terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 27 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
kamis kliwon, 12 september 2019
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Musim Hujan Mundur
Eksekutif dan Legislatif Sinkronisasi
Berkelahi di Tengah Prosesi Pengabenan
Musim hujan tahun 2019/2020 pada 15 zona musim di Bali diprakirakan mundur 10 hingga 30 hari. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan dimulai awal November mendatang.
Kesenjangan kinerja antara eksekutif dan legislatif menjadi atensi khusus Sekretariat DPRD Tabanan. Hal ini mengingat kesenjangan tersebut menyebabkan kebijakan yang diambil kerap tidak sesuai dengan arah pembangunan daerah.
I Wayan Wiradyana asal Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh menganiaya I Gusti Nyoman Alit Sutrisna di tengah prosesi pengabenan di kuburan desa setempat. Polisi pun menahan pria 24 tahun tersebut, Rabu (11/9) kemarin.
TABANAN | HAL. 7
BADUNG | HAL. 3
GIANYAR | HAL. 9
Habibie Berpulang
Selamat Jalan Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia
’’Bukannya tidak setuju, tapi karena Pak Gubernur masih memprioritaskan kepada pembangunan fisik yang langsung menyentuh masyarakat.’’ Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Wakil Gubernur Bali
Soal Anggota DPRD Bali Minta Gedung Baru
APBD Difokuskan untuk Kepentingan Rakyat Denpasar (Bali Post) Usulan penambahan gedung baru di DPRD Bali mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Rabu (11/9) kemarin. Dikatakan bila usulan tersebut bisa dibicarakan jika memang diperlukan dan ada dukungan anggaran. Namun untuk saat ini, Pemprov Bali masih fokus pada hal-hal yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. ‘’Setiap usulan pasti ada yang mendasari. Andaikata memang usulan itu relevan, kemudian anggaran ada ya… bagi saya itu kan masih bisa dibicarakan,’’ ujar pria yang akrab disapa Cok Ace ini. Dengan kata lain, lanjut Cok Ace, keinginan dan kemampuan harus bisa disesuaikan. Kalaupun disepakati pemangkasan hibah yang difasilitasi dewan, sebetulnya tak cukup menggambarkan ketersediaan anggaran. Sebab, anggaran yang dipangkas itu akan digunakan untuk hal-hal yang langsung menyentuh masyarakat. Seperti sebelumnya untuk pembebasan lahan shortcut, atau yang baru-baru ini dilontarkan Gubernur untuk penataan kawasan suci Besakih. ‘’Kalau itu menjadi indikator berarti kan kita belum ada kemampuan sekarang. Bukannya tidak setuju, tapi karena Pak Gubernur masih memprioritaskan kepada pembangunan fisik yang langsung menyentuh masyarakat,’’ jelasnya. Cok Ace menambahkan, gedung baru untuk DPRD Bali bukannya tidak penting. Tetapi usulan ini juga perlu dipikirkan karena dewan pun pasti memiliki pertimbangan tertentu. Baik menyangkut prestasi kerja maupun lingkungan kerja yang lebih nyaman. Hanya dengan keterbatasan anggaran sekarang maka usulan tersebut belum bisa menjadi prioritas. Diwawancarai terpisah, Ketua Sementara DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, dewan tidak akan memaksakan penambahan gedung baru kalau anggaran tidak memungkinkan. Kendati, ia mengaku senang jika kantornya bisa diperbaiki. Sebab, fasilitas yang bagus akan semakin memudahkan anggota dewan untuk melakukan koordinasi. ‘’Tapi fasilitas bukan yang nomor satu, nanti kita lihat juga ke depan. Kita juga ketemu dengan eksekutif, penganggaran bagaimana. Kalau memang sudah ada uangnya, saya sih setujusetuju saja. Kalau uangnya tidak memungkinkan, kita juga tidak akan paksakan itu,’’ ujar politisi PDI-P asal Tabanan ini. Menurut Wiryatama, wacana gedung baru boleh saja bergulir, tetapi dewan juga harus realistis melihat kemampuan keuangan daerah. Sebab, pihaknya tidak ingin ada trial and error terkait pembangunan gedung baru. Terkait pemangkasan anggaran hibah untuk membiayai gedung baru, semua tergantung dari kesepakatan anggota DPRD Bali. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bali I Komang Nova Sewi Putra mengatakan, setiap anggota sebetulnya tidak memerlukan ruangan sendiri-sendiri. Hal. 15 Harus Dibenahi
Jakarta (Bali Post) Presiden ke-3 RI BJ Habibie tutup usia. Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 83 tahun. Kabar soal meninggalnya BJ Habibie disampaikan oleh Kepala RSPAD Dr. Terawan, Rabu (11/9) kemarin. ‘’Benar, pukul 18.05 WIB,’’ ujarnya. Presiden Jokowi menyampaikan dukacita mendalam. ‘’Innalillahi wainnaillaihi rajiun. Perkenankan saya atas nama seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah menyampaikan duka yang mendalam, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Bapak Profesor BJ Habibie, tadi jam delapan belas lebih lima di RSPAD Gatot Soebroto,’’ kata Jokowi kepada wartawan di RSPAD Gatot Soebroto. Sosok Habibie dikenal sebagai salah satu manusia jenius yang dilahirkan di Indonesia. Spesialisasi keilmuan BJ Habibie adalah konstruksi
pesawat terbang yang mulai ditekuninya saat studi di RWTH Aachen University, Jerman Barat, sejak 1955. Dia sempat bekerja di perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg yakni Messerschmitt-Bolkow-Blohm. Presiden Soeharto memanggil BJ Habibie pulang ke Tanah Air pada 1973 untuk menempati jabatan sebagai Menristek RI. Karena kepakarannya soal pesawat yang membutuhkan teknologi tinggi, Habibie mendapat gelar Bapak Teknologi Indonesia. Tidak hanya di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, pria kelahiran ParePare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 ini terjun ke dunia politik setelah menjadi anggota MPR dari Fraksi Karya Pembangunan (Golkar) masa bakti 1992-1997. Lalu menjadi Wakil Presiden era Soeharto yang terpilih kembali di Pemilu 1997. Hal. 15 Kebebasan Pers
BJ Habibie (alm)
Revisi UU KPK Jangan Dipaksakan
Yogyakarta (Bali Post) Langkah bijak harusnya diambil Presiden maupun DPR terkait revisi Undang-undang No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya dengan pembahasan revisi dilakukan DPR periode berikutnya, mengingat masa jabatan DPR saat ini akan habis akhir bulan ini. Memaksakan pembahasan di DPR periode ini akan membuat revisi menjadi terkesan terburu-buru. Selain itu, muncul harapan agar Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan sikap menolak revisi UU KPK. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pem berantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di sela ke-
giatan Festival Konstitusi dan Antikorupsi 2019, di Yogyakarta, Rabu (11/9) kemarin. Ia mengatakan semoga Presiden Jokowi tidak mengirimkan surat presiden yang isinya menyetujui pembahasan revisi ke DPR-RI. ‘’Harapan kami seperti itu, Presiden kan punya waktu 60 hari (untuk menyetujui atau tidak dan berkirim surat ke DPR). Dan saya sangat berharap men-
dengarkan para ahli baik yang di perguruan tinggi atau yang di luar perguruan tinggi,’’ katanya. KPK menolak revisi tersebut, katanya, karena rencana tersebut belum tepat kalau diaplikasikan saat ini, apalagi masa jabatan legislator periode 2014-2019 akan berakhir 30 September 2019 mendatang. Dengan waktu yang terbatas seperti itu, menurutnya, sulit untuk mewujudkan Komisi
Pemberantasan Korupsi yang lebih baik jika revisi tetap dipaksakan. Masih Mempelajari Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengaku akan segera memberikan jawaban mengenai alasan mengapa perlu direvisi dan mengapa tidak perlu revisi UU KPK. ‘’Baru saya terima DIM-nya tadi. Baru saya pelajari hari ini. Pelajari dulu, secepatcepatnya. Kita ini baru melihat DIM-nya dulu,’’ kata Jokowi usai membuka Konferensi ke-37 Asosiasi Insinyur se-ASEAN (Cafeo37) di JI-Expo Kemayoran, Rabu kemarin. Ia mengatakan, setelah selesai akan dikirim kepada
DPR mengenai apa saja materi yang perlu direvisi dan tidak perlu direvisi. ‘’Besok saya sampaikan, nanti saya sampaikan materi-materi apa yang perlu direvisi,’’ katanya. Ia menyebutkan sudah meminta pertimbangan dari para menteri sejak Senin (9/9) juga dari para pakar. ‘’Sudah mulai sejak hari Senin kita maraton, minta pendapat para pakar, kementerian, semuanya secara detail, sehingga begitu DIM nanti kita lihat, saya sudah punya gambaran,’’ katanya. Mengenai target RUU tentang KPK itu selesai pada masa keanggotaan DPR 2014-2019, Jokowi mengatakan itu urusan DPR. (ant)
Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Karangasem Ingin Wujudkan Pemerataan Pembangunan di Bali Melalui Pinggiran
MEJA JADUL - Anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali Purwa Arsana saat menunjukkan kondisi meja yang sudah ‘’jadul’’ di ruangan Komisi III.
Harian Bisnis Bali Internet Desa Mulai Digagas Dalam rangka memperluas pemasaran produk dan menembus persaingan global, pemerintah menggagas internet desa (indes). Berapa target pemasangannya dan di Bali desa mana yang telah memperoleh indes?
www.bisnisbali.com
PRO G R A M ‘ ’ B a d u n g Angelus Buana’’, Badung berbagi dari Badung untuk Bali, merupakan tagline dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam membantu pembangunan fisik serta menyejahterakan masyarakat. Dengan mengimplementasikan program Nawacita dari Presiden RI, Bupati Badung ingin membangun Bali dari pinggiran seperti Buleleng dari SCTPB (Sidetapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa dan Banyusri) lanjut ke Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Bangli. Rabu (11/9) kemarin menjadi giliran Kabupaten Karangasem mendapatkan bantuan bedah rumah dari Kabupaten Badung. Bertempat di Balai Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, sebanyak sembilan banjar dinas mendapat bantuan bedah rumah di an-
taranya Banjar Dinas Munti Gunung, Tirta Sari, Labuan Sari, Tegal Sari, Taman Sari, Samuh, Buana Pule, Buana Pekurenan dan Banjar Dinas Batu Meyeh dengan keseluruhan jumlah penerima sebanyak 405 orang dan total nilai bantuan sebesar Rp 20 miliar lebih. Turut hadir Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala BPKAD I Ketut Gede Suyasa, Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya, Kadis PMPTSP I Made Agus Aryawan, Kadis Perkim A.A. Ngurah Bayu Kumara Putra, Kabag Hukum I Komang Budi Argawa, Kabag Kesra I Nyoman Sujendra, dan Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta yang disambut langsung oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Hal. 15 Bantuan BKK
BEDAH RUMAH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan bedah rumah untuk Kabupaten Karangasem di Balai Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Rabu (11/9) kemarin.
Kamis Kliwon, 12 September 2019
FIGUR
Juru ”Baos’’ JURU baos (bicara) saat upacara perkawinan adat di Bali identik dilakukan kalangan usia tua. Beda halnya apa yang digeluti oleh A.A. Ngurah Oka Wiranata. Di saat sEmeton Puri Jambe Celagigendong melaksanakan upacara mapandes maupun pawiwahan, sosok low profile ini selalu ditunjuk menjadi juru baos. Termasuk saat upacara pawiwahan putra Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara, dia juga berperan sebagai juru baos selain oleh panglingsir dan sEmeton Puri Jambe Celagigendong ditugaskan menjadi ketua panitia (manggala karya). Ia mengakui, menjadi juru baos upacara perkawinan tidaklah mudah, apalagi saat marerasan dengan pihak keluarga perempuan. Di sana harus punya keahlian khusus dalam mendengarkan dan menyampaikan keinginan pihak pria, sehingga tidak membuat ketersinggungan, apalagi harus menggunakan bahasa Bali halus dengan lawan bicara rata-rata usianya di atas 60 tahun. Selama ini Gung Ocha, panggilan akrab suami dari A.A. Sagung Ayu Saptarisni ini menjadi juru baos dalam upacara perkawinan belum pernah lawan bicaranya seumuran dirinya. Prinsipnya dalam mabaosan tetap menjaga etika dan selalu memperhatikan sor singgih Bahasa Bali. ‘’Pokoknya terpenting lawan bicara memahami apa isi pembicaraan, maka dia lebih cenderung menggunakan pilihan kata dalam bahasa Bali yang mudah dimengerti, baik oleh diri sendiri maupun orang lain,’’ ujarnya. Pria yang di lingkungan Pemkot Denpasar ini bertugas sebagai Irban 1 pada Inspektorat mengatakan, sebagai juru baos apalagi ditunjuk jadi mangala karya, dia harus bisa fokus terhadap dua tugas yang diembannya. Kalau dikatakan jadi juru baos berbahasa Bali berat, ya berat. Namun, dia lakoni dengan selalu mengasah diri bertanya kepada para tetua yang sudah sering berperan sebagai juru baos. Ke depan, dia berharap pemerintah menggali potensi generasi milenial Bali untuk diberikan pelatihan terkait jadi juru baos, sehingga saat upacara pawiwahan tidak susah cari juru baos. ‘’Langkah ini sekaligus upaya memperkuat adat dan budaya Bali,’’ tegasnya. (ara)
Minimalisasi Kasus Kebakaran
Masyarakat Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan Denpasar (Bali Post) Musim kemarau di Bali dipredikasi berlangsung dari Juni hingga Agustus. Kendati demikian, hingga memasuki September, intensitas hujan di Bali khususnya Kota Denpasar masih rendah. Bahkan, suhu udara terasa panas di siang hari. Menyikapi hal tersebut sebagai upaya mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran, BPBD Kota Denpasar meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. ‘’Kami meminta masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, khsusunya di lahan kosong yang rentan terbakar,’’ ujar Kepala BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Ariwibawa, Rabu (11/9) kemarin. Joni Ariwibawa mengatakan, dalam kurun waktu satu minggu belakangan ini BPBD telah menangani beberapa kebakaran di lahan kosong. Sebagain besar musibah ini diakibatkan adanya pembakaran sampah yang tidak terkontrol. ‘’Di Denpasat saat ini masih banyak kita jumpai lahan kosong yang hanya diisi oleh ilalang dan pepohonan, karena memasuki musim kemarau dedaunan kering sangat rawan terbakar. Untuk itu diperlukan pengawasan bersama agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan,’’ jelasnya. Joni Ariwibawa menambahkan, membakar sampah sembarangan selain secara aturan tidak diperkenankan juga dapat mengganggu kesehatan dan saluran pernapasan. Masyarakat diminta selalu waspada serta melaksanakan pengawasan bersama untuk menghindari terjadinya kebakaran. Menurut Joni Ariwibawa, pihaknya telah menyiagakan Tim BPBD Kota Denpasar selama 24 jam di empat pos. Yakni, Pos Induk Jalan Imam Bonjol, Pos Juanda Renon, Pos Mahendradata dan Pos Cokroaminoto Ubung. ‘’Tentunya kami berharap partisipasi masyarakat sehingga mampu aktif dan bersama-sama dalam mencegah terjadinya bencana, khususnya kebakaran, mengingat saat ini intensitas hujan di Kota Denpasar masih minim,’’ tegasnya. (kmb12)
Korupsi Pengadaan Kapal
Direktur PT F1 Perkasa Dihukum Empat Tahun Denpasar (Bali Post) Direktur PT F1 Perkasa Suyadi (50) yang diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar atas dugaan korupsi pengadaan empat unit kapal Inka Mina diganjar pidana penjara selama empat tahun oleh majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila, Rabu (11/9) kemarin. Pria yang masih berstatus terpidana empat tahun penjara kasus pengadaan tujuh unit kapal Inka Mina ini divonis karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan empat unit kapal yang anggarannya bersumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali tahun 2014. Atas vonis itu, terdakwa didampingi tim penasihat hukumnya, I Ketut Bakuh, dkk., mengatakan menerima vonis itu. ‘’Saya menerima,’’ ujar Suyadi. Sementara itu, JPU belum bersikap dan masih pikir-pikir. Vonis tersebut lebih ringan dua tahun dibandingkan tuntutan yang diajukan tim jaksa. Sebelumnya tim jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menuntut Suyadi dengan pidana penjara selama enam tahun, ditambah pidana denda Rp 200 juta subsidair dua bulan kurungan. Dalam amar putusan majelis hakim menyatakan, terdakwa Suyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider. Suyadi dijerat Pasal 3 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain pidana empat tahun, terdakwa juga didenda Rp 200 juta subsider satu bulan kurungan. Dalam kasus ini, Suyadi selaku Direktur PT F1 Perkasa adalah pemenang lelang pengerjaan pengadaan kapal penangkap ikan ukuran besar, setara dengan 30 GT dan alat penangkap ikan. Dengan jumlah empat unit kapal Inka Mina. Namun pada proses pengerjaannya, ia tidak bisa menepati waktu sesuai kontrak. Selain itu, empat mesin yang dipasang pada kapal Inka Mina belum dibayar oleh terdakwa. Suyadi dinilai telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp 800 juta. Nominal itu juga menjadi kerugian negara yang ditimbulkan Suyadi. (kmb37)
Topik : SELAMAT JALAN HABIBIE
Polresta Jamin Keamanan Warga Papua Denpasar (Bali Post) Warga Papua yang tinggal di wilayah Denpasar cukup banyak. Selain bekerja di Bali, sebagian dari mereka berstatus pelajar dan mahasiswa. Terkait demo anarkis yang terjadi di Papua beberapa waktu lalu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menjamin warga Papua yang tinggal di Denpasar aman dan nyaman. ‘’’Kami menjamin keamanan warga Papua, termasuk pelajar dan mahasiswa. Mereka nyaman sekolah di sini (Bali). Jika ada hal-hal tidak diinginkan, sampaikan kepada kami. Bhabinkamtibmas kami akan menjaga mereka,’’ tegas Ruddi Setiawan di sela-sela kegiatan ‘’Merajut Cinta untuk Negeri dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika’’ yang dihadiri pelajar SD hingga SMA/SMK, termasuk siswa dari Papua dan disabilitas, Rabu (11/9) kemarin. Kegiatan itu bertujuan untuk terus mengajak generasi muda, khususnya pelajar SD, SMP dan SMA/SMK mencintai bangsa Indonesia. Selain itu agar mereka punya jiwa dan tekad
menjaga NKRI. ‘’Kita sama-sama menyanyikan lagu ‘Gebyar-gebyar’ supaya mereka lebih mencintai NKRI,’’ ujar Ruddi Setiawan. Mantan Kapolres Badung ini berharap generasi muda Papua bersama-sama menjaga NKRI. ‘’Supaya situasi Papua dan Bali tetap kondusif,’’ kata mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. Acara penuh keceriaan tersebut dihadiri 10 siswa SMKN 1 Kuta Selatan termasuk enam orang dari Papua, sembilan siswa SMKN 3 Denpasar termasuk lima orang asal Papua, pelajar Yayasan Islam Alinayag, Yayasan Salam Kristen, Yayasan Gayatri Hindu, Sekolah Luar Biasa Anak dan Tuna Netra Mahatmamiya. Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan Operasi Bina Waspada Agung 2019. Untuk mempersatukan masyarakat yang beragam perlu adanya toleransi tinggi membangun rasa kebersamaan masyarakat yang cerdas dan pluralitas nasionalisme. “Dengan semangat nasionalisme kita terhindar dari
Bali Post/kmb36
PELAJAR - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan dan Wakapolresta AKBP Benny Pramono bersama pelajar SD hingga SMA/SMK dalam acara ‘’Merajut Cinta untuk Negeri dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika’’, Rabu (11/9) kemarin. ancaman disintegrasi yang dapat mengganggu bangsa dan keutuhan NKRI. Kita semua adalah saudara. Walaupun kita berbeda suku, adat
dan budaya, tetapi kita tetap satu bangsa Indonesia,’’ tegas Ruddi Setiawan didampingi Wakapolresta AKBP Benny Pramono. (kmb36)
Dewan Kritisi Kinerja Tim Ahli Denpasar (Bali Post) Kalangan anggota DPRD Bali melontarkan kritik keras terhadap kinerja tim ahli selama ini. Puncaknya saat pembahasan kode etik dan tata beracara Badan Kehormatan terpaksa ditunda hingga Jumat (13/9) mendatang. Ini lantaran draf yang disodorkan tim ahli dinilai masih belum siap. Bukannya memakai kode etik tahun 2010 dan 2014 sebagai referensi, tim ahli justru mengadopsi kode etik dari hasil kunjungan kerja ke Jawa Barat. Kekesalan anggota dewan semakin memuncak saat tim ahli menyatakan tidak tahu terkait apa yang menjadi tugasnya. ‘’Memang dari beberapa pasal itu simpel yang dibuat tapi tidak lengkap. Kemudian ada aturan yang tidak update, referensinya juga melihat dari daerah lain. Padahal, kita punya kode etik 2010 dan 2014,’’ ujar Pimpinan Rapat Pembahasan Kode Etik dan Tata Beracara Badan Kehormatan DPRD Bali IGA Diah Werdhi Srikandi saat dikonfirmasi usai rapat, Rabu (11/9) kemarin. Diah Werdhi sendiri telah mengkritik kinerja tim ahli saat rapat pembahasan awal peraturan tata tertib (tatib) serta kode etik dan tata beracara di Ruang Rapat Gabungan, Gedung Dewan, Selasa (10/9) lalu. Dikatakan, saat ini DPRD Bali memiliki 23 orang tim ahli. Namun mereka kerap bekerja secara bergerombol. Padahal di dalam tatib telah diatur bahwa di masing-masing Alat Kelengkapan Dewan (AKD) maksimal ada tiga orang tim ahli. Anggota dewan incumbent ini pun mengusulkan agar tim ahli disesuaikan dengan bidang-bidang yang menjadi kebutuhan AKD, sehingga tugasnya jelas dan tidak ada kesan titipan. ‘’Kita juga ingin supaya perda inisiatif dari dewan itu biar berkualitas dikaji dulu oleh tim ahli. Itu akan kita perbaiki manajemennya. Jadi, masing-masing komisi maksimal tiga, kemudian fraksi juga begitu. Nama-namanya siapa, agar kita sebagai anggota lebih mudah untuk diskusi,’’ jelasnya. Lantaran kerja bergerombol, Diah Werdhi mengaku tidak tahu apa saja latar belakang 23 tim ahli di DPRD Bali. Diskusi pun akhirnya dilakukan
dengan tim ahli yang dikenal saja. Belum lagi, tim ahli juga kerap luput memasukkan sejumlah usulan dewan dalam materi rapat paripurna. Hal ini banyak menuai protes dewan, sehingga mereka akan dievaluasi. Mengingat, tim ahli yang bertugas pada periode dewan sebelumnya ternyata masih terus berlanjut di periode sekarang. ‘’Jujur, kita memang sangat membutuhkan tim ahli dalam penyelesaian perda. Tapi perlu orang-orang yang berkualitas. Ada teman yang menyarankan minimal S-2, karena tim ahli memang harus lebih ahli dari anggota dewan. Apalagi anggota dewan juga banyak yang sudah S-2 bahkan S-3. Jadi, jangan sampai tim ahli ada di bawah kita,’’ papar politisi PDI-P asal Jembrana ini. Sementara dalam rapat pembahasan kode etik dan tata beracara DPRD Bali kemarin, tampak hanya dihadiri oleh dua orang tim ahli. Tak hanya soal referensi dari luar daerah, mereka juga ‘’diserang’’ karena menyodorkan materi yang dangkal. Salah satu dasar hukum yang dipakai dalam konsideran mengingat bahkan ada yang salah. ‘’Dia cari perbandingan jauh-jauh ke Yogyakarta, DKI Jakarta, dan akhirnya memakai referensi dari DPRD Jawa Barat. Buang-buang uang itu ke sana-sini, sangat mubazir,’’ ujar anggota Fraksi PDI-P I Made Supartha. Ketika dicecar oleh dewan, Supartha menyayangkan tim ahli justru menjawab tidak tahu apa tugasnya. Kalau memang tidak siap dan tidak mampu, politisi asal Tabanan ini
Bali Post/kmb32
RAPAT - Pimpinan Rapat Pembahasan Kode Etik dan Tata Beracara DPRD Bali IGA Diah Werdhi Srikandi (kanan) berbicara dengan tim ahli usai memimpin rapat yang akhirnya ditunda hingga Jumat (13/9) besok. meminta agar tim ahli mundur saja. Tim ahli juga mestinya malu saat menyodorkan materi yang begitu dangkal dan bahkan bisa menjebak dewan. Seperti dalam rancangan kode etik, tim ahli tidak mencantumkan teknis konsultasi dengan eksekutif. Kemudian, soal pengganti antarwaktu dan penyidikan. Padahal, semuanya sudah ada dalam kode etik 2010. ‘’Kode etik ini mengatur mekanisme kerja dewan dari dalam agar tahu dirilah. Kalau ini tidak kita pahami, nanti rentan melanggar hukum, melanggar peraturan perundang-undangan,’’ jelasnya. Menurut Supartha, tim ahli mestinya tidak asal comot atau hanya berbekal kemampuan akademis saja. Namun harus melalui proses fit and propher test yang akuntabel dan transparan, serta sesuai dengan kebutuhan dewan. Tak hanya dalam rapat pem-
bahasan kode etik, kritik untuk tim ahli juga muncul dalam rapat pembahasan peraturan tata tertib dewan di ruangan berbeda. Anggota Fraksi PDI-P I Nyoman Adnyana mengatakan, sempat ada pandangan agar tim ahli ditiadakan. Tetapi, ada pula yang memandang tetap harus ada tim ahli sesuai dengan PP. ‘’Saya beri solusi tetap ada tapi kita libatkan ketika kita perlukan. Jadi, tidak harus mereka ikut setiap kegiatan, misalnya kunker (kunjungan kerja - red). Tapi itu belum diputuskan, tunggu saja besok,’’ kata politisi asal Bangli ini. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Catatan Mahasabha Agung III Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori
Pengurus Luncurkan Buku Resmi Raja Badung Pertama Sekaligus Deklarasi Persaudaraan Bersama Trah Arya Kanuruhan
RATUSAN pengurus Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK) memenuhi Wantilan DPRD Provinsi Bali di kawasan Niti Mandala Renon guna menyaksikan karya ageng yang dihelat setiap lima tahun sekali yakni Mahasabha Agung PANDBTK. Selain dihadiri oleh pejabat Pemerintah Provinsi Bali, juga dihadiri oleh panglingsir dari sejumlah puri di Bali serta Pengurus PANDBTK tingkat Pusat, Provinsi Bali dan juga kecamatan, bahkan hadir PANDBTK asal Sulteng, Lampung dan NTB. Dalam sambutannya, Brigjen Pol (Purn) Njoman Gde Suweta, M.H. menyatakan, Mahasabha Agung III ini bertujuan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dari Pengurus Pusat tentang kinerja periode 2014-2019 dan menurutnya telah banyak prestasi yang telah dikerjakan oleh pengurus pusat khususnya terkait dengan keberadaan aset lan duwe Pura Kawitan Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori. Ia juga meminta agar semeton Tegeh Kori senantiasa eling terhadap sejarah leluhur, di mana kepatuhan sejarah itu berdasarkan Purana Pura, bukan Purana Puri. “Pada Mahasabha III ini kami luncurkan Buku Resmi Sejarah Ida Batara Dalem Benculuk Tegeh Kori yang sebelum di-abhiseka raja bernama Dewa Anom Pemayun yang putra mahkota Raja Bali Sri Aji Kresna Kepakisan. Dan sejarah Ida Batara Tegeh Kori dimulai sejak beliau mendirikan Kerajaan Badung dan menjadi Raja Badung pertama yang berstana di Tonja setelah mendapatkan penganugerahan dari Dewi Danu. Maka dari itu, warih dan pratisentana Ida Batara Kawitan harus patuh pada Purana dan juga Bhisama Sabha Pandita. Semuanya terangkum dalam buku sejarah yang kita resmikan ini,” ungkap Suweta yang mantan Wakapolda Bali ini.
Hal senada juga diungkap oleh Sekretaris Jenderal PANDBTK Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang membacakan pernyataan sikap dari Mahasabha Agung III, yakni Tegeh Kori Anggugah X dan juga rekomendasi Panca Swadharmaning Ksatria Dalem yang berisikan sejumlah rekomendasi internal dan eksternal. “Tegeh Kori Anggugah X kali ini di antaranya memberikan dukungan pada legitimasi kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang sah periode 20192024, mendukung penyelesaian konflik Papua, mendukung perpindahan ibu kota RI ke Provinsi Kalimantan Timur, menolak perusakan alam di kawasan Catur Danu dan dukungan organisasi untuk disahkannya Perda Bali No.4/2019 tentang Desa Adat di Bali. Semua rekomendasi ini akan dikirimkan ke Presiden, Gubernur, dan para stakeholder yang berkepentingan. Tujuannya agar pemerintah sebagai Guru Wisesa tahu bahwa di Bali ada organisasi hebat, yakni PANDBTK yang tidak hanya melulu mengurusi tentang ritual, pura dan upakara tapi juga bisa berbicara dan bersikap dalam hal kebangsaan. Ibaratnya jika dahulu leluhur kami Raja Badung Pertama I Gusti Tegeh Kori berjuang dengan tajamnya ujung senjata, tapi kini warih-nya berjuang dengan tajamnya ujung lidah. Di sini wawasan kebangsaan suatu organisasi diuji. Selain itu, PANDBTK ingin mendidik generasi muda kami untuk berani bersikap dalam hal kebangsaan,” ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga Senator DPD-RI ini. Dalam kesempatan itu, pihak PANDBTK juga mengagendakan kegiatan seremonial, yakni Deklarasi Persaudaraan antara Warih Nararya Tegeh Kori dengan Warih Arya Kanuruhan. Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan
SATYAGRAHA – Sabha Pandita dan Pengurus PANDBTK Pusat menyaksikan Deklarasi Persaudaraan dengan Semeton Arya Kanuruhan dan tampak Panglingsir Puri Tabanan, Puri Ubud, Puri Pemecutan dan Pemerintah Bali, DPRD Bali di acara Mahasabha Agung III. prasasti yang dilakukan oleh Ketua Umum dan Sekjen PANBTK bersama Dr. Wayan Artha Dipa (Panglingsir Arya Kanuruhan) Provinsi Bali serta pemberian Keris Majapahit sebagai Cihna Ksatria Arya yang diberikan kepada Arya Kanuruhan. “Sebelumnya, PANDBTK saat Pesamuan Agung di Pura Kawitan ring Tonja juga memberikan Keris Majapahit dan Deklarasi Persaudaraan kepada semeton Pande dan juga semeton Arya Sentong dan kini kami deklarasikan bersama Semeton Arya Kanuruhan. Semua bertujuan baik yakni menjaga Pancasila, memperkuat
ketahanan budaya wangsa Bali dan tentunya kebanggaan akan sejarah leluhur, baik leluhur Bali Majapahit atau Bali Mula. Kami akan agendakan setiap pasamuan dan mahasabha. Lagi pula, dalam ajaran Hindu di Nusantara, ada wejangan baik dari leluhur bahwa jika suatu saat para Ksatrian Arya bersatu padu, maka tidak akan ada yang bisa mengalahkan Hindu Dharma. Dan kita yakinkan tugas Ksatrian Dharma saat ini adalah menegakkan Pancasila termasuk menghadapi gerakan radikalisme,” ungkap Shri Arya Wedakarna. (ad407)
Kamis Kliwon, 12 September 2019
Pemkab ’’Nunggak’’ 840 Unit Bantuan Rumah Layak Huni Mangupura (Bali Post) – Pemkab Badung masih menyisakan tunggakan program Bantuan Rumah Layak Huni (BRLH) yang dicanangkan sejak 2016 lalu. Setidaknya, 840 unit BRLH yang belum terealisasi tahun ini dan menunggu penganggaran di APBD 2020. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Badung melalui Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Rabu (11/9) kemarin, membenarkan peri-
hal tersebut. Menurutnya, sisa bantuan yang belum terealisasi sebanyak 840 unit tersebut akan dituntaskan tahun 2020. ‘’Kalau tahun ini sudah 565 dilaksanakan, sehingga totalnya 1.405 unit,’’ ungkapnya. Menurutnya, pemerintah telah menganggarkan 840 unit BRLH pada APBD 2020 sebesar Rp 46 miliar lebih. Kegiatan yang merupakan implementasi dari Pola Pembangunan Nasional Semesta
Berencana (PPNSB) tentang sandang, pangan dan papan, salah satunya terdapat program bedah rumah, rehab berat dan ringan. ‘’Nanti dianggarkan di induk 2020. Dianggarkan Rp 46 miliar lebih,’’ ucapnya. Sebelumnya, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menegaskan, yang mendapat dana BRLH adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Dari BRLH akan berlanjut ke bantuan bedah warung dan
bedah WC. ‘’Untuk program bantuan bedah rumah sebanyak 3.000 bagi masyarakat kategori KK miskin sesuai data Dinas Sosial telah kami tuntaskan di tahun 2018. Dan sekarang berlanjut dengan program Bantuan Rumah Layak Huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah,’’ terangnya. Rumah diminta dibangun secara gotong-royong dan bentuknya seragam, dilengkapi dua kamar tidur, satu
ruang tamu, kamar mandi dan dapur. ‘’Bantuan ini agar dimanfaatkan dengan baik. Ke depan, juga akan diberi bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan usaha dan ekonomi masyarakat,’’ sebutnya. Seperti diketahui, program BRLH mulai digulirkan sejak tahun 2016 dan tahun ini memasuki tahun ketiga. Jumlah pemohon bantuan sebanyak 6.846 KK atau 4,8 persen dari jumlah KK di Badung.
Setelah verifikasi, yang layak mendapat bantuan sebanyak 2.180 KK atau 31,84 persen dari seluruh permohonan. Masyarakat yang sudah mendapat bantuan 775 KK dengan jumlah dana Rp 42,185 miliar. Tahun ini dibantu 565 KK dengan nilai total Rp 31,75 miliar. Jadi, BRLH hingga tahun 2019 sebanyak 1.332 KK atau 0,94 persen dari jumlah KK di Badung dengan jumlah anggaran Rp 73,260 miliar. Nilai bantuan Rp 55 juta per
rumah. Kriteria calon penerima BRLH yaitu KK warga Badung, memiliki atau menguasai tanah dengan legalitas dan tidak dalam sengketa, belum memiliki rumah atau memiliki atau menempati rumah satu-satunya dengan kondisi tidak layak huni, belum pernah memperolah bantuan rumah dari pemerintah serta berpenghasilan paling banyak senilai upah minimun daerah. (kmb27)
Pengaruh Angin Timur Australia
Musim Hujan Diperkirakan Mundur hingga November Mangupura (Bali Post) Musim hujan tahun 2019/2020 pada 15 zona musim di Bali diprakirakan mundur 10 hingga 30 hari. Berdasarkan hasil analisis serta pertimbangan kondisi fisis dan dinamika atmosfer yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan dimulai awal November mendatang. Menurut Kepala Balai Besar Meterologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar Muhamad Taufik Gunawan, hal tersebut dikarenakan adanya kondisi dinamis seperti masih kuatnya angin timur atau Monsun Australia. Menurutnya, hujan di Bali seharusnya mulai banyak sejak Oktober. ‘’Namun karena ada gangguan dinamis masih kuatnya angin timur, maka musim
Bali Post/edi
Jaga Kelestarian Pantai TNI Bersihkan Sampah Plastik Upaya menjaga kelestarian dan kebersihan pantai, terutama dari sampah plastik terus dilakukan komponen masyarakat, termasuk TNI. Seperti pada Rabu (11/9) kemarin, ratusan anggota Kodim 1611/Badung membersihkan Pantai Biaung, Denpasar Timur, dari sampah plastik. Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto didampingi Pasiter Kapten Inf. Wayan Suara mengatakan, Pantai Biaung merupakan salah satu tujuan wisata wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, pantai tersebut harus selalu dijaga kebersihan dan kelestariannya agar turis yang berkunjung merasa senang dan nyaman. Selain anggota TNI, kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa, anggota Polri, instansi terkait dan masyarakat. ‘’Kami mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat agar menjaga kelestarian pantai yang ada di Bali, termasuk lingkungannya agar Bali tetap diminati wisatawan mancanegara. Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka memperingati HUT ke-74 TNI tahun 2019,’’ ujarnya. Selain membersihkan pantai, juga dilaksanakan donor darah di lantai II Pasar Badung di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Donor darah tersebut diikuti sekitar 150 orang. (kmb36)
CITRA SATELIT Petugas BMKG mengecek visual citra satelit untuk mengetahui pergerakan awan hujan, Rabu (11/9) kemarin.
hujan mundur sekitar 10 sampai 30 hari,’’ katanya, Rabu (11/9) kemarin. Dijelaskannya, sebanyak 11 zona musim (ZOM), akan mengalami awal musim hujan antara November dasarian II-III yang meliputi wilayah Jembrana bagian barat, Buleleng/Jembrana bagian utara, Jembrana/ Tabanan bagian selatan, Tabanan/Badung/Gianyar, Tabanan/Bangli bagian barat laut, Buleleng bagian utara, Bangli bagian utara, Karangasem bagian tengah, Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, Karangasem bagian selatan, Tabanan bagian selatan, Badung bagian selatan dan Denpasar. Sementaraa, 4 ZOM akan mengalami awal musim hu-
jan antara Desember dasarian l-Il. Meliputi wilayah Buleleng bagian barat, Buleleng bagian timur, Karangasem bagian utara, Karangasem bagian timur dan Nusa Penida. Dikatakannya, apabila dibandingkan dengan ratarata awal musim hujan sebelumnya, di Pulau Bali diprakirakan mundur dari rata-rata. Padahal biasanya Oktober sudah mulai masuk musim hujan tapi ini mundur hingga awal November. Diperkirakan, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari - Februari 2020 mendatang. Pihaknya pun mengimbau pada musim hujan nanti yang harus diwaspadai adalah banjir, longsor dan angin kencang. (kmb23)
Pertamini Luput dari Pengawasan
Bali Post/ist
BERSIH PANTAI - Anggota Kodim 1611/Badung bersama polisi, masyarakat dan mahasiswa membersihkan Pantai Biaung, Denpasar Timur.
Mangupura (Bali Post) Pedagang bahan bakar minyak (BBM) yang dijual eceran di lapaklapak pinggir jalan, luput dari pengawasan Pemerintah Kabupaten Badung. Padahal, penjual bensin dengan merek dagang Pertamini tersebut kian menjamur. Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (11/9) kemarin, penjual bensin eceran modern tersebut berada di warung-warung milik masyarakat. Nampak sebuah kotak berwarna merah atau biru yang identik dengan Pertamina. Alat penakar atau selenoid valve untuk menerima pembelian juga tidak berbeda jauh dengan milik Pertamina. Hanya, tidak menggunakan tangki pendam melainkan hanya diletakkan di dalam, sehingga mudah dibawa dan diisi ulang. Tampilan noozle milik Pertamini juga menggunakan kode warna yang sama, biru untuk Pertamax dan kuning untuk Premium. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung Ketut Karpiana mengatakan, sejauh ini belum ada regulasi jelas mengenai keberadaan usaha tersebut. Dengan demikian, semua Pertamini yang
beredar di lapangan dipastikan tidak berizin. ‘’Kami tidak tahu izinnya dari mana dan kewenangan untuk mengawasi siapa, karena Pertamini ini memang tergolong baru. Kami juga tidak punya kewenangan untuk mengawasi itu,’’ ungkap Karpiana. Menurutnya, Diskop, UKM dan Perdagangan Badung hanya mengawasi SPBU. Untuk SPBU, setiap enam bulan sekali wajib ditera ulang untuk mencegah terjadinya praktik curang dalam melayani masyarakat yang membeli bahan bakar. Timbangan-timbangan pedagang lainnya juga wajib tera ulang secara berkala. Pejabat asal Cemagi, Mengwi ini mengakui bahwa Pertamini terus menjamur sampai ke pelosok-pelosok desa di Badung. Pertamini yang sudah telanjur menjamur di seluruh Badung ini juga berkaitan dengan konsumen yang notabene adalah masyarakat Badung. ‘’Yang jelas, perlu ada koordinasi. Siapa sih yang berwenang mengawasi Pertamini ini? Apakah kita atau Pertamina. Begitu juga masalah izin usahanya, harus jelas dulu semua,’’ tegasnya. (kmb27)
Mata Air di Pura Taman Mumbul
Diharapkan Ditata sebagai Destinasi Wisata Baru Mangupura (Bali Post) Rencana Pemkab Badung melalui PDAM Tirta Mangutama untuk memanfaatkan sumber air yang ada di Pura Taman, Banjar Mumbul, Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, menemui berbagai kendala. Salah satunya, penolakan dari Kepala Lingkungan Mumbul Nyoman Astawa. Menurut Astawa, yang diharapkan masyarakat Mumbul tersebut adalah penataan kawasan. Dengan adanya penataan, diharapkan kawasan Pura Taman bisa menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Badung. Konsep yang diharapkan berupa wisata spiritual panglukatan, kolam pemandian dan tour mangrove. Menurutnya, hal itu sudah diusulkan masyarakat dua tahun lalu saat musrenbang. Dengan demikian, air tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat secara umum, tanpa mengurangi estetika kawasan dan sejarah keberadaan kawasan tersebut. ‘’Selama ini saat air laut pasang, maka air payau di sana bercampur dan tidak
bisa dimanfaatkan. Dengan dibuatkan kolam setinggi pasang maksimal, maka itu akan membuat air payau tidak tercampur lagi dengan air laut dan itu tentu akan membuat air bisa dimanfaatkan,’’ ucapnya, Rabu (11/9) kemarin. Konsep wisata tersebut diakuinya sangat memungkinkan diterapkan, karena view di kawasan tersebut hijau dengan hamparan bakau dengan pemandangan jalan tol. Namun untuk merealisasikannya, diperlukan dukungan dan komitmen Pemkab Badung, baik melalui penataan maupun memohon perizinan kepada pihak Tahura yang memiliki kawasan tersebut. Penataan kawasan menjadi destinasi wisata, diyakini akan menjadi income tambahan bagi Pemkab dan warga sekitar. Soal pemanfaatan sumber air baku tambahan PDAM yang diperkirakan 300-400 liter per detik, Astawa menyatakan, masyarakat khawatir hal itu akan merusak estetika kawasan pura. Pasalnya, untuk bisa memanfaatkan sumber mata air
tersebut, PDAM akan membuat tanggul untuk menampung air. Mata air tersebut akan dibendung dan disedot, sehingga hal itu ditakutkan akan menghilangkan sejarah dari kawasan tersebut. ‘’Secara pribadi saya kurang setuju air itu dibendung dan disedot menjadi air baku PDAM. Kalau bisa janganlah itu diutak-atik. Sumber mata itu harus kita jaga, sehingga ada yang diwariskan kepada generasi berikutnya,’’ katanya berharap. Ada beberapa alasan yang mendasari pihaknya kurang sependapat mata air itu dimanfaatkan sebagai air baku PDAM. Pertama karena di sana merupakan kawasan suci, sehingga dengan adanya pipa PDAM tentunya itu dinilai akan mengurangi estetika kawasan suci tersebut. Kedua, kondisi itu tentunya akan mengurangi keasrian lingkungan dan memudarkan sejarah Mumbul yang merupakan air dari sumbernya air. Ketiga, kesakralan kawasan itu yang selama ini dipercaya untuk pangelu-
Bali Post/edi
PENGECEKAN - Camat Kuta Selatan I Made Widiana bersama tim teknis Dinas PUPR Badung dan Kaling Mumbul melakukan pengecekan sumber mata air di Pura Taman, Banjar Mumbul, belum lama ini. katan, tentu tidak bisa lagi dilakukan karena airnya sudah disedot. Kemudian yang keempat, kalau air itu dibendung dan disedot, tentu tidak akan ada air lagi yang bisa dipakai mandi oleh masyarakat. ‘’Padahal di sana merupakan tempat masyarakat untuk berkumpul bersenda gurau selain di banjar. Kalau
itu disedot, tentu akan membuat masyarakatnya tidak bisa lagi menikmati secara langsung air itu,’’ tegasnya. Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Mangutama Ketut Golak menerangkan, pihaknya masih dalam proses kajian pemanfaatan mata air Mumbul. Saat ini tim teknis dari PDAM sedang menggodok kajian tersebut.
Hasilnya akan dipaparkan kepada masyarakat. Jika nantinya jadi dimanfaatkan, tentunya akan ada komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan masyarakat. Namun pada intinya pihaknya mengaku tidak mau berseberangan dengan masyarakat, karena PDAM juga milik masyarakat.
‘’Jadi itu tergantung masyarakatnya nanti seperti apa. Kami hanya mengkaji air itu bisa dimanfaatkan untuk apa dan disampaikan nantinya. Terkait pemanfaatan, dampak dan lain sebagainya nanti, tentu akan kita komunikasikan lagi lebih lanjut setelah ada hasil kajiannya,’’ ucap Golak. (kmb23)
Kamis Kliwon, 12 September 2019
FKG Unmas Denpasar
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E
Tahun Depan Tambah Daya Tampung 100 Mahasiswa Baru
YUDISIUM - Dekan FP Unwar Ir. I Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb. didampingi para wakil dekan dan dosen berfoto bersama yudisiawan pada upacara yudisium sarjana ke-61 periode III tahun 2019 di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Warmadewa, Rabu (11/9) kemarin.
Yudisium Ke-61 Fakultas Pertanian Unwar
Lulusan Berkarakter, Siap Bersaing Global Menuju Visi Ekowisata
DEKAN Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP Unwar) Ir. I Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb. melepas 47 orang calon wisudawan pada upacara yudisium sarjana ke-61 periode III tahun 2019 di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Warmadewa, Rabu (11/9) kemarin. Jumlah yudisiawan ini berasal dari empat program studi (prodi) yang dikembangkan FP Unwar. Di antaranya, 13 orang Prodi Agroteknologi, 9 orang Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, 15 orang Prodi Pertenakan, dan 10 orang Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan. Lulusan terbaik diraih Ni Ketut Puspitasari dari Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan dengan IPK 3,92. Dekan FP Unwar Dewa Nyoman Sadguna didampingi Ketua Panitia Dra. Sang Ayu Made Putri Suryani, M.Si. mengatakan, dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, FP Unwar tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan,
tetapi juga meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing secara global. Salah satunya adalah dengan meningkatkan fasilitas penunjang proses pembelajaran untuk menciptakan lulusan SDM yang berkarakter, profesional, dan berintegritas. Apalagi, dikatakan, lulusan kali ini telah memenuhi segala tuntutan kualitas dalam isian borang 9 kriteria yang menyangkut dengan sikap mahasiswa yang berkaitan dengan karakter para lulusan. Sebab, karakter sangat menentukan kualitas lulusan sarjana yang sujana. Selain itu, para lulusan juga dibekali dengan berbagai keterampilan yang mengarah kepada visi Unwar yaitu Ekowisata. ‘’Semua bahan kajian mata kuliah yang diberikan para dosen kepada mahasiswa kami isinya telah mengarah pada branding ekowisata. Inilah yang membedakan lulusan kami dengan lulusan universitas lainnya,’’ ujar Dewa Nyoman Sadguna.
Puncak Karya Agung Pura Dang Khayangan Petitenget
C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Dengan berbagai keterampilan, pemahaman teknologi, dan inovasi yang dimiliki, para lulusan diharapkan mampu mandiri, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan di masyarakat. Apalagi, beberapa alumni FP Unwar sudah banyak yang berhasil di Bali maupun di luar Bali. Hal ini dapat terwujud karena mereka mampu melihat perkembangan pasar dan memiliki inovasi, motivasi, dan semangat yang tinggi. Sehingga mampu menciptakan produk-produk unggul yang memiliki nilai ekonomis. ‘’Sebagian besar dari yudisiawan kali ini telah mempunyai bisnis camp-bisnis camp yang berkaitan dengan penciptaan lapangan pekerjaan. Ada yang membikin minyak tanusan (minyak goreng kelapa - red), membikin wine, membikin mi dan lain sebagainya. Inovasi-inovasi inilah yang telah diciptakan oleh lulusan-lulusan kami di FP Unwar,’’ pungkasnya. (ad388)
NGENTEG LINGGIH - Panglingsir puri, anggota DPRD Badung, Camat Kuta Utara, Manggala Karya, dan Bendesa Adat Kerobokan bersama yang lainnya mengikuti prosesi upacara mamungkah, ngenteg linggih di Pura Dang Khayangan Petitenget, Badung, Rabu (11/9) kemarin. SETELAH melaksanakan upacara tawur, pelaksanaan karya agung di Pura Dang Khayangan Petitenget, Rabu (11/9) kemarin, dilaksanakan upacara puncak yakni upacara ngenteg linggih, mapeselang dan upacara pawintenan. Pada karya puncak tersebut di-puput tiga sulinggih dan upacara mapeselang di-puput dua sulinggih Siwa dan Buda. Hadir dalam puncak karya tersebut sejumlah
panglingsir puri di Kabupaten Badung dan Denpasar, Camat Kuta Utara, anggota DPRD Badung serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Manggala Karya I Gusti Ngurah Putra mengungkapkan setelah menjalani sejumlah runutan upacara, kini tiba saatnya pada karya puncak yakni upacara ngenteg linggih dan upacara mapeselang. ‘’Upacara
sudah dilaksanakan jam 6 pagi bersama krama Desa Adat Kerobokan. Kegiatan ngenteg linggih ini dilakukan karena adanya perbaikan sejumlah palinggih di Pura Dang Khayangan Petitenget. Sebagian besar palinggih di utamaning mandala direstorasi sehingga kini terlihat lebih baik dan setelah rampung dilakukan upacara ini,’’ ujarnya. Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya berterima kasih kepada sejumlah pihak dan Pemerintah Kabupaten Badung yang juga ikut mensuport jalannya karya agung ini. ‘’Kami harapkan generasi selanjutkan bisa melanjutkan keberlangsungan karya ini. Setidaknya dilakukan 30 tahun sekali,’’ paparnya. Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja mengatakan kegiatan puncak karya di-puput tiga sulinggih. ‘’Saat pagi hari krama Desa Adat Kerobokan telah melaksankan dresta yakni mendak Ida Batara serta melaksankan pesamuan agung. Dengan melaksanakan karya mamungkah ngenteg linggih menawa ratna lan tawur balik sumpah utama ini memberikan keselamatan bagi kita bersama dan dumogi Ida Batara ring malinggih iriki ngapicayang kerahayuan umat sareng sami ring jagat Bali,’’ terangnya. Usai melaksanakan karya puncak ini, kata Sutarja, krama nantinya juga akan melaksanakan upakara panganyaran, nyenuk dan yang terakhir upacara panyineban. (ad405)
MASYARAKAT Bali berbangga memiliki Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unmas Denpasar sebagai FKG berkualitas dengan akreditasi A. Rabu (11/9) kemarin, FKG Unmas melahirkan 22 dokter gigi baru. Mereka diambil sumpahnya oleh Dekan FKG Unmas Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. Acara penyumpahan dihadiri Ketua Yayasan PR Saraswati Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. bersama pengurus, Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., Kabid Sumber Daya Kesehatan Diskes Bali Ni Made Metti Utami, S.KM., M.Si. dan Kepala LLDikti VIII Prof. Nengah Dasi Astawa. Saat itu juga diteken MoU FKG Unmas dan RSGM Unmas dengan Polteknik Kesehatan. Dengan disumpahnya 22 dokter gigi baru, hingga kini FKG Unmas sudah menamatkan 1.182 dokter gigi dan 1.448 Sarjana Kedokteran Gigi dengan student body 249 mahasiswa. FKG Unmas, kata Dekan Dewa Made Wedagama, mulai tahun depan akan menambah kapasitas daya tampung, sambil menunggu relokasi kampus Unmas ke Padanggalak. Tahun ini peminat ke FKG Unmas mencapai 412 calon mahasiswa, sementara yang diterima dibatasi 80 orang guna menjaga mutu. Dengan dibangunnya fasilitas baru oleh yayasan, tahun depan akan menambah kapasistas daya tampung minimal 100 mahasiswa. Hal ini memungkinkan dilakukan FKG Unmas Denpasar karena Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPTKes) memberikan akreditasi A untuk dua prodi di FKG yakni Sarjana Kedokteran Gigi dan Prodi Profesi Dokter Gigi. Bagi FKG terakreditasi A sesuai ketentuan bisa menerima 150 mahasiswa baru. Tingkat kelulusan ujian kompetensi UKMP2DG 2019 mencapai 87 persen. Untuk itu, Dekan Dewa Made Wedagama berkomit-
men terus meningkatkan kualitas dosen yang S-3 FKG terus menjalin kerja sama dengan PT dan FKG di dalam dan luar negeri. Sejumlah dosennya kini belajar di Korea, tahun depan ke Jepang dan India. Sementara lulusannya banyak menjadi pejabat dan direktur RS di Indonesia Timur. Kepala LLDikti VIII Prof. Dasi Astawa mendukung FKG Unmas menambah kapasitas daya tampung demi SDM Bali. Dia menekankan pentingnya FKG Unmas mempertahankan kualitas, namun dokter gigi yang baru diminta bekerja di NTB dan NTT yang merindukan sentuhan pelayanan dokter gigi. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Bagus Ketut Lodji berkomitmen menambah fasilitas yang diperlukan FKG Unmas guna menambah daya tampung mahasiswanya. Strategi ini bermanfaat bagi krama Bali dibandingkan dia kuliah ke Jawa dengan biaya tinggi. Kampus Unmas segera direlokasi guna secepatnya mengembangkan FKG dan RGM Unmas makin maju.
Apresiasi positif juga diungkapkan Rektor Made Sukamerta, berkat semangat tinggi dekan beserta jajaran FKG dan stakeholders meraih akreditasi A. Dia juga bertekad untuk menjadikan RSGM Unmas meraih akreditasi paripurna sehingga bisa melayani BPJS. Dengan meraih akreditasi A dia berharap FKG Unmas bisa menerima mahasiswa lebih banyak lagi karena ke depan masyarakat akan mengejar PT yang berkualitas. Pada bagian lain, Dekan Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. didampingi WD I Dr. drg. Mochammad Taha Ma’ruf, M.Erg., WD II drg. I Gusti Agung Ayu Hartini, M.Biomed. dan WD III drg. Ni Putu Widani Astuti, M.Kes. menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik yakni Gede Anjasmara (3,81), Sulasmi Afindawati (3,74) dan Krisnanda Utama (3,74). Dia menegaskan dari segi biaya, pendidikan di FKG Unmas tercatat paling murah, lulusannya selalu diterima sebagai CPNS, dan lebih banyak bekerja mandiri. (ad398)
DOKTER GIGI - Dekan FKG Unmas Dr. Dewa Made Wedagama menyerahkan lafal sumpah kepada dokter gigi baru.
BNNK Badung Sosialisasi Milenial Sehat Tanpa Narkoba Lewat Bondres DI ERA milenial ini banyak permasalahan yang kerap terjadi di kalangan pelajar. Mereka sangat mudah terpengaruh lingkungan dan pergaulan yang mengalami perubahan secara signifikan. Akibatnya mereka rentan terjeremus hal-hal negatif, salah satunya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Oleh karena itu, BNNK Badung terus melakukan langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi
muda, khususnya pelajar. Upaya yang dilakukan adalah sosialisasi milenial sehat tanpa narkoba lewat bondres. Bertepatan dengan HUT SMA Negeri 2 Kuta, Rabu (11/9) kemarin, BNNK Badung bersinergi melaksanakan pagelaran seni budaya P4GN kepada pelajar sekolah tersebut. Pada saat itu, menurut Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, pihaknya bersinergi dengan Sekaa Bondres STI Bali melakukan lang-
KOLABORASI - Sekaa Bondres STI Bali berkolaborasi dengan Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini menyampaikan informasi P4GN kepada pelajar dan guru SMA Negeri 2 Kuta.
kah inovatif dalam menyebarkan informasi P4GN kepada pelajar. Kata Masmini, saat itu hadir juga anggota DPD-RI Dr. Shri I G.N. Arya Wedakarna MWS. Kegiatan tersebut diawali dengan tari penyambutan yatu tari Sekar Jagat dibawakan siswi SMA Negeri 2 Kuta. Setelah itu dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari Kepala SMAN 2 Kuta Drs. I Putu Jaya Kusuma, M.Pd. dan mengapresiasi atas pelaksanaan pagelaran seni berkat sinergi BNNK Badung dengan SMA Negeri 2 Kuta dalam upaya P4GN bagi anak didiknya. AKBP Masmini menegaskan, pementasan seni budaya ini tidak hanya menjadi hiburan semata, namun juga dapat menjadi media penyampaian pesan-pesan bahaya narkoba pada lawakan dan banyolan. Dengan demikian informasi tentang bahaya narkoba lebih efektif. ‘’Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran seluruh elemen di dunia pendidikan, dari peserta didik sampai pendidik untuk turut berperan serta dalam langkah pencegahan bahaya narkoba. Akhirnya terbentuknya generasi muda yang sehat, cerdas, dan bersih dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba,’’ ucap perwira melati dua di pundak ini. Saat pentas, Sekaa Bondres STI Bali menyuguhkan banyolan dengan menggelorakan pesanpesan antinarkoba. Sekaa bondres berkolaborasi dengan Kepala BNNK Badung menyampaikan informasi P4GN kepada penonton. (ad406)
Mengenal Diabetes Melitus dan Pencegahannya DIABETES atau nama lengkapnya diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme menahun akibat pankreas yang tidak mampu memproduksi insulin secara cukup atau tidak mampu menggunakan insulin yang telah diproduksi secara efektif. Nah, kondisi menumpuknya kadar gula di dalam tubuh yang tidak terserap dengan baik akan menimbulkan berbagai gangguan pada organ tubuh si penderita. Jika tidak dikontrol dengan baik, penyakit ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa si penderita. Diabetes digolongkan menjadi dua kategori yaitu tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 ditandai dengan kurangnya produksi insulin oleh pankreas. Diabetes tipe 2 ditandai dengan produksi insulin yang sudah cukup namun tidak digunakan secara efektif oleh tubuh. Pada akhirnya penyakit ini
menjadi momok bagi masyarakat Indonesia bahkan dunia. Pola hidup yang serba instan dan ketidakpedulian masyarakat dalam mengatur pola makan dicurigai sebagai penyebab masifnya penyakit ini. Ada banyak cara untuk menghindarkan penyakit ini. Selain itu, sekalipun misalnya seseorang sudah terdiagnosis menderita diabetes, ada banyak cara untuk menjaga kondisi kesehatan orang tersebut. Pada kasus diabetes tipe 1 terjadi apabila ada dalam keluarganya terdapat riwayat diabetes tipe 1. Artinya faktor genetik memegang peranan penting dalam penyebab diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 lebih banyak menyerang orang berkulit putih daripada ras lainnya dan paling sering menyerang usia 4 - 7 tahun dan 10 - 14 tahun. Pada diabetes tipe 2, faktor penyebabnya lebih beragam dan bisa tidak terdeteksi selama bertahun-tahun.
Orang akan lebih mudah terserang diabetes tipe 2 apabila memiliki faktor risiko seperti kelebihan berat badan atau obesitas dan punya riwayat keluarga dengan penyakit diabetes tipe 2, serta kurang aktif, artinya aktivitas fisik akan membantu mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Faktor selanjutnya adalah usia, pada diabetes tipe 2, semakin tinggi risiko diabetes ini sejalan dengan bertambahnya usia dan memiliki tekanan darah tinggi. Yang terakhir adalah memiliki kadar kolesterol yang baik namun kadar trigliserida tinggi. Diabetes melitus tipe 1 dan 2 memiliki gejala yang serupa. Gejala-gejala diabetes ini antara lain adalah sering merasa haus. Sering buang air kecil terutama saat malam hari, sering merasa sangat lapar, berat badan yang turun tanpa ada
alasan yang jelas. Selain beberapa gejala di atas, terdapat gejala lain yang perlu Anda dan keluarga waspadai. Misalnya saja terdapat luka yang sulit sembuh, pandangan yang kabur, dan untuk pria terjadi impotensi. Apabila Anda atau orang di dekat Anda mengalami gejalagejala seperti disebutkan di atas, Anda patut waspada bahwa Anda terserang penyakit diabetes. Untuk menguji apakah seseorang mengidap diabetes atau tidak, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan. Semua tes yang dilakukan ini pada dasarnya adalah mengukur kadar gula di dalam darah, apabila kadar gula dalam darah konsentrasinya melebihi batas tertentu maka orang tersebut dikategorikan mengalami diabetes. Tes pertama adalah tes darah sewaktu, tes ini dilakukan pada waktu yang acak. Apabila hasilnya menunjukkan kadar gula
dalam darah lebih dari 200 mg/ dL, pasien tersebut didiagnosis diabetes. Ada juga tes gula darah puasa yaitu mengukur gula darah saat orang tersebut berpuasa. Apabila gula darahnya > 126 mg/ dL, orang tersebut mengalami diabetes. Selain dua tes tersebut masih terdapat tes toleransi glukosa dan tes HbA1C. Cara untuk mengobati seseorang dengan penyakit diabetes adalah dengan melakukan diabetes diet. Diabetes diet adalah pola makan untuk menghindarkan seseorang kelebihan glukosa untuk dikonsumsi. Pasien diabetes diharuskan untuk mengatur pola makannya dengan memperbanyak mengonsumsi buah, sayur, protein, dan biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Selain dengan mengatur pola makan, penderita diabetes juga diharuskan untuk mengurangi kadar gula darahnya dengan berolahraga secara rutin,
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
setidaknya 10 - 30 menit tiap hari. Selain hal-hal tersebut, pengobatan juga diperlukan. Pengobatan yang dilakukan dapat berupa terapi insulin untuk mengatur gula darah. Terapi ini dilakukan dengan memberikan insulin tambahan melalui suntikan. Dosis dan jenis insulin yang diberikan akan disesuaikan oleh dokter. Selain insulin, dokter akan meresepkan obat-obatan, salah satunya adalah metformin. Obat ini memiliki fungsi untuk menurunkan kadar glukosa dalam tubuh. Secara sederhana cara untuk mengobati diabetes adalah dengan menjaga kadar gula darah agar tidak naik secara drastis. Hal ini bisa dilakukan dengan mengatur pola makan, berolahraga agar gula darah dapat terbakar, injeksi insulin, dan konsumsi obat penurun kadar glukosa. l dr. Made Rendra Wisnu Rahasbistara
Kamis Kliwon, 12 September 2019
Cegah Kebocoran Pupuk Bersubsidi
Bali Terapkan Kartu Tani, Target 50 Persen di Tahun 2020
pupuk - Seorang petani saat menebar pupuk di sawah.
Bali Post/dok
Denpasar (Bali Post) Untuk mencegah terjadinya kebocoran dalam penyaluran pupuk bersubsidi dan tidak disalahgunakan alokasinya, pemerintah pusat mengeluarkan kartu tani. Untuk Bali sendiri, penggunaan kartu tani dimulai tahun 2019. Ditargetkan, dari 300.000 KK petani yang ada di Bali, tahun 2020 mendatang sebanyak 50 persennya sudah memiliki kartu tani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali I.B. Wisnu Ardana, Rabu (11/9) kemarin, mengatakan kartu tani ini fungsinya untuk menertibkan penyaluran pupuk subsidi nasional. ‘’Sebab ada kasus di luar Bali, penyaluran pupuk bersubsidi ini justru diserap oleh perkebunan swasta besar di mana harusnya menggunakan pupuk nonsubsidi,’’ ujar Wisnu. Meski di Bali belum ada penyimpangan penggunaan pupuk bersubsidi, namun pemerintah pusat menargetkan penggunaan kartu tani di Bali di tahun 2019. Mengenai kartu tani ini, lanjut Wisnu, bentuknya seperti kartu ATM. Yang mengeluarkan kartu ini untuk Bali adalah BNI. Nantinya dengan kartu ini akan terintegrasi dengan data RDKK (Rancangan Definitif Kebutuhan Kelompok) yang memuat identitas petani sesuai NIK, luas lahan yang
PHDI Badung Akui Tak Pegang Uang Mangupura (Bali Post) –
Audiensi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Badung ke DPRD Badung terkait dana operasional lembaga, sehingga berjalan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada umat, membuat pemerintah setempat kebakaran jenggot. Pemerintah melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) telah memprioritaskan bantuan kepada lembaga umat tersebut. Bahkan, kini PHDI langsung diberikan dana sebesar Rp 126 juta lebih. Dana itu diharapkan bisa dimanfaatkan langsung untuk semua program yang akan dilaksanakan PHDI di tahun 2019. Kadisbud Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan prosedur pemberian dana bantuan ketika PHDI mengusulkan kegiatan yang akan mereka lakukan, termasuk menjalankan program-programnya, sehingga uang yang diberikan bisa dipertanggungjawabkan dengan bukti pembayaran. ‘’Namun untuk masalah ini PHDI belum ada memberikan usulan terkait programnya. Jadi kami tidak tahu dana yang dibutuhkan,’’ ujarnya, Rabu (11/9) kemarin. Menurutnya, PHDI Badung tidak mengajukan program di tahun 2019. Namun, pihaknya tetap memberikan anggaran kepada PHDI untuk membuat program yang akan dilaksanakan. ‘’Kini kami berikan mereka dana sebesar Rp 126
juta lebih,’’ sebutnya. Bantuan tersebut untuk kegiatan sradha bhakti dalam beragama Hindu sebesar Rp 84 juta dan kegiatan paruman sulinggih sebesar Rp 42 juta lebih. Bahkan, BBM seharihari dan BBM dalam bentuk kupon sebanyak 360 liter, sehingga tolal bisa Rp 230 juta. ‘’PHDI juga diberikan belanja pakaian adat daerah sebesar Rp 54 juta. Bahkan dana tersebut sudah direalisasikan, sehingga Pemerintah Kabupaten Badung tetap memberikan dana untuk program yang diadakan,’’ tegasnya. Anom Bhasma juga menegaskan, di tahun 2018, PHDI juga diberikan anggaran untuk menjalankan programprogramnya. Anggaran yang diberikan pun sebesar Rp 541
juta lebih. Dengan rincian kegiatan pembinaan sradha bhakti sebesar Rp 452 juta lebih dan pasraman sulinggih sebesar Rp 89 juta lebih. ‘’PHDI di bawah Dinas Kebudayaan. Jadi apa pun kegiatannya diajukan di dinas dan diverifikasi untuk perolehan dananya,’’ sebutnya. Di sisi lain, Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adiputra membenarkan sistem anggaran yang diberikan Disbud melalui usulan program-program, sehingga program yang disetujui akan divasilitasi oleh Disbud. ‘’Kalau masalah dana, saya tidak pernah pegang. Yang jelas dari kegiatan yang dilaksanakan, dipertanggungjawabkan oleh Disbud,’’ katanya. Pihaknya juga tidak menampik jika Pemerintah Kabu-
paten Badung telah memberikan bantuan. Hal itu karena program-program yang diusulkan ke Dinas Kebudayaan sudah berjalan. Hanya, pihaknya tidak tahu berapa nominal dana bantuan yang diberikan karena semua dikelola Disbud. Pihaknya juga mengaku tidak tahu terkait realisasi anggaran sebesar Rp 230 juta yang disebut Disbud. ‘’Dana yang diberikan tidak berupa uang. Melainkan seperti kegiatan yang dilaksanakan dibiayai Disbud. Seperti dana pakaian kami tidak tahu berapa nominalnya. Yang jelas sudah diberikan pakaian,’’ ungkapnya. Kendati demikian, Rudia Adiputra mengatakan selama menjadi Ketua PHDI Badung belum pernah mendapatkan hibah. ‘’Kalau dulu saya kurang tahu ya, tapi selama dua tahun saya menjabat jadi ketua, belum pernah mendapatkan hibah apa pun, sehingga tujuan kami datang ke DPRD untuk meminta bantuan hibah agar punya kas. Itu pun kalau bisa dan boleh,’’ tegasnya. (kmb27)
Soal Rencana Pembangunan Kereta Gantung di Kintamani
Bupati Bangli Sudah Keluarkan Rekomendasi Bangli (Bali Post) Rencana investor asing asal Rusia membangun kereta gantung di wilayah Kintamani mendapat sambutan hangat Pemkab Bangli. Bahkan Bupati Bangli I Made Gianyar telah mengeluarkan rekomendasi terkait rencana pembangunan kereta gantung tersebut. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Made Alit Parwata mengatakan dalam surat rekomendasi yang dikeluarkan November 2018 lalu itu, Bupati Made Gianyar merekomendasikan Visnu Investment Group untuk bekerja sama dengan Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark melakukan kegiatan berusaha. Sesuai surat permohonan dari
Visnu Investmen Group perihal persetujuan proyek Abang Teras yang berlokasi di daerah pegunungan Abang Kintamani. Dalam rekomendasi itu perusahaan diwajibkan menjalankan usahanya tidak bertentangan dengan perundang-undangan, norma agama, adat istiadat setempat, tidak menimbulkan keresahan dan wajib melengkapi perizinan. “Jadi sudah ada rekomendasinya,” ungkapnya, Rabu (11/9) kemarin. Lanjut dikatakan Alit, rencana pembangunan kereta gantung tersebut juga sudah disosialisasikan oleh pihak investor ke enam desa di sekitarnya. Hanya, ia tidak bisa menyebutkan secara pasti enam desa yang dimaksud. “Pihak
pendamping Pak Nengah Suratnata juga sudah menyosialisasikan hal itu, yang dihadiri PHDI Kabupaten, MMDP Kabupaten Bangli dan PHDI Provinsi,” jelasnya. Dari hasil sosialisasi tersebut, rencana pembangunan kereta gantung itu saat ini masih dikomunikasikan lebih lanjut. PHDI Provinsi, kata Alit, masih mempertanyakan tentang kesucian pura di sekitar lokasi pembangunan kereta gantung. Dijelaskan Alit, mengenai izin rencana pembangunan kereta gantung tersebut, sepenuhnya dikeluarkan Pemrov Bali, karena merupakan penanaman modal asing. Investasi ini juga lintas sektoral karena lahan yang akan
digunakan milik pemerintah provinsi. Pemkab Bangli dalam hal ini hanya sebatas memberikan rekomendasi. Alit mengatakan, pada prinsipnya Pemkab Bangli sangat menyambut baik adanya kehadiran inverstor yang akan membangun kereta gantung di Kintamani. Menurutnya, dengan adanya investasi tersebut nantinya akan sangat membantu pengembangan pariwisata di Kintamani. Sementara itu disinggung mengenai adanya kabar rencana pembangunan semacam pulau terapung di Danau Batur dan beberapa akomodasi lainnya sebagaimana yang berkembang di media sosial belakangan ini, Alit mengaku kurang tahu mengenai hal itu. (kmb40)
dimiliki dan kebutuhan pupuk subsidi yang diperlukan. Saat petani hendak menebus pupuk bersubsidi ini ke pengecer pupuk subsidi lini empat atau tingkat desa yang ditunjuk resmi oleh distributor, maka akan terlihat alokasi pupuk yang menjadi haknya. Pembayaran pun dilakukan dengan kartu tani ini. Jadi nantinya akan ketahuan alokasi masing-masing petani, berapa yang sudah diambil atau berapa sisanya. Karena baru dimulai tahun ini, diakui Wisnu, masih ada beberapa kendala yang dihadapi. Pertama dalam membuat kartu tani ini disyaratkan membuka rekening tabungan di BNI. ‘’Ini yang masih terkendala. Syarat membuka rekening sementara petani masih banyak yang masih awam dengan akses perbankan,’’ ujarnya. Kendala lainnya adalah untuk pengecer resmi lini 4 diharuskan menjadi agen BNI, sehingga bisa dilengkapi dengan alat gesek sebagai sarana pembayaran dan pengambilan pupuk bersubsidi. ‘’Jumlahnya cukup banyak sehingga tidak bisa sekaligus,’’ ujarnya. Untuk tahun 2019 ini, lanjutnya, baru sebanyak 10 persen dari total petani di Bali yang memiliki kartu tani. Jumlah ini diharapkan mencapai 50 persen di tahun 2020 mendatang. Meski ada petani yang nantinya tidak mendapatkan kartu
tani di tahun 2020, mereka tetap bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cara manual. Menurut Wisnu, selama ini alokasi pupuk subsidi dengan cara manual di Bali berjalan efektif dan jarang ditemukan adanya penyimpangan atau disalahgunakan. Namun karena ini merupakan program nasional, tentu harus diikuti. ‘’Sambil jalan kita penuhi hingga 100 persen. Bagi petani yang belum dapat kartu masih bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cara manual. Dua-duanya jalan sampai nanti target 100 persen dipenuhi,’’ imbuh Wisnu. Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Made Arinata mengatakan kartu tani ini dimulai sejak tahun 2018 di mana diterapkan di Pulau Jawa. Ada lima provinsi yaitu Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Kemudian pada tahun 2019 ini diterapkan di provinsi di luar Pulau Jawa yaitu Bali, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, NTB, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Untuk Bali yang baru ada jadwal pembagian kartu tani serta sudah disebarkan baru di Kota Denpasar dan Klungkung. Sementara kabupaten lainnya akan menyusul secara bertahap. (kmb24)
Informa Custom Furniture Hadir di Solo dan Yogyakarta
Solusi untuk Tampil Selaras di Seluruh Ruangan
INFORMA, pusat funiture dan aksesoris terlengkap untuk hunian dan bisnis, menawarkan konsep baru yaitu Informa Custom Furniture yang merupakan pengembangan produk furniture untuk dapat memaksimalkan ruangan yang dibuat khusus sesuai dengan ukuran, style, kebutuhan dan anggaran biaya pelanggan. Gerai pertama Informa Custom Furniture di Jawa Tengah hadir di Solo, tepatnya di Mall Solo Paragon Lantai LG. Sedangkan di Yogyakarta berlokasi di Hartono Mall Yogyakarta, Lantai LG. Bertha Hapsari, Senior Marcomm Manager Informa, menjelaskan seiring dengan makin terbatasnya lahan dan tingginya harga hunian, tren interior desain dan arsitektur bangunan di Indonesia juga berkembang cukup dinamis. Maraknya bangunan vertikal seperti apartemen, serta konsep Small Office Home Office (SOHO) yang menggabungkan antara hunian dan perkantoran, memberikan solusi sekaligus mencerminkan gaya hidup masa kini yang serba praktis dan efisien. Selain itu, tren di Solo dan Yogyakarta yang saat ini mulai mengarah ke hunian vertikal menjadi alasan Informa untuk menghadirkan Custom Furniture yang dapat memanfaatkan sudut ruangan lebih efisien dengan beragam pilihan materi, warna, gaya, serta ukuran yang bisa disesuaikan untuk berbagai kebutuhan baik hunian maupun bisnis. Dengan hadirnya Custom Furniture menjadikan Informa semakin lengkap sebagai one stop shopping untuk kebutuhan furnitur dan gaya hidup, baik untuk hunian maupun keperluan bisnis dan komersial. ‘’Jika sebelumnya kami sudah menghadirkan ratusan ribu produk furniture yang ready-made dan elektronik, kini Informa menjadi semakin lengkap dengan kehadiran Custom Furniture sesuai dengan komitmen untuk terus berinovasi meningkatkan kualitas produk dan layanan,’’ kata Bertha Hapsari. Informa Custom Furniture menyediakan beragam desain
dan material untuk menciptakan tampilan interior yang selaras untuk keseluruhan ruangan di dalam rumah seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang kerja, kamar tidur, ruang makan, kamar mandi, hingga daun pintu, selaras dengan moto-nya yaitu ‘’Made to Your Request’’. Dengan desain yang mengikuti tren internasional dan menggunakan material yang ramah lingkungan E0 atau E1 dari Eropa, tampilan di setiap ruangan akan terlihat lebih elegan, fungsional dan berkualitas tinggi. Keunggulan lainnya dari produk Custom Furniture adalah materialnya yang antilembab, bebas bau, tahan panas, dan tidak beracun. Tersedia juga material terbuat dari plywood (multipleks) yang 15 kali lebih kuat dibanding papan kayu biasa dan memiliki berat material lebih ringan. Di Informa Custom Furniture, pelanggan akan didampingi oleh desainer interior profesional untuk mendapatkan desain furnitur yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan melalui beberapa langkah. Dimulai dengan menentukan desain furnitur dan material yang diinginkan, mengukur dengan tepat ruangan yang akan dipasang furnitur, serta membuat gambar desain. Proses pembuatan gambar desain (3D) di Informa Custom Furniture menggunakan software
yang mudah dan cepat sehingga pembuatannya hanya dalam waktu 15 menit yang normalnya membutuhkan waktu minimal 5 jam. Setelah desain dan harga disepakati, serta proses produksi selesai, maka furnitur akan dikirim dan dipasang oleh tim installer Informa Custom Furniture yang berpengalaman. ‘’Saat ini Informa Custom Furniture telah memiliki showroom dan counter yang berlokasi di Pekanbaru, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan. Namun, produk Informa Custom Furniture juga bisa dipesan di seluruh Indonesia,’’ tutup Bertha. Seiring dengan program Wow Sale yang berlangsung di Informa, pelanggan juga diberikan promo super saving yaitu potongan harga hingga 15% untuk pembelian produk Informa Custom Furniture hingga 22 September 2019. Untuk kemudahan dan kenyamanan berbelanja, Informa menghadirkan ragam pilihan transaksi pembayaran, seperti cicilan 0% hingga 24 bulan menggunakan kartu kredit dari bank partner, atau cicilan tanpa kartu kredit menggunakan jasa pembiayaan yang bekerja sama dengan Informa, salah satunya adalah Danakini yaitu lembaga pembiayaan di bawah payung Kawan Lama Group. (bns)
INFORMA - Counter Informa Custom Furniture Hartono Mall Yogyakarta.
Hemoroid atau Ambeien, Kenali Gejala, Penyebab dan Pencegahannya MENGONSUMSI makanan sehat dapat memberikan energi yang baik dan tentu saja menyehatkan. Memenuhi makanan berserat salah satunya. Makanan berserat penting bagi organ tubuh manusia. Konsumsi sumber serat seperti sayuran dan buah yang tidak mencukupi bisa berujung pada masalah kesehatan, salah satunya hemoroid atau ambeien. Hemoroid adalah kondisi di mana pembuluh darah vena di sekitar anus meradang atau bengkak. Menurut medis dan secara anatomi, hemoroid bukan merupakan sebuah penyakit, melainkan suatu perubahan pada bantalan pembuluh darah di bagian anus. Adapun perubahan tersebut berupa pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah dan jaringan yang ada di sekitar anus itu sendiri. Apa penyebab timbulnya
Hemoroid? Pembengkakan pembuluh darah vena di anus bisa terjadi akibat meningkatnya tekanan direktum bagian bawah. Faktor yang meningkatkan tekanan tersebut yaitu kotoran yang keras karena kurangnya asupan buah dan sayur, diare atau sembelit yang tidak kunjung sembuh, kehamilan, usia lanjut (penurunan fungsi dari otot sfingter anus), duduk dan berdiri yang terlalu lama, sering mengangkat beban yang berat dan seks anal. Derajat dan Gejala Hemoroid Derajat I yakni perdarahan merah segar saat BAB tanpa rasa nyeri dan rasa gatal, benjolan di bagian dalam tidak keluar. Kemudian derajat II yakni perdarahan, nyeri, benjolan keluar dari anus dan dapat teraba namun benjolan dapat masuk kembali dengan sendirinya. Derajat
III yaitu perdarahan, sangat nyeri, benjolan yang keluar dapat masuk kembali ke dalam anus dengan bantuan dorongan dari jari dan derajat IV yaitu perdarahan, benjolan yang keluar tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam anus meski sudah dibantu dengan dorongan jari dan biasa cenderung sakit sekali. Bagaimana Mencegah Hemoroid? Salah satu cara mencegah ambeien yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat. Ini hal-hal yang perlu Anda lakukan di antaranya mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat seperti sayuran dan buah-buahan, minum air putih minimal 8 kali sehari atau setara 2 liter air, olahraga teratur dan banyak beraktivitas, jangan terlalu lama duduk atau berdiri, hindari
alkohol, jangan terlalu lama saat buang air besar, jangan melakukan hubungan suami-istri pada bagian anus dan jangan sering menahan buang air kecil atau besar serta menurunkan berat badan. Hemoroid derajat I-II dapat ditolong dengan pengobatan farmakologis nonspesifik meliputi pencahar, antinyeri, antiradang, obat-obatan setempat yang mengandung anestesi lokal dan nasihat tentang pola hidup sehat. Apabila hemoroid masih terasa mengganjal, mengganggu aktivitas, dan berdarah, maka dapat dipertimbangkan pengobatan dengan operasi. Dalam operasi, bagian anus yang keluar tersebut akan diangkat sehingga tidak akan mengganggu lagi. l dr. I Komang Botha Wikrama
Kamis Kliwon, 12 September 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Misi Suci Menjaga Peradaban Bali PADA pidato setahun kepemimpinannya, Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakilnya Tjokorda Artha Ardhana Sukawati kembali mengingatkan serta mempertegas bahwa Bali Era Baru yang hendak dituju merupakan sebuah gerakan bersama. Oleh karena itu, mutlak perlu urun rembuk serta urun kerja masyarakat serta komponen atau stakeholder yang ada. Tanpa partisipasi itu, tentu tujuan ideal ini akan mustahil dicapai. Koster me-ngakui dan bertekad bahwa lima tahun kepemimpinannya nanti, apa yang dilakukannya sekarang ini, pada setahun awal, merupakan sebuah fondasi yang nantinya menjadi dasar sebuah bangunan yang kokoh. Bali Era Baru bukan semata-mata slogan tanpa makna. Bukan juga sebuah euforia serta retorika politik. Bali Era Baru merupakan sebuah cita-cita bersama. Sebuah tempat ideal di mana nantinya masyarakat Bali tinggal, berlindung serta tumbuh berkembang secara harmonis. Itulah sebabnya, hal ini jangan tinggal slogan, Koster mengajak semua bekerja sama, melakukan introspeksi serta evaluasi sejauh mana kerja bersama itu sudah mengarah kepada tujuan. Bukan melenceng, bukan pula justru berbalik haluan. Target sudah ditetapkan, tentu sudah banyak rintangan yang dilalui. Akan banyak lagi onak serta duri di depan dan itu mesti dihadapi secara tegas, lugas, cerdas, serta bijak. Ini bukan langkah mainmain. Ini bukan juga sebuah permainan. Ini sebuah misi suci. Bagaimana nanti Koster dan anak buahnya bekerja tentu mesti dalam pengawasan anggota legislatif yang baru saja dilantik. Sema-ngat baru dengan darah baru menuju Bali Era Baru. Sebuah komposisi yang pas, tentu saja masih di atas kertas. Rakyat menunggu janji, menunggu jawaban pasti, menunggu langkah terobosan yang benarbenar bisa membuat hati lega. Setidaknya ada saling pengertian dulu antara keduanya. Kalau sudah klop, tentu langkah akan menjadi lebih ringan ke tujuan. Ini sekali lagi sebuah tujuan ideal, tetapi bukan tidak mungkin menjadi sangat riil mengingat ada komitmen serta tekad besar di dalamnya untuk segera mewujudkannya. Bali kian hari semakin kompleks. Kita tidak hanya berhadapan dengan diri sendiri, masyarakat Bali sendiri, orang asing karena Bali sebagai tujuan turis global tetapi juga kebijakan nasional. Ini tentu akan membuat permainan kebijakan semakin ramai. Tinggal sekarang bagaimana irama ini menjadi satu antara pe-ngambil kebijakan lokal serta wakil-wakil Bali di tingkat nasional. Sudah banyak contoh, bagaimana kebijakan nasional mendapatkan resistensi lokal. Ter-akhir, ketika Koster bicara garang soal reklamasi Pelabuhan Benoa. Sepertinya semua satu kata sehingga BUMN itu minta maaf akan kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Sepertinya, Bali Era Baru bukan semata-mata soal fisik. Bukan juga sekadar bicara materi. Pun bukan proyek saja tetapi lebih daripada itu. Bali Era Baru lebih menekankan pada bagaimana masyarakat ini berani bersuara lebih tegas, lebih lantang dan lebih menggelegar agar selalu didengar. Suara serta fakta agar tidak semua orang berani cobacoba. Itu saja.
Bergerak Menjaga Alam dan Budaya Bali Bali Era Baru menyiratkan harapan baru bagi masyarakat Bali. Berbagai persoalan pertanian, ekonomi, lingkungan, adat dan budaya, hingga SDM, memerlukan solusi yang menyeluruh dan komprehensif, untuk mewujudkan Bali Jagadhita dengan kesejahteraan yang merata. Diperlukan kerja sama yang solid antara pemimpin Bali yang baru dengan rakyat yang dipimpinnya. Dengan dilantiknya anggota legislatif terpilih periode 2019-2024 diharapkan menjadi tambahan energi baru bagi eksekutif dalam menggerakkan Bali Era Baru. Persoalan yang selama ini menghadang Bali tidak boleh dibiarkan begitu saja.
K
Oleh Agung Kresna
onsep ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang diusung dalam Bali Era Baru merupakan filosofi untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, guna mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia; secara sekala-niskala. Ada kandungan cita-cita luhur menciptakan kesejahteraan krama Bali yang merata, dengan tetap menjaga kesucian alam Bali. Manifestasi konsep tersebut akan diterapkan melalui pola pembangunan One Island One Management. Manajemen pembangunan yang terpadu di seluruh Pulau Bali, dalam satu-kesatuan langkah dan cara pandang. Bali dibangun secara terintegrasi dalam pola satu-kesatuan wilayah, dengan satu manajemen dan tata kelola. Meski dalam hal ini perlu diperhatikan adanya constrain bahwa kebijakan otonomi daerah berada di ranah kabupaten/kota, bukan di tingkat Provinsi Bali. Pulau Bali dengan luas sekitar 5.600 km2 adalah wilayah yang relatif kecil. Namun, Bali memiliki alam yang istimewa, dihuni manusia Bali yang hebat, beserta budayanya yang luar biasa. Hanya, saat ini Bali sedang
SURAT PEMBACA Produk Ramah Lingkungan
mengalami perubahan. Harus diakui bahwa kawasan berjuluk Pulau Dewata ini sedang mengalami kemerosotan, degradasi, dan penurunan kualitas dalam berbagai bidang; termasuk budaya. Akselerasi Bali Bersinergi Intervensi pariwisata yang tidak tepat telah membawa sebagian manusia Bali mengalami perubahan perilaku menjadi tidak lagi memegang teguh prinsip dasar orang Bali. Tanpa disadari, masyarakat Bali sedang asyik berada dalam zona nyaman, sehingga tidak kritis lagi terhadap persoalan dasar dan tantangan yang sedang dihadapi Bali. Ajeg Bali harus dikembalikan menjadi aura dalam membangun adat istiadat, tradisi, seni, dan budaya Bali. Pada hakikatnya jantung Bali adalah kebudayaan. Melalui kebudayaanlah denyut kehidupan Bali itu berdetak. Kebudayaan menjadi mata air kehidupan Bali di semua sektor keseharian krama Bali. Apa pun bentuk gerak pembangunan Bali, harus selalu dalam bingkai kebudayaan krama Bali. Segala bentuk potensi yang dimiliki Bali harus dapat disinergikan guna membangun Bali yang mandiri dalam segala sendi kehidupannya.
Memahami akar budaya ekonomi Bali serta kembali ke jati diri krama Bali, menjadi kata kunci agar terwujud Bali yang bersinergi dan mandiri. Harus kita sadari bersama bahwa sejarah perekonomian Bali tumbuh dan berkembang dalam trilogi yang berkesinambungan secara bertahap, sejak pertanian, kebudayaan, dan berujung pada pariwisata saat ini. Berikut adalah catatan kecil guna membantu mewujudkan akselerasi Bali bersinergi dan mandiri. Pertama, regulasi yang menggerakkan koordinasi program pembangunan dalam bingkai otonomi daerah sebagai langkah awal akselerasi. Provinsi harus menyelaraskan segala bentuk peraturan daerah provinsi dan peraturan gubernur dengan peraturan daerah kabupaten/ kota dan peraturan bupati/wali kotanya. Dibutuhkan adanya grand design Bali agar semua stakeholder memiliki pemahaman dan cara pandang yang sama, akan dibawa ke mana Bali pada masa depan. Sembilan bupati/wali kota beserta DPRD kabupaten/kota, bagaikan pemegang sembilan alat musik berbeda yang berjuluk otonomi daerah, sementara Gubernur Bali menjadi sang dirigen. Mereka secara bersamaan harus membawakan
“lagu” berjudul ‘’Grand Design Bali’’. Masing-masing kabupaten/kota akan menghasilkan “suara” yang berbeda-beda, namun tetap dengan menghasilkan lagu yang sama. Kedua, memperkokoh desa adat/pakraman Bali. Hal ini menjadi kunci dalam gerakan menjaga alam dan budaya Bali, mengingat bahwa desa pakraman sebagai desa adat di Bali memegang peran utama dalam keseharian kehidupan krama Bali. Secara adat, budaya, dan agama, keseharian kehidupan krama Bali sejak lahir hingga meninggal dunia berada dalam tata kelola desa pakraman. Realitas ini akan semakin mempermudah dalam mengatur kebersamaan, karena krama Bali memiliki satu kesatuan pandang atas kehidupan kesehariannya. Lahirnya Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali menjadi pintu utama dalam memperkokoh desa pakraman di Bali. Jika selama ini desa pakraman sekadar secara de facto hidup di tengah keseharian krama Bali, maka sekarang secara de jure desa pakraman memiliki legitimasi hukum sebagai objek hukum dalam sistem pemerintahan di Provinsi Bali. Ketiga, menata infrastruktur secara terintegrasi dan terkoneksi guna menuju kemandirian Bali. Berbagai infrastruktur utamanya sebagai pendukung sarana pariwisata Bali harus terus ditata secara komprehensif. Namun, semua infrastruktur tersebut harus tetap selaras dengan alam Bali. Hal ini mengingat bahwa pariwisata merupakan etalase Bali. Sementara pariwisata Bali adalah produk dari resultan antara pesona kebudayaan krama Bali beserta tatanan kehidupan agrarisnya dalam balutan
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kapan Penataan Besakih Dimulai?
Saat ini, kita terlalu posesif terhadap produk-produk berbahan tembakau. Padahal, kalau mau jujur negara ini masih mengharapkan pajak dari produk-produk berbahan tembakau. Tenaga kerja juga banyak diserap di sektor ini. Bahkan, petani tembakau juga masih sangat banyak. Tampaknya kita ke depan perlu lebih realistis melihat fakta bukan latah membuat pernyataan politik yang menentang produk-produk berbahan tembakau. Jika ada satu solusi yang bisa dikedepankan untuk produk berbahan tembakau kita mestinya mengapresiasinya. Sepanjang produk yang dihasilkan itu ramah lingkungan dan menekan risiko bagi orang di sekitarnya dan ramah lingkungan, saya pribadi sangat mengapresiasinya. Rasanya dengan makin canggihnya teknologi, rasanya sangat mungkin jika produk-produk olahan dari tembaku diakomodasi. Saya juga mendukung jika nantinya ada langkahlangkah yang lebih solutif untuk memberikan ruang atau regulasi terhadap lahirnya produk-produk alternatif yang ramah lingkungan. Saya yakin, semua pihak ingin menjaga kesehatan dirinya termasuk kesehatan lingkungannya. Untuk itulah, kita jangan hanya bisa menolak tanpa memberikan solusi yang jelas. Perlu ada kebijakan yang berpihak pada produk-produk inovatif.
Saya mengikuti pemberitaan terkait rencana Gubernur Bali Wayan Koster menata kawasan Besakih, Karangasem, Bali. Sebagai orang Bali yang kini tinggal di luar Bali, saya sempat membaca di Balipost. com bahwa kawasan ini akan ditata agar tata ruang dan kenyamanan umat saat sembahyang terjaga. Saya sangat senang membacanya. Ternyata setelah bertahun-tahun berlalu dan nyaris tak ada penataan serius di Besakih, hal itu kini direncanakan. Walaupun baru sebatas rencana, gagasan ini jelas-jelas berpihak pada kepentingan yang lebih besar yakni menjaga kawasan suci. Mudah-mudahan pemimpin Bali diberikan keselamatan dan dituntun jalannya, sehingga rencana penataan kawasan Besakih bisa terwujud. Saya hanya bertanya kapan kira-kira penataan ini akan digulirkan? Jika memungkinkan informasinya terus disampaikan agar umat yang kini ada di luar Bali juga bisa berpartisipasi. Saya yakin ada banyak umat Hindu yang ingin mapunia untuk penataan ini. Saya berharap, kawasan suci kita benar-benar terjaga, sehingga antara sekala dan niskala bisa sejalan dalam keharmonisan.
I Wayan Arsana Gianyar, Bali
I Wayan Widnyana Lampung, Sumatera
Belum Pantas Minta Gedung Baru Permintaan gedung baru DPRD Bali menunjukkan ketiadaan sense of crisis anggota dewan. Di tengah situasi ekonomi rakyat Bali yang semakin sulit, anggota dewan harusnya mengutamakan kepentingan rakyat. Anggaran daerah, jauh lebih bijak jika digunakan untuk membangun infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Gedung DPRD yang ada sekarang ini diakui memang sudah tua, namun tetap terlihat megah. Kalau masalah belum adanya ruang khusus bagi masing-masing anggota dewan, itu bukan alasan yang kuat untuk membangun gedung baru. Harusnya anggota dewan lebih banyak berada di masyarakat untuk menjaring aspirasi. Gedung dewan yang mewah justru akan membuat wakil rakyat terlena, enggan turun ke tengah-tengah masyarakat. Mahatma Gandhi pernah
mengatakan, para pejabat harusnya berumah di tengah-tengah rakyatnya agar paham persoalan yang dihadapi rakyat. Bukannya berumah di gedung-gedung mewah. Kehidupan sosok Mahatma Gandhi sebagai pemimpin rakyat India bisa digunakan sebagai contoh. Ketika rakyat masih menderita, tak layak bagi seorang pejabat justru bermewah-mewah. Anggota dewan juga harus berkaca diri, apakah yang telah dikerjakan selama ini memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat. Janganjangan para wakil rakyat ini hanya menghabiskan dana-dana yang diperoleh dari pajak rakyat. APBD bukanlah uang para pejabat yang dapat digunakan hanya untuk sekadar membuat nyaman anggota dewan saat bekerja.
agama Hindu Bali, dengan keelokan bentang alam Bali. Pariwisata Bali harus tetap menampilkan wajah ramah terhadap lingkungan alam dan budaya Bali. Melalui pariwisata wajah Bali ditampilkan. Keempat, memaknai kembali kebudayaan sebagai manifestasi jati diri kehidupan krama Bali. Kebudayaan adalah wujud hasil cipta, rasa, dan karsa krama Bali. Kebudayaan tidak boleh dimaknai secara dangkal sebagai kesenian semata. Tradisi handicraft dan segala bentuk upakara dalam kehidupan krama Bali adalah manifetasi kebudayaan Bali. Filosofi keseimbangan hidup Tri Hita Karana adalah puncak kulminasi jati diri kebudayaan krama Bali. Pada akhirnya, menjaga alam dan budaya Bali merupakan upaya mewujudkan Bali masa depan yang berdikari secara ekonomi, berdaulat secara politik, serta berkepribadian dalam kebudayaan. Pembangunan Bali harus selalu berwawasan kebudayaan (culturally driven). Hakikatnya, apabila terjadi konflik antara kepentingan ekonomi versus kebudayaan dalam suatu program, maka kepentingan ekonomi yang wajib mengalah. Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar
POJOK Kerja tak profesional, tim ahli DPRD Bali diminta mundur. - Lima tahun berlalu. ***
Pemkab Badung ‘’nunggak’’ 840 unit bantuan bedah rumah. - Nunggu kunjungan turis naik. ***
Soal permintaan gedung baru DPRD Bali, Wagub nyatakan APBD fokus untuk kepentingan rakyat. - Bahasanya sejahterakan rakyat dulu.
Made Bhakti Wirajaya Ubung, Denpasar
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Kliwon, 12 September 2019
Pacu Kreativitas Generasi Muda
Kodim Gelar Komsos Kreatif
Bali Post/ist
LOMBA MELUKIS - Komsos Kreatif Kodim 1619/Tabanan berupa lomba melukis.
Tabanan (Bali Post) Kodim 1619/Tabanan menggelar program Komunikasi Sosial (Komsos) Kreatif berupa lomba melukis tingkat SMA/ SMK se-Kabupaten Tabanan, Selasa (10/9). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya memupuk rasa cinta tanah air dan budaya untuk memberikan wawasan kebangsaan sejak dini kepada generasi muda. ‘’Ini merupakan program tahunan TNI-AD sebagai salah satu upaya untuk mengajak generasi muda memelihara dan meningkatkan rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan dan kesadaran berbangsa dan bernegara. Ini juga dalam rangka
mengajak generasi muda menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI,’’ ucap Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf. Dewa Putu Oka seizin Dandim 1619/ Tabanan. Lebih lanjut disampaikannya, Satuan Kodim 1619/ Tabanan sebagai Komando Kewilayahan mengemban tugas melaksanakan binter sebagai fungsi utama TNI-AD yang dalam pelaksanaannya menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh. Dalam melaksanakan binter, TNI-AD menggunakan tiga metode yaitu metode Komsos, Pembinaan Perlawanan Wilayah (Binwanwil) dan Bhakti TNI.
‘’Komsos salah satu metode binter yang paling efektif untuk menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan tugas, peran, fungsi, visi dan misi serta kebijakan TNI-AD,’’ tegasnya. Sementara itu, untuk lomba melukis tingkat SMA seKabupaten Tabanan bertema ‘’Kemanunggalan TNI-Rakyat’’, setelah dilakukan seleksi secara ketat oleh tim juri, diputuskan para pemenang lomba. Juara I diraih Kadek Chan Aradea dari SMK BIWI Tabanan. Dia berhak membawa pulang hadiah berupa uang pembinaan Rp 1.100.000 dan piagam. Juara II jatuh kepada I Gusti Arya Mahendra dari SMAN 1 Ta-
banan. Ia mendapatkan uang Rp 800.000 dan piagam. Juara III atas nama I Putu Dandy Fransisco Darmayana dari SMK BIWI Tabanan, menerima uang Rp 600.000 dan piagam. Kemudian, juara harapan I jatuh kepada Kadek Purnama Saputra dari SMAN 1 Tabanan. Ia mendapatkan hadiah uang Rp 500.000 dan piagam. Juara Harapan II atas nama I Made Krisna Protista Akasa dari SMAN 1 Tabanan dan berhak atas hadiah uang Rp 400.000 dan piagam. Sementara juara harapan III diberikan kepada Adelia Maysa Putri dari SMAN 1 Kediri. Ia mendapatkan uang Rp 300.000 dan piagam. (kmb28)
Ambil Kebijakan Pembangunan
Eksekutif dan Legislatif Sinkronisasi Lewat FGD Tabanan (Bali Post) -
Kesenjangan kinerja antara eksekutif dan legislatif menjadi atensi khusus Sekretariat DPRD Tabanan. Hal ini mengingat kesenjangan tersebut menyebabkan kebijakan yang diambil kerap tidak sesuai dengan arah pembangunan daerah. Guna mensinkronisasi kinerja kedua lembaga tersebut, Sekretariat DPRD Tabanan berupaya mensinergikan kembali strategi kinerja eksekutif dan legislatif lewat Focus Group Discussion (FGD) Jembatan Birokrasi yang digelar di ruang sidang dewan, Rabu (11/9) kemarin. Sekretaris DPRD Tabanan I Made Sugiarta mengatakan, visi-misi dan target kinerja pembangunan di Tabanan sejauh ini belum menjadi target bersama legislatif dan eksekutif. ‘’Pokok-pokok pikiran DPRD sebagian besar tidak selaras dengan pembangunan daerah. Ini tentu saja berdampak pada pemborosan waktu, biaya, dan sumber daya di luar fokus perencanaan. Di sinilah perlu adanya jembatan birokrasi dituang-
kan dalam bentuk dokumen yang berisi tentang panduan pelaksanaan reses, penyusunan pokok pikiran dewan, pertimbangan dalam penyusunan RAPBD dan penyusunan legislasi,’’ terangnya. Seperti diketahui, Kabupaten Tabanan memiliki sejumlah program yang dituangkan dalam RPJMD Semesta Berencana 2016-2021, dengan 11 sektor prioritas. Bahkan untuk bisa mewujudkan pembangunan di Tabanan sesuai dengan yang tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana tentu tidak mudah karena tiap kecamatan memiliki isu atau persoalan yang beragam. Dengan persoalan yang telah disampaikan oleh eksekutif melalui Bapelitbang, kata Sugiarta, ini seharusnya menjadi pedoman
para anggota dewan periode 2019-2024 saat turun menyerap aspirasi di daerah pemilihannya masingmasing. Misalnya di Kecamatan Selemadeg. Dari data Bapelitbang Tabanan, ada sejumlah isu strategis yang harus dicarikan solusi seperti infrastruktur, rawan bencana, sampah serta desa wisata atau agrowisata. Begitu pun di Kecamatan Pupuan, seperti kemiskinan, kebencanaan, infrastruktur, BUMDes serta pertanian dan perkebunannya. ‘’Kegiatan reses dewan ke masyarakat tentu akan jauh lebih efektif dan terarah serta ke depannya ada sinkronisasi peningkatan kinerja eksekutif dan legislatif,’’ tegasnya. Rencananya, mulai tahun ini, DPRD Tabanan mulai
Bali Post/bit
KOMODITAS - Komoditas berupa beras dan kopi asal Kabupaten Tabanan mulai memasuki pasar toko berjaringan dan sejumlah hotel di Denpasar dan Badung.
PDDS Belum Bisa Raup Keuntungan Tabanan (Bali Post) Dua tahun berjalan pascadihidupkan kembali pada tahun 2017, Perusahaan Daerah Dharma Shantika (PDDS) belum bisa mendapatkan keuntungan. Pasalnya, omzet dari serapan produk BUMDes seperti beras dan kopi ke sejumlah toko modern maupun hotel, baru bisa menutupi biaya operasional. ‘’’tu pun masih belum nutup karena masih padat karya atau manual semua seperti untuk pengemasan produk. Tapi sekarang sudah mulai efisiensi,’’ ujar Direktur PDDS I Putu Sugi Darmawan didampingi Kabag Umum SDM I Wayan Nonok Aryasa, Rabu (11/9) kemarin. Seperti diketahui, dalam memulai tupoksinya, PDDS diberikan penyertaan modal awal Rp 10 miliar. Seiring perjalanannya pada tahun 2017, perusahan daerah ini hanya mampu meraih omzet Rp 500 juta lebih. ‘’Tahun pertama kami masih berkutat dengan persoalan pada masa lalu. Bahkan, penyertaan modal Rp 10 miliar itu juga untuk melengkapi sarana prasarana. Kalau hanya berputar untuk mengelola BUMDes, pasti bisa lebih
cepat,’’ terangnya. Begitu pun pada tahun kedua. Omzet mengalami peningkatan yakni mencapai angka Rp 4,6 miliar lebih. Namun pada tahun itu pula, banyak kegiatan yang dilakukan seperti sertifikasi produk sebagai syarat penyerapan produk BUMDes ke toko berjaringan, yang tentunya membutuhkan waktu serta pendampingan. Sedangkan tahun ini, dari target omzet Rp 6 miliar, hingga Agustus sudah berada di angka Rp 4,6 miliar. ‘’Intinya, kami masih disubsdidi oleh pemerintah. Karena dua tahun ini untuk bisa mendapatkan kepercayaan pasar dari awalnya minus memang butuh waktu. Namun, kami yakin perlahan pasti bisa,’’ ucapnya. Menurut Sugi, PDDS adalah badan usaha milik daerah yang mengoordinir produk BUMDes dan UKM agar bisa diserap di toko berjaringan maupun sektor pariwisata. Sejauh ini, serapan produk sudah memenuhi 10 persen, dari target 30 persen yang diharapkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Serapan belum maksimal karena masih terkendala
sertifikasi produk. Toko modern juga masih mengkaji apakah produk lokal yang diajukan itu nantinya bisa bersaing dan diterima pasar. Komoditas yang sudah terserap yakni kopi dan tiga varian beras seperti beras merah, beras hitam dan putih mentik susu. Sementara untuk produk camilan masih terkendala masa kedaluwarsa. Khusus beras, dikatakannya, lebih banyak permintaan untuk beras konvensional yakni 50 ton per bulan. Sementara beras merah ratarata 2,5 ton per bulan, beras hitam 1 ton per bulan, dan beras mentik susu 2 ton per bulan. ‘’Beras hitam kami kekurangan stok. Jika ada masyarakat yang punya bisa hubungi kami, karena di gudang saat ini hanya ada stok 1 ton. Untuk persediaan sebulan masih kurang,’’ terangnya. Minimnya hasil panen beras hitam, menurut Sugi, karena sebelum ada pasar, petani beralih pada varietas beras konvensional. Namun saat ini petani sudah banyak yang mulai kembali menanam beras hitam seperti di Penebel dan Belalang, Kecamatan Kediri. (kmb28)
Bali Post/bit
FGD - Suasana FGD Jembatan Birokrasi yang digelar Sekretariat DPRD Tabanan. Kegiatan ini untuk mengharmonisasikan kebijakan legislatif dan eksekutif. menerapkan sistem elektronik reses (e-reses). Sistem pelaporan hasil reses akan dilakukan dengan sistem elektronik. Jika selama ini hasil reses dicatat disimpan secara
manual, cara lama itu tidak akan dipakai lagi. Anggota DPRD yang melakukan reses didampingi petugas sekretariat DPRD. Catatan hasil reses dicocokkan dan di-input ke dalam data e-reses. Semua
Tabanan (Bali Post) Sudah menjadi tradisi, di setiap perhelatan besar sudah pasti sampah akan menumpuk, bahkan volumenya sangat banyak. Begitu pula dalam kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIV yang dilaksanakan di Kabupaten Tabanan. Meski sejak awal panitia telah menggaungkan untuk mengurangi timbulan sampah khususnya plastik, namun kenyataannya tiap hari sampah dari penonton pertandingan mencapai belasan meter kubik. Mengatasi persoalan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan pun menggandeng pelajar yang sekolahnya dekat dengan venues pertandingan serta komunitas peduli lingkungan Tabanan untuk bersama-sama melakukan kegiatan pembersihan setiap harinya. Komunitas yang dilibatkan seperti Komunitas Bakti Ring Pertiwi, Nocken Ass, serta beberapa bank sampah yang ada di Tabanan. Kepala DLH Tabanan I Made Subagia mengatakan, selama pelaksanaan Porprov, pihaknya telah melibatkan masyarakat, siswa, serta komunitas peduli lingkungan untuk bersama-sama menjaga lingkungan tetap bersih khususnya areal pertandingan. Khusus wilayah yang tidak terjangkau oleh DLH, juga sudah dikoordinasikan sebelumnya dengan pihak terkait. ‘’Kami hanya mengangkut sampah yang ada di empat
venues. Sementara, tempat atau venue lainnya sudah kita koordinasikan dengan pihak setempat,’’ ucap Subagia, Rabu (11/9) kemarin. Pada kegiatan kebersihan, lanjut Subagia, juga diselipkan pemberian edukasi ke siswa serta para atlet dan peserta Porprov agar tidak membuang sampah sembarangan, melainkan dikumpulkan di satu tempat. Dengan demikian, petugas akan lebih gampang mengangkutnya. ‘’Kami juga sudah berikan edukasi serta pemahaman kepada semua pihak agar mari bersama-sama menjaga lingkungan,’’ katanya. Ketua Komunitas Peduli Lingkungan Bakti Ring Pertiwi I Putu Parta Yasa mengatakan, pihaknya ingin melihat Tabanan selalu resik. Keterlibatan penanganan sampah ini sifatnya ngayah atau tanpa pamrih. Di tengah kesibukan masing-masing, mereka juga memiliki niat untuk menjaga lingkungan ini tetap bersih. ‘’Kami dan komunitas lain serta bank sampah istilahnya ngayah untuk kebersihan, tidak hanya saat Porprov melainkan berkelanjutan pada tiap event lainnya,’’ ujar Parta. Dengan keterlibatan banyak pihak dalam penanganan sampah di ajang Porprov, Parta menyatakan, minimal bisa membantu beban petugas kebersihan. Karena menurutnya, tanggung jawab kebersihan lingkungan milik masyarakat seluruhnya. (kmb28)
data itu akan dikoneksikan dengan software yang ada di Bapelitbang. Data itu akan didokumentasikan dan dapat diakses setiap saat baik oleh pemerintah maupun masyara -
kat. Hasil reses itu akan menjadi bahan penyusunan perencanaan pembangunan, termasuk akan disampaikan sebagai pokok-pokok pikiran DPRD pada musrenbang. (kmb28)
DLH Gandeng Siswa Bersihkan Sampah di ’’Venues’’ Porprov
Bali Post/ist
BERSIHKAN SAMPAH - Sejumlah siswa dilibatkan dalam kegiatan aksi pembersihan sampah di areal venues Porprov Bali.
Kamis Kliwon, 12 September 2019
Bangun Infrastruktur SPAM
PUPR-RI Kucurkan BMN Rp 29 Miliar Lebih
Singaraja (Bali Post) –
Bali Post/kmb38
LABFOR – Personel Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran toko bangunan UD Wijaya Murti, Jalan Laksamana Timur, Kelurahan Banyuasri, Rabu (11/9) kemarin.
Labfor Selidiki Penyebab Kebakaran Toko Bangunan Singaraja (Bali Post) – Penyidik Polsek Kota Singaraja dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali dikerahkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran toko Bangunan UD Wijaya Murti. Pemilik toko bangunan, Gede Ton Hitler, merupakan warga Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Kebakaran yang terjadi Senin (9/9) lalu itu, terus diselidiki polisi hingga Rabu (11/9) kemarin. Kapolsek Kota Singaraja AKP I Gusti Ngurah Yudistira mengatakan, kehadiran tim labfor itu membantu penyidik untuk mengetahui sebab kebakaran yang menghebohkan warga tersebut. Sesuai protap, tim labfor selain mendengarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, juga menyisir tempat yang diduga sumber titik api pertama sebelum peristiwa itu. Hasil penyelidikan pertama kali titik api di lokasi terjadi di meja kasir toko setempat ada tempat menghaturkan canang. Istilah Balinya pelangkiran. Hanya, sumber api di lokasi yang dicurigai itu belum dikuatkan temuan barang-barang bukti. Untuk menyempurnakan hasil penyelidikan itu, tim labfor mengamankan sejumlah sampel puing-puing kebakaran. Sampel itu diteliti lebih lanjut. Bersama kawan penyidik tadi tim labfor sudah melakukan penyelidikan dan mengambil sempel. Hal itu untuk memastikan di mana dan dari mana sumber api itu memicu terjadinya kabarakan itu.
‘’Hasil sementara dari titik api itu di dekat meja kasir. Sumber api lainnya kita masih menunggu sampai labfor itu menyampaikan hasil penyelidikannya,” katanya. Di sisi lain, Yudistira mengatakan, setelah peristiwa kebakaran itu, pihaknya sudah mendengarkan keterangan enam orang saksi yang diduga mengetahui kejadian itu. Saksi ini mulai dari warga di sekitar lokasi kejadian, dua orang karyawan termasuk korban (pemilik took - red). Dari saksi ini, polisi baru mendapat keterangan kalau sebelum kejadian toko itu dalam kondisi tutup. Titik lampu di dalam toko itu telah dipadamkan. Selain itu, di dalam toko itu tidak ada saksi yang menerangkan kalau terdapat kompor atau alat elektronik yang terhubung dengan jaringan listrik. “Keterangan yang kita peroleh baru pada saksi menemukan api sudah besar. Hanya ada saksi yang menyebut titik api pertama kali itu di dalam ruang toko,” jelasnya. Kebakaran toko bangunan UD Wijaya Murti milik Gede Ton Hitler terjadi Senin (9/9) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Empat unit mobil pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng dikerahkan untuk memadamkan api di sana. Namun, api cepat membesar dan sulit dipadamkan. Pasalnya, banyak bahan-bahan yang mudah terbakar. Api baru bisa dipadamkan pukul 21.45 Wita. (kmb38)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat Republik Indonesia (PUPR-RI) memberikan bantuan hibah tahun anggaran 2019 kepada Pemkab Buleleng senilai Rp 29,973 miliar. Bantuan sebesar itu diserahkan dalam bentuk Barang Milik Negara (BMN). Nantinya diharapkan BMN itu dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Bantuan itu diterima Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana didampingi Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Gede Sugiartha Widiada, Selasa (10/9) lalu. Penyerahan hibah itu dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST). Sejak Mei 2019 sampai awal bulan ini PUPR-RI telah menyalurkan BMN kepada
pemerintah daerah di Indonesia Rp 3,071 triliun. Sedangkan yang diserahkan bulan ini senilai Rp 1,046 triliun. Hibah itu dialokasikan untuk biaya bidang penataan bangunan dan lingkungan, pengembangan kesehatan lingkungan, pengembangan air minum dan bidang pengembangan kawasan permukiman. Bantuan yang diserahkan per
hari ini senilai Rp 1,046 triliun. Bupati mengatakan, hibah BMN itu akan dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan krisis air bersih yang masih dialami di beberapa desa di daerahnya. Hibah itu dapat langsung ditindaklanjuti karena tidak perlu menunggu tahapan lanjutan. Buleleng mendapat hibah
BMN senilai Rp 29,973 miliar. Bantuan itu termasuk terbesar kedua di antara delapan kabupaten/kota setelah Kota Denpasar. Nantinya, BMN membiayai pembangunan SPAM di beberapa desa di Bali Utara. “Tahun ini, kita menerima hibah BMN dari pemerintah pusat. Pastinya, bantuan itu sangat berarti untuk menyiapkan infrastruktur bidang SPAM. Dengan bantuan ini, saya yakin masalah krisis air bersih di beberapa desa pasti akan bisa tangani,” katanya. Kepala BKD Gede Sugiartha Widiada mengatakan,
Pemkab Buleleng melalui BKD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan menindaklanjuti hibah itu. Hibah ini nantinya dipindahtangankan kepada desa atau BUMD. Pihak Desa atau BUMD yang menerima hibah dari pemerintah pusat ini dituntut melakukan pemeliharaan dan menganggarkan pembiayaan dan pembangunan penunjang sesuai kebutuhan. “Pemanfaatan aset hibah itu telah dipergunakan desa atau BUMD sebagai fasilitas penunjang kegiatan pemerintahan,” jelasnya. (kmb38)
106 Pedagang Bermobil Direlokasi ke Lahan Kolam Nirmala Asri Banyuasri Kesemrawutan arus lalu lintas akibat aktivitas pedagang bermobil di depan Terminal Banyuasri sudah ditangani tuntas. Hal itu karena pemerintah menyiapkan tempat untuk para pedagang bermobil itu dengan memanfaatkan sisa lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang telah dibangun Kolam Renang Nirmala Asri. Di tempat yang sudah dipadatkan itulah, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) menampung 106 pedagang bermobil dan 15 orang pedagang ikan. Lalu, apakah relokasi sudah memenuhi unsur pemerataan dan keadilan? TERCATAT ratusan pedagang direlokasi ke tempat yang baru, Rabu (11/9) kemarin. Otomatis sejak itu, para pedagang itu mulai berjualan di tempat barunya. Sebelum mulai menempati lokasi baru itu, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng membagikan dengan mekanisme pengundian. Pengundian ini dipimpin Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana. Hadir Asisten Perekonomian Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Ni Made Rousmini dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Semua pedagang yang terdaftar itu mengikuti pengundian setelah menerima nomor undian di lokasi. Setelah langsung saja memarkir mobilnya itu di tempat yang baru.
Pedagang yang berasal dari Buleleng termasuk dari luar daerah, hari itu juga langsung menggelar dagangannya. Setelah menempati lokasi baru itu, pedagang mengakui lokasi itu strategis. Alasannya, tidak jauh dari pasar darurat di Terminal Banyuasri. Meski dari luas tempat itu dinilai sempit dibandingkan tempat jualan sebelumnya. Namun itu tidak dipermasalahan. Alasannya, mereka menyadari hanya tempat ini satu-satunya lokasi yang bisa disiapkan pemerintah untuk lokasi berjualan menunggu revitalisasi Pasar Banyuasri rampung tahun 2020 mendatang. Dirut PD Pasar Made Agus Yudi Arsana mengatakan, pihaknya hanya sebagai pelaksana dan membagikan secara teknis tempat pedagang ber-
mobil itu. Terkait areal, dia memastikan sudah cukup luas. Satu lokasi berjualan itu, lebarnya dua meter dan panjang bervariasi antara 3,5 meter sampai 4 meter. Ini dilakukan menyesuaikan ukuran penjang unit kendaraan yang digunakan pedagang berjualan. Sesuai ukuran tempat itu, PD Pasar menempatkan pedagang bermobil itu dengan deret di sebelah barat dan deret di timur. Di tengahnya dibiarkan ruang terbuka. Hal itu merupakan akses masuk kendaraan dan pengunjung pasar. Di deret paling timur tempatnya di bantaran Sungai (Tukad) Banyumala. Itu dijadikan tempat pedagang ikan segar. Dengan ukuran itu dan ketersediaan lahan, Yudi Arsana menyebut 106 pedagang bermobil itu, bisa ditampung di satu lokasi. Jumlah pedagang ada 34 pedagang bermobil yang sebelumnya berjualan di dalam Terminal Banyuasri. Sedangkan 72 pedagang bermobil yang berjualan di pinggir Jalan Ahmad Yani dari depan terminal ke arah barat. “Tahap awal pengundian kami prioritaskan untuk pedagang bermobil yang me-
Bali Post/kmb38
RELOKASI – Sebanyak 106 pedagang bermobil Rabu (11/9) kemarin, direlokasi. Mereka berjualan di lokasi baru yang disiapkan pemerintah daerah sampai revitalisasi Pasar Banyuasri itu rampung tahun 2020. mang teregistrasi berjualan di dalam terminal. Sisanya baru diberikan kepada pedagang yang berjualan di Jalan Ahmad Yani, sehingga seluruh pedagang bermobil itu termasuk pedagang ikan, bisa kita tampung di lokasi yang disiapkan pemerintah,” katanya. PD Pasar juga memberikan lima lokasi tempat berjualan untuk pedagang ikan musiman. Pedagang ini biasanya berjualan dengan mobil, sehingga waktu jualannya tidak setiap hari. Mereka menempati lokasi paling utara, yang
tidak masuk lokasi pedagang bermobil. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Asiston mengatakan, di lokasi pasar yang baru itu dipastikan menimbulkan timbunan sampah padat dan juga limbah cair. Atas kondisi ini, pihaknya melarang pembuangan sampah padat secara sembarangan dan juga membuang ke sungai. Karena itu, DLH menempatkan kontainer sampah. Setiap hari akan dilakukan pengangkutan dari armada angkut sampah yang ada. (mud)
Kamis Kliwon, 12 September 2019
Tangani Kanker
Pemkab Gelontorkan Anggaran Rp 12,5 Miliar Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar sejak beberapa tahun lalu sangat serius mencegah kanker, terutama kanker serviks. Bahkan terhitung sejak 2015 lalu, pemerintah sudah menggelontorkan anggaran Rp 12,5 miliar lebih untuk pencegahan kanker. Hal ini diungkapkan Ketua YKI Cabang Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, beberapa waktu lalu. Surya Adnyani mengatakan, dana tersebut untuk pencegahan kanker terutama kanker serviks dengan pemberian vaksinasi HPV pada anak usia 9 sampai 15 tahun. Kegiatan ini sudah dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan YKI cabang Gianyar sejak 2015 lalu. Adapun detailnya sejak 2015, sebanyak 1.220 sasaran vaksinasi dengan anggran yang digunakan Rp 1,9 miliar lebih. Se -
lanjutnya pada 2016 telah divaksinasi sebanyak 1.604, dengan anggaran yang digunakan Rp 2,2 miliar. Tahun berikutnya tercatat 2.902 wa rga yang sudah disa sar, dengan menghabiskan anggaran Rp 4,6 miliar. Tahun 2018 sudah disasar 1.660 warga dengan menghabiskan anggran Rp 1 miliar. Terakhir pada 2019, pihaknya menyasar 3.737 w a r g a dengan anggaran Rp 3,1 miliar. “Bagi yang positif kanker, kami juga memberikan pendampingan untuk memeriksakan diri ke dokter atau ke rumah sakit yang diinginkan,” tegasnya. Surya Adnyani menambahkan, untuk pencegahan dilakukan penyuluhan ke masyarakat berupa perilaku hidup sehat, penyuluhan kanker, pembentukan kelompok peduli kanker di tiap sekolah, deteksi dini dengan IVA, deteksi dini Sadari, pembinaan kantin dan lainnya. (kmb35) SIDAK - Petugas melakukan sidak terhadap pengusaha yang membandel hingga diberikan SP 2, Rabu (11/9) kemarin.
Bali Post/kmb35
Caplok Tanah Negara
Sejumlah Tempat Usaha Disidak Satpol PP
Gianyar (Bali Post) -
Petugas Satpol PP Gianyar akhirnya melakukan sidak ke tanah negara di sepanjang By-pass Pas I.B. Mantra, Rabu (11/9) kemarin. Tanah negara tersebut selama ini telah dicaplok oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk digunakan sebagai tempat usaha. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra
Bali Post/dok
Percepat Penanganan Musibah
Pemda Diharapkan Bantu Pengadaan Alat
Gianyar (Bali Post) Badan SAR Nasional (Basarnas) menyelenggarakan pelatihan terhadap sejumlah instansi, terkait penanganan cepat potensi musibah. Namun, pelatihan SDM saja tentu tidak cukup, masih dibutuhkan kelengkapan alat dalam penanganan. Melihat minimnya peralatan yang dimiliki sejumlah instansi di Gianyar, pemerintah daerah diharapkan membantu pengadaan sejummlah alat tersebut. Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Gianyar, Jalan Manik, Rabu (11/9) kemarin. Pelatihan ini diikuti sejumlah petugas BPBD Gianyar dan personel TNI/Polri. Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Abdul Haris Achadi mengatakan, Basarnas tidak dapat bekerja sendiri, sehingga membutuhkan sinergitas lintas instansi, bain instansi pemerintah maupun swasta, TNI/Polri maupun masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kita sepakat untuk menjalin kerja sama dalam menyiapkan SDM yang mempuni di bidang SAR, yakni dalam penguasaan teknik pertolongan di ketinggian,” katanya. Abdul Haris Achadi mengatakan, Basarnas rutin melakukan pembinaan potensi SAR. Tahun sebelumnya dilakukan pelatihan di Kabupaten Buleleng, Karangasem, dan Jembrana. Tentunya materi pelatihan disesuaikan dengan potensi bahaya di daerah tersebut. Dikatakan, musibah bisa terjadi di mana dan kapan saja. Maka dari itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan SAR khususnya teknik pertolongan di ketinggian. “Mari bangun mindset untuk senantiasa siap siaga menghadapi berbagai musibah yang akan terjadi,” katanya. Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan I Made Junetra mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar ke depan ada response time yang lebih cepat. Petugas setempat yang sudah diberi pembinaan bisa lebih cepat bergerak dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan. Sehingga tidak perlu menunggu lama petugas Basarnas yang berkantor di Jimbaran. “Kalau kita meluncur dengan lokasi jauh, bisa satu jam lebih, tetapi kalau petugas di sini bisa memberi pertolongan pertama itu akan lebih baik,” katanya. Dalam pelatihan kemarin, pihaknya memfokuskan pelatihan penanganan orang jatuh ke sungai, jurang, hingga jatuh ke sumur. Dipillihnya pelatihan itu juga atas koordinasi dengan BPBD Gianyar, lantaran hal tersebut kerap terjadi di kawasan seni ini. “Terutama di Gianyar sering terjadi orang jatuh ke jurang, itu bisa ditangani lebih cepat,” kata pria yang juga Kasubag Umum Basarnas Denpasar ini. Sementara terkait peralatan, diakui yang dimiliki BPBD Gianyar masih sifatnya minim, yang ada dominan hanya berupa alat utama seperti tali. Namun, ia berharap alat yang minim tersebut tetap bisa digunakan secara maksimal. “Itu tetap bisa dimainkan secara manual. Kalau Basarnas memang peralatannya jauh lebih lengkap,” katanya. Junetra juga mengakui untuk petugas profesional memang membutuhkan peralatan yang memadai dalam melakukan penanganan di lapangan. Sehingga ada harapan agar pemerintah daerah membantu pengadaan kelengkapan alat tersebut, guna memastikan keamanan petugas. “Petugas profesional memang membutuhkan peralatan yang memadai, tetapi itu kebijakan pemda masing-masing,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PELATIHAN SDM - Suasana pelatihan SDM yang digelar Basarnas di Hotel Gianyar, Rabu (11/9) kemarin.
Kasat Pol. PP Gianyar I Made Watha mengatakan, dalam sidak Rabu kemarin, jajarannya menyasar sembilan lokasi. Enam di antaranya tanah negara yang digunakan untuk tempat usaha, seperti usaha batu padas hitam, usaha pijat, rumah makan, hingga difungsikan untuk garasi kendaraan. “Selama ini, di atas tanah negara itu didirikan bangunan tempat
usaha,” katanya. Tanah negara yang disidak Rabu kemarin itu dominan ada di seputaran Kecamatan Blahabatuh, meliputi Desa Medahan dan Desa Keramas. Oknum yang melakukan hal tersebut di antaranya marupakan warga lokal, namun ada juga warga luar Gianyar bahkan luar Bali. “Tiga oknum yang mendirikan tempat usaha di atas tanah negara ini
langsung diberikan SP 1 oleh petugas,” tegas Watha. Selain itu, kata Watha, ada juga tiga oknum yang mendirikan usaha di atas tanah negara hanya diberikan surat pernyataan, lantaran petugas bertemu langsung dengan pemilik usaha tersebut. Berdasarkan surat pernyataan itu, mereka berjanji segara memindahkan barang-barang dari areal yang berisi plang
tanah negara tersebut. “Ada tiga pengusaha yang membuat pernyataan untuk bersedia memindahkan barang dagangan secara mandiri. Tapi akan kita cek lagi, kalau masih bandel akan diberikan surat peringatan,” katanya. Selain sidak pencaplokan tanah negara, petugas Satpol PP Gianyar juga melakukan pengecekan usaha yang melanggar sempadana jalan di By-pass I.B. Mantra seputaran Kecamatan Sukawati. Tiga usaha ini sudah sempat diberikan SP 1 beberapa waktu lalu oleh petugas Satpol PP Gianyar. “Beberapa waktu
lalu sudah dijatuhkan SP 1, namun bangunan mereka belum diperbaiki, sehingga diberikan SP 2 karena masih melanggar,” kata Watha. Menurut Watha, tiga unit usaha itu terdiri dari toko elektronik, notaris dan pedagang gazebo. Setelah mendapat SP 2, pemilik tiga usaha ini masih diberikan limit waktu. “Jika masih membandel juga, tentu petugas akan menurunkan SP 3, dan eksekusi paksa agar bangunan yang melanggar tersebut sesuai dengan aturan sempadan jalan yang ada,” tegasnya. (kmb35)
Berkelahi di Tengah Prosesi Pengabenan
Pelaku Pemukulan Ditahan Polisi Gianyar (Bali Post) Aparat Polres Gianyar menahan seorang pemuda, I Wayan Wiradyana, Rabu (11/9) kemarin. Pelaku berusia 24 tahun asal Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh ini telah menganiaya I Gusti Nyoman Alit Sutrisna di tengah prosesi pengabenan di kuburan desa setempat, Selasa (10/9). Informasi yang dihimpun di lapangan, sebelum terjadinya aksi pemukulan itu, warga setempat memang se-
dang melaksanakan prosesi pengabenan. Saat prosesi itulah diduga terjadi saling ejek antara Wiradnyana dengan Sutrisna. Diduga akibat saling ejek itu, cekcok antara dua pria yang sama-sama asal Desa Keramas ini tidak terhindarkan. Wiradnyana yang tersulut emosinya, akhirnya melayangkan bogem mentah ke arah wajah Sutrisna. Akibat kejadian itu, pria berusia 42 tahun ini mengalami luka di hid-
ung hingga berdarah. Warga setempat yang melihat kejadian itu sontak terkejut, lantas berupaya melerai perkelahian itu. Sementara Sutrisna yang tidak terima dengan kejadian ini lantas melapor ke polisi. Kapolsek Blahbatuh Kompol Ketut Dwikora yang dikonfirmasi Rabu kemarin, membenarkan adanya kejadian itu. Dikatakan, pascamelakukan pemeriksaan terhadap dua warga yang berkelahi ini, polisi lantas
Bali Post/kmb35
TERSANGKA - Polisi menunjukkan tersangka pemukulan di Mapolsek Blahbatuh, Rabu (11/9) kemarin.
menetapkan Wiradnyana s e b a g a i t e r s a n g ka . “ W iradnyana yang melakukan pemukulan ditetapkan sebagai tersangka,” katanya. Dwikora menambahkan, perkelahian itu diduga dipicu permasalahan pribadi yang sudah terpendam sejak lama. “Tersangka memukul korban dengan tangan kanan, kemudian mengenai bagian wajah korban, sehingga menyebabkan luka robek pada hidung dan mengeluarkan darah,” katanya. Dwikora menambahkan, korban yang tidak terima dipukul melaporkan ke-
jadian ini Mapolsek Blahbatuh. Unit Opsnal Reskrim Polsek Blahbatuh langsung mendatangi TKP. “Pelaku kami tangkap di rumahnya di Desa Keramas tanpa perlawanan,” ujarnya. Kini, pelaku Wiradnyana dititipkan di sel tahanan Mapolres Gianyar untuk penanganan lebih lanjut. Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. “Sesuai pasal itu, tersangka diancam dengan hukuman lima tahun penjara,” ujar Dwikora. (kmb35)
Kamis Kliwon, 12 September 2019
Cek Kesiapan Pilkel, Bupati Artha Minta Panitia Gencarkan Sosialisasi Menjelang pelaksanaan pemilihan perbekel (pilkel) serentak yang tinggal beberapa hari, Bupati Jembrana I Putu Artha beserta jajaran meninjau kesiapan dengan menyambangi sejumlah desa di Kecamatan Melaya, Rabu (11/9). Desa-desa yang dikunjungi di antaranya Melaya, Belimbing Sari, Eka Sari, Warna Sari, Tuwed, Candikusuma serta Tukadaya. Selain mengecek kesiapan logistik, kedatangan orang nomor satu bumi Makepung itu juga ingin memastikan kesiapan panitia pelaksana, khususnya pemahaman mereka akan regulasi/aturan berlaku selama pilkel. Pemahaman akan regulasi disebutnya penting agar ada kesamaan persepsi seluruh pihak yang terlibat langsung saat pilkel. “Kita berharap seluruh tahapan berlangsung lancar. Begitu juga saat pelaksanaan aman tidak menjurus konflik apalagi perpecahan di tingkat desa. Meski saya yakin lancar dan damai, potensi konflik harus diwaspadai. Terutama apabila pemilihan berlangsung ketat dengan selisih suara tipis,” terang Artha. Karena itu diperlukan ketegasan panitia pelaksana desa, khususnya pemahaman mereka akan regulasi yang mengatur. Karena dalam pelaksa-
naannya, pasti akan ada sejumlah pertanyaan yang muncul. Sosialisasikan dengan jelas, alur dan aturan. Pahami lebih awal agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari. Berikan juga pemahaman yang sama kepada masing-masing kandidat beserta tim suksesnya. Artha mencotohkan, apabila hasil pungutan suara, hasil pilkel di suatu desa dinyatakan seri, panitia diminta menjelaskan lebih awal mekanisme penentuan pemenangnya. Jika hasil penghitungan suara terbanyak sama jumlahnya, pemenang akan ditentukan dengan jumlah TPS yang mampu dimenangi oleh kan-
didat tersebut. Apabila masih sama barulah pemenang ditentukan, siapa kandidat yang mampu memenangi TPS dengan jumlah pemilihan terbesar. “Misalkan, pilkel di desa A dengan total TPS sebanyak 11, perolehan suara tertinggi dinyatakan seri, dengan jumlah total suara sama banyak antara calon B dan C. Tapi C mampu meraup kemenangan di 6 TPS, sedangkan B hanya unggul di 5 TPS, maka C dinyatakan sebagai pemenang Pilkel. Sebaliknya apabila jumlah total kemenangan di TPS mereka masih sama kuat, pemenang baru akan ditentukan, siapa yang berhasil memenangi TPS dengan jumlah pemilih terbesar di desa itu. Nah pemahaman akan hal seperti itu perlu disosialisasikan lebih awal, guna meminimalisir konflik,” tambahnya. Penyampaian Bupati Artha itu dibenarkan Ketua Panitia Pemilihan Tingkat Kabupaten I Nengah Ledang. Menurutnya, berbagai kemungkinan juga sudah diatur. Pihaknya juga telah melakukan konsultasi,
meminta penjelasan akan aturan-aturan tersebut kepada Dirjen Bina Pemerintahan desa, Kemendagri. “Kita berpatokan pada Permendagri 65 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Permendagri 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa. Makanya kita sudah sarankan kepada panitia desa untuk membuat TPS dengan jumlah ganjil. Nantinya juga tidak akan ada mekanisme pemungutan suara ulang,” tegas Ledang. Kepada masing-masing peserta pilkel, Bupati Artha juga mengingatkan agar menghindari penggunaan SARA saat kampanye. Berlaku juga bagi masing-masing timses. “Hal itu berbahaya, jangan rusak keharmonisan masyarakat Jembrana dengan berpolitik seperti itu. Rangkul semua, dan siapapun berhak dipilih sepanjang sudah memenuhi syarat dan disahkan oleh penitia pelaksana,” kata Artha. Sementara saat melaporkan kesiapan tahapan pilkel, Ketua Panita Pemilihan Perbekel Desa Melaya Wayan Wirka mengatakan telah
melaksanakan berbagai persiapan, di antaranya sosialisasi aturan baik kepada calon perbekel maupun kepada masyarakat. Selain itu pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan berupa
adu program, visi dan misi dari masing-masing calon yang telah ditetapkan. “Itu kami lakukan agar masyarakat tahu visi dan misi dari masing-masing calon sebagai salah satu referensi masyara-
kat menentukan pilihannya nanti. Ia juga senantiasa berkoordinasi dengan panitia kabupaten, termasuk dalam mencegah permasalahan serta timbulnya kesalahpahaman. (ad402)
Dinas Tenaga Kerja Panggil PT CIPL
Petani Semangka Juga Beli Air Kekeringan masih melanda sejumlah wilayah Jembrana. Warga kesulitan air bersih. Demikian pula petani melon harus mengeluarkan dana lebih banyak untuk mendapatkan air. Sri Muntini, warga Awen Lelateng, Rabu (11/9) kemarin, mengaku sejak seminggu ini kekeringan sangat parah di wilayahnya. Bahkan sama sekali air tidak mengalir. “Jika ada yang beli air untuk ngairi kebun semangka baru saya bisa minta untuk mandi,” katanya. Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susila Pramana mengatakan, sudah 19-20 tangki di distribusikan. “Untuk di wilayah Awen kami distribusi 5.000 liter,” jelasnya. Lurah Lelateng Made Santa Putra juga mengakui sekitar 37 KK di wilayah Awen yang mengalami krisis air. Sehingga pihaknya meminta bantuan untuk distribusi air bersih. Dari pengamatan air bersih ditampung di salah satu rumah warga yang memiliki tandon air dan pihak BPBD juga meminjamkan satu tandon ukuran 750 liter untuk menampung air. Sehingga warga bisa datang untuk mengambil air yang dipusatkan di salah satu rumah warga. (kmb)
Tinjau Persiapan – Bupati Artha bersama jajaran terkait meninjau kesiapan tahapan Pilkel di desa se-Kecamatan Melaya, Rabu kemarin.
Bali Post/kmb
DISTRIBUSIKAN AIR - Petugas BPBD sedang mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air.
Permasalahan karyawan perkebunan milik Perusda Bali telah disikapi Pemda Jembrana. PT Citra Indah Praya Lestari (CIPL) yang mengelola perkebunan karet tersebut, segera dipanggil Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Keja (PMPTSPTK) Jembrana. Dinas Tenaga Kerja berencana melakukan pemanggilan terhadap jajaran PT CIPL dan Perusda Bali. Pemanggilan dilakukan terkait masalah gaji karyawan Perusa Bali yang belum dibayarkan selama 2 bulan di Unit Perkebunan Pulukan, Desa/Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Kepala Dinas PMPSTPTK Jembrana I Komang Suparta melalui Kabid Hubungan Industrial (HI) pada Dinas PMPTSPTK Jembrana I Gede Nyoman Suda Asmara, Selasa (10/9) mengatakan, pemanggilan diagendakan pada Kamis (12/9). Itu dilakukan setelah jajaran petugas ketenagakerjaan yang berusaha turun ke Unit Perkebunan Pulukan, Selasa (10/9), juga belum mendapat kejelasan terkait keterlambatan pembayaran gaji tersebut. Dari catatannya, masalah keterlambatan pembayaran gaji karyawan di bawah pengelolaan PT CIPL yang bergerak di bidang produksi getah karet, itu juga pernah terjadi pada tahun 2014. Saat itu juga terjadi keterlambatan pembayaran gaji selama 2 bulan, sehingga membuat para karyawan Perusda Bali di Unit
Perkebunan, sempat meradang sehingga melakukan aksi mogok kerja. Menurutnya kalau masalah yang sekarang ini, tidak ada karyawan sampai mogok kerja. Mereka tetap bekerja. Tetapi mereka resah karena belum ada kejelasan pembayaran gaji mereka. Apalagi beberapa waktu lalu, juga ada masalah pesangon mantan karyawan yang belum dibayar. Mereka yang mau pensiun juga was-was. Dikatakan, sebelum datang ke DPRD Jembrana, Senin (9/9), dua orang perwakilan karyawan Perusda Bali di Unit Perkebunan Pulukan, juga sudah membuat pengaduan ke Dinas terkait persoalan gaji tersebut. Atas dasar pengaduan itu, jajarannya dari Bidang HI bersama Pengawas Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (NakerESDM) Bali di Jembrana, berusaha turun ke Unit Perkebunan Pulukan, Selasa pagi kemarin, dan diterima oleh Kepala Unit Perkebunan Pulukan I Ketut Nastra Adiputra. Sesuai keterangan Kepala Unit Perkebunan Pulukan, gaji para karyawan yang belum dibayar sejak bulan Juli lalu, merupakan tanggung jawab dari PT CIPL. Ada sebanyak 139 karyawan yang belum menerima gaji, termasuk Nastra Adiputra selaku Kepala Unit. (kmb)
L.0000393-BLS
Kamis Kliwon, 12 September 2019
Pimpinan Definitif Ditetapkan, Dewan Segera Bentuk AKD
SOSOK Pantau Pendaki Nakal AKTIVITAS pendakian ke Gunung Agung secara diam-diam cukup marak dilakukan masyarakat termasuk wisatawan. Melihat kondisi itu, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa meminta masyarakat ikut memantau para pendaki nakal yang nekat melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung itu. Padahal masih belum boleh karena status gunung tertinggi di Bali itu ada di level III alias Siaga. Dari rekomendasi PVMBG untuk warga, aktivitas pendakian memang tidak boleh dilakukan. Alasannya, hal itu dinilai sangat membahayakan. ”Kami imbau setop aktivitas pendakian. Hal itu sangat membahayakan. Karena bila ada apa-apa, maka pemerintah yang repot. Terlebih ada yang meninggal di Gunung Agung,’’ ujar Wabup. Jika ada yang meninggal, mau tidak mau harus dibuat upacara besar. Sebab, sudah menodai kesucian Gunung Agung itu. Mencegah pendaki nakal yang nekat melakukan aktivitas pendakian ke puncak, Wabup meminta masyarakat ikut memantau para pendaki itu. ‘’Mereka naiknya secara diam-diam. Otomatis sudah mengabaikan imbauan PVMBG yang melarang warga melakukan aktivitas di radius empat kilometer,’’ ujarnya. Adanya awigawig di Desa Adat Pucang maupun Ban, yakni menerapkan denda kepada warga yang melakukan aktivitas pendakian di tengah kondisi Gunung Agung Siaga seperti saat ini, sebagai upaya edukasi bagus untuk menyetop para pendaki. (nan)
Minta Eksekutif Setor RKA Guna Bahas APBD Perubahan PIMPINAN definitif DPRD Karangasem periode 2019-2024 secara resmi telah ditetapkan, kemudian diambil sumpahnya di Gedung DPRD Karangasem, Rabu (11/9) kemarin. Pascapenetapan pimpinan dewan tersebut, program yang akan dijalankan dewan adalah segera membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Di samping itu, dewan juga meminta pihak eksekutif segera menyetorkan Rancangan Kebijakan Anggaran (RKA) Perubahan. Hal itu sangat mendesak, agar pembahasan RKA itu bisa segera dilakukan. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana usai kegiatan, Rabu (11/9) kemarin mengungkapkan, pascaditetapkannya pimpinan dewan definitif, maka selanjutnya, pihaknya segera
membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD). “Besok akan langsung bersurat ke pimpinan definitif untuk menggelar rapat membahasan tentang tindak lanjut pembentukan AKD,” ujarnya. Langkah cepat yang dilakukan dewan, pembentukan AKD itu adalah, supaya KUPA dan KUA-PPAS bisa segera dibahas. Pasalnya, pihaknya ingin APBD Perubahan itu bisa tetap berjalan tanpa harus menyalahi aturan yang ada. Dewan tidak mau menyalahi aturan dan prosedur yang sudah disepakati. “Kami sudah pasti mau amanlah. Bukan justru derita yang didapatkan. Karena itu, saat ini, dewan fokus pada APBD Perubahan itu agar bisa berjalan. Karena dengan demikian, uang rakyat
itu bisa dinikmati masyarakat Karangasem,” tuturnya. Gede Dana menjelaskan, pihaknya meminta eksekutif segera menyetorkan Rancangan Kebijakan Anggaran (RKA) APBD Perubahan. Pasalnya, pihaknya tidak ingin ada kesan membahas kucing dalam karung. Artinya, dewan harus mempelajari angka-angka secara saksama. Sebab, di RKAlah angka-angka tersebut tercantum. Pihaknya tidak ingin penggunakan uang rakyat itu justru tidak tepat sasaran, apalagi disalahgunakan. “Karena itu, kami minta eksekutif secepatnya menyetorkan RKA itu ke dewan. Sehingga RKA itu segera bisa dibahas. Tetapi, sampai saat ini, belum ada RKA di DPRD. Karena itu, kami tidak punya
dasar untuk melakukan pembahasan. Karena yang diterima baru rancangan KUPA dan KUA-PPAS saja. Kami sudah meminta sekwan supaya lebih
sering berkomunikasi dengan eksekutif. Tujuannya agar RKA itu secepatya bisa dikirim ke DPRD,” pinta Gede Dana. (ad401)
PIMPINAN DEWAN DITETAPKAN - Pimpinan dewan definitif saat ditetapkan dan diambil sumpahnya, Rabu (11/9) kemarin.
Ditabrak Mobil
Pejalan Kaki Ida Ayu Rai Tewas
Amlapura (Bali Post) -
Nasib nahas menimpa pejalan kaki Ida Ayu Made Rai. Korban yang berasal dari Desa Bhuana Giri itu tewas setelah ditabrak mobil yang terlibat lakalantas antara Avanza putih DK 1571 OQ dan Isuzu Panther DK 8059 A. Kecelakaan yang memakan korban meninggal dunia itu terjadi di jalan Buana Giri-Budakeling, tepatnya di Banjar Dinas Tilem, Budakeling, Kecamatan Bebandem. Sedangkan rekannya yakni Ida Ayu Wayan Rai hanya mengalami luka-luka ringan. Dari informasi yang dihimpun, peristiwa lakalantas itu terjadi Selasa (10/9) lalu. Saat itu mobil Avanza warna putih DK 1571 OQ datang dari arah utara (Buana Giri) menuju ke selatan (Budakeling). Sedang-
kan mobil Isuzu Panther DK 8059 A itu datang dari arah berlawanan. Dikatakan, mobil Avansa itu melaju dengan kecepatan tinggi kemudian mengambil haluan ke kanan. Sehingga menabrak Panther
yang datang dari arah berlawanan. Kendaraan Avanza itu pun oleng ke sebelah kiri. Kemudian menabrak dua orang pejalan kaki di pinggir kiri jalan. Kejadian itu menyebabkan satu pejalan
kaki tewas. Kepala Satlantas Polres Karangasem AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti menjelaskan, akibat kejadian itu satu pejalan kaki atas nama Ida Ayu Made Rai meninggal dunia karena menderita lukaluka serius. “Korban meninggal akibat luka di bagian kaki kanan dan kiri, tangannya patah, serta luka robek pada bagian kepala. Sementara rekannya, Ida Ayu Wayan Rai, selamat dari maut. Na-
mun, hanya mengalami luka ringan di bagian pelipis, punggung dan kaki kanan,” ujar Anne Parwisti. Anne, menambahkan, kedua sopir mobil itu selamat. Hanya mobilnya mengalami sedikit penyok akibat benturan. Petugas kepolisian masih mendalami peristiwa kecelakaan maut itu. ”Kecelakaan itu terjadi akibat pengemudi lalai mengendarai mobilnya,” terangnya. (kmb41)
Operasi Patuh Agung Tindak 1.550 Pelanggar Pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2019 ternyata memasuki hari terakhir, Rabu (11/9) kemarin. Dari awal sampai akhir operasi, tercatat petugas kepolisian menindak 1.550 pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Kebanyakan para pelanggar itu ditilang. Namun, ada juga puluhan pengendara yang mendapat teguran langsung. Sejauh ini, bagaimanakah atensi masyarakat dalam upaya menjalankan tertib berlalu lintas itu? KANIT Lakalantas Polres Karangasem Ipda I Nyoman Sucipta mengung kapkan pada operasi hari terakhir yang digelar di simpang tiga Patung Salak Jasri, petugas berhasil
menindak delapan pengendara yang melanggar. Secara keseluruhan operasi yang digelar selama 13 hari mulai 29 Agustus sampai 11 September itu berhasil ditindak 1.550 pelanggar.
“Kebanyakan mendapat tindakan langsung atau ditilang yakni 1.455. Sedangkan teguran hanya 95 orang,” ujarnya. Jenis pelanggaran yang mendominasi kata Sucipta, sebagian besar para pengendara sepeda motor itu tidak melengkapi surat-surat kendaraan. Terkait kasus kecelakaan, tahun ini justru mengalami peningkatan dibanding tahun 2018. Kasus kecelakaan selama Operasi Patuh Agung sebanyak
delapan kasus yang terdiri dari 16 orang luka ringan. Sedangkan tahun 2019 kasus kecelakaannya 16 kasus, terdiri dari 2 orang meninggal dunia, 3 luka berat, dan 21 luka ringan. “Warga yang melakukan pelanggaran masih didominasi profesi swasta yakni mencapai 754, PNS 23, pelajar 271, pengemudi atau sopir 133, TNI 20, Polri 0 dan lain-lain 254 pelanggar. Sementara usia pelanggar paling mendominasi sekitar 35-40 tahun.
Pelanggaran terbanyak yakni tidak membawa SIM C sebanyak 721,” katanya. Melihat masih tingginya angka pelanggaran yang dilakukan masyarakat, maka pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat melalui sejumlah giat lantas. Di antaranya agar melakukan pengaturan penjagaan, pengawalan, dan patroli keliling. “Kami harap ke depannya, para pengedara itu bisa lebih tertib berlalu lintas,” pesan Sucipta. (nan)
Bali Post/kmb41
OPERASI PATUH AGUNG - Personel Satlantas Polres Karangasem saat menggelar Operasi Patuh Agung 2019 pada hari terakhir, Rabu (11/9) kemarin.
Kamis Kliwon, 12 September 2019
Kapolres Pastikan Keamanan Warga Papua di Klungkung Semarapura (Bali Post) -
Ketegangan yang terjadi di Papua juga berimbas terhadap psikologis warga Papua yang saat ini sedang belajar di luar Papua. Ada kekhawatiran mereka ikut menjadi korban rasisme di tengah isu konflik horizontal yang terus meluas. Terkait keamanan mereka, Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana, Rabu (11/9) kemarin, memastikan seluruh jajarannya untuk mengatensi persoalan ini, agar warga Papua yang berada di Klungkung merasa aman dan nyaman. Kapolres menegaskan, sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban masyarakat di Klungkung, pihaknya menjamin warga khususnya mahasiswa Papua. Mereka tidak perlu khawatir untuk menjalankan aktivitasnya seperti biasa di Klungkung. Sudana juga memastikan Klungkung sangat aman bagi warga Papua. Dia
meminta apapun informasi yang beredar tentang konflik Papua, agar disikapi dengan bijak dan jangan mudah terpancing. Dia memastikan bahwa jajaran kepolisian tentu akan bertindak seadiladilnya. “Tetaplah fokus belajar di sini. Jangan terpengaruh situasi di sana. Apalagi sampai terpancing,” katanya. Sejauh ini, situasi ke-
amanan di Klungkung masih sangat kondusif dan tidak ada sedikit pun pergerakan kelompok masyarakat sebagai respons dari gejolak di Papua. Menurut Sudana, untuk menjamin keselamatan warga dan mahasiswa asal Papua, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya di tingkat bawah agar memastikan di mana
saja titik-titik tempat warga Papua tinggal, sehingga dapat lebih meningkatkan pengawasan demi memastikan keselamatan warga dan mahasiswa Papua. “Semua orang ingin situasi keamanan daerah ini tetap aman dan kondusif. Saya juga sudah instruksikan kepada Polsek-Polsek agar dapat mengendalikan situasi keamanan di masing-masing sektor untuk memastikan semuanya aman terkendali,” ungkapnya. Sudana mengimbau kepada warga Klungkung untuk dapat menjaga situasi keamanan dan terus memban-
tu aparat kepolisian dalam menciptakan kondisi yang kondusif di Klungkung. Sebelumnya, polisi juga menemui siswa asal Papua yang sedang belajar di sejumlah SMA/SMK di Klungkung. Kasat Binmas Polres Klungkung AKP Nyoman Suastana menambahkan, isu rasisme ini begitu sensitif. Jadi, sedapat mungkin pihaknya lebih dulu berupaya untuk mencegah agar mereka tidak terpengaruh dengan situasi panas yang terjadi di daerah asal mereka. Polisi mengumpulkan pelajar dari Papua dan meminta mereka tetap serius belajar. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PAPUA - Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana bersama warga Papua.
Kamis Kliwon, 12 September 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.09.19.0000269
Dcr: FO, B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering, Scurity,Garden: newarenahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.09.19.0000408
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
SERVICE
Spa Delivery Canggu membthkan Terapis wanita, pengalaman Hub.0811384020
Dcr Sopir u/ Laundry di Kuta Jl.Kerobokan78XWA081236015546
B.BP.004.09.19.0000366
Dicari : 1 Site Mgr(SM) dan 1 Pelaksana Sipil, 1 Pelaksana MEP utk Villa di Gianyar. Pengalaman dlm Pengawasan dan Pelaksanaan Villa sampai selesai, D3/S1, Domisili di Bali, CV di WA 081338496477
Nike Villas Sanur Urgently need 1 Reservation,Candidate must be spoken English,has computer skill and familiar with OTA system.Please send CV to us in jalan Bumi Ayu No.19 Sanur,or email to info-b@nikevillas.com for more information please dial to 0361-286911/286912
Dcari Segera 1 Orang Bartender Hub:085737930084
Dicari Pendamping Paud bisa kerja team Hub:08977357234
Dcr Tukang Cat Motor Bs Dempul Ada Mes.WA:087888899869 Dps B.BP.001.09.19.0000386
B.BP.004.09.19.0000397
B.BP.001.09.19.0000236
SERVICE
B.BP.001.09.19.0000338
B.BP.004.09.19.0000368
B.BP.001.09.19.0000230
BIRO JASA
A Luxurious villa in Seminyak is looking for experienced and fluent English speaking Buttler. Please contact 081238321945 B.BP.004.09.19.0000410
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Toyota Kijang Reborn Th 2017 Hub HP:08123950999 B.BP.001.09.19.0000323
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078 B.BP.164.09.19.0000409
BIRO JASA
PROPERTY DISEWAKAN GUDANG
DikontrakanGudang+Toko+Kantor LT 13 Are,PLN 3500 Murah. Jl.Ayani Utara.Hp:085238063577 B.BP.001.09.19.0000044
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Tnh & Bgnan 3Lt, Jl.Raya Kuta,Bali SHM LT: 1.075m2 Cck utk Hotel & Kantor, Dpn Gelael Hrg 32M Peminat Lgsg Hub: 08161876272 (Pemilik) B.BP.031.09.19.0000260
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
SINGARAJA
KEHILANGAN
Tnh 1 dan 1,5 Are Jl.Lingga, Sgrj,jl.aspal 5m Hp.0811398154
BPKB No.J01311208-O DK 3306 DP An.Dahlan Kurniawan
PROPERTY
BPKB No.L10220328-O DK 1176 BJ An.Ingo Matwig,HP.085103757474
B.BP.001.09.19.0000371
DISEWAKAN RUMAH
Dikont.Sgr Rmh Type 36 Renovvila Tanah 2Are Bukit Jimbaran good view 200m barat RS Unud Blok B4 hub.0817564481
B.BP.001.09.19.0000392
B.BP.001.09.19.0000390
HlgBPKBNO.J00200223-ODK9647 EN AN.Ni Kadek Winie Kaori I M B.BP.001.09.19.0000396
B.BP.001.09.19.0000330
MESIN Djl 1bh Genzet Body Silent ex Caterpilar 80KVA kondisi sngt istimewa minat H.081338528811 B.BP.001.09.19.0000321
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA Dijual Pendingin Truck 6 Roda Transversal TR300 16 Derajat Cck u/Buah,Sayur, 081353099090 B.BP.001.09.19.0000387
DIJUAL RUMAH
Kamis Kliwon, 12 September 2019
Pengabdian STKIP Suar Bangli di SD Negeri 2 Buahan
Kembangkan Layanan Pendidikan Dasar Berbasis Budaya Literasi MENINGKATKAN minat baca masyarakat Bangli khususnya di Kintamani, Tim Pengabdian STKIP Suar Bangli melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di SDN 2 Buahan. Bentuk pengabdiannya berupa pengembangan budaya literasi sekolah. Kegiatan ini berlangsung selama empat bulan mulai Juni hingga September 2019. Ketua Tim Pengabdian I Wayan Numertayasa mengatakan, kegiatan pengabdian ini menyasar seluruh civitas akademika di SDN 2 Buahan, mulai dari siswa hingga guru. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa. Numertayasa menyatakan, sasaran utama memang untuk siswa dan generasi baru agar budaya literasi di masyarakat bisa meningkat. Hanya, budaya literasi tidak dapat dilaksanakan hanya dari sisi siswa. Seluruh komponen harus mendukung sehingga terbentuk budaya literasi di masyarakat. Salah satu komponen terdekat siswa adalah guru melalui kegiatan di sekolah. “Oleh karena itu, kegiatan peng-
abdian ini menyasar seluruh civitas akademika sehingga terbentuk budaya literasi yang mumpuni di SDN 2 Buahan,” terangnya. Kegiatan selama empat bulan ini diikuti oleh seluruh guru di SDN 2 Buahan dan siswa dari kelas satu sampai kelas enam dengan antusias. Lanjut dikatakannya, pengabdian ini terbagi menjadi dua kegiatan utama yaitu, pelatihan pengembangan literasi bagi guru di sekolah dan pengembangan budaya literasi bagi siswa di SDN 2 Buahan. Kegiatan bagi guru di SDN 2 Buahan berupa pelatihan tentang literasi dan pengintegrasian buaya literasi ke dalam rencana pembelajaran di dalam kelas. Pelaksanaan kegiatan bagi guru ini berkaitan dengan hasil pemetaan yang telah dilakukan selama ini. Hasil pemetaan menunjukkan guru di SDN 2 Buahan masih awam terhadap budaya literasi dan integrasi program literasi ke dalam pembelajaran. Berangkat dari hal tersebut, kegiatan bagi guru dilaksanakan dan telah diuji coba ke dalam kelas. Sedangkan untuk kegiatan siswa
dilaksanakan kegiatan pembiasaan membaca buku nonpelajaran dan integrasi budaya literasi ke dalam pembelajaran. Selain itu, di setiap kelas juga dibuatkan pojok literasi sebagai upaya pembiasaan budaya literasi di SDN 2 Buahan. Buku-buku yang disediakan juga menyesuaikan dengan kebutuhan siswa seperti buku cerita bergambar dan buku pengetahuan umum. Numertayasa mengungkapkan pemilihan buku bergambar ini dilakukan karena kecenderungan siswa yang menyukai ilustrasi ketimbang tulisan yang terlalu banyak. “Pemilihan buku bergambar sangat disesuaikan dengan tingkat usia siswa dan juga kecenderungan siswa yang lebih suka gambar daripada kumpulan kalimat,” ujar Numertayasa. Kepala SDN 2 Buahan I Gusti Putu Suwitrajaya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan. Menurutnya, selama ini kegiatan dari pusat belum menyentuh akar masalah karena masih berbicara pada tataran teori dan konsep. Namun, pengabdian dari STKIP Suar Bangli menyentuh secara langsung
akar rumput dan bukan lagi berteori semata tetapi juga langsung praktik dan penerapan di lapangan. “Selama empat bulan ini banyak ilmu secara praktis yang kami dapatkan secara langsung, mulai dari persiapan hingga eksekusi di lapangan,” ujar Suwitrajaya. Diungkapkan juga selama kegiatan ini, tidak hanya guru yang bersemangat, tetapi juga siswa di SDN 2 Buahan sangat antusias. Harapannya adalah kegiatan ini mampu mengubah budaya di sekolah agar lebih banyak membaca. Hasil kegiatan ini juga menunjukkan adanya peningkatan minat baca pada siswa khususnya sejak ada pojok literasi pada masing-masing kelas sehingga mereka tidak perlu repot ke perpustakaan untuk membaca. Suwitrajaya juga berharap kegiatan ini tidak terhenti di SDN 2 Buahan. Ke depan harapannya adalah STKIP Suar Bangli dan SDN 2 Buahan tetap bekerja sama dan mampu menularkan budaya literasi atau memberi imbas secara nyata kepada masyarakat atau sekolah lain. (ad403)
PELATIHAN - Kegiatan pelatihan pengintegrasian strategi literasi dalam pembelajaran.
Ambil Formulir Pendaftaran Balon Bupati ke PDI-P
Adik Bupati I Made Gianyar Diantar Tomas dan Perbekel
Bali Post/kmb40
BUNGA - Satlantas Polres Bangli membagikan bunga, cokelat dan buku kepada pengendara yang tertib berlalu lintas, Rabu (11/9) kemarin.
Operasi Patuh Agung
932 Pelanggar Ditindak Pengendara Tertib Dikasi Bunga Bangli (Bali Post) -
Sebanyak 932 pelanggar lalu lintas ditindak petugas Satuan Lalu Lalu Lintas Polres Bangli selama pelaksanaan Operasi Patuh Agung, 14 hari terakhir. Dari jumlah tersebut, jenis pelanggaran didominasi pengendara yang tidak membawa STNK dan SIM. Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Bangli AKP Nengah Sona saat ditemui di sela-sela kegiatan pembagian bunga dan cokelat kepada pengendara lalu lintas, Rabu (11/9) kemarin. AKP Sona merinci dari 932 pelanggar yang ditindak, 302 di antaranya diberi tindakan karena tidak membawa SIM, 360 lainnya karena STNK, 100 karena tanpa sabuk pengaman, 85 karena tanpa helm, 25 karena di bawah umur. Selama pelaksanaan operasi Patuh Agung, terjadi 5 kali kecelakaan lalu lintas,
dengan korban 7 orang luka ringan dan kerugian material. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penindakan selama operasi patuh agung kali ini mengalami penurunan. Menurutnya, itu terjadi karena pihaknya sudah melakukan sosialisasi sebelumnya, serta karena pengendara lalu lintas saat
Curi HP, Buruh Bangunan Ditangkap Bangli (Bali Post) – Buruh bangunan asal Jember, Adi Muhamad (26), diamankan aparat Polres Bangli lantaran mencuri HP di tempatnya bekerja di Banjar Jeruk Mancingan, Desa Penglumbaran, Susut. Kepada polisi, Adi mengaku nekat mencuri HP milik korban I Putu Pande Eka Permana karena HP miliknya jelek. Kasus pencurian terjadi Selasa (10/9). Kronologinya, berawal saat korban pergi ke kamar mandi sambil membawa HP. Korban saat itu mencuci muka, sementara HP-nya ditaruh di atas tembok pembatas kamar mandi. Setelah selesai, korban langsung ke kandang ayam untuk memberi pakan. Berselang dua puluh menit kemudian, korban balik lagi ke kamar mandi untuk mengambil HP-nya. Namun, HP berjenis Samsung S9 itu sudah raib. Korban sempat menanyakan keberadaan HP itu kepada orang tuanya. Namun, tidak ada yang mengetahuinya. Tak terima HP kesayangannya dicuri orang, korban selanjutnya
melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bangli. Setelah mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung melakukan serangkaian penyelidikan hingga kemudian mendapat petunjuk bahwa pelaku bekerja di rumah milik pelapor. “Dari hasil penyelidikan itu, kami mengamankan AM. Dia bekerja sebagai buruh bangunan di rumah milik pelapor,” kata Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Akbar Samosir didampingi Kasubag Humas AKP Sulhadi, Rabu (11/9) kemarin. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku Adi Muhamad mengaku mengambil HP milik korban di atas tembok kamar mandi, sesaat setelah korban meninggalkan kamar mandi. HP curian tersebut kemudian dibungkus dengan kantok plastik bening dan disembunyikan di bawah pohon salak di dekat TKP dalam keadaan masih on/hidup. “Handphone yang dia ambil rencananya untuk digunakan sendiri dibawa pulang ke rumahnya di Jember,” terangnya. (kmb40)
ini yang sudah sadar dan taat hukum. Mengenai kegiatan pembagian bunga, cokelat dan buku kepada pengendara yang dilaksanakannya di Jalan Brigjen Ngurah Rai kemarin, AKP Sona mengatakan, ini merupakan ucapan terima kasih Polres Bangli kepada pengguna lalu lintas yang
sudah tertib berlalu-lintas. Dengan pemberian bunga dan cokelat ini diharapkan bisa menjadi hal positif agar masyarakat semakin patuh dan taat dalam berlalu lintas, tidak hanya saat pelaksanaan operasi Patuh. Sebagaimana yang diketahui, Operasi Patuh Agung merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Polres Bangli setiap tahun. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sehingga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas bisa tercapai. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Belasan tokoh masyarakat (tomas) dan perbekel di Kabupaten Bangli mengharapkan PDI-P Bangli dapat mencalonkan adik Bupati Bangli I Made Gianyar, Made Subrata, sebagai calon wakil bupati mendampingi Ketua DPC PDI-P Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam Pilkada 2020 mendatang. Aspirasi itu disampaikan para tokoh masyarakat dan perbekel saat mengantar Made Subrata, mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Bangli ke Kantor Sekretariat DPC PDI-P Bangli, Rabu (11/9) kemarin. Sejumlah tokoh masyarakat dan perbekel mendatangi kantor Sekretariat DPC PDI-P Bangli sore kemarin. Kedatangan para tokoh masyarakat dan perbekel diterima langsung oleh Ketua Tim Penjaringan, I Nengah Sujiwa, didampingi Dewa Suamba Adnyana dan seorang anggota tim lainnya. Made Diksa, tokoh masyarakat asal Desa Abang Batudinding, Kintamani menyampaikan maksud kedatangannya ke Kantor Sekretariat DPC PDI-P Bangli untuk mengantar Made Subrata mengambil formulir bakal calon Wakil Bupati Bangli. Pihaknya datang ke Sekretariat DPC PDI-P setelah mendapat informasi adanya
pembukaan penjaringan bakal calon di PDI-P Bangli dari media massa. Sementara itu, Perbekel Desa Batukaang I Nyoman Yudana mengatakan, kedatangan dirinya bersama para tokoh dan perbekel ke Sekretariat PDI-P untuk menunjukkan kebulatan tekad mendukung Subrata maju sebagai cawabup. Pihaknya mendukung Subrata mencalonkan diri sebagai cawabup karena banyaknya aspirasi yang berkembang di masyarakat. Karenanya pihaknya berharap agar PDI-P mempertimbangkan Subrata untuk mendampingi Sedana Arta dalam Pilkada 2020. “Ini adalah aspirasi masyarakat yang berkembang. Setelah pengambilan formulir ini, kami akan bertemu dengan Ketua DPC agar aspirasi kami bisa terserap,” jelasnya. Tokoh masyarakat Desa Catur Agus Antara mengapresiasi PDI-P Bangli yang membuka keran untuk pendaftaran bakal calon. Sama seperti yang disampaikan Diksa dan Yudana, ia juga menyampaikan kebulatan tekad mendukung Subrata menjadi cawabup. Bahkan dirinya bersama tokoh masyarakat dan perbekel lainnya telah menyiapkan nama paket Sang Nyoman Sedana Arta – Made Subrata, yakni Arta Brata.
Perbekel Desa Belantih Nengah Wardana mengharapkan, PDI-P agar memperhatikan dan mempertimbangkan aspirasi yang telah disampaikan para tokoh masyarakat dan perbekel. Demi untuk menjaga kebesaran partai. Wardana juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak rela melepas Wayan Diar yang kini telah diplot PDI-P sebagai Ketua DPRD Bangli Periode 2019-2024 untuk maju mendampingi Sedana Arta. Sebab baru pertamakalinya Kintamani punya wakil rakyat yang duduk sebagai Ketua DPRD. Sementara itu, Made Subrata dalam kesempatan kemarin enggan bicara banyak. Ia mengaku menyerahkan sepenuhnya terhadap mekanisme di PDI-P. Dia mengungkapkan alasannya mencalonka diri sebagai cawabup, karena menghormati PDI-P dalam hal ini Sedana Arta yang telah didukung partai untuk maju sebagai cabup. Ketua Tim Penjaringan Nengah Sujiwa mengatakan, akan menyampaikan semua aspirasi para tokoh dan perbekel tersebut. Pihaknya menekankan bahwa kewenangan penentuan paket pasangan Cabub/Cawabup Bangli penuh berada di tangan Ketua Umum PDI-P. (kmb40)
Bali Post/kmb40
FORMULIR - Belasan tokoh masyarakat dan perbekel mengantar Made Subrata mengambil formulir pendaftaran ke Sekretariat DPC PDI-P Bangli, Rabu (11/9) kemarin.
Kamis Kliwon, 12 September 2019
Pelatihan Senam Lansia di Bali TV
Bali Post/ist
Adolfina Grace Tangkudung
Denpasar (Bali Post) LKP Lala Studio berencana menggelar sosialisasi dan pelatihan senam bugar Lansia Indonesia 2 yang pertama kalinya diselenggarakan di Bali, bertempat di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar, Minggu (15/9) mendatang. Hingga kini pesertanya mencapai 52 orang berasal dari Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana,
Buleleng, Gianyar, Karangasem, serta Jawa Timur. Pemilik LKP Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung, di Denpasar, Rabu (11/9) kemarin, menerangkan para peserta umumnya berasal dari berbagai latar belakang. Grace menuturkan, mereka ada yang sebagai instruktur senam, ibu-ibu PKK banjar, serta dari berbagai instansi. ‘’Kami akui permintaan untuk mengajar senam bagi kaum manula, akhir-akhir ini cukup tinggi,’’ tutur Grace. Diakuinya, animo kaum lansia yang berusia di atas 50 tahun untuk menjaga kebugaran tubuhnya sangat tinggi. ‘’Hampir seluruh daerah di Indonesia, banyak ditemukan komunitas kaum lansia yang rutin melakukan senam kebugaran,’’ ucapnya. Grace yang juga ketua panpel pelatihan senam ini masih membuka kesempatan kepada peserta yang belum mendaftar. ‘’Bagi kaum lansia, senam kebugaran merupakan kebutuhan yang harus dilakukan, dan kami bersyukur kaum manula sadar demi kepentingan kesehatannya sekaligus memperpanjang hidupnya,’’ jelasnya. (022)
Lautaro Bangga Cetak ’’Hattrick’’ untuk Argentina
Houston – Lautaro Martinez mengaku sangat bangga bisa mencetak hattrick untuk timnas Argentina. Bisa mencetak 3 gol untuk Albiceleste tak tercipta setiap hari. Martinez menjadi bintang dalam laga persahabatan Argentina melawan Meksiko, Rabu (11/9) dini hari kemarin. Meski tampil tanpa sejumlah pilar seperti Lionel Messi, Sergio Aguero, dan Angel Di Maria, Argentina mampu menghajar Meksiko 4 gol tanpa balas. Martinez memborong tiga gol tim Tango. Seluruh gol yang dicetak striker Inter Milan itu tercipta di babak pertama. Martinez cuma bermain 1 babak kemudian digantikan oleh Paulo Dybala. Dengan torehan hattricknya itu, Martinez sudah mencetak 9 gol dalam 13 pertandingan bersama timnas Argentina. Terkait hattrick pertamanya bersama Argentina, Martinez
mengaku senang. Menurutnya, tak mudah untuk bisa mencetak 3 gol dalam 1 laga. Ia juga senang bisa terus dipanggil memperkuat timnas oleh sang pelatih, Lionel Scaloni. ‘’Aku bahagia dan antusias. Banyak pengorbanan yang dilakukan untuk bisa masuk timnas, dan tak setiap hari kamu bisa mencetak tiga gol dengan seragam ini,’’ ujar Martinez. ‘’Sangat sulit untuk bisa menembus dan bertahan di timnas. Ada banyak pemain bagus. Aku sangat senang dan bersyukur pada rekan setim dan juga para staf pelatih. Kami berlatih untuk memberikan kebahagiaan pada tim, dan semoga kita bisa melanjutkan tren postif ini,’’ sambungnya. Martinez juga sedang menunjukkan performa menanjak bersama Inter. Ia selalu diturunkan sebagai starter dalam dua laga Nerazzurri di Serie A musim ini dan sudah mencetak 1 gol. (kmb33/afp)
Lautaro Martinez
Timnas Kalah Lagi
PSSI Evaluasi Kinerja McMenemy
Jakarta (Bali Post) – Dua kekalahan secara beruntun Timnas Indonesia di kandang pada kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia membuat pelatih Simon McMenemy berada dalam tekanan. Posisi arsitek berdarah Skotlandia itu segera dievaluasi PSSI. ‘’Menunggu laporan dari McMenemy dulu. Nanti juga ada Direktur Teknik PSSI Danurwindo yang membuat laporan kepada Komite Eksekutif (Exco) PSSI,’’ ujar Gusti Randa, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Harian PSSI, Rabu (11/9) kemarin. Gusti Randa menyaksikan langsung saat Timnas Indonesia dibantai Thailand 0-3 pada partai kedua Grup G di SUGBK, Selasa (10/9) kemarin. Pada partai sebelumnya melawan Malaysia, 5 September 2019, Andritany Ardhiyasa cs. kalah 2-3. Saat di pengujung laga kontra Thailand, sayupsayup seruan ‘’Simon Out’’ dari suporter Timnas Indonesia menggema. Tak menyanggah, Gusti Randa mengakui mendengar teriakan tersebut. ‘’Tentu seruan ‘Simon Out’ nanti akan saya bawa ke dalam rapat Exco. Silakan Exco menentukan ke depan seperti apa. Ini bagian dari evaluasi,’’ imbuh Gusti Randa. Gusti Randa memastikan pihaknya akan mengadakan rapat Exco dalam waktu dekat. Ia masih belum tahu kapan waktu pelaksanaannya. Yang pasti, bakal berlangsung pada bulan ini. Satu di antara pokok pembahasan rapat Exco
Akan tetapi, ruangan khusus memang dibutuhkan oleh ketua-ketua pada alat kelengkapan dewan seperti komisi dan fraksi. Selain itu, ruangan-ruangan yang ada saat ini juga harus dibenahi. ‘’Gedungnya sih sudah sangat megah, tapi ruangannya ini yang kurang representatif. Kalau memang ada anggaran, kenapa tidak kita bisa benahi ruangan kita supaya lebih representatif,’’ ujarnya.
Sejak 21 Mei 1998 Habibie menjadi presiden akibat gerakan reformasi. Saat itulah Habibie mencanangkan program ‘’Visi Indonesia’’ yang mencanangkan Indonesia melompat dari negara agraris menjadi negara industri dengan menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Saat menjabat sebagai Presiden menggantikan Soeharto, Habibie melakukan banyak gebrakan dalam mendorong demokrasi. Salah satunya adalah kebebasan pers. Di era kepemimpinan Habibie-lah, UU No. 40 Tahun 1999 dilahirkan yang menjadi titik balik kemerdekaan pers yang sangat dikekang era Orde Baru. Tidak berlebihan jika kemudian Habibie dikenal juga sebagai Bapak Demokrasi. (kmb)
Menurut Purwa, DPRD Bali merupakan tempat untuk mengambil keputusan penting dalam pembangunan Bali ke depan. Oleh karena itu, para pemikir yang ada di sini mesti dibuat nyaman. Paling tidak lewat interior gedung dewan yang harus dibenahi terlebih dulu. ‘’Kenyamanan itu akan memengaruhi sikap mental seseorang ketika dia melakukan aktivitas apa pun. Kalau nyaman, orang itu akan betah dan tidak ingat waktu,’’ jelasnya. (kmb32)
Kamis, 12 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pedanan Lan Ngusaba Pitra (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Ganesh (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Agrobisnis Budi Daya Mujair di Danau Batur Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif
Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pedanan Lan Ngusaba Pitra (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:30 Wita Bali TV Shop 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Nangun Yadnya Upacara Pitra Yadnya Ngaben/Sawa Wedana Lan Pangeroras/Atma Wedana Massal Desa Pakraman Tangkas, Klungkung 17:00 Wita Diabemed
Taktik Dari segi pendekatan taktik, Simon jelas belum pantas dapat acungan jempol. Juru racik formasi asal Skotlandia itu memang melakukan pendekatan taktik bermain pragmatis dan berbeda dibandingkan pelatih sebelumnya seperti Luis Milla yang mengedepankan permainan bola-bola pendek. Apesnya taktik yang dipakai mantan pelatih Bhayangkara FC itu tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Miskoordinasi kerap terjadi di antara pemain dan permainan bola yang cenderung langsung ke pertahanan lawan juga bisa diantisipasi tim lawan. Kondisi itu membuat permainan Timnas Indonesia buntu dan tidak berkembang. Simon pun terlihat kesulitan mencari solusi.
Kebebasan Pers
Harus Dibenahi Anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali I Nyoman Purwa Ngurah Arsana mengatakan, ruangan komisi berukuran sekitar 10 x 7 meter saat ini idealnya diisi oleh maksimal 5 orang. Tetapi kenyataannya, ruangan ini harus diisi oleh 13 orang anggota dewan dan tambahan beberapa staf. Belum lagi meja dan kursi yang sudah ‘’jadul’’ serta karpet yang berdebu. ‘’Ini sudah overload, ibarat lift sudah bunyi dia. Daya tampung sudah tidak memungkinkan,’’ ujarnya.
nanti ialah me-review kinerja McMenemy di Tim nas Indonesia. ‘’Rapat Exco dalam waktu dekat karena kami juga sambil menunggu sanksi FIFA imbas kerusuhan suporter ketika melawan Malaysia. Kami akan evaluasi karena pada Oktober 2019, Timnas Indonesia akan menghadapi dua laga melawan Uni Emirat Arab (UEA) dan Vietnam,’’ tuturnya.
17:30 Wita Nangun Yadnya Karya Agung Mamungkah, Tawur Labuh Gentuh, Panyegjeg Gumi, Nubung Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung Pura Dalem Penyarikan lan Mapahayu Gumi, Marisudha Jagat Ring Catus Pata, Desa Pakraman Semaagung, Banjarangkan-Klungkung 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Sulitnya UMKM Mengurus Mengurus HAKI 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Pergantian pemain yang dilakukannya saat melawan Malaysia dan Thailand sama sekali tidak memberikan perbedaan berarti. McMenemy mengungkapkan, Thailand merupakan lawan berat bagi Indonesia, apalagi diperkuat oleh Chanatip Songkrasin, pemain yang sedang bersinar di J-League. Menurutnya, tuntutan suporter kurang realistis. ‘’Ya, tentu saja masih pantas,’’ jawab McMenemy saat ditanya apakah masih pantas melatih Indonesia usai menderita dua kekalahan beruntun. ‘’Tidak masalah dengan sup ort e r, m ereka se la lu punya opini sendiri, tetapi tidak mewakili seluruh masyarakat Indonesia sebanyak 250 juta jiwa. Sepak bola memang seperti ini. Saya paham kami bermain home dan kami melawan tim dengan salah satu gelandang terbaik di Liga Jepang,’’ lanjutnya. ‘’Saya kaget dengan ejekan suporter, kadang ekspektasi tidak realistis. Kalau berbicara realistis, pasti semua tahu Indonesia tidak juara Piala Dunia. Kalau ada yang bilang sebaliknya, maka kami bukan hidup di planet yang sama,’’ tutup pelatih asal Skotlandia itu. (kmb33)
Bantuan BKK
Selain itu ada anggota DPRD Provinsi Bali I Nyoman Oka Antara dan Ni Kadek Darmini, Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana, dan jajaran OPD Pemkab Karangasem. Dalam sambutannya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan bahwa kehadirannya di tengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat Desa Tianyar Barat merupakan salah satu program Kabupaten Badung ‘’Angelus Buana’’ yang artinya dari Badung untuk Bali. ‘’Karena ini memang warisan yang didapat sejak dari lahir itu yang pertama adalah aspek yuridis di mana undangundang membolehkan bantuan
BKK ini, yang kedua adalah aspek filosofis berarti ini sudah kesepakatan dari para leluhur kita terdahulu, yang ketiga adalah aspek sosiologis kita adalah semeton nyamabraya semeton Bali, melalui bantuan ini diharapkan bisa menghapuskan kesan bahwa warga Munti Gunung sebagai gepeng, gelandangan dan pengemis. Inilah cara kami untuk berada di tengah-tengah masyarakat merealisasikan bantuan bedah rumah,’’ ujar Bupati Giri Prasta. Giri Prasta juga mengimbau kepada masyarakat yang mendapat bantuan ini harus benar-benar dipergunakan dengan baik, bentuk bangunannya rumah sehat dan layak huni yang dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu kamar bebas, kamar
mandi dan dapur. ‘’Kami harapkan rumah ini dibangun dengan gotong royong, semangat gotong royong inilah menjadi motivasi yang kita bangkitkan, yang sudah baik kita sempurnakan lagi. Bila pembangunan ini selesai kami akan berlanjut dengan rehab berat dengan anggaran Rp 30 juta dan rehab ringan dengan anggaran Rp 15 juta dan program UEP (Usaha Ekonomi Produktif) untuk membuat usaha akan dibantu dengan bantuan Rp 15 juta akan digerakkan di enam kabupaten di Bali,’’ jelasnya. Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada Bupati Badung beserta jajarannya yang dalam kesempatan ini sudah bersedia langsung hadir ke Banjar
Munti Gunung Desa Tianyar Barat dalam rangka menyerahkan Bedah Rumah BKK Badung untuk Kabupaten Karangasem sebanyak 405 unit. ‘’Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Karangasem menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung beserta jajarannya atas bantuan dan perhatiannya kepada masyarakat Karangasem. Ini merupakan motivasi bagi kami untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Karangasem yang masih menempati rumah tidak layak huni,’’ ujarnya. Selain menyerahkan bantuan BKK, Bupati Giri Prasta juga menyerahkan bantuan hibah wantilan senilai Rp 400 juta bertempat di Pasraman Jiwan Mukti Karangasem. (ad404)
KAMIS
KLIWON, 12 September 2019
Kiprah SAB dan GAB 2019 (1)
Dari Jago Bahasa Inggris hingga Tekuni Sastra Bali PEMILIHAN Siswa Ajeg Bali (SAB) dan Guru Ajeg Bali (GAB) 2019 sudah berakhir. Para pemenangnya kini mengemban tugas sebagai duta ajeg Bali di sekolah dan daerahnya. Apa saja kiprah mereka?
I Kadek Candra Parmana Wiguna
Juara II SAB 2019 untuk tingkat SD diraih I Putu Galih Adi Manggala. Anak pertama pasangan I Made Sumantra dan Ni Made Budiasih, dilahirkan di desa seni, Batuan, Gianyar pada 11 Februari 2008. Kini dia duduk di kelas VI SD Saraswati 5 Denpasar. Galih banyak memiliki prestasi bahasa Inggris mulai dari kabupaten hingga nasional. Sebab, sejak TK dan SD dia sudah menunjukkan prestasi dalam lomba membaca dan berhitung hingga meraih Saraswati Award. Di SD dia juga mendulang banyak prestasi di bidang Matematika dan Bahasa Inggris. Di antaranya juara I story reading se-Bali, juara I lomba story telling di SMA Negeri 2 Denpasar, runner-up I PoDewa Ayu Dyana Santi Sahadewi
etry Reading Contest di Undiksha. Dia juga juara bercerita dan juara I lomba mendongeng di Bali. Dibimbing GAB 2004, Ketut Wenten dan Ni Made Budiasih, Galih meraih juara II lomba masatua Bali, hingga menjadi juara II masatua di PKB 2018 dan dokter cilik. ‘’Saya berterima kasih kepada Bali Post yang memberi kepercayaan menjadi duta ajeg Bali,’’ ujarnya. Tekuni Seni Arja Sementara itu, Dewa Ayu Dyana Santi Sahadewi, juara II SAB 2019 tingkat SMP, adalah seniman serba bisa. Putri kedua dari pasangan Dewa Putu Suwarbawa dan Sang Ayu Putu Sutarini yang dilahirkan di Kamasan, 12 Januari 2005 angat intens ngayah di dunia seni. Siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Semarapura ini sejak SD sudah senang mempelajari budaya Bali mulai juara II se-Bali masatua. Tahun 2017 dia meraih juara I lomba menulis artikel se-Provinsi Bali dengan judul ‘’Pelajar Cerdas Kreatif Berinternet’’. Pada 2018 ia mendapat juara Harapan III tingkat Nasional Lomba Debat Berbahasa Indonesia di Kemendikbud. Kini dia juga menekuni seni teater, drama modern, dan seni drama tari Arja yang sering pentas di PKB. Tokoh peran
yang melekat pada dirinya sebagai Liku dengan karakter lucu dan lugu. Namun prestasi akademiknya juga maju sebagai finalis Olimpiade Sains Nasional Bidang IPS se-Bali dan juara teladan I Jumbara 2018. Juara II SAB tingkat SMA diraih I Kadek Candra Parmana Wiguna. Dia adalah anak pasangan I Made Parka dan Ni Ketut Meni. Pria yang dilahirkan 31 Mei 2002 di Kuta ini banyak menekuni dunia sastra Bali. Bahkan Candra kini dipercaya menjadi Ketua OSIS SMAN 1 Kutsel. ‘’Saya sangat mencintai budaya Bali. Saya ingin mengembangkan dan melestarikan budaya Bali khususnya di bidang sastra. Sastra yang saya maksud ialah aksara dan bahasa Bali. Sebab, belakangan ini kita ketahui anak muda melupakan sastra Bali. Lewat SAB saya makin gigih untuk terus melestarikan sastra Bali,’’ tegasnya. Di sisi lain, Candra juga aktif di berbagai kegiatan lomba seperti Paskibra, nyurat lontar, KIR dan lain sebagainya. Terbukti meraih juara III LKBB tingkat SMA se-Bali, juara I lomba menulis lontar di Universitas udayana. Baru-baru ini sebagai peraih silver medal dan special award WYIE di Malaysia, April lalu. (sue/suk)
Perlu Ada Standar Informasi DTW
Bali Post/gik
KLASIK - Pande Sumerta saat menjelaskan perihal lukisan klasik Kamasan kepada pengunjung yang datang langsung ke rumahnya.
Wayan Pande Sumerta
BUDAYA tetap menjadi kekuatan pariwisata Bali, selain keindahan alam dan fasilitas kepariwisataan. Dengan demikian, segmentasi pasar pariwisata Bali adalah wisatawan penyuka budaya. Artinya, merekalah pasar yang tepat disuguhkan keunggulan parwisata Bali tersebut. ‘’Kita memiliki produk pariwisata yang unggul dan berkualitas, dengan varian yang luar biasa. Maka, promosinya tentu menyasar wisatawan penyuka budaya dan keindahan alam,’’ ujar pengamat pariwisata yang Rektor Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, baru-baru ini. Menurut Rai Utama, selain pariwisata yang sudah berkembang saat ini, ke depan perlu digalakkan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) dengan mengembangkan desa wisata. ‘’Indikatator sebuah desa wisata,
antara lain ada homestay, rumah makan dan daya tarik wisata. Ini semua dikelola oleh desa. Intinya, CBT itu membangun pariwisata dari desa, untuk memberdayakan masyarakat desa melalui desa wisata. Dengan adanya homestay dan rumah makan kuliner lokal yang dikelola desa, maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat desa,’’ ujar Rai Utama. Selain itu, kata Rai Utama, ke depan perlu ada standar informasi tentang daya tarik wisata (DTW). Artinya, di masingmasing DTW ada semacam ruangan khusus
Berharap Lukisan Wayang Kamasan Tetap Lestari
LUKISAN klasik khas Kamasan, Klungkung sudah sangat terkenal. Setiap orang yang melihatnya selalu terkesan. Tidak hanya pada hasil akhirnya, tetapi juga bagaimana sebuah lukisan itu dikerjakan. Dari penggalian ide cerita pewayangan, membuat sketsa, hingga finishing-nya. Bahkan, pelukisnya sendiri tak sungkan berbagi pengalaman, kisah dan tips melukis, agar sama-sama mau belajar melestarikan lukisan yang sudah mendunia ini. Seperti dilakoni Wayan Pande Sumerta, seorang seniman yang mendedikasikan kesehariannya untuk melukis, sejak kecil sampai sekarang. Selain produktif melukis di kediamannya di Banjar Pande, Desa Kamasan, dia ditemani istrinya, Sinarwati, juga aktif mengedukasi untuk terus memperkenalkan lukisan Kamasan. Mulai dari anak-anak hingga turis asing dari berbagai negara. Keduanya mengaku terbuka, agar masyarakat paham bagaimana selukbeluk lukisan klasik Kamasan. Bahkan, khusus untuk anak-anak, diberikan pelatihan itu selama dua hari dalam seminggu, yakni pada hari libur Sabtu dan Minggu. Bagi anak-anak yang masih SD, Pande dan istrinya mengajarkan teknik pewarnaan. Sebab, mewarnai menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Sementara kalau anak SMP sudah mulai diajarkan membuat sketsa gambar. Seluruh bahan sudah disiapkan di kediaman Pande Sumerta dan Sinarwati. Anak-anak itu tinggal datang dan mengikuti arahannya, bagaimana mewarnai dan menggambar sketsa yang menarik. Selain menjadi kegiatan yang menyenangkan, anak-anak juga secara langsung mengenal lebih jauh seperti apa seni tradisi di Kamasan yang sudah menjadi akar budaya masyarakat setempat, sebagai penghasil karya besar seni lukis wayang Kamasan. ‘’Di sini, anak-anak kami biarkan berekspresi seperti yang dia inginkan. Tetapi pakem-pakem seni lukis Wayan Kamasan itu perlahan mulai masuk dan dimengerti,’’ kata Pande, belum lama ini. Sementara untuk wisatawan asing, dikatakan, dominan dari Eropa. Mereka dikatakan sangat berminat belajar langsung melukis di atas kain kanvas khas di Desa Kamasan. Pande mengatakan, wisatawan sangat mengagumi karya seni seni lukis ini, karena terlihat begitu klasik dan unik. Turis pun juga tertarik mencoba langsung bagaimana melakukan sketsa dan mewarnai. ‘’Kalau turis datang ke sini, seperti turis dari Belgia, biasanya tak cukup sehari. Kadang sampai menginap di rumah. Bahkan kerap datang bersama rombongan 10 orang sampai 25 orang,’’ katanya. Pande mengaku sudah memutuskan mendedikasikan hidupnya untuk melukis. Kalaupun berinovasi, itu dilakukan pada media berbeda. Misalnya pada media kipas yang sedang viral. Ada juga pada media keben. Sejauh ini permintaan pasar dikatakan masih normal. Namun, dominan pada produksi pada media kipas. Dia berharap lukisan klasik khas Kamasan dapat terus dilestarikan ke generasi berikutnya. Sehingga pelatihan kepada anak-anak harus terus dilakukan, agar terus berlanjut dari generasi ke generasi berikutnya. (gik)
untuk menyampaikan informasi tentang keberadaan DTW, sebelum wisatawan melihat langsung DTW tersebut. Ini untuk menghindari misinformasi tentang sebuah objek wisata yang dikunjungi. Dengan demikian akan terjadi keselarasan antara cerita (story) dengan sejarah (history) dan fakta kekinian tentang suatu DTW. ‘’Informasi tersebut bisa dikemas dalam bentuk video yang diputar di sebuah ruangan atau preview room sebelum wisatawan melakukan visiting. Jadi, ada semacam standar informasi pada masing-masing DTW,’’ ujarnya sembari menyebut bahwa pariwisata digerakkan oleh empat A -- yakni atraksi atau daya tarik wisata (atraction), akses (acces), pendukung kepariwisataan (amenity) dan SDM (ansalary), plus community atau keterlibatan masyarakat setempat di mana pariwisata itu berkembang. (lun) ‘’Kita memiliki produk pariwisata yang unggul dan berkualitas, dengan varian yang luar biasa. Maka, promosinya tentu menyasar wisatawan penyuka budaya dan keindahan alam.’’ Dr. I Gusti Bagus Rai Utama
Ari Shinta
Mari Saling Menghargai
LAMA tak terdengar kiprahnya di belantika musik pop Bali, Ari Shinta kini kembali berkarya. Setelah sukses dengan single ‘’Ngaturang Be Guling ke Pura’’, kini ia hadir dengan lagu yang diciptakan langsung oleh musisi Ray Peni yang diaransemen apik Dek Artha. Menariknya, single yang diberi judul ‘’Nak Menak’’ ini digarap mandiri tanpa bernaung di label mana pun. Bahkan, single teranyarnya ini sudah resmi dirilis dan didistribusikan ke radio-radio seluruh Bali. Single ‘’Nak Menak’’ sendiri memiliki arti Meme Ngajak Panak yang menceritakan tentang perjuangan seorang single parent yang berstatus janda dalam mengurusi dan menghidupi anakanaknya. Bahkan, video klip lagu ini tengah dipersiapkan dan segera diluncurkan, baik di TV lokal maupun di akun media sosialnya. ‘’Lewat lagu ini saya hanya ingin menegaskan bahwa berstatus janda itu tidak selalu berkonotasi negatif. Saya menyadari selama ini, banyak yang memandang negatif wanita yang berstatus janda. Padahal semua wanita tidak menginginkan itu,’’ ujar Ari Shinta, Rabu (11/9) kemarin. Pemilik nama lengkap Ni Nengah Semari Asih ini mengungkapkan untuk jadwal manggung off air, dirinya masih aktif dan selalu mendapat tawaran mangung. Namun, wanita yang juga seorang ASN di Sekretariat DPRD Bangli ini menyadari jika rentang waktu dalam merilis sebuah lagu itu jaraknya memang sangat jauh. ‘’Kalau dibilang vakum, saya rasa tidak. Karena jadwal manggung off air saya masih tetap. Cuma memang rentang waktunya
mengeluarkan single yang memang jaraknya jauh. Maklum karena berbagai kesibukan yang harus saya jalani mulai dari mengurus anak dan menjalani kewajiban sebagai ASN,’’ ungkapnya. Penyanyi kelahiran Bangli, 4 Agustus 1983 ini pun berharap single tebarunya ini bisa diterima dan menghibur semua kalangan. ‘’Lewat lagu ini saya juga ingin mengajak masyarakat agar tidak memandang wanita yang berstatus janda sebelah mata. Mari sama-sama saling menghargai,’’ pungkasnya. (win)
’’No Mercy’’, Film Perampokan Libatkan WNA di Bali
POLRESTA Denpasar sedang menggarap film kejahatan lintas negara. Film berjudul ‘’No Mercy’’ ini diangkat dari kisah nyata tentang kasus perampokan bersenjata melibatkan komplotan orang asing di wilayah Kuta dan Kuta Selatan. Yang paling menghebohkan adalah kasus penyerangan dan perampasan senpi laras panjang dibawa anggota Brimob di Ayana Resort and Spa Bali, Agustus 2017. Pada Rabu (11/9) kemarin, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta melakukan audiensi ke Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Saat itu secara singkat Kompol Arta menjelaskan film tersebut digarap tiga bulan terakhir. Film ini mencerita-
kan keamanan Bali hampir diporak-porandakan warga Rusia dan mereka merupakan DPO kepolisian negara Ukraina kasus perampokan. Kasus tersebut menjadi sorotan publik tahun 2017 dan membuat Tim Resmob Satreskrim Polresta dan Polda Bali bekerja keras hingga berhasil mengungkapnya. ‘’Mohon doa dan dukunganya. Film ini masih proses produksi,’’ ucap Kompol Arta. Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengapresiasi keberhasilan kepolisian khususnya Satreskrim Polresta Denpasar yang bekerja sama dengan Polda Bali mengungkap kasus tersebut dan saat ini sudah memasuki tahapan sidang. Menurut mantan Bupati Gianyar ini, berbagai kasus kejahatan terjadi di Bali
membuat wisatawan takut untuk berkunjung di Pulau Dewata ini. Oleh karena itu ke depan perlu adanya promosi intensif oleh berbagai pihak, termasuk kepolisian, TNI, pecalang, pebisnis pariwisata, bahkan masyarakat sipil dalam menumbuhkan kepercayaan dunia untuk Bali. Film layar lebar ini disutradarai Muhammad Yusuf dan melibatkan Kompol I Wayan Arta Ariawan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan serta Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Dengan dibuatnya film ini diharapkan bagi oknum yang berniat melakukan kejahatan di Bali langsung keder. Pasalnya tidak cuma tindak pidana kecil, kasus skala internasional pun mampu diungkap. (kmb32)
Bali Post/ist
AUDIENSI - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menerima audiensi Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan terkait pembuatan film ‘’No Mercy’’.