Skip to main content

Edisi Rabu 12 Desember 2018 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

PELUNCURAN UMi - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kominfo Rudiantara, Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo, Menteri Sosial Agus Gumiwang dan Kepala Bekraf Triawan Munaf pada saat peluncuran Ekosistem Digital Pembiayaan Kredit Ultra Mikro (UMi) di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Selasa (11/12) kemarin.

Digitalisasi Kredit Ultra Mikro Perluas Akses Kredit bagi Masyarakat

PEMERINTAH meluncurkan digitalisasi Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas akses kredit bagi masyarakat lapisan bawah yang belum bankable. Digitalisasi UMi diluncurkan ber-

sama oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Desa dan Pem-

bangunan Daerah Tertinggal (PDDT) dan Badan Ekonomi Kreatif (BKRAF), Selasa (11/12) kemarin di Kemenkeu. Hal. 15 Jarak Jauh

49 Pasal Dalam Perda RTRWP akan Direvisi

Soal Kereta Api dan WiFi Masuk Desa

Denpasar (Bali Post) Pembahasan revisi Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali kembali dilanjutkan, Selasa (11/12) kemarin. Kali ini Pansus di DPRD Bali mengundang bupati dan wali kota selain Tim RTRW Provinsi. Tampak hadir Bupati Buleleng dan Bupati Klungkung, sedangkan kepala daerah lainnya diwakilkan. Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, secara umum dari 153 pasal dalam Perda RTRWP, 49 akan direvisi sesuai konsep awal yang disusun Tim RTRW Provinsi Bali. ‘’Sekitar 30 persennya pasal-pasal akan berubah. Tapi tentu saja ini akan berkembang terus, akan bergulir terus. Penambahan pasal revisi atau pengurangan, atau

penambahan pasal baru sangat memungkinkan,’’ ujarnya. Menurut Ika Putra, visi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ juga akan diakomodasi. Di samping dilakukan penyesuaian terhadap perundang-undangan di tingkat pusat, serta menampung usulan dari daerah. ‘’Jadi kondisi dan dinamika perkembangan lingkun-

gan mensyaratkan kita harus mengadakan revisi terhadap beberapa ketentuan di dalam perda,’’ jelasnya. Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali sekaligus Penyusun Teknis Revisi Perda RTRWP Made Arca Wiryawan memaparkan kebutuhan perubahan pasal-pasal dalam perda. Hal. 15 Pelabuhan Pariwisata

107,51 Km Abrasi di Bali Belum Tertangani

Setiap Tahun Kemunduran Garis Pantai 1,86 Meter

Denpasar (Bali Post) Penanganan abrasi terbilang mahal, mencapai Rp 40 miliar per 1 km garis pantai yang terabrasi. Biaya itu akan semakin membengkak pada pantaipantai di daerah pariwisata. Data Balai Wilayah Sungai BaliPenida mencatat dari 633,35 km panjang garis pantai, sepanjang 215,82 km mengalami abrasi. Sementara yang sudah tertangani baru separuhnya yakni 108,31 km. Itu artinya, masih ada sepanjang 107,51 km garis pantai yang masih membutuhkan penanganan. ‘’Kita sudah berbuat banyak, cuma kan memang abrasi

hampir terjadi di seluruh Bali mencapai ratusan kilometer. Tapi yang sudah kita tangani pun ratusan kilometer. Permasalahannya di pembiayaan saja,’’ ujar Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida I Ketut Jayada, Selasa (11/12) kemarin. Ia pun memohon partisipasi dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/ kota di Bali. Paling tidak memberikan dukungan politik agar abrasi bisa cepat ditangani. Mengingat, laju kemunduran garis pantai sejak 2015 hingga kini sudah mencapai rata-rata 1,86 meter per tahun. ‘’Kita membutuhkan pembi-

ayaan yang cukup besar, karena itu gubernur, bupati, segala macam untuk bisa sama-sama memikirkan itu,’’ jelasnya. Menurut Jayada, penanganan abrasi tidak bisa hanya dibebankan kepada Balai Wilayah Sungai Bali-Penida yang mengandalkan dana dari pemerintah pusat. Terlebih, sudah ada rencana strategis (renstra) terkait pengalokasian anggaran. Di sini, peran para wakil rakyat di pusat sangat diharapkan agar Bali bisa mendapatkan alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan abrasi. Hal. 15 Pihak Swasta

DIPA APBN 2019 Diserahkan

Jokowi Ingatkan Jangan Dikorupsi G u b e rn u r B a l i W a y a n Koster menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN 2019 yang diserahkan oleh Presiden Jokowi, Selasa (11/12) kemarin, di Istana Negara, Jakarta. DIPA APBN 2019 diserahkan kepada semua Kementerian dan Lembaga Negara serta Gub e rnur s e - I nd o ne s i a se b agai wakil pemerintah pusat di daerah. Presiden memberi arahan agar anggaran program benarbenar fokus pada bidang yang menjadi prioritas daerah. Anggaran diprioritaskan untuk membiayai program utama, bukan program pendukung seperti biayai rutin, rapat-rapat dan perjalanan dinas. Hal. 15 Rugikan Negara

Bali Post/kmb

DIPA - Gubernur Bali Wayan Koster menerima DIPA APBN 2019 yang diserahkan Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan Menkeu Sri Mulyani.


DENPASAR

2

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

FIGUR Hasil Akreditasi

BADAN Akreditas Nasional (BAN) Sekolah Madrasah (SM) Provinsi Bali mengumumkan sekolah terakreditasi dan tidak terakreditasi di Bali 2018. Menurut Ketua BAN-SM Provinsi Bali Prof. Dr. I Wayan Maba, nilai akreditasi sesuai dengan hasil pleno tanggal 24 November dan pleno tanggal 4 Desember 2018. BAN-SM Provinsi Bali memutuskan, dari 688 sekolah/madrasah yang diakreditasi dan hasilnya diplenokan, terakreditasi 666 sekolah/madrasah dan dua sekolah/madrasah dinyatakan tidak terakreditasi berdasarkan visitasi 214 asesor dengan acuan delapan standar nasional pendidikan. Dua sekolah tak terakreditasi yakni SMK Kesehatan Bhaktiyasa Singaraja dan SMP Mustika School Denpasar. Guru besar yang bertugas di Universitas Mahasaraswati ini berharap hasil akreditasi ini bisa dijadikan acuan oleh masyarakat untuk memilih SD, SMP, SMA dan SMK yang terakreditasi. Bagi lulusan SMA dan SMK yang tidak terakreditasi, tidak bisa melanjutkan ke PT sesuai dengan ketentuan Dikti. (sue)

Kejaksaan Musnahkan Narkoba Senilai Rp 2,1 Miliar

Denpasar (Bali Post) Kejaksaan Negeri Denpasar memusnahkan narkoba senilai Rp 2.142.542.000, Selasa (11/12) kemarin. Barang bukti yang dimusnahkan tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, yang merupakan perkara pidana umum yang diputus pada kurun waktu September 2018 hingga November 2018. Kajari Denpasar Sila H. Pulungan mengatakan, narkoba yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti dari 30 perkara. Rincian dari barang bukti tersebut berupa ganja seberat 0,75 gram dari dua perkara, ekstasi enam perkara dengan jumlah 5.315 butir dengan berat total 15,25 gram dan sabu-sabu 25 perkara dengan total barang bukti 980,64 gram. Di samping narkoba, ada juga pemusnahan lima buah senjata tajam dan ponsel yang sebelumnya dijadikan barang bukti. Menurut Sila H. Pulungan, angka pemusnahan barang bukti saat ini meningkat dibandingkan pemusnahan sebelumnya. Sekitar tiga bulan lalu, kejaksaan juga memusnahkan barang bukti. ‘’Kali ini kelihatan jumlahnya kecil, tapi jika diuangkan mencapai sekitar Rp 2.142.542.000. Ini sangat memprihatinkan. Kalau dilihat dari nilainya, itu bisa buat beli rumah beserta isinya, bisa membeli mobil baru,’’ katanya. Ke depan dia berharap kejahatan, khususnya narkotika bisa diminimalisasi. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen bersinergi dalam hal pemberantasan tindak pidana narkotik. Ditegaskan, pihaknya tidak mentolelir pelaku kejahatan narkoba. ‘’Mari kita bersinergi dan bersama-sama memberantas narkoba,’’ ajak pria yang sebentar lagi akan menduduki jabatan baru sebagai Asisten Tindak Pidana Umum di Palembang ini. (kmb37)

Bali Post/kmb36

GELAR PASUKAN - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose melakukan pemeriksaan pasukan saat Apel Gelar Pasukan Pra-Operasi Lilin 2018.

Jelang Nataru

Polda Antisipasi Masuknya Teroris

Denpasar (Bali Post) Kewaspadaan terhadap aksi terorisme, terutama menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) terus dilakukan jajaran kepolisian. Polda Bali sudah melakukan berbagai upaya antisipasi, di antaranya melakukan deteksi dini pergerakan teroris yang mengarah ke Bali. “Tidak ada. Untuk di Bali tidak ada (teroris),” kata Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose di sela-sela apel gelar pasukan Pra-Operasi Lilin 2018 untuk pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru) di Mako Brimob, Tohpati, Denpasar Timur, Selasa (11/12) kemarin. Mengantisipasi agar Bali tidak lagi jadi sasaran teroris, kata Petrus Reinhard Golose,

pihaknya tetap menerapkan konsep-konsep preemtif. Kalau ada, pasti pihaknya akan melakukan penindakan. “Terutama Satuan Tugas Antiteror yang saya pimpin bersama-sama dengan CTOC (Counter Transnational and Organized Crime) Polda Bali, yang satu-satunya ada di Polda Bali dengan kekuatan hampir 200 orang,” ujarnya. Dengan kekuatan tersebut, lulusan Akpol 1988 ini menegaskan, pihaknya akan melakukan deteksi dini bekerja sama dengan polda-polda lain, bahkan Mabes Polri. Tujuannya mengantisipasi teroris sebelum masuk Bali. Namun secara keseluruhan ia melihat banyak operasi yang dilakukan bersama-sama, penangkapan dan tempat penahannya tersebar di Indonesia, kecu-

ali di Bali. Sehingga sampai sekarang tidak ada ancaman tersebut. “Dengan dukungan masyarakat Bali dan para jurnalis, saya mohon untuk bersama-sama menjaga Bali yang kita cintai ini,” pintanya. Terkait Apel Praoperasi Lilin, ratusan personel bersenjata lengkap dari Satbrimob, Ditpolairud dan Ditsabhara Polda Bali dikumpulkan di Lapangan Iptu Soetarjo, Satbrimob Polda Bali, Tohpati. Sebelum memberi arahan, Kapolda melakukan pemeriksaan pasukan, persenjataan dan kendaraan taktis. Acara ini juga dimeriahkan yel-yel dari masing-masing satuan. “Gelar pasukan ini saya lakukan Praops Lilin. Saya melihat ini adalah kekuatan pasukan baik dari Brimob, Sabhara dan Polairud. Kita

Bali Post/kmb37

Pelatihan Jurnalistik di SMA Dwijendra Denpasar

Denpasar (Bali Post) Mengisi jeda semester ganjil, sebanyak 50 siswa SMA Dwijendra Denpasar yang tergabung dalam KIR Journalist SMA DJ, sejak Senin (10/12) hingga Selasa (11/12) kemarin mengikuti pelatihan jurnalistik dasar. Mereka adalah siswa kelas X yang dipersiapkan mengelola majalah sekolah Dharma Acarya. Pelatihan dibuka Waka Humas SMA Dwijendra Denpasar Ir. Putu Iriantono, M.Pd. Menurut Iriantono, pelatihan jurnalistik ini sangat penting untuk mengisi ruang majalah dinding sekolah, persiapan mengikuti lomba mading dan mengisi majalah sekolah. Untuk itu, SMA Dwijendra memerlukan wartawan andal dengan membina siswa baru atau kelas X. Selain itu, keterampilan jurnalistik juga penting untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa untuk belajar mandiri dan bekerja nanti di dunia pers. Pelatihan diberikan Pemred Wiyata Mandala I Made Sueca. Materi pelatihan mencakup materi cara membuat berita langsung, berita kisah dan laporan mendalam. Selain itu, juga diajarkan membuat laporan utama, laporan khusus, membuat tajuk dan opini. Pada hari kedua diisi dengan mengelola majalah sekolah agar berkualitas dari segi isi, cover depan dan penampilan. Pelatihan diakhiri dengan foto bersama. (025)

Bali Post/025

JURNALISTIK - Kru KIR Journalist SMA DJ berfoto bersama dengan pembinanya, Putu Iriantono, seusai pelatihan jurnalistik.

819446 / 081337032965

Topik : TAMAN PITBULL MUBAZIR

turis tetap tinggi dengan adanya keamanan yang baik di Bali. “Bagaimana masyarakat membantu aparat, kemudian kita lihat secara kasat mata tidak ada organize crime yang berani beroperasi,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya berupaya menumbuhkan kepercayaan kepada turis, sehingga hotel, tempat hiburan dan sebagainya mendapat kenaikan dan bagus dalam perspektif orang asing. Tentunya pihaknya juga akan melakukan penebalan pasukan baik Gilimanuk, Padangbai, Benoa dan tempat-tempat lain. “Saya perintahkan besok Dirpolair, Dirsabhara, Kasatbrimob dan Kapolresta Denpasar mengecek jalur-jalur, baik masuk maupun keluar,” tegasnya. (kmb36)

upaya pencermatan dan sinkronisasi terhadap DPTHP-2. Dari proses tersebut, KPU Kota Denpasar menetapkan penurunan jumlah DPTHP-2 dari 464.700 menjadi 464.132, berkurang sebanyak 568. Sementara itu, jumlah TPS tetap, yakni sebanyak 1.737 yang tersebar di empat kecamatan, 43 desa/kelurahan se-Kota Denpasar. Arsa Jaya menegaskan, KPU Kota Denpasar juga melakukan verifikasi terhadap 659 pemilih yang terdaftar di DPT luar negeri, di mana hasilnya adalah 255 dicoret karena dinyatakan

akan memilih di luar negeri pada hari pemungutan suara 17 April 2019. KPU mencatat sebanyak 284 pemilih penyandang disabilitas. KPU Kota Denpasar menyatakan telah memastikan bahwa data DP4 non-DPT yang dicoret telah terverifikasi oleh PPK dan PPS, dan data yang disampaikan telah disingkronisasi dengan portal SIDALIH KPU. (kmb12)

DPT Kota Denpasar Turun, 621 Pemilih Dicoret

Denpasar (Bali Post) –

DIMUSNAHKAN - Kajari Denpasar Sila H. Pulungan didampingi Kasipidum Arief Wirawan saat menunjukkan barang bukti yang akan dimusnahkan.

menyiapkan ini dalam rangka pengamanan Natal dan tahun baru. Bagi saya ini juga menyiapkan pasukan dalam menyambut Pemilu 2019,” tegasnya. Menurut Petrus Reinhard Golose, hasil pengecekan secara umum sudah baik, peralatan juga lumayan. “Sekarang kita punya dapur (mobile) dibeli dari DIPA, APBN. Sehingga pergeseran pasukan punya dapur sendiri seperti kantin,” katanya dan menegaskan, pihaknya siap menjaga dan mengamankan Bali serta menyukseskan Pemilu 2019. Petrus Reinhard Golose menambahkan, peningkatan arus turis ke Bali juga harus dijaga. Meskipun ada bencana yaitu Gunung Agung, Lombok dan Palu, namun kunjungan

Penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Tahap II telah rampung. Bahkan, hasilnya telah diplenokan jajaran KPU Denpasar bersama instansi terkait lainnya, seperti Bawaslu, partai peserta pemilu, LO partai politik, Disdukcapil dan PPK se-Kota Denpasar. Dari hasil penyempurnaan tersebut, DPT untuk Kota Denpasar mengalami penurunan yang cukup banyak dibandingkan data saat penetapan DPT terdahulu. Ketua KPU Denpasar I Wayan Arsa Jaya mengatakan hal itu, Selasa (11/12) kemarin. Dalam rangka melaksanakan perintah SE KPU Nomor 1429 tentang Perpanjangan 30 Hari Masa Penyempurnaan DPTHP-2, kata Arsa Jaya, KPU Kota Denpasar telah menetapkan hasilnya. Dikatakan, sebanyak 621 pemilih dicoret dari DPTHP-2 karena alasan ganda, meninggal dunia dan

pindah domisili. Untuk pemilih baru tercatat sebanyak 53 pemilih yang tersebar di empat kecamatan di Kota Denpasar. ‘’Proses penyempurnaan ini merupakan bagian dari komitmen KPU Kota Denpasar untuk mewujudkan daftar pemilih pemilu serentak 2019 yang akurat, bersih dan inklusif,’’ katanya.

Arsa Jaya menambahkan, perpanjangan masa penyempurnaan DPTHP-2 ini berawal dari rekomendasi Bawaslu untuk menunda penetapan DPTHP-2 di KPU RI pada 15 November 2018. KPU Kota Denpasar bersama-sama dengan Disdukcapil, Bawaslu dan partai politik telah melakukan

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Senator RI Diundang Menteri Luar Negeri Australia dan Menteri India

Dr. Arya Wedakarna Jadi Simbol Diplomasi Internasional Bali di Panggung Dunia SETELAH mewakili Bali di panggung IMF-World Bank bertemu langsung dengan Christine Lagarde (Direktur IMF), Jim Yong Kim (Presiden Bank Dunia) dan Jack Ma (Founder/ CEO Alibaba Company yang merupakan pengusaha terkaya di Cina), kini tanpa henti sosok senator termuda dari Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E.(MTRU)., M.Si. terus membawa nama baik Bali dalam perjuangan diplomasi internasional untuk kepentingan kaum marhaen. Kemampuan diplomasi Shri Arya Wedakarna menjadikan dirinya sebagai tokoh publik di Bali yang paling kerap diundang bertatap muka dengan para diplomat internasional, sebagaimana yang terekam dalam pertemuan dua menteri asal negara sahabat dengan Senator Wedakarna, di antaranya pertemuan Senator AWK dengan HE Shripad Yesso Naik (Menteri Kesehatan Republik India) yang didampingi oleh HE Pradeep (Duta Besar Republik India). ‘’India dan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjuangan diplomasi bangsa. India menjadi penting karena negara ini sangat menghormati Bali. India mengirimkan turis berkualitas, India punya sumber keuangan besar di du-

nia dan yang paling penting India adalah negara dengan penduduk Hindu terbesar di dunia. Jadi, kami sangat terbuka terkait apapun dengan India, termasuk ada keinginan India mendirikan Institut Yajur Weda di Indonesia. Saya pribadi juga salut dengan kehebatan Perdana Menteri India Narendra Modi yang sangat kental berjuang untuk membawa misi budaya Veda, termasuk keberhasilan Yoga menjadi resolusi PBB,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang diganjar gelar ‘’Arjuna’’ di Karnataka Bangalore India ini. Hal senada juga ia sampaikan dalam kesempatan berbeda saat bertemu HE Marise Paine (Menteri Luar Negeri Australia) dan HE Gary Quinlan (Duta Besar Australia) di forum berbeda. ‘’Australia tetap penting bagi orang Bali. Negara ini sudah banyak membantu Bali dalam hal pengembangan destinasi pariwisata. Banyak rakyat Bali hidup karena investasi bisnis orang Australia dan kesan baik Australia di hadapan orang Bali, saat Bali mengalami Bom Bali I dan II yang merenggut banyak nyawa warga Australia. Saya tadi sudah berbicara dengan pihak Menlu Australia agar mereka bisa mengirim senior officer set-

ingkat menteri minimal dalam setiap peringatan Bom Bali 12 Oktober setiap tahun. Dukungan diplomatik sangat penting agar pesan kemanusian dari tragedi yang dilakukan kaum teroris berkedok agama tertentu ini tetap diingat dunia. Saya juga memberi pandangan bahwa ada political wave yang pro-radikal, menginginkan Memorial Service 12 Oktober ini dikaburkan, dan jelas kami sebagai putra Bali tidak mau itu terjadi. Tragedi Bom Bali harus terus diingat dari zaman ke zaman. Saya ada terdepan agar sejarah ini tidak hilang, pesan Bung Karno yakni Jas Merah harus diingat terus,’’ ungkap Arya Wedakarna. Selain itu, pihaknya selaku anggota DPD-RI juga mendukung pendirian Monumen Bali Peace Park di kawasan Legian, yang kini sedang diusahakan oleh komunitas pencinta Bali asal Australia. ‘’Sepuluh tahun perjuangan Memorial Park di gubernur sebelumnya belum juga terealisasi. Kini kita berharap ada di Gubernur Bali yang baru. Sekarang prioritaskan dulu agar fungsi lahan dimaksud agar tetap hanya bisa terpakai untuk urusan sosial ini. Jangan sampai pemerintah baik di Provinsi dan Badung malah mengizinkan lahan bekas Bom Bali untuk kegiatan bisnis. Itu sama saja

BILATERAL - Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Menteri Luar Negeri dan Dubes Australia serta Menteri Kesehatan India dan Dubes India. mengkhianati roh arwah korban Bom Bali dan berat itu konsekuensi niskala-nya. Lainnya, kita sudah sampaikan ke pemerintah Australia termasuk di Canberra bahwa rakyat Bali masih sangat membutuhkan kerja sama mutual di bidang pariwisata, pendidikan tinggi

dan ekonomi. Termasuk saya meminta pemerintah Australia melindungi warga Indonesia, khususnya warga Bali yang berjumlah ribuan yang kini ada di Australia,’’ pungkas Dr. Arya Wedakarna yang juga pernah berpendidikan di MLC Australia. (ad437)


BADUNG

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

3

Gelorakan Semangat Green Hotel, DLHK Serahkan Penghargaan Sahwali

SERAHKAN PENGHARGAAN - Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan (kiri) usai penyerahan penghargaan Sahwali. DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung terus gencar menggelorakan semangat program Green Hotel. Bah-

kan DLHK akan memberikan penghargaan berupa Green Hotel Award. Award akan diberikan secara berkelanjutan tidak hanya untuk hotel bin-

tang lima, namun juga untuk komponen hotel lain sebagai apresiasi atas kepedulian terhadap lingkungan. Guna mengawali program Green Hotel Award tersebut, DLHK Badung pada Selasa (11/12) kemarin memberikan penghargaan kepada sejumlah hotel yang sudah berwawasan lingkungan. Bertempat di wantilan ITDC Nusa Dua, penghargaan ini diberikan untuk Perusahaan Berwawasan Lingkungan (Sahwali) 2018. ‘’Program Sahwali ini nantinya akan menjadi Green Hotel Award, karena konsepnya memang berwawasan lingkungan. Green Hotel Award ini akan terus digenjot pada tahun 2019,’’ kata Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan usai penyerahan penghargaan. Tidak hanya pemberian penghargaan untuk penge-

lola hotel, DLHK Badung juga menyerahkan penghargaan kepada desa penerima penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim). Sementara untuk sekolah, pihaknya juga menyerahkan piagam Adiwiyata 2018. Ini diberikan kepada sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. ‘’Proklim dan Sekolah Adiwiyata ini merupakan sinergitas antara edukasi dan aplikasi di desa. Dengan ini diharapkan akan ada banyak pahlawan sampah, sehingga bisa mewujudkan konsep Badung yang bersih hijau dan berbunga,’’ ujarnya. Sementara untuk konsep Green Hotel Award 2019, ada beberapa item persyaratan yang akan dipertajam. Contohnya, hotel harus memiliki sertifikat ISO 9001 atau 1401. Selain itu, pengelolaan

limbah yang profesional, laporan UPL, UKL, Amdal yang berkelanjutan serta pengelolaan sampah yang bagus. Tidak hanya hotel, rumah sakit pun nanti akan diberikan penghargaan bagi yang telah memiliki pengelolaan limbah yang baik. ‘’Mudah-mudahan dengan adanya Green Hotel Award, hotel, komponen lain, serta rumah sakit bisa menjadikan destinasi pariwisata Bali dan Badung betul-betul merupakan kawasan pariwisata kelas dunia dan bintang lima,’’ ujarnya. Employee Relation Manager Melia Bali Wayan Wetny selaku penerima penghargaan terbaik menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada hotel yang menjalankan kebersihan lingkungan. Saat ini, Melia Bali juga sedang gen-

car-gencanya mempromosikan program lingkungan, seperti mengurangi penggunaan boks plastik dan diganti dengan boks berbahan ramah lingkungan. Deputy Managing Director The Nusa Dua A.A. Istri Ratna Dewi mengatakan, ITDC selaku pengelola kawasan Nusa Dua sangat mendukung gerakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung. ‘’Dengan adanya pembinaan dan pengawasan terhadap semua hotel yang ada di Badung, diharapkan ini bisa memberikan dampak pariwisata yang besar untuk Badung dan Bali,’’ ucapnya. Adapun Sahwali tahun 2018 yaitu, peringkat terbaik diraih Hotel Mulia Bali. Terbaik kedua yaitu Sofitel Bali Nusa Dua, dan terbaik ketiga yaitu Courtyard By Marriot Bali. Sedangkan penerima

piagam Sekolah Adiwiyata 2018 sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, yaitu SDN 2 Sedang, SDN 2 Ayunan, SDN 2 Abiansemal, SDN 2 Penarungan, SDN 2 Mengwi, SDN 4 Sembung, SDN 3 Kerobokan, Sunrise School, SDN 2 Tuban, SDN 4 Kuta, SDN 2 Seminyak dan SDN 4 Jimbaran. Untuk SMP yaitu, SMPN 4 Petang, SMPN 3 Mengwi, SMPN 5 Mengwi, SMPN 1 Kuta Utara, SMPN 4 Kuta Selatan dan SMPN 5 Kuta Selatan. Sedangkan untuk desa penerima penghargaan Proklim yaitu, Desa Sibang Kaja, Desa Sulangai, Desa Sangeh dan Desa Baha. Pada kesempatan tersebut, DLHK Badung juga melakukan Sosialisasi Revolusi 3R yaitu reuse, reduse, recycle pengelolaan sampah dan limbah B3. (ad436)

PROFIL Program Kemitraan PERUSAHAAN Pengembang Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC tahun ini menyalurkan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) senilai Rp 1,8 miliar. Sebagian dari dana tersebut ditujukan untuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia yang berada di banjar penyangga kawasan hotel-hotel bertaraf internasional di Nusa Dua, Badung. Deputy Managing Director The Nusa Dua Anak Agung Istri Ratna Dewi mengatakan, bina lingkungan Perusahaan Pengembang Pariwisata Indonesia ini berdasarkan imbauan Kementerian BUMN agar masingmasing perusahaan BUMN menyalurkan dana PKBL. ‘’Memang kita ada beberapa aspek yang dibantu, salah satunya b i n a l i n g k u n g a n u n t u k kesehatan,’’ jelasnya saat bina lingkungan pemberian kaca mata untuk lansia di Nusa Dua, Senin (10/12). Ratna menjelaskan, hal ini sesuai program jangka panjang yang awalnya dana itu disalurkan untuk pembangunan fisik seperti infrastruktur, p e m b i naan serta kesenian. ‘’Dana bina lingkungan untuk p e m berian k a c a mata akhir t a h u n ini nilainya Rp 100 jutaan dari t o t a l PKBL Rp 1,8 miliar. Tahun ini bina lingkung a n nya yang l e b i h digiatkan,’’ ucapnya. (edi)

Sejumlah Jabatan Eselon II Lowong

Mangupura (Bali Post) – Sejumlah jabatan Eselon II di lingkungan Pemkab Badung dipastikan lowong pada 2019. Sebab, para pejabat yang menempati kursi tersebut memasuki masa pensiun. Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Badung, pejabat yang akan memasuki masa pensiun akhir tahun ini adalah Kepala Dinas Perikanan Putu Oka Swandiana, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik I Ketut Martha dan Kepala Badan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS) Putu Rianingsih. Sebelumnya tiga kursi eselon II yang telah lowong, adalah Kepala BPBD yang dahulu dijabat I Nyoman Wijaya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan yang sebelumnya dijabat I GAK Sudaratmaja dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia yang sebelumnya dijabat I Made Witna. Kepala BKSDM I Gede Wijaya, Selasa (11/12) kemarin, membenarkan prihal tersebut. Sejumlah pejabat di Pemkab Badung akan memasuki masa pensiun pada awal tahun 2019. ‘’Per 1 Januari ini sejumlah pejabat akan memasuki masa pensiun. Jadi, akan ada enam jabatan Eselon II yang akan lowong,’’ ujarnya. Selain jabatan eselon II, birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara itu juga menyatakan jabatan eselon III maupun IV banyak yang lowong. Seperti kursi Camat Kuta yang sudah lowong dan Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba yang akan memasuki masa pensiun pada awal tahun 2019. ‘’Selama ini, untuk menjalankan pemerintahan di Kecamatan Kuta ditunjuk Plt. I Made Widiana yang juga menjabat Camat Kuta Selatan,’’ katanya. Kendati banyak jabatan yang lowong, hingga kini belum ada tanda-tanda pengisian. Gede Wijaya hanya menegaskan, pengisian jabatan lowong menjadi kewenangan pimpinan daerah. Namun pihaknya selaku Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Badung telah siap dengan kajian dan data. Sesuai prosedur, untuk pengisian jabatan Eselon II dilakukan melalui lelang jabatan yang prosesnya dilakukan oleh panitia seleksi. Sedangkan untuk eselon lainnya, cukup dengan pertimbangan Baperjakat. ‘’Begitu ada perintah kami sudah siap bergerak. Data dan kajian sudah ada,’’ tegasnya. (kmb27)

Bali Post/edi

ditandu - Keturunan Puri Satria Dalem Kaleran Kuta, Selasa (11/12) kemarin mengikuti upacara Munggah Deha Teruna dan ditandu keliling Kuta.

LOGISTIK - Logistik KPU Badung yang terendam air saat hujan lebat, Sabtu (8/12) lalu.

Bali Post/ist

Ribuan Kotak Suara Terendam Banjir

Mangupura (Bali Post) -

Hujan lebat yang menguyur Bali dan sekitarnya, membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung yang beralamat di Jalan Kebo Iwa 39, tak luput dari banjir yang terjadi Sabtu (8/12) lalu. Bencana alam ini mengakibatkan ribuan kotak suara yang terbuat dari kardus, terendam. Ketua KPU Badung Wayan Semara Cipta mengatakan, dari data penghitungan sementara, kotak suara yang rusak sebanyak 2.065 buah

dan bilik suara sebanyak 110 buah. Pada Selasa (11/12) kemarin logistik yang rusak itu mulai diperbaiki. ‘’Sementara untuk menangani masalah

dan mengamankan logistik yang tidak terkena genangan, yakni dengan memanfaatkan kotak suara aluminium sebagai alas peninggi,’’ ujar

Semara Cipta. Pria yang akrab disapa Kayun ini menyampaikan, banjir di gudang logistik akibat tembok sisi selatan kantor KPU jebol. Tembok yang jebol tersebut berada dekat gudang. Ketinggian banjir saat itu mencapai 40-50 cm. Pihaknya telah membuatkan berita acara dan kronolo-

gi kerusakan serta membuat surat pengajuan kekurangan atas logistik yang rusak. Selain itu, pihaknya juga bersurat ke BPBD Badung terkait perbaikan tembok kantor yang roboh. ‘’Ini sudah ditindaklanjuti dengan peninjauan bencana oleh pihak BPBD Badung,’’ ucapnya. (kmb27)

Komplotan Copet Curi Belasan HP di DWP

SPEAKER - Taman di Puspem Badung dipasangi garden speaker.

Bali Post/par

Puspem Badung Dilengkapi ’’Garden Speaker’’ Mangupura (Bali Post) – Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Sempidi, terus bersolek. Sejumlah fasilitas dibangun untuk melengkapi kawasan tersebut. Setelah air mancur di Jaba Pura Lingga Bhuana dan sungai buatan, kini Pemkab memasang speaker taman atau garden speaker di areal taman Puspem Badung. Garden speaker ini disebut-sebut mampu menyebarkan suara 360 derajat. Kepala Bagian Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) Setda Badung I Wayan Puja, Selasa (11/12) kemarin mengungkapkan, alat pemancar audio ini dipasang mengitari

seluruh areal Puspem Badung. ‘’Pemasangan garden speaker ini merupakan ide dari Bapak Bupati Badung dalam upaya penataan menyeluruh kawasan Puspem,’’ ujarnya. Garden speaker dipasang hingga taman Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati. Total garden speaker yang kini dalam tahap pemasangan berjumlah 110 unit. Selain berfungsi sebagai sarana informasi, alat ini juga dimaksudkan untuk memberi hiburan kepada masyarakat dengan lantunan-lantunan musik saat berkunjung ke Puspem. ‘’Tiap akhir pekan Puspem kan selalu ramai pengunjung. Ada yang berolahraga dan

sekadar jalan-jalan bersama keluarga, jadi ada hiburan. Alat ini juga nanti untuk pengeras suara saat Puja Tri Sandya, tapi minta petunjuk dulu kepada pimpinan,’’ katanya. Berdasarkan informasi, pengadaan garden speaker bersumber dari APBD Perubahan tahun 2018. Nilai anggarannya kurang lebih Rp 1,8 miliar. Alat ini akan dikendalikan langsung di Sekretariat Daerah atau kantor Bupati Badung. ‘’Mudah-mudahan sebelum akhir tahun garden speaker ini sudah bisa dipergunakan, sehingga awal tahun 2019 sudah berfungsi secara penuh. Kami berharap Minggu ini bisa uji coba,’’ jelasnya. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) Polisi meringkus dua pencopet, Muhamad Riduan alias Adi (35) dan Hermansyah alias Karso (34). Kedua pencopet ini beserta Cimeng, satu anggota komplotan yang masih diburu polisi, beraksi di event Djakarta Warehouse Project (DWP) di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Minggu (9/12) lalu. Komplotan copet ini menggasak 11 HP milik pengunjung DWP. Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan Iptu Muh. Nurul Yaqin, Selasa (11/12) kemarin menjelaskan, modus pelaku yaitu mengambil HP di saku korban saat berdesak-desakan di arena DWP. Salah satu korbannya adalah Felix Prilianto Kurniawan (27), asal Jawa Barat dan tinggal di Cendana Villa di Jalan Gedong Sari, Mumbul, Kutsel. Kronologisnya, pada Minggu sekitar pukul 00.30 Wita saat korban berjalan di keramaian penonton, dia merasa ada tangan orang tidak dikenal merogoh saku celana kirinya. Saat itu korban refleks mengeluarkan tangan orang tersebut, namun dia tidak curiga karena situasi sangat ramai. Beberapa saat

kemudian korban bermaksud menghubungi temannya menggunakan HP. Ternyata HP yang ditaruh di saku celana kirinya hilang. ‘’Korban sempat menghubungi HP-nya itu dan masih aktif,’’ ujar Yaqin. Setelah mendapatkan informasi aksi pencopetan tersebut, polisi melakukan penyisiran dan berhasil menangkap Riduan dan Hermansyah. Petugas langsung membawa kedua pelaku di tempat yang aman untuk mengantisipasi amuk massa. Polisi lalu membawa pelaku ke tempat tinggalnya di Jalan Polonia I, Tuban. Pelaku mengakui, barang hasil curian itu dibawa semua oleh Cimeng. Sedangkan Cimeng sudah kabur. Hasil interogasi, mereka beraksi sejak tanggal 7 Desember lalu dan mencopet 5 iPhone yang semuanya dibawa Cimeng. Sedangkan keesokan malamnya mereka mendapatkan 11 HP berbagai merk. ‘’Rencananya barang hasil nyopet itu dibawa dan dijual di Bogor, Jawa Barat. Diduga mereka sengaja datang ke Bali untuk nyopet dan berkedok jadi penonton konser musik,’’ ungkap Yaqin. (kmb36)


4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

DAERAH

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

’’Driver’’ Ojek Online Ditusuk Orang Tak Dikenal Denpasar (Bali Post) -

Seorang driver ojek online (ojol) Erwin Umar Christanto (40) ditusuk dua orang tak dikenal di Jalan Taman Pancing Timur, Pemogan, Denpasar Selatan (Densel), Selasa (11/12) kemarin. Akibatnya, korban mengalami luka tusuk di rusuk sebelah kanan dan mengenai paru-paru. Diduga pelakunya begal sepeda motor. Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika mengatakan, pada Senin (10/12) pukul 23.00 Wita, korban beralamat di Jalan Imam Bonjol Gang Nyuh Suda-

mala, Denpasar ini hendak menjemput istrinya, Umi Khabibah (24), yang bekerja di spa di Tuban, Badung. ‘’Sebelum menuju tempat kerja istrinya, korban mengantar

pelanggan bernama Adi di Perum Lotus Jalan Imam Bonjol, Denpasar,’’ ujarnya. Usai mengantar pelanggannya tersebut, korban diberi tahu kalau

Mahasiswa Unhi Denpasar Berlaga di ASEAN University Games 2018

ASEAN University Games (AUG) yang merupakan pertandingan atlet-atlet dari mahasiswa negara-negara ASEAN telah berlangsung mulai 7 hingga 20 Desember 2018 di Nayphidaw, Myanmar. Khusus untuk Indonesia, tahun 2018 ini akan mengikuti sebanyak 13 cabang olahraga. Di antaranya atletik, panahan, badminton, bola basket, renang, bola voli, catur, karate, petanque, dayung, wushu, vovinam, dan sepak takraw dengan jumlah seuruh kontingen sebanyak 185 orang. Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menjadi satusatunya universitas di Indonesia yang mengirimkan atlet mahasiswanya pada cabang olahraga vovinam. Mereka adalah I Gusti Agung Ngurah Suardyana (20) yang merupakan mahasiswa Prodi Pembangunan Wilayah dan Perkotaan (PWK) dan I Wayan Purbawa (20) dari Prodi Ekonomi Managemen. Kedua mahasiswa semester V ini akan bertanding pada 14-18 Desember 2018 di Myanmar. Mereka akan diberangkatkan hari ini dan didampingi pembina mereka masing-masing. I Gusti Agung Ngurah Suardyana yang berasal dari Banjar Delod Rurung, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan ini merupakan atlet yang telah bergelimang prestasi di cabang olahraga vovinam. Ia pernah merai 1 emas dan 4 perunggu pada perhelatan The 4th AVF Asian Vovinam Championships pada 2-7 November 2018 lalu di Tabanan. Selain itu, ia juga pernah meraih 1 emas dan 4 perunggu pada The 5th South East Asian Vovinam Championships pada 7-12 Agustus 2018 silam di Nay Pyi Taw- Myanmar. Sementara I Wayan Purbawa yang berasal dari Banjar Curah, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan ini pernah meraih 2 perunggu pada perhelatan The 4th AVF Asian Vovinam Championships pada 2-7 November 2018 lalu di Tabanan dan meraih 1 emas dan 2 perunggu pada South East Asian Vovinam Federation (SEAVF) pada 11-14 tahun 2017 silam di Camboja. Pembina Vovinam Unhi Denpasar Gusti Ayu Komang Ernawati mengatakan kedua anak asuhnya ini telah siap bertanding melawan atlet-atlet vovinam dari universitas-universitas 17 negara se-ASEAN. Bahkan, pihaknya optimis kedua anak didiknya ini bisa merebut emas. Sebab, lawan terkuat yang akan dihadapi nanti hanyalah dari negara Vietnam. Namun, dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan selama setahun terakhir dan pengalaman

GAME - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (tengah) didampingi Wakil Rektor III Unhi Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. dan Pembina Vovinam Unhi Denpasar Gusti Ayu Komang Ernawati, serta kedua atlet vovinam yang akan berlaga pada ASEAN University Games 2018 di Nayphidaw, Myanmar. prestasi yang dimiliki anak asuhnya, pihaknya tetap optimis bisa merebut medali emas. ‘’Kepada atlet yang akan bertanding, bertandinglah dengan penuh semangat, tunjukkan skill kalian dan junjung tinggi sportivitas serta rebut prestasi sesuai dengan harapan. Karena kami menargetkan mereka keduanya merebut medali emas,’’ pesannya kepada mereka pada acara pelepasan atlet, Selasa (11/12) kemarin. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan Unhi Denpasar merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang mengirimkan atlet mahasiswanya untuk bertanding pada ASEAN University Games 2018 pada cabang olahraga vovinam. oleh karena itu, pihaknya berharap kepada kontingen agar mampu bertanding semaksimal mungkin untuk bisa mengharumkan nama bangsa dan lembaga Unhi Denpasar pada khsusunya di kancah internasional. Dikatakan, saat ini Unhi Denpasar telah concern dan memprioritaskan prestasi siswa di semua cabang, termasuk cabang olahraga. Hal ini dilakukan agar ke depan mahasiswa Unhi Denpasar, khususnya para atlet agar bisa mewakili Bali ke Pimnas dan Pomnas tahun 2019. Bahkan, semua mahasiswa yang

berpotensi dan telah berprestasi telah disiapkan segala bentuk operasionalnya. Sehingga mahasiswa benar-benar serius untuk mengembangkan dan meningkatkan minat dan bakat mereka menjadi mahasiswa yang memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Wakil Rektor III Unhi Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. menambahkan, untuk menjaring mahasiswa yang berprestasi, baik di bidang olahraga, seni dan ilmiah, pihaknya telah menyediakan beasiswa khusus bagi mahasiswa yang berprestasi tersebut. Bahkan, bagi lulusan SMA/SMK yang mempunyai prestasi di tingkat nasional akan di terima langsung di Unhi Denpasar tanpa tes seleksi dan akan diberikan gratis uang SPP selama 8 semester. ‘’Kita akan menyiapkan beasiswa khusus bagi lulusan SMA/ SMK yang mempunyai prestasi khusus olahraga, seni dan ilmiah tingkat nasional. Kalau prestasinya di tingkat regional masih kami pertimbangkan dengan menunjukkan sertifikatnya langsung. Bagi yang memiliki prestasi di tingkat nasional akan kami terima untuk kuliah di Unhi dan bebas SPP selama 8 semester,’’ tandas Dr. Wayan Muka. (ad435)

Ingin Tahu Perkembangan Kasus LPD

Puluhan Warga Kapal Padati Pengadilan Tipikor Denpasar (Bali Post) Puluhan warga Kapal, Badung dari 18 banjar memadati Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (11/12) kemarin. Mereka kebanyakan ingin mengetahui proses persidangan dugaan korupsi di LPD Desa Adat Kapal dengan terdakwa mantan Ketua LPD I Made Ladra. Forum Klian Adat se-Desa Adat Kapal I Ketut Sudira mengatakan pihaknya sengaja datang ke pengadilan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kasus LPD Kapal, karena masyarakat di Kapal sering menanyakan seperti apa perkembangannya. Wajar saja warga Kapal yang menaruh uang di LPD tersebut kini resah. Uang yang mereka simpan di sana tidak bisa ditarik untuk dimanfaatkan. Dikatakan, ada

sejumlah warga terutama ibuibu yang sudah tua dan ikut jadi nasabah di sana sampai ada yang meninggal karena kepikiran dengan uangnya yang tidak bisa ditarik. ‘’Ada kejadian yang mau nikahkan anak, tapi batal. Terus ada warga yang mau bikin karya, tapi tidak jadi,’’ tuturnya. Tak salah jika warga di Kapal yang menjadi nasabah berharap dana yang mereka simpan di LPD bisa dikembalikan. Nah untuk membuktikan dakwaan, JPU dari Kejati Bali dan Kejari Badung menghadirkan lima saksi. Mereka adalah tim verifikasi Nyoman Ciptanadi dan Made Suandi. Ada juga mantan staf LPD Desa Adat Kapal yang bertugas sebagai kolektor Ni Wayan Yuliani dan dua orang masyarakat yang jadi nasabah yakni I Made Jaya dan Ni Luh Suryasning. Dua saksi

dari tim verifikasi yang dibentuk sesuai kesepakatan paruman desa adat, Ciptanadi dan Suandi, mendapat kesempatan pertama untuk memberikan keterangan. Dalam penjelasannya, perkara ini muncul setelah kisruh di LPD Desa Adat Kapal mengemuka. Masyarakat yang jadi nasabah tidak bisa menarik dana mereka, sehingga desa adat setempat menggelar paruman dan dibentuklah tim verifikasi pada 2016 lalu. Hasil verifikasi itulah, muncul beberapa temuan. Beberapa di antaranya pemberian kredit yang tidak sesuai prosedur. Kemudian ada kredit dengan nilai besar yang hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu. Kemudian kredit yang direkayasa dan pencairannya di bawah batas maksimal pemberian kredit (BPMK). (kmb37)

Denpasar (Bali Post) Pasangan kekasih Wahyudi Alexi (25) dan Siswati (23), Selasa (11/12) kemarin dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi juga menjatuhkan pidana denda Rp 1 miliar. Apabila tidak dibayar hingga putusan ini berkekuatan hukum tetap, maka masing-

masing terdakwa dapat menggantinya dengan tambahan penjara tiga bulan. Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, tanpa hak dan melawan hukum menjual, menjadi perantara

(kurir) dalam jual-beli narkotika golongan 1. Perbuatan mereka sebagaimana diatur dan diancam Pasal 114 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas putusan tersebut, kedua terdakwa langsung menerima. Hal yang sama disampaikan jaksa Eddy Arta Wijaya. (kmb37)

istrinya sudah ada yang mengantar pulang. Oleh karena itu, korban menuju tempat tinggalnya melewati Jalan Taman Pancing Timur. Setibanya di TKP, korban berhenti karena kebelet buang air kecil. Saat itulah datang dua pria tak dikenal dan menghampiri korban. ‘’Satu pelaku sudah memegang motor korban,’’ ungkap Hadimastika.

Melihat hal itu, korban berusaha mempertahankan dengan cara langsung naik ke motornya. Saat itulah pelaku yang satu lagi langsung menusuk korban dari belakang dan mengenai rusuk sebelah kanan dan mengenai paru-parunya. Dalam kondisi terluka, korban berhasil meloloskan diri dan kembali ke tempat kosnya. Setibanya di kos, korban

langsung jatuh dari motornya dan pingsan. Melihat kondisi suaminya seperti itu, Umi dibantu tetangga kosnya membawa korban ke UGD RSUP Sangglah. ‘’Korban masih dirawat di rumah sakit. Kasus ini masih kami selidiki, termasuk motif sebenarnya,’’ ujar mantan Kanitreskrim Polsek Ubud, Gianyar ini. (kmb36)

’’Diksha Suputra’’, Mengubah Karakter Anak Jadi Lebih Baik

SETIAP orangtua ingin memiliki anak suputra. Anak suputra adalah anak yang berbakti kepada leluhur, hormat kepada orangtua dan rukun dengan saudara dan mampu meraih hidup sukses dan bahagia. Berguna bagi lingkungan serta nusa dan bangsa. Guna meraih harapan orangtua tersebut, Ambara Ashram menawarkan satu program khusus bagi anak dan remaja yaitu Diksha Suputra. Diksha Suputra adalah proses sekala dan niskala. Secara sekala anak anda akan diajak menemukan jati diri mereka lalu diarahkan menentukan tujuan hidup dan dibukakan rahasia agar anak meraih tujuan tersebut. Secara niskala Kadek Siwa Ambara akan menstanakan Dewa Ganesha dan Dewi Saraswati pada diri anak. Dewa Ganesha dan Dewi Laksmilah yang akan menutun baik pikiran, perkataan maupun perilaku anak sehingga menjadi lebih baik. Jika anda ingin mengubah karakter anak menjadi lebih baik, silakan ajak ikut Diksha Suputra pada Minggu (16/12) pukul 14.00 Wita sudah dimulai. Lokasinya di Ambara Ashram Banjar Nyuh Kuning, Mas, Ubud. Peserta mulai SD kelas 5, SMP, SMA dan mahasiswa. Kedua orangtua wajib mendampingi anaknya. Bagi yang ikut silakan ketik nama Suputra lalu SMS ke nomor : 081239677179. Saksikan dialog Diksha Suputra di Bali TV pada Rabu sore ini pukul 17.00 Wita. Untuk lebih jelasnya, ada

PENGANUGERAH - Dewa Ganesha, penganugerah kesuksesan dan Dewi Saraswati penganugerah kecerdasan. peta lokasi. Dari patung Barong Batubulan lurus ke utara sekitar 9 km. Kalu sudah ketemu Pertamina di Desa Tebongkang, belok kanan 1,5 km. Setelah mele-

wati jembatan, belok ke kiri lalu parkir di lapangan sepak bola Nyuh Kuning. Ambara Ashram hanya 72 meter dari lapangan tersebut. (ad434)

gula pasir dengan jumlah 1 ton habis terjual. Hal ini dikarenakan barangbarang yang dijual jauh lebih murah daripada harga yang ada di pasaran. Seperti minyak goreng 5 liter dijual Rp 61.000 yang pasarannya seharga Rp 70.000, gula pasir kristal putih dijual dengan harga Rp 10.000/ kg yang biasanya di pasaran mencapai Rp 12.500/kg, beras kita 10 kg premium dijual Rp 99.000 yang biasanya di pasaran mencapai Rp 120.000 dan elpiji yang isi 3 kg dijual dengan harga Rp 14.500, di mana biasanya di warung-warung dijual dengan kisaran Rp 20.000. Kabid Metrologi dan Tertib Niaga Disperindag Kota Denpasar Jarot Agung Iswayudi mengatakan, kegiatan pasar murah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat membeli barang kebutuhan untuk hari Galungan dan Kuningan dengan harga yang terjangkau dan lebih murah. Sep-

erti halnya bumbu dapur, elpiji, gula, minyak goreng serta kebutuhan pokok lainnya. Tentunya dengan kegiatan pasar murah ini diharapkan masyarakat bisa menikmati hari raya dengan penuh syukur tanpa terbebani harga keperluan yang tinggi. ‘’Kami tidak bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat, tetapi paling tidak dengan pasar murah ini dapat membantu masyarakat untuk menekan pengeluarannya di dalam menyiapkan kebutuhan hari suci,’’ ungkapnya. Sementara salah satu pembeli, Indra, mengapresiasi adanya pasar murah ini. ‘’Saya sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini, disebabkan semua keperluan untuk hari raya bisa saya beli dengan harga yang sangat murah di sini, jauh dengan harga di pasaran pada umumnya. Jadi saya tidak perlu lagi mengeluarkan bujet yang terlalu banyak dan bisa menghemat untuk keperluan yang lain saat hari raya,’’ ujarnya. (kmb12)

Jelang Galungan, Disperindag Denpasar Gelar Pasar Murah

Denpasar (Bali Post) Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan akhir bulan ini, kebutuhan akan sembako dan sejenisnya akan meningkat. Terkait hal ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar menggandeng Bulog dan TPID mengadakan kegiatan pasar murah. Menariknya, pasar murah ini digelar selama Desember sampai awal Januari 2019 mendatang di empat kecamatan di Denpasar. Mengawali kegiatan ini, pasar murah digelar di Banjar Batur, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara, Selasa (11/12) kemarin. Pasar murah ini mendapat atensi yang cukup besar dari warga setempat. Terlihat sejak baru dibuka pada pukul 08.00 masyarakat telah memenuhi areal Banjar Batur untuk dapat membeli berbagai kebutuhan pokok. Tidak kurang dari dua jam, sejumlah komoditi, seperti minyak goreng, gas 3 kg dan

Pasangan Kekasih Dibui Lima Tahun

MURAH - Suasana pasar murah di Banjar Batur, Ubung, Selasa (11/12) kemarin.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Bali Post/ist


DAERAH

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

5

Sidang Lanjutan PK Winasa

Pemohon Sebut Kasusnya Direkayasa Denpasar (Bali Post) Mantan Bupati Jembrana Prof. Dr. Drg. I Gede Winasa, Selasa (11/12) kemarin kembali hadir di Pengadilan Tipikor Denpasar. Dia bersama kuasa hukumnya menjawab tanggapan jaksa I Gede Artana terkait dengan permohonan PK (Peninjauan Kembali) yang diajukan. Tim kuasa hukum pemohon PK, I Ketut Nurasa dan Jansen Purba, mengatakan peristiwa yang diajukan dalam sidang saat mengadili Prof. Winasa, bukan merupakan kebenaran materiil. Melainkan kejahatan yang direkayasa dan kemudian menjadi pertimbangan majelis hakim yang dijadikan dasar dalam menarik keputusan. Sehingga tim kuasa hukum pemohon PK menilai hakim lalai dalam mengambil suatu kesimpulan, hingga terjadi kehilapan. ‘’Dasarnya adalah surat yang bukan produk perbup, namun dibuat seolah-olah ada. Padahal itu rekayasa. Maka terjadilan kehilapan hakim,’’ sebutnya. Kembali dijelaskan dalam sidang yang dipimpin majelis hakim PK Angeliky Handajani Day, bahwa putusan yang memenjarakan Prof. Winasa tidak ada bukti autentik, berupa Perbup 04 Tahun 2009. ‘’Tapi surat Perbup 04 Tahun 2009 yang disebut-sebut sejak kasus ini dalam penyidikan, sampai sekarang belum dapat ditunjukkan aslinya. Baik dalam pemeriksaan saksi-saksi, tidak ada satu pun yang menerangkan bahwa terdapat kesalahan terhadap apa yang dilakukan pemohon PK, Prof. Winasa. Sebab, para saksi memang tidak mengetahui soal Perbup 04/2009 itu,’’ ucapnya. Dia berharap kasus rekayasa atau pengajuan surat palsu janganlah dijadikan kebenaran sejati. Namun, buktikan dan tunjukkan terlebih dahulu bahwa Perbup 04 Tahun 2009 itu ada. ‘’Tidak mungkin perbup itu turun dari langit,’’ sambung Prof. Winasa. Sebelumnya mantan Bupati Jembrana dua periode Prof. Dr. Drg. I Gede Winasa terus melakukan perlawanan atas vonis tujuh tahun dalam perkara dugaan korupsi program beasiswa mahasiswa Stikes dan Stitna Jembrana. Salah satu bentuk perlawanannya mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Saat disinggung soal alasan PK, Winasa yang didampingi kuasa hukumnya, Ketut Nurasa, membeber sejumlah pertimbangan. Salah satunya masih soal Peraturan Bupati (Perbup) Nomor. 04 Tahun 2009 tentang Beasiswa. Winasa mengatakan bahwa perbup inilah yang mengantarnya menuju hotel prodeo. (kmb37)

Bali Post/may

BBPOM - Kepala BBPOM di Denpasar ketika menunjukkan produk hasil penertiban pasar.

Penertiban Kosmetik Ilegal

Nihil Ditemukan Importir Produk TMK Denpasar (Bali Post) Balai Besar Pengawas Obat dan Makananan (BBPOM) di Denpasar kembali melakukan press release hasil pengawasan aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal pada Selasa (11/12) kemarin. Hasilnya, dari 68 yang diawasi, 35 sarana tidak memenuhi ketentuan (TMK). Kepala BBPOM di Denpasar Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. didampingi Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM di Denpasar I Wayan Eka Ratnata mengatakan, penertiban pasar ini merupakan tahap kedua tahun 2018 yang dilakukan pada Oktober sampai Desember. Nilai temuannya mencapai Rp 7,2 miliar. Nilai

Bali Post/asa

CENGKRAMA - Prof. Dr. Drg. I Gede Winasa saat bercengkrama dengan tim kuasa hukum serta jaksa I Gede Artana di Pengadilan Tipikor Denpasar.

Digagalkan, Pengiriman 15.000 Butir Pil Koplo Lewat Paket Kilat Banyuwangi (Bali Post) Menjelang pergantian tahun, peredaran obat daftar G di Kabupaten Banyuwangi mulai marak. Satuan Narkoba Polres setempat berhasil menggagalkan pengiriman 15.000 pil koplo. Barang terlarang itu dikirim melalui jasa paket kilat. Tiga orang diamankan dari kasus ini. Satu di antaranya masih di bawah umur. Tiga tersangka masingmasing Satria Ilham Alamsyah (18), AP (19) dan Alex Setiyawan (20), seluruhnya warga Gambiran, Banyuwangi. ‘’Kasus ini kita bongkar, Minggu (9/12) lalu. Berawal dari penyelidikan,’’ kata Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP Imron, Selasa (11/12) kemarin. Dijelaskan, terungkapnya kasus ini bermula dari pengembangan kasus sebelumnya. Pihaknya mendapat kabar pengiriman pil koplo jenis Tryhexyphenidyl dan Tramadol. Polisi langsung menggelar penyelidikan. Hasilnya, belasan ribu pil maut itu datang Minggu pagi. Polisi yang menyamar langsung menyanggong di dekat lokasi tempat jasa paket kilat. Tak berselang lama, pelaku Satria Ilham Alamsyah dan AP keluar dari kantor jasa paket. Keduanya membawa kardus coklat berukuran sedang. Polisi langsung menyergapnya. Ternyata, kardus tersebut berisi tumpukan pil koplo, terbungkus plastik. Begitu tertangkap, kedua pelaku memilih bernyanyi. Mereka mengaku disuruh Alex Setiyawan mengambil barang tersebut. Keduanya mendapat upah Rp 100.000, sekali pengambilan. Polisi kemudian memburu Alex di rumahnya. Pemuda ini hanya bisa pasrah saat disergap polisi. ‘’Jadi, pemi-

lik pil koplo ini tersangka Alex. Dalihnya dikirim dari seseorang di luar kota,’’ kata Imron. Bersama barang bukti, ketiga tersangka diamankan ke Polres Banyuwangi. Tersangka berdalih, pil koplo akan diedarkan menyambut pergantian tahun. Selain pil koplo, diamankan juga sebuah ponsel sebagai barang bukti. Tersangka dijerat dengan Pasal 196 UU No.36/2009 tentang Kesehatan. Saat bersamaan, polisi juga mengamankan satu pelaku lain, Yono Hadi (31), warga Desa Sumburbuluh, Kecamatan Songgon. Dari tangan pelaku diamankan 685 butir pil koplo. Pelaku ditangkap di rumahnya. Menurut AKP Imron, pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. Muncul dugaan, jelang akhir tahun, peredaran pil koplo akan marak. (udi)

ini mengalami peningkatan tiga kali lipat dari hasil tahap pertama yang hanya Rp 2,1 miliar. Sarana yang disasar adalah pusat perbelanjaan modern dan tradisional, importir, distributor, toko kosmetik dan klinik kecantikan. Namun, ia belum menemukan importir yang mengedarkan produk TMK di Bali. Karena di Bali sistem pembeliannya adalah sistem beli putus. ‘’Mungkin kalau di provinsi lain masih ada yang ditemukan (importirnya - red),’’ tandasnya. Hasil penelusuran BBPOM, diketahui sarana yang menjual produk TMK tersebut ratarata mendapatkannya di Pasar Asemka, Jakarta. Produk yang ditemukan 61,73 persen meru-

pakan produk lokal dan 38,27 persen produk impor. Produk ini kebanyakan diimpor dari Korea. Masker untuk perawatan kulit, eyeshadow, lipstik merupakan produk impor terbanyak. Di Kabupaten Badung paling banyak ditemukan sarana TMK, karena jumlah sarananya memang paling banyak di Kabupaten Badung. Di Badung ada 28 sarana, 15 di antaranya merupakan sarana TMK. ‘’Tempat ditemukannya sama, ada pusat perbelanjaan modern, toko kosmetik, klinik. Jadi jika tahap I kita temukan produk TMK, tahap II pasti kita sasar lagi,’’ ungkapnya. Toko yang ditemukan menjual produk TMK merupakan sama dengan toko yang

disidak sebelumnya. Namun dari hasil pengawasan tahap II 2018 ini ada juga toko yang tidak sama dengan toko TMK sebelumnya. Kosmetik yang ditemukan ada beberapa jenis yaitu mengandung bahan berbahaya, kosmetika tanpa izin edar, kosmetika NIE (Nomor Izin Edar) fiktif, dan kosmetika kedaluwarsa. Bahan yang berbahaya dalam kosmetik adalah hidroquinon, merkuri dan retinoat. Penggunaan bahan tersebut berdampak pada dan memicu sel kanker karena terus-menerus digunakan. Masih banyaknya masyarakat yang menggunakan produk mengandung bahan berbahaya ini karena demand-nya masih tinggi. Oleh karena itu

BBPOM berupaya menekan suplai dan demandnya. Dari sisi suplai ia melakukan sidaksidak dan penertiban pasar. Sedangkan dari sisi demand ia melakukan upaya edukasi dan sosialisasi. Upaya menekan demand dilakukan juga dengan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan memberdayakan salon. Karena temuan produk TMK juga ditemukan di salon dan klinik kecantikan. ‘’Klinik kecantikan biasanya bekerja sama dengan dokter. Kalau di sana ada penggunaan bahan berbahaya, terutama merkuri itu dilarang sama sekali, tapi hidroquinon masih boleh diresepkan oleh dokter spesialis kulit,’’ katanya. (kmb42)

Amankan Nataru, Polresta Kerahkan 1.179 Personel

Denpasar (Bali Post) -

Persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) semakin masif dilakukan jajaran Polresta Denpasar. Pada Selasa (11/12) kemarin digelar rapat koordinasi (rakor) melibatkan instansi terkait di Mapolresta. Untuk mengamankan Nataru, Polresta akan mengerahkan 1.179 personel dan di-back-up Polda Bali. Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan didampingi Kabag Ops Kompol Nyoman Gatra mengatakan rakor ini merupakan kegiatan rutin dilaksanakan menjelang Nataru. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan hasil evaluasi pelaksanaan Nataru tahun lalu. ‘’Untuk itu kami memaparkan Sitkamtibmas di wilayah hukum Polresta Denpasar menyangkut Asta Gatra,’’ tegasnya. Untuk wilayah Polresta Denpasar, ada 10 gereja besar dan akan dibuat pos pengamanan untuk antisipasi. Menurutnya, terorisme masih menjadi ancaman nomor satu. ‘’Terima kasih untuk Pemda Badung sudah memiliki Call Centre terbesar di seluruh Indonesia dan itu dapat memudahkan tugas kita,’’ ungkap Kompol Gatra.

Terkait perayaan tahun ini, seperti biasa Polri akan mengadakan operasi khusus kepolisian yaitu Operasi Lilin Agung. Tujuannya menjaga keamanan saat Nataru. Pelibatan personel dalam pengamanan ini sebanyak 1.179 personel. ‘’Perwakilan FKUB memberi masukan agar mercon untuk tahun ini ditiadakan karena tahun sebelumnya sudah ada korban di Renon. Mengingat Natal tahun ini bersama sama Galungan, agar sama-sama menjaga keamanan,’’ kata Gatra Kapolresta Ruddi menambahkan, semua komponen masyarakat turut menjaga kamtibmas. ‘’Semoga perayaan hari raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 bisa berjalan dengan kondusif dan lancar,’’ harapnya. (kmb36)

Bali Post/ist

RAKOR - Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan menggelar rakor pengamanan hari raya Galungan dan Kuningan serta Nataru.


OPINI

6 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Tunjukkan Perbatasan sebagai Wajah Terbaik Indonesia KITA sering salah dalam mengelola daerah perbatasan. Mestinya wilayah perbatasan kita jadikan sebuah showroom alias halaman depan wajah Indonesia terbaik, bukan menunjukkan kekumuhan dan kondisi tegang kepada warga kita dan warga negara lain. Baru setelah Presiden Jokowi yang serius menangani masalah ini. Makanya jangan salahkan banyak WNI pindah menjadi WN Malaysia dan Timor Leste. Yah, ini karena salah kita sendiri menjadikan mereka warga kelas dua dan kental dengan suasana peperangan. Buktinya, daerah perbatasan banyak yang mengalami keterbelakangan ekonomi karena tiadanya program pemerintah maupun swasta. Panjangnya garis perbatasan, baik darat maupun laut yang sulit untuk diawasi oleh aparat keamanan. Akibatnya, pelanggaran wilayah perbatasan, penyelundupan dan aktivitas ilegal lintas batas lainnya sering kali terjadi. Masyarakat di perbatasan justru kebanyakan mendapat fasilitas administrasi dan pelayanan publik dari negara tetangga yang kemudian dapat menimbulkan nasionalisme mereka terbelah dan akhirnya mereka mengalami degradasi nasionalisme. Apabila kawasan perbatasan tidak dikelola secara baik khususnya perbatasan di Timor Leste, tentunya kedaulatan negara menjadi pertaruhan dan jangan heran ketika masyarakat di perbatasan lebih memilih berpindah warga negara. Kabarnya sudah 66 KK yang ada di daerah perbatasan memilih menjadi warga negara Timor Leste. Mereka tergiur dengan kesejahteraan yang dijanjikan. Mereka juga dimudahkan dalam pengurusan administrasi. Sebab, jangkauan mereka ke ibu kota kabupaten lebih jauh ketimbang menyeberang ke Timor Leste. Nah, dari sini kita perlu belajar mengelola daerah perbatasan. Buat mereka sejahtera dengan segala jenis kemudahan. Kemudian, rangkul tetua dan sesepuh adat dan tokoh adat daerah perbatasan. Sekali lagi, perhatikan mereka dan kesejahteraan tokoh adat. Sebab, pola masyarakat kita yang masih banyak dipengaruhi zaman kerajaan masih menjadikan tokoh adat sebagai panutan. Coba satu tokoh adat yang mampu kita sejahterakan, sekian puluh KK bisa kita pegang. Demikian juga sebaliknya, mereka ditekan terus dan dimiskinkan, yakinlah satu tokoh adat pindah negara, puluhan KK juga lari meninggalkan kita. Kedua, negara tak hanya mengandalkan TNI sebagai penjaga daerah perbatasan. Maaf saja, jika hanya mengandalkan TNI terkesan kita negara militer. Sebaiknya rangkul tokoh adat setempat. Lanjutkan dengan penataan infrastruktur yang bagus di daerah ini. Dengan demikian negara tetangga merasa salah menentukan pilihan di Timor Leste. Tunjukkan juga keramahtamahan dengan negara tetangga yang dulu menjadi bagian NKRI. Bukan dengan menunjukkan wajah kebencian. Bila perlu, daerah perbatasan dibuatkan ala pesta seni. Secara rutin digelar malam seni mempertunjukkan kemampuan kesenian sekaa di daerah perbatasan. Bahkan, kalau bisa melibatkan WNA tetangga. Dengan cara demikian, mereka merasa bukan lagi terbelah namun bersaudara. Bukankah lewat seni kita bisa memperhalus budi. Dengan demikian, tugas TNI tak akan menjadi berat menjaga keamanan daerah perbatasan dengan menenteng senjata setiap hari. Jadikan seni sebagai senjata utama dan berbaurlah dengan warga di perbatasan. Mampukah kita menjalankan tugas ini?

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Longsor di Gianyar Harus Dituntaskan Longsor yang merenggut empat nyawa di Gang Taman Beji IV, Banjar Sasih, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, harus menjadi pelajaran. Tak hanya bagi pemerintah, juga pengembang. Para pengembang sebelum membangun harus memperhatikan keselamatan warga yang akan mendiami rumah tersebut. Tak hanya pada saat penyerahan tetapi dalam jangka panjang. Pengembang harus punya kajian akan ketahanan fondasi rumah serta struktur tanah apabila sebelumnya melakukan peng-urugan. Jangan sampai ada anggapan, setelah penyerahan rumah, tanggung jawab pengembang sudah berakhir. Demikian pula pemerintah, harus juga melakukan pengkajian apabila ada pengembang yang memohon izin membangun di kawasan tebing atau di bekas tanah yang sebelumnya ditimbun. Apalagi kalau itu dilakukan oleh pengembang liar. Tidak perlu ada pengkajian tetapi langsung ditutup. Sebab, yang akan terkena dampaknya adalah masyarakat (pembeli) yang awan akan kondisi bangunan maupun struktur tanah. Demikian pula aparat pemerintah terbawah harus rajin keliling melihat wilayahnya. Apabila ada pembangunan yang terindikasi melanggar harus segera dilaporkan. Pun aparat Satpol PP yang mempunyai kewenangan untuk melakukan penindakan bahkan pembongkaran, harus segera berkoordinasi dengan aparat lain untuk segera melakukan eksekusi terhadap pembangunan liar, baik yang dilakukan pengembang maupun warga. Terlebih pembangunan itu secara struktur membahayakan warga ke depannya. Untuk itu, pihak berwajib harus menindaklanjuti kasus ini, agar tidak terulang lagi kasus serupa di kemudian hari. Made Biasa Tabanan

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

Peran Tokoh Adat dalam Penyelesaian Batas Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia bertekad pada tahun 2019 akan segera menyelesaikan persoalan-persoalan internasional yang tengah dihadapi, salah satu dari 14 program kerja tersebut di antaranya adalah mempercepat penyelesaian perbatasan darat dengan negara-negara sahabat, salah satunya dengan Timor Leste. Hingga saat ini, Indonesia dan Timor Leste masih menyisakan persoalan perbatasan darat di beberapa segmen. Permasalahan perbatasan darat antara Indonesia dan Timor Leste terbagi menjadi dua segmen, yaitu unresolved segment dan unsurveyed segment. Unresolved segment mempunyai makna ialah tidak dilakukan aktivitas pada wilayah tersebut atau bisa dikatakan secara sederhana ialah segmen yang belum terselesaikan, sedangkan unsurveyed segment, maksudnya ialah segmen yang sudah didelineasi akan tetapi masyarakatnya menolak untuk didemarkasi dengan alasan tidak mau kehilangan lahan pertanian.

Oleh Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M.

Y

ang termasuk kategori unresolved segment yang pertama ialah di segmen Noel Besi – Citrana tepatnya di Kabupaten Kupang, kedua negara masih menyisakan sengketa di antara kedua negara di mana daerah yang menjadi area sengketa ialah Dusun Naktuka yang berada di antara Sungai Noel Besi dan Sungai Nono Tuinam. Perbedaan antara Indonesia dan Timor Leste berkenaan tentang persepsi landasan yang dipakai dalam penentuan garis batas antara kedua negara. Pihak Indonesia berpendapat bahwa batas wilayah antara Indonesia dan Timor Leste adalah Noel Besi (sungai besar), bukan Noemnea (parit kecil) sebagaimana yang dituntut oleh Timor Leste. Yang kedua ialah, di Segmen Bijaelsunan, yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) – Oben (Timor Leste) menyisakan persoalan berkenaan dengan tanah ulayat. Sengketa muncul dikarenakan adanya pandangan yang berbeda terhadap perjanjian internasional yang ada dan adanya masalah adat. Timor Leste berpendapat bahwa Indonesia tidak menaati A Convention for the Demarcation of Portuguese and Dutch Dominions on the Island of Timor yang ditandatangani tanggal 1 Oktober 1914 (Traktar 1904) yang telah dijadikan dasar

hukum penetapan perbatasan kedua negara serta telah membuat klaim sendiri atas lahan sengketa dengan dasar yang berbeda. Kemudian yang termasuk kategori unsurveyed segment ialah terdapat empat wilayah sengketa yang setelah ditetapkan dan disepakati masuk wilayah Timor Leste, namun belum selesai disurvei. Pertama, di wilayah Subina, Desa Inbate, Kecamatan Bikomi dengan luas 393,5 hektar. Kemudian kedua, di Pistana, Desa Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat. Ada daerah sengketa pada Co. 4890-5590 sampai dengan Co. 4924-5378 dan luas kepemilikan tanah masih dalam pendataan, karena sampai dengan saat ini, lokasi tersebut belum disurvei. Ketiga, di wilayah Nego Numfo, Desa Haumeniana, Kecamatan Bikomi. Daerah sengketa berada di Co. 4880-5290 sampai dengan Co. 4802-5143 seluas 290 hektar. Terakhir, di Tubu Banat, Desa Nilulat, Kecamatan Bikomi Nilulat. Dengan melihat data di atas, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang banyak dan pelik. Jika kita melihat sejarahnya Indonesia dan Timor Leste telah bersepakat menggunakan A Convention for the Demarcation of Portuguese and Dutch Dominions on the Island of Timor 1904 (Traktat 1904) serta Permanent Court of Arbitration 1914 (PCA 1914) sebagai dasar hukum

perbatasan kedua negara, akan tetapi hingga saat ini masih menyisakan permasalahan dan kedua negara selalu menemukan jalan buntu untuk menyelesaian permasalahan tersebut. Indonesia harus segera menyelesaikan permasalahan perbatasan darat dengan Timor Leste, sebab isu ini merupakan sangat sensitif dan dapat mengundang kembali bentrokan atau konflik antarwarga yang ada di perbatasan tersebut yang sebelumnya sudah sering terjadi. Jangan anggap remeh persoalan di beberapa segmen tersebut dan pemerintah harus segera ambil langkah untuk terus bernegosiasi mencari titik temu masalah ini. Peran Tokoh Adat Antara Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Timur dengan Timor Leste masih memiliki hubungan kekerabatan yang kental yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini dapat dilihat dari sejarah masa lalu. Sebab jauh sebelumnya, wilayah-wilayah yang disengketakan tersebut merupakan bagian dari kerajaan-kerajaan yang hingga saat ini masih eksis keberadaannya dan disakralkan oleh warga setempat. Jadi, tokoh adat masih menjadi elemen penting untuk didengar dan di dalam membantu permasalahan yang timbul di dalam masyarakat adat di sana termasuk masalah perbatasan darat antara Indonesia dan

Timor Leste. Pada tanggal 18 Oktober 2012 tepatnya di Kabupaten Kupang diadakan pertemuan tokoh adat bertujuan untuk membicarakan penyelesaian titik batas dengan menggunakan pendekatan budaya atau adat istiadat di antara kedua negara, kemudian dilanjutkan melakukan pertemuan di Oecussi Timor Leste pada tanggal 9-10 November 2012 untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya yang melibatkan Bupati dan tokoh adat dari Kabupaten Kupang, Kabupaten TTU serta Distrik Oecussi. Pada tanggal 28 Juni 2013, Pemerintah Kabupaten Kupang memfasilitasi dan merancang pertemuan tokoh adat dan tokoh masyarakat Amfoang untuk penyelesaian perbatasan di antara Indonesia dan Timor Leste khususnya di Noel Besi – Citrana (unresolved) secara sosial budaya. Pertemuan tokoh adat tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya adalah sebagai berikut: seluruh tokoh Amfoang menyepakati batas antara eks Kerajaan Amfoang dan Kerajaan Ambenu yang disaksikan oleh Pemerintah Belanda dan Pemerintah Portugis adalah Sungai Noel Besi; perjanjian batas yang dimaksud tidak ditandai dengan pal batas atau benda buatan manusia melainkan bekas alam yakni dari arah laut kolam besar sampai dengan Bidjael Sunan melalui sungai Noel Besi; seluruh peserta pertemuan menyepakati penyelesaian sengketa batas antara Amfoang dan Ambenu (Timor Leste) dilakukan secara adat setelah hasil pertemuan disampaikan kepada Raja Amfoang. Pada tanggal 14 November 2017 diadakan pertemuan antara para tokoh adat Indonesia dan Timor Leste. Pertemuan yang dihadiri sekitar 350 orang dari perwakilan pemerintah serta tokoh adat kedua negara dengan menghasilkan ‘’Pernyataan Bersama’’ dituangkan dalam bentuk tertulis yang ditandatangani oleh keempat raja yaitu Raja Liurai, Raja Sonba’i, Raja Amfoang dari Indonesia, dan Raja

Premanisme Dalam Dunia Pendidikan BESARNYA pengaduan masyarakat Provinsi Bali terkait pungutan liar atau pungli menunjukkan sisi yang positif dari segi sensitivitas masyarakat terhadap kekeliruan yang terjadi. Akan tetapi, terdapat juga sisi negatif dari sisi pelaksana atau institusi yang melaksanakan pungli. Terdapat ketidakjujuran dan ketidakprofesionalan dari pelaksana atau institusi. Banyaknya terjadi pungli dapat merupakan dampak dari maraknya premanisme dalam berbagai sisi kehidupan, salah satunya adalah bidang pendidikan. Tidak dapat dimungkiri pendidikanlah yang bertanggung jawab dari dampak premanisme. Pendidikan menghasilkan output yang akan bekerja pada berbagai lini kehidupan masyarakat. Jika perilaku ini tidak dihentikan, wajah pendidikan yang selalu tercoreng akan selalu tercoreng sehingga dampaknya adalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap sekolah sebagai institusi pelaksana pendidikan formal. Bidang pendidikan diadukan terjadi pungli sebesar 23,3 persen sepanjang tahun 2017 berdasarkan data Tim Saber Pungli Provinsi Bali (Bali Post, 10/10). Berdasarkan data ini, pendidikan menempati posisi teratas sebagai bidang yang paling sering terjadinya pungli, yang mengindikasikan adanya kekeliruan, ketidakjujuran, dan perilaku premanisme. Adanya pelaporan harus tetap diapresiasi, karena masyarakat tetap peduli pada pendidikan yang tampaknya mengarah ke hal yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, mencerdaskan kehidupan bangsa untuk masyarakat yang adil dan sejahtera. Perilaku premanisme bukanlah tujuan, tetapi muncul sebagai akibat dari ketidakwaspadaan pada proses pendidikan yang terjadi selama ini. Dan ternyata premanisme dalam dunia pendidi-

Oleh Adi Soekariawan kan seperti fenomena gunung es di lautan, yang tampak hanya sebagian kecil, tetapi kenyataannya banyak dan tak harus diremehkan. Premanisme dalam dunia pendidikan merupakan sebuah paham kekerasan dalam tingkat pemikiran. Sehingga premanisme dalam dunia pendidikan banyak yang tidak tampak dan tidak bisa dilihat dari luar. Permasalahan ini harus dirasakan dari dalam. Penyisipan pola pikir kekerasan dalam pendidikan tidak muncul secara serta merta. Beberapa analisis menyatakan bahwa egoisme dan rasa kompetisi menjadi akar dari muncul pikiran untuk membuat grup akan terlihat muncul. Di sisi lain, pengakuan akan keberadaan (eksistensi) dari siswa juga mampu memunculkan pemikiran preman dalam pendidikan. Beberapa kasus yang terjadi seperti geng motor, bullying, senioritasjunioritas hingga kasus pemukulan dan adanya pungli pada siswa hanyalah sebagian kecil dari besarnya dampak premanisme bagi pendidikan bangsa ini. Pencegahan Premanisme Sedini mungkin, identifikasi pola pikir kekerasan yang berujung pada tindakan kekerasan wajib dilakukan oleh semua pihak dalam proses pendidikan, baik guru ataupun orangtua. Pencegahan tidak dapat dilakukan secara terpisah-pisah, melainkan melalui kerja sama yang baik antara guru, orangtua, dan masyarakat. Pengawasan terhadap berbagai kegiatan siswa oleh guru dan orangtua menjadi bagian dari pencegahan tindakan yang melebihi batasan kewajaran. Namun, bukan berarti pengawasan mengekang kreativitas dan

inovasi siswa. Dalam pengembangan kreativitas dan inovasi siswa, sering kali terjadi pungli, karena setiap kegiatan yang dilakukan di sekolah, membutuhkan dana finansial untuk menunjang segala kegiatan yang akan dilakukan. Pada saat inilah, rawan terjadinya pungli atau bahkan pemaksaan pembelian kupon bazar dengan kedok penggalian dana. Ujung-ujungnya, siswa itulah yang akan membeli kupon yang seharusnya wajib mereka sebarkan dengan menjualnya. Jika tidak ada keluhan dari orangtua siswa akan kegiatan tersebut, tidaklah terjadi masalah yang tampak ke permukaan, tetapi patut diwaspadai, ini adalah bahaya laten pendidikan, yang jika tidak dibenahi dengan baik bisa menjadi bibit-bibit perilaku menghalalkan segala cara, salah satu perilaku preman. Pungli sebagai bagian dari perilaku kurang bertanggung jawab dalam pendidikan wajib dicegah untuk membuat wajah pendidikan menjadi lebih baik. Agar tidak terjadi pungli, maka sosialisasi tentang pungli selalu wajib dilakukan kepada institusi pelaksana terutama sekolah yang akan menghasilkan tenaga kerja pada masa depannya. Sosialisasi wajib dilakukan oleh pihak yang paham, kemudian berbagai pihak untuk selalu saling mengingatkan. Sangat penting untuk selalu saling mengingatkan. Dalam kurikulum, tambal-sulam pun selalu dilakukan untuk mencari formula yang tepat untuk menangani dampak premanisme di tingkat pendidikan. Upaya-upaya dalam menangani premanisme oleh pemerintah salah satunya adalah diterbitkannya kurikulum

pelengkap untuk kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), yaitu kurikulum pendidikan karakter bangsa dan berbudaya. Hingga Kurikulum 2013 yang lebih mengutamakan penilaian sikap daripada kognitif. Secara teoretis, pengembangan kurikulum ini patut diacungi jempol, karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merespons dengan cepat peristiwa premanisme ini. Kurikulum yang sempurna tidak akan ada manfaatnya bila tidak diimplementasikan dengan baik. Oleh karena itu, guru pun wajib berinovasi dalam menanamkan karakter yang kuat ke dalam setiap pembelajaran. Guru tidak lagi melakukan proses pembelajaran dengan metode konvensional dan ceramah, tetapi siswa didesain beraksi dan bereaksi secara langsung untuk lebih meningkatkan pengalamannya. Siswa diajak untuk mencari solusi dari setiap problem yang seringkali terjadi di masyarakat. Dalam tatanan kata-kata, hal seperti ini terlihat sangat mudah untuk dilaksanakan. Tetapi ternyata tidak pada realitanya. Para guru saat ini, masih terlihat sebagai sumber dan pusat pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekolah juga perlu menjadi perhatian berbagai pihak. Kegiatan yang seharusnya tidak diperlukan sebaiknya tidak dilaksanakan. Fokuskan kepada kegiatan yang berguna bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan yang akan berguna di kehidupan masyarakat. Banyak kegiatan merupakan hal yang positif, tetapi tidak mengedepankan egoisme dan ingin terlihat spektakuler sehingga dibutuhkan finansial yang lebih dan berujung pada adanya pungutan liar.

Ambenu dari Timor Leste. Kesepakatan yang berhasil dicapai di antaranya ialah memperkokoh tali persaudaraan dalam rangka melestarikan nilai–nilai adat istiadat yang telah ditanamkan oleh para leluhur dalam filosofi Nekaf Mese Ansaof Mese Atoni Pah Meto; Mendukung tegaknya perdamaian di tapal batas sebagaimana telah ditetapkan dalam sumpah adat oleh para leluhur dan diharapkan kedua negara; Garis batas antarnegara tidak menjadi titik sengketa sebagaimana yang terjadi selama ini, melainkan menjadi titik sosial dan titik persaudaraan, serta mendorong dan mendesak pemerintah kedua negara agar segera menyelesaikan titik–titik batas yang belum diselesaikan. Tokoh adat setempat harus mendapatkan prioritas untuk didengar pendapatnya. Sebab, masyarakat Indonesia dan Timor Leste masih memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat. Pendekatan sosial budaya memang harus terus dilakukan di samping selalu berpedoman kepada Traktat 1904 serta Peradilan Arbitrase Internasional 1914 masa peninggalan kolonial. Untuk menyelesaikan segmen-segmen yang belum terselesaikan baik yang di unresolved segment maupun unsurveyed segment, perlu terus dilakukan negosiasi kedua negara bila perlu libatkan tokoh-tokoh adat serta tokoh masyarakat di perbatasan kedua negara. Hal ini diperlukan untuk ditindaklanjuti pada pertemuan Joint Border Committe yang telah dibentuk kedua negara. Niat untuk menyelesaikan batas darat dengan Timor Leste harus segera dilaksanakan. Hal ini tentu senada dengan program Nawacita yang digaungkan oleh pemerintahan Jokowi, di antaranya ialah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Penulis, dosen Ilmu Hukum Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja

POJOK Pangdam IX/ Udayana bersama warga tanam pohon di kawasan Pura Lempuyang. - Strategi hijaukan teritorial. *** Amankan Natal dan tahun baru, Polresta Denpasar kerahkan ribuan personel. - Amankan Bali, amankan Indonesia. *** Tangani abrasi di Bali, pemerintah daerah jangan berserah pada dana pusat. - Pakai dana PHR saja.

Penulis, pendidik di SMAN 3 Denpasar

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

Kurang Sosialisasi

Aplikasi D’Paon Belum Dimanfaatkan Maksimal Tabanan (Bali Post) -

Belum lama ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) meluncurkan aplikasi D’Paon yang merupakan pelayanan kependudukan berbasis IT yang dapat diunduh via HP. Sayangnya terobosan ini belum banyak diakses masyarakat. Hal ini diduga akibat kurangnya sosialisasi. ‘’Rata-rata baru 30 sampai 50 pemohon. Saya kira memang perlu disosialisasikan lagi, apalagi ini merupakan program baru dan belum banyak masyarakat yang tahu,’’ kata Kepala Disdukcapil Tabanan I G.A. Rai Dwipayana, Selasa (11/12) kemarin. Pihaknya pun akan menggencarkan sosialisasi D’Paon ke masyarakat. Camat akan disurati untuk selanjutnya memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Menurutnya, pemohon layanan kependudukan melalui aplikasi ini dominan pengurusan akta kelahiran dan KTP. Dia meyakini ke depannya masyarakat akan banyak memanfaatkan layanan ini. Sebab sistem online tersebut sangat memudahkan masyarakat. Apalagi masyarakat dapat berkomunikasi dengan operator tanpa harus bertemu secara langsung. ‘’Kalau sebelumnya masyarakat yang urus akta bisa dua sampai tiga kali datang ke Dukcapil, apalagi yang berada jauh dari kantor pelayanan. Lewat aplikasi ini cukup sekali saat mengambil dokumen yang sudah selesai dicetak, sembari menyerahkan dokumen asli,’’ terangnya. Di sisi lain, Disdukcapil saat ini sedang melakukan koordinasi ke pusat terkait pengembangan layanan perekaman dan pencetakan KTP di tiap-tiap kecamatan. Pasalnya, 10 mesin cetak sudah didrop ke masing-masing kecamatan. ‘’Masih kami koordinasikan ke pusat terkait regulasi serta perekaman yang harus tuntas akhir Desember, cek blangko dan koordinasi lainnya,’’ terangnya. Untuk pelayanan di tingkat kecamatan diupayakan sudah mulai diterapkan paling cepat dua pekan ke depan. Hal ini mengingat sarana prasarana dan petugas operator sudah siap di tiap-tiap kecamatan. ‘’Tinggal koordinasi dengan kecamatan, operator dan tim teknis,’’ imbuhnya. (kmb28)

Bali Post/bit

KEPENDUDUKAN - Pelayanan administrasi kependudukan di kantor Disdukcapil diharapkan makin lancar dengan hadirnya layanan online, D’Paon.

Tabanan Perlu Perda Pengelolaan Sampah Tabanan (Bali Post) Setiap musim hujan atau angin barat, sampah plastik maupun organik selalu memenuhi kawasan pesisir. Masyarakat pesisir sudah berupaya maksimal membersihkan sampah-sampah ini. Sayangnya, karena penanganannya baru di hilir dan belum dari hulu, upaya pembersihan seakan sia-sia dan tidak ada habisnya. Ketua DPC HNSI Tabanan I Ketut Arsana Yasa, Selasa (11/12) kemarin, mengatakan kesadaran masyarakat pesisir dalam membersihkan sampah pantai sejatinya sudah sangat tinggi. ‘’Namun tindakan ini

seperti pemadam kebakaran. Penanganan ketika ada sampah dulu baru dibersihkan, sementara sumbernya tidak dicegah. Karena dari hulu tidak ada penanganan, masyarakat pesisir lelah juga membersihkan sampah yang tidak ada habisnya,’’ tuturnya. Menurutnya, kebiasaan m a s y a r akat yang masih suka membuang sampah sembarangan mulai di tegalan pribadi, selokan, sungai sampai di tepi jalan harus segera dientaskan. Sampahsampah yang dibuang sembarangan ini, ketika musim hujan dibawa ke sungai dan berakhir ke laut maupun

Jelang Galungan, Harga Babi Stagnan

pantai. Ini tentu mencemari laut dan ekosistem yang ada di dalamnya, karena sebagian besar sampah jenisnya plastik. ‘’Kalau organik seperti kayu masih bisa diolah. Kalau plastik ini yang susah,’’ ujarnya. Karena itu, dia memandang Tabanan memerlukan Perda terkait pengelolaan sampah. Harus ada aturan disertai reward maupun punishment dalam perda serta diterapkan dengan tegas. Dengan adanya perda dan penerapan yang tegas, diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat yang masih suka buang sampah sembarangan. (kmb24)

Hasil Curian Dipakai Bayar Cicilan KUR dan Judi

Tabanan (Bali Post) Tim Opsnal Reskrim Polres Tabanan berhasil mengamankan I Wayan Wijana (47), pencuri perhiasan emas dan uang di Banjar Meliling Kangin, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan. Wijana mencuri di rumah I Made Budi Antara (30) dan Ni Wayan Sukarniti (54) pada 27 Oktober lalu. Wijana yang asal Banjar Sambian Pondok Desa Timpag, Kerambitan itu diamankan polisi pada Senin (10/12) malam di Jalan Kerambitan–Timpag. Dari pengakuan tersangka, uang hasil curian tersebut digunakannya untuk membayar cicilan KUR dan berjudi.

Penangkapan pelaku berawal dari laporan kedua korban yang kehilangan perhiasan emas dan uang tunai dengan total kerugian sekitar Rp 38 juta. Saat kejadian, kedua korban dan keluarga tengah bersembahyang di Pura Dalem Meliling, sehingga rumah dalam keadaan kosong. Saat korban kembali ke rumah sekitar pukul 19.00 Wita, mereka mendapati jendela kamar terbuka. Kamar sudah dalam kondisi berantakan. Saat dicek, sejumlah perhiasan emas berbagai jenis dan uang tunai raib di dalam lemari. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke polisi. Berdasarkan laporan

Tabanan (Bali Post) Hari raya Galungan tinggal dua pekan lagi. Namun tidak seperti jelang Galungan sebelumnya yang terjadi kenaikan harga, kali ini harga babi di tingkat peternak terbilang stagnan di kisaran Rp 37 ribu hingga Rp 38 ribu per kg. Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (Gupbi) Tabanan Agus Artana, Selasa (11/12) kemarin mengatakan, biasanya kenaikan harga babi terjadi 25 hari sebelum Galungan. Stagnannya harga seperti sekarang

menunjukkan permintaan babi cenderung tetap dan tukang potong sudah memiliki stok yang cukup. Meski tidak mengalami kenaikan, namun dengan harga saat ini yang bertahan hingga satu bulan sudah cukup menguntungkan peternak. Sebab harga ini adalah yang tertinggi dirasakan peternak. ‘’Apalagi dengan adanya kenaikan harga dolar beberapa waktu lalu, yang menyebabkan harga pakan naik sehingga menambah biaya produksi. Harga tertinggi ini cukup

menyelamatkan dan peternak masih bisa bernapas,’’ ujar Artana. Menurutnya, harga babi agar peternak mampu break event point (BEP) yakni Rp 32 ribu hingga Rp 33 ribu per kg. Itu pun belum termasuk ongkos tenaga kerja, air dan listrik. Kondisi tersebut membuat sejumlah kalangan yang sebelumnya berpaling dari peternakan babi kini kembali melirik usaha ini. ‘’Meski harga bibit babi mahal, yakni dari Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta per bibit atau naik dari Rp 600

ribuan sebelumnya, kondisi itu tidak menyurutkan gairah untuk beternak babi sekarang ini,’ jelasnya. Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Gupbi Bali Nyoman Ariadi. Menurutnya, harga Rp 38 ribu per kg ini merupakan harga tertinggi. Sebelumnya harga babi di tingkat peternak maksimal Rp 35 ribu per kg. ‘’Kenaikan harga ini sudah maksimal, sehingga harga babi pada Galungan nanti kemungkinan tidak akan banyak bergerak dari harga saat ini,’’ jelasnya. (kmb24)

Seleksi CPNS

Sejumlah Pelamar Formasi Guru Ajukan Sertifikat Pendidik Tabanan (Bali Post) Kabar gembira bagi peserta perekrutan CPNS yang sudah lolos ke tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Untuk peserta dari formasi guru yang mempunyai sertifikat pendidik berdasarkan Permendikbud No. 46 tahun 2016 tentang Penataan Lineritas Guru Bersertifikasi akan

tersebut, tim Opsnal Polres Tabanan melakukan penyelidikan. Infomasi yang berhasil dihimpun, kecurigaan mengarah pada tersangka. Petugas kemudian membuntuti tersangka saat melintas di Jalan Kerambitan-Timpag pada Senin sekitar pukul 23.00 Wita. Tersangka langsung disergap dan digelandang ke Mapolres, berikut barang bukti seperti sepeda motor dan HP. Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Gede Surya Kusuma, Selasa (11/12) kemarin, membenarkan penangkapan tersangka. ‘’Tersangka masih diperiksa intensif dan kasusnya masih dikembangkan,’’ ujarnya. (kmb28)

otomatis mendapatkan nilai penuh 100. Di Kabupaten Tabanan, sejumlah pelamar CPNS formasi guru telah mengajukan sertifikat pendidik, yang selanjutnya akan dipastikan keabsahannya. Kabid Formasi dan Pengembangan BKPSDM Tabanan Ni Luh Putu Mahadi Santi Dewi mengatakan, hingga Selasa (11/12) kemarin baru lima orang pelamar formasi guru yang membawa sertifikat pendidik. ‘’Setelah kita cek keabsahannya nanti, baru dibuatkan berita acara untuk dikirimkan ke BKN. BKN yang akan memberikan nilai penuh 100 terhadap peserta tersebut,’’ terangnya. Pengajuan sertifikat pendidik, lanjut MaNi Luh Putu Mahadi Santi Dewi

hadi, diberlakukan kepada pelamar formasi guru yang mengikuti SKB. Baik itu yang lulus memenuhi passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun lulus terbantu kebijakan perangkingan nilai komulatif SKD. ‘’Kesempatan ini hanya khusus untuk pelamar formasi guru,’’ ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah hasil perangkingan diumumkan, tes SKB akan digelar Kamis (13/12) besok di Makodam, Denpasar. ‘’Untuk Tabanan, SKB akan diikuti 513 peserta dijadwalkan dua sesi. Lokasi tes sama di Makodam, Denpasar, menggunakan computer assisted test (CAT),’’ ucapnya. Untuk nilai, SKD memiliki bobot 40 persen dalam seleksi. Sedangkan SKB memiliki bobot 60 persen. (kmb28)

TPS3R Bantas Berencana Produksi Bahan Bakar Terbarukan Tabanan (Bali Post) TPS3R Desa Bantas yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bantas Lestari baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Kementerian PUPR sebagai komunitas peduli sampah dengan pengolahan sampah terbaik. Lewat penghargaan ini, KSM Bantas Lestari memiliki angan-angan agar TPS3R yang mereka kelola bisa menghasilkan pelet atau bahan bakar terbarukan yang berbahan dasar sampah. Sayangnya impian ini masih terbentur dana untuk pengadaan peralatan dan fasilitas. Hal ini dipaparkan

Bali Post/ist

PENGHARGAAN TPS3R Desa Bantas menerima penghargaan dari Kementerian PUPR belum lama ini.

Ketua KSM Bantas Lestari Ni Nyoman Sarasmini, Selasa (11/12) kemarin. Ia menyampaikan, KSM Bantas Lestari tidak ingin hanya sebatas mengolah sampah organik menjadi pupuk, memilah sampah plastik kemudian dijual ke pengepul serta membuang residu sampah ke TPA Mandung. Pihaknya ingin terus mengembangkan pengolahan sampah seperti di Klungkung yang mengolah sampah menjadi bahan bakar terbarukan berupa pelet. Untuk membuat pelet, diperlukan tempat olah sampah (TOS) sementara serta bak piyem dan alat pencacah. Sampah organik dan sampah plastik dengan perbandingan 70 persen dan 30 persen dicampur dalam TOS kemudian difermentasikan di bak piyem selama tujuh hari. Hasil fermentasi ini kemudian dicacah dan hasilnya dinamakan pelet

yang bisa menjadi bahan bakar terbarukan. Kata Sarasmini, desa di Klungkung sudah menerapkan metode ini dan menjual pelet ke Indonesia Power. ‘’Infonya pelet ini dijadikan bahan bakar listrik terbarukan. Inilah yang hendak kami contoh,’’ ujarnya. Namun KSM Bantas Lestari masih terbentur anggaran. Mereka perlu dana sekitar Rp 50 juta untuk mewujudkan keinginan tersebut. ‘’Sudah kami usulkan untuk ini. Tetapi belum ada hasilnya,’’ imbuhnya. Selain bahan bakar listrik, pelet bisa digunakan untuk bahan bakar memasak di rumah tangga. Hanya komposisinya harus 100 persen sampah organik. Menurut Sarasmini, jika pembuatan pelet bisa diterapkan, maka selain bisa membuat bahan bakar terbarukan, residu sampah

hang dibuang ke TPA juga akan semakin sedikit. Sementara terkait penghargaan dari Kementerian PUPR, dia menyampaikan ini diberikan untuk lima komunitas peduli sampah yang ada di Indonesia. Dari lima komunitas, hanya dua yang masuk kategori TPS3R, salah satunya TPS3R Desa Bantas. Selain piagam, TPS3R Desa Bantas mendapatkan hadiah satu unit motor viar pengangkut sampah. Meski sudah mendapatkan bantuan satu armada pengangkut sampah, diakui Sarasmini belum ada penambahan layanan pengangkutan sampah di Desa Bantas. TPS3R Desa Bantas baru melayani 350 KK dari 900 KK di desa tersebut. ‘’Belum ada tambahan langganan baru. Tapi jika ada yang mau, bisa saja bertambah,’’ ujarnya. (kmb24)


BULELENG

8

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

Perbekel Jineng Dalem Diduga Keracunan Tenggak Minuman Kemasan Beraroma Tiner

Singaraja (Bali Post) – Perbekel Desa Jineng Dalem, Kecamatan Buleleng, Ketut Ardika (48), dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng. Ini karena Perbekel Ardika diduga mengalami indikasi keracunan setelah menenggak minuman dalam kemasan bermerek terkenal. Bahkan, setelah sisa minuman itu dicium, mengeluarkan aroma menyengat. Baunya mirip lem pipa dan juga tiner. Tak hanya itu, sisa minuman itu saat disulut korek justru memunculkan semburan api.

Bali Post/kmb38

LIMPAHKAN BERKAS – Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Buleleng melimpahkan berkas perkara dugaan tipikor penyalahgunaan dana LPD Desa Pakraman Bebetin, Kecamatan Sawan, Selasa (11/12) kemarin.

Kasus Korupsi LPD Bebetin

Sudah P-21, Berkas Perkara Dilimpahkan

Singaraja (Bali Post) – Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Buleleng melimpahkan berkas perkara dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) penyalahgunaan dana LPD Bebetin, Kecamatan Sawan. Pelimpahan berkas perkara ini dilakukan karena sudah dinyatakan lengkap atau P-21 dengan tersangka tunggal, mantan oknum pengurus LPD Desa Pakraman Bebetin I Cening WT (55) yang merupakan warga Desa Bebetin. Modus operandi kasus ini, terduga tersangka dengan kewenangannya menyetujui kredit fiktif menggunakan identitas puluhan orang nasabah. Total kerugian akibat kasus ini mencapai Rp 2,4 miliar. Kasat Reskrim AKP Mikael Hutabarat seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (11/12) kemarin, mengatakan kasus ini terungkap ketika polisi mendapat pengaduan masyarakat sesuai Laporan Polisi No. LP-A/77/ VII/2018/Res Bll tanggal 20 Juli 2018. Saat itu, polisi menerima pengaduan masyarakat, yakni nasabah tidak bisa menarik dana di LPD. Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Awalnya, bukti-bukti dikumpulkan. Selain itu, diminta keterangan 17 orang saksi. Dari hasil pe-

meriksaan, terduga tersangka kasus ini mengarah pada nama oknum pengurus LPD. Polisi kemudian mengamankan yang bersangkutan ke polres guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. ‘’Diawali pengaduan masyarakat. Kita lalu dalami dan setelah keterangan dan bukti mengarah pada yang bersangkutan, kemudian langsung yang bersangkutan kita amankan. Sekarang berkasnya sudah lengkap P-21. Kami segera akan limpahkan ke Kejari Buleleng,’’ katanya. Terduga tersangka itu, kata AKP Hutabarat, menggunakan modus operandi menguasai dana LDP dengan kredit fiktif memakai identitas puluhan orang sebagai nasabah peminjam. Bukan saja fiktif, oknum pengurus LPD diduga menyalahgunakan wewenangnya merealisasikan kredit dengan jumlah melebihi batas maksium pencairan kredit. Nasabah tidak melengkapi syarat antara lain tanpa memakai jaminan kredit. Setelah kreditnya disetujui, dana itu digunakan untuk keperluan sendiri. Dari hasil penghitungan (audit) independen, total dana kredit fiktif di LPD Desa Pakraman Bebetin itu sekitar Rp 2,4 miliar. ‘’Modusnya kredit palsu.

Dana LPD itu digunakan oleh yang bersangkutan. Walaupun perkaranya sudah kami limpahkan, tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka. Kasusnya masih kita kembangkan,’’ jelasnya.

Pinjam Identitas Orang Lain Terduga tersangka Cening WT di hadapan polisi menjelaskan, dirinya menjabat sebagai Ketua LPD Bebetin sejak 1989 sampai tahun 2014 yang lalu. Sebelum diberhentikan karena diduga menggunakan dana LPD dengan kredit fiktif, dia mengaku mengajukan permohonan kredit dengan meminjam identitas orang lain atas suruhan Badan Pengawas (BP) LPD Bebetin yang sekarang telah meninggal dunia. Karena disuruh Badan Pengawas yang notabene juga menjadi unsur pengelola LPD, dirinya tidak berani menolak. Akhirnya, menyetujui pencairan kredit itu. ‘’Saya disuruh agar tidak mempersulit permohonan kredit itu. Itu karena suruhan pengawas. Akhirnya, kredit yang diajukan itu saya berikan walaupun memakai identitas orang lain,’’ katanya. Di sisi lain, Cening WT membantah dikatakan ikut menggunakan dana LPD melalui kredit

fiktif itu. Dia menjelaskan, dana kredit itu diterima oleh nama-nama pemohon. Sejak direalisasikan, nasabah sudah melunasi angsuran kredit setiap bulan. Sayang, sebelum dilunasi kredit itu macet di tengah jalan. Atas kondisi itu, pengurus sudah menggelar rapat dan memutuskan agar nasabah melunasi kredit dengan cara mencicil. Saat bersamaan dilakukan pergantian pengawas baru karena anggota Badan Pengawas lama telah meninggal dunia. Pengurus baru itu kemudian meminta nasabah kredit macet itu agar melunasi angsuran kreditnya tanpa membayar dengan cicilan seperti keputusan pengurus lama. ‘’Itu dananya diterima pemohon dan dulu pembayaran lancar. Setelah Badan Pengawas diganti, karena ada yang meninggal dunia, dan pengurus LPD juga dilakukan pergantian, kebijakannya, kredit itu segera dilunasi tanpa dikasi mencicil,’’ tegasnya. Meski membantah tidak menggunkan dana LPD, namun terduga tersangka dinyatakan melanggar Pasal 2, Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 UU No. 31 Tahun 1999 perubahan UU No. 20 Tahun 2021 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). (kmb38)

Bali Post/ist

KECELAKAAN OUT OF CONTROL – Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng melakukan pemeriksaan di lokasi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) out of control yang menyebabkan pengendara tewas di rumah sakit.

Tabrak Got, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Perlu Disiplin Pakai Helm dan Tak Mabuk

Peristiwa–peristiwa fatal sudah sering terjadi di jalan raya. Belajar dari aneka kasus kecelakaan, mendesak seseorang ketika berkendara di jalan raya bukan saja perlu ekstra hati-hati, namun juga konsentrasi. Selain itu, disiplin berkendara seperti menggunakan helm dan tidak mabuk sangat penting diupayakan untuk menghindari hal yang tidak dikendaki. Memang, semua sudah kodrat atau nasib. Namun, jika ada kesadaran diri berkendara dilakukan penuh konsentrasi, diyakini kejadian seperti menabrak pinggiran got hingga tewas akibat kesalahan sendiri sepertinya bisa dihindari. Lalu, bagaimanakah solusi efektif berkendara untuk menghindari kejadian fatal di jalan? SEORANG pengendara sepeda motor DK 7462 DB mengalami lakalantas out of control (OC -red) di Jalan Singaraja – Sangsit Km 6.700 wilayah Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan Selasa (11/12) kemarin. Akibatnya, pengendara tanpa membawa SIM dan tidak menggunakan helm pelindung kepala

itu bukan saja mengalami luka parah. Bahkan, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di Kota Singaraja. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, lakalantas diawali ketika pengendara

sepeda motor Ketut Restawa (38) tinggal di Kelurahan Banjar Jawa melintas dari arah Sangsit menuju Kota Singaraja sekitar pukul 01.00 wita dini hari. Diduga lalu lintas sepi saat itu sehingga pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan sedang. Nahas, saat memasuki lokasi kejadian, kendaraan tibatiba tidak bisa dikendalikan. Bahkan, kendaraan melesat liar dan oleng ke kiri jalan. Saat itu, pengendara tidak bisa menguasai kendaraan, sehingga terjadi lakalantas out of control – keselahan sendiri. Setelah oleng ke kiri jalan, kendaraan membentur pinggiran got beton hingga kendaraan itu nyemplung ke saluran air sempit. Diduga karena benturan itu, pengendara mengalami luka parah. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berusaha menolong sembari mengantar berobat ke rumah sakit. Sayang, nyawa koran tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

“Keterangan saksi dan dari olah lokasi kejadian lakalantas ini murni OC. Awalnya, korban datang dari arah timur menuju barat, kemudian di lokasi kendaraan oleng ke kiri dan pengendara tidak bisa menguasai kendaraan sampai menabrak bibir got. Korban mengalami luka parah dan meninggal dunia,” katanya. Terkait dugaan pengendara dalam kondisi mabuk saat berkendara, AKP Kurniawandari menyebut, hal itu masih diselidiki. Pihaknya sering mengimbau pengendara untuk berhati-hati ketika berkendara pada malam hari, jangan karena situasi lalu lintas sepi lalu memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Selain itu, polisi juga sudah meperingati agar tidak mengendari kendaraan ketika sedang mengonsumsi minuman beralkohol atau obat kesehatan. Sebab, hal itu berpotensi mengganggu konsentrasi saat berkendara di jalan raya. (mud)

Anak kandung korban, Gede Ari Suardika (25), yang ditemui di IGD RSUD Buleleng Selasa (11/12) kemarin, menceritakan, peristiwa yang dialami bapaknya, terjadi pukul 08.30 wita. Saat bersamaan, bapaknya sedang membantu upacara penguburan saudaranya yang meninggal dunia. Usai mempersiapkan upacara itu, korban membeli satu botol minuman kemasan di warung yang juga milik saudaranya. Minuman itu diambil dari dalam kulkas. Begitu tutup botol minuman itu dibuka, korban tidak merasakan hal ganjil. Namun ketika menenggak sedikit minuman itu, bapaknya langsung memuntahkan minuman itu dari mulutnya. Saat itu, juga bibir dan tenggorokannya terasa panas menyengat. Parahnya lagi, muka korban merah disertai muntah-muntah, dan tubuhnya lemas. Panik dengan situasi itu, Ari bersama saudaranya kemudian menolong bapaknya diantar berobat ke IGD RSUD Buleleng. “Begitu dibuka dan baru sedikit diminum, bapak sudah muntah karena minuman itu rasanya menyengat. Ada aroma seperti lem pipa atau mirip tiner. Bibir bapak seperti melepuh. Sebetulnya sudah sempat diolesi madu karena panas sampai di tenggorokan. Badannya juga lemas dan muntah-muntah dan ajak ke IGD,” katanya. Jika ditilik label kedaluwarsanya, kata Ari, sebetulnya minuman itu masih berlaku sampai 2019. Pada kemasan minuman itu masih tersegel dari perusahaan yang mengedarkan. Akan tetapi, dia tidak menyangka kalau minuman

itu mengeluarkan aroma tidak lazim. Bahkan, dia bersama tetangganya sempat menyulut sisa minuman itu dengan korek api. Tidak disangka, api pun menyembur. Menyusul dugaan keracunan itu, anggota Babinkamtibmas Desa Jineng Dalem, kemudian mengamankan sisa minuman dan diserahkan kepada penyidik Reskrim Polres Buleleng. “Ada anggota polisi juga menyaksikan dan memang ada aroma dari zat berbahaya. Anehnya, ketika disulut minuman itu tersambar api. Tadi pemilik warung juga mengetahui kejadian itu dan sisa stok minuman itu diamankan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti dialami bapak itu,” katanya. Keracunan Minuman Kemasan Kasat Reskrim AKP Mikael Hutabarat Seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan telah mengetahui informasi dugaan keracunaan minuman dalam kemasan. AKP Hutabarat mengaku dari pengamatan sisa minuman yang disita di lokasi kejadian memang minuman kemasan itu mengeluarkan bau menyengat. Hanya, aroma itu belum bisa dipastikan. Pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi termasuk menunggu keterangan dari dokter yang merawat korban di IGD RSUD Buleleng. “Jadi, benar kita dapat info dugaan keracunan minuman. Kami masih kumpulkan keterangan termasuk keterangan dokter yang merawat korban di RSUD,” katanya.

Untuk memastikan kandungan minuman, AKP Hutabarat berkoordinasi ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dan mengirim sampel minuman ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali. Jika nanti hasil penelitian menunjukkan sempel minumen itu mengandung zat berbahaya yang menimbulkan kerugian pada korban, maka polisi akan mengusut tuntas kasus tersebut. “Hari ini (Selasa, 11/12 -red) sampel yang diamankan oleh anggota kami dikirim ke Labfor Polda Bali termasuk kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan, biar kita ketahui kandungan minuman itu,” jelasnya. Di tempat terpisah, Humas RSUD Buleleng Gede Budiartha mengatakan, pasien diterima sekitar pukul 10.00 wita. Dari hasil pemeriksaan sementara, pasien sempat mengalami mual-mual dan muntah-muntah. Selain itu, pada bibir dan tenggorokannya terasa panas yang diduga akibat pengaruh minuman yang ditenggak pasien itu. Dari pemeriksaan awal, pasien terindikasi mengalami dugaan keracunan. Hanya, dokter masih melakukan observasi lanjutan sebelum nantinya memutuskan apakah pasien itu dirawat inap atau rawat jalan. “Indikasinya, pasien itu mengalami keracunan memang ada, namun setelah ditangani dan dikasi obat rasa mual dan panas pada mulut dan tenggorokan sudah hilang. Kami belum pastikan apakah opname atau rawat jalan, karena pasien itu masih perlu observasi lanjutan,” katanya. (kmb38)

Belasan Konsumen Motor Matic Tertipu

Tersangka Ubah Cara Bayar, dari ’’Cash’’ Jadi Kredit

Singaraja (Bali Post) – Mantan karyawan diler sepeda motor di kota Singaraja terpaksa berusuan dengan polisi. Pasalnya, Kadek LW (30) asal Kelurahan Banjar Jawa, Singaraja itu diduga melakukan penggelapan dan penipuan kepada belasan orang konsumen sepeda motor matic. Kasus ini terbongkar setelah belasan konsumen mengadu ke polisi, bahwa mereka telah ditipu tersangka. Caranya, sepeda motor yang semula dibeli dengan cara cash, kemudian diubah dengan cara kredit. Parahnya lagi, angsuran kreditnya nunggak, sehingga belasan sepeda motor itu ditarik pihak finance. Dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tersangka mencari konsumen sepeda motor matic yang sedang booming saat ini. Karena masih masa promosi, tersangka menawarkan pembelian dengan cara cash. Terduga tersangka juga berjanji memberikan diskon dan asuransi. Dari penawaran itu, ada 18 konsumen membeli sepeda motor dengan cara cash. Saat itu, muncul ide tersangka agar dapat keuntungan lebih, sehingga transaksi pembelian itu diubah dari sistem cash menjadi kredit. Sampai pembelian sepeda motor ke-17, terduga tersangka masih bisa

membayar angsuranya. Hingga kemudian, dia mulai kesulitan modal dan angsuran kreditnya nunggak. Pihak finance kemudian menarik sepeda motor matic tersebut. Saat itu juga para konsumennya mengetahui mereka sesungguhnya telah ditipu. Sebab, awalnya membeli dengan cara cash, tetapi oleh tersangka dialihkan dengan cara kredit. Terduga tersangka Kadek LW mengakui kesalahannya karena tidak bisa melunasi angsuran kredit sepeda motor milik konsumennya itu. Alasan mengubah pembelian dari cash ke kredit karena ingin mendapatkan fee untuk menambah gaji bulanannya di diler. Sayang, kerja kerasnya justru berakhir di kepolisian, setelah konsumen melaporkan perbuatannya itu. ‘’Mulai bekerja di diler itu 2006. Waktu itu, terduga tersangka dapat gaji Rp 1,3 juta. Dengan sistem kredit, yang dijalani itu membuat kredit fee-nya dapat lebih besar. Namun, saya salah mengambil langkah dan harus menutupi angsuran. Karena tunggakan kreditnya terus bertambah dan saya tidak bayar, kemudian sepeda motor itu ditarik pihak finance,’’ katanya. Kasat Reksrim AKP Mikael Hutabarat didampingi Kasubag Humas Iptu Gede

Sumarjaya mengatakan, yang bersangkutan melakukan perbuatannya dengan mengubah sistem pembelian dari cash menjadi kredit. Perubahan itu dilakukan sejak April sampai Juli 2018 lalu. Konsumen awalnya tidak curiga karena tersangka bisa melunasi angsuran kreditnya. Hanya, saat kosumen meminta BPKB sepeda motor, tersangka menangguhkan dengan berkelit kalau BPKB-nya itu masih dalam proses di kepolisian. Sampai akhirnya, konsumen mengadukan terduga tersangka menipu lantaran sepeda motor yang dibeli dengan cash, justru ditarik finance akibat tidak melunasi angsuran. ‘’Modusnya rapi dan konsumen beli motor cash seharga motor yang dipromosikan oleh yang bersangkutan. Kalau saat itu, membeli cash fee-nya kecil. Jadi, diubah pembeliannya dengan kredit. Awalnya memang lancar-lancar. Namun akhirnya ada konsumen melapor motornya ditarik padahal beli cash, sehingga kasus ini kita ungkap ternyata terduga tersangka mengakui mengubah sistem pembelian,’’ katanya. Perbuatan tersangka itu melanggar Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP jo 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (kmb38)

Bali Post/kmb38

KASUS PENIPUAN – Polisi mengungkap kasus penipuan dan penggelapan pembelian sepeda motor matic.


Rabu Umanis, 12 Desember 2018

GIANYAR

9

Panggung Terbuka Kembali Dihidupkan untuk Wisatawan Gianyar (Bali Post) Panggung terbuka yang berada di areal Pura Dalem Desa Pakraman Teges Kanginan, Kecamatan Ubud, akhirnya selesai direnovasi. Panggung terbuka ini akan dihidupkan kembali untuk wisatawan. Bendesa Desa Pakraman Teges Kanginan I Wayan Sukaya mengatakan, keberadaan panggung terbuka di areal Pura Dalem, Pura Desa dan Pura Puseh tersebut selain memiliki fungsi keagamaan, juga memiliki fungsi ekonomis sebagai tempat pertunjukan bagi wisatawan. Hal ini mengingat wilayah Desa Pakraman Teges Kanginan yang terdiri dari 168 kepala keluarga tersebut berada di wilayah pariwisata Ubud. Namun ia mengakui pengelolaannya selama ini belum optimal, sehingga kontribusi dari keberadaan panggung terbuka tersebut kepada desa pakraman juga belum maksimal. “Pertunjukan seperti Tari Kecak, Tari Legong sering dilaksanakn di sini jika ada permintaan dari wisatawan,” ujar Sukaya saat peresmian panggung terbuka tersebut, Selasa (11/12) kemarin. Sementara itu, Klian Adat Teges Kanginan I Wayan Sumada mengatakan, dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki lokasi tersebut, perbaikan panggung terbuka dilakukan dengan bantuan dana hibah dari Pemkab Gianyar sebesar Rp 200 juta dari total dana yang dihabiskan sebanyak kurang lebih Rp 245 juta. Sedangkan sisanya berasal dari dana swadaya masyarakat Desa Pakraman Teges Kanginan. “Ke depan kami akan kelola secara profesional, sehingga berkembang menjadi objek wisata pertunjukan dan mampu memberikan kontribusi lebih kepada desa pakraman,” katanya. Sekdakab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya ditemui di sela-sela pembukaan panggung tersebut mengatakan, keberadaan panggung terbuka tersebut sangat bermanfaat sebagai usaha dalam pelestarian agama, adat dan budaya Bali. Apalagi panggung terbuka ini telah ada sejak tahun 1977 tentu memiliki nilai sejarah bagi warga sekitar. “Pelestarian dan pengembangan keberadaan panggung terbuka ini harus tetap dilakukan sehingga mempunyai kontribusi lebih terhadap desa pakraman,” ujarnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

SIDAK - Bupati Mahayastra saat melakukan sidak ke tempat pembuangan sampah di Desa Sidan.

Bupati Tutup Tempat Pembuangan Sampah di Sidan

Gianyar (Bali Post) Bupati Gianyar Made Mahayastra melakukan sidak ke tempat pembuangan sampah di Banjar Belahpane Kaja, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Selasa (11/12) kemarin. Pada kesempatan itu, Bupati Mahayastra memerintahkan agar tempat pembuangan sampah itu ditutup. Selanjutnya, lokasi tersebut akan disulap menjadi hutan kota yang berisi taman bermain untuk anak.

Bali Post/kmb35

PANGGUNG TERBUKA - Pementasan tari Rejang di panggung terbuka yang berada di areal Pura Dalem Desa Pakraman Teges Kanginan, Kecamatan Ubud, Selasa (11/12) kemarin.

”Palebon” di Puri Blahbatuh

Telepon Penting gianyar Kantor Bupati

- 943056

DPRD

BPBD

- 943144 - 7844717/7844718

PMK

- 943113

Kantor Satpol PP

- 944436

RSUD Sanjiwani PDAM

- 943020

Bali Post/nik

PENGERJAAN - Bade setinggi 24 meter di depan Puri Blahbatuh yang sedang proses pengerjaan.

- 944225/943233

KPA Gianyar

- 942184

PMI Gianyar

- 8958414

KONI Gianyar

- 947261

BNN Kab. Gyr.

- 946122

PLN

- 947166

Kodim 1616 Gyr

- 943069

Koramil Gianyar

- 942289

Koramil Blahbatuh

- 941167

Koramil Tegallalang

- 974792

Koramil Tampaksiring

- 901601

Koramil Sukawati

- 297564

Koramil Ubud

- 975314

Koramil Payangan

- 974793

Siaga Lantas/TMC Gianyar

- 945820

Polsek Gianyar

- 944510

”Bade” Seberat 15 Ton akan Diusung 3.000 Krama

PROSESI palebon Panglingsir Puri Blahbatuh I Gusti Ngurah Djelantik akan digelar Selasa (18/12) mendatang. Keputusan ini diambil setelah melakukan parum di keluarga besar Puri Blahbatuh. “Sudah dipastikan palebon 18 Desember mendatang,” ujar putra almarhum, A.A. Ngurah Kakarsana, Selasa (11/12) kemarin. Ngurah Kakarsana mengatakan, terkait palebon untuk Panglingsir Puri Blahbatuh generasi XXIV tersebut sudah disiapkan bade setinggi 24 meter. Uniknya bade ini tidak menggunakan tumpang. “Bade ini tidak pakai tumpang, karena padma negara. Seperti padmasana tapi makereb,” ujarnya. Menurut Ngurah Kakarsana, bade ini sudah dikerjakan sejak tiga minggu lalu. Hingga kini bade tersebut sudah rampung sekitar 85 persen. “Tinggal pekerjaan lagi sedikit. Jadi dipastikan bade sudah siap sebelum hari H,” katanya. Saat hari H, kata Ngurah Kakarsana, bade dengan bobot sekitar 15 ton ini akan diusung dari Puri Blahbatuh ke arah barat menuju Setra Ageng Blahbatuh. Proses pengusungan bade itu akan dibagi dalam 10 etape. Untuk satu kali etape akan diusung oleh 300

krama. “Sehingga akan ada sekitar 3.000 krama yang ikut mengusung bade menuju Setra Ageng Blahbatuh,” ujarnya. Menurut Ngurah Kakarsana, 3.000 krama ini berasal dari 13 banjar. Delapan banjar di antaranya ada di Desa Blahbatuh, sementara sisanya seperti Banjar Blangsinga, Bona dan lainnya. “Selain bade, krama juga akan dibagi dalam mengusung lembu menuju setra,” katanya memaparkan. Ngurah Kakarsana mengakui palebon seperti ini kemungkinan akan menjadi daya tarik wisata, terlebih Puri Blahbatuh saat ini sudah dibuka untuk wisata. “Memang ada sejumlah asosiasi pariwisata yang menanyakan, dan sudah kita sampaikan rangkaian acaranya,” katanya. Dalam penyelenggaraan palebon ini, pihaknya hanya menjalankan tradisi untuk Panglingsir Puri Blahbatuh yang wafat. “Kami hanya berupaya menjalankan tradisi sebagai persembahan terakhir untuk almarhum,” tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Puri Blahbatuh I Gusti Ngurah Djelantik wafat, Kamis (15/11) lalu. Almarhum wafat di usia 74 tahun, setelah cukup lama berjuang melawan penyakit diabetes. (nik)

Bupati Mahayastra mengatakan, setelah melakukan koordinasi dengan pihak desa adat, Pj. Perbekel Sidan serta perwakilan tokoh setempat, disepakati untuk menutup tempat pembuangan sampah tersebut. Selanjutnya di lokasi itu akan dijadikan hutan kota. “Barusan saya sudah bertemu pihak desa. Kalau pengerjaan sudah dimulai, di sana sudah tidak boleh membuang sampah,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra sudah menindaklanjuti perintah Bupati Gianyar dengan menyampaikan surat pemberitahuan ke pihak desa. Pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di lokasi yang berada di sebelah timur Jalan Raya Kembangan, Banjar Belahpane Kaja itu. “Bupati memerintahkan untuk menghentikan pengurugan itu. Nantinya tempat itu akan disulap menjadi hutan kota, kemudian menjadi tempat bermain anak,” katanya. Kujus Pawitra menerangkan, pembuangan sampah di lokasi tersebut

memang permintaan masyarakat setempat. Tujuanya untuk melakukan pengurugan, karena lokasi tersebut sebelumnya merupakan jurang. “Kenapa ada tempat pembuangan sampah di sana, itu karena memang permintaan masyarakat untuk dilakukan pengurugan,” jelasnya. Pj. Perbekel Desa Sidan Made Suparna mengaku sudah menerima surat pemberitahuan dari DLH Gianyar. Surat itu sudah diteruskan ke Klian Dinas Belahpane Kaja. “Bapak Bupati tadi juga ke sana bertemu dengan klian prajuru dan para tokoh. Semua sepakat untuk menghentikan pembuangan sampah di lokasi tersebut,” katanya. Menurut Suparna, pembuangan sampah di lokasi tersebut memang atas kehendak masyarakat setempat untuk mengurug tukad mati di lokasi tersebut. Kini dataran di lokasi tersebut sudah rata dengan jalan raya. “Dulu, informasinya di sana mau dipakai tempat untuk balai banjar atau yang lain. Makanya masyarakat membutuhkan sampah untuk mengurug lokasi tersebut,” katanya. (kmb35)

Kerap Mengamuk

Satpol PP Tangkap Orang Gila

Gianyar (Bali Post) Ga ra - g a ra kera p m e ng a m uk di rumahnya, seorang pria yang mengalami gangguan jiwa, Dewa Made Kariana ditangkap petugas Satpol PP Gianyar, Selasa (11/12) kemarin. Pria berusia 42 tahun itu memang memiliki riwayat sakit jiwa. Lantaran kembali kumat, ia akhirnya digiring ke RSJ Bangli. Anggota Satpol PP Kabupaten Gianyar I Wayan Nasta mengatakan, Kariana memang memiliki riwayat gangguan jiwa. Bahkan Kariana tercatat sudah dua kali diamankan Satpol PP dengan keluhan yang sama. Kini Kariana kembali kumat. Orangtuanya beberapa kali ingin membawanya ke RSJ Bangli, namun Kariana selalu melawan.

Sehingga pihak keluarga tidak mampu membawa dia ke rumah sakit. “Makanya orangtuanya minta bantuan Satpol PP,” ujarnya. Menurut Nasta, Kariana ini sering mengamuk di rumahnya. Akhirnya regu Satpol PP langsung menuju kediaman Kariana. “Saya jajaki dia di kamarnya. Dia sedang tidur, langsung saya bangunkan dan ajak dia ke mobil,” jelasnya. Berdasarkan rekaman video pengamanan yang diperlihatkan oleh Wayan Nasta, Kariana tampak santai bangun dari tidur dan langsung keluar rumahnya. “Dia langsung masuk ke dalam mobil Satpol PP. Keluarganya, ibu dan menantunya ikut mengantar ke Bangli,” kata Nasta. (kmb35)

50 WP Dapat Penghargaan dari Bupati Mahayastra

PENGHARGAAN - Bupati Gianyar Made Mahayastra menyerahkan penghargaan kepada wajib pajak.

SEBANYAK 50 wajib pajak (WP) di Kabupaten Gianyar memperoleh penghargaan dari Pemkab Gianyar, berupa piagam dan plakat atas sumbangsih besarnya dalam memberi suntikan dana segar terhadap kas pemerintah daerah. Bali Safari dan Marine Park masih menjadi penyumbang tertinggi, dengan menyetor sebanyak Rp 16 miliar dalam kategori hiburan, dan Hotel Mandapa Ritz Carlton terbanyak di kategori hotel bintang 5 dengan jumlah Rp 9 miliar. Pemberian reward oleh Bupati Gianyar didampingi Wakil Bupati berlangsung di Balai Theater Taman Nusa, Gianyar, Selasa (11/12) kemarin. Bupati Gianyar Made Mahayastra menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen para pengusaha di Kabupaten Gianyar yang sangat berkontribusi besar menunjang pem-

bangunan pemerintah untuk rakyat secara keseluruhan, melalui taat membayar pajak tepat waktu. Bahkan hingga mencapai saat ini, Kabupaten Gianyar sukses menjadi kabupaten dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di bawah Kabupaten Badung. ‘’Ini lompatan yang tinggi,’’ ujarnya. Bupati Mahayastra mengatakan, sokongan dana segar dari hasil pajak tersebut nantinya akan diperuntukkan membangun berbagai megaproyek yang dicanangkan terealisasi pada tahun 2019. Di antaranya revitalisasi pasar, pembangunan Rumah Sakit Gianyar dan Payangan, balai banjar, wantilan, beberapa pura dan lainnya. ‘’Kami fokus revitalisasi desa pakraman untuk tahun 2019,’’ tegasnya. Setelah rampung itu, kata Mahayastra, berikutnya akan diprioritaskan pembangunan

insfrastuktur di kawasan pariwisata, pembenahan taman kota, dan lain sebagainya. ‘’Perlu waktu secara bertahap untuk mewujudkan semua itu. Mungkin dua periode baru cukup untuk menyelesaikannya,’’ katanya. Bupati Mahayastra juga memastikan bahwa uang yang disetorkan para pengusaha terhadap pemerintah dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Begitu juga metode pembayaran pajak via online sangat berfungsi untuk menciptakan transaksi yang transparan. Dia berharap tidak ada lagi deal to deal di belakang layar antara WP dan penagih pajak tanpa sepengetahuan lembaga resmi. ‘’Kalau ada indikasi kecurangan, bisa langsung lapor ke Bupati atau Wabup. Kami akan segera tuntaskan. Tidak ada ampun bagi staf Pemkab

yang berani main-main dengan uang rakyat. Kita berharap supaya sistem transaksi berjalan lurus,’’ tegasnya. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar Wayan Ardana menyampaikan tujuan pemberian penghargaan tahunan terhadap WP adalah sebagai ucapan terima kasih yang telah melaksanakan kewajiban dengan baik. Demi merealisasikan target PAD yang telah ditetapkan. WP yang menerima penghargaan terdiri dari klasifikasi hotel bintang 5 dan 4, hotel melati 1 sampai 3, pondok wisata, restoran, air bawah tanah, dan hiburan. ‘’Dasar yang dipakai acuan adalah besarnya jumlah setoran, ketaatan pembayaran, ketepatan waktu, serta jumlah pembayaran, dan ketertiban WP memenuhi kewajinan selama tahun 2018,’’ ujarnya. (ad219)


JEMBRANA

10

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

Tak Ada Pedagang Mau Menempati

Pasar Ikan di Candikusuma Mubazir Negara (Bali Post) -

Kondisi pasar ikan di sebelah lapangan Candikusuma Melaya mubazir dan terkesan terbengkalai. Sejak selesai pembangunan tiga tahun lalu, tak ada pedagang ikan yang menempati. Kran air mengalami kerusakan dan areal pasar dipenuhi sampah. Sementara pihak desa Candikusuma tidak bisa berbuat banyak karena belum ada serah terima aset dari dinas terkait. Sejumlah warga Candikusuma Melaya, Selasa (11/12) kemarin mengatakan, pasar ikan itu disebutkan tidak menarik minat para penjual dan pengepul ikan karena nelayan dan pengepul ikan sudah memiliki tempat sendiri di rumah masing-masing yang dekat dengan pantai. “Sudah ada yang menjemput sendiri ikan-ikan tersebut ke rumah-rumah pengepul ikan dan membawa truk atau pick-up. Jadi ya sejak awal pasar ikan sudah sepi dan mubazir,” kata seorang warga Tirtakusuma Desa Candikusuma, Melaya. Pipit, seorang ibu pedagang makanan di depan pasar ikan yang juga bangunan aset Pemkab mengatakan,

sejak awal sudah diingatkan agar jangan membangun pasar ikan karena nanti mubazir dan tidak ada yang mau jualan. “Sudah disampaikan oleh warga bangunan ini saja yang sudah ada diperbaiki. Jangan membangun yang baru. Tapi ya tetap dibangun, kondisinya seperti itu, sepi,” katanya. Warga juga mengeluhkan pasar dibangun dengan model meja membuat pedagang susah berjualan sehingga enggan ditempati. “Pedagang juga pingin nyaman dalam berjualan,” tandasnya. Dari pengamatan di pasar ikan itu sangat kotor dan dipenuhi sampah. Demikian juga kran tampak rusak. Tidak satupun pedagang men-

empati pasar ikan tersebut. Sementara itu, Perbekel Candikusuma Wayan Bagia Yasa dikonfirmasi Selasa siang mengakui sejak selesai dibangun pasar ikan itu tidak ada yang menempati. Pasar ikan itu katanya sampai saat ini belum ada serah terima dari Dinas Perikanan dan Kelautan ke Desa Candikusuma. Sehingga pihaknya tidak berani mengambil alih atau melakukan sesuatu untuk pasar ikan itu. “Kalau kami perbaiki krannya nanti kami salah karena bukan wewenang dan tanggung jawab kami. Kami juga tidak berani promo karena belum serah terima. Dinas berjanji akan memperbaiki tapi sampai

sekarang belum diperbaiki. Di sana memang agak sulit berjualan,” katanya. Bagia Yasa mengatakan, awalnya pihaknya ingin membangun pasar untuk memberdayakan warga miskin. Bukan model pasar seperti itu. Pihaknya ingin bangun pasar dimana warga miskin bisa punya tempat tinggal/tidur sekaligus tempat untuk berjualan. Sehingga bisa memotivasi mereka untuk produktif dan maju. Di sisi lain, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Jembrana Made Dwi Maharimbawa dikonfirmasi mengatakan, saat bangunan pasar ikan itu selesai, rencananya memang akan diserahterimakan ke desa namun Kabid yang mengurus masalah tersebut pensiun. “Kabid yang bawa data dan kami telusuri kembali untuk kami serahkan ke desa,” jelasnya. (kmb)

Bali Post/

MUBAZIR - Pasar ikan Desa Candikusuma sejak selesai dibangun tiga tahun lalu hingga saat ini mangkrak dan terkesan mubazir. Kondisinya juga kotor penuh dengan sampah dan keran rusak.

Pesisir Jembrana Dipenuhi Sampah Kiriman

Negara, (Bali Post) Sejak beberapa pekan belakangan ini pesisir Jembrana dipenuhi dengan sampah kiriman. Tidak hanya sampah plastic, juga kayu-kayu besar dan ranting-ranting pohon. Dari pengamatan di Pantai Sumbersari Melaya akhir pekan lalu, sampah juga tampak memenuhi sepanjang pantai. Sejumlah kelompok masyarakat tampak membersihkan pantai. Demikian juga di

pantai Candikusuma Melaya, Selasa (11/12) kemarin sampah juga memenuhi pantai. “Kalau sampah plastic, khususnya botol-botol plastik dan gelas plastik bekas air mineral sejak seminggu ini sudah dibersihkan dan dikumpulkan warga untuk dijual. Ranting-ranting kayu karena sangat banyak diambil bertahap untuk kayu bakar,” kata Bu Indra salah seorang warga.

Jika musim barat katanya sampah kiriman memang sangat banyak di pantai dan perlu proses lama membersihkannya. “Ranting-ranting pohon dan kayu-kayu besar mungkin bekas penebangan kayu di hutan yang hanyut. Kalau sampah plastik mungkin dari bekas rumah tangga yang dibuang ke sungai,” jelasnya. Pande, salah seorang nelayan, berharap kesadaran masyarakat untuk membuang

sampah khususnya plastik jangan ke sungai karena sangat berbahaya dan mencemari ekosistem yang ada di laut. Meskipun sampah plastik bisa dipungut dan dijual namun itu juga tidak maksimal karena tidak semua orang sadar untuk ikut membersihkan dan peduli sampah. “Kami merasakan dampaknya. Tidak hanya membuat kotor juga membunuh biota laut,” tandasnya. (kmb)

Bali Post/olo

Penyok – Selain mubazir, salah satu bagian pagar di Taman Pitbull, Jalan Udayana yang sudah penyok.

Tempat Latihan Anjing Pitbull juga Mubazir

TIDAK hanya pasar ikan di Candikusuma Melaya yang mubazir. Bangunan publik menyerupai kandang yang dibangun di pinggir Jalan Udayana, Kecamatan Negara juga bernasib sama, tak pernah difungsikan alias mubazir. Dari informasi, bangunan yang berada di barat kantor KPU Jembrana itu rencananya untuk taman pitbull atau tempat latihan anjing. Tetapi sejak berdiri, bangunan yang dikelilingi pagar besi itu akhir 2017 lalu, tidak pernah digunakan. Bahkan kini justru kondisinya kurang terawat lantaran jarang digunakan. Terlihat dari pagar yang masih tergolong baru sudah mulai rusak. Pintu pagar terlepas dan salah satu bagian sudah penyok. Diduga

pagar besi itu penyok lantaran tertimpa benda berat sehingga melengkung. “Mungkin karena tertimpa pohon atau semacamnya, baru juga lihat sudah penyok begitu. Kemarin baru dibersihkan (dipotong) rumput,” terang salah satu warga ditemui di lokasi. Sebelumnya dari informasi warga, pada papan proyek bangunan ini dibangun dari anggaran di Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jembrana akhir tahun 2017 lalu. Dengan nama kegiatan bangunan gedung tempat olahraga (Taman Pitbull) senilai Rp 193.500.000. Namun, selama setahun terakhir ini jarang ada aktivitas yang dilakukan di sana. Hanya yang terlihat bangunan menyerupai kan-

dang dikelilingi pagar besi. Sejatinya lahan ini awalnya merupakan tanah lapang yang difungsikan sebagai taman di samping kantor KPU Jembrana. Jauh sebelum dibangun taman itu, di lokasi tersebut merupakan Gedung Kesenian Jembrana sebelum pusat pemerintahan dipindah ke Dauhwaru. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ketut Karyadi Erawan sebelumnya mengatakan, proyek lokasi itu merupakan Taman Pitbull yang masih perlu disempurnakan. Taman tersebut dibangun menurutnya atas usulan dari para komunitas pecinta Pitbull. Rencananya, taman itu dipergunakan untuk ajang latihan dan pertemuan para pecinta anjing. (kmb26) Bali Post/kmb

SAMPAH - Sampah kiriman yang memenuhi pesisir Pantai Candikusuma Melaya, Selasa (11/12) kemarin. Sementara sampah plastik sudah dibersihkan warga dan pemulung untuk dijual.

Batas Waktu Kontrak Habis

Rehab SDN 5 Melaya Belum Rampung

Bali Post/olo

AMBRUK – Bangunan rumah milik Nengah Sarka yang ambruk akibat hujan angin yang terjadi Selasa dini hari.

Rumah Sarka Roboh Diterjang Hujan Angin Negara (Bali Post) – Hujan angin yang mengguyur Negara, Selasa (11/12) dini hari mengakibatkan rumah milik I Nengah Sarka (60) roboh. Rumah semipermanen yang berada di Lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara itu ambruk hingga rata dengan tanah. Atap genteng nampak berserakan memenuhi halaman dan lantai rumah yang telah roboh tersebut. Bangunan seluas 4,5 meter x 5 meter itu menimpa seluruh isi dalam rumah, termasuk perabot. Meski-

pun saat itu pemilik rumah berada di dalam bangunan, namun Sarka yang sudah renta berhasil selamat. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana dikonfirmasi kemarin membenarkan kejadian tersebut. Dari pengecekan ke lokasi kemarin, nampak petugas melakukan pembersihan dan memberikan bantuan terpal untuk menutupi bagian rumah yang roboh. Sementara korban tinggal di rumah kerabat lantaran kondisi rumah yang tak memungkinkan lagi untuk

ditempati. “Korban saat kejadian berada di rumah, tapi tidak mengalami luka-luka,” terangnya. Selain memberikan bantuan terpal, korban juga memerlukan sejumlah keperluan sehari-hari seperti matras, selimut, paket sembako, sandang, familykit dan peralatan dapur. Sementara itu, terkait sejumlah kejadian yang terjadi belakangan ini akibat cuaca buruk, BPBD mengimbau warga untuk waspada. Apabila memang dirasa bangunan kurang kokoh, agar mencari tempat yang aman. (kmb26)

Negara (Bali Post) – Dari puluhan perbaikan sekolah SD yang dianggarkan tahun ini, ada satu pembangunan yang dipastikan terlambat. Bahkan hingga menjelang beberapa hari akhir kontrak, pengerjaan belum rampung. Pembangunan yang terhambat itu di SD Negeri 5 Melaya, Dusun Sumbersari, Kecamatan Melaya. Padahal bangunan yang akan direhab di sekolah dasar itu sudah dibongkar. Namun, tidak ada tanda-tanda pengerjaan hingga menjelang akhir tahun. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Selasa (11/12) kemarin, progres pengerjaan bangunan bahkan belum mencapai 40 persen. Padahal bila merunut waktu kontrak tiga bulan mulai 12 September 2018 lalu, hari ini sudah habis. Kegiatan rehabilitasi sedang berat ruang kelas sekolah ini dikerjakan dengan nilai Rp 231.061.045 dari pagu anggaran Rp 264.719.000. Namun, dari pengamatan hingga akhir November, bangunan yang hendak direhab baru dibongkar. Sejatinya pembongkaran sudah dilakukan jauh hari sebelumnya, tetapi tidak ada pengerjaan. Papan proyek juga sudah terpasang di sudut depan SD tersebut. Sementara waktu pengerjaan tinggal hitungan hari. Tetapi progres belum signifikan.

Pihak sekolah juga tidak bisa berbuat banyak. Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Jembrana I Putu Perianto dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya satu kegiatan perbaikan sekolah yang diyakini akan terlambat. Pembangunan itu bersumber dari APBD Jembrana dengan sistem tender. Rehab ini disasar untuk di Kecamatan Melaya. Tepatnya SD Negeri 5 Melaya. “Kami masih pantau sam-

pai akhir waktu kontrak. Kalaupun nanti terlambat atau belum selesai kami lakukan sesuai aturan,” tandasnya. Aturan itu menurutnya selain memberikan pinalti keterlambatan per harinya, juga tindakan akhir putus kontrak apabila sampai batas akhir penambahan waktu tidak selesai. Terkait progres pihaknya belum mengecek secara detail, namun diakui memang dipastikan akan terlambat. Dari puluhan perbaikan

sekolah, menurutnya hanya satu di SD N 5 Melaya ini berpotensi tidak rampung. Tahun ini untuk rehab sekolah, selain bersumber dari Dana Alokasi Khusus (APBN) juga dianggarkan dari APBD Kabupaten. Selain di SDN 5 Melaya, rehabilitasi bangunan ruang kelas sekolah juga menyasar di SDN 4 Batuagung, SDN 3 Yehembang, SDN 2 Tegalbadeng Barat, dan SDN 2 Air Kuning. Nilainya beragam dari Rp 250 juta sampai Rp 400 juta. (kmb26)

Bali Post/olo

BELUM RAMPUNG – Bangunan kelas SDN 5 Melaya yang direhab namun batas akhir waktu kontrak nampajnya tidak akan rampung dikerjakan. Foto diambil akhir November lalu.


Rabu Umanis, 12 Desember 2018

KARANGASEM

11 SOSOK Geguritan Pura Agung Besakih

TIDAK tamat pendidikan formal SD, tak harus menyurutkan semangat Pemangku Pura Basukihan Jero Mangku Made Pinda untuk terus menapak melahirkan hasil karya sastra. Pemangku yang sudah ngayah 26 tahun itu senantiasa terus belajar dan belajar di tengah-tengah menjalankan swadharma ngayah di Pura Puseh Jagat itu. Apalagi, hal-hal aneh, tembang-tembang mirip geguritan sering terngiang-ngiang di telinganya. Akhirnya, pada Januari 2013, lahirlah buku saku tebal 115 halaman dengan judul ‘’Geguritan Pura Agung Besakih’’. ‘’Awalnya, hanya cobacoba. Ternyata setelah saya konfirmasi hasil orat-oret tembang itu kepada tokoh-tokoh geguritan terkenal di Bali yang kebetulan saya temui di Besakih, apa yang saya buat itu termasuk sudah benar. Malah disebut telah memenuhi unsur-unsur karya geguritan. Sejak itu, saya jadi tambah semangat membuatnya,’’ ujar suami dari Mangku Ni Ketut Ratna itu. Contoh satu hasil karyanya dalam Pupuh Sinom, Manut Markandya Purana, wenten Rshi agung yukti, Markandeya pesengan ida, meneng ring jagat Jawi, saking India duke nguni, kasinangguh yogi agung, tatas ring daging agama, agame Hindu ne pasti, Ida lungguh, Giri rawung nangun tapa, rikatkala Jawa Bali dados siki, kawastanin pulau panjang, durung wenten Selat Bali. ‘’Sesuai Markandeya Purana, benar ada seorang resi agung namanya Markandeya. Tinggal di Jawa, dari India asal-usulnya. Beliau adalah yogi agung. Ahli hakikat tatwa agama Hindu. Bertapa di Gunung Rawung. Saat itu Jawa-Bali jadi satu, disebut Pulau Panjang, belum ada Selat Bali. Karya geguritan-nya dalam format buku saku itu pun berisi pupuh sinom, ginanti dan ginada termasuk pangkur. ‘’Sudah pasti senang. Di tengah kesibukan ngayah, bisa menelurkan hasil karya Geguritan Pura Agung Besakih ini,’’ ujar putra Jero Mangku Sukamada dari Banjar Kiduling Kreteg Besakih itu. Selain terkait geguritan, Mangku Made Pinda juga memberikan penjelasan rangkaian persembahyangan ketika ngalinggihang Dewa Hyang. Pertama di Pura Dalem Puri, kemudian di Pura Basukihan, Pura Pedharman masing-masing dan terakhir di Pura Penataran Agung. Dan mungkin juga banyak yang tidak tahu, ternyata di Besakih ada enam sumber tirta. Yang paling atas adalah tirta giri kusuma, dipergunakan untuk puncak karya turun kabeh. Kemudian tirta pingit, tirta mangening, tirta empul, tirta sudamala dan tirta sindu tunggang. Tirta yang terakhir dipergunakan untuk prosesi atiwa-tiwa ngaben pengentas, mapepada dan melaspas. ‘’Tirta itu juga bisa di-lungsur ditempatkan di rumah atau merajan masing-masing,’’ ujar Jero Mangku Made Pinda yang berterima kasih kepada Widnyana Sudibya, yang membantu merampungkan buku itu. (ram)

DPT - KPU Karangasem menggelar verifikasi Daptar Pemilih Tetap (DPT).

Khusus Pemilih Disabilitas

Panitia Diminta Berikan Pelayanan Spesial

‘’Misalnya kalau di TPS tertentu ada pemilih disabelitas tidak bisa melihat, makanya wajib disiapkan kartu suara huruf braile,’’ katanya. sementara jika ada pemilih yang tidak bisa berjalan atau menggunakan kursi roda maka di TPS tersebut wajib

ada jalur kursi roda. KPU Karangasem sejauh ini telah mendata pemilih yang ada di Rutan Karangasem. Jumlah pemilih di rutan sendiri sebanyak 142 orang. Rinciannya 16 orang ber-KTP Karangasem, 33 orang pemilih Bali luar Karangasem, dan

12 orang dari luar Bali. Jadi, yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 91 orang. KPU hingga saat ini memang belum menyiapkan TPS di rutan pada Pemilu 2019 mendatang. Sebelumnya memang ada TPS di dalam ru-

tan. Tetapi sekarang kepastiannya masih belum fixs 100 persen. Sebelumnya memang ada TPS di dalam rutan, namun petugas TPS-nya berasal dari luar. Untuk Pemilu 2019 sendiri, KPU mengaku masih menunggu petunjuk pusat terkait dibuatnya TPS di lapas atau rutan. Sementara KPU sudah menyiapkan TPS terdekat di kawawan rutan. Hanya, kendala soal pengamanan dan pengawalan napi saat melakukan pencoblosan seperti apa mekanismenya. KPU Karangasem kembali mengadakan perbaikan dan verifikasi DPT terbaru, Senin

ERUPSI Gunung Agung sempat terjadi di akhir tahun 2017. Kala itu warga di KRB I, II dan III diarahkan mengungsi. Mereka menyebar ke berbagai wilayah di Bali. Erupsi telah membuat ekonomi masyarakat stagnan. Mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar petani, tak bisa membawa serta hasil pertaniannya mengungsi. Berangkat dari keterpurukan itu, Kepala Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem Gede Pawana ingin membangkitkan kembali ekonomi desanya. Diawali dengan mengetahui keberadaaan warganya lebih banyak pascamengungsi. Dari sana ia membuat aplikasi smart desa yang disempurnakan agar dapat mengetahui keberadaaan

warganya. ‘’Kami kerjakan penyempurnaan itu, walaupun saat itu Gunung Agung masih erupsi. Kami perangkat desa tetap bekerja untuk menginput data warga by name, by address. Kita juga punya peta digital untuk mengetahui, mana warga miskin, mana yang sudah menengah dan maju. Jadi kita sudah punya peta digitalnya, di mana titik rumahnya,’’ kata Pawana, belum lama ini. Aplikasi itu di-launching 1 Februari 2018 lalu dan mendapat penghargaan MURI sebagai desa pertama yang menerapkan administrasi kependudukan berbasis aplikasi. Di aplikasi itu ada data sosial warga, program administrasi smart budgeting, program

keuangan cashless management, dan pemantau lokasi warga secara real time berdasarkan golongan darah. Warga Duda Timur yang berada di luar wilayah juga bisa terlayani administrasi kependudukannya melalui aplikasi ini. Mereka cukup mengisi form di aplikasi, kepala desa tinggal menyetujui dan data kependudukan bisa di-print out oleh masyarakat. Ia menjelaskan, Desa Duda Timur ini terletak di kaki Gunung Agung. Kondisi geografis itu membuat lahannya cukup subur untuk ditanami salak, manggis, durian. Sedangkan tanaman padi hanya ada pada lahan seluas 22 hektar. Itulah sebabnya ia mengembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diberi nama KWT Putri

Mandiri. KWT ini mengolah buah salak, mulai dari kulit hingga batunya. Kulit salak diolah menjadi teh, dagingnya menjadi keripik, dodol dan nastar serta batunya menjadi kopi. ‘’Teh salak ini bisa digunakan untuk mencegah kencing manis,’’ ujarnya. Produk hasil KWT ini bisa dipasarkan melalui aplikasi yang dimiliki. Selain itu berita acaranya juga dimuat di dalam aplikasi. Gede Pawana mengaku terbuka terhadap kritik dan saran masyarakat. Karena salah satu tujuan pembuatan aplikasi ini adalah untuk transparansi. Dengan demikian masyarakat bisa menyampaikan apa pun di aplikasi tersebut. Selain potensi pertanian dan

Amlapura (Bali Post) KPU sejauh ini sudah mendata pemilih yang termasuk disabilitas. Di Karangasem total ada 1.039 pemilih disabilitas. Terbesar di antaranya di Kecamatan Karangasem yakni 212 pemilih, disusul Kecamatan Abang 181 pemilih dan Kubu 107 pemilih. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, data pemilih disabilitas sebanyak itu sudah masuk DPT. Khusus untuk pemilih disabilitas, panitia diminta memberikan pelayanan spesial. Penyelenggara diharapkan bisa mempersiapkan fasilitas bagi para pemilih disabilitas jika di TPS tertentu ada pemilih disabilitas.

(10/12). Revisi itu sebetulnya sudah untuk kedua kalinya dilakukan dalam rangka update daftar pemilih tetap di Karangasem. Kali ini DPT Kerangasem manjadi 380.195 pemilih. Sementara DPT sebelumnya hasil pleno 12 November adalah 380.283. Jadi, ada penurunan DPT sebanyak 21 orang. Pengurangan terjadi karena ada daftar ganda sebanyak 3 orang dan juga 18 orang di luar Karangasem. DPT hasil verifikasi ini pun sudah disepakati perwakilan parpol dan juga Bawaslu Karangasem yang hadir. (kmb)

Desa Duda Timur Kembangkan Potensi Gunakan Aplikasi perkebunan, Desa Duda Timur juga memiliki potensi wisata yaitu Air Terjun Naga Satru. Air terjun ini dikembangkan menjadi objek wisata. Pengelolanya diambil dari generasi muda di Desa Duda. Awalnya dikelola 30 pemuda, sekarang menjadi 35. ‘’Setidaknya dengan adanya pengembangan potensi ini bisa mengurangi angka pengangguran di desa,’’ tukas lulusan S-2 Ilmu Filsafat Agama Hindu ini. Desa Duda Timur juga memiliki panorama indah dengan Bukit Putung-nya. ‘’Baru kemarin kita kerja sama dengan google untuk membuat peta digital desa untuk keseluruhan desa,’’ ujarnya. Semua potensi alam dan wisata itu juga dipublikasikan di aplikasi. (may)

Penghijauan di Areal Pura Lempuyang

Kodam Tanam Ribuan Bibit Cempaka dan Majegau Wujud kepedulian Kodam IX/Udayana kepada alam, Selasa (11/12) kemarin direalisasikan dengan cara melakukan penghijauan di areal Pura Lempuyang, Karangasem. Personel Kodam bersinergi dengan masyarakat dan instansi terkait menanam bibit cempaka dan majegau, masing-masing jumlahnya seribu bibit pohon. Kegiatan itu menjadi sangat strategis, karena dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto. Lalu, apa pertimbangan Kodam penanam bibit cempaka dan majegau itu?

KAPENDAM IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. mengatakan, kegiatan penghijauan itu dilaksanakan menjelang peringatan Hari Juang Kartika yang jatuh tanggal 15 Desember mendatang. Selain penghijauan, pihaknya juga melaksanakan pengobatan umum, pemeriksaan dan pengobatan gigi, pemeriksaan mata, donor darah, tes IVA, dan penyuluhan dengan materi kesehatan. Di samping itu, ada medical check-up serta sosialisasi penerimaan anggota TNI yang

dipusatkan di lapangan parkir Pura Lempuyang. ‘’Kami juga membersihkan lingkungan di areal Pura Luhur Lempuyang. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan sekitar dua ribu orang dari satuan jajaran Kodam IX/Udayana, Polres Karangasem, PMI, pelajar SMA/SMK Karangasem, dan masyarakat Dusun Purwayu, Desa Tribuana, Karangasem,’’ ungkapnya. Pangdam dalam sambutannya menyampaikan, pemilihan areal di Pura Luhur Lempuyang sebagai sasaran

penghijauan dan pembersihan karena tanah di sana sangat subur selain merupakan kawasan suci. Lebih-lebih di situ sering terjadi tanah longsor. Karena itu, sangat perlu ditanami pohon, agar

tidak terjadi erosi. Sengaja ditanam bibit cempaka dan majegau. Tanaman itu bukan saja dapat memperindah dan memperkokoh lereng-lereng di sana, juga membuat vibrasi melalui aroma bunga, jika

Bali Post/ist

PENGHIJAUAN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto melaksanakan penghijauan di areal Pura Lempuyang, Karangasem.

kelak sudah tumbuh berbunga akan menjadi lebih baik. Dengan adanya penghijauan ini diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan, sehingga tidak mudah longsor. Sekaligus mempertahankan ketersediaan air bawah tanah di daerah ini. Untuk jangka panjang, penghijauan ini selain dapat menghambat terjadinya pemanasan global, juga menambah keindahan dan keasrian pemandangan sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata Karangasem. Manfaat penanaman pohon ini memang tidak dapat dirasakan saat ini. ‘’Namun dalam jangka panjang manfaatnya akan sangat terasa untuk kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program pemerintah dalam gerakan kampanye Indonesia Hijau Berseri (bersih, sehat, rapi dan indah,’’ ujar Pangdam IX/Udayana. (rah)

Beton Penggaraman Suma Dibongkar, Masyarakat Berikan Reaksi Keras Amlapura (Bali Post) Pembongkaran bangunan milik Nengah Suma yang disangga beton oleh Satpol PP itu menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Warung penggaraman di Pantai Amed itu belum lama ini memang dibongkar akibat dikategorikan melanggar sempadan pantai. Masyarakat melaporkan hal itu karena warung penggaraman dengan bangunan permanen itu dianggap mengganggu aktivitas warga nelayan utamanya saat tidak musim garam. Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Amed Bali I Nengah Suanda saat dihubungi di Amlapura, Selasa (11/12) kemarin, mengatakan sebetulnya yang melaporkan bangunan beton milik Suma itu melanggar sempadan pantai adalah para nelayan. Menurutnya, para nelayan yang sangat prihatin itu sebelumnya sudah pernah menyarankan agar bangunan permanen itu dibongkar saja. Sebagai alternatifnya diganti menggunakan penyangga tiang kayu. ‘’Nelayan yang melapor agar beton yang dijadikan penyangga warung menjemur garam itu dibongkar. Mereka sebetulnya tidak melarang Suma men-

jemur garam di sana. Dengan catatan memakai penyangga tiang kayu. Jadi jika musim garam sudah usai maka pilar kayu dengan mudah ditumpuk di tempat palungan. Kemudian giliran masyarakat nelayan menempatkan jukung–jukung itu di pantai,’’ ujar Suanda. Dia melanjutkan, para warga yang melakukan penggaraman sebetulnya ada di dua banjar. Selain di Banjar Amed juga di Banjar Lebah. Namun, karena lahan untuk penggaraman di Amed itu sudah banyak dijual sehingga yang tersisa hanya milik Suma saja. Sedangkan di Banjar Lebah sendiri, petani garam sebanyak 25 orang. Suanda yang petani garam dan pemasar garam itu mengatakan, panen garam para anggotanya itu pada awal Desember. Sebetulnya para petani garam itu sudah menutup produksinya lantaran sudah memasuki musim penghujan. Seperti biasanya, Februari ombak sudah mulai besar. Karena itu para nelayan itu perlu menambatkan jukungnya di pantai. ‘’Nah saat Februari itu nelayan biasanya menempati lahan-lahan pantai yang dijadikan tempat penggaraman itu,’’ ungkap Suanda. (kmb)


KLUNGKUNG

12

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

TIDAK AKTIF - Deretan kios Pasar Umum Galiran dari sisi timur yang tidak aktif alias tutup sejak lama. Pemerintah memutuskan akan mengevaluasi penggunaan kios.

SOSOK

Banyak Tak Digunakan dan Diperjualbelikan

Atur Pedagang Bermobil

UPT Pasar Klungkung masih kesulitan mengatur pedagang bermobil. Sebab, mobilitas pedagang bermobil ini berbeda-beda, khususmya di Pasar Umum Galiran. Ada yang hanya satu jam berjualan barang sudah habis laku terjual. Ada pula yang berjualan lima sampai tujuh jam. UPT Pasar ingin mengatur keberadaan pedagang bermobil ini, karena sudah menimbulkan kecemburuan dengan pedagang di los dan kios di dalam pasar. Demikian disampaikan Kepala UPT Pasar Klungkung Komang Widyasa Putra saat ikut dalam rapat kerja dengan Komisi II DPRD Klungkung, Senin (10/12) lalu. Tidak hanya menimbulkan kecemburuan, pedagang bermobil juga kerap mengganggu situasi parkir. Permasalahan ini, membuat dirinya memunculkan beberapa opsi. Apakah pedagang bermobil ini perlu dibuatkan tempat khusus, atau ada opsi lain. “Apakah perlu dibuatkan pasar khusus pedagang bermobil, atau waktu berjualannya yang kita atur. Ini sedang kami komunikasikan lagi dengan pimpinan,” kata pejabat yang pernah berkarier di Bagian Humas dan Protokol Setda Klungkung ini. Disinggung soal rencana pemasangan gerbang parkir elektronik (tolgate), dia mengaku ini juga sedang dalam perencanaan UPT Pasar Klungkung. Secara akses memang memungkinkan. Tetapi, medianya dikatakan masih dalam tahap mengkajian. Sebab, dengan pemberlakuan tolgate, maka setidaknya areal parkir steril dari pedagang bermobil. Tolgate ini akan mampu mengurangi kebocoran parkir yang dinilai cukup tinggi. Dia berharap atas dorongan dari Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, setiap permasalahan di UPT Pasar Klungkung dapat tertangani dengan baik. (gik)

Honorer K2 Diingatkan Tak Bisa Langsung Jadi ASN Semarapura (Bali Post) Para honorer K2 dipastikan tak akan bisa langsung menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara). Sebab, untuk menjadi ASN, maka honorer K2 harus mengikuti aturan main yang baru dari pemerintah pusat, seperti orang lain pada umumnya. Para honorer K2 diminta tak lagi berharap banyak. Karena peluang mereka untuk lolos langsung menjadi ASN sudah tertutup. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komang Susana, Selasa (11/12) kemarin, mengatakan total pegawai honorer K2 di Klungkung ada 96 orang. Hingga kini, status dan haknya, ditegaskan semuanya masih sama sebagai pegawai honorer. Apabila menerima pertanyaan apakah honorer K2 dipastikan langsung diangkat menjadi ASN, tanggapannya juga sama dengan kalangan dewan yang menyatakan bahwa peluang itu sudah tertutup. Penegasan soal hononer K2 disampaikan Ketua Komisi I DPRD Klungkung Nengah Mudiana saat rapat kerja dengan sejumlah OPD di ruang Sabha Mandala, Senin (10/12) lalu. Salah satunya adalah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Klungkung.

Mudiana perlu menegaskan itu, sebab pihaknya masih kerap mendapat pertanyaan dari honorer K2 atas peluang mereka menjadi ASN, setelah bertahun-tahun menjadi polemik. “Persoalan honorer K2 sesungguhnya sudah selesai sejak tahun 2013. Jadi, jangan berharap banyak lagi. Kalau mau jadi ASN, harus tunggu formasi dan ikuti seleksi. Sama seperti warga lainnya,” katanya. Penegasan serupa juga disampaikan legislator lainnya di Komisi I DPRD Klungkung, seperti Komang Ludra dan Nyoman Sukirta. Para honorer K2 diharapkan bisa lapang dada dan menerima kenyataan. Sebab, para honorer K2 kini harus berusaha sendiri. Bila masih memenuhi syarat, dewan mengarahkan agar ke depan mereka mengikuti tes seleksi CPNS. “Sepanjang memenuhi persyaratan, mereka ke depan bisa ikut tes. Jadi, sekarang jalurnya sama. Tidak ada jalur khusus CPNS dari honorer K2,” tegas Ludra. Untuk perekrutan tahun ini, dari 176 formasi jatah bagi Klungkung, tidak ada formasi khusus honorer K2. Hal tersebut dikarenakan tidak ada yang memenuhi kualifikasi pendidikan bidang kesehatan dan kependidikan. (kmb31)

Bupati Suwirta Minta Pemanfaatan Kios Pasar Dievaluasi Umum Galiran maupun Pasar Semarapura yang masih kosong. Masalah ini harus digali di bawah terkait penyebab kenapa kiosnya tak dimanfaatkan. Bupati juga mendengar masih ada aktivitas jualbeli kios antarpedagang. Inilah kesalahan fatal yang dikhawatirkan terjadi sejak awal, karena transaksi dilakukan di bawah tangan. Ada pula setelah mendapat hak kios, disewakan lagi kepada pihak lain. Padahal, sejak awal sudah dijelaskan, jika memang tidak ditempati, agar hak

terhadap kios itu diserahkan kembali ke pihak pasar. Sebab, masih banyak pedagang lain, misalnya pedagang lancuban maupun contekan di luar pasar yang membutuhkan kios untuk berjualan. Persoalan ini menjadi sorotan Bupati, karena aturan pemanfaatan kios sejak awal sudah ditekankan kepada para pedagang. Tetapi, banyak pedagang masih tidak mengindahkannya. Dia sudah menyampaikan kepada UPT Pasar untuk menindak tegas pedagang yang masih

berpraktik demikian. ‘’Ada pedagang yang melakukan praktik jual-beli kios. Sedang kami telusuri. Kalau terbukti, hak kiosnya akan kita cabut,’’ tegasnya. Kepala UPT Pasar Komang Widyasa Putra mengatakan, jumlah kios, khususnya di Pasar Galiran ada 209 unit. Seluruhnya dikatakan aktif, tetapi diakui banyak yang sudah tidak sesuai peruntukan awal. Pihaknya sepakat, ini memang mesti segera dievaluasi. ‘’Kami di bawah sedang menyusun bahan untuk dijadikan dasar aturan

terbaru, untuk pengaturan dan peruntukkan kios Pasar Galiran,’’ katanya. Sejauh ini, pihaknya belum bisa berkesimpulan, kios mana yang telah terjadi penyimpangan pengelolaan. Begitu juga oknum pedagang yang sengaja tidak mengindahkan sistem yang dibuat oleh pengelola pasar. Kalau hasil penelusuran nanti ditemukan pedagang yang demikian, akan segera diambil tindakan tegas. Seperti, kata Bupati, haknya sebagai pedagang yang menempati kios akan dicabut. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Dua tersangka kasus pengadaan intalasi biogas di Desa Sakti, Klumpu dan Kutampi Kaler, Kecamatan Nusa Penida, akhirnya resmi ditahan, Selasa (11/12) kemarin. Keduanya adalah I Gede Gita Gunawan dan Made Catur Adnyana. Penahanan dilakukan Kejari Klungkung, untuk mencegah para tersangka menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi para saksi.

agar dapat mencocokan hasil pemeriksaan, sebagai perbandingan. Hasilnya, kondisi kesehatan kedua tersangka cukup baik sehingga keduanya memungkinkan untuk ditahan. Setelah tujuh jam di ruangan tersebut, tepat Pukul 16.00 Wwita, kedua tersangka baru keluar dari ruang pemeriksaan Kejari Klungkung. Gita yang berpakaian kemeja putih dan celana jeans biru nampak lesu. Catur Adnyana pakaian endek biru dan celana kain hitam, juga nampak lemas setelah pihak Kejari Klungkung memutuskan langsung melakukan penahanan. Dengan meng-

genakan rompi merah keduanya lalu dibawa ke Rutan Klungkung, dikawal sejumlah petugas Kejari Klungkung. Sebelumnya, mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 5 November lalu. Penetapan ketiga tersangka dilakukan setelah Kejaksaan mengumpulkan dua alat bukti yang kuat. Hasil audit BPK menunjukkan, kerugian negara akibat kasus ini, mencapai Rp 792.912.654. Sesuai hasil pengecekan dari 40 titik, yang dikerjakan hanya 38 titik dan seluruhnya mangkrak. Sementara sisanya lagi dua titik laporannya dibuat fiktif. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Memasuki periode kedua kepemimpinanya nanti, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta ingin menyempurnakan seluruh program. Salah satunya, dalam penataan pasar yang masih menyimpan sejumlah persoalan serius, khususnya tentang pemanfaatan kios. Bupati Suwirta meminta agar pemanfaatan kios oleh pedagang dapat dievaluasi, karena disinyalir masih ada yang tidak taat aturan. Bupati Suwirta, Selasa (11/12) kemarin, menegaskan banyak kios di Pasar

Dua Tersangka Kasus Biogas Nusa Penida Ditahan

Kepala Kejari Klungkung Syifull Alam mengatakan, ada tiga tersangka dalam kasus ini. Satu tersangka lagi adalah istri dari Gita Gunawan, Tiarta Ningsih. Penahanan terhadap Tiarta Ningsih terpaksa ditunda, karena yang bersangkutan dikatakan sedang sakit. “Dia saat ini sedang menjalani opname di Rumah Sakit Permata Hati, Klungkung. Besok baru keluar

hasil rekam mediknya,” katanya. Kedua tersangka tiba di Kantor Kejari sekitar pukul 09.00 Wita. Keduanya nampak tegang dan irit bicara. Gita Gunawan adalah seorang legislator di DPRD Klungkung. Sementara Catur Adnyana adalah ASN yang sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Badan Pemberdayaan Masyarakat,

Pemerintahan Desa, dan KB (BPMPDKB). Sejak tiba di Kejari Klungkung, keduanya langsung menjalani pemeriksaan tambahan dan proses pemeriksaan kesehatan. Tahapan ini memakan waktu cukup lama. Dua dokter dari RSUD Klungkung, datang bergantian untuk memeriksa kedua tersangka. Pemeriksaan kesehatan menggunakan dua dokter,

Nusa Penida, dari Pulau Magis ke Pulau Turis? Pernah ada masa di mana ketika orang Bali mendengar kata Nusa Penida maka akan terbayang pulau yang gersang namun memiliki aura magis spiritual yang tinggi. Banyak orang Bali daratan yang menyeberang ke Nusa Penida melakukan jelajah spiritual ke sejumlah Pura yang dikenal tenget. Namun kini, tidak hanya kaum spiritualis yang mengunjungi Nusa Penida melainkan juga para turis. Bahkan jumlah turis jauh melebihi kaum spiritualis. Apakah Nusa Penida sedang bergerak berubah, dari pulau magis ke pulau turis? Claire Holt dalam bukunya “Bandit Island’ A Short Exploration Trip to Nusa Penida” menyebutkan, Nusa Penida sebagai Pulau para bandit. Ini tidak lepas dari realitas bahwa sejak era Dinasti Gelgel hingga Kerajaan Klungkung yang merupakan perpanjangan kekuasaan imperium Majapahit, Nusa Penida adalah tanah pengasingan para pelaku kriminal atau mereka yang mencoba melakukan pemberontakan. Sebelum jatuh ke tangan

Dinasti Gelgel, Nusa Penida merupakan sebuah kerajaan mandiri. Babad yang disusun oleh Dinasti Gelgel menyebutkan penguasa di Nusa Penida melaksanakan pemerintahan dengan kejam sehingga penguasa Gelgel mengirimkan laskarnya melakukan penundukan. Upaya Dinastik Gelgel ini tidak berjalan mudah. Ini karena kekuatan magis spiritual penguasa Nusa Penida sangatlah tinggi. Hingga kini, kekuatan magis masih diakui dengan

keberadaan pura yang dikenal tenget, seperti Pura Dalem Ped, sebagai tempat berstana Ratu Gede Mecaling, yang dipercaya akan memberikan berkah kebaikan. Maka setiap Buda Cemeng Klawu sebagai tegak piodalan di Dalem Ped, ribuan warga Bali daratan menyeberang ke Nusa Penida. Gemerincing dolar yang menggema keras dari sektor pariwisata di Bali Daratan rupanya juga membuat Nusa Penida tidak mau hanya jadi penonton. Dibantu dengan kemajuan pesat teknologi komunikasi yang menyebarkan informasi betapa banyaknya tempat yang menyimpan keindahan alam di Nusa Penida, ditambah dengan gencarnya pembangunan sarana penyeberangan, pariwisata pun tumbuh pesat. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ribuan turis menyerbu Nusa Penida. Data dari PHRI Klungkung menyebutkan di tahun 2017, jumlah turis ke Nusa Penida mencapai 423.726 orang. Jumlah ini jauh melampaui target yang dipasang, yakni 333.000

wisatawan. Di tahun 2018 diperkirakan per hari ada 8 ribu wisatawan yang mengunjungi Nusa Penida. Sementara untuk target ditetapkan berjumlah 478.169 wisatawan. Hebatnya, wisatawan yang pelesiran didominasi dari Tiongkok yang jika diprosentasekan mencapai 65 persen dari total wisatawan. Fasilitas pariwisata pun lalu tumbuh dengan pesat terutama di Pulau Nusa Lembongan. Jika mencari informasi hotel di sebuah situs penyedia jasa pemesanan hotel, akan tersaji data ada sekitar 162 penginapan dengan status hotel bintang 3, home stay, vila hingga bungalo. Kunjungan yang mencapai ribuan wisatawan per hari juga mengakibatkan jalanjalan di kepulauan Nusa Penida mengalami kemacetan. Keluhan adanya kemacetan sudah cukup sering mengemuka. Banyak tokoh masyarakat yang mengingatkan soal melaju pesatnya kemajuan pariwisata di Nusa Penida. Tetapi ancaman yang sering ditakutkan adalah rusaknya citra karena

ketiadaan pengelolaan yang baik dan infrastruktur yang tersedia kurang memadai. Misalnya, saja soal infrastruktur jalan yang masih banyak rusak. Hampir 45 persen dari panjang total 229 kilometer jalan di Nusa Penida mengalami kerusakan. Demikian pula soal ketersediaan air bersih yang masih minim. Sesungguhnya ada dampak lain yang lebih perlu dikhawatirkan dari kemajuan pariwisata Nusa Penida. Terutama tentang ancaman tergerusnya aura magis Nusa Penida. Hiruk pikuk wisatawan yang didominasi aktivitas bersenangsenangg akan membuat aura tenget Nusa Penida lambat laun menghilang. Pengendalian jenis pariwisata dan karakteristik wisatawan perlu dilakukan dengan serius. Seperti yang sedang ramai dibicarakan komponen pariwisata Bali, Nusa Penida pun harus segera membuat blue print masa depan yang lebih menitikberatkan pada quality tourism bukan mass tourism. (ata)


Rabu Umanis, 12 Desember 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari Tenaga Security Sebyk 3 Orang Hub.082111032679 Lsg ke:Jl.Danau Poso 35 Sanur

B.BP.004.12.18.0000241

Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40,Kuta

B.BP.001.12.18.0000337

Administrasi,Sales Marketing Surveyor Project 085103167222

B.BP.001.12.18.0000411

Cr Receptionis,Therapist Spa 3Th Exp u/Org Asing,Gj Bsr, Comm, THR, Bns, Cuti 081238438863 , 286330

B.BP.004.12.18.0000366

Dcr 3 Tng PRT Wnt Berpglmn Tgl dlm,Tlp.082111032679 atau Dtg Lsg ke Jl.D.Poso 35 Sanur

B.BP.004.12.18.0000018

Dcr Admin,Supir,Sales Tk Bangunan,Hub:08123676218

B.BP.004.12.18.0000422

Dcr Tenaga Housekeeping Daerah Umalas,081338908041(10-4 sore)

Dibutuhkan Pengawas Kerjaan Bangunan Villa, Sipil Pengalaman.WA 081 138 099 49

B.BP.004.12.18.0000415

Dibutuhkan Therapist yg Berpengalaman untuk Salon&Spa di Kerobokan Hub.081293799814

B.BP.031.12.18.0000292

Dicari Karyawan/Karyawati di Showroom RR Maju Motor Silahkan Datang di Jl.Pulau Kawe No.44A Pedungan Denpasar Sertakan CV,Foto 3x4 & FC KTP Hub.0361-4722286/081999264957

B.BP.001.12.18.0000397

Dicari Male Therapists Secepatnya dg Gaji Rp 2.200.000/Bln + Uang Mkn.Hub:0831 15113786

B.BP.031.12.18.0000424

Dicari Penjahit Berpengalaman yang bisa Jahit Halus, untuk Daerah kerobokan.Hari Kerja Senin-Jumat.Hubungi Fitri 08113946678

B.BP.004.12.18.0000417

Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar Hub:087898301403

B.BP.001.12.18.0000391

Dicari Suami/Istri yg tidak ada Anak.Bkrj Serabutan di Villa Daerah Uluwatu.Tinggal di dalam.Hub:081238952112

B.BP.031.12.18.0000425

Need Staff for Ariyasa Villa: 1.Butler 2.Cleaners. Bring Application to CV.Kayana Legal Corporate, address at Br.Kesiman Kelod,Kesiman Village,Denpasar.Contact: 081238930555/081999232400

B.BP.001.12.18.0000400

Perusahaan Catering di Gianyar mencari Beberapa Orang Karyawan.Umur Maks 35 Tahun Hub.082110723886/087761428398

B.BP.031.12.18.0000427

Required Waiter/Waitress for Indian Restaurant. Cont: 08123954292 & bring CV to Punjabi Tadka Seminyak No.17

Avanza G’12 Putih Asli Bali Mls Prbd.082341251453/081933610070

Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris) 085102796346

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Vios G Biru’03 Gres TV,VR Hub:085100744020, 63 Jt Nego

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

DIJUAL GUDANG

Menerima Panggilan Balinese Massage/Scrub,Pria/Wanita,Area Denpasar,Telp.081997778400

G.01

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818

G.04

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar. G.05

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799

Dicari Staff Setrika & Pasang Monte Peng Garmen Hub .CV. Divine Diva Tlp.085338223233

Sopir Cargo dlm Kota Dps SIM A 20-35Th Jl.Pulau Kawe 61 Dps

Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com

SERVICE

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.001.12.18.0000403

Dibthkan Reservasi u.Per Fast Boat.087760279795/08124647824 B.BP.004.12.18.0000423

B.BP.001.12.18.0000356

Dicari Rest.Manager Pengalaman 2thn Hub.087851366867 (WA)

B.BP.001.12.18.0000402

B.BP.001.12.18.0000431

B.BP.001.12.18.0000401

Resto di Sanur Cr Waitress Hub.Dharsana 08123614559

B.BP.001.12.18.0000326

B.BP.033.12.18.0000428

G.06

G.02

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818

G.03

DIJUAL MOBIL TOYOTA

B.BP.004.12.18.0000432

B.BP.001.12.18.0000426

Gdg Rmh Arjuna 12 SHM 2.1M D Saba 900m 081217800900

B.BP.004.12.18.0000371

DIJUAL TANAH “Dijual/Kont Tnh Ubud Gianyar Kota,Strategis.H:082145015793" B.BP.004.12.18.0000367

BUC Dijual Tanah & Rumah 2,5A Jl.Tukad Petanu Gang Kenari. Hub:08123644217/081337433384 B.BP.001.12.18.0000390

Djl Tnh P.Bungin 5mnt Spng 6 10mnt Bypass 800Jt 08111072500 B.BP.001.12.18.0000398

DIJUAL RUMAH BENGKEL LAS

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

RUPA-RUPA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Villa Resort di Desa Kaba-Kaba Kediri,Setelah Munggu Mencari: *Tukang Bersih-Bersih (Wanita) *Sopir (Pria) *Tukang Kebun (Pria) Fasilitas:Gaji,Bonus Kinerja, BPJS Kesehatan & Pensiun,7 Jam Kerja Per Hari / 6 Hari Kerja Per Minggu.Lingkungan Kerja yg Nyaman.Hub Suli 081239992831

B.BP.004.12.18.0000416

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Informasi pasang iklan Telepon

BIRO JASA

Kemayoran-Angkasa Dalam Jkt Dijual Cpt BU Tanah 2.8 Ha SHM Tlp.081945516363

PENGUMUMAN

B.BP.004.12.18.0000420

Tnh di Puncak Mundi N.Penida 2,9Ha cckVila,Htl,081338658888

B.BP.004.12.18.0000433

RUPA-RUPA B.BP.001.12.18.0000389

B.BP.001.12.18.0000321

B.BP.004.12.18.0000419

KEHILANGAN Hilang BPKB No R252283VIU2013 GR DK 7762 KI AN:I Ketut Gde Mulya Artha Hub:0811961251

B.BP.014.12.18.0000413

Hlg Sertifikt Tnh M.2128-Benoa L.850m2 A.N Suryawan Anwar B.BP.004.12.18.0000418

BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.12.18.0000200

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH


BANGLI

14

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

Bali Post/nan

MOBIL - Mobil operasional di Setda Bangli yang akan dilelang.

Belasan Kendaraan Operasional akan Dilelang

Bangli (Bali Post) Belasan kendaraan operasional roda empat dan roda dua di Sekretaris Daerah (Setda) Bangli bakal dilelang. Pelelangan tersebut dilakukan lantaran kendaraan sudah tidak dipergunakan karena usianya tua. Kepala Bagian Umum dan

Penerima PKH Bertambah Bangli (Bali Post) -

Pemkab Bangli melalui Dinas Sosial terus menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat. Ada ribuan masyarakat yang menerima PKH ini. Jumlah penerima per tahapan pun terus mengalami peningkatan. Kepala Dinas Sosial I Nengah Sukarta, Selasa (11/12) kemarin mengungkapkan, untuk tahapan pertama, jumlah penerima PKH sebanyak 5.561 penerima dengan serapan keuangan mencapai Rp

2.758.000.000. Tahap kedua naik menjadi 5.919 penerima dengan serapan keuangan Rp 2.959.500.000 dan tahap ketiga naik menjadi 5.991 orang dengan serapan keuangan Rp 2.995.500.000. ‘’Untuk tahap keempat, belum bisa dipastikan karena masih dalam proses. Jumlahnya bisa bertambah, bisa juga berkurang. Jika satu saja komponen itu tidak ada, jelas akan keluar dari calon penerima. Sebaliknya, kalau ada memenuhi kriteria, itu akan dapat,’’ ujarnya. S u karta men-

gatakan, keluarga yang berhak menerima bantuan ini harus memenuhi sejumlah komponen. Sesuai aturan, penyaluran bantuan dilakukan dalam empat tahapan. ‘’Pada tahun 2017, masingmasing penerima diberikan uang sebesar Rp 1.890.000. Untuk tahun 2018, karena ada perubahan anggaran, pemberian menjadi menurun menjadi Rp 1.766.000. Uang ini diberikan sebanyak empat tahapan, yakni tahapan pertama sampai ketiga masingmasing disalurkan Rp 500 ribu dan tahap keempat, sisanya. Uang ini langsung masuk ke rekening masingmasing penerima,’’ katanya. Lebih lanjut dijelaskannya, uang yang diberikan tersebut diperuntukkan bagi kepentingan sehari-hari seperti biaya makan, sekolah dan kepentingan lainnya. Untuk penarikannya juga tidak dibatasi. Mereka bisa melakukan penarikan sesuai dengan tingkat kebutuhan. (kmb41) I Nengah Sukarta

Perlengkapan Setda Bangli, I Made Mahindra Putra, Selasa (11/12) kemarin, mengungkapkan, berdasarkan usulan yang diajukan ke BKPAD, kendaraan yang bakal dilelang meliputi kendaraan roda empat sebanyak 16 unit dan sepeda motor 3 unit. ‘’Harga perolehan total kenda-

saja. Karena mereka bilang belum dapat jualan akibat sepi pembeli. Ketimbang kita tidak tarik retribusi sama sekali, mendingan kita tarik dengan kemampuan mereka mau bayar. Tapi sekarang mereka sudah mau mengerti dan mulai mau membayar sesuai nominal karcis,’’ jelasnya. Pihaknya optimis mampu memenuhi target retribusi sampai akhir tahun. Kalau dihitung dengan sisa waktu sekitar tiga pekan, maka kekurangan yang saat ini sekitar 16 juta lebih. Sementara retribusi sebulan rata-rata Rp 80 juta. Disinggung target tahun 2019, Ketut Mangku menyatakan, sampai sekarang belum ada arahan dari Disperindang. ‘’Mungkin awal tahun diberikan karena sekarang ini masih belum tutup buku. Nantinya berapapun target yang diberikan, kita berusaha semaksimal mungkin agar bisa memenuhinya,’’ tegasnya. Ketut Sutawiguna mengungkapkan, target yang relatif tinggi dan mampu dicapai, belum dibarengi apresiasi dari pemerintah kepada petugas pasar. Seperti pemberian upah pungut, diakui memang selalu diberikan tiap bulan. Namun, jarak pencairan dengan tanda

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bangli di bawah kepemimpinan Bupati I Made Gianyar dan Wakil Bupati (Wabup) Sang Nyoman Sedana Arta kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Kali ini, Pemkab Bangli menyabet penghargaan Kepatuhan Tinggi 2018 dari Omb ud sman RI , d engan kategori tinggi atau di zona hijau dengan nilai 82,63. Prestasi tersebut berdasarkan hasil survei Ombudsman RI terhadap tingkat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik sesuai dengan Undang-undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Penghargaan berupa piagam diserahkan oleh Anggota Ombudsman RI, Andrianus kepada Bupati Bangli I Made Gianyar di Auditorium TVRI Pusat, Jakarta, Senin (10/12). Selain Pemkab Bangli, sebanyak 63 pemkab dan 18 pemerintah kota (pemkot), 10 pemerintah provinsi, 5 kementerian, dan 1 lembaga, menerima penghargaan yang sama dari Ombudsman RI. ‘’Astungkara kita dapat penghargaan lagi. Tahun ini kita dibanjiri penghargaan. Sebelumnya kita ditetapkan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berprestasi di Kawasan Indonesia Timur dan Berprestasi Kawasan Jawa-Bali. Selain itu, Bangli juga ditetapkan oleh Menteri Koorinator Bi-

Bali Post/nan

PEDAGANG - Pedagang Pasar Kidul, Bangli. tangan penerimaan rentangnya cukup jauh. ‘’Biasanya kami teken awal bulan, cairnya akhir bulan. Kami tidak tahu bagaimana mekanismenya. Namun ada keinginan agar rentang pencairan tidak terlalu jauh dengan waktu penandatangannya,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, nominal upah pungut yang didapatkan, yakni 20 persen dari pendapatan retribusi setiap bulannya. Untuk itu, pihaknya berharap upah pungut bisa lebih ditingkatkan. Dia mencontohkan,

2003. Untuk sistem lelangnya nanti memakai sistem online. Untuk keseluruhan berapa kendaraan yang bakal dilelang, kami kurang tahu. Yang tahu di BKPAD. Coba konfirmasi ke sana,’’ jelas Mahindra. Sementara itu, Kepala BKPAD Bangli I Gede Suryawan

mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pendataan untuk memastikan barangbarang yang akan dilelang. ‘’Setelah didata baru kita bisa memastikan apa-apa saja yang akan dilelang nanti, termasuk nominalnya berapa,’’ ucap Suryawan. (kmb41)

Pemkab Bangli Sabet Predikat Kepatuhan Tinggi 2018 dari Ombudsman

Pengelola Pasar Kidul Optimis Penuhi Target Retribusi Bangli (Bali Post) Pengelola Pasar Kidul Bangli sampai saat ini belum mampu memenuhi target retribusi yang ditetapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindang) Bangli. Kendati demikian, pengelola pasar tetap optimis sampai akhir tahun mampu memenuhi target. Sekretaris Pengelola Pasar Kidul I Ketut Mangku dan Ketut Sutawiguna, Selasa (11/12) kemarin mengungkapkan, sampai November, pendapatan dari retribusi karcis terhadap pedagang di Pasar Kidul sebesar Rp 876.572.000. Sementara target yang dibebankan sebesar Rp 893.160.592. Menurutnya, retribusi mampu mendekati target hal ini lantaran pedagang mulai mau membayar sesuai nominal yang tertera dalam karcis, meskipun masih ada beberapa pedagang yang menawar. Di samping itu, pedagang yang menempati toko di bawah, sudah mulai dipunguti karcis, karena renovasi sudah selesai dilakukan. ‘’Pemungutan retribusi ini kita lakukan setiap hari. Tapi, sampai saat ini masih saja ada pedagang membayar di bawah nilai karcis. Misalnya, karcis Rp 4 ribu, pedagang hanya membayar Rp 2 ribu

raan yang bakal dilelang sebesar Rp 646.416.000,’’ ujar Mahindra. Dia menjelaskan, kondisi barang yang akan dilelang sudah banyak mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan telah berdasarkan hasil kajian teknis. ‘’Rata-rata tahun mobil yang dijual mulai tahun 1994 hingga

retribusi yang terkumpul pada November Rp 80 juta. Dari jumlah itu, 20 persen merupakan upah pungut yang kemudian dibagikan pada 14 petugas pasar. Jadi rata-rata petugas pasar hanya mendapatkan upah Rp 1 jutaan. ‘’Harapan kami, kalau bisa upah pungut ini ke depannya bisa ditingkatkan lagi. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja para petugas. Semoga di awal tahun nanti ada pembahasan mengenai upah pungut ini,’’ harapnya. (kmb41)

dang Perekonomian sebagai kabupaten/kota pelaksana Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbaik satu nasional di luar Pulau Jawa. Belum lagi prestasi Satya Lencana Pembangunan Kependudukan dan Satya Lencana Pembangunan Koperasi. Juara satu UKS tingkat nasional yang disabet oleh SMPN 1 Bangli dan berbagai prestasi lainnya,’’ ujar Bupati Made Gianyar. Dia mengaku bangga dengan capaian prestasi pembangunan di Kabupaten Bangli. Bahkan menurutnya, capaian ini sudah melebihi dari target yang ia inginkan. Untuk itu, pihaknya menyampaikan puji syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada ASN di Bangli karena sudah bekerja keras membangun Bangli. ‘’Pertama syukur saya panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah prestasi ini. Kedua, apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada ASN, yang sudah bekerja dengan keras. Mudahmudahan prestasi ini bisa menjadi motivasi bersama untuk dapat meningkatkan pelayanan publik yang baik, sesuai standar pelayanan, yakni mudah, efektif, cepat, sederhana, transparan dan akuntabel,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai mengatakan, kegiatan tersebut merupakan momentum pencanangan un-

PENGHARGAAN - Bupati Bangli I Made Gianyar saat menerima penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2018 dari Ombudsman RI. tuk memperkuat komitmen negara dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Kata dia, sejak tahun 2013, Ombudsman telah melakukan observasi Kepatuhan Standar Pelayanan Publik di lingkungan kementerian/ lembaga dan pemerintah daerah. Hasil yang didapat adalah tingkat kepatuhan terhadap pelayanan publik yang dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap pemerintah. ‘’Penilaian dilakukan terhadap seberapa patuh setiap perangkat daerah memenuhi standar pelayanan publik. Baik dengan mengumumkan jenis dan

produk layanan, moto layanan, mekanisme dan prosedur pelayanan, maklumat layanan, jangka waktu dan berbagai kelengkapan pelayanan lainnya seperti front office, ruang tunggu yang nyaman, atribut-atribut layanan dan layanan kepada penyandang disabilitas. Karena Ombudsman RI sebagai lembaga yang mengawasi pelayanan publik, melakukan survei setiap tahun berkaitan dengan tingkat kinerja pelayanan publik. Penilaiannya berdasarkan zona, jika angka 0-50 masuk kategori zona merah (buruk), 51-80 zona kuning (sedang), dan zona hijau (tinggi) 81-100,’’ ujarnya. (ad439)


15

Novel Kembali Minta 2019, Belanja Pemerintah Pusat Mencapai Rp 1.634,3 Triliun Ketegasan Presiden Jakarta (Bali Post) Terkait pengungkapan kasus penyerangan terhadap dirinya pada 11 April 2017 lalu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali minta ketegasan Presiden Joko Widodo. ‘’Saya pribadi berharap Bapak Presiden benar-benar punya kemauan yang kuat dan kami juga doakan semoga Bapak Presiden punya keberanian untuk berani mengungkap masalah ini,’’ kata Novel dalam acara peluncuran ‘’Jam Hitung Penyerangan Novel Baswedan’’ di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12) kemarin. Menurut Novel, kasus penyerangannya bukan masalah yang kecil dan sederhana, sehingga perlu sikap berani dari Presiden. ‘’Perlu kekuatan yang besar yang tentu dalam hal ini adalah Bapak Presiden yang kami harapkan yang paling kuat di negara ini, yang memimpin negara kita untuk berani menunjukkan sikap yang tegas agar upaya pengungkapan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, tidak dibiarkan dan tidak diabaikan,’’ ucap Novel. Ia pun kembali meminta Presiden Jokowi untuk segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) guna mengungkap kasusnya tersebut. ‘’Desakan dari saya, dari beberapa kelompok termasuk Wadah Pegawai KPK kepada Bapak Presiden agar mau

membentuk TGPF agar langkah-langkah yang dilakukan bisa lebih optimal bisa lebih efektif. Tentunya sangat memalukan, sangat memilukan ketika ada aparatur negara diserang dan kemudian itu dibiarkan,’’ tuturnya. Novel menyatakan sangat disayangkan jika kasus penyerangan dirinya diabaikan karena hal itu berhubungan dengan upaya pemberantasan korupsi. ‘’Saya dalam beberapa kesempatan mengulangi bahwa kalau ini tidak diungkap maka ke depan orang-orang yang berjuang untuk berantas korupsi saya khawatir semakin turun keberaniannya. Saya juga khawatir orang-orang yang menyerang selama ini semakin berani untuk menyerang dan itu sangat berbahaya,’’ ujar Novel.

Hari ini, tepat 609 hari setelah Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Pelaku meny-

iramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya. (ant)

Rugikan Negara

WARUNG GLOBAL

Jangan Merusak Keputusan yang Adiluhung

ISU strategis mengenai ketinggian bangunan kembali mencuat dalam rapat pembahasan materi tentang revisi Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali di DPRD Bali, Senin (10/12). Ada usulan ketinggian bangunan rumah sakit, sekolah dan kantor pemerintahan bisa setinggi 25 meter sampai 30 meter. Usulan itu mendapat tanggapan beragam dari pendengar setia Radio Global FM Bali dalam acara Warung Global, Selasa (11/12) kemarin. Berikut rangkumannya. Febri berpendapat agar pemerintah juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membangun rumah bertingkat setinggi itu untuk hunian pribadi, mengingat padatnya penduduk di Denpasar. Namun, Bimasena di Depasar berharap jangan merusak keputusan pemimpin yang dulu yang adiluhung dengan merevisi ketinggian bangunan, karena Bali masih luas dan pembangunan bisa dialihkan ke Bali Utara. Makanya dari sekarang pembangunan harus merata ke Bali Utara. Mastera memberikan pertimbangan kalau ingin mengkaji untuk mengurangi bencana maka harus dipikirkan dampak keselamatan, tetapi kalau untuk mengurangi kepadatan secara horizontal tetap harus dipikirkan dampak sosial dan dampak lingkungannya. Tidak mudah memang tetapi harus tetap melihat jangka panjangnya. Sementara itu, Ibu Vera

Bali Post/ade

PELUNCURAN JAM WAKTU - Penyidik KPK Novel Baswedan berdiri di samping layar yang menampilkan hitung maju waktu sejak penyerangan terhadap dirinya, saat diluncurkan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12) kemarin. Menyambut Hari HAM Internasional, Wadah Pegawai KPK meluncurkan Jam Waktu Novel sebagai pengingat bagi penegak hukum untuk membongkar kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu.

memberikan penekanan pada kekhasan Bali yang adiluhung dan keangkerannya. Jadi, jangan sampai ini ujung-ujungnya duit, karena sepertinya uang berkuasa mengubah tatanan yang sudah kuat. Joko di Nusa Dua melihat penduduk Bali semakin banyak kecuali pemerimtah daerah bisa mengatur pertumbuhan tidak masalah, dan tidak perlu ada aturan seperti itu. Joko juga mengamati banyaknya jalur hijau juga berubah fungsi jadi perumahan karena kurangnya lahan. Jadi mungkin saja kebijakan ini bisa diterapkan tapi tidak di semua tempat, hanya di tempat tertentu. Budiada yang tinggal di Tabanan tidak memungkiri kalau penduduk semakin padat dan daya tampung sebuah layanan umum menjadi berkurang. Tapi ia menilai kalau dilihat dari sudut pandang dewan boleh saja itu, tapi yang paling penting jangan merusak lingkungan dan kereligiusan Bali. (bram)

Presiden juga memberi arahan agar semua pejabat jangan bermain-main dengan anggaran negara, jangan korupsi, jangan ada penyimpangan, jangan menyalahgunakan kewenangan yang merugikan negara.

Selain itu, Presiden juga memberi arahan agar program dalam APBN 2019 sudah bisa dilaksanakan mulai bulan Januari, termasuk belanja modal. Karena itu proses pengadaan agar bisa dipercepat dan dipersiapkan dari awal dengan sebaik-baiknya sesuai aturan. (kmb)

Jakarta (Bali Post) Belanja pemerintah pusat pada tahun 2019 akan mencapai Rp 1.634,3 triliun. ‘’Tahun depan kita akan membelanjakan Rp 2.461,1 triliun yang dialokasikan untuk belanja pemerintah pusat Rp 1.634,3 triliun dan untuk pemerintah daerah Rp 855,45 triliun,’’ kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/12) kemarin. Menkeu menyebutkan, belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.634,3 triliun itu terdiri atas belanja yang dialokasikan melalui kementerian/lembaga sebesar Rp 855,4 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga Rp 778,9 triliun. Keduanya diarahkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pembangunan serta penyelenggaraan pemerintahan. Alokasi

Di antaranya pada Pasal 9 tentang Kebijakan Struktur Ruang akan diakomodasi dinamika eksternal dan arahan misi Gubernur terkait pembangunan bandar udara Buleleng, pelabuhan pariwisata dan lainnya. Termasuk di dalamnya pengembangan Bali Smart Island dan WiFi ke seluruh desa, serta perlindungan sumber daya air. Kemudian dalam Pasal 24 tentang Sistem Jaringan Sungai, Danau dan Penyeberangan, akan diakomodasi terkait perluasan fungsi pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Gunaksa, pelabuhan penyeberangan dalam provinsi yakni Pelabuhan Mentigi di Nusa Penida dan pengembangan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, serta pengembangan dermaga danau. Berkaitan dengan Jaringan Kereta Api di pasal 27, ada penajaman muatan terkait pengembangan jalur kereta api di dalam Kawasan Perkotaan Sarbagita, Bali Utara dengan Bali Selatan, dan melingkar

Rp 1.786 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp 378,3 triliun. Menkeu menyebutkan fokus pada tahun 2019 adalah peningkatan kapasitas SDM, penguatan infrastruktur, peningkatan efektivitas program perlindungan sosial dan pelaksanaan agenda demokrasi, penguatan birokrasi yang efisien dan efektif serta penanggulangan dan mitigasi bencana. ‘’Dana anggaran bantuan sosial untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia yang sudah mencapai terendah dalam sejarah Indonesia namun masih di atas sembilan persen, maka alokasi dana PKH tahun 2019 dinaikkan dua kali lipat,’’ katanya. Ia menyebutkan kenaikan anggaran PKH adalah dari Rp 19,3 triliun pada 2018 menjadi Rp 34,4 triliun atau dua kali lipat untuk 10 juta warga miskin. (ant)

Jarak Jauh

Pada tahap awal, digitalisasi UMi melibatkan tiga perusahaan jasa sistem pembayaran, yakni Go-pay, Tcash dan TMoney dan satu marketplace yaitu Bukalapak. Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga sempat melakukan dialog jarak jauh atau teleconference dengan Arifin, anggota Koperasi Umat Sejahtera di Pasar Karanganyar, Semarang,

yang melakukan transaksi melalui layanan Go-pay. ‘’Dengan adanya digitalisasi kredit Ultra Mikro ini akan semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan akses pembiayaan atau dana melalui kredit UMi,’’ kata Menteri Puspayoga. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan digitalisasi UMi akan menjaring pemain baru atau pengusaha mikro baru yang selama ini belum tersentuh oleh skim KUR, fintech maupun yang lain. ‘’Kalau total 59 juta

UKM, sebagian besar mereka yang kelompok ultra mikro tidak bisa mendapat akses permodalan (bankable) dan tidak memiliki akses terhadap berbagai macam kredit, bahkan mereka tidak masuk dalam inklusi keuangan karena tidak memiliki account,’’ kata Menkeu. Program ini selaras dengan deklarasi negara-negara G-20 untuk mengembangkan ekonomi digital yang berfokus pada UMKM untuk menurunkan gini ratio. (kmb)

Pihak Swasta

Pelabuhan Pariwisata Pulau Bali. Sementara terkait Jaringan Transportasi Laut di pasal 28, salah satunya akan diakomodasi tentang penambahan terminal khusus (hub) energi gas di Celukan Bawang. Pengembangan hub energi (hub LNG - red) di Celukan Bawang diatur pula dalam Pasal 33 tentang Sistem Jaringan Energi. Selanjutnya pada Pasal 95 tentang Penatagunaan Ruang Udara, terdapat perubahan ketinggian bangunan untuk kawasan peruntukan tertentu pada lokasi tertentu. Dalam Pasal 122 tentang APZ Kawasan Peruntukan Pariwisata juga akan ada penambahan Koefisien Dasar Bangunan (KDB). Yakni dari 40 persen menjadi maksimal 50 persen pada Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD), serta menjadi maksimal 40 persen dari sebelumnya 10 persen untuk KDB KSPKD/KDTWK (Kawasan Strategis Pariwisata Khusus Daerah). Untuk KSPKD/KDTWK, KWT Kawasan Efektif Pariwisata (KEP) menjadi maksimal 5 persen dari sebelumnya hanya 2 persen. (kmb32)

anggaran itu berdasar UU Nomor 12 Tahun 2018 tentang APBN 2019. Mengenai realisasi APBN 2018, Menkeu menyebutkan hingga akhir November, posisi APBN 2018 sangat sehat. ‘’Defisit tercatat 1,95 persen dari PDB dibandingkan tahun lalu pada posisi November 2017 sebesar 2,59 persen dari PDB. Ini yang terendah sejak tahun anggaran 2014,’’ katanya. Menurut Menkeu, po sisi APBN 2018 yang baik merupakan bekal yang cukup positif untuk memasuki pelaksanaan APBN 2019. Asumsi makro APBN 2019 untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen, suku bunga 5,3 persen, nilai tukar rupiah 15.000 per dolar AS dan harga minyak 70 dolar AS ber barel. Sementara itu untuk pendapatan negara dalam APBN 2019 ditetapkan sebesar Rp 2.165,1 triliun yang terdiri atas penerimaan perpajakan

Pada Pasal 23 Permen PUPR No.7 Tahun 2015 tentang pengaman pantai juga disebutkan bila sumber biaya pembangunan pantai tidak hanya dari pemerintah, tetapi bisa pula bersumber dari pihak swasta dan swadaya masyarakat. ‘’Jadi perlu dukungan politiklah, dan sekali lagi kewenangannya bukan di kami saja. Provinsi juga bisa, kabupaten juga bisa. Cuma kabupaten ini suka melempar, itu kewenangan Balai. Padahal bilang aja enggak punya duit,’’ kelakarnya. Meski demikian, lanjut Jayada, tetap harus ada koordinasi yang dilakukan dengan Balai oleh provinsi atau kabupaten sebelum menangani abrasi

di wilayahnya. Jangan sampai, upaya penanganan justru menimbulkan abrasi di daerah lain. Untuk menangani 107,51 km garis pantai yang terabrasi membutuhkan bahan batuan dari perkiraan 66,87 ha lahan dengan asumsi kedalaman galian 4 meter. Sementara biaya yang diperlukan

mencapai Rp 3,1 triliun. ‘’Pada daerah pariwisata penanganannya khusus. Seperti di Sanur, ada pakai batu putih dan bale bengong yang dibuat cantik. Itu mahal sekali. Di Nusa Dua juga, itu di atas Rp 40 miliar per 1 km karena penanganannya khusus. P a s i r p u n k i t a i s i , ’ ’ p aparnya. (kmb32)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Rabu Umanis, 12 Desember 2018

Piala Mangupura

Keenam Kecamatan Loloskan Pesilat ke Final

Bali Post/afp

JAGA – Thomas Mueller, Joshua Kimmich dan Franck Ribery bertekad menjaga tren positif Bayern Munich di Liga Champions.

Liga Champions

Bayern Ingin Terus Melaju Berlin – Bayern Munich dijamu Ajax Amsterdam dalam lanjutan pertandingan Grup E Liga Champions di Ajax’s Johan Cruyff Arena pada Kamis (13/12) dini hari. Bayern yang saat ini berada di puncak klasemen hanya membutuhkan satu poin untuk menjuarai grup sekaligus lolos ke babak 16 besar. Raksasa Bavaria sementara unggul dua angka di atas Ajax. Bayern tengah dalam tren positif dengan memenangi tiga pertandingan terakhirnya termasuk memukul Nuremberg 3-0 di Liga Jerman pada akhir pekan lalu. ‘’Kami pergi ke Amsterdam dan ingin menyelesaikannya lebih dulu grup ini. Kami ingin terus maju,’’ kata Leon Goretzka yang kini menjadi pemain vital di lini tengah bersama Joshua Kimmich, Selasa (11/12) kemarin. Kemenangan 5-1 atas Benfica di Allianz Arena dua pekan lalu berkat gol Robert Lewandowski dan Arjen Robben menandai berakhirnya hasil buruk Bayern pada

Oktober dan November lalu. Tim asuhan Niko Kovac kini telah mencengkram posisi ketiga klasemen Liga Jerman. Mereka ingin meneruskan kebangkitannya dengan melaju ke babak sistem gugur Liga Champions. Kovac mencadangkan bek Mats Hummels dan gelandang Javi Martinez saat melawan Nuremberg bersama Renato Sanches. Jerome Boateng dan Niklas Suele sekarang ditetapkan sebagai bek tengah, sedangkan tempat Martinez dan Sanches diberikan kepada Kimmich dan Goretzka, sama-sama berusia 23 tahun.

‘’Keduanya memiliki pemahaman sepak bola yang sangat baik dan membaca pertandingan dengan baik. Mereka tampil baik di lapangan dan berada di tim nasional bersama-sama. Ini adalah sumbu yang benar-benar menyenangkan sekarang. Tidak hanya bagi mereka berdua, tetapi seluruh tim dalam tiga pertandingan terakhir,’’ sebut Kovac yang bertugas di Bayern sejak Juli Ronaldo-Messi Bintang Juventus Cristiano Ronaldo beranggapan bahwa Lionel Messi ‘’mungkin membutuhkan lebih’’ setelah

Pejudo Bali Sabet Empat Emas di Singapura Denpasar (Bali Post) Pejudo Bali menyabet empat medali emas pada kejuaraan internasional bertajuk Jagsport Invotation Championship di Singapura, 7-9 Desember lalu. Pulau Dewata menerjunkan 12 pejudo yang seluruhnya pulang membawa medali. Wakil Ketua Umum I Pengprov PJSI Bali Nengah Sudiartha di Denpasar, Selasa (11/12) kemarin, menyatakan bersyukur ke-12 pejudo yang ditampilkan sukses merebut medali. Ada yang menyumbang emas, perak atau perunggu. Khusus kategori senior, tim judo Bali keluar sebagai juara umum. Keemmpat emas dipersembahkan Budiasa di kelas -73 kg, Adi Wirawan (kelas -81 kg), Agastya (-100 kg) dan Fania Farid (-78 kg). Tiga perak dihasilkan Bima Prasetya (81 kg), Wibawa Kusuma (60 kg) dan Sri Witari (junior 52 kg). Sementara lima medali perunggu disumbangkan Wisnu (junior 73 kg), Aryanta (60 kg), Aprianingsih (52 kg), Wintan (junior 57 kg) dan Desi Kartika (48 kg). (022)

berkiprah di Barcelona untuk sekian lama dan mengundang rival abadinya itu untuk berkompetisi di Liga Italia. Kedua sosok bintang ini telah menghadirkan persaingan sengit selama sembilan tahun setelah berjuang demi supremasi di Spanyol sebelum bursa transfer musim panas silam. Keputusan Ronaldo hengkang dari Real Madrid ke Juventus membuat Messi seakan tidak memiliki pesaing di Liga Spanyol. Ronaldo masih membuka peluang untuk kembali bersaing dengan Messi di Italia, jika terdapat kesempatan untuk melakukannya. ‘’Saya akan senang jika ia datang ke Italia suatu hari kelak. Seperti saya, (untuk) menerima tantangan. Bagaimanapun, jika bahagia di sana, saya menghormatinya,’’ ungkap CR7 kepada Gazzetta dello Sport.

Bali Post/ist

JUARA - Tim judo Bali merebut gelar juara umum kategori senior pada kejuaraan internasional di Singapura, 7-9 Desember lalu.

Lakers Catat Kemenangan Keenam

Los Angeles – Kyle Kuzma mencetak 33 poin dan LeBron James menambahi 28 poin ketika Los Angeles Lakers menundukkan Miami Heat dengan skor 108-105 dalam pertandingan kompetisi NBA di Staples Center, Los Angeles, AS, Selasa (11/12) kemarin. Lakers mencatat kemenangan keenam dari tujuh pertandingan terakhir. James memasukkan 10 dari 19 tembakannya dan menambah 9 rebound serta 12 assist. Ia gagal mencatatkan triple-double keduanya untuk Lakers. Kentavious Caldwell-Pope mengemas 11 poin, Lonzo Ball menambahi 10 poin, Kelly Olynyk mencetak 15 poin, sedangkan Josh Richardson dan Rodney McGruder masing-masing menambahi 10 poin. Mantan rekan setim James, Dwayne Wade, mencatat 15 poin dan 10 assist buat Heat. Wade yang pensiun setelah musim ini, tidak mencetak poin sampai menit kelima di kuarter ketiga. Justise Winslow memimpin Heat dengan 28 poin melalui 11 keberhasilan dari 20 tembakannya. Bam Adebayo membuat 12 poin dan 10 rebound untuk Heat. De’Aaron Fox tampil ciamik dengan mengemas 25 poin, 6 assist dan 4 steal untuk membantu Sacramento Kings menang 108-89 atas tuan rumah Chicago Bulls. Bogdan Bogdanovic dan Marvin Bagley III masing-masing menambahi 16 poin untuk Kings yang menang untuk keempat kalinya dalam lima pertandingan terkini. Zach LaVine mencetak 19 poin dan Lauri Markkanen menambahi 13 poin untuk Bulls yang kalah untuk kesembilan kalinya dari 10 pertandingan terakhir. (ant/rtr)

Kevin/Marcus Kembali Terbaik

Jakarta (Bali Post) – Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang akrab disapa pasangan Minions meraih penghargaan dunia sebagai Pemain Putra Terbaik 2018 dalam malam penghargaan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Guangzhou, Cina, Senin (10/12) malam waktu setempat. ‘’Kami tidak menyangka dapat menang lagi tahun ini karena persaingannya ketat. Ada Zheng Siwei yang juga sering meraih juara,’’ kata Kevin di Guangzhou seperti dipantau dari situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) di Jakarta, Selasa (11/12) kemarin. Minions mengalahkan dua pesaingnya pada kategori pemain putra terbaik yaitu ganda campuran Zheng Siwei yang merupakan pasangan Huang Yaqiong (Cina) dan pemain tunggal putra Kento Momota (Jepang). ‘’Momentum yang tidak dapat terlupakan pada pencapaian 2018 adalah Asian Games. Kami hampir kalah ketika itu, tapi dapat bangkit lagi

dan akhirnya menang. Itu adalah momentum yang tidak dapat kami lupakan,’’ ujarnya. Meskipun telah dua kali mendapatkan penghargaan sebagai pemain putra terbaik, Marcus mengakui penampilannya masih harus diperbaiki dan lebih berprestasi pada turnamen-turnamen berikutnya. ‘’Kami tidak ingin cepat puas. Kami merasa dapat menikmati semua karena kami melakukan sesuatu yang kami sukai,’’ sebut Marcus. Indonesia juga mendapatkan penghargaan lain pada Penghargaan Pemain BWF Tahunan itu. Leani Ratri Oktila meraih penghargaan Pemain Putri Para-Bulu Tangkis Terbaik setelah merebut dua medali emas pada nomor ganda putri SL3-SU5 dan ganda campuran SL3-SU5 Asian Para Games 2018. ‘’Saya tidak menyangka pencapaian saya sampai sejauh ini. Penghargaan ini akan memacu semangat teman-teman juga. Saya tidak ingin lengah dengan pencapaian ini dan terus berlatih serta fokus untuk Paralimpiade,’’ jelas Ratri. (ant)

Setelah bersaing selama bertahun-tahun sebagai pemain terbaik dunia, Ronaldo dan Messi terganggu oleh munculnya Luka Modric. Gelandang Real Madrid ini mengungguli keduanya untuk menyapu bersih gelar-gelar prestisius tahun ini, yaitu memenangi Penghargaan Pemain Terbaik FIFA, Bola Emas Piala Dunia dan Ballon d’Or. Banyak pihak meyakini bahwa Ronaldo dan Messi sedang memasuki masa senja karena telah berusia 30 tahunan, namun keduanya belum memperlihatkan tanda-tanda mengendur. Ronaldo telah menyumbang 11 gol untuk Juve musim ini, sedangkan Messi terus mengukir rekor demi rekor di Spanyol dan telah mencatatkan 17 gol dari 17 pertandingan. (afp/kmb/ant/rtr)

Mangupura (Bali Post) Kejuaraan pencak silat PSPS Bakti Negara memperebutkan Piala Mangupura V/2018 menuntaskan pertandingan semifinal di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, Selasa (11/12) kemarin. Babak final digelar Rabu (12/12) ini hingga Kamis (13/12) besok. Menurut Ketua Umum DPC PSPS Bakti Negara Badung Putu Sugiartha, kandidiat juara tidak bisa diprediksi karena kekuatan pesilat dari keenam kecamatan berimbang, termasuk juara umum tahun lalu Kecamatan Kuta Utara. Pesilat Kecamatan Mengwi menunjukkan kelasnya terutama pada kategori usia dini dan dewasa. Pada babak final kelas A remaja tampil Wisnu Savaros (Kuta Utara) meladeni Komang Putra Cahyadi (Petang). Wisnu melaju setelah menaklukkan Ryan Sasmita (Mengwi), sedangkan Putra Cahyadi mengalahkan Bagas (Kuta). Di kelas A putri, gelar juara diperebutkan oleh Nadia Dwi (Mengwi) dan Sinta Sri Dewi (Kuta Utara). Kelas B putra menampilkan Ketut Dana Ari (Kuta Utara) berjumpa Andi (Kuta) di laga puncak. Di bagian putri, Ni Komang Mawar Puspayanti (Kuta Selatan) meladeni Ni Made Pita Dewi (Petang) di final. Di kelas C, Kevin Guntara (Kuta Utara) menjajal Triwijaya Nanda (Kuta), sedangkan Ni Made Dwi lestari (Petang) melawan Ida Ayu Jenia Sucipta (Kuta Selatan) di laga pamungkas. Ferdi (Kuta) bertemu Ketut Merta Dana (Mengwi) dan Ni Putu Intan Puspa Sari (Abiansemal menantang Intan Fransiska (Kuta Utara) di final kelas D. Pada kelas E, medali emas diperebutkan oleh Putu Candra Guna Arsa (Mengwi) dan Aditya Tri Rahmadani (Kuta Selatan) di bagian putra serta Putu Dela (Kuta Utara) dan Pande Dela Asri (Mengwi) di sektor putri. (022)

Bali Post/ist

SEMIFINAL — Babak semifinal kategori dewasa kejuaraan silat PSP Bakti Negara Piala Mangupura V/2018 di GOR Purna Krida, Kerobokan.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook