Bali Post
SEJAK 1948
Pengemban Pengamal Pancasila
Regulasi Belum Nyambung
Gubernur Minta ’’Krama’’ Bali Bersabar Denpasar (Bali Post) Maraknya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan Tim Saber Pungli membuat banyak aparat desa/banjar pakraman di Bali, seperti klian adat dan pecalang ketakutan dalam melaksanakan tugas. Padahal, tugas mereka mengurus adat sangat berat. Untuk itu, bukan pemidanaan yang ditonjolkan, namun pembinaan. Hal itu diungkapkan pengamat hukum adat yang juga nayaka (staf ahli) MUDP Kota Denpasar, Dr. A.A. Ketut Sudiana, S.H., M.H. Dia melihat selama ini belum sinkron alias adanya kesamaan pandangan antara MUDP dengan aparat penegakan hukum dan penyidik di Saber Pungli sehingga klian banjar atau aparat desa pakraman di–OTT saat mereka menjalankan pararem banjar atau desa. Saat OTT, seharusnya mereka mendapat pendampingan dari MUDP guna meyakinkan mereka bertugas atas dasar pararem.
A.A. Ketut Sudiana yang juga dosen FH Unmas ini menegaskan solusi yang paling baik adalah dengan mengutamakan pembinaan. ‘’Bersamaan dengan itu dibuatkan perda atau perwali yang menjadi payung hukumnya,’’ tegasnya Sabtu (10/11) kemarin. Hal itu direspons positif oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Pararem dan awig-awig kerap menjadi dasar bagi desa atau banjar pakraman untuk melakukan pungutan. Hal. 11 Menjadi Kelemahan
Desa Pakraman Bukan Organisasi Liar Oleh I Gede Pasek Suardika PUNGLI itu pungutan liar. Liar aturannya, liar pelakunya. Menyamakan prajuru desa pakraman dengan liar-liar itu, baik liar aturannya dan liar pelakunya adalah bentuk pelecehan. Desa pakraman bukan organisasi preman, bukan organisasi tanpa bentuk (OTB) yang memang liar. Desa pakraman adalah subjek hukum yang sah di Republik ini bukan liar. Lembaganya diakui negara bahkan di konstitusi negara pasal 18 B ayat 2 UUD 1945. Keberadaannya diakui termasuk keputusannya sepanjang sesuai dengan wilayah adatnya. Kalau ada perbedaan atau konflik norma antara hukum adat dan hukum formil maka itu harus diuji ke pengadilan ketentuan hukumnya, bukan dengan menangkapi prajuru dengan alasan pungli. Sekali lagi, Desa Pakraman bukan organ liar di republik ini. Desa adat sudah ada sebelum republik ini merdeka. Saya harus tegas ingatkan hal ini kepada siapa pun yang mewakili fungsi negara bertugas di Bali. Orang yang tidak mengakui hukum adat
masih berlaku dan hanya mengakui hukum formil termasuk perda saja maka perlu belajar hukum lagi. Di berbagai daerah di Indonesia masih banyak hukum adat berlaku dan diakui. Jangan mengaku mau memperkuat desa adat tetapi pernyataan dan kenyataannya tidak mengakui adanya hukum adat. Saat ini, DPR, pemerintah dan DPD-RI sedang membahas RUU tentang Kesatuan Masyarakat Hukum Adat. Jangan overdosis menggunakan kewenangan. Semua manusia ada batas kekuasaannya. Desa adat adalah roh kekuatan Bali sehingga menarik pariwisata dunia. Bijaklah bertugas. Lucu kalau mengaku memperkuat desa adat itu dengan cara mempermalukan desa adat. Kalau memang mau memperkuat maka lakukan fungsi pembinaan bukan pemidanaan yang mempermalukan eksistensi desa adat. Hal. 11 Pemidanaan
Ketika ’’Pararem’’ Tergerus Oleh Hukum Positif
Bali Hanya Dinikmati, Pemanfaatan Potensi Lokalnya Dibatasi? Pungutan liar sering disingkat dengan istilah pungli. Dalam konteks bahasa, pungutan liar disebut sebagai pungutan yang ilegal, pungutan tak berdasar. Atau pungutan tanpa dasar hukum. Nah di Bali saat ini gaduh masalah OTT yang dilakukan Satgas Saber Pungli. Pihak yang kontra menuding OTT dilakukan karena sengaja ingin melemahkan posisi desa pakraman. Sebaliknya, pihak kepolisian justru mengaku menguatkan desa adat dengan dilakukan penangkapan tersebut.
Asal Tak Memaksa dan Melanggar Hak KEPOLISIAN saat ini menjadi sorotan sejak OTT kasus pungli di pos-pos yang dikelola banjar dan desa pakraman adat. Pandangan publik khususnya krama Bali terbelah, ada yang pro dan kontra. Bahkan, ada yang khawatir penangkapan tersebut untuk melemahkan peran desa pakraman. Meski demikian, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose tidak terusik karena apa yang dilakukan tersebut sesuai undangundang positif dan Perda Provinsi Bali. Bahkan, dia mengapresiasi Kapolres yang berhasil mengungkap kasus tersebut. Hal. 11 Terus Bergerak
Made Somya Putra
Wayan Sumardika
Ketut Kusuma
DI Bali, banyak pungutan yang dilakukan berdasarkan atas pawuman adat atau pararem dan atau awig-awig. Atas nama desa adat, kemudian ada pengayah yang ditunjuk sebagai eksekutor. Artinya,
mereka menjalankan tugas sebagaimana perintah desa adat. Misalnya memungut retribusi parkir karena di wilayah adat mereka ada objek wisata. Itu tidak hanya ada di Tanjung Benoa, Sanur, Jungut Batu
(Nusa Penida), atau di Tirta Empul, Tampak Siring. Jika ditelisik banyak desa menerapkan itu, guna meringankan beban masyarakat adat. Hal. 11 Pembuktian Yuridis
Tugas Satgas Saber Pungli
Pendapatan Desa Pakraman
(Perpres No.87 Tahun 2016 )
Berdasarkan ketentuan (pasal 10 ayat (1) Perda No. 3 tahun 2001 ) pendapatan Desa Pakraman diperoleh dari
Memberantas pungutan liar secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personel, satuan kerja, dan sarana prasarana, baik yang berada di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah Membangun sistem pencegahan dan pemberantasan pungutan liar Mengoordinasikan, merencanakan serta melaksanakan operasi pemberantasan pungutan liar
stop pungli
Melakukan operasi tangkap tangan (OTT)
Urunan krama desa pakraman Hasil pengelolaan kekayaan desa pakraman Hasil usaha Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bantuan pemerintah dan pemerintah daerah Pendapatan lainnya yang sah Serta sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat
Cara Hindari OTT
Kerja Sama dengan Instansi Pemerintah KASUS petugas pungut retribusi parkir di Pantai Matahari Terbit, Sanur kena Operasi Tangkap Tangan (OTT), beberapa waktu lalu, disikapi sejumlah kalangan. Kondisi ini harus disikapi serius, agar tidak lagi terulang kasus serupa. Karena selama ini, aturan yang memayungi kegiatan tersebut belum kuat secara hukum. Karena itu, diperlukan kesepakatan atau MoU dengan instansi pemerintah yang terkait. Hal ini ditegaskan Bendesa Desa Pakraman Pedungan I Gusti Putu Budiartha, Jumat (9/11) lalu. Dikatakan, kasus OTT yang terjadi selama ini karena pijakan hukumnya masih lemah. Hal. 11 Kerja Sama
‘’Pararem‘’ Dianggap Ilegal, Itu Namanya Pelemahan Desa Pakraman MARAKNYA kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan Tim Saber Pungli membuat aparat desa adat/pakraman tersebut dilema dalam memungut iuran bagi penduduk pendatang. Padahal, dalam peraturan desa (pararem) yang telah dibuat dan disepakati bersama, iuran tersebut ke depannya untuk kebaikan penduduk pendatang itu sendiri apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dana ini menurut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, S.H., dikenal sebagai pasayuban alias pengamanan. Penduduk pendatang sama haknya mendapat keamanan dan ketika ditimpa pancabaya seperti rumah terbakar, pencurian, dll. ‘’Jadi, besarnya sumbangan ini dilaporkan tiap bulan di pasangkepan krama. Kalau terus diintai, saya khawatir tak ada yang mau menjadi prajuru banjar atau desa,’’ tegasnya. Banyak yang menganggap bahwa kasus OTT yang menyasar aparat desa pakraman merupakan suatu upaya pelemahan desa adat di Bali. Terhadap hal ini, akademisi Unhi Denpasar, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., mengatakan bahwa segala yang ada di desa pakraman sudah sepatutnya dikelola dengan baik
oleh desa tersebut. Sebab, segala sesuatunya telah diatur melalui pararem. Apalagi, pararem yang dibuat telah dianggap sah karena hasil keputusan rapat desa pakraman dan sebagai terusan dalam pelaksanaan awig-awig desa. Di Bali, kata dia, desa pakraman merupakan benteng dari kebudayaan Bali yang bernapaskan Agama Hindu. Apabila desa pakraman diacuhkan, maka akan menjadi masalah terkait dengan keberlangsungan kebudayaan Bali ke depannya. “Jika pararem menjadi salah satu yang ilegal bagi aparat hukum, berarti juga akan memperlemah desa pakraman di mata hukum,” tandas Kadek Satria Sabtu (10/11) kemarin. Sementara itu, akademisi hukum Dr. Ida Bagus Radendra
Suastama, S.H., M.H., mengatakan secara hukum, peraturan desa apakah berupa pararem dan sebagainya tetap tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan. Meskipun dalam pararem tersebut maksudnya baik, namun jika kemudian maksud baik tersebut dilaksanakan tidak sesuai ketentuan hukum yang berlaku, maka tentu ada konsekuensi hukumnya. Apalagi dalam hukum, sekadar maksud atau niat saja tidaklah cukup. Sebab, hukum berurusan dengan tindakan atau perbuatan, sehingga harus dilaksanakan dengan dasar hukum dan payung hukum yang memadai. “Jika ingin melakukan pungutan (iuran) kepada siapa pun atau penduduk pendatang, walaupun dengan niat baik,
mesti dipelajari dulu hukumnya. Rapat-rapat di banjar dan desa perlu mengkaji aspek hukum dari kesepakatan yang akan dibuat. Misalnya dengan meminta pendapat para ahli hukum di banjar atau desa tersebut. Tapi tentu orang hukum yang benar-benar paham hukum, baik ketentuan maupun filosofinya. Bukan sembarang orang yang mengaku paham hukum namun belum tentu paham sampai ke filosofinya,” ujar Radendra. Agar iuran yang dilakukan tidak melanggar hukum, ada beberapa solusi yang harus dilakukan aparat desa. Di antaranya, menyodorkan pernyataan kepada warga pendatang, yang jika mereka setujui maka mereka tanda tangani. Isinya misalnya bahwa demi antisipasi dalam
hal terjadi sesuatu kejadian yang tidak diinginkan, juga aspek keamanan dan ketenteraman, dan juga sebagai iktikad untuk ikut membangun desa/ banjar tempat mereka tinggal saat ini. Iuran yang dilakukan sifatnya sukarela tanpa tekanan atau keterpaksaan. Jika mereka tidak bersedia, maka tentu kewenangan aparat desa atau banjar untuk melayani atau tidak melayani hal-hal kependudukannya adalah bahan pertimbangan aparat setempat. Dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan berpotensi memunculkan masalah atau beban sosial ke depan bagi banjar/desa tersebut. “Itu kewenangan sah dan wajar dari aparat desa, sejauh dasarnya jelas,” tegasnya. (win/sue)
2 Minggu Kliwon, 11 November 2018
Lantaran Disalip, Anggota Ormas Main Pukul Mangupura (Bali Post) Anggota salah satu ormas, Fitono (30), ditangkap tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta, Jumat (9/11) lalu. Tersangka Fitono terlibat kasus penganiayaan terhadap Gusti Putu Lila (43) di dekat HCS di Jalan Tamansari, Kelan, Kuta. Pemicunya hanya karena korban menyalip pelaku. Informasi diperoleh, Sabtu (10/11) kemarin, korban beralamat di Jalan Rajawali, Kelan ini, pada Senin (5/11) pukul 21.00 wita, mengendarai sepeda motor dari arah timur
Tersangka Fitono
BPM/ist
menuju Jalan Tamansari, Kelan. Setibanya di TKP, korban menyalip sepeda motor yang dikendarai pelaku. Diduga tidak terima disalip, pelaku langsung mengejar korban. “Merasa dikejar, korban langsung berhenti. Saat itulah, pelaku beberapa kali memukul korban. Bahkan membenturkan kepala korban ke tembok,” kata sumber. Usai menganiaya korban, pelaku langsung kabur. Sedangkan korban melaporkan kasus ini ke Polsek Kuta. Berbekal laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Panit Iptu Budi Artama melakukan penyelidikan. Pada Jumat pukul 22.30 wita, pelaku ditangkap saat berada di kafe di Pantai Kelan. Selanjutnya, pelaku tatoan ini dibawa ke Polsek dan dijebloskan ke sel. “Ya, memang benar Polsek Kuta mengungkap kasus penganiayaan yang melibatkan anggota ormas. Jenis kejahatan premanisme berdasarkan Surat Kapolri Nomor B/3788/ VII/OPS.1.3./2018 yaitu penganiayaan berat, penganiayaan, pemerasan atau pemalakan, pengeroyokan, pengancaman, kejahatan terkait senjata api dan terkait senjata tajam,” tegas Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut. (kmb36)
Pembetulan Berita Bali Post, Sabtu (10/11) halaman 8, dengan judul “Pembinaan Kurang Optimal, Puluhan LPD di Buleleng Macet” terdapat kesalahan dalam memuat foto. Foto yang terpasang merupakan suasana pelayanan LPD Anturan. Padahal, LPD tersebut tidak termasuk yang macet. LPD itu, sampai saat ini masuk LPD sehat dan berprestasi di Kabupaten Buleleng. Demikian klarifikasi ini, mohon maaf kepada pengurus, badan pengawas dan nasabah LPD Anturan. (redaksi)
Peringati Hari Pahlawan yang Ke-73
LPKA Kelas II Karangasem Gelar “The Gathering of Heroes” Amlapura (Bali Post) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem melaksanakan kegiatan The Gathering of Heroes bagi anak didik Permasyarakatan yang dilaksanakan Sabtu (10/11) kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan ini, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang ke-73. Kepala LPKA Kelas II Karangasem, Reinhards Indra Pitoy, mengatakan, pelaksanaan kegiatan The Gathering of Heroes bagi anak didik Permasyarakatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka pemperingati Hari Pahlawan yang ke-73. Kata dia, lewat kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara anak dan orang tua. Pihaknya juga berharap silaturahmi ini bisa terus terjalin dengan baik, sehingga hubungan ke depannya semakin erat lagi. Karena hubungan sangat penting terhadap pembinaan yang dilakukan petugas selama ini. “Peran orang tua sangat penting dalam sebuah kesuksesan. Jangan sampai lost contact antara anak dan orang tua. Jadi, peran semua pihak termasuk keluarga sangat memengaruhi keberhasilan mereka kelak,” ucapnya. Pitoy menambahkan, kegiatan ini dilakukan dalam pemperingati hari pahlawan, diharapkan mampu mem-
berikan sebuah motivasi kepada seluruh warga binaan masyarakat untuk dapat memperbaiki sikap dan perilaku dalam rangka menata hidup ketika kelak kembali ke masyarakat.”Pada intinya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan semangat baru bagi warga binaan untuk hidup yang lebih baik. Sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi positif dalam setiap kegiatan dan pembangunan baik dalam keluarga maupun masyarakat,” kata Pitoy. Dia menjelaskan, untuk kegiatan kali ini tidak hanya melibatkan keluarga binaan, akan tetapi juga melibatkan masyarakat, mitra-mitra kerja seperti pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan yang lainnya. Pasalnya, peran masyarakat merupakan mata rantai yang tidak bisa dipisahkan dalam pengembangan program pelayanan, pembinaan dan pendidikan terhadap warga binaan permasyarakatan. Lebih lanjut dikatakannya, guna lebih memeriahkan kegiatan The Gathering of Heroes, juga dilaksanakan sejumlah lomba yang meliputi lomba membaca puisi, lomba makan kerupuk, dan lomba memecahkan balon. Serta hiburan yang lainnya seperti musik yang dibawakan langsung oleh warga binaan. (kmb41)
BPM/kmb41
GATHERING - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem melaksanakan kegiatan The Gathering of Heroes bagi anak didik Pemasyarakatan yang dilaksanakan Sabtu (10/11) kemarin.
POHON Petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar melakukan pemangkasan dahan pohon perindang di kawasan Jalan Veteran, Sabtu (10/11) kemarin.
BPM/wan
Kesadaran Membayar Pajak Rendah
DJP Bali Gandeng Dikti Wujudkan Generasi Sadar Pajak Denpasar (Bali Post) -
Kesadaran masyarakat Indonesia untuk membayar pajak masih sangat rendah. Dari 250 juta penduduk Indonesia, hanya 2 juta orang pribadi (OP) yang membayar pajak. Angka ini jelas kalah dengan Singapura yang angka pembayaran pajaknya cukup tinggi. Maka dari itu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah (Kanwil) Bali menggandeng Dikti untuk mewujudkan generasi sadar pajak. Kakanwil DJP Bali Goro Ekanto mengatakan, untuk mewujudkan generasi emas yang cerdas dan sadar pajak, DJP menyelenggarakan program Pekan Inklusi 2018 yang berlangsung sejak 5 – 9 November. Pekan inklusi yang berlangsung selama satu minggu ini diisi dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan upaya DJP dalam membangun kesadaran pajak masyarakat.
Sebagai bagian dari Pekan Inklusi, DJP menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur secara serentak pada Jumat (9/11). Kegiatan pajak bertutur adalah kegiatan kesadaran pajak kepada mahasiswa yang dilakukan oleh perwakilan pegawai dari tiap–tiap unit kerja DJP secara serentak di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan pajak bertutur, peserta diajak belajar
memahami pentingnya pajak sejak dini, melalui kegiatan yang dikemas sesuai dengan usia mereka. Harapannya, setelah mereka mengikuti kegiatan ini, akan terbangun kesadaran pajak sejak dini dalam benak mereka. Sebagai puncak Pekan Inklusi 2018, Kanwil DJP Bali menyelenggarakan kuliah umum dengan tema Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan Tinggi kepada 160 mahasiswa dari 34 Perguruan Tinggi di Bali. Inklusi kesadaran pajak merupakan program yang dimulai sejak tahun 2015 ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Inklusi
kesadaran pajak merupakan program mengintegrasikan nilai–nilai yang terkandung di dalam pemenuhan kewajiban perpajakan ke dalam mata kuliah yang diantarkan kepada peserta didik. “Untuk tahap awal, program inklusi kesadaran pajak diterapkan pada mata kuliah wajib umum yang terdiri dari mata kuliah Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Agama,” imbuh Goro. Program yang bersifat hidden curriculum ini menghendaki dukungan dan partisipasi penuh dari para dosen sebagai tenaga pengajar. Dosen ketika mengantarkan bahasan tertentu dalam suatu mata kuliah diminta untuk menyisipkan nilai–nilai yang terkandung dalam pemenu-
han kewajiban membayar pajak seperti, bela negara, cinta tanah air, semangat berbagi dan lain–lain. Dengan dukungan penuh dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Prof. Nengah Dasi Astawa, Kanwil DJP Bali telah berhasil merintis jalan panjang inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan tinggi diawali dengan sharing session pada bulan Desember 2017. Lanjutnya, Program Pajak Bertutur dan inklusi kesadaran pajak memang tidak berkaitan langsung dengan penerimaan pajak saat ini, namun program- program ini merupakan investasi jangka panjang, yang hasilnya baru bisa dinikmati pada masa depan. (kmb42)
Tak Lakukan Instruksi
Gubernur Ajak Bicara Bupati Badung Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya berbicara langsung dengan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta terkait penutupan toko-toko jaringan mafia Tiongkok, Sabtu (10/11) kemarin. Ini terkait belum dilaksanakannya instruksi gubernur kepada bupati agar menugaskan Satpol PP untuk menutup toko-toko ilegal maupun berizin yang melakukan praktik bisnis tidak sehat. Sesuai instruksi, penutupan seharusnya dilakukan pada Jumat (9/11) lalu. “Kan masih pakai SP (Surat Peringatan) 1 ya. Sebenarnya sih nggak usah pakai
SP 1. Tetap saya meminta ditutup,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster. Menurut Koster, Surat Peringatan 1 sampai 3 mestinya untuk toko-toko yang sudah berizin namun tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya atau menyimpang. “Tapi kalau sudah jelas-jelas melanggar, dia ilegal, tidak berizin, masak pakai SP 1. Harusnya, langsung tutup,” tegasnya. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memang sudah memastikan untuk menutup toko-toko yang tidak berizin. Namun yang sudah memiliki izin, pihaknya
memberikan toleransi. Kecuali melakukan kesalahan, baru dilakukan penindakan. Itu pun setelah ada temuan dari tim yustisi. Seperti saat ini, tim masih menelusuri soal adanya unsur pemaksaan, penipuan lewat penjualan barang impor tapi diakui sebagai produk Indonesia bahkan Bali, hingga penggunaan simbol Garuda pada stempel. “Kita sudah memiliki tim yustisi untuk menindaklanjuti masalah itu. Kalau memang ada temuan, pasti ada tindakan,” jelasnya. Diwawancara terpisah, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata mengapresiasi adan-
ya instruksi gubernur lantaran berdampak positif bagi kenyamanan Bali dalam hal berusaha. Termasuk memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat dan wisatawan yang datang ke Bali. “Tutup saja bagi mereka yang tidak memenuhi ketentuan sehingga benar-benar akan melahirkan kualitas penyelenggara jasa pariwisata,” ujarnya. Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Komisi III DPRD Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana, mengaku kecewa dengan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pasalnya, Satpol PP tak menjalankan
instruksi Gubernur Bali Wayan Koster untuk menutup toko-toko jaringan Tiongkok yang tidak berizin dan berizin namun melakukan praktik bisnis tidak sehat, Jumat (9/11). Hal ini terungkap saat dirinya turut dalam sidak gabungan yang digelar Satpol PP Provinsi Bali dan Satpol PP Kabupaten Badung. “Kami terus terang ikut hadir memantau dan melakukan pengawasan sangat kecewa, karena sama sekali tidak ada terjadi seperti yang dibayangkan sebelumnya bahwa hari ini (Jumat lalu, red) adalah melakukan penutupan,” ujarnya. (kmb32)
Momentum Peringatan Hari Pahlawan
Rai Mantra Ajak Generasi Muda untuk Bertransformasi Membangun Bangsa PERINGATAN Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara seremonial, namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, saat membacakan sambutan Menteri Sosial RI pada upacara peringatan Hari Pahlawan tahun 2018 di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Sabtu (10/11) kemarin. Kegiatan ini juga dihadiri Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Forkominda Kota Denpasar, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar, Ny. Kerthi Rai Iswara, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta para Legiun Veteran Kota Denpasar. Wali Kota Rai Mantra
mengatakan peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi Bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai NKRI yang sejahtera, adil dan makmur. “Ini sebagai salah satu momentum serta mengingat bahwa telah terjadi tranformasi jiwa yang sangat besar di bangsa Indonesia. Sehingga ke depannya melalui semangat perjuangan para pahlawan, kita sebagai generasi muda harus lebih bisa mentranformasi diri untuk membangun bangsa agar lebih maju dan semakin kuat,” ujarnya. Lebih lanjut, Rai Mantra mengatakan, setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah pada eranya. Terkait dengan hal tersebut, bangsa Indonesia membutuhkan pahlawan baru. Bangsa Indonesia saat ini membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk mema-
jukan negeri ini. Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial sehingga mampu terlibat dalam usahausaha kesejahteraan sosial, mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk memajukan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga dapat bersaing dan bersanding dengan negara lain pada era ini. “Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan ini, kami mengajak kepada seluruh elemen pemuda dan masyarakat untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa, mulai dari apa yang dapat kita lakukan, lingkungan terdekat yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara,” ujar Rai Mantra sembari mengucapkan selamat Hari Pahlawan semoga semangat pahlawan senantiasa mewarnai setiap langkah kita. Sementara A.A. Ngurah
Oka Ratmadi selaku tokoh masyarakat yang juga panglingsir Puri Agung Denpasar, mengatakan, perjuangan itu harus terus berjalan, walaupun perjuangan zaman merebut kemerdekaan berbeda dengan perjuangan pada era sekarang. Dengan pendidikan karakter yang baik tentunya akan mela-
hirkan kekuatan untuk memajukan bangsa dan negara. “Perjuangan pada era sekarang seharusnya lebih gampang, setidaknya kita memberi kontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara agar sejajar dengan negara lainnya,” ujar pria yang sering disapa Cok Rat ini. (ad439)
VETERAN - Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, saat mengucapkan selamat Hari Pahlawan kepada para Legiun Veteran Kota Denpasar seusai apel peringatan Hari Pahlawan di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Sabtu (10/11) kemarin.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Daerah
Minggu Kliwon, 11 November 2018
3
Pimpin Apel Hari Pahlawan
Bupati Ajak Generasi Muda Berkontribusi untuk Kemajuan Bangsa
PATUNG - Suasana peresmian Patung Padarakan Rumeksa Gardapati.
BPM/kmb32
Patung Padarakan Rumeksa Gardapati
Simbol Perlawanan terhadap Premanisme dan Narkoba
Denpasar (Bali Post)Bertepatan dengan hari pahlawan, Patung Padarakan Rumeksa Gardapati diresmikan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandi), Renon, Denpasar, Sabtu (10/11). Peresmian patung yang dibuat atas inisiasi Kapolda Bali ini diawali dengan upacara malaspas di-puput 88 pemangku. Patung seorang laki-laki paruh baya hampir seukuran dengan tubuh orang kebanyakan ini merupakan simbol perlawanan terhadap premanisme dan narkoba. “Patung ini tidak besar, patung ini kecil. Tetapi ini menandakan bahwa rakyat Bali sudah muak dengan premanisme yang merajalela hampir 20 tahun,” ujar Kapolda Bali, Petrus Reinhard Golose. Golose memaparkan, patung laki-laki paruh baya menggambarkan masyarakat Bali yang sepuh dan dulunya ditindas. Simbol perlawanan terhadap premanisme dan narkoba justru tampak pada tangannya yang dibuat lurus menunjuk. Kemudian kakinya yang menginjak bhuta
kala menandakan rakyat Bali tidak takut kepada preman. Satu tangannya lagi yang memegang tameng, merupakan simbol Pancasila. Lalu, pandangannya yang jauh ke depan, berarti melihat masa depan Bali yang lebih baik dari saat ini. Yakni, bersih dari aksi premanisme dan narkoba. Posisi patung yang berdiri tegak dengan dada membusung menunjukkan jati diri masyarakat Bali yang menjunjung tinggi adat istiadat. “Dipilih di tempat ini karena banyak orang yang lewat, raky-
at Bali akan merasa tergerak dan tidak boleh ada, termasuk pejabat-pejabat yang ada di pulau ini yang masih akan menggunakan para preman sebagai alat-alat mereka,” tegasnya. Secara khusus, Golose mengusulkan agar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama yang dinilai merepresentasikan rakyat Bali menjadi tokoh anti premanisme. Disisi lain, Golose juga mengaku masih memiliki PR dan tantangan untuk membersihkan Bali dari peredaran narkoba. Saat ini peredaran narkoba masih tinggi secara
kuantitas. Namun kualitasnya menurun, karena banyak pula yang sudah ditangkap dan dinetralisir. Artinya, peredaran narkoba masih ada dan hampir 60 persen pelakunya adalah orang Bali. Diwawancara terpisah, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama secara pribadi mengaku sangat siap ketika diusulkan menjadi tokoh anti premanisme. Sebagai wakil rakyat Bali, pihaknya mendukung apa yang digagas Kapolda dalam pemberantasan premanisme dan narkoba ini. Sebagai rakyat Bali juga ingin bersamasama menjaga Pulau Dewata. “Kita mendambakan Bali ini yang aman, yang teduh, kondusif. Jadi intinya kita bisa hidup rukun berdampingan satu sama lain,” jelasnya. (kmb32)
FH Unud Gelar Pengabdian Masyarakat Iustitia 2018 di Penarungan BERTEPATAN dengan peringatan hari pahlawan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Udayana (Unud) menggelar Pengabdian Masyarakat Iustitia 2018 FH Unud di Desa Penarungan, Mengwi, Badung, Sabtu (10/11) kemarin. Pengabdian kali ini mengambil tema “Dedikasi Mahasiswa pada Ibu Pertiwi Melalui Dharma Bakti Pengabdian”. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 391 mahasiswa FH Unud dari semester III sampai V. Pembukaan kegiatan dilakukan diawali dengan upacara bendera di Lapangan Pratu Pekak Rawig, Penarungan, dengan pembina Wakil Dekan (WD) III FH Unud, Dr. I Gede Yusa, S.H., MH. Pada kesempatan tersebut juga hadir WD I, WD II FH Unud, perwakilan dari pemerintahan Kabupaten Badung, Perbekel Desa Penarungan dan lainnya. Ketua Panitia Pengabdian Masyarakat Iustitia 2018 FH Unud,. I Gede Made Bima Oktafian, menerangkan kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan hal-hal yang telah didapatkan peserta di kampus ke masyarakat.
PENGABDIAN - Pembukaan Pengabdian Masyarakat Iustitia 2018 FH Unud dilakukan dengan upacara bendera di Lapangan Pratu Pekak Rawig, Penarungan, Badung, Sabtu (10/11) kemarin. Selain itu, juga merupakan salah satu dari Tri Dharma perguruan tinggi. Pada pengabdian ini, peserta akan melakukan bakti sosial, berupa bersihbersih di seputaran desa. Kemudian penyebaran kuisioner terkait data administrasi kependudukan. Dan mensosialisasikan tentang cyber bullying ke SMK PGRI 1 Badung. Sosialisasi ini sangat penting, karena banyak anak muda kurang mengerti akan cyber bullying. “Hal-hal cyber bullying ini sebenarnya hal yang melanggar hukum. Jadi, agar mereka mengetahui seperti apa cyber bullying
itu, bagaimana dampaknya, dan bagaimana pengaturan hukumnya juga”, papar Bima Oktafian. Ditambahkan, Ketua BEM FH Unud Gede Rama Sukmayoga Wiweka, pengabdian kali ini diharapkan mampu memberikan manfaat pada masyarakat dan Desa Penarungan. Selain itu, bertepatan dengan Hari Pahlawan, diharapkan para peserta dapat mewarisi semangat para pahlawan untuk mengisi kemerdekaan. “Kita warisi semangatnya. Bukan semangat berperangnya, namun yang pastinya semangat belajar, semangat
rajanya preman dan sekarang masih dalam proses sidang,” tegas Hadi dihadapan ratusan personel Polresta. Ia mengaku sangat bangga karena selama menjabat Kapolresta hampir dua tahun empat bulan, mulai dari awal sampai akhir pelaksanaan tugasnya, semuanya dapat berjalan dengan lancar. “Memang banyak krikilkrikil dan hambatan tapi bisa dilalui bersama. Berkat kegigihan dan kekompakan
rekan-rekan semuanya, baik mulai Waka Polresta, Kabag, Kasat, Kapolsek, seluruh perwira dan anggota, semuanya dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Hadi yang saat ini menjabat Direktur Polair Polda Bali ini. Kegiatan tersebut di antaranya eksekusi tanah di Serangan dan ada satu korban yaitu anggota Brimob, tetapi lukanya tidak terlalu berat dan sekarang sudah sehat. Ia menyampaikan, kasus ini sejak beberapa tahun belum bisa diselesaikan. “Berkat rekan-rekan (anggota Polresta-red) akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. Kemudian kasus kanal juga selesai dengan baik,” tegasnya. Kasus menonjol termasuk premanisme dan narkoba, sesuai arahan Kapolda, semua ditindak sehingga dapat apresiasi. “Tadi pagi (kemarin-red) Bapak Kapolda meresmikan monumen (patung-red) berkaitan dengan penumpasan preman dan narkoba. Mudahan-mudahan ini menandakan masyarakat
berdedikasi dan semangat mengabdi, khususnya kepada masyarakat”, tutup Rama Sukmayoga. Semetara itu, WD III FH Unud Dr I Gede Yusa, S.H., MH., berharap kegiatan pengabdian masyarakat selama satu hari tersebut dapat dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sehingga ilmu yang didapat mahasiswa selama di kampus bisa diamalkan pada masyarakat luas. Apalagi kegiatan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, jadi nilai-nilai kepahlawanan agar dapat diamalkan mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa untuk mengabdi pada masyarakat dan bangsanya. Disamping itu, sebagai warga negara Indonesia kita harus turut berperang melawan narkoba. Agar masyarakat, khususnya di desa tidak tersusupi narkoba. “Dalam rangka Hari Pahlawan ini kita harus perang, melawan musuh yang paling besar di negeri ini yaitu adalah narkoba. Jangan sampai masyarakat terutama masyarakat pedesaan kena imbas dari narkoba ini”, terangnya. (ad438)
Bangli (Bali Post)Nilai kepahlawanan yang diwariskan para pejuang harus dijadikan spirit untuk mengisi kemerdekaan. Sebagai generasi muda penerus bangsa, wajib mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif. “Karena Indonesia tidak hanya perlu pahlawan kemerdekaan saja, tetapi juga perlu pahlawan– pahlawan pembangunan,” kata Bupati Bangli I Made Gianyar, saat memimpin apel peringatan Hari Pahlawan, Sabtu (10/11) kemarin. Gianyar pada kesempatan itu menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan merupakan kegiatan rutinitas yang dilaksanakan secara nasional setiap tahun. Apel merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan. “Karena kemerdekaan yang kita nikmati sekarang tidak lepas dari perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa, harta dan raganya untuk kemerdekaan bangsa ini,” kata Gianyar. Lebih lanjut dikatakan Gianyar, bahwa tanpa ideologi, tanpa pengetahuan dan karakter kepahlawanan, negara NKRI tidak akan pernah ada. Oleh karenanya, kemajuan dan keberlangsungan NKRI adalah tanggung jawab ber-
BPM/kmb40
TABUR - Bupati Bangli I Made Gianyar saat tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Penglipuran, Sabtu (10/11) kemarin. sama. Untuk tetap menjaga tegaknya NKRI, saat ini bangsa Indonesia membutuhkan sosok pemuda yang mempunyai jiwa patriotisme, memiliki jati diri, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan mempunyai pandangan global untuk membebaskan negeri ini dari cengkraman kemiskinan, kebodohan, narkoba dan korupsi yang saat ini menjadi penyakit bangsa. Gianyar mengatakan, per-
ingatan hari pahlawan bukan hanya sebagai prosesi, namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahwalanan dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui peringatan Hari Pahlawan, saya mengajak generasi penerus bangsa untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa, demi tegaknya NKRI,” pungkasnya. (kmb40)
”Karya Mamukur” Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen Puncak ”Karya” Dilaksanakan 20 November
Amlapura (Bali Post)Puncak Karya Mamukur Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen, Selat, Karangasem dilaksanakan pada 20 November mendatang. Sebelumnya sudah dilakukan berbagai upacara untuk pelaksanaan karya tersebut. Pada Jumat (9/11), telah dilaksanakan upacara malaspas piyadnyan dan malaspas bukur. Panitia Karya IGBA Sutedja, Sabtu (10/11) kemarin mengatakan persiapan karya mamukur pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen Selat Karangasem sudah dimulai dengan rapat-rapat kecil oleh beberapa orang sebagai inisiator seperti IGL. Adiarta/Perbekel Selat I GBA Sutedja, IGL Muliarta, I.G. Gede Kebon dan lain-lain, dimulai sejak awal 2018. Dikatakan, semeton yang mengikuti karya berjumlah 44 orang dengan leluhur yang diupacarai sebanyak 66 nama/ puspa dan dengan jumlah merajan/dadya sebanyak 14. “Karya memukur ini untuk pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen Selat, Karangasem 2018 adalah untuk kedua kalinya. Di mana karya pertama semacam ini telah dilaksanakan pada tahun 2005,” ujarnya. Sutedja mengatakan, tempat upacara (Piyadnyan) disepakati bertempat disebelah selatan Pura Dalem Selat, Desa Pakraman Selat, disebuah kawasan persawahan seluas 45 are. Setelah tempat upacara disepakati, dibuatlah dudonan karya secara garis besar, yakni upacara ngeruak/ nyukat genah dilaksanakan 2 Juni, malaspas pasucian dan negtegang karya 12 Juli, malas-
BPMt/kmb41
MAMUKUR - Malaspas piyadnyan lan melaspas bukur serangkaian Karya Mamukur Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen, Selat, Karangasem, Jumat (9/10). pas piyadnyan dan malaspas bukur 9 November, nunas tirta kebeberapa Pura Kahyangan Jagat di Bali 10 November, ngulapin/ngdetin leluhur tang ajan diupacarai 11 November di Pantai dan Pura Goa Lawah, ngangget dan mendak don bingin 14 November bertempat di Karangsari, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, nyuluh don bingin 15-16 November, ngelilit/ ngajum 17 November, mapepada 18 November 2018, puncak karya 20 November, ngasti/ nganyut 21 November 2018, Rsi bojana 25 November bertempat di Telaga Tista Sibetan, nuntun 2 Desember, muspaang leluhur 3 Desember ke Pura Lempuyang Luhur dan ke Pura Pasar Agung, ngelinggihang 5 Desember di masing-masing 14 merajan/dadya peserta karya mamukur.
“Malaspas Piyadnyan lan melaspas bukur pada 9 November di-puput oleh Ida Pedanda Gede Peling Pinatih dari Griya Carik Sidemen, Karangasem yang sekaligus sebagai Yajamana Karya. Ida Pedanda Yajamana sejak jam 09.00 sudah malinggih di bale pewedaan memulai pula-pali upacara malaspas yang akan segera dilaksanakan. Upacara malaspas diakhiri dengan persembahyangan bersama yang diikuti oleh seluruh pingajeng karya dan seluruh panitia. Persembahyangan diakhiri dengan ngelungsur tirta wangsuh pada yang dipercikkan oleh beberapa pemangku atau pengayah. Setelah nunas tirta wangsuhpada puput, selesailah pula-pali upacara malaspas piyadnyan dan malaspas bukur dan selanjutnya menunggu dudonan,” kata Sutedja. (kmb41)
Hari Pahlawan 10 November
Menangkap Raja Preman Kebanggaan bagi Polresta Siapapun Bisa Menjadi Pahlawan
Denpasar (Bali Post)Acara farewell parade Kapolresta Denpasar digelar, Sabtu (10/11) kemarin. Hadir dalam acara tersebut mantan Kapolresta Kombes Pol. Hadi Purnomo dan Kapolresta AKBP Ruddi Setiawan. Kombes Hadi menyampaikan, Polresta Denpasar harus bangga karena berhasil menangkap raja preman. “Ini merupakan kebaggaan. Kita dapat menangkap
BPM/rah
PARADE - Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan tiba di Mapolresta Denpasar dan mengikuti acara farewell parade.
Bali tidak takut dengan preman. Masyarakat saja tidak takut, apalagi kepolisian. Mudah-mudahan ke depan Bali sangat kondusif,” ujarnya. Sedangkan Kapolresta AKBP Ruddi Setiawan menyampaikan, dirinya sangat bangga bisa tugas di Bali. Apalagi istrinya dari Tabanan. “Berkat doa rekanrekan saya bisa ditugaskan di sini (Polresta-red). Saya sangat senang dan bangga sekali,” ujarnya. Ia berharap pengabdian yang selama ini diberikan kepada Kombes Hadi, juga sama kepada dirinya. Selain itu, mantan Kapolres Badung ini mengatakan pintu ruangannya selalu terbuka dan siap diajak diskusi. “Saya menganggap rekan-rekan ini bukan sebagai anggota tapi saudara,” kata mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. “Saya ingatkan tolong sayangi istri kita, sayangi orangtua kita. Saya akan memonitor jangan sampai ada yang bermasalah dengan istri. Dalam keluarga kita harus rukun,” pintanya. (kmb36)
Denpasar (Bali Post)Hari Pahlawan 10 November diisi dengan upacara pengibaran bendera merah putih di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (10/11) kemarin. Peserta upacara juga diajak untuk mengheningkan cipta selama 60 detik. Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan pidato Menteri Sosial RI. Sejalan dengan tema tahun ini, yakni “Semangat Pahlawan Di Dadaku”, peringatan hari pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru. Terutama dalam mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme untuk membangun bangsa Indonesia. Apalagi nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. “Siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga negara Indonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan diri,
lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara,” kata Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini mengutip pidato gubernur. Setelah upacara berakhir, Cok Ace lantas melepas pasukan Ciung Wanara yang membawa pataka, panjipanji dan surat sakti pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai. Ditemui usai upacara, Cok Ace mengingatkan semua pihak khususnya para pemuda agar berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Jika dulu musuh bangsa Indonesia itu jelas adalah penjajah asing. Kini “musuh” itu justru ada di lingkaran terdekat. Diperlukan adanya kecerdasan untuk melihat siapakah musuh itu ditengah situasi bangsa yang mudah untuk diadu domba. “Khususnya para pemuda, cerdas-cerdaslah memilahmilah agar kita tidak berperang, kita tidak berkelahi dengan saudara sendiri,” jelasnya. Menurut Cok Ace, tan-
tangan terbesar bangsa saat ini adalah penguatan SDM. Mengingat negara-negara lain terus menguatkan diri sehingga mau tidak mau SDM bangsa Indonesia, khususnya Bali juga harus ditingkatkan agar tidak tertinggal. Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, semangat hari pahlawan harus terus digelorakan di dalam dada. Apalagi tujuan dari peringatan hari pahlawan adalah untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara. “Pahlawan kita itu berperang untuk merebut kemerdekaan, sekarang kita gelorakan bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini di semua lini. Itu yang penting, semangatnya. Kalau SDM-nya saja yang kuat, semangatnya tidak ada juga percuma,” tandas Politisi PDI-P ini. (kmb32)
4
Minggu Kliwon, 11 November 2018
Tidak Hanya Diagnostik, Endoskopi Bisa untuk Terapeutik
Dunia kedokteran semakin canggih. Skrining yang sebelumnya dilakukan dengan pengamatan dari luar tubuh, kini bisa dengan melihat langsung ke dalam tubuh. Tidak hanya skrining, untuk melakukan tindakan (terapeutik) pun kini tidak perlu melakukan pembedahan besar, bisa dengan membuat torehan kecil, yang disebut minimal invasif. Kedua layanan canggih itu bisa didapatkan dengan endoskopi. Di bidang bedah digestif bahkan sangat penting melakukan endoskopi untuk skrining, mengingat saluran cerna sangat kompleks mulai atas tubuh hingga ke bawah yaitu mulut, lambung, usus, dll. Dokter Spesialis Bedah Digestive BROS dr. I Gede Eka Rusdi Antara, Sp.B (K) Digestive menjelaskan, endoskopi adalah standar untuk diagnostik saat ini. Diagnostik endoskopi atau skrining endoskopi untuk saluran cerna ada dua. Yaitu upper endoskopi, memasukkan alat dari bagian atas tubuh dan endoskopi dengan memasukkan alat dari bagian bawah. Pemeriksaan endoskopi atas atau upper endoskopi disebut eksofago gastro duodenoscopi (EGD). Sedangkan diagnosis di bawah disebut colonoskopi. “Kalau endoskopi dari atas masuk dari
esofagus, kemudian lambung sampai duodenum bagian 1 dan 2. Kalau konoskopi, masuk dari anus sampai ke usus atau kalau alatnya agak panjang bisa tambah sampai di usus halus yang bagian akhir,” jelasnya. Gejala Endoskopi dilakukan jika ada gejala. Jika gejala muncul dari atas seperti mual, muntah, nyeri perut bagian atas, terasa terbakar di perut bagian atas atau di bawah dada. Selain itu endoskopi juga dilakukan jika ada keluarga yang memililiki riwayat seperti polip atau tumor jinak di lambung. Jika muncul gejala di bagian bawah seperti perdarahan berulang dari anus, juga harus dilajukan endoskopi. “Jangan
dikira perdarahan yang berulang itu selalu ambeien atau hemoroid,” ujarnya. Jika ada gejala berdarah, sulit buat air besar, nyeri perut bagian bawah yang berulang atau diare kronis, itu harus dilakukan endoskopi. Jika semua gejala itu tidak didapatkan, maka skrining endoskopi dimulai pada usia 50 tahun ke atas baik laki-laki maupun perempuan. Namun, di beberapa negara menganjurkan skrining endoskopi di usia 40 tahun ke atas, karena trendnya sudah mulai berubah untuk penyakit keganasan atau kanker. “Jika tidak ada gejala, skrining endoskopi dilakukan setiap 5 tahun sekali,” imbuhnya. Sebelum melaksanakan skrining upper endoskopi, pasien harus melakukan puasa 6 jam sebelum dilakukan tindakan. Jika pemeriksaan dari bawah, sebelumnya usus pasien harus dibersihkan. Pembersihan usus ini bertujuan agar kamera yang masuk ke tubuh tidak terhalangi, pandangan jelas, tidak ada kotoran yang masih tersisa. Pembersihan usus ini juga diikuti dengan puasa. Skrining Pada saat melakukan skrining endoskopi, pasien harus disedasi, artinya ditidurkan dengan efek tidur yang paling dalam. “Biasanya dibantu oleh dokter anastesi untuk melakukan pembiusan,” ujarnya. Dengan pasien tertidur yang dalam, maka pasien akan nyaman saat melakukan skrining endoskopi. Dokter pun akan nyaman bekerja. Setelah disedasi, pasien akan diberikan obat agar lupa terhadap apa yang dirasakan saat endoskopi. Sehingga pasien tidak trauma untuk dilakukan skrining endoskopi kembali. “Kadang–kadang pada zaman dulu pasien cuma dikasih obat bius supaya tidur tapi tidak ada memberikan efek amnesia, jadi pasien masih trauma untuk dilakukan tindakan tersebut,” imbuhnya. Endoskopi dilakukan untuk semua tindakan minimal invasive. Sehingga endoskopi tidak hanya dilakukan pada saluran pencernaan tapi juga di otak, tulang belakang, dan bagian–bagian tulang. Endoskopi dan konoskopi menurutnya adalah skrining yang paling baik untuk menjaga kesehatan. “Karena semakin cepat kita tahu apa yang terjadi, jadi tindakan preventif atau pencegahan bisa dilakukan secepatnya. Contohnya di Jepang
ENDOSKOPI - Endoskopi tidak hanya sebagai diagnostik atau skrining, tapi bisa juga sebagai terapeutik atau tindakan. Contohnya, jika ada perdarahan di lambung, dengan endoskopi bisa dilakukan untuk menghentikan perdarahan dengan disuntik, dipasang alat, dilakukan penjahitan dari dalam lambung atau menutup lubang di dalam lambung. Begitu juga tindakan konoskopi, bisa mengangkat tumor yang kecil, polip, dan pengangkatan tumor dengan ukuran yang masih kecil. penderita kanker lambung sangat rendah. Itu karena dari awal sudah dilakukan skrining. Begitu juga di beberapa negara Eropa dan Amerika kanker usus menurun, karena dari awal sudah dikerjakan konoskopi berdasarkan indikasi,” jelasnya. Lanjutnya, endoskopi tidak hanya sebagai diagnostik atau skrining, tapi bisa juga sebagai terapeutik atau tindakan. Contohnya, jika ada perdarahan di lambung, dengan endoskopi bisa dilakukan untuk menghentikan perdarahan dengan disuntik, dipasang alat, dilakukan penjahitan dari dalam lambung atau menutup lubang di dalam lambung. Begitu juga tindakan konoskopi, bisa mengangkat tumor yang kecil, polip, dan pengangkatan tumor dengan ukuran yang masih kecil. Cara Kerja Cara kerja endoskopi untuk terapeutik sama dengan cara kerja endoskopi untuk skrining. Hanya saja, endoskopi terapeutik memiliki peralatan–peralatan yang
bisa dimasukkan ke lubang–lubang di alat endoskopi. “Jadi di lubang alat tersebut, kita bisa memasukkan alat – alat untuk terapeutik. Mau masang klip bisa, mau masang suntikan bisa, mau masang jaring untuk ditanam pun bisa. Jadi fungsinya tidak hanya untuk melihat, tapi juga tindakan,” tandasnya. Layanan endoskopi hampir ada di semua rumah sakit tipe B di Bali. Bahkan karena kesadaran rumah sakit dan dokter semakin banyak, layanan endoskopi kini telah dimiliki RS Tipe C. Jika berbicara biaya, kata dr. Rusdi relatif murah. Rangenya Rp 2 juta – Rp 10 juta. Ia sebut murah karena jika dibandingkan tidak melakukan skrining endoskopi, penanganan terhadap pasien akan semakin cepat. Sehingga biaya pengobatan bisa ditekan. Sementara jika pasien terlambat didiagnosa, maka pengobatan akan semakin lama dan susah. Sehingga biaya yang dikeluarkan pun semakin banyak. (May)
Waspada, Diabetes pada Anak Bukan Main-Main
WDD - World Diabetes Day (WDD) atau Hari Diabetes Sedunia setiap tanggal 14 November diperingati untuk meningkatkan perhatian terhadap diabetes yang kejadiannya terus meningkat. Hal ini diprakarsai oleh International Diabetes Federation (IDF) dan World Health Organization (WHO) sejak tahun 1991 untuk mengenang jasa Frederick Banting dan rekannya, Charles Best dalam penemuan insulin tahun 1922. Diabetes Melitus (DM) atau biasa disebut kencing manis sering diidentikkan dengan orang berusia lanjut. Tak sedikit orang yang berpikir bahwa masalah DM hanya bisa dialami orang dewasa. Penyakit ini merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat tubuh tidak memproduksi cukup insulin (DM Tipe 1) atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif (DM Tipe II). Insulin adalah suatu hormon yang mengatur keseimbangan gula darah dan dihasilkan oleh pankreas. Saat ini, lebih dari 425 juta orang di dunia menderita diabetes. Pada anak-anak, sesuai data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam 10 tahun terakhir prevalens diabetes pada usia 0-18 tahun meningkat sebesar 700%. Bahkan, menurut Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 di Bali terdapat 39.885 anak berusia lebih dari 14 tahun telah terdiagnosis DM dan 6.136 anak memiliki gejala DM. Pada anak dan remaja lebih banyak terdapat DM Tipe I yang disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas akibat proses kerusakan kekebalan tubuh (autoimun) dimana salah satunya dapat dicetuskan oleh defisiensi vitamin D, sehingga produksi insulin berkurang atau terhenti. Puncak insidens penyakit ini yaitu pada usia 5-6 tahun dan 11 tahun. Sekitar 10% anak-anak dengan DM Tipe I memiliki riwayat keluarga dengan diabetes. Gejala dalam berbagai derajat tingkat kerusakan akan muncul bila kerusakan pankreas sudah mencapai 90%. Pada DM Tipe II, pankreas
Kisara
mampu menghasilkan insulin namun insulin tersebut tidak mampu bekerja secara baik karena adanya keadaan yang dinamakan resistensi. Akibatnya kadar gula darah tidak terkontrol dan cenderung tinggi. Awitan penyakit ini sering ditemukan pada usia sekitar 13,5 tahun dan jarang terjadi sebelum usia pubertas. Kegemukan dan factor keturunan banyak berperan dalam timbulnya DM Tipe II ini. Gejala Diabetes pada Anak dan Remaja Semua tipe diabetes dapat menimbulkan kadar gula darah yang tinggi yang dinamakan hiperglikemia. Dan, seringkali keadaan ini tidak memberikan gejala tertentu yang membuat para orangtua kurang menyadari bahwa anaknya sudah menderita diabetes. Namun, terdapat 3 gejala khas yang dapat dicurigai jika anak Anda tampak selalu kehausan dan sering minum, rasa lapar yang terus-menerus dan sering buang air kecil. Anak juga dapat mengalami penurunan berat badan walaupun sering makan, merasa cepat lelah, sensasi sakit di perut, mulut kering, infeksi jamur maupun pengelihatan kabur. Pada anak dan remaja penderita DM Tipe I, gejala-gejala tersebut muncul dalam waktu singkat antara satu sampai dua minggu sebelum diagnosis oleh dokter ditegakkan. Sedangkan pada penderita DM Tipe II umumnya timbul gejala lebih lambat, dapat berbulan-bulan bahkan bertahun lamanya sehingga cenderung tidak disadari. Jika tidak dikendalikan, penyakit ini menimbulkan banyak komplikasi seperti gangguan saraf, retina mata, kerusakan ginjal serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Yang paling parah adalah keadaan yang dinamakan Ketoasidosis Diabetik (KAD) yang ditandai dengan nyeri perut hebat, mual, muntah, mengantuk, napas berbau khas seperti buah, dan pernapasan cepat. Dalam waktu singkat anak dapat
lah besar apalagi jika sudah sampai terjadi komplikasi. Upaya pengendalian dan pencegahan menjadi tujuan yang sangat penting dalam mengendalikan dampak komplikasi yang menyebabkan beban yang berat bagi anak maupun keluarga juga
pemerintah. ldr. Ni Wayan Yuliandari Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 (PPDS-1) Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran-Universitas Udayana. Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali
Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Pengendalian maupun pencegahan diabetes melitus harus dilaksanakan secara komprehensif oleh penderita dan seluruh anggota keluarga. Modifikasi gaya hidup, pengaturan diet, aktivitas fisik dan olahraga, dan pemeriksaan kesehatan berkala penting dilakukan. Asupan yang disarankan mencakup peningkatan konsumsi buah-buahan dan sayuran sekitar 5 porsi dalam sehari sebagai pengganti makanan ringan, mengurangi makanan instan, dan menghindari makanan yang mengandung gula. Olahraga teratur terbukti dapat memperbaiki kadar gula darah, membantu menjaga berat badan yang ideal, dan meningkatkan kualitas hidup. Sesuai rekomendasi badan kesehatan dunia, WHO, aktivitas fisik intensitas sedang selama 60 menit setiap hari dapat memberikan manfaat kesehatan. Batasi kegiatan sedentari seperti menonton televisi, aktivitas di depan komputer atau gawai lainnya kurang dari 2 jam tiap hari. Uji Tapis Uji tapis atau skrining terhadap anak dan remaja penting dilakukan sejak dini terutama anak dengan kegemukan/ obesitas, riwayat adanya keturunan diabetes maupun pada anak dan remaja dengan gaya hidup sedentari. Di Jepang telah dilakukan skrining terhadap air seni pada remaja untuk mendeteksi adanya diabetes dan cara ini dianggap cukup terjangkau. Bahaya penyakit diabetes sangat-
ANAK - Jika tidak dikendalikan, penyakit ini menimbulkan banyak komplikasi seperti gangguan saraf, retina mata, kerusakan ginjal serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Yang paling parah adalah keadaan yang dinamakan Ketoasidosis Diabetik (KAD) yang ditandai dengan nyeri perut hebat, mual, muntah, mengantuk, napas berbau khas seperti buah, dan pernapasan cepat. Dalam waktu singkat anak dapat terjatuh dalam keadaan koma akibat terlalu sedikit atau terlalu banyak gula dalam darah.
Mengatasi Nyeri Haid
Halo Kisara! Perkenalkan namaku Santi, 20 tahun, aku ingin bercerita terkait sakit perut melilit yang selalu aku rasakan ketika datang bulan. Aku pertama kali datang bulan saat umur 14 tahun, namun saat itu aku belum merasakan sakit perut seperti saat ini, memasuki usia 16 tahun aku mulai merasakan sakit perut melilit setiap datang bulan. Aku sangat takut dengan situasi ini karena sangat mengganggu aktivitasku. Apakah ada cara mengatasi atau sekadar meringankan sakitku ini? Mohon dijawab Kak ya, terima kasih. Santi, Denpasar Nyeri haid atau lebih dikenal dengan istilah dismenore merupakan kondisi di mana terjadi nyeri perut pada saat haid atau menstruasi. Dismenore juga dikenal sebagai ‘kram menstruasi’. Mekanisme terjadinya dismenore tidak terlepas dari hormon tubuh yang menjadi stimulan, meningkatkan sensitivitas dan sensasi rasa sakit pada otot rahim. Pastinya kondisi yang seperti ini akan menganggu aktivitas wanita, lalu ada gak sih cara
terjatuh dalam keadaan koma akibat terlalu sedikit atau terlalu banyak gula dalam darah. Anak dapat mengalami pembengkakan pada otak atau edema otak dan dapat menyebabkan kematian. Ketoasidosis ini paling banyak disebabkan oleh DM Tipe I walaupun dapat juga disebabkan oleh DM Tipe II sebanyak 25% dari keseluruhan kasus.
mengatasinya? Nah, ada berbagai cara untuk mengurangi rasa sakit nyeri haid ini mulai dari makanan tertentu hingga berbagai latihan. Hal ini juga tidak hanya mengatasi tetapi juga dapat mencegah agar jangan sampai sakit terus setiap datang bulan. Namun demikian tetap penting untuk mendiagnosis penyebab nyeri haid untuk menemukan pengobatan yang terbaik sehingga perlu pemeriksaan oleh dokter.
Beberapa cara yang bisa kamu terapkan jika terjadi sakit perut melilit saat menstruasi antara lain: 1. Kompres air hangat. Jika sudah siap, kompres pada perut bagian bawah yang terasa sakit sambil berbaring dalam kondisi rileks. Lakukan selama 10-15 menit berulang kali dalam sehari (3-4 x). Kompres hangat ini dapat mengatasi nyeri haid dengan cara menenangkan otot rahim (relaksasi) dan melancarkan aliran darah. 2. Olahraga ringan, dengan olahraga ringan seperti berjalan kaki dapat membantu melancarkan aliran darah karena meningkatkan denyut jantung, aliran darah lancar nyeri haid pun dapat lebih cepat membaik. Lakukan ini selama 30 menit setiap hari. Olahraga yang teratur sebelum menstruasi juga berperan mencegah sakit perut saat haid.
3. Jaga cairan tetap cukup. Kamu harus banyak minum air putih terutama yang hangat karena air hangat dapat meningkatkan aliran dan dapat mengendurkan otot yang tegang. Selain banyak minum dianjurkan juga mengonsumsi makanan yang bernutrisi. Jika kamu sudah mulai menstruasi dalam beberapa tahun terakhir dan mengalami nyeri haid yang tidak tertahankan secara terus menerus hingga sangat mengganggu aktivitas kamu, lebih baik melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui ada tidaknya kelainan yang terjadi. Semoga berhasil mengatasi perut yang melilit saat menstruasi, ya Sahabat Kisara! Kalau sahabat Kisara masih memiliki pertanyaan yang mengganjal bisa hubungi kami di sosial media Kisara!
Minggu Kliwon, 11 November 2018
Capricorn Proyeksi Anda membuahkan hasil yang lumayan besar sehingga ada harapan untuk bisa meraih hasil besar di minggu ini. Tetaplah tenang dan jangan keburu lupa diri dulu dengan peluang yang tampak jelas di hadapan Anda itu. Tak perlu mendengarkan gunjingan orang yang bikin suasana hati menjadi panas saja. Cinta: Walaupun kata-katanya terkadang menyakitkan hati, tetapi hatinya yang paling dalam cukup baik dan sayang kepada Anda. Aquarius Jangan berpuas diri dulu karena tantangan baru mulai terpampang di depan langkah Anda, untuk itu perlu sekali motivasi tinggi dan kesiapan mental untuk dapat melewati semua itu. Di minggu ini berhati-hatilah karena kompetitor yang selama ini dikira sudah tamat ternyata muncul lagi dan cukup menggoncangkan karier Anda. Cinta: Bersabarlah karena si dia lagi banyak masalah sehinggga tak heran jika emosinya jika ikut-ikutan labil. Pisces Bertindaklah lebih tegas dan tak perlu takut dengan rintangan yang menghadang. Terjang saja sekiranya ada yang menghambat langkah Anda apalagi di minggu ini dorongan angin tampak cukup membantu perjalanan Anda sehingga langkah terasa lebih ringan dan mantap. Tunjukkan kemampuan Anda jangan mau diremehkan oleh orang lain apalagi oleh klien sendiri. Cinta: Tak perlu ikut terhanyut oleh suasana yang tidak menentu ini, cobalah dijaga keakraban dan keharmonisan hubungan Anda dengannya. Aries Jangan pernah berhenti untuk terus beraktivitas dengan penuh semangat dan pantang menyerah. Kesuksesan sudah tinggal selangkah lagi sehingga sangatlah disayangkan jika Anda kurang bisa bersemangat dalam mengejar kesempatan ini. Bila ada persoalan pribadi, sebaiknya jangan dicampuradukkan dengan urusan pekerjaan yang sudah rumit ini. Cinta: Masih menggelora, dan tampak semakin harmonis. Hanya saja ada gangguan kecil, akan tetapi itu tidak berpengaruh banyak terhadap kebahagiaan. Taurus Minggu ini adalah minggu kemujuran Anda sehingga sangat disayangkan jika Anda hanya bersikap pasif dan tidak ada gairah untuk meraih setiap peluang yang datang, karena itu akan dengan mudahnya diserobot orang lain. Bila ada kesempatan jalani dulu saja, perkara ada masalah yang berat nantinya, sebaiknya dipikir sambil jalan saja. Cinta: Cukup sulit memang untuk mewujudkan suasana yang harmonis, karena itu membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. Gemini Lakukan selalu instropeksi ke dalam sehingga dengan demikian bisa lebih mengerti akan situasi dan kondisi Anda saat ini. Peluang demi peluang kini mulai terbuka lebar dan itu semua membutuhkan perhitungan yang benar-benar matang. Di minggu ini jangan ragu-ragu untuk berani mengambil keputusan kontroversial sekalipun demi kredibilitas Anda supaya bisa terangkat kembali. Cinta: Jangan bersikap acuh tak acuh dengan segala tingkah polahnya, walau hati masih jengkel sebaiknya tetaplah perhatian kepadanya. Cancer Kesuksesan sudah di pelupuk mata, tinggal bagaimana Anda mengatur kata-kata untuk meyakinkan mereka, sehingga bisa lebih percaya dan tidak raguragu lagi. Sukses tidaknya minggu ini tergantung bagaimana caranya Anda menjalin kerja sama yang baik dengan atasan ataupun dengan klien Anda. Cinta: Cobalah untuk bisa bersikap lebih hangat, kesampingkan dulu perasaan jengkel, agar suasana bisa pulih kembali. Leo Kesempatan besar terpampang di hadapan Anda, untuk itu tidak baik bila hanya terus menghayal ataupun mengharapkan sesuatu yang besar tanpa diikuti tindakan yang nyata untuk mengejar segala impian Anda itu. Tantangan tampak berat menghadang dan semakin sulit untuk bisa meraih posisi puncak untuk saat ini. Cinta: Bila hati tetap tenang dan tidak emosi, maka tidak sulit untuk menciptakan suasana yang lebih bahagia lagi. Virgo Jangan terlena dan silau dengan segala gelimang keberhasilan ini, jika selalu berjaga-jaga dan mau menindaklanjuti setiap peluang yang ada, maka kesuksesan pasti selalu dalam gengaman Anda. Jangan suka menceritakan persoalan yang seharusnya bisa dirahasiakan. Cinta: Percuma mendengarkan omongan orang lain yang hanya bikin hati jengkel dan suasana menjadi memanas kembali. Libra Jangan emosi bila dikritik dan jangan cepat lupa diri bila dipuji, dan inilah kunci sukses untuk bisa melangkah dan mempertahankan sesuatu yang telah ada ini agar bisa bertahan dan meningkat lagi untuk ke depannya. Masih ada saja yang usil, untuk itu cobalah sedikit cuek pasti nanti akan tenang dengan sendirinya. Cinta: Berterus terang sajalah agar minggu-minggu ke depan nanti bisa lebih tenang dan tak ada ganjalan. Scorpio Apapun yang terjadi cobalah Anda pikir sendiri, tak ada gunanya Anda meminta saran dari orang terdekat Anda sekalipun karena akan semakin membuat Anda bingung dan stres sendiri. Ada saja rintangan yang menghadang akan tetapi dengan ketenangan dan kesabaran maka semua itu akan dapat teratasi, yakinlah! Cinta: Jangan selalu curiga agar hubungan ini tetap bisa berjalan mesra dan menyenangkan. Sagitarius Di minggu ini sebaiknya Anda lebih percaya diri dengan tak segan-segan untuk merealisasikan rencana Anda yang sempat tertunda akhir-akhir ini, mumpung perbintangan Anda lagi mujur. Ada kabar baru yang akan membawa angin segar bagi kelanjutan karier Anda, optimislah! Cinta: Jangan sekali-kali bicara yang dapat memicu pertengkaran, carilah topik yang ringan dan menyenangkan saja.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 11 - 17 November 2018
Refleksi
Memanggil Lupa kula-ksaye pranasyanti kula-dharmah sanatanah dharme naste kulam krtsnam adharmo‘bhibhavaty uta
Redaktur Khusus
(Bhagavad Gīta 1.40)
WAKYA
weda
Darmayasa
“Dengan hancurnya keluarga, maka seluruh tradisi keluarga yang kekal juga dihancurkan. Dengan hancurnya tradisi suci, maka seluruh keluarga akan terlibat dalam kebiasaan yang bertentangan dengan dharma.” Kula-dharmah berarti tradisi suci keluarga yang diwarisi turun menurun dari para leluhur. Tradisi suci keluarga atau kula-dharmah ada dan dimiliki oleh setiap masyarakat manusia di dunia. Pada zaman dahulu, semua kelompok masyarakat manusia di manamana memiliki peradaban yang kurang lebih sama. Desa (daerah setempat), Kala (waktu dan zamannya), dan Patra (individu atau kelompok masyarakat yang bersangkutan) dari masing-masing kelompok masyarakat memberikan “warna-warna” indah berbeda terhadap kula-dharma dan pesan-pesan mulia para leluhurnya. Hanya saja, sesuai perkembangan zaman, ada yang beruntung mendapatkan tradisi suci leluhurnya terjaga dengan baik turun temurun, ada yang kurang beruntung dan mereka mendapatkan tradisi suci leluhurnya menjadi semakin berkurang, semakin diabaikan, melemah dan akhirnya mengalami kehancuran atau hilang sama sekali. Ada pula keluargakeluarga atau kelompok masyarakat yang masih mempunyai warisan kula-dharma, tetapi sangat banyak keluarga yang tidak lagi memilikinya secara utuh. Bahkan pada beberapa kelompok masyarakat di dunia tradisi suci keluarganya sudah menjadi hilang sama sekali. Mereka bahkan hidup tidak lagi
dalam kula-dharma melainkan sudah berada dalam adharma. Penulis memilih judul untuk Weda Wakya ini “Memanggil Lupa” mengingat banyak di antara kita sudah tidak mengenali lagi warisan leluhur. Bahkan pada beberapa hal, tanpa disadari kita justru “menentang” ajaran leluhur sendiri. Kita melupakan dan mengabaikan tradisi suci leluhur, karena itulah kita perlu “memanggilnya” kembali. Sekali panggilan barangkali tidak datang, panggilan kedua barangkali juga diabaikan, tetapi panggilan ketiga jika dilakukan dengan tulus dan kesungguhan hati, pastilah tradisi-tradisi suci leluhur bisa kembali datang untuk “mewarnai” hidup pribadi, keluarga dan masyarakat lingkungan kita berada. Melupakan kula-dharma, mengabaikan kula-dharma berarti kehancuran. Keluarga yang tidak mempunyai tradisi suci, di mana anak tidak lagi hormat pada orang tua, orang tua tidak lagi sayang pada anak, saudara tidak lagi bersaudara dengan manis penuh cinta kasih satu sama lain, semua itu artinya kita sudah tidak mempunyai apa-apa lagi. Jika orang Bali sudah tidak lagi berbahasa Bali, orang Jawa tidak lagi berbahasa Jawa, artinya kita sudah tidak mempunyai apa-apa lagi. Jika dahulu keluarga setiap hari bertemu dan bersama di meja makan (baca: makan bersama-sama), sekarang hal itu sudah sulit ditemukan. Dahulu bapak, ibu, kakek, nenek, dan anak-anak serta anggota keluarga lainnya semua duduk di atas lantai, makan bersama. Sekarang banyak yang sudah
kehilangan dan melupakan tradisi tersebut. Banyak yang sudah mengabaikan dan bahkan sudah tidak memahami lagi “keindahan” tradisi tersebut. Saat ini pemandangan yang terlihat sangat berbeda; bapaknya makan di reatoran A, ibunya makan di rumah makan B, anak-anaknya makan di kedai C, semua terpencar di sana sini. Makan di mana, bagaimana makan, kapan makan, semua itu sudah tidak ada saling bertemu. Kalaupun berada di rumah, kesempatan saling tegur sapa juga tidak tercipta; anak-anak semua memegang 2-3 handphone, di rumah tersedia wi-fi, anakanak ada di kamarnya masingmasing, bapaknya di kamarnya, ibu juga dalam kesibukannya. Suasana rumah seperti tidak ada yang peduli dan tidak ada saling kenal. Masyarakat modern banyak yang tanpa sadar menjadikan rumahnya sebagai “hotel”. Misalnya di hotel kita menempati kamar nomor 3, tetapi kita tidak mau tahu siapa yang tinggal di kamar nomor 2 dan 4 di sebelah kamar kita. Mereka pun sama demikian, padahal pembatasnya hanyalah tembok. Kita tidak saling peduli, tidak saling kenal, kalua tokh bertemu tidak akan ada sentuhan rasa dan tidak saling sapa. Itulah suasana hotel dan itulah yang sedang “terbawa” ke rumah tangga. Ada bahaya yang kita semua tidak menyadarinya. Karena hp sangat penting sekarang ini, ia menjadi lebih penting dari anak kita, dan tanpa disadari kita sudah berdosa kepada anakanak karena kita lebih mengutamakan hp. Seolah-olah hp itu segalanya, seolah-olah hp itu sudah “Tuhan”. Demikian juga dengan anak-anak, mereka sibuk dengan 2-3 hp-nya sehingga tanpa sadar mengabaikan bapak dan ibu, mengabaikan kepentingan bertemu untuk mendapatkan kasih sayang bapak dan ibu. Sebagaimana para orang tua, anak-anak pun tidak menyadari kalau hal itu sangat berbahaya. Tidak seorang pun menyadari bahwa keadaan itu adalah lampu merah, bukan lagi sekadar lampu kuning. Inilah tradisi yang sedang
5
berkembang di tengah-tengah keluarga dan masyarakat kita. Saudara menjadi “alergi” dengan saudara, seperti tidak kenal satu sama lain. Banyak saudara yang hidup dalam persaingan dalam pengertian negatif. Saling berebut. Jarang yang bercermin pada persaudaraan Rama dengan tiga saudaranya, atau Yudhisthira dengan keempat saudaranya. Kalau bapak ibunya memberi sesuatu kepada salah satu anak, anak yang lain pasti berontak. Anak-anak juga sudah tidak di dalam kuladharma, dalam aturan keluarga. Anak-anak tidak lagi memakai aturan dan tata Susila ketika berbicara dengan orang tuanya. Demikian juga orang tua tidak lagi memperhatikan aturan ketika berbicara pada anak-anaknya. Hal-hal seperti inilah yang menjadi penyebab hancurnya keluarga. Kula-ksaye, ketika kuladharmah atau aturan dari keluarga ini sudah dalam keadaan “lampu merah” seperti itu, maka kula-dharmah sanatanah pranasyanti, tradisi suci keluarga yang langgeng dari para leluhur pendahulu, akan terhancurkan, pranasyanti, akan hilang, akan habis sama sekali. Menjadilah kita orang yang tanpa peradaban suci. Lalu muncul peradaban-peradaban baru, peradaban “pokemon, doraemon, Digimon”. Peradaban seperti itulah yang kita miliki sekarang, tidak lagi peradaban “I Kesuna lan I Bawang”, atau “Men Sugih teken Men Tiwas”, cerita anakanak yang penuh pendidikan budi pekerti. Peradaban tidak lagi peradaban yang membentuk jiwa, yang mengarahkan budi pekerti, melainkan peradaban yang mengarah pada entertainment, hanya untuk bersenangsenang atau hiburan. Bahaya yang muncul adalah musnahnya tradisi suci kula-dharma. Jika masing-masing anggota keluarga tidak menyadari “lampu merah” ini dan tidak menganggap hal itu sebagai tanggung jawab untuk menjaga kula-dharma, maka kita akan menjadi orang yang berperan menghabisi tradisi keluarga. Para leluhur telah ber-
susah payah menjaganya hingga sampai kepada kita, namun kini kita yang “menghapus”-nya. Men-delete itu mudah, menumbuhkembangkan dan menjaga itu yang berat dan sulit. Jika kita merasa sebagai anggota keluarga, apakah anak, saudara, bapak, ibu, dan lainnya, jika bisa memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga kula-dharma, maka kita akan menjadi orang yang berbahagia menjaga tradisi keluarga. “Dharme naste kulam krtsnam”, jika tradisi-tradisi suci keluarga sudah sirna, maka semua hanya akan lelap dalam kegiatan-kegiatan adharma, kegiatan-kegiatan di luar kebenaran dharma. Itulah bahaya yang kita Bersama-sama harus berusaha untuk mencegahnya. Leluhur kita dulu selalu memperhatikan bagaimana caranya menurunkan ajaranajaran yang indah kepada anakanak mereka karena anak-anak itu akan menjadi penerus mereka. Kalau kita salah memberi arahan atau bimbingan kepada anak-anak, maka orang bisa saja berkata, ”Wah, ini anaknya si anu!!!” atau “Si anu punya?!?!”. Kalau berhasil menjadikan anak kita baik, berbudi pekerti luhur, santun dan sopan, maka tanggapan yang diterima adalah, ”Oh, anaknya Pak Anu, anaknya Ibu Anu”, berbeda nada dan penekanannya. Orang tua bertanggung jawab menitipkan tradisi leluhur yang indah kepada anak-anaknya. Anak disebut putra yang berarti yang membebaskan leluhurnya dari api neraka, karena bhakti kepada orang tua dan leluhur untuk menjaga tradisi dharma. Kita banyak kehilangan tuntunan dan nasihat-nasihat yang indah warisan leluhur yang dulu sering disampaikan oleh para orang tua kepada anak-anak dan cucucucunya. Jika semua nasihat dan tuntunan tersebut diterapkan maka orang bisa hidup dengan baik tanpa perlu membaca buku apa-apa lagi dan tanpa perlu pengetahuan yang tinggi-tinggi. Salah satu pesan indah dan mulia dari leluhur Bali akan kami sampaikan pada bagian lanjutan dari Weda Wakya “Memanggil Lupa” minggu depan.
akan tetapi dapat dirasakan melalui penghayatan kadang kala dapat petunjuk melalui penampakan maupun bisikan bathin, Arwah Suci bisa berasal dari : 1. Malaikat Utusan Tuhan: a. Malaikat Bintang Utara (Xian Tian Shang Di), b. Malaikat Bumi (Fu De Zheng Shen), c. Malaikat Bidadari Kahyangan (Jiu Tian Xian Nu). 2. Arwah Tokoh suri tauladan yang pernah menjalani kehidupan sebagai manusia: a. Guan Sheng Di Jun (Guan Gong), b. Nuwa Niang Niang, c. Guang Ze Jun Wang, d.Tian Shang Sheng Mu, dll. 3. Mitos yaitu cerita rakyat , yang begitu dikagumi oleh sekelompok umat, maka dibuatkan Altar pemujaan dengan perwujudan badan kasar sebagai objek pemujaan. Ajaran Agama Khonghucu membimbing umat manusia agar dapat mengerti makna hidup dan tujuan hidup mengemban Firman Tian, memberikan manusia tempat hentian dan membawakan ketetapan tujuan. Ketentraman hati, kesentosaan bathin sehingga dapat berfikir benar, bertindak penuh pertimbangan
untuk mencapai tujuan. Ajaran Agama dan ibadah daripada bawah langit ini menjadikan bathin insan kembali kepada yang semula (Tuhan selaku khalik semesta alam). Menjadikan insan memuliakan Nyawa dan Roh (Kitab Li Ji tata ibadah makna sembahyang XXI I Ayat 20) “Maka perlulah mendekatkan diri pada Arwah Leluhur dan Arwah Suci, hanya seorang bijaksana dan berkebajikan dapat siap sempurna. Orang yang siap sempurna barulah kemudian dapat melakukan sembahyang/ ibadah“. Maka sembahyang/ ibadah seorang yang bijaksana berkebajikan itu dipenuhi iman dan kepercayaan, dengan semangat penuh Satya dan hormat sujud (Cheng, Xin, Zhong, Jing). Dengan suasa bathin yang demikian itu dipersembahkan sesuatu diungkapkan dalam upacara sembahyang. Dengan kecerahan bathin disajikan semuanya itu, dikerjakan dengan tidak karena suatu pamrih, demikianlah hati seorang anak berbakti (Kitab Li Ji XXII Ji Tong sempurnya persembahyangan ayat 1). Shanzai
sedangkan empat perang lainnya adalah untuk mengusir penjajah di wilayah masingmasing. Yang menarik, di antara 96 pejuang Puputan Margarana, ada beberapa mantan serdadu Dai Nippon yang desersi , tidak mau menyerah dan ikut pulang ke Jepang. Mereka memilih bergabung dengan Pasukan Ciung Wanara untuk mengusir serdadu NICA dari Bali, “ tutur Made Surjanegara.. “Ya, mereka tidak setuju keputusan kaisarnya untuk menyerah tanpa syarat dan menyerahkan senjata pada Sekutu. Bagi mereka teriakan ‘ Banzai ‘ mirip artinya dengan ‘ puputan‘. Berangkat perang, kalau tidak menang ya mati demi kepentingan kaisar dan itu adalah semangat Bushido atau Jalan Ksatria. Namun aku lebih tertarik dan menaruh rasa hormat mendalam terhadap ksatria wanita Bali dari Klungkung, bernama Dewa Agung Istri Kanya! Bila di zaman Now, wanita hebat diberi sebutan super woman atau wonder woman, namun wanita perkasa dari Kusamba, Klungkung itu adalah super wonder woman. Ketika pasukan Hindia Belanda menyerang Klungkung, tepatnya Kusanegara
24 Mei 1849 dengan jumlah pasukan 1200 personel, Dewa Agung Istri Kanya yang dibantu Anak Agung Ketut Agung dan Anak Agung Made Sangging memimpin pasukannya yang bertahan di wilayah Goa Lawah. Karena jumlah dan persenjataan yang minimalis pasukan Kusanegara terdesak. Kanya sangat geram namun atas prakarsanya pasukan Belanda yang sedang istirahat , diserbu pada dini hari 25 Mei. Dia perintahkan pasukan Sikep (intelijen) dan Pemating (pasukan berani mati ) mengintai dan menyerang. Kanya sendiri menyulus meriam bernama I Selisik, yang konon pelurunya bisa mengejar musuh ke mana pun berlati. Akibatnya, panglima perang Belanda, Mayor Jenderal Andreas Victor Michiels tertembak dan hancur kakinya. Anak buahnya melarikan Sang Jenderal ke pelabuhan Padang Bai, namun meninggal di kapal. Kapten H. Everste dan tujuh anak buahnya juga tewas serta 29 serdadu Belanda luka berat. Mudah-mudahan kata-kata bijak Bung Karno agar kita bisa menghormati jasa para pahlawan sebagai ciri bangsa besar, diingat oleh para pengisi kemerdekaan ini,” imbau Nyoman Sudiantara.
MIMBAR AGAMA
Menyembah Arwah Suci
Js. Ang Cuan Yen Wei De Dong Tian ( Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan ) Dalam Agama Khonghucu di samping dikenal Shen Ren (Nabi), Shen Wung (Raja Suci) dan Shen Huang (Nabi Purba), dikenal pula Shen Ming (Para Suci/Arwah Suci/Malaikat). Keberadaan Shen Ming tentu saja mempunyai dasar dalam ajaran Agama Khonghucu. Ayat-ayat dalam Kitab Si Shu Wu Jing yang mendasari keberadaan Shen Ming adalah : Lun Yu Bab Ji Shi XVI:8 “Nabi Kongzi bersabda“ Seorang Junzi (Susilawan) memuliakan tiga hal, memuliakan Firman Tian, memuliakan orang-orang besar dan memuliakan Sabda Para Nabi”. Hal ini juga di tuangkan
dalam Kitab Li Ji Bab Tan Gong III-3 “ Nabi Kongzi Bersabda” Terhadap orang yang telah mati, bila memperlakukan benarbenar sama sekali sudah mati, itu tidak berperi cinta kasih, maka jangan dilakukan. Terhadap orang yang telah mati, memperlakukan seperti benarbenar masih hidup , itu tidak bijaksana dan janganlah dikerjakan, dengan demikian, orang yang mati diperlakukan sebagai Shen Ming ”(Arwah Suci) Dari tuntunan ayat-ayat suci di atas jelaslah mengapa umat Khonghucu melakukan ibadah terhadap leluhurnya yaitu berdasarkan semangat Jing TIAN Zun Zu (Hormat akan Tian, Menjunjung Leluhur). Dalam perkembangannya ada orang-orang (setelah meninggal) yang kearena kebajikannya (keteladanan semasa hidupnya) membuat masyarakat luas merasakan manfaat dari kebaikan tersebut, melakukan ibadah (menghormat, menyatakan syukur) kepadanya. Bahkan karena begitu besarnya peng-
hormatan itu, sampai-sampai bermigrasipun dibawa dan ahirnya mendunia. Yi Jing itu menepati hukum langit dan bumi maka mampu menunjukan tanpa cacad tentang jalan suci langit dan bumi, sesuai dengan petunjuk Yi Jing Nabi dengan menengadah memeriksa kecemerlangan tanda-tanda di langit, menunduk memeriksa hukum-hukum dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bumi, maka Nabi memahami sebab daripada gelap dan terang , melacak semua asal muasal dan ahir kepulangannya, maka dipahami tentang hidup dan mati. Betapa sari dan semangat (Jing Qi) menjadikan benda dan mahluk dan bagaimana mengembaranya Arwah menjadikan perubahan. Demikian diketahui bagaimana sifat hakekat daripada Nyawa dan Roh. Arwah Suci adalah kekuatan spiritual yang bersifat Roh yang mana tidak berbentuk atau berbadan kasar, sehingga tidak dapat dilihat, diraba
"Super Wonder Woman" “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.”
brolan
( Bung Karno, Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961 ) “Banyak definisi untuk pengertian pahlawan. Kata pahlawan berasal dari bahasa Sanskerta, phala-wan yang berarti berbuat untuk menghasilkan buah atau phala. Kemudian berkembang pengertian bahwa pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran atau pejuang yang gagah berani. Dorongan untuk melakukan resistensi terhadap ketidak-adilan atau penjajahan, baik mental maupun fisik atau hegemoni, melahirkan pahlawan. Perlawanan biasanya muncul karena diplomasi atau perundingan macet dan perjuangan secara fisik bukan diutamakan. Pemberontakan terhadap penjajahan tidak semata karena cinta kekerasan,
BALE BANJAR ARIDUS namun terpaksa dilakukan demi kemerdekaan. Makanya dulu, ada motto, kami cinta damai namun lebih cinta kemerdekaan! Bahkan Bung Karno dalam pledoinya di Perngadilan Hindia Belanda tahun 1929, memetaforakan soal hegemoni versus resistensi itu. Bukan karena ayam jantan berkokok membuat fajar menyingsing, tapi karena matahari terbitlah ayam berkokok. Maksudnya, karena penjajahan di luar batas perikemanusiaanlah membuat rakyat Indonesia berjuang dan mem-
berontak, bukan sebaliknya!“ ulas Rubag. “Perjuangan menentang penjajahan agaknya sudah terjadi di seluruh Nusantara, sebelum nasionalisme dilahirkan Sumpah Pemuda 1928. Bahkan Bali yang dijuluki Pulau Kesenian, tidak hanya mampu memproduksi ukiran istimewa dan tari serta tabuh yang tersohor di Mancanegara, namun di Pulau Dewata pernah terjadi lima kali banjir darah. Perang Jagaraga (1846-1848), Perang Kusamba (1849), Puputan Badung (1906), Puputan Klungkung (1908) dan Puputan Margarana (1946). Sebenarnya perang dan puputan tidak ada bedanya, karena keduanya mengambil ratusan bahkan ribuan nyawa manusia Bali untuk menentang penjajahan Belanda. Memang, puputan ditekankan sebagai perang sampai titik darah penghabisan alias mati. Di antara kelima perang tersebut, Puputan Margarana yang menelan 96 nyawa pahlawan ditujukan buat mempertahankan NKRI,
Bali
6
Redité Kliwon, 11 November 2018
Ngawigunayang Ukir-ukiran Bali
Mabinayan ring Wangunan Suci lan Balé Paumahan
UKIRAN – Pinaka sinalih tunggil cihna, ukir-ukiran ketah kapanggihin ring wewangunan tradisional. Wénten sané kawigunayang ring wangunan palinggih utawi genah suci, wénten taler sané kanggén ring wewangunan balé adat.
Bencingah
Nelebin Tetuek Ukiran SAKADI sané sampun kauningayang, kramané setata mautsaha mangda sekancan budaya becik sané kadruénang setata ajeg riwekasan. Minakadi makudang-kudang parikrama tetamian saking para panglingsir sané kantun kamargiang kantos mangkin miwah makudangkudang sarana budaya. Minakadi conto indik ukir-ukiran Bali sané sampun majanten patut setata kalestariang, minakadi indik wangun ukiran wiadin pidabdab ngukir. Samian punika patut kamargiang antuk éling saha nelebin daging tetuek wiadin tattwanipun, duaning risampuné becik kaplajahin utamanipun olih para yowana, sinah kawéntenan wangun miwah daging tattwa saking ukiran tradisional inucap nénten jagi punah. Asapunika sané setata kaaptiang I Wayan Suteja, undagi ukiran tradisional Bali saking Br. Gunaksa Manuaba, Kenderan, Tegalalang, Gianyar. Dané misaratang pisan mangda ukiran-ukiran kuna taler tradisional punika prasida ajeg tur lestari kahananipun duaning ketah dané nyingakin kahanan undagi ukir anyar sané uning makarya kémanten tan pauningin antuk daging-daging tetuek saking wangun-wangun ukiran inucap. Dané nyinahang wangun-wangun ukiran kekunan inucap nénten antuk pidabdab ngaryaninnyané kémanten nanging taler ngambar “konsép” miwah daging-daging tattwa sané raris kasinahang utawi upload ring akun instagram dané antuk tetujon mangda sayan akéh krama Bali sané prasida nyingakin saha raris meled uning miwah mlajahin. Dané sané embas ring Manuaba, 19 Maret 1975 puniki malih maosang, sakadi sané ketah kapanggihin krama ring masané mangkin satmaka nénten pati rungu ring ukiran miwah daging-daging tetuekipun. Punika sané raris ngametuang pikobet saha “tantangan” ring krama Bali mangda urati malih tur mautsaha mangda prasida ngamargiang pakaryan nglestariang sekancan wangun ukiran tradisional pinaka sinalih tunggil cihna saking Bali. “Pinunas taler pangatin tiangé wantah prasida nyinahang taler nangiang krama Bali mangda urati saha éling ring budaya sané sujatiné druén krama Bali, mangda nénten kantos kasalip olih krama dura desa wiadin dura negara. Duaning sakadi gatra sané naenin panggihin tiang, ukiran tradisional marupa pepungelan jagi ka-patén-ang olih krama saking dura negara duaning krama Bali sané naminin kapanggihin nénten tatas uning miwah nénten banget urati ring ukiran inucap,” asapunika dané sané ketah kasengguh antuk Wayan Kartu puniki nugesang. (was)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
apah
1.
hp;,
2.
apek
2.
hp)k/,
3.
apekik
3.
hp)kik/,
4.
apik
4.
hpik/,
5.
apit
5.
hpit/,
6.
apitui
6.
hpitÙi,
7.
apuh
7.
hpu;,
8.
apus
8.
hpus/,
9.
arab
9.
hrb/,
10.
arad
10.
hrd/,
SAYAN sué, pidabdab kauripan taler magentos. Wénten pidabdab sané nglimbak tatkala ngranjing ring kahanané mangkin, wénten taler parindikan kuna sané sampun ical nénten kamargiang malih duaning kasinahang nénten adung ring kahanan masané mangkin. Sakéwanten, akéh taler sané kantun becik kaupapira mangda ajeg lestari, utamanipun sané ngranjing sajeroning seni lan budaya. Duaning sampun kasinahang yéning makatah wangun budaya inucap wantah sinalih tunggil cihna kawagedan utawi “kekayaan inteléktual” druén krama. Minakadi sinalih tunggilnyané, seni lan budaya marupa wangun ukiran tradisional Bali. Kasinahang antuk kahanan ukiran-ukiran Bali sané kantos mangkin kantun kapanggihin ring paumahan tradisional Bali, utamanipun ring genah suci minakadi sanggah, merajan miwah balé adat. Prasida ngawigunayang makudang-kudang soroh ukiran Bali ring wewangunan tradisional sujatiné kadasarin antuk makudang-kudang sastra paundagian utamanipun sastra Asta Bumi. I Wayan Suteja,
undagi ukiran tradisional Bali saking Br. Gunaksa Manuaba, Kenderan, Tegalalang, Gianyar maosang, makudang-kudang wangun ukiran prasida kawigunayang ring sekancan wewangunan tradisional Bali. Wénten taler makudang-kudang soroh ukiran sané patut kauratiang tatkala kawigunayang, patut kabinayang kagenahang ring balé adat napi ring wewangunan suci, duaning mapaiketan ring taksu wewangunan inucap. Yéning indik pepatran wiadin pepungelan sinah pateh, prasida kawigunayang ring wangunan suci minakadi palinggih miwah ring balé adat minakadi balé delod. Sakéwanten pabinayannyané, ring palinggih utawi wewangunan suci kadagingin antuk karang-karang minakadi karang gajah, karang manuk, karang kala miwah togog siosan sané rupanipun ketah kaambil saking satua-satua Purana minakadi marupa déwa, garuda miwah sané siosan. Yéning ring balé adat, nénten ngawigunayang karang-karang wiadin togog sakadi ukiran ring palinggih, nanging kadagingin antuk wangun ukiran sané kaambil saking satua-satua Itihasa miwah Tantri, minakadi Rama,
Arjuna, Sang Nandaka miwah Sang Prabu Singa miwah sané siosan. “Sakadi sané sampun kadabdabang saking i nguni, ring balé adat nénten ngawigunayang wangun ukiran marupa karang wiadin togog, duaning ngenahang ukiran punika ring balé kajantenang jagi ngametuang “sakit” wiadin pikobét sané nénten becik ring sang sané madué wiadin ring sang sané ngukir,” baos dané. Malih dané maosang, satios punika, nénten akidik taler wangun ukiran sané majanten kawigunayang utawi kagenahang ring wewidangan wewangunan suci, duaning tios saking wangunipun sané becik tur seni taler madaging antuk daging-daging tattwa agama Hindu. Minakadi ngawigunayang karang boma sané wangunipun akéh madaging antuk tetuek tattwa agama. Minakadi nétra nelik nyinahang prasida jimbar macecingak tur lantang mapikayunan, cangkem linggah maartos waged mabebaosan tur wicaksana sangkaning pikayunan sané becik, wénten adnya cakra tetiga ring duur gidat sané mateges Bhur Bwah Swah utawi Tri Loka saha
ngaptiang mangda kramané setata waged ngelarang yoga samadhi. Wénten tangan sané kebat saha nyinahang jriji tengawan taler tengébot sané mateges jadmané patut éling ring Panca Yama Brata miwah Panca Nyama Brata. Caling pinaka niyasa Cadu Sakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ring ungkurnyané taler kasinahang ukir-ukiran bunga sané nugesang mangda jadmané setata malajahang raga, nénten mapangked malajah antuk kahanan sané sampun kadruénang mangkin kémanten duaning bunga wantah niyasa saking panglimbak kahanan raga wiadin kahanan spiritual. “Yéning daging tetuek wiadin tattwa indik Ida Sang Hyang Widhi Wasa miwah pidabdab maurip sané punika sampun kamargiang, sinah kajantenang yéning krama inucap prasida “matemu” ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa tur pageh sangkaning sampun incep ring sastra agama. Punika mawinan karang boma ketah kawigunayang tur kadagingin ring candi kurung pura, nénten kawigunayang ring angkulangkul paumahan,” Suteja maosang. (was)
Wangun Ukiran
Karipta saking Makudang-kudang Aksara Bali KAWÉNTENAN makudang-kudang wangun ukiran tradisional manados sinalih tunggil cihna budaya Bali. Tios madué nilai-nilai seni, ukiran Bali taler madaging antuk tetuek wiadin nilainilai filsafat. Punika mawinan ukiran Bali sampun sapatutné kajagra tur kalestariang. Napi malih pinaka sinalih tunggil parindikan sajeroning arsitéktur tradisional Bali, kawéntenanipun sayan akéh kapanggihin utamanipun ring balé adat miwah wewangunan suci sané ngawinang kahananipun sayan bungah kapanggihin. Sané patut taler kaélingang tur kauratiang wantah makudang-kudang cihna saking wangun ukiran inucap. Ngeninin indik wangun ukiran sané ketah kapanggihin sakadi bun-bunan sané makilit-kilitan, punika kabaosang I Wayan Suteja ngranjing ring soroh pungel antuk wangunipun sakadi tetanduran. Kabaosang, dasar makarya ukiran kekunan sinalih tunggilnyané marupa pepungelan manut pitutur panglingsir saha gurundané wantah aksara-aksara Bali sané raris karipta utawi kadadosang wangun ukiran sané becik tur luwih olih Ida Mpu Kuturan. Punika kamargiang duaning Ida Mpu Kuturan meled nabdabang tur nreptiang
kahanan ring Bali mawit saking parindikan sané pinih alit minakadi ukiran kekunan tur tradisional Bali sané kawigunayang utawi kadagingin ring wewangunan mangda setata madaging antuk tattwa saha taksu sané kamedalang saking aksara Bali miwah daging sastra-sastra suci. “Mangda prasida tatas uning ring pakem-pakem wiadin aksara sané kawigunayang ring wangun ukiran, sinah patut ngawigunayang makudang-kudang sastra kanggén malajahin minakadi conto sastra Aji Griguh miwah sané tiosan,” baos dané. Ngeninin indik aksara sané kawigunayang dasar ukiran wantah aksara sané ketah kapanggihin taler kawigunayang ring Bali inggih punika aksara Wianjana, Swalalita miwah Modré. Sinalih tunggil dasaripun sakadi tembang kekawin ring sastra sané ketah kanggén dasar undagi; ulu cecek tedong taleng surang pepet kalawan nania… sané makasami punika kawigunayang pinaka jalaran ngardi utawi ngripta makudang-kudang wangun ukiran kekunan Bali. Sios punika wénten taler ngawigunayang bisah, suku kembung, carik agung taler adeg-adeg sané ketah kanggén panguntat ukiran, nénten mabinayan sakadi kawigunanipun ring
AKSARA – Makudang-kudang conto ukir-ukiran sané kakaryanin madasar aksara Bali. Minakadi Ongkara Ngadeg kaukir dados Pungel, Ongkara Pasah pinaka dasar ukiran kapu-kapu punggel, miwah aksara Windu geni kaukir dados burit. masesuratan lengkara maaksara Bali. Dané malih maosang, sios soroh-soroh aksara i wawu, wénten taler ukiran sané tatkala kauratiang wantah kadasarin antuk bacakan Dasaksara. Sios punika wénten sané kakaryanin saking aksara utawi rerajahan sané kawastanin antuk Windu Geni, wénten taler ukirukiran marupa bunga sané karipta saking aksara Panca Brahma. Wénten sané karipta saking aksara Ongkara tur kawigunayang antuk makarya ukiran soroh pepungelan sané kawigunayang
Dura désa
ring “sari” saking wewangunan inucap. Minakadi Ongkara Pasah, Ongkara sané matungkasan utawi saling mapalu batis sané kawatesin antuk windu, Punika sujatiné wantah niyasa para panglingsir utawi para buyut sané sampun maraga Déwa Hyang. Wénten taler tungkalikanipun sané kawastanin Ongkara Adumuka inggih punika Ongkara sané tenggekipun saling matemu tur kawatesin antuk windu, punika wantah niyasa saking Purusa miwah Pradana utawi rerama lanang miwah istri. Ukiran-ukiran sané
ketah kapanggihin ring sari sujatiné sampun ketah kapanggihin olih krama Baliné, sakéwanten nénten akéh sané eling ring tegesipun sajabaning wantah éling ring wangunipun sané marupa bun-bunan utawi bunga. “Sangkaning daging-daging tetuek saking ukiran sané ngawinang ukiran Bali kasinahang mataksu tur setata becik kapanggihin. Yadiastun sujatiné ukiran Jepara taler becik, sakéwanten nénten madué daging tetuek wiadin taksu sakadi sané wénten ring ukiran Bali,” baos Wayan Suteja. (was)
Tari Merak Jawa Barat
Kasub Kantos ka Dura Negara INDONESIA kasub pinaka sinalih tunggil negara sané madaging makatah seni lan budaya, sinalih tunggilnyané
marupa seni sesolahan. Akéh sesolahan daerah sané nglimbak saha kawéntenannyané kantun lestari kantos mang-
kin. Sinalih tunggilnyané marupa Tari Merak saking Jawa Barat. Satios kasub ring Indonesia, Tari Merak
BPM/net
taler kasub kantos ka dura Negara. Sesolahan puniki nyinahang semita miwah kahanan kahuripan kedis merak. Sakadi kedis merak, sesolahan puniki ngulangunin manah. Seniman sané ngripta sesolahan puniki wantah seniman Pasundan sané mawasta Raden Tjetje Somantri daweg warsa 1950-an. Ipun nyinahang gerakan-gerakan kedis merak dados koreografi sané becik taler ngulangunin. Kasuén-suén, gerakan Tari Merak wénten sané kauwah utawi kalimbakang. Dra. Irawati Durban Arjon wantah seniman sané nglimbakang sesolahan inucap. Yadiastun kalimbakang, ipun nénten ngicalang gerakan sané pinaka roh saking sesolahan inucap. Sawaliknyané, sesolahan Merak sayan ngulangunin sangkaning gerakan-gerakan sané ngulangunin manah. Ngeninin indik busana sané kawigunayang, para pra-
gina ngawigunayang busana antuk corak kedis merak. Kain saha kwacané nyinahang kahanan kedis merak, minakadi bulu merak sané mawarna gadang, pelung miwah selem. Kawewehin antuk kalih kampid sané nyinahang ikuh merah sané nedeng kembang. Para pragina taler ngawigunayang gelungan sané nyinahang kahanan kedis merak. Sangkaning nilai kaluihan saking sesolahan merak puniki ngawinang sesolahan merak kadadosang pinaka sesolahan panyambutan , panyambutan ri kala upacara pawiwahan, miwah sesolahan sané nyinahang kahanan budaya Indonesia, pamekas budaya Sunda. Sesolahan Tari merak nénten wantah nyinahang kaluihan, taler ngwedar nilai-nilai filosofi bangsa, utamanipun filosofi suku Sunda sané kawastanin filosofi Sunda Wiwitan. (pusat data/berbagai sumber)
Redité Kliwon, 11 November 2018 RERAMAN tiangé suba magenti adan jani. Madan Balian Sadhu. Ngujang dadi kéto? Krana suba magenti bikasné. Ipidan anak ngéndah pélag. Kanti taén orahina suud ngaba solah ané tuara-tuara. Sabilang ada anak gelem, pragat ia dogén ngenah di tenungé. Jani lén pesan reraman tiangé, sabilang kija-kja suba magenti laksana, kénkén ja cara paek ajak Widhi. Mirib nyepjepin Widhi rasaang tiang. Makamben putih, mudeng putih, masaput putih, majénggot putih, mabok putih alias ubanan. Mantas giginé dogén tusing putih krana demen makpak basé, seleman buin abedik. Ia malajah indeng-indeng apang kanti sidhi ngucap. Tusing nyak paplajahan pekak tiangé dogén telebanga. Sabilang dingeha ada anak sakti, aliha tagihina paplajahan. Yén tusing kanti telah tusing nyak suud. Yén turah janiné apang propesional dadi balian. Tusing balian malihan. Gumanti balian nganutin sesana balian. Sabilang sanja apabuin peteng pragat ngulik ental usada, ental Dharmaning Usadha Dharma, Aji Tetenger, Kurantabolong, Bhudha Kecapi Petak utawi Ireng, Aji Panungkem, Aji Griguh, Usadha Rare. Sekancan ajiajian telah baana ngrambang. Makecuh dogén ia anak suba seger baana anaké. Yén ada anak ngusapin muané teka, ia suba nawang, anaké ento sakit keras. Yén tiang lén ngusapin kantong mara pepes krana pepesan puyung. “Wa, urukang ja tiang dadi balian.” Sambilanga nglocok reraman tiangé nyautin. “Dadi balian ento tusing aluh. Sing dadi ngawag-ngawag. Bapa tusing taén tepuk bangkén léak, kéwala yén balian mati pepes tepukin. Dadi balian apang manut tekén sesananing balian. Doktér utawi guru dogén ngelah kode etik. Balian anak ngelah masi. Sing dadi ngéndah-ngéndah. Bapa kanti tua kéné enu masi malajah. Sing dadi jumbuh mara nawang a putih kuku. Conto ané paling melaha ento di geguritan Basuré. Ada balian malihan, pragat mati ngutah mising uyaka tekén I Basur. Saihang tekén I Balian Sadhu ia nyidaang nelehdehang kenehné I Basur. I Basur kanti inget tekén awakné. Sangkan ada, Dharma Sadhu-Dharma Wéci. Kéto nyen apang tawang. Sangkanga yén nyidaang paca anaké geguritan Basuré.” “Miiih kéwéh masi dadi Balian Pa?” “Tusing kéwéh dogén. Apang sekenseken dadi balian, apang mataksu. Inget subakti tekén Sanghyang Aswinodéwa. Ida pinaka balian para Déwata. Déwatané dogén ngelah balian. Apabuin iraga di guminé. Tetojoné apang seger. Seger keneh, seger laksana, seger munyi. Dadiné apang tusing ngawag-ngawag matetikas.” Tiang alah turuhin ujan Kalima rasané. Uli panes lantas maan tutur buka kéné. Ané nuturin buina nyak reraman tiangé. Gigis demené bandingang anak len nuturin melahan rerama. Buina dugasé ento, Anggar Kasih, Kulantir, Kajeng Kliwon. Tiang demen pesan. “Man payu lakar dadi Balian?” “Bes kéto kéwéhné, buung suba Pa. Adéken suba ngulik hapé apang maan nepukin ané soléh-soléh.” “Sing dadi kéto. Iraga patut nglestariang tetamian baliané ené. Nyanan anak dura negara makatang aji baliané mara enggang buka kebo mabalih gentuh. Ento suba mabukti igel-igelan dogén suba akuina. Mara iraga srantaban cara
Nyastra
Balian Sadhu IBW Widiasa Keniten cina kabégalan. Bapa demen mara cai nyak malajah dadi balian. Tusing ada aluh yén ngalih ané melah. Malajah ada undag-undagané. Ento tingalin Bhagawan Domya, tusing surud-surud Ida nuréksain sisyanidané. Tetujoné apang dadi melah, apang maguna aji ané lakar picaanga.” “Baang malu tiang makeneh, Pa. Bes keliwat kéweh. Buina maca Bali tiang tusing lapah cara Bapa.” “Purukin. Adéng-adéngin. Masak kalahang anak uli dura negara. Nyanan ditu malajah matastra Bali.” “Beneh masi Pa. Nyanan anak uli dura negara dadi balian.” “Nah, ento suba ané patut sayagain. Ia lantas bakat abaang baas, misi sesari.” “Sangkananga bapa melid tekén cai. Pelajahin masi dadi balian. Nyén nawang ada gunané. Nah, pinih tunané suba mantas bisa makpak mesui, nyimbuhang kesuna.” Tiang mulih. Takonina tiang tekén mémén tiangé. “Sinah suba sig i bapané?” “Dadi tawang mémé?” “Mémé nawang dogén. Séh pajalan cainé lén pesan mara teka uli bapan cainé.” “Kénkén Mé?” “Cara balian mara muruk.” “Ngelah dogén Mémé.” “Ambaté. Mémé suba uli cerik nepukin tikas manusa. Yén suba pajalané kakéné, sinah mara malajah.” “Dadi kéto Mé? Pekak cainé anak balian siket. Mémé uli mara nawang
bon cekuh suba dadi tukang ulig boréh. Kudang anak mubad sig pekak cainé. Pamragat i pekak sing nyidaang ngubadin awakné padidi. Yén dugasé ipidan sambatanga kalah, jatiné anak struk buka sakit anaké jani.” “Béh lamun kéto, buung tiang dadi balian, Mé.” “Oooooooooooooooo! Dong cai meled dadi balian? Malah tandruhin. Nang ituni ngorahang. Tusing mémé mamunyi buka kéto. Mémé demen yén cai nyak dadi balian. Ipidan anak i pekak maan nyambat yén ada cucunné muani, ento lakar dadi balian siket.” “Ento munyinné i pekak di subané lakar ngalahin mati, Mé. Eda sangetanga.” “Ento bisama. Eda cai bani tekén bisama.” Buin tiang maan patakut. I mémé ngorahang bisama. Tiang negtegang bayu. Di samping taksun tiangé negak sambilang tiang makeneh-keneh. Anginé ngasirsir. Kedis crukcuké matinggah di taksun tiangé mirib ia ngalih banten saiban. Ulahin tiang. Ia klejag-klejig buka ngéwérin tiang. Iseng tiang matolihan menek di palangkiran taksuné sagét ada lontar. Adéng-adéngin tiang maca. Kéné isinné: “Manian yén ada cucun pekaké muani. Ento makacihna pekak suba numitis. Pekak lakar ngayah buin dadi balian. Cucun pekaké ento lakar dadi balian sidhi. Orahin pesan ia malajah. Tongos malajah di jumah malu. Reramanné malu apang negtegang bayuné suud kéto depang suba ia lakar nglan-
turang swadarman iané dadi balian.” Tiang makeneh-keneh. Sing ené ékan-ékanan i mémé utawi i bapa apang nyak nyurud dadi balian. Édéngin tiang mémén tiangé. Ia kedék. “Ento suba uli pidan mémé nawang. Cai tusing ngugu. Sinah cai ngorahang mémé utawi i bapa nulis. Ento tulisanné i pekak.” Semengan jagjagin tiang reraman tiangé. “Pa saja tulisanné i pekak ené?” “Dija bakatang cai?” “Di Taksu.” “Nah dong dayanin. Uli ipidan i pekak suba nawang cucuné lakar dadi balian. Sangkananga cai eda tulak dadi balian. Ento bisama. Tawang?” “Nah, Pa. Lamun kéto ajahin.” “Kalingké cai. Anak lén masi kaurukang. Nanging kéto, cai patuhang bapa cara ngurukang anak lén. Tusing dadi nagih aluh. Apang anut cara sesanané.” “Nah, Pa. Lamun tusing kakeneh i pekak lakar takonin. Ngujang ia ngaé bisama dogén.” “Maciri suba cai lakar mataksu.” Alihanga tiang dina nuju Kajeng Enyitan. Tiang ajaka ka Dalem. Tiang ngaba canang. I bapa ngaba pajati. “Negak malu ditu. Eda jejeh. Ené di Pura. Ngujang jejeh. Apabuin Pura Dalem linggih Bhathara Siwa lan Bhathari Durgha. Eda takut. Lamun ada ngenah ngliwat eda takonina. Anak pada ngelah tongos. Liu panangkilanné jani.” “Nah Pa.” Bapan tiang ngincepang mamantra. Tiang orahina maakang negak tekén i bapa. “Apa ngenah?” “Pa, ngujang dadi punyan jepuné mabading?” “Ento suba apang tawang. Sinah keneh iragané mabading. Indayang nelektekang buin.” “Suud mabading Pa.” “Artiné suba enteg buin. Apa buin ngenah?” “Ngujang Padmasanané majalan Pa?” “Keneh cainé enu indeng-indeng. Indayang nelektekang buin.” “Suud Pa.” “Nah kéto suba anaké ané lakar ngusadén apang tetep tilik kenehné. Tusing dadi ngéndah-ngéndah dadi balian. Balian ento anak geginan ngayah di guminé. Buka ané taén sambat bapa. Para Déwatané dogén ada baliané kalingké i manusa.” “Pa apa ento ngendih?” “Encén?” “To, Di Gedong Dalem.” “Isep to Dé. Entegang di keneh.” “Nah, Pa.” Tiang ngisep kanti peluh pidit. Kéwala, tusing marasa apa-apa. Suba makelo rasaang tiang, ajakin tiang mulih. I bapa orahin tiang di duri. Yén alihang dong suba pelih, antesné tiang durian. Baan bulun cikut tiangé srieng-srieng. Bin maniné sagét ada anak teka. Nagih ubad tekén tiang. Orahin tiang ka umahné i bapa. Ia tusing nyak. Apang tiang koné ngubadin. Apa lantas anggon tiang? Takonin tiang anaké ané teka. Ia ngaku maan pamuus. Koné tiang tumitisan balian sadhu. Adah! Tiang suba ajuma. Sinah manian tiang lakar borbora. “Kak tulungin tiang.” Tiang ngamé-ngamé i pekak. Mémén tiangé kenyem-kenyem krana ada sesari sledétina. -0-
Luna Septia Virgita Dwi Hermana
Satua
Samian Warna Nyinahang Tetuek
I Pucung (5)
Kaketus saking Satua-satua Bali (VIII)
NGANDIKA Ida Sang Prabu, “Cening Bagus, nah ané jani bapa ngorahin cening, buaté arin ceningé karsaang tekén Ida Bhatara Dalem. Bapa ngaturang i anak Galuh tekén Ida Bhatara, déning bapa tuara bani tekéning anak tuara ngenah, buina pang guminé karahayuan. Yan bapa tusing ngaturang i anak Galuh, pedas rusak guminé. Men cening kénkén kayuné?” Matur Ida Radén Mantri, “Inggih yan sampun asapunika pakayunan Guru Aji, titiang tan panjang atur malih. Lédang té pakayunan Guru Aji kémanten.” Déning kéto aturné Radén Mantri, lantas I Patih kandikaang nuunang peti lakar genah I Radén Galuh. Sesubané Ida Radén Galuh magenah di petiné, lantas petiné kancinga tur seregné tegulanga di duur petiné. Ngandika Ida Sang Prabu, “Ih iba Pucung, nah ené suba pragat i nanak Galuh mawadah peti, kema suba tegen petiné aba ka Pura Dalem aturang i nanak Galuh tekén Ida Bhatara. Né sereg di duur petiné mategul. Da pesan iba nyemak seregé ené, depin dogén ia dini, satondén ibané nganteg di pura. Buin ingetang pabesen nirané, singa iba makita manjus nyen di jalan, pejang petiné di duur pundukané tur seregné depang masih ditu mategul.” “Inggih,” kéto aturné I Pucung lantas ia majalan negen petiné misi Ida Raden Galuh. Béh magrégotan koné ia negen petiné ento, baan kendelné bes sanget lakar maan kurenan okan Ida Sang Prabu dadi sing koné asananga baat. Di jalan nepukin lantas ia tukad ditu ia mrérén di duur tukadé, déning ia makita manjus. Petiné pejanga koné di duur pundukané tur seregné depina masi ditu. (Masambung)
PANGADEGNYANÉ setata kalem saha nénten naen nyumbungang raga. Sakadi punika kahanan anak istri antuk aran panjang Luna Septia Virgita Dwi Hermana. Yadiastun kalem, tatkala ngarepin kertas gambar wiadin kanvas, pikayunan-pikayunan kreatif saha unik kamedalang majalaran gambaran antuk makatah warna. Kabaosang, warna-warna ring gambar sané kakaryanin samian nyinahang tetuek saha teges sané matiostiosan. “Nagingin makudang-kudang warna sané adung pacang nyinahang asil gambaran sané becik. Soang-soang warna sané kawigunayang taler madaging tetuek utawi madué teges soang-soang, manut sakadi sané kaaptiang,” baosnyané. Siswa kelas VI SD Dwijendra Denpasar puniki madué kabisan miwah prestasi sané becik ring widang seni pamekas nglukis. Luna—sapunika ipun ketah kasambat ketah nyarengin pacentokan nglukis. Yadiastun durung prasida ngranjing ka tingkat nasional, nanging yowana sané mapangapti dados pelukis puniki setata nyinahang sané pinih becik tatkala malomba saha setata molihang uratian saking para juri. “Tiang sampun ketah nyarengin pacentokan mawit kantun ring TK,” baosnyané kalem. Yéning sampun maosang lomba, yowana sané
embas ring Tuban, 11 September 2006 puniki pastika setata semangat pacang nyarengin pacentokan inucap. Baosang kémanten sakadi lomba melukis daweg Oktober 2018 lintang. Ring pacentokan sané kamargiang olih Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia, ipun prasida molihang juara II. “Pamiletnyané akéh. Sané nyarengin taler becik-becik pisan asilné,” baos Luna. Sadurungnyané, Luna prasida ngamolihang Juara Harapan 2 sajeroning lomba melukis HAM, juara III ngambar Gerry, miwah juara III lomba nglukis ring Projar tingkat Kecamatan Denpasar Utara. “Tiang wantah prasida kantos irika kémanten. Yéning wenten galah tiang meled malajah sareng guru professional, mawinan molihang paweweh miwah papalajahan seni sané lewih becik,” baosnyané. Luna yukti malajah nglukis preragan. Ipun wantah ngutamayang nyinahang daging pikayunan ri kala ngambar. Sané ketah kasinahang akéhan marupa kahanan palemahan, mawit wewidangan sekolahan, indik kahuripan krama saha makudang-kudang beburon sané ketah kapanggihin. Ring widang paplajahan, pianak pasangan Ni Nyoman Sinta Asih Herman rumasuk ring siswa berprestasi. Ipun ketah ngamolihang juara kelas. Ipun taler ketah nyarengin pacentokan siswa berprestasi. Naen ngamolihang juara I sajeroning pacentokan macecimpedan, taler pinaka pamilet ngolah barang bekas dados kerajinan seni sané kreatif saha mawiguna.
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 30.\udb)lidedoesãodÉi,
Nguda beli dados bodri, zi\kinÓitê*mpnÑ;, nyingakin titiang mapandah, tnãinmbli;k)ebo, tan bina mabalih kebo, edbzé(kdimk)sêb/, Dé Banjar kadi makesiab, h)2kÙwukwelk*, elek wawu kawalékang, tnßrirrisårumɱm/, tan mari raris ngarumrum, esÙcnÀdituns)ãli. swécan adi tunas titiang.
Saking Langit Bali Basa Bali Titiangé Yadiastun basa Bali titiangé tuna Tata basa sané kalintang sadarana Sor singgih basa sané tan paripurna Tetep anggén titiang nyabran rahina Dumogi ja prasida manut ring sesana Basa Bali sida dados pahan swagina Basa Bali sida ngamijilang rasa tresna Basa Bali sida ngicénin akéh wiguna Basa Bali kaloktah ring sajebag buana Dumogi basa Bali titiangé nénten pralina Pamekasnyané iriki ring Bali Pulina Made Suar-Timuhun
Semara Mapuara Ulian iseng tiang manyurat Atugel kwala mirib tusing pragat Makeneh ngorahang isin hati Tlang ané jani suba majanji Jiwa pramanan tiang buat adi Diastun beli ngemasin mati Waluya kakeret Sanghyang semara Rasané suba tusing ada rasa Sayan makelo sayan tresna Nak to suba madan semara mapuara Tuah nyidayang ngantosang Sangkaning seken sayang Suplir
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
8
Minggu Kliwon, 11 November 2018
Lagu Serdadu
lWS. Rendra Kami masuk serdadu dan dapat senapang ibu kami nangis tapi elang toh harus terbang Yoho, darah kami campur arak Yoho, mimpi kami patung patung dari perak
Nenek cerita pulau pulau kita indah sekali wahai, tanah yang baik untuk mati! dan kalau kuterlentang dengan pelor timah cukillah ia bagi putraku di rumah
Bali Tradisi (3) Wali KemBali...
lLailatul Kiptiyah Menanam Padi Saat tangan langit terulur ke bawah rundukmu tak ada lagi jarak antara benih dengan tanganmu
Bali tiada terpisahkan dengan wali, memang. Saban detik, di tiap titik tempat, Bali tertata dan terajut rapi dalam untaian rangkainan wali, wali, dan wali. Tiada berlebihanlah bila ada sahabat menyimpulkan sedemikian ringkas, “Bali itu wali, dan wali itu Bali!”. Wali berarti sederhana; kembali perhatikanlah secara seksama; di tengah kata kembali ini pun ada nama Bali. Karena itu, ada sahabat karib yang suka menyuratkan kata kembali ini dengan ejaan khusus; kemBali! Dengan untaian nan rapi wali demi wali dari detik ke detik, dari titik ke titik tempat lain, Bali pun menuntun putra-putri penghuninya untuk senantiasa kemBali. kemBali, dan kemBali. KemBali ke mana? Setiap pejalan yang berkesadaran diri paham benar, kemBali itu adalah mengayunkan langkah demi langkah berbalik menuju arah awal. Bagi para penggurat garis, kemBali tiada lain daripada menarik goresan ke arah titik awal mula guratan. Itulah kemBali sejati; menyusuri menapaki titik awal kemenjadian. Kenapa kemBali
ke titik awal kemenjadian? Hanya dengan kemBali ke titik awal kemenjadian itulah seluruh perjalanan berakhir. Final. Selesai. Setiap pemain sepak bola sejati menghasratkan benar tampil unjuk kebolehan nan puncak di pertandingan final, bahkan berusaha dengan segenap daya menginginkan memenangkan pertandingan. Di pertandingan final itulah seluruh permainan bola-bola kehidupan dipertunjukkan, ditarikan, habis-habisan, untuk kemudian diakhiri-entah dengan kemenangan atau kekalahan. Dan, Bali, sejak mula awal peradaban hidupnya telah senantiasa mengingatkan para putra-putri penghuninya supaya tiada lupa mawali dengan jalan final itu; kemBali, kemBali, dan kemBali. Kenapa mesti kemBali? karena sudah berjalan ke luar dari asal, maka di ujung perjalanan tak ada pilihan lain yang tersisa kecuali kemBali berjalan masuk. Berjalan masuk berarti berjalan ke dalam, ke awal keberangkatan. Berjalan masuk ke awal keberangkatan itulah dinamakan kemBali. ldeprabas
l Tigabaris Puisi Sumpah Pemuda mengantar TITIK(Gecek) LEDAK 17 tahun kemudian...
lLailatul Kiptiyah MEMBACA SAJAK Harusnya malam lebih panjang dari sajak harus sajak lebih diam dari malam yang menatap ombak Suara NTB “JENDELA SASTRA 20 Oktober 2018
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an
November-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27
l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Fotografi
”Star Trail Photography”
Indahnya Jejak Bintang di Langit Malam
I Dewa Komang Mahadewa Bumi Tengger karya Gunarto Song
Achmad Cholid
Erianto Sulistyono
dr. Ketut Ngurah
PADA edisi sebelumnya sudah dibahas tentang teknik memotret milky way (galaksi Bima Sakti) yang terlihat sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Kali ini, kita akan khusus membahas fotografi star trail (star trail photography). Serupa dengan milky way, star trail juga termasuk ke dalam varian astrophotography atau fotografi langit. Berikut tips praktis untuk mengabadikan keindahan jejak bintang di langit malam sehingga menjelma menjadi foto yang memesona. Di benak fotografer pemula, membuat foto star trail boleh jadi merupakan hal yang sulit dan ribet. Namun, jangan buru-buru menyerah dulu. Intinya, memotret star trail itu bukan hal yang sulit jika kita tahu teknik. Dasar memotret star trail adalah memotret dengan teknik long exposure sehingga pergerakan bintang terekam sebagai garis lintasan atau jejak bintang dalam foto. Teknik ini juga sangat berguna dalam memotret hujan meteor. Dalam membuat foto star trail, tripod merupakan peralatan yang sangat diperlukan karena teknik yang digunakan adalah long exposure. Peralatan ini akan sangat membantu mengurangi guncangan pada kamera saat kita menekan tombol rana atau shutter pada kamera. Selain itu, remote atau cable release juga akan sangat
Bintang Jatuh di Kelabbamaja karya Gunarto Song
membantu untuk menghindari shake dari tangan dan jari ketika menekan tombol rana. Timer kamera/intervalometer juga sangat disarankan untuk dibawa karena sangat membantu untuk mengambil banyak gambar sekaligus serta foto long exposure. Kebanyakan kamera biasanya hanya memiliki maksimal 30 detik waktu exposure, padahal star trail butuh waktu exposure lebih dari 30 detik. Speedlite tidak wajib, akan tetapi ada baiknya jika kita membawanya. Apabila bagian foreground foto sangat gelap, maka kita dapat menggunakan speedlite untuk meneranginya. Komposisi “Rule of Third” Komposisi yang paling umum digunakan dalam memotret star trail adalah rule of third. Yakni, menempatkan tanah/daratan pada sepertiga bagian bawah foto dan sisanya adalah bidang langit. Untuk memperkuat komposisi dan memberikan kesan dinamis, masukkan elemenelemen menarik pada lokasi pemotretan seperti pepohonan, bebatuan atau elemen menarik lainnya. Untuk mendapatkan foto star trail yang
Taman Nasional Bromo Tengger karya Gunarto Song. melingkar, arahkan kamera pada bintang utara (Polaris). Meskipun bukan merupakan pusat dari gerakan bintang, tapi dari bumi, bintang-bintang terlihat seperti bergerak mengitari Polaris. Saat memotret star trail, atur kamera ke mode manual (M) atau mode di mana kita bisa mengatur sendiri setelan kamera dari aperture, ISO, dan exposure. Penggunaan lensa wide angle dengan angka f kecil sangat direkomendasikan. Semakin kecil angka f, aperture lensa akan terbuka lebar dan akan membuat banyak cahaya masuk ke dalam lensa. Untuk kamera full-frame, bisa menggunakan lensa dengan kisaran focal length 14-24 mm dengan f/4 aperture minimal. Sementera untuk kamera crop sensor, bisa menggunakan lensa dengan kisaran focal length 8-20 mm dengan aperture paling minimal. ISO bisa diatur pada kisaran 800-1600 dengan fokus lensa pada infinity. Tantangan terbesar memotret star trail adalah lamanya exposure. Sebuah foto star trail dapat diperoleh dengan dua cara. Yang pertama adalah dengan melakukan long exposure yang memang sangat lama, bahkan berjam-jam meng-
Cemoro Lawang karya Gunarto Song gunakan mode bulb. Hal ini sering dilakukan di era kamera film. Teknik ini terlalu berisiko untuk dilakukan dengan kamera digital. Long exposure berjam-jam dapat menyebabkan munculnya dead pixel pada sensor, bahkan menyebabkan matinya sensor. Cara kedua yang jauh lebih aman adalah dengan menggabungkan beberapa foto dengan waktu exposure yang lebih singkat. Pilih mode manual (M) pada kamera dan atur kecepatan di kisaran 20-30 detik. Lakukan beberapa tes untuk melihat akurasi fokus dan exposure. Jika gambar yang dihasilkan terlalu gelap (underexposure), naikkan ISO sampai dengan 3200 meskipun hal ini akan mengakibatkan munculnya noise. Jangan lupa untuk mematikan fitur noise reduction karena akan memperlama waktu pengolahan gambar pada kamera. Setelah mendapatkan pengaturan terbaik dari kamera, atur intervalometer pada nilai 3-5 detik. Jika interval terlalu lama, maka bintang akan menghasilkan jejak terputus-putus. Pada bagian postprocessing, kita hanya tinggal menggabungkan serangkaian foto-foto yang telah kita ambil menjadi satu gambar dengan menggunakan software pengolah gambar seperti Adobe Photoshop atau aplikasi khusus untuk memproses foto star trail. Perlu diperhatikan, durasi total yang lebih lama maka semakin panjang pula garis jejak yang dihasilkan dan makin banyak foto yang akan digabungkan. Selamat mencoba! (ian)
Ikon Pulau Lengkuas karya Gunarto Song
Minggu Kliwon, 11 November 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Pembantu Rumah Tangga (PRT)Wanita Hub:082359352500 B.BP.001.11.18.0000440
Dcr HK Kirim CV ke : arthursuitesbali9393@gmail.com Hub:081337315537/03619345860 B.BP.004.11.18.0000420
Lowongan Staff Gudang,Min.SMA Rajin,Jujur & Bisa Bekerja dgn Team,Lamaran ke:PT.Standart Bali Jln.Marga Ayu No.1, Nakula Timur, Legian atau Telp:081239166865/03618947394 B.BP.004.11.18.0000328
Dcr:FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40, Kuta B.BP.001.11.18.0000222
Dcr Bag Admin,Wanita,Max 25th, Bagian Gudang,Laki,Max 28th.Jl Gn.Andakasa-Gatsu,081237811808 B.BP.001.11.18.0000371
Dcr DW Butler&Sopir u/Vila di Smnyak,CV:candriwayan@gmail.com B.BP.166.11.18.0000435
Dibthkn Sales Frozen Seafood. Pngalmn 2th, Bisa Nyetir punya kendaraan,Gaji+Komisi. Email: salesfrozenfood@balicaps.com / konticafe Jl.Tkd.Yeh aya 49Dps B.BP.001.11.18.0000416
Dicari Terapis Maria Spa Jln.Cemara No.30 Semawang Sanur Hub:082144091777
Programmer ComputerSMK/S1/Diploma.Lamaran+CV+Gaji Diminta ke hari@esolindo.com (Segera)
Dicari Tng Tmt D3/S1 Akuntansi dan Tmt SMK utk Posisi Kasir, Pramuniaga,Satpam dan Teknisi Lam dibawa ke PT.Delta Dewata Jl.Raya Andong 14 Ubud Gianyar Tlp.973049, 970868, 972295
Tk Retail di Jimbaran Bth Back Office/Admin (Gaji yg diminta) & Sales Creative Boy English Pasiv. CV Krm ke bagkidsbali@gmail.com
B.BP.001.11.18.0000361
B.BP.004.11.18.0000219
Dicr Asisten Tukang Potong utk Garment Hub:08179728986
B.BP.001.11.18.0000336
Dicr Sgr Tng Garden u/di Hotel Hub:Diponegoro 51 Dps T:247111 B.BP.001.11.18.0000359
Cahaya Silver Membthkn Tng Krj “Front Office” Syarat:Tmtn D1S1,Wnt Usia Max.30Th,bs Komptr bs Bhs Inggris,Berpenampilan Rapi&Sopan.Krm CV ke Cahaya Silver Jl.Raya Celuk Sukawati (Sblh Timur Clandys)/Email ke: mademarjana65@gmail.com
Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655)
Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar
B.BP.001.11.18.0000423
B.BP.001.10.18.0000900
G.02
Dicari PRT utk Warung Makan,Gj Harian 60-70 Hub.085238638377 B.BP.001.11.18.0000430
SERVICE
BIRO JASA
B.BP.001.11.18.0000414
B.BP.004.11.18.0000437
Travel Agent need urgently : Accounting staff,Able Compt MYOB, English speak & writing, Send your CV to: accounting@ govacation-indonesia.com
B.BP.001.11.18.0000362
Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818
G.01
RUPA-RUPA
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
G.03
Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818
G.04
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar G.05
DIJUAL MOBIL MITSUBISHI
Pick Up Colt T120ss’98 putih sampai laku Hub.085237553376
B.BP.001.11.18.0000427
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
Dicr Sopir SIM A Tggl Dlm.WA: 087876637609/HP:081239237200
B.BP.001.11.18.0000233
Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOTOR HONDA
Ready PCX,Scoopy,Vario.DP 1,5Jt Hub.Bayu 082147929294
B.BP.001.11.18.0000418
DIJUAL RUMAH Djl Rmh Jl Raya Tedung Gianyar H.300Jt C/K 20Th.085933592709 B.BP.001.11.18.0000413
Rmh Kost 13Kmr & Tanah 3&2 Are Daerah Unud Jmbrn,081338198878
B.BP.001.11.18.0000257
Rmh Siap Huni Kesambi Krobokan 1,5A,4KT,2KM,SHM 08113806288
DIJUAL TANAH 1,5A TmbkKllng Jl.Gelogor Carik Gg.Kangguru No.2 085101818655 B.BP.154.11.18.0000434
BUC Dijual Tanah Luas 1,36Are Lokasi Banjar Anyar,Kediri Tabanan.Akses masuk bisa dari Terminal Kediri.Harga 280 Nego Hub : 085338057376 B.BP.004.11.18.0000377
Djl Tnh Kav.Cekomaria 1,3Are 335jt/are Nego,Hub.08123813054 B.BP.001.11.18.0000428
B.BP.004.11.18.0000419
DISEWAKAN RUMAH Rumah 4KT,2KM di Buduk Dalung Hub:081338017272/081353689107 B.BP.001.11.18.0000356
DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A & 60jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.11.18.0000316
RUPA-RUPA Gesek Tunai Cpt,Kerobokan Bali Pot 2,5%,Pk9-18, 0895413522255 B.BP.004.11.18.0000381
KEHILANGAN Hlg BPKB No:I-09140880 AN: I Wayan Widana,Muncan,Krsm B.BP.012.11.18.0000421
10
Minggu Kliwon, 11 November 2018
Mendatar: 1. Suatu sifat kelaki-lakian 4. Nama laras gamelan jawa 8. Kota pelabuhan besar di Pulau Honshen, Jepang 9. Makanan 10. Perusahaan besar amerika serikat yang menjual dan memproduksi komputer 11. Cium (an) 12. Marmer 15. Berkaitan dengan Kota Roma Kuno 17. Melalui 18. Buruk ; Kalah (Bali) 20. Tabib Cina 21. Zat tambahan pada suatu produk, seperti pewarna, penyedap rasa dan sebagainya. 22. Tinta 23. Sinar 24. Jenis burung kicauan berbulu coklat 26. Bila diulang berarti berbahaya (Bali) 27. Perempuan berambut ular : Mitologi Yunani 29. Suaka 32. Bila diulang ; Percuma 33. Pelampung yang dirantai ke dasar laut sebagai petunjuk tempat itu dangkal 34. Tumbuhan yang dipakai bahan pembuatan karung goni 36. Janda atau duda (Bali) 37. Mainan 38. Kaki Langit
Populasi Jalak Bali Berkembang Pesat POPULASI Jalak Bali yang merupakan satwa langka dan dilindungi di Taman Nasional Bali Barat, Kabupaten Jembrana, Bali, berkembang pesat lewat berbagai upaya pelestarian. “Jangkauan populasi Jalak Bali semakin luas, bahkan beberapa kali terlihat di pemukiman warga Kelurahan Gilimanuk,” kata Kepala Taman Nasional Bali Barat Agus Ngurah Krisna Kepakisan di Negara, Jembrana, Jumat (9/11). Dari pendataan yang dilakukannya, Jalak Bali yang hidup di alam liar saat ini mencapai 141 ekor, yang menyebar di berbagai lokasi Taman Nasional Bali Barat, khususnya di wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya. Menurutnya, dengan terlihatnya burung tersebut di wilayah yang dihuni manusia, menunjukkan satwa ini sudah mulai terbiasa dengan habitat saat ini, sehingga tidak hanya berkeliaran di dalam hutan saja. Konservasi atau pelestarian yang mulai menampakkan hasil ini, katanya juga berkat partisipasi masyarakat penyanding Taman Nasional
Bali Barat yang turut menjaga satwa dilindungi tersebut. Ia mengungkapkan, salah satu lokasi yang sering didatangi burung Jalak Bali adalah Pantai Karangsewu Gilimanuk, sehingga pihaknya bersama masyarakat sekitar, Forum Kerukunan Umat Beragama serta murid sekolah, mulai menata kawasan tersebut sebagai objek wisata alami. “Bersama-sama kami menanam pohon seperti hari ini, agar Jalak Bali nyaman di lokasi tersebut. Apabila dijaga, akan menjadi objek wisata yang unik karena tidak hanya pemandangan pantai teluk tapi pengunjung juga bisa melihat jalak bali di alam liar,” paparnya. Sementara itu, Bendesa atau Ketua Adat Gilimanuk Ketut Galung mendukung upaya pelestarian flora dan fauna di wilayah tersebut, termasuk pengembangan Pantai Karangsewu sebagai objek wisata. Menurutnya, dalam agama manusia diajarkan untuk menjaga hubungan manusia dengan manusia, maupun manusia dengan alam. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Masyur Ahmad Sodikin, yang santri
Menurun: 2. Pipa untuk menghisap tembakau 3. Varian Daihatsu 4. Peka 5. Pengaruh kuat yang mendatangkan akibat 6. Angka pecahan yang nilainya sama dengan perdelapan 7. Evaluasi belajar tahap akhir 9. Kota terbesar di Suriname 10. Penyelidikan 13. …. Kangkung ; Peribahasa ; Berleha-leha ; Bersantai-santai 14. Negara dengan Ibu Kota Nouakchott 16. Tindakan memotong-motong ; Kriminalisasi 19. Bunyi putusan sesudah kata memutuskan, mengadili 20. Sempurna 22. Mentega 25. Instrumen musik perkusi berbentuk bundar 28. Rusuh hati ; Gelisah 30. Tidak kuat lagi ; Lemah 31. Keras ; Suara (Inggris) 35. Sampah (Bali)
Ketentuan Menjawab
Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 372 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 17 Nopember 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 25 Nopember 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 370 Mendatar: 1. KUTUB 5. KEBAB 8. ALA 9. LUENG 10. NON 11. GAD 12. LANUD 14. ARNET 16. DEGAG 18. PANGKUR 20. RONGSOK 22. MUDARAT 25. PELOPOR 28. NIKEL 29. JAMAK
32. LIMUN 33. UAP 34. AKI 35. PARWA 36. NAU 37. BEGAL 38. TINEA Menurun: 1. KELELAP 2. BAGED 3. PANTHER 4. BONGKAR 5. KANDA 6. BABON 7. BELATUK 13. USG
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat.Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.
(Redaksi)
BPM/ist
Burung Jalak Bali
serta murid madrasahnya ikut dalam penanaman pohon itu mengatakan sejak dini santri maupun murid-muridnya diajak untuk menjaga lingkungan, apalagi lembaganya berdekatan dengan Taman Nasional Bali Barat. (ant)
PERNIKAHAN
I Putu Dendy Nugraha, anak pertama dari pasangan Nyoman Sura dan Kadek Sutemi melepas masa lajangnya pada Kamis (8/11) lalu, dengan menyunting Ni Made Sri Ratminiasih, S.Kep. Acara pernikahan dilangsungkan di Jl. Wiraraja, No.10 Ubung Kaja, Denpasar. Semoga dengan mengucap janji suci dalam sebuah perkawinan, kedua mempelai ini akan dikaruniai suputra yang akan menjadi penerusnya. Selamat menempuh hidup baru, semoga berbahagia.
Harimau Sumatera
BPM/ant
Kebijakan Tiongkok Bisa Memicu Perburuan Harimau Sumatera
KEBIJAKAN Tiongkok melegalkan tulang harimau bisa memicu perburuan harimau Sumatera secara ilegal. Kebijakan ini juga melanggar kesepakatan negara-negara di dunia, termasuk Tiongkok untuk tidak memperdagangkan bagian tubuh dari satwa dilindungi, namun permintaan di pasar gelap yang melibatkan sindikat perdagangan internasional tetap ada. Tiongkok melegalkan penggunaan tulang harimau untuk penelitian medis atau obat tradisonal. “Bagi kita ini langkah mundur dan berujung tidak baik kepada upaya-upaya kon-
servasi di negara-negara yang memiliki satwa liar. Tiongkok dilihat sebagai negara importir maupun negara tujuan ekspor satwa dilindungi ini, dalam konteks ilegal,” ujar Koordinator Wildlife Crime Team (WCT), Osmantri, kepada Antara di Pekanbaru, pekan ini. WCT adalah sebuah unit kerja pada program WWF di Sumatera Tengah. Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrea) keberadaannya dilindungi undang-undang, karena merupakan satwa endemik di Sumatra yang terancam punah. WWF memperkirakan populasi satwa berbulu belang
itu di alam bebas tinggal sekitar 400 ekor dan sepertiganya berada di Provinsi Riau. Kini dengan kebijakan Tiongkok yang melegalkan tulang harimau tersebut, permintaannya diperkirakan akan semakin besar dan menstimulasi negara-negara yang memiliki satwa liar dilindungi untuk memperdagangkannya dengan cara apapun. Pengaruh dari luar tersebut, lanjutnya, bisa menghambat upaya Pemerintah Indonesia yang belakangan ini sudah jauh progresif merespons upaya penghentian perdagangan satwa dilindungi. (ant)
15. RIG 16. DUFAN 17. GODEL 19. NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) 21. SOP 22. MUJARAB 23. ABA 24. TIMPANG 25. PENTING 26. ORI 27. RENJANA 30. MEONG 31. KUMAL 32. LUPUT
Pemenang TTS No. 370 I Komang Darmawan Jl.Raya Blahkiuh No.B56, Kec.Abiansemal, Kab.Badung (HP:085637 38838) Ni Luh Mudari Br.Kelodan, Desa Suwug, Kec.Sawan, Kab.Buleleng (HP:081999 353565) Ayuniati KDS Tabanan, Jl.By-Pass Soekarno, Kec.Kediri, Kab.Tabanan (HP:087862 154818) Ni Nyoman Jati Jl.Nangka Utara No.5, Desa Tonja, Denpasar Utara (HP:081237 47101) Ni Wayan Suwati Jl.Veteran No.B3, Kel. Padangkerta, Kec.Karangasem, Kab.Karangasem (HP:085333898237) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Wayan Gara Alamat : Br.Serongga Kelod, Desa Serongga, Kec.Gianyar, Kab.Gianyar (HP:085238 598912)
11
Minggu Kliwon, 11 November 2018
Perempuan Bali Masih Malu Periksa Diri
Denpasar (Bali Post) Masalah kesehatan yang dialami perempuan khususnya perempuan Bali adalah kanker serviks dan kanker payudara. Dua penyakit itu merupakan pembunuh nomor satu dan nomor dua perempuan. Oleh karena itu, pemeriksaan dini harus dilakukan agar dapat dilakukan upaya pencegahan lebih optimal. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putu Putri Suastini Koster, men-
gatakan, problem perempuan Bali tidak memeriksakan diri lebih awal karena
Putu Putri Suastini Koster
Pembuktian Yuridis Berkaca pada kasus Desa Tanjung Benoa, Desa Jungut Batu, Desa Sanur, Sesetan, dan juga di Tirta Empul, yang di-OTT Saber Pungli, bisakah disebut sebagai pungli? Perkara tersebut belum ada pembuktian secara yuridis di pengadilan. Apakah mereka yang diamankan polisi bersalah atau tidak. Masyarakat belum mendapat jawaban, karena kasus itu belum disidangkan di pengadilan. Lain halnya dengan OTT pungli yang dilakukan oknum ormas, jelas pengadilan menyatakan itu salah karena mereka memungut dana tanpa dasar hukum yang jelas. Jika berbicara sepihak, soal OTT retribusi parkir banyak warga yang mempertanyakan mengapa baru dilakukan sekarang? Bukankah itu sudah berlangsung lama. Bahkan di pos penjagaan sering ada polisi berpakaian dinas ikut nimbrung di sana. Praktisi hukum I Made Somya Putra berpendapat pungutan yang dilakukan oleh desa pakraman dari dulu sudah terjadi yang dipergunakan untuk mempertahankan keseimbangan ritual, keagamaan dan tradisi yang dimiliki oleh desa adat. Pungutan tersebut dikenal dengan berbagai istilah misalnya papeson, iuran, atos, patus atau danda, yang dilakukan secara mengikat kepada warga atau krama-nya dan juga kepada krama tamiu. Pungutan-pungutan tersebut adalah transformasi pengelolaan harta kekayaan desa adat tersebut didasarkan pada hukum tidak tertulis seperti dresta, sima, gama, awig-awig atau pararem. Seiring dengan perkembangan hukum di Indonesia, hukum tidak tertulis itu pun kemudian dipaksa untuk ditulis seperti penulisan awig-awig. Perda nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pakraman sebagaimana yang telah diubah dengan Perda No. 3 tahun 2003 tentang Perubahan Perda Desa Pakraman menegaskan hak otonomi desa pakraman untuk mengelola harta kekayaannya sendiri. Tentu saja desa pakraman kemudian mencari solusi agar krama tidak terbebani pada papeson atau iuran ataupun danda dengan cara mencari dana yaitu menge-
lola kekayaan yang dimiliki oleh desa pakraman. Apalagi senyatanya aset desa pakraman itu dipergunakan oleh pihak ketiga. Sedangkan desa pakraman sendiri perlu untuk kegiatan Panca Yadnya, kebudayaan dan tradisi. Somya Putra melihat penyidik yang menjunjung tinggi aturan tertulis, sehingga peraturan ataupun bagian hukum dibuat oleh adat dianggap harus tunduk dengan aturan tersebut dianggap pemahaman yang tidak utuh. Kalau kita mengacu pada teori pelaksanaan hukum, kata dia, maka aturan hukum yang dijalankan oleh kepolisian tidak boleh hanya melihat sisi yuridis tertulis tetapi harus melihat sosiologisnya dan filosofisnya. Hal itu menjadi penting agar hukum memberikan keseimbangan antara hukum yang dicita-citakan (ius constitutum) dengan hukum positif yang ada. Kalau pemahaman itu tidak utuh yang terjadi adalah guncangan di masyarakat. Oleh karena itu, menurut Somya Putra, pentingnya pemahaman aparat penegak hukum memerhatikan dan menggali nilai-nilai dan hukum tidak tertulis di masyarakat (asas hukum curia novit) sehingga menjadi sebuah satu keutuhan pemahaman sehingga tidak menuai kontroversi dan guncangan di masyarakat khususnya desa pakraman yang sudah eksis dan menjadi penopang tradisi dan budaya masyarakat Bali. Praktisi hukum lainnya I Wayan Sumardika, S.H., CLA., berpendapat karena desa pakraman diakui negara, maka desa mutlak bisa mengelola wilayah desanya sendiri. Payung hukumnya adalah pararem dan awig-awig. Makanya, dia sangat prihatin dengan kondisi prajuru adat yang menugaskan krama-nya untuk memungut dana dari pihak ketiga kemudian ditangkapi oleh polisi, dengan dalih melakukan pungli. Di samping itu, menurut Sumardika, pungli tidak diatur dalam KUHAP, namun pelakunya sering dijerat pasal 368 KUHP tentang Pemerasan. Sehingga dia menilai kurang patut polisi menindak krama yang menjalankan tugas atas perintah paruman desa. Prajuru hanya melaksanakan pararem dan awig-awig. Apa-
malu dan malas. Padahal menurutnya, seharusnya itu tidak menjadi masalah karena akan lebih cepat terdeteksi jika ada penyakit. “Enggak apa– apa tahu penyakit kita lebih awal, bukan harus kita panik, tapi tenang karena sudah lebih awal bisa mengobatinya atau mencegahnya. Karena kadang–kadang malu karena kan terkait dengan kewanitaan kita,” ungkapnya Jumat (9/11)m saat Gebyar IVA tes dan Sadani di Gedung Pers Ketut Nadha. Jika para wanita sudah dijelaskan tentang pentingnya pemeriksaan dini kanker serviks dan kanker payudara, menurutnya, tidak akan jadi soal untuk wanita memeriksakan dirinya. “Yang bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit itu ya diri kita didukung oleh lingkungan,” tandasnya. TP PKK Provinsi Bali pun memiliki program rutin melakukan pemeriksaan IVA gratis dan sadanis. Program PKK ini adalah bergerak untuk perempuan, mengingat perempuan rentan dengan penyakit kanker, terutama kanker serviks dan kanker payudara. “Itu yang belakangan semakin cepat penyebarannya,” imbuhnya. lagi, sambung advokat yang sering menangani berbagai perkara itu, dalam UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa, disebut dalam pasal 103, desa adat diberikan kewenangan untuk mengatur wilayahnya. “Dunia ke Bali melihat apa? Tamu melihat apa? Konferensi dunia dilakukan karena melihat budaya dan adat Pulau Dewata. Kalau Bali memberdayakan dengan penguatan potensi lokal, mengatur wilayah melalui pararem dan awig-awig dengan mendapatkan kontribusi dari tamu, apakah itu salah? Itu yang melakukan pungutan kan warga yang berdasarkan perintah atau ditunjuk desa adat melalui awig-awig,’’ tegasnya. Bagi dia, dana itu untuk penguatan desa pakraman atau desa adat. Jadi, kalau tidak diberikan keleluasaan atau dibatasi, bagaimana bisa mempertahankan budaya Bali. ‘’Jangan lantas Bali hanya dinikmati tapi pemanfaatan potensi lokal malah dibatasi,” tandas Sumardika. Pengamat hukum lainnya I Ketut Kesuma punya pendapat berbeda. Dikatakan, pararem itu hanya mengikat di desa adat setempat. Namun ketika diterapkan di luar wilayah bersangkutan, maka akan berbenturan dengan hukum positif. Dikatakan, setiap orang atau badan yang melakukan pungutan harus ada payung hukum positifnya dan pungutan itu harus disetor ke negara. “Nanti dari negara baru memberikan lagi ke desa. Contoh pungutan parkir. Aturannya kan sudah jelas. Di sana tertera parkir sepeda motor Rp 1.000, mobil Rp 2.000, sedangkan desa adat bisa memungut parkir sampai Rp 5.000, sudah bertentangan dengan aturannya di atasnya, padahal tanah atau fasilitas yang digunakan adalah fasilitas umum,” sebut Kesuma. Dia juga merasa prihatin atas musibah yang menimpa pengayah yang bertugas mungut dana dari pihak ketiga. Sebagai langkah selanjutnya untuk terbebas dari jeratan hukum, jika masyarakat desa mau melakukan pungutan seperti itu harus ada payung hukumnya untuk melegalkan. “Jujur saya katakan, kadang-kadang pungutan itu juga bisa disalahgunakan kalu tidak ada payung hukumnya,” tegasnya. (asa)
Kerja Sama Ke depan, perlu dirancang agar bisa dilakukan kerja sama, misalnya untuk parkir dengan PD Parkir. “Kalau sudah dilakukan kerja sama, saya kira tidak masalah,” katanya. Budiartha menilai, apa yang dilakukan para petugas untuk memungut iuran masuk suatu wilayah, belum dilandasi dengan payung hukum yang jelas. Terlebih, setelah munculnya Saber Pungli, pijakan hukum suatu tindakan itu menjadi keharusan. Karena itu, langkah
yang mesti dilakukan, yakni kerja sama. Selain kerja sama, langkah lain yang bisa dilakukan yakni MUDP mengeluarkan aturan kemudian ditindaklanjuti oleh masing-masing desa pakraman. Seperti untuk masalah penduduk pendatang. Ini harus didorong untuk bisa ikut menjaga dan melestarikan kegiatan-kegiatan desa pakraman. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda AAN Rai Iswara yang dikonfirmasi soal ini mengatakan sedang dalam
upaya melakukan pengkajian untuk ke arah sana. Karena dalam Permendagri No. 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat memungkinkan untuk itu. Disebutkan, pada pasal 2 Permendagri tersebut, kepala daerah melakukan pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat. Dalam kaitan itu, kepala daerah membentuk panitia masyarakat hukum adat. Strukturnya terdiri dari Sekda sebagai ketua, Kepala OPD terkait sebagai sekretaris dan kepala bagian hukum serta camat menjadi anggota. (ara)
Semakin banyak ia jumpai kaum perempuan yang terkena kanker serviks. Sayangnya, penderita setelah stadium lanjut baru ingin melakukan pengobatan. Maka dari itu, PKK Provinsi Bali berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya kaum perempuan. Yang pertama bisa dilakukan adalah mengedukasi dan memberikan pemahaman pada masyarakat khususnya kaum perempuan supaya lebih awal mencegah dengan deteksi dini. “Jika sudah kena segera lakukan pengobatan, jangan menunggu sampai kanker bertambah parah. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah juga dan tentunya semua komponen masyarakat,” ujarnya. Perempuan harus peduli juga terhadap saudara– saudaranya atau kaumnya yang menderita penyakit atau terserang kanker. “Paling tidak kita menginformasikan kemana mestinya berobat atau memeriksakan diri,” imbuhnya. PKK akan terus mengawal kesehatan masyarakat khususnya kesehatan perempuan. Kegiatan ini dilakukan di semua tingkat kepengurusan PKK baik di provinsi maupun kabupaten/ kota. Begitu juga dengan Dinas Kesehatan juga memiliki program IVA tes dan bersinergi dengan PKK. “Itu kita lakukan rutin di seluruh Bali,” ujarnya. (kmb42)
Cegah Kanker Serviks, Jaga Perilaku Seksual Denpasar (Bali Post) Sebanyak 7.500 wanita meninggal setiap tahunnya karena kanker serviks. Padahal, penyakit ini bisa dicegah. Salah satunya dengan menjaga perilaku seksual. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUP Sanglah Dr. dr. I Nyoman Budiana, Sp.OG (K). mengatakan, pencegahan kanker serviks ada pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer yaitu menjaga perilaku seksual dengan germas (gerakan masyarakat hidup sehat). Yaitu makan seimbang, olahraga teratur, dan pola seks yang sehat. Penyebabnya virus dan ditularkan lewat kontak seksual. Maka dari itu, untuk mencegahnya yaitu dengan safe sex, tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom jika berhubungan seks berisiko. Hanya 5-10 persen penularan tidak melalui kontak seksual. Penularannya bisa melalui jari tangan, alat bantu seksual, bahkan handuk. Jika masuknya virus tidak bisa dicegah, kata dia, maka daya tahan tubuh harus ditingkatkan. Pencegahan primer
tasenya antara 1-2 persen. Peran IVA tes untuk menemukan kasus lebih banyak sangat besar. Selain itu, IVA tes juga mendapat dukungan yang luar biasa dari lintas sektor. Tidak hanya dari kesehatan, tapi juga dukungan dari PKK. Bahkan dari kejaksaan tinggi tahun lalu melaksanakan pemeriksaan IVA tes di seluruh Bali. Hasilnya 60.000 wanita telah diperiksa IVA tes. Tes IVA dilakukan di mana pun gratis, terutama di puskesmas. Sementara vaksin kanker serviks belum masuk program pemerintah sehingga masih berbayar. Hanya Kabupaten Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar yang menggratiskan vaksin. Vaksinnya dibeli oleh pemerintah daerah. Artinya, vaksin ditanggung sehingga masyarakat terutama pada remaja diberikan gratis. Efektivitas vaksin ini sebenarnya pada mereka yang remaja yang belum pernah berhubungan seksual untuk mencegah. Ia berharap kabupaten lain bisa mengikuti upaya yang dilakukan Badung, Denpasar, dan Gianyar. (kmb42)
Penampilan Jokowi seperti Bung Tomo
Bandung (Bali Post) Presiden Joko Widodo selalu tampil beda dalam setiap event penting. Seperti ketika menghadiri peringatan Hari Pahlawan saat gowes Bandung Lautan Sepeda di depan Gedung Sate, Bandung, Sabtu (10/11) kemarin, Jokowi menggunakan pakaian ala pahlawan kemerdekaan, Bung Tomo. “Ini kan hari pahlawan, 10 November, jadi suasana di tahun-tahun 1945 di masa-masa perjuangan suasana itu yang kita munculkan. Suasana
itu yang membuat kenapa saya pakai pakaian ini,” kata Jokowi. Momentum Hari Pahlawan yang selalu dilaksanakan setiap 10 November, menurutnya, harus diisi dengan sikap yang penuh semangat. Semangat seperti para pahlawan yang ingin membangun negara ini. “Semangat untuk merdeka, setelah itu semangat untuk membangun negara, semangat untuk memajukan negara, semangat untuk membuat Indonesia maju,” kata Jokowi. (ant/kmb)
Terus Bergerak
Pemidanaan Sekali lagi saya nyatakan, jangan malah bendera HTI yang organisasi terlarang di republik ini berkibar Anda lakukan pembinaan, sementara prajuru desa pakraman melakukan pungutan di wilayahnya berdasarkan aturan adat dilakukan pemidanaan. Sekali lagi, NKRI mengakui desa adat dengan sangat terhormat, tolong siapa pun yang bertugas di Bali juga bisa menghormatinya. Bali sudah dilemahkan di sana-sini. Benteng terakhir tinggal desa adat. Saatnya kita celang dan hati-hati kepada mereka yang terus perilakunya mau mempermalukan desa prakaman dan prajurunya. Banyak kaum kapitalis masuk Bali terhambat ambisinya karena ingin menguasai ekonomi Bali akibat ketangguhan desa adat. Jangan lagi makirig apalagi karag-kirig. Dari Jakarta sangat terlihat betapa memang adat di Bali dilemahkan di semua lini. Jujur saya tidak bangga melihat aparat melakukan ini. Kalau mereka menangkap pungli terhadap TKA, fotografer Tiongkok liar yang bebas beroperasi di Bali, saya salut. Kalau penjaga tiket masuk yang uangnya masuk kas dan dikelola desa pakraman maka ini termasuk teror psikologis. Kalau pengayah desa adat dibeginikan ini namanya teror psikologis terhadap desa pakraman di daerah pariwisata. UUD 1945 masih mengakui Kesatuan Masyarakat Adat bahkan melindunginya tentu termasuk awig-awig, pararem, pengelolaan potensi ekonomi dan lainnya. Peristiwa kriminalisasi desa pakraman di Tanjung Benoa, Sanur, Tampaksiring entah ke mana lagi sepertinya bukanlah kisah berdiri sendiri. Sadarilah dan mengerti betapa beratnya desa pakraman menjaga budaya dengan biaya yang lumayan besar demi pariwisata. Kalau berniat baik, sebaiknya melakukan pembinaan, sinkronkan dengan aturan yang belum sinkron, awasi penggunaannya.
selanjutnya yang bisa dilakukan adalah vaksin. “Pencegahan primer dicegah sebelum wanita terinfeksi virus. Kalau sudah terinfeksi daya tahan tubuh harus ditingkatkan dengan vaksinasi,” jelasnya seraya menambahkan pencegahan sekunder adalah dengan IVA tes, pap smear, dan kriyo terapi. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., di sela-sela Gebyar Deteksi Dini Kanker Serviks dan IVA tes di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (9/11), mengatakan, Bali termasuk yang paling kecil angka kasus kanker serviks secara nasional. Yaitu hanya 1 - 2 persen dari 26,6 persen wanita usia 30 - 50 tahun atau 600.000 wanita yang diberikan IVA tes. Angka ini berdasarkan periode Januari sampai Maret 2018. “Kita terkecil karena kita paling aktif, kita terus melakukan IVA tes,” ujarnya. Pada awal mulai dilakukan pemeriksaan IVA beberapa tahun yang lalu, wanita yang positif kanker serviks cukup besar sekitar 10 persen. Namun tahun 2018 telah menurun, persen-
Hal senada disampaikan Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan. Tim Saber Pungli yang saat ini terus bergerak, merupakan gabungan kepolisian, TNI, kejaksaan, akademisi dan instansi terkait lainnya. “Jadi, tim ini lengkap karena instansi terkait masuk jadi anggotanya. Perannya, ada bertugas sosialisasi, pencegahan, dan penindakan,” ucap Kompol Arta Sabtu (10/11) kemarin. Ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir bila peraturan desa adat (pararem) ada payung hukum sesuai dengan hierarki peraturan di atasnya, terutama undangundang positif. “Tidak melanggar hukum positif dan HAM. Tidak dilakukan dengan cara memaksa dan melawan hak. Kalau punya pararem, materinya tidak boleh melanggar ketentuan hukum positif,” te-
gas mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. Perwira melati satu ini pun menyatakan tim Saber Pungli sudah melakukan sosialisasi kepada perangkat desa. Yang sering disampaikan kepada masyarakat terutama perangkat desa yaitu Perpres No.87 tahun 2016 pasal 2 tentang Satgas Saber Pungli mempunyai tugas melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personel, satuan kerja, dan sarana prasarana, baik yang berada di kementerian/ lembaga maupun pemerintah daerah. Pun pasal 4 terkait kewenangan Satgas Saber Pungli, di antaranya membangun sistem pencegahan dan pemberantasan pungutan liar, mengoordinasikan, merencanakan, serta melaksanakan operasi pemberantasan pungutan liar. Melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Pihaknya juga mensosial-
isasikan Undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa Pakraman. “Pasal 110 menjelaskan peraturan desa pakraman disesuaikan dengan hukum adat dan norma adat istiadat yang berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangundangan,” ungkapnya. Berdasarkan ketentuan pasal 10 ayat (1) Perda No. 3 tahun 2001 tentang Desa Pakraman, pendapatan diperoleh dari urunan krama desa pakraman, hasil pengelolaan kekayaan desa pakraman, hasil usaha Lembaga Perkreditan Desa (LPD), bantuan pemerintah dan pemerintah daerah, pendapatan lainnya yang sah, serta sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat. “Sebenarnya, rambu-rambunya sudah jelas. Kalau saja aturan di atas dipatuhi atau dipakai acuan maka tidak akan ada pelanggaran. Kami berharap semua pihak memahaminya,” ucapnya. (rah)
Menjadi Kelemahan Inilah yang menjadi kelemahan desa pakraman, lantaran pararem dan awig-awig bukanlah bagian dari produk hukum nasional. Sekalipun desa pakraman beserta hak-hak tradisionalnya telah diakui dan dihormati oleh negara. “Makanya nanti saya akan buatkan aturan, apakah Pergub atau Perda karena kita kan sedang merevisi Perda Desa Adat,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Sabtu (10/11) kemarin. Koster menambahkan, Pemprov Bali akan memberikan kewenangan bagi desa pakraman untuk menyelenggarakan program tertentu seperti kewenangan menggali pendapatan. Termasuk mendapatkan bantuan keuangan dari APBN dan APBD, serta mekanisme pengalokasiannya.“Di situ nanti desa pakraman bisa menggali sumber pendapatan dengan menggunakan pararem-nya. Sekarang kan mereka menggunakan pararem, awig-awig, kan tidak ada aturan di atasnya,” jelasnya. Ketiadaan payung hukum inilah, lanjut Koster, yang akhirnya menimbulkan distorsi. Padahal, upaya untuk menggali
pendapatan yang dilakukan desa pakraman sebetulnya bukan penyimpangan. Dalam arti, uang yang didapat sebagai bagian dari sumbangan atau kontribusi untuk desa pakraman tidak disalahgunakan. Uang itu dipakai untuk kepentingan desa itu sendiri. “Desa pakraman melakukan itu pasti atas dasar forum masyarakat di desa. Sebenarnya bukan pungutan menurut saya, itu kontribusi biasa. Hanya memang aturannya tidak ada,” jelasnya. Koster meminta krama Bali bersabar. Setelah merampungkan pembahasan APBD Induk 2019, pihaknya akan langsung membuat payung hukum bagi kewenangan desa pakraman. Di sisi lain, mantan anggota DPR RI ini menampik bila upaya penindakan oleh Tim Saber Pungli yang menyentuh ranah desa adat terkesan sebagai bentuk pelemahan terhadap desa adat itu sendiri. “Konteksnya bukan pelemahan. Tapi ada regulasi yang belum nyambung, itu saja. Saya kira ini harus disinkronkan saja. Seharusnya, pararem dan awig-awig itu dipayungi supaya bisa diterapkan secara efektif. Tetapi payung yang bisa berupa Perda atau Pergub itu tidak mengintervensi,” ujarnya.
Belum Ada MoU Sementara itu, Bendesa Agung MUDP, Jero Gede Suwena Putus Upadesa menyebut hingga kini belum ada MoU atau nota kesepahaman antara Tim Saber Pungli dengan MUDP. MoU ini untuk menghindari penafsiran yang keliru terhadap tugas-tugas desa pakraman. Ini sesuai hasil kesepakatan dari berbagai pertemuan yang dilakukan, baik difasilitasi DPRD Bali maupun DPD RI. Pada intinya, sudah disebutkan bila Tim Saber Pungli tidak akan menyentuh ranah desa pakraman. Namun, MUDP mempersilakan adanya penindakan pada pihak-pihak yang mengatasnamakan pecalang atau desa pakraman tanpa dasar aturan yang jelas. Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, tak menampik belum adanya keberlanjutan dari hasil kesepakatan terdahulu untuk segera dibuatkan Perda yang diakui secara nasional. “Gubernur juga sudah memberikan penjelasan bahwa perlu ada regulasi. Memang benar itu, dan sudah ada contoh di DKI Jakarta berupa Pergub yang menyangkut tentang iuran rukun dusun,” ujarnya. (kmb32/025)
Minggu Kliwon, 11 November 2018
Djarum Sirnas 2018
t r o p S
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Komang Ayu Kalah di Final Denpasar (Bali Post)-
Pad set pertama Komang Ayu sempat leading 12-7. Namun perlahan tetapi pasti, Saifi Rizka memperpendek jarak hingga 13-11. Bahkan Saifi Rizka berbalik unggul 17-13, hingga menutup dengan kemenangan 21-15. Pada set kedua Komang Ayu yang mendapat dukungan puluhan supporter tampak kelelahan. Berkakali-kali pengembalian bolanya tanggung dan sering keluar (out). Saifi Rizka pun mengunci dengan kemenangan 21-16. Penasihta PBSI Bali Ngurah Agung mengomentari, selama ini pembinaan pebulu tangkis Bali kalah dalam jam terbang. ‘’Padahal dari segi teknik atlet Bali tak kalah,’’ jelasnya. Hanya dalam upaya menjadikan atlet, harus ada faktor internal, yakni kemauan dari atlet sendiri, kemudian dukungan orangtua. Selain itu, faktor eksternal yakni izin dari sekolah guna mengikuti Sirnas. ‘’Hal inilah yang membedakan pembinaan pebulu tangkis di Bali dan Jawa,’’ tegasnya. Alasannya, atlet Bali dituntut belajar demi prestasi aka-
Satu-satunya pebulu tangkis asal Bali, yang melaju ke final Komang Ayu Cahya Dewi (Djarum Kudus) harus mengakui ketangguhan lawannya, Saifi Rizka Nur Hidayah (Mutiara Cardinal Bandung), dengan skor 15-21 16-21, di nomor tunggal remaja pada laga pamungkas Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2018, di GOR Lila Bhuana, Sabtu (10/11) kemarin. Padahal kedua pebulu tangkis sempat bertemu di nomor tunggal taruna, dan Komang Ayu unggul dengan rubber set. demis, sedangkan pembinaan di klub-klub besar atlet fokus bertanding. ‘’Dalam setahun saja Sirnas delapan kali, atlet Jawa mengikuti terus dan tak pernah absen. Kalau di Bali bagaimana komitmen guru dan sekolah, apakah mengizinkan. Bahkan mereka yang turun di Sirnas Bali juga persiapan berlaga di Sirnas Surabaya,’’ paparnya. Ganda Putri Dian Fitriani/Nadiya Melati (Pertamina Fastron Jakarta) kembali berjaya di Pulau Dewata setelah berhasil meraih kemenangan dari pasangan Pia Zebadiahbernadet/Tiara Rosalia Nuraidah (Jaya Raya Jakarta/Mutiara Cardinal Bandung) dengan skor 21-14, 14-21, 21-12 pada laga final nomor ganda dewasa putri Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Li Ning Open 2018. Di game pertama menurut saya menangnya juga dari pengaruh kontrol bolanya yang susah, karena kita menang an-
gin, jadi mereka banyak out dan ragu-ragu. Untuk bola depannya mereka lebih matang dari kita, jadi kendalanya waktu kita game pertama dan mereka game kedua itu sama yaitu angin, jadi menang angin dan kontrolnya jadi susah,” Tutur Nadiya. Usia menang bukan menjadi penghalang seseorang untuk bisa meraih kesuksesan, dan hal itu bisa dibuktikan oleh Nadiya Melati. Perempuan 32 tahun tersebut masih bisa meraih gelar juara. Bahkan untuk tahun ini Nadiya sudah berhasil mengoleksi 5 gelar Djarum Sirnas bersama Dian Fitriani. “Kalau sudah berumur gak gampang ya jadi juara, umur udah 32 jadi kondisi itu sudah balik kalau udah cape, tapi gimana caranya saya bisa terus konsisten gitu walaupun saya pagi latihan, sorenya harus ngelatih, tiap hari kaya gitu terus dengan segala keterbatasan kita gak ada pelatih, tapi kita bersyukur masih bisa ngerasain
juara,” Ujar Dian. Ini merupakan gelar kelima mereka setelah sebelumnya berhasil meraih gelar di Djarum Sirnas Premier Jawa Tengah Open, Djarum Sirnas Sulawesi Selatan Open, Djarum Sirnas Jakarta Open, Djarum Sirnas Kalimantan Timur Open dan Djarum Sirnas Bali Open. Menang tidak mudah sudah bisa mengatur waktu dan berkomunikasi di luar lapangan, karena akan berpengaruh jika komunikasi diluar lapangan buruk, maka di dalam lapanganpun akan seperti itu, terlebih untuk pemain ganda. Selain itu, soal kenyamanan menjadi faktor lain yang bisa berpengaruh untuk hasilnya. “Kita sebetulnya gimana mood, kalau gak mood latihan kita gak akan latihan, bahkan kita pernah sampe satu minggu gak latihan karena gak mood. Kalau di lapangan itu Dian yang bawel, tapi kalau latihan saya yang bawel. Ya itu cuman buat komunikasi kita tetap jalan,” Pungkasnya.
BPM/wan
FINAL - Suasana babak final Djarum Sirkuit Nasional 2018, di GOR Lila Bhuana, Sabtu (10/11) kemarin. Djarum Sirkuit Nasional di Bali mempertandingkan kategori remaja, taruna, dan dewasa. Pasangan tersebut sudah pernah merasakan juara di Pulau Dewata, ketika Djarum Sirnas Bali Open 2014. Saat itu mereka berhasil kandaskan Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia (SGS PLN Bandung) dengan straight game
langsung, 21-17, 21-15 “Sudah lama gak main di sini. Kita terakhir main di sini tuh tahun 2014, ya kita seneng bisa jadi juara lagi di sini,” Kata Dian. Sementara itu, mereka akan rehat sejenak sebelum mempersiapkan mengikuti seri terakhir
Djarum Sirnas yang akan digelar di Surabaya Jawa Timur pekan depan. “Sekarang kita mau liburan dulu sejenak sebelum nanti main lagi di Surabaya. Ya, mumpung lagi di Bali juga kan,” Jelas Nadiya. (022)
Derby Manchester
Setan Merah Incar Hasil Positif
Robert Kubica
BPM/afp
Kubica Bingung Memilih London – Kubica masuk dalam daftar kandidat untuk menggantikan Sergey Sirotkin dan menjadi rekan setim George Russell di Williams musim depan. Pembalap asal Polandia itu juga menjadi incaran Ferrari untuk mengisi peran pebalap simulator yang sebelumnya ditempati Daniil Kvyat dan Antonio Giovinazzi. Kubica mengungkapkan bahwa ia baru akan menentukan rencana karier ke depannya dalam beberapa hari mendatang atau setidaknya setelah gelaran GP Brasil pekan ini. “Saya pikir keputusan itu tidak akan lama lagi. Di pikiran saya, tenggat waktu itu tinggal sebentar lagi, dalam beberapa hari mendatang,” kata Kubica, Sabtu (10/11) kemarin. “Saya saat ini sedang berada di situasi yang nyaman, dan ini sudah saya katakan sejak beberapa minggu lalu. Saya akan melakukan sesuatu yang akan saya nikmati,” imbuhnya. Saat ditanyai perihal keputusan mana yang akan ia ambil, apakah mengambil kontrak jangka panjang menjadi pem-
balap simulator Ferrari atau menjadi pembalap Formula 1 bersama Williams, Pebalap Polandia itu tidak menampik kedua pilihan tersebut. “Bisa saja, tapi juga bisa tidak. Mungkin keinginan saya untuk membalap di F1 lebih besar dibanding proyek jangka panjang. Keputusan terakhir berada di tangan saya, dan saya sendiri yang memutuskannya,” ujarnya lagi. Meski begitu, Kubica mengaku kemungkinan bergabung dengan skuat Ferrari menjadi daya tarik tersendiri baginya. “Saya selalu berkata, waktu masih kecil Anda bermimpi tentang F1, dan ketika Anda berhasil menjadi pembalap F1, ada dua hal yang dipikirkan: Menjadi juara dunia atau membalap dengan mobil merah Ferrari. Saya tidak bisa melihat ke belakang dan harus melihat ke depan. Opsi itu saya akui cukup menarik dan merupakan kesempatan yang bagus, tidak hanya dari sisi profesionalitas, tapi juga dari sudut pandang emosional,” tutup pembalap berusia 33 tahun itu. (kmb33/ afp)
Manchester Pemimpin klasemen Manchester City akan menjamu peringkat 7 Manchester United di Etihad Stadium pada matchweek 12 Premier League 2018/2019, malam nanti. Dua rival sekota ini sama-sama sedang percaya diri usai meraih kemenangan impresif di panggung Eropa. Di Liga Champions tengah pekan kemarin, pasukan Josep Guardiola menang telak 6-0 kala menjamu Shakhtar Donetsk. David Silva, Raheem Sterling dan Riyad Mahrez mencetak masing-masing satu gol, sedangkan Gabriel Jesus memborong tiga. Sementara itu, di kompetisi yang sama United mematahkan prediksi banyak pihak saat menantang Juventus di Turin. Sempat tertinggal oleh gol Cristiano Ronaldo, anakanak asuh Jose Mourinho sukses membalikkan skor di menit-menit akhir lewat tendangan bebas Juan Mata dan bunuh diri Leonardo Bonucci. City belum terkalahkan di Premier League musim ini. Mereka bakal menatap derby nanti dengan kepercayaan diri tinggi. Namun United yang selalu menang dalam tiga laga terakhirnya di semua kompetisi, juga takkan ragu mengincar tiga poin. Viktor Lindelof menyadari lawatan ke markas Manchester City bakal menjadi laga berat. Tapi dia optimis United
ADU - Striker Manchester City, Gabriel Jesus (kiri) akan beradu tajam dengan winger MU Anthony Martial.
Gol Boaz Bungkam Bali United Jayapura – Persipura Jayapura bangkit usai kalah 2-4 dari PSM Makassar. Mutiara Hitam menang tipis 1-0 atas Bali United di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (10/11) kemarin, dalam lanjutan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Di laga ini Persipura mendominasi permainan. Pada menit ketiga, Boaz Salossa menghantam bola hasil umpan Ian Kabes. Sayangnya akurasi sepakan Boaz tidak menemui sasaran. Mutiara Hitam baru bisa mencetak gol pada menit ke30, memanfaatkan umpan Prisca Womsiwor, Boaz Salossa berhasil menjebol gawang Bali United. Bali United bisa mengancam gawang Persipura pada menit ke-61. Mendapat tendangan bebas di area Persipura setelah Hilton melakukan
pelanggaran. Bola di angkat Taufiq ke kotak penalti namun bukan masalah bagi kiper. Persipura tetap menguasai jalannya laga. Persipura cenderung bermain aman karena sedikit mengulur waktu ketika menguasai bola. Sementara itu, permainan Bali United belum juga berkembang. Bali United sangat kesulitan untuk mengalirkan bola ke kotak penalti Persipura. Pemain yang dimasukkan pelatih Widodo C Putro pada babak kedua juga tidak banyak memberi perubahan. Ketidakhadiran MeLvin Platje, Ilija Spasojevic dan Stefano Lilipaly di lini depan begitu terasa bagi Bali United. Lilipaly yang merupakan top skor sementara Bali United dengan 11 gol saat ini sedang membela timnas Indonesia di
akan bikin susah tuan rumah. “Laga itu bakal berat, namun kami merasa percaya diri menuju ke kandang mereka. Kami akan membuat mereka kesulitan,” kata Lindelof, Sabtu (10/11) kemarin. “Ini menjadi duel dua tim yang memiliki laju berbeda, namun kemenangan atas Juventus telah mendongkrak kepercayaan diri kami. Itu selalu bagus efeknya,” imbuhnya. Untuk mengalahkan City yang sedang dalam performa yang hebat, MU pun tak boleh lengah sedikit pun. Setan Merah dituntut aktif dan berkonsentrasi penuh sejak kick off. “Mereka tim yang bagus dengan skuat yang sip. So, kalian harus fokus sepanjang pertandingan dan tak boleh lengah satu detikpun. Saya berharap bisa tampil dan membantu tim,” ujar dia. United menang 3-2 di Etihad Stadium musim lalu, dan sekarang mengincar kemenangan Premier League beruntun di stadion ini untuk kedua kalinya. Mereka sebelumnya melakukan itu pada November 2008 dan April 2010
silam. Namun City tak terkalahkan dalam 53 laga terakhirnya di Premier League melawan tim-tim di luar empat besar. Selain itu, sepanjang karier kepelatihannya, Guardiola belum pernah menelan dua kekalahan kandang beruntun melawan satu tim tertentu di liga. Tetapi Guardiola percaya bahwa awal musim tidak akan mempengaruhi hasil akhir. “Mereka belum keluar dari persaingan gelar juara, tidak di bulan November, mustahil, tidak mungkin,” ujar Guardiola. “Mereka bisa membalikkan kedudukan saat tertinggal 0-2 melawan Newcastle, klub besar, mentalitas yang kuat. Sejak kami tiba, kami mencoba meyakinkan untuk tidak pernah menyerah dan mencoba lagi dan lagi, itulah mengapa kami tidak kalah dua atau tiga pertandingan beruntun, kami konsisten,” tutupnya. Manchester Derby ini sepertinya bakal berlangsung ketat. (kmb33/afp)
Lorenzo Bisa Sulitkan Marquez Musim Depan Tokyo– Mantan bos Honda Livio Suppo yakin Jorge Lorenzo akan bisa menyaingi Marc Marquez di 2019. Asalkan Lorenzo bisa cepat beradaptasi cepat dengan motor barunya. Pembalap Spanyol itu akan meninggalkan Ducati untuk menjadi tandem baru Marquez mulai musim depan. Lorenzo mengisi posisi Dani Pedrosa, yang memutuskan gantung helm. Lorenzo akan kembali menunggangi motor pabrikan Jepang setelah sempat membela Yamaha selama sembilan tahun. Tim yang memberi Lorenzo tiga gelar juara dunia di kelas primer. Ekspektasi tinggi dibebankan kepada Lorenzo di Honda. Sekalipun karier Lorenzo di Ducati tidak mulus-mulus amat. Pembalap berusia 31 tahun
itu menghabiskan tahun pertamanya tanpa kemenangan. Baru di musim ini Lorenzo bisa ‘menjinakkan’ Desmosedici dengan memenangi tiga balapan di Italia, Catalunya, dan Austria. Sayangnya Lorenzo gagal melanjutkan laju impresifnya akibat serangkaian insiden yang membuatnya harus absen di empat balapan. “Seperti motor-motor lainnya, motor Honda punya kekuatan dan kelemahan yang berbeda dengan Ducati. Kita akan melihat seberapa lama Jorge beradaptasi. Dia cukup lama beradaptasi dengan Ducati karena dia datang dari motor yang sangat berbeda, dari Yamaha,” ucap Suppo, Sabtu (10/11) kemarin. Lorenzo akan menjajal Honda untuk pertama kalinya di tes resmi usai balapan terakhir di Valencia. (kmb33/afp)
STATISTIK Head to Head (Premier League) Pertandingan : 42 City menang : 13 United menang Gol City : 55 Gol United Imbang :8
: 21 : 63
5 Pertemuan Terakhir 07-04-2018 10-12-2017 28-04-2017 27-10-2016 10-09-2016
City 2-3 United 1-2 City 0-0 United 1-0 United 1-2
United (EPL) City (EPL) United (EPL) City (Piala Liga) City (EPL).
5 Pertandingan Terakhir City 24-10-2018 30-10-2018 02-11-2018 04-11-2018 08-11-2018
Piala AFF 2018. Menit ke75, Mutiara Hitam nyaris menggandakan kedudukan. Sayang Addison Alves gagal menyambar bola hasul umpan matang Womsiwor. Hingga bubar tak ada gol tambahan. Kemenangan ini membuat Persipura menembus posisi 10 besar. Mutiara Hitam untuk saat ini berada di posisi kedelapan dengan 41 poin. Sedangkan Bali United menempati posisi kelima dengan 45 poin. (ant)
BPM/afp
Jorge Lorenzo
Shakhtar Totenham City City City
0-3 0-1 2-0 6-1 6-0
City (UCL) City (EPL) Fulham (Piala Liga) Southampton (EPL) Shakhtar (UCL).
5 Pertandingan Terakhir United 20-10-2018 24-10-2018 28-10-2018 03-11-2018 08-11-2018
Chelsea 2-2 United (EPL) United 0-1 Juventus (UCL) United 2-1 Everton (EPL) Bournemouth 1-2 United (EPL) Juventus 1-2 United (UCL).
Perkiraan Susunan Pemain City (4-3-3): Ederson; Mendy, Laporte, Kompany, Walker; David Silva, Fernandinho, Bernardo Silva; Sterling, Aguero, Mahrez. Manajer: Josep Guardiola. United (4-3-3): De Gea; Shaw, Lindelof, Smalling, Young; Pogba, Matic, Herrera; Martial, Rashford, Mata. Manajer: Jose Mourinho.