Skip to main content

Edisi Minggu 12 Mei 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Napi Mengamuk, Rutan Siak DIBakar

Riau (Bali Post) Sejumlah narapidana (napi) di Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau mengamuk lantas membakar rutan hingga ludes, Sabtu (11/5) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Pembakaran dipicu penemuan narkoba di blok hunian.

BPM/ant

TERBAKAR - Warga menyaksikan Rutan Sri Indrapura, Siak terbakar, Sabtu (11/5) kemarin. Sejumlah napi dievakuasi ke LP lain di Riau. Tampak Direktur Ditjen Pas Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami berada di puing-puing kebakaran.

Para napi ini awalnya membuat kerusuhan dan diduga membakar bangunan setelah api terlihat berkobar di bagian depan rutan tersebut. Ratusan napi berhasil kabur, namun siang hari, 111 napi berhasil diamankan. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Sunarto menegaskan, tinggal 31 napi yang belum berhasil ditangkap. Kini, pihak kepolisian dibantu TNI sedang melakukan patroli di wilayah perbatasan Siak dan razia di sekitar Siak. Sementara ratusan napi yang tinggal dan berhasil diamankan sedang dievakuasi ke LP di Riau. Hingga Sabtu malam, aparat keamanan tampak bersiaga di lokasi, termasuk Kepala Rutan Kelas II B Siak Sri Indrapura, Gatot Suariyoko. “Kami sedang melakukan pendalaman penyebab dan kronologisnya. Tim terdiri dari Ditjenpas, Itjen, Kanwil Riau, dan Kepolisian setempat,” ujar Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjenpas, Lilik Sujandi. Berdasarkan informasi dari Kepala Rutan Siak, menurut Lilik, kejadian bermula dari ditemukannya narkoba diduga jenis

sabu dalam lipatan baju tahanan berinisial Y, di blok wanita oleh salah seorang pegawai rutan. Temuan itu langsung disampaikan kepada Kepala Rutan. Suasana menjadi gaduh. Salah seorang napi, Sudanto, mengaku napi melawan petugas rutan dan mengamuk. Napi marah karena pegawai melakukan kekerasan kepada napi. Aparat kemudian menyemburkan gas air mata ke dalam rutan. Sementara dari dalam bangunan tersebut terlihat ada lemparan batu dan mercon. Tidak lama kemudian, api mulai terlihat dari sisi kanan luar rutan. Kobaran api semakin membesar sampai atap pintu masuk rutan. Mobil pemadam kebakaran pun segera dikerahkan untuk memadamkan api di sejumlah bagian bangunan yang terbakar. Sejumlah ledakan juga terdengar dari luar rutan yang terbakar itu. Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Siak, Ajun Komisaris Polisi Jailani menjadi sasaran salah tembak sesaat sebelum kerusuhan terjadi. “Ya terkena. Tapi tidak apa-apa sudah ditangani,” kata Sunarto. (ant)

Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan Ibu Bintang Puspayoga Terima Kunjungan Wakil Presiden Argentina WAKIL Presiden Republik Argentina Gabriela Michetti terkesan setelah melihat produk-produk kerajinan khas Indonesia saat berkunjung ke Smesco Indonesia. Ia menilai produk-produk kerajinan yang ditampilkan memiliki kualitas yang bagus. Wapres Gabriela mengunjungi Smesco Indonesia, Jumat (10/5) sore. Ikut dalam rombongan tersebut di antaranya Dubes Argentina untuk Indonesia Ricardo Bocalandro bersama pejabat diplomat Argentina lainnya. Kedatangan Wapres Gabriela beserta rombongan disambut istri Wakil Presiden RI, Mufidah Jusuf Kalla, istri Menteri Koperasi dan UKM RI Bintang Puspayoga, istri

Menteri Dalam Negeri, Erni Guntarti, istri Menteri Pertahanan RI Nora Tristyana, Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi, dan Dubes Indonesia untuk Argentina Ninik Kun Naryatie. Saat Mufidah Jusuf Kalla mengajak Wapres Gabriela berkeliling di Paviliun Provinsi, ia sangat menikmati suasana di setiap provinsi. Ia menunjukkan kekaguman melihat aneka produk kerajinan yang ditampilkan. “Saya merasa senang bisa berada di sini, suatu kesempatan yang bagus untuk melihat produk kerajinan khas Indonesia. Menurut saya bagus sekali,” kata Wapres Gabriela. Mufidah Jusuf Kalla menyampaikan kepada Wapres Gabriela bahwa Smesco In-

donesia merupakan tempat untuk menampilkan aneka produk UKM yang memiliki kualitas tinggi. Disampaikan juga bahwa semua produk yang masuk ke Smesco sudah melalui proses kurasi para ahli sehingga kualitasnya terjamin. Smesco Indonesia sebagai pusat pemasaran dan promosi produk unggulan UKM ini sangat menginspirasi Wapres Gabriela. Sepulang dari Indonesia, Wapres Gabriela berencana membangun tempat promosi serupa yang bisa menampilkan produk khas negaranya. “Saya melihat Smesco ini sangat bagus sebagai pusat pemasaran produk UKM. Saya memiliki rencana untuk membangun tempat promosi

semacam ini di negara saya,” kata Wapres Gabriela. Selain itu, Wapres Gabriela meninjau Rumah Sarung Indonesia yang menampilkan koleksi sarung berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, dan meninjau fungsi layanan digital e-commerce yang ditujukan untuk mempersiapkan produk-produk UKM agar siap untuk promosi online dan e-commerce. (kmb)

Ibu Mufidah Jusuf Kalla, didampingi Ibu Bintang Puspayoga, menerima kunjungan Wakil Presiden Republik Argentina Gabriela Michetti di Smesco Indonesia (10/05/2019).

’’Krama’’ Bali Menyebutnya ”Nyama Slam”

Bali selain tersohor karena keindahan alam dan budayanya juga karena toleransi terhadap umat agama lain. Hubungan baik dengan umat Agama Islam selalu ditunjukkan dengan penuh keakraban. Krama Bali menganggap umat Islam adalah saudara yang disebut Nyama Slam. Hakikat hidup berdampingan ini patut diteladani di tengah umat Islam saat menjalani ibadah puasa.

Toleransi Terjaga Berkat Empat Pilar ”S” KELURAHAN Serangan yang terletak di Denpasar Selatan, tidak saja terkenal karena ada Pura Sakenan, juga tak bisa dilepaskan dari adanya toleransi yang terjaga antara warga yang beragama Hindu dengan warga Muslim setempat. Warga Muslim yang menempati Kelurahan Serangan tergabung dalam satu lingkungan, yakni Kampung Bugis. Keberadaan kampung ini diakui secara dinas dan juga adat. Kepala Lingkungan Kampung Bugis Serangan, Muhadi, yang dihubungi Jumat (10/5) lalu, mengakui kehidupan toleransi antara warga

Muslim di Kampung Bugis dengan umat Hindu yang tersebar di lingkungan lainnya di kelurahan tersebut, sangat baik. “Kami sudah hidup rukun sejak nenek moyang kami. Tidak pernah ada gejolak dalam melaksanakan kegiatan adat dan agama. Semua berjalan sangat harmonis,” ujar Muhadi yang ditemui di Kantor Lurah Serangan. Terjaganya kerukukan dan toleransi antarwarga di Serangan, tidak lepas dari keberadaan empat pilar ‘’S’’ yang dijunjung bersama. Hal. 11 Serangan

BPM/eka

KAMPUNG BUGIS Suasana kehidupan di Kampung Bugis di Serangan.

ISTILAH Nyama Slam adalah salah satu bahasa panggilan atau bentuk keakraban umat Hindu kepada umat Islam. Dengan menyebut Nyama Slam orang Bali seolah-olah

memberikan posisi kepada orang Islam sebagai saudaranya. Kemudian ada istilah Galungan Islam, Galungan Buddha. Itu adalah salah satu bentuk toleransi yang paling

mulia dilakukan krama Bali kepada kelompok minoritas di Bali,” tandas praktisi Agama Hindu, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., Sabtu (11/5) kemarin. Dosen Filsafat Hindi Unhi Denpasar ini mengatakan, sebagai manusia beragama, kita mesti selalu menempatkan nilai agama dalam setiap aspek kehidupan. Terlebih Hindu memahami bahwa bumi ini adalah satu rumah, sehingga yang diajak hidup adalah saudara-saudara yang

BPM/ist

perlu dan mutlak dihormati. Apalagi, Hindu menganggap bahwa manusia itu sejatinya adalah alam semesta (Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit), lalu alam ini merupakan sthana dari Tuhan. Tuhan dianggap ada dalam diri kita sebagai sumber penyebab Hidup. Semua makhluk pun ada unsur penyebab hidup (jiwatman, janggaman dan sthawara). Hal. 11 Kesadaran Totalitas

Khazanah Budaya Islam di Bali

Loloan Miliki Burdah, Pagayaman Lestarikan Nama Bali Kampung Loloan di Jembrana, Desa Pagayaman, kampung Islam di Gelgel, Klungkung hanya sebagian kecil bentuk begitu kuatnya rasa toleransi beragama di Bali. Semuanya menyatu demi menjaga Bali.

KAMPUNG Loloan berada di bantaran Sungai Ijogading. Umat Muslim di sini sudah ratusan tahun hidup rukun dengan umat lain di sekitarnya. Sejumlah tempat dan peninggalan sejarah berkembangnya Islam ada di kampung ini. Selain makam, peninggalan sejarah yang

berusia ratusan tahun masih tersimpan dan terawat, di Kampung Loloan. Peninggalan yang memiliki nilai kekhasan budaya yang bernuansa melayu seperti rumah panggung dan Burdah. Hal. 11 Mirip Rebana

BURDAH - Seni Burdah peninggalan budaya Islam di Kampung Loloan Jembrana.


2

Minggu Paing, 12 Mei 2019

FIGUR

Dukung Program Gubernur UNIVERSITAS Dwijendra (Undwi) Denpasar kini dipimpin rektor baru, Dr. Ir. I Gede Sedana, M.Sc., MMA. Dia bukan orang baru di Undwi karena sebelumnya menjadi dekan Fakultas Pertanian. Usai dilantik oleh Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Dr. Ir. Ketut Wirawan, S.H., M.Hum., pada hari suci Saraswati, Sabtu (11/5) kemarin, Gede Sedana bersama kabinet barunya menjalani upacara majaya-jaya dipimpin Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari. Upacara ini bermakna meraih kemenangan berlandaskan dharma. Gede Sedana mengungkapkan lima tahun ke depan, dia mengaku fokus untuk meningkatkan citra positif Undwi. Melakukan konsolidasi dan menggerakkan potensi civitas akademika ke luar Bali untuk menggarap pasar Indonesi Timur khsusunya NTB dan NTT. Banyak lulusan SMA-SMK menjadi mahasiswa Undwi dan alumninya banyak menjabat. Dengan demikian, pemerintah setempat memberikan beasiswa. Sedangkan beasiswa untuk krama Bali, dia sudah bertemu Gubernur Bali, Wayan Koster. Prinsipnya, Undwi mendukung Nangun Sat Kerthi Loka Bali karena sesuai dengan visi Dwijendra. Makanya pengabdian masyarakat dan penelitian Undwi akan diarahkan membantu percepatan program Gubernur Wayan Koster, selain juga menggandeng Pemkab Badung dan Kota Denpasar. ‘’Kami pun sedang mencari bentuk program KKN ke desa,’’ tegasnya. Kedua, Gede Sedana yang sering menulis artikel pertanian di Bali Post ini akan memperluas jaringan kerja sama dengan kampus luar negeri. Bahkan, sebelum ada MoU, kerja sama sudah dilakukan dengan Nagoya University dan University of Maryland, AS. Dengan Taiwan dijajaki kerja sama dalam bentuk pertukaran mahasiswa, dosen dan budaya. Dosen yang S-3 juga ditingkatkan dari 9 orang menjadi 19 orang lima tahun lagi. Minimal dia targetkan melahirkan dua doktor tiap tahun dan tahun ini melahirkan guru besar perdana. Langkah meningkatkan kualitas dosen dilakukan untuk bisa mencetak lulusan berkualitas. Gede Sedana didampingi para Wakil Rektor Dr. Suar Adnyana, Drs. I Made Sila, M.Pd., dan Drs. I Made Sutika, M.Si., bertekad membawa Undwi lebih baik lagi, fokus pada budaya mutu tetap kuat budaya Balinya. (sue)

LUDES - Toko Dupa Amuei dan rumah milik Rudi Rupian (31) di Jalan Raya Sesetan No. 293 A, Denpasar Selatan, ludes terbakar.

BPM/rah

Diduga Korsleting Listrik, Toko Dupa Terbakar

Denpasar (Bali Post) Saat warga Sesetan merayakan hari Saraswati, Sabtu (11/5) kemarin, dikagetnya dengan terbakarnya toko dupa Amuei dan rumah milik Rudi Rupian (31) di Jalan Raya Sesetan No. 293 A, Denpasar Selatan (Densel). Ditambah tiupan angin cukup kencang, api dengan cepat melalap toko beserta isinya. Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik. Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 11.00 wita. Saat itu, toko yang terletak di selatan Lapangan Pegok ini, dijaga ibu korban, Winasih (50), dan istri korban, Lili Kaa (31). Dari keterangan Winasih, pukul 11.00 wita, dia jaga toko sambil menggendong cucunya. Tiba-tiba dia mencium bau sesuatu yang terbakar.

Winasih langsung mencari sumber bau dan ternyata sumbernya di gudang tempat penyimpanan dupa. Selanjutnya muncul asap disertai kobaran api. “Saksi (Winasih) langsung memberi tahu menantunya yang sedang mengasuh anaknya di dalam kamar bahwa rumahnya terbakar. Mereka langsung keluar dari toko tersebut,” ujarnya. Sedangkan Lili Kaa menyampaikan,

waktu itu dia sedang mengasuh anakanaknya yang masih balita di kamar. Tiba-tiba, ibu mertuanya menyatakan ada api di gudang. Mengetahui hal tersebut, Lili langsung menyelamatkan anak-anaknya yang masih balita dan ibu mertuanya keluar dari TKP. “Berhubung barang-barang yang ada di TKP gampang terbakar sehingga api dengan cepat membesar. Ditambah embusan angin yang kencang mengakibatkan semua barang ludes terbakar,” kata mantan Kapolsek Kuta ini. Sementara korban saat kejadian ada acara di Jalan Dewi Sri, Kuta. Pukul 11.23 wita, dia ditelepon istrinya dan diberi tahu jika toko serta

rumahnya terbakar. Korban bergegas pulang dan sesampainya di TKP, dilihat api begitu besar melalap toko dan rumahnya. Toko dan rumah korban jadi satu. Posisi rumah berada di belakang, sedangkan toko tersebut menjual dupa dan alat-alat persembahyangan lainnya. Pukul 11.30 wita, mobil pemadam kebakaran dan ambulans dari BPBD Kota Denpasar tiba di TKP. Petugas langsung berjibaku memadamkan api yang membesar. “Anggota kami masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. Untuk jumlah kerugiannya masih didata,” ucap mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini. (kmb36)

Tak Dapat Sekolah Negeri

Melanjutkan ke Swasta akan Dapat BOS Daerah

Gede Sedana

BPM/sue

Soal Kematian di TPA

Ayah Bayi Berharap Ada Keadilan Denpasar (Bali Post) Andika Anggara (27), ayah bayi 3 bulan yang meninggal di TPA berharap ada keadilan dari penanganan kasus anaknya. Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat anaknya mulai tidak bergerak ketika berada di kamar, tempat bayi–bayi ditidurkan. Ia memastikan kejadian ini akibat dari kelalaian perawat. Ditemui di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Sabtu (11/5) kemarin, Andika sedang menunggu proses autopsi anaknya. “Kita masih tunggu hasilnya sampai selesai. Saya menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke jalur hukum dan biarkan yang berwenang bekerja,” ujarnya. Ia tetap menempuh jalur hukum untuk kasus kematian anak bungsunya, supaya tidak terulang lagi kejadian yang sama pada anak–anak yang lain. “Karena ini benar–benar kelalaian mereka, sudah ada buktinya dari CCTV pun seperti itu,” tegasnya. Andika mengaku sudah sempat melihat rekaman CCTV di TPA tersebut. CCTV hanya merekam aktivitas di kamar tempat bayi–bayi tidur. Sementara di kamar mandi, tidak ada CCTV. “Memang sudah engga bergerak di kamar tidur,” ujarnya. Ia juga ingin menegaskan bahwa yang menjemput putrinya ketika kejadian tersebut adalah istri dan ibu mertuanya, bukan dirinya. Tadi pagi, ia sudah bertemu dengan pemilik TPA. Dikatakan, pemilik TPA sudah meminta maaf. “Dari pemilik sendiri sudah meminta maaf. Saya pribadi memaafkan, tapi bukan untuk perawatnya yang melakukan itu,” ungkapnya. Dari informasi yang ia dapat, ada 8–9 perawat per hari yang menjaga lebih dari 30 anak setiap harinya. “Di situ harapan saya, kembalikan lagi pada pihak polisi, bagaimana cara pandang polisi ke depannya terhadap TPA ini. Apakah mau ditutup atau seperti apa biarkan polisi yang menjawab. Kalau saya, yang penting keadilannya ada di sini,” ucapnya. Andika menuturkan, masih berat mengikhlaskan kepergian anaknya. “Saya pribadi untuk mengikhlaskan Elora, kita masih berat, karena lagi sayang–sayangnya, umur tiga bulan dia baru belajar senyum, ketawa. Saya ikuti proses jalur hukumnya seperti apa, itu saja,” ujarnya. Rencananya, usai autopsy, jasad anaknya dibawa ke rumah duka di Kertha Semadi, Cargo untuk proses ibadah. Keesokan harinya (hari ini, red) Minggu (12/5) akan dikremasi. (kmb42)

Denpasar (Bali Post) Calon peserta didik yang akan melanjutkan ke SMA/ SMK mestinya tak perlu khawatir lagi bila nanti tidak diterima di sekolah negeri. Pasalnya, Pemprov Bali kini menyiapkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah untuk siswa yang mau bersekolah di sekolah swasta. Dikonfirmasi Jumat (10/5) lalu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, BOS Daerah selama ini memang hanya diterima sekolah negeri, yakni Rp 1,4 juta per siswa per tahun untuk jenjang SMA dan Rp 1,6 juta per siswa per tahun untuk jenjang SMK. Sementara

sekolah swasta hanya mendapatkan BOS dari pemerintah pusat yang langsung ditransfer ke rekening sekolah masingmasing. “Diberikan stimulan supaya mereka (calon peserta didik SMA/SMK, red) yang tidak dapat di negeri, sekolah di swasta ya sama saja. Mereka juga dapat tunjangan,” ujarnya. Menurut Boy, kebijakan yang sudah disepakati bersama DPRD Bali ini berkaitan pula dengan program wajib belajar 12 tahun. Dengan harapan, tidak ada lagi kesan membedabedakan antara sekolah negeri dan swasta. Secara teknis, BOS Daerah untuk swasta paling cepat rencananya dianggarkan

pada APBD Perubahan 2019 atau pada APBD 2020. Mengingat, saat ini belum diketahui berapa jumlah siswa baru yang diterima di sekolah swasta. “Tahun ini, mereka yang tidak dapat di negeri kemudian dia masuk ke swasta, itu yang nanti jumlahnya kita minta dari kepala sekolah. Sepanjang itu sudah siap, berapa besarannya, bisa kita cairkan. Makin cepat kan makin bagus, jangan nunggu tahun depan,” tandasnya. Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta, mengatakan, daya tampung SMA/ SMK negeri dan swasta sesungguhnya memadai bahkan lebih untuk menampung selu-

ruh tamatan SMP tahun ini. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Bali, daya tampung SMA/SMK negeri dan swasta diprediksi 76.395 siswa. Sedangkan jumlah tamatan SMP pada tahun 2019 sebanyak 65.081. Jika semua tamatan SMP nantinya melanjutkan ke SMA/SMK, berarti masih ada sisa kursi 11.314. “Sesungguhnya memadai, bahkan lebih. Tetapi masalahnya kan orientasi peserta didik maupun orangtua, ingin sekolah di negeri,” ujarnya. Sementara pemerintah, lanjut Parta, tidak sanggup menyiapkan SMA/SMK negeri untuk seluruh tamatan SMP. Pasalnya,

jumlah sekolah negeri memang terbatas. Terkait hal ini, sudah ada komitmen yang nanti ditawarkan kepada peserta didik. Jika mereka tidak diterima di sekolah negeri karena sematamata keterbatasan ruang, agar melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Di sana, mereka akan diberikan beasiswa BOS Daerah untuk meringankan bebannya. “Kalau dia mau sekolah di swasta dan swasta-nya tidak mandiri, ya dibantu dengan BOS Daerah. Kalau yang sudah mandiri seperti sekolah-sekolah yang kita kenal selama ini kan mereka tidak perlu BOS lagi,” jelas politisi PDI-P asal Guwang, Gianyar ini. (kmb32)

Maksimalkan Penataan Lingkungan

Sasar Tepian Tukad Rangda Sesetan dengan Seni Mural Denpasar (Bali Post) Setelah sebelumnya sukses mengembangkan inovasi gang hijau dan kampung hijau, kini desa/kelurahan tak hentihentinya berinovasi dengan terus mendorong pengembangan rurung mural. Kegiatan yang diharapkan menjadi wadah kreativitas bagi seniman dan kawula muda ini dapat menambah keindahan lingkungan sekitar. Seperti halnya di Kelurahan Sesetan yang fokus untuk terus mengisi ruang kosong dengan seni mural yang menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk kampus. Di Kelurahan Sesetan sedianya sudah ditata dengan mural di beberapa sudut yakni kawasan Jalan Gurita, Timur Depo Pegok, Jalan Gurita 2, Kampung Bugis, kali ini yang menjadi objek mural yakni Kawasan tepian Sungai Tukad Rangda. Lurah Sesetan, Ni Ketut Sri Karyawati, saat di konfirmasi Jumat (10/5) lalu, mengatakan bahwa pengembangan gang mural ini merupakan bentuk pembangunan dan pengembangan desa yang melibatkan masyarakat. Adanya mural ini memberikan beragam manfaat bagi lingkungan. Selain dapat mempercantik kawasan sekitar dan untuk mengisi ruang kosong lainnya, adanya mural ini tentu menjadi wadah pengembangan bakat melukis dan seni bagi generasi muda. “Dengan adanya seni mural ini tentu dapat menambah keindahan kawasan itu

sendiri, sehingga kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan diharapkan tumbuh seiring kondisi kawasan sungai yang terus dipercantik,” paparnya. Sri Karyawati menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan harus terus dimaksimalkan, sehingga inovasi yang dilaksanakan tepat sasaran. Selain itu, dengan adanya rurung mural ini diharapkan dapat menjadi solusi guna membangkitkan rasa kepedulian lingkungan masyarakat. “Iya kalau lingkungan sungainya sudah indah dan cantik, tentu masyarakatnya harus ikut menjaga dengan tidak membuang sampah sembarangan contohnya,” kata Sri Karyawati. Lebih lanjut, pihaknya mengatakan bahwa guna menyukseskan program tersebut pihaknya turut menggandeng sebuah kampus, CSR dari perusahan sekitar sehingga penataan lingkungan dapat terus dimaksimalkan. Selain itu, pihaknya juga turut memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat atau seniman lokal yang hendak menunjukkan karya muralnya. “Kami akan terus memaksimalkan inovasi penataan lingkungan yang edukatif yang salah satunya adalah mural dengan tema yang mendidik. Jadi, karena ini dibuat dengan partisipasi masyarakat, maka rasa untuk menjaganya bersama pun perlahan kan terus tumbuh,” paparnya. (kmb12)

BPM/kmb

MURAL - Pelaksanaan mural di kawasan tepi Tukad Rangda, Sesetan, Jumat (10/5) lalu.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda , Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Paing, 12 Mei 2019

Stikes Wira Medika PPNI Bali Gelar ”Pamelaspasan” Padmasana

PROFIL Kembangkan Layanan Baru DALAM upaya untuk meningkatkan daya saing dan peran sebagai agen pembangunan di daerah, Bank BPD Bali sedang mengembangkan layanan baru yang dapat mensinergikan layanan LPD sebagai bagian dari fungsi technical assistance. Sehingga tingkat akses layanan perbankan dapat dilayani di seluruh segmen masyarakat. Demikian diungkapkan Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma saat silaturahmi bersama beberapa media, belum lama ini. Bank BPD Bali telah mensinergikan layanan dengan perusahaan fintech sehingga interoperabilitas dengan Bank BPD Bali bisa terjadi. Optimalisasi bisnis proses secara terus-menerus dengan dilakukan pembenahan sehingga kualitas layanan meningkat yang menjadikan jaminan nasabah Bank BPD Bali tetap loyal. Di usianya yang genap berusia 57 tahun pada 5 Juni 2019, Bank BPD Bali berupaya untuk semakin dekat dengan nasabahnya dan meningkatkan kenyamanan area layanannya. Bank BPD Bali yang berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Top BPD BUKU II 2019 oleh Top BUMD Award ini kini telah memiliki 14 kantor cabang, 28 kantor cabang pembantu, 52 kantor kas, 47 kegiatan pelayanan kas, 188 ATM, 5 CDM, 104 EDC, dan 7 unit mobil kas keliling. Bank BPD Bali juga telah meluncurkan layanan produk internet banking bisnis serta bancassurance model bisnis referensi yang bekerja sama dengan PT Equity Life Indonesia. (may)

Puncak Dies Natalis STPBI dan SPB

Berikan Tanda Jasa pada Pendiri Awal

PADA Jumat (10/6) merupakan puncak Dies Natalis STPBI yang berusia 11 tahun dan SPB 19 tahun. Perjalanan panjang untuk mencapai usia tersebut tidaklah mudah. Banyak tantangan dan halangan yang dilalui. Yayasan dan Manajemen STPBI dan SPB berjuang keras agar kampus tercinta dapat tetap eksis serta melahirkan generasi penerus pariwisata yang berkompeten dan ahli di bidangnya. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. I Nyoman Astina, M.Pd., CHT.,CHA. mengatakan, malam itu merupakan malam yang spesial karena ia tetap bisa menghargai orang–orang yang berjasa ikut membidani lahirnya STPBI dan SPB. “Memang ide awal itu datangnya dari saya sendiri. Tapi saya sadari, saya tidak bisa bekerja sendiri, maka saya perlu partner, orang–orang terpilih yang saya anggap mempunyai kompetensi, pemikiran yang sama untuk bisa mengabdikan diri untuk kepentingan anak bangsa khususnya di Bali dan Indonesia pada umumnya,” ungkapnya pada acara yang dilaksanakan di panggung terbuka Gong Perdamaian, Desa Kertalangu, Denpasar. Orang–orang yang ikut mendirikan STPBI dan SPB pada malam itu diberikan tanda jasa. Orang–orang itu adalah pendiri awal yaitu ia sendiri, Made Sudjana, I Gede Widjana, Cornelius, Wayan Arcana, Nyoman Restuyasa, dan Wayan Janten. “Yang paling kami hormati adalah Kepala SMKN 5 Denpasar. Beliaulah yang sejatinya memberikan jalan kepada kami untuk bisa menggunakan sekolahnya pada sore hari, sehingga kami bisa merekrut calon–calon mahasiswa baru pada saat itu pada tahun 2000. Kalau saja beliau tidak mengizinkan, barangkali SPB dan STPBI tidak akan ada seperti saat ini,” bebernya. Ia juga mengucapkan terima kasih dan memberikan tanda jasa pada teman–

temannya yang rela memberikan sertifikat tanah maupun rumahnya untuk diagunkan ke bank agar bisa mendapatkan modal. “Karena kami memang dari sisi finansial tidak punya apa–apa. Akhirnya kami bisa mendapatkan sejumlah dana untuk bisa kami membangun awal di kampus kami di Jalan Kecak No. 12. Pada saat itu kami hanya bisa 1 lantai, kemudian dua lantai, berikutnya 3 lantai, tahun berikutnya menjadi 4 lantai dan terus berkembang. Sampai sekarang kami syukuri kampus kami memiliki 1,2 ha lahan yang menjadi milik yayasan dan gedung yang sangat megah dan representatif untuk mahasiswa belajar mendapatkan pembelajaran yang berkualitas,” kenangnya. Sejumlah tokoh–tokoh pariwisata hadir pada malam itu. Penyanyi ternama Marion Jola dan Jesse Wilde juga hadir mengisi acara dan disambut antusias pengunjung yang hadir. Rangkaian acara yang dimulai dari pukul 15.00 Wita itu juga diisi dengan penampilan dari Archipelagi Traditional Dance, Modern Dance, Tri Hoop, Dance Cover Korea, Barongsai, Bon Odori, Band Performance, Flair Bartending-Juggling, Fashion Show, Fire Work. Ketua STPBI I Made Sudjana, S.E., MM., CHT. Dalam sambutannya mengatakan, perjalanan panjang SPB sejak tahun 2000 merintis bersama-sama dan secara perlahan terus meningkatkan diri, membenahi diri hingga akhirnya pada 2008 mulai institusi baru yaitu STPBI. Ia sendiri mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang sudah ikut membesarkan lembaga tersebut. Sudah banyak prestasi yang diraih baik dosen dan mahasiswa. Ke depan masih banyak tugas dalam rangka meningkatkan status baik akreditasi prodi dan institusi. Ke depan ia juga akan membuka prodi baru termasuk prodi S-2. (ad485)

TANDA - Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun memberikan tanda jasa kepada para pendiri awal SPB dan STPBI.

Implementasikan ”Tri Hita Karana”

BPM/ara

PURA - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, saat melaksanakan bhakti Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (11/5).

Saraswati Puja di Pura Agung Jagatnatha

”Pamedek” Dilarang Gunakan Tas Plastik

Denpasar (Bali Post)Serangkaian Hari Suci Saraswati yang diperingati umat se-Dharma setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Pemkot Denpasar melaksanakan puja dan bhakti Saraswati yang dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Sabtu (11/5). Umat terlihat sejak pagi sudah memadati Pura Jagatnatha Denpasar. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama sejumlah pimpinan OPD, Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Rangkaian puja dan bhakti Saraswati di Kota Denpasar berlangsung khidmat yang diawali dengan pengilen-ilen tari Rejang Dewa, tetabuhan Semarapegulingan, kekidungan, Wayang Lemah serta tari Rejang Renteng. Seluruh rangkaian puja dan bhakti Saraswati diakhiri dengan ngarga Tirta Saraswati dilanjutkan dengan persembayangan bersama yang di-puput Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga, Griya Tegal Denpasar. Dalam kesempatan tersebut juga turut disosialisasikan Perwali Nomor 36 Taun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik sekali pakai, sehingga para pamedek yang hendak bersembahyang di Pura Agung Jagatnatha tidak diperkenankan membawa plastik sebagai pembungkus canang maupun sarana tempat tirta. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, bahwa momentum peringatan Hari Suci Saraswati ini tentunya wajib dimaknai bersama oleh seluruh umat se-Dharma dimanapun berada. Hal ini lantaran Hari Suci Saraswati diperingati sebagai piodalan Sang Hyang Aji Saraswati yang telah menganugerahkan ilmu pen-

getahuan bagi kehidupan manusia. Rai Iswara menambahkan, ilmu pengetahuan merupakan elemen penting dalam kehidupan manusia. Dimana ilmu merupakan senjata dalam mengarungi kehidupan. Sehingga keberadaan ilmu pengetahuan menjadi penting bagi kehidupan manusia di alam semesta ini. “Kami segenap jajaran Pemerintah Kota Denpasar mengucapkan selamat Hari Suci Saraswati bagi seluruh umat se-Dharma, semoga momentum hari suci ini dapat kita manfaatkan bersama sebagai ajang introspeksi diri dan meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam prabhawa-nya sebagai Sang Hyang Aji Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan,” jelasnya. Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwantara menjelaskan, bahwa bhakti Saraswati ini secara rutin dilaksanakan sebagai ajang untuk menyampaikan rasa syukur atas ilmu pengetahuan yang kita miliki saat ini. Tentunya seluruh pamedek dapat melaksanakan persembahyangan hingga malam hari dan dilanjutkan dengan Bhakti Banyu Pina-

ruh dan penyucian diri . “Setalah ngarga tirta, persembahyangan akan terus dilaksanaka hingga malam hari dan berakhir saat pelaksanaan Banyu Pinaruh keesokan harinya, yakni pada Redite Paing Wuku Sinta yang identik sebagai hari penyucian diri,” ujar Raka Purwantara. Sementara, salah seorang Pecalang I Nyoman Suarjana mengatakan, bahwa pamedek yang tangkil tidak lagi diperkenankan membawa plastik sebagai tempat canang dan sarana nunas tirta. Hal ini selain untuk mentaati Perwali Nomor 36 Tahun 2018, juga untuk menghindari adanya sampah plastik di kawasan pura. “Iya untuk menghindari adanya sampah plastik yang tentunya dapat mencemari kesucian pura dan tidak enak dipandang, sehingga sebelum memasuki pura kita minta pamedek untuk mngumpulkan plastiknya,” kata Suarjana. Untuk diketahui, selain di Pura Agung Jagatnatha Bhakti Saraswati juga dilaksanakan di Pura Agung Lokanatha, Lumintang yang di-puput Ida Pedanda Gede Putra Mas, Griya Siangan Balun. (kmb12)

STIKES Wira Medika PPNI Bali menggelar upacara pamelaspasan, pedudusan alit lan mendem pedagingan di Padmasana kampus setempat, Sabtu (11/5). Kegiatan itu dirangkai dengan melaksanakan upacara piodalan yang bertepatan dengan Hari Suci Saraswati. Namun yang istimewa, Padmasana kini dipindah ke tempat baru yang lebih luas dan hijau. Meskipun masih tetap di area lingkungan kampus. Upacara di-puput Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Dwija Hari Murti dari Geriya Dwija Batur Tohjaya, Tonja, Denpasar. Tidak hanya diikuti seluruh civitas akademika, tapi juga dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jayanegara mewakili Wali Kota, Camat Denpasar Utara, Lurah Tonja, serta para klian lingkungan dan klian banjar se-Kelurahan Tonja. “Saat ini acara dan upacaranya agak lebih mengkhusus. Mulai dari macaru, mendem pedagingan, malaspas, kemudian ngaturang piodalan,” ujar Ketua Yayasan Samodra Ilmu Cendekia Bali, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT, CHA. Astina juga mengaku ingin lebih mendekatkan kampus dengan masyarakat di Kelurahan Tonja untuk eksistensi Stikes Wira Medika PPNI Bali. Pihaknya terus berupaya memberikan kontribusi positif. Seperti melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam hal edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. “Itu yang kami lakukan dari sisi kesehatan, karena memang betul kami adalah bergerak di bidang kesehatan,” jelas pria yang turut ngayah menari topeng tua dalam prosesi upacara tersebut. Berkaitan dengan Hari Saraswati, lanjut Astina, bermakna menghargai dan memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia. Jadi untuk kepentingan yang positif, bukan hal-hal negatif, sehingga umat manusia lebih sejahtera, damai, dan hidup berbahagia berdampingan dengan sesama manusia. “Itu barangkali esensi yang mendasar, jadi kita juga berterimakasih kepada Ida Sang

Hyang Widi Wasa, dalam hal ini Dewi Saraswati, karena beliau sudah menurunkan ilmu pengetahuannya dan kita dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan ini untuk kesejahteraan kita,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Stikes Wira Medika PPNI Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, MM. mengatakan, upacara pamelaspasan, pedudusan alit lan mendem pedagingan di Padmasana setempat merupakan program yayasan dalam rangka mendukung pengembangan kampus. Terutama mengembangkan sarana prasarana dan infrastruktur, agar kampus betul-betul memenuhi kriteria go green. Hal ini masih terkait pula dengan implementasi Tri Hita Karana (Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan). “Ini tentu berkaitan juga dengan upaya-upaya kita di dalam mengembangkan proses pendidikan di Stikes Wira Medika ini agar bisa menghasilkan lulusan yang betul-betul menjadi tenaga kesehatan yang berkualitas, mempunyai kompetensi tinggi, dan juga etika moral yang tinggi,” ujarnya. Sudarsana menambahkan, kegiatan keagamaan merupakan salah satu bentuk pembangunan karakter dan mengasah kecerdasan spiritual. Dimanapun nanti para mahasiswa bekerja, penyedia tenaga kerja diharapkan bisa melihat bahwa lulusan Stikes Wira Medika sudah siap bekerja. Sekaligus memiliki ciri khusus berupa kompetensi dan karakter unggul. Dalam hal ini, ada keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritualnya. “Kita tidak hanya teori, tapi memang di dalam aplikasi mulai dari kampus kita sudah berikan ruang-ruang untuk mereka berkembang,” imbuhnya. Untuk aspek intelektual, lanjut Sudarsana, dipersiapkan mulai dari kurikulum sesuai standar nasional, organisasi profesi, dan asosiasi pendidikan. Kemudian ditambah dengan muatan lokal yang memang mendukung kompetensi. Pihaknya juga menyiapkan mahasiswa agar bisa diterima bekerja hingga ke luar negeri, khususnya Jepang. (ad840)

PADMASANA - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jayanegara tampak menghadiri upacara pamelaspasan, pedudusan alit lan mendem pedagingan di Padmasana Stikes Wira Medika PPNI Bali.

Temukan Spirit Saraswati Saat Gunakan Medsos Tidak ada sesuatu di dunia ini yang dapat menyamai kesucian ilmu pengetahuan. Bait sloka Bhagawadgita IV.38 ini memberi penekanan bahwa ilmu pengetahuan sangat penting bagi umat manusia. Itulah sebabnya, umat Hindu memberi penghormatan khusus kepada hari turunnya ilmu pengetahuan dalam bentuk perayaan hari suci Saraswati. Bahkan, umat Hindu sering menyebut Saraswati sebagai peringatan turunnya Weda. Sebab, Dewi Saraswati yang menganugerahkan kerahayuan, kebijaksanaan, kewibawaan, dan pengetahuan itu sendiri. BULAN Mei 2019 bisa dikatakan bulan pendidikan. Sejumlah agenda pendidikan dilaksanakan bulan ini mulai dari UNBK, UNKP, USBN, Hardiknas, pengumuman kelulusan, hingga hari suci Saraswati. Ada satu hal yang menjadi renungan kita bersama pada era disrupsi ini yakni tantangan kemajuan iptek dan maraknya medsos. Para guru mulai merasa kewalahan menanamkan budaya gemar membaca buku, menegakkan disiplin akibat siswa lebih banyak waktunya untuk medsos. Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari dari Griya Wanasari, Sanur memberi pencerahan bahwa spirit Saraswati ada di seluruh ilmu pengetahuan baik pengetahuan yang bermakna bagi umat manusia, juga

bisa dalam bentuk menghancurkan umat manusia. Ida pedanda menegaskan jangan salahkan medsos. Dia bagian dari kemajuan iptek. Iptek ada yang positif dan negatif. Nah, sekarang tergantung manusia mampu tidak menemukan Saraswati yang terbaik. Mestinya, ilmu pengetahuan yang disebut Saraswati itu yang perlu diperkuat dalam memanfaatkan medsos. Bukan sebaliknya, gara-gara medsos kita saling bunuh, dll. Jika manusia itu memang bebal, bagaimanapun juga Saraswati akan ditolak. Makanya guru jangan salahkan medsos, cerdaslah memilih. Jika ingin hasil belajar baik, kita harus tekun belajar di sekolah yang tepat. Guru harus menyesuaikan diri dengan kemajuan TI, anak adalah kertas pu-

tih. Guru ikut memberi andil menggoreskan kepribadiannya. Untuk itu, dia mengajak umat Hindu mementingkan ilmu pengetahuan berlandaskan satya (kebenaran), siwam (kemuliaan), dan sundaram (keindahan). Pengamat pendidikan yang juga Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Dr. I Ketut Wirawan, S.H., M.Hum., menekankan perayaan Saraswati sangat penting dimaknai sebagai kesadaran umat manusia untuk memerangi kebodohan. Pada era penuh persaingan ini, Bali memerlukan SDM yang cerdas dan kuat karakternya. Sebab,

diyakini kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan. ‘’Supaya tak miskin kejarlah ilmu pengetahuan setinggitingginya,’’ ujarnya. Kesadaran ini, kata Wirawan, harus tumbuh di semua insan Dwijendra dan umat Hindu di Bali. Cara paling sederhana namun sulit dilakukan adalah sejauh mana kita bisa mengalahkan musuh dalam diri kita sendiri. Di antaranya nafsu loba, marah, iri hati dan sebagainya. Dia setuju guru dan dosen tak boleh kalah dengan kemajuan iptek dan medsos. Jadikan kemajuan medsos untuk menambah wawasan

dan ilmu pengetahuan. Kepala SMA Dwijendra Denpasar, Drs. I Made Oka Antara, M.Hum., juga menegaskan kemajuan gadget dan medsos di satu sisi merupakan ancaman bagi peran guru pengajian di sekolah, di sisi lain juga sebuah peluang sejauh mana guru memanfaatkannya untuk pendidikan normatif yakni menjadikan manusia yang lebih baik. Caranya guru harus mau belajar banyak dari kemajuan iptek, kemudian mereduksi pengaruh negatif medsos. ‘’Tinggal guru dan siswa pandai-pandai memanfatkan medsos,’’ tegasnya. (sue)

Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari

I Ketut Wirawan

Made Oka Antara


4

Minggu Paing, 12 Mei 2019

Penulisan Bahan Bacaan Literasi

Mengajak Para Pendidik Membangun Literasi yang Mudah Dipahami SALAH satu upaya menstimulasi perkembangan anak untuk usia dini adalah stimulasi perkembangan bahasa. Belajar bahasa yang sangat krusial terjadi pada anak sebelum enam tahun. Pada rentang usia 3/4 sampai 5/6 tahun, anak mulai memasuki masa pra-sekolah yang merupakan masa kesiapan untuk memasuki pendidikan formal yang sebenarnya di Sekolah Dasar. Untuk itulah perlunya diadakan kegiatan Penyusunan Bahan Bacaan Literasi Jenjang Pramembaca, Membaca Dini, dan Membaca Awal. Tujuan untuk penyediaan bahan bacaan literasi yang diharapkan mampu memenuhi kekuarangan bahan bacaan bagi anak-anak usia pramembaca, membaca dini, dan membaca awal di Provinsi Bali.

Kata-kata dengan demikian adalah manifestasi Saraswati yang secara fisik didengar lalu diserap oleh indra pendengaran seseorang ketika bertutur dengan mitra wicaranya. Memang benar kata-kata yang didengar itu tidak hilang untuk sementara karena otak memiliki memori yang tidak kita ketahui dengan pasti berapa besar kapasitasnya. Kita juga tidak pernah menghitung dalam sehari, berapa kata yang didengar dan mampu diingat oleh otak? Tidak hanya itu, kita seringkali tidak terampil dan tidak punya kekuasaan penuh untuk memilah sari-sari kata yang mesti didengar atau ‘’sampah kata” yang mesti kita buang ke tempatnya. Entah kenapa ‘’sampah kata” yang bisa melukai perasaan pemiliknya lebih lama melekat dalam ingatan. Dari seratus ujaran baik, satu ujaran yang menyakitkan bisa diingat oleh otak bahkan hingga akhir hayat.

Hari Saraswati

Keindahan Memahami Kata-kata

SABAN enam bulan sekali, masyarakat Hindu memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan ke dunia yang diperantarai oleh seorang ibu bergelar Saraswati. Ketika turun ke dunia, beliau tidak hanya berkenan menempati bangunan mati berbentuk fisik-material, tetapi juga berstana di tubuh manusia yang hidup bernama lidah. Di tengah hiruk-pikuk kata-kata yang berseliweran di wilayah publik pasca-pilpres, ada baiknya merenungkan kembali makna hidup melalui hari Saraswati. Di Bali masyarakat mengidentikkan dengan rasa syukur atas turunnya ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan umat manusia. Lidah sebagai stana Saraswati disebutkan secara simbolis-filosofis dalam karya sastra ‘’Uttara Kanda’’. Pustaka itu menarasikan fragmen turunnya Saraswati ke lidah ketika Brahma hendak memberi anugerah kepada raksasa yang bernama Kumbakarna. Menyusupnya Saraswati ke lidah Kumbakarna menyebabkan dia kehilangan kendali untuk menyampaikan harapannya usai melakukan tapa brata yang berat. Kumbakarna gagal mendapatkan anugerah kesenangan abadi atau sukasadda karena Dewi Saraswati membelokkan lidahnya sehingga dia mengucapkan permohonan untuk tidur terus (supta saddha). Berangkat dari perenungan terhadap cerita di atas kita mendapatkan kesan bahwa lidah sebagai penghasil kata-kata menjadi manifestasi utama pengetahuan atau Saraswati. Baik dalam karya sastra maupun realita, kata-kata yang diujarkan orang menjadi parameter sejauh mana dia terpelajar atau kekurangan ajar. Dalam karya sastra ‘’Bhisma Parwa’’, misalnya, kata-kata yang diucapkan Krisna mampu mencerahkan kegelapan batin dari Arjuna menghadapi situasi perang. Sementara itu, dalam karya sastra ‘’Bharatta Yuddha’’, kata-kata Bhagawan Biasa menyingkirkan kabut yang menyelimuti kekacauan pikiran Drupadi pascakematian anak-anaknya. Kata-kata dengan demikian adalah manifestasi Saraswati yang secara fisik didengar lalu diserap oleh indra pendengaran seseorang ketika bertutur dengan mitra wicaranya. Memang benar kata-kata yang didengar itu tidak hilang untuk sementara karena otak memiliki memori yang tidak kita ketahui dengan pasti berapa besar kapasitasnya. Kita juga tidak pernah menghitung dalam sehari, berapa kata yang didengar dan mampu diingat oleh otak? Tidak hanya itu, kita seringkali tidak terampil dan tidak punya kekuasaan penuh untuk memilah sari-sari kata yang mesti didengar atau ‘’sampah kata” yang mesti kita buang ke tempatnya. Entah kenapa ‘’sampah kata” yang bisa melukai perasaan pemiliknya lebih lama melekat dalam ingatan. Dari seratus ujaran baik, satu ujaran yang menyakitkan bisa diingat oleh otak bahkan hingga akhir hayat. Itulah salah satu kelemahan dari ujaran yang disampaikan secara lisan. Tuturan itu akan lenyap dilahap udara dan sirna seiring melemahnya kemampuan otak akibat umur yang tak mampu diukur. Para pelajar di masa lampau sangat menyadari hakikat alami ini. Oleh sebab itu, mereka menciptakan simbol-simbol visual yang dapat digunakan untuk mengabadikan sari-sari pemikiran, sari-sari pengetahuan, dan sari-sari pengalaman hidupnya sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Simbol Simbol-simbol visual itu semula sangat sederhana berupa tampak-tampak tangan yang ditempel di dinding gua. Melalui simbol itulah mereka menunjukkan eksistensinya. Seiring kemajuan daya berpikir dan berkreasinya, manusia lalu menciptakan tanda-tanda yang identik dengan alam sekitarnya. Gunung diwujudkan dalam bentuk segitiga, matahari/bulan dalam wujud bulat, areal diwujudkan dalam bentuk segi empat, dan seterusnya. Tidak hanya berhenti pada simbol-simbol alam, pengetahuan yang dimiliki

Kisara

manusia menuntunnya untuk membuat simbolsimbol yang dapat mewakili ujaran. Pada awalnya simbol-simbol ujaran itu mewakili suku kata seperti ka, kha, ga, gha, nga, selanjutnya mereka berhasil menemukan simbol yang mewakili satu bunyi untuk satu simbol. Evolusi kemampuan dan kemajuan berpikir manusia dalam menciptakan simbol itulah yang menghasilkan aksara. Aksara berasal dari bahasa Sanskerta yaitu akar kata a yang artinya tidak dan ksara yang artinya termusnahkan. Dengan demikian aksara berarti sesuatu yang tidak termusnahkan. Kenapa disebut tidak termusnahkan? Karena aksara berfungsi mengawetkan dan mengabadikan pikiran melalui kata-kata dalam wujud grafis dan visual. Aksara-aksara inilah yang menanggung beban untuk mengabadikan pengetahuan pascadituturkan atau diwahyukan secara lisan. Oleh sebab itu, dalam keyakinan para intelektual-spiritual di masa lampau, aksara lalu dijadikan stana untuk memuja pengetahuan atau Saraswati. Bersandar pada uraian di atas, kita mengetahui bahwa ada proses penggenahan Saraswati dari lidah dalam tubuh manusia sampai pada aksara. Hal inilah yang menyebabkan pada saat hari suci Saraswati untuk sesaat dari pagi hari sampai siang, kita tidak diperkenankan membaca aksara karena Saraswati sedang diturunkan dalam aksara-aksara tersebut. Yang dipuja sekali lagi adalah aksara, bukan medianya! Karena masyarakat di masa lampau menulis di atas lontar maka secara sederhana dikatakan mantenin lontar (mengupacarai lontar). Sejatinya bukan lontarnya yang dipuja tetapi aksara sebagai sarana menuangkan pengetahuan, aksara sebagai media literasi yang mencerdaskan! Sayang, usai mengupacarai lontar, budaya literasi tidak berlanjut. Membersihkan dan mengupacarai hanya sebatas ritual yang tidak termanifestasi menjadi aktivitas literal berupa baca-tulis yang masif dan berkesinambungan. Saat ini, Saraswati juga disimbolkan dengan patung di hampir setiap instansi pendidikan. Penting direnungkan, semoga saja ini tidak bermakna daya literasi aksara kita menjadi semakin melemah akibat daya pikat perwujudan fisikal. Parahnya lagi, apabila proses pematungan itu menyebabkan orang tidak menemukan sisi keindahan atau kecantikan halus di atas guratan aksara yang sama-sama sebagai stana Saraswati. Saat Dewi Saraswati turun pada Saniscara Umanis Watugunung kita puja beliau dengan sarana sesaji untuk mendapatkan anugerah pengetahuan. Usai memuja dengan sesaji, setiap harinya kita puja Saraswati dengan sarana kesungguhan dan kerendahan hati agar jernih pengetahuan dapat ditimba lalu mengalir ke ceruk-ceruk batin. Pustaka ‘’Sri Purana’’ menekankan upacara tersebut hanya dilakukan dari pagi sampai siang, sebab ketika sore beliau telah kembali ke Brahmalaya. Kenapa demikian? Barangkali Saraswati adalah simbol fajar baru yang senantiasa mengusir kegelapan hati dan pikiran melalui pengetahuan. Sudah saatnya, Saraswati menjadi momentum kebangkitan kesadaran literasi. lPutu Eka Guna Yasa

Literasi Penyediaan Bahan Bacaan Jenjang Pramembaca meliputi bahan bacaan literasi ditujukan untuk anak usia 3-4 tahun guna melatih anak-anak mengenal huruf dan angka; proporsi bahan bacaan literasi, yaitu 90% berupa gambar dan 10% berupa tulisan; pemilihan huruf, perwarnaan, dan ilustrasi disesuaikan dengan anak usia 3-4 tahun; dan kertas glosi dan kover dengan ilustrasi yang menarik. Penyediaan Bahan Bacaan Jenjang Membaca Dini, bahan bacaan literasi ditujukan untuk anak usia 5-6 tahun guna melatih anak-anak mengenal kata dan mulai membaca dengan mengeja; proporsi bahan bacaan literasi, yaitu 70% berupa gambar dan 30% berupa tulisan; pemilihan huruf, perwarnaan, dan ilustrasi disesuaikan dengan anak usia 5-6 tahun; dan kertas glosi dan cover dengan ilustrasi yang menarik. Penyediaan Bahan Bacaan Jenjang Membaca Awal meliputi bahan bacaan literasi ditujukan untuk anak usia 7-8 tahun guna melatih anak-anak

membaca singkat dan lancar; proporsi bahan bacaan literasi, yaitu 50% berupa gambar dan 50% berupa tulisan; pemilihan huruf, perwarnaan, dan ilustrasi disesuaikan dengan anak usia 7-8 tahun; dan kertas glosi dan cover dengan ilustrasi yang menarik. Bacaan Bahan bacaan tersebut telah melalui berbagai proses penilaian oleh dewan juri dan menetapkan masing-masing kategori dua pemenang yang mendapatkan hadiah dari Balai Bahasa Bali. Pemenang Sayembara Penyusunan Bahan Bacaan Literasi Jenjang Pramembaca se-Bali, Kamis, 9 Mei 2019, ketiga dewan juri yaitu Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten, M.Hum., Ni Putu Citra Sasmita, dan Nuryana A. Asmaudi telah menetapkan dua pemenang dengan penilaian yang selisih kurang dari 5 poin. Kedua pemenang tersebut adalah Ade Asih Susiari Tantri (Buleleng) menulis cerita berjudul ‘’Biji Bunga’’ dengan skor 244,4 dan cerita berjudul ‘’Rumahku’’ yang ditulis oleh I Gusti Made Dwi Guna, S.Pd. (Denpasar) mendapat skor 240. Untuk pemenang kedua, I Gusti Made Dwi Guna, pernah juga memenangkan Sayembara Penyediaan Bahan Bacaan Litreasi Tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (sekarang Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan) tahun 2017 lalu. Untuk Pemenang Sayembara Penyusunan Bahan Bacaan Literasi Jenjang Membaca Dini Se-Bali, dewan juri terdiri atas Dra. Ida Ayu Oka Rusmini, Ketut Syahruwardi Abbas, dan I Made Sujaya, M.Hum. telah memutuskan dua pemenang sebagai berikut. Pemenang pertama dengan judul ‘’Si Ana Memerangi Sampah Plastik’’ yang ditulis oleh Ketut Agus Sarjana Putra (Karangasem) dengan skor 860 dan Luh Eka Susanti (Tabanan) menulis cerita berjudul ‘’Ulat Si Gembul’’ mendapat skor 802. Pemenang Sayembara Penyusunan Bahan Bacaan Literasi Jenjang Membaca Awal se-Bali, tiga dewan juri teridiri atas Dr. I Wayan Artika, M.Hum., Wayan Jengki Sunarta, dan Made Adnyana Ole menetapkan dua buku terpilih dengan judul dan nama penulis berikut. Pemenang satu atas nama Atrari Senudinari (Denpasar) dengan judul buku ‘’Mumu dan Kupu-Kupu Merah’’, dengan skor 232 dan pemenang kedua bernama I Ketut Sandiyasa (Karangasem) dengan judul ‘’Liburan di Desa Budakeling’’ dengan skor 188. I Ketut Sandiyasa ini pernah memenangkan sayembara yang sama tahun 2018 lalu yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Bali. Para pemenang masing-masing kategori berhak mendapatkan hadiah, berupa uang tunai Rp 7,5 juta, piagam, dan trofi.

Catatan Ada catatan dari dewan juri untuk kedua pemenang dari tiga kategori sayembara. Penulis masih perlu melakukan revisi dan perbaikan naskah yang ditulis, baik dari segi grafika, materi, dan bahasanya. Buku pramembaca menitikberatkan pada kekuatan visual serta konektivitas ilustrasi dengan isi, gagasan, dan alur cerita di dalam buku. Buku pramembaca diharapkan bisa memantik pengalaman kognitif anak berusia 3 sampai 4 tahun dengan mengajak anak untuk berimajinasi dengan mengenal benda di sekitarnya serta situasi yang mampu mengembangkan olah jiwa, rasa dan karsa anak. Ide dan gagasan cerita yang sederhana dan diambil dari keseharian anak, disajikan dengan ilustrasi yang menarik menjadikan buku ‘’Biji Bunga’’ menjadi pemenang utama buku pramembaca. Tidak hanya itu, buku ini memantik anak untuk melakukan hal yang kreatif, mengambil keputusan kreatif, mengenal alam sekitar, menemukan dan menggali pengetahuan dari konflik sederhana yang ditulis dalam buku ‘’Biji Bunga’’. Kemudian, pemenang kedua adalah buku ‘’Rumahku’’. Buku ini menghadirkan gagasan yang menarik mengenai kearifan lokal budaya Bali dan mengenalkan anak dengan alam benda di sekitar rumah terutama rumah tradisi Bali. Buku ini cukup penting dalam mengenalkan anak sejak dini mengenai kekayaan warisan kebudayaan, sehingga akan timbul rasa ingin tahu yang lebih mendalam mengenai akar budaya dan tradisi dalam tumbuh kembang anak. Dengan bimbingan orangtua dalam memandu anak untuk belajar membaca dan mengenal mengenai objek, alam sekitar, tokoh anak yang kreatif dan berperilaku baik diharapkan akan mengembangkan pemahaman dan kemampuan intelektual, analisis dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Catatan umum juri kategori membaca dini diharapan penulis Bali berani mentransformasi cerita-cerita Bali. Umumnya naskah-naskah buku peserta sayembara belum mengeksplorasi dongeng atau cerita-cerita lokal yang menjadi ciri khas Bali. Kearifan lokal yang diharapkan tergali dari sayembara menjadi kurang dapat dipenuhi. Karakter lukisan Bali juga tidak muncul dalam ilustrasi buku. Padahal, Bali memiliki karakter khas dalam seni lukis yang mestinya bias dimunculkan. Tokoh-tokoh dalam teks maupun gambar tampak tidak berkarakter. Hal ini tampaknya dikarenakan kecenderungan peserta yang membuat ilustrasi menggunakan komputer. Pemenang dalam catatan dewan juri memutuskan pemenang sayembara adalah sebagai berikut. Buku ‘’Si Ana Memerangi Sampah Plastik’’ relatif lebih baik dari segi

narasi dan ilustrasi. Isi naskah relatif aktual dengan penyajian yang mudah dipahami oleh anak-anak usia 5-6 tahun. Naskah ini masih bisa dikembangkan menjadi ceritacerita lain yang lebih sederhana. Akan tetapi, penyajian naskah ini perlu direvisi agar mengurangi aspek didaktis secara verbal. Buku ‘’Ulat si Gembul’’ memiliki narasi yang sederhana tetapi sesuai dengan perkembangan bahasa dan psikologi anak-anak usia 5-6 tahun. Aspek pengetahuan dan pesan moral juga cukup kuat tanpa terkesan menggurui. Namun, tema naskah ini sangat umum dan ilustrasinya juga kurang berkarakter. ‘’Mumu dan Kupu-Kupu Merah’’ secara ilustrasi dan bahasa sangat menggugah. Dari budi pakerti tidak mengurai. Secara isi cerita sangat menarik minat pembaca anakanak. Bahasa teksnya berima dan puitis. Dari segi ejaan sangat tepat. Cerita disampaikan dengan kalimat sederhana dan beragam sehingga tidak monoton. ‘’Mumu dan Kupu-Kupu Merah’’ mampu mengembangkan olah pikir, olah rasa, dan olah karsa anak sejak dini (7-8 tahun). Imajinasi dalam cerita ini jadi kuat dan hidup karena menampilkan tokoh manusia dan binatang. Cerita disampaikan secara logis sehingga tidak mengada-ada. Dari segi format sebagai buku atau penyajian, buku ini sangat menarik dan menimbulkan dorongan untuk membaca. Dengan bahan bacaan semacam ini, kegiatan literasi akan tumbuh. Buku ‘’Liburan di Desa Budakeling’’ menawarkan keindahan yang sederhana dalam ceritanya. Dari segi penggunaan bahasa, sederhana dna didukung dengan penggunaan tanda baca sesuai kebutuhan. Ilustrasi buku ini sangat mendukung teks. Penyajian cerita sangat menarik minat pembaca (7-8 tahun). Isi teks berkaitan dengan pendidikan budi pakerti dan toleransi sejak dini sehingga buku semacam ini sangat penting bagi membangun kebinekaan di Indonesia. Tugas penulis tidak hanya berhenti pada kemenangan semata. Namun, masih ada yang perlu diperbaiki tulisan keenam pemenang sebelum naskah dinilaikan ke Pusat Kurikulum (Puskur) Kemendikbud, Jakarta. Arah dari perbaikan naskah itu, bahan bacaan tersebut akan dikirim ke Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, yaitu akan dilakukan penilaian dan tahap akhir penyelarasan buku berdasarkan hasil penilaian dari Pusat Kurikulum. Semua proses tersebut dilakukan untuk menghasilkan bahan bacaan yang layak bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Selamat kepada pemenang dan satu harapan, semoga Balai Bahasa Bali selalu menciptakan kegiatan yang mampu melibatkan masyarakat Bali di tahun-tahun mendatang. (osi)

Laki-laki Boleh Menangis

‘’Halo kak, aku Aditya. Umurku 17 tahun dan sekarang kelas 2 SMA. Mau cerita dong kak, pernah gak sih kakak dengar kalau cowok gak boleh nangis? Katanya cowok nangis itu cengeng dan banci. Emangnya gak boleh ya kak kalau cowok nangis? Padahal kita kan juga manusia, kak. Kadang aku suka kesal juga kalau ada yang ngomong gitu. Tolong diperjelas dan dijawab ya kak. Makasi banyak kakak-kakak KISARA.’’ Haiii… Aditya, salam kenal ya! Makasi sudah bercerita dengan kami. Kelihatannya kesal sekali ya dengan masalahnya. Benar banget ya banyak yang bilang kalau cowok menangis itu cengeng dan banci. Emang iya, ya? Yuk kita bahas bersama! ‘’Masa anak laki-laki nangis, Cengeng!’’ ‘’Laki-laki harus kuat. Jangan nangis! ’’ Pernah dengar kalimat itu? Dari kecil

Kepala Balai Bahasa Bali Toha Machsum, M.Ag. memberikan pengantar bahwa Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (dulunya bernama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) sudah melaksanakan kegiatan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi sejak tahun 2016. Melalui Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi ini upaya mengembangkan budaya literasi nasional. ‘’Hasil bahan bacaan sudah ditetapkan temanya, yaitu bertema lanskap dan perubahan sosial masyarakat perdesaan dan perkotaan, kekayaan bahasa daerah, pelajaran penting dari tokoh-tokoh Indonesia, kuliner Indonesia, dan arsitektur tradisional Indonesia,” tambahnya. Balai Bahasa Bali sebagai UPT Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, akan menjadi perpanjangan tangan kegiatan literasi akan menyusun kegiatan tahun depan sebagai upaya pembinaan penulis-penulis bahan bacaan literasi di Bali. Misalnya, pertemuan penulis bahan bacaan literasi Provinsi Bali. Masing-masing ketua pantia kegiatan Sayembara Penulisan Bahasan Bacaan Literasi Jenjang Pramembaca, Membaca Dini, dan Membaca Awal melaporkan naskah yang masuk . Wahyu Aji Wibowo menyampaikan bahwa ada delapan naskah masuk kepada panitia dan kedelapan naskah itu lolos syarat administrasi. Puji Retno Hardiningtyas selaku Ketua Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Jenjang Membaca Dini mengatakan ada tiga belas naskah masuk. Untuk kategori Membaca Awal, Ni Nyoman Tanjung Turaieni menyatakan ada empat belas naskah masuk dan semua dinilaikan kepada dewan juri.

istilah itu sudah lekat disematkan pada para laki-laki. Sejak bocah kita sudah dituntut kuat dan dilarang meneteskan air mata. Namun sesungguhnya pria juga sama seperti wanita yang boleh saja menangis untuk menunjukan ekspresinya. Ahli Biokimia William H. Frey melalui studinya menyebutkan bahwa air mata yang menetes akibat emosi tenyata juga

membawa serta racun di dalam tubuh. Bukan cuma racun, ketika menangis tubuh juga secara otomatis memproduksi hormon endorphine. Ini adalah zat yang mirip dengan heroin namun diproduksi secara ilmiah oleh tubuh. Wajar jika dengan menangis ketegangan akibat stres bisa cepat mengendur. Dalam penelitian ini juga ditemukan fakta bahwa menangis punya daya sembuh luka psikologis yang lebih hebat dibandingkan tertawa. Perempuan memang mendambakan sosok yang kuat dan gagah, tetapi ketika laki-laki idamannya menunjukkan sisi manusiawi dengan menangis, mereka justru

akan langsung menaruh simpati. Ini menunjukkan adanya sisi kelemah-lembutan di balik sosok yang kuat tersebut. Para wanita juga dilengkapi naluri keibuan yang tinggi. Jangan heran jika mereka ingin menyayangi pasangannya yang sedang dalam keadaan lemah ketika menangis. Ini serupa dengan pelukan hangat ibu kepada anak laki-lakinya yang menangis karena jatuh dari sepeda. Tangisan juga membuat pria terkesan membuka diri. Sosok pria yang dingin dan misterius memang menarik untuk membuat wanita penasaran. Namun jika sosok dingin ini menangis di depan mereka, justru akan menambah rasa penasaran karena ibarat

buku yang baru terbuka, wanita ingin segera membacanya sampai habis. Lalu, apa berarti kita bisa menangis kapan saja? Nah, walau bagaimana pun seperti disebutkan di atas norma di masayarakat Indonesia masih sedikit tabu untuk melihat pria menangis. Oleh karena itu cobalah untuk tetap mengontrol emosi. Sebagai pria tidak dilarang untuk menangis, berempati, sedih dan perasaan lainnya, tetapi jangan juga terlalu sering mengumbar emosi yang tidak perlu. Jangankan pria, wanita yang terlalu mellow pun tidak akan mendapat tempat yang baik di mata orang lain, bukan?


5

Minggu Paing, 12 Mei 2019

Capricorn: Berbuat baik karmanya tentu akan baik, untuk itu tak perlu terpengaruh orang-orang yang suka usil. Diminggu ini pointnya jangan khawatir karena bintang masih bersinar dengan terangnya, sehingga ada harapan untuk meraih hasil yang memuaskan. Asmara: Kerinduan terobati, namun selanjutnya jangan disakiti lagi hatinya. Aquarius: Suasananya masih sibuk dan banyak tugas yang menjadi tanggung jawab Anda, oleh sebab itu jangan sampai mudah emosi. Jika ingin sukses minggu ini harus tetap tenang dan segala sesuatunya dipikir dengan kepala dingin, jangan grusah-grusuh alias sembrono. Asmara: Pucuk dicinta ulam tiba, melambangkan bahwa cinta Anda tak bertepuk sebelah tangan. Pisces: Jauhi perselisihan kerena hanya buang enerji saja dan sebaiknya meningkatkan prestasi kerjanya. Cari kemajuan dan keuntungan mumpung diminggu ini sikon perbintangan Anda sangat mendukung sekali. Asmara: Cinta ya cinta, tapi jangan buta, sebab itu akan menjadi beban yang berat dan risikonya pun akan merugikan diri sendiri jika tidak pegang aturan. Aries: Waspada saja diminggu ini ada udang dibalik batu, sebab keberhasilan Anda selama ini banyak menarik perhatian dan menimbulkan iri hati, untuk itu jangan terlalu mudah percaya dan cepat memutuskan sesuatu yang masih berupa janji manis di atas kertas. Asmara: Belum saatnya mikir sesuatu yang muluk, lebih baik lihat kenyataan yang ada dan menerima dulu apa adanya. Taurus: Minggu ini banyak income yang masuk namun sayangnya pengeluarannya pun tidak kalah besarnya dengan penghasilannya. Oleh sebab itu berusahalah untuk menghindari semua kegiatan yang bisa mengakibatkan pemborosan tak terduga. Asmara: Apa salahnya meningkatkan perhatian dan kasih sayang padanya sekalipun selama ini sidia diam saja tak pernah menuntut . Gemini: Walaupun dengan perjuangan yang berat dan penuh liku-liku namun diminggu ini bersyukurlah karena impian menjadi kenyataan dan Anda pun bisa tersenyum bahagia menikmati keberhasilan. Asmara: berpura-pura itu baik saja asalkan tujuannya positif bagi keutuhan hubungan Anda. Cancer: Jalinlah korespondensi dengan siapapun juga dan berusahalah untuk tidak membeda-bedakan status ataupun derajat, karena bagaimanapun juga Anda pasti akan membutuhkan sesuatu dari hubungan yang baik itu. Selami apa keinginan dan kepandaian mereka, karena hanya dengan itulah Anda bisa tetap meraih kesuksesan. Asmara: Jangan remehkan kerikil-kerikil yang cukup tajam itu, segera cari solusinya. L e o: Ada berita yang cukup mendadak dan memusingkan kepala, walau begitu cobalah untuk tetap menahan diri dan berusaha untuk tenang, sehingga pikiran dan ide-ide cemerlang bisa tetap muncul. Asmara: Tetaplah membina hubungan yang baik dengannya. Virgo: Kreativitas tidak boleh berhenti hanya karena kegagalan dimasa lalu, tunjukkan bahwa diri Anda masih mampu berdiri dari kejadian pahit dimasa itu. Jadikan hal itu sebagai cambuk untuk meraih kesuksesan dimasa mendatang. Asmara: Jangan hanya memikirkan indahnya untuk saat ini saja, akan tetapi kepentingan dimasa depan itu yang lebih penting. Libra: Diminggu ini cukup banyak peluang dan jebakan, untuk itu jangan cepat tergoda dengan sesuatu yang kelihatannya menguntungkan, sebab jika sembrono maka kerugian besar harus siap-siap Anda tanggung. Asmara: Ada sedikit cekcok mulut dan jika tidak ada yang mau saling mengalah, maka akan tetap seperti itu-itu saja. Scorpio: Berhati-hatilah dalam mengeluarkan statement jangan sampai menimbulkan gejolak yang tentu saja akan mengganggu kestabilan dan keharmonisan dilingkungan kerja Anda. Asmara: Cukup tenang dan cekcok mulut sudah tidak begitu sering terdengar. Sagitarius: Bersikap kritis itu memang tidak salah asalkan didasarkan pada rasio yang ada dengan tidak melibatkan terlalu banyak perasaan, karena kalau perasaan yang memang peranan maka bisa lain lagi ceritanya nanti, Tak perlu takut dimusuhi orang kalau itu memang realita yang ada. Asmara: Masih penuh dengan kegembiraan.

Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 12 Mei - 18 Mei 2019

Mendoakan Bangsa dan Tanah Air a brahman brahmano brahmavarcasi jayatama rastre rajanyah sura isavayo’ativyadhi maharatho jayatam dogdhri dhenurvadhanadvanasuh saptih purandhiryosa jisnu rathesthah sabheyo yuvasya yajamanasya viro jayatam nikame nikame nah parjanyo varsatu phalavatyo na asadhayah pacyantam yogaksemo nah kalpatam (Yajur Veda, 22.22) “O Brahman Yang Maha Kuasa, semoga di negara (kerajaan kami) terlahirkan para pendeta brahmana dengan sinar suci brahmateja yang sangat ahli dalam mantra-mantra suci Veda, semoga di negara (kerajaan kami) terlahirkan para ksatria yang gagah perkasa, para pemimpin yang terampil (dalam segala hal), penembak jitu dan prajurit perkasa, (semoga di negara atau kerajaan kami terlahirkan) sapi-sapi yang memberikan susu berlimpah; lembu-lembu yang kuat membawa beban, kuda yang berlari kencang, para pekerja keras nan rajin, para perempuan berbudaya. Semoga Dewa Hujan mengirimkan hujan teratur sesuai musim, semoga tanaman dan pepohonan penuh dengan buah-buahan matang, semoga orang-orang kita yang spiritual dan pembawa kesejahteraan meningkat terus.” Seorang kenalan, warga DepokJakarta bertanya, “Pak Darmayasa, ada apa kok selalu melakukan doa untuk Bali/Indonesia?” Ada pula Ibu-ibu menanyakan kepada saya, “Apakah bangsa kita sedang dalam bahaya sehingga Pak Darmayasa melakukan doa untuk Bali/Indonesia setiap hari? Bahkan melakukannya khusus di tempat-tempat tertentu?” Seorang kenalan warga Tabanan merasa aneh melihat kami mendoakan Bali/Indonesia setiap hari. Demikian, banyak orang merasa aneh melihat orang mendoakan bangsa dan negara atau tanah kelahirannya setiap hari. Sesuatu yang tidak biasa, dirasa aneh, atau sebagai sesuatu yang kurang lebih bernada “hiburan”. Sesungguhnya, justru pendapat-

pendapat di atas dan sejenisnyalah yang perlu dipertanyakan, bahwa adalah sesuatu yang aneh sebagai warga negara “tidak mendoakan bangsa, negara dan tanah air.” Mendoakan bangsa, negara dan tanah air merupakan kewajiban setiap orang yang lahir, berada dan dihidupi oleh bumi dimana dia sedang berpijak. Sifatnya wajib dilakukan. Jika tidak, orang akan berhutang budi “berat” sehingga akan menghalangi kemuliaan hidup di dunia dan juga setelah meninggal. Sewajarnya, jika orang menerima seharusnya ia juga tidak lupa memberi. Prinsip hidup indah yang selalu kami sampaikan kepada keluarga dan kenalan adalah bahwa sebelum menerima sesuatu dari yang lain hendaknya di dalam batin sudah ada sesuatu yang akan diberikan balik kepada yang bersangkutan. Orang baik-baik selalu mengawali memberi sebelum menerima sesuatu. Jika tidak sempat memberikan kepada yang bersangkutan maka pastikanlah dan siapkanlah sesuatu untuk diberikan kepada yang bersangkutan pada kesempatan lain. Jika karena satu dan lain hal orang merasa tidak memungkinkan untuk memberikan sesuatu, atau tidak yakin mempunyai kesempatan bertemu untuk memberikan sesuatu sebagai balasan kasih kepada yang bersangkutan, maka ia dapat melakukan doa prarthana agar kebaikan dan keselamatan dikaruniai oleh Tuhan kepada orang baik hati yang sedang berada di hadapannya. Inilah langkah bijak untuk “menerima” atau menyangga hati tulus bersih dari orang yang sedang memberikan sesuatu kepada dirinya. Mereka tidak melihat pemberian sebagai benda melainkan adalah hati atau rasa kasih. Hindari mengabaikan apalagi menghina pemberian orang

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

karena ia sangat mahal dan tidak dapat diberikan harga. Ia mengatasi pemberian benda-benda berharga lainnya. Pemberian yang diberikan dengan hati bersih dan tulus ikhlas tidak hanya menyentuh hati orang melainkan langsung menyentuh “rasa kasih” Tuhan yang akan “memaksa” Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang untuk mengaruniai “imbalan” indah kepada yang bersangkutan. Pada mantra Yajur Veda di atas, doa prarthana dimohonkan pada Brahman, Tuhan Yang Maha Pengasih agar memberikan karunia berupa dihadirkan para pendeta dan orang-orang suci Brahmana Brahmavarcasi pada bangsa dan tanah air tercinta. Menambah jumlah pendeta bukan tujuan dalam doa prarthana-nya. Rakyat yang cerdas dan bijak tidak akan mendoakan penambahan jumlah pendeta melainkan memohonkan kehadiran para pendeta bijaksana dan suci yang “brahmana” serta “brahmavarcasi”. Doa prarthana yang disampaikan melalui pikiran barangkali “penting” memasukkan jumlah. Sedangkan pada tingkatan doa prarthana yang disampaikan melalui hati dan rasa akan mengabaikan kuantitas demi kualitas. Doa prarthana yang dihaturkan kepada Tuhan melalui hati dan rasa sangat berhati-hati mempergunakan bahasa atau kalimat. Kuantitas dalam doa prarthana bukanlah keberhasilan, karena sering pula kuantitas justru “menggagalkan” tujuan doa prarthana. Oleh karena itulah doa prarthana yang disampaikan melalui hati dan rasa akan selalu mengedepankan kualitas dengan menomorsekiankan kuantitas. Kehadiran pendeta bijak dan suci dalam tingkatan Brahmana dan Brahmavarcasi diyakini

dengan sendirinya memberikan kesejahteraan dan kedamaian pada bangsa dan negara. Mereka merupakan putra-putra bangsa yang membawa “sinar cemerlang” dalam kebijaksanaan dan pengetahuan yang memberikan “penerangan” kepada rakyat kebanyakan. Pendeta tingkat Brahmana merupakan Pendeta yang diyakini sudah sangat dekat dalam kasih sayang Tuhan. Dalam bahasa Sanskerta kata Brahmana didefinisikan sebagai “brahman janati iti brahmanah”, bahwa para pendeta yang berada dalam tingkatan Brahmana adalah para pendeta bijaksana yang sudah mengetahui Brahman, Tuhan Yang Maha Esa. Tingkatan tersebut dicapainya melalui kesucian serta kekuatan spiritual yang didapatkan melalui praktik-praktik spiritual tapa, brata, yoga-samadhi dalam waktu serta pengorbanan tidak sedikit. Para pendeta tingkatan Brahmana seperti itu merupakan “berlian” bagi bangsa dan negara. Mereka selalu dijadikan tempat “bertanya” dan meminta “tuntunan” serta “arahan” bagi para penguasa zaman dahulu. Oleh karena itu, para pendeta tingkatan Brahmana tersebut dimasukkan ke dalam tingkatan Purohita (Pendeta Penasihat Raja/Presiden) dalam kelompok Navaratna. Pada zaman dahulu para Raja biasanya menunjuk Tim Pendeta Penasihat Raja yang jumlahnya sembilan orang Pendeta, karena itulah diberikan nama Navaratna. Nava artinya sembilan dan Ratna artinya permata berharga. Selain permohonan akan kehadiran para Pendeta yang dalam tingkatan Brahmana, dalam doa prarthana yang disampaikan juga dimohonkan kehadiran para Pendeta yang dalam tingkatan Brahmavarcasi. Para pendeta Brahmavarcasi adalah para pendeta suci bijaksana yang sangat ahli dalam merapalkan mantra-mantra suci Veda. Jika tidak suci, bijaksana dan terpelajar maka tidak mungkinlah para pendeta tersebut mampu mencapai tingkatan Brahmavarcasi. Terlalu banyak pengetahuan yang harus dikua-

sai untuk memasuki tingkatan Brahmavarcasi. Terlalu banyak aturan-peraturan yang harus dipenuhi untuk bisa berada dalam tingkatan Brahmavarcasi. Ia bukanlah tingkatan pendeta “penambah jumlah” melainkan pendeta yang kehadirannya sendiri memberikan segala kemuliaan, kesejahteraan dan kedamaian pada orang atau lingkungan sekitarnya. Seorang Pendeta pada tingkatan Brahmavarcasi harus menguasai pengetahuan tambahan untuk memahami Veda yang dinamakan Vedanga. Terdapat enam jenis pengetahuan khusus yang harus dikuasai oleh para Pendeta Brahmavarcasi, yaitu Siksa (fonetika), Kalpa (pengetahuan-pengetahuan tentang upacara keagamaan), Vyakarana (tata Bahasa Sanskerta), Nirukta (etimologi), Jyotisa (ilmu perbintangan astronomi dan astrologi), dan Chanda (ilmu irama). Keenam pengetahuan khusus tersebut disebutkan sebagai anga (bagian tidak terpisahkan) dari Veda (siksa kalpothavyakaranam niruktam chandasam ca yah, jyotisamayanam caiva vedangani sadeva tu). Doa prarthana demi kejayaan serta kedamaian bangsa dan negara juga adalah harapan serta permohonan akan kehadiran para pemimpin yang memiliki sifat serta kemampuan ksatria sejati. Pemimpin yang Dharmavadi (senantiasa berada dalam dan menegakkan Dharma), Sura (berani dan gagah perkasa) yang selalu membela rakyat yang berada di jalan yang benar namun lemah dan tertindas. Doa juga memohonkan kehadiran para pengusaha dan pekerja yang handal serta rajin, kesuburan tanah air dengan binatang-binatang serta tumbuh-tumbuhan yang subur, indah dan produktif. Doa demi bangsa dan negara merupakan kewajiban setiap warga negara yang baik. Doa tersebut mengarahkan seluruh rakyat untuk bersatu dalam batin dan semangat demi langkah kebersamaan dalam menciptakan, memelihara serta mengembangkan kemuliaan, kesejahteraan, keamanan, juga demi kedamaian bangsa dan negaranya.

MIMBAR AGAMA

Saraswati: Momen ’’Melajahang Raga’’ I Gusti Ketut Widana Filsuf India kenamaan Radhakrishnan (1888-1975) mengemukakan: “hakikat agama tidak terletak pada dogma-dogma dan ritus-ritus serta upacara-upacara menjemukan, tetapi dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan paling dalam dari segala zaman, sanatana dharma, yang merupakan satu-satunya pedoman, bukan semata-mata menyangkut kebenaran, melainkan pandanganpandangan atau pemahaman terhadap kebenaran yang telah diyakini (umat) manusia”. Kebenaran mana menurut umat Hindu secara absolut diletakkan pada keyakinannya terhadap kebenaran Weda. “Sastrayonitwat”: hanya kitab suci cara baik untuk mengenal (kebenaran) Tuhan, demikian tersurat amanat kitab Brahma Sutra, I.1.3. Oleh karena itu, sambung kitab suci Bhagawadgita, XVI.24: “biarlah kitab-kitab suci itu menjadi petunjukmu untuk menentukan

kebenaran, untuk menentukan baik buruknya perbuatan, supaya diketahui dari pernyataan aturan dalam ajaran-ajaran kitab suci untuk engkau kerjakan”. Lalu apa kiat umat mengejawantahkan amanat kitab suci tersebut? Tidak ada cara dan jalan lain selain menggelorakan gairah melajahang raga. Nama kitab suci Hindu “Weda” itu sendiri sesungguhnya sudah mengisyaratkan agar umat Hindu tidak sekadar menjadi penganut agama “KTP-ganda”. Pertama “Keyakinan Tanpa Pengetahuan”, dan kedua lebih parah lagi “Keyakinan Tanpa Pengamalan”. Agama dengan kemahasempurnaan ajaran kitab suci-Nya memang teramat sulit untuk dapat diketahui apalagi didalami oleh umat yang rata-rata bersandar pada dogma gugon tuwon anak mulo keto. Akan tetapi manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang patut bersyukur karena dilengkapi Tri Pramana (bayu, sabda, idep). Dengan anugrah idep itulah manusia dapat melajahang raga lewat cara memfungsikan idep agar terasah sehingga me-

Celuluk dan Demagog IBLIS yang penuh semangat dan beraneka segi, akan terus menggoda atau setidaktidaknya mengganggu manusia sehingga, sebagaimana Iqbal setelah Goethe kemukakan, akan membentuk prinsip-prinsip kegelisahan dalam hidup manusia yang tanpa itu perkembangan spiritual yang sebenarnya tidaklah akan terjadi. ( Peter J. Awn, Tragedi Setan, Iblis dalam psikologi sufi ) “Aku tidak seiman dengan Peter J. Awn, juga tidak terpengaruh dengan tulisannya, namun paparannya dalam buku ‘ Tragedi Setan ‘ mengingatkanku pada sebuah kitab suci yang pernah kubaca. Aku bukan agamais dan spiritualis, namun sebagai penganut Hindu Bali perlu membaca keyakinan lain demi tumbuhnya sikap toleran terhadap semua keyakinan dan perbedaan. Agaknya Awn ingin menjelaskan keberadaan setan atau iblis di dunia astral, yang asumsinya seperti tertulis di atas. Setiap agama kukira meyakini bahwa

brolan BALE BANJAR ARIDUS isi seru sekalian alam diciptakan oleh Tuhan Yang Mahaesa. Kemudian dalam konsep Trimurti di agamaku, selain mencipta, Ida Sang Hyang Widi Wasa juga memelihara ciptaan-Nya, kemudian menarik kembali segala ciptaan tersebut ke asalnya. Ketiga hal tersebut disebut Utpethi, Stithi dan Pralina. Nah, dalam buku suci yang kukatakan pernah kubaca, dijelaskan pada awalnya, sebelum semua ciptaan dibuat, Tuhan menciptakan para malaikat untuk membantu dan menemani-Nya di surga. Suasana

miliki ketajaman dalam berpikir, kritis dalam menganalisis, yang ujung-ujungnya dapat menjadikan umat Hindu semakin cerdas, cerdik, cekatan, dan berkebijaksanaan. Mencapai obsesi tersebut, maka di saat rerainan Saraswati yang setiap enam bulan sekali diperingati, sepatutnya tidak lagi hanya dipandang sebagai ritual rutin tanpa disertai disiplin melajahang raga. Sebab, sebagaimana menjadi pengetahuan umat Hindu pada umumnya, Piodalan Saraswati adalah momen peringatan turunnya ilmu pengetahuan ke dunia. Jadi dalam konteks kekinian tidak cukup lagi hanya dirayakan dengan ngaturang banten Saraswati plus mantenin sekumpulan pustaka, kitab, buku atau lontar. Semestinya, ritual Saraswati digunakan pula sebagai momen kebangkitan, pemajuan dan peningkatan intelektual (dengan melenyapkan awidya), sebagai tangga menuju pendakian spiritual, cita-cita tertinggi sebagai bekal mencapai keabadian Tuhan di alam kekal. Selain itu, sejatinya ada siratan

makna mendalam dari Piodalan Saraswati, bahwa keyakinan umat tentang turunnya ilmu pengetahuan suci saat itu merupakan petunjuk bahwa eksistensi manusia harus selalu diisi dengan ikhtiar melajahang raga untuk penguasaan ilmu pengetahuan (keprajnanan). Sebab itulah satusatunya kata kunci melenyapkan Awidya, kegelapan dan/atau kebodohan seperti tersurat pada kitab Sarasamuscaya, 402: Oleh karenanya, kebodohan itu haruslah dilenyapkan, yakni dengan keprajnanan. Prajna artinya kesadaran atau pengetahuan tentang hakikat hidup. Dengan keprajnanan, maka akan terseberang samudra kelahiran dengan perahu kepandaiaannya. Sedangkan orang bodoh yang tiada memiliki kepandaian tak akan mampu menyeberangi samudra kehidupan”. Suratan sloka Sarasamuscaya tersebut memperjelas tuntunan bahwa hanya dengan melajahang raga, keprajnanan atau penguasaan ilmu pengetahuan, kabut kegelapan/kebodohan dapat dilenyapkan, sebagai upaya meniadakan ketidaktahuan seka-

ligus dapat melihat kebenaran. Dengan ilmu pengetahuan, banyak didapat pelajaran tentang hakikat hidup dan kehidupan. Ilmu pengetahuan adalah kunci untuk membuka wawasan, menyibak kegelapan, menajamkan pikiran dan tentu memajukan sekaligus mencerahkan masa depan. Dunia kini bergerak dan terus berubah semakin maju bahkan telah mencapai kecanggihan tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi. Menghadapi sekaligus mengantisipasi serta mensiasati kemajuan zaman tersebut, pastinya hanya dapat dicapai melalui proses melajahang raga dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sahabat -- Nora’na mitra manglewihahe wara guna maruhur; tiada sahabat yang melebihi ilmu pengetahuan yang sangat tinggi gunanya. Untuk itu kitab suci Bhagawadgita, IV.34, pun mengamanatkan: “Pelajarilah itu dengan sujud, disiplin, dengan bertanya dan kerja berbhakti, orang yang berilmu mereka melihat kebenaran, akan mengajarkan kepadamu pengetahuan itu”.

aman, tenteram dan harmonis menyelimuti peri-kehidupan baik di surga maupun jagat raya. Suasana ricuh mulai terjadi, ketika manusia yang dikatakan sebagai makhluk paling sempurna diciptakan. Karena sekelompok malaikat menolak untuk sujud di hadapan makhluk teranyar itu. Alasannya, karena manusia dibuat dari lumpur hina, sedangkan mereka terbuat dari api. Akibatnya kelompok malaikat yang mbalelo tersebut diusir dari surga dan namanya pun diganti menjadi setan atau iblis! “ tutur Rubag. “Wah, cepat sekali kelompok itu tersinggung dan marah, rupanya hati mereka bersumbu pendek! Padahal , kendati bahan mentahnya berbeda, bukankah ke lumpur yang dikatakan hina itu sudah disemburkan roh suci oleh Tuhan? Sekotor-kotornya barang kalau sudah dibasuh Roh Suci Tuhan, hakikatnya jadi sama, suci dan mulia. Jadi, karena diusir dari surga, akibat dendam teramat sangat mereka selalu menggoda manusia untuk membuat kegaduhan, begitu kan? Pernah juga kubaca, sebelum hengkang dari nirwana, para setan atau iblis tersebut membisikkan eritis sicut Dei yang berarti kamu pun bisa menjadi

Tuhan, ke telinga Adam dan Hawa. Tidak mengherankan bila dalam sejarah manusia dan kemanusiaan yang diwarnai konflik dan perang, di antaranya disebabkan ulah segelintir manusia yang menganggap diri sebagai Tuhan. Karena menganggap diri superior lantaran dihormati dan dimuliakan para pengikutnya, segelintir orang itu royal menghamburkan stigma negatif pada musuh atau orang-orang yang tidak disenanginya. Rupanya pendapat Awn bahwa iblis dengan semangat besar menggoda dan membuat gelisah manusia, agar spiritualitas tumbuh semakin baik sebagai dampak dialektika kebaikan dengan keburukan, mirip seperti cerita di Tari Barong dan Keris di Bali. Sebelum menghilang dari podium, Rangda yang mewakili keburukan menjejalkan kain putih berisi rerajahan ke mulut Barong, simbol kebajikan. Rerajah tersebut berisi pesan, selama kamu Barong ada di dunia, aku Rangda juga akan menjadi sparing partner-mu Inilah yang melahirkan konsep Rwa –bhineda ! “ komentar Nyoman Sudiantara. “Persis, dalam Tari Barong, juga muncul Setan Gundul yang di Bali kita sebut Celuluk,

hahaha. Dia merasuki raga Dewi Kunti dan Patih sehingga mengalami gangguan emosi dan marah tanpa alasan pada Sahadewa. Ternyata Setan Gundul alias Celuluk itu adalah sosok demagog yang menyebar hasutan, fitnah dan kegelisahan, sehingga Kunti yang awalnya terkenal welas-asih tega mengorbankan Sahadewa. Sang Patih yang sebelumnya kasihan melihat Putra Pandu itu, juga dirasuki Celuluk, membuatnya ikut murka dan membenci Sahadewa. Agaknya makhluk astral Setan Gundul terus hadir di dunia buat menggoda manusia, sehingga konflik dan perang terus terjadi. Terutama demokrasi telah menjadi wacana universal dan dalam demokrasi ,khususnya yang tumbuh tanpa tepi selalu lahir para demagog. Demagog dari kata demos berarti rakyat, agogos pemimpin. Secara harfiah sebenarnya demagog berarti pemimpin rakyat, namun sering kepemimpinan diraih dengan hasutan, fitnah dan kebohongan yang dijejalkan pada pengikutnya. Makanya Aristoteles melontarkan adagium, revolusi di negara-negara demokrasi pada umumnya disebabkan oleh ketidakpedulian para demagog,“ ujar Made Surjanegara.


Bali

6

Redité Paing, 12 Mei 2019

Banyu Pinaruh

Rasa Angayu Bagia antuk Paica Kaweruhan SARASWATI wantah sinalih tunggil rerainan sané kamargiang antuk makatah parikrama. Minakadi antuk ngamargiang parikrama pamuspan, upacara yadnya, dharma wacana, dharma tula miwah sané siosan. Punika duaning rerainan inucap wantah raina patinget tedunnyané waranugrahan Ida Sanghyang Aji Saraswati marupa kaweruhan sané mabuat sajeroning kauripan. Sios punika, nénten arang taler kapanggihin bukubuku pepalajahan, sastra wiadin lontar sané kagenahang ring genah sané becik, kadagingin banten sapatutnyané. Punika satmaka cihna yéning krama Hindu nyinggihang tur nyuciang kaweruhan utawi ilmu pengetahuan antuk parikrama nyinggihang tur ngupacarain sarana-sarana kaweruhan punika. Araina wus Saraswati, kawastanin Banyu Pinaruh utawi Banyu Paweruh. Tatkala punika, kramané ngamargiang panyucian angga sarira antuk malukat duaning marasa angayu bagia sampun prasida ngamolihang kaweruhan sané mabuat ring kauripannyané. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., manggalaning Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali maosang, upacara banyu pinaruh wantah upacara sané tetueknyané tan bina sakadi “pelulusan” wiadin sakadi “wisuda” ring

pidabdab aguron-guron utawi ring siswa utawi mahasiswa masané mangkin. Parikrama banyu pinaruh inucap becikan kamargiang semengan duaning kajantenang tatkala punika “energi” utawi kahanan bayu ring angga sarira kantun becik. Punika mawinan ketah kramané ngamargiang panglukatan taler parikrama banyu pinaruh pasemengan sadurung jam 06.00 Wita, tengai jam 10.00. Kajantenang, lintangan ring galahé punika, kahanan angga sarira sampun ngendukang utawi kirang becik yéning kanggén ngamargiang parikrama malukat. Parikrama inucap taler kamargiang olih kramané ring makatah genah, minakadi ring toya klebutan, pancoran, campuhan, danu, pasisi miwah sané tiosan duaning tetujonnyané wantah nyuciang angga lan pikayunan sané sampun kapaicayang wara nugraha kaweruhan. Wénten taler krama sané nangkil ka gria nunas tirta miwah nunas nasi Bira sané kasinahang pinaka paican Ida Bhatara sané becik pikolihnyané ring angganipunné. “Banyu pinaruh tan bina sakadi wisuda ring perguruan tinggi pinaka jalaran ngaturang suksmaning manah miwah angayu bagia duaning sampun prasida ngamolihang kaweruhan. Kaaptiang taler antuk kahanan inucap kra-

Pidabdab Magama RAINAN Saraswati sampun kamargiang ring rainané dibi. Runtunan rainan inucap kauntatin antuk pidabdab malukat utawi ngamargiang pabersihan ring Banyu Pinaruh rainané mangkin. Manut Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., pakéling rainan Saraswati wantah sinalih tunggil cihna pidabdab magama sané ring pidabdabnyané kadagingin antuk makatah pidabdab taler parikrama upacara yadnya. Minakadi ring pangawit, unteng lan panguntat parikramannyané. Ngamargiang upacara ring agama Hindu wantah sinalih tunggil jalaran sané prasida kamargiang olih krama tatkala nglaksanayang makatah tata-titi wiadin kapatutan magama Hindu. Sangkaning punika, wénten parikrama tiosan sané prasida kamargiang utamanipun olih krama sané mabinayan kawagedan wiadin pikayunannyané tatkala ngamargiang tata-titi magama Hindu. Minakadi antuk jalaran ngincepang jnana utawi ngamargiang samadhi tan pawigunayang upacara yadnya sané ketah kamargiang olih krama sané sampun tatas ring makatah sastra agama tatkala nunggalang idep ring Ida Sanghyang Widhi Wasa. Malih dané maosang, upakara ring Bali kajantenang pinaka sarana ngaturang makudang-kudang pikayunan utawi pangapti majeng Ida Sanghyang Widhi Wasa. Punika mawinan kramané akéhan sané ngawigunayang makudang-kudang upakara taler ngamargiang upacara yadnya ring rerainan suci. “Pidabdab magama sané prasida kamargiang olih krama Hindu utamanipun ring Bali makéh pisan. Wénten taler sané pamarginipun kadasarin antuk purana wiadin tattwa miwah satua sané tatkala becik kapikayunang tur katilik wantah masaih pisan tegesnyané sareng parindikan ring kauripané mangkin. Minakadi ring Banyu Pinaruh sané madaging antuk parikrama malukat antuk toya sané bresih tur suci sinah satmaka parikrama agama kémanten. Nanging sujatiné parikrama inucap nénten mabinayan sareng sané kamargiang ring siswa sané sampun wusan ngamargiang parikrama pendidikan masané mangkin. Wénten makudang-kudang perguruan tinggi ring Indonesia sané ngamargiang parikrama nyiram siswa utawi mahasiswannyané antuk toya kumkuman risampuné wusan ngamargiang pidabdab aguron-guron,” Kakanwil Depag Provinsi Bali warsa 1999-2008 punika nartayang. (was)

Kruna AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1.

cawis

1.

cwis/,

jawab

2.

caya

2.

cy,

cahaya

3.

cecirén 3.

c)ciern/,

pertanda

4.

céda

4.

ecd,

cacat

5.

cegut

5.

c)gut/,

gigit

6.

cekel

6.

c)k)l/,

genggam

7.

cekok

7.

c)ekok/,

cekung

8.

celed

8.

c)2d/,

ingkar

9.

celih

9.

c)li;,

awas

10. celong

10. c)el*o,

BPM/dok

BANYU PINARUH – Araina wus Saraswati kawastanin Banyu Pinaruh. Ring rainané puniki, akéh kramané malukat utawi mabresih ring pasisi, campuhan, danu miwah sané siosan. ncan parindikan kaon. “Saking Redité wuku Watugunung rauh ring Buda wuku Sinta wantah

jejangkepan saking rainan Saraswati. Raina sadurung Saniscara Wuku Watugunung satmaka raina mataki-

taki ngruruh kaweruhan tur ring Saniscara Umanis Watugunung wantah pamucuk pakéling kapolihang-

nyané kaweruhan inucap sané raris kalanturang antuk rerainan tiosan,” dané maosang. (was)

Banten Saraswati

Bencingah

Basa Bali

mané prasida nglimbakang kauripan sayan becik,” baos dané. Malih dané nartayang, yadiastun dudonan rerainan Saraswati kauntatin ring raina Banyu Pinaruh, nanging ring katattwannyané raket pisan sareng rainan nyantos malih tigang raina ipun. Duaning punika wantah rerainan sané nyinahang indik manusané ngawigunayang kaweruhan sané kapolihang ring kauripannyané soangsoang. Ring raina Soma wuku Sinta kawastanin antuk Soma Ribek, tetueknyané, kramané ngawigunayang kaweruhan sané sampun kapolihang kanggén ngrereh ajeng-ajengan. Punika mawinan tatkala raina inucap kramané ngaturang banten tipat sari sané niyasa saking sarin-sarin ajengan sané sampun kapolihang saking ngawigunayang kaweruhan i wawu. Bénjangnyané utawi ring raina Anggara kawastanin antuk raina Sabuh Mas, matetuek yéning manusané ngawigunayang kaweruhannyané antuk ngruruh arta brana duaning wusan prasida nagingin pangapti indik maajengan wawu manusané prasida ngrereh arta berana. Ring raina Buda Kliwon Sinta kawastanin Pagerwesi, pakéling manusané ngawigunayang kaweruhannyané nyengker angga sarira mangda nénten kagulgul antuk seka-

pucat

Canang Madon Cemara Pinaka Cihnanipun SAMPUN ketah kamargiang, nyabran rainan Saraswati kramané ngaturang banten sané mawasta banten Saraswati. Ring banten inucap, makéh madaging pirantipiranti upakara, sinalih tunggilnyané marupa don cemara sané pinaka cihna saking banten Saraswati satios san-

ganan saraswati. Manut Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., banten utawi upakara wantah cihna saking manusané jagi ngaturang pikayunan, pikenoh wiadin rasa bhakti majeng Ida Sanghyang Widhi Wasa, duaning akéhan manusané madué kahanan lan kawage-

dan sané akidik tur nénten incep ring indik niskala. Ngeninin banten ring rerainan Saraswati wénten sané marupa canang madaging don cemara ring tetandingan ipun. Punika ketah kawastanin antuk canang Saraswati sané manados sinalih tunggil cihna saking upacara Sara-

BPM/was

CANANG – Sios saking makatah upacara agama sané kamargiang, cihna rainan Saraswati taler kasinahang ring canang Saraswati sané madaging don cemara sané raris kagenahang ring duur buku sané kajantenang mapikolih ring kramané.

Dura désa

swati. Canang inucap sané kadagingin ring buku sané kaupacarain. Kagenahang irika duaning manut tetuek sastra agama, kajantenang pisan yéning buku wantah linggih Ida Sanghyang Aji Saraswati sané raris kapalajahin tur katelebang olih kramané tatkala ngruruh tur nincapang kaweruhan ring angganyané soang-soang sané raris kalanturang antuk nyiwi Ida Sanghyang Widhi Wasa. Indik don cemara inucap prasida kapikayunang dados manah sané jegjeg nuju Ida Hyang Paramakawi sané pinih tegeh sakadi wangun taru ipun. “Krama Hindu ketah ngaturang sembah pangubhakti miwah upacara ring genahgenah wiadin sarana sané kasinahang prasida ngicénin pikolih becik ring ragannyané. Minakadi conto tatkala ipun prasida ngamolihang pikolih kaweruhan saking bukubuku punika, sinah irika jagi kaaturang canang nyabran raina Saraswati,” baos dané. Malih dané nartayang, tatkala karaketang sareng banten utawi upakara, ketah taler kapanggihin jaja samuh sané mawangun cecek ring

upakara Saraswati. Punika madué tetuek indik kawagedan ngamolihang kaweruhan sané rauh ipun antuk parikrama sané kalintang niskala tur méweh kapanggihin sajabaning karesepang olih manusa malarapan antuk makatah cecirén. Ngeninin indik wangunnyané sakadi cecek duaning nganutin saking napi sané kajantenang olih krama Hindu utamanipun ring Bali. Cecek satmaka beburon sané prasida nekedang ceciréncecirén nisakala wiadin kasujatian, minakadi tatkala mabebaosan raris kasarengin antuk suaran cecek sinah kajantenang yéning napi sané sampun kabaosang inucap wantah jakti-jakti patut. Sios punika wénten taler kawigunayang jaja samuh sané wangun ipun sakadi sekar ring upakarané. Punika wantah matetuek yéning kaweruhan sané sampun katunas inucap ngawinang manusané prasida nyuciang lan ngamiikang pikayunannyané tan bina sakadi sekar. “Ring raina Banyu Pinaruh taler kadagingin upakara minakadi upakara pabersihan miwah upakara panglukatan,” dané nartayang. (was)

Sesolahan Giri Gora Dahuru Daha

Kairingang Gamelan Angklung Paglag CALONARANG wantah sinalih tunggil sesolahan sané kasub ring Bali. Satios ring Bali, sesolahan Calonarang taler nglimbak ring Jawi. Sajeroning budaya Jawi, carita puniki kasurat ring naskah kuna Serat Calon Arang. Carita Calonarang taler akéh kacaritayang mawali malarapan makudang-kudang soroh gegarapan, inggian malarapan komik, lukisan, film, kantos kasinahang ring makudang-kudang sesolahan. Ring Jawa Timur, sesolahan Giri Gora Dahuru Daha wantah sinalih tunggil sesolahan sané nyinahang indik Calonarang sane kairingang gamelan Angklung Paglag. Sajeroning sesolahan inucap, Calonarang kasinahang pinaka anak istri sané wikan ring aji weging. Ugig sangkaning ipun madué pianak istri adiri nénten wénten sané nampekin, mapimalih jagi nadosang kurenan. Genah sané kacaritayang ring sesolahan Giri Gora Dahuru Daha wantah ring Kerajaan Kahuripan sané kapucukin olih Raja Airlangga. Ring wewidangan Kahuripan wénten sinunggil désa sané mawasta Désa Daha. Ring désa inucap ka-

baosang anak istri balu sané mawasta Calonarang meneng sareng adiri pianaknyané sané listuayu mawasta Ratna Manggali. Carita memanes kakawitin ri kala pianakipuné, Ratna Manggali kasimbingin olih para truna ring désa inucap pinaka anak istri sané nénten payu. Yadiastun jegég, Ratna Manggali durung taler molihang anak lanang sané kayun ring anggané santukan para trunané irika jerih ring Calonarang sané kasub pinaka tukang teluh. Miragiang parindikané punika, Calonarang ngwales sakit atinipuné antuk ngamargiang aji weging, nyambehang gering ring samian krama ring Désa Daha. Manggihin para panjaknyané kasengsaran keni gering sangkan-

ing pakaryan Calonarang, Raja Airlangga kasarengin Mpu Baradah muridnyané Mpu Bahula nglawan Ni Calonarang. Calonarang sané kawantu olih Dewi Durga pamuput angus kageseng olih kasaktian sané kaduénang Mpu Baradah. Gegarapan sendratari Giri Gora Dahuru Daha muatang akéh pragina, minakadi dados tokoh krama Daha, Raja Airlangga, Ratna Manggali, Mpu Baradah, miwah Ni Calonarang. Kaselehin saking busana sané kawigunayang, samian pregina ngawigunayang busana tradisional Jawa Timur antuk cihna mawarna terang. Sesolahan puniki kapah dados tigang paletan, luiré; kapertama kahanan krama Daha, kawéntenan gering, miwah pinaka pamuput Calonarang padem sangkaning kasaktian Mpu Baradah. Indik gamelan, sesolahan inucap kairingang antuk gamelan Angklung Paglag. Angklung Paglag wantah sinalih tunggil gamelan tradisional panglimbak saking angklung. Angklung soroh puniki mawit saking Jawa Timur sané ketah kawigunayang pangiring sajeroning kasenian Jawa Timur, minakadi Reog Ponorogo miwah Jathilan. Satios gamelan, sesolahan inucap taler kairingang antuk tembang sané nlatarang indik daging carita. Sesolahan Giri Gora Dahuru Daha rumasuk ring tari kreasi. Parindikan inucap muktiang yéning folklor nusantara prasida kalimbakang sajeroning wentuk kasenian sesolahan. Dumogi kawéntenan kasenian sakadi puniki sayan nglimbak saha lestari. (pusdat/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Paing, 12 Mei 2019

NYARIRA kepit kenyem Wayahan Supaté. Neket paliatipuné ring wit cemarané sané makembaran ngapit pamedal jeroan purané. Sakadi sayutin, tan patepi bungah manahipuné, ingan waluya aasaasan gamet gapuk ampehang sayong sasih Kapat. “Nawegang jero désa sareng sami, minabang titiang wangdé ngaturang pangodal. Bhatara Lingsir Gunung Agung sampun jagi mamargi. Minab ageng pisan pamarginidané.” Pangandikan Jero Bandésa nébo pléyokan jero désané. Ngemasin sami gerun patikaplug jero désané makaon saking wantilané. Uyang paling manahipuné, puek itek metu ring samita, gegésonan ipun mamargi. Panumaya nglimang warsané apisan sané ipit-ipitang ipun, pramangkin ical sakadi damuh ngetél ring pamurungané sané baag barak makanaran ngabar-abar nyuhjuh langit. Déwa Ratu, nepék puput Wayahan Supat negul kereb ambengan ring lapan bantené. Nepék puput genah miwah étéh-étéh bebantené sami. “Sané mangkin jero désa sareng sami iring titiang madunungan ring Désa Bukit. Sayan kangin sayan becik. Nénten kalugra beneng kauh.” Jero Bandésa mirig lisik miwah margi désané, nénten wénten sané nénten lintangin dané. Megaphone sané gamel dané, nénten pegat-pegat ngempengin karnan jero désané. “Gelis-gelis antuk mataki-taki. Ngiring sinarengan mamargi. Bakta panganggé ategepa. Sampunang kantos kakèhan. Tekep-tekepin genah ajeng-ajengané. Sampunang kantos maléhléh. Pademang meter listrik duéné. Unebang raris kancing jendéla miwah korin jeroné. Sampunang kantos wénten jero désa sané kantun jenek iriki. Angkul-angkul obag-obag taler élingang pisan.” Tulén sakadi ajeng-ajengan sané banget pisan ngenyudin manah. Among atebih alit pisan. Cangkem sampun enggang sadia jagi ngesop, tangan sampun sadia ngambil, untu sampun sadia makinyukan jagi nekdekang, widuh sampun ngecung, imih lacur pisan, tanmaa ibiang nyerit, “Ampunang ajenga!” Engsek manah Wayahan Supaté paglilik mabatu-batuan ring pipinipuné sané sampun kisut, kakéhan pamargin toya. “Ampunang nika sangetanga, legan ragané ten napi ngilangang seduk basang. Kayang mangkin déréng tiang ngelah keneh demen arepé tekén ragané, kayang mangkin déréng masih ragané ngelah keneh demen arepé tekén tiang, ampun pepitu panaké lekadang tiang, dua likur cucuné ampun kelih-kelih. Napi mirib né kari kuang?” Luh Surat, kurenan Wayahan Supaté, masadah ring wit taruné sané ring pinggir marginé. Gamana mangda polih masadah. Marma manahipuné. Nénten pangus antuk ipun mobadin déwék. “Sangkaning tiang lekad driki, di désané niki, lima batis tiangé tudtud driki, nunas swécan Suwung masih driki. Patuh yèning tiang lekad di padésaan, jawat ngendon jawat dadi wed désa drika, lima batis tiangé tudtud drika, nunas swécan Suwung drika masih. Sangkaning nika dogén.” Truk, mobil, sepeda motor gerang-gerung makaon, baged pisan pamarginé, kaliput jejep ngrempayak samah, jagi ngruruh genah kiter bukit utawi dingdingin bukit. Pademé sumasat sampun tampek pisan

Kenyem Komang Berata nganggar, belat aklamaran bawang tuh keni antuka ngamét ngampigang unteng uripé. Arahina ring awengi dados tonyan margi mancan rauh ring Désa Bukit, ayat ngengkebang jejep manah. Wayahan Supat sareng kurenanipuné madunungan ring pagedogan banténg duén jero désa Bukité, wénten minab limangatus meter dohné saking genah padunungan jero désané sané siosan. Bacin banténg, swaran kroncong banténg, bacin ayam pabrarak, neh antuka Wayahan Supat ring padununganipuné. Masaré makebat antuk karpet tipis abidang ring baléné sané alit, sampun tama ipun. Kamanah antuk ipun, sané mabuat jagi masaré wantah kiap nénten madaging bebaton manah. Bangun kantun nruput pisan, durung marawat ainé ring dangin bukit, nungkedang kétél alit ring tumangé, geni alit élag-élog ampehang sayong, nénten cadot antuka ipun ring genahé sané tembé anggén ipun padunungan. Wédang tan pagendis kalih lumur, alumur tunas ipun, alumur tunas kurenanipun, ngembakin geginanipuné. Sané madué tanah padunungan nénten nemitang pamupun tanahipuné. Élahina Wayahan Supat ngetus, ngalap, nganggén sakaluir sané kabuatang. Makapitu pianak Wayahan Supaté nénten mrasidayang nglemesin ipun, nglemesin kurenanipuné. Nénten nyak ipun madunungan ring pianak-pianakipuné ring Dénpasar, Badung, utawi

Buléléng. Ngluku pianak-pianakipuné, nénten madué embung antuka. Jinahé tampin ipun. Wénten gemela, anggéna pacadang kirang. “Buka kéné ampun mémé bapané.” Umah, bangket, miwah tegal ical saking manahipuné. Uleng ipun ring kubu miwah tegal genah padununganipuné. Sané nénten ical-ical saking manahipuné, wit cemarané sané makembaran ngapit pamedal jeroan purané, lapan bebantenan sané sampun puput, étéh-étéh bebantenan sané sampun tambis puput, sering pisan nyantulin manahipuné, ring asapunapiné midep keni ipianga. Kadi busul tasak ngantosang pingenan bedah. Ngrebet ngajangin nanah. “Ampunang nika sanget kenehina. Ampunang ulihan nika laut makada buung majemakan. Ibuk kenehé ten maan tongos ngempahang dadi tain pedem. Tain pedem nika sumasat usam ané ten ngidaang pesu dadi peluh.” Jero Bandésa makenyem, Wayahan Supat taler makenyem. “Indeng-indengang ragané masliahan ka tegalé, palebihin naké ngarit. Nebeg ngerik padang di batan punyan cengkéhé sinah bancar baana pesu peluhé. Ampunang ngulanin keneh. Manying baana.” “Ipian kawah incuk!” Busan-busan jero mangku lingsir nyeleg ring pangipian Wayahan Supaté, ngadeg ungkuh cecingak enduk meleng Wayahan Supat. Sampun mabénang, sampun malinggih dados déwa hyang, awinan kantun malih rauh nyeleg

ring pangipian Wayahan Supaté? Kenyem danéné punika té? Kenyem jero mangku lingsir punika? Mawinan makenyem macecingak enduk té? Ibuk antuka manahé. Ngiis raris meresin limo ring tatun manahé. Wantah akidik yukti, sakéwanten mabuat pisan. “Cara majalan likub sasab, di nujuné tipis sasabé, johan bedik maan mapawasan. Di nujuné tebel sasabé, di suter iragané dogén né tepuk baan. Bisa masih ipian ragané nika wangsit né lakar teka, bisa masih metu inget tekén unduké né ampun liwat. Yéning ngidaang baan, apang tepuk ja nika wangsit napi tain pedem. Kakeneh baan tiang, ipian ragané nika ten napi nuturang pajalan idupé di buka mangkiné driki.” Luh Surat makésér negak ngatepang tundu ring Wayahan Supat. Ambun wédangé nyangkwak nungkulang manahipuné. “Jejeh mirib Luh yéning tiang kanti kababas kena bun mingmang di pangipian?” Luh Surat nganggut. “Kapi ja kénten lega masih baana keneh tiangé maan nepukin déwa hyang jero mangku lingsir di pangipian.” “Nggih ja. Kewala ampunang gati ngénggalang ragané dadi déwa hyang,” Luh Surat kedék ngikik. “Tiang takut balu. Takut gati-gati. Déréng kakeneh baan tiang dadi balu.” “Iraga ampun paturu tua. Ampun tua cakluk niki. Tiang né balu, ragané né balu, kéngkén ja kandané, takuté ten napi dadi gedong batu lakar ngengkebang urip iragané.” Nyumpena nénten nyumpena, jejep nénten jejep, lungsur nénten lungsur; ngemban sang hyang urip sampun janten jagi rauh ring pananggu. Wayahan Supat mabading, makenyem ngetonin tundun kurenanipuné. Kanten tompél saking wék klambinipuné. Among wau mamanah makenyem. Nénten wénten kepit bénjul ring manahipuné, nénten wénten sané ngepitang manah baud ring tundun kurenanipuné, taler nénten wénten sané nundunin manah jagi kedék saking irika. Wénten perah minab jejep timbal kenyem? Sampun tama kiter dingding ring genahé masaré, inguh antuka madesek masuuk ring genahé madunungan. Endag surya surup surya natakin jagut, banget pisan ngemedin manah. Sakasiki jero désané nyarengin Wayahan Supat mantuk ka désanipuné, ngusanang déwék mélanélanan ring padunungan. Purun murip, purun ngambil karya, yadin ja midep ngemasin antuka. Wénten taler sané kantun madunungan irika sangkaning kasukén karya antuk jero désané ring Désa Bukit, wénten sané nedunang cengkéh, ngepik cengkéh, wénten taler sané siosan. Lengut malih Wayahan Supat ring désanipuné. Sakadi sapihan katemu makurenan malih. Ring asapunapiné nyelanang ipun ka jaba tengah, magumana ipun jagi ngatonin wit cemarané sané makembaran ngapit pamedal jeroan purané, lapan bebantenané sané sampun romok tedan tetani, étéh-étéh bebantenan sané sampun nénten kantun majeneng. Kadi jlijih ring marginé, ipian Wayahan Supaté kantun tileh nyantul-nyantulin. Jawat kenyem jawat nyebeng nénten keni antuk ngwalinin sané sampun lintang. -0-

Cok Alit Artawan

Satua

Nglestariang Tetamian Topéng Puri Singapadu

Pan Brengkak (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (III) ADA koné tutur-tuturan satua anak luh muani makurenan, mapungkusan Pan Brengkak tekén Mén Brengkak. Kacarita luh muani ento lacur pesan, ngelah pianak nem diri luh muani. Ané muani madan I Bedil, I Tumbak, I Pedang, muah I Amuk. Yén ané luh-luh dadua madan Ni Tai tekén Ni Enceh. Yén buat Pan Brengkak, ia tuah jlema kiul, lengit, mrekak tur tusing demen ngarap gegaén. Makejang bebanjarané sing pati ieng tekén solahné. Gegaén Pan Brengkaké pasemengan mara ninjak saput suba magedi ka banjarbanjar matuakan, sambilanga nutur ané mokak-mokak. Tuturné adasa, makejang puyung tur sing ngenehang déwék lacur. Ento krana ia kadanin Pan Brengkak tekén pada bebanjarané di désané ento. Yén tondén peteng tur kondén punyah, tusing pesan ia bisa mulih. Yén ia ngatuju ngelah pis baana ngamokak, sing pesan ia nyak ngamaang somahné. Geret jeg tingsega amaha padidiana. Yén ané luh tuara maan ngalih gegaén, tulusan makejang makenta. Yén buat ané luh muah pianakné, makejang pada anteng-anteng ngalih gegaén, tau pesan ia tekén déwék lacur. Pianakné makejang, katiman ia enu pada cerik, suba paturu seleg ngalih gaé. Yén ngatuju masan padi kuning, ia nanggap upah mapuah di cariké. Di masan manyiné, ia ajaka makejang pada maderep muah mamunuh. Yén ngatuju tusing masan padi kuning, makejang pada ngalih gaé nanggap upah ulihan majalan. Cendek makejang pianakné antenganteng pesan, sing milihin gegaén tur madaar pada dacin. Ento krana makelo-kelo ia sayan bisa munduhang pagaé tur tusing sanget kéweh tekén pangupajiwa, padaan tekén ané suba-suba. (Masambung)

SATIOS seneng masolah, lanang antuk aran panjang Cokorda Alit Artawan, S.Sn., M.Sn. puniki taler seneng makarya topeng. Dané nelebin widang seni kriya puniki sangkaning meled nglanturang seni tetamian panglingsir Puri Singapadu. Yadiastun wawu kamargiang, nanging sampun akéh topeng sané kakaryanin. Kocap, waged makarya topeng boya pakaryan sané wénten ring angen-angen dané, santukan sadurungnyané, dané wantah pragina sané ketah masolah. Dané boya lulusan seni tari, nanging lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) PSSRD Unud. Kabaosang, Topéng Singapadu wantah sinalih tunggil tradisi sané mapaiketan sareng kawéntenan Puri Singapadu. Dané madué panglingsir Ida Duagung Api sané kocap pinaka seniman sané waged makarya barong. Asil karyan dané kasub kantos ka dura Bali. Style Singapadu taler kasub sangkaning asil karyan dané. Yukti yéning dumun topéng mapaiketan pisan ring kahanan religius pinaka sesuhunan. “Pangawit tiang malajah sareng paman tiang, Cok Raka Tisnu daweg SMP. Polih mararian sangkaning cokor tiang keni paet. Tiang trauma tur nglanturang kuliah ring PSSRD Unud ngambil jurusan desain. Wus punika polih malih nglanturang malajah, nanging malih mararian sangkaning kangkat dados dosén ring ISI Dénpasar,” baos lanang sané meneng ring Br. Sengguan, Singapadu, Sukawati, Gianyar. Kayun dané mawali nelebin widang topeng metu sangkaning wénten sané maosang tradisi topéng ring Puri Singapadu pacang ical. Pinaka angga puri, dané marasa polih tantangan nglestariang tetamian lelingsirnyané. “Pamuput tiang nglanturang seni khas Puri Singapadu puniki, mawinan nénten caput. Punika pinaka pecut mangda tiang nglestariang tetamian Puri Singapadu,” weweh dané. Sangkaning punika, dané ngawit makarya salinan topengtopeng sané kantun wénten. Makarya topéng pajegan antuk sistem nempa, lewih akéh makarya topeng rangda. Sayan sué, sayan akéh tapél sané kakaryanin, mawit pinaka topeng sesuhunan, topeng seni, mi-

wah kanggén bisnis. “Tiang kantun ngruruh cihna khas topeng Puri Singapadu, mawinan durung ngadol topeng. Wénten taler topeng sané karyanin tiang anggén tiang masolah,” baos dané. Satios waged makarya topeng, lanang sané embas ring Singapadu, 20 Agustus 1977 puniki taler waged masolah. Dané naen nyarengin lomba Topeng Arsawijaya ring Festival Jembrana 1996, nyarengin lomba Tari Baris se-Bali pinaka duta Kabupaten Gianyar, juara I lomba Topeng Keras miwah juara I Tari Baris Tunggal daweg Pekan Seni Remaja (PSR) pinaka duta SMA 1 Denpasar. Kajudi tampil ring Festival Tari Daerah ring Jakarta. Dané taler pinaka pragina langganan Pesta Kesenian Bali (PKB). Naen taler masolah Hanoman ring Festival Ramayana tingkat nasional, ka Jepang nyokong Sanggar Saraswati, ka Paris miwah Swiss sareng sekaa Sebatu, taler ngamargiang pameran miwah masolah Barong ring Okinawa Jepang sareng ISI Denpasar. Satios punika, dané etah nyarengin Pameran Gebyar Kesenian Desa Singapadu, Pameran Karya DKV Grafis Lingkungan ring Yogyakarta, Perancangan Komik Cupak Gerantang Pascasarjana ISI Yogyakarta, Pameran Topeng Taksu Singapadu, International Exhibition ISACFA 2013 ring Gedung Krya Hasta Mandala ISI Denpasar, pameran ISACFA 2013 The Aesthetic Of Prasi ring ALVA University of Western Australia, pameran International Exchange Program between OPUA and ISI ring Okinawa Prefectural University of Art, Okinawa, Japan. “Naen taler nyarengin Demo Melukis antuk panjang 1000 meter mapaiketan ring HUT Kota Gianyar, Pameran International Exhibition Program between ISI and OPUA (Okinawa Prefectural University of Art, Okinawa, Japan), Pameran “Singapadu, The Power Behind The Mask, 2017” ring Bentara Budaya Bali, Pameran Bali Art Selection, Pameran “Kebah, Balinese Illustration Sanctuary, miwah sané tiosan,” dané nguntatin. (kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 3.dsÉhin,

Das rahina, sdurue\mm(gi,

sadurungé mamargi, mdbÑbn/,

madabdaban, sminunesÙd*,

sami nunas wédang, ewnÓ)n±nsÐtipet,

wénten nunas katipaté, dr*zensmã)luæhu(,

darang nyané sambel saur, ekwlhe\ánÂsrin/,

kéwala anggén nasarin, m\Ñkuwtnßm(g,

mangda kuatan mamarga, jgi\u\áh*kmuzÇ¡k/,

jagi ngunggahang kamuncuk, mm(gihelonÀelon/,

mamargi alon-alonan, gu[Õi\ur;,

Gusti Ngurah, sib)tnuætêm\bi;,

Sibetan satia mangabih, gu[ÕihyuecokÞitenÞmæs/.

Gusti Ayu Cokli tan lémpas.

Saking Langit Bali Rawat 1 koosan angin ngupak langit ngengsubang lait lait pitakén suluhé sané dedet mangmung lawatin amung ugi nrebesang sabeh megat titirané ngumbara Nengah Patra

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


Apresiasi

8

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Minggu Paing, 12 Mei 2019

~tentang rasa yang hilang~

Terakota bisu menempel di dinding kelopak matamu Mengisyaratkan kisah heroik deru langkahmu Namun................... Di waktu kini tiada arti tuk disanjung.... Hanya sebatas gumpalan tanah liat usang berdebu Yach RASA tak BERASA Adakah salah bunda mengandung.......??? lJode Artstudio hening malam 4 Mei 2019

..... lupa ya

I Wayan Nuriarta

Pawaka Penadah Pelangi

Prihatin

Antingmu mana... yang kutindik saat Ibumu asyik memburu kutu rambutmu.... Celoteh Bapaknya sambil melongok ke kuping anaknya.... terasa was was.....??? Tersentak Ibunya sambil kesal karena kutu buruannya hilang entah kemana.....achh...dasar kutu busuk gumamnya... Apa kau bilang......mata bapaknya agak melotot walau semalam dia begadang kutak katik angka (Sejenis SDSB) Ndak ini lho...kutunya kabur.... Lalu............ Bapak kan yang gade buat beli nomor..... sambil memburu kutu anaknya. Bapaknya nyengir lalu ngacir..... Achh dasarrr.....mampus lu kutu (Klecik) Ibunya noleh.... lJode Artstudio Mei19

Tentang Kamu kata-kataku diam, dihimpit rindu, sekilas bayang lembut bibirmu mencumbu, pada hamparan lembut dimana cintaku rubuh di situ,

mengambang di busur langit diantara sela gerimis tipis aku merumbai berupa pelangi perlahan lirih mengulum pilu runtuh berguguran warna warnaku sampai telungkup di dada bumi setelah hujan meninggalkanku

masih mungkinkah kupungut ampas kilauku yang hanyut ketika pawana telah menghempasku menjadi serupa bentuk yang hilang tak dikenang ?

sementara kau berdiri laksana jumawa di ujung ilalang renta yang menguning berupa pawaka berdesau garang melalap tiap helai yang melambai menjadikannya kepingan abu terlara berguguran tersepung di atas akar kering lalu tergeletak bagai sampah tak berarti lAgung Agni Adhyaksa Dhyatmika Denpasar, 27 mei 2019 rumentang syair di langit dewata

Dosaku “Meskipun tetap saja aku bersisian bersusah menelusuk sangkakala, menelusup melewati sayup incense, dan; memuslihatkan segala lubuk dengan teramat lambat bagi masam mulutku, masih saja tulah bersembunyi, seperti isak dalam lemari...” lHenie Klungkung 4 Mei 2019

kamu, kamu, kamu !

Sajak I Wayan Esa Bhaskara

terlalu banyak kamu, hingga tercabik cintaku, terlalu banyak kamu, melelap kata-kataku dalam cumbu,

Cok. Padmanaba

Elegi Kopi

diantara kamu tertinggal satu, sebiji benih membiru, sendiri menganyam robek lukaku, ah...luruh aku dipanggang hangatmu, biar akhir hayat dipelukmu...

aroma pegunungan yang kau cium dari secangkir kopi ini segera menyusuri pikiranmu melahirkan kenang kemudian kolam-kolam kesunyian lBayupathi Artha Mei 2019

Karena Perut Awak Binasa mata sudah terpejam kau masih saja memamah tak hendakkah jedakan dirimu sejenak? karena buncitmu, sesak hidung menghirup asap karena buncitmu pekak telinga menyerap bising karena buncitmu, tak kuat mata di depan permata karena buncitmu, tangan mengutil yang batil karena buncitmu, kaki tak lincah melangkah karena buncitmu rusak alam menangung rakus karena buncitmu, lenyap cricit burung di pagi hari karena buncitmu, cicitmu busung lapar karena buncitmu, awak binasa dalam penjara tubuh dr. Ketut Ngurah

Fotografi

SALAH satu kesibukan pasangan calon pengantin yang cukup menyita waktu menjelang pesta pernikahan adalah menyiapkan kartu undangan yang akan disebar kepada para kerabat, sahabat, rekan kerja dan kenalan mereka. Biasanya, dalam kartu undangan itu dipajang foto-foto kedua mempelai dengan pose-pose mesra dan romantis serta ekspresi penuh keceriaan. Selain itu, foto-foto itu nantinya juga dipajang di lokasi pesta pernikahan. Tentunya, untuk mendapatkan foto-foto seperti itu, diperlukan sesi pemotretan khusus atau lebih dikenal dengan foto prewedding. Bagi pasangan calon pengantin, foto-foto prewed-

ding merupakan salah satu catatan sejarah yang tak terlupakan. Sama dengan pesta pernikahan, mereka tentu berharap momen itu

hanya terjadi sekali dan tidak terulang kembali dalam perjalanan hidup mereka. Untuk menghasilkan foto-foto prewedding yang memuas-

lDarma Dipta (tukadmungga, jumat, 3 mei 2019)

detak jantung serta cemas-cemas beku seketika maka jangan lupakan hangat kopi dan kesunyian puisi dalam hitam bayang cahaya kunang-kunang

Ubud ia lahir dari rahimmu dituntaskan doa begitu kudengar ayah bercerita ia selalu berusaha menyumblim kisah termanis ia beri rembulan di antara dingin hujan serta rasa tabah pada peradaban ayah datang membisik lewat puisi dalam hening kilatan rindu lalu pergi di ujung petang ia lahir dari rahimmu tak ada yang tahu ayah bercerita dalam isak pedusunan

Pentingnya Tema dalam Konsep Foto ”Prewedding” kan, khususnya bagi pasangan calon pengantin, tema yang akan dituangkan dalam konsep pemotretan prewedding tersebut harus dipersiapkan dengan matang. Tema itu kemudian didiskusikan dengan fotografer, kemudian menentukan busana yang akan dikenakan dan lokasi pemotretan yang sesuai dengan tema tersebut. Di Bali, pasangan calon pengantin umumnya memilih lokasi pemotretan di luar ruangan (outdoor) dengan latar belakang bangunanbangunan stil Bali seperti di areal Taman Budaya Bali, Museum Bali dan bangunanbangunan ikonik lainnya. Untuk pilihan busana, mereka umumnya mengenakan payasan agung yang mencuatkan kesan megah, glamor dan aristokrat. Namun, tidak semua pasangan merasa nyaman dan cocok dengan tema konsep foto prewedding yang terkesan “wah” tapi sudah sangat lazim tersebut. Ada juga yang ingin tampil sederhana tanpa payasan agung, tapi foto preweddingnya tetap unik dan mampu menggambarkan kepribadian mereka. Oleh karena itu, tema konsep foto prewedding itu harus dirancang secara matang. Menggambarkan Kepribadian Sebenarnya, tidak ada batasan tema dalam konsep foto

prewedding. Begitu juga dengan busana yang dikenakan tidak wajib harus mengenakan pakaian adat tertentu. Pasangan calon pengantin sah-sah saja mengangkat konsep yang bertemakan hobi yang mereka sukai, bahkan profesi yang mereka tekuni saat ini. Tema yang dekat dengan keseharian dan kepribadian pasangan calon pengantin ini justru akan memudahkan dalam proses pemotretan karena mereka “berperan” sebagai diri sendiri. Mereka akan lebih santai dan tampil natural dalam berpose, sehingga proses pemotretan akan berjalan lancar. Saat ini, banyak sekali fotografer yang menawarkan jasa foto prewedding. Namun, memang tidak semuanya

profesional. Sebelum memutuskan menggunakan jasa mereka, pasangan calon pengantin sebaiknya melihat

portofolio fotografer bersangkutan. Seorang fotografer prewedding yang profesional, pasti memiliki portofolio yang merupakan representasi dari karya-karya terbaiknya. Dari sana, kita bisa mengetahui kemampuan sang fotografer dalam mengeksplorasi sudut pengambilan gambar, pencahayaan, latar belakang yang sesuai hingga masalah editing foto prewedding untuk sentuhan akhir yang lebih bagus. Pilihlah fotografer yang memiliki reputasi yang baik, meskipun harga yang ditawarkannya relatif lebih mahal. Jangan malu-malu untuk mendiskusikan secara mendetail tema konsep yang diinginkan kepada fotografer untuk mendapatkan hasil terbaik. (ian)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Paing, 12 Mei 2019

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Sardine Restaurant Looking for Hostess, Waitress, Busgirl must speak English Jl.Petitenget 21 T.0361733617 Mail:sardine@sardinebali.com B.BP.141.05.19.0000481

Cari Koki pengalaman min 1 thn di Berawa SMS/WA 087838225522

Dicari Koki Wanita untuk rumah di Imam Bonjol Dps. Tinggal dalam, Berpengalaman, Pintar masak. Gaji Tinggi. SMS WA 0816571027 B.BP.004.05.19.0000472

Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA) B.BP.001.05.19.0000002

Dcr Krywn/wati u/ Toko Keramik Hub:082339934529

Driver,P,30-45th SIM (B1U) DpsBali,CV & SKCK ke:altanacareer @gmail.com 085200888899

B.BP.001.05.19.0000475

B.BP.031.05.19.0000450

B.BP.004.05.19.0000452

Dicr Kryawan/ti u/Penjaga Kost di ImamBonjol DPS.081236017555

Tng Admin Wnt SMK,OB Brpglm minSMP,pnyMtrSdr,081999031967

B.BP.001.05.19.0000430

B.BP.001.05.19.0000479

Dicr tng kirim lele (pake spd mtr)H.081246682139/0818503603 B.BP.004.05.19.0000473

Waiter/s, Engineering, Security. Kuta Lagoon Resort.Telp.750815 Email:hrd@kutalagoonresort.com B.BP.001.05.19.0000353

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

SERVICE

SERVICE

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

TOYOTA

Avanza Tahun 2011, Silver Hub:081 657 0592 B.BP.001.05.19.0000358

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOTOR

HONDA

VESPA

Jazz mmc putih’11 AT AsBali KM 39rb BU cp murah 081236311134 B.BP.004.05.19.0000484 MERCEDEZ

Jual cpt Mercedez B Class 2012 Toyota Harrier 2400 cc 2006 Hub.081916626160 B.BP.154.05.19.0000462

Jual cpt Vespa GTS 2015 istimewa asli Bali 08113929919 B.BP.154.05.19.0000463

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Jl Rmh Kos2an 5KT,LT106m2 Jl. Mataram Kuta WA 087888378445 B.BP.154.05.19.0000483

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Rumah Tingkat/SHM,Ls Bgn330.Jl Pidada VII/4 DPS.081331663700 B.BP.001.05.19.0000246

PROPERTY DIJUAL TANAH

Dijual Kav Anturan Bllng DP 10% Bunga Krd 0.83% / Bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.04.19.0000535

Jl Tnh 20 Kav di Busungbiu Jln. Hotmix 2-5A Hub.081237383333 B.BP.001.05.19.0000443

RUPA-RUPA Anda bth dana? Jminkn BPKB Mbl /Truck anda. Kmi dpt melayani. ITC Fin 0811253958/0361-420872 B.BP.004.05.19.0000449

Clossing Sale!!! Toko Roti Coolder Merk Aqua,Table Top Sheeter,Gas Oven 2 Deck,Troley S/5,dll Hub.081237153577 B.BP.001.05.19.0000354

KEHILANGAN Hlg Surat IMB No.1903 Th 2007 An.I Nengah Suparma, Kuta Utara B.BP.001.05.19.0000435


10

Minggu Paing, 12 Mei 2019

Mendatar: 1. Curi 5. Kera ; Monyet 8. Umur 9. Alat pengulur dan penggulung rantai jangkar 10. Kakak laki-laki (Hokkien) 11. Hidroksida dari logam-logam tertentu 13. Karya sastra berbahasa indah ; Berestetika tinggi 15. Obat mabuk perjalanan 17. Lakur dua jenis logam atau lebih 18. Terharu dan kasihan 19. Berbunyi kertak-kertak 23. Kenalan ; Pelanggan 26. Banyak (Bali) 27. Bendungan 28. Sirih Bali 29. Senjata Bima 31. Kepala urusan 32. Seroja 33. Jaman 34. Ajaran yang menentang setiap kekuatan Negara 36. Bagian yang berputar pada mesin 38. Pohon penghasil kolang-kaling 39. Daging yang disuwir-suwir halus lalu digoreng 40. Pidato

Kecacatan Bisa Dapatan Bisa Bawaan

BERBAGAI istilah yang dikaitkan dengan kecacatan di antaranya difabel/difable singkatan dari different ability (kemampuan yang berbeda bukan orang yang memiliki kekurangan), punya kemampuan melebihi orang biasanya suatu kehilangan atau ketidaknormalan baik fisiologis, psikologis, maupun kelainan struktur atau fungsi anatomis (WHO-World Health Organization), disabel, disable, disabilitas penyandang cacat; ketidakseimbangan interaksi antara kondisi biologis dan lingkungan sosial (konvensi hak penyandang disabilitas). Jadi kecacatan dapat bersifat fisik dan/atau kognitif/kecerdasan, mental, emosional, sensorik (rasa), kombinasi dan perkembangan sifat-sifat tersebut. Pertanyaannya adalah, mengapa kecacatan ini bisa terjadi? Apakah di dapat ataukah bawaan? Tidak semua manusia tercipta sempurna baik secara fisik maupun mental, sebagian ada yang tidak dapat mendengar (tunarungu), tidak dapat berbicara (tunawicara), cacat tubuh (tunadaksa), cacat suara dan nada, sukar mengendalikan emosi dan sosial (tunalaras), cacat pikiran/lemah daya tangkap (tunagrahita), cacat

lebih dari satu kecacatan (tunaganda), keterbelakangan mental, dan sebagainya (cacat bawaan/dapatan), namun ada juga yang terlahir normal awalnya, karena suatu peristiwa tertentu seperti bencana, kecelakaan menyebabkan kekurangan fisik dan mental sehingga keterbatasan menjalani kehidupan baik pribadi, maupun masyarakat (cacat dapatan). Kemudian bagaimana kecacatan ini bisa ada? Apakah suatu kutukan? Kecacatan yang dibawa sejak lahir (genetic/bawaan) ada kaitan dengan proses tumbuh kembang janin dalam kandungan ibunya. Program 1.000 hari pertama kehidupan adalah program emas bagi tumbuh kembangnya janin mulai dari konsepsi hingga 2 tahun usia kehidupan janin. Periode emas sangat penting dalam mencegah terjadinya kecacatan pada kecerdasan anak, gangguan pertumbuhan tinggi badan anak (stunting), dan kemungkinan terpapar penyakit tidak menular (PTM) ketika dewasa nanti akibat ketidaksempurnaan asupan nutrisi selama masa itu yang berdampak ketika anak dewasa kelak. Kecacatan bawaan juga dikaitkan paparan zat-zat berbahaya selama periode emas tersebut, bisa oleh bahan kimia, penyakin infeksi virus, bakteri, parasit, rokok, dan alkohol. Penelitian mengungkapkan bahwa kecacatan bisa terjadi selama proses kehamilan dan masa awal kehidupan janin. Jenis kecacatan bervariasi, cacat lahir merupakan cacat

sejak dalam kandungan, jenisnya bisa cacat struktural (bibir sumbing, penyakit jantung bawaan, cacat anggota tubuh, tidak ada batok kepala janin/anencephali, hipospadia/saluran kemih ada diatas lokasi sebenarnya), dan berbagai kecacatan bawaan lainnya, serta cacat lahir fungsional (autism, down syndrome, gangguan otak dan sistem metabolisme). Dalam kandungan sebagian besar organ-organ tubuh janin telah terbentuk pada kehamilan trimester pertama. Kecacatan dapat disebabkan oleh faktorfaktor yang kompleks, seperti: genetik/bawaan yang diturunkan orangtua, kebiasaan, dan lingkungan disamping faktor lain di antaranya: kelainan kromosom, merokok, alkohol, obat-obat terlarang, paparan estrogen, anti androgen, obesitas, penyakit diabetes, faktor keturunan, hamil diusia lebih dari 35 tahun, konsumsi makanan mengandung penyedap rasa, kekurangan vitamin asam folat (bisa mengurangi kecacatan sampai 70%), stres pada kehamilan dapat mengakibatkan peningkatan hormon stres kortisol yang kemudian melintasi plasenta ke janin, mengubah susunan hormon dan menghambat perkembangan janin, nerurologis maupun fisik. Di sini pentingnya Antenatal care/periksa hamil yaitu: salah satu cara mendeteksi berbagai kelainan dalam proses tumbuh kembang janin dalam kandungan. Dengan pemeriksaan USG (Ultra-

Ketentuan Menjawab

Menurun: 1. Dapat berhubungan dengan makhluk halus 2. Pengumuman yang ditempel di dinding tempat umum 3. Ungkit ; Dongkrak ; Tuas 4. Bergerak sesuai dengan hukum-hukum tertentu 5. Penyanyi pria karawitan jawa 6. Gendang besar 7. Pengguguran 12. Terikat yang berarti sama 14. Perguruan tinggi atau akademi tempat pernah belajar dan menyelesaikan pendidikan 16. Museum rekor Indonesia 20. Jangan (Bali) 21. Muatan listrik negative 22. Tiang besar dan tinggi dari batu/bata 24. Pemerintahan yang dikepalai oleh pangeran Arab 25. Kejuaran yang mengundang pemain luar atau asing 27. Lapangan atau padang yang luas 28. Pakaian 30. Sayur dari batang pisang (Bali) 35. Tulang pelindung dada 37. Kayuh (Inggris) sonografi) beberapa kelainan bawaan dapat terdeteksi sehingga dapat mencegah kecacatan berlanjut. Jika ditemukan kelainan bawaan dokter akan menyarankan untuk tidak melanjutkan kehamilan tersebut. Pemberian nutrisi yang lengkap dalam komposisi seimbang, vitamin/ suplementasi terutama pada kehamilan trimester awal dapat meminimalkan risiko kelainan bawaan. Jagalah tubuh tetap sehat apalagi saat hamil. Salah satu upaya mencegah kecacatan bawaan/ dapatan melalui mengatur pola makan/diit (Indek mas-

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 398 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 18 Mei 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 26 Mei 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 396 Mendatar: 1. RANGKUTI 5. LAKSAN 8. TUBRUK 10. GERIATRI 11. SAUH 13. RUANG 14. FUJIRU 16. SOR 18. LEO 19. IBRAHIM 22. INGUSAN 25. RUU 26. EDA 28. DEKRET 29. GRASI 30. RIAU 32. PENCAHAR 33. SETERU 34. KELAPA 35. AISENEDI (IDENESIA)

Menurun: 1. RANGGALAWE 2. NEKROFOBIA 3. KERANJANG 4. INTIRUB 5. LUBDAKA 6. SUKA 7. NGEH 9. USG 12. UFO 15. RIAS 16. SMARTPHONE 17. REMUNERASI 20. RENE 21. HURRICANE 23. UPADESA 24. ADIPURA 27. DAI 29. GUE 30. RIAK 31. ASAL

Pemenang TTS No. 396 1. Ni Wayan Karti Br.Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kec.Pekutatan, Kab.Jembrana 82262 (HP:081-338-386-XXX) 2. Ni Luh Parmini Jl.Raya Denpasar–Gilimanuk No.369, Kec.Selemadeg Barat, Kab.Tabanan (HP:081-236-679-XXX) 3. Ni Wayan Muryanti Jl.Subak Piling No.5, Lembeng, Kab.Gianyar (HP:081-237-244-XXX) 4. Nengah Vico Br.Beluhu Kauh, Desa Tulamben, Kec.Kubu, Kab.Karangasem (HP:081-999-744-XXX) 5. Ni Ketut Darmi Br.Umaklungkung, Desa Padangsambian Kaja, Kec.Denpasar Barat, Denpasar (HP:081-239-411-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Wayan Sita Metri Alamat : Br.Tegallinggah, Desa Les, Kec.Tejakula, Kab.Buleleng (HP:081-337-346-XXX)

sa tubuh normal 18,5-22,9), pola tidur/istirahat (dewasa 6-8 jam/hari, anak dan bayi 8-12 jam/hari), pola aktivitas/ olahraga (2-3 kali/minggu), mencegah paparan zat-zat berbahaya, dan menjaga tubuh tetap dalam kondisi prima/fit karena kesehatan tidak ternilai. Demikian semoga bermanfaat. dr. I G. N. M. Bayuningrat, Sp.OG(K) Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincangbincang Medis

”Children Healing Workshop”

Berikan Manfaat bagi Anak Disabilitas Denpasar – Sebuah kegiatan sosial bertajuk Children Healing Workshop digelar Sabtu (4/5) lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan terapi bagi anak-anak yang menderita autisme maupun anak yang memiliki disabilitas. “Ini merupakan acara yang kedua kalinya kami gelar dan antusiasme orangtua untuk mengikuti acara ini sangat tinggi. Pada acara ini 11 orang yang hadir dan mengikuti workshop,” ujar Ni Made Antakesumadewi, S.E., salah satu anggota Yayasan Anak Mandiri Sanur. Lebih lanjut ibu Anta menjelaskan bahwa sebelum proses terapi dimulai, workshop diawali dengan sesi mewarnai. Hal ini bertujuan untuk membuat anak-anak lebih rileks nantinya pada saat diterapi. “Sebagian besar orangtua sangat senang dengan diadakannya acara ini, karena telah merasakan manfaatnya. Mereka berharap agar acara seperti ini rutin diadakan,” imbuhnya. Dalam workshop yang digelar di Sanur Independent School tersebut juga hadir terapis dari Kristal Medik. Acara serupa pernah diadakan Februari lalu dan juga cukup berhasil di mana banyak orangtua dari anak penyandang autisme dan disabilitas yang merasakan manfaat positif daro workshop ini. (kmb33)

BPM/ist

DISKUSI - Ni Made Antakesumadewi, S.E. berdiskusi dalam acara Children Healing Workshop, Sabtu (4/5) lalu.

Puluhan Akun Perdagangan Satwa Liar Dihapus DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHaK) Rasio Ridho Sani mengatakan, ada sebanyak 78 akun perdagangan satwa liar yang dihapus di Facebook pada awal 2019 hingga saat ini. “Kita melakukan upaya menutup akun dengan melaporkan perdagangan (satwa liar),” jelasnya kepada wartawan di sela-sela lokakarya Penguatan Jejaring Kerja Satgas Patroli Siber Tumbuhan dan Satwa Liar, Jakarta, belum lama ini. Sementara, pada 2018 ada sebanyak 123 unggahan yang dihapus oleh pihak Facebook terkait perdagangan satwa liar dalam jaringan (online). Dari pemantauan unggahan perdagangan satwa liar di media sosial, katanya pada Oktober 2017 terdapat 112 jumlah unggahan, dan pada April 2019 ada sebanyak 49 jumlah unggahan. Ia menjelaskan, bahwa penindakan tegas terhadap akunakun perdagangan satwa liar secara online berpengaruh

pada upaya menurunkan intensitas jumlah unggahan perdagangan satwa liar. Setelah menemukan akun-akun yang ditemukan melakukan perdagangan online untuk satwa yang dilindungi, maka pihak KLHK segera mengirim surat kepada pihak penyedia layanan media sosial seperti Facebook untuk menghapus atau menutup akun itu. Kebanyakan unggahan memuat perdagangan untuk satwa jenis burung, mamalia dan reptil. “Kejahatan satwa ini termasuk kejahatan yang sangat signifikan yang kami tangani,” ujarnya. Dia mengatakan bahwa sejak 2015 hingga saat ini ada hampir 200 kasus kejahatan terkait tumbuhan dan satwa liar yang sudah ditetapkan P21. Pihaknya mendorong upaya penutupan akun dan penindakan hukum terhadap pelaku perdagangan tumbuhan dan satwa liar secara online. “Kami mendorong penguatan upaya penindakan terkait dengan kejahatan tumbuhan dan satwa liar melalui media sosial,” ujarnya. (ant)


Minggu Paing, 12 Mei 2019

Rumah Warga Sembung Terbakar Bangli (Bali Post) Warga di lingkungan Banjar Sembung, Kelurahan Bebalang Bangli, Sabtu (11/5) kemarin dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang melanda rumah Ketut Makeh (55) warga setempat. Kebakaran yang menghanguskan bangunan rumah tersebut diduga terjadi akibat korsleting listrik. Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.30 Wita pertama kali diketahui saksi Ni Ketut Budiasih. Saat itu saksi sedang berada di dapur. Ketika keluar, saksi terkejut melihat api yang muncul dari belakang bupet TV. Seketika itu saksi Budiasih berteriak meminta bantuan. Saksi lainnya I Nengah Suartana yang mengetahui kejadian itu spontan memukul kulkul bulus (kentongan) untuk meminta pertolongan warga lainnya. Tak berapa lama, sejumlah warga sekitar berdatangan membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Upaya pemadaman juga dibantu petugas Damkar. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 Wita. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kebakaran menyebabkan korban mengalami kerugian material hingga seratus juta rupiah. “Penyebab kebakaran sementara diduga karena akibat korsleting arus pendek listrik,” kata Sulhadi. (kmb40)

NUNAS TIRTHA - Siswa di Dwijendra antusias nunas tirtha usai persembahyangan hari suci Saraswati, Sabtu (11/5) kemarin.

Kesadaran Totalitas

Sehingga, tidak ada celah bagi umat di alam semesta untuk saling merendahkan satu sama lain. “Orang Bali melakukan toleransi itu dengan kesadaran yang totalitas, maka manusia Bali itu menjalankan agamanya dengan baik dengan menyebut orang-orang non-Hindu dengan sebutan saudara atau nyama,”

ujarnya. Menurutnya, apabila kita merendahkan makhluk lain, sama halnya dengan kita merendahkan unsur Tuhan itu sendiri. Dalam diri manusia ada unsur Tuhan. Jadi, ada sthana Tuhan dalam tubuh yaitu Padma Hrdaya. Di sinilah sesungguhnya tempat suci yang paling mulia itu yang setiap saat dibawa ke manamana dalam menjalankan aktivitas. “Jika kita mampu menjaga tempat suci yang ada

di dalam diri ini, maka kita adalah manusia yang selesai memahami Tuhan,” tegasnya. Budayawan Dr. Drs. A.A. Gde Raka, M.Si., mengatakan, dasar beragama adalah kehendak yang sifatnya sangat personal, sehingga tidak ada yang sifatnya minoritas dan mayoritas. Artinya, baik individu, kelompok minoritas, maupun kelompok mayoritas tetap mendapat pengakuan dan perlakuan yang sama. Salah satu contoh sikap ne-

Serangan tral Pemerintah Provinsi Bali terhadap semua agama dan kepercayaan di Bali, adalah dibangunnnya tempat suci untuk peribadatan bagi umat berbeda dalam satu kawasan tempat suci Puja Mandala Nusa Dua. ‘’Fenomena seperti itu mengisyaratkan, walaupun agama dan kepercayaan kita berbeda, namun bagaimana kita dapat bisa hidup rukun satu dengan yang lain,” ujarnya. Dosen Magister Admin-

istrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) ini mengatakan, umat Hindu di Bali sangat toleran dan sangat menghargai umat lain tanpa diskriminasi, sekalipun dengan kelompok agama yang minoritas. Hubungan baik antarumat tidak hanya dirasakan oleh umat yang ada di Bali, namun secara tidak langsung dapat dirasakan pula oleh umat beragama di daerah lain. (win)

nama seperti ini kami jaga agar tetap lestari dan kami bangga dengan warisan leluhur ini,” katanya. Selain dalam hal penamaan, Suhartono mengaku ada akulturasi seni budaya dan toleranasi antara Islam dan Hindu. Bidang toleransi beragama ini bisa dijumpai dari perayaan hari raya Idul Fitri, Maulid Nabi, dan perayaan hari besar lain. Hal ini diwujudkan dalam persiapan penyambutan hari raya. Ini seperti ketika persiapan Lebaran Idul Fitri, Umat Muslim Pegayaman membuat aneka kue khas Bali seperti jaja uli, kaliadrem, tape, dan ragam kuliner khas Bali lain. Tidak saja dibuat untuk para keluarga, kerabat dan tetangga, tetapi bagaimana kuliner Bali itu dibagi-bagikan oleh umat Muslim Pegayaman melalui tradisi ngejot. Bahkan, ngejot dilakukan di beberapa desa tetangga seperti Desa Silangjana, Pegadungan, Padang Bulia, dan Desa Gitgit. Uniknya lagi, dalam perayaan hari besar Muslim, warga Pegayaman menggunakan

konsep perayaan layaknya warga Hindu di mana mengenal istilah hari penyajaan, penampahan, hari H, dan hari umanis yang bisa dilakukan ketika umat Hindu merayakan Galungan atau Kuningan. Bahan kulinernya diperoleh dari sumbangan warga Hindu. Warga Pegayaman juga memiliki seni Burdah. Dari segi nama kesenian ini dianut oleh warga Muslim, tetapi dalam pementasan memakai perpaduan seni Bali mulai dari pakaian dan lantunan kekawin yang bisa dilakoni Umat Hindu Bali. Ketika Burdah di Pegayaman dimainkan, maka satu kelompok ini mengenakan destar (udeng) dan lancingan (kancut). Akulturasi tidak berhenti di situ, tetap ada lantunan kekawin Bali kemudian diikuti dengan pembacaan syair Islam bahasa Arab. “Dalam pertanian kami juga mengadopsi kebiasaan warga Bali. Semua kami lakukan tanpa ada perbedaan, tapi segala perbedaan itu untuk mengikat persatuan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya. (olo/mud)

Mirip Rebana upacara khitanan. Burdah merupakan alat musik tradisional yang usianya juga sudah ratusan tahun. Alat musik ini mirip seperti alat musik rebana hadrah. Namun, ukurannya lebih besar dari alat musik rebana. Lantunan lagu yang dibawakan tidak jauh beda, sama-sama melantunkan nada-nada yang mengandung ayat-ayat suci. Namun, burdah ini, biasanya lebih bernuansa sakral. Irama lagu Islami yang mengiringi burdah, juga dibawakan dengan syair-syair atau puisi bahasa Melayu. Salah seorang pelantun Burdah, H. Muhammad Nur (58), mengatakan burdah ini seperti kasidah dengan melantunkan syair dan mengandung ayat-ayat suci. Dalam syair itu banyak mengandung nasihat, seperti orang meninggal hingga ke liang kubur, nasihat bagi pasangan yang hendak menikah. Selain saat-saat perayaan hari besar Islam, alat musik ini juga dimainkan untuk peringatan tujuh bulanan kandungan, perkawinan dan

Desa Pegayaman Sementara itu, Buleleng memiliki pusat budaya Islam di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Desa Pegayaman terbagi dalam lima dusun yakni Dusun Barat Jalan, Timur Jalan, Kumbu Tumpang Tembara, Kubu Lebah, dan Dusun Amerta Sari. Jumlah penduduk tercatat 6.625 jiwa, 98 persen umat Muslim, sisanya beragama Hindu. Secara pasti dan referensi belum ditemukan secara pasti yang menyebut kapan munculnya akulturasi seni budaya dan toleransi beragama di Desa Pegayaman. Namun, dari petuah-petuah para pendahulu di Pegayaman menyebutkan kalau cikal bakal lahirnya Desa Pegayaman sendiri pada tahun 1639 silam. Ini diawali ketika Raja Buleleng Ki. Anglurah Panji Sakti melakukan ekspansi ke Kerajaan Blambangan. Sejalan dengan keberhasilan itu, Raja Buleleng Panji Sakti kemudian memenuhi undangan dari Kerajaan Mataram, Jawa Tengah (Jateng). Ketika kembali ke Buleleng, para Ksatria dari Belambangan dan Mataram

secara tidak sengaja melakukan perkawinan dengan para abdi dalem Kerajaan Buleleng. Dari perkawinan ini, para abdi dalem kerajaan yang notabene mengantu Agama Hindu kemudian masuk Agama Islam. Situasi ini dijadikan dasar bahwa orang Pegayaman terbentuk dari sebuah perkawinan antara Islam dan warga Bali. Salah seorang tokoh masyarakat Desa Pegayaman, Ketut Mohammad Suhartono, Sabtu (11/5) kemarin, mengatakan, warisan akulturasi seni budaya dan konsep toleransi ini sudah didapat sejak lama. Baginya, warisan konsep dalam menjalani kehidupan sehari-hari ini sebagai kebanggaan yang tetap eksis. Dia mencontohkan, akulturasi yang bisa dibilang tidak ada di daerah lain adalah dalam hal pemberian nama-nama warga Muslim. Jangan heran warga Islam memiliki nama depan seperti Wayan Nengah, dan Ketut. Penamaan ini diakuinya bukan saja wujud akulturasi, tetapi adopsi nama-nama yang bisa dimiliki warga Bali itu sebagai bahasa ibu yang tidak bisa dihilangkan begitu saja. “Ini bahasa ibu, kalau leluhur nenek kami adalah warga Bali. Jadi, pemberian

Minggu, 12 Mei 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Upacara Rsi Yadnya (5) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar PWS Kota Denpasar Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Taman Sari PAUD Astagana Kumara Belajar Menggambar

10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita

Menggambar Bidadari Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Upacara Rsi Yadnya (6) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Bau Mulut Saat puasa Inovator

17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Banjar Bali Quis Kris Samatra Artis Bali Ayu Wiryastuti Indi Band Generation Naya Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Gegelang Karangasem (1) Berita dan Bincang Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

Empar pilar S tersebut, yakni Serangan, Sakenan, Susunan Wadon, yang merupakan tempat suci bagi Umat Hindu, serta Syuhada yang menjadi tempat suci bagi Umat Muslim di kampung setempat. “Inilah yang menjadi acuan bagi kami untuk bisa tetap rukun,” katanya. Di sisi lain, warga Kampung Bugis memiliki kaitan erat dan sejarah panjang dengan Puri Pemecutan Denpasar. Berdasarkan cerita para leluhur mereka di Serangan, pada zaman dulu pemuda perantauan dari Bugis yang merantau ke Bali

juga ikut serta berperang melawan penjajah bersama para prajurit Puri Pemecutan Denpasar dalam perang Puputan Badung. Terlebih, beberapa peneliti mengatakan kampung ini sudah ada sejak abad ke-17 masehi. Kampung ini berawal dari kedatangan seorang bangsawan bernama Syeikh Haji Mu dan 40 anak buah kapalnya (ABK) melarikan diri dari Makassar, karena tidak sepaham dengan Belanda sebagai efek dari perjanjian Bongaya. Kini, menurut Muhadi, jumlah warga di Kampung Bugis telah mencapai 100 KK atau 300 jiwa. Mereka turuntemurun menjadi warga kampung setempat. (ara)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu PAING, 12 Mei 2019

Laga Penentuan Juara

City Fokus ke Diri Sendiri Manchester –

Pekan final Liga Inggris, Manchester City masih bersaing ketat dengan Liverpool. Pep Guardiola mengaku akan fokus ke laga kontra Brighton dan tidak terlalu memikirkan Liverpool. Liga Inggris akan memainkan pertandingan terakhirnya pada akhir pekan ini. City dengan 95 poin dan Liverpool yang punya 94 poin masih bersaing memperebutkan gelar juara. City akan tandang ke markas Brighton & Hove Albion di The American Express Community Stadium, malam nanti. Pada saat bersamaan, Liverpool akan menjamu Wolverhampton Wanderers di Anfield. Kemenangan atas Brighton akan memastikan gelar juara untuk City. Oleh karena itu, Guardiola akan fokus penuh membawa City meraih tiga poin tanpa menghiraukan apa yang terjadi di Anfield. “Sejujurnya, lebih baik fokus ke apa yang kami lakukan,” ujar Guardiola Sabtu (11/5) kemarin. “Kalau kami menang, kami tidak harus melihat ke yang lain. Kenapa perhatian kami harus terbagi ke hal lainnya?” katanya menegaskan.

City menuju pekan terakhir dengan modal 13 kemenangan beruntun di Liga Inggris. Kini, Sergio Aguero dkk. tinggal selangkah lagi untuk mempertahankan gelar yang mereka raih musim lalu. “Ada di posisi ini adalah mimpi. Saya tidak menduga, ketika kami tertinggal tujuh poin dari Liverpool dan kemudian ada di posisi ini sekarang. Itulah kenapa mimpi jadi kenyataan,” lanjut Guardiola. “Kami menunjukkan banyak hal, tentunya sekarang bukan saatnya bicara betapa bagusnya apa yang sudah kami lakukan. Kami punya peluang untuk jadi juara kalau menang. Itulah yang harus kami lakukan,” imbuhnya.

Piala Sudirman

Seluruh Atlet Dipastikan Siap Tanding Jakarta– Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti, memastikan saat ini seluruh atlet berada dalam kondisi sehat dan siap bertanding dalam kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang akan diselenggarakan pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, China. “Persiapan tim sampai saat ini masih berjalan dengan baik, dan seluruh atlet berada dalam kondisi siap bertanding, siap memberikan yang terbaik di Piala Sudirman 2019,” kata Susy dalam acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/5) kemarin. Lebih lanjut Susy mengatakan, tim Indonesia rencananya bertolak ke Nanning, China pada Rabu (15/5). Tim yang diberangkatkan itu berjumlah 40 orang yang terdiri dari 20 atlet dan sisanya pelatih serta official. “Sebelum berangkat, masih ada beberapa program latihan yang harus dijalani oleh semua pemain. Kemudian ada juga sesi pemberian motivasi supaya semua atlet bersemangat dan termotivasi untuk berprestasi di Piala Sudirman 2019,” ujar Susy. Perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu menuturkan, pada babak penyisihan grup tim Indonesia akan berhadapan dengan tim Inggris dan Denmark. “Kalau di atas kertas, memang Indonesia lebih unggul. Namun kita tetap harus waspada dan fokus dari awal sampai akhir. Sebelum bertanding, tentu kami akan memilih pemain yang tepat untuk diturunkan. Kami akan lihat dan bandingkan dengan lawan secara head to head,” tutur Susy. Belajar dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kali ini pihaknya berupaya untuk lebih meningkatkan kesiapan para pemain, memantapkan strategi serta menanamkan keyakinan dan motivasi yang lebih kuat kepada seluruh atlet. “Kali ini kita harus lebih siap, karena kita bertekad untuk merebut kembali Piala Sudirman. Asalkan kita mau terus berjuang dan tidak mudah menyerah di lapangan, peluang sekecil apapun bisa dimanfaatkan untuk membalikkan keadaan dan menang,” ungkap Susy. Dalam ajang Piala Sudirman 2019, Indonesia mengirimkan 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. PBSI menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapt e n tim Garuda. (ant)

Pep Guardiola dapat menurunkan tim inti yang sama seperti saat mereka meraih kemenangan 1-0 atas Leicester City awal pekan ini, meskipun Leroy Sane dan Gabriel Jesus berpeluang untuk tampil sejak menit awal. Di kubu Brighton, Jose Izquierdo akan absen karena masalah lutut. Chris Hughton kemungkinan akan melakukan satu-satunya perubahan dari hasil imbang 1-1 timnya melawan Arsenal, dengan Anthony Knockaert masuk menggantikan Alireza Jahanbakhsh di sisi kanan. Tiga tim sudah terdegradasi. Brighton sudah pasti bertahan di Premier League. Dalam situasi seperti ini, rasanya tidak bakal ada kejutan di laga nanti. Brighton tanpa kemenangan dalam 8 laga terakhirnya di Premier League (M0 S3 K5). Pada pertemuan pertama musim ini, City mengalahkan Brighton di Etihad Stadium 2-0 lewat gol-gol Raheem Sterling dan Sergio Aguero. Di atas kertas, City tidak akan mengalami kesulitan untuk memetik kemenangan sekaligus menjadi juara Liga Inggris musim ini. (kmb33/afp)

Kalahkan Rockets

Warriors ke Final Wilayah Barat

Stephen Curry

BPM/afp

Houston– Golden State Warriors lolos ke final Wilayah Barat. Warriors mengalahkan Houston Rockets di game 6 semifinal dengan skor 118-113. Tanpa Kevin Durant yang cedera, Stephen Curry jadi motor kemenangan Warriors. Dalam pertandingan di Toyota Center Sabtu (11/5) kemarin, Curry mencetak 33 poin yang semuanya ia buat di paruh kedua. Klay Thompson menyusul dengan 27 poin. Sementara Andre Iguodala dan Kevon Looney masing-masing mencetak 17 dan 14 poin. Warriors memenangi duel semifinal dengan keunggulan 4-2 atas Rockets. Ini jadi final wilayah kelima secara beruntun untuk Warriors. Mereka menyingkirkan Rockets untuk keempat kalinya dalam lima musim. Dari kubu Rockets, James Harden menjadi penyumbang angka terbanyak dengan 35 poin. Sementara Chris Paul mencetak 27 poin. Ketat sejak awal, perolehan angka Warriors dan Rockets tak pernah selisih terlalu jauh. Pada kuarter terakhir, layup Harden membawa Rockets hanya tertinggal tiga angka di kedudukan 104-107 dengan sisa laga satu menit. Namun Warriors kembali menjauh 110-104 lewat tembakan tiga angka Klay Thompson. Meski Rockets terus berupaya mendekat, Warriors akhirnya menutup laga dengan kemenangan 118-113 berkat dua tembakan bebas Curry. Di final Wilayah Barat, Warriors akan menghadapi pemenang dari duel antara Denver Nuggets dan Portland Trail Blazers. Kedua tim saat ini berimbang 3-3 dan akan memainkan game 7 pada 12 Mei. (kmb33/afp)

Ander Herrera Tinggalkan MU di Akhir Musim

Manchester– Terjawab sudah tanda tanya soal masa depan Ander Herrera di Manchester United. Herrera memastikan pejalannya di MU selesai akhir musim ini. Kontrak Herrera bersama MU habis pada musim panas ini. Setan Merah kabarnya sudah berupaya memperbarui kontrak gelandang asal Spanyol itu, tapi tak ada kesepakatan yang tercapai. Pada Sabtu (11/5) kemarin Herrera akhirnya memastikan kepergiannya dari Old Trafford. Ia mengunggah

pesan perpisahan kepada suporter MU lewat akun Twitter klub. “Ada warna merah di hatiku, aku tahu itu sejak pertama kali aku bermain di sini dan ketika aku mulai memakainya,” ucap Herrera dalam video perpisahan yang diunggah akun Twitter MU. “Klub dengan ribuan fans yang sangat spesial dan mengingat semua pemain yang memberi segalanya. Aku merasa spesial ketika aku dengar namaku dinyayikan. Aku merasa bangga ketika fans memutuskan aku bagian

dari sejarah luar biasa ini,” imbuhnya. “Aku akan mengingat setiap dari hampir 200 pertandingan yang sudah aku mainkan dengan seragam ini karena bermain untuk klub Inggris terhebat adalah sebuah kehormatan. Terima kasih untuk lima tahun yang luar biasa ini,” katanya lagi. Belum diketahui ke mana Herrera akan melanjutkan kariernya. Namun kabar yang santer beredar menyebut pemain berusia 29 tahun itu menuju Paris Saint-Germain. (kmb33/afp)

Mangupura (Bali Post)Askab PSSI Kabupaten Badung akan menggulirkan kompetisi internal sekitar Juni sampai dengan Juli mendatang. Kompetisi bertujuan mengukur pembinaan tiap klub termasuk memantau skill ball pemainnya. Itu dilontarkan ketua umum Askab PSSI Kabupaten Badung Nyoman Graha Wicaksana di Kuta, Sabtu (11/5) kemarin. Diakuinya selama ini Askab PSSI Badung lebih sering menggelar turnamen sepak bola seperti Piala Bu-

pati Badung. “Kami hampir tiga tahun tidak menyelenggarakan kompetisi, dan kami ingin 2019 ini Askab PSSI Badung memutar kompetisi internal,” ujarnya. Pria yang akrab disapa Koming ini optimis klub–klub juga antusias menyambut diadakannya kompetisi, mengingat selama ini Askab Badung memiliki sekitar 40 klub anggota. “Kami harapkan melalui kompetisi ini muncul bibit–bibit pesepakbola yang potensial dan bertalenta,” harapnya.

Koming menegaskan, saat ini Askab PSSI Badung fokus menyiapkan tim Porprov yang akan berlaga di Tabanan, bahkan PS Badung yang musim kompetisi lalu langsung melenggang ke putaran nasional kompetisi liga 3 untuk tahun 2019 ini Koming juga belum tahu. “Sejauh ini kami belum tahu jadwal kompetisi liga 3. Apakah tim Keris akan langsung ke putaran nasional atau harus merangkak mengikuti kompetisi liga 3 Rayon Bali dulu,” jelasnya. (022)

Askab PSSI Badung Putar Kompetisi


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 12 Mei 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu