Skip to main content

Edisi Rabu 12 Pebruari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 176 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

rabu Pon, 12 Februari 2020 Bertambah, Warga Tiongkok Ajukan Perpanjangan Izin Tinggal Sejak penerbangan dari Tiongkok ditutup sementara, warga negara Tiongkok yang masih ada di Bali terus berdatangan ke Kantor Imigrasi. Bahkan mereka terlihat antre untuk malakukan perpanjangan masa tinggal di Indonesia. BADUNG | HAL. 3

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Jembatan Hanyut Terseret Arus Sungai

Puluhan Ekor Babi Mati

Jembatan bambu di Subak Yeh Tangga, Desa Subaya, Kintamani hanyut terseret arus sungai saat hujan deras melanda wilayah setempat, Selasa (11/2) siang kemarin. Akibatnya puluhan kepala keluarga (KK) di Subak Yeh Tangga kini terisolir. BANGLI | HAL. 9

Kematian babi peliharaan dalam jumlah banyak terjadi di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan. Sebanyak 29 ekor babi milik peternak di Dusun Dauh Munduk dan Dusun Punduh sejak satu minggu terakhir mati. BULELENG | HAL. 10

PKK ditantang IKUT Atasi Masalah Sampah TAHUN 2019 lalu, citra pariwisata Bali sempat turun karena masalah sampah menjadi berita dan isu besar di media sosial. Sampah utamanya disebut tidak terkelola dengan baik.

Lantaran sangat bersinggungan dengan citra pariwisata Bali, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak semua pihak termasuk PKK untuk mulai mengelola sampah di sumbernya yakni rumah

tangga. Paling tidak, persoalan sampah bisa selesai di tingkat desa. ‘’Sampah ini menurut saya penting dikelola oleh ibu-ibu (PKK) secara bersama-sama. Bagaimana pengorganisasi-

’’Sehingga ke depan ketika kita merasa bertanggung jawab terhadap sampah, kita berpikir untuk tidak membuat sampah banyak-banyak. Terutama yang susah diolah lagi seperti plastik. Kalau yang organik, sudah langsung bisa menjadi pupuk.’’ Ny. Putri Suastini Koster Ketua TP PKK Provinsi Bali

OPINI

Pelajaran dari Wuhan Oleh: M. Setyawan Santoso KASUS Wuhan memang menyebabkan merosotnya jumlah wisatawan asal Tiongkok ke Bali, namun hal ini tidak harus kita sikapi secara pesimis. Fenomena ini justru memberi peluang positif apabila kita dapat memetik pelajaran berharga dari kasus itu. Virus Corona dari Wuhan sedang menjadi trending topik khususnya di dunia pariwisata Bali mengingat banyaknya wisatawan Tiongkok di Bali. Pada tahun 2019 jumlah wisatawan Tiongkok mencapai 1,01 juta orang atau sekitar 18% dari seluruh wisman yang datang ke pulau dewata ini. Kota Wuhan menjadi nama yang sering disebut-sebut karena merupakan tempat asal virus Corona. Posisi kota Wuhan ada di tengah wilayah Tiongkok, menjadi pusat antara tiga kota besar Beijing, Shanghai dan Hongkong. Posisi yang ‘’startegis’’ inilah yang menyebabkan virus Corona cepat menyebar ke kota lain di Tiongkok. Banyaknya penerbangan dari Tiongkok ke seluruh dunia menyebabkan hingga akhir Januari virus ini telah menyebar ke 25 negara termasuk ke Filipina, Kamboja, Vietnam, Thailand, Singapura dan Malaysia. Saya tidak akan membahas mengenai virus Corona, yang jelas virus ini sangat berbahaya, mudah menyebar dan mematikan. Saya lebih cenderung melihat dampak munculnya virus ini bagi perekonomian Bali khususnya sektor pariwisata. Sebagai fakta, dengan penyebaran yang begitu cepat, banyak wisatawan bukan saja yang berasal atau menuju ke Tiongkok tapi seluruh dunia yang menunda penerbangannya. Beberapa penerbangan oleh maskapai lokal telah dibatalkan bukan saja yang ke kota Wuhan, tetapi juga ke kota besar di Tiongkok seperti Shezhen, Namchang dan Changsa atau bahkan ke Hongkong. Hingga akhir Januari sudah lebih dari 15 ribu wisatawan batal berkunjung ke Bali. Hal. 11 Peluang Positif

annya di bawah, nanti kita buatkan formatnya, SOPnya supaya terpola dengan baik di desa,’’ ujar Koster saat membuka Rapat Konsultasi (Rakon) PKK Tingkat Provinsi Bali Tahun 2020 di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (11/2) kemarin. Koster meyakini, masalah sampah akan teratasi di tahun 2022 atau 2023 jika pengelolaan sampah dari sumber mulai dijalankan dengan baik tahun ini. Terlebih sudah ada pergub yang mengatur soal itu yakni Pergub No.47 Tahun 2019, selain Pergub No.97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Meskipun tidak menyelesaikan 100 persen, tetapi setidaknya 60 persen masalah sampah bisa terkelola dengan baik sehingga alur sampah ke TPA akan berkurang. Seperti halnya yang sudah dilakukan Desa Punggul, Abiansemal, Badung. Di desa itu, PKK-nya memiliki produk cairan untuk dimasukkan ke sampah supaya mempercepat proses pembusukan. Dari produk

tersebut, PKK setempat sudah bisa menghasilkan uang. ‘’Program ini akan saya polakan ke seluruh desa di Provinsi Bali. Kalau ini sudah berjalan, maka secara perlahan-lahan pengelolaan sampah kita itu akan berjalan dengan lebih sempurna secara bertingkat mulai dari hulunya, betul-betul di sumbernya, di rumah tangga,’’ paparnya. Koster menginginkan agar anggota PKK mulai menyadari tugas dan tanggung jawabnya serta semakin smart untuk bisa membantu pemerintah. Artinya, tidak hanya sekadar ‘’gebyar’’ di permukaan tetapi di bawah pun melaksanakan tanggung jawabnya. PKK bergandengan dan didanai oleh pemerintah sehingga secara moral wajib melaksanakan kegiatan yang mendukung visimisi pemerintah. Program yang dibuat oleh PKK juga harus sinergis dan harmonis antara PKK pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa. ‘’PKK itu sesungguhnya pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Ketika keluarga itu sudah menjadi sehat, sejahtera, itu tujuan kita makanya fokus pada kerja,’’ ujarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan, masalah sampah merupakan tanggung jawab semua pihak. Jangan semuanya dibebankan kepada pemerintah. Sebab, yang membuat sampah adalah keluarga. Jika pemerintah yang kemudian mengambil dan menyelesaikan sampah, dikatakan tidak mendidik. ‘’Ini salah pola, salah menerapkan dan menyelesaikan masalahnya sehingga masalahnya tidak selesai. Hanya berpindah dia dan itu menjadi bom waktu,’’ ujarnya. Putri Suastini menambahkan, Tim Penggerak PKK di tingkat desa agar bersinergi dengan kepala desa untuk mencari pemecahan dan solusi masalah sampah di desa masing-masing secara kreatif. Dengan demikian, sampah di desa itu tidak sampai mengotori desa lain. Sampah bukan sekadar dipindah, tetapi dienyahkan atau dihilangkan di daerah munculnya sampah itu. ‘’Sehingga ke depan ketika kita merasa bertanggung jawab terhadap sampah, kita berpikir untuk membuat sampah banyak-banyak. Terutama yang susah diolah lagi seperti plastik. Kalau yang

organik, sudah langsung bisa menjadi pupuk,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Rakon A.A. Sri Utari Naradha mengatakan, Rakon PKK Tingkat Provinsi Bali mengangkat tema ‘’Konsolidasi Gerakan PKK Menyongsong Rakernas PKK Tahun 2020’’. Acara ini bertujuan untuk mewujudkan sinergitas program TP PKK tahun 2020 baik lintas wilayah maupun sektoral. Selain itu, mengevaluasi kegiatan TP PKK sebagai pedoman pelaksanaan pada tahun berikutnya. Hasil yang diharapkan, para peserta rakon dapat mengetahui program kegiatan TP PKK Provinsi dan masing-masing kabupaten/ kota. ‘’Selain itu, agar dapat lebih memahami tugas pokok dan fungsinya baik sebagai pelaku aktif maupun pasif dalam pelaksanaan program kegiatan PKK yang lebih fokus, tulus dan lurus,’’ imbuhnya. Rakon antara lain diisi dengan pengarahan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster serta materi dari Kepala Dinas PMD, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali, Kepala Bappeda Provinsi Bali, dan Sekretaris TP PKK Provinsi Bali. (kmb)

Jangan Panik Hadapi Paceklik Wisatawan

Terpuruk dan melakukan tindakan destruktif, seperti pemecatan karyawan (PHK) atau menjauh dari optimisme, saat paceklik kunjungan wisatawan mesti dihindari. Pelajaran dari Wuhan, Tiongkok mestinya menantang Bali untuk berbenah. Pada saat paceklik, Bali mesti bisa bangkit. Kelola momentum ini untuk berbenah dan optimis bahwa Bali mampu menjadi destinasi berkualitas.

O

ptimisme haruslah tetap menjadi identitas pengusaha. Menjadikan pekerja pariwisata sebagai korban atau pihak yang pertama terdampak paceklik adalah tindakan yang tak adil. Pandangan ini dirangkum dari perbincangan Bali Post dengan Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. dan

Ketua STPBI Bali Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., Selasa (11/2) kemarin. Diakui atau tidak dampak sistemik virus Corona begitu kuat. Anjloknya kunjungan dan potensi dampak sosial ekonomi kita menguat. Bali tentu tak boleh diam dalam hal ini. Komunikasi dan evaluasi lalu melakukan revitalisasi produk pariwisata harus dilakukan. Wakil Gubernur Bali yang juga akrab disapa Cok Ace mengakui kini pandemi Corona telah membuat berbagai estimasi tersandera. Potensi krisis finansial bagi daerah-daerah yang bertumpu pada pariwisata bisa saja terjadi. Namun, Bali tentu tidak diam dalam

hal ini. Komunikasi d a n revitalisasi kebijakan telah dilakukan. ‘’Bali saya yakini tak akan terjebak pada situasi ini. Diplomasi, promosi dan mengajak komponen pariwisata mengelola momentum ini untuk meningkatkan kualitas produk terus disuarakan,’’ jelasnya. Hal. 11 Terus Berbenah

’’Paceklik kunjungan haruslah menjadi momentum menata diri menuju pariwisata berkualitas. Peningkatan kualitas SDM dan fasilitas bisa dilakukan saat ini. Pendekatan investasi saat peceklik juga bisa menjadi pilihan, jangan malah terjebak dan mati gaya.’’

KAJIAN Harian Bisnis Bali Harga Gabah Pecahkan Rekor Harga gabah di tingkat petani untuk kualitas gabah kering panen (GKP) terus naik. Terbaru harganya sudah tembus Rp 5.500 per kg, merupakan harga tertinggi. Apa yang penyebabnya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Desa Awan Kelola Sampah Sejak akhir tahun 2016 Desa Awan, Kintamani, punya kelompok relawan peduli lingkungan yang beranggotakan warga setempat. Mereka mengelola sampah dengan dibentuknya bank sampah. www.denpost.id

Antara Quality dan Quantity Dalam Pariwisata Oleh I Gde Pitana Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana BELAKANGAN ini sangat marak wacana yang euforik tentang quality tourism (pariwisata berkualitas) dan ‘’meninggalkan’’ mass tourism. Sesungguhnya perdebatan yang mempertentangkan quality tourism (pariwisata berkualitas) dengan quantity tourism (mengutamakan jumlah wisatawan) sudah terjadi sejak lama. Untuk kasus Bali, paling tidak perdebatan ini dapat ditelusuri kembali ke tahun 1990-an awal, ketika mulai digaungkannya

pembangunan berkelanjutan (termasuk pembangunan pariwisata berkelanjutan). Di Bali sendiri ada dua program besar yang membahas masalah ini, yaitu BSDP (Bali Sustainable Development Project, 1991-1992) dan BTMP (Bali Tourism Management Project, 1992-1993). Maka, setiap berbicara pariwisata berkualitas dalam konteks Bali, saya teringat dengan perdebatan di atas, karena kebetulan saya secara pribadi terlibat dalam project

tersebut. Apai Itu Pariwisata Berkualitas? Pariwisata berkualitas diberikan batasan yang beraneka ragam sesuai dengan perspektif pembicaranya. Yang tidak mustahil, banyak orang berbicara tentang pariwisata berkualitas tanpa memahami apa yang dimaksud, serta apa ciri-ciri dan indikatornya. Paling sering terjadi, pariwisata berkualitas diperlawankan dengan pariwisata massal (mass tourism). Padahal dikotomi tersebut tidak selamanya benar.

Pada dasarnya pariwisata berkualitas adalah pariwisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat lokal dan kepuasan wisatawan secara berkelanjutan, bukan saja untuk generasi sekarang, melainkan juga untuk generasi-generasi yang akan datang. Hal. 11 Secara Akademis


Rabu Pon, 12 Februari 2020

FIGUR Genjot Penelitian TRI Dharma Perguruan Tinggi yaitu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, hal penting dalam lembaga pendidikan tinggi. Sebab, ketiganya merupakan satukesatuan yang akan menunjukkan berkualitas atau tidaknya sebuah perguruan tinggi. Terutama dalam hal mencetak lulusan SDM yang memiliki kompetensi berdaya saing. ‘’Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, kami di Universitas Warmadewa tengah gencar menggenjot penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,’’ ujar Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., Selasa (11/2) kemarin. Prof. Widjana mengatakan, saat dirinya dilantik menjadi rektor pada tahun 2015, bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Unwar masih berada pada klaster binaan (paling rendah). Namun, dengan berbagai upaya dilakukannya sejak tahun 2019 klaster tersebut meningkat menjadi klaster utama. Sehingga Unwar telah bisa berkompetisi untuk memanfaatkan dana penelitian dari Dikti yang jumlahnya Rp 15 miliar per tahun. Bahkan ke depan pihaknya akan terus berjuang keras agar bisa meningkatkan klaster menuju klaster tertinggi, yaitu klaster mandiri. ‘’Kebijakan saya ke depan adalah setiap dosen wajib membuat proposal penelitian paling tidak satu dalam setahun, dan wajib menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat paling sedikit sekali dalam setahun. Apabila hal itu tidak dilakukan oleh dosen ada sanksi yang akan saya terapkan. Sebab, sejauh ini kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat belum optimal dilakukan oleh para dosen kami,’’ tegasnya. Ini langkah dan cara agar para dosen termotivasi untuk bisa memanfaatkan dana Dikti, sehingga jumlah penelitian yang dilakukan semakin banyak yang hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebab, hasil penelitian akan dipublikasi dalam bentuk e-Jurnal. (win)

Puluhan Kilogram Ganja Dimusnahkan

Bali Post/eka

PEMUSNAHAN - Kepala BNNP Bali memusnahkan barang bukti ganja di Kantor BNNP Bali, Selasa (11/2) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Alasan keamanan, BNNP Bali memusnahkan barang bukti ganja seberat 28,5 kilogram. Ganja ini merupakan hasil pengungkapan kasus ganja melibatkan jeringan Medan-Bali dengan tersangka Criswandy Ambarta (29). ‘’Sebagian barang bukti sudah disisihkan untuk proses di pengadilan. Selanjutnya barang bukti ini dimusnahkan,’’ kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa, Selasa (11/2) kemarin. Sebelum dimusnahkan, sampel ganja tersebut dilakukan tes oleh petugas Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar. Hasil tes barang bukti tersebut positif mengandung ganja. Dalam pemusnahan tersebut dihadiri pejabat Kejaksaan Negeri Denpasar, Badung, Pengadilan dan Polda Bali. Selanjutnya puluhan paket ganja tersebut dimasukkan ke mesin incinerator. Seperti diberitakan, BNNP Bali mengungkap jaringan Medan-Bali. Tersangka Criswandy Ambarta alias Gondrong (29) awalnya dibekuk di areal parkir Enso di Jalan Tanah Barak, Desa Canggu, Kuta Utara. Saat itu disita 50 ganja 30.392,82 gram bruto dan satu HP. Selanjutnya dikembangkan ke kamar kos pelaku di Jalan Tanah Barak dan diamankan tiga paket ganja seberat 1.267,92 gram bruto. (kmb36)

Populasi Babi di Denpasar Tinggal 8.500 Ekor Dana BOS Ditransfer Percepat Proses Pembelajaran

Denpasar (Bali Post) -

Langsung ke Sekolah Denpasar (Bali Post) Mulai tahun 2020, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan ditransfer langsung dari rekening negara ke rekening sekolah masing-masing. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani, kebijakan ini bertujuan untuk memangkas rantai birokrasi. Bahkan, kebijakan ini oleh Mendikbud RI Nadiem Makarim dapat mempercepat proses dana operasional sekolah dan penggunaannya akan lebih luwes, namun tetap mengedepankan transparansi. Sebab, sekolah-sekolah akan lebih cepat menerima dan menggunakan dana BOS untuk operasional sekolah yang selama ini disalurkan pemerintah pusat ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi. Sehingga banyak sekolah yang terlambat menerima dana BOS yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Kepala SMAN 1 Mengwi Ni Luh Made Ratna Agustini mengaku setuju dengan alur yang akan diberlakukan Kemenkeu RI tersebut. Sebab, dana BOS akan lebih cepat masuk ke sekolah sehingga dapat digunakan lebih cepat untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah. Selain itu, tidak perlu menunggu waktu lama

untuk pencairan dari RKUD Provinsi. ‘’Kalau ditransfer langsung ke rekening sekolah, tentu tidak lagi menunggu sampai seminggu. Asalkan tidak membuat rekening baru lagi,’’ ujar Made Ratna, Selasa (11/2) kemarin. Pihaknya mengakui, meskipun selama ini dana BOS dikirim ke RKUD Provinsi, namun jumlahnya tidak berkurang. Karena besarannya sesuai dengan jumlah siswa masing-masing sekolah. Apalagi dengan kebijakan baru ini, dana BOS akan disalurkan tiga kali dalam setahun. Pada tahun-tahun sebelumnya penyalurannya dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun. Kendati demikian, pihaknya berharap harus tetap ada petunjuk yang jelas dalam penggunaannya. Sehingga dana BOS yang diterima tidak disalahgunakan oleh sekolah. Pengamat pendidikan Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. menilai penyaluran dana BOS dengan cara mentransfer langsung ke rekening sekolah adalah skema yang baik. Apalagi jika tujuannya adalah mencegah keterlambatan pencairan atau bahkan penyelewengan yang mungkin saja sempat ditemukan dalam skema penyaluran BOS selama ini. (win)

Disdikpora Sebut Belum Ada Pemberitahuan Resmi

Denpasar (Bali Post) Pemerintah pusat disebut mengubah aturan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi langsung ke rekening sekolah. Sebelumnya dana dari Kementerian Keuangan itu disalurkan melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi, baru kemudian ke sekolah. Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari pusat. “Sementara kita baru dapat berita dari media saja yang langsung secara resmi (d a ri p em erint a h p usa t , red) belum ada,” ujarnya dikonfirmasi, Selasa (11/2) kemarin. Menurut Boy, Kepala Disdikpora se-Indonesia biasanya dipanggil jika memang ada perubahan mekanisme penyaluran

BOS. Hal itu akan dijelaskan secara detail dalam sebuah rapat kerja (raker). Mungkin saja sudah ada petunjuk teknis (juknis) yang dibuat oleh pemerintah pusat. Akan tetapi, pihaknya belum menerima juknis itu sehingga tidak bisa berkomentar banyak. “Kalau versi pemberitaan di media, jadi bisa langsung dari pusat ke sekolah yang dianggap mungkin akan bisa lebih cepat pemakaian anggaran itu. Tapi kita belum tahu sama sekali apa benar atau tidak,” paparnya. Selama ini, lanjut Boy, besaran dana BOS yang diterima sekolah disesuaikan dengan jumlah siswa. Tahun 2019 BOS nasional untuk SMA/SMK/SLB se-Bali dianggarkan Rp 302.898.741.400. Rinciannya, masing-masing Rp 191.032.741.400 untuk 142 SMA/SMK/SLB negeri dan Rp 111.866.000.000 untuk 206 SMA/SMK/SLB swasta. (kmb32)

topik : JANGAN TERJEBAK PACEKLIK WISATAWAN

Kasus babi mati yang diduga akibat terjangkit virus ASF di beberapa daerah, juga berimbas ke Denpasar. Karena beberapa ternak milik warga ada juga yang mati. Meski tidak mati mendadak, kondisi ini berpengaruh sangat signifikan terhadap jumlah populasi. Dalam kurun waktu dua bulan ini, Desember hingga awal Februari ini jumlah populasi ternak babi berkurang drastis. Dari awalnya populasi babi di Denpasar mencapai 20.000 ekor lebih, kini tinggal 8.500 saja. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Denpasar I Gede Ambara Putra yang ditemui di sela-sela pasar murah di areal parkir Taman Kota Lumintang, Se-

lasa (11/2) kemarin. Ambara mengakui jumlah populasi babi kini berkurang. Karena setelah adanya babi yang mati, banyak peternak akhirnya menjual babinya. Aki-

batnya, populasi berkurang cukup banyak. Ambara Putra mengatakan, selama dua bulan terakhir ini, babi yang mengalami sakit mencapai 226

Denpasar (Bali Post) Kobaran api menjulang tinggi di Jalan Pantai Sindu, Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan (Densel), Selasa (11/2) kemarin. Api tersebut melalap Warung Arak Dong Oman, Warung Coffee & Smoothie Bar. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Kapolsek Densel, Kompol I Nyoman Wirajaya, mengatakan sejumlah saksi diperiksa dan kejadiannya sekitar pukul 04.00 Wita. Dari keterangan saksi, Wayan Wira (35) beralamat di Jalan Kutat Lestari Gang Uma Carik, Sanur, pada Senin (10/2) pu-

kul 21.30 Wita dia berada di rumah duka Mangku Mulya dalam rangka magebagan karena akan digelar upacara ngaben. Posisi rumah duka di dekat lokasi kebakaran. Pada Selasa pukul 04.10 Wita, tiba-tiba mendengar warga minta tolong ada kebakaran. Selanjutnya Wira membantu bersama warga yang ada di lokasi memadamkan api. Selanjutnya menelepon Pemadam Kebakaran. Sementara I Wayan Subrata (51), pemilik Warung Dong Oman mengatakan, pukul 04.00 Wita dia sedang berada di dalam rumah bersama ke-

luarga. Kemudian melihat ada api yang keluar dari dapur warung. Melihat adanya kejadian ini, Subrata dibantu warga berusaha memadamkan api dengan air. Namun api semakin besar serta membakar rumah dan warung. Dia mengevakuasi keluarganya ke tempat yang aman. Adapun yang terbakar, yaitu satu unit rumah permanen beserta isinya milik I Wayan Eka Dirga Yusa, Warung Coffee & Smoothie Bar beserta isinya milik Maya, dan Warung Dong Omang beserta isinya milik I Wayan Subrata. (kmb36)

ekor. Kemudian yang mati terdata sebanyak 184 ekor. Beberapa babi yang sakit ada yang sehat kembali. Namun banyaknya populasi yang berkurang tersebut akibat dijual. Sementara untuk bibit baru tidak dianjurkan selama kondisi dugaan virus yang terjadi pada babi. Meski secara pemeriksaan laboratorium, belum ada yang mengeluarkan hasilnya secara pasti

terkait penyebab kemati babi selama ini. Dikatakan, selama ini ternak babi yang mati biasanya akibat kolera. Hanya kali ini belum bisa dipastikan karena hasil pemeriksaan laboratorium belum ada yang turun. Langkah antisipasi terus dilakukan jajaran Dinas Pertanian dengan membentuk tim investigasi, serta sosialisasi ke peternak. (kmb12)

Denpasar (Balipost) Setelah melalui proses verifikasi, bantuan dana desa adat mulai dicairkan. Surat perintah pencairan dana (SP2D) sebanyak 1.480 desa adat di Bali sudah selesai, dan dananya mulai dicairkan. Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, mengatakan semua desa adat di Bali sudah mengajukan permohonan bantuan dana desa adat sejak Januari lalu. Sebanyak 1.493 desa adat di Bali telah mengajukan permohonan dana tersebut. Dari jumlah itu, 1.480 permohonan desa adat sudah SP2D. ‘’Kini, masih ada 13 desa adat yang pencairan dananya masih dalam proses,’’ katanya. Masing-masing desa adat memperoleh Rp 300 juta. Total dana yang dialokasikan kepada desa adat melalui APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebanyak Rp 447,9 miliar. Uang tersebut langsung ditransfer dari rekening kas umum daerah

ke rekening desa adat bersangkutan. Berkenaan dengan peruntukan dana desa adat tersebut, telah ada juknisnya. Dari Rp 300 juta itu dibagi peruntukannya sebagai belanja rutin maksimal Rp 80 juta, dan belanja program maksimal Rp 220 juta. Dalam belanja rutin tersebut, termasuk insentif bendesa adat sebesar Rp 1.500.000 per bulan, dan insentif prajuru adat lainnya, serta kegiatan kesekretariatan Desa adat, BUPDA, dan biaya rapat. Sedangkan untuk belanja program dibagi dalam tiga bidang, yaitu parahyangan, pawongan, dan palemahan. Pengalokasian di tiga bidang tersebut berdasarkan paruman desa. Khusus di bidang pawongan, ada program prioritas yang wajib dianggarkan. Seperti pembinaan sekaa sebun (sekarang gong), tari wali, wewalian (sakral) dan sejenisnya, sekaa pesantian, dan pembinaan PAUD/TK bernuansa Hindu. (kmb16)

Rumah dan Warung Terbakar Bantuan Dana Desa Adat Mulai Dicairkan

Bali Post/ist

KEBAKARAN - Petugas mendatangi TKP kebakaran di Jalan Pantai Sindu, Sanur.

Jaya Negara Buka Festival Bulan Bahasa Bali Tahun 2020

Jadi Wahana Pelestarian dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Bali

SEBAGAI upaya pelestarian dan pengembangan seni, budaya, tradisi dan kearifan lokal Bali, khususnya Bahasa dan Sastra Bali, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menggelar Festival Bulan Bahasa Bali untuk kali pertama. Kegiatan yang dikemas dengan beragam lomba ini dibuka secara resmi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang ditandai dengan ngelekes di Taman Kota Lumintang Denpasar, Selasa (11/2) kemarin. Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara mengatakan, Festival Bulan Bahasa Bali ini merupakan yang pertama kali ada di Bali. Menurutnya, festival ini sangat bagus, mengingat saat ini kita telah masuk ke industri 4.0. Tantangan industri 4.0 itu sangat banyak. Karena itu generasi muda harus menjadi SDM yang unggul, memiliki daya saing dan kompetensi. ‘’Sehingga bisa memiliki daya saing di Kota Denpasar dan menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri, karena itu yang menjadi tantangan dalam industri 4.0,’’ ungkap

Jaya Negara. Untuk mendukung anak muda kreatif, Pemerintah Kota Denpasar telah membangun Gedung Dharma Negara Alaya. Gedung itu sengaja dibangun untuk mewujudkan Orange Economy. Dalam Orange Economy tersebut ada perpaduan budaya lokal dengan industri kreatif. Dalam Orange Economy, Jaya Negara mengutip dua pendapat tokoh ternama, pertama John Howkins menyebut ‘’How People Make Money’’ yang artinya banyak orang mendatangkan uang karena ide kreatif yang dimunculkan. Yang kedua Orange Economy juga dikemukakan sastrawan Ida Pedanda Made Sidemen (alm) dalam bukunya mengukapkan ‘’beline mangkin, makinkin mayasa lacur, tong ngelah karang sawah, karang awake tandurin, guna dusun ne kanggo ring desa’’. Kalau kita tidak memiliki sawah ladang mari diri kita sendiri tanaman sehingga berguna di masyarakat. Dari kedua pendapatan itu pihaknya berharap agar

Orange Economy itu ada perpaduan budaya lokal dengan industri kreatif yang ada. Lebih lanjut Jaya Negara mengatakan, semua itu bisa dilakukan tanpa mengurangi atau melupakan kebudayaan Bali. Seperti suling yang dimainkan suara tabuh menjadi indah, enak dan merdu didengar. Begitu juga dalam Orange Economy, suling yang ditiup Gus Teja ternyata bisa mendatangkan uang. ‘’Itulah tantangan kita ke depan selaku umat Hindu di Bali boleh bergerak ke depan dan mengejar tantangan industri 4.0 tapi tidak boleh meninggalkan jati diri kita selaku orang Bali yang memiliki warisan budaya Budi luhur yang harus dipertahankan dan dilestarikan,’’ ungkapnya. Sementara itu, Ketua Panitia Dwi Mahendra Putra mengatakan, kegiatan ini untuk melestarikan kebudayaan Bali. Sehingga dalam festival ini ada beberapa hal yang dilombakan, seperti Nyurat Aksara Bali anak-anak SD yang diikuti sebanyak

PENGHARGAAN - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat memberikan penghargaan kepada PT Indonesia Power UP Bali karena telah mendukung Festival Bulan Bahasa Bali Tahun 2020 Kota Denpasar. 43 orang. Lomba Ngewacen Lontar Daha Teruna diikuti sebanyak 39 orang, Masatua Bali Krama Istri diikuti sebanyak 39, pidarta bendesa adat 11, debat bahasa Bali SMK/SMA se-Kota Denpasar sebanyak 21 orang. Semua lomba ini penilaiannya menggunakan aplikasi, sehingga begitu mereka selesai lomba bisa langsung melihat hasilnya.

‘’Penilaian yang menggunakan aplikasi merupakan yang pertama kali di Bali,’’ ungkapnya. Peserta yang juara akan mendapatkan kesempatan maju ke tingkat provinsi untuk mengikuti kompetensi lebih lanjut. Dengan adanya lomba ini ke depan anak muda semakin kreatif dan bisa melestarikan budaya Bali khususnya aksara dan bahasa Bali. (ad286)


Rabu Pon, 12 Februari 2020

Musrenbang RKPD Ke-5 Pemkab Badung di Kecamatan Abiansemal

Musrenbang sebagai Ajang Evaluasi dan Berbenah Diri

MUSRENBANG - Wabup Suiasa memimpin pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Badung di Kecamatan Abiansemal, Selasa (11/2) kemarin.

Bondres Sarana Edukasi yang Efektif MENUMBUHKAN kesadaran masyarakat untuk menjauhi narkoba tidaklah mudah. Apalagi menghadapi anak zaman now dan para orangtua. Namun, BNNK Badung punya cara khusus saat sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), yaitu menggandeng Sekaa Bondres dan Wayang Cenk Blonk. Dengan menggandeng kesenian Bali ini, BNNK Badung bisa masuk ke semua momen, baik saat upacara adat maupun acara formal. “Tahun 2019 kami menggandeng Wayang Cenk Blonk sebanyak empat kali dan Bondres empat kali saat sosialisasi P4GN,” kata Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, Selasa (11/2) kemarin. Menurut AKBP Masmini, tujuan digandengnya wayang dan bondres tersebut, di samping digunakan sebagai sarana edukasi tentang bahaya narkoba, BNNK Badung turut

serta dalam upaya melestarikan budaya Bali yang makin tergerus arus modernisasi dan globalisasi. “Bondres dan Wayang Cenk Blonk ini kan digemari para orang tua dan generasi muda,” ujarnya. Ia menambahkan, menggandeng Wayang Cenk Blonk dan bondres ini merupakan salah satu inovasi dalam merangkul masyarakat untuk ikut terlibat aktif mengimplementasikan upaya P4GN. Di samping itu untuk melestarikan seni dan budaya. Wayang Cenk Blonk dinilai lebih kreatif, persuasif, dan menarik bagi masyarakat untuk menyampaikan upaya P4GN. “Contohnya di Desa Adat Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, masyarakatnya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tahun ini masih tetap kami merencanakan program tersebut, karena cukup efektif sebagai sarana edukasi untuk segala usia, juga dari aspek sangat luas cakupannya,” ungkap mantan Kabag Sumda Polres Badung ini. (rah)

Bali Post/ist

WAYANG - Warga menonton Wayang Cenk Blonk yang digelar BNNK Badung bersinergi dengan Desa Adat Tuban, Kuta.

WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa memimpin pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Badung di Kecamatan Abiansemal, bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Camat Abiansemal, Selasa (11/2) kemarin. Musrenbang yang bertemakan “Akselerasi Ekonomi Melalui Peningkatan SDM Unggul, Penguatan Infrastruktur, Budaya dan Lingkungan Hidup” ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Badung I Putu Alit Yandinata, Kepala Bappeda Kabupaten Badung I Made Wira Dharmajaya, Camat Abiansemal I.B. Mas Arimbawa, serta unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, perwakilan Ketua TP PKK Kabupaten Badung, pimpinan OPD terkait beserta perwakilan semua desa yang ada di wilayah Kecamatan Abiansemal. Wabup Suiasa dalam arahannya menyampaikan, Musrenbang merupakan ajang evaluasi terhadap capaian program yang sudah dilaksanakan oleh masing-masing

ekonomi dan sumber daya alam terdiri dari 25 usulan, yang diusulkan oleh 6 desa, sektor sarana prasarana wilayah terdiri dari 138 usulan yang diusulkan oleh 17 desa, sektor sosial dan budaya terdiri dari 36 usulan yang diusulkan oleh lima desa, dan sektor pengembangan SDM terdiri dari 43 usulan yang diusulkan oleh 13 desa. Dikatakan, semua usulan tersebut dalam upaya membangun Abiansemal dari pinggiran, dimana Kecamatan Abiansemal sebagai wilayah pembangunan Badung Utara dengan dominasi aktivitas perkebunan dan tanaman pangan, wisata alam, peternakan, kerajinan dan konservasi. “Melalui kesempatan ini, kami harapkan untuk mendapatkan perhatian untuk dikembangkan melalui pemerintahan desa melalui RKP Desa dalam rangka mendukung 17 program unggulan daerah Kabupaten Badung. Dibandingkan dengan usulan Musrenbang tahun 2019 sebanyak 49 usulan, tahun ini mengalami peningkatan menjadi 183 usulan,” ungkapnya. (ad304)

Mangupura (Bali Post) Sejak penerbangan dari Tiongkok ditutup sementara, warga negara Tiongkok yang masih ada di Bali terus berdatangan ke Kantor Imigrasi. Bahkan mereka terlihat antre untuk malakukan perpanjangan masa tinggal di Indonesia.

Bali Post/kmb23

WISATAWAN - Sejumlah wisawatan asal Tiongkok melakukan perpanjangan izin tinggal dalam keadaan terpaksa di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Selasa (11/2) kemarin.

Bikin Onar Warga Belarus Diamankan

Komisi IV DPRD Badung Kunker ke Diskes Kota Surabaya

KUNKER - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Surabaya, Senin (10/2). hatan di Surabaya supaya bisa nantinya kami contoh dan terapkan di Badung,” kata Bendesa Adat Pecatu tersebut. Nyoman Gede Wiradana yang mendampingi Sumerta menambahkan, Badung merupakan daerah pariwisata dunia yang sangat rentan tertular penyakit. Seperti misalnya penyakit yang sedang heboh dan diperbincangkan dunia, yakni Corona. “Jadi aplikasi kesehatan ini sangat penting dibuat oleh Badung. Untuk mempermudah masyarakat kita mengetahui informasi bidang kesehatan di Badung,” kata politisi PDI Perjuangan ini. Pada kunker tersebut, Kepala Bidang Pelayanan

harganya bisa stabil di masa mendatang. “Untuk memproteksinya secara teknologi sudah kita miliki dengan Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Petang, jika produksi petani berlebih, komoditi ini bisa disimpan dan aman serta harganya masih stabil,” katanya. Wabup Suiasa menambahkan, Abiansemal adalah wilayah pengembangan UMKM dan industri rumah tangga, karena itu kebijakan di Abiansemal difokuskan untuk program pemberdayaan, pengembangan, perkuatan termasuk pemasaran untuk hasilhasil produksi UMKM dan industri rumah tangga. Di samping juga dilaksanakan pelatihan-pelatihan untuk menciptakan SDM yang unggul, semua ini untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh Abiansemal. Sementara itu, Camat Abiansemal I.B. Mas Arimbawa melaporkan, dalam pelaksanaan musrenbang akan dilaksanakan dalam sidang kelompok yang dibagi menjadi empat kelompok sektor prioritas, antara lain sektor

Bertambah, Jumlah Warga Tiongkok Ajukan Perpanjangan Izin Tinggal

Konsultasi Aplikasi Kesehatan

MENINDAKLANJUTI rencana pembuatan aplikasi android di bidang kesehatan, Komisi IV DPRD Badung melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Senin (10/2) lalu. Kunjungan yang dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Ketua Komisi IV I Made Sumerta beserta anggota Luh Gede Rara Hita Sukma Dewi, Nyoman Gede Wiradana, Luh Gede Sri Mediastuti, Ketut Suweni, Luh Sekarini, Made Suwardana dan I Gede Aryantha, serta juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Nyoman Gunarta. Ketua Komisi IV DPRD Badung, Made Sumerta, mengatakan pihaknya sengaja memilih kunker ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang telah memiliki aplikasi di bidang kesehatan. “Kami ingin mengetahui bagaimana sistem aplikasi kesehatan tersebut, agar bisa kami terapkan nantinya di Badung. Sejalan dengan program smart city yang juga diterapkan di Kabupaten Badung,” ujarnya. Sumerta menambahkan, kunjungan yang diterima Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kota Surabaya dr. Sri Setiani, juga sebagai ajang silaturahmi bertukar pikiran program kesehatan unggulan di Surabaya. “Apa kelebihan program kese-

OPD. Sehingga tahun depan bisa berbenah diri guna mencapai hasil yang lebih maksimal. Ditekankan kepada peserta Musrenbang, apa yang dilaksanakan ini untuk menuntaskan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Badung tahun 2016-2021, karena diketahui bahwa Musrenbang kecamatan ini dalam rangka memikirkan dan merencanakan kegiatan di tahun 2021. Wabup Suiasa menambahkan, wilayah Kecamatan Abiansemal merupakan daerah semi, dalam artian setengahnya merupakan kawasan pertanian seperti Kecamatan Petang dan setengahnya lagi seperti Kecamatan Mengwi dengan UMKM-nya, karena itu dua sektor ini harus dikembangkan di Abiansemal. Wabup menekankan, dalam sektor pertanian yang harus dikembangkan adalah komoditi yang cenderung menimbulkan beban inflasi kepada Badung, seperti beras, cabai, bawang dengan memperluas wilayah penanaman-penanaman komoditi ini di Abiansemal sehingga inflasi bisa ditekan agar

Kesehatan Kota Surabaya, dr. Sri Setiani menjelaskan, aplikasi kesehatan Kota Surabaya diberi nama EHealth. Dikatakan, E-Health merupakan aplikasi sistem informasi kesehatan Kota Surabaya yang bisa diakses melalui android. Mulai pendaftaran pasien hingga sistem rujukan online bisa dilakukan melalui aplikasi tersebut. “Tidak hanya rumah sakit, puskesmas pun bisa diakses di aplikasi ini. Tanpa harus menunggu lama, masyarakat bisa daftar online dulu dan mengecek rumah sakit atau puskesmas mana yang mau mereka datangi lewat aplikasi ini. Tujuannya agar tidak menumpuk di salah satu titik,” terangnya. (ad285)

Mangupura (Bali Post) – Petugas Satpol PP Badung mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Republik Belarus, Lazovski Victor (34), Senin (10/2) malam. Turis ini diamankan lantaran dinilai bikin onar di wilayah Kedonganan, Kuta Selatan. Kuat dugaan pelaku ini mengalami masalah kejiwaan. Danru Satol PP Kuta, Nengah Wika, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga bahwa ada turis bikin onar di Kedonga-

Dikonfirmasi Selasa (11/2) kemarin, Kasi informasi Kanim kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Putu Suhendra, mengatakan jumlah warga negara Tiongkok yang mengajukan perpanjangan izin tinggal terus bertambah. Sejak Rabu (5/2) hingga Selasa (11/2), tercatat sebanyak 156 warga negara Tiongkok yang sudah mengajukan permohonan izin tinggal dalam keadaan terpaksa. Rinciannya, Kamis (6/2) ada sebanyak 28 permohonan, dan Jumat (7/2) sebanyak 22 permohonan. Namun, kata dia pada Sabtu (8/2) ada satu orang yang membatalkan permohonan karena berangkat dengan pesawat charter. Sementara, pada Senin (10/2) ada sebanyak 27 orang yang mengajukan permohonan

nan. Ia kemudian menerjunkan sejumlah personel ke lapangan dan mengamankan pelaku sekitar pukul 22.00 Wita. “Pelaku teriak-teriak dan mengumpat kepada salah seorang pemilik rumah kontrakan di Kedonganan,” kata Wika, Selasa (11/2) kemarin. Sebelumnya, kata Wika, pelaku menyewa sebuah rumah di Kedonganan. Pelaku baru membayar setengahnya sebagai uang muka. Setelah berjalan, pemilik kontrakan menilai aktivitas bule

perpanjangan izin tinggal. Selasa (11/2) kemarin, warga negara Tiongkok yang mengajukan permohonan perpanjangan izin tinggal tercatat 80 orang. “Jumlah ini akan terus bertambah mengingat masih banyak wisatawan Tiongkok yang masih ada di Bali. Kami perkirakan masih banyak yang akan melakukan pengajuan perpanjangan izin,” ujarnya. Terkait penolakan penumpang yang memiliki riwayat pernah mengunjungi Tiongkok dalam 14 hari terakhir, hingga Senin pukul 23.00 Wita tercatat sebanyak 82 orang penumpang yang ditolak. Menurut Suhendra, penolakan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. (kmb23)

tersebut dianggap menganggu kenyamanan warga sekitar. Ia pun diusir. Karena diusir itu pelaku melawan dan meminta kembali setengahnya dari uang muka. “Pelaku teriak-teriak sehingga dilaporkan ke kami, lantas diamankan ke Mako Satpol PP Kuta. Sempat dibawa ke RS Sanglah, tapi masih saja ngoceh, sehingga diberi obat penenang. Kuat dugaan pelaku mengalami masalah kejiwaan,” jelasnya. (kmb21)

Cari Solusi Penanganan Banjir dan Penataan Aset di Badung

Komisi II dan III DPRD Badung Kunker ke Surabaya SEBAGAI daerah tujuan pariwisata dunia, Kabupaten Badung kerap dilanda banjir ketika musim hujan tiba. Tak hanya itu, Badung sebagai kabupaten terkaya di Bali juga perlu melakukan penataan aset, sehingga penanganan banjir dan penataan aset di Gumi Keris tertangani dengan baik. Guna mencari solusi atas permasalah tersebut, wakil rakyat di DPRD Badung khususnya Komisi II dan III DPRD setempat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Surabaya, Senin (10/2) lalu. Turut hadir Ketua Komisi II I Gusti Anom Gumanti beserta anggota yakni I Nyoman Dirga Yusa, I Wayan Luwir Wiana, Ida Bagus Made Sunartha, I.B. Alit Arga Patra, I Gusti Lanang Umbara, IGA Agung Inda Trimafo Yudha, I Nyoman Karyana, I Nyoman Suka, I Made Wijaya, serta Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata, beserta anggota I Nyoman Satria, I Wayan Sandra, I Made Suryananda Pramana, I Made Yudana, I Nyoman Graha Wicaksana, Ni Komang Tri Ani, I Gusti Ngurah Shaskara, dan I Made Retha. Kehadiran jajaran Komisi II DPRD Badung yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Badung, Made Sunarta diterima Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah. Dalam kesempatan itu, Made

Sunarta mengatakan Surabaya dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengembangkan wilayahnya dari sisi infrastruktur. Untuk itu, perlu kiranya Badung belajar lebih banyak mengenai penanganan banjir di Surabaya. “Sebelum datang ke sini (Surabaya red), kami sudah melihat penataan Surabaya. Lingkungannya begitu bersih, sungai tidak ada sampah, bagus tidak ada banjir. Untuk itu, tentunya kami di DPRD Badung harus banyak belajar dari Surabaya,” ujarnya. Selain itu, kata Made Sunarta, penataan aset di Surabaya juga tertata rapi tidak ada kawasan khususnya aset pemerintah yang terbengkalai. “Banyak hal yang perlu kami pelajari dari keberhasilan Surabaya menata kotanya,” ucapnya. Ketua Komisi II DPRD Badung, Gusti Anom Gumanti, dalam kesempatan itu menanyakan penataan taman dan sungai di Surabaya, sehingga terlihat rapi dan bersih. “Surabaya memiliki taman yang sudah mendunia dan banyak. Ini tentunya tidak terlepas dari kebersihan sungai, karena saya melihat banyak taman di sempadan sungai bahkan setiap sudut ada tamannya. Kalau dari segi penganggaran berapa persen dari APBD, karena taman tidak cukup hanya disiram tapi maintenance-nya juga,” terangnya.

CENDERAMATA - Ketua Komisi III DPRD Badung I Putu Alit Yandinata menyerahkan cenderamata kepada Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah dalam kunker DPRD Kabupaten Badung ke Surabaya, Senin (10/2). Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mengatakan, pihaknya merasa sangat terhomat mendapat kunjungan dari jajaran DPRD Badung. “Kami merasa terhormat mendapat kunjungan dari bapak dan ibu rekan kami di DPRD Badung. Kami di Surabaya memiliki APBD mencapai Rp 10 triliun lebih,” katanya. Dikatakan, dana APBD yang dikelola difokuskan pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. “Untuk program infrastruktur khususnya penanganan banjir, kami lakukan dengan menata sungai. Selain ada satgas kebersihan, kami mendorong program sosial

promotif preventif agar warga tidak membuang sampah ke sungai dengan melakukan kerja bakti. Sampah yang dihasilkan dikelola menjadi listrik,” paparnya. Kendati demikian, kata Khusnul Khotimah, pihaknya mengakui tidak mudah mengubah mindset masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terlebih ke sungai. “Awalnya tidak mudah mengarahkan masyarakat untuk menjaga kebersihan. Tapi ketika meraka kebanjiran, mereka merasakan lebih sulit, karena itulah mereka mau berubah,” katanya seraya menyebutkan Surabaya memiliki 50 lebih taman. (ad284)


Rabu Pon, 12 Februari 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Corona dan Diversifikasi Wisatawan

SETELAH kasus wisatawan Tiongkok di Bali tak belanja langsung ke warga Bali, melainkan hanya belanja ke warga Tiongkok, kini pariwisata Bali kembali terguncang karena kasus virus Corona yang menimpa warga Tiongkok hingga menyebar ke puluhan negara. Hingga Selasa (11/2) tercatat 908 meninggal di Tingkok akibat virus ini. Namun di balik itu Tiongkok sukses menyembuhkan 3.000 lebih pasien suspect Corona. Lagi-lagi pariwisata Bali juga berdampak besar atas penyebaran virus Corona. Penerbangan dari dan ke Tiongkok dihentikan, PHK pun mulai terjadi. Sementara jumlah wisatawan Tiongkok ke Bali menempati ranking pertama sekaligus menggeser wisatawan asal Australia. Kita patut belajar bahwa pariwisata Bali harus tampil tangguh dan tahan guncangan faktor eksternal. Pertama, kita begitu terlena akibat mudahnya wisatawan yang datang ke Bali. Mereka tak cukup memiliki uang juga datang ke Bali akibat kebijakan bebas visa. Bahkan belum lama ini sejumlah toko yang menjual segala keperluan wisatawan Tiongkok dibekukan karena mereka tak belanja di Bali melainkan ke toko milik warga Tiongkok. Kini pariwisata Bali lagi dihebohkan oleh virus Corona. Pemerintah mestinya meninjau kebijakan bebas visa. Kedua, kasus Corona membelajarkan krama Bali dan pendukung pariwisata untuk mengutamakan pariwisata yang sehat. Upaya untuk itu sudah mulai dilakukan di mana hampir semua objek wisata di Bali kini tampil bersih. Namun belum bisa dikatakan cukup karena bersih harus mengandung makna sehat dan pola hidup sehat masyarakat pendukung pariwisata itu sendiri. Misalnya kita perlu menghindari praktik membuang bangkai babi akibat AFS ke sungai. Justru sangat terpuji peternak Bali melenyapkan babi-babi yang sakit agar tak menyebarkan virus yang sama kepada peternak lain dengan cara dikubur. Rupanya pola hidup sehat ini masih menjadi PR besar bagi warga Bali. Sekali lagi Bali tak boleh tergantung pada salah satu asal wisatawan. Kita perlu diversifikasi wisatawan. Ibarat keluarga yang hanya memiliki penghasilan di bidang pertanian, dilanda kekeringan mereka hidup merana. Makanya diversifikasi asal wisatawan terus dipacu, sehingga Bali selalu tangguh dari guncangan faktor eksternal. Bukankah dana promosi tetap dianggarkan tinggi, pemerintah dan pelaku pariwisata juga harus gencar menyasar negara lain yang potensial. Kita yakin masih banyak wisatawan yang murni. Mereka suka melihat pemandangan dan menikmati alam Bali, juga suka berbelanja di Bali. Kita perlu wisman yang suka berbelanja. Ini artinya Bali memerlukan wisatawan yang berkualitas. Pemerintah jangan merasa bangga bahwa target jumlah wisatawan ke Indonesia atau Bali khususnya mencapai target, padahal krama Bali tak mendapatkan apa-apa dari sektor ini.

POJOK Jangan panik hadapi paceklik wisatawan. - Badai pasti berlalu. *** PKK ditantang ikut tangani masalah sampah. - Wajib diladeni. *** Jangan benturkan konsep pariwisata berkualitas dengan pariwisata massal. - Yang berbenturan biasanya tak baik.

Bersatu Selamatkan Danau Batur

DANAU Batur konon asal mula peradaban manusia Bali. Namun lihatlah sekarang, kelestariannya makin terancam. Kerusakan sudah sangat parah, bahkan terparah di Bali. Sebelas kementerian dan Bappenas telah diperintahkan untuk menangani 15 danau di Indonesia yang mengalami kerusakan, salah satunya Danau Batur. Sayangnya langkah penyelamatan sejauh ini sebatas wacana. Netizen melalui akun Facebook @balipost menyayangkan belum adanya tindakan nyata pemerintah pusat dan daerah untuk mengamankan Danau Batur. Penanganan yang sifatnya insidental dinilai tidak akan pernah cukup. Danau Batur perlu dibentengi dari masalah pendangkalan, pencemaran hingga penyerobotan ruang. Upaya penyelamatan ini membutuhkan dana besar yang tidak bisa hanya ditanggung Pemkab Bangli yang APBD-nya terbatas. Selain pemerintah dari pusat hingga daerah, swasta juga harus ikut bergerak. Tidak boleh lagi hanya memetik berkah keindahan alam tanpa mau merawatnya. Swasta terutama industri pariwisata bahkan harus di garda terdepan menjaga alam Bali. Berikut sejumlah komentar netizen. I Wayan Rudia Harus masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bangli menjaga alam Danau Batur dengan baik serta kebersihannya biar bisa bersaing dengan Danau Beratan, sehingga wisatawan banyak yang berkunjung ke sana untuk meningkatkan PAD. Semoga tetap lestari, indah dan asri. Danau dari kita untuk kita. Jangan cemari danau dengan limbah dan sampah karena sumber kehidupan. Ryanto Memang benar, mayoritas masyarakat kita kurang peduli dengan lingkungan, juga tidak bisa menjaga kelestarian alam. Kalau sudah punah dan rusak, kan kita juga yang merasa rugi dan kecewa. Ketut Mandala Hanya termakan janji-janji manis. Realisasinya belum ada untuk pelestarian alam. Kalau investor datang baru nomor satu untuk proyek soalnya uang datang. Seharusnya ada penganggaran untuk melestarikan Danau Batur. Made Mur Barangkali semua ingin baik dan lestari. Mari yang terkait turun tangan demi kebaikan kita bersama. Jangan dibiarkan, apalagi sebagai penonton. Agung Skip Pemda dan masyarakat lokal Bali tidak peduli dengan

alamnya. Mereka sendiri yang akan merasakan akibatnya. I Te Pang Dulu kira-kira 20 tahun yang lalu pernah diajak ibu ke sana. Seingat saya sangat bersih. Tetapi kini entah kenapa banyak sampah di pinggirnya. Cempaka Suryantika Seharusnya bisa sama-sama menjaga. Terutama masyarakat sekitar. Suryawan Surya Dikasih alam yang indah dan memiliki potensi bagus, tidak dikelola, tidak dimanfaatkan, tidak dirawat dengan baik. Nanti cemburu sama daerah lain yang pariwisata dan PAD-nya tinggi. Wayan Sakyo Penamun Kalau sumber air Bali rusak, maka Bali hancur. Ketut Dwita Danau Batur tidak seindah dulu. Sekarang sudah dialihfungsikan menjadi lahan bisnis. Cokorda Oka Birawidya Yang penting pajak tagih ke perusahaan yang pakai air tanah, tapi sumber airnya tersebut tidak diperhatikan.

Yang penting pajak. Gd Buda Sekarang saja dari Penulisan sampai Penelokan sudah banyak bangunan yang mengganggu keindahan Gunung Batur. Semua restoran atau hotel mencari lake view. Loak Reborn Kintamani Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, membatasi tebang pohon dan membatasi pembangunan hotel restoran yang sampai ke danau serta mengkaji kembali galian C. Dinas Perikanan menjaga ekosistem danau dan memperhatikan pembangunan keramba. Dinas Pertanian mengimbau agar tidak beternak atau bertani dekat danau. Dinas Pariwisata mengarahkan warga sekitar danau untuk mau mengelola dan merawat lingkungannya agar wisatawan datang. Dinas Tata Kota dengan fasilitas kerjanya arahkan ke danau bersama masyarakat bersihkan danau. Semua pihak terkait terus lakukan penyuluhan dan bimbingan ke masyarakat. Darmanabrajamusti Sudah tahu Danau Batur tower. Sumber airnya tower yang harus dijaga kelestarianya bersama, kok pada sibuk ngurusin politik, saling menjatuhkan? Memangnya kita bisa minum politik tanpa minum air untuk hidup?

Pendidikan

Dosen STPBI Ikuti Program Erasmus Plus untuk Pertukaran Dosen di Spanyol KEMBANGKAN kajian pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism, dua dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) akan mengikuti pertukaran dosen di Spanyol. Untuk memulai program ini, Selasa (11/2) kemarin empat dosen dari Spanyol melakukan presentasi program Erasmus Plus terkait pertukaran dosen antara STPBI dan Erasmus Spanyol. Wakil Ketua IV bidang Kerja Sama Internasional STPBI Ni Made Ayu Sulasmini, S.Pd., M.Pd., CHE. mengatakan, ini merupakan program beasiswa dan pertukaran dosen antara STPBI dan Erasmus Plus Spanyol. Menurutnya, STPBI dan SPB selalu menerjemahkan dengan

baik komitmen dari yayasan, salah satunya untuk globalisasi. Menurut Ayu, pihaknya akan melakukan globalisasi ini di tiga layer, yakni di tahapan dosen, mahasiswa dan tenaga non-dosen. Sementara untuk pertukaran dosen yang berupa beasiswa Erasmus Plus antara STPBI dengan salah satu lembaga di Spanyol, katanya, bertujuan untuk mobilitas dari profesor antardua lembaga. Dalam hal ini, program yang difasilitasi oleh Erasmus Plus khusus mempelajari terkait sustainable tourism. Karena tourism, katanya, merupakan bisnis yang sangat dekat dengan lingkungan. Untuk itu pihaknya menegaskan harus juga menjadi agen yang tidak hanya terampil

di bidang pariwisata dan perhotelan global, namun juga mendedikasikan segala kegiatan untuk keberlangsungan lingkungan. ‘’Karena tourism tidak akan berhasil kalau lingkungan tidak mendukung,’’ katanya. Dijelaskannya, untuk kali ini ada empat dosen dari Spanyol yang akan mempelajari sustainable tourism yang ada di Bali. Setelah ini, dari STPBI ada dua dosen yang akan diseleksi bersama Erasmus Plus. ‘’Siapa yang berkualifikasi untuk ke sana, dan setelah pulang akan membagikan apa yang sudah didapat di sana,’’ ucapnya. Sementara itu, Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. menyampai-

kan, yayasan terus mendorong institusi untuk bisa go global. Karena target market lulusan tidak hanya bekerja di dalam negeri, juga go global. Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan dalam waktu dekat, STPBI akan menjadi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional. ‘’Yayasan mendorong semua komponen yang ada di institusi untuk go gobal. Ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa maupun dosen untuk membuka wawasan. Dari segi pendidikan, dosendosen diwajibkan untuk mengambil S-3 ke luar negeri,’’ ucapnya. Ketua Bali CoBTA atau Asosiasi Komunitas Pariwisata Berbasis Masyarakat Djinaldi Gosana yang hadir pada kesempatan tersebut

ERASMUS PLUS - Wakil Ketua IV bidang Kerja Sama Internasional STPBI Ni Made Ayu Sulasmini, S.Pd., M.Pd., CHE. (tengah) berfoto bersama dengan dosen dan perwakilan dari Spanyol terkait program Erasmus Plus untuk pertukaran dosen antara STPBI dan Erasmus Spanyol, Selasa (11/2) kemarin di kampus setempat. sangat mendukung program ini. Melalui pertukaran dosen ini, diharapkan mereka bisa memberi masukan tentang pengem-

bangan desa wisata. Begitu juga sebaliknya, masingmasing desa wisata bisa mengembangkan pariwisata berkelanjutan. (ad238)

Senator RI Dukung Pendirian Patung Bung Karno di Pusat Kota Palu Sulawesi Tengah

Jadi Donatur Pura Saat Gempa, Gusti Wedakarna Tinjau Pura Jagatnatha Palu

PERAIH suara tertinggi di Pemilu 2019 Bali yakni Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III kembali menunjukkan kelasnya sebagai wakil umat Hindu di pusat. Kinerja Senator termuda ini bukan saja di wilayah Bali, tetapi juga hampir di seluruh Nusantara. Itulah yang membedakan komitmen Senator AWK dengan wakil rakyat di pusat, yakni konsistensi sebagai pengayom umat Hindu. Maka tidak heran, di mana pun Senator Arya Wedakarna (AWK) menginjakkkan kaki di bumi Nusantara, maka masyarakat khususnya semeton Bali dan umat Hindu akan menyambut dengan gembira. Tentu, melakukan perjalanan ke luar wilayah dapil akan mengorbankan seluruh tenaga, pikiran dan komitmen, dan jika tidak ada

idealisme yang tinggi, maka mustahil hal itu bisa dijalankan. Demikian terekam dalam perjalanan AWK dari Jambi ke Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu. Selama di Palu, AWK yang didampingi Nyoman Slamet (Direktur The Hindu Center Of Central Sulawesi/ Wakil Ketua DPRD Sulteng), pimpinan PHDI, Ketua Suka Duka Hindu Dharma, Panitia Pembangunan Pura dan sejumlah tokoh muda hadir di sejumlah agenda yakni meninjau Koperasi Sanjiwani yang didirikan tokoh Hindu, meninjau Pura Agung Wanakertha Jagatnatha Kota Palu yang sempat rusak karena gempa tahun 2018, meninjau pembangunan Wantilan Masyarakat Adat Bali di Palu, serta meninjau lokasi pembangunan patung Bung Karno yang terletak di Taman GOR Kota Palu. Sifat gotong royong umat Hindu Bali di Kota Palu

diapresiasi oleh AWK, di mana ia menyatakan dalam kurun waktu satu tahun, jejak bencana alam di Palu hampir tidak terlihat karena pembangunan infrastruktur dan perbaikan dilakukan dengan serius. ‘’Hikmah dari bencana gempa yang terjadi tahun lalu, Padmasana di Pura Jagatnatha ini menjadi lebih megah, lebih besar dan lebih strategis. Saya juga sudah mendapat penjelasan jika struktur Padmasana lebih kuat. Dan penataan kawasan pura baik di zona palemahan dan pawongan menjadi lebih rapi. Yang paling membanggakan adalah persatuan umat Hindu di Sulteng jadi lebih kuat. Astungkara, umat Hindu di Sulteng ini termasuk mayoritas kedua jika dari angka di beberapa wilayah di Sulteng. Membanggakan,’’ ungkap Senator AWK yang juga putra dari pendiri Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Shri Wedastera

Suyasa (alm). Hal yang sama ia ungkapkan juga saat meninjau rencana pembangunan patung Presiden Soekarno di pusat Kota Palu. AWK meminta agar pembangunan patung Bung Karno diprioritaskan tahun 2020 ini. ‘’Palu ini salah satu daerah kesayangan Bung Karno. Bahkan nama bandara Palu yakni Mutiara juga diberikan oleh Bung Karno. Jadi untuk menghormati jejak Bung Karno, maka sangat tepat pemerintah memprogramkan pembangunan patung. Ini akan melengkapi jejak-jejak Bung Karno di seluruh wilayah Indonesia. Lanjutkan dan saya selaku anggota DPD-RI dan juga dari The Sukarno Center Tampaksiring siap membantu dan mendukung. Astungkara 2020 ini tuntas,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring. (ad294)

KUNKER – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III didampingin Nyoman Selamat (Pimpinan DPRD Provinsi Sulteng dari Fraksi PDI-P/Direktur The Hindu Center Sulteng) hadir di Pura Jagatnatha Kota Palu dan bakal lokasi patung Bung Karno di Kota Palu.

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Pon, 12 Februari 2020

LOKASI KEJADIAN - Aliran Tukad Yeh Ho, lokasi kejadian korban Peltu TNI Susila Adnyana yang terseret arus, Minggu (9/2).

Besok, Peltu TNI Susila ”Makingsan ring Geni”

Tabanan (Bali Post) -

Jenazah anggota Koramil Kerambitan yang bertugas sebagai Babinsa Desa Timpag, Peltu TNI I Ketut Susila Adnyana, rencananya diupacarai makingsan ring geni, Kamis (13/2) besok, Prosesi itu dilaksanakan di Setra Banjar Belumbang Kaja, Desa Belumbang, Kerambitan. Bahkan sebelum upacara Hindu dilaksanakan, diawali upacara militer sebagai tanda penghormatan terakhir kepada almarhum. Klian Dinas Banjar Belumbang Kaja Gusti Made Madyana mengatakan, saat ini jenazah Peltu Susila masih dititipkan di kamar jenazah RSUP Sanglah. Ini disebabkan frezeer jenazah di BRSU Tabanan tidak muat menampung tubuh korban lantaran dalam kondisi membengkak. “Karena tidak muat, diputuskan Senin (10/2) sore kemarin langsung dititipkan di kamar jenazah RSUP Sanglah,” terangnya, Selasa (11/2) kemarin. Pihak keluarga sejauh ini telah melakukan upacara di lokasi di mana korban ditemukan terdampar, yakni di Pantai Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur. Disinggung kondisi keluarga korban, Gusti Madyana mengakui pihak keluarga sudah

merasa tenang dan menerima dengan ikhlas peristiwa itu sebagai musibah. “Keluarga sudah tenang. Untuk upacara makingsan ring geni di setra Banjar rencananya dilakukan siang hari di bawah jam 12.00 Wita,” terangnya. Terkait upacara kemiliteran sebagai bentuk penghomatan terakhir kepada almarhum, hal itu dibenarkan Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Toni Sri Hartanto. Bahkan Dandim Tabanan langsung menjadi Irup upacara tersebut. Begitu pun upacara terhadap korban Peltu TNI Susila dipastikan dihadiri 200 anggota TNI dan PNS Kodim. “Semaksimal mungkin anggota kami hadir untuk memberikan penghormatan

terakhir. Apalagi yang seleting dengan almarhum, pasti banyak yang hadir,” terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Peltu TNI I Ketut Susila Adnyana, Babinsa Desa Timpag, Minggu (9/2) hanyut terseret arus Tukad Yeh Ho di Banjar Belumbang Kaja, Kerambitan saat hendak pulang usai mencari rumput di Desa Mambang, Selemadeg Timur. Saat kejadian memang turun hujan deras. Hal itu mengakibatkan arus sungai sangat deras dengan kedalaman relatif tinggi. Korban bersama dua rekannya memutuskan meninggalkan sepeda motor dan rumput. Mereka kemudian memilih pulang ke seberang dengan cara berenang. Dengan maksud

jika hujan reda, rumput dan sepeda akan diambil setelahnya. Namun belum sampai berenang di pinggir jalan penghubung Desa Mambang dengan Desa Belumbang, tiba-tiba korban berteriak memanggil rekannya yang saat itu sudah terlebih dahulu sampai di seberang. Bahkan rekannya sempat mencoba melakukan pertolongan. Namun korban sudah hilang terseret arus. Proses pencarian pascakejadian (Minggu sore -, red) pun terkendala aliran sungai cukup deras. Hingga akhirnya korban ditemukan terdampar di pantai Klecung yang berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian awal. Saat ditemukan kondisi badan korban membengkak dan luka lecet serta mengelupas dibagian kepala, tangan, dan perut. Kemungkinan lecet dan mengelupas itu akibat benturan dengan batu karang. Korban meninggalkan istri dan dua orang anak. (kmb28)

Menunggu Autopsi JENAZAH anggota Koramil Kerambitan yang bertugas sebagai Babinsa Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Peltu I Ketut Susila Adnyana, hingga Selasa (11/2) kemarin masih dititipkan di Kamar Jenazah RSUP Sanglah. Jenazah Susila yang ditemukan Senin (10/2) di Pantai Klecung, setelah Minggu (9/2) hanyut di Tukad Yeh Ho, Banjar Belumbang Kerambitan, baru menjalani pemeriksaan luar. Masih menunggu pemeriksaan autopsi. Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Henky, Sp.F., M.Bioethics., S.H., Selasa (11/2) kemarin mengatakan jenazah Peltu Susila diterima di kamar jenazah RSUP Sanglah, Senin (10/2) pukul

Peltu TNI I Ketut Susila Adnyana (alm) 18.25 Wita. ‘’Jenazah baru diperiksa bagian luar. Hasil sementara ditemukan luka terbuka di kepala. Jenazahnya sudah mulai membusuk,’’ ujar Henky. Terkait kondisi jenazah

yang sudah membusuk, diakui Henky, jika mayat terendam air proses pembusukannya terjadi lebih lama dibanding jenazah yang ditemukan di daratan. ‘’Jika terendam di air biasanya proses pembusukan terjadi setelah dua hari. Namun jenazah sudah membusuk setelah sehari di dalam air. Meski demikian, faktor terjadinya pembusukan itu banyak tidak hanya satu,’’ jelas Henky. Untuk memastikan penyebab kematian korban, menurut Henky, memerlukan pemeriksaan autopsi. Namun hingga Selasa kemarin belum ada permintaan dari keluarga dan pihak kepolisian untuk autopsi, sehingga jenazah masih dititipkan di Kamar Jenazah RSUP Sanglah. (san)

Harga Bawang Putih Naik, TPID Gelar Pasar Murah

PASAR MURAH - Di depan Gedung I Ketut Maria digelar pasar murah, Selasa (11/2) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Peningkatan harga komoditi pertanian kembali terjadi. Jika sebelumnya harga cabai sempat menembus harga Rp 100 ribu perkilogram. Kemudian giliran bawang putih perlahan harganya meningkat. Jika sebelumnya berada di kisaran harga Rp 35 ribu per kilogram, namun saat ini sudah menembus angka Rp 55 ribu per kilogram. Kondisi ini tentu saja dikhawatirkan terus berlanjut. Apalagi dalam waktu dekat ada hari raya Galungan dan Kuningan. Mengantisipasi lonjakan

harga salah satu komoditas sangat favorit masyarakat di pasaran, Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan langsung menggelar pasar murah di depan Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Selasa (11/2) kemarin. Penjualan bawang putih dalam pasar murah itu disediakan Bulog. Harga dipatok Rp 48 ribu per kilogram. Ketua Pelaksana TPID, I Gusti Putu Ekayana, menjelaskan pasar murah yang dilaksanakan menjelang Galungan dilangsungkan selama tiga hari. Dari tanggal 11, 12, dan 13 Februari 2020.

Terkait pelaksanaan agenda program itu menggandeng sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga instansi terkait. Bahkan Bulog menjual bawang putih yang belakangan ini mengalami kenaikan harga seharga Rp 48 ribu per kilogram. “Kenaikan harga bawang putih itu disebabkan dampak pembatasan impor,” ucap Ekayana. Selain bawang putih, program pasar murah juga menjual minyak goreng, gula, beras, gas LPG, kerajinan tempat sembahyang dari kerang dan lain-lain. Pasar murah, kata Ekayasa untuk menekan kenaikan

Persediaan Bawang Putih Lokal Dipastikan Aman PEMBATASAN impor pangan dari Tiongkok mulai berdampak pada harga produk impor. Salah satunya adalah komoditas bawang putih. Perkembangan harga salah satu bumbu dapur di pasar tradisional itu bahkan terus naik sejak merebaknya isu virus Corona. Lalu bagaimana halnya dengan stok bawang putih, apakah sudah memadai di Kabupaten Tabanan? Di tengah kenaikan harga bawang putih impor di pasaran, Dinas Pertanian Tabanan memastikan ketersediaan pasokan bawang putih tingkat lokal saat ini masih aman-aman saja. Bahkan stok sudah terpenuhi. Dengan stok yang memadai, maka diharapkan mampu menekan laju inflasi akibat kenaikan harga bawang putih. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura I Wayan Suandra seizin Kepala Dinas Pertanian I Nyoman Budana menegaskan tiap tahun ada

kucuran anggaran pusat untuk program peningkatan produksi dan juga nilai tambah hortikultura. Di tahun 2019, misalnya, anggaran pusat yang dikucurkan untuk pengembangan kawasan komoditi bawang putih. Luas arealnya 225 hektar dan tersebar di tiga kecamatan, seperti Penebel, Baturiti, serta Pupuan. Malah sudah pernah memasuki masa panen akhir Desember 2019. Rata-rata produksinya mencapai 5-6 ton per hektar. “Artinya, stok bawang putih

AMAN - Komoditi bawang putih lokal dipastikan persediaannya aman jelang Galungan dan Kuningan.

lokal masih aman. Bahkan kami cek di pedagang juga masih banyak. Semoga jelang Galungan harga masih bisa terkendali,” harapnya, Selasa (11/2) kemarin. Selain itu, anggaran pengembangan komoditi bawang putih kembali dikucurkan tahun ini dengan areal lebih kecil, hanya 150 hektar. Rencananya dikembangkan di Kecamatan Pupuan dan Penebel. Kenaikan harga bawang putih dipasaran, kata Suandra, juga dipicu mundurnya masa tanam. Mudurnya masa tanan itu akibat iklim atau kemarau panjang yang terjadi belum lama ini. “Semestinya panen maksimal bisa sampai 12 ton. Namun sekarang hanya setengahnya 6 ton. Mudah-mudahan tahun ini ada hujan bisa tertutupi,” ucapnya. Dari hasil panen itu sesuai aturan sepertiganya bawang putih yang sudah dipanen dijadikan benih. Dan untuk uji sertifikasinya menggandeng pihak luar seperti di Jawa Timur. Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) gencar mengejar tanam bawang putih untuk mencapai swasembada. Pusat pun hampir tiap tahun memberikan bantuan berupa bibit di se-

jumlah daerah. Seperti halnya di Kabupaten Tabanan tahun 2019, Dinas Pertanian Tabanan kembali mendapat bantuan bawang putih jenis Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning sebanyak 123 ton. Bantuan itu diberikan kepada sejum-

lah petani di tiga kecamatan, seperti Baturiti, Penebel dan Pupuan. Di tahun 2020 juga dikucurkan anggaran untuk bawang putih. Hanya luas arealnya hanya 150 hektar. Alokasi anggarannya mencapai Rp 10 miliar. (bit)

harga di pasar menjelang hari raya Galungan. Selain itu tujuannya mengendalikan inflasi daerah. “Intinya biar tidak terjadi kenaikan harga secara drastis,” tegasnya. Tidak hanya menyasar Kota Tabanan, kegiatan pasar murah juga menyasar kecamatan lainnya. Hanya saja pelaksanaannya melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dis perindag) Tabanan seperti di pasar Marga, Penebel, selain itu rencananya dilangsungkan di Desa Pandak Gede Kecamatan Kediri pada tanggal 14 mendatang. “Pasar murah di Pasar

Marga dan Pasar Penebel sudah dilakukan sebelumnya,” terang Ekayana. Begitu pun menjelang hari raya Galungan dan Kuningan selain digelar Pasar Murah, Pemkab Tabanan melakukan pengawasan pangan dan cek harga di pasar. “Kita akan bekerja sama dengan polisi, pengawasan pangan bertujuan mencegah terjadinya kecurangan pedagang. Selain itu memberikan rasa aman kepada customer alias pembeli, supaya mereka dapat merayakan hari raya dengan damai,” pungkasnya. (kmb28)


Rabu Pon, 12 Februari 2020

Ketua YKI Gianyar Kunjungi Penderita Kanker di Ubud KETUA Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra melakukan kunjungan sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako kepada sejumlah penderita kanker di wilayah kerja Puskesmas Ubud 1, Kecamatan Ubud, Senin (10/2). Kunjungan ini merupakan kegiatan rutin YKI Cabang Gianyar untuk memantau lebih dekat perkembangan para penderita kanker di Kabupaten Gianyar. Setelah di awal tahun menyambangi penderita di Kecamatan Payangan, dalam kunjungan kali ini Ny. Surya Adnyani Mahayastra juga didampingi oleh Wakil Ketua YKI Cabang Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun, Ny. Dwikorawati Wisnu Wijaya, dan beberapa dokter spesi-

alis kandungan dari RSUD Sanjiwani Gianyar, beserta pengurus YKI lainnya. Pada kesempatan kali ini ada 15 penderita kanker yang dikunjungi, yaitu penderita kanker payudara asal Banjar Tebesaya, Desa Peliatan Kadek Suartini, Dayu Byang, Gusti Ayu (Mangku Dalem), Dayu Byang dari Geria Belong Banjar Teruna, Desa Peliatan, Luh Made Sukeni, dan Ni Wayan Ganis dari Banjar Abiansemal, Desa Lodtunduh, Mangku Ni Wayan Kerti asal Banjar Silungan, Desa Lodtunduh, Ni Wayan Ganti Banjar Klingkung, Desa Lodtunduh, Nyoman Parwati dari Banjar Teges Yangloni, Desa Peliatan, Jro Pande Putu Raka dari Banjar Teges Kangin, Desa Peliatan, Desak Budiani Banjar Silungan, Desa

Lodtunduh, Ni Wayan Suryani dan Kurnia Ningsing dari Banjar Teges Kangin, Desa Peliatan. Sedangkan untuk penderita kanker serviks ada dua orang, yaitu Luh Tirta dari Banjar Abiansemal, Lodtunduh dan Ni Wayan Tombong dari Banjar Abiansemal Kaja Kauh, Desa Lodtunduh. Berdasarkan data di YKI Cabang Gianyar, jumlah penderita kanker serviks maupun kanker payudara di Kabupaten Gianyar tahun 2019 sebanyak 96 penderita. Jumlah ini, menurut Ketua YKI Ny. Adnyani Mahayastra, menjadi PR tersendiri bagi dirinya dan para pengurus YKI Cabang Gianyar. Tidak dimungkiri hampir sebagian besar penderita kanker ditemukan pada stadium lanjut, sehingga angka kes-

embuhannya belum seperti yang diharapkan, meskipun tata laksana kanker telah dilakukan dengan tepat dan cepat. ‘’Kami di YKI maupun di PKK rutin turun ke masyarakat hingga ke sekolahsekolah untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya penyakit kanker. Kenali dan waspadai, jika terjadi keanehan di dalam tubuh kita, segera periksakan diri ke dokter, puskesmas atau rumah sakit terdekat,’’ kata Ny. Adnyani Mahayastra di sela-sela kunjungannya. Dalam setiap kunjungan, Ny. Surya Adnyani Mahayastra yang didampingi oleh dokter-dokter spesialis dari RSUD Sanjiwani Gianyar, selain menyerahkan bantuan juga tak lupa memberi support pada penderita dan juga keluarganya. Karena pada

kasus penderita kanker, kata istri Bupati Gianyar Made Mahayastra ini, psikologi penderita kanker juga mengalami perubahan yang drastis, bahkan ada beberapa di antara mereka yang tidak percaya telah menderita kanker. ‘’Mengedukasi penderita dan keluarga adalah tujuan utama dari kunjungan kami. Karena tidak sedikit di antara mereka yang mendapat informasi yang menyesatkan, jika menderita kanker pasti meninggal. Hal ini yang sering menyebabkan depresi dan tidak mau berobat,’’ ujar Ny. Surya Adnyani Mahayastra prihatin. Selain rutin berobat, katanya, dukungan keluarga dan masyarakat menjadi obat yang mujarab bagi kesembuhan penderita kanker. (ad303)

KUNJUNGAN - Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra melakukan kunjungan sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako kepada sejumlah penderita kanker di wilayah kerja Puskesmas Ubud 1, Senin (10/2).

Polisi Dalami Dugaan Pungli di Pasar Payangan Gianyar (Bali Post) Polres Gianyar masih mendalami kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Pasar Umum Payangan. Namun, I Kasna yang sebelumnya diamankan polisi dalam kasus ini akhirnya tidak ditahan. Sementara mantan Perbekel Melinggih menyatakan bahwa I Kasna merupakan petugas LPM Desa Melinggih yang ditugaskan melakukan pungutan berdasarkan SK pengakatan LPM desa tersebut.

Bali Post/kmb35

PELAKU - Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana saat menginterogasi empat pelaku penyalahguna narkotika di Mapolres Gianyar, Selasa (11/2) kemarin.

Pelaku Penyalah Guna Narkoba Dibekuk Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar membekuk empat pelaku penyalahguna narkoba. Dua di antara pelaku tersebut merupakan pengedar narkoba yakni I Komang Setyawan dan Zaenul Arifin. Dua pelaku ini diketahui sudah cukup lama mengedarkan narkoba di kawasan Gianyar. Kapolres Gianyar, AKBP I Dewa Made Adnyana, mengatakan penangkapan ini berlangsung serangkaian Operasi Anti Narkotika (Antik) yang dilakukan Polres Gianyar. Dikatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat. Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap empat pelaku. ‘’Mereka ditangkap saat berada di depan salah satu swalayan dan ada juga ditangkap di

pinggir jalan di wilayah Gianyar,’’ katanya. Selain dua pengedar, yakni I Komang Setyawan dan Zaenul Arifin, polisi juga mengamankan dua pengguna yakni I Ketut Ardana (33) dan I Wayan Suryadi (26). Dari empat pelaku tersebut, tiga orang di antaranya memang merupakan target operasi. ‘’Target kami sebenarnya tiga pelaku. Jadi, ada satu tambahan penyalahguna narkoba yang ditangkap di lapangan,’’ ujar Adnyana. Menurut Adnyana, dari tangan I Komang Setyawan diamankan barang bukti 0,28 gram sabu-sabu (SS). Sementara dari tangan Zaenal Arifin diamankan 0,98 gram narkoba jenis SS dan 15 butir ekstasi, serta satu buah bong. Sementara dari dua orang pemakai lainnya

juga diamankan masing-masing satu paket SS. ‘’Pelaku dan barang bukti sudah diamankan,’’ katanya. Adnyana mengatakan, Komang Setyawan dan Zaenal Arifin dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman lima tahun penjara. Sementara tersangka I Ketut Ardana dan tersangka I Wayan Suryadi dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. ‘’Modus para pelaku dalam aksi jualbeli narkotika ini dengan sistem terputus. Mereka menaruh narkotika dengan sistem nempel. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap para pelaku,’’ tegasnya. (kmb35)

Kesehatan

BNNK Laksanakan Tes Urine di Rutan Gianyar Diikuti Seluruh Staf dan Tahanan

KEPALA Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M., Kasi Rehabilitasi BNNK Gianyar I Nyoman Ari Prasetya, S.E. beserta staf melaksanakan kegiatan tes urine kepada staf dan tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gianyar, Selasa (11/2) kemarin. Pelaksanaan tes urine ini berdasarkan permohonan dari Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Gianyar I Wayan Bondan Wahyu Kusuma Dusak. Kedatangan tim dari BNNK Gianyar di Rumah Tahanan Kelas II B Gianyar diterima oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Gianyar Anak Agung Gde Putra Aribawa. Sebelum melaksanakan kegiatan tes urine, seluruh staf dan tahanan dikumpulkan untuk mengikuti apel khusus berkaitan dengan kegiatan tes urine tersebut. Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Gianyar Anak Agung Gde Putra Aribawa mengatakan, kegiatan ini adalah wujud kepatuhan terhadap undang-undang. ‘’Kegiatan ini juga sebagai sebuah tanggung jawab moral kepada negara dan masyarakat, serta untuk membuktikan kepada pimpinan bahwa staf dan tahanan dari Rumah Tahanan Kelas II B Gianyar adalah tempat yang bersih dari penyalahgunaan Narkoba. Kita juga harus

TES URINE - Suasana kegiatan tes urine yang dilaksanakan BNNK Gianyar di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gianyar, Selasa (11/2) kemarin. memberikan contoh kepada warga binaan bahwa kita tidak boleh terlibat dengan lingkaran kejahatan, khususnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,’’ katanya seraya mengharapkan seluruh stafnya tanpa kecuali untuk bersedia dan kooperatif mengikuti kegiatan tersebut. Putra Aribawa menegaskan, institusinya berkomitmen dalam rangka P4GN serta sebagai sebuah tanggung jawab moral. ‘’Kita sebagai penegak hukum harus memberikan contoh kepada masyarakat bahwa kita bersih dan steril dari penyalahgunaan narkoba,’’ tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, tim dari BNNK Gianyar melaksanakan pemeriksaan urine sebanyak 54 orang dari pegawai Rutan Gianyar dan 35 orang tahanan di

Rumah Tahanan Kelas II B Gianyar. Dari 89 orang pegawai Rumah Tahanan Kelas II B Gianyar, dan tahanan Rutan Kelas II B Gianyar yang diperiksa urinenya, tidak ada yang terindikasi penyalahgunaan narkoba. Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Gianyar Anak Agung Gde Putra Aribawa sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih kepada tim dari BNNK Gianyar karena sudah membantu kelancaran proses kegiatan tes urine ini. ‘’Ke depan kegiatan tes urine ini akan dilaksanakan secara berkala sebagai program deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba di instansi ini dan tentunya sinergitas antarlembaga ini tetap bisa berlanjut demi kepentingan bersama,’’ ujarnya. (ad293)

Dikonfirmasi Selasa (11/2) kemarin, Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana mengatakan penahanan terhadap I Kasna memang ditangguhkan. Meskipun tidak ditahan lagi, namun polisi masih tetap melakukan pendalaman penyelidikan. ‘’Kesampingkan dulu bicara bahasa OTT (Operasi Tangkap Tan-

gan - red). Seolah-olah orang dijustifikasi melakukan itu,’’ katanya. Untuk proses hukum kasus ini, kata Adnyana, polisi diberikan kesempatan 1 x 24 jam melakukan pembuktian. Polisi bertindak sesuai prosedur yang berlaku. ‘’Kami profesional saja. Ada pendalaman yang lain yang perlu kami lakukan dalam kasus ini,’’ jelasnya. Sementara itu, mantan Perbekel Meling-

gih I Nyoman Surata menyatakan, Kasna bukan preman. Ditegaskan, pria yang sempat diamankan polisi itu tidak melakukan aksi pungli. ‘’Dia ada penugasan khusus dari Bagian Badan Usaha Milik Desa. Selaku petugas pungut, ada SK-nya, cuma nomornya saya lupa. Di dokumen ada,’’ ujar perbekel terpilih yang rencananya akan dilantik tanggal 14 Februari mendatang. Surata menegaskan, pungutan itu sudah dimuat dalam peraturan desa. Ia menjabarkan, setelah terbit UU Nomor 6 Tahun 2014, ada penertiban mengenai sistem pengelolaan desa. ‘’Terkait pendapatan asli desa, artinya otonomi desa. Mengacu UU itu, ada kewenangan desa mengatur dan mengurus berdasarkan hak asal-usul skala desa,’’ jelasnya. Sesuai Permendagri, katanya, dibentuklah BUMDes. Pedagang di senggol inilah yang masuk dalam bagian dari BUMDes sejak 2018. Ditambahkan, nama Kasna muncul berdasarkan hasil rapat bersama BPD dan AKBP Dewa Made Adnyana

Klian. Untuk pengelolaan diserahkan ke LPM di Bagian Keamanan. Kebetulan LPM itu atas nama Wayan Mudita. Selanjutnya, Mudita diberikan kewenangan untuk merekrut pembantu dalam tugas di lapangan. ‘’Termasuk salah satunya Kasna yang dimuat dalam SK itu. Intinya, kalau dari desa sudah serahkan ke LPM. Sesuai klausul yang dimuat,’’ terangnya. Surata menambahkan, per pedagang senggol dikenakan pungutan Rp 10 ribu per hari. Pungutan itu sudah berdasarkan hasil rapat bersama para pedagang. ‘’Sesuai Perdes yang disetorkan ke desa, ada 65 persen dari pungutan. Potong biaya dan sebagainya,’’ jelasnya. Disinggung soal kasus bergulir, Surata menyerahkan sepenuhnya ke polisi. Namun pihaknya sudah menyiapkan data, apabila petugas kepolisian membutuhkan. ‘’Saya sendiri tidak berani terlalu jauh. Kami serahkan ke kepolisian, karena ranah kepolisian. Berikan kepada penyidik,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Kasna diamankan polisi, Sabtu (1/2) lalu. Pria berusia 40 tahun ini ditangkap saat sedang memungut pedagang di Pasar Senggol Payangan. Kasna yang tinggal di Banjar Griya, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan itu bisa mengumpulkan uang hingga jutaan rupiah. (kmb35)

Mengamuk, ODGJ Diamankan Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar menangkap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), A.A. Gede Ari, Selasa (11/2) kemarin. Pria berusia 52 tahun ini ditangkap di rumahnya di Banjar Kelod Kangin, Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar. ODGJ ini diketahui kerap mengamuk di balai banjar

setempat, sehingga warga melaporkan ke petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar. ODGJ tersebut kerap mengamuk di Balai Banjar Kelod Kangin. Bahkan ODGJ ini sempat memukul kentongan di balai banjar, Senin (10/2) malam. Hal ini membuat warga setempat resah, sampai akhirnya

melapor ke petugas. ‘’Kemarin malam informasinya sempat memukul kentongan di balai banjar pada malam harinya, sehingga warga merasa resah dan melapor ke petugas,’’ ucap pawang ODGJ yang juga pensiunan Satpol PP Gianyar, I Wayan Nasta. Selanjutnya, Nasta bersama petugas Satpol PP dan

petugas Dinas Kesehatan Gianyar mendatangi lokasi rumah Agung Ari. Dalam proses penangkapan, Agung Ari sempat melakukan perlawanan. ‘’Tadi dia mengamuk, sehingga tangannya harus diborgol,’’ katanya dan menambahkan, usai diamankan, ODGJ tersebut dibawa ke RSJ Bangli. (kmb35)


Rabu Pon, 12 Februari 2020

SOSOK Pariwisata Segera Pulih VIRUS Corona telah menyebabkan gejolak ekonomi dunia. Tidak terkecuali dampak pariwisata bagi Bali. Sementara bagi Klungkung, kawasan pariwisata Nusa Penida juga sangat terdampak. Wisatawan mancanegara asal Tiongkok biasanya ramai, kini tampak sepi. Wakil Ketua DPRD Klungkung, Wayan Baru, melihat situasi ini amat merugikan bagi pegiat pariwisata di Nusa Penida. Wisatawan asal Tiongkok sangat diandalkan dapat menghidupkan pariwisata Nusa Penida yang saat ini sedang berkembang pesat. Melihat situasi ini, dia mengakui tidak banyak yang bisa dilakukan, kecuali mencari alternatif lain, wisatawan mancanegara selain Tiongkok. ‘’Nusa Penida sudah terdampak. Waktu saya pulang ke Nusa Penida, turis lalu lalang sepi sekali. Semoga virus Corona ini cepat teratasi dan pariwisata Nusa Penida segera pulih,’’ harap Wayan Baru asal Desa Sakti, Nusa Penida ini, Selasa (11/2) kemarin. Dia berharap situasi ini tidak semakin berdampak buruk. Seperti adanya pemangkasan karyawan maupun terhentinya pembangunan akomodasi pariwisata, sebagai akibat lesunya pariwisata di wilayah kepulauan Nusa Penida. Sebab, Dinas Pariwisata Klungkung mencatat sebesar 80 persen wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida itu berasal dari Tiongkok, atau sekitar 2.000 lebih per hari. Penurunannya sangat jelas terlihat pada awal Februari. Ini paling dirasakan bagi wilayah Nusa Lembongan, yang menjadi lokasi favorit wisatawan Tiongkok snorkling dan diving. Belajar dari peristiwa ini, Wayan Baru berharap Dinas Pariwisata lebih gencar melakukan promisi mencari pasar wisatawan di luar Tiongkok. Seperti pasar Eropa dan juga India. Dekati agen perjalanan wisatanya, agar mau melihat dari dekat keindahan Nusa Penida. Agar ke depan, pariwisata Nusa Penida itu tidak tergantung hanya wisatawan Tiongkok. (gik)

Jelang Sensus Penduduk 2020

Data BPS Jangan Tumpang Tindih dengan Disdukcapil Semarapura (Bali Post) Menjelang pelaksanaan sensus penduduk 2020, dorongan agar data yang dihasilkan valid cukup tinggi. Sebab, data BPS akan menjadi rujukan banyak lembaga dalam menentukan kebijakan. Karena itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mewanti-wanti agar data sensus penduduk benar-benar dapat dilakukan secara profesional dan akurat. Dia tidak ingin ke depan muncul lagi masalah serupa, yakni datanya justru tumpang tindih dengan Disdukcapil. Bupati Suwirta ingin ada satu data yang dipakai acuan bersama. Jangan lagi muncul data-data berbeda apalagi kerap membuat jajaran pemerintah daerah bingung dalam menentukan kebijakan. “Dengan diawali koordinasi dan konsolidasi sensus penduduk tahun 2020, saya ingin ada satu data penduduk yang valid. Selain itu, nantinya juga bisa balance antara data BPS dan Disdukcapil, sehingga tidak muncul data dengan versinya masing-masing,” ujar Bupati Suwirta, saat rapat koordinasi dengan BPS, di Ruang Rapat Praja Mandala, Senin (10/2). Para Aparat Sipil Negara (ASN) diminta harus mendukung penuh proses sensus penduduk ini. Dengan mem-

berikan data sebenarnya serta membagikan aplikasi yang akan digunakan proses sensus itu dilakukan dengan sistem online, sehingga masyarakat lebih mudah mengetahui informasi tahapan yang diberikan BPS itu. “Kalau datanya dari awal sudah tidak benar, maka tidak akan bisa kerja secara maksimal. Hasil akhirnya juga bisa kacau lagi,” imbuhnya. Selain itu, tantangan terbesar dalam pelaksanaan sensus penduduk di era milenial ini, adalah tingginya mobilitas penduduk. Selain itu, perubahan perilaku masyarakat juga menyebabkan sulitnya melakukan pencacahan penduduk secara langsung. Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan inovasi dan pembaruan metode pada pelaksanaan SP2020 dibandingkan sebelumnya. Kepala BPS Klungkung Ir. AAA Raka Suarningsih mengatakan, mode pengumpulan data akan menggunakan teknologi informasi terkini, di samping juga menggunakan metode wawancara. Pihaknya menambahkan, masyarakat diminta berpartisipasi aktif dalam proses sensus penduduk tersebut. Hal itu penting, dalam upaya memperoleh data jumlah penduduk akurat. BPS Klungkung

akan melakukan proses sensus dengan metode kombinasi untuk memperoleh akurasi data jumlah penduduk secara de facto maupun de jure. Metode kombinasi maksudnya adalah, metode sensus yang dilakukan dengan dua cara, yakni manual dan pemanfaatan teknologi. Untuk metode manual, BPS masih memanfaatkan metode wawancara menggunakan kertas atau disebut juga PAPI (Paper and Pencil Interviewing). Sementara metode yang memanfaatkan teknologi disebut sebagai CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing). “Nanti proses input datanya, bisa melalui HP. Secara lengkapnya akan kami lakukan sosialisasi. Kami mohon partisipasi aktif semua pihak untuk bisa melakukan update data di KK. Nanti akan diberikan link-nya, kemudian disebarkan ke desa-desa,” kata Suarningsih. Dengan sensus penduduk ini, nantinya diketahui jumlah penduduk secara keseluruhan. Selain itu juga pertumbuhan penduduk, persebaran dan kepadatan penduduk. Dengan data itu, maka akan memudahkan dalam mementukan kebijakan-kebijakan yang menyangkut harkat hidup orang banyak. (kmb31)

KUNJUNGAN KPA - Made Kasta dan Sumanaya saat kunjungan KPA Klungkung ke UPT Puskesmas Klungkung II.

Sebaran Kasus Mengkhawatirkan KPA Minta ODHA Terbuka KOMISI Penanggulangan AIDS (KPA) Klungkung terus melakukan kunjungan ke setiap kecamatan. Setelah Kecamatan Dawan, sasaran berikutnya adalah Kecamatan Klungkung. Pola seperti itu dilakukan untuk mendekatkan proses penanganan agar para penderita HIV/AIDS semakin mau membuka diri dan KPA Klungkung bisa melakukan penanganan lebih cepat. Bagaimanakah efektivitas pendekatan dengan cara kunjungan ke setiap kecamatan yang dilakukan selama ini? Tim KPA Klungkung dipimpin Ketua Harian Made Kasta langsung mengecek perkembangan kasus HIV/ AIDS di UPT Puskesmas Klungkung II di Desa Selat, Kecamatan Klungkung, Selasa (11/2) kemarin. Kepala UPT Puskesmas Klungkung II, Drg. Ni Kadek Asri Susanti Dewi, menyampaikan, Puskesmas Klungkung II sudah mencatat ada 23 kasus terjangkit HIV/ AIDS sepanjang tahun 2019. Bahkan, satu korban sudah meninggal dunia. Melihat tingginya kasus itu, Asri Susanti berharap dalam kunjungan KPA banyak mendapatkan arahan dan bimbingan dari Tim KPA Klungkung. Khususnya cara-cara mengobati maupun mencegah penyakit masyarakat tersebut. Bila tidak ditangani dengan maksimal, maka dikhawatirkan penyakit

ini semakin mengancam keselamatan warga sekitar. ‘’Kami harus mampu menyadarkan masyarakat mengenai faktor pencetusnya. Kemudian mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat,’’ pintanya . Sekretaris KPA Klungkung, Wayan Sumanaya, menyampaikan semua puskesmas di Klungkung sudah mampu mengampu pengobatan penyakit HIV/AIDS itu. Sehingga, KPA perlu memberikan sejumlah penegasan dalam melakukan penanganan, sekaligus melihat bagaimana realitas perkembangannya. ‘’Kami juga isi dengan pembekalan petugas KPA di masing-masing puskesmas. Kenali bahaya HIV/AIDS itu dan hindari faktor pencetusnya,’’ tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Made Kasta berharap KPA bisa memberikan informasi yang lebih detail kepada ma-

syarakat terutama mengenai informasi pencegahan penyakit HIV/AIDS (ODHA). Kasta yang juga Wakil Bupati Klungkung ini juga meminta dibangun sinergi yang efektif antara KPA, puskesmas, Dinas Kesehatan maupun setiap desa, guna mempersempit ruang gerak penyebarannya dan secepat mungkin menemukan penderitanya. Tujuannya agar secepatnya bisa dilakukan rehabilitasi. Pemberian bantuan bagi kaum ODHA itu, merupakan bagian program inovatif KPA Klungkung. Diistilahkan Jaga Gerbang (Jangkau Siaga Gerak Bangun). Program itu diciptakan sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik kepada ODHA. Melalui program ini, para ODHA yang mau terbuka dan terdata di KPA, akan mendapatkan perhatian dan pendampingan. ODHA juga akan mendapatkan obat ARV (Antro Retro Viral) secara gratis seumur hidupnya, serta mendapat dana bantuan setiap tahunnya sebesar Rp 500 ribu. Pihaknya mengimbau semua lapisan masyarakat untuk tidak mendiskriminasikan kaum ODHA. Alasannya tindakan yang dimaksud akan memperburuk kondisi psikologis ODHA itu serta menghambat upaya penanggulangan AIDS di wilayah itu. (gik)

RAZIA - Polisi saat merazia para pengguna jalan di depan Polsek Nusa Penida.

Polsek Nusa Penida Tertibkan Pengendara Motor 33 Diamankan, Dua Langsung Ditilang

Semarapura (Bali Post) -

Di kepulauan Nusa Penida jarang dilakukan penertiban kepada pengguna jalan raya. Ini membuat tingkat kepatuhan berlalu lintas dirasakan jauh masih kurang. Sehingga kerap terjadi laka lantas yang berakibat fatal. Untuk mengedukasi masyarakat setempat, Polsek Nusa Penida mulai menertibkan pengguna jalan dengan melakukan razia, Selasa (11/2) kemarin. Kanit Lantas Polsek Nusa Penida Iptu Sang Ketut Susila mengatakan razia bersama anggota dipusatkan di depan Mako Polsek Nusa Penida. Mayoritas para pengguna jalan di Nusa Penida itu kerap mengabaikan menggunakan helm, untuk melindungi kepalanya. Padahal, kecelakaan fatal terjadi disebabkan tidak menggunakan

helm saat berkendara. Saat dirazia, banyak pengendara sepeda motor terjaring, khususnya kalangan pelajar. Mereka rata-rata tidak mengenakan helm dan kelengkapan lain, seperti SIM (Surat Izin Mengemudi) maupun STNK. Setelah dicek satu per satu, total telah diamankan 33 pelanggar. Dari jumlah itu, dua di

antaranya langsung ditindak tilang. Sedangkan 31 lainnya hanya diberikan teguran simpatik. Bila terjaring lagi, maka pihak kepolisian tidak mentolelir lagi. Sehingga semuanya diminta melengkapi diri dengan helm dan dokumen terkait lainnya saat berlalu lintas. Demi menjaga keselamatan saat berkendara

di jalan raya. ‘’Patuhi aturan berlalu lintas. Sudah sering terjadi korban jiwa. Kami berharap proses edukasi ini dapat menggugah pengguna jalan semakin sadar terhadap keselamatannya saat berkendara di jalan raya,’’ tegasnya. Susila menegaskan, proses razia ini akan terus dilakukan untuk semakin menyadarkan warga agar tertib berkendara. Stigma yang terbangun terhadap kurang tertibnya berlalu lintas, agar perlahan dapat dibenahi menuju Nusa Penida yang sadar hukum dan tertib berlalulintas. (kmb31)


Rabu Pon, 12 Februari 2020

Pohon Tumbang Picu Kemacetan Lalin

EVAKUASI - Petugas BPBD Karangasem dibantu masyarakat saat mengevakuasi pohon tumbang, Selasa (11/2) kemarin.

Polres Tanam Ratusan Bibit Pohon di Desa Bhuana Giri Amlapura (Bali Post) Polres Karangasem kembali melakukan penanaman bibit pohon. Jika sebelumnya dilakukan di Desa Pempatan Rendang, Selasa (11/2) kemarin, Polres Karangasem melakukan penanaman bibit pohon di Banjar Dinas Bukit Paon, Desa Bhuana Giri, Bebandem. Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini mengatakan, penanaman pohon ini dilakukan sebagai upaya untuk penghijauan terutama di wilayah yang rawan longsor serta adanya aktivitas galian C. Maka dari itu, perlu diadakan penanaman pohon untuk mengantisipasi terjadinya longsor di kemudian hari. Selain itu, penanaman pohon ini juga untuk memulihkan kondisi alam sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menanam pohon dan merawatnya. ‘’Penanaman bibit pohon ini dilakukan di tanah milik Banjar Adat Bukit Paon seluas kurang lebih satu hektar dan jumlah bibit pohon seluruhnya sebanyak 250 bibit pohon. Mulai dari pohon matua, pohon jambu biji, pohon mahoni dan pohon kelapa. Kami berharap, lewat kegiatan ini mampu mencegah bencana alam, mencegah banjir, mencegah tanah longsor, serta mengurangi polusi udara sehingga memberikan efek positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,’’ katanya. Perbekel Desa Bhuana Giri, I Nengah Diarsa, mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan ini. Ia berharap penanaman bibit pohon ini mampu membuat lingkungan sekitar menjadi asri. ‘’Kegiatan ini sangat positif. Lewat penanaman pohon ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang asri, sejuk dan sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup kita. Kegiatan ini juga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar menyayangi dan menjaga alam dan lingkungan sekitar,’’ ujarnya. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Kasus kematian babi mendadak kini mulai merambah ke Kabupaten Karangasem. Kematian empat babi tersebut ditemukan di Banjar Palak, Desa Besakih, Rendang. Untuk mengetahui penyebab kematian babi-babi tersebut, Dinas Pertanian Karangasem telah membawa sampel babi ke BBPV Denpasar untuk memastikan penyebab kematian babi tersebut.

Bali Post/kmb41

SEMPROT - Petugas Dinas Pertanian saat melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kandang babi milik peternak untuk mengantisipasi serangan virus ASF.

Bali Post/kmb41

Amlapura (Bali Post) Warga Banjar Bhuana Kerta, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem digegerkan dengan penemuan sosok mayat tanpa identitas yang sudah membusuk di lerang Gunung Agung, Selasa (11/2) kemarin. Saat ini jenazah sudah dibawa ke RSUD Karangasem oleh petugas kepolisian. Berdasarkan pemantauan di lokasi, proses evakuasi jenazah korban cukup jauh dan berat. Jarak akses jalan raya dengan lokasi ditemukannya mayat tersebut mencapai 7 kilometer. Medan yang dilalui cukup terjal, mengingat lokasi mayat berada di lerang Gunung Agung. Sepeda motor

hanya bisa sampai sekitar 400 meter dari lokasi. Agar bisa sampai ke lokasi, harus melalui jalan kaki. Untuk mengevakuasi mayat sampai ke bawah, dilakukan oleh tim gabungan dari pihak kepolisn, TNI beserta warga setempat. Perbekel Desa Bhuana Giri, I Nengah Diarsa, mengatakan pertama kali mayat ditemukan oleh salah seorang warga, I Ketut Putu, sekitar pukul 07.00 Wita. Dikatakan, yang bersangkutan hendak mencari rumput untuk pakan ternaknya. Setelah di lokasi, ia mencium bau busuk. Setelah dicek, ia menemukan mayat dengan kondisi sudah membusuk di bawah pohon pisang.

Upacara untuk Menetralisasi Pengaruh Virus Corona

VIRUS Corona yang berkembang begitu pesat belakangan ini di Tiongkok, diyakini akibat dari manifestasi Kala berwujud Bhuta Angga (merasuki binatang yang berjalan dengan dada alias ular – red). Dalam kaitan menetralisasi pengaruh virus itu di Bali, maka akan digelar upacara Nyomya Dasangkara Bhuta Bumi. Upacara itu akan dilangsungkan bertepatan dengan Tilem Kaulu di Bencingah Agung Pura Luhur Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Minggu (23/2) mendatang. Dasar tattwa apakah yang digunakan dalam pelaksanaan upacara tersebut? Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiarta, Selasa (11/2) kemarin mengatakan, mengacu pada Lontar Bhasundari Tatwa, diyakini berbagai keseimbangan alam yang terjadi belakangan ini disebabkan pengaruh Kala berwujud Bhuta, yang disebut Bhuta Dasangkara Bumi. Manifestasi dari Kala itu berwujud 10 rupa, yakni pertama, Bhuta Matsaka, merasuki segala binatang yang memiliki mulut memakan jenis bagian tumbuh bumbuhan tidak bisa dijaga, dirawat. Kedua, Bhuta Angga, memasuki segala binatang yang berjalan dengan dada, tubuh, meracuni wisya segala jenis tumbuhan. Ketiga, Bhuta Tangan, memasuki jenis binatang yang memiliki tangan mampu

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, babi yang mati mendadak itu milik Gusti Ajik Jelantik di Banjar Palak, Desa Besakih. Ada enam ekor babi yang dipeliharanya. Dari jumlah itu, empat ekor babi mati mendadak, satu sakit dan satu babi dengan kondisi sehat. Sebelum mati, babi mengalami gejala klinis seperti tanda kebiruan pada telinga, perut dan kaki belakang, demam dan lemas. Dua hari setelah menunjukkan gejala klinis tersebut, babi mati. Babi milik Gusti Ajik Jelantik mulai sakit pada 1 Januari lalu. Pada 5 Januari, satu ekor babinya mati, tanggal 6 Januari mati satu ekor, dan tanggal 7 Januari ada dua ekor babi yang mati. Babi tersebut dibeli sekitar tiga bulan lalu di kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Dikonfirmasi Selasa (11/2) kemarin, Kepala UPTD Puskeswan Dinas Pertanian Karangasem Pande Gede Arya Saputra membenarkan adanya kasus babi mati di Banjar Palak, Desa Besakih tersebut. Hanya saja, pihaknya belum berani memastikan secara pasti, apakah babi mati itu akibat terjangkit virus ASF atau tidak. ‘’Benar ada kasus babi mati

di Banjar Palak. Tapi, kami belum tahu apakah akibat virus ASF atau tidak. Karena sampel babi baru dikirim ke Laboratorium BBPV Denpasar. Dari Denpasar, uji laboratorium juga akan dikirim ke Sumatera Utara untuk memastikan penyebab kematian babi. Kami masih menunggu hasil labnya. Mudah-mudahan, kematian babi itu bukan karena terjangkit ASF,’’ ujarnya. Melihat banyaknya babi mati di sejumlah kabupaten/kota di Bali, kata Arya Saputra, pihaknya jauh-jauh hari telah melakukan langkah antisipasi serangan ASF, dengan cara melakukan penyemprotan desinfektan ke kandangkandang milik peternak babi. ‘’Kami terus lakukan pemantauan di lapangan lewat petugas di semua kecamatan. Kami juga telah mengumpulkan para peternak babi, pemotong, dan pengepul di Karangasem untuk diberikan sosialisasi terkait ASF ini. Pada prinsipnya, kami meminta kepada peternak jangan mendatangkan babi dari luar maupun dari daerah yang tertular. Yang paling penting, peternak harus menjaga kebersihan kandang untuk mencegah kasus ASF di Karangasem,’’ tegasnya. (kmb41)

Penemuan Mayat Membusuk di Lereng Gunung Agung

’’Nyomya Dasangkara Bhuta Bumi’’ di Bencingah Pura Besakih

Bali Post/ram

wita,’’ ujarnya. Akibat kejadian itu, kata Arimbawa, kelancaran arus lalu lintas menjadi terganggu. Bahkan, sampai menimbulkan kemacetan panjang dari dua arah, yakni Amlapura dan Singaraja. Selain melintang di badan jalan, pohon tumbang juga menimpa kabel milik PLN, Telkom dan jaringan internet Biznet. ‘’Untuk mempercepat proses penanganan pohoh, kami dibantu oleh masyarakat setempat yang langsung memotong kayu dengan mesin chainsaw. Untuk jaringan kabel dan internet, masih dalam proses perbaikan. Sementara untuk akses jalan sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup mengingat kabel masih ada yang melintang dalam penanganan,’’ katanya. (kmb41)

Empat Babi Milik Warga Besakih Mati Mendadak

MAYAT - Tim gabungan bersama masyarakat saat melakukan evakuasi mayat dari lerang Gunung Agung, Selasa (11/2) kemarin.

Jero Mangku Widiarta

Bali Post/kmb41

Amlapura (Bali Post) Angin kencang yang melanda Karangasem mengakibatkan bencana pohon tumbang di jalur Amlapura-Singaraja, tepatnya di Banjar Dinas Tista Gede, Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (11/2) kemarin. Akibat kejadian itu, akses lalu lintas tersendat yang menimbulkan kemacetan cukup panjang. Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan untuk mengevakuasi pohon yang melintang di badan jalan, pihaknya menerjunkan sejumlah personel. Pohon yang tumbang jenis albesia. ‘’Pohon yang tumbang cukup besar. Kami melakukan penanganan sekitar pukul 13.36 Wita. Pohon baru bisa dievakuasi sekitar pukul 15.30

mengambil lalu memakan segala jenis biji-bijian dan umbiumbian. Keempat, Bhuta Pupu, memasuki jenis binatang yang memiliki kaki, menyebabkan rusak segala daun tumbuhan. Kelima, Bhuta Amata, merusak segala jenis tumbuhan yang memiliki soca, misalnya bambu. Keenam, Bhuta Let, memasuki segala jenis cacing kremi, memakan daun segala macam tumbuhan. Ketujuh, Bhuta Irung, merasuki segala jenis binatang yang mengisap sari. Kesembilan, Bhuta Purus, merasuki segala jenis binatang yang dapat melakukan hubungan senggama kemudian menetaskan telur lalu menjadi ulat. Kesepuluh, Bhuta Talinga, merasuki segala jenis binatang yang berada di dalam rongga tanah, hingga merusak umbi dan juga akar berbagai jenis tumbuhan. ‘’Nah ketika berbagai binatang, tumbuhan dirasuki oleh kesepuluh wujud Kala, tentunya akan menyebabkan seluruh manusia yang tergantung pada “sarwa prani’’ dan berbagai makhluk hidup lainnya akan sengsara, sakit bahkan mening-

gal secara mengerikan,’’ ujar Jero Mangku Widiarta disetujui Mangku Pura Banua, dan Jero Mangku Agus. Hal itu semacam siklus berantai, tumbuhan dirasuki Wisya para Bhuta Kala kemudian binatang yang memakan tumbuhan itu akan sakit bahkan binasa. ‘’Manusia yang mengonsumsi dan berinteraksi dengan mereka pun sangat mudah tertular Wisya Bhuta Dasangkara Bumi. Itu tiada lain manifestasi Kala,’’ tambah Mangku Widiarta. Karena itu, bisa jadi virus Corona yang berkembang demikian pesat belakangan ini adalah salah satu dari manifestasi Kala dalam wujud Bhuta Angga, yakni merasuki binatang yang berjalan dengan dada, yaitu ular. Mengingat kesimpulan para ahli pada kasus grubug di Wuhan, salah satu penyebabnya karena mengonsumsi daging ular. Bhuta Angga salah satu berwujud ular pada tubuhnya terdapat benih wisya (racun) yang mampu meracuni tumbuhan, tentunya berefek pada manusia yang mengonsumi tumbuhan apalagi memakan ular itu secara langsung, (ram)

“Dia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kadus Bhuana Kerta, I Wayan Tangkas. Setelah itu, kejadian itu dilaporkan ke petugas kepolisian,” ujarnya. Saat mayat ditemukan, kata Diarsa, selain kondisinya sudah membusuk, bagian lengan dan kaki sudah terlepas. “Saya sudah melakukan pengecekan terhadap warga di Nangka Bhuana Giri dan Kemuning. Tidak ada yang kehilangan anggota keluarga. Jadi, mayat ini bukan dari warga di sini melainkan warga dari luar Desa Bhuana Giri,” katanya. Kalau dilihat penemuan mayat yang dalam keadaan telanjang bulat, kata Diarsa,

pihaknya menemukan kejanggalan. Seandainya korban terpersok ke dalam jurang dan mayatnya dihanyutkan oleh banjir, maka tidak mungkin sampai telanjang bulat, minimal masih ada sehelai pakaian di tubuhnya. “Saya berandai-andai saja. Kalau tidak ada tindakan kriminalitas, minimal celana dalam masih ada di tubuh korban. Tapi, ini sama sekali tidak ada pakaian yang melekat di tubuh korban. Kalau mayat itu WNA, pasti naik ke atas membawa sepeda motor dan pasti ada warga yang menemukan. Tapi, ini tidak ada sepeda motor yang ditemukan oleh warga,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Losa Lusiono Araujo, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan jenis kelamin mayat laki-laki apakah perempuan. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah tidak utuh lagi. ”Untuk memastikan jenis kelamin, kami harus menunggu hasil autopsi dari tim forensik,” ujarnya. Araujo menambahkan, mayat diperkirakan sudah lebih dari sepekan. Mayat kondisinya hancur, kemungkinan akibat beberapa hari diguyur hujan lebat. “Mayat tidak ada identitas. Mayat juga tanpa menggunakan busana alias telanjang bulat,” tegasnya. (kmb41)


Rabu Pon, 12 Februari 2020

Jembatan Hanyut Terseret Arus Sungai Puluhan KK di Yeh Tangga Terisolir Bangli (Bali Post) –

Jembatan bambu yang selama ini menjadi akses transportasi satu-satunya warga di Subak Yeh Tangga, Desa Subaya, Kintamani hanyut terseret arus sungai saat hujan deras melanda wilayah setempat, Selasa (11/2) siang kemarin. Akibatnya puluhan kepala keluarga (KK) di Subak Yeh Tangga kini terisolir. Perbekel Desa Subaya Nyoman Diantara mengungkapkan, hujan deras melanda wilayah Subaya dan sekitarnya selama beberapa jam dari pukul 11.00 hingga 14.30 Wita. Hujan deras itu menyebabkan debit air di Sungai Yeh Tangga meluap hingga mengakibatkan jembatan bambu yang melintang di atas sungai hanyut. ‘’Sekarang warga kami di sana tidak bisa ke manamana,’’ terangnya. Dijelaskannya, wilayah Subak Yeh Tangga itu berada jauh dari pusat desa. Untuk menuju ke pusat desa harus menempuh jarak cukup jauh dengan cara jalan kaki menaiki bukit. Jaraknya mencapai tiga kilometer. Karenanya untuk memenuhi kebutuhan hidup

dan pendidikan, warga lebih dekat ke wilayah Tejakula, Buleleng. Satu-satunya jalan bisa dilalui adalah jembatan bambu yang saat ini sudah hanyut. Perbekel Nyoman Diantara mengatakan jumlah warganya yang tinggal di wilayah Subak Yeh Tangga ada sekitar 22 KK. Dengan hanyutnya jembatan itu, dipastikan aktivitas warganya di sana terganggu. ‘’Anak-anak di sana sudah pasti tidak bisa sekolah. Karena hampir semua anak di sini sekolahnya di Tejakula. Memang lebih dekat ke Tejakula daripada ke pusat desa,’’ katanya. Kejadian jembatan bambu hanyut terseret arus Sungai Yeh Tangga ini, kata Diantara, bukan yang pertamakali

terjadi. Setiap musim hujan sekitar bulan Februari, akses jalan itu sering lenyap. ‘’Tinggi jembatan dari permukaan sungai sekitar dua meteran. Tadi mungkin karena arusnya deras, sehingga airnya meluap dan menyeret jembatan,’’ jelasnya. Terkait hal itu, pihaknya sudah sempat memohon kepada Pemkab Bangli agar dibuatkan jembatan permanen bagi warganya di Yeh Tangga, namun hal itu tidak bisa direalisasikan. Kewenangan membangun jembatan di sana, katanya, ada di Pemerintah Provinsi Bali. ‘’Harapan kami Pemerintah Provinsi supaya ada solusi menangani hal ini. Tiap tahun begini kami terisolasi terus setiap musim hujan,’’ kata Diantara. (kmb40)

MELUAP - Kondisi air Sungai Yeh Tangga meluap pascahujan deras, Selasa (11/2) kemarin.

Dilantik sebagai Ketua BPPD Kabupaten Bangli

Dr. I Ketut Mardjana Dipercaya Mampu Majukan Pariwisata Bangli DR. I Ketut Mardjana dilantik sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Bangli. Owner Toya Devasya tersebut dipercaya Bupati Bangli I Made Gianyar mampu memajukan pariwisata Bangli dengan ide dan inovasinya terutama dalam mempromosikan seluruh destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Bangli. Acara pelantikan Dr. I Ketut Mardjana beserta unsur penentu kebijakan BPPD Kabupaten Bangli itu dilaksanakan di Wantilan Pura Langgar, Desa Bunutin Bangli, Selasa (11/2) kemarin. Pelantikan itu dihadiri pejabat Muspida, pimpinan OPD, serta pelaku pariwisata di Kabupaten Bangli. Mardjana mengatakan, potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Bangli sudah tidak perlu disangsikan lagi. Bangli punya daya tarik wisata yang impresif bagi wisatawan. Daya tarik itu meliputi 24 daya tarik alam, 17 daya tarik budaya dan 2 daya tarik wisata buatan. Seluruh daya tarik itu selayaknya dikelola secara baik dan tepat, agar mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Menurutnya, daya tarik wisata yang dibangun dengan baik tidak akan efektif dan tidak memberikan hasil maksimal jika tidak

PELANTIKAN BPPD - Acara pelantikan unsur penentu kebijakan BPPD Kabupaten Bangli yang dilaksanakan di Wantilan Pura Langgar, Desa Bunutin, Bangli, Selasa (11/2) kemarin. diperkenalkan secara luas ke masyarakat mancanegara maupun domestik. Melalui BPPD inilah, seluruh daya tarik yang dimiliki Kabupaten Bangli akan lebih gencar diperkenalkan dan dipromosikan kepada dunia. ‘’Peran promosi dan pemasaran yang terstruktur sangat dibutuhkan untuk memperkenalkan destinasi wisata di Bangli,’’ terangnya. Dalam era industri 4.0 ini adalah suatu era, dimana penggabungan antara teknologi otomasi dan teknologi cyber berjalan begitu cepatnya. Karena itu digital marketing itu

sudah menjadi keharusan. Sekiranya BPPD yang baru terbentuk itu punya cukup dana, maka program digital marketing itu akan menjadi program pertama dan utama dalam mempromosikan Bangli. ‘’Kita harus mampu memperkenalkan produk dan destinasi wisata Bangli kepada dunia. Digital marketing akan mampu menembus dunia tanpa harus memperhatikan sekat teritorial negara,’’ kata mantan Dirut PT Pos Indonesia itu. Mardjana lebih lanjut mengatakan dalam memajukan pariwisata Bangli, citra

sebuah daya tarik wisata harus dijaga bahkan ditingkatkan. Objek wisata itu harus dikemas dan dikelola dengan baik. Biayanya harus terjangkau, serta memiliki kemampuan SDM mumpuni. Dalam memajukan pariwisata Bangli melalui promosi, BPPD tidak bisa berjalan sendiri. Mesti ditopang lembaga/institusi lain yang bertanggung jawab di bidangnya masing-masing. Lembaga yang dimaksud di antaranya Badan Pengelola Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta penggiat pariwisata lainnya di Kabupaten Bangli. ‘’BPPD ini hendaknya selalu berjalan hand to hand dan saling menopang di bawah kendali, arahan dan dukungan penuh Pemkab Bangli,’’ pungkasnya. Bupati Bangli, I Made Gianyar, usai melantik unsur penentu kebijakan BPPD Kabupaten Bangli itu sangat percaya dengan kemampuan Dr. Ketut Marjana. Menurut Made Gianyar, Mardjana memiliki rekam jejak luar biasa. Salah satunya mampu memajukan PT Pos Indonesia. ‘’Di manapun kakinya dipijakkan selalu membangun nilai lebih. Saya yakin di BPPD ini, Bapak Mardjana dapat memajukan pariwisata melebihi ekspektasi dan harapan,’’ terangnya. (ad291)

Bali Post/ist

Polisi Bekuk Enam Tersangka Narkoba Bangli (Bali Post) – Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli berhasil membekuk enam tersangka kasus narkoba. Masing-masing berinisial DGAD, KW, GAP, HSM, AR dan IKH. Mereka diamankan dari empat TKP berbeda di wilayah Kelurahan Kawan dan Bebalang. Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, didampingi Kasat Resnarkoba, AKP I Gede Sudiarna Putra, Selasa (11/2) kemarin mengatakan, keenam tersangka itu ditangkap selama pelaksanaan operasi antinarkoba (Antik). Operasi digelar dari tanggal 22 Januari hingga 6 Februari. Dari keenam

tersangka itu polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika golongan I jenis sabu dengan total berat 1,34 gram. Berdasarkan pengakuan para tersangka, barang terlarang itu didapat dari wilayah Denpasar. Keenam tersangka yang kedapatan menguasai dan menyimpan narkoba itu, dikenakan pasal 112 subsidair pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Saat ini, petugas masih terus mendalami pengakuan para tersangka apakah dari keenam tersangka ada yang merupakan pengedar. ‘’Kasus ini masih kami kembangkan,’’ terangnya.

Dhana A ry awa n men gakui dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, penindakan kasus narkoba di Bangli mengalami peningkatan. Menurutnya, banyaknya tersangka yang berhasil diringkus di Bangli disebabkan adanya perubahan pola transaksi. Dari sebelumnya melakukan transaksi di Kota Denpasar, kini menyasar daerah pinggiran seperti Bangli. ‘’Di Denpasar kan sekarang banyak timnya. Dari Polda, Polresta, BNN. Karena itu akhirnya mereka mencari tempat-tempat transaksi yang dianggap aman di Bangli. Kami sudah bisa membaca itu,’’ tegasnya. (kmb40)

Ketua Pengawas LPD Desa Selat Minta Bebas Jaksa Tetap pada Tuntutannya I Made Ridjasa, B.A., mantan Bandesa Adat Desa Pakraman Selat, sekaligus mantan Ketua Badan Pengawas LPD Desa Pakraman Selat, Senin (10/2) diberikan kesempatan mengajukan pledoi atau pembelaaan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Dengan berbagai alasan dan argumen yang disampaikan serta pengabdian lama sebagai bandesa adat, Made Ridjasa di depan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi itu minta dibebaskan dari segala tuntutan jaksa. Bagaimanakah respons JPU terhadap pledoi yang diajukan Made Ridjasa itu? Dalam kasus itu JPU I Ketut Kartika Widnyana dkk. menjerat terdakwa dengan Pasal 3 jo Pasal

18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI

No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Atas dasar itu, jaksa Kejari Bangli itu menuntut supaya terdakwa dihukum 15 bulan, atau satu tahun tiga bulan. Selain itu juga membayar denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Tentu pihak terdakwa tidak sependapat dengan jaksa. Dia mengajukan pledoi berjudul ‘’Tuntutan Bui untuk Seorang Pengabdi’’. Ridjasa mengaku sudah 27 tahun menjadi bendesa di Desa Selat. Dia ditunjuk

SIDANG DIPIKOR - I Made Rijasa, B.A., mantan Bendesa Adat Desa Pakraman Selat, sekaligus mantan Ketua Badan Pengawas LPD Desa Pakraman Selat, Susut, Bangli, usai sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar.

krama desa adat. Dia juga ditunjuk sebagai Kepala Badan Pengawas LPD tanpa digaji sama sekali. Dalam perkara yang membelitnya, Ridjasa mengaku jika tanda tangannya dipalsu dalam pencairan dana UEP tersebut. Dirinya hanya diberi tahu secara lisan setelah dana tersebut cair. Soal penyalahgunaan wewenang itu, menurutnya, yang terjadi dalam laporan pertanggungjawaban penyaluran dana UEP yang menandatangani adalah Perbekel Selat. Saat ditandatangani belum ada namanama penerima. ‘’Menurut titiang tidak adilnya ada di sini. Perbekel Selat tidak pernah dihadirkan pada persidangan. Selain itu, pengurus LPD Selat dalam mencairkan dana UEP itu tidak mengikuti perintah titiang. Apakah adil jika titiang harus ikut disalahkan dan menanggung hukuman bui ini?’’ ujar Ridjasa. Atas pembelaan itu, JPU Kejari Bangli, Selasa (11/2) kemarin mengajukan replik. JPU Matheos Matulessy dan I Ketut Kartika Widnyana menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi dan fakta persidangan, jaksa berkeyakinan bahwa terdakwa sudah terbukti bersalah sebagaimana pasal yang dituntutkan, sehingga dalam kesimpulannya jaksa tetap pada tuntutannya. (asa)

TERSANGKA - Enam tersangka dihadirkan di Polres Bangli, Selasa (11/2) kemarin.


Rabu Pon, 12 Februari 2020

Seminggu, Puluhan Ekor Babi Mati

Masuk Jalur Proyek ’’ Shortcut’’ 7-10

Kanwil Kementerian Agama Proses Tukar Guling Tanah Wakaf Pegayaman

Bali Post/kmb38

TUKAR GULING - Tukar guling tanah wakaf di Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada yang masuk jalur proyek shortcut di lokasi 7 sampai 10 mulai dibahas Kantor Kementerian Agama Buleleng, Selasa (11/2) kemarin. Singaraja (Bali Post) Pembebasan tanah warga untuk proyek tahap kedua pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja - Mengwitani atau yang dikenal shortcut di lokasi 7 sampai 10 saat ini masih berproses. Tanah milik warga di Desa Wanagiri, Pegayaman, dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada sudah dibebaskan. Sekarang tinggal menyelesaikan pembabasan tanah wakaf di Desa Pegayaman. Pembebasan tanah wakaf ini dilakukan dengan cara tukar guling. Tukar guling tanah wakaf untuk kepentingan umum diproses Kantor Kementerian Agama Buleleng. Kemen-terian Agama bersama Dinas PUPR Bali, BPN Buleleng, dan pihak pengelola tanah wakaf

Desa Pegayaman, Selasa (11/2) kemarin mulai membahas tukar guling tanah wakaf tersebut. Kabid Bimas Islam Kanwil Kementrian Agama Bali Drs. H. Nurkhamid, M.Ed. mengatakan, tanah wakaf yang terkena jalur proyek itu luasnya 14,5 are. Karena luasnya kurang dari setengah hektar, proses penerbitan izin tukar guling dilakukan di Kanwil Kementerian Agama Bali. Sebelum mendapatkan izin tukar guling, Kanwil membentuk tim tukar guling tanah wakaf di kabupaten. Tim ini bertugas memproses berkas administrasi yang wajib dipenuhi oleh pihak pengelola tanah wakaf dan Dinas PUPR Bali yang memerlukan tanah wakaf tersebut. Semua ad-

ministrasi dan persyaratan ini kemudian diajukan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Bali kepada Kanwil Kementerian Agama Bali. Setelah berkasnya lengkap, maka izin tukar guling akan diterbitkan. ‘’Kalau persyaratan lengkap, maka dalam waktu dekat izin tukar guling akan terbit. Beda dengan sebelumnya semua tukar guling tanah wakaf itu izinnya di kementerian, sehingga kebijakan yang bisa diselesaikan di daerah, sehingga tidak mengganggu kepentingan yang lebih luas,’’ katanya. Sementara itu, Kuasa Pengguna Anggaran Dinas PUPR Bali Putu Suarjana mengatakan, persyaratan tukar guling tanah wakaf sudang dilengkapi. Selain itu, pihaknya bersama pengelola tanah wakaf Desa Pegayaman sudah mendapat tanah pengganti. Lokasi tanah pengganti itu berada dalam satu wilayah dengan tanah wakaf yang dilintasi proyek shortcut di lokasi 9 sampai 10. Selain melengkapi suratsurat, tanah pengganti itu wajib dihitung oleh appraisal independen. Sesuai aturan, nilai tanah yang diperlukan pemerintah yang sudah dihitung, nilainya harus sama dengan tanah pengganti. Untuk itu, dalam minggu ini PUPR Bali meminta appraisal untuk menghitung nilai tanah pengganti tersebut. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) -

Kematian babi peliharaan dalam jumlah banyak terjadi di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan. Sebanyak 29 ekor babi milik peternak di Dusun Dauh Munduk dan Dusun Punduh sejak satu minggu terakhir mati. Peternak menelan kerugian hingga puluhan juta rupiah. Seorang peternak, Nyoman Aria Suta, Selasa (11/2) kemarin menuturkan, sejak satu minggu terakhir babi jenis saddle back peliharaannya mati mendadak. Kejadian pertama ada 5 ekor induk babi dan disusul 2 ekor babi dewasa ditemukan mati. Aria Suta sempat mendatangkan dokter hewan agar ternak peliharaannya bisa diselamatkan. Tidak berselang lama, 14 ekor anak babi yang masih berumur empat hari juga mati mendadak. ‘’Awalnya induknya mati, dan setelah saya cari dokter hewan, babi lainnya ikut mati. Semuanya sudah saya kubur dan tidak tahu penyebabnya apa,’’ katanya. Senanda diungkapkan peternakan lainnya, Nyoman Trisna Heriawan. Tiga ekor babi dewasa jenis yang sama mati mendadak. Babi dengan berat ratarata 100 kilogram per ekor, mati dua minggu yang lalu.

Akibat kejadian ini, Trisna mengalami kerugian Rp 7 juta. ‘’Awalnya tidak mau makan padahal sudah dikasi pakan hijauan dari kangkung direbus dicampur dedak. Pakan dari limbah makanan, tidak pernah kami berikan,’’ katanya. Kendati telah mengalami kerugian besar, namun peternak tidak putus asa memelihara babi. Peternak pun memilih tetap memelihara babi walaupun kematian babi yang diduga karena serangan virus African Swine Fever (SAF). Kepala Dinas Pertanian Made Sumiarta mengatakan, kematian puluhan ekor babi di Desa Bungkulan itu belum dipastikan karena serangan virus SAF atau karena serangan penyakit lain. Penyebab kematian ini hanya bisa diketahui setelah dilakukan uji laboratorium di Balai Besar Veteriner Denpasar. Sementara itu, mencegah

Bali Post/ist

BABI – Babi milik warga di Buleleng. meluasnya kematian babi, dalam waktu dekat Dinas Pertanian melakukan penyemprotan disinfektan menyasar kandang babi milik warga. Selain itu, peternak diingatkan agar tidak mendatangkan bibit babi dari daerah yang sudah mengalami kasus kematian

babi dalam jumlah besar. Meskipun merebak kematian babi, Sumiarta mengimbau masyarakat tidak khawatir. Karena penyakit yang menyerang babi tidak akan menular ke manusia, selama proses pengolahan dagingnya dilakukan dengan benar. (kmb38)

Soal Lahan Bandara

Prajuru Desa Adat Kubutambahan Serahkan ke Pemprov dan Pemkab Singaraja (Bali Post) Pembahasan lahan yang akan dibangun bandara baru di Desa/Kecamatan Kubutambahan kembali mencuat. Desa Adat Kubutambahan sebagai pemilik tanah meminta bantuan Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng untuk menyelesaikan persoalan pelik atas status pengelolaan aset tanah adat tersebut. Keputusan itu terungkap ketika prajuru menggelar paru-

man di Pura Desa Adat Kubutambahan pada Senin (10/2) sore hingga malam lalu. Paruman ini tertutup dan pecalang ditugaskan berjaga-jaga di depan pintu masuk pura desa. Rapat itu dihadiri Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Kepala UPT Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Aset Pemprov Bali Ketut Nayaka, Bendesa Adat Kubutambahan Jero Pasek Warkadea, dan Kadis

Perhubungan Buleleng Gunawan Adnyana Putra. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra mengatakan rapat ini menyamakan persepsi prajuru desa adat terkait rencana pembangunan bandara internasional. Terkait lahan yang disewakan oleh desa adat sejak 1991 sampai 2091 kepada PT Pinang Propertindo, Sutjidra menyebut hal itu diselesaikan oleh desa adat difasilitasi pemprov dan

pemkab. Ini berdasarkan Perda No. 4 Tahun 2019, di mana pembinaan terhadap desa adat dilakukan oleh gubernur. ‘’Prajuru adat sudah kompak dan tidak ada masalah, dan sehati sekata mendukung penuh rencana pembangunan bandara ini,’’ katanya. Sementara itu, Bendesa Adat Kubutambahan, Jero Pasek Warkadea, mengatakan terkait lahan bandara ini pihaknya menyerahkan kepada

Gubernur Wayan Koster untuk menyelesaikan. Dia berharap ganti rugi lahan untuk PT Pinang Propertindo menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. ‘’Yang jelas kami menunggu arahan dari Gubernur. Kami percaya penuh kepada Gubernur,’’ ucapnya. Di sisi lain, Warkadea mengatakan, prajuru sejauh ini belum pernah bertemu dengan PT Pinang Propertindo untuk membahas rencana pemban-

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr PRT Wnt tgl dlm Gj.2,1 Jt serius kerja Telp.087734684240

Dicari Tenaga Serabutan yg bisa Sopir Hub 081337542061

DIJUAL MOTOR

PROPERTY

Butuh: Sopir, berpengalaman. Hub.Ibu Dewi: 081236222509 B.BP.031.02.20.0000297

Dcr ART Wnt >40Th, terutama utk urus lansia pria, tidur dlm. Nangka Sltn, Dps.087862391010 B.BP.001.02.20.0000289

Dcr Mekanik & Sparepart sepeda Motor Ahass, 081236700700 B.BP.001.02.20.0000272

B.BP.004.02.20.0000292

Dicari Bag.Gudang u/Garment di Sanur&PengepulJarit.0811389822 B.BP.001.02.20.0000279

Dicari S1 Teknik Sipil Lamaran Ke CV Lingga Cipta Disain Konsultan Perencana dan Pengawas Jln.Subali I/9X Semarapura Tengah.Hub/WA:085969083477 Telpon.0366-5581623

B.BP.001.02.20.0000295

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam Rumah. 2,5Jt 0816571027

DIJUAL MOTOR

BIRO JASA

SERVICE

DIJUAL TANAH

Dijual Tnh Kavling Dekat Bypas Tohpati Kesiman Kertalanggu Hubungi: 081337141817 B.BP.001.02.20.0000210

PROPERTY

DIJUAL MOBIL

DIJUAL TANAH

PROPERTY

Djl Tnh Kav Jl.Sekar Tunjung & Penamparan 0811398086 / 245460

TOYOTA

Fortuner TRD 2013 Manual, Diesel,Hitam Hub:081237654448, Jl.Tunggul Ametung III No.8

B.BP.001.02.20.0000222

Tnh 26 are di Singakerta Ubud, bs sebagian H.081236877147

KEHILANGAN

Disewakan Rmh 1KT,RT,Gdg,Dpr Hub.082147849488/082144022528

Hlg BPKB DK 1390 KP, Nosin: A019408, An: I Wayan Subrata

BIRO JASA

Hlg BPKB No.H01576993-O, DK 8138 IO AN: I Ketut Ngemben

B.BP.001.02.20.0000256

Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak BlannSPTThunanNPWPSIUPTDP HP/WA081239026955&081338344155 B.BP.001.02.20.0000023

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.02.20.0000282

B.BP.001.02.20.0000281

Hlg Buku KIR DK 9747 BW Nosin: G15AID1046611 AN.Sudarno

B.BP.001.02.20.0000278

KEHILANGAN

Rmh 2Lt Dalung LT125m2 SHM, 5KT RK,2KM,RT,Dpr,Grs,087862442728

BPKB No.ACB2J21B02-A/T DK 5084 KAT An:I Wayan Subrata

B.BP.001.02.20.0000252

B.BP.001.02.20.0000280

B.BP.004.02.20.0000288

B.BP.001.02.20.0000228

B.BP.001.01.20.0000749

RUPA-RUPA

HONDA

B.BP.004.02.20.0000290

antaranya telah disewakan kepada PT Pinang Propertindo. Penyewaan ini sesuai hukum adat yang sah sejak 1991. Masa sewanya juga telah diperpanjang tiga kali dan berakhir pada 2091 mendatang. Sejak disewakan, lahan itu belum digarap oleh pihak penyewa. Padahal, PT Pinang Propertindo berencana akan mebangun hotel dan tempat wisata lainnya di lahan tersebut. (kmb38)

DISEWAKAN RUMAH

Beat F1’15,110cc,tg1 pth merah kon 90% 10,5jt,Hp.081916180944

B.BP.001.02.20.0000277

gunan bandara ini. Ini karena menjadi ranah pemprov. ‘’Kita tidak hak untuk menjawab sejauh mana komunikasi antara pemprov dengan PT Pinang Propertindo. Justru yang bisa menjawab itu Gubernur,’’ jelasnya. Sementara itu, informasi dikumpulkan di lapangan, dari 450 hektar lahan milik Desa Adat Kubutambahan yang akan dibangun bandara baru, seluas 370 hektar di

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.02.20.0000208

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

hariandenpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

GENTA BALI gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET

HARIAN DENPOST

RADIO GENTA

PAKET

1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


Rabu Pon, 12 Februari 2020

Wabup Kembang Hadiri Penandatanganan MoU Pengelolaan Sampah dengan PT Systemiq WAKIL Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menghadiri acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pemkab Jembrana dengan PT Systemiq di Gedung Mendopo Kesari Negara, Selasa (11/2) kemarin. Melalui program Stopping the Tap on Ocean Plastics (STOP) akan mengurangi pencemaran sampah plastik ke laut di pantai barat laut Bali. Melalui program ini, seluruh kegiatan didanai oleh Alliance to End Plastic Waste, sebuah organisasi yang dibentuk untuk membantu mengakhiri sampah plastik ke lingkungan. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1617 Jembrana Djefry Marsono Hanok, Forkopimda Jembrana, Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana, Kepala Dinas LH Jembrana I Wayan Sudiarta, Camat Negara dan Camat Jembrana, serta Kepala Desa/Lurah seKecamatan Jembrana dan Negara. Kegiatan ini juga disaksikan perwakilan dari empat instansi dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Kabupaten Jembrana, baik

desa, kelurahan dan lembaga adat. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wayan Sudiarta mengatakan, kegiatan ini sebagai dasar bagi kedua belah pihak dalam rangka melaksanakan pengelolaan sampah di Kabupaten Jembrana yang dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, siswa, pihak swasta dan pemerintah. Tujuannya mewujudkan pengelolaan sampah yang efektif dan efisien sebagai pencegahan pencemaran lingkungan. ‘’Dalam kurun waktu tiga tahun mendatang Pemerintah Kabupaten Jembrana sangat dibantu dalam pengelolaan sampah oleh PT Systemiq ini,’’ ujarnya. Setelah penandatanganan MoU ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan PKS dan pilot project pemilahan sampah yang rencananya di Kelurahan Dauhwaru untuk 200 rumah tangga. Wabup Kembang mengaku bersyukur bahwa Kabupaten Jembrana terpilih program STOP ini atas dasar pertim-

bangan komitmen kepemimpinan untuk mengatasi sampah. ‘’Program STOP ini adalah program baik, kita harus kerjakan bersama-sama. Selama ini di Jembrana sejatinya sudah dilaksanakan sistem pengelolaan sampah, namun belum maksimal. Di beberapa desa seperti di Baluk dan Pendem sudah cukup berhasil mengelola sampah dengan kesadaran masyarakatnya. Bahkan di balai banjar, masyarakat secara mandiri mengumpulkan sampah plastik setiap dua minggu sekali. Masing-masing desa juga menyediakan TPST. Kembang juga mengaku ke depan akan memperjuangkan agar di setiap kecamatan harus ada satu lahan pusat daur ulang. ‘’Sampah jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak buruk bahkan menimbulkan malapetaka, sebaliknya akan memberikan berkah bagi kehidupan manusia bila kita kelola dengan baik,’’ ujar Kembang. Wabup mengharapkan dengan ada edukasi dan program STOP ini ada kesadaran dari diri masyarakat untuk menge-

KPU Jembrana Klarifikasi Dua Calon PPK

Negara (Bali Post) – KPU Jembrana telah mengklarifikasi langsung kepada dua calon PPK (Penyelenggara Pemilihan Kecamatan) yang diduga berafiliasi dengan partai politik (parpol). Dari hasil klarifikasi melalui tes wawancara (fit and proper) yang dilakukan selama tiga hari, satu diketahui memang masih terkait parpol dan satu masuk dalam daftar sistem partai politik (sipol) tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara, Selasa (11/2) kemarin mengatakan, untuk tahapan perekrutan anggota ad-hoc PPK sudah selesai Senin (10/2) lalu dengan tes wawancara. Dari 50 peserta untuk di lima kecamatan di Jembrana itu, memang ada dua orang calon PPK yang disinyalir berafiliasi di parpol. KPU juga telah langsung mengklarifikasi kepada kedua orang tersebut saat tes wawancara lalu. Dan untuk yang calon PPK di Kecamatan Negara, memang diketahui masih berafiliasi dengan parpol kurang dari lima tahun. Sementara untuk calon PPK di Kecamatan Jembrana yang diketahui namanya masuk

dalam Sipol, dipastikan tidak mengetahui bahwa dirinya dicantumkan oleh parpol itu sebagai anggota. Tangkas didampingi Komisioner bagian Hukum I Nengah Suardana selain mengklarifikasi ke calon PPK itu, KPU juga mengklarifikasi ke parpol yang dimaksud yakni Partai Hanura Jembrana. Dari parpol melalui Ketua DPC Hanura Jembrana Gede Agus Sanjaya juga telah mengeluarkan surat pernyataan bermeterai bahwa yang bersangkutan tidak pernah masuk anggota parpol. ‘’Ya, dibuktikan dengan surat pernyataan bermeterai,’’ tambah Suardana. Lantas mengapa yang bersangkutan bisa masuk ke Sipol? Suardana menjelaskan

bahwa yang bersangkutan memang dimasukkan sebagai anggota tetapi tidak masuk sampling acak anggota parpol yang diverifikasi langsung saat itu. Dan secara umum, sebenarnya tidak digunakan lagi. Karena Hanura sudah memenuhi kriteria persyaratan jumlah anggota untuk lolos dalam verifikasi parpol saat itu yakni 320-an orang. Banyak kemungkinan, bisa saja yang bersangkutan KTP-nya dicomot untuk memenuhi persyaratan atau hal lain. Sesuai tahapan, pengumuman 25 PPK yang lolos akan dilakukan pada 15 Februari mendatang. Serentak dengan kabupaten/kota lainnya. (kmb26)

Terus Berbenah

Ia mengajak meningkatkan pendekatan simpati den terus berbenah. Wagub juga mengingatkan agar musim paceklik ini jangan direspons berlebihan dengan melakukan PHK karyawan. Justru peningkatan kualitas SDM dan penataan bisa dilakukan. ‘’Dari sisi pendekatan kebijakan, Pemerintah Provinsi Bali sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Menggalakkan wisatawan domestik dan MICE ke Bali menjadi pilihan,’’ ujarnya. Diakuinya, pandemi yang berujung pada paceklik kunjungan ke Bali berpotensi memicu masalah ekonomi dan sosial. Daya tahan ekonomi berpotensi terseret jika kita salah strategi dalam hal ini. Dana Cadangan Krisis Di lain pihak, Dr. Made Sudjana mengingatkan paceklik kunjungan haruslah menjadi momentum menata diri menuju pariwisata berkualitas. ‘’Peningkatan kualitas SDM dan fasilitas bisa dilakukan saat ini. Pendekatan investasi saat paceklik juga bisa menjadi pilihan, jangan malah terjebak dan mati gaya,’’ sarannya. Doktor pariwisata jebolan Pascasarjana Unud ini mengatakan dua sisi sektor pari-

wisata memang akan selalu beriringan. Musim paceklik dan berlimpah wisatawan selalu berdampingan. ‘’Kini ketika pandemi virus Corona menjadi ancaman serius, pelaku pariwisata Bali harus tetap optimis,’’ sarannya. Setidaknya, momentum ini harus digunakan untuk menata pariwisata Bali secara totalitas. Pembenahan bisa termasuk infrastruktur, fasilitas pariwisata, destinasi atau objek pariwisata. Tak hanya itu, kebijakan dan regulasi juga harus dievaluasi. ‘’Revitalisasi haruslah menjadi rujukan. Tanpa perbaikan dan kesamaan persepsi untuk menuju kualitas, Bali berpotensi tersisih. Paceklik kunjungan harus menjadi ruang revitalisasi menuju quality tourism,’’ sarannya. Dijelaskannya, yang tak kalah strategisnya untuk dilakukan adalah reorientasi pengelolaan kebijakan pariwisata. Bali sudah berulang kali berada pada posisi krisis kunjungan. Pertama saat Gunung Agung erupsi dan kini saat Corona. Sebelumnya virus SARS dan flu burung juga membuat Bali prihatin. Ini mestinya menjadi pelajaran berharga. Ini harus menjadikan Bali berpikir betapa pentingnya Bali memiliki dana cadangan krisis pariwisata. ‘’Kita sering gagap dalam hal ini. Kebijakan sering dipolakan

saat kondisi sudah emergency dan kritis. Mestinya sejak awal sudah dipetakan potensi, tantangan dan ancaman di sektor ini. Demikian pula solusi dan antisipasinya. Salah satunya pentingnya menyediakan dana cadangan krisis. Saya berharap dana-dana yang terkumpul dari PHR jangan dihabiskan oleh pemerintah. Dana cadangan harus ada untuk mengantisipasi situasi kritis, sehingga saat kritis, pemerintah bisa menjadi penyelamat. Jangan sampai gagal solusi dalam situsi kritis,’’ sarannya. Ia mengatakan PHR jangan dikelola dengan pendekatan kekuasaan dan kepentingan politis. Harus ada pendekatan profesional dan berbasis kepentingan strategis sektor pariwisata. Kini, ketika pengusaha pariwisata berhdapan dengan risiko krisis, pemerintah harus menjadi penyelamat,’’ tantangnya. Namun, ia tetap berharap masih ada banyak hal bisa dilakukan Bali untuk bisa menjadi destinasi berkualitas saat musim paceklik. Daya dukung Bali dan penguatan atas budaya Bali haruslah menjadi satu strategi dan rujukan. Mengembalikan identitas pariwisata Bali dan jati diri pariwisata berbasis budaya harus menjadi rencana aksi dan dijabarkan. (dir)

Rabu, 12 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Melalui Pujawali Kita Tingkatkan Pelembagaan Ajaran Agama Hindu (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Kuru Setra Parwa(2) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam SIARAN LANGSUNG Sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Wujudkan

11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita

Bali Era Baru Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Bali TV Shop Lutut Ocydia Home Shooping Klip Bali Ocydia Home Shooping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita Angling Darma (1) Gita Santhi Sekaa Santhi Campur Sari

Gianyar Klungkung (2) 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:05 Wita Folk Song 22:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Bali Chanel

lola sampah mulai dari rumah tangga. Melalui Program STOP ini, Kabupaten Jembrana memimpin dengan memberikan contoh, menunjukkan cara mengurangi sampah plastik di lingkungan. ‘’Kemitraan kami dengan program STOP sangat penting untuk mencapai misi kami, untuk menghindari kebocoran sampah plastik ke lingkungan,’’ terang Jacob Duer, Presiden dan CEO Alliance to End Plastic Waste. Program STOP adalah inisiatif bersama oleh Borealis dan Systemiq yang merancang, mengimplementasikan, dan mengukur solusi ekonomi sirkular untuk mencegah pencemaran sampah plastik di Asia Tenggara. Program STOP ini mendukung kota/kabupaten dengan keahlian teknis untuk mencapai tingkat ‘’nol’’ kebocoran sampah, meningkatkan sistem ekonomi sirkular, menciptakan lapangan kerja baru dalam pengelolaan sampah dan mengurangi dampak berbahaya dari sampah yang tidak dikelola dengan baik pada kesehatan masyarakat, pariwisata dan perikanan. (ad302

mou penanganan sampah - Pemkab Jembrana melaksanakan MOU pengelolaan sampah dihadiri Wabup Kembang Hartawan.

Secara Akademis Batasan singkat tersebut dapat dirinci dengan melihat indikator-indikator pariwisata berkualitas, yang bisa dilihat dari sisi wisatawan (guests), dari sisi masyarakat lokal (host), dan dari sisi produk dan layanan yang ditawarkan, yang termasuk juga di dalamnya keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan sebagai komponen dari sebuah destinasi. Yang paling sering mendapat sorotan adalah sisi wisatawannya, karena yang menyoroti adalah mereka dari sisi destinasi. Secara akademis, ada tiga indikator utama untuk melihat wisatawan berkualitas. Pertama, mempunyai daya beli (spending power) yang tinggi, serta secara nyata mengeluarkan uangnya di destinasi. Pengeluaran ini berkait erat dengan jumlah pengeluaran per hari dan lama tinggal (length of stay). Kedua, wisatawan yang mempunyai kepedulian terhadap kelestarian lingkungan setempat, yang sangat terkait dengan keberlanjutan daya dukung dan daya tampung ling-

kungan di destinasi. Ketiga, wisatawan yang mempunyai kepedulian terhadap kelestarian budaya lokal. Hal ini sangat terkait dengan keberlanjutan pariwisata, karena budaya merupakan modal dasar yang sangat penting dalam pembangunan kepariwisataan. Ketiga indikator ini dapat dirinci dan diukur melalui sub-sub indikator dan/atau parameter-parameter yang lebih teknis, seperti pengeluaran per hari, lama tinggal, perilaku terhadap lingkungan, konsumsi makanan lokal, konsumsi daya tarik wisata lokal (alam dan budaya), sikap terhadap kebudayaan lokal, kemampuan beradaptasi dengan fasilitas lokal, dan seterusnya. Ketiga indikator di atas tidak bisa dilihat hanya satu per satu secara terpisah, melainkan harus dilihat sebagai suatu kesatuan yang berkeseimbangan. Melihat satu indikator saja sangat berbahaya, bisa misleading, yang justru menghasilkan pariwisata yang tidak berkelanjutan. Sebagai contoh, kalau penekanannya hanya pada pengeluaran per hari atau per kunjungan, maka

suatu destinasi, seperti Bali, pasti akan hanya mengejar mereka yang pengeluarannya besar (high end tourists). Katakanlah misalnya, mereka yang menyewa kamar dengan rate di atas 1 juta rupiah per malam. Maka, pastilah kamar yang dicari kamar hotel berbintang. Lalu, siapa yang mengisi kamar hotel-hotel kecil di Kuta, Ubud, dan Candidasa, atau homestay milik rakyat? Kuliner yang dicari juga kuliner ‘’berbintang’’. Lalu, siapa yang makan di restoran kecil atau warung milik rakyat? Cenderamata yang dicari juga yang ‘’berkelas’’. Lalu, siapa yang membeli kerajinan rakyat di pasar seni? Ini jelas tidak bagus untuk keberlanjutan pariwisata. Mass Tourism Bisa Juga Quality Pendikotomian antara quality dengan mass tourism tidak selamanya tepat. Dalam berbagai penelitian saya, yang didukung juga oleh berbagai penelitian ahli pariwisata di negara-negara lain, mass tourism bisa juga sekaligus quality tourism. Sebagai contoh, penyelenggara MICE (Meeting,

Incentive, Convention and Exhibition) pasti berusaha mencari jumlah wisatawan atau peserta sebanyak-banyaknya, quantity matters. Tetapi, jumlah yang banyak tersebut semuanya berkualitas, dilihat dari tiga indikator utama yang saya sebutkan di atas. Di samping itu, mempertentangkan quality dengan quantity dalam pariwisata juga berbahaya. Bagaimanapun bagusnya kualitas wisatawan, kalau jumlahnya sedikit, pasti tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, yang menjadi tujuan pembangunan pariwisata. Dampak positif terhadap masyarakat lokal maupun penerimaan negara (atau daerah) merupakan fungsi langsung dari perkalian antara jumlah dengan kualitas. Maka, sekali lagi, tidak bijak kalau kita mempertentangkannya. Apalagi dalam konteks Bali, yang mempunyai beragam jenis dan interval yang tinggi dalam produk dan destinasi. Memang tidak salah, bahwa kualitas wisatawan sangat diperlukan. Tetapi kuantitas juga tidak harus dikesampingkan.

Peluang Positif Sangat tepat tindakan pemerintah untuk membatasi dan mencegah masuknya penderita virus Corona ke Indonesia. Upaya telah dilakukan mulai dari penutupan penerbangan, thermo scanner di bandara, pemeriksaan medis dan karantina (capsul evakuasi) bagi penumpang suspect virus Corona dan evakuasi WNI di Wuhan. Kasus Wuhan memang menyebabkan merosotnya jumlah wisatawan asal Tiongkok ke Bali, namun hal ini tidak harus kita sikapi secara pesimis. Fenomena ini justru memberi peluang positif apabila kita dapat memetik pelajaran berharga dari kasus itu. Kasus Wuhan dapat kita jadikan momentum untuk membangkitkan pariwisata Bali menuju yang lebih baik. Pelajaran berharga yang dapat kita petik adalah: (1) Akses informasi. Penyebaran virus Corona yang begitu cepat dan berbahaya membangkitkan kesadaran bagi kita akan pentingnya informasi yang cepat dan akurat mengenai ciri-ciri, cara pencegahan dan penanganann penyakit tersebut. Kebiasaan untuk mencari informasi yang cepat ini dapat terus ditingkatkan kepada informasi yang lebih luas mencakup informasi mengenai wisatawan mancanegara, destinasi wisatawan dunia, aksesibilitas maupun infrastruktur. Dengan informasi yang cepat dan akurat, pariwisata Bali dapat mengantisipasi tantangan pariwisata dunia dan tidak akan ketinggalan dalam hal mutu dan pelayanannya. (2) Koordinasi antarinstansi. Pencegahan dan penanganan penyebaran virus Corona di Bali memerlukan koordinasi dari berbagai instansi mulai dari pemerintah daerah, PMI, rumah sakit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan seluruh masyarakat. Pengalaman dalam menangani gempa Gunung Agung tahun 2017 memberikan catatan beberapa koordinasi yang

perlu ditingkatkan. Dengan adanya virus Corona, koordinasi antarinstansi yang selama ini sudah ditingkatkan dapat dipraktikkan dan diimplementasikan sehingga pada suatu saat, Bali semakin siap menghadapi risiko terjadinya bencana. (3) Penanganan hewan potong. Dengan adanya virus Corona yang penyebarannya melalui hewan, seluruh masyarakat dibangkitkan kesadaran akan pentingnya kebersihan, mengingat virus Corona tersebar melalui hewan dan lingkungan yang kotor. Kejadian ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan khususnya di arena peternakan dan pemotongan hewan dan pasar-pasar daging. (4) Penanganaan masalah sampah dan air bersih. Dengan adanya virus Corona, kesadaran masyarakat dalam menangani masalah sampah semakin tinggi, mengingat sampah yang bertumpuk merupakan sumber penyakit juga dapat menularkan penyakit termasuk yang disebabkan oleh virus. (5) Promosi Bali ke seluruh dunia. Astungkara, Bali merupakan daerah yang hingga saat ini dan mudah-mudahan seterusnya tidak terkena virus Corona. Hal ini bukan suatu kebetulan, tetapi berkat upaya pencegahan yang ketat agar virus ini tidak masuk ke Bali. Hal-hal positif dari Bali sebagai destinasi wisata unggulan yang sehat bersih dan nyaman didukung oleh fakta-fakta yang harus diinformasikan kepada dunia. Bali sebagai destinasi wisata yang bersih dan sehat itu didukung oleh aspekaspek: Pertama, penanganan hewan di Bali sangat bagus. Dinas Peternakan Provinsi menginformasikan bahwa tidak ada hewan yang berasal dari luar Bali, kecuali yang diimpor langsung secara individual oleh hotel. Dengan demikian maka semua hewan dijamin sehat dan bebas dari penyakit. Pembinaan tata cara pemeliharaan sapi Bali oleh pemerintah sangatlah ketat mulai dari prosedur kebersihan kan-

dang, penyemprotan rutin antihama sampai pemberian vaksinasi sampai dengan pengobatan penyakit khas sapi Bali yaitu Jembrana dan Bali Ziekti. Kedua, rumah pemotongan hewan (RPH) di Bali juga diawasi dengan ketat oleh Dinas Peternakan kabupaten/kota untuk menjamin kualitas potong daging hewan. Bahkan sejak bulan Juli tahun 2019, Bali memberlakukan pemotonan unggas secara terpisah karena telah memiliki rumah potong hewan unggas tersendiri yang dilengkapi dengan cold storage. RPHU di Bali merupakan rumah pemotongan ke-6 di Indonesia. Ketiga, penanganan kesehatan di Bali sangat baik. Dalam ranperda mengenai tata kelola pariwisata, pemerintah daerah menetapkan salah satu strategi pariwisata di Bali adalah wisata kesehatan (health tourism) khususnya wisata pengobatan (medical tourism). Dari sisi amenitas atau pelayanan, sejak tahun 2013 Bali memiliki layanan rumah sakit daerah bertaraf internasional Bali Mandara, di samping rumah sakit yang dikelola oleh swasta seperti Bali International Medical Center (BIMC) dan RS Siloam Kuta. Keempat, penanganan sampah di Bali merupakan prioritas utama mengingat sampah adalah sumber penyakit yang dapat menyebabkan penyakit maupun bencana. Kritikan media Fodor.com tahun 2019 yang menyatakan Bali adalah tempat yang reconsider place (tidak direkomendasikan) kini telah terbantahkan oleh upaya berbagai pihak dalam menangani sampah. Upaya yang dilakukan antara lain: (a) Optimalisasi tempat pembuangan akhir (TPA). Saat ini, sampah dari Kabupaten Gianyar dan Badung tidak lagi dibuang di TPA Suwung, Denpasar, sehingga pengolahan sampah di tempat tersebut sesuai dengan kapasitasnya. Pemkab Badung telah memiliki TPA sendiri yang segera beroperasi. Sementara itu Pemkab Gianyar memperkenalkan program

GELSTIK yaitu gerakan lawan sampah plastik guna membatasi jumlah sampah plastik. (b) Peraturan Gubernur No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai (PSP). Selain itu ada pula Pergub 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, menimbulkan gerakan seluruh masyarakat di mana seluruh pihak bertanggung jawab untuk mengelola sampah di Bali termasuk daur ulang sampah. (c) Bekerja sama dengan ahli pengolahan sampah (pemerintah Norwegia), Pemerintah Provinsi Bali mendirikan wadah Bali Partnership yang melibatkan seluruh jajaran dalam mengelola sampah. Dari sekitar 4 ribu ton sampah tiap hari, sekitar 48% di antaranya dapat ditangani dengan baik. Menurut I Gde Made Hendrawan, peneliti dari FKIP Universitas Udayana, besarnya persentase sampah yang ditangani dengan baik ini menunjukkan bagusnya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Bali dalam menangani sampah. Keenam, budaya masyarakat Bali menjaga kelestarian alam mencakup kebersihan dan keseimbangan ekosistem sudah tertanam sejak lama. Pemerintah daerah mendukung Bali menjadi quality tourism (wisatawan berkualitas), bukan saja lebih membawa dampak bagi perekonomian tetapi yang lebih penting adalah menjaga kelestarian alam dari kehadiran wisatawan yang terlalu banyak. Sementara itu, masyarakat Hindu Bali yang menjunjung tinggi budaya Tri Hita Karana sudah sejak lama memiliki budaya hidup bersih dan menjaga lingkungan demi menjaga kelestarian alam. Dengan kesadaran pemerintah dan seluruh masyarakat tentang hidup sehat dan bebas sampah, Bali akan menjadi daerah wisata yang unggul, tetapi Bali juga memiliki wisata alam yang terpelihara kelestariannya. Penulis, pemerhati masalah ekonomi, bekerja di Bank Indonesia


RABU PON, 12 FEBRUARI 2020

Belum Terlihat Dampak Corona Nangun Sat Kerthi Loka Bali pada Pembiayaan Bank

Bali Post/ina

Desa Adat Batur Kembangkan Potensi Sumber Daya Alam PANCORAN - Tempat pelukatan pancoran solas milik Desa Adat Batur.

Berawal dari desa adat se-Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Pemprov Bali bersinergi dengan Yayasan Dharma Naradha, Kelompok Media Bali Post (KMB), didukung Sampoerna untuk Indonesia, menyosialisasikan program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Mewujudkan Bali Era Baru, Selasa (28/1) lalu. Kegiatan dalam upaya lebih menguatkan peran desa adat tersebut berlanjut ke Kabupaten Bangli, Rabu (12/2) hari ini. Bertempat di wantilan depan Pura Hulun Danu Batur, Kintamani, program itu disosialisasikan di hadapan para bendesa adat dan dinas di Kecamatan Kintamani, salah satunya Desa Adat Batur. Apa saja potensi yang dimiliki Desa Adat Batur?

D

esa Adat Batur salah satu desa adat di Kabupaten Bangli yang terbilang sukses menggali dan mengembangkan potensi sumber daya alam. Desa Adat Batur saat ini memiliki beberapa unit usaha wisata yang tak hanya mampu menghasilkan pendapatan, namun juga menyerap tenaga kerja lokal. Usaha wisata yang dimiliki Desa Adat Batur yakni tempat wisata permandian air panas Batur Natural Hot Spring, rumah makan, Taman Wisata Air yang dilengkapi vila, serta tempat pelukatan pancoran solas yang cukup terkenal dan banyak didatangi wisatawan. Usaha wisata tersebut didirikan di lahan laba pura milik Desa Adat Batur secara bertahap. Selain usaha di bidang wisata, Desa Adat Batur juga mendirikan usaha di bidang ekonomi yakni berupa kop-

erasi desa. Prajuru Desa Adat Batur Wayan Asta mengatakan, Desa Adat Batur terus berupaya menggali potensi yang ada untuk kesejahteraan krama. Rencana ke depan, sebuah gedung serbaguna yang dimiliki Desa Adat Batur bakal ditata sebagai pasar agro. Gedung serbaguna yang berbentuk seperi wantilan itu memiliki luas 20 x 20 meter. Lokasinya ada di Tunon. Sementara ini gedung serbaguna tersebut dimanfaatkan krama untuk kegiatan olahraga seperti futsal. Menurut Wayan Asta, Batur juga memiliki potensi di bidang pertanian berupa tanaman jeruk Kintamani. Kehadiran pasar agro itu tentu dirasa sangat pas. Dengan adanya pasar agro tersebut, nantinya jeruk hasil panen petani lokal di Batur dan sekitarnya dapat diserap dan dipasarkan di sana. ‘’Selama ini sudah

ada Pasar Singamandawa di Kintamani. Tapi yang dijual di sana kan tidak saja jeruk, ada macam-macam. Ada kain, sembako dan lainnya. Kalau pasar yang khusus jual jeruk belum ada,’’ terangnya. Sejauh ini rencana pengembangan pasar agro itu belum bisa dilakukan. Salah satu kendalanya yakni biaya. Desa Adat Batur, kata Asta, saat ini sedang fokus untuk mengembangkan dan mengefektifkan usaha wisata yang berlokasi di kawasan Toya Bungkah dan Seked. ‘’Rencana ke depan, kami juga akan menggali dan mengembangkan potensi wisata alam di hutan dekat Pura Pasar Agung yang beberapa waktu lalu sempat terbakar. Akhirakhir ini lokasi tersebut banyak didatangi wisatawan untuk berfoto selfie,’’ terangnya. Selama ini keberadaan beberapa unit usaha yang dimiliki Desa Adat Batur

mampu menyejahterakan krama. Pendapatan dari unit usaha tersebut sebagian dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan keagamaan dan adat. Seperti untuk kegiatan upakara di pura, membantu krama dalam upacara pengabenan, dan kegiatan adat lainnya. Desa Adat Batur yang terdiri dari tiga desa dinas yakni Desa Batur Utara, Desa Batur Tengah dan Desa Batur Selatan memiliki 17 pura yang disungsung krama adat Batur. Keberadaan unit usaha yang dimiliki Desa Adat Batur juga mampu menampung tenaga kerja lokal. Secara otomatis ini mengurangi warga Batur eksodus ke luar untuk bekerja. Asta menyebutkan sedikitnya ada 120 krama yang diserap sebagai tenaga kerja di unit usaha milik Desa Adat Batur. Selain sukses mengembangkan potensi yang dimiliki untuk usaha, Desa Adat Batur selama ini juga sukses dalam mempertahankan tradisi dan budaya. Asta mengatakan, tradisi pemerintahan di Desa Adat Batur yang menganut Bali Mula dan Majapahit masih sangat kuat. Budaya yang diwariskan leluhur di sana juga masih tetap terjaga dan lestari. (ina)

GM Susanto Atasi Dewa Aditya

GM Susanto Megaranto (kanan)

Bali Post/022

Denpasar (Bali Post) GM Susanto Megaranto berhasil menundukkan lawannya Dewa Made Aditya (Buleleng) pada babak pertama turnamen catur terbuka Piala Maranatha XIII/2020 di Denpasar, Selasa (11/2) kemarin. Pada babak kedua Susanto meladeni Tjin Hao (Badung), yang mengalahkan Johny Londa (Denpasar). Susanto memegang buah putih saat mengalahkan Aditya dan dinyatakan menang pada langkah ke-32. Susanto mengakui dirinya mengikuti turnamen ini seraya mematok target juara. Penanggung Jawab Panitia Fredrik Billy menyebutkan, event ini diikuti 180 pecatur. Mereka berasal dari 10 provinsi lebih, seperti Jatim, Jateng, Jabar, DKI, Kal-

sel, Maluku, sampai Papua. Para peserta ada yang non gelar dan bergelar Grand Master (GM), Master International (MI), Master FIDE (MF), Master National (MN), serta Master Percasi (MP). Dijelaskannya, turnamen ini mempertandingkan kategori U-15, dewasa dan terbuka. Selain itu ajang ini juga mempertandingkan catur cepat dan catur klasik. Yang membanggakan, GM Susanto Megaranto mengikuti olahraga asah otak ini. ‘’Padahal agenda GM Susanto semestinya mengikuti Kejuaraan Dunia di Rusia, tetapi dia lebih memilih turun di Piala Maranatha,’’ ujarnya. Turnamen ini menggunakan sistem sembilan babak, dan digelar hingga Sabtu (15/2) mendatang. (022)

TIDAK dielakkan, wabah virus Corona akan berdampak bagi pariwisata Bali dan lapangan usaha turunannya. Namun bagi perbankan di Bali, dampaknya belum terlihat, mengingat triwulan I belum usai. Meski demikian, perbankan optimis penyebaran virus Corona tidak terlalu berdampak pada bisnis bank. Sebelumnya dari Perbarindo Badung mengatakan, BPR di Badung tak banyak menyalurkan kredit ke sektor usaha yang bersentuhan langsung dengan pariwisata. Kredit lebih banyak disalurkan ke sektor perdagangan. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, Selasa (11/2) kemarin mengatakan, kasus Corona belum terlihat dampaknya pada bisnis bank karena Bank BPD Bali lebih banyak menyalurkan kredit ke UMKM dan perdagangan. Sementara ke sektor pariwisata, penyalurannya tidak terlalu besar. Saat ini ia tengah mengumpulkan data dari seluruh cabang Bank BPD Bali dan melakukan assessment terhadap nasabah yang terdampak langsung dari kelesuan pariwi-

sata akibat virus Corona. Namun, dikatakan, belum ada pengaruh terhadap portofolio kredit Bank BPD Bali. Apalagi triwulan I proyek–proyek pemerintah belum berjalan. Ia memproyeksikan, triwulan I, rencana bisnis bank (RBB) Bank BPD Bali berjalan sesuai track-nya. Karena kondisi ini tidak seperti kejadian– kejadian yang menimpa Bali sebelumnya. Seperti kondisi bom Bali yang sampai mempekerjakan karyawan hanya seminggu dalam sebulan.

Denpasar (Bali Post) – Archipelago International mendukung upaya pembenahan Bali di masa jeda pariwisata. Pembenahan di berbagai bidang mulai dari lingkungan hingga infrastruktur sangat diperlukan guna mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ serta quality tourism. Saat berkunjung ke Bali Post, Selasa (11/2) kemarin, para public relations (PR) dari sejumlah hotel yang tergabung dalam Archipelago International menyampaikan, industri pariwisata khususnya hotel

berharap wabah Corona di Tiongkok segera berakhir. Jika tidak segera ditangani, mereka khawatir pariwisata Bali akan kembali terpuruk. ‘’Akan sangat sulit bagi industri pariwisata bertahan jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama. Kita harapkan segera ada solusinya,’’ kata Marketing Communication Executive Aston Canggu Beach Resort, Ayunda Kirana. Semua komponen khususnya industri pariwisata diharapkan berpartisipasi menjaga ketahanan Bali, baik dari

Bali juga pernah menghadapi kejadian erupsi Gunung Agung, saat itu ekonomi di sekitar Gunung Agung dan Karangasem sempat lumpuh dan bandara ditutup. Pertumbuhan ekonomi Bali langsung anjlok di angka 4 persenan. Sedangkan pada kasus Corona, ia menilai dampaknya tidak terlalu besar. Penyaluran kredit ke sektor pariwisata langsung, dikatakan, tidak ada ke hotel besar, hanya penyaluran kredit ke guest house dan hotel–hotel kecil. Begitu juga pembiayaan untuk travel agent yang paling terkena dampak dari kasus Corona, dikatakan, tidak ada penyaluran ke segmen tersebut.(may) I Nyoman Sudharma

Pelaku Pariwisata Dukung Pembenahan Bali

sisi ekonomi, daya dukung lingkungan hingga budaya. Dijelaskan Regional Marketing Communications ManagerEast Archipelago International, Amanda Dianova, guna menjaga Bali pihaknya menggelar beberapa kegiatan corporate social responsibility (CSR). Pada Februari ini akan ada kegiatan bersih-bersih sampah di Sanur. Kemudian Maret akan ada kegiatan Earth Hours yang merupakan upaya untuk menurunkan polusi di Bali dengan cara menghemat penggunaan listrik. (kmb25)

PR - Sejumlah public relations (PR) dari hotel yang tergabung dalam Archipelago International berkunjung ke kantor Bali Post, Selasa (11/2) kemarin.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 12 Pebruari 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu