolesterol LDL berhubungan dengan penyakit jantung koroner dengan gejala seperti nyeri dada, berdebardebar, keringat dingin, cemas, sesak nafas. Penyakit arteri perifer dengan gejala nyeri kaki saat berjalan dan kaki bengkak seperti di pergelangan kaki. Selain dengan obat antikolesterol, salah satu pengobatan dislipidemia adalah
intervensi gaya hidup. Tujuan intervensi gaya hidup adalah untuk mengurangi kolesterol LDL, mengurangi konsentrasi trigliserida, dan meningkatkan kolesterol HDL. Usaha yang dapat dilakukan antara lain mengurangi asupan asam lemak jenuh, meningkatkan asupan serat, mengurangi asupan karbohidrat dan alkohol, meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari, mengurangi
berat badan berlebih dan menghentikan kebiasaan merokok. Dislipidemia hanya dapat di diagnosis dengan tes darah. Rekomendasi profil lipid yang diperiksa secara rutin adalah kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida. lDr. I Gusti Ayu Wijayanty Permatasari
PENGOBATAN - Selain dengan obat antikolesterol, salah satu pengobatan dislipidemia adalah intervensi gaya hidup untuk mengurangi kolesterol LDL, mengurangi konsentrasi trigliserida, dan meningkatkan kolesterol HDL. Usaha yang dapat dilakukan antara lain mengurangi asupan asam lemak jenuh, meningkatkan asupan serat, mengurangi asupan karbohidrat dan alkohol, meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari, mengurangi berat badan berlebih dan menghentikan kebiasaan merokok.
Komunikasi Asertif pada Teman
Halo Kakak Kisara! Perkenalkan namaku Eva. Umurku 17 tahun. Aku adalah tipe orang yang paling gak bisa menolak ajakan atau permintaan orang lain. Meskipun sebenarnya aku pernah tidak ingin memenuhi ajakan tersebut atau aku tidak suka, tapi tetap saja akhirnya aku terima dan mau mengikuti permintaan temanku. Aku merasa tidak enak menolak temanku dan takut membuat hubungan pertemanan kami menjadi renggang. Tapi lama-lama aku merasa tertekan dengan keadaan ini Kak. Ingin rasanya aku berkata tidak, tapi itu sangat sulit kulakukan. Kira-kira bagaimana caranya agar aku bisa berkata tidak pada temanku tanpa merusak hubungan pertemanan kami? Terima kasih Kakak Kisara. Halo Eva! Terima kasih sudah mau berbagi cerita pada kami. Dalam hubungan pertemanan sebagian besar memang akan menimbulkan dilema ketika kita ingin menolak sesuatu atau mengatakan hal yang tidak kita sukai pada teman
vital dalam masyarakat.
apalagi teman yang sudah sangat dekat. Ada yang memang tipenya terbuka atau bisa mengungkapnya secara langsung, namun ada pula yang segan untuk mengungkapkannya karena takut merusak hubungan pertemanan. Dalam hal ini
kamu perlu membangun sebuah relasi yang sehat dengan melakukan komunikasi asertif. Apa itu komunikasi asertif? Komunikasi asertif adalah kemampuan seseorang untuk secara jujur dan terbuka menyatakan pendapat, perasaan, sikap atau hak tanpa khawatir atau merusak dan mengambil hak orang lain. Dalam hal ini, Eva bisa melakukan komunikasi secara terus terang akan suatu hal seperti menolak hal yang tidak kamu suka, menyatakan tidak setuju terhadap pendapat seseorang, menyatakan ketidaksepakatan atau berani bertanya sesuatu yang tidak kamu mengerti meskipun kamu satu-satunya orang yang belum mengerti.
Jika Eva perlahan-lahan bisa melakukan komunikasi asertif, maka hal ini akan mempermudah temanmu atau orang di sekitarmu untuk memahami apa keinginanmu, posisimu dan sikapmu secara jelas. Asalkan Eva juga tetap ingat ketika ingin menyampaikan sesuatu yang tidak Eva suka, untuk tetap memperhatikan etika bahasa yang digunakan agar tidak menyakiti perasaan teman Eva dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Misalkan, Eva ingin menyatakan sesuatu, nyatakanlah masalah tersebut dengan jelas sesuai dengan fakta dengan tidak merendahkan temanmu. Jika Eva ingin meminta sesuatu, mintalah
dengan spesifik sehingga temanmu tidak kebingungan dengan apa yang Eva minta dengan tetap menambahkan kata tolong. Dan tidak lupa juga tetap bersikap empati kepada temanmu ketika berbicara dengan mencoba untuk memahami perasaan, pikiran atau harapannya. Kakak yakin suatu saat temanmu pasti akan mulai mengerti apabila Eva bisa secara terus terang menyampaikan apa yang ingin Eva sampaikan sehingga Eva tidak lagi merasa tertekan atau berkata tidak jujur karena semata-mata hanya ingin bersikap menyenangkan. Semoga apa yang Kakak sampaikan ini bermanfaat untuk Eva ya.
5
Minggu Pon, 13 Januari 2019
Capricorn Jangan cepat lupa diri, sadarlah bahwa perjalanan Anda masih sangat panjang sehingga sangatlah naïf jika Anda merasa puas dan cukup dengan apa yang telah diraih selama ini. Jangan terlena oleh berbagai pujian, karena terkadang pujian itu merupakan racun bagi perjalanan karier Anda. Asmara: Takkan lari cinta dikejar, jika dia memang benar-benar cinta pada Anda maka si dia pasti mau menerima apa adanya. Aquarius Semangat bersatu sangatlah diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul akhir-akhir ini, jangan biarkan kekompakan dikacaubalaukan oleh adu domba, fitnah ataupun isu yang hanya akan membikin ke arah kehancuran saja. Asmara: Memang sudah biasa jika dalam hubungan kisah kasih selalu ada perselisihan dan beda pendapat, tak perlu diperpanjang. Segera saja disudahi segala pertentangan dan itu bisa dimulai dari diri Anda sendiri yang mau mengalah demi ketenangan dan kebahagiaan. Pisces Jangan segan untuk mendengarkan saran dari orang lain walau terkadang ada perasaan bimbang dan ragu, karena itu adalah hal yang wajar. Yang terpenting Anda selalu bisa menempatkan rasio di atas perasaan Anda, sehingga bisa terbebas dari segala macam jebakan ataupun tipu daya dari orang lain. Asmara: Bila ada persoalan jangan segan untuk selalu mendiskusikan dengan pasangan Anda, tak perlu menutup diri karena itu hanya akan membikin pusing diri Anda saja. Aries Awan gelap memayungi perjalanan bintang Anda di minggu ini, itu pertanda kurang baik dan harus diwaspadai. Hindari segala macam konflik, walaupun sebenarnya Anda di pihak yang benar ada baiknya Anda menghindar dan mengalah saja. Di minggu ini persoalan baru mulai bermunculan, dan kunci untuk menjawab semua tantangan itu adalah ketenangan. Asmara: Berhati-hatilah karena hubungan kisah-kasih Anda lagi disorot banyak orang. Taurus Hawa segar mulai dirasakan dan cukup mendatangkan inspirasi baru. Teruslah berimprovisasi dan berkreasi, buang jauh-jauh segala kebimbangan dan keraguan yang hanya akan membikin kesuksesan menjadi menjauh dan semakin sulit untuk dikejar. Inilah kesempatan bagi Anda untuk membuktikan pada semua orang. Asmara: Selama diri Anda mau mengalah dan tidak ngotot ingin menangnya sendiri maka tidaklah terlampau sulit untuk menciptakan ketenangan dan keharmonisan. Gemini Hilangkan segala pikiran jelek dalam hati Anda di minggu ini, karena peruntungan dan kemujuran memihak bintang Gemini. Biarkan yang lalu biarlah berlalu, yang terpenting saat ini bagaimana Anda memikirkan kesempatan yang ada di depan mata, jangan ragu untuk berani mengambil langkah yang tepat. Asmara: Si dia sedang banyak masalah, untuk itu jika bertemu dengannya usahakan Anda menghiburnya ataupun mencari solusi yang tepat bila memang Anda diajak berdiskusi olehnya. Cancer Kekesalan dalam hati segera saja disingkirkan jauh-jauh dari hati Anda, karena bagaimanapun juga jika disimpan terus menerus maka hanya akan menimbulkan penyakit. Berusahalah untuk bersikap sabar dan tenang dalam menghadapi segala macam persoalan hidup, dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada-Nya. Asmara: Jalinlah komunikasi yang baik dengannya, terutama bila ada masalah sebaiknya selalu dibicarakan dengannya, jagan sampai Anda mengambil keputusan sepihak. Leo Jika Anda bisa bersikap tenang dan sabar, maka hati dan pikiran Anda akan bisa terjaga dengan baik. Jangan biarkan amarah menghiasi pikiran Anda, karena bagaimanapun juga amarah hanya akan membuka kelemahan yang ada pada diri Anda, untuk itu waspadalah. Asmara: Tidak ada gunanya Anda berbohong kepada dirinya, karena bagaimanapun juga kepercayaan itu mahal harganya dan tidak bisa ternilai jumlahnya. Virgo Pujian yang terlalu berlebihan dan tidak pada tempatnya itu seakan-akan merupakan racun yang akan dapat membunuh karier Anda secara perlahan-lahan. Akan tetapi sejelek-jelek kritikan bila Anda memperhatikan dan meresapinya dalam-dalam itu akan lebih menguntungkan, karena seakan-akan Anda diingatkan olehnya. Bisnis terus menunjukkan perkembangan yang mengesankan, optimislah. Asmara: Jangan mudah percaya omongan orang sebelum Anda mengetahui dengan kepala Anda sendiri. Libra Jangan cemas karena situasi mendukung Anda untuk melakukan langkah berani di minggu ini. Kemujuran tampak memayungi bintang Anda walaupun sebenarnya posisinya masih berada dalam kungkungan awan gelap. Jangan takut untuk mengambil keputusan berani, yang terpenting itu benar-benar berasal dari hati Anda yang paling dalam. Asmara: Hargailah pendapatnya jangan sekali-kali Anda bertindak seolah-olah menyepelekan ucapannya karena itu sangatlah melukai hatinya. Scorpio Tetaplah optimis walaupun masalah yang Anda hadapi saat ini cukup kompleks dan memusingkan. Yakinlah, bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, yang penting bagaimana menjaga agar pikiran tetap selalu fresh sehingga bisa berpikir dengan jernih. Begitu juga dengan rencana yagn belum dapat terealisasikan sebaiknya dikoreksi lagi biar lebih sempurna. Asmara: Bicaralah yang ringan-ringan saja, dan hindari perkataan yang dapat membuat suasana menjadi panas lagi. Sagitarius Tak perlu cemas menghadapi berbagai rintangan yang terkadang memang sangat mencemaskan dan menjengkelkan. Sadarilah bahwa di dunia ini semuanya harus diraih dengan perjuangan dan kerja keras. Apalagi peruntungan bintang Virgo di minggu ini cukup bagus, sehingga sangatlah disayangkan jika hanya berpangku tangan. Asmara: Cukup terjalin mesra, walaupun terkadang dari mulutnya timbul perkataan yang menyinggung hati Anda, bersabarlah dan positive thinking sajalah.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 13 - 19 Januari 2019
Memerangi Sampah Plastik dalam Strategi Revolusi Mata bhumi putro’ham prthivyah (Atharva Veda 12.1.12) “Bhumi adalah ibuku dan Aku adalah putra Bhumi Pertiwi”. Bhumi adalah bumi ini, tempat kita diajak berpijak untuk menjadi bijak. Bumi memberi, memelihara dan menghidupi semua. “Mata bhumi”, bumi adalah Ibu. Tempat kita berpijak ini adalah Ibu. Bumi yang menghidupi kita ini adalah Ibu. Bumi atau Pertiwi melahirkan, membesarkan, memelihara, menjaga, menghidupi dan akhirnya “mengambil” kembali ke dalam “pelukan”nya pada waktunya. Bhumi adalah putri dari Dewa Prajapati. Beliau dihubung-hubungkan dengan Dewa Dyaus atau Dewa Langit. Bukan tidak mungkin hal ini yang menjadi “rujukan” para leluhur Bali menyebut “Bapa Akasha Ibu Pertiwi”, bahwa Akasha/langit adalah Ayah dan Pertiwi/bumi adalah Ibu. Tradisi leluhur juga menyebutkan bahwa Pertiwi adalah permaisuri dari Sri Visnu dengan putranya bernama Bhoma. Visnu dalam hal ini adalah avatara Visnu yang ke-3, yaitu Varaha Avatara, Sri Visnu yang ber-avatara mengambil rupa atau bentuk sebagai babi hutan. Sebagai Sakti atau permaisuri dari Sri Visnu, Ibu Pertiwi dipuja oleh setiap penganut ajaran Veda atau Hindu Dharma setiap hari. Di pagi hari setiap turun dari tempat tidur, sebelum menginjakkan kaki ke atas tanah/bumi para penganut ajaran Dharma mengucapkan mantra memohon izin pada Ibu Pertiwi untuk menginjakkan kaki ke atas bumi ini. Mantra menghormat Ibu Pertiwi sebelun turun dari tempat tidur dan sebelum menyentuh Ibu Pertiwi dengan kaki: “Samudra-vasane devi parvata-stana-mandale, visnu-patnim namastubhyam pada-sparSam ksamasva me”.
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
Bagi penulis, setiap bepergian dengan pesawat, mantram ini juga sangat membahagiakan d iuca p ka n set ia p p esa wa t hendak landing/mendarat. Sedangkan tradisi para bijak yang mempunyai rasa bhakti mendalam pada Ibu Pertiwi, begitu mereka menyadari kematian menjemputnya, maka mereka mengucapkan mantraperthiwi tersebut, memohon pada Ibu Pertiwi agar membukakan pintu kedamaian abadi menuju pangkuan Ibu Pertiwi. Bumi mempunyai jumlah nama yang sangat banyak. Bumi adalah prthivi karena bumi merupakan wadah yang menyangga kita semua, dan karena itulah bumi adalah Ibu. Leluhur nusantara memberikan nama Ibu Pertiwi untuk menyebut bumi ini, sangatlah bermakna. Tanpa bumi kita tidak bisa melihat kehidupan di dunia ini alias kita tidak ada sama sekali. Keberadaan kita hanyalah karena Ibu Pertiwi. Memuja Ibu Pertiwi bukanlah sebuah kesalahan melainkan pembersih dan “penghapus” kesalahan. Pertiwi adalah Ibu yang menyangga dan yang memelihara kita semua. Bumi juga disebut sebagai Bhumadevi sebagai kekuatan penguasa bumi. Disebut sebagai BhuvaneSvari karena merupakan Ratu Penguasa dari bumi. Sekali lagi disebut sebagai Prthvi atau Pertiwi karena bumi menyangga seluruh makhluk di atas muka bumi ini. Disebut sebagai Vasudha karena bumi memberikan segala jenis kekayaan kepada makhluk hidup Tuhan yang hidup di atas muka bumi ini. Bumi disebut sebagai Bhudevi, atau Bhuvati, sebutan yang sama dengan Bhumadevi karena merupakan Dewi Maha Agung Penguasa Bumi. Sebutan sangat men-
arik yang lain lagi untuk bumi adalah Vasundhara, berarti dari mana muncul segala harta kekayaan tiada terbatas, dan nanti pada akhirnya akan kembali pula ke asalnya. Vasundhara merupakan wadah tidak terbatas untuk isi kekayaan yang tidak terbatas. Bumi adalah Vasundhara, bumi adalah sumber harta benda atau kekayaan yang tidak ada batasnya. Sebutan lain lagi untuk bumi adalah Bhuvani, DhanSika, Ela, Dhatri, Dharti, KaSyapi, Vasumati, Vaisnavi, Avni, Dharani, Urvi, Hiranmaya, Ira, Hema, dan Mahi. Bumi adalah Ibu. Pertiwi adalah Ibu. Ibu adalah Ibu, penghidup dan pemelihara. Dalam ajaran Veda terdapat 7 Ibu yang patut dijaga dan dihormati dengna baik oleh setiap umat (saptaita matarah smrtah). Ketujuh Ibu tersebut antara lain: atma-mata, yaitu ibu kandung sendiri; guru-patni, adalah istri dari Guru; brahmani atau para brahmana perempuan; rajapatnika, istri atau permaisuri dari Raja/Pemimpin Negara; dhenuh, bahwa sapi adalah Ibu bagi kita semua; dhatri, para wanita yang merawat atau menjaga kita, dan akhirnya prthvi, yaitu bumi. Ada pepatah mengatakan “vir bhogya vasundhara”, berarti bahwa bumi ini dapat dinikmati hanya oleh orangorang yang teguh dan gagah berani. Kejayaan dan kemuliaan bumi tidak untuk mereka yang pemalas, lemah jiwa, jauh darikebesaran hati dan tidak memikirkan kebaikan serta kemuliaan yang lain. Tidak, bumi ini tidak untuk mereka yang tidak “pernah” menghadapi tantangan-tantangan hidup. Bumi ini tidak untuk para penikmat melainkan bumi dapat dinikmati hanya oleh mereka yang sudah melewati berbagai tempaan dan cobaan hidup yang tidak kecil dan tidak sedikit. Hanya seorang Vira, seorang Perwira yang “pantas” menikmati bumi dan segala kekayaan serta kemuliaannya. Bumi memang memberikan cukup makan minum kepada orang-orang lemah. Akan tetapi, memberikan segala kekayaan dan kemu-
liaan kepada sang perwira, kepada orang yang gagah berani dalam menghadapi segala tantangan dan cobaan hidup. Dan bumi memberikan keseluruhan dirinya kepada mereka yang mengasihinya. Inilah hal yang dilupakan oleh kita semua. Orang-orang melupakan “bagaimana” mencintai dan mengasihi Ibu Pertiwi demi mendapatkan segala kasih sayang Ibu Pertiwi. Kemarin (11/1/2019) saya mengajak 3 orang anak kecil ikut di dalam mobil. Kami singgah ke lapangan Renon, di Monumen Bajra Sandhi untuk melihat kawan-kawan yang “bertugas” alias “ngayah” di sana sehubungan dengan upacara “Nyaumya Jagat” atau “Mamahayu Hayuning Bhuwana”. Sampai di sana, kami bertemu dengan beberapa orang kawan yang sedang beristirahat di bawah pohon karena terik matahari lumayan menyengat. Sambil bercerita dan melihat perkembangan persiapan upacara, tiba-tiba mata kami tertuju pada tebaran sampah plastik yang cukup banyak di sana-sini. Ternyata sampah plastik tersebut merupakan “warisan” tak diinginkan dari ratusan umat yang kemarin ikut “ngayah melasti” ke pantai. Tentu saja hal ini merupakan pemandangan sangat menyakitkan. Pada zaman modern dimana orangorang sudah cukup terpelajar, seharusnya sampah-sampah plastik seperti ini sudah tidak ada lagi. Karena, orang-orang yang membuang sampah plastik sembarangan seperti itu hanyalah orang-orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah. Terlebih lagi jika hal itu dilakukan pada acara-acara keagamaan spiritual. Ia bukan kesalahan lagi melainkan “dosa” dan “kejahatan” dilakukan pada Ibu Pertiwi yang sangat mengasihi serta memberikan segala kemuliaan kepada kita. Bagaimana kita melaksanakan persembahan yajna “bersama” dengan tebaran sampah plastik? Sampah-sampah seperti daun pisang dari nasi bungkus, bunga persembahan, dan lain-lain sejenis
itu barangkali sampah yang masih bisa ditolerir, akan tetapi tidak untuk sampah plastik. Orang-orang terpelajar tidak akan melakukan hal itu. Orang-orang melakukan persembahan yajna tidak akan melakukan “pengotoran bumi” seperti itu. Sambil pikiran terasa sangat terganggu, kami dengan bahasa “bermain” mengarahkan anakanak yang masih kelas 1-3 Sekolah Dasar itu memungut sampah-sampah plastik tersebut. Anak-anak itu dengan riang melakukan “bersih-bersih plastik” sampai tidak ada sisa sama sekali. Begitu teganyakah kita terhadap Ibu Pertiwi Bali Pulina yang cantik indah dan sangat subur ini (nana vibrati)? Dunia ini dihuni oleh orang-orang dari berbagai komunitas dengan berbahasa sangat indah menarik (bahudha vivacasam), apakah tidak akan bertambah cantik indah menarik jika Ibu Pertiwi tidak kita kotori dengan sampah plastik? Kita belum mengembangkan indria-indria agama spiritual (ati-indria) sehingga kita mampu menikmati rasa nikmat makanan dan minuman dan bukan rasa nikmat melihat sungai bersih tanpa sampah plastik, kecantikan dan keindahan pantai atau pun laut tanpa sampah plastik, kebersihan dan kesucian Pura Besakih, Lempuyang, dan seluruh Pura dari Pura keluarga sampai Pura Kahyangan Jagat, seharusnya sudah bebas sampah plastik (nana dharmanam prthvi). Jika Bali “tidak menginginkan” kebersihan dan kesucian Pura, paling tidak Bali harus memikirkan “wajah” Bali sebagai destinasi wisata yang terindah di dunia. Para tokoh masyarakat, adat, agama, khususnya para pelaku wisata kini sudah waktunya merasa malu “menjual” Bali sebagai “surga wisata” dalam wajah “dipaksakan”. Sebagaimana “revolusi Bhagavad-gita” memperlihatkan manfaat besar menyeluruh dalam waktu sangat singkat, demikian pula kini sudah saatnya memproklamirkan perang melawan plastik dalam strategi “revolusi” dan menolak “evolusi”.
kan lihatlah dengan pandangan terang, tiap kondisi yang muncul saat ini …” Hidup pada saat ini, hidup berkesadaran. Tahu dan fokus pada apa yang harus dilakukan. Pada saat bekerja, kita fokus pada pekerjaan yang sedang dilakukan. Misalnya menghitung, mengetik, dan seterusnya. Kita fokus pada saat mengemudi kendaraan sehingga tidak menggangu pemakai jalan yang lain, tidak menjadi penyebab kecelakaan. Saat belajar, mengerjakan tugas, membaca buku; kita fokus. Makan, mandi, berjalan, berlari, dan sebagainya; semua dilakukan dengan fokus. Bagaimana pada saat tidak ada yang harus dikerjakan? Kita bisa fokus pada diri sendiri, menyadari keberadaan diri. Sadar kita sedang duduk diam, sadar sedang berdiri, berbaring, melangkah. Sadar dengan perasaan yang muncul karena ada kontak antara indera dengan obyek indera yang ada di luar. Ada rasa senang atau tidak senang, ada rasa enak atau tidak enak di badan.
Atau mungkin terjadi permainan, muncul dalam aneka warnanya. Ada rasa marah, kebencian, iri hati, keserakahan, keinginan, kesombongan (membanggakan diri), dan aneka bentuk pikiran. Bisa jadi, pikiran Anda sibuk seakan-akan berdebat antara yang ini dan itu, yang baik dan buruk. Tanpa disadari, pikiran kita sebenarnya terus bergerak. Ketika diam, dalam kondisi tenang, coba disadari apa saja yang muncul di dalam pikiran. Menyadari kondisi badan, gerak badan, atau napas yang keluar dan masuk; kita berusaha ada di saat ini. Demikian juga dengan menyadari perasaan yang muncul atau bentuk-bentuk pikiran yang muncul dan lenyap silih berganti. Kita kita sadar dengan apa yang terjadi di dalam diri, pikiran ada di sini. Pikiran ditenangkan. Kita hidup saat ini. Sebaliknya, saya berpikir atau menganalisa, pikiran bekerja dan ada di luar diri kita. Buddha mengingatkan
bahwa usaha ini harus dilakukan pada saat ini. Karena besok, kematian mungkin sudah datang. Kita tidak bisa melakukan tawar menawar dengan kematian. Kita tidak bisa menunda, meminta dia datang sekian hari lagi. Kematian datang mengendap-ngendap dan langsung menerkam, membawa kita pergi ke alam yang baru. Memang sulit bagi kita untuk hidup berkesadaran, hidup pada saat ini secara terus menerus. Pikiran liar, melompat dari satu obyek ke obyek yang lain, dari satu ide ke ide yang lain. Namun setidaknya kita berusaha untuk fokus pada saat beraktivitas dan menyadari kondisi diri pada saat tidak ada hal yang dilakukan. Dengan demikian juga sudah berlatih untuk hidup saat ini. Tidak ada salahnya untuk mencoba dalam keseharian daripada melamun dalam pemikiran yang tidak jelas dan tidak bermanfaat. Hiduplah saat ini walaupun hanya sesaat.
AS. Aku tidak mengerti, apakah karena populasi selebriti kian membludak membuat mereka pindah ke dunia esekesek atau karena keinginan untuk semakin berduit? Lucunya, di FB terkait dengan penangkapan VA dan AS di sebuah hotel di Surabaya, ada yang bikin status yang memancing gelak. 70 juta surat suara tercoblos adalah hoax, 80 juta sekali coblos adalah fakta! “ komentar Rubag sembari senyum. “Dulunya antara prostitusi dan politik tidak ada kaitannya, karena antara keinginan dan kebutuhan diberikan batas. Akibat dunia yang berlari k e n c a n g m e m i k u l p e r a d aban yang memadatkan ruang dan waktu, kini segala hal dan fenomena seakan menyatu. Juga syahwat seks dan libido kekuasaan sulit dibedakan! Hasrat manusia hampir sama kendati status sosial-ekonomi serta kemampuan intelektual mereka jauh berbeda. Namun, karena libido sulit dibendung, segala cara ditempuh membuat batas antara cerdas dan licik dibobol. Teknologi informasi
dan komunikasi yang kian canggih menjembatani ketidakmampuan menjadi mampu, karena harga gadget kian terjangkau nyaris segala lapisan masyarakat. Bila dulu untuk melakukan simulasi P-4, penatar harus mengumpulkan petatar atau ibu-ibu anggota PKK seminggu dua-tiga kali di banjar. Simulasi yang turunan dari kata simulakra, adalah ide atau gagasan yang fiktif, ditarik ke dunia nyata dengan teknik cocokologi. Layaknya memfoto-kopi duplikat, sedangkan aslinya tidak pernah ada, namun dengan relasi kuasa, dipaksa dianggap ada dan nyata. Nah di zaman now, tidak perlu mengumpulkan banyak orang untuk simulasi, cukup mainkan di gadget yang berisi banyak aplikasi. Itulah yang disebut hiperealitas yang disebar di dunia maya dengan nama hoax. Didukung ratusan cyber army, kebohongan bertubi-tubi bisa menyihir otak banyak orang yang menganggapnya sebagai kenyataan,“ ulas Nyoman Sudiantara. “Benar, ulasanmu tentang relasi kuasa menyadarkanku,
bahwa hubungan di masyarakat tak pernah steril dari kehendak untuk berkuasa. Jangankan di masyarakat dalam keluarga pun relasi kuasa dipraktikkan orang tua terhadap anak-anak mereka, sehingga muncul istilah kepala keluarga. Ada yang terangterangan ada yang tersamar, ada yang keras atau otoriter ada yang lembut. Jelasnya, relasi kuasa sudah menjadi habitus sejak keluarga dianggap sebuah lembaga. Berarti usia prostitusi tidak jauh terpaut dengan politik kendati istilah politik baru dikenal di Era Socrates. Jadi benar pendapat yang mengatakan, kita tidak perlu nyinyir menyikapi ulah VA dan AS, yang menjual ‘miliknya’ 80 juta sekali coblos, karena yang dijual miliknya sendiri. Namun, untuk pelacur politik yang menjual hoax, kita tidak bisa bersikap masa bodoh. Karena hoax terkait dengan keselamatan bangsa dan negara, sedangkan kita telah berikrar bahwa NKRI adalah harga mati!“ ujar Made Surjanegara.
MIMBAR AGAMA
Hidup Saat Ini Dhana Putra Sampai kapan Anda ingin hidup? Mungkin banyak yang menjawab ingin panjang umur sehingga bisa menikmati gemerlapan kehidupan di dunia ini. Yang jelas, kehidupan ini akan berakhir, cepat atau lambat. Masalahnya, kita tidak pernah tahu bagaimana caranya dan kapan kematian akan tiba. Dalam sebuah cerita Zen, kabarnya pertanyaan yang serupa pernah diajukan. Ada yang menjawab 60 tahun. Ada yang bilang, 80 tahun. Namun sang guru menjelaskan bahwa umum kita hanya satu tarikan napas atau satu hembusan napas. Ketika napas masuk dan tidak pernah keluar lagi, kita mengakhiri kehidupan ini. Demikian juga ketika
Relasi Kuasa Terlepas dari sudut pandang hukum dan moral, VA telah jadi ‘pahlawan sosial‘, yang menyelamatkan negeri ini dari percaturan politik yang makin memuakkan. Setidaknya untuk beberapa hari ke depan. Publik bisa lebih rileks, energi mencaci sementara diarahkan ke sang kupu-kupu malam. Perdebatan politik yang kering kerontang sedikit dialihkan sehingga atmosfer di TV untuk sementara lebih memelihara akal sehat. Terima kasih VA, semoga selalu sehat dan bahagia! “Nyaris utuh aku comot wacana yang merupakan status di facebook, Senin (7/1) malam tersebut. Aku tertarik dan sepaham dengan pendapat fesbuker itu, kendati untuk nama ‘kupu-kupu malam’ sengaja kutulis dengan inisial. Di samping mahfum bunyi asas praduga tak bersalah, juga kenyataannya VA dan temannya AS yang digerebek aparat saat melayani konsumen seksual, dilepas
napas keluar dan tidak pernah masuk lagi. Saat itu kematian datang. Setiap napas masuk dan disertai napas keluar, berarti sebuah kehidupan. Kita masih mempunyai kesempatan memperpanjang umur di alam manusia ini, hingga berhenti di satu saat nanti. Sayangnya, kita tidak pernah menyadari betapa bernapas merupakan sebuah hal yang sangat berharga dalam menikmati kehidupan ini. Entah berapa kali, bahkan hingga menjelang mangkat dalam kesempurnaan (parinibbana), Buddha selalu berpesan untuk selalu hidup di saat ini. Misalnya dalam Bhaddekaratta Sutta (Majjhima Nikaya 131), Buddha mengingatkan; “Janganlah seseorang menghidupkan kembali masa lalu atau membangun harapan di masa depan. Karena masa lalu telah ditinggalkan dan masa depan belum dicapai. Melain-
brolan BALE BANJAR ARIDUS setelah diinterogasi selama 24 jam. Alasannya, yang tertuang dalam Pasal 296 jo Pasal 506 KUHP, tidak bisa menjerat PSK dan pelanggan, hanya mucikari yang dituju kedua ketentuan hukum itu. Kecuali ada peraturan daerah (Perda ) di suatu wilayah yang menentukan bahwa PSK dan pelanggan adalah pelanggar susila, bisa jadi mereka terjerat hukum. Satu hal yang mungkin mengejutkan sebagian orang, konon ratusan selebriti yang terdiri dari artis dan model tercatat sebagai penjaja seks secara daring, seperti VA dan
Bali
6
MASURYAK - Dresta Masuryak ring wewidangan Desa Bongan, Tabanan kamargiang nyabran Rainan Kuningan.
Redité Pon, 13 Januari 2019
Dresta Masuryak
Ngénter lan Ngaturang Bekel ring Sang Raja Dewata BPM/was
RERAINAN krama Hindu utamanipun ring Bali wantah rerainan sané rauhnyané kadasarin antuk makudangkudang pariindikan. Minakadi patemon Pancawara lan Saptawara utawi pangrauh sasih wiadin pawukon, sinalih tunggilnyané rerainan Kuningan sané wawu lintang puniki.
Sakadi rerainan Hindu sané tiosan, rerainan Kuningan taler kadabdabang olih krama Hindu antuk makudang-kudang upacara yadnya wiadin parikrama kaadungang sareng tetujon rerainan inucap. Taler nénten arang dresta sané kamedalang mabuaka kamargiang ring pakraman
Bencingah
Dresta ring Soang-soang Désa Rerainan Kuningan majanten kamargiang olih samian krama Hindu, nanging antuk makudang-kudang dresta manut wewidangannyané soang-soang. Ring pakraman taler ketah kamargiang dresta soang-soang sakadi sané katami saking para panglingsirnyané minakadi indik ngamargiang upacara yadnya taler ngawigunayang sekancan sarana miwah jejangkepan ipun. Sakadi sané kabaosang olih Jero Plasa, jero sarati banten saking Banjar Nyelati Kuwum, Mengwi, Badung. Dané maosang, ring genahnyané ketah ngawigunayang upakara sané majanten mabinayan sareng sané kanggén ri kala Galungan. Ring Galungan, upakara sané katurang minakadi tumpeng pitu miwah nasi soda sané kanggén ring banten-banten soda sané kaunggahang ring samian palinggih. Sakéwanten yéning ring rainan Kuningan majanten ngawigunayang selanggi miwah pepiringan sané marupa rayunan madaging antuk ulam masisit, krupuk, ulam urutan, ulam calon miwah rerasmén marupa kacang saur. Sakéwanten, yéning wénten krama utawi kulawarga sané ngrainin utawi ngodalin ring rainan Kuningan, wawu ngaturang tumpeng saha ngaturang saté rumasuk banten pulagémbal. Ngeninin indik selanggi, dané malih maosang, ring genah dané wénten kalih sorohannyané, ‘uiré; sané kakaryanin saking don nangka jagi kadagingin antuk rayunan kuning. Selanggi saking ron jagi kadagingin antuk rayunan putih. “Ring Kuningan, sadurung ngunggahang banten, patut ngawigunayang plawa saking abiding daun intaran taler patut nagingin bunga ratna kanggén payasan palinggih. Soang-soang palinggih madaging antuk abiding daun intaran miwah akatih bunga ratna warna barak wiadin putih. M anawi nént en madué bunga dados nénten kadagingin tur daun intaran dados kagentosin antuk daun kayu mas,” dané nartayang. (was)
tang saking jam 12.00 siang. Duaning kajantenang ring galahé punika, Ida Bhatara taler para pitara utawi sané ketah kasengguh Sang Raja Dewata sampun mawali ka sunialoka. Soang-soang kulawarga sané jagi ngamargiang parikrama Masuryak ngaturang jinah bolong, jinah klepek miwah kertas majeng ring Sang Raja Dewata ring lebuh paumahannyané antuk pikayunan ngaturang bekel ring Ida mawali ka sunialoka. Tetujon parikrama inucap wantah ngénter utawi ngateh Sang Raja Dewata utawi pi-
tara mawali ka sunialoka olih angga kulawarga kantos ring lebuh. Sané kaaturang majeng Sang Raja Dewata ring parikrama punika nénten wantah jinah, taler upakara utawi banten sané kaaturang ring merajan kabakta ka lebuh. I Ketut Sukarta S.E., tokoh masyarakat ring Banjar Bongan Jawa Kangin, Bongan, Kecamatan Tabanan maosang, jinah sané kawigunayang jagi kapupulang kasarengin antuk upakara ring lebuh raris kaupacarayang utawi kaayabang olih jero mangku. Risam-
puné punika wawu jinah inucap kaambil tur kasinturang menek niyasa ngaturang ring Sang Raja Dewata sané raris kaambil utawi karebut olih krama tios sané wénten irika. Ketah taler kapanggihin angga kulawarga tiosan sané nyarengin majarag ngambil jinah punika duaning nénten wénten tata-titi indik sapasira kémanten sané dados tur nénten dados ngambil jinah sané kasinturang. Ngeninin indik akéh jinah sané kasinturang, dané malih maosang, wantah nganutin kahanan taler lega manah sak-
ing krama sané ngamargiang. Sangkaning punika, wénten sané kantos ngawigunayang jinah Rp 100.000,- utawi Rp 50.000,- miwah sané siosan. “Yéning kapanggihin indik kawéntenan ring pakraman, janten nénten akéh madué, punika mawinan masuryak ngawigunayang sarana marupa jinah kepeng utawi bolong miwah jinah klepek kémanten. Nanging ring kawéntenané mangkin sayan-sayan nincap tur ramia, sané utama wantah kamargiang antuk manah sané bakti tur lascarya,” baos dané. (was)
Ngrebeg Makoték
Kasarengin Krama Mawit Yusa 14 Warsa RAINAN Kuningan sané wawu lintang setata mapaiketan ring makudang-kudang dresta sané kamargiang ring soang-soang wewidangan. Minakadi dresta masuryak sané kamargiang ring Desa Bongan Tabanan, dresta makoték, dresta masaagan, miwah dresta tiosan. Sinalih tunggil dresta sané kamargiang ring rainan Kuningan minakadi dresta Makoték, sané kamargiang ring Desa Pakraman Munggu. Dresta sané kamargiang olih krama saking roras banjar sané wénten ring wewidangan Desa Munggu puniki madué wasta jangkep Ngrebeg Makoték. Sarana sané kawigunayang ngamargiang makoték wantah kayu pulet. Kayu sané sampun arang kapanggihin punika malantang 2,5 méter kantos 3 méter. Ring muncuk kayu inucap kadagingin antuk muncuk don pandan medui pinaka niyasa utawi ngélingang yéning sarana sané kawigunayang wantah tumbak lantang tur tanying. Ring bongkolnyané taler
kadagingin antuk tamiang satmaka niyasa perisai utawi taméng. Tatkala parikramannyané kamargiang, wénten kahanan para krama lanang sané makta kotékan mapupul dados kalih. Pupulan asiki maduang kotékanipun kantos marupa gegunungan sané jagi kagebug-gebug antuk ngawigunayang kotékan olih pupulan sané malih siki. Sangkaning ngamedalang suara “tak… ték…” punika raris pidabdab dresta inucap kawastanin Makoték tur ngrebeg wantah parikrama ngunya malancaran sané taler kamargiang tatkala punika satmaka para wadwa jagi ngebug meseh ring payudhan. Manut I Made Rai Sujana, Bendesa Adat Desa Pakraman Munggu, dresta inucap majanten kamargiang ri kala Kuningan. Sakéwanten manawi wénten krama utawi banjar sané nedeng kasebelan duaning wénten sané kalayusekaran, sinah ngrebeg makotek tetep kamargiang nanging banjar inucap miwah kramanyané
nénten dados nyarengin pidabdab acara inucap. Malih dané maosang, ngrebeg makoték punika sujatiné wantah dresta sané kamargiang antuk kalih tetujon. Kapertama pinaka patinget saking payudhan sané kamargiang olih Mengwi ring masanné nguni utawi ri kala panegara inucap nedeng ring masan kawijayannyané kirang langkung ring warsa 1700an. Dadosné dresta inucap wantah patinget saking parindikan sané naenin kamargiang ring masanné nguni nanging ring masanné mangkin taler prasida kanggén jalaran ngélingang parikrama sané kamargiang olih pahlawan tatkala ngruruh kamahardikan panegara RI. Tetujon sané kaping kalih wantah nglebur utawi nulak sekancan mala saha nyengker wewidangan jagat taler kramanipun mangda setata rahayu tur nénten kagulgul antuk mala miwah reget saha kaptiang mangda krama miwah pidabdab ring carik prasida rahayu tur nemu kasukertan. Sangkaning punika pidabdab-
BPM/dok
MAKOTEK - Ring sajeroning wewidangan Desa Munggu ketah kamargiang dresta ngrebeg makotek olih kramane makasami, tetujonnyane wantah nyengker wewidangan desa miwah kramanyane mangda rahayu nenten keni gegodan wiadin kagulgul antuk sakancan kaon nyané kamargiang antuk lunga sajebag wewidangan Désa Pakraman Munggu tur makoték kamargiang ring pateluan miwah pempatan sané kapanggih duaning irika kajantenang manados genah saking sekancan mala tur reged sané patut kaulah mangda nénten ngulgulin kramané. Wusan makoték, raris mamargi malih kantos
puput sawewidangan Desa Pakraman Munggu. “Dresta ngrebeg makoték puniki wantah kapatutan majeng ring krama Desa Adat Munggu, ngawit saking krama lanang sané sampun mayusa 14 warsa sampun dados nyarengin makta kotékan. Krama istriné ngiring ring ungkur,” dané nartayang. (was)
Dura désa
Candi Cangkuang miwah ”Makam” Arif Muhammad
Kruna Basa Bali
irika kémanten, nénten kamargiang ring genah tiosan. Sinalih tunggil dresta sané kamargiang ring rainan Kuningan wantah dresta Masuryak. Dresta ring wewidangan Desa Bongan Tabanan punika kamargiang olih krama ring limang banjar kémanten, luiré; Banjar Bongan Gede, Bongan Pala, Bongan Tengah, Bongan Lebah miwah Bongan Jawa. Parikramanyané kamargiang risampun soang-soang kulawarga wusan ngamargiang pamuspan ring pura kulawarga utawi dadia miwah ring sanggah merajan nénten lin-
AKSARA BALI
1.
batek
1.
bt)k/,
2.
banter
2.
bnÓ$,
3.
bantug
3.
bnÓ¡g/,
4.
banyeh
4.
bz);,
5.
banyol
5.
bezol/,
6.
barak
6.
brk/,
7.
barakan
7.
brkn/,
8.
barén
8.
bern/,
9.
barés
9.
bers/,
10.
barung
10.
bru*,
Cihna Kahuripan Saling Ajiang Pantara Hindu-Muslim
BPM/ist
Candi Cangkuang miwah makam Embah Dalem Arief Muhammad
CANDI Cangkuang wantah sinalih tunggil candi Hindu sané magenah ring Kampung Pulo, Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi puniki pinih kapertama kapanggihin ring Tatar Sunda. Candi puniki magenah madampingan sareng makam Embah Dalem Arief Muhammad, sinalih tunggil makam kuno pemuka agama Islam sané kaprecaya krama pinaka leluhur Desa Cangkuang. Aran Candi Cangkuang kambil saking aran désa genah candi kapanggihin. Kruna ‘Cangkuang’ wantah aran tetanduran soroh pandan (pandanus furcatus), sané akéh wénten ring makam Embah Dalem Arief Muhammad. Daun cangkuang prasida kadadosang makarya tudung, tikeh taler sané tiosan. Cagar budaya Cangkuang puniki magenah ring daratan ring tengah danu alit (sajeroning basa Sunda kasengguh situ), mawinan punika yéning wénten krama sané meled ka genah inucap
patut nyebrang ngawigunayang pedau. Satios candi, ring pulo puniki taler wénten pemukiman adat Kampung Pulo, sané taler dados wewidangan kawasan cagar budaya. Candi Cangkuang sané rumasuk ring candi Hindu puniki pinih kapertama kapanggihin daweg warsa 1966 olih tim peneliti, sinalih tunggilnyané mawasta Uka Tjandrasasmita. Penelitian punika kamargiang sangkaning laporan ring buku sejarah ngeninin kawéntenan arca Siwa miwah makam Muslim ring bukit Kampung Pulo. Candi Cangkuang wantah candi kapertama sané kapugar, taler pinaka utsaha mengisi kekosongan sejarah pantara Purnawarman miwah Pajajaran. Candi Cangkuang katarka kawangun daweg abad ke-8 antuk dasar tingkat kelapukan batuan miwah kesederhanaan bentuk (nénten wénten relief). Wus kapugar, Candi Cangkuang madué ukuran sané adung sareng
kahanan wewidangan irika. Tegeh wangunan kantos ka puncak wantah 8,5 m. pangawak candi ukurannyané 4,5 X 4,5 m. Sapanjang tepian nyabran susunan kaiasin antuk mahkota-mahkota alit, masaih sakadi sané wénten ring candi-candi Gedongsanga. Genah ngranjing ka tengahing candi magenah ring sisi Kangin. Wénten makudang-kudang undagan nuju genah ngranjing sané kaapit antuk dinding mawentuk bingkai pintu. Kantos mangkin, kawéntenan Candi Cangkuang kantun kukuh madampingan sareng makam Arif Muhammad ring Kampung Pulo taler sampun ngranjing ring kawasan cagar budaya. Kawéntenan candi Hindu miwah makam Muslim sané genahnyané madampingan nyihnayang pisan kahanan adung, saling ajiang saha saling uratiang pantra krama Hindu miwah Muslim ring Kampung Pulo. (pusdat/berbagai sumber)
Nyastra
Redité Pon, 13 Januari 2019 YÉN suba nuju sasih Karo lan Kapat, jeg liu anaké ngantén. Sasih Karo sasih dingin, mirib déwasa melah ngalih saput panganget idup sadina-dina. Kéto masih sasih Kapat muah sasih-sasih ané lénan. Makejang anaké ngalih déwasa ayu, déwasa ané paling melah anggona nglaksanayang upacara pawiwahan. Makejang mapangapti apang nyidayang idup bagia saidup mati ngajak somah muah apang kicén putra suputra olih Ida Sang Hyang Parama Kawi. Tusing tuah madasar baan sasih anaké ngantén, liu masih ané madasar pawukon. Biasané anaké ramé ngantén disubané pegat uwakan, disubané panelah rahinan Galungané, suud Buda Kliwon wuku Pahang. Ento makrana liu anaké ngorahang lakar ngantén suud Galungan. Ping kuda kadén rahinan Galungané suba kaliwatin, nangin Wayan Tunggal tondén masih ngantén. Liu timpal-timpalné ngwalék. Ia anak muani manyama padidiana di kulawargané. Mémé bapanné suba tua, suba meled pesan ngelah mantu. Suba dot pesan ngempu cucu. Sanjané teka uli magaé, Wayan Tunggal negak mapangenan di ampik umahné katimpalin kopi a gelas muah jaja pukis a piring. Munyin kedis kukuré tinglis madingehan saling sautin uli punyan nyuhé, kadirasa ngwalék Wayan Tunggal ané nu padidian tondén ngelah gegélan. “Malam minggu jumah bengong, buin pidan nyidaang ngelah tunangan Yan?” Komang Yogi timpalné ané paling leketa uli cerik sing taunina teka, mangunang déwékné uli lamunané. “Apa malam minggu? Nu selid né Mang, tondén peteng.” “Kali jani suba, sayagaang déwéké lakar pesu apang sing latan, salip truna lénan nyén bajang-bajangé di sisi.” “Ah ngaé-ngaé gén ci Mang. Cang mara sajan neked jumah né. Enduk bayuné puk, liu pesan gaéné busan. Jeg gaé dogénan baanga tekén bosé.” “Kadén ngabulan cai suba baanga gajih.” “Baanga dong ja baanga, nanging sing adung tekén gaéné Mang.” “Ah cai uli pidan mula demen mengeluh, benehné cai ngalih anak luh anggon kurenan apang idupé ngancan aluh!” “Ajum cai Mang, mara malunan laku.” “Sing ja kéto Yan. Cang sebet masih ngelah timpal cara cai, jeg mapangenan dogénan. I pidan cai kadén nglamar gaé, suba pasti gaé baanga. Baanga gaé lebih ento suba biasa. Cara gendingané sing ada gaé aluh, makejang tuyuh mesuang peluh. Cang yadiastun dadi petani, sing nyidayang magaé di kota cara cai, cang lascarya nyalanang ento makejang. Apa dogén pagaéné, yén suba nyak seleg pasti ada asilné. Lascarya magaé pasti sih Widhiné, pasti iraga mapikolih. Jani anak luh naé alih apang ada ajak cai ngedum tis panes idup di guminé Yan! Sing padalem reraman cainé suba tua, pasti suba dot pesan ngelah mantu, ngelah cucu.” “Saja beneh munyin cainé Mang, nanging nasib cainé mula luungan tekén nasib cangé,” Wayan Tunggal ngédéngang inan lima tengawanné lantas nyemak gelas, kopinné siupa duang gerosan. “Gaénang cang kopi ci Mang?” “Dadi masih Yan. Eda bas pait nah, idup cangé apang manisan gigis,” Komang Yogi ngajengit. Sing kanti duang menit Wayan Tunggal suba teka uli paon ngaba kopi a gelas. “Kanggoang kopi selem Mang, kopi susu cangé suba telah puk.” “Nah sing kenapa Yan, suba maan ngidih gén cang suba demen. Nugtugang ortané busan, cang sing cumpu tekén munyin cainé Yan.”
Pamanis Tresna Madé Suar - Timuhun “Munyi ané kén to Mang?” “Unduk nasib. Cai ngorahang nasib cangé agetan tekén cai. Anaké ngorahang nasibé ento dadi benahin koné, ané penting iraga nyak mautsaha. Iraga mula percaya tekén karma pala. Yén suba tawang jani idupé jelék, iraga mautsaha menahin karmané, malaksana ané luungan. Kéto masih yén ngalih kurenan, jeg tetep mautsaha, eda engsap masih nunas ica apang maan jodoh ané seken-seken melah. Apang sing maan anak luh jegég nanging bikasné jelé. Yén jumah dogén nongos sing taén pesu, sinah jodohé ngancan ngejohang.” “Mih wayah tutur cainé Mang, Darma Wacana cang baanga.” “Tuah tutur puyung Yan. Yén cocok duduk, yén sing kutang. Cang tuah dot apang cai énggal ngelah kurenan. Apang sing ceput kulawargan cainé, awak manyama padidi kéto. Sing lek dadi truna tua?” “Sujatiné suba tebel sajan kuping cangé Mang. Sabilang wai ada dogén timpalé ngwalék. Sing jumah, sing di tongos magaé jeg patuh.” “Ento suba, jani buktiang tekén timpalé, cai ento nyidaang ngalih tunangan.” “Sujatiné cang ngelah timpal luh jomblo, suba pepes ajak céting, suba pédékatéan. Suba majanji nyanan lakar pesu malali.” “Nah luung yén kéto Yan. Mara masriak galang keneh cangé jani,” Komang Yogi kedék lantas nyiup kopinné. “Pasti manis anak luhé ento, samanis kopiné ené Yan. Ada potonné?” “Ada Mang. Né ia, Kadék Sukréni adanné.” Wayan Tunggal ngédéngang poto anak luhé ento uli HP-né. “Kenyemné manis, giginné gingsul. Jeg bani nyuang Yan. Yadiastun kulitné seleman gigis sing kenapa. Dong tuni cai bengong nglamunang céwéké ené Yan?”
“Aa Mang. Cang makeneh kénkén caranné némbak nyanan? Dumadak ja ia nyak nerima tresnan cangé Mang.” “Astungkara Yan. Orahang lamun sekenné dogén. Eda bas lebai ngrayu!” “Nah Mang. Dumadak ia nyak anggon cang tunangan.” “Sepalan nyak anggon kurenan Yan. Suud Galungan jeg juang!” “Cara nyuang apa kadén. Yé saja, cang dot nawang ngudiang yén ngantén ento misi saling salukin bungkung Mang. Cai misi kéto pidan dugasé ngantén?” “Mula liu tepukin cang kéto Yan. Di sinétroné tepuk kéto, di vidéo klip lagulaguné masih taén tepuk kéto, saling salukin bungkung di jeriji manisné. Ipidan cang sing misi kéto, ulian pipisé kejokang anggon meli bungkung. Pamelin céléngé dogén cang mutang. Sing ba nyidaang nuutin jaman cara janiné misi prawéding apa adanné ento ngaé poto-poto mapayas agung, ada mapoto di cariké, di pasihé, di purané, di danuné, muah di tongos-tongos wisata lénan. Kéto masih pepayasan pamesun umahé jeg saling aéngin, saling paluungin. Ipidan cang sing misi kéto. Kanggoang umahé payasin baan ambu masisit.” “Jamané suba ngancan maju Mang, cara jani ento suba biasa. Di kota lan di désa suba patuh. Sing ja ané sugih dogén, ané lacuran nyidaang masih buka kéto nuutin jaman, ngaé acara ngantén apang méwah.” “Saja ya kéto Yan. Yén ngelah pipis tis sing kénkén. Yén modalé cenik, ulian géngsi nyilih pipis nuutin jaman milu-milu ngaé acara ngantén misi résépsi ané méwah, nyén lakar édéngin. Cang sing ngon ajak né kéto. Anaké ngorahang ané mragatang upacara nganténé tuah banten atémpéh, ané penting Tri Upasaksiné jangkep Yan.
Suud ngantén nu liu tanggungan idupé. Duga baan ngantén gedé-gedé ngonyang prabéa liunan baan nyilih di bank, suud ngantén pengeng padidi sirahé ngenehang mayah utang. Tondén buin mani puan ngencanang isin paon lan panak.” “Beneh saja to Mang. Men kénkén unduk bungkung patakon cangé Mang. Apa suksmané?” “Ané tawang cang, bungkungé ento malingker nyambung, saluk di jeriji manisé. Tetujonné maka dadua anaké ané nganten ento apang cara bungkungé nyambung sing pegat nyalanang idup makulawarga, sabilang wai ngecapin manis makurenan.” “Ooh kéto, nyak rasanné Tut. Men yén unduk misi tebu di montoré tat kala ngidih ento kénkén? Adi bisa tebu isininna, tusing pajeng wiadin umbul-umbul?” “Cang sujatiné sing nawang masi Yan. Mirib patuh cara bungkung di jeriji manisé. Tebuné ento rasanné manis, mapangapti apang setata manis idup makulawarga ngajak somah kurenanné. Punyan tebuné ento mabuku-buku, uli bongkol kanti ka muncukné manis. Idup makulawarga uli nyumunin ngantén apang nyidang sadinadina tetep manis kanti ngemasin mati. Dumadak cang sing pelih, hehehe.” “Yén keneh-kenehang cang, nyak asanné Mang.” “Guminé suba ngremeng né Yan, sing payu katemuan lakar malali ngajak Kadek Sukréni? Jeg bani suba nyuang, jeg nganten Yan!” “Payu buin kesep. Ah cai Mang, asal suba anak luh jeg inget adanné. Nyanan adan panak padidi bisa sing ingetang ci, hahaha.” “Bas mara orahang ci Yan, suba jelas cang nu inget. Yén adan panak cangé pasti inget, bas panak padidi masa engsap? Ci jeg ngaé-ngaé gén.” “Men ci ada acara kija nyetil kéné? Cang mandus tondén.” “Biasa malam minggu nglindeng. Yadiastun jumah statusé suba tua, di sisi kenehé nu truna. Muh mandus malu Yan, énggalan peteng nyén. Salip timpal nyanan i Sukreni!” “Nu selid, mara jam nem. Cang masih majanji jam kutus. Mara sajan ia BBM, ngorahang nu kursus bahasa Inggris jani. “Nah dumadak majodoh ngajak ia Yan. Apang manis idupé cara manis kenyemné Sukréni.” “Astungkara jodoh Mang.” “Lénan tekén bungkung lan tebu ané dadi pamanis tresnané, ada buin besik ané perlu ada di subané ngantén Yan!” “Apa to Mang?” “Madu.” “Di apané misi madu, adi cang sing taén nepukin?” “Tongosné mengkeb Yan, yén ci suba ngantén mara nawang. Ento suba pamanis tresna. Apa buin madu asli, jeg manis sajan. Nanging apang beneh nganggo, yén pelih bisa ngamanesin.” Wayan Tunggal marasa bingung tekén tutur timpalné ulian tusing ngresep. Komang Yogi lantas nyeluk kantong celanané krana HP-né magejeran. Mara tingalina, ada BBM uli anak luh. “Yan kal kalahin malu nah, cang kal pesu masi, lakar katemuan. Né suba BBM-a.” Komang Yogi gegéson bangun uli tegakanné. “Béh katemuan ngajak nyén Yan?” “Ada pokokné, ngalihang kurenané madu.” “Oh pamanis tresna?” Komang Yogi makenyem, éncol pajalanné ngalahin Wayan Tunggal. -0-
Ni Putu Bunga Cantika Dewi
Satua
Langganan Ngigel ring PKB
Ni Daha Tua (1)
Yéning sampun wénten ring kalangan, abah anak alit punika matiosan pisan. Elogané lemuh saha nudut kayun sang ngatonang. Tangan, cokor, angga saha pepayasan gelungané samian maélogan. Napimalih kawewehin sledét sakadi tatit miwah semita sané nadaksara makenyem, nadak sebet, nadak liang, sayan ngangobin. Sané ngatonang majanten nénten pacang narka yéning sané masolah wantah anak alit, boya pragina sané sampun kelih. Anak alit punika maaran Ni Putu Bunga Cantika Dewi. Ipun embas ring Denpasar, 6 Septem- b e r 2007. Saking alit yukti
Kaketus saking Satua-satua Bali (I) ADA koné tuturan satua Ni Daha Tua. Kacarita di désa anu ada koné anak luh daha tua, madan Ni Daha Tua. Ia suba tua tur padidiana tusing ngelah nyama braya, nongosin pondok cenik tuah abungkul. Gegaéné sai-sai ngalih saang ka alasé. Palimunan ia majalan ngalih saang, suba sanja gati mara koné ia teka. Buin maniné mara koné ia ngadep saangné ka peken. Dadi ngapuan koné ia ngadep saang. Yadiapin kéto, sawiréh ia madaar padidiana, masi sedeng koné daara pagaéné, dikénkéné bisa masisa abedik. Ni Daha Tua ngelah koné pisaga, mapungkusan Pan Rendah. Sawiréh ia liu gati ngelah pianak luh muani, Pan Rendah gegaéné masi sai-sai ngalih saang bareng Ni Daha Tua. Sawiréh ia anak muani tur bajangan tekén Ni Daha Tua, dadi liunan dogén ia nyidayang negen saang mulih tur sai-sai nyidayang ngadep saangné ka peken. Yadiapin kéto, sawiréh ia madaar ajaka liu, dadi pepesan masi kuangan daara pagaéné. Ni Daha Tua teka, tan mari iri kenehné tekén Pan Rendah, sawiréh ia nyidayang liunan negen saang tur sai-sai ngadep saang ka peken. Kacarita nuju peteng, Ni Daha Tua teka uli ngalih saang, negak koné ia di ampikné sambilanga ngrengkeng, “Dong ajaan ja Widhiné, mabaat-baatan gati mapaica. Pan Rendah sai-sai nyidaang ngadep saang tur liunan dogén ia maan pipis pamelin saang, i déwék ngapuan tur bedikan maan pipis. Yén i déwék dadi anak muani bajang, kénkén ya demené…?” Mara ia suud ngrengkeng kéto, lantas teka anak luh. Kéné abetné tekén Ni Daha Tua, “Nyai Daha Tua, eda nyai ngrengkeng ngorahang Widhiné mabaat-baatan mapaica, anak mula asah antuk Ida. Yén nyai makeneh dadi anak muani bajang, maisi pinunas nyainé,” kéto koné raos anaké odah ento, lantas ilang. (Masambung)
seneng ngigel. Ipun ketah nyolahang tari klasik, popular kantos kreasi anyar. Mawit kantun alit ipun sampun ngamargiang parindikan masesolahan punika, mawinan ring yusannyané sané kantun alit puniki ipun sampun cacep ring makudang-kudang sesolahan. Pekak sareng nininipuné sané nuénang Sanggar Printing Mas Denpasar puniki be-
cik pisan nyayagayang ipun mangda dados pragina sané umandel. “Tiang ngawit malajah ngigel saking kantun TK. Nini sané ngajahin,” baosipun polos. Bunga—sakadi punika ipun ketah kasambat maosang, satios malajah ngigel sareng angga sanggar tiosan, ipun taler malajah ngigel ring sekolahan. Santukan punika, ipun ketah kaprecaya nyarengin lomba ngigel ngangganin sekolahipuné. Saking makudang-kudang lomba sané kamiletin, Bunga ketah molihang juara, minakadi; Juara I tari kreasi anyar “Nyampat” ring Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota Denpasar (2017), Tari Kreasi Barong Brutuk tingkat Provinsi Bali, Juara I Tari Manukrawa Pekan Seni Remaja (PSR) Kota Denpasar 2017, Juara I Tari Puspawresti FLS2N Kota Denpasar 2017, miwah Juara II FLS2N tingkat Provinsi Bali 2018. Satios punika, siswa kelas VI SD Saraswati 3 Denpasar puniki taler ketah kajudi pinaka pragina sané masolah ring Pesta Kesenian Bali (PKB) Duta Kota Denpasar. Bunga naen nyolahang Dolanan ring PKB 2016 miwah PKB 2017, salanturnyané kajudi nyolahang Fragmentari Duta Kota Denpasar, miwah pinaka Manukrawa pinaka duta panyanding Provinsi Bali 2018. “Pangawit tiang nénten kayun sareng masolah ring PKB sangkaning elek. Mawit PKB 2016 ngwanénang raga sareng ring Sekaa Gong alit-alit Desa Padangsambian pinaka pragina dolanan,” baos Bunga kalem. Pianak pasangan I Gede Eka Surya Wirawan - Ni Komang Aryawati puniki ngwewehin, masolah ring kalangan PKB yukti ngawi bagia. Kala punika, ipun akéh polih sawitra sané taler waged ngigel. “Tiang seneng ri kala polih selah masolah ring kalangan PKB. Satios polih sawitra anyar, tiang taler polih paplajahan saking praginapragina tiosan,” baosnyané. Bunga maosang muruk ngigel ring Sanggar Printing Mas nyabran rahina Wraspati miwah Redité. Ipun taler jemet muruk ngigel ring seolahan. “Tiang naen malajah olah vocal kantos naen nyarengin lomba. Nanging, mangkin tiang wantah nelebin widang seni sesolahan kémanten,” baos Bunga sumeken. (kmb)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 39.hjihibunñens)di;,
Aji Ibunnyané sedih, tnßrsr&Álæk, tan marasa ring alpaka, \nÓ)n±muninÉken, ngantén numunin rakané, mli;skdimmkuæ, malih sakadi mamaksa, ennÓ)n±nsÞ)luputn/, nénten nunas leluputan, ruwtÀnÓ¡kÓ2dÀtu(, ruwat antuk taled atur, busnsp)rd)gn/.
busana saperadegan.
Saking Langit Bali Gending Iseng 1. Bulan makalangan Penyuné mataluh Gajih ngabulan suba maan Nu masé ngrapu ngrusuh 2. Tang tang kulentang Jukut kléntang matangkih-tangkih Basang bentang lima lantang Lengut nyuang ngaku nyilih 3. Cakup-cakup balang Lung titi lung pangancan Saup-saup onyang Surung sesai celepang ka rekéning koran I Ketut Aryawan Kenceng
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
8
Minggu Pon, 13 Januari 2019
A VAS
NO
LOK
ASA
RON
RON
ku
yang
ba fajar r bayang u r u i b ..... mem g mengus yan
men yangghadang ..... mem senja ang g il p
etua
l CUKUP 3 Baris Puisi Besar SP-1928 untuk 90 tahun membelai dan dibelai Nafas Kita... l Spirit
lang
an
Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2019 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an
Desember-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27
l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Menyingkap Keindahan di Balik Kabut
Fotografi
I Putu Diada Darsana
Kabut di Desa Ban karya Gabriella Okki Alfian
I Wayan Nuriarta
Afrizal
Sunrise in Tamblingan karya Anom Manik Agung SEJUMLAH fotografer boleh jadi akan kehilangan mood dan menyimpan peralatan fotografinya begitu melihat suasana yang berkabut. Pasalnya, objek pemotretan yang diselimuti kabut seringkali membuat saturasi warna menjadi rendah, gambar tidak jelas dan terkesan datar. Padahal jika tahu tekniknya, kabut yang biasanya muncul pada pagi dan sore hari menjelang malam sebenarnya bisa menjadi objek yang indah dipandang mata. Kabut menciptakan kesan yang misterius dan dapat meningkatkan efek ruang pada gambar. Tertantang untuk menyingkap keindahan di balik kabut? Berikut tips praktis memotret kabut yang bisa dijadikan panduan! Memotret suasana kabut memiliki tantangan tersendiri. Kita harus memotret di daerah pegunungan atau perbukitan yang medannya cenderung cukup berat. Selain itu, kita juga dituntut jeli mengontrol seberapa tebal kabut akan terlihat di hasil
Borobudur di Pagi Hari karya Tjioe Giem Foek
akhir foto. Pilihlah lokasi yang di sekitarnya memiliki pemandangan yang indah. Sebagai contoh, fotografer yang berdomisili di Bali biasanya “berburu” kabut di daerah perbukitan di Desa Pinggan, Kintamani yang menyuguhkan suasana desa di sekitarnya yang indah berselimut kabut. Sementara spot favorit para fotografer Yogyakarta di Bukit Puthuk Setumbu yang menampilkan pemandangan Candi Borobudur yang megah dan terkesan mistis. Tentu saja, setiap daerah di Indonesia memiliki spot-spot favorit dengan keindahan dan keunikannya masing-masing. Perlu diingat, cahaya saat kabut merupakan pencahayaan yang lembut. Sifat cahaya saat kabut mirip dengan cahaya yang dihasilkan oleh softbox berukuran besar yang menyebabkan foto terlihat halus dan jelas. Jika kamu menggunakan mode kamera A/Av, P, atau S/ Tv, gunakanlah eksposur +1 stop. Karakter istimewa lainnya, kabut dapat mengisolasi objek foto. Objek foto menjadi jelas, semantara latar belakang menjadi kabur. Kabut membuat pemandangan terlihat lebih tiga dimensi dan berlapis-lapis. Objek yang dekat terlihat jelas dan tajam, semakin jauh objeknya akan makin kabur. Karakteristik kabut ini justru sangat menguntungkan. Oleh karena itu, dalam memotret kabut upayakan ada objek yang dekat, menengah dan ada yang jauh. Dengan begitu, ruang dimensi foto akan terjaga. Teknik “Slow Speed” Jangan lupa menyiapkan sebuah tripod yang kokoh karena saat memotret dalam suasana berkabut kita akan
menggunakan teknik slow speed. Teknik ini akan membuat penampilan kabut menjadi halus. Namun, saat menggunakan kecepatan rana lambat, tentunya penggunaan tripod bersifat wajib untuk mencegah foto kabur akibat getaran tangan saat menekan shutter kamera. Selanjutnya, setting kamera dengan diafragma kecil yang ditandai F angka besar untuk mendapatkan ruang tajam yang lebih luas. Untuk ISO, gunakan ISO sekecil mungkin untuk memunculkan detail gambar dan mengurangi noise. Sangat disarankan menggunakan filter gradual ND, karena saat pemotretan mungkin saja terjadi perbedaan yang kontras di antara objek yang ada. Filter gradual ND berfungsi untuk mengurangi perbedaan kontras tersebut. Untuk lensa, sebaiknya gunakan lensa dengan focal length panjang untuk menghasilkan kabut yang lebih tebal. Semakin panjang focal length lensa yang digunakan, maka kabut akan semakin tebal. Kondisi ini berbeda jika menggunakan lensa wide. Selamat memotret kabut! (ian)
Suasana Pagi di Lembah Menoreh karya Tjioe Sungkono
Misty Morning karya Agus Sunantara
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Pon, 13 Januari 2019
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dibutuhkan Segera Accounting Pengalaman Min 2Th Hub .Email:putribintangbali@ gmail.com WA.081353770406
B.BP.004.01.19.0000479
Private Villa Looking for Female Housekeeping Age 30Max Able to Speak English Call: Location Merta Agung Kerobokan H.087863979699 or 085237256305
B.BP.141.01.19.0000397
Sardine Restaurant Looking for Hostess Must Speak English Jl.Petitenget 21 T.0361733617 Mail:sardine@sardinebali.com
B.BP.141.01.19.0000396
Bella Vista Coffee and Bar, Urgent need Barista, Senior Cook, , Waitress, Bartender, Cook Helper.Send CV direct to: Jln.Padma Utara 2 Legian (dpn Garden View Hotel)
B.BP.154.01.19.0000484
!!Dcr Sgr 2PRT TglDlm G1,5 081 237903622/087861412911 Lgs Krj
B.BP.001.01.19.0000490
Cr Wanita Muda,Mnarik bs B.Ing AkuntngCV:nexky1975@gmail.com
B.BP.001.01.19.0000480
Dcr Stf Mrketing Pria u/Travel Jl .Tgkuban Prahu Krobokan Kuta Pnglman Min3Th di Travel Agent Krm CV:fujiwara@bestbali.co.id
Dbhtkn 6 Pegwi& 2Tukg Msak Wr. Demung Sibang Kaja 08123913958
B.BP.001.01.19.0000300
Dcr Kennel boy U.Dokter Hewan Gang.Sehati No.9, 0361-723777
B.BP.001.01.19.0000471
Dcr Mekanik Motor Pengalaman Hub.087888899869 No SMS
B.BP.004.01.19.0000477
Dcr PRT Wnt Baik,Jujur,Tdr dlm Mkn,Gaji 1,4Jt, Hp:082145530990
B.BP.001.01.19.0000412
Dibthkn Sgr Mekanik Utk Buka Pasang Ban Mobl Max 30’th,Gaji & Insentif, Bawa Lamaran ke: PT.Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps Telp : 413964/418642
B.BP.001.01.19.0000255
Dcr PRT bs Masak,Tdr Luar Gj 1,7+ Hub.081999072028
B.BP.004.01.19.0000478
Dcr Peg.Salon yg Mau Kerja Serius.0361-225715/081353810970
B.BP.001.01.19.0000424
Dcr Penjarit Borongan Sebanyak Banyaknya.Fasilitas:Mes,BPJS, Bonus,Uang Makan.Kirim CV ke Paul Ropp, Jl.Pengubengan Kauh No.1X Kerobokan Telp:(0361) 730023/731002
B.BP.001.01.19.0000430
Dcr Pnjahit,T.Bordir,T.Krawang T.Sablon u/Grment 081338139998 B.BP.001.01.19.0000346
B.BP.801.01.19.0000201
Dcr Sopir Pribadi Manual&Matic Jjur Pnglmn Tl/WA.085238966662
Dcr Guru PAUD Senang Anak,Bisa Kerja Team,S1(Kependdkan+Non) Hub.082145707300/085237089296
Dcr Tenaga Serabutan Cewek utk Garmen.Hub:081236735204
B.BP.001.01.19.0000280
B.BP.001.01.19.0000249
B.BP.001.01.19.0000413
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
Dcr:1 Tng Adm Wanita Umur Maks 27 Th Tmt Min SMK Akutansi, Rajin,Ulet & Suka Anak2. 1 Tng Wanita Pendamping Guru PG/TK Umur Maks 25 Th Tmt SMA,Rajin, mau Belajar & Suka Anak2.CV Bawa Langsung Sgr ke Duta Anak Jl.Intan Permai Gg.Cendrawasih Timur L.P.Krobokan,08 sd 14.00
B.BP.001.01.19.0000489
Ubud Rest.Waiter/ress, Cook dekco@dekco.comWA0811399375
B.BP.004.01.19.0000486
Dibthkan sgr Tkang Mote, Gj.Bgus Hub.081999422918
B.BP.004.01.19.0000334
Dibthkn Segera Penjaga Gudang Umur Max 30’th Bawa Lamaran ke PT.Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps Telp : 413964/418642
B.BP.001.01.19.0000257
Dibthkn Staf Laundry Pria/Wnt u/Vila di Area Seminyak.Bpglmn UpahMemuaskn.Tlp.0361-289742 CV:asahrd2018@gmail.com
B.BP.001.01.19.0000317
Dicari Admin,Pramuniaga,Kasir Toko Dapurku WA:081939084292 B.BP.001.01.19.0000057
Dicari Sopir SIM B1 Hub:(0361) 234296 B.BP.001.01.19.0000340
Dicari Tenaga Security Sebyk 3 orang Hub.082111032679 Lsg ke:Jl.Danau Poso 35 Sanur B.BP.004.01.19.0000203
Dicr Sgr Tng Garden u/di Hotel Hub:Diponegoro 51 Dps T:247111 B.BP.001.01.19.0000313
Driver TravelAgent bs B.Ingris khusus Mbl Alphard/Camry/Audi Hub.Merrys Tour 0361-235700
B.BP.801.01.19.0000359
Prushaan Konstruksi Memerlukan 1 Structure Engineer, Dip/S1 Teknik Sipil.Lam ke astina28@ yahoo.com Jl.Muding Mundeh II No.1, 081936256259
B.BP.001.01.19.0000401
Royalty Villa looking for the Butler Staff expertise:Fluent in speaking English able to work in a team Requirement: have an experience working in private villa. CV send to aggropac1@aol.com/085959507166
B.BP.001.01.19.0000373
Urgent! 7 Tori Restoran,Mcr Staf & Freelance Kitchen & Waitre/s.Lamaran Bw ke Jln. Sunset Road kav.8 sebelah Kantor Pos.Hub (0361) 8475933 / 081237294563
B.BP.004.01.19.0000390
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.01
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.02
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.04
Garment Production Assistant, Hub:Call/WA : 085100050706, Email: hrd@buddhawear.com
B.BP.004.01.19.0000386
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.03
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
TOYOTA
Dijual New Avanza 2012 Hub.082147280999
B.BP.001.01.19.0000475
DIJUAL MOTOR HONDA
PT.Dipo Star Finance.Djl Vario 08,Vario’11 Lihat Motor 14-17 Jan,Penawarn 18 Jan19 T:265007
B.BP.001.01.19.0000377
DIJUAL RUMAH
Djl Tnh Kav 2are,3are di Jl.Gn PayungUmeduiHub.081246364488 B.BP.001.01.19.0000429
DISEWAKAN RUKO Over Kont(Sisa 1thn) Ruko Lt 2 5x10M(40Jt)Jl.Pudak No.9C Batubulan(Blk Trminal)081338537558
B.BP.001.01.19.0000307
DISEWAKAN TOKO Over kont toko+isi uk 3,5x5 di Buduk Badung Hp.085107512533 B.BP.001.01.19.0000304
Djl Rmh Lok. Paya Perumnas Karangasem Hub:081805554460
KEHILANGAN
DjlRmhLT400M2,LB100M2,Jkt,SHM 1.650 ML Ng,Murah,087854992178
Hlg Buku KIR Suzuki PickUp Box DK 9776 BG Hub.082145389151
G.06
Jl/Kont Rmh 5KT,2KM,Luas 410M2 Jl.Keboiwo Sel.Hub:08123811557
Hlg Sertifikat Tnh HM No.2455 AN.IMadeSuwenda,085338273120
Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818
Rmh LT175 LB150 4KT,3KM,Tegal Wangi Sstan 1,5M,087727581681
G.05
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.07
Dibutuhkan cepat: Accounting, Admin, Marketing (min D3, perempuan, usia max.30), Manager (L/P, berpengalaman, suka tantangan, percaya diri, usia max.45). Kirim CV ke Info@RakaDewiBali.com atau WA 081353976118. G.08
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Xenia Xi Family 2007 Tgn 1 Asli Bali BUC, 087 862 270 180
B.BP.001.01.19.0000491
B.BP.012.01.19.0000474
B.BP.001.01.19.0000422
B.BP.001.01.19.0000416
B.BP.001.01.19.0000470
DISEWAKAN RUMAH Sewakan RmhSading,2LT,2A,4KT Air,AC,Listrik lengkap 60Jt/Th Nego.Hub:082237907600(Indra)TP
B.BP.001.01.19.0000487
B.BP.001.01.19.0000295
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.12.18.0000879
PENGUMUMAN
Dijual Tnh Umalas,Tk.Badung,Jl Ratna.H.08123940424(Pemilik)TP
Kami dr PT.CIMB Niaga Auto Finance Jl.RyPuputan No.3A Renon Dps, Mmnggl Debitur AN:INym Agus Riki Suantara Jl.G.SubrotoVI R No:10 Br.TarunaSari, Dauh Puri Kaja Denut u/dtng ke Kntr Guna Mmbhs Kwjbn Slmbtnya 3Hr sjk Pnggln Dimuat Apbl dlm wkt 3Hr TdkAda Pnylesaian Maka Kami sbg Krdtur Brhak Mlkukn Tndk S.Hkm
B.BP.001.01.19.0000421
B.BP.001.01.19.0000455
B.BP.001.01.19.0000435
DIJUAL RUKO Jl rugi Ruko 4Lt(4x10),Kediri Tabanan1,3MBUC,081915707322 B.BP.001.01.19.0000469
DIJUAL TANAH
10
Minggu Pon, 13 Januari 2019
Mendatar: 1. Pemberian secara tulus ikhlas 6. Pesanan 9. Unsur logam berwarna putih perak 10. Musik yang dimainkan secara bersama 11. Topi yang depannya mempunyai tutup 12. Gembira 13. Pameran dagang 15. Boneka pajangan 17. Mengapa (Bali) 20. Serangan 23. Timbul kembali dalam pikiran 25. Kapur barus 28. Daging tumbuh liar 31. Nasihat 33. Menggembala 34. Pendapat 35. News agency of Nigeria 36. Tarian rakyat Argentina 38. Seni melipat kertas 39. Gas atau cairan pengisi AC 40. Salah satu instrumen gamelan bali
Buku Pintar Mengenal Bencana Alam di Indonesia DI Indonesia sering terjadi gunung meletus. Negara kita memang salah satu dari sekian banyak negara yang terletak di wilayah Pacific Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), yaitu wilayah sepanjang 40.000 km di Samudera Pasifik yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi. Jalur cincin api Pasifik yang melewati Indonesia membentang sepanjang 700 km dari Sumatera, Jawa, Nusa tenggara, hingga Maluku. Tidak heran jika Indonesia memiliki 129 gunung berapi aktif yang bisa meletus kapan saja. Dampak dari letusan gunung berapi itu tentu saja mengkhawatirkan kita semua. Untuk itu, buku ini tidak hanya mengulas tentang apa itu dan proses pembentukan gunung berapi, tetapi juga membahas tentang tanda–tanda akan meletusnya gunung berapi hingga penanggulangan bencananya. Dalam buku yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga ini juga dibahas tetang beberapa gunung berapi di Indonesia yang letusannya terkenal sangat dashyat dan berpengaruh hingga ke seluruh dunia.
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 381 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 19 Januari 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 27 Januari 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 379 Mendatar: 1. HALIMBUBU 6. ASK 8. DOYAN 9. NEGOSIASI 10. EBONI 11. TINGE 13. RNA 14. ARIMBI 16. NUN 18. ASMAT 20. MARTAPURA 21. FATAL 23. TAS 25. ALASKA
27. ENE 28. ANCIT 30. ABSES 31. TRADEMARK 32. SONDE 33. ASI 34. LORGNETTE Menurun: 1. HANUMAN 2. LEGHORN 3. BUISI (PUISI) 4. UDISER (RESIDU) 5. HYPERMARKET 6. ANTONIM
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.
(Redaksi)
MANUSA YADNYA Keluarga I Nyoman Bagus Suweta Nugraha S.Kom., M.T. dan Made Arik Muliyanti S.ST., menggelar upacara abulan pitung dina (42 hari) puteri ketiganya yang
Belasan Gajah Masih Berkeliaran di Permukiman Warga Nagan Raya BELASAN gajah masih berada di kawasan permukiman warga Gampong Blang Tengku dan Tuwie Meulesong di
Menurun: 1. Zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan sel 2. Salah satu jenis pupuk 3. Dalil yang diterima tanpa butuh pembuktian 4. Unsur ; Bagian 5. Titik atau kurik 6. Besek kecil 7. …….. operasi, yang berarti selama operasi 8. Kaitkan beberapa benda jadi satu 14. Sisa hasil usaha 16. Makan 18. Maskapai penerbangan nasional kita 19. Bohlam 21. Kala …., saat gelap gerhana bulan 22. Surat keputusan otorisasi 23. Tidak senang melihat sukses orang lain 24. Tas tempat menyimpan surat-surat penting 25. Menyebabkan pengikisan 26. Ahli membuat pakaian wanita 27. Nama huruf ke-5 abjad Yunani 28. Bayar untuk orang lain 29. Pesawat tempur buatan Rusia 30. Golok Aceh 32. Colek (Bali) 37. Bentuk terikat yang berarti baru atau terbarukan
Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, hingga Sabtu (12/1). Kepala Pelaksana Badan Penang-
BPM/ant
LIAR - Gajah liar memakan pelepah kelapa sawit di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Rantoe Peureulak, Aceh Timur, Aceh.
gulangan Bencana Aceh Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Sabtu (12/1) kemarin mengatakan aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nagan Raya dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Rayon Meulaboh dengan bantuan petugas TNI/Polri dan warga masih berusaha menggiring gajah-gajah itu kembali ke hutan. Kawanan gajah liar merambah areal pertanian, perkebunan, dan rumah warga di Blang Tengku dan Tuwie Meulesong sejak Minggu (6/1). Ulah mereka menyebabkan dua rumah warga Tuwie Meulesong dan satu rumah warga Blang Tengku rusak. Keuchik (Kepala Desa) Blang Tengku Samsirman mengatakan kawanan gajah itu sempat meninggalkan permukiman setelah warga berupaya mengusir mereka, namun kemudian masuk lagi ke permukiman. Satwa-satwa berbelalai itu berhasil digiring ke hutan pada Rabu (9/1) malam, namun sebagian kemudian datang lagi dan menimbulkan kerusakan rumah warga. Pada Kamis (10/1) malam satu gajah jantan datang ke Blang Tengku dan mengobrak-abrik tanaman warga. (ant)
bernama Komang Muliya Warsiki Nugraha pada Sabtu (5/1) lalu. Upacara dilaksanakan di Br. Kalah, Batubulan, Gianyar.
7. KABISAT 11. TATALAKSANA 12. GAGASAN 15. BSA 17. UGA 19. ADA 20. MAL 21. FILARIA 22. TAKSASI 23. TERPAUT 24. SODAKUE (SODA KUE) 26. KARTEL 29. IADAG (GADAI)
Pemenang TTS No. 379 1. I Made Kerta SD Negeri Abang Batudinding, Desa Suter, Kec.Kintamani, Kab.Bangli (HP:081-338-236-XXX) 2. Putu Putra Dana Jl.Bukit Indah II, G. Panji Indah D/9, Baktiseraga, Singaraja, Kab.Buleleng (HP:081-353-897-XXX) 3. I Ketut Diarta Jl.Palguna, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:081-916-538-XXX) 4. Ni Nyoman Jati Jl.Nangka Utara No.5, Desa Tonja, Denpasar Utara (HP:081-337-052-XXX) 5. I Nyoman Suastha Jl.Raya Padangluwih No.123, Br.Celuk, Desa Dalung, Kec.Kuta, Kab.Badung (HP:081-238-013-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ni Made Sukaryani Alamat : Br.Dangin Pangkung, Desa Pekutatan, Kec. Pekutatan, Kab.Jembrana (HP:085-333-898-237)
Minggu Pon, 13 Januari 2019
Komunitas C5 Hadir dari Kegelisahan Kondisi Lingkungan
Dewa Gede Raka Jana Nuraga
Pelukis Digital Masa Kini Denpasar (Bali Post) Gianyar terkenal sebagai kota seni. Banyak pelukis lahir dari sana. Termasuk pelukis digital, Dewa Gede Raka Jana Nuraga (27). Jika dulu, orang melukis di media kanvas, maka kini anak muda kelahiran April 1991 ini melukis di media digital. Semua ide yang disampaikan klien padanya dituangkan dalam bentuk seni lukis di media digital. Itulah sebabnya, ia juga disebut ilustrator, menerjemahkan ide–ide ke dalam desian. Ditemui Sabtu (12/1) kemarin, di studionya di Jalan WR Supratman, Kesiman, Denpasar, Raka Jana nama bekennya di media sosial menuturkan, bahwa ia memulai menjadi ilustrator sejak tahun 2010. Saat itu, ia masih berstatus mahasiswa di ISI Denpasar. Pertama kali menjual desain, sempat desainnya tak dibayar. Namun dari sana, ia termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan diri. Tahun 2013, mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) ini mulai banjir orderan. Desainnya banyak diminati, tak hanya dari masyarakat lokal, tapi juga internasional. “Sempat ditentang sama orang tua waktu mau sekolah di ISI Denpasar,” tuturnya. Namun, ketertarikannya tak bisa dibendung. Raka yang sempat mengenyam pendidikan pariwisata di SPB, akhirnya memutuskan sekolah lagi di ISI Denpasar. Sambil kuliah, ia bekerja membuat pesanan desain. “Dulu setelah tamat di SPB, saya disuruh jaga galeri lukis sama orang tua. Karena sering bertemu pelukis dan melihat karya–karya lukis, saya tertarik ingin sekolah di ISI,” ungkapnya. Belum tamat dari per-
guruan tinggi, tahun 2015, ia sudah mampu menyewa studio kecil di Kesiman, Denpasar. Di sana bersama dua temannya, ia bekerja menyelesaikan pesanan. Tidak hanya menerima desain digital, namun Raka juga membuat desain kaus khusus. Ciri khas kausnya berdesain budaya Bali dan nusantara. “Misinya adalah mengangkat budaya Bali dalam bentuk desain digital ini, menyebarkan culture lokal lewat media TShirt, permadani, tas, kemeja, dll,” ujarnya. Menurutnya, lebih mudah menerjemahkan ide klien ke dalam bentuk digital dibandingkan harus menggambarnya secara manual. “Karena ketika gambar yang kita buat tidak sesuai dengan keinginan klien, bisa dihapus atau diedit, tidak perlu membuat dari awal,” ungkapnya. Memerlukan waktu satu sampai dua hari untuk membuat satu gambar. Namun yang sulit menurutnya adalah menerjemahkan keinginan atau ide klien ke dalam sebuah gambar. Untuk menyesuaikan desain dengan klien ini yang memerlukan waktu lama hingga lebih dari sebulan. Satu desainnya bisa berharga Rp 400 ribu hingga belasan juta rupiah. Pernah ada tawaran dari perusahaan aplikasi di Amerika yang tertarik dengan desainnya, dan masih banyak peminat dari luar negeri. Sementara perusahaan lokal yang tertarik dan menjadi partner tetapnya ada Bali Zoo, Waterbom, dll. “Orang sih lebih banyak pakai desain untuk fashion,” imbuhnya. Raka Jana merupakan salah satu binaan Bank Indonesia KPw Bali yang baru. Ia memenangkan lomba yang diadakan Bank Indonesia dan menjadi juara terbaik. (may)
Krisis Global Disinggung terkait pengaruh krisis global terhadap keberadaan museum, Gung Rai menegaskan hal tersebut tidak berpengaruh. Ia malahan menyatakan bahwa museum menjadi salah satu solusi untuk mengobati stres masyarakat modern. “Orang sekarang banyak stres, satu-satunya solusi ya mereka rekreasi ke museum. Apalagi sekarang ruang semakin sempit, sehingga satu-satunya tempat mendekatkan diri ke alam, ekosistem, melihat budaya hingga kesenian yang tinggal ke museum,” ucapnya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar mengatakan museum sebagai salah satu prasarana pariwisata di Kabupaten Gianyar. Bahkan di kawasan seni ini, ada sepuluh lebih museum yang bisa dikunjungi. “Itu belum termasuk museum-museum kecil yang kini mulai dibuka,” katanya. Pejabat yang akrab dengan sapaan Gung Ari ini juga memastikan bahwa krisis global tidak memengaruhi kunjungan ke museum. Pengunjung
yang datang ke museum dan galeri lukis di Gianyar dominan menggunakan sentuhan rasa bukan uang. “Jarang terpengaruh dengan ekonomi, biasanya orang yang ingin memiliki betul-betul ada minat khusus untuk memiliki,” jelasnya. Dikatakan, saat ini museum yang memiliki beragam variasi, justru meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke museum. Misalnya memiliki alam, seni lukis dan seni tari sehingga minat ke museum makin tinggi. Dia mencontohkan Museum Blanco, di sana ada koleksi pemeliharaan burung, di Arma ada orang belajar seni tari. Diungkapkan dari jutaan wisatawan yang berkunjung ke Gianyar setiap tahunnya, 5 hingga 10 persennya pasti berkunjung ke museum. Sementara yang paling banyak datang ke museum dominan wisatawan dari Eropa. “Mereka biasanya pelajar, atau yang memang ingin mengetahui lebih dalam tentang budaya. Sementara wisatawan lain seperti Tiongkok jarang ke museum, mereka dominan ke beberapa objek wisata hanya untuk ber-selfie,” tandasnya. (nik)
SEBUAH komunitas seni lukis yaitu Komunitas C5 menggelar pameran lukisan di Santrian Gallery, Sanur. Sebanyak 25 lukisan ditampilkan. Seluruhnya merupakan karya dari 13 perupa yang terdiri dari 6 orang asal Bali, 6 orang asal Yogyakarta, dan seorang lagi asal Jakarta. Ketiga belas perupa tersebut yakni Agus “Bakul” Purnomo, I Nyoman Diwarupa, Galung Wiratmaja, I Ketut Agus Murdika, I Ketut Sugantika (Lekung), I Komang Trisno Adi Wirawan, I Wayan Arnata, Ipong Purnama Sidhi, Iqrar Dinata, Laila Tifah, M. Dwi Marianto, Nofria Doni Fitri, dan Syahrizal Koto. Pameran ini mengusung tema “C5” yang berperan sebagai tali penyambung karya-karya mereka yang khas. Komunitas C5 berdiri sejak tahun 2017, kemudian melakukan proyek pertama di Yogyakarta tahun lalu yang bertempat di Studio Heri Doni. “Proyek kedua kita adakan di Bali, selanjutnya nanti kita harapkan bisa road show ke Jakarta dan kotakota lain,” ungkap perwakilan perupa, I Ketut Sugantika. Perupa yang akrab dipanggil Lekung ini menjelaskan bahwa nama “C5” diambil dari huruf-huruf depan kata yang menjadi roh kehadiran komunitas tersebut. Lima kata yang dimaksud meliputi critical (kritis), communication (komunikasi), collaration (kolaborasi), cooperation (kooperasi), dan creativity (kreativitas). “Komunitas ini kami jadikan wadah untuk sama-sama belajar, berbagi
pengalaman, bekerja sama untuk tujuan yang positif dengan cara-cara yang berbeda dari komunitas pada umumnya. Kami di sini hadir dari kegelisahan masing-masing perupa terhadap kondisi lingkungan sekitar, mengesampingkan mazab yang digeluti oleh setiap perupa,” ujarnya. Lekung dalam karyanya yang diberi judul “Monument in The Paradise” mencoba mengungkap kondisi kekinian Pulau Bali yang konon diagung-agungkan sebagai Pulau Surga. Melalui karya berdimensi 180 x 170 itu ia mengungkap sisa-sisa produkproduk budaya urban yang kini telah menjadi sampah, mengotori tanah para dewa. Iqrar dalam karyanya yang berjudul “Di Atas Keheningan” mengaku terinspirasi dari filosofi “hening dalam riuh”. Ia mencoba mewujudkan kreativitasnya dengan menangkap hubungan sosial antarmasyarakat kekinian. Bahwa, sebagai makhluk sosial, hubungan sosial dan komunikasi sejatinya tidak dapat dipisahkan. “Dalam karya ini, saya mengkritisi bagaimana menciptakan ketenangan dalam hubungan sosial. Seniman misalnya, bukan hanya berhubungan dengan sesama profesinya, tapi ada jaringan profesi lainnya. Itu yang saya tangkap, meski bukan dalam rangkaian kata,” jelasnya. Berbeda dengan Iqrar dan Lekung, karya Galung Wiratmaja yang berjudul “On The Border” dan “On The Border #2” berangkat dari fenomena komunikasi masyarakat Bali
Cuaca Cerah
Faktor lain yaitu dikarenakan cuaca cerah pada siang hari yang menyebabkan panas dari matahari secara langsung mengarah ke bumi tanpa adanya awan penghambat (dibandingkan saat mendung). Di samping juga disebabkan pada saat malam hari cenderung berawan. “Karena saat malam hari cenderung berawan bahkan hujan. Hal inilah yang menghalangi panas yang seharusnya terlepas ke udara malah tertahan, sehingga suhu menjadi lebih panas,” tandas. Taufik mengatakan bahwa meningkatnya suhu panas di Bali tidak dipengaruhi oleh adanya fenomena El
Nino yang melanda sebagian wilayah di Indonesia. Dia kembali mengatakan penyebabnya dipengaruhi posisi matahari yang mendekati ekuator. “Untuk di Bali sendiri suhu panas lebih dominan dikarenakan posisi matahari, untuk fenomena El nino saat ini dalam kondisi lemah atau tidak signifikan,’’ tegasnya. Dia mengatakan di Bali Januari ini, masih cukup panas, mengingat posisi matahari masih di selatan khatulistiwa. ‘’Namun, seiring pergerakan dari matahari maka suhu udara akan kembali normal,’’ ujarnya. Hujan Sporadis Pada bagian lain, Taufik Gunawan menjelaskan bahwa curah hujan di Bali saat ini
BERSAMA - Komunitas C5 berforo bersama menjelang pameran. yang tak hanya terfokus pada realitas. Masyarakat Bali ada kalanya menghubungkan kehidupannya di dunia pada hal-hal irasional. Kebiasaan ini ia maknai sebagai sebuah introspeksi ke dalam diri masing-masing. “Masyarakat Bali biasanya menghubungkan segala hal di dunia pada suatu hal di luar dunia nyata. Ini sebagai bentuk introspeksi diri masyarakat Bali, meski bukan menyalahkan diri sendiri,” ucapnya. Sedangkan, melalui karya berjudul “Self Attraction to
berintensitas ringan-sedang. BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan intensitas curah hujan sedang-lebat. Mengingat saat ini, hujan sudah semakin intens terjadi, walaupun masih sporadis atau tidak merata. Diakuinya, secara umum hujan akan semakin meningkat, sebab puncak musim penghujan ada di antara bulan Januari dan Februari 2019. Dengan tingginya intensitas hujan, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhatihati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, genangan, angin kencang, pohon tumbang, jalan licin, dan kilat/petir. (win)
Karya Patung Lalu bagaimana dengan karya patung? Putrayasa yang pemilik Richstone Art Design di bilangan Umaalas Kerobokan, Kuta, Badung ini sangat yakin seni patung pasti berkembang, karena bagian dari sebuah properti. Patung bisa ditempatkan di mana saja dan bisa hadir di ruang publik. Pada saat ini, patung sangat digemari buat ajang selfie oleh kaum milenial. Berbeda dengan karya lukis di kanvas yang harus punya ruang khusus. Lulusan magister ISI Denpasar ini berharap lembaga pendidikan seni rupa hadir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, karena banyak masyarakat yang kurang memahami karya bagus itu seperti apa? Indikatornya seperti apa? Sebab, bagi kolektor seni, seni di samping memiliki sebuah nilai (value) juga ada nilai investasi. Maka dari itu, pemahaman terhadap karya seni yang berkualitas sangat diperlukan. Jika hal ini tidak cepat dilakukan, menurut Putrayasa, akan terjadi ketidakseimbangan. Seniman semakin bertumbuh, baik yang akademis maupun yang autodidak, sedangkan kolektornya itu-itu saja dan bahkan bisa berkurang. Ini yang akan menjadi masalah yang cukup serius ke depannya. Karya seni akan semakin banyak menumpuk. Pameran yang dilakukan sekadar apresiasi. Pelukis Nyoman ‘’Ke-
nyem’’ Sujana mengatakan, perkembangan seni rupa khususnya para kreator sangat tinggi. Lompatan pencapaiannya sangat diapresiasi oleh pengamat seni rupa. Begitu juga dengan perkembangan seni rupa semakin diminati dengan banyaknya event pameran akhir-akhir ini. Pemilik Art Kenyem Studio di Banjar Kutuh, Sayan Ubud ini berharap perkembangan seni rupa Bali semakin maju ke depan, baik dari sisi kreatornya maupun pengamat seninya. Lulusan ISI Denpasar ini juga menilai peran galeri seni banyak membantu para perupa dengan memberikan ruang pameran. Begitu juga museum sudah banyak mengoleksi karya perupa. Demikian juga para kolektor, sudah banyak mengoleksi karya perupa. Pelukis I Ketut Agus ‘’Dangap’’ Murdika menyampaikan hal serupa. Pemilik SANKA Art Space di kawasan Lungsiakan Ubud ini mengatakan, perkembangan seni rupa di Bali saat ini cukup baik. Dari segi visual pun banyak terlahir seniman muda yang berkompeten dan memiliki karya yang unik. Pameranpameran seni rupa pun terus terselenggara dan mendapat apresiasi yang baik dari kalangan pencinta seni. Dari segi penjualan karya, memang belum menunjukkan peningkatan, namun tidak juga terpuruk mundur. Wisatawan dan kolektor masih antusias
dengan karya-karya seni rupa Bali pada khususnya. Lulusan ISI Denpasar ini berharap ke depan agar semua aspek, baik ekonomi maupun seni rupa berkembang lebih maju. Agus Murdika pun menilai peran galeri dan museum seni dalam mendorong para seniman berkarya, cukup baik saat ini. Ini terbukti dari seniman-seniman muda yang mulai terbaca dan dapat memamerkan karyanya, namun tetap dengan standardisasi, untuk tetap menuntut seniman muda berkarya lebih baik. Pelukis Agus Eri Putra juga menyampaikan hal senada. Perkembangan seni rupa di Bali dinilai sangat bagus. Apalagi dengan adanya media sosial, sekarang semakin gampang para perupa mempromosikan karyanya. Pemilik Agus Eri Putra Studio di Lodtunduh Ubud ini mengatakan, apresiasi masyarakat pun cukup baik terhadap perkembangan seni rupa Bali. Sekarang, banyak orang yang ingin belajar tentang seni. Peran galeri juga dinilai lumayan bagus untuk mewadahi penjualan lukisan atau karya seni rupa lainnya. Demikian pula museum membuka ruang bagi perupa untuk memamerkan dan mengapresiasi karya. Agus Eri juga berharap ke depan, para perupa terus berkarya sebaik-baiknya. Kalau sudah berkarya maksimal dipastikan akan menemukan hasil maksimal pula. (lun)
Kebocoran Devisa “Kalau kebocoran devisa, sebetulnya kan nanti uangnya balik lagi ke sini. Uangnya ditransfer ke bank si merchant. Dari sisi uang enggak ada masalah, cuma dari sisi data dan penjualan itu yang barangkali bisa
didapat sehingga potensi pajak bisa didapat,” imbuh Iman. Alat pembayaran WeChat harus menggunakan merchant lokal dan juga mengunakan switching lokal serta memberi manfaat pada ekonomi lokal di Indonesia. Dengan penggunaan WeChat, kata dia, dari sisi
kerugian ekonomi masih bisa diterima. Yang sekarang ditata adalah WeChat harus bekerja sama dengan merchant lokal. Terkait regulasi dan kewenangan alat pembayaran berupa WeChat dikatakan kewenangan pusat. “BI KPw hanya melaporkan,” tandasnya. (kmb42)
Interaction #1” dan “Self Attraction to Interaction #2” Trisno Adi Wirawan berupaya mengkritisi budaya saling kritik yang terjadi saat ini. Ia mengamati, oknum-oknum yang suka mengkritik seseorang banyak yang tidak tahu atraksi maupun interaksi dirinya sendiri. Kritik terhadap kondisi kekinian Bali juga tampak dari dua karya I Ketut Agus Mahardika, yakni “Golden Cliff” dan “Golden Field”. “Saya coba kritisi alam Bali sebagai Pulau Surga, Bali yang konon sebagai ladang emas. Apakah
saat ini masih menjadi emas?” katanya sembari mengajak para penikmat seni merenungkan hal tersebut. Pengelola Santrian Gallery, Dolar Astawa, berharap melalui pameran itu tiap perupa bisa saling bertukar ciri khas, dapat berkolaborasi dengan seniman-seniman yang ada di berbagai daerah di Indonesia. “Kita merasa wajar dan layak memberi ruang pada perupa dengan ide demikian untuk tumbuh bersama. Kritik antarperupa itu perlu, untuk membuat kita besar,” ujarnya. (win)
Pasar Digital Hal ini disesuaikan dengan perkembangan zaman di era revolusi industri 4.0, sehingga hasil karyanya bisa bersaing di dunia global yang dipasarkan melalui dunia digital (online). “Beberapa mahasiswa saya yang telah lulus juga sering melakukan karya seni rupanya menggunakan digital art, digital painting, mereka melukis secara digital dan dipasarkan dunia maya,” tandas Gde Bagus Udayana, Sabtu (12/1) kemarin. Selain itu, dikatakan saat ini, para seniman lukis tidak hanya melukis di atas kanvas, tetapi membuat lukisan di tembok-tembok (mural). Mural salah satu tren melukis saat ini yang banyak digemari para seniman lukis. Apalagi, banyak hotel dan supermarket yang memerlukan jasa para seniman lukis untuk melukis di tembok-tembok hotel maupun supermarket. “Dengan adanya revolusi industri 4.0 inilah, perkembangan seni lukis membawa kemajuan yang sangat besar yang mengarah ke dunia digital,” ujarnya. Meskipun seni lukis mengalami perkembangan yang begitu pesat, dikatakan bahwa melukis di atas kanvas masih tetap dikembangkan oleh para seniman. Bahkan, para seniman tidak lagi tersekat-sekat, melainkan
BPM/win
melebur manjadi satu kesatuan, baik seniman lukis, desain komunikasi, desain interior dan seniman lainnya. Sebab, para seniman ini sama-sama memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam menghasilkan karya terbaiknya. “Seni lukis di Bali saat ini sudah menggeliat. Ada yang sudah menjual hasil lukisannya dengan nilai yang tinggi. Apalagi pangsa pasar saat ini terbuka lebar dengan adanya perdagangan global. Sehingga para seniman leluasa menjual hasil karyanya, baik melalui pemeran, dijual lewat dunia digital, maupun dipasarkan untuk kebutuhan pariwisata,” ujarnya. Hingga saat ini, dukungan pemerintah maupun swasta terhadap hasil karya para seniman lukis sangat antusias. Sebab, baik pemerintah maupun swasta telah memberikan ruang bagi para seniman untuk memamerkan hasil karya lukisannya melalui pameran-pameran, seperti di Art Center, Puri Santrian, Bentara Budaya, Plaza Renon dan tempat-tempat lainnya. Bahkan, sebagai bentuk apresiasi terhadap para seniman, pemerintah juga telah memberikan penghargaan kepada para seniman lukis yang ada di Bali. “Mudah-mudahan ke depan, karya seni seniman kita di Bali mampu berkembang lebih baik lagi, sehingga mampu bersaing di dunia global,” ujarnya. (win)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu Pon, 13 Januari 2019
Ujian Berat Pertama bagi Solskjaer
bermain,” kata Solskjaer, Sabtu (12/1) kemarin. “Kami tidak akan mendapatkan banyak peluang untuk menyerang menghadapi Spurs seperti yang kami miliki sebelumnya. Jadi kami harus siap ketika kami menguasai bola dan bermain dengan baik,” tambah manajer berkebangsaan Norwegia tersebut. Saat ini United berjarak sepuluh poin di belakang Tottenham. Namun United punya segudang alasan untuk menatap big match ini dengan kepercayaan diri maksimal. Di tangan Solskjaer United mampu tampil menawan dan meraih kemenangan demi kemenangan. Pemainpemain top United yang sebelumnya tenggelam di bawah Mourinho pun kini mulai bersinar lagi dan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya. Itu termasuk Romelu Lukaku, Anthony Martial, Marcus Rashford, dan terutama Paul Pogba. Pogba merancang dua assist ketika mengalahkan Cardiff, kemudian melesakkan dua gol ke gawang Huddersfield, dan menyumbang dua gol serta satu assist kontra Bournemouth. Saat melawan Newcastle Pogba juga tampil apik, namun tidak menorehkan gol atau assist. Sementara itu Tottenham Hotspur dalam performa yang tak kalah bagus. Sempat kalah dari Wolverhampton Wanderers
JABAT TANGAN - Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer berjabat tangan dengan bek Phil Jones usai laga Liga Inggris beberapa waktu lalu.
London–
Tottenham Hotspur akan menjalani pekan ke-22 Liga Inggris dengan menjamu Manchester United di stadion Wembley, London, malam nanti. Kedua tim sama-sama dalam performa positif jelang big match pertama Ole Gunnar Solskjaer tersebut. Solskjaer sebelumnya telah mencatatkan lima kemenangan beruntun di semua ajang. Namun lawan-lawan yang dihadapi Red Devils di lima laga terakhir belum menggambarkan kejeniusan sang manajer, karena kualitas lawan masih di bawah Setan Merah. “Anda semua tahu tim terbaik di liga, dan tentu saja kami harus menyadari kekuatan mereka. Tapi saya dibesarkan dengan cara yang kami butuhkan untuk menyerang tim lawan. Saya pikir itu kekuatan kami maju dan menyerang, sebagai tim ketika Anda melihat kami sekarang seperti cara kami
Cok Ibah Isyaratkan Lepas Ketum PCI Gianyar (Bali Post)Ketum Pengprov PCI Bali Cokorda Raka Kerthyasa yang akrab disapa Cok Ibah mengisyaratkan bakal melepas jabatan ketua umum induk organisasi cricket di Bali pada musprov PCI Bali, Februari mendatang. Ketua Harian Pengprov PCI Bali Made Erawan di Gianyar, Sabtu (12/1) kemarin menegaskan, pihaknya telah bertemu langsung dengan Cok Iba, guna membahas soal pergantian ketum PCI Bali. “Intinya Cok Ibah bakal memberikan kesempatan kepada yang lain untuk menahkodai induk olahraga cricket di Bali ini,” ujar Erawan. Erawan menilai Cok Ibah sudah tidak mau lagi memimpin induk organisasi olahraga cricket di Bali. “Hal itu saya tangkap dari bahasa tubuh dan pembicaraan selama membahas pergantian ketua umum PCI Bali,” tutur Erawan. Dikemukakan, selama ini Cok Ibah menjabat ketum PCI Bali selama tiga periode. Selanjutnya masa bakti Cok Ibah berakhir hingga Mei mendatang. Akan tetapi, dirinya mengagendakan musprov PCI Bali pada Februari nanti. “Sampai sekarang kami belum menentukan lokasi musprov,” kata dia. Yang jelas menurut Erawan, Cok Ibah bakal terbang ke Australia pada 16 Januari. “Sebelum Cok Ibah bertolak ke Negeri Kanguru, kami membentuk panitia kecil musprov,” tuturnya. Pascaterbentuknya panitia musprov, diharapkan jadwal musprov sudah disepakati. “Musprov digelar sepulangnya Cok Ibah dari Australia,” terang Erawan. Erawan menambahkan, pemilihan ketum PCI Bali diserahkan kepada tujuh Pengkab dan Pengkot PCI seBali, minus Bangli dan Karangasem. “Siapa pun yang terpilih menjabat ketum PCI Bali masa bakti 20192023, kami tetap mendukung. Apalagi Cok Ibah sepakat melakukan regenerasi pengurus,” jelasnya. (022)
PSSI Panggil Ezra Walian Jakarta– Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) sudah melayangkan surat kepada klub luar negeri yang diperkuat skuat timnas U-22. Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha mengatakan federasi bersama pelatih tengah berkomunikasi menentukan waktu yang tepat bagi pemain untuk bergabung ke pemusatan latihan. Menurut Tisha, hingga saat ini peluang Egy Maulana, Ezra Walian, dan Saddil Ramadani berkumpul bersama rekan-rekannya di Jakarta terbuka lebar. “Mereka sedang menjalani kesibukan di klub masing-masing,” ucap Tisha, Sabtu (12/1) kemarin. Hingga hari kelima pemusatan latihan Timnas U-22
hanya tinggal tiga pemain yang belum hadir. Egy yang membela klub Lechia Gdanks dan Ezra yang berkostum RKC Waalwijk masih berada di Eropa. Sementara Saddil yang bergabung bersama Pahang FA tengah menjalani uji coba di Thailand. Pelatih timnas U-22 Indra Sjafri nampaknya sudah menyiapkan berbagai kemungkinan bila ketiga pemainnya tersebut gagal bergabung ke pemusatan latihan. Namun hingga saat ini ia terus berupaya menjalin komunikasi dengan klub agar Ezra Walian bisa hadir ke Jakarta. “Kami berkomunikasi kapan sebaiknya bisa bergabung,” ucapnya. Meski demikian, bila pada akhirnya klub enggan melepas
pemainnya untuk berlaga membela Timnas, Indra sudah mengantongi rencana. Menurut dia, kebutuhan pemain di lini depan relatif sudah terpenuhi dengan materi pemain yang ada saat ini. “Cukup tiga striker bagi saya. Tidak masalah bila Ezra tidak datang,” kata dia. Di posisi striker timnas U-22, Indra Sjafri mempunyai empat pemain, selain Ezra. Mereka adalah Marinus Wanewar (Bhayangkara FC), Beni Oktaviansyah (Kalteng Putra FC), Dimas Drajad (PS Tira), dan Septian Bagaskara (Persik Kediri). (022)
Ezra Walian
Tim Mitra Devata Kalahkan Nusa Jaya Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata yang diperkuat mantan pesepak bola Persegi Gianyar Javier Rocha (Cili), dan pelatih Bali United Made Pasek Wijaya tampil gemilang saat meladeni lawannya Nusa Jaya, Nusa Dua, dalam latih tanding di Stadion Ngurah Rai, Sabtu (12/1) kemarin. Dalam laga tersebut menggunakan sistem 2x40 menit. Pada babak 40 menit pertama Mitra Devata tampil trengginas. Skuad Mitra Devata menguasai jalannya pertandingan. Operan bola tik tak dari kaki ke kaki mem-
buat benteng pertahanan Nusa Jaya kedodoran. Gol pembuka kemenangan Mitra Devata dilesakkan Made Pasek Alit. Bomber jangkung Komang Mariawan menggandakan kemenangan timnya melalui aksi solo run. Mariawan sukses menggetarkan jala Nusa Jaya, setelah menuntaskan operan bola akurat dari kaki Javier Rocha. Memasuki babak 40 menit kedua Mitra Devata hampir mengganti seluruh pemainnya, kecuali penjaga gawang Agus Salim dan Bayu Sutha. Akan tetapi Nusa Jaya yang tertinggal dua butir gol, justru bangkit
dan melancarkan serangan sporadis. Akibatnya, pertandingan berjalan imbang dan tanpa gol. Babak ketiga berdurasi 60 menit melawan komunitas Kupang NTT, dengan materi pemain usia 18-22 tahun. Penampilan anak-anak Kupang berbekal semangat juang tinggi. Javier Rocha membawa Mitra Devata unggul 1-0 menuntaskan umpan Nyoman Rafik Armawan. Lagi-lagi Javier Rocha melepaskan tendangan bebas yang gagal ditangkap kiper Kupang. Satu gol lagi dicetak Marianus. Dengan demikian, Mitra Devata unggul 3-0. (022)
Ducati Kini Lebih Harmonis
Cok Ibah (kiri) bersama Made Erawan.
BPM/ist
di kandang sendiri, The Lilywhite berhasil bangkit dengan meraih tiga kemenangan beruntun pada semua ajang tanpa kebobolan. Ini termasuk kemenangan 6-2 vs Everton, 5-0 vs Bournemouth, juga 7-0 vs Tranmere di FA Cup dan 1-0 vs Chelsea di leg pertama babak semifinal Carabao Cup. Laju impresif Tottenham itu tak lepas dari kontribusi pemainpemain seperti Harry Kane dan Son Heung-Min. Kane selalu mencetak gol dalam enam penampilan terakhirnya untuk Tottenham di semua kompetisi, termasuk gol penalti penentu kemenangan atas Chelsea. Sementara itu, Son HeungMin selalu menyumbang gol dan/atau assist dalam empat penampilan terakhirnya untuk Tottenham di Premier League. Kendati demikian, Mauricio Pochettino harus tetap memperhatikan kondisi pemain, karena Spurs masih berlaga di empat kompetisi. “Sangat penting bagi klub untuk terlibat dalam empat kompetisi,” kata Pochettino. “Memang benar bahwa itu adalah tanggung jawab besar dan sangat sulit untuk mengelola semuanya, tetapi itu adalah ide kami untuk mencoba memenangkan setiap pertandingan di kompetisi apa pun,” tambah manajer berkebangsaan Argentina tersebut. Pada pertemuan pertama di Premier League musim ini United besutan Mourinho dipermalukan Tottenham 0-3 di Old Trafford. Tottenham menang lewat satu gol Kane dan brace Lucas Moura. Akankah Red Devils melakukan pembalasan di kandang lawan? (kmb33/afp)
LondonBukan rahasia lagi bahwa Andrea Dovizoso dan Jorge Lorenzo tidak akur. Ducati menyebut duet Dovi dengan Danilo Petrucci akan membuat situasi tim lebih harmonis. Dovizioso dan Lorenzo bertandem selama dua musim terakhir. Pebalap Italia itu lebih menonjol usai finis runner-up di 2017 dan 2018. Terlepas dari paruh kedua musim lalu yang buruk akibat cedera berulang, Lorenzo sesungguhnya tampil menjanjikan. Juara dunia lima kali tersebut mampu merebut tiga kemenangan.
Lorenzo pada akhirnya bergabung Repsol Honda mulai 2019, sehingga posisinya di Ducati digantikan Petrucci usai promosi dari tim satelit Pramac. Perpisahan Lorenzo dengan Dovizioso tidak berlangsung manis karena keduanya justru terlibat perang komentar. CEO Ducati Claudio Domenicali cukup lega Petrucci menjadi tandem baru Dovizioso. Duet Petrucci-Dovizioso diyakini akan membuat Ducati lebih baik dari musim sebelumnya. “Yang pertama, harmonis dan mungkin, saya yakin ada respek yang lebih besar antara Andrea dan Danilo. Mereka
ingin bekerja sama, jadi duet ini punya potensi yang tidak dimiliki duet di 2018,” ujar Domenicali, Sabtu (12/1) kemarin. “Di antara Jorge dan Andrea ada banyak perselisihan. Saya tahu bahwa perselisihan, dan perselisihan itu bagian dari olahraga ini mungkin tahun lalu ada lebih banyak daripada yang saya inginkan tapi saya pikir Petrucci dan Dovizioso cocok dan punya target yang sama untuk membalap dengan baik,” imbuhnya. “Kita lihat saja bagaimana di sepanjang musim nanti. Saya pikir akan ada banyak situasi positif di garasi Ducati,” tutup Domenicali. (kmb33/afp)
PROFIL Belum Ingin Jadi Presiden PETINJU kelas welter, Manny Pacquiao mengaku saat ini belum berpikir untuk menjadi presiden Filipina. Meski didukung banyak rakyat Filipina, Pacquiao masih enggan untuk mencalonkan diri. “Banyak orang mengatakan bahwa saya bisa menjadi presiden berikutnya,” kata Manny Pacquiao. “Tetapi saya tidak memikirkan itu. Saya tidak punya rencana sekarang. Apa pun jalan yang Tuhan berikan kepada saya, saya akan memenuhinya,” ujar petinju yang akrab dipanggil Pac Man itu. Pac Man menjadi sosok yang sangat familiar di Filipina karena prestasi gemilang di ring tinju. Pac Man sebenarnya sudah terjun ke dunia politik sejak 2010 ketika menjadi anggota senat. Pemegang sabuk juara dunia versi W B A itu kembali terpilih menjadi anggota senat dalam pemilu yang berlangsung p a d a 2016. Hal berbeda diungkapkan mantan pelatih Pac Man, Freddie Roach. Menurutnya, Pac Man secara tidak langsung pernah m e n g utarakan pendapat tentang bagaimana menjadi presiden Filipina. “Saya belum berbicara dengannya tentang mencalonkan diri sebagai presiden, tetapi dia ingin membantu orang-orang dan cara terbaik untuk membantu orang adalah menjadi bos,” kata Freddie Roach. “Dia mungkin ingin menjadi presiden pertama yang memenangi kejuaraan dunia. Dia selalu menjadi pria yang melakukan 100 hal sekaligus,” ujar Freddie Roach menambahkan. (kmb/afp)