terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 203 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
kamis paing, 12 Maret 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
LC Margaya Dipertanyakan
Pelajar Rusak SD
DB, Dua Bocah Meninggal
Kelanjutan rencana LC Subak Margaya dipertanyakan. Rencana Subak Margaya menjadi LC sudah lebih dari 20 tahun. Kondisi ini juga diakui Ketua Komisi I DPRD Denpasar Ketut Suteja Kumara.
Empat orang pelajar SMP menjadi pelaku perusakan di SDN 5 Songan, Kintamani. Mereka melempari sejumlah jendela ruang kelas hingga kacanya pecah. Motif mereka melakukan aksi itu karena tersinggung sering diusir saat main ke sekolah tersebut. BANGLI | HAL. 9
Demam berdarah (DB) di Jembrana menelan korban. Dua bocah yang tinggal di Banjar Baluk I dan Banjar Pangkung Buluh dipastikan meninggal akibat DB dan menjalani perawatan di RSUP Sanglah.
DENPASAR | HAL. 2
JEMBRANA | HAL. 11
Gubernur Bentuk Satgas Penanggulangan Covid-19 SEMUA pihak di Bali kini melakukan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan terkait wabah virus Corona atau Covid-19. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyebut Gubernur Bali Wayan Koster telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali dengan SK Nomor 236/03-B/HK/2020. ‘’Beliau menunjuk saya sebagai Ketua Satgas. Di dalam Satgas ini ada lima satuan tugas, ada Satuan Tugas Kesehatan, Satuan Tugas Area dan Transportasi Publik, Satuan Tugas Area Institusi Pendidikan, Satuan Tugas Komunikasi Publik dan Satuan Tugas Pintu Masuk Indonesia,’’ ujar Dewa Indra, di Denpasar, Rabu (11/3) kemarin. Menurutnya, Satgas akan menggelar rapat Jumat mendatang untuk menentukan langkah-langkah dalam meningkatkan kewaspadaan di Bali. Di sisi lain, masyarakat Bali diimbau untuk tetap tenang, waspada dan selalu menerapkan pola hidup sehat, sehingga dapat terhindar dari Covid-19. Sementara itu, pasien dalam pengawasan virus Corona (Covid-19) di Bali bertambah lagi. Terdapat tiga warga negara asing (WNA) yang kini menjadi pasien pengawasan Covid-19. Ini sesuai keterangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Rabu sore kemarin. Menurut Suarjaya, tiga WNA ini merupakan pasien baru dalam pengawasan Covid-19. Dia memerinci, satu dirawat di RSUP Sanglah, 1 di RS swasta, satu lagi di RSUD. Disebutkannya, total secara kumulatif sudah 50 pasien pengawasan Covid-19 yang dirawat di Bali. Dari keseluruhan itu, 38 dinyatakan negatif Covid-19, satu orang positif dan meninggal dunia, serta 11 sisanya masih menunggu hasil lab dari Litbangkes Jakarta. Hal. 11 Derita Sakit
21 Orang Diisolasi
20 di Rumah Satu di RS
MENINGGALNYA WNA yang positif Corona telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Bali. Tim surveillance Dinas Kesehatan Provinsi Bali sudah melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan WNA positif Covid-19. Penelusuran itu bahkan sudah dilakukan sejak dua hari lalu sebelum hasil lab keluar. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Rabu (11/3) kemarin, mengatakan ada 21 orang yang pernah melakukan kontak erat dengan WNA tersebut sejak titik awal tiba di Bali hingga dirawat dan meninggal di RS rujukan. Termasuk di tempat WNA itu menginap. Terhadap orang-orang itu, dilakukan penanganan sesuai dengan protap. Yakni diisolasi di rumah masing-masing, dilakukan pemeriksaan kesehatan, diberikan KIE untuk menjaga kesehatan, etika batuk, dan sebagainya, serta diambil swab untuk uji lab di Jakarta. ‘’Semuanya dalam keadaan sehat, semuanya sudah diperiksa oleh tim dokter kita dari Dinas Kesehatan. Kalau hasil uji labnya menunggu dari Jakarta,’’ imbuhnya. Menurut Dewa Indra, di antara 21 orang itu juga termasuk suami dari WNA yang positif Covid-19. Terlebih, sang suami merupakan orang yang paling intensif melakukan kontak. Meskipun dalam keadaan sehat, tapi sesuai protap tetap diisolasi di rumah sakit. ‘’Karena orang ini paling dekat kontaknya. Dia kan sekamar di tempat tidur. Beda perlakuannya dengan kontak-kontak yang lain mungkin hanya 5 menit atau 10 menit,’’ jelasnya. Dewa Indra menambahkan, penelusuran kontak erat sudah dilakukan sebelum ada hasil lab, karena WNA itu sudah dalam status pengawasan. Sehingga protap penanganan Covid-19 dilakukan tanpa perlu menunggu hasil positif. (kmb32)
Dewa Indra
Sekda Provinsi Bali
Satu Pasien Corona di Bali Meninggal
Segera Proteksi Bali
Bali mesti meningkatkan kewaspadaan terkait Covid-19. Terlebih satu pasien warga negara asing (WNA) di Bali meninggal dan diketahui positif Corona. Sebenarnya Gubernur Bali telah bertindak cepat dengan membentuk Satgas Penanggulangan Covid-19. Satgas yang dibentuk berdasarkan SK Gubernur Bali No.236/03-B/HK/2020 tertanggal 10 Maret 2020 merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk mengamankan krama Bali dari wabah tersebut. Karenanya, kejadian yang pertama kali di Indonesia ini mesti lebih disikapi dengan memproteksi Bali. Harapannya tidak ada lagi korban di Pulau Dewata ini, baik WNA maupun WNI.
J
OPINI
Menolak Bali Sepi Oleh: AAN Oka Wiranata
MEMPERCEPAT pemulihan perekonomian Bali dampak dari virus Corona (Covid–19) sudah dilakukan Gubernur Bali dengan branding ‘’We Love Bali’’ Movement. Gerakan melibatkan seluruh komponen masyarakat sebagai upaya antisipasi dampak virus Corona ini disambut baik oleh masyarakat, termasuk industri perhotelan. Wajar berbagai komponen bersinergi bergerak dalam upaya pemulihan perekonomian, mengingat PAD kabupaten/kota di Bali salah satunya bersumber dari pariwisata. Seperti diketahui virus Corona tentu berdampak terhadap penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terutamanya asal Tiongkok ke Bali. Selain itu kedatangan para wisatawan bukan saja dari Tiongkok juga akan mengalami penurunan selama masih menyebarnya virus Corona. Berdasarkan data tahun 2019 kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Bali jumlahnya menempati urutan kedua setelah wisatawan asal Australia. Kemungkinan target kunjungan wisman 6,5 juta - 7 juta orang ke Bali tahun 2020 sulit dicapai. Hal.11 Perlu Upaya
’’...Di dalam Satgas ini ada lima satuan tugas, ada Satuan Tugas Kesehatan, Satuan Tugas Area dan Transportasi Publik, Satuan Tugas Area Institusi Pendidikan, Satuan Tugas Komunikasi Publik dan Satuan Tugas Pintu Masuk Indonesia.’’
Bali Post/sat
NGURAH RAI - Sejumlah petugas memeriksa suhu tubuh penumpang di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai, Rabu (11/3) sore kemarin.
uru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, WNA pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia pada Rabu (11/3) dini hari mempunyai riwayat penyakit berat. ‘’Coronavirus ini akan memperburuk daya tahan tubuh dia, dan ini menyebabkan peluang penyakitpenyakit dasar yang dia miliki menjadi semakin parah,’’ katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu kemarin. ‘’Beberapa kasus yang kita pelajari dari kasus meninggal di beberapa negara karena sepsis itu infeksi keseluruhan di pembuluh darahnya dan sebagainya yang disebabkan karena bakteri, bukan karena virusnya,’’ tambahnya. Pasien Covid-19 yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai pasien nomor 25. Pasien perempuan berusia 53 tahun itu terserang Covid-19 saat berada di luar negeri. Saat memasuki Indonesia, pasien itu sudah dalam keadaan terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19. Selama menjalani perawatan di Indonesia, pasien nomor 25 didampingi oleh suaminya. Yurianto menjelaskan bahwa infeksi virus Corona penyebab Covid-19 membuat kondisi pasien nomor 25, yang antara lain sudah menderita diabetes dan gangguan paru-paru, semakin parah. Hal. 11 Suhu Tubuh
Panitia Perayaan Nyepi Bertemu Presiden PERAYAAN Nyepi Tahun Çaka 1942 akan dipusatkan di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta. Hal ini dikemukakan Panitia Perayaan Nyepi Tahun Çaka 1942 saat bertemu Presiden Joko Widodo, Rabu (11/3) kemarin, di Istana Negara, Jakarta. Menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya, maksud kedatangan ke Istana bersama seluruh lembaga Hindu untuk melaporkan perayaan Nyepi Tahun Çaka 1942. ‘’Kemudian kami juga menyampaikan perkembangan umat di seluruh Indonesia. Apalagi menghadapi virus Corona sekarang. Kita sudah mengambil
tindakan menyampaikan kepada umat di seluruh Indonesia melakukan Germas dan PHBS di lingkungannya untuk menangkal virus ini,’’ katanya usai bertemu dengan Presiden. Sementara itu, Ketua Panitia Dharma Santi Nyepi Nasional, Danjen Kopassus Nyoman Cantiasa, mengatakan perayaan Nyepi ini merupakan salah satu keunggulan dan kerukunan umat beragama menuju Indonesia Maju. Tema dari Dharma Santi disesuiakan dengan visi Presiden Jokowi membentuk SDM Unggul Indonesia Maju. Hal. 11 Pengobatan Gratis
Bali Post/ist
BERTEMU JOKOWI - Panitia Perayaan Nyepi Tahun Çaka 1942 foto bersama Presiden Joko Widodo, Rabu (11/3) kemarin, di Istana Negara, Jakarta.
Kamis Paing, 12 Maret 2020
Covid-19 di Bali ”Imported Case”
Pasien Tak Terdeteksi Thermo Scanner di Bandara
Denpasar (Bali Post) Bali dikejutkan dengan adanya pasien warga negara asing (WNA) positif virus Corona atau Covid-19. Kendati hasil labnya baru diketahui setelah pasien meninggal dunia. Saat masih dirawat di salah satu RS rujukan, pasien asing itu berstatus dalam pengawasan Covid-19. “Ini adalah kasus No. 25 (di Indonesia - red). Kasus No. 25 ini adalah imported case. Artinya dia tidak kena di Bali. Kemungkinan dia membawanya dari luar,” ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra saat memberikan keterangan pers dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, di Kantor Gubernur Bali, Rabu (11/3). Dewa Indra menyebut WNA positif Covid-19 ini sudah melewati pemeriksaan thermo scanner di Bandara
Ngurah Rai. Namun suhu tubuhnya saat tiba tanggal 29 Februari 2020 berada di bawah 38 derajat Celcius. Kemungkinan saat itu belum masa inkubasi penyakit sehingga tidak terdeteksi. Pasien tersebut baru diketahui demam pada 3 Maret 2020, dan sempat dirawat di RS swasta pada 3-8 Maret 2020. Lantaran belum menunjukkan tanda lebih sehat, akhirnya dibawa ke RS rujukan dan mulai dirawat di sana pada 9 Maret 2020. “Tadi pagi (kemarin - red) pukul 02.45 Wita, pasien ini meninggal dunia. Disepakati yang meninggal ini dikremasi di Mumbul tadi siang pukul 12.30 Wita,” imbuhnya. Me nurut Dewa Indra, jenazahnya telah ditangani sesuai protap penanganan jenazah untuk orang yang terinfeksi penyakit menular karena virus. Sekalipun
statusnya hingga Selasa (10/3) malam merupakan pasien dalam pengawasan Covid-19. Sebab, hasil lab baru diketahui setelah pasien meninggal. Kendati positif, namun penyebab meninggalnya pasien tidak bisa disimpulkan karena virus Corona. Sebab, pasien perempuan berusia 53 tahun itu juga didiagnosis mengidap 4 penyakit bawaan yang sudah cukup lama diderita, yakni diabetes melitus, hipertensi atau darah tinggi, hipertiroid dan paru menahun. “Meskipun informasi baru kami terima, tetapi penanganan jenazah sudah dilakukan sesuai protap yang ketat supaya tidak menimbulkan penularan pada orang lain,” paparnya. Dewa Indra menambahkan, tim surveillance Dinas Kesehatan Provinsi Bali sudah melakukan penelu-
suran terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan WNA positif Covid-19. Penelusuran itu bahkan sudah dilakukan sejak dua hari lalu sebelum hasil lab keluar. Dikatakan, bila ada 21 orang yang pernah melakukan kontak erat dengan WNA tersebut sejak titik awal tiba di Bali hingga dirawat dan meninggal di RS rujukan. Termasuk di dalamnya penginapan tempat WNA itu menginap. Terhadap orang-orang itu dilakukan penanganan sesuai dengan protap. Yakni diisolasi di rumah masing-masing, dilakukan pemeriksaan kesehatan, diberikan KIE untuk menjaga kesehatan, etika batuk, dan sebagainya, serta diambil swab untuk uji lab di Jakarta. “Semuanya dalam keadaan sehat, semuanya sudah diperiksa oleh tim dokter kita dari Dinas Ke-
keterangan - Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra saat memberikan keterangan pers bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, di Kantor Gubernur Bali, Rabu (11/3) kemarin. sehatan. Kalau hasil uji labnya menunggu dari Jakarta,” imbuhnya. Menurut Dewa Indra, di antara 21 orang itu juga termasuk suami dari WNA yang positif Covid-19. Terl e b i h s a n g s u a m i m e r upakan orang yang paling intensif melakukan kontak.
Meskipun dalam keadaan sehat, tapi sesuai protap tetap diisolasi di rumah sakit. “Karena orang ini paling dekat kontaknya. Dia kan sekamar di tempat tidur. Beda perlakuannya dengan kontak-kontak yang lain mungkin hanya 5 menit atau 10 menit,” jelasnya.
Dewa Indra menambahkan, penelusuran kontak erat sudah dilakukan sebelum ada hasil lab karena WNA itu sudah dalam status pengawasan. Sehingga protap penanganan Covid-19 dilakukan tanpa perlu menunggu hasil positif. (kmb)
Tingkatkan Profesionalitas
Humas dan Protokol Denpasar Gelar Pelatihan ’’Interpersonal Skills’’
PELATIHAN - Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar menggelar Pelatihan Interpersonal Skills di John Robert Powers, Sudirman Denpasar, Rabu (11/3).
FIGUR
Penelitian Berbasis Ekolinguistik PENELITIAN berbasis ekolinguistik merupakan ciri khas yang dilakukan Program Studi Magister Ilmu Linguistik (Prodi MIL) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar). Hal ini selaras dengan visi Unwar sebagai universitas bermutu yang berwawasan ekowisata dan berdaya saing global tahun 2034. Sedangkan berdaya saing global dijawab dengan hadirnya konsentrasi Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). ‘’Dibandingkan dengan prodi sejenis yang lain, keunggulan Magister Ilmu Linguistik Unwar penelitiannya kami arahkan lebih kepada ekolinguistik, karena visi Unwar ekowisata,’’ ujar Kaprodi MIL Unwar Dr. Dra. Ni Wayan Kasni, M.Hum., Rabu (11/3) kemarin. Selain itu, yang membuat banyak orang tertarik mengenyam pendidikan di MIL PPS Unwar adalah konsentrasi BIPA. Konsentrasi ini sangat digemari oleh masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Bali sebagai destinasi wisata dunia yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai pelosok dunia. ‘’Kami memiliki konsentrasi yang sedang tren adalah konsentrasi pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. Itu khusus untuk pembelajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing. Mereka bisa menerapkan ilmunya sesuai konsentrasi, bisa mengajarkan bahasa Indonesia untuk orang asing,’’ ungkapnya. Dipilihnya Unwar sebagai tempat mengasah kemampuan berbahasa Indonesia, lanjutnya, mengindikasikan Unwar telah masuk sebagai salah satu universitas yang dipandang oleh mahasiswa dari berbagai belahan dunia. ‘’Lulusan kita dari konsentrasi ini akan sangat dibutuhkan, sebab bisa mengajarkan bahasa Indonesia untuk penutur asing. Kita ketahui bahwa orang yang datang ke Bali bukan hanya untuk sekadar berwisata, namun juga banyak di antara mereka datang untuk mengetahui kebudayaan Bali secara lebih luas. Salah satu caranya dengan memahami kebudayaan itu dengan memahami bahasanya,’’ pungkas Wayan Kasni. (win)
Kelanjutan LC Subak Margaya Dipertanyakan Denpasar (Bali Post) Perkembangan Denpasar yang menjadi kota metropolitan semakin banyak memerlukan kawasan permukiman. Karena itu, tidak sedikit terjadi perubahan fungsi peruntukan. Seperti lahan subak diubah menjadi kawasan perumahan. Buktinya, tidak sedikit yang menjadi kawasan LC. Sayangnya ada beberapa areal yang telah dirancang untuk LC, namun tidak ada kejelasan dalam penyelesaiannya. Seperti yang terjadi di Subak Margaya. Salah seorang pemilik lahan di kawasan tersebut, A.A. Putu Wibawa, Rabu (11/3) kemarin mengakui rencana Subak Margaya menjadi LC sudah cukup lama. Diperkirakan sejak 20 tahun lalu, rencana tersebut sudah mengemuka. Namun hingga kini tidak ada kejelasan. Kondisi ini juga diakui Ketua Komisi I DPRD Denpasar, Ketut Suteja Kumara. Politisi PDI-P Denpasar Utara ini mengatakan pihaknya sudah sempat mem-
bahas masalah ini bersama BPN serta BPS pada awal minggu lalu. Karena kasus LC Margaya ini menjadi perhatian banyak pihak. Suteja Kumara mengakui banyak yang mengeluhkan rencana tersebut tak kunjung jalan. Progresnya sangat stagnan, sehingga banyak menimbulkan pertanyaan. ‘’Serius enggak menggarap LC ini. Karena sudah lama tidak ada perkembangan. Di mana kendalanya, serta apa kelanjutannya, tidak ada yang tahu,’’ ujarnya. Dalam rapat tersebut, perwakilan BPN, Jampen, mengatakan salah satu syarat yang harus dipenuhi yakni 85 persen dari pemilik lahan di kawasan rencana LC setuju. Sedangkan pada kasus LC Margaya, persetujuan dinilai masih kurang. Karena itu, perlu ada langkah lagi untuk bisa mencapai 85 persen tersebut. Sedangkan untuk penetapan lahan ditentukan pemerintah daerah. (kmb12)
TERCIPTANYA pengelolaan kehumasan dan keprotokolan yang profesional efektif dan efisien dalam mendukung tugas-tugas di lapangan, Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar menggelar Pelatihan Interpersonal Skills di John Robert Powers, Sudirman Denpasar, Rabu (11/3). Dalam kegiatan tersebut hadir juga Sekretaris Daerah Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I Dewa Gede Rai, serta perwakilan OPD terkait. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara men-
gatakan, tugas Humas dan Protokol adalah bagaimana membangun dan memelihara kepercayaan publik serta mendukung prinsipprinsip kepemerintahan dengan sikap yang baik guna menjalin hubungan baik dengan stakeholder maupun kelompok masyarakat lainnya. Untuk itu, semua staf Humas dan Protokol harus cakap dalam berinteraksi, baik dalam bertutur kata, berpakaian maupun tingkahlaku atau sikap. “Pelatihan ini sangat penting dalam menunjang tugas-tugas keprotokolan, dimana seorang protokol
yang selalu tampil di depan dan kerap menjadi perhatian banyak orang, harus selalu berpenampilan yang sopan, menarik dan menjaga etika kepada siapa saja, apalagi Denpasar yang sering menggelar acara yang berskala nasional, bahkan internasional, penampilan seorang protokol harus profesional,” kata Rai Iswara. Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I Dewa Gede Rai menambahkan, tujuan dari diadakannya pelatihan kepada seluruh staf Humas dan Protokol ini tidak lain untuk meningkat-
kan wawasan, pengetahuan dan keterampilan dalam bertugas sebagai protokol maupun humas. “Karena tuntutan tugas dalam hal pelayanan baik kepada pimpinan dan masyarakat maupun tamu-tamu yang datang ke Kota Denpasar, saya berpikiran kemampuan dan ketrampilan staf Humas dan Protokol harus terus ditingkatkan. Oleh karena itulah kami menggandeng salah satu lembaga kepribadian yang ada di Denpasar untuk memberikan pemahaman kepada staf bagaimana bersikap, berpakaian, berbicara sesuai dengan etika dan
sopan santun,” kata pria asal Klungkung ini. Lebih lanjut dikatakannya, adapun pelatihan ini dibimbing oleh beberapa fasilitator dari Jhon Robert Powers, di antaranya Ida Bagus Purwasila, Ni Putu Dyah Dhyana Sari, Denny Wijaya, dan Helena Kalalo Keith. Pekerjaan sebagai Protokol maupun Humas dituntut harus peka, sigap, terampil, sopan santun, serta harus beretika dan ramah dalam memberikan pelayanan, baik kepada pimpinan maupun kepada tamu atau dalam mengatur suatu acara,” pungkas Dewa Rai. (ad329)
Peguyangan Kaja (24 kasus), Sanur Kauh (45 kasus), Renon (50 kasus), Peguyangan Kangin (35 kasus), Padangsambian (74 kasus), Sesetan (21 kasus), dan Sidakarya (43 kasus). ‘’Kalau dilihat dari kecamatan, Denbar yang cukup banyak kasusnya,’’ ujar Sri Armini. Penyakit DBD sudah menjadi masalah nasional, karena jumlah penderita dan kematian yang diakibatkan cukup tinggi, sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat, terutama di kota-kota besar
termasuk Kota Denpasar. Penyakit DBD merupakan penyakit yang bersifat endemis. Oleh karena itu, upaya strategis yang terbukti efisien dan efektif dalam pemberantasan penyakit tersebut adalah melalui Gerakan 3M Plus. Mengantisipasi meningkatkan kasus DBD ke depan, Dinas Kesehatan akan melakukan beberapa langkah, di antaranya setelah Nyepi ini akan dilakukan fogging massal. Namun ini harus didukung masyarakat, karena kalau hanya mengandalkan pemerintah, tidak akan efektif. (kmb12)
Warga Diminta Waspada DBD
Denpasar (Bali Post) –
Hingga saat ini kasus demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman bagi warga Denpasar. Terlebih dalam tiga tahun terakhir ini kasus DBD tetap ada. Karena itu, warga diminta tetap waspada dengan melakukan aksi penanggulangan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M (menguras, mengubur, dan menutup) barang bekas yang dapat menampung air hujan. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, Rabu (11/3) kemarin. Dikatakan, PSN dilakukan sebelum musim penularan kasus DBD muncul. Perilaku hidup bersih ini sangat diharapkan, karena sampai saat ini belum ditemukan obat untuk DBD. ‘’Langkah ini sebagai kewaspadaan dini dan upaya antisipasi agar tidak sampai terjadi KLB,’’ ujar Sri Armini. Dikatakan, angka kejadian pada minggu I hingga minggu ke-9 tahun 2020 ini telah
mencapai 163 kasus. Kondisi ini terlihat mengalami peningkatan setiap minggu, mulai 6 kasus pada minggu kelima hingga minggu ke-9 telah mencapai 29 kasus. ‘’Memang dibandingkan bulan yang sama tahun lalu jumlahnya jauh lebih kecil,’’ ujar Sri Armini. Dikatakan, angka kejadian untuk periode Januari hingga Desember 2019 sebanyak 1.220 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada periode sama tahun 2018. Karena pada tahun 2018 kasus DBD sebanyak 90 kasus
atau insident rate 9,67 per 100.000 penduduk. Pada tahun 2019 (JanuariSeptember) desa yang masih cukup rawan terjangkit DBD, di antaranya Sanur Kaja (40 kasus), Kelurahan Sanur (60 kasus), Padangsambian Kaja (65 kasus),
Rakor Jelang Nyepi
Pengarak Ogoh-ogoh Jaga Kebersihan Denpasar (Bali Post)Dua minggu sebelum hari raya Nyepi, Polresta Denpasar menggelar berbagai kegiatan dalam rangka pengamanan. Pada Rabu (11/3) kemarin, dilaksanakan rapat koordnasi (rakor) kesiapan pengamanan Nyepi Tahun Baru Caka 1942. Rakor tersebut melibatkan pejabat Pemkot Denpasar, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto, tokoh adat, agama dan instansi terkait lainnya. Rakor tersebut dipimpin Kapolresta AKBP Jansen A. Panjaitan. Selain itu, Polresta akan menggelar Operasi Cipta Kondisi dengan sasaran di antaranya miras dan kembang api. Dalam acara ini terungkap berbagai kesepatan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kesepakatan tersebut di antaranya, tiap ogoh-ogoh diiringi petugas kebersihan. Jadi, usai prosesi pengarakan ogohogoh, pembersihan sampah
dilakukan. Dengan demikian tidak ada sampah berserakan di jalan usai pengerupukan. “Roh hari suci Nyepi jangan sampai ternoda, baik saat upacara Melasti, Ngerupuik, Nyepi dan Ngembak Geni. Ngembak Geni juga banyak kegiatan dilakukan masyarakat. Karena Bali daerah pariwisata mari kita jaga bersama-sama. Mari kita wujudkan dan tunjukkan kepada dunia bahwa rangkaian perayaan Nyapi berlangsung aman dan nyaman,” tegas Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra. Pihaknya juga memberikan tips-tips kepada aparat adat, tokoh adat dan bendasa, kepala pecalang, supaya benarbenar ingat dengan tugasnya. Misalnya sosialiasi tidak boleh menggunakan sound system agar terus dilakukan mulai sekarang. “Kami tegaskan kembali soal kebersihkan. Tahun lalu banyak ogoh-ogoh kecil dibuang di jalan raya.
Saat mengarak ogoh-ogoh semangat, setelah itu dibuang atau dibakar di jalan. Ini kan tidak mencerminkan dan mendukung upaya Denpasar yang bersih dan asri sebagai Kota Budaya,” tutupnya. “Saya ingin soal pengamanan mengedepankan pecalang. Selain itu, pimpinan paling bawah harus ikut bertanggung jawab jika warganya terjadi gesekan,” tegas Dandim 1611/ Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto. Berdasarkan hasil evaluasi Nyepi tahun lalu, Dandim Puguh menyampaikan, tahun ini pemuda Asrama Sudirman dilarang membuat dan mengarak ogoh-ogoh. “Kalau mereka bergabung dengan kelompok pemuda lain, silahkan,” ujarnya. Kolonel Puguh berharap agar perayaan Nyepi tahun ini berlangsung aman, tertib dan tidak ada korban jiwa. (kmb36)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Paket Ganja 8 Kg Dibungkus Karung Denpasar (Bali Post) BNNP Bali kembali mengungkap kasus besar yaitu jaringan Medan-Bali, Senin (9/3) lalu. Pelakunya, Untung Hariyanto (39) asal Surabaya, Jawa Timur dan ditangkap di toko oleh-oleh pie susu di Jalan Raya Kuta, Badung. Saat ditangkap, pelaku mengambil karung berisi delapan paket ganja seberat 8 kilogram. Pelaku merupakan salah satu pengendali peredaran narkoba di Bali. Tersangka Untung berstatus residivis dan sudah empat kali ditangkap. Tahun 2008 dia dibekuk anggota Polda Bali terkait kasus ganja, tahun 2013 dan 2017 dibekuk Polresta Denpasar terkait kasus sabu-sabu serta ganja. Tahun 2020, pelaku ditangkap BNNP Bali. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Rabu (11/3) kemarin mengatakan, berawal dari informasi dari BNNP Sumatera Utara adanya peredaran narkotika di wilayah Bali. Selanjutnya Tim Pemberantasan BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen Kompol Saifudin Jufri melakukan penyelidikan. Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, pada Senin (9/3) pukul 12.30 Wita, petugas melihat pelaku dengan gerak-gerik mencurigakan di toko oleh-oleh di Kuta. Karyawan toko berinisial Ev menyerahkan
karung kepada pelaku. ‘’Anggota kami langsung menangkap pelaku. Setelah dicek, ternyata isi karung tersebut adalah ganja. Paket ganja tersebut ditutupi pakaian bekas,’’ tegas Brigjen Suastawa. Dari keterangan pelaku mengakui bahwa paket tersebut benar miliknya. Saat melancarkan aksinya, pelaku bekerja sama dengan pria berinisial Hj dan komunikasi via telepon. Pelaku juga mengakui bahwa ini keempat kalinya mengambil kiriman paket ganja. Dia sengaja menjadikan toko tersebut sebagai alamat penerima karena memiliki seorang teman wanita, Ev. ‘’Ini berarti ada agen-agennya narkoba di Bali. Barang bukti banyak, kemungkinan selain di Bali, ganja tersebut akan diedarkan di luar Bali,’’ tegasnya. Pelaku mengaku dibayar Rp 500 ribu untuk mengambil paket ganja tersebut. Sedangkan hasil tes urine pelaku negatif mengonsumsi narkoba. ‘’Masuknya ganja dari Aceh dan Medan, ini berarti pangsa pasar di Bali cukup tinggi peminatnya. Oleh karena itu, seluruh masyarakat yang di Bali agar lebih mawas diri mengingat peredaran ganja cukup berimbang dengan sabu-sabu,’’ tegas mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. (kmb36)
Topik : segera proteksi bali
Bali Post/kmb36
RAKOR - Polresta Denpasar menggelar rakor persiapan pengamanan Nyepi.
Kamis Paing, 12 Maret 2020
Sebagai Salah Satu Pembina Terbaik di Indonesia
Wabup Suiasa Paparkan Pelayanan Publik Kabupaten Badung
PEMAPARAN - Wabup Ketut Suiasa memberikan pemaparan pelayanan publik Kabupaten Badung di Bali Mandira Beach Resort dan Spa di kawasan Legian, Kuta, Rabu (11/3) kemarin.
BERBAGAI inovasi dan terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung dalam bidang pelayanan publik menjadikan Badung sebagai salah satu pembina terbaik pelayanan publik di Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Badung didaulat memberikan paparan pelayanan publik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Pemaparan disampaikan oleh Wakil Bupati I Ketut Suiasa mewakili Bupati Badung di hadapan Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Jeffrey Erlan Muller serta Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Evaluasi Pelayanan Publik Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB, Aris Samson, serta perwakilan dari kepolisian, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Kalimantan, NTB dan NTT, bertempat di
Bali Mandira Beach Resort dan Spa kawasan Legian, Kuta, Rabu (11/3) kemarin. Wabup Suiasa dalam paparannya menjelaskan, berbicara tentang pelayanan publik, sesuai dengan Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dinyatakan bahwa pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan penyelenggara pelayanan publik. ‘’Berdasarkan pengertian tersebut, kegiatan pelayanan publik telah diatur sepenuhnya berdasarkan regulasi yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kesejahteraan masyarakat tentu dengan cepat, tepat sasaran,’’ jelasnya. Wabup Suiasa menambah-
kan, sejak 2017 hingga saat ini telah dibangun sebanyak 24 MPP di berbagai kabupaten/ kota di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Badung sendiri menerapkan pelayanan publik dikombinasikan dengan penggunaan teknologi informasi yang berbasis online system dan secara android. ‘’Inovasi ini telah hadir di Pemerintah Kabupaten Badung untuk mendobrak rutinitas dan menjadi solusi terhadap anggapan bahwa pelayanan pemerintah memakan banyak waktu, berbelit-belit, dan tidak transparan. Kemajuan teknologi informasi, digitalisasi pelayanan memungkinkan pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan terjangkau tentunya dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia yang handal pula. Dengan 127 layanan online berbasis IT, kuat dan akurat yang tepat sasaran untuk menuju Badung yang sejahtera sehingga pelayanan publik di Kabupaten Badung tahun 2019 dengan kepuasan
publik terakhir 83,61 persen,’’ tegasnya. Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II, Jeffrey Erlan Muller, dalam sambutannya mengatakan inovasi dan terobosan-terobosan untuk memberikan pelayanan publik saat sekarang ini sangat dibutuhkan. Sharing inovasi bersama Pemerintah Kabupaten Badung dimaksudkan untuk berbagi kiat-kiat dan terobosan Pemkab Badung dalam menerapkan inovasi daerah tidak saja terkait pelayanan publik namun juga di bidang pariwisata, kesehatan, pendidikan, keamanan, dan kependudukan untuk dapat menjadi motivasi bersama. ‘’Kami berharap dengan berbagi kita dapat memberikan dan menambah apa yang menjadi kebutuhan di masing-masing daerah sesuai dengan inovasi yang dikembangkan untuk kepentingan masyarakat,’’ ujarnya. (ad323)
SOSOK Mitigasi Ketenagakerjaan MITIGASI ketenagakerjaan saat terjadi bencana perlu dipersiapkan, sehingga angka pengangguran di Bali tidak meningkat signifikan pascabencana. Berdasarkan data BOD, pada Februari 2019 tenaga kerja yang bekerja di lapangan usaha akomodasi, makan dan minum (akmamin) yang langsung bersentuhan dengan pariwisata persentasenya 12,91 persen. Angka ini cukup tinggi jika terjadi sesuatu dengan pariwisata Bali. Kepala Pusat Penelitian Kependudukan dan Pengembangan SDM Unud, Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, S.E., M.Si. mengatakan hal itu, Rabu (11/3) kemarin. Ditegaskan, Bali telah beberapa kali mengalami bencana yang menyebabkan penopang ekonomi Bali yaitu pariwisata anjlok. Dampaknya pada tenaga kerja yang bekerja di bidang pariwisata dan sektor turunan dari pariwisata. “Pariwisata merupakan leading sector dalam perekonomian Bali. Pengembangan sektor ini memberi dampak langsung terhadap peningkatan devisa, pasar potensial produk barang dan jasa, kesempatan kerja, dan sumber pendapatan asli daerah. Tak dipungkiri, pengembangan sektor ini juga merangsang kreativitas para penekun seni,” ujarnya. Namun di sisi lain, kata dia bidang pariwisata cukup rentan terhadap berbagai isu, baik internal maupun eksternal. “Kita dapat berkaca dari isu internal, seperti meletusnya Gunung Agung, isu eksternal seperti SARS dan yang kini berkembang Covid-19. Isu terakhir ini dampaknya sudah terasa, kelesuan pada sektor pariwisata dan dampak ikutannya pada kesempatan dan potensi peluang kerja yang dampak lanjutannya pada kemungkinan terkoreksinya pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. Belajar dari berbagai pengalaman ini, mitigasi bencana ketenagakerjaan perlu dipersiapkan katup pengaman yang memungkinkan karyawan setidaknya merasa aman ketika mereka terpaksa untuk sementara dirumahkan. “Selain itu, tenaga kerja juga perlu dikembangkan kreativitas kerjanya yang tidak hanya bergantung dari satu sumber pendapatan, sehingga ada alternatif sumber pendapatan ketika terjadi bencana,” tegasnya. (may)
Bali Post/kmb27
UJI COBA - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung melakukan uji coba mesin incenerator dengan berbahan bakar gas.
Diuji Coba, Pembakaran Sampah dengan Gas
Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung harus putar otak untuk menyelesaikan masalah sampah di wilayahnya. Guna mempercepat pembakaran sampah, pemerintah mencoba memanfaatkan bahan bakar gas. Bahan bakar ini diklaim lebih cepat ketimbang menggunakan bahan bakar kayu. Uji coba pemanfaatan gas diterapkan pada mesin incenerator yang ada di tempat pengolahan sampah (TPS) sementara di Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Ida Bagus Surya Suamba, mengatakan uji coba mesin incenerator dilakukan, Selasa (10/3). ‘’Uji coba sudah selesai dan hasilnya berjalan dengan mulus. Pencapaian suhu pembakaran 613 derajat celcius dalam waktu 20 menit,’’ ujar
Surya Suamba, Rabu (11/3) kemarin. Menurutnya, dengan memanfaatkan gas dalam pembakaran sampah, pihaknya mampu membakar sampah hingga 40 kilogram per 1 kilogram gas. ‘’Pembakarannya lebih maksimal dengan menggunakan bahan bakar gas,’’ ungkapnya.
Terkait rencana pengadaan mesin baru, birokrat asal Tabanan ini mengatakan masih dalam proses administrasi untuk lelang. Dengan adanya pengadaan mesin incenerator baru, proses pengolahan sampah akan semakin ringan, karena memiliki kapasitas yang lebih besar. ‘’Nanti di TPS Mengwitani
ada dua mesin incenerator, karena sudah dianggarkan Rp 30 miliar untuk membeli satu mesin lagi. Mesin incenerator ini bisa menampung 50 truk sampah per hari,’’ ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Badung masih mengandalkan pengolahan yang dilakukan di desa maupun kelurahan. ‘’Penanganan sampah masih bisa ditangani. Kami harapkan penanganan bisa maksimal, tapi belum tuntas betul. Ke depan kami ingin penangan sampah dalam satu hari tuntas,’’ ujar Kepala
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Wayan Puja. Dikatakan, Pemkab telah menganggarkan sebesar Rp 30 miliar untuk pengadaan mesin incenerator yang ditenderkan dari design dan built. Terkait proses pembuatan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu yang dirancang di desa-desa masih dalam proses pengerjaan. ‘’Sekarang sudah ada masih dalam pase pelelangan. Kira-kira masih ada empat desa yang masih harus proses mengenai tempat terlebih dulu,’’ kata Puja. (kmb27)
Penyebab Kematian Bandara Ngurah Rai Buka Lima Jalur Pemeriksaan Suhu Tubuh Babi Masih Misterius Mangupura (Bali Post) – Kasus kematian ternak babi di Kabupaten Badung masih terjadi. Namun, penyebab kematian ternak ini hingga kini belum diketahui. Seperti yang dialami Made Sudiarta, salah seorang peternak babi di Desa Mambal, Abiansemal, Badung. Pria ini hanya bisa pasrah melihat induk babi peliharaannya sebanyak 25 ekor itu mati. Kini kandang indukan pun kosong melompong. Ia tidak tahu kapan akan memulai usaha yang sempat menghidupkan perekonomian keluarganya tersebut. ‘’Saya hanya fokus pada indukan saja, bukan penggemukan. Anakan dari indukan itulah yang dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,’’ ujar Sudiarta, Rabu (11/3) kemarin. Menurutnya, wabah yang menyerang ternak babi hingga mati mendadak hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya. ‘’Sekarang saya lebih banyak kerja di proyek yang mengerjakan stil Bali atau ornamen ukiran Bali,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian
dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana tak menampik pihaknya belum mengetahui kematian ternak babi akibat virus ASF atau virus lainnya. Sebab, hasil lab sampai kini belum diumumkan. ‘’Berdasarkan penjelasan dari Dirjen Peternakan Kementan, sampai saat ini memang belum ada vaksin maupun obatnya,’’ katanya. Kendati demikian, kata Wijana, pihaknya tetap mengimbau peternak untuk menerapkan biosecurity yang dilaksanakan secara konsisten seraya menunggu adanya vaksin. Pemerintah pusat yang sedang melakukan uji coba terhadap vaksin yang baru dikembangkan. ‘’Tentu kami berharap vaksin yang baru dikembangkan ini berhasil sehingga penyebaran penyakit babi ini bisa diatasi. Jadi, kami imbau agar peternak tidak melakukan pembibitan atau pemeliharaan babi terlebih dulu,’’ katanya seraya menyebutkan, sampai saat ini hasilnya belum keluar. Sebab, sesuai prosedur hasil tersebut harus diserahkan kepada BBVet. (kmb27)
Bali Post/dok
Pemeriksaan - Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali membuka lima jalur pemeriksaan suhu tubuh penumpang di terminal kedatangan domestik.
Mangupura (Bali Post) – Guna memperketat dan menangkal penyebaran virus Corona di Bali, pihak Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali membuka lima jalur pemeriksaan suhu tubuh penumpang di terminal kedatangan domestik. Dengan menggandeng petugas KKP, PT Angkasa Pura I (sebagai pengelola Bandar Udara I Gusti Ngurai Rai Bali) dan TNI-AU, pihaknya melakukan pemeriksaan sesuai SOP dan dilakukan sejak Selasa (10/3) pukul 09.00 Wita. Dalam pelaksanaan pemeriksaan ini, langsung disupervisi tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar dan dilakukan monitoring langsung oleh Kepala Kantor Otoritas Bandar (Otban) Udara Wilayah IV Elfi Amir selaku Ketua FAL Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali. ‘’Pemeriksaan kesehatan dilakukan tim gabungan KKP, PT Angkasa Pura, TNI-AU dan juga personel Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV untuk melakukan pengukuran suhu tubuh penumpang dengan thermal gun dan kamera pemindai suhu tubuh atau thermal scanner,’’ kata Elfi Amir, Rabu (11/3) kemarin. Elfi Amir menerangkan, untuk memudahkan pemeriksaan terhadap penumpang di terminal, tim gabungan membuka empat jalur di areal kedatangan domestik dan satu jalur di areal transit domestik. Ditambahkan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan bekerja sama untuk mengawasi seluruh aktivitas penerbangan, khususnya para penumpang internasional maupun domestik. ‘’Sebagai Ketua FAL Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, kami terus melakukan pengawasan agar dalam pelaksanaannya seluruh tim gabungan dapat mematuhi SOP yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan,’’ katanya. (kmb21)
Kamis Paing, 12 Maret 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Bergerak Merawat dan Mencintai Bali
TAGLINE ‘’We Love Bali’’ Movement telah diluncurkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster beberapa hari lalu. Sekarang tinggal eksyen. Bertindak, beraksi, bereaksi positif serta produktif atas segala yang terjadi belakangan ini. Virus Corona memang membawa wabah, membawa musibah bagi masyarakat dunia. Tinggal sekarang bagaimana kita menyikapinya dengan arif, bijaksana, tidak panik, pantas, terukur, terencana serta bertanggung jawab. Jelas, bagi negara-negara yang menggantungkan diri terhadap industri pariwisata, ini merupakan pukulan berat. Bahkan dalam siaran persnya, World Tourism Organization mengajak masyarakat dunia untuk mengatasinya secara sinergis. Beberapa badan PBB, asosiasi masyarakat dunia serta lembagalembaga lainnya diimbau untuk ikut menanggulangi masalah ini dengan memasukkan event recovery terhadap masalah ini. Langkah sinergis tentu lebih strategis. Bagi Bali, sinergitas itu penting. Sangat penting. Masyarakat diimbau, diajak, dilibatkan secara tepat dan bertanggung jawab untuk ikut dalam gerakan ini. Secara lebih nyata, terkoordinasi dan tepat sasaran. Rumuskan segera, apa yang akan dilakukan. Paparkan apa rencana tersebut. Implementasikan dalam satu gerak langkah yang mantap dan terukur. Agendakan kontak, kumpulkan siapa-siapa yang akan terlibat. Siapa yang akan diundang. Sasaran utama sudah ditetapkan. Recovery Bali dengan daya tarik Bali itu sendiri. Kita yang akan mengolahnya, mengarahkannya dan memutuskan. Lanjutkan bila event itu maksimal dan punya daya ledak kuat. Kalau tidak, evaluasi dan cari sisi kelemahannya. Kalau memang tidak sesuai lagi, ganti dengan yang lain. Kita perlu langkah terencana. Banyak yang bisa dilakukan. Event beraneka ragam. Budaya dalam arti luas, juga ada olahraga. Corona memang buat kita merana. Tetapi ingat ini hanya sementara. Kita mesti bangkit dan berlari mengejar ketertinggalan karena wabah ini. Maka dari itu, ‘’We Love Bali’’ Movement jangan hanya di bibir, jangan hanya di atas kertas. Mari tindak lanjuti. Kita semua ada di depan, tetapi mesti ada satu yang jadi komando agar langkah ini dinamis dan serasi. Menuju sasaran dengan efisien dan efektif. Kita mencintai Bali. Memang seharusnya begitu. Selamanya.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menunggu Produk Arak Bali Kabar gembira terkait dilegalkannya arak Bali sudah sekitar sebulan lalu terdengar. Arak Bali kini bisa menjadi salah satu produk lokal untuk penguatan ekonomi krama Bali. Untuk itulah saya sebagai masyarakat Bali manaruh apresiasi tinggi atas terobosan Gubernur Koster dalam hal ini. Baru saat ini ada logika cerdas dalam membangkitkan potensi lokal untuk penguatan ekonomi. Dulu, yang saya baca di koran pedagang arak kita dikejar-kejar polisi. Mereka ditangkap dan produksinya dimusnahkan. Jika mengingat itu, saya menjadi prihatin, perajin arak Bali tak bisa hidup di tanah Bali. Kini, ketika arak dilegalkan, saya berharap ada produk lokal arak Bai yang segera diluncurkan. Produk lokal ini juga agar masuk hotel dan dipasarkan secara lebih profesional. Kita jangan terlalu terbuka pada produk asing, sementara produk lokal kita abaikan. PHRI Bali hendaknya juga membantu memasarkan produk lokal arak Bali. Jika memungkinkan PHRI investasi terkait produksi arak Bali juga melibatkan pengusaha-pengusaha Bali.
POJOK
I Gede Sudarja Buleleng, Bali
Satu WNA Corona meninggal, Bali agar segera diproteksi. - Selamatkan krama Bali. *** Presiden Jokowi minta krama Bali jangan panik terkait Corona.
Kerja Ekstra Tangkal Corona
PENGECEKAN kesehatan penumpang pesawat, kapal laut dan kapal pesiar di pintu-pintu masuk Bali mulai diintensifkan guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Contohnya, Bandara Ngurah Rai yang pada Selasa (10/3) mulai memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang di terminal kedatangan domestik. Sebelumnya Bandara Ngurah Rai sudah memperketat pengawasan di terminal kedatangan internasional. Netizen di akun Facebook @balipost merespons positif langkah pengetatan pengawasan pintu masuk Bali. Namun, banyak yang menilai kebijakan ini terlambat. Seharusnya pengawasan diintensifkan sejak awal mewabahnya virus Corona di Tiongkok. Bahkan dalam kondisi saat ini, tindakan ekstrem menutup penerbangan dari negara terdampak mesti dilakukan. Tujuannya, mengantisipasi mewabahnya virus Corona di Bali. Publik kini hanya bisa berharap kebijakan pemerintah bisa lebih tepat karena kasus ini sudah ditemukan di Bali, bahkan pengidapnya meninggal. Instansi terkait harus benar-benar serius dan bekerja ekstra menangkal virus Corona. Sampaikan informasi yang akurat agar masyarakat bisa turut serta mengantisipasi penyebaran virus tersebut. Berikut komentar sejumlah netizen. Sutjandra Surya Yang penting ada usaha walaupun tidak efektif. Suhu tubuh normal belum tentu dia belum tertular. Gedenatha Sukejunior Mungkin ini yang disebut sedia hujan sebelum payung. Shrie-wati Kok baru ya? Sebelumnya bagaimana? Yanam Miya Sediakan juga jamu. Maya Danawa Mule Greget Selalu saja terlambat. Ade Noiz Asal uang didahulukan, kalau urusan
lain belakangan. Sudah biasa di Indonesia. Ringa Koyan Saya takut mereka yang datang ke Bali tidak dicek semua. Nanti kalau sudah kena, semua dinas berkelit. Sama seperti virus pada babi, kalau dinas benar-benar bekerja pasti tidak seperti sekarang kejadiannya. Sekuat apa pun kita teriak-teriak, tetap sampai sekarang tidak ada tindakan. Busairi Ravi Positive thinking saja. Kalau bisa sedia payung sebelum hujan. Harus melibatkan banyak aparat dan masyarakat terutama adat untuk mengantisipasi Covid-19. Yang penting berjuang, berusaha bareng-bareng mengendalikan penu-
laran virus ini. Pawan Superone Tentang berita virus Corona ini memang sebuah dilema. Kalau ada tamu, kita takut akan terjadi masyarakat Bali yang kena. Kalau tidak ada tamu, masyarakat juga yang rugi. Tapi saran saya, kalau bisa tamu yang berkunjung ke Bali baik dari airport dan kapal pesiar harus dicek dengan teliti dan lebih ketat lagi. Kalau tidak sakit, diizinkan. Kalau terindikasi sakit, dipulangkan dengan jalan komunikasi yang baik biar tidak tersinggung. Kalau Bali sampai kena virus Corona dan berita sampai ke seluruh dunia, akan lebih parah lagi. Semua tamu akan takut berwisata ke Bali. Mohon dinas terkait agak ekstra kerja 24 jam lembur mengawasi kedatangan tamu, baik
di airport dan pelabuhan agar Bali tetap jadi tujuan wisata. Komink Edi Sudiartawan Di negara lain seperti Singapura, misalnya, sudah melarang empat negara untuk masuk sebagai turis atau transit walau sistem pengecekan mereka sangat canggih dan ketat. Di Bali, di mana ruang isolasi masih sangat terbatas dan pengecekan yang masih belum detail, masih menerima wisatawan empat negara ini. Putu Suwendi Bali harus berani turun ke lapangan untuk mengecek warganya ke banjarbanjar mengecek kesehatan ke lapangan.
Sosial Road To 60th Diamond Years Jubileum Mahendradatta University 2023
Magister Hukum Unmar Raih Juara Debat Hukum dan Poster Hukum di Lombok
UNIVERSITAS Mahendradatta sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tertua di Nusa Tenggara yang berdiri pada tanggal 17 Januari 1963 yang dahulunya bernama Universitas Marhaen (Unmar) memiliki komitmen utama yakni selalu dapat berkontribusi maksimal terhadap upaya pembangunan bangsa dan negara, serta menjaga nilai-nilai Trisakti Marhaenisme. Konsepsi Trisakti Marhaenisme merupakan filosofi dasar dalam setiap aktivitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh civitas akademika Universitas Mahendradatta (Unmar). Dalam sejarahnya Universitas Mahendradatta didirikan atas cetusan ide dari Presiden Pertama Republik Indonesia Dr. Ir.
Soekarno. Fakultas Hukum Universitas Mahendradatta yang memiliki Magister Hukum Pemerintahan kembali mengikuti kegiatan lomba yang diadakan Asosiasi MIH Indonesia di Lombok. MH Unmar diwakili dosen senior dan dosen muda serta mahasiswa. Dalam kesempatan baik itu, Dekan Fakultas Hukum (FH) Unmar Ni Ketut Wiratny, S.H., M.H. menyatakan keikutsertaan Unmar dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban MH Unmar yang menjadi sektretaris di organisasi tersebut. Dekan FH Unmar juga mengatakan untuk meningkatkan pendidikan serta potensi berorganisasi, diperlukan dosen muda dan mahasiswa yang
selalu ikut serta dalam kegiatan-kegiatan di dunia pendidikan. Selain itu kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan akreditasi suatu universitas dengan memperbanyak kegiatankegiatan di luar kampus. Kegiatan Asosiasi MIH tersebut, FH Unmar mengikuti tiga lomba yang diselenggarakan. Antara lain lomba debat, lomba poster serta lomba artikel. FH Unmar dalam lomba tersebut berhasil merebut juara I Lomba Best Poster Tingkat Nasional (Ni Putu Nita Mutiara Sari, S.H.) dengan judul ‘’Tantangan Potensi dan Strategi NTB Menjadi Tujuan Wisata Berkelas Dunia’’. Kemudian juara III Lomba Debat Hukum Tingkat Nasional (I Wayan Nova Puspa Adi) dengan tema ‘’Penggunaan Salam Pancasila
serta Workshop Penulisan Artikel Ilmiah’’. Juara III Lomba Penulisan Jurnal Tingkat Nasional (I.A. Prima Ananfhirayani). Selain mengikuti lomba yang diselenggarakan Asosiasi MIH, FH Unmar juga berkesempatan melaksanakan MoU dengan Fakultas Hukum Universitas Mataram dalam peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Magister Hukum Unmar telah membuka pendaftaran baru bagi mahasiswa/i yang ingin melanjutkan ke tingkat magister hukum. Pendaftaran dilaksanakan di Gedung Pancasila/Gedung Magister Hukum di Jalan Pegangsaan Timur, tepat depan Kantor BPJS Renon, Denpasar. Cp. 082144241144 (Sang Ayu)/081338583239 (Wiratny). (ad319)
Kampus Bung Karno - Pejabat Fakultas Hukum Unmar dan Magister S-2 Hukum bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Unmar dalam kompetisi Nasional di Lombok, NTB.
lain seperti kewirausahaan, pertanian dan lainnya. Dengan demikian mereka akan menjadi SDM calon guru yang lengkap yakni tak hanya menguasai ilmu keguruan juga ilmu lain seperti ekonomi dan kewirausahaan. Kompetensi tambahan ini akan membuat mereka bisa bekerja mandiri. Hal ini dibenarkan oleh WD I, Dr. Cornelius Sri Murdo Yuwono. Kolaborasi pengetahuan ini justru membuat lulusan FKIP Unmas memiliki wawasan luas dan bidang keilmuan lain. Hal ini sangat berguna saat mentransfer ilmu kepada siswa dan memperkaya PBM di kelas. Bidang kemahasiswaan juga akan semakin semarak dengan program ‘’Kampus Merdeka Belajar’’ ini. Mahasiswa lain datang ke FKIP, demikian sebaliknya, sehingga kegiatan kemaha-
siswaan, menurut WD III Nyoman Diarta, semakin hidup dan semarak. Pada bagian lain, Dekan FKIP Nyoman Suparsa mengungkapkan, lulusan yang dilepas sudah memiliki empat kompetensi yakni pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Makanya 9.377 alumninya semua sudah bekerja sebagai guru PNS, guru swasta dan guru kontrak. Untuk itu, dia mendesak agar pemerintah lebih banyak lagi mengangkat guru baru karena guru kelahiran 1965 banyak pensiun 1-2 tahun ini. Karena profesi guru tetap cerah sepanjang zaman, dia mengajak lulusan SMA-SMK yang tamat tahun ini memilih FKIP Unmas. Kampus ini memiliki sejumlah keunggulan yakni dua prodinya yakni Biologi dan Sastra Indonesia meraih akreditasi A, prodi lain akreditasi B. Dalam waktu dekat
FKIP Unmas Denpasar Siap Songsong ’’Kampus Merdeka Belajar’’
Desak Pemerintah Angkat Guru Baru FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar maju selangkah dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Setelah meraih ISO 9001-2005, kini FKIP Unmas siap menyongsong ‘’Kampus Merdeka Belajar’’ yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim.
Hal itu diungkapkan Dekan FKIP Unmas Dr. Drs. I Nyoman Suparsa, M.S. saat melepas 152 sarjana, Rabu (11/3) kemarin. Dari jumlah itu seorang dari Prodi Pendidikan Sejarah, Pendidikan Biologi (3), Pendidikan Matematika (20), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (10), dan Pendidikan Bahasa Inggris
- Sudah berupaya sekala-niskala. *** Seratusan hektar lebih tanaman padi di Tabanan terserang tikus. - Derita petani di lumbung beras. SARJANA BARU - Dekan FKIP Unmas Nyoman Suparsa didampingi wakil dekan saat melepas sarjana baru.
(118 ). Lulusan terbaik dengan IPK tertinggi diraih Ni Wayan Bella Berliani (3,98) dari Sastra Inggris. Saat itu Dekan Nyoman Suparsa didampingi Wakil Dekan I Dr. Drs. Cornelius Sri Murdo Yuwono, M.Si., WD II Komang Budiarta, S.Pd., M.Pd., M.Hum. dan WD III Drs. I Nyoman Diarta, M.Pd. juga menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik tiap prodi. Guna menyongsong ‘’Kampus Merdeka Belajar’’, menurut Dekan Nyoman Suparsa, mahasiswa dibebaskan memilih prodi lain di lingkungan Unmas untuk belajar selama satu semester setara 24 SKS. Mereka bisa memilih FE, Pertanian atau prodi lain. Mahasiswa juga bisa belajar tiga semester di luar unversitas atau tidak memilih sama sekali. Bagi dia, program ini akan memperkuat wawasan lulusan FKIP Unmas di bidang
dia yakin Prodi Bahasa Inggris akan meraih A sebagai bukti bahwa budaya mutu sudah berjalan dengan baik, dan terus ditingkatkan. Bahkan sejak 2019 ini kelima prodi di FKIP Unmas Denpasar sudah mendapat sertifikat SNI ISO 9001/2015 dari Garuda Sertifikasi Indonesia dan mahasiswa aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan pengabdian. FKIP Unmas Denpasar didukung 70 dosen, seorang guru besar, 13 doktor dan tujuh sedang studi S-3. Dosen bergelar doktor baru yakni Dr. Ida Ayu Sri Widiastuti, S.Pd., M.Hum. dan Dr. I Ketut Wardana, S.Pd., M.Hum. Ketua Panitia Yudisium Dra. Ni Luh Sukanadi, M.Hum. melaporkan, 30 persen lulusannya meraih cumlaude, sisanya sangat memuaskan. Hingga kini FKIP Unmas melepas 9.225 sarjana. (ad320)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Paing, 12 Maret 2020
SOSOK Strategi Garda Jagadhita MEMPEROLEH nilai tertinggi saat lelang jabatan posisi kepala dinas di lingkungan Pemkab Tabanan, disadari tak serta merta menjamin dipilih. Alasannya, keputusan mutlak ada di tangan Bupati Eka Wiryastuti selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di tingkat kabupaten. Namun peraih nilai tertinggi itu memiliki peluang paling besar dipilih. Adalah Sekretaris Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Ni Wayan Mariati, satu dari tiga srikandi peraih tiga besar dari enam kandidat awal yang bersaing untuk posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Pejabat asal Desa Jegu, Penebel itu meraih nilai tertinggi hasil akumulasi seluruh rangkaian proses seleksi yang digelar panitia seleksi (pansel). Mariati mengaku tidak menyangka bisa meraih nilai tertinggi dalam seleksi itu. Apalagi saingannya berat dan memahami tentang kinerja di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. ‘’Kaget juga, dan tidak menyangka bisa meraih nilai tertinggi. Bersyukur bisa melewati seluruh proses seleksi dengan baik,’’ terangnya, Rabu (11/3) kemarin. Di tengah rutinitas penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah pada jabatannya saat ini di Bakeuda, dirinya masih bisa menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan seleksi. Keinginan kuat mengikuti seleksi posisi Kadis KB baginya, lantaran sempat menjadi Ajun Penyuluh KB Madya selama 11 tahun. Lalu jadi staf di Bidang Anggaran Bagian Keuangan Setda. Selanjutnya Kasubag Perbendaharaan pada Bagian Keuangan Setda, Kepala Bidang SMP di Disdik, Kepala Bidang Pembukuan dan Pelaporan Dinas Pendapatan Daerah dan Pesedahan Agung kemudian posisi Sekretaris Badan Keuangan Daerah (Bakeuda). Ditanya jika tak terpilih jadi Kadis KB, Mariati menanggapi dengan tersenyum tipis sembari mengatakan, bagaimanapun ia harus tetap menghormati apa yang telah menjadi keputusan pimpinan daerah. ‘’Saya tetap hormat dengan keputusan pimpinan. Pastinya saya akan terus berusaha mencoba jika ada kesempatan,’’ ucapnya. Dalam tes itu, Mariati membuat inovasi program, yakni ‘’Strategi Garda Jagadhita’’. Inovasi itu merupakan gerakan berbasis budaya dalam masyarakat sejahtera, damai, bahagia dan harmonis dengan cara pembangunan SDM berkualitas melalui keluarga. ‘’Inovasi itulah diaplikasikan melalui program-program yang membumi di masyarakat,’’ ujarnya. (bit)
Iuran BPJS Batal Naik Daerah Tunggu Arahan Pusat
Tabanan (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Tabanan menyambut baik kabar gembira atas pembatalan kenaikan iuran BPJS oleh Mahkamah Agung (MA). Pasalnya, saat ada pemberlakuan kenaikan tarif awal bulan Januari 2020, ada 49.064 peserta yang dicabut. Alasannya, daerah tidak mampu meng-cover pembiayaan total keseluruhan penerima PBI yang mencapai angka 122.388 peserta. Kini mereka mungkin bisa bernapas lega karena ada keputusan pembatalan tersebut. Pemerintah daerah pun kemudian bisa meng-cover kembali biaya iuran bagi warga yang berhak mendapatkan PBI. Hanya saat ini masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat. Seperti disampaikan Setda Tabanan, I Gede Susila. Keputusan teknis terkait hal itu, kata Susila, masih menjadi kewenangan pemerintah pusat. ‘’Kami di daerah tentu masih menunggu instruksi atau arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Keputusannya saya belum baca,’’
terangnya. Meski demikian, pihak dinas terkait tengah melakukan validasi data untuk mendapatkan data peserta yang memang layak menjadi PBI. ‘’Saat ini kami terus melakukan pendataan. Kalau dengan anggaran daerah yang sudah disiapkan bisa meng-cover semua sesuai data awal, kenapa tidak,’’ terangnya. Meski demikian, pendataan di daerah terus dilakukan terutama untuk 49.064 orang yang PBI-nya telah diputus pemerintah pusat. Apalagi di lapangan ada temuan namanya ada tetapi orangnya tidak ada. Karena itu pendataan yang dilakukan kepada masyarakat yang berhak menerima PBI benar-benar valid. ‘’Pendataan di lapangan terus dilakukan agar data penerima PBI nanti benar-benar valid,’’ sebutnya. Kepala Dinas Kesehatan dr. I Nyoman Suratmika mengatakan, dengan adanya putusan MA maka warga yang sebelumnya PBI-nya diputus pusat bisa ter-cover dengan dana yang ada di Pemkab Tabanan. ‘’Pasti bisa ter-cover. Bahkan bisa lebih,’’ kata Suratmika. (kmb28)
PEDAGANG ASONGAN - Petugas saat menertibkan pedagang asongan di kawasan Kecamatan Baturiti.
Bali Post/kmb28
Semrawut di Jalur Danau Beratan 20 Pedagang Asongan Ditertibkan
Tabanan (Bali Post) -
Petugas Satpol PP Tabanan gencar melakukan penegakan Perda 12/2002 tentang Ketertiban Umum. Seperti Rabu (11/3) kemarin, penegakan perda itu menyasar kawasan Kecamatan Baturiti. Hasilnya, 20 pedagang asongan yang berjualan di sepanjang jalur Danau Beratan, Desa Candikuning, hingga jalur Desa Taman Tanda itu ditertibkan. Puluhan pedagang yang terjaring kemudian dibawa ke Kantor Desa Candikuning untuk mengikuti sidang tipiring. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba mengatakan, penegakan perda itu menindaklanjuti keluhan masyarakat di media sosial. Sepanjang jalur itu kian hari kian terlihat semrawut saja. Meski telah di-
lakukan penertiban berulang kali, tetapi sejumlah pedagang tetap membandel. ‘’Dalam upaya memberikan efek jera. Mereka yang terjaring langsung sidang dipiring di tempat,’’ terangnya.
Dalam penertiban kali ini, kata Sarba, terjaring sekitar 20 pedagang asongan di sepanjang jalur wisata tersebut. Saat ditertibkan rata-rata terkejut, karena Satpol PP datang membawa kendaraan
bersama polisi. Terkait terus berulangnya kejadian serupa, Sarba berharap pemerintah segera membuatkan areal atau lokasi pedagang asongan untuk berjualan agar aman. Jika mereka tidak ditertibkan, dikhawatirkan menjadi pasar pinggir jalan. Sudah pasti menyebabkan arus lalu lintas krodit. ‘’Solusi satu-satunya, pemerintah harus membuatkan lokalisasi agar satu tu-
juan. Mereka berjualan tidak terpencar,’’ kata Sarba. Aparat, kata Sarba, tidak melarang orang mengais rezeki dengan berjualan. Hanya di sepanjang jalur wisata itu dilarang berjualan. Apalagi di pinggir Danau Beratan. Selain menyebabkan wajah kota kumuh, juga bisa menyebabkan kemacetan. ‘’Sepanjang memenuhi aturan, tentu kita tidak melarang mereka berjualan mengais rezeki,’’ pungkasnya. (kmb28)
Pertama di Bali
RS Kasih Ibu Denpasar Hadirkan Layanan ’’Bali Physio and Sport Injury Center’’ RS Kasih Ibu Denpasar kini memiliki layanan baru yakni Bali Physio and Sports Injury Center (BPSI). Layanan klinik olahraga yang bertempat di lantai dua RS Kasih Ibu Denpasar itu akan berkontribusi secara khusus pada pengembangan potensi pelayanan kesehatan melalui olahraga, produktivitas kerja sumber daya manusia, perusahaan, serta kesehatan masyarakat secara umum di Bali. Dalam grand opening di aula RS setempat, Senin (9/3), tampak hadir Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Presiden Direktur Kasih Ibu Hospital Group Krishnawenda Duarsa, President of Sport Medicine Australia Fellows Michael Kenihan, dan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara BPSI RS Kasih Ibu Denpasar dengan KONI Bali. ‘’Sesuai visi kita menjadi pilihan utama dengan pelayanan yang lengkap. Kedua, membantu pemerintah karena selama
ini kan (BPSI - red) belum ada di Bali,’’ ujar Direktur RS Kasih Ibu Denpasar,dr. I Wayan Kesumadana, Sp.OG(K). Pelayanan lengkap yang dimaksud mulai dari upaya promotif dan preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Menurut Kesumadana, BPSI didukung tim yang terdiri dari ahli di bidang kedokteran olahraga, ortopedi, fisioterapi, dan rehabilitasi medis, serta para perawat yang khusus dididik untuk pelayanan tersebut. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi menyebut layanan BPSI sebagai suatu inovasi di bidang keolahragaan. Terutama dalam menunjang prestasi dengan kesehatan berbasis science. Keberadaan BPSI di RS Kasih Ibu Denpasar akan dimanfaatkan dengan baik. Khususnya untuk mengetahui sejauh mana kemampuan fisik para atlet ataupun risiko yang mungkin dihadapi. Untuk bisa mempertahankan prestasi secara berkesinambungan, olahraga memang harus dikelola secara modern, mulai dari teknik hingga kesehatan.
‘’Kita perlu mendapatkan suatu arahan yang bersifat science. Ini kan ada pencegahan untuk meminimalisir cedera. Kemudian saat terjadi dan setelah terjadi, seperti apa penanganannya,’’ jelasnya. Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster berharap kehadiran BPSI di RS Kasih Ibu Denpasar dapat meningkatkan performa para atlet. Para atlet juga diharapkan tidak lagi kebingungan terkait penanganan saat mengalami cedera. Terpenting lagi, mereka yang ketika masih muda berjaya di bidang olahraga agar tetap berguna dan hidup bahagia karena tidak sakit-sakitan pada saat hari tua. ‘’Dengan adanya BPSI ini luar biasa. Para atlet kita tidak cemas lagi melakukan aktivitasnya karena pemulihannya sudah ada di sini,’’ ujarnya. Menurut Putri Suastini, Gubernur juga pasti sangat senang karena layanan di RS Kasih Ibu Denpasar mendukung program pemerintah untuk menyehatkan masyarakat. Ketua Dekranasda Provinsi Bali ini
berpesan agar BPSI dapat bekerja secara efektif untuk dapat menyehatkan masyarakat, mengajak masyarakat berolahraga sesuai usia dan meminimalisir cedera. Kalaupun cedera ketika melakukan olahraga, sudah ada terapinya di sini. ‘’Terima kasih untuk Kasih Ibu Hospital Group sudah memberikan sesuatu yang baru dan pertama di Bali,’’ imbuhnya. Sedikitnya ada tujuh lay-
anan yang ada di BPSI, yakni Injury Assessment and Sports Therapy (diagnosis masalah kesehatan secara komprehensif dan dari perspektif gaya hidup aktif sehat, memberikan resep latihan fisik/olahraga sesuai kondisi setiap individu), Sports Performance Program, Weight Management, Performance Nutrition and Recovery, Sports Medicine Fitness Test, Corporate Wellness Program dan Active Ageing Class. (ad318)
Besar, Ketergantungan Daerah dari Dana Pusat
Ubah ’’Mindset’’ Pajak Bukan Beban tetapi Kebanggaan KETERGANTUNGAN pemerintah daerah (pemda) terhadap transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah atau dana perimbangan masih relatif besar. Di Kabupaten Tabanan, misalnya, kemampuan fiskal daerah di tahun 2020 sebesar 55,37 persen, atau sebesar Rp 1,173 triliun lebih. Semua dana itu bersumber dari dana perimbangan (pusat). Sedangkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tabanan sendiri hanya di angka Rp 450 miliar lebih, atau 21,25 persen. Dan sisanya sebesar 23,38 persen atau Rp 495 miliar lebih pendapatan yang sah bersumber dari lain-lain. Bagaimana terkait legalitas memungut dana itu, apakah perlu dibuat regulasi sebagai payung hukum agar aman, kuat, dan sah secara hukum? Tim Optimalisasi PAD dengan objektif memaparkan hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Bapelitbang Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja. Paparan itu dikatakan secara komprehensif di hadapan jajaran Asisten Setda Tabanan, Pimpinan OPD, dan 133 perbekel se-Kabupaten Tabanan, bertempat di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Rabu (11/3)
kemarin. Selain ketergantungan besar akan dana pusat, kurang validnya data wajib pajak serta tingkat kepatuhan yang rendah, yakni baru di angka 53 persen, juga menjadi perhatian serius para ‘’pencari’’ potensi peningkatan pendapatan. Pendapatan daerah selama ini hanya bersumber dari pajak, retribusi dan Daya Tarik
Wisata (DTW). Terkait hal itu, Setda Tabanan I Gede Susila selaku Ketua TAPD mengatakan, untuk mengoptimalkan kembali pendapatan daerah, sejak tiga bulan lalu telah dibentuk Tim Optimalisasi. Tim Optimalisasi inilah yang nantinya bergerak mengumpulkan data terkait potensi pendapatan yang belum tergarap maksimal. Tentunya sebelum bergerak lebih jauh akan diawali dengan penyesuaian dan penyusunan regulasi. ‘’Jadi tidak asal pungut. Harus disiapkan regulasi sebagai dasar hukum terhadap kurang lebih 9 wajib pajak, serta sejumlah retribusi lengkap dengan [erbup,’’ terangnya. Setelah ada regulasi, kata Susila, barulah dilakukan verifikasi dan pendataan terhadap potensi yang ada di desa. Baik itu potensi wajib pajak maupun potensi pendapatan lainnya. Tentunya dalam pendataan ini melibatkan perangkat desa.
Bali Post/bit
OPTIMALISASI - Kegiatan pemaparan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Rabu (11/3) kemarin.
‘’Tim Optimalisasi Pendapatan ini akan menggandeng perbekel untuk mendapatkan data apa saja yang potensial ada di desa. Barulah nantinya disosialisasikan ke masyarakat. Dengan mengubah mindset pajak itu ke depannya tidak lagi menjadi beban. Melainkan pa-
jak itu jadi kebanggaan. Karena warga telah taat membayar pajak, untuk bersama-sama membangun daerah,’’ ucapnya. Tim Optimalisasi PAD sebagai salah satu upaya meningkatkan kinerja pengelolaan pendapatan asli daerah dan mengurangi ketergantun-
gan kepada keuangan pusat, dalam rangka mewujudkan kemandirian daerah. ‘’Jika sudah ada data, nantinya akan dikaji mana yang sekiranya bisa ditingkatkan lagi. Apa ada persoalan ataupun kendala di lapangan. Tentunya kinerja tim ini terus
dievaluasi agar benar-benar maksimal hasilnya,’’ pungkasnya. Setelah itu baru dirancang program inovatif lainnya yang berkaitan dengan sistem online. Salah satunya typing boks yang sebagian sudah terpasang. (bit)
Kamis Paing, 12 Maret 2020
Sikapi Wabah Covid-19
Sulinggih Sepakati ’’Tawur Labuh Gentuh Bumi’’
Bali Post/kmb35
PERTEMUAN - Suasana pertemuan para sulinggih dengan Pemkab Gianyar, Rabu (11/3) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Menyikapi maraknya kasus bunuh diri, kematian babi hingga wabah Covid-19, Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun mengumpulkan belasan sulinggih di Kantor Bupati Gianyar, Rabu (11/3) kemarin. Sesuai hasil pertemuan itu, disepakati akan dilaksanakan upacara Tawur Labuh Gentuh Bumi. Mahayastra mengatakan, pemerintah sudah secara maksimal melakukan berbagai langkah untuk mengatasi masalah yang terjadi. Namun, diakui, upaya itu tidak cukup.
‘’Kami sudah lakukan langkah maksimal. Namun tak cukup dilakukan dilakukan sifatnya SOP saja. Harus ada upaya secara niskala, karena itu kami meminta pandangan sulinggih (para pendeta - red),’’ jelasnya. Menurut Mahayastra, para sulinggih sudah memberikan pandangan dari lontar-lontar kuno. Dikatakan, ada banyak lontar yang mengulas terkait masalah yang terjadi saat ini. Salah satu lontar yang hampir persis merekam masalah saat ini adalah Lontar Roga Sanghara Bumi. ‘’Akhirnya semua sulinggih sepakat dengan Lontar Roga Sanghara
Bumi untuk dijadikan acuan,’’ katanya. Mahayastra menambahkan, upacara yang akan digelar adalah Tawur Labuh Gentuh. Dikatakan, upacara ini pernah digelar saat erupsi Gunung Agung, hingga fenomena ulat bulu. ‘’Dulu terkabul dan berhasil. Gianyar daerahnya sakral dan spiritual, maka kami minta tuntunan dari para sulinggih,’’ jelasnya. Waktu pelaksanaan upacara, kata dia akan menunggu petunjuk dari Pemprov Bali. Pasalnya, Pemprov Bali juga akan melakukan pertemuan serupa. ‘’Lokasinya di pasisi
(pesisir - red) Gianyar. Bisa Pantai Masceti atau Pantai Siyut. Kalau Pantai Siyut, sejarahnya itu tempat pembuangan penyakit. Yang penting di pantai selatan,’’ terangnya. Sementara itu, Ida Pedanda Wayahan Bun dari Geria Sanur Pejeng mengatakan, ciri-ciri yang timbul saat ini tertuang dalam Lontar Roga Sanghara Bumi. Sesuai lontar, upacara akan digelar di pinggir pantai karena semua penyakit itu datangnya dari laut. ‘’Pengalaman dulu, penanggulangan terdahulu melakukan upacara ini cukup berhasil,’’ Ujar Ida Pedanda. (kmb35)
Kirim Sampah ke TPA Temesi
Truk Pengangkut Sampah Dikenai Pungutan Gianyar (Bali Post) Desa Adat Temesi kini melakukan pungutan terhadap truk pengangkut sampah yang masuk ke areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi. Pungutan ini dilakukan desa adat setempat, karena selama ini menerima dampak dari pengiriman sampah menuju TPA tersebut. Dikonfirmasi Rabu (11/3) kemarin, Bendahara Desa Adat Temesi Nyoman Sulendra mengatakan, pungutan terhadap truk yang membawa sampah ke TPA Temesi itu dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Diungkapkan, pungutan ini diberlakukan untuk kendaraan yang membawa sampah di Kabupaten Gianyar ke TPA. ‘’Dudukan (pungutan - red) ini kami lakukan sejak dua bulan lalu, khusus untuk truk yang membawa sampah di Kabupaten Gianyar, kalau kabupaten lain tidak boleh masuk,’’ katanya. Menurut Sulendra, pungutan itu dilakukan karena selama ini pengiriman sampah itu melewati jalan yang melintasi Desa Adat Temesi. Ditegaskan, selama ini krama desa adat setempat mengeluhkan pengiriman sampah tersebut. ‘’Akses jalan ini milik desa adat. Selama ini kami menerima dampak dari TPA Temesi ini’’ tegasnya.
Dampak yang dimaksud mulai dari sampah yang jatuh dan berceceran di jalan, meski bagian atas truk sudah ditutup dengan terpal. Belum lagi masalah bau yang ditimbulkan dan dampak lainnya yang rentan memicu penyakit. ‘’Dampaknya adalah lalat, bau, dan air licid yang berbahaya. Belum lagi sampah yang jatuh dan berceceran di jalan,’’ katanya. Diungkapkan, selama ini truk yang paling banyak membawa sampah ke TPA Temesi adalah dari Ubud. Pihaknya mengeluh, sebab desanya hanya menikmati sampah, sementara warga Ubud bisa menikmati dolar. ‘’Coba mereka di sana (Ubud - red) yang punya banyak dana, apa bisa melakukan pengelolaan sampah?’’ katanya. Oleh karena itu, kata Sulendra, pihak Desa Adat Temesi sepakat melakukan pungutan dengan rincian kendaraan roda 6 dikenakan Rp 30 ribu, dan kendaraan roda 4 dikenakan
Rp 20 Ribu. ‘’Sampai saat ini kami melakukan pungutan ini tidak ada sopir truk yang komplin, karena mereka mengerti keadaan kami di Desa Temesi,’’ tegasnya. Sementara itu, dalam karcis yang diterbitkan Desa Adat Temesi tertulis ‘’Dudukan Mobil Sampah Desa Adat Temesi Kecamatan Gianyar’’. Pada karcis itu juga tertulis tiga poin yang mendasari pungutan itu. Pertama, Peraturan Derah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat. Kedua, awig-awig desa adat dan ketiga, pararem Desa Adat Temesi tentang dudukan (pungutan) mobil sampah. Dikonfirmasi terpisah, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengimbau agar desa adat berhati-hati dalam melakukan pungutan. Apalagi pungutan yang belum dikoordinasikan dengan aturan yang ada di atasnya. ‘’Agar desa adat hatihati melakukan pungutan yang regulasinya tidak linier dengan
Bali Post/kmb35
PUNGUTAN - Petugas Desa Adat Temesi menarik pungutan terhadap truk sampah yang menuju TPA Temesi, Rabu (11/3) kemarin. regulasi yang ada di pemerintah,’’ katanya mengingatkan. Wisnu Wijaya menambahkan, pungutan itu harusnya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah. Dikatakan, pungutan tidak bisa semata-mata didasarkan pada keputusan di desa adat. ‘’Dalam
bentuk apa pun harus dikomunikasikan dengan bagus. Walaupun itu ada keputusan desa, kami berharap keputusan desa itu (Desa Adat Temesi red) mengacu pada keputusan di atas. Namun, sampai saat ini belum ada koordinasi dengan Pemkab Gianyar,’’ tegasnya.
Wisnu Wijaya menegaskan, koordinasi dengan pemerintah terkait pemungutan ini menjadi hal penting, guna memastikan mana yang bisa dan tidak bisa dipungut. ‘’Mana yang boleh dipungut, mana yang tidak. Kalau ini hanya aset desa yang dilampaui kan tidak boleh,
SOSOK Monitor Penjualan Masker PASCADIPASTIKANNYA satu orang warga negara asing yang positif Covid-19 di RSUP Sanglah meninggal, jajaran Polres Gianyar akan memperketat monitoring kondisi pasar, salah satunya terkait penjualan masker. Polisi akan memantau penjualan masker di kawasan seni ini. ‘’Kami juga terus monitor seluruh pedagang di lapangan,’’ ujar Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, Jumat (11/3) kemarin. Monitoring ini akan dilakukan dengan menyasar pasar di setiap kecamatan. Kegiatan ini juga akan dilakukan dengan menggandeng instansi terkait. ‘’Kami sudah berkoordinasi, dan akan tetap memonitor ini bersama dengan instansi terkait,’’ imbuhnya. Menurut mantan Kapolsek Sukawati ini, sampai saat ini harga
Bali Post/kmb35
SERTIJAB - Suasana sertijab di halaman Mapolres Gianyar, Rabu (11/3) kemarin.
Tiga Kapolsek Dimutasi Gianyar (Bali Post) Mutasi di internal Polres Gianyar kembali digelar. Sesuai Keputusan Kepala Kepolisian Derah Bali Nomor: KEP/159 DAN 160/ II/2020, ada tiga Kapolsek yang dimutasi dalam serah terima jabatan yang berlangsung di halaman Mapolres Gianyar, Rabu (11/3) kemarin. Pada kesempatan itu, para pejabat baru diminta segera menyesuaikan diri. Tiga Kapolsek yang dimutasi, meliputi Kapolsek Ubud lama Kompol I Nyoman Nuryana, S.H., M.H., pindah jabatan baru sebagai Kasi STNK Subditregident Ditlantas Polda Bali. Sementara Kapolsek Ubud yang baru PS. AKP I Gd. Sudiatmaja, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Payangan. Sementara Kapolsek Payangan yang baru dijabat AKP Ferry Sihaloho, S.IK. yang sebelumnya menjabat sebagai Panit 2 Unit 1 Subdit I Ditreskrimum Polda Bali. Terakhir, Kapolsek Tanpaksiring yang lama I Gusti Putu Dharmanatha, S.H., M.H. kini menerima jabatan baru sebagai Kasubbagrehabpers Bidpropam Polda Bali. Kapolsek Tampaksiring yang baru dijabat AKP I Wayan Sujana, S.H., M.M. yang sebelumnya men-
jabat sebagai Panit 1 Unit 5 Subdit IV Ditreskrimum Polda Bali. Tidak hanya itu, Waka Polres Gianyar yang lama yakni Kompol Adanan Pandibu, S.H., S.IK. juga dimutasi dengan jabatan baru sebagai Kanit 3 Subdit I Ditreskrium Polda Bali. Waka Polres baru kini dijabat Kompol Pius Febry Aceng Loda, S.IK. yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi STNK Subditregiden Ditlantas Polda Bali. Sebelumnya Kompol Pius Loda juga sempat menjabat sebagai Wakapolsek Sukawati dan Kasat Lantas Polres Gianyar. Selain itu, Kabag Ops Kompol Dewa Gede Mahaputra, S.H. juga dipindah dalam jabatan baru sebagai Kasubbagminopsnal Bagbin-
opsnal Ditreskrimsus Polda Bali. Sementara Kabag Ops baru dijabat oleh Kompol I Wayan Latra, S.H., M.H. yang sebelumnya sebagai Kasubbagminopsnal Bagbinopsnal Ditresnarkoba Polda Bali. Terakhir Kasat Polair Polres Gianyar dari Iptu Anak Agung Gede Rai Partama diganti Iptu I Wayan Antariksawan, S.H. yang sebelumnya Kaurbinopsnal Satreskrim Polres Gianyar. Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana mengatakan, mutasi merupakan hal yang biasa di tubuh Polri untuk penyegaran. Ia menyampaikan terima kasih kepada pejabat lama yang selama ini bertugas di Gianyar, serta meminta penggantinya untuk segera beradaptasi dengan tugas yang baru. (kmb35)
kebutuhan pokok khususnya masker di Kabupaten Gianyar masih normal. Ia sendiri mengaku masih bisa membeli masker, namun jika di sejumlah wilayah terjadi kekosongan masker diperkirakan terjadi karena keterlambatan pengiriman. ‘’Masih bisa membeli, tetapi mungkin ada wilayah yang terjadi keterlambatan pengiriman,’’ kata perwira asal Klungkung ini. Masyarakat juga diimbau tetap tenang menghadapi kasus Covid-19 ini. Yang terpenting, masyarakat harus menjaga kebersihan, salah satunya dengan mencuci tangan secara rutin. ‘’Bila ada gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri,’’ katanya menyarankan. (nik)
kalau jalan umum kan tidak boleh truk dijegal dimintai pungutan. Ketika dia memungut, dia mempunyai tanggung jawab melakukan perbaikan. Kalau tidak punya tanggung jawab di sana, masak hanya memungut saja,’’ ujarnya. (kmb35)
Kamis Paing, 12 Maret 2020
Kesehatan
Luka Bakar
Oleh Dr. Devyana Enggar Taslim
LUKA bakar adalah kerusakan yang terjadi pada jaringan tubuh manusia yang diakibatkan oleh panas, zat kimia, listrik, sinar matahari, atau radiasi. Luka bakar itu merupakan masalah medis yang tergolong ringan hingga mengancam nyawa. Sebanyak 96% luka akibat kebakaran yang fatal terjadi di negara-negara berpendapatan sedang dan rendah. Luka bakar itu tidak hanya memakan korban jiwa. Jutaan orang juga mengalami cacat seumur hidup. Kaum wanita lebih rentan mengalami luka bakar itu. Pasalnya, mereka sering melakukan kegiatan rumah tangga, terutama memasak. Tidak terkecuali juga anak-anak, karena anakanak itu cenderung ceroboh dan memiliki rasa ingin tahu pada objek yang mudah terbakar. Berbagai komplikasi yang dapat terjadi apabila luka tidak ditangani sesegera mungkin. Seperti infeksi bakteri, kehilangan banyak darah atau hypovolemia, shock, tetanus, sepsis, hipotermia pada
luka akibat udara terlalu dingin. Selain itu masalah pernapasan akibat asap atau udara yang terlalu panas. Masalah tulang dan sendi, edema atau penumpukan cairan pada bagian tertentu tubuh. Dalam kasus yang parah, komplikasi pun dapat berujung pada kematian. Luka bakar ringan dapat ditangani sendiri dengan pengobatan rumahan. Namun, apabila Anda telah mengalami gejalagejala yang serius, seperti luka di tangan, kaki, wajah, pangkal paha, pantat, dan hampir di seluruh tubuh, luka yang dalam atau derajat tinggi, luka menyebabkan kulit terlihat mengelupas, lukanya terlihat seperti noda hitam, cokelat, atau putih, luka akibat zat kimia atau setrum listrik, kesulitan bernapas, sakit tidak kunjung hilang, pelepuhan tidak sembuh dalam dua minggu, maka mau tidak mau Anda harus segera pergi ke dokter. Secara umum, area kulit yang ada di sekitar telapak tangan Anda adalah 1 persen dari total luas permukaan tubuh Anda. Jika area kulit tubuh yang terluka mencapai 25% dari total daerah tubuh, luka yang Anda derita tergolong parah. Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan tes lainnya untuk menentukan apakah luka itu telah memengaruhi bagian lain dari tubuh Anda atau tidak. Pengobatan pada luka bakar tergantung pada penyebabnya. Seberapa parah dan berapa banyak bagian tubuh yang terdampak. Krim antibiotik biasanya digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi pada kasus luka bakar itu. Pada kondisi yang lebih serius, kulit yang terluka dapat diganti dengan prosedur operasi. Tujuan pengobatan dan perawatan adalah mengurangi rasa sakit, menghilangkan jaringan kulit yang mati, mencegah terjadinya infeksi, serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi. (ad317)
TABRAK TEMBOK Truk kontainer akhirnya berhenti setelah menabrak tembok bagian depan toko.
Truk Bermuatan 26 Ton Gilas Motor hingga Hancur Semarapura (Bali Post) -
Akses Jalan Rama, Kota Semarapura, mendadak macet, Rabu (11/3) pagi. Penyebabnya, sebuah truk kontainer bermuatan 26 ton air mineral dalam kemasan tiba-tiba kehilangan kendali saat sopirnya menghidupkan mesin. Setelah hilang kontrol, truk ini bergerak mundur hingga menggilas sebuah sepeda motor, menabrak mobil minibus dan baru berhenti setelah pantat truk itu menabrak tembok toko di pinggir Jalan Komang Sugita. Ditemui di lokasi, sopir truk Putu Sumantra mengaku saat itu truknya L 8095 VW ini tengah parkir di timur jalan, persis di sebelah selatan jembatan Tukad Unda. Dia masih nampak kaget dan shock dengan peristiwa ini. Dia masih nampak bingung, kenapa kendaraannya bergerak mundur saat dihidupkan. Dia juga nampak meratapi motor
DK 3479 AAF hancur tergilas truknya. Belum lagi mobil rusak dan tembok toko hancur ditabrak truk itu. ‘’Remnya tiba-tiba tidak berfungsi,’’ kata sopir asal Banjar Lebah, Semarapura Kelod Kangin ini. Dia mengaku baru saja hendak bekerja melakukan bongkar muat barang dari truk kontainer itu. Di dalam truknya ini penuh kardus yang mem-
bungkus minuman air mineral dalam kemasan. Barang itu rencananya dikirim ke Gunaksa. Namun, situasinya berubah ketika persnelingnya tidak bisa dinetralkan. Situasi semakin memburuk, di mana akses jalan itu menurun. Sumantra pun semakin sulit mengendalikan truknya, karena truknya terus mundur kian kencang hingga sejauh 250 meter.
Kanit Laka Satuan Lantas Polres Klungkung Iptu Gusti Ngurah Mahendra di lokasi menerangkan, pedal gas truk itu nampaknya tidak bisa dikendalikan. Remnya juga sudah tidak berfungsi. Ketika truk bergerak mundur, sopirnya sudah bingung, sehingga truknya mundur terlalu ke kanan. Melihat rangkaian peristiwa ini, pihak kepolisian berkesimpulan kejadian ini murni karena kelalaian sopir. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Petugas Sat Lantas Polres Klungkung nampak masih di TKP mengamankan situasi. (kmb31)
Desa Sekartaji Akhirnya Miliki Mata Air Sendiri SELAMA ini kepulauan Nusa Penida bergantung pada dua mata air utama, yakni Mata Air Penida dan Guyangan. Meski berkapasitas besar, tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan air seluruh Nusa Penida. Contohnya, Desa Sekartaji. Tetapi akhirnya Desa Sekartaji memiliki mata air sendiri di Dusun Tabuanan. Mata air itu selama ini berada di bawah tebing. Bagaimanakah kerja keras masyarakat mengangkat air dari mata air Hughug sampai bisa dinikmati masyarakat di sana? Pengangkatan mata air Hughug dilakukan dengan sistem pompa. Dengan teknologi pompa, mata air itu dinaikkan sehingga bisa mengalir ke atas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Sekartaji. Anggota DPRD Klungkung, Wayan Suarta, Selasa (10/3) lalu mengatakan, mata air ini sesungguhnya sudah lama ada
di bawah tebing. Tetapi, upaya menaikkannya selalu saja gagal. Namun masyarakat desa setempat terus berupaya keras mengangkat mata air tersebut agar bisa dimanfaatkan. Sebelumnya, air Guyangan diharapkan bisa segera sampai ke Sekartaji. Padahal jaringan pipanya sudah dipasang namun airnya tidak
kunjung mengalir. Beruntung ada mata air Hughug itu. Jadi berkah bagi masyarakat Sekartaji. ‘’Namanya mata air Hughug. Dinamai begitu karena dulu mata air ini sudah lama rusak. Sekarang sudah bisa naik ke Desa Sekartaji yang kekuatannya bisa menyamai mata air Guyangan,’’ kata Suarta, politisi Partai Gerindra ini. Mata air itu diangkat menggunakan sistem pompa bekerja sama dengan Pamsimas (Penyedia Air Minum dan Sanitasi Masyarakat). Pamsimas ini sebagai strategi pusat dalam mewadahi dan mengolaborasikan program-program air minum dan sanitasi perdesaan berbasis masyarakat. Kolaborasi itu dari berbagai
sumber pendanaan tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan desa untuk pencapaian akses 100 persen. Pamsimas menempatkan masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah daerah sebagai pelaku utama, untuk meningkatkan kualitas penyediaan air minum yang aman dan sanitasi yang layak. Sekarang, mata air ini sudah mampu mengalir dan langsung dapat dinikmati masyarakat setempat. Rencananya, mata air Hughug itu akan dikelola desa melalui BUMDes. ‘’Selama ini desa kami langganan kekeringan. Biar di daerah lain sudah hujan, tetapi Sekartaji masih kering. Hingga harus beli air mahalmahal ke Desa Batukandik. Ini yang membuat kami be-
gitu antusias memenuhi kebutuhan air bersih ini,’’ tegas mantan Perbekel Sekartaji ini. Total warga di desa itu ada sebanyak 320 KK atau 2.709 orang. Mereka terbagi ke dalam enam dusun. Antara lain Dusun Dlundungan, Bungkil, Tabuanan, Sekartaji, Ramuan dan Sedehing. Suarta berharap sumber mata air itu bisa memenuhi kebutuhan air warga Sekartaji secara bertahap. Selain Sekartaji, dua desa lainnya Desa Tanglad terdiri dari Dusun Anta, Tanglad dan Watas serta Desa Pejukutan. Terdiri dari Dusun Pelilit, Ambengan, Pejukutan, Ampel dan Karang, juga kerap mengalami kekeringan. Dia berharap dua desa itu ke depan bisa terbebas dari kekeringan. (gik)
Bali Post/gik
MATA AIR - Masyarakat Sekartaji mulai menikmati mata air Hughug setelah berhasil mengalir dan dikelola.
Kamis Paing, 12 Maret 2020
Mes Guru SDN 1 Lokasari Terbakar Amlapura (Bali Post) -
Bangunan mes guru yang ada di SDN 1 Lokasari, Banjar Dinas Lokasari, Desa Lebu, Kecamatan Sidemen, Karangasem terbakar, Selasa (10/3) malam. Kebakaran diduga akibat penghuni mes lupa mematikan kompor gas ketika sedang memasak air. Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran mes itu terjadi Selasa (10/3) sekitar pukul 22.00 Wita. Sebelum kejadian, sekitar pukul 19.30 Wita Ngakan Made Suartika yang merupakan suami dari Ni Wayan Niti Swastini yang menempati mes sedang memasak air. Pada pukul 19.45 Wita, Ni Wayan Niti Swastini mendapat telepon dari adiknya bahwa keponakannya meninggal dunia karena gantung diri dan berada di RSUD Klungkung. Menerima informasi itu, Ni Wayan Niti Swastini bersama suaminya, Ngakan Made Suartika, dan anak yang nomor tiga
yakni Ngakan Nyoman Suriawan langsung berangkat ke RSUD Klungkung. Sekitar pukul 22.00 Wita, Ni Wayan Niti Swastini mendapat telepon bahwa mes yang ditempatinya kebakaran dan langsung kembali menuju mes di SDN 1 Lokasari. Kejadian itu mengakibatkan bangunan, satu sepeda motor Vario, satu mesin jahit, surat-surat penting, laptop, televisi dan radio ludes terbakar. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Tari mengatakan, untuk memadamkan kobaran api, pihaknya menerjunkan dua unit mobil damkar dan 11 personel ke lapangan. ‘’Dalam proses pema-
daman kita juga dibantu oleh Damkar Kabupaten Klungkung, TNI, polisi dan warga setempat. Sekitar satu jam api baru berasil dipadamkan. Untuk penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian,’’ ujarnya. Siswa Digabung Musibah kebakaran yang menimpa mes guru di SDN 1 Lokasari memaksa siswa kelas V harus digabung ke kelas yang lainnya untuk mengikuti proses belajar mengajar. Sebab, ruang kelas itu ikut kena dampak akibat kebakaran tersebut. Kepala SDN 1 Lokasari I Nengah Sarta mengatakan, ruang
kelas V memang ikut terdampak dalam kebakaran, Selasa (10/3) malam. Saat ini ruang kelas sudah dipasangi police line oleh petugas kepolisian karena dinilai membahayakan. ‘’Siswa kelas V ada sebanyak 31 orang. Untuk sementara mereka disebar ke tiga kelas. Yakni 10 siswa digabung di kelas IV, 10 siswa digabung ke kelas VI, sementara sisanya di kelas III,’’ ujar Sarta, Rabu (11/3) kemarin. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gusti Ngurah Kartika menjelaskan, pihaknya akan mengupayakan anggaran untuk perbaikan mes guru yang terbakar. ‘’Kami upayakan secepatnya. Kami berharap paling lambat di APBD Perubahan sudah bisa diperbaiki,’’ ujarnya. (kmb41)
Bali Post/ist
TERBAKAR - Mes guru di SDN 1 Lokasari, Desa Lebu, Kecamatan Sidemen, Karangasem terbakar, Selasa (10/3) malam.
Kamis Paing, 12 Maret 2020
Hadiri Penyerahan Benih Padi Tri Sakti di Subak Bangkiangsidem
OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP di SDN 5 Songan yang beralamat di Banjar Tabu, Desa Songan, Kintamani.
Bupati Ajak Masyarakat Bangga Jadi Petani
PADI VARIETAS TRI SAKTI - Bupati Bangli I Made Gianyar menghadiri penyerahan bantuan benih padi varietas Tri Sakti di Subak Bangkiangsidem, Desa Bangbang, Tembuku, Rabu (11/3) kemarin. BUPATI Bangli I Made Gianyar mengajak masyarakat untuk bangga menjadi petani. Sebab, tanpa adanya petani, kebutuhan pangan tidak akan bisa terpenuhi. Hal itu disampaikan Bupati I Made Gianyar saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan benih padi varietas Tri Sakti di Subak Bangkiangsidem, Desa Bangbang, Tembuku, Rabu (11/3) kemarin. Bantuan benih padi Tri Sakti itu diserahkan Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) kepada petani di subak setempat. Bupati Made Gianyar pada kesempatan itu sangat menyambut baik dan berterima kasih atas benih varietas baru yang telah diberikan. Bupati juga berterima kasih karena dipilihnya Subak Bangkiangsidem sebagai pilot project penanaman varietas padi Tri Sakti. Sesuai dengan spiritnya mandiri di bidang
Kesehatan
ekonomi, berdaulat di bidang pangan. ‘’Mudah-mudahan dengan benih padi Tri Sakti ini pangan kita betul-betul berdaulat,’’ kata Gianyar. Ke depan petani di Bangli dan di Indonesia umumya diharapkan bisa mendapat hasil panen padi yang melimpah, sehingga tidak perlu lagi impor. ‘’Kalau bisa malah kita sebagai pengekspor, sehingga devisa perdagangan kita sehat,’’ ujar Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu. Made Gianyar juga berpesan kepada petani agar bersungguh-sungguh menekuni pekerjaan sebagai petani. Benih padi yang telah diberikan itu agar ditanam dan dirawat dengan baik, supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Ke depannya, Dinas PKP Bangli diharapkan bisa merealisasikan benih varietas baru ini kepada petani lainnya.
Ketua YKPN Pusat Hj. Soud Aminah menjelaskan, benih padi Tri Sakti itu memiliki keunggulan lebih dibanding varietas lainnya. Produktivitas padi Tri Sakti itu sangat bagus, yakni bisa menghasilkan sampai 14 ton per satu hektar. Benih padi Tri Sakti itu juga cocok ditanam pada lahan-lahan yang ekstrem. Seperti lahan yang ada di Kalimantan hingga Merauke. ‘’Kita sudah praktekkan di seluruh nusantara,’’ terangnya. Alasan dipilihnya Bangli sebagai denplot penanaman benih padi Tri Sakti ini, karena Bali terkenal dengan pengelolaan pertanian yang baik. Terutama di bidang irigasinya melalui subak. Di samping itu, struktur tanah di Kabupaten Bangli sangat baik dan subur untuk bibit padi ini. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma mengatakan luas sawah di Kabupaten Bangli hanya 5 persen dari total luas wilayah Kabupaten Bangli. Terbatasnya luas sawah itu menyebabkan Bangli kekurangan beras hingga 8 ribu ton per tahun. Mesi demikian, selama ini kekurangan beras itu sudah disubstitusi dengan pangan, seperti jagung, ketela dan lainnya. ‘’Karena itu peningkatan produktivitas padi adalah hal yang sangat penting dilakukan. Mudahmudahan dengan adanya denplot varietas padi genjah Tri Sakti ini, Kabupaten Bangli bisa menutupi kekurangan produksi padi,’’ pungkas Sarma. (ad321)
Empat Pelajar SMP Rusak SDN 5 Songan
Bangli (Bali Post) -
Empat orang pelajar SMP menjadi pelaku perusakan di SDN 5 Songan, Kintamani. Keempat anak yang masing-masing berinisial IDMG (14), IWP (14), PTGDP (13), dan IKDKC (14), merusak sekolah dengan cara melempari sejumlah jendela ruang kelas hingga pecah. Motif mereka melakukan aksi itu karena tersinggung sering diusir saat main ke sekolah tersebut. Kasus perusakan itu pertamakali diketahui saksi I Wayan Cemeng, guru honorer di sekolah setempat, pada Minggu (8/3) lalu sekitar pukul 17.00 Wita. Awalnya saksi melakukan kontrol di seputaran sekolah SDN 5 Songan sambil membawa air untuk keperluan berjualan. Saat itu ia mendapati beberapa kaca jendela ruang kelas pecah. Selanjutnya saksi Wayan Cemeng menghubungi Jro Putra yang juga guru honorer di sekolah itu.
Keduanya kemudian bersama-sama melakukan pengecekan. Ditemukan ada sembilan jendela ruang kelas dalam keadaan pecah. Tiga jendela yang pecah ada di kelas I B, dua jendela di kelas V A, serta empat jendela di kelas V B. Kejadian itu kemudian dilaporkan oleh Made Sukada, Kepala SDN 5 Songan, ke Polsek Kintamani. Personel Opsnal Reskrim Polsek Kintamani di-back-up Opsnal Polres Bangli, tim Identifikasi langsung men-
datangi TKP usai mendapat laporan. Polisi melakukan olah TKP dan menggali keterangan saksi di sekitar TKP. Dari keterangan para saksi di lokasi, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa pecahan kaca jendela, batu keramik dan batu beton, serta kayu balok. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengantongi identitas pelaku. Para pelaku yang berjumlah empat orang itu selanjutnya diperiksa di Polsek Kintamani dengan
diantar orangtuanya masing-masing. ‘’Saat dilakukan pemeriksaan masing-masing para pelaku mengakui perbuatannya,’’ kata Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Selasa (10/3) lalu. Mengenai motif dari aksi perusakan tersebut, kata Sulhadi, karena pelaku merasa tersinggung. Setiap main ke TKP sering diusir. ‘’Para pelaku ini semuanya merupakan murid di salah satu SMP di Kintamani. Mereka sering trek-trekan di lapangan SD, sehingga diusir pihak sekolah,’’ jelasnya. Atas perbuatannya, keempat ABG itu disangkakan Pasal 170 ayat (1) dengan ancaman penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan. (kmb40)
Mengapa Obat Anti-Hipertensi Diminum Seumur Hidup? Oleh dr. I Made Basudewa, S.Ked.
SIAPA yang tidak kenal hipertensi? Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang sering dijumpai pada masyarakat. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab terjadinya stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal apabila tidak ditangani secara baik. Seseorang akan didiagnosis hipertensi apabila ditemukan tekanan darah sistolik =140 mmHg dan diastolik =90 mmHg berdasarkan pengukuran yang dilakukan minimal dua kali
dengan jarak satu minggu kunjungan ke dokter. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi di antaranya adalah usia di atas 30 tahun, riwayat keturunan keluarga (ayah/ibu) menderita hipertensi, berat badan berlebih (obesitas), kebiasaan merokok, asupan garam berlebih pada makanan, kadar kolesterol tinggi, hingga stres psikologis. Apabila Anda memiliki tekanan darah di atas =140/90 mmHg biasanya dokter tidak langsung mem-
berikan obat minum. Anda akan disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat dengan cara rutin berolahraga, menurunkan berat badan bila obesitas, mengurangi konsumsi lemak, garam, dan minuman beralkohol, serta perbanyak asupan buah/ sayuran. Pada kunjungan selanjutnya, bila tekanan darah Anda masih tinggi dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah (antihipertensi). Jika terapi obat sudah dimulai, Anda harus rutin kontrol dan mendapat
pengaturan dosis setiap bulan hingga target tekanan darah tercapai (terkontrol). Seringkali dokter menyarankan pasien minum obat anti-hipertensi seumur hidup setiap hari. Hal ini bukan tanpa alasan. Beberapa penelitian yang dilakukan pada penderita hipertensi dengan tekanan darah terkontrol, menyatakan tekanan darah itu akan kembali meningkat dalam beberapa minggu, setelah obat anti-hipertensi dihentikan. Tekanan darah yang kembali meningkat dalam jangka
waktu lama akan dapat meningkatkan risiko penyakit stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Karena itu, penting bagi seorang penderita tekanan darah tinggi untuk minum anti-hipertensi setiap hari. Jangan pernah merasa lelah minum obat, karena obat anti-hipertensi itu melindungi organ penting tubuh Anda, seperti otak, jantung, dan ginjal dari serangan tekanan darah tinggi. Sehingga Anda terhindar dari penyakit stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. (ad316)
Kamis Paing, 12 Maret 2020
Lewat APBD Perubahan 2020 Bapek Bahas Sanksi Oknum ASN Tersangkut Penipuan Pembayaran Ganti Rugi Lahan ’’Shortcut’’ 7-10 Singaraja (Bali Post) Masih ingat dengan dugaan kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Buleleng. Setelah penyidik Satreskrim Polres Buleleng menetapkan tersangka PYS dalam dugaan kasus ini, Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek) mulai membahas terkait sanksi kepegawaian yang akan diberikan kepada PYS. Rencananya awal pekan depan, Bapek yang diketuai S e k k a b Buleleng Drs. Gede
Suyasa, M.Pd. akan menggodok nasib karier PYS. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa, Rabu (11/3) kemarin, membenarkan pihaknya telah mendapat informasi dari pihak kepolisian. Bahkan polisi telah mengumpulkan keterangan seputar proses perekrutan CPNS tahun 2014 yang lalu pada Senin (9/3) lalu. Saat ini BKPSDM masih menanti surat resmi dari Polres Buleleng terkait penetapan status hukum oknum PYS. Salah satu materi yang sempat ditanyakan ialah proses penerbitan SK kolektif PNS. Pihak BKPSDM dengan tegas menyatakan bahwa selama ini SK PNS tidak pernah diterbitkan secara kolektif, tetapi dalam perekrutan CPNS, maka yang dinyatakan lolos akan menerima SK masing-masing. ‘’Kita sudah berikan keterangan kepada polisi dan sebatas soal penerimaan CPNS 2014. Kita sampaikan benar ada penerimaan CPNS,
namun apa yang mencuat di media soal SK komulatif yang disodorkan yang bersangkutan itu tidak ada hal itu, sebab setiap CPNS yang lolos seleksi akan mendapat SK masing-masing, bukan kolektif,’’ katanya. Terkait karier kepegawaian PYS, birokrat asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini mengatakan, hal itu akan dibahas oleh Bapek awal pekan depan. Apakah PYS akan dibebastugaskan sementara, atau tetap diizinkan melakukan tugastugasnya sebagai staf fungsional. Kemungkinan sanksi itu karena pertimbangan PYS tidak ditahan sejak tersangkut kasus dugaan penipuan. Sebaliknya, yang bersangkutan hanya dikenakan wajib lapor. Seperti diberitakan sebelumnya, PYS ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus penipuan CPNS yang dilakukannya pada 2014 lalu. Dia ditetapkan sebagai tersangka mulai Sabtu (28/2) lalu. PYS sendiri diduga melakukan penipuan dengan menjanjikan akan meloloskan korban diterima menjadi PNS dengan imbalan sejumlah uang. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) Pembayaran ganti rugi tanah warga di Desa Wanagiri, Pegayaman, dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada yang terkena jalur proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja-Menguwitani atau dikenal dengan istilan shortcut titik 7-10 yang ditarget tuntas tahun 2019, tidak mampu direalisasikan. Ini karena keterbatasan waktu pelaksanaan, sehingga pembayaran ganti rugi itu berlanjut ke tahun 2020. Meski demikian, pengerjaan struktur fisik shortcut tahap dua ini dipastikan tetap berjalan sesuai perencanaan pemerintah. Data dikumpulkan di lapangan, Rabu (11/3) kemarin, pembebasan tanah warga di tiga desa itu dialokasikan melalui APBD Bali Tahun 2019. Dari total nilai ganti rugi yang disiapkan sekitar Rp 190 miliar, tahun 2019 yang lalu Dinas PUPR Bali telah membayar dana ganti rugi kepada para pemilik tanah Rp 48 miliar. Sementara sisanya tidak bisa dibayarkan di tahun yang sama, sehingga PUPR Bali baru membayar dana ganti rugi Rp 116 miliar melalui APBD Perubahan Tahun 2020. Selain itu, PUPR Bali juga terpaksa menitipkan dana ganti rugi tanah di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja melalui skema konsinyasi. Ini karena berbagai faktor teknis mulai dari pemilik keberatan dengan nilai ganti
rugi yang sudah dihitung oleh tim appraisal independen dan dokumen kepemilikan tanah yang asli belum bisa dipenuhi oleh pemilik tanah. Kepala Dinas PUPR Bali Ir. I Nyoman Astawa Riadi, M.Si. membenarkan pembayaran dana ganti rugi tanah untuk proyek shortcut titik 7-10 tidak bisa sepenuhnya dilakukan tahun 2019. Dia mengatakan, kondisi ini tidak bisa dihindari karena batas waktu pelaksanaan pembayaran dana ganti rugi singkat, karena anggarannya dialokasikan pada pertengahan tahun anggaran. Hal ini ditambah lagi tahapan pengitungan nilai ganti rugi dan tahap melengkapi administrasi memerlukan waktu yang lumayan lama. Atas kondisi ini, Astawa Riadi menyebut pembayaran dana ganti ruugi akan dilanjutkan dalam pelaksanaan APBD Perubahan Tahun 2020. ‘’Sebetulnya kami ditarget tuntas 100 persen di tahun 2019, namun tidak bisa sepenuhnya dibayarkan karena memang kita waktu pelaksanaan pembebasan lahan shortcut ini singkat,’’ katanya. Ditanya apakah pembayaran dana ganti rugi yang belum tuntas itu menghambat pengerjaan struktur fisik proyek shortcut, Astawa Riadi menyebut hal itu dipastikan tidak terjadi. Ini karena Kementerian PUPR melalui BBPJN VIII sudah memulai tahapan lelang struktur
fisik untuk titik shortcut 7-8. Saat ini lelang struktur fisik di dua titik shortcut itu tinggal menunggu pengumuman pemenang lelang, sehingga pelaksanaan fisiknya dipastikan dilaksanakan ditahun ini. ‘’Untuk lelang di dua titik itu sudah dilakukan, dan lahan sudah siap dan telah dibayar gantiruginya, bisa dilakukan pengerjaan struktur fisiknya, sehingga tidak ada hambatan karena pembayaran ganti rugi yang belum tuntas 100 persen ini,’’ jelasnya. Demikian juga terkait dampak gangguan ekonomi global akibat pengaruh wabah virus Corona yang bisa saja berujung rasionalisasi anggaran, PUPR Bali sudah mengantisipasi hal tersebut. Bahkan untuk anggaran pembayaran ganti rugi yang diplot dalam APBD Perubahan Tahun 2020 ini sudah disiapkan, sehingga dipastikan tidak menghambat pelaksanaan fisik yang sudah direncanakan oleh Kementerian PUPR Pusat. (kmb38)
Lakalantas, Dua Pelajar SMP Tewas
Singaraja (Bali Post) -
Kecelakaan maut terjadi di jalan Seririt-Gilimanuk km 23.800 wilayah Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt, Rabu (11/3) kemarin. Dua pelajar SMP yang mengendarai sepeda motor tewas di lokasi kejadian. Selain itu, dua orang lainnya mengalami luka berat dan dirawat di rumah sakit, serta seorang lagi selamat. Informasi dikumpulkan di lapangan, sebelum kejadian lalu lintas di lokasi kejadian ramai lancar. Sekitar pukul 12.45 Wita dari arah selatan melintas sepeda motor DK 6706 UA dikendarai siswi SMPN 4 Seririt di Lokapaksa, Luh Sopiani (15) asal Desa Patemon Kecamatan Seririt. Dia membonceng teman satu sekolahnya, Komang Sugiani (15) asal yang sama. Tiba di simpang empat Desa Lokapaksa, pengedara motor bermaksud menyeberang untuk
Bth Marketing,Sim C,Komputer Hub:(0361)484526 PT.Ayu Orchid B.BP.001.03.20.0000236
Dcr:FO,BB,HK,Driver,Enginering Loundry,Scurity u/Htl E:neware nahotelkutabali@gmail.com
berbelok ke arah Seririt. Naas, saat bersamaan dari arah Seririt melintas kendaraan truk boks DK 9301 FK menuju Gilimanuk. Truk ini dikemudikan Kadek Indrawan (26) asal Desa Kalisada, Kecamatan Seririt. Pengendara ini juga bersama dua penumpang, Gede Adi Putra Wirawan (22) dan Komang Satria Adi Perdana (21), keduanya asal Seririt. Tiba di lokasi kejadian, truk tidak bisa menghindar sehingga menabrak sepeda motor yang menyeberang.
Job Luar Negeri Pesiar dan darat pria wanita pembiayaan dibantu unt semua usia/Pasutri 082146165889
B.BP.004.03.20.0000242
Dicari Therapist Spa & Salon, Hub. 087 860 600 877
LAKALANTAS - Dua siswa SMP meninggal dunia setelah mengalami lakalantas di simpang empat Desa Lokapaksa, Rabu (11/3) kemarin.
BIRO JASA
B.BP.004.03.20.0000218
B.BP.031.03.20.0000330
KEHILANGAN
HlgBPKBNo.H00067689-ODK4696 IM, A/N I Gst Ag.Ngr Alit BP
B.BP.001.03.20.0000295
RUMAH MAKAN
BIRO JASA
Admin for Garment, Female, CompEnglish,sari.oktora25@gmail.com
Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155
B.BP.001.03.20.0000328
B.BP.001.03.20.0000204
B.BP.154.03.20.0000283
dan bagian depan kendaraan mengenai kaca sepion sepeda motor. Namun naas, bagian belakang truk diduga membentur sepeda motor hingga terjadi lakalantas maut itu. Saat menghindar truk boks oleng dan membentur tiang listrik di piggir jalan hingga kendaraan terbalik. Saat ini polisi belum bisa meminta keterangan pengendara truk karena masih menjalani perawatan. (kmb38)
AdmPenjualan/Akunting/Finance Pnglmn,utk Pabrik di Tabanan Lmrn : info@tsbali.com
B.BP.164.03.20.0000322
Dibutuhkan SMK/SMA/D3/S1 Hubungi: 0817344224
Akibat tabrakan itu, pengendara motor dan rekan yang dibonceng terjatuh. Kedua siswa itu terkapar di pinggir jalan dengan penuh luka. Warga yang melihat kejadian itu berusaha menolong, namun tragisnya kedua siswa tersebut dinyatakan meninggal dunia. Sementara truk setelah menabrak sepeda motor masih melaju liar ke luar jalur hingga terguling di pinggir jalan dan menabrak tiang listrik di pinggir jalan. Dari ruang kemudi, pengendara truk boks Kadek
Indrawan dan penumpang Gede Adi Putra Wirawan terluka parah. Sementara satu lagi penumpang Komang Satria Adi Perdana selamat dari maut. Para korban dalam kejadian ini kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Kapolsek Seririt Kompol Made Uder seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, dari pemeriksaan di TKP dan keterangan saksi, dari kejadian ini pengendara sepeda motor diduga kurang hati-hati. Di TKP pengendara sepeda motor ini langsung menyeberang jalan, tanpa memperhatikan arus kendaraan dari kedua arah. Sementara truk boks berusaha menghindar
BALI POst.cOm - RADIO GLOBAL 96,5 fm Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
Jenis Paket Harian BaLi Post radio GLoBaL
}
Paket
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVIcE
Kamis Paing, 12 Maret 2020
Rakor Pengamanan Nyepi
Polres Siagakan Personel dan Razia Miras
Negara (Bali Post) Sejumlah antisipasi telah dirancang untuk amannya pelaksanaan perayaan hari raya Nyepi akhir bulan ini. Polres Jembrana juga telah memetakan situasi umum wilayah lokasi Melasti, lokasi Tawur Agung, jumlah ogohogoh serta kerawanan yang memungkinkan seperti peredaran miras. Dalam waktu dekat, Polres bersama instansi terkait akan melakukan sweeping peredaran miras. Hal tersebut terungkap saat Rapat Koordinasi Pengamanan Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1942 di Mapolres Jembrana, Rabu (11/3) kemarin. Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, dalam rangkaian Nyepi ada rangkaian kegiatan penting di antaranya melasti, pawai/pengarakan ogoh-ogoh, Nyepi dan saat Ngembak Geni. Untuk menciptakan keamanan sepanjang rangkaian itu, polisi akan bersinergi terutama guna mengantisipasi kerawanan. Dalam rakor inilah dilakukan pembahasan kerawanan dan antisipasi pengamanan terkait Nyepi. Polres akan menyiagakan seluruh personel dan sebelum pelaksanaan pengamanan, digelar apel dan patroli gabungan. Dalam pengamanan di saat Nyepi, pecalang akan dilibatkan dan
dilakukan razia miras H-3 bersama Satpol PP. Dalam rakor yang melibatkan Kodim 1617/Jembrana, Satpol PP, Perhubungan, Dinas Pariwisata, FKUB, Majelis Desa Adat, PHDI, Paroki, MUI, GP Ansor, Kemenag dan Kesbangpol ini disampaikan sejumlah masukan. Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Jembrana I Komang Arsana memaparkan, sebelumnya FKUB telah melakukan pertemuan dengan beberapa instansi dan telah mengeluarkan seruan dalam rangka perayaan Nyepi. Diharapkan seruan itu nantinya bisa dipakai menjadi acuan pada tingkat kecamatan dan seterusnya. Karena itu, FKUB juga berharap seruan ini bisa disosialisasikan hingga ke desadesa. Selain itu, Ketua Majelis Madya Desa Adat Jembrana I Nengah Subagia menyebutkan, dalam pelaksanaan rangkaian Nyepi memang ada sedikit riak tetapi seluruhnya dapat dilalui dengan damai. Mulai dari rangkaian melasti hingga Ngembak Geni. Namun yang patut menjadi atensi pada saat tawur/ogoh-ogoh di mana kerawanannya meningkat. Subagia juga mengharapkan adanya penertiban miras untuk antisipasi hal yang tak diinginkan.(kmb26)
Sementara itu, terkait pasien pengawasan Covid-19, seorang warga negara asing yang menderita sakit paruparu ringan dirujuk ke salah satu RSUD. Informasinya WNA perempuan dengan usia yang masih muda ini akan dirujuk ke RSUP Sanglah yang merupakan RS rujukan pasien Covid-19. Dari informasi dihimpun, WNA ini sempat berobat di
salah satu RS. Namun karena menunjukkan indikasi Covid-19, pasien tersebut dirujuk ke RS umum daerah (RSUD). ‘’Silakan hubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Karena informasi detailnya harus satu pintu,’’ kata sumber yang enggan disebut namanya saat dikonfirmasi terkait ini. Untuk WNA yang disebutkan itu, Suarjaya mengonfirmasi masuk dalam tiga pasien dalam pengawasan Covid-19 yang baru itu. ‘’Masih dirawat di RSUD,’’ katanya. (kmb32)
‘’Bakteri akan menjadi oportunis menjadi masalah dengan tidak bisa dikendalikan menjadi masalah dan menjadi sepsis. Jadi bukan karena Coronavirus sebagai penyebab utama tapi itu yang memburuk kondisinya,’’ ujarnya. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra juga membenarkan hal tersebut. Pada jumpa pers didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Dewa Indra menyebut WNA positif Covid-19 ini sudah melewati pemeriksaan thermo scanner di Bandara
Ngurah Rai. Namun, suhu tubuhnya saat tiba tanggal 29 Februari 2020 berada di bawah 38 derajat Celcius. Kemungkinan saat itu belum masa inkubasi penyakit sehingga tidak terdeteksi. Pasien tersebut baru diketahui demam pada 3 Maret 2020, dan sempat dirawat di RS swasta pada 3-8 Maret 2020. Lantaran belum menunjukkan tanda lebih sehat, akhirnya dibawa ke RS rujukan dan mulai dirawat di sana pada 9 Maret 2020. ‘’Tadi pagi (kemarin) pukul 02.45 Wita, pasien ini meninggal dunia. Disepakati yang meninggal ini dikremasi di Mumbul tadi siang pukul 12.30 Wita,’’ imbuhnya. (ant/rin)
‘’Jadi dharma santi juga mengambil tema yang hampir sama dengan apa yang jadi visi Presiden. Keunggulan dan kerukunan umat beragama menjadi Indonesia Maju,’’ paparnya. Ia juga mengutarakan, serangkaian perayaan Nyepi telah dilaksanakan sejumlah kegiatan, yakni baksos, ritual, intelektual, dan seremonial. ‘’Kita laporkan tadi bagaimana dalam rangkaian dharma Santi ini, kita umat Hindu semua berperan aktif ikut melaksanakan membantu umat. Dalam hal ini kegiatan baksos, contoh pengobatan gratis, donor darah, penanaman pohon, dan lainnya,’’ sebut Cantiasa. Cantiasa juga mengemukakan, kegiatan Tawur Kasanga akan dilaksanakan sehari menjelang Nyepi di Candi
Prambanan. Kegiatan ini juga sekaligus pembersihan alam semesta, termasuk agar Indonesia bisa jauh dari beragam ancaman, terlebih ada Corona. Terkait kehadiran Presiden, Cantiasa mengatakan, Presiden mengatakan mudahmudahan bisa hadir dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi didampingi Koordinator Staf Khusus Presiden, AAGN Ari Dwipayana. Pada pertemuan itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi pada umat Hindu yang ikut menjaga kerukunan, persaudaraan dan persatuankesatuan elemen bangsa. Selain itu, Presiden berpesan bahwa dalam menghadapi situasi yang tidak mudah, termasuk penyebaran virus Corona. Umat Hindu diminta tidak perlu panik, apalagi ketakutan berlebihan, tetapi justru harus memperkuat solidaritas dan gotong royong. (kmb)
Derita Sakit Paru-paru
Suhu Tubuh Belum Capai 38 Derajat
Pengobatan Gratis dan Donor Darah
Kamis, 12 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Yadnya dan Karma (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Indonesia Network Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Berita Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Ocydia Home Shopping Berita Terkini Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Puja Trisandya Dharma Wacana Yadnya dan Karma (2) Berita Siang
13:00 Wita Bali TV Shop Lutut 13:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Bali TV Shop Punggung 15:00 Wita Berita Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Berita Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 17:00 Wita Filler Hermed 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Menanggulangi Multiplier Effect Terpuruknya Pariwisata 22:00 Wita Berita Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Madri Duta, Desa Adat Tegaltamu (4) 23:00 Wita Berita Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Solusi Alternatif Marion Sam
Demam Berdarah Dua Bocah Meninggal Negara (Bali Post) Penyakit demam berdarah (DB) di Jembrana menelan korban. Dua bocah yang tinggal di Banjar Baluk I, Desa Baluk dan Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara ini dipastikan meninggal akibat DB dan menjalani perawatan di RSUP Sanglah.
Bali Post/olo
DBD - Dinas Kesehatan melalui Plt. Kadis Kesehatan Jembrana didampingi Kabid Pencegahan Penyakit Menular memastikan dua bocah di Kecamatan Negara meninggal akibat DBD.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana melalui Plt. Kadiskes I Putu Suekantara didampingi Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular I Gusti Agung Putu Arisantha, Rabu (11/3) kemarin memastikan dua bocah yang masih duduk di bangku SD dan MIN itu meninggal karena DBD. Dari penelusuran Diskes, riwayat penanganan pasien mulai dari Puskesmas 1 Negara hingga RSU Negara dan RSUP Sanglah. Diperoleh informasi bahwa keduanya memang meninggal akibat DBD level III dan IV.
Salah satu desa yang tempat tinggal korban yakni di Baluk. Dari catatan dinas, Baluk bukan merupakan wilayah rawan DBD. Bahkan tidak ada riwayat warga di sana yang sakit atau panas tinggi mengarah ke gejala DBD. Karena itu, Diskes juga akan melusuri lebih jauh dari mana korban bisa terjangkit demam berdarah. Lebih lanjut dijelaskan, di daerah tempat tinggal bocah yang berumur 11 tahun itu bukan wilayah endemis atau tidak ada warga di sekitar rumah itu yang menderita infeksi dengue. ‘’Ini yang akan
kami telusuri lebih lanjut, apakah pasien ini terinfeksi di rumahnya atau di luar atau di luar kabupaten? Ini kita perlu lakukan kajian,’’ terang Arisantha. Dua bocah yang meninggal dunia dengan gejala yang sama dan waktu berdekatan itu adalah Rofi Rahman (9) dan Mohamad Nazar Romadhon (11). Keduanya sempat mengalami panas tinggi dan mengigau hingga kehilangan kesadaran. DBD apabila sudah pada level III dan IV, sangat berisiko terjadinya shock dengan akibat kematian. (kmb26)
HUT Ke-8 Nusa Dua Bersatu
Gelar Sembahyang Bersama dan Punia ke Pemangku
RATUSAN anggota kepemudaan Nusa Dua Bersatu (NDB), Rabu (11/3) kemarin merayakan hari jadi ke-8. Puncak kegiatan dilakukan di areal Pura Geger Nusa Dua. Selain ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua NDB Jro Mangku Nyoman Sudiarta alias Jro Mangku Mang Bul, perayaan juga diisi dengan sembahyang bersama serta penyerahan bantuan wastra kepada pemangku setempat. Selain itu juga diserahkan bantuan tong sampah dan peralatan bersih-bersih seperti sapu dan serok untuk menjaga kawasan pura tetap bersih. Hadir pula dalam acara kemarin, Pendiri sekaligus Pembina dan Penasihat Nusa Dua Bersatu Nyoman Jangkep Astawa, Sekretaris Made Lila dan Made Wisman alias Dek Pong serta jajaran pengurus lainnya. Ketua Nusa Dua Bersatu Jro Mangku Mang Bul memaparkan, kegiatan terse-
but menunjukkan kalau keberadaan Nusa Dua Bersatu masih tetap eksis. Meski diakuinya memang sempat vakum. Sebagai organisasi sosial pemuda Nusa Dua Bersatu, katanya, menjadi tempat menyampaikan aspirasi, ide, gagasan yang memang benarbenar akan memajukan masyarakat Nusa Dua, terutama kawula muda. Ditegaskannya, Nusa Dua Bersatu ini bukan merupakan ormas maupun bagian dari partai politik, namun merupakan organisasi yang murni bergerak di bidang sosial budaya. Nusa Dua Bersatu akan senantiasa bergandengan tangan dengan desa adat dan pemuda terutama yowana berkaitan pemajuan adat seni dan budaya. ‘’Karena melestarikan budaya Bali sangat penting,’’ tegasnya. Ke depan pihaknya berharap Nusa Dua Bersatu bisa lebih baik dalam hal berbuat dan berkontribusi nyata yang
positif untuk masyarakat Nusa Dua. Selain itu juga bisa menjadi garda terdepan terkait perjuangan lembaga desa adat, kelurahan dan LPM sebagai orangtua mereka. Terkait HUT, Jro Mang Bul mengatakan untuk peringatan Ulang Tahun Nusa Dua Bersatu yang ke-8 diisi dengan kegiatan persembahyangan bersama. Kegiatan ini diikuti ratusan anggota. ‘’Kami juga akan melaksanakan tirtayatra setelah Nyepi untuk mendoakan umat sejagat khususnya jagat Bali agar terhindar dari wabah,’’ ujarnya. Sementara itu, Wayan Jangkep Astawa selaku pendiri dan pembina mengatakan, Nusa Dua Bersatu awal mulanya didirikan dengan konsep yang amat mulia. Karena tujuannya adalah untuk membantu masyarakat Nusa Dua berjuang. Pertama, melawan kebodohan dan kemiskinan. Melawan kebodohan yang dimaksud adalah semua pemuda
SEMBAHYANG BERSAMA - Anggota Nusa Dua Bersatu saat menggelar sembahyang bersama dan menyerahkan punia di Pura Geger Nusa Dua. Nusa Dua sebagai harapan tulang punggung keluarga dan tulang punggung negara agar menempuh pendidikan secara formal setinggi-tingginya. Kedua, Nusa Dua sebagai daerah pariwisata, harus bisa dimanfaatkan sebagai
peluang oleh pemuda secara baik. ‘’Walau kadang dipandang sebelah mata, mari tunjukkan kalau kita sudah berubah dan bisa memenuhi tututan zaman dan menjadi pemuda berguna ke depannya,’’ ujarnya. (k150)
Perlu Upaya Bersama Untuk itulah diperlukan upaya bersama dalam waktu ke depan seluruh komponen masyarakat sangat diharapkan mendukung program seperti paket pariwisata super deal, rali wisata We Love Bali, festival kuliner khas Bali, termasuk lari maraton Bali 10-K internasional, yang semuanya ini bagian dari branding ‘’We Love Bali’’ Movement. Meskipun disadari akan terjadi kesulitan dalam memenuhi target kunjungan wisman di tahun 2020, diharapkan seluruh komponen masyarakat bersinergi dalam mengupayakan menghindari lesunya perekonomian masyarakat Bali. Apalagi adanya jiwa optimisme dan langkah strategis dari Gubernur Bali Wayan Koster saat mengumpulkan seluruh stakeholder yang dibalut dalam acara rapat koordinasi percepatan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali untuk program aksi menghadapi dampak virus Corona, beberapa waktu lalu. Di mana Gubernur Wayan Koster dengan lugas
mengingatkan pariwisata Bali tidak hanya sekali ini saja mengalami guncangan, dulu di era tahun 1990–1991 saat terjadi krisis Teluk Persia (Perang Teluk), dan termasuk tahun 2002 Bom Bali. Berbagai guncangan yang berdampak pada dunia pariwisata dan perekonomian Bali tentu semakin mematangkan pengalaman Bali dalam mengelola pariwisata dan sekaligus semakin meningkatkan daya tahan kepariwisataan Bali, walaupun kita semuanya tidak mengharapkan terjadinya kelesuan ataupun penurunan kunjungan wisman dan domestik ke Pulau Dewata. Sadar perekonomian masyarakat Bali tergantung pada dunia pariwisata, tidak salah bila tulisan ini berjudul ‘’Menolak Bali Sepi’’ artinya masyarakat sangat mengharapkan geliat kepariwisataan cepat kembali normal. Kunjungan wisatawan, baik asing maupun domestik, sangat diharapkan dalam upaya menstabilkan perekonomian masyarakat Bali. Tidak terbayangkan jika wisatawan asing yang
berkunjung ke pulau dewata tidak sesuai harapan, tentu tidak saja akan memengaruhi PAD yang sebagian besar bersumber dari dunia pariwisata. Selain itu yang ditakuti atas dampaknya yakni terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pariwisata maupun dunia kerja lainnya. Upaya menjadikan Bali sebagai destinasi wisata yang masih tetap aman dikunjungi harus benar-benar patut didukung penuh. Bahkan dalam konteks memulihkan dunia kepariwisataan dan perekonomian Bali seluruh komponen masyarakat bersedia melepaskan seluruh kepentingan individu dan bahkan melepaskan atribut kepartaian atau pilihan politik, demi Pulau Dewata tidak sepi dari aktivitas dunia kepariwisataan.
Diakui dampak virus Corona bukan saja memengaruhi sektor pariwisata, dunia investasi mau tidak mau juga berdampak bagi Indonesia. Hal itu dikarenakan bangsa yang dipimpin Presiden Joko Widodo ini cukup banyak menerima aliran investasi dari Tiongkok. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, selama tahun 2019 Tiongkok menempati posisi kedua dalam daftar negara yang paling banyak menanamkan modal di Indonesia dengan 4,74 miliar dolar AS yang terdiri atas 2.130 proyek investasi. Dampak virus Corona sangat berdampak meredupnya pasar Tiongkok. Salah satu upaya dalam menghadapi kondisi kepariwisataan akibat dampak virus Corona, komponen pariwisata difasilitasi pemerintah
sudah selayaknya mengambil langkah arah sasaran pangsa pasar potensial lainnya yang patut dilirik. Utamanya lagi beberapa negara yang warganya selama ini banyak melakukan kunjungan wisata ke Bali. Memanfaatkan dunia teknologi salah satu upaya menyentuh pangsa pasar potensial ini, dalam upaya mempromosikan kepariwisataan Bali. Dan selain melirik pangsa pasar negara lain yang potensial, Pemerintah Pemprov Bali dan kabupaten/ kota melakukan pendekatan juga dengan pemerintah daerah lainnya di Indonesia, untuk melakukan studi tiru ke beberapa perangkat daerah di Bali, baik di bidang pelayanan publik maupun inovasi-inovasi yang berkaitan dengan birokrasi. Penulis, alumni S-2 Unhi
Kamis Paing, 12 Maret 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Tenganan Lestarikan Hutan Adat
BERBAGAI terobosan dilakukan desa adat untuk menggenjot perekonomian krama melalui pengembangan potensi. Selain berupaya menjaga dan kelestarian adat dan budaya. Seperti yang dilakukan Desa Adat Tenganan, Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem. Desa ini terus berupaya mengembangkan desa adat sebagai destinasi wisata. Dalam kaitan itu dalam waktu dekat pihak desa adat berencana mengembangkan hutan adat setempat untuk daya tarik wisata. Klian Desa Adat Tenganan I Wayan Sudarsana mengatakan, pihak desa adat sangat mendukung program Pemerintah Provinsi Bali yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Bahkan, selama ini pihak desa adat sudah menjalankan program tersebut. Salah satunya telah menjaga dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki yakni Perang Pandan. Tari Perang Pandan yang sudah sangat terkenal itu, keberadaannya tetap lestari. ‘’Dengan menjaga dan melastarikan budaya, itu salah satu upaya menjalankan program yang dicanangkan oleh Pemer-
intah Provinsi Bali. Sampai kapan pun, budaya ini akan terus dijaga dan dilestarikan oleh warga di Desa Adat Tenangan sebagai salah satu tradisi dari warisan budaya adiluhung para leluhur,’’ ucapnya. Sudarsana menambahkan, selama ini Desa Adat Tenganan juga masih melestarikan kerajinan kain Geringsing. Kendati saat ini jumlah perajin kain Geringsing sudah menurun. Kini perajin hanya tersisa sebanyak 20 orang yang sudah disertifikasi. Minimnya jumlah perajin ini, terkadang menyulitkan mereka memenuhi pesanan konsumen. ‘’Selama
ini mereka kewalahan mengerjakan pesanan, karena jumlah perajin tidak sebanding dengan jumlah pesanan yang diterima,’’ katanya. Di bidang pariwisata, Desa Adat Tenganan juga dibuka sebagai daerah destinasi pariwisata. Kata dia, selama ini wisatawan yang berkunjung cukup banyak. Setiap harinya rata-rata kunjungan mencapai 200 pengunjung domestik maupun mancanegara. Namun, sejak merebaknya kasus virus Corona di sejumlah negara di dunia, kunjungan mengalami penurunan. ‘’Penurunan jumlah kunjungan mencapai 40
persen,’’ tegasnya. Dalam mengembangkan desa adat ke depannya, dalam waktu dekat pihak desa berencana mengembangkan hutan adat untuk dijadikan destinasi pariwisata. Pengembangan hutan adat itu dilakukan, setelah mendapatkan sertifikasi masyarakat hutan adat dari Kemenkum HAM yang sudah turun pada 15 November 2019 lalu. Menurut Sudarsana, hutan adat ini sampai sekarang masih alami dan lestari. ‘’Warga setempat tidak diperkenan-
Objek wisata Desa Adat Tenganan. kan menebang pohon di hutan adat tersebut. Bila ada warga yang coba-coba menebang pohon, maka mereka bakal dikenai sanksi adat. Upaya itu dilakukan sebagai langkah untuk tetap menjaga kelestarian hutan agar tetap lestari,’’
jelasnya. Dia menjelaskan, luas lahan hutan adat yang akan dikembangkan mencapai 591 hektar. Sampai saat ini pohonpohon yang tumbuh di dalam hutan masih asri dan lestari. Bahkan longsor sama sekali tidak ada. Itulah rencananya dikembangkan ke depannya sebagai destinasi pariwisata baru di Desa Adat Tenganan
Bali Post/nan
ini. ‘’Nanti, di sana (hutan) akan dibangun jalan setapak, trekking, anjungan untuk selfie, pembangunan gazebo dan sarana pendukung lainnya. Semoga secepatnya penataan itu bisa dilakukan. Ini juga sebagai upaya pelestarian dengan didukung pengembangan pariwisata,’’ jelas Sudarsana. (nan)
Warga tidak diperkenankan menebang pohon di hutan adat tersebut. Bila ada warga yang coba-coba menebang pohon, maka mereka bakal dikenai sanksi adat. Upaya itu dilakukan sebagai langkah untuk tetap menjaga kelestarian hutan agar tetap lestari. I Wayan Sudarsana
Silver Land Store 169 Ogoh-ogoh Berebut Posisi 32 Besar Parade Lagu Daerah Bali Bangkitkan Karakter Punya Desain Andal
USAHA konveksi memang sudah menjamur. Namun menjaga kualitas dalam melayani konsumen adalah bagian strategi marketing. Apalagi menjelang hari raya Nyepi ini, biasanya banyak yang menawarkan baju kostum, tentu dengan berbagai varian harga dan desain. Guna memanjakan sekaligus memberikan kepuasan customer, tentu dengan harga yang terjangkau, Silver Land Store adalah solusi dan pilihannya. ‘’Silver Land Store ini adalah usaha yang bergerak di bidang konveksi,’’ ujar I Gusti Ngurah Surya Pramana, owner Silver Land Store, di sela-sela menggarap beberapa baju pesanan customer-nya, Rabu (11/3) kemarin. Ditemui di kantornya di Jalan Suli No. 155, Denpasar, Surya menjelaskan selain konveksi, juga melayani sablon polyflex, cutting sticker, sticker print, graphic design, clothing. Sedangkan konveksinya juga melayani sablon, bordir, T-shirt, polo, man shirt, jacket, topi, jersey, traning dan yang lainnya. ‘’Sesuai permintaan customer, kita akan layani. Bahkan kami siap jemput bola,’’ ucap Surya.
Ditambahkan, dalam menjalankan usaha yang dirintis sejak 2013 itu, pihaknya tidak hanya melayani pembelian satu biji pakaian, namun juga melayani permintaan merchendais, atribut, custom, komunitas, kelompok sekolah, pelajar, pegawai, dan komunitas lainnya. Selama ini, pihak Silver Land Store sudah pernah menerima orderan hingga 1.500 biji. Dan itu dilayani dan dibuat per termin. ‘’Jika ada pesanan, siap kami layani. Kami dalam memberikan kepuasan, bukan soal harga. Namun memberikan kualitas yang baik,’’ tambah Surya. Dia menambahkan, konsumen bisa datang ke tempat usahanya tanpa harus membawa logo atau desain. Namun dengan tenaga desainer yang profesional dan andal, dia siap membuatkan. ‘’Jadi konsumen tidak perlu ragu. Tinggal ke sini, kita buatkan logo. Kita punya desain andal,’’ tegas Surya. Lantas, apa kelebihan selain desainer andal? ‘’Kita lebih mengutamakan kualitas. Di potongan pola baju, cara finising hingga produksi,’’ jawab Surya. (asa)
Bali Post/asa
Kantor Silver Land Store di Jalan Suli Denpasar.
Calon PPS Jalani Tes Wawancara
Denpasar (Bali Post) Tahapan pilkada serentak di Bali kini mulai memasuki seleksi petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS). Pada Rabu (11/3), sejak pagi hingga tiga hari ke depan dilakukan tes wawancara. Sebelumnya tanggal 4 Maret dilaksanakan seleksi tulis. Ada hal yang berbeda dibandingkan proses seleksi sebelumnya. Kali ini seleksi PPS dilakukan secara terbuka, tanpa ada lagi rekomendasi dari kepala desa. Pantauan di Kota Denpasar, seleksi PPS dilakukan langsung oleh KPU. Hal ini dibenarkan oleh anggota KPU Bali Gde Jhon Darmawan. Dari enam kabupaten yang menyelenggarakan pilkada serentak, hanya KPU Denpasar yang melaksanakan seleksi langsung. Sedangkan kabupaten lain rekrutmen didelegasikan ke setiap PPK. Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsa Jaya, membenarkan seleksi PPS untuk desa di Kota Denpasar dilakukan langsung oleh KPU bersama
dengan PPK. Hal ini dimungkinkan oleh regulasi. Pertimbangannya, karena letak geografis Denpasar yang masih memungkinkan. Berbeda dengan kabupaten lain yang jarak antara satu kecamatan jauh. Sementara itu, dalam rekrutmen PPS di Kota Denpasar ada sebanyak 192 calon PPS yang akan dilakukan tes wawancara. Dari jumlah itu, hanya dicari sebanyak 129 orang yang akan tersebar di 43 desa. Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Permas dan SDM, KPU Denpasar Ni Ketut Dharma Yanti Laksmi mengatakan, untuk seleksi PPS setiap desa akan dicari sebanyak 3 orang setiap desa. Para peserta berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, relawan kepemiluan, tenaga ahli perbekel dan tokoh desa. Hasil seleksi nanti akan dilakukan perankingan. Hasil tes dari ranking 1 sampai 3 dinyatakan lulus, sedangkan dari nomor 4 hingga nomor 6 nantinya sebagai PAW. (kmb16)
Denpasar (Bali Post) Pendaftaran lomba ogohogoh serangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Çaka 1942 tahun 2020 di Kota Denpasar telah ditutup secara resmi pada Kamis (5/3) lalu pada pukul 16.00 Wita. Dari pendaftaran yang telah dibuka sejak 10 Februari lalu, berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, sebanyak 169 ogoh-ogoh dari STT di empat kecamatan Kota Denpasar tercatat untuk mengikuti tahapan seleksi penjurian. Adapun dari keseluruhan peserta yang terdaftar, sebanyak 52 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Timur, 39 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Utara, 42 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Barat, dan 36 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Selatan, dan bersiap untuk mengikuti tahap seleksi penjurian untuk ditetapkan 8 terbaik di masing-masing kecamatan yang seluruhnya berjumlah 32 ogoh-ogoh. Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram saat dikonfirmasi Rabu (11/3) kemarin mengatakan bahwa seluruh rangkaian pendaftaran peserta lomba ogoh-ogoh telah usai. Keseluruhan peserta akan mengikuti tahap selanjutnya, yakni penjurian yang dimulai tanggal 16 hingga 19 Maret mendatang dan secara berturut-turut dimulai dari Kecamatan Denpasar Selatan, Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Utara, dan berakhir di Kecamatan Denpasar Barat. Sedangkan pengumuman hasil penjurian akan dilaksanakan pada 20 Maret mendatang. ‘’Juri beserta rombongan datang
langsung ke banjar-banjar di mana ogoh-ogoh disiagakan,’’ ujar Mataram. Lebih lanjut dikatakan, rangkaian penilaian akan melibatkan sembilan orang dewan juri yang berasal dari kalangan profesional di bidangnya. Nantinya, dari hasil penjurian ini akan dicari nominasi sebanyak 8 besar di masing-masing kecamatan, sehingga keseluruhan akan berjumlah 32 yang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 25 juta dipotong pajak. ‘’Sebagai ajang pelestarian seni, budaya dan tradisi, kami berharap seluruh STT menampilkan karya ogoh-ogoh terbaiknya,’’ jelas Mataram. Ngurah Mataram menekankan bahwa seluruh
peserta lomba dan hasil penilaian lomba akan diserahkan ke desa pakraman untuk selanjutnya dilaksanakan pawai di masing-masing desa. Pihaknya juga berharap seluruh elemen yang terlibat saat malam pangerupukan agar tetap menjaga keamanan serta kondusivitas rangkaian Hari Suci Nyepi. ‘’Kepada semua pihak termasuk desa pakraman, Babinsa, Bhabinkamtibmas, desa/lurah dan STT akan senantiasa mengawasi lingkungan sekitar agar terjaga kondusivitasnya serta menaati aturan untuk menggunakan bahan ramah lingkungan serta larangan penggunaan sound system saat pawai ogoh-ogoh,’’ tegas Mataram. (kmb12)
Bali Post/eka
OGOH-OGOH – Anak-anak tengah mengamati ogoh-ogoh di Banjar Belaluan Sadmerta, Denpasar, Rabu (11/3) kemarin.
Ketut Banat Bersaing Ketat dengan Lifter Olimpiade Denpasar (Bali Post) Atlet angkat besi Bali Ketut ‘’Banat’’ Ariana merupakan satu-satunya lifter Bali yang lolos PON di kelas 73 kg dan menduduki peringkat keempat pada PraPON di Bandung. Hanya, pesaingnya di kelas tersebut sangat berat, seperti peraih emas Pra-PON yang juga juara Asia junior Rahmat Erwin Abdullah (Sulsel), termasuk peraih perak Pra-PON Triyatno (Kaltim) yang juga atlet olimpiade. Pelatih angkat besi PON Bali Joko Honggono, di Denpasar, Rabu (11/3) kemarin menerangkan, selama ini dirinya bersama Ni Luh Sinta Darmariani melatih lifter Banat. ‘’Kami biasa berlatih menggunakan barbel di KONI Bali,’’ ungkap Joko. Dikemukakan, kondisi Banat
Bali Post/ist
Ketut ‘’Banat’’ Ariana
saat ini pascamenjalani operasi bahu, dan diharapkan peraih emas SEA Games di Malaysia (2017) ini bisa secepatnya pulih. Joko menjelaskan, program latihan Banat sebagaimana biasa dan untuk tahun ini menjelang pelaksanaan PON di Papua, Oktober mendatang, tidak ada lagi
kejurnas angkat besi senior. ‘’Atlet yang merebut tiket PON menduduki peringkat lima besar di kelasnya,’’ tuturnya. Sementara agenda PB PABBSI untuk 2020 ini biasanya menggelar kejurnas remaja dan junior. ‘’Jadi, bagi lifter senior langsung bertemu di ajang PON,’’ ungkapnya. Oleh sebab itu, katanya, diperlukan strategi khusus bagi Banat dalam rangka mendulang medali. Apalagi, lifter diizinkan berpindah kelas saat pelaksanaan PON. Menurutnya, kelas Banat 73 kg, di bawahnya 67 kg, sedangkan di atasnya 81 kg. ‘’Kami memantau dulu perkembangan Banat selama berlatih. Strategi untuk pindah kelas tergantung kondisi menjelang PON,’’ terangnya. (022)
Generasi Muda
Denpasar (BaliPost) Parade lagu daerah Bali selalu menjadi salah satu primadona di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Untuk memantapkan parade lagu daerah Bali pada PKB yang tahun ini memasuki pelaksanaan ke-42, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyelenggarakan kriyaloka atau workshop mengenai lagu daerah Bali di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Jalan Nusa Indah, Denpasar, Rabu (11/3) kemarin. Workshop menghadirkan narasumber I Gusti Putu Rakadhanu, tokoh pencipta lagu daerah Bali yang telah puluhan tahun berkarya. Kadisbud Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana mengatakan, hilirisasi penguatan dan pemajuan kebudayaan yang paling dinikmati masyarakat adalah lagu daerah Bali. Pulau Dewata memiliki kebanggaan, bahwa budaya Bali juga dilestarikan lewat lagu-lagu yang mudah diterima oleh berbagai kalangan usia. Lewat parade lagu daerah Bali ini juga menjadi wahana membangkitkan karakter generasi muda Bali ke depan. ‘’Dulu mungkin kaum muda atau kaum milenial itu risi mendengar lagu daerah Bali, apalagi menyanyikannya. Tapi sekarang itu justru menjadi habit atau kebiasaan, dan malah menjadi kebanggaan. Banyak penyanyi muda dan mengusung lagu berbahasa Bali,’’ ujarnya. Untuk parade lagu daerah Bali, pihaknya berharap materi lagu yang diciptakan tidak hanya bertutur tentang keindahan, tetapi di dalamnya juga harus diselipkan tuntunan, etika, motivasi kehidupan yang optimistik dan kegairahan semangat masyarakat. ‘’Kami ingin tema-tema yang diangkat membangkitkan optimisme. Lagu seperti juga di masa lalu, memiliki peran menyemangati perjuangan kemerdekaan, persatuan dan pembangunan bangsa. Harapannya lagu daerah Bali juga ada pada titik itu,’’ harapnya. Dalam workshop tersebut, Rakadhanu banyak menceritakan sejarah perkembangan lagu daerah Bali. Diawali
dengan terbentuknya Band Putra Dewata pimpinan A.A. Made Cakra pada awal tahun 1960. Kemudian disusul I Gede Darna (Singaraja), dan pencipta-pencipta lainnya. Perkembangan lagu Bali tahun 1960 oleh Band Putra Dewata berlangsung hingga bulan September 1965. Sempat terhenti karena ada peristiwa G-30-S/PKI. Beberapa tahun kemudian, antara 1969 dan 1970 bermunculan siaran langsung lagulagu ciptaan A.A. Made Cakra lewat stasiun-stasiun radio swasta yang hanya diiringi gitar tunggal. Perlahan Band Putra Dewata kembali dibangkitkan. Semua lagu A.A. Made Cakra tersebut sangat kental dengan nuansa Bali dengan notasi pentatonis. Barulah kemudian muncul penciptapencipta milenial menggebrak Bali dengan lagu-lagu diatonis berbahasa Bali. Pada tahun 1978, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat Gubernur Bali mengadakan Lomba Cipta Lagu Bali. Dari lomba tersebut, lagu-lagu yang menang dijadikan lagu wajib dan lagu pilihan pada Pesta Kesenian Bali. Kriteria lomba diwajibkan notasinya memakai laras pelog atau selendro, sesuai dengan laras gamelan Bali. Hal ini bertujuan agar identitas Bali tetap terjaga atau tidak punah. ‘’Pendapat saya pribadi, juri harus peka dengan lirik. Liriknya harus berbahasa Bali, karena ini adalah parade lagu daerah Bali,’’ ungkapnya. Terkait juri parade lagu daerah Bali, Rakadhanu berharap juri yang terpilih tidak boleh merangkap menjadi pembina atau pelatih untuk menjaga independensi. ‘’Juri tidak boleh menjadi pembina, juri tidak boleh menjadi pelatih. Kalau juri jadi pembina atau pelatih, bisa kacau,’’ katanya. Rakadhanu pun bersyukur dengan diadakannya workshop, karena yang hadir adalah para peserta dan pembinanya langsung. Dengan demikian kriteria penciptaan dan penilaian akan lebih sampai kepada peserta yang akan mengikuti parade lagu daerah Bali. (win)
Bali Post/win
LAGU BALI - Tokoh pencipta lagu daerah Bali, I Gusti Putu Rakadhanu, saat memaparkan sejarah perkembangan lagu daerah Bali.