Skip to main content

Edisi Jumat 12 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Permohonan Uji Materi Ditolak MA Pergub 97/2018 Sah Berlaku di Seluruh Bali PERATURAN Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai yang sebelumnya sempat menjadi polemik hingga diajukan Permohonan Uji Materi ke meja Mahkamah Agung (MA), kini telah sah berlaku di seluruh Bali. Hal ini menyusul ditolaknya uji materi di MA yang diajukan termohon Asosiasi Daur Ulang Plastik Inonesia (ADUPI) Didie Tjahjadi (pelaku usaha perdagangan barang dari kantong plastik), dan Agus Hartono Budi Santoso (pelaku usaha industri barang dari plastik). Melalui permusyawaratan hakim Makamah Agung pada Kamis 23 Mei 2019, memutuskan menolak permohonan keberatan uji materi tersebut dengan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 29 P/HUM/2019. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat jumpa pers dengan awak media di rumah jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (11/7) kemarin. ‘’Ini artinya, kebijakan Gubernur yang membatasi timbulan sampah plastik sekali pakai lewat Pergub 97 Tahun 2018 memiliki posisi hukum yang kuat dan sah berlaku di seluruh Bali. Maka dengan

keluarnya putusan Mahkamah Agung ini pula semua pihak wajib mematuhi dan melaksanakan keseluruhan isi dari pergub ini, untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya sesuai dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,’’ tegas Koster. Salah satu dasar yang dipakai dalam menetapkan keputusan tersebut, bahwa objek hak uji materiil secara substansi tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, di mana rumusan materi di dalam objek hak uji materiil merupakan pelaksanaan ketentuan Pasal 10 ayat (1) dan Pasal 12 ayat (2) huruf e Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pada intinya mengatur bahwa sesuai asas desentralisasi, daerah memiliki wewenang membuat kebijakan daerah untuk mengatur urusan pemerintahannya sendiri, termasuk urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar antara lain meliputi ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Hal. 15 Pemerintah Pusat

’’Ini artinya, kebijakan Gubernur yang membatasi timbulan sampah plastik sekali pakai lewat Pergub 97 Tahun 2018 memiliki posisi hukum yang kuat dan sah berlaku di seluruh Bali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Pasca-OTT, KPK Segel Ruang Rahasia Gubernur Kepri Jakarta (Bali Post) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun bersama lima orang lainnya telah sampai di gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7) kemarin, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan pasca-operasi tangkap tangan (OTT) di Kepri, Rabu (10/7). Nurdin bersama lima orang lainnya itu sebelumnya telah menjalani pemeriksaan awal di Polres Tanjungpinang dan kemudian dibawa melalui jalur udara dari Kepri ke gedung KPK, Jakarta, Kamis kemarin.

SEGEL - KPK menyegel ruang rahasia Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun yang berada di lantai empat kantor Pemprov Kepri, di Tanjung Pinang, Riau, Kamis (11/7) kemarin.

Pintu Masuk Usut Reklamasi Teluk Benoa

Jakarta (Bali Post) Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun bersama dua kepala dinas, dua ASN, dan seorang pengusaha sudah dibawa ke Jakarta dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7) kemarin. Sebelumnya mereka terjaring OTT KPK, terkait dugaan kasus suap dana pemberian izin reklamasi. Anggota Komisi IV DPR-RI Made Urip mengatakan kasus OTT tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mengoreksi dugaan adanya permainan dalam pemberian izin terkait reklamasi di Teluk Benoa. ‘’Ini menjadi entry point untuk mengoreksi lebih jauh bahwa rencana reklamasi Teluk Benoa ada dugaan permainan. Begitu juga dengan aparat penegak hukum untuk mengusut lebih jauh kemungkinan dugaan untuk itu,’’ ucap Made Urip. Menurutnya, bukan rahasia umum lagi bahwa proyek reklamasi menelan biaya begitu besar. Bahkan jauh sebelumnya investor reklamasi Teluk Benoa telah mengaku secara terang benderang telah mengeluarkan biaya hampir Rp 1 triliun untuk proyek reklamasi Teluk Benoa. ‘’Jadi kita sepakat di Bali, apalagi Gubernur Bali sudah menyatakan sikap tegasnya menghentikan reklamasi di Teluk Benoa. Ini menjadi pelajaran bagi semua untuk hati-hati dalam memberi izin proyek reklamasi,’’ tegasnya. (kmb4)

TIBA DI KPK - Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun berjalan menuju ruang pemeriksaan saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/7) kemarin. Nurdin Basirun diperiksa penyidik KPK usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) bersama lima orang lainnya terkait kasus dugaan suap perizinan reklamasi.

Ratna Sarumpaet Dihukum Dua Tahun

Ratna Sarumpaet

Bali Post/ade

Jakarta (Bali Post) – Vonis yang diterima Ratna Sarumpaet untuk kasus penyebaran berita bohong lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan dari jaksa penuntut umum. Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (11/7) kemarin, majelis hakim pimpinan Joni menjatuhkan hukuman dua tahun penjara untuk Ratna Sarumpaet. Sementara tuntutan jaksa pada sidang sebelumnya adalah enam tahun kurungan. Walaupun demikian, majelis hakim dan kejaksaan sepakat bahwa Ratna telah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dalam amar putusannya, hakim menjelaskan, vonis penjara dua tahun akan dikurangi dengan masa tahanan yang telah dijalani Ratna sejak Oktober 2018. Artinya, Ratna masih harus menjalani sisa hukuman selama 15 bulan dalam penjara. Sidang pembacaan putusan untuk Ratna Sarumpaet dimulai sejak pukul 10.00 WIB, dan berakhir pada pukul 17.00 WIB. Sidang sempat diskors selama satu jam pada pukul 12.17 WIB. Pembacaan putusan dipimpin hakim ketua Joni dan dibantu dua anggota hakim Krisnugroho dan Mery Taat Anggarasih. Selama sidang berlangsung, Ratna ditemani oleh putrinya, Atiqah Hasiholan, dan beberapa kerabat yang duduk tepat di barisan pertama kursi untuk umum di ruang sidang utama PN Jaksel. (ant)

Politisi Partai NasDem tersebut tiba di gedung KPK, Jakarta sekitar pukul 14.25 WIB dengan dikawal petugas kepolisian. Sebelumnya, KPK turut mengamankan uang dalam bentuk rupiah dan mata uang asing dalam OTT tersebut. Uang tersebut diduga terkait dengan izin lokasi rencana reklamasi di Kepri. ‘’KPK mengamankan uang lain dalam bentuk rupiah dan mata uang asing, sedang dalam proses penghitungan,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Kamis kemarin. Selain memeriksa Gubernur Kepri, KPK juga menyegel ruang rahasia Gubernur Nurdin Basirun yang berada di lantai empat Kantor Pemprov Kepulauan Riau. ‘’Semalam disegel,’’ kata anggota Satpol PP Pemprov Kepri di depan ruang kerja Gubernur Nurdin Basirun, Kamis kemarin. Ruang rahasia berada di

ruang kerja Gubernur Kepri. Wartawan tidak dapat masuk dalam ruang rahasia tersebut karena di pintu masuk ruang kerja Gubernur sudah disegel. Di depan ruang kerja Gubernur hanya ada dua orang petugas Satpol PP. Lift rahasia yang digunakan Nurdin juga berada di dalam ruangan yang sudah disegel. Pintu keluar dan masuk lift tersebut berada di dekat parkiran kecil, tidak jauh dari depan Kantor Pemprov Kepri. Penyegelan ini buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait dugaan kasus suap dana reklamasi yang melibatkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kadis DKP Edy Sofyan, Kadis PUPR Abu Bakar, Kabid Perikanan Tangkap Budi Hartono, staf DKP Aulia Rahman, sopir DKP Muhammad Salihin, dan salah seorang pengusaha asal Karimun. (ant)

Badung Pangkas Dana ‘’Upakara’’ Mangupura (Bali Post) Bantuan dana upakara yang biasanya diberikan Pemerintah Kabupaten Badung kepada masyarakat turut tergerus rasionalisasi. Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) setempat ini tidak akan diberikan penuh sesuai proposal yang diajukan. Kadisbud Badung Ida Bagus Anom Bhasma, Kamis (11/7) kemarin, mengatakan hampir semua program di organisasi perangkat daerah (OPD) terkena rasionalisasi. Bedanya, program bantuan untuk mendukung kegiatan budaya ini tidak dihapus melainkan dari nominal yang diberikan dipangkas. Ia juga mengakui pencairan dana sedikit terlambat lantaran masih proses rasionalisasi. ‘’Kalau pencairan setelah rasionalisasi kan baru pencairan lancar sekarang memang (lambat) karena pemasukan dari PAD agak berkurang ya… agak lambat pencairannya, supaya masyarakat tahu,’’ jelasnya. Melihat kondisi tersebut, I.B. Anom Bhasma berharap masyarakat penerima bantuan

dana upakara tidak mengeluh jika bantuan yang dijanjikan belum cair. ‘’Kami sudah beritahukan sebelumnya, karena sekarang dirasionalisasi, tapi untuk kepentingan masyarakat pasti diutamakan,’’ ungkapnya. Seperti diketahui, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung 2019 yang sebelumnya ditetapkan Rp 10,4 triliun, namun mendadak dikoreksi menjadi Rp 7,7 triliun. Nilai koreksinya mencapai Rp 2,7 triliun. Koreksi yang dilakukan sesuai dengan saran dan masukan dari pimpinan serta anggota DPRD Badung. Angka ini menyesuaikan dengan potensi yang ada. Namun kini malah semua kegiatan OPD di Badung pun dirasionalisasi. Dinas Pariwisata Badung, misalnya, rasionalisasi mencapai sekitar Rp 6 miliar lebih. Begitu juga kegiatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ada puluhan kegiatan dikoreksi dengan nominal anggaran mencapai Rp 257 miliar. Begitu juga program Badung Terang yang dimiliki Dinas Perhubungan (Dishub) turut dirasionalisasi. (kmb27)


DENPASAR

2

Jumat Pon, 12 Juli 2019

Jumat, 12 Juli 2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Tari Nandir, Sekaa Nirmala Saruada, Desa Tegalalang, Kec. Tegalalang, Duta Kabupaten Gianyar Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : J oged Bumbung, Sekaa Joged Asta Kumala, Br. Bet Ngandang, Desa Sanur Kauh, Kec. Denpasar Selatan, Duta Kota Denpasar Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Tari Tradisi India dan Legong Klaisk, partisipasi Bharatanatyam Dance Group, kolaborasi dengan Bengkel Tari Ayu Bulan Jakarta Pukul : 19.30 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Wayang Tradisi Gaya Buleleng, Sanggar Seni Pedalangan Sembroli, Br. Dinas Seraya, Desa Baktiseraga, Kec. Buleleng, Kab. Buleleng Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Sendratari “Giri Mantana Ing Sanggariti” partisipasi Dinas Pariwisata Kota Batu, Malang Jawa Timur

Polresta Intensifkan Penyelidikan Dugaan Korupsi Pungutan Parkir Denpasar (Bali Post) Penyelidikan kasus korupsi berbeda dengan tindak pidana umum. Seperti dugaan kasus korupsi pungutan parkir Pasar Kumbasari, penyidik harus berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan pihak kejaksaan. Oleh karena itu memerlukan waktu cukup lama. “Untuk menetapkan status tersangka, kami harus menunggu hasil koordinasi dengan BPKP dan kejaksaan,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Kamis (11/7) kemarin. Arta Ariawan menambahkan, penanganan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) perlu dilakukan audit data untuk memperjelas kasusnya. Selain itu harus berkoordinasi dengan BPKP dan kejaksaan. “Membutuh-

kan waktu lama. Koordinasi harus diintensifkan supaya penanganan kasusnya tepat. Maka dari itu, perlu penyelidikan lebih dalam,” ujar mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. Meski memakan waktu lama, Kasatreskrim asal Denpasar ini optimis akan segera menyelesaikan kasus itu, sehingga bisa segera dilimpahkan ke Kejari Denpasar. Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Satreskrim Polresta Denpasar mengamankan Kepala Pasar Kumbasari berinisial AN (51), Selasa (28/5) lalu. AN diamankan karena diduga terlibat kasus korupsi uang pungutan parkir Rp 6 juta. AN diamankan di Pos Sekuriti Pasar Kumbasari. Penyidik membidik satu calon tersangka dan masih dilengkapi alat buktinya. (kmb36)

Beraksi di Dekat Polisi

Pencuri Terekam CCTV Denpasar (Bali Post) Seorang perempuan yang mengaku bernama Indah sempat mengelak dikatakan mencuri dompet pengunjung tahanan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (11/7) kemarin. Bahkan, wajahnya tidak memperlihatkan rasa penyesalan saat diinterogasi sejumlah polisi, jaksa dan pegawai PN Denpasar. Kengototan wanita yang membawa sejumlah berkas itu, bahwa dia tidak mencuri dompet pengunjung seketika berubah manakala CCTV di ruangan Sekretaris PN Denpasar dibuka oleh petugas. Tampak jelas, tangan wanita ini menyelinap dan dengan cepat mengambil dompet milik wanita yang sedang hamil yang menunggu di bale bengong PN Denpasar. Mirisnya lagi, Indah mencuri dompet wanita hamil itu di dekat polisi, persisnya di belakang dua petugas polisi yang melakukan pengawalan. “Itu terlihat jelas, wanita baju hitam (Indah) mengambil dompet di belakang polisi,” ujar petugas di PN Denpasar yang menyimak CCTV yang terpasang di ruangan sekretaris. Karena sudah tidak bisa berkutik, Indah dipertemukan dengan korban. Namun, Indah mengaku bahwa dompet hasil curiannya yang berisi uang jutaaan rupiah itu sudah diberikan ke

temannya dan temannya itu sudah pulang. Petugas jaksa, polisi, pegawai PN bahkan hakim dan pengacara meminta segera menghubungi temannya dimaksud untuk segera mengembalikan uang korban. Namun usaha itu sia-sia, karena teman yang dimaksud Indah tidak bisa dihubungi. “Ini kok seperti jaringan ya. Sudah ketahuan mencuri, wajahnya tidak ada penyesalan. Orang yang katanya temannya tidak bisa dihubungi,” celetuk sejumlah orang yang turut mengerubuti pelaku. Padahal, korban tidak akan memperkarakan atau memproses secara hukum, jika pelaku mau mengembalikan uang korban. Sempat berniat baik, dan Indah mengajak korban ke depan pengadilan, namun lagi-lagi pihak korban merasa tertipu karena teman Indah yang dimaksud yang diberikan dompet tidak bisa dihubungi. Sehingga polisi, jaksa, dan pihak-pihak yang ada di pengadilan saat itu menyuruh membawa Indah ke Pos Polisi Diponegoro. Dengan dibonceng motor NMax, wanita yang mengaku bernama Indah itu dibawa ke kantor polisi. Sedangkan korban yang sedang hamil tua terpaksa ikut, walau dia berniat menyelesaikan masalah itu secara damai jika pelaku mengembalikan uangnya. (kmb37)

Bali Post/ist

ASPIRASI - Direktur Walhi Bali dan Sabha Yowana Desa Adat Legian saat menyerahkan aspirasi dalam bentuk surat tertulis. Keduanya tidak lagi memberi paraf pada Peta Rencana Alokasi Ruang.

Dokumen RZWP3K Belum Punya KLHS Sabha Yowana Desa Adat Legian I Wayan Agus Rama menyayangkan Pokja RZWP3K tidak pernah melibatkan Desa Adat Legian dalam penyusunan RZWP3K. Terlebih lagi kepada generasi muda, utamanya menyangkut alokasi ruang untuk tambang pasir laut di pesisir Legian hingga Canggu dan reklamasi perluasan Bandara Ngurah Rai. “Sekaa teruna adalah ujung tombak desa adat, jadi apapun kita adalah pewaris desa adat. Kita tidak mau pantai kita menjadi abrasi. Semoga tambang pasir ini dikeluarkan dari RZWP3K,” ujarnya. I Wayan Satria Prayuda dari Solidaritas Legian Peduli menyoroti alokasi ruang untuk reklamasi perluasan bandara. Mengingat, di tahun 1960-an dilakukan reklamasi landasan pacu Bandara Ngurah Rai. Dampaknya, terjadi abrasi yang luar biasa di Kuta. Bahkan, ada pura yang sampai dipindah hingga tiga kali karena abrasi. “Itu baru puluhan hektar, ini rencananya 400 hektar. Bagaimana kerusakan di sepanjang pantai, abrasi, segala macam. Padahal, kita menjual pariwisata pantai, bisa-bisa

pantai kita rusak. Sedangkan pantai kita sakralkan, banyak upacara yang dilakukan di pantai,” ujarnya. Diwawancara terpisah, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengakui bila RZWP3K memang harus memperhatikan KLHS. Namun, KLHS juga harus mengakomodasi kepentingan RZWP3K. Jika dikatakan belum ada KLHS, sejatinya KLHS dan RZWP3K tengah diproses bersama-sama. KLHS menjadi ranah Dinas Lingkungan Hidup, sedangkan RZWP3K adalah ranah Dinas Kelautan dan Perikanan. “Semuanya sedang berproses. Jadi, kalau ada pertanyaan kok belum ada KLHS, sama juga belum ada RZWP3K. Semuanya sedang berproses. Dalam proses ini, saya melihat dua dokumen ini masih membutuhkan sinkronisasi,” ujarnya. Kepala Seksi Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor KLHK Krisna Kumar mengaku belum pernah mendapat laporan dari Bali terkait proses penyusunan KLHS untuk RZWP3K. Sedangkan saat ini pembahasan RZWP3K sudah masuk ke pasal 31. “Kalaupun mau dikerjakan, kayaknya mesti kerja sangat keras karena pasal 31 itu sudah dekat dengan proses legalisasi di DPRD,” ujarnya. Wakil Asdep Lingkungan dan Kebencanaan Maritim, Kemenko Maritim, Nurul men-

gatakan, pemerintah membangun harus melibatkan rakyat. Jangan sampai Bali habis untuk investor, terutama investor asing. “Seperti saya lihat di Jalan Kartika, semuanya sudah mall, tidak tahu itu masyarakatnya udah tersisihkan di mana. Itu mungkin agak mengenaskan, jadi masyarakat Bali ini harus yang berkuasa di Bali,” ujarnya. Peserta konsultasi publik awalnya diminta memberi paraf pada 22 peta rencana alokasi ruang yang digelar di lantai Wiswasabha. Kasubdit Zonasi Daerah Perencanaan Ruang Laut Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, KKP, Krisna Samudra menyebut paraf sebagai “aspirasi” bahwa peta tersebut sudah tepat. Jika tidak, tinggal dicoret dan diberi paraf juga di mana titik benarnya. Ketika Walhi Bali hendak menyampaikan aspirasi secara lisan dan tertulis, Krisna Samudra awalnya hanya ingin menerima aspirasi secara tertulis saja. Bahkan, ia langsung berjalan mendekati Direktur Walhi Bali. “Saya akan langsung menerima surat dari Walhi, bukan dari Bali,” katanya meski kemudian ia akhirnya mengakomodir Walhi untuk menyampaikan pula secara lisan. (kmb32)

9 pengguna narkoba kalangan pekerja dan ranking 13 kalangan pelajar/mahasiswa prevalensi dari 13 provinsi yang diteliti Puslidatin BNN bersama Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI. ‘’Angka ini menjadi peringatan bahwa upaya penanganan permasalahan narkoba tidak hanya dapat dilakukan secara masif tetapi juga harus lebih agresif. Terutama bagi generasi yang terlahir pada era milenium. Sebab, masa depan bangsa dan negara berada di tangan kelompok milenial yang akan membawa kehidupan unik dan terbarukan itu,’’ tegas Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. saat workshop penggiat antinarkoba di lingkungan dunia usaha/ swasta di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar Timur, Kamis (11/7) kemarin. Menurut Suastawa, dunia usaha/swasta berperan sebagai pembuka atau penyedia lapangan kerja, penggerak

roda ekonomi, pembayar pajak sebagai sumber pemasukan APBN/APBD. Selain itu menjalankan peran sebagai fungsi sosial untuk memajukan masyarakat. Sedangkan tantangan dunia usaha di era digital mengikuti tren kebutuhan konsumen yang selalu berubah-ubah dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Termasuk mengelola komunikasi internal, berpacu dengan era digital serta meningkatkan kinerja staf yang sehat, unggul dan tanpa narkoba. ‘’Terlahir pada era globalisasi, membuat kaum milenial di dunia usaha memiliki keunggulan yang lebih dalam penguasaan dan adaptasi teknologi. Derasnya arus informasi dan kemudahan dalam mengakses informasi menjadi tantangan tersendiri bagi milenial dalam menyaring informasi,’’ ujarnya. Namun, kalangan swasta yang berada di usia muda berada di urutan pengguna narkoba teratas disebabkan beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain kemam-

puan finansial, tekanan pekerjaan dan doping untuk meningkatkan stamina kerja. Tingkat stres tinggi memicu individu untuk menggunakan narkoba. Selain itu, informasi keliru yang menyatakan bahwa narkoba dapat meningkatkan stamina dan memberikan rasa senang serta percaya diri bagi penggunanya. Oleh karena itu, pengusaha swasta harus memiliki peran strategis dalam upaya P4GN, mengimplementasikan pembangunan berwawasan antinarkoba di lingkungan kerja, memberikan pembinaan dan penyuluhan narkoba, berpartisipasi aktif lewat kegiatan CSR, deteksi dini penyalahgunaan narkoba melalui tes urine, serta membentuk satgas antinarkoba di lingkungan kerja. ‘’Semua komponen yang ada di Bali harus masif dan agresif dalam menangani masalah ini. Kita harus bersama-sama menyelamatkan generasi penerus bangsa dari narkoba,’’ tegas jenderal bintang satu di pundak ini. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Dokumen Antara Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) rupanya masih mengalokasikan ruang untuk reklamasi Pelindo, reklamasi perluasan Bandara Ngurah Rai, dan tambang pasir laut. Kendati belum berbentuk proyek, namun alokasi pemanfaatan ruang tersebut dapat menjadi indikator utama terbitnya izin. Sementara pembahasan RZWP3K yang sudah masuk ke pasal 31 juga belum disertai Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). “Ketiga proyek itu kami lihat masih masuk dalam Dokumen Antara RZWP3K. Tadi Walhi juga telah tegas menyatakan menolak masuknya proyekproyek tersebut masuk dalam RZWP3K serta meminta Pokja RZWP3K untuk melibatkan masyarakat terdampak langsung,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama usai menghadiri Konsultasi Publik Dokumen Antara RZWP3K di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (11/7) kemarin. Untung Pratama juga sempat meminta Ketua Pokja RZWP3K agar tetap memastikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Bahkan, hingga dokumen tersebut ditetapkan sebagai perda dan tidak tunduk pada keinginan pihak manapun. Termasuk kepada Menteri Kelautan dan Perikanan yang telah menerbitkan izin lokasi reklamasi Teluk Benoa. “Jika kita kembali flashback ke belakang melihat bagaimana rencana reklamasi Teluk Benoa ini terjadi, sebenarnya kan berawal dari adanya alokasi ruang untuk mereklamasi kawasan Teluk Benoa. Yang awalnya

kawasan konservasi, lalu dalam Perpres 51 diubah menjadi kawasan budidaya dan dapat dilakukan reklamasi seluas 700 hektar,” imbuhnya. Artinya, lanjut Untung Pratama, alokasi ruang adalah salah satu indikator untuk terbitnya izin reklamasi. Inilah alasan kenapa Walhi sejak masih dalam proses perencanaan sudah menolak alokasi ruang untuk reklamasi Pelindo, reklamasi perluasan Bandara Ngurah Rai, dan tambang pasir laut. Apalagi, Bali sampai saat ini belum memiliki KLHS yang wajib diperhatikan dalam penyusunan dokumen RZWP3K. Pemerintah mestinya tidak berdalih melakukan perencanaan itu untuk kebutuhan pembangunan di Bali. “Kebutuhan pembangunan di Bali seperti apa yang ingin disampaikan? Terbukti dalam konsultasi publik tadi, bahwa tidak ada KLHS untuk RZWP3K. Sedangkan indikator utama untuk menjalankan RZWP3K adalah harus terbit KLHS, karena RZWP3K harus memperhatikan KLHS. Untuk mengukur pembangunan ada di KLHS,” jelasnya.

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Usia Muda Teratas Pengguna Narkoba

Bali Post/ist

WORKSHOP - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa bersama peserta workshop penggiat antinarkoba. Denpasar (Bali Post) Penyalahgunaan narkoba di kalangan milenial saat ini menjadi permasalahan global di berbagai negara, termasuk di Indonesia dan Bali sebagai wilayah pariwisata. Jumlah penyalah guna narkoba di

tahun 2018 sebanyak 31.178 orang di lingkungan pekerja dan paling banyak usia muda. Sedangkan jumlah pecandu narkoba di kalangan pelajar atau mahasiswa sebanyak 355 orang. Bali menempati ranking

Penyelundup Orangutan Divonis Melebihi Tuntutan Jaksa Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra menghukum terdakwa penyelundup orangutan melebihi tuntutan jaksa, Kamis (11/7) kemarin. Terdakwa Andrei Zhestkov (28) asal Rusia yang hanya

Topik :

dituntut selama enam bulan oleh JPU A.A. Made Suarja Teja Buana, oleh majelis hakim kemudian dihukum selama satu tahun penjara. Selain itu, majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra juga menghukun terdakwa

membayar denda Rp 10 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan. Atas putusan itu, terdakwa Andrei Zhestkov yang diberi kesempatan berkoordinasi dengan kuasa hukumnya menyatakan akan memanfaatkan waktu sepekan untuk pikir-pikir. Sebelumnya, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah mengangkut satwa liar, yakni melanggar ketentuan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf (a) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDA dan Ekosistem. Terdakwa Andrei Zhestkov dituntut pidana penjara selama enam bulan. JPU A.A. Made Suarja Teja

Buana di hadapan majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra juga menuntut supaya terdakwa dihukum membayar denda Rp 5 juta subsider satu bulan kurungan. Sedangkan barang bukti berupa satu ekor orangutan, dua ekor tokek hidup, empat ekor bunglon hidup, diserahkan pada BKSDA untuk dirawat. Terdakwa ditangkap di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat melewati pemeriksaan X-ray. Di barang bawaannya saat itu terdeteksi keberadaan binatang jenis orangutan. Ketika petugas meminta terdakwa membuka koper tersebut, terdakwa justru menunjukkan gerak-gerik yang men-

curigakan. Saat digeledah, ternyata dalam koper isinya orangutan dalam keadaan tidak sadar. Temuan itu di-

laporkan ke kepolisian KP3 Ngurah Rai dan ke KSDA. Terdakwa kemudian diamankan oleh petugas. Hasil

pemeriksaan, terdakwa mengaku satwa orangutan itu milik temannya yang bernama Igor (DPO). (kmb37)

Bali Post/kmb37

VONIS - Terdakwa Andrei Zhestkov saat mendengarkan vonis dari majelis hakim Bambang Ekaputra.


BADUNG

Jumat Pon, 12 Juli 2019

ISTIMEWA I Nyoman Sukra, Ketua Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari Kelurahan Kuta, didampingi Kadis LHK, Kabag SDA, serta tokoh pemerhati lingkungan I Gst. Ngurah Anom.

Badung Targetkan Tiga Penghargaan Nasional Bidang Lingkungan 2019 Kelompok Nelayan Patasari Kuta Raih Kalpataru

DLHK Badung saat ini sudah meraih dua penghargaan nasional dari tiga target yang direncanakan. Adapun penghargaan tingkat nasional di bidang lingkungan hidup yang telah diraih yaitu penghargaan atas inovasi Batik (Badung Anti Kantong Plastik) berhasil mendapat penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019 dari Kementerian PAN RB, yang penghargaannya akan diserahkan pada 18 Juli 2019 di Kota Semarang. Inovasi Batik menyisihkan 3.100 inovasi yang ikut Sinovik 2019. Dan akan mengikuti seleksi ke-2 untuk meraih Top 45 pada 16 Juli 2019. ‘’Semoga inovasi

Batik meraih prestasi tersebut,’’ ujar Kepala LHK Badung Putu Eka Merthawan, Kamis (11/7) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, penghargaan yang kedua adalah Kalpataru kategori penyelamat lingkungan, khususnya pelestarian hutan mangrove oleh Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari Kelurahan Kuta. Yang penghargaannya diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Kamis (11/7) kemarin di Jakarta Convension Center, serangkaian acara Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019. Diraihnya Kalpataru ini merupakan trofi istimewa karena Badung baru

pertama meraih, dengan tantangan berat serta perjuangan cukup panjang, menyisihkan 144 nominasi dari 33 provinsi. ‘’Tiga target yang penghargaan yang direncanakan DLHK Badung tahun 2019 semoga bisa tercapai, karena saat ini masih tersisa tiga penghargaan yang belum diumumkan, yaitu penghargaan Adipura pengurangan sampah, Adiwiyata dan ProKlim (program kampung Iklim). Berkat dukungan semua pihak masyarakat Badung, kami yakin tiga target penghargaan tersebut dapat diraih,’’ kata Kadis DLHK Badung Eka Merthawan. (ad450)

3

Kunjungi Jakabaring Sport City Palembang

Badung Pelajari Struktur dan Tata Kelola Stadion

TIDAK hanya berkunjung ke kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam Pekan Informasi Pembangunan (PIP), Pemkab Badung juga menyasar Jakabaring Sport City (JSC), Palembang. Kunjungan lapangan ini untuk melihat langsung struktur bangunan, fasilitas hingga tata kelola stadion berskala internasional ini. Kunjungan dilakukan Rabu (10/7), dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Turut mendampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra IBA Yoga Segara, Kepala Dinas PUPR Badung I.B. Surya Suamba, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, sejumlah pimpinan OPD terkait serta sejumlah awak media. Didampingi Sekretaris Perusahaan PT Jakabaring Sport City Mirza Zulkarnain, Wabup Suiasa berkeliling melihat venues yang tersedia. Rombongan memusatkan kunjungan ke stadion yang menjadi fokus penggalian informasi. Wabup Suiasa mengatakan, kunjungan langsung ke Stadion Gelora Sriwijaya sebagai upaya memantapkan rencana pembangunan GOR Mengwi pada tahun 2020 nanti. Direncanakan renovasi GOR Mengwi dengan luas wilayah 4 hektar ini tidak hanya untuk sarana olahraga masyarakat namun juga dijadikan sebagai objek wisata atau sport tourism. ‘’Dalam pembangunan nanti juga ada standarnya, baik itu standar PSSI, FIFA ataupun lainnya. Kita akan sesuaikan dengan luas lahan yang kita miliki. Dilihat dari luas lapangan yang kita miliki, kita akan mengacu pada FIFA,’’ ujar Suiasa. Beberapa hal yang dipelajari dalam kunjungan tersebut, mulai dari kla-

PIP - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama rombongan PIP Kabupaten Badung mengunjungi Stadion Gelora Sriwijaya di kawasan Jakabaring Sport City Palembang, Rabu (10/7). sifikasi rumput yang digunakan, pola penanaman hingga perawatan. Demikian juga dari pengelolaan sarana, dari model drainase sehingga saat hujan tidak becek, selanjutnya upaya penyiraman lapangan yang luas saat kemarau. Termasuk kapasitas penonton yang akan disesuaikan dengan luasan lahan yang dimiliki Pemkab Badung. Kemudian kebutuhan ruangruang atau fasilitas lainnya yang harus dimiliki juga menjadi perhatian serta upaya-upaya penyelamatan yang bersifat darurat. ‘’Yang paling penting tata kelolanya juga kami perhatian. Karena me-maintenance lapangan yang luas itu bukanlah hal yang mudah,’’ terangnya. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris PT Jakabaring Sport City Mirza

Zulkarnain menjelaskan, berbagai fasilitas dan tata kelola yang dilakukan di Jakabaring Sport City. Dalam hal tata kelola, Mirza menyampaikan pihaknya didukung oleh 200 orang tenaga kerja. Sementara dari segi operasional, JSC menghabiskan biaya sekitar Rp 2 miliar per bulan. Selain untuk event olahraga, JSC juga digunakan sebagai penyelenggaraan acara besar lainnya, salah satunya konser musik. Di samping itu, sport centre ini juga dibuka untuk wisatawan yang ingin melihat berbagai venues serta fasilitas di dalamnya. ‘’Ke depannya, berbagai fasilitas yang mendukung pariwisata juga akan dibangun di tempat ini. Seperti air mancur, olahraga air dan sebagainya,’’ ujarnya. (ad454)

Pasar Murah Puspem Badung Abaikan Imbauan Batik

Mangupura (Bali Post) -

TUKAD - Penataan lanjutan muara Tukad Mati, kawasan Patasari, Kuta sudah hampir rampung.

Bali Post/ist

Penataan Muara Tukad Mati Tunggu Pengujian ’’Commissioning Test’’ Bendung Karet Mangupura (Bali Post) Proyek penataan lanjutan muara Tukad Mati, lingkungan Patasari, Kuta, kini sudah mendekati rampung. Bahkan pengerjaan yang ditaget rampung hingga bulan Desember 2019 ini, sudah melewati target awal. Menurut Komang Adi Kumbara selaku planner Adhi-Minarta KSO proyek Muara Tukad Mati Hilir, realisasi sampai tanggal 7 Juli lalu, sudah mencapai progres 92,392 persen. Capaian ini, katanya, sudah melampaui target awal dari rencana yaitu 67,531 persen. Ini, katanya, ada deviasi sebesar positif 24,861 persen. Dikatakan Adi, saat ini di lokasi pengerjaan bendungan gerak, ada pekerjaan me-

kanikal elektrikal (ME), serta pekerjaan bangunan Rumah Kontrol dan Rumah Genset untuk persiapan pre commissioning test dibendung karet. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk pengujian komponen sistem bendung karet. Selain itu, saat ini juga sedang dilakukan pekerjaan finishing pekerjaan penataan tanggul/jalan inspeksi. ‘’Untuk pengerjaan fisik persentase sudah 90% lebih. Saat ini tinggal finishing bangunan penunjang, termasuk bangunan candi bentar, palinggih,’’ katanya, Kamis (11/7) kemarin. Ditambahkannya, saat ini untuk bendung gerak, dilakukan pengujian-pengujian. Seperti pengujian sistem, seperti sistem buka

tutup bendung karet. Itu, katanya, sudah diujicobakan dan semua sudah sesuai dengan yang diharapkan. Pada bendungan gerak itu diujicobakan, pada saat bendung karet mengangkat crastgate akan mampu menahan beban air yang dari hulu. Jika air laut naik maka pintu air akan diangkat, begitu pula jika air di hulu naik pintu akan diturunkan, elevasi mercu bendung tertinggi pada elevasi +3.00 m dan elevasi terendah +0.00. ‘’Kemarin sudah sempat dilakukan uji coba, namun memang masih ada penyempurnaan-penyempurnaan,’’ terangnya. Sementara terkait normalisasi alur sungai, pihaknya menyebut sedang berlangsung akan selesai dilakukan

setelah seluruh pengerjaan bendung selesai. Diperkirakan, setelah bulan Agustus ini, pengerjaan menormalisasi sungai akan dilanjutkan. ‘’Kita akan melakukan normalisasi sesuai dengan elevasi rencana desain. Saat ini fokus di Bandung dulu,’’ ucapnya. Untuk diketahui, penataan lanjutan ini meliputi pengerjaan bendung, tanggul portal pelat benton (PPB), pelimpah, penataan jalan inspeksi. Terkait pengerjaan bendung karet, memiliki lebar bendung mencapai 50 m. Sementara untuk lebar sungai secara keseluruhan ditambah pintu penguras mencapai 66 m. Seluruh pengerjaam ditarget rampung sampai bulan Desember 2019. (kmb23)

Spanduk imbauan Badung bebas kantong plastik (Batik) yang dipasang di areal pasar murah di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung sekadar pajangan. Nyatanya, baik pedagang maupun pembeli masih memanfaatkan kantong plastik. Tidak hanya itu, setiap sudut di areal pasar murah yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan setempat banyak dipenuhi sampah berserakan. Dari pantauan, Kamis (11/7) kemarin di lokasi jualan UMKM dalam Pasar Murah Puspem Badung awalnya terlihat rapi dan banyak bahan sembako yang dijual para pedagang. Bahkan, Ketua Tim Penggerak PKK Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta pun bersama sejumlah istri pejabat di Badung saat itu ikut menikmati hidangan UMKM yang ada dalam kegiatan tersebut. Sayangnya sejumlah pedagang kurang menyadari bahwa ada imbauan untuk mengurangi kantong plastik sekali pakai di Kabu-

paten Badung. Tidak hanya penjual makanan, pedagang buah dan sarana upacara juga masih menggunakan kantong plastik sekali pakai. Minimnya kantong-kantong tempat sampah juga memperparah keadaan, sehingga di sejumlah sudut terlihat sampah menumpuk bekas makanan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung Putu Eka Merthawan yang dikonfirmasi terkait fenomena tersebut, enggan berkomentar. ‘’Kami akan terus mengadakan pendampingan dan sosialisasi, karena mengubah mental jorok memang cukup sulit. Ini hanya masalah mental saja, bukan yang lain, mereka tak punya rasa malu terkait masalah ini,

padahal pedagang kita sudah surati,’’ geramnya. Sosialisasi juga telah dilakukan pada saat Festival Budaya Pertanian Badung, beberapa waktu lalu. Bahkan, guna menekan penggunaan kantong plastik sekali pakai, pihaknya memberikan kantong kain bagi pengunjung yang ingin berbelanja di festival tersebut. ‘’Kami memberikan tas belanja tersebut secara cumacuma dengan mengisi identitas saja mendapatkan kantong belanja. Namun, untuk kegiatan pasar murah ini, kami terus terang belum siap, karena agenda tersebut kami tidak tahu. Lain halnya di kegiatan di Desa Pelaga kemarin, kami sudah siapkan,’’ pungkasnya. (kmb27)

Pengaman VVIP Dilatih Pertempuran Jarak Dekat Mangupura (Bali Post) Pengaman VVIP Kodam IX/Udayana, Rabu (10/7) lalu dilatih saat melakukan pertempuran jarak dekat. Personel dilatih meloloskan tamu VVIP dalam ruangan. Diskenariokan penyelamatan VVIP di darat oleh Satgas dari Satuan Yonif Raider 900/SBW, Yonif Mekanis 741/ GN dan Denkav 4/SP. Latihan tersebut dilaksanakan di Mako Detasemen Kavaleri 4/Simha Pasopati, Tuban, Kabupaten Badung. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. dalam siaran persnya, Kamis (11/7) kemarin menyampaikan, skenario telah disiapkan penyelenggara dan seluruh pelatih yang terlibat dalam latihan pengamanan VVIP. Materi yang diberikan meliputi pembekalan sebagai Danpamplek, operasional dan mekanisme pengamanan VVIP serta pengamanan tempat acara (instalasi). ‘’Khusus materi pengamatan dan penyelamatan atau Mattan yang dilaksanakan di Denkav 4/SP yaitu melatihkan keterampilan bagaimana melaksanakan pelolosan tamu VVIP dalam ruangan serta pertempuran jarak dekat,’’ ujarnya. Secara khusus, kata Kapendam, kondisi ini adalah pertempuran kecil di sebuah tempat yang penuh sudut. Misalnya di dalam rumah, gedung atau pesawat terbang. Pertempuran semacam ini biasanya hanya membutuhkan sedikit personel dengan persenjataan yang juga tidak bersifat merusak, seperti pistol, pistol mitraliur, granat asap, pisau, atau pedang. ‘’Pertempuran ini memiliki fundamentalnya sendiri. Tidak asal-asalan seperti main petak umpet. Apalagi, musuh bisa saja datang dari sudut-sudut ruangan yang tak terduga. Oleh karena itu, personel harus siap melakukan pertarungan secara sigap,’’ tegas Kolonel Jonny. (kmb36)

Bali Post/kmb27

IMBAUAN - Spanduk imbauan tidak menggunakan kantong plastik oleh DLHK Badung tidak dihiraukan oleh pengunjung maupun pedagang pasar murah.

Bali Post/ist

LATIHAN - Pengaman VVIP Kodam IX/Udayana dilatih saat melakukan pertempuran jarak dekat.


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A

IHDN Gelar ’’Workshop’’ Penyempurnaan Unud Lepas 3.305 Mahasiswa Kurikulum Berbasis KKNI Peserta KKN Periode XIX Tahun 2019

PROGRAM Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar Workshop Penyempurnaan Kurikulum Berbasis Kurikulum Karangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bertempat di Prashada Ballroom, Rumah Luwih Resort and Spa, Gianyar, Kamis (11/7) kemarin. Workshop selama tiga hari ini diikuti para dosen dari IHDN dan sejumlah dosen perguruan tinggi Hindu yang ada di Bali, dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Suwito, M.A., Guru Besar Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah. Menurut Ketua Panitia Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag., workshop ini bertujuan menemukan penciri kurikulum IHDN Denpasar dalam menghadapi revolusi industri dengan memulai dari mengidentifikasi masalah kurikulum masa kini, mengidentifikasi tantangan dan menyusun pedoman penyusunan kurikulum beserta SOP-nya. ‘’Manfaat praktisnya adalah dosen bisa mendapatkan kurikulum yang bercirikan IHDN dan bagi mahasiswa bisa mendapatkan kurikulum pendidikan yang terus update sesuai tantangan zaman,’’ katanya. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, penyempurnaan kurikulum merupakan program yang harus dilakukan sebuah perguruan tinggi khususnya IHDN Denpasar. Kurikulum ini harus di-update secara terus-menerus untuk menyesuaikan zaman yang pe-

WORKSHOP - Pascasarjana IHDN Denpasar menggelar Workshop Penyempurnaan Kurikulum Berbasis KKNI. sat berjalan, terkadang sangat susah dikejar. ‘’Arahnya adalah bagaimana kurikulum ini dapat menghasilkan tamatan IHDN yang profesional, sama atau setara dengan perguruan tinggi lainnya,’’ katanya. Penyempurnaan kurikulum dari strata 1, strata 2 dan strata 3, dilakukan secara rutin, setiap tiga tahun sekali, menyesuaikan perkembangan. Apabila tidak dilakukan penyesuaian kurikulum yang dikeluarkan oleh Dikti maupun Kemenag, maka IHDN akan mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi kepada mahasiswa, mengalami keterlambatan mengikuti perkembangan

D I S I N I

dan tamatan nanti menjadi tidak jelas. Prof. Sudiana menjelaskan, untuk menjadi sebuah perguruan tinggi yang profesional harus diawali dengan kurikulum yang tepat. IHDN identik dengan perguruan tinggi agama. Namun sekarang akan dibuat multiprofesional. Dengan berbasis KKNI ini akan dirancang tidak saja tamatan IHDN sebagai guru agama, penerangan agama dan pendidikan agama, namun dia juga akan bisa bekerja di tempat– tempat profesional. ‘’Tamatan IHDN sangat cerdas, mereka bisa menyesuaikan di lapangan,’’ katanya. (ad455)

SMK PGRI 4 Denpasar

Perkuat Guru yang Profesional, Inspiratif, Inovatif dan Kreatif SEMANGAT guru-guru SMK PGRI 4 Denpasar patut ditiru. Di tengah-tengah hari libur panjang, Kamis (11/7) kemarin mereka dengan semangat mengikuti Workshop Kurikulum 2013 (K13), khususnya dalam membentuk guru yang profesional, inovatif, kreatif dan inspiratif. Workshop dibuka Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madidnyana, M.M. Ketua Panitia Dra. Luh Putu Meiratini mengungkapkan workshop diikuti 75 guru dari guru mata pelajaran dan guru ekstra dengan tema ‘’Melalui Workshop Review K-13 Kita Tingkatkan Profesinalsime Guru dengan Strategi Pengelolaan Kelas, Kreatif, Inovatif dan Inspiratif’’. Acara juga dihadiri Wakil Ketua YPLP Dr. Nengah Sukama, M.M., Ketua Komite Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Pd. dan Pengawas SMK Drs. I Wayan Jana, M.M. Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. mengungkapkan workshop K-13 kali

ini menekankan standar proses dari empat standar yang wajib dimiliki guru yakni proses, isi, evaluasi dan kelulusan. SMK PGR 4 Denpasar menekankan pada proses karena standar proses ini menentukan standar lainnya yakni kelulusan, evaluasi dan standar isi. Mengapa temanya inovatif, kata Suarya, karena guru harus mengikuti perubahan dan pembaruan diri. Jangan menjadi guru itu-itu saja, termasuk metodologinya. Saat ini, yang barusan datang dari Thailand, guru harus menjalankan literasi digitalisasi seperti menggunakan internet. Tuntutannya guru harus menjadi SDM yang kreatif. Yang lebih penting lagi adalah menjadi guru yang tak tergantikan sepanjang zaman jika mengajar dan mendidik secara inspiratif. Mereka ini akan lama diingat oleh anak-anak. Kompetensi inilah yang tak bisa digantikan oleh robot dan teknologi lainnya. Guru dituntut mampu memben-

S U K S E S B R A N D I N G

Jumat Pon, 12 Juli 2019

WORKSHOP - Ketua YPLP Nengah Madiadnyana bersama Ketut Suarya, IGB Wiadnyana, Made Sukama dan Made Jana di sela-sela Workshop K-13 di SMK PGRI 4 Denpasar.

tuk character building. Makanya tugas guru saat ini sangat berat menghadapi tantangan global. Termasuk dalam membentuk empat pilar kebangsaan. SMK PGRI 4 Denpasar kini berstatus sekolah rujukan nasional dan sekolah rujukan nasional yang ditunjuk Dirjen Pendidikan Luar Sekolah dan sekolah unggulan PGRI Bali. Tahun ini sukses merekrut 345 siswa baru dan masih membuka pendaftaran hingga 15 Juli 2019. Ketua Komite Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Pd. sangat setuju SMK PGRI 4 Denpasar mengambil strategi memperkuat guru yang profesional, kreatif, inovatif dan inspiratif. Guru diberi kebebasan berinovasi dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan kualitas, SMK PGRI 4 Denpasar kini membangun lab restoran dan satu kitchen pastery sekelas hotel bintang lima untuk mengantisipasi minat siswa baru ke Jasa Boga. Ketua YPLP Madiadnyana menegaskan, SMK PGRI 4 Denpasar kini menjadi sekolah kebanggaan masyarakat. Makanya dia menegaskan workshop ini paling tepat disebut mengevaluasi apa yang dilaksanakan tahun lalu guna melaksanakan lebih baik lagi pada tahun ajaran baru. ‘’Jika secara internal tak bisa dipecahkan barulah mencari narasumber,’’ tegasnya. Dikatakan, pemerintah harusnya peduli dengan kondisi di sekolah swasta, tak hanya wacana menghilangkan dikotomi swasta dan negeri. Buktinya PPDB 2019 menunjukkan pemerintah hanya berpikir untuk sekolah negeri. Berdayakan sekolah swasta jauh lebih penting daripada membangun sekolah baru dan menambah kuota sekolah negeri. (sue)

UNIVERSITAS Udayana (Unud), Kamis (11/7) kemarin melepas sebanyak 3.305 mahasiswa dari 13 fakultas untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bertempat di Gedung Widya Sabha, KKN ini mengambil tema ‘’KKN Tematik Revolusi Mental sebagai Wahana Pembelajaran Mahasiswa Dalam Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk Meningkatkan Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong’’. Pelepasan KKN PPM dan Tematik Revolusi Mental Periode XIX Tahun 2019 ini dilakukan langsung Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). Menurut Ketua LPPM Unud Prof. Dr. dr. I Gede Rai Maya Temaja, M.P., seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN ini akan tersebar di 172 desa di seluruh kabupatan di Bali, kecuali Kota Denpasar. Adapun rincian dari 3.305 mahasiswa tersebut yakani Fakultas Ilmu Budaya (363 mahasiswa), Fakultas Kedokteran (429 mahasiswa), Fakultas Hukum (254 mahasiswa), Fakultas Teknik (527 mahasiswa), Fakultas Pertanian (278 mahasiswa), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (449 mahasiswa), Fakultas Peternakan (81 mahasiswa), Fakultas MIPA (273 mahasiswa), Kedokteran Hewan (108 mahasiswa), Teknologi Pertanian (95 mahasiswa), Pariwisata (63 mahasiswa), FISIP (205 mahasiswa) dan Fakultas Kelautan dan Perikanan (118 mahasiswa). ‘’KKN ini akan dilaksanakan mulai 13 Juli hingga 26 Agustus,’’ ujarnya. Rektor Unud Prof. Raka Sudewi dalam sambutannya menyampaikan kegiatan KKN di Unud adalah salah satu program wajib dalam setiap tahun akademik

MELEPAS - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). (kiri) ketika melepas secara simbolis sebanyak 3.305 mahasiswa peserta KKN Periode XIX Tahun 2019, Kamis (11/7) kemarin, di Gedung Widya Sabha, kampus setempat. bagi para mahasiswa. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan intrakurikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Tentunya dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. ‘’Jadi program KKN pada hakikatnya adalah program pembelajaran dan pengabdian mahasiswa di masyarakat,’’ ujarnya. Pihaknya berpesan kepada seluruh peserta KKN agar segera menyesuaikan diri untuk belajar mengabdi di desa dengan sebaikbaiknya. Peserta KKN harus membangun hubungan yang baik, sinergitas dengan tokoh masyarakat, kepala desa serta seluruh komponen yang ada di masyarakat. ‘’Peserta KKN agar selalu menjaga etika dan moral serta menjunjung

nama almamater. Selama di desa mahasiswa harus bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas tinggi,’’ harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Statistik Ir. Nyoman Sujaya, M.T. yang mewakili Gubernur Bali mengatakan, terkait dengan adanya sejumlah peraturan gubernur yang menyangkut pada masyarakat, pihaknya berharap itu agar bisa disosialisasikan melalui kegiatan KKN ini. Dikatakan, Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang merancang program yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa, sehingga ke depan antara universitas dengan pemerintah benar-benar bersinergi. ‘’Dengan program-program yang akan kita laksanakan ke depan di Pemerintah Provinsi Bali, juga di kabupaten/kota yang lainnya, sehingga keterkaitannya bisa disinergikan,,, pungkasnya. (ad452)

1.039 Mahasiswa Unmas KKN di Denpasar

Bantu Tangani Literasi Digitalisasi dan Sampah Plastik UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar tahun ini memfokuskan program KKN di Kota Denpasar, tepatnya di 18 desa/kelurahan di Denpasar Utara (Denut) dan Denpasar Timur (Dentim). Pada KKN kali ini, Unmas Denpasar menerjunkan 1.039 mahasiswa. Para peserta KKN Unmas secara resmi diserahkan Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. kepada Wali Kota Denpasar diwakili Kadis Sosial I Made Mertajaya, dilanjutkan kepada camat dan perbekel, Kamis (11/7) kemarin. Saat itu juga diberikan pembekalan materi soal kewilayahan dan RPJM, etika KKN, manajemen posko, observasi dan cara penyusunan laporan. Ketua Panitia KKN Ida Bagus Ari Arjaya, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan KKN 2019 angkatan ke-42 periode kedua ini difokuskan menggarap warga perkotaan, tiap desa diterjunkan 25-26 mahasiswa. Dari jumlah itu, 570 mahasiswa

mengikuti KKN alternatif dan 469 mahasiswa mengikuti KKN reguler. Mereka akan menggarap pembangunan desa selama enam minggu. Dengan program prioritas membantu warga dalam literasi digitalisasi seperti membuat perpustakaan berbasiskan digital, pelayanan administrasi berbasis komputer dan masalah pendidikan lainnya. Rektor Unmas Made Sukamerta menegaskan, KKN ini adalah bagian dari model pembelajaran hidup di tengah-tengah masyarakat. Mengidentifikasi masalah dan memberi solusi terhadap pembangunan desa. Makanya dia menegaskan kehadiran mahasiswanya di desa ikut memecahkan masalah perkotaan seperti literasi digitalisasi. Mahasiswa Unmas harus menjadi panutan dalam mengedukasi masyarakat khususnya generasi milineal dalam menangani masalah sampah, khususnya mengurangi pemakaian sampah plastik.

KKN - Rektor Unmas Made Sukamerta bersama Kadisos Denpasar I Made Mrtajaya, kades serta lurah saat penyerahan mahasiswa KKN.

Selain itu, mahasiswa Unmas juga harus menjadi panutan menjadi generasi milinial yang bebas narkoba, bebas rokok dan menjadi garda terdepan menumpas paham radikal. Yang penting lagi, katanya, mahasiswa KKN Unmas wajib menyukseskan program Wali Kota sebagai smart city dan kota budaya serta visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui penggunaan bahasa Bali dan busana Bali. Selain itu mahasiswa KKN Unmas bisa menciptakan teknologi tepat guna mengubah sampah menjadi bentuk lain yang bernilai jual tinggi. Untuk itu, di lapangan mahasiswa diminta bekerja sama dengan kades dan lurah serta dosen pembimbing. Bangun komunikasi dengan semua komponen di desa. Hal itu didukung pernyataan Ketua LPPM Unmas Dr. Ir. Made Tamba, M.P. bahwa KKN kali ini digarap komprehensif, sehingga program KKN benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat. Semua desa akan digarap dengan multidisiplin ilmu di Unmas. Wali Kota Denpasar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kadis Sosial I Made Mertajaya memberikan apresiasi kepada Unmas karena banyak memberikan kontribusi pembangunan pendidikan dan kesehatan bagi Denpasar. Dia setuju mahasiswa membantu pemerintah menangani masalah sampah plastik, termasuk dalam penguatan budaya. Made Mertajaya juga menekankan mahasiswa KKN Unmas ikut membantu Denpasar sebagai smart city dengan menerapkan TI dalam pelayanan dan literasi. Selain itu jangan lupa menggarap kaum milenia dalam ekonomi kreatif di desa. (ad456)

Mengenal Varikokel sebagai Penyebab Kemandulan KEMANDULAN merupakan permasalahan yang sering terjadi pada pasangan suami-istri (pasutri). Kemandulan dapat disebabkan dari sisi perempuan dan laki-laki. Apabila dari sisi laki-laki, penyakit yang sering menimbulkan kemandulan adalah varikokel. Data penelitian yang dilakukan Clarke BG dan Greendberg SH melalui publikasi jurnalnya menyatakan bahwa angka kejadian laki-laki penderita varikokel mencapai 15 persen dari populasi dan 35 persen dari seluruh penderita varikokel tersebut mengalami kemandulan. Ciri-ciri gejala varikokel bervariasi. Varikokel dapat dirasakan seperti nyeri tumpul pada daerah buah zakar. Nyeri yang dirasakan lebih sering pada buah zakar kiri, namun tidak menutup kemungkinan nyeri dirasakan pada kedua buah zakar. Gejala lainnya adalah terlihat seperti ada kerutan-kerutan yang banyak pada bagian atas buah zakar yang menandakan adanya pelebaran pembuluh darah. Varikokel yang bergejala lebih mudah ditemukan, namun variasi varikokel tanpa gejala sulit untuk diketahui. Varikokel yang tidak bergejala memerlukan pemeriksaan penunjang yang lebih lanjut agar dapat dengan tepat menentukan ada tidaknya permasalahan varikokel yang menyebabkan kemandulan pasutri tersebut

terjadi. Varikokel dapat ditemukan dalam berbagai grade atau derajat keparahan, mulai dari varikokel tanpa gejala klinis atau yang dikenal dengan varikokel sub-klinis. Varikokel grade I dengan ditemukannya pelebaran pembuluh darah di atas buah zakar ketika mengedan. Varikokel grade II dengan ditemukannya pelebaran pembuluh darah di atas buah zakar ketika dokter memeriksa dengan meraba bagian atas buah zakar tersebut, dan varikokel grade III dengan ditemukannya pelebaran pembuluh darah di atas buah zakar secara nyata hanya dengan dilihat secara langsung tanpa diraba. Pengelompokan berdasarkan grade ini dipergunakan sebagai dasar dilakukannya tindakan operasi dan mengetahui tingkat keberhasilan perbaikan kondisi kemandulannya. Sampai saat ini penyebab pasti terjadinya varikokel belum diketahui. Pasutri yang berhubungan aktif dan belum dikaruniai anak selama satu tahun menikah, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter, baik sisi laki-laki maupun sisi perempuan. Khususnya sisi laki-laki pemeriksaan varikokel menjadi penting sekalipun tidak memiliki gejala seperti disebutkan di atas apabila telah lama belum memiliki buah hati. l dr. I Made Nugraha Gunamanta Sabudi

Gambar pelebaran pembuluh darah bagian atas buah zakar pada varikokel

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Jumat Pon, 12 Juli 2019

5

Budaya Masyarakat Gunakan Uang Tunai Masih Kental

Penggunaan APMK Jadi Belum Optimal Denpasar (Bali Post) Budaya menggunakan uang tunai masih cukup besar porsinya dalam sistem pembayaran. Berdasarkan data periode Mei 2019, total transaksi menggunakan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) mencapai Rp 10,76 triliun dengan volume transaksi sebanyak 10,78 juta transaksi. Demikian terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) dan rapat koordinasi peningkatan elektronifikasi pembayaran (transaksi non-tunai) di toko ritel dan pusat perbelanjaan di Provinsi Bali di Gedung Bank Indonesia (BI), Rabu (10/7) lalu. Deputi Direktur BI KPw Bali Teguh Setiadi mengatakan, APMK tersebut terdiri dari nominal transaksi kartu ATM/debet sebanyak Rp 8,29 triliun dengan volume transaksi sebanyak 9,10 juta transaksi dan nominal transaksi kartu kredit sebanyak Rp 2,46 triliun dengan volume transaksi sebanyak 1,67 juta transaksi. Dari segi infrastruktur, jumlah mesin ATM di Bali telah mencapai 3.277 unit. Jumlah APMK di Bali sampai saat ini adalah 2.995.520 kartu, terdiri dari 317.744 kartu ATM, 2.316.714 kartu debet, dan 361.000 kartu kredit. Penggunaan APMK ini dikatakan meningkat dari periode sebelumnya, namun belum optimal. Belum optimalnya penggunaan kartu dikatakan karena masalah budaya masyarakat dalam menggunakan uang tunai masih kental. ‘’Budaya menggunakan uang tunai masih ada dan cukup besar porsinya,’’ ujarnya. Selain itu masalah infrastruktur pendukung transaksi non-tunai karena berkaitan dengan sinyal. Meskipun di Bali sinyalnya cukup menjangkau semua wilayah, namun tetap saja akan terhambat jika dihalangi gedung-gedung berdinding tebal. Selain juga tarik ulur (tawar-menawar) fee antara merchant dan issuer-nya. Dengan perkembangan alat pembayaran ini, pemerintah juga sedang menggalakkan program GPN (Gerbang Pembayaran Nasional). Dengan adanya GPN, satu mesin EDC dapat digunakan lebih dari satu penerbit. ‘’Selama ini kan satu mesin EDC itu untuk satu issuer, satu penerbit kartu. Tapi sejak GPN itu sudah enggak ada lagi, kecuali kartu debet yang belum ada logo GPN-nya, itu memang tidak bisa. Jadi GPN itu menyatukan semua, kartu itu bisa dibaca dengan satu mesin EDC. Jadi EDC engga perlu banyak–banyak lagi,’’ ujarnya sembari menyebut GPN baru hanya berlaku pada kartu debet, sedangkan kartu kredit belum disatukan. Setiadi mengingatkan perbankan bahwa peran teknologi informasi ke depan akan sangat luar biasa. Beberapa teknologi telah menciptakan suatu creative destruction di masyarakat, seperti teknologi e-book yang menggantikan buku konvensional, teknologi komunikasi pesan instan yang menggantikan telepon fixed line, dan teknologi transportasi berbasis aplikasi yang menggantikan transportasi konvensional. ‘’Demikian juga penggunaan financial technology (fintech) yang lebih luas di masyarakat pasti memengaruhi bisnis perbankan,’’ ungkapnya. Oleh karena itu, ia meminta perbankan untuk mempersiapkan diri dengan baik menyongsong penggunaan fintech yang semakin marak di masyarakat. Perluasan elektronifikasi dengan implementasi penggunaan instrumen non-tunai, baik APMK dan uang elektronik ini tidak hanya memerlukan keterlibatan Bank Indonesia sebagai regulator sistem pembayaran, namun juga dukungan dari pelaku industri sistem pembayaran dan masyarakat. (kmb42)

Temuan Kerangka Manusia di Pecatu

Diduga Korban Jatuh dari Tebing

Mangupura (Bali Post) Kerangka manusia ditemukan di bekas galian C di kawasan Banjar Dinas Giri Sari, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Kamis (4/7) lalu. Hingga kini belum jelas terkait jenis kelamin dan identitasnya. Dari hasil olah TKP, dugaan sementara kerangka manusia tersebut merupakan korban yang jatuh dari tebing dan tidak ada yang tahu. Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Kamis (11/7) kemarin, mengatakan pihaknya masih menyelidiki temuan kerangka manusia tersebut. Pihaknya telah memeriksa sejumlah warga setempat, tetapi tidak ada yang kehilangan sanak keluarganya. Mantan Kapolsek Kuta Utara ini menjelaskan, hasil olah TKP dan penyelidikan, kuat diduga korban adalah buruh yang kerja di seputaran TKP. ‘’Dugaan-dugaan itu harus ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan alat bukti. Sampai saat ini kami masih berupaya mengungkap siapa identitasnya,’’ kata perwira melati satu ini. Mantan Kasatreskrim Polres Tabanan ini sempat menuturkan dari penemuan kerangka tersebut tegak lurus dengan tebing. Oleh karena itu, pihaknya menduga korban jatuh dari atas tebing. ‘’Apakah dia terpeleset lalu jatuh atau gimana? Sampai sekarang kami belum tahu. Selain kejadiannya sangat lama, belum ada saksi terkait kejadian ini,’’ tandasnya. Sebelumnya, petugas mengecek informasi adanya kerangka manusia di bekas galian C, Banjar Dinas Giri Sari, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Kamis (4/7) lalu. Kerangka yang ditemukan di semak-semak, berjarak cukup jauh dari jalan raya ini, diduga berjenis kelamin perempuan. Sebab, di lokasi ditemukan juga pakaian dalam wanita. Sebenarnya kerangka manusia tersebut awalnya ditemukan seorang warga yang sering mencari pakan sapi, I Nyoman Sudarma (49), pada Rabu (3/7) lalu. (kmb36)

Bali Post/asa

SIDANG - Terdakwa Ni Made Mega Antari saat menjalani sidang vonis di PN Denpasar, Kamis (11/7) kemarin. Terdakwa divonis empat tahun penjara karena terlibat kasus narkoba.

Divonis Empat Tahun Mega Antari Tersenyum Denpasar (Bali Post) -

Ni Made Mega Antari (18) tampak tersenyum saat dihukum empat tahun dan denda Rp 800 juta subsider dua bulan kurungan dalam sidang di PN Denpasar, Kamis (11/7) kemarin. Wanita kelahiran Serason, Penebel, 22 Agustus tahun 2000 lalu itu sebelumnya diadili kasus narkoba. Dia ditangkap polisi setelah mengambil paketan sabu-sabu dan pil ekstasi di sebuah got di Jalan Perum Permata Anyar, Sempidi, Badung, 10 Januari 2019 lalu. Oleh majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, terdakwa kemudian diganjar pidana penjara empat tahun dan denda Rp 800 juta subsider dua bulan kurun-

gan. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan JPU Ni Putu Trisna Dewi. Jaksa sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum enam tahun penjara, denda Rp

800 juta subsider tiga bulan kurungan. Dalam perkara ini, barang bukti yang diajukan ke persidangan yakni sabu-sabu 0,05 gram netto

uai dengan alamat yang sudah ditentukan. Mega dengan menumpang ojek online bergegas ke alamat dimaksud. Barang bukti itu ditemukan di got dan dilakban. Setelah itu terdakwa kembali hendak ke kosnya. Namun sayang, di perjalanan dia dicegat dan ditangkap polisi. Dalam kasus ini, terdakwa dijerat Pasal 112 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (kmb37)

BNNK Badung Gandeng Bondres MKP Gelorakan Stop Narkoba DALAM rangka akselerasi penyebaran informasi tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung bersinergi dengan Desa Adat Gulingan melaksanakan kegiatan diseminasi informasi melalui pagelaran

seni budaya, Rabu (10/7) malam. BNNK Badung dalam menggelorakan stop narkoba menggandeng Sekaa Bondres MKP. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BNNP Bali Brigadir Jenderal Polisi Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H.

beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat Desa Adat Gulingan. Dalam sambutannya, Kepala BNNP Brigjen Suastawa mengajak masyarakat khususnya generasi milenial Desa Gulingan untuk menyatukan langkah bergerak bersama melakukan upaya pence-

Bali Post/ist

PENTAS - BNNK Badung dalam menggelorakan stop narkoba menggandeng Sekaa Bondres MKP di Pura Dalem Khayangan Desa Gulingan Gede, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (10/7) malam.

Warung Global

Buat Peraturan yang Memudahkan Masyarakat GUBERNUR Bali Wayan Koster menyebut kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi yang tertuang dalam Permendikbud No. 51 Tahun 2018 adalah biang kerok kisruhnya PPDB tahun ini. Tidak saja mengganggu proses pendaftaran peserta didik, tetapi juga mengganggu sistem pendidikan secara keseluruhan dalam konteks meningkatkan mutu pendidikan. Ke depannya, kata Gubernur, akan ada peraturan gubernur yang akan menjadi solusi dari persoalan PPDB zonasi, dan tidak akan sepenuhnya mengikuti peraturan menteri. Bagaimana tanggapan pendengar Radio Global 96,5 FM?

dan empat butir ekstasi. Diuraikan dalam dakwaan jaksa, terdakwa ditangkap pascamengambil tempelan sabu-sabu di Jalan Perum Permata Anyar, Sempidi, Badung. Mega sebelumnya memesan empat butir ekstasi pada Wowok (DPO) via aplikasi line. Oleh Wowok, Mega disuruh mentransfer uang Rp 1,75 juta. Setelah uang ditransfer, Wowok meminta terdakwa mengambil narkoba itu ses-

Budiada di Tabanan melihat peraturan zonasi dibuat tanpa melihat kondisi. Di pusat saja sementara masingmasing wilayah kondisinya beda. Kualitas sekolah beda, apalagi daerah terpencil. Mestinya usulan peraturan datangnya dari bawah. Yang di atas menindaklanjuti. Soal pergub, sudah dipikirkan demi anak cucuk kita, cari sekolah tidak kacau-balau lagi. Buat peraturan yang memudahkan masyarakat.

Demikian dikatakan Suardana di Tabanan. Dalam menentukan sekolah, berikan kebebasan. Anak pintar tentu ingin tantangan dan lebih baik mutu sekolahnya. Semoga pergub ini bisa berjalan dengan baik, tidak seperti sekarang. Jika peraturan menteri bermasalah, pergub dikeluarkan. Menurut Werdha di Gianyar, apa bisa pemimpin di daerah mengeluarkan peraturan jika dirasa tidak berjalan dengan baik (bermasalah).

Jika ini boleh, akan bagus nantinya untuk mengatasi persoalan cari sekolah yang sulit. Sementara Fera di Tabanan juga berharap agar peraturan ini bisa berjalan. Tidak ada kisruh. Jangan hanya di negeri saja siswa banyak ditampung, sedangkan sekolah swasta tidak dapat murid. Akhirnya bangkrut sekolahnya. Jadi sekolah swasta dan sekolah negeri harus bersinergi. (sikha)

gahan narkoba di wilayah Gulingan. Pagelaran seni budaya yang bertepatan dengan piodalan di Pura Dalem Khayangan Desa Gulingan Gede, Kecamatan Mengwi, Badung ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pesan-pesan yang dikemas lewat lawakan dan banyolan khas Bondres MKP. ‘’Kegiatan diawali dengan sembahyang bersama di Pura Dalem Khayangan Desa Gulingan Gede, Kecamatan Mengwi, Badung. Setelah itu dilanjutkan dengan pementasan tarian khas Desa Adat Gulingan dan diakhiri penampilan Bondres MKP,’’ ujar Kepala BNNK Badung AKBP Masmini. Saat pentas, MKP menga-

jak seluruh generasi muda dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama memahami dampak serta bahaya narkoba. Diharapkan krama Desa Adat Gulingan menerapkan upaya pencegahan yang dimulai dari perilaku, pola hidup sehat dan membantu BNN untuk melaporkan apabila ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. Di pengujung pentasnya, MKP mengingatkan generasi muda untuk mencegah narkoba dengan CERIA yaitu cermat memilih pergaulan, edukasi sesama tentang bahaya narkoba, rajin beribadah dan melakukan hal positif, inovatif dan kreatif dalam berkarya, serta ajak korban penyalah guna narkoba untuk melapor. (ad451)


OPINI

6

Jumat Pon, 12 Juli 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Anak Jangan Jadi Korban Kebijakan ZONASI adalah sebuah sistem yang gagal dalam pemetaan ruang dan kesempatan belajar bagi siswa. Kegagalan zonasi dalam konteks ini jauh diakibatkan oleh tidak meratanya akses dan kesempatan bagi orang dalam hal ini anak didik untuk menikmati pembelajaran di sekolah-sekolah yang diinginkan. Zonasi juga telah membatasi ruang gerak anak untuk menambah pergaulan dan membuka wawasan. Banyaknya protes terhadap sistem zonasi membuktikan bahwa sistem penerimaan siswa baru lewat jalur zonasi perlu ditinjau. Sangatlah wajar jika sistem zonasi yang diarahkan untuk membangun atau pemerataan kualitas pendidikan dianggap kurang relevan. Mestinya ada banyak cara yang bisa ditempuh pemerintah untuk menuju pemerataan kualitas pendidikan. Penyebaran guru, peningkatan sarana pembelajaran, serta lebih sering menggelar kompetisi untuk membangkitkan daya saing. Pemerataan kualitas pendidikan bukan semata menstandarkan mutu, tetapi jauh dari itu adalah membuka daya saing bagi setiap sekolah untuk menjadi lebih maju dan berkualitas. Kompetisi patut dirujuk sebagai media untuk menuju kualitas. Dalam konteks zonasi ini, pemerintah juga terkesan mengabaikan anak-anak perbatasan yang nyata-nyata jauh dari akses pendidikan. Jika ukurannya jarak rumah dari sekolah, maka anak-anak perbatasan tersisih sebelum bersaing. Padahal, patut diyakini secara kualitas banyak anak-anak perbatasan yang memiliki potensi untuk tumbuh menjadi generasi bangsa yang cerdas. Maka sangatlah wajar jika zonasi tahun ini dikritik dan dinilai sebagai kemunduran dalam pola penerimaan siswa pada tahun ajaran baru. Dalam penerimaan siswa baru tahun ini, banyak orangtua yang harus meninggalkan pekerjaan, mengeluarkan biaya tak terduga hanya untuk mengikuti proses penerimaan siswa baru. Pemerintah juga harus memiliki kepekaan dalam hal ini. Peka terhadap keluhan warganya dan tanggap mengantisipasinya. Jika sebuah sistem ditentang publik dan menimbulkan keresahan, maka evaluasi hendaknya cepat dilakukan. Jangan terus mencari pembenar dari sistem yang nyata-nyata menimbulkan keresahan. Jangan sampai sistem menimbulkan rasa antipati terhadap pola-pola pemerintah melakukan kebijakan dalam penerimaan siswa baru. Kita tentu berharap agar model dan rujukan penerimaan siswa baru baku. Jangan terus diubah dan disesuaikan selera pemimpin. Aturan hendaknya memihak kepentingan rakyat dan memberikan kemudahan kepada rakyat dalam mengeksekusinya. Anak-anak jangan dijadikan korban kebijakan. Yang jelas, kita sadari bersama bahwa peneriman siswa baru dalam setiap tahun ajaran selalu menyita banyak perhatian. Alasannya, masalah pendidikan adalah masalah kita bersama. Siapa pun tak mau anaknya tidak mendapatkan sekolah terbaik atau mininal sekolah negeri yang dekat dengan rumahnya. Untuk itulah, PPDB yang diatur dalam Permendikbud No. 51 tahun 2018 bahwa kuota 90 persen penerimaan lewat jalur zonasi, 5 persen lewat jalur prestasi, dan sisanya jalur perpindahan hendaknya dievaluasi. Rekayasa kedekatan jarak rumah dengan sekolah juga menimbulkan kekacauan dalam data kependudukan. Kini, surat domisili menjadi hal yang diburu ketimbang prestasi. Penerimaan siswa baru juga jangan dijadikan ajang politik atau permainan kekuasaan. Berikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk memilih sekolah berkualitas. Tugas pemerintah adalah memfasilitasi anak-anak dan memudahkan mereka memilih sekolah yang mereka minati.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Kepada BPR Lestari Saya nasabah BPR Lestari yang sudah mendapatkan kredit sejak 3 Juni 2016. Tiap bulan pembayaran angsuran selalu lancar dan tidak pernah terlambat. Namun, permasalahan terjadi awal Juni 2019. Saya sudah membayar angsuran pada tanggal 3 Juni 2019 melalui transfer ATM. Nominalnya sudah melebihi dari seharusnya yang saya bayar. Slip ATM masih saya simpan. Tibatiba tanggal 10 Juni 2019, saya mendapat Surat Pemberitahuan 1 dari BPR Lestari yang menyatakan saya terlambat melakukan pembayaran angsuran pinjaman. Saya sangat kecewa dengan perlakuan BPR Lestari yang langsung melayangkan SP 1 tanpa melihat data di sistem. Walaupun ada cuti bersama dan bank tutup tetapi tidak berarti sistem tutup. Seharusnya dicek terlebih dahulu. Jangan langsung menyatakan nasabah terlambat membayar. Ini sangat merugikan saya sebagai nasabah. Nama baik bank dipertaruhkan di sini, apalagi BPR Lestari termasuk bank besar dengan SDM yang mumpuni. Sampai terjadi seperti ini, sangat merugikan nasabah. Anak Agung Agus Eka Putra Jl. Turi No. 44 A, Kesiman, Denpasar Catatan Redaksi Terhadap keluhan dari nasabah BPR Lestari ini, pihak bank dalam penjelasannya kepada Redaksi Bali Post mengaku telah melayangkan surat kepada Anak Agung Agus Eka Putra. Dalam surat telah dijelaskan pemberitahuan pengembalian seluruh denda yang sebelumnya sempat didebet. Surat pemberitahuan ini ditandatangani Pribadi Budiano selaku Direktur Utama dan Putu Asi Yuliartha selaku Kadiv Bisnis.

Zonasi dan Jeritan Anak Perbatasan Penerimaan peserta didik baru (PPDB) selalu menyisakan cerita pilu dan miris di kalangan masyarakat pendidikan. Nyaris setiap tahun ajaran baru selalu ramai oleh riak-riak ketidakpuasan masyarakat seperti layaknya hajatan pesta demokrasi. Sistem PPDB apa pun yang dilakukan oleh pemerintah merupakan niat mulia dan niat baik untuk membangun pendidikan. Akan tetapi, niat baik dan niat mulia pemerintah untuk memperbaiki sistem regulasi pendidikan tidak segampang dan semulus apa yang diharapkan. Sistem regulasi aturan yang terbaik untuk republik yang tercinta selalu menjadi harapan masyarakat, terlepas dari plus-minus masing-masing aturan. Niat mulia belum tentu diterima mulia, niat baik belum tentu diterima dan berjalan baik di masyarakat.

Oleh I Komang Warsa

G

onta-ganti aturan sebagai upaya pemerintah mencari format yang ideal dalam pendidikan untuk berproses dan sistem penerimaan. PPDB dengan sistem nilai terkadang muncul “kecurigaan” anomali aturan dengan mempermak nilai ujian. PPDB dengan sistem pengutamaan anak-anak kurang mampu “kategori miskin” ketika itu bermunculan anak miskin baru atau memiskinkan diri. PPDB dengan sistem zonasi banyak berkeliaran surat domisili baru. Ada apa dengan bangsa ini? Inilah satu pemikiran untuk mencari benang kusut sistem PPDB untuk mencerdaskan intelektual dan karakter anak negeri. Yang pertama harus direnungkan dan mendapat perhatian serius, terutama dunia pendidikan, dunia politik, dan dunia birokrasi adalah menguatkan literasi karakter agar menjadi literasi budaya yang memiliki keadaban bangsa yang bermartabat. Meningkatkan literasi karakter agar menjadi negara yang bermartabat. Membangun pendidikan sama dengan membangun karakter bangsa. Mengurangi multidimensi kepalsuan dalam aneka rupa kehidupan. Kepalsuan nilai, kepalsuan kemiskinan, kepalsuan domisili, dan masih banyak kepalsuan lain yang pernah terjadi. Format PPDB selalu berinovasi untuk

mencari yang terbaik, sungguh tidak salah. Berbagai sistem dalam PPDB pernah dipakai/dicoba di negeri ini tetapi selalu muncul anomali aturan seperti “indikasi” pengatrolan nilai, memiskinkan diri, dan domisili yang berjemaah, ironis. Pergunjingan selalu ramai entah benar atau hanya hoax tetapi tetap menjadi satu evaluasi bagi pengambil keputusan. UUD 1945 Bab XIII pasal 31 mengamanatkan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Dan lebih lanjut UUD 1945 pasal 34 mengamanatkan fakir miskin dan anak-anak yang telantar dipelihara oleh negara. Mengamini amanat dari UUD 1945 sudah seyogianya anak bangsa mendapatkan pendidikan yang layak tanpa pilih kasih. Amanat UUD 1945 jelas tidak memandang kaya-miskin, jauh-dekat dan juga tidak memandang pintar-bodoh dalam konteks pemerolehan pendidikan. Pendidikan hak anak-anak bangsa tanpa pernah dikebiri. Sistem zonasi diberlakukan seperti sekarang jelas menyisakan masalah terutama yang jauh dari zonasi sekolah seperti anak yang tinggal di daerah perbatasan. Jika menggunakan kategori kurang mampu juga menyisakan masalah karena pendidikan tidak membedakan kaya dan miskin. Kaya dan miskin itu adalah urusan

nasib tetapi memperoleh pendidikan bukan urusan nasib. Itu urusan hak setiap warga negara Indonesia. Kita tidak bisa menjustifikasi PPDB dengan sistem jauh-dekat, sistem kaya-miskin. Kembalikan pada prestasi agar biasa anak berkompetisi positif mencari sekolah yang diinginkan. Jangan bangga menjadi orang miskin, jangan bangga baru dekat dengan sekolah tetapi banggalah menjadi anak cerdas dan pintar. Regulasi peraturan pemerintah pusat dalam bidang pendidikan, terkadang menjadi bumerang bagi pemerintah daerah (kabupaten/ provinsi), dan kadang menjadi cacian bagi warga sekolah terutama kepala sekolah. Ini memang ironis. Dampak dari aturan pemerintah pusat yang tidak melihat realitas daerah, yang menanggung dan menjadi sasaran ketidakpuasan masyarakat adalah pemerintah daerah dan para pelaku pendidikan terbawah seperti kepala sekolah dan para guru. Cibiran, cemoohan selalu menjadi menu bagi guru setiap tahun pelajaran baru. Akan tetapi, itulah realitas eksistensi pendidikan di tanah air kita. Semestinya menerjemahkan makna bahasa pasal 31 dan 34 dalam konteks pendidikan anak bangsa cukup sederhana merealisasikan aturan sistem PPDB atau penyelenggaraan pendidikan nasional. Sistem PPDB cukup menggunakan nilai akademis dan prestasi non-akademis untuk

mendapatkan sekolah negeri “tanpa pengkelasan/pengultusan sekolah”. Jika tidak mendapat sekolah negeri, pemerintah harus memperkuat sekolah swasta dengan mendata anak-anak yang kurang mampu untuk memberikan subsidi pendidikan. Semua sekolah di bawah rajutan sang Merah Putih adalah sekolah untuk anak Indonesia. Jika menggunakan prestasi, kompetisi akan menjadi pemicu dan cemeti anak bangsa untuk belajar. Jika peserta didik tidak diterima di sekolah negeri akan memilih sekolah swasta tetapi tetap tanggung jawab pemerintah. Caranya berikan subsidi atau beasiswa bagi anak yang betulbetul ekonomi kurang mampu alias miskin sekalipun sekolah di swasta. Di mana pun anak Indonesia bersekolah, di negeri atau di swasta tetap anak Indonesia yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Anak-anak bangsa tersebar di kota, di desa, dan juga di perbatasan. Berkeadilan artinya memandang anak bangsa sama tanpa mengenal kaya-miskin, jauh-dekat. Pendidikan berkeadilan tidak pernah membedakan peserta didik dari zonasi, tidak pernah membedakan peserta didik dari kaya-miskin. Banyak anak yang cerdas dan pintar dan layak memperoleh pendidikan yang sama. Jika sistem zonasi diberlakukan, anak di perbatasan mau sekolah di mana? Sekolah selalu dibangun di tempat strategis dan sentral kecamatan (SMA). Banyak anak Indonesia yang tinggal di perbatasan jauh dari kota kecamatan tetapi tetap anak Indonesia. Ending dari PPDB dipikul pemerintah daerah yang selalu dikambinghitamkan bahkan terkadang dipakai ladang politik sebagai biro jasa pendidikan. Yang menanggung semua itu adalah pemerintah daerah provinsi dan kabupaten. Regulasi mestinya melihat topografi daerah dan pemerintah pusat tidak bisa memukul rata sistem pendidikan dengan zonasi. Indonesia negara heterogen dengan medan geografis

Membaca Itu Mengasah Berpikir Kritis BUDAYA membaca saat ini menjadi penting dan sangat penting untuk terus digelorakan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Soalnya, membaca itu memberikan kita budaya berpikir kritis. Coba bayangkan, dalam hal berdebat maupun menjadi narasumber dalam sebuah acara seminar dan lainnya. Kalau tidak banyak membaca, maka minim pengetahuan. Ketika ada pertanyaan dan termasuk sulit, maka tak mampu dijawab. Begitu juga dalam berdebat, selalu ada data yang diambil untuk memperkuat argumen dan mematahkan jawaban lawan debat. Harus ada hal-hal yang bisa membuat lawan debat terdiam dengan argumen berdasarkan data dan fakta yang ada. Semua itu didapatkan dengan membaca. Terserah mau membaca buku pelajaran, ilmiah, koran, majalah maupun buku lainnya. Semua itu bermanfaat dalam menunjang berpikir kritis. Kekritisan berpikir akan ditunjang dengan banyak membaca. Ketika mengkritik pemerintah juga, harus ada landasan berpikir dan data sebagai penguat kritikan. Semua didapat dengan banyak membaca informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah, sehingga mampu mengkritik kekurangannya dan memberi solusi.

Oleh Juandi Manullang Dibutuhkan semangat lebih untuk selera dalam membaca. Fakta yang sering terjadi, kalau seseorang membaca, cepat sekali bosan. Bosan karena pikiran sudah penuh dengan bahan bacaan atau sama sekali tidak masuk logika berpikir atau memang bacaan itu tidak menarik. Hal itu sering kita alami. Dalam sebuah kesempatan, pengamatan saya, banyak pelajar yang hanya sebentar membaca, selanjutnya melamun. Ada pula yang matanya melihat buku, padahal pikirannya lari entah ke mana. Mungkin kita pernah mengalami itu. Dan, banyak orang juga pernah mengalami itu. Banyak kemungkinan juga membuat hal itu, salah satunya, karena bacaan kurang menarik. Namun, apa pun itu, namanya membaca harus tidak memilihmilih buku. Jika masih pelajar, layaknya baca buku pelajaran bukan komik. Kalau sudah di luar sekolah atau di rumah, boleh saja membaca beragam buku yang ada dan pastinya harus mendidik dan bermanfaat. Membangkitkan semangat membaca itu dapat dilakukan oleh guru, orangtua,

maupun teman. Memotivasi anak dan temannya untuk rajin membaca demi meningkatkan literasi dan wawasan ilmu pengetahuan. Semangat membaca juga dapat meruntuhkan data yang menyebutkan rata-rata orang Indonesia hanya membaca buku 3-4 kali per minggu, dengan durasi waktu membaca per hari rata-rata 3059 menit. Sedangkan jumlah buku yang ditanamatkan per tahun rata-rata hanya 5-9 buku. Berkaca dari itu, sangat minim waktu membaca, sehingga minim juga menunjang berpikir kritis. Selanjutnya, penelitian PISA (Programme for International Student Assessment) hasil penelitian terhadap 72 negara. Respondennya adalah anak-anak sekolah usia 15 tahun, jumlahnya sekitar 540 ribu anak. Sampling errornya kurang lebih 2 hingga 3 skor. Indonesia berada pada ranking 62 dari 70 negara yang disurvei (bukan 72 karena 2 negara lainnya yakni Malaysia dan Kazakhstan tak memenuhi kualifikasi penelitian). Indonesia masih mengungguli Brazil namun berada di bawah Yordania. Skor rata-rata untuk sains adalah 493, untuk membaca

493 juga dan untuk matematika 490. Skor Indonesia untuk sains adalah 403, untuk membaca 397, dan untuk matematika 386. Untuk membangkitkan semangat membaca buku, caranya bukan hanya memotivasi anak melalui peran guru, orangtua dan teman atau rekan lainnya. Akan tetapi, buku juga harus tersedia. Bagaimana mau semangat membaca kalau buku saja minim? Bagaimana mau pintar bila buku tidak tersedia? Mau bagaimana menambah wawasan pengetahuan kalau buku saja tidak tersedia? Maka, pemerintah harus turut andil di dalamnya. Memerhatikan segala kebutuhan anak bangsa akan buku. Membaca buku akan menambah proses berpikir kritis. Negara ini butuh sosok muda yang kritis berpikir dan punya solusi dalam membenahi bangsa dan negara. Sediakan perpustakaan di setiap sekolah, di rumah, maupun perpustakaan berjalan. Itu adalah langkah kecil menunjang proses membaca. Jika itu saja sulit, maka sama saja hasilnya nol. Kita akan terus terpuruk dan minat membaca terus saja rendah.

yang tidak sama. Pemerataan pendidikan harus diperkuat dengan infrastruktur sampai ke pelosok desa (fasititas pendidikan yang sama). Pemerintah daerah ibarat makan buah simalakama ketika menjalankan regulasi peraturan pemerintah pusat. Ini akan menjadi masalah baru jika anak-anak yang jauh dari zonasi akan menjadi anak putus sekolah alasan tidak dapat sekolah. Jika memilih sekolah swasta alasan pembayaran mahal. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan hanya isapan jempol ketika pemerintah hanya memandang sebelah mata sekolah swasta. Di satu sisi, sekolah negeri tidak sanggup menampung seluruh anak yang mau melanjutkan sekolah. Di sisi lain, sekolah swasta terkadang ibarat kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati juga nggak mau. Untuk mengurai benang kusut pemerintaah tetap berkeadilan terhadap anak bangsa di mana pun bersekolah adalah menjadi tanggung jawab pemerintah. Salurkan beasiswa bagi anak kurang mampu baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta. Karena sekolah swasta sebagai mitra pemerintah mencerdaskan bangsa. Tidak ada sekolah khusus untuk orang kurang mampu dan tidak ada kelas sekolah untuk orang kaya. Pendidikan inklusi menyamaratakan kesempatan. Sistem zonasi cocok dibelakukan di sekolah perkotaan tetapi sekolah di perdesaan (daerah perbatasan) akan menuai berbagai persoalan pendidikan. Penyamarataan sistem PPDB masih perlu dikaji dan perlu duduk bersama melihat realitas di lapangan. Maruah pendidikan adalah karakter. Penulis, Ketua BPD Desa Pempatan, tinggal di Banjar Alasngandang, Desa Pempatan, Rendang, Karangasem

POJOK MA tolak uji materi Pergub Pengurangan Sampah Plastik di Provinsi Bali. - Dari Bali kurangi sampah plastik. *** KPK OTT Gubernur Kepri terkait dugaan korupsi proyek reklamasi. - Bahaya reklamasi. *** Harga cabai di Tabanan mencapai Rp 85.000 per kilogram. - Untungkan petani?

Penulis adalah alumnus Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara dan penulis lepas tinggal di Medan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7 TABANAN Program Desa Digital di Beraban Mulai Dimanfaatkan Warga Jumat Pon, 12 Juli 2019

Tabanan (Bali Post) Dua minggu setelah diluncurkan, aplikasi Inovasi Luih Mantap Betul (I Luh Mantul) Desa Beraban, Kecamatan Kediri, sudah mulai diakses oleh masyarakat setempat. Tidak hanya I Luh Mantul, aplikasi digital lainnya yakni Desa Beraban Smart City (debest) mobile, juga sudah melayani sejumlah pengajuan pelayanan surat permohonan masyarakat, rata-rata per hari ada 6 sampai 8 pengajuan yang didominasi surat keterangan usaha serta surat domisili. Bendesa Adat Beraban I Made Sumawa didampingi tiga orang tim operasional aplikasi digital Desa Adat Beraban mengatakan, kedua layanan tersebut berisi seluruh program yang mencakup untuk warga desa adat dan desa dinas. Hanya, memang untuk aplikasi layanan surat

(debest mobile) baru bisa melayani warga di sepuluh desa dinas, karena password yang dibutuhkan untuk bisa membuka aplikasi layanan tersebut bukanlah menggunakan nama, melainkan NIK (nomor induk kependudukan), di mana database warga sudah tercatat dalam aplikasi. ‘’Jika tidak ada dalam database, tentu tidak bisa mengakses layanan ini, karena password pakai NIK,’’ terangnya, Rabu (10/7). Namun, untuk aplikasi I Luh Mantul sepenuhnya bisa diakses oleh masyarakat Desa Beraban, dari 15 banjar adat dan 10 dinas. Dalam aplikasi I Luh Mantul ini berisi beragam fitur program bantuan stimulan yang dirancang oleh desa adat. Bahkan, dalam setiap fitur berisi keterangan tentang syarat-syarat yang dibutuhkan dilengkapi video terkait program terkait. Sep-

erti misalnya program satu KK satu sarjana atau bantuan stimulan biaya perkuliahan sebesar Rp 6 juta/tahun selama kurun waktu empat tahun. ‘’Saat ini, sudah ada dua yang mendaftar dari sekitar 41 orang peminat dari hasil pendataan ke warga,’’ terangnya. Begitu juga program dokter on call serta emergency transport juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk program tersebut, ada tiga orang dokter umum yang memiliki ikatan kerja dengan desa adat dalam hal memberikan pelayanan pada masyarakat. Hanya, untuk layanan dokter on call baru bisa dilakukan setelah jam kerja dokter di instansi awal. Yakni pada pukul 17.00 Wita sampai dengan 21.00 Wita. ‘’Jasa dokter yang dibiayai oleh desa, sementara obat masih

ditanggung oleh masyarakat bersangkutan. Karena ini sifatnya dana rangsangan, sehingga untuk obat tetap warga yang membayar,’’ ucapnya. Selain dokter on call, desa juga memberikan stimulan bagi warga yang berobat ke Puskesmas Rp 75 ribu. Artinya, secara kasatmata warga yang berobat sudah dibiayai Rp 75 ribu, jika nantinya saat berobat biaya yang diperlukan lebih dari nilai tersebut, warga hanya membayar kelebihannya saja, begitu juga sebaliknya jika kurang dari nilai tersebut warga tidak dikenakan biaya apa pun. Selain juga program lainnya seperti santunan rawat inap, santunan kematian serta yang berbentuk investasi seperti jalur trekking, dan wahana wisata yang ada di Desa Beraban. ‘’Intinya semua bantu-

an stimulan ini, untuk meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan kualitas pembangunan desa, karena anggaran bantuan tersebut merupakan PAD Desa Beraban yang bersumber dari pahpahan Tanah Lot, pasar tradisional, dan keuntungan LPD. Dari masyarakat kami kembalikan ke masyarakat,’’ terangnya. Sementara untuk aplikasi layanan pengajuan surat (debest) mobile, kata Sumawa bertujuan mengurangi tingkat antrean masyarakat di kantor desa setempat dalam hal pengurusan surat. ‘’Kini lebih mudah, masyarakat tinggal membuka aplikasi yang dibutuhkan via hp android, terus pengisian data tinggal kirim, besoknya tinggal mengambil print surat yang dibutuhkan di kantor desa,’’ terangnya. Sumawa pun berharap

Bali Post/bit

DIGITAL - Bendesa Adat Beraban (kiri) bersama tim operasional aplikasi desa digital saat menjelaskan perkembangan program I Luh Mantul. penerapan aplikasi digital ini bisa ditiru oleh desa adat lainnya, karena saat ini memang dituntut pelayanan sesuai perkembangan teknologi. Pihaknya pun siap jika desanya nanti dijadikan

Hama Kepinding Tanah Serang Bibit Jagung di Subak Sungsang

Tabanan (Bali Post) -

tambah banyak serangan hamanya, karena satu hari saja menyerang bibit tidak mau tumbuh,’’ terang Darmadi. Meskipun ada hama yang menyerang di bagian daun yang menyebabkan daun robek, dikatakan tidak memengaruhi buah jagung. ‘’Jagung yang kami tanam jenis NK212 yakni jagung yang akan dijadikan pakan

ternak, bukan jagung manis,’’ akunya. Menurut Darmadi, Subak Sungsang memang setiap tahun menanam palawija. Bukan karena tidak ada air, melainkan sudah ada jadwal. Karena setiap tahun Subak Sungsang mengalami panen sebanyak tiga kali, dua kali panen padi, dan satu kali tanam palawija. ‘’Sawah kami asupan airnya maksimal, karena berasal dari Bendungan Telaga Tunjung yang ada di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan,’’ ujarnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Sudah menjadi tradisi, jelang hari raya Galungan, Pemkab Tabanan melalui dinas terkait akan menggelar pasar murah. Tahun ini, untuk pasar murah rencananya akan menyasar satu titik tepatnya di Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan. Kasi Bina Usaha dan Sarana Perdagangan Disperindag Tabanan Gusti Ngurah Wirawan mengatakan, pasar murah akan dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2019. Dalam kegiatan tersebut setidaknya akan disiapkan 200 paket sembako yang nilainya Rp 100 ribu per paket. Total dana untuk paket sembako ini mencapai Rp 20 juta. Kegiatan pasar murah juga akan menggandeng OPD terkait, sehingga tidak hanya menawarkan paket bahan pangan, namun juga sejumlah komoditas oleh masing-masing OPD. Bahkan, dalam kegiatan pasar murah, konsumen juga bisa membeli elpiji 3 kg dengan harga sesuai HET. “Sejumlah OPD juga kami libatkan seperti Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Bulog, PD Darma Santhika, serta toko berjejaring, dan suplier gas elpiji 3 kg,” jelasnya. Jelas Wirawan, mekanisme pembelian untuk paket bahan pangan tersebut, dimana setiap konsumen dibatasi membeli satu paket saja, sehingga bisa dirasakan manfaatnya untuk

orang banyak sekaligus tepat sasaran. Apalagi tujuan pasar murah untuk menekan harga di pasaran yang selalu berpotensi mengalami lonjakan jelang hari raya, sehingga pasar murah ini menjadi salah satu antisipasi meredam lonjakan harga. Untuk 200 paket bahan pangan tersebut berisi beras, minyak, gula pasir, dan telur. Di mana dari nominal Rp 100 ribu, Rp 50 ribu disubsidi oleh peremintah Kabupaten Tabanan dan sisanya dibayarkan oleh konsumen. “Untuk pembelian paket bahan pangan ini, kami akan arahkan konsumen untuk membeli kupon yang dijual di lokasi. Setelah membeli kupon tersebut, konsumen bisa menukarkan dengan satu paket bahan pangan. Sementara, untuk pembelian elpiji 3 kg, konsumen bisa langsung melakukan tanpa melalui kupon, ” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tabanan Primayani mengungkapkan, dari pantauan harga bahan pangan jelang hari raya Galungan sejumlah kebutuhan hampir sebagian besar berada dalam kondisi stabil. Lonjakan harga hanya terjadi pada komoditas cabai yang naik menjadi Rp 60.000 per kg. “Ini sudah berlangsung seminggu terakhir karena menurunnya pasokan barang ke pasaran,” ujarnya. (kmb28)

Petani di Subak Sungsang, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan belum lama ini dibuat kesal lantaran serangan hama kepinding tanah. Pasalnya, serangga berukuran kecil mirip kura-kura kecil ini menyerang biji yang baru ditanam. Para petani setempat pun terpaksa mengulang kembali menanam bibit jagung.

Bali Post/bit

JAGUNG - Tanaman jagung yang tidak tumbuh merata di Subak Sungsang, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan.

Dua Puluh Siswa ’’Hilang’’ Saat Daftar Ulang di SMPN 5

Tabanan (Bali Post) Penerapan zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) khususnya jenjang SMP belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya secara maksimal bagi sekolah negeri yang berlokasi di pedesaan. Pasalnya, animo masyarakat memilih pendidikan di kota masih cukup tinggi, bahkan tiga sekolah yang tiap tahun menjadi incaran calon siswa yakni SMPN 1, 2, dan 3 Tabanan sampai menambah rombel dan jumlah isian kelas ratarata 34-36 dari aturan awal sebanyak 32 kursi. Seperti SMPN 5 Tabanan yang berlokasi di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. Sempat memprediksi kuota yang dimiliki akan terpenuhi seluruhnya yakni 160 orang. Dilihat dari jumlah pendaftaran calon siswa jalur zonasi dan perpindahan orangtua belum lama ini. Namun, rupanya setelah tiga hari masa pendaftaran ulang dari tanggal 8 sampai 10 Juli, ada 20 calom siswa tidak melakukan daftar ulang. Di mana sebelumnya, yang melakukan pendaf-

taran lewat jalur zonasi dan perpindahan orangtua ke SMPN 5 Tabanan 148 orang. ‘’Hanya 128 orang yang daftar ulang,’’ ucap Kepala SMPN 5 Tabanan I Gede Ngurah Kumara Jaya, Kamis (11/7) kemarin. Lebih lanjut dikatakannya, dengan hanya menerima calon siswa 128, artinya SMPN 5 Tabanan hanya bisa membuat 4 kelas. Bahkan, karena pendaftaran telah ditutup tanggal 10 Juli, pihaknya juga tidak akan menerima siswa yang melakukan pendaftaran ulang susulan. ‘’Sudah penutupan tidak kami terima lagi. Kami tidak mau dianggap sekolah penampungan,’’ tegasnya. Sementara itu, terkait 20 siswa yang tidak datang melakukan pendaftaran ulang, Kumara Jaya belum mengetahui ke mana siswa tersebut mendaftar. Padahal, sudah jelas-jelas 20 siswa tersebut mendaftar di SMPN 5 Tabanan sesuai dengan zonasi. ‘’Belum tahu mereka kemana mendaftar, nanti kami cek,’’ terangnya. (kmb28)

tempat untuk studi banding penerapan desa digital, karena aplikasi yang dimilikinya terbilang unik dimana ada penyatuan program dari desa adat dan desa dinas. (kmb28)

Seperti disampaikan seorang petani, I Nyoman Darmadi, hama ini menyerang biji jagung yang baru ditanam. Bahkan, ia pun mengaku sudah dua kali melakukan proses tanam bibit. Sayangnya, baru sebulan ditanam, justru diserang hama. Bahkan, satu hektar lahan tanaman jagung miliknya sempat mati. ‘’Serangan hama ini baru pertama

kali terjadi di subak kami,’’ ucapnya, Kamis (11/7) kemarin. Bahkan, akibat serangan hama ini, ia mengaku mengalami kerugian 5 kilogram bibit. Satu kilogram bibit ia beli seharga Rp 75 ribu. ‘’Yang sekarang, tidak sampai mati total, hanya saja bibit jagung tumbuhnya tidak merata, tetapi kami tetap cemas juga khawatir

Pasar Murah Sasar Desa Pandak

Bali Post/dok

PASAR - Kegiatan pasar murah jelang Galungan yang digelar enam bulan lalu.

Harga Cabai Tembus Rp 85 Ribu Per Kilogram Tabanan (Bali Post) – Harga komoditas cabai rawit dan cabai merah mengalami lonjakan tinggi di pasar tradisional di Kabupaten Tabanan. Kekeringan pada musim kemarau ini kemungkinan menjadi penyebab lonjakan harga komoditas tersebut. Terjadi penurunan produksi cabai di tingkat petani lokal, begitu pun pasokan cabai dari petani luar Bali yang harganya juga ikut merangkak naik. Dari pantauan di pasar tradisional Tabanan, sejumlah pedagang mengakui harga cabai terus naik beberapa hari terakhir. Bahkan, saat ini sudah tembus di harga Rp 85 ribu per kilogram. ‘’Sudah ada empat hari, harganya naik terus. Cabai besar dan cabai kecil semua naik,’’ ucap Jero, salah seorang

pedagang bumbu di Pasar Tabanan, Kamis (11/7) kemarin. Lonjakan harga cabai, kata Jero, terjadi pada produksi cabai lokal, dan terjadi dalam hitungan hari dengan ratarata kenaikan di atas Rp 10 ribu per kilogram, hingga kini sudah sampai Rp 85 ribu per kilogram. ‘’Itu untuk cabai kecil lokal, kalau cabai besar juga naik tetapi tidak banyak, sekarang di harga Rp 55 ribu per kilogram, itu pun yang kualitasnya super,’’ ucapnya. Hal serupa dikatakan pedagang lainnya, Putu Suandewi. Dikatakannya, harga cabai lebih mahal dibandingkan dengan bahan pangan lainnya. Bahkan, Suandewi harus mengurangi pasokan barang dari biasanya, mengingat nilai beli di tingkat suplayer juga cukup mahal. ‘’Terpaksa saya kurangi

stok biar tidak rugi. Karena tidak bisa diprediksi, takutnya hari ini beli stok banyak dengan harga mahal, besok harganya malah turun,’’ terangnya. Meski mahal, mereka mengatakan penjualan cabai stabil seperti biasa. ‘’Tetap ada yang beli, karena memang tanpa cabai masakan kadang hambar, stok barang yang saya siapkan untuk dijual kembali ke pasaran rata-rata 8 kilogram per hari habis terjual,’’ ujarnya. Seorang pembeli, Yurika, mengaku sebagai penggemar masakan pedas, ia pun hanya bisa mengurangi jumlah pembelian. Jika biasanya ia membeli dalam jumlah banyak dan disimpan di lemari es, saat ini Yurika mengaku hanya membeli sesuai kebutuhan saja. ‘’Biasanya sekalian saya beli banyak, apalagi mau dekat hari

raya, tetapi sekarang seperlunya saja, siapa tahu harga mulai stabil kembali,’’ ucapnya. Terkait kenaikan harga pada komoditas cabai, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Wayan Suandra mengatakan, kemungkinan faktor cuaca yang kurang baik sehingga menyebabkan produksi di beberapa sentra cabai tidak maksimal. ‘’Jadi ada kaitannya, produksi menurun, harga akan berpengaruh, itu sudah hukum ekonomi,’’ terangnya. (kmb28) BUMBU - Para pedagang bumbu di pasar tradisional sempat mengeluhkan harga cabai yang tiap hari mengalami kenaikan.

Bali Post/bit


BULELENG

8

Jumat Pon, 12 Juli 2019

Pascapenemuan Kerangka Manusia

Penyidik Terima Laporan Kehilangan Anggota Keluarga Singaraja (Bali Post) – Pascapenemuan kerangka manusia di Desa Tegal Lenga, Kecamatan Seririt, unit Reskrim Polsek Seririt mengintensifkan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang-barang bukti lainnya. Dari langkah-langkah sistematis yang dilakukan, polisi mendapatkan informasi ada warga yang pernah melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Laporan itu diterima jajaran Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang sekitar 11 bulan yang lalu. Saat itu, polisi pernah menerima laporan orang hilang ACN (14) dari Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerogak. Dalam laporannya kepada polisi itu, seorang anak perempuan telah meninggalkan rumahnya sejak 14 September 2018 lalu. Namun, sampai sekarang, perempuan berparas cantik itu tidak jelas keberadaannya. Kapolsek Kawasan Laut Celukan Bawang AKP Gusti Putu Arnata didampingi Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (11/7) kemarin, membenarkan pernah menerima laporan orang meninggalkan rumah tanpa seizin orangtuanya. Arnata mengatakan, dari laporan itu ACN meninggalkan rumahnya Sabtu 15 September 2018 sekitar pukul 19.00 Wita. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi Minggu 16 September 2018 sekitar pukul 09.00 Wita. Polisi kemudian menyebarkan informasi orang hilang dengan ciri-ciri jenis kelamin perempuan, tinggi badan 150 sentimeter, kulit kuning langsat, rambut hitam lurus, mata sipit bulat lonjong. Selain itu, ada tanda lahir berbentuk bulat tipis hitam pada lengan kanannya. Setelah menyebarkan informasi itu, polisi tidak mendapatkan informasi yang menunjukkan keberadaan anak bersangkutan. “Kami menerima pengaduan orang meninggalkan rumah. Informasinya anak ini tinggal bersama neneknya. Ibunya sudah mencari namun tidak ada di rumah neneknya. Pakaian pun tidak ditemukan. Sejak itulah kejadiannya dilaporkan,” katanya. Menyusul informasi penemuan kerangka manusia di Desa Tegal Lenga, Arnata kemudian memerintahkan anggotanya berkoordinasi de-

ngan penyidik Reskrim Polsek Seririt. Bila dikaitkan dengan penemuan kerangka manusia di Tegal Lenga itu, dengan informasi orang hilang yang diterima, waktunya berselang sekitar 11 bulan. Pada jeda waktu itu belum cukup kalau jasad itu berubah menjadi kerangka manusia. Namun demikian, laporan orang hilang itu bisa saja dicocokkan dengan identitas kerangka manusia yang sekarang diuji di Laboratorium Forensik Mabes Polri. “Nanti bisa saja hasil uji sampel kerangka manusia itu dicocokkan dengan data orang hilang yang kami terima itu, sehingga kami koordinaskan ke Mapolsek Seririt, untuk bisa mengungkap identitas kerangka manusia yang ditemukan warga di areal perkebunan itu,” jelasnya. Di tempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Seririt Iptu Putu Edy Sukaryawan mengatakan, beberapa saksi yang diduga mengetahui penemuan kerangka manusia itu telah dimintai keterangan. Hanya, keterangan saksi itu belum ada yang memberikan petunjuk berarti. Selain itu, pihaknya terus menggali informasi dari desadesa tetangga terkait laporan anggota keluarga yang hilang itu. Seperti yang dikoordinasikan oleh jajaran Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang. Nantinya, setelah hasil uji sampel kerangka manusia itu sudah keluar, maka akan dicocokkan dengan identitas laporan orang hilang yang diterima. “Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan menggali informasi terkait kehilangan anggota keluarga. Kami masih tunggu hasil uji sampel dari Labfor Mabes Polri, kalau sudah turun akan kita cocokan,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kerangka manusia itu ditemukan di kebun milik warga Senin (8/7) lalu. Kerangka manusia itu ditemukan saksi Made Artika warga setempat. Tidak jauh dari lokasi penemuan itu, saksi mendapatkan karung plastik yang sudah robek. Di karung itu terdapat noda berisi bercak darah yang sudah mengering. Selain itu, di dalam karung itu ditemukan sehelai rambut hitam dengan panjang sekitar 30 centimeter. Sekarang, sampel kerangka manusia dan helai rambut itu sedang diuji. Pengujian Labor itu dilakukan untuk mengungkap identitas kerangka manusia tersebut. (kmb38)

CABAI – Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan harga cabai di pasar tradisional mulai merangkak naik.

Bali Post/kmb38

Jelang Galungan

Produksi Cabai Minim Harga Merangkak Naik Singaraja (Bali Post) -

Galungan dan Kuningan tahun ini tinggal beberapa hari lagi, namun harga bahan bumbu masakan di Buleleng mulai melonjak. Salah satunya jenis cabai sejak dua mingga terakhir mulai merangkak naik. Saat ini di pasar tradisional di Bali Utara harga cabai malah sudah menembus Rp 60.000 per kilogram. Berdasarkan pantauan harga di pasar tradisional, cabai merah kriting harganya Rp 45.000 tiap kilogram, cabai merah besar Rp 50.000 per kilogram, dan cabai rawit merah menembus Rp 60.000 tiap kilogramnya. Sebelumnya, harga tiga jenis cabai itu paling tinggi Rp 20.000 per kilogram. Kenaikan harga ini dikhawatirkan banyak pihak, akan terus terjadi sampai hari Galungan dan Kuningan mendatang. Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng Ketut Suparto, Kamis (11/7) kemarin, mengatakan terjadinya lonjakan harga cabai sejak dua pekan terakhir itu, disebabkan

produksi di tingkat petani terbatas. Selain itu, tambahan stok yang biasanya banyak didatangkan dari Jawa belakangan semakin berkurang saja. Tidak pelak, situasi ini membuat lonjakan harga sulit dicegah. “Hasil pantauan kami, harga cabai sudah mengalami lonjakan. Fakta ini tidak bisa dihindari akibat stok cabai terbatas. Pasokan dari luar Bali yang biasanya menambah stok juga berkurang, sehingga terjadi hukum ekonomi harga melejit naik,” katanya. Untuk mengendalikan harga cabai itu, kata Suparto, tidak bisa ditangani dengan operasi pasar (OP). Alasannya, OP hanya bisa dilakukan

untuk menstabilkan lonjakan harga kebutuhan pokok. Seperti beras, gula pasir, minyak, telur, dan bahan pokok lainnya. Untuk itu, satu-satunya solusi dalam upaya menstabilkan stok cabai adalah melalui produksi petani di daerah. Bisa juga dengan cara mendatangkan tambahan stok dari kabupaten lain termasuk dari luar Bali. “Dengan strategi itu, harga cabai akan terkendali manakala stok yang ada sudah mencukupi kebutuhan. Satu-satunya cara stok produksi cabai harus ditambah di dalam daerah, maupun dengan mendatangkan dari kabupaten dan daerah lain,” jelas Mantan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan

Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng ini. Di tempat terpisah, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Made Sumiarta mengatakan, produksi cabai dari beberapa desa yang menjadi sentra budi daya cabai di Buleleng saat ini masih terbatas. Hanya sebagian kecil tanaman itu bisa dipanen karena itu produktivitasnya minim. Situasi ini tidak bisa dihindari karena kebanyakan petani menanam cabai mundur. Jadi, masa panennya diperkirakan September 2019 mendatang. “Sebagian besar belum ada yang panen. Ini karena memang masa penanaman dari petani sengaja waktunya dimundurkan. Bahkan ada yang baru menanam, sehingga masa panen raya kami perkirakan September depan,” katanya. Mantan Kepala Bagian

(Kabag) Umum Setda Buleleng ini mengatakan, awalnya diperkirakan stok cabai di Buleleng bisa ditambah dengan mengandalkan pasokan dari luar Bali. Akan tetapi, kondisinya ternyata sama. Petani dari sentra penghasil cabai di Jawa produksinya juga terbatas, karena belum memasuki masa panen raya. Karena produksi menurun itu, tidak pelak tidak cukup untuk memenuhi permintaan di daerah bersangkutan. “Situasi di luar Buleleng juga sama. Produksi cabai relatif minim, apalagi tidak ada pasokan dari luar kabupaten. Akibatnya, produksi kita tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar yang mulai meningkat. Bahkan, akan terus bertambah, lebihlebih mendekati Galungan dan Kuningan,” tegasnya. (kmb38)

Segera, Pasar Banyuasri Direvitalisasi Batas Akhir Relokasi 15 Agustus

Proyek revitalisasi Pasar Banyuasri akan segera dilakukan. Karena itu, pihak Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng menetapkan batas akhir pemindahan (relokasi) pedagang Pasar Banyuasri ke lokasi pasar darurat. Pasar darurat itu memanfaatkan areal Terminal Banyuasri. Dari kesepakatan rapat dan koordinasi dengan rekanan proyek revitalisasi rumah toko (ruko), kios, dan los pasar itu harus sudah dikosongkan sampai 15 Agustus 2019. Lalu, bagaimanakah langkahlangkah yang harus dilakukan warga menyambut proyek revitalisasi dari pemerintah itu? DIREKTUR Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana yang dihubungi, Kamis (11/7) kemarin, mengatakan seluruh pedagang sudah mendapatkan tempat berjualan di lokasi pasar darurat. Ini setelah pihaknya mengundi tempat berjualan pedagang yang menempati ruko, kios, dan los. Setiap pedagang sudah mendapatkan tempat berjualan di pasar darurat. Khusus untuk peda-

gang yang menempati los, perusahaaan telah membagikan los dengan kategori untuk pedagang buah, ceraki, dan palen-palen ukuran losnya 1,5 meter kali 2 meter. Sedangkan, untuk pedagang tempe, tahu, dan sayuran ukuran losnya lebih sempat yaitu 1,5 meter kali 1,5 meter. “Semua pedagang utamanya yang menempati los sudah tertampung di los pasar darurat. Pedagang yang sebelum-

nya memiliki hak sewa lebih dari satu los, sekarang diberikan satu tempat saja, kalau ini tidak dilakukan total los yang diperlukan mencapai 700 lokasi sedangkan ketersedian los di pasar darurat hanya 300 los,” katanya. Pihaknya meminta perhatian warga agar mengindahkan pengosongan kios, ruko per 15 Agustus 2019. Bila sampai batas akhir pengosongan itu masih ada pedagang yang belum pindah ke pasar darurat, maka pihak PD Pasar tidak bertangung jawab. ‘’Dan sudah pati tempat berjualan di pasar yang lama akan tetap dibongkar,’’ ujar Made Agus Yudi Arsana. Setelah pengundian lokasi ruko, kios, dan los dilakukan, kata Agus, pedagang sudah bisa mengosongkan tempat berjualan di pasar yang lama. Kesempatan memindahkan segala perlengkapan milik

pedagang sampai tanggal 15 Agustus 2019. Sampai batas akhir itu, kawasan Pasar Banyuasri harus sudah kosong. Bersamaan batas akhir pemindahan itu, pihak rekanan yang mengerjakan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri mulai membongkar bangunan pasar. Tahapan ini sebagai persiapan lahan sebelum pengerjaan konstruksi gedung pasar yang baru. “Kami sudah sosialisasikan melalui Unit Pasar Banyuasri agar pedagang mulai mengosongkan lokasi berdagang di pasar lama, sehingga sampai akhir pemindahan bangunan pasar lama sudah kosong dan pemborong mulai membongar bangunan pasar,” jelasnya. Mantan anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Buleleng ini menambahkan, karena bulan ini bertepatan hari raya Galungan dan Kuningan, pihak Direksi memberikan

Bali post/kmb38

PASAR DARURAT – Seluruh pedagang Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng sudah mendapatkan lokasi berjualan di pasar darurat. Pemerintah memastikan mulai 15 Agustus 2019 mendatang, pasar sudah dikosongkan dan bangunan pasar mulai dibongkar. toleransi dengan memberikan izin pedagang tetap bisa berjualan di lokasi yang lama. Ini untuk membantu pedagang saat menjelang hari raya transaksi di pasar dipastikan melonjak, sehingga mereka tetap bisa berjualan dengan nyaman. Meski demikian, pihaknya meminta pedagang memerhatikan batas akhir pindah ke pasar darurat yakni sam-

pai 15 Agustus 2019 pasar sudah dikosongkan. Kalau sampai batas waktu itu masih ada pedagang yang berjualan di los pasar lama, direksi tidak lagi memberikan toleransi. Bangunan pasar mulai dibongkar sesuai perencanaan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri itu. Di pasar itu nantinya dibangun pasar semimodern pertama di Bali Utara. “Karena bersamaan

Galungan dan Kuningan, kalau ada pedagang berjualan di los di dalam (pasar lama -red), kami silakan namun sampai batas akhir pemindahan pasar itu harus sudah kosong. Kalau sampai tanggal itu ada pedagang yang tetap berjualan di dalam, kami tidak bertanggung jawab. Apa pun yang terjadi, pastinya saat itu pasar sudah mulai dibongkar,” tegasnya. (mud)


GIANYAR

Jumat Pon, 12 Juli 2019

9

Warga Miskin di Desa Mas

Rumah Bocor, Atap Dapur Ambruk terdapat empat bangunan utama. Yakni, bangunan sanggah gede yang merupakan pura keluarga besar, bangunan dapur yang atapnya roboh total. Ada bangunan di selatan dengan tiga kamar, namun kamar di bagian selatan, atapnya sudah bocor. Sehingga, hanya dua kamar yang masih bisa ditiduri. Terakhir, ada bangunan di utara dengan dua kamar. “Bangunan ini (bagian utara red) hasil bedah rumah tahun 2002,” terangnya. Lantaran bangunan dapur atapnya sudah ambruk, keluarganya memanfaatkan dua bangunan kamar untuk memasak. “Sekarang kalau masak, gabung jadi satu di depan kamar,” jelasnya. Menurut Agus Sentana, keseharianya sebagai buruh bangunan. Namun, ia mengaku hasilnya tidak seberapa.

Seluruh uangnya habis untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. “Uangnya habis untuk makan sehari-hari. Kalau servis rumah sendiri, saya tidak bisa,” ujarnya. Kini, Agus Sentana juga dibebenai dengan dua anaknya yang sedang bersekolah. Anak pertama kelas III di salah satu SMP negeri, lalu anak kedua baru saja terdaftar di salah satu SMP negeri. “Uang juga pakai memenuhi kebutuhan anak sekolah, seperti beli buku dan lainnya,” jelasnya. Agus Sentana mengaku, pemerintah sudah banyak memberinya bantuan. Mulai bantuan bedah rumah untuk rumah bagian utara. Setiap bulan juga sudah diberikan bantuan beras miskin dan telur. Namun, ia mengaku beras miskin dan telur yang diberikan pemerintah kurang. “Pasti kurang, kami masak

sehari itu satu kilo,” ungkapnya. Selain Agus Sentana, istri dan lima anaknya, di rumah itu juga tinggal nenek dan adiknya. Kini, putranya I Wayan Agus Adiputra yang duduk di bangku SMP juga ikut membantu orangtuanya bekerja menjadi pangayah tukang. “Anak mau membantu ikut bekerja di proyek. Kalau pas sekolah, ia kerja setengah hari saja,” katanya. Saat libur, Agus Adi Putra memang bisa membantu ayahnya seharian sehingga upah bekerja bisa dihitung penuh. Namun, saat ini sudah menjelang pelajaran sekolah dimulai lagi, sehingga hanya bisa bekerja setengah hari. “Tentunya kegiatan bekerja ini mengganggu anak saya belajar. Tapi, mau bagaimana lagi,” ujarnya. (nik)

Gianyar (Bali Post) Anggota DPRD Gianyar I Gusti Ngurah Anom Mesta menyoroti tingginya potensi pajak yang belum digali oleh Pemkab Gianyar. Bahkan, berdasarkan hasil perbandingan data Dinas Pariwisata dengan data wajib pajak daerah, diketahui terdapat ribuan potensi objek pajak yang belum ditetapkan.

ini sudah ada 800 wajib pajak yang bisa digarap. “Tahun ini yang 800 kita keluarkan NPWPD-nya. Begitu dia menjadi wajib pajak, dia harus melaporkan omzet penjualannya berapa. Sudah kita keluarkan NPWPD-nya, sudah berjalan,” jelasnya. Sudamia mengakui, masih ada potensi yang bisa digarap. Namun, itu berupa kafe hingga rumah makan yang kecil. “Kalau hitung yang kecil-kecil itu, bisa lebih dari 1.500. Tapi, kita akan garap yang 800 ini dulu untuk meningkatkan PAD,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/nik

MEMPRIHATINKAN - Gede Agus Sentana Putra menunjukkan kondisi rumahnya yang sangat memprihatinkan.

”Stage” Sidan Terbengkalai Gianyar (Bali Post) Kondisi Stage Sidan kian tahun semakin terbengkalai, bahkan sejumlah kerusakan nampak makin parah. Padahal, tempat ini kerap dikunjungi warga sekitar meski hanya untuk beristirahat. Sementara itu, pemerintah belum ada tandatanda akan memperbaiki stage yang sempat booming pada era 2000-an ini. Ni Wayan Dura, petugas di lokasi tersebut mengatakan, Stage Sidan memang sempat booming sebagai tempat pertunjukan hingga pada awal 2000-an. Namun, tingkat kunjungan selanjutnya terus menurun. Semenjak sepi kunjungan, kondisi objek ini pun terbengkalai. “Saya pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar sejak 1988. Saya dapat tugas menjaga objek wisata ini sejak mulai dibangun sampai sekarang. Kalau atapnya yang bocor dan kerangka wantilannya yang nyaris roboh ini sudah sempat diperbaiki,” paparnya. Menurut Dura, kerusakan pada Stage Sidan sudah sempat diperbaiki sekitar 2013 lalu. Namun, saat ini kembali rusak. Untuk perbaikan kembali, ia mengaku masih menunggu kebijakan Pemkab Gianyar.

“Dulu, sempat diperbaiki pada tahun 2013, sekarang kembali lagi rusak dan bocor. Setelah diketahui mengalami rusak lagi, sudah sempat dicek dari pihak kantor. Namun, sampai saat ini tidak ada perbaikan,” ujarnya. Lantaran tak kunjung diperbaiki, salah satu rangka wantilan yang patah diperbaiki dengan disangga potongan bambu. Begitu juga bagian atap berbahan alang-alang yang rusak, beberapa diisi dengan terpal untuk mengantisipasi kebocoran. “Supaya tidak menyebabkan banjir saat hujan turun,” katanya. Pj. Perbekel Sidan I Made Suparna mengatakan, lokasi itu memang dikelola oleh Dinas Pariwisata Gianyar, tapi tanahnya dulu milik desa adat. Ia mengaku sempat berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata hingga Bupati Gianyar. Alhasil, perbaikan dijanjikan tahun anggaran 2020. “Saya juga sempat ke Bupati langsung. Dikatakan, mudah-mudahan tahun 2020 bisa dianggarkan kembali. Wantilan itu banyak dikunjungi warga untuk istirahat, dan digunakan rapat maupun pentas budaya,” ujarnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

STAGE - Kondisi Stage Sidan yang memprihatinkan. Atap bocor hingga tiang yang disangga bambu.

Kepala OPD Diminta Disiplinkan Penggunaan Pakaian Adat Gianyar (Bali Post) Peraturan Gubernur Bali nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali sudah ditindaklanjuti oleh Pemkab Gianyar sejak Januari lalu melalui Surat Edaran nomor 060/2408/ortal/2019. Namun, realisasinya masih banyak pegawai di lingkungan Pemkab Gianyar yang mengenakan pakaian adat tidak sesuai dengan aturan tersebut. Pengguaan pakaian adat Bali yang tidak sesuai ini paling mencolok dilakukan oleh pegawai pria, seperti pada pemakaian baju kaus putih hingga sandal jepit. Padahal dalam surat edaran yang ditandatangani Sekda Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, M.M. itu, tegas menyatakan baju atau kuaca harus kemeja lengan pendek atau panjang. Sementara alas kaki dilarang menggunakan sandal jepit. Sekda Gianyar Wisnu Wijaya mengatakan, dalam menindaklanjuti penggunaan pakai adat Bali sesuai pergub, pihaknya sudah membuat surat edaran ke seluruh instansi pemerintah di Kabupaten Gianyar. “Kami tidak buat perbup lagi, tapi surat edaran,” katanya. Wisnu Wijaya mengingatkan, surat edaran yang sudah ditempel sejak beberapa bulan lalu

wajib untuk dipatuhi. Disinggung terkait masih adanya ketidaksesuaian pelaksanaan oleh pegawai dengan surat edaran tersebut, Wisnu Wijaya memerintahkan seluruh kepala OPD untuk mendisiplinkan hal tersebut. “Kami pulangkan kembali kepada kepala OPD, agar mendisiplikan kembali,” tegasnya. Wisnu Wijaya menegaskan, setiap Kepala OPD berkewajiban untuk mensosialiasikan surat edaran tersebut kepada seluruh pegawai. “Takutnya kan malah surat itu hanya diterima, tanpa pernah disosialisasikan. Apa saja pakaian yang boleh, kepala OPD wajib mensosialisasikan kepada jajarannya sesuai pergub,” katanya. (kmb35)

HIDUP di daerah pariwisata tidak lantas membuat perekonomian Gede Agus Sentana Putra melonjak. Bahkan, pria berusia 39 tahun asal Desa Mas, Kecamatan Ubud ini hanya bisa memenuhi kebutahan makan keluarga seadanya setiap hari. Selain itu, kondisi rumahnya juga memprihatinkan. Atap rumahnya bocor, bahkan untuk bangunan dapur atapnya sudah ambruk. Ditemui Kamis (11/7) kemarin, Agus Sentana mengaku tidak bisa berbuat apaapa dengan lemahnya perekonomian keluarganya saat ini. Ia menunjukkan bangunan dapurnya yang tanpa atap. Atap dapur di rumahnya itu sudah dua tahun lalu ambruk. “Rumah saya banyak bocor. Itu dapur saya sudah roboh atapnya,” ujarnya. Pada areal rumahnya itu

Dewan Soroti Ribuan Wajib Pajak Belum Tergarap

“Berdasarkan perbandingan data itu, terdapat 1.522 wajib pajak daerah yang belum memiliki NPWPD,” ujar politisi yang akrab disapa Anom Mesta ini. Menurut Anom Mesta, hasil perbandingan data itu berarti, ada ribuan wajib pajak yang belum dipungut atau tertunda. Ia mengharapkan

penjelasan eksekutif terkait hal tersebut. ”Ini juga berarti BPKAD belum menggali potensi pajak atau kurang koordinasi dengan OPD lainya seperti Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,” katanya. Politisi Partai Golkar Gianyar ini juga menyoroti

terkait adanya dua wajib pajak yang kekurangan membayar atas pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan Rp 940 juta lebih, ditambah sanksi administrasi denda dan bunga Rp 399 juta lebih. “Atas kurang bayar pajak dan denda administrasi tersebut mohon penjelasan Bupati,” katanya. Melihat kondisi ini, Anom

Mesta berharap ke depan instansi terkait mengadakan pendataan ulang terhadap perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang pariwisata namun belum memiliki NPWPD dan perizinan. “Ke depan juga harus menyempurnakan sistem pungutan yang berbasis IT, membuat regulasi tambahan serta menegakkan aturan yang ada,” katannya. Dikonfirmasi terpisah, Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) I Wayan Sudamia menerangkan, hasil sosialisasi pada tahun 2018, untuk tahun

PEMKAB Gianyar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Kabupaten Asahan guna mempelajari tentang koordinasi publikasi ke media dan tentang persandian dalam penyampaian informasi secara online dan off line. Selain itu, para wakil rakyat Asahan itu juga mempelajari masalah penggunaan alokasi dana desa. Rombongan diterima oleh Plt. Kepala Dinas PMD Dewa Ngakan Ngurah Adi dan Sekdis Kominfo I Gede Daging, S.STP., M.Si. di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Kamis (11/7) kemarin. Rombongan DPRD Kabupaten Asahan yang dipimpin oleh Ketua Komisi A H. Baharuddin Harahap, S.H., M.H. mengungkapkan lebih jauh tujuan kunjungan mereka ke Kabupaten Gianyar adalah ingin berbagi informasi dengan Dinas Kominfo Gianyar tentang publikasi untuk media massa yang nantinya mungkin dapat diterapkan oleh DPRD Kabupaten Asahan dalam hal publikasi. Sedangkan untuk

Dinas PMD, pihaknya ingin berbagi informasi mengenai alokasi dana desa di mana di Kabupaten Gianyar yang telah dilakukan secara transparan yang nantinya dapat diadopsi di Kabupaten Asahan. “Kami ingin belajar atau lebih pada bertukar pikiran masalah publikasi maupun penggunaan dana desa, yang nantinya dapat kami adopsi untuk di Kabupaten Asahan,” jelasnya. Sekdis Kominfo Gianyar I Gede Daging seusai memaparkan tentang selayang pandang Kabupaten Gianyar menjelaskan lebih jauh tentang tupoksi di Dinas Kominfo Gianyar. Menurut Gede Daging, berbagai tugas dan fungsinya di Diskominfo semuanya sudah berbasis IT yang dikelola melalui bidang e-Government. Sedangkan untuk persandian kini sudah lebih luas, tidak lagi masalah surat-menyurat tapi lebih bagaimana menjamin keamanan rahasia negara melalui kode-kode sandi. Sementara untuk masalah kehumasan menurut Gede Daging, di bawah bidang Pelayanan Komunikasi dan Informatika lebih pada bagaimana mempublikasikan berita-berita

pembangunan di media massa. “Untuk masalah publikasi, saat ini kita juga memiliki perjanjian kerja sama dengan media yang ada yang dikenal dengan istilah advertorial untuk memuat berita-berita penting seputar pemerintahan maupun program pembangunan di Kabupaten Gianyar,” jelasnya. Gede Daging menambahkan, Kominfo juga mengelola koran yang khusus untuk mempublikasikan tentang pembangunan hingga ke tingkat desa dengan nama Paswara. Di samping itu juga ada Radio Gelora yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Gianyar yang secara rutin menyiarkan program mereka di masingmasing OPD dan juga website yang juga dikelola oleh Dinas Kominfo. Sementara untuk pengelolaan dana desa, Plt. Kepala Dinas PMD Dewa Ngakan Ngurah Adi menjelaskan, untuk penyususnan APBDes seKabupaten Gianyar ada tujuh sumber dana. Yaitu, melalui dana desa (APBN), alokasi dana desa (ADD/APBN), Bagi Hasil Pajak/BHP (kebijakan kepala daera minimal 10 persen

MENERIMA - Pemkab Gianyar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Kabupaten Asahan, Kamis (11/7) kemarin. dari pajak daerah), Bagi Hasil KPPN Denpasar. Sedangkan Retribusi/BHR (Kebijakan ke- untuk transparansi dana desa pala daerah minimal 10 persen dalam perencanaan, pendandari retribusi daerah), BKK aan dan pelaksanaan kegiatan provinsi, BKK Kabupaten dan senantiasa melibatkan partisiPAD. pasi masyarakat. “Wujud transN g a k a n N g u r a h A d i parasi tersebut berupa baliho menjelaskan, Kabupaten yang isinya sumber dana serta Gianyar telah mendapatkan pemanfaatannya yang dipasang predikat terbaik pengelolaan di tempat-tempat strategis di dana desa di Provinsi Bali dari desa,” jelasnya. (ad461)

DPRD Asahan Belajar tentang Publikasi dan Pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Gianyar


JEMBRANA

10

Jumat Pon, 12 Juli 2019

MENYUSUT – Kondisi Bendungan Benel di Desa Manistutu, sejak sebulan ini volume air turun drastis.

Permukaan Air Bendungan Benel Menyusut Drastis

Negara (Bali Post) -

Sejak beberapa pekan belakangan ini kondisi permukaan air di Bendungan Benel, Desa Manistutu, Melaya mengalami penurunan. Dari informasi warga sekitar, volume air yang dibendung di lahan seluas 1.047 hektar itu menyusut drastis. Air yang digunakan untuk keperluan irigasi subak di Kecamatan Melaya dan Kecamatan Negara itu tidak sebanding dengan pasokan air dari sumber mata air yang berasal dari perbukitan sekitar Benel tersebut. Dari pengamatan di bendungan di kaki bukit itu, permukaan air nampak menyusut hingga terlihat

membentuk garis di bebatuan pinggiran bendungan. Sejatinya sekitar dua bulan lalu, debit air di bendungan

yang diresmikan tahun 2007 tersebut masih tinggi. Bahkan air hingga meluap di mulut reservoar timur bend-

ungan. Tetapi sejak sebulan terakhir air terus menyusut. Namun meskipun debit air turun, genangan air masih ada. “Memang ada penurunan volume air, karena kebutuhan air sangat tinggi,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman Jembrana I Wayan Darwin

kepada wartawan, Kamis (11/7) kemarin. Bendungan Benel ini memiliki kapasitas 2.500.000 kubik air dan selama ini untuk kebutuhan masyarakat khususnya pengairan di 10 subak. Saat air bendungan banyak, aliran air dibagi secara bergilir masing-masing tiga subak. Hal ini menurutnya agar air tidak terkuras dan bend-

ungan kering. Sehingga meskipun kemarau, air di bendungan tetap tersedia untuk stok. Karena itu untuk keperluan subak, dilakukan penggiliran aliran air. Ketersediaan air di Bendungan Benel memang harus dilakukan karena memang tidak boleh habis. Apabila volume air sangat rendah, akan masuk dalam

kategori kritis. Pasokan air di Bendungan Benel dari hulu, juga terbagi untuk pipa-pipa swadaya oleh masyarakat. Karena itu, volume air yang masuk ke bendungan juga sedikit. Penambahan drastis volume air bendungan lebih condong dipicu air dari hujan saat musim hujan. (kmb26)

Sejumlah SMA/SMK Swasta Minim Peserta Didik Baru

Negara (Bali Post) Kekhawatiran minimnya peserta didik di SMA/SMK Swasta di Jembrana akibat optimalisasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK terbukti. Dari pengamatan di sejumlah SMA/SMK swasta di Jembrana ada yang mendapatkan sedikit siswa dan tidak memenuhi rombongan belajar (rombel) satu kelas. Bahkan ada sekolah swasta yang hanya mendapatkan kurang dari lima orang siswa. Kondisi ini akan membuat peningkatan kualitas pendidikan di sekolah swasta menjadi semakin sulit. “Kemarin kami rapat den-

Bali Post/

BERI BANTUAN - Kadis Sosial Jembrana Made Dwipayana ketika mengunjungi Rohmatuloh (38) yang tinggal di Banjar Anyar, Desa Baluk, Kecamatan Negara, korban kebakaran dan memberikan sejumlah bantuan.

Dinas Sosial Bantu Korban Kebakaran

Negara, (Bali Post) Musibah kebakaran yang menimpa keluarga Rohmatuloh (38) yang tinggal di Banjar Anyar, Desa Baluk, Kecamatan Negara membuat prihatin sejumlah pihak. Setelah dibantu relawan kemanusiaan Rabu (10/7), pada Kamis (11/7) kemarin Dinas

Sosial Pemkab Jembrana mengunjungi korban. Dinas sosial memberikan sejumlah bantuan. Rumah semipermanen Rohmatuloh, seorang buruh pabrik ini ludes terbakar dan rata dengan tanah, Selasa (9/7) sore lalu. Seluruh harta benda ludes terbakar dan hanya menyisakan pak-

aian yang melekat di badan. Kerugian dari musibah itu mencapai puluhan juta rupiah. Rohmatuloh bersama istri dan kedua anaknya untuk sementara mengungsi di rumah tetangganya. Kadis Sosial Jembrana Made Dwipayana mengatakan, bantuan yang diberi-

kan berupa paket peralatan dapur keluarga, foodware, paket sandang, paket lauk pauk, tenda gulung, seragam sekolah, dan kasur. Dwipayana berharap bantuan yang diberikan bermanfaat dan keluarga korban lebih sabar dalam menghadapi musibah. (kmb)

Baru Selesai, Tembok TPU di Rening Retak-retak Dibangun dengan Dana APBDes 2019

Negara (Bali Post) – Pembangunan pagar tembok di selatan objek wisata Pantai Baluk Rening, kualitasnya dipertanyakan. Pasalnya, meskipun baru selesai dibangun namun beberapa titik tembok yang mengelilingi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Raudhatus Salam Cupel itu sudah retak-retak. Bahkan di sisi selatan temboknya sudah mulai mengelupas. Tembok setinggi 1,5 meter itu dibangun mengelilingi areal TPU di sisi barat dan selatan. Pembangunan tembok ini dilakukan swadaya menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) APBDes 2019 Cupel senilai Rp 133.458.300. Dari pengamatan Kamis (11/7) kemarin, nampak papan informasi proyek yang dikerjakan secara swakelola itu masih menyender di sebelah pintu masuk TPU. Tembok dibangun hanya di bagian sisi utara, barat dan selatan TPU. Sedangkan sisanya sudah sejak lama terdapat batas tembok. Tembok yang dilepo halus itu terlihat retak-retak di sisi barat dan selatan. Dari jalur

pejalan kaki (pedestrian) di tepi Pantai Baluk, sejumlah retakan itu terlihat. Di satu deretan itu bahkan lebih dari lima retakan vertikal dari atas hingga ke bawah bahkan pondasi. Belum lagi di sisi selatan yang jarang dilintasi orang, di salah satu bagian temboknya bahkan sudah mengelupas. Warga yang ditemui di Dusun Rening, Cupel itu mengaku juga mengetahui adanya retakan tersebut. Hal ini menjadi tanda tanya warga karena pekerjaan itu baru selesai dikerjakan di tahun ini. Melihat kondisi tersebut dikhawatirkan tembok akan cepat rusak. Apalagi lokasi bangunan tembok itu masih berdekatan dengan Pantai Baluk Rening. “Itu baru selesai dikerjakan sudah retak-retak, kok bisa bahkan sampai ke pondasi retakannya,” tanya salah seorang warga. Pelaksanaan kegiatan, Supri, dikonfirmasi terpisah kemarin membenarkan adanya beberapa titik yang mengalami retak ataupun mengelupas. Hal itu menurutnya diakibatkan lokasinya di pinggir pantai dan

Bali Post/olo

Retak – Kondisi tembok pagar yang mengelilingi TPU di Rening, Cupel nampak sudah mulai retak. Padahal proyek yang dikerjakan bersumber dari ADD ini baru selesai. kemungkinan terkena gelombang air laut. “Bisa jadi tersiram air laut cepat retak. Dan kebetulan itu (yang retak) di dekat laut,” terangnya. Ia meyakini dampak dari laut karena beberapa bangunan pagar di pinggir Pantai Cupel juga mengalami hal serupa. Tetapi meskipun demikian ke depannya akan ditindaklanjuti dengan diservis. “Nanti kita akan

servis. Kalau pembesian dan tulangan sudah sesuai gambar. Dengan kedalaman pondasi 60 sentimeter,” ujarnya Sementara itu dari informasi di Desa setempat, pengerjaan ini memang merupakan kegiatan pembangunan desa di tahun 2019 ini. Berupa tembok penyengker dengan pelaksana dari tim pelaksana pengadaan barang/jasa. (kmb26)

gan Ikatan Sekolah Swasta di Jembrana, dan ada sekolah yang hanya mendapat tiga siswa,” ujar Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Jembrana I Ketut Udara Narayana, Kamis (11/7) kemarin. Ia menilai PPDB tahun ini merupakan yang terburuk dan yang terdampak adalah sekolah swasta. Munculnya optimalisasi PPDB telah mengurangi jatah siswa yang berpotensi masuk ke swasta dari 702 menjadi 502. Hampir sebagian besar sekolah swasta tidak bisa memenuhi satu rombel. Meskipun ada beberapa sekolah yang mendapat

30 siswa, tetapi tetap saja tidak memenuhi standar Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sementara sekolah yang hanya mendapatkan murid di bawah lima orang tentu saja kritis sehingga akan sulit berkembang ataupun meningkatkan kualitas pendidikan. Apalagi kondisi itu juga akan berdampak pada bantuan dari pemerintah. Dengan minim siswa, bantuan pemerintah juga minim. Seperti yang diwacanakan sebelumnya adanya kebijakan dari provinsi untuk bantuan operasional daerah (BOSDA) pendidikan. (kmb26)


KARANGASEM

Jumat Pon, 12 Juli 2019

11

Bangunan di Taman Ujung Retak-retak

Pengunjung Mengeluh karena Dianggap Membahayakan Amlapura (Bali Post) -

Sejumkah bangunan cagar budaya di objek wisata Taman Soekasada Ujung mengalami kerusakan cukup berat. Dianggap membahayakan, kontan kondisi seperti itu kemudian mengundang keluhan para pengunjung. Selain dari segi artistik adanya keretakan itu membuat pemandangan tidak elok, juga sudah pasti keretakan itu berpotensi memicu sesuatu yang tidak berkenan dari pengunjung. Salah seorang pengunjung asal Blitar, Wiwik, yang ditemui Kamis (11/7) kemarin, mengatakan bangunan yang biasa dipergunakan berfoto-foto oleh pengunjung itu banyak yang sudah rusak. Bahkan, hampir di semua penyangga bangunan mengalami retakretak. Kondisi seperti itu sangat disayangkan. Alasannya, hal itu dinilai membahayakan keselamatan pengunjung. “Retak-retaknya bahkan sudah sangat parah. Hampir semua bangunan ternyata retak-retak. Pastinya hal itu sangat membahayakan. Sebab, bisa saja bangunan yang retak itu roboh sewaktu-waktu,” ujarnya. Kepala Badan Pengelola Objek Wisata Taman Soekasada Ujung Ida Made Alit tidak menampik jika sejumlah bangunan mengalami kerusakan termasuk retak-retak. Bangunan atau bagian-bagian taman yangrusak itu sudah cukup

lama. Bangunan itu dibangun tahun 1919 dan tuntas tahun 1921. Bangunan yang rusak itu disebabkan oleh efek gempa. Bahkan, satu bagian candi bentar di pintu selatan sudah roboh. Sedangkan di candi bentar di bagian timur tampak sudah roboh bagian puncaknya. “Kita memohon bangunan yang rusak itu dapat diperbaiki. Kamijuga memohon bisa memperbaiki toilet yang sudah rusak. Mohon agar pemda bisa membantu secara optimal. Selain itu, agar juga diizinkan m e m b a ng un y a ng d i ra sakan penting dalam rangka menunjang operasional pengelolaan taman,” ujarnya. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali I Wayan Muliarta mengatakan, pihaknya sempat mengelilingi bangunan di objek wisata Taman Soekesada Ujung itu. Dikatakan, memang sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Karena bangunan

Harga Cabai Sempat Sentuh Rp 80 Ribu Per Kilogram Amlapura (Bali Post) Belakangan ini, masyarakat mengeluhkan harga cabai yang melambung tinggi. Sebelumnya, sempat harga cabai menyentuh harga Rp 80 ribu per kilogramnya. Beruntung tidak lama, karena perlahan harga cabai mulai menurun. Salah seorang pedagang, Ni Wayan Kertiani, mengungkapkan, harga cabai memang sempat naik sekitar dua minggu lalu. Bahkan, sempat menyentuh Rp 80 ribu. Saat itu, nyaris tiap hari terjadi kenaikan harga. Sudah pasti harga Rp 80 itu termasuk tertinggi dibandingkan sebelumnya. Banyak pihak terkejut, termasuk petani sendiri. Sebab, tiba-tiba saja harga cabai melonjak naik. Biasanya, dia sehari-hari menjual 10 kg. Karena harga masih tidak menentu, ia pun mencoba menyetok 5 kg. ‘’Upaya seperti itu dilakukan khawatir cabai tidak laku,’’ ujarnya Beruntung perlahan harga cabai mulai turun dan sudah mencapai Rp 65 ribu per kilogramnya. “Terjadinya kenaikan harga cabai, karena pasokan cabai dari petani sangat minim. Akibat cuaca tak menentu, hal itu membuat produksi cabai petani mengalami kerusakan,’’ ujar Wayan Kertiani. Namun sejak kemarin, harga cabai sudah mulai turun. ‘’Kami berharap harga cabai segera stabil. Terlebih lagi, dalam waktu dekat akan ada hari raya Galungan dan Kuningan. Semua pelanggan sempat mengeluhkan mahalnya harga cabai,’’ tambahnya. Pihaknya berharap ada langkah-langkah antisipatif dari pemerintah. Intervensi itu penting agar harga cabai stabil. Kita sama-sama tidak ingin rugi. ‘’Saya tidak kehilangan pelanggan. Masyarakat juga tidak mengeluhkan adanya fluktuasi harga cabai lagi,” harap Kertiani. (kmb41)

yang rusak itu merupakan cagar budaya, maka Dinas Kebudayaan Karangasem diminta menyusun proposal untuk dilaporkan ke Dirjen Kebudayaan Kementerian Pusat. “Kami minta kerusakan pada variasi atau relief yang rusak, hancur akibat besinya sudah karatan itu supaya bisa diperbaiki. Jadi, kami minta Kadis Kebudayaan Arnawa secepatnya menyampaikan surat atau proposal usulan itu ke Dirjen Kebudayaan Kementerian di pusat melalui dirinya di BPCB Bali. Pengunjung sama sekali tidak senang melihat pemandangan rusak itu,” katanya. Kadis Kebudayaan Karangasem, Putu Arnawa, mengatakan, sesuai instruksi itu, maka pihaknya akan segera menyusun proposal yang akan dilayangkan ke Dirjen Kebudayaan Kementerian Pusat. “Kami akan segera susun proposalnya,” jelas Arnawa. (kmb41)

RETAK-RETAK - Bangunan di objek wisata Taman Soekasada Ujung mengalami retak-retak.

Bali Post/kmb41

Dewan Apresiasi Kinerja Kepolisian Jaga Bumi Lahar Amlapura (Bali Post) Dewan mengapresiasi kinerja petugas Polres Karangasem dalam upaya menjaga keamanan Bumi Lahar dari segala hal yang sifatnya mengganggu Kamtibmas. Pihak dewan juga memberikan support optimal terkait penangkapan pelaku kejahatan yang terjadi di Karangasem. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi me-

ngatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kerja keras kepolisian yang selama ini sangat ketat menjaga keamanan Bumi Lahar. Parameternya, sampai saat ini keamanan Karangasem tetap kondusif. “Petugas kepolisian cukup sigap menjaga keamanan wilayah Karangasem. Bahkan, beberapa hari lalu, Polres Karangasem berhasil menangkap burunan Polda Bali. ‘’Prestasi luar biasa

itu patut diapresiasi semua pihak,” harap Sumardi. Nengah Sumardi menambahkan, pihaknya juga salut pada saat pelaksanaan Pilpres dan Pileg di Karangasem, tidak ada permasalahan yang sangat berarti muncul ke permukaan. ‘’Hal itu tidak lepas dari kinerja optimal petugas kepolisian khususnya dalam melakukan antisipasi dan pengamanan secara siste-

matis dan ketat,’’ ujar Sumardi pada saat HUT Bhayangkara ke-73 ini. Walau demikian, pihaknya berharap ke depannya pengamanan di Karangasem lebih ditingkatkan lagi, sehingga hal-hal yang tidak diharapkan bisa diantisipasi lebih dini. Selain itu, pihaknya juga terus mendorong petugas kepolisian agar terus meningkatkan pelayanan ke-

pada masyarakat. Peran kontribusi masyarakat baik pemikiran, visi terutama action riil sangat diperlukan sehingga warga bisa bersama-sama ikut menjaga keamanan Karangasem. “Memang perlu sinergi yang baik dari berbagai pihak dalam upaya menjaga keamanan itu, sehingga Karangasem tetap aman dan damai selamanya,” harap Sumardi. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Kalau di kota besar justru kelebihan siswa. Berbeda halnya dengan di Karangasem, tercatat puluan SMP justru masih kekurangan siswa. Artinya, di SMP itu kuota jumlah siswa tidak terpenuhi dibandingkan jumlah kursi yang tersedia di sekolah tersebut. Bahkan, SMP yang masih mengalami kekurangan

siswa itu, nyaris merata tersebar di sejumlah kecamatan. Kabid SMP Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kaarangasem I Wayan Sarya, Kamis (11/7) kemarin mengungkapkan, ternyata ada sekitar 31 SMP yang masih kekurangan siswa di Karangasem. Menurutnya, kekurangan siswa itu terjadi dari SMP yang ada

di Kecamatan Karangasem, Abang, Bebandem, Manggis, termasuk Sidemen, serta Kecamatan Rendang. “SMP itu kekurangan siswa, maksudnya daya tampung yang ada tidak sesuai dengan jumlah pendaftar. Contohnya, SMP 4 Abang yang memiliki daya tampung 132 orang, tapi yang mendaftar hanya 87 siswa. Karena

itu, sampai sekarang beberapa SMP masih membuka pendaftaran untuk memenuhi daya tampung kelas itu,” ujarnya. Sarya mengatakan, kendati masih banyak kekurangan siswa, akan tetapi sekolah tetap operasi. Caranya jumlah kelas harus dikurangi. Di mana yang biasanya empat kelas, kini berkurang menjadi

tiga kelas. “Kondisi demikian tidak akan memengaruhi proses belajar mengajar,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, bagi SMP yang jumlah siswanya melebihi daya tampung akan ditambah rombelnya. Dengan strategi seperti itu, semua anak bisa tertampung di sekokah tersebut. (kmb41)

Puluhan SMP Kekurangan Siswa

Memasuki Musim Kemarau

Di Sejumlah Desa Berpotensi Terjadi Krisis Air Bersih Memasuki musim kemarau diperkirakan krisis air bersih akan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem. Alasannya relatif kuat, karena saat ini saja warga sudah mulai mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih terutama terjadi di wilayah Abang maupun Kubu. Karena itu, BPBD pun telah mendistribusikan air bersih ke wilayah tersebut. Lalu sejauh ini, bagaimanakah langkah-langkah efektif pihak BPBD untuk mengatasi krisis air bersih tersebut?

Bali Post/kmb41

CABAI - Pedagang cabai di Pasar Amlapura Timur.

Telepon Penting

kARANGASEM

Polres Karangasem Penjagaan Polres Polsektif Karangasem Polsek Kota Polsek Manggis Polsek Rendang Polsek Selat Polsek Abang Polsek Kubu Polsek Sidemen Polsek Bebandem Polsek Candidasa

0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363

21220 23222 21167 41768 23082 24187 23330 22988 21709 22110 41677

KALAK BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa, Kamis (11/7) kemarin mengungkapkan, sejauh ini memang sejumlah warga di Abang dan Kubu sudah mulai mengalami krisis air bersih. Diakuinya, di sejumlah wilayah di Karangasem memang berpotensi terjadi kesulitan air bersih ketika memasuki musim kemarau. “Sejumlah warga memang mengalami krisis air bersih. Hal itu terjadi karena air hujan yang ditampung di cubang mereka mulai habis,” ujar Arimbawa memberi alasan. Menurutnya, wilayah yang berpotensi kesulitan air bersih berada di Kecamatan Kubu bagian atas. Di antaranya di Desa Munti Gunung, Sukadana, Tulamben, dan Batu Ringgit bagian atas. Sedangkan di Kecamatan Karangasem, wilayah yang berpotensi krisis air bersih ada di Desa Seraya Timur, Tengah dan sekitarnya. Untuk Kecamatan Bebendam di bagian Tanah Aron. Kecamatan Selat ada di bagian atas seperti Desa Sebudi bagian atas. Sedangkan di Kecamatan Rendang biasanya yang mengalami krisis air ada di Desa Pempatan bagian atas Pemuteran. “Di Pemuteran memang berpotensi

AIR BERSIH - BPBD saat mendistribusikan air bersih kepada warga. terjadi krisis air bersih, lantaran di wilayah tersebut minim sumber air,’’ ujarnya. Sebetulnya di sana ada sumber mata air. Namun, debitnya Sangat kecil. Selain itu, keberadaan sumber air di daerah itu jaraknya sangat jauh dari rumah warga. Dengan demikian, warga jadi mengalami kesulitan mendapatkan air tersebut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sejauh ini, kata Arimbawa, pihaknya sudah mulai mendistribusikan air bersih ke Banjar Dinas Panda, Desa Dukuh, Kubu. Air bersih juga sudah

dibagi-bagikan ke sejumlah warga di wilayah Nawekerti Abang. Prosedur pendistribusian air tersebut kata Arimbawa, setelah pihaknya menerima permintaan yang diajukan masyarakat. Namun, sebelum mendistribusikan air itu, terlebih dulu stafnya turun ke lapangan melakukan kajian secara teknis. “Kita lebih dulu turun ke lapangan, memonitor bagaimana kondisi riil di lapangan. Hal itu penting dilakukan untuk memastikan apakah benar daerah tersebut kekurangan air atau

Bali Post/kmb41

tidak,’’ tambah Arimbawa. Sebab, pendistribusian yang dilakukan tidak ke cubang milik perorangan melainkan ke cubang umum. Bisa saja didistribusikan ke cubang perorangan. Namun, permohonannya relatif panjang. Sebab, harus dilengkapi surat dari kepala desa yang nantinya diajukan ke Dinas Sosial, PMI, dan BPBD. Itu pun kembali harus dikaji lagi di lapangan. ‘’Mekanisme yang relatif prosedural dan panjang seperti itu wajib dilakukan, untuk mencegah terjadinya keributan,” tegas Arimbawa.(nan)


KLUNGKUNG

12

Jumat Pon, 12 Juli 2019

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Menkes RI Serukan Pola Hidup Sehat dengan Berhenti Merokok

GENERASI MUDA - Sejumlah generasi muda yang hadir dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (11/7) kemarin. Dalam peringatan ini, dilakukan teleconference dengan Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek secara live dari Kementerian Kesehatan, Jakarta.

PUNCAK Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019 dipusatkan di Kabupaten Klungkung, Kamis (11/7) kemarin. Peringatan yang dilaksanakan di Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya ini dilakukan secara teleconference dengan Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek secara live dari Kementerian Kesehatan, Jakarta. Dalam kesempatan itu, lewat sejumlah layar monitor teleconference di Balai Budaya, Nila Moeloek menyerukan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok. Pola hidup sehat, menurutnya, tentu akan mampu mengurangi angka prevalensi berbagai penyakit tidak menular yang terus meningkat. Sebab, rokok juga menjadi penyebab penyakit katastropik seperti penyakit jantung dan stroke. Meningkatnya angka prevalensi berbagai penyakit

Merugi, PDAM Rancang Penyesuaian Tarif

ini jelas membebani biaya BPJS Kesehatan. ‘’Penyakit katastropik membebani hampir 30 persen seluruh pembiayaan BPJS Kesehatan,’’ katanya. Pembiayaan BPJS Kesehatan untuk penyakit jantung tahun 2018, dikatakan, mencapai Rp 10,5 triliun, diikuti penyakit kanker Rp 3,4 triliun, dan penyakit stroke Rp 2,5 triliun. Inilah yang membuat BPJS Kesehatan selalu difisit anggaran. Bahkan, Nila menegaskan, kalaupun seluruh masyarakat Indonesia membayar iuran, kalau masyarakat sendiri tidak mengubah perilaku menjadi pola hidup sehat, tentu akan tetap defisit. Apalagi, menurut Menkes, sebagian masyarakat masih lebih memilih untuk mengeluarkan uang untuk membeli rokok ketimbang membayar iuran BPJS Kesehatan yang paling sedikit sebesar Rp 25 ribu per bulan untuk satu orang. Ini sebuah fenomena

yang sesungguhnya sudah semakin mengkhawatirkan. Padahal, usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari indeks pembangunan manusia saat ini hanya 71,4 tahun. Sementara usia sehat hidup orang Indonesia rata-rata 62 tahun. ‘’Itulah sebabnya kami imbau supaya meninggalkan kebiasaan merokok. Sayangi keluargamu. Karena berapa pun anggaran jaminan kesehatan yang disiapkan pemerintah, akan menjadi sia-sia jika tidak didukung dengan pola hidup sehat dari masyarakat sendiri. Ini kuncinya, yang ingin kami tekankan dalam puncak peringatan tahun ini,’’ katanya. Acara tersebut juga dihadiri Sub-Direktorat Parukronis Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Ditjen P2P Kemenkes Amelia Vanda Siagian, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Wakil Ketua DPRD Klungkung Wayan Buda

Parwata, jajaran OPD, seluruh prajuru desa adat, dari pihak sekolah serta sekaa teruna. Mereka nampak antusias mengikuti acara teleconference ini sampai berakhir. Bupati Suwirta menegaskan, peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini menjadi momentum yang sangat tepat, dalam memperkuat upaya yang sudah gencar dilakukan selama ini. Apalagi, Pemkab Klungkung sudah menerapkan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang KTR, spirit peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini menjadi sejalan dalam implementasinya di Bumi Serombotan. Maka, dengan peringatan ini, pihaknya menjadi semakin berkeyakinan bahwa dirinya tidaklah bergerak sendirian. Tetapi, ada dukungan pusat dan provinsi, yang juga punya semangat yang sama dalam mengubah kebiasaan merokok menjadi pola hidup sehat. (ad463)

Semarapura (Bali Post) -

Harga jual air PDAM Tirta Mahottama Klungkung kepada pelanggannya selama bertahun-tahun berada di bawah harga pokok air. Kondisi demikian membuat PDAM kelimpungan, bahkan menjadi temuan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) dalam hasil pemeriksaan pada tahun buku 2018. Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, PDAM Klungkung sedang merancang penyesuaian tarif kepada pelanggan. Rancangan tarif baru nantinya akan diusulkan kepada Bupati Klungkung. Direktur PDAM Tirta Mahottama Klungkung Nyoman Renin Suyasa, Kamis (11/7) kemarin mengatakan, kajian penyesuaian itu sedang disiapkan untuk segera diusulkan kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Penyesuaian akan ditampilkan dalam tiga opsi. Pertama, opsi tarifnya sesuai dengan harga produksi. Kedua, tarifnya lebih tinggi sedikit dari harga produksi. Ketiga, tarifnya lebih tinggi lagi dari opsi kedua, agar sejalan dengan prinsip perusahaan daerah untuk memperoleh keuntungan. Sementara mengenai angkaangkanya sedang dipersiapkan, sebelum disodorkan langsung kepada Bupati Suwirta. Renin menambahkan, ratarata harga jual air PDAM saat ini sebesar Rp 3.333 per meter kubik. Sedangkan harga pokok air dengan NRW 20 persen sebesar Rp 3.974 per meter kubik. Inilah yang menyebabkan harga jual yang berlaku saat ini belum dapat menutupi biaya secara penuh (full cost recovery). Jika menggunakan NRW riil sebesar 21,28 persen, maka harga pokok air per meter kubik menjadi sebesar Rp 4.037. Sehingga perusahaan sesungguhnya mengalami kerugian sebesar Rp 705 per meter kubik dari air yang terjual kepada pelanggan. Inilah yang menyebabkan harga jual air berada di bawah pokok air, sehingga tarif ratarata yang berlaku saat ini belum mampu menutup biaya-biaya secara penuh. ‘’Ini terjadi karena

tarif air yang berlaku berdasarkan Peraturan Bupati Klungkung Nomor 1 Tahun 2009 yang berlaku saat ini, sudah tidak relevan lagi,’ kata Renin, Direktur PDAM asal Desa Sakti, Nusa Penida ini. Renin berharap para pelanggan saat ini dapat memahami situasi saat ini yang terjadi di dalam internal PDAM. Terlebih, setelah terjadi erupsi Gunung Agung, beban biaya operasional PDAM saat ini cukup tinggi, khususnya dalam pengelolaan sumber mata air di Rendang, untuk melayani para pelanggan di Kecamatan Klungkung. Sebab, biaya menaikkan air dari sumber mata air di Rendang ke reservoar menjadi membeludak, hingga Rp 300 juta per bulan. Sebelumnya menaikkan air menggunakan sistem gravitasi, sekarang harus menggunakan sistem pompa karena terjangan lahar dingin saat itu merusak situasi di sekitarnya. Biaya listrik adalah komponen yang meningkat tajam. ‘’Kenapa baru dirancang terjadi penyesuaian tarif, karena sebelum ada erupsi, PDAM sesungguhnya masih laba. Jadi, penyesuaian tarif ini saat itu dipandang belum perlu, meski PDAM di kabupaten/kota lainnya sesungguhnya sudah melakukan penyesuaian setiap tahun,’’ tegasnya. Pihaknya berharap penyesuaian ini dapat segera dilakukan untuk menjaga kesehatan keuangan perusda ini. (kmb31)

HARI TANPA TEMBAKAU - Bupati Suwirta saat hadir dalam acara Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2019 di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Kamis (11/7) kemarin.

100 Persen Desa Adat di Klungkung Punya ’’Pararem’’ KTR

SOSOK Klinik Berhenti Merokok Upaya mengantisipasi bahaya merokok terus dilakukan pemerintah daerah. Baik dengan memperkuat regulasi, sosialisasi, bahkan penertiban iklan reklame di jalan di toko modern. Sebagai upaya mendukung KTR (Kawasan Tanpa Rokok), Pemkab Klungkung melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan Klinik Berhenti Merokok. Klinik ini disediakan di seluruh puskesmas di empat kecamatan. ‘’Jadi, bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok, bisa datang langsung ke puskesmas terdekat, karena sekarang kami memiliki Klinik Berhenti Merokok. Nanti di sana masyarakat bisa konsultasi,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr. Ni Made Adi Suapatni saat ditemui di Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya, Kamis (11/7) kemarin. Klinik Berhenti Merokok ini buka setiap hari kerja, sementara biayanya digunakan dari kepesertaan masyarakat dalam program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Jadi, kalau sudah masuk dalam JKN, masyarakat bebas biaya dalam melakukan konsultasi maupun penanganan selanjutnya. Ini sebagai salah satu terobosan Dinas Kesehatan, dalam mensinergikan program pemerintah daerah yang sudah tertuang di dalam perda dengan implementasi dampaknya di lapangan. Dengan begitu gencarnya pemerintah daerah melakukan sosialisasi bahaya merokok, sesungguhnya sudah banyak yang sadar untuk berhenti merokok. Namun, mereka

Bali Post/km31

DISESUAIKAN - Petugas PDAM saat melakukan pemasangan pipa menuju Suana, Nusa Penida. Selama ini PDAM Klungkung selalu menjual air ke pelanggan di bawah harga produksi, sehingga terus merugi. Diusulkan, harga jual ke pelanggan disesuaikan.

bingung harus memulai dari mana dan seperti apa cara yang efektif. Sebab, bagi masyarakat yang sudah kecanduan, cukup susah untuk berhenti seketika dari pengaruh rokok ini. Inilah sebabnya, diperlukan Klinik Berhenti Merokok ini, sehingga masyarakat yang berniat berhenti merokok, bisa terlayani dengan baik di seluruh puskesmas. (gik)

KESEHATAN merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Oleh karena itu kita harus menjaganya dengan baik, khususnya dari bahaya rokok yang sudah semakin masif. Hal tersebut diungkapkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2019. Kegiatan tersebut bertempat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kabupaten Klungkung, Kamis (11/7) kemarin. Dalam kesempatan itu, selama satu jam lebih Bupati Suwirta memaparkan manfaat dari kegiatan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini. Menurutnya, ini memang sangat penting diterapkan di dalam kehidupan masyarakat. Mengingat sekarang di Kabupaten Klungkung sudah membuat Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yaitu Perda Nomor 1 Tahun 2014. ‘’Perda ini merupakan langkah awal kita dalam pengendalian para perokok, saya tidak larang orang merokok. Tetapi mengatur sesuai perda, sehingga bisa menyelamatkan masyarakat yang tidak merokok. Sementara yang sudah merokok bisa mengurangi bahkan berhenti untuk merokok,’’ ujar Bupati Suwirta. Lebih lanjut, Bupati Suwirta menambahkan, seluruh desa adat agar bisa mematuhi Perda

KTR ini dengan sebaik-baiknya. ‘’Agar perda ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, hal yang paling penting dilakukan yakni para prajuru masing-masing desa adat harus bisa mematuhi perda tersebut dengan hati yang tulus ikhlas. Saya tidak ingin masyarakat ada yang melanggar peraturan,’’ ajak Bupati Suwirta. Selain itu, untuk mempercepat penerapan perda ini juga sudah dibentuk kelompok siswa peduli bahaya rokok di sekolah dan kader Gerakan Bersama Remaja Anti Rokok (GEBRAK) di masing-masing desa. Tujuannya untuk mempercepat menyadarkan generasi muda tentang bahayanya merokok. ‘’Mudah-mudahan dengan adanya pembentukan Kader Gebrak ini generasi muda lebih bisa memahami. Tentunya mematuhi segala aturan tentang bahaya rokok,’’ harap Suwirta. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dr. I Made Adi Swapatni menyampaikan Pemkab Klungkung dengan serius mengadakan tindakan dalam pengendalian penyakit akibat rokok tersebut. ‘’Sudah diawali dengan mengesahkan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang KTR dan diikuti Perbup Nomor 5 Tahun 2016 tentang Reklame Pelaksanan KTR dan SK Bupati Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tim Pembina KTR, sudah melaksanakan

berbagai kegiatan dalam penanggulangan penyakit yang ditularkan oleh rokok tersebut,’’ ujar Adi Swapatni. Swapatni juga menambahkan, adapun beberapa kegiatan sudah dilakukan antara lain malaksanakan sosialisasi tentang Perda KTR secara langsung datang ke desa-desa, sekolah, tempat-tempat umum, Pembentukan Kader Gebrak yang menyasar sekaa teruna di desa-desa serta sosialisasi pembuatan pararem KTR di desa adat. Bahkan, seluruh desa adat dikatakan sudah memiliki pararem tersebut, agar selanjutnya dapat diterapkan di setiap desa. ‘’Kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan pararem di masing-masing desa maupun sekolah yang bertujuan agar masyarakat bisa mematuhi segala aturan yang berlaku tentang bahayanya merokok,’’ ungkapnya. Acara tersebut juga dihadiri Sub-Direktorat Parukronis Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Ditjen P2P Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia Amelia Vanda Siagian, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Wayan Buda Parwata, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh prajuru desa adat, dari pihak sekolah serta sekaa truna. (ad459)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Pon, 12 Juli 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Sales & Sopir kanvas L300 SMSWA081338085868/081999251555

B.BP.001.07.19.0000399

Dcr Kryawan/ti kerja srbutan Hub.081338085868/081999251555 B.BP.001.07.19.0000396

Adm Gdg AA/D3Farmsi,wnt,bs Comp PT.ISPA Jl.Bajataki III/3 Dps B.BP.001.07.19.0000440

Dcr Cook,Waitres/ss Min SMA/ Sdrjt U/Kedins Cafe Popies 1 Kuta Tlp .4752220 B.BP.001.07.19.0000273

Dcr Serabutan u. Nusa Penida bs Bhs Bali 087854015171 B.BP.004.07.19.0000441

Dcr Sgr Krywan u/Krm Air Galon SIM A/C. Hub:081236461168

Dcr Klktor Tab,Wnita,Jujur, bs Word,Excel, gaji mnrik. Hub.WA:08563743309

B.BP.004.07.19.0000406

Dcr Sopir Pariwisata bisa Bhs Inggris/SIM A/B1 T.287 555 madehilly@yahoo.com.au

B.BP.004.07.19.0000252

Dcr wnt/pria Adm srabutan.Llsn SMK/SMA,Gaji+bns.BawaLamaran langsung ke Jl.Ratna No.23 Dps

B.BP.001.07.19.0000427

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.07.19.0000239

Dicari Sgr Sopir dan Waitress, Hub.081246400852/081529427339 B.BP.001.07.19.0000390

Dicari Sgr Sopir, Status Lajang Tinggal Dlm.Krm CV ke Jl.Pulau Kae No.36 Dps Hub.083114121472

B.BP.001.07.19.0000328

Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th Bs Kerja Team.Hub:082145707300 B.BP.001.07.19.0000426

Dicr Kasir SPA Gj. Pokok, Transport,Bonus u/Kuta.081907775248 B.BP.001.07.19.0000433

Dicr Staf Mlm u/Transport W.Dewata.H:08123918373/08124647824 B.BP.001.07.19.0000430

Need Rest Mgr, Waiter, FO, HK, Sales, Mkt, Bar for Livingwell Pecatu Hub : 081280058887 info@livingwellbali.com B.BP.004.07.19.0000401

Sales staff: good English & computer skill, diligent, min 2 yrs exp. If you are interested to join our team please send your CV to Jl.Rajawali 16 Tbn or email:hrd@carloshowroom.com

B.BP.001.07.19.0000384

RUPA-RUPA

B.BP.001.07.19.0000444

Sales,Sopir, Kpala Bag.Akunting (S1) H.081558096445/4745296 B.BP.001.07.19.0000448

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Toyota Camry 2008 kondisi istimewa Hub:08214480639 B.BP.154.07.19.0000445

DISEWAKAN GEDUNG

Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2, 08123812222

B.BP.031.07.19.0000447

PROPERTY DIJUAL RUKO

Dijual Ruko di Jl. Merdeka Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.07.19.0000090

B.BP.001.07.19.0000431

Dijual Tnh Lok.Medewi Pinggir Pantai,Cocok utk Villa 5Are. 12,8Are &18,65Are Harga 120Jt150Jt/Are.Hb:08123917970/Siong B.BP.001.06.19.0000758

PROPERTY DIJUAL VILLA

B.BP.004.07.19.0000443

n

Desig

Money Back Guarantee Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

Hanya Rp.100 JUTA Per Unit Villa

Miliki Sekarang!!

VILLA Pinggir Pantai dengan pasir putih di SANUR BALI

DIJUAL TANAH

Tnh 1,5A&1,85A Lok. Jl P.Belitung Gg.Bsari III. 081338542300

B.BP.001.07.19.0000432

BENGKEL LAS

�

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.07.19.0000435

KONTRAKTOR

TYA 081237675135 DONI 081338977777 www.7lazvillas.com C.0000344-BGN

PROPERTY

Rumah jual di Lippo Karawaci Tangerang LT.120, 2Lt, siap huni Dekat Univ Pelita Harapan Hub.081299780100 (TP)

Tnh L 4A Lok u.RS. K Ibu Tbn, LB Jl .Dpn 6M,Tnh L 7A Lok.Cupel Negara, Jl .Hotmix .081338542300

DIJUAL RUMAH

SERVICE

Free

PROPERTY

Djl Rmh 1A Dalung BU 600Jt Tnh 2A Dalung Hub.082147454248

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

SERVICE

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Jual segera villa mewah Hak Milik,LT417,LB600,4KT,4KM,Swpool di puncak Bukit Jimbaran Jl.Goa Gong,400m diTimur GWK dgn view mempesona. H:087839410497

DIJUAL MOBIL

SERVICE

PROPERTY

Informasi pasang iklan Telepon

PROPERTY DIJUAL TANAH

B.BP.153.07.19.0000449

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.06.19.0000789

Dijual sangat murah : mesin cuci, mesin dryer, mesin extractor Hub.081285088683 B.BP.004.07.19.0000442

KEHILANGAN Hlg SHM No.5296/Padangsambian, L.106M2,An.Netty.SHM No.05297/ Padangsambian,L.116M2 An.Liem Thiam Hong. Hub:081236715716 B.BP.001.07.19.0000429


BANGLI

14

Jumat Pon, 12 Juli 2019

Hadiri 15 ’’Uleman’’ dalam Sehari

Wabup Sedana Arta Apresiasi Semangat Masyarakat Pertahankan Tradisi Leluhur

NGAYAH - Wabup Sedana Arta hadir ngayah bersama masyarakat serangkaian pujawali di Pura Dalem Setra Agung Banjar Sala Desa Abuan Susut.

DI SELA-SELA kesibukannya menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati, Sang Nyoman Sedana Arta selalu menyempatkan diri menghadiri uleman (undangan) upacara yadnya di masyarakat. Seperti pada Selasa (9/7) lalu, Wabup asal Desa Sulahan, Susut ini menyempatkan diri menghadiri undangan di 15 tempat dalam sehari. Wabup Sedana Arta mengawali harinya menghadiri undangan serangkaian upacara pujawali di Pura Dalem Setra Agung Banjar Sala Desa Abuan Susut. Kemudian menghadiri undangan lainnya yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Bangli. Sedana Arta mengatakan, kehadirannya pada upacara yadnya yang digelar masyara-

Status Pemanfaatan Ruko Pasar Kidul Tak Jelas Bangli (Bali Post) –

Pemanfaatan ruko Pasar Kidul, Bangli telah disepakati dengan sistem sewa. Namun, hingga saat ini Pemkab Bangli tak kunjung membuatkan perjanjian terkait sewa dengan para pedagang. Hal itu menyebabkan status pemanfaatan ruko menjadi tak jelas alias gabeng. Salah seorang pedagang yang menempati ruko Pasar Kidul Haji Lukman saat dikonfirmasi, Kamis (11/7), membenarkan hal itu. Ia mengatakan, pascasengketa ruko Pasar Kidul 2016 lalu, para pedagang mantan pemegang SHGB ruko dengan Pemkab Bangli telah sepakat menerapkan sistem sewa atas pemanfaatan ruko Pasar Kidul. Tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari Pemkab Bangli mengenai hal

itu. Pemkab belum membuatkan perjanjian atau membicarakan lebih lanjut mengenai berapa besaran sewa dan sistem pembayarannya yang harus dikenakan pedagang. “Sampai sekarang belum ada perjanjian sewanya,” ujarnya. Haji Lukman mengaku sudah sempat menanyakan langsung ke Kepala Disperindag Bangli Nengah Sudibya soal kejelasan sistem sewa ruko tersebut. “Dulu sudah pernah saya tanya bagaimana

status sewanya,” ungkap Haji Lukman. Sebagai pedagang, Haji Lukman mengaku sejatinya dirinya cukup diuntungkan dengan gabeng-nya sistem sewa ruko saat ini. Sebab dengan ketidakjelasan itu, pedagang tak punya kewajiban membayar sewa. Selama ini ia dan pedagang lainnya hanya dipunguti retribusi oleh pemerintah. Besarannya Rp 10 ribu per hari. Menurutnya, nilai retribusi

yang dikenakan Rp 10 ribu lumayan mahal jika dibandingkan dengan retribusi ruko di kabupaten lainnya. “Rp 10 ribu kalau satu bulannya kan Rp 300 ribu. Kalau Setahunnya Rp 3,6 juta. Ya lumayan mahal,” katanya. Ia pun berharap jika nantinya sudah ada perjanjian sewa, nilai retribusi yang dikenakan ke pedagang bisa dikurangi atau tak semahal sekarang. Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibya hingga sore kemarin belum bisa dikonfirmasi terkait belum adanya perjanjian sewa ruko Pasar Kidul. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Pasar Kidul Bangli.

Tampilkan Sinergitas Polri-TNI di Balik Bukit

Anggota Polres Juara Foto dan Vlog Hari Bhayangkara Bangli (Bali Post) – Video yang menampilkan sinergintas anggota Polres dan Kodim Bangli saat melaksanakan tugas ke wilayah balik bukit, Desa Songan, Kintamani berhasil mengantarkan anggota Humas Polres Bangli meraih juara dalam lomba foto dan vlog dalam rangka Hari Bhayangkara ke-73. Atas keberhasilannya itu, Brigadir Ida Bagus Gde Ambara dihadiahi sebuah sepeda motor. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Kamis (11/7) kemarin mengatakan, anggotanya tersebut berhasil meraih juara favorit kategori TNI-Polri. Hadiah lomba foto dan vlog diserahkan langsung Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.IK., M.H. usai upacara Hari Bhayang-

kara ke-73 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7). Dikatakan Sulhadi, lomba foto dan vlog ini terbagi menjadi dua kategori peserta, yaitu TNI-Polri dan masyarakat umum. Tema yang diusung yakni ‘’Sinergitas TNI-Polri Bersama Masyarakat dalam Menjaga Keutuhan NKRI’’. Keberhasilan anggotanya menjuarai lomba ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polres Bangli. ‘’Tidak menyangka Polres Bangli bisa meraih juara,’’ terangnya. Kebanggaan juga dirasakan Brigadir Ida Bagus Gde Ambara. Ia mengaku senang bisa mewakili Polda Bali dan Polres Bangli dalam lomba foto dan vlog yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke73. Dalam lomba itu dirinya

Bali Post/ist

HADIAH - Brigadir Ida Bagus Gde Ambara menerima hadiah usai upacara Hari Bhayangkara ke-73 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

berhasil keluar sebagai juara favorit setelah bersaing dengan 500 video karya para peserta dari seluruh Indonesia. ‘’Saya bangga karena ditayangkan paling pertama saat syukuran perayaan puncak HUT Bhayangkara ke-73 di Monas, di mana pada saat itu Presiden langsung sebagai irupnya,’’ terangnya. Ia menjelaskan, video yang berhasil membawanya meraih juara itu diambil di Banjar

Kayupadi, Desa Songan A, Kintamani. Alasan dirinya mengambil video di lokasi itu, karena daerah di balik bukit tersebut masih perlu perhatian. Anak-anak sekolah di wilayah banjar setempat selama ini cukup jauh untuk menjangkau fasilitas pendidikan terdekat. ‘’Petugas Bhabinkamtibmas di sana dalam melaksanakan tugas harus melalui medan yang sangat ekstrem,’’ imbuhnya. (kmb40)

kat merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. ‘’Hari ini memang banyak kunjungan ke masyarakat karena memang dewasa/harinya, banyak kegiatan keagamaan. Dari pagi mulai di Sala ikut dengan masyarakat mebat untuk mempersiapkan sarana upacara, kemudian berkunjung ke Bantang melaspas balai masyarakat lanjut ke Serai Kintamani. Hari ini ada 15 kunjungan dalam sehari berkaitan dengan upacara Dewa Yadnya di masing-masing paibon dan desa pakraman akan saya hadiri,’’ jelasnya. Kehadirannya dalam upacara yadnya juga dimanfaatkan Sedana Arta untuk berbaur dengan masyarakat. Ia sangat menikmati kentalnya keber-

samaan dan semangat gotong royong masyarakat ngayah mebat untuk persiapan sarana upacara. Pada kesempatan itu, Wabup Sedana Arta menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang masih mempertahankan tradisi leluhur dan budaya gotong royong. Sebab, menurutnya, untuk menjaga sebuah tradisi adat apalagi yadnya di tengah-tengah era globalisasi sekarang ini tidaklah mudah. ‘’Kita boleh mengikuti perkembangan zaman, namun tradisi adat dan budaya harus tetap kita jaga dan pelihara,’’ kata Sedana Arta. Menurutnya, konsep Sad Kertih selama ini sudah terlaksana dengan sangat baik. Ia pun mengapresiasi ma-

syarakat yang melaksanakan yadnya atas dasar ketulusan hati dan semangat kebersamaan. ‘’Masyarakat betul-betul melaksanakan yadnya secara swadaya tanpa memandang besar kecilnya pengorbanan atau biaya,’’ imbuhnya. Sementara itu, Bendesa Pakraman Sala I Ketut Kayana sangat mengapresiasi kehadiran Wabup Sedana Arta yang turut ngayah mebat di tengahtengah masyarakat. ‘’Kehadiran Bapak Wakil Bupati sangat berarti sekali, jadi tidak seperti biasanya datang hanya pada saat muspa saja, tapi datang pada saat persiapan upacara,’’ ujarnya. Ia berharap silaturahmi antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Bangli bisa terus terjalin erat. (ad460)

Bali Post/kmb40

KEINDAHAN - Wisatawan sedang menikmati keindahan pemandangan Gunung dan Danau Batur dari Penelokan.

Pendapatan Retribusi Pariwisata Kintamani Naik Signifikan Bangli (Bali Post) Pendapatan dari retribusi pariwisata Kintamani naik signifikan sejak pariwisata Kintamani dikelola Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG). Hingga pertengahan tahun ini, pendapatan dari retribusi pariwisata Kintamani telah menembus angka Rp 11 miliar lebih. Hampir setara dengan pendapatan retribusi yang diperoleh sepanjang tahun 2018 lalu. Berdasarkan data Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG), hingga akhir Juni 2019 tercatat pendapatan yang terkumpul dari pemungutan retribusi pariwisata Kintamani telah mencapai Rp 11.169.281.019. Naik dua kali lipat jika dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Di mana dari bulan Januari hingga Juni 2018, pendapatan retribusi pariwisata Kintamani yang kala itu pengelolaannya masih dilakukan langsung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli hanya menembus angka 5.650.611.000. Sementara hingga akhir tahun 2018 total pendapatannya Rp 11.361.889.000.

Sekretaris Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) Dewa Ketut Setia Darma mengatakan, kenaikan ini tidak terlepas dari sejumlah upaya yang telah dilakukan Badan Pengelola selama ini. Di antaranya dengan melakukan penambahan titik pungutan tiket dari sebelumnya 4 titik menjadi 8 titik. Selain itu pihaknya selama ini juga melakukan optimalisasi waktu pemungutan retribusi dengan menambah jam pemungutan. Ia menjelaskan, sebelumnya pemungutan retribusi dilakukan dari pukul 08.00 -16.00 Wita. Sejak dikelola Badan Pengelola, pemungutan retribusi diperpanjang hingga pukul 17.00 Wita. Pihaknya juga melakukan pemungutan retribusi pada dini hari khusus di pos pungut baru yang didirikan di bawah view point Penelokan. Pemungutan dilakukan mulai pukul 02.00 hingga 03.30 Wita. Dari aktivitas pemungutan retribusi dini hari itu, disebutkan bahwa pendapatan yang didapat per hari paling sedikit Rp 15-17 juta. ‘’Kami juga rutin melakukan pengawasan dan monitoring ke loket-loket pemungutan

retribusi,’’ ujarnya. Di samping upaya tersebut, Setia Darma mengatakan, kenaikan retribusi pariwisata Kintamani tentunya tidak terlepas dari revitalisasi yang telah dilakukan Pemkab Bangli, yakni penataan pada view point Penelokan, pembangunan gardu pandang di wilayah Suter dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan Batur Unesco Global Geopark. Keberadaan view point Penelokan yang kini tertata dengan indah lengkap dengan stage, diakuinya semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kintamani. ‘’Untuk semakin menarik kunjungan wisatawan datang ke Kintamani, kami juga menyuguhkan pentas budaya setiap Kamis di Penelokan,’’ terangnya. Dengan upaya yang telah dilakukannya itu, pihaknya optimis target retribusi pariwisata Kintamani yang dibebankan ke badan pengelola sebesar Rp 20 miliar tahun ini bisa tercapai. ‘’Kita optimis bisa tercapai. Kita juga akan tingkatkan lagi kebersihan dan kenyamanan di Kintamani,’’ imbuhnya. (kmb40)


OLAHRAGA

Jumat Pon, 12 Juli 2019

MU Optimis Pertahankan De Gea

Hari Ini, KONI Bali Sidangkan Mutasi Atlet Denpasar (Bali Post) – Kabupaten Badung masih menjadi daya tarik buat olahragawan di Bali. Lima atlet dari daerah lain ingin membela kontingen ini pada Porprov Bali 2019 di Tabanan, September mendatang. Mereka adalah dua atlet balap motor Kota Denpasar, seorang atlet balap motor Jembrana, dan satu atlet gateball Gianyar. Dari Denpasar tercatat Komang Arya Darma Putra dan Made Gede Sadhu Saka Bakti, dari Jembrana atas nama Yamani, dan dari Gianyar adalah Made Sudarma. Proses mutasi keempat atlet ini sudah dimediasi dan dimusyawarahkan pihak KONI Bali, namun menemui jalan buntu. Oleh karena mentok, perkaranya akan disidangkan oleh Dewan Hakim KONI Bali pada Jumat (12/7) ini. Trio Dewan Hakim yang menyidangkan adalah Fredrik Billy, Putu Yudi Atmika, dan IGB Arthanegara. ‘’Sidang gugatan ini sudah masuk registrasi perkara. Kami telah melakukan mediasi, tetapi tetap saja belum ada jalan keluar dan mereka mengajukan gugatan banding,’’ ujar

Yamani Fredrik Billy beberapa hari lalu. Dikatakannya, keputusan Dewan Hakim merupakan yang tertinggi, sehingga tidak ada upaya banding lagi. ‘’Vonis Dewan Hakim tidak bisa diganggu gugat dan ber-

London – Manajer Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer menepis spekulasi bahwa Paul Pogba akan meninggalkan Old Trafford. Menurutnya, tidak ada tawaran dari klub lain untuk gelandang 26 tahun asal Prancis tersebut, meskipun Real Madrid dan Juventus dikabarkan berminat.

Bali Post/ist

ketetapan final,’’ tegasnya. Selain menyidangkan perkara mutasi atlet, pihaknya juga bekerja maraton untuk menuntaskan sengketa perebutan atlet menjelang pelaksanaan Porprov Bali 2019. (022)

Pemerintah Pusat Ketika ada permohonan uji materi terhadap Pergub 97, lebih jauh Gubernur yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini menyatakan banyak pihak yang memberi dukungan, simpati, dan membela kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Mulai

Jumat, 12 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas pemangku dalam Pelayanan Umat (8) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Aranya Kanda (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Dialog Nuansa Property 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Wirasa I Gede Podana 10:30 Wita Mahadewi Manfaat Sunglases untuk Kesehatan 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Sukertaning Pemangku lan Serati (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Interaktif Univ. Mahendradata 17:00 Wita Lila Cita Sanggar Kundalini (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Ayu Ratih dan Putu Septa 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Folk Song 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Rumah Sehat 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

dari pemerintah pusat, para aktivis lingkungan hidup dari berbagai negara, dan pemerhati kebijakan publik. Untuk itu, Koster juga meyakinkan dan mengajak pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia agar tidak perlu ragu dan takut untuk membuat regulasi atau kebijakan yang sama. Yakni untuk mewujudkan alam Indonesia yang bersih, hijau, dan indah serta bebas dari timbulan sampah plastik sekali pakai. Koster juga akan melanjutkan kebijakan ini sebagai bentuk pelestarian lingkungan, dengan menerbitkan Pergub tentang Pengelolaan Sampah dalam waktu dekat, agar persoalan sampah selesai di hulu. Sehingga sampah yang tersisa untuk dibuang ke TPA hanya sedikit. ‘’Sampah itu dihasilkan dari berbagai sumber. Oleh ibu rumah tangga, industri, kelompok masyarakat, rumah sakit, sekolah, pasar, di manamana. Nanti siapa yang menghasilkan sampah, dia yang mengelola. Dibuatkan aturannya, SOP-nya, insentif dan disinsentifnya,’’

15

jelasnya seraya menjelaskan pengelolaan sampah akan dibuat bertingkat dan akan dipilah antara sampah organik dan anorganik. Mana yang bisa didaur ulang, ditabung di bank sampah, atau mana residu yang harus dibuang ke TPA. Khusus bagi desa adat yang bisa mengendalikan penggunaan sampah dan mengelola sampahnya secara mandiri akan diberikan insentif. Terkait adanya kekhawatiran dengan berlakunya pergub tersebut akan berimbas pada perekonomian Bali secara menyeluruh seperti penurunan daya jual dan sebagainya, menurut Koster, tidak perlu dikhawatirkan. Justru sebaliknya malah akan menjadi lahan tumbuhnya industri kreatif baru yang menjadi peluang bagi masyarakat Bali untuk dikembangkan. ‘’Sekarang banyak tumbuh industri kreatif baru, semisal industri sedotan, piring, sendok, tas, dan sebagainya selain yang berbahan plastik. Ini patut dikembangkan,’’ pungkas Koster. (kmb)

Mino Raiola, agen Pogba, sebelumnya mengatakan kepada stasiun radio UK talkSPORT bahwa semua orang tahu keinginan Paul untuk pindah. ‘’Tidak ada tawaran untuk pemain kami. Agen selalu berbicara. Kami adalah Manchester United, kami tidak harus menjual pemain,’’ katanya pada konferensi pers setelah pelatihan menjelang pertandingan di kota Australia Barat melawan Perth Glory dan Leed United, Kamis (11/7) kemarin. Ketidakpastian juga mengepung masa depan David de Gea, tetapi Solskjaer optimis tentang kiper yang kontraknya tersisa satu tahun lagi di Old Trafford. ‘’David memiliki musim panas. Dia telah bernegosiasi dan kami berharap akan meny-

elesaikannya. Saya telah mengatakan berkali-kali betapa beruntung dan bahagianya kami memiliki dia di gawang,’’ tegasnya. United telah dikaitkan dengan playmaker Southampton Mario Lemina dan Tottenham Spurs Christian Eriksen, tetapi manajer United tetap malu-malu dengan target transfernya. ‘’Kami masih di pasar. Kami sabar, kami tidak perlu mengeluarkan uang lebih. Kami ingin pemain yang tepat dengan harga yang tepat,’’ ungkapnya. Piala Afrika Senegal mencapai semifinal Piala Afrika untuk pertama kalinya sejak 2006 setelah Idrissa Gueye mencetak gol untuk memberikan kemenangan 1-0 atas Benin

pada babak delapan besar di Kairo. Gelandang Everton itu mencetak gol pada menit ke70 meneruskan bola umpan Sadio Mane. William Troost-Ekong membuat gol yang membuat Nigeria menang 2-1 atas Afrika Selatan sehingga mendapat satu tempat di semifinal Piala Afrika. Bek tengah itu menyarangkan gol kedua lewat tendangan sudut pada menit ke-89 yang membuat Nigeria maju ke empat besar untuk yang ke-15 kalinya dalam 18 penampilan. Nigeria yang memenangkan tiga gelar terakhir pada 2013, akan menghadapi Aljazair atau Pantai Gading pada Minggu nanti untuk mendapatkan tempat di final. Parade AS Tim sepak bola wanita Amerika Serikat yang memenangkan Piala Dunia di Prancis, didekati oleh puluhan ribu penggemar yang memujanya dengan parade kemenangan di New York. Mengenakan T-shirt hitam identik dihiasi dengan kata-

kata ‘’Juara Dunia’’ dalam huruf emas, anggota pasukan AS melambaikan tangan kepada kerumunan orang dari pelampung terbuka yang bergerak lambat. Megan Rapinoe melakukan pose mencetak gol saat memperlihatkan trofi Piala Dunia kepada para penggemar yang bersorak-sorai di sepanjang rute parade di sepanjang dongeng Lower Canyon, dongeng ‘’Canyon of Heroes’’. Di bawah langit yang cerah, pekerja kantor menghujani para pemain dengan confetti putih yang dilemparkan dari jendela gedung pencakar langit yang melapisi Broadway. Wali Kota New York Bill de Blasio bergabung dengan bintang-bintang Piala Dunia AS di kendaraan Rapinoe dan kemudian menjadi tuan rumah bagi tim AS dalam sebuah upacara di Balai Kota. ‘’Kelompok ini sangat ulet, sangat tangguh, memiliki selera humor yang tinggi, sangat buruk. Kami memiliki rambut merah muda, rambut ungu, tato, rambut gimbal,’’ ungkap Rapinoe. (afp/kmb)

16 Pejudo Bali Lolos PON Denpasar (Bali Post) – Bali telah meloloskan 16 atlet judo ke PON XX/2020 di Papua. Para pejudo itu mengantongi tiket PON berdasarkan poin yang diperolehnya selama berlaga pada Kejurnas Piala Kartika, Piala Wismoyo dan Piala Kapolri. Ke-16 pejudo tersebut adalah Komang Wibawa Kusuma (kelas -55 kg), I Made Arianta

(-60 kg), I Putu Sukarya Yasa (-66 kg), I Kadek Ari Wirawan (-73 kg), Putu Wiradamungga Adesta (-81 kg), Kadek Rakyanda Adyatma (-90 kg), Gede Ganding Kalbu S. (100 kg), I Made Adhi Putra S (+100 kg), Ni Kadek Desi Kartika Sari (-45 kg), I Gusti Agung Diah Cahya Ningrat (-48 kg), Ni Made Apriningsih (-52 kg), Ni Kadek Anny Pandini (-57 kg),

Kadek Ayu Indah Lestari (-63 kg), Putu Dewi Ayu Sakura (-70 kg), Ni Luh Ade Swandewi Putri (-78 kg), dan I Dewa Ayu Mira Wedari (+78 Kg). Wakil Ketua I Pengprov PJSI Bali Nengah Sudiartha yang dihubungi beberapa hari lalu menjelaskan, pengumpulan poin bagi atlet yang lolos PON dimulai sejak kejurnas 2017. Pejudo Bali yang melaju

ke PON bisa bertambah mengingat masih ada kejuaraan Piala Kartika yang akan digelar di Yogyakarta pada akhir Juli mendatang. Sementara itu, pada PraPON woodball yang dilaksanakan di Lapangan Serpong, Tangerang, Banten, atlet Bali sukses mendulang 3 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. (022)


@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Jumat Pon, 12 Juli 2019

Lagu Daerah Bali Anak-anak Masih Diminati TEPUK tangan penonton bergemuruh pada setiap penampilan peserta parade lagu daerah Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Rabu (10/7) malam, serangkaian PKB ke-41. Empat kabupaten yaitu Jembrana, Klungkung, Tabanan, dan Bangli silih berganti menampilkan nyanyian daerah anak-anak andalan masing-masing daerah. Sebagai pembuka, Sanggar Kumara Widya Suara, Duta Kabupaten Jembrana, mengawali garapan dengan membawa napas Jegog dalam setiap lagu-lagu yang dibawakannya. Lagu-lagu tersebut yakni ‘’Melali ke Hotel Nusa Dua’’, medley lagu ‘’Ratu Anom’’, ‘’Curik-curik’’ dan ‘’Meong-meong’’. Sedangkan lagu kategori remaja yang ditampilkan yakni ‘’Bungan Sunar Raga’’, ‘’Pelagan Selat Bali’’ dan ‘’Sasih Kaulu’’. Sanggar Vocalia Ken-

cana Nada, Duta Kabupaten Klungkung, tampil dengan lagu anak-anak ‘’Tridatu Maha Suci’’, Medley ‘’Goak Maling’’, ‘’Putri Cening Ayu’’ dan ‘’Juru Pencar’’. Ditambah dengan lagu remaja, seperti ‘’Jukut Serombotan’’, ‘’Idup Melarat’’ dan ‘’Sasih Kaulu’’ yang menambah semarak malam itu. Sementara Tabanan yang diwakili oleh Gita Music Study Tabanan membawakan lagu bertajuk ‘’Merah Putih’’, ‘’Ratu Anom’’ dan ‘’Macecimpedan’’. Dilanjutkan dengan lagu betajuk ‘’Luwih Rasa’’, ‘’Sasih Kaulu’’, ‘’Jagat Tabanan’’, ‘’Don Dapdape’’. Penampilan terakhir datang dari Sanggar Seni Belog Ajum Bangli dengan membawakan lagu anak-anak ‘’Sekar Cempaka’’, Medley ‘’Curik-curik’’, ‘’Cening Putri Ayu’’, ‘’Ngalih Bagia’’, ‘’Sasih Kaulu’’, ‘’Cihna’’ dan ‘’Mebunga-bunga’’ dengan memukau.

Penampilan anak-anak masing-masing daerah ini mendapat apresiasi dari pengamat seni. I Komang Darmayuda, misalnya, merasa bersyukur lagu daerah anakanak masih diminati generasi muda Bali. Menurut Darmayuda, lagu daerah Bali nonkomersil memang diikat oleh pakem bahasa, sehingga perlu nalar lebih untuk menikmatinya. Meskipun demikian, dalam melestarikannya tidak mesti kaku. Apalagi, untuk bisa bertahan di tengah derasnya arus globalisasi, lagu Bali perlu pengembangan besar-besaran tanpa harus khawatir meninggalkan pakem. Selaku salah satu tim pengamat parade lagu daerah Bali, Darmayuda telah mengupayakan pembuatan album Bali Kumara yang berisi kumpulan penyanyi anakanak dan remaja dengan lagu bertemakan budaya serta nasionalisme. ‘’Bali Kumara

adalah album anak-anak di youtube, tapi kita ini tujuannya bukan komersial melainkan pelestarian,’’ ujar Darmayuda. Ni Wayan Ardini yang turut sebagai tim pengamat menambahkan, sejauh ini lagu-lagu daerah Bali dengan nuansa budaya dan nasionalisme menggunakan istilahistilah yang berat dipahami pendengar. Sehingga aransemen musik perlu dibuatkan lebih ringan jika lagu dengan tipikal budaya dan nasionalisme tetap ingin didengarkan. Ardini pun mengungkapkan, pernah diadakan sebuah kompetisi menciptakan lagu Bali bertemakan budaya untuk dikomersialisasikan yang didanai proyeknya oleh pemerintah. ‘’Waktu eranya Wirasuta (salah seorang penyanyi Bali), itu ‘Taluh Semuuk’ pernah sekali mengomersialisasikan lagu tema budaya tapi tidak berhasil,’’ ujarnya. (win)

Bali Post/ist

LAGU DAERAH - Penampilan Sanggar Vocalia Kencana Nada, duta Kabupaten Klungkung, saat membawakan lagu daerah anak-anak di Taman Budaya, Rabu (10/7) malam.

Tari Dayak Kaharingan Pukau Penonton PROVINSI Kalimantan Tengah menampilkan tarian khas Dayak Kaharingan di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Kamis (11/7) kemarin. Sebanyak lima tarian khas Dayak Kaharingan disajikan dengan penuh energik yang mampu menarik perhatian pengunjung PKB. Kelima tarian tersebut yakni tari Kahanjak Atei, Kolaborasi Karungut dan tari Kinyah Mandau Tunggal, tari Bawi Bali Post/eka

TARI TRADISIONAL - Partisipan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah menampilkan beberapa tari tradisional pada PKB XLI di Taman Budaya, Denpasar, Kamis (11/7) kemarin.

KULINER

Produk UKM KESEHATAN Perlu Diperagakan

KAIN dengan pewarna alami dari Andika Tarum Bali dipadukan dengan aksesoris dari Bara Silver, diperagakan di depan istri–istri pimpinan bank se-Bali belum lama ini di Ruang Tirta Gangga, Gedung Bank Indonesia. Selain itu, juga ada produk Songket Putri Mas dan kain tenun Bali lain milik UMKM Bali khususnya binaan Bank Indonesia KPw Bali. Paduan–paduan produk industri kreatif itu langsung dikenakan pada tubuh mungil, tinggi, langsing berbagai usia. Peragawati itu tidak datang dari profesional, melainkan dari karyawan BI serta istri–istri pimpinan bank. Ketua Ikatan Wanita Perbankan (Iwaba) Provinsi Bali dan Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (Pipebi) Bali Nining Causa Ima Karana mengatakan, Bank Indonesia memiliki UMKM binaan. Untuk mempromosikan produk UMKM, menurutnya, tidak cukup hanya dengan digelar di pinggir acara, namun juga perlu dikenakan dan diperagakan. ‘’Dengan diperagakan, dipakai, kita harapkan bisa menginspirasi orang bahwa kain itu bisa dibuat menjadi apa saja. Bisa jadi baju, gaun, kain sembahyang bahkan dapat digunakan laki–laki termasuk aksesoris dari UMKM kita,’’ ungkapnya. Menurutnya, kain tenun Bali bukan sekadar tenun, namun hasil karya seni sehingga produk seni ini harus dihargai. Kepala Bank Indonesia KPw Bali Causa Iman Karana berharap produk yang dipamerkan dan diperagakan dapat lestari, di samping juga dapat meningkatkan ekonomi perajin. Dengan dikenalkan pada istri–istri pimpinan bank dan karyawan bank, produk UMKM Bali dapat lebih dikenal secara nasional dan internasional, mengingat mereka berpindah–pindah mengikuti suami bertugas. Menurutnya, potensi UMKM di Bali sangat banyak dan bisa berkembang. Produk UMKM Bali juga diminati pasar di Indonesia seperti pada event KKE (Karya Kreatif Indonesia) yang memamerkan produk–produk premium binaan BI seluruh Indonesia, selalu laris dibeli. ‘’Produk dari Bali selalu habis. Tapi kalau habis, ya… habis, mereka harus menunggu tiga bulan lagi, karena produk Bali itu tidak bisa diproduksi massal,’’ tandasnya. Produk kerajinan tidak bisa diproduksi massal untuk menjaga kesakralan dan keunikannya. Apalagi setiap daerah di Bali memiliki motif kain yang berbeda-beda sehingga tidak bisa diproduksi massal. Maka dari itu yang perlu diwaspadai, menurutnya, adalah pemalsuan atau duplikasi produk. Ia mendorong UMKM Bali untuk memiliki HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual). (may)

TOP IN VASI

WONDERFUL BALI

BUDAYA

PENDIDIKAN

SENIMAN

UMKM - Karyawan BI memeragakan produk UMKM binaan BI KPw Bali yaitu kain dari Andika Tarum Bali dan aksesoris dari Bara Silver.

Kuwu, tari Nepah Hajat dan tari Manasai. Bahkan di pengujung pementasan, sebagian penonton dari Bali dan luar Bali termasuk dari mancanegara ikut menari bersama. Mereka menarikan tari Manasai. Tari Manasai merupakan tari pergaulan yang ada di Kalimantan Tengah. Tarian ini biasa ditarikan sebagai sebuah penutupan dalam acara maupun kegiatan yang ditarikan bersama dengan

seluruh tamu atau penonton dan membentuk lingkaran. ‘’Makna tarian ini sangat penting dalam sebuah kebersamaan tanpa mengenal latar belakang yang ada di Kalimantan Tengah,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah Dr. Guntur Talajan, S.H., M.Si. Tari kegembiraan lainnya yang ditampilkan Sanggar Seni Betang Batarung,

Palangkaraya pimpinan Tris Sofia adalah tari Kahanjak Atei. Kahanjak Atei artinya kegembiraan. Tarian ini merupakan tarian pergaulan Dayak yaitu Tasai dan tari Giring-giring. Menurut Tris Sofia, tarian ini menggambarkan luapan kegembiraan dan suka cita masyarakat Dayak dalam berbagai hal dan sebagai bentuk kebersamaan dan keakraban dalam kehidupan

sehari-hari. Selain itu, juga dipentaskan Karungut, sebuah kesenian tradisional berupa sastra lisan atau pantun yang dilagukan. Bagi suku Dayak, Karungut merupakan karya sastra besar klasik sejenis pantun atau gurindam. Karungut ini dikolaborasikan dengan tari Kinyah Mandau. Sebuah tarian perang sukusuku Dayak di Kalimantan. (win)

Seniman Patung Tradisi Bali Makin Berkurang

Ancaman bagi Roh Gumi Bali

PATUNG tradisi merupakan roh gumi Bali yang membuat Pulau Dewata semakin hidup. Sebab, selain karena keindahan alamnya, Bali tersohor ke mancanegara karena budaya patungnya. Namun, dari tahun ke tahun seniman patung tradisi semakin berkurang. Hal ini disebabkan hak cipta karyanya dibeli dan diproduksi mahal oleh pembeli hak cipta. Di samping juga disebabkan pesatnya perkembangan teknologi yang membuat generasi muda enggan berkesenian patung tradisi. Hal ini diakui I Ketut Mustika, dosen ISI Denpasar, saat menjadi pembicara pada Workshop Patung Tradisi di PKB ke41, Rabu (10/7) sore. Workshop ini merupakan kali pertama digelar pada perhelatan pesta kesenian tahunan ini. Workshop yang berlangsung di Kalangan Angsoka, Taman Budaya ini memang tak banyak peserta yang ikut. Namun, peserta dari kalangan anak muda hingga orang dewasa,

bahkan dari luar Bali sangat antusias mengikuti workshop hingga akhir. Bahkan, pertanyaan-pertanyaan peserta mengalir lancar. Seorang peserta sempat menanyakan bagaimana cara membuat taksu pada patung tradisi. Pertanyaan itu mendapat tanggapan dari Mus-

tika. ‘’Taksu dapat dikejar bila pengerjaan karyanya sesuai pakem,’’ ujar Mustika. Pada kesempatan tersebut, Mustika juga mengingatkan bahwa semakin berkurangnya seniman patung tradisi di Bali akan merugikan Bali ke depan. Sebab, Bali tersohor ke seluruh

dunia tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena budaya patungnya. ‘’Sebenarnya patung tradisi itu merupakan roh gumi Bali yang membuat Bali semakin hidup,’’ ujarnya. Mustika mengajak generasi muda Bali untuk ambil bagian

dalam pelestarian seni patung tradisi. Sehingga seniman mematung di Bali tidak memudar dan tetap menjadi roh gumi Bali ke depannya. Sementara itu, praktisi seni patung tradisi Tjok Udiana Nindhia Pemayun mengingatkan saat membuat patung tradisi, seorang seniman harus berhati-hati. Sebab, dalam proses pembuatannya perlu diperhatikan antara energi di badan patung dengan energi alat yang digunakan. Apabila antara energi badan patung dengan alat yang digunakan beda, maka menimbulkan hal yang tidak diinginkan, seperti cedera. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak asal memotong pohon yang hidup. Ini bukan hanya berlaku untuk membuat patung tradisi, melainkan juga untuk semua hal. Sebab, di dalam pohon terdapat bayu atau energi. ‘’Hati-hati memotong pohon yang hidup, karena di dalamnya ada bayu atau energi,’’ pesan Tjok Nindia. (win)

bisa dirasakan para pelanggan Miracle,’’ ujarnya. Di ulang tahunnya yang ke-23, Miracle Aesthetic Clinic meluncurkan perawatan-perawatan yang dapat menjadi solusi bagi pelanggan untuk meningkatkan kualitas kulit mereka. Dengan bertambahnya usia dan faktor lingkungan seperti sering terpapar polusi dan sinar ultraviolet, stres, gaya hidup yang kurang sehat, juga penggunaan produk perawatan yang tidak tepat, dapat memengaruhi kesehatan kulit seseorang. Akibatnya kulit menjadi kering, kusam, muncul kerutan halus dan kendur. Skin booster menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas kulit menjadi lebih sehat, lembab, kenyal dan cerah bersinar. Skin booster adalah perawatan injeksi yang berisi berbagai bahan aktif yang dapat menstimulasi kolagen, melembabkan kulit, menghaluskan tekstur, dan regenerasi sel kulit. Perawatan terbaru Miracle Glass Skin Hydrabooster merupakan premium skin booster yang memadukan injeksi skin booster dengan bahan Hyaluronic Acid (HA) yang dikombinasikan dengan teknologi laser canggih. Perawatan laser dilakukan terlebih dahulu untuk meremajakan sel-sel kulit baru dan bermanfaat untuk pencerahan

kulit wajah. Kemudian dilakukan injeksi skin booster sebagai deep skin hydration untuk menambah efek pelembapan yang maksimal. Bahan skin booster menggunakan teknologi VYCROSS yang dipatenkan, berfungsi untuk menghaluskan tekstur kulit, mengurangi kerutan halus, menghidrasi, dan meningkatkan elastisitas kulit. Miracle Glass Skin Hydrabooster dapat bertahan hingga sembilan bulan. Miracle juga memperkenalkan prosedur pengencangan kulit wajah dengan tanam benang terbaru yaitu Miracle Power Fix Thread. Perawatan itu menggunakan benang berpola triangle cogs yang dirancang arahnya untuk dapat memberikan efek tarikan kulit secara maksimal. Perawatan tersebut segera tampak hasilnya untuk mengencangkan kulit kendur di bagian dahi. Juga, untuk mengencangkan alis dan kelopak mata atas yang mulai turun, mengangkat kulit bagian bawah wajah terutama di area pipi dan garis rahang yang mengendur, serta dapat mengatasi kelebihan kulit di bawah dagu atau double chin. Tak hanya itu, Miracle Power Fix Thread memberikan efek V-shape dan lifting yang bertahan lama serta sangat bagus

untuk peningkatan kolagen kulit. Pengerjaannya hanya sekitar 30 menit dengan rasa sakit yang minimal dan waktu pemulihan relatif singkat. Perawatan terbaru lainnya yang diperkenalkan di acara The Miracle of Skin Booster adalah Miracle Healer Injection. Perawatan ini merupakan prosedur berupa injeksi dengan kandungan DNA Salmon. Keajaiban perawatan kulit dengan injeksi bahan yang berasal dari ekstrak DNA salmon yang aman karena mirip dengan DNA manusia, sehingga tidak menyebabkan efek samping. DNA Salmon yang digunakan sudah dipurifikasi dari komponen protein yang lain sehingga tidak memicu respons alergi. Ada tiga variasi dari Miracle Healer Injection. Pertama, Miracle Rejuran Dermal Glow,

untuk mengurangi kerut-kerut halus atau keriput sehingga kulit tampak lebih muda, segar dan sehat. Kedua, Miracle Rejuran Dermal Booster untuk mengatasi kulit kusam, kering, juga kerutan halus. Ketiga, Miracle Rejuran Dermal Repair untuk mengatasi kulit yang kasar, pori-pori lebar dan scar. ‘’Hasilnya kulit jadi kenyal, lembap, halus, produksi minyak di kulit wajah tidak berlebih, memberikan efek kulit yang lebih cerah sehingga kualitas kesehatan kulit meningkat,’’ ungkap dr. Kadek Dewitini, Dipl.AAAM. (Dokter Konsultan Miracle). Segera kunjungi Miracle Aesthetic Clinic untuk memanjakan diri dengan perawatan terbaik dan penawaran menarik di Miracle Anniversale, 12-16 Juli 2019. (ad458)

Bali Post/ist

PATUNG - Sejumlah anak muda sedang mendemonstrasikan cara pembuatan patung tradisi pada Workshop Patung Tradisi di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Rabu (10/7).

The Miracle of Skin Booster Hadirkan Perawatan Terbaru dan Penawaran Menarik

KOMITMEN Miracle Aesthetic Clinic selalu memberikan pelayanan dan perawatan kulit wajah terbaik, diwujudkan dengan memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan yang tinggi kepada para pelangganya. Dalam rangka ulang tahun ke-23, Miracle Aesthetic Clinic kembali memberikan keistimewaan bagi para pelanggan melalui berbagai penawaran menarik untuk perawatan dan produk Miracle dalam event Miracle Anniversale yang diadakan pada 12–16 Juli 2019 di Miracle Aesthetic Clinic Bali. Pada acara tahunan kali ini, para pelanggan dapat memanjakan diri dengan perawatan terbaik dan penawaran menarik seperti hemat sampai 50%, buy 1 get 1 free untuk perawatan pilihan, hadiah langsung dan free treatment. Cicilian 0% juga bisa dinikmati dan menangkan Grand Prize Samsung Galaxy S10 Plus. Direktur Operasional Miracle Aesthetic Clinic Jap Budi Wijaya menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan dan memberi kepuasan kepada pelanggan, Miracle selalu menghadirkan ragam jenis inovasi perawatan baru. ‘’Perawatan-perawatan tersebut pasti aman dan dapat memberikan hasil nyata yang


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook