Skip to main content

Edisi Jumat 11 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 56 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Asap TPS Kapal

Gianyar ‘’Koleksi’’ Ribuan Pengangguran

Pusaka Perang Puputan Klungkung

Tumpukan sampah yang terbakar di TPS di Kelurahan Kapal Kecamatan Mengwi masih mengeluarkan asap. Padahal perangkat desa setempat telah menimbunnya dengan tanah 14 truk.

Angka pengangguran di Kabupaten Gianyar tergolong masih tinggi. Apabila berkaca pada data Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran di daerah seni ini mencapai ribuan orang.

President Of Westerlaken Foundation, Belanda, Rodney Westerlaken, Kamis kemarin mengembalikan pusaka saat digunakan pada Perang Puputan Klungkung 1908. Pusaka berupa mata tombak itu diterima Bupati Klungkung dan Raja Klungkung

GIANYAR | HAL. 9

BADUNG | HAL. 3

KLUNGKUNG | HAL. 12

Teluk Benoa Ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Maritim Denpasar (Bali Post) – Jalan panjang kisruh terkait kawasan Teluk Benoa, kini berakhir. Menyusul keluarnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti tertanggal 4 Oktober 2019. Dalam keputusan bernomor 46/KEPMEN-KP/2019 tentang Kawasan Konservasi Maritim Teluk Benoa di Peraian Provinsi Bali menyatakan kawasan Teluk Benoa dijadikan sebagai kawasan konservasi maritim.

’’Kita tidak perlu lagi tergoda untuk melakukan aktivitas yang menimbulkan polemik di masyarakat terkait adanya rencana reklamasi di Teluk Benoa. Dengan surat ini selesai itu persoalan.’’ Wayan Koster Gubernur Bali ’’Saya juga tadi siang telah perintahkan kepada Kapolri dan Kepala BIN, didukung TNI untuk mengusut tuntas, sekali lagi usut tuntas dan tindak tegas pelaku dan seluruh jaringan terkait peristiwa tadi siang.’’

Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Sekda Dewa Indra dan Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Made Sudarsana dalam jumpa pers di Jaya Sabha, Kamis (10/10) kemarin. Gubernur Koster menyampaikan pihaknya baru saja menerima utusan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menyampaikan telah keluarnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI terkait kawasan Teluk Benoa. Di dalam keputusan menteri tersebut juga terdapat lampiran peta Teluk Benoa yang dijadikan sebagai kawasan konservasi. Dan ini harus ada tanda tangan dari Gubernur. ‘’Saya sudah tanda tangan tadi pagi. Saya juga sudah telepon Ibu Menteri untuk mengonfirmasi,’’ katanya. Adapun keputusan itu berisi lima poin penting. Di antaranya, pertama, menetapkan peraian Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim. Kedua, daerah per-

lindungan budi daya maritim Teluk Benoa dikelola sebagai daerah perlindungan budaya maritim Teluk Benoa di peraian Provinsi Bali. Ketiga, luasan daerah perlindungan budaya maritim tersebut mencapai 1.243,41 hektar, meliputi zona inti sebanyak 15 titik koordinat masingmasing dengan radius kurang lebih 50 sentimeter (sikut Bali, telung tapak ngandang) dan zona pemanfaatan terbatas. Kemudian pada poin keempat, Gubernur Koster menyebutkan daerah perlindungan budaya maritim Teluk Benoa tersebut sebagaimana tercantum dalam lampiran II, merupakan bagian tak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini. Dan poin kelima, yakni menunjuk Pemprov Bali melakukan pengelolaan daerah perlindungan budaya maritim Teluk Benoa meliputi penunjukan organisasi pengelola, penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan dan peraturan zo-

sebagai kawasan konservasi maritim sesuai dengan hasil konsultasi publik pada 6 September 2019 yang dihadiri para sulinggih, bendesa adat, yang memanfaatkan

nasi kawasan konservasi maritim, penataan batas, serta melakukan sosialisasi dan pemantapan pengelolaan. Keputusan Menteri ini, kata Gubernur Koster, merupakan respons atas Surat Gubernur kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.523.31/1678/KL/ Dislautkan tertanggal 11 September 2019 perihal usulan penetapan ka-

wasan konservasi maritim (KKM) Teluk Benoa. Dalam surat tersebut, Gubernur mengusulkan agar Teluk Benoa ditetapkan

Presiden Perintahkan Pengusutan Tuntas Jakarta (Bali Post) – Penyerangan terhadap Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mencengangkan publik. Belum pernah dalam sejarah Republik Indonesia terjadi penyerangan secara terbuka terhadap pejabat seting-

Jokowi

Presiden RI

’’Kecaman ini bukan karena penusukan ditujukan kepada Pak Wiranto yang kebetulan seorang pejabat publik. Tindakan membahayakan nyawa orang lain tidak dapat dibenarkan sesuai aturan hukum dan nilai-nilai Pancasila.’’

kat menteri. Kecaman datang dari berbagai pihak. Presiden Jokowi memerintahkan segera dilakukan pengusutan tuntas terhadap para pelaku serta menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk memerangi terorisme. Seruan memerangi terorisme dan perintah Presiden Joko Widodo melakukan pengusutan tuntas insiden penusukan terhadap salah satu anggota kabinetnya disampaikan

Bambang Soesatyo Ketua MPR-RI

’’Kejadian yang menimpa Wiranto menunjukkan bahwa ada kelompok yang mengedepankan aksi kekerasan di alam demokrasi sekarang ini.’’

Puan Maharani Ketua DPR-RI

’’Kita menyayangkan penyerangan terhadap Pak Wiranto, tentu tidak boleh ada cara-cara kekerasan menyerang seseorang, apalagi dia pejabat negara, itu tidak boleh. Tidak boleh ada penyerangan seperti itu lagi ke depannya.’’

Andre Rosiade

Anggota Fraksi Gerindra DPR-RI

Harian Bisnis Bali Perluasan Layanan Nontunai untuk Apa? Layanan keuangan nontunai dan elektronifikasi di Bali diperluas. Salah satunya untuk efisiensi perekonomian. Apa lagi tujuannya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST ’’Maboros’’ Kijang Tradisi ’Krama’ Busungbiu Warga Busungbiu melaksanakan tradisi maboros kidang (berburu kijang) di tengah hutan dalam rangka Pujawali Agung pertengahan Oktober nanti. www.denpostnews.com

perairan Teluk Benoa, kelompok ahli, LSM, asosiasi serta para pemangku kepentingan lainnya. Hal. 15 Gigih Berjuang

dalam jumpa pers di Paviliun Kartika RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/10) kemarin. ‘’Kepada seluruh masyarakat kami ajak bersama-sama untuk memerangi radikalisme, memerangi terorisme yang ada di Tanah Air kita,’’ kata Jokowi. Menurut Presiden, diperlukan upaya bersama seluruh masyarakat dalam menanggulangi radikalisme. ‘’Saya juga tadi siang telah perintahkan kepada Kapolri dan Kepala BIN, didukung TNI untuk mengusut tuntas. Sekali lagi usut tuntas dan tindak tegas pelaku dan seluruh jaringan terkait peristiwa tadi siang,’’ kata Jokowi yang telah menjenguk Wiranto di Paviliun Kartika. Presiden mengatakan Wiranto saat ini harus mendapatkan perawatan karena mengalami luka tusuk. Dia menjelaskan, Wiranto dalam kondisi sadar dan dalam proses operasi. ‘’Pada kesempatan ini saya mohon doa restu kepada seluruh masyarakat seluruh rakyat Indonesia agar beliau segera diberikan kesembuhan, cepat kembali pulih,’’ kata Jokowi. Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo mengecam keras penusukan terhadap Wiranto. ‘’Kecaman ini bukan karena penusukan ditujukan kepada Pak Wiranto yang kebetulan seorang pejabat publik. Tindakan membahayakan nyawa orang lain tidak dapat dibenarkan sesuai aturan hukum dan nilai-nilai Pancasila,’’ kata Bamsoet.(ant)

Taat Beribadah dan Jago IT SELAIN dikenal sebagai sosok yang taat beribadah, Syahril Alamsyah alias Abu Rara, salah satu pelaku penyerangan terhadap Menko bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, juga dikenal dengan keahliannya di bidang teknologi (IT). Berdasarkan keterangan salah seorang tetangga pelaku bernama Mira, pria yang akrab disapa Alam ini merupakan mahasiswa lulusan di salah satu universitas di Kota Medan. ‘’Orangnya udah baik, pintar lagi. Jago kali dia komputer-komputer itu, jago IT,’’ katanya. Ia menyebutkan, sudah sejak lama tidak melihat Syahrial di kediamannya di Jalan Alfakah VI, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Medan. ‘’Kalau dulu dia tinggal sama orangtuanya. Cuma sejak rumahnya digusur karena pembangunan jalan tol, enggak pernah nampak lagi,’’ ujar Mira. Ia mengaku terkejut saat mendapat infor-

masi bahwa Syahrial telah melakukan tindak kejahatan terhadap Menkopolhukam Wiranto. ‘’Baik kali lho orangnya, taat beribadah. Kenapa berani kali dia kayak gitu,’’ ucapnya. Abu Rara sudah tidak tinggal di Medan, Sumut sejak tahun 2016. Informasi ini diterima polisi saat mendatangi rumah kakak ipar Abu Rara di Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli. ‘’Pelaku sejak tahun 2016 sudah tidak tinggal di Medan lagi,’’ ujar Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis saat dimintai konfirmasi, Kamis (10/10) kemarin. Sementara itu, Kepolisian Brebes, Jawa Tengah belum bisa memberikan keterangan terkait pelaku lainnya yakni istri SA yang merupakan warga Desa Sitanggal Kabupaten Brebes Fitri Andriana (20), karena kasusnya sudah ditangani oleh Detasemen Khusus (Densus) 88. Hal. 15 Pelaku Penusukan

Abu Rara

Fitri Andriana


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

Polda Gelar Simulasi Penanganan Kerusuhan Denpasar (Bali Post) Persiapan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terus dilakukan Polda Bali beserta jajarannya. Kamis (10/10) kemarin digelar simulasi penanganan kerusuhan di Lapangan Iptu Soetarjo, Mako Brimob Tohpati, Denpasar Timur (Dentim). Simulasi tersebut diawasi Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha. Dalam arahannya, Wakapolda kembali menekankan kepada seluruh anggotanya supaya tetap melaksanakan penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selain itu lebih mengutamakan pendekatan persuasif. “Apabila situasi mulai tidak kondusif dan cenderung mengarah ke tindakan yang anarkis, lakukan tindakan tegas namun terukur,” tegasnya. Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Daerah Bali ini menginstruksikan kepada anggota agar mengutamakan upaya persuasif untuk menghindari jatuhnya korban. Namun, tanpa mengabaikan keselamatan personel itu sendiri dalam bertugas. Sementara itu, Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono terkait pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden melaksanakan apel pagi di Polsek Dentim. “Ada beberapa arahan dan kebijakan pimpinan harus saya sampaikan, terutama terkait pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 20 Oktober 2019. Kegiatan ini merupakan agenda nasional,” ujarnya. Polsek Dentim, menurut mantan Wakapolres Badung ini, wilayahnya merupakan kawasan pemerintahan daerah yaitu di Renon. Selain itu banyak acara akbar digelar di sana. “Oleh karena itu, kita harus mengamankannya dan itu kewajiban. Rekan-rekan harus siap siaga dan selalu ready. Rekanrekan menjadi garda terdepan,” ujarnya. (kmb36)

Bali Post/ist

SIMULASI - Polda Bali menggelar simulasi penanganan kerusuhan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Kamis (10/10) kemarin.

Maman Mahayana: Ny. Putri Koster Pembaca Puisi Terbaik di Indonesia RUMAH Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, nampak berbeda pada Kamis (10/10) malam. Ratusan pegiat sastra mulai dari penyair hingga penulis dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di rumah jabatan Gubernur Bali yang terletak di pusat Kota Denpasar tersebut. Sosok seperti Putu Wijaya, Joko Pinurbo, Maman S Mahayana dan lainnya berbaur bersama. ‘’Saya senang sekali menyambut para pegiat sastra, yang sudah memilih Bali untuk kegiatan Seminar Sastra Internasional tahun ini,’’ ungkap Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya saat Gala Dinner Bali International Literary Simposium 2019 tersebut. Gubernur Koster menganggap kehadiran para sastrawan, seniman dan budayawan merupakan sebuah jawaban atas dinamika kehidupan bangsa Indonesia kekinian. ‘’Karya sastra, karya seni, mampu menjauhkan kita dari perilaku kekerasan yang marak belakangan ini. Membuat kita lebih beradab, lebih santun dan lebih lembut, menjadi bangsa yang berbudaya,’’ kata Gubernur kelahiran Sembiran, Buleleng ini. Alumni ITB Bandung ini juga mengaku sangat beruntung Bali punya kearifan lokal dan budaya, termasuk nilai yang terkandung dalam bahasa dan sastra yang mengakar kuat yang secara tidak langsung berpengaruh kepada kehidupan masyarakatnya. ‘’Untuk itu, kebijakan saya yang paling awal adalah menjaga dan menguatkan ini. Melalui Pergub Nomor 80 Tahun 2018 yang mengatur tentang bahasa, sastra dan aksara Bali. Ini penting, karena merupakan jati diri, kepribadian orang Bali,’’ jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. Di kesempatan yang sama, penyair dan peneliti sastra yang juga Ketua Yayasan Hari Puisi Indonesia Maman S Mahayana menyebut Bali sebagai keajaiban Indonesia karena banyaknya seniman yang lahir di Pulau Dewata. ‘’Bisa jadi, kalau saya lempar sepatu ke sembarang tempat di Bali, kemungkinan besar ditangkap seorang seniman. Karena saking

GALA DINNER - Gubernur Bali Wayan Koster dan Ny. Putri Suastini Koster bersama para pegiat sastra saat Gala Dinner Bali International Literary Simposium 2019, Kamis (10/10) kemarin. banyaknya seniman berkelas luar biasa di sini,’’ puji Maman. Puisi dan karya sastra, menurut Maman, punya andil besar yang tak bisa tidak harus dibangkitkan lagi pada era kini maupun mendatang. ‘’Negara kita ini, jika kita runut terikat pertama kali lewat ‘puisi besar’ berjudul Sumpah Pemuda,’’ terang Maman. ‘’Untuk itu saya harap tidak ada lagi calon mertua yang merendahkan calon menantunya apabila berprofesi sebagai penyair,’’ harapnya. Maman dalam kesempatn tersebut juga berterima kasih kepada Ny. Putri Suastini

Koster yang disebutnya salah satu pembaca puisi terbaik di Indonesia. ‘’Terima kasih atas fasilitasinya dan menepati janjinya untuk menjadikan Bali tuan rumah kegiatan ini,’’ ucap sastrawan dan akademisi asal Fakultas Sastra Universitas Indonesia ini. Turut menampilkan aksinya dalam acara tersebut, Ny. Putri Koster lewat pembacaan puisi ‘’Sumpah Kumbakrna’’ karya Dhenok Kristianti. Diiringi tetabuhan siswa-siswi SMKN 5 Denpasar, sosok seniman serba bisa ini mampu menyihir audiens lewat penghayatannya yang memukau. (kmb)

Mendesak, Pembuatan Wanita Asal Rusia Dituntut Sembilan Bulan ”Grand Design” Drainase Bantu Pelaku Perampokan

Denpasar (Bali Post) Wanita asal Rusia Naira Khumaryan (37), dituntut sembilan bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Kamis (10/10) kemarin. Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena membantu kekasihnya, Maxim Bredikhin, pelaku perampokan Kantor Money Changer untuk sembunyi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Ayu Citra Maya Sari menjerat terdakwa dengan Pasal 221 ayat (1) ke-1 KUHP. Terdakwa oleh jaksa disebut membantu perampok di tempat penukaran uang PT Bali Maspintjinra AMC (BMC) di Jalan Pratama 36XY, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung. Menanggapi tuntutan sembilan bulan itu, Naira yang dibantu oleh penerjemah bahasa saat mendengar tuntutan tersebut, berniat mengajukan pembelaan secara tertulis. Majelis hakim diketuai Ida Ayu Adnyana Dewi memberi kesempatan kepada terdakwa selama tujuh hari dan akan dibacakan pada sidang selanjutnya, Kamis (17/10) mendatang. Diuraikan jaksa, Maxim Bredikhin (DPO) yang tak lain kekasih terdakwa, bersama-sama dengan Alexei Korotkikh (meninggal dunia), saksi Giorgii Zhukov, saksi Robert Haupt dan Vitali (DPO), melakukan aksi perampokan Money Changer PT Bali Maspintjinra AMC (BMC) Selasa (19/3) lalu. Akibat pristiwa perampokan itu, Money Changer PT Bali Maspintjinra AMC (BMC) mengalami kerugian Rp 1.006.873.350. Pada saat petugas melakukan penangkapan terhadap para pelaku, Maxim Bredikhin berhasil melarikan diri dengan mengendarai Toyota Avanza warna putih DK 1792 BT. Mobil yang digunakan para pelaku disewa terdakwa sejak 21 Januari 2019. Terdakwa bersama Maxim mendatangi rent car milik A.A. Ngurah Manik Puniatmaja dan menyewa mobil tersebut selama satu bulan dengan harga sewa Rp 3,2 juta. Pada 20 Maret 2019 sekitar pukul 06.00 Wita, Maxim (DPO) mendatangi tempat tinggal terdakwa. Terdakwa mengetahui mobil Toyota Avanza warna putih pelat nomor DK 1792 BT yang sebelumnya digunakan Maxim dalam keadaan kaca tengah sebelah kanan pecah. Selain itu, juga ada lubang di bagian pintu belakang sebelah kanan di atas huruf G pada mobil. Terdakwa pada 31 Maret 2019 pukul 15.00 Wita bertempat di bengkel variasi mobil Jalan Sunsetroad, Kuta, Badung, setelah perampokan bermaksud menutupi atau mencegah atau mempersulit penyelidikan dan penyidikan petugas. Pada 1 April 2019 sekitar pukul 13.00 Wita terdakwa bersama Sahri Ramdan menggunakan ojek online datang ke bengkel variasi untuk mengambi mobil Toyota Avanza warna putih DK 1792 BT yang telah dipasang kaca film/riben sesuai pesanan terdakwa dan akhirnya ditangkap polisi. (kmb37)

Bali Post/kmb37

TUNTUTAN - Terdakwa Naira Khumaryan (37) seusai menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar, Kamis (10/10) kemarin.

Topik : TELUK BENOA SEBAGAI KAWASAN KONSERVASI MARITIM

Denpasar (Bali Post) – Penataan drainase di sejumlah titik di Denpasar sudah dilakukan sejak lama. Bahkan kini sudah banyak menggunakan box culvert, sehingga dinilai lebih dalam dan lebar. Hanya dalam realisasinya banyak yang mengabaikan elevansi atau kemiringan alur air. Bukan itu saja, muara dari drainase juga belum jelas, sehingga sering terjadi drainase sudah diperbaiki, namun banjir tetap ada. Hal ini ditegaskan Ketua Komisi III DPRD Denpasar Eko Supriadi bersama sejumlah rekannya, Kamis (10/10) kemarin. Dari hasil pengamatannya selama ini, Eko Supriadi melihat masih banyak perbaikan drainase yang terkesan amburadul. Seperti yang dilakukan di Jalan Tukad Bilok. Karena itu, ia mengharapkan instansi terkait untuk merancang grand design alur aliran drainase secara menyeluruh di Kota Denpasar. Sebenarnya ide ini sudah lama mengemuka, namun belum dilakukan sampai kini.

Dalam pelaksanaan perbaikan drainase, kata Eko Supriadi pihak pengawas harus lebih jeli dalam melakukan tugasnya. Ini dilakukan untuk memberikan hasil kerja yang baik, terlebih untuk kepentingan umum. “Saya melihat peran pengawas sangat kurang, sehingga banyak pekerjaan yang amburadul,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi III lainnya, Ny-

oman Darsa. Politisi asal Panjer ini menyoroti pengerjaan drainase di wilayahnya. Selain gorong-gorong, pihaknya juga mengkritisi proyek perbaikan Jalan Barito. Karena kondisi di wilayah itu terdapat cekungan sehingga perlu kemiringan yang tepat agar ketika hujan turun air tidak tergenang. “Mohon petugas dari Dinas PUPR untuk mengecek ke lapangan,” katanya. Persoalan lain yang juga disampaikan Darsa, yakni masalah perbaikan jalan di kampung-kampung. Karena yang mendapat perbaikan terkesan ada tumpang tindih. Warga yang di pedalaman belum tersentuh perbaikan jalan, padahal mereka memerlukan perbaikan. Bahkan ironisnya, ada jalan yang sudah diperbaiki kini kembali mendapat perbaikan. “Kami koordinasi dengan Dinas

PUPR sangat sulit. Berbeda dengan pejabat sebelumnya yang selalu bisa dikontak,” ujarnya. Menyikapi sejumlah persoalan itu, Sekretaris Dinas PUPR Gusti Ngurah Putra Sanjaya mengaku akan mengakomodir sejumlah usulan itu. Misalnya untuk elevasi drainase, pihaknya akan menggunakan alat sehingga lebih valid. Karena bila hanya dilihat secara mata biasa, bisa saja masih terlihat datar. “Untuk koordinasi bila sulit dengan yang lainnya kan bisa menghubungi saya,” ujarnya. (kmb12 Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Tari Bedoyo Segoro Kidul ”Tedun” di ”Karya Pawiwahan Raja Yadnya” di Istana Mancawarna

Di-”puput” Pedanda Istri dan Shri Bhagawan, Persembahkan Ritual Agni Hotra Kehadapan Ida Batara Raja Badung Kapertama Gusti Tegeh Kori

SETELAH melaksanakan upacara Dharma Pikarsa (Mamadik/ Mapamit) ring Geria Suci Den Carik Buleleng pada Senin (7/10), dan lanjutan prosesi Mabyakala yang disaksikan secara terbatas oleh keluarga Puri dan Geria di Puri Tegeh Kori Badung, pasangan mempelai yang sedang berbahagia yakni Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dengan Ida Ayu Ketut Juni Supari pada Jumat (11/10) hari ini akan melanjutkan proses Pawiwahan Ageng di Istana Mancawarna Tampaksiring. Dalam proses puncak pada hari ini akan diadakan proses upacara yang disesuaikan dengan tradisi (dresta) Nararya Dalem Tegeh Kori dan akan di-puput oleh Ida Pedanda Istri Mas Karang saking Geria Tampakgangsul dan Ida Shri Bhagawan Dalem Nabe Wira Kerthi saking Geria Tegeh Kori Lebah Siung Singaraja. Demikian rilis yang disampaikan oleh Humas Puri Tegeh Kori Badung, Gusti Wastu Manggala. Dalam kegiatan yang akan berlangsung selama sehari penuh ini, pihak puri memastikan bahwa rangkaian ritual upacara yang diselenggarakan akan disesuaikan dengan dresta yang ada, khususnya tata titi sebagai warih Dalem Ida Betara Tegeh Kori. “Ratu Ngurah Wedakarna yang juga panglingsir ring Pasemetonan Ageng Nararya Tegeh Kori sudah berpesan bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan dengan kesederhanaan tanpa harus meninggalkan detail dan kelengkapan dari upakara. Kami sudah dituntun oleh Ratu Sulinggih dari sejumlah geria baik di Badung, Jembrana dan Buleleng, dan akhirnya prosesi yang digunakan adalah yang intiinti saja. Selain itu, mengingat beliau adalah panglingsir, maka seluruh ornamen, ritual, upakara dan pelaksanaan ritual akan di-

dokumentasikan dengan sangat baik untuk menjadi pedoman bagi keluarga besar pasemetonan. Makna Ageng/Agung bukan terletak pada wewangunan karya atau bebantenan, tapi lebih kepada tattwa yang akan dilaksanakan,” ungkap Wastu Manggala. Selain upacara adat ala Hindu Bali, pada proses Pawiwahan Ageng ini juga akan diselenggarakan ritual Agni Hotra oleh semeton Ashram, selain juga ada pembacaan Kitab Suci Bhagawad-Gita dengan mengundang anak yatim piatu. “Upacara Agnihotra bermakna persembahan kepada Dewa Api (Agni). Tradisi Weda Kuno ini diajarkan oleh Dewa Brahma kepada umat manusia yang bermakna bahwa api dalam kunda akan membakar segala wujud halangan, rintangan dan juga membersihkan elemen diri menuju kesucian. Selain itu, dalam sastra disebutkan dalam sastra Weda, bahwa upacara Agni Hotra ini bisa membersihkan dosa-dosa leluhur termasuk makhluk gaib yang hadir mendampingi saat acara berlangsung. Sekaligus bagi Ratu Gusti Wedakarna, acara Agni Hotra ini sebagai persembahan kepada leluhur beliau Ida Batara Raja Badung Kapertama, I Gusti Tegeh Kori serta swargi Ratu Aji lan Ratu Biang,” ungkap Wastu Manggala. Selain prosesi di atas, juga akan diselenggarakan kegiatan seremonial di hadapan Istana, yakni tedun-nya tarian sakral tari Bedoyo Segoro Kidul yang digagas oleh Shri Gusti Wedakarna. Tarian sakral ini dipersembahkan kepada leluhur Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan dan Ratu Mahendradatta Gunapriya Dharma Patni. “Sudah menjadi pakem, bahwa di setiap ritual yang diadakan oleh Ratu Ngurah Wedakarna selalu ada pesan ingin membahagiakan leluhur. Bahkan beliau men-

TARI BEDOYO – Tampak Ratu Gusti bersama penari tari Bedoyo Segoro Kidul di Tampaksiring. ganggap bahwa karya Manusa/ Raja Yadnya pun sebenarnya dipersembahkan kepada Sang Diri, Atman yang berenkarnasi, bukan untuk individu material itu sendiri. Jadi dari awal saja, tujuan karya ini sudah sangat mulia yakni mementingkan keleluhuran, menyenangkan para Dewa dan menasbihkan tata krama sesuai dengan kewarihan. Termasuk persembahan tari Segoro Bedoyo Kidul ini akan diselenggarakan pada sesi sore hari di Istana. Beruntung jika ada undangan yang bisa menyaksikan,” ungkap Gusti Wastu Manggala.

Maka dari itu, pihak panitia juga menyampaikan permakluman karena tidak bisa mengundang semua pihak pada hari sakral ini. “Kami sampaikan permakluman, jika ada pihak-pihak yang belum mendapatkan uleman, mengingat upacara diselenggarakan secara sederhana karena keluarga Puri masih dalam suasana berduka, karena acara bertepatan dengan 100 hari wafatnya (lebar) Ratu Biang Gusti Ayu Suwitry, Ibunda Ratu Gusti. Sekali lagi mohon doa restu dari masyarakat Bali,” ungkap Humas Gusti Wastu Manggala. (ad289)


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

Terbaik di Bali

Pemkab Badung Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Bali Award PEMERINTAH Kabupaten Badung meraih Penghargaan Keterbukaan Informasi Bali Award (Pemeringkatan Badan Publik) oleh Komisi Informasi Provinsi Bali tahun 2019 serangkaian Hari Hak untuk Tahu (Right Know Day). Tahun ini Badung dinobatkan menjadi yang terbaik se-Provinsi Bali dalam keterbukaan informasi publik. Penghargaan ini diserahkan Ketua Komisi Informasi Bali I Gede Agus Astapa di Gedung Wiswa Shaba Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (10/10) kemarin. Di antaranya hadir pada acara tersebut, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Wabup Badung I Ketut Suiasa dan anggota DPRD Provinsi Bali, I Made Rai Warsa. OPD Badung yang meraih penghargaan peringkat I kategori Badan Publik yaitu Balitbang, BKPSDM, Bapenda/ Pasedahan Agung, Dinas Kebudayaan, Dinas Pertanian dan Pangan, DPMPTSP, Dinas Pemberdayaan Masyara-

kat dan Desa, serta Diskominfo. Bahkan Diskominfo dianugerahkan sebagai Pengelola Layanan Informasi dan Dokumentasi/Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PLID/PPID) tingkat Utama dengan predikat Praja Aguna Aninditha (pemerintahan yang terbuka, bermanfaat dan sempurna). Bapenda/Pasedahan Agung Badung juga meraih predikat I sebagai badan publik terkreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi publik. Dinas lain di Badung yang meraih penghargaan yaitu Bappeda Badung, Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PPPA Badung, ATR/BPN meraih peringkat II, serta Dinas Sosial peringkat III kategori badan publik. Untuk badan publik pemerintahan desa, Desa Punggul meraih peringkat II. Kelurahan Lukluk masuk lima besar kualifikasi badan publik kelurahan informatif dan Desa Kutuh masuk 10 besar kualifikasi desa informatif.

Ditemui usai acara, Wabup Suiasa sangat mengapresiasi penganugerahan keterbukaan informasi dari Komisi Informasi Provinsi Bali kepada kabupaten/kota di Bali. Menurutnya, keterbukaan informasi publik akan mampu meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya keterbukaan informasi. ‘’Kami di Badung tidak ada informasi yang tertutup dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi pemerintahan, pembangunan maupun kemasyarakatan, termasuk dalam hal pengaduan masyarakat,’’ jelasnya. Untuk itu Suiasa sangat bersyukur Pemkab Badung meraih penghargaan tertinggi, yakni Praja Aguna Aninditha. Hal ini tidak terlepas dari keterbukaan informasi dari OPD di Badung hingga ke tingkat desa/kelurahan. ‘’Atas nama pimpinan, kami berterima kasih kepada semua jajaran yang telah mampu menunjukkan yang terbaik di provinsi dan ke depan agar dapat dipertahankan,’’ imbuhnya.

Ketua Komisi Informasi Bali I Gede Agus Astapa mengatakan, kegiatan ini terlaksana sesuai dengan tupoksi Komisi Informasi untuk melakukan evaluasi terkait dengan layanan informasi kepada masyarakat. ‘’Dalam UU 14/2008 sangat jelas dikatakan bahwa ada dua komponen yang harus terlibat aktif, yakni badan publik dan masyarakat. Badan publik itu harus terbuka,’’ terangnya. Tahun ini pihaknya mengevaluasi sebanyak 96 desa, 16 kelurahan, 99 OPD, delapan BPN, delapan PDAM dan delapan BUMN. Agus Astapa juga mengucapkan selamat kepada Dinas Kominfo Badung yang mendapat penghargaan tertinggi. ‘’Badung sangat luar biasa. Dari tahun sebelumnya peringkat terbawah, naik peringkat ketiga dan tahun ini peringkat utama. Ini perbaikan yang luar biasa mampu mengkoordinasikan badan-badan publik untuk memberikan layanan informasi secara baik.

PENGHARGAAN - Wabup Badung I Ketut Suiasa bersama OPD Badung yang meraih penghargaan peringkat I kategori badan publik, serangkaian Hari Hak untuk Tahu (Right Know Day) di Gedung Wiswa Shaba Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (10/10). Mudah-mudahan ke depan dapat dipertahankan sehingga dapat melibatkan semua OPD di Badung,’’ terangnya. Sementara Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjelaskan, melalui pemberian penghargaan ini diharap-

kan dapat meningkatkan ketaatan badan publik dalam memberikan akses informasi publik kepada masyarakat sebaimana diatur dalam UU No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. ‘’Upaya untuk meningkat-

kan kesadaran dalam melaksanakan UU tersebut harus terus dilaksanakan sehingga badan publik ke depan dapat memberikan informasi publik kepada masyarakat secara lebih transparan,’’ jelasnya. (ad298)

Asap Masih Mengepul di TPS Kapal Mangupura (Bali Post) -

Tumpukan sampah yang terbakar di tempat pembuangan sampah Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, masih mengeluarkan asap meski dua pekan kebakaran berlalu atau sejak Kamis (26/9) lalu. Asap masih terlihat mengepul kendati perangkat desa setempat telah menimbunnya dengan tanah sebanyak 14 truk.

Bali Post/par

TPS - TPS Kapal yang mengalami kebakaran dua pekan lalu, hingga kini masih mengeluarkan asap kendati perangkat desa setempat telah mengupayakan penimbunan dengan tanah.

Berdasarkan pantauan di lapangan Kamis (10/10) kemarin, tumpukan sampah masih mengeluarkan asap cukup pekat. Asap berasal dari gas metan yang diduga berada di bagian bawah tumpukan sampah. Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung I Wayan Wirya mengatakan, gundukan sampah di pinggir jurang tersebut sesekali waktu mengeluarkan asap pekat. ‘’Sudah ditimbun dengan tanah, tapi kemarin (Rabu-red) malah lebih parah lagi,’’ ujarnya. Menurutnya, petugas dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan terus berupaya menangani asap dari dasar jurang sedalam 20 meter tempat tumpukan sampah berasal. Tim penjinak api juga tidak lagi melakukan penanganan dari atas. ‘’Penyiraman dilakukan dari bawah untuk penyemprotan langsung ke titik kepulan asap, karena kalau disiram dari atas tidak efektif,’’ ucapnya. Mantan Camat Kuta Selatan itu menilai kepulan asap berasal dari gas metan yang timbul dari tumpukan sampah. Namun pihaknya akan berjibaku memadamkan api sehingga tidak menimbulkan kepulan asap. ‘’Mudahmudahan dalam minggu ini kepulan asap sudah bisa kami tangani,’’ katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas Ling-

kungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan mengaku kecewa melihat kondisi tersebut. Sebab pelanggaran dilakukan oleh pengelola TPST yang semestinya paham prosedur pengelolaan sampah. ‘’Itu yang terbakar kami tegaskan bukan TPST 3R. Tapi kecewanya lagi, sampah yang terbakar itu milik TPST yang dibuang begitu saja di sana. Jadi sama saja seperti TPS liar,’’ ungkapnya. Menurutnya, sampah yang diambil dari masyarakat tidak diolah di TPST melainkan dibuang ke dalam jurang yang berada dekat dengan TPST Kapal. Perilaku buruk ini telah berlangsung hampir delapan tahun sehingga tumpukan sampah mencapai 10 meter. ‘’Saya yakin pemadam tidak akan mampu mengatasi masalah ini, karena sampahnya tebal 10 meter berada di jurang lagi. Solusinya ya harus ditimbun tanah,’’ tegasnya. Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung ini telah memperingatkan pihak pengelola agar menjalankan prosedur pengolahan sampah. ‘’Kami akan cek TPST yang ada di Badung karena kemungkinan ada TPST yang juga seperti ini, membandel. Meski sudah di-warning tetap saja bandel. Kalau sudah terbakar baru kebingungan,’’ jelasnya. (kmb27)

Normalisasi Alur Lurah Seminyak akan Perketat Pengawasan Tukad Mati Dikebut Pemasangan Kabel Utilitas Mangupura (Bali Post) Normalisasi alur Tukad Mati Legian, terus dikebut. Pembersihan sedimentasi terkait proyek pembangunan prasarana pengendali banjir Tukad Mati Tengah ini dilakukan untuk mengantisipasi meluapnya air sungai saat musim hujan tiba. Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I Bali Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) I Wayan Riasa, progress pembangunan prasarana pengendali banjir Tukad Mati Tengah ini untuk pagu tahun 2019 sudah mencapai 72,567 persen. Proyek multiyears ini sudah melebihi target awal yang sebelumnya ditargetkan 72,126 persen. Sedangkan untuk progress secara keseluruhan atau dari tahun 2017 mencapai 81,215 persen. ‘’Selama tiga tahun berjalan dari tahun 2017, 2018 dan 2019, untuk pelaksanaan proyek dari pagu tahun 2017 dan 2018 sudah diselesaikan 100 persen. Sementara untuk pagu yang tahun 2019 sudah 72 persen dan tar-

get selesai sampai 31 Desember 2019,’’ katanya Kamis (10/10) kemarin. Dijelaskannya, pekerjaan tahun ini meliputi normalisasi alur, pekerjaan jalan inspeksi dan saluran Gendong. Untuk saluran Gendong pengerjaannya menjadi satu kesatuan dengan pembuatan jalan inspeksi. Khusus pengerjaan tanggul, dibuat dinding prapet sepanjang 2 km dan penataan di sisi kanan kiri sepanjang 8 km. Terkait normalisasi, pihaknya menargetkan bisa selesai pada akhir November sehingga pengerjaan yang lain tidak terpengaruh musim hujan. Untuk pengerjaan normalisasi alur sungai, pihaknya menurunkan dua alat berat untuk menggarap bagian selatan. Sementara di bagian hulu pihaknya menggunakan water master yang dimulai dari bendung Umadui sampai di Jalan Sunset Road. Di hilir dari trashrack sepanjang 2 km ke hilir disiapkan dua alat berat. Setelah di hulu selesai, water master akan diarahkan ke selatan. (kmb23)

Bali Post/edi

KABEL - Kabel provider telekomunikasi melintang rendah di kawasan Jalan Drupadi, Seminyak, Kuta.

Mangupura (Bali Post) Tidak sedikit kabel utilitas milik provider telekomunikasi di kawasan Kuta yang dipasang cukup rendah. Kondisi ini dikeluhkan warga lantaran mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Seperti yang terlihat di kawasan Jalan Drupadi, Seminyak, Kuta. Sebuah kabel utilitas milik provider telekomunikasi dipasang rendah. Hal ini sangat mengganggu, apalagi di kawasan tersebut banyak wisatwan yang melintas. Menurut Lurah Seminyak Kadek Oka Parmadi Kamis (10/10) kemarin, kondisi serupa juga banyak terlihat di jalan-jalan kecil. Sebelum memasang, pihak provider tidak pernah berkoordinasi dengan pihaknya sehingga dia tidak tahu kapan kabel itu dipasang dan siapa pemiliknya. ‘’Terkadang para provider tidak pernah koordi-

nasi dengan kita dan mereka biasanya langsung memasang kabel,’’ keluhnya. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan provider pemilik utilitas dan memperketat pengawasan di lapangan agar hal serupa tidak terjadi. Dia juga meminta setiap pemasang kabel, pihak pemilik maupun pengawas agar melapor ke kelurahan. Karena dengan demikian penanganan dan penataan kawasan dapat lebih maksimal. Sementara, terkait kondisi adanya kabel yang melintang, pihaknya mengaku tidak bisa memberikan sanksi kepada pemilik utilitas. Pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk itu. ‘’Terus terang kami tidak bisa memberikan sanksi. Kami hanya bisa melaporkan ke instansi terkait yang memiliki kewenangan,’’ ujarnya. (kmb23)

Lindungi Desa dari Ancaman Narkoba

NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa menjadi narasumber workshop Fasilitasi Desa Bersih Narkoba.

ANCAMAN narkoba tidak hanya menyerang perkotaan, tapi sudah merambah ke perdesaan. Oleh karena itu, upaya pembangunan desa bersih dari narkoba merupakan langkah strategis yang harus direalisasikan dalam rangka melindungi dari ancaman barang terlarang tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, saat menjadi narasumber workshop Fasilitasi Desa Bersih Narkoba Kamis (10/10) kemarin, di Kuta. Acara ini diadakan Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan

tindak lanjut MoU antara BNN dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. Brigjen Suastawa didampingi Kasubdit Perlindungan Sosial, Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Sri Wahyuni mengungkapkan, Tabanan menjadi kabupaten percontohan di Bali untuk kegiatan ini. Di hadapan para kepala desa, tenaga ahli, karang taruna dan pendamping desa, Suastawa menjelaskan tentang Desa Bersinar yang merupakan sebuah upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di desa. Program ini digagas BNN dan dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa bersama dengan masyarakat.

‘’Narkoba sudah masuk ke pedesaan sehingga diperlukan ketahanan yang kuat untuk menangkalnya. BNN sudah menjadikan desa sebagai basis pertahanan untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia dari penyalahgunaan narkotika. Dengan program Desa Bersinar ini desa memiliki daya tangkal yang kuat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,’’ ungkapnya. Dari struktur pemerintahan di Indonesia, desa merupakan tingkat pemerintahan paling bawah setelah kecamatan. Tugas utamanya adalah meningkatkan pelayanan publik dan menjamin kualitas hidup masyarakat desa. Peran desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat harus didukung oleh seluruh masyarakat.

Tanpa dukungan itu agak sulit bagi aparat desa dalam mewujudkan peran tersebut. Salah satu tantangan desa saat ini adalah masalah penyalahgunaan narkotika yang mengancam kualitas SDM. Dampak penyalahgunaan narkoba yang menyerang susunan sel saraf pada otak diyakini akan semakin menurunkan kualitas SDM apabila tidak ada upaya pencegahan yang serius. ‘’Pemberdayaan kearifan lokal di Bali terdiri dari penyusunan pararem antinarkoba di 102 desa adat di Kabupaten Gianyar, Badung, Kota Denpasar, Klungkung, Buleleng dan Karangasem. Pecalang sebagai relawan antinarkoba, dimana BNN Provinsi Bali telah melantik 2.544 dari 5.870 pecalang sebagai relawan antinarkoba,’’ tegas mantan Di-

rektur Binmas Polda Bali ini. Diungkapkannya lebih lanjut, saat ini sudah terbentuk 28 Desa Bersinar di Kabupaten Badung, Gianyar, Kota Denpasar, Jembrana, Buleleng dan Karangasem. Selain itu dibentuk 30 Duta Relawan Anak Kecil (Durancil) dari tingkat sekolah dasar (SD). Tujuannya sebagai sarana dan wahana guna memupuk, membina, mengembangkan dan mengarahkan minat, bakat dan kepedulian anak usia dini terhadap bahaya narkoba. ‘’Kami juga membentuk Saka Bersinar yang merupakan pembinaan bagi Pramuka dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di Bidang P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba),’’ tegasnya. (bns1)


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Dapat Restu dari Golkar

Komisi IV DPRD Badung Temui Diskes

Agung Manik Danendra Sepakati Ambulans Jenazah di Masing-masing Puskesmas Siap Ikut Pilwali Kota Denpasar 2020 KOMISI IV DPRD Badung melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung, Kamis (10/10) kemarin. Kunjungan dipimpin Ketua Komisi IV I Made Sumerta didampingi anggota Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi. Kedatangan wakil rakyat tersebut disambut Kadis Kesehatan dr. I Gede Putra Suteja beserta jajaran. Menariknya, dalam pertemuan tersebut usulan dewan agar ada ambulans jenazah yang melayani masyarakat disepakati oleh Diskes. Ketua Komisi IV Sumerta mengungkapkan, ambulans jenazah sangat dibutuhkan. Sebab, terkadang masyarakat bingung saat mengangkut jenazah keluarga. ‘’Ambulans kesehatan kan sudah ada. Tapi yang untuk mengangkut jenazah, terkadang masyarakat kesulitan. Jadi kami harapkan Diskes bisa menindaklanjuti hal ini,’’ ungkap politisi PDI-P ini. Di samping itu, Bendesa Adat Pecatu ini juga meminta agar nomor telepon petugas ambulans yang sudah tersedia di masing-masing desa dan kelurahan agar disosialisasikan ke masyarakat. Sehingga saat masyarakat memerlukan, tinggal menelepon petugas. ‘’Hal ini sangat diperlukan saat masyarakat memerlukan pertolongan cepat,’’ pintanya. Kadiskes Putra Suteja justru mengatakan ide ambulans jenazah juga sempat terpikir olehnya. Bahkan dirinya sudah mengkaji persentase jumlah warga Badung yang meninggal tiap tahunnya. Berdasarkan hitung-hitungan pihaknya, dari sekitar 485.000 penduduk ‘’Gumi Keris’’, persentase

KUNKER - Ketua Komisi IV I Made Sumerta bersama jajarannya melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung, Kamis (10/10) kemarin. warga yang meninggal 0,9 persen per tahun. Per desa atau kelurahan, rata-rata ada enam orang meninggal setiap bulannya. Untuk hal ini, Suteja meminta jajarannya untuk mengubah satu ambulans kesehatan di masing-masing puskesmas menjadi ambulans kesehatan. ‘’Tolong agar sudah tersosialisasikan hingga Desember, sehingga Januari 2020 sudah beroperasi maksimal,’’ ujarnya. Terkait dengan nomor telepon petugas ambulans Krama Badung Sehat (KBS) di masing-masing desa dan kelurahan, Suteja mengatakan sudah diinventarisasi. Nantinya akan lebih disosialisasikan lagi. ‘’Itu

sudah ada. Nanti akan kami lebih sosialisasikan lagi,’’ katanya. Di sisi lain, pertemuan tersebut juga membahas beberapa program unggulan Diskes. Di antaranya program KBS yang muncul dari ide Bupati Badung, Program Periksa Payudara Sendiri (Sadari) terkait kanker, Gerakan Badung Sehat Seribu Hari (Garba Sari) pertama untuk mencegah stunting, serta Home Care (Hore) Hebat. ‘’Ini perlu kita koordinasikan. Sehingga sebagai mitra kerja, antara Komisi IV dan Dinas Kesehatan dapat berjalan bersama-sama guna pelayanan kepada masyarakat,’’ tandas Sumerta. (ad297)

FE Undiksha Gelar ’’International Conference TEAMS 2019’’ Ke-4

FAKULTAS Ekonomi Undiksha menyelenggarakan The 4th Internasional Conference on Tourism, Economic, Accounting, Management and Social Science (TEAMS) pada Kamis (10/10) kemarin di Golden Tulip Jineng Resort, Kuta. Tema yang diangkat yaitu ‘’Sustainable Development of Economics and Business in The Digital Era’’. Pembicara dalam acara tersebut Dr. Risti Permani, Senior Lecture at Deakin University Australia, Dias Satria, Ph.D., Head of International Undergraduated Program (Economic, Finance, and Banking) Universitas Brawijaya, Dr. Ni Made Suci, M.Si., Head of Management Department Universitas Pendidikan Ganesha Indonesia. Wakil Dekan I FE Undiksha Dr. Gede Adi Yuniarta, S.E., M.Si., Ak.CA., CPA. didampingi Ketua Panitia Dr. Luh Indrayani, M.Pd. mengatakan konferensi ini merupakan yang keempat. Tema yang dibahas yaitu TEAMS. ‘’Konferensi yang pertama itu skupnya masih nasional tahun 2016, tapi tahun 2017 pembicaranya sudah level internasional. Hanya tulisannya masih di level nasional. Sejak tahun lalu yang ke-3 itu, sudah level internasional dan kita terus naikkan gradenya internasional,’’ jelasnya. Konferensi ini pada prinsipnya merupakan implementasi dari tri dharma perguruan tinggi untuk mencapai visi Undiksha terutama di bidang akademik. Tujuan konferensi ini untuk memunculkan ide– ide, yang mana keynote speaker menyampaikan ide mereka. Pada acara tersebut juga ada paralel sisi yang terkait dengan diseminisasi hasil-hasil penelitian. Pesertanya terdiri dari mahasiswa, dosen dan dekan. Dalam konferensi ini, posisi mahasiswa dan dosen sejajar. Tapi dalam batasan sebagai periset atau penelitian. Mereka ada yang summit artikel sebagai hasil dari penelitian. Ini nanti yang akan diseminarkan. Peserta sebanyak 148 orang. 74 orang di antaranya sebagai pemakalah. Dari 148 peserta ini datang dari hampir seluruh wilayah

Bali Post/may

BUKA KONFERENSI - Dekan FE Undiksha didampingi Ketua Panitia saat membuka konferensi dengan pemukulan gong. Indonesia. Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Merauke, Nusa Tenggara. Nanti akan dipilih best paper dari masing-masing subtema. ‘’Keunggulan dari konferensi ini adalah semua artikel sudah diseleksi sehingga tidak semua lolos. Nantinya ini akan dipublikasikan dalam proceeding, jadi proceeding yang bereputasi internasional. Target kami dua bulan sudah bisa dipublikasikan,’’ ungkapnya. Pada konferensi keempat ini, tema lebih mengerucut pada ekonomi berkelanjutan. Ada pemaparan terkait pengembangan potensi daerah dan UMKM, menyinergikan berbagai potensi ekonomi untuk membangun suatu daerah. Dr. Risti dari Deakin University, dengan keahlian di bidang agrobisnis dan bisnis pertanian. Risti memaparkan bisnis agrobisnis di Australia. Masyarakat di sana yang konsisten dengan pengembangan pertaniannya, bahkan menjadi suatu bisnis besar yang bisa memajukan daerah mereka. ‘’Jadi dalam artikel Dr. Risti menceritakan di Australia juga ada potensi pariwisata, objek wisata terkenal di dunia, tapi ternyata penduduk di sekitarnya masih konsisten untuk mengembangkan pertanian,’’ un-

gkapnya. Sementara Dias memaparkan tentang pendampingan UMKM yang dilakukannya. Ia memaparkan tentang industri rakyat berkembang dengan mengggunakan teknologi, sehingga teknologi tidak hanya digunakan industri besar. ‘’Jadi seminar ini mengombinasikan beberapa ide untuk bisa mengembangkan pertanian suatu daerah,’’ ujarnya. Dekan FE Undiksha Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd. mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan FE Undiksha yang belum lama berdiri agar lebih dikenal. Selain itu, ia ingin agar FE Undiksha bisa cepat mengambil posisi, sebab fakultas ekonomi jumlahnya banyak. Namun masing–masing memiliki ciri khas. ‘’Sedangkan Kita fokus dengan general entrepreneurship,’’ tukasnya. Ada lima tema dalam konferensi ini. Lima bidang ilmu tersebut menjadi concern FE Undiksha untuk memberi sumbangan pada negara tentang pengembangan kewirausahaan yang masih perlu dikembangkan. ‘’Karena jumlah kita secara presentasi masih di bawah 2 persen, lalu dari situ kita sebenarnya memunculkan tema TEAMS ini,’’ pungkasnya. (may)

TOKOH milenial dari Puri Tegal Denpasar Pemecutan Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra S.H., M.H., M.Kn. yang akrab disapa Agung Manik Danendra (AMD) menegaskan siap maju sebagai bakal calon Wali Kota Denpasar 2020. Selaku calon pemimpin yang visioner, AMD mengusung visi ‘’Membangun Kota Denpasar yang Asri, Mandiri, Damai (AMD), Berwawasan Budaya dan Berintegritas’’. Pencapaian visi dengan misi ‘’Asta Marga’’ atau delapan jalan membangun Kota Denpasar yang AMD berwawasan budaya dan berintegritas. Pertama, mengadakan penataan lingkungan yang aman, sehat, dan rindang secara optimal berdasarkan ketentuan dalam RUTR. Meningkatkan kegiatankegiatan kepemudaan, baik secara nasional maupun internasional. Kemudian mewujudkan keharmonisan masyarakat dengan konsep Tri Hita Karana, meningkatkan prestasi dalam segala bidang keilmuan dan olahraga. Selanjutnya, mendorong kreativitas masyarakat dalam segala bidang, baik dalam bidang seni budaya dan ekonomi kreatif. Mewujudkan pendidikan dan kebudayaan yang kuat, meluas, dan merata. Kemudian menciptakan budaya hukum masyarakat yang beradab, jujur, dan bersih. Terakhir, meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas birokrasi pemerintah daerah dengan clean government dan good governance. AMD sudah malang-melintang di berbagai organisasi, termasuk pengalaman di partai politik. Je-

FOTO BERSAMA - Agung Manik Danendra (paling kanan) saat foto bersama dengan Drs. I Made Mangku Pastika, M.M., mantan Gubernur Bali yang kini sebagai anggota DPD-RI, dan Nyoman Sugawa Korry (paling kiri) selaku Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bali. bolan alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini juga inisiator mendeklarasikan Perang Puputan melawan narkoba bertempat di Keraton Puri Tegal Denpasar bersama Kepala BNN Komjen Pol. Drs. Budi Waseso dengan Kapolda Bali dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika (2017). Kesiapan majunya AMD ditegaskan Ketua Tim Pemenangannya Dr. (C) Togar Situmorang, S.H., M.H., M.AP. dalam siaran persnya, belum lama ini. Togar Situmorang menyatakan AMD sudah mendapatkan lampu hijau dari enam parpol non-PDI Perjuangan. Togar Situmorang menyampaikan telah menggandeng Partai NasDem, PSI, Perindo, Gerindra dan Hanura.

Bahkan, Ketua DPC Hanura Denpasar Made Kartika secara pribadi mengapresiasi AMD untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Denpasar 2020 dan merasa bangga apabila nantinya AMD terpilih. Begitu pula disampaikan Ketua Tim Relawan AMD, Gusti Ngurah Mendra, S.Sos.H., M.Pil.H. dari trah Arya Wang Bang Pinatih. Ia menyampaikan AMD adalah tokoh muda milenial yang merakyat, dermawan, berjiwa sosial tinggi, peduli umat dan budaya. Begitu juga merupakan sosok yang tepat untuk meneruskan kepemimpinan dari keberhasilan Wali Kota Denpasar sebelumnya I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si. (ad299)

Utsawa Bali Sani X Resmi Dibuka

Unhi Denpasar Komitmen Lestarikan Seni dan Budaya Leluhur UTSAWA Bali Sani (UBS) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar telah dilaksanakan secara rutin selama sepuluh tahun. Tahun 2019 ini, UBS X Unhi Denpasar yang mengusung tema ‘’Bayu Pramananing Bhuwana: Angin sebagai Sumber Kehidupan Alam Semesta’’ dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Pemerintah Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi yang mewakili Gubernur Bali, Kamis (10/10) kemarin. Pembukaan ditandai dengan pemukulan kulkul oleh Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama Ketua PHDI Bali, perwakilan Polda Bali, perwakilan Kodam IX/Udayana dan sejumlah pihak terkait. Rektor Unhi Denpasar Prof. Damriyasa mengatakan UBS merupakan salah satu kegiatan kampus Unhi Denpasar sebagai ajang pelestarian seni budaya yang merupakan warisan kekayaan intelektual para leluhur di Pulau Dewata. Unhi Denpasar sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis agama dan kebudayaan memiliki tanggung jawab moral untuk mencetak dan membentuk karakter generasi muda, tidak saja diberikan pemahaman terhadap science dan teknologi, tetapi juga pemahaman tentang bagaimana cara melesatraikan seni, budaya dan agama. Oleh karena itu, UBS menjadi salah satu aktualisasi dari proses pembelajaran yang mengombinasikan antara ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan agama. ‘’Kami merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk melestarikan budaya Bali. Mudah-mudahan UBS tetap bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dan bermanfaat untuk masyarakat luas,’’ ujar Prof. Damriyasa. Dikatakannya, kegiatan UBS tahun ini dipusatkan di kampus yang beralamat di Jalan Sanggalangit, Tembau, Denpasar. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang pelaksanaannya disesuaikan dengan tempat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selain itu, keistimewaan

PUKUL KULKUL - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (3 dari kiri) bersama Staf Ahli Pemerintah Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi (tengah) dan tamu undangan lainnya memukul kulkul tanda dibukanya UBS X Unhi Denpasar, Kamis (10/10) kemarin. lainnya adalah UBS X ini melibatkan komponen masyarakat di sekitar lingkungan kampus Unhi Denpasar. Di antaranya tari Pendet massal yang dibawakan ratusan siswa Sekolah Dasar 5 Penatih. Ada juga parade gong kebyar wanita dari SMA 3 Denpasar, dan juga sekaa gong wanita Banjar Tembawu Tengah, Denpasar. Selain itu, ada juga lomba Bapang Barong seperti UBS tahun sebelumnya. Menariknya, lomba Bapang Barong ini akan ada ‘’perang bintang’’, yakni juara I di Bali akan dilombakan. Yang tak kalah menarik juga akan dipentaskan garapan baru, dramatari Basur Ahamkara yang akan dimeriahkan oleh Bondres Celekontong Mas pada penutupan UBS, Minggu (13/10) mendatang yang bertepatan dengan piodalan pura kampus setempat. UBS X dihelat selama lima hari. Hari pertama, Rabu (9/10), lomba penjor di internal Unhi, Kamis (10/10) Pembukaan UBS,

Jumat (11/10) ada Lomba Lawar, Lomba Lukis, Lomba Busana Adat ke Pura, Lomba Jauk Manis dan Kendang. Kemudian Sabtu (12/10) dimeriahkan Lomba Dharma Wacana, Bapang Barong dan Kendang dan terakhir Minggu (13/10) acara penutupan diakhiri dengan dramatari Basur Ahamkara. Bahkan, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati akan ikut masolah saat penutupan UBS nanti. Ni Luh Made Wiratmi yang mewakili Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka acara tersebut berpandangan bahwa UBS Unhi Denpasar menjadi media yang strategis untuk memperkenalkan keragaman budaya Bali, sekaligus ajang untuk membangkitkan kecintaan generasi muda akan seni budaya Bali yang adiluhung. Diharapkan UBS dapat mempererat rasa persaudaraan dan kepedulian generasi muda terhadap sesama, di tengah tantangan era globalisasi saat ini. (ad304)

Agen Wisata Thomas Cook Tutup

Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Eropa Denpasar (Bali Post) Kabar tutupnya agen perjalanan wisata Thomas Cook cukup mengagetkan kalangan pariwisata di Bali. Pasalnya, agen Thomas Cook yang bermarkas di Inggris ini dikenal perusahaan besar dan telah lama berdiri. Dengan demikian, banyak pihak mempertanyakan kebangkrutan perusahaan tersebut. Beberapa hotel di Bali pun terkena imbasnya. Pasalnya

beberapa hotel di Bali menerima tamu dari Thomas Cook. ‘’Banyak yang memakai jasanya. Banyak penginapan yang dipakai, mungkin lebih dari 30-an,’’ ungkap Ketua Asita Bali Ketut Ardhana, Kamis (10/10) kemarin. Hotel yang digunakan tersebar di daerah Ubud, Sanur, dan Nusa Dua. Ia menegaskan, meski travel agent ini bangkrut, namun tidak memengaruhi pariwisata Bali. Sebab, para wisatawan bisa men-

galihkan agen perjalanannya ke agen lainnya. Meski sumbangan tamu Eropanya ke Bali cukup tinggi, namun perusahaan travel agent terkenal di Eropa cukup banyak. Untuk itu, wisatawan bisa memakai agen perjalanan yang lain. ‘’Saya berpikir turis Eropa tetap akan datang. Tetap akan bepergian karena tour operator di Eropa banyak. Yang terkenal juga banyak. Jadi tentu mereka akan

mencari informasi dan mengatur perjalanannya melalui tour operator lain,’’ bebernya. Wakil Ketua I DPP IHGMA Made Ramia Adnyana mengatakan hal yang sama. Dampak secara umum tidak begitu signifikan. ‘’Tapi ada kurang lebih 16 hotel belum dibayar karena mereka pakai credit facility,’’ ujarnya. Credit facility tersebut bisa digunakan perusahaan besar dengan fasilitas selama satu bulan. Credit

facility biasa diberikan untuk travel agent besar. Demikian juga saat ini sistem pembayaran itu masih digunakan. ‘’Karena ini besar, saya dengar teman-teman yang kena. Mereka langsung menagih ke tamunya. Rata-rata minta payment ke tamu langsung. Karena tidak ada kejelasan dari Thomas Cook terkait dengan pembayarannya,’’ ungkapnya. Ia berharap agar pihak hotel ke

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

depannya lebih memperhatikan financial background semua operator ataupun travel agent yang diajak kerja sama. Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian serupa di kemudian hari. Ia pun menampik kontribusi besar yang disumbangkan Thomas Cook untuk mendatangkan wisatawan Eropa ke Bali. ‘’Tidak terlalu banyak, paling 2-3 persen. Makanya yang lain (hotel - red) tidak berpengaruh,’’ tandasnya. (kmb42)


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

Pembangunan Berkelanjutan PEMBANGUNAN berkelanjutan yang berwawasan lingkungan membutuhkan adanya sumber daya pendukung. Di antaranya ketersediaan sumber daya alam (SDM). Ketersediaan SDM ini dipengaruhi berbagai faktor yang berasal dari teknologi, gaya hidup dan kelembagaan. Tak dapat dimungkiri, SDM merupakan satu dari sekian unsur pokok dalam pembangunan sosial dan ekonomi rakyat. Namun karena adanya kelemahan vaule of theory dari masa terdahulu, maka sering kali sumber daya alam tidak diberi nilai. ‘’Dengan adanya pembangunan yang berusaha meningkatkan produksi output guna memenuhi kebutuhan manusia yang mana tak lagi diimbangi dengan usaha-usaha untuk mempertahankan keberadaan SDM tertentu, sehingga cenderung terjadi eksploitasi secara berlebihan,’’ kata akademisi muda dari Fakultas Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Unhi Den-

pasar Putu Krisna Adwitya Sanjaya, Kamis (10/10) kemarin. Dikatakannya, pembangunan ekonomi dan sosial seperti itu hanya akan memperlihatkan kepentingan masyarakat dalam jangka pendek saja. Yaitu ingin mendapatkan hasil yang instan dengan melupakan aspek pembangunan jangka panjang. Pengalaman pembangunan yang grasagrusu justru akan berakibat kepada jalur yang salah (wrong track), yakni menimbulkan inflasi yang sangat cepat dan menurunnya kegiatan produksi. Menurutnya, hakikat pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan asas wawasan lingkungan perlu diterapkan secara tegas dan simultan. Pemerintah, dalam hal ini sebagai regulator dan katalisator pembangunan memiliki peran yang sangat penting dan strategis. Langkah nyata adalah dengan penerapan analisis mengenai dampak lingkungan. Dengan adanya pengambilan kebijakan ini, serta bauran kebijakan-kebijakan pendukung lainnya diharapkan mampu membantu mengatasi permasalahan dalam mewujudkan serta mendukung konsepsi pembangunan berkelanjutan dengan asas wawasan lingkungan. Pembangunan yang dilaksanakan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan, tidak hanya generasi saat ini, tetapi juga the next generations demi terwujudnya ajeg Bali. (win)

Bos Maspion Bersaksi, Sudikerta Tersudut Denpasar (Bali Post) Sempat tertunda karena bos Maspion Alim Markus tidak hadir dalam sidang pekan lalu, JPU I Ketut Sujaya dkk. akhirnya menghadirkan saksi korban dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan serta kasus TPPU, Kamis (10/10) kemarin. Tidak hanya Alim Markus, namun ada saksi lain seperti Sugiarto, Eska Kanasut, IA Mas Sukerti dan Notaris Nyoman Sudjarni. Hanya sang notaris batal memberikan kesaksian karena mengaku belum mengantongi izin dari Kemenkum HAM RI. Di awal sidang, JPU dari Kejati Bali awalnya menanyakan soal ikhwal perkenalan korban dengan terdakwa I Ketut Sudikerta, Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung. Di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, Alim Markus menjelaskan, dia dikenalkan dengan Sudikerta oleh Henry Kaunang dan Wayan Santosa. Dia mengaku kenal Sudikerta tahun 2013. Namun tempatnya dia lupa. Tetapi setelah didesak dan meminta saksi ingat-ingat, Alim Markus mengatakan di kantor Sudikerta. Saat itu pembicaraan mengarah kerja sama karena Sudikerta mengaku punya tanah di Balangan. Saksi korban sendiri mengaku memang mencari tanah untuk investasi. Oleh Sudikerta, diakui ada dua bidang tanah yang luasnya sekitar 4 hektar. Untuk memperdalam bisnis itu,

saksi korban mengaku bertemu Sudikerta di Bali dan juga melakukan pertemuan di Surabaya. ‘’Rencana saya bangun hotel. Namun tidak jadi karena sertifikat ada dua (dobel),’’ ucap Alim Markus. Namun saat didesak di mana sertifikatnya, saksi mengaku tidak tahu. Dia dijanjikan tanah, tetapi tidak jadi pula. Belakangan diketahui, ternyata tanah yang ditawarkan bukan tanah milik Sudikerta. ‘’Walau ada SHGB, namun tidak bisa dibangun karena ada sertifikat lain,’’ tandas Alim Markus. Alim Markus juga dengan tegas mengatakan Sudikerta ngakunya sebagai pemilik tanah. Dia pun percaya izinnya segera keluar karena terdakwa, setelah menjabat Wakil Bupati Badung kemudian sebagai Wakil Gubernur Bali. Hanya rencananya gagal karena sertifikat tanah yang dibelinya disebutkan ganda. Itu diketahui setelah saksi membayar Rp 149 miliar lebih ke PT Pecatu Bangun Gemilang, perusahaan yang dipimpin istri Sudikerta. Diakui juga uang sebagian dari saksi dan sisanya pinjaman dari Bank Panin. Tetapi saat ditanya b era p a b esa r p eng a jua n kredit di Bank Panin, saksi mengaku tidak ingat. Begitu juga ditanya berapa besar uang yang dicairkan oleh Bank Panin. Kesaksian Alim Markus ini ditanggapi terdakwa Wayan Wakil melalui pe-

Terdakwa DA (32) yang melakukan percobaan pemerkosaan terhadap Kadek CM (21), Kamis (10/10) kemarin menjalani sidang vonis di PN Denpasar. Pengemudi ojek online ini akhirnya divonis enam tahun penjara oleh majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watsara.

Denpasar (Bali Post) Setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus gratifikasi, oknum Kasi di salah satu Dinas Pemkot Denpasar berinisial I Wayan Kar (44) kini dibidik kasus dugaan korupsi oleh penyidik Satreskrim Polresta Denpasar. Kuat dugaan Wayan Kar membuat laporan dan pertanggungjawaban keuangan fiktif. Sedangkan kasus gratifikasi yang melibatkan dirinya masih diproses di kejaksaan. Informasi diperoleh Kamis (10/10) kemarin, tidak hanya Wayan Kar, pengusaha berinisial Ni Made EKD (26) juga dilaporkan dalam kasus ini. Pasalnya, hasil penyelidikan Unit Tipikor Satreskrim Polresta Denpasar, dugaan kasus korupsi ini terjadi periode 2017 hingga Juli 2019. Di mana saat itu Wayan Kar sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan EKD selaku rekanan diduga sengaja membuat surat pertanggungjawaban keuangan fiktif. ‘’Penyidik Tipikor Satreskrim Polresta Denpasar masih meriksa sejumlah saksi ahli untuk membuktikan dugaan korupsi tersebut, di antaranya dari BPKP dan kejaksaan,’’ ungkap sumber. Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ari-

awan saat dikonfirmasi menegaskan kasus tersebut masih tahap penyelidikan. ‘’Apa pun perkembangan informasinya terkait kasus ini pasti kami tindak lanjuti dengan penyelidikan. Kami mohon bersabar agar penyelidikannya bisa cepat selesai,’’ tegasnya. Kompol Arta membenarkan jika kasus Wayan Kar terkait gratifikasi sudah dilimpahkan ke Kejari Denpasar. ‘’Mudah-mudahan cepat P-21 (dinyatakan lengkap),’’ harapnya. Seperti diberitakan, Wayan Kar diduga terlibat kasus penyuapan pengurusan UKL dan UPL oleh beberapa rekanan perusahaan. Ia terjaring OTT oleh Unit Tipikor Polresta Denpasar di sebuah perkantoran di Jalan Tukad Badung, Denpasar Selatan, Kamis (11/7) lalu. Polisi mengamankan tas ransel yang di dalamnya ada sejumlah amplop putih masing-masing berisi uang tunai Rp 200.000 dan Rp 150.000. Sedangkan sebuah tempat pensil berisikan uang Rp 1.680.000 dan tas dompet berisi uang tunai Rp 14 juta. Wayan Kar ditetapkan sebagai tersangka, tetapi tidak dilakukan penahanan. Hasil koordinasi penyidik dengan Kejari Denpasar tidak memerlukan penghitungan kerugian negara karena barang bukti yang diamankan dinilai cukup kuat. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Kecelakaan berujung maut terjadi di depan Pura Dalem Kedewatan, Jalan Hangtuah, Sanur, Denpasar Selatan (Densel), Kamis (10/10) kemarin. Seorang buruh Hasbi Fathurrozi (27) meregang nyawa setelah menabrak truk. Bukannya menolong, sopir truk malah kabur. Saat dikonfirmasi, Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo didampingi Kanit Laka Iptu Ni Luh Tiviasih membenarkan adanya kasus tabrak lari tersebut. ‘’Kami menerima laporan kejadian ini pukul 00.30 Wita,’’ kata Iptu Tiviasih. Hasil olah TKP dan pemerisaan

saksi-saksi, korban tinggal di Jalan Pulau Bungin, Densel. Waktu itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat. ‘’Korban melaju dari timur ke barat,’’ tegasnya. Setibanya di TKP, laju sepeda motor korban oleng ke kanan. Pada saat bersamaan melaju truk dari arah berlawanan. Sepeda motor korban langsung menabrak truk tersebut. Bukannya berhenti dan menolong korban, sopir truk langsung kabur. ‘’Kepala depan korban sampai berlubang dan dia meninggal dunia di TKP. Untuk truknya sedang kami selidiki,’’ ucap Tiviasih. (kmb36)

Tabrakan dengan Truk, Buruh Tewas

nasihat hukumnya, Agus Sujoko. ‘’Majelis mohon dikeluarkan penetapan pemanggilan Bank Panin untuk konfrontir,’’ pinta Agus Sujoko. Dari keterangan ini, Alim Markus mulai dibuat gelagapan. Dia dicecar seputar awal mula kerja sama dan hak kepemilikan tanah Wayan Wakil dan A.A. Ngurah Agung. ‘’Ada tim yang menangani. Setahu saya, tanah itu milik Pak Sudikerta pribadi, bukan orang lain. Dan uang sudah dibayarkan

dua kali ke PT Pecatu Bangun Gemilang,’’ jawab saksi. Terkait pelepasan hak tanah, lagi-lagi saksi Alim Markus mengaku ditangani timnya. ‘’Saya bilang ke terdakwa Sudikerta kembalikan uang kalau enggak jadi, tapi hanya dijanjikan saja,’’ jelas saksi. Alim Markus gelagapan saat ditanya Agus Sujoko terkait laporannya ke Polda Bali dalam perkara ini. Sebab, saksi korban dalam PT Marindo Gemilang, perusahaan yang dipakai saksi

untuk investasi di Bali. Saksi sendiri tidak pernah diberi kuasa oleh Direktur Marindo Gemilang untuk laporkan perkara ini. Sugiarto sendiri bertindak sebagai konsultan hukum saksi sebelum transaksi tanah di Balangan. Kesaksian Alim Markus banyak ditolak Sudikerta. ‘’Saya jelaskan tanah ada yang milik Wayan Wakil dan Agung Ngurah,’’ terang Sudikerta sambil menegaskan tidak pernah menawarkan tanah pada saksi. (kmb37)

supaya terdakwa dihukum tujuh tahun penjara. Dalam kasus ini terdakwa dijerat Pasal 285 jo Pasal 53 KUHP dan Pasal 351 ayat (1) KUHP. Untuk diketahui, kasus ini sebelumnya sempat viral di media sosial karena pelaku yang ketahuan mengintip korban saat mandi dan terjatuh. Karena ketahuan terdakwa juga menganiaya korban dengan menggunakan palu dan gunting. Akibat tindakan

kekerasan itu, korban sempat sekarat di kamar mandi karena darahnya banyak yang keluar. Peristiwa percobaan pemerkosaan itu terjadi di Jalan Kapten Japa, Denpasar Timur pada 11 Juni lalu. Usai menganiaya korban, pelaku langsung kabur. Sedangkan korban diselamatkan warga sekitar dan dilarikan ke rumah sakit. Berdasarkan surat dakwaan JPU Putu Oka, dalam perkara ini terdakwa beru-

saha memperkosa korban setelah aksi mengintipnya ketahuan. Karena ketahuan, terdakwa melompat ke kamar mandi lalu membekap korban. Terdakwa juga berusaha memperkosa dengan mengeluarkan kemaluannya. Namun korban terus berontak. Akhirnya terdakwa kalap dan melakukan penganiayaan. Korban dihajar secara membabibuta dengan gunting dan palu. Setelah korban tak berdaya, pelaku kabur. (kmb37)

Pelaku Percobaan Pemerkosaan Divonis Enam Tahun

Denpasar (Bali Post) -

Selain Gratifikasi, Oknum Kasi Dibidik Kasus Korupsi

Bali Post/asa

SIDANG - Alim Markus, saksi korban, bersaksi untuk terdakwa Sudikerta, Wayan Wakil dan Ngurah Agung dalam sidang di PN Denpasar.

Dalam sidang tersebut, hakim menyatakan perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan pemerkosaan sebagaimana dakwaan penuntutut umum.

Atas putusan itu, terdakwa didampingi kuasa hukumnya dari PBH Peradi Denpasar menerimanya. Vonis itu memang lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya JPU Putu Oka Surya Atmaja menuntut

Jelang Pilkada, Polda Undang Komunitas Peduli Pemilu

Denpasar (Bali Post) Pelaksanaan pilkada serentak kian dekat. Beberapa kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah pada 2020. Guna mempersiapkan pengamanan, Polda Bali dan jajaran telah mengambil upayaupaya untuk menjaga Bali tetap aman dan kondusif. Salah satu upaya yang telah dilakukan yakni mengundang komunitas peduli pemilu, Rabu (9/10) lalu. ‘’Kami mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tetap mempertahankan situasi keamanan yang kondusif. Baik itu menjelang, saat pemilihan maupun pasca-pilkada serentak 2020,’’ kata Dir. Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Wahyu Suyitno saat bertemu dengan pengurus Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KPPD) Provinsi Bali. Saat ini, katanya, pihaknya fokus pada kegiatan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih sesuai jadwal yakni pada

Bali Post/ist

PERTEMUAN - Dir. Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Wahyu Suyitno saat bertemu pengurus KPPD Provinsi Bali. 20 Oktober. Mengingat Bali yang begitu terkenal di seluruh dunia dengan pariwisatanya, maka melalui dua hal penting yaitu jasa dan wisata merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi

seni, adat dan budaya. ‘’Kita tunjukkan kepada dunia bahwa demokrasi di Indonesia, khususnya di Bali, sudah terlaksana dengan baik berkat partisipasi masyarakat. Ini terwujud karena komunikasi, koordi-

nasi dan kerja sama antara kepolisian dengan penyelenggara pemilu terjalin dengan baik,’’ tegasnya. Oleh karena itu, Kombes Wahyu Suyitno berharap KPPD yang anggotanya terdiri dari komponen ma-

hasiswa dapat melakukan kegiatan positif, mendukung pemerintah dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. Selain itu, bersamasama masyarakat mewujudkan Pilkada 2020 aman dan damai. (kmb36)

Hendak Bermain ’’Boogie Board’’

Tiba-tiba Lemas, Warga Rusia Meninggal Mangupura (Bali Post) Keceriaan keluarga Alekseev Yuri (44) asal Rusia bermain di Pantai Seminyak, Kuta, Kamis (10/10) kemarin, berubah panik. Pasalnya, saat bermain boogie board, Alekseev pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit (RS). Setibanya di RS, Alekseev dinyatakan meninggal dunia. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin menyampaikan, dari keterangan istri korban, Alekseeva Olga (44), mereka menginap di Hotel Grand Mas Seminyak. Pukul 10.45 Wita, mereka berada di Pantai Seminyak, tepatnya depan Anantara Hotel untuk mandi. Pukul 11.30 Wita, korban bersama keluarganya bermain boogie board. Saat itu,

korban menuju pinggir pantai dan dilihat oleh lifeguard hotel. Korban yang mengenakan celana pendek hitam tiba-tiba terlihat lemas. ‘’Ada petugas Balawista memapah korban menuju longe chair di pantai. Saat didudukkan, tiba-tiba korban pingsan,’’ ujarnya. Petugas lalu mengecek jantung korban dan saat itu masih berdenyut. Korban langsung dibawa ke RS Siloam Kuta menggunakan ambulans. Pukul 11.45 Wita korban tiba di RS dan beberapa saat kemudian dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter setempat. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Satpolairud Polresta Denpasar. ‘’Masih diselediki penyebab meninggalnya korban,’’ ucap mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan ini. (kmb36)

Bali Post/ist

RUMAH SAKIT - Korban Alekseev Yuri saat tiba di Rumah Sakit Siloam Kuta.


Jumat Wage, 11 Oktober 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Jadilah Wirausahawan Muda yang Inovatif ADA perasaan bangga makala setiap tahun melihat beberapa perguruan tinggi menggelar acara yudisium maupun wisuda para lulusannya. Ada gelak tawa serta canda. Bahagia tentu saja. Begitu juga para orangtua mereka. Sudah pasti. Siapa yang tidak senang serta bangga melihat putra-putri mereka lulus sebagai sarjana dari berbagai strata. Sangat jamak dan manusiawi. Semua pasti bangga. Namun, di samping bangga, kita juga miris. Betapa tidak, mereka, para lulusan itu jumlahnya ribuan. Dari disiplin ilmu sosial maupun eksakta. Dari sarjana hukum sampai dokter. Ke mana mereka setelah ini? Sungguh, ini bukan meremehkan. Bukan mengecilkan arti perjuangan serta perjalanan sukses mereka. Kita sepakat soal ini, kita bangga terhadap mereka. Tetapi setelah itu, bagaimana? Apakah mereka sudah siap mengabdi sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi? Itu idealnya. Faktualnya, apakah mereka sudah bisa langsung diserap pasar? Sudah siap kerja? Apakah mereka nantinya tidak justru menambah deretan sarjana pengagguran yang sudah begitu panjang? Tentu, ini yang membuat miris. Ini yang membuat hati galau setelah kebahagiaan itu. Ini juga manusiawi. Terus bagaimana pemecahannya? Kalau cuma mengandalkan niat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tentu kesempatan peluang terbatas. Kalau juga ingin terjun ke bidang swasta, tentu banyak saingan. Peluang kerja memang sedikit, hanya mereka yang benarbenar siap yang akan diterima. Siap dalam artian mereka sudah punya link and match antara disiplin ilmu dan kesempatan pasar yang sudah menunggu. Mereka adalah yang memang terpilih. Tetapi jangan lupa, ada juga sekelompok orang yang memang beruntung. Mempunyai segala sesuatu yang membuat perjalanan karier mereka tampak mulus. Tetapi, seberapa besarnya jumlah yang model begini? Tentu kecil. Lalu, sisanya kemudian ke mana? Tidak tahu yang jelas, mereka menganggur. Tentu permasalahan tidak akan selesai begitu saja. Semua pihak mesti bertanggung jawab, pemerintah, swasta, keluarga, lingkungan, serta yang bersangkutan. Jangan pasif, tumbuhkan sikap kreatif serta inovatif. Sekali lagi, jangan menunggu, bergeraklah. Pemerintah serta kalangan swasta mestinya memberi ruang yang lebar kepada generasi ini. Tidak semuanya mereka pandai serta inovatif. Tumbuhkan sikap swausaha. Entrepreneur muda mesti ditumbuhkan. Pada zaman digital serta media sosial ini, siapakah yang selalu ingin maju dan selalu ingin tahu merupakan modal utama untuk bersaing. Di samping tentunya terus belajar dan mengasah kompetensi. Pemerintah dan swasta mesti membantu membukakan jalan. Asosiasi terkait juga ikut turun tangan. Jangan biarkan jumlah pengangguran semakin banyak. Selalu tumbuhkan sikap optimis, kreatif, dan inovatif. Semua mesti ada solusinya. Mari bergerak ke arah kemajuan. Menunggu dan hanya berharap menjadi ASN mungkin akan menjadi sia-sia. Setiap tahun, persaingan akan makin keras dan ketat. Apalagi dalam setahun, ribuan sarjana baru akan lahir dan menyebar. Sementara pertumbuhan dunia kerja nyaris stagnan bahkan mengecil. Ketika krisis ekonomi menguat, jangankan yang tidak bekerja, banyak pihak yang sudah bekerja pun terancam menjadi pengangguran. Makanya, gerakan inovatif dan mendukung lahirnya wirausahawan muda harus terus digaungkan.

Mewujudkan Institut Hindu Dharma Internasional Mengapa kita perlu mendalami kajian tentang Hinduisme secara global dan komprehensif? Pertanyaan secara akademik dan historis dapat ditelusuri dari bagaimana Hindu sebagai sebuah kepercayaan menawarkan banyak pendekatan untuk mengetahui Sang Hyang Widhi yang menciptakan seisi alam ini. Selain pembacaan dan watak agama ini yang selalu berusaha selaras dengan alam semesta sebagai pusat kehidupan, unsur interpretasi dari gejala alam dalam ritual keseharian mereka juga terasa unik karena Hinduisme adalah sebuah laku kepasrahan manusia secara total terhadap digdayanya kekuatan supranatural dari alam semesta.

Oleh IGK Manila amun, dalam sejarah perkembangannya di India, agama Hindu diketahui menerima dan melawan berbagai macam gejolak yang berasal baik dari luar Hinduisme maupun dari dalam Hinduisme itu sendiri. Sumber gejolak dari luar terutama berasal dari kedatangan ajaran agama Kristen dan Islam secara berturutturut. Agama Kristen sampai dan menyebar di India berkat peran kelompok misionaris Eropa. Mereka datang berbarengan dengan orang-orang dari Inggris, Spanyol, Portugal, Denmark, Prancis,

N

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Persingkat Kampanye Pemilihan Bupati 2020

Mendukung Terobosan Memberdayakan Desa Adat

Di Bali tahun 2020, ada lima kabupaten dan satu kota akan melakukan pemilihan kepala daerah. Mulai dari Jembrana, Tabanan, Denpasar, Badung, Bangli, dan Karangasem. Itu artinya, sebagian besar wilayah di Bali akan melakukan regenerasi kepemimpinan termasuk ada yang melanjutkan kepemimpinan. Sebagai penduduk Bali, saya hanya berharap, pemilihan kepala daerah serentak ini tetap aman dan jauh dari hal-hal yang berpotensi menimbulkan gesekan antarpendukung yang berpotensi menimbulkan instabilitas. Untuk itu, perekrutan calon di tingkat partai hendaknya juga memerhatikan berbagai pertimbangan termasuk aspirasi publik. Jangan memaksakan kehendak elite partai kepada publik, walaupun itu menjadi kewenangan partai. Dengan caracara yang lebih aspiratif dan terbuka sejak awal, saya yakin pilkada akan berlangsung damai dan murah dari segi biaya politik. Jika memungkinkan masa kampanye juga dibatasi agar proses pemilihan kepala daerah tak sampai berbulan-bulan. Pembatasan masa kampanye ini juga akan menghemat biaya politik dan mempercepat kepastian calon-calon yang terpilih. Kampanye dengan model pengerahan massa juga perlu dibatasi untuk menghindari terjadinya kemacetan di jalur-jalur yang dilewati massa peserta kampanye.

Tahun ini atau tahun 2020, saya dengar pengelolaan desa adat di Bali akan ditangani dinas khusus. Ini tentu merupakan terobosan baru yang sangat cerdas dalam konteks mengawal peradaban Bali. Saya sangat mendukung gebrakan Gubernur Wayan Koster ini, terlebih dilakukan dengan penguatan regulasi dan kecerdasan membangun komunikasi publik. Artinya, ketika gagasan ini digulirkan penjelasannya kepada semua elemen masyarakat Bali dilakukan secara kontinu dan jelas. Bagi saya masyarakat Bali, terobosan ini tentu sangat kami harapkan. Sebagai pendukung adat dan tradisi yang selama ini menjadi magnet pariwisata Bali, saya rasa sangat wajar jika Bali berjuang untuk mendapatkan perhatian khusus soal pengelolaan desa adat. Maka untuk itu, semua elemen masyarakat Bali meskipun tidak beragama Hindu, saya berharap mencermati komitmen pemerintah provinsi ini dipahami sebagai salah satu strategi menjaga keharmonisan kehidupan kita di Bali. Kesamaan persepsi ini penting mengingat dukungan atas penguatan desa adat baik dari sisi regulasi dan pembiayaan mutlak diperlukan. Ini tak lain untuk tetap menjaga Bali sebagai pulau yang nyaman dan aman sebagai tempat tinggal maupun sebagai daerah tujuan wisata. Mudah-mudahan penjabaran program ini berjalan sesuai rencana sehingga Bali tetap ajeg.

Ni Kadek Sudarmi Tabanan, Bali

I Putu Trinatha Gianyar, Bali

dan Belanda yang pada mulanya berdagang dan berbisnis dengan penduduk lokal India sebelum kemudian menjajahnya. Tidak terpaku apakah karena unsur paksaan atau kerelaan, motivasi penduduk lokal melepaskan diri dari Hinduisme, kemudian memeluk agama Kristen terkait erat dengan kontradiksi dalam masyarakat Hindu (sumber gejolak dari dalam). Hindu mengajarkan keadilan, tetapi sistem kasta bertolak belakang dari ajaran tersebut sehingga menyebabkan penderitaan bagi mereka yang termarginalkan dan mengharapkan kehidupan yang lebih baik dengan menjadi Kristen. Dibandingkan masa kedatangan Eropa, kedatangan Islam, diawali Sultan Mahmud dari Afghanistan, membawa penderitaan lebih berat bagi masyarakat India: Islam berkembang dengan penaklukan dan kekerasan yang lebih intens

daripada periode sebelumnya. Pola konversi agama sama seperti sedia kala: Penduduk setempat, dengan rela atau dipaksa, meninggalkan Hinduismu untuk menjadi Islam. Sistem kasta menyengsarakan sebagian besar masyarakat sekaligus berperan sebagai faktor pendorong mengapa konversi agama terjadi. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, gejolak luardalam saling memperkuat satu sama lain; alhasil, mobilitas masyarakat lokal dari yang awalnya memeluk, lalu meninggalkan Hindu tak terhindarkan. Meski demikian, dalam sejarah peradaban manusia, Hinduismu jauh dari agresivitas. Artinya, perkembangan ajarannya tidak mengenal ekspansi dan penaklukan, apalagi kekerasan. Sifat pembeda ini mengingatkan kemiripannya dengan Yudaisme, kecuali Yudaisme tidak mengalami kontradiksi

Menyelenggarakan program studi S2 Hinduisme yang kompeten dan kekikian berdasarkan perkembangan keagamaan masyarakat menjadikan Hinduisme sebagai pusat persinggahan studi komprehensif dari agama–agama di dunia.

internal – hanya gejolak eksternal. Gejolak internal dan eksternal ini perlu terus ditelusuri secara akademik, terutama untuk melihat peran dan fungsi agama Hindu dalam relasi hubungan antaragama. Saya meyakini, sistem kepercayaan Hindu akan terus bertahan, karena terbukti meskipun agama-agama lain bermunculan sesudahnya, tetapi epistimologis Hinduisme tetap bertahan sebagai trigger bagi kemunculan agama– agama besar lainnya di dunia. Menyelenggarakan program studi S-2 Hinduisme yang kompeten dan kekikian berdasarkan perkembangan keagamaan masyarakat menjadikan Hinduisme sebagai pusat persinggahan studi komprehensif dari agama-agama di dunia. Menjadi lembaga Pendidikan Tinggi Hindu Dharma bertaraf internasional yang kredibel dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan kehidupan keagamaan manusia.

Pendekatan Pembelajaran Dalam konteks ini, pendekatan pembelajaran hendaknya mengacu pada beberapa hal strategis. Di antaranya terkait dengan pedagogi yang memfasilitasi lingkungan belajar yang dinamis, positif, dan sesuai dengan tujuan akademis. Pembelajaran juga hendaknya merujuk andragogi yakni konsep pembelajaran yang berdasar pada kecenderungan belajar orang dewasa yang madiri. Penguatan sumber daya manusia (SDM) Hindu mestinya juga merujuk pada didaktika yakni pembelajaran yang mengutamakan deliberasi dengan atmosfir pembelajaran yang dialektis dengan memberikan keleluasaan berpikir, bersikap, dan bekreasi secara bertanggung jawab. Selain itu, pendekatan pembelajaran praksis juga perlu dilakukan yakni pembelajaran yang menyeimbangkan metode deduktif (cognitivistic) dengan induktif,

Warung Global

Wajar Bangli Minta Kontribusi AIR merupakan kebutuhan vital, seiring perkembangan zaman sepertinya air sudah mejadi barang ekonomi. Untuk itu, tukad (sungai) di Bangli sebagai sumber air akan dipasangi watermeter untuk mengukur seberapa besar debit air di Bangli yang dimanfaatkan PDAM kabupaten tetangga. Banyak sumber air di Bangli dimanfaatkan daerah lain seperti Karangasem, Klungkung dan Gianyar. Daerah yang selama ini memanfaatkan air yang bersumber dari Kabupaten Bangli, terutama untuk kebutuhan komersial agar melakukan kerja sama dan memberikan kontribusi untuk Bangli berupa uang imbal jasa lingkungan. Hal ini semata untuk mengejar pendapatan daerah Bangli dari sektor sumber daya air. Nampaknya Bupati Bangli I Made Gianyar kian serius mengejar pendapatan dari sumber air. Pemkab Bangli mulai mendata mata air yang dimanfaatkan daerah lain di Bali. Beberapa pendapat yang disampaikan Pendengar setia dalam acara Warung Global mengaitkan hal ini dengan berita pembagian PHR ke Bangli dihentikan, ada juga yang ber-

pendapat bahwa Pemkab Bangli wajar hitung-hitungan, karena air tersebut diperjualbelikan lagi. Bagaimana sebaiknya pengelolaan sumber air di Bangli ini? Made Jemet di Denpasar menilai sesuai UU, bumi, air dan segala isinya diatur oleh Negara… agar adil dan merata sebaiknya sumber air ini dikelola oleh pusat saja.

‘’Semoga saja hal ini tidak ada hubungan dengan penghentian pemberian PHR ke Bangli,’’ demikian Ayu di Petang sedikit curiga. Jika kabupaten lain mengambil air dari Bangli untuk dikomersialkan, wajar jika Bangli minta imbal balik. Suardana di Tabanan juga mengutarakan pendapat senada. (sikha)

sehingga mahasiswa tidak hanya cakap dalam teori dan praktik tetapi lebih jauh berani berinovasi dan menemukan yang baru. Dengan konsep ini, mereka akan mandiri dan berakar. Pendidikan Hindu juga mesti memerhatikan bangunan kurikulum. Di antaranya bisa merujuk kemanilaan, yakni memfasilitasi mahasiswa untuk membangun karakter mahasiswa sesuai prinsip-prinsip kemanusiaan dan keutamaan agama Hindu. Mata kuliah umum juga harus dijabarakan. Mata kuliah ini hendaknya diarahkan untuk mengajak mahasiswa berpikir kritis, logis, kreatif, dan etis. Selain itu, mata kuliah dasar keahlian dan mata kuliah keahlian mestinya juga menjadi hal penting dan strategis yang harus dikembangkan. Mata kuliah keahlian hendaknya mengarah dan menjadikan mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan spesifik sesuai minat mahasiswa. Dengan pendekatan profesional dan keilmuan serta merujuk keahlian lulusan lembaga pendidikan Hindu diharapkan mampu membangun daya saing generasi Hindu pada era digital. Penulis, tokoh masyarakat Bali

POJOK Teluk Benoa akhirnya ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Maritim. - Dari Bali ajegkan Indonesia ***

Presiden perintahkan usut tuntas penusukan Menkopolhukam Wiranto. - Tuntaskan sampai akar masalah. *** Gianyar ‘’koleksi’’ ribuan pengangguran. - Ini sih bukan prestasi.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

Polres Tabanan Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

Bali Post/ist

KUNJUNGI POLRES - Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB Muhammad Yusuf Ateh mengunjungi Polres Tabanan Rabu (9/10) malam.

Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Hal itu disampaikan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB Muhammad Yusuf Ateh, Ak, MBA., saat melakukan evaluasi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju wilayah WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Polres Tabanan, Rabu (9/10) malam. Rombongan Deputi diterima langsung Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa beserta pejabat utama di Polres Tabanan dan Kapolsek jajaran Polres Tabanan. Rombongan tiba di Polres Tabanan sekitar pukul 18.30 Wita. Muhammad Yusuf Ateh sempat meninjau pelayanan SKCK, sidik jari, dan perizinan. Untuk diketahui, WBK adalah sebutan atau predikat yang diberikan kepada unit yang memenuhi syarat indikator hasil WBK dan memperoleh hasil penilaian indikator proses di atas 75 pada ZI yang telah memperoleh opini

Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK atas laporan keuangan. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka evaluasi pembangunan ZI menuju wilayah WBK dan WBBM di Polres Tabanan. ‘’Di Polda Bali ada dua Polres yang dinilai memenuhi syarat untuk lolos WBK. Yang pertama Polres Gianyar dan yang berikutnya Polres Tabanan,’’ ujarnya, Kamis (10/9) kemarin. Kata dia, WBK berhasil diraih atas kerja keras seluruh tim. Dalam kesempatan tersebut juga ditekankan oleh Deputi agar Polres Tabanan tetap menjaga dan meningkatkan inovasi-inovasi yang telah dilakukan dalam hal meningkatkan pelayanan publik. Iptu Budiarta menyebutkan, untuk meraih WBK ada beberapa indikator baik administrasi maupun pelayanan publik yang dinilai. ‘’Termasuk juga ada hasil survei ke masyarakat tanpa diketahui kita jauh hari sebelumnya dari Kemenpan ke masyarakat,’’ jelasnya. (kmb28)

Tawarkan Pantai Privat

Iklan Penjualan Vila Menuai Polemik Tabanan (Bali Post) -

Iklan penjualan vila mewah, Ciputra Beach Resort yang berlokasi di Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, pada iklan yang viral di media sosial (medsos) tersebut, pengiklan mengiming-imingi pembeli vila dengan pantai pribadi atau privat sepanjang 1 km. Iklan tersebut menuai kontroversi. Bahkan anggota DPR-RI, I Nyoman Parta melalui akun medsos-nya meminta Bupati Tabanan untuk menindak lanjuti persoalan tersebut. Jangan sampai pantai diperjualbelikan, karena pantai milik publik. ‘’Ini pengembang dalam

iklannya menyampaikan pantai pribadi bahkan sepanjang 1 km. Ingat peristiwa pelarangan warga di Buleleng, lindungi pantai agar tetap menjadi wilayah publik,’’ ujarnya. Komentar Parta di medsos-nya tersebut mendapat respons beragam dari masyarakat. Sebagian besar

menolak jika pantai menjadi wilayah privat. Tidak sedikit yang kemudian mendesak dewan mengecek informasi tersebut. Mantan Perbekel Desa Pangkung Tibah I Ketut Nendra kaget saat dikonfirmasi perihal iklan penjualan vila dengan menambahkan embelembel pantai pribadi sepan-

jang 1 km. ‘’Sepengetahuan saya tidak ada. Mungkin itu strategi promosi. Tetapi kalau benar, pasti ribut. Jadi saat membangun tidak ada bahasa pantai privat,’’ tegasnya saat dikonfirmasi Kamis (10/10) kemarin. Menurutnya, dalam perda desa adat sudah ditegaskan bahwa pantai merupakan public space dan bukan milik pribadi. Apalagi di desa setempat banyak kegiatan sosial budaya dengan memanfaatkan kawasan pantai seperti kegiatan melasti

maupun aktivitas nelayan. ‘’Promosinya saya tidak tahu mengapa ada penyampaian pantai pribadi. Justru pihak Ciputra membuat jalan baru di areal dalam kawasan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat saat melaksanakan upacara melasti termasuk aktivitas nelayan agar selalu ada. Bahkan warga Banjar Batu Tampih Kawan justru masuk lewat jalan di dalam properti saat melasti menuju ke pantai,’’ terangnya. Mendapatkan informasi

ini, Wakil Bendesa Adat Bedha tersebut mengaku akan menyampaikannya kepada Bendesa dan Kerta Desa untuk dibahas lebih lanjut. ‘’Yang jelas, pantai pribadi itu memang tidak diperbolehkan,’’ katanya. Sepengetahuannya, luasan properti milik Ciputra sekitar 37 hektar dan sudah ada izin. Properti ini berdiri sejak tahun 2014 dan pembangunan masih terus berjalan sampai sekarang. Sementara itu, Kepala DPMPPTSP Tabanan I Made

Sumerta Yasa menegaskan, tidak ada izin apapun yang memperbolehkan pantai dijadikan kawasan pribadi. ‘’Tidak benar itu. Kalau memang benar ada seperti itu, akan saya panggil,’’ ucapnya. Sementara itu, setelah ramai dibicarakan di medsos, pihak pengiklan memberikan klarifikasi bahwa penawaran pantai privat itu tidak benar. Pengiklan meminta maaf dan menyatakan telah terjadi kesalahan penulisan dan komunikasi. (kmb28)

SOSOK Hidupkan Komunikasi ”Leneng” KOMUNIKASI adalah kunci sukses program pemerintah. Setiap kebijakan pimpinan daerah harus selalu dikomunikasikan dengan bawahan untuk dipahami dan dilaksanakan dengan baik. Namun komunikasi tidak harus formal, informal pun bisa. Seperti konsep leneng, orang bisa berbicara apapun di leneng (tempat duduk di depan pintu pagar rumah) tanpa ada sekat dan perbedaan. Komunikasi di leneng mengalir begitu saja. Komunikasi seperti itu sangat efektif untuk menyampaikan informasi kepada yang dituju. Konsep inilah yang akan diterapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tabanan, I Putu Dian Setiawan. Mantan Kabag Humas Tabanan ini menerangkan, secara filosofis “Leneng berarti Lengkong Beneng Tabanan Gumi Gelah”. Ini mengandung makna membangun sebuah ruang komunikasi terbuka yang hidup dan dihidupi oleh pertarungan ide dari berbagai cara pandang. Pertarungan ide ini secara sadar maupun tidak telah mampu membentuk karakter masyarakat Bali yang adaptif terhadap perubahan. ‘’Tujuannya ingin melestarikan lagi budaya komunikasi masyarakat Bali ngobrol di leneng sebagai kearifan lokal. Dan sebagai penyeimbang serta membuka ruang komunikasi publik, tentu dibudayakan komunikasi yang bermar-

tabat mengadopsi kearifan lokal budaya Bali ngobrol di leneng yang dimodifikasi,’’ terangnya Kamis (10/10) kemarin. Secara sosiologis, leneng, kata Dian Setiawan mempunyai makna sebagai tempat duduk-duduk masyarakat Bali zaman dahulu. Jika ditelaah lebih lanjut pada dasarnya tidak hanya mempunyai fungsi tempat bercengkrama semata, tetapi juga mempunyai fungsi sosial yang jauh lebih dalam. Melalui tradisi duduk di leneng, mengalir dialog-dialog di ruang publik yang berisikan dialektika egaliter penuh canda. Dalam tataran praktis, program Leneng Tabanan ini dimaknai sebagai sebuah program yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika dengan maksud membangkitkan lagi tradisi berdialektika secara egaliter di kalangan masyarakat Tabanan, namun dalam konteks berbeda. Melalui program Leneng Tababah sangat diharapkan akan terdapat komunikasi bersifat konstruktif antara elemen good governance yaitu pemerintah, masyarakat sipil dan sektor privat. Ini menjadi poin penting dalam rangka membangun pola-pola komunikasi berbasis data. ‘’Semua pihak tentu bisa ikut berkontribusi positif untuk membangun daerah lumbung pangan ini,’’ ucapnya. (bit)

JAMBORE - Suasana Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2019 di Kecamatan Marga.

Bali Post/ist

Pemkab Gencar Perangi Sampah Tabanan (Bali Post) Mensukseskan program Indonesia Bersih dan Bebas Sampah Tahun 2025, Kementerian PUPR selama tiga tahun terakhir menggelar Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah. Tahun ini Tabanan menjadi tuan rumah setelah sebelumnya digelar di Solo, Medan, dan Malang. Kegiatan dipusatkan di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Kecamatan Marga, Kamis (10/10) kemarin.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti tidak memungkiri bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan atau pembangunan nasional baik di kabupaten maupun provinsi tidak lepas dari masalah sampah. Untuk itu, Tabanan terus gencar memerangi sampah. ‘’Kita punya program Garbage Start Up Online dan rencananya tahun 2020 mendatang akan diperdakan. program ini bertujuan mengurangi sampah sampai tempat pembuangan

sampah dengan melibatkan masyarakat. Tapi yang penting adalah masyarakat kita sadar bahwa sampah itu tidak boleh lagi dibuang sembarangan. Sampah itu juga bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi daerah,’’ imbuh Bupati Eka. Dia menjelaskan, Tabanan telah melakukan inovasi supermarket sampah yang sistem jual belinya menggunakan sampah. Ada juga bank sampah dan lain sebagainya. Dengan adanya jambore ini,

Bupati Eka berharap semua aktivis peduli lingkungan dan pihak terkait mampu memberikan sumbangsihnya melalui pemikiran-pemikiran serta inovasi baru terkait penanggulangan sampah, khususnya di Tabanan. Sementara dalam Jambore kali ini Tabanan juga diberikan bantuan mesin pencacah plastik dengan doser seharga Rp 4 miliar. Mesin ini akan digunakan di TPA Mandung. (kmb28)

Paramudi Usulkan Peremajaan Armada Trans Serasi Tabanan (Bali Post) Program angkutan siswa di Kabupaten Tabanan, Trans Serasi yang bergulir sejak 2014 terus dievaluasi dan dikembangkan. Seperti yang dilakukan Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Gusti Putu Ngurah Dharma Utama, yang melakukan pertemuan dengan paguyuban para sopir Trans Serasi atau Suka Duka Paramudi Trans Serasi di parkir areal Museum Subak Tabanan, Kamis (10/10) kemarin. Selain ajang perkenalan diri, pertemuan itu dalam rangka mendapatkan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu usulan yang disampaikan yakni peremajaan armada, mengingat banyak kendaraan yang sudah berusia tua. Untuk diketahui, total armada Trans Serasi saat ini sebanyak 250 unit. Dari jumlah tersebut, 100 unit

di antaranya berupa angkot, 147 angkutan desa dan tiga bus ukuran sedang. Layanan baru menyasar sembilan kecamatan di Kabupaten Tabanan. Hanya Selemadeg Barat yang belum bisa dilayani karena belum ada armada. Pengadaan armada juga belum dilakukan Pemkab Tabanan. Kemungkinan akan menunggu bantuan pemerintah pusat. Terkait usulan peremajaan armada Trans Serasi, Kadishub Tabanan Gusti Ngurah Dharma Utama menyatakan pihaknya akan mengupayakan merealisasikannya. Dia pun mengakui ada sejumlah armada yang statusnya milik pribadi yang sudah kurang layak dioperasikan. Tidak hanya peremajaan, untuk perluasan layanan juga akan terus dilakukan. Bahkan idak hanya menyasar pelajar, masyarakat umum akan diupayakan bisa memanfaat-

kan Trans Serasi. Diungkapkannya lebih lanjut, penambahan dan perluasan layanan Trans Serasi bisa meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi yang tentunya juga mengurangi polusi, meningkatkan kinerja jalan dan banyak manfaat lainnya lagi. ‘’Solusinya bagaimana menyediakan angkutan umum senyaman mungkin dan semenarik mungkin,’’ ucapnya. (kmb28) PERTEMUAN - Kadishub Tabanan I Gusti Putu Ngurah Dharma Utama saat mengadakan pertemuan dengan para paramudi Trans Serasi di areal Museum Subak, Kamis (10/10) kemarin.

Bali Post/ist


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

Dibangun di Lahan Sawah Produktif

SOSOK Kebersamaan Itu Universal MENJADI orang nomor satu di perguruan tinggi negeri bukanlah pekerjaan mudah. Posisi selaku pengendali sebuah Perguruan Tinggi yang besar itu, mau tidak mau harus mempersiapkan strategi jitu. Strategi itu penting agar segala sesuatu di lembaga pendidikan tinggi itu semakin baik, mampu bersaing, baik di nasional maupun internasional. Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. mengatakan, jabatan rektor memang strategis dan menjadi impian para akademisi di setiap kampus. Baginya, capaian karier menerima kepercayaan civitas akademika yang memilihnya sebagai rektor dua periode itu (2015-2019 dan 2019-2023) adalah tantangan tersendiri dalam menakhodai Undiksha dengan visi Menjadi Universitas Unggul di Asia Tenggara Berlandaskan Falsafah Tri Hita Karana tahun 2045. Itu merupakan tugas berat karena cukup banyak tantangan yang harus dicarikan solusi efektif dan elegan. Karena itu, pria yang sebelumnya Wakil Rektor II Undiksha itu perlu strategi jitu. Jurus jitunya yang dimaksud adalah membangun kebersamaan dengan setiap warga kampus dan stakeholders terkait. Pemikiran itu ditulis pada buku berjudul “Membangun dengan Kebersamaan”. Kebersamaan menurut akademisi asal Bualu, Badung ini tidak saja relevan untuk menyukseskan pembangunan perguruan tinggi. Namun juga di tempat lain, baik pemerintahan, termasuk level keluarga. “Sejatinya, kebersamaan ini sifatnya universal. Apalagi di era revolusi industri 4.0, kolaborasi menjadi salah satu hal yang harus dimiliki untuk bisa bersaing,” katanya. Di sisi lain, putra pasangan I Wayan Pugir dan Ni Made Sender ini mengatakan, sesuai visi lembaganya sebagai universitas unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana di Asia tahun 2045 itu harus mampu direalisasikan dengan kebersamaan. Formulasi pola strategis itu terus dipupuk sejak awal dirinya menjadi dosen. Kebersamaan itu diakuinya sudah membuahkan hasil dengan akreditasi institusi bisa A demikian juga untuk program studi. Hal itu karena kebersamaan. “Membangun itu harus dengan kebersamaan. Hasilnya sudah saya rasakan dan petik saat ini,” tegas Prof. Dr. Jampel. (mud)

Warga Adukan Pembangunan Perumahan ke DPRD

Singaraja (Bali Post) – Pengembangan perumahan bersubsidi di Dusun Purwa, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt memicu keberatan warga. Ini karena perumahan itu dibangun dengan mengalihfungsikan sawah yang dikategorikan masih produktif. Selain itu, perumahan ini lokasinya dekat dengan lingkungan Pura Dalem. Hal itu dikhawatirkan dapat mengganggu kesucian pura, terutama ketika digelar upacara. Pengembang perumahan itu sudah membangun sekitar 74 unit rumah bersubsidi yang siap dijual. Konon, pengembang itu sendiri telah mendapatkan izin dari instansi terkait Pemkab Buleleng. Akan tetapi, entah karena masalah apa, gelombang protes itu mulai mencuat. Warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa Pengastulan mengadukan masalah ini kepada Komisi I DPRD Buleleng. Menindaklanjuti pengaduan itu, Komisi I beberapa waktu lalu, turun ke lokasi untuk menyerap aspirasi dan mengumpulkan data di lapangan. Tidak sampai di sana, dewan telah menjadwalkan Jumat (11/10) ini, melakukan mediasi dengan cara mempertemukan perwakilan warga bersama aparat pemerintahan terkait dan mengundang pihak pengembang perumahan. Melalui surat 10 September 2019, Forum Masyarakat Peduli Desa Pengastulan mengadukan permasalahan tersebut. Mereka keberatan dengan dibangunnya perumahan bersubsidi tersebut. Ini karena lokasi perumahan itu dekat Pura Dalem. Hal itu dikhawatirkan mengganggu lingkungan ketika digelar upacara, diyakini berdampak terhadap kesucian pura itu.

Tidak itu saja, pembangunan perumahan dengan mengalihkan lahan sawah produktif itu, maka dalam waktu panjang dikhawatirkan mengganggu petani di sekitar perumahan itu. Warga mencontohkan, dampak yang kemungkinan terjadi adalah terganggunya irigasi di Subak Puluran. Dampak lainnya kalau hujan volume air meningkat lebih tinggi. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan terjadi banjir karena irigasi di subak itu telah ditutup akibat lahannya beralih fungsi menjadi bangunan. Surat Pengaduan Menanggapi pengaduan itu, Ketua Komisi I DPRD Buleleng Gede Odi Busana mengatakan, setelah menerima surat pengaduan itu, pihaknya telah menyerap aspirasi di lapangan. Selanjutnya, dewan akan memfasilitasi para pihak untuk mencari jalan keluar atas permasalahan yang terjadi. Sikap ini tidak lepas karena dewan tidak memiliki wewenang menentukan siapa pihak yang salah dan yang dianggap benar. Dengan cara mediasi itu, pihaknya berharap ada solusi terbaik. Namun, semua tetap memakai patokan regulasi yang mengatur pembangunan perumahan itu. “Tentu langkah yang kami

lakukan memfasilitasi para pihak dengan cara mediasi. Pijakan mencari solusi atas masalah ini adalah berpegang pada regulasi,” katanya. Dihubungi terpisah, Perbekel Desa Pengastulan, Seririrt Ketut Yasa membenarkan, ada keluhan warga terkait pembangunan perumahan bersubsidi itu. Sejak

muncul keluhan itu, Kerta Desa bersama subak, dan pihak pengembang perumahan sudah melakukan pertemuan. Hasilnya, dampak pembangunan perumahan itu mengganggu kenyamanan. Bahkan, ada kekhawatiran ancaman mengganggu kesucian Pura Dalem. Terkait dampak mengganggu irigasi pertanian, Yasa menyebut, warga subak tidak ada yang mengeluhkan hal tersebut. “Kalau sekarang, pembangun itu sudah selesai 74 unit. Sudah pernah dibahas sebelumnya oleh Kerta Desa. Memang ada kekhawatiran

mengganggu kesucian pura. Masalah itu sudah disampaikan ke DPRD,” katanya. Terkait pengaduan ke DPRD, Yasa menilai sah-sah saja ada warganya mengadukan hal itu sebagai masalah ke dewan. Namun yang jelas, sebelum selesai membangun 70 unit rumah di lokasi perumahan itu, pengembang sudah mendapatkan izin membangun. Kemudian, menyusul pengaduan warga itu, pihaknya menyerahkan kepada instansi berwenang untuk mengambil keputusan sesuai regulasi dan amanat perundang-undangan yang mengatur. (kmb38)

Bali Post/kmb38

SERAP ASPIRASI – Komisi I DPRD Buleleng belum lama ini, menyerap aspirasi terkait pengaduan Forum Masyarakat Peduli Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt terhadap dampak perumahan bersubsidi di wilayah mereka.

Pensiun Terhitung 1 November

Dua Jabatan Kepala Dinas Lowong

Singaraja (Bali Post) – Dua jabatan kepala dinas di lingkungan Pemkab Buleleng bulan ini dipastikan lowong. Alasannya, dua pejabat di masingmasing dinas tersebut telah memasuki masa pensiun. Menunggu pengisian pejabat definitif, jabatan itu akan diisi pelaksana tugas (plt). Informasi yang dikumpulkan di lapangan, Kamis (10/10) kemarin menyebutkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ketut Suparta Wijaya akan mengakhiri jabatannya 13 Oktober 2019 ini. Selain itu, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Buleleng Ni Made Arnika bahkan sudah memasuki purnatugas terhitung 5 Oktober 2019 lalu. Menyusul lowongnya dua pejabat kepala dinas itu, Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng sedang menyiapkan kajian terkait pengisian kedua jabatan itu. Nantinya, hasil kajian tersebut akan disampaikan kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana selaku pemegang kebijakan. Kepala BKPSDM Gede Wisnawa mengatakan, kedua pejabat itu, baik Arnika maupun Suparta Wijaya, telah memasuki masa pen-

Ketut Suparta Wijaya

siun pada bulan Oktober 2019. Namun, secara resmi, keduanya mulai tidak aktif terhitung 1 November 2019. Dengan demikian, kedua pejabat bersangkutan masih aktif melanjutkan tugas-tugasnya hingga Surat Keputusan (SK) pensiun itu diterbitkan bulan depan. “Nanti mulai tanggal 1 November, beliau baru resmi tidak aktif. Tetapi sekarang ini, masih bertugas sebagai kadis,” katanya. D i s i si lain, Wisnawa mengatakan, terkait penempatan pejabat pengganti dua jabatan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Bupati sebagai pemegang kebijakan. Biasanya, ketika ada pejabat yang memasuki masa pensiun menunggu pejabat pengganti, maka kebijakan yang diambil adalah menunjuk plt. Biasanya, Sekretaris Dinas bersangkutan berpeluang besar diberikan tugas tambahan sebagai pelaksana tugas. Menunggu kebijakan itu, BKPSDM akan menyiapkan kajian terkait pengisian tersebut. Namun, sementara berpeluang ditunjuk plt. hingga penyusunan kelembagaan itu nanti rampung. “Soal siapa plt. itu merupakan kewenangan Bupati. Tetapi biasanya sekretaris di dinas itu yang berpeluang langsung jadi plt-nya,” jelas Gede Wisnawa. (kmb38)

Ni Made Arnika

Bali Post/ist

MABOROS – Krama Desa Pakraman Busungbiu menggelar tradisi maboros Kamis (10/10) kemarin. Tradisi ini merupakan rangkaian sebelum puncak Pujawali Agung di Pura Puseh Purnama Kapat atau pertengahan bulan ini.

Jelang Pujawali Agung

Krama Desa Pakraman Busungbiu Gelar Tradisi ”Maboros” Maboros merupakan tradisi yang rutin digelar krama Desa Pakraman Busungbiu, Kecamatan Busungbiu. Kebiasaan berburu kijang (kidang - red) di kawasan hutan lindung di wilayah desa pakraman setempat itu adalah rangkaian digelarnya Pujawali Agung di Pura Puseh, Desa Pakraman Busungbiu. Upacara itu dilangsungkan bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat Minggu, 13 Oktober. Krama desa menangkap kijang menggunakan jaring. Setelah berhasil menangkap hewan hutan yang disucikan itu dijadikan sarana upakara yang dihaturkan saat pujawali. Pada saat prosesi tradisi, apakah diperlukan satu ekor kijang dan kapan menggunakan dua ekor kijang? SEBELUM melaksanakan maboros, krama desa berkumpul di Pura Puseh sejak Kamis (10/10) kemarin. Setiap krama wajib membawa perlengkapan berburu seperti jaring, sabit, pedang, dan perlengkapan lainnya. Setiap krama juga memakai topi yang dibuat dari upih (daun pohon pinang yang

dikeringkan - red). Krama desa percaya dengan cara menggunakan topi itu supaya saat masuk ke dalam hutan tidak diketahui hewan buruan yang juga dikenal dengan sebutan “I Bulu Pangi”. Setelah melalui prosesi persembahyangan untuk memohon keselamatan dan

petunjuk kepada Ida Batara, krama berangkat ke tengah hutan. Dari Pura Puseh itu, krama berjalan kaki hingga di kawasan hutan lindung di daerah Kutul dan Hutan Pangkungbiu. Kedua kawasan hutan tersebut sejak bertahun-tahun dikenal sebagai habitat kijang yang dilindungi dan disucikan. Hal ini dikuatkan oleh keyakinan bahwa setiap digelar maboros, harus memohon restu secara niskala, sehingga perburuan kijang membuahkan hasil yang diharapkan. Setelah di dalam hutan, krama yang dipimpin pengurus desa pakraman dan pemangku mulai melakukan perburuan. Tidak sampai sehari, dua ekor kijang dewasa berhasil ditangkap. Dengan hasil tersebut, krama menyambut dengan sukacita. Kedua kijang itu kemudian digotong dan diiringi ribuan krama. Selanjutnya dijadikan sarana upakara yang akan digelar

di Pura Puseh. Klian Desa Pakraman Busungbiu I Nyoman Dekter mengatakan, maboros itu dipercaya sebagai salah satu rangkaian pujawali yang wajib dilaksanakan. Bahkan, kalau hewan buruan itu tidak berhasil ditangkap untuk dipersembahkan dalam upacara, maka pujawali akan diundur. Malam sebelum Rabu (9/10) lalu, krama desa menggelar upacara ngajit untuk memohon restu sekaligus memohon kijang secara niskala kepada Ida Batara. Ritual ini digelar tepat pukul 24.00 yang diikuti pewaris Tegak Lingsir 66 pendiri Desa Busungbiu. Puncak ritual ini ditandai ngerauhang Ida Batara melalui petapakannya. Pada kesempatan ini, petapakan Ida Batara akan memberi petunjuk “I Bulu Pangi” yang akan dimohon. “Tujuannya, kita memohon karena kami percaya I Bulu Pangi adalah kekuasaan Ida Batara. Maka mohon

restu itu penting dilakukan. Kalau kita salah melaksanakan ritual ngajit ini, kemungkinan gagal dapat kijang. Syukurlah usaha kami direstui. Hasilnya dua ekor kijang pun diperoleh krama,” katanya. Kijang yang diperlukan itu, kata Dekter, tergantung tingkatan pujawali yang dilaksanakan. Dicontohkan, pada Pujawali Agung, krama wajib mempersembahkan dua ekor kijang. Sedangkan Pujawali Alit, minimal mendapatkan satu ekor kijang. “Ini sudah menjadi keharusan. Sehingga setiap memasuki pujawali, kami wajib melakukan tradisi ini. Biasanya saat Pujawali Agung diperlukan dua kijang. Satu ekor kijang untuk sarana bukakak yang akan dipersembahkan di Bale Panggungan. Satu ekor lagi digunakan sebagai campuran paci-paci (mirip adonan lawar) yang akan dibagikan kepada seluruh krama,” jelasnya. (mud)


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

Gianyar Raih Penghargaan ”Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2019”

PENGHARGAAN - Kepala Dinas Kominfo Gianyar Cokorda Gde Rai Widiarsa Pemayun saat menerima penghargaan.

KOMISI Informasi (KI) Bali menggelar Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik kepada badan publik/PPID/ OPD se-Bali di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (10/10) kemarin. Dalam acara ini, Kabupaten Gianyar melalui desa/BUMD/OPD berhasil meraih penghargaan. Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar meraih peringkat II antar Dinas Kebudayaan dan/atau sebutan lainnya se-Bali, PDAM Gianyar meraih peringkat III antar PDAM se-Bali, BPR Werdhi Sedana meraih peringkat II antarbadan publik lainnya sesuai yang telah ditetapkan dalam pedoman. Sementara itu, dalam kategori Sepuluh Besar Kualifikasi Desa Informatif, Desa Peliatan meraih peringkat IV dan Desa Lebih meraih peringkat X. Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali I Gede Agus Astapa mengatakan, Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik ini bertujuan memasti-

kan masyarakat mendapatkan informasi yang baik dan benar dari OPD di seluruh Bali yang bersentuhan langsung dengan pelayanan serta menyangkut informasi publik. “Kami hanya memastikan bahwa keterbukaan informasi telah diterima masyarakat,” tegasnya. Agus Astapa menambahkan, gelaran ini merupakan rangkaian peringatan Hari Keterbukaan Informasi yang diperingati setiap tanggal 28 September. Dengan adanya penilaian dan pemeringkatan ini, diharapkan PPID dan OPD pemerintah tidak tersangkut sengketa keterbukaan informasi publik. “Yang kami nilai adalah kepatuhan terhadap Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik, sehingga ke depannya kasus sengketa informasi di organisasi pemerintahan dapat diminimalisasi,” harapnya. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati pada kesempatan tersebut berharap penghar-

gaan ini dapat meningkatkan ketaatan badan publik dalam memberikan akses informasi publik kepada masyarakat sebagaimana tersirat dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. “Upaya meningkatkan kesadaran dalam melaksanakan undang-undang keterbukaan informasi publik harus terus dilaksanakan, sehingga badan publik ke depannya dapat memberikan informasi publik kepada masyarakat secara lebih transparan,” tegas Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini. Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Gianyar Cokorda Gde Rai Widiarsa Pemayun yang juga selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Kabupaten Gianyar mengatakan, pihaknya siap mengawal ketaatan keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemkab Gianyar. Apalagi penerapan keterbukaan informasi publik ini telah menyentuh hingga ke pemerintahan desa.

“Kami di Kominfo selaku PPID Utama akan terus berupaya mendampingi dan mendorong pelaksanaan keterbukaan informasi publik sesuai amanat undang-undang, sehingga ke depannya tercipta pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” ujarnya. Rai Widiarsa menambahkan, pihaknya berterima kasih atas ketaatan OPD/BUMD/ Desa/Kelurahan dalam menjalankan amanat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sehingga meraih beberapa penghargaan. Penganugerahan ini digelar setelah sebelumnya dilaksanakan berbagai rangkaian monitoring dan evaluasi serta visitasi oleh Komisi Informasi Bali ke berbagai badan publik. Penilaian meliputi asessment terhadap dokumen, verifikasi, klarifikasi, visitasi, dan simulasi terhadap semua objek monitoring dan evaluasi (monev) Badan Publik, Kelurahan dan Desa tahun 2019. (ad296)

Gianyar ”Koleksi” Ribuan Pengangguran Gianyar (Bali Post) Angka pengangguran di Kabupaten Gianyar tergolong masih tinggi. Apabila berkaca pada data Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran di daerah seni ini mencapai ribuan orang. Pemkab Gianyar berupaya mengentaskan kondisi ini dengan menggelar Job Fair untuk membuka kesempatan kerja kepada para pengangguran tersebut di areal parkir Stadion Kapten I Waya Dipta, Gianyar, Kamis (10/10) kemarin. Job fair yang berlangsung hingga Jumat (11/10) hari ini diikuti 30 perusahaan skala lokal dan nasional. Kasi Bursa Kerja Khusus dan Swasta Ditjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan RI Inneke Maria Siregar, S.H. membeberkan, berdasarkan data BPS periode Februari 2019, jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 136,18 juta. Dari data ini, jumlah pengangguran sebanyak 6,82 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 5,01 persen. Sedangkan berdasar data BPS Kabupaten Gianyar, total TPT Kabupaten Gianyar pada Agustus 2018 sebesar 1,60 persen atau sebesar 4.978 orang. “Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran adalah mismatch antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja,” katanya. Berkaca dari data BPS tersebut, kata Inneke, pameran job fair ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menurunkan tingkat pengangguran di Kabupaten Gianyar. “Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan secara langsung antara pencari kerja dengan pemberi kerja,” ujarnya. Melalui kegiatan ini diharapkan pencari kerja dapat memperoleh pekerjaan sesuai dengan bakat, minat dan kompetensi serta memperluas wawasan perihal ketenagakerjaan saat ini. Sementara bagi perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kualitas pekerjaan yang dibutuhkan. Kepala Bidang Perluasan dan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gianyar I Wayan Prayana, S.E. mengatakan, pameran Job Fair Gianyar 2019 diikuti oleh 30 perusahaan skala lokal dan nasional. Puluhan perusahaan itu dengan penempatan tenaga kerja regional Bali, termasuk penempatan tenaga kerja ke luar negeri. “Itu meliputi berbagai sektor lapangan usaha, seperti, pariwisata, retail, perdagangan, PPTKIS, jasa wisata, jasa produksi dan lainnya dengan jumlah lowongan sebanyak 2.424 orang,” ujarnya. Kepala Disnaker Gianyar Anak Agung Dalem Jagadhita, S.H. mengatakan, penyelenggaraan Job Fair kali ini mengusung tema “Pokoknya Harus Kerja” sebagai salah satu implementasi dan komitmen pemerintah bersama instansi terkait dan pihak swasta secara terpadu dalam upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini sekaligus sebagai penerapan sistem rekrutmen tenaga kerja secara transparan dan kompetitif. “Penyediaan informasi terpusat melalui kegiatan job fair ini mempunyai nilai strategis, karena dapat memberikan ruang komunikasi dua arah secara langsung antara pengguna dan pencari kerja. Sementara pemerintah bertindak sebagai fasilitator,” katanya. Dalem Jagadhita menambahkan, Pemkab Gianyar juga melakukan upaya pengembangan sistem Bursa Kerja Online (BKOL) dengan alamat www.bursakerjagianyar.com yang memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dengan pemberi kerja/perusahaan yang mempunyai lowongan kerja. Informasi lowongan kerja dapat diakses kapan saja dan di mana saja oleh pencari kerja maupun pemberi kerja. “Selain upaya tersebut, Pemkab Gianyar juga mendorong terbentuknya Bursa Kerja Khusus (BKK) yang merupakan unit pelayanan pada satuan pendidikan menengah, satuan pendidikan tinggi, dan lembaga pelatihan kerja yang memberikan fasilitasi penempatan tenaga kerja kepada alumninya,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

JOB FAIR - Suasana pameran Job Fair di areal parkir Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (10/10) kemarin.

PORTAL - Kondisi portal di areal parkir RSUD Sanjiwani yang tidak berfungsi Kamis (10/10) kemarin.

Rusak dan Hambat Pelayanan

Bupati Minta Portal di RSUD Sanjiwani Dicabut Gianyar (Bali Post) -

Kerusakan pada portal pintu masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani bukanlah hal baru. Ironisnya, karena dibiarkan berlarut-larut seringkali mengganggu aktivitas termasuk menghambat pelayanan untuk pasien yang perlu pertolongan cepat. Bupati Gianyar I Made Mahayastra yang mengetahui hal ini, secara tegas meminta portal itu dicabut. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar I Wayan Suamba mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Portal yang terpajang di pintu masuk rumah sakit ini memang tidak berfungsi Kamis (10/10) kemarin. Portal ini biasanya naik turun setelah pengunjung atau keluarga pasien mengambil karcis. Namun Jumat kemarin portal itu tidak berfungsi meski telah mengambil karcis yang keluar

dari mesin. Bahkan tak jarang ada pengunjung rumah sakit yang hendak parkir menunggu portal tersebut turun, sehingga menimbulkan kemacetan di pintu masuk. Bupati Gianyar Made Mahayastra mengaku sudah sejak beberapa waktu lalu melihat persoalan ini. Ia

juga telah menyampaikan permasalahan itu kepada dinas terkait. Orang nomor satu di Kabupaten Gianyar ini mendesak agar alat itu dicabut saja. “Saya sebenarnya sudah menyuruh alat itu dicabut, karena banyak yang terhambat gara-gara alat itu dan kurang cocok dipasang

di sana,” katanya dan menambahkan, peralatan parkir elektronik tersebut dinaungi oleh Dinas Perhubungan shub Kabupaten Gianyar, pihak rumah sakit dan pihak ketiga. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Gianyar I Wayan Suamba mengakui pihaknya mengetahui mesin parkir yang ada di RSUD Sanjiwani bermasalah sejak beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, pihaknya segera melakukan rapat koordinasi dengan pihak rumah sakit dan rekanan yang menyediakan mesin tersebut. “Dicabut? Tidak semudah itu. Itu kan bahasa pimpinan, tapi

jangan ditelaah mentah-mentah. Harus ada koordinasi lagi karena ada beberapa pihak terkait di sana. Yang menangani bukan kita saja,” ujarnya. Mantan Kadisperindag Gianyar ini menambahkan, mesin yang tidak berfungsi maksimal tersebut sudah dipasang sebelum ia menjadi pimpinan di OPD tersebut. “Begitu saya ditugaskan di sini (Dishub Gianyar-red) memang sudah seperti itu mesinnya. Yang jelas kami akan segera rapat dengan pihak rumah sakit dan pengadaan alat tersebut,” tegasnya. (kmb35)

Desa Wajib Alokasikan Anggaran untuk Taman Desa Gianyar (Bali Post) Seluruh desa di Kabupaten Gianyar diarahkan menjalankan program taman desa pada tahun 2020. Guna melaksanakan program ini, setiap desa wajib mengalokasikan dana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) maksimal sebesar Rp 100 juta. Dalam penataan taman itu, setiap desa juga wajib menanam satu jenis tanaman yakni bunga xantosema merah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Dewa Ngakan Adi mengatakan hal itu Kamis (10/10) kemarin. Ngakan Adi mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan 64 perbekel se-Kabupaten Gianyar. Seluruhnya menyatakan siap melaksanakan program taman desa ini. “Ini program Bapak Bupati untuk menata lingkungan desa supaya asri. Hasil koordinasi dengan seluruh perbekel, semua siap melaksanakan program ini pada tahun 2020,” katanya. Guna melaksanakan program ini, kata Ngakan Adi setiap desa wajib memasang ang-

garan di APBDes 2020. Maksimal anggaran yang dipasang Rp 100 juta. “Pemasangan anggaran ini tergantung wilayah. Apabila desa wilayahnya lebih kecil, bisa kurang. Tapi desa yang wilayahnya cukup luas maksimal menganggarkan Rp 100 juta,” ujarnya. Ngakan Adi menambahkan, dana tersebut diperoleh dari Bagi Hasil Pajak (BHP) Kabupaten Gianyar yang meningkat setiap tahunnya. Dikatakan, tahun 2020 total BHP yang dibagikan untuk desa se-Kabupaten Gianyar naik Rp 11 miliar. “Tahun ini BHP yang sudah dibagikan Rp 72 miliar, sementara 2020 target BHP yang akan dibagikan Rp 83 miliar, sehingga ada kenaikan lagi Rp 11 miliar,” katanya. Disinggung urgensi program yang menelan anggaran hingga Rp 100 juta ini, Ngakan Adi menegaskan, program ini dilaksankan guna mendukung program desa wisata di Kabupaten Gianyar. “Desa wisata itu tidak bisa lepas dari estetika lingkungan. Jika lingkungan nyaman dan asri, wisatawan pasti akan nyaman

berkunjung,” jelasnya. Ngakan Adi menambahkan, program taman desa ini akan diprioritaskan penataan pada areal setrategis desa. Misalnya, catus pata atau tempat strategis lainnya. Penataan juga akan menyasar telajakan milik warga dengan memperioritaskan yang ada di jalur utama. “Meskipun telajakan itu milik perorangan juga akan ditata. Tentunya berkoordinasi dulu dengan pemilik,” katanya. Menurut Ngakan Adi, Bupati Gianyar I Made Mahayastra meminta ada satu tanaman wajib yang harus ditanam yakni bunga xantosema merah. Dikatakan, tanaman ini bisa berbunga sepanjang tahun. Selain itu bisa tumbuh dengan baik di daerah dataran tinggi, perkotaan maupun pinggir pantai. “Selain sebagai tanaman hias yang memberi keindahan, nanti bunga ini juga berfungsi sebagai perindang,” ujarnya. Lantas, bagaimana proses pengadaan bunga yang diwajibkan ini untuk seluruh desa? Ngakan Adi mengakui bunga jenis ini memang masih langka

Bali Post/kmb35

TAMAN DESA - Bunga xantosema yang akan wajib ditanam pada taman desa di Kabupaten Gianyar. di Bali. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan salah satu pengepul, sehingga bisa dihubungkan dengan seluruh perbekel se-Gianyar. “Kalau ada penjual lain yang memiliki bunga jenis ini juga boleh, karena pihak desa yang harus menyiapkan sendiri,” tegasnya.

Sementara untuk kelurahan, kata Ngakan juga akan melakukan penataan serupa. Namun pengalokasian anggarannya yang berbeda. “Kalau tidak di APBD induk, mungkin di perubahan akan dialokasikan anggaran untuk program taman desa di kelurahan,” katanya. (kmb35)


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

Ditandai Penandatanganan Kemitraan

Ormas dan Dunia Usaha Dukung Germas

UPAYA Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bukan hanya dari pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan, namun juga perlu dukungan dari unsur masyarakat termasuk dunia usaha. Kontribusi dalam Germas khsususnya dari dunia usaha bukan hanya melalui materi saja, melainkan diharapkan juga melalui peran aktif menjalankan Germas. Guna mewujudkan dukungan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Bali bersama Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Kamis (10/10) kemarin melakukan penandatanganan kemitraan dengan unsur kesehatan. Unsur kesehatan itu dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan dunia usaha di Jembrana. Sedikitnya ada 30 ormas dan dunia usaha di Jembrana menguatkan kemitraan tersebut. Penandatanganan kemitraan ini dihadiri Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani M.Kes., Sekretaris Dinas Kesehatan Jembrana Putu Suekantara serta Ketua PHDI Jembrana I Komang Arsana. Kasi Promosi Kesehatan dan Pem-

berdayaan Masyarakat Diskes Bali A.A. Sagung Mas Dwipayani mengatakan, hubungan dan kemitraan ormas serta dunia usaha ini dalam hal promosi kesehatan yang menekankan promotif dan prefentif. ‘’Dukungan ini sangat diharapkan guna menanggulangi isu prioritas kesehatan antara lain banyaknya penyakit menular, stunting, kematian ibu dan anak maupun penyakit tidak menular,’’ ujarnya. Strategi yang dilakukan melalui Germas yang antara lain menggalakkan kegiatan kesehatan. Seperti melakukan aktivitas fisik secara rutin, konsumsi sayur-mayur, secara rutin mengecek kesehatan, ajakan tidak merokok dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Melalui penandatanganan kemitraan ini, kedua pihak dalam hal ini Dinas Kesehatan dan unsur kesehatan berperan aktif dalam mewujudkan Germas ini. Ormas-ormas yang dilibatkan seperti PHDI, WHDI, PKK, IDI, IBI, PPNI maupun Fatayat NU nantinya akan memiliki program-program sosialisasi ke masyarakat dalam rangka gerakan hidup sehat. ‘’Misalnya PHDI dan Majelis Adat, nantinya akan melakukan sosialisasi dan implementasi di pura terkait pararem

untuk tidak merokok. Begitu halnya PKK banyak sekali kegiatan, mulai IVA test, gerakan konsumsi sayur dan buah dan lain-lain,’’ tambahnya. Di samping itu juga, sektor dunia usaha agar juga mendukung bukan hanya secara materi saja. Tetapi juga bagaimana bisa berkontribusi langsung di lingkup usahanya dalam implementasi Germas. Misalnya melalui aktivitas fisik, tidak membuang sampah sembarangan dan pemberantasan sarang nyamuk. Jembrana, menurutnya, salah satu kabupaten yang menjadi fokus Germas tahun ini selain di Kabupaten Singaraja. Diharapkan melalui gencarnya Germas ini secara langsung dapat menghasilkan penurunan penyakit tidak menular, menular (TBC, HIV, Hipertensi, kanker) dan mendeteksi stunting secara dini. Sementara itu, Sekdis Kesehatan Jembrana dr. Putu Suekantara mewakili Kadis Kesehatan Jembrana menyambut baik adanya pertemuan ini. Diharapkan adanya kerja sama ormas dan dunia usaha di Jembrana ini, secara nyata dapat berkontribusi menunjang program dinas kesehatan khususnya Germas. (ad302)

Bali Post/olo

KEKERINGAN - Areal sawah di Manistutu kering hingga tanahnya pecah-pecah. Kondisi ini terjadi sejak empat bulan terakhir. Atas kondisi itu petani belum mau bercocok tanam, karena dipastikan akan gagal.

SOSOK Keterbukaan Informasi

Tahun ini, Pemkab Jembrana meraih peringkat ketiga Penghargaan Keterbukaan Informasi Bali Award (Pemeringkatan Badan Publik) oleh Komisi Informasi Provinsi Bali. Keterbukaan informasi kepada publik sangatlah penting. Sudah semestinya informasi yang perlu diketahui publik dibuka. “Selaku pejabat publik harus memberikan informasi seluas-luasnya. Masyarakat juga akan diuntungkan,” terang I Komang Suparta, Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana. Penghargaan ini tak lepas dari dukungan pimpinan daerah, dalam bentuk sarana prasarana yang menunjang pelayanan perizinan di Kabupaten Jembrana. Terutama dalam memberikan pelayanan informasi yang maksimal untuk memudahkan masyarakat. Khusus di dinas yang dipimpinnya saat ini, mantan Kabag Humas Jembrana ini kemudahan mengakses informasi dalam rangka penanaman modal sangatlah membantu. “Harapannya dengan akses informasi yang makin mudah, mereka bisa tahu apa yang diperlukan akan mendukung peningkatan penanaman modal serta kesejehateraan ekonomi juga akan meningkat,” ujar pejabat asal Kaliakah ini. Kemudahan pelayanan informasi itu juga dilakukan di bidang pelayanan perizinan dengan memberikan akses seluas-luasnya. Di antaranya informasi terkait izin yang dilayani, termasuk biaya yang dikeluarkan sudah terpampang jelas. Sehingga masyarakat mendapat kepastian informasi, perangkat informasi baik yang ada di PTSP atau secara on line, serta dukungan OPD teknis di front office. Selain itu pelayanan perizinan di Jembrana juga sudah satu pintu, dimana izin-izin yang menjadi kewenangan daerah sudah sepenuhnya dilayani pihak dinas PMPTSPTK Kabupaten Jembrana sendiri. Tidak ada lagi izin-izin ditangani OPD karena sudah satu pintu dan merupakan komitmen pimpinan daerah. Pemohon dapat penjelasan dan kepastian secara langsung. Sehingga dalam memberikan layanan jangan sampai mempersulit pemohon dan adanya kepastian. Ke depan sesuai kebijakan pimpinan, pemenuhan sarana prasarana akan terus ditingkatkan guna memberi kemudahan kepada masyarakat, salah satunya mengintegrasikan perizinan baik yang ada ditangani Pemkab sendiri maupun oleh instansi vertikal ke dalam mall pelayanan publik yang sedang dibangun. (olo)

DUKUNG GERMAS – Penandatanganan kemitraan antara ormas dan dunia usaha di Jembrana dengan Diskes Provinsi Bali dalam mendukung Germas.

Kemah, Puluhan Siswa SMKN 4 Negara ”Karauhan’’

Negara (Bali Post) Puluhan siswa SMKN 4 Negara di Melaya yang menggelar perkemahan di Lapangan Blimbingsari, Rabu (9/10) malam mengalami karauhan. Sedikitnya 32 dari 400 siswa yang mengikuti perkemahan tiba-tiba kerasukan secara massal beberapa jam setelah matahari tenggelam. Dari informasi, pertama kali karauhan dialami satu siswa. Tepatnya seusai para siswa melaksanakan persembahyangan sekitar pukul 18.30 Wita. Saat itu siswa hendak melakukan makan malam bersama. Tiba-tiba salah satu siswa karauhan dengan berteriak-teriak. Tak berselang lama, siswa-siswa lain ikut karauhan hingga mencapai 32 orang. Kepala SMKN 4 Negara I Made Sudianta dikonfirmasi wartawan, Kamis (10/10) kemarin, membenarkan adanya karauhan massal yang menimpa puluhan siswa. Dari 400 siswa yang mengikuti perkemahan itu ada 32 siswa yang mengalami karauhan massal. Pihaknya juga tidak mengetahui pasti penyebab hingga terjadi karauhan massal itu. Siswa yang ikut itu di

antaranya kelas X dan XI. Sekolah lantas melakukan upaya menormalkan para siswa ini dari salah satu karyawan sekolah. Selain itu juga orangtua siswa memanggil orang pintar untuk menangani. Penanganan dilakukan hingga sekitar pukul 23.30 Wita dan para siswa yang sempat karauhan bisa sadar. Tetapi pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan para siswa karena kejadian ini. Sejatinya pelaksanaan perkemahan ini dilakukan hingga Jumat dan baru mulai Rabu sore itu. ”Ya terpaksa dihentikan karena kejadian ini,” terangnya. Kapolsek Melaya, Kompol Ketut Wijaya Kesuma membenarkan adanya kejadian tersebut. Wijaya yang juga sempat hadir saat pembukaan perkemahan mengatakan kejadian karauhan massal itu terjadi saat anak-anak hendak makan malam. Tetapi menurutnya sudah bisa ditangani setelah para siswa diperciki tirta dari sekolah. Kemungkinan para siswa karauhan dikarenakan tirta dari sekolah tidak dibawa ke tempat perkemahan. (kmb26)

Artha Tolak Pengajuan SPBU Dekat TMP Negara (Bali Post) – Adanya permohonan pembangunan SPBU di dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Kusuma Mandala tidak disetujui pemerintah daerah. Bupati Jembrana I Putu Artha kepada wartawan, Kamis (10/10) kemarin, menegaskan menolak pengajuan pembangunan di lahan dekat TMP itu. Penolakan itu bukan tidak berdasar. Tetapi sejak awal program pemerintah daerah, kawasan tersebut masuk dalam penataan TMP dan Sungai Ijogading. “Ada pengajuan untuk membangun SPBU di sana. Saya tidak setuju, dari awal kita akan menata TMP dan di sana dekat Sungai Ijogading,” terang Bupati Artha. Pengajuan izin itu menurutnya sudah mulai masuk. Namun, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen tidak menyetujui. TMP akan ditata dengan konsep bangunan yang lebih tertata dengan taman dan tidak terkesan seram. Konsep penataan mengadopsi TMP di Margarana, Tabanan. Bukan hanya sekadar makam bagi para pahlawan kusuma bangsa, juga edukasi bagi masyarakat. Dengan konsep taman dan

penataan juga menjadi ruang terbuka hijau. Ini menjadi monumen dan mengingatkan masyarakat para pejuang yang membela tanah air. Atas dasar itulah, Bupati dengan tegas menolak adanya permohonan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di barat TMP. Tanah itu memang merupakan tanah pribadi. Tetapi selain berada dekat dengan TMP yang akan ditata, juga berada dekat sungai Ijogading. (kmb26)

Sidang Oknum Pengacara

Terdakwa Didampingi Enam Kuasa Hukum

Negara (Bali Post) – Ada yang berbeda dalam sidang perkara pidana di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Kamis (10/10) kemarin. Terdakwa Bambang Suarso dalam sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan didampingi enam dari 13 kuasa hukum. Terdakwa Bambang S yang berprofesi pengacara ini menjalani sidang perkara dugaan penipuan dan penggelapan. Sementara di seberang meja kuasa hukum, hanya ada satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Jembrana, Ni Ketut Lili Suryanti. Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, terdakwa didakwa melanggar pasal 372 KUHP dan alternatif pasal 378. Dimana terdakwa diduga menggunakan uang yang semestinya diberikan pada pihak pemohon eksekusi dalam perkara tanah. Akibat hal itulah, korban yang juga kliennya melaporkan terdakwa terkait kasus penipuan dan penggelapan uang. Mendapati dakwaan ini, kuasa hukum yang diwakili Kadek Dwipa Negara menyampaikan bahwa tidak mempermasalahkan dakwaan yang

dibacakan oleh jaksa. Sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi yang akan digelar 17 Oktober nanti. Di luar persidangan Bambang S, yang menghampiri wartawan membantah dirinya melakukan penipuan ataupun penggelapan. Uang tersebut merupakan fee sebagai kuasa hukum kliennya. Menurutnya fee itu wajar diperolehnya atas upaya maksimalnya membantu kliennya dalam perkara perdata. “Sudah dibantu, malah saya dibeginikan (dilaporkan), intinya itu uang fee saya,” tandas Bambang. Salah satu kuasa hukum, Ketut Suasana Nirasaputta mengatakan, pihaknya akan mempelajari dakwaan yang telah dibacakan. Di antaranya terkait kapasitas pelapor, apakah telah memenuhi syarat. (kmb26)

Sidang Dakwaan – Sidang dakwaan di PN Negara dengan terdakwa Bambang S. Terdakwa didampingi enam dari 13 kuasa hukum.


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

Petani Salak di Duda Timur Beralih Tanam Padi

Amlapura (Bali Post) Sejumlah petani salak di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat kini beralih menanam padi. Langkah itu dilakukan, lantaran menamam padi dinilai lebih menjanjikan dari segi keuntungan daripada mengembangkan tanaman salak. Saat panen raya, kerap harga salak itu anjlok.

Warga di Desa Duda Timur, Made Widi, mengungkapkan ada sejumlah petani salak memang sudah beralih mengembangkan tanaman padi. Alasan petani memilih beralih menanam padi itu, lantaran harga salak sering anjlok saat panen raya. “Ada sebagian petani kini beralih menanam padi. Apalagi, petani yang lahan salaknya itu dekat aliran air pasti beralih ke padi,” ujarnya. Widi menjelaskan, jika ditelaah secara objektif, menamam padi itu memang jauh lebih menjanjikan dibandingkan menanam salak. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk menanam padi itu tidak terlalu besar. Lain dengan biaya pemeliharaan salak sedikit lebih banyak. ”Hasil panen padi bisa mencapai jutaan rupiah,” tegasnya. Sementara itu, Perbekel Desa Duda Timur I Gede Pawana menjelaskan, luas lahan yang ada di Duda Timur mencapai 964 hektar. Mulai dari luas lahan sawah 22 hektar, perkebunan 859, dan lahan lain 64 hektar. Pawana menambahkan, banyak petani salak kini mulai beralih menanam padi lantaran harga salak sering jeblok. Lebih-lebih saat musim panen raya. Harga salak seakan tidak berarti. “Memang mulai banyak petani beralih menanam padi. Terlebih saat ini banyak bantuan saluran irigasi dari pemerintah, jelas petani salak itu ingin beralih ke pengembangan habitat sebelumnya yakni menanam padi,” kata Pawana. (kmb41)

SMPN 3 Abang Kekurangan Guru Amlapura (Bali Post) SD maupun SMP di Karangasem ternyata masih banyak kekurangan tenaga pengajar. Salah satunya di SMPN 3 Kecamantan Abang. Saat ini di sekolah tersebut dididik 507 siswa. Namun, jumlah gurunya belum proporsional, sehingga berdampak pada proses belajar mengajar di sana. Hal itu terungkap saat Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana berkunjung ke sekolah tersebut, Kamis (10/10) kemarin. Kepala SMPN 3 Abang Ida Wayan Sugata mengungkapkan, sampai saat ini di sekolahnya, memang kekurangan tenaga pengajar atau guru dalam menunjang proses belajar mengajar yang lebih ideal. Dengan jumlah guru yang ada saat ini, tenaga guru yang ditugaskan di sana kewalahan dalam proses mengajar siswa. Guru yang paling dibutuhkan untuk mengajar siswa sebanyak 507 orang itu bukan saja guru yang mengajar IPA termasuk guru bahasa Inggris. ‘’Saat ini, guru yang mengajar IPA dan bahasa Inggris jumlahnya dua orang saja,” ungkapnya. Atas kondisi itu, kata Sugata, pihaknya telah beberapa kali menyampaikan kekurangan guru tersebut. Hanya, sampai sekarang ini, belum ada tindak lanjut dari Disdikpora. “Kita sejatinya sudah lama kekurangan guru. Malah satu guru tidak bisa mengajar maksimal lantaran juga menjabat sebagai kasek,” kata Sugata. Dengan kedatangan DPRD Karangasem, pihaknya berharap dewan dapat menampung aspirasi itu sehingga diharapkan sekolah itu bisa segera dapat tambahan guru. Namun, bukan saja masalah guru, di sekolah itu juga masih kekurangan gedung dan perangkat lainnya untuk menunjang pendidikan yang lebih baik. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana, sangat menyayangkan ada sekolah masih kekurangan guru. Pihaknya mendorong pemerintah supaya bisa memprioritaskan pengisian guru di sekolah-sekolah pinggiran itu seperti halnya SMPN 3 Abang itu. “Ini harus segera dicarikan solusi. Kita akan sampaikan kondisi ini saat rapat dewan dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga nanti,” katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

BERALIH TANAM PADI - Petani salak di Desa Duda Timur, Selat beralih menanam padi seiring mulai banyak bantuan saluran irigasi dari pemerintah sehingga memudahkan dapat air.

Tingkatkan Perekonomian Warga

Munti Gunung Dijadikan Tujuan Wisata Amlapura (Bali Post) Selama ini masyarakat Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu selalu diidentikkan dengan gelandangan dan pengemis (gepeng). Guna menghilangkan image negatif itu, berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya membuat program Desaku Menanti. Pada program itu, warga diberikan bantuan satu unit rumah. Bahkan, untuk meningkatkan perekonomian warganya, pihak desa kini menjadikan desa tersebut sebagai desa tujuan pariwisata. Perbekel Desa Tianyar Barat I Gede Agung Pasrisak Juliawan mengungkapkan, selama ini, warga di Munti Gunung

diidentikkan dengan gepeng. Memang, banyak warga Munti Gunung ini yang menggepeng di sejumlah kabupaten/kota di Bali. Seperti di Gianyar, Denpasar, dan lainnya. Setelah ada program Desaku Menanti ini, pihaknya sangat berharap warganya tidak ada lagi yang menggepeng. “Sekarang, kita mencoba mengubah sterotif itu. Munti Gunung ini akan jadi desa wisata. Itu artinya, bukan lagi desa tempat golongan gelandangan dan pengemis,” tegasnya. Pasrisak Juliawan menambahk an, unt uk menunjang desa wisata itu baru dilakukan pembanguanan secara bertahap. Mulai infrastruktur jalan maupun potensi-potensi

pariwisata sudah mulai digali dan dikembangkan. Salah satunya sumber mata air Padpad. Termasuk trekking juga sudah berjalan. Rutenya dari Songan menuju desa ini. Dengan jadi desa wisata diharapkan dapat menggerakkan masyarakat sebelumnya yang jadi gepeng. Berharap ke depannya tidak lagi ada yang mengemis. Rumah-rumah direncanakan dibuat kamarkamar yang akan dikelola menjadi homestay. Kalau sudah ada trekking-nya, maka tamu pasti pingin datang ke Munti Gunung. Juga akan dibangun Pasraman Munti Gunung Kauh yang rencananya dijadikan tempat latihan pencak silat seluruh Indonesia.

SK Desa Wisata Surat Keputusan (SK) Munti Gunung sebagai desa wisata itu bahkan sudah sejak 2016 lalu. Sekarang ini, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terus bekerja mematangkan desa wisata ini dengan cara menggali nantinya dikembangkan setiap potensi yang ada di sini. ‘’Sekarang yang ditawarkan di Munti Gunung kepada pengunjung adalah trekking, pemandangan alam nan indah,’’ ujarnya. Sebab, dari Munti Gunung sangat jelas terlihat pemandangan Gunung Agung dan lautan terbentang jelas. Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat. Lebih lanjut dikatakan Agus

Pasrisak Juliawan, agar pariwisata di sini terus berkembang, maka pihaknya akan bekerja sama dengan yayasan sehingga dapat terbangun baik. Rencananya dibuatkan tulisan besar Desaku Menanti. Baliho itu ditempatkan di tebing Munti Gunung. Selain itu, juga dibuatkan tempat ber-selfie ria. Sehingga masyarakat tertarik datang ke sini. “Selama ini, wisatawan yang datang relatif banyak. Mayoritas ingin tahu bagaimana Munti Gunung ini sebagai warga pengemis miskin. Wisatawan nantinya bisa berbagi pengalaman berinteraksi dengan warga di sini,” tegas Perbekel Tianyar Barat I Gede Agung Pasrisak Juliawan. (kmb41)

Terkait Izin Galian C

Dewan Sambangi Dinas Penanaman Modal Provinsi Amlapura (Bali Post) Anggota DPRD Karangasem menyambangi Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Bali. Tujuannya, dewan ingin mengetahui apa saja persyaratan untuk menerbitkan perizinan galian C itu. Dengan persyaratan itu diketahui, maka semua akan jelas dan transparan di mana sejatinya sumber benang kusut masalah itu. Rombongan dipimpin Ketua DPRD Karangasem I Gede

Dana bersama Kadis Penanaman Modal dan PTSP Karangasem I Wayan Putu Laba Erawan. Ketua DPRD I Gede Dana mengatakan, kedatangan pihaknya ke provinsi untuk mencari kejelasan terkait izin yang diurus pengusaha. Termasuk melihat sejauh mana sudah progres para pengusaha galian C Karangasem itu yang mengurus izin penambangannya itu.

Pasalnya, setiap melaksanakan rapat dengan OPD terkait, selalu pihak OPD beralasan terhambat izin yang diterbitkan provinsi. “Kita ingin tahu apa sebetulnya persoalan krusial apa yang ada dan sedang dihadapi. Sehingga selalu berdalih perizinan di provinsi. Seharusnya, OPD terkait menjelaskan peryaratan apa saja yang harus diajukan untuk mengurus perizinan itu, sehingga perizinan itu layak diterbitkan. Jangan terus-

menerus menyalahkan provinsi saja,” ucap Gede Dana. Kadis Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Bali Dewa Putu Mantra menegaskan pihaknya mengeluarkan izin kalau syarat-syarat pengurusan perizinan itu telah dipenuhi para pengusaha galian C itu. “Kalau semua persyaratan sudah terpenuhi, maka kita akan proses dan terbitkan,” ucapnya. Mantra menambahkan mekanisme persyaratan pengu-

rusan izin itu adalah pihak pengusaha harus menyiapkan beberapa persyaratan. Pertama kepemilikan lahan, peta lokasi yang diterbitkan pemilik. Persoalannya, pengusaha itu sendiri justru enggan mengurus persyaratan tersebut. “Persyaratan izin itu harus lengkap semuanya. Kalau tidak lengkap, maka kita tidak berani mengeluarkan izin itu,” tegas Dewa Putu Mantra. (kmb41)

Diduga Ada Kebocoran Retribusi

Hingga Triwulan III Target PAD Belum Tercapai Komisi IV DPRD Karangasem melaksanakan sidak ke Dinas Pariwisata, Selasa (8/10) lalu. Dewan menduga banyak terjadi kebocoran retribusi di sejumlah objek wisata. Sebab, pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sampai triwulan III tidak mencapai target. Lalu, apa kira-kira persoalan mendasar yang memicu harapan untuk mendapatkan retribusi lebih dari bidang pariwisata justru sebaliknya tidak sesuai ekspektasi?

Bali Post/kmb41

BESAKIH OBJEK PAD - Objek wisata Pura Agung Besakih sebagai salah satu objek penyumbang PAD.

ANGGOTA dewan, Wayan Suastika, mengatakan realisasi PAD dari sektor pariwisata faktanya mengalami penurunan signifikan. Mencermati, adanya penurunan pemasukan retribusi dari target yang diharapkan, Suastika menduga ada kebocoron retribusi. Pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata ditargetkan sekitar Rp 15.500.000.000. Namun sampai saat ini, triwulan III, baru terealisasi 2.052.160.000. “Sejatinya, kita mengandalkan sumbangan PAD tinggi dari sektor galian C dan pariwisata. Nyatanya, bukan saja PAD dari galian C turun drastis. Hal yang sama juga terjadi

dari pariwisata,’’ tegasnya. Atas kondisi itu, Suastika meminta kepada eksekutif untuk mencari penyebab turunnya PAD dari sektor pariwisata itu. Termasuk segera mencarikan solusinya. Kalau terus seperti ini, sudah pasti akan sangat memengaruhi keuangan daerah. “Sumber retribusi yang disumbangkan dari sektor pariwisata itu ada 14 objek wisata. Seperti dari rafting, Jemeluk, dan Besakih, Pantai Pasir Putih, Labuan Amuk, Jasri, Kubu, Bukit Lempuyang,” jelasnya. Ketua Komisi IV Nyoman Rena menjelaskan, pihaknya meminta secara tegas kepada pemerintah agar segera

melakukan monitoring ke lapangan. Monitoring itu perlu untuk mencari apa saja faktor penyebab penurunan pemasukan retribusi itu. “Dinas Pariwisata juga bisa mencari terobosan. Salah satunya mencarikan objek wisata mandiri guna mendongkrak PAD itu,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Karangasem Made Cekeb mengatakan, belum terealisasinya target PAD dari instansinya itu, disebabkan ada berbagai persoalan. Salah satunya, ada objek yang belum bisa dipungut retribusinya sudah dipaksakan masuk sebagai objek retribusi untuk menyumbangkan PAD. Cekeb menambahkan, tidak realistisnya target pendapatan dari sektor pariwisata karena beberapa hal. Satu di antaranya, objek wisata yang belum bisa dipunguti retribusi dipaksakan masuk ke objek penghasil PAD. “Ada objek yang belum bisa dipungut, tetapi sudah ditargetkan sebagai objek yang menghasilkan. Itu yang membuat kita sulit,” katanya. (nan)


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

Pusaka Perang Puputan Klungkung Dikembalikan ke Puri

President Of Westerlaken Foundation Rodney Westerlaken

ingga generasi mendatang akan terus tahu apa sesungguhnya makna Dharmaning Ksatrya Mahottama, yang kini menjadi simbol spirit masyarakat Bumi Serombotan. “Belanda dan juga Kerajaan Klungkung memiliki ikatan sejarah yang tidak dapat dilupakan. Namun, di balik patriotisme Perang Puputan ini, terdapat kisah-kisah yang tak seluruhnya dapat diungkapkan dan dituturkan pada generasi muda saat ini,” ujar Rodney Westerlaken asal Belanda ini. Tidak hanya itu, pihaknya berharap apa yang dilakukan saat ini dapat menginspirasi kolektor lainnya serta tentunya pemerintah Belanda dan pemerintah Indonesia yang masih menyimpan benda bersejarah dari Kerajaan Klungkung, agar dapat mengembalikannya ke tempat aslinya di Klungkung. “Semoga langkah kecil ini bisa menjadi awal yang direstui. Perang Puputan ini mungkin pernah menjadi catatan kelam bagi kedua belah pihak. Namun, saya berharap apa yang saya lakukan bisa menjadi cinta kasih yang akan membawa jalan baru yang baik bagi kedua belah pihak,” harapnya. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Pengembalian pusaka era Kerajaan Klungkung oleh sebuah lembaga dari Belanda, Kamis (10/10) kemarin, disambut baik Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Ini menjadi sebuah awal bagi Klungkung untuk memasuki era baru tanpa melupakan sejarah. Agar pusaka ini tidak sekadar men-

jadi benda-benda pajangan, pihaknya mempersilakan para ahli kebudayaan untuk mengkaji dan menelitinya, sehingga ke depan bisa mengedukasi generasi saat ini. Pihaknya juga menegaskan siap membenahi Museum Semarajaya. Sebab di museum ini sudah ada beberapa benda pusaka yang tersimpan dengan baik.

Semarapura (Bali Post) Pusaka era Perang Puputan Klungkung tahun 1908 silam, akhirnya dikembalikan ke Puri Agung Klungkung, Kamis (10/10) kemarin. Pusaka tersebut berupa mata tombak, yang dikembalikan oleh pihak Westerlaken Foundation di Pendopo Puri Agung Klungkung. Pusaka tersebut diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Raja Klungkung Ida Dalem Semaraputra. Pasca-Perang Puputan Klungkung, sebagian besar pusaka berupa keris kenegaraan, alat-alat upacara, senjata, perhiasan, serta kalung dari I Dewa Agung Gede Agung, Putra Mahkota Klungkung saat itu, dibawa ke dua tempat, yakni ke Batavia/Jakarta dan ke Belanda. Sekarang bendabenda dari Puri Klungkung tersebut dapat dilihat di Museum Nasional dan beberapa museum yang tersebar di Leiden, Belanda. Kedua mata tombak ini menjadi saksi bisu dari kejadian Perang Puputan Klungkung. Ini diperkuat dengan laporan dari W.OJ. Nieuwenkamp, seorang pelukis dan kurator dari Belanda yang melakukan ekspedisi ke Bali pada tahun 1917 dengan tujuan mencari benda-benda koleksi untuk museum di Belanda. Raja Klungkung Ida Dalem Semaraputra mengatakan, kembalinya mata tombak ini, suatu langkah awal untuk membuka jalan agar benda-

benda peninggalan kerajaan dulu, bisa kembali ke Klungkung. Benda pusaka ini akan dititipkan ke Pemkab Klungkung untuk disimpan, dijaga serta dirawat di Museum Semarajaya. Selanjutnya bisa dipamerkan sebagai bagian dari proses edukasi. Sehingga nanti apabila masyarakat ingin melihatnya, bisa langsung di museum. President Of Westerlaken Foundation Rodney Westerlaken mengatakan, benda-benda

”Semoga langkah kecil ini bisa menjadi awal

yang direstui. Perang Puputan ini mungkin pernah menjadi catatan kelam bagi kedua belah pihak. Namun, saya berharap apa yang saya lakukan bisa menjadi cinta kasih yang akan membawa jalan baru yang baik bagi kedua belah pihak.”

SOSOK Selalu Waspada Penyerangan terhadap Menkopolhukam RI Wiranto saat turun dari mobil dinasnya, membuat jajaran kepolisian meningkatkan kewaspadaan. Tidak terkecuali di Kabupaten Klungkung. Mereka mengantisipasi segala kemungkinan, dengan meminta setiap personel kepolisian di setiap satuan tugas untuk selalu waspada, tidak lengah, apalagi menggampangkan situasi. Dengan selalu waspada, maka segala bentuk ancaman tersebut selalu dapat dilihat sebelum terjadi. “Kepada setiap anggota, tetap laksanakan setiap tugas sesuai SOP. Waspada dengan segala kemungkinan. Lakukan pengamanan mako (markas komando) dengan sungguhsungguh,” tegas Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana menyikapi adanya upaya penyerangan terhadap Wiranto di Pandeglang, Kamis (10/10) kemarin. Selain meminta jajaran kepolisian selalu siap dan waspada, pihaknya juga meminta seluruh masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi sekitar agar selalu kondusif. Jangan mudah terprovokasi oleh tindakan-tindakan kriminal seperti itu maupun ajakan-ajakan untuk berkumpul dan melakukan perbuatan anarkis lainnya. Kalau pun ada informasi sesat yang tidak benar perihal penusukan tersebut, juga agar diwaspadai. Itu adalah salah satu bentuk provokasi. Menurutnya, itu jelas tindakan kriminal yang harus ditangani sendiri sesuai dengan mekanisme hukum pidana, yang berlaku di NKRI. “Jadi, untuk kejadian penusukan tersebut, serahkan penanganannya kepada pihak kepolisian. Masyarakat Klungkung tetap tenang dan ikut selalu waspada,” tegas Kapolres Sudana asal Tulang Nyuh, Selat, Klungkung ini. (gik)

Dinsos Kebut Verifikasi Usulan Bedah Rumah

Semarapura (Bali Post) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, telah menuntaskan proses input data usulan bedah rumah dan rehab rumah dari seluruh desa di Klungkung. Namun, tugas berikutnya tidak mudah, yakni proses verifikasi untuk memastikan keakuratan data ribuan usulan dari semua desa. Nampaknya, Dinsos harus bergerak cepat. Sebab, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sudah menargetkan verifikasi seluruh data usulan ini harus sudah tuntas sebelum pembahasan APBD Induk 2020. Kepala Dinsos Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana, Rabu (9/10), mengatakan data usulan setiap desa harus dilakukan validasi ulang dengan verifikasi ke bawah. Pihaknya sudah membuat tahapan daftar rincian kegiatan untuk segera turun ke desa. Meski personel terbatas, terlebih sebagian masih bertugas di Nusa Penida, pihaknya menegaskan tetap akan berupaya untuk menuntaskan proses verifikasi sebelum proses pembahasan APBD Induk 2020. Berdasarkan data yang masuk per 30 April 2019, ter-

ini bercerita lebih lengkap bagaimana gagah beraninya segenap lapisan Kerajaan Klungkung dalam Perang Puputan tahun 1908. Pihaknya percaya bahwa seharusnya benda-benda ini dikembalikan kepada pemilik sebenarnya yaitu Kerajaan Klungkung dan selanjutnya dipamerkan di Museum Semarajaya Klungkung. Karena ini adalah bagian dari sejarah, warisan adiluhung yang seharusnya bisa dilihat oleh segenap masyarakat Klungkung. Seh-

catat ada usulan sebanyak 1.357 unit bedah rumah dan 3.051 unit rehab rumah. Data tersebut diperoleh dari 52 desa/ kelurahan, di luar tiga desa, yakni Desa Lembongan, Jungut Batu dan Selisihan yang memang tidak mengusulkan. Dari jumlah tersebut, Anom mengatakan sebanyak 250 unit bedah rumah, sudah dipastikan didanai dari BKK Badung. Selain itu, juga sebanyak 150 unit usulan rehab rumah, usulannya akan diarahkan ke pemerintah pusat. Sedangkan, usulan bedah rumah dan rehab rumah yang akan didanai dari APBD Kabupaten, proses verifikasinya sedang dikebut, sebagaimana instruksi dari Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. “Ada juga permintaan data penerima bantuan dari Kelompok Usaha Bersama sebanyak 200 orang di Nusa Penida dan di Klungkung daratan, dimana dananya berasal dari APBN. Banyaknya permintaan inilah, yang menyebabkan kami harus melakukan verifikasi ulang, agar data penerimanya akurat. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama,” ujar Anom. (kmb31)

Ida Bagus Anom Adnyana

Bali Post/gik

PUSAKA - Bupati Suwirta saat menerima pusaka yang digunakan saat Perang Puputan Klungkung berupa mata tombak di Pendopo Puri Agung Klungkung, Kamis kemarin.

Bupati Suwirta Siap Rombak Museum Semarajaya Seperti pusaka mata tombak tersebut, Bupati Suwirta mempersilakan semua pihak yang ahli dalam sejarah dan kebudayaan, untuk mengkajinya. Sehingga ada narasi yang pasti untuk menceritakan kisah benda tersebut dari saat masih digunakan era Perang Puputan 1908 sampai jatuh ke tangan Belanda. “Tentu dari

Bali Post/gik

BENDA PUSAKA - Salah satu kompleks Museum Semarajaya. Tempat ini rencananya dirombak agar semakin layak menyimpan benda-benda pusaka kerajaan.

pemerintah mengharapkan ke depannya mata tombak ini lengkap dengan narasinya yang bisa menceritakan sejarahnya. Kembalinya mata tombak ini nantinya menjadi pembuka untuk mengembalikan kejayaan Klungkung sebagai pusat Kebudayaan Bali. Ini sejalan dengan rencana dibangunnya Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa,” ujar Bupati Suwirta. Melihat banyak pusaka kerajaan yang ada di luar Pulau Bali, pihaknya akan berusaha melakukan negosiasi untuk mengembalikan semua pusaka milik Puri Agung Klungkung. Ini sejalan dengan misi pemerintah daerah untuk merombak Museum Semarajaya, menjadi tempat yang semakin layak bagi lokasi penyimpanan benda-benda bersejarah masa lampau. Dia juga menyerukan bagi para kolektor benda-benda pusaka, bila ada yang berkaitan dengan era kejayaan Kerajaan Klungkung, agar juga segera dikembalikan. Saat ini ada sekitar 241 koleksi di Museum Semarajaya. Ada sekitar 2.000 wisatawan asing datang ke museum setiap bulannya. Sementara wisatawan domestik sekitar

400 orang per bulan. Museum Semarajaya Klungkung yang terletak di area kompleks Kertha Gosa di Klungkung bisa menjadi pilihan wisata edukatif. Di sana bisa mengajak anak-anak untuk mempelajari beragam jenis koleksi peninggalan masa lalu yang menyimpan nilai sejarah tinggi. Para wisatawan yang masuk ke tempat wisata edukatif di Klungkung ini akan menemukan 3 ruangan utama yang menjadi tempat menyimpan koleksi. Tiga ruangan tersebut masing-masing digunakan untuk menyimpan koleksi bendabenda pra sejarah, benda-benda sejarah, serta benda-benda hasil kerajinan tangan khas Klungkung. Secara khusus, keberadaan Museum Semarajaya Klungkung memang ditujukan untuk mengingat peristiwa bersejarah Perang Puputan di Bali. Perang ini bagi masyarakat Bali memang menyimpan nilai yang sangat besar. Puputan Klungkung merupakan peristiwa bersejarah yang berlangsung pada tanggal 28 April 1908. Peristiwa ini melibatkan gugurnya beberapa tokoh penting di Bali melawan para prajurit penjajah Belanda. (kmb31)

Embung Ped agar Difungsikan Semarapura (Bali Post) Musim kemarau masih melanda Klungkung, tidak terkecuali Kecamatan Nusa Penida. Di daerah yang tandus ini sudah dibangun beberapa embung untuk menampung air hujan, salah satunya di Desa Ped. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Kamis (10/10) kemarin, meminta Dinas PUPR-PKP untuk segera memperjelas status embung ini, agar selanjutnya bisa difungsikan. Bupati Suwirta bersama Kepala UPT Dinas PUPR-PKP (Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Klungkung, sempat melakukan monitoring sejumlah embung atau tempat penampungan air hujan di sejumlah desa di Kecamatan Nusa Penida, belum lama ini. Beberapa embung telah selesai dibangun. Ia berharap ketika musim hujan nanti embung ini mampu menampung air hujan untuk kebutuhan pengairan dan hewan ternak warga. Embung tersebut, antara

lain ada di Desa Batukandik, Desa Sekartaji dan embung di Desa Ped. Salah satu embung yang berada di Desa Ped, rupanya belum diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Embung bantuan dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida ini, tampak telah selesai setahun lalu. Namun belum diserahterimakan. “Koordinasinya masih belum nyambung. Tetapi saya berharap segera difungsikan dan embungnya dilengkapi dengan tangkapan air. Karena kalau itu berfungsi, maka warga kami khususnya di bawah bisa memanfaatkannya untuk bertani setiap saat,” kata Bupati Suwirta. Atas kondisi tersebut, Bupati Suwirta memerintahkan Dinas PUPR-PKP untuk secepatnya berkoordinasi terkait kepastian embung ini. “Saya ingin kejelasan status embung ini. Bagaimana pemeliharaan, pengelolaan, serah terima serta harus jelas siapa yang bertanggung jawab. Ini harus segera dikoordinasikan dengan

Balai Wilayah Sungai selaku pemberi bantuan. Supaya bisa segera memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan embung yang terletak di Dusun Adegan Kangin, Desa Ped, Nusa Penida ini menggunakan sumber dana dari APBN sebesar Rp 3,9 miliar, dengan waktu pengerjaan selama 210 hari kalender. Secara fisik embung ini cukup luas. Embung ini diharapkan bisa menampung air hujan untuk musim kering dan bisa digunakan untuk pengairan dan kebutuhan ternak warga. Kepala Dinas PUPR-PKP Klungkung A.A. Gede Lesmana, Kamis (10/10) kemarin, mengaku siap menindaklanjutinya dengan pihak balai. “Rencananya, Senin depan kami langsung ke balai untuk menanyakan kejelasannya. Nanti kalau sudah dapat jawaban pihak balai, akan segera kami sampaikan,” katanya. (kmb31)

Bali Post/gik

EMBUNG - Bupati Suwirta saat turun langsung meninjau embung di Desa Ped.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Wage, 11 Oktober 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.10.19.0000169

Dcr PRT KTP Bali Jl .ByPass Ngr Rai Gg.Sehati No.9A,0361723777 B.BP.001.10.19.0000288

Dcr Staf Prod(Wnt)Gaji&Jam Krj Menarik 085100574646 No SMS

Dcr Supervisor Lapangan STM/Poltek Bangunan Hub.081916759099 Email:hakersenbali@yahoo.co.id B.BP.001.10.19.0000230

Dcr Sopir&Karyawan Laundry di Kerobokan WA/T.081236015546 B.BP.001.10.19.0000215

Dcr Tenaga IT dan A/O BPR 0361 735699/ binawerdi@gmail.com B.BP.001.10.19.0000225

Dicari Admin Laundry-Seminyak Pengalaman 1 thn,Bisa Microsft Office(Wanita) Tlp.0361-289742 Email: asahrd2018@gmail.com

B.BP.001.10.19.0000216

B.BP.001.10.19.0000203

Dicari Guru TK, pengalaman tamat PG TK Hub:081338190577

B.BP.001.10.19.0000234

Dcr Ass.Manager, 2 Tk.Packing, 1 Tk.Cheking peng.Garment, Hub.Divine Diva Jl.Kayu Aya 1A telp.081237047893 / 085338223233 B.BP.001.10.19.0000300

PT.BPR Pande Artha Dewata membutuhkan segera:AO(Account Officer), Administrasi Kredit, Kolektor Dana.Pendidikan S1, dll, SLTA. kirim CV ke Jalan Diponegoro No.162 Denpasar Telp.(0361) 223740 - 264236 B.BP.001.10.19.0000265

BIRO JASA

BENGKEL LAS Free

n

Desig

BIRO JASA Money Back Guarantee �

DIJUAL MOBIL

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

FOTOCOPY BIRO JASA RUPA-RUPA

Staf admin Pengalaman ± 5thn menguasai Inggris & Akunting Bisa buat Lap.Keuangan, bisa Komputer (Exel,Word,Access) Kirim ke PT.APA Jl.Poh Gading Timur 99x Jimbaran,Kuta Slatan Email ke:myriam@apasifik.com Lampirkan srt pengalaman kerja B.BP.001.10.19.0000266

Rcptionist Dicari segera untuk Daerah Sanur Bypass Hub:289700/081802987999 B.BP.001.10.19.0000198

Welder Las Pipa,Admin Finance, Sales Marketing : 085103167222 B.BP.001.10.19.0000134

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DIJUAL TANAH

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

Tnh 190 Are Pinggir Jl. Utama Lokasi Desa Buahan Kaja Kec.Payangan Kab.Gianyar,Harga 62.500.000/Are Hub.08123500095

G.01

B.BP.001.10.19.0000273

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

TOYOTA

DIJUAL RUMAH

Toyota Agya type G manual, th 2015,Tgn 1, putih, KM 21 ribu, STNK 6/20 Hub.081380351500

Sgra Rmh Full Bngunan,LT 1,4A Perum Jadi Pesona Utama II Brt Tkd.Buaji Densel 085100579876

B.BP.031.10.19.0000294

B.BP.001.10.19.0000267

DIJUAL RUMAH

Rmh 1,4@Dlg,700,Tnh 2@,1,10@ Bdk, 082147454248 B.BP.004.10.19.0000290

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.09.19.0000966

KEHILANGAN Hlg BPKB DK 8388 HP No. M-0368 606 AN.Ida Bgs Desta Kresna K. B.BP.004.10.19.0000292

Hlg BPKB H08326552-O DK 7021Z an I Kt .Suarka B.BP.004.10.19.0000092


Jumat Wage, 11 Oktober 2019

Numplek di Kintamani

Dewan Sebut Pembangunan Jalan Tak Proporsional Bangli (Bali Post) –

Pembangunan infrastuktur jalan di Kabupaten Bangli dalam dua tahun terakhir dinilai tidak merata. Dari empat kecamatan yang ada, kegiatan pembangunan jalan numplek di Kecamatan Kintamani. Anggota Komisi III DPRD Bangli Wayan Kariasa ditemui usai melaksanakan rapat kerja dengan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli, Kamis (10/10) kemarin mengungkapkan pada tahun 2015 lalu, pernah disepakati pembangunan infrastuktur jalan dilakukan secara proporsional, tidak numplek di satu wilayah. Ini untuk menghindari adanya kecemburuan

antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya. Sesuai kesepakatan itu, Kecamatan Kintamani mendapat porsi pembangunan jalan 40 persen, sementara tiga kecamatan lainnya yakni Tembuku, Bangli dan Susut masing-masing 20 persen setiap tahun anggaran. Namun sejak hampir dua tahun terakhir, kegiatan pembangunan jalan tidak lagi dilaksanakan secara proporsional. “Bahkan ada beberapa

yang sudah masuk RKPD seperti di Kecamatan Susut dihilangkan. Seperti ruas jalan di Apuan, Penglumbaran,” ungkap Kariasa. Dari empat kecamatan yang ada, kegiatan pembangunan jalan, menurut politisi asal Desa Selat, Susut tersebut, selama ini lebih banyak diarahkan ke Kintamani. Sementara di kecamatan lainnya sangat minim. Perbandingannya, pelaksanaan kegiatan di Kintamani bisa mencapai belasan paket, sementara di kecamatan lain hanya satu, dua paket. Itupun nilai kegiatannya kecil-kecil. “Jauh sekali bedanya. Kita tadi sudah sarankan agar ada

asas keadilan,” terangnya. Hal yang sama juga diungkapkan anggota Komisi III, Made Sudiasa. Dikatakannya, dulu pernah ada konsep pembangunan jalan dilakukan secara proporsional. Namun sejak dua tahun terakhir, berubah total. Kegiatan pembangunan jalan antara satu kecamatan dengan kecamatan lain tidak lagi dilaksanakan secara proporsional dan merata. Di Kecamatan Tembuku misalnya, kata Sudiasa kegiatan pembangunan jalan sangat minim. Banyak jalan rusak bertahun-tahun sampai sekarang belum tersentuh perbaikan. Contohnya jalan

rusak yang ada di kampung halamannya di Desa Undisan. Selain soal tidak adanya pemerataan, Sudiasa dan Kariasa juga menyoroti soal target pembangunan jalan yang terus bertambah. Berdasarkan data Dinas PUPRPerkim, diketahui bahwa total panjang ruas jalan Kabupaten Bangli yang akan dituntaskan tahun 2018 sesuai SK Bupati tahun 2017 mencapai 733 km. Namun dalam perjalanannya, muncul SK lagi yang menyatakan panjang jalan kabupaten bertambah menjadi 966 km. Penambahan itu terjadi karena banyaknya usulan perubahan status jalan yang masuk

dari desa. Dengan adanya penambahan 233 km itu, target penuntasan jalan pun menjadi molor. “Dalam rapat tadi dinyatakan masih tersisa jalan yang belum tuntas 200 km. Sehingga kan kinerja kita dari tahun 2018-2019 ini cuma 30 km jalan yang bisa diselesaikan. Sehingga memang sulit mencapai target jika yang jadi acuan tidak jelas. Kalau memang acuannya 733 itu pasti sudah klir. Tapi kan sekarang punya acuan baru 966 km,” kata Kariasa. Agar Pemkab punya target yang jelas, ke depannya dia menyarankan agar penetapan soal ruas jalan di-

perbaharui lima tahun sekali sesuai dengan RPJMD. Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPRPerkim Made Soma dikonfirmasi mengakui memang benar dulu pernah disepakati pembangunan infrastuktur jalan dilakukan secara proporsional. Kenapa Kecamatan Kintamani dapat porsi paling banyak, karena memiliki wilayah yang paling luas. Soal tudingan beberapa anggota komisi III mengenai pembangunan jalan yang tidak proporsional, Soma tidak mau menanggapinya. “Nanti akan kita data dulu. Kita jumlahkan berapa persen di tiap kecamatannya,” jelasnya. (kmb40)

Dimanfaatkan Empat Kabupaten

Air Bangli Digunakan untuk Berbagai Kepentingan

Bali Post/asa

MANGENING - Prosesi Ida Batara saat mangening ke Pura Segara, Pura Hulundanu Batur Desa Adat Songan.

”Ngusaba Kapat” di Pura Hulundanu Batur Songan Jumat Hari Ini ‘’Mapepada’’

RANGKAIAN Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur Tri Khayangan Jagat di Desa Pakraman Songan, Bangli sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Umat sudah mulai ngayah sejak 25 September 2019. Puncak wali akan dilangsungkan bertepatan dengan Purnama Kapat, Minggu (13/10) mendatang. Saat itu Ida Bhatara akan katuran bhakti piodalan, yang sebelumnya juga dirangkai dengan ngaturang subakti di Pura Kemulan, Pura Ibu, Pura Segara dan Pura Pengangket. Sebelum acara puncak berlangsung, pangempon dari Desa Adat Songan, pada Selasa (8/10) lalu sudah menggelar upacara caru manca sata, melaspas lan metik wangunan, ngodal Ida Batara Dalem dan malamnya dilanjutkan dengan ngodal Ida Batara Satimaan dari masing-masing pasuikan menuju Pura Hulundanu Batur Desa Adat Songan.

Rabu (9/10) dilanjutkan dengan nuur Batara Tirta dan makening ke Pura Segara. Pada Kamis (10/10) kemarin, dilanjutkan dengan upacara subhakti watos. Dalam rangkaian upacara yang akan kasineb (ngelungsur) pada Sabtu, 19 Oktober mendatang, krama Hindu diharapkan pedek tangkil memohon kerahayuan dan kesejahteraan umat manusia. Sebagaimana yang tertuang dalam prasasti dan purana, jika melaksanakan kewajibannya maka kerahayuan, kesejahteraan masyarakat luas, para subak, dan masyarakat Hindu lainnya akan tercapai. Hal itu juga yang disampaikan Batara Gnijaya dalam prasasti, di mana disebutkan bahwa batara yang berstana di Pura Hulundanu Batur merupakan sumber dari segala sumber kehidupan di Bali. “Mangke nemuaken apan manira ngamertaning wong Bali kabeh, tan paran mapi-

nunas mertha ring parhyangan nira ring Hulundanu, ngawe gemuh ikang rat”, demikian tertulis dalam salah satu purana Pura Hulundanu Batur di Songan. Sekretaris Panitia Ngusaba Kapat Pura Hulundanu Batur Tri Khayangan Jagat Desa Adat Songan, I Gede Kariawan, S.Pd., M.Pd., Kamis (10/10) mengatakan, bahwa puncak karya akan dilangsungkan Minggu, 13 Oktober. “Jumat ini, sesuai eedan karya akan dilakukan upacara mapepada yang dimulai sekitar pukul 11.00,” tandas Gede Kariawan. Sambung pria yang juga menjabat sebagai penyarikan itu, bahwa setelah puncak ngusaba, besoknya, mulai tanggal 14 Oktober dilakukan bhakti panganyar dari kabupten/kota seluruh Bali, hingga terakhir pada Sabtu, 19 Oktober dilakukan subakti ngaturin, maprani dan malamnya kasineb antuk subakti ngeluhur. (asa)

Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli telah melakukan pendataan terhadap sumbersumber air yang selama ini dimanfaatkan oleh kabupaten lain. Berdasarkan hasil pendataan di masing-masing kecamatan, diketahui sumber mata air di Bangli dimanfaatkan secara langsung oleh empat kabupaten untuk berbagai kepentingan. Di Kecamatan Bangli terdata ada tiga sumber air yang dimanfaatkan oleh Kabupaten Gianyar. Di Kecamatan Susut, terdapat empat sumber air yang juga dimanfaatkan oleh Gianyar. Di Kecamatan Tembuku, dari delapan sumber air yang ada, tujuh di antaranya dimanfaatkan Kabupaten Klungkung dan satu sumber air lainnya dimanfaatkan oleh Kabupaten Karangasem. Kecamatan Kintamani menjadi daerah yang paling banyak memiliki sumber air. Terdata ada sembilan sumber air di Kintamani yang selama ini dimanfaatkan Kabupaten Gianyar dan Buleleng. Sesuai hasil pendataan, semua sumber air yang dimiliki Kabupaten Bangli tersebut dimanfaatkan oleh empat kabupaten tetangga untuk berbagai kepentingan. Sebagian besar dipakai untuk mengairi subak. Sebagian lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga, tempat rekreasi, air kemasan dan ada juga yang dimanfaatkan untuk dikomersialkan oleh PDAM. Dari data itu, tidak semuanya memberikan kontribusi untuk Bangli. Beberapa yang sudah memberi kontribusi yakni Waterboom Bukit Jati, Gianyar. Kontribusi yang diberikan berupa uang Rp 15 juta per tahun kepada Banjar Selati, di Bangli. Selain itu, perusahaan rekreasi air itu juga memberikan tiket masuk gratis kepada masyarakat Selati yang mandi di Waterboom Bukit Jati. Selain Waterboom, PDAM Gianyar yang selama ini memanfaatkan sumber air dari Pesiraman Dalem Gede Jelela Tamanbali juga sudah memberi kontribusi. Nilai kontribusinya Rp 600 ribu per 6 bulan untuk piodalan di pura setempat. Kabag Protokol Setda Kabupaten Bangli Cok Bagus Gede Gaya Dirga mengatakan, pascapendataan terhadap sumber air di masing-masing kecamatan, Pemkab Bangli akan segera bersurat ke semua bupati yang wilayahnya memanfaatkan air dari Bangli. Surat akan dibawakan langsung oleh Bupati Bangli I Made Gianyar. “Saat ini sedang disiapkan OPD terkait. Nantinya dalam surat itu akan dilampirkan data sumber air di Bangli yang selama ini dimanfaatkan,”

Diduga Gagal Jantung

Serangan Ditemukan Meninggal di Kamar Bangli (Bali Post) Seorang warga di Banjar Paketan, Desa Sukawana Kintamani ditemukan meninggal dalam kamarnya, Kamis (10/10) kemarin. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban yang bernama I Nyoman Serangan (60) diduga meninggal karena mengalami gagal jantung. Mayat korban pertamakali ditemukan istri korban, Ni Ketut Ciri, Kamis kemarin sekitar pukul 06.30 wita. Saat itu saksi hendak mengecek kamar korban karena sudah cukup lama tak menjumpai suaminya. Saat mendatangi kamar suaminya, saksi malah mencium bau busuk dari dalam kamar. Karena curiga, saksi kemudian memanggil tetangganya, Komang Sudarma, untuk bersama-sama mengecek ke dalam kamar. Saksi terkejut mendapati korban dalam keadaan meninggal dengan posisi tengadah. Tubuh korban ketika ditemukan dalam keadaan bengkak. Diduga korban sudah meninggal beberapa hari lalu. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi dikonfirmasi siang kemarin mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis Pusk-

esmas Kintamani II, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat korban. Korban mengalami estrimitas atas (kepala membiru). Dari tanda itu, diperkirakan korban meninggal akibat mengalami gagal jantung. “Diperkirakan korban sudah meninggal tiga hari sebelum korban ditemukan. Seluruh tubuh korban dalam keadaan bengkak,” kata Sulhadi. Berdasarkan keterangan istri korban, sebelum ditemukan tewas, korban terakhir kali dilihat duduk-duduk santai di depan rumahnya pada Senin (7/10) lalu. Saat itu, Ni Ketut Ciri tidak menaruh curiga sedikitpun terhadap suaminya, karena kondisi korban dalam keadaan sehat. Karenanya Ni Ketut Ciri pun melakukan aktivitas seperti biasanya yakni berjualan di depan rumahnya. Pada Rabu (9/10), saksi yang tidak tidur sekamar dengan korban, sempat mengecek rumah dengan maksud menghidupkan lampu. Namun pada saat dicek, pintu kamar korban dalam keadaan terkunci. Saksi mengira korban sedang keluar rumah. Karenanya saksi pun beristirahat di warung miliknya. Hingga keesokan harinya,

pada Kamis (10/10) saat hendak mengecek kamar korban, saksi curiga setelah mencium bau busuk. Saat dicek, korban yang kesehariannya bekerja sebagai petani itu ditemukan terbujur kaku dan membusuk

di dalam kamarnya. “Pihak keluarga sudah bersepakat untuk melakukan prosesi penguburan dan masih menunggu keputusan dari prajuru adat setempat,” kata Sulhadi. (kmb40)

kata Cok Dirga, Kamis (10/10) kemarin. Mengenai rencana Pemkab memasang watermeter di beberapa sumber mata air yang digunakan untuk keperluan komersial oleh PDAM kabupaten lain, Cok Dirga mengatakan, Bupati sudah menunjuk OPD terkait untuk merealisasikan rencana itu. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Bupati Bangli I Made Gianyar berkeinginan serius mengejar pendapatan daerah dari sektor sumber daya air. Bersama sejumlah pimpinan OPD terkait, Rabu (9/10) Made Gianyar turun langsung ke tukad (sungai) untuk mengecek sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan kabupaten tetangga. Rencananya, Pemkab Bangli akan memasangi watermeter di beberapa sumber mata air yang digunakan untuk keperluan komersil oleh PDAM kabupaten lain.

Adapun lokasi sumber mata air yang dicek Made Gianyar kemarin, yakni Tukad Krisik di Kecamatan Tembuku. Dalam pengecekan tersebut, Gianyar yang didampingi Camat Tembuku, Kabag Ekonomi, Plt. Direktur PDAM, dan pejabat terkait lainnya menyusuri langsung aliran air di tukad yang kini jadi objek wisata itu. Gianyar mengungkapkan tujuan dirinya turun ke tukad untuk memantapkan rencananya mengejar pendapatan daerah dari sektor sumber daya air. Pihaknya berkeinginan kabupaten/kota yang selama ini memanfaatkan air yang bersumber dari Kabupaten Bangli, terutama untuk kebutuhan komersil agar melakukan kerja sama dan memberikan kontribusi untuk Bangli. Bentuk kontribusi yang diharapkan berupa uang imbal jasa lingkungan. (kmb40)

Bali Post/kmb40

TUKAD KRISIK - Tukad Krisik di Kecamatan Tembuku.


OLAHRAGA

Jumat Wage, 11 Oktober 2019

15

ForBALI Nilai Belum Kuat PENETAPAN Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim (KKM) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, menurut Koordinator ForBALI Wayan ‘’Gendo’’ Suardana, bukan hal yang mengejutkan, karena ForBALI dan jaringannya terlibat aktif mendorong proses penetapan kawasan konservasi maritim Teluk Benoa di Kementerian Kelautan dan Perikanan. ForBALI juga secara aktif melakukan pertemuan dengan stakeholder dan menjadi narasumber dalam kegiatan Penetapan Kawasan Konservasi Maritim Teluk Benoa. Di samping aktif mendukung upaya penetapan KKM Teluk Benoa melalui berbagai pertemuan dan berkomunikasi dengan stakeholder, ForBALI juga memberi kontribusi berupa berbagai data dan informasi milik ForBALI yang digunakan sebagai dasar

penetapan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim. Di mana data tersebut dikumpulkan oleh ForBALI selama enam tahun lebih. Salah satu contohnya adalah Peta 71 titik Suci di Kawasan Teluk Benoa. Hal ini pula yang membedakan KKM Teluk Benoa dengan KM di kawasan perairan lainnya di Indonesia. ForBALI mengapresiasi langkah Menteri Kelautan dan Perikanan serta Gubernur Bali untuk mendorong penetapan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim, walaupun butuh perjuangan rakyat bertahuntahun. ‘’Keputusan tersebut menjadi modal awal untuk sepenuhnya menetapkan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim. ForBALI dalam kesempatan ini juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua stakeholder untuk mendorong

terbitnya instrumen hukum ini,’’ kata Gendo. ForBALI berpandangan, keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan belum cukup untuk sepenuhnya menetapkan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim. ‘’Bayang-bayang Perpres No. 51 Tahun 2014 masih cukup kuat. ForBALI berpendapat bahwa masih dibutuhkan instrumen hukum yang mengkhusus dan/atau sederajat seperti Perpres yang mengatur Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional sebagai turunan dari Rencana Tata Ruang Laut/RTRL yang menetapkan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim. ‘’Sehingga masih dibutuhkan kerja keras dan perjuangan total seluruh elemen rakyat Bali untuk benar-benar memastikan Teluk Benoa kuat secara hukum sebagai kawasan konservasi maritim,’’ pungkas Gendo. (r)

Bali Post/afp

TUNJUKKAN TIKET - Jurnalis perempuan Iran Raha Purbakhsh menunjukkan e-ticket yang dibelinya untuk pertandingan Iran vs Kamboja dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Azadi, Teheran.

Setelah 40 Tahun, Perempuan Iran Bisa Nonton Sepak Bola di Stadion Teheran – Penantian panjang perempuan-perempuan Iran terwujud guna menyaksikan laga si kulit bundar berakhir. Kini, mereka bisa menyaksikan langsung pertandingan sepak bola di stadion usai dilarang selama 40 tahun. Iran akhirnya memperbolehkan perempuan ke stadion untuk menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung. Hal itu setelah FIFA membuat ancaman bakal membekukan federasinya. Dilaporkan kantor berita Irna, Kamis (10/10) kemarin, tiket untuk pertandingan Iran vs Kamboja dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Azadi, Tehe-

ran, terjual sebanyak 3.500 tiket kepada perempuan Iran sejak dijual pekan lalu. FIFA mendapat laporan akan ada 4.600 tiket yang akan dijual, dari total 78 ribu kapasitas stadion. Jumlah itu diharapkan FIFA bertambah seiring permintaan. ‘’Saya masih tak percaya ini terjadi sebab setelah bertahun-tahun menyaksikannya di TV, saya bisa

mengalaminya secara langsung. Saya akan bisa merasakan bagaimana tribun dan menonton laganya sendiri,’’ kata jurnalis perempuan Iran Raha Purbakhsh. ‘’Ini adalah momen bersejarah untuk sepak bola Iran, juga untuk perempuan Iran yang memprotes meski berisiko ditangkap dan bakal dikirim ke penjara Evin, penjara bagi tahanan politik di Teheran,’’ ungkap penulis sepak bola James Montague secara terpisah. Kini perempuan akan dapat menyaksikan kehebatan para idolanya di lapangan hijau secara langsung. (kmb33/afp)

Binaragawan Gianyar Lolos ke PON

Gianyar (Bali Post) Binaragawan Gianyar Herwin Adianto yang turun di kelas 85+ kg lolos meraih tiket PON dengan menduduki peringkat kelima pada Pra-PON di Bandung, September lalu. Selanjutnya, Herwin diharapkan mampu menyumbang medali pada PON XX/2020 di Papua nanti. Ketua Umum Pengkab PABBSI Gianyar I Wayan Bunsetiadi, di Gianyar, Kamis (10/10) kemarin menuturkan, Herwin merupakan satu-satunya binaragawan Bali yang meraih tiket PON. Seorang lifter Bali lainnya, Banat Ariana, juga lolos pada angkat besi. Bunsetiadi menjelaskan, usai menduduki peringkat lima di

ajang Pra-PON, Herwin juga tampil pada kejuaraan internasional bertajuk ‘‘Gorontalo Body Building Championship’’ di Gorontalo pada 5 Oktober lalu. Pada kejuaraan itu Herwin meraih peringkat ketiga dan mendapat medali perunggu. Bahkan, prestasi Herwin menggeser peraih medali perak PraPON Andre (Aceh), yang turun peringkat kelima pada kejuaraan di Gorontalo. Bahkan, peraih perunggu Pra-PON Iksan (DIY) harus puas bercokol di peringkat keempat. Oleh sebab itu, Bunsetiadi menuturkan, peluang Herwin merebut medali pada PON Papua terbuka lebar. Sementara binaragawan Gianyar lainnya, Zainul Arifin, menduduki urutan keempat

di Gorontalo. ‘’Saya mohon kepada KONI Bali agar mengirimkan Herwin ke PON Papua. Sebab, target kami Herwin pulang menggondol medali, apalagi dia turun pada nomor perorangan,’’ sebut pria yang akrab disapa Obit ini. Dijelaskannya, Gianyar keluar sebagai juara umum pada cabor pamer otot ini, di ajang Porprov Bali XIV, di Tabanan, September lalu. Atlet binaraga Gianyar mendulang 3 emas yang dipersembahkan Herwin, M. Zainudin serta Zainul Arifin. Obit juga mulai membina angkat besi di daerah seni ini, mengingat angkat besi bakal dipertandingkan pada Porprov XV di Badung, 2021 mendatang. (022)

Jumat, 11 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pesraman Pemangku dan Serati (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop

09:30 Wita Dunia Kita 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali TV Shop 10:30 Wita Taksu Gusti Ngurah Serama Semadi, Seniman Pembuat Topeng 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Memuja Dan Memelihara (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Teater kini berseri 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Nangun Yadnya Karya Mamungkah Balik Sumpah, Melabuh Gentuh, Rsi Gna, Mlaspas, Nubung Pedagingan, Ngenteg

Linggih, Menawa Ratna, Mepedudusan Alit, Weraspati Kalpa Lan Mendak Sari Pura Puseh Br. Adat Klakat, Abang Batudinding, Kintamani 16:30 Wita DW TV 17:30 Wita Lila Cita Sanggar Bina Remaja (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Celuluk Raider 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Ajeg Bali Barong Kokokan, Br. Petulu Gunung Desa Petulu, Ubud 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Dalem Tanjung Denkayu (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

TERLIBAT AKTIF -- Koordinator ForBALI Wayan “Gendo” Suardana dalam kesempatan di lapangan bersama stakeholder terlibat aktif memperjuangkan penetapan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim (KKM).

Pelaku Penusukan Perangkat Desa Sitanggal Kecamatan Larangan, Brebes Wartono mengatakan, Polres Brebes mengamankan sejumlah barang bukti di rumah Fitri, yaitu enam anak panah, satu busur, dan satu dus berisi buku-buku.

Rumah orangtua Fitri di RT 07/ RW.02 Dukuh Sitanggal, katanya, masih dijaga ketat petugas Polres Brebes, Kamis kemarin, seiring yang bersangkutan terduga pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto. ‘’Tadi saya lihat ada enam anak panah, busur, dan buku satu dus yang diamankan

polisi. Cuma saya tidak tahu buku itu maupun judul, dan isinya apa saja,’’ katanya. Penangkapan terhadap istri SA alias Abu Rara ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Desa Sitanggal. Saat ini rumah orangtua Fitri mendapat pengamanan oleh Polres Brebes. (ant)

Gigih Berjuang Dalam kesempatan ini, Gubernur Bali menyampaikan terima kasihnya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI atas kebijakan yang berpihak kepada kepentingan dan aspirasi masyarakat Bali, ForBALI, Pasubayan Desa Adat, serta elemen masyara-

kat lainnya termasuk media massa yang telah dengan gigih berjuang untuk menjadikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Dikatakan, dengan keluarnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI ini, upaya dan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali semakin nyata dapat diwujudkan sesuai visi ‘’Nangun

Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. ‘’Kita tidak perlu lagi tergoda untuk melakukan aktivitas yang menimbulkan polemik di masyarakat terkait adanya rencana reklamasi di Teluk Benoa. Dengan surat ini selesai itu persoalan,’’ ujarnya mengakhiri jumpa pers, kemarin. (kmb12)


Jumat WAGE, 11 OKTOBER 2019

Eka Jaya-Margi Persembahkan ’’Bali Hebat’’ SUARA penyanyi Bali Eka Yadnya alias Eka Jaya selama ini cukup familiar di telinga penggemar musik Bali lewat tembang lawasnya berjudul ‘’Mebunga–bunga’’ yang dinyanyikan bersama pasangan duetnya Ayu Saraswati. Tidak hanya tampil duet bersama Ayu Saraswati lewat tembang terbarunya berjudul ‘’Astungkara Ada Jalan’’, penyanyi kelahiran 27 Maret 1980 ini kini mencoba berduet dengan Margi lewat lagu berjudul ‘’Bali Hebat’’. Kedua penyanyi Bali ini sama-sama berasal dari Kabupaten Klungkung. Sebagai pencipta lagu Bali, Eka Jaya mengaku sengaja membuat lagu spesial ini yang didedikasikan untuk Bali. Sebab, lagu ini mengangkat tentang adat, tradisi dan budaya Bali. Kehidupan orang Bali selalu berdasarkan Tat Twam Asi (Aku adalah Kamu, Kamu adalah Aku). Niscaya kita sebagai orang Bali akan selalu rukun dan saling tolong dalam kehidupan sosial di Bali kekinian. ‘’Jadi lagu ini saya bikin untuk mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan kita sebagai orang Bali dengan selalu berasaskan kamu adalah aku dan aku adalah kamu,’’

KULINER

ujar Eka Jaya, Kamis (10/10) kemarin. Hal senada juga diungkapkan oleh Margi yang mengawali kiprahnya di belantika musik Bali sejak mengikuti BRTV tahun 2004. Diakuinya, tema lagu duetnya ini tentang fenomena sosial yang mengajarkan kita untuk selalu saling mengasihi dan saling menyayangi satu dengan lainnya. Mengajak kita untuk introspeksi diri dan menyatukan dalam membangun kesatuan dan persatuan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat. ‘’Intinya, makna dari lagu ini adalah tat twam asi, yakni aku adalah kamu dan kamu adalah aku,’’ ujarnya. Margi menuturkan proses duetnya dengan Eka Jaya kebetulan tinggal satu kampung di Klungkung. Ketika itu, dirinya sempat bertemu dalam satu panggung musik. Saat itu, dirinya pun berniat mengajak Eka Jaya yang lama vakum dari belantika musik karena kesibukan bekerja di sebuah perusahaan swasta untuk kembali berkarya dengan duet bareng. Hingga tanpa sengaja semangat kreatifnya tergugah dan melahirkan karya duet ini, yang mengapresiasi kearifan tradisi budaya adat Bali.

Menariknya, dalam proses penggarapan video klipnya lagu ini melibatkan sebanyak 450 orang, yang merupakan masyarakat sekitar kampung kelahiran penyanyi Bali ini. Lagu duet Eka Jaya dan Margi yang diaranjer oleh Sila ini diproduksi di bawah bendera Jayagiri Production pimpinan IGN ‘’Rahman’’ Murthana, S.T. Saat ini Margi sedang berjibaku memperkenalkan mini albumnya bertajuk ‘’Selamat Tinggal Mantan’’. Adapun lagunya di antaranya ‘’Selamat Tinggal Mantan’’, ‘’Ubad Tatu 2’’, ‘’Susi Susilawati (Susis)’’, ‘’Bajang Bajing’’, ‘’Kembang hati’’. Sementara Eka Jaya yang punya album perdana bertajuk ‘’Mepangenan’’ di bawah bendera Intan Dewata Record ini juga sedang sibuk memopulerkan lagu duet terbarunya berjudul ‘’Astungkara Ada Jalan’’. Selain itu, Eka Jaya juga merilis mini album yang berisikan lagu andalannya seperti ‘’Terserah’’, ‘’Positif Thinking’’, ‘’Buah Hati’’, ‘’Cerita Mantan’’ dan ‘’Demi Cinta’’. (win)

KESEHATAN

WONDERFUL BALI Eka Jaya dan Margi.

Bali Post/win

Perlu Lakukan Konservasi SDA Air PENDIDIKAN SEJUMLAH daerah di Bali kini mulai merasakan kekeringan. Kondisi ini berbeda dengan 10-20 tahun lalu, sekalipun mengalami musim kemarau berkepanjangan, Bali relatif aman dari ketersediaan air bersih. Pakar subak yang juga doktor dalam bidang pertanian Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA., Kamis (10/10) kemarin mengungkapkan, kerusakan lingkungan sumbersumber air menjadi salah satu penyebab selain faktor-faktor alam lainnya. Sejalan dengan visi Gubernur Bali yaitu ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’, maka persoalan

SENIMAN

Dr. Gede Sedana

Bali Post/sue

KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL BALI

BUDAYA

XXX Angkat Tradisi PENDIDIKAN ’’Siat Tipat Bantal’’

SENIMAN

TOP IN VASI

BUDAYA

KULINER

sumber air di Bali perlu dilakukan dengan bijak oleh pemerintah dan stakeholder lainnya termasuk masyarakat. Salah satu upaya yang dapat diambil oleh Pemprov Bali adalah melakukan konservasi sumber daya air. Konservasi sumber daya air, katanya, bertujuan untuk menjaga kelangsungan keberadaan, daya dukung, daya tampung dan fungsi sumber daya air di wilayah Bali. Pada kegiatan konservasi sumber daya air ini, peran pemerintah adalah melakukan fasilitasi dan kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber-sumber air, baik di hulu maupun di hilir, pengawetan air, dan pengelolaan kualitas air serta pencegahan dan pengendalian pencemaran air. Perlindungan dan pelestarian sumber air, kata Rektor Universitas Dwijendra Denpasar ini, dapat dilakukan melalui pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air, terutama di kawasan hulu yaitu pegunungan. Dia mengingatkan dalam perlindungan dan pelestarian sumber air memperhatikan kearifan lokal dan dapat melibatkan peran masyarakat. Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air dilakukan pada kawasan yang ditetapkan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air. Kawasan yang berfungsi sebagai resapan air dan daerah tangkapan air menjadi salah satu acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana tata ruang wilayah. Resapan dan daerah tangkapan air dapat dilakukan dengan mengelola kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air. Sementara itu pengendalian pemanfaatan sumber air dilakukan mendukung upaya konservasi sumber daya air. Pengendalian pemanfaatan sumber air dilakukan sesuai dengan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan, baik yang berada di kawasan hulu maupun hilir. Pengendalian pemanfaatan sumber air membutuhkan adanya pemantauan dan pengawasan yang ketat oleh pemerintah yang dibantu oleh masyarakat berdasarkan pada ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air. Secara teknis, peningkatan daya resap air ini dilakukan dengan mengintensifkan reboisasi atau penghutanan kawasankawasan yang telah mengalami kerusakan, selain pembangunan konstruksi secara fisik, seperti checkdam, bendungan dan bangunan-bangunan lainnya. Salah satu tujuannya adalah mengurangi aliran air di permukaan yang berlebih dan mengalir ke laut, dan meningkatkan daya serap air ke dalam tanah. (sue)

LAMA tidak mengeluarkan karya, kini salah satu grup band ternama di Bali, XXX (Triple X) bangkit dan berkarya lagi. Kali ini, grup band yang diperkuat tiga bersaudara, Rahtut (vokal), Rahtwo (vokal), Rah Mink (gitar), Rah Alit (drum), dibantu Angga (bas) dan Sila (keyboard/gitar) ini mengeluarkan single yang mengangkat tentang tradisi perang (siat) Tipat Bantal di Desa Kapal, Badung. Lagu ini diberi judul ‘’Aci Rah Pengangon’’. Desa Kapal adalah salah satu desa tradisional di Bali yang kaya akan keunikan adat dan budaya. Salah satunya adalah pelaksanaan tradisi Aci Rah Pengangon atau yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat sebagai tradisi Siat Tipat Bantal. Ritual tradisi unik yang sangat langka ini merupakan

sebuah bentuk penghormatan terhadap energi semesta yang menciptakan kehidupan serta sebuah prosesi untuk melestarikan kelangsungan kehidupan itu sendiri dengan konsep menjaga ibu pertiwi/tanah yang merupakan wujud nyata penopang dan pemberi kehidupan bagi setiap makhluk di muka bumi ini. Kini, tradisi bersejarah itu coba diungkap grup musik bersaudara ini dalam dimensi berbeda sebagai upaya penguatan jati diri bangsa ke dalam sebuah garapan seni budaya berupa seni musik mebasa Bali. Bahkan, dalam upaya mengaktualisasikan lagu ‘’Tipat Bantal’’ tersebut, grup band yang bernaung di bawah bendera Jayagiri Production Denpasar ini juga sudah melengkapinya dengan sebuah video klip yang cukup kreatif dan inovatif. Sebelumnya, grup band keluarga ini juga sudah meneguhkan kiprah bermusiknya dalam menjaga tradisi kearifan lokal khas Bali dengan merilis video klip lagu ‘’Puputan Badung’’, ‘’OmedOmedan’’ dan ‘’Kebo Iwa’’. Lagu terbaru dari grup band bentukan 10 Oktober

Pernikahan Ramah Lingkungan

BEBERAPA pekan terakhir merupakan hari baik untuk melangsungkan pernikahan bagi sejumlah pasangan. Ada satu pernikahan unik yang berlangsung di kediaman I.B. Mandhara Brasika di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Beng, Gianyar. Sepanjang proses pernikahan ini mengedepankan konsep bahan ramah lingkungan dengan meminimalisasi penggunaan bahan plastik, hingga pemakaian listrik memanfaatkan panel tenaga surya. Ditemui Kamis (10/10) kemarin, I.B. Mandhara Brasika mengatakan, dalam resepsi pernikahannya yang berlangsung Jumat (11/10) hari ini, pihaknya sudah meminimalisasi penggunaan bahan plastik, seperti tidak mengunakan botol minuman berbahan plastik. “Konsepnya meminimalisasi sampah plastik atau mengurangi penggunaan barang sekali pakai,” katanya. Pemilik Komunitas Griya Luhu ini mengaku akan menyediakan tempat air berupa gelas kaca atau keramik untuk undangannya. “Kami akan sediakan dispenser, minumannya ada yang air putih, teh, dan jeruk. Ada minuman dingin dan hangat,” jelasnya. Uniknya, dalam acara penikahan itu Brasika juga meminimalisasi penggunaan listrik dari PLN. Ia akan memprioritaskan pemanfaatan listrik dengan panel tenaga surya. Tidak tanggung-tanggung, belasan panel sudah disiapkan. “Panel yang digunakan ada sebanyak 14 panel tenaga surya. Dengan kekuatan mencapai 1.300 volt ampere (VA), cukuplah untuk acara resepsi,” katanya. Brasika juga memaparkan bahan ramah lingkungan lain yang digunakan dalam pernikahanya ini, mulai dari kertas

undangan yang dibungkus bambu, tenda di halaman menggunakan bambu, snack menggunakan jajanan tradisional, dan gayor berbahan ramah lingkungan. Hal unik lainnya, dalam kartu undangan yang dikirim ke sejumlah sahabat dan kelurga berisi imbauan bila ingin memberikan karangan bunga agar menggunakan bahan ramah lingkungan. Ia berharap konsep pernikahan ramah lingkungan seperti ini dapat diikuti oleh pasangan lainnya. Hal ini cukup wajar, mengingat selama ini sampah sisa upacara termasuk upacara pernikahan sering menimbulkan banyak sampah plastik. (nik) PERNIKAHAN I.B. Mandhara Brasika menunjukkan kartu undangan pernikahan yang akan dimasukkan ke dalam bambu.

2003 ini diluncurkan serangkaian peringatan ulang tahunnya ke-13 yang jatuh Kamis (10/10) kemarin. Menariknya, pengenalan ke publik dari lagu terbarunya ini juga dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan ritual Perang (Siat) Tipat Bantal di Wantilan Desa Adat Kapal, Badung, Minggu (13/10) mendatang. Rahtut sebagai kreator dalam Grup Band XXX mengakui sebagai langkah konkret meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kehidupan adat, seni dan budaya Bali melalui dunia musik Bali. ‘’Karya terbaru kami ini akan kami pasarkan secara digital melalui Joox, Spotify, iTunes, dan lainnya. Sedangkan video klipnya dapat dinikmati melalui akun Youtube Jayagiri Production Bali,’’ ujar Rahtut saat presscon, Kamis kemarin. Produser Jayagiri IGN ‘’Rahman’’ Murthana, S.T. yang juga Manager Band XXX menambahkan, upaya mengangkat tradisi ritual siat tipat bantal ini sebagai upaya menggugah kecintaan masyarakat terhadap profesi seniman, dan memberi ruang ekspresi dan kreatif inovatif bagi kalangan remaja. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook