Skip to main content

Edisi Rabu 11 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 26 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah ’’Lebar’’

Berkah Porprov

Bukit Belong Terbakar

Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah dari Geria Pesraman Telabah, Tegal Lantang, Padangsambian Klod, Senin (9/9) lebar. Ida Pedanda berpulang setelah sebulan sebelumnya menjalani operasi kecil lantaran gangguan pada saluran prostat.

Porprov Bali XIV menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha homestay di desa wisata di Kabupaten Tabanan. Banyak atlet memanfaatkannya untuk tempat menginap.

Bukit Belong, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Selasa (10/9) kemarin terbakar. Warga sempat dibuat panik. Butuh waktu dua jam untuk memadamkannya.

TABANAN | HAL. 7

DENPASAR | HAL. 2

KLUNGKUNG | HAL. 12

Pascadilantik, Anggota DPRD Bali Minta Gedung Baru Denpasar (Bali Post) Wacana pembangunan gedung baru untuk DPRD Bali kembali mencuat. Terutama agar masing-masing anggota dewan memiliki ruangan sendiri-sendiri. Mengingat, ruangan yang ada sekarang dinilai sudah tidak representatif. Wacana ini sebelumnya pernah muncul sekitar empat tahun lalu, tetapi datangnya dari eksekutif. ‘’Hampir sekian tahun kita tidak punya ruangan yang representatif. Karpet sudah berdebu, meja-meja sudah hampir rontok semua. Padahal kita susah payah mencari kursi dan meja di sini kan, dengan anggaran yang cukup besar,’’ ujar anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta dalam rapat pembahasan awal tata tertib serta kode etik dan tata beracara DPRD Bali di gedung dewan,

Selasa (10/9) kemarin. Budiarta mengusulkan agar pembangunan ruangan untuk masing-masing anggota dewan bisa dipikirkan pada tahun anggaran mendatang. Tetapi dengan catatan, tidak sampai mengurangi kewajiban sebagai seorang wakil rakyat. Wakil Ketua Sementara DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, usulan gedung baru sejatinya merupakan kebutuhan real dan bahkan mendesak saat ini. Apalagi, masih ada lahan kosong di bagian belakang gedung dewan yang bisa dibangun. Namun, masalah anggaran juga harus dipikirkan. Politisi Golkar ini pun sempat berkelakar, kalau memang seluruh anggota sepakat alokasi hibahnya dikurangi, maka eksekutif khususnya gubernur sudah pasti bisa menerima usulan tersebut.

‘’Sebenarnya empat tahun yang lalu justru eksekutif sudah mengusulkan. Tapi beberapa teman (anggota dewan - red) menolak di sini. Kalau sekarang muncul usulan ini, bagus sekali,’’ ujarnya. Menurut Sugawa Korry, bangunan gedung dewan memang sudah direhab. Akan tetapi kondisi di dalamnya tidak demikian. Seperti ruangan komisi yang penuh dengan dokumen. Kemudian, meja dan kursi yang sudah dipakai sejak tahun 1987. ‘’Logikanya kalau memang itu disetujui, memang harus diikuti dengan kinerja yang lebih baik. Kemudian mereka lebih rajin di kantor memfasilitasi masyarakat,’’ imbuhnya. Sugawa Korry menambahkan, bangunan-bangunan yang ada di DPRD Bali

sekarang juga memiliki filosofi masing-masing. Tata bangunan yang terdiri dari wantilan, kantor, hingga ruang sidang utama ibaratnya tubuh manusia. Wantilan dianalogikan sebagai kaki karena di sana merupakan tempat untuk menerima aspirasi yang masih mentah. Aspirasi itu kemudian diproses di dalam tubuh atau kantor dengan hati dan perasaan. Selanjutnya, ada ruang sidang utama yang merupakan kepala atau tempat untuk mengambil keputusan dengan rasio. ‘’Di sini juga ada kentongan. Jadi ketika kita mengawali masa persidangan pertama, begitu dibuka dalam sidang paripurna harus diinformasikan kepada masyarakat dengan membunyikan kentongan. Itu usulan kita juga,’’ ucapnya. (kmb32)

I Gusti Putu Budiarta

I Nyoman Sugawa Korry

Jokowi Tebar Janji Jakarta (Bali Post) – Perhatian pemerintah kepada Papua dan Papua Barat ke depan akan terus ditingkatkan. Tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga sumber daya manusia. Salah satunya adalah dengan menjanjikan 1.000 sarjana dari Papua akan diterima bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta perusahaan swasta besar. Selain itu, Istana Negara juga akan dibangun di Papua mulai tahun depan.

Bali Post/ade

SIDANG PERDANA — Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen, terdakwa kasus kepemilikian senjata api, mulai menjalani persidangan.

Mematai-matai Wiranto dan Luhut

Kivlan Zen Siapkan Rp 25 Juta

Jakarta (Bali Post) – Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen mulai menjalani sidang atas dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Dalam sidang perdana, selain soal asal mula senjata api ilegal juga terungkap tentang upaya memata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan. Dana untuk operasional memata-matai mencapai Rp 25 juta. Dakwaan yang dilakukan oleh jaksa penuntut umum Fahtoni menyebutkan terdakwa menyerahkan uang Rp 25 juta kepada seseorang bernama Tajudin melalui orang lain bernama Helmi Kurniawan. ‘’Saksi Helmi Kurniawan menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta yang berasal dari terdakwa (Kivlan) kepada saksi Tajudin sebagai biaya operasional survei dan pemantauan untuk memata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan,’’ kata Fahtoni di Gedung Kusuma Atmaja I, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/9) kemarin. Fahtoni mengatakan dana yang diberikan Kivlan kepada Tajudin berasal dari Habil Marati. Habil memberikan uang 15.000 dolar Singapura kepada Kivlan. Kemudian Kivlan menukarkan uang tersebut ke kurs rupiah melalui Helmi di tempat penukaran uang dan menerima Rp 151,5 juta. Kivlan mengambil uang Rp 6,5 juta dari total uang tersebut dan menyerahkan kembali sisanya sebesar Rp 145 juta kepada Helmi. Saksi Helmi kemudian mengelola uang itu untuk membayar senjata api yang dipesan hingga menyerahkan uang tersebut kepada saksi yang lain. Kivlan didakwa menguasai senjata api ilegal. Dia disebut menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam. Dalam sidang perdana Kivlan, jaksa penuntut umum melakukan dua kali pembacaan dakwaan. Dakwaan pertama Kivlan dijerat pidana dengan Pasal 1 ayat 1 UU No. 12/1951 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan pada dakwaan kedua, Kivlan dijerat pidana dengan Pasal 1 ayat 1 UU No. 12/1951 jo Pasal 56 ayat (1) KUHP. (ant)

Harian Bisnis Bali Degradasi Pariwisata Bali

www.bisnisbali.com

Bali dihadapkan dengan fenomena masalah sampah plastik yang dinilai akan mendegradasi pariwisata Bali. Sejauh mana komitmen pariwisata Bali menangani sampah plastik di Bali?

‘’Untuk BUMN dan perusahaan swasta besar akan saya paksa. Kalau lewat prosedur udah kelamaan, jadi kewenangan saya, saya gunakan agar bisa terima yang baru lulus mahasiswa dari tanah Papua,’’ kata Jokowi saat menerima sekitar 61 tokoh Papua di Istana Negara, Selasa (10/9) kemarin. Kepala Negara menyebutkan, pada tahun ini akan dibuka sekitar 1.000 lowongan bagi sarjana Papua yang baru lulus untuk bisa bekerja di BUMN maupun perusahaan swasta besar lainnya. Hal ini menanggapi 10 permintaan tokoh Papua yang diwakili Abisai Rollo yang disampaikan langsung kepada Presiden, yakni pemekaran provinsi lima wilayah adat di Provinsi Papua-Papua Barat, pembentukan Badan Nasional Urusan Tanah Papua, penempatan pejabat-pejabat eselon I dan II di kementerian dan LPMK, pembangunan Asrama Nusantara di seluruh kota studi dan menjamin keamanan mahasiswa Papua, usulan revisi Undang-undang Otsus dalam Prolegnas 2020, menerbitkan Inpres untuk pengangkatan ASN honorer di tanah Papua, percepatan Palapa Ring Timur Papua. Hal. 15 Bangun Istana

Bali Post/ant

JAWAB PERTANYAAN - Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan saat pertemuan dengan sejumlah tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9) kemarin. Pertemuan tersebut membahas isu-isu terkini di Papua.

Resesi Global Ancam Ekonomi Indonesia Ekonomi dunia berada di ambang resesi. Sejumlah negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Bahkan ada yang telah mengalami resesi ditandai dengan pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturutturut. Jika tak diantisipasi, Indonesia bisa ikut terseret. Presiden Jokowi telah mewanti-wanti kemungkinan resesi ekonomi menyerang Indonesia.

Ancaman resesi akan menerjang Indonesia bukannya tanpa alasan. ‘’Resesi global bisa melukai Indonesia,’’ tulis Bank Dunia dalam rilisnya beberapa waktu lalu. Selain itu, Bank Dunia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun lebih dalam, karena lemahnya produktivitas dan pertumbuhan pekerja. Dalam presentasinya, Bank Dunia memaparkan pertumbuhan ekonomi di 2020 akan berada di 4,9% dan terus menurun hingga 4,6% di 2022. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah mewaspadai resesi yang saat ini terjadi di sejumlah negara, termasuk mengantisipasi dampaknya terhadap ekonomi Indonesia. ‘’Itu perlu kita terusmenerus pelajari dan kita waspadai,’’ kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin (9/9). Menurut Sri Mulyani, dari sisi fiskal pemerintah mengamati pelemahan ekonomi global yang terjadi di sejumlah negara, termasuk sektor yang kemungkinan memberikan pengaruh kepada ekonomi dalam negeri.

Sektor ekonomi tersebut, lanjutnya, di antaranya dari sisi eksternal seperti ekspor Indonesia ke sejumlah negara. Selain itu, pemerintah juga mewaspadai tekanan kepada negara yang mengalami kemerosotan ekonomi dan perkembangan resesinya. ‘’Apakah hanya dalam dua kuartal negatif tapi kemudian mereka positif lagi, ataukah ini berkelanjutan kan kita belum tahu, apa yang akan terjadi. Kami akan terus mengikuti saja,’’ ujar Sri Mulyani. Hingga kini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tumbuh di atas 5 persen. Hal ini menurut pengamat disebabkan masih tumbuhnya belanja konsumsi masyarakat. Meski demikian, ke depan memperlebar investasi asing dinilai menjadi solusi menghindarkan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Tidak salah jika Presiden Jokowi menekankan pentingnya memangkas birokrasi dan aturan yang menghambat investasi asing. Jangan sampai terjadi, investasi asing lebih tertarik ke negara tetangga seperti Singapura, Vietnam dan Thailand. (kmb14/ant)


Rabu Wage, 11 September 2019

Dewan Usulkan Apel Bersama dan Tambahan Reses Denpasar (Bali Post) DPRD Bali menggelar rapat pembahasan awal peraturan tata tertib serta kode etik dan tata beracara di Ruang Rapat Gabungan, Gedung DPRD Bali, Selasa (10/9) kemarin. Berbagai usulan pun mencuat dalam rapat. Di antaranya, usulan agar dewan melaksanakan apel bersama dengan ASN di Sekretariat DPRD Bali serta tambahan reses untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan. “Kalau boleh usul, kita mungkin buat apel bersama sekali. Jadi, anggota yang baru saling silaturahmi di sana,” ujar Anggota Fraksi PDI-P I Made Supartha. Lewat apel bersama, lanjut Supartha, DPRD Bali yang sebagian anggotanya merupakan new comer diharapkan bisa lebih mengenal ratusan ASN baik PNS maupun tenaga honorer yang bertugas di Sekretariat Dewan. Dengan begitu, sinergitas bisa terjalin dengan baik untuk membangun kinerja yang baik pula. “Saya kira perlu dipertimbangkan, apel itu kan tidak setiap hari tapi lima tahun sekali. Artinya, kita ingin memberikan contoh, ingin membangun kinerja ke depan yang bagus di antara satu sama lain. Momen yang saya lihat, kita mesti mengenal siapasiapa yang akan membantu kinerja dewan,” jelas politisi

asal Tabanan ini. Usulan apel bersama ini rupanya tidak langsung mendapat persetujuan seluruh anggota dewan. Seperti yang dilontarkan sesama Anggota Fraksi PDI-P, I Gede Kusuma Putra. Mengingat substansi yang ingin dicapai sebetulnya adalah silaturahmi agar anggota dewan dan ASN di Sekretariat Dewan bisa lebih saling mengenal. “Kalau seperti itu kan tidak mesti lewat apel. Barangkali bisa dengan buat acara sore-sore, kumpul tapi harus hadir semua,” ujarnya. Wakil Ketua Sementara DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry juga menilai apel bersama melibatkan 55 anggota dewan agak sulit untuk diwujudkan. Apalagi jika apel tersebut dilaksanakan di pagi hari. “Usul suatu ketika kita kumpul bersama, saya kira bagus untuk kita saling kenal, memberi masukan. Nanti kami lapor kepada Pak Ketua, setelah definitif barangkali diadakan pertemuan,” ujarnya. Sementara itu, Anggota Fraksi PDI-P I Nyoman Budiutama mengusulkan agar reses dewan ditambah untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan. Seperti halnya yang sudah dilakukan oleh DPRD Jawa Barat. “Reses yang kita sudah laksanakan itu kan baru 3 kali dalam satu tahun. Kemudian di Jawa Barat, ada

reses terkait sosialisasi 4 pilar sama dengan DPR RI. Mohon nanti menjadi referensi untuk diperjuangkan dalam tata tertib ini disamping reses yang kita laksanakan 3 kali,” ujar Politisi asal Bangli ini. Terkait usulan ini, Wakil Ketua Sementara DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry mengatakan reses untuk menyerap aspirasi konstituen maksimal 3 kali sudah diatur di dalam PP. Jika dilakukan tidak sesuai dengan aturan atau mekanisme yang ada, alih-alih bisa menjadi temuan BPK RI. Namun demikian, masih ada celah untuk melaksanakan sosialisasi dalam bentuk program. Kendati celah ini tetap harus dikonsultasikan ke Kemendagri. “Saya kira usul yang bagus, jadi kita masukkan ke dalam program sosialisasi perda dan juga 4 pilar. Kalau 4 pilar sudah di-cover oleh DPR-RI, mungkin kita lebih bagus kalau sosialisasi perda yang terkait dengan perda inisiatif kita,” jelas Politisi Golkar ini. Terlebih, lanjut Sugawa Korry, program sosialisasi perda yang dihasilkan dewan selama ini tidak pernah dilakukan. Akibatnya, perda-perda yang ada hanya terkesan menjadi “macan ompong”. Tapi kalau sudah masuk dalam tata tertib dewan, program ini wajib dianggarkan dan tentunya menjadi wajib untuk dilaksanakan. (kmb32)

Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah ’’Lebar’’ Denpasar (Bali Post) Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah dari Geria Pesraman Telabah, Tegal Lantang, Padangsambian Klod, Senin (9/9) lebar. Ida Pedanda berpulang setelah sebulan sebelumnya menjalani operasi kecil lantaran gangguan pada saluran prostat. Menurut Ida Pedanda Istri yakni Ida Pedanda Nabe Istri Mayun (79), kondisi tubuh Ida Pedanda Lanang mulai menurun setahun terakhir dan sempat empat kali dirawat di rumah sakit. Sepuluh tahun lalu Ida Pedanda juga pernah divonis mengidap tumor paru-paru akibat perokok pasif. Sempat dinyatakan sembuh, namun tetap berobat medis dan herbal. ‘’Saya tidak menyangka, beliau kemarin masih bugar, wajahnya cerah, makannya lahap sekali,’’ tuturnya, Selasa (10/9) kemarin. Sementara itu, jenazah masih disemayamkan di Geria Pesraman Telabah, Tegal Lantang, Padangsambian Klod. Informasi sementara pada 25 September mendatang jenazah akan disemayamkan di Geria Ageng Telabah, Denpasar. Tanggal 28 September akan dilakukan panyiraman dan puncak palebon berlangsung 1 November. Penuturan Ida Pedanda Istri, Ida Pedanda Lanang sempat berpesan jika suatu saat beliau berpulang agar dibuatkan upacara yang sederhana saja. ‘’Kami gelar upacara Sawa Wedana, sebab beliau sudah memiliki nanak. Jumlahnya 11 pasang dari

Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah (alm) Bali dan luar Bali,’’ ujarnya. Seperti diketahui, Ida Pedanda Gede Putra Telabah saat walaka bernama Ida Bagus Ngurah Narendra. Beliau merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan Universitas Udayana (Unud) dan pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan (PD) III di Fakultas Kedokteran. Pada saat men-

Bali Post/dok

jadi PD III di FK tersebut, beliau mendapat tugas untuk mengolah dan menyelesaikan usulan Hymne Udayana. Mendapatkan tugas tersebut, beliau sangat kaget namun juga gembira. Dalam penggarapan hymne tersebut, beliau berdiskusi pula dengan Drs. Sudarminto, R.P. Situmeang, M.Si. dan seorang pastur bernama M.

Buiru. Lirik lagu hymne yang diusulkan kemudian diperbaiki, dan disesuaikan dengan keadaan Indonesia dengan beragam agama, sehingga terciptalah lirik hymne seperti saat ini. Hymne Udayana pertama kali diperdengarkan pada tanggal 1 April 1966 pada saat pengukuhan Guru Besar I FK, yakni Dr. Nuarta di Gedung Fakultas Sastra. Hymne ini diperdengarkan di depan para dekan dan PD III. Setelah sekian lama aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan, beliau memutuskan mengikuti jalan leluhur, sebab pada saat itu keadaan geria kosong karena Ida Pedanda di geriya (orangtua beliau) sudah lebar. Beliau kemudian ke Geria Keniten Dawan Kelod guna memohon petunjuk pada Ida Pedanda Gede Made Keniten, setelah melalui proses sebagaimana mestinya beliau kemudian di-diksa pada tanggal 11 November 1997 bergelar Ida Pedanda Gede Putra Telabah, dan istrinya bergelar Ida Pedanda Istri Mayun. Meskipun keseharian beliau berada di Geria Telabahm Tegal Lantang, namun beliau tetap energik dan menunjukkan semangat yang tidak kalah dengan orang muda. Bahkan beliau tetap berpesan kepada para mahasiswa agar tetap menjaga nilai Pancasila, Tri Dharma, serta hidup dengan sederhana jaga nilai Pola Ilmiah Pokok Udayana, yakni Kebudayaan. (win)

Infrastruktur Pendukung dan Bandara Mesti Jalan Bersama

Denpasar (Bali Post) -

Bali Post/kmb42

BERSAMA - Julyanto Sutandang (kiri), World Sudarko (tengah) dan Bruce Momjian (kanan) berfoto bersama di sela-sela acara PostGresQL Conference (PGConf) Asia 2019 di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Senin (9/9) kemarin.

SDM di Bidang TI Belum Memadai Denpasar (Bali Post) Salah satu tantangan Indonesia menyambut Revolusi Industri 4.0 adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi (TI). Kesiapan SDM dirasa belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas untuk mencapai potensi ekonomi digital sebesar USD 150 miliar pada 2025. Berdasarkan data keluaran Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) nasional 2017 masih rendah yakni di level 4,99 dari skala 1-10. Demikian terungkap dalam PostGresQL Conference (PGConf) Asia 2019 di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Senin (9/9) kemarin. Steering Committee PGConf Asia 2019 Julyanto Sutandang mengatakan, di tingkat global, Indonesia berada di urutan ke-45 dari 140 negara atau ke-4 di wilayah Asia Tenggara di dalam daftar The Global Competitiveness Report 2018 keluaran World Economic Forum. Di sisi wirausaha, Indonesia

disebutkan baru memiliki pengusaha sebanyak 1,65 persen dari populasi jumlah penduduk dan diperkirakan hanya sekitar 0,43 persen di antaranya berbasis teknologi atau technopreneur. Menurut ICT Development Index 2017, Indonesia berada di peringkat 111 dari 176 negara. Sementara menurut perusahaan riset A.T. Kearney, sektor pendidikan di Indonesia hanya mampu menghasilkan 278 insinyur TI dari setiap 1 juta penduduk. Angka lulusan tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencetak 1.834 insinyur TI dan India yang mencetak 1.159 insinyur TI dari setiap 1 juta penduduk. Riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan 5 kali lebih banyak insinyur TI dalam 10–15 tahun ke depan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital. Oleh karena itu diperlukan pendidikan dan pelatihan yang tepat untuk mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing di Revolusi Industri 4.0. “Konferensi ini

digelar sebagai bagian dari bentuk tanggung jawab kami dalam membangun solusi dan ekosistem berkelas enterprise di pasar tanah air berbasiskan software Open Source,” Jelas Julyanto Sutandang. Ia menambahkan, saat ini dunia TI mengalami perkembangan yang pesat dengan berkembangnya software open source PostgreSQL. Pemerintah akan mendorong pengembangan aplikasi berbasis open source. Dikatakan, saat ini telah banyak perusahaan yang secara masif menggunakan open source. Kendati demikian, pengembangan open source harus senantiasa didorong dan dipromosikan bersama baik itu oleh pemerintah, korporasi, NGO atau organisasi manapun yang ingin mengembangkan sistem database berdasarkan PostgreSQL. Seiring bertumbuhnya software Open Source di sektor bisnis, maka meningkat pula kebutuhan akan para ahli PostgreSQL. Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan sumber daya TI terbaik di tanah air. (kmb42)

Pengedar SS dengan Kemasan Permen Dituntut Delapan Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Anak Agung Made Setia Darma Putra (21), pria yang diduga menjadi pengedar sabu-sabu (SS) dengan modus dikemas dalam bungkus permen, Selasa (10/9) kemarin dituntut pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Jaksa penuntu umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja di hadapan majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja menyatakan perbuatan terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana

tanpa hak atau melawan hukum menjual, dijual, membeli, menerima dan menjadi perantara dalam jual beli, serta menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman. Atas pertimbangan itu, pemuda asal Jalan Gunung Guntur, Padangsambian, Denpasar Barat itu dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mendengar tuntutan itu, terdakwa melalui penasehat hukum dari PBH Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan atau pledoi tertulis

Topik : anggota dprd BALI Minta gedung baru

atas tuntutan tersebut. Dalam kasus ini terdakwa ditangkap petugas dari Polresta Denpasar Senin (25/3), sekitar pukul 18.00 Wita di Jalan Nusa Barung Nomor 15 Denpasar, tepatnya di depan rumah saksi Nyoman Gede Suprapta. Saat dilakukan pengeledahan terhadap terdakwa, petugas menemukan tujuh bungkusan permen KIS, lima bungkus permen Kopiko, dua bungkus permen Doublemint yang masingmasing berisi narkotika jenis sabu-sabu. Dengan rincian tiga paket seberat 0,12 gram dan dua paket seberat 0,11 gram, sisanya masing-masing satu paket seberat 0,06 gram, 0,7 gram, 0,08 gram, 0,16 gram, 0,20 gram 0,22 gram, 0,24 gram, 0,25 gram dan 0,45 gram. Total berat keseluruhan 14 paket SS yakni 2,31 gram. Terdakwa mengaku mendapat SS tersebut dari Anak Agung Made Wisnu yang saat ini masih berada di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan. (kmb37)

DPRD Bali menyarankan agar pembuatan infrastruktur pendukung dibarengi dengan pembangunan bandara di Bali Utara. Artinya, bandara yang sudah direncanakan berlokasi di Kubutambahan, Buleleng jangan sampai baru mulai dibangun setelah infrastruktur pendukungnya rampung. “Itu bisa dilakukan bersama-sama. Jadi akses (infrastruktur pendukung, red) kan sudah mulai dibangun, proses pembangunan bandara juga berjalan,” ujar Wakil Ketua Sementara DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Selasa (10/9) kemarin. Menurut Sugawa Korry, membangun bandara tidak cukup dalam waktu dua atau lima tahun. Tapi bisa memakan waktu hingga 10 tahun sebelum akhirnya beroperasi. Mengingat ada tahapan persiapan, feasibility study, dan sebagainya yang harus dilalui. Saat proses itu rampung, bertepatan dengan puncak kapasitas Bandara Internasional

I Gusti Ngurah Rai. “Ngurah Rai ini kan diperkirakan kapasitas puncaknya dengan sekarang diperluas, paling dalam 10 sampai 15 tahun. Sehingga dengan demikian, begitu itu puncak sudah ada alternatif,” jelas politisi Golkar ini. Oleh karena itu, lanjut Sugawa Korry, pembangunan infrastruktur pendukung harus dilakukan bersamaan dengan proses realisasi bandara. Infrastruktur pendukung yang dimaksud, antara lain berupa shortcut Singaraja-Denpasar serta akses jalan dari Gianyar dan Bangli. “Kita sarankan begitu. Jangan menunggu ini selesai dulu, kemudian baru

membangun bandara. Atau jangan di sana mendahului selesai, nanti sudah selesai bandara, tidak ada pesawat yang datang ke sana juga rugi,” pungkasnya. Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Bali Ida Gede Komang Kresna Budi berpendapat bandara mestinya memang dibangun terlebih dulu. Baru kemudian diikuti dengan pembangunan infrastruktur pendukung. “Memangnya bikin semut dulu baru ada gula? Ada gula dulu baru semut datang. Investor datang, tinggal Bali menyiapkan roadmap-nya. Jalan itu terbangun dia. Kalau tidak ada bandara dulu, kan tidak bisa,” ujarnya.

Senada dengan Sugawa Korry, calon Ketua Komisi II ini juga menyebut pembangunan bandara tidak bisa dilakukan dalam waktu setahun atau dua tahun. Namun bisa mencapai 10 tahun, sehingga bandara mesti diproses terlebih dulu. Setelah ada kepastian pembangunan bandara, baru kemudian infrastruktur bisa dibangun. “Ngapain bikin jalan dulu kalau tidak ada apa-apa,” imbuhnya. Kresna Budi mengatakan, keberadaan bandara di Bali Utara juga akan berimbas ke daerah lain seperti Bangli dan Karangasem di samping Buleleng itu sendiri. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Denpasar Masuk 10 Besar Kabupaten/Kota Berinovasi Tim Validasi Kemendagri Sambangi Pemkot Denpasar

PEMERINTAH Kota Denpasar terus berinovasi untuk kemajuan dan memberikan pelayanan secara mudah, transparan dan cepat kepada masyarakat Kota Denpasar. Berbagai inovasi yang diluncurkan mengantarkan Pemerintah Kota Denpasar masuk nominasi sepuluh besar nominator Kabupaten/ Kota Berinovasi. Hal ini disampaikan Ketua Tim Penilai Validasi Lapangan untuk Penilaian Inovation Goverment Award (IGA) Pemerintah Daerah Tahun 2019 Kementerian Dalam Negeri Drs. Jerry Walo, S.Sos., M.M. kepada Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat melakukan validasi di Denpasar Selasa (10/9) kemarin. Dalam kesempatan tersebut juga hadir Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, dan Kepala Badan Litbang Kota Denpasar Putu Naning Djayaningsih. Dalam penilaian itu, Jerry Walo mengatakan, daerah yang masuk nominator inovasi pihaknya melakukan validasi secara langsung ke lapangan. Setelah itu akan ada pemberian penghargaan pemerintah Daerah Inovatif. Semua itu bertujuan untuk mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah untuk melakukan kreativitas dan inovasi serta berkinerja lebih baik demi pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kata Jerry Walo,

penilaian bertujuan agar dapat mendorong kompetensi positif antarpemerintah provinsi dan atarpemerintah kabupaten/kota secara transparan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan guna terwujudnya kesejahteraan rakyat. Inovasi yang diciptakan pemerintah daerah harus mengandung pembaharuan terhadap unsur sebagian atau unsur secara keseluruhan penyelenggaraan daerah. Inovasi daerah itu harus memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah. Selain itu, inovasi daerah itu tidak mengakibatkan atau ada pembatasan kepada masyarakat. Menurut Jerry Walo, banyak kriteria dalam penilaian

inovasi daerah harus bermanfaat kepada masyarakat dan daerah. Selain itu, inovasi daerah juga harus atau tidak ada pembebanan atau pembatasan kepada masyarakat dan tidak sesuai dengan perundang-undangan. “Penilaian ini langsung dengan sistem sehingga kabupaten/ kota yang mendapat penghargaan tidak dapat diganggu gugat,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengaku bersyukur karena Pemerintah Kota Denpasar masuk nominator kabupaten/kota 10 besar. Menurut Rai Mantra, inovasi yang pertama dibuat Pemerintah Kota Denpasar dalam masa kepemimpinannya adalah Sewaka Dharma.

Inovasi ini dibentuk pertama untuk merubah mindset PNS dari dilayani menjadi melayani. “Sewaka Dharma itu berarti melayani adalah kewajiban,” ujarnya. Rai Mantra menjelaskan, Sewaka Dharma terbentuk baru dibangun inovasi fisiknya dengan membangun Gedung Sewaka Dharma dengan dengan konsep pelayanan terpadu satu pintu. Tidak sampai di sana saja, Pemerintah Kota Denpasar terus berinovasi untuk membuat inovasi yang membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. Di antaranya, mal pelayanan publik, Pengaduan Rakyat Online (Pro Denpasar), revitalisasi pasar tradisional, penataan sungai, Damakesmas dan call center. (ad384)

TIM PENILAI - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra berfoto bersama dengan Tim Penilai Validasi Lapangan untuk Penilaian Inovation Goverment Award Pemerintah Daerah Tahun 2019 Kementerian Dalam Negeri, Selasa (10/9) kemarin.


Rabu Wage, 11 September 2019

Bupati Giri Prasta Hadiri HUT Ke-63 ST Yowana Dharma PUNCAK Perayaan HUT ke-63 Sekaa Teruna (ST) Yowana Dharma yang dilaksanakan pada malam hari dihadiri oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Kedatangan orang nomor satu di Badung ini disambut meriah dengan tari Pendet oleh RAYAKAN HUT Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri perayaan HUT ke-63 ST Yowana Dharma yang digelar di wantilan Balai Banjar Peminge, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Senin (9/9).

Di Kuta Selatan

Belum Ada Desa Penuhi Indikator Sukses Program Gertak Mangupura (Bali Post) -

Dalam menyukseskan program Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih yang dicanangkan Bupati Giri Prasta, ada empat indikator kunci kesuksesan program tersebut. Sejauh ini belum ada desa/kelurahan di Kecamatan Kuta Selatan yang bisa memenuhi keseluruhan indikator tersebut. Indikator kunci kesuksesan Gertak Badung Bersih, yaitu setiap banjar wajib membentuk bank sampah PKK yang bernama Bank Sampah Mandiri (BSM) Mangu Srikandi dalam upaya pengurangan sampah. Setiap desa/kelurahan juga harus mempunyai Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R), setiap desa/kelurahan wajib mempunyai aturan yang menetapkan kawasan bebas sampah dan kantong plastik dengan di-back up aturan adat baik awig-awig dan pararem di masing-masing desa. Terakhir di setiap desa/ kelurahan wajib menangani timbulan sampah. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Putu Eka Merthawan, hingga saat ini belum ada desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan yang mampu memenuhi keempat indikator

kunci sukses Gertak Badung Bersih. Seperti di Jimbaran yang sudah memiliki bank sampah, namun belum punya TPS sehingga masih banyak timbulan sampah, termasuk belum adanya peraturan kelurahan terkait kawasan bebas kantong plastik dan sampah. Kemudian di Pecatu, memang sudah memiliki TPS3R, tapi belum memiliki bank sampah. Pihaknya berharap Kuta Selatan yang notabene merupakan kawasan pariwisata bisa merampungkan program tersebut paling awal dibandingkan kecamatan lain, walaupun kalah start. ‘’Tim NASA (Nabung Sampah Sistem Berjejaring), siap untuk datang ke banjar-banjar secara door to door untuk melakukan pendampingan sesuai konsep yang mereka punya,’’ kata Eka Merthawan saat ditemui usai bertemu dengan seluruh PKK di desa/kelurahan se-

Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (10/9) kemarin di kantor Camat Kuta Selatan. Pihaknya terus mendorong pembentukan bank sampah di masing-masing kelurahan/desa di setiap kecamatan. Diharapkan tahun 2020 semua desa/ kelurahan mempunyai TPS3R dan tahun 2021 bisa tercapai Badung Mandiri Pengelolaan Sampah. ‘’Tahun 2019 ini harus ada 1.000 bank sampah, baik itu di banjar, sekolah, perusahaan, kantor pemerintah dan swasta. Namun baru di Kecamatan Kuta Utara yang telah diresmikan Kecamatan Mandiri Bank Sampah 89 BSM Mangu Srikandi oleh Bapak Bupati. Sementara yang lain belum. Ini yang terus kita dorong karena ini harus tercapai segera,’’ tegasnya. Sementara itu, Camat Kuta Selatan Made Widiana mengakui di wilayah Kuta Selatan memang termasuk lambat

Instal Perpustakaan Digital di Laptop Siswa

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Terkendala Jaringan Internet Mangupura (Bali Post) – Program i-Badung yang diinstal pada laptop siswa-siswa SD se-Kabupaten Badung hampir rampung. Meski terkendala jaringan internet, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung telah menanamkan aplikasi perpustakaan digital ini di 40 SD dari target 60 sekolah sebulan. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung Ni Wayan Kristiani mengatakan, targetnya tahun 2020 seluruh laptop yang diberikan Pemkab Badung kepada siswa SD sudah terinstal aplikasi i-Badung. ‘’Bulan ini kami targetkan 60 sekolah sebagai program jangka pendek. Hari ini (kemarin-red) sudah 40 sekolah yang terinstal, setiap kecamatan 10 sekolah. Memang

ada sedikit hambatan seperti jaringan internet yang tidak stabil dan ada beberapa laptop siswa yang rusak,’’ ujar Kristiani, Selasa (10/9) kemarin. Menurutnya, jaringan internet hanya dapat diakses di ruang guru, sedangkan penanaman aplikasi dilakukan di kelas dan perpustakaan. ‘’Kalau dipakai barengan semua anak buka laptop, tidak kuat internetnya. Mungkin harus diberikan alat untuk menguatkan signal sehingga seluruh kelas terhubung wifi,” ungkapnya. Dijelaskannya, perpustakaan digital ini mempunyai 726 judul buku dengan 2.177 eksemplar. Juga sudah bekerja sama dengan Buku Sekolah Elektronik Perpustakaan Nasional yang menyediakan buku sekolah dari

tingkat SD, SMP dan SMA. ‘’Dengan hanya menggunakan gadget seperti laptop dan handphone sudah bisa membaca buku tanpa harus pergi ke perpustakaan. Ini juga sebagai salah satu solusi atas keterbatasan jumlah buku bacaan yang dimiliki perpustakaan Badung,’’ jelasnya. Sejak disosialisasikan, kata Kristiani telah ada 625 pengunjung yang membaca buku BSE tingkat SD. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Badung yang telah memberikan fasilitas laptop gratis kepada siswa SD maupun SMP. ‘’Prasarana sudah ada yaitu laptop dan wifi gratis di setiap sekolah. Kita hanya melengkapi dengan menanamkan aplikasi perpustakaan digital,’’ pungkasnya. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, menyoroti banyaknya jabatan strategis di lingkup pemerintah Kabupaten Badung yang masih lowong dan diisi oleh Pelaksana Tugas. Legislator pun mendorong agar kekosongan pimpinan ini tidak dibiarkan lama, sehingga tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal itu dikemukakan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung yang diketuai I Wayan Regep. Ditemui di gedung dewan Selasa (10/9) kemarin, Regep yang politisi asal Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi ini mengatakan pihaknya telah

melakukan pertemuan dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung guna membahas masalah ini. ‘’Kami minta instansi terkait menyampaikan langsung kepada Bupati. Kami berharap agar sebelum pembahasan APBD induk tahun 2020, kursi sejumlah pimpinan OPD sudah terisi. Termasuk sejumlah kursi eselon III dan IV yang sampai sekarang juga belum terisi secara definitif,’’ tegasnya. Disinggung terkait kewenangan pengisian kursi jabatan ada di tangan Bupati, Regep menyatakan, instansi teknis bisa menyampaikan kekosongan tersebut kepada Bupati. Sebab, peran instansi

teknis membantu Bupati. ‘’Agar tidak terjadi kesenjangan pelayanan, juga karena ini terkait dengan anggaran di pos masing-masing, karena pejabatnya kosong,’’ katanya. Secara terpisah, Kepala BKPSDM Kabupaten Badung I Gede Wijaya menyambut baik usulan dari kalangan dewan. Hanya, keputusan pengisian jabatan sepenuhnya di tangan Bupati. ‘’Sampai sekarang kami belum menerima perintah dari pimpinan. Selain menekankan pentingnya pengisian jabatan, kalangan dewan juga memberikan penekanan supaya meningkatkan kualitas SDM di Badung agar semakin maksimal lagi memberikan pelayanan kepada masyarakat,’’ katanya. (kmb27)

Dewan Soroti Jabatan Strategis Banyak Lowong

dalam menyikapi Perbup No. 47 Tahun 2018 tentang implementasi Gertak Badung Bersih, termasuk TPS3R. Untuk itulah ia terus mendorong setiap kelurahan dan desa di Kuta Selatan untuk segera action mengimplementasikan aturan itu. ‘’Setelah rapat ini kita minta agar dipersiapkan action plan yang dikendalikan oleh Lurah dan Perbekel, terkait pembentukan bank sampah. Setiap anggota bank sampah terdiri dari lima orang dan kepengurusannya agar segera dibentuk,’’ ujar Widiana. (kmb23)

PKK setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di Wantilan Balai Banjar Peminge, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Senin (9/9) lalu. Perayaan HUT mengambil tema “Yadnya Cakra Roda Kreativitas Tiada Henti’’. Perayaan ini juga dihadiri anggota DPRD Badung I Wayan Luwir Wiana, Camat Kuta Selatan I Made Widiana, Kabag Humas Setda Badung I Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Lurah Benoa I Wayan Karang Subawa, Bendesa Adat Peminge, Bendesa Adat Bualu, Bendesa Adat Kampial beserta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan

apresiasi kepada ST Yowana Dharma karena telah melaksanakan konsep Tri Hita Karana dalam kegiatan ST. ‘’Saya apresiasi sekaa teruna sebagai generasi milenial tidak keluar dari akar budaya. Sekaa teruna masih tindih dengan adat. Dunia boleh berubah, kita pun berubah, tapi kita tidak boleh keluar dari akar budaya kita,’’ ungkap Giri Prasta. Lebih lanjut Giri Prasta menyampaikan, pemerintah juga bekerja berlandaskan Tri Hita Karana. ‘’Untuk palemahan, kita bantu perbaikan pura, membantu meringankan masyarakat untuk biaya upakara. Untuk Pawongan kita laksanakan pendidikan gratis, kesehat-

an gratis dan PBB gratis. Sementara Palemahan kita laksanakan Gerakan Serentak atau Gertak Badung Bersih, serta menanami hutan bakau,’’ imbuhnya. Sementara itu, Ketua Panitia HUT I Made Angga Juli Pradana dalam sambutannya menyampaikan, serangkaian peringatan HUT ST Yowana Dharma yang ke-63, banyak kegiatan yang telah dilaksanakan, seperti kebersihan di palemahan pura-pura yang ada di wilayah Banjar Peminge, melaksanakan bakti sosial di Panti Asuhan Dharma Jati, melaksanakan jalan sehat dan hiburan dengan menampilkan band Lolot dan band lokal Nusa Dua. (ad381)

Pelajar Terlibat Pembunuhan Segera Disidang Mangupura (Bali Post) Penyidikan kasus pembunuhan melibatkan dua pelajar, Dewa EAM (15) dan Putu BWS (15), cepat dituntaskan. Selanjutnya, kasus tersebut Selasa (10/9) kemarin dilimpahkan ke Kejari Badung. Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa membenarkan penyidik Satreskrim Polres Badung telah menyelesaikan penyidikan kasus tersebut. ‘’Berkas perkara kasus penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Badung, termasuk kedua tersangka. Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup,’’ tegasnya. Kericuhan tersebut berawal di Kafe Madu di Jalan Raya Kerasan, Desa Sedang Kecamatan Abiansemal pada 25 Agustus lalu. Dua kelompok pemuda ribut dan terjadi saling pukul. Kejadian itu berlanjut hingga di Jalan Kerasan, Desa Sedang. Akibat kejadian tersebut, I Kadek Roy Adinata (26)

Bali Post/ist

DILIMPAHKAN - Tersangka Dewa EAM (15) dan Putu BWS (15) saat dilimpahkan ke Kejari Badung. tewas dengan sejumlah tusukan dan Agus Gede Nurhana Putra (17) status mahasiswa kondisi kritis. Satreskrim Polres Badung telah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan melibatkan dua pelajar tersebut pada Senin (2/9) lalu. Kedua pelaku memperagakan 17 adegan. Puncaknya adalah pada adegan 13, 14 dan 15. Tiga adegan itu merupakan eksekusi kedua korban. Pada adegan 13, tersangka Dewa EAM menolak perintah Putu BWS untuk mengeksekuai kedua korban. Selanjutnya pada adegan 14, ter-

sangka Putu BWS mengambil blakas atau parang dari tangan Dewa EAM yang duduk di atas sepeda motor. Tersangka Putu BWS memperagakan adegan 15 yaitu mendekati Roy yang berada di selokan. Selanjutnya korban langsung ditebas sebanyak tiga kali yang mengenai bagian punggung. Sedangkan Dewa EAM menyaksikan dari sepeda motor. Pada adegan 16, Putu BWS menebas Nurhana Putra sebanyak dua kali dan mengenai kepala bagian kiri korban. Tersangka Dewa EAM menyaksikan dari sepeda motor. (kmb36)


Rabu Wage, 11 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Rayakan HUT Ke-1

Yudisium Ke-14 PPs Unwar

RS Unud Berhasil Raih Akreditasi Paripurna Lulusan Dibekali Berbagai Bidang Keterampilan RUMAH Sakit Universitas Udayana (RS Unud), Selasa (10/9) kemarin mengadakan syukuran perayaan ulang tahun ke-1, bertempat di RS Unud. Pada kesempatan yang dihadiri sejumlah undangan, termasuk Asisten III Kabupaten Badung Tjokorde Raka Darmawan, S.H., M.Si. juga dilakukan penyerahan sertifikat akreditasi dan juga pengesahan kerja sama dengan BPJS. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). menyampaikan selamat kepada RS Unud atas ulang tahun yang pertama ini. Pihaknya mengajak manfaatkan hari ulang tahun ini untuk melakukan refleksi terhadap usia setahun. Selama setahun ini, ternyata rumah sakit beserta seluruh jajarannya sudah bergerak sangat cepat. Bahkan kurang dari setahun sudah berhasil mendapatkan akreditasi paripurna. ‘’Sekali lagi, boleh berbangga karena langsung meraih predikat paripurna,’’ ucapnya. Ini menjadi raihan terbaik dalam indikator sebagai RS pendidikan. Dikatakan, RS Unud peruntukan rumah sakit ini sejak awal tujuan membangunnya adalah untuk RS pendidikan. Namun pihaknya berharap agar tidak cukup terlena atas keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai. Karena masih banyak tantangan masa depan sudah menanti dalam mengembangkan RS Unud. Menurutnya, salah satu ciri yang membedakan RS Unud dengan RS lainnya yang ada di Indonesia yaitu mengembangkan travelmedicine atau wisata kesehatan. ‘’Kami sangat berharap untuk terus mengembangkan keunggulan RS Unud ini yakni travelmedicine,’’ ujarnya. Direktur RS Unud Dr. dr. Dewa Putu Gede Purwa Samatra menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas bantuan alat kesehatan untuk menunjang operasional RS Unud ini. Sementara terkait tenaga kesehatan dan tenaga lainnya, saat ini di RS Unud sudah ada 29 dokter spesialis, dokter umum 11 orang,

HUT - Suasana syukuran HUT ke-1 RS Unud yang dilaksanakan di RS Unud, Selasa (10/9) kemarin. apoteker 6 orang, tenaga teknis keparmasian 9, ahli gizi 5, bidan 25 orang, rekam medis 10 orang dan IT 6 orang. Ke depan pihaknya berharap RS Unud ini dapat berkembang dan melayani masyarakat Badung Selatan dengan baik. ‘’Kami berharap RS Unud bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Kuta Selatan,’’ ucapnya. Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Tjokorde Raka Darmawan berharap melalui peringatan hari jadi ini, dapat dijadikan sebagai momentum merevitalisasi semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan sepenuh hati kepada seluruh masyarakat. Untuk itu, keberadaan RS Unud ini akan turut menyukseskan program pembangunan di bidang kesehatan. Yakni meningkatkan derajat kesehatan yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ditambahkan, pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas yang telah dipilih Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal ini dilandasi fakta bahwa pembangunan yang bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia

akan mendorong terjadinya proses pembangunan yang berkelanjutan. Serta berimplikasi pada peningkatan daya saing daerah. ‘’Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak khususnya kepada segenap pimpinan dan seluruh karyawan RS Unud. Karena, selama satu tahun ini telah menunjukkan kekayaan konsisten secara tekun dan profesional memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,’’ ucapnya. Sementara itu, Ketua Panitia HUT I.B. Putra Pramana menambahkan, serangkaian HUT ini diisi juga dengan berbagai kegiatan sosial. Antara lain pemeriksaan THT dan audiometri gratis dengan mengundang seluruh SD yang ada di wilayah Bandung Selatan. Tidak hanya itu, juga ada USG 4 dimensi gratis atas support alat dari Kabupaten Bandung serta ada skrining ca serviks gratis, sirkumsisi gratis, promo pembersihan karang gigi. ‘’Fokus dari kegiatan ini yaitu sosial kemasyarakatan yaitu dengan meningkatkan kualitas kesehatan khususnya untuk masyarakat pada daerah Badung Selatan,’’ pungkasnya. (ad380)

Candra Dwipa, Sosok Inspiratif Mahasiswa Keperawatan Penerima Beasiswa Generasi Lestari MEMASUKI tahun ke-10, program Beasiswa Generasi Lestari dari BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) semakin banyak merangkul penerima beasiswa. Saat ini total 47 penerima beasiswa yang sedang dibiayai perkuliahannya, sedangkan 51 orang telah berhasil lulus dan meraih cita-cita mereka. Adalah Anak Agung Gede Candra Dwipa atau yang akrab disapa Candra. Salah satu penerima beasiswa Gen-L (Generasi Lestari) angkatan ke-6 yang juga merupakan aktivis di Kampus Universitas Udayana. Di balik berbagai kegiatan dan kesibukannya, banyak cerita menarik yang dibagikan Candra. Candra mengaku sangat senang bisa diterima di Fakultas Kedokteran, tepatnya di Jurusan Ilmu Keperawatan. ‘’Temanteman sempat heran kok saya mau kuliah sebagai perawat yang identik dengan wanita. Tapi kata ibu, saya orangnya terlihat care. Jadi ibu menyarankan untuk masuk di ilmu keperawatan dan kebetulan saya juga suka,’’ ujar Candra sambil mengenang awal masuk perkuliahan. Saat ini Candra sedang disibukkan dengan masa pendidikannya untuk melanjutkan profesi ners. Ia bersyukur banyak pelajaran yang didapatkan selama masa pendidikan ini, termasuk kepercayaan yang diberikan untuk menyuntik pasien secara langsung. Menariknya, ternyata Candra adalah sosok yang aktif juga di kegiatan kampus. Candra pernah menjabat sebagai ketua di Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) yang merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang fokus untuk mengawasi berbagai

Anak Agung Gede Candra Dwipa kegiatan kampus. Di tempat terpisah, ibunda Candra atau yang akrab disapa Bu Gung Mas merasa senang anak bungsunya bisa menjadi salah satu penerima beasiswa Gen-L 6. ‘’Sedari SD, Candra dan kakaknya sudah menjadi bagian dari anak asuh BPR Lestari. Sebagai orangtua tunggal, saya bersyukur karena masih banyak orang baik yang mau membantu kami,’’ ujar Bu Gung Mas saat ditemui di rumahnya di daerah Denpasar. Kondisi keluarga dan ekonomi yang kurang baik membuat ibunda Candra harus tetap berjuang untuk bisa menyekolahkan kedua anaknya yang hanya berjarak dua tahun. Terlebih lagi, melanjutkan sekolah di bidang kesehatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. ‘’Saat itu, saya baru bekerja sebagai relawan di PMI. Kebayang gajinya kan? Sudah pasti di bawah UMR. Untuk bertahan hidup saja, kami pas-pasan. Saya sangat bersyukur Candra bisa jadi

bagian dari penerima beasiswa dari Generasi Lestari dan berhasil mendapatkan gelar sarjana. Saya harap anak-anak yang lain juga bisa bersyukur dan belajar dengan baik, sehingga beasiswanya tidak sia-sia,’’ tambah Bu Gung Mas. Candra adalah salah satu dari sekian banyak penerima Beasiswa Lestari yang berhasil merangkai sedikit demi sedikit cita-citanya. Selain bercita-cita menjadi seorang perawat di ruang bedah, nantinya ia juga ingin menjadi seorang pebisnis. ‘’Terima kasih BPR Lestari, karena beasiswanya saya bisa melanjutkan kuliah dengan baik dan memacu saya untuk terus mendapatkan nilai yang baik. Tetap semangat untuk temanteman Gen-L yang lain dan tunjukkan yang terbaik. Untuk adikadik yang masih duduk di bangku SMA, jangan sampai putus sekolah. Masih banyak kesempatan, salah satunya dengan mengikuti seleksi beasiswa Generasi Lestari,’’ tutup Candra. (ad373)

PROGRAM Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) menggelar upacara yudisium periode Mei tahun 2019 di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Selasa (10/9) kemarin. Yudisium ke-14 ini diikuti 82 orang calon Magister (S-2) dari 5 Program Studi (Prodi) yang dikembangkan PPs Unwar. Di antaranya 17 orang Prodi Magister Manajemen (MM), 8 orang Prodi Magister Ilmu Hukum (MIH), 14 orang Prodi Magister Ilmu Linguistik (MIL), 6 orang Prodi Magister Administrasi Publik (MAP), dan 37 orang Prodi Magister Kenotariatan (Mkn). Upacara yudisium dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. bersama Bendahara Yayasan, Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi Wakil Rektor II dan III Unwar, dan seluruh civitas akademika di lingkungan PPs Unwar. Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gede Suranaya Pandit, M.P. mengatakan PPs Unwar telah memasuki usia ke-8 tahun, namun telah mampu menggelar yudisium sebanyak 14 kali. Hal ini menandakan proses Tri Dharma Perguruan Tinggi di PPs Unwar telah berjalan sesuai dengan harapan. Keberhasilan ini merupakan apresiasi besar masyarakat yang telah mempercayai PPs Unwar sebagai lembaga untuk menempuh pendidikan tinggi tepat waktu. Di samping juga dukungan dari seluruh pengelola, dosen, dan tenaga akademik. Sehingga beberapa dari yudisiawan ini lulus dengan predikat cumlaude. Pihaknya berharap para lulusan magister masing-masing prodi mampu bersaing dengan baik sesuai dengan profesinya. Apalagi, para lulusan telah dibekali keterampilan sesuai dengan bidangnya. Bahkan, pihaknya meyakini lulusan PPs

YUDISIUM - Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. (tengah) didampingi Sekretaris PPs Unwar Dr. Dra. A.A. Rai Sita Laksmi, M.Si. (3 dari kanan) berfoto bersama yudisiawan lulusan terbaik pada upacara yudisium ke-14 PPs Unwar di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Selasa (10/9) kemarin. Unwar ini dapat diterima di berbagai bidang profesi, baik sebagai PNS maupun di bidang keswastaan sesuai dengan bidangnya masingmasing. ‘’Lulusan kami siap bersaing, baik di dalam profesinya maupun di dunia kerja yang menuntut adanya keterampilan dan skill yang sangat tinggi,’’ ujar Prof. Suranaya Pandit. Rektor Unwar Prof. Widjana berharap para lulusan mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama menuntut ilmu pengetahuan di PPs Unwar untuk kepentingan masyarakat di mana pun nanti mereka berada. Sehingga para alumni ini bisa menjadi pioner untuk membawa nama besar Unwar agar semakin dikenal masyarakat luas. Dengan akses yang luas, maka Unwar akan semakin eksis dan tumbuh berkembang guna menghasilkan SDM yang berkualitas. Ketua Yayasan Kesejahteraan

Korpri Propinsi Bali Dr. Oka Wisnumurti mengatakan lahirnya 82 orang magister ini sebagai tanda bahwa PPs Unwar telah mampu dan berhasil melaksanakan Tri Dharma dan proses pembelajaran dengan baik. Sebab, perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab moral untuk menjamin peningkatan mutu dan kemampuan para lulusan dalam rangka mengaplikasikan ilmunya agar bisa berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan di tempat mereka bekerja, pada masyarakat, bangsa dan negara. ‘’Yayasan akan selalu memberikan dukungan maksimal terhadap sarana-prasarana dan dukungan pembelajaran, sehingga proses Tri Dharma itu bisa dijalankan dengan baik. Sebab, kualitas adalah yang utama untuk melahirkan sarjana, dan pascasarjana yang unggul adalah cita-cita kami ke depannya,’’ pungkas Wisnumurti. (ad379)

BPDASHL Unda Anyar Gelar ’’Workshop’’ Pengendalian Kerusakan Perairan Darat

BALAI Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) menyelenggarakan Workshop Pengendalian Kerusakan Perairan Darat melalui skema public private partnership dan imbal jasa lingkungan mulai 10 – 11 September di B Hotel, Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Acara tersebut dibuka Kepala DLHK Provinsi Bali Drs. I Made Teja. Kepala BPDASHL Unda Anyar Dr. Ir. Titik Wurdaningsih, M.Si. mengatakan workshop ini merupakan salah satu upaya dalam menjaring gagasan dari para pihak untuk meningkatkan semangat urun daya dalam pemulihan kerusakan perairan darat di Provinsi Bali. Workshop ini bertujuan untuk menggali semua urun daya, ide-ide, pemikiran, urun daya tenaga, pendanaan, dan sebagainya untuk mengatasi serta memulihkan kondisi DAS dan kerusakan dari perairan darat. ‘’Di sini kita meminta pendapatpendapat, sharing pemikiran dari semua stakeholder, baik dari instansi, tokoh masyarakat maupun masyarakat sendiri,’’ ungkapnya menjelaskan tentang skema public private partnership. Sementara skema imbal jasa lingkungan adalah hubungan timbal balik antara hulu dan hilir. Masyarakat di daerah hulu diharapkan menjaga hutan dan kelestarian lingkungan yang ada di atas. Karena air akan mengalir ke bawah atau hilir dan dimanfaatkan masyarakat di hilir. ‘’Sehingga orang yang memanfaatkan di hilir juga harus memberikan imbal jasanya ke bagian yang memelihara di atas. Diharapkan ada satu-kesatuan, keterpaduan lingkungan, sehingga ekosistem daripada DAS bisa terjaga kelestariannya,’’ jelasnya. Kasubdit Pengendalian Kerusakan Sungai KLHK Ir. Heru Winarto, M.Si. mewakili Direktur PKPD (Pengendalian Kerusakan Perairan Darat) menyampaikan sudah ada beberapa program dalam

WORKSHOP - Narasumber workshop yang terdiri dari Kepala DLHK Bali, Kepala BPDASHL Unda Anyar, Kasubdit Pengendalian Kerusakan Sungai KLHK dimoderatori Dr. Ir. Luh Kartini. rangka pengengalian kerusakan pembangunan semesta berencana perairan darat antara lain rehabili- menuju Bali era baru, salah satu tasi, namun saat ini air sudah mulai yang dilakukan adalah menata berkurang. Melalui program urun wilayah lingkungan yang hijau, daya, ia mengajak semua pihak indah dan bersih menuju kesucian memanen air hujan. dan keharmonisan alam dan krama Urun daya yang dilakukan den- Bali. Yakni mencegah terjadinya gan berupaya agar air hujan tidak kerusakan perairan, khususnya langsung terbuang ke laut. Namun perairan darat baik dari sungai, di hulu air itu ditahan, sehingga air danau, mata air, air tanah dan air itu diserap ke dalam tanah, dengan laut di Pulau Bali. cara memperbaiki cekungan-cekunTurut hadir juga Dr. Ir. Luh Kargan agar daya tampungnya semakin tini selaku moderator menyampaibesar. Di sisi lain pada tingkatan kan skema imbal hasil lingkungan rumah tangga juga berupaya me- sama seperti konsep di subak yaitu manen air hujan melalui embung, ngaturang sari tahun. ‘’Jadi subak sumur resapan supaya air tidak yang di bawah ngaturang sari talangsung mengalir ke sungai. ‘’Tapi hun, itu imbal hasil dulu. Jadi setiap kita resapkan ke dalam tanah,’’ piodalan di Pura Batur ada yang ujarnya. menghaturkan hasil pertaniannya,’’ Kepala DLHK Provinsi Bali Drs. ungkapnya. I Made Teja mengatakan, selain Aturan imbal hasil lingkungan memiliki ribuan pura, Bali juga ini dulunya diatur secara tradismemiliki 4 danau dan 246 sungai. ional. Namun saat ini, budaya dan Perekonomian Bali khususnya tradisi subak ini sudah mulai ditingpariwisata membutuhkan penataan galkan oleh subak. ‘’Ini yang harus dan pengelolaan perairan khusus- dibangun. Imbal hasil lingkungan nya perairan darat secara adat dan itu kan sesuai UU, sementara budaya. aturan adat di Bali lewat subak Untuk mewujudkan visi Pe- ini bersifat adat, sehingga kedua merintah Provinsi Bali ‘’Nangun aturan ini harus dikawinkan,’’ imSat Kerthi Loka Bali’’ melalui pola buhnya. (ad375)

Wisuda XI dan Angkat Sumpah XIII Stikes Wira Medika Bali SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Wira Medika Bali melaksanakan Wisuda XI Diploma dan Sarjana, sekaligus Angkat Sumpah XIII Profesi Ners di Westin Nusa Dua, Selasa (10/9) kemarin. Pada wisuda XI dan angkat sumpah XIII ini diikuti sekitar 324 lulusan. Mereka terdiri dari 177 orang Sarjana (S-1) Ilmu Keperawatan, 40 orang Diploma (D-3) Analis Kesehatan, dan 107 orang Profesi Ners. Lulusan Stikes Wira Medika Bali telah siap menghadapi tantangan dunia kerja. Hal ini diterangkan Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana M.M. Ini dikarenakan pihaknya terus berkomitmen untuk menjaga kualitas proses maupun output Stikes Wira Medika Bali. Sehingga mereka memiliki kompetensi yang dapat bersaing dalam persaingan

nasional dan internasional. Salah satu contoh komitmen ini, Sudarsana menerangkan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah lulusan berangkat ke Jepang untuk bekerja maupun magang. Hal ini berati Stikes Wira Medika Bali sudah mendekati standar-standar kompetensi yang berstandar internasional. Untuk mencapai ini tentu melalui beberapa proses dan komitmen bersama dalam beberapa perbaikan internal. Seperti perbaikan sumber daya manusia (SDM). SDM Stikes Wira Medika Bali telah sesuai dengan standar LLDikti, bahkan telah ada yang megister dan doktor. Kemudian sistem pembelajaran akademik yang terus dievaluasi. Ini agar semua kompetensi yang dibutuhkan tidak hanya memiliki intelek, tetapi juga memiliki emosional

serta soft skill yang baik. Dengan ini, diharapkan lulusan Stikes Wira Medika Bali mampu bertanggung jawab tehadap profesi dan karakter sebagai seorang pelayan kesehatan. ‘’Kita berharap nanti, lulusan dari Stikes Wira Medika sebagai institusi pendidikan tenaga kesehatan memang betul-betul bertanggung jawab baik intelektual ataupun karakter yang betul-betul dibutuhkan sebagai seorang pelayan kesehatan,’’ kata Sudarsana. Menyambung keterangan Ketua Stikes Wira Medika Bali, Ketua Ikatan Alumni Wira Medika (Ikawira) Ns. I Made Mahardika, S.Kep., M.M. berharap ke depannya dosen-dosen di Stikes Wira Medika ditingkatkan kembali, bahkan semua dosen bisa S-3. Kemudian dari segi pembelajaran diharapkan dapat seim-

bang dengan praktik, sehingga semua yang diperoleh di kelas dapat diterapkan dengan baik di masyarakat. Mampu membantu masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Mahardika menambahkan, Ikawira memiliki peran yang besar. Banyak para alumni yang telah meningkatkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dengan begitu para alumni juga bisa sebagai tenaga pengajar untuk mensuport keberlangsungan pendidikan di Stikes Wira Medika Bali. Bahkan sejumlah alumni telah memiliki tempat praktik dan laboratorium sendiri. Dengan begitu para mahasiswa Stikes Wira Medika Bali dapat praktik langsung di tempat-tempat alummi tersebut. Dan apa yang menjadi visi Stikes Wira Medika Bali dapat bersinergi dengan alumni itu sendiri. (k250)

WISUDA - Prosesi wisuda XI diploma dan sarjana, serta angkat sumpah XIII profesi Ners Stikes Wira Medika Bali di Westin Nusa Dua, Selasa (10/9) kemarin.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Rabu Wage, 11 September 2019

Senator RI Dukung Pusat dan Pemprov Bali Bentuk Tim Pascareklamasi Pelabuhan

Wedakarna Kawal Pembangunan Dermaga Sanur agar Jalur Transportasi Bali-Nusa Penida Berkelas Internasional PERJUANGAN Bali dalam merebut anggaran pusat, termasuk bantuan infrastruktur, seharusnya menjadikan krama Bali bersatu padu, bukan sebaliknya macongkrah dengan alasan politik jangka pendek. Di satu sisi, Provinsi Bali harus bersaing dengan 33 provinsi lainnya dalam rangka merebut anggaran APBN, namun di sisi lain ada karakter pemerintah di Bali yang terkesan mempersulit kebaikan pemerintah pusat yang akhirnya membuat Bali tertinggal dalam kebijakan negara. Seperti misalkan bagaimana molornya proyek shortcut di Buleleng, bagaimana molornya program revitalisasi Pasar Seni Sukawati, termasuk tertundanya program penataan Pelabuhan Benoa, Denpasar karena kendala teknis birokrasi. Hal ini diingatkan Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedastera Putra Suyasa III saat dimintai tanggapannya terkait sejumlah infrastruktur di Bali yang dibiayai APBN. ‘’Terkait dengan reklamasi kecil yang dilaksanakan Pelindo yang sudah dihentikan Gubernur Bali, ini menjadi perhatian DPD-RI. Saya kira sikap dari Gubernur Bali sudah tepat, dan sekarang yang diperlukan adalah solusi akan masalah yang sudah ada. Khusus mengenai reklamasi kecil di kawasan Pelabuhan Benoa ini, sesungguhnya punya niat baik bahwa Bali akan mendapatkan

bonus infrastruktur berupa pelabuhan. Pemimpin di Bali tentu harus tegas memberikan rambu-rambu bahwa di tengah pengurukan Pelabuhan Benoa yang sudah mencapi 90 persen, tentu harus ada kebijakan yang pro terhadap adat dan budaya Bali. Misalkan di atas tanah lahan yang sudah telanjur ada ini, jangan sampai ada pembangunan yang bukan diperuntukkan untuk kegiatan penunjang pelabuhan. Warga Bali jelas menolak jika ke depan tanah uruk itu dipakai untuk areal komersial semata misalkan. Apalagi sampai warga Bali tidak mendapatkan manfaatnya. Jadi saya dukung pemerintah Bali mengatur kembali, termasuk mendesain ulang seluruh rencana kerja dan cetak biru terkait landscape Pelabuhan Benoa. Yang pasti, Bali memerlukan dermaga kapal pesiar yang baru, Benoa harus disulap bisa berstandar internasional dan begitu juga pelayanan transportasi orang dan barang harus benar-benar disiapkan dengan terintregrasi. Saya harap proyek revitalisasi Pelabuhan Benoa bisa segera diselesaikan dan yang penting saya minta pihak Pelindo dan pusat segera menata kembali lingkungan, menanam kembali hutan bakau (mangrove) serta menjaga kawasan suci. Mari duduk bersama untuk mencari solusi,’’ kata Gusti Wedakarna. Hal lain terkait dengan pembangunan dermaga Sanur yang akan digarap

pusat, Senator AWK menyetujui dan malah berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah merespons rekomendasi DPD-RI pada tahun 2018 tentang pembangunan dermaga Sanur. ‘’Saya masih ingat bagaimana tahun 2018, kami mengadakan rapat di Kantor Wali Kota Denpasar bersama Pemkot, Dinas Perhubungan, Desa Adat Sanur dan juga instansi pelabuhan untuk membicarakan tentang pengembangan pelabuhan rakyat (pelra) khusus menangani transportasi dari Sanur ke Nusa Penida. Syukurlah proyek ini diambil alih pusat. Silakan pusat menyelesaikan infrastuktur dimaksud agar Bali segera memiliki dermaga yang layak. Saya dukung penuh seluruhnya bersumber pada APBN dan dikerjakan cepat. Kini tinggal menyiapkan SDM di lokasi agar semeton Bali, khususnya di Sanur bisa diprioritaskan bekerja saat pelabuhan terbangun. Jangan seperti Pelabuhan Gilimanuk, Padangbai, Celukan Bawang. Di mana krama adatnya minim diberikan kesempatan untuk bekerja di sana. Jadi desain dan perencanaan tidak cukup hanya urusan gedung dan beton, tapi juga melindungi manusianya. Saya sebagai anggota DPD-RI akan mengawal hal ini dari A sampai Z. Kita harus tegas bahwa Pelabuhan Benoa dan Sanur dibangun dan direvitalisasi adalah untuk memberi kesejahteraan para krama Bali,’’ tegas Gusti Wedakarna yang juga

SATYAGRAHA - Senator Bali Dr. Arya Wedakarna bersama Menko Kemaritiman RI Luhut Panjaitan di acara DPD-RI di Jakarta. mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. Dalam catatan DPD Bali, Senator AWK saat itu hadir dan mendampingi Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan dalam sandbreaking terkait pembangu-

nan pelabuhan internasional di Benoa, Denpasar. DPD Bali sebagai pengawas UU telah menjalankan fungsinya agar seluruh proyek pemerintah pusat dengan dana APBN di Bali agar berjalan sesuai dengan pakem yang ada. (ad376)

DJP Bertemu Pelaku Usaha Sosok di Balik ’’Hymne Universitas Udayana’’ Harapkan Iklim Usaha yang Kondusif yang Telah Berpulang BELIAU adalah Ida Pedanda Gede Putra Telabah (Walaka: Ida Bagus Ngurah Narendra) merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan Universitas Udayana (Unud). Putra Bali kelahiran Pemecutan, 28 November 1937 pernah mengabdikan diri sebagai dosen di Unud. Beliau pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan III pada Fakultas Kedokteran. Pada saat menjadi Pembantu Dekan III tersebut, beliau mendapat tugas untuk mengolah dan menyelesaikan usulan Hymne Udayana. Mendapatkan tugas tersebut, beliau sangat kaget, namun juga gembira. Dalam penggarapan hymne tersebut, beliau berdiskusi dengan Drs. Sudarminto, R.P Situmeang, M.Si. dan seorang pastur bernama M. Buiru. Lirik lagu hymne yang diusulkan kemudian diperbaiki dan disesuaikan dengan keadaan Indonesia dengan beragam agama, sehingga terciptalah lirik hymne seperti saat ini. Hymne Udayana pertama kali diperdengarkan pada 1 April 1966, saat pengukuhan Guru Besar I FK yakni Dr. Nuarta di Gedung Fakultas Sastra. Hymne ini diperdengarkan di depan para dekan dan PD III. Atas dedikasinya tersebut, beliau mendapatkan Udayana Award dari Unud yang diserahkan pada acara puncak peringatan Dies Natalis ke-51, 29 September 2013. Dalam perjalanan kariernya, beliau juga pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor III Unud masa tugas tahun 1970-1974. Setelah sekian lama aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan, beliau kemudian memutuskan untuk mengikuti jalan leluhur. Sebab, pada saat itu, keadaan geria kosong karena Ida Pedanda di geria (orangtua

untuk Mendukung Program Perpajakan

Ida Pedanda Gede Putra Telabah (alm) beliau) sudah lebar. Beliau kemudian ke Geria Keniten Dawan Kelod guna memohon petunjuk kepada Ida Pedanda Gede Made Keniten. Setelah melalui proses sebagaimana mestinya, beliau kemudian di-diksa pada 11 November 1997 dan bergelar Ida Pedanda Gede Putra Telabah dan istrinya bergelar Ida Pedanda Istri Mayun. Meskipun usia beliau sudah werda, namun beliau masih energik dan menunjukkan semangat yang tidak kalah dengan orang muda. Beliau berpesan kepada para mahasiswa agar tetap menjaga nilai Pancasila, Tri Dharma, serta hidup dengan sederhana. Jaga nilai Pola Ilmiah Pokok Udayana yakni Kebudayaan.

Pada Senin 9 September 2019, kita menerima kabar duka. Wreta duhkita. Lebar Ida Pedanda Gede Putra Telabah. Palebon rencananya akan digelar pada 1 November 2019 mendatang. Semoga Beliau Amor Ring Acintya. Berikut petikan Hymne Udayana: ‘’Pujastuti Kehadapan Tuhan Maha Esa Udayana Kau Ksatria Kusuma Negara Kami Kau Berikan Pusaka Widya Maha Merta Kuberjanji Setiakan Mengabdikan Darma-Mu Udayana Jayalah Kau, Dipersada Bu Pertiwi Udayana Megahlah Kau Untuk Indonesia Raya...’’ (ad383)

Ratusan Driver Gojek Nikmati Service Murah Cukup Bayar Rp 4.000

SEBAGAI bentuk apresiasi dan kerja sama dengan mitra driver Go-Jek, Astra Motor Bali memberikan kemudahan dalam perawatan motor. Kegiatan yang bertajuk ‘’Menjadi Driver Go-Jek Benefit’’ ini memberikan harga khusus kepada pengendara Go-Jek dengan cukup membayar Rp 4.000 jasa service di luar dari penggantian sparepart dan penggantian oli. Berlokasi di halaman Kantor Go-Jek di Jalan Marlboro, Senin (9/9 lalu sebanyak 100 sepeda motor terdaftar dan mendapatkan penawaran harga khusus untuk service motor. Didukung Honda Mobile Service, dengan tujuh tenaga mekanik yang telah tersertifikasi, kegiatan service murah ini mendapat sambutan antusias dari driver Go-Jek. Terbukti sejak pagi motor yang hendak di-service sudah mengantre untuk mendapatkan fasilitas yang istimewa ini. Manager Retail Astra Motor Yodi Wahyu Borobudi mengatakan saat ini, terutama di Bali umumnya, masyarakat sangat terbantu dalam hal mobilitas. Go-Jek menjadi sebuah fenomenal nasional yang luar biasa. Di mana pihaknya juga melihat banyak sekali motor Go-Jek yang digunakan yaitu motor Honda. Momen ini kami tangkap sebagai kesempatan untuk memberikan support dalam hal perawatan motor dengan Go-Jek. ‘’Kunjungan service secara langsung ini sebagai bentuk apresiasi

dengan memberikan harga khusus kepada pengendara Go-Jek. Kami berharap dengan kerja sama ini, pengendara Go-Jek semakin nyaman mengendarai sepeda motor Honda-nya sehingga dapat melayani pelanggan dengan lebih baik. Kami juga sangat senang dan bangga dapat melayani Go-Jek,’’ ungkap Yodi. Benefit lainnya yang dapat dinikmati pengendara Go-Jek adalah layanan road emercency ‘’Honda Care’’, sebuah layanan yang membantu pengendara sepeda motor Honda apabila mengalami masalah di jalan raya, sehingga para Go-Jek tidak usah khawatir lagi. Selain

ini, untuk memenuhi impian para Go-Jek dalam memiliki sepeda motor Honda baru, Astra Motor Bali juga menawarkan program pembelian dengan harga khusus yang telah ada di price list promo group customer dengan kerja sama dari leasing company. ‘’Sosialisasi safety riding untuk mitra Go-Jek agar selalu #Cariaman dalam berkendara di perjalanan menjadi agenda berkunjung setiap periode tertentu yang dilakukan tim safety riding Astra Motor Bali sebagai bentuk kepedulian kepada diri sendiri dan pengendara lainnya ketika di jalan raya,’’ tutup Yodi. (bns1)

DIREKTORAT Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat II bertemu beberapa pelaku usaha di Bali, Selasa (10/9) kemarin di Segara Madu, Canggu. Pelaku usaha ini terdiri dari anggota Kadin dan Hipmi Badung. Tujuan pertemuan itu untuk menjalin komunikasi dan sharing antara pelaku usaha dengan pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak. Dengan hubungan yang harmonis antara pelaku usaha dan pemerintah, diharapkan tercipta iklim usaha yang kondusif, sehingga berpengaruh terhadap penerimaan pajak sebagai instrumen negara. Kepala Kanwil DJP Jawa Barat II Yoyok Satyotomo menyampaikan selama ini pelaku usaha tidak ada masalah dengan besaran pajak karena tarif pajak UMKM hanya 0,5 persen. Pelaku usaha hanya mengeluhkan soal perizinan usaha, sehingga itu mempersulit pengusaha-pengusaha UMKM. Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Kanwil DJP Bali ini pun melihat potensi pengusaha, khususnya UMKM di Bali sangat besar. Banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan di Bali. ‘’Karena banyak orang asing di sini, saya melihat bahwa orang asing dan orang kaya yang datang ke Bali itu potensi ekonominya luar biasa. Secara tidak langsung juga bisa memberi potensi penerimaan pajak,’’ ungkapnya. Ia berharap UMKM dapat terus berkembang dan maju serta naik kelas. ‘’Jadilah perusahaan besar,’’ imbuhnya. DJP pun dikatakan senantiasa membantu UMKM tidak hanya dari peraturan tarif pajak tetapi juga melalui pembinaan-pembinaan. DJP memiliki program BDS (Business Development Service). DJP memberikan kesempatan pada UMKM untuk menjual produkproduknya dengan sponsor dari

BERTEMU - Direktorat Jenderal Pajak ketika bertemu dengan pelaku usaha Bali. DJP. Program ini memberikan fasilitas tempat display produk, mengikutsertakan dalam pameranpameran serta membantu pemasaran. Dikatakan, seluruh Indonesia ada program ini. Belum lama ini juga ia mengadakan Tax Expo yang memamerkan produk-produk UMKM. Salah satu pelaku usaha, Jro Mangku Made Sudiana, menyampaikan selama ini pajak belum begitu familiar di kalangan pelaku usaha. Pajak juga terkesan menjadi momok yang menghalangi kreativitas dalam berbisnis. Sementara peluang usaha atau berbisnis di Bali terbuka lebar. Maka, agar UMKM atau dunia usaha dapat tumbuh dan berkembang, perlu langkah– langkah serius yang harus dilakukan pemerintah bersama–sama dengan pelaku usaha. ‘’Ini berarti perlu ada solusi karena kita ingin bagaimana caranya agar iklim berusaha itu betul–betul bisa kondusif, bisa bersemangat, bergairah tanpa ada momok yang menghantui,’’ tandasnya. Untuk itu, perlu ada komunikasi yang baik agar tidak salah paham sehingga program-program pajak

bisa berjalan, begitu juga dunia usaha bisa berkembang dan bergairah. ‘’Inilah perlu pertemuan seperti ini untuk membangun komunikasi,’’ pungkasnya. Selain itu, jiwa entrepreneur atau karakter masyarakat lokal khususnya masih sangat lemah, sehingga tak heran peluang usaha yang ada di Bali diambil oleh orang asing. Dengan terbuka lebarnya peluang usaha di Bali, sangat potensial juga untuk pajak mendapatkan penerimaan. Hanya, menurutnya, pajak bisa dengan mudah dipungut jika suatu usaha itu visible dan sehat. ‘’Kalau usaha itu visible atau menghasilkan saya kira tidak akan sulit memungut pajak. Tapi kalau usaha itu bermasalah bagaimana memungut pajak, kadang-kadang membayar karyawan saja susah. Ini mesti dipahami, makanya membangun kerja sama harus betulbetul disadari, kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Umpamanya pajak hanya memungut saja, itu tidak bisa. Pemerintah harus bekerja sama dengan unsur lain seperti akademisi dan praktisi,’’ beber CEO Raditya Group ini. (ad385)

Turnamen Bulu Tangkis Daihatsu Tantang Para Atlet di Makassar

DAIHATSU kembali bekerja sama dengan Alan & Susy Technology (Astec) dengan menyelenggarakan turnamen bulu tangkis untuk keempat kalinya sejak tahun 2016 lalu, yaitu Daihatsu Astec Open 2019. Turnamen ini terasa istimewa karena peningkatan level turnamen di seluruh kota penyelenggaraan. Turnamen ini hadir dan siap tantang para atlet bulu tangkis di Makassar yang merupakan destinasi kelima dengan peningkatan level menjadi Sirnas B dan akan digelar pada 10 – 14 September 2019 di GOR Dafest, Jalan Parumpa Daya, Makassar. Meningkatnya level turnamen ini merupakan apresiasi dari Daihatsu atas tingginya animo masyarakat terhadap olahraga bulu tangkis sebagai salah satu cabang olahraga paling populer di Indonesia. Turnamen bulu tangkis yang telah terdaftar dalam agenda Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ini berlangsung di tujuh kota besar di Indonesia, dari Maret – November 2019. Tak hanya itu, para atlet muda yang berlaga di turnamen ini, selain dapat memperbesar peluang masuk seleksi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), juga memiliki peluang meraih skor atau poin resmi lebih tinggi yang terdaftar dan diakui oleh Badminton World Federation (BWF) yang merupakan federasi bulu tangkis tingkat dunia. Sejak diselenggarakan pada

KONFERENSI PERS - Perwakilan manajemen Daihatsu, Astec, Frisian Flag, dan PBSI berfoto bersama sambil melakukan gesture ‘’Salam Sahabat’’ saat konferensi pers di Makassar pada 6 September 2019. awal tahun di kota sebelumnya yaitu Medan, Balikpapan, Bandung, dan Yogyakarta, telah tercatat lebih dari 3.800 peserta yang mendaftar pada turnamen ini. Jumlah ini membuktikan tingginya partisipasi masyarakat Indonesia terhadap turnamen Daihatsu Astec Open 2019. Selanjutnya, setelah Makassar, turnamen ini juga siap tantang para atlet bulu tangkis di dua kota, yaitu Surabaya dan final di Jakarta. Secara umum, turnamen Daihatsu Astec Open 2019 dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan umur. Dimulai dari U-13, U-15, U-17, U-19, dewasa dan veteran. Selain menggelar pertandingan, turnamen ini

juga mengadakan coaching clinic yang langsung melibatkan Alan dan Susy sebagai pembicara. ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat yang mengikuti turnamen Daihatsu Astec Open 2019 ini. Semoga turnamen ini memotivasi dan melahirkan bibit-bibit muda bulu tangkis dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Makassar. Serta berkontribusi pada kemajuan bulu tangkis Indonesia hingga ke ajang kompetisi tingkat global yang dapat mengharumkan nama bangsa,’’ ujar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations (CR) Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO). (bns2)


Rabu Wage, 11 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kurikulum Hebat Gurunya Mesti Hebat Juga DUNIA pendidikan kita sudah sering ganti kurikulum. Mulai dari kurikulum lama menjadi Kurikukum 1974 berubah menjadi Kurikulum 1978/1979, ganti ke 2004, ganti lagi menjadi CBSA yakni cara belajar siswa aktif hingga berubah menjadi Kurikulum Berbasis Kompetensi alias KBK. Lagi di tengah jalan menjadi kurikulum berbasis satuan pembelajaran. Belum genap setahun berubah menjadi Kurikulum 2013 alias K-13. K-13 saja belum sepenuhnya dilakukan. Makanya, ada ujian akhir nasional dua paket yakni KBK dan K-13. Ini semua karena hasil studi banding pejabat kita di pusat yang cepat mengadopsi kurikulum negara maju. Namun, mereka lupa bahwa kondisi negara kita jauh berbeda dengan negara tempat studi banding. Maka jadilah kurikulum kita semuanya serba-jelimet dan tak bisa dijalankan oleh guru. Perlu kita ingat bahwa sehebat apa pun kurikulum jika kemampuan guru alias SDM pelakunya tak berkualitas atau hebat tetap saja jalan di tempat. Kita lihat saja implementasi K-13 yang melaksanakan pembelajaran berpusat pada siswa alias student centre, membuat sejumlah guru makin enak dan leha-leha. Guru datang ke kelas cuma menyuruh siswa pelajari materi X dan mengerjakan soal. Setelah itu meninggalkan kelas sampai jam belajar ber-akhir. Padahal, ketika siswa berproses mereka memerlukan pendampingan guru agar tak salah jalan mencari materi penunjang. Di sinilah diuji kehebatan guru agar PBM student centered tak sampai terputus. Padahal, guru sudah digaji tinggi lewat tunjangan sertifikasi. Seharusnya, komitmen guru makin tinggi guna menghasilkan lulusan yang makin berkualitas. Bekerja biasa-biasa saja belumlah cukup, melainkan harus dibarengi dengan kerja keras. Kurikulum bagus agar hasilnya bagus SDM guru harus tampil hebat. Jika kinerja guru sama dengan sebelumnya, sangat tak mungkin kita bisa menerapkan model pembelajaran PAKEM yakni Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif dan Menarik. Untuk bia menjadi model, guru harus berani mengubah paradigma mengajarnya. Banyak pakar berpendapat jika pendidikan benar-benar berpusat pada siswa, siswa harus dikonsultasikan tentang proses belajar dan mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa umumnya memiliki pandangan yang sangat positif tentang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun, mereka tidak yakin apakah sumber daya saat ini memadai untuk mendukung implementasi dan pemeliharaan yang efektif dari pendekatan semacam itu. Kajin ini kembali memberi penekanan bahwa student centre penting namun guru tak tahu bagaimana caranya. Kedua dengan PBM berbasis digital semuanya harus serba-dimudahkan. Guru tetap berfungsi sebagai fasilisator, bukan berlomba-lomba meninggalkan siswa sendirian mencari sumber belajar yang tepat. Dengan demikian, guru bisa mengevaluasi siswa sejak proses hingga hasil. Hasil belajar pun semakin efisien dan efektif. Belajar dengan model literasi banyak ragamnya. Guru bisa menyuruh siswa mencari materi yang relevan dengan satuan pembahasan di media massa, elektronik atau mencari sumber baru lewat literasi digitalisasi. Semua konsep ini bagus, tinggal guru mau dan berkomitmen memberi pendidikan yang terbaik. Kurikulum hebat harus didukung SDM guru sebagai pelaksana kurikulum yang hebat juga.

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Permohonan Dana Punia Pura Giri Natha Candi Airlangga Kami panitia pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan kerendahan hati kepada umat momohon untuk mendukung kelancaran pembangunan dan perluasan areal pura yang kami lakukan. Dengan pembangunan Pura Giri Natha ini diharapkan bisa sebagai sarana untuk meningkatkan nilai luhur dan spiritual serta kesadaran akan kebesaran leluhur pada masa lalu. Berkenaan dengan hal tersebut, untuk proses dan perluasan Pura Giri Natha pada tahap I telah direncanakan biaya Rp 1,89 miliar. Berkenaan dengan hal tersebut karena keterbatasan dan kendala kekurangan biaya, kami berharap umat turut menyalurkan bantuan dana punia untuk mendukung kelancaran pembangunan Pura Giri Natha. Saat ini, untuk desain pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha disusun oleh Padma Group yang dipimpin oleh Dewa Made Beratha. Pura ini berlokasi di Dusun Puthuk, Desa Beneraan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dana punia bisa disalurkan atau ditransfer melalui Bank BRI Unit Kandangan dengan nomor rekening 055501009609535 atas nama Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha. Atas bantuan dan partisipasi umat dalam hal ini, kami pihak panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal baik para bhakta bisa memperlancar rencana perluasan Pura Giri Natha. I Gusti Ketut Putra Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha

Pendidikan Abad Ke-21: Model PAKEM, Digital, dan Literasi Paradigma pendidikan abad ke-21 dengan Kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered), yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi peserta didik untuk secara aktif membangun pengetahuannya sendiri melalui metode penemuan (inquiry method). Metode belajar seperti itu dapat mengarahkan semua anak akan berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing secara optimal. Dengan penekanan pada aktivitas siswa, maka guru bukan lagi menjadi sosok “dewa” yang menjadi sumber belajar yang serbatahu, dan peserta didik adalah mereka yang tidak tahu apa-apa, sehingga harus diceramahi untuk menjadi tahu, melainkan guru menjadi salah satu sumber belajar yang bertugas memfasilitasi siswa untuk mengoptimalkan belajarnya.

D

Oleh Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.

alam usaha membangun pengetahuannya, model PAKEM merupakan salah satu model pembelajaran yang dipromosikan oleh pemerintah. Konsep yang merupakan akronim ini bahkan mungkin sudah dikenal oleh semua guru di Indonesia. Permasalahannya adalah bukan terletak pada pemahaman teoretis semata, tetapi lebih menekankan pada usaha aplikatif. Sebuah teori atau konsep tanpa aplikasi adalah sebuah kegagalan. Secara konseptual model PAKEM dimulai dengan akronim P yang merujuk pada Partisipatif. Dalam pembelajaran peserta didik hendaknya didorong untuk berpartisipasi atau terlibat dalam pembelajaran baik berupa kinerja penyelesaian tugas individu, tugas berpasangan atau kelompok. Dengan demikian, mereka harus dilatih bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri, menggunakan kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektifnya. A adalah Aktif. Pembelajaran yang sukses pada era sekarang ini adalah bukan guru yang aktif menjelaskan, melainkan siswa yang aktif menemukan pengetahuannya sendiri. Cara membuat mereka aktif adalah melalui pembelajaran berbasis aktivitas (activity-based) atau penugasan (task-based). Sebagai contoh dalam kegiatan berbasis aktivitas dalam

bahasa Inggris, siswa diminta beraktivitas, yakni berinteraksi dengan guru dalam proses membaca atau mendengarkan sebuah cerita, lalu mereka bertanya jawab, kemudian menceritakan kembali cerita tersebut (storytelling). Dengan aktivitas atau tugas, mereka akan terlibat langsung dalam proses pembelajaran yang mengombinasikan aspek kognitif (pikiran) dan kinestetik (gerak) dalam memahami dan mengaplikasikan materi yang dipelajari (psikomotor) dengan kegiatan nyata, sehingga mereka tidak menjadi partisipan yang pasif, hanya mendengarkan ceramah dari guru, yang sering membuat mereka mengantuk dan bosan, bahkan apa yang dipelajari tidak menempel pada ingatannya. Seperti pepatah Kongfuchu, “Kami dengar maka kami lupa, kami aktif terlibat, maka kami mengerti”. Selanjutnya, dalam mengikuti pembelajaran, siswa hendaknya diarahkan untuk menjadi pribadi yang Kreatif (K), yaitu belajar menciptakan (create) sesuatu sebagai hasil dari belajar. Kreatif juga mengindikasikan inovasi. Pada abad ke-21 ini, orang yang sukses adalah mereka yang mampu menciptakan inovasi atau pembaruan. Jadi, kegiatan mencipta hendaknya dilatihkan oleh guru secara terus-menerus di sekolah. Dalam mencipta tentu apa yang diciptakan pada setiap jenjang pendidikan akan berbedabeda. Sebagai contoh, dalam bela-

jar bahasa Inggris untuk anak SD mereka bisa diperkenalkan kosa kata tertentu sesuai tema yang diajarkan, misalnya pada cerita fabel yakni tentang binatang (animal), mereka menemukan sejumlah kata terkait, kemudian mereka bisa diarahkan untuk membuat kalimat dari kosa kata yang disediakan tersebut dengan menghubungkannya pada kehidupan nyata. Bila sejak kecil dilatih untuk membaca kemudian mengkreasi kalimat-kalimat, tidak menutup kemungkinan dalam kehidupannya mereka bisa menjadi penulis yang andal. Tugas seorang guru dikatakan berhasil bila apa yang dilakukan Efektif dan Efisien (E), artinya bahwa dalam melaksanakan pembelajaran seorang guru harus dapat mencapai target atau tujuan pembelajaran yang direncanakan dan dapat memaksimalkan pemanfaatan waktu dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain, setiap tujuan pembelajaran hendaknya dapat dicapai berdasarkan jumlah waktu yang dialokasikan. Indikator sebuah pembelajaran yang sukses adalah natural effect yaitu dampak langsung sebagai hasil pembelajaran berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dan nurturant effect dampak pengikut dari sebuah hasil pembelajaran, yakni dampak yang tidak langsung, yaitu berupa pengetahuan, keterampilan, dan bahkan sikap atau afeksi yang diterjadikan

pada kehidupan siswa kelak. Yang tidak kalah penting adalah dalam melaksanakan pembelajaran, guru wajib membuat pembelajaran Menarik dan Menyenangkan (M). Hal ini sangat penting karena proses belajar selalu melibatkan faktor psikologis siswa. Pembelajaran yang menarik dan menyenangkan akan menghadirkan suasana rileks, bebas dari kecemasan, dan rasa tidak aman, yang oleh Krashen dan Terrell dikenal dengan teori filter hypothesis. Dalam teori ini diungkapkan bahwa bila dalam belajar siswa dalam kondisi serius, tegang, dan penuh tekanan, maka siswa akan mengetatkan filter (otaknya sebagai penyaring), sehingga semua yang dipelajari akan hilang lenyap dengan seketika, alias tidak ada yang masuk ke dalam otak baik dalam ingatan jangka pendek (short term memory) maupun ingatan jangka panjang (long-term memory). Namun sebaliknya, bila mereka belajar dalam kondisi yang menyenangkan, bebas dari rasa cemas dan tidak aman, maka filter tersebut akan terbuka lebar, sehingga apa yang dipelajari dapat diserap maksimal dan tujuan pembelajaran akan tercapai dengan maksimal pula. Salah satu cara untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan adalah melalui pemanfaatan media yang menyenangkan. Kehadiran media memegang peran sentral sebagai upaya konkritisasi konsep abstrak. Terutama pada level pendidikan sekolah dasar, pemanfaatan media pembelajaran menjadi sebuah keniscayaan. Media yang menyenangkan pada era abad ke-21 ini adalah media yang mengombinasikan teknologi, yaitu media digital. Media pembelajaran digital adalah media yang mengintegrasikan teks, efek suara, musik melalui bantuan teknologi. Media berbentuk audio-visual ini, yang dihadirkan di kelas dengan pemanfaatan laptop, speaker, dan LCD terbukti mampu meningkatkan perhatian,

Warung Global

Siswa Berkelahi agar Diberi Sanksi KASUS perkelahian siswa SMP di Klungkung tentu menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Pihak sekolah pun sudah memanggil kedua siswa dan orangtuanya masing-masing. Mereka pun telah sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum. Lalu, bagaimana komentar para pengopini di Radio Global. Berikut rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Febri di Denpasar menyatakan kejadian ini terjadi di luar jam sekolah jadi tak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Tindakan yang dapat dilakukan dari pihak sekolah yakni dengan mendamaikan kedua siswa, memberikan sanksi dengan memindahkannya ke sekolah lain agar nantinya tidak berkelahi lagi karena kemungkinan masih ada rasa dendam. Anak sekarang sering sensitif karena pengaruh moral

dan cepat melakukan sesuatu untuk menunjukkan adrenalinnya. Berata Yasa di Sangeh menyatakan, akhir-akhir ini sering terjadi sesuatu yang memprihatinkan terhadap generasi muda kita. Para pakar yang peduli anak dan psikolog supaya membahas kejahatan yang dilakukan anak di bawah umur. Terhadap perbuatan anak yang sudah jauh melenceng dan masuk ke ranah hukum perlu dipikirkan sanksi agar ada efek jera demi kebaikan

masa depan mereka. Budiada di Tabanan juga menyatakan bahwa hal ini merupakan kegagalan membina karakter anak bangsa. Guru mesti memberikan pembinaan dan pendidikan karakter dan moral pada siswa. Orangtua, guru harus membimbing agar pendidikan anak tidak melenceng dan terpengaruh dengan hal dan tindakan negatif. Vera di Tabanan menegaskan, sebagai siswa mestinya menjaga nama baik sekolah dan juga orangtua. Pihak sekolah bisa mengarahkan anak yang suka berkelahi untuk menekuni olahraga tinju agar hobinya dapat tersalurkan. Perlu adanya sinergi antara tindakan dari aparat kepolisian, tanggung jawab dan kontrol dari keluarga serta pembinaan oleh lembaga pendidikan agar kejadian seperti

ini tidak terulang lagi. Mastra di Gianyar menyatakan, anak yang berkelahi masih bisa diberikan pembinaan agar tidak melakukannya kembali. Keberhasilan pendidikan karakter akan sangat berarti dalam pembentukan jati diri siswa. Siswa yang mempunyai jati diri yang kuat tentu tidak akan mudah mendapat pengaruh dan melakukan tindakan negatif. Suardana di Tabanan menegaskan guru dan orangtua tak bisa disalahkan. Semua orangtua sudah menanamkan dan menasihati agar anaknya berperilaku sesuai dengan nilai, norma dan tidak melanggar hukum. Lingkunganlah yang pengaruhnya luar biasa terhadap perilaku anak. Ia mengharapkan pendidikan budi pekerti dan moral ditingkatkan lagi. (dika)

ketertarikan, dan motivasi siswa dalam belajar. Sikap yang positif dan motivasi yang meningkat menjadi prasyarat sebuah keberhasilan pembelajaran. Pembelajaran literasi merupakan sebuah kebijakan pemerintah yang sedang digalakkan. Literasi secara harfiah bermakna sebagai kemampuan baca tulis. Berbagai sumber membuktikan bahwa kemampuan baca tulis peserta didik Indonesia masih tergolong rendah, oleh karena itulah, pemerintah menggalakkan gerakan literasi. Keterampilan baca tulis ini dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan media digital. Salah satunya adalah cerita berbasis budaya lokal yang dikembangkan dalam bentuk media digital. Hasil penelitian penulis dengan tim yang dilakukan di sekolah dasar secara multi-years membuktikan bahwa kehadiran media digital dalam pembelajaran, yang mengajarkan literasi melalui cerita berbasis budaya lokal mampu meningkatkan literasi bahasa Inggris siswa sekolah dasar yaitu kompetensi membaca. Kemampuan membaca menjadi fondasi untuk memperluas cakrawala keilmuan yang akan berdampak kemudian pada kehidupan, yakni menjadikannya manusia yang memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi. Maka dari itu, tugas guru di sekolah dasar untuk membentuk kebiasaan literasi pada masa golden age, yakni usia anak-anak ketika pertumbuhan dan perkembangan otak maksimal. Penulis, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha

POJOK Pascadilantik, anggota DPRD Bali minta gedung baru. - Wah, semangat baru. ***

Dewan Badung soroti jabatan strategis banyak lowong. - Masih tunggu dilelang? ***

Sakit dan tidak aktif, 53 koperasi di Tabanan diusulkan dibubarkan. - Rakyat Bali agar bersatu.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Wage, 11 September 2019

Dupa Jatuh ke Kasur Rumah Terbakar

Bali Post/ist

TERBAKAR - Rumah milik I Made Sutarta yang terbakar Selasa (10/9) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Kebakaran hebat terjadi di Banjar Wongaya Kelod Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Selasa (10/9) kemarin. Bangunan dapur dan kamar tidur milik I Made Sutarta (55), warga setempat, terbakar, diduga akibat dupa menyala yang jatuh ke kasur. Dari informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi pukul 08.30 Wita. Awalnya kebakaran tidak diketahui oleh pemilik rumah lantaran rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal melayat ke tetangga. Barulah salah seorang pecalang Desa Adat setempat yang sedang berjaga melihat ada asap membumbung dan api yang membesar. Melihat hal itu, pecalang ini kemudian menginformasikan kepada korban bahwa dapur yang di dalamnya juga terdapat tempat tidur telah terbakar. Mendapati informasi tersebut, korban pun bergegas pulang. Namun sesampainya di rumah api sudah besar dan warga sudah saling membantu memadamkan api dengan menggunakan air dan alat seadanya. Kapolsek Penebel AKP Bambang Gede Arta men-

gatakan, kebakaran diduga terjadi lantaran api dupa yang jatuh ke kasur korban. ‘’Karena sebelum melayat korban sempat mabanten sehari-hari namun ditinggal begitu saja,’’ ungkapnya. AKP Bambang melanjutkan, korban baru tahu kebakaran di rumahnya setelah diinformasikan oleh pecalang setempat. Api bahkan sudah membesar ketika korban sampai dirumah. Upaya pemadaman dilakukan oleh sejumlah warga dengan cara manual dibantu dua unit mobil pemadam kebakaran. ‘’Upaya pemadaman sekitar satu jam lamanya. Namun peralatan dapur, kasur dan tempat tidur terbakar. Termasuk juga atap dapurnya yang terbakar,’’ sebutnya. Terkait kasus kebakaran, pihaknya terus mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati ketika menggunakan dupa usai melakukan persembahyangan. ‘’Lebih baik dupa dicabut dulu kemudian dimatikan jika akan meninggalkan rumah. Ini karena banyak peristiwa kebakaran yang terjadi karena api dupa yang ditinggalkan bepergian,’’ terangnya. (kmb28)

80 Persen ”Homestay” Dipesan Atlet dan Panitia Porprov Tabanan (Bali Post) -

Pengelola Desa Wisata Pinge Anak Agung Ngurah mengatakan ada sekitar 75 kamar yang disiapkan untuk para atlet dan panitia. Hingga Selasa (10/9) kemarin, sudah ada 12 kamar yang dipesan oleh kontingen dari Karangasem dan Denpasar. ‘’Mereka sudah menginap sejak tanggal 5 September kemarin. Kebetulan cabang olahraga balap sepeda lokasinya di Banjar Pinge. Untuk kamar masih tersedia banyak,’’ terangnya. Dikatakan Anak Agung Ngurah, pemesanan homestay juga akan menyusul dari kontingen Kabupaten Bangli serta panitia dan juri Porprov. Tarif sewa per kamar di Desa Wisata Pinge dibanderol Rp 300 ribu. ‘’Itu sudah termasuk sarapan dan makan malam. Apalagi Tabanan menjadi tuan rumah

Porprov Bali, Astungkara ada penambahan pesanan homestay dari biasanya,’’ ucapnya. Tidak hanya homestay, perekonomian di Desa Wisata Pinge khususnya warung kecil juga mendapatkan rejeki selama Porprov. ‘’Masyarakat pedagang kecil di warung juga kecipratan rejeki,’’ ucapnya. Sementara itu, untuk melepas lelah usai pertandingan, rencananya saat penyerahan hadiah cabor balap sepeda para atlet akan disuguhkan hiburan kesenian. ‘’Tanggal 15 September saat penyerahan hadiah cabor akan kami suguhkan hiburan kesenian, seperti tari-tarian,’’ katanya. Dihubungi terpisah, Ketua Pengurus Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Tabanan I

Gusti Bagus Damara mengatakan, selama perhelatan Porprov Bali di Kabupaten Tabanan seluruh hotel dan homestay di Tabanan dibooking para kontingen. Tidak hanya di Desa Wisata Pinge, bahkan di Desa Wisata Nyambu juga ketiban rejeki. Menurut Damara, hampir 80 persen homestay di Kabupaten Tabanan telah dipesan oleh para atlet dan panitia. Contohnya saja seperti di Tanah Lot, Kerambitan dan Pupuan yang sudah penuh ditempati atlet dan panitia Porprov. ‘’Jumlah pastinya saya belum hitung, yang pasti semua homestay dapat berkah dari ajang olahraga ini, apalagi harga sewanya tidak terlalu tinggi,’’ ucapnya. Dikatakan Damara, meski nantinya ajang Porprov Bali

telah selesai dilaksanakan, diharapkan akan ada event olahraga lainnya yang bertaraf nasional, internasional, dan Asia, sehingga bisa selalu ada sinergi antara olahraga dan pariwisata. ‘’Memang sejak awal PHRI dan KONI sudah merancang sport tourism menjadi peluang yang baik di Tabanan,’’ pungkasnya. Sebelumnya, Ketua Umum Panitia Induk Porprov I Dewa Gede Ary Wirawan menjelaskan, sebagai penyelenggara Porprov Bali XIV tahun 2019, Pemkab Tabanan telah menyiapkan berbagai fasilitas olahraga yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan. ‘’Ini dimaksudkan agar gaung olahraga itu tidak hanya ada di kota tetapi seluruh masyarakat Tabanan dapat menikmati dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan multi event yang merupakan sejarah bagi Tabanan yang untuk pertama kalinya sebagai tuan rumah Porprov.’’ jelasnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) – Dinas Koperasi Kabupaten Tabanan kembali berencana mengumumkan pembubaran koperasi yang masuk kategori sakit atau tidak aktif. Jika sebelumnya di tahap pertama atau Februari lalu sudah dilakukan pengumuman pembubaran sebanyak 46 koperasi, kini di tahap dua atau September ini akan kembali diumumkan pembubaran 53 koperasi tidak aktif. ‘’Tahun 2018 kami sudah ajukan ke Kementerian Koperasi untuk pembubaran 38 koperasi tidak aktif, tetapi surat keputusan (SK) nya belum ke-

luar sampai saat ini. Tahun ini hal sama juga akan dilakukan dan prosesnya sedang berjalan pada tahapan pengumuman rencana pembubaran pada September ini,’’ beber Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Tabanan Ni Nyoman Yudiani di Tabanan, Selasa (10/9) kemarin. Dari jumlah koperasi yang rencananya dibubarkan tersebut, kata Yudiani sebelumnya sudah mendapat pendampingan dari dinas untuk diupayakan bangkit kembali atau naik menjadi kategori sehat. Dari upaya pendampingan tersebut

ada beragam respons, seperti ada koperasi yang tidak rela masuk dalam daftar koperasi yang rencana dibubarkan, serta adapula koperasi yang rela untuk rencana dibubarkan. Pengumuman rencana pembubaran koperasi ini merupakan tahapan sebelum diajukan ke Kementerian Koperasi untuk dimintakan SK pembubaran. Pada tahap ini koperasi yang rencana dibubarkan tersebut masih diberikan target waktu hingga Desember 2019 untuk bisa bangkit kembali. ‘’Kami melaksanakan proses pembubaran ini secara detail

dan hati-hati dengan berpedoman pada aturan yang ada agar koperasi yang nanti diusulkan dibubarkan ke Kementerian Koperasi adalah koperasi yang memang benar-benar aman atau tidak sedang bermasalah dengan nasabah dan proses pembubaran memenuhi aturan yang ada,’’ tegasnya. Sementara itu, data per Juli 2018 di Dinas Koperasi Kabupaten Tabanan tercatat mengantongi jumlah koperasi mencapai 580 unit. Dari jumlah tersebut, koperasi berstatus aktif mencapai 410, sedangkan yang tidak aktif mencapai 170

unit. Bercermin dari rencana pembubaran koperasi pada tahun ini yang mencapai 99 koperasi dan pada 2018 yang sudah diajukan ke Kementerian Koperasi mencapai 38 koperasi untuk dibubarkan, maka koperasi sakit untuk di Kabupaten Tabanan masih menyisakan 33 koperasi. ‘’Sisa koperasi sakit tersebut kami rencanakan proses tahun depan. Terkait pembubaran, kami di daerah hanya membantu memproses, sedangkan kewenangan untuk membubarkan ada pada Kementerian Koperasi,’’ jelasnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Penanganan kasus kebakaran sampah di TPA Mandung di Desa Sembung Gede Kecamatan Kerambitan sudah berlangsung selama sepekan. Selain bau yang tidak sedap, asap dari kebakaran sampah tersebut juga mengganggu kesehatan petugas TPA maupun pemadam kebakaran yang stand by di lokasi. Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, para petugas di TPA pun telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan Tabanan melalui tim kesehatan dari Puskesmas Kerambitan. ‘’Upaya pemadaman terus kami lakukan. Astungkara kondisi petugas masih sehat, apalagi belum lama ini sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kerambitan,’’ ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia, Selasa (10/9) kemarin. Meski sebelumnya api sempat padam, namun kerasnya angin ditambah material sampah di lokasi kejadian

material ban kering yang mudah terbakar, membuat api kembali muncul. Bahkan luas sampah TPA Mandung yang terbakar diprediksi meluas dari yang sebelumnya hanya 20 are. Titik api berada melingkar di bagian pinggir TPA. ‘’Titik api masih di tempat yang sama di sisi utara karena banyak material sampah, seperti ban karet dan mudah terbakar. Bahkan saya sampai menginap di TPA karena perintah Bupati agar waspada titik api,’’ terangnya. Penanganan kebakaran dilakukan dengan cara menggali timbunan sampah dengan menggunakan alat berat untuk memutus rembetan api. Setelah itu barulah dilakukan penyemprotan dari sumber air yang didapat di saluran subak yang berada tepat didepan TPA Mandung. ‘’Rencananya akan ada bantuan petugas dari BPBD provinsi, Badung dan Denpasar. Tentunya kami juga berharap kebakaran bisa segera ditangani,’’ jelasnya. (kmb28)

Perhelatan olahraga bergengsi, Porprov Bali XIV yang digelar di Kabupaten Tabanan, menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah pengusaha homestay di desa wisata. Salah satunya di Desa Wisata Pinge, Desa Tua, Kecamatan Marga, yang menjadi lokasi menginap kontingen cabor balap sepeda.

Bali Post/ist

HOMESTAY - Salah satu homestay di Desa Pinge yang dipesan atlet balap sepeda.

53 Koperasi Diusulkan Dibubarkan

Pemkab Periksa Kesehatan Petugas Damkar

Bali Post/bit

CEK KESEHATAN - Petugas kesehatan dari Puskesmas Kerambitan saat mengecek kesehatan para petugas di TPA Mandung.


Rabu Wage, 11 September 2019

Stikes Buleleng Wisuda 254 Lulusan

Sundayana Jamin 90 Persen Diserap di Pasar Kerja SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Buleleng tahun 2019 ini menamatkan 254 mahasiswa. Ratusan lulusan dan alumni sekolah yang berkembang di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan itu berasal dari beberapa kabupaten di Bali. Ada lulusan yang mengantongi keahlian bidan, perawat, dan profesi ners. Mereka itu dipastikan terserap di pasar kerja. Kalau ada alumni yang tidak bekerja, lembaga ini tidak lepas tangan. Caranya lembaga pendidikan tinggi ini memfasilitasi lulusannya dengan menyalurkan lulusan tidak saja agar dapat pekerjaan di dalam negeri namun juga hingga ke Asia Tenggara. Wisuda yang dipusatkan di gedung Stikes Buleleng Convention Center (SBCC), Senin (9/9) lalu itu dihadiri Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPDikti) Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. dan Ketua Stikes Buleleng Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si. Lulusan yang diwisuda itu terdiri dari Program Studi (Prodi) D-3 Bidan sebanyak 27 orang, S-1 Perawat 137 orang, dan Prodi Ners sebanyak 90 orang. Made Sundayana mengatakan, sejak lembaga yang dipimpinnya ini dibuka angkat sumpah khusus Prodi Ners ini malah sudah memasuki tahun kelima. Sedangkan, Prodi Bidan dan Prodi Keperawatan merupakan wisuda tahun keempat. Sejak lulusan pertama sampai terakhir, pihaknya tetap pada komitmennya yakni terus menggenjot mutu pendidikan. Tidak sampai di situ saja, pihaknya terus meningkatkan kualitas tenaga pengajar (dosen), SDM yang berkompetensi sehingga dipercaya menghasilkan lulusan Stikes Buleleng siap bersaing di pasar kerja. Untuk peningkatan kualitas tenaga pengajarnya, Sundayana menyebut, kebijakan lembaganya memberikan kesempatan seluasluasnya kepada para dosen untuk meningkatkan jenjang keilmuan, memberikan pelatihan, workshop dan seminar berskala lokal, regional, bahkan nasional. Selain itu, dari segi kurikulum pendidikan, Stikes terus mengembangkan sayap lebih lebar dengan pembukaan

Dugaan Korupsi KKPE

Dana ”Subsidi Bunga” Buat Modal Bisnis Buah Singaraja (Bali Post) –

WISUDA MAHASISWA STIKES - Sebanyak 254 lulusan mahasiswa Stikes Buleleng diwisuda di gedung SBCC, Senin (9/9) lalu. prodi baru. Saat ini, ada Prodi Farmasi (S-1) Kebidanan (S1), dan Profesi Bidan (S-1). Untuk Kebidanan dan Profesi Bidan itu sudah menerima 80 orang mahasiswa setiap kelas. Sedangkan, Prodi Farmasi, saat ini baru menerima 47 untuk angkatan pertama. “Tidak bisa dilakukan satusatu, tetapi komitmen kami dilakukan bersama antara kualitas mahasiswa dan para dosen. Mereka kami fasilitasi agar meningkatkan jenjang keilmuannya, sehingga bisa mentransfer ilmu terbaiknya. Pada akhirnya, lulusan kami menjadi sumber daya unggul. Seperti yang digalakkan Presiden Jokowi “SDM Unggul menuju Indonesia Maju”, katanya. Terkait serapan para alumninya kata Sundayana, sampai tahun ini, 98 persen lulusan Stikes Buleleng telah diterima bekerja. Dengan capaian ini, pihaknya mengklaim, tidak ada lulusan dari sekolahnya yang menganggur. Meski demikian, pihaknya tidak berpuas diri, namun terus melakukan terobosan terbaik. Hal itu penting, agar seratus persen lulusannya diterima bekerja. Caranya, Stikes Buleleng memfasilitasi para alumni yang kebetulan belum bekerja untuk bisa bekerja ke luar negeri. Hal itu sejalan dengan jalinan kerja sama antara Stikes Buleleng dengan negara Jepang. Data terbaru, 28 lulusan Stikes Buleleng telah bekerja di Jepang. Tahun ini, jumlahnya kembali bertambah. Sebanyak 38 lulusan difasilitasi bisa bekerja di luar negeri. “Serapan lulusan kami 98 persen telah bekerja. Kami peduli dan kalau belum kerja,

lembaga memfasilitasi untuk menyalurkan agar bisa bekerja baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya. Kepala LLPDikti Nengah Dasi Astawa mengatakan, lulusan perguruan tinggi tidak saja siap bekerja, namun dengan bekal keilmuan selama menempuh studi itu, para lulusan bisa menciptakan pekerjaan. Dengan modal ini, maka para lulusan tidak bergantung pada kualifikasi pendidikan. Namun, menggunakan kepintaran untuk menciptakan pekerjaan untuk masa depan sendiri. “Tidak ada orang pintar miskin. Dan tidak ada lulusan kesehatan harus bekerja di bidangnya. Namun gunakan keahlian itu untuk menciptakan pekerjaan. Dengan cara seperti itu bisa memenangi persaingan kerja di tengah peluang kerja kecil dibandingan angkatan kerja yang ada,” katanya. Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra berharap, para lulusan Stikes dapat membantu pemerintah mengatasi kekurangan tenaga di bidang kesehatan. Untuk itu, pemerintah menyambut baik dan mendukung penuh Stikes Buleleng untuk terus mencetak lulusan di bidang kesehatan yang berkualitas dalam mendukung pembangunan di daerah terutama di sektor kesehatan. “Kita sangat kekurangan tenaga kesehatan. Untuk itu, para lulusan Stikes ini sangat membantu kita. Ke depan, kami harap Stikes ini terus mencetak lulusan berkualitas, sehingga bisa berpartisipasi dalam pembangunan di daerah Buleleng,” harap Wakil Bupati. (ad382)

Penyidikan dugaan kasus korupsi Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali telah memasuki tahap P-21. Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreksrim Polres Buleleng telah merampungkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dari penyidikan terungkap, oknum pengurus Kelompok Tani Ternak (Poktan) NW asal Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan memakai dana subsidi bunga itu dari pemerintah yang seharusnya diterima anggota 23 orang penerima KKPE, tetapi dipakai modal bisnis buah. Lantaran bisnis buahnya bangkrut, dia tidak bisa mengambalikan dana subsisi bunga KKPE itu. Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan Selasa (10/9) kemarin, setelah pihaknya melakukan penyelidikan, memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti, kasus tipikor yang diduga dilakukan oknum NW telah memenuhi unsur-unsur. Sesuai petunjuk Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng dinyatakan BAP dugaan kasus ini sudah lengkap alias P-21. “Surat yang kita terima dari Kejari, BAP-nya sudah P-21, sehingga kami melakukan pelimpahan tahap kedua,” katanya didampingi Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. Sesuai BAP yang disusun

kata Tri Haryanto, modus operandi yang dilakukan oknum NW itu diduga sengaja memakai dana subsidi bunga KKPE itu. Perbuatan seperti itu dilakukan untuk memperkaya diri sendiri. Hal ini diupayakan setelah para anggota poktan di desanya itu tidak mengetahui kalau pemerintah memberikan subsidi bunga kepada pengguna kredit program perbankan. Atas perbuatan yang dilakukan itu, oknum NW diduga melanggar Pasal 2 UU Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo UU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas UU Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 dengan ancaman minimal 5 tahun

penjara ditambah denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. “Motifnya memperaya diri sendiri, dengan memanfaatkan ketidaktahuan para anggota di kelompok bersangkutan. Karena anggotanya tidak tahu dapat subsidi, kemudian yang bersangkutan memakai dana itu untuk usahanya sendiri,” jelasnya. Meskipun memenuhi unsur melawan hukum, penyidik tidak melakukan penahanan. Alasannya karena selama melakukan penyelidikan, oknun NW itu kooperatif, sehingga tidak menghambat penyidikan. Namun, kalau setelah BAP dilimpahkan ke Kejari, bisa saja akan dilakukan penahanan. Ini tergantung dari perkembangan

Bali Post/ist

DANA SUBSIDI KKPE – Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pungutan dana subsidi bunga Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) memasuki tahap P-21 alias dinyatakan lengkap.

di lapangan dan tergantung kewenangan Kejari itu. “Selama kita menyidik dugaan kasus ini, dia (oknum NW) kooperatif. Kita tidak tahu nanti setelah di Kejari apakah ditahan atau tidak itu tergantung Kejari,” jelasnya. Sementara oknum pengurus poktan NW mengakui kalau dana subsidi bunga KKPE BPD itu digunakan sendiri. Awalnya, dana subsidi bunga itu hanya dipinjam sementara. Dana itu dipimjam untuk modal bisnis jual beli buah. Setelah subsidi bunga itu digunakan untuk modal, ternyata usahanya bangkrut. Sehingga dia mengalami kerugian. Karena merugi dalam menjalankan bisnis buah itu, dana subsisi bunga itu belum dilunasi sampai kasusnya diselidiki penyidik. “Dengan dana itu, saya pakai modal majeg (ijon -red) mangga. Namun, saya mengalami kerugian sampai modal itu tidak kembali, sehingga tidak bisa saya mengembalikan dana subsidi bunga itu,” tuturnya. Di sisi lain, oknum NW mengaku tidak tahu dana subsidi bunga itu tidak bisa digunakan sebagai modal usaha. Selain untuk penggemukan sapi sesuai standar operasional prosedur (SOP) adalah penyaluran KKPE dan BPBD. Untuk itu, pihaknya siap menjalani proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum. Kasus dugaan korupsi KKPE itu terungkap dari hasil penyelidikan kepolisian di Bali Utara. Dalam kasus ini, polisi menemukan potensi kerugian negara Rp 122 juta. Oknum NW diduga menggunakan dana subsidi bunga dari pemerintah 24 persen per tahun. Selain itu, oknum NW memotong plafon KKPE BPD sebesar 2,5 persen per tahun untuk administrasi kelompok. Sedangkan faktanya, BPD sebagai penyalur kredit program tersebut mengenakan bunga 5,75 persen setiap tahun. Untuk meringankan biaya bunga itu, pemerintah yang memberi subsidi. Selain itu, sesuai SOP penyaluran kredit itu, BPD membebaskan biaya administrasi dalam penyaluran KKPE. (kmb38)

Mediasi Saling Klaim Lahan

Keluarga Puri Agung Tuntut Disbud Buat Tempat Parkir Baru Singaraja (Bali Post) – Menyusul saling klaim kepemilikan lahan antara

Puri Kanginan Buleleng dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) berbuntut penutupan

Bali Post/kmb38

MEDIASI GAGAL – Mediasi penyelesaian polemik saling klaim lahan antara Puri Kanginan dengan Disbud Buleleng, Selasa (10/9) kemarin, gagal menghasilkan keputusan.

jalan di areal Disbud, Selasa (10/9) kemarin. Selanjutnya, dilakukan mediasi di kantor Camat Buleleng. Sayangnya, mediasi yang menghadirkan Panglingsir Puri Kanginan dengan Disbud belum berhasil mengambil keputusan untuk menyelesaikan polemik tersebut. Dari Panglingsir Puri Kanginan diwakili A.A. Ngurah Parwata Panji. Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) mengutus Sekretarisnya I Made Sudiarba. Mediasi itu dipimpin Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktavia Askara dan Kapolsek Kota Singaraja AKP I Gusti Ngurah Yudistira. Parwata Panji dalam kesempatan itu keberatan jalan menuju Puri Kelasa di sebelah selatan Museum Bule-

leng itu digunakan untuk parkir kendaraan bermotor. Sehingga pihak puri tidak bisa memanfaatkan jalan itu sebagai akses keluar masuk. Untuk itu, pihaknya menuntut agar Disbud memindahkan parkir kendaraan itu ke lokasi yang baru. Selain itu, Parwata Panji meminta, setelah mediasi ini agar dilakukan pertemuan lanjutan. Dia menunggu kehadiran Kepala Disbud Gede Komang, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Gede Sugiartha Widiada, dan Asisten Tata Pemerintahan Setda Buleleng Putu Karuna. Hal ini dilakukan untuk mencari jalan tengah dalam penyelesaian polemik itu. Terkait pembukaan jalan yang telanjur ditutup spanduk

itu, Parwata Panji mengatakan blokir akan dibuka setelah kesepakatan tertulis dicapai. Selain itu, pihaknya akan melakukan pertemuan lebih dulu dengan A.A. Gde Djelantik yang notabene pemegang hak atas Puri Kelasan. Sekretaris Disbud I Made Sudiarba menyatakan, hasil pertemuan akan disampaikan kepada pimpinanya. Permintaan untuk tidak parkir di lahan yang diklaim milik puri itu, kemudian pihak Disbud memutuskan pemindahan parkir kendaraan itu. “Mulai hari ini, tidak ada lagi kendaraan yang parkir di sana, baik dari pegawai maupun pengunjung. Kami mohon agar plang yang dipasang itu bisa segera dibuka, sehingga ti-

dak mengganggu aktivitas kantor,” katanya. Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktavia Askara mengatakan, mediasi hampir mencapai kesepakatan. Hanya, penutupan jalan itu tidak akan dibongkar dalam waktu dekat ini. Rencananya Jumat (13/9) mendatang, pihaknya kembali melakukan mediasi, dengan menghadirkan para pihak terkait. Diharapkan, saat itu sudah ada kesepakatan tertulis, sehingga permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan. “Pihak puri masih ada rembuk keluarga terkait penutupan jalan itu. Mudahmudahan nanti akses jalan itu bisa baik kembali, sehingga bisa dimanfaatkan untuk umum,” jelasnya. Polemik saling klaim la-

han antara Puri Kanginan dengan Disbud Buleleng berlangsung sejak Maret 2019 lalu. Jalan di areal kantor Disbud itu ditutup Puri Kanginan karena tanah itu adalah hak milik puri yang dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 039 tahun 2002 atas nama Anak Agung Gde Djelantik. Penutupan itu pun karena selama ini, jalan keluar masuk puri itu terganggu karena dijadikan parkir kendaraan baik pegawai di Disbud maupun pengunjung ke Gedong Kirtya dan Museum Buleleng. Mengapa Disbud menggunakan sebagai tempat parkir kendaraan jalan itu, karena tanah tersebut sesuai Sertifikat Hak Pakai (SHP) No. 4 tahun 2009. (kmb38)

Sebelas Perusahaan Ikuti Lelang Konstruksi Revitalisasi Pasar Banyuasri Tender proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng mulai berjalan. Tender proyek prestisius di Bali Utara itu ternyata laku keras. Terbukti, baru sehari Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Pemkab Buleleng membuka lelang, sudah ada sebelas perusahaan yang tertarik ikut tender proyek dengan pagu anggaran Rp 180 miliar. Banyaknya perusahaan yang berminat mengikuti tender ini membuat BLP optimis pada pertengahan November 2019, sudah ditetapkan pemenang tender dan dilanjutkan penandatanganan kontrak pekerjaan. Lalu, bagaimanakah persyaratan tender itu ditekankan kepada pemenang, agar target penyelesaian proyek selama 14 bulan tidak menemui permasalahan yang berarti? KEPALA BLP Buleleng Putu Adiptha Eka Putra di ruang kerjanya Selasa (10/9) kemarin mengatakan, setelah dinyataan final, dokumen lelang mulai diumumkan sejak Senin (9/9) lalu. Sehari setelah diumumkan melalui aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) ternyata tender ini telah ditunggutunggu perusahaan konstruksi dalam negeri. BLP mencatat

ada sebelas perusahaan di tanah air ini baik swasta murni dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mendownload dokumen tender yang diumumkan pemerintah itu. Melihat perkembangan positif dalam tahapan tender ini, Adiptha semakin yakin kalau dalam waktu satu setengah bulan ini, pemerintah akan mendapatkan satu perusahaan sebagai pemenang

tender. Dari perkembangan yang berarti itu maka semakin yakin kalau tender proyek prestisius di Bali Utara itu tidak sampai gagal tender. “Ini masih berkembang. Maka kami yakin dalam waktu yang sudah kita tentukan, sudah ada pemenangnya. Sepertinya tender ini tidak akan sampai gagal. Sehingga kami targetkan November 2019 ini sudah ada penandatanganan kontrak. Itu artinya, proyek itu mulai dikerjakan,” katanya. Menurut Adiptha, mengacu finalisasi dokumen tender oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) bersama Manajemen Konstruksi (MK), revitalisasi Pasar Banyuasri itu dirancang dengan pagu anggaran Rp 180 miliar. Pagunya memakai skema pengadaan dengan metode tahun jamak. Dari pagu tersebut, kemudian ditetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp

179.380.623.656. Nilai HPS itu difinalisasi setelah PUPR dan MK melakukan penyempurnaan dokumen dengan memerhatikan perkembangan harga dan jasa dengan perkembangan terkini. Terkait waktu pelaksanaan, Adiptha menyebut sesuai hasil penyempurnaan dokumen tender revitalisasi pasar terbesar kedua di Bali Utara itu dikerjakan dalam batas waktu 14 bulan. Pengerjaannya dimulai tahun 2019 sampai Desember 2020 mendatang. Hanya, dalam dokumen tender waktu pelaksanaan disepakati selama 400 hari kalander. Kalau disesuaikan dengan perencanaan 14 bulan, maka efektif pelaksanaan selama 13 bulan. Meski demikian, dalam dokumen tender yang sudah diumumkan itu, BLP sudah mencantumkan poin syarat kepada rekanan agar dalam pelaksanaan nanti, bisa me-

nutupi kekurangan batas waktu pelaksanaan tersebut. Dalam tender ini, poin kewajiban rekanan untuk menutup kekurangan itu, dengan cara melakukan pekerjaan siang malam. Rekanan wajib menambah pekerja dan mengoperasikan alat mekanisasi. Dengan mencantumkan tiga hal penting itu, maka kekurangan waktu pelaksanaan yang sudah dirancang itu dapat diatasi, sehingga batas waktu revitaliasi pun genap berlangsung dalam 14 bulan. “Kalau dari track record perusahaan yang sudah men-download dokumen tender kita, sepertinya perusahaan ini sudah berpengalaman melakukan penambahan pekerja. Pekerjaan double shift dan melakukan mekanisasi, sehingga jika kekurangan waktu yang ada akan bisa dipenuhi,” jelasnya. (mud)

Bali Post/kmb38

PASAR SEMIMODERN – Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng telah dikosongkan. Pasar yang lama ini tidak lama lagi dibongkar. Setelah itu, dibangun pasar semimodern pertama di Bali Utara.


Rabu Wage, 11 September 2019

Tingkat Kebocoran PDAM Capai 43,39 Persen Gianyar (Bali Post) -

Bali Post/kmb35

PELAKU - Suyono, pelaku pencurian di salah satu vila di wilayah Desa Pakraman Padangtegal, Ubud.

Pembobol Vila Dibekuk Polisi

Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Ubud mengamankan seorang pelaku pencurian, Suyono, Senin (9/9) kemarin. Pencuri berusia 34 tahun asal Malang ini membobol salah satu vila di wilayah Desa Pakraman Padangtegal, Ubud. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Ubud. Dikonfirmasi Selasa (10/9) kemarin, Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana membenarkan jajarannya melakukan penangkapan pelaku pencurian. Dikatakan, pelaku diamankan polisi Senin sore sekitar pukul 14.30 Wita. “Sekarang pelaku ditahan di sel tahanan Mapolsek Ubud,” katanya. Menurut Nuryana, pelaku melakukan aksi pencurian di salah satu vila di wilayah Desa Pakraman Padangtegal, Ubud. Aksi ini dilaporkan ke polisi pada 5 September 2019, sesuai laporan polisi LPA /42/IX//2019/Bali/Polres Gianyar/ Polsek Ubud. Kala itu, pelaku melakukan pencurian pada kamar vila yang ditinggali wisatawan, Rosa Ana Nardela. Akibat kejadian itu, wisatawan berusia 57 tahun asal Italia ini kehilangan sejumlah uang dolar senilai jutaan rupiah. Nuryana menjabarkan, penangkapan ini bermula dari polisi menelusuri CCTV yang ada di seputaran vila tersebut, hingga didapati rekaman yang mengarah pada pelaku. Mengantongi ciri-ciri pelaku, polisi bersama pemilik vila lantas melakukan pancingan, agar Suyono kembali datang ke vila tersebut dengan alasan memperbaiki kolam. Akhirnya Suyono datang pada Senin sore sekitar pukul 14.30 Wita. Tanpa basa-basi, polisi langsung membekuk pelaku. Saat dilakukan interogasi, awalnya pelaku mengelak. Namun saat disodorkan sejumlah barang bukti, akhirnya pelaku asal Malang ini mengakui perbuatannya. “Ia mengakui perbuatannya mengambil sebuah tas yang berisi uang serta mengambil beberapa lembar uang rupiah dan dolar dan langsung menukar di money changer,’’ ujar Nuryana. (kmb35)

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar terus berupaya meningkatkan pelayanan dengan memperbaiki kebocoran pada jaringan air. Hingga Agustus tahun ini, tingkat kebocoran meningkat menjadi 43,39 persen dibandingkan kebocoran sepanjang 2018 yang menyentuh 39,85 persen. Hal ini diungkapkan Direktur Teknik PDAM Gianyar I Wayan Suastika, Selasa (10/9) kemarin. Suastika mengatakan, pihaknya tetap berupaya melakukan penurunan tingkat kebocoran pada jaringan PDAM Gianyar. Bahkan tahun ini pihaknya memasang target penurunan kebocoran 35 persen. Ia mengaku optimis target tersebut bisa tercapai dalam sisa waktu tahun ini. “Meski sampai Agustus ini malah terjadi peningkatan kebocoran hingga 43,39 persen dibandingkan tahun lalu, kami akan segera lakukan perbaikan dalam sisa waktu tahun ini. Kami optimis target penurunan kebocoran menjadi 35 persen bisa tercapai,” ujarnya. Mempercepat penanganan kebocoran itu, kata Suastika, pihaknya sudah melakukan steptes ke seluruh jaringan. Dari seluruh jaringan PDAM Gianyar yang memiliki panjang 1.195 meter, sekitar 90 persennya sudah dilakukan steptes. “Hasilnya ada 21 persen pipa kami mengalami potensi bocor,” katanya. Suastika menjabarkan, 21 persen pipa yang berpotensi bocor itu disebabkan sejumlah faktor, seperti usia pipa, terjepit akar pohon, hingga jalur pipa yang tidak memenuhi standar. “Pipa pada jalur yang tidak memenuhi standar ini, misalnya dulu di tengah sekarang ada dekat

got,” katanya. Guna mengoptimalkan pelayanan, kata Suastika, pihaknya sudah memetakan kawasan menjadi 51 zona. Dari jumlah itu diketahui saat ini ada enam zona yang kerap mengalami ganguan pada jam-jam tertentu. “Kami sudah berupaya melakukan skenario perbaikan agar pelayanan tidak tergangu. Misalnya dilakukan saling suplai antarsumber air,” ujarnya. Suastika mengakui, saat ini sejumlah sumber mata air juga mengalami penurunan. Tercatat dari 53 sumber air PDAM yang ada di seluruh Gianyar, ada tiga sumber air yang mengalami penurunan. Seperti sumber air Babakan 1, Temaga Waja dan sumber air Tegal Saat. “Penurunan debit ini kerap terjadi karena musim, tetapi biasanya tidak berlangsung lama,” ujarnya. Di usianya menginjak 27 tahun, kata Suastika PDAM Gianyar sudah mengalami peningkatan dari berbagai aspek. Terutama pelanggan yang sampai saat ini terus meningkat. Hingga Agustus ini, PDAM Gianyar sudah memperoleh laba sektar Rp 8,3 miliar. “Sampai Desember tahun ini, kami menargetkan laba Rp 10 miliar,” tegasnya. (kmb35)

PERBAIKAN - Petugas PDAM Gianyar melakukan perbaikan pipa pada zona Kelusa, Senin (9/9) lalu.

Disnaker Upayakan Penyederhanaan Izin Penggunaan TKA

Bali Post/kmb35

SOSIALISASI - Suasana sosialisasi penyebarluasan program Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) di Hotel Rumah Luwih, Gianyar, Selasa (10/9) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Gianyar kini berupaya menjalankan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 terkait tenaga kerja asing (TKA). Melalui aturan itu, pemerintah kini berupaya menyederhanakan perizinan penggunaan TKA, khususnya di Kabupaten Gianyar. Aturan baru ini disampaikan Kepala Disnaker Gianyar A.A. Gde Dalem Jagadhita melalui sosialisasi penyebarluasan program Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) di Hotel Rumah Luwih, Gianyar, Selasa (10/9) kemarin. Sosialisasi ini diikuti sekitar 50 perusahaan yang menggunakan jasa TKA di Kabupaten Gianyar.

Menurut Dalem Jagadhita, tujuan dari sosialisasi ini agar puluhan perusahaan ini memahami instrumen tentang pengendalian TKA. Dijabarkan, saat ini Kementerian Ketenagakerjaan bersama Kementerian Hukum dan HAM telah melakukan penyederhanan perizinan penggunaan TKA. Penyederhanaan dilakukan dengan menyederhanakan pelaksanaan Perpres Nomor 20 Tahun 2018, dimana di dalamnya tertuang poin Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang Tata Cara Pemberian visa dan izin tinggal bagi TKA. Dalem Jagadhita menambahkan, penyederhanaan itu adalah mengintegrasikan sistem pelayanan melalui

aplikasi online berbasis web bernama TKA Online. TKA Online merupakan aplikasi teknologi informasi berbasis web untuk memberikan pelayanan kepada pemberi kerja TKA melalui laman tka-online. kemnaker.go.id. “Dengan penyederhanaan ini, para pengguna jasa TKA tidak perlu kesana-kemari mengurus izin, cukup dengan mengikuti petunjuk atau aturan yang ditentukan sesuai dengan yang diatur dalam Perpres Nomor 20 Tahun 2018,” jelasnya. Dengan terpenuhinya aspek normatif, kata Dalem Jagadhita, TKA ini hanya diberi ruang terhadap jabatan tertentu. Selain itu, setiap TKA harus ada pendampingan dari tenaga kerja lokal. “Pent-

ing ada transformasi teknologi serta peningkatan pemahaman tentang penyebarluasan informasi program-program Direktorat PPTKA, kebijakan keimigrasian sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 dan tentang pengenalan sistem online terintegrasi penggunaan TKA,” tegasnya. Berdasarkan data di Disnaker Gianyar, hingga pertengahan 2019 ini ada sekitar 61 orang TKA di Kabupaten Gianyar yang sudah mengurus perpanjangan notifikasi atau izin kerja. Sementara pada 2018 tercatat 115 TKA yang bekerja di hotel maupun restoran yang tersebar di Kabupaten Gianyar. (kmb35)

pernah terjadi konfrontasi SARA antarwarga,” ujarnya didampingi Kasubag Humas Polres Gianyar IPTU I Ketut Suarnata, Selasa kemarin. Guna memastikan keamanan tersebut, kata Priyanto Priyo Hutomo, pihaknya sudah rutin turun ke komunitas warga Papua maupun ke sekolah untuk memantau dan memastikan keamanan warga Papua. “Bhabinkamtibmas dikerahkan untuk menjalin komunikasi dengan warga Papua yang ada di setiap desa,” jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kasdim 1616 Gianyar Mayor Inf. I Gede Merta Sentosa mengatakan, berdasarkan pengamatan hingga saat ini warga Papua dan Papua Barat yang tinggal di wilayah Gianyar tidak terpengaruh dengan kondisi yang terjadi di Papua. “Mereka tidak terpengaruh dan saya yakin warga Papua yang ada di sini merasa nyaman dan aman, sehingga tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya. Kendati demikian, kata Merta Sentosa, pihaknya tetap mengimbau warga Papua dan Papua Barat yang tinggal di Gianyar tidak terpengaruh dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. “Saya harap kita bisa memilah mana yang baik dan tidak. Saya yakin mereka bisa berpikir dewasa dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya. (kmb35)

BERTAJUK Ibu Rupa Batuan, seniman lukis dan topeng Batuan lintas generasi mengikuti pameran bersama di Bentara Budaya Bali, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. Pameran ini sebagai bentuk penghormatan terhadap ibu. Pameran ini akan digelar sepanjang September 2019 ini. Kurator pameran Wayan Jengki Sunarta menjelaskan, Ibu Rupa Batuan merujuk pada konteks harafiah sekaligus juga filosofis. Ibu menjadi metafora atau simbolisasi terkait spirit penciptaan, olah batin. “Ibu juga bermakna untuk menghasilkan suatu karya yang memesona dan membuka ruang renung bagi khalayak pecinta seni,” ujar Jengki Sunarta, Selasa (10/9) kemarin. Jengki Sunarta menambahkan, Desa Batuan sebagai wilayah budaya bisa disebut ibu yang melahirkan dan

memelihara aneka ragam kesenian yang bisa dinikmati hingga kini. Selain seni lukis, di Batuan juga lahir seni pahat topeng, ukiran, dan dramatari Gambuh. “Bahkan seni lukis tradisional gaya Batuan telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2018,” ujarnya. Jengki Sunarta mengungkapkan, pameran menampilkan 76 karya seniman. Terdiri dari 52 karya seni lukis dan 24 karya seni topeng buah cipta generasi pendahulu hingga yang terkini. Dari perbedaan generasi tersebut, tecermin bagaimana perkembangan serta pertumbuhan seni lukis dan topeng di Desa Batuan. Pameran ini juga menjadi bukti bahwa seni tradisi di Batuan masih tetap tumbuh dan berkembang dari masa ke masa. Dikatakan, upaya-upaya pewarisan itu sangat memungkinkan, sehingga terjaganya

spirit penciptaan seni di Desa Batuan. “Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni tersebut diwariskan secara masif dari generasi ke generasi,” katanya. Ketua Baturulangun Batuan Ketut Sadia mengatakan, seni lukis yang ditampilkan terdiri dari karya seniman lawas hingga karya generasi teranyar. “Kami tampilkan karya seniman kami yang sudah almarhum. Hampir 13 karya. Kami juga hadirkan karya anak-anak binaan, kerja sama dengan sekolah di Desa Batuan,” jelasnya. Peserta pameran ini tergabung dalam Perkumpulan Pelukis Baturulangun, Batuan. Adapun generasi tertua adalah Ida Bagus Made Widja (19121992), Ida Bagus Made Togog (1913-1989), Nyoman Ngendon (1920-1947), I Made Djata (1920-2001). Sementara generasi termuda adalah I Wayan Aris Sarmanta (1995). (nik)

TNI/Polri Jamin Keamanan Warga Papua

Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar bersama TNI dari Kodim 1616 Gianyar menjamin keamanan warga Papua dan Papua Barat yang tinggal di wilayah Kabupaten Gianyar. Aparat juga kerap mengunjungi warga yang dominan berstatus pelajar

tersebut. Kepala SMK Negeri 2 Sukawati I Gusti Ngurah Made Umbara, S.T., M.Pd. m e n g a t a ka n, siswa a sa l Papua sampai saat ini masih betah mengikuti pembelajaran di SMK Negeri 2 Sukawati. Dikatakan, sekolah sebagai ujung tombak

Bali Post/kmb35

SISWA - Personel Polres Gianyar bersama siswa asal Papua yang menuntut ilmu di salah satu sekolah di Gianyar.

misi pendidikan hendaknya digunakan hanya untuk tujuan pendidikan tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan. “Kami yakin siswa yang berasal dari luar Bali, utamanya dari wilayah Papua merasa betah dan nyaman bersekolah di sini,” kata Umbara, Selasa (10/9) kemarin. Menurut Umbara, setiap pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan berkewajiban untuk menciptakan sekolah sebagai wawasan Wiyata Mandala (lingkungan pendidikan pengajaran). Ditegaskan, dunia Pendidikan tidak mengenal asal siswa, baik suku, agama, ras, dan golongan. “Semua hak siswa sebagai anak didik maupun kewajiban seorang siswa sama,” tegasnya. Umbara menambahkan, selama mengenyam pandidikan di SMK Negeri 2 Sukawati, siswa asal Papua dan Papua Barat taat terhadap aturan sekolah. “Mereka juga aktif dalam kegiatan belajar-mengajar dan bersosialisasi dengan teman di lingkungan sekolah,” terangnya. Sementara itu, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menjamin keamanan dan toleransi warga Papua yang tinggal di wilayah hukum Kabupaten Gianyar. Ditekankan, warga Papua yang tinggal di wilayah Gianyar tidak usah takut dengan keamanan dirinya. “Toleransi antarwarga di Kabupaten Gianyar selama ini sangat tinggi, tidak

Seniman Lintas Generasi Gelar Pameran Bersama

PAMERAN Suasana pameran bersama di Bentara Budaya Bali, Desa Ketewel.


Rabu Wage, 11 September 2019

Dewan akan Kawal Nasib Karyawan Perusda Bali Puluhan karyawan Perusda Bali di unit perkebunan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, hingga kini tidak jelas hak-hak yang mereka harus terima. Sampai saat ini mereka belum menerima gaji. Akhirnya dua orang perwakilan karyawan Perusda Bali datang ke DPRD Jembrana dan menyampaikan keluhan. Mereka mengadu terkait permasalahan gaji mereka yang belum dibayarkan selama dua dua bulan lebih. Dua perwakilan karyawan itu, I Gede Miasa dan I Putu Agus Tino. Mereka diterima Ketua Dewan Ni Made Sri Sutharmi, bersama anggota Dewan, I Nyoman Sudiasa. Dalam pertemuan itu, dinyatakan jika seluruh karyawan Perusda Bali di Unit Perkebunan Pulukan, dihadapkan masalah keterlambatan pembayaran gaji. Bahkan, keterlambatan gaji kali ini, terjadi selama dua bulan lebih sejak bulan Juli lalu. Nyoman Sudiasa mengatakan, kalau dari pengelola di Perkebunan Pulukan, mereka hanya diminta bersabar. Namun karyawan juga membutuhkan kepastian. Dikatakan Nyoman Sudiasa, masalah keterlambatan gaji di Unit Perkebunan Pulukan yang dikelola melalui kerja sama dengan PT Citra Indah Praya Lestari (CIPL) itu sudah sering terjadi. Saat menerima pengaduan sebelumnya, dia pun sudah pernah menjajaki Perusda Bali pada waktu zaman

Dirut Perusda Bali Nyoman Baskara, dan sempat ada janji untuk memperhatikan hak dari para karyawan di Unit Perkebunan Pulukan tersebut. Untuk pengaduan kali ini katanya akan ditindaklanjuti langsung ke Perusda Bali. Pihaknya ingin menekankan kepada Perusda Bali agar bertanggung jawab. “Jika memang sudah tidak mampu mengelola aset, lebih baik dicarikan solusi,” jelasnya. Jika tidak agar segera diselesaikan. Pihaknya mengaku khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika tidak disikapi. Apalagi, sudah ada bahasa dari para karyawan yang berencana melakukan aksi demo. Sementara itu, anggota DPRD Bali Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi, Selasa (10/9) kemarin mengatakan, menindaklanjuti aspirasi dari karyawan persil Pekutatan ke kantor DPRD Jembrana, pihaknya sudah melakukan

komunikasi dengan Dirut dan Direktur Keuangan Perusda Provinsi Bali. Di mana Perusda Provinsi Bali KSO dengan PT CIPL dan kewajiban pembayaran gaji terhadap 108 karyawan merupakan kewajiban PT CIPL. Pihak PT CIPL berjanji akan melakukan pembayaran gaji tanggal 13 September 2019 ini. Menurut Diah, pihak CIPL beralasan produksinya tidak mencapai target dan harga karet cenderung turun sehingga merugi. ‘‘Perusda Provinsi Bali dan DPRD Provinsi Bali siap mengawal sehingga tidak ada lagi tunggakan kewajiban terhadap karyawan dari PT CIPL,” jelasnya. Perusahaan merugi, katanya, tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak membayar gaji, Gaji karyawan tidak bisa menjadi tunggakan. “DPRD Provinsi Bali dan Perusda Provinsi siap mengawal hingga tuntas sampai terbayar gaji karyawan yang konon nunggak 2.5 bulan,” jelasnya. (kmb)

Bali Post/kmb

KARYAWAN - Dua perwakilan karyawan Perusda Bali di unit perkebunan Pulukan, Kecamatan Pekutatan ketika mengadu ke DPRD Jembrana, Selasa kemarin.

Hindari Tabrak Motor, Truk Masuk Ruko

VERIFIKATOR - Tim Verifikator Nasional Kabupaten/Kota Sehat pada Senin (9/9) hadir di Kabupaten Jembrana.

Jembrana Lolos Verifikasi Administrasi Kabupaten Sehat

Kabupaten Jembrana merupakan salah satu dari 167 kabupaten/kota se-Indonesia yang sudah lolos verifikasi secara adminitrasi terkait program Kabupaten Sehat. Demikian diungkapkan Tim Verifikator Nasional Kabupaten/ Kota Sehat, Senin (9/9). Kehadiran tim tersebut diterima di Ruang VIP Bupati Jembrana oleh Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan, Sekda Made Sudiada, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana seperti Bapeda Litbang, Kesehatan, Satpol PP, Lingkungan Hidup, Dikmudora dan juga dari IDI. Rombongan Verifikator dipimpin Hadrian Marta

dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Hadrian Marta mengatakan bahwa Kabupaten Jembrana merupakan salah satu dari 167 kabupaten/kota se-Indonesia yang sudah lolos verifikasi secara administrasi. “Secara keseluruhan ada 202 kabupaten/kota dari 22 provinsi se-Indonesia yang mengusulkan,” ucapnya. Hadrian menambahkan, ada 7 indikator yang akan dinilai dalam verifikasi, yaitu kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan

gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat. “Untuk kabupaten yang memenuhi kriteria, akan menerima penghargaan Swasti Saba,” imbuhnya. Swasti Saba atau Kabupaten Sehat merupakan penghargaan untuk Kota/ Kabupaten Sehat (terbagi dalam tingkat pemantapan (padapa), pembinaan (wiwerda) dan pengembangan (wistara). Untuk di Kabupaten Jembrana ada beberapa lokasi yang akan dinilai seperti SMP 2 Melaya, Gang Hijau di daerah Kelurahan Pendem, Pasar Banjar Tengah, TPST Baluk, SMPN 1 Melaya serta Desa Blimbing Sari. (kmb)

Truk Hino DK-8755-KA, Selasa (10/9) sore kemarin menabrak ruko di Yeh Sumbul. Kecelakaan ini berawal ketika sopir truk menghindari sepeda motor yang ada di depannya. Tabrakan dengan sepeda motor pun bisa dihindari. Namun, truk yang dikemudikan Ali Mudin (43) malah keluar jalan dan menabrak sebuah rumah toko (ruko). Informasi di Unit Laka Satlantas Polres Jembrana, truk DK-8755-KA datang dari arah barat. Di depan truk melaju sepeda motor Honda Scoopy DK-3191-XZ yang dikendarai Ika Meirini (54) dari Magetan Jawa Timur juga melaju ke timur. Searah dengan laju truk. Kecelakaan terjadi antara truk Hino DK-8755-KA yang dikemudikan oleh Ali Mudin (43) dari Gianyar dengan sepeda motor Honda Scoopy DK-3191-XZ yang dikendarai oleh Ika Meirini. Sepeda motor tiba-tiba belok ke kanan sehingga sopir truk DK 8755 KA panik. Untuk menghindari kecelakaan, Mudin langsung membelokkan stirnya ke kanan dan menabrak sepeda motor yang berada di depan ruko dan truk sampai masuk ke dalam sehingga menabrak ruko. Akibat kecelakaan itu menyebabkan bagian depan toko rusak berat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Menurut sopir truk, Ali Mudin sebelum terjadi tabrakan di depannya ada seorang ibu mengendarai motor melaju dari arah yang sama. Namun tiba-tiba, menyeberang ke kanan atau memotong jalan. Karena panik, sopir truk membanting kemudi ke arah kanan hingga menabrak toko yang ada di selatan jalan. Pengemudi truk hingga Selasa sore masih diperiksa di unit laka Polres Jembrana. (kmb)

Bali Post/kmb

RUKO - Truk menabrak sebuah ruko milik warga di Yeh Sumbul Kecamatan Mendoyo, Selasa sore kemarin.

Krisis Air Meluas Beban BPBD Bertambah

Bali Post/wit

DISTRIBUSIKAN AIR - BPBD Jembrana ketika mendistribusikan air bersih ke Berangbang, Kecamatan Negara.

Kekeringan yang melanda Jembrana tak hanya berdampak pada sektor pertanian, juga pada ketersediaan air untuk masyarakat. Sejumlah desa di kabupaten ujung barat Pulau Bali itu kini mengalami krisis air. Atas kondisi itu BPBD Jembrana menerima sejumlah laporan agar didrop air bersih ke desa tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susila Permana, Selasa (10/9) kemarin mengatakan, sejak terjadi kekeringan sudah mendistribusikan 18 tangki air bersih. Daerah yang mengalami kekeringan di antaranya Pancardawa Pendem, Berangbang, Yehembang, Kombading Pengambengan, Berangbang dan Awen Lelateng. “Awen Lelateng kami baru menerima informasi. Kami belum distribusikan air. Di Awen ada 27 KK. Sebelumnya di Kombading kami salurkan 2 tangki air untuk 200 KK,” jelasnya. Pihaknya juga sudah mengirim satu tangki air untuk 25 KK ke Berangbang. Air bersih diambil dari hydran di Banjar Tengah dan di dekat Puskesmas Kaliakah. “Untuk di wilayah kota sekarang masih aman namun debit air memang kecil,” jelasnya. Distribusi air bersih itu dilakukan berdasarkan laporan dari pihak desa/ kelurahan. Distribusi air bersih dengan mengandalkan satu mobil tangki berkapasitas 5.000 liter.

Anggota DPRD Jembrana I.B. Susrama mengharapkan agar hutan dilestarikan dan ada tindakan serius menangani ini. Sehingga air tetap ada di musim kemarau. Demikian juga agar dibangun bendung atau embung di hulu tiap kecamatan dan desa sehingga bisa menampung air ketika hujan dan bisa disalurkan ketika kemarau. Sehingga tidak ada lagi istilah krisis air dan kekeringan. Jembrana juga harus berhitung ketersediaan air baku. Sejatinya sumber air baku sudah ada. Namun perlu dibarengi infrastruktur bendungbendung kecil. Sumber air di hulu airnya sudah bersih. Jika disuling sudah bisa. Namun, belum dimanfaatkan maksimal. Oleh karena itu, kata Susrama, Kabupaten Jembrana perlu minta bantuan ke pusat untuk daya tampung air baku. “Jika di tiap kecamatan ada, tentu tidak akan kelabakan. Apalagi jika satu bulan BPBD mobilisasi distribusi air tentu kewalahan juga,” katanya. Menurutnya, sebenarnya masalah ini sudah disikapi pihak PDAM dan PU. Bagaimana menambah daya tampung sumber air baku. Untuk di PDAM akan dibantu satker menambah air baku di wilayah Jembrana 1 dan Negara 1. Tahun ini di Kecamatan Mendoyo dibangun sumur bor untuk menanggulangi air baku. (kmb)


Rabu Wage, 11 September 2019

DORONG PERAHU - Nelayan di Pantai Ujung tampak serius saat mendorong perahu ke pesisir usai melaut.

Tidak Ada Air Bersih di Tenganan

Guru SDN 2 Bawa Air Gunakan Jeriken ke Sekolah

Amlapura (Bali Post) Musim kemarau panjang di Karangasem tidak hanya membuat masyarakat di sejumlah wilayah mengalami kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-harinya. Krisis air bersih itu juga melanda SDN 2 Tenganan, Manggis. Krisis air menyebabkan para siswa dan guru kesuitan buang air kecil termasuk ketika hendak BAB di sekolah. Kondisi tersebut memaksa para guru membawa air bersih dengan jeriken ke sekolah. Guru SDN 2 Tenganan, Ni Nengah Rasmin, saat diwawancarai Selasa (10/9) kemarin mengungkapkan, sekolahnya memang saat ini mengalami krisis air bersih. Bahkan, kondisi itu sudah mulai terjadi sejak tiga bulan terakhir. “Sebelumnya, sekolah kami mengandalkan air lewat sungai. Karena musim kemarau, debit air mengecil. Bahkan sekarang, sama sekali sudah tidak ada air di sekolah,” ucapnya. Rasmin menambahkan,

pada musim kemarau tahun ini, dinilai yang paling parah. Pasalnya, saat ini di sekolahnya sama sekali tidak ada air di kamar mandi. Sebelumnya, sempat tidak ada air. Namun parahnya tidak seperti saat ini. “Sekarang sampai tiga bulan ini tidak ada air. Kalau sebelumnya tiga hari, setelah itu sudah ada air lagi,” katanya. Atas kondisi saat itu, pihak sekolah menghadapi kendala ketika siswa hendak buang air kecil, apalagi buang air besar (BAB). Pasalnya, sejak tiga bulan ini sudah tidak ada air. Makanya, ketika siswa hendak buang air kecil maupun BAB, terpaksa siswa lari ke tegalan milik warga yang ada di dekat sekolah. “Tadi saja, ada siswa yang hendak BAB, karena kondisinya seperti ini, kami suruh siswa ke tegalan warga. Mau gimana lagi kondisinya seperti ini. Toilet hanya ada dua, tetapi keduanya sudah tidak ada airnya,” jelasnya. Bagaimana halnya dengan para guru saat buang air kecil

atau BAB? Para guru tentu berbeda dengan siswa. Solusinya, para guru itu membawa air ke sekolah menggunakan jeriken. Karena toilet yang ada di ruang guru kondisinya juga sama, tidak ada air. “Kalau guru-guru, mereka membawa air pakai jeriken dari rumah masing-masing. Kalau tidak begitu, ketika hendak buang air kecil dan BAB kan sulit,” jelasnya. Atas kondisi seperti itu, pihaknya sangat berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah. Bantuan air itu memang sangat diperlukan pihak sekolah. Karena pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak atas kondisi ini. Karena itu, pihaknya sangat kasihan dengan siswa di sekolahnya ketika hendak BAB. ”Kami sangat berharap bantuan air bersih dari pemerintah itu. Semoga pemerintah bisa membantu air bersih untuk sekolah, sehingga siswa tidak lagi harus ke tegalan warga ketika hendak buang air kecil maupun BAB,” harap Rasmin. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PENAMPUNG AIR KOSONG - Guru SDN 2 Tenganan saat menunjukkan tempat penampungan air di kamar mandi siswa kosong.

Pantai Terkikis Abrasi

Jukung Nelayan Patah Terbentur Batu

Amlapura (Bali Post) Kondisi pesisir Pantai Ujung, Desa Ujung Pesisir, Karangasem terus mengalami abrasi. Kondisi itu membuat para nelayan khawatir. Pasalnya, jukung atau perahu mereka sering kali rusak akibat dihantam batu penahan ombak ketika hendak merapat ke pesisir. Salah seorang nelayan, Ahmad Dahlan, ketika dijumpai Selasa (10/9) kemarin mengatakan, abrasi pantai yang terjadi semakin mengkhawatirkan. Batu penahan ombak di pesisir itu menganga ke permukaan. Kondisi itu membuat para nelayan waswas saat hendak merapatkan perahunya ketika ada terjangan ombak besar.

“Kami jadi khawatir ketika ada ombak besar. Karena ketika kami merapatkan perahu, kami sangat waswas. Sebab, hantaman gelombang itu akan mendorong berahu ke pesisir sehingga menabrak batu-batu penahanan ombak. Kalau sudah menabrak batubatu itu, maka perahu itu pasti rusak. Bahkan, bisa patah sehingga tidak bisa

dipakai melaut lagi,” ungkapnya. Atas kondisi itu, jelas Dahlan, pihaknya bersama nelayan yang lainnya sempat menyampaikan kepada petugas Pemkab Karangasem yang datang ke pantai ini. Akan tetapi, sampai saat ini tidak ada reaksi positif dari pemerintah terutama dalam melakukan perbai-

kan. Pemerintah sebetulnya bisa membuatkan batu pemecah gelombang. Bahkan, nelayan siap urunan untuk mengerahkan alat berat. Alat berat itu diperlukan untuk merapikan batu-batu yang menganga tidak beraturan saat ini. “Sempat diukur, tetapi hanya diukur. Tidak ada perbaikan sampai sekarang ini. Kami harap ada perhatian dari pemerintah. Karena perbaikan ini bukan untuk nelayan saja, tetapi untuk semuanya,” tegasnya. (kmb41)

Tingkatkan Kesadaran Warga Bayar Pajak

UPT Samsat Rancang Pelayanan Kerti Amlapura (Bali Post) araannya,” ujarnya. Jumlah masyarakat Karangasem yang masih Adi Wijaya menambahkan, agar kesanunggak pajak kendaraan terbilang cukup tinggi. daran masyarakat Karangasem lebih menBerbagai upaya telah dilakukan UPT Samsat ingkat membayar pajak, pihaknya telah Karangasem untuk menyadarkan warga Bumi merancang pelayanan yang lebih efektif, Lahar agar taat membayar pajak. Rencananya, yakni pelayanan samsat ke rumah tempat UPT Samsat Karangasem merancang pelayanan tinggal yang disingkat Kerti. Pelayanan samsat ke rumah tempat tinggal yang disingkat samsat Kerti ini akan menyasar rumahKerti. Pihak staf UPT nantinya yang langsung rumah warga yang ada di pelosok-pelosok melayani pembayaran pajak ke rumah-rumah desa. “Model pelayanan samsat Kerti itu penduduk yang ada di pelosok-pelosok desa. menggunakan sepeda motor. Caranya menKepala UPT Samsat Karangasem I Gusti Nyodatangi langsung rumah-rumah warga,” man Adi Wijaya mengungkapkan, Selasa (10/9) katanya. kemarin, selama ini pihaknya telah melakuPelayanan samsat Kerti itu diyakini Adi kan berbagai upaya untuk menyadarkan Wijaya, lebih efektif untuk menggugah masyarakat agar mau membayar pajak masyarakat agar mau lebih taat memkendaraan. Salah satunya pelayanan bayar pajak. Sebab, selama ini alasan door to door. Pelayanan ini dilakukan masyarakat enggan membayar pajak dari satu banjar ke banjar lainnya. itu, karena lupa. Jadi, dengan adanya “Lewat pelayanan model door to door pelayan Kerti itu, mereka diharapkan itu, selama ini cukup berhasil. Warga mau bayar pajak. ‘’Memang ada kebiyang sebelumnya enggan membayar asaan bila tidak didatangi, mereka Bali Post/kmb41 pajak, setelah adanya pelayanan ini, malas membayar pajak,” ujarnya. I Gusti Nyoman Adi Wijaya mereka mau membayar pajak kend(kmb41)

Festival Subak dan Kelapa Internasional

Dari Demplot Sayuran, Tanaman Pangan hingga Bonsai Pergelaran Festival Subak dan juga Festival Kelapa Intenasional di Karangasem akan dilaksanakan di objek wisata Taman Soekasada Ujung, mulai 14-19 September. Berbagai persiapan intensif telah dilakukan oleh Dinas Pertanian Karangasem dalam menyambut pelaksanaan hajatan tersebut. Lalu, apa saja yang disiapkan untuk menyongsong hajatan bergengsi, Festival Subak dan Festival Kelapa Internasional itu? KEPALA Dinas Pertanian Karangasem I Wayan Supandi mengungkapkan, kegiatan prestisius yang dilakukan ini, diharapkan mampu mengkolaborasi atau mensinergikan antara sektor pertanian dengan pariwisata. Sinergitas antara sektor pertanian dan pariwisata itu

diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi kreatif yang sudah pasti berbasis sektor pertanian. Di samping itu, program-programnya nanti diharapkan juga dapat mengedukasi para petani selain masyarakat tentang penerapan teknologi pertanian.

Supandi menambahkan, di dalam festival ini, pihaknya akan menampilkan teknologi demplot, dengan berbagai jenis komoditas sayur-sayuran. Seperti kacang edamame, tomat, okra merah tanaman pangan, dan berbagai jenis tanaman hias berupa tanaman bunga berbagai jenis. Pihaknya, kata Supandi, berharap teknologi itu nantinya mampu mengedukasi para petani tentang penerapan teknologi pertanian sekaligus menarik minat generasi muda supaya mencintai sektor pertanian. “Dan kami juga secara khusus membuat demplot terung ungu untuk ibu-ibu. Sebab, demplot terung ungu itu memang menjadi idola kaum ibu-ibu. Kami mengin-

gatkan buah terung itu bisa dilihat dan dipegang, tetapi tidak bisa dibawa pulang,” katanya. Di samping teknologi pertanian, tegas Supandi, masyarakat juga bisa melihat parade budaya. Parade budaya itu berbasis subak. Selaian itu juga, nantinya masyarakat bisa melihat demo alat mesin pertanian, ada seminar internasional, temu bisnis ekspo, pameran, berbagai lomba dan hiburan. “Dan kami juga memberikan ruang bagi masyarakat yang memiliki hobi membuat bonsai kelapa, sehingga masyarakat yang memiliki hobi bonsai supaya bisa berinteraksi dengan sesama pencinta bonsai kelapa,” tegas Supandi. (nan)

Bali Post/kmb41

DEMPLOT SAYURAN - Kepala Dinas Pertanian Karangasem I Wayan Supandi saat mengecek demplot komoditas sayuran terung ungu menjelang pergelaran Festival Subak Karangasem dan Festival Kelapa Internasional di objek wisata Taman Soekasada Ujung, Karangasem, 14-19 September.


Rabu Wage, 11 September 2019

”Clustering”, Jurus BRI Berdayakan Nasabah Ultra Mikro Upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk berperan sebagai agent of development terus dilakukan. Kali ini BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro kepada nasabah ultra mikro yang naik kelas di Klungkung, Bali, Selasa (10/9) kemarin. Hadir dalam acara tersebut Menteri BUMN Rini Soemarno beserta Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto. Bank BRI bersinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM meningkatkan kapasitas usaha para pelaku usaha ultra mikro program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang naik kelas. Pada acara tersebut, BRI juga memberikan bantuan sarana produksi usaha di antaranya mesin jahit, dan mesin obras, oven, kompor, hingga peralatan memasak sesuai dengan

usaha yang dikelola. Dalam peningkatan Kapasitas Usaha Mikro Kecil (UMK), tidak hanya terbatas pada pemberian kemudahan dalam mengakses pembiayaan KUR Mikro kepada para nasabah, BRI juga memberikan peningkatan pengetahuan pengelolaan keuangan maupun peningkatan hasil produksi dan pemasaran melalui program capacity building yang dilakukan pada Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI. Di samping itu, Bank BRI juga melakukan program clustering dalam mendorong UMKM naik kelas. Tujuan dari clustering yang dilakukan oleh BRI di antaranya membentuk sebuah finansial close system, memudahkan akses pasar, promosi dan networking, kemudahan dalam menyediakan off taker serta pembinaan yang lebih terfokus. Wakil Direktur Utama BRI

Catur Budi Harto, menegaskan saat ini ada sebanyak 5 juta lebih masyarakat Indonesia, yang sudah tergabung dalam kelompok Mekaar. Ini sebagai bentuk kepedulian BRI kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha, melalui program KUR dengan besaran bunga 7 persen per tahun. Sehingga masyarakat kecil ke depan bisa hidup semakin layak. Setelah usaha mereka berkembang, dan sudah memenuhi syarat untuk naik kelas, maka pihaknya menegaskan kelompok Mekaar tersebut akan langsung naik kelas. “Kami targetkan sebanyak 5 ribu nasabah Mekaar tahun ini bisa naik kelas. Nanti siapa saja mereka, PNM-lah yang memberikan profil orangnya. Berapapun Mekaar yang memenuhi syarat naik kelas, akan kami naikkan. Jadi, tidak terbatas pada jumlah anggaran,” tegasnya.

Menteri BUMN Rini Sumarno menegaskan konsep PNM kepada kelompok Mekaar, adalah kelompok tersebut harus jujur, disiplin, dan pekerja keras. Jadi, hanya orang-orang demikianlah yang bisa naik kelas dan terus maju dengan unit usahanya sendiri. “Saya berharap kalau usahanya terus berkembang, sinergikanlah dengan Icon+. Gunakan akses internet untuk memasarkan hasil produk usaha ke seluruh dunia,” katanya. Hingga 31 Agustus 2019, Bank BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat dengan total mencapai Rp 67,6 triliun kepada lebih dari 3,2 juta debitur di seluruh Indonesia. Apabila ditotal, sejak KUR diluncurkan pada tahun 2015 hingga saat ini jumlah KUR yang telah disalurkan Bank BRI mencapai Rp 303 triliun kepada lebih dari 15,8 juta pelaku UMKM. (ad378)

KUR BRI - Menteri BUMN Rini Sumarno saat menyerahkan KUR BRI kepada nasabah kelompok Mekaar yang telah naik kelas.

Soal ’’Blank Spot’’ di Nusa Penida

Curhat Bupati Ditanggapi Menteri BUMN Semarapura (Bali Post) -

Sejumlah desa di wilayah kepulauan Nusa Penida, sudah lama kesulitan mengakses internet. Kondisi demikian membuat perkembangan wilayah yang tanpa signal (blank spot), sangat lambat. Kondisi ini sudah kerap dikeluhkan warga sekitar dan wisatawan. Hal itu menjadi perhatian Menteri BUMN Rini Sumarno. Dia meminta Direktur PT Indonesia Comnet Plus (Icon+), sebagai anak perusahaan PT PLN, untuk menangani secepatnya persoalan itu sampai tuntas. Instruksi tersebut disampaikan Menteri Rini Sumarno, di hadapan Direktur Utama Icon+ Hikmat Dradjat, saat peresmian Ides Cafe (Internet Masuk Desa) yang dipusatkan di Balai Desa Adat Sidayu Tojan, Klungkung, Selasa (10/9) kemarin. Sebagaimana laporan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, bahwa kehadiran Icon+ dirasakan sangat penting bagi masyarakat Klungkung. Terutama masyarakat pedesaan. Karena telah membuka peluang akses masyarakat pedesaan untuk mendapatkan informasi terkini. Masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi sekarang masyarakat dapat juga menginformasikan potensi yang dimiliki, sehingga akan membuka peluang usaha bagi masyarakat pedesaan. Namun, hambatan terbesar pengembangan jaringan infrastruktur komunikasi ada di Kecamatan Nusa Peni-

PADAMKAN API - Petugas Damkar saat berjibaku memadamkan api di lokasi kebakaran.

da, karena masuk dalam kawasan 3T, yaitu: daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Di Kecamatan Nusa Penida terdapat empat desa yang benar-benar tanpa signal (blank spot) yaitu Desa Sekartaji, Desa Suana, Desa Klumpu, Desa Batukandik. “Kedatangan Ibu Menteri, tentu mempunyai harapan besar untuk mengatasi blank spot di Nusa Penida. Padahal di satu sisi Nusa Penida mempunyai potensi yang luar biasa, yang bisa menjadikan pendapatan bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung,” kata Bupati Suwirta. Atas situasi itu, Rini Sumarno mengaku dalam waktu dekat akan turun langsung ke Nusa Penida. Dia mengaku penasaran dengan kondisi sesungguhnya pulau yang dikenal dengan keindahan alamnya itu. “Oktober ini saya pastikan akan ke Nusa Penida. Sebelum saya ke

sana, tolong Icon+ tuntaskan persoalan blank spot di Nusa Penida,” kata Rini Sumarno. Direktur Utama Icon+ Hikmat Dradjat, mengaku siap turun langsung ke Nusa Penida untuk menyelesaikan persoalan blank spot tersebut, bersinergi dengan PLN sebagai induk perusahaan Icon+. Secara nasional, pihaknya menegaskan menargetkan 15 ribu desa sudah terlayani akses internet tahun ini. Bahkan, khusus untuk Bali, dia menegaskan persoalan akses internet masuk desa bisa tuntas tahun depan. Saat ini kendalanya bukan terkait demografi wilayah, melainkan hanya kendala waktu yang terbatas. Sebab, menurutnya, sepanjang di daerah ada tiang listrik, maka di sana pasti bisa terpasang akses internet. “Jadi, target kami ke mana pun kita pergi ada Ides (Internet Masuk Desa),” katanya. (kmb31)

Bali Post/gik

Bukit Belong Terbakar Dua Jam, Api Baru Padam

Semarapura (Bali Post) Kebakaran di Bukit Belong, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Selasa (10/9) kemarin mengagetkan warga. Asap tebal terus mengepul dari atas bukit, membuat warga sekitar bergegas menghubungi petugas Pemadam Kebakaran guna melakukan penanganan. Begitu tiba di TKP, petugas cukup kewalahan memadamkan api, karena tiupan angin yang begitu kencang, memicu api cepat meluas menjalar ke

bagian lainnya. Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta mengatakan, setelah sumber titik awal api didekati petugas, kepulan asap tebal tersebut berasal dari ilalang di perbukitan tersebut. Tidak jelas penyebab kebakaran itu. Sebab, di lokasi cukup sepi karena jauh dari pemukiman. Hanya saja di sekitar lokasi ada sekolah, khususnya di Jalan Buayang ke utara menuju SMPN 2 Dawan.

Sejak menerima laporan kebakaran sekitar pukul 10.00 Wita, upaya pemadaman kebakaran ilalang seluas sekitar satu hektar tersebut baru bisa dipadamkan sekitar dua jam kemudian. Petugas kesulitan, karena angin kencang memicu kebakaran malah meluas melahap ilalang kering di TKP. Petugas Damkar harus turun dengan mengerahkan dua mobil damkar. Usai melakukan pemadaman, petugas Dam-

kar memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Suarta meminta kepada warga sekitar agar waspada terhadap cuaca kemarau panjang. Jangan sampai sembarangan membuang sumber api di areal luas yang penuh dengan bahan maupun ilalang kering. Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi kebakaran serupa yang disebabkan kebiasaan yang membahayakan lingkungan. (kmb31)

Bali Post/gik

Menteri BUMN Rini Sumarno saat hadir di Balai Desa Adat Sidayu Tojan, Klungkung.

Gagal, Diversi Kasus Kekerasan SMP, Tiga Tersangka Segera Disidangkan Semarapura (Bali Post)Upaya damai terhadap kedua belah pihak dalam kasus dugaan kekerasan siswa SMP di Pengadilan Negeri Semarapura, Selasa (10/9) kemarin kembali gagal. Ini menjadi upaya diversi yang kedua di PN Semarapura, setelah upaya serupa pada 26 Agustus lalu, tak membuahkan hasil. Upaya diversi kali ini pun kembali mentok, karena pihak korban tetap tidak mau menempuh jalan damai, dan meminta kasusnya agar segera dilanjutkan ke proses persidangan.

Proses diversi berlangsung sekitar 30 menit. Diversi melibatkan kedua orangtua masing-masing tersangka dan korban, Bapas (Balai Pemasyarakatan), Dinas Sosial, Kejari Klungkung dan PN Semarapura, dipimpin langsung seorang hakim setempat. Pendampingan Hukum juga diberikan dari P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Klungkung Ni Ketut Sulatri. Namun, upaya damai yang keempat kali sejak upaya diversi pertama di Mapolres Klungkung ini

kembali gagal total. Sehingga, kasus ini selanjutnya akan masuk dalam tahap persidangan dengan tahapan pembacaan dakwaan. “Proses diversi tetap mentok,” kata Sulatri. Salah satu orangtua tersangka, Nyoman S, usai diversi mengaku sudah berupaya melakukan pendekatan dengan keluarga korban agar persoalan ini bisa berakhir damai. Pihaknya juga sudah berulang kali meminta maaf, tetapi niat baiknya tetap ditolak. Bahkan, pihaknya mengaku siap meminta maaf

di media mainstream, media sosial, maupun meminta maaf secara terbuka di depan umum. Tetapi, tawaran tersebut tetap juga ditolak. Dia mengaku sejak awal berupaya untuk mencari jalan terbaik untuk anaknya. Sebab, persoalan ini membuat anaknya cukup shock dan tertekan. Tetapi, karena upaya diversi berulang kali sudah gagal, pihaknya hanya bisa pasrah dan berserah pada proses persidangan nanti. Sesuai rencana, persidangan perdana kasus ini langsung

akan dilakukan Kamis (12/9) besok, dengan agenda pembacaan dakwaan. Upaya diversi sesungguhnya sebagai proses pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Namun, upaya ini tetap tidak membuahkan hasil. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Sat Rekrim Polres Klungkung, akhirnya menetapkan tiga tersangka, dalam kasus dugaan kekerasan terhadap

siswa SMP Ni Ketut APP (15) yang sempat viral di media sosial dengan TKP di Bukit Buluh, Desa Gunaksa, Dawan, beberapa pekan lalu. Mereka adalah Ni Kadek KD (17), PR (16) dan MP (16). Walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun sementara tidak akan melakukan penahanan. Ketiga tersangka yang paling aktif menganiaya korban. Ada yang mau menelanjangi korban, menendang korban serta melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Saat pemeriksaan, di Sat Reskrim,

mereka mengakui perbuatan dan memang ada dalam video tersebut. Karena masih di bawah umur, penyelesaian kasusnya dengan sidang diversi atau pengadilan anak. Bila upaya diversi gagal, para tersangka ini terancam dijerat dengan pasal 80 Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang sudah diubah ke dalam UU Nomor 35 Tahun 2014, dengan ancaman hukuman penjara 3 tahun 6 bulan (3,5 tahun) dan atau denda Rp 72 juta. (kmb31)


Rabu Wage, 11 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.09.19.0000269

Cr: Waiter/ss u.RM di Legian. Bisa Inggris.Hp/WA:081236109808

B.BP.004.09.19.0000282

Dcr Sopir Pribadi,Bs Matic, Jl. RayaMasUbud.Hub:081239319997

B.BP.001.09.19.0000353

Dcr Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah berpengalaman.Gaji 2,5juta SMA/WA 0816571027

B.BP.004.09.19.0000329

RUPA-RUPA

Dibthkan Tng Perawatan/Teknisi SMK/STM Sipil/Bngunan,Engineer S1 Sipil,Spv,D3/Sipil dtujukan ke PT.Saka Utama Dewata,Komp Pertokoan Kuta Sequare Blok H 19 Kuta Bali Hp.082147500223

B.BP.001.09.19.0000358

Dibutuhkan Cook SMK/Sederajat Hub.0817345977

B.BP.001.09.19.0000357

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799

B.BP.001.09.19.0000363

Dicari Karyawan u/Pabrik Tahu Hub:0361-484418/081338694667 B.BP.001.09.19.0000318

Dcr Staff Notaris wanita SMA sdrjt bs Computer,081999752758 B.BP.154.09.19.0000369

Dicari Pembantu RT Gaji 1,6Jt Plus Bonus.Hub:085857085888 B.BP.001.09.19.0000092

Dicari Pembantu Rumah Tangga segera Hub:081238226287 B.BP.004.09.19.0000268

Looking for Spa therapist n Beautician for a Spa In Country Maldives, salary negotiable,Interested pls contact Bu Ketut 08123890647 Email: reyyy_2003@yahoo.com

Dicari Pegawai Harian Wanita Serabutan/Checker Max. 35Th Hub:081999374229

Staf Ops&Admin Keu.Bs Komp.CV: BaliAgroNusantara.082121966211

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.09.19.0000192

Spa Delivery Canggu membthkan Terapis wanita, pengalaman Hub.0811384020 B.BP.004.09.19.0000366

Travel bth Staff Accounting & Reservation Hub.08123803997 B.BP.004.09.19.0000367

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

TOYOTA

B.BP.001.09.19.0000229

Toyota Kijang Reborn Th 2017 Hub .Hp:08123950999

B.BP.001.09.19.0000354

B.BP.001.09.19.0000323

BENGKEL LAS RUPA-RUPA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

DISEWAKAN RUKO

Rumah Luas Tanah 5Are,Jl .Sekar Tunjung No.20.Hub:082339206080

Disewakan murah Ruko 2Lt,tepi jln Cokroaminoto 087856227779

B.BP.001.09.19.0000360

Sale: Rmh mewah Bali Residence Jimbaran,Kuta,T417,B600,4KT,4KM Swpool view Bgs,087839410497 B.BP.033.09.19.0000364

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.033.09.19.0000365

PROPERTY DIJUAL TANAH SINGARAJA

Tnh 1 dan 1,5 Are Jl.Lingga, Sgrj,jl.aspal 5m Hp.0811398154 B.BP.001.09.19.0000371

KEHILANGAN HlgBPKBNosin.JBG1E1174790DK 4114 F, Nosin.F4961D421527 DK 2722OAn.DisdikporaKab.Badung Nosin.JBG1E1174814 DK 4163 F, Nosin.JBP1E1335433 DK 5505 F AN.Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab.Badung,Nosin.7K01 183650 DK 161 O,nosin.7K0218738 DK 296 F An.Pemda Tk II Badung. B.BP.001.09.19.0000359

Dikont.Sgr Rmh Type 36 Renovvila Tanah 2Are Bukit Jimbaran good view 200m barat RS Unud Blok B4 hub.0817564481

KEHILANGAN

RUPA-RUPA

Hlg Srtifikat Hak Milik No.800 Ubung LT.400m2HP085738551955

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

B.BP.001.09.19.0000330

B.BP.001.09.19.0000370

B.BP.001.09.19.0000007


Rabu Wage, 11 September 2019

CT-Scan Rusak Sejak Tiga Bulan

RSU Bangli Rujuk Pasien ke RS Lain Bangli (Bali Post) -

Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli sejak tiga bulan terakhir terpaksa merujuk pasiennya yang membutuhkan pelayanan CT-Scan ke rumah sakit lain di luar Bangli. Masalahnya, alat CT-Scan yang ada di RSU Bangli tak bisa difungsikan lantaran rusak. Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiasa mengakui hal itu, Selasa (10/9) kemarin. Ditemui di RSU Bangli, dr. Sudiana menjelaskan, alat CT-Scan yang selama ini ada di RSU Bangli merupakan milik pihak ketiga. RSU Bangli melakukan kerja sama dengan pihak ketiga karena untuk pengadaan satu unit CT-Scan, butuh biaya yang lumayan mahal. Mencapai belasan miliar rupiah. Seja k b eb era p a b ula n terakhir alat CT-Scan tersebut rusak. “Sering rusak. Sudah sempat diperbaiki, tapi rusak lagi,” ungkapnya didampingi Wadir Pelayanan Ketut Darmaja. Sebagaimana hasil penelusuran yang dilakukan

Bali Post/kmb40

Setelah di CT-Scan, selanjutnya perawatan pasien tetap dilakukan di RSU Bangli. “Kalau keluhan dari pasien soal ini pasti ada. Tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya. Ditambahkan mantan Kadiskes Bangli ini, selain alat CT-Scan, satu unit alat rontgen yang dimiliki RSU Bangli saat ini juga tak bisa difungsikan karena rusak. Namun demikian, pihaknya telah memiliki alat rontgen yang baru hasil pengadaan tahun ini senilai Rp 1,9 miliar lebih. Alat rontgen tersebut dibeli menggunakan dana alokasi khusus (DAK) yang dikucurkan pusat. Hanya, saat ini alat tersebut belum bisa dioperasionalkan karena masih mengurus perizinannya. (kmb40)

Kapolres Jamin Kenyamanan Siswa Papua

SOSOK Cegah Bunuh Diri KASUS bunuh diri sering terjadi di Bangli. Pemicunya beragam. Paling banyak karena depresi. Rupanya dorongan seseorang untuk melakukan aksi bunuh diri tidak selalu terjadi karena depresi atau merasa putus asa dalam menjalani hidup. Adanya riwayat keluarga yang pernah melakukan aksi bunuh diri ternyata juga menjadi faktor lain seseorang bisa nekat mengakhiri hidupnya. Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) Bali di Kabupaten Bangli dr. Dewa Gede Basudewa, Sp.KJ., Selasa (10/9) kemarin mengungkapkan, banyak faktor yang bisa memicu seseorang terdorong untuk melakukan bunuh diri. Di antaranya karena depresi berat, mengalami gangguan jiwa psikotik seperti scizofrenia yang ada mendengar suara-suara, orang dengan gangguan kebingungan, orang dengan gangguan jiwa afektif yakni kegembiraan luar biasa dan kesedihan yang campur aduk, pecandu zat dan alkohol, serta karena menderita penyakit kronis hingga akhirnya memilih mengakhiri hidup. Seseorang yang memiliki keinginan bunuh diri, biasanya akan menunjukkan gejala tertentu. Seperti kehilangan konsentrasi, sedih berkepanjangan, sulit tidur, merasa diri bersalah dan berdosa, dan kehilangan semangat untuk hidup

dan menjalani hal-hal yang menyenangkan. Seseorang yang punya dorongan untuk bunuh diri juga menunjukan gejala tambahan seperti suka membicarakan soal kematian. Karenanya jika gejala itu muncul pada diri orang terdekat, maka harus diwaspadai bersama. “Kalau gejala seperti itu muncul harus hati-hati. Dekati dia, ajak ngobrol, tanya apa masalahnya. Kalau dorongan bunuh dirinya sudah bulat karena punya masalah berat, segera ajak ke pelayanan kesehatan secepatnya,” jelasnya. Dikatakan juga bahwa dorongan seseorang untuk bunuh diri terkadang tidak muncul seketika. Namun sudah direncanakan. Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukannya sekitar tahun 2000-an, dr. Basudewa mengatakan, selain karena faktor depresi atau penyakit pada diri seseorang, keinganan bunuh diri pada seseorang bisa menurun dalam sebuah garis keturunan keluarga. “Jadi keluarganya pernah ada bapak atau kakeknya yang pernah bunuh diri, itu harus diwaspadai,” ujarnya. Sesuai hasil penelitian itu juga disebutkan, orang yang lebih banyak melakukan bunuh diri adalah dewasa. Dibanding laki-laki, perempuan berpotensi 4x lebih cepat berhasil bunuh diri meskipun dia jarang mencoba. (ina)

Pembangunan Jembatan Mangkrak Mustahil Dituntaskan Tahun Ini Bangli (Bali Post) – Rencana Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli menuntaskan proyek pembangunan jembatan Metra-Kedui mangkrak di anggaran perubahan tahun ini, dikomentari anggota DPRD Bangli, Made Sudiasa. Menurutnya jembatan mangkrak tersebut mustahil dituntaskan tahun ini, mengingat sisa waktu yang mepet. Sudiasa meminta Dinas PUPRPerkim bisa bekerja lebih profesional dengan membuat perencanaan yang matang sebelum melaksanakan program. Diwawancara, Selasa (10/9) kemarin, Sudiasa mengaku belum tahu secara pasti mengenai rencana kelanjutan pembangunan jembatan tersebut. Kalau benar dilanjutkan di anggaran perubahan tahun ini, ia menilai Dinas PUPRPerkim gegabah. Dalam melak-

RUSAK - Dokter Wayan Sudiana menunjukan alat CT-Scan yang rusak.

dengan pihak terkait, kerusakan terjadi akibat ketidakstabilan listrik. Untuk mengatasi hal itu, pihaknya disarankan untuk memasang stabilisator yang besar untuk menstabilkan arus listrik dari sumbernya sebelum dialirkan ke alat medis. Namun, karena harga stabilisator yang dimaksud cukup mahal hingga Rp 1 miliar, pihaknya saat ini masih melakukan perhitungan terkait kemampuan keuangan yang dimiliki. Dikatakannya, karena kerusakan alat CT-Scan itu, pihaknya dalam tiga bulan terakhir terpaksa merujuk pasien yang butuh pelayanan CT-Scan ke rumah sakit lain di luar Bangli. Seperti RSU Klungkung, Gianyar dan RSUP Sanglah yang telah diajak bekerja sama.

sanakan sebuah program, semestinya harus diawali dengan perencanaan yang matang. “Kalau kaitannya dengan waktu yang tersisa saat ini, saya rasa mustahil bisa dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya. Politisi asal Desa Undisan, Tembuku ini pun meminta Dinas PUPRPerkim mengevaluasi secara menyeluruh. Ia menyarankan Dinas PUPRPerkim tidak memaksakan kelanjutan pembangunan jembatan dengan mengganggarkan dana miliaran rupiah di APBD Perubahan kalau memang tidak memungkinkan untuk direalisasikan. Untuk melaksanakan kegiatan harus diperhatikan kesiapan waktu. “Kalau memang tidak bisa dilaksanakan kenapa harus dipaksakan untuk dianggarkan. Kami minta dibuat perencanaan yang matang dulu. Kalau memang tahun 2020 baru bisa dilaksanakan dengan baik dan bisa mereka pertanggungjawabkan secara tuntas, tentu kami akan dukung itu,” imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, Dinas PUPRPerkim akan berupaya menun-

taskan pengerjaan jembatan KeduiMetra di Kecamatan Tembuku yang mangkrak pada tahun ini. Untuk itu, Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) akan kembali menganggarkan dana miliaran rupiah dalam APBD Perubahan 2019. Namun, karena waktu yang tersisa sangat terbatas, Dinas PUPRPerkim pun pesimis kegiatan itu bisa dituntaskan akhir tahun. Sekretaris Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma, Senin (9/9) mengatakan, jembatan Kedui-Metra saat ini masih kekurangan pengerjaan lagi 45 persen. Meliputi badan jembatan dan senderan. Untuk menuntaskannya, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 4,5 miliar. Rencananya, kebutuhan dana tersebut akan diajukan dalam APBD Perubahan 2019. Untuk menuntaskan sisa volume pengerjaan tersebut, diperkirakan butuh waktu tiga bulan lebih. (kmb40)

’’Kalau memang tidak bisa dilaksanakan kenapa harus dipaksakan untuk dianggarkan. Kami minta dibuat perencanaan yang matang dulu. Kalau memang tahun 2020 baru bisa dilaksanakan dengan baik dan bisa mereka pertanggungjawabkan secara tuntas, tentu kami akan dukung itu.’’ Made Sudiasa

Bangli (Bali Post) Siswa yang bersekolah di Kabupaten Bangli tidak saja warga lokal. Setidaknya ada belasan siswa asal Papua yang juga menuntut ilmu di Bangli. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo menjamin, seluruh siswa asal Papua yang saat ini berada di Bangli tetap aman dan nyaman. Kapolres didampingi Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Selasa (10/9) kemarin mengatakan, siswa asal Papua yang belajar di Bangli selama ini kerap dili-

batkan Polres Bangli dalam beberapa kegiatan. Misalnya, saat Semarak Merah Putih, olahraga bersama dan tatap muka serta nonton bareng. Ini merupakan salah satu bentuk perhatian Polres Bangli terhadap para pelajar asal Papua. Disebutkan Sulhadi, saat ini jumlah siswa Papua di Bangli ada sebanyak 14 orang. Delapan di antaranya belajar di SMAN 1 Bangli, 2 di SMKN 1 Bangli dan 4 orang lainnya di SMKN 2 Bangli. Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Bangli Wayan

Suarya mengatakan, pelajar asal Papua selama ini sangat betah bersekolah di SMA Negeri 1 Bangli. Dirinya mengatakan, di dunia pendidikan tidak mengenal asal siswa, baik suku, agama, ras dan golongan, semua hak siswa sebagai anak didik maupun kewajibannya sama. Selama mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Bangli, mereka taat terhadap aturan, aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan bersosialisasi dengan baik dengan temanteman di lingkungannya. “Mereka tidak pernah ber-

masalah, dan sangat diterima teman-temannya, sehingga mereka kerasan bersekolah di sini,” ujarnya. Menurutnya, sekolah sebagai ujung tombak misi pendidikan hendaknya digunakan hanya untuk tujuan pendidikan tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan. Oleh karena itu, setiap pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan berkewajiban untuk menciptakan sekolah sebagai wawasan wiyata mandala (lingkungan pendidikan pengajaran). (kmb40)

PDI-P Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati

Muncul Usulan Paket Sedana Arta-Diar Bangli (Bali Post) – PDI-P Bangli mulai melakukan persiapan jelang perhelatan Pilkada Bangli 2020 mendatang. Sejak Selasa (10/9) kemarin, partai berlambang banteng moncong putih itu mulai membuka pendaftaran bakal calon bupati/wakil bupati. Di sisi lain, sesuai hasil rapat yang digelar di Sekretariat DPC PDI-P Bangli kemarin, berkembang usulan memaketkan Sang Nyoman Sedana Arta – I Wayan Diar menjadi calon bupati dan wakil bupati Bangli. Wakil Ketua

Bidang Komunikasi Politik DPC PDI-P Bangli Ketut Mastrem ditemui siang kemarin menjelaskan, rapat yang digelar di sekretariat DPC PDI-P Bangli tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat DPD PDI-P Bali tentang penjaringan balon bupati dan wakil bupati Bangli sesuai Peraturan DPP PDI-P No. 24 Tahun 2017 tentang rekrutmen dan seleksi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI-P. Rapat dihadiri seluruh pengurus DPC PDI-P Bangli sebanyak 19 orang. Dalam rapat tersebut, semua kader sepakat dalam pencalonan bupati dan wakil bupati Bangli, kedua calonnya dari kader-kader PDI-P. Dalam rapat tersebut, kata Mastrem, muncul juga usulan dari kader memaketkan Sang Nyoman Sedana Arta – I Wayan Diar menjadi calon bupati dan wakil bupati Bangli. Sebagaimana yang diketahui Sang Nyoman Sedana Arta merupakan Ketua DPC PDIP Bangli yang saat ini menjabat wakil Bupati Bangli. Sementara calon wakilnya,

I Wayan Diar, merupakan kader PDI-P Bangli asal Desa Belantih, Kintamani yang kini duduk sebagai Ketua DPRD Bangli Sementara. “Tanpa bermaksud tidak menghormati kecamatan lain, karena melihat Kintamani sebagai pemilih terbesar dan wilayah terluas, tadi dari semua usul peserta rapat, wakil bupatinya diusulkan berasal dari Kintamani,” jelas Mastrem. Walaupun sudah muncul usulan memaketkan Sedana Arta-Wayan Diar, penjaringan bakal calon tetap dilakukan. Karenanya PDI-P saat ini mempersilakan bagi kader partai perjuangan yang lain, untuk mengambil formulir pendaftaran jika berminat atau berkeinginan menjadi calon bupati atau wakil bupati. Termasuk tokoh atau figur di luar kader PDI-P juga bisa ikut mendaftar. Hanya nantinya mereka harus siap mengikuti proses dan prosedur yang berlaku di PDI-P. “Demikian juga bagi calon yang dari luar Kintamani, juga boleh mendaftar. Nanti tetap DPP yang memutuskan dan semua calon nanti akan dilakukan survei oleh DPP,” imbuh anggota dewan asal Kintamani itu. (kmb40)


OLAHRAGA

Rabu Wage, 11 September 2019

San Marino – MotoGP San Marino 2019 akan jadi peluang bangkit Marc Marquez usai kalah di dua race terakhir. Bisakah Marc juara lagi di kandang Valentino Rossi? MotoGP San Marino akan digelar pada Minggu (15/5) nanti. Balapan akan berlangsung di Sirkuit Marco Simoncelli, atau yang dikenal sebagai Sirkuit Misano. Marc Marquez sebagai pemuncak klasemen sementara menjadi unggulan untuk balapan akhir pekan ini. The Baby Alien memiliki rekor mentereng kala memacu tunggangannya di sirkuit sepanjang 4,06 km ini. Pembalap asal Spanyol itu sudah dua kali finis pertama di San Marino, yakni pada balapan MotoGP tahun 2015 dan 2017. Apabila Marquez berhasil menjadi juara di Misano akhir pekan ini, ia akan menyamai rekor Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang berhasil menang tiga kali pada kelas utama. Balapan ini juga menjadi ajang Marquez untuk merebut kembali podium juara, sejak menang di Republik Ceko saat paruh kedua dimulai. Pada dua balapan terakhir di Austria dan Inggris, juara bertahan MotoGP itu harus puas berada di posisi kedua. Meski demikian, ambisi Marquez untuk kembali finis pertama tidaklah mudah. Alex Rins masih akan jadi salah satu penantang terbesarnya. Belum lagi Andrea Dovizioso, yang adalah juara bertahan di Sirkuit Misano. MotoGP San Marino juga jadi misi comeback Dovi setelah gagal finis di seri terakhir. Marquez pun tidak bisa memandang sebelah mata pembalap Yamaha. Tim Garpu Tala itu masih memegang rekor kemenangan terbanyak di kelas utama MotoGP San Marino dengan enam kemenangan, disusul oleh Honda sebanyak empat kali, dan Ducati dua kali. Sirkuti Misano menjadi tempat spesial bagi rider Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. Lintasan balap ini adalah ‘’kandang’’ The Doctor, mengingat lokasi balapan dengan kampung halamannya, Tavullia, hanya

berjarak 10 km. Meski musim ini tampil angin-anginan, namun bukan tidak mungkin bagi Rossi untuk tampil maksimal di tanah kelahirannya. Rekor oke di Misano, plus balapan di hadapan pendukung fanatiknya akan jadi motivasi tambahan juara dunia sembilan kali itu memacu tunggangannya lebih kencang. Race MotoGP San Marino 2019 akan digelar Minggu (15/9) pukul 19.00 WIB. Live streaming balapan di Sirkuit Misano ini juga bisa disaksikan di detikSport. (kmb33)

Sepak Takraw Denpasar dan Buleleng Joshua Berharap Tinju Putri Bisa Digelar di Arab Saudi Masing-masing Rebut 3 Emas Tabanan (Bali Post) Tim sepak takraw Denpasar dan Buleleng sama– sama mendulang 3 medali emas dalam Porprov Bali XIV di GOR Dewarra, Tabanan, yang berakhir Selasa (10/9) kemarin. Tiga medali emas Denpasar diraih di nomor quadran putra, team putra dan double event putra. Sementara tim Buleleng mendulang 3 emas di nomor quadran putri, beregu putri dan double event putri. Sementara dua medali emas lainnya jatuh ke Gianyar di nomor tim putri dan Badung di nomor beregu putra. Manajer Tim sepak takraw Kota Denpasar Farid Ahmad usai merebut emas double event putra, kemarin menjelaskan, pada Porprov dua tahun lalu, Denpasar merebut empat medali emas dan satu emas lepas pada Porprov XIV di Tabanan ini. Di sisi lain, pelatih sepak takraw putri Buleleng Wayan Suara menyatakan kekuatan Buleleng bertumpu di sektor putri, mengingat selama ini peta kekuatan tim putra Bule-

Tim sepak takraw putri Buleleng. leng, prestasinya masih di bawah Denpasar dan Badung. Down Hill Untuk cabor balap sepeda, digelar nomor down hill di Baturiti, kemarin. Hasilnya, medali emas putra direbut I Komang Febry Tri Adi Saputra (Denpasar), perak diraih

Bali Post/ist

I Dewa Putu Prana Angira (Tabanan), dan perunggu diraih I Kadek Indra Mariawan (Bangli). Pada bagian putri, juaranya Putu Lisa Baruth (Badung), kemudian perak Ni Putu Naumi Angela Febrianti (Klungkung), dan perunggu Kadek Widia Widani (Buleleng). (022)

Bangun Istana

Permintaan lainnya yakni, pengesahan lembaga adat perempuan dan anak Papua serta membangun Istana Presiden RI di ibu kota Provinsi Papua, di Kota Jayapura. Satu permintaan yang akan direalisasikan dalam waktu dekat adalah pembangunan Istana Negara. ‘’Ya, dimulai tahun depan, istananya dibangun,’’ kata Presiden. Janji membangun Istana Negara disetjui Presiden Jokowi setelah Abisai Rollo menyumbangkan 10 hektar tanah miliknya un-

tuk dibangun Istana. Terkait dengan permintaan pemekaran lima provinsi, Jokowi juga setuju namun tidak langsung lima, kemungkinan dua atau tiga provinsi dulu. ‘’Undang-undang mendukung ke sana (pemekaran), tinggal dan saya memang ingin ada usulan dari bawah, bukan dari kita,’’ katanya. Sedangkan permintaan pembangunan Asrama Nusantara di seluruh kota studi dan menjamin keamanan mahasiswa Papua, Jokowi juga menyatakan setuju. Soal Palapa Ring, Kepala Negara menyatakan akan

selesai akhir tahun ini, sehingga masyarakat Papua bisa mendapatkan layanan komunikasi seperti wilayah Jawa. Untuk pembentukan lembaga adat untuk perempuan anak dan perempuan Papua, Jokowi menyatakan bagus untuk memberikan akselerasi perlindungan anak perempuan. Dalam menerima 61 tokoh Papua di Istana Negara ini, Jokowi didampingi Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi dan Kepala BIN Budi Gunawan. (ant/kmb14)

Rabu, 11 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pedanan Lan Ngusaba Pitra (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Ganesh (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Inovator Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini

11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita

12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita

Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pedanan Lan Ngusaba Pitra (3) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shooping Klip Bali Bali TV Shop Seputar Bali Terkini Agrobisnis Budi Daya Mujair di Danau Batur Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shooping Nangun Yadnya Karya Pujawali Pura

17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Kahyangan Jagat Pengukurukuran Br. Sawagunung/ Gepokan, Desa Pejeng Kelod,Tampaksiring-Gianyar Dialog Putra SBA Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Wirasa Peduli Sesama Mahadewi Tampil Cantik dengan Gigi Sehat Solusi Alternatif Proaktif Bentraf Folk Song Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shooping Bali Channel

London – Anthony Joshua berharap pertandingan tinju putri dapat dilangsungkan di Arab Saudi. ‘’Kami melihat potensi menampilkan petinju putri di partai tambahan,’’ katanya, Selasa (10/9) kemarin. Joshua akan berupaya merebut kembali sabuk juara dunia kelas berat IBF, WBA, dan WBO dari Andy Ruiz Jr. dalam pertarungan ulang di Diriyah, Arab Saudi, 7 Desember mendatang. ‘’Kami mendengarkan semua kritik dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada panitia penyelenggara. Ajang itu akan spektakuler, tidak diragukan lagi,’’ tambahnya. Pemilihan tempat berlangsungnya pertarungan itu memicu banyak kritik di Amerika Serikat dan Eropa Barat, karena Arab Saudi dianggap negara yang tidak menghormati hak asasi manusia. Di sisi lain, Arab Saudi sedang mereformasi diri. Mereka kini bahkan ingin menjadi tuan rumah acaraacara olahraga dan hiburan untuk dapat menarik lebih banyak wisatawan, dan berupaya melepaskan diri

dari ekonomi yang bergantung kepada minyak. Sejak 2018, perempuan sudah diizinkan mengendarai mobil. Namun kaum hawa masih memerlukan izin dari pria untuk bepergian atau memiliki paspor. Promotor pertandingan Eddie Hearn mengatakan sejumlah pembicaraan untuk menyelenggarakan pertandingan tinju putri ‘’sedang berlangsung’’. ‘’Itu akan menjadi sebuah gebrakan,’’ kata Hearn. Hearn mengaku banyak mendapat kritik perihal pemilihan tempat pertandingan. Namun, ia berpendapat, Arab Saudi kini sedang lebih membuka diri kepada olah raga dan hiburan. (kmb33)

15


RABU WAGE, 11 September 2019

Tiass Ananda

Ungkap Kebahagiaan Lewat Lagu HOBI dan bakat menyanyi susah ditinggalkan, meskipun disibukkan dengan urusan rumah tangga dan pekerjaan. Hal inilah yang dirasakan seorang guru Fisika di SMAN 1 Mengwi, Badung, Tiass Ananda. Berawal dari hobi menyanyi dan iseng menciptakan lagu, kini Tiass Ananda menjadi salah satu penyanyi yang patut diperhitungkan di belantika musik pop Bali. Pasalnya, wanita kelahiran Singaraja, 11 September ini sudah memiliki empat buah single yang dapat dinikmati. Bahkan, salah satu single-nya yang berjudul ‘’Suksma Sampun Nresnain’’ diterima baik oleh pencinta lagu pop Bali dan beberapa kali berada di 10 besar tangga lagu pop Bali di radio-radio. ‘’Sebenarnya menyanyi itu cuma sekadar hobi, dari nge-MC, terus pernah jadi model video klip terus akhirnya jadi penyanyi beneran. Padahal awalnya cuma penyanyi kamar mandi saja,’’ ungkap Tiass Ananda, Selasa (10/9) kemarin. Tidak puas dengan empat single-nya itu, pemilik nama lengkap Ni Made Sariasih, S.Pd., M.Pd. ini juga merilis single kelima. Bahkan, single ‘’Seribu Banding Satu’’ yang diciptakan Widi Wikan dan diaransemen Mang Intro ini dirilis bertepatan hari ulang tahunnya hari ini. Tiass Ananda pun ingin merayakan hari bahagianya itu lewat karya musik pop Bali. Lagu ini spesial dipersambahkan kepada suaminya, I Nyoman Alit Tiana. ‘’Lagu ini saya ciptakan khusus buat suami sebagai ungkapan syukur punya suami yang baik,’’ ujarnya. Dengan dirilisnya single ‘’Seribu Banding Satu’’ ini, Tiass berharap single-nya bisa diterima masyarakat, terutama para pecinta lagu pop Bali. Apalagi, dirinya tengah mengumpulkan materi lagu untuk dijadikan album nantinya. (win)

Kahitna Membuat Penonton Baper KALI kedua, Kahitna tampil meramaikan panggung Soundrenaline 2019. Mereka tampil membawakan sederet lagu yang membuat penonton terbawa perasaan (baper) dan ikut bernyanyi. Sejumlah lagu seperti ‘’Mantan Terindah’’, ‘’Untukku’’, ‘’Setahun Kemarin’’, dan ‘’Cantik’’ menjadi lagu yang dinanti oleh penonton. Pada lagu ‘’Tak Sebebas Merpati’’, Kahitna mengajak seorang penggemar perempuan naik panggung. Tiga vokalis Kahitna yaitu Mario, Hedi Yunus, dan Carlo Saba mengajaknya bernyanyi bersama. Saat sesi temu media jelang penampilan, Kahitna sempat mengaku kaget ketika pertama kali mendapat tawaran manggung di Soundrenaline beberapa tahun silam. Yang mana, Soundrena- line memang identik dengan musik rock atau metal yang memacu

KULINER

adrenalin. Seiring perjalanannya, Soundrenaline menyajikan genre musik beragam. Pada tahun kedua penampilan mereka di Soundrenaline, Kahitna menyatakan bangga bisa tampil di acara dengan pengisi acara beragam dari dalam dan luar negeri. ‘’Ini merupakan kedua kalinya Kahitna kembali lagi di Soundrenaline. Cukup membanggakan dan kagum dengan Soundrenaline ke-17 yang line up-nya sangat bervariasi. Ingat banget pertama kali di Soundrenaline awal, festival ini masih identik dengan musik rock. Sekarang sudah jauh berbeda,’’ ujar Mario Ginanjar, vokalis Kahitna. Selain Kahitna, Soundrenaline hari kedua menghadirkan puluhan musisi, termasuk Burgerkill dan Primal Scream. Para musisi tampil di empat panggung yang tersebar di lokasi Garuda Wisnu K e n c a n a (GWK). (edi)

KESEHATAN

TOP IN VASI

Bali Post/ian

GERAK - Salah satu komposisi gerak yang menggambarkan mitos Pancoran Dedari dalam garapan ‘’We Beji Langon’’ karya Anak Agung Gede Agung Rahma Putra yang dipentaskan Senin (9/9) malam.

We Beji Langon

Air Dalam Budaya dan Religi

DUA bocah laki-laki dan seorang pria dewasa tampak asyik berenang di aliran Sungai Penet di depan Beji Langon, Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung. Keasyikan itu membuat mereka tidak sadar jika malam telah menebar kegelapan. Sementara itu, tiga remaja putri dengan menenteng lampu badai di tangannya masing-masing tampak bergegas menuju sungai untuk mencari adik-adik dan ayah mereka. Di sisi lain, tiga orang pria tampak suntuk memancing ikan. Sialnya, bukan ikan yang didapat, mata kail mereka justru ‘’disantap’’ sampah plastik. Perilaku masyarakat yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah telah membuat sungai tercemar dan tidak asri lagi. Itulah cuplikan babak pembuka yang menggambarkan air sebagai yeh dalam pergelaran ‘’We Beji Langon: Air Dalam Budaya dan Religi’’ yang ditampilkan Anak Agung Gede Agung Rahma Putra di hadapan para dewan penguji, Senin (9/9) malam. Pergelaran karya seni berbentuk site specific dance yang terinspirasi dari budaya air di sumber air suci Beji Langon ini merupakan salah satu persyaratan untuk menuntaskan pendidikan di Program Doktor Penciptaan Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Area pergelaran kemudian bergerak ke Jaba Tengah Pura Beji Langon. Babak kedua ini menggambarkan toya sebagai sumber air yang dikeramatkan dan menghadirkan mitos Pancoran Dedari. Selanjutnya, tampak kesibukan umat Hindu mendak toya dengan diiringi

WONDERFUL Villa Kayu Raja, Akomodasi Berkonsep THK BALI JIKA Anda sedang berwisata di kawasan Kuta, Seminyak dan Canggu, jangan bingung-bingung memilih tempat menginap yang aman dan nyaman. Tinggalah di Villa Kayu Raja, sebuah akomodasi yang menawarkan konsep tradisional yang dipadu dengan modern. Tumbuhan lokal yang menghiasi setiap telajakan (depan) vila memberi spirit yang kuat. Apalagi, setiap vila menggunakan pintu masuk bernuansa tradisional Bali, sehingga

benar-benar terasa tinggal di Pulau Dewata yang damai. Villa Kayu Raja yang memiliki 58 unit vila itu terletak di Jalan Lebak Sari, Desa Petitenget, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Akomodasi yang berdiri sejak 2011 itu sangat dekat dengan tempattempat makan, night club, dan pusat-pusat shoping mall, seperti Seminyak Square. Akomodasi ini menawarkan konsep vila bergaya Bali modern dengan kolam renang pribadi dan Wifi gratis. Setiap

BUDAYA

PENDIDIKAN

SENIMAN

vila memiliki ruang tamu semiterbuka dan dapur kecil dengan peralatan lengkap. Masing-masing kamar dilengkapi dengan TV layar datar 42 inci dan pemutar DVD. Kamar mandi pribadinya menyediakan bak mandi spa dan fasilitas shower. ‘’Kami menyediakan layanan antarjemput gratis ke Kuta, Seminyak, dan Legian,’’ kata General Manager I Gede Nik Sukarta. Fasilitas vila serta kualitas pelayanannya sama dengan

hotel bintang 5, sehingga disenangi wisatawan domestik ataupun asing. Karena itu, vila ini memiliki all market, baik wisatawan yang honeymoon, individual traveler, dan grup. ‘’Kami memiliki sumber daya manusia yang dinamis, untuk memberikan pelayanan pada tamu yang dinamanis itu. Produk yang ditawarkan juga dinamis. Karena itu, karyawan yang ada selalu update dengan cara mengikuti workshop terkait pariwisata,’’ papar Nik Sukarta yang juga Ketua Bali Villa Association (BVA) ini. Nik Sukarta mengatakan, dalam mengelola akomodasi ini pihaknya menerapkan konsep Tri Hita Karana (THK), sehingga melahirkan sapirit Bali. Selain, menyiapkan areal suci, pihaknya juga menjaga dan mengolah limbah vila sehingga tidak mencemari lingkungan. Sementara untuk membersihkan lingkungan vila juga lingkungan Petitenget, Villa Kayu Raja mendominir kegiatan Lebak Sari Community. ‘’Lewat komunitas ini, kami yang mengelola vila di kawasan Jalan Lebak Sari ini mengadakan bersih-bersih di sepanjuang jalan hingga ke Pantai Petitenget,’’ imbuhnya. (bud)

berbagai sarana upacara dan tetabuhan baleganjur. Selanjutnya, pergelaran bergerak ke area tegalan Puri Muncan. Babak ketiga yang sekaligus merupakan babak penutup ini menggambarkan tentang proses pembuatan tirtha. Berbagai tahapan pembuatan tirtha seperti mencampur toya dengan daun pandan, cendana dan material lainnya yang diiringi lantunan mantra dan kidung-kidung suci dikemas dengan gerak tari dan permainan audio visual yang sangat apik. Setelah seluruh rangkaian pergelaran yang berdurasi sekitar satu jam itu berakhir, Agung Rahma Putra diberikan kesempatan untuk menampilkan sejumlah kostum karnaval ciptaannya yang diperagakan oleh Sameton Jegeg Bagus Badung. Selain dikenal sebagai koreografer tari, dosen IKIP PGRI Bali ini juga

KULINER

merupakan desainer yang meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional dan internasional. Selanjutnya, dewan penguji yang berintikan enam profesor dan tiga doktor seni mempersilakan Anak Agung Gede Agung Rahma Putra mempertanggungjawabkan karya seninya dalam sebuah sidang terbuka. Berbagai pertanyaan kritis seputar konsep karya, manfaat karya bagi warga sekitarnya dan kemungkinan pengembangan karya ke depan silih berganti dilontarkan oleh penguji. Hampir seluruh pertanyaan penguji itu bisa dijawab dengan sangat memuaskan oleh peraih Silpakara Nugraha kategori Kreativitas dan Inovasi Masyarakat di Bidang Ipteks dan Teknologi Tahun 2019 dari Bappeda Litbang Provinsi Bali ini. Alhasil, karya seni ‘’We Beji Langon:

Air Dalam Budaya dan Religi’’ diganjar dengan nilai A sekaligus mengantarkan Agung Rahma Putra meraih gelar Doktor Penciptaan Seni di ISI Surakarta. Ditemui seusai ujian terbuka, Agung Rahma Putra menegaskan, ‘’We Beji Langon’’ yang dihasilkan berdasarkan practise based research ini bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Bali, yaitu sentral dan esensialnya peran air dalam kehidupan sosial, kultural dan religius masyarakat Hindu Bali. ‘’Melalui karya seni ini, saya bermaksud untuk mengingatkan masyarakat di sekitar lokasi ini untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian air beserta kelestarian sekitarnya. Sampai saat ini, sumber air di Beji Langon ini masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat di Desa Adat Kapal. Sebagai sebuah ikon peradaban, air di kawasan ini memiliki tiga fungsi. Yakni air sebagai yeh yang digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan seharihari, sebagai toya untuk berbagai kebutuhan upacara ritual agama Hindu dan sebagai tirtha untuk penyucian spiritual,’’ tegasnya. (ian)

Persoalan Sampah Menginspirasi KESEHATAN Mahasiswa Ciptakan ’’Smart Trashbin’’ TOP IN VASI FENOMENA malas membuang sampah pada tempatnya menginspirasi beberapa mahasiswa di Denpasar menciptakan Smart Trashbin Arduino. Sebuah tempat sampah yang bisa bergerak fleksibel dan membuka-tutup secara terkoneksi dengan si empunya, layaknya robot tempat sampah. Agung Prabowo (23) bersama teman-temannya, awalnya mendapat tugas dari pimpinan kampusnya untuk menciptakan sebuah alat untuk memudahkan manusia. Kepedulian terhadap sampah, membuatnya memiliki ide membuat tempat sampah portable. ‘’Di akhir semester IV, kami dapat tantangan dari direktur untuk bikin suatu karya. Kita kumpulkan semua ide dari beberapa teman mahasiswa,’’ tuturnya, Selasa (10/9) kemarin. Produk tersebut diciptakannya dua bulan lalu, ketika ia akan beranjak ke semester V. Ia melihat adanya masalah lingkungan dan sampah. Tempat sampah ini dirancang untuk sampah kering dengan kapasi-

WONDERFUL BALI

BUDAYA

Agung Prabowo (kiri) bersama timnya. tas penampungan enam liter. Sampah kering itu meliputi plastik, kertas, dan kain. Jadi tempat sampah ini untuk di indoor saja, seperti perkantoran. Smart trashbin ini dilengkapi roda sehingga dapat berjalan mendekati si pembuang sampah. Pembuang sampah cukup hanya men-download aplikasi controller-nya di playstore. Terhubungnya antara pembuang sampah dengan tempat sampah melalui bluetooth di smartphone masing-masing. Sebab, untuk di outdoor mungkin medannya

PENDIDIKAN

SENIMAN

Bali Post/ist

tidak bagus, berbatu, takutnya jadi selip. Tempat sampah ini menggunakan daya baterai. Setelah tahap awal menentukan ide selesai, selanjutnya ia bersama tim melakukan pemrograman dan pengodingan. Lalu ia menyiapkan alat dan bahan. Semua bahan dan komponen dirangkai. ‘’Lalu kita tes pakai koding. Memang tidak langsung berhasil. Ada beberapa proses, ada beberapa komponen yang tidak sesuai spek, kita ganti,’’ katanya. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook