Skip to main content

Edisi Selasa 12 Nopember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 87 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Selasa umanis, 12 NOVEMBER 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

Pohon Cengkeh Banyak Mati

DLHK Kaji Lokasi Pembangunan ’’Recycle Park’’

PDAM Keluhkan Jaringan Pipa Sudah Tua

Para petani cengkeh di Kabupaten Jembrana waswas dengan musim kemarau yang belum kunjung berakhir. Tak sedikit pohon cengkeh yang sudah pernah berbunga (produktif) kini mengering dan nyaris mati. JEMBRANA | HAL. 10

Permasalahan sampah di Kabupaten Badung belum terselesaikan. Namun untuk jangka panjang DLHK memiliki konsep yang dinamakan ‘’Badung Recycle Park’’ mulai dibangun 2020. BADUNG | HAL. 3

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Ngadatnya layanan air PDAM Tirta Mahottama, membuat Komisi II DPRD Klungkung mendatangi Kantor PDAM. Kepada dewan, PDAM mengeluhkan jaringan pipa sudah tua. KLUNGKUNG | HAL. 12

Konsep Pariwisata Budaya Jangan Diganggu Gugat Potensi wisatawan dari negara-negara berpenduduk dominan muslim cukup besar. Menurut data Global Muslim Travel Index, tahun 2020 akan ada 156 juta wisatawan yang melakukan kunjungan ke negara-negara tujuan wisata. Apakah Bali perlu melakukan perubahan konsep pariwisata agar lebih ramah terhadap wisatawan muslim demi menjaring wisatawan dari negara-negara Islam tersebut?

”Jangankan wisatawan, semeton muslim yang sudah ratusan tahun berinteraksi di Bali pun tidak ada diskriminasi. Toleransi yang sangat indah.”

K

rama Bali sejak ratusan tahun silam sangat ramah dan toleran terhadap pihak mana pun. ‘’Jangankan wisatawan, semeton muslim yang sudah ratusan tahun berinteraksi di Bali pun tidak ada diskriminasi. Toleransi yang sangat indah,’’ ujar Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menegaskan bila semua wisatawan yang datang terlayani dengan baik. Oleh karena itu, pariwisata Bali tidak perlu diganggu gugat lagi. ‘’Reputasi wisata Indonesia bahkan mulai meroket saat Conde Nast Traveller 2019 Timur Tengah memberikan award untuk Bali sebagai Favorite Adventure Destination buat wisatawan asal Timur Tengah periode 2018/2019,’’ jelasnya. Menurut anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana, kepariwisataan Bali

Cok Ace Wagub Bali

”Kepariwisataan budaya Bali adalah kepariwisataan yang berlandaskan kebudayaan Bali yang dijiwai oleh ajaran agama Hindu dan falsafah Tri Hita Karana sebagai potensi utama.” A.A. Ngurah Adhi Ardhana Anggota DPRD Bali

berlandaskan budaya dijiwai agama Hindu. ‘’Kepariwisataan budaya Bali adalah kepariwisataan yang berlandaskan kebudayaan Bali yang dijiwai oleh ajaran agama Hindu dan falsafah Tri Hita Karana sebagai potensi utama,’’ ujarnya. Menurut Adhi Ardhana, Bali telah menerima penghargaan dunia sebagai destinasi terbaik dunia. Itu artinya, Bali telah memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang datang. Termasuk di dalamnya adalah wisatawan muslim. Wakil Ketua DPRD Bali Tjok Gde Asmara Putra Sukawati sepakat Bali bisa dikenal oleh wisatawan dunia lantaran keunikan adat istiadat dan budayanya. Promosi Bali sebagai pariwisata budaya bahkan sudah dilakukan sejak tahun 1930-an. Oleh karena itu, ‘’label’’ yang sudah melekat tersebut tidak perlu diganti atau diperbarui sebagai wisata ramah wisatawan

Penataan Kawasan Pura Besakih

Dianggarkan Rp 70,5 Miliar untuk Pengadaan Lahan

Harian Bisnis Bali ’’Lukai’’ Budaya dan Masyarakat Bali Wacana yang dilontarkan Menparekraf dan wakilnya yakni Bali serta tempat wisata Danau Toba akan dijadikan pariwisata ramah wisman muslim, dinilai melukai budaya dan masyarakat Bali. Kenapa? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Tarian Mistis Desa Seraya Tengah Desa Seraya Tengah Karangasem punya ritual sakral yang dilestarikan hingga kini yakni madewa ayu atau nyumbu. www.denpostnews.com

Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali cukup serius melaksanakan program perlindungan kawasan suci Besakih. Terbukti dengan adanya pengalokasian anggaran dalam Rancangan APBD Induk Tahun Anggaran 2020, khususnya untuk penyediaan lahan. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 70,5 miliar. Jika ternyata masih belum cukup maka akan kembali dialokasikan pada APBD Perubahan 2020. ‘’Dalam RAPBD 2020, dialokasikan anggaran sebesar Rp 70,5 miliar untuk penyediaan lahan dalam bentuk belanja langsung di Dinas PUPR,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam rapat paripurna DPRD Bali, Senin (11/11) kemarin. Menurut Koster, proses appraisal harga lahan atau tanah yang nanti dibebaskan akan dilakukan mulai Desember mendatang. Tidak semuanya merupakan tanah milik masyarakat, karena ada juga tanah milik Pemprov, duwe desa, dan duwe Besakih. Sedangkan untuk pembangunan konstruksi, lanjut Koster, pendanaannya bersumber dari APBN dan APBD melalui Kementerian PUPR serta Dinas PUPR. Porsinya dikatakan lebih besar dari dana APBN. ‘’Nanti pada saatnya kalau sudah desain, kemudian juga kepastian anggarannya berapa yang dialokasikan tahun 2020 akan kami laporkan kepada anggota dewan yang terhormat,’’ jelasnya. Sebelumnya, Koster menyebut program perlindungan kawasan suci Besakih diawali dengan menata palemahan. Antara lain dengan membangun parkir di Manik Mas mulai 2020. Parkir ini diperkirakan selesai dalam dua tahun lantaran akan dibangun empat lantai menyesuaikan bentang alam di sana. Hal. 15 Masih Semrawut

”Sehingga, kalau menurut saya pribadi, Bali tidak perlu diapaapakan lagi. Kalau keunikannya dihilangkan, kan tidak unik lagi.”

muslim. Terbukti, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud beserta keluarganya yang notabene dari negara muslim pernah datang dan sangat senang berada di Bali. ‘’Sehingga kalau menurut saya pribadi, Bali tidak perlu diapaapakan lagi. Artinya, tetap konsepnya pada pariwisata budaya karena wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali melihat sisi budaya Bali yang unik. Kalau keunikannya dihilangkan, kan tidak unik lagi,’’ ujarnya. Kalau pemerintah pusat hanya ingin meningkatkan kunjungan wisman ke Bali, lanjut Tjok Asmara, lebih baik meningkatkan upaya promosi. Mengingat selama ini Bali sudah sangat terbuka dengan semua wisman tanpa memandang religinya. Semua jenis makanan juga ada di Bali, termasuk makanan halal. Hal. 15 Jangan Dikoyak-koyak

Tjok Gde Asmara Putra Sukawati Wakil Ketua DPRD Bali

’’Sejak dahulu kala budaya Bali berbasiskan nilai luhur peradaban agama Hindu yang ditetapkan sebagai napas pariwisata membuat Bali yang telah kesohor keberbagai penjuru dunia.’’ Ida Bagus Kade Perdana Ketua BANI Bali Nusra

Pengelolaan Sampah di TPS

Denpasar Terapkan Sistem ’’Underground’’

SAMPAH masih menjadi masalah serius bagi kawasan perkotaan, selain lalu lintas. Tidak terkecuali yang dialami Denpasar. Terbelih, produksi sampah setiap hari tergolong cukup tinggi, yakni 850 ton. Pola penanganan sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar selalu disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada. Seperti yang kini terus digarap yakni pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan pola underground. Apa kelebihan TPS underground ini?

Inovasi kembali digulirkan DLHK Denpasar dengan menggarap penanganan sampah di TPS melalui penerapan teknologi, yakni TPS underground. Sampai saat ini Denpasar sudah memiliki dua TPS underground. Pertama di TPS di Jalan Pulau Kawe, Denpasar Selatan. Kedua di TPS Kereneng. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada mengatakan, TPS underground ini akan berkapasitas 30 meter kubik. Hal. 15 Terus Berlanjut

Produksi Sampah per hari

370

850 Ton

Petugas Kebersihan

55 Armada Truck

12

Buah Swakelola

PRODUKSI 12 SAMPAH 100

Unit TPS

Unit Container

Rai Mantra Jadi Pembicara pada City Net Forum di Nepal

Paparkan ‘’Heritage Tourism’’, Kembangkan Pariwisata Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana

JADI NARASUMBER – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi narasumber serangkaian 38th Executive Committee And International Seminar on Heritage and Sustainable Tourism serangkaian City Net Forum yang dibuka secara resmi oleh Secretary General City Net Vijay Jagannathan di Lilitpur, Katmandu, Nepal, Jumat (8/11) lalu.

KEBERHASILAN Pemkot Denpasar dalam pengembangan Heritage Tourism yang berkelanjutan menjadikan ibu kota Provinsi Bali ini sebagai daya tarik bagi beragam kalangan. Tak hanya dari dalam negeri, keberhasilan ini juga mampu menginspirasi dunia internasional. Atas beragam inovasi dan prestasi tersebut, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didapuk menjadi salah satu narasumber pada 38th Executive Committee And International Seminar on Heritage and Sustainable Tourism serangkaian City Net Forum yang dibuka secara

resmi oleh Secretary General City Net Vijay Jagannathan di Kota Lilitpur, Katmandu, Nepal, Jumat (8/11) lalu. Dalam kesempatan yang sama Kota Denpasar secara resmi dikukuhkan dan bergabung menjadi anggota City Net Forum Internasional. Keberhasilan dalam menjaga warisan budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadikan Denpasar didaulat sebagai tuan rumah Konferensi City Forum yang bertajuk ‘’Climate Leadershif Conference’’ pada tanggal 18-19 November mendatang. Dalam paparannya, Wali

Kota Rai Mantra menjelaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata saat ini memiliki tantangan yang kompleks. Karenanya diperlukan inovasi untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata. Sehingga keberadaan sektor pariwisata dapat memberikan aspek kemanfaatan yang berkelanjutan dan bergerak seiring berkembangnya peradaban. Tantangan pengembangan pariwisata berkelanjutan adalah kemampuan untuk menciptakan destinasi wisata baru. Hal inilah yang saat ini menjadi fokus pengembangan Pemkot Denpasar dengan men-

gangkat kembali potensi masa lalu yang mengandung nilai kebudayaan melalui Heritage Tourism atau Wisata Warisan Budaya. ‘’Pemkot Denpasar saat ini sedang fokus menata dan menyiapkan beragam infrastruktur pendukung guna mendukung keberlanjutan sektor pariwisata, utamanya pengembangan heritage tourism yang saat ini difokuskan pada pengembangan Zona Z Heritage yang meliputi kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, Pasar Badung dan sekitarnya,’’ ujar Rai Mantra. Hal. 15 Menjadi Pedoman


Selasa Umanis, 12 November 2019

Sebelas Pelanggar Perda Digiring ke Sidang Tipiring Denpasar (Bali Post) -

Bali Post/ist

NAPAK TILAS - Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh A.M. Suharyadi melepas pasukan Napak Tilas Panji-panji dan Surat Sakti Pahlawan Nasional Brigjen (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai di Lobi Makorem, Denpasar, Senin (11/11) kemarin.

Danrem Lepas Napak Tilas I Gusti Ngurah Rai

Denpasar (Bali Post) Setelah Gubernur Bali Wayan Koster di Renon, Minggu (10/11) lalu Panji-panji dan Surat Sakti Pahlawan Nasional Brigjen (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai disemayamkan semalam di Markas Korem 163/Wira Satya. Senin (11/11) kemarin Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh A.M. Suharyadi melepas pemberangkatan pasukan Napak Tilas I Gusti Ngurah Rai dari anggota Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Bali di Lobi Makorem, Denpasar. Danrem Suharyadi menyampaikan, pasukan Napak Tilas melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Jembrana, tepatnya ke Monumen Lintas Laut Cekik. Setelah itu akan mengelilingi Bali seperti dilakukan I Gusti Ngurah Rai dalam mengahadapi Kolonial Belanda dan berakhir di Tabanan pada 20 November 2019, dan bertepatan dengan peringatan puncak Hari Puputan Margarana. “Bulan November ini tepatnya tanggal 10 November kita memperingati Hari Pahlawan yang merupakan momentum bagi kita semua untuk mengenang kembali jasajasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan bangsa dan negara. Termasuk juga terhadap perjuangan salah satu pehlawan nasional dari Bali, I Gusti Ngurah Rai, utamanya perjuangan beliau dalam menghadapi Kolonial Belanda pascakemerdekaan di tahun 1946,” ujarnya. Saat perjuangan mempertahankan kemerdekaan terhadap agresi militer Belanda saat itu, perjuangan I Gusti Ngurah Rai membutuhkan suatu gerakan-gerakan atau dalam istilah militer disebut manuver. “Gerakan-gerakan yang dilakukan selama per-

juangan di wilayah Bali dalam melawan Belanda, saat ini kita kenang atau peringati dengan menapak tilas jejak perjuangannya. Konteksnya dengan kondisi saat ini, maka makna yang didapatkan bagi generasi muda penerus bangsa bahwa harus bisa menjadi pahlawan masa kini dan mampu mengisi pembangunan serta bagaimana melaksanakan proses pembangunan tersebut dengan persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Danrem Suharyadi. Ketua Pemuda Panca Marga Provinsi Bali Dr. I Made Gede Putra Wijaya menjelaskan, rute Napak Tilas Panji-panji I Gusti Ngurah Rai Senin (11/11) kemarin berangkat menuju Jembrana. Selanjutnya, Selasa (12/11) di Singaraja dan Rabu (13/11) di Karangasem, tepatnya di Monumen Tanah Aron. Pada Kamis (14/11) di Klungkung, Jumat (15/11) di Bangli, Sabtu (16/11) di Gianyar, Minggu (17/11) di Denpasar, Senin (18/11) di Badung dan Selasa (19/11) di Tabanan, serta puncaknya tanggal 20 November 2019 bertepatan dengan memperingati Hari Puputan Margarana. Menurut Putra Wijaya, Napak Tilas Panji-panji I Gusti Ngurah Rai merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemuda Panca Marga Provinsi Bali dengan maksud untuk menyosialisasikan semangat jiwa-jiwa kepahlawanan para pendahulu kepada generasi saat ini. “Saya sependapat dengan apa yang disampaikan Danrem untuk menjadi pahlawan masa kini bagi generasi muda dapat dilakukan dengan membebaskan diri dari kebodohan, melawan hoaks, mencintai lingkungan dan banyak lagi hal positif lainnya,” ujarnya. (kmb36)

Pemprov Umumkan Lowongan CPNS Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali mengumumkan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Senin (11/11) kemarin. Hal itu tampak dalam Pengumuman Nomor 810/14847/PP/BKD tentang Kebutuhan PNS di lingkungan Pemprov Bali tahun anggaran 2019. Kendati demikian, untuk persyaratan, tata cara pendaftaran dan ketentuan lainnya baru akan diumumkan lebih lanjut di website resmi Pemprov Bali dan BKN, 14 November nanti. “Ada beberapa kabupaten yang perlu penyesuaian karena tidak cocok antara kualifikasi pendidikan yang dicari dengan keluarnya formasi, sehingga tanggal 14 November baru diumumkan persyaratan, tata cara pendaftaran dan ketentuan lainnya,” ujar Kepala BKD Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana. Menurut Lihadnyana, hal

itu sudah menjadi kesepakatan rapat dengan BKN dan kabupaten/kota. Sebab, yang diutamakan adalah kebersamaan. Sejauh ini Pemkab yang masih perlu penyesuaian adalah Jembrana. “Kalau itu tidak disesuaikan, nanti orang salah lamar karena kualifikasinya bukan itu yang dicari. Kalau di provinsi sudah clear, tapi tetap kita tunggu. Jangan sampai kita mendahului, kan tidak enak juga,” jelasnya. Di lingkungan Pemprov Bali, lanjut Lihadnyana, lowongan CPNS dibuka untuk 676 formasi. Terdiri dari 251 formasi tenaga kependidikan, 72 formasi tenaga kesehatan, dan 353 formasi tenaga teknis. Sementara di kabupaten/ kota, untuk tahun ini tidak semua membuka lowongan CPNS. Di antaranya, Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem. (kmb32)

Berkas Kasus Korupsi STP Nusa Dua Masih Dilengkapi Denpasar (Bali Post)– Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali masih melengkapi berkas kasus korupsi dana Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM) STP Nusa Dua periode 2016-2017. Polisi masih berupaya memenuhi petunjuk jaksa peneliti dan setelah itu akan diserahkan lagi ke Kejati Bali. Kasubbdit III (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati saat mendampingi Kabid Humas Kombes Pol. Hengky Widjaja, Senin (11/11) kemarin mengatakan, proses penanganan kasus tersebut masih tahap P-19 sehingga ada hal-hal yang perlu dilengkapi penyidik. ‘’Kami masih melengkapi apa yang menjadi petunjuk jaksa peneliti,’’ ungkap AKBP Wedanajati. Menurutnya, baru satu orang berinisial DGNB (56) ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan orang-orang yang diduga terlibat dalam kasus

ini masih tahap melengkapi alat bukti serta perampungan berkas. Seperti diberitakan, Ditreskrimsus Polda Bali mengusut dugaan korupsi dana IOM STP Nusa Dua periode 2016-2017 yang nilainya miliaran rupiah. Dalam kasus ini, polisi menetapkan sejumlah tersangka, di antaranya bernisial DGNB. Berkas penyidikan kasus ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan. DGNB ditetapkan sebagai tersangka pada 31 Juli melalui surat Nomor S.Tap/32/ VII/2019/Ditreskrimsus. Di surat tersebut dijelaskan DGNB dijerat Pasal 2 dan 3 UU Tipikor terkait menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadinya. DGNB dan tersangka lainnya diduga menggunakan dana IOM untuk beberapa kegiatan kampus, padahal sudah dibiayai melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. (kmb36)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan penindakan terhadap para pelanggar perda. Pelanggar yang ditindak baik berdasarkan monev di lapangan maupun pengaduan masyarakat. Seperti yang terlihat pada Senin (11/11) kemarin di Balai Banjar Kepisah, Sumerta Kelod digelar sidang tindak pidana ringan (tipiring). Pada sidang tipiring dengan hakim Putu Gede Novyartha, S.H., M.Hum. dan Panitera Ni Putu Loria Dewi, S.H. ini menjatuhkan hukuman denda beragam sesuai dengan jenis pelanggarannya. Seperti pelanggar Kawasan Tanpa Rokok (KTR) didenda Rp 200 ribu.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga menjelaskan, dalam sidang kali ini ada beberapa jenis pelanggaran yang diajukan di antaranya pelanggaran bangunan gedung tanpa IMB, pelanggar KTR, pedagang kaki lima/warung, pembuang limbah, serta pengamen. “To-

tal pelanggar yang hadir berjumlah sebelas orang yang disidang,” jelasnya. Menurut Dewa Sayoga, kegiatan ini sebagai ajang sosialisasi bagi masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum. “Sanksi yang diberikan disesuaikan dengan sanksi yang tertuang dalan peraturan daerah. Tergantung tingkat pelangBerita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

garannya, seperti masalah KTR didenda sebesar Rp 200.000 dengan subsider kurungan tiga hari. Diharapkan tentu denda dan sanksi

dimaksimalkan karena ini sudah merupakan pelanggaran yang juga berdampak kepada lingkungan,” tegasnya. (kmb12)

Topik : konsep pariwisata budaya jangan diganggu gugat

23 Perbekel Terpilih di Kota Denpasar Dilantik

Rai Mantra Tekankan Sinergitas, Gali Potensi Desa Menuju Kesejahteraan Rakyat

PERBEKEL – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat melantik 23 perbekel di Kota Denpasar di Wantilan Ayung III IPA Blusung, PDAM Kota Denpasar, Senin (11/11) kemarin. SETELAH melalui beragam tahapan, perbekel terpilih hasil pilkel serentak tahun 2019 dilantik secara resmi. Sebanyak 23 perbekel terpilih periode 2019-2025 diambil sumpah dan janjinya yang dipimpin oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Wantilan Ayung III IPA Blusung, PDAM Kota Denpasar, Senin (11/11) kemarin. Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Forkopimda Kota Denpasar, pimpinan OPD serta perangkat Desa se-Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya

Negara pada kesempatan tersebut menegaskan, perbekel merupakan ujung tombak pemerintahan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tentunya dengan posisi yang sangat strategis tersebut menjadikan perbekel memiliki peranan yang vital. Sehingga diperlukan sinerigitas antara perbekel dalam segala bidang pembangunan. Rai Mantra menjelaskan, keberadaan perbekel saat ini wajib menjadi solusi atas permasalahan di masyarakat. Hal ini dilaksanakan dengan mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat, serta menggali potensi desa dengan tetap mempertahankan karakteristik dan jati diri desa. “Ke depan tantangan kita akan samakin kompleks, dibutuhkan tata kelola pemerintahan desa yang mampu memberikan solusi atas permasalahan di masyarakat

dengan tetap mempertahankan kearifan lokal tanpa kehilangan modal dasar kebudayaan yang adiluhung,” paparnya. Rai Mantra menambahkan, perbekel juga harus mampu meggerakkan seluruh komponen masyarakat dan potensi yang ada. Sehingga mampu mewujudkan kemandirian ekonomi, menekan angka kemiskinan, pengangguran, kawasan kumuh, menekan angka putus sekolah, serta pengendalian penduduk menuju kesejahteraan rakyat. Rai Mantra juga berpesan kepada seluruh perbekel yang baru dilantik untuk mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel. Hal penting yang harus segera dilaksanakan adalah bagaimana mampu memaknai kemenangan ini sebagai kemenangan bersama, serta membangkitkan kebersamaan masyarakat untuk mendukung pembangunan desa. Selain itu, Rai Mantra juga berpesan, sebagai teladan di masyarakat, hendaknya perbekel harus menjadi insan panutan dengan tidak melanggar norma serta terhindar dari kasus hukum dan sosial di masyarakat. “Sekali lagi kami ucapkan selamat bertugas kepada seluruh perbekel yang baru saja dilantik. Kami berharap sinergitas bersama serta senantiasa berinovasi dalam meningkatkan untuk menggali potensi desa guna menciptakan kemandirian ekonomi menuju kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Kepala DPMD Kota Denpasar I.B. Alit Wiradana menjelaskan, seluruh tahapan pilkel serentak di Kota Denpasar telah berlangsung mulai dari tahapan pencalonan, penetapan DPT, pemungutan suara yang dilaksanakan pada 27 Oktober, serta penetapan calon terpilih yang digelar serentak di 23 desa yang diikuti oleh 61 calon perbekel. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung seluruh tahapan sehingga berja-

lan dengan lancar dengan situasi kondusif. Semoga keberhasilan ini dapat membawa kebaikan menuju kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. Adapun 23 perbekel yang dilantik yakni untuk Kecamatan Denpasar Timur, Desa Penatih Dangin Puri I Wayan Kamar, Kesiman Petilan I Wayan Mariana, Desa Sumerta Kaja I Gusti Ngurah Mayun, Desa Sumerta Kauh I Wayan Sentana, Desa Sumerta Kelod I Gusti Ketut Anom Suardana. Untuk di Kecamatan Denpasar Utara, Desa Peguyangan Kangin I Wayan Susila, Desa Ubung Kaja I Wayan Astika, Desa Pemecutan Kaja A.A. Ngurah Arwatha, Desa Dauh Puri Kaja I Gusti Ketut Sucipta, Desa Dangin Puri Kaja A.A. Ngurah Gede Cahyadi, Desa Dangin Puri Kauh I.B. Gede Gana Putra Karang, Desa Dangin Puri Kangin I Wayan Sulatra. Kecamatan Denpasar Barat, yakni perbekel petahana Desa Padangsambian Kaja I Made Gede Wijaya, Desa Padangsambian Klod I Gede Wijaya Saputra, Desa Pemecutan Kelod I Wayan Tantra, Desa Dauh Puri Kauh I Gusti Made Suandhi, Desa Dauh Puri Kelod Nengah Suartha, Desa Dauh Puri Kangin Ni Ketut Anggreni Wati, Desa Tegal Harum Komang Adi Widiantara. Kecamatan Denpasar Selatan, Desa Sidakarya I Wayan Rena, Desa Sanur Kaja I Made Sudana, Desa Sanur Kauh I Made Ada dan Desa Pemogan I Made Suwirya. Sementara itu, Perbekel Desa Padangsambian Kelod I Made Wijaya Saputra mengaku berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah mempercayakan kembali kepemimpinan desa kepada dirinya. “Tentu saya berterima kasih kepada semua pihak, utamanya masyarakat Desa Padangsambian Kelod yang telah mendukung dengan tetap menjaga kondusivitas selama pelaksanaan pilkel. Ke depan, tentunya kita wajib bersinergi untuk kemajuan desa dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya. (ad285)

President The Hindu Center Indonesia Terima ”Gada” dari Ketua Partai Hindu BJP Delhi

Menteri India Respons Pendirian ”Siwa Sakti Mandir” di Bali dan Puji Kehebatan Wedakarna Berdiplomasi USAI menjalankan ritual melarung abu Swargi Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Wedastera Suyasa di tepi Sungai Gangga di Kota Suci Hindu Haridwar, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III berkesempatan diterima resmi oleh dua pejabat penting di India, yakni Honorable Manoj Triwari (Ketua Partai Hindu Bharatiya Janata Party/BJP Delhi sekaligus anggota DPR Lokshaba India) dan Honorable Prahlad Singh Patel (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata India) di kediaman resmi. Dalam pertemun pertama dengan Ketua Partai Hindu BPJ, Shri Arya Wedakarna yang juga Senator DPD RI ini menyampaikan sejumlah hal terkait dengan apresiasi masyarakat Hindu Indonesia terkait kerja sama dengan India baik di bidang pendidikan, kebudayaan, teknologi, serta pariwisata. “Secara pribadi saya sangat mengagumi sosok Perdana Menteri Narendra Modi yang memiliki kepemimpinan revolusioner. Beliau lahir dari partai Hindu, dan banyak kebijakan beliau tentang proteksi agama Hindu baik di segala bidang, akhirnya beliau bisa memenangkan pemilu kedua dengan angka signifikan. Fenomena Modi ini sama dengan Jokowi di Indonesia dan sama dengan Donald Trump di AS, dan saya mengagumi tiga pe-

mimpin ini. Dan pada hari ini kita banyak mendengar tentang kiprah dari Bharatiya Janata Party (BJP) yang sangat menginspirasi dunia termasuk kami di Indonesia. Ini pelajaran penting bahwa jangan malu berjuang untuk mempertahankan kedaulatan Hindu Dharma, sebesar apapun tantangannya,” ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Ketua DPD PNI Marhaenisme Provinsi Bali ini. Lebih lanjut ia menyampaikan harapannya agar ke depan hubungan kerja sama antara Bali, Indonesia dan India akan bertambah erat khususnya dalam bidang Dharma. “India adalah negara dengan populasi umat Hindu di atas 1 miliar. Sedangkan Indonesia memiliki Bali sebagai pusat siar agama Hindu di Nusantara. Saya tadi menjelaskan bahwa bukti eratnya hubungan kedua bangsa dibuktikan dengan hubungan baik Bung Karno dengan Nehru saat perjuangan Konfrensi Asia Afrika hingga saat Non Alighment Movement (Non Blok), juga rakyat Bali masih ingat bagaimana PM Nehru diundang ke Istana Tampaksiring oleh Bung Karno. Apalagi Indonesia dipenuhi dengan simbol-simbol Hindu Sansekerta seperti Pancasila, Sesanti Bhinneka Tunggal Ika, termasuk simbol Burung Garuda yang diambil dari

Ajaran Wisnu (Waisnawa). Hal-hal baik ini patut diingat oleh anak muda Bali khususnya,” ungkap Wedakarna. Hal senada juga ia sampaikan saat Shri Gusti Wedakarna diterima oleh Honorable Prahlad Singh Patel (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata India) yang juga tokoh politik berpengaruh di India yang di mana dalam pembicaraan di Delhi, Senator Wedakarna menyampaikan sejumlah harapan kerja sama dengan India untuk menjadikan Bali Berdaulat. “Sosok Hon. Prahlad Singh Patel adalah sosok berpengaruh. Beliau empat kali jadi anggota DPR Loksabha India, pernah menjadi Menteri Pertambangan Mineral India dan kini di bawah PM Narendra Modi beliau menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata India. Tadi sudah dijelaskan terkait sejumlah kerja sama yakni Bali berharap kunjungan wisatawan dari negara Siwa Buddha akan semakin bertambah, termasuk wisatawan India. Begitu juga kuota beasiswa pendidikan tinggi bagi anakanak Bali agar ditingkatkan, serta berharap investasi di Bali lebih banyak dikuasai oleh pengusaha tycoon asal India agar investor memiliki kepedulian terhadap budaya Hindu, di samping rencana pendirian Siwa Sakti Mandir atau Kuil Hindu India di Bali, mengingat banyaknya

wisatawan di Bali yang memerlukan tempat ibadah Kuil dan juga komunitas Hindu Indonesia bukan hanya suku Bali tapi ada juga suku Tamil dan keturunan India. Sebagai negara Pancasila, tentu kami harus mengakomodir. Tahun lalu PM Modi telah meletakkan batu pertama pendirian pura di Uni Emirat Arab (UEA) dan akan menjadi pura Hindu pertama

di Jazirah Arab dan kita berharap ada Kuil Hindu di Bali. Kita sambungkan kembali ramalan kebangkitan Mahabarata dan Ramayana agar dunia ini kembali teduh di bawah ajaran Sanathana Dharma. This is Satyagraha,” ungkap Shri Gusti Wedakarna yang tercatat meraih gelar kehormatan “Arjuna” dari Karnataka Banglore India ini. (ad293)

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III didampingi Prameswari Ida Ayu Supari saat diterima resmi oleh DPR India (Loksabha) dan Menteri Republik India di New Delhi.


Selasa Umanis, 12 November 2019

Bupati Giri Prasta Hadiri ”Tawur Balik Sumpah” di Pura Sakti Banjar Pande Mengwi

HADIRI KARYA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Tawur Balik Sumpah di Pura Sakti, Banjar Pande Mengwi, Minggu (10/11).

PUNCAK Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Tawur Balik Sumpah di Pura Sakti Banjar Pande Mengwi, Desa Adat Mengwi jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang atau pada Sabtu (16/11). Sebagai rangkaiannya, pada Minggu (10/11) dilaksanakan karya Tawur Balik Sumpah yang dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung. Pelaksanaan upacara Tawur Balik Sumpah dipuput tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Siwa dari Geria Dalem Sibang, Ida Pedanda Buda dari Geria Gunung Sari Ubud, dan Rsi Bujangga dari Banjar Lambing, Sibang. Dalam pelaksanaan Tawur Balik Sumpah, Bupati Badung Giri Prasta melakukan persembahyangan bersama, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun 2019 sebesar Rp 1

miliar untuk pelaksanaan upacara. Bupati Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, kehadirannya atas nama Pemerintah Kabupaten Badung di tengah-tengah masyarakat adalah untuk menyaksikan dan mendoakan seluruh rangkaian upacara di Pura Sakti Banjar Pande Mengwi, Desa Adat Mengwi. ‘’Kehadiran kami di sini bersama-sama Komisi III DPRD Badung yang membidangi keuangan daerah adalah untuk menyaksikan dan mendoakan upacara seperti ini, sekaligus menyaksikan implementasi dari pada kebijakan politik anggaran yang sudah dibuat,’’ terang Bupati Giri Prasta. Lebih ia juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan Pura Sakti yang sudah selesai dengan baik dan bagus, bahkan sudah menggunakan konsep berupa Tri Mandala yaitu Utamaning Mandala, Madya Mandala dan Sorning Mandala. Ke

Bupati Tegaskan Badung Wajib Miliki TPA

depannya Bupati mengharapkan kepada pangempon pura agar tidak lagi mengeluarkan biaya untuk perbaikan pura karena pemerintah akan meringankan beban yang dikeluarkan masyarakat, sehingga masyarakat bisa menggunakannya untuk keperluan lainnya. Hal ini akan berimbas menurunkan kemiskinan hingga menjadi nol persen. ‘’Saya berharap kegiatan upacara yadnya ini berjalan dengan baik dan lancar serta kebersamaan dan kesejahteraan masyarakat lebih meningkat,’’ ujar Giri Prasta. Sementara itu, Wakil Manggala Karya I Made Sudana mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang sudah mendukung kegiatan ini dengan merealisasikan proposal pembangunan dana hibah Bupati Badung sebesar Rp 1,2 miliar. Dana ini digunakan untuk membangun Palinggih Plepeh Sari, panyengker, tiga

candi bentar, apit surang, Bale Gendongan, palinggih Wisnu, palinggih Indrablaka, dan Sambiangan Indrablaka. Bantuan yang diberikan Bupati Badung Giri Prasta sangatlah meringankan beban masyarakat Banjar Pande sehingga masyarakat di sini mengeluarkan sedikit biaya swadaya dan gotong royong berupa tenaga. ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kami. Bantuan ini sangatlah meringankan beban kami, khususnya di Banjar Pande,’’ kata Sudana. Turut hadir pada kesempatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, Kabag Humas Setda Badung Made Suardita, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Pj. Perbekel Ida Bagus Suryana, Bendesa Adat Mengwi A.A. Gede Gelgel beserta seluruh tokoh masyarakat setempat. (ad295)

Mangupura (Bali Post) –

Penolakan masyarakat Badung terkait rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tak membuat pemerintah setempat patah semangat. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta terus berupaya melakukan pendekatan kepada masyarakat lantaran Badung wajib memiliki TPA. Pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini mengatakan telah menjajaki beberapa lokasi untuk pembangunan TPA di Badung. ‘’Lokasi sih banyak. Persoalannya adalah pendekatan kepada masyarakat. Tapi kita sudah rapat dengan tim, nanti akan kita sampaikan hasilnya,’’ ujar Bupati Giri Prasta ditemui usai rapat paripurna DPRD Badung, Senin (11/11) kemarin. Menurutnya, masalah TPA harusnya tidak menjadi masalah besar jika Badung diberikan tenggang waktu enam bulan hingga setahun ke depan. Sebab, pihaknya telah merancang sejak dini program guna mengantisipasi berakhirnya kerja sama Sarbagita. Seperti melakukan Gerakan Serentak (Gertak) Badung bersih yang bertujuan pada pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). ‘’Saya ingin desa/kelurahan punya TPST tahun

2020. Ini sudah saya canangkan sejak awal, sehingga tahun 2021 kita mandiri pengolahan sampah. Namun persoalannya, sekarang ini tidak ada hujan tidak ada angin distop. Padahal itu adalah kewenangan pemerintah pusat dan sudah ada tanda tangan kesepakatan pada saat Bapak Dewa Made Beratha jadi gubernur,’’ jelasnya. Pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait masalah ini. Hanya ia enggan membeberkan hasil koordinasi dengan pusat tersebut. ‘’Nanti kita akan sampaikan. Mudahmudahan ada jalan keluar,’’ ujarnya. Ditanya terkait lokasi atau wilayah yang memungkinkan untuk pembangunan TPA, politisi PDI Perjuangan ini enggan berkomentar. ‘’Utara, selatan, tengah, atas dan bawah itu nanti akan kita carikan,’’ ucapnya. Di sisi lain, Ketua DPRD

Badung I Putu Parwata meminta masyarakat tidak apriori dengan rencana pemerintah membangun TPA. Sebab, pemerintah tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari solusi terbaik setelah Badung tidak bisa membuang sampah di TPA Suwung. ‘’Kami meminta supaya masyarakat mempercayakan sepenuhnya kepada pemerintah. Masyarakat jangan apriori dulu. Berikan kesempatan kepada pemerintah berbuat,’’ tegasnya. Ia menilai pengolahan sampah yang akan dibangun oleh pemerintah merupakan pengolahan sampah yang modern dengan teknologi terbaru. Yang terpenting sekarang adalah kesadaran masyarakat. ‘’Jangan belum apa-apa sudah ditolak,’’ katanya sembari menambahkan, pihaknya tengah membahas sumber dana yang akan digunakan untuk mewujudkan program tersebut. (kmb27)

Bali Post/edi

SAMPAH - Tumpukan sampah di Pantai Kuta mengganggu citra pariwisata kawasan tersebut. DLHK Badung pun berupaya mengatasi persoalan ini sesegera mungkin.

DLHK Kaji Lokasi Pembangunan ”Recycle Park” Mangupura (Bali Post) Permasalahan sampah di Kabupaten Badung sampai saat ini belum terselesaikan. Mengingat Badung yang belum memiliki lokasi pengelolaan sampah mandiri, tidak lagi bisa membuang sampah lebih dari 15 truk ke TPA Suwung. Akibatnya, sejumlah titik di Badung dijadikan penimbunan sampah sementara. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan, Senin (11/11) kemarin, mengaku optimis bisa keluar dari permasalahan yang dihadapi

Bali Post/edi

PENGECEKAN - Petugas PDAM mengecek kualitas air di tempat pengolahan air milik PDAM di Dam Estuari.

Konsumsi Air Bersih Lampaui Produksi PDAM Mangupura (Bali Post) Selama musim kemarau, konsumsi air bersih oleh masyarakat terutama yang berada di Badung selatan terus mengalami peningkatan. Akibatnya, banyak pelanggan yang berlokasi di kawasan topografi tinggi mengalami kendala pasokan. Menurut Direktur Utama PDAM Tirta Mangutama Badung Ketut Golak, kapasitas produksi air bersih PDAM masih sama, terutama untuk wilayah Badung selatan. Namun konsumsi masyarakat

semakin meningkat. Untuk itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan tetapi tidak dengan cara meningkatkan kapasitas produksi air bersih. Dipaparkannya, kapasitas produksi air bersih untuk wilayah selatan sebesar 1.600 liter per detik. Sementara di wilayah Kuta Selatan, terutama yang berada di dataran rendah, pemakaian air diperkirakan 800 hingga 900 liter per detik. Dengan kondisi ini, tentunya pelanggan yang

berada di kawasan topografi tinggi, terdampak. ‘’Saat musim kemarau seperti ini, konsumsi air bersih masyarakat terus meningkat bahkan melebihi kapasitas produksi dari PDAM. Namun kami tidak mungkin meningkatkan produksi lebih dari kapasitas produksi sebesar 1.600 liter per detik,’’ ujarnya saat dihubungi, Senin (11/11) kemarin. Sebagai solusi, pihaknya akan melakukan injeksi dengan menggunakan mobil tangki. Proses injeksi dilaku-

kan pada pipa yang berada di kawasan yang memiliki topografi tertinggi. Injeksi harus memperhatikan kemampuan tangki terhadap kapasitas atau ukuran pipa. Apabila kapasitas pipa cukup besar, tentu dikhawatirkan air yang diinjeksi akan mengalir ke bawah. ‘’Kalaupun itu tidak berjalan, kami juga akan menyiapkan mobil tangki air untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang berada di topografi tinggi,’’ bebernya. (kmb23)

Badung saat ini. Opsi darurat pun telah disiapkan dan akan segera dilakukan. Diakuinya, ada penumpukan sampah yang tidak bisa dibawa ke TPA Suwung. Untuk itu pihaknya segera mengambil langkah sebagai solusi jangka menengah. Sebagai solusi jangka panjang, Badung harus punya tempat pengolahan sampah mandiri. Dalam hal ini pihaknya sudah memiliki konsep yang akan dinamakan Badung Recycle Park. Rencananya Badung Recycle Park dibangun tahun 2020. Dengan demikian,

di tahun 2021 Badung diharapkan sudah betul-betul mandiri dalam pengelolaan sampah. Untuk lokasi pembangunan, saat ini masih dalam tahap kajian. Diungkapkan Eka Merthawan, Badung akan siap untuk penanganan sampah jangka panjang. Namun, diakuinya, dalam situasi seperti saat ini Badung kelabakan dalam penanganan sampah. ‘’Karena pemutusan yang begitu mendadak, sehingga dari segi kesiapan Badung tentu tidak mungkin untuk itu. Karena kita punya time schedule.

Tapi kalau memang tahun 2021 kami pastikan Badung mandiri,’’ ujarnya. Tahun 2020, selain membangun Badung Recycle Park, pihaknya juga akan membangun yang regional. Sementara di masing-masing desa tetap akan disiapkan pengolahan sampah. Masing-masing desa menyiapkan tempatnya sedangkan Pemkab akan membangun gedung dan penyiapan mesin pengolahan sampah. ‘’Ini akan kami siapkan tentunya dengan sistem manajemen persampahan yang betul-betul modern,’’ katanya. (kmb23)

Karyawan Yayasan Rehabilitasi Narkoba Dites Urine Mangupura (Bali Post) Yayasan yang bergerak di bidang rehabilitasi narkoba tidak luput dari pengawasan dan evaluasi BNN. Seperti Yayasan Musim Indonesia, beralamat di Desa Pererenan, Kuta Utara yang tetap diawasi BNNK Badung. Pada Senin (11/11) kemarin dilaksanakan tes urine terhadap pimpinan dan staf yayasan tersebut yang berjumlah 25 orang. Tes urine tetap dilakukan meskipun yayasan tersebut menjalin kerja sama dengan BNN. Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H. menyampaikan, kegiatan itu sebagai tindak lanjut perjanjian kerja sama antara Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI dengan Yayasan Musim Indonesia. Kerja sama berkaitan dengan pelaksanaan peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan lembaga rehabilitasi sosial bagi pecandu serta korban penyalahgunaan narkotika yang diselenggarakan oleh masyarakat. ‘’BNNK Badung berkewajiban melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program serta kemampuan Yayasan Musim Indonesia dalam melaksanakan layanan rehabilitasi,’’ ujarnya. AKBP Masmini mengapresiasi kepedulian Ketua Umum Yayasan Musim Indonesia I Ketut Nadiasa dan Penasihat Yayasan Richard P. Smith yang telah membantu pemerintah mengim-

Bali Post/ist

TES URINE - Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini memantau tes urine di Yayasan Musim Indonesia. plementasikan layanan program rehabilitasi. ‘’Tes urine ini sifatnya mandiri. Mereka menyiapkan alatnya, kami pelaksana teknisnya. Artinya, ada inisiatif dari yayasan ini untuk melakukan deteksi dini narkoba melalui tes urine secara mandiri kepada seluruh pimpinan dan staf di lingkungan kerja yayasan,’’ ungkap Masmini. Tujuan tes urine, menurut Kepala BNNK Badung yang juga berstatus dosen ini, untuk mewujudkan keseriusan dan komitmen pimpinan yayasan dalam

menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Bahkan yayasan tersebut memiliki aturan tegas bagi para pegawai yang masih mengonsumsi narkoba akan langsung dikeluarkan. Hasil tes urine, tidak ada yang terindikasi sebagai penyalahguna narkotika. ‘’Hasilnya negatif semua. Di yayasan ini kalau ada kliennya kurang mampu, digratiskan. Meski demikian pengawasan tetap kami lakukan,’’ ujar mantan Kabag Sumda Polres Badung ini. (kmb36)


Selasa Umanis, 12 November 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Penguatan Ekonomi Bali Diwujudkan

BPD Bali ’’Launching’’ E-Link, Bentuk Sinergi dengan LPD Se-Bali PENGUATAN ekonomi Bali mulai dilakukan. Dua kekuatan besar ekonomi Bali yaitu LPD seluruh Bali dan Bank BPD Bali bersatu dan bersinergi dalam bentuk E-Link. Penandatanganan MoU antara kedua lembaga keuangan milik krama Bali ini dilakukan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Senin (11/11) kemarin. Penandatanganan MoU antara BPD Bali dan LPD Bali disaksikan Gubernur Bali, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali, dan Kepala OJK Regional VIII Bali Nusa Tenggara. Pada hari itu juga Bank BPD Bali memberikan capacity building kepada LPD seluruh Bali dengan mengundang pembicara dari Indef (Institure for Development of Economics and Finance). Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, melalui program E-Link ini diharapkan ke depannya sinergi antara Bank BPD Bali dan LPD seluruh Bali dapat terus meningkat dalam rangka menunjang pertumbuhan perekonomian di Bali. Dengan adanya E-Link, nasabah LPD dapat bertransaksi melalui chanel-nya Bank BPD Bali dengan model laku pandai. Dengan demikian nantinya nasabah LPD bisa bertransaksi dengan mobile banking atau hal yang lain. Teknologi yang digunakan menyesuaikan dengan teknologi yang dipakai LPD, karena masing– masing LPD memiliki core banking sehingga core banking antara yang satu dengan yang lain itu melalui jalur BPD Bali. Harapannya dengan adanya kerja sama ini, paling tidak LPD akan mendapatkan fee based income dan secara luas, inklusi keuangan masyarakat di desa bisa meningkat. Selain itu, dengan perkembangan digital banking masyarakat di desa sudah melaksanakan hal tersebut. ‘’Kita lihat fintech sudah menjamur sampai Bali dan ke daerah–daerah,’’ imbuhnya. Ketua BKS LPD Nyoman Cendikiawan menyatakan kegiatan ini dilakukan pada tanggal 11 bulan 11, dianalogikan dengan persatuan dan kebersamaan. Persatuan antara LPD, Bank BPD Bali, dan Pemerintah Daerah Bali

BERSAMA - Berfoto bersama usai penandatanganan MoU kerja sama Bank BPD Bali dengan Ketua BKS LPD. Dari kiri: Kepala BI KPw Bali, Kepala OJK Regional VIII Bali Nusa Tenggara, Gubernur Bali, Direktur Utama Bank BPD Bali, dan Ketua BKS LPD. diwujudkan dalam bentuk sinergi berupa launching E-Link LPD dan Bank BPD Bali. ‘’Pertemuan ini luar biasa antara pengelola keuangan milik krama Bali yaitu LPD sinergi dengan Bank BPD Bali, banknya Pemerintah Provinsi Bali, krama Bali. Tentu harapan kita ke depan ekonomi kita di Bali kuat,’’ ujarnya sembari menyebut 800 LPD seluruh Bali hadir pada hari itu. Target dari sinergi ini adalah menguatkan ekonomi. Dengan peluncuran E-Link LPD dan Bank BPD Bali, pelayanan keuangan masyarakat akan semakin mudah, terutama untuk mendukung transaksi nontunai. Dengan begitu, laku pandai, layanan tanpa kantor dan tanpa uang tunai bisa diwujudkan melalui sinergi ini. LPD merupakan lembaga keuangan desa yang tradisional. Namun, ia berprinsip pengelolaannya dilakukan secara profesional, berteknologi Barat, namun tetap berjiwa Timur. Selama 35 tahun usia LPD di Bali dengan dukungan krama Bali, pemerintah Bali, DPRD, dan tokoh–tokoh masyarakat, aset LPD berdasarkan data terakhir Rp 23,48 triliun. ‘’Ini salah satu indikator bahwa krama Bali sudah sangat mendukung keberadaan LPD Bali,’’ ungkapnya. Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, salah satu yang menjadi prioritas program Pemprov

Bali adalah memperkuat desa adat, di dalamnya termasuk LPD. Di desa adat juga ada lembaga ekonomi BUPDA (Baga Utsaha Padruwen Desa Adat) yang sedang disiapkan. Salah satu visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ adalah memperkuat perekonomian. Rencananya di tahun kedua kepemimpinannya, tahun 2020, program Pemprov Bali akan difokuskan pada pembangunan ekonomi. Ia ingin memperkuat fungsi Bank BPD Bali karena bisa menjadi pilar untuk memperkuat struktur perekonomian Bali. Pertumbuhan Bank BPD Bali cukup bagus yaitu aset tumbuh dari Rp 22 triliun menjadi Rp 26 triliun, naik Rp 4 triliun dalam setahun. Pertumbuhan kredit dari Rp 16 triliun menjadi Rp 18 triliun. LPD juga tumbuh dengan baik. Asetnya tumbuh dari Rp 22 triliun menjadi Rp 23,48 triliun. ‘’LPD mesti ditangani dengan baik, basisnya ada tapi perkembangannya harus mengikuti perkembangan zaman, modernisasi. LPD harus dikelola secara modern dengan menerapkan teknologi, salah satunya E-Link ini. Saya akan memperkuat LPD, Bank BPD Bali dan BPR yang ada Bali,’’ tegasnya. Aset yang dimiliki kedua lembaga tersebut hampir Rp 50 triliun, sehingga jika dikelola secara profesional akan menjadi kekuatan ekonomi Bali. (ad844)

Puncak HUT Ke-13 SMK TI Bali Global Denpasar

’’Glory 13, SDM Unggul Berbudaya’’ KELUARGA Besar Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Informasi (SMK TI) Bali Global Denpasar merayakan HUT ke-13, Senin (11/11) kemarin. Puncak HUT dirayakan dengan penuh rasa syukur yang ditandai pemotongan tumpeng dan mementaskan sejumlah hiburan menarik. Pada kesempatan tersebut juga diberikan hadiah kepada para pemenang lomba serangkain HUT ke-13 yang mengusung tema ‘’Glory 13, SDM Unggul Berbudaya’’. Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. Gusti Ngurah Made Murjana, M.Pd. mengatakan, fokus pada era revolusi industri 4.0 adalah peningkatan produksi dengan memanfaatkan teknologi terkini dan mengganti dengan sumber daya yang berasal dari manusia dengan alat (teknologi). Oleh karena itu, untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 harus ada kesadaran setiap pemuda, khususnya para pelajar SMK untuk menguasai keahlian atau skill guna melahirkan tenaga kerja unggul, berkarakter, profesional, sehingga seimbang dengan perkembangan teknologi saat ini. Apalagi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI saat ini dari kalangan milenial yang pastinya akan mengarah untuk perubahanperubahan kurikulum berbasis pengembangan IT. ‘’SMK TI Bali Global Denpasar adalah jawaban, pilihan, dan solusi yang tepat bagi masyarakat untuk menghadapi revolusi industri 4.0 dan perubahanperubahan kurikulum nantinya yang berbasis IT, serta tidak lepas dari budaya lokal itu sendiri yang harus ditumbuhkembangkan,’’ ujar Gusti Murjana. Di usianya yang ke-13, lanjut

POTONG TUMPENG - Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. Gusti Ngurah Made Murjana, M.Pd. didampingi Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem dan keluarga besar SMK TI Bali Global Denpasar merayakan puncak HUT ke-13 SMK TI Bali Global Denpasar. Gusti Murjana, SMK TI Bali Global Denpasar telah mencapai 1.401 orang peserta didik yang selalu kuat dengan penampilan disiplin dan menerapkan nilai-nilai 18 karakter bangsa dan 5S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun). Hal ini menyebabkan SMK TI Bali Global Denpasar kian eksis dengan lima jurusan yang fokus pada bidang teknologi informasi dan komunikasi yang sesuai dengan visinya. ‘’Visi kami yaitu menjadi SMK TI unggulan di Indonesia yang terusmenerus menyelaraskan program pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri serta pendukung lingkungan lainnya, sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten serta berwawasan global. Kami siap mencetak SDM kompetitif di bidang IT,’’ tegasnya. Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem akan terus mendukung sarana

dan prasarana penunjang sekolah. Dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan laboratorium IT untuk meningkatkan skill siswa SMK TI Bali Global Denpasar. Sebab, pada tahun 2030 akan dibutuhkan 27 juta orang lulusan bidang teknologi informasi yang mampu menggerakkan berbagai program, start-up, provider, development provider, dan program lainnya untuk pembangunan Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, lulusan SMK TI harus mempersiapkan diri untuk mampu berperan dalam pembangunan Indonesia ke depan. ‘’Yang paling dibutuhkan ke depan bagaimana menggabungkan IT dengan bisnis, sehingga kami merangsang lulusan SMK TI Bali Global agar melanjutkan ke ITB Stikom Bali, karena ITB Stikom Bali telah mengintegrasikan IT dengan bisnis,’’ pungkasnya. (ad279)

’’Workshop’’ Tata Kelola IHDN Press di Era Digital ERA digital merupakan tantangan inovatif bagi Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar dalam meningkatkan profesionalisme tata kelola IHDN Press. Bertempat di Aula Fakultas Dharma Acarya IHDN, Senin (11/11) kemarin, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat (LP2M) IHDN Denpasar menyelenggarakan Workshop Tata Kelola Penerbitan Buku dan Jurnal. Ketua Panitia sekaligus Ketua IHDN Press I Made Budiasa, S.Sos., M.Si. mengatakan, workshop diikuti 33 orang, terdiri atas pejabat, dosen, dan mahasiswa. Workshop berlangsung selama dua hari mengambil tema ‘’Mewujudkan Tata Kelola IHDN Press yang Profesional di Era Digital’’. Tiga pemateri yang dihadirkan dalam workshop. Prof. Dr. I Ketut Gede Dharma Putra, S.Kom., M.T. membawakan materi ‘’Standar Pedoman Tata Kelola Penerbitan IHDN Press di Era Digital’’. Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si. dengan materi ‘’Membangun Tata Kelola IHDN Press Profesional di Era Digital’’. I Wayan Suwendra, S.E., M.Si. membawakan materi ‘’Manajemen Penerbitan Profesional di Era Digital’’. IHDN Press sudah menerbitkan hampir ratusan buku setelah didirikan dan diresmikan Menteri Agama, baik cetak maupun e-book. Dengan memiliki pedoman tersendiri tentunya diharapkan semakin mempunyai regulasi yang semakin ketat dan jelas menuju arah tata kelola yang semakin profesional dan up to date dengan perkembangan

BUKA WORKSHOP - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. didampingi pemateri saat membuka Workshop Tata Kelola Penerbitan Buku dan Jurnal yang diselengagrakan LP2M IHDN Denpasar. teknologi 4.0. Warkshop dibuka Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Rektor berharap Workshop Tata Kelola Penerbitan IHDN Press ini nantinya menghasilkan buku panduan tata kelola IHDN Press yang inovatif sesuai dengan tantangan era digital ini. ‘’Selain itu, untuk memotivasi para dosen agar semakin semangat menulis buku, jurnal ilmiah, dan karya tulis ilmiah yang inovatif dan berkualitas,’’ katanya. Tujuan pembuatan panduan

ini agar arah penulisan buku dan jurnal sesuai dengan kriteria, terutama ketentuan peraturan perundang–undangan yang berlaku. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi dosen untuk kenaikan pangkat, terutama guru besar, termasuk mahasiswa sebelum ujian skripsi, tesis atau desertasi wajib menulis ujian. Sampai saat ini di IHDN Denpasar ada 14 jurnal. Enam jurnal sudah terakreditasi Kementerian Dikti dan telah masuk sinta, serta satu jurnal internasional. (ad278)

Fraksi-fraksi di DPRD Badung Sampaikan Pemandangan Umum

Parwata: Semangat Bersama untuk Kesejahteraan Masyarakat

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung kembali menggelar rapat paripurna di Ruang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Senin (11/11) kemarin. Rapat dengan agenda pembacaan pemandangan umum (PU) fraksifraksi dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I Wayan Suyasa dan Made Sunarta. PU Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan I Nyoman Dirga Yusa mengapresiasi kerja keras Bupati beserta jajaran, sehingga mampu meraih WTP lima kali berturut-turut. Dalam komposisi belanja daerah berdasarkan penerimaan manfaat, maka sebagian besar merupakan belanja publik yang manfaatnya diterima oleh masyarakat yaitu 78,78 persen, sedangkan belanja aparatur 21,22 persen. ‘’Dengan penuh pertimbangan kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Rancangan APBD Badung telah sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat. Ini wujud pemerintah telah melaksanakan kebijakan anggaran strategis,’’ paparnya. Di sisi lain, Fraksi Golkar banyak mengkritisi tingginya target yang dirancang dalam APBD 2020, mengingat realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah tahun 2017 dan 2018 tidak mampu memenuhi target. ‘’Perlu adanya penyelarasan dengan RPJMD Provinsi Bali dan target yang ingin dicapai harus terukur secara jelas. Harapan kami tidak ada lagi perubahan RPJMD di tahun mendatang,’’ kata Ni Ketut Suweni yang membacakan PU. Suweni juga mengatakan, berdasarkan postur APBD Induk Tahun Anggaran 2020 mengalami tren pesimis. Hal ini menunjukkan pemerintah monoton dan kurang gereget. ‘’Sejatinya dalam pengelolaan APBD harus asumsinya optimis didukung kerja keras, inovasi dan perubahan pola kerja yang lebih efisien untuk mencapai target,’’ terangnya. Sementara itu, PU Fraksi Badung Gede (Gerindra-Demokrat) yang dibacakan I Made Wijaya menilai target APBD 2020 terlalu

tinggi sehingga akan sangat berat dicapai. Fraksi Badung Gede menyarankan target diturunkan agar lebih rasional dan realistis. ‘’Berdasarkan pengalaman di tahun sebelumnya, tidak tercapainya pendapatan akan berpengaruh terhadap kebijakan yang dibangun termasuk hibah dan pokok pikiran dewan,’’ ungkapnya. Ketua DPRD Badung I Putu Parwata usai rapat paripurna menambahkan, pembacaan PU merupakan mekanisme proses persidangan dalam menentukan kebijakan peraturan daerah termasuk APBD. PU yang disampaikan fraksi-fraksi sangat transparan. ‘’Ada yang memberikan apresiasi, ada yang memberikan kritik. Ini kan pemerintahan bersama, maka dilakukan secara transparan baik dari segi pelayanan, pendidikan, inovasi potensi daerah maupun infrastruktur,’’ katanya. Parwata menilai masukanmasukan tersebut sangat penting yang intinya semua menginginkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lebih cepat. Pihaknya berharap adanya kebersamaan pemerintah dan dewan mampu meningkatkan pembangunan di

Badung. ‘’Juga jadi motivasi untuk OPD. Ada juga yang mengatakan ini masih ada potensi dan bisa dinaikkan. Ini semangat bersama, jadi kesejahteraan masyarakat cepat tercapai,’’ ujar politisi PDI Perjuangan asal Dalung ini. PU yang disampaikan terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tersebut, yakni Ranperda Kabupaten Badung tentang APBD Kabupaten Badung Tahun 2020, Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2016-2021, Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir, Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pajak Hiburan, Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 25 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga serta Ranperda tentang Penetapan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung. (ad277)

SIDANG PU FRAKSI - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi jajarannya memimpin sidang PU fraksi kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam rapat paripurna di DPRD Badung, Senin (11/11) kemarin.

Taruna Nusa Dua Citraloka Genap Satu Tahun

Ikut Bangun Desa Adat di Kelurahan Benoa dan Tanjung Benoa

SATU TAHUN TNDC – Perayaan memperingati satu tahun berdirinya Taruna Nusa Dua Citraloka (TNDC) diisi pemotongan tumpeng.

NUSA Dua Community (NDC) merupakan awal terbentuknya paguyuban/organisasi ini sebelum menjadi Taruna Nusa Dua Citraloka (TNDC) seperti sekarang. Taruna Nusa Dua Citraloka dibentuk pada 10 November 2018 sehingga sampai 10 November 2019 ini, TNDC sudah genap berumur satu tahun. Transportasi online merupakan jasa transportasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi yang diciptakan untuk mempermudah segala aktivitas manusia yang dilakukan sehari-hari, mempermudah seseorang yang ingin bepergian, mudah meme-

sannya, efisien dan efektif. Ini merupakan sebuah terobosan yang patut kita apresiasi. ‘’Berawal dari inilah kami melihat suatu peluang kenapa tidak kita manfaatkan teknologi ini,’’ ujar Ketua TNDC I Made Arta, Senin (11/11) kemarin. Menurutnya, Taruna Nusa Dua Citraloka adalah komunitas/ paguyuban yang didirikan oleh pengemudi online lokal Nusa Dua yang berada pada wilayah Nusa Dua meliputi Kelurahan Benoa dan Kelurahan Tanjung Benoa. Para pengemudi online lokal Nusa Dua adalah setiap orang yang bekerja menjadi

pengemudi online yang merupakan masyarakat lokal Nusa Dua yang bergabung ke dalam salah satu jasa operator aplikasi jasa transportasi online dalam hal ini adalah GRAB. Made Arta menyatakan tujuan TNDC adalah memberikan perlindungan, pembelaan hak-hak anggota dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarga pada khususnya dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat lokal Nusa Dua pada umumnya. Membuka lapangan pekerjaan sebagai pengemudi online kepada masyarakat lokal Nusa

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Dua, menunjang segala aktivitas pariwisata dengan meningkatkan produktivitas, kinerja, dan meningkatkan pelayanan dalam bidang transportasi. Selain itu, TNDC terlibat dalam mengurangi dan membatasi Nusa Dua dari serbuan masuknya transportasi luar Nusa Dua yang tidak dapat dibendung dengan memberlakukan blokade sinyal online di kawasan Nusa Dua. ‘’Kami juga ikut membangun desa adat di wilayah Nusa Dua yang meliputi Kelurahan Benoa dan Kelurahan Tanjung Benoa dengan berkontribusi positif,’’ jelas Made Arta. (ad266)

t


Selasa Umanis, 12 November 2019

Pelajar Pemukul Satpam Akhirnya Bebas Mangupura (Bali Post) Pelajar sekaligus atlet rugby asal Selandia Baru berinisial DTF (19) akhirnya bebas dari sel Polsek Kuta, setelah menjalani proses mediasi, Senin (11/11) kemarin. Alasannya, korban pemukulan oleh DTF, Dani Irawan (23), Satpam La Favela, tidak mempermasalahkan. ‘’Intinya (DTF - red) sudah bebas dan tidak diproses peradilan lagi karena sudah melalui restorative justice. Korban juga sudah tidak mempermasalahkan,’’ tegas Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prawaba, Senin (11/11) kemarin. Sebelum bebas, penangan-

an penyelesaian perkara ini dilakukan dengan pendekatan restorative justice. Hal ini dapat dilaksanakan dengan terpenuhinya syarat materil dan formilnya. Tim Opsnal Polsek Kuta dan Satgas CTOC Polda Bali meringkus pelajar asal Selandia Baru berinisial DTF (19) tidak jauh dari TKP seputaran tempat hiburan malam La Favela di Jalan Kayu Aya Gang Inti Kulit, Seminyak, Kuta, Sabtu (9/11). Pasalnya, pelaku yang juga atlet rugby ini memukul Satpam La Favela, Dani Irawan (23). Sebelum kejadian, pelaku minum miras di night club dekat TKP. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Kasus percobaan bunuh diri terjadi di rumah kos di Jalan Mahendradatta, Gang Robin Wiliam No.10, Denpasar Barat (Denbar), Minggu (10/11) lalu. Siti Supriyantini (29) menyayat kedua tangannya lalu terjun dari balkon lantai dua. Selain luka sayat, korban juga mengalami retak tulang belakang. Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aji Yoga Sekar, Senin (11/11) kemarin mengatakan, korban sebenarnya tinggal di Jalan Bukit Tunggal, Gang 9 No. 2, Denpasar. ‘’Untuk motifnya masih misteri karena korban belum bisa dimintai keterangan. Pihak keluarganya pun tidak mengetahui alasannya,’’ tegasnya. Dari keterangan penjaga kos, Siti Rina Rizkiah (43),

pukul 15.15 Wita dirinya sedang menonton televisi di kamar. Tiba-tiba dia mendengar suara teriakan meminta tolong. Siti langsung menuju ke kamar yang diduga percobaan bunuh diri di lantai dua. Kamar tersebut ternyata pintunya terkunci. Siti kemudian turun dan melihat korban berdiri di pinggir balkon bersimbah darah. Ia lalu memanggil suaminya, Miradiono. Saat itulah korban menjatuhkan diri dari atas balkon ke lantai satu. Korban tergeletak di halaman kos-kosan tersebut. Siti segera menghubungi PMI Denpasar dan korban dibawa ke RSUP Sanglah. ‘’Korban masih dalam perawatan dokter. Belum bisa dimintai keterangan sampai sekarang,’’ ungkapnya. (kmb36)

Wanita Sayat Tangan Lalu Terjun dari Balkon

Dewan Badung Pertanyakan Peran Gotik Mangupura (Bali Post) – Polemik pengolahan sampah di Kabupaten Badung pascalarangan membuang sampah di TPA Suwung terus bergulir. Fraksi Partai Golkar dalam rapat paripurna DPRD Badung, Senin (11/11) kemarin, mempertanyakan Gojek Sampah Plastik (Gotik) yang selama ini digadang-gadang mampu mengurangi sampah di Gumi Keris. Fraksi yang dipimpin IGN Shaskara dengan Sekretaris AAN Ketut Agus Nadi Putra ini meminta agar pemerintah segera melakukan langkah-langkah penanganan permasalahan sampah, sehingga persoalan ini tidak menjadi momok bagi sektor pariwisata. ‘’Bagaimana kelanjutan program Gotik yang di tahun 2017 menyabet lima penghargaan provinsi, nasional, dan internasional. Sudah barang tentu sangat kami harapkan perannya dalam penanganan sampah,’’ ujar Ni Ketut Suweni membacakan pemandangan umum. Menyikapi perihal tersebut, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan membantah program Gotik yang dicanangkan sejak lama tidak membuahkan hasil. Birokrat asal Sempidi, Mengwi ini menilai peranan program Gotik dan program lainnya seperti Batik (Badung AntiSampah Platik), bank sampah, telah berjalan maksimal. ‘’Keberadaan program tersebut mampu mengurangi produksi sampah di Badung. Dari total sampah 281 ton per hari, dengan adanya program tersebut berkurang 19,25 persen atau setara dengan 67 ton,’’ tegasnya. Seperti diketahui, Kabupaten Badung memiliki tiga inovasi penanganan sampah plastik. Pertama, Gerakan Anti-Sampah Plastik (Gelantik) yang digerakkan melalui anak-anak sekolah yang diwajibkan ke sekolah setiap pagi membawa sampah plastik. Sampah plastik tersebut dikumpulkan di sekolah kemudian ditimbang dan dibayar oleh pemerintah untuk kas di sekolah. Inovasi kedua Gojek Sampah Plastik (Gotik) yang ditujukan kepada masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik di rumah dan kemudian bisa menghubungi pihak pemerintah. Nantinya sampah plastik itu akan dijemput ditimbang dan dibayar oleh pemerintah. Ketiga, inovasi Badung Anti-Sampah Plastik (Batik) yang ditujukan kepada masyarakat Badung khususnya pada saat melakukan segala aktivitas sosial dan kegiatan keagamaan. Misalnya jika masyarakat Badung ke pura membawa sampah plastik, pemerintah menyiapkan penggantinya seperti tamas. (kmb27)

Himpaudi Bali akan Gelar Gemari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Bali, Senin (11/11) kemarin beraudiensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali diwakili Ketua IV PKK Provinsi Bali Nyonya Sri Utari Satria Naradha. Pada pertemuan itu, Ketua Himpaudi Bali menjelaskan bahwa Himpaudi telah hadir di seluruh kabupaten/kota di Bali. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan dalam merayakan HUT Himpaudi. Salah satunya digelar Gemar Makan Ikan (Gemari) pada 21 November mendatang. Acara itu akan digelar di Abiansemal dan Mengwi. Serangkaian HUT Himpaudi juga akan digelar acara ‘’kopi cantik’’ dengan Bunda PAUD yang rencananya dilaksanakan Desember mendatang. Dalam pertemuan yang juga diselingi diskusi menuju generasi emas Indonesia, juga terungkap rencana pembentukan Koperasi Bali Sejahtera. Rencana ini sudah mendapat persetujuan Bunda PAUD Bali. Pada pertemuan itu, Nyonya Sri Utari Satria Naradha menekankan akan pentingnya mencetak generasi emas Indonesia. Cikal bakalnya salah satunya dari tingkat PAUD. Karenanya para pendidik dan tenaga pendidik harus tetap semangat mendidik dan mengabdi untuk mewujudkan generasi unggul. Tidak saja unggul dalam ilmu pengetahuan, juga unggul dalam kecerdasan sosial. Karenanya pendidikan karakter memegang peran yang sangat penting. (kmb)

Bali Post/kmb

PKK PROVINSI BALI - Himpaudi Bali saat beraudiensi dengan Ketua PKK Provinsi Bali yang diwakili Ketua IV PKK Provinsi Bali Nyonya Sri Utari Satria Naradha.

Jaga Kestabilan Harga Beras

Dinas Ketahanan Pangan Berdayakan TTI Denpasar (Bali Post) -

Untuk menyediakan beras medium dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harganya, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali memberdayakan Toko Tani Indonesia (TTI). Bali memiliki setidaknya 120 TTI yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Dengan adanya subsidi harga beras medium yang disebarkan melalui TTI ini, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan beras medium dengan harga terjangkau di tengah peningkatan harga. Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Nyoman Suarta mengatakan, dalam menyediakan beras medium dengan harga terjangkau di masyarakat, Bali memiliki 24 kelompok Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM). Lewat LUPM ini beras medium disediakan dan kemudian menjadi pemasok beras untuk TTI seluruh kabupaten/kota. Setiap LUPM mendapatkan dana

penguatan modal usaha kelompok dari pemerintah pusat Rp 60 juta. ‘’Dana ini untuk biaya operasional,’’ ujarnya. Masing-masing LUPM ditargetkan menyerap 50 ton gabah petani. Biasanya harga gabah yang dibeli ke masyarakat di atas HPP. Saat ini harga gabah mencapai Rp 4.900 per kilogram. Harga beras medium yang dijual melalui TTI tidak tetap atau mengalami perubahan sesuai harga gabah. Biasanya

sebelum harga ditetapkan dilakukan penghitungan terlebih dahulu sehingga bisa disesuaikan dan diterapkan secara merata di seluruh TTI. ‘’Tentu dalam penghitungan itu ada keuntungan meski tidak banyak. Dengan harga gabah saat ini, beras premium yang dijual melalui TTI sekitar Rp 9.400 per kilogram,’’ jelasnya. Menurut Suarta, membeli berat medium lewat TTI ada syaratnya, yaitu tidak boleh

dibeli dalam jumlah banyak untuk menutup kemungkinan beras dijual kembali karena harganya yang lebih murah daripada harga pasar. Karena lebih murah, minat masyarakat membeli beras medium melalui TTI cukup tinggi. Terbukti, beberapa TTI kehabisan stok beras medium seperti di Tabanan dan Buleleng. Akan tetapi LUPM di Bali masih terbatas dan hanya bisa menyerap 50 ton gabah petani per satu LUPM. Untuk itu, ia mengharapkan ke depan pendanaan operasional LUPM bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga bisa menyerap lebih banyak gabah petani. Begitu juga pertumbuhan LUPM dan TTI diharapkan bisa ada masing-masing satu

setiap desa. Untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali mendorong TTI yang ada untuk berjualan online dan bekerja sama dengan driver online. ‘’Jadi, pemesanan bisa lewat online dan diantarkan langsung ke rumah. Ini masih dijajaki,’’ jelas Suarta. Agar bisa memberikan harga terjangkau untuk kebutuhan pokok lain, rencananya selain beras pada tahun 2020 akan dikembangkan LUPM bawang dan telur. Ini diharapkan bisa memotong rantai penjualan kebutuhan pokok di masyarakat dan bisa menawarkan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. (kmb24)

Wisatawan Asal Prancis Terseret Arus Pantai Pasut Tabanan (Bali Post) – Wisatawan asal Prancis yang diketahui bernama Guidot Gilbert terseret arus Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Senin (11/11) sore. Hingga Senin malam proses pencarian masih terus dilakukan oleh petugas terkait dari BPBD Tabanan, Pol Air Polres Tabanan, Basarnas, unsur kepolisian, Satpol PP dan sejumlah warga setempat. Dari informasi yang dihimpun, Guidot (75) terseret arus sekitar pukul 16.30 Wita. Sebelumnya, korban dan 10 orang temannya baru saja datang dari wisata bersepeda (cycling) dari Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan. Setibanya di Pantai Pasut, mereka berniat membasuh tubuh karena lelah. Korban dan kawankawan sudah diimbau untuk berhatihati, namun tidak mengindahkan dan justru semakin ke dalam. Korban akhirnya terseret ombak. Melihat salah seorang rekannya tergulung

ombak, wisatawan lainnya panik dan memanggil guide (pemandu). Tour Guide Cycling Kadek Murdika menuturkan, rombongan berangkat ke Desa Belimbing dari Sanur sekitar pukul 08.00. Tiba di Desa Belimbing, mereka kemudian bersepeda dengan rute Desa Karya Sari, Desa Bajera, kemudian istirahat makan siang dan finis di Pantai Pasut. ‘’Saat kejadian itu saya sedang merapikan sepeda di bus. Saya baru tahu saat rombongan lainnya memanggil-manggil saya bahwa ada orang yang terseret,’’ ujarnya. Kapolsek Kerambitan Kompol Dewa Gede Putra mengatakan, proses pencarian masih dilakukan dengan pemantauan dari darat sembari berkoordinasi dengan Basarnas. ‘’Menurut warga setempat, korban akan ke pinggir pada malam hari atau pagi. Semoga saja cepat ditemukan, karena ada prediksi korban mengarah ke timur lokasi,’’ tandasnya. (kmb28)

Bali Post/ist

SISIR PANTAI - Petugas menyisir Pantai Pasut untuk mencari keberadaan korban terseret arus, Senin (11/11) kemarin.

Masalah Agunan Jadi Keluhan Masyarakat ke BPR Denpasar (Bali Post) Pengambilalihan agunan menjadi keluhan masyarakat ke BPR belakangan ini. Masyarakat menilai pengambilalihan agunan tidak mengikuti prosedur perbankan. Namun, AYDA (agunan yang diambil alih) maksimum dua tahun harus dijual agar tidak membebani BPR yang nantinya juga akan berpengaruh pada nasabah BPR yang lain. ‘’Kalau secara formal (tertulis) data pengaduan ke OJK tidak banyak, tapi informasi–informasi lain yang beredar memang ada. Bahkan, ada beberapa yang

sudah masuk ke persidangan di pengadilan terkait pengambilalihan agunan oleh BPR. Jadi, masyarakat memprotes pengambilan agunan oleh BPR,’’ ungkap Elyanus Pongsoda, Kepala OJK Regional VIII Bali Nusa Tenggara, Senin (11/11) kemarin. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara seksama terkait aduan kasus agunan yang ada. Menurutnya, jika yang salah dari sisi mekanismenya, kalau sudah sampai ke pengadilan, itu berarti melalui mekanisme yang sudah sesuai ketentuan. Karena ketentuan kita, kalau sudah macet, harus didahului dengan beberapa surat peringatan. Nah, kalau sudah surat peringatan dan pembinaan tetapi belum juga dilakukan, ketentuan itu ada mekanisme AYDA (agunan

yang diambil alih). Sudah bisa diambil AYDA,’’ jelasnya. Ketentuan AYDA yang diambil alih adalah maksimum dua tahun harus dijual. Agunan tidak bisa disimpan. ‘’Mekanisme–mekanisme ini yang harus saya teliti satu-satu di BPR karena itu yang dikeluhkan oleh masyarakat. Misalnya ada mungkin mekanisme yang terlampaui, makanya mesti saya lihat lagi. Apa mungkin belum sampaikan surat peringatan secara intensif, belum dilakukan komunikasi secara intensif dengan BPR,’’ imbuhnya. Menurut Elyanus, jika AYDA tidak segera dijual akan menjadi beban dan mengurangi modal BPR. Untuk itu, BPR pun harus membentuk CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai). Menjual agunan

harus dilakukan BPR jika kredit yang disalurkan macet. Hal itu merupakan salah satu upaya agar NPL tidak tinggi karena berkaitan dengan likuiditas cash ratio. Laporan kinerja BPR tahun ini menunjukkan NPL BPR di Bali saat ini sudah mengalami penurunan dari 8,7 persen pada Juni 2019 menjadi 8,5 persen pada September 2019. Upaya yang dilakukannya yaitu memanggil secara intens satu per satu BPR yang ada. Upaya lain yang dilakukannya untuk menurunkan NPL adalah mendorong penjualan AYDA segera. ‘’Karena kadang–kadang mereka mau jual harganya di bawah harga pasar akibat properti lagi lesu. Aapa boleh buat, turun sedikit daripada macet,’’ selorohnya. Sementara NPL bank umum

2,77 persen. Ia menargetkan hingga Desember 2019, NPL di Bali di bawah 5 persen untuk bank umum dan BPR 7 persen. Tahun depan target NPL BPR dapat ditekan menjadi 5 persen. Kinerja NPL yang menunjukkan perbaikan juga diikuti pertumbuhan kredit dan DPK yang baik. Pertumbuhan kredit di Bali di atas–rata nasional yaitu 8–9 persen, sedangkan nasional hanya tumbuh 7,88 persen. Bank umum dan BPR dalam satu tahun terakhir pertumbuhan kreditnya juga hampir 8 persen, jauh di atas pertumbuhan kredit nasional sekitar 7 persen. Bahkan, DPK per September tumbuh hampir 17 persen (yoy), sedangkan nasional tumbuh 7 persen. Tahun ini kredit bank umum ditarget tumbuh 10-12 persen. (kmb42)

t


Selasa Umanis, 12 November 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Pariwisata Budaya Ramah pada Semua Makhluk CIKAL-BAKAL berkembangnya pariwisata di Bali khususnya dan di Indonesia pada umumnya adalah keunikan dan keragaman budayanya. Karena jika menyebut keindahan tempat, masih banyak tempat indah di belahan bumi sana. Keunikan budaya inilah yang membawa nama Bali dan beberapa daerah lain di Indonesia dikenal oleh wisatawan seantero jagat. Budaya agraris (pertanian) berlandaskan agama Hindu, merupakan cikal-bakal berkembangnya pariwisata di Bali. Berbagai adat istiadat dan kesenian yang berkembang, semua bersumber dari budaya agraris berlandaskan nilai-nilai agama Hindu. Budaya, adat, dan kesenian khas ini tidak ditemukan di daerah lain di dunia. Keunikan inilah yang membuat wisatawan dari berbagai belahan dunia tertarik datang berlibur ke Bali. Bahkan, ada yang menganggap Bali sebagai Pulau Surga dan ingin menghabiskan sisa hidup mereka di pulau yang mendapat julukan Pulau Seribu Pura ini. Selain keunikan seni budayanya, keramahtamahan masyarakatnya menjadi pemanis hingga wisatawan betah berlama-lama tinggal di Bali. Salah satu bukti, Raja Salman Bin Abdulaziz alSaud dari Arab Saudi sampai memperpanjang lama tinggal saat berlibur ke Bali beberapa waktu lalu. Dengan latar belakang itu pula, Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan yang dikembangkan di Bali adalah pariwisata budaya. Pariwisata budaya yang berakar dari filosofi agama Hindu, yang ramah tidak hanya pada pelancong, tetapi semua makhluk. Konsep adiluhung ini dikenal sebagai ajaran Tri Hita Karana. Bagaimana masyarakat Hindu Bali menjaga keharmonisan hubungan vertikal dengan Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Juga menjaga keharmonisan hubungan horizontal dengan sesama umat manusia tanpa membedakan latar budaya, agama, ras dan lainnya. Kebudayaan Bali sangat menjunjung tinggi nilai-nilai multikulturalisme. Bahkan, juga keharmonisan hubungan dengan alam lingkungan. Ajaran inilah yang menopang hingga pariwisata Bali bisa berkembang dan bertahan sampai sekarang. Fakta-fakta empiris sejarah juga mencatat, bagaimana masyarakat Bali sangat toleran, rukun, dan hidup harmonis dengan sesama, alam dan lingkungannya. Kehidupan harmonis inilah yang membuat wisatawan merasa nyaman dan betah berlamalama tinggal di Bali menikmati alam dan budaya setempat. Karenanya, sungguh tidak beralasan bahkan bertentangan dengan aturan (perda) tentang pariwisata budaya yang telah dibuat Pemprov Bali, jika ada keinginan untuk mengembangkan konsep pariwisata lain seperti pariwisata halal, pariwisata syariah dan lainnya di Bali. Terlebih-lebih jika ada wacana agar pariwisata Bali ramah (friendly) bagi wisatawan dari kelompok tertentu. Karena sejatinya, pariwisata budaya yang diusung Bali ramah pada semua makhluk dan alam semesta. Pariwisata Bali yang begitu terkenal ke seantero jagat, berdampak dijadikannya daerah ini sebagai etalase perdagangan internasional bagi produk-produk yang dihasilkan daerah lain. Berbagai produk dari luar Bali dipajang di pulau kecil ini, untuk menarik konsumen wisatawan yang datang bahkan untuk ekspor. Tetapi sebagai evaluasi, apa pun itu wacananya, termasuk bahkan sudah diklarifikasi, tetaplah harus dijadikan introspeksi bagi insan pariwisata bahkan masyarakat Bali sendiri. Mengingat, masih ada fakta-fakta terungkap terjadinya diskriminasi perlakuan terhadap wisatawan lokal (nusantara). Bahkan, masih ada pengusiran dan pelarangan terhadap masyarakat lokal Bali sendiri yang ingin menikmati objek wisata seperti pantai oleh oknum pelaku pariwisata. Kondisi seperti ini tentu jangan sampai terjadi lagi, jika pariwisata budaya Bali memang mengedepankan keramahtamahan pada semua orang bahkan semua makhluk dan alam. Pariwisata Bali akan ditinggalkan jika meninggalkan keramahtamahannya sebagai ciri bahkan jiwa budaya bangsa ini. Itulah keunikan sekaligus keunggulan Bali yang mengusung pariwisata budaya bernapaskan Hindu, yang tidak akan pernah habis digali dan dinikmati. Kecuali, jika pariwisata budaya itu diganti dan keramahtamahan masyarakatnya hilang.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Dana Desa dan Desa Fiktif

Saya kaget saja membaca Harian Bali Post bahwa Presiden akan menindak aktor desa fiktif. Jika sampai hal itu terjadi, sampai ada desa yang bertahun-tahun fiktif namun tetap dapat anggaran, rasanya ada hal yang aneh dalam pengawasan. Kenapa tak dilaporkan sejak awal jika ada desa-desa yang bermasalah dalam kenyataan, walaupun secara administrasi benar. Yang jelas, berita ini menjadi hal yang memprihatinkan di tengah kita membanggakan kinerja sejumlah desa dalam mengelola dana desa. Mudah-mudahan aktor desa fiktif ini memang segera ditangkap dan dijelaskan ke publik mengapa sampai fiktif. Hal lainnya, saya juga merasa perlu menyampaikan bahwa dana desa agar digunakan secara benar. Jangan sampai ada kepala desa yang tersandera dana desa. Itu artinya peran pengawasan agar dilakukan secara bagus. Jangan banyak program tetapi pengawasannya kedodoran. Apalagi sampai ada pengawas yang bermain mata dengan kepala desa. Saya sangat setuju jika dana desa benar-benar dikontrol penggunaannya, jangan dibelikan fasilitas kepala desa yang oleh masyarakat dinilai belum penting. Kepala desa juga harus peka dengan kepentingan warganya. Saya yakin jika dana desa dikelola dengan baik, maka pertumbuhan dan pemerataan pembangunan akan cepat dicapai. I Putu Daramana Denpasar, Bali

Keunggulan Komparatif Pariwisata Bali Bali telah lama berkembang menjadi daerah tujuan wisata utama di Indonesia dan terkenal di mancanegara. Keunikan budaya yang dimiliki Bali, menjadi modal dasar pengembangan pariwisata daerah ini, yang tidak ditemukan di daerah mana pun di dunia. Budaya yang diusung bersumber dari agama Hindu yang memang dianut oleh sebagian besar masyarakatnya dan sangat toleran terhadap agama lain. Keunikan budaya yang digambarkan oleh keseluruhan cara hidup, kegiatan, keyakinan dan adat kebiasaan orang, kelompok, atau masyarakat Hindu Bali telah memberikan keunggulan komparatif, tidak hanya bagi pariwisata Bali, tetapi juga bagi pariwisata nasional. Keunggulan komparatif adalah keunggulan yang dimiliki oleh suatu negara atau daerah bersumber dari keunikan yang tidak dimiliki oleh negara atau daerah lain.

Oleh I Wayan Ramantha

S

elama berpuluhpuluh tahun berkah pariwisata itu telah dirasakan, tidak hanya oleh orang Hindu, tetapi juga oleh saudara-saudara kita yang beragama lain. Tidak hanya oleh daerah Bali, tetapi juga oleh daerah-daerah lain di seluruh nusantara. Karena keunggulan komparatif pariwisatanya, Bali telah lama menjadi etalase perdagangan internasional bagi produk-produk yang dihasilkan oleh daerah lain, seperti patung cendana dari NTT, gerabah dari NTB, patung batu padas dari Yogyakarta, mebel dari Jepara, tekstil dan garmen dari Bandung, serta banyak lagi dari daerah lain, mulai dari Sabang hingga ke Merauke. Dalam pengembangan pariwisata nasional, istilah Bali and Beyond telah lama diperkenalkan ke seluruh dunia. Memperkenalkan Bali yang sejatinya beragam, juga dimaksudkan agar wisatawan yang datang ke sini, menjadi ter-

tarik untuk melihat daerah-daerah tujuan wisata lain di negeri ini. Masyarakat Bali sangat bangga dengan pembangunan sepuluh Bali baru di luar Bali. Bali tidak pernah keberatan, bahkan sebagai bagian dari NKRI, masyarakat Bali sangat mendukung pola marketing itu. Kebudayaan Bali sesungguhnya memiliki nilai-nilai yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip multikulturalisme. Manusia Bali sangat paham pada pentingnya keberagaman atau adanya yang lain daripada keseragaman. Pemasaran Pariwisata Nasional Daerah-daerah yang ingin dikembangkan menjadi Bali baru di luar Bali adalah: (1) Danau Toba di Sumatera Utara, (2) Tanjung Layang di Bangka Belitung, (3) Tanjung Lesung di Banten, (4) Pulau Seribu di Jakarta, (5) Borobudur di Jawa Tengah, (6) Gunung Bromo di Jawa Timur, (7) Mandalika di Nusa Tenggara Barat, (8) Pulau Komodo di Nusa

info singaraja fm

Tenggara Timur, (9) Wakatobi di Sulawesi Utara, dan (10) Morotai di Maluku Utara. Semua itu dirancang, karena sejak awal pemerintahannya, Presiden Jokowi telah menetapkan pariwisata sebagai core business negara. Strategi Presiden RI itu sangat mendasar, karena saat awal pemerintahannya pada periode pertama, menyadari pendapatan devisa dari sektor pariwisata hanya menempati urutan keempat setelah pendapatan dari hasil penjualan berbagai komoditas seperti batu bara dan minyak sawit. Kini di awal pemerintahannya pada periode kedua, pariwisata telah menjadi penyumbang pendapatan devisa urutan kedua. Diharapkan dengan berbagai target dan strategi yang akan ditempuh, sektor ini bisa menjadi penyumbang devisa terbesar dalam lima tahun ke depan. Sektor pariwisata budaya yang berkembang di Indonesia, tidak akan pernah habis walaupun terus digali. Mungkin karena ingin cepat-

cepat menjabarkan misi Presiden itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengeluarkan pernyataan yang kurang cerdas dengan menargetkan Bali beserta Danau Toba, menjadi destinasi wisata yang ramah wisatawan Muslim dari mancanegara. Pernyataan yang salah itu memang patut disayangkan, karena seharusnya sebagai seorang menteri, beliau setidaknya berbicara berdasarkan data yang akurat, atau kajian yang mendalam. Selama ini rasanya belum pernah ada penelitian yang menyimpulkan bahwa destinasi wisata Bali kurang ramah terhadap wisatawan Muslim. Fakta empirik ditunjukkan oleh diperpanjangnya masa kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, dari semula direncanakan hingga tanggal 9 menjadi 12 Maret 2017 silam. Rombongan Raja yang waktu itu pesan lebih dari 1.000 kamar hotel di Bali, sangat mengagumi wilayah Puja Mandala Nusa Dua yang memiliki lima tempat ibadah (1 pura, 1 masjid, 2 gereja, dan 1 wihara) dalam satu tembok pembatas. Tempat itu dianggap sebagai wujud toleransi antarumat beragama yang juga dikagumi oleh banyak wisatawan mancanera. Tempat itu hanya salah satu di antara sekian banyak wujud keramahtamahan Bali terhadap semua umat beragama. Tidak hanya kepada wisatawan yang pasti membawa uang, tetapi juga kepada umat beragama nonHindu yang mencari penghidupan di Bali. Dalam literatur kepariwisataan banyak menjelaskan bahwa um-

Warung Global

Sampah di Badung Jangan Cegah Trek-trekan, Perlu Sampai Rusak Manisnya Dolar Digelar Operasi Subuh radio_singaraja_92.0_fm

081933004217

SUARA Buleleng, Senin (11/11) kemarin menyorot soal memaknai Hari Pahlawan bagi kaum milenial. Demikian pual banyak disorot soal banyaknya anak muda tak menggunakan helm saat berkendara di waktu dini hari. Untuk itu mereka minta polisi melakukan patroli subuh. Berikut rangkumannya. Gung De di Jalan Ngurah Rai mengatakan, memperingati Hari Pahlawan bukan saja hanya memperingati arti perjuangan para pahlawan yang begitu heroik di Surabaya, tetapi bagaimana kita saat ini bisa mengisi kemerdekaan itu dengan kemampuan yang kita miliki. Sebagai generasi muda sudah sepatutnya bisa mengisi kemerdekaan dengan mengimplemantasikan kemampuan dalam diri. Harus ada karya nyata sehingga mampu mengangkat harkat bangsa kita. Demikian pula para pejabat agar memberikan contoh kepada generasi muda. Janganlah menunjukkan diri dengan pencitraan, tetapi tunjukkan diri dengan kinerja yang baik. Sengen di Nagasepeha meminta aparat kepolisian untuk melakukan patroli subuh. Sebab, pada waktu dini hari sampai subuh banyak generasi muda tidak menggunakan helm dalam berkendara. Mereka juga sering trek-trekan di jalan raya. Hal ini memberikan rasa kurang aman dan nyaman pada warga lainnya. Gung Surya dari Lovina juga mengetengahkan soal memaknai Hari Pahlawan. Para pejabat dan tokoh masyarakat semestinya memberikan edukasi dalam memaknai Hari

Pahlawan. Selain itu agar memberikan contoh kepada generasi muda. Seperti tidak melakukan perbuatan yang tercela atau korupsi. Ia juga menyoroti soal trektrekan di jalan yang selama ini dilakukan generasi muda. Untuk itu, ia minta kepada aparat terkait untuk melakukan penertiban. Dereksen di Jalan Teratai menyatakan sangat miris setelah melihat perkembangan situasi politik Tanah Air. Ia pun meminta elite politik di pusat agar berhenti menyampaikan hal-hal yang meresahkan masyarakat. Mereka harus tunjukkan kinerja secara baik. Masalah nanti 2024 akan maju menjadi calon presiden itu sahsah saja. Yang penting sekarang mereka harus tunjukkan bahwa kelak mereka pantas menjadi pemimpin. Putu Gamaarta dari Dusun Pemaroan, Patemon berharap kepada seluruh komponen masyarakat agar memasang bendera Merah Putih di setiap kendaraan menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2020. Ini sebagai wujud bahwa kita bisa menghargai perjuangan para pahlawan kita dulu yang berjuang dengan slogan ‘’merdeka atau mati’’. (kmb)

SEJAK Badung dilarang membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, beberapa tempat di Legian dan Kuta terlihat sampah menumpuk. Upaya untuk mengurai permasalahan sampah tersebut, Minggu (10/11) lalu, Bendesa Adat se-kecamatan Kuta dan Kuta Selatan mendatangi Klian Adat Banjar Pesanggaran Denpasar, selaku pihak yang mewilayahi TPA Suwung. Tujuan mereka adalah untuk memohon dan melakukan negosiasi dalam upaya mengatasi permasalahan sampah yang dinilai sangat urgen bagi wilayah pariwisata Badung. Namun, dari pihak Desa Adat Pesanggaran selaku yang mewilayahi TPA Suwung tetap bersikukuh tidak memberikan. Apa yang harus dilakukan? Kawan Global yang bergabung dalam acara dialog interaktif Warung Global memberikan beberapa saran. Berikut rangkuman opini pendengar setia Radio Global 96,5 FM.

Sepertinya, sampah menumpuk tak hanya di kawasan pariwisata Kuta, Febri di Dalung melaporkan bahwa tanah kosong di dekat rumahnya Banjar Dukuh, Dalung yang awalnya tak pernah ada sampah, sejak kemarin ditimbuni sampah. Entah siapa yang membuang sampah di sana. Menurutnya, soal sampah ini jangan dianggap main-main, jika pemerintah serius, Bupati Badung yang katanya berencana membangun TPA tanpa bau, sebaiknya segera direalisasikan. Selain polusi, sampah menimbulkan penyakit bagi manusia. Untuk itu, Ketut Mursi di Denpasar mengharapkan permasalahan ini harus segera ditangani. Saat ini, menurutnya, masyarakat masih belum cerdas dalam mengelola sampah. Ia berharap ada instansi khusus dan ahli dalam mengelola sampah ini. Pemerintah pasti banyak memiliki lahan kosong, bisa dimanfaatkan. ‘’Ini belum apa-apa, masih tercoreng, belum mematikan, jadi sampah masih dianggap remeh, atau urusan kecil,’’ kata Werdha di Gianyar. Katanya, hal ini sebenarnya sudah merupakan peringatan. Jika sampah sudah sampai mematikan pariwisata, mungkin

baru diambil tindakan. Saat ini Bali sangat membutuhkan pabrik pengolahan sampah, jika belum bisa solusi jangka pendek, dengan membuat bunker. Sampah di TPA Suwung yang sudah menggunung, ditanam saja, kecuali sampah plastik, demikian usulan Budiada, warga Tabanan. Sehingga sampah tak menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Tanpa ada kesadaraan dari semua pihak, mustahil persoalan sampah ini bisa diselesaikan, demikian menurut Wayan Beratayasa di Sangeh. Ia berharap ada gebrakan yang bisa mengurangi sampah terutama plastik yang cukup signifikan. Misalnya, pemerintah melarang kemasan plastik masuk ke Bali. Kemudian hanya mengizinkan kemasan/ pembungkus berbahan kertas sangat mudah terurai dengan cara dibakar. Menurut Made Jujur di Tabanan, sampah limbahnya pariwisata, dolar manisnya pariwisata. Untuk itu, harus bisa mensinergikan dan mengolah sehingga limbah pariwisata itu tidak merusak nikmatnya. Sementara Iwan Adi Putra menanyakan pihak terkait di Badung, yang tak mengangkut sampah-sampah ini. (sikha)

umnya orang berwisata memiliki empat tujuan, yaitu melihat sesuatu (some think to see), melakukan sesuatu (some think to do), belajar sesuatu (some think to learn), dan membeli sesuatu (some think to bay). Karena itu, dalam menyusun strategi pemasaran pariwisata nasional, ada baiknya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggunakan strategi diferensiasi (Differentiation Strategy) pada setiap destinasi wisata yang ada di Indonesia. Wisata halal, kalau memang diperlukan, mungkin sangat cocok untuk dikembangkan di Nusa Tenggara Barat. Karena daya dukung daerah itu untuk mengembangkan wisata syariah, jauh lebih kuat dibandingkan dengan Bali. Keunggulan komparatif produk dan jasa pariwisata Bali, hingga saat ini telah terbukti dapat menumbuhkan kepercayaan pasar wisatawan mancanegara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebaiknya fokus untuk memikirkan strategi diferensiasi bagi Bali baru di luar Bali, agar kesepuluh destinasi wisata baru itu dapat menyumbang devisa yang sama bagi negara seperti Bali yang asli. Dengan cara itu, Menteri yang tidak boleh punya visi dan misi tersendiri, mungkin akan lebih cepat dapat menjabarkan misi Presiden untuk menjadikan pariwisata Indonesia sebagai penyumbang devisa terbesar bagi republik ini. Ide-ide segar dari setiap menteri memang sangat diperlukan untuk menjadikan Indonesia lebih maju sesuai dengan moto kabinet periode ini. Kreativitas dari kementerian yang juga membawahi ekonomi kreatif tentu wajib sifatnya, asalkan kreativitas itu tidak menimbulkan polemik, apalagi ketersinggungan. Kalau kreativitas itu kontraproduktif, Indonesia bukannya lebih maju seperti yang dicita-citakan, tetapi mundur jauh ke belakang. Keberagaman jangan diganggu dengan keseragaman, karena keberagaman merupakan keunggulan komparatif pariwisata Bali. Penulis, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud. Warga Desa Batubulan

POJOK Konsep Pariwisata Budaya Bali jangan diganggu gugat. - Budaya, manusia Bali dan alamnya jangan diganggu gugat. *** Bupati Giri Prasta tegaskan Badung wajib miliki TPA. - Paling wajib miliki tempat pengolahan sampah. *** Musim kering, pohon cengkeh di Jembrana banyak mati. - Kasihan petani.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Umanis, 12 November 2019

APBD 2020 Ditetapkan PAD Dirancang Rp 450 Miliar Lebih

Tabanan (Bali Post) Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah dengan tim anggaran DPRD Tabanan menyepakati penetapan APBD 2020, Senin (11/11) kemarin. Di APBD tersebut pendapatan daerah dirancang Rp 2,119 triliun lebih dengan PAD sebesar Rp 450,405 miliar. Sedangkan belanja daerah Rp 2,184 triliun lebih, sehingga terjadi defisit sebesar Rp 65 miliar. Penetapan APBD 2020 diawali pembacaan hasil keputusan Badan Anggaran DPRD Tabanan yang disampaikan Sekretaris Badan Anggaran I Made Sugiarta. Disebutkan, menindaklanjuti pidato pengantar Bupati Tabanan pada rapat paripurna 8 Oktober yang dilanjutkan dengan pemandangan umum fraksi pada 9 Oktober serta tanggapan Bupati pada 11 Oktober terhadap Ranperda tentang RAPBD 2020 dan Ranperda

tentang Penambahan Penyertaan Modal pada Perusahaan Umum Daerah Dharma Santhika, dewan berkewajiban melakukan pembahasan agar kedua ranperda tersebut dapat disepakati untuk ditetapkan. Secara normatif, mekanisme penyusunan dan pembahasan RAPBD 2020 dan Ranperda tentang Penambahan Penyertaan Modal pada Perusahaan Umum Daerah Dharma Santhika sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang pedoman penyusunan APBD dan pengelolaan keuangan daerah, serta pembentukan peraturan perundang-undangan. Badan Anggaran dalam kajian dan pembahasannya pada rapat intern menetapkan target PAD RAPBD 2020 diubah menjadi Rp 450 miliar atau naik 15,96 persen dari rancangan awal yang sebesar Rp 388 miliar. Badan Anggaran menilai masih banyak

potensi-potensi yang belum tergali dan belum dioptimalkan sehingga dibutuhkan komitmen semua pihak untuk mencapai target yang ditetapkan. ‘’Berdasarkan hasil pembahasan Badan Anggaran dengan TAPD Kabupaten Tabanan, dapat menyepakati peningkatan PAD dari Rp 388 miliar lebih menjadi Rp 450,405 miliar lebih sehingga pendapatan daerah pada RAPBD 2020 menjadi sebesar Rp 2,119 triliun lebih. Sedangkan belanja daerah disepakati menjadi sebesar Rp 2,184 triliun lebih, dengan defisit sebesar Rp 65 miliar yang ditutupi dengan Silpa 2019,’’ katanya. Terhadap Ranperda tentang Penambahan Penyertaan Modal pada Perusahaan Umum Daerah Dharma Santhika, kata Sugiarta disepakati untuk ditetapkan sehingga Pemkab berkewajiban mengalokasikan anggaran

sebesar Rp 10 miliar dengan harapan pengelolaan Perusahaan Umum Daerah Dharma Santhika dapat dilakukan secara profesional agar dapat berkontribusi terhadap PAD. Kesepakatan terhadap RAPBD 2020 diawali dengan kesepakatan untuk melakukan perubahan KUA dan PPAS. Pada prinsipnya, dalam optimalisasi pendapatan ini, baik legislatif maupun eksekutif harus mau, mampu dan berani dalam melakukan perubahan. Optimalisasi pendapatan ini akan dikawal oleh dewan. Pengawasan yang sistematis dan pengendalian yang intensif akan dilaksanakan untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang kemungkinan akan terjadi. Dalam rapat paripuan tersebut juga disampikan hasil kerja Pansus yang selain membahas penambahan modal pada perusahaan daerah, juga terkait penetapan

Bali Post/bit

RAPAT PARIPURNA - Suasana rapat paripurna DPRD Tabanan, Senin (11/11) kemarin. tari Bungan Sandat Serasi sebagai tari maskot resmi Kabupaten Tabanan. Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan terima kasih atas kerja sama de-

wan sehingga APBD 2020 bisa ditetapkan. APBD 2020 bertujuan melanjutkan pembangunan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ditambahkannya, berbagai ranperda

yang ditetapkan tersebut merupakan upaya Pemkab untuk peningkatan efisiensi, produktivitas dan efektivitas pemanfaatan sumber dana serta bentuk pelestarian kekayaan budaya. (kmb28)

28 Desa Belum Setor Berkas Penetapan Perbekel Terpilih Tabanan (Bali Post) -

Dua pekan pascapemilihan perbekel (pilkel) serentak di 97 desa di Kabupaten Tabanan, masih ada 28 desa yang belum menyetorkan berkas berita acara penetapan perbekel terpilih ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan. Desa-desa tersebut tersebar di lima kecamatan.

Bali Post/dok

PILKEL - Suasana pilkel di salah satu desa di Kabupaten Tabanan, belum lama ini.

Karya di Pura Dalem Desa Adat Tegallinggah Tabanan (Bali Post) – Krama Desa Adat Tegallinggah, Kecamatan Penebel menggelar upacara Ngenteg Linggih, Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dalem, Merajapati Desa Adat Tegallinggah, Senin (11/11) kemarin. Karya digelar serangkaian telah rampungnya pembangunan fisik dari Pura Dalem lan Merajapati desa adat setempat. Bendesa Adat Tegallinggah I Nyoman Wiarsa mengatakan, puncak karya jatuh pada Tumpek Wayang mendatang dan akan di-puput Ida Pedanda Siwa dari Geria Anyar Sandan Dauh Yeh dan Ida Rsi Batur Lebah Gablogan. Dijelaskan, pembangunan fisik Pura Dalem lan Merajapati menghabiskan dana Rp 1,335 miliar, dan belum termasuk biaya upakara. Semua dana yang dipakai dalam pembangunan dan upakara merupakan iuran dari masyarakat pangempon pura yang terdiri dari empat banjar adat yakni Tagtag, Tegallinggah Kelod, Tegallinggah Kaja, dan Tegallinggah Pondok. Dari keempat banjar tersebut, pangempon berjumlah 405 KK. Iuran per KK dikenakan Rp 200 ribu. Pendanaan juga berasal dari para donatur di antaranya Pemkab Tabanan dan penggalian dana. (kmb28)

‘’Masih akan terus kita kroscek. Siapa tahu sudah disetor ke tingkat kecamatan tetapi belum dibawa ke kabupaten lantaran masih nunggu klop semua desa setor terlebih dahulu,’’ kata Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati, Senin (11/11) kemarin. Menurutnya, desa yang belum menyetorkan berita acara penetapan perbekel terpilih tersebar di lima kecamatan, yakni di Selemadeg Barat sebanyak tujuh desa, Kecamatan Kediri sebanyak satu desa, Ke-

camatan Selemadeg sebanyak satu desa, Kecamatan Marga sebanyak sepuluh desa, dan Kecamatan Kerambitan sebanyak saembilan desa. ‘’Ini data sementara karena masih terus dilakukan pengecekan dan koordinasi,’’ terangnya. Ia pun melihat keterlambatan dalam hal penyetoran, ini dikarenakan panitia pilkel hati-hati dalam melengkapi berkas berita acara. ‘’Memang tidak ada batasan untuk penyetoran hasil penetapan dari desa penyelenggara. Yang

Sempat Mandek, E-Retribusi Pasar Kembali Dirancang Tabanan (Bali Post) Program e-Retribusi Pasar bagi para pedagang yang digagas tahun 2017 dengan tujuan meminimalisir kebocoran pendapatan pasar, mandek di pertengahan jalan. Meski telah diujicobakan di Pasar Umum Kediri sebagai pilot project, program ini tak kunjung terealisasi. Alasannya, sistem yang digunakan rekanan saat itu belum maksimal. Kini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan kembali melanjutkan program ini dengan menggandeng perbankan. Kabid Perdagangan Disperindag Tabanan Ni Wayan Primayani, Senin (11/11) kemarin mengatakan, e-Retribusi Pasar yang diujicobakn tahun 2017 sudah tidak terpakai lagi. Bahkan mesinnya sudah dikembalikan ke rekanan. ‘’Sistem tidak ada dan ada kesalahan administrasi. Jadi tidak jalan, mesin juga sudah dikembalikan ke rekanan,’’ terangnya. Melihat kelemahan tersebut, kali ini program e-Retribusi Pasar yang menggandeng pihak perbankan dipersiapkan lebih matang. Aplikasi dan sistemnya disiapkan perbankan, sementara dinas terkait hanya menyiapkan sarana penunjang administrasi, seperti kertas kasir, kuota internet hingga kegiatan sosialisasi dan launching program. Kata Prima, program ini ditargetkan terealisasi tahun 2020. Saat ini tengah dilakukan pengumpulan database pedagang di Pasar Kediri mengingat pasar ini akan kembali

Bali Post/dok

PASAR KEDIRI - Program E-Retribusi Pasar rencananya diterapkan di Pasar Kediri tahun 2020. dijadikan lokasi uji coba penerapan program tersebut. ‘’Harapan kami semua pasar bisa menerapkan sistem e-Retribusi. Namun sebagai tahap awal kami coba terapkan di Pasar Kediri dulu,’’ ucapnya. Dijelaskannya lebih lanjut, program e-Retribusi Pasar ini dirancang dengan sistem barcode. Para pedagang nantinya diwajibkan memiliki rekening bank yang ditunjuk. Selanjutnya pembayaran retribusi akan dipungut dengan pemotongan saldo pedagang oleh petugas bank dengan cara menscan barcode yang sebelumnya telah dibagikan. Dari scan barcode tersebut, pembayaran retribusi didebet langsung dari rekening pedagang. Untuk diketahui, program e-Retri-

busi Pasar digagas untuk memaksimalkan pendapatan daerah. Pasalnya, pemungutan dan penyetoran retribusi pasar yang menggunakan sistem konvensional yaitu melaksanakan pemungutan langsung kepada pedagang pasar yang dilakukan oleh petugas pemungut, dinilai kurang efisien. Selain itu, kontrol terhadap target pendapatan tidak dapat dimonitor secara langsung, bahkan dapat terjadi kebocoran dalam pemenuhan target retribusi. Tahun 2019 target pendapatan daerah dari retribusi pasar sebesar Rp 4,6 miliar. Realisasi sampai Oktober sudah 80 persen. ‘’Semoga akhir tahun ini tercapai karena memang kondisi ekonomi sedikit lesu,’’ ujarnya. (kmb28)

jelas, sudah ada rambu-rambu. Bahkan draf keputusan bupati sudah kami buat. Begitu masuk nama-nama semua perbekel terpilih, akan segera diajukan ke pimpinan daerah. Hanya memang untuk tanggal pelantikan masih belum tahu. Yang jelas di bulan Desember dan akan digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria,’’ terangnya. Dijelaskannya lebih lanjut, pelaksanaan pilkel di 97 desa sudah berjalan aman dan lancar. Meski ada beberapa ken-

dala di sejumlah desa terkait penetapan perbekel terpilih namun semua itu sudah bisa diselesaikan dengan baik di tingkat desa. Begitu pula persoalan hasil pilkel di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan, BPD desa setempat sudah mengirimkan surat penetapan perbekel terpilih ke kabupaten. Disinggung tentang anggaran pelantikan perbekel, Roemi tidak mau berkomentar banyak. ‘’Saya tidak mau berbicara anggaran. Yang penting proses pelaksanaan pilkel sudah bisa berjalan baik dan lancar sampai dengan pelantikan. Anggaran pelantikan masih include dengan anggaran total pilkel, dicukup-cukupkan saja,’’ ujarnya. (kmb28)

Pengembangan Wisata ”Skydiving” Terkendala Lahan Tabanan (Bali Post) Upaya pengembangan wisata skydiving di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan terus dilakukan. Sejauh ini kendala yang ditemui masyarakat adalah lahan yang akan digunakan. Bendesa Adat Kelating I Dewa Made Maharjana mengungkapkan, untuk pengembangan wisata baru ini, 80 persen masyarakat telah setuju untuk mengontrakkan lahannya seluas 25 hektar yang merupakan lahan basah untuk kegiatan wisata tersebut. Lokasinya di sebelah utara Kahyangan Dalem dan sebelah timur Kahyangan Puseh Desa Adat Kelating. Namun setelah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak investor, lima warga pemilik lahan justru menolak untuk mengontrakkan lahannya dan berniat menjualnya dengan harga relatif tinggi, yakni di kisaran Rp 200 juta per are. ‘’Atas permintaan sejumlah warga ini pihak investor tentu sedikit kecewa. Padahal sebelumnya sudah setuju, namun di akhirnya justru ada yang meminta dijual,’’ terangnya, Senin (11/11) kemarin. Didorong keinginan kuat agar

pariwisata alam Desa Kelating berkembang, akhirnya salah satu solusi yang ditawarkan yakni lahan yang dikontrakkan yaitu di sebelah barat desa. Luas lahan yang ditawarkan 17,5 are dan merupakan persawahan. Terkait hal ini, aparat desa belum melakukan rembuk dengan investor. Aparat desa ingin mempertegas komitmen masyarakat agar kejadian seperti sebelumnya tidak terulang. ‘’Rata-rata setuju memang masyarakat, tetapi kami aparat desa ingin mempertegas dulu,’’ ucap Maharjana. Dikatakannya, lahan seluas 17,5 are ini adalah milik kurang lebih 75 orang warga. Rencananya lahan tersebut akan dikontrakkan selama 15 tahun. Sudah ada perjanjian antara masyarakat dengan investor Wisata terjun payung. Salah satunya, apabila usaha ini bangkrut investor siap mengganti rugi dan mengembalikan lahan ke fungsinya semula. Maharjana menambahkan, Pemerintah Desa sangat mendukung pengembangan wisata skydiving. ‘’Apalagi nanti jika wisata ini terwujud, bisa menghidupkan seni dan budaya di Desa Kelating,’’ terangnya. (kmb28)


Selasa Umanis, 12 November 2019

Dugaan Kasus Seks Menyimpang

Tim Labfor Sita Sejumlah Barang Bukti Tambahan Singaraja (Bali Post) – Selain mengumpulkan keterangan saksi-saksi, polisi juga menghimpun barang bukti lainnya guna mengungkap modus operandi kasus perilaku seks menyimpang yang berujung pencabulan anak di bawah umur itu. Seperti Senin (11/11) kemarin, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali dan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Buleleng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kos Jalan Sahadewa, Singaraja. Hasilnya, beberapa barang bukti seperti tisu basah bekas dipakai dan seprai yang diduga bekas ceceran sperma itu disita untuk diuji lebih lanjut. Selain itu, alat kontrasepsi dan tisu magic juga ditemukan di dalam kamar kos itu. Barang bukti itu tidak disita sebab, masih utuh lantaran belum sempat dipakai. Pantauan Bali Post di lapangan, personel labfor bersama penyidik mendatangi TKP sekitar pukul 10.00 Wita. Dua tersangka yang merupakan pasangan selingkuh A.A. Putu WTY (36) dan Ni Made SND (29) dihadirkan ke TKP untuk menunjukkan barang bukti. Saat menuju kamar kos nomor 5 di lantai dua itu, pelaku WTY yang sehari-hari menjadi tenaga kontrak di Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)

dan SND yang merupakan guru kontrak di salah satu SMK swasta di Singaraja itu, hanya tertunduk lesu menyembunyikan mukanya. Sampai di dalam kamar, keduanya kemudian memberi petunjuk kepada polisi terkait kondisi kamar setelah melakukan hubungan seks yang berujung pencabulan terhadap korban anak di bawah umur itu. Di dalam kamar yang tampak berantakan itu, ditemukan pembungkus tisu basah, tisu magic, dan kondom masih utuh. Sementara di kamar mandi itu, polisi menemukan tisu basah bekas dipakai. Lembaran tisu itu diduga berisi bekas ceceran sperma. Selain itu, polisi menemukan lembar seprai dicurigai berisi ceceran sperma. Barang bukti itu kemudian diamankan untuk diuji lebih lanjut guna

memastikan keterkaitan dengan perbuatan perilaku seks menyimpang dan pencabulan anak di bawah umur tersebut. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, olah TKP ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung lain terkait menyempurnakan berita acara pemeriksaan (BAP). Setelah olah TKP ini, pihaknya masih menunggu konfirmasi hasil uji laboratorium forensik atas temuan barang bukti yang telah disita tersebut. “Selanjutnya masih dicek. Di TKP, ada bekas tisu basah juga pada seprainya diduga ada bekas sperma. Kalau kondom dan tisu magic itu masih utuh. Dalam keterangan yang bersangkutan mengaku tidak memakai alat

kontrasepsi saat berhubungan badan itu,” katanya. Ternyata olah TKP yang dilakukan polisi itu menyita perhatian penghuni kos dan

warga lain di sekitar TKP. Mereka tidak menyangka kalau di dalam kamar kos itu terjadi aksi perilaku seks menyimpang yang berujung

pencabulan anak di bawah umur. Sejak kamar kos tersebut disewa pelaku, penyewa kamar kos lain mengaku belum pernah melihat kedua

pelaku. “Saya belum pernah ketemu mereka. Setiap hari, pintu kamarnya ditutup,” ujar salah seorang penghuni kos. (kmb38)

Bali Post/kmb38

OLAH TKP – Personel Labfor Polda Bali dan Penyidik PPA Satreksrim Polres Buleleng melakukan olah TKP kasus perilaku seks menyimpang yang berujung pencabulan anak di bawah umur, Senin (11/11) kemarin.

Vila Milik WNA Bupati Sebut Ada Progres Positif Asal Inggris Terbakar Soal Penlok Bandara

SOSOK Pulihkan Psikologisnya TERUNGKAPNYA kasus perilaku seks menyimpang oleh oknum tenaga kontrak pemerintah daerah, membuat Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) melakukan pendampingan terhadap korban. Pendampingan itu dilakukan selama proses hukum hingga memulihkan kondisi psikologis korban. Menyusul kejadian miris itu, hal tersebut membuat Kepala DP2KBP3A, Made Arya Sukerta, menyesalkan kasus perilaku penyimpangan seks itu terjadi di daerahnya. Yang lebih memprihatinkan lagi, korban itu merupakan pelajar di bawah umur. Apalagi, setelah polisi mengungkap kasus itu, pemberitaannya sangat cepat menyebar. Maka dengan sendirinya, hal itu menimbulkan guncangan terhadap psikologis korban itu sendiri. Mantan Asisten Pemerintahan Umum Setda Buleleng ini telah memberikan pendampingan kepada korban dari proses penyidikan dan proses hukum di persidangan. Maka diturunkan kader Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Selain itu, pihaknya berupaya memulihkan kondisi psikologis korban itu. “Dengan terungkapnya kasus ini, psikologis korban pasti terguncang. Untuk pengembalikan mentalnya perlu waktu cukup lama, sehingga kami turunkan Unit P2TP2A,” katanya. Kalau mengikuti standar operasional prosedur (SOP) kata Arya Sukerta, pendampingan korban pencabulan itu idealnya dititipkan di rumah yang aman. Hanya, sampai sekarang, belum dibentuk rumah aman. Karena itu, korban tetap tinggal bersama keluarganya. Meski demikian, kader P2TP2A terus melakukan pendampingan guna memulihkan psikologis korban. Caranya dengan datang langsung ke rumahnya. “Idealnya, korban tinggal di rumah aman itu. Karena belum punya rumah aman, korban masih bersama orangtuanya. Selama proses hokum, kami terus dampingi. Setelah itu, kami pulihkan psikologisnya dengan cara datang ke rumah korban atau mengajak ke sekretariat P2TP2A,” jelas mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng itu. (mud)

Singaraja (Bali Post) – Belum lama ini, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dipanggil mengikuti rapat koordinasi (rakor) ke Kementerian Perhubungan Repubik Indonesia (Kemenhub-RI). Usai rakor itu, membuat Bupati semakin optimis, bandar udara (bandara) internasional dibangun di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan tahun 2024 mendatang. Setelah mengikuti presentasi terkait master plan yang dirancang PT Angkasa Pura dan konsultan, perencanaan pembangunan proyek bandara di Kubutambahan itu menunjukkan tren pergerakan baik ke depannya. Apalagi, resume hasil koordinasi diajukan ke Kemenhub RI dan ditindaklanjuti instruksi agar Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Penetapan Lokasi (Penlok) Bandara Bali Utara. Demikian diungkapkan Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gede Gunawan, A.P. dan Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Ketut Suarmawan, Senin (11/11) kemarin. Bupati mengatakan, sesuai hasil rapat koordinasi di Kemenhub resume dan master plan yang sudah disusun itu menjadi acuan Gubernur membuat penlok bandara. Master plan itu memuat beberapa kajian teknis. Seperti luas lahan bandara itu, pola aktivitas, navigasi, arah angin, titik koordinat, dan aspek teknis lain. Selain itu, master plan itu memuat program perencanaan pembangunan bandara dilakukan tiga kali tahapan. Pertama, pembangunannya dari tahun 2024 sampai 2028 dengan panjang runway 2.700 meter. Setelah itu, sambil berjalan dikembangkan tahap dua dari tahun 2029 sampai 2038. Panjang runway-nya akan ditambah menjadi 3.000 meter. Tahap ketiga,

dirancang tahun 2039 sampai tahun 2048, runway kembali diperpanjang menjadi 3.400 meter dengan lebar lintasan mencapai 45 meter. “Setelah kami mengikuti rapat itu, progresnya sudah tidak lagi ke belakang, apalagi mandek. Sebaliknya sudah maju. Hal itu dibuktikan akan disusun master plan dan diikuti pembuatan penlok dari Gubernur Bali,” katanya. Mengacu master plan yang sudah disusun itu, kata Bupati, bandara di daerahnya itu dibangun sama seperti Bandara Ngurah Rai sekarang. Hanya, dari pengembangan tiga kali tahap panjang runway, bandara ini akan lebih banyak memberi slot penerbangan internasional. Peluang itu ditangkap karena kepadatan aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, sehingga kepadatan itu diurai dengan hadirnya bandara internasional di Kubutambahan. “Diperkirakan tahun 2026, aktivitas Bandara Ngurah Rai semakin padat dengan penerbangan rute internasional, sehingga Bandara Bali Utara itu dibangun untuk mengurangi kepadatan itu,” jelasnya. Di sisi lain, Bupati mengatakan, setelah penlok diterbitkan, tahapan pembangunan bandara itu menunggu pembangunan infrastruktur pendukung aksesibilitas. Terkait bentuk infrastruktur itu, masih tahap kajian melalui kebijakan strategis nasional Presiden Joko Widodo. Namun, dari perencanaan yang sedang disiapkan yaitu jalan tol, jalur kereta api, dan pengembangan infrastruktur jalan yang sudah ada sekarang. “Kalau penlok sudah terbit berhenti dulu sampai di situ. Kemudian menunggu pemerintah membangun infrastruktur penunjang. Apakah itu jalan tol, jalur kereta api. Pastinya di daerah kita ini sudah dibangun shortcut. Sehingga hal itu bisa mengawali persiapan aksesibilitas sebelum dibangunnya bandara tersebut,” jelasnya. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) Nasib sial dialami warga negara asing (WNA) asal Inggris, Mr. Nigel (70). Vila miliknya di Banjar Dinas Tegal Sari, Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt ludes terbakar, Sabtu (9/11) lalu. Bangunan vila dengan atap ilalang dan rangka kayu itu dengan cepat terbakar. Beruntung, api berhasil dikuasai, sehingga tidak merembet ke bangunan lainnya. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan vila milik WNA itu terbakar. Sumarjaya mengatakan, pertama kali saksi Komang Arya Madu yang notabene bekerja sebagai satpam di vila itu melihat kepulan asap di bagian atap. Setelah dicek, api sudah membakar atap ilalang dan rangka kayu. Karena atap dan kayu itu mudah terbakar, api begitu cepat menjalar, sehingga Arya Madu meminta bantuan pemadaman dari Dinas Pemadam Kebakaran

(Damkar) Buleleng. Beberapa saat kemudian satu unit mobil pemadam tiba di lokasi kejadian. Petugas dibantu karyawan vila, berupaya memadamkan api. Beruntung, api berhasil dipadamkan, sehingga tidak sampai merembet ke bangunan di dekatnya. Di hari yang sama terjadi kebakaran di Banjar Dinas Palasari, Desa Pemuteran, Gerokgak. Warung milik Kadek Suwirta (33) ditemukan terbakar, Sabtu (9/11) lalu. Sebelum kejadian, korban bersama istri dan keluarganya pergi sembahyang. Ketika warung tutup, saksi Putu Sarjana sekitar pukul 20.00 Wita melihat api berkobar di dalam warung. Api begitu cepat merembet, sehingga barang-barang dagangan korban gagal diselamatkan. Dia kemudian memberitahu korban bahwa warungnya terbakar. Api berhasil dipadamkan setelah mobil pemadam milik PLTU Celukan Bawang diterjunkan ke lokasi kejadian. (kmb38)

Bali Post/ist

TERBAKAR – Sebuah vila milik WNA asal Inggris di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt terbakar, Sabtu (9/11) lalu.

Bebas dari Sampah Plastik

Dewan Minta Perda Pengelolaan Sampah Penting Diterapkan Kebijakan pemerintah daerah yang mencanangkan Buleleng bebas sampah plastik mendapat sorotan Komisi II DPRD Buleleng. Untuk menggapai target tersebut, pemerintah daerah seharusnya benar-benar menerapkan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah itu. Kalau belum bisa dilakukan di seluruh wilayah, paling tidak, dilakukan pihak kelurahan yang sudah memiliki sarana prasarana penanganan sampah itu. Lalu, bagaimana pula harapan dewan agar pencanangan Buleleng bebas sampah plastik itu bisa terwujud lebih baik? PADA rapat dengar pendapat (RDP) Senin (11/11) kemarin, dibahas Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Terungkap pada RDP itu penting regulasi dalam produk perda yang dibuat 2013 lalu itu, diterapkan sehingga tidak ada kesan produk hukum terkait sampah yang telah dibuat itu mubazir. RPD itu dipimpin Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa bersama anggotanya. Sedangkan dari pihak eksekutif dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup Putu Ariyadi Pribadi didampingi Sekretaris DLH Ariston Pemungkas. Putu Mangku Budiasa mengatakan, sejak pemerintah daerah menjalankan kebijakan Buleleng bebas sampah plastik, pihaknya menyambut positif gerakan tersebut. Apalagi, kebijakan

itu satu jalur dengan program yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini. Hanya, dirinya melihat penanganan sampah di Bali Utara masih perlu ditingkatkan. Untuk merealisasikan target tersebut, perda tentang pengelolaan sampah itu penting diterapkan. Artinya, instansi yang diberi wewenang untuk mengeksekusi amanat perda itu harus sudah mulai melaksanakan tugasnya dengan baik. Kalau sanksi yang sudah diatur di perda itu diterapkan, dirinya yakin dapat memberi efek jera, sehingga perilaku membuang sampah sembarangan bisa dikendalikan secara perlahan. Di sisi lain, Budiasa menyebut, sebelum pemerintah menerapkan amanat perda itu, maka penyiapan sarana dan prasarana oleh pemerintah wajib dipenuhi. Hanya,

penyiapan infrastruktur, peralatan, dan sumber daya manusia (SDM) itu masih kurang. Kondisi ini dinilai tidak lagi menjadi alasan, sehingga penerapan perda itu belum dilakukan. Untuk itu, pihaknya menyarankan

desa atau kelurahan yang sudah memiliki sarana prasarana termasuk SDM itu, wajib mengikuti setiap amanat perda dan turunanya yaitu peraturan bupati (perbup). “Paling tidak, desa atau kelurahan yang sudah punya TPST atau

infrastruktur dan SDM sudah memadai itu, maka perda dan turunanya perlu diterapkan. Itu membuktikan komitmen pemerintah di mata publik sudah ada upaya sistematis mengatasi permasalahan sampah itu sendiri,” tegas

mantan Perbekel Desa Selat, Kecamatan Sukasada ini. Kepala DLH Buleleng Putu Ariyadi Pribadi mengatakan, sejauh ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi menyasar desa dan kelurahan terkait penerapan perda dan

Bali Post/mud

PERDA PENGOLAHAN SAMPAH – Komisi II DPRD Buleleng membahas RKA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, Senin (11/11) kemarin. Dalam rapat ini, dewan mengingatkan pemerintah menerapkan perda tentang pengelolaan sampah.

perbup itu. DLH meminta agar perbekel atau lurah menginformasikan kepada warga terkait waktu membuang sampah yang sudah diatur Perbup No. 39 tahun 2019. Pembuangan sampah itu dilakukan mulai pukul 17.00 sampai pukul 07.00 wita keesokan harinya. Warga juga diedukasi memilah sampah organik dan non-organik. Dengan ada pemilahan itu, maka akan dapat mengurangi volume sampah yang ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Bengkela, Kecamatan Kubutambahan. Terkait pengawasan dan penerapan sanksi jika ditemukan ada pelanggaran, mantan Camat Gerokgak ini menyebut, pihaknya sejauh ini sudah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Tim Yustisi Pemkab Buleleng. Tanggung jawab pengawasannya ketika ditemukan pelanggaran merupakan kewenangan personel Satpol PP. Sebagai tindak lanjut kewenangan itu adalah Satpol PP dan Tim Yustisi sebagai penegak Perdanya. “DLH memfasilitasi dan memberikan edukasi terkait pemilahan dan waktu membuang sampah. Sampah diupayakan jangan dibuang dulu karena menunggu sampai waktu pembuangan itu dibuka. Kalau ada pelanggaran, maka itu kewenangan Satpol PP dan Tim Yustisi,” katanya. (mud)


Selasa Umanis, 12 November 2019

Bupati Mahayastra ”Launching” Angkutan Siswa Gratis di Payangan PEMKAB Gianyar mengembangkan layanan angkutan siswa gratis yang selama ini sudah dijalankan. Bupati Gianyar Made Mahayastra me-launching mobil angkutan siswa gratis di SMPN 3 Payangan, Senin (11/11) kemarin. Pengembangan layanan angkutan siswa gratis tersebut ditujukan untuk melayani siswa di Desa Buahan dan Buahan Kaja yang bersekolah di SMPN 3 Payangan. Bupati Mahayastra berharap tidak ada lagi siswa yang membawa sepeda motor sendiri ke sekolah atau siswa yang tidak bersekolah karena tidak ada yang mengantar. Mahayastra menambah-

kan, peluncuran angkutan siswa sebagai upaya memberdayakan angkutan umum dan siswa mendapat pelayanan transportasi ke sekolah dan pulang ke rumah. Selain itu, tentunya mengurangi beban orangtua terkait biaya transportasi sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. “Yang terpenting lagi, siswa yang sebelumnya menggunakan sepeda motor sendiri bisa beralih memanfaatkan layanan angkutan ini sehingga mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” ujarnya. Menurut Mahayastra, delapan angkutan siswa gratis nantinya akan melayani antar jemput sebanyak 180

orang siswa SMPN 3 Payangan. Angkutan tersebut dibagi menjadi empat trayek yang melayani 11 banjar yang ada di Desa Buahan dan Buahan Kaja. Trayek P1 akan melayani antar jemput siswa SMPN 3 Payangan dari Banjar Susut, P2 dari Banjar Gambih, P3 melayani dari Banjar Pausan dan trayek P4 melayani antar jemput siswa dari Banjar Jata menuju SMPN 3 Payangan. Dalam setiap trayek sudah ditentukan lokasi yang harus ditempuh para supir untuk memastikan seluruh siswa mendapat pelayanan yang baik. Di luar trip pengangkutan atau waktu kosong, angkutan

diperbolehkan mengangkut muatan umum dan hasilnya untuk sopir sehingga dapat meningkatkan pendapatan para sopir. Angkutan siswa juga dilengkapi stiker trayek di kaca depan dan belakang yang berisi tulisan “AMAN Untuk Anak Kita” sehingga memudahkan siswa mengenal angkutan siswa. “Tahun depan layanan angkutan siswa gratis ini juga akan dikembangkan layanannya di daerah Bukian. Secara bertahap kita kembangkan hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Gianyar, sehingga nanti seluruh siswa terlayani oleh angkutan ini,” tegas Mahayastra. (ad289)

ANGKUTAN - Bupati Gianyar Made Mahayastra me-launching mobil angkutan siswa gratis di SMPN 3 Payangan, Senin (11/11) kemarin.

Satpol PP Sidak Dua Penginapan Tak Berizin Gianyar (Bali Post) -

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak), Senin (11/11) kemarin. Dalam sidak itu, petugas menyasar sejumlah penginapan yang ada di wilayah Kabupaten Gianyar. Dari empat penginapan yang disidak, ditemukan dua penginapan tanpa izin.

Bali Post/kmb35

KAWASAN WISATA - Subak Celuk, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh yang kini mulai digalakkan sebagai kawasan wisata ramah lingkungan.

Subak Celuk Disulap Jadi Kawasan Wisata Ramah Lingkungan Gianyar (Bali Post) Beragam upaya dilakukan guna melestarikan sektor pertanian. Salah satunya dengan menggandeng sektor pariwisata. Seperti Subak Celuk yang memiliki hamparan sawah, kini mulai disulap menjadi Kawasan Wisata Subak Celuk Indah yang menerapkan konsep pertanian ramah lingkungan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan gairah petani. Pekaseh Subak Celuk, Desa Medahan Ketut Sigra mengatakan, kini subak yang dikelolanya memang mencoba menginisiasi areal pertanian menjadi kawasan wisata yang menerapkan pertanian ramah lingkungan. “Kami juga menghentikan penggunaan

pupuk kimia. Kami membuat pupuk kompos dan pestisida organik,” ujar Sigra, Senin (11/11) kemarin. Menurut Sigra, Subak Celuk memiliki luas 42 hektar. Di areal tersebut tercatat ada 178 petani, namun dari jumlah itu yang aktif hanya 48 orang. Kini seluruh petani tersebut komit menjadikan Subak Celuk sebagai kawasan wisata. “Nanti arahnya ke agrowisata. Di subak kami juga sudah disiapkan akses jalan sepanjang 665 meter untuk trekking bersepeda,” katanya. Terobosan lainnya, kata Sigra di Subak Celuk akan diterapkan pengolahan padi khusus pecah kulit. Beras pecah kulit ini menghasilkan beras yang masih diisi dengan ari beras. “Mengolah

gabah menjadi beras pecah kulit ini membutuhkan alat khusus. Alatnya sudah ada, jadi berbeda dengan selip padi yang menghilangkan kulit ari beras. Kalau dengan alat ini, kulit ari beras masih tertinggal,” tegasnya. Ketua Yayasan Mandara Riset Institute Ida Bagus Sukarya mengatakan, kini pihaknya memang tengah mendukung pengembangan pertanian di Subak Celuk. Dikatakan, para petani di subak tersebut sudah diberikan sertifikasi. “Kami bergerak sejak dua tahun lalu membidangi sertifikasi terkini dalam sektor pertanian. Karena petani juga perlu pengakuan maupun seorang pekaseh sebagai profesi yang mulia. Maka kami coba di Subak Celuk Indah

Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha menjelaskan, anggotanya melakukan sidak bertujuan untuk membuat keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Dari empat penginapan yang disidak dipastikan dua belum mengantongi izin. “Terdapat dua penginapan yang tanpa izin,” jelasnya. Watha menegaskan, pemilik dua penginapan yang belum memiliki izin itu selanjutnya akan dibina. “Sementara masih dibina atau

diberikan teguran. Tiga hari lagi kami cek kembali, apakah masih belum berizin. Jika belum, kami akan layangkan SP (Surat Peringatan - red) I. Jika tetap membandel, seterusnya sampai SP III,” ujarnya. Apabila pemiliknya masih membandel juga, kata Watha penginapan itu akan ditutup dan tidak diperbolehkan beroperasi lagi. Karena ketika SP telah dilayangkan namun tidak digubris, itu bertanda menentang perda yang ber-

laku di Kabupaten Gianyar. “Kami tangani ini dengan serius,” tegasnya. Dalam sidak pada salah satu penginapan tersebut, petugas juga menemukan pasangan yang diduga melakukan hubungan intim. Namun, petugas belum sampai meminta identitas pasangan tersebut. “Ada pasangan yang ditemukan di salah satu penginapan. Tapi pasangan itu berhasil kabur saat petugas baru sampai di penginapan tersebut,” katanya. (kmb35)

diterapkan pertanian yang ramah lingkungan,” jelasnya. Sukarya menambahkan, saat ini pihaknya tengah menggodok komponen pertanian yang ada di delapan subak se-Desa Medahan. Yaitu membimbing para petani menggunakan pupuk organik, hingga memberikan bimbingan teknis sektor pertanian. “Sebenarnya budaya pertanian kita sangat berpengaruh sekali terhadap sektor pariwisata. Tetapi sangat sedikit sekali yang mau mempertahankan agar pertanian itu tetap ada. Terlebih banyak pemilik lahan mengalihfungsikan lahannya menjadi perumahan. Padahal itu sebenarnya sebagai daya tarik wisatawan untuk datang,” ujarnya. (kmb35)

Rumah Terbakar, Kerugian Rp 100 Juta Gianyar (Bali Post) Warga Desa Petulu, Kecamatan Ubud digegerkan dengan kebakaran yang terjadi pada bangunan rumah milik I Made Abiana, Senin (11/11) kemarin. Akibat musibah ini, korban berusia 57 tahun itu mengalami kerugian material sekitar Rp 100 juta. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa kebekaran itu pertama kali diketahui I Wayan Janu Ariawan, putra dari Made Abiana. Kala itu kepulan asap sudah keluar dari bangunan rumah berukuran 10 x 6 meter, Senin pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Melihat kebakaran tersebut, ia sontak berteriak minta tolong. Warga setempat yang mendengar teriakan tersebut berupaya membantu memadamkan api dengan alat seadanya. “Warga sempat berupaya memadamkan api, namun kobaran api tetap membesar,” kata Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha yang membawahi petugas Pemadam Kebakaran Gianyar. Tidak berselang lama, dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kebakaran. Petugas harus berjibaku melakukan pemadaman api. “Senin siang sekitar pukul 11.30 Wita, api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas,” kata Watha. Menurut Watha, satu blok

bangunan yang terdiri dari dapur, warung dan kamar tidur itu ludes terbakar. Tidak hanya itu, barang-barang berharga yang ada di dalam rumah itu juga tidak terselamatkan, seperti surat-surat tanah, perhiasan dan barang berharga lainnya. “Kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 100 juta lebih,” katanya.

Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana mengatakan, pemilik rumah, Made Abiana mengaku sebelum kebakaran pada Senin pagi sektiar pukul 08.00 Wita sempat melakukan persembahyangan di lokasi bangunan yang terbakar tersebut. Namun ia memastikan usai persembahyangan itu sudah mematikan api dupa. “Penye-

bab kebakaran masih perlu dicek. Jika pemilik rumah mau dicek secara mendalam, nanti bisa kami datangkan tim labfor,” katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

SIDAK - Petugas Satpol PP Gianyar melakukan sidak pada salah satu penginapan di Gianyar, Senin (11/11) kemarin.


Selasa Umanis, 12 November 2019

Pohon Cengkeh Banyak Mati Negara (Bali Post) Para petani cengkeh di Kabupaten Jembrana waswas dengan musim kemarau yang belum kunjung berakhir. Tak sedikit pohon cengkeh yang sudah pernah berbunga (produktif) kini mengering dan nyaris mati.

Kering - Pohon cengkeh yang kering akibat kemarau. Kondisi ini membuat para petani cengkeh khawatir.

Bali Post/olo

Meskipun berada di dataran tinggi, tapi kondisi tanah dan cuaca yang kering berdampak bagi tanaman para petani. “Kalaupun masih bisa bertahan, akan berdampak pada siklus berbunga. Banyak juga yang mati kering, karena memang rentan,” ujar Kade Ardika, petani cengkeh. Selama ini para petani mengandalkan sumber air dari hujan dan sungai. Sementara sumber air termasuk di sungai sudah menyusut. “Kita hanya bisa bertahan merawat semaksimal mungkin dan berharap turun hujan,” tambahnya. Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Komang Ariada, Senin (11/11) kemarin mengakui, meskipun bukan menjadi komoditi tanaman unggulan, cengkeh juga banyak ditanam petani di Jembrana. Terutama subak Abian yang berada di dataran tinggi. Seperti di Asah Duren, Kecamatan Pekutatan, Desa

Penyaringan, Kecamatan Mendoyo dan di Pancaseming, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana. Menurutnya, dari hasil rapat koordinasi terkait kekeringan ini, diperkirakan kondisi intensitas hujan yang kecil ini akan berlangsung hingga 2022 nanti. Dan Jembrana masuk salah satu zona merah di Bali selain Buleleng. Dinas juga mengimbau pada petani cengkeh untuk merawat dengan baik tanamannya. Kalaupun tanaman baik bibit maupun sudah berumur masih bisa bertahan, petani diminta agar intens merawat dengan mencari air terdekat. Ketika memang sudah mati dan kering sampai akarnya, tidak bisa diselamatkan lagi dan satu-satunya jalan petani harus menanam lagi (rehab). “Tahun 2020 memang ada bantuan bibit cengkeh tapi sedikit. Karena dengan kondisi seperti ini sulit untuk tanaman bisa hidup,” ujarnya. (kmb26)

Anggaran KPU Nambah Rp 2,6 M Komisi I Setujui Tanpa Syarat Negara (Bali Post) Komisi I DPRD Jembrana menggelar rapat, Senin ( 11/ 11) k e m a r i n d e n g a n pihak penyelenggara pemilihan Bupati (pilbup) Jembrana 2020. Rapat membahas terkait dengan kekurangan anggaran yang dialami KPU Jembrana karena adanya penyesuaian honor penyelenggara ad hoc. Ketua Komisi I DPRD Jembrana Ida Bagus Susrama seusai rapat menjelaskan, anggaran yang dibutuhkan dari KPU terkait penyesuaian honor penyelenggara ad hoc ini mencapai Rp 2,6 miliar. Menurut politisi PDI Perjuan-

gan ini penyesuaian harus dipenuhi dikarenakan pentingnya anggaran untuk kebutuhan penyelenggaraan tersebut. Dari pemaparan yang disampaikan KPU bahwa ada perbedaan waktu penerimaan surat edaran (SE) sehingga perlu ada penyesuian. Untuk Bawaslu Jembrana memang sudah dari awal sebelum NPHD, sudah menyesuaikan anggaran sesuai edaran yang dikeluarkan Bawaslu RI. Sedangkan KPU Jembrana baru menerima SE KPU RI setelah dilakukan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab dan KPU Jembrana.

SOSOK Utamakan Kualitas

Dalam salah satu klausul di dalam NPHD juga disebutkan adanya penambahan anggaran apabila ada kekurangan. Sehingga usulan itu menurut Susrama bisa diterima tanpa syarat. Hal ini juga agar tidak ada ketimpangan antara honor dari pengawas dan penyelenggara di jajaran tingkat desa dan kecamatan. “Pada prinsipnya kami setuju karena ini harus dipenuhi. Nanti kita sampaikan dalam rapat pembahasan Badan Anggaran (Banggar),” ujar Susrama. Lantas darimana anggaran akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan terse-

but? Susrama mengatakan secara teknis hal tersebut akan diulas dalam pembahasan anggaran lebih lanjut yang dilakukan Banggar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Berdasarkan dokumen yang ditunjukkan, adanya usulan tambahan anggaran ini lebih dikarenakan waktu keluarnya SE dari KPU RI. “SE turun jauh hari setelah NPHD ditandatangani. Tapi KPU juga sebenarnya sudah mengetahui adanya kemungkinan tersebut (penyesuaian honor). Karena itu ada klausul di NPHD antisipasi hal ini,” tambahnya. Da-

lam rapat tersebut selain dari penyelenggara pemilu Kabupaten Jembrana juga dihadiri Asisten I Setda Jembrana I Nengah Ledang dan jajaran Kantor Kesbangpol Jembrana. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara mengatakan, dari hasil rapat disepakati terkait dengan penambahan anggaran yang diajukan KPU Jembrana. Dari semula anggaran Rp 18,5 miliar kini dengan tambahan untuk penyesuaian honor penyelenggara ad hoc Rp 2,6 miliar menjadi total Rp 21,1 miliar. (kmb26)

Ida Bagus Susrama

Rencana Kenaikan Tarif BPJS

Bupati Komitmen Tambah Anggaran

Selama lima tahun lalu, DPRD Jembrana cukup banyak menelurkan Peraturan Daerah (Perda). Rata-rata dalam satu tahun bisa mencapai 9 hingga 10 Perda baik usulan eksekutif maupun inisiatif DPRD sendiri. Namun, beberapa di antaranya masih dalam bentuk rancangan yang terkadang dalam satu tahun tidak rampung. Pada periode kali ini, pembahasan ranperda hingga ditetapkan diharapkan bukan hanya melihat kuantitas tetapi lebih ke kualitas peraturan. “Kita evaluasi, nantinya kami akan mengintensifkan pembahasan lebih matang, penerapan lebih berkualitas,” ujar Ketua Bapemperda DPRD Jembrana I Dewa Komang Wiratnadi. Dewan asal Batuagung ini mengungkapkan dalam satu tahun, Bapemperda berencana memadatkan pembahasan ranperda maksimal tiga buah baik usulan eksekutif maupun inisiatif legislatif. Harapannya agar jangan ada ranperda yang tertunda dan DPRD maupun eksekutif secara bersamasama lebih fokus menelurkan Perda. Tidak hanya kuantitas tetapi kualitas Perda yang lebih difokuskan. Saat ini menurut anggota Dewan penggemar olahraga Tenis Meja ini ada sejumlah Ranperda yang menjadi usulan dan di antaranya sedang dibahas. Seperti ranperda tentang pembentukan Perangkat Daerah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Tahun depan menurutnya juga sudah ada beberapa usulan Ranperda yang memerlukan pembahasan bersama. (olo)

Bali Post/olo

Jawaban - Rapat Paripurna yang digelar Senin kemarin dengan agenda jawaban Bupati Jembrana atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Jembrana.

Negara (Bali Post) Bupati Jembrana Putu Artha mengatakan, telah mengantisipasi rencana kenaikan iuran BPJS. Antisipasinya berupa rencana kenaikan dana sharing. Sehingga hak dasar masyarakat dalam kesehatan tetap terpenuhi. Demikian penegasannya dalam Rapat Paripurna III atas Pandangam Umum Fraksi, Senin (11/11) kemarin. Kata Putu Artha, berdasarkan data kepesertaan bulan November 2019, kebutuhan dana iuran premi ke BPJS Kesehatan untuk 184.990 orang peserta PBI sebesar Rp 93.234.960.000. Dari kebutuhan dana tersebut, Pemerintah Provinsi Bali tetap memberikan dana sharing sebesar Rp 47.236.240.800. Sehingga daerah membutuhkan dana dari APBD Kabupaten Jembrana Rp 45.998.719.200. “Untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat Jembrana, kami tetap berkomitmen memenuhi hak dasar masyarakat dengan menyediakan tambahan anggaran untuk dana sharing dengan melakukan efisiensi pada kegiatan lainnya. Di samping itu, kami melakukan upaya dalam rangka meningkatkan kepesertaan BPJS mandiri dengan mengajak dunia usaha untuk mendaftarkan karyawannya, perangkat desa, LPD, termasuk tenaga kontrak pemerintah daerah, sehingga akan mengurangi beban anggaran daerah,” ujar Bupati Artha. Terkait tahapan pelayanan JKN KIS, Pemerintah Daerah telah gencar melakukan sosialisasi tahapan pelayanan dan akan terus dilaksanakan terutama melalui koordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan. Pelayanan RSU Negara sebagai salah satu faskes rujukan juga dilakukan dengan meningkatan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni di RSU plat merah itu. Sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat, sigap, ramah dan handal, sesuai saran dari DPRD Jembrana. “Saya sangat sependapat. Kami telah melakukan berbagai upaya serta arahan kepada manajemen dan seluruh staf rumah sakit agar memberikan layanan yang humanis dan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan,” tambah Artha. Begitu halnya dengan penyediaan sarana dan prasarana umum yang layak meliputi sarana ibadah, tempat parkir, ruang tunggu, sarana untuk orang cacat, wanita menyusui, anak-anak, dan lanjut usia, masih dalam proses pembangunan. Syarat ini dipenuhi sesuai dengan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018. (kmb26)

Mobil Tangki BPBD Rusak Distribusi Air Terhambat Negara (Bali Post) Distribusi air bantuan akibat krisis air di sejumlah daerah terus dilakukan. Selain dari BPBD Kabupaten Jembrana sejumlah pihak baik dari kepolisian maupun dari pihak relawan membantu masyarakat. Selain di Desa Tukadaya, pendistribusian air dari Polres Jembrana juga dilakukan di Desa Manistutu, Melaya, Senin (11/11) kemarin. Sementara dari BPBD Jembrana saat ini masih terk-

endala karena mobil tangki mengalami kerusakan. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila AP membenarkan kendaraan truk tangki yang sejak 3 bulan terakhir ini melakukan pendistribusian air ke sejumlah desa di tiga kecamatan di Jembrana mengalami kerusakan. Sehingga pendistribusian dari BPBD mengalami kendala. “Mobil tangki kita masih diperbaiki,” ujar Ketut Susila. Diakui, selama ini mobil

tangki untuk mendistribusikan air bersih itu dilakukan hampir setiap hari. Pendistribusian beberapa waktu lalu juga sempat di-back-up tangki dari BPBD provinsi. Sementara itu, pendistribusian air dari Polres menggunakan kendaraan water cannon masih dilakukan hingga kemarin. Setelah di Desa Tukadaya, Melaya, unit Sabhara Polres Jembrana melakukan pendistribusian air ke Desa Manistutu. (kmb26)

Bali Post/olo

RUSAK - Mobil tangki air BPBD Jembrana mengalami kerusakan setelah melayani pendistribusian air lebih dari tiga bulan.


Selasa Umanis, 12 November 2019

SMPN 3 Amlapura Beri Ratusan Beasiswa Anak Kurang Mampu

Amlapura (Bali Post) Jumlah siswa kurang mampu yang menempuh pendidikan SD maupun SMP relatif banyak ditemui di Karangasem. Seperti di SMPN 3 Amlapura, ratusan siswa kurang mampu menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Pihak sekolah memberikan bantuan beasiswa itu secara rutin kepada siswa-siswa tak mampu. Kepala SMPN 3 Amlapura I Nengah Puspa, Senin (11/11) kemarin, mengungkapkan saat ini di SMPN 3 Amlapura jumlah siswa kurang mampu yang menempuh pendidikan di sini 226 siswa. Siswa kurang mampu ini semuanya mendapatkan Kartu Karangasem Cerdas (KKC) dari pemerintah daerah. “Pendataan siswa kurang mampu ini dilakukan guru BK. Selain dipelajari dari masukan data administrasi, pendataan siswa kurang mampu juga dilakukan langsung ke lapangan,” ucapnya. Puspa menambahkan, selain mendapatkan KKC, siswa kurang mampu itu juga diberikan beasiswa dari sekolah.

Pemberian beasiswa itu bekerja sama dengan salah satu yayasan. Siswa kurang mampu itu, secara rutin setiap enam bulan mendapatkan bantuan dari yayasan itu. “Nominal bantuan yang diberikan berubah-ubah. Besarnya sesuai penilaian yayasan. Ada dibantu melalui kotak dana punia sekolah. Setiap kotak punia dibuka, langsung uangnya diberikan kepada siswa-siswa yang kurang mampu tersebut,” katanya. Mekanisme pemberian beasiswa itu dengan cara lebih dulu pihak sekolah memanggil orang tua siswa masing-masing. Awalnya dikumpulkan informasi keberadaan siswa itu melalui wawancara dengan anak tersebut. Seperti apa-apa saja keperluan sekolah yang belum dimiliki. Misalnya, siswa belum membayar buku, maka buku yang belum dibayar itu akan segera dibayar menggunakan beasiswa itu. Begitu juga, kalau tidak punya bekal sekolah maka akan diberikan bekal. “Kebetetulan siswa yang mendapatkan beasiswa itu kebanyakan tidak punya bekal ke sekolah. Makanya kita kasi uang belanja ke sekolah. Kita tidak memberikan uang langsung kepada orang tua siswa. Upaya itu sebagai bentuk antisipasi agar beasiswa itu nantinya tidak disalahgunakan. Sebab, beasiswa itu memang murni untuk keperluan sekolah anakanak kurang mampu itu,” jelas Puspa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

I Nengah Puspa

Tingkatkan PAD

Dewan Minta Eksekutif Genjot Pajak Sektor Pariwisata Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor galian C jeblok hingga puluhan miliar. Melihat kondisi itu, dewan meminta Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar mengoptimalkan sumber-sumber potensial pajak yang ada selama ini. Salah satunya yang dianggap potensial adalah sektor pariwisata. Itu terungkap setelah dewan Karangasem menggelar rapat kerja dengan BPKAD dan Dinas Pariwisata, Senin (11/11) kemarin. Upaya terobosan efektif seperti apa diharapkan dilakukan pihak eksekutif untuk mengoptimalkan pundi-pundi PAD itu? KETUA Komisi III DPRD Karangasem I Wayah Sunarta mengungkapkan selama ini, pihaknya melihat masih cukup banyak objek wisata yang ada luput dari pantauan pemerintah daerah. Dewan menduga masih ada kebocoran pajak utamanya dari vila-vila yang ada di Karangasem. Melihat situasi seperti itu ke depannya supaya pemasukan pajak itu bisa lebih dimaksimalkan untuk menambah pundipundi PAD. “Kami menduga kebocoran dari vila masih cukup besar. Ke depannya, hal itu harus ditekan agar PAD bisa meningkat,” harapnya. Sunarta menambahkan, pihaknya mengaku siap turun bersama dinas untuk mengecek keberadaan vila-vila yang ada di Karangasem. Pengenaan pajak vila itu perlu disetarakan dengan hotel berbintang.

Jika kesetaraan nilai pajak itu sudah dilakukan, maka dewan yakin pendapatan dari sektor pariwisata akan dapat lebih meningkat. “Kapan pun kita siap memantau ke lapangan. Tinggal dikoordinasikan kemudian dijadwalnya, jadi kapan pun kita siap,” tegasnya. Anggota lain I Wayan Suastika menambahkan, pihaknya meminta pihak eksekutif supaya melakukan penataan terhadap hotel-hotel dan restoran yang ada di Karangasem. Hal itu penting dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan pajak. Termasuk menggenjot snorkeling dalam meningkatkan pundi-pundi pendapatan 2020 mendatang. “Untuk memungut pajak ini, pemkab tinggal membuat regulasi terkait perubahan aturan itu. Kita ingin pemkab menyiapkan aturan

PENGERJAAN - Proyek pengaspalan jalan saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Bali Post/kmb41

Proyek Pengaspalan Akses ke Pura Besakih Masih Tahap Penyebaran Agregat Fondasi Amlapura (Bali Post) Proyek pengaspalan akses jalan di Desa Selumbung menuju Desa Sibetan yang merupakan jalan raya menuju Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang sampai saat ini belum rampung. Proyek jalan itu masih proses pengerjaan. Sejauh ini, pengerjaan jalan itu sudah memasuki penyebaran agregat untuk penguatan fondasi jalan. Warga setempat, Wayan Rijeksi, mengungkapkan pihaknya mengaku senang dengan dibukanya akses jalan itu. Dengan terbukanya akses jalan ini, jarak menuju ke Pura Agung Besakih di Kecamatan Rendang jadi semakin dekat. “Dengan bukaan jalan baru ini, warga yang bermukim di pesisir seperti Desa Ngis,

Manggis, Sengkidu, hingga Desa Selumbung bisa dengan cepat menuju wilayah Kecamatan Bebandem, kemudian Kecamatan Selat, termasuk Kecamatan Rendang melewati akses jalur jalan baru itu,” katanya. Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem I Ketut Prama

Budarta mengungkapkan, pengerjaan jalan dari Desa Selumbung menuju Desa Sibetan itu masih dalam proses penyebaran agregat. Pemadatan sudah dilakukan sejak Agustus 2019 lalu. “Kita optimis akses jalan itu selesai akhir tahun ini. Apalagi saat ini sudah masuk tahapan agregat fondasi. Jadi, tinggal sebentar saja proses

pengaspalannya,” ujarnya. Prama menambahkan, tahun ini, pihaknya baru mampu mengerjakan satu kilometer dari total panjang jalan itu sejauh 2,3 kilometer. Namun, pihak pemerintah mengupayakan agar jalan itu bisa dituntaskan pada tahun anggaran 2020 mendatang. “Memang kita perlu pembahasan lebih lanjut. Perampungan akses jalan itu pastinya tergantung anggaran yang tersedia. Kalau anggaran ada maka kita akan lanjutkan sehingga bisa tuntas tahun depan,” ujar Prama. (kmb41)

termasuk mempersiapkan fasilitas pendukung agar pajaknya bisa dipungut,’’ katanya. Kepala BPKAD I Made Sujana Erawan didampingi Kadis Pariwisata Ketut Sedana Merta mengatakan, pajak hotel dan restoran itu ditarget Rp 27 miliar. Saat ini, sudah hampir tercapai hanya masih minus Rp 1,6 miliar. “Kita yakin target pajak hotel dan restoran itu bisa tercapai,” paparnya. Sujana Erawan menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki, di Karangasem ada sekitar 524 wajib pajak untuk hotel pada tahun 2019. Wajib pajak dari hotel ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 492 wajib pajak. “Dari 524 wajib pajak itu, sebanyak 86 di antaranya ditutup,” jelas Sujana Erawan. (nan)

Bali Post/kmb41

PANGKAS POHON - Dinas Lingkungan Hidup Karangasem berencana melakukan pemangkasan pohon perindang di akses jalur utama.

Mobil Tangga Rusak DLH Tak Optimal Pangkas Pohon

Bali post/kmb41

MAKSIMALKAN PAJAK - Wisatawan tampak hendak menginap di salah satu hotel di Candidasa. Terkait PAD, dewan meminta eksekutif memaksimalkan pajak dari hotel-hotel yang ada di Karangasem.

Amlapura (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem saat ini hanya punya satu mobil tangga. Itupun mobil tangganya sudah rusak. Karena itu, sejauh ini pihaknya belum optimal terkait melakukan pemangkasan pohon perindang itu. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan I Wayan Tahun mengatakan, Senin (11/11) kemarin. ‘’Kalau saat ini DLH hanya punya satu unit armada mobil tangga untuk melakukan pemangkasan pohon. Bahkan, kondisinya sudah rusakrusakan. Karena itu, tidak dapat dipergunakan secara maksimal,’’ ujar Wayan Tahun. Atas kondisi itu pihak DLH belum bisa memberikan

pelayanan secara optimal kepada masyarakat baik untuk pemangkasan maupun pemotongan pohon perindang itu. ‘’Meski demikian, kita upayakan lakukan pelayanan dengan sarana dan prasarana yang ada,” tegas Tahun. Memasuki musim penghujan, cukup banyak bencana yang disebabkan pohon tumbang di Kabupaten Karangasem. Bahkan, belum lama ini, pohon tumbang di Kecamatan Kubu memakan korban jiwa. Untuk mencegah hal serupa terjadi lagi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan melakukan pemantauan atau pendataan dulu sebelum pemangkasan pohon perindang yang ada di pinggir jalan raya. Kadis Lingkungan Hidup

Karangasem I Gede Ngurah Yudiantara, Senin (11/11) kemarin mengungkapkan, sejauh ini, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap pohon perindang yang ada di Karangasem. Pendataan itu dilakukan untuk mengetahui jumlah pohon perindang yang akan dipangkas. ”Sejauh ini, kita sudah melakukan pendataan pohon yang rawan di sepanjang jalan Amlapura, Yeh Malet, serta Kubu. Pemangkasan diprioritaskan pohon berbahaya yang ada pada akses jalan utama dulu. Kemudian, kami akan komunikasikan dengan kadus, kades, Dishub, dan BPBD dalam upaya sinergi bersama lakukan pemangkasan,” ucapnya. Kepala Bidang Pengendalian

Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, I Wayan Tahun, menjelaskan, pihaknya sudah mendata pohon perindang ke seluruh kecamatan. Juga akan berkoordinasi dengan Resort Pengelolaan Hutan (RPH) yang ada di masing-masing kecamatan. Alasannya, DLH hanya sebagian kecil menanam pohon perindang yang ada di pinggir jalan. ‘’Kami akan segera melakukan pemangkasan pohon perindang itu. Termasuk meminimalisir terjadinya bencana pohon tumbang yang memakan korban jiwa. Terlebih musim penghujan segera datang. Memang sangat rentan terjadi pohon tumbang. Hal itu yang kita antisipasi,” katanya. (kmb41)


Selasa Umanis, 12 November 2019

Gubernur Sorot Besaran Hibah dan Bansos Tiga OPD Semarapura (Bali Post) -

Belanja hibah dan bantuan sosial (bansos) berupa barang yang akan diserahkan kepada pihak ketiga, mendapat perhatian Gubernur Bali. Selain nilainya yang cukup besar juga agar dievaluasi oleh OPD terkait maupun lembaga dewan. Sebab, dana hibah dan bansos yang naik signifikan menjadi puluhan miliar rupiah ini dipastikan harus tepat sasaran. Terlebih, sisa waktu pelaksanaan pengadaan hibah dan bansos dalam APBD Perubahan ini sangatlah singkat, hanya satu bulan dua minggu. Sorotan ini tertuang dalam dokumen hasil evaluasi Gubernur Bali terhadap Ranperda tentang APBD Perubahan 2019 yang didapat dari lembaga legislatif. Dalam dokumen tersebut, tertulis

jelas peringatan itu, agar dana puluhan miliar rupiah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Tiga OPD yang dimaksud, adalah Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Dinas Sosial dalam APBD Perubahan pada penanganan fakir miskin, semula

dianggarkan hanya Rp 6,7 miliar, ditambah lagi sebesar Rp 12,2 miliar. Sehingga total dananya menjadi Rp 18,9 miliar. Demikian juga pada Dinas Koperasi, yang awalnya tidak dianggarkan sama sekali, ditambah anggaran dalam APBD Perubahan menjadi sebesar Rp 2,6 miliar. Demikian juga pada Dinas Ketahanan Pangan yang semula tidak dianggarkan, mendapat suntikan anggaran hibah bansos menjadi Rp 269,5 juta.

Pemprov Bali mencetak tebal hasil evaluasi ini, agar menjadi perhatian dinas dan lembaga terkait. Mengingat nilai barang yang akan diserahkan atau yang dihibahkan kepada pihak ke tiga, cukup besar. Ada satu OPD lagi yang menerima dana serupa, yakni Sekretariat Daerah. Namun, anggarannya tidak terlalu besar, hanya Rp 198,5 juta. Pemprov Bali menegaskan kepada Pemkab Klungkung agar pelaksanaannya nanti

tetap berpedoman terhadap UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Selain itu, juga berpedoman terhadap Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD, sebagaimana telah diubah ke dalam Permendagri Nomor 123 Tahun 2018. Ketua DPRD Klungkung A.A. Gde Anom, belum lama ini, menegaskan bahwa setiap poin evaluasi Gubernur Bali, tentu menjadi atensi bersama

legislatif dan eksekutif, agar dicermati dan dipatuhi. Terlebih, yang berkaitan dengan hibah dan bansos, yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Anom menambahkan, setelah hasil evaluasi turun, Bupati Klungkung segera mengundangkannya. Kemudian, eksekutif juga segera membuatkan peraturan bupati (perbup), terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat, seperti hibah dan bansos. (kmb31)

Tari Baris Jangkang Jadi Warisan Budaya

JEBOL - Komisi II DPRD Klungkung saat turun ke lokasi pipa yang jebol di Rendang.

Didatangi Dewan, PDAM Keluhkan Jaringan Pipa Sudah Tua Semarapura (Bali Post) Ngadatnya layanan air PDAM Tirta Mahottama Klungkung selama berharihari, membuat lembaga DPRD Klungkung mengambil sikap. Legislator yang tergabung dalam Komisi II mendatangi Kantor PDAM, Senin (11/11) kemarin. Dewan mempertanyakan, kenapa proses perbaikan bisa berlangsung lama, hingga masyarakat berharihari menjerit kesulitan air bersih. Kedatangan Komisi II DPRD Klungkung diterima langsung Direktur PDAM Tirta Mahottama Klungkung, Nyoman Renin Suyasa. Direktur asal Desa Sakti, Nusa Penida ini menyampaikan kepada Komisi II bahwa sebagian besar kondisi jaringan pipa PDAM sesungguhnya sudah tua. Umurnya sudah lebih dari 20 tahun. Ini menyebabkan jaringan pipa sering bocor, putus maupun jebol. Selain itu, juga

banyak yang terdampak akibat erupsi Gunung Agung, yang membuat banyak jaringan pipa PDAM amblas. Khusus terhadap jebolnya pipa 350 mm di Rendang, yang sudah terjadi sejak Jumat (8/11) lalu, proses perbaikan sudah dilakukan. Namun, karena tekanan gravitasi sangat tinggi, membuat jaringan rusak lagi. Sehingga, penanganan terpaksa dilakukan berulang-ulang dan terakhir dengan pengelasan. Penanganan sudah selesai pada Minggu malam. Sehingga layanan air dipastikan sudah kembali normal. Dia memastikan setelah proses perbaikan ini, titik kerusakan ini tidak akan kumat lagi. Renin meminta dukungan lembaga dewan untuk membantu penganggaran pengadaan genset seharga Rp 800 juta. Tujuannya, ketika ada pemadaman listrik oleh PLN, PDAM tidak terdampak

karena tetap bisa beroperasi menggunakan genset. “Ini untuk menjawab keluhan masyarakat, dimana layanan air sering mati ketika terjadi pemadaman listrik,” tegasnya. Ketua Komisi II Wayan Misna mengatakan, inti persoalan pada PDAM Klungkung saat ini adalah kondisi infrakstrukturnya yang butuh peremajaan. Kondisi jaringan pipa yang sudah tua, membuat sangat sering terjadi paipa bocor, amblas, terputus dan karatan. Ketika tekanan air naik, pipa tidak bisa lagi menahannya. Pihaknya siap mengawal proses penganggaran yang dibutuhkan PDAM di eksekutif. Sebab, lembaga dewan tidak mau perusahaan plat merah ini terus-menerus menjadi bahan sorotan masyarakat, karena layanannya terus-menerus mengecewakan. “Kami heran, satu jaringan rusak, sampai tiga kali dilakukan perbaikan, lagi jebol. Ini

Bali Post/gik

kan tidak efektif. Makanya kami turun, memastikan apa yang terjadi sesungguhnya. Jadi, revitalisasi infrakstruktur sangat dibutuhkan PDAM saat ini,” tegas politisi PDI-P ini, bersama anggotanya, Wayan Suarta, Nengah Ary Priyadnya, dan Nyoman Sukirta. Tidak puas hanya mendapat penjelasan dari Direktur PDAM, Komisi II juga terjun langsung ke lokasi jaringan pipa 350 mm yang jebol itu, di Rendang, Karangasem. Di sana Komisi II melihat proses perbaikan pipa 350 mm itu sudah selesai. Kenapa masih ada pelanggan yang mengaku belum menerima aliran air PDAM, karena usai proses perbaikan petugas masih melakukan proses pengisian pipa. Misna berharap, layanan air PDAM segera kembali normal. Jangan sampai kebutuhan dasar masyarakat ini ngadat lagi. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Tari Baris Jangkang telah ditetapkan sebagai warisan budaya nasional kategori tak benda. Piagam penghargaan yang sudah diterima dari pemerintah pusat oleh Dinas Kebudayaan, diserahkan kembali kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Senin (11/11) kemarin. Setelah menjadi warisan budaya, tugas berikutnya adalah upaya pelestariannya agar tidak punah. Bupati Suwirta pun meminta kepada pegiat seni untuk memberikan ruang lebih kepada Tari Baris Jangkang untuk dipentaskan sesuai fungsinya. Ditemui di usai penyerahan piagam penghargaan tersebut, Bupati Suwirta mengatakan status sebagai tari sakral sekaligus sebagai warisan budaya tak benda, menjadi beban tersendiri. Agar, status yang melekat itu dapat dipahami sebagai upaya pelestarian, bukan sekadar penetapan. Dia mencontohkan, saat upaya pakelem serangkaian pelaksanaan Festival Nusa Penida, tarian ini bisa dipentaskan karena sifatnya sebagai tari sakral. Demikian juga pada momen upacara lainnya, yang dinilai sakral oleh masyarakat Nusa Penida. “Kami juga tetap akan mengupayakan proses pembinaan dari generasi ke generasi berikutnya, agar tidak punah. Inilah tujuan utama dari mandat pusat menetapkan Tari Baris Jangkang sebagai warisan budaya nasional tak benda,” tegas Bupati Suwirta. Khusus kepada sumber tarian ini di Desa Adat Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida,

Bali Post/gik

BARIS JANGKANG - Penari tari Baris Jangkang saat dipentaskan dalam Festival Nusa Penida. Bupati Suwirta meminta kepada masyarakat dan tokoh masyarakat setempat, agar bersama-sama meningkatkan upaya pelestarian itu, dengan proses pembinaan kepada generasi berikutnya. Sehingga semakin banyak yang turun tangan menjaga warisan budaya nasional ini, maka tidak salah pemerintah pusat menyematkan tari Baris Jangkang sebagai warisan budaya. Penghargaan kepada tari Baris Jangkang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia diserahkan langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Istora Senayan Gelora Bung Karno Jakarta. Tari Baris Jangkang sudah menjadi ikon Nusa Penida. Di setiap desa, tarian ini sering dipentaskan. Seperti di daerah asalnya di Desa Adat Pelilit, Pejukutan, Nusa Penida, kerap dipentaskan saat piodalan di pura khayangan tiga desa setempat. Di desa ini, tari Baris Jangkang, lakon cerit-

anya berbeda-beda. Seperti, guak maling banten, buyung masugi, dan jelantik maisik. Tarian ini kini menjadi tarian utama yang harus dipentaskan sebagai upaya tolak bala. Pengiring alat musiknya pun sederhana. Seperti kempul, gamelan satu pasang, petuk, cenceng dan dendeng. Sementara pakaian yang digunakan, hasil dari kerajinan setempat seperti celana dan baju, sabuk, saput dalam dan saput luar. Setelah tari Baris Jangkang, Dinas Kebudayaan saat ini juga sedang menginventarisir kebudayaan lain, yang tidak dimiliki daerah lain, khususnya yang potensi untuk diusulkan menjadi warisan budaya. Misalnya, Tradisi Dewa Masraman di Banjar Panti Timbrah, Desa Paksebali, kesenian Barong Nongnongkling, hingga kuliner Serombotan, dan yang lainnya seperti kuliner khas Nusa Penida, yakni Ledok. (kmb31)

Sasar Ekonomi Digital, Bupati Suwirta Garap ”Startup”

Bali Post/gik

Nyoman Suwirta

Semarapura (Bali Post) Perkembangan teknologi informasi membuat aktivitas masyarakat terus terdorong ke era digital. Situasi ini memiliki peluang tersendiri bagi daerah untuk terus berkembang dan bersaing dalam dunia global. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta melihat ini sebagai peluang yang harus segera digarap dengan sistematis. Dalam upaya menyasar ekonomi digital, Bupati Suwirta mulai serius menggarap startup, di mana di dalamnya ramai dengan ragam transaksi. Dalam menggarap ekonomi digital ini, pihaknya menegaskan sudah sempat berkomunikasi dengan beberapa startup yang sudah terkenal di Indonesia. Mereka akan diundang langsung ke Klungkung, agar lebih dikenal dan masyarakat Bumi Serombotan akan lebih tertarik untuk memanfaatkan peluang ini. Agenda ini

akan dikemas dalam bentuk pelatihan. Sehingga, masyarakat bisa langsung praktik dan memanfaatkannya. “Era sekarang itu pasar tidak perlu terlalu ramai. Tetapi, yang ramai itu adalah transaksinya. Klungkung sudah kami arahkan ke dunia digital,” kata Bupati Suwirta, Senin (11/11) kemarin. Startup menjadi sebuah usaha baru yang berjalan dengan menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan core business-nya. Ini untuk memecahkan ragam masalah di masyarakat, sehingga menciptakan sebuah industri baru. Dalam Perkembangan dunia startup, kini sudah semakin bergairah dan semakin tumbuh seiring dengan berkembangnya teknologi. Setidaknya telah ada 4 startup unicorn yang berasal dari Indonesia, seperti Traveloka, Tokopedia, Bukalapak dan Go-

jek. Menurut Bupati Suwirta, startup yang mendominasi saat ini berasal dari industri E-Commerce dan Fintech. E-Commerce sebagai transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet. Prosesnya memakai teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran atau penjualan

barang, servis, dan informasi secara elektronik. Sementara Fintech (Financial Technology), ini untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan secara online, meningkatkan literasi keuangan, dan mewujudkan inklusi keuangan. Bupati Suwirta mengaku wawasannya terbuka luas setelah sering mengikuti agenda pusat, baik sebagai

peserta maupun sebagai pembicara dalam berbagai tema diskusi ekonomi digital. Dia juga ingin mengkolaborasikan ini dengan program pemerintah daerah lainnya, seperti Enterpreneur Masuk Desa. Bupati Suwirta, sempat berharap perusahaan besar di Klungkung bisa menggarap starup sendiri. Kemudian menciptakan flatform sendiri di dalam starup itu, sesuai

dengan kebutuhan di daerah. “Koppas Srinadi misalnya, sangat memungkinkan menggarap ini. Cuman sekali lagi kekhawatiran saya, nanti lagi di bilang monopoli. Itulah sebabnya, kami ingin mengundang khusus startup yang sudah ada, agar bisa merangsang anak-anak muda khususnya berkecimpung di dalamnya,” tegasnya. (kmb31)


Selasa Umanis, 12 November 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Cleaning Service, Peg. Warung, PRT Hub:085238311111

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt semua usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto pasti berangkat Line WA081375409869&087754689692

Bth Sopir Pribadi Denpasar Timur, usia min 50th, KTP Bali matic Hub.0811913832

B.BP.004.11.19.0000275

Dicari Accounting wanita berpengalaman mengerti pajak utk Toko Prima Moda, Jl.Teuku Umar 133 Dps T.236735 B.BP.004.11.19.0000269

B.BP.004.11.19.0000197

B.BP.154.11.19.0000268

Cr PRT wnt bs naik motor tgl. dlm+Sopir bsMatik 085238127777 B.BP.004.11.19.0000272

Dcr 2org Sopir,5 Tng Ptong Aym Admn,KpalaGudang081916196888 B.BP.001.11.19.0000261

DcrAdmKeungan,Wnt.minSMKLam Jl.Subur Gg. Mirah Pemecutan 3 No.11 Telp. 0812399992349 B.BP.001.11.19.0000294

Dcr Cpt Tng Laundry Gaji 1,8jt Tidur Dlm Serius, 081999435135

SMK Akr A bth Gr.Bhs Coding,Gr Bhs Jepang,Staf IT Syarat Team Working,Hnr Mnarik.Pluang&karir Bagus E:tugasbali@yahoo.com

Dibthkan Tk.Swing 5,Accounting + Receptionist 1, Waiter/ss 2, Cook 2.Lok.Pecatu 081338654570

B.BP.001.11.19.0000280

B.BP.001.11.19.0000287

SERVICE

BENGKEL LAS

SERVICE

BIRO JASA

B.BP.001.11.19.0000292

Dcr Kryawan/ti rajin & Serius u/ kerja serabutan H.081338085868 B.BP.001.11.19.0000282

Dcr PRT Wnt Tgl dlm Gj. 2 jt serius kerja,Telp 087734684240 B.BP.004.11.19.0000274

Dcr PRT tdr dlm,Gj .1,7jt Dpsr Timur Hub.08129229286 B.BP.154.11.19.0000267

Dcr Pembantu rmh tangga niat kerja, jujur hub.081236760188 B.BP.004.11.19.0000270

Dcr Tk Masak utk Krj di Perm Pecatu Graha Hub.08123800983 B.BP.004.11.19.0000271

Dicari Assistant Marketing Manager Bisa Bhsa Inggris Hub.08113893338/081236525145

B.BP.001.11.19.0000210

Dicr PRT Wanita Tinggal dalam u/di Denpasar.Hub:081337530812 B.BP.001.11.19.0000265

Manajer&Staff bs Bhs Inggris u. Kopi Luwak Pecatu 081338654570 B.BP.001.11.19.0000284

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Rumah4A,Renon,4KT+2KP90Jt/Th Bisa 6bln Hub:081236526185 B.BP.001.11.19.0000260

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djl Tnh 6-10A pinggir Jln Lok. Denpasar Utara cck utk Usaha atau Gudang Hub:0811399361 B.BP.001.11.19.0000195

PROPERTY DIJUAL TANAH

1,5 are Jl.Gelogor Carik Gg. Kangguru No.2. 085101818655 B.BP.154.11.19.0000290 DISEWAKAN HOTEL

Disewakan Hotel.Jln.Melasti Legian Kuta.Hub.085100888379 B.BP.004.11.19.0000273

KEHILANGAN

Telah hlg Grosse Akta Kapal KM Batiwakkal Permai 2 atas nama PT.Pelayaran Tajri Samudera. B.BP.004.11.19.0000276


Selasa Umanis, 12 November 2019

Pendidikan Antikorupsi Diintegrasikan ke Mata Pelajaran Bangli (Bali Post) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli segera mengintegrasikan pendidikan antikorupsi ke seluruh mata pelajaran di sekolah. Ini dilakukan dalam upaya untuk menciptakan generasi antikorupsi. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Suteja mengungkapkan pada 28 Oktober lalu, seluruh stakeholders pendidikan di Bali secara bersama-sama telah menandatangani peraturan bupati (perbub) tentang pendidikan antikorupsi. Ini menindaklanjuti roadshow KPK beberapa bulan lalu. “Pendidikan antikorupsi itu terintegrasi di seluruh mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Sekolah tidak menyiapkan waktu khusus untuk memberikan pendidikan antikorupsi ke siswanya, tapi pendidikan antikorupsi itu diintegrasikan di mata pelajaran,” ungkapnya ditemui belum lama ini. Pihaknya optimis pengintegrasian pendidikan antikorupsi di semua mata pelajaran bisa berjalan lancar. ‘’Bangli sudah pernah punya pengalaman mengintegrasikan pendidikan tentang geopark ke seluruh mata pelajaran. Itu lancar-lancar saja,” ujarnya. Dalam pengintegrasian pendidikan antikorupsi ini, menurut Suteja tentu perlu kesiapan dalam mensosialisasikannya. Pihaknya berharap seluruh guru punya pandangan yang sama, pemahamann dan pengimplementasian yang sama dalam mengintegrasikan pendidikan antikorupsi. “Strategi kami mungkin akan kami terapkan dulu di beberapa mata pelajaran. Ini kan bertahap. Yang pertama mungkin diintegrasikan di mata pelajaran PPKn, Budi Pekerti dan muatan lokal,” kata pejabat asal Sidembunut, Bangli itu. (kmb40)

RAPAT KERJA - Suasana rapat kerja di DPRD Bangli, Senin (11/11) kemarin.

Bali Post/kmb40

TAPD Belum Siap Rancangan Terbaru

Banggar DPRD Tunda Rapat Bangli (Bali Post) -

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli, Senin (11/11) kemarin menggelar rapat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan agenda lanjutan pembahasan sinkronisasi KUA-PPAS Tahun Anggaran 2020. Baru beberapa menit dimulai, Banggar memutuskan menunda pelaksanaan rapat hingga Rabu depan. Pasalnya, TAPD belum menyelesaikan rancangan KUA-PPAS terbaru hasil penyempurnaan yang diminta Banggar.

Strategi kami mungkin akan kami terapkan dulu di beberapa mata pelajaran. Ini kan bertahap. Yang pertama mungkin diintegrasikan di mata pelajaran PPKn, Budi Pekerti dan muatan lokal. Nyoman Suteja

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles didampingi Wakil Ketua DPRD Nyoman Budiada. Sementara dari TAPD hadir Asisten I, Nyoman Puja, Kepala Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan. Ditemui usai memimpin rapat kemarin, Carles didampingi Budiada mengatakan sesuai agenda, rapat

kemarin sedianya membahas dan mensinkronisasi antara rancangan pendapatan dan belanja tahun anggaran 2020. Dijelaskannya, rancangan KUA-PPAS TA 2020 memang sudah disampaikan pihak eksekutif pada Juni lalu. Namun, setelah dilakukan beberapa kali pembahasan di DPRD, terdapat beberapa hal dalam KUA-PPAS yang perlu diubah dan disempurnakan.

Di sisi pendapatan, perlu dilakukan perubahan angka karena beberapa dana yang diberikan pusat seperti dana alokasi khusus (DAK), dana alokasi umum (DAU) mengalami penurunan. “APBN sekarang kan sudah ketok palu. Kalau dulu Juni kan belum ketok palu sehingga kita dalam KUA-PPAS pasang asumsi dapat dana DAK berapa. Setelah ketok palu di pusat, tahu-tahu besa-

ran DAK turun. Sehingga perlu dilakukan perubahan di KUA-PPAS,” ujarnya. Demikian juga pendapatan asli daerah (PAD) dilakukan perubahan karena angkanya dirancang naik dari sebelumnya, setelah DPRD menggenjot OPD penghasil agar memaksimalkan potensi pendapatan yang ada. Carles mengatakan, saat rapat terakhir Selasa pekan lalu, pihaknya sudah meminta TAPD agar membawa rancangan KUA-PPAS hasil penyempurnaan pada rapat Senin kemarin. Namun rupanya, TAPD belum menyelesaikan itu. “Tadi penjelasannya katanya masih sedang dikerjakan. Karena itu kita

tunda rapat ini hingga dua hari lagi,” terangnya. Setelah adanya data terbaru hasil penyempurnaan nanti barulah pihaknya bisa melanjutkan pembahasan mengenai berapa belanja dan berapa defisitnya. Kalau memang defisit tinggi, maka saat pembahasan nanti akan dilakukan koreksi belanja. Mana belanja yang diprioritaskan dan mana yang harus dikurangi. Selanjutnya setelah KUA-PPAS disepakati barulah dilanjutkan dengan penyampaian dan pembahasan RAPBD. Ditargetkan RAPBD 2020 bisa ketok palu sebelum 30 November. (kmb40)

Tower Telekomunikasi Jelang Pilkada, Bawaslu Rekrut Potensial Tingkatkan PAD Tenaga Panwascam Bangli (Bali Post) Dewan di Bangli akhirakhir ini ikut putar otak membantu mencari cara meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Terbaru, dewan mulai melirik keberadaan tower atau menara telekomunikasi yang dinilai berpotensi mendongkrak PAD. Belum lama ini, anggota Komisi I dan III bahkan sudah sempat melakukan konsultasi ke Kementerian Kominfo untuk mencari tahu potensi pendapatan yang bisa didapat dari keberadaan tower telekomunikasi. Sekretaris Komisi I DPRD Bangli I Dewa Gede Suamba Adnyana, Senin (11/11) kemarin mengungkapkan, tower telekomunikasi yang ada di Bangli didirikan oleh pihak kedua dan kemudian disewakan ke pihak ketiga (provider). Sesuai data Dinas Kominfo Kabupaten Bangli, total jumlah tower telekomunikasi yang ada saat ini sebanyak 103 unit, 87 unit di antaranya berizin, dan 16 lainnya tak berizin alias bodong. Dari keberadaan semua tower telekomunikasi itu, pemerintah selama ini hanya mendapat kontribusi berupa pajak atas pendirian tower yang dilakukan pihak kedua. Sementara kontribusi dari pihak ketiga sebagai pihak yang memanfaatkan keberadaan tower itu, belum ada sama sekali. “Tower itu kan didirikan sekali. Lalu kontraknya 10-20 tahun. Pemerintah hanya memungut pajak ke pihak kedua saat pendirian towernya saja. Itupun sekali. Sedangkan selama 20 tahun dipakai pihak ketiga, pemerintah tidak dapat kontribusi apa,” ungkapnya. Berdasarkan hasil konsultasi ke Kemenkominfo tersebut, diperoleh informasi bahwa pemerintah daerah bisa melakukan pungutan retribusi kepada pihak ketiga atas pengawasan terhadap pemanfaatan

tower telekomunikasi. Seperti yang selama ini sudah diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta. “Pungutan retribusinya atas pengawasan atau inspeksi yang dilakukan pemerintah daerah secara rutin tiga bulan sekali. Dari pengawasan inilah pihak ketiga wajib membayar ke pemerintah daerah,” terangnya. Menurutnya, jika hal itu bisa diberlakukan di Bangli, maka tentu PAD Bangli bisa ditingkatkan. Apalagi jumlah tower telekomunikasi yang ada mencapai ratusan. “Itu baru jumlah tower yang sudah berdiri. Belum lagi ada satu tower yang dipakai bersama beberapa provider. Ini tentu potensi besar untuk meningkatkan PAD,” ujarnya. Politisi PDI-P itu mengatakan, menindaklanjuti hasil konsultasinya ke Kementerian Kominfo, pihaknya selanjutnya akan mencari tahu lebih jelas dasar aturan dan mekanisme yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta dalam melakukan pungutan retribusi terhadap pihak ketiga yang memanfaatkan tower telekomunikasi. Karenanya pihaknya akan melakukan konsultasi ke Pemprov DKI dan Kementerian Keuangan. “Kami

juga akan turun ke lapangan untuk mengecek keberadaan tower telekomunikasi di Bangli yang tidak berizin dan tidak sesuai zona,” imbuhnya. (kmb40)

Pungutan retribusinya atas pengawasan atau inspeksi yang dilakukan pemerintah daerah secara rutin tiga bulan sekali. Dari pengawasan inilah pihak ketiga wajib membayar ke pemerintah daerah. I Dewa Gede Suamba Adnyana

Bangli (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli mulai merekrut tenaga pengawas kecamatan (Panwascam) untuk mengawasi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 mendatang. Tenaga Panwascam yang direkrut, yakni tiga orang untuk setiap kecamatan. Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli I Nengah Purna mengungkapkan, saat ini rekrutmen tenaga pengawas ad hoc ini sudah tahap sosialisasi. Rencananya pendaftaran akan mulai dibuka pada pertengahan November 2019. “Mudah-mudahan bisa

kami lantik sebelum tanggal 20 Desember 2019,” ujarnya, Senin (11/11) kemarin. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi tenaga panwascam. Di antaranya lulusan SMA sederajat, berusia 25 tahun, tidak terafiliasi partai politik dan tidak menjadi tim kampanye. Dalam rekrutmen panwascam ini, Purna sangat mengharapkan kaum perempuan ikut aktif ambil bagian sebagai tenaga pengawas. “Kaum perempuan tidak kalah enerjiknya dengan laki-laki,” terangnya. Selain merekrut tenaga pengawas kecamatan, Ba-

waslu nantinya juga akan merekrut tenaga pengawas pemilihan lapangan (PPL) masing-masing satu orang per desa serta pengawas TPS. Purna mengatakan mereka yang direkrut menjadi tenaga pengawas tentu akan diberikan honor. Besarannya meningkat dibanding saat Pemilu sebelumnya. Untuk Panwascam, akan diberikan honor Rp 2,2 juta untuk ketua dan anggota Rp 1,9 juta. Untuk PPL diberi honor sebesar Rp 1.050.000. Sementara pengawas TPS Rp 650 ribu. Kontrak kerja tenaga pengawas ad hoc ini maksimal 12 bulan. Sebelum bertugas, mereka terlebih

dahulu akan dibimtek. Diakui dari usulan hibah anggaran yang telah diajukan sebesar Rp 6,9 miliar, kebanyakan tersedot untuk honor tenaga pengawas pemilu ad hoc. Meski akan merekrut tenaga pengawas ad hoc untuk mengawasi jalannya Pilkada nanti, Bawaslu Bangli tetap mengharapkan partisipasi semua masyarakat dalam membantu pengawasan. Jika ada indikasi pelanggaran, masyarakat diharapkan aktif memberikan informasi/ melapor sehingga Pilkada Bangli bisa terlaksana dengan baik dan berintegritas. (kmb40)

Bupati Berencana Sediakan Beasiswa ke Luar Negeri Bangli (Bali Post) – Bupati Bangli I Made Gianyar berencana menyediakan program beasiswa ke luar negeri. Dengan pemberian beasiswa itu, Made Gianyar berharap sumber daya manusia (SDM) bisa makin unggul untuk membangun Kabupaten Bangli semakin baik ke depannya. Made Gianyar mengungkapkan Pemkab Bangli sejak 2011 lalu sudah membuat program beasiswa bagi warga Bangli yang berprestasi. Awalnya, beasiswa dibatasi bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Unud, UGM, UI, Airlangga, dan beberapa universitas lainnya. Kemudian, program ini diperluas. Mahasiswa bisa mengakses beasiswa tersebut di universitas lainnya yang telah diajak bekerja sama dengan Pemkab Bangli. “Syaratnya harus berprestasi, IP-nya 3,5, dan tidak sedang menerima beasiswa dari institusi lain,” ungkapnya saat ditemui usai menghadiri acara di Kodim Bangli, Minggu (10/11). Setelah beberapa tahun program beasiswa itu berjalan, Made Gianyar kini punya rencana menyediakan program beasiswa bagi yang melanjutkan pendidikan di luar negeri. Keinginannya itu muncul setelah adanya usulan dari Pande Setiawan, pemuda Bangli pendiri komunitas Anak Alam, yang berharap Pemkab Bangli bisa menyediakan program beasiswa ke luar negeri. “Saya lihat perannya memang luar biasa untuk Bangli. Saya berencana 2020 nanti membuat program beasiswa ke luar negeri,” ujarnya. Mengenai berapa kuota dan syaratsyaratnya, menurutnya itu perlu disusun. Yang jelas, kata Made Gianyar beasiswa ke luar negeri bisa diakses oleh mahasiswa asal Bangli yang punya prestasi dan pernah berkontribusi positif untuk Kabupaten

Bangli. “Universitasnya harus yang terakreditasi dan sudah ada kerja sama dengan pemerintah Indonesia,” kata Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu. Dengan beasiswa ke luar negeri itu diharapkan nantinya SDM Bangli semakin unggul dan mampu berkontribusi membangun Bangli lebih baik. Menurut Made Gianyar, SDM unggul akan mampu membawa kemajuan bagi bangsa. Dia pun mencontohkan ketika Jepang dibom atom tahun 1942, yang pertamakali didata oleh kaisar adalah guru. Sebab dengan pendidikan maka bangsa akan bisa dibangkitkan. “Jadi di daerah kita akan coba buat program beasiswa ke luar negeri. Saya kan masa jabatan tinggal sebentar. Mudah-mudahan itu nantinya bisa dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya,” imbuhnya. (kmb40)


OLAHRAGA

Selasa Umanis, 12 November 2019

15

Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Bali United Sidoarjo (Bali Post) – Dua tim teratas di Liga 1 2019, Bali United dan Persipura Jayapura, bermain imbang 2-2, Senin (11/11) kemarin. Gol Todd Ferre di menit ke-89 membuyarkan kemenangan Serdadu Tridatu yang sudah di depan mata. Dalam duel ini, Persipura Jayapura bertindak sebagai tuan rumah menjamu Bali United di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Pada babak pertama, Persipura Jayapura unggul lebih dulu melalui gol Yohanis Tjoe pada menit ke-33. Keunggulan Mutiara Hitam hanya bertahan empat menit. Di menit ke-37, Bali United menyamakan skor berkat gol Melvin Platje memanfaatkan assist Stefano Lilipaly. Pada babak kedua, Bali United berbalik unggul 1-2 berkat gol Stefano Lilipaly.

Di menit ke-64, Leonard Tupamahu melepaskan umpan jauh dari tengah lapangan ke daerah pertahanan Persipura Jayapura. Umpan tersebut disambut tembakan first time Stefano Lilipaly. Bola meluncur deras ke gawang Mutiara Hitam. Hanya, kemenangan di depan mata Bali United buyar di menit-menit akhir. Di menit ke-89, Todd Ferre kembali membuat skor imbang. Hasil ini membuat Bali United tidak tergoyahkan di puncak dengan 57 angka, selisih 13 angka dari Madura United dan

Persipura di posisi kedua dan ketiga. Lilipaly Tak dipanggil ke Timnas, menjadi berkah bagi Stefano Lilipaly untuk Bali United. ‘’Tak ada tanggapan soal tak dipanggil Timnas Indonesia senior, tapi saya selalu siap untuk Timnas Indonesia, saya selalu berikan segalanya. Bagi saya secara pribadi saya selalu ingin ke Timnas Indonesia,’’ jelas Lilipaly. Menurutnya, ini kesempatan fokus untuk Bali United mengejar gelar juara. ‘’Sekarang saya tak dipanggil, ya… saya ada di sini ada di Bali United. Saya akan fokus bermain untuk Bali United juara,’’ tegas Stefano Lilipaly. Menurutnya, akan berjuang untuk Bali United

IMBANG - Pesepak bola Persipura Andre Ribeiro (kanan) menghadang pesepak bola Bali United Antonius Johannes Melvin (kedua kanan) pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/11) kemarin. Persipura bermain imbang melawan Bali United dengan skor akhir 2-2. membawa kado juara Liga 1 bagi masyarakat Bali. ‘’Bali United bagi saya adalah tim saya, keluarga saya, jadi musim ini saya akan berjuang untuk memberikan gelar juara,’’ ujarnya. Kontrak Stefano Lilipaly di Bali United akan selesai di akhir musim 2020 nanti. (kmb33)

Jangan Dikoyak-koyak Ida Bagus Kade Perdana, Ketua BANI Bali Nusra, meminta agar keberadaan

pariwisata Bali yang berbasiskan budaya dengan nilainilai luhur peradaban agama Hindu jangan dikoyak-koyak. ‘’Sejak dahulu kala budaya Bali berbasiskan nilai luhur

peradaban agama Hindu yang ditetapkan sebagai napas pariwisata membuat Bali yang telah kesohor ke berbagai penjuru dunia dengan julukan pulau kahyangan, pulau seribu

pura, dan sebagainya yang sangat toleran dan ramah terhadap para wisatawan tanpa membeda-bedakan identitas maupun agama,’’ tegasnya. (kmb32/010)

Menjadi Pedoman Lebih lanjut dijelaskan bahwa Bali, khususnya Kota Denpasar, memiliki konsep yang khas dalam pengembangan berbagai sektor. Konsep warisan secara turun-temurun yang dikenal dengan istilah Tri Hita Karana selalu menjadi pedoman, sehingga pembangunan baik pariwisata, ekonomi, pendidikan dan infrastruktur selalu berada pada garis keseimbangan. Baik hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan atau alam, dan manusia dengan Tuhan. ‘’Konsep itulah yang memberikan nilai tambah dalam setiap pengembangan sektor pembangunan termasuk

Selasa, 12 November 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Nilai-nilai Tatwa Susila dan Upacara (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus And Friend Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Halo Kamtibmas Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Nilai-nilai Tatwa Susila dan Upacara (2) Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Upakara Caru Pengempet Lawang DW TV Kartun Ball Khrisna (1) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Dialog Interaktif Super Mega Profit Lipsus Dtik Festival Diskominfo Statistik Denpasar Ista Dewata Pura Ulun Danu Buyan Br. Desa Pekraman Pancasari Kec.Sukasada Kab. Buleleng Sansekerta Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Setra Pikat Dawan Klungkung (4) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel

di bidang pariwisata, sehingga keberlanjutan dapat tercipta dalam keseimbangan dan keharmonisan,’’ ujar Rai Mantra. Di hadapan ratusan peserta konferensi, Rai Mantra memaparkan pengembangan sektor pariwisata tentunya harus berpedoman pada input yang dapat berupa kreativitas, proses, output yang dapat dilihat dari kunjungan, serta outcome yang merupakan manfaat langsung yang diperoleh dari sebuah aktivitas. Setiap pengembangan destinasi wisata wajib memberikan dukungan terhadap stakeholder sekitar. Mulai dari akademisi, bisnis, pemerintah hingga komunitas kreatif. Di Denpasar sendiri beragam upaya terus dimaksimal-

kan guna mendukung pengembangan heritage tourism yang berkelanjutan. Mulai dari penataan kawasan heritage dengan mengedepankan program pelestarian, kolaborasi, kreativitas, hiburan, konservasi, edukasi dan playground. ‘’Yang terpenting dari heritage itu adalah pelestarian, karena keasliannyalah yang memiliki nilai yang tinggi, sehingga diperlukan perawatan dengan mengedepankan sistem restorasi bagi setiap bangunan dan benda cagar budaya,’’ kata Rai Mantra. Setelah pelestarian, kata Rai Mantra, barulah berpikir tentang hiburan, event, dan branding yang mampu memberikan citra dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat,

sehingga menjadi gaya hidup dan tren yang menjadikan sebuah destinasi bernilai dan terus bergerak secara berkelanjutan. Sementara itu, Secretary General City Net Vijay Jagannathan mengatakan bahwa City Net Forum merupakan ajang bagi kota dari berbagai negara sebagai ajang untuk tukar inovasi dan pemikiran, khususnya dalam pengembangan heritage tourism. Pihaknya berharap seluruh peserta yang tergabung dalam City Net Forum dapat secara aktif menjalin kerja sama yang saling memberikan kemanfaatan bagi pengembangan heritage tourism dan mendukung kesejahteraan rakyat. (ad291)

Masih Semrawut Sambil berjalan, akan dibangun pula areal bencingah yang diperkirakan rampung dalam satu tahun. Selain itu juga akan dibangun Margi Agung yang diperkirakan menghabiskan waktu tiga tahun pengerjaan. Tercatat ada 471 kios milik masyarakat setempat yang akan ditata atau direlokasi. Sebanyak 265 di antaranya merupakan kios permanen. Wakil Ketua DPRD Bali Tjok Gde Asmara Putra Sukawati melihat rencana penataan ini sangat bagus, sehingga seluruh fraksi di DPRD Bali pun mendukung. Hal itu tampak dari pemangkasan hibah yang difasilitasi anggota dewan untuk penataan ka-

wasan suci Besakih. ‘’Karena kita ketahui bersama bahwa kawasan tersebut memang sangat kurang elok kalau dibandingkan dengan tempattempat yang lain. Penataan ini untuk kebaikan kita semua, bagaimana kawasan tersebut bisa menjadi steril, indah, rapi, bersih,’’ ujar politisi Demokrat ini. Menurut Tjok Asmara, kawasan suci Besakih saat ini memang masih semrawut. Baik karena sampah maupun sistem transportasi yang masih kurang baik. Justru warga Besakih nantinya akan diuntungkan secara ekonomi dengan adanya penataan. ‘’Untuk tahap pelaksanaannya sampai itu jadi mungkin perlu pengorbanan. Dalam artian, sementara mungkin tidak bisa jualan, atau bisa jualan tapi

Terus Berlanjut

Proyek ini dikerjakan PT Ubung Raya dengan nilai kontrak Rp 535 juta lebih. Waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. Sumber dana dari APBD Denpasar 2019. ‘’Proyek TPS underground ini akan terus berlanjut setiap tahun. Hanya, karena memerlukan biaya yang cukup besar, realisasinya akan dilakukan secara bertahap,’’ ujarnya. Pola TPS underground ini merupakan upaya penataan

estetika kota agar tak ada sampah di atas tanah. ‘’Sesuai arahan Wali Kota, TPS underground ini merupakan invoasi berlanjut di Denpasar untuk estetika kota,’’ jelas Wisada. Secara keseluruhan pengadaan satu TPS undergorund menelan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar - Rp 4 miliar. Anggaran ini cukup besar, karena harus ada bunker. Terlebih, di Kereneng kondisi tanahnya cepat keluar air. Dalam beberapa meter saja digali, sudah ada airnya. Karena itu, bunker harus benar-benar kedap air.

tidak sesuai harapan. Tapi setelah jadi, pasti akan jauh lebih meningkat income-nya warga Besakih daripada saat ini,’’ imbuhnya. Tjok Asmara berharap tumbuh kesadaran dari warga Besakih untuk membenahi tempat ibadah sekaligus payuk jakan-nya untuk mencari nafkah. Utamanya dalam menyikapi nilai tanah di kawasan tersebut. Kalau bicara untungrugi sekarang, memang sepertinya rugi. Akan tetapi setelah proyek itu jadi, masyarakat diyakini pasti akan menjadi untung. ‘’Di mana tempat nantinya mereka ditempatkan, pemerintah pasti sudah memikirkan itu. Tidak mungkin merugikan masyarakat, karena tujuan dari pemerintah pasti kesejahteraan masyarakat,’’ pungkasnya. (kmb32) TPS memiliki kedalaman 4 meter dan mampu menampung dua bunker. Satu TPS memang banyak komponennya sehingga biayanya Rp 3,5 - 4 miliar. Wisada mengatakan, ada beberapa kelebihan yang ada dengan pola TPS bawah tanah ini. Pertama, sampah tidak akan lagi terlihat di permukaan. Karena tidak menumpuk di permukaan, maka bau tak sedap juga bisa diminimalisasi. Secara kesehatan lingkungan, akan lebih baik. Demikian pula tenaga yang diperlukan di satu TPS bisa berkurang. (ara)


TOP IN VASI WONDERFUL BALI

BUDAYA

Selasa UMANIS, 12 November 2019

Aransemen Lagu Versi Akustik PENDIDIKAN

SENIMAN PESATNYA perkembangan teknologi informasi memudahkan para penyanyi mempromosikan karya-karya musiknya. Selain media sosial (medsos), Youtube channel menjadi salah satu media yang banyak digunakan penyanyi untuk memperkenalkan karya baru mereka. Bahkan, penyanyi kenamaan yang telah memiliki puluhan lagu kembali membangkitkan lagu-lagu lawasnya dengan versi baru, kemudian di-upload di akun youtube masing-masing.

Seperti halnya yang dilakukan penyanyi pop Bali, Ayu Saraswati. Meskipun belakangan ini telah mengeluarkan single terbarunya, namun lagu-lagu lawasnya masih diminati para penggemarnya. Oleh karena kecintaannya terhadap para penggemar, wanita kelahiran Denpasar, 27 Mei 1979 ini mencoba menghadirkan kembali lagu lawasnya yang berjudul ‘’Sayangang Tiang’’. Menariknya, lagu ciptaan Eka Jaya dan telah populer pada tahun 2001 ini diaransemen apik dalam versi akustik yang telah di-upload ke akun youtubenya. ‘’Saya mencoba mengobati rasa rindu para sahabat dan penggemar lagu-lagu saya dalam versi yang ber-

beda, apalagi lagu-lagu lawas saya masih diminati,’’ ujar Ayu Saraswati, Senin (11/11) kemarin. Bukan tanpa alasan, lagu ‘’Sayangang Tiang’’ dihadirkan kembali agar bisa dinikmati kawula muda. Sebab, selain bertemakan tentang cinta juga dihadirkan dengan musik easy listening, sehingga mudah membuat baper kawula muda. ‘’Lagulagu lainnya juga bakal saya garap lagi, masih nunggu komentar-komentar sahabat penggemar di youtube, lagu apa yang mereka inginkan saya aransemen ulang lagi,’’ tandasnya. Nama Ayu Saraswati di belantika musik pop Bali sudah tidak asing lagi bagi pencinta lagu Bali. Memu-

lai karier sejak tahun 1999 silam, puluhan karya musik telah diluncurkannya. Pertama kali ia merilis single berjudul ‘’Megantung Tanpe Cantel’’ ciptaan Dek June, arransemen Ian Biru, dan ‘’Biola Live’’ A.A. Made Cakra (alm). Pada tahun yang bersamaan, ia juga memulai merilis lagu rekaman dengan menggaet beberapa penyanyi pop Bali lainnya. Seperti pada lagu duet pertama yang berjudul ‘’Tekor Don Biu’’ feat. A.A. Made Cakra (alm) dan lagu kedua ‘’Mebuung Payu’’ feat. Yan Kirana. Tahun 2000, Ayu Saraswati mulai bergabung di Aneka Record Tabanan milik Oka Sweta-

naya dan duet bersama Eka Jaya dengan lagu unggulan, seperti ‘’Metunangan’’, ‘’Mebunga-bunga’’ dan ‘’Sayangang Tiang’’. (win)

Bali Megarupa Dijadikan Agenda Tahunan

Perkuat Ekosistem Seni Rupa dari Hulu ke Hilir

Bali Post/ist

MEGARUPA - Wagub Bali Tjokorda Dr. Oka Artha Ardhana Sukawati, Kepala Dinas Kebudayaan Bali Dr. Wayan Kun Adnyana, pemilik Museum Puri Lukisan Tjokorda Putra Sukawati, dan pemilik Museum Neka Pande Wayan Suteja Neka saat penutupan Pameran Bali Megarupa, Minggu (10/11).

MEMBANGUN dan memperkuat ekosistem seni rupa dari hulu ke hilir, Bali Megarupa dijadikan agenda tahunan. Pameran ini akan berada di bawah payung Festival Seni Bali Jani (FSBJ) yang menggelar kegiatan seni modern dan kontemporer. Acara ini akan melengkapi Pesta Kesenian Bali (PKB) yang menampilkan aneka seni tradisi. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dr. I Wayan Kun Adnyana menyampaikan hal itu saat acara penutupan pameran Bali Megarupa di Ubud, Gianyar, Minggu (10/11). Kun Adnyana meminta kegiatan Bali Megarupa merangkul seluruh pemangku

SMK Saraswati 1 Denpasar Borong Juara Festival Seni Bali Jani Desember Gelar Aksi Seni Remaja

ANAK-ANAK SMK Saraswati 1 Denpasar (Ganeska) menunjukkan keunggulannya yakni memborong sejumlah juara di Festival Seni Bali Jani 2019. Anak-anak yang tergabung dalam Teater Takhta Ganeska sukses meraih juara I lomba teater modern di festival tersebut. Teater yang dilatih oleh seniman andal Bali Aryadimas Ngurah Hendratno dengan pembina G.A. Hendrastuti, S.Sos., M.M. ini mengalahkan sepuluh duta sekolah negeri dan swasta lainnya di Bali. Tim Teater Takhta Ganeska diperkuat lima seniman yakni Anita Fitriani Santosa, Diah, Umi Kulsum, Dinda dan Arik, didukung 15 kru panggung dan tiga pemusik. Saat itu menampilkan judul ‘’Pelangi’’ karya Riantiano disutradarai Natasia. Pada ajang itu Teater Takhta memborong predikat terbaik masing-masing aktor terbaik atas nama Anita Fitriani Santosa, sutradara terbaik Ni Putu Natasya Padma Dewi. Ke depan Aryadimas akan mempersiapkan Teater Takhta tampil penuh di Festival Seni Bali Jani tahun depan di Ksirarnawa. Dalam waktu dekat Teater Takhta akan mengadakan Takhta Tutup Tahun dengan menggelar Aksi Seni Remaja pada 28 Desember

2019 di Auditorium Saraswati. Diisi dengan lomba baca puisi untuk siswa SD, SMP, SMA, lomba dramatisasi puisi untuk SMP dan SMA, lomba musikalisasi puisi SMP dan SMA dan lomba cipta cerpen dan cipta puisi untuk SMP dan SMA se-Indonesia. Masih di ajang Festival Seni Bali Jani, anak-anak Teater Takhta juga mengukir perstasi di lomba lainnya. Isra Nabila Hamelia Putri meraih juara III lomba cipta cerpen. Dia menulis cerpen ‘’Aku yang Menjadi Sebuah Harapan’’. Putu Astari juara harapan II membaca puisi. Piala dan hadiah Rp 10 juta diterima Ketua Umum Teater Takhta,

Diah Permata. Sementara itu siswa binaan Made Angga Dipta Ramanta, Putu Widya Permata Dewi, meraih juara II lomba fotografi di Undiknas dan juara I diraih rekannya, Ni Kadek Puji Alviona. Sementara siswa lainnya berprestasi di akademik yakni Ni Kadek Purnama Sari, juara harapan I lomba akuntansi di Unud dan Lusianisa Wahana Putri, juara III paper presentation di Undiknas. Pelatih Aryadimas mengaku sukses ini berkat semua komponen berperan. Dia menilai Teater Takhta tampil sangat kompak, memiliki keungulan merata di semua bidang baik baca puisi, teat-

er drama, musikalisasi puisi, dll. Secara organisasi teater ini terlibat di HUT teater se-Denpasar, menggelar lomba operet, dan seni lainnya. Aryadimas mengakui kaderisasi dilakukan mulai dari nol ibarat memoles kayu batangan menjadi berkualitas. Yang penting, katanya, sekolah mendukung dan banyak memberi ruang kepada siswa. Atas prestasi itu, Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar Drs. I Wayan Reta, M.PSi. mengaku bangga dan berterima kasih atas prestasi luar biasa yang dipersembahkan anak-anak Teater Takhta, fotografi dan lainnya untuk meningkatkan citra positif SMK Saraswati 1 Denpasar. Dia menegaskan sekolah tetap memberi ruang untuk anak-anak berkreasi. Dia menilai sukses lulusan SMK di dunia kerja tak hanya diukur dari segi akademik dan skill, melainkan prestasi dan tambahan talenta. Makanya prestasi ini sakaligus dijadikan kado HUT ke-73 Yayasan PR Saraswati Denpasar. Tahun ajaran baru nanti SMK Saraswati 1 Denpasar akan menerima lima kelas yakni tiga kelas Akuntansi dan dua kelas Manajemen Perkantoran. Semua kompetensi ini sangat laris di pasar kerja. (ad286)

mengalami paceklik kentang. Karena mereka terlalu mengeksploitasi lahan pertanian dengan semua b a h a n pestisida u n t u k m e n g hasilkan kentang yang bagus, besar dan mulus. ‘’Sekarang hampir 40 persen lahan mereka mati. Tanah mereka sudah mati, akibat dari pemakaian pestisida, akibat dari eksploitasi yang dilakukan,’’ ungkapnya, Sab-

tu (9/11). Akibatnya, hampir 30 persen hama di Belanda hilang. Padahal h a m a sangat b e r hubungan dengan kelangsungan hidup, misalnya untuk mengurai sampah dan sebagainya. ‘’Dari situ mereka berpikir kalau semua negara melakukan hal yang sama, pastinya negara–negara Eropa, Amerika, Australia eksploitasi tanah pertanian

mereka, sehingga menghasilkan produk–produk yang sangat bagus, otomatis ini yang istilahnya membuat sustainability itu tidak berlangsung,’’ bebernya. Ia memilih konsep memasak yang sehat, seperti mulai mengurangi penggunaan minyak yang banyak. Maka dari itu, penting menginformasikan kelangsungan pangan (sustainability) dan kesehatan makanan kepada para chef, UMKM dan masyarakat umum. ‘’Karena kita tidak bicara untuk sekarang, tapi ke depan untuk anakcucu kita. Kalau tidak dari sekarang, dari hal-hal kecil untuk menjaga kelangsungan pangan kita, kapan lagi,’’ pungkasnya. (may)

TEATER TAKHTA - Tim Teater Takhta dan siswa berprestasi SMK Saraswati 1 Denpasar bersama Kasek Wayan Reta didampingi pembina Aryadimas dan Angga Dipta.

Pangan Sehat dan Berkelanjutan

KELANGSUNGAN dan kesehatan pangan, hal penting yang mesti dilakukan dari sekarang untuk pangan masa depan. President of ICA Henry Alexie Bloem menyampaikan, selama 30 tahun lebih ia di dapur (menjadi chef), ia tidak pernah berpikir tentang kelangsungan makanan. Namun sejak mengikuti pelatihan dari master trainer dari Belanda, wawasannya mulai terbuka. Para chef yang mengikuti pelatihan diarahkan untuk menjadi influencer di Indonesia untuk memikirkan pangan yang berkelanjutan. Dikatakan, produksi kentang dari luar negeri biasanya bagus dan besar–besar. Di Belanda saat ini petani

kepentingan seni rupa dan memperluas jaringan kerja sama untuk menyangga acara ini agar lebih besar dan kuat. ‘’Gagasan besar tak akan berkembang jika tidak dieksekusi dengan baik melalui kolaborasi intensif sebagai kerja bersama yang berdampak besar. Saya berharap Bali Megarupa membuat persiapan yang lebih matang untuk pameran tahun depan,’’ katanya. Ia menyebut dalam PKB 2020 akan memiliki pameran besar seni rupa yang berbasis tradisi untuk menggali seni rupa tradisi dan klasik yang tersebar di 1.493 desa adat. Seni rupa tradisi yang hingga kini masih eksis di Kamasan, Kerambitan, Nagasepaha,

Batuan, dan lain-lain perlu diberikan penguatan lagi. Kun Adnyana mengatakan pameran seni rupa tradisi melalui PKB dan Bali Megarupa bakal menjadi potret keberadaan seni rupa Bali yang sama-sama penting untuk dibesarkan dan menjadi kebanggan bersama. Pameran yang berlangsung sejak 22 Oktober di Museum Puri Lukisan, Museum Neka, Museum ARMA, dan Bentara Budaya Bali ini diinisiasi Dinas Kebudayaan Bali. Penutupan pameran dilakukan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokora Oka Artha Ardhana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace ditandai dengan pemotongan

tumpeng. Wagub Bali Cok Ace juga menaruh harapan kepada para seniman untuk terus memberikan sumbangsih bagi Bali. Ia mengatakan seniman memiliki kelebihan dalam berpikir, berkata dan berbuat, yang tidak hanya dilandasi ilmu kognitif, tetapi juga dengan olah rasa. ‘’Terlebih lagi, darah atau DNA seniman berbeda dengan orang kebanyakan. Oleh karena itu bersyukurlah Anda yang menjadi seniman,’’ katanya. Sebelumnya, panitia Bali Megarupa menggelar Workshop Garis dan Ekspresi yang diikuti puluhan siswa SD hingga SMA. (kmb)

Dorong Minat Anak-anak Tempuh Pendidikan BERSAMA teman-temannya, I Made Bayu Anggriawan (28) membuat terobosan di bidang pendidikan, utamanya untuk anak-anak di daerah perdesaan. Ia bersama timnya yang berjumlah 12 orang fokus dalam meningkatkan pendidikan di Desa Selat, Kacamatan Sukasada, Buleleng. Project yang dinamakan Back To School dan dicanangkan sejak Mei 2019 ini ternyata membuahkan hasil. Anakanak menjadi lebih terbuka dan berminat menempuh pendidikan. Ditemui di RSUP Sanglah, Senin (11/11) kemarin, Bayu yang merupakan apoteker lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini mengatakan Back To School dilakukan karena melihat masih tertinggalnya generasi muda di wilayah pelosok dan pegunungan di Bali akan pendidikan. ‘’Kami sasar daerah di Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Ternyata banyak anak-anak di sana yang masih belum bisa membaca,’’ ujarnya. Sebagai langkah awal, Bayu dan timnya mengumpulkan donasi untuk membangun perpustakaan di SDN 6 Selat. Dengan adanya perpustakaan ini diharapkan meningkatkan minat baca siswa SD di desa tersebut. Selain itu pihaknya juga memberikan wawasan mengenai pendidikan ke rumah-rumah. Hasilnya, tidak hanya meningkatkan minat anak untuk bersekolah juga meningkatkan

kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan bagi anaknya. ‘’Dulu anak-anak lebih sering diminta membantu menjaga ternak dan membantu di ladang. Sekarang sudah mulai didorong sekolah oleh orangtuanya,’’ ujarnya. Bahkan kini jumlah siswa di SD 6 Selat bertambah dari total 50 siswa bertambah menjadi 70 siswa untuk tahun ajaran ini. Bayu menambahkan, pihaknya juga memberikan tambahan wawasan bagi anakanak mengenai profesi yang bisa mereka capai ke depan. Jadi tidak sebatas menjadi seorang petani dan peternak. Menurutnya, anak-anak di Desa Selat, Sukasada, Buleleng ini kebanyakan bercita-cita menjadi peternak ataupun petani. Meskipun ada profesi, yang mereka tahu hanyalah dokter dan polisi. Padahal, banyak profesi lain yang bisa mereka capai dengan belajar seperti menjadi seorang sarjana farmasi dan apoteker. ‘’Mereka tidak tahu apa itu apoteker. Jadi kita perkenalkan,’’ ujar pemuda asal Blahbatuh, Gianyar ini. Project ini kemudian dibawa oleh Bayu sebagai perwakilan Apoteker RSUP Sanglah untuk dipresentasikan dan dilombakan dalam Indonesian Young Pharmatics Group Award (IYPG Award) 2019 dan berhasil mendapatkan juara pertama. Menurutnya, award ini menjadi pendorong untuk bisa terus berkontribusi kepada dunia pendidikan, sosial maupun lingkungan sekitar. (san)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook