Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Dua Aktor Utama Rencana Pembunuhan Empat Tokoh Nasional
Jakarta (Bali Post) – Aparat kepolisian akhirnya mengungkap dua aktor utama skenario rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu pemimpin lembaga survei yakni mantan Kaskostrad Mayjen TNI (Purn) KZ dan HM. ‘’Dari keenam tersangka yang kami amankan ini dan kami lakukan pemeriksaan, kami tetapkan tersangka KZ dan HM,’’ ujar Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi di Media Center Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6) kemarin. Menurut Ade Ary, berdasarkan penyidikan dan keterangan saksi-saksi yang dikuatkan adanya petunjuk penyesuaian, mereka bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap empat tokoh nasional dan satu Direksi Charta Politika Yunarto Wijaya. Empat tokoh nasional yang menjadi
target pembunuhan, yakni Menko Polhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan, Staf Sus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. KZ disebut memesan senjata api, memberikan target pembunuhan sekaligus memberi-
kan duit operasional. KZ diduga berperan memberikan perintah kepada tersangka HK alias I dan tersangka AZ untuk mencari eksekutor pembunuhan. Ade Ary menyebutkan, KZ memberikan uang sebesar Rp 150 juta ke HK alias I untuk membeli beberapa pucuk senjata api. ‘’Setelah mendapat em-
Dewa Gede Sudika Mangku
I.B. Radendra Suastama
Massa Perusuh Bawa Senjata Mematikan
KERUSUHAN pada 2122 Mei 2019 mulai dibuka. Selain polisi menahan puluhan orang termasuk tokoh nasional, polisi juga mulai mengendus penggerak di balik tragedi tersebut. Polisi juga mengungkap kronologi dan hadirnya dua gelombang massa yang punya kepentingan berbeda. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Muhammad Iqbal menyatakan massa segmen dua yang merupakan massa perusuh, menggunakan benda-benda mematikan untuk menyerang polisi yang bertugas mengamankan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta pada Selasa malam, 21 Mei 2019. Hal.15 Bom Molotov
Bali Post/ade
KERUSUHAN - Kadiv Humas Polri Irjen M. Iqbal (kanan) bersama Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi menjelaskan perkembangan kerusuhan 21-22 Mei 2019, Selasa (11/6) kemarin. Polri telah menetapkan enam tersangka perencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.
Waspadai Perlambatan Ekonomi Global
Logikanya, Bali Dapat Dua Menteri PEMILU serentak 2019 telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan penghituangan suara secara keseluruhan yang menyatakan pasangan nomor urut 01, Jokowi dan Ma’ruf Amin, mengungguli pasangan nomor urut 02, Probowo-Sandi. Ini memang belum final, karena pasangan nomor urut 02 sedang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Terlepas dari hal itu, jika dilihat perolehan suara di setiap provinsi yang ada di Indonesia, Bali merupakan provinsi yang mampu meraup suara terbanyak untuk nomor urut 01 yaitu 91,68 persen (versi KPU). Tentu capaian ini sungguh luar biasa dan sangat fenomenal. Bahkan hasil ini telah diapresiasi oleh pasangan nomor urut 01 dengan mengundang Gubernur Bali untuk bertemu Jokowi dan hal ini tentu sinyal positif untuk Bali. Dengan sinyal positif tersebut, Bali sebetulnya dapat berharap banyak atas perolehan suara ini, jika sampai putusan MK diketok, pasangan nomor urut 01 memenangkan pemilu, Bali seharusnya memperoleh jatah menteri lebih dari satu. ‘’Mengapa demikian? Hanya Bali yang mampu meraup suara terbanyak di seluruh provinsi dan ini merupakan sejarah di dalam pemilu Indonesia dan sudah seharusnya Bali mendapatkan prioritas dalam hal jatah menteri ke depan,’’ ujar pengamat politik Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M., Selasa (11/6) kemarin. Dalam sejarah bergulirnya pemerintahan selama ini, Bali selalu menempatkan putra terbaiknya untuk duduk di jajaran kabinet. Dengan hasil ini sudah barang tentu Bali seharusnya dan sudah layak diberikan jatah menteri lebih dari satu. ‘’Apabila nanti pada saat pemerintahan Jokowi yang telah ditetapkan menang dan tidak melibatkan atau menggandeng putra terbaik dari Bali untuk di jajaran menteri tentu hal ini akan mencederai hati masyarakat Bali secara keseluruhan. Sebab, untuk meraup suara hampir sapu bersih tentu bukan perkara mudah,’ tegas Dosen Ilmu Hukum Undiksha Singaraja ini. Hal. 15 Hak Prerogatif
pat senjata api pun, berdasarkan fakta yang kami dapatkan, tersangka KZ masih menyuruh tersangka HK mencari satu lagi senpi panjang lainnya karena senpi yang didapatkan dianggap belum memenuhi standar yang diberikan,’’ kata Ade Ary. Hal. 15 Target Khusus
Peristiwa Selasa Malam 21 Mei 2019
Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan asumsi pertumbuhan ekonomi pada 2020 sebesar 5,3-5,6 persen masih terukur untuk dicapai, meskipun pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perlambatan ekonomi global. Saat memberi tanggapan kepada fraksi DPR dalam Si-
dang Paripurna DPR di Jakarta, Selasa (11/6) kemarin, Sri Mulyani mengatakan rentang atas pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen tidak mustahil dicapai pada 2020 jika semua unsur dari kontributor pertumbuhan ekonomi dapat terwujud. ‘’Mengenai pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebesar 5,3-5,6 persen, pemerintah berpendapat perlunya sikap kehati-hatian namun penting untuk menjaga optimisme yang terukur,’’ ujarnya. Pernyataan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berlandaskan pada terjaganya pertumbuhan konsumsi, investasi, dan ekspor dengan dukungan belanja pemerintah secara proporsional, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai target. ‘’Perkiraan batas bawah
menunjukkan risiko global yang meningkat, sedangkan perkiraan proyeksi batas atas menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi apabila semua unsur penyumbang pertumbuhan dapat diwujudkan,’’ ujarnya. Pemerintah, ujarnya, akan menjaga konsumsi melalui pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, program bantuan sosial juga digulirkan untuk mendorong pemerataan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. ‘’Begitu juga investasi terus ditingkatkan melalui perbaikan dan penyederhanaan regulasi, perbaikan iklim investasi, dan pemberian fasilitasi investasi dan promosi investasi,’’ ujarnya. (ant)
KPK Sarankan Nursalim Serahkan Diri Jakarta (Bali Post) – KPK menyarankan agar pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan perkara korupsi terkait pemenuhan kewajiban obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dapat menyerahkan diri ke penyidik. ‘’Jika pihak SJN (Sjamsul Nursalim) dan ITN (Itjih Nursalim) ingin membela diri dalam perkara ini, akan lebih baik hadir memenuhi panggilan KPK atau kami menyarankan agar SJN dan ITN menyerahkan diri ke KPK karena saat ini status mereka sudah sebagai tersangka dalam penyidikan perkara korupsi yang dilakukan KPK,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Ja-
karta, Selasa (11/6) kemarin. Bila keduanya menyerahkan diri, menurut Febri, hal itu dapat dinilai sebagai sikap koperatif kedua tersangka yang saat ini berada di Singapura. KPK juga sudah mengirimkan informasi pemberitahuan dimulainya penyidikan dengan tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim ke tiga lokasi di Singapura dan satu lokasi di Indonesia yaitu The Oxley, Cluny Road, dan Head Office of Giti Tire Pte.Ltd. di Singapura. Sedangkan satu lokasi di Indonesia yakni di rumah di Simprug, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. ‘’KPK justru telah memberikan ruang yang cukup sejak tahap penyelidikan pada SJN dan ITN untuk menyampaikan keberatan atau informasi bantahan terhadap
proses yang dilakukan KPK, namun hal tersebut tidak pernah digunakan,’’ ungkap Febri. Pada Senin (10/6), penasihat hukum Sjamsul Nursalim dan Itjih, Maqdir Ismail, juga menyampaikan pernyataan bahwa keputusan KPK menetapkan kedua kliennya sebagai tersangka sangat janggal dan tidak masuk akal. ‘’Kami pandang tidak terdapat hal baru dari penjelasan yang disampaikan oleh Maqdir Ismail yang mengaku sebagai kuasa hukum SJN tersebut,’’ ungkap Febri. KPK, menurut Febri, juga belum menerima pemberitahuan resmi dari Maqdir bahwa dia telah menerima surat kuasa khusus dari Sjamsul dan Itjih dalam penyidikan tersebut. (ant)
Febri Diansyah
Prediksi Pilkada 2020 di Bali
Bali Post/ant
Denpasar ‘’Head to Head’’, Tabanan Lawan Kotak Kosong GELARAN pilkada dan pilwali di Bali mulai dimunculkan. KPU di kabupaten/kota yang menggelar pilkada pun sudah merancang anggaran. Demikian pula pimpinan parpol telah menghitung kursi dan mulai menjajaki koalisi untuk menghadapi PDIP yang mendominasi suara di Bali. Di Denpasar, misalnya. Golkar sudah berancangancang membentuk koalisi menghadapi pilwali. Sebab, partai pohon beringin pada Pemilu 2019 ini memperoleh delapan kursi. Jadi belum cukup untuk mengusung calon. Beda dengan PDI-P. Partai yang kini berkuasa di Bali itu memperoleh 22 kursi (belum penetapan). Dengan perolehan itu PDI-P bisa mengusung satu pasangan calon tanpa tergantung dengan partai lain.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil perhitungan sementara, PDI-P Denpasar mampu mengantarkan 22 calegnya ke kursi dewan. Kemudian disusul Golkar dengan tetap mempertahankan delapan kursi. Gerindra dan Demokrat hanya mampu meraup empat kursi. Sisanya, tiga kursi untuk NasDem, serta Hanura dan PSI kebagian masing-masing dua kursi. ‘’Melihat perolehan kursi kali ini, saya kira peluangnya lebih besar head to head,’’ ujar Ketua DPD II Golkar Denpasar Wayan Mariyana Wandhira, Selasa (11/6) kemarin. Wandhira mengatakan, pada pilwali mendatang, hanya PDI-P yang bisa mengusung satu calon tanpa koalisi. Sedangkan partai lainnya harus melakukan koalisi. Karena itu, pihaknya melihat pada hajatan pilwali mendatang, diprediksi hanya akan ada dua pasangan yang maju. ‘’Mungkin bisa tiga, kalau ada yang maju lewat jalur independen,’’ katanya. Untuk itu, Golkar sedang
menjajaki upaya ke arah sana. Bahkan, partai telah melakukan survei. ‘’Besok (Rabu ini) akan kita gelar rapat terkait masalah ini,’’ ujarnya. Kotak Kosong Di Tabanan juga didominasi PDI-P. Ada prediksi pada pilbup mendatang terjadi head to head. Namun ada pula kemungkinan calon yang diusung PDI-P akan berhadapan dengan kotak kosong. Kemungkinan tersebut berdasarkan jumlah perolehan suara dalam Pemilu 2019. Dari 40 kursi DPRD Tabanan, PDI-P berhasil meraih 28 kursi dan Partai Golkar 5 kursi. Sementara Gerindra dan NasDem masingmasing 3 kursi, dan Demokrat 1 kursi. Keempat partai ini tidak bisa mengusung calon sendiri, sebab persyaratannya harus menguasai 20 persen atau setara 8 kursi DPRD Tabanan. Apabila Golkar berkoalisi dengan PDI-P, tentu tertutup bagi partai lain untuk mengusung calon. Ketua DPC PDI-P Tabanan
I Komang Gede Sanjaya memprediksi, jika secara hitungan politik di Tabanan akan bertarung dengan kotak kosong. ‘’Bukan maksud mendahului, mohon maaf bisa saja PDI-P berpotensi lawan kotak kosong. Karena secara hitungan politik, jika mencalonkan diri minimal 20 persen atau setara 8 kursi. Ketika tidak bisa menenuhi syarat, ya… tidak bisa mencalonkan,’’ jelasnya, beberapa hari lalu. Begitupun saat Golkar berniat bergabung ke PDI-P tanpa syarat, maka partai lain sudah tidak bisa lagi mencalonkan diri. ‘’Golkar sudah ada komunikasi ke kami, ya… kami rangkul,’’ katanya. Disinggung kemungkinan adanya calon independen, Sanjaya mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum melihat ada pergerakan. Tidak hanya di Kabupaten Tabanan kemungkinan lawan kotak kosong, kata Sanjaya, juga terjadi di beberapa kabupaten seperti Badung dan Gianyar. (kmb12)
?
PILKADA
kotak kosong
DENPASAR
2
Rabu Pon, 12 Juni 2019
FIGUR Jangan Banting Harga PADA perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mengikuti pameran digratiskan dari biaya sewa stan. Dengan tidak dipungutnya biaya sewa stan ini, diharapkan harga yang ditawarkan tidak dibanting dan seragam. Jika hal tersebut tidak dilakukan, ditakutkan bisa mematikan internal UKM sendiri di dalam pameran PKB. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan hal itu, belum lama ini. Ia mengakui memang agak susah menerapkan kesetaraan harga di antara pelaku UKM. Namun, ia berharap harga yang ditawarkan pada pameran tahun ini seragam dan tentu lebih murah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Pada PKB sebelumnya, para peserta pameran dipungut biaya sewa stan. Sekarang tidak ditarik biaya sewa stan, sehingga diharapkan produk yang dijual lebih murah dan bisa seragam,” ujarnya. Menurutnya, keseragaman harga itu penting sehingga tidak terjadi saling bunuh harga antara pelaku IKM satu dengan yang lainnya. Dari pengalaman sebelumnya, ada pedagang saat memberikan harga awal langsung membanting harganya ketika mendapatkan informasi dari konsumen bahwa di salah satu stan harganya lebih murah. “Ada konsumen datang dan menawar lalu mengatakan di stan lain bisa dapat harga lebih murah. Pelaku UKM langsung banting harga lebih murah lagi. Ini diharapkan tidak terjadi tahun ini dan ada kesepakatan harga di antara pelaku UKM hingga seragam,’’ katanya. Pada pameran PKB 2019, selain kesetaraan harga, hal yang berbeda dan tidak ada pada tahun-tahun sebelumnya adalah stan yang ramah lingkungan serta bebas dari plastik. Stan terbuat dari bahan ramah lingkungan, seperti bambu dan tidak menggunakan styrofoam. (san)
86 Pelaku UKM Ikuti Pameran PKB
Denpasar (Bali Post) Kebijakan Gubernur Bali menggratiskan biaya sewa stan pameran di ajang PKB 2019, disambut antusias para pelaku Usaha Kecil dan Menegah (UKM) di Denpasar. Meskipun waktu pendaftaran singkat, namun minat para pelaku UKM cukup banyak. Tercatat sebanyak 86 pelaku UKM di Denpasar akan menikmati fasilitas stan gratis tersebut. Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Endartha didampingi Kasi Pengembangan Ekspor dan Promosi Ni Wayan Masrini mengatakan hal itu, Selasa (11/6) kemarin. Menurut Yoga Endartha, tahun ini ada peningkatan jumlah pendaftar, karena biaya sewa stan yang digratiskan. Tahun sebelumnya, pelaku UKM yang mendaftar dan mengikuti PKB sebanyak 75 peserta. ‘’Tahun ini ada 82 peserta yang mendaftar dari Disperindag, ditambah empat peserta dari Dekranasda, sehingga total ada 86 peserta,’’ ujarnya. Masrini menambahkan, 82 peserta yang terdaftar di Disperidag tersebut sebelumnya telah dilakukan seleksi awal terkait kelengkapan perizinan.
Sementara seleksi lebih lanjut dilakukan di Disperindag Provinsi Bali. Dari seleksi yang diikuti oleh 82 peserta tersebut, kata Masrini, ada beberapa pelaku UKM yang tidak lolos, mengingat kuota stan terbatas. ‘’Namun, karena pertimbangan berbagai hal di mana pelaku usaha bersangkutan menghadap langsung ke Disperindag Provinsi Bali, akhirnya 82 pelaku usaha tersebut diloloskan ikut PKB atas persetujuan Gubernur Bali. Tapi dengan beberapa persyaratan, seperti satu stan diberikan untuk dua atau lebih pelaku usaha dan persyaratan lainnya,’’ katanya. Masrini mengatkan, 86 pelaku usaha yang ikut dalam pameran tersebut didominasi oleh usaha fashion, baik itu pakaian, sandal termasuk perhiasan. Sebelum mengikuti pameran, para peserta pameran juga sudah dibekali beberapa hal melalui workshop terkait pengetahuan produk, penyusunan tata tertib dan informasi terkait asuransi kebakaran. Meskipun stan tahun ini digratiskan, diimbau penyelenggaraan pameran ini agar ditata rapi dan produk yang dipamerkan adalah produk asli Bali. (kmb12)
Bhayangkari Gadungan Dihukum Tiga Tahun Denpasar (Bali Post) Mengaku sebagai istri polisi dan menjadi anggota Bhayangkari, penipu asal Sidoarjo, Jawa Timur, terdakwa Niswatun Badriyah (25), dihukum pidana penjara selama tiga tahun, Selasa (11/6) kemarin. Majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa menyatakan terdakwa bersalah sebagaimana dalam Pasal 378 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) ke 1 KUHP. Vonis itu masih lebih rendah dari tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum pidana penjara selama tiga tahun enam bulan (3,5 tahun). Perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan, yakni mengaku bisa meluluskan I Ketut Widiyantara Udayana menjadi anggota Polri. Terdakwa minta dana hingga Rp 639 juta. Kasus ini berawal pada 2017. Saat itu terdakwa menyewa salah satu kamar kos milik korban di Jalan Tukad Balian, Gang Depo Nomor 3, Renon, Denpasar. Terdakwa sering bertemu ibu korban Ni Made Muliadi, sambil ngobrol. Salah satu
Topik :
obrolannya terdakwa mengaku dari keluarga polisi dan terdakwa juga mengaku sudah meluluskan orang jadi Akpol. Saat itulah muncul niatnya untuk menipu korban dan menawarkan apakah anak korban mau menjadi polisi. Di samping itu, terdakwa juga mengaku jika suaminya merupakan lulusan Akpol dan sudah bertugas di Polres Klungkung. Korban pun terbuai dengan kata-kata manis tersebut dengan meminta tolong kepada terdakwa agar bisa lulus menjadi polisi. Untuk lulus, ada paket seharga Rp 150 juta untuk langsung lulus jadi polisi. Tanpa berpikir panjang, korban tertarik dan menyanggupi biaya tersebut dengan menyerahkan uang kepada terdakwa secara bertahap. Namun, biaya yang dipatok Badriyah itu berkembang hingga mencapai Rp 639 juta. Apesnya lagi, anak korban I Ketut Widiyantara Udayana tidak lulus ujian pertama yakni tes psikologi dan saksi I Ketut Widiyantara Udayana dijanjikan berangkat tapi sampai sekarang tidak diberangkatkan. (kmb37)
RANPERGUB - Kegiatan uji publik Ranpergub Bali tentang Energi Bersih di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (11/6) kemarin.
Bali Post/kmb24
Bali Terancam Krisis Listrik
Pemprov Siapkan Ranpergub Energi Bersih
Denpasar (Bali Post) Bali memiliki kapasitas pembangkit sebesar 1259 MW dengan tautan energi terbarukan kurang dari satu persen atau sekitar 4 MW. Di sisi lain, pertumbuhan akan kelistrikan di Bali sebesar kurang lebih 50 MW per tahunnya. Dengan ini diproyeksikan lima tahun ke depan akan terjadi krisis listrik di Bali, apabila tidak segera disiapkan kapasitas terpasang antara 1500 MW hingga 1600 MW pada tahun 2021-2022. Untuk menghindari krisis listrik ini, Pemprov Bali berencana mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali tentang Energi Bersih. Untuk mematangkan isi dari Rancangan Peraturan Gubernur Bali (Ranpergub) ini, dilakukan konsultasi/uji publik beberapa materi draf di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (11/6) kemarin. Kasi Teknik Energi dan
Ketenagalistrikan Disnaker dan ESDM Bali I.B. Setiawan memaparkan latar belakang dibuatnya aturan ini. Selain Bali akan krisis listrik lima tahun ke depan, juga untuk memenuhi amanah RUEN serta KEN untuk meningkatkan bauran energi terbarukan hingga 23 persen di tahun 2025. Uji publik ini diharapkan bisa memberikan masukan untuk menyempurnakan ranpergub sebelum nantinya ditetapkan menjadi Pergub. Dalam uji publik tersebut ada delapan pasal yang dibahas yaitu pasal 10, 18, 20, 21, 22, 25, 26 dan pasal 27. Dari delapan pasal itu, yang paling disorot adalah pasal 10 mengenai penyediaan dan pemanfaatan energi bersih yang bersumber dari energi terbarukan berupa panas bumi. Para peserta uji publik mempertanyakan dan ingin pasal ini redaksinya di-
perjelas apakah panas bumi yang dimaksud adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Bedugul atau tempat yang baru. “Seperti diketahui, PLTP Bedugul adalah isu yang seksi dan selalu diributkan setiap topik ini muncul. Jadi, diharapkan redaksi dalam pasal ini dipertegas, apakah energi terbarukan panas bumi ini adalah PLTP Bedugul atau bukan,” ujar perwakilan dari Kadin Bali, Komang Gede Sebudi. Menjawab pertanyaan ini, Setiawan menegaskan jika panas bumi ini bukanlah PLTP di Bedugul. Tetapi akan dicarikan lokasi baru yang tidak berpolemik sehingga energi terbarukan panas bumi bisa diterapkan di Bali. Lokasi yang memungkinkan adalah daerah di Buleleng yaitu daerah Banyu Wedang dan daerah Batur, Bangli. Meski demikian, un-
tuk potensi ini ke depan tentu memerlukan studi kelayakan apakah bisa diterapkan sebagai pembangkit atau tidak. “Selain panas bumi, sumber listrik energi terbarukan di Bali yang berpotensi adalah energi surya sehingga didorong untuk membangun panel atap surya,” ujarnya. Masukan juga diberikan oleh Citra dari salah satu badan survei. Ia mengatakan, untuk pembangunan panel atap surya berdasarkan survei di Jabotabek, kebanyakan pelaku industri bersedia membangun panel atap surya jika ada skema peminjaman dana pembangunan yang berbunga rendah. “Biaya membangun panel atap surya sangat besar. Pelaku industri berdasarkan hasil survei berkemauan membangun panel atap surya asalkan dibayarkan secara dicicil dan diharapkan ada skema peminjaman di lem-
baga keuangan dengan bunga rendah,” ujarnya. Untuk pertanyaan tersebut, menurut Setiawan dulu pernah ada kredit energi dan pangan dengan bunga enam persen per tahun di BPD. Namun kredit ini digantikan denan KUR dan saat ini Gubernur Bali mengeluarkan kredit berupa penguatan usaha kelompok yang masih diarahkan ke pangan dengan bunga dua persen. “Mengenai usulan skema pembiayaan pembangunan panel atap surya ini bisa dibicarakan,” ujarnya. Secara garis besar, uji publik terhadap ranpergub mengenai energi bersih ini diterima semua partisipan dan sepakat mendukung. Diharapkan pihak yang hadir mensosialisasikan ranpergub ini, sehingga sebelum ditandatangani oleh Gubernur Bali nanti tidak ada catatan yang menyebabkan polemik dan pro-kontra. (kmb24)
Jalankan Tugas Pengamanan
Pecalang Tak Boleh Arogan Denpasar (Balipost) Pecalang sebagai satuan pengamanan tradisional dalam menjalankan tugas pengamanan tidak boleh sembarangan atau arogan. Terlebih, saat ini fungsi dan tugas pecalang sudah jelas diatur pada Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Hal itu diungkapkan Penyarikan Agung MUDP Bali I Ketut Sumarta di sela-sela memberikan materi dalam Pendidikan dan Pelatihan Pecalang di Gedung LPMP Provinsi Bali, Selasa (11/6) kemarin. Sumarta menjelaskan, pecalang dibentuk oleh desa adat yang bertugas di wewidangan desa adat. Dalam menjalankan tugasnya, pecalang agar senantiasa berdasarkan linggih (kedudukan hukum), sesana (kode etik) dan swadharma (kewajiban). Selain itu, dalam menjalankan tugas, pecalang harus menegakkan hukum tertinggi di desa adat yakni awig-awig.
Dalam Perda tentang Desa Adat di Bali, pecalang diatur pada pasal 43 dan 47 yang menjelaskan, sebagai lembaga adat yang dibentuk desa adat, fungsi pecalang harus sesuai dengan awig-awig dan pararem. Misalnya, pecalang bertugas menjaga keamanan, ketertiban dan ketenteraman di wilayah desa adatnya. ‘’Sebagai lembaga milik desa adat, desa adat yang juga
menugaskan, pecalang tidak bisa bertugas sendiri-sendiri tanpa sepengetahuan desa adat. Kalau ada pihak luar menggunakan jasa pecalang, maka pihak luar berkoordinasi dengan prajuru,’’ ujar Sumarta mengingatkan. Sumarta menambahkan, ke depan perlu dibuatkan tuntunan sesana pecalang sebagai pedoman etika terkait pecalang oleh Majelis Desa
Adat (MDA) Provinsi Bali. ‘’Pihak luar yang menggunakan jasa pecalang di luar konteks adat dan budaya, koordinasi atas seizin desa adat. Tidak bisa sewenangwenang,’’ terangnya. Manggala Pasikian Pecalang Bali Made Mudra mengaku sangat mengapresiasi langkah Pemprov Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang memperhatikan keberadaan desa adat, khususnya pecalang. Dikatakan, perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2003 menjadi Perda Nomor 4 Tahun 2019 penting diketahui anggota pecalang di seluruh Bali, sehingga tidak ada lagi citra pecalang yang kerap dipandang arogan.
Sementara itu, Pendidikan dan Pelatihan Pecalang yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ini bertujuan untuk mematangkan pemahaman pecalang mengenai dasar hukum, keberadaan dan kedudukannya dalam kaitan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan desa adat. Selain itu, pecalang juga akan diberikan pelatihan teknis tentang keterampilan deteksi dini, tindakan kegawatdaruratan dan pertolongan pertama pada kecelakaan. (kmb16) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Ketua LPD Pacung Dituntut 1,5 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Mantan Jro Bendesa Adat Pacung yang kemudian menjadi Ketua LPD Pacung, Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, terdakwa Nyoman Jaya, dituntut pidana penjara selama satu tahun enam bulan (1,5 tahun) pada persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (11/6) kemarin. Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut. Jaksa penuntut umum (JPU) Putu Iskadi Kekeran dan Made Eddy Setiawan di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi juga menuntut supaya terdakwa membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Jaksa dari Kejari Gianyar ini juga menghukum terdakwa Jaya untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 142.928.529. “Karena terdakwa telah menitipkan uang sebagai pengembalian kerugian keuangan negara sebesar Rp 142.928.529 yang dititipkan pada penuntut umum, maka diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti kerugian negara dan disetor ke kas
negara,” tegas jaksa. Masih dalam surat tuntutan jaksa, dalam perkara ini terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dan melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU RI Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Atas tuntutan itu, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Dodik, diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan dalam sidang yang akan dilanjutkan pekan depan. Sebelumnya diuraikan jaksa, terdakwa disebut mengambil alih posisi kasir LPD setempat. Pada 2012 saldo kas LPD sebesar Rp 146.476.029. Namun kenyataannya saldo kas LPD hanya Rp 3.547.500, sehingga terdapat selisih Rp 142.928.523 yang diduga dipergunakan oleh terdakwa Nyoman Jaya. Jaksa juga mengatakan terdakwa dalam memberikan kredit tanpa jaminan. Selain itu juga memberikan kredit tanpa didasari syarat-syarat kepada ratusan nasabah. (kmb37)
Bali Post/eka
TUNTUTAN - Terdakwa I Nyoman Jaya meninggalkan persidangan usai mendengarkan pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (11/6) kemarin.
Rabu Pon, 12 Juni 2019
BADUNG
3
Kapal Duta Race for Water Singgah di Bali
Edukasi Masyarakat tentang Penanganan Sampah Plastik di Laut
Bali Post/edi
DENGARKAN PENJELASAN - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (dua dari kanan) mendengarkan penjelasan mengenai kapal Duta Race for Water.
KAPAL Duta Race for Water milik Yayasan Race for Water asal Swiss untuk mengatasi sampah plastik di laut, akan berada di Indonesia selama dua bulan. Kapal ini singgah di Bali dan akan mengedukasi masyarakat tentang penanganan sampah plastik di laut, sebelum berangkat menuju Jakarta pada 16 Juni. Menurut Presiden Yayasan Race for Water Marco Simeoni, pihak yayasan berkomitmen melaksanakan pelayaran selama lima tahun dari 2017 hingga 2021. Pelayaran akan dilakukan keliling dunia untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak limbah
Lakukan Pungli Kepala Sekolah Terancam Dipecat
Mangupura (Bali Post) -
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan segera dibuka. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung pun menegaskan akan memberikan sanksi pemecatan bagi kepala sekolah yang terbukti melakukan pungutan liar (pungli). Hal itu diungkapkan Kepala Disdikpora Badung I Wayan Widia Astika saat menerima sosialisasi Tim Unit Pemberantasan Pungutan Liar Badung, Selasa (11/6) kemarin. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara itu mengatakan, sejauh ini belum ditemukan pungli di sekolah di Kabupaten Badung. Hanya, menurutnya, pungli berpotensi terjadi saat penerimaan siswa baru. ‘’Dengan adanya PPDB melalui online, tentu tidak bisa lagi. Namun, kalau ketemu di sekolah di Badung terima pungutan, akan langsung kami copot kepala
sekolahnya. Ini sesuai perintah Bupati,’’ ungkapnya. Ditegaskannya, pungli dikhawatirkan terjadi pada penerimaan siswa tingkat SD lantaran belum memanfaatkan sistem online. ‘’PPDB online baru dilakukan di jenjang sekolah SMP. Namun SD belum melaksanakan online. Kami khawatir ini berpotensi untuk melakukan pemungutan liar,’’ katanya.
Kendati demikian, untuk sementara di Kabupaten Badung belum ada sekolah yang melakukan pungli. Bahkan semua sekolah di Gumi Keris diberikan bantuan melalui APBD Kabupaten Badung. Jika diketahui terdapat sekolah yang melakukan pungli, pihaknya akan memberikan sanksi tegas dengan mencopot jabatan kepala sekolah. ‘’Untuk saat ini sih be-
lum ada, tapi kami tetap wanti-wanti. Namun kita patut waspada akan adanya oknum guru tersebut. Kami i m b a u ke p a d a m a s y a r akat di Badung, kalau ada sekolah yang melakukan pungutan liar, mohon dilaporkan,’’ katanya. Sementara itu, Inspektur Kabupaten Badung Luh Suryaniti selaku Ketua Tim UPP Badung mengatakan, sosialisasi UPP itu dalam rangka memperkuat komitmen Kabupaten Badung untuk tidak melakukan pungli. Sosialisasi juga akan dilaksanakan di semua OPD yang melakukan fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat. (kmb27)
Soal Pemberhentian Wayan Muntra
Fraksi Golkar Sepakat Tak Ikut Campur Mangupura (Bali Post) Kader Partai Golkar yang duduk di Fraksi Golkar DPRD Badung sepakat tidak ikut campur menyikapi kisruh pemberhentian I Wayan Muntra sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Badung. Hal itu terungkap saat I Wayan Suyasa selaku Plt. Ketua DPD II Partai Golkar Badung mengumpulkan anggota Fraksi Golkar DPRD Badung, Selasa (11/6) kemarin. Usai rapat yang berlangsung tertutup di ruang Fraksi Golkar di lantai dua gedung DPRD Badung, Wayan Suyasa mengakui bahwa dirinya mengumpulkan seluruh anggota Fraksi Golkar yang kembali terpilih dalam Pileg 2019. Tujuannya, membahas seputar turunnya SK DPD I Golkar Bali yang salah satu poinnya menunjuk dirinya selaku Plt. Ketua DPD II Golkar Badung. Dalam rapat tersebut disepakati anggota Fraksi Golkar khususnya yang kembali terpilih untuk periode 2019-2024 akan tunduk pada keputusan partai. Fraksi Golkar juga sepakat tidak turut membuat suasana panas atas penolakan yang tengah disuarakan oleh sejumlah kader. ‘’Kita sepakati untuk cooling down. Fraksi sebagai perpanjangan tangan partai harus hormat pada keputusan partai,’’ ungkapnya. Menyikapi gelombang penolakan dari sejumlah
pengurus DPD, PK dan PD Golkar se-Badung, Suyasa mengaku sangat menghormati sikap para kader. Ia pun tidak melarang pengurus yang tidak sejalan menyuarakan aspirasinya masing-masing. ‘’Kami tetap apresiasi karena ini juga bagian dari demokrasi,’’ sebutnya seraya mengajak dan mengimbau semua kader jika telah usai menyuarakan aspirasinya agar tetap tunduk pada keputusan partai yang tertinggi. Sebagai Plt. Ketua DPD II Golkar Badung, Suyasa mengaku akan berusaha melaksanakan tugas dengan baik. Sebab, Golkar sebagai partai besar tidak boleh sampai ada kekosongan pemimpin. ‘’Secara administrasi baik ke KPU maupun Bawaslu, pimpinan partai itu wajib ada,’’ ucapnya. D a l a m rapat tersebut hadir I Nyoman Karyana (Wakil Ketua DPRD Badung), AAN Ketut Agus Nadi Putra (Ketua Komisi IV), IGN Shaskara (Bendahara DPD II), I Nyoman Suka, Ni Luh Gde Mediasturi dan Ni Ketut Suweni. Rapat tidak berlangsung lama. Namun sejumlah kader Golkar mengaku dapat menerima keputusan DPD I Golkar Bali. Mereka juga sepakat tidak akan ikut campur masalah protes terhadap pemberhentian Wayan Muntra yang dilayangkan sejumlah pengurus DPD, PK dan PD ke DPD I Golkar Bali.
Bali Post/ist
RAPAT FRAKSI - Suasana rapat Fraksi Golkar Badung, Selasa (11/6) kemarin. Anggota dewan dari Fraksi Golkar Luh Gede Mediastuti didampingi Ni Ketut Suweni saat ke luar dari ruang Fraksi Golkar menyampaikan, pihaknya akan tunduk pada perintah partai. Apalagi penunjukan Plt. Ketua DPD II Golkar Badung sudah berupa surat keputusan di tingkat partai yang lebih tinggi. Seperti diketahui, Golkar Badung belakangan
memanas lantaran I Wayan Muntra dicopot sebagai Ketua DPD II dan diganti oleh I Wayan Suaya selaku Plt Ketua. Sejumlah kader di tingkat PK dan PD seBadung pun melayangkan protes dan menggelar demo ke DPD I Golkar Bali. Mereka juga mengancam akan membawa permasalahan ini ke Mahkamah Partai Golkar apabila posisi Muntra tidak dikembalikan. (kmb27)
plastik pada laut. Pihaknya juga mengusulkan solusi lokal untuk masalah global. ‘’Kami mengusulkan solusi mesin untuk mengubah limbah plastik menjadi energi listrik, biogreen,’’ katanya, Selasa (11/6) kemarin. Diungkapkannya, kapal unik ini menggunakan tenaga angin, laut, dan matahari atau hybrid dengan panel surya, hidrogen dan layanglayang. ‘’Kapal ini sebelumnya tiba di Bali pada tanggal 4 Juni, dan singgah di Pelabuhan Benoa,’’ ujarnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memyambut baik kedatangan
kapal Duta Rave for Water. Karena dari komitmennya yaitu menjaga kebersihan lingkungan termasuk laut, hal tersebut sejalan dengan program Pemprov Bali dalam pengurangan sampah plastik. ‘’Ke depan, solusi yang diberikan akan diterapkan di Bali,’’ ucapnya. Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, solusi yang ditawarkan merupakan solusi berkelanjutan. Terutama di daerah pariwisata, solusi seperti ini akan diutamakan supaya permasalahan sampah plastik tidak sampai menimbulkan
citra buruk bagi pariwisata Badung dan Bali. ‘’Badung sebagai destinasi pariwisata dunia, dengan isu sentral, masalah plastik akan diutamakan untuk dihilangkan. Seperti yang dicanangkan di Badung yaitu Badung Anti Kantong Plastik,’’ ujarnya. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Konsul Kehormatan Swiss Gerhard L. Nutz, Wakil Duta Besar Swiss untuk Indonesia Michael Cottier, anggota Dewan Yayasan, profesor kenamaan dunia dan penulis Blue Economy Gunter Pauli dan Cynthia Hardi yang merupakan Co Founder Green School. (kmb23)
Bali Post/ist
WATERBLOW - Sejumlah pengunjung menikmati pemandangan deburan ombak di kawasan Waterblow, Nusa Dua.
Gelombang Tinggi
Pengelola ’’Waterblow’’ Batasi Jarak Pengunjung Mangupura (Bali Post) Pengelola kawasan wisata Waterblow, Nusa Dua, Selasa (11/6) kemarin membatasi jarak pengunjung yang ingin menyaksikan deburan ombak di tebing setempat. Hal ini akibat gelombang tinggi yang hampir melanda seluruh kawasan pesisir Bali. Pembatasan jarak pengunjung ini dilakukan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang mengelola objek wisata Waterblow, Nusa Dua. Tujuannya menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung. Managing Director ITDC I G.N. Ardita mengungkapkan, dari pemantauan di lapangan, gelombang laut siang kemarin cukup tinggi. Meski demikian, secara umum Objek Wisata Waterblow tidak ditutup. ‘’Hanya jarak pengunjung yang ingin melihat Waterblow diatur atau dibatasi, agar tidak membahayakan,’’ katanya. Ardita menjelaskan, tinggi deburan ombak siang kemarin di Waterblow sekitar 10 meter. Namun kondisi ini hanya berlangsung sekitar 1 jam antara pukul 10.00 hingga 11.00 Wita. ‘’Akibat kondisi ini, kami mengatur posisi pengunjung yang ingin menyaksikan momen ini hanya bisa sampai di bundaran dan tidak boleh mendekat,’’ ujarnya. Deburan ombak pecah yang tinggi selain menjadi pemandangan unik dan memberikan sensasi tersendiri bagi wisatawan, juga membahayakan. Maka dari itu, selain
membatasi jarak pengunjung, pihaknya juga menempatkan petugas keamanan untuk memantau secara khusus. ‘’Ini kan yang dicari wisatawan. Namun agar tidak membahayakan, maka kami atur jaraknya darimana aman bisa melihat,’’ tambahnya. Setelah kondisi normal, pengunjung bisa melakukan aktivitas seperti biasa. ‘’Namun kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan, bila sewaktu-waktu kembali tinggi, kami atur lagi,’’ ucapnya. Sementara, hasil prakiraan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, gelombang dengan kisaran 4 hingga 6 meter terjadi di perairan sekitar Bali. Selain itu, kecepatan angin terpantau cukup kencang. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BBMKG mengimbau kapal penumpang, nelayan dan pelaku wisata bahari untuk tetap waspada. Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Imam Faturahman menerangkan, dari pengamatan yang dilakukan pihaknya bahwa cuaca ekstrem terhitung mulai Senin (10/6) hingga Sabtu (15/6), bisa dikategorikan ekstrem di sejumlah titik perairan Bali. Angin kencang dan gelombang tinggi masih menyelimuti titik-titik itu dengan intensitas cukup tinggi. Menurut Imam, untuk perlu diwaspadai, kecepatan angin dalam beberapa hari ke depan berkisar 8 km hingga 38 km per jam. Hal ini tentu
sangat ekstrem dari kisaran rata-rata yang hanya mencapai 4 km per jam hingga 25 km per jam. ‘’Kecepatan angin ini kemudian menyebabkan terjadi gelombang tinggi di beberapa titik, termasuk di perairan sekitar Bali. Bahkan ketinggian gelombang diperkirakan dari kisaran 4 hingga 6 meter,’’ ungkapnya. Menurutnya, cuaca ekstrem ini terjadi karena perubahan tekanan angin yang bergerak dari rendah ke tinggi yang cukup besar di perairan bagian selatan Bali. Hal ini diperparah pergerakan angin dari arah timur dan tenggara menuju barat dan utara, sehingga memicu gelombang di seputaran perairan Bali. Tidak hanya itu, penyebab lain adalah fase basah MJO yang bergerak dan mendekati Indonesia. Meski terjadi angin kencang dan gelombang tinggi, Imam meyakini fenomena ini akan semakin mengecil ketika mencapai teluk. ‘’Secara umum, tidak ada hujan karena dampak cuaca ekstrem ini, tapi hanya angin kencang dan gelombang tinggi saja. Ini diperkirakan akan terjadi hingga Sabtu mendatang,’’ ujarnya. Untuk titik-titik gelombamg tinggi yang diperkirakan mencapai 4 meter terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan Selat Bali yang mencakupi Nusa Dua, Pecatu, Ungasan dan perairan selatan Nusa Penida. (kmb23)
BPPD Harapkan ”Direct Flight” dari Bali ke India Mangupura (Bali Post) India merupakan pasar dengan outbound market terbesar kedua setelah Cina. Setiap tahun masyarakat India menghabiskan minimal 10 hari untuk liburan serta mengadakan MICE di luar negeri khususnya saat cuti tahunan. Meski menjadi pasar wisatawan terbesar kedua bagi Bali, sampai saat ini belum ada direct flight dari Bali ke India. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Ba-
dung I G.N. Rai Suryawijaya, S.E., MBA. mengatakan, tujuan utama destinasi wisata pasar India adalah Singapura, Dubai dan Thailand, karena mereka memiliki penerbangan langsung atau direct flight. Maskapai yang menggarap pasar India di antaranya Singapore Airline, Malaysia Airlines, Malindo Air, Air Asia, Thai Airways, Emirates Airlines, serta India air. Sayangnya Garuda Indonesia yang dulu sudah pernah membuka penerbangan langsung
Denpasar-Mumbai harus ditutup karena sedikitnya penumpang. Pada Januari, Februari, dan Maret merupakan season wedding dan honeymoon di India. Bali sangat cocok untuk menggarap market ini. Ratarata length of stay wisatawan India di Bali adalah 3 sampai 4 malam. Pada tahun 2018 meningkat menjadi rata-rata enam malam. Ini merupakan pertumbuhan yang sangat sehat mengingat ada peningkatan
lama tinggal di Bali. Artinya, destinasi Bali yang lebih dari 90 persen menganut agama Hindu sangat cocok untuk masyarakat India. ‘’Potensi pasar India yang cukup besar ini mesti digarap secara lebih intens dan berharap agar ada penerbangan langsung dari Denpasar ke beberapa kota di India. Sebab kalau tidak ada connectivity yang bagus maka sales mission yang selama ini dilaksanakan akan menjadi tidak maksimal dan kurang efektif hasilnya.
Oleh karena itu saya dorong LCC dan maskapai lainnya untuk menggarap pasar India secara lebih intensif,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra mengatakan, potensi market India sangat besar yang juga ditopang dengan pertumbuhan ekonomi yang terbaik kedua setelah Cina. Untuk itu, Kabupaten Badung sudah siap menerima lonjakan pasar India mengingat Badung sudah menyiapkan infrastruktur, baik jalan
dan perbaikan layanan di destinasi yang ada di Badung dengan berbagai fasilitas, demi kenyamanan wisatawan India selama mereka berlibur di Badung dan Bali umumnya. Ia berharap pasar India dikelola dengan baik agar kunjungannya lebih meningkat ke Badung. Target kunjungan wisatawan India yaitu 450 ribu orang pada 2019. Wakil Ketua BPPD Badung Herdy Sayoga, Ramia Adnyana, Chintia menambahkan,
pasar India sangat resilien karena mereka lebih berani untuk bepergian dibandingkan pasar lainnya dalam situasi apa pun di destinasi wisata. Selain itu, saat ini wisatawan India yang bepergian ke luar negeri 75 persennya adalah pertama kali travelling, termasuk yang datang ke Bali. Sehingga sangat logis pasar ini lebih menjanjikan untuk dikembangkan di masa mendatang dengan catatan harus dikelola dengan benar. (kmb42)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senator Terima Club Motor Jembrana di Istana Mancawarna
Hadiri HUT Emas STT Banjar Mas Ubud, Wedakarna Ingatkan Desa Wajib Anggarkan untuk STT SERANGKAIAN Bulan Bung Karno yang jatuh pada Juni 2019 ini, Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terus menggelorakan pentingnya ajaran-ajaran Bung Karno dalam menjaga ideologi Bali yang dijiwai nilai agama Hindu, khususnya bagaimana orang Bali yang minoritas di negeri ini survive dalam menghadapi tantangan kebangsaan, terutama gerakan radikalisme. Peran anak muda Bali semakin signifikan dalam membela kepentingan Bali. Demikian diungkapkan Senaor Arya Wdakarna (AWK) saat hadir di acara HUT emas STT Putra Kencana Banjar Kawan Desa Mas, Ubud, Gianyar. Di hadapan ribuan masyarakat Desa Mas, Senator AWK meminta kepada seluruh generasi muda Hindu untuk memahami sejarah bangsa demi membentuk masa depan bangsa yang lebih baik. ‘’Saya sudah keliling negeri di seluruh nusantara, dan semakin prihatin karena Indonesia ini lama-kelamaan meninggal kebudayaannya. Warganya melupakan adat istiadatnya, anak muda sudah banyak tidak tahu tentang pakaian, bahasa dan juga sejarah adatnya. Beruntunglah kalian terlahir sebagai manusia Hindu Bali bahwa kita dikaruniai budaya yang luar biasa unggul. Orang Bali dalam hal kebudayaan sudah teruji dengan menjadi komunitas yang paling konsisten melaksanakan ajaran Tri Sakti Bung Karno yakni berkepribadian dalam budaya. Pastinya roh Proklamator Bung Karno dan arwah para pahlawan pasti akan sangat bangga dengan manusia Bali. Walaupun kita Hindu, tapi kita tidak keindia-indiaan. Budaya Hindu di Bali tidak mengimpor budaya asing, tapi justru agama Hindu-lah yang harus menyesuaikan dengan kebudayaan nusantara. Sungguh tidak ada tempat di Indonesia ini seperti Bali yang lengkap, bermartabat, manusiawi dan yang dipenuhi nilai-nilai nusantara yang baik. Pantas Bung Karno sayang dengan Bali karena nyaman dengan budaya Bali,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring ini. Terkait dengan Perda No. 04/2019 tentang Desa Adat di Bali yang disahkan pada 28 Mei 2019,
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Club Motor Anak Muda CKT Pekutatan, Jembrana di Istana Mancawarna dan saat hadir di Banjar Kawan Mas, Ubud, Gianyar. Senator AWK meminta kepada Mancawarna kepada Ketua CKT pihak desa dinas dan desa adat Pekutatan untuk selanjutnya agar rutin menganggarkan dana dibawa ke Jembrana. Selain itu, pembinaan bagi STT di setiap di Ubud, di hadapan Klian Banbanjar. Karena hal ini memung- jar, AWK menyampaikan akan kinkan secara UU. mengirimkan seperangkat lampu Hal senada juga ia ungkapkan kristal istana (candlelier) gaya saat menerima belasan anak Eropa untuk menghiasi balai banmuda Bali yang tergabung dalam jar yang sudah tampak megah. club motor CKT asal Pekutatan, ‘’STT ini sudah berusia 50 tahun. Jembrana hadir di Istana Man- Ini tentu harus menjadi yang cawarna untuk memperingati terbaik. Mungkin ini salah satu Bulan Bung Karno. ‘’Saya bangga, STT tertua di Bali. Saya hadada anak-anak Bali dengan ide iahi seperangkat lampu kristal kreatif mendirikan club motor di dari Istana Mancawarna untuk Pekutatan dan berkeliling Bali dipasang di banjar agar nanti untuk bisa mengenal daerahnya menjadi sejarah ke depan. Doa sendiri. Semoga semua program restu tiang kepada perjuangan berjalan dengan baik. Laksana- anak-anak muda di Banjar Kawan kan hobi dengan bertanggung Mas, Ubud yang telah bangga jawab dan jadilah teladan bagi dengan budayanya,’’ ucap Gusti warga dalam tertib lalu lintas. Wedakarna. Tiang akan dukung organisasi ini Selain itu, AWK juga menyamdan jadikan field trip Bulan Bung paikan terima kasih atas dukunKarno ini sebagai sebuah napak gan warga adat di Gianyar dan tilas sejarah Bung Karno,’’ jelas Jembrana, sehingga dirinya bisa Gusti Wedakarna. memenangkan Pemilu 2019 denDalam dua kesempatan berbe- gan rekor perolehan suara terbesar da tersebut, Shri Arya Wedakarna dalam sejarah pemilu di Bali yakni menyerahkan kotak Bendera 742.781 suara dan menang di GianPusaka Merah Putih milik Istana yar dan Jembrana. (ad216)
Ngaben Massal di Desa Pecatu
Bupati Badung Serahkan Dana Rp 1,9 Miliar Mangupura (Bali Post) Desa Adat Pecatu menggelar prosesi sawa mawali ke pemorong bertempat di Wantilan Murdha Ulangun, Desa Adat Pecatu, Selasa (11/6) kemarin. Prosesi ini merupakan rangkaian dari Karya Pitra Yadnya Pranawa Bhuwana Kosa Manusa Yadnya lan Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Pecatu tahun 2019. Turut hadir pada kesempatan tersebut Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Sekda Badung Adi Arnawa, Wakil Ketua DPRD Badung Nyoman Kariyana serta sejumlah undangan lainnya. Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung menyerahkan dana hibah sebesar Rp 1,9 miliar untuk pelaksanaan karya pitra yadnya yang diserahkan langsung kepada Ketua Panitia Drs. Wayan Teja didampingi Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta. Menurut Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, karya ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Untuk tahun ini, sebanyak 290 peserta yang ikut prosesinya. Sedangkan untuk nyekah atau atma wedana diikuti sebanyak 297, mapetik atau ngangkid diikuti 363 dan matatah diikuti sebanyak 105 orang, baik perempuan maupun laki-laki. ‘’Puncak acara akan dilaksanakan pada 13 Juni. Kemudian, prosesi ngangkid dan mapetik akan dilaksanakan pada 16 Juni serta matatah 17 Juni,’’ terang Sumerta. Untuk pelaksanaan ngaben
DANA HIBAH - Ketua Panitia Karya Drs. Wayan Teja (dua kiri) didampingi Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta usai menerima dana hibah dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Selasa (11/6) kemarin. massal setiap tiga tahun sekali ini, antusias masyarakat sangat tinggi. Karena selama ini manfaatnya sudah sangat dirasakan masyarakat. Sementara terkait pendanaan, selama ini karya ngaben massal di Desa Pecatu selain didukung LPD Desa Pecatu melalui Iuran Dana (Ida) Ngaben, juga bersumber dari dana desa dan bantuan dari Pemkab Badung serta punia dari berbagai pihak. ‘’Selain dari program Ida Ngaben LPD sebesar Rp 540 juta, ada juga sumbangan dari APBDes sebesar Rp 150 juta. Sedangkan dari dana sosial LPD sebesar Rp 200 juta dan punia LPD sebesar Rp 172 juta serta dana dari Pemkab Badung sebesar Rp 1,9 miliar,’’ ujarnya. Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut menyampaikan
melalui kegiatan ngaben massal ini, masyarakat bisa melaksanakannya secara bersama-sama. Tentu hal ini harus terus digerakkan dan dimunculkan dengan satu konsep yaitu gotong royong. ‘’Pada kesempatan ini, kami dari pemerintah membantu sebesar Rp 1,9 miliar. Ini merupakan salah satu bentuk guna meringankan beban masyarakat,’’ katanya. Untuk rangkaian kegiatan ngaben massal tahun 2019 ini, sudah dimulai sejak 26 Mei lalu dengan prosesi matur piuning. Kemudian pada 9 Juni dilaksanakna prosesi melaspas genah. Pada 10 Juni dan selanjutnya dilaksanakan prosesi ngulapin. Sementara untuk puncak acara akan dilaksanakan pada 13 Juni. (kmb23/k150)
Dihajar, Pengunjung Restoran Pingsan
Mangupura (Bali Post) Kericuhan terjadi di salah satu restoran di Jalan Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Badung, Jumat (7/6) lalu. David Josep Subanda (26) dipukul pengujung lain sampai pingsan. Kasus ini baru dilaporkan ke Polsek Kuta Utara, Senin (10/6) lalu. Menurut sumber di kepolisian, Selasa (11/6) kemarin, pada waktu kejadian sekitar pukul 00.30 Wita, korban ke TKP untuk menikmati miras. Saat asyik minum, pria tak dikenal memandangi korban. Korban dituduh mendorong pelaku. Bahkan pelaku menantang korban
berkelahi. ‘’Korban langsung jawab tidak mengajak berantem karena masih lemas,’’ ucap sumber. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, korban lalu memanggil teman-temannya. Perang mulut pun terjadi. Pelaku kali ini menuduh korban mau membunuhnya. Korban langsung membalas untuk apa membunuh pelaku. Selanjutnya pelaku langsung memukul korban bersama temannya sampai jatuh. Korban bangun dan lari keluar menyelamatkan diri. Pelaku terus mengejarnya.
Setibanya di tempat parkir, korban kembali dipukul sampai pingsan. Karyawan dan pengunjung restoran langsung memegang pelaku. Korban yang mengalami luka di tangan kanan, punggung, muka dan hidung, dibawa ke RS Mangusada, Kapal, Badung oleh warga setempat. Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Putu Gede Anom Danujaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Korban memohon perkaranya dicabut dan sudah berdamai dengan pelaku,’’ tegasnya. (kmb36)
Rabu Pon, 12 Juni 2019
Pelepasan Siswa-siswi Sekolah Taman Rama Denpasar
SEKOLAH Taman Rama Denpasar di bawah naungan Yayasan Taman Mahatma Gandhi melaksanakan acara pelepasan bersama untuk tingkat SD, SMP, SMA tahun ajaran 2018/2019 pada Selasa (11/6) kemarin di Aston Hotel, Denpasar. Sebanyak 149 orang siswa yang dilepas pihak sekolah dan yayasan itu terdiri dari 25 orang siswa SD, 51 orang siswa SMP, dan 73 orang siswa SMA. Kepala SMA Taman Rama Denpasar Drs. I Gd. Md. Sutama, M.Hum. yang juga mewakili Kepala SD dan SMP Taman Rama menyampaikan beberapa pencapaian SD Taman Rama. Pada tingkat SMP, hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun pelajaran 2018/2019, SMP Taman Rama berhasil menempati peringkat ke-5 SMP negeri/swasta se-Bali dan peringkat ke-4 se-Kota Denpasar untuk perolehan nilai rata-rata UNBK tertinggi. SMP Taman Rama juga berhasil meraih beberapa prestasi di bidang akademik dan nonakademik. Sementara di tingkat SMA, hasil UNBK SMA Taman Rama berhasil meraih peringkat ke-2 nilai ratarata tertinggi se-Bali untuk siswa jurusan IPA. Sedangkan untuk jurusan IPS berada pada posisi ke-8 nilai rata-rata UNBK. Perolehan nilai sempurna 100 untuk beberapa mata pelajaran yakni untuk mata pelajaran Bahasa Inggris diraih dua siswanya. Untuk mata pelajaran (mapel) Matematika dan mapel pilihan Biologi juga meraih nilai 100. Mereka telah berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana melalui jalur SNMPTN. Tim KIR SMA Taman Rama berhasil meraih juara II pada lomba pameran sains Dyatmika 2018 dan karyanya mendapat penghargaan sebagai karya ilmiah yang sangat
PELEPASAN - Pelepasan siswa-siswi Sekolah Taman Rama oleh Ketua Yayasan dan masing-masing kepala sekolah. bermanfaat terhadap lingkungan. Judul karya ilmiahnya adalah ‘’Bioplastic’’ yaitu plastik yang terbuat dari tepung ketan. Satu siswanya juga berhasil lulus seleksi PMDK 2018 di FK Unud 2019. Peringkat ke-4 debat se-Kota Denpasar yang diselenggarakan Fakultas Sastra Unud, juara III lomba pidato Bahasa Inggris yang diselenggarakan STIBA Bali pada 2018. Satu siswanya juga berhasil meraih juara I Putri Sekolah Ajeg Bali pada 2018 dan satu siswanya mengikuti program pertukaran pelajar ke Australia pada 2017. Perkembangan dunia pendidikan dalam era globalisasi ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Untuk mengimbangi pesatnya pergerakan teknologi, baik teknologi informasi maupun teknologi digital, perkembangan ini menuntut berbagai pihak yang berada pada ranah dunia pendidikan harus memacu diri, selalu berkreasi, berinovasi dan siap berubah mengiringi pesatnya
perubahan teknologi khususnya teknologi digital. Pada hari itu, Perwakilan Kadisdikpora Kota Denpasar dan Ketua Yayasan didampingi komite sekolah dan kepala sekolah meluncurkan buku tahunan untuk terbitan 2019. Buku ini merupakan rekaman kegiatan kreativitas aktivitas siswa guru dan seluruh komponen sekolah selama satu tahun. Sehingga buku ini dapat dijadikan sebagai kenang-kenangan bagi para lulusan Sekolah Taman Rama pada jenjang SMA, baik yang nasional maupun SPK. Di akhir acara dilaksanakan candle light ceremony acara yang bermakna bahwa filsafat lilin yang rela berkorban demi memberi penerangan dan hanya dengan pengetahuan kita dapat menerangi hidup. Kegembiraan mereka menjadi sempurna karena hampir seluruh siswa telah diterima di berbagai universitas di luar dan dalam negeri. (ad217)
Lewat Kreativitas Seni
PAUD Kusuma Dharma Jimbaran Komit Kembangkan Karakter Anak Mangupura (Bali Post) Melalui kreativitas seni, PAUD Kusuma Dharma Jimbaran yang berada di bawah Yayasan Jayakusuma terus komit untuk mengembangkan karakter anak sejak usia dini. Hal ini dinilai sangat penting. Oleh karenanya, pendidikan karakter ini sangat ditekankan kepada anak-anak PAUD. Menurut Ketua Yayasan Jayakusuma I Made Subagiada, S.E., M.M., perpisahan dan kreativitas seni anak-anak PAUD Kusuma Dharma, Jimbaran dilaksanakan Selasa (11/6) kemarin. Kegiatan tersebut merupakan bentuk hasil akhir proses pendidikan di sekolah melalui perpisahan dan gelar kreativitas anak. Di mana kegiatan ini merupakan program tahunan sekolah tersebut. Subagiada yang juga tokoh masyarakat Jimbaran ini memaparkan, sehubungan dengan keberadaan yayasan yang sudah berdiri selama 11 tahun ini, banyak hal yang telah dilakukan. Terutama kaitannya dengan mendidik generasi emas di Badung secara khusus dan Indonesia secara umum. ‘’Dengan adanya pendidikan karakter, anak-anak akan bisa mandiri, disiplin dan menghargai sesamanya,’’ tegasnya. Pihaknya berharap mudahmudahan dengan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang dipimpinnya, di tahun 2024 PAUD Kusuma Dharma bisa melaksanakan perkemban-
PERPISAHAN - Ketua Yayasan Jayakusuma I Made Subagiada (empat dari kiri) bersama jajaran berfoto bersama di sela acara perpisahan dan kreativitas seni anak-anak PAUD Kusuma Dharma, Jimbaran, Selasa (11/6) kemarin. gan. Paling tidak mengacu pada dunia pendidikan dengan meningkatkan sarana dan prasarana sekolah. ‘’Di samping itu, kami akan membangun sekolah dasar,’’ harapnya. Sementara itu, Kepala PAUD Kusuma Dharma Kristina Surbakti mengatakan perpisahan yang dirangkai dengan pagelaran kreativitas anak usia dini ini dilaksanakan melibatkan semua anak usia 3 sampai 6 tahun. ‘’Semua tampil menunjukkan kreasi masing-masing, seperti drumband
baleganjur dan lainnya,’’ ujarnya. Tujuan dari kegiatan tersebut, katanya, untuk meningkatkan minat anak-anak terhadap seni yang nantinya berguna di kemudian hari. ‘’Pelepasan siswa angkatan ke-11 ini berjumlah 93 anak yang nantinya melanjutkan ke sekolah dasar,’’ imbuhnya. Selain merupakan acara rutin, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan berbagai piala yang diraih anak-anak dalam berbagai lomba, baik bidang akademik maupun nonakademik. (kmb23/k150)
Bahas Ranperda Pilkel
Persoalkan Jumlah Panitia Pemilihan PAW
Denpasar (Bali Post) – Pansus XXIII DPRD Denpasar yang bertugas membahas Ranperda tentang Pemilihan Perbekel (Pilkel) mulai melakukan rapat kerja dengan pihak eksekutif. Mengingat waktu pelaksanaan pilkel akan berlangsung pada Oktober 2019 mendatang. Namun, dalam rapat kerja yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Wayan Mariyana Wandhira didampingi Ketua Pansus XXIII Wayan Sutama dan Asisiten I Setda Kota Denpasar I Made Toya, justru lebih alot membahas jumlah panitia pemilihan Pengganti Antar-Waktu (PAW). Hal ini dipicu pertanyaan yang dilontarkan anggota Pansus XXIII A.A. Gede Mahendra terkait dengan jumlah panitia pemilihan PAW yang maksimal lima orang. Sedangkan unsur sebagaimana dalam pasal 50 ayat 5 ranperda tersebut cukup banyak. ‘’Jadi kalau hanya lima orang maksimal, saya khawatir ada kecemburuan. Unsur mana saja yang akan masuk,’’ ujarnya dalam rapat kerja, Selasa (11/6) kemarin. Setelah dibahas cukup lama, akhirnya disepakati jumlah panitia pemilihan PAW akan diatur lebih detail dalam perwali. Selain itu, juga melihat ketentuan di masingmasing desa. ‘’Ini juga tergantung dengan ketersediaan anggaran di masing-masing desa,’’ ujar Kepala
Bali Post/ara
RANPERDA - Suasana rapat kerja Pansus XXIII dengan pihak eksekutif, Selasa (11/6) kemarin. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD) I.B. Alit Wiradana. Sementara itu, Asisten I Setda Kota Denpasar I Made Toya mengatakan ranperda ini mengacu pada UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, kemudian dirangkai dengan petunjuk teknisnya yang tertuang dalam PP maupun Permendagri. Salah satu juknisnya yakni Permendagri No. 112 Tahun 2014 telah diubah menjadi Permendagri No. 65 Tahun 2017 yang menjadi acuan pelaksanaan pilkel mendatang. Karena itu, ada beberapa perubahan yang harus disesuaikan dengan juknis
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
yang baru ini. Salah satunya soal persyaratan calon dan panitia pemilihan. Alit Wiradana menambahkan, proses pilkel ini melalui beberapa tahapan. Mulai dari penyampaian masa akhirnya kepemimpinan perbekel oleh BPD. Penyampaian ini dilakukan setidaknya enam bulan sebelum berakhirnya tugas seorang perbekel. Kemudian BPD juga membentuk panitia pemilihan sampai pada proses pelantikan. Di Denpasar ini, masa tugas BPD akan berakhir pada Agustus mendatang. Karena itu, proses pilkel selanjutnya akan dilanjutkan BPD yang baru. (kmb12)
DAERAH
Rabu Pon, 12 Juni 2019
SOSOK Tersentuh Kejujuran Orang Bali KONSUL Jenderal (Konjen) RRT di Denpasar Mr. Gou Haodong mengaku tersentuh dengan kejujuran orang Bali. Saat libur hari raya Idul Fitri kemarin, seorang wisatawan asal Tiongkok kehilangan dompetnya di Denpasar. Beruntung, dompet itu ditemukan seorang ibu asal Tabanan yang kemudian menyerahkan kepada polisi. Bersama polisi, ibu tersebut membawa dompet beserta isinya yang masih utuh ke Kantor Konsulat Jenderal RRT di Denpasar. ‘’Atas nama wisatawan tersebut, kami mengucapkan terima kasih kepada orang Bali yang menemukan dan mengembalikan dompet itu,’’ ujar Gou Haodong, Selasa (11/6) kemarin. Atas kebaikan ibu yang diketahui bernama Iin, Gou Haodong menyebut wisatawan yang kehilangan sudah bisa mendapatkan dompetnya kembali keesokan harinya. Gou Haodong tersentuh dengan pribadi orang Bali yang dinilainya sangat jujur, baik hati, dan bersahabat. ‘’Saya menjadi sangat yakin bahwa Bali adalah salah satu destinasi paling aman dan nyaman di dunia,’’ imbuhnya. Gou Haodong juga mengagumi filosofi Tri Hita Karana di Bali yang mengutamakan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Meski namanya tidak sama, di Tiongkok juga mengimplementasikan hubungan yang harmonis seperti filosofi Tri Hita Karana tersebut. ‘’Kalau wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Bali mengetahui Tri Hita Karana, mereka pasti akan merasa sangat akrab dengan itu,’’ jelasnya. Gou Haodong menambahkan, data kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Ke depan, pihaknya meyakini jumlah wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali akan semakin bertambah. (rin)
Warga Australia Diadili Kasus Narkoba Denpasar (Bali Post) Warga asal Australia, terdakwa Kim Anne Alloggia (51), Selasa (11/6) kemarin diadili kasus narkoba. Wanita yang bekerja sebagai desainer itu dijerat beberapa pasal yakni Pasal 113 ayat (1), 111 ayat (1), dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara barang bukti yang diajukan yakni cairan ganja seberat 0,57 gram netto yang dikirim dari Amerika Serikat. JPU I Gusti Lanang Suyadnyana di hadapan majelis hakim pimpinan I Made Pasek mengatakan terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan narkotika golongan I. Jaksa di depan persidangan memaparkan, kasus ini berawal saat terdakwa memesan pewarna pakaian pada Kim E Artist di Amerika Serikat. Alamat pengiriman menggunakan alamat milik I Komang Gede Heppy Dermawan di Jalan Sedap Malam III, Banjar Kebon Kori, Desa Kesiman. Pada 4 Februari 2019 paketan yang dipesan terdakwa sampai di Kantor Pos Renon, Denpasar. Kala itu dicurigai barang tersebut terdapat narkotika. Terdakwa sempat menelepon I Komang Gede Heppy Dermawan dan menanyakan barang tersebut sudah empat hari di Bali. Gede Heppy Dermawan kemudian mendatangi Kantor Pos Besar Renon. Saat tiba di lokasi, saksi dihampiri aparat kepolisian yang menanyakan pemilik dari paketan tersebut. Dijawab saksi bahwa paket itu adalah milik terdakwa. Saksi kemudian menyerahkan paketan tersebut kepada terdakwa. Setelah terdakwa menerima dan mengecek isi paketan tersebut, polisi yang sudah mengintai langsung mengamankan terdakwa berserta barang bukti. Isi paketan tersebut yakni tiga buah tabung plastik besar dan 22 tabung plastik kecil masing-masing berisi serbuk pewarna pakaian, 1 buah plastik bertuliskan Tootsie Roll di dalamnya berisi 15 permen Tootsie Roll, 1 buah penghisap rokok elektrik lengkap denga charger, dan 1 buah tabung kaca berisi cairan warna kuning diduga narkotika. (kmb37)
5
Pangdam Sidak Proyek Renovasi Mes Kowad Denpasar (Bali Post) Mes Kowad Kartika Udayana di Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar kini dalam proses renovasi. Guna mengecek kualitas proyek tersebut, Pangdam IX/ Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, S.IP. melakukan sidak, Selasa (11/6) kemarin. Ke depan mes tersebut menjadi tempat transit tamu Kodam. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. menyampaikan saat sidak tersebut, Pangdam Benny Susianto didampingi Dandenmadam dan Kazidam. Jenderal bintang dua di pundak ini langsung terjun ke lapangan untuk meninjau dan mengecek perkembangan renovasi mes Kowad. Saat ini sedang digarap berbagai fasilitas satuan, baik dalam bentuk bangunan perkantoran maupun rumah dinas. Ini merupakan salah satu implementasi kepimpinan setiap Dansat dalam rangka pembinaan pangkalan. ‘’Setibanya di lokasi, Bapak Pangdam menyampaikan hal-hal yang perlu diubah dan diperbaiki secara maksimal terhadap bangunan mes Kowad,’’ ujarnya. Selain itu, lanjut Kapendam, selama proses renovasi, Kowad tinggal di mes transit di Jalan Melati, Kereneng, Denpasar. ‘’Kalau sudah rampung, rumah dinas Kowad akan dijadikan sebagai mes Kodam IX/Udayana yang difungsikan sebagai tempat transit bagi para tamu yang melaksanakan tugas di wilayah Kodam,’’ ucap Jonny Harianto. Renovasi dan penataan bangunan ini dilakukan supaya para prajurit senantiasa merasa nyaman dan dapat termotivasi dengan maksimal dalam melaksanakan tugas. (kmb36)
Bali Post/ist
SIDAK - Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto saat sidak renovasi mes Kowad di Jalan Puputan, Denpasar.
Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Perampok Berpistol
Mangupura (Bali Post) -
Sudah empat kali kasus perampokan berpistol dengan menyasar minimarket dan apotek di wilayah Denpasar serta Badung. Namun nampaknya polisi kesulitan mengungkap kasus ini karena wajah pelaku ditutupi masker. Saat ini anggota Polresta Denpasar dan Polres Badung sedang melakukan penyelidikan. ‘’Walau ada rekaman CCTV di TKP, wajah pelaku tidak jelas karena pakai masker dan helm,’’ kata Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Anom Danujaya, Selasa (11/6) kemarin. Meski demikian, penyelidikan kasus perampokan Alfamart di Jalan Kesambi dan Circle K di Jalan Raya Kerobokan terus dilakukan. Dewa Anom belum berani me-
mastikan apakah pelakunya sama atau tidak, meskipun modusnya sama. ‘’Belum bisa dipastikan karena pelakunya belum ditangkap,’’ ujarnya. Begitu juga dengan pistol
yang dibawa pelaku, mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Utara ini mengaku belum bisa memastikan keasliannya. ‘’Masih didalami. Kalau udah terungkap baru bisa dipasti-
kan apakah (pistol) asli atau palsu,’’ ujar Dewa Anom. Sebelumnya, kasus perampokan di minimarket kembali terjadi. Alfamart Kesambi Biru di Jalan Raya Kesambi, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Minggu (9/6) lalu disatroni perampok membawa pistol. Pelaku membawa kabur uang Rp 2,3 juta. Kejadiannya Minggu pukul 22.30 Wita dan baru dilaporkan Senin (9/6) lalu. Awalnya, Ni Komang Santi (20) sedang bekerja di TKP.
Dia melihat pelaku mondarmandir di depan TKP. Selang beberapa menit kemudian, pelaku langsung masuk ke dalam toko dan menodongkan pistol ke korban. Pelaku menyuruh korban membuka laci tempat uang kasir. Karena takut korban yang saat itu bertugas bersama temannya, Yola Tri (22), langsung membuka laci kasir. Saat laci dibuka, pelaku langsung mengambil uang Rp 2,3 juta. (kmb36)
2019, Asuransi Astra Bali Optimis Tumbuh 5 Persen Denpasar (Bali Post) Asuransi Astra Cabang Bali optimis bisa tumbuh 5 persen di tahun 2019. Optimisme itu ditunjang dengan makin membaiknya situasi ekonomi pasca-pemilu serentak yang digelar 17 April lalu. Demikian dikemukakan Branch Manager Asuransi Astra Bali Hilmi Farizan Hakim didampingi Operation Section Head Ni Luh Anita Noviana, Selasa (11/6) kemarin, saat melakukan halalbihalal ke Kantor Bali Post. Menurutnya, portofolio Asuransi Astra di Bali mayoritas di bidang otomotif, yakni roda empat dan roda dua. Ia pun mengatakan op-
timis pertumbuhan portofolio Astra Asuransi di Bali mencapai 5 persen tahun ini. Dikatakan pria yang sebelumnya menjabat Branch Manager Makassar ini, semester I 2019 memang masih sepi dikarenakan adanya Lebaran dan perhelatan politik. Namun, trennya mulai membaik. ‘’Grafiknya mulai membaik, tren penjualan mobil juga makin naik,’’ ungkapnya. Ia mengutarakan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang asuransi, pelayanan aftersales menjadi hal yang utama. ‘’Utamanya kita aftersales, seperti layanan derek, SPK terbit di hari itu juga, dan penanganan kendaraan
konsumen menjadi prioritas,’’ sebutnya. Di era digital ini, penyediaan aplikasi dan layanan digital juga menjadi perhatian. Ia mengemukakan aplikasi yang dibuat Asuransi Astra terus dilakukan pengembangan. Saat ini pun konsumen yang melakukan klaim harus menggunakan aplikasi. Begitu juga dengan pengecekkan kendaraan. Selain portofolio di bidang otomotif yang masuk kategori retail, lanjutnya, Asuransi Astra juga memasarkan produk asuransi kargo, alat berat, dan properti. ‘’Di Bali banyak juga konsumen asuransi properti kita,’’ pungkasnya. (kmb18)
BERKUNJUNG - Manajemen Asuransi Astra Bali ketika berkunjung ke Bali Post, Selasa (11/6) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) secara keseluruhan mengalami penurunan yaitu 0,07 persen dan 0,42 persen. Namun khusus NTP dan NTUP subsektor peternakan mengalami kenaikan 0,33 persen. Kepala BPS Bali Adi Nugroho mengatakan, NTP subsektor peternakan mengalami kenaikan karena indeks yang diterima petani menurun. Namun indeks yang dibayar juga menurun lebih dalam. Penurunan indeks yang diterima petani disebabkan turunnya harga ayam ras, telur ayam ras dan daging babi. Sementara untuk penurunan yang tercatat pada indeks yang dibayar disumbang turunnya indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) dan Biaya Produksi dan Penambahan Ba-
rang Modal (BPPBM). Sementara NTUP pada Mei 2019 yang lebih mencerminkan kondisi usaha pertanian khusus peternakan juga mengalami peningkatan sebesar 0,33 persen. NTP dan NTUP pada Mei 2019 yang disebabkan penurunan indeks yang diterima (harga ayam turun) berbeda kondisinya dengan harga ayam pada Juni 2019. Berdasarkan pantauan Senin (10/6) kemarin, harga daging ayam di tingkat pedagang pengecer mengalami kenaikan yaitu dari Rp 35.000 per kg menjadi Rp 37.000 per kg. Kenaikan harga ini diduga karena adanya libur Lebaran yang memengaruhi ketersediaan stok. Nyoman Sarni, pedagang ayam di Pasar Badung, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak Lebaran. Ini diduga karena tersediaan pasokan
yang kurang ditambah dengan permintaan yang tinggi. Sebelumnya harga daging ayam Rp 35.000 per kg. Daging ayam ini diambil dari rumah potong unggas di Denpasar, Bali. Diakui kebutuhan ayamnya dipasok dari dua tempat yaitu dari lokal Bali sendiri yaitu di Denpasar dan juga dari luar Bali. Namun biasanya daging dari Jawa dipotong lebih lama, sehingga kesegaran dagingnya tergantung dari es. Sementara daging dari RPU di Bali lebih fresh karena setelah memotong langsung diedarkan ke pengecer dan pedagang. Meski demikian, dikatakan, kualitas daging dari Jawa maupun Bali sama. Begitu juga harganya sama di Jawa maupun di Bali. Gusti Ayu Suhaeni, pedagang ayam lain di Pasar Badung, mengatakan saat ini pasokan ayam sedang seret,
Bali Post/ist
NTP dan NTUP Peternakan Naik 0,33 Persen
PEDAGANG - Pedagang ayam di Pasar Badung, Senin (10/6) lalu.
Bali Post/may
sehingga harga ayam sedikit mengalami kenaikan. Kenaikan harga terjadi sejak Minggu pertama di bulan Juni. Ia juga berpendapat sama bahwa kualitas dan harga daging ayam di Jawa dan Bali sama. Namun konsumennya lebih memilih daging ayam segar yang dipotong di Bali yaitu Celuk tanpa harus dibekukan dengan es. Kondisi kenaikan harga ayam ini berbanding terbalik dengan kondisi peternak. Peternak justru mengalami tekanan karena harga ayam rendah. Berdasarkan hasil survei Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali pada Minggu (9/6), harga ayam hidup di tingkat peternak Rp 17.300 – Rp 17.500 per kg, di Bali harganya Rp 17.500 – Rp 19.000 per kg. Sementara Harga Pokok Produksi (HPP) peternak adalah Rp 20.500 per kg. (kmb42)
Warung Global
Faktor Lingkungan, Bahasa Bali Jarang Digunakan GUBERNUR Bali Wayan Koster telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2331 Tahun 2018 soal Pelaksanaan Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan serta Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari saat ini telah terjadi penggerusan budaya Bali. Ada beberapa faktor, misalnya karena pengaruh modernisasi, kemajuan teknologi dan globalisasi serta kurang percaya dirinya masyarakat Bali dalam menggunakan bahasa dan sastra Bali.
Untuk itu, kelompok melinial atau generasi muda saat ini cenderung meninggalkan bahasa Bali. Namun, Kawan Gglobal yang memberikan pendapat dalam acara Warung Global menilai bukan saja generasi muda, generasi tua juga demikian. Dalam acara dialog interaktif yang disiarkan Radio Global 96,5 FM ini, salah seorag kawan dari Gianyar,
W e r d h a , m e ny a m p a i ka n agar semua berbenah. Bukan hanya generasi muda saja, tetapi juga generasi tua. Ia malah menyarankan dalam persyaratan mencari pekerjaan di Bali agar dimasukkan fasih berbahasa Bali. Ini dilakukan untuk merangsang masyarakat untuk mempelajari bahasa Bali. Hal ini diharapkan bisa memicu bahasa Bali semakin
berkembang dan maju. Sementara Ketut Mursi di Denpasar tertarik belajar bahasa Bali yang halus. Generasi muda enggan menggunakan bahasa Bali karena dianggap kurang gaul. Padahal tidak demikian adanya. Febri, warga Denpasar lainnya, juga mengutarakan hal yang sama. Faktor lingkungan sangat memengaruhi kenapa bahasa Bali
jarang digunakan. Kita tinggal di Bali, harus berbahasa Bali pula. Kalau bukan kita warga Bali, lalu siapa yang akan melestarikan bahasa Bali? Demikian pertanyaan Sugik di Mambal. Mestinya bangga menggunakan bahasa Bali dalam setiap percakapan. Bule saja bangga berbahasa Bali. Sementara menurut Ketut Dawi, bahasa Bali
tidak akan punah jika memakai bahasa non-Bali di dalam bergaul dengan beragam orang atau suku itu wajar saja. Kalau di rumah selalu memakai bahasa Bali. Anakanak pasti akan meniru orangtua mereka. Demikian menurut Ayu di Petang. Jadi orangtualah yang mulai memberikan contoh menggunakan bahasa Bali yang baik dan benar. (sikha)
OPINI
6
Rabu Pon, 12 Juni 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Hilangnya Hak Siswa Cerdas BULAN Juni dan Juli bisa disebut bulan sibuk bagi masyarakat yang memiliki anak yang melanjutkan studi ke SD, SMP, SMA/SMK dan perguruan tinggi. Fokus orangtua pada Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB. Model PPDB pun terus berubah dan selalu menyita banyak perhatian. Pemprov Bali sudah memiliki juknis PPDB tingkat SMA dan SMK negeri. Sementara pemkab dan pemkot di Bali sebagian sudah memiliki Perbup dan Perwali. Gubernur Bali Wayan Koster menjamin semua lulusan SMP di Bali akan terserap di semua SMA/SMK, baik di negeri maupun swasta, sehingga tak ada istilah anak yang tercecer lagi. Dengan pernyataan Gubernur Koster itu paling tidak masyarakat mendapat jaminan tahun ini tak akan ada praktik PPDB jilid II. Koster ingin semua PPDB berjalan baik, jalur zonasi menggunakan kedekatan dengan jarak rumah dan sekolah lewat potret udara, jalur prestasi pun makin detail lagi syaratnya. Jalur ini sering membuat persepsi berbeda di kalangan operator di sekolah karena prestasi internasional bidang fashion mengalahkan juara I silat di Porjar Bali. Jalur inilah yang diperkirakan makin krodit tahun ini. Untuk PPDB SMP/sederajat diatur oleh pemkab pemkot di daerah. Di PPDB ini lebih seru lagi karena sebagian besar warga akan mengejar sekolah negeri karena akibat pendidikan gratis. Namun, bukan menggunakan alasan wajib belajar 12 tahun diartikan semua lulusan SD dan SMP harus diterima di sekolah negeri. Kita perlu memikirkan keberlangsungan sekolah swasta juga yang banyak berperan dalam mencerdaskan anak bangsa. Hal lain yang perlu dikritisi pada PPDB tahun ini yakni tidak adanya keadilan bagi siswa cerdas. Hak siswa cerdas semakin hilang. Pasalnya, nilai Ujian Nasional (UN) tak dipakai lagi. Paling-paling hanya dipakai saat dua siswa atau lebih memiliki jarak zonasi yang sama dan mendaftar di waktu yang sama. Lalu apa gunanya kita gencar menggelar UN baik itu UNKP dan UNBK yang berintegritas. Bukankah evaluasi pendidikan dilakukan guna membedakan siswa yang berprestasi normal, tinggi, dan rendah. emerintah lupa dengan manajemen berbasis sekolah, mestinya sekolah diberi wewenang untuk menentukan siswa berprestasi yang diperlukan. Sebab, model PPDB ini tak memungkinkan sekolah merekrut calon siswa yang meraih juara saat mengadakan HUT sekolah. Gejala itu sudah tampak minimnya peserta lomba di sekolah negeri lantaran piagam itu tak mendapat jaminan meraih kursi gratis di sekolah pilihannya. Memang secara teori dengan sistem zonasi tak ada lagi istilah sekolah favorit, namun di mata masyarakat tetap saja sudah menentukan pilihan di sekolah yang dianggap berkualitas. Solusi terbaik yang mesti dilakukan pemerintah yakni menyebar kembali guru di sekolah favorit ke sekolah lain. Termasuk jabatan kepala sekolahnya diputar agar bisa mengimbas ke sekolah lain.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
PPDB 2019 Cepat-cepatan Permendikbud RI No.51 Tahun 2018 adalah sebuah produk hukum, Peraturan Menteri yang harus ditaati oleh semua pihak. Dalam seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) ke sekolah negeri 2019 sekitar bulan Juni ini untuk tingkat SMP dan SMA menggunakan jalur zonasi 90 persen dari daya tampung sekolah. Zonasi adalah jarak tempat tinggal ke sekolah. Yang mendapat prioritas lolos diterima ke SMP negeri atau ke SMA negeri adalah para siswa yang rumahnya terdekat dengan sekolah negeri tersebut. Berdasarkan pasal 26 (kelas VII SMP) dan pasal 29 (kelas X SMA), ayat 1 adalah: seleksi calon peserta didik baru yang menggunakan mekanisme daring dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan. Untuk pasal 26 ayat 2 dan pasal 29 ayat 2 jangan disalahtafsirkan, salah menerjemahkan, salah menjabarkannya. Dalam pasal tersebut bunyinya: jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 sama maka yang diprioritaskan adalah peserta didik yang mendaftar lebih awal. Pasal dan ayat ini jangan diartikan, jangan dijadikan bahwa PPDB harus menggunakan perankingan dengan cepat-cepatan mendaftar, hal ini salah besar. Menurut terjemahan saya adalah apabila jumlah siswa yang mendaftar melebihi kuota daya tampung sekolah barulah digunakan pasal 26 atau pasal 29 ayat 2 tersebut. Itu pun banyaknya siswa yang diseleksi cepat-cepatan mendaftar online tidak lebih dari 2-5 orang saja, untuk yang masuk daftar nomor urut ranking kelompok terakhir dari jumlah kuota yang jarak rumah ke sekolah persis sama jauh dekatnya. Kepada para siswa yang akan ikut PPDB tahun 2019 ini, utamanya para orangtua siswa harus mangawasi, mengontrol ketat seleksi calon peserta didik baru yang menggunakan jalur prestasi (5%), sebelum dan sesudah PPDB selesai. I Bagus Putu Sudarmaya Peguyangan Kaja, Denpasar Utara
Menimbang PPDB Zonasi 2019 Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendidikan Provinsi Bali sudah menyosialisasikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK. Pemerintah daerah sesuai kewenangannya menetapkan zonasi sekolah berkoordinasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah. Kemendikbud hanyalah pembuat kebijakan, sementara pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan setempat adalah pelaksana operasional.
D
alam paparan Gubernur Bali Wayan Koster (Bali Post, 27/05/2019), daya tampung SMA/ SMK di Bali mencukupi, dan Gubernur minta Dinas Pendidikan Bali melaksanakan PPDB dengan baik. Disebutkan juga bahwa daya tampung SMA/SMK se-Bali saat ini sejumlah 76.827 bangku, sudah melebihi lulusan SMP tahun 2019 sebesar 65.081 siswa. Ada selisih sekitar 11.746 bangku. Ini artinya tidak perlu ada kekhawatiran ada siswa di Bali yang tidak mendapatkan sekolah. Tidak semuanya dapat ditampung di sekolah negeri, diperkirakan ada 24.655 siswa yang akan bersekolah di sekolah swasta. Aturan sistem zonasi PPDB 2019 ada yang berbeda dibanding tahun lalu. Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Regulasi ini mengatur tiga jalur proses PPDB. Yakni sistem zonasi, prestasi, dan perpindahan orangtua. Dari tiga sistem tersebut, zonasi masih menjadi kebijakan paling sensitif. Permasalahan seputar zonasi selalu muncul dalam setiap pelaksanaan PPDB tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, untuk tahun ini mendapat perhatian khusus dari dua kementerian dengan mengeluarkan surat edaran bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2019 nomor 420/297315J tentang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru. Domisili calon peserta didik berdasarkan alamat pada Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB atau dapat diganti dengan surat pernyataan keterangan domisili dari orangtua/ wali dilegalisasi kepala dusun dan kepala desa/lurah setempat yang menyatakan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat enam
Oleh I Putu Sudibawa bulan sejak diterbitkannya surat keterangan. Pilihan sekolah sesuai zona masing-masing alamat calon peserta didik baru berdomisili. Selain dengan zonasi PPDB juga memberi kesempatan calon siswa yang memiliki prestasi. Sertifikat internasional, minimal diikuti peserta asal dua negara dengan melampirkan daftar pendukung asal peserta. Sertifikat nasional, minimal diikuti peserta asal lima provinsi, dengan melampirkan daftar pendukung asal peserta. Sertifikat provinsi minimal diikuti peserta asal lima kabupaten/kota dengan melampirkan daftar pendukung asal peserta. Apabila jumlah asal peserta tidak memenuhi syarat prestasi tingkat yang ditetapkan maka diturunkan menjadi satu level di bawahnya. Sertifikat prestasi yang diakui berdasarkan satu sertifikat nilai pembobotan prestasi tertinggi, dikecualikan sertifikat yang diperoleh secara berjenjang perlombaan/kejuaraan yang sama, nilai pembobotan ditambah bobot nilai sertifikat satu jenjang level di bawahnya. Kuota ini paling banyak 5% ditentukan berdasarkan nilai Ujian Nasional dan pembobotan sertifikat penghargaan hasil perlombaan di bidang akademik maupun non-akademik. Peserta didik yang masuk melalui jalur prestasi dapat memilih sekolah di luar jalur zonasi. Diatur juga, dalam jalur zonasi, peserta didik dari banjar adat/desa adat/desa pakraman/pihak lainnya: mempunyai ikatan perjanjian dengan pihak sekolah dibuktikan dengan surat yang sah disertai dokumen ikatan perjanjian dan surat pernyataan kepala sekolah bahwa memang benar sekolah ada ikatan perjanjian dengan banjar atau desa/pihak lainnya. Untuk peserta didik keluarga tidak mampu, dibuktikan dengan: Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)/ Kartu Perlindungan Sosial (KPS)/ Kartu Keluarga Harapan (KKH)/ Kartu Indonesia Pintar (KIP)/ Kartu Indonesia Sehat (BPJS KIS) Penerima Bantuan Iuran dari Pemerintah Pusat. Anak inklusi, dapat langsung diterima selama syarat ketentuan fisik terpenuhi yang dibuktikan
dengan surat keterangan/rekomendasi dari psikiater dan atau hasil assessment pihak sekolah. Jalur perpindahan tugas orangtua/ wali kuota paling banyak 5% ditujukan bagi calon peserta didik yang berdomisili di luar zonasi sekolah yang bersangkutan, dan dibuktikan dengan surat penugasan dan surat keterangan domisili dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan. Pemerataan Akses dan Mutu Pendidikan Pemerintah melalui Kemdikbud berupaya ‘’memberangus’’ stereotif sekolah favorit dengan menerapkan sistem zonasi sekolah. Sebab, stereotif yang sudah lama ‘’berakar’’ di masyarakat itu hanya akan menciptakan ‘’jurang’’ yang lebih dalam antarsekolah. Kalau terus dibiarkan, siswasiswa cenderung akan ‘’berlomba’’ mendaftar di sekolah tertentu yang dinilai prestisius dan mengabaikan sekolah lain. Akhirnya, akses pendidikan menjadi tidak rata di sebuah wilayah, sebab siswa dan orangtuanya cenderung pilih-pilih sekolah. Sistem zonasi sekolah menjadi satu alternatif yang diterapkan untuk menghapus stereotif tersebut. Sebagaimana dikutip dari narasi tunggal Kemendikbud, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa zonasi menjadi salah satu strategi pemerintah yang utuh dan terintegrasi. Pemilihan sekolah favorit merupakan potret kecil dari siswa-siswi yang rela menempuh perjalanan berkilo-kilometer untuk bersekolah. Semua itu dilakukan agar siswa dapat belajar di sekolah, yang notabene disebut sekolah favorit. Agar bisa menimba ilmu di situ, siswa ikhlas menghabiskan sebagian waktu, tenaga, dan ongkosnya untuk bolak-balik ke sekolah setiap hari. Masalah itu tentunya akan berpengaruh besar terhadap proses belajar siswa di kelas. Sebab, energi yang seharusnya dipakai untuk menyerap materi pelajaran sudah banyak terkikis di jalan. Kebijakan yang mulai diterapkan sejak tahun 2017 itu telah
melalui pengkajian yang cukup panjang dan memerhatikan rekomendasi dari berbagai lembaga kredibel. Zonasi dipandang strategis untuk mempercepat pemerataan di sektor pendidikan. Sistem zonasi sekolah juga merupakan upaya mencegah penumpukan sumber daya manusia yang berkualitas dalam suatu wilayah tertentu. Dan mendorong pemerintah daerah serta peran serta masyarakat dalam pemerataan kualitas pendidikan sesuai amanat Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Pelaksanaan sistem zonasi sekolah juga mempunyai sejumlah tujuan, yakni (1) menjamin pemerataan akses pendidikan, (2) mendorong kreativitas pendidik dalam kelas heterogen, (3) mendekatkan lingkungan sekolah dengan peserta didik, (4) menghilangkan eksklusivitas dan diskriminasi di sekolah negeri, meningkatkan akses layanan pendidikan pada kelompok rentan, (5) meningkatkan keragaman peserta didik di suatu sekolah, (6) mencegah penumpukan SDM berkualitas dalam suatu wilayah, dan (8) mendorong pemda dalam pemerataan kualitas pendidikan. Semua itu menjadi target yang ingin diwujudkan lewat sistem zonasi sekolah. Sistem zonasi sekolah dinilai mampu meredam praktik-praktik yang tidak sesuai dalam penerimaan siswa baru. Kalau masih memakai cara lama, praktik tersebut akan terus terjadi. Sebab, siswa ‘’berebut’’ jatah kursi yang tersedia di sekolah favoritnya. Makanya, untuk memuluskan tujuan itu, orangtua rela melakukan hal-hal yang di luar sistem agar anaknya bisa diterima di salah satu sekolah favorit. Sebaliknya, dengan menggunakan sistem zonasi sekolah, praktik itu dapat ditekan. Sebab, distribusi siswa menjadi lebih rata di setiap sekolah dan meminimalkan pungutan liar. Kerugian dan Keuntungan Daya tampung pada jenjang sekolah zonasi/tujuan tidak sebanding dengan jumlah calon siswa lulusan dari jenjang sekolah asal lulusan. Jumlah dan kapasitas daya tampung sekolah zonasi/tujuan khususnya SMP negeri, SMA negeri, dan SMK negeri tidak sebanding dengan jumlah siswa lulusan dari jenjang sebelumnya. Sehingga proses seleksi terpaksa dilakukan sebagai konsekuensi logis terjadinya ketidakseimbangan jumlah lulusan dengan daya tampung sekolah lanjutan.
Pendidikan Antikorupsi oleh KPK, Perlukah?
KORUPSI adalah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu masalah atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan. Tindakan korupsi itu terjadi karena beberapa faktor yang terjadi di kalangan masyarakat. Seperti di lingkungan perkuliahan, perilaku koruptif yang terjadi di institusi pendidikan kampus seperti titip absen, mencontek saat ujian, dan plagiarisme dalam membuat tugas jadi beberapa hal yang kerap ditemui. Jika kita mengkaji, plagiarisme sendiri sudah termasuk tindak pidana biasa. Tanpa kita sadari, perilaku koruptif tersebut punya potensi menyuburkan tindak pidana korupsi di kemudian hari. Fenomena ini membuat suatu pertanyaan, apakah pendidikan antikorupsi perlu dimasukkan ke dalam institusi pendidikan? Kemudian kita melihat korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang oleh karena itu memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya. Terdapat dua bagian besar dalam pemberantasannya yaitu penindakan dan pencegahan. Yang perlu
Oleh Michael Wibowo Joestiawan kita perhatikan bahwa hal tersebut tidak akan pernah berhasil optimal jika tidak ada peran serta masyarakat. Mahasiswa sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat, diharapkan lebih difokuskan pada upaya pencegahan dengan ikut membangun budaya antikorupsi di masyarakat. Menurut hemat penulis, untuk dapat berperan aktif, mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang seluk-beluk korupsi dan pemberantasannya. Selain itu, pentingnya menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tepat dengan akan memasukkan Pendidikan Antikorupsi ke dalam kurikulum yang akan mengajarkan nilai-nilai antikorupsi di bangku perkuliahan. Namun, jika langsung dimasukkan pada kurikulum mahasiswa, menurut hemat penulis, tidak terlalu efektif, karena sistem paket sudah terjurus pada
tingkat. Sehingga lebih efektif untuk mahasiswa lama diselipkan ke berbagai macam mata kuliah yang belum diambil. Kemudian untuk mahasiswa baru diberi pendidikan antikorupsi secara utuh. Hal ini didasari pendidikan antikorupsi pendekatannya bisa dua. Satu, berdiri sendiri sebagai sebuah mata ajar atau kedua diintegrasikan dengan nilai-nilai yang ada dalam setiap mata kuliah. Kembali lagi konsep yang ingin diambil adalah nilai-nilai antikorupsi seperti jujur, bertanggung jawab, dan berperilaku baik. Jika pesannya tersampaikan maka akan mudah untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penulis mengapresiasi yang tinggi atas inisiatif dari KPK yang membuat langkah strategis dan konkret untuk mempercepat proses pemberantasan korupsi Indonesia yang makin hari makin merajalela. Karena pada implementasinya, tetap harus ada
contoh dan keteladanan. Semua proses dimulai dari diri sendiri. Ada pepatah berkata, jika tidak sekarang kapan lagi? Semakin tinggi tingkat korupsi tiap tahunnya, membuat memasukkan pendidikan antikorupsi menjadi langkah pencegahan dan langkah darurat yang harus diambil oleh pemerintah dalam memerangi korupsi, dengan melihat perilaku koruptif sudah mulai dilakukan oleh anak-anak muda. Berkaca dari negara terdekat Selandia Baru yang telah memfokuskan terhadap penerapan pendidikan moral sejak dini dan sangat transparan, sehingga keberhasilan dalam mengelola kebijakan dan anggaran negara. Hal ini juga merupakan ajang bagi lembaga pendidikan formal untuk memegang peranan penting dalam menanamkan pentingnya pendidikan antikorupsi sejak dini kepada para calon penerus bangsa. Jika negara kita bersih dari korupsi, menjadi sebuah negara yang maju bukanlah sebuah acungan jempol belaka kembali bukan?
Lokasi sekolah zonasi/tujuan kebolehjadian tidak sesuai dengan zona lokasi asal tempat tinggal calon siswa meskipun lokasi sekolah asal calon siswa dalam satu zona dengan sekolah rujukan. Hal ini berpotensi terjadi pertentangan antara kebijakan zonasi berbasis sekolah asal atau zonasi berbasis lokasi tempat tinggal calon siswa. Ruang gerak otonomi daerah yang dirasakan semakin dibatasai untuk mengatur dan mengelola pendidikan sesuai kondisi daerah masing-masing. Sebagian masyarakat semakin merasa dibatasi demokratisasi kebebasan dalam hal memilih sekolah negeri. Sekolah negeri dibatasi untuk mendapatkan calon siswa dengan kualifikasi yang terbaik. Masyarakat lebih didorong memilih sekolah swasta sebagai alternatif sekolah negeri yang terbatas. Di balik kelemahan yang terungkap di atas, beberapa kelebihan dari sistem zonasi adalah tidak diperlukan mobilisasi tinggi dari para siswa untuk mendaftar ke sekolah tujuan karena proses pendaftaran telah dilakukan sejak dari sekolah asal (sebelum lulus). Meskipun praktik meminimalkan mobilisasi siswa ini sudah dilakukan oleh beberapa daerah yang telah menerapkan sistem registrasi mandiri pada sistem PPDB online. Sekolah-sekolah swasta lebih diuntungkan untuk mendapatkan calon siswa dengan kualifikasi yang rata-rata relatif tinggi karena sekolah negeri tidak lagi bisa menerima banyak siswa dengan kualifikasi yang terbaik. Kualifikasi distribusi siswa di sekolah negeri dan sekolah swasta lebih merata. Sekolah swasta lebih memiliki peran dalam proses pendidikan daripada sebelumnya karena ruang gerak sekolah negeri telah dibatasi dengan skema zonasi. Penulis, Kepala SMAN 1 Rendang, Guru Ajeg Bali Bali Post 2007
POJOK
Bali terancam krisis listrik, Pemprov siapkan ranpergub energi bersih. - Era baru selamatkan Bali. *** Perlu tingkatkan kewaspadaan di tengah kelesuan ekonomi global. - Semua lesu darah. *** Polisi ungkap aktor utama dan pelaku rusuh yang punya kepentingan beda. - Tujuannya buat onar.
Penulis, mahasiswa Fakultas Hukum Udayana
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Rabu Pon, 12 Juni 2019
Pasca-Pemilu Serentak dan Hari Raya Idul Fitri
Kabupaten Tabanan Aman dan Kondusif SITUASI dan kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Tabanan terpantau aman dan kondusif pascaperhelatan akbar pemilu serta hari raya Idul Fitri 1440 H. Tabanan merupakan jalur utama bagi para pemudik terutama menuju Pulau Jawa. Meski demikian, masih ada beberapa hal yang menjadi perhatian agar kondusivitas tersebut tetap terjaga. Hal tersebut terungkap saat Tim Pemantauan dan Pengendalian Pengamanan Daerah Kabupaten Tabanan yang tergabung dalam Jajaran Muspida Kabupaten Tabanan menggelar rapat koordinasi di Warung Lemo Wanasari, Tabanan, Selasa (11/6) kemarin. Rapat yang berlangsung serius namun santai itu dipimpin langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Sekda Tabanan Gede Susila, Muspida Kabupaten Tabanan serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tabanan Gusti Ngurah agung Suryana.
Bupati Eka dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih serta apresiasinya terhadap dukungan semua pihak, terutama jajaran Muspida yang terdiri dari Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Kapolres dan Dandim 1619/ Tabanan yang telah bersatu padu, bahu membahu menjaga keamanan serta kondusivitas di Kabupaten Tabanan. Hal ini menjadi motivasi bagi Pemkab Tabanan agar mampu menjadi pelayan serta pengabdi yang baik bagi masyarakat. ‘’Loyalitas serta komitmen yang ditunjukan oleh jajaran Muspida Kabupaten Tabanan menjadi cambuk bagi kita untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat. Karena menjaga keamanan serta kondusivitas Tabanan bukanlah perkara mudah. Membutuhkan sinergitas serta kerja sama yang baik dari semua pihak,’’ paparnya.
Pihaknya berharap agar hal ini bisa berlanjut terus ke depannya, terlepas dari siapa nantinya yang menduduki jabatan di jajaran Muspida Kabupaten Tabanan. ‘’Namanya tugas dan amanah ya harus kita lakukan dengan ikhlas. Terlepas dari siapapun natinya yang menduduki jabatan di jajaran Muspida, kebersamaan dan kekompakan yang kita ciptakan saat ini mudah-mudahan akan terus berlanjut ke depannya,’’ imbuhnya. Ketua DPRD Kabupaten Tabanan Ketut Suryadi mengatakan, partisipasi serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan proses demokrasi di Kabupaten Tabanan sudah sangat tinggi. Karena itulah proses pemilu juga berjalan lancar. ‘’Hal ini terbukti dengan lancarnya proses Pemilu di Kabupaten Tabanan dan patut kita berikan apresiasi,’’ ujarnya Ditambahkan, masyarakat Kabupaten Tabanan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya
serta kearifan lokal sehingga meskipun masyarakat Tabanan bersifat majemuk, kerukunan antarumat beragama tetap terjaga dengan baik. ‘’Dengan kemajemukan yang kita miliki, menjadi kewajiban bagi kita bersama untuk senantiasa menjaga kerukunan. Hal ini juga perlu kita tanamkan kepada generasi muda, karena generasi mudalah nantinya yang menjadi generasi penerus kita,’’ imbuhnya. Hal senada disampaikan Kapolres Tabanan I Made Sinar Subawa. Menurutnya, arus mudik bagi umat muslim yang melintasi wilayah Kabupaten Tabanan berjalan baik, tertib dan lancar. Namun, masih perlu ada antisipasi arus balik yang diperkirakan akan meningkat pada minggu ketiga. ‘’Menurut pemantauan kami di lapangan, pelaksanaan arus mudik berjalan sangat lancar, namun kita harus tetap antisipasi pelaksanaan arus balik yang akan melonjak di minggu ketiga,’’
KOORDINASI - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berfoto bersama jajaran Muspida usai rapat koordinasi di Warung Lemo Wanasari, Selasa (11/6) kemarin. ujarnya. Dandim 1619/Tabanan Hasan Abdullah dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih terhadap perhatian yang diberikan Pemkab Tabanan karena telah memberikan fasilitas mudik gratis bagi warga Muslim yang pulang ke kampung
halamannya. ‘’Mudah-mudahan program ini menjadi program rutin dan kalau memungkinkan nantinya ada penambahan untuk armada karena peminat mudik gratis begitu luar biasa,’’ ujarnya. Di akhir acara, Bupati Eka menyampaikan terima kasih atas saran dan masu-
kan serta kritik yang bersifat membangun yang diberikan oleh seluruh jajaran Muspida. ‘’Masukan serta kritik yang bersifat membangun menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah lagi ke depan demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Tabanan,’’ tegasnya. (ad215)
Banteng Senior Tegaskan Pemimpin Bukan Wayang
Tabanan (Bali Post) -
Mulai santernya nama-nama tokoh politik yang diprediksi akan meramaikan bursa Pilbup Tabanan 2020, mendapatkan perhatian banteng senior PDI-P. Para kader senior PDI-P ini menilai kemunculan para tokoh sah-sah saja mengingat Tabanan memiliki banyak kader yang berpotensi menjadi kepala daerah. Hanya calon pemimpin Tabanan ke depan diharapkan bukan sekadar menjadi wayang atau dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu. Hal itu disampaikan Dewan Pertimbangan Cabang PDI-P Tabanan Made Arimbawa, S.H., M.M., Selasa (11/6) kemarin.
Bali Post/bit
RS NYITDAH - Finishing gedung E RS Nyitdah dikerjakan tahun ini dengan menggunakan dana BKK Provinsi Bali.
”Finishing” Gedung E RS Nyitdah Segera Dilanjutkan Tabanan (Bali Post) Kelanjutan pembangunan RS Nyitdah khususnya gedung G dan F terpaksa ditunda lantaran dibatalkannya peminjaman dana senilai Rp 201 miliar kepada PT SMI. Meski demikian, kelanjutan pembangunan RS yang diproyeksikan menjadi RS tipe B ini tidak berhenti begitu saja. Sebab, Dinas PUPRPKP Tabanan melanjutkan finishing interior gedung E. Kabid Bangunan Gedung Dinas PUPRPKP Tabanan Kadek Farida Tini Suweca seizin Kepala Dinas PUPRPKP menyampaikan, kelanjutan pembangunan untuk gedung G dan F yang rencana awalnya didanai dari pinjaman kepada PT SMI, ditunda. Kedua ge-
dung yang berada di bagian utara gedung I yang sebagian sudah bisa difungsikan tersebut masih menunggu realisasi anggaran pascapembatalan peminjaman. ‘’Penundaan itu untuk gedung G dan F, namun untuk kelanjutan pembangunan RS Nyitdah terus berproses dan berjalan. Salah satunya kelanjutan finishing gedung E yang dananya dari BKK provinsi,’’ terangnya, Selasa (11/6) kemarin. Untuk kelanjutan finishing gedung E yang rencananya menjadi satu kesatuan dengan gedung G dan F, mendapat suntikan dana Rp 20 miliar lebih. Saat ini masih proses lelang konsultan pengawas, yang dilanjutkan proses lelang
fisik yang kemungkinan pada minggu ketiga bulan ini. ‘’Untuk bangunan luar sudah jadi, hanya finishing interior di dalamnya yang belum. Kalau tidak ada halangan gagal tender, bulan Agustus sudah bisa mulai lanjut pengerjaan pembangunan dan di bulan pertengahan bulan Desember 2019 ditargetkan rampung khusus gedung E,’’ ucapnya. Selain finishing interior untuk bangunan gedung E, dana BKK provinsi ini nantinya juga akan digunakan untuk membuat drainase. Ini karena adanya perbedaan ketinggian gedung yang dikhawatirkan dapat mengganggu saluran air. Seperti diberitakan sebe-
lumnya, Pemkab Tabanan membatalkan rencana peminjaman multiyears ke PT SMI senilai Rp 201 miliar untuk pembangunan RS Nyitdah. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait belanja mandatori atau belanja yang diharuskan oleh undangundang yaitu anggaran infrastruktur dan fasilitas umum (belanja publik) sebesar 25 persen wajib dialokasikan dari total APBD. Kelanjutan pembangunan RS Nyitdah rencananya akan menggunakan dana mandatori 25 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima Pemkab Tabanan. Saat ini sudah ada dua gedung dan satu gedung dalam tahap penyelesaian. (kmb28)
Mantan Ketua DPRD Tabanan dan mantan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Provinsi Bali ini menyatakan, semua memiliki kesempatan mencalonkan diri asal memenuhi persyaratan. Tetapi karena ini memilih pemimpin, tentu ada kepantasan dan kepatutan yang dijadikan tolok ukur, misalnya pengalaman, dedikasi dan kemampuan yang sudah teruji. ‘’Jangan ibaratnya membicarakan pemimpin se buah daerah sekelas bupati dipakai mainan dan asalasalan. Ada kompetensinya. Bagaimana memimpin sekelas kabupaten jika belum ada pengalaman apa-apa, ini tentu akan bermasalah di kemudian hari,’’ ucapnya. Arimbawa juga menekankan jangan sampai pula menampilkan sosok calon sekadar jadi wayang. ‘’Kalau wayang, berarti ada dalang di belakangnya. Seolah penonton melihat wayang itu pemimpinnya, padahal suara yang mem a i n kan ada
dalang di belakangnya,’’ tegasnya. Hal yang sama berlaku juga untuk calon wakil bupati. Arimbawa mengakui selama ini nama I Komang Gede Sanjaya yang merupakan Ketua DPC PDI-P Tabanan dan Wakil Bupati Tabanan santer dijagokan
sebagai calon kuat Bupati Tabanan periode 2020-2025. Sanjaya pun dikatakannya memang belum mau menentukan calon wakil atau pasangannya untuk maju ke bursa pilbup. Dikatakan Arimbawa, pasangan calon bupati maupun calon wakil bupati yang diutamakan adalah harus ada kecocokan atau chemistry, agar dalam perjalanan tugas memiliki keserasian dan keseimbangan yang dibutuhkan untuk saling mengisi dalam peran dan kewenangan yang berbeda. ‘’Semua kembali pada rekomendasi DPP PDI-P. Begitu ada nama diusulkan ke pusat, nanti turun rekomendasi,’’ terangnya. (kmb28)
Made Arimbawa, S.H. M.M.
Dianggarkan Rp 1 Miliar
Festival Yeh Gangga Diminta Angkat Potensi Lokal
PUSTU - Pustu Desa Timpag dinilai sudah tidak layak digunakan sehingga akan direhab total.
Lima Pustu akan Direhab Total Tabanan (Bali Post) Saat ini ada 20 puskesmas pembantu (pustu) di Kabupaten Tabanan dalam kondisi rusak. Namun hanya lima di antaranya yang tahun ini akan direnovasi dengan anggaran bersumber dari APBD Tabanan. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika mengatakan, lima pustu tersebut sudah dalam kondisi rusak berat. Kondisinya sangat memperihatinkan. Gedungnya sudah tidak layak digunakan. Kelima
pustu dimaksud yakni Pustu Timpag di Kecamatan Kerambitan, Pustu Dauh Peken di Kecamatan Tabanan, Pustu Pujungan di Kecamatan Pupuan, Pustu Nyambu di Kecamatan Kediri, dan Pustu Tua di Kecamatan Marga. ‘’Rehab itu merupakan usulan masyarakat melalui musrenbang,’’ ungkap Suratmika, Selasa (11/6) kemarin. Selain kegiatan rehab pada lima pustu, ada beberapa puskesmas yang akan dikembangkan dengan
pembangunan gedung baru baik untuk gedung rawat inap maupun gedung penunjang lainnya. Seperti Puskesmas Pupuan II di Desa Belimbing dan Puskesmas Selemadeg Timur II di Desa Beraban. Ada juga rehab gedung seperti di Puskesmas Pupuan I serta Puskesmas Kerambitan II. ‘’Anggarannya bersumber dari BKK provinsi Bali. Sementara untuk pembangunan gedung rawat inap Puskesmas Kerambitan I, dananya bersumber dari DAK pusat. Total ada
Bali Post/dok
17 proyek pembangunan dan rehab gedung baik pustu maupun puskesmas dan puskemas rawat inap serta penunjang lainnya di tahun 2019 ini,’’ imbuh Suratmika. Sementara itu, dari pantauan di lapangan, Pustu Desa Timpag memang sudah sangat memprihatinkan. Gedungnya tidak layak difungsikan untuk pelayanan kesehatan. Gedung yang berdiri sejak tahun 1979 ini atapnya sudah jebol di berbagai sudut. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Guna mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tabanan serta menggali potensi wisata wilayah pesisir, Pemkab Tabanan melalui Dinas Pariwisata tahun ini bekerja sama dengan Desa Adat Yeh Gangga akan menggelar Festival Yeh Gangga. Dengan anggaran Rp 1 miliar, festival ini diharapkan mampu mengangkat potensi lokal. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa, Selasa (11/6) kemarin menjelaskan, susunan acara festival sepenuhnya dirancang oleh panitia Desa Adat Yeh Gangga, Desa Sudimara Kecamatan Tabanan. Dalam hal ini Dinas Pariwisata hanya membantu mempromosikan potensi wisata setempat, agar lebih dikenal sehingga bisa menyedot kunjungan wisatawan untuk datang ke Pantai Yeh Gangga. Disampaikan Yasa, susunan acara dan kreativitas yang akan ditampilkan diserahkan ke desa adat. Pengelolaan anggaran yang bersumber dari BKK Badung juga diserahkan ke desa adat. ‘’Artinya, Pemkab tidak kaku, silakan desa adat yang mengemas, dan berinovasi
sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki dan melibatkan masyarakat setempat,’’ ucapnya. Kata Yasa, Festival Yeh Gangga akan lebih banyak melibatkan masyarakat sekitar khususnya desa adat. Pertimbangannya, masyarakat setempat yang lebih paham akan seluk beluk, lokasi, hingga kemampuan menjaga Yeh Gangga itu sendiri. Diharapkan potensi wisata Yeh Gangga terus berkembang meski festival berakhir. ‘’Meski begitu kami akan tetap berkoordinasi. Terkait itu, maka porsinya dengan adanya dana APBD yang bersumber dari BKK Badung ini, kita kerjasamakan penanganan atau pengelolaannya. Namun tetap setiap pengeluaran dana harus dipertanggung jawabkan nantinya,’’ ujarnya. Festival ini juga diharapkannya dapat mengangkat kuliner laut di Yeh Gangga seperti lobster, pindang dan ikan. Yasa tidak mematok target kunjungan selama festival. Karena wisata di Yeh Gangga masih tergolong wisata embrio. ‘’Makanya dibuat festival ini untuk membantu memperkenalkan dan mengangkat potensi yang ada,’’ ucapnya. (kmb28)
BULELENG
8
Rabu Pon, 12 Juni 2019
Tiga Pejabat Mendaftar Lelang Jabatan
Singaraja (Bali Post) – Lelang jabatan tinggi pratama mulai diramaikan para pelamar yang mendaftar dan menyerahkan berkas administrasi. Hingga Selasa (11/6) kemarin, tiga pejabat telah resmi mendaftar ke Sekretariat Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan di kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dua pelamar di antaranya merupakan pejabat di Pemkab Buleleng yakni Made Sumiarta yang sekarang menjabat Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng. Dia mendaftar dan menyerahkan berkas untuk melamar jabatan Kepala Distan Buleleng. Selain itu, Nyoman Agus Jaya Sumpene yang sekarang menjabat Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekkab Buleleng mendaftar untuk lelang jabatan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Sementara satu-satunya peserta lelang dari pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga resmi mendaftar kemarin adalah Dra. Luh Terry Yuliandriana Sputra. Dia yang kini menjabat Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bali tersebut melamar sebagai peserta lelang jabatan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Koperasi-UKM).
Kepala BKPSDM Buleleng Gede Wisnawa memastikan jumlah pelamar akan terus bertambah sebelum masa pendaftaran ditutup 16 Juni 2019. Ini karena sejak masa pendaftaran dibuka, pihaknya sudah banyak menerima pejabat baik di lingkup Pemkab Buleleng maupun dari luar pemerintahan yang berkonsultasi terkait syarat dan teknis lelang jabatan. “Sejak dibuka, baru hari ini (kemarin - red) yang ada daftar secara resmi. Sebelum ditutup, pasti akan bertambah, karena sebelumnya pejabat lain sudah banyak yang konsultasi syarat dan teknis lain ke sekretariat,” katanya. Menurut mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng ini, sesuai rekomendasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), setiap jabatan yang dilelang harus ada empat orang pelamar. Kalau kuota itu belum terpenuhi, pansel diperintahkan untuk memperpanjang masa pendaftaran dan penyerahan berkas administrasi. “Kita tunggu saja, tapi kami optimis kuota masing-masing jabatan yang dilelang itu terpenuhi. Kalau tidak, tidak kita diizinkan memperpanjang pendaftaran,” jelasnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pejabat lain yang dipastikan
akan ikut berkompetisi dalam lelang jabatan kali ini adalah Made Supartawan yang kini menjabat Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Pengawasan Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng. Mantan Camat Busungbiu itu santer akan mendaftar lelang untuk jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol). Untuk jabatan ini juga santer akan dilamar oleh Komang Sumerta Jaya. Mantan Camat Kubutambahan ini sekarang menjabat Sekretaris sekaligus Plt. Kepala Badan Kesbangpol Buleleng. Seperti diberitakan sebelumnya, tahun ini Pemkab Buleleng melelang empat jabatan tinggi pratama. Sesuai rekomendasi Kemen-PAN RB, Buleleng diizinkan merekrut empat calon kepala dinas dengan cara lelang terbuka. Jabatan itu masing-masing Kepala Distan, Kepala Dinas Koperasi UKM, Kepala Dinas Damkar, dan Kepala Badan Kesbangpol. Tiga jabatan yakni Kepala Distan, Damkar, dan Kesbangpol sekarang lowong dan hanya dikendalikan oleh Plt. Sedangkan jabatan Kepala Dinas KoperasiUKM yang kini diisi pejabat definitif Nyoman Swatantra mendekati masa pensiun, sehingga begitu jabatan itu ditinggalkan, langsung diisi oleh pejabat definitif tanpa harus menugaskan plt. (kmb38)
Bali Post/kmb38
LELANG JABATAN - Anggota pansel lelang jabatan yang juga Kepala BKPSDM Buleleng Gede Wisnawa menerima pendaftaran dan penyerahan berkas lelang jabatan untuk jabatan Kepala Distan atas nama Made Sumiarta.
Polisi Awasi Pendatang dari Madura Singaraja (Bali Post) – Kedatangan para penduduk pendatang yang kembali ke tempat merantau di beberapa daerah di Bali mulai ramai. Pendatang ini tiba di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Selasa (11/6) kemarin. Mereka yang berasal dari Sapeken, Madura, Jawa Timur (Jatim) ini mendapat pengawasan ketat polisi, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Informasi di lapangan menyebutkan, 20 orang pendatang asal Sapeken, Madura itu tiba di PPI dengan menumpang kapal ikan dengan nama lambung KM Solon. Kapal yang dinakhodai Mahmud bersama 3 orang anak buah kapal (ABK) ini mengangkut muatan ikan segar 800 kilogram. Ikan segar tersebut setelah dibongkar di dermaga PPI didistribusikan ke Denpasar
dan sekitarnya. Kapolsek Sawan AKP Wayan Wisnaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, setelah kapal sandar di dermaga, personel pengamanan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri melakukan pemeriksaan dokumen pelayaran dan muatan kapal. Selain itu, puluhan penumpangnya satu per satu diminta menunjukkan kartu identitas mereka. Kedatangan penumpang ini diperkirakan hanya sebagian kecil pendatang dari Sapeken. Sebagian besar telah kembali ke tempat merantau dengan menumpang kapal perintis yang biasa berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Dari pemeriksaan itu, semua penumpang telah membawa identitas kependudukan yang masih berlaku. Selain itu, pihaknya juga memeriksa barang
bawaan setiap penumpang. Dari pemeriksaan itu, polisi tidak menemukan barang bawaan terlarang dan membahayakan. “Kapal ini mulai masuk ke PPI setelah libur hari raya dan setelah kami koordinasi dengan Syahbandar ada penumpang yang naik kapal dan kami lakukan pengawasan. Hasilnya tidak ada barang membahayakan dan semua penumpang menunjukkan identitas resmi,” jelasnya. Wisnaya menambahkan, setelah Idul Fitri, pihaknya masih melakukan pengawasan kapal ikan yang akan membongkar muatan di PPI sampai tujuh hari ke depan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya penduduk pendatang yang tidak membawa identitas resmi atau masuknya barang bawaan yang berbahaya seperti minuman keras (miras), senjata tajam (sajam) hingga narkotika. (kmb38)
Bali Post/ist
DIAWASI KETAT - Puluhan penumpang kapal ikan asal Sapeken, Madura, Jawa Timur (Jatim) diawasi secara ketat. Penumpang ini rencananya menuju tempat mereka merantau di beberapa daerah di Denpasar.
Bali Post/kmb38
PROTES – Perangkat Desa Anturan bersama perwakilan warga mengadukan kenaikan PBB-P2 ke Komisi III DPRD Buleleng, Selasa (11/6) kemarin.
Protes Kenaikan PBB-P2
Perangkat Desa Mengadu ke Komisi III Singaraja (Bali Post) –
Protes atas kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBBP2) di Buleleng semakin menjadi-jadi. Buktinya, wajib pajak (WP) telah mengajukan keberatan ke Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng. Sekarang, warga dan aparat desa mengadukan masalah yang sama ke DPRD Buleleng. Seperti dilakukan Perbekel Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Made Budi Arsana, bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat yang mengadukan keberatan pungutan PBB-P2 kepada Komisi III DPRD Buleleng, Selasa (11/6) kemarin. Rombongan perbekel bersama perangkatnya tiba di gedung dewan sekitar pukul 13.00 Wita. Mereka diterima Wakil Ketua DPRD Ketut Susila Umbara dan sejumlah anggota Komisi III yakni Gede Suradnya, Putu Tirta Adnyana, Made Parwa, dan Gede Odi Busana. Turut mendampingi anggota Tim Pakar DPRD Putu Sudirka. Salah seorang tokoh masyarakat Ketut Supandra mengatakan, setelah menerima Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) atas tanah pertanian miliknya, dia terkejut karena tagihan pajaknya naik signifikan. Jika tahun lalu, dia hanya membayar pajak Rp 150.000, tahun ini tagihan pajaknya melonjak menjadi Rp 856.000. Nilai pajak sebesar itu diakuinya sangat memberatkan dirinya sebagai wajib pajak. Apalagi, sejatinya tanah tersebut tidak terlalu produktif. Tagihan pajak sebesar itu dengan hasil dari tanah miliknya
disebut tidak sebanding. “Kalau pendapat saya, ini bukan lagi memberatkan, namun kenaikannya sudah ‘gila’. Bayangkan tanah saya yang berbatu dan kalau ditanami ketela saja tidak tumbuh, sekarang harus membayar pajak sampai Rp 856.000,” katanya. Atas kondisi itu, Supandra meminta agar DPRD Buleleng membela masyarakat agar kenaikan pajak ini tidak merugikan rakyat. Tidak cukup dengan memberikan keringanan pajak, tetapi dia meminta agar penetapan jilai jual objek pajak (NJOP) yang sudah ditetapkan pemerintah ditinjau ulang. Ini penting, karena DPRD memiliki kewenangan untuk menyepakati NJOP sebelum diterbitkan dalam regulasi daerah. “Kami keberatan dengan kenaikan pajak ini, karena perhitungannya sudah tidak relevan dengan kondisi objek pajaknya. Jadi, kami minta kepada DPRD memperjuangkan keberatan kami dan penentuan NJOP yang tidak masuk akal ini dikaji ulang,” katanya. Hal senada diungkapkan Klian Desa Pakraman Anturan, Jro Ketut Mangku. Dia juga
mengaku keberatan dengan kenaikan NJOP atas satu bidang tanah miliknya. Jika tahun 2018 yang lalu, pajak yang dibayar Rp 300.000, namun tahun ini tagihan pajaknya membengkak menjadi Rp 1.300.000. Dirinya tidak mengetahui perhitungan yang dilakukan pemerintah hingga terbit SPPT dengan nilai yang sangat memberatkan itu. Untuk itu, Mangku meminta pemerintah memerhatikan protes masyarakat dan perhitungan pajak tahun ini dikaji ulang. “Karena ada informasi bisa mengajukan keberatan, sehingga kami datang ke gedung dewan untuk meminta wakil rakyat memperjuangkan keberatan kami ini, sehingga bisa membayar pajak dengan nilai wajar,” katanya. Menanggapi keberatan itu, Ketut Susila Umbara mengatakan, protes warga atas kenaikan PBB ini dialami sebagian WP di daerahnya. Sejak munculnya protes dan beberapa wajib pajak sudah mengajukan keberatan ke BKD, pihaknya meminta Tim Pakar DPRD untuk melakukan kajian teknis terkait penetapan NJOP yang memicu protes warga. Dengan kajian itu, DPRD Buleleng dalam waktu dekat ini akan
meminta penjelasan dan mencari solusi bersama dengan pemerintah daerah, sehingga protes kenaikan pajak ini tidak menimbulkan gejolak parah di masyarakat. “Bukan di Anturan saja, di desa lain, saya yakin warga keberatan. Kami sudah meminta Tim Pakar mengkaji ini, dan besok (hari ini -red), kami panggil BKD dan tim appraisal yang ditunjuk menghitung NJOP, dan instansi lain untuk meminta penjelasan terkait kenaikan ini, sehingga ada solusi dan gejolak kenaikan PBB ini tidak berlarut-larut,” jelasnya. Sementara itu, Putu Tirta Adnyana mengatakan, DPRD bersama pemerintah memang telah merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang PBB P2. Akan tetapi, penentuan NJOP ditetapkan pemerintah. Untuk itu, pihaknya berharap, warga tidak menyalahkan DPRD membuat produk hukum yang memberatkan masyarakatnya. Namun, dia mengaku penetapan NJOP ini telah memicu gejolak di masyarakat. Untuk mengatasi gejolak ini, politisi Partai Golkar itu menyarankan pemerintah mengkaji kembali penetapan NJOP yang dilakukan tim appraisal. “NJOP ini ditetapkan pemerintah dan DPRD hanya merevisi perda tentang pajaknya. Keberatan ini semakin masif, jadi harus ada penanganan serius dengan mengkaji ulang penetapan NJOP itu,” tegasnya. (kmb38)
Beratkan Orangtua Siswa, Disdikpora Diminta Evaluasi ’’Study Tour’’ Singaraja (Bali Post) – Kebijakan sekolah melaksanakan study tour setiap mengakhiri tahun ajaran mengundang perhatian serius Dewan Pendidikan (DP) Buleleng. Pasalnya, mengakhiri masa tahun ajaran 2019/2020, kebijakan study tour di beberapa seolah di Buleleng menuai keberatan para orangtua siswa. Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) diminta menyikapi masalah tersebut agar tidak terjadi gejolak yang berlarut-larut. Sejak masa akhir tahun ajaran ini, beberapa sekolah jenjang SD dan SMP melaksanakan study tour. Tidak saja menyasar lokasi dalam daerah, ada sekolah memilih lokasi study tour ke luar Bali. Kegiatan ini diawali dengan pembahasan oleh guru dan komite sekolah. Setelah disepakati, kebijakan itu disampaikan kepada orangtua siswa termasuk teknis pembebanan biaya study tour. Selain pembiayaan, siswa yang mengikuti kegiatan ini ditugaskan menyusun laporan hasil study tour yang nantinya dinilai para guru. Tidak heran, karena harus menyusun tugas ilmiah, siswa dan orangtua tidak bisa berbuat banyak. Para orangtua harus mengeluarkan biaya untuk study tour yang disepakati. Menyusul gejolak study tour yang dinilai memberatkan itu, beberapa orangtua siswa protes. Sayangnya, keberatan itu tidak disampaikan ke sekolah, tetapi ungkapan keberatan itu disebarkan melalui media sosial (medsos). Menyikapi gejolak para orangtua siswa itu, Ketua Dewan Pendidikan (DP) Buleleng Gusti Ngurah Agung, Selasa (11/6) kemarin, telah berkoordinasi
ke Disdikpora. Dia mengatakan, ungkapan keberatan para orangtua siswa atas kebijakan sekolah yang melaksanakan study tour harus disikapi dengan mengeluarkan kebijakan yang tepat. Ini penting karena, kebijakan internal sekolah tidak selalu memuaskan para orangtua siswa. Kebijakan yang perlu diambil adalah mengarahkan sekolah agar mempertimbangkan dengan baik terkait pentingnya study tour. Terutama, menyangkut pembiayaan yang dibebankan kepada siswa. Kalau pertimbangannya positif dan segala pembiayaan disetujui tanpa ada keberatan para orangtua, sekolah sah-sah saja melaksanakan study tour. Namun sebaliknya, kalau terlalu memberatkan, apalagi kesan sekolah memaksa siswa mengikuti kegiatan pada akhir tahun ajaran itu, maka Disdikpora dapat menginstruksikan sekolah bersangkutan tidak melaksanakan study tour itu sendiri. “Saya sudah sampaikan ke dinas dan sebenarnya dulu program dipending apalagi akhir tahun ajaran dan ini perlu persetujuan orangtua siswa. Apalagi ada sanksi tidak memberi rapor atau ijazah, berarti kan memaksa. Tidak terlalu memberatkan, dan kecuali sudah ada dana di sekolah harus dicermati betul,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Disdikpora Gede Dharmaja mengatakan, sejauh ini, pihaknya belum menerima pengaduan keberatan orangtua siswa terkait kebijakan study tour di sekolahnya. Untuk itu, pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan para koordinator wilayah (korwil) pendidikan di kecamatan untuk meminta
penjelasan terkait sekolah yang melaksanakan study tour. Terkait larangan sekolah melaksanakan study tour, Dharmaja menyebut kebijakan itu tidak bisa diambil oleh Disdikpora. Pasalnya, program study tour dirancang dan disepakati oleh internal sekolah dan komite sekolah. Meski demikian, dengan munculnya curahan kekecewaan para orangtua siswa yang keberatan dengan biaya study tour, pihaknya berjanji menelusuri permasalahan yang terjadi. “Kebijakan ada pada satuan pendidikan (sekolah). Kami akan dalami dan kalau memang dari segi biaya terlalu memberatkan, kami sarankan sekolah tidak melaksanakan study tour itu,” tegasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
Gusti Ngurah Agung
GIANYAR
Rabu Pon, 12 Juni 2019
9
Diduga Tak Berizin
Satpol PP Sidak Enam Vila Gianyar (Bali Post) -
Satpol PP Gianyar akhirnya menunjukkan taringnya dengan menyidak enam vila di wilayah Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Selasa (11/6) kemarin. Enam pemilik vila yang diduga tidak berizin itu langsung menerima surat peringatan (SP) I dengan pemanggilan. Apabila peringatan tersebut tidak diindahkan, maka petugas akan menjatuhkan SP berikutnya hingga berujung pada penyegelan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar Made Watha memimpin langsung sidak tersebut bersama 20 personel. Mereka mendatangi sejumlah vila di kawasan Desa Pejeng Kangin. Dalam sidak yang berlangsung Selasa pagi itu, mereka menyasar enam vila. “Satu persatu vila di kawasan Pejeng Kangin didatangi. Dari data kami, vila yang kami sasar ini tidak berizin,” ujar Sekretaris Satpol PP Gianyar Adi Sandiana seizing Kepala Satpol PP Gianyar Made Watha. Menurut Adi Sandiana, sebagian besar vila tersebut hanya dijaga oleh penjaga. Pihaknya langsung menanyakan izin akomodasi tersebut. Namun mereka sama sekali tidak mampu menunjukkan izin yang diminta
petugas. “Mereka tidak bisa menunjukkan izin yang kami minta. Baik IMB (Izin Mendirikan Bangunan-red) maupun izin usaha,” jelasnya. Mendapati hal itu, kata Adi Sandiana petugas langsung memberikan SP I. Namun surat itu hanya diserahkan kepada yang menjaga vila. Ditegaskan, setelah memperoleh SP I, pihak pemilik vila diminta mendatangi Kantor Satpol PP Gianyar, Senin (17/6) mendatang. “Kami minta menunjukkan seluruh izin mereka ke kantor,” ujarnya. Apabila hingga Senin pekan depan mereka tidak mampu membawa berkas izin tersebut, maka akan dilanjutkan dengan pemberian SP II, seterusnya SP III. “Selama memberikan SP II, kami anjukan pemilik vila itu mengurus izin yang dipersyaratkan.
Memang tugas kami sebatas itu,” jelasnya. Adi Sandiana mengingatkan, Satpol PP akan mengambil tindakan tegas jika SP tersebut tidak digubris. Tindakan tegas itu bisa berupa penyegelan vila tersebut. “Kawasan Tampaksiring memang bukan areal perhotelan. Di Tampaksiring itu hanya boleh pondok wisata. Kalaupun ada vila, bentuknya vila, tapi izinnya pondok wisata,” terangnya. Selain diduga tidak mempunyai izin, enam vila yang disidak kemarin juga telah melanggar Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 tahun 2018 tentang Penggunaan Aksara Bali. “Enam vila yang kami datangi tidak pakai plang aksara Bali. Itu juga kami sarankan supaya menambahkan aksara Bali,” tegas Adi Sandiana. (kmb35)
Pencuri Baja Pembatas Jalan Dibekuk Polisi
Gianyar (Bali Post) Nekat mencuri ratusan potong baja pebatas jalan di By-pass I.B. Mantra, Muhammad Hosen akhirnya dibekuk oleh Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sukawati, Senin (10/6). Pelaku berusia 57 tahun asal Jember, Jawa Timur itu kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Sukawati. Dikonfirmasi Selasa (11/6) kemarin, Kapolsek Sukawati AKP Suryadi mengatakan, penangkapan pelaku tersebut bermula dari informasi masyarakat bahwa di sepanjang Jalan By-pass I.B. Bagus Mantra sering kehilangan besi baja pembatas jalan. Menerima informasi itu, Tim Opsnal Unit
Reskrim Polsek Sukawati langsung melakukan penyelidikan. “Tim Opsnal selama beberapa hari melakukan pengamatan mulai pukul 23.00 hingga pukul 05.00 Wita,” ujar Suryadi didampingi Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu I Gusti Ngurah Jaya Winangun. Senin (10/6) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita, polisi bersama warga dari Banjar Pabean, Desa Ketewel, Sukawati mencurigai seseorang yang sedang duduk di pembatas jalan. Ketika didekati, orang tersebut langsung berupaya kabur ke arah timur. Tidak mau kehilangan mangsa, polisi langsung melakukan pengejaran pelaku hingga ke arah pantai
yang ada di wilayah Banjar Pabean. Namun pelaku menghilang. Polisi tetap melakukan penyisiran hingga ditemukan satu unit sepeda motor Honda Vario 125 warna hitam. Kendaraan dengan nopol DK 5868 AAN itu diduga milik pelaku. Tim Opsnal Polsek Sukawati bergerak cepat mengumpulkan informasi terkait pemilik kendaraan itu. Polisi melakukan pemeriksaan saksi di sekitar Desa Ketewel hingga ke wilayah Denpasar Timur. Akhirnya diketahui orang yang diduga pelaku tinggal di sebuah kos-kosan di Banjar Kerta Jiwa, Desa Kesiman, Denpasar Timur. “Tim opsnal melakukan pengintaian di tempat kos tersebut sampai beberapa jam. Akhirnya orang yang diduga pelaku pencurian berhasil ditangkap setelah sempat bersembunyi di kamar mandi belakang rumah kosnya,” kata Suryadi. Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengakui mencuri besi baja pembatas jalan di Bypass I.B. Mantra sebanyak 15 kali. Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda PCX nopol 3974 ABO, 53 potong besi baja penyangga pembatas jalan seberat 250 kilogram, baut 15 kilogram, dua buah kunci Inggris dan satu buah tang. “Kerugian dari pencurian yang dilakukan oleh pelaku ditaksir sebesar Rp 300 juta,” kata Suryadi. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Suryadi pelaku dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara. “Saat ini pelaku sudah ditahan di sel Mapolsek Sukawati,” tegasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Kepulan asap dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi masih terlihat, Selasa (11/6) kemarin. Instansi terkait kesulitan melakukan pemadaman, karena bara api itu diperkirakan berada di bagian bawah tumpukan sampah. Kepala UPT Pengelolaan Sampah TPA Temesi I Ketut Bambang mengatakan, kepulan asap memang masih terlihat dari areal portal bagian selatan TPA Temesi yang sebelumnya terbakar. “Asap masih mengepul, tapi sedikit. Itu sulit dipadamkan karena sumber apinya di bawah timbunan sampah,” katanya. Bambang mengatakan, apabila kepulan asap itu terus disiram, tidak langsung bisa padam.
Hal ini terjadi diperkirakan karena masih ada bara api di bawah tumpukan sampah tersebut. “Kalau sampah itu dibongkar, diserakkan dulu baru bisa tahu sumber apinya. Kalau sekarang ini, kita hanya bisa memperkirakan sumber apinya di bawah sekali,” ujarnya. Menurut Bambang, pihaknya hanya bisa melakukan antisipasi dengan penyiraman untuk mengurangi kepulan asap di lokasi tersebut. Penyiraman juga dilakukan, Senin siang. Disinggung terkait aktivitas pembuangan sampah, saat ini pihaknya melakukan pembuangan pada areal barat TPA Temesi. Selasa kemarin operator di TPA Temesi juga sudah mulai beroperasi dengan normal. “Senin kemarin sempat terganggu karena operator tidak bisa kerja terganggu asap
yang tebal. Senin sore baru bisa kerja. Selasa sudah kerja normal,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Gianyar Made Watha yang melakukan pemantauan ke TPA Temesi mengakui masih ada kepulan asap yang keluar dari tumpukan sampah di kawasan tersebut. Namun dipastikan kondisi tersebut tidak membahayakan. “Masih ada asap, tapi tidak membhayakan. Kami juga akan melakukan penyiraman lagi,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, tumpukan sampah di TPA Temesi terbakar, Minggu (9/6) malam. Mengingat luasnya areal yang terbakar membuat petugas Pemadam Kebakaran Gianyar kelabakan. Bahkan proses pemadaman berlangsung selama tiga jam lebih. (kmb35)
Bali Post/kmb35
DIGIRING - Pelaku Muhammad Hosen saat digiring bersama pelaku kejahatan lainnya di Mapolsek Sukawati, Selasa (11/6) kemarin.
Bali Post/kmb35
SIDAK - Petugas Satpol PP saat melakukan sidak pada salah satu vila di kawasan Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Selasa (11/6) kemarin.
Terminal Batubulan Disekat Sebagian Difungsikan untuk Pasar Adat
Gianyar (Bali Post) Terminal Batubulan kini disekat menjadi dua. Kawasan tersebut disekat dari barat ke timur dengan tembok setinggi 1,2 meter. Lahan bagian selatan di kawasan itu tetap difungsikan sebagai terminal, sementara di bagian utara kawasan tersebut kini dijadikan pasar yang dikelola Desa Adat Delod Tukad Batubulan. Informasi yang dihimpun di lapangan, terminal itu disekat tembok pembatas sejak 18 April lalu. Menggunakan anggaran sekitar Rp 140 juta, tembok tersebut kini telah
memisahkan kegiatan pasar dan kegiatan terminal. Di bangunan terminal lama atau di sebelah utara kini terpampang nama Pasar Dewi Sri yang dikelola oleh Desa Adat Delod Tukad Batubulan. Dikonfirmasi Selasa (11/6) kemarin, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar Wayan Suamba mengatakan, pembagian lahan terminal itu sudah menjadi keputusan bersama. Masih dibagi menjadi dua, namun dipastikan terminal masih difungsikan. “Terminal masih kami fungsikan,” katanya. Suamba mengatakan, kon-
disi Terminal Batubulan lagi seperti dulu ketika masa jayanya. Saat ini terminal tersebut masuk kategori tipe C, dengan pelayanan antarkecamatan. Lahannya memang tidak sepenuhnya milik pemerintah. “Sebelah utara tembok (pasar - red) milik desa adat. Sebelah selatan milik Pemkab, masih berfungsi sebagai terminal,” jelasnya. Disinggung terkait halte Bus Sarbagita yang kini berada di bagian utara yakni areal pasar, Suamba mengaku pihaknya sudah berkoordinasi terkait hal tersebut. “Halte Sarbagita, dari koordinasi
dengan Dishub Provinsi Bali, sementara dipindahkan ke jembatan timbang. Fungsi Sarbagita ini masih,” jelasnya. Suamba menambahkan, pemerintah saat ini berupaya melakukan penataan terminal. Bahkan pihaknya akan menyiapkan revitalisasi terminal secara keseluruhan. Selama ini, di Terminal Batubulan masih terdapat 75 angkutan, dengan waktu operasional dari pukul 06.00 sampai 16.00 Wita. “Saat ini masih melayani bus antarkabupaten, yakni Singaraja, Amlapura, Bangli dan Klungkung,” tegasnya. (kmb35)
PEMBATAS - Tembok pembatas di Terminal Batubulan yang kini membagi kawasan tersebut.
Bali Post/kmb35
K3S dan Dinas Sosial Gianyar Asap Masih Mengepul di TPA Temesi Serahkan Bantuan Bibit Babi Betina
Bali Post/kmb35
TPA - Kepala Satpol PP Gianyar Made Watha melakukan pemantauan di TPA Temesi, Selasa (11/6) kemarin.
KOORDINATOR Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Gianyar bersama Dinas Sosial Kabupaten Gianyar memberikan perhatian serius kepada warga yang masuk kategori kurang mampu dan wanita rawan sosial ekonomi di Kabupaten Gianyar. Perhatian diberikan dalam bentuk program pemberian bibit babi betina setiap tahunnya secara bergilir. Kali ini bantuan diberikan kepada 23 warga dari Kecamatan Tegallalang, Ubud, Payangan, dan Sukawati. Masingmasing penerima mendapat dua ekor bantuan bibit babi betina. Bantuan tersebut diserahkan langsung Ketua K3S Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra bersama Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar I Made Watha disaksikan Camat Sukawati A.A. Gde Raka Surya Diputra dan Perbekel Sukawati Dewa Gede Dwi Putra di Kantor Desa Sukawati, Selasa (11/6) kemarin. Ketua K3S Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, pemberian bantuan bibit babi betina ini sebagai stimulan bagi warga kurang
mampu serta wanita rawan ekonomi sosial yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga agar lebih bangkit lagi meningkatkan perekonomian keluarga. ‘’Bantuan ini merupakan motivasi kepada warga kurang mampu dan ibu-ibu yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Harapannya, dari dua bibit babi yang diserahkan ini dapat dikembangkan menjadi usaha, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,’’ ujarnya. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Gianyar I Made Watha mengatakan, bantuan berupa bibit babi betina ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan sejak 2014. Berdasarkan data per 2017, di Kabupaten Gianyar terdapat sebanyak 873 wanita rawan sosial ekonomi yang menjadi tulang punggung keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, dari jumlah tersebut tidak seluruhnya terdaftar sebagai penerima bantuan. Sejak 2014, sebanyak 150 wanita rawan sosial ekonomi telah menerima bantuan. Sementara sisanya akan diberikan secara bergilir tiap
BANTUAN - Ketua K3S Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menyerahkan secara simbolik bantuan di Kantor Desa Sukawati, Selasa (11/6) kemarin. tahunnya. ‘’Sebelumnya kita lakukan klarifikasi ke lapangan bekerjasama dengan pihak desa. Bantuan ini kita fokuskan pada warga kurang mampu dan yang betul-betul layak menerima bantuan,’’ tegasnya. Perbekel Sukawati Dewa Gede Dwi Putra sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada warganya yang berstatus kurang mampu dan wanita rawan sosial ekonomi. Dengan adanya bantuan ini, dia berharap nantinya bisa menjadi
salah satu sumber pendapatan warganya untuk bisa mengembangkan hidup. Terlebih selama ini penerima bantuan merupakan tulang punggung keluarga untuk memenuhi kebutuhan seharihari. ‘’Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Bisa sebagai usaha sambilan sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Saya harap bantuan ini tidak putus dan terus berkelanjutan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan warga,’’ ujarnya. (ad214)
JEMBRANA
10
Rabu Pon, 12 Juni 2019
Staf Panwaslu Pekutatan Gantung Diri
PEMERIKSAAN KTP – Sejumlah petugas gabungan dari Satpol PP Provinsi, Buleleng dan Jembrana melakukan operasi yustisi bersama di pintu masuk Bali senin malam.
Belasan Orang Tak Ber-KTP Dipulangkan
Negara (Bali Post) Pemeriksaan kependudukan rutin dilakukan di Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali saat arus balik. Tim yustisi terdiri dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jembrana serta Satpol PP Jembrana, melakukan pemeriksaan pada Senin (10/6) malam, juga diperbantukan personel dari Satpol PP Provinsi Bali dan Satpol PP Kabupaten Buleleng. Dari hasil pemeriksaan Senin malam terjaring 24 pelanggar. Dari 24 pelanggar kependudukan itu, di antaranya 10 orang ber-KTP mati dan 14 orang tanpa KTP. Selanjutnya petugas melakukan penindakan dengan memulangkan ke tempat asal 11 pelanggar dan 13 lainnya diberikan melanjutkan perjalanan dengan pertimbangan tertentu oleh
petugas. Selain di pintu-pintu masuk jalur darat seperti Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai, operasi yustisi juga akan dilakukan di terminal-terminal bus di seluruh kabupaten/ kota di Bali. Di samping juga operasi yustisi pascaarus balik ke tempat-tempat tinggal sementara seperti tempat kos, kontrakan dan lainnya.
Yustisi gabungan ini dilakukan guna antisipasi serbuan penduduk pendatang ke Pulau Bali terutama saat arus balik mudik lebaran tahun ini. Dalam operasi yustisi di pintu masuk Bali itu, sekurangnya 100 personel dari berbagai Satpol PP diterjunkan menyebar. Mereka memeriksa identitas setiap orang yang masuk baik pejalan kaki, penumpang bus,
maupun penumpang kendaraan pribadi (sepeda motor dan mobil). Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, upaya mem-back-up personel di Pelabuhan Gilimanuk khususnya dalam hal kependudukan sengaja dilakukan. Selain dari Satpol PP Provinsi, operasi yustisi kemarin juga melibatkan personel Satpol PP dari kabupaten terdekat salah satunya Buleleng. Hal itu dilakukan karena menurutnya keamanan Bali merupakan tanggung jawab bersama. Pihaknya juga tengah
Negara (Bali Post) – I Gusti Ngurah Kade Agus Adi Putra (29), salah seorang staf kontrak Panwaslu di Kecamatan Pekutatan yang tinggal di Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan kabel listrik. Diduga korban nekat gantung diri karena frustrasi masalah keluarga. Kejadian ini diketahui pada Selasa (11/6) pagi sekitar pukul 06.00 Wita oleh istri korban, Ni Luh Putu Dian Fitria Dewi (24). Saat itu saksi (istri korban) masuk kamar tidur dan terkejut mendapati suaminya yang berasal dari Banjar Baler Setra, Desa Medewi itu sudah merenggang nyawa. Tak disangka suaminya mengakhiri hidup dengan gantung diri menggunakan kabel listrik sepanjang satu meter yang diikatkan di langit-langit kamar. Saksi selanjutnya menghubungi keluarga dan kerabat, termasuk keluarga dari suami. Tak berselang lama, korban lantas diturunkan oleh pihak keluarga dan dibawa ke Desa Medewi. Polisi dan tim medis yang tiba di TKP
memintai keterangan kerabat serta melakukan olah TKP. Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Ipda Gusti Ngurah Artha K umara dikonf irmasi di TKP seizin Kapolsek Mendoyo membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya bersama tim identifikasi serta tim medis setelah melakukan olah TKP langsung ke rumah korban di Desa Medewi untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban. Dikatakan pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi dan pihak keluarga termasuk istri korban. “Motifnya diduga karena masalah keluarga,” terang Artha Kumara. Dari keterangan saksi, sebelumnya korban dan saksi sempat tidur sekamar. Tetapi sekitar pukul 23.30 Wita, korban pindah ke kamar sebelah. Alasannya hendak main game online lewat handphone. Selanjutnya, sekitar pukul 06.00 Wita ketika bangun tidur baru melihat ke kamar sebelah. Dan diketahui korban telah meninggal gantung diri. Selanjutnya polisi melakukan olah TKP ke rumah korban di Desa Medewi. (kmb26)
berkoordinasi agar ke depannya, untuk pemeriksaan dan pengamanan kependudukan di pintu Bali Barat ini bukan hanya dari Satpol PP Jembrana saja, melainkan juga Satpol PP kabupaten kabupaten/kota di Bali. Diharapkan dengan pengetatan pengawasan kependudukan ini tidak ada pendatang pengangguran yang masuk ke Bali. Sehingga mengurangi permasalahan sosial di Pulau Bali. “Operasi yustisi ini kita lakukan sampai tanggal 16 ini, sasaran tempat kos, terminal dan pintu-pintu masuk Bali,” terangnya. (kmb26)
Diduga Bermotif Pemerasan
Foto Tak Senonoh Oknum Bidan Diunggah di Medsos Negara (Bali Post) – Warga di Jembrana dihebohkan sebuah unggahan foto tak senonoh di media sosial (medsos) yang diduga merupakan oknum tenaga kontrak kesehatan (bidan) di salah satu puskesmas di Pekutatan. Diduga akun medsos oknum bidan tersebut diretas dan foto tak senonohnya itu diunggah dengan tujuan melakukan pemerasan. Sayangnya bidan yang menjadi korban tersebut tidak melapor ke polisi. Dari informasi, pelaku perbuatan tak senonoh dalam foto tersebut diketahui oknum salah satu bidan berinisal W (48), lantaran di salah
satu foto memampang jelas wajahnya. Diduga, oknum bidan ini tidak mengetahui kalau dirinya sedang difoto saat melakukan video call tak senonoh tersebut. Dalam jepretan foto (screenshot) yang diunggah itu terlihat oknum ini tanpa mengenakan baju alias bugil dan melakukan berbagai pose tak senonoh sendirian. W sendiri belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. Dari informasi di tempat bekerja, korban sudah tidak bertugas beberapa hari belakangan ini. Sementara informasi di Dinas Kesehatan, W yang diduga dalam foto itu sudah
mengundurkan diri sejak awal Juni lalu. Tetapi tidak ada alasan jelas mengapa yang bersangkutan mundur. W merupakan pegawai kontrak kesehatan di salah satu Puskesmas Pekutatan. Disinyalir, akun milik W itu diretas oleh seseorang dan motifnya pemerasan. Pelaku yang diduga mendapatkan foto hasil tangkapan layar video call itu meminta uang puluhan juta rupiah, tetapi belum bisa disanggupi korban seluruhnya. Sementara seorang kerabat korban, KR, kepada wartawan membenarkan foto-foto tak senonoh itu merupakan kera-
batnya. Dari pengakuan, akun medsos korban tersebut diretas dan seolah-olah korban sendiri yang menggunggahnya. Khawatir muncul permasalahan, korban tidak melaporkan hal tersebut ke polisi. Unggahan foto hasil jepretan video dari layar handphone ini menjadi pergunjingan warga. Parahnya lagi, dari salah satu foto hasil jepretan video call itu, terpampang gambar memasukkan mentimun ke alat kelamin perempuan paruh baya itu. Warga menyebutkan fotofoto yang diunggah di akun medsos milik oknum bidan itu terlihat sejak sepekan lalu.
Namun belakangan unggahan foto-foto itu sudah dihapus, namun sudah menyebar di masyarakat dan menjadi pergunjingan. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita, Selasa (11/6) kemarin membenarkan beredarnya foto tangkapan layar (screenshot) tak senonoh tersebut di medsos. Tetapi polisi menurutnya belum menerima laporan resmi mengenai kejadian tersebut. Meskipun demikian, polisi akan melakukan penelusuran karena dinilai meresahkan warga. Anggota juga telah turun menelusuri hal tersebut. (kmb26)
Negara, (Bali Post) Rabies kini makin meresahkan. Bahkan yang teranyar empat warga kelurahan
Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Jembrana, terkena gigitan anjing milik seorang warga di Banjar Tengah. An-
jing tersebut akhirnya mati usai mengigit para korban. Sampel otak anjing sudah dikirimkan ke Lab di Den-
pasar. Namun keempat warga yang digigit telah mendapatkan vaksin anti-rabies (VAR). Kabid Keswan-Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana drh. I Wayan Widarsa, Selasa (11/6) menyatakan bahwa anjing mati malam hari setelah menggigit korban. Kejadian gigitan Minggu (9/6) sore. Hanya, pihaknya belum bisa berbicara lebih jauh, karena hasil dari Lab belum diterima. ‘’Tim kami sudah ambil sampel. Tapi perkiraan baru sore ini keluar,’’ katanya. Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jembrana dr. Putu Suasta menyatakan empat warga ini tergigit anjing milik warga. Suasta menyebutkan, untuk anjing sendiri belum diketahui apakah positif terjangkit rabies. Sebab, hasil dari lab di Denpasar masih belum diterima pihaknya. Namun, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah untuk penanganan pasien yang tergigit HPR. Suasta menyebutkan untuk empat pasien itu sendiri sesuai nota kontrol yg dikeluarkan Puskesmas II Negara, sudah diberikan VAR pertama Minggu (9/6) lalu. Sedangkan sisa tiga orang lainnya, sudah dilakukan penanganan
dengan memberikan VAR di RSU Negara. ‘’Empat korban gigitan sudah di VAR 1,’’ jelasnya. Dari data yang dihimpun, bahwa kasus gigitan di Tuwed merupakan kasus gigitan anjing positif rabies ke enam dari Januari hingga Mei 2019. Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Jembrana, menyebutkan lima kasus sebelumnya itu di antaranya, di Banjar Berangbang Desa Berangbang, Kecamatan Negara Januari 2019 lalu. Kasus kedua dan ketiga, terjadi di Februari dan April lalu, di Banjar Warnasari Kelod, Kecamatan Melaya, dan Banjar Sumbul, Desa Yeh Sumbul. Kasus ke empat dan ke lima, di Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Rabu (1/5) dan Banjar Anyar, Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Sabtu (18/5) lalu. Sebelumnya Widarsa, menyebut lima dari enam ekor anjing yang dinyatakan positif rabies selama 5 bulan terakhir merupakan, anjing liar. Satu ekor yang bukan, ialah anjing di Banjar Puseh, Desa Tuwed tersebut. Hanya saja, anjing peliharaan itu, belum tersentuh vaksin rabies. (kmb)
Kembali, Anjing Rabies Gigit Empat Warga
VAKSINASI - Vaksinasi yang dilakukan dari dinas terkait untuk mencegah rabies pada hewan penular rabies (HPR) khususnya anjing. Belum lama ini, sejumlah warga di Banjar Tengah juga mengalami gigitan anjing rabies.
OLAH TKP – Sejumlah petugas dari tim identifikasi Polres Jembrana melakukan olah TKP di lokasi gantung diri I Gusti Ngurah Kade Agus Adi Putra (29), salah seorang staf kontrak Panwaslu di Kecamatan Pekutatan.
Rabu Pon, 12 Juni 2019
Karangasem
11
Bali Post/kmb41
SIDAK - Petugas Satpol PP Karangasem saat melakukan sidak terhadap aktivitas galian C ilegal di Sungai Yeh Sah, Dusun Batu Sesa, Desa Menanga, Karangasem, Selasa (11/6) kemarin.
HUT Kota Amlapura
Dishub Siapkan Parkir di Sepanjang Jalan Ngurah Rai Amlapura (Bali Post) Areal parkir menjadi hal yang krusial dalam rangkaian kegiatan HUT ke-379 Kota Amlapura. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Karangasem saat ini sudah mulai memikirkan langkah antisipasi. Salah satu lokasi yang disiapkan untuk parkir adalah di sepanjang Jalan Ngurah Rai. “Rencananya untuk kendaraan pengunjung bakal diparkir mulai dari Banjar Taman sampai Ngurah Rai, Sultan Agung, Gajah Mada, Lapangan Tanah Aron, Terminal Kota, Kantor Bupati bisa dijadikan parkir pengunjung,” ujar Kadis Perhubungan Karangasem Ida Bagus Putu Suastika, Selasa (11/6) kemarin. Kalau tempat-tempat itu sudah penuh, lanjut Suastika, mau tidak mau kendaraan pengunjung bakal diarahkan ke GOR Amlapura dan terminal barat stadion. Pasalnya, areal di seputaran Taman Budaya Candra Bhuana sesuai rencana akan disterilkan dari kendaraan. “Termasuk Jalan Jagat Nata juga bakal disterilkan dari kendaraan,” imbuhnya. Suastika mempersilakan warga sekitar yang memiliki lahan kosong jika ingin menjadikannya sebagai lahan parkir pengunjung. Khususnya pengunjung yang membawa kendaraan roda dua. Hal ini
untuk mencegah terjadinya kekroditan arus lalu lintas. “Nanti silakan pungut karcis parkir per pengunjung. Itu tidak jadi masalah. Nanti kita dari Dishub bakal siap membantu dari sisi karcis,” katanya. Di sisi lain, Suastika juga mengaku akan berkoordinasi dengan penyedia angkutan desa (angdes). Upaya ini untuk mengantisipasi para pengunjung yang mendapat lokasi parkir cukup jauh dari tempat kegiatan HUT. Angdes tersebut nantinya untuk mengangkut para pengunjung menuju ke lokasi acara. “Tapi warga harus membayar sesuai harga. Kita belum bisa menggratiskan untuk mengangkut mereka karena belum ada anggarannya,” jelasnya. Suastika menambahkan, kerja sama akan dijalin pula dengan Satpol PP dan aparat kepolisian. Terutama dalam proses pengaturan arus lalu lintas agar tidak sampai menimbulkan kemacetan. Di setiap kantong parkir, nantinya disiapkan petugas untuk memudahkan koordinasi terkait lokasi yang masih memungkinkan untuk menampung pengunjung, supaya diarahkan ke sana. “Palingan pas hari H saat pementasan parade saja agak krodit, karena bakal ramai pengunjung. Kalau setelah itu, rasanya normal,” ujarnya. (kmb41)
Ida Bagus Putu Suastika
Bali Post/kmb41
Satpol PP Sidak Galian C Ilegal di Sungai Yeh Sah
Amlapura (Bali Post) Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karangasem melakukan sidak terhadap aktivitas galian c ilegal di aliran Sungai Yeh Sah, Dusun Batu Sesa, Desa Menanga, Rendang, Karangasem, Selasa (11/6) kemarin. Sidak dilakukan, lantaran lokasi galian merupakan aliran sungai yang tidak diperbolehkan adanya aktivitas galian. Kasat Pol. PP Kabupaten Karangasem I Ketut Wage Saputra di sela-sela sidak Selasa kemarin mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran. Di antaranya, penggalian di bibir sungai dan aktivitas penggalian juga tidak mengantongi izin. “Kalau sebatas normalisasi aliran
sungai diperbolehkan. Tapi, kalau material galian diperjualbelikan atas unsur bisnis sehingga adanya pendapatan itu tidak diperkenankan,” ujarnya. Wage Saputra mengatakan, atas kondisi ini, pihaknya bakal melakukan pendataan dan memberikan
teguran. Termasuk memberikan sanksi hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Hanya, pihaknya lebih dulu bakal melakukan pendekatan secara persuasif untuk memberikan pembinaan terhadap pemilik galian. “Saat sidak, kita hanya menemukan satu pekerja
galian. Kita tidak menemukan adanya aktivitas galian. Tapi, di sini terdapat banyak material bekas galian dan alat berat yang dipakai untuk menggali,” tegasnya. Sementara itu, salah seorang pekerja, Wayan Turun, menuturkan kalau proyek galian ini belum ada pemiliknya. Hanya, sejumlah desa adat bekerja sama dengan PT Maju Jaya. ”Aktivitas galian baru dimulai April lalu. Sekarang tidak ada pekerja karena operator masih pulang ke Jawa,” jelas Turun. (kmb41)
Disdukcapil Ajukan Empat Mesin Pencetakan KIA
Amlapura (Bali Post) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem mengajukan anggaran untuk pengadaan empat mesin pencetakan di APBD Perubahan. Pengadaan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA). Pasalnya, dinas setempat saat ini hanya memiliki satu mesin pencetakan. “Dengan satu mesin yang kita miliki, sehari kita bisa melakukan pencetakan 60-80 keping KIA,” ujar Kepala Disdukcapil Karangasem I Wayan Sumidia yang dikonfirmasi, Selasa (11/6) kemarin. Dengan kata lain, lanjut Sumidia, kemampuan mesin untuk mencetak KIA masih terbatas. Kalau dipaksakan, maka mesin yang ada akan cepat panas. “Jika sudah panas tetap juga dipaksakan, maka mesin akan rusak,” imbuhnya. Menurut Sumidia, inilah alasan pihaknya mengajukan pengadaan empat mesin pencetakan KIA di APBD Perubahan. Selain di APBD Perubahan, permohonan bantuan mesin pencetakan juga telah diajukan ke Pemprov Bali. “Kita sangat berharap pengajuan di perubahan dapat disetujui. Termasuk usulan bantuan di Provinsi Bali juga dapat direalisasikan. Dengan begitu, kita dapat secara maksimal dalam memberikan pelayanan khususnya dalam proses pencetakan,” jelasnya. Sumidia menambahkan, saat ini di Karangasem tercatat 117 ribu lebih anak di bawah 17 tahun yang wajib memiliki KIA. (kmb41)
Bali Post/kmb41
ANTRE - Masyarakat saat antre untuk mengurus KIA di Mall Pelayanan Publik.
’’Rafting’’ Diminati Banyak Wisatawan Amlapura (Bali Post) Aktivitas rafting di Sungai Telaga Waja, Rendang sudah terlihat kembali normal pascabencana erupsi Gunung Agung. Hal ini didukung pula oleh suasana libur Lebaran yang masih terasa. Tingkat kunjungan wisatawan bahkan terbilang tinggi, salah satunya di Bali Mitra Wahana (BMW) Rafting. “Saat ini, kunjungan mulai ramai. Sehari bisa ada kunjungan mencapai 60 orang untuk melakukan aktivitas rafting,” ungkap owner BMW Rafting I Made Agus Kertiana, Selasa (11/6) kemarin. Menurut Agus Kertiana, usaha rafting yang dikelolanya ini sempat ditutup sementara saat erupsi
Gunung Agung 2017 lalu. Namun saat ini, kunjungan mulai normal kembali. Itu tidak lepas dari promosi yang terus dilakukan selama ini untuk meyakinkan wisatawan bahwa masih aman untuk melakukan aktivitas. “Kita juga tetap memberikan kemudahan dengan agen-agen. Bahkan, bila ada rombongan sepuluh orang, kita berikan free satu orang. Jika tidak pintarpintar dalam pengelolaan, maka cukup sulit bisa mendatangkan wisatawan agar mau berkunjung,” jelasnya. Agus Kertiana menjelaskan, dari segi peralatan khususnya perahu karet tidak ada masalah. Sejauh ini, jumlahnya masih mencukupi. Perahu yang dipergu-
nakan juga sesuai standardisasi perusahaan. Pihaknya melakukan penyegaran peralatan yang disesuaikan dengan situasi jumlah kunjungan. “Kalau jumlah kunjungan ramai, setiap enam bulan, kita melakukan penyegaran peralatan,” imbuhnya. Saat ini, Agus Kertiana mengaku tengah mencoba membuka ATV sejak tiga bulan lalu. ATV akan terus dikembangkan jika memang diminati oleh banyak pengunjung. “Jika memang itu dilirik, kemungkinan kita akan upayakan perluasan lahan untuk mendukung itu,” ujar Kertiana yang juga anggota DPRD Karangasem terpilih pada pemilu serentak 2019 ini. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RAFTING - Wisatawan saat melakukan aktivitas rafting di BMW Rafting Telaga Waja, Desa Rendang, Karangasem.
KLUNGKUNG
12
Rabu Pon, 12 Juni 2019
Sampah Tetap Menumpuk, TOSS Disebut Program Gagal
TOSS - Para pekerja di TOSS Werdhi Guna Gunaksa saat mengolah sampah jadi pelet. Menurut salah satu anggota dewan, TOSS adalah program gagal karena sampah menurutnya masih menumpuk, sementara kapasitas mesin untuk memproduksi juga dianggap tak sebanding dengan total sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari.
SOSOK Siap Tampil di PKB MENJELANG PKB (Pesta Kesenian Bali) para pelaku seni Bali terus mempersiapkan diri dengan berlatih agar bisa tampil maksimal. Salah satu yang paling membutuhkan persiapan panjang adalah pentas Gong Kebyar. Momentum kesenian Bali yang disajikan dalam PKB, gong kebyar menjadi yang paling digemari masyarakat. Situasi demikian amat disadari Camat Banjarangkan I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Senin (10/6) lalu. Animo masyarakat yang tinggi terhadap kesenian ini membuat sekaa yang akan tampil dituntut mampu menampilkan performance yang terbaik. Duta Kabupaten Klungkung khususnya Gong Kebyar Wanita, diwakili oleh Sekaa Gong Kebyar Wanita Gita Bala Suari Akas, Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan. Putra Mahajaya mengatakan, gong kebyar menjadi bentuk kesenian yang banyak diminati warga. Melihat hal tersebut, materi latihan, skil serta kekompakan diupayakan agar mampu tampil maksimal. Kebersamaan dalam kesenian ini menjadi faktor utama, sehingga pihaknya terus menggenjot latihan dan memberi motivasi kepada tim yang terlibat. “Grogi saat dipanggung kami atasi dengan jam terbang manggung yang lebih sering, di tempat terbuka seperti waktu lalu tampil di hadapan masyarakat di Pura Puseh, Desa Bakas,” katanya. Tidak cukup hanya itu, memanfaatkan hari libur kemarin, sekaa langsung menggelar latihan di Ardha Candra. Latihan ini agar mampu menyesuaikan diri dengan situasi panggung nanti. Sesuai dengan jadwal Sekaa Gong Kebyar Wanita Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan tampil pada tanggal 27 Juni 2019. “Kami tidak mau mengecewakan penonton nanti sehingga kami harus tampil semaksimal mungkin,” ujar mantan Camat Nusa Penida ini. Pria yang biasa disebut Agung Puma ini, berharap kepada masyarakat, khususnya Kecamatan Banjarangkan untuk memberikan dukungan dan doa agar sekaa gong yang mewakili Klungkung dalam pentas PKB bisa tampil spektakuler. (gik)
Pasca-Arus Balik Lebaran Tim Yustisi Sasar Kos-kosan Semarapura (Bali Post) Pasca-arus balik Lebaran, Tim Yustisi Pemkab Klungkung melakukan antisipasi terhadap kedatangan para penduduk pendatang tanpa identitas dan tujuan yang jelas. Tim Yustisi Pemkab Klungkung melakukan sidak terhadap sejumlah kos-kosan di seputaran Kecamatan Klungkung, Senin (10/6) malam. Sidak ini cukup membuat kaget para pendatang yang sudah menempati kos-kosannya lagi. Tim Yustisi yang berjumlah 75 orang ini terdiri atas anggota Polres Klungkung, Kodim 1610/Klungkung, Kejaksaan, Pengadilan, Perwakilan OPD Pemkab Klungkung serta puluhan personel Satpol PP. “Malam itu kami bergerak untuk mengantisipasi penduduk pendatang yang tidak dilengkapi identitas dan tanpa tujuan yang jelas pascaarus balik lebaran. Ini harus dilakukan agar kita lebih selektif menerima kehadiran pendatang,” ujar Putu Suarta. Aksi sidak dimulai sekitar pukul 20.00 Wita, dipimpin oleh Kasat Pol PP I Putu Suarta. Untuk mengefektifkan sidak, dia membagi tim menjadi tiga kelompok. Seluruh petugas yang sudah terbagi ini kemudian bergerak serta menyebar ke lokasi yang sudah ditentukan. Kelompok I dengan daerah sasaran wilayah Semarapura Kangin, Semarapura Kaja, Semarapura Kauh dan Semarapura Tengah, menemukan pelanggaran sebanyak 10 pelanggar. Di antaranya 7 orang tanpa lapor diri dan 3 orang
tanpa identitas. Kelompok II dengan daerah sasaran wilayah Semarapura Klod menemukan pelanggar sebanyak 8 orang tanpa lapor diri. Sedangkan Kelompok III dengan lokasi sasaran wilayah Semarapura Klod Kangin, menemukan pelanggaran sebanyak 4 orang tanpa identitas. Pelanggaran yang ditemukan secara keseluruhan berjumlah 22 orang yang terdiri dari tanpa identitas 3 orang dan tanpa lapor diri sebanyak 19 orang. Para duktang yang melanggar selanjutnya dipanggil ke Kantor Satpol PP dan PMK Klungkung pada Selasa (11/6) kemarin. Para pelanggar rata-rata berprofesi sebagai buruh pabrik, buruh bangunan, pegawai swasta dan pedagang makanan. Kasat Pol PP I Putu Suarta mengatakan dalam sidak ini didapati sejumlah kos-kosan masih kosong. Ini karena para pengghuninya belum kembali dari mudik ke luar daerah Bali. Pihaknya berencana akan terus mengawasi lokasi atau koskosan yang dianggap rawan penduduk pendatang bekerja sama dengan kecamatan dan lingkungan setempat. Tidak hanya di Kecamatan Klungkung, sidak nantinya akan dilanjutkan ke kecamatan lainnya hingga ke Kecamatan Nusa Penida. “Kepada para pemilik rumah kos, supaya mengimbau para penghuninya atau melaporkan langsung penghuninya kepada petugas setempat. Ini untuk mengantisipasi kejadian atau hal-hal yang tidak dinginkan,” tegas Suarta. (kmb31)
politisi senior ini. Ungkapan Mardana, membuat peserta rapat kerja ini tersentak. Tidak cukup sampai di situ, Mardana juga menyampaikan semestinya setiap program sebelum diimplementasikan di lapangan, lebih dulu disusun dan direncanakan dengan matang. Setelah melalui proses itu, baru direalisasikan ke desa. Jangan dari awal langsung diserahkan ke desa, sehingga desa pun menjadi berpikir dua kali untuk melaksanakan programnya. Dengan demikian, perangkatnya, sasarannya dan tujuan besarnya menjadi lebih jelas. “Dari awal program ini tidak valid. Saya khawatir TOSS sama dengan dermaga. Tempat kami di Desa Gunaksa hanya jadi lokasi percobaan saja,” sorot Mardana. Sekda Klungkung Gede Putu Winastra menyampaikan TOSS selama ini dapat sudah berjalan cukup baik. Bahkan, inovasinya mampu memperoleh penghargaan nasional. Penghargaan ini diraih setelah program untuk mendukung bidang pertanian dan lingkungan itu berhasil masuk 40 besar Inovasi Pelayanan Publik (IPP) tahun 2018 yang digagas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Semarapura (Bali Post) Rapat kerja pembahasan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) di Gedung DPRD Klungkung, Selasa (11/6) kemarin, berlangsung panas. Sejumlah legislator memperlihatkan sikap kritis terhadap berbagai persoalan. Salah satu yang disorot adalah Program TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat), yang kebetulan keduanya berpusat di Desa Gunaksa. Bahkan program yang telah diakui sebagai program terobosan yang meraih penghargaan nasional ini justru disebut program gagal. Ungkapan demikian disampaikan salah satu wakil rakyat dari desa setempat, Wayan Mardana, saat rapat gabungan tersebut. Politisi Partai Golkar ini mengkritisi program TOSS yang selama ini sudah berjalan. Sebab, setelah diamati, menurutnya, tidak ada keuntungan yang diperoleh masyarakat maupun pemerintah desa setempat. Sebab, sampah menurutnya masih menumpuk, sementara kapasitas mesin untuk memproduksi juga dianggap tak sebanding dengan total sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari. “TOSS bisa dianggap sebagai program gagal,” kata
Birokrasi (PAN-RB). Penghargaan ini menjadi sebuah pengakuan, kalau inovasi ini layak dijalankan di seluruh Indonesia. Kalau bicara keuntungan, pihaknya mengakui, sejauh ini implementasi TOSS belum berjalan sejauh itu. Sebab, saat ini TOSS saat ini setidaknya mampu mengurangi tumpukan sampah, menjadi benda yang bermanfaat, yakni pelet sebagai bahan bakar pembangkit listrik pengganti batu bara. Malah, TOSS yang baru kini sedang dirancang agar bisa berdiri di Karangdadi Kusamba. Ini sebagai hasil penghargaan inovasi TOSS yang berimbas turunnya dana insentif dari pusat ke Klungkung. “Di sana rencana dibangun TOSS baru dengan luas areal 15 are berkapasitas 7 truk sampah per hari,” kata Winastra. Mengenai kapasitas mesin yang dinilai belum mencukupi, Pemkab Klungkung dikatakan sedang meningkatkan komunikasi kerja sama dengan PT Indonesia Power sebagai lembaga yang diajak bekerja sama mengembangkan TOSS ini. Rencananya, PT Indonesia Power sudah siap membantu, memberikan alat produksi dengan kapasitas yang lebih besar. (kmb31)
Dewan Ancam Bawa Kasus Dermaga Gunaksa ke KPK
Semarapura (Bali Post) Hubungan eksekutif dan legislatif kini mulai memanas. Para legislator kini mulai mengungkap fakta tanpa sungkan, bahkan cenderung menyerang. Salah satu yang menjadi bahan adalah terbengkalainya Dermaga Gunaksa yang sudah menyedot anggaran ratusan miliar rupiah. Bahkan, salah satu politisi Partai Gerindra A.A. Gde Sayang Suparta mengancam akan membawa sendiri persoalan itu ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Ancaman itu disampaikan Sayang Suparta saat hadir dalam rapat kerja membahas RPJMD di Gedung DPRD Klungkung, Selasa (11/6) kemarin. Dia mengaku sudah berulang kali turun langsung ke lokasi dermaga tersebut. Kini, kondisinya sudah kian memprihatinkan. Bangunanbangunan gedungnya sudah retak-retak dan miring. Alatalat dermaga sudah jadi rongsokan. Sementara tiga pihak yang terlibat di dalamnya, baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten juga sudah tidak jelas kelanjutannya. Sayang Suparta juga menuntut komitmen pemerintah daerah yang pernah menyampaikan Dermaga Gunaksa akan tuntas dua tahun usai menjabat pada periode pertama (2013-2018). Tetapi, kenyataannya sampai sekarang Dermaga Gunaksa masih terkatung-katung. Pelabuhan itu, pembangunannya total sudah menelan anggaran sekitar Rp 230 miliar. Uji coba pengoperasian sudah sempat dilakukan tiga kali. Namun seluruhnya gagal. ‘’Sekarang lebih aneh lagi. Rencana penyelesaian Dermaga Gunaksa justru tidak masuk ke dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),’’ katanya. Sayang Suparta mempertanyakan, bagaimana wujud tindakan pemerintah daerah mempertanggungjawabkan dana ratusan miliar yang sudah terpakai untuk pembangunannya. Dari akumulasinya, dari total Rp 230 miliar, sudah terserap Rp 195 miliar. Malah hasilnya tidak ada manfaatnya. ‘’Kalau tidak ada klarifikasi yang jelas terhadap kami di DPRD, maka persoalan ini akan kami bawa sendiri ke KPK lengkap dengan segala dokumennya, karena proyek Dermaga Gunaksa dianggap tidak memberikan
kesejahteraan masyarakat,’’ tegas Sayang Suparta. Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Nyoman Sucitra mengakui Dermaga Gunaksa sudah beberapa kali uji coba, tetapi hasilnya gagal. Sebagai tindak lanjut dari hasil itu, Dirjen Kementerian Perhubungan dikatakan sudah sempat ke lokasi dan menyampaikan sebaiknya dilakukan redesign, karena Dermaga Gunaksa dianggap masih layak dikembangkan. Berdasarkan kondisi tersebut, Pemkab Klungkung juga dikatakan tidak mau menerima pelimpahan asetnya. Sebab, jika pelimpahan aset diterima, maka sepenuhnya tanggung jawab pemeliharaan fasilitas yang sudah terbangun di daerah akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. ‘’Sementara yang menjadi tanggung jawab kami, seperti akses jalan, saat ini masih terganjal di kejaksaan. Kami juga harus menunggu kejelasan rencana normalisasi Tukad Unda di sekitarnya,’’ kata Sucitra. Saat ini, campur tangan pemerintah kabupaten untuk pelabuhan seluas 12,33 hektar itu hanya pada penyertifikatan jalan eksisting sepanjang 1,77 kilometer dan lebar 30 meter. Ini pun dikatakan prosesnya masih terganjal di kejaksaan. Mengenai ancaman DPRD akan membawa persoalan Dermaga Gunaksa, baik Sucitra maupun Sekda Klungkung Gede Putu Winastra yang memimpin rombongan eksekutif enggan menanggapinya. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses pembangunannya kepada pemerintah pusat. ‘’Sementara kenapa Dermaga Gunaksa tidak masuk dalam RPJMD, karena itu saat ini sepenuhnya masih menjadi kewenangan pusat,’’ kata Sekda Winastra. (kmb31)
RAPAT KERJA - Eksekutif dan legislatif saat rapat kerja membahas RPJMD di Ruang Sabha Mandala DPRD Klungkung. Salah satu isu yang mencuat adalah terbengkalainya Dermaga Gunaksa, yang sudah menyedot anggaran ratusan miliar rupiah. Bahkan, salah satu politisi Partai Gerindra A.A. Gde Sayang Suparta mengancam akan membawa sendiri persoalan itu ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Tahun
PEMILIHAN SISWA DAN GURU
AJEG BALI 2019 Tempat Pendaftaran Sekretariat Kantor Bali Post Jln. Kepundung 67A Denpasar (0361) 225764, 08123840249
Syarat : -
-
-
Siswa dan Guru SD, SMP, SMA/SMK se-Bali Juara I - Harapan III bisa mengirim data diri atau Tiap katagori SD/SMP/SMA/SMK wakil sekolah lewat online. Seleksi awal dilakukan lewat online/langsung menyerahkan penghargaan dan prestasi dalam kegiatan Ajeg Bali dan minat baca Lulus tes wawancara dan kompetensi diri
Pendaftaran 27 Mei - 17 Juli 2019
AjegSiswa
siswaajeg guru_ajegbali
siswaajeg.bali.3 guruajegbali
DIDUKUNG OLEH YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
SD Saraswati 3 Renon
SD Saraswati 4 Jalan Tukad Barito
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
SD Saraswati 1 Jalan Gadung
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
CEK DUKTANG - Tim Yustisi saat datang ke sejumlah kos-kosan untuk mengecek para duktang.
Kirim copy prestasi ke email : siswaajegbali@gmail.com guruajegbali@gmail.com
UNMAS DENPASAR
SD Saraswati 2 Jalan Gadung
SMP/SLUB Saraswati 1 Jalan Kamboja
SMA/SLUA Saraswati 1 Jalan Kamboja
SMP PGRI 3 DENPASAR
SMK PGRI 3 DENPASAR
TK Saraswati 1 Jalan Kamboja
SMK Saraswati 1 Jalan Kamboja
SMK PGRI 2 DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
PAUD Saraswati 2 (TK dan PG) Renon
PAUD Saraswati 3 (TK dan PG) Tohpati
PAUD Saraswati 4 (TK dan PG) Jalan Kenyeri
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
SMK Saraswati 3 (SMF) Jalan Kamboja
SMP PGRI 2 DENPASAR
PENGURUS PROVINSI PGRI BALI
PENGURUS CABANG KOTA PGRI DENPASAR
SMK Saraswati 2 Jalan Soka
YPLP KOTA PGRI DENPASAR
SD Saraswati 5 Tohpati
SD Saraswati 6 Jalan Kenyeri
G. 0000893 - rpa
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Pon, 12 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr ART berpengalaman sgra. Hub.081238226287
Dcr Bidan & Peg.Salon. Jl.Jaya Giri III/22 H.089682828229
Dicari Tukang Jarit untuk di Dalam Jl.Tangkuban Perahu 107 PadangSambian,Hub:081337542061
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
Cari Staf Admin Wanita Min SMA Jujur,Teliti,Bertanggungjawab Dps. Hub:081239910800
B.BP.001.06.19.0000211
!!! Job Australia Kebun Biaya bisa diangsur Hub.087866790878
B.BP.001.06.19.0000209
Akaya Bali -Sanur Beach- Hotel and Cafe Opening June,2019. 168 Jl.Danau Tamblingan,SanurBehind All4Diving Dive Center. Employing now:Senior House Keeping *Must be experienced, Send CV with current photo info@akayabali.com
B.BP.004.06.19.0000205
B.BP.004.06.19.0000058
Bth cpt Staf Admin usia max 35th,domisili Dps,dapat berbahasa Mandarin .CV Email ke:1688primabali@gmail.com
B.BP.004.06.19.0000166
Cari Bakers yg bisa buat Roti dan Cake cari Helper,cari Cleaning Service Hub .081339033099
B.BP.001.06.19.0000139
B.BP.001.06.19.0000187
Centra Moda Textile Dcr Sales Marketing,Kasir,Usia max 30th Pglmn & tdk Pglmn,min SMU/SMK Hub.0361-4756458,08133877615 081914787142 Jl.Patih Jelantik No.2-3 Kuta Badung
B.BP.801.06.19.0000172
Dcr PRT harian 60-80rb/hari utk di Batubulan 081916746959
B.BP.001.06.19.0000208
Arsitek sgr min S1 siap Kerja Lmbr P/W Max 30th, u/Kontraktor diBali Hb WA/Call 081266000029
Dcr Sgr Staf Reservasi & Sopir Pariwisata Travel Windys Bali Tour.Jl Glogor Carik No.3 Kuta Hub:08113862222/08113980682
Dibutuhkan 3 Guru Paud(PG&TK) Syarat:S1 Sastra Inggris/PGTK bisa Bhs Inggris.Wanita&Senang Anak.Denpasar Children Centre Tlp.725725
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
B.BP.004.06.19.0000202
B.BP.001.06.19.0000171
B.BP.001.06.19.0000140
B.BP.001.06.19.0000161
Dibutuhkan 3 Guru SD.Syarat:S1 PGSD/Sastra Inggris.Denpasar Children Centre Tlp.725725
B.BP.001.06.19.0000192
Dibutuhkan Guru Musik SD. Syarat:S1 PGSD/S1 Seni.Bisa Not Balok.Denpasar Children Centre Tlp.725725
B.BP.001.06.19.0000193
Dicari Staff Therapist & Staff Relation untuk daerah Seminyak Hub : 081237271521
B.BP.166.06.19.0000213
Dicr 2Karyawati Kerja Srabutan 2,4/Bln&1 Cowok Tkg Bakar Sate 4Jt/Bln.Hub:Arjuna No.49 Dps
Dicr Kasir Bs Akunt&Kompt.Hub: KSP.Mirah Cempaka.T:8423787/88 B.BP.001.06.19.0000184
Dicr Waitress u/Restoran,Gj.1,5 Jt+/Bln di Sanur H:081338291806
B.BP.001.06.19.0000194
B.BP.001.06.19.0000198
Free
n
Desig
Money Back Guarantee Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
SERVICE
B.BP.166.06.19.0000212
Looking for SPG For Bamboo Blonde Store In Ubud, Kuta, Canggu Applicants Must Love Fashion,speak English and Have Retail Experience, please email : utari@bambooblonde.com
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
MERCEDEZ
DIJUAL TANAH
Jual Tnh Kota Dps utk Rmh,Kntr Lok.Jl.Gn.Agung,H.081802040777
MITSUBISHI
Sangat BU Tanah 2Are Induk Dpn RS Kapal Murah H:087860576340
B.BP.001.05.19.0001046
Expander Ultimate Silver 2018 Trwat,CitarumDD/4 081337884209 B.BP.001.06.19.0000183
B.BP.001.05.19.0001048
B.BP.001.06.19.0000197
Tanah 5 Are Jln.Sekar Tunjung XX,Jl 8 Meter:082339206080(BU) B.BP.001.06.19.0000196
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Djl Rmh 3A,950Jt/Nego,Jl.Raya Tabanan-Dps Hub:081803274445 B.BP.001.06.19.0000190
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
Dilelang Mercedes Benz’08 Hub.089619874461
B.BP.004.06.19.0000207
B.BP.001.06.19.0000155
�
BIRO JASA
Job Australi Korea Jpang WA: 08563925015 FB:Kadek Kizuna Bali
Informasi pasang iklan Telepon
PROPERTY DIJUAL RUKO
BUC Jual/Sewa Ruko 2Lt SHM Cokroaminoto460Hub.085100141368 B.BP.033.06.19.0000206
PROPERTY BIRO JASA
HONDA
DIJUAL TANAH
Mobilio Th 2014 coklat,KM70Rb, Hrg 135Jt Nego.Hub:08119852680
1A,BbakanCanggu,Cekomaria,Smp idi 085937089333/085100811872
Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409
B.BP.001.06.19.0000195
B.BP.001.05.19.0001019
B.BP.001.06.19.0000199
BANGLI
14
Rabu Pon, 12 Juni 2019
Sejumlah Duktang Tak Kantongi SKTS
DUKTANG - Sidak duktang yang digelar Dinas Satpol PP dan Damkar Bangli, Senin (10/6) petang.
Bali Post/ist
Bangli (Bali Post) – Seperti kabupaten lainnya, Bangli juga menjadi daerah tujuan para penduduk pendatang (duktang). Terbukti dalam sidak yang digelar Dinas Satpol PP dan Damkar Bangli, Senin (10/6) petang, sedikitnya sepuluh duktang terjaring sidak petugas. Sebagian duktang yang terjaring tak mengantongi surat keterangan tinggal sementara (SKTS), sebagian lainnya mengantongi SKTS kedaluwarsa. Sidak duktang digelar di lingkungan LC Uma Bukal, Kelurahan Cempaga yang selama ini menjadi kantong duktang. Sidak menyasar kos-kosan dan rumah kontrakan, dalam sidak yang dipimpin langsung Sekdis Satpol PP dan Damkar Dewa Agung Suryadarma tersebut, petugas menjaring sepuluh duktang. Enam di antaranya merupakan duktang yang su-
dah lama tinggal dan bekerja di Bangli, dan empat lainnya merupakan pendatang baru. Dari hasil pemeriksaan petugas, empat duktang baru asal Jember tersebut membawa identitas lengkap berupa KTP dan KK. Terhadap mereka, petugas telah melakukan pembinaan dan meminta agar segera melapor ke kepala lingkungan/kelurahan serta mengurus SKTS. “Sedangkan enam orang duktang lainnya itu, sebagian belum punya SKTS dan sebagian lainnya SKTS-nya tidak diperpanjang. Yang enam ini kita sudah panggil, karena mereka sudah lama tinggal di sini,” kata Agung Suryadarma. Berdasarkan pengakuan para duktang, tujuan mereka datang ke Bangli pascalebaran ini adalah untuk mencari kerja. “Selama ini Bangli setiap tahun kedatangan penduduk pendatang. Namun tidak banyak. Tahun lalu kedatan-
gan 19 orang, sebelumnya 12 orang. Belum pernah sampai dua puluhan,” ujarnya. Dijelaskannya, sidak duktang ini bertujuan untuk mengantisipasi penduduk liar pascalebaran. Pihaknya menegaskan sidak duktang ini digelar bukan bermaksud melarang warga datang ke Bangli. Dengan sidak ini pihaknya berharap agar duktang di Bangli tertib administrasi sehingga memudahkan pengawasan. Rencananya, sidak duktang akan dilaksanakan selama beberapa hari hingga 15 Juni mendatang. Setelah itu pihaknya akan kembali melakukan pemantauan. Tiga minggu pascalebaran, pihaknya akan turun bersama tim yustisi. “Sekarang masih pembinaan. Nanti tidak ada pembinaan lagi. Kalau tidak lengkap identitasnya langsung ditipiring,” imbuhnya. (kmb40)
Disdikpora Terbitkan Jadwal PPDB Bangli (Bali Post) – Disdikpora Bangli telah menerbitkan jadwal penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2019/2020. PPDB untuk tingkat SD dan SMP akan dibuka mulai tanggal 20 Juni mendatang. Kepala Disdikpora Bangli Nyoman Suteja, Selasa (11/6) kemarin mengatakan, pihaknya telah menerbitkan juknis pelaksanaan PPDB Kabupaten Bangli tahun 2019/2020. Juknis tersebut juga sudah disampaikan ke kelompok kerja kepala sekolah untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan PPDB tahun ini. “Dalam pedoman itu sudah jelas diatur mengenai ketentuan penerimaan peserta didik barunya,” kata Suteja. Dijelaskan Suteja, sesuai jadwal tahapan pelaksanaan PPDB, untuk TK dan SD sederajat, pendaftarannya dibuka mulai tanggal 20 hingga 25 Juni 2019. Kemudian pen-
gumuman penerimaan dijadwalkan pada 27 Juni dan pendaftaran kembali pada tanggal 1 - 5 Juli. Untuk SMP sederajat, pendaftaran PPDB juga dibuka mulai tanggal 2025 Juni 2019. Perengkingan dijadwalkan pada tanggal 26 – 28 Juni. Pengumuman diterima pada tanggal 29 Juni dan pendaftaran kembali pada tanggal 1-5 Juli. PPDB tahun ini, kata Suteja dibuka dalam tiga jalur yakni zonasi, miskin dan mutasi, dengan kuota masingmasing 90 persen untuk jalur zonasi, jalur miskin 5 persen dan mutasi 5 persen. Pada jalur zonasi, untuk tingkat SD, jarak dari tempat tinggal ke titik koordinat sekolah terdekat ditentukan 3 km, sementara SMP 6 km. Dalam pendaftaran untuk jalur miskin, calon siswa wajib mencantumkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh pihak kepling/lurah/
perbekel. Disampaikan juga oleh Suteja bahwa dalam PPDB khususnya tingkat SD diatur mengenai persyaratan umur. Calon peserta didik yang sudah berumur 7 tahun wajib diterima di sekolah SD. Sementara yang usianya di bawah 6 tahun, misalnya 5 tahun 6 bulan, bisa diterima di SD namun harus melampirkan surat keterangan dari psikolog. Sementara itu, disinggung mengenai adanya keluhan dari sejumlah perbekel di Kintamani terkait penerapan sistem zonasi dalam PPDB tahun ini, Suteja menanggapi bahwa pro kontra mengenai hal itu adalah biasa dan lumrah terjadi dalam setiap pelaksanaan PPDB. Ia menegaskan bahwa pihaknya di Disdikpora berkewajiban mensosialisasikan dan melaksanakan PPDB yang mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan pemerintah pusat. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli akan segera menetapkan calon legislatif (caleg) DPRD Bangli yang terpilih dalam Pemilu April lalu. Rencananya penetapan caleg terpilih bulan Juli mendatang. “Bangli kan tidak ada gugatan. Jadi segera akan kita tetapkan. Dalam rapat pleno satu minggu yang lalu sudah disepakati akan ditetapkan tanggal 3 Juli,” kata Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan saat dihubungi, beberapa hari lalu. Penetapan caleg terpilih akan dilaksanakan melalui rapat pleno terbuka. Penetapan caleg terpilih akan dihadiri partai politik peserta pemilu dan stakeholder terkait. Setelah ditetapkan, nantinya hasilnya kemudian akan diserahkan ke Pemerintah Daerah untuk selanjutnya diusulkan pelantikan ke Mendagri melalui Gubernur. Sebagaimana yang diketahui, ada 30 caleg DPRD Bangli yang akan ditetapkan KPU Bangli nanti. Sesuai hasil perolehan suara
yang dihimpun belum lama ini, 17 caleg yang terpilih merupakan caleg incumbent. Sementara 13 lainnya pendatang baru. Sementara itu untuk menggelar acara pelantikan anggota dewan baru nanti, Pemerintah Kabupaten Bangli telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 600 juta. Acara pelantikan rencananya dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang di gedung DPRD Bangli. Sekretaris DPRD Bangli Anak Agung Panji Awatarayana belum lama ini menjelaskan anggaran Rp 600 juta nantinya akan dipergunakan untuk membiayai beberapa pos kegiatan. Di antaranya, untuk pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) bagi 30 anggota dewan yang akan digunakan saat pelantikan nanti. Untuk pengadaan satu stel PSL, pihaknya menyiapkan anggaran Rp 4 juta. Jika dikalikan seluruh jumlah anggota dewan, total anggaran untuk pengadaan PSL mencapai Rp 120 juta. Selain pengadaan PSL, anggaran tersebut sebagian juga dialokasikan untuk pem-
buatan lencana/insigne untuk masing-masing anggota dewan. Total anggaran yang disiapkan untuk pembuatan lencana sebesar Rp 270 juta. “Pembuatan satu buah lencana kami anggarkan Rp 9 juta. Lencana itu terbuat dari emas,” terangnya. Tak hanya itu, masing-masing anggota dewan nantinya juga akan dibuatkan satu buah papan nama. Untuk pengadaan papan nama tersebut, pihak Sekretariat Dewan menganggarkan Rp 1 juta per satu buah papan nama. “Selain untuk pengadaan itu, anggaran tersebut juga akan kita gunakan untuk membiayai konsumsi, sewa tenda, sewa meja kursi, dan lainnya,” jelasnya. Agung Panji menegaskan bahwa meski anggaran yang telah disiapkan tersebut mencapai angka lebih dari setengah miliar, namun dana tersebut dikatakannya tidak mesti harus habis. Dalam proses pengadaan tentu ada penawaran. Jika nantinya masih terdapat sisa, maka kelebihan dana tersebut akan dikembalikan ke kas daerah. (kmb40)
Informasi yang dihimpun Selasa (11/6) kemarin menyebutkan, oknum pegawai tersebut berinisial KA. Dia sudah tak pernah ngantor selama tiga hingga empat tahunan lebih. Tak ada alasan jelas, kenapa oknum pegawai itu bolos ngantor selama ini. Karena tak pernah ngantor, pimpinan di BKPAD kabarnya sudah memberikan beberapa kali peringatan terhadap oknum pegawai golongan dua tersebut. Akan tetapi tak ada perubahan. Oknum tersebut tetap saja bolos. Oleh pimpinan di BKPAD oknum
nyampaikan bahwa dalam pengembangan pariwisata, tidak semua bisa dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Pemerintah bertindak sebagai fasilitator dan steakholder sebagai pemberi modal, sementara untuk menggerakkanya diperlukan peran aktif masyarakat yang bersinergi. Melalui pelatihan ini, pelaku pariwisata diharapkan dapat memahami arti penting pengembangan pariwisata dan menumbuhkan sadar wisata dalam rangka menciptakan kondisi yang kondusif di Kabupaten Bangli dengan sapta pesona. (kmb40)
I Made Gianyar
Juli, KPU Tetapkan Caleg Terpilih
SIDAK - Wabup Sang Nyoman Sedana Arta saat sidak ke kantor BKPAD Bangli.
Oknum PNS di BKPAD Tak Ngantor Bertahun-tahun
Bangli (Bali Post) -
Seorang oknum PNS di Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli dikabarkan tak pernah ngantor hingga lebih dari setahun. Meski demikian, hingga saat ini belum ada tindakan atau sanksi tegas yang diberikan kepada oknum pegawai tersebut. Ia pun masih tetap menerima gaji bulanan dari pemerintah.
Pariwisata Berbasis Masyarakat Cocok Dikembangkan Bangli (Bali Post) Bangli, daerah yang memiliki kekhasan tersendiri. Karena itu, dalam membangun pariwisata, tidak harus sama dengan kabupaten lainnya. Konsep pariwisata yang paling cocok dikembangkan di Bangli adalah pariwisata berbasis masyarakat. Demikian dikatakan Bupati Bangli I Made Gianyar, Selasa (11/6) kemarin. Made Gianyar meyakini konsep pariwisata berbasis masyarakat akan memberikan rasa keadilan bagi pelaku pariwisata di Kabupaten Bangli. Menurutnya, jika pengembangan pariwisata hanya terfokus pada satu titik saja, tentu kesenjangan antara pelaku pariwisata akan sangat terasa, sehingga ia ingin desa-desa yang memiliki potensi bisa dikembangkan menjadi desa wisata. Disebutkan Made Gianyar, saat ini Kabupaten Bangli sudah memiliki 31 desa wisata yang tersebar di empat kecamatan. Sebenarnya masih banyak lagi desa-desa lainnya yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa
wisata. Kalau nantinya desa-desa wisata ini bisa berkembang dengan baik, ke depan ia ingin Bangli memiliki paket wisata tersendiri dengan Batur Uniesco Global Geopark sebagai lokomotifnya. “Jika penataan pariwisata di Bangli sudah baik, saya yakin ke depan Bangli bisa menjual paket wisata tersendiri. Jika ini bisa diwujudkan, saya yakin wisatawan tidak sekadar mampir makan, foto-foto, kemudian pergi. Tetapi mereka akan tinggal lebih lama di Bangli,” katanya. Sementara itu, dalam upaya mempercepat pembangunan pariwisata di Kabupaten Bangli, Made Gianyar juga mengaku akan membuat regulasi, agar desa-desa di Bangli yang sudah ditetapkan menjadi desa wisata, bisa memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk beasiswa pendidikan bagi yang ingin masuk sekolah pariwisata. “Saya sudah rancang regulasinya. Mudah-mudahan regulasi ini bisa segera dituntaskan,” ujarnya. Mengenai pelatihan tata kelola destinasi yang diselenggarakan di Kintamani kemarin, Made Gianyar me-
Bali Post/kmb40
Bali Post/kmb40
pegawai itu diusulkan untuk diproses dan diberi sanksi tegas ke tim disiplin pegawai. Meski tak pernah ngantor, oknum pegawai itu masih tetap diberikan gaji setiap bulannya. Namun nilai gaji yang diberikan hanya 50 persen. Kepala BKPAD Kabupaten Bangli Gede Suryawan dihubungi siang kemarin membenarkan bahwa stafnya tersebut telah melanggar disiplin. Namun, ia menampik oknum stafnya itu tak ngantor selama bertahun-tahun. “Dia ngantornya jarang-jarang. Sejak sekitar 2018,”
ujarnya. Terhadap oknum pegawainya itu, Suryawan mengaku telah memberikan teguran dan sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat dan penundaan gaji berkala. Namun tidak ada respons dari yang bersangkutan. Pihaknya juga sudah melaporkannya ke atasan dan tim disiplin pegawai untuk diproses. “Kami tidak tahu alasannya kenapa dia jarang ngantor. Karena setiap kami panggil, dia tidak pernah datang,” terangnya. Sementara itu disinggung soal gaji yang masih
diberikannya terhadap oknum pegawai itu, Suryawan menjelaskan bahwa untuk memutus pemberian gaji, harus ada dasar keputusan. “Sementara sampai saat ini karena belum ada keputusan, maka kami tidak punya dasar untuk tidak membayarkan gajinya,” pungkasnya. Sebelumnya diberitakan, pada hari pertama ngantor pascalibur panjang Lebaran, Senin (10/6), Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta sempat melakukan sidak ke sejumlah kantor OPD. Salah satunya kantor BKPAD. Dalam sidak tersebut Wabup mendapati satu orang pegawai yang tak datang ke kantor pada hari itu. Kabarnya pegawai tersebut adalah KA yang selama ini memang tak pernah ngantor. (kmb40)
OLAHRAGA
Rabu Pon, 12 Juni 2019
15
Spanyol Tetap Sempurna Madrid – Sergio Ramos dan Alvaro Morata sama-sama mencetak gol dari titik penalti saat Spanyol mengalahkan Swedia 3-0 di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Selasa (11/6) dini hari kemarin. Kemenangan ini menjaga awal sempurna tim Matador dalam kualifikasi Piala Eropa 2020.
Bali Post/ist
LATIH – Pelatih AAK Bramastra melatih tim sepak bola Denpasar di Stadion Kompyang Sujana.
Tim Sepak Bola Denpasar Uji Coba ke Surabaya Denpasar (Bali Post) – Tim sepak bola Porprov Kota Denpasar mengagendakan uji coba ke Surabaya pada awal Juli mendatang. Dalam lawatannya selama sepekan, kesebelasan Denpasar rencananya meladeni sejumlah tim Liga 3 di Jawa Timur. Menurut pelatih kepala tim sepak bola Porprov Denpasar AAK Bramastra, saat ini skuadnya berkekuatan 28 pemain. ‘’Menjelang keberangkatan ke Jatim nanti, kami akan mencoret dua pemain. Jadi, tinggal 26 pemain yang dibawa ke Jatim. Kami bakal meladeni tim-tim yang lebih senior dan lebih tangguh di Surabaya,’’ ujarnya, Selasa (11/6) kemarin. Ke-26 pemain saat ini menjalani program latihan di Stadion Kompyang Sujana empat kali dalam sepekan. Jadwal tersebut membuat fisik asuhannya menunjukkan grafik yang meningkat. ‘’Sebelumnya, fisik pemain sepak bola dipantau KONI Denpasar. Kami bersyukur saat ini menunjukkan progres yang lumayan. Kami mengharapkan anak-anak bisa mempersembahkan medali emas,’’ jelasnya. Hanya 24 pemain yang akan ditanggung KONI Denpasar pada Porprov Bali 2019 di Tabanan, September mendatang. Sementara dua pemain lainnya biayanya akan diusahakan oleh manajer tim. (022)
Cricket Tabanan Absen di Porprov Tabanan (Bali Post) – Kontingen tuan rumah Kabupaten Tabanan memastikan absen di cabang olahraga (cabor) cricket pada Porprov Bali XIV/2019, September mendatang. Alasannya, Tabanan tidak memiliki pengurus dan atlet cricket. Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan menjelaskan, pihaknya berkomitmen tetap mempertandingkan cricket meskipun atlet tuan rumah tidak mengikutinya. ‘’Kami tetap mewadahi cricket agar tetap dipertandingkan di Porprov,’’ ujarnya di Tabanan, Selasa (11/6) kemarin. Sebaliknya, Tabanan tetap ikut berpartisipasi pada dua cabor ekshibisi, yakni selam dan muay thai. Menurutnya, saat ini pihaknya masih terus menyiapkan arena pertandingan khususnya sepak bola, bola basket dan panjat tebing. ‘’Kami sedang membangun lintasan papan panjat tebing di Dangin Carik. Kami harapkan rampung dalam dua sampai tiga bulan ke depan,’’ katanya. Sementara pertandingan cabor tembak digelar di Rindam Tabanan, Desa Sembung dan Pecatu (Badung). Hingga entry by number, kontingen Tabanan berkekuatan 714 orang yang terdiri atas sekitar 500 atlet dan sisanya ofisial. KONI Tabanan terus memantau perkembangan prestasi atletnya. Jika tidak ada perkembangan signifikan otomatis pengiriman atlet akan dipangkas lagi. Ia mematok target 20 medali emas agar Tabanan terhindar dari posisi juru kunci. Cabor andalan Tabanan adalah pencak silat, judo, woodball dan gateball. Beberapa cabor sudah melakukan uji coba seperti balap motor dan catur gajah, sedangkan sejumlah cabor lainnya mengikuti kejurda. (022)
Ramos mencetak gol pada menit ke-64 setelah Sebastian Larsson memblokir umpan silang Marco Asensio dengan tangannya. Dua menit kemudian Mikel Oyarzabal dilanggar oleh pemain belakang Swedia. Morata yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya. Spanyol kembali bermain mengesankan setelah penampilannya yang mengecewakan di Liga Negara UEFA. Tim Matador tidak didampingi pelatih Luis Enrique karena ada urusan keluarga. Posisinya digantikan asistennya, Robert Moreno. ‘’Kami masih bisa meningkatkan dalam banyak hal. Kami mencari kesempurnaan,’’ kata Moreno. Moreno melakukan delapan perubahan dari tim yang menang 4-1 atas Kepulauan Faroe pada laga sebelumnya. Dani Parejo dan Fabian Ruiz di lini tengah menyisihkan Marco Asensio dan Isco. Rodrigo Moreno menyerahkan tempatnya kepada Morata di posisi striker. Kepa Arrizabalaga tidak banyak melakukan apa-apa di gawang, tetapi start ketiga berturut-turut menunjukkan dia sekarang bukan hanya alternatif untuk David de Gea, tetapi kiper pilihan nomor satu. Spanyol tetap di puncak klasemen sementara Grup F berkat poin sempurna 12 hasil empat kali bermain. Swedia di peringkat kedua (7) disusul Rumania di posisi ketiga
11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pujawali Piodalan Catur (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Bonsai Kelapa 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita DW TV 16:05 Wita Folk Song 17:00 Wita Taman Sari TK Harapan Ibu Tabanan
Jovic menyumbang satu gol ketika Serbia menekuk Lithuania 4-1.
Irlandia Sementara itu, Irlandia berada di urutan teratas Grup D dengan 10 poin dari empat pertandingan setelah mengatasi tim kecil Gibraltar di Dublin. Tim asuhan Mick McCarthy menang 1-0 pada Maret lalu dan unggul 2-0 atas lawan yang sama kali ini. Irlandia unggul 5 poin dari Denmark yang akan dihadapi di Copenhagen pada akhir pekan. Denmark menang 5-1 atas Georgia. Kasper Dolberg dari Ajax mencetak dua gol, diikuti bintang Tottenham Hotspur Christian Eriksen, Yussuf Poulsen dan Martin Braithwaite yang sama-sama menyarangkan satu gol. Polandia memiliki poin maksimum setelah empat pertandingan di Grup G. Krzysztof Piatek dan Robert Lewandowski membawa mereka unggul telak 4-0 atas Israel di Warsawa. Austria meningkatkan peluang lolos berkat kemenangan 4-1 atas Makedonia Utara, sedangkan Slovenia menundukkan Latvia 5-0. Di Grup A, Kosovo mendapatkan kemenangan pertama di kualifikasi Euro usai mengalahkan Bulgaria 3-2. Ukraina memuncaki Grup B setelah menaklukkan Luksemburg 1-0. Sementara Aleksandar Mitrovic mencetak dua gol dan Luka
Wanita Dalam pertandingan Piala Dunia Wanita di Paris, Argentina ditahan Jepang 0-0 (Grup D) dan Kanada mengalahan Kamerun 1-0 (Grup E). Inggris memimpin klasemen Grup D dengan nilai 3, sedangkan Kanada memuncaki Grup E berbekal poin sama. (afp/kmb)
PENALTI – Sergio R a m o s mencetak gol pertama Spanyol ke gawang Swedia dari titik penalti dalam kualifikasi Piala Eropa 2020, Selasa (11/6) kemarin.
Kadek Agung dan Diky Dipanggil Timnas U-22 Mangupura (Bali Post) – Dua pemain muda Bali United, Kadek Agung Widnyana Putra dan Diky Indriyana, kembali mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-22. Tim asuhan Indra Sjafri tersebut akan menjalani laga uji coba kontra Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta,
Gianyar, Jumat (14/6) lusa. Surat resmi PSSI yang diterima manajemen Bali United menyatakan sehubungan dengan program Tim Nasional U-22 yang akan melakukan uji coba melawan Bali United pada 14 Juni 2019 di Bali, maka dengan ini PSSI memanggil I Kadek Agung Widnyana dan Mochammad
Diky Indriyana untuk hadir pada Pemusatan Latihan Tim Nasional U-22. Dikutip dari situs Bali United, pemain tengah Kadek Agung Widnyana dan penjaga gawang Diky Indriyana bergabung dengan skuad Timnas Indonesia U-22 mulai Selasa (11/6) kemarin hingga Sabtu (15/6) nanti.
Kadek Agung Widnyana sudah sempat menjalani TC Timnas Indonesia U-22 beberapa bulan lalu. Bahkan, Kadek Agung merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia U-22 yang sukses menjuarai turnamen Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Sementara Diky Indriyana sebenarnya sudah di-
KZ juga diduga memberikan target pembunuhan empat tokoh termasuk pimpinan lembaga survei Charta Politika. KZ diduga
memberikan uang Rp 5 juta kepada tersangka IR untuk melakukan pengintaian kepada target khususnya target pimpinan lembaga survei. ‘’Dari tangan KZ kami sita sebuah handphone yang dipakai berkomunikasi
antara tersangka KZ dan dengan tersangka lainnya,’’ ucapnya. Sementara tersangka HM yang ditangkap di kediamannya di Pondok Pinang, katanya, berperan memberikan uang kepada KZ. ‘’Jadi,
uang yang diterima KZ berasal dari HM. Tujuan untuk pembelian senjata api, juga memberikan uang Rp 60 juta langsung kepada HK untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api,’’ kata Ade Ary. (ant)
Bom Molotov
‘’Bukan hanya menggunakan benda-benda kecil, tetapi benda-benda mematikan,’’ kata Iqbal dalam keterangan pers di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, Selasa (11/6) kemarin. Ia menyebutkan, bom molotov yang dilemparkan ke arah petugas, bila mengenai kepala, dan cairannya tumpah, itu pasti menyebabkan terbakar
17:30 Wita Kartun Ball Ganesh (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 21:00 Wita Lipsus 118 Tahun Kelahiran Bung Karno dan Halalbihalal Idul Fitri 1440 Hijriah 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Desa Abianbase Gianyar (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel
di sekujur tubuh. Petasan roket yang diterbangkan itu juga berbahaya dan mematikan, batu sebesar conblock sudah dipersiapkan. ‘’Ada juga panah beracun, kelewang, pedang, dan lain-lain,’’ kata Iqbal didampingi Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi dan sejumlah perwira Polri. Ia mengaskan, massa segmen dua itu sangat berbeda dengan massa segmen satu yang berunjuk rasa secara
damai dan tertib. ‘’Kami bahkan memberikan toleransi kepada massa segmen satu ini untuk berbuka puasa bersama, dan setelah pukul 21.30, baru mereka membubarkan diri,’’ katanya. Sementara massa dua berdatangan sekitar 500 orang dan berkumpul di depan dan di samping kantor Bawaslu dengan menyerang petugas. Polisi pun mendesak mereka untuk mundur, membubarkan
panggil mengikuti TC Timnas Indonesia U-22 beberapa waktu lalu. Diky bahkan sempat diturunkan ketika tim asuhan Indra Sjafri tersebut menjalani laga uji coba kontra PSIM Yogyakarta. Namun, dia tidak ikut serta diboyong ke Singapura saat mengikuti turnamen Piala Merlion. (kmb)
Hak Prerogatif
Target Khusus
Rabu, 12 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pujawali Piodalan Catur (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Khrisna(2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV
dengan nilai sama. Selanjutnya Norwegia (5), Malta (3) dan Kepulauan Faroe (0) sebagai juru kunci.
diri, hingga ke Tanah Abang tetapi mereka melakukan perlawanan, sedangkan di lokasi lain berdatangan juga massa perusuh lain ‘’Ada perencanaan matang dari master mind untuk merusak,’’ katanya. Iqbal menyebutkan dalam kericuhan tesebut delapan personel Polri terluka dan mendapat rawat inap dan 225 personel Polri rawat jalan. (ant)
Sementara itu, pengamat politik yang juga advokat Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengatakan secara hukum tata negara, bahwa kewenangan memilih menteri adalah hak prerogatif presiden. Secara normatif, semua berharap presiden memilih orang yang kapabel dan bukan sekadar bagi-bagi jatah antardaerah atau antar-parpol. ‘’Terlepas dari itu, tentu kita wajar berharap bahwa ada putra Bali yang dipandang layak, pantas, dan mampu untuk menjadi menteri. Itu bukan sekadar soal jatah-jatahan, tetapi adanya kebanggaan kita bahwa putra Bali ternyata dianggap berkualitas untuk ikut serta menyelenggarakan pemerintahan lima tahun ke depan,’’ pungkasnya. (win)
WONDERFUL BALI
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
RABU PON, 12 Juni 2019
Berpartisipasi di PKB
BUDAYA REPUBLIK Rakyat Tiongkok (RRT) merupakan salah satu negara yang turut berpartisipasi dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI. Termasuk menjadi satu-satunya partisipan luar negeri yang akan mengikuti pawai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, 15 Juni mendatang. ‘’Keikutsertaan Tiongkok dalam PKB sudah menjadi tradisi. Kami pertama kali berpartisipasi tahun 2016, lalu tahun 2018, dan sekarang,’’ ujar Konsul Jenderal (Konjen) RRT di Denpasar,Mr. Gou Haodong kepada Bali Post, Selasa (11/6) kemarin. Pascamenerima undangan dari Pemprov Bali, Gou mengaku langsung menghubungi pemerintah Tiongkok. Tahun ini, Kelompok Seni Teater Lagu dan Tari Kota Kunming Provinsi Yunnan diutus sebagai duta kesenian RRT untuk tampil dalam PKB XLI. Sebagian besar anggotanya merupakan pencipta seni yang luar biasa dan seniman terkenal yang eksis di
RRT Utus Kelompok Seni dari Yunnan
panggung provinsi hingga nasional Tiongkok. Di sisi lain, Provinsi Yunnan dan Bali saat ini juga memiliki hubungan sister province. ‘’Yunnan dan Bali telah lama menjalin persahabatan, bahkan sudah ada akulturasi budaya. Sama seperti di Bali, di Yunnan juga ada subak dan sawah. Alat-alat musik di Yunnan juga sangat mirip dengan yang ada di Bali,’’ imbuhnya. Gou Haodong menambahkan, kelompok seni yang terdiri dari 20 orang seniman itu telah banyak berkiprah dalam pertukaran kebudayaan antara Yunnan dan dunia. Dalam PKB XLI, mereka akan membawakan lagu, tarian, dan pertunjukan alat musik khas yang berasal dari berbagai kelompok etnik Tiongkok, seperti etnis Dai, Wa, Yi, dan lainnya. Dari 56 etnis di Tiongkok, 26 di antaranya ada di Provinsi Yunnan. ‘’Pertunjukan di Art Center nanti akan membawakan berbagai budaya atau seni dari 26 kelompok etnis tersebut, yang kaya dan berwar-
na-warni, dengan gaya etnisnya yang unik, karakteristik lokalnya yang khas serta keterampilan seniman yang hebat,’’ jelasnya. Menurut Gou Haodong, kelompok seni Provinsi Yunnan akan tampil di Gedung Ksirarnawa pada Senin (17/6) pukul 19.30 Wita. Sebagai catatan, kelompok seni ini telah memenangkan banyak penghargaan dalam kompetisi tari nasional, dan telah melakukan pertukaran budaya di hampir 40 negara. Di antaranya Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Australia, Jepang, dan Afrika. Selain itu, pernah mengadakan pertunjukan khusus untuk para pemimpin Tiongkok dan kepala negara lainnya, serta mendapat pujian dari penonton dalam negeri dan luar negeri. ‘’PKB merupakan salah satu acara penting yang setiap tahun digelar di Bali. Melalui panggung ini, kami juga berharap bisa memperkenalkan seni dan budaya Bali kepada masyarakat Tiongkok,’’ pungkasnya. (rin)
PENDIDIKAN
SENIMAN
KULINER
Aksesoris Cantik dari KESEHATAN Limbah Kepompong TOP IN VASI RATU kerajinan. Mungkin sebutan itu pas untuk Putu Suandewi (44). Wanita asal Singaraja ini gemar membuat produk kerajinan sejak kecil. Meski bekerja di hotel, Putu Suandewi tetap menekuni hobinya itu. Hingga akhirnya menghasilkan pendapatan yang cukup. Kerajinan yang dibuat terbilang unik. Pasalnya, ia menggunakan kepompong (cocoon) sebagai bahan dasar produk kerajinannya. Dari kepompong itu ia bisa membuat aneka aksesoris yang cantik mulai dari aksesoris rambut, anting, gelang, kalung, clutch, kipas, ikat pinggang, giwang, bros, dll.
WONDERFUL BALI
BUDAYA
Namun kini yang lebih banyak dibuat adalah aksesoris rambut. Dari kepompong itu ia membuat jepit rambut, sirkam, jepit arnet, jepit pisang, jepit jedai, tusuk konde. Ditemui Selasa (11/6) kemarin, Suandewi menuturkan, usaha aksesoris dari kepompong yang diberi nama Cocoon Craft ini dimulai sejak tahun 2008. Kekurangan SDM membuatnya vakum beberapa tahun. Dua tahun lalu, ia kembali menggeluti bisnis ini. ‘’Dari kecil saya juga mengumpulkan bunga–bunga kering. Dulu sering buat bunga dari daun–daun kering dari pita–pita. Jadi memang hobi,’’ tuturnya. Awal memulai usaha, pesanan yang datang cukup banyak. Jumlahnya mencapai ribuan pcs. Bersama 16 karyawannya ia memenuhi pesanan itu. Namun, diakui, kini ia kesulitan mendapatkan tenaga kerja. Bahan baku kepompong yang digunakan ada tiga macam yaitu kepompong budi daya berwarna putih yang biasa digunakan untuk kain sutera. Dua macamnya lagi menggunakan kepompong liar yaitu berwarna gold dan berwarna cokelat. Kepompong liar ini hanya ada di alam, tidak bisa dibudidayakan. ‘’Setelah menjadi kupu–kupu, baru kemudian diambil kepompongnya. Jadi kita memanfaatkan sampah, limbah,’’ tandasnya. Bahan baku kepompong ini didapat dari kerja sama Balai Persuteraan Alam Indonesia di Temanggung, Jawa Tengah. Di Bali juga tersedia bahan baku kepompong yaitu di Sibang, Kabupaten Badung. Kepompong yang digunakan adalah kepompong yang sudah tidak bisa dipintal menjadi benang, karena Balai Persuteraan Alam Indonesia yang menyediakan ulat untuk petani seluruh Indonesia, harus memotong kepompong untuk diambil ulatnya. Kepompong yang sudah terpotong inilah yang digunakan sebagai bahan baku kerajinannya. Pemasaran dilakukan melalui online, pameran dan reseller. (may)
PENDIDIKAN
SENIMAN
KEPOMPONG - Putu Suandewi sedang membuat bunga dari kepompong.
I Wayan Lovayana
Kembangkan Inovasi VR Sejarah KEINGINAN generasi muda belajar tentang sejarah, khususnya anak-anak SD perlu dibangkitkan. Sebab, nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah perjuangan bangsa, sangat penting diketahui. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi berbasis teknologi yang dapat menggeliatkan minat anak-anak untuk belajar sejarah semenarik mungkin. Apalagi, di era revolusi industri 4.0 yang serba digital. Founder & CEO CV Digital Lontar Nusantara I Wayan Lovayana, S.E., M.M.
I Wayan Lovayana
Bali Post/win
bekerja sama dengan Unhi Denpasar mencoba mengembangkan inovasi tentang teknologi Virtual Reality (VR) di bidang sejarah kepada anak-anak muda Bali tentang bagaimana menjaga adat dan budaya Bali dengan memadukan teknologi di dalamnya. Inovasi ini telah diperkenalkan pertama kali di Desa Rejasa Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, beberapa waktu lalu. ‘’Generasi muda saat ini merasa bosan belajar sejarah dan tidak begitu tertarik untuk belajar sejarah. Apalagi datang ke museum untuk lebih memahami langsung dengan bukti-bukti sejarah yang ada. Jadi dibutuhkan sebuah inovasi khusus untuk membuat generasi muda tertarik belajar sejarah,’’ ujar I Wayan Lovayana, Selasa (11/6) kemarin. Kemajuan teknologi yang serba digital, dikatakannya, banyak memberikan pengaruh dalam perubahan global, seperti perkembangan teknologi VR yang dapat memberikan sebuah experience nyata tentang kejadian atau dunia yang belum pernah dirasakan atau dikunjungi sebelumnya. Sehingga dengan teknologi VR bisa menjadi media untuk mempromosikan sebuah produk atau tempat wisata dengan cara yang baru, melestarikan kearifan lokal dengan cara yang menarik, serta belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Apalagi dengan mengadaptasikan nilai seni, budaya, sejarah dan legenda warisan leluhur dengan perkembangan teknologi terbaru untuk diinovasikan, akan menjadi sebuah produk atau karya yang bermanfaat bagi kemakmuran dan kelestarian masyarakat. (win)
KULINER
KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL BALI Bali Post/ist
BUDAYA
YUNNAN - Salah satu pertunjukan indah yang ditampilkan Kelompok Seni Teater Lagu dan Tari Kota Kunming, Provinsi Yunnan. Kelompok ini akan hadir di PKB XLI.
Lulusan SMK Farmasi Saraswati 3 PENDIDIKAN Denpasar Dilantik Jadi ATK SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar tiap tahun menjadi produsen SDM Asisten Tenaga Kefarmasian (ATK) terbaik di Bali. Lulusan SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar selain dikenal langka, juga berkualitas. SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar sangat laris di pasar kerja, apalagi makin banyak rumah sakit dan poliklinik baru di Bali. Selasa (11/6) kemarin, Kepala SMK Farmasi 3 Denpasar Dewa Gede Sukmantara, S.E., M.M. melepas 87 siswa kelas XII. Usai wisuda, lulusan SMK (Farmasi) Saraswati 3 Denpasar diambil sumpahnya oleh Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Provinsi Bali Agus Leo Sumadia. Mereka dilantik menjadi (ATK). Agus Leo Sumadia mengatakan dengan diambil sumpahnya, sudah bisa bekerja di apotek namun tetap dalam pengawasan ahli apoteker. Setelah menamatkan pendidikan minimal D-3 mereka berhak meraih STR (Surat Tanda Regritrasi) untuk bekerja mandiri. Kepala SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar Dewa Gede Sukmantara menegaskan lulusannya sangat diperlukan di dunia kerja. Apalagi di Denpasar makin banyak tumbuh apoteker baru memerlukan ATK sebagai ujung tombak meracik obat dan membedah resep. Tahun ini SMK Farmasi
SENIMAN
TERBAIK - Ketua Yayasan Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. dan Kasek Dewa Sukmantara menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar. Saraswati 3 Denpasar kembali meraih ranking I nilai rata-rata terbaik UNBK SMK di Bali. Nilai rata-rata UNBK SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar tertinggi pada kompetensi keahlian 83,42. Tercatat 10 siswanya meraih nilai 100 di kompetensi keahlian. Saat itu diserahkan penghargaan peraih UNBK tertinggi. Lulusan terbaik I diraih Ni Kadek Dian Apriantari, terbaik II Ni Kadek Chantika Purnamadewi dan terbaik III Santi Candra Wijaya. Dewa Sukmantara menambahkan, dari jumlah yang diwisuda, 31 persen
bekerja, sisanya melanjutkan studi. Dua lulusan diterima lewat jalur SNMPTN. Siswa SMK Farmasi Saraswati 3 juga meraih juara II nasional Polymer, juara III LCC Wawasan Kesehatan se-Kota Denpasar, juara III lomba Envirochallenge tingkat nasional, dll. Sukmantara mengaku hasil ini berkat kerja keras guru, siswa serta orangtua siswa dan pendidikan karakter yang serius digembleng di sekolah. Pada PPDB 2019, katanya, SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar akan menerima empat kelas siswa baru. Keunggulannya, terakreditasi A, gurunya profesional
(S-2), memiliki empat lab meracik obat, lab teknologi farmasi, lab kimia analisis dan lab komputer. Ketua Yayasan PR Saraswati Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. menekankan lulusan SMK (Farmasi) Saraswati 3 Denpasar selain unggul dalam akademis juga dalam kompetensi. Untuk itu sekolah ini tetap berorientasi pada mutu melalui SDM guru yang bermutu, sarana yang lengkap dan proses yang berkualitas. Yayasan sudah menyiapkan studi lanjut bagi lulusan SMK Farmasi yakni Fakultas Farmasi Unmas untuk D-3 dan S-1 Farmasi. (sue)
SMK PGRI 3 Denpasar, Sekolah Terbaik Rencanakan Masa Depan
SMK PGRI 3 Denpasar yang akrab disebut Trigriska hingga kini tetap menyandang predikat sekolah terbaik di Bali. Dikatakan demikian, karena setiap tahun sekolah di Jalan Drupadi XVII Gang Dewi Tara No. 7 ini terbanyak di Bali yang merekrut siswa baru dan terbanyak meluluskan yakni 806 siswa kelas XII. Selain itu, pretasi siswanya di bidang pariwisata terbukti di berbagai event daerah dan nasional. Ini menunjukkan kompetensi yang diberikan di sekolah untuk Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga link and macth dengan dunia industri. Sekolah ini meraih ISO 9001-2008, gurunya 40 persen berkualifikasi S-2 dengan fasilitas lengkap. Bahkan tahun ini SMK PGRI 3 Denpasar kembali membeli lahan baru untuk lab praktik dan RKB serta membeli properti untuk lab hotel dan ruang kepala sekolah. Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. mengungkapkan bahwa masa depan itu harus direncanakan dari sekarang. Caranya memilih sekolah yang tepat dan berkualitas. Untuk menjamin masa depan gemilang,
JUARA NASIONAL - Siswa SMK PGRI 3 Denpasar juara nasional mengolah makanan budaya lokal. Madiadnyana mengajak lulusan SMP di Kota Denpasar menetapkan pilihan di SMK PGRI 3 Denpasar. Dia melayani siswa dengan pendekatan kasih sayang, memperkuat pendidikan karakter dan kompetensi keahlian. Makanya porsi pendidikan di sekolah ini 70 persen praktik dan 30 persen teori. Karena mengedepankan vokasi, tiap tahun Madiadnyana menambah guru baru khusus bidang produktif, diambil dari pelaku pariwi-
sata yang berpengalaman. Untuk itu, dia sadar guna menjadi SMK yang sekenseken SMK, wajib hukumnya menambah fasilitas lab dan praktik. Makanya 80 persen lulusannya sudah bekerja sebelum tamat, sisanya kuliah dan menjadi wirausaha muda mandiri. Inilah yang dia katakan SMK PGRI 3 Denpasar sebagai sekolah terbaik dalam merencanakan masa depan. Prestasi siswanya juga go national. Belum lama ini meraih juara umum
Tourism Olympic di Poltek Negeri Bali, juara I dan II making bad dan fruit carving. Tim Trigriska juara I nasional membuat makanan di Festival Budaya Lokal. Mereka mengalahkan peserta dari umum dan kalangan profesional dari perhotelan. Lulusannya mengaku pas memilih SMK PGRI 3 Denpasar karena sekolah memiliki lab dan fasilitas lengkap, didukung guru profesional yang ramah. Selain itu bagus dalam pendidikan disiplin. (sue)