Skip to main content

Edisi Jumat 12 April 2019 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 227 TAHUN KE 71

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

Pengemban Pengamal Pancasila

jumat paing, 12 april 2019

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Bali Perlu Ditata Kembali Secara Fundamental dan Komprehensif

FOTO BERSAMA - Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) berfoto bersama dengan Rektor Unud dan seluruh civitas akademika Unud usai sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Kamis (11/4) kemarin, di Gedung Widya Saba Kampus Unud.

Surat Suara Tercoblos di Malaysia Rugikan Jokowi-Ma’ruf Amin Depok (Bali Post) – Calon presiden petahana Joko Widodo mempersilakan pihak mana pun untuk melaporkan ke Bawaslu jika terbukti ada pelanggaran, termasuk dugaan adanya surat suara yang telah tercoblos di Malaysia. ‘’Ya, dicek sajalah, kalau itu benar dan itu merupakan pelanggaran laporkan saja ke Bawaslu,’’ kata Joko Widodo, Kamis (11/4) kemarin. Menurut capres nomor urut 01 itu, mekanisme pelaporan jika terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu sudah sangat jelas. Dengan begitu, ia mengimbau semua pihak agar tidak memperkeruh suasana dengan isu-isu yang meresahkan menjelang pesta demokrasi pada 17 April 2019. ‘’Mekanismenya jelas kok, enggak usah diangkat isu-isu yang enggak jelas,’’ ucap Jokowi. Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin Malaysia telah melakukan pengecekan di lapangan terkait dugaan tindak kriminal pencoblosan surat suara secara sengaja di wilayah Bangi, Selangor, Malaysia. ‘’Kami terkejut mendengar berita yang tersebar bahwa ada oknum yang melakukan tindakan kriminal terkait pencoblosan kertas suara secara sengaja di wilayah Bangi, Selangor, Malaysia,’’ ujar Sekretaris TKN Malaysia Dato M. Zainul Arifin di Kuala Lumpur, Kamis kemarin. Dia mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut dan sudah menurunkan tim ke lapangan. ‘’Memang benar kami mendapat laporan terkait kejadian tersebut dan tim kami mengecek di lapangan memang benar adanya kertas suara di tempat tersebut. Hanya sangat disayangkan pada saat penggerebekan oknum yang melakukan lari dan tidak tertangkap,’’ katanya. Meski demikian, ujar Sekretaris PPP Malaysia ini, perlu ditelusuri apakah kertas itu betul-betul kertas suara dari KPU atau ada oknum yang sengaja merugikan pihak pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin karena semua dugaan kertas suara tercoblos mengarah kepada pasangan 01. ‘’Dengan jumlah puluhan ribu sangat banyak dan rumit kalau dilakukan orang per orang. Kami TKN Malaysia segera akan mengadakan rapat koalisi 01 pada sore ini untuk menyikapi masalah ini dan segera memberi pernyataan sikap terkait ini,’’ katanya. Sebelumnya, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengatakan bahwa Bawaslu telah menemukan adanya pelanggaran dalam pemilu berupa penyelundupan surat suara dan surat suara yang telah tercoblos. Bawaslu kemudian segera meminta proses pemungutan suara Pemilu 2019 di Malaysia dihentikan sementara. (ant)

UNTUK membangun Bali, tidak perlu jauh-jauh melakukan studi banding. Misalnya ke Eropa ataupun ke negara lain. Karena semua referensi untuk pembangunan Bali sudah lengkap sekali dan ada di Bali. Seperti yang disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, Bali perlu ditata kembali secara fundamental dan komprehensif. Orisinal terkait konsep membangun Bali itu sudah ada di Bali sejak dahulu. Hal ini, menurutnya, merupakan sesuatu hal yang luar biasa sekali untuk referensi membangun Bali. Tidak hanya itu, ini juga sebagai referensi untuk mengembalikan kepada nilai kearifan lokal yang dimiliki Bali secara taat. Karena belakangan ini Bali sudah berada pada posisi yang kurang baik. ‘’Bali mengalami pergeseran yang luar biasa, Bali mengalami degradasi, kemunduran, dari peradaban

dahulu yang luar biasa menyangkut alam, manusia dan budayanya,’’ kata Gubernur Koster di sela sosialisasi program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dalam meningkatkan sinergi Unud dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kamis (11/4) kemarin di Gedung Widya Sabha Kampus Unud. Ditegaskannya, ke depan apabila tidak ditata kembali secara fundamental dan komprehensif maka Bali akan mengalami kehancuran. Dengan adanya intervensi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk daya saing, pihaknya yakin Bali bisa bersaing. ‘’Untuk itu, sebelum terlambat, Bali harus ditata kembali secara fundamental dan komprehensif, menyeluruh, terarah serta terintegrasi. Tugas saya sekarang adalah menjalankan visi ini untuk membangun Bali lima tahun ke depan,’’ tegasnya. Dijelaskan Koster, visi

yang dimaksud adalah mewujudkan Bali era baru. Yaitu suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru ‘’Bali yang Kawista, Bali yang Tata Titi Tentram Kerta Raharja. Gemah Ripah Lohjinawi’’. Yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi tiga dimensi utama yaitu menjaga keseimbangan alam manusia dan budaya Bali, ini yang paling prinsip. Kemudian memenuhi kebutuhan hidup dan harapan krama Bali dalam berbagai aspek. Dan terakhir mengantisipasi adanya tantangan, baik secara nasional maupun global. ‘’Tiga aspek utama yang akan ditata yaitu alam, manusia, dan budaya. Ini menjadi fokus pembangunan Bali yang berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari nilai kearifan lokal yaitu Sad Kerthi,’’ ucapnya. Dikatakannya, ini merupakan konsep orisinalnya Bali. Karena ini menjadi mo-

mentum untuk dibangkitkan nilai-nilai untuk menghadapi situasi yang sudah buruk. Bali ini harus diproteksi, dinormalisasi kembali, direvitalisasi dan harus dikonservasi, baik alam manusia dan budayanya. Untuk itu, pembangunan yang berpotensi merusak alam Bali, itu harus dilarang dengan keras. ‘’Termasuk rencana reklamasi Teluk Benoa. Itu harga mati, No...!!! Tidak ada itu,’’ tegasnya. Sementara itu, Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). mengatakan, kegiatan sosialisasi program Gubernur Bali ini diikuti seluruh civitas akademika Unud. Pihaknya berharap, dengan sosialisasi ini bisa meningkatkan peran serta perguruan tinggi dalam pembangunan di Bali. Untuk itu, sinergitas antara pemerintah dan Unud sangat diperlukan. (ad497)

Alit Wiraputra ’’Seret’’ Putra Mantan Pejabat di Bali

KASUS yang melibatkan Alit Wiraputra diduga akan menyeret sejumlah pihak. Salah satunya putra mantan pejabat di Bali. Saat digiring ke Rutan Mapolda Bali, Alit Wiraputra mengatakan proyek ini sebenarnya digagas tiga orang berinisial S, J dan C. Dana tersebut diserahkan kepada S sebanyak 50 persen dan sisanya dibagi bertiga. Sebenarnya awal perjanjian proyek ini antara S dan korban. ‘’Saya hanya sebagai pengganti karena S, putra pejabat saat itu. Saya disuruh menggantikan posisinya. Saya tidak ada niat melarikan diri,’’ tegas Alit Wiraputra. Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, kasus yang melibatkan pelaku sebenarnya kasus biasa. Berawal Januari 2012, pelaku bekerja sama dengan korban. Korban adalah pemilik dana dan bekerja sama dengan pelaku dalam proses mengurus perizinan di Pemprov Bali. ‘’Jadi, mereka sepakat untuk membuat suatu perusahaan PT Bangun Segitiga Mas atau BSM. PT BSM kerja sama dengan Pelindo III dalam pengem-

bangan Pelabuhan Benoa,’’ tandasnya. Dalam kerja sama ini, diterangkan nanti yang membuat draf kerja sama dengan Pelindo III adalah pelaku. Mengurus izin, audiensi dengan pejabat di Pemprov Bali adalah pelaku. Yang mengurus rekomendasi dari Gubernur juga pelaku. Termasuk mengurus persetujuan prinsip. Dalam kesepakatan itu, biaya operasional yang disepakati antara korban dan pelaku Rp 30 miliar untuk pengurusan izin prinsip di Pemprov Bali. Rinciannya, pembayaran pertama Rp 6 miliar diterima pelaku digunakan untuk biaya audiensi pada pejabat di Bali. Tahap kedua Rp 10 miliar digunakan pelaku untuk mendapatkan izin rekomendasi. Hal. 15 Rp 16 Miliar

Bali Post/eka

TAHANAN - Alit Wiraputra menuju ruang tahanan di Mapolda Bali, Kamis (11/4) kemarin.

Bali Post/eka

MANTAN PEJABAT - Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan (kiri) didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja menyampaikan kasus yang melibatlan Alit Wiraputra. Andi menyebutkan sudah ada tiga saksi yang diperiksa. Salah satunya putra mantan pejabat di Bali.

Ketua Kadin Bali Ditangkap Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali menangkap Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra di Hotel Belligio, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/4) dini hari. Penangkapan caleg DPR-RI ini terkait kasus penggelapan dana perizinan proyek di Pelabuhan Benoa senilai Rp 16 miliar. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja menyampaikan, penangkapan pelaku berdasarkan

’’Gathering Stakeholder’’ Pariwisata dengan Gubernur Koster

laporan polisi nomor 151 tanggal 20 April 2018. Pelapor atau korban Sutrisno Lukito Disastro (58) dan terlapor Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra (44). ‘’Kejadian tahun 2012. Modus terlapor membujuk korban dengan cara berjanji terbitnya persetujuan prinsip dari Gubernur Bali dan perizinan lainnya dalam rangka pengembangan dan pembangunan kawasan Pelabuhan Benoa. Keinginan pelapor (Sutrisno) dalam jangka waktu enam bulan perizinan selesai dan disediakan dana

operasional sebanyak Rp 30 miliar,’’ tegasnya. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, penangkapan pelaku dengan kasus penipuan atau penggelapan. ‘’Kenapa kita melakukan penangkapan? Sebenarnya pelaku sudah kami panggil hari Selasa tanggal 9 April, tetapi pelaku tidak datang. Keesokan harinya, pelaku mengirim surat dan minta penundaan pemeriksaan sampai 18 April,’’ ungkapnya. (kmb36)

Komitmen Membangun Pariwisata Melalui ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’

’’Saya sendiri juga memiliki pandangan bahwa kepariwisataan di Bali ini dalam banyak hal memang secara fundamental sudah mengalami penurunan kualitas dan secara tidak sadar proses itu berlangsung terus. Karena ada yang nyaman dan ada yang menikmati zona yang nyaman itu. Tapi ada pula yang dirugikan dari penyelenggaraan yang tidak sehat dalam berbagai aspek.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

GUBERNUR Bali Wayan Koster bertatap muka dengan 1.500an stakeholder pariwisata. Mereka terdiri atas pengusaha, tokoh masyarakat, asosiasi, praktisi, akademisi, penggiat sosial dan mahasiswa bidang pariwisata. Pertemuan berlangsung Kamis (11/4) kemarin di Harris Hotel, Sunset Road. Kegiatan yang bertajuk ‘’Gathering Walk the Talk with Governor of Bali’’ dengan subtema ‘’Synergi and Harmony Under Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi yang lebih kuat dan solid antara pemerintah, industri dan masyarakat. Melalui program pembangunan semesta berencana yang tertuang dalam konsep ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ benar-benar dirancang dengan pertimbangan dan perencanaan yang matang oleh Pemerintah

Provinsi Bali untuk berkomitmen membangun pariwisata Bali. Hal ini dapat diperhatikan dari tatanan pengelolaan pemerintahan sejak awal setelah Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster dan Cok Ace terpilih dan dilantik pada 2018. Konsep yang mengedepankan penguatan nilai budaya dan kearifan lokal Bali ini telah melahirkan fondasi yang kuat untuk keberlanjutan program pembangunan daerah di segala bidang, tidak terkecuali pada industri pariwisata yang menjadi leading sector bagi pembangunan daerah Bali dan juga Indonesia. Wayan Koster mengatakan, salah satu program penting yang menjadi prioritas dalam lima tahun ke depan sebagai pelaksanaan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ adalah bidang pariwisata. Ini menjadi prioritas untuk dibangun dan ditata

secara fundamental dan komprehensif untuk kesejahteraan Bali. Tatap muka ini, katanya, perlu agar program dan kebijakan yang akan dilaksanakan ke depan benar-benar sesuai dengan harapan para pelaku pariwisata itu sendiri. ‘’Karena para pelaku itu yang sejatinya menjadi pilar penting. Tidak saja melaksanakan, juga akan terkena dampak positif maupun negatif terhadap kebijakan yang akan dijalankan,’’ ujarnya. Hal. 15 Tata Kelola BERBINCANG - Gubernur Bali Wayan Koster berbincang dengan Wagub Cok Ace saat tatap muka dengan 1.500-an stakeholder pariwisata, Kamis (11/4) malam kemarin.


DENPASAR

2

Jumat Paing, 12 April 2019

FIGUR

Pertanda UN Dihapus

TIDAK dipakainya nilai Ujian Nasional (UN) atau USBN pada proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), mengejutkan banyak kalangan terutama guru. Ketua PGRI Bali Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. memprediksi tiap tahun kebijakan baru selalu terjadi. Jika nilai UN tak lagi dipakai acuan, dia memprediksi ke depan UN akan dihapuskan. ‘’Jika itu terjadi, lebih baik dana APBN untuk UN dialihkan guna meningkatkan SDM guru,’’ tegasnya, Rabu (10/4). Bagi Kepala SMP PGRI 2 Denpasar ini, jika UN hanya dipakai untuk pemetaan kualitas pendidikan saja dan tak dipakai sebagai acuan studi lanjut, langkah yang paling tepat adalah dihapus. Di sisi lain, guru akan sangat sulit memotivasi siswa untuk mengejar prestasi karena tak ada lagi standar nilai yang membuat mereka belajar keras. Sedangkan segi positifnya, siswa tak lagi dibebani beban mental bahkan sampai ada yang bunuh diri. Jika muaranya juga untuk menghilangkan kluster sekolah favorit, bagi dia, juga bagus dengan syarat guru yang tadinya numplek di sekolah favorit juga harus disebar merata. Dengan demikian, semua sekolah juga mendapatkan SDM guru berkualitas. Dengan syarat perpindahan guru tak boleh merugikan guru dan keluarganya serta dilakukan sesuai asas keadilan. Ia juga merasa khawatir dengan 90 persen PPDB menggunakan sistem zonasi akan merugikan sekolah swasta. Pasalnya, pasar sekolah swasta yang dekat dengan sekolah negeri akan direbut habis oleh sekolah negeri. Sementara siswa pintar dan memiliki duit akan lari ke sekolah internasional. ‘’Inilah yang saya katakan dilema bagi sekolah swasta. Mohon juga dipikirkan oleh pemerintah,’’ tegasnya. (sue)

Sekolah Diminta Objektif Terima Siswa

Denpas ar (Bali Post) – Metode Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Denpasar mengalami perubahan yang sangat substansial. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar telah merancang PPDB tahun ini tanpa menggunakan nilai UN. Artinya, PPDB kali ini menggunakan sistem zonasi secara utuh. Kondisi ini langsung mendapat respons dari kalangan anggota DPRD Denpasar. Dikonfirmasi, Kamis (11/4) kemarin, anggota Komisi IV DPRD Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada mengatakan, secara prinsip pola PPBD dengan menggunakan zonasi cukup baik, apabila ini dilakukan dengan objektif oleh masing-masing sekolah. Hanya, kondisi di lapangan yang sering berbeda, kerap menimbulkan sejumlah persoalan. Wakil rakyat dari NasDem ini mengatakan, peran pihak-pihak luar yang ikut merecoki pola PPDB agar bisa menitipkan seseorang di sekolah tertentu, bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan. Pihaknya berharap sekolah harus mampu bersikap objektif dalam penerimaan siswa, sehingga tidak menimbulkan kericuhan. Widiada menambahkan, peran otoritas pribadi, karena menjadi tokoh, aparatur yang sedang berkuasa, tokoh pilitik, tokoh adat, baik di tingkat bawah hingga level atas yang diduga sering terlibat, dapat memicu kerawanan dalam PPDB. Untuk itu, semua komponen diharapkan menaati aturan yang berlaku, sehingga semua akan bisa dievaluasi secara komprehensif. Panglingsir Puri Peguyangan ini menilai PPDB tahun 2018 lalu sejatinya sudah cukup baik. Karena telah menggunakan pola zonasi berbasis kecamatan dan tetap menggunakan nilai UN. Hanya, karena masih adanya pihak-pihak tertentu yang ikut terlibat, menjadikan PPDB semakin ruwet. Terlebih, kondisi sekolah di Denpasar ini sebagian besar kekurangan ruang kelas untuk menampung siswa yang ingin menempuh pendidikan di sekolah bersangkutan. Seperti diberitakan sebelumnya, Disdikpora Kota Denpasar telah merancang juknis PPDB 2019 ini. Salah satu hal yang mendasar mengalami perubahan, yakni pola penerimaan yang tidak lagi mengacu pada nilai UN. Siswa yang akan diterima di satu sekolah, murni berdasarkan zonasi, yakni jarak tempat tinggal dengan skolah. (kmb12)

Topik :

SIMULASI - Suasana simulasi pencoblosan pemilu serentak di TPS Banjar Sapta Bumi, Tegal Harum, Kamis (11/4) kemarin.

Simulasi Pencoblosan

Warga Antusias Gunakan Hak Pilih langsung dapat uang transport yang disediakan KPU. Ketua KPU Denpasar I Wayan Arsa Jaya didampingi Komisioner Made Windia yang ditemui di selasela simulasi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk penerapan regulasi teknis pemungutan dan penghitungan suara sesuai dengan yang ditentukan. Kegiatan ini juga sebagai bentuk evaluasi terhadap kendala serta

kekurangan yang muncul dalam simulasi ini. Dari hasil pemantauan kemarin, TPS simulasi ini memiliki 250 orang pemilih yang terdaftar. Mereka mulai menggunakan hak pilihnya pada pukul 07.00 hingga 13.00 Wita. Warga terlihat cukup antusuias melakukan simulasi. Bahkan sejumlah pemilih mengaku sudah paham betul dengan cara mencoblos. Karena rata-rata mer-

eka sudah memiliki pilihan tetap, sesuai hati nuraninya. “Kami sudah pernah mencoblos. Jadi, tidak bingung lagi,” ujar salah seorang peserta simulasi. Windia menambahkan, usai pencoblosan pihaknya langsung melakukan penghitungan suara. Sesuai dengan ketentuan yang ada, penghitungan suara dilakukan setelah pukul 13.00 Wita sampai selesai. Batasnya, yakni

pukul 12.00 Wita keesokan harinya. Ini maksimalnya. Namun, dipastikan tidak sampai memerlukan waktu seperti itu. Terkait dengan urutan penghitungan suara, yang pertama adalah penghitungan suara untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, kemudian disusul DPR-RI, DPD, DPRD provinsi, dan terkahir DPRD kabupaten/ kota. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Struktur perekonomian Bali sekarang kerap disebut tidak seimbang antara sektor primer, sekunder, dan tersier. Padahal kondisi ini juga terjadi pada tahun 1971. Bedanya, saat itu sektor primer atau pertanian yang mendominasi struktur ekonomi. Sedangkan saat ini, struktur ekonomi didominasi oleh pariwisata atau sektor tersier.

nan daerah, arah kebijakan pembangunan kabupaten/ kota di Bali, serta penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan nasional. “Selain itu, menyepakati program, kegiatan, indikator, dan target kinerja serta klarifikasi program dan kegiatan yang merupakan kewenangan provinsi dengan program dan kegiatan kabupaten/kota yang diusulkan berdasarkan hasil Musrenbang kabupaten/ kota,” ujarnya. Menurut Ika Putra, kabupaten/kota telah mengusulkan 227 kegiatan yang ditujukan kepada perangkat daerah Provinsi Bali dalam

rangka sinkronisasi dan penyelarasan program. Total dana yang diusulkan mencapai Rp 1,462 triliun lebih. Selain itu, ada usulan BKK sebanyak 387 usulan dengan dana Rp 1,921 triliun lebih. Sedangkan total usulan rancangan awal rencana kerja perangkat daerah Provinsi Bali sebagai ide dan usulan dari pimpinan perangkat daerah terkait program dan kegiatannya memerlukan anggaran sebesar Rp 2,782 triliun lebih. “Demikian gambaran usulan sejak kita membuka mekanisme atau wahana diskusi dari tahap awal penyusunan rancangan awal RKPD sampai Pra Musrenbang kemarin,” jelasnya. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) – KPU Denpasar menggelar simulasi pemungutan (pencoblosan) dan penghitungan suara di TPS, Kamis (11/4) kemarin. Kegiatan ini dilangsungkan di Balai Banjar Sapta Bumi, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat. Menariknya, warga sangat antusias datang ke TPS untuk nyoblos atau menggunakan hak pilihnya. Beruntung usai mencoblos di bilik suara dan keluar TPS,

Bali Perlu Keseimbangan Baru “Tahun 1971, sektor sekunder dan tersier itu rendah. Kalau bergantung pada pertanian, tidak bisa maju kita, lambat majunya sehingga ada kesepakatan kita harus membuat keseimbangan baru dalam struktur ekonomi,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry usai menyampaikan Pokok-pokok Pikiran DPRD Bali dalam acara Musrenbang RKPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2020 di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (11/4) kemarin. Dari kesepakatan itu, lanjut Sugawa Korry, lahirlah tiga strategi sektoral. Yakni, pertanian dalam arti luas, pariwisata, dan industri rumah tangga. Ketiga strategi itu terus menerus dilakukan. Tapi bukannya menjadi seimbang, struktur ekonomi justru berbalik. Dominasi sektor primer diambil alih oleh sektor tersier. “Justru timbul Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

ketidakseimbangan baru yaitu sektor tersier yang dominan, pariwisata mencapai 67 persen. Persis berbalik,” jelas politisi Golkar ini. Menurut Sugawa Korry, keseimbangan baru kini dibutuhkan lagi karena ketergantungan pada sektor tersier saja terbilang sangat rentan. Terlebih saat ada bencana alam, peristiwa bom, penyakit menular, hingga berita-berita hoax yang disebar kompetitor Bali di bidang pariwisata. Perekonomian Bali seketika akan lumpuh jika terjadi hal-hal seperti itu. “Bukan berarti kita mengerem sektor pariwisata, tetap kita majukan, tapi sektor primer dan sekunder harus didorong lebih tinggi perkembangannya,” imbuhnya. Sugawa Korry menyebut sekarang ada tantangan kepemilikan lahan yang rendah yakni rata-rata 0,36 hektar per petani, sehingga cukup sulit meningkatkan produksi. Oleh karena itu, kualitas produksi pertanian yang mesti ditingkatkan seperti lewat penggunaan bibit unggul. Selain itu, perlu didukung dengan industri pengolahan

hasil-hasil pertanian. Kemudian mengimplementasikan Perda tentang Buah Lokal. “Produksi lokal harus diserap oleh pasar lokal sehingga permintaan menjadi naik, harga menjadi naik. Salah satunya memberi insentif bagi desa pakraman yang mampu membuat pararem mewajibkan masyarakat menggunakan buah lokal,” terangnya. Sugawa Korry menambahkan, pemerintah tidak boleh melarang pemanfaatan buah impor. Tapi dengan adanya pararem tersebut, buah lokal tetap akan terserap dengan baik. Di sini pemerintah bisa berperan memberikan subsidi pupuk atau menyediakan bibit unggul. Sebelum berdebat soal ketersediaan buah lokal, pasar mesti direkayasa terlebih dulu agar permintaan buah lokal naik. Berkaitan dengan Musrenbang RKPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2020, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, acara ini digelar untuk menyepakati sejumlah hal. Di antaranya permasalahan dan prioritas pembangu-

Bali Post/kmb32

I Nyoman Sugawa Korry

Bali Post/kmb32

Wiasthana Ika Putra

Lagi, Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2019 PROGRAM pembangunan keberlanjutan yang dirancang Pemerintah Kota Denpasar mendapat apresiasi dari beragam pihak. Kali ini Pemkot Denpasar meraih penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Provinsi Bali. Penghargaan yang diserahkan Gubernur Bali Wayan Koster ini diterima Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara pada saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPP) Provinsi Bali Tahun 2019 di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Kamis (11/4) kemarin. Denpasar keluar menjadi yang terbaik bersama dua kabupaten lainnya di Bali, yakni Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Klungkung. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Dr. Hari Nur Cahya Murni, M.Si., Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Dr. Ir. Leonard VH. Tampubolon, M.A. serta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera

Primanto Bhakti. Hadir pula Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama sejumlah kepala daerah di Bali serta stakeholder terkait lainnya. Kepala Bapedda dan Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiastana Ika Putra menjelaskan, penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) ini merupakan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah (provinsi, kabupaten dan kota) yang menunjukkan prestasi dalam perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian pembangunan daerah guna mendorong pemerintah daerah untuk menyusun dokumen perencanaan yang konsisten, komprehensif, terukur, dan dapat dilaksanakan serta mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan kegiatan secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan serta mendorong pemerintah daerah untuk berinovasi. Lebih lanjut dijelaskan, aspek dan kriteria penilaian meliputi proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah dengan kriteria

penilaian pada proses bottomup, top-down, teknokratik, politik, dan akuntabilitas pelaksanaannya, kualitas dokumen perencanaan pembangunan daerah dengan kriteria penilaian adalah keterkaitan dokumen RKPD. Selain itu, konsistensi dokumen RKPD, kelengkapan dan kedalaman dokumen RKPD, serta keterukuran dokumen RKPD, pelaksanaan rencana pembangunan daerah dengan kriteria inovasi terkait dengan kebaruan dan kemanfaatan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Serta pencapaian pelaksanaan rencana pembangunan daerah dengan kriteria yang digunakan adalah pencapaian sasaran makro dan sasaran strategis pembangunan daerah. Untuk penilaian awal di tingkat provinsi dilaksanakan melalui dua tahap oleh Tim Penilai PPD Provinsi Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPP) merupakan yang pertama kalinya digelar.

Melalui pola Pembangunan Semesta Berencana yang menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali dan tradisi untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera. Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengapresiasi tanda penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2019 Provinsi Bali yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Denpasar. Penghargaan ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran di Pemkot Denpasar serta seluruh stakeholder pembangunan di Kota Denpasar. ‘’Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Bali terhadap kinerja perencanaan pembangunan yang telah dilaksanakan di Kota Denpasar. Tentu saja penghargaan ini tidak membuat Pemerintah Kota Denpasar berpuas diri. Melainkan akan terus memacu kinerja sebagai upaya untuk terus meningkatkan pembangunan di Kota Denpasar dengan perencanaan yang strategis serta terarah dan tepat sasaran,’’ ujar Jaya Negara. (ad492)

PENGHARGAAN - Pemkot Denpasar meraih penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Provinsi Bali. Penghargaan yang diserahkan Gubernur Bali Wayan Koster ini diterima Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Kamis (11/4) kemarin.


BADUNG

Jumat Paing, 12 April 2019

3

Ombudsman Soroti Penyelenggaraan UNBK SMA/SMK

Bali Post/eka

PARIWISATA - Sejumlah wisatawan menikmati suasana Pantai Batu Bolong, Badung. Sektor pariwisata merupakan sektor utama di Badung, namun sektor tersebut sangat rentan terhadap berbagai isu. Untuk itu, dewan meminta Pemkab Badung mencari sumber pendapatan daerah lainnya.

Pemkab Rumuskan Regulasi Investasi Daerah

Mangupura (Bali Post) –

Gonjang-ganjing sektor pariwisata Bali khususnya Badung, mendapat perhatian serius kalangan DPRD Badung. Bagaimana tidak, pendapatan Badung yang dikenal sebagai kabupaten terkaya di Bali ini hanya bertumpu pada sektor tersebut. Bukan tidak mungkin pemerintahan di kabupaten dengan julukan Gumi Keris ini mengalami krisis akibat merosotnya kunjungan wisatawan. Karena itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata mendorong Pemkab Badung untuk menciptakan sumber pendapatan lainnya guna menopang program-program pro rakyat yang telah dicanangkan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. ‘’Badung butuh side income atau penghasilan agar pendapatan daerah stabil. Ide ini sudah saya sampaikan ke Bapak Bupati, dan beliau mendukung. Tinggal mencarikan regulasi dan payung hukumnya,’’ ungkap Parwata, Kamis (11/4) kemarin. Menurut alumni Program Doktor Ekonomi Pembangunan Unud ini, banyak peluang yang dapat digarap untuk menyeimbangkan pendapatan Badung. Salah satunya dengan membangun sistem pemungutan pajak yang bersifat real-

time. Selain itu pemerintah daerah juga dapat berinvestasi tentunya yang berkaitan dengan core business yakni pariwisata. Dengan optimalisasi potensi, sumber daya manusia (SDM) dan teknologi digital, diharapkan tidak lagi terjadi kebocoran pendapatan dan potensi daerah. ‘’Kalau hanya mengandalkan satu kantong saja, pendapatan daerah tidak akan stabil. Karena apa, pariwisata sangat rentan terhadap berbagai isu, baik bencana alam, kriminal, kesehatan, dan lainnya. Sementara Dana Alokasi Khusus (DAU) yang diperoleh terbilang kecil Rp 1,7 triliun untuk belanja pegawai dan kurang lebih Rp 700 miliar ini ditanggung oleh daerah sendiri,’’ jelasnya. Belum lagi, kata Parwata,

beban pengeluaran lainnya misalnya komitmen Badung memberikan santunan lansia, memajukan sektor pendidikan, memperhatikan pemuka agama, seperti pemangku dan pendeta, banyak lagi lainnya. ‘’Masalahnya, biaya yang dikeluarkan untuk seluruh program itu besar, sedangkan sumber pendapatan hanya satu. Jadi, perlu ada sumber pendapatan lainnya,’’ terangnya. Politisi asal Dalung, Kuta Utara itu juga mendesak pemerintah berinvestasi di bidang properti di luar Bali, di antaranya, Jakarta, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Australia. Peluang ini nantinya digerakkan lewat BUMD dengan mendirikan perseroan terbatas (PT). ‘’Ini kita garap maksimal. Badung harus mendapatkan

Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan 250 Bedah Rumah di Bangli

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta melanjutkan program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembangunan rumah sehat dan layak huni, atau program bedah rumah untuk enam kabupaten di Bali. Pada Kamis (11/4) kemarin giliran Kabupaten Bangli dibantu 250 bedah rumah dari BKK Kabupaten Badung tahun 2019. Penyerahan bantuan bedah rumah di Kabupaten Bangli dipusatkan di Desa Songan B Kecamatan Kintamani, Bangli. Bupati Bangli I Made Gianyar menyambut langsung kehadiran Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang hadir bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) I Ketut Gde Suyasa, Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu I Made Agus Aryawan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman AA Ngurah Bayu Kumara Putra, Kepala Bagian Hukum Setda Badung I Komang Budi Argawa dan Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli I Nengah Sukarta mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta rombongan dalam acara penyerahan bantuan BKK Kabupaten Badung untuk Kabupaten Bangli di Kecamatan Kintamani. Bantuan ini untuk tujuh desa, mendapatkan 250 bedah rumah. ‘’Kabupaten Badung pendapatannya paling besar di Bali dan sudah bisa mengurangi kemiskinan di Kabupaten Badung, dan sekarang berlanjut membantu kabupaten lain yang ada di wilayah Provinsi Bali. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan dari Kabupaten Badung, bisa mengurangi kemiskinan yang ada di Bangli,’’ ungkapnya. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam kesempatan tersebut, mewakili masyarakat Bangli mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bupati Badung bersama jajarannya dalam penyerahan bantuan BKK Kabupaten Badung untuk tujuh desa di Kecamatan

BEDAH RUMAH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan program bedah rumah untuk Kabupaten Bangli, bertempat di Desa Songan B Kecamatan Kintamani, Bangli, Kamis (11/4) kemarin. Kintamani. Selain bantuan BKK, Pemkab Badung telah banyak membantu masyarakat Bangli khususnya dalam pembangunan pura. Ini sangat membantu Pemkab Bangli dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Bangli. ‘’Kami di Bangli telah banyak dibantu oleh Badung. Pembangunan infrastuktur jalan di balik bukit, membuat perairan di Desa Suter, pendanaannya bersumber dari APBD Bangli dan juga dibantu oleh Kabupaten Badung,’’ ucap Bupati Made Gianyar. Dalam sambutannya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan, kehadirannya di tengah-tengah masyarakat khususnya di Kecamatan Kintamani adalah untuk menyampaikan program Kabupaten Badung ‘’Angelus Bhuwana’’ yang artinya dari Badung untuk Bali, salah satunya penyerahan bantuan rumah BKK bedah rumah ini. Para Perbekel diharapkan membantu warga yang dapat bantuan agar bantuan tepat sasaran. Bantuan dari BKK ini merupakan lanjutan program pembangunan 2.000 Rumah Sehat Layak Huni yang sebelumnya sudah diserahkan di Kabupaten Buleleng, Tabanan, dan Jembrana. Bantuan di Bangli sebanyak 250 bedah rumah. Rinciannya, untuk di Desa Abang Songan sebanyak 12 unit, Desa Catur 2 unit, Desa Songan A 33 unit, Desa Songan B 75 unit, Desa Suter 5 unit, Desa Terunyan 118 unit, dan Desa Abang Batudinding

sebanyak 5 unit. ‘’Harapan kami, dengan adanya bantuan ini kita melihat Pancasila. Lima sila kalau diperas menjadi trisila, diperas lagi menjadi ekasila dan diperas lagi menjadi gotong royong, sehingga semangat gotong royong inilah menjadi motivasi yang kita bangkitkan. Yang sudah baik kita sempurnakan lagi,’’ jelasnya. Diharapkan pula pembangunan dilakukan secara gotong royong. Masing-masing penerima mendapat bantuan Rp 50 juta, tanpa potongan pajak. ‘’Pembangunan untuk enam kabupaten sebanyak 2000 unit dengan anggaran Rp 100 miliar,’’ tambahnya. Untuk membangun Bali dari Badung, Bupati Giri Prasta mengikuti perjalanan Presiden Joko Widodo, membangun Indonesia dari pinggiran dan dari Badung membangun Bali dari pinggiran. Seperti di Buleleng, pembangunan dimulai dari SCTPB (Sidetapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa dan Banyusri) lanjut ke Kabupaten Karangasen mulai dari Munti Gunung, Bangli dari Songan dan seterusnya. Kepada seluruh masyarakat Bangli agar mendukung program yang sudah berjalan yang dibuat Bupati Bangli bersama jajarannya untuk membangun infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat. Bupati Giri Prasta mengaku siap membantu demi tuntasnya pembangunan di Bangli. ‘’Setelah bedah rumah, kami akan berlanjut membantu untuk rehab berat dan ringan, serta bantuan usaha ekonomi produktif,’’ tegasnya. (ad498)

pendapatan lainnya agar bisa membiayai kebutuhan Badung secara keberlanjutan. Apalagi Badung daerah internasional harus berpikir internasional, bisnisnya juga internasional tentunya berbasis tourism, karena itu potensinya. Bangun hotel di Bali, Jakarta, Singapura, Thailand, Malaysia, Australia. Ini sasaran investasi di bidang akomodasi,’’ paparnya. Regulasi dan payung hukum terkait usulan tersebut, kata Parwata tengah disiapkan, sehingga tidak melabrak aturan yang telah ada. ‘’Jadi Badung sebagai owner, hanya menanyakan berapa untung. Dengan memiliki hotel, pelaku bisa mempromosikan potensi pariwisata Badung di sana, sehingga wisatawan yang datang bertambah, pendapatan juga meningkat, dan secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kalau ini diterapkan, saya jamin pendapatan daerah stabil, kesejahteraan meningkat, dan angka pengangguran menurun,’’ tegasnya. (kmb27)

OMBUDSMAN Perwakilan Bali menyoroti sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan UNBK SMA/ SMK tahun ini. Salah satunya terkait kurangnya komputer yang menjadi sarana utama dalam kegiatan tersebut. Selain itu, temuan Ombudsman di lapangan saat penyelenggaraan UNBK adalah adanya pengawas di kelas yang masih membawa HP, kekurangan genzet dan keluhan atas tidak adanya kunjungan pengawas dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali ke sekolah saat berlangsungnya UNBK. ‘’Secara umum, pelaksanaan UN di Bali berjalan lancar. Hanya ada beberapa temuan pengawasan Ombudsman yang ke depan harus diperbaiki,’’ kata Kepala Ombudsman RI

Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, S.Sos., M.Si., Kamis (11/4) kemarin. Terkait berbagai kekurangan tersebut, pihaknya berharap ke depannya dapat menjadi perhatian Pemprov Bali. Pemprov diharapkan dapat memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada sekolah tidak saja negeri, tetapi juga swasta. ‘’Kita jumpai ada sekolah sampai melaksanakan UNBK dengan tiga shift, bahkan ada yang sampai menitipkan siswa ke sekolah lain sehingga menandakan sekolah tersebut kekurangan fasilitas,’’ katanya. Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Bali tidak menampik akan kekurangan fasilitas komputer di beberapa sekolah di Bali. Sebanyak 18

persen dari SMA/SMK di Bali masih kekurangan komputer untuk penyelenggaraan UNBK tahun 2019. Selain sekolah masih kekurangan genset. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menyatakan, atas persoalan tersebut telah dilakukan penanganan sesuai juknis yang diberikan pusat. Pihaknya akan berupaya menambah fasilitas untuk sekolah setiap tahunnya, menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Sementara dalam hal kunjungan pengawas dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali, dia mengakui tidak semua sekolah bisa dikunjungi. Pengawasan hanya bisa terhadap 65 persen sekolah di Bali. ‘’Kami pilahpilah sekolah yang akan dikunjungi,’’ katanya. (kmb16)

BANDARA - Aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai.

Bali Post/dok

Dikebut, Pembangunan RET di Bandara Ngurah Rai Mangupura (Bali Post)Pembangunan rapid exit taxiway (RET) di Bandra Ngurah Rai, dikebut. PT Angkasa Pura I Ngurah Rai meyakini, penambahan RET dapat meningkatkan kapasitas landasan penerbangan sehingga imbasnya mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. RET merupakan jalan yang menghubungkan runway dengan rancangan sudut yang tajam. Hal ini memungkinkan pesawat yang mendarat dapat segera ke luar dari landasan

pacu pada tingkat kecepatan yang masih tinggi untuk masuk ke apron atau pelataran pesawat. Menurut General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, Kamis (11/4) kemarin, progress pembangunan RET saat ini 10 persen. Diharapkan proyek rampung akhir tahun ini. Tambahan RET diharapkan mampu menambah 5 penerbangan per jam dari semula 30 pergerakan per jam. Penamba-

han RET sangat diharapkan pihak Airnav sebab dapat mempercepat proses lepas landas pesawat. Manajer Perencanaan dan Evaluasi Operasi Air Nav Denpasar Gede Cakra Warsita menyampaikan, jika pesawat semakin cepat keluar runway, maka pesawat lain semakin cepat lepas landas. Saat ini Bandara Ngurah Rai hanya memiliki dua RET. Namun dengan adanya pengembangan apron dan rencana penambahan landasan, maka perlu adanya penambahan RET. (kmb23)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Gubernur Koster Tak Ingin Musrenbang Sekadar Seremonial

Wayan Koster MUSYAWARAH Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) diharapkan jangan hanya menjadi acara seremonial. Namun harus mampu menjabarkan Visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2020. Harapan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya saat membuka Musrenbang Penyusunan RKPD Semesta Berencana Tahun 2020 di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (11/4) kemarin. Koster berharap Visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ hendaknya dijabarkan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terpadu berdasarkan skala prioritas, dengan sasaran serta outcome yang jelas dan terukur. ‘’Implementasinya betul-betul harus dapat menyentuh dan memenuhi kebutuhan masyarakat Bali,’’ ujar Gubernur yang juga selaku Ketua DPD PDI-P Bali ini. Ia menambahkan, ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ telah secara resmi ditetapkan sebagai visi pembangunan Bali lima tahun ke depan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023. ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Kata Gubernur Koster, Bali harus bangga karena menjadi pilot project konsep pembangunan rancangan Presiden Soekarno yang belum sempat terealisasi karena masa kepemimpinannya saat itu telah berakhir. Visi tersebut akan mengantarkan Bali menuju era baru yang ditandai dengan tatanan kehidupan holistik yang meliputi tiga dimensi utama yaitu dimensi pertama menjaga keseimbangan alam, krama (manusia) dan kebudayaan Bali (Genuine Bali). Dimensi kedua bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan. Berikutnya dimensi ketiga, merupakan manajemen risiko (risk management) yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang. Visi dan Bali Era Baru diwujudkan dengan fokus pada pembangunan yang merupakan penataan fundamental Bali, mencakup tiga aspek utama yaitu alam, krama (manusia) dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana, yang dilaksanakan dengan konsep Sad Kertih (atma kertih, wana kertih, danu kertih, segara kertih, jana kertih dan jagat kertih). Pembangunan Bali dilaksanakan dengan konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana (PPSB) yang berlangsung secara sistematis, masif, dan dinamis dalam tataran lokal, nasional, dan global. Untuk mewujudkan Bali Era Baru, penyelenggaraan pembangunan Bali harus dilakukan dengan paradigma/pendekatan yang meliputi tujuh aspek yaitu pembangunan yang mengandung dimensi sekala dan niskala, pembangunan bersifat holistik, pembangunan bersifat integratif, pembangunan berbasis perencanaan yang bersifat sinergis. Selain itu, pembangunan berbasis kepemimpinan kultural, pembangunan dengan pendekatan satu-kesatuan wilayah dan pembangunan yang berpihak pada kepentingan Bali. Seluruh jajaran perencana pembangunan bersama seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Bali harus terus bekerja keras, berkoordinasi, dan bersinergi, dalam pelaksanaan program pembangunan, serta dalam menghadapi dinamika dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Pada kesempatan itu, Gubernur Koster menyerahkan penghargaan kategori perencana terbaik pembangunan untuk tiga kabupaten/kota yaitu terbaik pertama Kabupaten Tabanan, terbaik kedua Kota Denpasar dan terbaik ketiga Kabupaten Klungkung. Pembukaan Musrenbang juga menghadirkan pembicara dari Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasinoal. Musrenbang berlangsung selama dua hari, 11 hingga 12 April 2019. (ad500)

Jumat Paing, 12 April 2019

Konferensi Internasional Fakultas Teknologi Pertanian Unud

Pengolahan Hasil Pertanian Penting Tingkatkan Nilai Tambah

UNIVERSITAS Teknologi Malaysia (UTM) dan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana (FTP Unud) menyelenggarakan 2nd International Conference on Biosciences and Medical Engineering (ICBME) 2019. Konferensi yang berlangsung dari 11 - 12 April 2019 di Prime Plaza Hotel, Sanur bertemakan ‘’Towards Innovative Research and Cross Disciplinary Collaborations’’. Keynote speaker dan Plenary Speaker dalam konferensi itu adalah Prof. Chiharu Nakamura, Prof. Uda Hashim, Prof. Teruo Sone, Prof. Dr. Chung-Ho Lin, dan Prof. Nuri Andarwulan. Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Ketut Satriawan, M.T. mengatakan, konferensi internasional ini dilaksanakan bekerja sama dengan UTM Malaysia di bidang biosain, teknologi pertanian, biomedical engineering, lingkungan dan biosains yang lain. Satriawan menjelaskan, dalam teknologi pertanian ada transformasi proses input dan output. Bahan baku hasil pertanian diproses menjadi output. Dalam proses tersebut ada proses mekanis, kimiawi dan ada juga proses biologi dan mikrobiologi. Dalam pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang siap konsumsi, peranan mikrobiologi atau mikroorganisme sangat penting untuk menghasilkan produk pangan dan nonpangan lainnya. FTP memiliki tiga prodi yaitu Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Teknologi Industri Pertanian (TIP), serta Teknik Pertanian (TEP). ‘’Proses agroindustri itu memanfaatkan proses kimia, fisika, biologi atau mikrobiologi tercakup di bidang teknologi pertanian,’’ tandasnya. Dari sisi keamanan, dikatakan, semua proses itu aman sepanjang mematuhi batas-batas atau koridor kewajaran yang dipersyaratkan. Seperti mikroba, ada yang patogen

KONFERENSI - Rektor Unud didampingi Dekan FTP Unud dan Chairman ICBME saat membuka konferensi internasional ICBME 2019. atau merugikan dan ada yang men- Pakistan, Turki, dan Indonesia. guntungkan bagi manusia, cukup Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. banyak minuman mengandung Raka Sudewi, Sp.S(K). usai memmikroorganisme yang mengun- buka acara itu mengatakan, ketungkan bagi usus manusia. ‘’Jadi giatan ini merupakan konferensi tergantung dari penggunaannya atas kerja sama yang diprakarsai dan memanfaatkannya pada batas- oleh Fakultas Teknologi Pertanian batas tertentu yang diizinkan,’’ Universitas Udayana dengan Unijelasnya. Proses pengolahan hasil versitas Teknologi Malaysia yang pertanian ini sangat penting untuk pesertanya berasal dari berbagai meningkatkan nilai tambah hasil negara dengan jumlah sekitar pertanian, sehingga petani dapat 150 orang. Melalui konferensi ini merasakan hasil jerih payahnya diharapkan ada sharing ilmu pendengan setimpal. getahuan yang dimiliki oleh para Lanjutnya, konferensi internasi- expert dan juga pengalaman-penonal ini merupakan bagian dari Tri galaman yang telah didapatkan Dharma Perguruan Tinggi. Setelah di masing-masing universitasnya. dosen melakukan penelitian, dosen ‘’Ini adalah forum yang sangat baik harus mendistribusikan dan me- bagi peserta untuk menambah nyebarluaskan pengetahuan, keter- wawasan dan ilmu pengetahuanampilannya, dan kompetensi yang nya khususnya di bidang bioscidiperoleh sehingga ada pertukaran ences and medical engineering ini,’’ informasi. ‘’Kita sudah sampai se- ujarnya. jauh mana, mereka sudah sampai Kegiatan ini diharapkan tidak sejauh mana,’’ imbuhnya. hanya sebatas konferensi tetapi Peserta dan keynote speaker juga ada kerja sama riset, publikasi, yang terlibat berasal dari 11 negara pertukaran mahasiswa, kunjungan dengan total peserta sekitar 150 dosen antara Unud dengan univerorang. Negara yang terlibat pada sitas lain yang bermutu. Selain itu, konferensi ini di antaranya Ma- FTP diharapkan juga membangun laysia, Amerika, Jepang, Filipina, jaringan baru melalui pertemuan Australia, Qatar, Sudan, Nigeria, ini. (ad495)

Itekes Bali Di-”launching’’, Jalur PMDK Dibuka hingga 31 Mei 2019 PPLP Dhyana Pura Merayakan HUT Ke-32

SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali, Kamis (11/4) kemarin me-launching perubahan bentuk menjadi Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali. Launching dilakukan Kepala LLDikti VIII Prof. I Negah Dasi Astawa, S.E., M.Si. bersama Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka dan Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. Launaching perubahan nama ini dilakukan di tengah-tengah acara wisuda sarjana keperawatan dan dihadiri sejumlah pejabat, kepala SMA se-Bali. Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengungkapkan sejak naik status menjadi institut dan mengelola 10 program studi, pihaknya makin banyak mendapat tawaran kerja sama dari luar negeri. Bahkan ada yang menawarkan Itekes Bali membuka Prodi Teknologi Migas. ‘’Ini sangat membanggakan juga berkat dukungan Kepala LLDikti Nengah Dasi Astawa,’’ ujarnya. Mendapat pujian demikian, Prof. Dasi Astawa mengingatkan peningkatan status ini harus membuat civitas akademika Itekes Bali makin tersohor dengan cara menjaga kualitas. Selanjutnya bekerja keras guna mengantarkan Itekes Bali menjadi word class university. Saat itu, Ketua Stikes Bali Gede Putu Darma Suyasa mewisuda 57 lulusan S-1 Keparawatan. Dari 57 lulusan tersebut, 61,4% lulus dengan predikat pujian dan 38,6% lulus dengan predikat sangat memuaskan. Tampil sebagai tiga lulusan terbaik masing-masing Ikayanti Christiani (IPK 3,91), Ni Putu Eka Mastikariani (IPK 3,83) dan Ni Made Artha Rini (IPK 3,81). Dia menegaskan untuk menjadi

LAUNCHING - Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa saat me-‘’launching’’ perubahan nama Stikes Bali menjadi Itekes Bali. perawat profesional belum usai karena para wisudawan ini harus mengikuti pendidikan pada jenjang Profesi Ners. Dalam pelaksanaan Tri Dharma PT, Gede Putu Darma Suyasa memaparkan terlaksana dengan baik dan lancar serta selalu tunduk kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam kancah pendidikan tinggi. Berbagai prestasi telah diraih Itekes Bali, di antaranya juara II lomba debat Bahasa Inggris Nasional yang diselenggarakan Unair dan juara II lomba Mahasiswa Berprestasi di tingkat LLDikti Wilayah VIII dan berhak maju dalam lomba Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional tahun 2019. Dalam bidang penelitian, para dosennya banyak memenangkan dana hibah Dikti serta menjalin kerja sama internasional dengan puluhan lembaga pendidikan di Asia. Termasuk mulai 2018 mengirim mahasiswa magang

ke Jepang. Setelah naik status Stikes Bali kini resmi menjadi Itekes dan membuka 10 prodi yakni Prodi Sarjana Farmasi Klinik dan Komunitas, Sarjana Teknologi Pangan, Prodi Sarjana Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan, Prodi Magister Keperawatan, Sarjana Terapan Keperawatan Anastesiologi, Pendidikan Profesi Ners, Sarjana Keperawatan, Diploma Tiga Keperawatan dan Prodi Diploma Tiga Kebidanan. Penerimaan mahasiswa baru pada seluruh prodi tersebut sudah mulai dilaksanakan. Untuk jalur PMDK dibuka sampai dengan 31 Mei 2019. Sedangkan jalur reguler dibuka pada tanggal 19 April 2019 sampai dengan 14 Agustus 2019. Pendaftaran bisa dilakukan dengan online di web https:// stikes-bali.ac.id atau bisa datang langsung ke kampus II Itekse Bali di Jalan Tukad Balian No. 180 Renon, Denpasar. (ad494)

PERAYAAN HUT ke-32 PPLP Dhyana Pura dilaksanakan dalam bentuk ibadah syukur. Ibadah dipimpin Pendeta I Nyoman Agustinus, M.Th. Dalam renungannya ia menyampaikan apa yang sudah dilalui dan diraih PPLP Dhyana Pura selama 32 tahun ini tidak terlepas dari penyertaan Tuhan. Acara ini dihadiri Pembina Yayasan Dhyana Pura, Pengawas Yayasan Dhyana Pura, Pengurus Yayasan Perguruan Kristen Harapan, Rektor dan Wakil Rektor beserta jajarannya di Universitas Dhyana Pura, Kepala SMA/SMK di Kabupaten Badung, Tabanan dan Kota Denpasar, Instruktur PPLP Dhyana Pura serta perwakilan mahasiswa PPLP Dhyana Pura. Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyerahan hadiah-hadiah lomba berupa uang pembinaan, piala dan piagam penghargaan untuk para pemenang lomba kompetensi perhotelan antarmahasiswa di lingkungan PPLP Dhyana Pura pada pekan kreativitas mahasiswa yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu pada 11 dan 12 Maret 2018. Dalam sambutannya, Direktur PPLP Dhyana Pura Gilbert Nainggolan, S.S., M.M. menyampaikan sekarang ini begitu banyak saingan LPK yang bergerak di bidang pariwisata, PPLP Dhyana Pura tetap berusaha menjadi LPK yang berkualitas. Pada sambutannya, Direktur memberikan apresiasi kepada SMA dan SMK yang selama ini telah memberikan peluang dan dukungan kepada PPLP Dhyana Pura. Ketua Panitia Rai Lilyk Dwi Astuti, S.S. menyampaikan laporannya bahwa rangkaian perayaan HUT PPLP Dhyana Pura ke-32 telah dimulai pada 11 Maret 2019

HUT - PPLP Dhyana Pura merayakan HUT ke-32. dengan mengadakan kegiatan antara lain, pada 11 Maret 2019 telah diselenggarakan seminar-seminar yang dibawakan Ketua ICA Bali, Ketua IFBEC dan Human Resource Department of Indigo Hotel. Kegiatan pekan kreativitas mahasiswa yang diisi dengan lomba kompetensi perhotelan yang diselenggarakan pada 12 Maret 2019 diikuti 153 mahasiswa PPLP Dhyana Pura. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan ide kreativitas di bidang perhotelan baik di dalam mereka mempersiapkan diri mengahadapi persaingan dan memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Adapun bidang kompetensi yang dilombakan yaitu Tata Boga yaki Balinese Cooking Contest dan Fruit Carving. Tata Hidangan yakni Mixo Flair Bartending, Table Set Up, Napkin Folding dan Skirting. Tata Graha yakni Making Bed, Towel Folding dan Flower Arrangement.

Kantor Depan yakni Speech Contest. Semua kegiatan dilaksankan di Kampus PPLP Dhyana Pura. PPLP Dhyana Pura sudah memasuki pendaftaran penerimaan mahasiswa baru periode II gelombang I untuk tahun ajaran 2019/2020 dengan program studi pilihan program 1 tahun yakni Kantor Depan/Front Office, Tata Graha/House Keeping, Tata Hidangan/F&B Service, Tata Boga/Food Production, Kapal Pesiar, Secretary/Public Relation. Program 2 tahun yakni Akomodasi Perhotelan, Tata Hidangan, Tata BogaMakanan & Minuman/ Food & Beverage, Buttler, Usaha Perjalanan Wisata/UPW. Program 3 tahun yakni Manajemen Akomodasi Perhotelan, Manajemen Food & Beverage. Saat ini PPLP Dhyana Pura terus berbenah dan mengembangkan diri untuk siap bersaing dan menghasilkan lulusan sesuai dengan standar ASEAN. (ad.505)

AWK42 Panen Dukungan di Tabanan dan Bangli

Wedakarna Minta Pejabat di Bali Kurangi Hadir di Acara ”Ngenteg Linggih’’ Demi Pelayanan Publik PEJABAT eksekutif di Bali setingkat gubernur, bupati, kepala dinas, diimbau untuk tidak terlalu sering menghadiri upacara karya adat Hindu yang cukup banyak menyita waktu kerja birokrasi. Mengingat banyak potensi pembangunan di Bali yang hilang begitu saja akibat banyaknya pejabat lebih sering ada di pura dibandingkan di kantor masing-masing. Hal ini dirasa cukup merugikan Bali dari segi persaingan dengan komunitas luar, khususnya jika dilihat dari parameter efisiensi waktu kerja orang Bali. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III usai mengadakan kunjungan kerja di Tabanan dan Bangli. Ia mengkritisi saat ini banyak energi terbuang sia-sia akibat para pejabat di kantor pemerintah lebih hobi tampil perlente di hadapan masyarakat, dibanding menghabiskan waktu untuk membela Bali. ‘’Gini ya, hadir di tengah masyarakat itu penting, tapi jauh lebih penting jika seorang gubernur, bupati, wali kota dan pejabat setingkat kepala dinas itu untuk stand-by terus di ruang pemerintahan. Dalam agama Hindu

kan sudah disampaikan contoh bagaimana Panca Pandawa yang diminta untuk tetap menjadi ksatria warna dalam medan Bharatayuda. Bukan sebaliknya berpura-pura menjadi seorang rohaniwan (brahmana). Jadi biarkan tugas jadi upasaksi agung di pura, mendem padagingan, mulang pakelem menjadi tugas para panglingsir puri, geria dan bendesa adat. Pejabat publik cukup berdana punia ke lokasi dan stand-by di kantor fokus pada pelayanan masyarakat. Logikanya menurut aturan, pejabat setingkat gubenur ya… tugasnya bersaing dengan gubernur dari 33 provinsi lainnya. Begitu juga bupati, wali kota ya... bertugas bagaimana bisa merebut anggaran di Jakarta agar bisa mendapatkan bagian dari Rp Rp 2.000 triliun dana APBN, termasuk juga mempromosikan Bali ke seluruh dunia. Dan pejabat SKPD setingkat kepala dinas atau eselon tinggi tugasnya bukan hadir di pura mewakili pejabat, tetapi diam di kantor dan memastikan pelayanan masyarakat bisa berjalan dengan baik. Saya kira Gubernur Bali harus membuatkan aturan baku tentang ini. Waktu kita sangat terbuang sia-

sia saat pejabat ada di acara ritual. Apalagi dari pengalaman saya, upacara di pura sangat menyita waktu hingga berjam-jam. Sesekali boleh saja hadir di pura, tapi tidak bisa tuman menjadi kegiatan rutin,’’ ungkap Arya Wedakarna (AWK). Ia beralasan bahwa selama ini daya saing pejabat Bali di pusat sangat tidak kompenten, terutama bagaimana pemimpin di kabupaten/ kota lebih banyak jago kandang dari penilaian dirinya. ‘’Selama lima tahun saya ada di Jakarta, tiang tahu banyak tentang tingkah laku pejabat di Bali yang seperti raja dan ratu saat ada di Jakarta. Tidak ada sikap humble-nya sama sekali. Mereka hadir di Jakarta hanya sebatas seremonial. Tapi ketika di minta berdebat, diminta melobi dan diminta untuk berbicara Bali, banyak yang masih belum berani. Padahal, secara UU, eksekutif itu yang tugasnya ‘mengeksekusi’, bukan hanya sibuk ada di pura untuk ritual. Di Bali ini ada 100 hari raya per tahun, belum lagi undanganundangan warga masyarakat yang tiap hari berdatangan. Tapi bukan berarti seluruh undangan dihadiri ya, tapi ada skala prioritas. Saya

rasa jika kerja pejabat di Bali, baik dalam hal pelayanan publik, tanpa kampanye saja akan sukses,’’ terang AWK. Ia memberi contoh tentang kinerja Ahok. ‘’Mau contoh sukses? Mari kita lihat Pak Ahok saat jadi Gubernur DKI Jakarta. Yang dia lakukan itu kerja, kerja, kerja, membuat kota bersih, infrastruktur jalan, berkoordinasi dengan seluruh jajaran SKPD, memberantas korupsi. Dan saya rasa Ahok lebih banyak stand-by di kantor dibanding ikut acara seremonial. Toh saat ini nama beliau tetap harum. Jadi ini yang perlu diubah mindset-nya. Mumpung tahun depan akan ada pemilihan bupati di Bali. Kita harus bersuara dari saat ini. Saya akan terus bicara tentang hal ini,’’ jelas AWK. Selain itu, AWK juga meminta agar prajuru adat di Bali tidak sering-sering mengundang pejabat agar tidak membuat repot panitia. ‘’Saya sering lho mendampingi bupati ke beberapa pura. Dana punianya tidak banyak seperti dulu, paling hanya Rp 3 juta sampai Rp 5 juta karena dibatasi aturan. Kadang malah lebih banyak biaya seremoni dan sewa tenda diband-

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama tokoh di Gadungan, Tabanan dan Tembuku, Bangli. ing punia pejabat. Kalau bisa saya pejabat di Bali fokus kerja menimbau desa adat stop undang peja- jaga Bali. Selektif saja. Jadi saling bat di karya ini dan itu. Upacara pengertian ya,’’ imbuh AWK yang agama bukan balih-balihan. Itu juga Presiden The Hindu Center Of sakral untuk internal desa. Biarkan Indonesia ini. (ad502)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


daerah

Jumat Paing, 12 April 2019

5

Relawan AWK42 Berkumpul di Puri Agung Sibang Badung

Dukung Perjuangan, Panglingsir Puri Serahkan Tongkat Antik kepada Wedakarna

TEST DRIVE - Perwakilan Manajemen Daihatsu Soni Satriya dan R&D Team saat acara Ayla Turbo Media Test Drive 2019 di GBT Surabaya.

Daihatsu Ayla Turbo Unjuk Gigi di Sirkuit Surabaya SETELAH sukses dengan menampilkan mobil konsep Daihatsu Ayla Turbo pada acara GIIAS Surabaya Auto Show 2019 serta kesuksesannya dalam uji coba salah satu fasilitas dari Research and Development (R&D) Center PT Astra Daihatsu Motor di Karawang, kali ini giliran awak media di Surabaya mendapatkan kesempatan melakukan test drive dan merasakan impresi berkendara dengan mobil konsep Ayla Turbo di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (10/4) lalu. Sebagai bagian dari tren otomotif terkini, mobil konsep Ayla Turbo dirancang untuk menunjukkan kemampuan rancang bangun R & D Daihatsu di Indonesia dan bukan untuk diproduksi secara massal serta memberikan inspirasi dalam modifikasi kendaraan, khususnya yang menggunakan teknologi Turbo di Indonesia. Modifikasi mobil konsep Ayla

Turbo ini memiliki perubahan yang signifikan, meliputi pada mesin, transmisi, exhaust system, bodi mobil, suspensi, roda, dan yang utama adalah penyematan komponen turbocharger. Dengan demikian, mobil konsep Ayla Turbo ini layak uji di sirkuit serta sesuai dengan standar regulasi yang telah ditetapkan Ikatan Motor Indonesia (IMI). Tak hanya itu, melalui uji coba dan pengetesan mobil yang telah dilakukan Daihatsu, mobil konsep Ayla Turbo menghasilkan luapan performa tenaga sebesar 200 HP dengan Torsi sebesar 242 NM, serta raihan peningkatan kecepatan 0–100 km/jam, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 9,04 detik. Ayla Turbo memiliki performa maksimal berkat adanya kapasitas mesin 1.2L dual VVTi yang lebih bertenaga, dilengkapi dengan Low Compression Piston. Berbeda dengan New

Ayla sebelumnya, Ayla Turbo dilengkapi dengan velg 15’’ sehingga handling saat bermanuver pada kecepatan tinggi lebih stabil, tanpa mengurangi tenaga. Selain itu, Ayla Turbo dilengkapi dengan suspensi depan dan belakang yang dibuat lebih rigid untuk meningkatkan stabiliti dan mencegah terjadinya body roll. Sebagai mobil konsep racing sport, Ayla Turbo juga memiliki sistem pendinginan yang dilengkapi dengan oil cooler untuk menghindari suhu pelumas yang terlalu panas. ‘’Sebagai ajang pembuktian kemampuan R&D ADM, maka mobil konsep Ayla Turbo ini dapat menjadi inspirasi bagi pelanggan, dan penggemar modifikasi, sehingga mobil Daihatsu khususnya Ayla Turbo ini bisa memenuhi hasrat modifikasi yang lebih maksimal,’’ ujar Soni Satriya, Design Engineering Executive Coordinator R&D PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)

Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali menangkap komplotan kasus skimming asal Bulgaria, Rabu (10/4) lalu. Pelaku yang ditangkap yaitu Kaloyan Kirilov Spasov, Nikolay Valentino Dinev, dan Lyubomir Todorov Bogdanov. Mereka diringkus di areal parkir minimart Nirmala, Pecatu, Kuta Selatan. ‘’Ketiga pelaku ini merupakan jaringan kasus pencurian data nasabah bank. Mereka beraksi di Pulau Bali,’’ kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Kamis (11/4) kemarin. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dari salah satu bank di Bali yang menemukan adanya kegiatan transaksi penarikan uang yang tidak wajar di wilayah Pecatu. Berbekal informasi, petugas melakukan penyelidikan dan diperoleh rekaman CCTV di ATM. Selanjutnya Tim Resmob melakukan penyelidikan pada Rabu (10/4) pukul 02.30 Wita. Saat Tim Resmob melakukan penyelidikan dan melihat mobil Suzuki Ertiga yang parkir di area minimart Nirmala, Pecatu. Di dalam area tersebut ada ATM Mandiri, ATM BNI dan ATM BRI. Saat itu diketahui ada seseorang melakukan transaksi di dalam ATM BNI dan dua orang berada di dalam mobil. Selanjutnya, polisi langsung menangkap pelaku. Mereka warga Bulgaria yang memiliki kemiripan dengan ciri orang yang melakukan pemasangan hidden camera di ATM Mandiri tersebut. Selanjutnya polisi menggeledah tempat tinggal pelaku yaitu vila di daerah Pecatu. Petugas berhasil menyita barang bukti berupa mobil Suzuki Ertiga, satu buah router, satu buah kamera, disainplat hiddencam, tiga buah laptop, dua buah dompet dan dua buah HP dan uang Rp 2 juta. ‘’Modusnya dengan cara memasang alat skimmer yang telah terpasang kamera tersembunyi yang terhubung dengan router dan modem maupun cardreader di ATM. Selanjutnya terekam data nasabah, termasuk nomor PIN-nya,’’ ungkapnya.

Selanjutnya data nasabah itu disimpan pelaku ke kartu ATM palsu. Kartu ATM palsu ini dipakai menarik uang milik nasabah. ‘’Untuk mencegah aksi kejahatan

ini, Polda Bali akan memburu para pelaku kejahatan skimming ini hingga tuntas. Kasus ini akan terus dikembangkan,’’ tutup Hengky Widjaja. (kmb36)

Lagi, Pelaku ”Skimming’’ Asal Bulgaria Dibekuk

ILMU politik menurut ajaran Marhaenisme Bung Karno adalah ilmu menambah kawan seperjuangan, ilmu melebarkan pengaruh politik santun dan ilmu merangkul semua kalangan dengan baik. Pancasila yang diperas menjadi ‘’Eka Sila’’ yakni gotong royong harusnya dipegang teguh seluruh pemimpin yang mengaku Sukarnois. Hal ini disampaikan saat tokoh muda Sukarnois Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, saat hadir di sejumlah titik di Kabupaten Badung Utara yakni Mengwi, Abiansemal dan Petang dalam rangka kampanye pemilu. Ditemui usai hadir di Puri Agung Sibang Abiansemal, Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan pandangannya bahwa ke depan anak muda di Bali harus berani mengimplementasikan ajaran-ajaran Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar retorika saja. ‘’Seorang anak ideologis Bung Karno bukan hanya ditandai kita eksklusif bergaul dengan anak Soekarno ya. Itu mah biasa saja bagi saya, tapi akan lebih keren jika anak muda Bali bisa menjadi Soekarno-Soekarno muda. Apa ciri-ciri Soekarno muda? Yang pasti harus pintar, harus cerdas dan menggunakan pendekatan ilmiah akademis dalam memimpin, bukan menggunakan kekuatan otot. Jadilah pemimpin yang baik, yang tanpa emosi, tidak rakus dan jangan jadi ‘pemimpin defisit’. Nanti jadi tertawaan masyarakat Bali. Ini harus kita tanamkan melalui pendidikan karakter kepahlawanan. Bukan karakter politisi, apalagi politikus yang tanpa ideologi. Ini saya minta pada anak muda Bali,’’ kata Arya Wedakarna. Terkait dengan konstelasi politik di Pemilu 2019, pihaknya menolak jika ada pemimpin politik, penguasa eksekutif dan juga partai politik di Bali yang memaksakan kehendaknya dengan mengarahkan pilihannya pada figurfigur tertentu, apalagi disertai dengan ancaman mutasi dan lain sebagainya. ‘’Selama berkeliling Bali di 9 kabupaten/ kota saya sering mendengar keluhan warga yang merasa kecewa karena telah diarahkan untuk mendukung figur tertentu dalam Pemilu 2019 ini, baik presiden, DPD, DPR atau DPRD. Secara hukum konstitusi, tindakan memaksa itu sudah salah ya karena pejabat publik harus netral sekalipun mereka orang partai. Itu tidak boleh, dan juga itu terjadi asal ada bukti rakyat bisa melapor-

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Gerakan Relawan Arya Wedakarna (GARDA) di Puri Sibang Abiansemal dan juga A.A. Gede Narmada Abady. kan. Saya rasa pemilu adalah pesta politik, yang harus ada kegembiraan, dan juga suka cita. Tapi jika saat ini muncul intimidasi, dan ancaman akan mutasi di sana sini, itu sudah melanggar aturan. Apalagi dengan mengerahkan kekuatan ormas. Itu sangat anti-Pancasilais. Sekarang rakyat Bali ya mulat sarira saja. Renungkan dan jangan takut terintimidasi, semua memiliki kebebasan di balik TPS. Jangan mau menjadi alat penguasa, jangan menjadi antek-antek pejabat yang punya jejak rekam jelek dan yang pasti pakai kata hati dalam Pemilui 2019 ini. Prinsip jangan melanggar UU,’’ tegas AWK. Dalam acara karya di Puri Agung Sibang, Senator AWK mendapatkan sambutan hangat dari tuan rumah yakni A.A. Gede Narmada Abady (Panglingsir) dan juga A.A. Gede Donny

Abady serta pengurus Gerakan Relawan Arya Wedakarna (GARDA) Bali dari sejumlah wilayah. Termasuk saat Arya Wedakarna diberikan hadiah berupa tongkat antik khusus dari bahan kayu milik panglingsir puri. ‘’Tiang sampaikan apresiasi pada Puri Sibang yang telah memberikan doa dan restu akan perjuangan tiang. Tiang akan berbuat sesuatu, dan hubungan kekerabatan antara tiang sebagai Warih Tegeh Kori Badung, Warih Sibang dan Warih Mengwi akan terus terjalin. Semoga kedaulatan Bali dan Hindu Dharma di republik ini berhasil. Suksma ageng atas cihna yang diberikan. Suatu saat, Ida Panglingsir akan tiang undang ke Istana Mancawarna Tampaksiring. Suksma ageng,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang merupakan putra dari tokoh PNI Bali Shri Wedastera Suyasa ini. (ad503)

U.0000490


OPINI

6

Jumat Paing, 12 April 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Produk Tembakau Alternatif dan Perlindungan Konsumen

KEPEDULIAAN terhadap lingkungan, budaya, dan tradisi kini menguat di mana-mana. Berbagai regulasi dan gerakan publik digulirkan dalam menjabarkan target penyelamatan bumi dan manusianya. Bali pun melakukan terobosan nyata pada Bali era baru di bawah Gubernur Wayan Koster. Respons publik terhadap berbagai kebijakan yang digulirkan Gubernur Wayan Koster sangat positif. Ini membuktikan adanya keberpihakan terhadap lingkungan, budaya, alam, serta manusia Bali. Pendekatan yang dikelola dengan berbagai pendekatan regulasi baik berupa pergub maupun perda ini diharapkan bermuara pada terciptanya harmonisasi kehidupan antarmanusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia termasuk manusia dengan alamnya. Dalam konteks inilah, kita perlu berpikir jernih bahwa perlindungan terhadap semua sektor menjadi strategis untuk dibicarakan dan dirumuskan rencana aksinya. Berbagai produk yang selama ini memiliki risiko terhadap kesehatan publik juga layak mendapat perhatian. Solusi haruslah dicari dan diwujudkan. Dalam bidang kesehatan, misalnya selama ini rokok konvensional menjadi produk kontroversial. Di satu sisi, pemerintah menekan peredarannya dengan berbagai regulasi dan pendekatan, namun di sisi lain, produk semacam ini masih sangat laris di lapangan. Dalam konteks ini, tentu pemerintah dan masyarakatnya harus mancari solusi. Kejelasan usaha para produsen juga harus terayomi. Sebutlah misalnya bahaya merokok. Selama ini, pemerintah menaruh atensi yang sangat besar terhadap hal ini. Produk olahan tembakau yang berupa rokok konvensional memang memiliki risiko kesehatan yang tinggi. Untuk itulah, pemerintah kita harapkan mencari solusi dengan menantang pihak produsen rokok melakukan inovasi dalam hal ini. Ruang ini harus dibuka untuk membangun transparansi pasar dan produksi. Solusinya, mungkin produk olahan tembakau yang lebih bersahabat dengan kesehatan manusia bisa didorong. Produk-produk alternatif tembakau seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar, yang menghasilkan uap bukan asap karena tidak melalui proses pembakaran, membuktikan bahwa teknologi memiliki peranan penting dalam membantu mengurangi potensi risiko kesehatan dari rokok. Melihat animo dan respons pasar terhadap penggunaan produk-produk alternatif yang lebih ramah lingkungan ini, maka diharapkan menjadi solusi alternatif untuk berhenti merokok secara bertahap. Tentu, kita tetap harus merujuk kajian yang jelas dalam hal ini. Pendekatan ilmiah tentang minimnya risiko produk tembakau alternatif sudah banyak terpublikasikan. Pemerintah tentu bisa mencermati hal ini sebagai salah satu bahan atau pertimbangan awal untuk melegalnya. Produk tembakau alternatif dengan pendekatan kita pikir lebih familier dengan lingkungan manusia penggunanya termasuk dengan alam. Jika ini mendapat ruang dan dukungan regulasi, maka inovasi dalam pengolahan tembakau tidak menjadi rokok-rokok konvensional -- seperti yang banyak beredar di pasar saat ini -- mestinya bisa didorong. Media dan publik berdasarkan dinamika yang berkembang saat ini meyakini bahwa produk tembakau inovasi ini bisa menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mengatasi masalah rokok. Jika mengutif salah satu jurnal di terbitan Inggris, ditegaskan bahwa penggunaan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar, memiliki risiko kesehatan 95% lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional. Ini tentu bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan untuk membuat regulasi yang jelas untuk mengatur tata kelola produk tembakau alternatif. Jika para perokok di Indonesia yang mencapai 60 juta jiwa menyadari bahwa produk tembakau alternatif ini dapat mengurangi risiko kesehatan, maka dapat dibayangkan berapa besar manfaat produk tembakau alternatif ini bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Untuk itulah, pemerintah harus terus melakukan dialog, kajian, dan pendekatan dengan berbagai elemen sehingga pemerintah diharapkan tidak terlalu lama untuk mengeluarkan regulasi, sehingga mencegah produk ini digunakan anak di bawah umur.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Apakah Rokok Alternatif Aman? Sebagai masyarakat awam, ingin mengajukan pertanyaan kepada Dinas Kesehatan. Saya memiliki dua orang anak remaja laki-laki. Kecenderungannya, karena sering berinteraksi dengan teman-temannya di desa, saya memiliki kekhawatiran kalau anak-anak saya akan menjadi perokok. Terlebih rokok bagi generasi muda sudah menjadi semacam gaya hidup. Kekhawatiran saya terhadap bahaya rokok ini karena pemerintah berulang kali mengingatkan bahaya merokok. Bahkan, gambar rokok juga dibuat seram. Untuk itulah, saya momohon kepada pemerintah agar ada penjelasan yang lebih terbuka kepada warga negara tentang bahaya merokok, termasuk apa solusinya, jika kini masih banyak petani tembakau – bahan dasar rokok – di negeri ini. Belakangan, saya juga sering melihat anakanak mengisap rokok elektrik. Dengan sedikit cairan dengan mesin kecil dengan moncong isapnya, anak-anak muda saya lihat sangat menikmatinya. Asap mengepul dan tebal. Bahkan, asapnya lebih tebal dibandingkan rokok konvensional. Apakah rokok elektrik ini memang aman untuk penikmat tembakau? Apakah peredaran rokok semacam ini sudah mendapat pengawasan atau pengaturan? Saya berharap, pemerintah memberikan penjelasan terkait hal ini. Bagaimanapun juga pemerintah, khususnya di Bali tetap harus memerhatikan kesehatan warganya yang kebetulan sebagian besar senang merokok. Mudah-mudahan surat pembaca saya ini mendapat penjelasan dari Dinas Kesehatan, sehingga saya bisa memberikan penjelasan kepada anak-anak saya. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Mereduksi Prevalensi Perokok di Bali Gubernur Bali I Wayan Koster baru saja menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 104/2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera. Aturan ini diharapkan semakin memantapkan layanan kesehatan, sehingga pada 2020, seluruh masyarakat Bali dapat terlindungi.

Oleh

dr. Tri Budhi Baskara, S.Ked. ersoalan kesehatan di Bali menjadi sektor strategis yang menjadi fokus pemerintah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rata-rata jumlah (prevalensi) perokok dewasa di Bali saat ini mencapai 18 persen. Biaya kesehatan di Bali pun terus meningkat. Sampai-sampai, pada tahun 2019, pemerintah Bali mengalokasikan dana Rp 495 miliar untuk Program Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera. Perbincangan berkembang pada upaya mencari solusi mengurangi tingkat prevalensi perokok tersebut. Diskusi pun sampai pada pembahasan mengenai produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik. Ibarat magnet, keberadaan produk tembakau alternatif menarik perhatian masyarakat Bali dan daerah lain, bukan hanya terkait kandungan dan pengaruhnya pada kesehatan, tetapi juga dampak sosial dan ekonominya. Keberadaan produk tembakau alternatif di Bali yang merupakan destinasi utama wisatawan asing perlu mendapat perhatian serius. Sebab, selain menjadi kepentingan masyarakat Bali, kepentingan wisatawan asing, terutama dari berbagai negara maju juga patut diakomodasi. Menurut data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan asing ke Bali sepanjang tahun 2018 mencapai 6,07 juta orang atau setara 38,39 persen dari 15,81 juta wisatawan asing yang masuk ke Indonesia.

Berbagai pertanyaan kemudian muncul dan menggelitik untuk dicarikan jawabannya. Apa sesungguhnya produk tembakau alternatif itu? Apa saja jenisnya? Apa bedanya dengan rokok konvensional? Mampukah produk tembakau alternatif menjadi solusi menurunkan prevalensi perokok di Bali? Sesuai namanya, produk tembakau alternatif adalah sebuah hasil inovasi industri tembakau. Rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan adalah beberapa contoh produk tembakau alternatif. Selama ini, sebagian besar masyarakat baru mengenal rokok elektrik sebagai satu-satunya produk tembakau alternatif. Padahal, ada persamaan dan perbedaan mendasar antara rokok elektrik dengan produk tembakau dipanaskan (heat-not-burn) yang belum banyak diketahui. Di antara persamaan rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan antara lain keduanya memiliki risiko kesehatan lebih rendah daripada rokok konvensional dan memproduksi uap aerosol, bukan asap pembakaran seperti halnya rokok konvensional. Secara regulasi, keduanya juga sama-sama masuk kategori hasil pengolahan tembakau lainnya. Adapun perbedaannya adalah kandungan nikotin pada cairan rokok elektrik diperoleh dari ekstraksi daun tembakau secara sintetis dan produk ini digunakan dengan cara memanaskan dan menguapkan cairan likuid.

Komponen inti dari cairan likuid tersebut terdiri dari propylene glycol (PG), vegetable glycerin (VG), dan cairan perasa. PG merupakan zat cairan sintetis yang antara lain berfungsi menyerap air dan membuat senyawa polyester. PG juga sering dipakai industri kimia, makanan, dan farmasi untuk memberikan efek pelembab dan antibeku. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengklasifikasikan PG sebagai bahan aman yang dapat dipakai dalam perasa, obat-obatan, kosmetik, dan makanan. Zat ini akan rusak dalam tubuh dalam jangka waktu 48 jam. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) menetapkan asupan yang dapat diterima adalah maksimal 25 miligram PG untuk setiap kilogram berat badan manusia. Sementara VG adalah carian bening dan tidak berbau yang dihasilkan dari minyak tumbuhan seperti minyak kelapa sawit, kedelai, atau minyak kelapa. Minyak kelapa sawit dan minyak kelapa mengandung campuran trigliserida (lemak) alami. Setiap trigliserida terdiri dari tiga asam lemak yang diesterifikasi dengan gliserin. Gliserin nabati sendiri dapat dipakai pada produk kosmetik, makanan, serta pengganti alkohol dalam tincture (ekstrak) herbal dan botani. Sementara produk tembakau yang dipanaskan (heat-not-burn) mengandung komposisi daun

tembakau yang diolah sedemikian rupa agar sesuai dengan alat pemanas sebagai medium memanaskan batang tembakau, sehingga membuat produk ini cenderung lebih menyerupai rokok konvensional. Dengan kata lain, produk tembakau yang dipanaskan memakai tembakau sebagai komponen utamanya. Ikhwal risiko kesehatan yang lebih rendah sudah diungkapkan berbagai penelitian. Pada tahun 2017, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik melakukan penelitian untuk mengetahui perubahan sel pada mulut kelompok perokok aktif, pengguna rokok elektrik, dan non-perokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok aktif memiliki jumlah inti sel kecil dalam kategori tinggi sebanyak 147,1. Sedangkan, pengguna rokok elektrik dan non-perokok masuk dalam kategori normal, yakni berkisar pada angka 70-80. Jumlah inti sel kecil yang semakin banyak menunjukkan ketidakstabilan sel yang merupakan indikator terjadinya kanker di rongga mulut. Risiko kesehatan yang dimiliki oleh produk tembakau alternatif dapat menjadi lebih rendah karena pada saat digunakan produk tersebut tidak menghasilkan karbon monoksida dan TAR dari hasil pembakaran. Selama ini, masyarakat masih menilai bahwa nikotin adalah zat yang berbahaya. Padahal, temuan dari Public Health England menunjukkan bahwa nikotin memang dapat mengakibatkan ketergantungan, namun bukan pemicu utama penyakit berbahaya. Nikotin adalah zat yang lumrah terkandung di berbagai tumbuhan dan sayuran seperti tomat, kentang, terung, dan lainnya, bukan cuma tembakau. Yang berbahaya sesungguhnya adalah TAR, zat kimia dalam gumpalan asap dari hasil pemba-

”Zero Waste’’ untuk Atasi Sampah Plastik Penduduk Indonesia yang jumlahnya ratusan juta jiwa hampir keseluruhan menggunakan plastik dalam aktivitas kesehariannya. Yang pada akhirnya, plastik menjadi sampah. Di negara kita ini sudah darurat sampah plastik. Maka perlu cara jitu untuk mengatasinya. Sebagaimana penelitian Jambeck JR dkk. dalam jurnalnya berjudul “Plastic Waste Inputs From Land Into the Ocean” tahun 2015, Indonesia merupakan negara kedua yang paling banyak menghasilkan sampah plastik setelah negara China. Fakta lain juga menunjukkan bahwa jumlah sampah plastik di negara kita menurut ScienceMag dari tahun 1950-2015 cenderung selalu mengalami peningkatan. Bahkan, berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik kita mencapai 64 juta ton per tahun. Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan 10 miliar lembar per tahun atau 85.000 ton kantong plastik. Data ini hampir sama persis dengan yang dipunyai Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) yang juga menyebutkan kurang lebih 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hampir 95% menjadi sampah. Banyaknya sampah plastik tersebut merupakan akumulasi sampah dari seluruh wilayah Indonesia yang memang sangat luas. Dari pemantauan Statistik Lingkungan Hidup pada 2010-2016, ditemukan bahwa kota-kota Indonesia pada umumnya mengalami kenaikan produksi sampah.

Oleh

Kurniawan Adi Santoso Menurut BPS, pada tahun 2016, urutan tertinggi produksi sampah berada di Pulau Jawa, khususnya Surabaya. Wilayah lain di luar Pulau Jawa yang produksinya tinggi adalah Kota Mamuju dan Kota Makassar. Sampai saat ini, kita belum bisa menghentikan peredaran sampah plastik. Sebab, munculnya sampah plastik merupakan persoalan gaya hidup. Hampir setiap aktivitas kehidupan manusia akan berpotensi untuk menghasilkan sampah plastik. Mulai kegiatan konsumsi di skala rumah tangga dan publik hingga aktivitas administrasi kerja di lembaga dan perusahaan. Namun, beberapa hal bisa kita lakukan untuk dijadikan solusi dalam mengatasi permasalahan sampah plastik di sekitar kita. Sebagaimana yang disarankan Bea Johnson dengan 5R, yaitu: refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (daur ulang), rot (membusukkan). Kita usahakan terlebih refuse, menolak hal-hal yang berpotensi menghasilkan sampah. Upaya menolak bahan-bahan yang berpotensi untuk menjadi sampah inilah yang sekarang populer dengan gerakan zero waste. Ini mendorong orang-orang menekan sebanyak mungkin sampah dari rumah tangga dan memanfaatkan sumber daya yang ada agar tidak jadi sampah yang mengancam lingkungan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan

sesungguhnya mempunyai banyak komponen untuk memasifkan gerakan zero waste ini. Guru, siswa, orangtua, dan masyarakat adalah stakeholder yang mampu untuk menyebarkan virus zero waste. Guru bisa mendesain pembelajaran yang menekan penggunaan sampah plastik. Lalu, guru juga buat proyek yang melibatkan keluarga dengan tantangan mengurangi bahan yang akan menjadi sampah. Setiap keluarga diminta melaporkan kegiatan melalui media sosial yang memperlihatkan berapa kilogram berat sampah plastik yang bisa dikurangi setiap harinya. Melalui media sosial lebih memungkinkan informasi tentang zero waste itu mendapat energi persuasinya. Begitu juga merembet untuk kegiatan lainnya. Study tour, berkemah, eksperimen, semua didesain untuk mengurangi sampah. Sebagai peneguhan, sekolah bisa menguatkan gerakan sosial ini diikat dalam tata tertib atau aturan yang mengikat. Upaya lain dengan mereduksi jumlah sampah yang dihasilkan dengan cara membatasi penggunaan plastik dan atau menekankan pentingnya daur ulang. Solusi ini dapat dikatakan sudah mulai dilakukan dan direspons pemerintah dengan dikeluarkannya PP No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Yakni pengurangan sampah plastik 30% pada 2025.

karan saat merokok. TAR mengandung senyawa karsinogenik yang dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, jantung, impotensi, penyakit darah, enfisema, bronkitis kronik, dan gangguan kehamilan. Keberadaan produk tembakau alternatif adalah salah satu solusi untuk mengurangi risiko dari produk tembakau secara persuasif. Ini juga menjadi solusi bagi perokok yang selama ini sulit menghentikan kebiasaan merokoknya. Sudah terbukti, pengetatan aturan yang bersifat mengekang di berbagai daerah tidak berbanding lurus dengan penurunan tingkat prevalensi perokok masyarakat. Artinya, pendekatan yang dibuat selama ini masih belum efektif. Alih-alih membuat peraturan yang sangat ketat, namun sulit diterapkan dan terbukti tak efektif, pemerintah dan masyarakat dapat bergandengan tangan memberikan edukasi mengenai konsumsi produk-produk yang lebih rendah risiko. Dengan demikian, literasi kesehatan masyarakat khususnya Bali yang sangat heterogen akan meningkat. Tak hanya edukasi, berbagai penelitian ilmiah di bidang kesehatan tentang produk tembakau alternatif dalam skala lokal juga harus didorong. Terlebih lagi, tingkat kesehatan masyarakat di sebuah wilayah tak hanya dipengaruhi faktor internal manusianya, tetapi juga lingkungan sekitar. Jika seluruh proses ini dapat dijalankan dengan baik, tingkat prevalensi perokok di Bali dapat tereduksi. Penulis, Pemerhati Kesehatan

POJOK Bali semestinya membangun keseimbangan baru bidang ekonomi. - Jangan sampai yang kaya makin kaya. *** Pembangunan sektor pertanian mutlak diperlukan untuk kemajuan Bali. - Jangan hanya wacana. *** Surat suara tercoblos di Malaysia, rugikan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. - Jangan sampai ada fitnah.

Penulis adalah guru SDN Sidorejo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Paing, 12 April 2019

Gandeng Tokoh Adat dan Agama

Bawaslu Perketat Pengawasan Pemilu Tabanan (Bali Post) -

Pemilu tinggal hitungan hari. Kecurangan dan kerawanan pun dimungkinkan terjadi sebelum hari pemungutan suara. Terkait hal itu, Bawaslu Tabanan semakin memperketat pengawasan. Bawaslu bahkan menggandeng tokoh adat dan tokoh agama, termasuk media untuk bersama-sama mengawasi jalannya pilpres maupun pileg. Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada dalam sosialisasi pengawasan pemilu, Kamis (11/4) kemarin, tokoh adat dan tokoh agama penting diajak untuk mengawasi pelaksanaan pemilu. Apalagi menjelang dan saat pencoblosan pada 17 April mendatang, sangat rawan pelanggaran seperti money politics maupun bentuk pelanggaran lainnya. ‘’Bawaslu kalau sendirian tidak mampu mengawasi seluruh Tabanan. Kami perlu peran serta tokoh adat dan tokoh agama serta stakeholder lainnya turut serta melakukan pengawasan agar proses pemilu berlangsung lancar,’’ ucapnya. Di Tabanan sudah ada 1.544 orang pengawas TPS.

Mereka bertugas melakukan pengawasan proses pencoblosan, perhitungan suara hingga dibawa ke PPK. Namun Pengawas TPS tentu tidak cukup untuk mengawasi keseluruhan. Anggota Bawaslu Tabanan I Ketut Narta menyampaikan, potensi pelanggaran rawan terjadi saat pemungutan suara dan penghitungan suara. Pelanggaran yang mungkin terjadi seperti membantu mencobloskan terutama untuk orang tua yang tidak bisa membaca. Saat penghitungan suara, surat suara yang dihitung sangat banyak sehingga harus teliti agar tidak menimbulkan permasalahan. ‘’Di sinilah peran Pengawas TPS

untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan perlu dukungan semua pihak di lapangan,’’ terangnya. Sementara itu, anggota Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Widyardana Putra mengatakan, pemilih milenial diperkirakan mencapai 51 persen dari jumlah pemilih terdaftar. Pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap hal ini. Pemilih milenial kebanyakan bermedia sosial dalam mencari informasi yang terkadang tanpa melakukan verifikasi, langsung like dan share, padahal belum tentu kebenarannya. Hal inilah yang perlu disosialisasikan agar hal tersebut bisa dikurangi dan dicegah. (kmb28

Bali Post/san

TIDAK MELAUT - Akibat cuaca buruk, nelayan di Tabanan tidak bisa melaut meski saat ini musim lobster.

Cuaca Buruk, Nelayan Enggan Melaut Tabanan (Bali Post) Musim tangkap lobster dimulai sejak Maret lalu, dan diperkirakan puncaknya pada Agustus hingga Desember mendatang. Sayangnya, meski sudah mulai musim lobster, tidak banyak nelayan yang melaut. Selain ada kegiatan adat, alasan nelayan tidak melaut karena cuaca tidak mendukung. Salah satu nelayan di Pantai Yeh Gangga, Ketut Baret mengaku belum sempat melaut karena sedang sibuk ngayah di desa. ‘’Tetapi beberapa teman sudah ada yang melaut. Hanya gelombang memang kadang tidak mendukung,’’ ujarnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan Ketut Arsana Yasa, Kamis (11/4) kemarin mengatakan, badai di selatan Bali mengakibatkan cuaca buruk dan gelombang tinggi. ‘’Sudah tiga hari nelayan tidak melaut karena cuaca buruk. Semoga besok (hari ini - red) mereka bisa melaut lagi,’’ ujarnya. Menurut pria yang akrab dipanggil Sadam ini, musim lobster dimulai sejak Maret. Dari pengalaman tahuntahun sebelumnya, cuaca seharusnya mendukung pada periode Maret dan April, sementara Mei hingga Oktober sebaliknya, karena sering

terjadi gelombang tinggi. ‘’Tetapi diharapkan cuaca akan semakin baik sehingga nelayan bisa menangkap lobster,’’ ujarnya. Salah satu pengepul lobster di Yeh Gangga, Desa Sudimara, Dewa Gede Ada Artana, menyebutkan meski sudah memasuki musim lobster tetapi tidak banyak nelayan yang melaut. Bulan ini hanya 10 orang nelayan yang menjual hasil tangkapan lobster kepadanya. Dalam sehari pihaknya membeli 5 kg lobster dengan berat di atas 205 gram. ‘’Ada yang 300 gram. Tetapi itu hanya sekitar 10 persen dari jumlah tangkapan nelayan,’’ ujarnya.

Lobster dengan berat 205 gram dibeli seharga Rp 200 ribu per kg, sementara untuk yang 300 gram seharga Rp 230 ribu per kg. ‘’Lobster ini nantinya diekspor. Karena jumlahnya tidak langsung banyak, jadi dikumpulkan dulu hingga mencapai 20-25 kg. Jadi sekitar empat hari sekali,’’ ujar Dewa Ada. Karena kondisi tidak bisa diprediksi, menurut Dewa Ada pihaknya tidak bisa memastikan kapan tangkapan lobster nelayan ini akan mengalami peningkatan. Tetapi jika dilihat dari pengalaman tahun sebelumnya, peningkatan mulai terjadi di Agustus mendatang. (kmb24)

Tabanan (Bali Post) Pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap dunia pendidikan, sangatlah besar. Sayangnya belum semua jenjang pendidikan khususnya di tingkat PAUD dan TK bisa mengikutinya. Terbukti dari hasil monitoring Dewan dan Klinik Pendidikan Tabanan, masih banyak PAUD dan TK yang mengalami ketertinggalan teknologi. ‘’Ada sekitar 60 persen PAUD dan TK yang memang terlambat teknologi. Domi-

nan berlokasi di perdesaan dan pengelolanya sudah berumur,’’ kata Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana, Kamis (11/4) kemarin. Ketertinggalan teknologi, lanjut Madra, mempengaruhi kualitas pengelolaan fasilitas peningkatan. Salah satunya terkait pembuatan laporan administrasi baik berupa penerimaan bantuan, perkembangan belajar siswa dan modul pendidikan yang semestinya sudah dikemas dengan sistem komputer.

Begitupun dalam penerapan standar akreditasi yang kini sudah dilakukan secara online, kata Madra banyak TK yang kelabakan hingga akhirnya hanya mampu mendapat nilai C, yang semestinya minimal akreditasi nilai B. ‘’Tidak semua guru dan kepala sekolah TK dan PAUD bisa menggunakan komputer dengan baik dan benar. Ada juga yang tidak tahu cara menggunakan komputer karena faktor umur. Ini permasalahan yang tengah

kami coba carikan solusinya dengan menggelar workshop mengundang para pakar teknologi,’’ terangnya. Selain keterlambatan teknologi, temuan lain dari monitoring yakni penerapan standar kependidikan di TK yang belum merata akibat tidak adanya pengawas pendidikan. Di sisi lain, jumlah guru TK di Kabupaten Tabanan sebanyak 600 orang lebih, namun yang berstatus PNS jumlahnya hanya 361 orang. Sisanya guru berstatus kontrak dan pengabdi. (kmb28)

60 Persen PAUD dan TK Tertinggal Teknologi

Bali Post/bit

SOSIALISASI - Sosialisasi terkait pengawasan Bawaslu di Desa Bedha Kecamatan Tabanan, Kamis (11/4) kemarin.

Melalui Pendidikan, Penyandang Disabilitas Grahita Mampu Mandiri

Tabanan (Bali Post) Disabilitas grahita atau anak-anak dengan kebutuhan khusus dengan pendidikan dan perawatan yang baik, bisa mandiri dan tidak membebani keluarga. Meski membutuhkan waktu yang tidak pendek dan kesabaran, anak-anak disabilitas grahita ternyata bisa mandiri bekerja sesuai bakat dan minatnya. Hal ini dipaparkan salah satu guru SLBC Tabanan sekaligus Ketua Panti Asuhan Kemala Bhayangkari SLBC Tabanan Ni Ketut Feri Setiawati, Kamis (11/4) kemarin. Ia melanjutkan, pihaknya sebagai guru dan ketua panti asuhan terus menekankan dan mengajarkan anak-anak disabilitas grahita untuk mandiri. ‘’Yang pertama mandiri terhadap dirinya. Seperti bisa makan, membersihkan diri sendiri. Sehingga usai mengenyam pendidikan di SLBC ini, mereka tidak menjadi beban keluarga,’’ ujarnya. Jika sudah mandiri untuk

memenuhi kebutuhan dasar, saat menginjak usia SMA mereka dilihat bakatnya. Misalnya, anak tersebut berminat di komputer atau salon, maka akan dibimbing untuk memiliki keterampilan yang bisa menjadi modal bekerja saat ia kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. SLBC Tabanan yang diresmikan tahun 1988 ini memiliki 146 siswa dan dua tahun lalu sudah menerima anak disabilitas netra dan disabilitas rungu wicara. ‘’Kami memiliki satu murid disabilitas netra dan lima murid disabilitas rungu wicara. Sebagian besar memang disabilitas grahita,’’ ujarnya. Untuk memudahkan anak didik di SLBC dalam mengenyam pendidikan, utamanya murid yang jauh tinggalnya dari Tabanan dan kurang mampu, saat ini sudah ada Panti Asuhan Kemala Bhayangkari SLBC Tabanan yang berlokasi di dekat SLBC yaitu Desa Sembung Gede, Kerambitan. Panti ini diresmikan Kapolda Bali Irjen

Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M., Kamis (11/4) kemarin. Menurut Setiawati, panti ini memiliki dua kamar untuk putra dan putri. Untuk kamar putri terdiri dari 8 tempat tidur dan kamar putra 10 tempat tidur. Akan ada dua tenaga pengasuh dan dua pendamping pengasuh untuk mengurus anak-anak selama 24 jam. Syarat masuk panti adalah selain dari keluarga tidak mampu dan jauh tempat tinggalnya dari Tabanan, anak-anak dengan kebutuhan khusus ini sudah menjadi siswa SLBC dan sudah mandiri memenuhi kebutuhan dasarnya seperti mandi, makan dan ganti baju sendiri. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M. mengatakan, saat ini adalah saat yang paling mulia untuk berbuat selama kepemimpinannya untuk masyarakat Bali, khususnya Tabanan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada donatur dan Bupati Tabanan yang

Bali Post/san

TULIS PESAN - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M. didampingi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menuliskan pesan kepada anak-anak Panti Asuhan Kemala Bhayangkari SLBC Tabanan, Kamis (11/4) kemarin. telah membantu, sehingga bangunan asrama panti asuhan bisa terealisasi. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti sangat mengapresiasi sumbangsih dari

Kapolda Bali. Ia berharap sumbangsih ini mampu membuka pintu hati seluruh stakeholder untuk mengayomi anak-anak berkebutuhan khusus. (kmb24)


BULELENG

8

Jumat Paing, 12 April 2019

Jelang Masa Tenang Pemilu

Satpol PP Turunkan Ratusan APK Singaraja (Bali Post) Menjelang berakhirnya masa kampanye dan memasuki masa tenang pemilu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng kembali menertibkan ratusan alat peraga kampanye (APK) milik para calon legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) peserta pemilu. Hasil penertiban sejak Rabu (10/4) dan berlanjut Kamis (11/4) kemarin, ratusan APK itu melanggar zona pemasangan alat peraga. Selain itu, beberapa alat peraga lain yang juga melanggar aturan pemasangan yang sudah ditetapkan pemerintah daerah lewat regulasi yang ada. Hari pertama penertiban menyasar Kecamatan Buleleng, Banjar, Seririt, Sawan,

dan Kecamatan Kubutambahan. Sedangkan kemarin, petugas menertibkan APK di Kecamatan Gerokgak, Busungbiu, Tejakula, dan Kecamatan Sukasada. Kepala Satpol PP Buleleng Putu Dana mengatakan, sebelum menertibkan APK itu, pihaknya sudah menerima rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), karena dianggap melanggar zona pemasangan atribut kampanye, sebagaimana yang telah disepakati sebelumnya. Dari penertiban itu, Satpol PP juga menemukan beberapa atribut lain yang melanggar aturan pemasangan. Dia mencontohkan ada APK berbentuk banner dan spanduk dipasang di tiang listrik atau tiang telepon. Malah ada juga yang

mengenakan atributnya di pohon perindang. ‘’Karena melanggar tidak sesuai aturan, kami turunkan untuk dibawa ke kantor,’’ katanya. Pejabat asal Desa Pengelatan, Kecamatan Buleleng itu, menambahkan setiap habis penertiban atribut-atribut itu sering dibiarkan menumpuk di gudang milik Satpol PP. Sebab, selama ini tidak pernah diambil pemiliknya. Meski demikian, pihaknya belum berencana melakukan pemusnahan. Rencananya, pemusnahan itu akan dilakukan setelah melalui koordinasi dengan Bawaslu Buleleng. ‘’Nanti kami koordinasikan dulu bersama pihak terkait kalau memang tidak diambil, akan ada pemusnahan,’’ jelasnya. (kmb38)

Bali Post/038

LOKASI PENEMUAN MAYAT - Lokasi penemuan mayat seorang mahasiswi Undiksha Singaraja, yang sudah membusuk di sebuah kamar kos .

Mahasiswi Undiksha Membusuk di Kamar Kos Diduga Dibunuh Teman Dekatnya

Singaraja (Bali Post) – Warga Jalan Wijaya Kusuma Gang IV No. 1 Kelurahan Banyuasri, Singaraja mendadak geger, Kamis (11/4) kemarin. Ini dipicu beredarnya informasi ditemukan mayat di rumah kos. Setelah diidentifikasi, mayat itu diketahui salah satu mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, ASM (20) asal Desa Senganan, Penebel, Tabanan. Selama ini korban kuliah di Jurusan Pendidikan Fisika. Korban tinggal di salah satu kamar di rumah kos tersebut.

Bali Post/ist

TERTIBKAN APK - Satpol PP kembali menertibkan alat peraga kampanye (APK) menjelang berakhirnya kampanye dan memasuki masa tenang pemilu.

BKD Sewakan Aset Bekas Mes SGO

Singaraja (Bali Post) – Aset Pemkab Buleleng yang merupakan bekas mes Sekolah Guru Olahraga (SGO) itu pemanfaatannya mulai tahun ini diubah. Sebelumnya, aset itu tidak jelas, siapa pengelolanya. Namun sekarang, BKD menertibkan pengelolaan bangunan yang berlokasi di Jalan Sahadewa dan Jalan Udayana tersebut. Akhirnya, BKD memutuskan aset itu disewakan dengan tarif yang dihitung berdasarkan luas lahan yang disewa. Penyewaan aset itu Selasa (9/4) lalu, disosialisasikan kepada sepuluh warga yang sekarang menempati aset itu. Sosialisasi itu dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Aset BKD Buleleng Made Pasda Gunawan. Setelah sosialisasi itu, pihak penyewa dipersilakan mengajukan permohonan sewa mengikuti tarif yang sudah ditetapkan. Kabid Aset BKD Buleleng Made Pasda Gunawan mengatakan, ketetapan nilai tarif sewa aset itu sesuai hasil penilaian oleh tim appraisal. Beberapa indikator nilai tarif sewa itu berdasarkan lokasi aset yang disewakan oleh pemerintah daerah. Dari penilaian itu, aset di Jalan Sahadewa itu nilai tarif sewanya Rp 46.000 per meter persegi per tahun. Aset di Jalan Sahadewa luasnya tercatat 1.250 meter persegi. Dari luas lahan itu dalam setahun, BKD akan menerima pemasukan dana sekitar Rp 55,2 juta. Sedangkan, aset di Jalan Udayana yang notabene lokasinya lebih strategis, tarifnya ditetapkan lebih mahal yakni Rp 50.000 setiap meter persegi per tahun. Namun, aset ini luasnya hanya 400 meter persegi, sehingga setelah disewakan dengan tarif yang ada, dana masuk yang diperoleh BKD mencapai Rp 20 juta per tahun.

“Setelah kami kumpulkan data-data yuridis terkait aset itu, memang pengelolaan selama ini belum optimal. Sejalan dengan kebijakan pimpinan, maka kami lakukan penilaian untuk sewa yang layak. Nilai sewanya sudah ditetapkan dan tidak bisa ditawar lagi,” katanya. Birokrat asal Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar itu menambahkan, calon penyewa setuju dengan tarif yang ditetapkan pemerintah. BKD akan membuat surat perjanjian pemanfaatan sewa aset itu. Jangka waktu penyewaannya akan disesuaikan dengan kesepakatan pihak penyewa dan pemilik aset. “Bagi yang sudah menempati tempat itu sekarang, calon penyewa lain bisa mengajukan permohonan sekaligus menyepakati tarif sewa itu. Kerja sama ini akan diikat menggunakan surat perjanjian dari kedua belah pihak,” tegasnya. Seperti diberitakan, sebelumnya, aset di Jalan Sahadewa dan Jalan Udayana itu milik Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Provinsi Bali. Aset itu dimanfaatkan sebagai mes SGO. Berbarengan era otonomi daerah, tahun 2005, aset itu diserahkan kepada kepada Pemkab Buleleng. Sejak dialihkan kepada pemkab, pemanfaatan aset yang ditempati bekas pegawai SGO itu tidak optimal. Selama bertahun-tahun, aset itu tidak menghasilkan masukan dana sama sekali. Tidak ingin aset itu tanpa meraup pendapatan asli daerah (PAD), maka tahun 2015 lalu, pemkab melakukan pengalihan hak, sebelumnya, aset itu atas nama SGO. Namun, sekarang menjadi hak pakai atas nama Pemkab Buleleng. Bahkan sudah tercatat sebagai aset pemerintah daerah. (kmb38)

Ikuti Prosedur PTSL

98 KK Tinggal di RSS Singaraja (Bali Post) Tercatat 98 warga yang menempati Rumah Sangat Sederhana (RSS) di Lingkungan Kayu Buntil, Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja mengikuti Program Pendaftaran Tanah Sertifikat Lengkap (PTSL) tahun 2019. Puluhan warga ini mengikuti PTSL sebelum memohon tanah dan bangunan RSS jadi hak milik mereka. Rumah yang mereka tempati itu merupakan bantuan pemerintah. Mekanismenya, warga mencicil dan setelah 20 tahun, warga yang menempati tanah dan bangunan RSS itu bisa memohon aset itu sebagai hak milik. Setelah resmi mendaftar sebagai peserta PTSL, Rabu lalu, warga mengikuti sosialisasi. Hadir narasumber dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng, Dinas Perumahan Permukiman Pertanahan (Perkimta), Kecamatan Buleleng, dan aparat keluraham setempat. Ketua Lingkungan Kayu Buntil Barat, Ketut Bukit, Kamis (11/4) kemarin, mengatakan, warga yang menempati RSS itu tadinya sudah mengajukan permohonan RSS itu agar menjadi hak milik mereka. Dalam perjalanan, permohonan itu ditunda karena bersamaan dengan digulirkannya PTSL dari pemerintah pusat. Kesempatan itu dimanfaatkan mengikuti PTSL terlebih dahulu. Nantinya, setelah sertifikat itu terbit, warga penghuni RSS itu kembali

berjuang agar bangunan RSS yang sekarang mereka tempati itu bisa dijadikan hak warga. “Kebetulan ada PTSL, warga kami mengikuti program itu dulu. Nanti kalau sertifikat sudah terbit, maka akan dijadikan dasar memohon RSS itu agar kepemilikannya menjadi hak warga,” katanya. Terkait pelunasan cicilan rumah itu sesuai perjanjian, Ketut Bukit menjelaskan, agar hal itu dapat dituntaskan sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah. Hanya, pelunasan cicilan seperti itu diatur dalam perjanjian saat pemerintah menyerahkan RSS itu kepada masingmasing warga setelah PTSL tuntas. “Memang warga penghuni itu tidak tahu di mana melunasi karena tidak ada instansi yang memungut. Setelah cicilan itu tuntas maka permohonan sertifikat itu akan diterbitkan,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, 98 Kepala Keluarga (KK) warga Lingkungan Kayu Buntil Barat, Kelurahan Kampung Anyar menempati RSS yang dibangun pemerintah. Warga menempati RSS ini atas perjanjian membayar angsuran setiap bulan Rp 4.000 selama 20 tahun. Total, nilai angsuran Rp 960.000. Dalam perjalanannya, warga kesulitan membayar angsuran itu lantaran tidak ada instansi yang memungut. Sejak itu, warga terpaksa

tidak melunasi kewajibannya. Setelah batas waktu pembayaran angsuran itu lewat dari 20 tahun, warga memohon RSS itu menjadi hak milik sesuai isi perjanjian. Hanya, keinginan warga itu belum ada tindak lanjut hingga sekarang. Pemkab Buleleng melakukan inventarisasi. Hasilnya, aset itu tidak tercatat menjadi aset pemkab. Ketika dikoordinasikan ke Pemprov Bali, aset itu juga tidak tercatat sebagai milik pemprov. Dari fakta itu, aset RSS itu berdiri di atas tanah negara atau milik pemerintah pusat. (kmb38)

Saat ditemukan, bagian muka korban tampak bengkak hingga kedua mata terbelalak, lidah menjulur, dan beberapa kulit sudah mengelupas. Diduga, korban meninggal dunia dengan cara tidak wajar lebih dari dua hari. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, korban diketahui tidak keluar dari kamar kos sejak empat hari lalu. Sedangkan sepeda motor milik korban DK 2495 HC terparkir di halaman rumah kos. Teman kosnya kemudian penasaran atas keberadaan korban yang menghilang begitu saja. Temannya, Meli Triastuti, kemudian menghubungi korban melalui WhatsApp. Hanya, saksi merasa aneh karena pesan WA itu dijawab orang lain. Karena penasaran, Selasa (9/4) lalu, Meli dan rekan kosnya berusaha mencari. Namun, korban tidak ditemukan. Kembali Meli mendatangi kamar kos korban kemarin, sekitar pukul 13.00 Wita. Meli dan temannya tiba-tiba mencium bau

tidak sedap. Bau busuk itu menyebar dari dalam kamar kos. Bau itu semakin menyengat ketika dia mencoba mengintip dari jendela dan sembari mengambil kunci pintu lewat jendela kamar. Setelah berhasil membuka pintu kamar, Meli sangat terkejut menemukan korban tergeletak dan tidak bernyawa. Dia panik dan berteriak “ada mayat”, sehingga penghuni kos dan warga di sekitar ramai mendatangi lokasi kejadian. Tidak berselang lama, polisi yang menerima laporan penemuan mayat itu, tiba di lokasi kejadian. Setelah mengamankan lokasi kejadian dengan police line, polisi melakukan pemeriksaan terhadap mayat itu. Kondisi mayat sangat mengenaskan. Bagian mukanya bengkak. Kedua bola matanya terbelalak dan lidah menjulur. Di beberapa bagian tubuh bahkan kulitnya mulai mengelupas. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, mayat itu kemudian dievakuasi dari

lokasi kejadian untuk diperiksa di ruang jenazah RSUD Buleleng. Hasil pemeriksaan luar, diduga korban meninggal lebih dari dua hari. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma didampingi Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Mikael Hutabarat seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan saksi, korban diduga meninggal dengan cara tidak wajar. Diduga, korban mengalami kekerasan fisik. Dari keterangan itu, pihaknya berhasil menemukan identitas terduga pelaku yang bertanggung jawab atas kematian korban. Dengan bukti-bukti cukup, polisi menemukan terduga pelaku berinisial KI. Dia diamankan di sebuah rumah di Jalan Udayana, Singaraja. Dari keterangan awal, terduga pelaku itu merupakan teman dekat

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin intens menggenjot pengelolaan potensi wisata bahari di Tanah Air. Pasalnya, wisata bahari belakangan ini mulai dikelola dengan baik oleh pelaku wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Bahkan, pengembangan itu mulai mendatangkan hasil positif yang dinikmati para pelakunya. Banyak pihak merasa optimis potensi wisata bahari menjanjikan di wilayah Den Bukit. Lalu, bagaimanakah skema efektif pengembangan wisata bahari itu?

Penimbangan. Atraksi itu dipercaya dapat menambah ragam pilihan daya tarik wisata bahari di daerahnya. “Wisata bahari sejak dulu menjadi andalan kita. Sekarang potensi ini terus berkembang, sehingga kami optimis wisata bahari dengan pantai berombak tenang ini akan menarik dikunjungi wisatawan,” katanya. Mantan Kepala Dinas Perikanan Kelautan (Diskanla) Buleleng ini, menambahkan peningkatan kinerja sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata bahari penting dilakukan. Dengan wawasan manajemen yang mumpuni, pihaknya optimis wisata bahari itu mampu memberikan penghidupan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Untuk itu, perhatian pemerintah pusat melalui menggelar workshop sangat baik. Bahkan, dipastikan memberikan hal positif. Karena itu, secara strategis hal itu diyakini dapat meningkatkan wawasan baik pelaku wisata Pokdarwis yang ada dalam mengembangkan potensi wisata bahari di

korban. Untuk memastikan penyebab kematian korban, mayat korban langsung dikirim ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar guna dilakukan autopsi. “Setelah kita terima laporan dan melakukan penyelidikan awal, Unit Reskrim Polsek dan Reskrim Polres Buleleng sudah mengamankan terduga pelaku. Kami masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap motif kasus ini,” katanya. Kakek korban, Ketut Pujawan, menuturkan sejak memulai kuliah, pernah sementara korban tinggal di rumahnya di Banyuning. Sejak tinggal bersama cucunya itu, korban adalah anak yang baik. Tidak pernah membuat masalah di keluarga juga di tempat kuliahnya. Setelah mendengar kabar dari teman kuliahnya, Pujawan pun terkejut dan tidak menyangka korban meninggal secara mengenaskan. Dari kasus itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada polisi agar kasus itu ditangani sesuai prosedur hukum yang ada. “Saat tinggal di rumah, cucu kami itu adalah anak yang baik. Dia tidak pernah bikin masalah. Kami serahkan penanganan kasus itu sesuai hukum yang berlaku,” ujar Pujawan. (kmb38)

Potensi Wisata Bahari di Den Bukit Menjanjikan

UNTUK menggenjot kualitas pengelolaan wisata bahari agar lebih optimal, beberapa upaya strategis dilakukan Kemenpar. Salah satunya workshop di Buleleng, Rabu (10/4) lalu. Workshop itu diikuti pelaku pariwisata Buleleng dan beberapa daerah di Bali. Para peserta diberikan kesempatan penjelasan secara global bagaimana pengelolaan wisata bahari di daerahnya. Pada acara itu, bertindak sebagai narasumber Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Area I (Bali, NTB, dan NTT) Kemenpar Budi Susilo. Kepala Dinas Pariwisata

(Dispar) Buleleng Nyoman Sutrisna, M.M. mengatakan, wisata bahari khusus di daerahnya alias Den Bukit senantiasa menunjukkan tren positif. Jika sebelumnya, wisata bahari hanya mengandalkan atraksi dolfin (lumba-lumba) dan diving (penyelaman) menikmati ikan hias di habitat aslinya, taman terumbu karang. Namun sekarang, mulai dikembangkan paket pergelaran hiburan atau event tertentu di beberapa lokasi pantai di Buleleng. Selain itu, aktivitas konservasi penyu langka yang dirintis nelayan di Pantai

daerahnya. “Peningkatan wawasan ini sangat penting agar potensi yang ada digarap secara optimal, sehingga industri wisata kita berkembang. Dengan cara itu, sasaran akhir bagaimana sektor wisata itu memberikan kesejahteraan untuk masyarakat dapat terealisasi dengan baik,” harapnya. (mud)

Bali Post/ kmb 38

Nyoman Sutrisna, M.M.


GIANYAR

Jumat Paing, 12 April 2019

9

Penyandang Disabilitas Dilatih Perbaiki Kursi Roda Gianyar (Bali Post) Kursi roda menjadi alat penting untuk menunjang aktivitas para penyandang disabilitas. Tentu akan menjadi persoalan berat bila kursi roda tersebut mengalami kerusakan. Oleh karena itu, para penyandang disabilitas ini penting untuk mampu melakukan perbaikan sendiri. Seperti 28 penyandang disabilitas mengikuti workshop memperbaiki kursi roda di Yayasan Bhakti Senang Hati, Desa Siangan, Gianyar, Kamis (11/4) kemarin. PELATIHAN - Para penyandang disabilitas mengikuti pelatihan memperbaiki kursi roda.

Koordinator Workshop Sang Ayu Made Sriani mengatakan, tujuan kegiatan ini agar penyandang disabilitas bisa memperbaiki kursi rodanya ketika rusak. Ia sendiri menyadari betapa pentingnya kemampuan memperbaiki kursi roda harus diketahui oleh penyandang disabilitas. “Dulu saya juga tidak bisa memperbaiki kursi roda. Tapi keterampilan ini penting bagi penyandang disabilitas, karena kursi roda ini digunakan setiap hari,” ujar Sang Ayu Made Sriani yang juga penyangdang disabilitas ini. Sang Ayu Made Sriani mengatakan, pelatihan ini akan berlangsung selama empat hari. Sementara pada pelatihan pertama, pesertanya hanya dilatih

untuk memperbaiki roda pada kursi roda saja. Pelatihan kedua diajarkan memperbaiki tempat duduknya. Sedangkan pada pelatihan yang ketiga, pihaknya diberikan pelatihan kelanjutan untuk mendalami lagi cara memperbaiki alat-alat yang ada pada kursi roda. “Beberapa anggota disabilitas yang ada di sana sudah bisa memperbaiki kursi roda. Sehingga bagi yang sudah bisa akan membantu rekannya yang belum bisa,” katanya. Setelah diberikan pelatihan ini, penyandang disabilitas tidak harus membawa kursi roda ke tukang servis, karena sudah bisa memperbaiki sendiri. Selain itu, keterampilan ini diharapkan bisa sebagai mata pencaharian tambahan. (kmb35)

Penanganan Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi Rawat Jalan di Kabupaten Gianyar BADAN Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali dan jajaran telah memaksimalkan peran seluruh puskesmas di Bali dalam rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Hal tersebut merujuk pada Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pasal 54 yang menyebutkan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kepala BNN Kabupaten Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa menjadi narasumber dalam kegiatan rapat koordinasi tingkat kabupaten dengan dinas terkait dalam rangka penguatan lembaga rehabilitasi instansi pemerintah tahun anggaran 2019. Kegiatan yang mengusung tema “Penanganan Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi Rawat Jalan di Kabupaten Gianyar” ini digelar di Padi’s Buffet Ala Carte, Jalan Ida Bagus Mantra, Pantai Saba, Blahbatuh, Rabu (10/4). Kegiatan ini dihadiri 15 orang peserta yang terdiri dari petugas rehabilitasi di rumah sakit pemerintah, puskesmas serta yayasanyayasan yang berkecimpung di bidang rehabilitasi. “Target rehabilitasi BNN tidak akan dapat bertambah apabila ujung tombak rehabilitasi yaitu puskesmas tidak kuat. Sehingga penguatan lembaga IPWL dalam hal ini puskesmas, di tahun 2019 kita naikkan pelaporan rehabilitasi di masyarakat lewat sosialisasi” ujar Suastawa. Suastawa menegaskan, peran puskesmas dalam rehabilitasi yaitu membantu mensosialisasikan program rehabilitasi kepada masyarakat bahwa rehabilitasi di BNN

itu gratis, terjaga kerahasiaannya dan tidak dituntut pidana. Kedua, memberikan layanan rehabilitasi kepada penyalahguna narkoba khususnya RSUD dan Puskesmas sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) melalui sistem reimburse. Ketiga, bagi puskesmas yang belum menjadi IPWL dapat menerima klien untuk diteruskan ke BNN atau lembaga IPWL. Keempat, mempersiapkan layanan rehabilitasi penyalahguna narkoba agar bisa mengusulkan menjadi IPWL. Apabila semua puskesmas bisa mensosialisasikan dan merehabilitasi, maka jumlah korban penyalahgunaan narkotika yang akan direhabilitasi akan bertambah. BNN bersama semua stakeholder harus sama-sama menganggap narkoba adalah musuh bersama. “Puskesmas sebagai garda terdepan di masyarakat, sebagai institusi kesehatan wajib menerima laporan terkait penyalahguna narkotika tersebut. Hal tersebut dituangkan dalam Peraturan

Pemerintah Nomor 25 Tahun 2011 tentang Wajib Lapor bagi Pecandu Narkotika,” ujar Suastawa. Lebih lanjut ditegaskan, IPWL tersebut di antaranya puskesmas, rumah sakit atau lembaga rehabilitasi medis yang ditetapkan oleh menteri. Lembaga rehabilitasi sosial ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial. Harapan ke depannya, yaitu peran aktif stakeholder dan masyarakat dalam mendukung program rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahgunaan. Dalam rangka penjangkauan klien tetap melaksanakan sosialisasi dan meningkatkan upaya sweeping dengan unsur terkait, mengimbau dan mengajak pecandu atau penyalahguna lapor diri. Masingmasing lembaga rehabilitasi melaksanakan pembenahan di lingkungan, mengarah pada peningkatan kualitas layanan, serta pelaksanaan rehabilitasi setidaknya pada standar minimal yang telah ditetapkan. (bns)

NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. saat menjadi narasumber dalam kegiatan rapat koordinasi tingkat kabupaten dengan dinas terkait, dalam rangka penguatan lembaga rehabilitasi instansi pemerintah tahun anggaran 2019, Rabu (10/4).

MEMENUHI - Logistik pemilu tampak memenuhi areal GOR Kebo Iwa, Kamis (11/4) kemarin.

Bali Post/kmb35

Hari Terakhir Proses Finalisasi

GOR Kebo Iwa Dipenuhi Logistik Pemilu Gianyar (Bali Post) Gelanggang Olahraga (GOR) Kebo Iwa Gianyar dipenuhi logistik pemilu, Kamis (11/4) kemarin. Proses tersebut merupakan tahapan finalisasi logistik menjelang pemilu serentak 17 April mendatang. Selanjutnya, logistik pemilu tersebut akan didistribusikan secara bertahap ke seluruh desa di Kabupaten Gianyar. Pantauan di GOR Keba Iwa, kemarin, kotak suara tampak memenuhi seluruh areal gelanggang olah raga tersebut. Tidak hanya di arena, logistik pemilu juga bertumpuk memenuhi tribun penonton. Puluhan petugas terlihat sibuk menuntaskan hari terakhir proses finalisasi logistik tersebut. Ketua KPU Gianyar Putu Agus Tirta Suguna mengatakan, pihaknya kini sedang merampungkan finalisasi logistik pemilu. Finalisasi ini berupa memasukkan logistik ke dalam kotak suara. Proses ini dilakukan dalam beberapa hari dibagi

untuk setiap kecamatan. Seperti finalisasi logistik u n t u k K e c a m a t a n B l a hbatuh Tampaksiring sudah digelar pada 6 April lalu dengan mengambil lokasi di Gudang KPU di Temesi. Selanjutnya finalisasi Kecamatan Sukawati dan Ubud Rabu (10/4) lalu, mengambil lokasi di GOR Kebo Iwa. Demikian pula finalisasi untuk Kecamatan Gianyar, Tegallalang dan Payangan mengambil lokasi di GOR Keba Iwa, Kamis kemarin. “Kami meminjam lokasi di sana karena tempatnya yang lebih luas, sehingga bisa bekerja lebih mudah

dan cepat,” ujarnya. Disinggung terkait GOR Keba Iwa yang sempat kebanjiran beberapa waktu lalu, Agus Tirta Suguna mengaku sudah menelusuri penyebab bencana tersebut. Yakni, got yang tertimbun material proyek. Namun kondisi tersebut sudah diperbaiki, bahkan dalam hujan lebat yang mengguyur Gianyar beberapa waktu lalu, banjir serupa tidak terulang. “Jadi sudah kami cek keamanannya. Hingga hari terakhir finalisasi ini, tidak ada kebanjiran,” jelasnya. Agus Tirta Suguna menambahkan, mulai Jumat

(12/4) hari ini, pihaknya akan mendistribusikan logistik di luar kotak ke seluruh desa di Kabupaten Gianyar. Logisitik tersebut seperti bilik suara, denah TPS, stiker larangan di TPS, salinan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan lainnya. “Pendistribusian logistik ini dilakukan hingga Sabtu (13/4),” katanya. Sementara untuk logistik di dalam kotak suara akan didistribusikan mulai Minggu (14/4) hingga Senin (15/4). Pendistribusian logistik berupa surat suara ke seluruh kantor desa dan kelurahan ini dipastikan akan mendapat pengawalan ketat polisi. “Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Polres untuk membantu pengawalan. Pada 16 April nanti kami akan lakukan monitoring bersama kesiapan seluruh TPS di Gianyar,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/ist

DIRGAYUSA BUMI - Ngeruak lan Macaru serangkaian Karya Dirgayusa Bumi, Tawur Agung, Pedanan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Ngusaba Dalem lan Ngusaba Pitra ring Pura Dalem lan Pura Prajapati Desa Pakraman Beng lan Gianyar, Rabu (10/4).

MARI WUJUDKAN

PEMILU DAMAI Kepada Yth. Bapak/ Ibu Warga Kab. Badung di Tempat Om Swatyastu Saya DRS. PANUDIANA KUHN, MM Calon anggota DPRD Provinsi Bali Partai Golkar, Nomor Urut 6, Dapil Badung, mengajak bapak/ibu dan anggota keluarga yang memiliki hak pilih untuk menyukseskan Pemilu 2019. Pada tanggal 17 April 2019 nanti, luangkan waktu sejenak untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Pilih wakil-wakil terbaik untuk menyuarakan aspirasi bapak/ibu sekalian. Demikian himbauan kami. Semoga bapak/ibu sekeluarga sehat dan selalu diberikan kerahayuan. Om shanti, shanti, shanti, 0m... Hormat Saya, DRS. PANUDIANA KUHN, MM C.0000673-RPA-01


JEMBRANA

10

Jumat Paing, 12 April 2019

Masa Tenang, Peserta Pemilu Wajib Turunkan APK Dikenai Sanksi jika Membandel

Negara (Bali Post) – Menjelang masa tenang yang dimulai pada Minggu (14/4) lusa, seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) peserta pemilu harus steril. Penurunan APK baik baliho dan spanduk menjadi kewajiban para peserta pemilu atau pemilik alat peraga itu. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jembrana mengatakan terkait APK ini akan dibahas dalam rapat koordinasi antarinstansi terkait.

Bali Post(kmb26)

Truk – Truk plat merah yang sudah karatan nampak nangkring di halaman parkir dalam kantor Bupati Jembrana.

Truk Milik Dinas PU Dibiarkan Telantar Rencananya akan Dilelang

Negara (Bali Post) Sebuah truk pelat merah yang diduga sudah jarang digunakan belakangan terparkir di halaman barat kantor Pemkab Jembrana. Truk engkel warna kuning yang terparkir di areal parkir sekitar Kantor Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Pemkab Jembrana ini selain su dah karatan, juga dipenuhi bongkahan material di bagian belakang. Dari pengamatan Kamis (11/4) kemarin, truk yang terparkir di areal parkir tersembunyi ini terlihat tak terawat. Apalagi di sekitar truk dengan nomor polisi DK 9302 W ini banyak ditumbuhi tanaman merambat. Yang sering menjadi sorotan adalah di bagian bak belakang truk ini penuh dengan muatan material bekas bangunan dan sampah. Bahkan di atas bak itu juga sudah ditumbuhi tanaman. Karena lokasinya yang tersembunyi, jarang diketahui pegawai. Namun dari informasi,

truk berwarna kuning ini sudah lama nangkring di lokasi parkir tersebut. Tidak diketahui pasti mengapa truk yang sudah jarang digunakan ini bisa nangkring di dalam kantor. Selain memang berfungsi sebagai tempat parkir, halaman sisi barat dalam Kantor Bupati Jembrana ini sering dilintasi kendaraan. Jalan ini juga digunakan sebagai jalan alternatif dari belakang kantor menuju pintu utama. Kepala Dinas Dikpora Jembrana Ni Nengah Wartini saat dikonfirmasi, Kamis (11/4) kemarin, mengatakan setelah dicek truk tersebut milik Dinas PU yang rencananya akan dilelang. ‘’Katanya dalam proses mau dilelang. Tadi sudah saya sarankan supaya dipindahkan,’’ terang Wartini. Rencananya truk yang masih merupakan aset bergerak di OPD ini akan dipindahkan sementara di areal parkir belakang. Apalagi di dalam bak truk tersebut juga dipenuhi material bekas dan sampah-sampah. (kmb26)

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165

Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk (0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135

Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Kamis (11/4) kemarin, mengatakan sesuai aturan pada masa tenang atribut APK semestinya sudah harus steril. Namun dengan jumlah yang mencapai ribuan berbagai jenis APK itu untuk membersihkannya bukan wewenang Bawaslu. ‘’Semestinya memang para pemilik APK itu sendiri,

Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial

Bupati Artha: Pilpres dan Pileg Aman ’’Sekala Niskala’’

Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Jembrana menggelar pertemuan khusus terkait persiapan Pemilu Presiden-Wakil Presiden serta DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, bertempat di Warung D Sawe Kelurahan Dauh Waru Kecamatan Jembrana. Dalam pertemuan yang dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Dandim 1617 Letkol Kav. Djefri Marsono Hanoq, Wakapolres Jembrana Kompol I Komang Budiartha termasuk pimpinan KPU, Bawaslu serta jajaran terkait, membahas berbagai hal teknis khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pemilu Presiden-Wakil Presiden termasuk Pemilu Legislatif yang digelar pada tanggal 17 April 2019 ini. Di hadapan tim terpadu penanganan konflik sosial yang dikomandani Kepala Kantor Kesbangpol I Komang Diatmi-

Perbaikan Jalan Nasional Hanya Tambal Sulam bahayakan. Dia juga mencontohkan seperti penanganan jalan berlubang di wilayah Gumbrih kurang maksimal. “Jika hujan beberapa kali saja dan ada truk besar lewat jalan itu akan rusak lagi. Karena di sana kerusakannya sama di titik itu,” jelasnya. Hal senada dikatakan Mulyawan, warga Banyubiru, Negara. Dia mengatakan, lubang jalan yang mengakibatkan pengendara sering jatuh di jalan Denpasar Gilimanuk, tepatnya di Banjar Banyubiru juga hanya ditambal. “Kerusakan sering di titik itu. Harusnya dikaji bagaimana penanganannya sehingga tidak cepat rusak,” jelasnya. Diharapkan, pihak yang berwenang dalam perbaikan memperhatikan kualitas, sehingga jalan bisa bertahan lama. Selain itu, drainase dan jembatan di sepanjang jalan nasional itu juga agar diperbaiki. Menurutnya di beberapa ti-

lebih lanjut dibahas dalam rapat melibatkan pihak terkait. Bahkan bila perlu dalam penertiban pihak penyelenggara tingkat desa hingga TPS dilibatkan. Selain itu juga pihak terkait seperti Satpol PP selaku penegak peraturan daerah (perda) juga akan di-

rakan ada ribuan APK berbagai jenis. Baik berupa baliho, spanduk hingga billboard. Berkaca saat penertiban APK yang melanggar oleh Bawaslu dan tim penertiban Februari lalu, selama 10 hari di lima kecamatan ada 626 buah yang diturunkan. APK yang dibersihkan itu sebagian besar berupa spanduk, yakni 248 buah. Disusul kemudian baliho 231, bendera 102, poster 44, dan banner 1. (kmb26)

BENDERA – Atribut bendera peserta pemilu yang marak terpasang di jembatan jalan nasional. Mulai pada Minggu (14/4) lusa, seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) peserta pemilu harus diturunkan oleh peserta pemilu.

BERLUBANG -- Jalan yang sebelumnya berlubang sudah ditambal namun dinilai masih belum maksimal dan terkesan hanya tambal sulam.

Negara (Bali Post) Perbaikan ruas jalan nasional Denpasar-Gilimanuk hingga saat ini penanganannya dinilai masih tambal sulam. Akibatnya, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan sangat sering terganggu bahkan membahayakan. Tidak jarang, kecelakaan terjadi karena lubang-lubang meski sudah ditambal dengan cepat kembali rusak. Beberapa warga Jembrana, Kamis (11/4) kemarin, menyayangkan setiap tahun jalan berlubang hanya ditambal sulam, tanpa ada penanganan lubang yang lebih maksimal. Seorang warga Pekutatan, Wayan Warta, mengatakan melihat lubang jalan yang sebelumnya ada di sepanjang jalan Denpasar Gilimanuk khususnya wilayah Pekutatan hanya ditambal begitu saja. Bahkan ada lubang-lubang kecil yang diabaikan. Padahal lubang itu berpotensi melebar dan lebih dalam sehingga mem-

yakni peserta pemilu. Secara umum tidak diatur harus Bawaslu yang melakukan (menurunkan),’’ ujar Pande. Tetapi bila pada masa tenang itu pemilik APK yang notabene para peserta pemilu membandel (tidak menurunkan), maka akan dilakukan tindakan. Penindakan ini, menurutnya, a k a n

jajaki. Pasalnya, dari pengamatannya, ada pelanggaran yang bukan masuk ranah Bawaslu. Seperti bendera partai politik. Bahkan bendera yang terpasang di titik-titik terlarang, seperti di payal jembatan. ‘’Kalau bendera itu ranahnya di pemkab. Termasuk yang di jembatan itu, karena itu perlu kita berkoordinasi,’’ tambahnya. Sekadar diketahui, di Jembrana dari Gilimanuk hingga Pekutatan diperki-

tik, sering terjadi banjir ketika hujan sebagai dampak dari drainase jalan nasional yang kurang bagus. Terkait adanya rencana perbaikan jalan tersebut, warga berharap untuk memperhatikan kualitas pengerjaan. Sehingga tidak hanya menjadi proyek tahunan lantaran kekuatan jalan hanya bertahan kurang dari setahun. Diharapkan, jalan nasional DenpasarGilimanuk mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Gubernur Bali Wayan Koster saat peluncuran wifi gratis di Dauh Waru, Jembrana, Rabu (10/4) mengatakan, pihaknya juga akan memprogramkan transportasi Denpasar Gilimanuk. Pihaknya merencanakan untuk membuat transportasi kereta api. “Kami sudah ke pusat untuk koordinasi konsep perkeretaapian di Bali. Sehingga Bali makin baik dalam bidang transportasi,” katanya. (kmb)

ka, Bupati I Putu Artha minta agar pemilu presiden-wakil presiden dan legislatif dapat terselenggara dalam suasana aman secara sekala dan niskala. ‘’Pelaksanaan pemilu tinggal beberapa hari saja. Saya harapkan pemilu yang dilaksanakan serentak tanggal 17 April ini berjalan aman secara sekala dan niskala. Secara sekala, segala tahapan dalam penyelenggaraan berjalan sesuai aturan dan secara niskala, penyelenggaraan pesta demokrasi ini senantiasa mendapatkan anugerah oleh Hyang Kuasa sehingga hal-hal yang menjadi kendala dan hambatan selama hajatan bangsa ini senantiasa dapat diminimalisasi, sehingga pemilih dapat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani tanpa ada intimidasi,’’ kata Bupati Artha. Secara sekala, kata Bupati Artha, semua jajaran yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu ini untuk lebih

awal melakukan deteksi dan langkah-langkah antisipasi terhadap hal-hal yang berpotensi mengganggu kelancaran serta suksesnya penyelenggaraan pemilu April nanti. ‘’Tidak ada yang bisa mengganggu apalagi menggagalkan jalannya pemilu

itu nanti. KPU dan Bawaslu agar menjadwalkan H-1 untuk melakukan evaluasi dan monitoring ke setiap TPS yang ada. Selain itu, lembaga-lembaga terkait sep erti PLN, Perta mina termasuk Telkom agar yang juga memegang peran pent-

ing dalam penyelenggaraan pemilu ini senantiasa dalam persiapan yang optimal. Tidak ada alasan di saat pemilu SPBU sampai tidak ada premium begitu juga saat-saat penghitungan suara listrik padam,’’ tegas Bupati Artha. (ad496)

RAPAT KOORDINASI – Rapat Koordiasi tim terpadu penanganan konflik sosial menjelang persiapan Pemilu Presiden-Wakil Presiden serta DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.


Jumat Paing, 12 April 2019

KARANGASEM

11

Upacara KAPWK - IBTK di Besakih ’’Kasineb’’ Hari Ini

Setelah Setra Di-’’sirati’’ Tirta, Pengabenan Bisa Dilakukan Amlapura (Bali Post) Rangkaian pelaksanaan upacara Karya Agung Panca Wali Krama (KAPWK) dan Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) yang dilaksanakan sebulan lebih, berakhir hari ini. Upacara yang berputar sepuluh tahun sekali itu kasineb, Jumat (12/4) ini. Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha, Kamis (11/4) kemarin mengungkapkan, sebelum upacara panyineban KAPWK dan IBTK itu, dilakukan upacara nunas tirta panglebar. Prosesi itu dimulai pukul 15.00 Wita.

‘’Upacara nunas tirta panglebar itu dilaksanakan di Pura Dalem Puri. Setelah itu baru dilanjutkan upacara nyineb di Pura Penataran Agung Besakih,’’ ujarnya. Mangku Widiartha menambahkan, nantinya tirta panglebar ini bisa diperoleh krama atau masing-masing perwakilan kecamatan maupun desa dengan membawa sarana banten atau canang. Setelah krama mendapatkan tirta, tambah Widiartha, selanjutnya dibagikan kepada krama di desa masing-masing untuk kemudian tirta itu dipercikkan

di setra masing-masing. ‘’Sisa upakara di halaman rumah supaya dibakar. Abunya ditanam di lebuh. Selain itu, penjor yang dipasang selama pelaksanaan karya itu dicabut. Sisa-sisa upakara di penjor dan sanggah penjor itu dibakar. Abunya langsung dimasukkan ke dalam kelungah nyuh gading dan di-pendem di belakang palinggih rong tiga,’’ jelas Widiartha sembari menjelaskan, setelah tirta panglebar di-sirat-kan di setra, barulah krama diperbolehkan menggelar upacara ngaben. (kmb41)

SOSOK Bebas ’’Money Politics’’

HAJATAN politik lima tahunan, Pemilu Presiden dan Legislatif, sudah di depan mata. Menyambut pesta demokrasi lima tahunan pada 17 April itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri meminta semua jajaran bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan perhelatan politik di Bumi Lahar ini. Pelaksanaan pemilu tahun ini diharapkan berjalan aman, lancer, damai, dan bebas money politics. Pelaksanaan pemilu tahun ini tinggal menghitung hari saja. Pihaknya meminta setiap komponen yang terlibat sebagai penyelenggara Pilpres dan Pileg 2019 agar secara bersama-sama menyukseskan perhelatan politik itu, sehingga berjalan aman dan tak memunculkan permasalahan sosial di masyarakat. ‘’Kami minta semua lapisan mulai kepolisian, TNI, dan lainnya supaya dapat mencegah hal-hal negatif yang dapat mengganggu penyelenggaraan pemilu,’’ ujar Bupati. Keberhasilan pemilu itu tidak hanya dilihat dari suksesnya pengamanan. Sukses pemilu itu juga harus dibuktikan adanya peningkatan partisipasi masyarakat. Artinya, penggunaan hak pilih wajib meningkat dari tahun sebelumnya. Guna meningkatkan partisipasi pemilih, semua pihak patut mengedepankan anti-money politics, black campaign, termasuk sebaran ujaran kebencian. ‘’Kami minta semua jajaran dapat mencegah adanya money politics ini. Hal itu dapat memicu terjadinya gesekan di masyarakat. Seluruh masyarakat yang punya hak pilih, agar mencoblos nanti. Ayo datang ke TPS-TPS, suarakan aspirasi politik Anda,’’ pinta Mas Sumatri. (nan)

Bali Post/kmb41

KASINEB - Upacara Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh yang dilaksanakan hampir sebulan lebih, kasineb Jumat (12/4) sore ini.

Gunung Agung Erupsi

Kolom Abu 2 Km Dentumannya 12 Km Amlapura (Bali Post) Sehari menjelang upacara Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih kasineb Jumat (12/4) hari ini, Kamis (11/4) malam kemarin Gunung Agung erupsi lagi. Ketinggian kolom abu erupsi mencapai dua kilometer. Bahkan, dentumannya terdegar radius 12 kilometer hingga di pos Pemantauan Rendang. Kepala Pos Pemantauan Rendang I Dewa Made Mertayasa mengungkapkan, erupsi Gunung Agung itu terjadi pukul 18.47 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas permukaan laut. ‘’Kolom abu teramati berwarna kelabu. Intensitasnya tebal condong mengarah ke arah barat. Erupsi ini terekam di

seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 2 menit 8 detik. Suara gemuruh lemah terdengar 12 km sampai Pos Pantau Rendang,’’ ungkapnya. Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana menjelasksn, tife erupsi yang terjadi jenis strombolian. Saat erupsi juga ada lontaran batu/

lava pijar dan abu vulkanik. ‘’Kalau ada suara dentuman atau gemuruh ya.... wajar pas erupsi itu,’’ ujarnya. Akibat erupsi itu, sejumlah desa terpapar hujan abu. Seperti di Desa Besakih, intensitas hujan abunya relatif tebal. ‘’Hujan abu lumayan keras,’’ ujar warga I Nyoman Remini. Saat ini Gunung Agung

masih berada status level III (Siaga - red). Masyarakat di sekitar Gunung Agung termasuk pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di radius empat kilometer. Begitu juga masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. Diharapkan warga waspada terhadap potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan. Alasannya, lahar hujan itu berpeluang terjadi terutama saat musim hujan seperti sekarang ini. (kmb41)

Satpol PP Ditengarai Tak Bertaring

Marak, Penambangan Batu dan Pasir Pantai Ilegal

SERAHKAN HADIAH - Pemimpin BRI Cabang Amlapura Subagio saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang dalam acara Panen Hadiah Simpedes Periode II 2018 di Balai Masyarakat Bebandem, Kamis (11/4) kemarin.

BRI Amlapura Gelar Panen Hadiah Simpedes Tahap II 2018

Berharap Nasabah Baru Nambah Buka Rekening di BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Amlapura kembali melaksanakan kegiatan Panen Hadiah Simpedes Periode II 2018, di Balai Masyarakat Bebandem, Kamis (11/4) kemarin. Acara ini diselenggarakan sebagai wujud rasa terima kasih dan penghargaan Bank BRI kepada seluruh nasabah. Pemimpin BRI Cabang Amlapura Subagio mengatakan, kegiatan Panen Hadiah Simpedes itu merupakan acara rutin yang digelar setiap enam bulan sekali. Pada kesempatan Panen Hadiah Simpedes Tahap II tahun 2018 ini, diselenggarakan di Balai Masyarakat Bebandem. ‘’Pemberian hadiah yang kita lakukan ini sebagai wujud rasa terima kasih kepada para nasabah. Penghargaan dari Bank BRI atas kepercayaan para nasabah yang telah menyimpan dananya di Bank BRI. Bahkan, tabungan Simpedes BRI ini menguasai hampir sebagian besar dari dana nasabah yang ada di Karangasem,’’ ujar Subagio. Subagio menambahkan, saat ini BRI Kanca Amlapura telah membuka 12 kantor unit. Bahkan, sudah menerapkan online real time yang tersebar di delapan kecamatan yang ada di Karangasem, terdiri dari Kecamatan Abang, Kubu, Karangasem, Bebandem, Selat, Manggis, Rendang, dan Sidemen. Tujuannya mengutamakan pelayanan cepat dan akurat kepada masyarakat. Selain itu, BRI Amlapura juga telah membuka 1.185 Agen BRILink. ‘’Agen BRILink itu merupakan salah satu program Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program itu merupakan perpanjangan tangan

BRI sebagai layangan Inklusif Keuangan yang memungkinkan masyarakat mendapat layanan perbankan tanpa harus ke bank,’’ ujar Subagio. Agen BRILink itu dalam aplikasinya melayani setoran simpanan, transfer uang, pembelian pulsa, pembelian pulsa listrik, dan layanan perbankan lainnya. Menariknya, agen BRILink itu tetap melayani masyarakat meskipun hari libur. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya berharap ke depannya nasabah Bank BRI itu bisa mereferensikan kepada nasabah baru untuk membuka rekening tabungannya di Bank BRI. Begitu juga, para nasabah yang sudah setia dengan Bank BRI ini, agar bisa menambah saldo tabungannya sehingga

hadiah undian Panen Hadiah Simpedes untuk periode berikutnya bisa lebih besar daripada periode saat ini. Untuk diketahui, dalam acara itu ada 43 hadiah dengan total anggaran Rp 466 juta diberikan kepada nasabah. Hadiah utamanya adalah satu unit mobil Suzuki Ignis. Hadiah utama itu berhasil dimenangkan nasabah BRI Unit Culik atas nama I Ketut Putra Mahendra. Untuk mengikuti undian tersebut syaratnya tidak sulit. Cukup memiliki saldo tabungan Simpedes senilai Rp 100.000 sudah bisa mengikuti undian Panen Hadiah Simpedes itu. Penerimaan hadiah itu diundi berdasarkan nomor kupon undian, yang diperoleh para nasabah tabungan Simpedes. (ad499)

Amlapura (Bali Post) Aktivitas penambangan ilegal batu dan pasir laut di Karangasem masih marak. Salah satu aksi penambangan itu terjadi di pesisir Pantai Bugbug, Karangasem. Penertiban yang diupayakan Satpol PP Karangasem sepertinya sia-sia saja. Pasalnya, hingga saat ini penambangan itu tetap saja bergulir. Karena itu, ditengarai Satpol PP tidak ada taringnya untuk menertibkan penambangan ilegal itu. Berdasarkan pantauan kemarin, terlihat banyak pasir menggunung di pinggir pantai. Selain pasir, batu dari laut juga banyak di tepi pantai. Bahkan tidak sedikit yang masih berserakan. Namun, ada juga yang sudah dimasukkan ke dalam kampil. Bahkan, jumlah kampil yang berisi batu mencapai 50. Anehnya, orang yang dicari

sama sekali tidak ada di lokasi. Salah seorang warga mengatakan, pekerjaan mengambil batu dan pasir di pantai itu dilakukan sudah sejak lama. Para pekerja itu beraktivitas pagi-pagi buta kemudian dilanjutkan sore hari mengambil batu dan pasir tersebut. ‘’Jam segini belum ada. Sore, sekitar pukul 17.00 Wita, biasanya aktivitas mereka padat,’’ ujarnya. Sebelumnya, petugas Satpol PP Karangasem bersama provinsi sempat turun ke lapangan untuk melakukan penindakan. Tetapi, lagi-lagi petugas tidak satu pun menemukan pekerja di lokasi. Kala itu, petugas hanya mengamankan beberapa barang bukti. Seperti kerikil dan batu pantai dua karung, cobek, pengorek pasir, ember, tujuh buah sekop, dan keranjang pengangkut pasir.

Bali Post/kmb41

PENAMBANGAN PASIR MARAK - Ternyata masih marak aktivitas penambangan batu dan pasir laut di pesisir Pantai Bugbug, Karangasem.

Kasatpol PP Karangasem I Ketut Wage Saputra mengatakan, nanti kita akan kembali melakukan sidak dengan petugas Satpol PP Provinsi.

‘’Kita akan sidak nanti. Bila kita temukan ada pekerja akan kita kenakan sanksi sesuai perda yang berlaku,’’ tegas Wage. (kmb41)


KLUNGKUNG

12

Jumat Paing, 12 April 2019

Bupati Suwirta Terima Penghargaan Pembangunan Daerah Terkait RKPD Tahun 2019 BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri Kegiatan Musyawarah Perencanaan pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2020 bertempat di Wiswa Sabha Utama pada, Kamis (11/4) kemarin. Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta menunjukkan kualitas dan keunggulan Klungkung, dibandingkan kabupaten/kota lainnya, dengan menerima penghargaan pembangunan daerah terkait penyusunan RKPD tahun 2019. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Usai menerima penghargaan, Bupati Suwirta menyatakan untuk Pemkab Klungkung sendiri pada sistem E-Planning, E-Budgeting sampai E-Kontroling sudah berjalan dengan baik. Terutama dari sisi perencanaan system E-Planning di Pemkab Klungkung sudah berjalan tidak hanya sebatas kegiatan-kegiatan yang diusulkan di Musrenbangkab, Musrenbangcam, Musrenbangdes tetapi sampai hibah juga masuk ke dalam EPlanning. Ini mencerminkan bahwa dari sisi perencanaan Pemkab Klungkung sudah sesuai dengan mekanisme

dan aturan yang ada. Terkait dengan penghargaan ini, Bupati Suwirta mengucapkan terima kasih kepada semua OPD di Pemkab Klungkung yang telah bekerja secara maksimal. “Jangan pernah berpuas diri dan terus berusaha memberikan yang terbaik agar dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Klungkung secara optimal,” ujar Bupati Suwirta. Bupati Suwirta berharap ke depan kepada OPD di Pemkab Klungkung supaya dalam melakukan penyusunan perencanaan, dapat dibuat lebih baik dan disinkronkan dengan program kerja pemerintah Pusat maupun Provinsi. Perencanaan yang dibuat dapat mengacu pada potensi dan permasalahan yang terjadi di Kabupaten Klungkung. Penilaian di tingkat kabupaten/kota dilakukan oleh tim penilai provinsi yang terdiri dari para akademisi dan kelompok ahli pembangunan Provinsi Bali. Penilaian dilakukan di sembilan kabupaten/kota di Bali. Klungkung dinilai layak memperoleh penghargaan ini atas segala inovasinya yang terus mencuri perhatian hingga ke pemerintah pusat. Gubernur Koster menya-

takan Musrenbang RKPD kali ini merupakan Musrenbang pertama setelah diterapkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2018 – 2023. Arah kebijakan dan program yang akan dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali adalah sesuai dengan Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Untuk mewujudkan Bali Era Baru, penyelenggaraan pembangunan Bali harus dilakukan dengan paradigma/ pendekatan yang meliputi berbagai aspek yaitu pembangunan bersifat holistik, membangun seluruh wilayah Bali secara terpola, terencana, terarah dan terintegrasi yang memastikan adanya keseimbangan, pemerataan, dan keadilan pembangunan antar wilayah kabupaten/ kota se-Bali. Selanjutnya pembangunan bersifat integratif, Pemerintah Provinsi Bali harus membangun kabupaten/kota, bukan membangun di kabupaten/kota secara parsial dengan tujuan, sasaran, dan obyek yang berbeda antara provinsi dengan kabupaten/ kota. Untuk itu proses perencanaan harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota. (ad501)

PENGHARGAAN - Bupati Suwirta saat menerima penghargaan pembangunan daerah oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Pelet Diuji Coba sebagai Bahan Bakar Pemindangan Semarapura (Bali Post) Inovasi pengolahan sampah belum berhenti pada program TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat). Program yang sudah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat ini, hasil produksinya kini akan diuji coba sebagai bahan bakar lain. Hasil produksi berupa pelet yang biasanya diambil PLN sebagai bahan bakar produksi listrik pengganti batubara, selanjutnya akan diuji coba sebagai bahan bakar proses pemindangan di Pusat Pemindangan Ikan Kusamba. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Kamis (11/4) kemarin, mengatakan uji coba ini dilakukan dalam upaya mengurangi pemakaian kayu bakar dalam jumlah yang besar pada sentra produksi pemindangan ikan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Langkah ini juga dilakukan untuk mengurangi polusi udara yang ditimbulkan dari penggunaan bahan bakar kayu bakar. ‘’Kami ingin membuktikan bahwa pelet hasil dari pengolahan sampah ini juga bisa digunakan untuk sektor lain. Kami lakukan inovasi terus,’’ kata Bupati Suwirta. Sebelumnya, pelet sampah ini sudah pernah diujicobakan sebagai pengganti batubara saat digunakana untuk memasak makanan memakai kompor khusus pelet sampah. Hasilnya, tidak menimbulkan aroma apapun, bahkan asap yang ditimbulkan pun sangat sedikit. Hasil ini memberikan gambaran bahwa uji coba ini layak dilakukan sebagai opsi yang cukup menguntungkan dan ideal bagi kedua belah pihak. Sehingga pada uji coba dalam proses pemindangan, Bupati Suwirta optimis dapat berhasil. Dalam proses uji coba ini, nantinya akan disiapkan sebuah tungku bahan bakar pelet sampah. Sejumlah pelaku pemindangan akan turut diundang dalam uji coba ini guna menilai hasil pemindangan dengan menggunakan bahan bakar pelet

sampah. ‘’Semua langkah dan upaya yang kami lakukan selama ini tujuannya hanya satu, yakni mengatasi permasalahan sampah. Dengan banyaknya pemakaian pelet tentu akan dibutuhkan banyak pula sampah sebagai bahan pembuatan pelet. Maka produksi pelet dari TOSS di setiap desa juga akan semakin bergairah,’’ ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini. Sementara itu, salah satu pelaku pemindangan ikan, Komang Suridep, mengatakan terdapat 50 orang pelaku pemindangan di sentra pemindangan Desa kusamba itu. Tiap pemindang bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 100 ribu per hari

untuk kayu bakarnya saja. Selain biaya yang tinggi, pemakaian kayu bakar juga menimbulkan polusi udara. Dirinya mengaku siap terlibat dalam proses uji coba ini, sebagai solusi mengatasi tingginya pemakaian bahan kayu bakar. Tetapi, dia dan pemindang yang lain, berharap dalam hasil uji coba penggunaan pelet sampah nanti, tidak akan menimbulkan aroma dan rasa yang berbeda pada olahannya. Sebab, jika penggunaan pelet memengaruhi rasa hasil akhir pindang, maka ini akan berisiko bagi keberlangsungan usaha pemindangan ikan yang menjangkau pasar hampir di seluruh Bali ini. (kmb31)

Bali Post/kmb31

PEMINDANGAN - Lokasi Pusat Pemindangan Ikan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Bali Post/kmb31

SIDANG - Proses persidangan saat berlangsung di PN Semarapura, ketika saksi dan penggugat menunjukkan surat-surat kepada majelis hakim.

Soal Perampasan Aset

Gugatan Keluarga Candra Mulai Bergulir di PN Semarapura

Semarapura (Bali Post) Putusan inkracht terhadap kasus TPPU mantan Bupati Klungkung Wayan Candra rupanya belum membuat pihak keluarga menerima sepenuhnya proses hukum ini. Upaya perampasan aset sebagai amanat putusan inkracht dari Mahkamah Agung, dalam kasus ini, membuat pihak keluarga terpidana melayangkan gugatan kepada pihak Kejari Klungkung. Atas gugatan dua kerabat Candra yakni I Nengah Nata Wisnaya dan I Ketut Rugeg, kasusnya mulai bergulir dalam persidangan perdana di PN Semarapura, Kamis (11/4) kemarin. Menghadapi gugatannya ini, kedua penggugat menghadirkan kuasa hukum Teger Bangun, S.H. Sedangkan proses persidangan dipimpin langsung hakim ketua Kukuh Kurniawan, S.H. dan hakim anggota Ni Nyoman Mei Melianawati, S.H. dan hakim Andrik Dewantara, S.H. Sementara dari tergugat hadir sebagai saksi Kasi Pidsus Kejari Klungkung Kadek Wira Atmaja, S.H. dan saksi lainnya staf Kejari Wayan Winata. Kedua penggugat asal Banjar Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan ini melalui kuasa hukumnya menyampaikan bahwa kasus gugatan terhadap upaya perampasan aset yang sebelumnya sudah masuk daftar sita dari putusan inkracht itu, ada di wilayah hukum yang berbeda. Kliennya mulai keberatan dengan adanya upaya perampasan terhadap aset yang disita, khusus aset atas nama keduanya. Bahkan, dia menyatakan pihak kejaksaan

selama ini keliru menyusun daftar aset yang masuk dalam daftar sitaan. Dari daftar putusan aset yang akan dirampas oleh negara, antara lain empat objek aset milik Nata Wisnaya dan lima objek aset milik Rugeg. Dalam proses gugatan ini, pihaknya ingin meluruskan kalau daftar aset tersebut, katanya murni adalah milik kedua penggugat, bukan dari terpidana TPPU Wayan Candra. Setelah mendengar keterangan penggugat, hakim ketua bertanya langsung kepada para saksi. Hakim mempertanyakan kepada saksi, apakah penggugat pernah keberatan saat penandatanganan berita acara penyitaan aset tanah miliknya Nata Wisnaya? Saksi Wayan Winata menyatakan penggugat Nata Wisnaya saat itu menerima dan membubuhkan tanda tangan penyitaan aset tersebut. Hakim anggota lainnya, juga mempertanyakan, pernahkah penggugat memper-

soalkan status tanah mereka saat tanda tangan? Saksi mengatakan saat tanda tangan, juga tidak ada dipersoalkan. Winata mengatakan Nata Wisnaya saat itu juga hadir. Ketika hakim menanyakan pada saksi saat memasang papan di atas tanah yang disita, apakah ada penggugat yang tahu? Saksi menyatakan saat objek sita di Tojan, ada yang menyaksikan, yaitu panyakap-nya. Sementara saksi berikutnya Kasi Pidsus Kadek Wira Atmaja, ketika ditanya hakim maupun kuasa hukum penggugat, juga tegas menyatakan bahwa melakukan tindakan penyitaan aset itu sesuai dengan KUHAP. “Daftar aset itu juga sudah masuk ke dalam aset rampasan negara setelah ada putusan inkracht dari MA,” tegasnya. Selanjutnya, ketua majelis hakim Kukuh Kurinawan menyatakan sidang berikutnya akan dilaksanakan pada 23, 24 dan 25 April mendatang. Sebagaimana diberitakan

sebelumnya, kedua penggugat mulai melayangkan gugatan tersebut, setelah proses perampasan aset sedang berlangsung secara bertahap. Kajari Klungkung Otto Sompotan, S.H., M.H. mengatakan walaupun ada gugatan hukum, ini tidak akan menghalangi pelaksanaan penyitaan atas aset yang sudah diinventarisir dan berkekuatan hukum tetap tersebut. “Proses perampasan aset yang belum dilakukan, akan dilanjutkan setelah pemilu,” tegasnya. Daftar aset yang masuk dalam rampasan negara itu, antara lain ada di Desa Bunga Mekar seluas 9.450 meter persegi, di Desa Desa Ped seluas 10.000 meter persegi, di Desa Tojan seluas 850 meter persegi, di Desa Dawan Kaler seluas 14.200 meter persegi, Puri Cempaka (tanah dan bangunannya) di Desa Gunaksa, aset tanah dan bangunan di Kelurahan Dauh Puri Denpasar Barat seluas 35 meter persegi, aset lainnya di Kelurahan Dauh Puri Denpasar Barat seluas 12 meter persegi, aset di Kelurahan Dauh Puri Kauh Denpasar Barat seluas 47 meter persegi, dan di Kelurahan Tonja Denpasar Timur seluas 200 meter persegi. Ada juga di Seminyak, Badung seluas 87 meter persegi. (kmb31)

Polwan Dituntut Jadi Simbol Perjuangan Perempuan Semarapura (Bali Post) Sosok RA Kartini selalu menjadi inspirasi bagi para perempuan. Maka, setiap tahun, 21 April, diperingati sebagai simbol perjuangannya dalam membangun emansipasi wanita. Memaknai perjuangan itu, Polres Klungkung punya cara lain menanamkan nilai perjuangan itu. Jajaran Polwan dituntut mampu menjadi simbol perjuangan perempuan, yang sesuai dengan cita-cita Kartini, terwujudnya kesetaraan gender dengan laki-laki. Polres Klungkung memulainya dengan penegakan disiplin terhadap seluruh polwan. Seluruh Polwan mendadak diperiksa Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam), dipimpin Koordinator Polwan AKP Ni Luh Wirati bersama Kasi Propam Polres Klungkung Iptu Ida Bagus Made Pinatih dengan anggotanya, Kamis (11/4) kemarin. ‘’Pada momentum Hari Kartini, kami ingin jajaran Polwan dapat memaknainya sebagai upaya terus-menerus meningkatkan kedisiplinan,’’ tegas Wirati.

Satu per satu Polwan diperiksa usai apel pagi di Mapolres Klungkung. Wirati menegaskan, objek pemeriksaan Polwan menyangkut kelengkapan anggota Polri diperiksa dengan teliti oleh petugas Propam Polres Klungkung. Kartu Tanda Anggota dan KTP harus selalu dibawa oleh masing-masing personel saat bertugas. Selain itu SIM dan STNK baik kendaraan pribadi maupun dinas harus selalu ada. Selain itu yang paling sederhana sikap tampang personel serta pakaian dan atributnya tidak lepas dari pemeriksaan. Tidak hanya itu, juga ditekankan bagaimana ke depan Polwan terus meningkatkan kinerjanya dalam mendorong peran serta Polres Klungkung, sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Sehingga Polwan Polres Klungkung sebelum menjadi pelopor dan contoh bagi masyarakat, mereka harus dapat menertibkan dirinya sendiri, sebagai upaya terus meningkatkan kualitas diri. Sebagaimana Kartini mengajarkan perempuan Indonesia, un-

tuk keluar dari prinsip-prinsip feodalisme dan bangkit menjadi sosok pribadi yang tangguh dan bermanfaat. Sepanjang proses pemeriksaan di Mapolres Klungkung, kata Iptu Ida Bagus Made Pinatih, seluruh anggota Polwan Polres Klungkung sudah lengkap, baik surat-surat data pribadi maupun berkaitan dengan kendaraan. Sikap tampang, gampol dan performa juga sudah bagus, namun dite-

gaskan Pinatih, terus perlu ditingkatkan. Setelah mampu menjadi personel yang tertib, baik dalam bekerja dan bermasyarakat, AKP Wirati yang juga Kapolsek Banjarangkan ini, berharap setiap Polwan dapat memberikan teladan bagi masyarakat. Tidak hanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, tetapi juga karakter polwan yang tangguh dan mandiri. (kmb31)

Bali Post/kmb31

PEMERIKSAAN - Jajaran Polwan saat menjalani pemeriksaan menjelang Hari Kartini, 21 April.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Paing, 12 April 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Akuntan/Finance (Tabanan), bisa komputer, pengalaman, Hub.Dewi 081236222509

B.BP.031.04.19.0000483

Dicari Kasir,Kepala Toko,Pramuniaga.Gaji Oke+Bonus ke 13 CV.Dayuhsini 081939084292

B.BP.001.04.19.0000235

***Dcr Bag.Admin,Gdg,Peg.Toko, Bs Compt,Pnglmn Krj,Lincah.Bag Srbtn, Sopir, SaridanaV/8, Serius Krja:087860180816,HanyaWA/SMS

B.BP.001.04.19.0000356

*Job Australi Korea Jepang WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali B.BP.166.04.19.0000489

Dcr Cleaning Service Gj.3,5Jt area Batubulan Hub:0361-290189 B.BP.001.04.19.0000478

Dicari Staf Stockroom(Gudang) Pengalaman Min 2Th bs Computer Kirim ke:Gn.Guntur 882-883 Dps E:lostinparadise639@gmail.com B.BP.001.04.19.0000487

Dcr Karywan Apotik&Optik Sekar Laki2,Min SMA IPA Umur Max26Th KTPBali,SIM A.Hub:085100636609

Dcr: Receptionist (diutamakan cowok) Spv HK (0361) 8445283

Global Expat Recruiting looking for HR Coordinator, HR Supervisor,HR Executive, HR Admin,Reqruitmnet Officer, Recruitment Supervisor, Training Coordinator.Good English, hospitality experience CV to jobs@globalexpatrecruiting.com

Dcr:Sopir Pengalaman,KTP-Bali Hub:0811399886/0361-239688

Marketing,Telemrkting,Tkg Las, Receptionist.Hub: 085103167222

B.BP.001.04.19.0000348

Dcr Pegawai untuk Rumah Makan Pria/Wnt.Bawa CV ke:MD Warung Jl.Betngandang 1 No.3A Sanur

B.BP.001.04.19.0000284

B.BP.004.04.19.0000477

B.BP.001.04.19.0000465

Dicari Admin + OB Pria SMA/SMK Lam UD.Sinar Mulia, Jl.Kartini 106-112 Telp:226815-236895 B.BP.001.04.19.0000343

Dicari Sales dan Usaha Tanpa Modal Untuk Minyak Taru Urip Hub:081246757777 B.BP.001.04.19.0000471

Dicari Senior Accounting, Pengalaman 5th,bisa Myob,Pajak dan Bhs Inggris,Lamaran email ke corry@globaloneservice.com

B.BP.001.04.19.0000455

BIRO JASA

B.BP.004.04.19.0000425

Pelaks Pry Vila Bs AutoCad Krm Ke gekmang.utari69@gmail.com

DIJUAL MOTOR

Pngawas Proyek&Drafter min.STM CV:gentaproperty108@gmail.com

B.BP.001.04.19.0000466

B.BP.001.04.19.0000380

Villa in Smnyk,Urgent Look for Engineering Ph.081916765487,Jl Kayu Aya Gg.Kahyangan 17 Smnyk E:manager@thekumpivillas.com

B.BP.001.04.19.0000488

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.04.19.0000187

Staf Produksi (Pabrik Obat Herbal),llsn Kimia/Pglmn. Hub: Tri 021-58303028 / 58303351 B.BP.031.04.19.0000472

Pizza Hut Bali membutuhkan Karyawan/ti Berpenampilan Menarik Tinggi badan Pria Min.160CM,Wanita 155CM,Umur 18-22Thn.Gaji UMK,Catering,Jamsostek,Asuransi Kesehatan & Bonus.Lamaran dibawa langsung ke Pizza Hut Terdekat.

DAIHATSU

Dijual Daihatsu Ayla 12R 2018 (DK) Putih, Jok Kulit, Variasi BU.Hub:085228098333

B.BP.001.04.19.0000453

TOYOTA

Avanza G 2008 Silver As.Bali 97Jt Nego Hub:081999400809 BUC B.BP.001.04.19.0000486

DICARI MOBIL Dicari Toyota Vios Hub:087.887.729.409 (WA) B.BP.001.04.19.0000460

B.BP.001.04.19.0000459

RUPA-RUPA

Free

BIRO JASA

YAMAHA

DISEWAKAN TANAH

Jual cpt motor Ymh Xabre 2018, Silver,ist Hub.08113498169

Dikntrkn Tnh Kav.Jln.Mahendradata sblh Utara Bali Med.Lok Jl.Padang Getas,Mak 20th lngsg Hub:082146600663/081997673488

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409

B.BP.004.04.19.0000417

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Dijual Rumah/Villa Terrace Pavillion No.22 Jimbaran.Ada Pool Besar,Parkir 3 Mobil Rp.2,3M Hp.08128888867 B.BP.031.04.19.0000480

PROPERTY

DIJUAL TANAH

Tnh 1,5A 1A Jl.Siulan III DenTim.081933005184/085933710048

B.BP.001.04.19.0000484

Tnh 30A Bukian Payangan Gianyr Hp.081933114884/085238234945

B.BP.001.04.19.0000362

PROPERTY ARSITEKTUR

B.BP.001.04.19.0000253

PROPERTY DIJUAL RUKO

Djl Ruko Kertawijaya Blok A1/ Buluh Indah 26C Dps085100867168 B.BP.004.04.19.0000482

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

SERVICE

PROPERTY

DISEWAKAN RUKO

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

BIRO JASA

B.BP.001.04.19.0000461

Dikont Ruko/Rukan 3Lt Diponegoro 150IDT Lngkp,085100936343

Money Back Guarantee �

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

n

Desig

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.03.19.0000753

KEHILANGAN Hlg 1 Bendel Buku IB No.753 Th 2001 Tgl 28 Nop 2001 AN.I Ketut Gumayasa Dsn.Gablogan Ds Berembeng Tabanan. B.BP.001.04.19.0000458

HlgBPKBSpmNosin.JF13E000372 DK5557IE An.Dian Kumara Putra B.BP.001.04.19.0000454

Hlg Sertifikat Tnh No.1405 An.I Gusti Ngurah Suparta B.BP.001.04.19.0000457

RUPA-RUPA

Arsitek:Design,3D,Konstruksi, RAB:0361-4701242/081916144249

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

Terima Design Rumah/Villa, Gambar Struktur,3D,RAB, Pengerjaan Sipil & Konsultasi Hub.085935173078

Gratis Tanah Timbunan ± 20rb M3 Lokasi Jl Bypass Ngurah Rai Hubungi:087863430869

B.BP.001.04.19.0000009

B.BP.004.04.19.0000481

B.BP.001.04.19.0000255

B.BP.001.04.19.0000464


BANGLI

14 KANDIDAT Perjuangkan Ruang Perawatan Khusus ”Sulinggih” KEDUDUKAN sulinggih dalam masyarakat Hindu di Bali sangatlah penting. Sebagai orang yang disucikan, sulinggih bertugas muput upacara keagamaan dan memberikan tuntunan rohani kepada umat. Atas pertimbangan itulah, caleg Provinsi Bali nomor urut 1 Dapil Bangli Ketut Marsidi memandang perlu ada penghormatan khusus kepada sulinggih dalam hal pelayanan kesehatan. Putra asal Desa Songan, Kintamani, Bangli ini pun akan memperjuangkan agar RS di Bali menyediakan ruang perawatan khusus sulinggih. ‘’Masyarakat Hindu di Bali memberikan posisi terhormat kepada sulinggih di berbagai bidang. Jadi, saya ingin kita melengkapinya dengan memberikan layanan istimewa di RS dengan menyediakan kamar perawatan khusus,’’ kata pria yang diusung Partai Nasdem ini. Dalam konteks ini, dia tidak bermaksud membeda-bedakan pelayanan kesehatan berdasarkan golongan tertentu. Pihaknya hanya ingin masyarakat Bali yang mayoritas Hindu bersamasama menjaga kesucian para sulinggih. Sebab, ada sejumlah pantangan bagi sulinggih yang tidak boleh dilanggar. Sebisa mungkin, penyedia layanan kesehatan ikut menjaga agar pantangan tersebut tidak dilanggar oleh sulinggih.

‘’Menjaga sasana sulinggih, ini juga demi kepentingan umat,’’ jelasnya. Memperjuangkan ruang perawatan khusus sulinggih adalah satu dari sekian program yang siap ia perjuangkan jika berhasil menjadi anggota dewan di Provinsi Bali. Sebagai caleg dapil Bangli, tentu saja ia ingin memajukan sektor pariwisata. Ia menilai, potensi pariwisata Bangli masih bisa dimaksimalkan. Syaratnya, ada penataan infrastruktur terutama di destinasi wisata yang eksisting maupun dalam tahap pengembangan. APBD Bangli terbatas, maka celah bantuan dari provinsi, pusat hingga swasta harus bisa digali. Inilah yang akan coba digarapnya. Bangli juga punya potensi pertanian yang cukup besar. Namun secara umum, perhatian terhadap sektor ini masih kurang. Ke depan, pertanian harus dipandang sebagai prioritas. Kebijakan pemerintah harus mampu mendorong kemajuan pertanian dari hulu ke hilir. Tak kalah pentingnya, pembangunan sektor pendidikan. Sebab syarat kemajuan daerah adalah ketersediaan SDM berkualitas. ‘’Harus ada gebrakan di sektor ini karena pendidikan itu investasi jangka panjang. Eksekutif dan legislatif harus lebih keras berjuang menyediakan fasilitas pendidikan dan subsidi pendidikan,’’ tegasnya. (jay)

Jumat Paing, 12 April 2019

Vaksinasi Rabies Masih Sasar 31 Desa Zona Merah Bangli (Bali Post) -

Kegiatan vaksinasi massal hewan penular rabies yang dilaksanakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli sejak 18 Maret lalu hingga saat ini masih terus berlanjut. Berdasarkan data, dari 31 desa zona merah yang telah disasar petugas, jumlah hewan penular rabies yang sudah berhasil divaksin mencapai 20 ribu ekor lebih.

Bali Post/kmb40

Ketut Marsidi

VAKSINASI - Kegiatan vaksinasi rabies yang dilaksanakan Dinas PKP Kabupaten Bangli.

Adapun hewan penular rabies tersebut berupa anjing sebanyak 20.304 ekor, kucing 111 ekor dan 14 ekor kera. Kabid Kesehatan Hewan Dinas PKP Kabupaten Bangli Sri Rahayu melalui Kasi Keswan Made Armana mengatakan, hingga saat ini kegiatan vaksinasi rabies masih dilakukan dengan menyasar 31 desa yang tergolong zona merah rabies. Desa-desa tersebut tersebar di empat kecamatan dengan jumlah paling banyak di wilayah Kecamatan Kintamani. Vaksinasi di zona merah dijadwalkan akan berlangsung hingga akhir April mendatang. ‘’Karena cakupannya belum mencukupi. Kami dituntut untuk mencapai cakupan di masing-masing desa 95 persen tervaksin dari estimasi populasi di masing-masing desa tersebut. Sementara saat ini cakupannya masih di bawah itu. Ada yang baru 50 persen, ada yang 70 persen, ada yang sudah,’’ ungkapnya, Kamis (11/4) kemarin. Setelah nantinya semua desa yang masuk zona merah tuntas, barulah kegiatan vaksinasi dilanjutkan ke desa-desa lainnya yang masuk zona hijau. Dijadwalkan, vaksinasi rabies di desa zona hijau akan dilakukan pada bulan Mei hingga Juni. Armana mengungkapkan, masih banyak hewan pelihara-

Dapat Bantuan 250 Unit Bedah Rumah dari Badung

Bupati Made Gianyar Harapkan Mampu Percepat Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat KABUPATEN Bangli mendapat bantuan 250 unit bedah rumah dari Kabupaten Badung. Bantuan bedah rumah dengan total nilai Rp 2,5 miliar tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Bupati Bangli I Made Gianyar kepada tujuh penerima bantuan di Wantilan Pura Hulundanu Batur, Desa Songan, Kintamani, Kamis (11/4) kemarin. Penyerahan bantuan bedah rumah sebagai salah satu upaya dalam menurunkan angka kemiskinan itu dihadiri Wakil Bupati Badung, Kadis Sosial Kabupaten Bangli, sejumlah pimpinan OPD terkait, perbekel dan masyarakat. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Kabupaten Badung yang telah memberikan bantuan bedah rumah kepada 250 KK miskin yang ada di kawasan Kintamani melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Diharapkan,

program ini bisa terus ditingkatkan untuk percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bangli. Dikatakan Made Gianyar, dilihat dari segi kebijakan, diketahui bersama bahwa Kabupaten Bangli merupakan kawasan konservasi. Status kawasan konservasi ini membatasi Kabupaten Bangli untuk melakukan pembangunan karena dapat berdampak luas terhadap lingkungan baik itu hutan, sumber air dan udara yang sehat. Karena hal tersebutlah, diakui Made Gianyar, dari segi PAD Kabupaten Bangli tidak akan bisa mengikuti Kabupaten Badung yang sumber pendapatan utamanya dari PHR. “Dari kondisi tersebut saya sangat mengharapkan perhatian pemerintah melalui regulasi untuk insentif atas kebijakan konservasi alam bisa diterapkan, karena yang menikmati dari konservasi tersebut sudah pasti bukan hanya Kabupaten Bangli saja tentu dinikmati oleh kabupaten lain seperti

Badung Gianyar dan lainnya,” kata Made Gianyar. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan program bedah rumah yang diserahkan secara simbolis kemarin merupakan wujud perhatian Kabupaten Badung untuk membantu percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bangli. Giri Prasta mengatakan, untuk urusan infrastruktur jalan saat ini sudah diselesaikan oleh Bupati Bangli. Karena itu pihaknya menyasar bantuan untuk rumah tangga. “Harapan kami program ini juga telah diprogramkan di Kabupaten Bangli sehingga kita di Kabupaten Badung hanya ikut mensukseskan sehingga program ini betul-betul bisa paripurna,” kata Giri Prasta. Ke depan bantuan untuk Kabupaten Bangli sebagai kawasan konservasi akan terus diupayakan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. “Saya yakin kalau kita mau bekerja sama dan bersatu kita pasti bisa karena kita adalah saudara,”

BEDAH RUMAH - Acara penyerahan bedah rumah di Wantilan Pura Hulundanu Batur, Desa Songan, Kintamani, Kamis (11/4) kemarin. tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli I Nengah Sukarta dalam laporannya menyampaikan, pada tahun 2015, KK miskin di Kabupaten Bangli mencapai 6,8%. Dalam upaya menurunkan angka kemiskinan sesuai visi misi Bupati Bangli, Dinas Sosial bersama 15 OPD berebut sasaran kemiskinan. Dari

total 11.055 KK miskin di tahun 2015, hingga tahun 2018 Pemkab Bangli sudah berhasil menurunkan KK miskin sampai 8.250 KK. Inovasi untuk merebut sasaran kemiskinan dan program mensejahterakan masyarakat baik PU, Kesehatan, PMD, Perindag, Koperasi BKKBN, Disdukcapi dan Dinas Kominfosan dilakukan saling terintegrasi. (ad504)

an seperti anjing yang diliarkan warga, menjadi salah satu kendala yang dihadapinya dalam pelaksanaan vaksinasi rabies selama ini. Di samping itu faktor cuaca yang sering hujan, juga diakuinya turut menjadi kendala petugas vaksinasi untuk bisa bekerja dengan maksimal. Agar pelaksanaan vaksinasi rabies ini bisa berjalan maksimal dengan hasil yang sesuai harapan, pihaknya sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat. Masyarakat diimbau untuk mengikat hewan peliharannya sehingga memudahkan petugas dalam melakukan vaksinasi serta mengurangi potensi stres pada hewan. ‘’Kalau petugas yang nangkap menggunakan jaring, anjing cenderung jadi rengas (galak), walaupun itu hanya sementara,’’ ujarnya. Selain itu, masyarakat juga diharapkan proaktif membawa hewan peliharaannya agar mendapat vaksin rabies. ‘’Kalau dulu kami gelar vaksinasi dengan diam di balai banjar, banyak masyarakat yang datang membawa hewan peliharaannya untuk divaksin. Tapi sekarang ini kami coba dengan sistem itu, hanya sedikit yang datang. Sehingga sekarang vaksinasi kami lakukan secara door to door,’’ imbuhnya. (kmb40)


15 Liga Champions

Pujian untuk Ronaldo Amsterdam – Cristiano Ronaldo kembali dipuji oleh pelatih Juventus Massimiliano Allegri setelah mencetak gol untuk mendapatkan hasil imbang 1-1 kontra Ajax pada laga pertama perempatfinal Liga Champions di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Kamis (11/4) pagi kemarin. Kapten Portugal itu membuat Juventus unggul di babak pertama dengan sundulan untuk membuat rekor golnya dalam kompetisi ini menjadi 125. Pemain sayap asal Brazil David Neres menyamakan kedudukan setelah turun minum di depan 50.000 pendukungnya. Laga kedua akan berlangsung di Turin pekan depan dan pemenangnya menghadapi Manchester City atau Tottenham Hotspur di empat besar. Itu adalah golnya yang ke25 di semua ajang musim ini.

CR7 sekarang telah mencetak enam gol Liga Champions di Johan Cruyff Arena menyamai mantan bintang Ajax Zlatan Ibrahimovic. ‘’Ronaldo menunjukkan bahwa dia berada di level yang berbeda. Waktu dan pergerakannya berbeda dengan yang lain, tidak ada yang bisa Anda lakukan. Dia adalah pemain yang memiliki teknik yang berbeda dari yang lain,’’ kata Allegri kepada Sky Sport Italia. Pujian juga datang dari kubu lawan. ‘’Dia pemain kelas dunia

tapi saya pikir kami berhasil dengan baik malam ini,’’ ujar kapten Ajax Matthijs de Ligt tentang Ronaldo. ‘’Ini bukan hasil yang Anda harapkan, tetapi itu adalah hasil. Terakhir kali kami kalah 2-1 dari Madrid di kandang sehingga kami masih di dalamnya,’’ tambah pelatih Erik ten Hag. MU Dalam laga perempatfinal lainnya, Manchester United (MU) gagal memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah setelah ditundukkan Barcelona 0-1 di Old Trafford. Gol kemenangan Barca lahir akibat ketidakberuntungan Luke Shaw. Bek kanan MU ini terkena sundulan Luis Suarez pada menit ke-12 dan bola melewati kiper David de Gea.

Gol tandang itu membuat Barcelona lebih difavoritkan melaju ke semifinal karena tampil di kandang pada putaran kedua di Nou Camp minggu depan. Sebaliknya, MU menghadapi tugas lebih sulit untuk membalikkan defisit 0-1 meski melakukan comeback ajaib saat menyingkirkan Paris Saint-Germain di babak 16 besar. Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer menyatakan sejarah Barca yang prestisius di Eropa membuatnya berbeda dengan PSG. ‘’Mengalahkan PSG memberi harapan dan keyakinan bahwa kami bisa melakukannya, tetapi kami tahu bermain melawan favorit turnamen. Mereka tidak terbiasa kalah di kandang,’’ ungkapnya. (afp/kmb)

Arema dan Persebaya Optimis Juara Malang (Bali Post) – Laga kedua final sekaligus penentuan juara turnamen Piala Presiden 2019 akan dihelat di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (12/4) malam ini. Tuan rumah Arema dan Persebaya Surabaya samasama yakin tampil sebagai kampiun. Hasil imbang 2-2 pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, lalu membuat tim Singo Edan lebih diuntungkan karena cukup bermain seri 0-0 atau 1-1 untuk menjadi pemenang. Sebaliknya, tim Bajul Ijo harus menang atau bermain imbang 3-3 dan seterusnya untuk mengejar keunggulan gol tandang. Gelandang Arema Makan

Pemerintah Provinsi Bali berharap agar apa yang dijalankan tersebut dapat bermanfaat secara maksimal serta bisa mendorong pertumbuhan pariwisata di Bali secara berkelanjutan yang berbasis pada budaya, dengan tata kelola yang baik. ‘’Saya sendiri juga memiliki pandangan bahwa kepariwisataan di Bali ini dalam banyak hal memang secara fundamental sudah mengalami penurunan kualitas dan secara tidak sadar proses itu berlangsung terus. Karena ada yang nyaman dan ada yang menikmati zona yang nyaman itu. Tapi ada pula yang dirugikan dari penyelenggaraan yang tidak sehat dalam berbagai aspek,’’ ungkapnya. Hal ini tidak bisa dibi-

saya kira akan merugikan Bali secara keseluruhan,’’ tandasnya. Hal inilah yang ingin diutarakan agar bersamasama berkomitmen memajukan kepariwisataan di Bali dan juga berkontribusi dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. ‘’Jangan sampai pariwisata itu berjalan sendiri digerakkan oleh kelompok-kelompok yang tidak baik di dalam tata kelola secara keseluruhan yang bisa merugikan kita semua, seperti yang sudah pernah kita alami. Astungkara sudah bisa kita atasi praktik-praktik ilegal itu yang tidak sehat seperti itu,’’ pungkasnya. Menurutnya, masih banyak praktik tidak sehat yang harus ditata. Ia pun akan menata itu dengan satu regulasi yang tegas. Hal ini

Jumat, 12 April 2019

bisa berjalan jika sinergi dengan pelaku pariwisata dapat dilakukan. Wakil Gubernur Bali yang juga Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menambahkan, kini saatnya mengimplementasikan visi-misi yang dicanangkan sebelumnya. Implementasi tidak hanya dalam bentuk regulasi tetapi juga sudah dilaksanakan. Seperti pengurangan sampah plastik, penertiban perusahaan yang menyimpang dari ketentuan, perda desa adat yang secara tidak langsung berimplikasi terhadap kehidupan kepariwisataan. Ketua Panitia Penyelenggara Gathering I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, S.E., MBA. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat soliditas para pelaku pariwisata dalam upaya meningkatkan motivasi dan usaha bersama untuk mencapai tujuan dalam koridor pembangunan kepariwisataan di Bali. (ad507)

lima gol. Di bagian lain, Persebaya belum menyerah kendati dalam tekanan. Bajul Ijo optimistis meraih kemenangan demi menjuarai turnamen pramusim yang memasuki tahun keempat. ‘’Yang perlu digarisbawahi kami belum kalah. Kami masih bisa berbuat sesuatu untuk juara,’’ tegas asisten pelatih Bejo Sugiantoro. Menurutnya, Otavio Dutra dan kolega berusaha keras mengembalikan mental dan berpikir positif. Kekecewaan atas hasil di laga pertama harus segera dilupakan. ‘’Kecewa pasti ya, karena kami bisa menang harusnya. Tetapi itu bukan alasan karena ada laga kedua,’’ ucapnya. (kmb)

Rp 16 Miliar

Tata Kelola arkan karena baik-buruk penyelenggaraan kepariwisataan itu akan berdampak secara langsung dan tidak langsung terhadap perekonomian masyarakat Bali dan juga sektor-sektor terkait dengan kepariwisataan. Baik itu pertanian, industri, sumber daya, dan juga dampak-dampak terhadap hal-hal yang lainnya. Oleh karena itu, ia memandang perlu untuk bertatap muka dengan para pelaku pariwisata, supaya ada sinergi dan kerja sama yang baik antara pemda sebagai unsur pembuat regulasi dan kebijakan serta pelaku pariwisata sebagai pelaksana dalam kehidupan kepariwisataan. ‘’Harus nyambung ini secara menyeluruh. Tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri-sendiri yang akhirnya jalannya tanpa arah dan dalam jangka panjang

Konate senang dengan skor pada duel pertama. Hasil tersebut membuat langkah Arema menjadi juara makin mudah. Namun, pemain asal Mali ini minta rekan-rekannya tidak cepat puas karena masih ada laga kedua yang harus dimainkan. ‘’Kami fokus dan harus siap. Mudah-mudahan dengan bekerja keras kami bisa juara,’’ tandasnya beberapa hari lalu dikutip dari pssi.org, Kamis (11/4) kemarin. Konate juga berpeluang menyabet gelar top skor. Mantan pemain Persib Bandung ini kini telah mencetak empat gol. Pria 27 tahun ini terpaut satu gol dari Bruno Matos (Persija Jakarta) dan Manu Dzalilov (Persebaya) yang memimpin dengan torehan

Jadi, untuk mengurus rekomendasi dalam rangka pengembangan Pelabuhan Benoa total biaya yang dikeluarkan korban Rp 16 miliar. Ternyata sampai tahap kedua menerima dana, rekomendasi belum keluar. Sementara dana Rp 16 miliar sudah keluar. ‘’Sampai batas waktu dikasi enam bulan, rekomendasi tidak keluar. Makanya korban melapor. Dilaporkan tanggal 20 April 2018, hampir setahun,’’ ujarnya. Penyidik sudah periksa pihak Pelindo III. Pihak Pelindo mengatakan, pihaknya hanya tempat pengembangan yaitu reklamasi dan sebagainya. Tetapi, proyeknya dibangun Kementerian Perhubungan. Jadi, mereka menyampaikan tahun 2012 tidak ada kerja sama dengan pihak lain. Mereka BUMN punya dana sendiri. ‘’Kami berpikir proses penipuannya di situ seakanakan bisa kerja sama dengan Pelindo, padahal Pelindo berharap tidak ada pihak ketiga,’’ ujar Andi Fairan.

DIKONTRAKKAN tanah kavling, jl Mahendradata, sebelah utara Bali Med, Lok. Jl. Padang Getas Maksimal 20thn langsung. Hub. 082 146 600 663, 081 997 673 488 BP.0000463-bp

Hasil pemeriksaan pelaku, dia mengakui uang tersebut dialirkan kepada pihak lain. Sebenarnya dalam kesepakatan kerja sama ini, menurut Andi Fairan, pelaku bertindak atas dirinya sendiri. Tetapi dalam keterangannya mengatakan dana itu ada mengalir kepada tiga orang berinisial J,

C dan S. Ketiga orang tersebut sudah diperiksa dan berstatus saksi. Dana yang diserahkan kepada S yaitu Rp 7,5 miliar dan 80.000 dolar Amerika, J sebesar Rp 1,1 miliar dan C Rp 4,6 miliar. Saksi S dapat jatah karena memberi arahan tentang pihak yang bisa membantu. (kmb36)


VVV

VVV VV

VVV VV VV VVV V VV

VV VVV VVVVV VVVV

H

IN

B

rful esia

SKandidat uara

VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV

EK

AT UN

GGAL IKA

sur

at s ua

ra

VVV

VVV VVVVVV VV

VVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V

BH

INE

KA KA TUNGGAL I

I Made Suara

Membangun Masyarakat Berkualitas Melalui Tata Susila dan Budi Pekerti DEWASA ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat yang memudahkan kehidupan manusia. Akan tetapi apakah semuanya itu dapat membuat manusia bebas dari derita dan ketakutan? Dunia kini justru berada dalam cengkraman krisis moral dan spiritual. Penyebabnya adalah tipisnya aspek spiritual, religius dalam diri manusia, sehingga rasa kasih sayang, kecintaan pada Tuhan seakan berada jauh di sana. Untuk itu pendidikan hendaknya menjadi sarana yang baik dalam mengembangkan kepribadian dan bakat siswa. Selain itu, anakanak juga perlu hidup dalam kondisi yang nyaman dan tenang di bawah suasana pemerintah yang berwibawa, dan mengayomi seluruh warganya. Demikian pula dalam hidup ber-

masyarakat tidak kalah pentingnya tata susila dan budi pekerti yang akan menuntun seseorang untuk memperoleh kebahagiaan yang kekal dan abadi, kesatuan antara jiwatman dengan Hyang Widhi melalui perasaan yang tenang dan tenteram atau disebut Mokshartam Jagadhitanam. Ajaran tata susila dan budi pekerti termuat dalam Weda yang bersifat kekal dan abadi. Sedangkan butir-butir tata susila dan budi pekerti yang disebut mutiara tercermin dalam subha dan asubha karma. Subha karma adalah perbuatanperbuatan baik yang wajib dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, agar kita mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup. Asubha karma adalah perbuatan yang tidak baik dan dilarang untuk dikerjakan. Hal tersebut menjadi cerminan tata susila dan budi pekerti menurut ajaran agama Hindu dalam usaha meraih kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Kami calon anggota legislatif nomor urut 4 DPR-RI dari Partai Perindo (9) telah 40 tahun lebih mengabdi di bidang pendidikan dan berpengalaman sebagai guru SMOA/SGO Negeri, Wakil Kepala SGO/SMA PGRI di Denpasar, dosen FKIP Unud, Universitas Terbuka, IKIP PGRI, IKIP Dwijendra yang sekarang menjadi universitas, terakhir Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sampai purnabakti. Untuk itu mohon doa restu dan dukungan/pilihannya melalui Partai Perindo. (kmb)

Hotel, Villa dan Restoran

Pendidikan

I Wayan Suyasa: Yang Terbaik bagi Masyarakat SELAKU wakil rakyat, Sekretaris DPD Partai Golkar Badung sekaligus Ketua Komisi I DPRD

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

Badung Wayan Suyasa, S.H. tidak pernah memandang perbedaan. Pria santun yang optimis dapat kembali melenggang ke DPRD Badung ini juga selalu berbuat yang terbaik bagi masyarakat. ‘’Bagaimana perbedaan dihargai dan dimanfaatkan untuk saling memberikan yang terbaik bagi masyarakat,’’ ujar Wayan Suyasa, Calon Legislatif DPRD Badung Partai Golkar nomor urut 1. Ketua AMPG Bali ini senantiasa mengimbau kepada loyalis maupun tim pemenangannya agar selalu bersikap santun demi ajegnya perjuangan demokrasi dan kepentingan masyarakat secara umum. ‘’Idealnya setelah menjadi bagian dari pemerintah-

an, seorang politisi harus memperjuangkan aspirasi masyarakatnya,’’ ungkap politisi asal Desa Penarungan, Mengwi ini. Dia mengakui, selain kemiskinan, pengangguran menjadi masalah klasik yang dihadapi Bali, khususnya Kabupaten Badung. Masalah klasik ini seakan menjadi warisan dari tahun ke tahun. Untuk itu, Wayan Suyasa akan berupaya mengembangkan sumber daya manusia (SDM) guna menghapus angka pengangguran. ‘’Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung yang besar, program pengentasan pengangguran dapat dilakukan. Misalnya, mengembangkan skill masyarakat, sehingga dana yang banyak terarah. Jadi masyarakat harus kita berikan kail, bukan ikan agar mereka mandiri,’’ pungkasnya. (par)

Dr. Rufinus Hotmaulana Hutauruk Bertekad Berjuang untuk Bali PERJUANGAN Bali di kancah nasional masih harus terus dilakukan. Bahkan perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah berjuang untuk diberikan mengelola pungutan 10 dolar untuk wisatawan asing. Ini penting agar Bali bisa lebih maksimal menjaga budaya, adat dan lingkungannya. Potensi ini sangat besar dan Bali harus mendapatnya. Hal itu menjadi salah satu komitmen Dr. Rufinus Hotmaulana Hutauruk, S.H., M.M., M.H., Caleg DPRRI dari Partai NasDem Daerah Pemilihan Bali. Caleg nomor urut 2 ini merupakan pendatang baru di Bali. Namun, kiprahnya di Jakarta sebagai anggota DPR-RI telah teruji. Ia juga pakar hukum, pengacara kondang Indonesia dan dosen di beberapa perguruan tinggi di sejumlah wilayah termasuk di Bali. Peraih gelar doktor dari Universitas Padjadjaran tahun 2007 itu telah

Oka Gunastawa Ukm Tunjukkan Semangat Keberagaman Dalam Budaya

NASDEM Bali turut ambil peran pada kampanye akbar atau puncak kegiatan Partai NasDem di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada 13 April nanti. NasDem Bali akan mengirim 1.000 orang yang terdiri dari 500 penari Pendet, sisanya penari Kecak dan pengusung ogoh-ogoh. Rombongan sebanyak 25 bus berangkat pada Kamis (11/4) pukul 23.00 dan akan tiba pada Sabtu (13/4) dini hari. Sementara ogoh-ogoh satu kontainer telah diberangkatkan lebih awal. Selanjutnya rombongan transit di Akademi Bela Negara untuk berias diri bersiap tampil dalam atraksi budaya. Rombongan dipimpin I Gusti Ngurah Bagus Eka Subagiartha yang juga sekaligus Bendahara DPW Partai NasDem Bali. Kampanye ini merupakan kampanye khusus Partai NasDem, sehingga NasDem Bali nantinya akan bergabung dengan NasDem dari wilayah lain-

membangun karakter krama Bali. Kelima poin tersebut tujuannya untuk mewujudkan Bali Shanti dan Jagadhita. Ambara Putra yang merupakan Klian Banjar Kertha Bumi, Denpasar, mengatakan

pariwisata Bali harus tetap dijaga dan ditingkatkan ke depannya guna menjamin pelestarian budaya Bali. Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya akan membangun dan memperjuangkan terciptanya

nya yang juga turut menyumbang atraksi budaya. Seperti Reog Ponorogo, Jatilan dari Jawa Timur, dan Jawa Barat. Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali I.B. Oka Gunastawa mengatakan, NasDem berinisiatif mengambil peran dalam kegiatan yang mencerminkan kemajemukan diharapkan bisa tampil maksimal. Melalui kegiatan ini, NasDem ingin memberikan pesan moral begitu indahnya Indonesia dan suasana keberagaman, kemajemukan, terpeliharanya berbagai kegiatan adat istiadat yang masih terus berlangsung serta hubungan harmoni antarumat beragama, etnis, ras, dll. ‘’Kenapa kita lalu berpikir ke belakang untuk meniadakan itu semua. Kami beranggapan dalam kampanye puncak ini sangat penting dan perlu mengambil langkah untuk menampilkan atraksi budaya ini sebagai kekuatan kita, bukan sebagai suatu hal yang harus dipertentangkan, lalu kemu-

dian ditiadakan. Tapi biarkan dia berada dalam semarak Indonesia,’’ jelas Caleg DPR-RI Dapil Bali dari Partai NasDem nomor urut 1 ini. Oka Gunastawa menyampaikan bahwa atraksi ini juga sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan pada Indonesia. ‘’Ini khusus dilaksanakan NasDem saja karena selain mengikuti kegiatan di dalam GBK juga kita melaksanakan aksi di luar

GBK karena dipredikisi tidak bisa menampung dari jumlah peserta yang hadir,’’ imbuhnya. NasDem Bali juga akan bergabung dengan parade mobil panggung NasDem sebanyak 50 unit, yang mana tiap panggung akan diisi oleh artis-artis. ‘’Kebetulan caleg NasDem sebanyak 49 orang artis akan berkolaborasi dengan kita dari NasDem Bali, Jateng, Jatim,’’ ungkapnya. (may)

Kesehatan

Gde Sumarjaya Linggih Mendorong Penguatan UMKM Bali SEBAGAI politisi yang beranjak dari dunia usaha, Gde Sumarjaya Linggih memahami apa yang menjadi permasalahan yang kerap dihadapi pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). Setiap kesempatan dalam men-

Pariwisata Mesti Menjamin Pelestarian Budaya

FOTO BERSAMA - Calon DPD-RI nomor urut 28 Gede Ngurah Ambara Putra, S.H. (tengah) berfoto bersama Klian Banjar Adat dan Sekaa Santi se-Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Utara, Denpasar, Rabu (10/4) malam.

berkomitmen berjuang bersama-sama masyarakat Bali. Berjuang untuk mendapatkan hak-hak warga Bali dan tetap dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai pakar hukum tentu ia sangat memahami alur hukum untuk mendapatkan hak Bali di pusat. Penyusun sejumlah buku itu juga getol memperjuangkan hak-hak daerah. Apalagi ia duduk di komisi yang membidangi pemerintahan dalam negeri. Salah satu buku terbarunya menyangkut undang-undang terkait pelaksanaan Pemilu 2019. ‘’Buku ini saya persembahkan kepada rakyat Indonesia. Mengapa saya menggelitik menulis buku dengan ratusan halaman ini, ya… biar rakyat mengetahui perilaku anggota DPR dan pemeritah dalam membuat sistem yang ada ini,’’ ujarnya pada wartawan, beberapa waktu lalu. (kmb)

Seribu Penari Pendet dan Kecak Menuju GBK

GNAP 28

CALON anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) nomor urut 28 periode 2019-2024 Gede Ngurah Ambara Putra, S.H. (GNAP 28) menggelar pertemuan dengan Klian Banjar Adat dan Sekaa Santi se-Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Utara di Denpasar, Rabu (10/4) malam. GNAP 28 memaparkan visi-misinya yakni Restorasi Bali. Ambara Putra memaparkan, ada 5 poin yang akan diperjuangkan dalam program Restorasi Bali tersebut. Di antaranya dana bagi hasil budaya (pelestarian budaya), desentralisasi fiskal, pertumbuhan ekonomi/investasi yang berpihak terhadap kearifan lokal, memperkuat eksistensi desa adat, dan banjar/desa pakraman sebagai wadah untuk

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Jumat Paing, 12 April 2019

VV V VV V VVV

li

balipost http://facebook.com/balipost

payung hukum terhadap kelestarian kearifan lokal dan sastra budaya di Bali. Visi dan misi dengan program Restorasi Bali yang ditawarkan tersebut, mendapat apresiasi dan dukungan dari ratusan klian banjar adat dan sekaa santi yang hadir. Klian Adat Banjar Buagan Desa Adat Denpasar Jro Mangku I Made Yudiana, S.E. dan Klian Adat Banjar Astabuana Tegalharum I Ketut Suara mendukung 100 persen agar GNAP 28 lolos ke Senayan. Sementara itu, Sekaa Kidung Dharma Kerti Banjar Samping Buni, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Putu Sari Astini, juga siap mendukung GNAP 28. Bahkan, dirinya ikut menyosialisasikan visi dan misi GNAP 28 yang tujuannya untuk pelestarian budaya. (win)

jalankan fungsinya sebagai anggota legislatif, ia selalu memusatkan perhatian dalam memajukan dunia UMKM. Baik melalui fungsi legislasi, budgeting dan pengawasan. Anggota Komisi VI DPRRI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, UMKM, Kopersai, Penanaman Modal dan BUMN ini menyampaikan, selain faktor pertumbuhan dan pemerataan dunia usaha, maka harus muncul pelaku baru. Semakin banyak wirausahawan, maka perekonomian suatu daerah akan semakin meningkat. ‘’Sekt o r pari-

wisata sebagai sentrum perekonomian masyarakat Bali harus bisa memberikan sentimen positif terhadap pelaku UMKM. Pengusaha papan atas di bidang hotel dan restoran, misalnya, ia harus menggandeng dan bersinergi dengan UMKM sebagai mitra kerja. Jika persaingan bebas dibiarkan maka akan muncul kecemburuan sosial. Kalau sudah menyangkut soal nafkah, orang akan gampang tersulut emosi. Tentu hal ini tidak kita harapkan di Bali sebagai daerah wisata,’’ tutur Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali periode 2010–2015 ni. Gde Sumarjaya Linggih menambahkan, yang tak kalah penting adalah penyediaan sarana promosi untuk produk

lokal oleh perusahaan besar di bidang pariwisata dengan menggunakan dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang sesuai undang-undang yakni 2 persen dari keuntungan bersih. ‘’CSR hotel dan restoran tersebut tidak mesti menggelontorkan dana. Cara yang paling efektif dan bermanfaat misalnya dengan menyediakan sedikit ruang di lobi hotel atau restoran sebagai ruang pamer untuk produk-produk UMKM. Selanjutnya secara teknis daftar UMKM maupun jadwalnya dapat berkoordinasi dengan dinas terkait sebagai fasilitator,’’ ungkap politisi yang kini kembali maju sebagai calon anggota DPR-RI, Partai Golkar, nomor urut 1 ini gamblang. (kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 12 April 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu