Skip to main content

Edisi Kamis 12 Desember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 117 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Kamis Umanis, 12 Desember 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Jangan Sekadar Tempel

Penataan Taman

Sawah Kekeringan

Pascajebolnya beberapa tempelan ornamen Bali pada pilar bagian barat Pasar Badung, pihak rekanan akan segera melakukan perbaikan. Namun, perbaikan tersebut diminta tidak hanya menempelkan dengan yang baru.

Proyek penataan taman di kawasan kota Tabanan yang dikerjakan sejak Oktober, kini sudah mendekati rampung.

Petani di Subak Mundung, Desa Abuan, Susut, kesulitan menggarap sawah. Penyebabnya, pasokan air ke wilayah subak terganggu akibat jebolnya saluran irigasi. Puluhan hektar sawah kekeringan.

tabanan | HAL. 5

DENPASAR | HAL. 2

Bangli | HAL. 9

Dongkrak Waspadai Penumpukan Pertumbuhan Angkatan Kerja di Bali Ekonomi LESUNYA perekonomian menimbulkan berbagai dampak di sektor jasa dan perdagangan. Imbasnya juga melebar ke sektor ketenagakerjaan. Bahkan, pertumbuhan ekonomi yang dirasakan melambat juga telah membuat berbagai usaha terdampak. Laporan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyebutkan bahwa terhitung Agustus 2019 jumlah penduduk usia kerja di Provinsi Bali tercatat sebanyak 3.338.767 orang (76,99 persen dari total penduduk). Sementara angkatan kerja yang menganggur mencapai 37.551 orang. Jumlah ini lebih besar dibandingkan bulan Agustus 2018 yang mencapi 34.485 orang. Dari penduduk usia kerja tersebut, 73,87 persen tercatat sebagai angkatan kerja (2.466.230 orang) dan 26,13 persen (872.537 orang) tercatat sebagai bukan angkatan kerja. Angkatan kerja di Provinsi Bali pada Agustus 2019 turun sedalam -2,34 p e r s e n (59.125

orang) dibandingkan dengan Agustus 2018 yang mencapai 2.525.355 orang. Hal ini ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah penduduk bekerja sedalam -2,50 persen (62.191 orang). Dilaporkan juga bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Provinsi Bali pada Agustus 2019 tercatat sebesar 73,87 persen, turun sedalam -2,91 poin dibandingkan dengan Agustus 2018 yang tercatat sebesar 76,78 persen. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Bali pada Agustus 2019 tercatat sebesar 1,52 persen, meningkat setinggi 0,15 poin dibandi n g k a n TPT Agustus 2018 yang tercatat sebesar 1,37 persen. Pekerja formal

pada Agustus 2019 tercatat sebanyak 1.219.297 orang (50,20 persen). Sementara pekerja informal tercatat

sebanyak 1.209.382 orang (49,80 persen). Sementara pada Agustus 2018, pekerja formal tercatat sebanyak 1.254.577 orang (50,37 persen), sedangkan pekerja informal tercatat sebanyak 1.236.293 orang (49,63). Menyikapi hal ini, pengamat ekonomi yang juga Guru Besar Universitas

Udayana Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M.Ak. berharap pemimpin Bali ke depan memiliki kepekaan dalam mengelola tantangan multidimensi yang berpotensi terjadi tahun 2020. Ia pun berharap pemimpin Bali cerdas mencari terobosan dan melakukan langkah-langkah kreatif. Hal. 11 Tingkatkan Nilai Tambah

TAHUN 2020 perekonomian nasional diprediksi masih mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen, walau proyeksi ekonomi global masih menghadapi tekanan berat akibat perubahan kemajuan teknologi, persaingan bisnis antarnegara besar yang memberi konsekuensi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Akademisi Unhi Dr. Ida A.A. Ngurah Gede Sadiartha Kaleran, S.E., M.M. mengatakan, untuk Bali, tahun 2020 tetap konsisten pada potensi pariwisata dan penguatan ekspor sebagai indikator yang harus mendapat perhatian pemerintah dan pelaku bisnis. ‘’Peningkatan upaya ekspor pada produkproduk inovatif, terutama handicraft harus menjadi peluang pebisnis di Bali,’’ ujar Panglingsir Puri Kaleran, Kediri, Tabanan ini, Rabu (11/12) kemarin. Dikatakannya, upaya kemudahan prosedur ekspor harus dari hulu ke hilir, sehingga merangsang minat eksportir Bali khususnya di bidang kerajinan. Hal. 11 Perluasan Pasar

Pendidikan

UN Dihapus, Penilaian Diserahkan ke Sekolah Jakarta (Bali Post) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan, materi ujian nasional (UN) untuk siswa sekolah cenderung menekankan pada hafalan pelajaran, bukan pada kompetensi siswa. Untuk itu, Kemendikbud tegas akan mengakhiri penyelenggaraan UN dan menggantinya dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Bali Post/ant Survei Karakter. Nadiem Makarim Penegasan itu disampaikan Menteri Nadiem saat memaparkan empat pokok program kebijakan pendidikan yang dinamakan ‘’Merdeka Belajar’’. ‘’Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi,’’ ujar Nadiem Makarim dalam rapat koordinasi bersama Menko PMK dan Kadisdik seluruh Indonesia, di Jakarta, Rabu (11/12) kemarin. Nadiem mengatakan empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut merupakan penjabaran dari arahan kebijakan Presiden Joko Widodo dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pada tahun 2020, penyelenggaraan USBN diserahkan kepada pihak sekolah. ‘’USBN akan dikembalikan pada esensi Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yakni dikembalikan ke sekolah. Termasuk untuk menentukan kelulusannya sendiri,’’ ujarnya. Alasannya, penyelenggaraan USBN selama ini dinilai tidak optimal dalam mengukur kompetensi dasar yang dimiliki oleh siswa. Karena materi ujian cenderung fokus pada hafalan, bukan pada kompetensi. Sehingga nantinya ujian dilakukan untuk menilai kompetensi siswa dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan, baik itu tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya. Hal. 11 Anggaran USBN

Harian Bisnis Bali Gaet Cina, Karangasem Kembangkan Agrowisata Kalangan pengusaha biro perjalanan wisata melihat wisatawan Cina jenuh jika hanya diajak melihat peninggalan budaya atau heritage. Mereka pun ingin alternatif. Apa bentuknya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Dapur Rusak Tak Bisa Diperbaiki Dapur milik Semadi di Banjar Tabah, Abiansemal, Badung, yang rusak parah, tak bisa diperbaiki pemerintah karena bukan bedah rumah. www.denpostnews.com

Bali Post/afp

SEA GAMES - Kontingen Indonesia berparade bersama kontingen dari negara lain dalam upacara penutupan SEA Games ke-30 di Stadion Atletik New Clark, Filipina, Rabu (11/12) kemarin. SEA Games akan kembali digelar pada 2021 di Vietnam.

Indonesia Peringkat Empat SEA Games 2019

Clark City (Bali Post) – Ajang SEA Games 2019 ditutup, Rabu (11/12) kemarin. Tuan rumah Filipina dipastikan juara umum. Ini adalah kali kedua Filipina merajai ajang pesta olahraga Asia Tenggara setelah 2005 meraih hasil yang sama. Sementara Indonesia, capaian di pesta olahraga ASEAN kali ini memang jauh dari ekspektasi sebelumnya. Presiden Joko Widodo saat melepas kontingen berharap Indonesia bisa memperbaiki prestasi dengan masuk ke posisi dua besar. Namun, nyatanya dengan raihan 72 emas, 84 perak dan 111 perunggu, pasukan Merah Putih harus puas berada di posisi empat besar. Meski begitu, dari sisi target perolehan medali, atlet Indonesia mampu mencapainya yang awalnya diharapkan membawa pulang

60 keping emas. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali membeberkan penyebab merosotnya posisi kontingen Indonesia di papan klasemen pada harihari akhir SEA Games 2019 Filipina. Indonesia sempat menunjukkan laju meyakinkan dengan mengisi peringkat kedua. Tetapi, dalam dua hari sebelum hari penutupan, peringkat Indonesia merosot, digeser Thailand. Bahkan, tanpa menghitung Filipina sebagai tuan rumah, perolehan emas Indonesia kalah jauh dari Vietnam dan Thailand. Amali menyebut situasi itu muncul karena Indonesia absen di banyak cabang olahraga yang justru diikuti oleh Vietnam dan Thailand. ‘’Patut kita sayangkan, terlewatinya kita di posisi kedua karena ada tiga cabang olah-

raga yang diikuti Vietnam dan Thailand, tapi kita tidak ikut. Seperti gulat, hoki, tenis meja dan beberapa cabang olahraga yang belum ada federasinya,’’ kata Amali. Zainudin mengatakan kedua negara tersebut mampu meraih pundi-pundi emas dari cabang olahraga yang tidak diikuti Indonesia di SEA Games 2019, sehingga mereka berhasil menggeser posisi Indonesia. ‘’Di situlah mereka mendulang emas, dan kita tidak bisa ikut karena ada masalah internal yang tidak bisa dibereskan sebelum SEA Games 2019 berlangsung,’’ katanya. Zainudin mengatakan ada banyak sekali medali yang diperebutkan di cabang olahraga di mana Indonesia tidak bisa ikut, sehingga posisi Indonesia tergusur ke peringkat keempat. (kmb33)

Perolehan Medali SEA Games 2019 NO

NEGARA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Filipina Vietnam Thailand Indonesia Malaysia Singapura Myanmar Kamboja Brunei Laos Timor Leste

TOTAL 149 98 92 72 55 53 4 4 2 1 0

117 85 103 84 58 46 18 6 5 5 1

120 104 123 111 72 69 51 36 6 28 5

386 287 318 267 185 168 73 46 13 34 6


Kamis Umanis, 12 Desember 2019

FIGUR Perlu Perhatian Serius BERDASARKAN hasil pengamatan di media massa, anak yang menjadi korban kekerasan dan pelaku tindak pidana di Bali sejak tahun 2017-2019 sebanyak 582 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 311 orang anak, atau 53 persen anak sebagai pelaku tindak pidana dan 271 orang anak atau 47 persen anak menjadi korban tindak pidana. Komisioner Bidang Anak Berhadapan dengan Hukum Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Ni Luh Gede Yastini, S.H. mengatakan, tindak pidana paling banyak yang dilakukan anak di antaranya pencurian dan terlibat geng motor seperti balap liar, begal, jambret. Sementara anak sebagai korban, kasus yang menonjol adalah korban kekerasan seksual dan pembuangan bayi. ‘’Beberapa minggu terakhir di tahun 2019 ini, kita disuguhi pemberitaan tentang anak usia sekolah dasar yang turut serta balap liar di malam hari. Bahkan sebelumnya seorang polisi gugur karena tertabrak saat menjalankan tugas untuk membubarkan aksi balap liar di Denpasar,’’ ujarnya, belum lama ini. Dikatakan, anak yang melakukan balap liar di jalanan hingga melakukan tindak pidana seperti pembegalan dan penjambretan merupakan salah satu kasus anak berhadapan dengan hukum. Dalam hal ini, anak menjadi pelaku kekerasan sehingga perlu mendapatkan perhatian serius. ‘’Tahun 2017 memang sudah ada Surat Edaran (SE) Gubernur Bali mengenai pengawasan intensif anak jalanan dan anak di jalanan. Apabila melihat fenomena yang terjadi saat ini, tentu surat edaran saja tidak cukup,’’ tegasnya. Untuk itu, katanya, KPPAD Bali mendorong agar SE Gubernur ini ditingkatkan ke level Peraturan Gubernur. Sehingga menjadi landasan hukum yang lebih mengikat dan semua pihak wajib terlibat dalam pengawasan intensif ini. Hal ini sangat penting, mengingat sejak tahun 2017 hingga 2019 persoalan ini masih marak terjadi dan semakin mengkhawatirkan. Sementara anak yang menjadi korban kekerasan, kata dia, KPPAD Bali masih melihat bahwa diperlukan kesepahaman mengenai perlindungan bagi anak korban kekerasan seksual. Terutama dalam hal penyampaian kasus kekerasan seksual kepada publik. Beberapa kasus ketika dibeberkan ke publik cenderung begitu vulgar, sehingga mempengaruhi pemulihan psikologi dan sosial bagi korban. ‘’Ini harus menjadi perhatian bagi semua pihak. Pihak kepolisian yang menyampaikan mengenai kasus kekerasan seksual ke publik diharapkan bisa memilah hal-hal yang patut diketahui publik dan hal mana yang hanya cukup disampaikan di depan persidangan yang tentunya tertutup untuk umum,’’’ katanya mengingatkan. (may)

Siswa dan Mahasiswa PKL Wajib Dilindungi

Denpasar (Balipost) Siswa dan mahasiswa yang sedang melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang masuk dalam kategori sebagai pekerja. Untuk itu sangat penting dilakukan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi siswa dan mahasiswa PKL tersebut. Menurut Kepala Kantor Badan Penyelenggara (BP) Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) Cabang Bali Denpasar, Mohamad Irfan, siswa atau mahasiswa yang melakukan magang adalah termasuk pekerja sehingga pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerajaan bagi mereka. Mengingat para siswa PKL tersebut juga berisiko mengalami kecelakaan kerja yang sama dengan pekerja dalam setiap perusahaan. Untuk itu, para siswa wajib dilindungi dalam program kecelakaan kerja dan kematian. Keberadaan siswa yang sedang menjalani PKL berhak mendapat perlindungan melalui BP Jamsostek. Kewajiban mengikutsertakan itu tertuang di dalam sejumlah aturan. Antara lain PP 44 tentang Penyelenggara Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian, dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua bagi Peserta Bukan Penerima Upah. “Dari pada tidak ikut, ketika terjadi kecelakaan kerja, perusahaan tersebut wajib menanggung semua biaya,” tegasnya. Selama menjalani PKL, kata Mohamad Irfan, kewajiban pembiayaan premi iuran siswa PKL dibebankan kepada perusahaan di tempat magang sebesar Rp 16.800 per bulan. Saat ini hanya sebagian perusahaan yang menerapkan aturan tersebut, sehingga perlu dioptimalkan dengan melakukan pendekatan dan sosialisasi secara berkala. Mohamad Irfan mengimbau para perusahaan yang bekerja sama dengan sekolah, universitas dan lembaga vokasi agar menerapkan aturan tersebut, sehingga siswa PKL tetap terlindungi saat bekerja. Terlebih program ini juga diamanatkan oleh pemerintah dan negara. “Sekolah juga perlu tahu manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan bagi siswa praktek kerja. Ketika berhubungan dan berkomunikasi dengan perusahaan tempat magang, siswanya bisa mendapatkan jaminan,” ujarnya. (kmb16)

Terjerat Kasus Narkoba

Suarjaya Diganjar 12 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Pelajaran sangat berat diterima I Gusti Kade Suarjaya. Akibat terjerat kasus narkoba, pria berusia 39 tahun asal sebuah desa di Tabanan ini diganjar pidana penjara selama 12 tahun. Majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day menyatakan terdakwa yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas itu bersalah melakukan tindak pidana narkotika, sebagaimana yang telah diatur dan diancam dalam Pasal 112 ayat (2) Undangundang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam kasus ini, terdakwa disebut memiliki atau menguasai narkotika golongan I jenis sabu-sabu (SS) seberat 6,44 gram netto. Selain dipidana penjara selama 13 tahun, terdakwa juga dihukum membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider lima bulan kurungan. Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar langsung menyatakan menerima putusan majelis hakim. Apalagi, putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU sebelumnya menuntut Suarjaya dengan pidana penjara selama 15 tahun. Masih dalam amar putusan hakim, kasus ini bermula dari terdakwa menerima telepon dari seseorang yang bernama Pak Yan Jaya pada 11 Juli 2019 sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu terdakwa diperintahkan untuk ke Jalan Gatot Subroto barat. Sesampai di lokasi, Suarjaya kembali disuruh untuk mengambil tempelan SS di bawah tiang listrik di depan CV Adi Jaya, Jalan Pondok Asri, Banjar Tegal, Dalung, Kuta Utara, Badung. Terdakwa kemudian mencari tempelan SS tersebut dan menemukan satu buah pembungkus rokok yang bertumpuk dengan dompet kecil warna cokelat dan di sampingnya ada paket yang dibalut dengan plastik warna hitam. Terdakwa kemudian mengambil barang-barang tersebut dan dimasukkan ke dalam tas. Tak berselang lama, dia ditangkap polisi. Saat digeledah ditemukan satu paket yang dibalut plastik klip warna berisi lima paket berisi SS yang beratnya bervariasi dan di dalam dompet warna cokelat ditemukan satu buah plastik klip berisi SS. (kmb37)

Bali Post/eka

AMBROL - Salah seorang warga melintas di sekitar dinding Pasar Badung yang ambrol, Rabu (11/12) kemarin.

Perbaikan Dinding Pasar Badung Jangan Sekadar Tempel

Denpasar (Bali Post) –

Pascajebolnya beberapa tempelan ornamen Bali pada pilar bagian barat, pihak rekanan akan segera melakukan perbaikan. Namun, perbaikan ornamen yang telah berjatuhan tersebut diminta tidak hanya menempelkan dengan yang baru. Harus dilakukan secara komprehensif, termasuk kekuatan dan keamanan di waktu mendatang. Mengingat, bangunan pasar merupakan area publik yang perlu mendapat perhatian dalam bidang keamanannya. Ketua Komisi III DPRD Denpasar Eko Supriadi menegaskan hal itu, Rabu (11/12) kemarin. Eko Supriadi berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh. Artinya, tidak saja memperbaiki yang mengalami kerusakan. Perlu dilakukan secara menyeluruh, karena ada yang retak-retak. ‘’Kami khawatir bila perbaikannya dilakukan hanya pada yang mengalami kerusakan, kekuatan tempelan ornamen lainnya tetap akan rawan ambruk. Jadi saya berharap harus dilakukan dengan baik,’’ ujar politisi

PDI-P ini. Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar telah mengadakan rapat untuk melakukan pembahasan hal tersebut. Rapat antara Dinas PUPR dengan pihak terkait, seperti PT Gaharu Sempana selaku Konsultan Perencana, PT Mitra Tri Sakti selaku Konsultan Pengawas Tahap I (TA 2017), PT Yodya Karya (Persero) selaku Konsultan Pengawas Tahap II

(TA 2018), serta PT Nindya Karya (Persero) selaku Kontraktor Pelaksana Tahap I dan Tahap II. Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan, setelah dilakukan evaluasi oleh timnya, ia mengklaim dokumen perencanaan sudah sesuai dengan kondisi eksisting. Di mana sudah mempertimbangkan muka air tanah dan kedalaman tanah keras sesuai dengan Laporan Penyelidikan

Tanah berada pada elevasi 4.00 meter dari muka tanah asal. ‘’Sedangkan elevasi lantai basement dua berada pada elevasi 6.00 meter dari permukaan tanah asal. Pelaksanaannya sudah sesuai dengan perencanaan,’’ katanya. Menurut Jimmy Sidarta, tak ada keteledoran dalam pengawasan proses pengerjaan Pasar Badung ini dan semua pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan perencanaan. Dikatakan, jebolnya ornamen stil Bali di sisi barat pasar dikarenakan bangunan mengalami pergerakan sehingga mengakibatkan pasangan ornamen Bali mengalami keretakan. Untuk rencana perbaikan oleh pihak kontraktor, terlebih dahulu akan melaksanakan

pembongkaran terhadap pasangan ornamen Bali eksisting. Secara visual ini terlihat akibat pergerakan terhadap balok konsol bukan struktur utama dan fondasi menerus di sisi barat. Sedangkan untuk antisipasi agar tak terjadinya keretakan yang lebih luas pada tempelan pasangan ornamen Bali, pihaknya bersama tim akan mengadakan penelitian lapangan dan kajian teknis penyebab dari keretakan tersebut. Sehingga nantinya bisa diambil langkah yang tepat untuk mengatasinya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Sikapi Penyakit ’’African Swine Fever’’

Dinas Pertanian Cek Peternak Babi Denpasar (Bali Post) Merebaknya isu sejumlah babi mati mendadak karena diduga terjangkit penyakit African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika langsung direspons oleh Dinas Pertanian Kota Denpasar. Tim langsung diturunkan ke sejumlah peternak babi, Rabu (11/12) kemarin. Pemantauan yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra ini menyasar sejumlah warga yang memiliki kandang babi di wilayah Tanjung Bungkak, Pesanggaran, Suwung Kangin, Kelompok Peternak Sebasari, Kelompok Peternak Kresek, Kelurahan Pedungan, Kelurahan Sesetan dan Desa Sidakarya yang diisukan terdapat babi yang mati se-

cara mendadak. Namun dari hasil pemantauan tersebut, ternyata tidak ditemukan satu pun babi yang mati secara mendadak. ‘’Kami mendengar isu kalau ada babi mati secara mendadak. Kami langsung turun mengecek kebenarannya. Kita langsung datangi pemilik babi yang diisukan babinya mati mendadak. Tapi ternyata tidak ditemukan ada babi mati per hari ini,’’ ujarnya. Kendati demikian, Ambara Putra mengakui dalam beberapa bulan terakhir ada sejumlah babi yang mati. Namun, kematian tersebut tidak secara mendadak. Melainkan mati karena sakit. ‘’Memang ada laporan yang kami terima ada beberapa babi yang mati. Tetapi kejadiannya sudah lama. Ada

yang sebulan lalu, ada juga yang sebulan lebih. Data pasti kematian babi kami tidak punya, tetapi kalau dikumpulkan kira-kira ada 50 ekor selama beberapa bulan ini. Tetapi kami pastikan matinya karena sakit. Tidak secara mendadak, apalagi karena ASF. Kalau ada informasi bahwa itu mati karena ASF, kami pastikan itu hoax,’’ ujarnya. Terkait adanya isu bahwa matinya sejumlah ternak babi tersebut akibat terjangkit virus ASF, Ambara Putra memastikan informasi tersebut tidak benar. ‘’Kami tegaskan sampai saat ini belum ada kasus ASF di Denpasar. Terkait adanya ternak babi yang mati, tadi kami bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner sudah melakukan pengambilan

sampel kepada babi yang sakit, di mana sebelumnya di kandang tersebut juga ada babi yang mati. Hasilnya belum keluar, tetapi kalau dilihat dari hasil patologi anatomi yang dilakukan, hanya ada paru-paru yang lebam, mengarah pada penyakit Septicaemia Epizootika (SE). Belum mengarah ke ciri-ciri ASF,’’ ujarnya. Mengingat dari hasil investigasi tidak ada babi mati secara mendadak, apalagi karena penyakit ASF, Ambara Putra mengharapkan agar masyarakat tidak khawatir. ‘’Bagi masyarakat yang mengkonsumsi daging babi, silakan. Tidak masalah, yang penting masak yang benar. Tidak perlu khawatir,’’ ujarnya. Ambara Putra juga mengimbau para peternak

babi yang mengalami masalah terkait hewan ternaknya agar segera melapor kepada Dinas Pertanian Kota Denpasar untuk segera mendapatkan penanganan. ‘’Misalnya, kalau ada yang sakit ataupun gejala lainnya, segeralah melapor ke Dinas Pertanian. Kami akan langsung memantau kondisi hewan ternak babi tersebut,’ ujarnya. Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar drh. I Made Ngurah Sugiri mengatakan, sesaat setelah menerima informasi adanya ternak babi yang mati di Denpasar, pihaknya bersama tim langsung menyebar untuk mengecek kebenaran informasi tersebut, termasuk mengecek lokasi-lokasi peternakan yang ada di Denpasar. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) – Tim Opsnal Polsek Kuta Utara mengungkap kasus

pencurian di sejumlah vila yang ditempati warga negara asing (WNA). Korbannya

warga negara Amerika, Michael Montecillodan Hanson Cheng, di Villa Coltrane di

Jalan Nelayan Gang 32, Desa Canggu, Kuta Utara. Pelakunya Rudi Hartono (30). “Pelaku kami tangkap di tempat tinggalnya di Jalan Muding Indah Gang Palm, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Senin (9/12) lalu,” ujar Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Rabu (11/12) kemarin. Menurut Anom Danujaya, penangkapan terhadap pelaku dilakukan Tim Opsnal Polsek Kuta Utara dipimpin Panit Ipda Made Galih Artawiguna. Terungkapnya kasus ini berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, termasuk kedua korban. Saat diperiksa, kata Anom Danujaya, pelaku mengakui sudah melakukan pencurian

beberapa kali di sejumlah vila selama tujuh bulan terakhir. Adapun TKP tersebut, di antaranya vila di Jalan Nelayan, Jalan Tandeg, seputaran Batu Mejan, Jalan Padang Linjong, Jalan Batu Bolong, daerah Kerobokan dan wilayah Pererenan. “Modusnya pelaku masuk ke TKP lewat belakang vila, lalu mencongkel jendela dengan menggunakan obeng. Ia beraksi setelah memastikan vila tersebut tidak ada penghuni,” ujarnya. Terkait kasus ini, polisi mengamankan barang bukti satu buah Mac Book Pro, satu buah kamera Sonny A75, dua buah kamera Panasonic Lumix GH5, dua buah obeng dan satu unit sepeda motor milik pelaku. (kmb36)

Maling Spesialis Vila Warga Asing Diringkus

Topik : waspadai penumpukan angkatan kerja Bali Post/ist

KASUS - Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Putu Gede Anom Danujaya merilis pengungkapan kasus pembobolan vila.


Kamis Umanis, 12 Desember 2019

Puluhan Duktang Tanpa Identitas Ditertibkan Mangupura (Bali Post) -

Kabupaten Badung sebagai daerah pariwisata dunia menjadi magnet bagi semua orang, termasuk bagi pencari kerja. Sayangnya kehadiran mereka tidak dilengkapi dengan identitas jelas. Berdasarkan hasil sidak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, selama dua pekan terakhir ditemukan 29 orang penduduk pendatang (duktang) yang tinggal di Gumi Keris tanpa identitas jelas.

Bali Post/ist

PENDATANG - Satpol PP Badung menertibkan penduduk pendatang tanpa identitas ,belum lama ini.

Kepala Satpol PP Kabupaten Badung IGAK Suryanegara tidak menampik perihal tersebut. Berdasarkan hasil sidak, duktang yang ditertibkan itu dominan tinggal di rumah kos dan bedeng-bedeng. “Ya, ada puluhan yang sudah kami amankan. Seperti Kamis (5/12) lalu di Blahkiuh ditertibkan empat orang dan Minggu (8/12) lalu tiga orang.

Itu belum di Kerobokan, Dalung, Tibubeneng dan seputara Abianbase. Mereka modal nekat saja kerja tanpa identitas jelas,” ujar Suryanegara Rabu (11/12) kemarin. Menurut Suryanegara, pihaknya juga sempat mengamankan tiga orang pemuda yang berkeliaran di Terminal Mengwi dan menganggu penumpang di

terminal tipe A tersebut. “Mereka diserahkan oleh kepala terminal, karena mondar-mandir di sana tidak jelas dan mengganggu penumpang,” katanya. Suryanegara menegaskan, pihaknya terus melakukan sidak dan patroli keliling guna memberikan rasa aman bagi masyarakat. Terlebih Badung sebagai destinasi utama pariwisata dunia

yang banyak dikunjungin wisatawan asing. “Biasanya setelah kami amankan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dipulangkan,” ujarnya. Birokrat asal Denpasar ini merinci hasil sidak selama Desember yang berhasil mengamankan 29 orang. Mereka di antaranya terjaring di Tumbak Bayuh 22 orang, empat orang di Blahkiuh dan tiga orang di Terminal Mengwi. “Jadi, semuanya ada 29 orang. Sebanyak 22 orang di antaranya diajukan ke sidang tipiring dan tujuh orang dipulangkan ke daerah asalnya,” tegasnya. (kmb27)

Rusak Fasilitas Hotel Dua WNA Diamankan Mangupura (Bali Post) Warga negara asing (WNA) berinisial AMA (32) asal Saudi Arabia bersama pacarnya, ZB (35) asal Maroko, diamankan di Polsek Kuta, Selasa (10/12) lalu. Pasalnya, mereka merusak fasilitas Hotel Fontana di Jalan Dewi Sri, Legian, Kuta. Pihak hotel lalu membawa mereka ke Polsek. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa, Rabu (11/12) kemarin mengatakan, pelaku yang menginap di hotel tersebut adalah AMA asal Saudi Arabia. Sedangkan ZB menginap di hotel lain di Kuta. ‘’Mereka ini pacaran. Kasus perusakan fasilitas hotel ini diawali cekcok antara pasangan kekasih ini,’’ tegas Iptu Ika Prabawa. Buntut dari perang mulut tersebut, kedua warga asing itu sama-sama merusak fasilitas hotel yang ada di kamar tersebut. Mereka merusak televisi, pesawat telepon, tanda larangan merokok, dan membuat lantai kamar basah. ‘’Saat kedua pelaku dibawa ke Polsek Kuta oleh pihak hotel, dilakukan mediasi. Akhirnya kedua belah pihak berdamai dan pelaku siap membayar kerugian yang dialami oleh pihak hotel,’’ ujar mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. (kmb36)

Penjambret Kabur ke Hutan Bakau

Mangupura (Bali Post) Usai menjambret Siska Cintiaka (28) di depan RSU Graha Asih di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, komplotan penjambret kabur ke arah Kedonganan. Namun mereka jatuh di selatan Tugu Patung Gusti Ngurah Rai. Selanjutnya dua penjambret ini kabur ke hutan bakau. Setelah menyisir hutan bakau, akhirnya polisi berhasil menangkap satu pelaku, Subandi (20) asal NTB, beberapa waktu lalu. Awalnya korban pulang dari tempat kerjanya sekitar pukul 23.30 Wita. Saat melintas di TKP, tiba-tiba dipepet pelaku bersama temannya. Pelaku langsung menjambret HP yang berada di dalam tas korban. “Waktu itu korban lupa menutup resleting tasnya. Akibat ulah penjambret itu, korban sampai jatuh dan pelaku langsung kabur,” ujar Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa. Setelah menerima laporan kasus ini, kata Ika Prabawa, Tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Panit 1, Ipda Erick Wijaya Siagian mendatangi TKP. Dari saksi diperoleh informasi bahwa pelaku sempat dikejar warga dan terjatuh di selatan Tugu Patung Ngurah Rai. Selanjutnya pelaku kabur ke tengah hutan bakau dan meninggalkan sepeda motornya. “Anggota kami bersama warga melakukan penyisisiran hutan bakau tersebut. Kami berhasil mengamankan satu pelaku (Subandi). Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Kuta untuk pengembangan dan proses lebih lanjut,” ujarnya. Menurut Ika Prabawa, saat ini petugas masih mencari satu pelaku yang berhasil kabur. “Identitasnya sudah ada, tinggal mencari tempat persembunyiannya,” kata mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. (kmb36)

Bali Post/ist

MEMPERIHATINKAN - Sebuah bangunan di wilayah Abiansemal, Badung menjadi sorotan di media sosial lantaran kondisinya yang memperihatinkan.

Bangunan Lapuk Jadi Sorotan Warga

Mangupura (Bali Post) Sebuah bangunan di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal menjadi pergunjingan di media sosial (medsos). Pasalnya, bangunan milik I Nyoman Semadi nampak lapuk dan rusak parah. Dalam postingan di medsos, bangunan milik warga Badung itu disebutkan sempat disurvei sekitar lima bulan lalu oleh aparat pemerintah. Namun belum mendapatkan penanganan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung Ketut Sudarsana mengatakan, pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan perihal keberadaan bangunan tersebut. Pihaknya juga

melakukan verifikasi kembali terkait laporan warga tersebut. “Kami cek dulu itu rumah atau bangunan dapur yang rusak. Kalau dapur, kami belum bisa bantu karena program kami adalah rehab rumah sehat,” ujar Sudarsana, Rabu (11/12) kemarin. Menurut Sudarsana, program bedah rumah berada di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Badung. Karena itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak desa serta aparat terbawah, apakah sebelumnya sudah mendapat bantuan bedah rumah. “Untuk memperjelas lagi, kami akan menurunkan petugas

untuk mengecek bagunan itu sehingga nanti tidak ada informasi yang salah saat kami mengambil tindakan,” katanya. Sudarsana mengatakan, ada 25 warga yang diusulkan untuk dibantu dalam bentuk rehab rumah sehat di Banjar Tabah, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal. Jika terdapat warga yang tercecer akan koordinasikan ke tingkat desa dan Dinas Perkim Badung. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perkim Badung A.A. Bayu Kumara Putra mengakui telah melakukan survei terhadap bangunan tersebut. Dari hasil survei itu, bangunan itu adalah dapur.

“Kalau di Dinas Perkim mengurusi bedah rumah, bukan perbaikan dapur. Kami pun dilema terkait hal ini, karena jika dibantu akan melanggar aturan bedah rumah, karena memperbaiki dapurnya saja,” jelasnya. Selain itu, kata Kumara Putra, untuk usulan di tahun 2020 telah terverifikasi. Jika ada rumah warga yang belum diusulkan, dapat diajukan di tahun 2021 mulai dari Januari hingga Agustus 2020. “Semuanya bermuara pada pihak aparat desa yang melakukan usulan ke kami,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Desa Taman Abiansemal I Gusti Made Sudarpa mem-

bantah informasi yang beredar di medsos tersebut. Sejatinya bangunan rusak tersebut bukan rumah, melainkan dapur yang digunakan memasak pakan untuk ternak. “Itu dapur sebenarnya. Dapur itu pun tidak berfungsi, hanya digunakan untuk masak pakan ternak,” tegasnya. Dalam satu pakarangan tersebut, kata Sudarpa memang terdapat dua kepala keluarga. Bahkan atas nama I Nyoman Semadi tersebut sudah diusulkan bedah rumah dan sudah lolos. “Jadi, itu sudah masuk dalam daftar tunggu karena 2019 kan belum ada bedah rumah. Ini harus menunggu,” tegasnya. (kmb27)

UMS Disepakati

Tak Mampu Bayar, Perusahaan Wajib Ajukan Penangguhan

Tersangka Subandi

Bali Post/kmb36

341 Kasus Kebakaran Sepanjang 2019 Mangupura (Bali Post) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Badung mencatat ada sebanyak 341 kasus kebakaran di wilayah Badung selama Januari hingga awal Desember 2019. Menurut Kepala Dinas Kebakaran Kabupaten Badung I Wayan Wirya, faktor yang paling banyak memicu terjadinya kebakaran adalah membakar sampah. Dalam catatan, ada 171 kebakaran yang disebabkan oleh pembakaran sampah, disusul kebakaran karena korsleting listrik sebanyak 65 kejadian. Sedangkan faktor kebocoran gas elpiji menempati posisi ketiga. Menurut Wirya, kasus kebakaran tertinggi terjadi Oktober 2019 dengan 64 kejadian, diikuti November (49 kejadian), Agustus (41), Juli (38) dan September tercatat 37 kejadian. Sementara pada bulan lainnya tertinggi hanya mencapai 25 kejadian. “Yang terendah itu pada Februari 2019 sebanyak 14 kejadian, kemudian pada Maret ada 16 kejadian. Selanjutnya pada Januari dan Mei masingmasing 18 kejadian. Sementara pada April 22 kejadian dan Juni 24 kejadian,” katanya memaparkan. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Dewan Pengupahan Kabupaten Badung telah menyepakati Upah Minimum Sektoral (UMS) Tahun 2020 sebesar Rp 3.076.597,27. Dewan pengupahan meminta para pengusaha yang tidak mampu membayar segera mengajukan penangguhan. Dikonfirmasi Rabu (11/12) kemarin, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Oka

Dirga mengatakan, penangguhan pembayaran UMS memungkinkan dilakukan. Namun permohonan merupakan hasil kesepakatan tertulis antara perusahaan dan karyawan. “Paling lambat 10 hari setelah ditetapkan oleh Gubernur. Namun UMS Tahun 2020 di Badung baru disepekati saja, belum ditetapkan secara resmi,” ujar Oka Dirga Rabu (11/12) kemarin. Dengan dasar kesepaka-

tan tertulis, kata Oka Dirga perusahaan dapat mengajukan penangguhan penerapan UMS. Namun penangguhan bukan berarti menghilangkan kewajiban perusahaan membayar selisih upah selama masa penangguhan. “Perusahaan yang belum sanggup menerapkan UMS karena kondisi perusahaan yang tidak memungkinkan, dapat mengajukan penangguhan. Sepanjang permohonan merupakan hasil

Mangupura (Bali Post) Mobil Nissan Juke merah DK 1214 RK yang dikemudikan Urs Klee (59) asal Swiss, terbakar di Simpang Kampus Unud di Jalan By-pass Ngurah Rai, Jimbaran, Kuta Selatan (Kutsel), Rabu (11/12) kemarin. Urs Klee langsung menyelamatkan diri dan keluar dari mobil tersebut. Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, didampingi Kanit Laka Satlantas, Iptu Ni Luh Tiviasih mengatakan, selama di Bali korban tinggal di Jalan Karangmas Gang Kencana, Jimbaran. “Kejadiannya pukul 00.15 Wita. Kasus ini kecelakaan tunggal,” ujarnya.

Kronologisnya, korban yang mengendarai mobil naas tersebut melaju dari arah barat. Diduga saat itu korban memaksakan dirinya mengemudi mobil menuju tempat tinggalnya. Saat memasuki TKP, mobil tersebut menabrak median jalan. Selanjutnya dari kap mesin keluar kobaran api. “Korban langsung keluar dari mobil tersebut. Api langsung membakar mobil warna merah tersebut,” kata mantan Kanitreskrim Polsek Kutsel ini. Beruntung korban tidak mengalami luka apa pun. Menurut Iptu Tiviasih, korban diduga mengendarai mobil di bawah pengaruh alcohol, karena saat keluar mobil terlihat sempoyongan. (kmb36)

TERBAKAR - Mobil Nissan Juke terbakar setelah menabrak median jalan.

kesepakatan tertulis antara perusahaan dan karyawan,” jelasnya. Kendati demikian, pihaknya yakin semua perusahaan di Badung siap menerapkan UMS. Sebab, saat sosialisasi kenaikan UMS maupun UMK Tahun 2020 beberapa waktu lalu, seluruh perwakilan perusahaan tidak ada yang menyatakan keberatan. “Saat sosialisasi tidak ada yang keberatan, artinya mereka

siap,” tegasnya. Berdasarkan kesepakatan Dewan Pengupahan pada Kamis (5/12) lalu besaran UMS Kabupaten Badung Tahun 2020 sebesar Rp 3.076.597,27. Nilai tersebut naik 5 persen dari UMS Tahun 2019, yakni sebesar Rp 2.835.312,20. Khusus untuk UMS, hanya berlaku untuk perusahaan perhotelan, khususnya hotel bintang 3, bintang 4, dan bintang 5. (kmb27)

Mobil Terbakar, Warga Swiss Selamat

Bali Post/ist


Kamis Umanis, 12 Desember 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Merumuskan Pola Pembelajaran Berkelanjutan PERSOALAN di seputar pendidikan se-pertinya tidak akan pernah habis dibahas. Seperti sumur yang tidak pernah kering. Sayangnya, air dalam sumur itu bukan dalam konteks berkah tetapi lebih banyak mengacu pada masalah. Tidak hanya soal guru, siswa, orangtua murid, sarana dan prasarana sekolah dan tentu saja sistem pendidikan itu sendiri sebagai bingkai besarnya. Apalagi? Banyak sekali. Tetapi sejatinya kita juga mestinya memberikan opsi yang sedikit lebihlah pada sisi positifnya. Tidak sedikit guru yang berprestasi. Banyak juga siswa yang punya telenta tinggi, sekolah dengan fasilitas memadai pun cukuplah. Namun hal-hal positif itu sepertinya hilang di tengah riuh rendah silang sengketa serta kontroversi kebijakan para pejabatnya. Siswa semestinya diberikan peluang serta ruang yang memadai untuk belajar dan menumbuhkembangkan ide-ide kreatif dan inovatif. Okelah. Guru juga sama. Diberikan kebebasan dalam koridornya. Mengembangkan bakat serta fungsi hakiki dari guru itu sendiri. Menjadi figur yang digugu dan ditiru. Sistem memang seringkali tidak baku. Ini sebenarnya inti persoalannya. Mudah berubah dan diubah. Kembalikanlan fungsinya sebagaimana mestinya. Sekolah tempat belajar, bukan sebuah laboratorium percobaan. Sekolah juga tempat untuk mengenal tentang potensi dirinya sendiri pada siswa tersebut. Mengembangkan bakatnya dengan polesan di sana-sini oleh para gurunya, serta dorongan moral kuat dari orangtuanya. Guru juga begitu. Punya tanggung jawab moral. Ketika banyak disinggung tentang pribadi guru sekarang yang cuma mengajar. Itu juga ada benarnya. Mari introspeksi semuanya. Jangan mengaku benar sendiri. Di tengah kondisi yang sering berubah memang diperlukan napas panjang serta keluwesan dalam berpikir. Ini akan menentukan tindakan selanjutnya agar tidak terburu-buru. Karena biasanya, hasilnya akan banyak yang keliru. Untuk itulah ke depan dunia pendidikan hendaknya memiliki pola pembelajaran yang utuh. Tidak hanya mengasah kecerdasan kognitif dengan berbagai tantangan keilmuan, melainkan juga membangun behavior murid dengan pendekatan yang terukur. Cerdas dan berkarakter telah lama menjadi harapan dunia pendidikan. Sayangnya, hingga kini harapan itu hanyalah sebatas harapan. Bahkan, ketika cerdas, bertata krama serta profesional menjadi target pembelajaran, maka kebijakan di sektor pendidikan haruslah jelas. Jangan membuat kebijakan tentatif yang membutuhkan banyak waktu hanya untuk adaptasi. Kebijakan harus berkelanjutan dengan metode pencapain yang jelas pula.

Rehabilitasi Guru Merdeka Paulo Freire dari Brazil berjuang untuk melawan sistem pendidikan yang menindas siswa, yang kelak terkenal ke seluruh dunia dengan konsep ‘’sekolah adalah penjara’’. Hal ini dikaji dalam berbagai ulasan penting Freire, yang diberi tajuk kritis: ‘’pedagogi penindasan atau pedagogi hitam’’. Pada banyak negara berkembang praktik persekolahan yang masih kental dikendalikan oleh sistem pedagogi penindasan.

Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. i atas segala kerendahan hati, Indonesia kini, di bawah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dengan tegas akan membongkar dan untuk mengakhiri praktik pedagogi hitam. Di dalam pedagogi ini, guru-guru Indonesia terpenjara. Penjara ini dibangun dalam sistem birokrasi pendidikan di daerah-daerah. Dalam sistem pendidikan penjara, guru kehilangan kemerdekaan sehingga pengajaran di sekolah tidak berlangsung di alam pikiran dan jiwa yang merdeka dan tidak memerdekakan. Karena itu, Pak Menteri akan membebaskan guru dari ‘’sistem penjara’’ administrasi dan pengawas, agar siswa merdeka belajar dan guru merdeka mengajar, yang merupakan salah satu poin dalam sambutan Pak Menteri pada Hari Guru 2019 yang lalu. Hilangnya rasa, jiwa, dan pikiran merdeka guru menciptakan suasana pendidikan yang ‘’murung’’, bisu, dan tertekan. Guru menjadi robot. Kerja bagi guru hanyalah rutinitas bertahun-tahun. Guru-guru tidak memiliki keinginan belajar. Guru mengajar untuk memenuhi target administrasi (e-raport, RPP, analisis soal, penilaian proses). Guru fobia inovasi dan perubahan. Pengajaran berpusat pada diri guru. Guru suka memberi nasihat dan tidak memberi contoh. Guru tidak bangga dengan profesinya. Guru bekerja untuk atasan dan bukan untuk siswa. Guru mengutamakan ‘’bahan habis’’ dan bukan proses belajar. Guru tidak ingin susah. Guru memilih cari aman. Guru menyerah pada

siswa bandel. Guru hanya suka mengajar siswa yang pintar. Guru tidak suka membaca buku. Guru saling tertutup satu sama lain. Guru berprestasi dimusuhi oleh guru lainnya, dan seterusnya. Namun dengan catatan tebal, memang ada terlampau sedikit guru yang hebat, inspiratif bagi siswa, berasa, berpikiran, dan berjiwa merdeka. Kedatangan Bapak Menteri Nadiem Makarim pertama-tama adalah untuk mereka, sebagai legitimasi besar bahwa apa yang guruguru hebat ini telah lakukan adalah kebenaran pendidikan yang sesungguhnya. Karena itu, isi sambutan Pak Menteri adalah yang sepantasnya bagi guru-guru tipe ini. Namun hal yang sebaliknya terjadi pada guru-guru terpenjara rasa, jiwa, dan pikirannya. Mereka bergeming, apatis, apriori, sebagaimana hal yang selalu terjadi setiap perubahan dan inovasi mengetuk pintupintu sekolah. Maka, belum apa-apa, guru-guru inilah yang berteriak menolak dengan dalih bahwa tugas guru sudah terlalu banyak dan berat. Memerdekakan guru pun harus melewai tahapan rehabilitasi, rasa, jiwa, dan pikiran. Keadaan ini memang sangat menyedihkan yang tidak jauh beda dengan nasib satwa liar terlindungi, seperti orangutan yang bertahun-tahun dipelihara dalam kandang-kandang yang sempit. Maka Pak Menteri tidak ubahnya seperti aktivis lingkungan yang bekerja keras untuk menyelamatkan orangutan dengan mengembalikannya ke habitat liar. Namun sudah pula dimafhumi, para penyelamat satwa tidak bisa

langsung mengambil seekor orangutan atau elang Jawa dari kandang pribadi lalu melarikannya ke hutan. Ada tahapan panjang untuk dilalui: rehabilitasi yang mungkin tidak bisa berhasil seluruhnya karena ada saja satwa yang gagal dan tidak siap pulang ke habitat liar. Dengan analogi cerita tersebut, memerdekakan guru dimulai dengan melakukan program rehabilitasi. Jika dulu ada banyak pelatihan, seminar, lokakarya, bimbingan teknis, untuk para guru, untuk meningkatkan segala kompetensinya, maka kini justru yang dibutuhkan adalah terapi atau penyembuhan yang mungkin lebih sulit karena masalah kemerdekaan rasa, pikiran, dan jiwa guru memang sudah akut. Rehabilitasi guru bertujuan untuk mengembalikan guru kepada suatu ranah kesadaran hakiki, yang juga dimiliki oleh manusia pada umumnya agar mereka memiliki kembali rasa, jiwa, dan pikiran merdeka itu. Dengan asumsi bahwa pidato Pak Menteri diterima sebagai kabar kebebasan guru, maka hal ini sudah menjadi faktor penentu yang sangat penting bagi kemerdekaan guru-guru di Indonesia. Tetapi jika pada umumnya guru tidak paham dengan isi pidato tersebut, maka agenda pembebasan guru dari ‘’penjara’’ birokrasi pendidikan di daerah-daerah, tidak bermakna apa-apa. Guru untuk kesekian kalinya menunjukkan sikap antiperubahan dan dalam hal ini jelas kiranya: mereka tidak memerlukan rasa, pikiran, dan jiwa merdeka. Rehabilitasi guru mau tidak mau harus dilakukan untuk memulai perubahan nyata pada

Terkait Perusakan Pura di Bromo, Senator RI Galang Bantuan Umat Hindu Bantu Tengger

Bahas Dirut Garuda di Rawamangun, Wedakarna Kritik Karakter Orang Bali yang Kerap Mem-’’bully’’ Sameton SOSOK tokoh muda Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III memang berbeda dari tokoh Bali lainnya. Sikap dan pembawaan yang apa adanya, kejujuran serta kedewasaan menyikapi masalah yang dihadapi oleh orang Bali membuat anggota DPD-RI asal Bali ini mendapatkan tempat khusus di hati rakyat, tidak saja di Bali tetapi juga di luar Bali. Salah satunya terekam dari sikap Arya Wedakarna (AWK) dalam melihat ketidakbersatuan dari orang Bali dalam menghadapi tantangan di Bali. ‘’Salah satu tugas mendasar yang harus diselesaikan oleh orang Bali di zaman ini adalah mengubah karakter anakanak muda Bali menjadi lebih positif dan sportif. Masih banyak sifat dan karakter negatif yang harus segera diperbaiki, salah satunya kebersatuan, tepa selira dan perasaan kuat ketika ada saudara sendiri. Terlepas dari salah dan benar, tapi harus diakui bahwa di Bali masih banyak orang tua yang kerap mem-bully saudaranya sendiri. Ini yang harus dilawan dan diubah,’’ ungkap Gusti Wedakarna saat menjadi pendharma wacana di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur di sela-sela odalan dan perayaan Hari Suci Saraswati. Ia pun mengambil kasus yang dialami oleh I GN Ari Ashkara (AA), Dirut Garuda Indonesia, yang kini menjadi sorotan. ‘’Saya tidak kenal dengan AA, tapi saya melihat sorotan media di Indonesia terhadap semeton AA ini sudah over expose. Ini kelewatan, bagaimana kasus hukum melebar menjadi kasus pribadi yang seharusnya

tidak usah diungkit-ungkit. Terlepas dari beliau salah atau benar, tapi sameton kita ini berhak membela diri dan hanya pengadilan yang bisa memutuskan seseorang itu salah atau benar. Sebelum itu ya… harus praduga tidak bersalah. Yang mengagetkan justru banyak orang Bali yang menjelekkan saudaranya, mem-bully AA seakan akan yang mem-bully itu tidak punya dosa dan ini karakter yang harus saya lawan, harus kita lawan dan harus diubah agar Bali ke depan tidak melahirkan generasi dengan karakter negatif. Jele iri ati dan juga karakter bengis. Mari kita jadikan kasus AA ini sebagai ajang mulat sarira dan kesempatan untuk menahan pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Intinya harus membela saudara sendiri agar Bali sejajar dengan suku bangsa lainnya yang begitu solider. Kata ibarat orang tua dulu, jele melah pada gelah (bagus tidaknya saudara, toh kita yang memiliki). Ini yang disebut Bung Karno dengan revolusi mental,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Sebagai pejabat negara, ia mendukung upaya pemerintah pusat untuk membersihkan BUMN dari para koruptor, namun tetap yang berhak memberikan sanksi adalah institusi hukum. ‘’Hati-hati mem-bully ya, ingat karmapala. Sekarang kita mem-bully seseorang, besok situasi yang sama bisa terjadi sama saudara. Jadi ingat terus prinsip Tri Kaya Parisudha,’’ tegas Gusti Wedakarna. Ditanya terkait perusakan palinggih di Tengger, Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, pihaknya mengaku akan segera

setiap diri guru yang dilakukan oleh guru bersangkutan. Hal ini bisa dikerjakan oleh seorang guru untuk bisa melihat realitas nyata siswa di dalam kelasnya. Ia mendengar cerita seorang siswa yang selalu diejek oleh teman-temannya karena ia laki-laki yang feminin. Guru ini mencoba mendiskusikan masalah ini dengan guru lainnya di ruang kelas. Ia juga menyelenggarakan rapat kelas yang tidak dihadiri oleh siswa yang bermasalah itu agar pembicaraan lebih terbuka. Di sini, ia mengambil keputusan untuk mulai bisa menerima siswa tersebut secara apa adanya. Guru yang melakukan perubahan kecil pada dirinya secara nyata, yang dilandasi oleh rasa, pikiran, dan jiwa merdeka bahwa dirinya bekerja untuk siswa di kelasnya dan bukan untuk kepala sekolah, pengawas, atau kepala dinas; menimbang bahwa apa yang dilakukan di luar kurikulum adalah hal yang sangat penting. Jadi, jika peran guru disebut dengan ‘’tugas’’, maka tugas guru yang merdeka tidak hanya mengajar di bawah ‘’hukum’’ kurikulum tetapi juga mengajak semua siswa di satu kelas untuk terlibat langsung dalam memecahkan persoalan teman-temannya. Guru merdeka tidak lagi hanya mengejar bahan habis lalu siap tes objektif dan jika hasil jelek skor bisa dikatrol ‘’semau gue’’ asal tidak diketahui oleh siapa pun. Guru merdeka akan mengembangkan cara-cara dan iklim belajar yang merdeka dan memerdekakan. Karena itu, belajar adalah untuk terampil hidup dengan cara mempelajari masalah hidup itu sendiri dan mencari jalan keluar bersama. Inilah pendidikan yang merdeka dan memerdekakan sekaligus mendewasakan. Inilah yang dimaksud dengan perubahan kecil dan mendasar yang bisa dilakukan oleh semua guru asal guru tersebut telah kembali kepada fitrah yang merdeka rasa, pikiran, dan jiwanya. Maka siswa akan merasakan iklim sekolah yang baru. Hari-hari yang penuh makna.

Ada kepedulian untuk semua siswa dan dari semua guru. Sekolah mulai meninggalkan retorika basa-basi omong kosong. Esai ini bermaksud memberi satu contoh kecil bagaimana cara seorang guru dapat menindaklanjuti sambutan Pak Menteri, tanpa harus menunggu seminar atau lokakarya rehabilitasi guru merdeka. Esai ini bertujuan pula untuk memicu rasa, pikiran, dan jiwa merdeka guru yang dapat dimulai di kelasnya sendiri. Penulis, dosen Undiksha, Pegiat Gerakan Literasi Akar Rumput pada Komunitas Desa Belajar Bali

POJOK

UN dihapus, penilaian siswa diserahkan ke sekolah. - Pendidikan mandiri. ***

Sistem peringatan dini tsunami dipasang di selatan Bali. - Bali waspada. *** Waspadai penumpukan angkatan kerja di Bali. - Krisis multidimensi.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi 2019 KEPALA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra menerima penghargaan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bertempat di Birawa Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Senin 10 Desember 2019. Acara ini juga dihadiri Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin yang menyerahkan penganugerahan Pemimpin Perubahan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kementerian Agama kepada Menteri Agama RI Fachrul Razi. Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo menjelaskan bahwa zona integritas merupakan miniatur pelaksanaan reformasi birokrasi di Indonesia. Pembangunan zona integritas ini bertujuan untuk membangun program reformasi birokrasi sehingga mampu mengembangkan budaya kerja birokrasi yang an-

tikorupsi, berkinerja tinggi dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas. ‘’Zona integritas dilakukan dengan membangun percontohan (role model) pada tingkat unit kerja pada instansi pemerintah sebagai unit menuju WBK/WBBM,’’ jelasnya. Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menegaskan, keberhasilan pembangunan akan bergantung pada keberhasilan reformasi birokrasi. Utamanya pada unit pelayanan yang berdampak pada masyarakat dan dunia usaha. ‘’Sukses tidaknya agenda pembangunan yang diusung Presiden akan bergantung pada keberhasilan reformasi birokrasi di pemerintah,’’ ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Apresiasi dan Penghargaan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Penghargaan kepada lima satuan kerja Kementerian Agama yang berhasil mendapat predikat Wilayah Bebas dari

Korupsi (WBK) 2019. Lima satker tersebut yaitu Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Bali, Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Balai Diklat Keagamaan Semarang, Kementerian Agama Kota Singkawang, dan Kementerian Agama Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menjadi satu-satunya Kantor Wilayah Kementerian Agama yang berhasil meraih penghargaan ini. I Nyoman Lastra selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh agen, duta, dan seluruh ASN di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. ‘’Penghargaan yang kita raih ini jadikan sebagai momentum tantangan kita ke depan untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhan layanan masyarakat pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali,’’ ujar Nyoman Lastra ditemui usai menerima penghargaan ZI ini. (ad284)

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna saat memberikan dharma wacana di Pura Rawamangun, Jakarta Timur. turun ke Bromo untuk melakukan pengawasan UU, termasuk membantu pembangunan palinggih dimaksud. ‘’Ada dua agenda di Jawa Timur, yakni menindaklanjuti penemuan arca Ganesha Gimbal di Magetan, Jawa Timur dan perusakan palinggih Hindu di Bromo. Saat ini kita serahkan masalah ini ke BPCB dan Badan Arkeologi dan juga aparat hukum. Selanjutnya kita harap tidak boleh lagi ada perusakan palinggih dan candi telantar. Tugas DPD-RI untuk mengoordinasikan hal ini dengan pusat, Pemkab, PHDI, tokoh umat, dan masyarakat. Kita harus jaga terus Pancasila dan NKRI dan ini perlu inisiatif

proaktif. Kita akan segera ke Jawa Timur. This is Satyagraha,’’ ungkap anggota Komite I DPD-RI Bidang Hukum ini. Saat ini DPD-RI B65 bekerja sama dengan Badan Dana Punia Hindu Nasional (BDPHN) sedang menggalang bantuan dana untuk pembangunan palinggih di sejumlah pura yang dirusak atau ditolak warga di luar Bali. Sumbangan bisa disalurkan ke rekening Dana Punia Hindu Nasional dengan nomor rekening Bank Mandiri (No. Rek: 1450011809486), Bank BRI (No. Rek: 001701000747308), Bank BNI (No. Rek: 0400111558) dan Bank BPD dengan No. rek: 0110113000652. (ad295)

PENGHARGAAN - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra menerima penghargaan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Umanis, 12 Desember 2019

Penataan Taman Kota Segera Rampung Tabanan (Bali Post) Proyek penataan taman di lingkungan kota Tabanan yang dikerjakan sejak Oktober, kini sudah mendekati rampung. Proyek yang ditargetkan tuntas akhir tahun ini diharapkan dapat mempercantik wajah kota Tabanan. Dari pantauan Rabu (11/12) kemarin, tampak para pekerja tengah menyelesaikan tugas masingmasing. Puluhan patung sudah terpasang di sepanjang Jalan Pahlawan atau di depan Kantor Bupati Tabanan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan I Made Subagia mengatakan, nilai kontrak proyek penataan taman di perkotaan Tabanan ini sebesar Rp2,1 miliar lebih. Dana bersumber dari BKK Kabupaten Badung. Kegiatan meliputi perbaikan taman keliling kantor Bupati, penataan taman boulevard (taman tengah jalan), kawasan patung Sri

Wedari, patung Bung Karno, lampu dan air mancur. ‘’Sampai saat ini masih terus dikerjakan, target akhir tahun ini sudah selesai penataan,’’ kata Subagia. Pengerjaan taman-taman di depan kantor Bupati, baik taman lingkar maupun taman boulevard ini, dikatakannya, akan mempercantik wajah Kota Tabanan. Meski belum sepenuhnya selesai dan masih sedang dikerjakan, namun sudah menunjukkan perubahan yang cukup signifan. Taman boulevard di depan kantor Bupati ditambahi ornamen dengan stil Bali yang di atasnya diisi patung-patung kecil penabuh gamelan. ‘’Kami juga tidak lupa dengan konsep tradisional Bali. Makanya ditambah dengan patung-patung kecil di beberapa tempat mempercantik taman selain patung yang sudah ada di kedua ujung taman,’’ jelasnya. Sementara tanaman juga diganti

Terbatas, Anggaran Pelantikan Perbekel

Tabanan (Bali Post) Tanggal pasti pelantikan perbekel terpilih dalam Pilkel 2019 di Kabupaten Tabanan telah diputuskan. Ke 97 perbekel terpilih tersebut akan dilantik pada 23 Desember 2019 bertempat di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan. Hanya prosesi pelantikannya dikemas sederhana lantaran terbatasnya anggaran. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan, Roemi Listyowati, Rabu (11/12) kemarin mengaku tidak hapal angka pasti anggaran pelantikan perbekel. Namun, dia menyebut anggarannya tidak sampai Rp 100 juta. ‘’Sederhana, namun tidak mengurangi makna pelantikan,’’ terangnya. Untuk kesiapan pelantikan, pihaknya juga telah bersurat pada Pj. perbekel di 97 desa penyelenggara pilkel. ‘’Surat sudah kami sampaikan, sekarang masih membuat sambutan untuk dilakukan revisi oleh pimpinan,’ ucapnya. Sementara untuk baju yang akan dikenakan selama prosesi pelantikan, kata Roemi, itu diper-

siapkan sendiri pemerintah desa. Anggarannya dari BKK Kabupaten Tabanan yang sudah masuk dalam APBDes masing-masing desa. ‘’Untuk besaran anggaran pakaian pelantikan itu berdasarkan RAB mereka. Yang jelas kami hanya memberikan arahan model di surat yang kami sampaikan. Ini agar desa mandiri,’’ terangnya. Untuk perbekel yang akan dilantik dan mengemban tugasnya ke depan, Roemi menekankan agar menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan dan regulasi. Jangan sampai ada penyimpangan. Para perbekel juga diharapkan terus belajar karena regulasi terus berubah. Roemi mengajak perbekel baru untuk menggali dan mengembangkan potensi desa masing-masing, agar menjadi sumber pendapatan asli desa. Selain itu juga ditekankan perlunya koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintahan desa dengan kabupaten. Dalam menyusun RPJMDes, wajib inline dengan kabupaten, provinsi maupun pusat. ‘’Jika ada kendala, seringlah berkonsultasi dan berkoordinasi agar tidak sampai menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari,’’ pesannya.

dengan yang baru, sehingga terlihat lebih asri jelang akhir tahun 2019. Kemudian, kanstin atau pinggiran taman keliling di depan kantor Bupati juga ditinggikan dan ditambah dengan ornamen batu alam. Di areal Taman Sri Wedari, selain akan dicat ulang patungnya, juga dilakukan peninggian kanstin taman dengan hiasan batu alam berbagai warna dan pemasangan batu alam pada dinding. Di diding taman juga akan diisi berbagai tulisan menarik. Namun, Subagia mengaku belum tahu jenis tulisan yang akan dibuat. ‘’Akan diisi dengan tulisan-tulisam inspiratif,’’ ucapnya. Pihaknya juga akan menata dan mempercantik areal patung Bung Karno di Kediri dan patung Catur Muka di Jalan Gajah Mada atau titik nol Tabanan. ‘’Untuk di titik nol atau catus pata itu akan lebih mengutamakan penataan untuk lampu dan air mancurnya,’’ terangnya. (kmb28)

PENATAAN - Para pekerja melakukan penataan taman di kawasan kota Tabanan.

Bali Post/bit

Selama Operasi Pekat Agung

Polisi Tuntaskan 13 Kasus dengan 14 Tersangka Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan, Rabu (11/12) kemarin mengungkapkan hasil Operasi Pekat Agung 2019. Selama dua bulan operasi tersebut, polisi berhasil menuntaskan 13 laporan kasus kriminal dengan 14 orang tersangka. Polres selama Operasi Pekat berhasil mengamankan 4 tersangka dari 3 kasus curat, 2 tersangka dari 2 kasus curanmor, 5 tersangka yang seorang di antaranya wanita dari 4 kasus narkoba dan masing-masing 1 tersangka dari kasus pencurian biasa, pengancaman dan penggelapan. Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo mengatakan, hasil pengungkapan ini merupakan bagian dari antisipasi kegiatan jelang Natal dan Tahun Baru 2020. ‘’Antisipasi tahun baru ada obat-obatan daftar G yang diamankan, yang tentunya mengantisipasi remaja menggunakan obat-obatan ini. Begitu pula ada kasus narkoba serta curanmor,’’ terangnya. Salah satu yang menarik perhatian dalam pengungkapan kasus kali ini yakni diamankannya tersangka I WR alias Klicuk. Pria 39 tahun asal Banjar Dinas Bongli, Desa Sangketan, Kecamatan Penebel ini terjerat kasus penganiayaan akibat rebutan janda. Ironisnya, tersangka sudah beristri. Kasus ini ditangani oleh Polsek Penebel. Dari keterangan penyidik Polsek Penebel, penganiayaan ini terjadi lantaran kesalahpahaman antara tersangka Klicuk dengan korban, Kadek Edi yang merupakan temannya satu desa. Tersangka sempat kesal dengan korban lantaran korban mencurigai ada hubungan pribadi dengan janda yang sudah dipacari korban sejak tiga bulan terakhir. Korban pun sempat meminta maaf jika telah membuat tersinggung tersangka. Namun tersangka tetap tidak terima dan justru mengancam akan membunuh korban. Tersangka mengambil pisau dari dalam mobilnya sambil mengacungkan pisau tersebut ke arah korban. Karena merasa takut dan terancam korban memutuskan melaporkan kasus ini ke Polsek Penebel. Sementara untuk kasus pencurian yang berhasil diungkap di antaranya kasus pencurian ternak sapi, pencurian HP, pencurian motor, dan pencurian tas. Sedangkan kasus penipuan dan

penggelapan yang diungkap adalah terkait rent car dan jual-beli mobil. ‘’Hasil kejahatan para pelaku ini banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ada juga untuk berjudi,’’ terangnya. Sementara itu, jelang Nataru, Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo menegaskan, kepolisian berupaya menciptakan keamanan dan ketertiban, apalagi Kabupaten Tabanan juga

merupakan daerah wisata yang tentunya dipadati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Polres Tabanan akan melaksanakan kegiatan pengamanan terpusat dan kewilayahan dengan melibatkan komponen masyarakat lainnya, di antaranya pecalang. ‘’Kami juga siap mengamankan sejumlah objek wisata secara terbuka dan tertutup. Harapan kami, wisatawan datang dan nikmati wisata di Kabupaten Tabanan dengan rasa aman dan nyaman. Bila melalui jalur darat, kami imbau agar lebih berhati-hati karena kondisi geografi Tabanan yang banyak tikungan dan tanjakan,’’ ungkapnya. (kmb28)

Bali Post/bit

PEKAT AGUNG - Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo menjelaskan hasil Operasi Pekat Agung 2019.

Kesehatan

BBPOM di Denpasar Terima Waspada Luka Dekubitus pada Pasien Tirah Baring Penghargaan ZI Unit Kerja Menuju WBK Oleh dr. Bertha Kawilarang

LUKA dekubitus atau juga dikenal sebagai luka tekan, merupakan suatu masalah yang sering ditemukan pada pasien tirah baring lama. Masalah luka dekubitus lebih sering ditemukan khususnya pada penderita penyakit kronis yang membutuhkan perawatan tirah baring total, atau pasien dengan gangguan tingkat kesadaran sehingga terjadi minimnya mobilisasi tubuh. Luka dekubitus sendiri menjadi masalah baru yang turut menambah durasi dan biaya perawatan di rumah sakit. Insiden kasus luka dekubitus di Indonesia terhitung cukup tinggi dibandingkan negara ASEAN lain yaitu sebesar 33,3% pada tahun 2014. Namun selain pasien rawat lama di rumah sakit, angka kejadian kasus ini juga tinggi pada pasien lansia yang dirawat di rumah ataupun home care. Sehingga perlu perhatian khusus untuk tata laksana pencegahan maupun penanganan kasus luka dekubitus. Pengertian luka dekubitus adalah munculnya luka terbuka pada permukaan kulit akibat adanya hambatan dalam mobilisasi atau pergerakan tubuh. Hal ini menyebabkan adanya tekanan gesekan yang terus-menerus antara permukaan kulit, jaringan lunak tubuh, dan permukaan benda seperti kursi roda atau tempat tidur. Akibatnya, terjadi kerusakan pada sirkulasi peredaran darah ke daerah tersebut. Penyebab utama dari luka dekubitus adalah kombinasi dari tekanan yang terjadi lama, serta berbagai macam faktor risiko penderita. Faktor risiko utama adalah imobilisasi akibat keadaan lumpuh, gangguan kesadaran, atau perawatan yang membutuhkan tirah baring total. Selain itu faktor kelembapan juga berpengaruh, antara lain akibat penumpukan keringat maupun produksi urin pada penderita inkontinensia, yang menyebabkan kerusakan kulit yang disebut maserasi. Faktor risiko lain yang turut meningkatkan risiko adalah usia lanjut yang rentan mengalami penurunan elastisitas kulit, kondisi malnutrisi maupun penyakit sistemik lain seperti diabetes melitus. Gejala yang muncul pada penderita luka dekubitus dapat bervariasi sesuai dengan derajat keparahannya. Pada derajat pertama, terjadi perubahan warna kulit menjadi kemerahan namun belum tampak luka yang terbuka. Pada derajat kedua, akibat terjadi tanda awal kematian jaringan atau nekrosis, maka mulai ditemukan luka terbuka dangkal dengan lepuhan berisi cairan. Pada derajat ketiga di mana kerusakan ditemukan di seluruh lapisan kulit sampai jaringan lemak, maka akan tampak luka berbentuk kawah tidak teratur dan bernanah. Pada derajat akhir yaitu keempat, kerusakan semakin luas mencapai jaringan otot dan tulang sehingga tampak jaringan kulit mati berwarna kehitaman. Tidak jarang pada derajat yang berat luka dekubitus juga disertai oleh komplikasi infeksi pada jaringan tulang yang disebut osteomielitis.

Tindakan pencegahan sangat diperlukan untuk mengurangi angka kejadian luka dekubitus. Hal yang perlu diajarkan kepada keluarga, pengasuh, maupun pihak lain yang merawat adalah bahwa penggantian posisi tubuh harus dilakukan selama lima menit setidaknya setiap dua jam sekali untuk mengurangi tekanan yang terus-menerus pada suatu bagian saja. Penderita dapat dimiringkan ke kanan atau ke kiri secara perlahan, namun hindari penyeretan paksa karena dapat mengakibatkan luka baru pada kulit. Sebaiknya alas tidur yang digunakan empuk dan berbahan jeli atau udara agar mencegah kondisi lembab dan sirkulasi yang terganggu. Produksi keringat, urin, atau feses juga harus segera dibersihkan dari tubuh pasien agar permukaan kulit tetap bersih dan kering. Selain itu secara holistik kondisi nutrisi pasien juga harus mencukupi agar proses penyembuhan luka berjalan baik. Perawatan di rumah sakit umumnya juga melibatkan tindakan fisioterapi dan relaksasi untuk mencegah kontraktur atau pemendekan otot dan sendi akibat gangguan mobilitas tubuh. Umumnya luka dekubitus dapat disembuhkan, walaupun penanganannya cukup beragam sesuai dengan derajat keparahan penderita. Pada penderita luka dekubitus derajat satu atau dua dapat dilakukan perawatan luka rutin. Namun pada derajat tiga dan empat, dibutuhkan tindakan lanjutan seperti operasi untuk mengangkat jaringan mati, dan menutup defek kulit menggunakan jaringan kulit dari bagian tubuh lain. Oleh karena itu, pada penderita yang tirah baring lama, sebaiknya harus diwaspadai adanya risiko luka dekubitus yang meningkat dengan melakukan tindakan pencegahan yang tepat. (ad293)

BALAI Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menerima apresiasi dan penghargaan Zona Integritas (ZI) Unit Kerja Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Selasa (10/12), di Gedung Birawa Hall, Bidakara-Jakarta. BBPOM di Denpasar adalah salah satu dari tujuh unit kerja BPOM yang mendapatkan penghargaan ini. Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Rabu (11/12) kemarin mengatakan, pembangunan ZI merupakan miniatur pelaksanaan reformasi birokrasi (RB) di Indonesia yang bertujuan untuk membangun program RB sehingga mampu mengembangkan budaya kerja birokrasi yang antikorupsi, berkinerja tinggi dan memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas. Selain itu, juga bertujuan untuk membangun percontohan pada tingkat unit kerja instansi pemerin-

tah sebagai unit menuju WBK. BBPOM telah mengusulkan 20 unit kerjanya. Tetapi hanya 17 unit kerja yang memenuhi syarat dalam menjalani penilaian. Menurut Aryapatni, dalam RB ada delapan areal perubahan, yaitu mental aparatur, pengawasan, akuntabilitas, kelembagaan, tata laksana, SDM aparatur, peraturan perundang-undangan dan pelayanan publik. Inilah yang kemudian menjadi dasar penilaian. Dari 17 kerja BBPOM, tujuh di antaranya mendapatkan penghargaan ZI Unit Kerja Menuju WBK yang salah satunya BBPOM di Denpasar. Penghargaan ini menunjukkan jika BBPOM di Denpasar benarbenar bebas dari KKN, pungli, gratifikasi maupun korupsi dan benarbenar memberikan pelayanan prima dan berkualitas kepada masyarakat. ‘’Penilaian ini tidak hanya dilakukan survei secara internal, tetapi juga eksternal. Para pelanggan atau konsumen BBPOM juga disurvei

mengenai layanan kami. Hasilnya, para pelanggan puas terhadap layanan BBPOM di Denpasar,’’ ujar Aryapatni. Dengan diterimanya penghargaan ZI Unit Kerja Menuju WBK, lanjut Aryapatni, tujuan selanjutnya adalah menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Untuk mencapai ini tentu pelayanan publik harus lebih ditingkatkan. BBPOM di Denpasar harus terus melakukan inovasi-inovasi dan kreativitas sehingga layanan ke masyarakat menjadi lebih cepat, nyaman, dan puas. ‘’Beberapa inovasi yang sudah dilakukan BBPOM di Denpasar adalah layanan dalam satu gedung sehingga bisa lebih cepat sampai layanan pengaduan WhatsApp sehingga bisa lebih cepat ditangani,’’ ujar Aryapatni. Tidak hanya inovasi pelayanan, pihaknya juga melakukan inovasi internal untuk SDM sehingga menghasilkan SDM yang berkualitas dan siap menuju WBBM. (ad225)

PENGHARGAAN - Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menerima penghargaan ZI Unit Kerja Menuju WBK, Selasa (10/12), di Jakarta.


Kamis Umanis, 12 Desember 2019

Diduga Dipicu Masalah Jual-Beli Tanah

Pria Asal Batubulan Ditembak Membabi Buta Gianyar (Bali Post) I Ketut Sujana alias Ketut Anom diamankan oleh aparat Polsek Sukawati, Rabu (11/12) kemarin. Pria 53 tahun ini telah melepaskan tembakan membabi buta ke arah I Ketut Tantra (58). Kejadiannya berlangsung di areal parkir Pura Puseh, Banjar Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati pada Selasa (10/12). Beruntung nyawa korban yang asal Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan ini bisa tertolong meski menerima lima tembakan di bagian punggung dan lengan. Kanitreskrim Polsek Sukawati Iptu I G.N. Jaya Winangun mengatakan, korban ditembak secara sembarangan sebanyak lima kali dari arah belakang hingga mengenai bagian punggung dan lengan. Dalam kondisi bersimbah darah, korban dilarikan ke RS Ganesha oleh warga sekitar. ‘’Usai penembakan itu, pelaku Ketut Anom kabur ke rumahnya,’’ kata Iptu Jaya Winangun seizin Kapolsek Sukawati AKP Suryadi. Suara tembakan yang membabi buta di siang bolong itu sontak membuat geger warga setempat. Kasus ini pun dengan cepat diketahui jajaran Unit Reskrim Polsek Sukawati. ‘’Begitu mendapat informasi penganiayaan ini, jajaran Unit

Reskrim Polsek Sukawati meluncur ke TKP,’’ jelasnya. Usai melakukan olah TKP serta mencari saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut, polisi langsung memburu pelaku. Berselang 45 menit pascakejadian, Ketut Anom berhasil dibekuk polisi di rumahnya tanpa perlawanan. Pelaku berhasil diamankan dan langsung diinterogasi. ‘’Polisi berhasil membekuk pelaku sekitar pukul 12.15 Wita,’’ ujarnya. Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Polisi yang melakukan penggeledahan dan menemukan 1 pucuk senjata softgun warna hitam di pinggangnya yang diduga dipakai melaku-

kan penganiayaan terhadap korban. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Sukawati untuk penanganan lebih lanjut. Kanitreskrim menyampaikan, aksi penganiayaan di tempat umum saat siang bolong ini diduga dipicu masalah jual-beli tanah. ‘’Antara pelaku dan korban saling kenal, diduga ada masalah bisnis jual-beli tanah,’’ ungkap Winangun. Selain pelaku, polisi mengamankan barang bukti sepucuk pistol tipe airsoft gun warna hitam, satu buah magazine berisikan lima butir amunisi, serta satu amunisi berbentuk pelor warna kuning yang ditemukan di TKP. Terhadap pelaku dikenakan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. (kmb35)

DITUNJUKKAN - Kanitreskrim Polsek Sukawati Iptu I G.N. Winangun menunjukkan pelaku penembakan I Ketut Sujana alias Ketut Anom.

Pendidikan Sasar 24 SMA/SMK Se-Bali

ISI Denpasar Sosialisasikan Sistem Masuk PTN 2020 UNSUR pimpinan dan Humas Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mulai menyosialisasikan sistem masuk perguruan tinggi negeri (PTN) untuk tahun ajaran 2020/2021. Tujuannya agar kebijakan terbaru diketahui secara detail oleh calon mahasiswa. Tim sosialisasi pun menyasar 24 SMA/ SMK se-Bali. Setelah urusan pendidikan tinggi diambil alih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), penerimaan mahasiswa di PTN dikendalikan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Sekolah dan siswa diwajibkan membuat akun Single Sign On (SSO) agar bisa mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). ISI Denpasar juga sudah menyiapkan fasilitas 200 komputer untuk Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi peserta yang dinyatakan lolos SBMPTN. ‘’Pada dasarnya sistem masuk (PTN) sama dengan tahun sebelumnya yakni SNMPTN, SBMPTN, dan jalur mandiri. Hanya LTPMT mewajibkan calon mahasiswa baru dan sekolah membuat akun,’’ ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof. Dr.

SOSIALISASI - Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru ISI Denpasar mengunjungi sejumlah SMA/SMK se-Bali, belum lama ini. I Nyoman Artayasa, M.Kes. kepada awak media di kampus setempat, Selasa (10/12) sore. Artayasa menjelaskan, dipilihnya 24 dari 300 lebih SMA/ SMK di Bali, karena sekolahsekolah tersebut secara konsisten menjadi langganan ISI Denpasar setiap tahun. ‘’Jadi kami memetakan sosialisasi berdasarkan analisis tahuntahun sebelumnya, berdasarkan potensi sekolah,’’ jelasnya didampingi Humas ISI Denpasar I Gede Eko Jaya Utama, S.E., M.M. Artayasa yakin kebijakan baru berupa SSO yang telah dibuka sejak awal Desember

2019 ini tidak ribet atau mempersulit calon mahasiswa ISI Denpasar. Pasalnya, sebelum diberlakukan kebijakan tersebut telah melewati kajian dan diimbangi dengan sosialisasi berupa kunjungan langsung, media sosial, website, serta media cetak dan elektronik. Terkait kuota, Artayasa membeberkan, pihaknya mematok 500 kursi untuk jenjang sarjana dan 90 untuk sarjana terapan. Daya tampung itu akan diisi dengan komposisi 30 persen dari jalur SNMPTN, 40 persen SBMPTN serta 30 persen jalur mandiri. Jika target persentase SNMPTN

dan SBMPTN tidak terpenuhi, maka lembaga diberi otoritas membuka keran jalur mandiri agar seluruh kursi terpenuhi. Apalagi, dikatakan, bahwa pimpinan ISI Denpasar memberi perhatian khusus bagi program studi (prodi) langka peminat seperti Pedalangan dan Kriya. Bahkan sosialisasi telah dilakukan hingga ke luar Bali. Mahasiswa yang memilih prodi langka tersebut juga diberikan keringanan bebas biaya Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) untuk dua semester. Meski jumlah mahasiswanya minim, namun ISI Denpasar yang memiliki fungsi pelestarian dan pengembangan seni tetap memberi pelayanan maksimal. Sementara Prodi Karawitan, Tari, Desain Komunikasi Visual, Interior dan Desain Fashion masih menjadi primadona. Bahkan tahun depan ISI Denpasar membuka Prodi Magister Desain pada Program Pascasarjana ISI Denpasar. ‘’Hingga hari ini (Selasa - red) progresnya sudah 80 persen. Jadi pertengahan tahun depan sudah bisa menerima mahasiswa baru,’’ tegasnya. Sejak ISI Denpasar mengikuti SNMPTN dan SBMPTN, mahasiswa baru dari luar Bali mulai berdatangan, termasuk yang berasal dari daerah kantongkantong transmigrasi. (ad292)

Bali Post/nik

Kapolres Tegaskan WBK Berkat Kerja Keras Personel

Gianyar (Bali Post) Bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Internasional, Polres Gianyar meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kemen-PAN RB. Penghargaan diberikan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (10/12). Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Rabu (11/12) kemarin mengungkapkan, penghargaan ini seka-

ligus jadi kado bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional. Diraihnya penghargaan ini tidak terlepas dari jerih payah seluruh personel Polres Gianyar. Dijabarkannya, WBK merupakan predikat yang diberikan kepada satuan kerja yang memenuhi sebagian besar program manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem

manajemen SDM, penguatan pengawasan, serta penguatan akuntabilitas kinerja dan pelayanan publik. Sementara itu, dari Polda Bali terdapat dua Polres yang memperoleh predikat WBK tahun 2019, yaitu Polres Gianyar dan Polres Tabanan. Sedangkan di institusi Polri hanya 42 unit kerja yang mendapat WBK dan WBBM. (kmb35)

Bali Post/nik

WBK - Kapolres Gianyar AKBP Proyanto Priyo Hutomo (tengah) menunjukkan piagam WBK.


Kamis Umanis, 12 Desember 2019

Toko Mandala Jaya Nyaris Terbakar Semarapura (Bali Post) -

Toko UD Mandala Jaya di Jalan Diponegoro, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, timur Catus Pata Semarapura nyaris ludes terbakar, Selasa (10/12) malam. Padahal percikan api sudah terlihat dari lantai dua bangunan tersebut. Tidak pelak hal itu membuat warga sekitar panik dan mereka segera meminta pertolongan pemadam kebakaran. Beruntung, percikan api itu dapat tertangani dengan cepat dan baik, sehingga tidak sampai terjadi kebakaran parah.

NYARIS TERBAKAR - Petugas kepolisian saat melakukan penanganan di salah satu pertokoan di Jalan Diponegoro Klungkung yang nyaris terbakar.

Kapolsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta mengatakan, toko tersebut diketahui milik Made Suartana (64). Saat itu kompleks pertokoan yang bersebelahan dengan pasar senggol itu cukup ramai ada kerumunan orang di sekitarnya. Selain karena toko itu dekat pasar, juga karena ada persiapan festival. Di tengah keramaian itulah, sejumlah pedagang di pasar senggol itu melihat ada percikan api di lantai gedung tersebut sekitar pukul 20.00 Wita. Salah satu pedagang, Ladri (46), melihat percikan api berasal dari lantai dua gedung toko UD Mandala Jaya itu. Kebetulan, gedung itu masih tahap perbaikan. Ladri sontak berteriak, sehingga memancing perhatian warga lain di sekitarnya. Situasi itu membuat warga sekitarnya gaduh. Kegaduhan ini lantas disadari kerabat korban, Candra (56), pemilik Toko

Pasifik yang berjarak hanya 15 meter dari toko yang nyaris terbakar itu. Kebetulan, Candra itu masih ipar korban. Melihat asap mulai mengepul, dia lantas bergegas melaporkannya kepada Pemadam Kebakaran. ‘’Kami langsung terjun ke TKP bersama tiga unit mobil damkar,’’ katanya. Sekitar 10 personel di dalam tiga unit damkar itu langsung bergegas melakukan penanganan. Penanganan juga dibantu petugas kepolisian dari Polsek Kota Klungkung dan Polres Klungkung. Tidak hanya itu, petugas Satpol PP juga ikut turun tangan. Setelah ditangani selama 20 menit, kobaran api itu akhirnya berhasil dipadamkan. Usai penanganan kebakaran itu, korban Made Suartana akhirnya bersyukur, kebakaran tidak semakin berdampak parah. Saat terjadi kebakaran

di lantai dua, dia mengaku tidak menyadarinya. Karena saat itu dia sedang menonton televisi bersama istrinya di lantai satu, sehingga sama sekali tidak mengetahui kejadian kebakaran tersebut. Beruntung percikan api itu belum sempat membakar meterial yang ada di dalam bangunan itu, sehingga tidak ada kerugian material maupun korban jiwa. Kebakaran kemungkinan disebabkan kelalaian kerja, karena pada siang hari sebelumnya ada pemutusan/pemotongan kabel listrik dan las besi. ‘’Saat buruh las sedang kerja itu memang ada kabel yang terbakar. Sebetulnya waktu itu sudah tertangani, namun ternyata belum baik dan tuntas,’’ katanya. Karena itu, sementara diduga percikan api pemicu kebakaran tersebut berasal dari kabel listrik yang dipotong itu. (kmb31)

Jelang Nataru

Kapolres Pastikan Kesiapan Pengamanan di Nusa Penida Menjelang perayaan Natal dan malam Tahun Baru (Nataru) sejumlah tempat strategis menjadi fokus pengamanan pihak kepolisian. Tujuannya, agar selama Nataru itu tetap dalam situasi aman dan kondusif, khususnya di tempat-tempat ramai yang jadi kunjungan wisatawan. Salah satunya di Kecamatan Nusa Penida. Lalu bagaimanakah skema pengamanan yang didesain secara sistematis pihak Kapolres Klungkung itu? KAPOLRES Klungkung AKBP I Komang Sudana turun tangan langsung ke Nusa Penida, Rabu (11/12) kemarin, guna memastikan pelaksanaan pengamanan saat Nataru agar berjalan lancar tanpa kendala berarti. Artinya, terjaga secara kondusif sesuai yang direncanakan. Kapolres saat itu diterima hangat Kapolsek Nusa Penida Kompol Komang Reka Sanjaya. Di sana, Kapolres mengecek kesiapan petugas lalu bagaimana strategi pengamanan, dengan cara melihat daerah rawan, termasuk apa saja potensi konflik yang bisa terjadi saat Nataru berlangsung. Wilayah kepulauan Nusa Penida itu menjadi salah satu titik

SOSOK Monev Dana Desa MONITORING dan evaluasi (monev) Inspektorat Daerah sangat diperlukan untuk memastikan setiap penggunaan dana itu berjalan sesuai regulasi dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak terkecuali penggunaan dana desa, yang rentan disalahgunakan, selain karena jumlahnya besar termasuk awam menggunakan mengacu pada dasar regulasinya. Dengan monev itu maka pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat desa dan penggunaan dana desa itu sesuai dengan apa yang ada di dalam perencanaan. Demikian disampaikan Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra saat menerima kedatangan Tim Inspektorat Daerah Klungkung di Ruang Rapat Kantor Camat Nusa Penida, Selasa (10/12). Menurutnya, monev itu seharusnya bukanlah hal baru dan menakutkan bagi perangkat desa. Sebab, itu dilakukan secara rutin, dengan harapan bisa memberikan perbaikan kinerja dan meningkatkan asas manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Pada agenda monev ini juga bisa semakin terjalin koordinasi yang baik antara Tim Monev Inspektorat dengan perangkat desa. ‘’Ketika desa mengalami sedikit perbedaan perspektif dalam menyikapi permasalahan itu, Tim Monev itu akan mampu mengarahkannya. Maka, jadikan kegiatan monev secara rutin itu sebagai kesempatan bagus, terkait koordinasi dan komunikasi penyempurnaan penggunaan dana desa itu,’’ ujar Camat asal Nusa Lembongan ini. Monev penggunaan dana desa rutin triwulan III tahun 2019 dilaksanakan Inspektorat Daerah Klungkung guna menindaklanjuti surat Plt. Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Ini menjadi kesempatan terakhir kalinya monev dari kabupaten. Sebab, mulai tahun 2020 monev penggunaan dana desa itu dilakukan Inspektorat Provinsi. (gik)

fokus. Alasannya, tempat itu belakangan menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang hendak merayakan Natal dan tahun baru di pulau indah namun relatif kecil itu. ‘’Jadi, antisipasi pengamanan situasi kamtibmasnya harus benarbenar matang. Karena Nusa Penida sekarang ini merupakan kawasan pariwisata,’’ kata Kapolres Sudana. Kawasan pariwisata, menurutnya, sangat rentan menghadapi masalah keamanan, apalagi pada perayaan Nataru. Sebab, yang berkunjung tidak hanya motivasinya sekadar berlibur, tetapi ada pula yang punya niat tidak baik. Biasanya, dengan cara memanfaatkan situasi tersebut. Inilah yang

harus diantisipasi, agar Nusa Penida itu sebagai destinasi pariwisata yang sedang tumbuh, bisa terus memberi kesan positif bagi wisatawan. Selanjutnya agar terus berkembang, dan dapat berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. ‘’Tingkatkan kewaspadaan, perbanyak patroli dan tangani setiap persoalan kamtibmas sampai tuntas,’’ tegasnya. Kapolsek Nusa Penida Kompol I Komang Reka Sanjaya mengatakan siap menjalankan seluruh instruksi dari Kapolres. Pihaknya juga sudah mengingatkan seluruh jajarannya, agar meningkatkan kewaspadaan di dalam markas komando maupun patroli di

tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian. Seperti di objek-objek pariwisata. Selain itu, dialog juga dilakukan dengan warga sekitar, khususnya yang biasa beraktivitas di sekitar pesisir pantai. Mereka akan diajak bersinergi yang baik oleh pihak kepolisian, guna menjaga keamanan lebih optimal. Termasuk para tour guide dan usaha travel agar bersamasama mewujudkan keamanan berwisata di Nusa Penida. Secara umum, pengamanan pada dua momen penting itu akan dilakukan Operasi Cipta Kondisi Agung II-2019. Polres Klungkung sendiri mengerahkan seluruh kekuatan personelnya melakukan pengamanan hingga ke desa-desa, agar selu-

PENGAMANAN NATARU - Kapolres Sudana saat turun langsung mengecek kesiapan pengamanan Nataru di Mapolsek Nusa Penida. ruh wilayah Klungkung tetap aman dan kondusif. Operasi itu melibatkan seluruh Polsek dan personel dengan menyasar sejumlah tempat. Selain menyasar kawasan pariwisata, operasi juga dilakukan pener-

tiban dan memeriksa sejumlah tempat hiburan malam, tempat kos-kosan dan penduduk pendatang. Operasi itu juga dilakukan dalam bentuk razia kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. (gik)


Kamis Umanis, 12 Desember 2019

Ratusan Koperasi Tak Aktif

Diskop Gencar Bina SDM Amlapura (Bali Post) -

Jumlah koperasi di Kabupaten Karangasem terbilang cukup banyak. Hanya koperasi yang ada tidak semuanya berkembang dengan baik. Data yang diterima dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah, ternyata sebanyak 320 koperasi yang tidak aktif di bumi lahar itu. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah Karangasem I Nengah Toya mengungkapkan, kalau di Karangasem tercatat lebih banyak koperasi yang tidak aktif yakni sebanyak 320 koperasi. Sedangkan koperasi yang aktif hanya 101 koperasi. ‘’Koperasi yang tidak aktif ini bukan baru, tetapi sudah sejak lama memang tidak aktif,’’ ujarnya, belum lama ini. Toya menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan koperasi tersebut tidak aktif. Seperti SDM yang kurang mendukung, sehingga karyawan tidak mampu menjalankan

tuntutan yang diinginkan pemiliknya. Selain itu, ada ketidaksemangatan dan disiplin nasabah membayar angsuran yang dipinjam. Melihat kondisi itu, kata Toya, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan pembinaan terhadap koperasi yang masih aktif itu. Yakni memberikan penyuluhan dan pembinaan bekerja sama dengan Dekopinda di dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). ‘’Sebelumnya kita mengundang lembaga sertifikasi profesi koperasi jasa keuangan nasional untuk mem-

berikan uji kopetensi bagi tenaga kasir, juru buku, juru tagih, juru survei dan customer service berbasis aplikasi. Kita harap lewat penyuluhan itu, nantinya mampu meningkatkan kompetensi SDM bagi karyawan koperasi,’’ katanya. Disinggung adanya koperasi yang tak bisa berkembang dengan baik akibat terkendala permodalan, Toya menegaskan, sejatinya masalah permodalan itu tidak menjadi permasalahan kalau koperasi itu bisa berjalan sebagaimana mestinya. Pasalnya, saat ini biaya permodalan sebuah koperasi itu bisa lewat dana bergulir dari pemerintah. ‘’Kementerian koperasi juga menyiapkan dana bergulir untuk koperasi. Jadi hal itu bisa dimanfaatkan untuk membantu permodalan,’’ tegas Toya. (kmb41)

I Nengah Toya

Suara Dentuman Hebohkan Warga Amlapura (Bali Post) Warga Karangasem dihebohkan suara dentuman yang menggelegar, Selasa (10/12) sekitar pukul 20.00 malam. Hanya, tidak ada yang tahu secara pasti dan detail dari mana asal-muasal lokasi dentuman itu. Dikonfirmasi terkait dentuman tersebut, Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung I Dewa Gede Mertayasa membenarkan adanya dentuman yang terjadi (Selasa - red). Hanya, dirinya tidak tahu pasti dari mana suara dentuman itu berasal. ‘’Ya, saya juga dengar dentuman itu dari Pos Pemantauan Gunung Agung, Rendang. Masyarakat pun heboh adanya dentuman keras itu. Tetapi saya kurang tahu di mana lokasi suara dentuman itu,’’ ujarnya.

Kalau dentuman yang terdengar itu, tidak ada kaitannya dengan aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini. ‘’Tidak ada kaitannya dengan Gunung Agung. Karena dentuman itu tidak berasal dari Gunung Agung,’’ tegas Dewa Mertayasa. Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, dentuman itu terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Versi masyarakat, dentuman itu juga tidak jelas dari di mana asalnya. Ada warga yang mendengarnya di wilayah Manggis, di tempat aktivitas galian C Badeg Kelod. Ada yang bilang dentuman itu ditengarai akibat meteor yang jatuh ke bumi. Hanya, sampai saat ini belum ada yang dapat memastikan dari mana asal-muasal dentuman itu. (kmb41)


Kamis Umanis, 12 Desember 2019

Nyepi Desa di Pengotan

Krama Dilarang Potong Hewan dan Jual Kayu

Bali Post/ist

NYEPI DESA - Suasana Nyepi Desa di Desa Adat Pengotan, Kintamani, Bangli. Bangli (Bali Post) Desa Adat Pengotan, Bangli melaksanakan Nyepi Desa. Tradisi itu dilaksanakan serangkaian upacara piodalan Ida Batara Ratu Pingit di Pura Anyar, bertepatan dengan Purnamaning Kaenem, Rabu (11/12) kemarin. Selama berlangsungnya Nyepi Desa, krama Desa Adat Pengotan dilarang melakukan beberapa aktivitas seperti memotong hewan, menjual kayu dan aktivitas yang menimbulkan suara keras. Jika melanggar akan terkena sanksi sekala

dan niskala. Bendesa Adat Pengotan Jero Kopok mengatakan, Nyepi Desa dilangsungkan selama 11 hari, mulai Rabu (11/12) kemarin hingga Minggu (22/12) mendatang. Dalam pelaksanaan Nyepi Desa, terdapat sejumlah larangan yang harus dipatuhi krama. Di antaranya tidak boleh memotong hewan, baik berkaki dua maupun empat, membangun atau memperbaiki rumah, menjual kayu yang tumbuh di wilayah Desa Pakraman Pengotan. Krama juga tidak dibolehkan melakukan pekerjaan yang menimbulkan suara keras seperti macentungan, bernyanyi dan lainnya, tidak boleh melakukan upacara keagamaan, tidak boleh membunyikan alat musik, melakukan rapat umum yang menghadirkan orang banyak dan tidak boleh membuat kegaduhan atau bertengkar di rumah tangga. ‘’Kalau keluar rumah dan menerima tamu boleh,’’ jelasnya. Krama yang melanggar harus siap terkena sanksi sekala dan niskala. Sanksi sekala berupa kasipat (denda) Rp50 ribu. ‘’Sedangkan sanksi niskala-nya, krama kasisipan Ida Batara Pingit,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan Jero Kopok, Nyepi Desa ini merupakan tradisi leluhur krama Desa Adat Pengotan. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun, tepatnya saat upacara piodalan Ida Batara Ratu Pingit. Jero Kopok mengatakan, selama ini belum pernah ada krama Desa Adat Pengotan yang melakukan pelanggaran saat Nyepi Desa berlangsung. Sebab, krama sangat takut terkena sanksi niskala. Nyepi Desa dimulai pada malam hari yakni setelah Ida Batara Ratu Pingit katuran piodal di Pura Bale Agung dan mantuk ke payogan. ‘’Kalau jam 1 malam selesai upacara di Bale Agung, jam segitu dimulainya Nyepi Desa. Maknanya adalah untuk ngerahajengang jagat,’’ jelasnya. (kmb40)

Tingkatkan PAD, Disparbud Jajaki Pengelola Objek Wisata Baru Bangli (Bali Post) Keinginan Bupati Bangli meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan meregulasi dan mengenakan retribusi pada sejumlah objek wisata baru yang sedang booming, nampaknya belum bisa terwujud di awal 2020. Sebab, dari hasil pertemuan yang dilakukan Disparbud dengan pengelola objek wisata, belum ada kesepakatan mengenai hal itu. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Adnyana mengaku pihaknya sampai saat ini masih berupaya melakukan penjajakan dengan pihak pengelola objek wisata seperti Tukad Cepung maupun Twin Hill. Belum lama ini pihaknya sudah sempat mengundang pihak pen-

gelola untuk membahas rencana meregulasi objek wisata tersebut. Namun dari pertemuan itu, belum ada hasil atau kesepakatan yang didapat. ‘’Kami undang yang kedua kalinya, tidak datang,’’ ujarnya, belum lama ini Selain belum ada kesepahaman dan kesepakatan, untuk mengenakan retribusi terhadap objek wisata tersebut, pemkab juga harus membuat regulasi berupa perda. Dikatakan Adnyana, pihaknya akan mencoba mengadakan pertemuan kembali dengan pihak pengelola pada Januari mendatang. Jika nantinya sudah ada kesepakatan, kemungkinan pemkab bisa meregulasi dan mengenakan retribusi di objek wisata tersebut pertengahan tahun

depan. Perlu diketahui, Bupati Bangli I Made Gianyar berkeinginan meningkatkan PAD dengan membuatkan regulasi dan memberlakukan pungutan retribusi terhadap sejumlah tempat wisata yang sekarang sedang booming seperti Tukad Cepung dan Twin Hill. Menurut Made Gianyar, semestinya masyarakat harus bangga kalau desanya bisa berpartisipasi pada pembangunan, seperti halnya Penglipuran yang selama ini menyumbangkan 60 persen pendapatan retribusinya ke PAD Bangli. Pendapatan yang disumbangkan ke daerah, pada akhirnya akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk kegiatan pembangunan. (kmb40)

Tiga Tahun Saluran Irigasi Jebol

Puluhan Hektar Sawah Subak Mundung Kekeringan Bangli (Bali Post) –

Petani di Subak Mundung, Desa Abuan, Susut, sejak tiga tahun terakhir kesulitan menggarap sawah. Penyebabnya lantaran pasokan air ke wilayah subak tersebut terganggu akibat dampak jebolnya saluran irigasi yang ada di hulu. Akibat kondisi itu, puluhan hektar sawah petani kekeringan. Untuk bisa bercocok tanam, para petani setempat selama ini hanya mengandalkan hujan. Nyoman Partama, petani di Subak Mundung, mengungkapkan luas lahan sawah di Subak Mundung yang terdampak jebolnya saluran irigasi mencapai 25 hektar yang digarap sekitar 50 petani. Petani kesulitan bercocok tanam lantaran tidak adanya pasokan air. ‘’Kami, petani di sini hanya mengandalkan air hujan. Kalau ada hujan baru

kami bisa menanam. Kalau kemarau panjang seperti sekarang sulit sekali,’’ ungkapnya, Rabu (11/12) kemarin. Terakhir kali, petani di Subak Mundung bisa menanam padi sekitar empat bulan lalu. Hasil panen yang didapat tidak maksimal karena kekurangan air. Selama ini persoalan terganggunya pasokan air akibat jebolnya saluran irigasi di hulu,

sudah disampaikan petani ke pemerintah kabupaten melalui desa. Petani mengusulkan agar saluran irigasi yang bermasalah bisa diperbaiki. Sayangnya, sampai sekarang belum mendapat tindak lanjut. Petani sangat berharap pemerintah dapat segera melakukan penanganan, sehingga petani bisa kembali menggarap sawahnya tanpa

Bali Post/ina

SALURAN IRIGASI - Salah seorang petani menunjukkan pipa paralon yang dipasang di lokasi saluran irigasi yang jebol.

harus menunggu hujan. Partama mengatakan, sejak terganggunnya pasokan air ke Subak Mundung, tidak sedikit petani yang beralih pekerjaan menjadi buruh. Tokoh masyarakat Desa Abuan Wayan Widnyana menambahkan, jebolnya saluran irigasi tiga tahun lalu disebabkan karena kondisi saluran yang tidak kuat menampung air irigasi ditambah air pembuangan drainase di jalan milik kabupaten. Jebolnya saluran irigasi tersebut sangat berdampak pada terganggunya proses pengolahan lahan pertanian di hilir. Agar lahan sawah bisa tetap bisa diolah, petani Subak Mundung telah berswadaya memasang pipa paralon di lokasi saluran irigasi yang jebol. Hanya cara darurat itu tidak cukup efektif. Sebab, pasokan air yang sampai ke hilir sangat kecil. Petani pun harus bergiliran untuk mengolah sawahnya. Widnyana mengatakan, selaku Perbekel Abuan kala itu, persoalan jebolnya saluran irigasi tersebut sudah dilaporkannya ke pemerintah kabupaten dalam hal ini Dinas PU. Pihaknya mengusulkan agar pemerintah membuatkan saluran berbeda untuk air irigasi dan air pembuangan drainase. Berdasarkan hasil hitung-hitungannya biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 600 juta. (kmb40)

Ni Wayan Riandani

Siswi Tunawicara yang Jago Melukis Bangli (Bali Post) Terlahir sebagai penyandang tunawicara bukan menjadi halangan bagi Ni Wayan Riandani, siswa SMA Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bangli, untuk berprestasi. Bahkan belum lama ini, remaja tunawicara asal Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Susut itu berhasil mengharumkan nama Bali di tingkat nasional. Riandani keluar sebagai juara II lomba melukis dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Lampung pada September lalu. Keberhasilan remaja berusia 20 tahun itu dalam menjuarai lomba tidak terlepas dari kegemarannya melukis sejak kecil. Ketut Gede Susana, guru seni lu-

kis SLBN 1 Bangli, mengungkapkan bakat melukis Riandani sudah terlihat sejak masih duduk di bangku SD. Di mana saat beberapa siswa yang diajarinya diberikan kertas mewarnai, Riandani menjadi salah satu siswa yang kelihatan punya bakat di bidang seni lukis. Oleh Susana, bakat yang dimiliki siswanya itu pun kemudian terus diarahkan dan diasah. Sejak masih kecil pula, Riandani sudah sering mengikuti lomba lukis. Setidaknya hingga saat ini, dia sudah dua kali menjuarai lomba lukis tingkat nasional. ‘’Dia sudah langganan juara dari kelas V SD. Tidak saja di Bali, namun juga nasional. Saat masih kelas I SMP, dia pernah mendapat juara dalam ajang yang sama,’’ ujarnya. (kmb40)

Bali Post/ina

JUARA MELUKIS - Ni Wayan Riandani yang meraih juara II melukis didampingi Ketut Gede Susana saat ditemui di SLBN 1 Bangli, belum lama ini.

SPESIALIS STANDAR/MODIF INTERIOR MOBIL & SALON MOBIL DETAIL

PROMO SPESIAL AKHIR TAHUN DAPATKAN

DISKON 15 s/d 25% UNTUK PEMBELIAN PAKET COVER JOK + KARPET MOBIL DAN

NANO CERAMIC COATING PROMO TERBATAS!! *Syarat dan ketentuan berlaku

JOK SEMI (KULIT) SARUNG/PATEN KARPET DOOR TRIM DASBOARD (BUNGKUS/CAT) PLAFON

- POLES BODY / PAINT PROTECTION (NANO CERAMIC COATING) - POLES KACA MU K A TU & LITA - CLEANING INTERIOR TEW S R BER JAMIN GAR - CLEANING MESIN ANS I - PEREDAM

READY STOCK SARUNG JOK & KARPET! AVANZA, INNOVA, X PANDER, XENIA, MOBILIO, APV, R3 Auto Nyaman

JL. GUNUNG AGUNG 183 DENPASAR - BALI Telp. 424390, 428288, WA: 081999564360, 08118400723 www.nyamanautomotive.com

autonyaman.bali

L.0000848-BLS


Kamis Umanis, 12 Desember 2019

Jabatan Dirut PD Swatantra Dileleng

DUKUNGAN – Perwakilan klian desa adat di Buleleng saat memberi dukun-

dirut yang memiliki kinerja di bidangnya. Kinerja yang mumpuni diperlukan karena sejak lama kinerja perusahaan belum memberi keuntungan sesuai harapan. Seorang dirut yang memiliki kemampuan mengelola perusahaan dengan modal lahan perkebunan cengkeh dan kopi sangat diperlukan. Pasalnya, sejak perusahaan ini dibentuk, pengelolaan perkebunan belum menghasilkan hasil sesuai harapan. Sekarang, dengan kebijakan pemerintah perusahaan mulai merintis usaha jasa sewa kendaraan untuk pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Buleleng. Bisnis di luar rule dari perusahaan ini mulai memberi keuntungan, tetapi masih perlu ditingkatkan. “Pimpinan ingin ada dirut mumpuni untuk mengelola tanah perkebunan kopi, cengkeh dan usaha jasa sewa mobil tersebut,” katanya. Menurut Rupadi, tahapan lelang jabatan saat ini sedang dipersiapkan. Selain itu, pihaknya juga mempersipakan pembentukan panitia seleksi (pansel) lelang jabatan. Setelah persiapan administrasi dan pansel sudah dibentuk, maka tahapan lelang akan dilakukan dengan pengumuman lelang secara terbuka. “Kami sedang persiapkan, termasuk membentuk pansel. Kalau tidak ada halangan, mulai minggu ini kita umumkan secara terbuka,” jelasnya. (kmb38)

Reike Nurhaeni men gatakan, dari evaluasi pencatatan data kematian dan perkawinan masih tergolong rendah. Berbeda dengan permohonan akta kelahiran, perekaman KTP elektronik dan data kependudukan lain yang jauh lebih tinggi. Atas kondisi ini

dirinya melakukan perjanjian dengan klian desa adat untuk meningatkan kesadaran warga, tertib mengurus setiap peristiwa kehidupan, terutama akta kematian dan perkawinan. Menurut mantan Camat Banjar ini, dari hasil penelusuran masyarakat sudah

Singaraja (Bali Post) Setelah punah karena serangan penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD), pemerintah daerah kini mencoba mengembalikan kejayaan jeruk keprok Tejakula, Buleleng. Caranya dengan membudidayakan jeruk yang memiliki rasa khas sebagai buah lokal dari Den Bukit tersebut. Salah satu uji coba budi daya ini dilakukan Dinas Pertanian (Distan) Buleleng bersama Pemerintah Desa Tembok,

Kecamatan Tejakula. Distan memasok bibit untuk petani yang sudah menyiapkan lahan budidaya seluas sekitar 20 are. Rencananya, penanaman masih menunggu hujan yang intensitasnya tinggi. Perbekel Desa Tembok Kecamatan Tejakula Dewa Komang Yudi, Rabu (11/12) kemarin, mengatakan saat ini pihaknya telah menerima bantuan sebanyak 200 pohon bibit jeruk keprok Tejakula. Nantinya ratusan pohon bibit tersebut ditanam setelah tu-

run hujan dengan intensitas tinggi. Ini dilakukan guna mencegah bibit mati karena kekurangan air irigasi. Meskipun penanaman saat puncak musim hujan, namun untuk menghindari kekerungan air, pihaknya memilih lahan yang memiliki sumber air dari sumur bor. “Kalau nanti sudah musim hujan, bibit itu akan kami tanam. Lahan sudah siap seperti di Banjar Dinas Tembok. Di sana ada lokasi sumur bor untuk mengantisipasi kekura-

ngan air. Nanti bisa di-cover dari sumur bor itu,” katanya. Menurut Komang Yudi, sejatinya ada beberapa faktor yang menghambat usaha untuk membudidayakan jeruk keprok Tejakula. Salah satunya lahan di daerahnya masih ditetapkan sebagai daerah yang terdampak serangan virus CVPD. Selain itu, sistem irigasi juga belum mendukung budidaya tanaman ini. Tidak heran sampai sekarang petani di Desa Tejakula dan Tembok belum bisa menanam jeruk

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Sgr Sopir Pribadi Bw Matic Hub:085238321559/0361-751223

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL TANAH

DIJUAL TANAH

Butuh House Keeping max. 23th cv: elisse.trilaksmi@gmail.com

Dcr Tng krim lele(pke spd mtr) H.081246682139/081916982311

Dijual Kav Bypass Kediri Tbn Dp 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub.081338183031/081805374433

BUC Tnh 1,5are belakang RS Ganesha Gg. Mawar No.2 Celuk Hrg Nego Hub. 081339398255

Singaraja (Bali Post) – Jabatan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Swatantra berakhir Februari 2020. Mendekati berakhirnya masa jabatan pejabat lama itu, pemerintah mulai menyiapkan rekrutmen dirut yang baru. Untuk mendapatkan dirut berkualitas dan mampu mengelola perusahaan, pemerintah daerah akan melelang jabatan tersebut. Rencananya, mulai minggu ini lelang jabatan Dirut PD Swatantra diumumkan secara terbuka. Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng Desak Putu Rupadi beberapa waktu lalu mengatakan, alasan rekrutmen jabatan dirut dengan sistem lelang karena pemerintah menginginkan seorang

gan kepada Disdukcapil untuk menyadarkan warga mengurus akta perkawinan dan kematian.

Desa Adat Dukung Penerbitan Akta Perkawinan dan Kematian melaporkan data kematian di setiap desa. Tetapi kemungkinan berkasnya hanya sampai di desa atau di kecamatan saja, sehingga datanya tidak sampai ke Disdukcapil. “Dengan demikian, database di Disdukcapil masih belum terhapus. Untuk itu, kami

mohon klian desa adat agar mengemban apa yang menjadi kewajibannya terkait dengan pelayanan administrasi kepada masyarakat di wilayahnya. Sementara itu, Budarsa mengatakan, sesuai dengan prosedur, sebaiknya masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan terlebih dahulu melapor kepada klian desa adat, sehingga bisa disampaikan sebelum menjadi tri upasaksi. Untuk itu, pihaknya menyosialisasikan kembali kepada masyarakat

sehingga prosedur pelaporan ini dimengerti semua warga. Di sisi lain, Budarsa menyebut juga terkait perkawinan di usia muda atau perkawinan di bawah usia wajar, sehingga situasi ini masih menghambat para klian desa adat untuk memproses data perwakinan tersebut. “Pemohon nanti akan mencari keputusan pengadilan. Saat itu warga bersangkutan bisa membuat akta perkawinan dan bukan saat melangsungkan pernikahan,” jelasnya. (kmb38)

keprok. “Cuaca juga tidak menentu, sehingga masalah ini yang kita hadapi. Karena kendala itu, jeruk keprok sulit dibudidayakan. Namun kami akan mencoba menanam 200 pohon bibit, semoga memberi hasil positif,” tegasnya. Tidak hanya di Desa Tembok, budi daya jeruk keprok dilakukan petani ke luar Kecamatan Tejakula. Seperti dilakukan Putu Oka Sastra yang berhasil membudidayakan jeruk keprok di atas tanah miliknya di Banjar

Dinas Delod Margi, Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng. Oka Sastra membudidayakan jeruk bercita rasa khas ini sejak 2013. Hasilnya, tanaman ini berhasil tumbuh normal di lahan perkebunan dengan luas lebih dari 48 are. Hasil positif lainnya adalah tanaman itu terhindar dari serangan CVPD. Oka Sastra menceritakan, saat dia duduk di bangku SMP, jeruk ini memasuki masa kejayaan. Tanaman ini memberikan hasil maksimal

bagi petani di Kecamatan Tejakula. Jeruk ini terkenal di seluruh Bali. Bahkan buah ini mendapatkan sertifikat buah unggul nasional. Namun sayang masa itu hilang karena tanaman diserang CVPD. Penyakit ini menyerang bagian batang yang menjadi jalan nutrisi. Hingga saat ini obat untuk membasmi CVPD belum ditemukan. Petani di Tejakula tidak tertarik membudayakan jeruk keprok Tejakula, sehingga keberadaan jeruk ini punah. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) –

Puluhan klian desa adat di Buleleng mendukung program pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penerbitan akta perkawinan dan akta kematian. Dukungan ini terlihat dengan penandatanganan komitmen belum lama ini. Penandatanganan ini dihadiri Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni didampingi Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng Dewa Putu Budarsa.

Petani Kembali Budi Dayakan Jeruk Keprok

B.BP.001.12.19.0000294

Dcr Karyawati Serabutan untuk WR.Makan(Renon) 081999564725 B.BP.001.12.19.0000229

Dcr Urg Hskp/butler utk Sminyk /Umalas Hub Agung 082146584344 or agung@balimanagement.villas

B.BP.001.12.19.0000280

B.BP.004.12.19.0000291

Dicari Tukang Sablon&Serabutan Jl.Patih Nambi 7A/085100061049 B.BP.001.12.19.0000281

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.803.12.19.0000283

B.BP.004.11.19.0000737

PROPERTY KONTRAKTOR

Aditya Design Bgn/Renov R.Ting gal Vila Ruko IMB 081237911954 B.BP.166.12.19.0000296

BIRO JASA

SERVICE BIRO JASA

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.12.19.0000290

PROPERTY

DIJUAL TANAH

Tnh 8A/3M Pgr Jln. Prajanata Legian Kuta HUb.081242710784

B.BP.001.12.19.0000062

KEHILANGAN Hlg Srtfkt Tnh No.M.1664/Kerobokan Ls1700m2,An IKetut Narda

B.BP.001.12.19.0000260

DIJUAL RUKO

RUPA-RUPA

Jual Ruko 2 unit,Tanah 6-10are diKota Denpasar Hub.0811399361

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.12.19.0000242

B.BP.001.12.19.0000212


Kamis Umanis, 12 Desember 2019

Pilkada 2020

Baru Tamba Daftar Resmi Lewat Golkar Negara (Bali Post) – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Jembrana 2020 dipastikan akan berlangsung ketat. Setelah terbentuk koalisi tujuh partai politik (parpol) yang melawan PDI Perjuangan, beberapa tokoh juga memastikan untuk maju menjadi calon kepala daerah melalui koalisi ‘’Jembrana Maju’’ besutan Golkar itu.

KEMBALIKAN FORMULIR – I Nengah Tamba, politisi Partai Demokrat, mendaftarkan diri ke Golkar, kemarin, untuk Pilkada 2020. Golkar sendiri telah membentuk koalisi tujuh parpol yang di antaranya juga Demokrat.

Dari tujuh parpol koalisi, satu di antaranya yakni Partai Golkar Jembrana telah membuka pendaftaran calon kepala daerah. Selama masa pendaftaran hingga Rabu (11/12) kemarin sudah ada sembilan orang mengambil formulir di partai berlambang beringin itu. Bahkan salah satu bakal calon, I Nengah Tamba dari Partai Demokrat, kemarin sudah mendaftar secara resmi. Kedatangan mantan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali ini didampingi puluhan pendukungnya, baik kader Partai Demokrat maupun simpatisan Jembrana Kembali Jaya (JKJ). Berkas pendaftaran yang diterima Ketua Panitia Seleksi Golkar Nyoman Birawan kemarin dinyatakan lengkap dan Tamba memastikan mendaftar sebagai bakal calon bupati. ‘’Kami mendaftar atas dorongan dari masyarakat yang ingin perubahan. Melalui Golkar, pada kesempatan yang

hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Jembrana, tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan atau benda tumpul di tubuh korban. Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita mengatakan, dari hasil penyelidikan korban diketahui meninggal di dalam rumah kontrakan. Korban meninggal karena sakit. Di bagian telinga korban ada luka hingga muncul belatung. Kasatreskrim Yogie memaparkan, pada Selasa (10/12) malam diketahui ada bau tidak sedap dari kamar korban dan ketika ditemu-

kan korban dalam keadaan badan sudah membusuk dengan kondisi telanjang. Dari hasil olah TKP unit Inafis, korban telentang di atas tempat tidur dan posisi mayat tengadah menghadap ke timur. Selain itu, di dekat tempat tidur korban terdapat bedcover selimut warna putih. Selain itu juga ada sebotol air mineral besar sebagai wadah penampungan air seni korban. Dari pihak keluarga menyatakan telah menerima secara ikhlas atas kejadian tersebut sebagai sebuah musibah. (kmb26)

Bali Post/olo

Pria Membusuk di Rumah Kontrakan

Negara (Bali Post) – Sejumlah warga di Perumahan BTN Jimbarwana, Lingkungan Sawe Raksasa, Kelurahan Dauhwaru, Selasa (10/12) malam dikejutkan adanya penemuan warga yang meninggal di dalam rumah. Kondisi warga I.B. Surya Negara (38) yang diketahui mengontrak rumah tersebut itu dalam kondisi sudah membusuk. Setelah dilaporkan, aparat dari Polres Jembrana yang dipimpin langsung Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa langsung turun ke TKP. Dari

Dari Hal. 1 Bantuan pemerintah untuk membuat strategi perluasan pasar dapat dilakukan dengan menggiatkan pameran di dalam dan luar negeri. Pentingnya Bali menjaga keamanan dan atau-

Dari Hal. 1 Tegas Ramantha, yang perlu dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota menghadapi pelambatan pertumbuhan ekonomi 2020 yakni pertama, meningkatkan program-program yang dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi hasil pertanian Bali. Sebab, secara demografi mayoritas orang Bali masih bekerja di sektor pertanian. Meningkatkan pasaran produk-produk pertanian lokal tidak cukup dengan membuatkan regulasi saja, tetapi juga perlu program yang dapat meningkatkan

Dari Hal. 1 ‘’Dengan itu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa,’’ ucap Nadiem. Dengan demikian, anggaran USBN juga dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Mengenai Ujian Nasional (UN), Nadiem menjelaskan, tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN terakhir kalinya. ‘’Penyelenggaraan UN tahun 2021 akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang terdiri atas kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan kara-

Perluasan Pasar

pun gesekan horizontal, mesti menjadi prioritas, sehingga isu-isu negatif tidak melanda dunia pariwisata Bali. Meningkatnya minat pebisnis di usaha UKM dan UMKM sudah menunjukkan perkembangan yang

menggembirakan. Hanya y a ng d i p e rl uka n a d a la h membangun jiwa yang tangguh dalam menghadapi tantangan. Dengan demikian kontribusi ekonomi lokal dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali. (lun)

Tingkatkan Nilai Tambah

kuantitas, kualitas dan kontinuitasnya. Contoh, upaya peningkatan nilai tambah ekonomi pertanian Bali seperti petani kopi dibantu bibit yang baik, ditraining cara merawat tanaman yang baik. Generasi muda petani kopi Bali diajarkan jadi barista. Kedua, penyumbang PDRB Bali kedua adalah industri kecil dan kerajinan. Produkproduk tersebut merupakan keunggulan komparatif yang merupakan modal kompetitif di dunia ekspor. Pada sektor ini pemerintah perlu membantu untuk meningkatkan daya

saing mereka dengan akses bahan baku yang lebih kontinu dan lebih murah. Di samping itu, perlu dilakukan pembinaan desain yang marketable dan menggalakkan perlindungan hak ciptanya. Lanjut Ramantha, daya saing produk ekspor Bali lewat laut masih kalah karena tingginya biaya transpor akibat dokumen pengapalannya belum bisa langsung dari Bali. Pemerintah pusat lagi giatgiatnya membangun infrastruktur, seharusnya pengapalan ekspor Bali tidak lewat Surabaya lagi. (dir)

Anggaran USBN kter,’’ kata Nadiem. Selama ini, menurutnya, UN hanya menilai satu aspek yakni sisi kognitifnya saja. Bahkan, tidak semua aspek kognitif kompetensi diuji dalam UN. Justru materi kognitif pada ujian akhir nasional lebih banyak pada penguasaan materinya dan belum menyentuh karakter siswa secara lebih holistik. Oleh karena itu, pada 2021 penerapan UN dimulai pada siswa yang berada di tengah jenjang sekolah misalnya kelas 4, 8, 11, sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran siswa. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. ‘’Arah kebijakan ini juga mengacu

pada praktik, baik pada level internasional seperti Programme For International Student Assessment (PISA) dan Trend in International Mathematich and Science Study (TIMSS),’’ katanya. Sementara itu, Ketua Komisi X DPR-RI Syaiful Huda menyambut baik kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menghapus UN mulai tahun 2021. Namun, Dewan mengingatkan pengganti UN harus lebih progres membenahi dan memperbaiki sistem penyelenggaraan ujian nasional. Untuk membahas mengenai penghapusan UN tersebut, Komisi X akan memanggil Nadiem dalam rapat kerja pada Kamis (12/12) ini di DPR. (010/ kmb4)

Kamis, 12 Desember 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan dan Serati (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini

10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Wirasa Deraan Lara Bocah di Br. Amerta Sari Sukasada 11:30 Wita Mahadewi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan dan Serati (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:30 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV

16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Campur Sari Sarbagili (2) 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Otoritas Khusus Pariwisata Untuk Bali 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

pas ini, kami resmi mendaftar mengikuti mekanisme di Golkar. Tidak ada gengsi karena visi kami sama yakni perubahan,’’ terang Tamba. Kendati dari Partai Demokrat dan mendaftar ke Partai Golkar, Tamba mengaku tidak gengsi dan koalisi ini diyakini akan tetap berjalan. Menurutnya, koalisi tujuh parpol di Jembrana yakni

Golkar, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem, Perindo dan PKS sangat kuat dan memiliki visi yang sama yakni mengusung perubahan. Dengan maju sebagai calon bupati yang diusung koalisi tujuh parpol, skenario pada Pilkada 2020 mendatang adalah head to head. Koalisi tujuh parpol ini merupakan modal kuat untuk menghadapi kekuatan PDI-P

dalam pilkada nanti. Sementara itu, Nyoman Birawan, Panitia Seleksi Pendaftaran Cabup dan Cawabup Partai Golkar, mengatakan Rabu kemarin merupakan penutupan untuk pengambilan formulir bagi calon bupati maupun calon wakil bupati. Namun, menurutnya, Pansel memperpanjang waktu pendaftaran hingga 24 Desember mendatang. Hingga kemarin sudah ada sembilan orang yang mengambil formulir, tiga di antaranya merupakan kader DPD Golkar Jembrana yakni I Made Suardana, I Ketut Wi-

dastra dan I Wayan Suardika. Sisanya dari luar kader, termasuk I Nengah Tamba. Hingga kemarin, menurutnya, baru I Nengah Tamba yang sudah mengembalikan formulir dan mendaftar secara resmi melalui Golkar. Sejumlah nama nonkader lainnya yang telah mengambil formulir di antaranya H. Nasrun, Komang Adiyasa, I Nengah Nurlaba serta I Gede Budi Santoso. Dari kalangan nonpolitisi juga ada satu nama yakni I Made Prihenjagat, yang merupakan polisi berpangkat kompol. (kmb26)


KAMIS UMANIS, 12 DESEMBER 2019

Ayu Komang Kharisma Dewi

Kuat Dalam Ekspresi dan Penjiwaan Lagu PENYANYI cilik, Ayu Komang Kharisma Dewi (14), memiliki karakter vokal yang merdu. Selain itu, ia juga memiliki power yang bagus dengan teknik menyanyi yang baik. Bahkan, bakat menyanyi yang dimilikinya ditambah dengan ekspresi dan penjiwaan lagunya yang kuat, mengantarkan putri pasangan Muliadnyana dan Utami Ningtyas ini sering meraih juara dalam berbagai lomba tarik suara. Bermodal bakat dan kelebihan yang dimiliki dalam menyanyi, Ayu Kharisma -- sapaan akrabnya -- masuk ke dalam produksi album Bali Kumara Generasi 7 yang di-launching beberapa hari lalu. Di dalam album Bali Kumara 7, siswi kelas VIII di SMPN 1 Kuta Utara ini membawakan lagu ‘’Bunga Ratuning Wengi’’ ciptaan I Komang Darmayuda. Bahkan, saat menjelang peluncuran album Bali Kumara 7, Ayu Kharisma mewakili Bali di tingkat nasional dalam ajang lomba menyanyi. Gadis cilik kelahiran Denpasar 19 Oktober 2005 ini sering juara dalam berbagai lomba menyanyi di Bali. Di antaranya, juara II menyanyi FLSN tingkat Kabupaten Badung, juara I menyanyi LASQI tingkat Kabupaten Badung, juara I menyanyi di event BNN Bali, juara I Pop Bali di SMA 7 Denpasar, dan juara I Lomba Nyanyi Asbes B. ‘’Karakter vokalnya merdu, power-nya bagus serta teknik menyanyinya baik dan sangat berbakat dalam bidang bernyanyi. Musikalitasnya baik, sehingga sangat cepat menangkap bila diajarkan improvisasi dalam sebuah lagu,’’ ujar I Komang Darmayuda, penggagas penyanyi anak-anak Bali Kumara, Minggu (8/12). Terkait lagu ‘’Bunga Ratuning Wengi’’ yang dinyanyikan, mengangkat kisah keindahan bunga wijaya kusuma yang hanya mekar sewaktuwaktu tertentu. Bunga ini biasanya mekar di malam hari hingga menjelang pagi. Konon, banyak wanita atau para ratu menggunakan bunga ini untuk menjaga aura kecantikannya. (win)

Bali Post/edi

Sistem Peringatan Dini Tsunami Dipasang di Selatan Bali

Buoy - Empat buah alat deteksi dini trusnami Buoy Generasi 4 berada di atas Kapal Riset (KR) Baruna Jaya III, yang dipasang di sejumlah tempat.

Denpasar (Bali Post) -

Berada di kawasan cincin api (ring of fire), Indonesia harus siap menghadapi bencana alam gempa bumi hingga tsunami. Pemerintah terus berkomitmen mengupayakan mitigasi bencana guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan pascaterjadi bencana alam. Salah satunya melalui pemasangan alat pendeteksi tsunami yakni Buoy di sejumlah wilayah rawan bencana. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan, Indonesia harus memperbaiki secara komprehensif dan masif sistem peringatan dini gempa, terutama tsunami. ‘’Meng-upgrade early warning system ini merupakan keharusan,’’ katanya saat pelepasan Kapal Riset (KR)

Baruna Jaya III Program InaTEWS 2019, Rabu (11/12) kemarin di Pelabuhan Benoa. Dikatakannya, sebenarnya sistem peringatan dini tsunami (Buoy) sudah ada sejak kejadian tsunami di Aceh. Namun, banyak yang rusak atau dirusak pihak tak bertanggung jawab. ‘’Sejak tahun 2006, ada 20 unit Buoy yang dirusak dan tidak bisa berfungsi lagi. Ke depan, diharapkan Buoy ini tidak

Sp

hanya menjadi benda yang mengapung di laut, namun bisa bermanfaat untuk menyelamatkan banyak orang,’’ tegasnya. Dikatakannya, Indonesia early warning system ini mulai diperbaiki dengan Buoy baru, produksi dalam negeri yang dibuat Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Akan ada 12 unit Buoy yang dipasang. Dari 12

itu, hingga akhir tahun 2019 akan dipasang empat unit. Tiga di antaranya dipasang di selatan Bali, selatan Jawa Timur, selatan Jawa Tengah, dan satu lagi di Selat Sunda. ‘’Overall nanti sebanyak 12 unit yang akan dipasang di tempat-tempat yang sudah diidentifikasi berbahaya untuk potensi tsunami. Seperti Selat Sunda, Selat Jawa, Selat Bali, Lombok sampai ke Indonesia Timur, Maluku, Sulawesi Utara,’’ bebernya. Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, BPPT akan men-deploy peralatan deteksi dini tsunami di sekitar selatan Pulau Jawa dan Bali. Mulai dari Buoy Generasi 4,

Ocean Bottom Unit (OBU), Mooring Line hingga Sinker. ‘’KR Baruna Jaya III ini akan membawa peralatan deteksi dini tsunami (Buoy tsunami), yang terdiri atas Buoy Generasi 4, Ocean Bottom Unit (OBU), Mooring Line dan Sinker serta peralatan pendukung lainnya untuk di-deploy di sekitar selatan Pulau Jawa dan Bali,’’ ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Menristek juga menghadiri serah terima Teknologi Industri Bahan Baku KIT Rapid Test Dengue yang merupakan inovasi teknologi bidang kesehatan yang dikembangkan oleh BPPT. (kmb23)

Jamu Tira Persikabo

BU Tanpa Pemain Kunci

Gianyar (Bali Post) -

Tim tuan rumah Bali United (BU) tanpa diperkuat dua andalannya, Stefano Lilipaly yang akrab disapa Fano dan Fahmi AL-Ayyubi, saat menjamu tamunya PS Tira Persikabo dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 2019, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (12/12) ini. Bahkan, Serdadu Tridatu akan tampil tanpa didampingi Pelatih Kepala Stefano ‘’Teco’’ Cugurra. Fano absen karena dikabarkan izin, sedangkan Fahmi masih didera cedera. Sementara Pelatih Kepala Teco harus pulang ke Brazil untuk menyele-

saikan suatu urusan. Kendati demikian, Asisten Pelatih Eko Purjianto mengaku senantiasa berkoordinasi dengan Teco, termasuk dalam penyusunan

starting eleven pemain. ‘’Saya tetap menjalankan program latihan pelatih Teco. Bahkan, saya selalu mengontak dia, walaupun sedang berada

Swimrun

kan. ‘’Saya kira laga petang ini cocok bagi pemain cadangan guna menunjukkan skill mereka, berikut kualitas permainan individu,’’ ungkapnya. M. Taufiq menegaskan, bertanding di depan pendukung setia Semeton Dewata, dirinya bersama rekan setim siap berjibaku guna memetik poin penuh. ‘’Kami amati legiun asing PS Tira juga berbahaya,

namun kami harus kerja keras guna merebut poin penuh,’’ ucap Taufiq. Di sisi lain, Asisten Pelatih PS Tira Persikabo Miftahudin Muksin mengemukakan, timnya akan berupaya merebut poin guna menjauh dari papan bawah. Miftahudin menilai pemain inti dan cadangan BU kualitasnya merata. Untuk itu, pihaknya tak meremehkan

lawan, mengingat siapa pun pemain BU yang diturunkan pasti lebih siap. Pemain PS Tira Guntur Triaji menuturkan, langkah awal kompetisi timnya cukup gemilang. Akan tetapi, pada putaran kedua terseok-seok dan posisinya makin terpuruk. ‘’Oleh sebab itu, kami harus bangkit dan merebut poin,’’ jelasnya. (022)

New Clark City

Proyek Olahraga Masa Depan Filipina

SWIMRUN - Untuk kedua kalinya Astra kembali mendukung pelaksanaan The Bali Hope Swimrun yang digelar 11-12 Desember 2019 di Nusa Lembongan.

Astra Kembali Dukung The Bali Hope Swimrun di Nusa Lembongan UNTUK kedua kalinya Astra kembali mendukung pelaksanaan The Bali Hope Swimrun yang digelar pada 11-12 Desember 2019 di Nusa Lembongan. Kegiatan kali kedua ini diikuti oleh 22 pelari dari lima negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Inggris, Singapura, dan Indonesia. Menurut GM Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk. Boy Kelana Soebroto, The Bali Hope Swimrun merupakan kegiatan berenang dan lari sekaligus penggalangan dana untuk melindungi lingkungan di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dari polusi sampah

di Negeri Samba, utamanya menyangkut teknik, taktik dan strategi dalam meredam serangan lawan,’’ tutur Eko Purjianto, di Gianyar, Rabu (11/12) kemarin. Dijelaskannya, bertanding di kandang, BU tetap menerapkan pola menyerang dari segala lini. Ia pun siap merotasi pemain dan memainkan yang selama ini dibangkucadang-

plastik. Juga untuk edukasi lingkungan dalam bahasa Inggris di tujuh sekolah di Nusa Lembongan melalui Bali Children Foundation. ‘’Kedua pulau ini merupakan destinasi yang dikunjungi oleh ribuan wisatawan setiap harinya,’’ katanya, Selasa (10/12) lalu di Seminyak. Dijelaskan, The Bali Hope Swimrun menempuh jarak mencapai 20,9 km dan berenang 3,3 km. The Bali Hope Swimrun tahun lalu diikuti oleh 20 pelari dari enam negara yaitu Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, Selandia Baru, dan Swedia. Dari kegiatan lomba tahun

lalu berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 74.234 atau senilai lebih dari Rp1 miliar. Pihaknya berharap, melalui acara ini dapat mengedukasi generasi muda untuk semakin sadar akan pentingnya memelihara lingkungan serta bagaimana dapat membantu masyarakat sekitar mengelola dan mendaur ulang sampah yang sudah terlanjur ada. ‘’Astra juga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh baik untuk dilakukan di daerah lain. Semangat Astra dan The Bali Hope ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,’’ ucapnya. (bns1)

New Clark City – SEA Games 2019 telah ditutup, Rabu (11/12) kemarin. Upacara penutupan digelar di Stadion Atletik New Clark City dan dimeriahkan oleh parade atlet dan hiburan oleh artis-artis ternama. New Clark City sendiri merupakan pusat olahraga baru di kota Clark. Dengan anggaran 9,5 miliar peso Filipina (sekitar Rp262 miliar), Filipina ingin SEA Games 2019 menjadi momentum untuk bangkit di dunia olahraga. Pemban-

gunan kawasan ini mulai dilakukan pada bulan April tahun 2018 lalu. Kompleks itu merupakan proyek mega-ambisius untuk menyukseskan SEA Games 2019. Namun waktunya tidak cukup untuk menyelesaikan semua arena. Saat ini yang sudah jadi dan bisa digunakan untuk SEA Games 2019 hanya tiga bangunan yakni NCC Aquatic Center, stadion atletik plus sepak bola dan apartemen untuk atlet. Clark City berjarak sekitar 111 km dari Manila, sedan-

gkan NCC Sports Complex itu masih jauh dari pusat kota. Berjarak 29 kilometer sehingga masih harus menggunakan kendaraan untuk mencapainya. CEO SEA Games 2019 Ramon Suzura menyatakan, NCC Sports Complex tidak hanya dibangun untuk SEA Games 2019, melainkan demi tujuan jangka panjang. Tempat ini disiapkan sebagai pengganti Rizal Memorial Sports Complex, Manila, yang sudah dimakan usia. ‘’Setelah SEA Games ini,

kami berharap agar NCC Sports Complex bisa digunakan sebagai sentra pembinaan atlet. Venue yang di sana cukup representatif. Kolam renang semi-indoor yang disediakan sudah maksimal. Venue lain segera diselesaikan. Karena itu, athlete village juga kami letakkan di sana,’’ imbuhnya. Memang, guna mendukung prestasi atlet, sarana dan prasarana juga harus disiapkan dengan maksimal dan tentunya berkualitas. (kmb33)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 12 Desember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu