Skip to main content

Edisi Kamis 11 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Pisah-Sambut Kajati, Gubernur Koster Ajak Menjaga Bali GUBERNUR Bali Wayan Koster mengharapkan sinergi yang tetap kuat ke depannya antara pimpinan lembaga di Bali, untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. ‘’Karena Bali adalah kawasan wisata dunia (ibaratnya) sebuah jarum jatuh pun di Bali bisa menjadi berita di tingkat nasional bahkan internasional,’’ kata Gubernur Koster dalam sambutannya di acara Pisah-Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali yang dihelat di Gedung Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (10/7) malam. Gubernur Koster melanjutkan,

situasi keamanan menjadi hal yang mutlak diperlukan agar Bali bisa tetap eksis di kancah pariwisata internasional. ‘’Masyarakat Bali sebagian besar penghidupannya berasal dari pariwisata, untuk itu kita punya tugas untuk menjaga budaya yang ada sebagai modal, sesuai dengan visi kami ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Terima kasih kepada Bapak Kapolda, Bapak Pangdam, Kajati dan segenap masyarakat yang selama ini turut serta menjaga situasi kondusif,’’ ujar Koster yang Ketua DPD PDI Perjuangan Bali. Koster lalu mencontohkan gelaran akbar pertemuan IMFBank Dunia yang berlangsung sukses dan mendapat apresiasi BERSAMA - Gubernur Bali tinggi dari negara-negara peserta. Wayan Koster dan Nyonya ‘’Bahkan jadi role model untuk Putri Suastini Koster foto gelaran selanjutnya,’’ puji pria bersama dengan Kajati Bali kelahiran Sembiran Kabupaten yang baru Idianto, S.H., M.H. Buleleng ini. dan mantan Kajati Bali Amir Khusus untuk pejabat Kajati Yanto masing-masing beryang baru, Koster mengajak unsama istri, usai acara. tuk turut serta mendukung usaha

Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, 2020 Pemprov Programkan ’’Suksma Bali’’ Denpasar (Bali Post) Pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) sebagai roh industri pariwisata Bali makin dikuatkan lewat sejumlah program. Pada 2020, Pemprov Bali akan mencanangkan program ‘’Suksma Bali’’ yang terdiri dari tiga unsur, yakni program terima kasih pada manusia, alam, dan Tuhan. Demikian dikemukakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Rabu (10/7) kemarin. Ia mengatakan, implementasi dari program ini akan dijabarkan dalam sejumlah kegiatan. Misalnya, terima kasih kepada manusia dijabarkan salah satunya melalui penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang berjasa pada Bali. ‘’Penghargaan ini bisa berupa peganugerahan gelar maupun dalam bentuk lainnya. Khususnya bagi orang-orang yang sudah memberikan kontribusi bagi pembangunan Bali, baik itu budaya maupun ekonomi,’’ jelasnya. Sementara itu, bentuk ucapan terima kasih kepada alam, salah satu wujudnya bersih-bersih sampah plastik. ‘’Puncaknya pelaksanaan Tawur Kasanga dan juga Nyepi. Pada saat Nyepi, kita memberikan kesempatan alam untuk bernapas dengan tidak melakukan aktivitas,’’ sebut pria yang akrab disapa Cok Ace ini. Sementara kepada Tuhan, ia mengatakan, pemprov mendorong semua pihak menyumbang maupun berkontribusi dalam pelaksanaan upacara ritual keagamaan (karya) di pura, salah satunya Pura Besakih. Ia mengajak semua komponen untuk bekerja sama mendukung program ini. Pihaknya pun membuka diri jika ada perusahaan yang ingin bekerja sama dalam kegiatan yang dilakukan Pemprov Bali untuk menyukseskan ‘’Suksma Bali’’. Dalam kesempatan itu, ia juga mengetengahkan fenomena digital mesti digunakan Bali untuk memunculkan keunikan guna menggarap wisatawan milenial. Pasalnya generasi milenial memiliki kecenderungan mencari destinasi unik saat berlibur untuk diabadikan dan dibagikan lewat media digital. Menurutnya, keunikan yang dimiliki Bali cukup banyak. Keunikan ini juga merupakan peluang masyarakat lokal mengembangkan pariwisata berkelanjutan. ‘’Peluang masyarakat lokal ke sustainable tourism sekarang ada,’’ ujar pria yang juga Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali ini. Namun, ia mengingatkan, masyarakat dalam mengembangkan sustainable tourism ini jangan terpengaruh pola kapitalis. ‘’Wisatawan milenial itu lebih memilih tinggal di rumah-rumah penduduk dibandingkan hotel berbintang. Jadi ini kesempatan masyarakat lokal untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ketika mulai ramai, warga jangan kemudian meminjam uang untuk pengembangan penginapan, sebab itu sudah mengarah pada kapitalisme,’’ ujarnya mengingatkan. (kmb18)

menjaga Bali, budaya dan alamnya. ‘’Tentu juga untuk arahanarahan dan bimbingan terutama terkait bidang hukum,’’ ujarnya. ‘’Bisa ditanyakan kepada Bapak Kapolda, bagaimana cara kita berkomunikasi terus-menerus bahkan hingga larut malam,’’ kelakar Gubernur Koster. Menyambut ajakan Gubernur Koster, Kajati Bali yang baru Idianto, S.H., M.H. mengaku akan banyak belajar agar bisa diterima dengan baik di Bali. ‘’Janganlah ‘tertipu’ dengan wajah saya yang kesannya sangar, sesungguhnya hati saya lembut dan harum, layaknya durian tembaga,’’ tutur Idianto disambut tawa hadirin. Sementara itu, mantan Kajati Bali Amir Yanto yang akan melanjutkan kiprahnya sebagai Direktur Pertimbangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejakgung) mengaku banyak suka yang didapatkan selama menjabat Kajati Bali. Hal. 15 Baca Puisi

Syarat Rekonsiliasi Kubu Prabowo-Sandi

Pemulangan Habib Rizieq dan Bebaskan Seluruh Tahanan Selama Pemilu 2019

Jakarta (Bali Post) – Ada sejumlah syarat rekonsiliasi yang diajukan kubu Prabowo-Sandi. Dua di antaranya pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dan pembebasan orang-orang yang ditahan kepolisian selama proses Pemilu 2019. Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, syarat rekonsiliasi yang diajukan kubu Prabowo-Sandi agar ke depannya tidak ada pihak yang merasa terzolimi. ‘’Salah satu harapan kita bisa rekonsiliasi adalah jangan ada yang merasa masih dizolimi,’’ kata Andre di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/7) kemarin. Dia mengatakan terserah pihak-pihak lain berkomentar, namun yang pasti dalam proses rekonsiliasi, jangan sampai ada pihak yang merasa terzolimi. Menurutnya, pihaknya menginginkan negara ini bersatu dan kembali ru-

kun, sehingga beban-beban yang terjadi dari ekses pemilu bisa diselesaikan. ‘’Kalau kita mau silaturahmi dan guyub, seluruh kasus dan beban yang ada harus bisa terselesaikan,’’ ujarnya. Andre mengatakan, tujuan

guyub itu agar semua masalah diselesaikan, termasuk HRS yang dinilainya sebagai salah satu ulama yang masih memiliki masalah dan tokoh agama yang masih bolakbalik dipanggil kepolisian. Dia menilai masih ada

faktor X yang masih menghalangi HRS pulang ke Indonesia, namun dirinya enggan menanggapi hal tersebut. Menurutnya, karena ada faktor X itu maka dibutuhkan bantuan pemerintah Indonesia untuk memulangkan

HRS dari Arab Saudi. ‘’Ya itu seperti yang disampaikan, masih ada faktor X yang masih menghalangi Rizieq bisa pulang. Nah, faktor X itu yang bisa menyelesaikannya adalah pemerintah,’’ ujarnya. (ant)

Gubernur Koster dan Nyonya Jalan-jalan di PKB

Beli Songket, Endek, Selendang dan ’’Saput’’ GUBERNUR Bali Wayan Koster bersama Ny. Putri Suastini Koster didampingi Kadisbud Bali Wayan ‘’Kun’’ Adnyana dan Kepala UPT Taman Budaya I Made Suarja berkunjung ke Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, Rabu (10/7) sore kemarin. Tiba pukul 14.00 Wita, Gubernur Koster langsung mengunjungi stan pameran kain khas Bali. Dalam kunjungannya tersebut, Koster dan Ny. Koster sempat berbincang-bincang dengan sejumlah pedagang. Bahkan, sempat membeli beberapa kain, seperti saput, selendang, kain endek khas Bali, dan kain songket. Seorang pedagang kain Endek Gurita asal Klungkung, Dewa Ayu Nyoman Narti (52), merasa senang stannya dikunjungi orang nomor 1 di Bali tersebut. Ia mengaku kain Endek Gurita hasil tenunannya ini dibeli oleh Ny. Putri Suastini Koster. Harga satu

lembar kain endek dijual dengan harga Rp 650.000. Harga ini lebih murah dibandingkan tahun lalu. Hal ini karena tahun ini stan pameran kain khas Bali digratiskan oleh Gubernur Bali. Sementara itu, sejumlah pengunjung yang melintas di stan pameran kain tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk bersalaman dan berswafoto, baik dengan Gubernur Koster maupun Ny. Putri Suastini Koster. Dengan keramahtamahan dan penuh senyum, Koster pun meladeni setiap pengunjung yang minta salaman dan berfoto. Dalam kunjungannya ke sejumlah stan pameran kain, Gubernur Koster sempat menanyakan beberapa hal kepada para pedagang. Seperti asal pedagang, kualitas kain yang dijual, proses produksi, hingga prospek penjualan selama PKB ke-41 berlangsung. (win)

KUNJUNGI STAN - Gubernur Koster dan Ny. Putri Suastini Koster saat berkunjung ke stan PKB yang memamerkan kain Rangrang khas Banjar Tanglad, Nusa Penida, Rabu (10/7) kemarin.

Meningkatkan Pengabdian untuk Rakyat Bali

Balli Post/eka

DEFILE - Polwan Polda Bali mengikuti defile dengan mengendarai motor besar pada perayaan Hari Bhayangkara ke-73 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Rabu (10/7) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Hari Bhayangkara (Polri) diperingati setiap tanggal 1 Juli. Tahun ini, peringatannya dilaksanakan pada Rabu (10/7) kemarin dan Polda Bali melaksanakannya di Lapangan Monumen Puputan Margarana, Renon, Denpasar. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, pada usianya ke 73 tahun, Polri bisa lebih meningkatkan pengabdian terutama untuk rakyat Bali. ‘’Terima kasih pada rakyat Bali atas kepercayaan pada Polri. Demikian pula atas kehadiran Gubernur Bali dan Ketua DPRD Bali dalam acara memperingati Hari Bhayangkara ke-73 yang mestinya dilaksanakan 1 Juli 2019. Tapi hari ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dipimpin Presiden,’’ katanya didampingi Gubernur Bali Wayan Koster. Kapolda Golose menyampaikan, dari amanat Presiden yang dia bacakan saat upacara, ada peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri. Khusus untuk Bali, tingkat nasional Polda Bali nomor 3. Hasil survey, baik dilakukan Unud maupun UI dan Markplus Insight, kepercayaan publik terhadap institusi Polri menempati urutan pertama. ‘’Saya ucapkan terima kasih kepada

Bapak Gubernur dan Ketua DPRD, terutama masyarakat Bali yang tetap menjaga marwah kami sebagai kepolisian penjaga Pulau Dewata ini. Saya dan jajaran mengucapkan terima kasih kepada rakyat Bali yang percaya dan terus menjaga, melihat, mengawasi dan mengamati kami. Tegur kami bila melakukan hal-hal tidak terpuji,’’ ujarnya. Golose mengajak seluruh rakyat Bali untuk menjaga kenyamanan dan keamanan di Bali. Menjaga bagaimana Bali tetap menjadi destinasi terbaik di dunia. ‘’Kita tetap menjaga Bali ini yang penuh toleransi, terbebas dari hoax, kebencian dan amarah yang banyak muncul akhir-akhir ini karena masalah politik. Saya yakin kerja sama antara Polri dan TNI, termasuk pemerintah daerah, sebagai penanggung jawab keamanan di Pulau Dewata akan berusaha dengan kemampuan dan kehormatan saya untuk menjaga pulau ini,’’ ucap lulusan Akpol 1988 ini. Ke depan, kata Golose, tidak ada tantangan berat yang akan dihadapi di Bali. Namun tantangan mungkin ada dan selalu ditanyakan kepadanya yaitu masalah preman. Hal. 15 Bekerja Sama

Dr. Petrus Reinhard Golose


DENPASAR

2

Kamis Paing, 11 Juli 2019

FIGUR Harus ”Nyeliksik Raga” POSISI sekolah swasta di Bali kian terjepit. Setiap tahun ada saja sekolah swasta yang tak mendapatkan siswa baru. Pada PPDB 2019 ini, kembali sekolah swasta berduka akibat adanya penambahan kuota SMP negeri di Denpasar dan SE Gubernur soal optimalisasi sekolah. Ujung-ujungnya siswa yang sudah terdaftar di swasta banyak yang lari ke negeri. Hal ini, kata Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., harus disikapi secara jernih. Semua pihak mestinya nyeliksik raga atau koreksi diri. Pemerintah mesti nyeliksik raga dengan komitmen awal akan menjalankan PPDB sesuai kuota negeri. Tidak terpengaruh dengan desakan mana pun juga. ‘’Komitmen menjaga mutu sekolah ini harus kita jaga semua,’’ujarnya, Rabu (10/7) kemarin. Kepala SMK PGRI 3 Denpasar ini menyebut posisi sekolah swasta serba dilematis. Jika memungut biaya besar dikatakan tak pro-rakyat, namun ketika tampil murah ‘’dipermainkan’’ dengan PPDB. Makanya, dia juga setuju pengelola sekolah swasta mesti nyeliksik raga juga dengan mengubah paradigma mutu. Tidak lagi mengejar kuantitas atau banyaknnya siswa, namun mengejar pelayanan bermutu yang pada akhirnya diikuti dengan biaya pendidikan yang terjangkau, bukan murahan. Dengan demikian, ke depan biarkan sekolah negeri merekrut siswa sebanyak-banyaknya dengan pelayanan minimal, sedangkan sekolah swasta akan dikejar oleh siswa yang menginginkan pendidikan bermutu dengan risiko biaya mahal. ‘’Sekolah PGRI juga harus begitu agar tak setiap tahun tergantung pada PPDB di sekolah negeri,’’tegasnya. Ia mengaku tak menyalahkan siapa-siapa dalam kisruh PPDB tahun ini. Kondisi ini menunjukkan begitulah cermin masyarakat kita yang negeri minded, mengejar yang murah bahkan gratis. Untuk itu, cara yang paling terbaik adalah semua komponen berkomitmen dengan kebijakan dan tupoksinya. Sementara sekolah swasta terus meningkatkan citra diri lewat budaya mutu. (sue)

Lagi, Pelaku ’’Skimming’’ Asal Bulgaria Ditangkap Denpasar (Bali Post) Tim Unit Resmob Ditreskrimum Polda Bali mengungkap kasus skimming, Selasa (9/7) lalu. Pelakunya Krasimir Stoykov alias Stoykov asal Bulgaria, dibekuk di ATM Bank Mandiri di Jalan Kunti, Seminyak, Kuta. ‘’Baru saja kami melakukan penangkapan (pelaku skimming-red). Anggota organize crime banyak datang ke Bali. Tapi di Bali banyak yang diungkap,’’ tegas Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Rabu (10/7) kemarin. Kasus ini terjadi di dunia dengan adanya ATM dan di dalamnya ada uang tunai. Hal ini mengundang orang untuk mencari peluang untuk mengambil uang tersebut. ‘’Kasus ini tidak hanya terjadi di Bali, tetapi di tempat lain. Tapi banyak diungkap di Bali,’’ ujarnya. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, berawal ada informasi dari pihak Bank Mandiri bahwa terpasang alat

skimming berupa ruter lengkap dengan flashdisk dan alat hidden camera yang terpasang di TKP. Selanjutnya, pada 9 Juli lalu anggota Resmob Polda Bali bersama dengan tim dari Bank Mandiri melakukan pemantauan di TKP. Pukul 05.47 Wita pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor DK 3845 OM. Pelaku lalu masuk ke dalam ATM. Petugas telah memasang CCTV dan terekam pelaku sedang membuka hidden camera yang terpasang pada pincuver ATM tersebut. Setelah pelaku keluar dari ATM, petugas langsung meringkusnya. ‘’Modusnya pelaku memasang alat skimming berupa ruter dilengkapi dengan flashdisk dan hidden camera untuk mengambil data,’’ ujarnya. Banyak barang bukti yang diamankan petugas, di antaranya satu buah ruter lengkap dengan flashdisk, satu buah hidden camera, 26 buah kartu putih, satu buah capi untuk mencongkel alat dan uang tunani Rp 2.990.000. (kmb36)

Bali Post/ist

DITAHAN - Pelaku skimming asal Bulgaria Krasimir Stoykov alias Stoykov ditahan di Mapolda Bali.

Kamis, 11 Juli 2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Prembon, Sekaa Topeng Prakanti Swara Jaya, Br. Peninjoan, Desa Peguyangan Kangin, Kec. Denpasar Utara, Duta Kota Denpasar Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Tari Tradisional Daerah, partisipasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Dramatari Prembon, Komunitas Seni IKIP PGRI Bali Pukul : 19.30 Wita. Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Peragaan Adi Busana Tradisional Bali Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Anak-anak, Sekaa Gong Kebyar Anakanak Tunas Mekar, Br. Lebah, Desa Marga, Kec. Marga, Duta KabupatenTabanan dengan Sekaa Gong Anak-anak Swara Giri, Br. Gunung, Desa Pemogan, Kec. Denpasar Selatan, Duta Kota Denpasar

Topik :

Bali Post/eka

NGANYUT - Prosesi nganyut sekah ayahanda Gde Wirata (almarhum I Ketut Aryana) di Pantai Matahari Terbit, Denpasar, Rabu (10/7) kemarin. Prosesi ini diikuti keluarga besar, sejumlah kerabat dan masyarakat. Sebelum ritual ngayut dilakukan di Pantai Matahari Terbit, ritual palebon digelar di Krematorium Mumbul, Nusa Dua.

Pertanggungjawaban APBD 2018

Pendapatan Tak Capai Target Gedung Kanker Tak Terealisasi

Denpasar (Bali Post) Beberapa realisasi pendapatan yang tidak mencapai target dalam Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018, sebelumnya disoroti sejumlah fraksi di DPRD Bali. Di antaranya pendapatan retribusi daerah, pendapatan transfer dana perimbangan, dan pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. “Pendapatan retribusi daerah tidak mencapai target dipengaruhi oleh tidak tercapainya target pada komponen retribusi jasa umum dan retribusi perizinan tertentu,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Bali di Gedung DPRD Bali, Rabu (10/7) kemarin. Koster menjelaskan, komponen retribusi jasa umum yang tidak mencapai target yaitu pada retribusi pelayanan kesehatan. Hal itu disebabkan oleh masih terbatasnya sarana dan prasarana laboratorium yang belum seimbang dalam mendukung pelayanan kesehatan dan banyak pegawai teknis memasuki masa pensiun. “Selain itu, belum ada tenaga dokter spesialis dalam menunjang pelayanan kesehatan,” imbuhnya. Untuk retribusi perizinan tertentu, lanjut Koster, yang tidak mencapai target adalah pendapatan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Ini lantaran ada perubahan sistem perpanjangan, yaitu sistem integrasi antara sistem TKA online dengan sistem keimigrasian untuk proses penerbitan notifikasi. “Sehingga hal ini mempersulit perizinan,” jelas

Ketua DPD PDI-P Bali ini. Koster menambahkan, pendapatan transfer dana perimbangan juga tidak mencapai target karena penganggaran dan realisasi dana perimbangan berdasarkan transfer dari pemerintah pusat. Khusus untuk pendapatan Dana Alokasi Khusus (DAK), realisasinya berdasarkan penyerapan anggaran kegiatan. Sementara tidak tercapainya target pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, akibat tidak adanya realisasi pendapatan dari Perusahaan Daerah pada tahun 2018. “Perusahaan Daerah pada tahun 2018 tidak ada realisasi disebabkan oleh mitra kerja perusahaan (PT CIPTL - red) belum menyelesaikan kewajiban membayar kompensasi lahan Pekutatan yang berdampak pada terjadinya penundaan tender,” paparnya. Selain Perusahaan Daerah, lanjut Koster, pendapatan dari RS Puri Raharja juga tidak mencapai target karena berkurangnya jumlah pasien umum. Sedangkan pasien dari BPJS, tarifnya sudah ditetapkan berdasarkan koding. Sebelumnya, beberapa realisasi pendapatan tidak mencapai target ini disoroti oleh Fraksi

Bali Post/ist

JAWABAN - Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi tentang Ranperda Pencabutan Perda Nomor 5 Tahun 2006, serta Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018. Partai Golkar dan Fraksi Partai Demokrat. Gedung Kanker Terpadu Dalam rapat paripurna kemarin, Gubernur Bali Wayan Koster juga menjawab pandangan Fraksi Partai Demokrat terkait perencanaan belanja yang disebut kurang baik karena di bawah ambang batas varian perencanaan. Antara lain di Dinas Kesehatan, serta Dinas Tenaga Kerja dan ESDM. Koster mengakui memang ada permasalahan yang terjadi pada pelaksanaan kegiatan di Dinas Kesehatan.

Salah satunya terkait rencana pembangunan gedung pusat pelayanan kanker terpadu. “Pembangunannya tidak terealisasi sebesar Rp 55.076.675.000. Karena gedungnya belum terbangun, pengadaan peralatan kesehatan penunjang medis untuk pelayanan kanker juga tidak terealisasi,” ujarnya. Menurut Koster, permasalahan lain menyangkut pengadaan VAR yang hanya terealisasi 10.000 vial dari rencana 30.000 vial, karena ketidaksiapan penyedia. Hal ini pun merembet pada gaga-

lnya rencana menyewa cold room untuk menyimpan hasil pengadaan VAR di 2018. Untuk di Dinas Tenaga Kerja dan ESDM, sedikitnya ada dua kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan. Yakni, kegiatan pembekalan akhir pemberangkatan bagi calon TKI ke luar negeri dan kegiatan revitalisasi PLTS terpusat. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Denpasar Tuan Rumah Asia Pasific City Summit and Mayors Forum Tahun 2021 ASIA Pasific City Summit and Mayors Forum pada tahun 2019 ini digelar di Kota Brisbane, Australia. Pertemuan yang melibatkan ratusan kepala daerah dari berbagai negara ini telah dibuka Minggu (7/7) hingga Rabu (10/7) kemarin di Brisbane Convention Center, Brisbane, Australia. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara pun mendapat kehormatan untuk mengikuti kongres dan menjadi salah satu pembicara saat Plenarry Session serangkaian konferensi dua tahunan kota se-Asia Pasifik tersebut. Di akhir session sebelum dilaksanakanya penutupan pada Rabu (10/7), turut dilaksanakan pemilihan tuan rumah penyelenggara Asia Pasific City Summit and Mayors Forum untuk tahun 2021. Hasilnya, Denpasar berhasil terpilih dan ditunjuk menjadi tuan rumah. Keputusan tersebut dibacakan langsung oleh Lord Mayor of Brisbane Graham Quirk yang membacakan keputusan dewan juri yang menyatakan bahwa Denpasar menjadi pemenang pemilihan tuan rumah Asia Pasific City Summit and Mayors Forum tahun 2021 mendatang. ‘’Ya, Kota Denpasar terpilih menjadi tuan rumah

penyelenggaraan Asia Pasific City Summit and Mayors Forum tahun 2021,’’ ujar Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Kepala Bappeda Kota Denpasar Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmi Saraswati dan Kabag Perekoomian dan SDA Setda Kota Denpasar I Made Saryawan. Jaya Negara menyambut baik dipilihnya Kota Denpasar menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asia Pasific City Summit and Mayors Forum tahun 2021. Tentunya hal ini merupakan capaian posotif untuk meningkatkan kepercayaan dunia internasional kepada Kota Denpasar. Mengingat Denpasar sebelumnya juga menjadi lokasi kunjungan Annual Meeting IMF-World Bank dan Tuan Rumah Konferensi Internasional Eropa-Asia Organitaion World Heritage City (OWHC) IX tahun 2019. ‘’Tentunya kami berterimakasih kepada semua pihak yang tak henti-hentinya berinovasi serta memberikan pelayanan maksimal, sehingga Kota Denpasar mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah

konferensi nasional, multinasional dan internasional,’’ kata Jaya Negara. Jaya Negara mengajak semua pihak untuk mempersiapkan segala keperluan guna mendukung maksimalnya pelaksanaan Asia Pasific City Summit and Mayors Forum di tahun 2021. Nantinya kepercayaan ini harus dijaga sebaik mungkin untuk memperkenalkan tradisi, budaya dan pariwisata di Kota Denpasar. Seperti halnya tradisi malayangan, festival ogoh-ogoh, Objek Wisata Pantai Sanur, Tukad Bindu, Taman Kumbasari Tukad Badung, ecotorism, Prasasti Balanjong, Kawasan Heritage Gajah Mada, Patung Catur Muka yang juga sempat dikunjungi delegasi IMF World Bank dan OWHC. ‘’Tentunya momentum ini kami maanfatkan juga sebagai ajang promosi pariwisata untuk memperkenalkan kebudayaan serta tradisi di Kota Denpasar, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Dennpasar,’’ jelas Jaya Negara. Sementara itu, Lord of mayor Brisbane Mr. Graham Quirk beserta jajaran Pemerintah Kota Brisbane mengucapkan selamat atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah Asia Pasific City Sum-

mit and Mayors Forum Tahun 2021. ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas suksesnya pelaksanaan Asia Pasific City Summit and Mayors Forum tahun 2019 di kota

kami (Brisbane - red), serta mengucapkan selamat atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini di tahun 2021,’’ ujarnya. (ad414)

SAMBUTAN - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat menyampaikan sambutannya terkait terpilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asia Pasific City Summit and Mayors Forum tahun 2021, di Brisbane Convention Center, Brisbane, Australia, Rabu (10/7) kemarin.


BADUNG

Kamis Paing, 11 Juli 2019

Semrawut, Desa Adat Kuta akan Tata Pedagang di Pantai

3

Mangupura (Bali Post) -

Pantai Kuta yang identik dengan wisatawan selalu ramai dikunjungi. Namun, kondisi pedagang yang masih terkesan semrawut perlu segera dilakukan penataan untuk memberikan kesan baik bagi citra pariwisata. Terkait penataan pedagang pantai, Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Untuk itu, pihaknya akan melakukan penataan terhadap keberadaan pedagang ini. Diakuinya, di kawasan Pantai Kuta kondisinya memang sangat semrawut. Bahkan banyak pengunjung yang protes, serta persaingan antarpedagang juga dikatakan kurang sehat, karena para pedagang saling berebut untuk menjajakan dagangannya. Akibat persaingan yang kurang sehat tersebut, banyak wisatawan yang baru datang sudah dikerubuti untuk ditawari dagangannya. Hal ini tentu bisa menimbulkan kesan kurang baik. ‘’Ke depan kawasan Pantai Kuta akan segera ditata, dengan harapan agar bisa menjadi lebih bersih dan lebih elite,’’ katanya, Rabu (10/7) kemarin.

Dijelaskannya, saat ini di Kuta tercatat ada sebanyak 1.168 pedagang berjualan di sepanjang pantai. Namun, tidak dimungkiri memang ada juga pedagang yang tidak tercatat atau dalam artian bodong ikut berjualan di sana. Untuk itu, saat penataan nanti, pihaknya menyebutkan, kemungkinan akan ada pengurangan pedagang di sana. Hal itu perlu dilakukan untuk mempertegas lagi di mana lokasi untuk berjualan dan di mana lokasi untuk upacara agama atau pamelastian. ‘’Kami akan mempertegas lagi terkait di mana lokasi untuk pedagang, untuk komersial dan di mana lokasi untuk upacara adat. Saat ini lokasi yang biasa digunakan untuk upacara atau melasti, juga banyak digunakan untuk berjualan,’’ keluhnya. Dulu, kata Wasista, memang sudah disepakati lokasi

atau tempat untuk melasti. Namun, menurutnya, itu banyak yang dilabrak. Pihaknya menduga ada oknum yang bermain di sana. ‘’Permasalahannya sekarang dengan oknum yang bermain di sana itu yang sulit saat ini. Karena banyak yang sudah telanjur berjualan, sedangkan bila ditertibkan, tentu bisa berbenturan dengan maayarakat,’’ pungkasnya. Untuk itu, pihaknya akan membahas ini dalam paruman desa adat. Paruman ini akan dilakukan bersama anggota DPRD Badung terpilih asal Kuta, setelah pelantikan nanti. Yang mana hasil dari paruman nanti akan dipakai acuan untuk membuat aturan di pemerintahan. ‘’Nanti biar dievaluasi lagi, kawasan mana yang akan dijadikan kawasan bisnis, di mana akan digunakan untuk tempat upacara,’’ terangnya. (kmb23)

FIGUR

Bali Post/edi

PEDAGANG - Suasana pedagang di kawasan Pantai Kuta. Desa Adat Kuta akan melakukan penataan terhadap pedagang di kawasan Pantai Kuta untuk menghilangkan kesan semrawut.

Buntut Rasionalisasi Anggaran

Upaya Mitigasi Bencana

Dewan Harap Tak Sunat Hak ASN

UPAYA mitigasi bencana terutama di kawasan pesisir perlu terus dilakukan. Salah satunya dengan penanaman mangrove. Sehingga dengan semakin rapatnya posisi tanaman mangrove di pesisir pantai di seluruh Bali, tentu akan sangat membantu dalam menjaga kawasan pesisir. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali Made Rentin, Bali yang relatif kecil, secara luasan pulau hanya 0,29 dari seluruh luas wilayah Indonesia, tentu harus bisa menyatakan diri agar aman dan nyaman terhadap segala kemungkinan bencana yang mungkin terjadi. Untuk itu, mitigasi bencana perlu terus dilakukan. Dikatakannya, penanaman mangrove di kawasan pesisir pantai merupakan langkah yang sangat signifikan dalam upaya untuk melakukan pengurangan risiko bencana. “Penanaman mangrove ini merupakan langkah dalam upaya mitigasi bencana. Upaya penanaman mangrove di pesisir pantai adalah langkah efektif di dalam melaku-

Mangupura (Bali Post) Pemangkasan sejumlah program di Kabupaten Badung akibat rasionalisasi anggaran mendapat sorotan dewan. Legislator di DPRD Badung berharap kebijakan tersebut tidak berimbas pada hak-hak Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu dikemukakan Ketua Komisi I DPRD Badung Wayan Suyasa, Rabu (10/7) kemarin. Politisi asal Penarungan, Mengwi ini mengatakan, rasionalisasi anggaran harus memilah kebutuhan yang mana perlu diprioritaskan. ‘’Kami mengerti kondisi keuangan Kabupaten Badung seperti apa, namun hak-hak ASN yang mestinya didapat diharapkan tak dipangkas,’’ katanya. Plt. Ketua DPD Golkar Badung itu mengaku mendengar ada sejumlah pegawai mulai gelisah terkait adanya rencana pemotongan pendapatan mereka. Hal ini perlu kajian lagi agar hal ini tidak terjadi.

kan upaya mitigasi secara fisik,” katanya saat ditemui di sela kegiatan gerakan nasional peduli mangrove, Selasa (9/7) lalu di Tanjung Benoa. Pihaknya mengilustrasikan, ketika terjadi gempa bumi yang berpotensi terhadap tsunami, dengan pesisir pantai Bali secara masif telah dilakukan penanaman mangrove dan tumbuh sebaran mangrove yang begitu lebat menutupi pesisir pantai di seluruh Bali tentu akan sangat membantu. Karena, jika terjadi tsunami yang diawali dengan gempa bumi, pihaknya berharap tutupan mangrove yang ada di pesisir pantai Bali itu akan paling tidak menghalangi kemudian mengurangi sampainya hantaman derasnya tsunami sampai ke darat. (edi)

Digilas Tronton Pengendara Motor Tewas

Mangupura (Bali Post) Pengendara sepeda motor I Gusti Ketut Sudana Jayakerta (62) tewas dengan kondisi kepala pecah di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk, tepatnya depan Holland Bakery, Sempidi, Badung, Rabu (10/7) kemarin. Sudana tewas setelah digilas ban belakang truk tronton. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Oka Bawa mengatakan, sekitar pukul 10.00 Wita truk tronton DK 9511 UM dikemudikan I Nyoman Wartanaya (68) beralamat di Dusun Pasar, Desa Pekutatan, Jembrana ini melaju dari arah utara. Sedangkan sepeda motor Honda Vario DK 4586 GAE dikendarai Sudana beralamat di Jalan Jalak Putih No. 2, Dajan Peken, Tabanan ini melaju dari arah sama. ‘’Mendekati tempat kejadian, sepeda motor dikendarai Sudana berada di posisi sebelah kiri bagian belakang truk,’’ ujarnya. Saat itu diduga Sudana kehilangan kendali akhirnya terpeleset, lalu jatuh dan terbentur roda belakang kiri truk. Selanjutnya kepala Sudana digilas ban truk tronton tersebut. ‘’Saking beratnya beban truk itu, helm yang dikenakan Sudana pecah. Korban dibawa ke RSUD Mangusada, Kapal,’’ ujar Oka Bawa. Setelah menerima laporan kejadian tersebut, anggota Unitlaka Satlantas Polres Badung langsung ke lokasi kejadian. Selanjutnya polisi melakukan olah TKP dan memeriksa saksisaksi. (kmb36)

‘’Kami juga menyarankan Pemerintah Kabupaten Badung merasionalisasi pemberian hibah hingga keluar daerah. Lebih baik tata kelola keuangan kita dulu di internal, sehingga pegawai tidak menjadi korban,’’ ujarnya. Menurutnya, sejumlah potensi juga perlu dipikirkan untuk menambah pendapatan lain selain di sektor pariwisata. ‘’Untuk masalah raisonalisasi ini kami perlu kaji lagi dan bahas dengan Tim Anggaran Kabupaten Badung. Sebab, pendapatan kita naik dari tahun lalu, kalau dilihat dari data Banpenda Badung,’’ terang politisi asal Desa Penarungan ini. Anggota DPRD Badung Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra berharap ada sumber pendapatan baru yang bisa digarap pemerintah dalam rangka mendokrak pendapatan. Salah satunya dengan membuka usaha jasa servis mobil atau bengkel mobil yang bisa dikomandoi oleh perusahan daerah (Perumda). ‘’Sebagai seorang politisi yang juga

Jelang Galungan

Pemkab Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

Bali Post/kmb27

PASAR - Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta bersama Kadiskop UKM dan Perdagangan I Ketut Karpiana mengunjungi pasar murah di sebelah timur jaba Pura Lingga Bhuana, Rabu (10/7) kemarin.

Mangupura (Bali Post) Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Badung mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang hari raya Galungan. Pihaknya melakukan langkah preventif dengan menggelar pasar murah dengan melibatkan 38 pedagang. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Badung I Ketut Karpiana mengatakan, pemerintah mempunyai kewajiban untuk mengambil langkah-langkah preventif. Hal ini untuk mengantisipasi agar harga tidak mengalami kenaikan, salah satunya dengan mengadakan pasar murah. “Bulan Juli ini umat Hindu akan merayakan hari Galungan dan Kuningan. Seperti biasa menjelang hari raya semua bahan kebutuhan pokok dan kebutuhan hari raya pasti meningkat yang menyebabkan daya beli masyarakat menjadi berkurang. Karena itu, kita antisipasi dengan menggelar pasar murah,” ungkap Karpiana, Rabu (10/7) kemarin. Menurutnya, pelaksanaan pasar murah ini bekerja sama dengan perangkat daerah terkait, seperti Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Pangan, Bulog, UKM, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan para pelaku usaha perdagangan dengan komoditi bahan pokok dan bahan penting yang lainnya, serta organisasi kewanitaan di Badung. “Saya meminta kepada Tim Pen-

Matangkan Rencana Pembangunan Stadion Mengwi

PIP Badung Kunker ke Pemprov Sumsel PEMERINTAH Kabupaten Badung berencana merenovasi GOR Mengwi menjadi stadion bertaraf nasional. Guna mematangkan rencana tersebut, Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Badung melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (10/7) kemarin. Rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa diterima Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Turut mendampingi Wabup Suiasa, Asisten Pemerintahan dan Kesra IBA Yoga Segara, Kepala Dinas PUPR I.B. Surya

berkecimpung sebagai pengusaha, saya melihat peluang tersebut sangat berpotensi untuk dikembangkan. Bagaimana tidak, Pemerintah Kabupaten Badung memiliki ribuan kendaraan dinas yang tentunya membutuhkan jasa servis dan lainnya,’’ jelasnya. Pemerintah sebagai pemilik kendaraan dapat mewajibkan semua kendaraan dinas diservis di bengkel milik pemerintah itu. ‘’Jadi bengkel tersebut telah memiliki pasar yang pasti. Perputaran uang pemerintah pun tidak akan jatuh ke pihak lain,’’ pungkasnya. Selain mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi pemerintah, bengkel juga akan mampu menyerap tenaga kerja khususnya dari lulusan SMK otomotif. Bila perlu diberikan pelatihan terlebih dulu, sehingga mekaniknya benar-benar profesional. ‘’Jadi bisa membuka lapangan pekerjaan dan menjadi sumber pendapatan bagi Badung,’’ pungkasnya. (kmb27)

Suamba, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, sejumlah pimpinan OPD terkait serta awak media. Dari Pempov Sumsel mendampingi Gubernur, Asisten I Akhmad Najib, Kadisdikpora Ahmad Yusuf, Kaperkim Basyarudin, Kabiro Humas Protokol Iwan Gunawan, Dirut Jakabaring Sport City (JSC) Meina Paloh, Dir. Marketing JSC Bambang Supriyanto dan staf Khusus Gubernur. Wabup Suiasa menjelaskan, Badung saat ini tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) pembangunan stadion bertaraf nasional se-

bagai sport center yang secara fisik akan dikerjakan tahun 2020. “Kami belum memiliki stadion yang memenuhi standar nasional untuk mengembangkan sektor olahraga dengan baik,” ujarnya. Mantan Wakil Ketua DPRD Badung tersebut mengungkapkan, melalui pembangunan Stadion Mengwi tersebut Badung akan memaduserasikan olahraga dengan sektor pariwisata. Apalagi Badung memiliki sektor pariwisata yang besar. “Banyak klub-klub yang berminat untuk bisa bermain di Bali. Maka dari itu, kami mencoba mengembangkan sport tourism,” ungkapnya.

Pihaknya berencana mengkonsepkan stadion di atas 50 hektar lahan. Stadion tersebut tidak hanya sebagai fasilitas olahraga kepada masyarakat, namun juga akan dibawa ke segi ekonomisnya. “Kami kesini ingin meminta petunjuk dan informasi sebagai referensi pembangunan Stadion Mengwi nantinya,” katanya. Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, Jakabaring Sport City merupakan kawasan reklamasi. Kawasan tersebut awalnya merupakan rawa yang dihuni buaya. Kawasan tersebut seluas 350 hektar. Pembangunan 1988, tahun 2004

kawasan tersebut mulai berkembang. “Jakabaring memiliki venue yang lengkap. Kami bercita-citanya menjadikan Jakabaring sebagai sport science. Saya sudah bicara ke Kemenpora. Pusat ingin menjadikan ini menjadi sekolah olahraga,” terangnya. (ad422)

PIP - Wabup Badung Ketut Suiasa diterima Gubernur Sumsel Herman Deru saat kunjungan PIP Kabupaten Badung ke Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (10/7) kemarin.

gendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi,” katanya. Langkah-langkah yang dapat ditempuh, kata Karpiana, adalah meningkatkan produksi pangan, menerapkan teknologi produksi pangan, memantau kecukupan stok pangan, mengawasi dan memantau distribusi pangan, memonitoring harga kebutuhan pokok dan barang strategis, menyelenggarakan pasar murah rutin dan berkala, melakukan koordinasi dengan TPID Pusat, Provinsi dan kabupaten kota. “Selain itu harus melakukan operasi pasar kebutuhan pokok dan barang strategis,” ucapnya. Kabid Perdagangan Ketut Gede Suwedharma menyebutkan pasar murah adalah untuk membantu masyarakat mendapatkan harga yang lebih murah dari harga di pasar. Selain itu, untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sarana upacara keagamaan dalam rangka menyambut hari suci Galungan dan Kuningan. “Pelaksanaan pasar murah ini dilaksanakan selama tiga hari mulai dari hari Rabu sampai dengan jumat, tanggal 10-12 Juli 2019, mulai dari pukul 07.30 sampai pukul 17.00 Wita. Adapun tempatnya di sebelah timur jaba Pura Lingga Bhuana Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala,” pungkasnya. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

RS Unud Raih Akreditasi Paripurna Bintang Lima dari KARS RUMAH Sakit Universitas Udayana (RS Unud) lulus tingkat Paripurna Bintang Lima dalam proses akreditasi yang dilakukan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), beberapa waktu yang lalu. Sertifikat diserahkan Sekretaris KARS kepada Direktur RS Unud, di Jakarta, Selasa (9/7) lalu. Direktur RS Unud Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra, Sp.S(K). menyampaikan RS Unud mendapat izin operasional dan diresmikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada 29 September 2018. Saat itu RS Unud mendapat status tipe C dan untuk bekerja sama dengan BPJS sesuai dengan ketentuan harus terakreditasi, dan persyaratan untuk mengikuti akreditasi rumah sakit harus beroperasional selama satu tahun atau sekurangkurangnya enam bulan. Dalam proses menuju akreditasi dimaksud, banyak standar operasional prosedur (SOP) yang harus dirampungkan RS Unud, sampai pada tahapan kunjungan tim dari KARS datang melaksanakan survei pada Juni lalu untuk mencocokkan data yang dikirim dengan kondisi di lapangan hingga akhirnya RS Unud meraih status lulus tingkat Paripurna Bintang Lima. Dengan lokasi yang strategis, visi, komitmen yang sangat tinggi dari pemilik yakni Unud, dokumen pendukung yang sesuai dengan kondisi di lapangan serta tenaga muda yang bertugas mengantarkan meraih akreditasi paripurna. Dengan meraih status terakreditasi tersebut, RS Unud mulai bersiap bekerja sama dengan BPJS dan sudah berbenah dalam menyiapkan fasilitas untuk menerima pasien serta persiapan tim IT untuk sistem online BPJS. Saat ini, kerja sama tersebut sedang berproses diajukan ke BPJS. ‘’Kesuksesan ini diraih berkat kerja keras dan semangat staf dan karyawan rumah sakit serta dukungan penuh dari pimpinan universitas dan Dekan Fakultas

AKREDITASI - Direktur RS Unud Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra, Sp.S(K). saat menyerahkan sertifikat akreditasi kepada Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). Kedokteran,’’ ungkap Purwa Samatra. Sementara itu, Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). sangat bersyukur atas raihan yang dicapai RS Unud. Hal ini akan memberikan kesempatan dan peluang bagi pengembangan RS Unud lebih lanjut. Sebab, dengan ini bisa bekerja sama dengan BPJS. Dengan demikian RS Unud bisa melayani pasien, khususnya yang berada di wilayah Badung Selatan dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Dengan memperoleh status terakreditasi juga bisa dikembangkan lebih lanjut ke rumah sakit pendidikan satelit, di mana Unud memiliki program studi kesehatan seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan dan Ners yang bisa melakukan proses pendidikan dan pembelajarannya melalui RS Unud. Rektor Prof. Raka Sudewi juga memberikan apresiasi kepada se-

mua pihak yang telah berkontribusi terhadap capaian akreditasi ini, khususnya Pemkab Badung yang telah memberikan perhatian berupa bantuan dan dukungan. Kerja sama yang terjalin dengan baik dengan Pemkab Badung ini diharapkan dapat terus berlanjut, sehingga RS Unud bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Badung. Ke depan akan ditingkatkan secara bertahap dari tipe C menjadi tipe B, dan kemudian tipe A, menunggu kebijakan khusus tentang RS pendidikan dari kementerian terkait. Mengingat Unud memiliki SDM dan fasilitas yang memadai untuk mewujudkan visinya sebagai RS pendidikan. Rektor berharap capaian akreditasi ini dapat segera ditindaklanjuti dengan bekerja sama dengan BPJS, sehingga dapat menerima pasien dan juga memberikan kesempatan kepada anak didik Unud untuk memberikan pelayanan di bidang kesehatan. (ad417)

547 Kasus Baru HIV/AIDS Terbanyak Usia 20-29 Tahun

Denpasar (Bali Post) Setiap tahunnya, kasus baru HIV/AIDS selalu ditemukan seiring dengan semakin terjangkaunya layanan kesehatan utamanya dalam hal pemeriksaan HIV. Hingga Maret 2019, tercatat 547 kasus baru HIV/ AIDS, di mana dari kasus tersebut 157 bersatus AIDS dan 390 berstatus HIV. Dengan adanya tambahan 547 kasus baru di tahun 2019, maka total akumulasi kasus HIV/AIDS di Bali sejak tahun 1987 menjadi 21.108 kasus, dengan 12.678 HIV dan 8.340 AIDS. Dari total kasus ini, terbanyak ditemukan pada rentang usia 20 hingga 29 tahun sebanyak 7.980 kasus atau 38 persen. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, tren penemuan kasus HIV/AIDS saat ini dari segi faktor usia mulai bergeser ke usia lebih muda. Jika dulu masih dominasi oleh usia 30-39 tahun, kini sudah mulai bergeser ke usia 20-29 tahun. Untuk rentang usia 30 hingga 39 tahun sendiri menduduki peringkat kedua dari segi faktor usia yaitu sebanyak 7.348 kasus atau 35 persen. Menurut Suarjaya, mulai bergesernya kasus HIV/ AIDS ke kelompok usia lebih muda karena penularan pada usia dewasa (30-39 tahun ke atas) saat ini mulai menurun dan melandai grafiknya. Penurunan penularan kasus pada usia dewasa ini karena adanya program pencegahan masif yang dilakukan pemerintah maupun lembaga lainnya, mulai dari sosialisasi di masyarakat populasi kunci, pembagian kondom di wilayah risiko tinggi, testing HIV baik pada ibu hamil, pasien infeksi menular seksual, pasien TB, warga binaan permasyarakatan maupun penawaran tes pada pasien yang dicurigai. Sementara mengenai kenaikan kasus pada usia yang lebih muda, dalam hal ini rentang usia 20-29 tahun, Suarjaya mengatakan fenomena ini tidak hanya terjadi di Bali, tetapi seluruh Indonesia bahkan internasional. Hal ini dikarenakan fenomena penularan HIV yang ditemukan pada remaja mengalami peningkatan. Di sisi lain, program pencegahan penularan HIV ke remaja masih berkembang. Selain itu, juga adanya hambatan testing pada remaja di bawah umur, di mana agar bisa melakukan testing ini berdasarkan UU Perlindungan anak harus ditemani orangtua/wali, sehingga infeksi HIV yang seharusnya bisa dideteksi saat remaja baru ketahuan saat usia 20-29 tahun. Untuk bisa menekan angka infeksi pada remaja ini, kata Suarjaya, Bali sedang mengembangkan program dengan nama Lolipop Linkage of Quality Care for Young Key Population. Program ini berpusat pada petugas kesehatan, di mana petugas dilatih untuk

dr. Ketut Suarjaya

Kamis Paing, 11 Juli 2019

Melalui Pelaksanaan Uji Kompetensi

PPLP Dhyana Pura Wujudkan Komitmen Guna Menghasilkan Lulusan Berdaya Saing di Dunia Kerja PUSAT Pendidikan dan Latihan Pariwisata Dhyana Pura yang dikenal dengan PPLP Dhyana Pura mempunyai visi menjadi LPK unggulan dalam bidang pariwisata dan perhotelan yang menghasilkan lulusan sesuai dengan standar ASEAN tahun 2020. PPLP Dhyana Pura yang berdiri sejak tahun 1987 ini memiliki program pendidikan dan latihan 1-3 tahun, antara lain Front Office, House Keeping, Food & Beverage Service, Food Production, Akomodasi Perhotelan, Public Relation & Secretary, Kapal Pesiar, Usaha Perjalanan Wisata, Butler Service, Manajemen Akomodasi Perhotelan dan Manajemen Food & Beverage. Salah satu bagian dari proses pendidikan dan latihan yang diberikan kepada mahasiswa PPLP Dhyana Pura adalah menyelenggarakan uji kompetensi bagi seluruh mahasiswa yang akan menyelesaikan program studinya di tahun 2019. Ini merupakan wujud dari komitmen PPLP Dhyana Pura untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang pariwisata dan perhotelan dengan membekali lulusannya melalui pemberian sertifikat kompetensi, di samping sertifikat kelulusan. Uji kompetensi tahun ini dibagi menjadi dua gelombang. Untuk gelombang pertama dilaksanakan mulai 10-15 Juli 2019. Uji kompetensi ini dilaksanakan di kampus PPLP Dhyana Pura oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang independen, sehingga proses penilaian akan lebih terbuka, transparan dan akuntabel. PPLP Dhyana Pura menggandeng LSP Undhira sebagai pelaksana uji kompetensi pada tahun ini. Jumlah mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi pada gelombang pertama sebanyak 300 orang yang terdiri dari Front Office 26 orang, House Keeping 37 orang, F&B Service 97 orang dan F&B Product 140 orang. Untuk tahun ini, diperkirakan sebanyak 500 mahasiswa yang akan mengikuti uji kompetensi. Uji kompetensi ini dibuka Direktur PPLP Dhyana Pura Gilbert Nainggolan, S.S., M.M dan dihadiri Putu Steven Eka Putra, S.T., M.Par. selaku Direktur LSP

Undhira. Dalam kesempatan ini Direktur LSP Undhira menyampaikan uji kompetensi sangat penting karena persaingan tenaga kerja di era pasar bebas sekarang ini sangat kompetitif. Jadi harus disiasati sehingga nanti kita tidak menjadi pengangguran dan penonton di negeri sendiri. Bahkan bisa menggapai peluang kerja sampai ke luar negeri. Sementara itu, Direktur PPLP menyampaikan uji kompetensi tidak hanya keharusan tetapi juga merupakan sebuah kebutuhan. Di mana sertifikat uji kompetensi merupakan suplemen tambahan dalam mencari pekerjaan. Karena sertifikat uji kompetensi menyatakan lulusan dari PPLP Dhyana Pura sudah kompeten pada bidangnya. Melalui uji kompetensi ini mahasiswa akan mendapatkan sertifikat yang artinya mereka memiliki kompetensi sama ketika mereka akan bekerja di dalam maupun luar negeri, khususnya wilayah ASEAN. Pada uji kompetensi tahun ini digunakan skema sertifikat level 3 sesuai dengan kurikulum standar ASEAN, sehingga diharapkan semua mahasiswa yang mengikuti

ini adalah kompeten sesuai dengan bidang ilmu dan keahliannya. PPLP Dhyana Pura selalu mencetak lulusan yang memiliki daya saing, baik nasional maupun internasional dan profesional dalam mengisi setiap peluang kerja yang ada. Ini dibuktikan dengan para lulusannya yang sudah terserap di dunia kerja, namun hal ini tidak menjadikan PPLP Dhyana Pura berpuas diri dan akan terus melakukan inovasi baik dalam fasilitas maupun metode-metode pembelajaran. Melalui uji kompetensi ini mahasiswa akan dinilai apakah sudah betul-betul memahami apa yang telah diajarkan. Setelah mengikuti uji kompetensi diharapkan lulusan PPLP Dhyana Pura sudah memiliki kemampuan dan pengetahuan sesuai dengan tuntutan dunia industri perhotelan. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan PPLP Dhyana Pura akan benar-benar menjadi wadah bagi semua mahasiswa untuk membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih cita-cita dan masa depannya yang lebih baik. Hal ini merupakan perwujudan dari motto PPLP Dhyana Pura yaitu ‘’Bridging a Better Future’’. (ad424)

Ranperda Ketenagakerjaan Muat Lima Standar Hidup Sejahtera

Bali Post/dok

membuka komunikasi untuk remaja, berbicara sebagai teman, tidak menghakimi dan membaca kebutuhan remaja terkait masalah kesehatannya. ‘’Petugas kesehatan jika menghadapi remaja tidak hanya melihat keluhannya saja. Contohnya, saat remaja yang mengeluh sakit kepala tidak hanya memberikan obat sakit kepala, tetapi menanyakan bagaimana kondisi rumahnya, bagaimana pendidikan, pola makan dan olahraga, aktivitas hobi, hubungan dengan teman sebaya, bagaimana penggunaan obat-obatannya, bagaimana aktivitas seksual, serta adakah terbersit ide hendak bunuh diri, mendeteksi adanya depresi kesehatan dan mental serta lainnya,’’ jelas Suarjaya dan menambahkan, jika dalam pemeriksaan secara menyeluruh ini ada yang dicurigai atau potensi ke arah adanya infeksi HIV, maka melakukan pendekatan untuk dilakukan tes HIV. Menurut Suarjaya, dari segi layanan, saat ini seluruh puskesmas yang ada di Bali di masing-masing kabupaten/kota sudah bisa melakukan tes HIV atau memiliki layanan VCT. Diharapkan dengan adanya layanan VCT di setiap puskesmas ini akan lebih memudahkan pasien dengan faktor risiko untuk melakukan pemeriksaan, sehingga lebih cepat terdeteksi dan lebih cepat menjalani pengobatan. (kmb24)

Denpasar (Bali Post) Nilai-nilai kearifan lokal Bali, terutama konsep Tri Hita Karana, turut diakomodir dalam Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Hal itu tampak pada pengaturan tentang penambahan indikator keagamaan, sosial budaya, dan lingkungan dalam sistem pengupahan, pengaturan pekerja kontrak, dan sistem outsourcing. ‘’Penambahan indikator keagamaan, sosial budaya dan lingkungan mencerminkan nilainilai keadilan dan kemanusiaan masyarakat Bali secara sekala dan niskala,’’ ujar anggota Pansus Ranperda Ketenagakerjaan I Wayan Sutena saat membacakan tanggapan dewan terhadap pendapat kepala daerah terkait ranperda tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Rabu (10/7) kemarin. Sebelumnya, lanjut Sutena, Gubernur telah menyampaikan pendapat terkait materi muatan kearifan lokal tersebut. Hal itu dapat diakomodir sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan sesuai dengan materi muatan yang diatur dalam ranperda. Nantinya, keberadaan ranperda ketenagakerjaan juga menjadi wujud implementasi terhadap nilai-nilai kearifan lokal Bali tentang kebutuhan manusia dalam konsep Hindu Bali. ‘’Pemenuhan kebutuhan biologis (sandang, pangan, dan papan), sosiologis (pendidikan dan kebudayaan), dan filosofis (agama) tersebut dalam konsep budaya Bali yang berlandaskan ajaran Hindu dirumuskan dalam lima standar hidup sejahtera

I Wayan Sutena 5W,’’ jelas politisi PDI-P ini. Menurut Sutena, 5W yang dimaksud adalah wareg, waras, wastra, wisma, dan wasita. Wareg berarti dapat memenuhi kebutuhan pangan sesuai dengan kebutuhan fisiknya akan gizi. Waras adalah mampu memenuhi kebutuhan kesehatan fisik maupun nonfisik. Wastra yakni mampu memenuhi kebutuhan dalam bidang sandang secara wajar. Wisma adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan papan atau perumahan yang sehat dan wajar. Kemudian, wasita berarti mampu memenuhi kebutuhan bidang pendidikan dan seni budaya. Di sisi lain, Dewan juga sepakat dengan Gubernur agar perusahaan wajib mengutamakan tenaga kerja lokal untuk dapat bekerja di perusahaan serta berperan aktif dalam upaya pengembangan keterampilan tenaga kerja lokal.

Begitu juga soal perusahaan yang dapat mempekerjakan tenaga kerja asing berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu. Namun, perjanjian kerja itu tidak dapat diperpanjang apabila jabatan tersebut mampu diisi oleh tenaga kerja lokal. ‘’Kami juga sepakat untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan melalui peningkatan dan perluasan sarana hubungan industrial pada seluruh perusahaan yang ada di Bali dengan harus mengikuti pengawasan dan perlindungan yang lebih intensif terhadap hak-hak dasar pekerja,’’ imbuhnya seraya mengatakan, hak-hak dasar pekerja antara lain berkaitan dengan hubungan kerja, pengupahan, jaminan sosial, dan aspek-aspek kesejahteraan pekerja untuk menjamin kelangsungan usaha perusahaan. (kmb32)

Osteoarthritis, Ancaman Kesehatan bagi Lansia SETIAP orang ingin hidup sehat tanpa harus mengalami keterbatasan dalam beraktivitas. Aktivitas yang dilakukan seringkali melibatkan anggota gerak tubuh. Nyeri sendi lutut merupakan salah satu keluhan masyarakat yang dapat menyebabkan keterbatasan seseorang dalam melakukan aktivitas terutama bagi kalangan lansia. Salah satu keluhan nyeri sendi lutut yang dialami lansia adalah osteoarthritis (OA) atau yang popular dalam masyarakat adalah rematik. Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang berkaitan dengan kerusakan tulang rawan sendi yang menurun seiring waktu dan bukan merupakan suatu proses peradangan. Faktor risiko yang memengaruhi kejadian OA

meliputi umur, jenis kelamin, etnis/ras, genetik, kegemukan, kepadatan tulang, hormonal dan penyakit reumatik kronik lainnya. Adapun faktor mekanik yang memengaruhi antara lain meliputi trauma, bentuk sendi, penggunaan sendi yang berlebihan oleh karena pekerjaan/aktivitas dan kurang gerak. Mekanisme ini dapat dengan mudah terjadi karena lutut merupakan sendi penyangga berat badan, sehingga tulang rawan pada daerah tersebut mudah mengalami kerusakan akibat berbagai kelainan seperti trauma, beban sendi yang abnormal karena berat badan berlebih, usia tua yang memengaruhi perubahan komposisi, struktur dan kemampuan sendi yang semakin menurun. Tulang rawan sendi terdiri dari

komponen yang disebut matriks ekstra seluler yang tersusun atas kolagen dan proteoglikan yang berfungsi sebagai peredam tekanan dan memudahkan pergerakan sendi. Dalam keadaan normal pembentukan dan penggunaan dari komponen ini berjalan dalam keadaan seimbang, namun pada OA keseimbangan ini terganggu sehingga terbentuk komponen dengan kualitas yang tidak baik. Keluhan yang sering ditemukan pada OA meliputi nyeri lutut, kaku sendi kurang dari 30 menit, terjadi krepitasi (bunyi gemeretak), nyeri tekan pada tulang, pembengkakan tulang yang mana kejadian ini sering terjadi pada usia >50th dan apabila kita melakukan pemeriksaan pada X-ray lutut akan ditemukan bone

spur. Hal utama yang dapat kita lakukan untuk mencegah kerusakan sendi lutut yaitu dengan mencegah terjadinya trauma, penggunaan sendi lutut yang tidak berlebihan dan mencapai berat badan ideal. Dengan berat badan ideal mampu menurunkan kejadian OA karena 70 persen beban berat badan ditanggung oleh sendi lutut. Obat-obatan pada penyakit OA hanya berfungsi mengurangi gejala nyeri pada sendi bukan menghilangkan proses kerusakan pada sendi lutut. Tindakan operasi dapat dilakukan pada penderita OA yang berat dengan tujuan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi pada sendi. l dr. Ni Made Putri Lastiana

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Bali Post/ist


DAERAH

Kamis Paing, 11 Juli 2019

5

Mencuri, Warga Kenya Dituntut 18 Bulan

Denpasar (Bali Post) Wanita asal Kenya, terdakwa Eunice Anyango Akoki (29), Rabu (10/7) kemarin dituntut pidana penjara setahun enam bulan atau 18 bulan. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian. Terdakwa dijerat Pasal 362 KUHP. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui penerjemahnya melakukan pembelaan secara lisan yang pada intinya memohon keringanan hukuman. Namun jaksa menyatakan tetap pada tuntutan. Dalam sidang yang dipimpin hakim Ketut Kimiarsa, jaksa dari Kejari Badung itu menyatakan wanita yang tinggal sementara di Apartemen Pondok Gaya Studio, Jalan Merpati, Denpasar Selatan itu mencuri barang milik Jag Juleus Reader asal Australia. Sebelumnya jaksa mengatakan, pada 26 Maret 2019 lalu, Eunice Anyango Akoki di kamar Hotel Amadea Resort & Villas di Seminyak mengambil barang milik korban. Yakni jam, uang tunai pecahan 50 dolar sebanyak

dua lembar, hingga total Rp 42 juta. Peristiwa itu dengan mudah dilakukan karena terdakwa sebelumnya berkenalan dengan korban di sebuah restoran di Seminyak. Keduanya kemudian ke hotel untuk melanjutkan obrolan mereka. Bahkan mereka sempat menenggak minuman beralkohol di dekat kolam renang hotel tersebut. Korban merasa pusing kepalanya sehingga dia kembali ke kamarnya untuk tidur. Jelang dini hari sekitar pukul 02.30 Wita, korban tersadar dan Eunice Anyango Akoki sudah tidak ada di kamarnya. Barang dan uang korban juga hilang. Yakni jam yang dipakai di tangan raib. Kaca mata hilang. Uang Rp 10 juta raib, dan uang dolar 1.300 juga lenyap. Total kerugian yang diderita korban mencapai Rp 42 juta. Korban bergegas melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kuta. Terdakwa asal Kenya pun ditangkap. Dalam perkara ini, terdakwa dijerat Pasal 362 KUHP. (kmb37)

Curi Motor, Nofy Didor Gianyar (Bali Post) Nofikyansah alias Nofy harus menerima timah panas dari Tim Opsnal Polsek Ubud. Tindakan itu dilakukan lantaran pelaku berusia 27 tahun asal Nusa Tenggara Barat ini berupaya kabur saat proses penangkapan, Rabu (10/7) kemarin. Pelaku ditangkap karena nekat melakukan aksi pencurian sepeda motor di sebuah restoran di Jalan Dewi Sita, Ubud, Kamis (4/7) lalu. Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana membenarkan adanya aksi pencurian tersebut. Dikatakan, usai proses penangkapan, pelaku dengan luka tembak pada kaki kanannya itu sudah dibawa ke Mapolsek Ubud. “Sekarang pelaku sudah ditahan di sel Polsek Ubud,” kata pewira melati satu di pundak ini, seizin Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo. Nuryana menerangkan, aksi pencurian itu dilakukan pelaku pada Kamis (4/7) lalu sekitar pukul 23.30 Wita. Saat itu korban I Wayan Ari Santika hendak pulang dari salah satu restoran di Jalan Dewi Sita, Ubud. Saat tiba di tempat parkir, pemuda asal Desa Seronggo, Gianyar itu terkejut karena sepeda motor Honda Vario DK 8438 LR miliknya telah hilang. “Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian Rp 18 juta,” jelasnya. Korban sempat melakukan pencarian sepeda motor warna hitam itu, namun tidak membuahkan hasil. Kala itu korban sempat menduga sepeda motornya dipinjam temannya, sebab saat itu sepeda motor tersebut ditinggalkan dengan kunci nyantol, sehingga kejadian ini baru dilaporkan pada Selasa (9/7). “Mungkin begitu, dikira ada teman yang ambil sehingga setelah beberapa hari baru dilapor-

kan,” katanya. Selanjutnya, Tim Opsnal Polsek Ubud di bawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Ubud Iptu I Dewa Made Pramantara, S.H. bersama dengan Panit Buser Ubud Ipda Jaya Wijaya menerima informasi terduga pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan nopol N 1192 NR. “Hasil penyelidikan, diketahui pelaku berada di seputaran Sesetan, Denpasar. Saat dilakukan penyisiran, ditemukan sepeda motor Vario yang hilang sesuai dengan milik korban,” katanya. Menurut Nuryana, polisi berupaya melakukan pengembangan lebih lanjut. Namun, saat porses itu Nofy malah berupaya kabur. Polisi lantas melakukan tindakan terukur untuk melumpuhkan pelaku, dengan menembak kaki kanan pelaku. “Pelaku ditembak pada kaki kanan, karena sempat berupaya kabur,” katanya. Hasil pengembangan kasus ini, polisi menemukan empat barang bukti sepeda motor. Yakni Vario 125 DK 8 4 3 8 LR milik korban I Wayan Ari Santika. Ditambah tiga sepeda motor lainnya yakni Vario 125 DK 5810 LC, Honda Scoopy DK 6084 FW dan sepeda motor X Ride DK 2778 KAA. “Pelaku masih kita periksa. Untuk kepemilikan tiga sepeda motor ini, kita cocokkan dengan sejumah laporan pencurian,” tegas Nuryana. Selain mengamankan Nofy, polisi juga menangkap Junaedi alias Ibeng selaku penadah sepeda motor curian. Namun, Nuryana menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman dari keterangan pelaku curanmor dan penadah ini. “Mereka kita kenakan pasal 362 KUHP dan 480 KUHP ancaman lima tahun,” ujarnya. (kmb35)

PADAMKAN API - Petugas Damkar Denpasar sedang memadamkan api di Jalan Ratna Gang Mawar, Dentim.

Bali Post/ist

Rumah Pensiunan PNS Terbakar Satu Luka Bakar

Denpasar (Bali Post) Warga Jalan Ratna Gang Mawar, Denpasar Timur (Dentim), Rabu (10/7) kemarin pukul 10.30 Wita panik karena rumah milik I Wayan Suka (75), pensiunan PNS, terbakar. Sebelum muncul kobaran api, tetangga korban mendengar empat kali suara ledakan diduga berasal dari tabung gas bocor. Istri korban, Nyoman Puji, mengalami luka bakar ringan pada bagian wajah, dan langsung dibawa ke RS Puri Raharja. Terkait kejadian itu, poli-

si telah memeriksa beberapa saksi. Dari keterangan korban, kata anggota Polresta Denpasar, saat kejadian dia tidur di kamar karena stroke. Korban mengetahui kejadian setelah diberitahukan oleh cucunya. Selanjutnya korban digendong keluar TKP oleh warga setempat. Korban tinggal di rumah itu bersama istri, Nyoman Puji, dua cucu, Kezia (11) dan Vedo (7). Sementara anak korban, Made Manu Santosa (42), dan istrinya, Sri Susanti (42), saat kejadian sedang bekerja. Se-

lain itu, Manu Santosa juga berjualan tabung epliji dan gudangnya di kamar sebelah utara rumah tersebut. Tetangga korban, Wayan Sukadana (42), menyampaikan saat kejadian dia berada di rumah. Selanjutnya Sukadana mendengar empat kali suara ledakan dan teriakan minta tolong. Saat Sukadana keluar rumah, dilihat rumah korban terbakar dan api berasal dari bangunan sebelah utara atau gudang penyimpanan tabung elpiji. Sementara Kezia menerangkan, dia terkejut me-

lihat api sudah besar dan langsung minta tolong kepada warga sekitar. Sebelum kejadian, Nyoman Puji sembahyang dan menaruh sarana dupa di palinggih Penunggun Karang yang berada di dekat gudang tabung elpiji. Akibat kejadian itu, rumah terdiri dari 5 kamar (kamar tidur 3, 1 ruang matanding dan 1 gudang penyimpanan tabung elpiji) ludes terbakar, termasuk palinggih Penunggun Karang. Barang lain yang terbakar, yaitu 12 tabung elpiji (1 tabung 12 kilogram dan 11 tabung

3 kilogram), barang elektronik, perlengkapan rumah tangga, satu sepeda gayung, perhiasan emas, serta surat penting lainnya. ‘’Terkait kejadian ini, PMK BPBD Denpasar mengerahkan tujuh mobil pemadam. Api dapat dipadamkan pukul 11.30 Wita,’’ ujarnya. Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Terkait kerugiannya, Kompol Karang menegaskan masih didata oleh keluarga korban. (kmb36)

Tahun Depan, Koster akan Buat Pergub PPDB

Denpasar (Bali Post) -

Gubernur Bali Wayan Koster menuding Permendikbud No. 51 Tahun 2018 sebagai biang kerok kisruhnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya di SMA/SMK. Sampai-sampai terbit Surat Edaran (SE) Gubernur No. 422.1/36200/BPTEKDIK/ DISDIK yang sejatinya bertentangan dengan Permendikbud. Tahun depan, Koster bahkan siap membuat pergub terkait PPDB. ‘’Sumber masalah di Permendikbud. Maka tahun yang akan datang, saya akan menerbitkan peraturan gubernur tersendiri. Tidak akan sepenuhnya mengikuti peraturan menteri karena peraturan itu menurut saya betul-betul menimbulkan masalah,’’ ujarnya dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Rabu (10/7) kemarin. Menurut Koster, Permendikbud tidak saja mengorbankan hak calon peserta didik, tetapi juga mengganggu sistem penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan. Terutama dalam konteks untuk membangun mutu pendidikan. Ketua DPD PDI-P Bali ini mengaku baru tahu bahwa PPDB tahun ini 90 persen memakai zonasi dan tanpa mempertimbangkan nilai ujian nasional. ‘’Jadi, siapa yang paling dekat dia duluan. Orang yang nilainya paling buruk pun, dia jadi masuk. Ada jauhan sedikit, pintar, nilainya jauh lebih bagus, tidak bisa daftar. Itu akan mematikan sekolah yang memiliki sistem mutu yang baik,’’ jelasnya. Koster menilai hal terse-

but sebagai sebuah kesalahan untuk kondisi real saat ini. Ditambah lagi, pelayanan pendidikan di masingmasing daerah di Indonesia tidak sama. Baik dari segi kapasitas maupun kualitas pelayanannya. Di Bali saja belum semua kecamatan memiliki SMA/SMK negeri, bahkan sekolah swasta juga belum tentu ada. Kalau hanya berdasarkan radius, maka calon peserta didik di kecamatan yang tidak memiliki sekolah jelas tidak akan bisa tertampung. Mereka secara otomatis akan tersisih sejak awal. ‘’Jadi ini peraturan (Permendikbud 51 - red) betulbetul bikin blunder dan bikin malu karena sampai harus ditangani Presiden. Menurut saya yang pernah duduk di Komisi X DPRRI, ini adalah peraturan menteri yang gagal total. Tidak bisa menyelesaikan masalah, malah menimbulkan masalah,’’ paparnya. Koster menegaskan, peraturan gubernur tentang PPDB yang nanti disusun akan menjamin dan memastikan masyarakat terlayani dengan baik. Termasuk akan

Wayan Koster mempertimbangkan kapasitas wilayah dari segi zona maupun dari segi mutu. Namun untuk pendekatan wilayah, porsi zonasi 90 persen akan diturunkan karena disebut terlalu tinggi. Pihaknya meyakini tidak akan ada lagi protes jika calon peserta didik tidak diterima karena persoalan nilai. ‘’Ya saya kalah nilai, tidak akan ada yang ribut. Tapi kalau saya nilainya bagus, kalah sama yang nilainya lebih buruk karena jaraknya hanya sekian meter, ya… pasti ributlah,’’

imbuhnya. Koster juga berkomitmen tidak akan membedakan antara sekolah negeri dan swasta. Sebab, selama ini hanya sekolah negeri yang mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah. Padahal dalam UU Sisdiknas, sekolah negeri dan swasta harus disamakan. Oleh karena itu, sekolah swasta akan diberikan BOS daerah sesuai kebutuhan pada APBD Perubahan 2019. Dinas Pendidikan sudah mengusulkan anggaran sekitar Rp 23 mil-

Bali Post/dok

iar. ‘’Di Bali ini keliru sebelumnya hanya mengurusi sekolah negeri,’’ katanya. Terkait siswa yang masih tercecer dalam PPDB tahun ini, Koster menyebut sudah diselesaikan. Antara lain dengan menerapkan double shift, menambah ruang kelas, serta memaksimalkan ruang kelas yang sudah ada di sekolah. Misalnya, jumlah dalam satu rombongan belajar yang sebelumnya 36 bisa ditambah menjadi 40 atau memanfaatkan laboratorium yang nganggur sebagai kelas. (kmb32)

Warung Global

Pengurus Subak Diharapkan Mengatur Saat Air Berlimpah MUSIM kemarau yang cukup panjang membuat seribu hektar lahan pertanian di Selemadeg Timur, Tabanan, terancam kekeringan. Subak yang mengatur tata kelola air mengalami kesulitan pula lantaran debit air yang mengalir sangat kecil. Petani hanya menanami lahan mereka dengan tanaman palawija. Musim kemarau silih berganti dengan musim hujan tentu sudah biasa terjadi. Untuk itu, diharapkan selalu siap dengan kondisi apa pun. Demikian penyataan yang disampaikan beberapa kawan yang turut bergabung dalam acara dialog Interaktif Warung Global yang disiarkan langsung Radio Global 96,5 FM. Berikut rangkuman selengkapnya.

Bali Post/kmb35

CURANMOR - Pelaku curanmor Nofikyansah alias Nofy dengan luka tembak di kaki kanan saat diamankan di Mapolsek Ubud, Rabu (10/7) kemarin.

Jika sudah fenomena alam, mau bilang apa? Demikian Febri di Badung. Tuhan yang punya kuasa, kalau debit air mengecil, ini manusia yang punya ulah. Mau bilang apa lagi? Yang kasihan adalah petani yang sama sekali tak bisa menerima hasil perta-

nian mohon dibantu oleh pemerintah. Sementara Arya di Denpasar menyarankan agar pengurus subak benar-benar mengatur saat air berlimpah, ditampung di embung, antisipasi saat musim kemarau seperti saat ini. Lahan hijau

beralih fungsi karena komsumtif. Apalagi di Tabanan, ada Embung Telaga Tunjung, mestinya tak susah cari air. Kekeringan merugikan rakyat. Ini tugas pemerintah, dewan. Demikian dikatakan Gusti Guatama di Tampaksiring. Ia berharap jangan ada politisasi, petani jadi komoditas politik. Kalau petani nasibnya seperti ini, siapa yang peduli? Jangan sampai rakyat resah lantaran irigasi. Semua harus dicek, PDAM dicek, bagi air dengan petani harus cepat direspons ini. Petugas di lapangan banyak, masalah petani akan semakin sedikit. Pernah jadi petani di lahan transmigrasi, Suardana di Tabanan bertanya pernahkah petani dapat gaji ke-13. Pernahkah dapat uang lauk-

pauk seperti PNS? Di sinilah pemerintah hadir. Sudah risiko petani, air nomor satu. Minta bantuan ke pusat, buat bendungan. Musim kemarau dan musim hujan bergiliran. Apakah musim kemarau sebelumnya seperti ini juga? Demikian pertanyaan Werdha di Gianyar. Ada beberapa hal yang harus diselidiki. Sumber mata air sulit. Izin air kemasan distop di hulu. Beralih ke lahan pertanian kering yang menggunakan seminimal mungkin ini solusi jangka pendek. Stop alih fungsi lahan, menurutnya, hal ini solusi jangka panjang, daerah hulu, lestarikan dan jaga hutan lindung. Jangan pasrah. Restu di Tabanan menyampaikan perhatian pemerintah terhadap petani, khususnya

di Badung bagus. Tetapi di bawah bisa beda. Perumahan marak pakai sumur bor, ini sangat berpengaruh. Setuju Werdha, sumber mata air dijaga. Bantuan pemerintah untuk petani sudah bagus. Tekankan fungsi PPL, monitor di lapangan dan dioptimalkan. Masalah kekeringan, Budiada di Tabanan menyampaikan bahwa solusi harus dicarikan dengan kecanggihan teknologi. Bila ada Pemkab Tabanan menjual air ke daerah lain, sebaiknya distop saja, demikian Made Bimasena di Gianyar. Ketut Sunatha di Tegal Mengkeb, Tabanan juga menyampaikan bahwa di daerahnya banyak sawah yang kekeringan karena subak kekurangan air. (sikha)


OPINI

6

Kamis Paing, 11 Juli 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Cerdas Mengelola Persaingan pada Era Digital SEKARANG zaman milenial, era digital. Hampir semua perangkat teknologi sudah mengarah ke sana. Era digital 4.0 atau bahkan di beberapa negara sudah mengarah ke 5.0 tergantung kemajuan serta daya inovasi sumber daya manusianya. Saat ini, kita memang, katanya, sudah menuju era 4.0, semua era digitalisasi. Sejatinya, apakah memang sudah begitu? Di beberapa daerah, atau tempat di negeri ini barangkali sudah, tetapi itu sebagian kecil. Jangankan 4.0, 3.0 saja belum. Terlepas dari kemajuan teknologi itu, yang mau tidak mau mesti diterima kemudian diadaptasi, maka yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mengembangkan mindset kita. Visi sumber daya manusianya. Sudah benar-benar siap dan cocok apakah tidak. Siap atau tidak siap, katanya harus siap. Maka dari itu, siap itu mutlak perlu. Apakah itu cocok? Barangkali ini yang masih dipertimbangkan. Belum semua cocok. Ada hal-hal konkret yang perlu dipertanyakan. Sebab, mengarah ke era digital memang perlu biaya yang tidak murah. Bagaimana dampaknya kemudian? Akan ada dampak sosial ekonominya. Contoh saja soal pabrik. Bagaimana kemudian tenaga manusia dieliminasi oleh lengan-lengan robot yang akurasi serta presisinya sudah sedemikian canggih. Banyak kemudian terjadi pengangguran. Apakah ini cocok? Mungkin tidak, tetapi ini fakta. Banyak hal yang tidak mungkin menjadi mungkin oleh media komunikasi yang sedemikian canggih. Contoh kecil saja. Siapa mengira kalau mencari ojek sekarang begitu gampang? Dengan gadget di tangan serta aplikasi, hal itu sudah menjadi hal biasa. Mencari makanan, berbelanja, konsultasi ekonomi, hukum dan sebagainya. Banyak sekarang retail raksasa yang bertumbangan gara-gara bisnis online. Ini memang sudah kepastian zaman yang tidak terelakkan. Semua mesti beradaptasi, berubah, dan mengikuti alurnya. Kalau tidak akan tergilas dan binasa. Semua jenis usaha memang akan berubah platform-nya. Upaya ke digitalisasi mesti dilakukan. Bahkan, ini wajib dilakukan. Usaha yang berakar di daerah mesti mampu berbicara di tingkat global. Ini bukan masalah besar sepanjang dia punya produk kompetitif dan main dalam alur digital. Media sosial menjadi salah satu contoh bagaimana dahsyat dampak atau efek dari sebuah peristiwa. Yang sebenarnya lebih penting adalah bagaimana menumbuhkembangkan semangat untuk menemukan hal baru. Menjadi start-up kemudian menggulirkannya dengan bantuan teknologi. Semangat kreatif serta inovatif dalam membuat produk. Juga begitu dalam hal organisasi. Apakah itu komersial maupun nonkomersial. Sentuhan teknologi digital itu menjadi sebuah keharusan. Di samping membuat tugas menjadi lebih mudah, efektif dan efisien, tetapi juga ini akan menjadi sebuah pertanda bahwa sejatinya kita tidak bisa menolak kehadiran sebuah teknologi. Akan tetapi, mesti diingat juga, hal itu jangan justru membuat kita semakin jauh dari jati diri dan semangat sebagai orang Bali yang kental dengan nuansa agama dan budaya.

LPD pada Era Revolusi Industri 4.0 LEMBAGA Perkreditan Desa (LPD) telah berusia 34 tahun. Usia yang sudah dikatakan dewasa sehingga kematangan dan kedewasaan harusnya tercermin dari kualitas tata kelolanya. Pada usianya yang sekarang sudah banyak prestasi yang dicapai, salah satunya total aset yang dimiliki melampaui aset Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Ini artinya, masyarakat Bali lebih mempercayakan masalah keuangannya (dalam bentuk tabungan, deposito, dan pinjaman) kepada LPD daripada BPR. Di samping itu, LPD juga telah banyak berperan dalam mendukung dan mengajegkan budaya Bali, seperti adanya program ngaben massal, matatah massal dan sejenisnya. Kegiatan tersebut diinisiasi dan didanai oleh LPD, sehingga krama adat sangat merasakan kebermanfaatannya.

Oleh I Nengah Suarmanayasa

C

Perhatikan Keselamatan Tenaga Kerja

uaca buruk hanya menyisakan pohon yang berkualitas, mungkin statemen ini tepat ditujukan kepada LPD. LPD pernah merasakan perjuangan yang berat saat awal pendiriannya. Saat itu, bendesa sangat susah untuk mencari orang yang mau menjadi pengurus LPD. Mengapa susah, karena pada awal pendiriannya, krama adat tidak langsung percaya dengan keberadaan LPD sehingga pengurus harus bersusah payah meyakinkan krama agar mau berkontribusi baik menabung ataupun meminjam. Dalam proses tersebut, pengurus LPD benarbenar harus rela ngayah lahir batin karena memang tidak digaji. Berbeda dengan kondisi sekarang, ketika LPD sudah besar dan terlihat seksi, banyak pihak yang ingin menjadi bagian dari LPD. Kalau dulu, krama harus dipaksa menjadi pengurus, baru akhirnya rela mengabdikan dirinya (paksa rela), sekarang sangat berbeda. Krama dengan sukarela ingin menjadi pengurus LPD. Bahkan, di beberapa desa pakraman, persaingan saat perekrutan karyawan LPD kondisinya bisa hampir sama dengan proses CPNS. Misalnya, dibutuhkan satu orang karyawan, yang mendaftar bisa puluhan. Kira-kira apa motivasinya, apakah ingin mengabdi dan mengajegkan LPD atau ingin mendapatkan

Masih ingat kasus kebakaran pabrik perakitan korek gas di Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Jumat, 21 Juni 2019 lalu. Ada 30 orang tewas terpanggang api akibat kelalaian Manajemen PT Kiat Unggul. Perusahaan ini memiliki pabrik di tiga lokasi, kasus kebakaran pabrik rumahan itu potret kelam kondisi pekerja rumahan di Sumut. Perusahaan ini memproduksi macis skala besar, produksi sekitar 80.000 set per hari. Mereka bekerja dalam lingkungan berisiko tinggi tanpa standar keselamatan apa pun, upah sangat murah dan tidak ada jaminan sosial. Mereka harus menghidupkan macis setiap selesai dirakit lalu menyetelnya agar api tidak terlalu besar atau kecil. Kejadian nahas itu terjadi diakibatkan karena terjebaknya para pekerja dan anak-anak di dalam pabrik rumahan tersebut. Pintu depan pabrik terkunci dan jendela memakai terali besi, sehingga korban tak dapat menyelamatkan diri. Manajemen perusahaan, dari direktur utama, manajer operasional, hingga manajer personalianya ditetapkan sebagai tersangka dan terjerat pasal berlapis, karena kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal serta adanya pelanggaran ketenagakerjaan dan lingkungan. Ketiga pabrik tersebut terindikasi menghindari upah minimum, jaminan sosial pekerja, dan pengurusan izin. Belajar dari hal ini, kita yang bekerja di Bali khususnya industri pariwisata dan lokal industri lainnya, wajib segera memeriksa semua keadaan unsafe conditions (keadaan tidak aman) di semua ruangan yang digunakan oleh para pekerja ketika mereka menjalankan tugasnya sehari-hari, seperti setiap gedung wajib memiliki exit way (jalan keluar) dan jalur evakuasi sebagai antisipasi bila terjadi kejadian emergency (kebakaran, gempa bumi, kerusuhan dan lainnya). Tersedianya Fire Extinguisher (tabung pemadam) dan melakukan safety reharsal (latihan keselamatan) secara berkala, sehingga para pekerja selalu terlindungi dan siap siaga. Serta menentukan titik kumpul (assembly area) untuk keselamatan semua orang. Mari kita pastikan ruang kerja kita, aman dan layak untuk digunakan. Tunjuklah tim kecil di lingkungan perusahaan Anda sebagai safety officer yang secara rutin melakukan pengecekan dan mendata kondisi tidak aman, serta bertugas mengingatkan tentang safety awareness (kesadaran akan keselamatan) kepada seluruh karyawan dan manajemen. Adrid Indaryanto, S.H., M.M. Denpasar, Bali

SIAPA yang tidak mengenal Sutopo Purwo Nugroho. Memori semua peristiwa bencana akan selalu mengikutsertakannya. Setiap terjadi bencana, dialah wakil pemerintah yang pertama dan paling sering muncul di media. Posisinya adalah Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penjelasannya dikenal gamblang dan dedikasinya luar biasa. Sejak 2017, dia divonis kanker paru-paru stadium 4 dan harus sering kemoterapi. Sutopo sering keluar-masuk rumah sakit. Namun, dia tidak surut dan terus semangat melayani wartawan. Perjuangannya tidak padam hingga mengantarkannya ke Guangzhou, China untuk pengobatan. Namun Allah Yang Mahakuasa lebih menyayangi dan memanggilnya pada Minggu (7/7) dini hari. Kepergian Sutopo bertepatan dengan momentum berakhirnya tahun politik. JokowiMa’ruf telah ditetapkan sebagai calon pemimpin pemerintahan 2019-2024. Momentum ini dapat menguatkan daya tawar sektor manajemen kebencanaan sebagai prioritas dalam penyelenggaraan negara. Bencana alam sebagaimana dipaparkan di atas semakin kompleks ketika dikorelasikan dengan bencana sosial politik. Korupsi, kriminalitas, narkoba, dan bencana sosial lainnya setiap hari menjejali informasi media. Variasi bencana ini sejatinya saling berkaitan membentuk lingkaran setan. Bencana alam antropogenik dominan disebabkan bencana sosial. Misalnya dalam kasus banjir. Banjir sebagian besar disebabkan

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

kesejahteraan. Semoga jawabnya adalah pilihan yang pertama, sehingga LPD ke depan tetap eksis dan mampu bersaing dengan lembaga keuangan konvensioanl lainnya. Kompetensi 4C Kehadiran dan peran LPD sudah sangat dirasakan oleh masyarakat desa. Untuk itu, LPD harus terus berbenah dan memperbaiki diri sehingga kepercayaan masyarakat tetap dan terus meningkat. LPD sebagai lembaga keuangan tradisional yang berbasis adat harus mampu menjaga dan mempertahankan roh pendiriannya sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. LPD harus tetap ajeg dan tetap menjadi mitra strategis masyarakat desa. Terutama masyarakat yang tidak bankable. Agar bisa menjadi lembaga keuangan yang berkelanjutan, maka LPD mau tidak mau harus mengadopsi dan beradaptasi dengan kompetensi Revolusi Industri 4.0 yaitu 4 C (collaboration, creative, critical thinking, dan communication). Collaboration adalah sebuah sikap dan keberanian yang harus dimiliki oleh pengurus LPD. Sikap mau mendengarkan, duduk bersama dan mau bergandengan tangan dengan berbagai pihak demi kemajuan LPD. Misalnya, pengurus LPD harus bersinergi dan berkolaborasi dengan krama

adat setempat yang bekerja di sektor keuangan (seperti direktur BPR, auditor, pengurus koperasi, pegawai pajak, pegawai BPK dan sejenisnya). Mereka adalah warga yang juga ikut memiliki LPD sehingga punya harapan dan semangat yang sama untuk memajukan LPD. Pengurus LPD jangan alergi dengan warga yang memiliki kemampuan di bidang ekonomi maupun keuangan. Mereka bukan ancaman melainkan sebuah aset yang harus diajak berkolaborasi. Mereka bisa kita tempatkan atau posisikan sebagai dewan pengawas internal. Jika ini terjadi maka ini adalah implementasi dari prinsip ilmu manajemen yakni the right man on the right place. Penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat. Sikap creative dan kreativitas pengurus LPD mutlak diperlukan. Kreativitas bisa diterjemahkan dari hal-hal yang sederhana seperti tampilan lay out kantor. LPD bisa mengadopsi kantor bank umum. LPD bisa menggunakan jurus ATM (amati, tiru, modifikasi). LPD sudah harus mulai memikirkan fasilitas parkir, kebersihan halaman, dan keberadaan taman yang mencerminkan konsep go green dan go clean. Dalam hal desain brosur, sebisa mungkin dibuat dengan tampilan menarik sehingga mampu mencuri perhatian warga untuk mengenal lebih dekat tentang keberadaan LPD.

Kreativitas juga bisa ditunjukkan dalam hal penampilan karyawan. LPD adalah bidang usaha jasa sehingga penampilan karyawan memberikan andil besar dalam menunjang kesuksesan LPD. Penampilan yang elegan disertai dengan sikap (attitude) yang baik adalah sebuah keharusan jika LPD ingin tetap eksis. Terpenting adalah kreativitas dalam banyaknya ragam dan pilihan produk yang ditawarkan. Artinya, produk yang ditawarkan harus benar-benar yang dibutuhakn oleh masyarakat desa. Contohnya, jika di desa pakraman setempat banyak warga (anak muda) yang sedang kuliah atau punya cita-cita bekerja di kapal pesiar, LPD harus responsif dengan menyediakan kredit kapal pesiar. Ini adalah ide dan tindakan yang kreatif. Jika hal seperti ini terus dilakukan maka LPD benar-benar akan menjadi pilihan pertama dan utama bagi krama adat. Critical thinking atau berpikir kritis adalah kemampuan berpikir radiks atau mendalam yang menuntut pengurus LPD senantiasa peka dengan perkembangan sekitar. Kemampuan berpikir ini sangat membantu dalam menyelesaikan masalah atau dalam menghadapi tantangan masa depan yang kian dinamis. Untuk mendapatkan kemampuan ini, salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah pengurus LPD harus melanjutkan kuliah ke jenjang strata 1 maupun strata 2. Kepala LPD di Kabupaten Badung sudah banyak yang bergelar magister. Tidak heran jika lima besar kepemilikan aset LPD ada di Badung. Salah satunya adalah andil dari pengurus LPD yang memiliki kemampuan berpikir kritis. Kepala Badan Kerja Sama (BKS) LPD Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. adalah seorang Kepala LPD di Desa Telepud, Tegallalang, Gianyar. Dia bergelar magister. Dia adalah contoh Kepala LPD yang memiliki kemampuan berpikir

Sutopo dan Pesan Politik Kebencanaan Oleh Ribut Lupiyanto oleh perusakan lingkungan mulai hulu hingga hilir. Pembangunan terjadi tidak terkendali dan menurunkan daya dukung lingkungan. Kondisi ini semakin masif terjadi lantaran perselingkuhan antara pengusaha dengan oknum birokrat dan politisi. Indikasinya dapat dilihat dari kasus korupsi, pungutan liar perizinan, gratifikasi, dan lainnya. Kejahatan korporasi di bidang kehutanan mencapai ratusan triliun rupiah. Nilai ini akan semakin besar jika ditambah bidang industri, pertambangan, dan lainnya. Implikasinya ruang akan diperkosa tidak sesuai rencana. Fenomena pelanggaran tata ruang kadang juga menjadi dilema di tengah tuntutan peningkatan pendapatan daerah. Proses selanjutnya pascakerusakan lingkungan pasti terjadi bencana alam. Belum berhenti sampai di sini, dana penanganan bencana rawan dikorupsi. Setiap penanggulangan bencana melahirkan banyak proyek pembangunan infrastruktur baru. Lagi-lagi kerawanan korupsi mengintai mulai dari awal penganggaran hingga pembangunan. Korupsi ini menimbulkan kerawanan bencana kembali. Begini seterusnya potensi lingkaran setan kebencanaan terjadi di negeri ini. Komitmen Politik Isu penanggulangan menggema ketika bencana menghadang, tetapi menguap sesaat pascabencana. Semakin rumit ditambah

dengah karakter birokrasi yang tumpang tindih serta lemahnya koordinasi antarwilayah. Fenomena ini menuntut komitmen semua pihak untuk mengelola bencana secara terpadu dan kontinu. Pertama, keterpaduan antarbidang. Bencana yang membentuk lingkaran setan membutuhkan pendekatan lintas bidang. Penanggulangan bencana membutuhkan pendekatan bidang sosial, budaya, ekonomi, spiritual, politik, hukum, teknik, psikologis, dan lainnya secara komprehensif. Misalnya banjir tidak hanya membutuhkan teknik hidrologi, tetapi juga sosiologi, geografi, antropologi, hukum, politik, agama, dan lainnya. Kedua, keterpaduan antarpemangku kepentingan. Penyakit kepemimpinan bangsa ini salah satunya adalah ego sektoral, baik internal pemerintah maupun dengan pihak lain. Tumpang tindih, saling tuding, dan saling tunggu sering terjadi di sektor birokrasi. BNPB dan BPBD diharapkan dapat menjadi koordinator dalam harmonisasi antarelemen. Ketiga, keterpaduan antardaerah. Otonomi daerah salah satu kelemahannya adalah menumbuhkan sikap egoregional. Penanggulangan bencana ekologi membutuhkan koordinasi huluhilir lintas daerah administrasi. Dalam hal ini selain kedewasaan dan komitmen setiap pemimpin daerah juga dibutuhkan peran

struktur di atasnya. Keempat, keberlanjutan program penanggulangan bencana. Pascabencana selain sifatnya pemulihan juga penting diupayaka antisipasi agar bencana serupa tidak terjadi. Semua ini butuh anggaran dan payung hukum. Komitmen pemimpin daerah dan legislator dibutuhkan untuk mendukungnya. Rencana strategis penanggulangan bencana penting disusun dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. RTRW, RPJP, dan RPJM juga mesti diarahkan berbasis pengurangan risiko bencana. Hal yang paling penting adalah monitoring dan evaluasi pelaksanaannya. Kelima, penegakan hukum khususnya korupsi. Pelaku korupsi terkait pencemaran dan perusakan lingkungan dapat dituntut berdasarkan pasal 98 KUHAP dengan meminta uang pengganti atas kerugian negara yang diakibatkan. Penegakan hukum dilakukan melalui pemberlakuan sistem pertanggungjawaban korporasi. Jangan sampai tahun politik justru menjadi pintu terjadinya bencana yang lebih besar dan kompleks di waktu mendatang. Masyarakat mesti kritis mengawal kepemimpinan ke depan agar berkualitas dan berintegritas demi berkurangnya risiko bencana lima tahun mendatang. Pembuktian awal adalah penunjukan pengganti dan pengisian posisi strategis lainnya di bidang kebencanaan dengan personel yang sekualitas Sutopo.

kritis, sehingga LPD yang dipimpinnya terus mengalami peningkatan. Karena kemampuan itu pula, dia dipercaya sebagai Ketua BKS untuk kedua kalinya. Pengurus LPD harus berani mencontohnya. Kemampuan ini wajib dimiliki oleh pengurus LPD jika tidak mau tergilas oleh kemajuan zaman. Kualitas komunikasi (communication) kepala dan pengurus LPD wajib ditingkatkan. Banyak pengurus atau kasir yang tidak memedulikan kemampuan ini. Mereka beranggapan bahwa krama desa adalah pemilik sehingga tidak perlu dilayani dengan cara khusus (spesial). Pengurus harus ingat, di samping sebagai pemilik, krama desa adalah pelanggan atau customer yang punya hak prerogatif untuk memilih produk atau layanan yang mampu memuaskan keinginannya. Dalam dunia layanan, kemampuan komunikasi adalah kunci penting untuk bisa menggaet atau mempertahankan pelanggan atau nasabah. LPD harus meniru gaya komunikasi bank-bank umum. Bank umum berani mengeluarkan uang banyak untuk melatih karyawannya agar memiliki communication skill yang baik. Diakui atau tidak pengurus LPD masih belum memberi perhatian serius terhadap skill ini. Pengurus masih berkutat meningkatkan skill administrasi dan akuntansi seperti pembuatan laporan kauangan. Dengan kompetensi 4 C yang dimiliki, diharapkan kinerja LPD semakin baik sehingga peran dan kontribusinya semakin bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat desa. Sebagai anak muda yang sudah merasakan kebermanfaatan LPD, maka penulis berharap, semoga LPD mampu mempertahankan roh pendiriannya serta siap bersaing pada era Revolusi Industri 4.0. Penulis, dosen Fakultas Ekonomi Undiksha, Singaraja

POJOK Kapolda Bali berterima kasih pada krama Bali atas kepercayaannya pada polisi. - Suksma jenderal Bali aman. *** Wujudkan pariwisata berkelanjutan, 2020 Pemprov programkan ’’Suksma Bali’’. - Kembalikan Bali pada Bali. *** Semrawut, Desa Adat Kuta akan tertibkan pedagang di pantai. - Kembalikan Kuta untuk Bali.

Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN ’’Pamedek’’ Padati Pujawali Pura Ulun Danu Beratan

7

Kamis Paing, 11 Juli 2019

Tabanan (Bali Post) Ribuan pamedek dari berbagai daerah memadati areal Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (9/7) atau bertepatan Anggara Kliwon Julungwangi. Mereka datang ngaturang bhakti serangkaian upacara pujawali ageng yang digelar di pura setempat. Meski demikian pada hari-hari tertentu seperti purnama, tilem dan hari raya besar Hindu lainnya, banyak warga Hindu yang datang melakukan persembahyangan bersama, termasuk juga menjadi tujuan upacara melasti dan nyegara gunung. Terkait piodalan/pujawali ageng, Penguger Pura Ulun Danu Beratan I Putu Suma Artha mengatakan rangkaian upacara pujawali telah dimulai sejak awal bulan atau tepatnya tanggal 2 Juli 2019 yakni pengalah sasih dan negtegang yang dilakukan oleh pangayah dari prajuru gebog pesatak Pura Ulun Danu Beratan. Dilanjutkan pada tanggal 6 Juli dengan upacara pakeling pujawali, mendak pakuluh dan ngias. Sementara untuk upacara macaru dan masucian dilaksanakan

pada Soma Wage atau tanggal 8 Juli, dan selanjutnya puncak piodalan atau pujawali ageng dilaksanakan Anggara Kliwon Julungwangi atau Selasa (9/7), diawali dengan upacara piodalan di masing-masing lawa. Usai puncak piodalan atau pujawali selanjutnya akan dilakukan upacara nganyarin selama tiga hari, dan akan di-sineb pada Sukra Pon, Jumat (12/7). ‘’Pujawali ini selain sebagai kewajiban pangemong juga memiliki tujuan agar tercipta kehidupan yang keharmonisan, sejahtera bagi masyarakat ataupun umat sedharma,’’ ucapnya. Dikatakannya, Pura Ulun Danu Beratan ini di-empon oleh 800 KK dari 4 desa satakan atau gebog satak, yang terdiri 15 desa pakraman dan tiga klian desa ngarep. Dan selaku panganceng dari Puri Gede Marga. Pura Ulun Danu Beratan di Bedugul ini juga menjadi salah satu objek wisata paling populer di Bali, terletak di Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturuti, Kabupaten Tabanan. Selain sebagai wisata sejarah, bisa menikmati wisata alam dan juga wisata air danau. (kmb28)

Bali Post/bit

PUJAWALI - Rangkaian prosesi piodalan/pujawali ageng di Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan.

Buka 24 Jam

Disperindag Peringati Toko Modern

Tabanan (Bali Post) Operasional 24 jam yang diberlakukan toko swalayan atau toko modern berjaringan di Kabupaten Tabanan, ternyata belum seizin pemerintah setempat. Sebab, dari penelusuran tim Disperindag hampir semua toko modern belum mengantongi izin operasional 24 jam. Terkait hal itu, Disperindag telah memberikan surat peringatan kepada pelaku usaha, dan meminta segera mengurus izin tersebut. Lantaran izin 24 jam tersebut berkaitan dengan faktor keamanan. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan Ni Wayan Primayani seizin Kepala

Disperindag Tabanan I Gusti Arya Wardana menerangkan, dari hasil pantauan memang toko modern yang buka 24 jam selama ini belum bisa menunjukkan izin operasional 24 jamnya. Di mana, dari data jumlah toko swalayan di Kabupaten Tabanan tercatat sebanyak 134 lokasi. Hanya untuk berapa jumlah toko yang buka 24 jam, memang belum dilakukan pendataan. Terkait izin 24 jam, lanjut Prima, wajib dikantongi toko modern/swalayan yang memang beroperasional sampai dengan 24 jam. Aturannya, pusat perbelanjaan atau swalayan dibatasi buka hingga pukul 22.00 Wita, kecuali Sabtu dan Minggu hingga pukul 23.00 Wita, jadi untuk

buka melampaui itu harus memiliki izin khusus. ‘’Sudah diberi peringatan untuk segera mengurus izin operasional 24 jam. Dan untuk izin ada di Dinas Perizinan karena satu pintu, tidak ada di Disperindag,’’ ucapnya. Sementara itu, dari hasil penelusuran di Dinas Perijinan Tabanan, diketahui jika sampai saat ini memang belum ada pengusaha yang mengajukan permohonan buka usaha selama 24 jam. ‘’Untuk di Tabanan belum mengeluarkan izin 24 jam, aturan tetap di Disperindag yang mengatur, kalau dulu tercantum dalam izin HOnya, tapi sekadar buka usaha siang atau malam hari,’’ terang sumber. (kmb28)


BULELENG

8

Kamis Paing, 11 Juli 2019

Dokumen Penanganan Danau Buyan-Tamblingan Disempurnakan

Singaraja (Bali Post) –

Setelah ditetapkan sebagai danau prioritas dua nasional, penyusunan program penanganan kerusakan dan pengelolaan kawasan Danau Buyan-Tamblingan terus disempurnakan. Ini karena, setelah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait penanganan lingkungan di kawasan “Danau Kembar” Buleleng itu programnya masih umum. Program penanganan kerusakan kawasan belum disusun secara detail. Kesepakatan menyusun detail program itu terungkap dalam rapat koordinasi yang digelar Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali-Nusa Tenggara, belum lama ini. Rapat ini

juga dihadiri Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ariston Pamungkas bersama perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lain. Ariston Pamungkas mencontohkan penanganan tutu-

pan genangan permukaan air danau oleh eceng gondok dan semak liar lain yang disusun dalam program penanganan melalui sistem pertanian organik. Dalam dokumen belum ada tindak lanjut pertanian organik

tersebut melalui program yang akan dilakukan para pihak. Selain itu, terkait penanganan pendangkalan kedalaman danau akibat endapan sedimentasi yang dihanyutkan dari lereng hutan atau kawasan pertanian warga di sekitar danau. Dalam dokumen yang disajikan P3E juga belum ada tindak lanjut program dan sebelum melaksanakan program itu memerlukan kajian teknis.

Terkait tugas Pemkab Buleleng melalui Dinas Pertanian (Distan), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perikanan (Diskan) sendiri masih perlu disusun oleh tim kecil yang akan dibentuk. “Rapat ini mengoordinasikan dokumen P3E dalam penanganan dan pengelolaan kawasan Buyan-Tamblingan. Kesimpulan dokumen masih disempurnakan dan terma-

suk tugas kita akan disusun terperinci dan akan dibentuk tim kecil yang kemudian merangkum program dengan mendetail,” katanya. Ariston menambahkan, program P3E ini nantinya akan diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta. Sebelum program itu difinalisasi, pemerintah daerah masih melakukan penyesuaian program agar

mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) termasuk menunggu hasil revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Begitu disetujui oleh para pengambil kebijakan, itu artinya para pihak sudah memiliki tugas masing-masing dan wajib melaksanakan programnya, sehingga penanganan kerusakan danau dan pengelolaan mulai dijalankan,” jelasnya. (kmb38)

Perda Tanggung Jawab Sosial Belum Miliki Perbup Singaraja (Bali Post) – Peraturan Daerah (Perda) No. 7 Tahun 2017 tentang Tanggung Jawab Sosial telah diundangkan. Perda inisiatif DPRD Buleleng ini mendasari kebijakan pemerintah daerah menghimpun dan mengelola bantuan pihak ketiga dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Namun, eksekutif rupanya belum menyusun peraturan bupati (perbup) yang mengatur pelaksanaan perda tersebut. Akibatnya, potensi pemerintah menghimpun CSR belum optimal. Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng Putu Karuna, Rabu (10/7) kemarin, membenarkan Perda Tanggung Jawab Sosial belum

dilengkapi perbup. Pasalnya, sejak pembahasan sampai disahkan, belum ditetapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mana yang ditugaskan mengoordinir pelaksanaan perda tersebut. “Setelah disahkan, kami bingung karena tidak ada OPD yang bertangung jawab melaksanakan perda ini. Tapi sekarang sudah ditunjuk sebagai pelaksananya ada di Bappeda-Litbang,” katanya. Setelah menerima tugas sebagai pelaksana perda, Bappeda-Litbang sedang mempersiapkan penyusunan perbup. Regulasi turunan ini diperlukan karena akan mengatur teknis pelaksanaan perda di lapangan. Dia men-

contohkan, perbup nantinya mengatur tata cara penghimpunan CSR dari pihak ketiga kepada pemerintah. Selain itu, perbup juga menjadi panduan pemerintah menuangkan kebijakannya memanfaatkan CSR yang telah dihimpun. “Bappeda-Litbang sedang menyiapkan perbup, sehingga penghimpunan dan penyaluran segala betuk CSR dari pihak ketiga dapat dipertangungjawabkan dengan transparan,” jelasnya. Di sisi lain, birokrat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini menambahkan, partisipasi perusahaan yang menanamkan modalnya di Buleleng bisa dibilang tinggi.

Ini dibuktikan dengan dukungan pihak ketiga telah menyetorkan sisa keuntungan investasinya dan juga menyumbang dalam bentuk barang atau peralatan untuk bidang tertentu. Sebagai wujud pertanggungjawaban pemerintah, sehingga perbup pelaksanaan Perda tentang CSR ini perlu disusun. Selain itu, pemerintah daerah melalui kebijakannya terus mengoptimalkan penghimpunan CSR yang diperlukan mendukung pembangunan di daerah. “Potensi CSR sudah ada dan agar itu dikelola dengan baik dan dipertangungjawabkan, makanya perbup ini sangat diperlukan untuk segera disusun,” jelasnya. (kmb38)

SBMPTN 2019

Undiksha Terima 1.295 Mahasiswa Baru 100 Persen Gunakan Nilai UTBK HASIL Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 diumumkan 9 Juli lalu. Dari 4.970 pelamar Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) menerima 1.295 calon mahasiswa. Menariknya, Fakultas Kedokteran yang dibuka 2018 lalu “memikat” lulusan SMA di Bali dan luar daerah untuk mendaftar kuliah di Undiksha. Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., Rabu (10/7) kemarin mengatakan, pelamar SBMPTN tidak hanya berasal dari wilayah Bali, tetapi juga berbagai daerah di Indonesia. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pergu-

ruan tinggi dengan delapan fakultas ini tergolong besar. Undiksha menjadi salah satu dari 61 perguruan tinggi di Indonesia yang menggunakan seratus persen nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk menentukan kelulusan calon mahasiswanya. Setelah pengumuman, peserta bisa melakukan pendaftaran melalui laman http//daftarkembali.undiksha.ac.id. “Peminatnya cukup banyak, kami apresiasi atas keinginan masyarakat untuk bisa menempuh pendidikan di Undiksha,” katanya. Menurut Prof. Jampel, pada seleksi nasional itu, terjadi persaingan ketat pada sejumlah program studi (prodi) seperti Kedokteran, Biologi, Pendidikan Matema-

SBMPTN UNDIKSHA - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Undiksha beberapa waktu lalu. Ujian ini adalah tahapan dalam SBMPTN tahun 2019.

tika, Akuntansi, Pendidikan Kimia, Matematika, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Pendidikan Biologi dan Manajemen. Khusus untuk Fakultas Kedokteran, peminat tercatat 675 orang. Namun, kuota penerimaan hanya 20 orang. “Nilai tertinggi juga ada di Kedokteran. Ini cukup banyak yang meminati,” tegasnya. Prof. Jampel menambahkan, sebagai lembaga yang berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Undiksha juga mendapat alokasi Bidikmisi dari pusat. Tahun ini, 668 orang mahasiswa yang dicover lewat alokasi Bidikmisi. Khusus pada SBMPTN, terdapat 445 pelamar. Sementara alokasinya 234 orang. “Kami juga menawarkan beasiswa lain dan menawarkan biaya pendidikan yang merakyat, yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Selain SBMPTN, Undiksha juga masih membuka penerimaan mahasiswa melalui Seleksi Masuk Bersama Jalur Mandiri Computer Based Testing (SMBJM-CBT) sampai 13 Juli 2019. Jalur ini untuk program D-3 dan S-1. Sebelumnya juga sudah belangsung seleksi melalui penelusuran minat dan bakat. Kuota keseluruhan jalur ini sekitar seribu orang. “Ini juga ada beasiswa bidikmisinya. Kuota sekitar 67 orang. Semua jalur ada Bidikmisi.

Termasuk pada SNMPTN dan jalur mandiri penelurusan minat bakat yang seleksinya sudah selesai,” katanya. Di tengah pertumbuhan angka mahasiswa baru, Undiksha terus melakukan terobosan meningkatkan kualitas lulusannya. Ini sesuai Peraturan Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No. 54 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Program Diploma Dalam Sistem Terbuka Pada Perguruan Tinggi. Mengacu regulasi itu, Undiksha meningkatkan grade prodi D-3 menjadi D-4. Upaya ini dilakukan pada D-3 Kebidanan, Bahasa Inggris, Akuntansi, Analis Kimia, Budi Daya Kelautan, Manajemen Informatika, Teknik Elektronika, Desain Komunikasi Visual, dan Perhotelan. Prodi ini sendiri telah terakreditasi B. “Kalau mahasiswa yang awalnya memilih untuk menempuh D-4, namun bisa menyelesaikan studi tiga tahun, ia tidak masuk drop out. Tetapi kelulusannya diberikan jenjang D-3. Demikian juga jika hanya bisa mengikuti dua tahun, diberikan D-2. Kecuali untuk Prodi Kebidanan, memiliki aturan baku, tetap harus D-3 atau D-4,” jelasnya. Terobosan yang dilakukan tidak sebatas itu. Direncanakan pula ada pembentukan fakultas vokasi atau sains terapan dan membuka kelas eksekutif untuk program studi prospektif. (ad420)

Bali Post/kmb38

DANAU BUYAN – Kawasan Danau Buyan dan Tamblingan ditetapkan sebagai danau prioritas dua nasional. Sekarang mulai disusun program penanganan kerusakan dan pengelolaan melalui kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.


Kamis Paing, 11 Juli 2019

GIANYAR

9

Jelang ”Madiksa”

Agung Bharata Temui Gus Gaga

Bali Post/nik

BERKUNJUNG - Mantan Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata saat berkunjung ke kediaman Gus Gaga, Selasa (9/10) malam.

PANGLINGSIR Puri Gianyar A.A. Gde Agung Bharata yang juga mantan Bupati Gianyar ini akan menggelar upacara diksa. Upacara dwijati ini akan berlangsung di areal Puri Gianyar yang bertepatan dengan Purnama Kasa, Selasa (16/7) mendatang. Sebelum upacara itu, Agung Bharata melakukan pertemuan dengan mantan Sekda Gianyar I.B. Gaga Adi Saputra. Ditemui di kediamannya, Rabu (10/7) kemarin, Agung Bharata mengaku memilih jalan madiksa murni kebulatan tekadnya. Dengan madiksa, ia ingin lebih fokus mendoakan keharmonisan alam beserta isinya. “Alasannya itu rahasia Tuhan, dan juga rahasia pribadi saya. Tapi, tekad saya ingin mendoakan alam supaya

baik,” ujarnya. Agung Bharata mengaku menjadi sulinggih hanya untuk menyucikan diri saja. Namun untuk sementara ia tidak akan muput. Saat madiksa nanti, ia diberi gelar Ida Bagawan Blebar Gianyar. “Itu atas petunjuk dari Nabe saya dari Geria Siangan,” ungkapnya. Sebelum melaksanakan upacara diksa, Agung Bharata ingin menjalin hubungan harmonis dengan siapa pun, termasuk Gus Gaga yang kini diketahui lolos sebagai anggota DPRD Gianyar periode 2019-2024 itu. “Saya ingin baik dengan siapa saja,” tegasnya. Keinginan itu pun akhirnya terwujud dengan pertemuan antara kedua belah pihak yang terselenggara atas perantara seorang guru Perisai Diri.

Pertamuan itu terselenggara di kediaman Gus Gaga, yakni Geria Kawan Wanaprasta, Gianyar, Selasa (9/7) malam. “Ini pertama kali pertemuan kami setelah sekian lama,” ujarnya. Dalam pertemuan itu, Agung Bharata disambut keluarga besar Gus Gaga. “Respons Gus Gaga dan keluarganya baik. Ini momen yang baik bagi saya, ini sangat menggembirakan dan sejarah bagi diri saya,” katanya. Menurut Agung Bharata, pertemuan itu untuk menjalin keharmonisan menjelang upacara yang akan berlangsung pada 16 Juli mendatang. Ia memastikan akan mengundang Gus Gaga beserta keluarga besar dalam upacara itu. “Pasti saya undang. Semoga mereka

berkenan hadir menyaksikan,” katanya. Ditemui terpisah, Gus Gaga menceritakan pertemuan dengan Agung Bharata memang terjadi atas perantara guru Perisai Diri. Dikatakan, awalnya ada seorang utusan Agung Bharata yang datang ke kediamannya, Jumat (5/7) lalu. “ Dia (utusan - red) ini menyampaikan tujuan kedatangan untuk menyampaikan keinginan Agung Bharata untuk bertemu dengan saya. Ya, saya bilang saya welcome,” ujarnya. Akhirnya pertemuan terjadi antara kedua belah pihak pada kediaman guru Perisai Diri tersebut di Denpasar, Minggu (7/7) lalu. Diakui, itu pertemuan pertama kali setelah sekian lama, terlebih pascapemecatan Gus Gaga

sebagai Sekda Gianyar dan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Saat itu, guru memberikan pencerahan. Suasana pun cair karena saya memang welcome,” katanya. Usai pertemuan itu, keesokan harinya seorang utusan kembali datang menyampaikan niat Agung Bharata datang ke kediaman Gus Gaga. Hingga pertemuan Agung Bharata dengan Gus Gaga beserta keluarga besar terjadi pada Selasa (9/7) malam. “Kedatangan beliau ke rumah kami patut kami terima dengan tulus. Sebab, beliau selain sebagai keturunan Raja Gianyar yang memiliki ikatan historis dengan Geria Kawan, lebih-lebih beliau saat ini adalah sebagai calon Sadaka (Begawan - red),” katanya. (nik)

Pertanggungjawaban APBD 2018

Tiga Fraksi Soroti Temuan BPK Gianyar (Bali Post) -

Tiga fraksi di DPRD Gianyar yakni Fraksi Demokrat, Golkar dan Gerindra kompak mempertanyakan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI Perwakilan Bali. Temuan tersebut berupa hasil pemeriksaan BPK atas sistem pengendalian intern pada Pemkab Gianyar tahun anggaran 2018. Temuan itu diungkapkan langsung dalam pandangan umum fraksi saat rapat paripurna, Selasa (9/7). Sekretaris Fraksi Golkar Gusti Anom Masta mengungkapkan, empat temuan itu meliputi penatausahaan aset tetap pemerintah belum memadai, terdapat peralatan

dan mesin yang tidak dilengkapi dengan bukti kepemilikan. “Ada pinjam pakai berupa aset daerah belum dibuatkan berita acara pinjam pakai. Hal tersebut dapat

berisiko hilang atau disalahgunakannya aset tersebut,” ujarnya. Selanjutnya ada temuan belanja tenaga jasa tenaga kerja non pegawai atau

BNNK Gianyar Gelar Rakor dengan Mengundang Anggota Ubud Hotel Association

RAKOR - Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti-Narkoba di Dunia Usaha/Swasta yang digelar BNNK Gianyar di The Evitel Resort Ubud, Rabu (10/7) kemarin. BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BBNK) Gianyar melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberdayaan Masyarakat AntiNarkoba di Dunia Usaha/ Swasta di The Evitel Resort Ubud, Rabu (10/7) kemarin. Kegiatan rakor ini menghadirkan 30 orang manajer hotel yang ada di Ubud yang tergabung dalam Ubud Hotel Association. Dalam kegiatan ini sebagai narasumber adalah Kasi P2M BNNK Gianyar I Gede Dirgantara, S.H., M.M. dengan materi yang

disampaiakn tentang perm a sa la han narkoba dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi tentang permasalahan narkoba yang terjadi di Indonesia oleh Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. Kondisi Indonesia yang semakin rawan permasalahan narkoba dan dalam kondisi darurat narkoba menjadi topik yang dibawakan oleh Kepala BNNK Gianyar. Dalam kesempatan tersebut disampaikan, penanganan masalah narkoba henda-

knya dilakukan oleh semua pihak karena tentunya BNN tidak akan mampu menanganinya tanpa didukung oleh stakeholders yang lain. Para stakeholder diimbau menghilangkan ego sektoral dan harus bahu-membahu di dalam pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Indonesia, karena hal tersebut merupakan masalah bangsa yang harus dihadapi bersama-sama. Disampaikan juga dengan semakin maraknya narkoba jenis baru atau New Psicoactive Substance (NPS) yang terus merambah dan banyak yang belum diatur dalam undang-undang. Pemateri ketiga diisi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata A.A. Istri Dwi Hari Hidayati, S.STP., M.M. dengan tema ‘’Anti-Narkoba pada Industri Pariwisata’’. Acara ini berlangsung sangat menarik dan mendapat sambutan yang antusias dari para peserta. Ke depannya para peserta yang diundang akan segera menyampaikan hasil dari kegiatan ini kepada manajemen tempat mereka bekerja dan akan melaksanakan action langsung di lingkungan kerjanya masing-masing, sehingga apa yang menjadi outcome kegiatan rapat ini bisa segera terwujud. (bns1)

Tenaga Harian Lepas (THL) yang dianggarkan dan direalisasikan pada belanja barang dan jasa seharusnya dianggarkan pada belanja pegawai. “Realisasi belanja pegawai disajikan lebih rendah sebesar Rp 95,79 miliar lebih,” jelasnya. Temuan ketiga terkait hasil pemeriksaan BPK, masih ditemukan kesalahan penganggaran belanja barang dan jasa yang seha-

rusnya dianggarkan pada belanja modal. Sehingga realisasi belanja barang dan jasa disajikan lebih tinggi sebesar Rp 86,78 miliar. “Begitu juga sebaliknya, kesalahan penganggaran belanja modal yang seharusnya dianggarkan pada belanja barang dan jasa sehingga realisasi belanja modal disajikan lebih tinggi sebesar Rp 9,01 miliar lebih,” katanya.

Anggota Fraksi Demokrat I Ketut Karda menyoroti temuan BPK terkait 13 pemohon atau penerima dana hibah yang lebih dari sekali. Hal ini terjadi berulang pada tahun anggaran 2018. “Itu senilai Rp 1,6 miliar lebih dan berturut-turut sekitar 61 penerima hibah yang sama dengan nilai Rp 4,6 miliar. Kami minta ini ditindaklanjuti,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris

Fraksi Gerinda Ida Bagus Nyoman Rai meminta agar dilakukan pembenahan. Apalagi kelemahan terjadi setiap tahun, terutama dalam penatausahaan barang dan aset milik daerah. Ia juga meminta pemerintah serius mencari solusi atas masalah tersebut. “Masalahnya harus dicarikan jalan atau solusi tindak lanjut, sebagaimana rekomendasi BPK-RI Perwakilan Bali,” katanya. (kmb35)

Bupati Mahayastra Pimpin Apel Peringatan Hari Bhayangkara Ke-73 TINGKAT kepercayaan publik terhadap institusi Polri dalam memelihara keamanan terus meningkat. Hal tersebut ditunjukkan oleh berbagai survei yang diselenggarakan lembaga-lembaga survei yang kredibel. Polri menjadi salah satu lembaga yang dipercaya publik setelah KPK dan TNI. Hal ini tertuang dalam amanat Presiden RI yang dibacakan oleh Bupati Gianyar Made Mahayastra selaku Inspektur pada upacara Peringatan ke73 Hari Bhayangkara Tahun 2019 di Kabupaten Gianyar di Lapangan Astina Gianyar, Rabu (10/7) kemarin. Kerja keras dan pengabdian Polri telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik. Polri telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan pemerintah yaitu Asian Games, Asian Para Games serta IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Tidak hanya itu, Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu 2019, sehingga terselenggara dengan damai, aman dan demokratis. Polri juga telah mengungkap berbagai kejahatan. Salah satunya tindak pidana korupsi sepanjang tahun 2018, Polri telah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun dan berhasil mengungkap

PERINGATAN - Bupati Gianyar Made Mahayastra selaku Inspektur pada upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-73 Tahun 2019 di Kabupaten Gianyar di Lapangan Astina Gianyar, Rabu (10/7) kemarin. kerugian negara senilai Rp 2,9 triliun. Berbagai capaian tersebut, menurut Presiden RI Joko Widodo, agar tidak membuat institusi Polri cepat berpuas diri. Namun, sebaliknya menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. Apalagi ke depan tantangan yang dihadapi Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri akan semakin kompleks. Pada kesempatan Hari Bhayangkara ini, Presiden Jokowi dalam amanatnya memberikan beberapa instruksi kepada Polri sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas. Pertama, Polri harus terus

meningkatkan kualitas SDM guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Kedua, kedepankan strategi pemolisian proaktif dan tindakan humanis dalam mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Ketiga, terus tingkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah, cepat, secara konsisten dan berkelanjutan. Keempat, Polri harus meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum, guna mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan dan

berkeadilan. Serta yang terakhir harus perkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah serta masyarakat dalam memelihara keamanan dalam negeri. Turut hadir pada peringatan Hari Bhayangkara di Kabupaten Gianyar, Kapolres Gianyar AKBP Prianto Priyo Hutomo, S.IK., S.H., Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav. Asep Noer Rokhmat, S.E., M.M., Danyon Zipur 18/YKR Letkol Czi. Parlindungan Simanjuntak, S.Sos. M.Si., Wabup Gianyar A.A. Gde Mayun, Sekda Kabupaten Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya dan undangan terkait. (ad419)


JEMBRANA

10 Pascarenovasi, Kunjungan ke Perpustakaan Meningkat Negara (Bali Post) Tingkat kunjungan ke perpustakaan daerah Jembrana di Gedung Kesenian Bung Karno belakangan meningkat drastis. Kondisi ini terjadi pascarenovasi interior dan penataan perpustakaan. Minat masyarakat khususnya generasi milenial datang ke perpustakaan pun naik tajam. Sejak beberapa bulan ini penampilan interior dalam perpustakaan yang dulunya monoton kini berubah menjadi lebih berwarna dan nyaman.

“Sejak ruangan direnovasi, tingkat kunjungan naik signifikan. Bahkan lebih dari 100 persen dari hari-hari normal,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jembrana Ida Ayu Made Dharma Yanti Putra. Konsep yang diterapkan untuk desain interior memang sengaja dibuat menarik dan nyaman. Untuk mengimbangi itu, perpustakaan daerah juga menambah koleksi buku berbagai jenis. Dari data kunjungan, jumlah kedatangan orang ke

Bali Post/kmb26

RENOVASI - Salah satu sudut ruangan di Perpustakaan Daerah Jembrana yang belakangan ramai dikunjungi pengunjung setelah mengalami renovasi.

perpustakaan setiap harinya rata-raya hingga 100 orang. Sebelum perpustakaan direnovasi, kunjungan paling banyak 20 orang. Itupun maksimal kunjungan terbanyak pada hari libur. Tetapi belakangan pascarenovasi Januari lalu hampir setiap hari ada kunjungan ramai. Di antaranya ada yang meminjam buku, tetapi juga tak sedikit yang membaca di perpustakaan. Konsep penataan perpustakaan modern memang menjadi trik memacu orang terkhusus generasi milenial meningkatkan budaya literasi membaca dan menulis. Selain keperluan literasi, perpustakaan juga menyediakan fasilitas komputer lengkap dengan akses internet untuk pengunjung berselancar di dunia maya. Sejatinya meskipun dirancang modern tetapi bentuk interior ini menurutnya memiliki filosofi. Dua pilar besar yang seolah menyangga ruangan perpustakaan ini merupakan simbol pengetahuan bertumbuh dan berkembang tanpa batas. (kmb26)

Pembawa Senpi Divonis Delapan Bulan Penjara Negara (Bali Post) Terdakwa kepemilikan senjata api (senpi) pistol, Hariyanto (31), asal Dusun Onjur, Desa Sempolan, Kecamatan Solo, Jember, Jawa Timur divonis delapan bulan penjara. Putusan ini lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jembrana yang sebelumnya menuntut satu tahun dua bulan penjara. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Rabu (10/7) kemarin, majelis hakim dengan ketua Haryuning Respanti mempertimbangkan hal yang meringankan terpidana, di antaranya berkelakuan baik selama menjalani proses sidang maupun di Rutan Kelas IIB Negara. Dalam memberikan keterangan dalam sidang, terdakwa yang mengaku hendak menjual pistol Makarov buatan Rusia itu ke Bali, tidak bertele-tele maupun menghambat proses persidangan. Di samping itu, juga terdakwa mengakui kesalahannya. Dari pengakuan terdakwa, ia nekat membawa pistol tanpa izin lantaran terdesak biaya sekolah kedua anaknya. Anak yang pertama saat ini hendak masuk SD sedangkan yang kedua juga masuk TK. Hasil penjualan pistol itu rencananya untuk biaya sekolah anaknya tersebut. Tindakannya itu terendus petugas di Gilimanuk saat pemeriksaan rutin di Pos II, sehingga pelaku diamankan dan harus mempertanggungjawabkan tindakannnya. Sebelumnya, JPU Kejari Negara Gedion Ardana Reswari membacakan tuntutan, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Dengan tuntutan 1 tahun dua bulan penjara. Namun dari putusan hakim, terdakwa divonis delapan bulan penjara atau lebih ringan enam bulan. Dari pemeriksaan uji balitik, pistol yang dibawa terdakwa ini merupakan jenis Makarov buatan Rusia dengan kaliber 9mm. Pistol berwarna gelap ini memiliki enam galangan dengan lebar 3mm dan enam dataran dengan 1mm. Sedangkan putaran atau twist ke kanan. Pistol yang dibawa ini diketahui masih berfungsi baik tetapi belum pernah digunakan untuk menembak. Sementara terkait peluru maupun magazine yang turut dibawa terdakwa, merupakan peluru tajam berjaket dengan caliber 9x17 mm. (kmb26)

Bali Post/kmb26

DIVONIS – Terdakwa kepemilikan Senpi (rompi) yang diamankan saat masuk ke Bali divonis 8 bulan penjara.

Kamis Paing, 11 Juli 2019

Janji Pesangon Tak Kunjung Ditepati

Pensiunan Perusda Berharap Gubernur Turun Tangan

Negara (Bali Post) -

Hingga setengah tahun, para pensiunan karyawan Perusahaan Daerah (Perusda) yang berada di bawah Pemerintah Provinsi Bali di Unit Usaha Perkebunan Pulukan, Pekutatan tak kunjung mendapatkan pesangon. Meskipun mereka telah menerima surat keputusan (SK) per awal tahun ini dan dijanjikan akan segera dicairkan, namun hingga setengah tahun berjalan janji belum terealisasi. Para pensiunan meminta agar Gubernur Bali Wayan Koster segera turun tangan menyelesaikan masalah pensangon tersebut. Rata-rata para karyawan ini sudah mengabdi di perusahaan plat merah milik Provinsi Bali itu lebih dari 30 tahun. Namun, di akhir masa mereka sudah istirahat bekerja dan mengharapkan pensiun, tidak ada kejelasan. Salah seorang mantan karyawan, I Ketut Sudarma (55), Selasa (10/7) kemarin mengatakan, dari 7 karyawan yang pensiun di awal 2019 ini di Unit Perkebunan Pekutatan, semuanya belum menerima pesangon. Padahal sesuai SK yang diterima terkait besaran pesangon, tertera rincian nilai masingmasing karyawan. Termasuk dirinya yang terhitung telah 35 tahun mengabdi (dari tahun 1983), menerima pesangon Rp 49 juta. Sejak awal diberikan SK pensiun itu, ia sudah curiga karena tidak seperti tahuntahun sebelumnya. Dimana karyawan yang masuk masa pensiun dan menerima SK, langsung mendapatkan pesangon. “Karena itu saya minta SK dan rincian pesangon. Ini jelas nilainya, dan kalau mau blak-blakan tidak sesuai dengan UMK maupun UMP. Dan atas dasar mengabdi sejak awal saya sabar, tapi dengan begini saya sudah tidak tahan Pak. Kami orang kecil,” ujar pria asal Banjar Peh, Desa Kaliakah ini. Apalagi Provinsi Bali saat ini tengah getolnya terhadap kesejahteraan karyawan dan upah minimum. Ia sangat mengharapkan pesangon yang diterima saat pensiun setelah bekerja selama 35 tahun bisa memberikan bekal di masa tua. Beberapa upaya dilakukan baik mediasi melibatkan Dinas Tenaga Kerja tetapi tetap

tidak ada realisasi. “Janji bulan April, meleset lagi akhir bulan Juni. Terakhir ini sebelum hari raya (Galungan). Tapi sampai sekarang tidak ada. Bahkan Kepala Unit saya hubungi beberapa kali tidak respons,” ujarnya. Menurutnya, pesangon pensiun ini sangat dibutuhkannya, terlebih mendekati hari raya Galungan dan Kuningan. Sayangnya, pihak Kepala Unit Perkebunan yang dihubungi berulangkali menurutnya justru tidak ada respons. Ia pun sejak awal juga sudah sangat bersabar melihat riil sistem penggajian dan tunjangan jabatan yang diterapkan timpang. Pihaknya sudah berusaha diam, tetapi dengan kondisi saat ini menurutnya harus dilakukan audit pada sistem unit usaha Perusda tersebut. “Kami harapkan Pak Gubernur agar mengevaluasi

perusahaan daerah ini. Buktinya ini, saya selaku karyawan mengalami sendiri. Pesangon kami belum terbayarkan. Apa perusahaan sebesar ini tidak memiliki rencana dan program kerja yang pasti? Apa tidak malu apalagi ini perusahaan milik daerah,” ujarnya. Kepala Unit Perkebunan I Ketut Nasa Adiputra dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, selaku Kepala Unit pihaknya tetap berupaya memperjuangkan hak teman-temannya yang sudah pensiun tersebut. Pihaknya selaku perpajangan tangan dari direksi, juga terus melakukan koordinasi dengan Direksi dan saat ini masih menyiapkan dana yang merupakan hak dari karyawan tersebut. “Kita juga terus perjuangkan agar bisa ada realisasi menjelang hari raya Galungan dan Kunin-

gan. Tetapi saat ini masih belum ada kepastian, namun tetap kami perjuangan,” tandasnya. Dalam penyelesaian kewajiban itu, unit Perusda di Pulukan ini tidak sendiri namun juga bekerja sama dengan PT CIPL. “Ini yang masih dibicarakan Direksi, yang pasti kami tetap berupaya melaksanakan kewajiban kepada karyawan,” ujar Ketut Nasa. Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana I Komang Suparta terkait hal ini mengatakan, dalam waktu dekat pemerintah daerah akan memanggil pihak terkait dan memediasi permasalahan ini. “Nanti dalam waktu dekat kami akan bersurat ke karyawan dan pihak Perusda untuk mediasi lanjutan,” terangnya. Sehingga apa yang dihasilkan dalam pertemuan mediasi pertama bisa ditindaklanjuti. Dalam pertemuan pertama itu, pihak Perusda akan mengusahakan pembayaran hak karyawan. Tetapi diakui saat itu tidak ditentukan waktunya menunggu keuangan dari Perusda. (kmb26)

Bali Post/kmb26

DIPERTANYAKAN – Salah satu pensiunan karyawan Perusda Bali di Unit Perkebunan Pulukan mempertanyakan realisasi pesangon. Selain dirinya, ada enam karyawan lain di unit perkebunan milik Provinsi Bali itu belum ada kejelasan terkait pesangon.


Kamis Paing, 11 Juli 2019

KARANGASEM

11

Eksekutif Tak Kunjung Serahkan Rancangan KUA-PPAS

Amlapura (Bali Post) Eksekutif di Pemkab Karangasem hingga saat ini belum menyetorkan rancangan KUA-PPAS APBD Induk 2020 kepada DPRD setempat. Padahal, sesuai Permendagri nomor 33 tahun 2019, Rancangan KUA-PPAS sudah harus diserahkan paling lambat minggu kedua Juli. Dewan khawatir, pembahasan APBD Perubahan tahun 2019 akan kembali terancam lantaran hal tersebut. “Kami kurang tahu apa kendalanya. Kami meminta supaya rancangan KUA-PPAS bisa segera disetorkan ke kita, sehingga kita bisa segera lakukan pembahasan,” ujar Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi saat dikonfirmasi, Rabu (10/7) kemarin. Sumardi mengaku sudah sering meminta agar KUAPPAS segera diserahkan oleh eksekutif. Pasalnya, rancangan KUA-PPAS ini berkaitan erat dengan APBD Perubahan 2019. Setelah rancangan KUA-PPAS APBD Induk 2020 disetorkan, berikutnya akan menyusul diserahkan KUPA dan KUA-PPAS Perubahan 2019. “Tanpa adanya rancangan KUA-PPAS Induk 2020, kita tidak bisa langsung membahas KUA-PPAS Perubahan. Untuk itu, kita minta segera diserahkan karena kami tidak ingin tidak ada APBD Perubahan seperti tahun lalu,” tegasnya. Diwawancara terpisah, Sekda Karangasem, I Gede Adnya Mulyadi, membenarkan kalau eksekutif sampai saat ini belum menyetorkan rancangan KUA-PPAS ke dewan. Penyebabnya, draf KUA-PPAS sampai saat ini masih disusun oleh Bapelitbangda. ”Target kami akan serahkan pada 15 atau 16 Juli, karena masih ada yang perlu disempurnakan,” ujar Adnya Mulyadi. (kmb41)

Tianyar Barat Selesaikan 18 Km Jalan Desa Selama Tiga Tahun

Amlapura (Bali Post) Desa Tianyar Barat terus membangun infrastruktur berupa akses jalan. Pembangunan jalan desa tersebut terus dilakukan, sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan di desa tersebut. Perbekel Desa Tianyar Barat I Gede Agung Pasrisak Juliawan, Rabu (10/7) kemarin, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan desa terus dilakukan oleh pihak desa. Kata dia, selama kurun waktu tiga tahun terakhir, Desa Tianyar Barat telah mampu menyelesaikan 18 kilometer dari 36 kilometer jalan desa. “Pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya untuk pengentasan kemiskinan di Desa Tianyar Barat. Dengan adanya jalan desa yang memadai, diharapkan memudahkan masyarakat Tianyar Barat dalam melakukan aktivitas perekonomian,” ujarnya. Agung Pasrisak menambahkan, setiap tahun Desa Tianyar Barat menganggarkan Rp 1,4 miliar dari dana desa untuk perbaikan jalan desa. Dengan terus dianggarkan, pihaknya berharap tiga tahun ke depan, jalan desa sudah bisa tuntas. “Kita harap dengan dibukanya jalan-jalan penghubung antarbanjar dinas, diharapkan dapat memperlancar akses perekonomian,” kata Pasrisak. (kmb41)

Telepon Penting

kARANGASEM

Polres Karangasem Penjagaan Polres Polsektif Karangasem Polsek Kota Polsek Manggis Polsek Rendang Polsek Selat Polsek Abang

0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363

21220 23222 21167 41768 23082 24187 23330

SIDAK - Tim yustisi saat melaksanakan sidak terkait penegakan KTR, Rabu (10/7) kemarin.

Bali Post/kmb41

Sidak KTR

Pegawai Kedapatan Merokok Langsung Dibina Amlapura (Bali Post) -

Tim Yustisi gabungan Satpol PP, Polri, dan TNI melaksanakan sidak ke sejumlah tempat terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Rabu (10/7) kemarin. Dalam sidak tersebut, petugas masih banyak menemukan orang yang merokok di KTR dan masih menemukan puntung rokok di tempat tersebut.

Selanjutnya, sidak mengarah ke Kantor Dinas Tenaga Kerja. Di sana, petugas juga banyak menemukan puntung rokok dan menemukan pegawai yang merokok. “Dia kedapatan merokok di tempat Kawasan Tanpa Rokok di belakang gudang,” katanya. Selanjutnya, petugas masih terus ke kantor DPMD dan kantor Disdukcapil. Berbeda dari beberapa OPD

sebelumnya, di sana petugas tidak menemukan puntung rokok alias bersih dari rokok. “Untuk saat ini, kita berikan pembinaan saja dan memasang stiker kawasan tanpa rokok. Bagi yang kedapatan merokok kita berikan surat pernyataan bermaterai 6.000. Kalau mereka nantinya kembali ditemukan merokok, maka akan dijatuhi hukum yang berlaku,” terangnya. (kmb41)

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah I Gede Sukanta mengungkapkan, untuk sidak terkait pemantauan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ini, tempat pertama yang disasar adalah kantor Camat

Karangasem. Dalam sidak itu, petugas masih banyak menemukan puntung rokok di tempat sampah yang ada di kantor camat. “Di sana banyak kita temukan puntung rokok di tempat sampah,” ujarnya.

Sukanta menambahkan, setelah menyidak kantor Camat Karangasem, selanjutnya menyasar kantor Lurah Subagan. Di sana pihaknya malah menemukan seseorang yang kedapatan merokok.

Amlapura (Bali Post) Polres Karangasem melepas ratusan ekor tukik di Pantai Tianyar Timur, Kubu, tepatnya di depan Pura Candi Gora, Rabu (10/7) kemarin. Pelepasan tukik tersebut dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke73 Bhayangkara. Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom mengungkapkan, polisi tidak hanya bertugas sebagai pelayan masyarakat, tetapi juga memiliki misi bergerak di bidang pelestarian lingkungan. Pelepasan tukik yang dilakukan ini merupakan bagian dari menjaga keseimbangan alam. Untuk itu, lewat kegiatan ini diharapkan secara bersama-sama untuk menjaga biota laut serta menjaga kebersihan laut dari sampah plastik. Mengingat, sampah dapat merusak biota yang ada di laut. “Kita harus mendorong masyarakat untuk secara bersamasama menjaga kelestarian ekosistem yang ada di laut. Karena keberadaan ekosistem dalam laut sebagai daya dukung untuk daya tarik pariwisata bahari. Jadi, ke depannya bagaimana caranya menjaga ekosistem laut agar tetap lestari,” ujarnya.

Terlebih lagi, lanjut Panji Anom, Bali memiliki destinasi wisata bahari yang menjadi tujuan wisatawan dunia. Khususnya di Pantai Tianyar Timur ini. Maka dari itu, ekosistem laut harus dijaga untuk menunjang keberlangsungan hidupnya. Termasuk, ikut menjaga dari kepungan sampah plastik. Sebab, dengan adanya sampah plastik di dalam laut maka dapat mencemari lautan. “Jangan membuang sampah ke laut karena itu bisa dimakan oleh ekosistem yang ada di laut karena dikira sampah itu makanannya. Jika sampah itu dimakan, secara otomatis itu akan memengaruhi dari segi umur karena umur mereka lebih pendek,” harap Panji Anom. Sementara itu, Resort KSDA Karangasem I Gusti Bagus Suteja menjelaskan, pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan pelepasan tukik ini. Apalagi, keberadaan tukik ini sangat langka dan dilindungi secara undang-undang, sehingga mereka harus terus dilestarikan. “Ini juga sebagai upaya untuk menjaga kelestarian ekosistem di laut,” katanya. (kmb41)

LEPAS TUKIK - Polres Karangasem bersama undangan saat melepas tukik di Pantai Tianyar Timur, Kubu, Rabu (10/7) kemarin.

Polres Karangasem Lepas Ratusan Tukik di Pantai Tianyar Timur

Bali Post/kmb41


KLUNGKUNG

12

Kamis Paing, 11 Juli 2019

TMMD Buka Akses Jalan 2,2 Kilometer di Desa Nyanglan Semarapura (Bali Post) Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke-105 tahun ini dipusatkan di Klungkung. Sasaran utamanya adalah membuka akses jalan sepanjang 2,2 kilometer dengan lebar lima meter di Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan. Ini sebagai upaya pemberda-

yaan masyarakat, sekaligus membangun keswadayaan masyarakat dalam pembangunan. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati hadir langsung dalam upacara Pembukaan TMMD di lapangan Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Rabu (10/7) kema-

Bali Post/kmb31

TMMD - Wagub Cok Ace saat hadir di lokasi pelaksanaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke105 yang dipusatkan di Klungkung. Sasaran utamanya adalah membuka akses jalan sepanjang 2,2 kilometer dengan lebar lima meter di Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan.

rin. Wagub menyampaikan keterlibatan TNI dalam pembangunan desa pada hakikatnya merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di desa. “Saya menaruh harapan besar agar kegiatan ini sebagai titik bangkit dalam memicu dan memotivasi usaha kita memberdayakan masyarakat sebagai subjek pembangunan,” katanya. Pemberdayaan masyarakat itu, tentu dengan semangat dan jiwa baru yang berintegritas, beretos kerja dan gotong royong. TMMD Reguler ke-105 Kodim 1610/ Klungkung dilaksanakan dari 10 Juli sampai 8 Agustus. Sasarannya, beberapa kegiatan fisik dan non fisik. Pembangunan fisik yakni pembuatan jalan sepanjang 2,2 kilometer, bedah rumah dan pembuatan jamban. Sementara kegiatan non fisik, seperti kesadaran bela negara, penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, narkotika dan kenakalan remaja serta kegiatan lainnya. Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi. Paulus Joni Simbolon mengatakan TMMD ke-105 ini anggarannya ber-

asal dari Pemkab Klungkung sebesar Rp 1 miliar dan dari Kodim 1610/Klungkung sebesar Rp 300 juta. Jalan baru ini nantinya akan membuka akses transportasi darat Desa Nyanglan menuju Desa Tihingan. Selain itu pengerjaan jalan ini akan membuka akses jalan menuju Air Terjun Tirta Tiyasa Udayana. Air terjun inilah yang akan dikembangkan menjadi objek wisata. Seluruh proses pembangunan melibatkan 150 orang personel dari unsur TNI, Polri dan warga sekitar. Selama pengerjaan personel TNI akan menginap di rumah penduduk setempat. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam kesempatan itu mengatakan, dengan pembukaan akses jalan ini komoditi pertanian dan mobilitas penduduk bisa menjadi lebih maju. Ini sejalan dengan salah satu program dalam pemberdayaan masyarakat, seperti yang tengah gencar dilakukan Pemkab Klungkung. Terkait bedah rumah yang juga dilakukan dalam TMMD ini, juga sejalan dengan upaya Pemkab Klungkung menuntaskan seluruh sisa bedah rumah tahun 2020. (kmb31)

Percepat Pelayanan Masyarakat

Pemkab Klungkung Bangun Mall Pelayanan Publik BERBAGAI upaya dilakukan Pemkab Klungkung untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Salah satunya adalah dengan membangun mall pelayanan publik. Dengan gedung ini, dinas atau kantor yang ada pelayanannya akan berkumpul menjadi satu pintu sehingga akan mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Sesuai program kerjanya di periode kedua, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memastikan tahun 2020 mall pelayanan publik akan dibangun. Dengan anggaran sekitar Rp 31 miliar, gedung ini akan dibangun bertahap dengan memanfaatkan tanah milik Pemprov Bali di sebelah Dinas Pertanian dan Diskominfo di Jalan Gajah Mada, Klungkung. Sebagai tahap awal, Bupati Suwirta memastikan tahun ini akan mempercepat pembuatan Studi Kelayakan atau Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). “Sesuai program kerja di periode kedua, mall pelayanan publik akan kita adakan paling lambat tahun 2020. Tahun ini kita percepat FS dan DED- nya,” ujar Bupati Suwirta, Rabu (10/7) kemarin. Menurut Bupati Suwirta, dengan mall pelayanan publik ini, dinas atau kan-

tor yang ada atau memberi pelayanan kepada masyarakat akan berkumpul menjadi satu. Sehingga nantinya bisa memberikan percepatan pelayanan kepada masyarakat, baik itu menyangkut perizinan, informasi dan pelayanan lainnya. Termasuk juga tentang pelayanan hukum, kejaksaan, kepolisian, yang semuanya akan terintegrasi melalui pos-pos atau konter-konter tempat pelayanan yang dibangun di dalamnya. “Nanti mungkin ada dari Disdukcapil, Pelayanan Kominfo, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan kantor-kantor yang lain yang ada pelayanannya itu berupa konter nanti,” sebutnya. Dengan gedung baru itu diharapkan akan mempermudah masyarakat yang ingin mengurus segala sesuatu, salah satunya terkait perizinan. Meski mengeluarkan dana besar dengan pelayanan yang bagus, Bupati berharap nantinya akan bisa meningkatkan pendapatanpendapatan daerah, seperti dari PHR, retribusi dan lainnya. Bupati juga menyampaikan pendirian mall pelayanan publik ini jangan dijadikan polemik. Pendirian ini adalah niat baik Pemkab Klungkung untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Saya yakin setelah itu semua selesai, urusan kita tentang pelayanan publik di Klungkung akan selesai semua. Jadi mohon dukungan masyarakat,” pungkasnya. (ad418)

Bali Post/kmb31

AMBIL ALIH - Lokasi sumber mata air Guyangan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta ingin PDAM Tirta Mahottama Klungkung mengambil alih pengelolaan sumber mata air Guyangan, yang saat ini masih dikelola UPT Pengelolaan Air Minum Provinsi Bali.

Soal Pengelolaan Sumber Air Guyangan

Bupati Minta PDAM Ambil Alih dari Pemprov Bali

Semarapura (Bali Post) -

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta ingin PDAM Tirta Mahottama Klungkung membuat gebrakan baru. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi dua sumber mata air utama di mata air Penida dan mata air Guyangan. Bupati Suwirta ingin perusdanya itu mengambil alih pengelolaan sumber mata air Guyangan, yang saat ini masih dikelola UPT Pengelolaan Air Minum Provinsi Bali. Bupati Suwirta belum lama ini menyampaikan PDAM harus mampu mandiri mengelola sendiri seluruh sumber mata airnya. Dengan begitu, menurutnya akan mempermudah dan mendorong pemerintah pusat agar mau membantu perusda ini dalam pengelolaan sumber mata air sendiri. “Sekarang, karena masih ada dualisme pengelolaan (kabupaten dan provinsi), ini yang menyebabkan pusat saat ini tidak mau bantu,” kata Bupati Suwirta, seraya menyampaikan sudah menugaskan PDAM untuk berkomunikasi lebih jauh dengan UPT Pengelolaan Air Minum Provinsi Bali. Sesuai dengan target Bupati Suwirta, PDAM diminta mampu menuntaskan kebutuhan air bersih di seluruh wilayah Nusa Penida tahun 2020. “Sesuai perencanaan, kami butuh Rp 40 miliar untuk mewujudkan target 2020 tuntas air bersih di seluruh Nusa Penida,” tegas Bupati Suwirta. Direktur PDAM Tirta Mahottama Klungkung Nyoman Renin Suyasa, Rabu (10/7)

kemarin, mengatakan sesuai petunjuk Bupati Suwirta, pihaknya sudah melakukan pengkajian. Proses pengambilalihan pengelolaan sumber mata air Guyangan, saat ini belum bisa dilakukan karena beban operasional pengelolaan sumber mata air Guyangan yang cukup tinggi. Dalam pemanfaatan mata air Guyangan, pihaknya hanya melakukan kerja sama pembelian hasil produksi air bersihnya. “Dengan sumber mata air Guyangan, sementara kami melakukan kerja sama pengelolaan, dengan membeli air Guyangan Rp 50 juta per bulan, dengan melayani pelanggan di Desa Klumpu, Bunga Mekar, Batumadeg dan Batukandik,” kata Direktur PDAM asal Desa Sakti ini. Pihaknya menegaskan, belum sampai pada hasil kajian untuk melakukan pengelolaan sendiri sumber mata air berkapasitas 70 liter per detik itu. Sebab, bila mempertimbangkan biaya operasionalnya, dinilai terlalu tinggi untuk dikelola sendiri oleh PDAM. Saat ini, sumber

mata air ini dikatakan baru dimanfaatkan sebanyak 20 liter per detik. Rencananya, kapasitas pengelolaannya akan ditambah lagi sebanyak 25 liter per detik, untuk menghadapi pesatnya perkembangan Nusa Penida. Renin menegaskan, pihaknya ingin terus menjaga stabilitas perusda, yang baru saja mendapat nilai positif dari BPKP. Demikian juga mengenai cash-flow-nya. Renin menegaskan, saat ini jumlah pelanggan PDAM di Nusa Penida sudah mencapai 5.906 sambungan rumah. Dengan presentase cakupan pelayanan mencapai 63,98 persen, dari total seluruh warga di Nusa Penida. Sementara, secara keseluruhan di Klungkung, total layanan mencapai 33.095 sambungan, dengan presentase pelayanan mencapai 94,61 persen. Ini jelas jauh meningkat, dari sebelum dirinya menjabat, dimana saat itu pelayanan Nusa Penida total hanya 2.700 sambungan rumah. Atau cakupan layanannya hanya 16 persen. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Paing, 11 Juli 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr PRT wnt tgl dlm Gj.2jt serius kerja Tlp.087762800029

DcrSPG bs Bhs Mandarin, Energik Hub.085100619419

Cr:FO,HK,Waker.Hotel Puri Asih Jln.Pantai Kuta No.40 Bali

Dcr Sopir Segera,Jl.Sehati No.9A Pesanggaran Telp:0361723777

Dibthkan Therapist, Reception utk di Chillax Canggu bagi yg berminat Hub: Ibu Eri di 081805462407 / 0817777302

B.BP.001.07.19.0000407

Dcr Cook,Waitres/ss Min SMA/ Sdrjt U/Kedins Cafe Popies 1 Kuta Tlp 4752220 B.BP.001.07.19.0000273

Dcr Gr.Mat,Fis,Kim,Bio,B.Ing, Ek-Ak. H.08174761592 B.BP.001.07.19.0000409

Dcr Housekeeping utk Villa Exclusive di Canggu berpengalaman kerja dihotel/villa,lancar Inggris Hub.081337775758 B.BP.001.07.19.0000403

Dcr PRT Tidur Luar,Kerobokan Hub.081236700700 Gaji Besar B.BP.001.07.19.0000248

B.BP.004.07.19.0000410

B.BP.001.07.19.0000393

Dcr Staf Quality Control utk perusahan Perak,Jln.Pantai Brawa,Canggu Tlp.0361-8446108 B.BP.001.07.19.0000362

Dcr krywn celup Batik berpengalaman, mengerti obat & warna. Gaji memuaskan + lembur. Tlp.8975041 / WA:081239313275 B.BP.004.07.19.0000404

Dicari Sgr Sopir,Status Lajang Tinggal Dlm.Krm CV ke Jl.Pulau Kae No.36 Dps Hub.083114121472 B.BP.001.07.19.0000384

SERVICE

B.BP.001.07.19.0000371

B.BP.004.07.19.0000364

Dicari Administrasi Jl.Tunjung Biru No.3 Gatsu Timur PT.KSM Hub:081236046677/0361-4712630 B.BP.001.07.19.0000320

Dicari Karyawan Pria/Wanita Untuk Staf Kop.Bali Sejahtera Hubungi:Ibu Ayu.085100453490 B.BP.001.07.19.0000389

Dicari Sgr Sopir dan Waitress, Hub.081246400852/081529427339 B.BP.001.07.19.0000390

KONTRAKTOR

DIJUAL MOBIL DIJUAL RUMAH

SERVICE

BIRO JASA SERVICE

RUPA-RUPA

Dicari Sopir pribadi tidur dalam segera Hub.08999452085 B.BP.001.07.19.0000412

Dicari:Staff Accounting Min D3 Akuntansi,Pengalaman Min 2th Bisa Excel WA CV:0818346548 B.BP.001.07.19.0000323

Dist Prodk Nestle/KAO Cr:Sales TO/Spv/TF,Sopir SIM A/B1,Admin MD,Tng Srbt/Gdg u/Dps,Ngr,Klk, Krgsem.Krm Jl.Ry Sempidi 2 Dps B.BP.001.07.19.0000241

Need Rest Mgr, Waiter, FO, HK, Sales, Mkt, Bar for Livingwell Pecatu Hub : 081280058887 info@livingwellbali.com B.BP.004.07.19.0000401

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOTOR

PROPERTY

PROPERTY

HONDA

DIJUAL RUMAH

DISEWAKAN TANAH

Ready Beat Genio Vario PCX DP 3Jt Hub:082147929294(Bayu)

Dijual Rmh/Tnh Antosari Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433

Disewakan Tnh 6,3A murah,Jl.Tk Badung utamaHub.081338218877

B.BP.001.07.19.0000392

B.BP.001.07.19.0000330

B.BP.004.07.19.0000088

PROPERTY DISEWAKAN RUKO

Dikont.Ruko Lantai3 Jl.Veteran 25.o 45Jt/th Nego,082145239070 B.BP.001.07.19.0000398

PROPERTY DIJUAL RUKO

Jual Rumah Blkg Citra Land 100 M2 Lok.Strategis,3KT,1RT,1Dpr, 2KM,Garasi.Hub:085253633843 B.BP.001.07.19.0000400

PROPERTY DIJUAL TANAH

Tnh 3A,Jl.Sekar Tunjung Dentim 085100512274 / 085739370969

KEHILANGAN Hilang BPKB NO.K 1086916 DK 3906 DH AN.Ferry Fitriansyah B.BP.001.07.19.0000388

Hlg BPKB No.148451/VII/14 DK8712CX An.Zainul Abidin B.BP.001.07.19.0000397

BUC Sewa Ruko 2Lt SHM 104M2 tepi Jalan Utama Cokroaminoto dekat McD harga nego 087856227779

JualTnh+Bangunan9A,Tk.Badung VI/12 Renon,Hub.087860048886

Hlg SHM No.596 luas 600m2 Kec Kuta,Pecatu An I Wayan Sultra 082237436784 (Nyoman Suparni)

B.BP.033.07.19.0000405

B.BP.001.07.19.0000423

B.BP.004.07.19.0000335

B.BP.001.07.19.0000413


BANGLI

14

Pimpin Apel HUT Ke-73 Bhayangkara

Bupati Made Gianyar Apresiasi Kinerja Polres Bangli BUPATI Bangli I Made Gianyar menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kinerja dan pengabdian seluruh jajaran Polres Bangli, sehingga seluruh kegiatan masyarakat di Kabupaten Bangli selama ini dapat berjalan dengan baik, aman dan nyaman. Hal itu disampaikan Bupati Made Gianyar saat menjadi inspektur apel peringatan dan syukuran HUT ke73 Bhayangkara tahun 2019, yang dilaksanakan di Polsek Susut, Rabu (10/7) kemarin. Made Gianyar mengatakan, secara nasional kerja keras dan pengabdian Polri telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik. Polri dan TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan oleh pemerintah, seperti Asian Games, Asian Para Games serta IMFWorld Bank Annual Meeting 2018. Selain itu, Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2018 dan pemilu tahun 2019, sehingga terselenggara dengan aman, damai dan demokratis. Made Gianyar juga mengatakan, selama ini Polri juga sudah mengungkap berbagai kejahatan, mulai dari kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, kemudian kejahatan lintas negara seperti terorisme, narkotika, perdagangan

orang dan kejahatan siber. Selain itu, Polri juga mampu mengungkap kejahatan terhadap kekayaan negara, seperti illegal logging, illegal fishing dan tindak pidana korupsi. ‘’Dengan berbagai capaian tersebut, kinerja Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri terus mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Terbukti tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat. Karena hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga survei kredibel mengatakan, Polri menjadi salah satu lembaga yang dipercaya publik setelah KPK dan TNI,’’ kata Made Gianyar. Terkait kinerja Polres Bangli, Bupati Made Gianyar juga mengatakan, jika dilihat dari tugas-tugas kepolisian sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang, baik tugas perlindungan, pengayoman maupun penegakan hukum sudah berjalan dengan baik. Terbukti keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bangli bisa berjalan dengan baik. Dampak nyata yang sudah dirasakan, masyarakat Bangli bisa beraktivitas dengan aman dan lancar, sesuai dengan harapan mereka. ‘’Melalui kesempatan yang baik ini, sebagai Bupati Bangli, atas nama masyarakat Bangli, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Polri khusunya Polres Bangli. Semoga kinerja

HUT BHAYANGKARA - Bupati Bangli I Made Gianyar berfoto bersama usai apel peringatan dan syukuran HUT Bhayangkara tahun 2019 di Polsek Susut, Rabu (10/7) kemarin. yang sudah baik ini bisa dipertahankan dan bisa terus ditingkatkan lagi. Dirgahayu Bhayangkara ke-73, semoga selalu jaya,’’ ucap Bupati Made Gianyar. Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang selama ini sudah ikut membantu dan menyukseskan seluruh tugas kepolisian. Ia berharap sinergitas dan komunikasi yang selama ini sudah berjalan dengan baik bisa terus dijaga. ‘’Tanpa adanya bantuan dari masyarakat, tentu kinerja Polres Bangli tidak mungkin bisa seperti sekarang. Mudahmudahan sinergitas yang selama ini sudah berjalan

dengan baik bisa terus dilanjutkan,’’ harapnya. Dalam acara kemarin, Bupati Bangli I Made Gianyar juga memberikan piagam penghargaan kepada Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo atas suksesnya pelaksanaan pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 di Kabupaten Bangli. Acara ini juga disaksikan oleh Dandim 1626 Letkol Cpn. Andy Pranoto, Kepala Pengadilan Negeri Bangli I Gede Putu Saptawan, perwakilan Kejari Bangli, Camat Susut A.A. Bintang, Jro Gede Batur Duuran, Ketua PHDI Bangli I Nyoman Sukra, Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Made Rijasa dan sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Bangli. (ad416)

Ingin Jadi Petani Setelah Pensiun

Made Gianyar akan Lelang Mobil ’’Double Cabin’’

Bangli (Bali Post) –

Jelang akhir masa jabatannya, Bupati Bangli I Made Gianyar mengungkapkan keinginannya melelang sebuah kendaraan dinas milik Pemkab Bangli. Kendaraan yang ingin dilelangnya tersebut yakni mobil jenis double cabin. Alasannya agar bisa dipakai mengangkut hasil pertanian dan pupuk setelah dirinya pensiun menjadi bupati. Keinginan itu disampaikan Made Gianyar di hadapan sejumlah perbekel saat memberikan sambutan dalam sebuah acara di Penglipuran, Rabu (10/7) kemarin. Made Gianyar mengaku sudah menyampaikan keinginannya melelang mobil double cabin itu ke Sekda dan pejabat Bidang Aset di Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli. Orang nomor satu di Kabupaten Bangli itu mengatakan bahwa selama dua periode menjabat sebagai bupati dan wakil bupati, dirinya sudah cukup banyak membuat kenangan di Bangli. Karena itu dirinya ingin mengenang jabatannya selama ini dengan memiliki sebuah kendaraan punya pemkab. ‘’Dua puluh tahun saya di Bangli, saya minta kenang-kenangan kepada masyarakat Bangli. Saya akan melelang satu mobil double cabin. Kalau dulu inginnya melelang Innova, tapi setelah berjalan menjadi petani, saya

ingin yang bisa dwifungsi,’’ ungkap Made Gianyar. Lanjut dikatakan Made Gianyar, mobil double cabin yang diinginkannya itu kini masih digunakan sebagai kendaraan operasional di Dinas PUPRPerkim. Untuk bisa melelang kendaraan itu di akhir masa jabatannya nanti, ia mengaku sudah meminta Sekda memproses penukaran asetnya. ‘’Saya sudah tanda tangani pengalihan asetnya. Jadi Innova yang saya gunakan sekarang akan digunakan Dinas PU sebagai kendaraan operasional. Sebaliknya mobil double cabin-nya nanti masuk statusnya sebagai kendaraan bupati. Setelah itu nanti dilelang,’’ jelasnya didampingi Sekda Ida Bagus Giri Putra. Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini mengungkapkan keinginannya melelang m o b i l

I Made Gianyar

Bali Post/kmb40

double cabin agar bisa dipakai mengangkut hasil pertanian dan pupuk. Sebab, setelah pensiun menjadi bupati, Made Gianyar berencana menghabiskan waktunya sebagai petani dan juga dosen. ‘’Sehingga melalui kesempatan ini, saya mohon kepada masyarakat akan melelang mobil satu. Mobil ini akan tiang tunas pakai kenang-kenangan. Sebenarnya kalau saya mau beli masih bisa. Tapi mobil yang diberi rakyat Bangli itu susah dicari,’’ terangnya. Ia berharap agar keinginan melelang mobil dinas tidak diributkan masyarakat di medsos. Sebab, lelang kendaraan dinas menjadi hak setiap bupati atau wabup di akhir masa jabatannya. ‘’Tapi kalaupun diributkan tidak apaapa karena tetap akan tiang lelang,’’ ujarnya. Made Gianyar mengatakan dirinya akan mengakhiri masa jabatannya pada 17 Februari 2021. (kmb40)

Kamis Paing, 11 Juli 2019

Kerja Sama Penyertaan Modal

PD BPR Bank Pasar Bangli Teken MoU dengan Pemerintah Desa PEMERINTAH Desa di Kabupaten Bangli melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) resmi menjalin kerja sama dengan Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Pasar dalam bentuk penyertaan modal. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) di Wantilan Desa Penglipuran, Bangli, Rabu (10/7) kemarin. Acara penandatanganan MoU dihadiri langsung Bupati Bangli I Made Gianyar. Acara penandatanganan MoU penyertaan modal itu sekaligus dirangkaikan dengan launching penetapan PD BPR Bank Pasar Kabupaten Bangli sebagai pemegang rekening Kas Desa serta launching Transaksi Non-Tunai di Kabupaten Bangli. Tampak hadir dalam acara tersebut Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra, pimpinan OPD terkait, perbekel dan ketua BUMDes se-Kabupaten Bangli. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra dalam laporannya menyampaikan, tujuan dari kerja sama penyertaan modal ini adalah untuk memberdayakan BUMD sebagai penopang kas desa dalam rangka pemerataan pelayanan perbankan. Selain itu melalui kerja sama ini diharapkan desa kreatif dalam mengelola dana yang ada di desa sehingga dapat meningkatkan PAD desa, sekaligus memberi warna pada perkembangan bank pasar. ‘’Sementara tujuan dari penerapan transaksi nontunai ini adalah sebagai upaya dalam rangka efisiensi dan efektivitas transaksi keuangan di desa,’’ terangnya. Direktur Utama PD BPR Bank Pasar I Made Astawa menyampaikan mengacu Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang perubahan bentuk badan hukum dari PD BPR Bank Pasar Kabupaten Bangli menjadi PT BPR Bank Daerah Bangli, diatur bahwa modal dan saham terdiri dari pemerintah daerah sebesar 95 persen dan 5 persen pihak lainnya baik berbentuk badan

MOU - Acara penandatanganan MoU antara Pemerintah Desa dengan PD BPR Bank Pasar Bangli di Wantilan Desa Penglipuran, Bangli, Rabu (10/7) kemarin. hukum maupun perorangan yang memenuhi persyaratan sebagai pemegang saham. Atas kebijakan Bupati, modal saham selain Pemkab diutamakan kepada desa melalui BUMDes. Dikatakan Astawa, perubahan dari PD menjadi PT diharapkan mulai 2 Januari 2020. Sebelum diakui sebagai saham, setoran modal dari BUMDes ditetapkan dalam bentuk deposito dengan bunga spesial 8,5 persen per tahun. Deviden akan didapatkan mulai dari tahun buku 2020 yang direalisasi tahun 2021. ‘’Dari 68 BUMDes termasuk BUMDes bersama sudah melakukan pembukaan rekening pada PD BPR Bank Pasar Kabupaten Bangli dalam bentuk tabungan sebanyak 66 BUMDes yang akan diproses menjadi saham sesuai ketentuan yang berlaku,’’ jelasnya. Disampaikannya juga bahwa sebagai tindak lanjut dari keputusan Bupati tentang penunjukan PD BPR Bank Pasar sebagai bank untuk penempatan rekening desa, maka Bank Pasar telah membuat rekening kas desa khusus dan spesial untuk desa. Tanpa biaya administrasi, transaksi tunai Rp 300 juta ke atas diantar langsung ke desa, dan ada notifikasi penarikan maupun penyetoran dengan biaya SMS ditanggung oleh bank Pasar.

Mengenai penerapan transaksi nontunai, Astawa mengatakan ada beberapa hal positif yang didapat di antaranya lebih efisien, lebih aman, mudah untuk mengontrol transaksi dan historisnya serta mencegah terjerumusnya akibat adanya niat ke arah penyimpangan dari risiko memegang uang tunai. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar mengaku bangga atas dilaksanakannya kegiatan kemarin. Menurutnya, dengan adanya MoU penyertaan modal dari desa melalui BUMDes, maka desa telah ikut menjadi pemegang saham Bank Pasar yang tahun 2020 mendatang menjadi Bank Daerah Bangli. Mengenai penerapan pembayaran nontunai, Made Gianyar mengatakan ini tak hanya memberi kemudahan namun juga keamanan dan kenyamanan bagi pihak desa. ‘’Kita juga saat ini melakukan penetapan Bank Pasar sebagai pemegang kas desa. Ini berhirarki. Kalau di kabupaten kasda (kas daerah) melalui Bank BPD, karena kita pemegang saham di BPD. Berikutnya kas desa dilakukan oleh bank Kabupaten Bangli yang sekarang Bank Pasar. Sudah nyambung ini. Sehingga untuk pergerakan ekonomi di Bangli kita harapkan ke depannya lebih bagus lagi,’’ kata Made Gianyar. (ad415)


OLAHRAGA

15

Alasan Pogba Ingin Hengkang Manchester – Bintang Manchester United, Paul Pogba, dan agennya Mino Raiola kini terang-terangan menginginkan klub baru pada musim 2019-2020. Sebelumnya, Raiola sempat mengungkapkan soal keinginan kliennya hengkang ke Real Madrid atau Juventus. Dia mengungkapkan satu alasan mengapa Pogba ingin hengkang dari Manchester United pada musim panas 2019. Pemain berusia 26 tahun tersebut meragukan kemampuan pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, untuk membawa tim meraih gelar. Saat membela Juventus, Pogba berhasil memenangi empat trofi Liga Italia. Akan tetapi, saat kembali membela Manchester United, ia hanya mampu meraih Piala Liga Inggris dan Liga Europa pada 2017. Hal tersebut kemudian berbanding terbalik pada musim 2018-2019, The Red Devils malah terpuruk di posisi keenam Liga Inggris dan terlempar dari Liga Champions. Hal tersebut membuat Pogba melihat kesempatan bermain di klub lain, seperti Real Madrid. Klub berjuluk Los Blancos tersebut ingin membangun kekuatan baru guna menyabet trofi Liga Spanyol dan Liga Champions pada musim depan. Selain Madrid, Pogba kini juga tengah

mengamati Juventus, yang sedang berambisi mempertahankan trofi Liga Italia sembilan kali beruntun serta juara Liga Champions. Meski hanya rumor, Solskjaer akhirnya berbicara langsung kepada media perihal situasi Pogba ini. Dia menjamin tidak ada masalah apa pun antara Pogba dengan MU. ‘’Yang perlu saya katakan soal Paul adalah tampaknya ini permainan media. Saya tidak ingin menyebutnya demikian, tetapi ini adalah agenda melawan Paul,’’ ujar Solskjaer, Rabu (10/7) kemarin. ‘’Dia pemain top. Dia profesional luar biasa. Dia tidak pernah menimbulkan masalah. Dia punya hati emas. Sebagai contoh, ketika Jesse dan Paul berjalan bersama kemarin, media menganggapnya pertengkaran antara dua pemain. Saya tahu Anda harus menjual pemain dan menjual cerita, tetapi sejujurnya tidak ada masalah sama sekali. Mereka semua profesional, pramusim berjalan baik sejauh ini,’’ imbuhnya.

Solskjaer menjamin Pogba tidak pernah menimbulkan masalah apa pun. Pogba selalu mencoba memberikan yang terbaik bagi klubnya itu. Namun, Manchester United pun dikabarkan siap terjun ke bursa transfer Liga Inggris untuk mencari jalan alternatif agar tidak tergantung ke masa depan Paul Pogba. Pemain yang menjadi incaran Setan Merah adalah Mario Lemina. Gelandang Southampton berusia 26 tahun itu dikabarkan siap cabut dari kubu St Mary musim panas ini setelah penampilan yang tak kunjung konsisten. Mario Lemina telah tampil 49 kali bersama Southampton setelah pindah dari Juventus dengan banderol 15,6 juta pounds. Southampton dikabarkan ingin setidaknya dua kali mahar tersebut untuk mau melepas Mario Lemina. Selain itu, Setan Merah juga melirik gelandang Newcastle United, Sean Longstaff, dan pemain Sporting Lisbon, Bruno Fernandes. (kmb33/afp)

Persija Vs Persib Pecahkan Rekor Penonton Badung Siapkan 15 Pecatur Jakarta – Pertandingan penuh gengsi antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung mampu memecahkan rekor penonton di Liga 1 musim ini. Itu setelah, laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/7) kemarin, dipadati 70.152 penonton. Ini memecahkan jumlah penonton terbanyak sebelumnya yang terjadi pada laga Persebaya Surabaya kontra Persib, 5 Juli lalu. Ketika itu, dalam laga yang diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, dihadiri 50 ribu penonton. Ini membuktikan memang laga Persija melawan Persib selalu ditunggu dan mampu menyita perhatian para pencinta sepak bola Indonesia. Pertandingan ini berakhir dengan skor imbang 1-1. Persija sempat unggul lebih dulu melalui gol sundulan Marko Simic pada menit ke-75. Namun setelah keunggulan tersebut, dua menit berselang Persija harus bermain dengan sepuluh pemain lantaran Novri Setiawan dikartu merah. Persib akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada masa injury time babak kedua, lewat gol Artur Gevorkyan yang memanfaatkan bola kemelut di depan gawang. (kmb33)

Mangupura (Bali Post) Tim Catur Porprov Badung menyiapkan 15 pecatur, dalam Porprov Bali XIV di Tabanan September mendatang. Mereka adalah MN Octo Dami, MN Ketut Sana, Surip, Supali, Kristiono, Wayan Suartika, Budi Witono, Taufik Chandra, dan Kadek Adi Wijaya. Sedangkan di sektor putri, Badung bermaterikan WFM Kadek Iin, MNW Gracelia, MNW Shinta Kartika, MNW Putu Widiari, MNW Wahyu Udayani, dan Alit Puspayanthi. Bendahara Pengkab Percasi Handoko Budi Samekto, di Badung, Rabu (10/7) kemarin, menerangkan, menjelang penentuan entry by name, Juli ini Percasi

DIPERIKSA - Seorang anggota polisi memeriksa barang bawaan penonton pertandingan Liga-1 Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/7) kemarin. Polda Metro Jaya mengerahkan sedikitnya 12.000 petugas gabungan TNI-Polri untuk mengamankan pertandingan tersebut.

Bekerja Sama ‘’Bagaimana kalau Bapak (Golose - red) pindah? Selalu begitu pertanyaannya. Saya jamin. Kalaupun saya pindah akan tetap berkomunikasi karena masih polisi, tetap bekerja sama dengan Bapak Gubernur karena kita benarbenar mencintai Bali ini,’’ tegasnya. Golose mengakui menjadi Kapolda Bali terlama di Bali. ‘’Saya berterima kasih sekali

kepada Bapak Gubernur. Tadi saya sampaikan juga sama beliau, saya sudah bertemu dua Gubernur Bali, tiga Pangdam dan empat Kajati Bali,’’ ucap mantan petinggi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini. Jenderal bintang dua ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada krama Bali yang mencintai Polri, khususnya Polda Bali di bawah kepemimpinannya. Sampai sekarang Bali jadi tempat terfavorit untuk

dilakukan pertemuan-pertemuan nasional dan internasional. Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Bali Irjen Golose yang sudah melakukan pengamanan sangat baik. Buktinya kegiatan nasional dan internasional berjalan dengan aman, nyaman, damai dan lancar. ‘’Ukuran besarnya adalah terlaksananya IMF dan Wold Bank berjalan aman dan lancar,’’ ujarnya. (kmb36)

Kamis, 11 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku dalam Pelayanan Umat (7) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Aranya Kanda (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Lemon California

09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku dalam Pelayanan Umat (8) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:05 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita DW TV 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Dunia Kita

15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Aranya Kanda (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Profit Indonesia 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Sistem Zonasi Kirsruh, Apa Solusi PPDB Mendatang? 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Baca Puisi ‘’Karena Bali adalah daerah yang istimewa, yang selalu rukun dan damai,’’ pujinya. Dalam acara yang ditandai penyerahan cenderamata itu dihadiri pula Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose beserta istri, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bali Ida Bagus Djagra, Bupati Karangasem Ayu Mas Sumatri, Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra, Bupati Bangli Made

Gianyar dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Bali. Selanjutnya hadir pula Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa serta jajaran OPD Provinsi Bali serta sejumlah tokoh masyarakat. Sebelum acara berakhir, Ny. Putri Suastini Koster yang dikenal sebagai seniman multitalenta mempersembahkan sebuah puisi berjudul ‘’Drupadi’’ yang mampu menghipnotis para undangan yang hadir. (kmb)

Badung terus melakukan evaluasi atlet untuk penentuan tim definitif yang akan bertanding di masing–masing kategori. Menurut dia, tim catur Badung juara umum pada Porprov Bali XIII di Gianyar dua tahun lalu. Tim catur Badung menyabet 10 emas, 1 perak, dan 4 perunggu. “Target kami kembali mempertahankan gelar juara umum, pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali, di Tabanan September nanti,” jelas Handoko yang juga Sekum Pengprov Percasi Bali. Sementara pecatur Badung yang masuk tim pra-PON adalah Octo Dami, Kadek Iin, Gracelia, dan Alit Puspayanthi. (022)


@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kamis Paing, 11 Juli 2019

Sekaa Gong Kebyar Lansia Werdha Merdangga Sandhi Tampil Memukau Kolektor Uang Kepeng Masih Sedikit

UANG kepeng atau di Bali disebut pis bolong pada setiap kepingnya mengandung makna. Namun tidak banyak yang tahu makna-makna ini karena tulisannya kebanyakan menggunakan huruf Mandarin. Kurangnya literatur yang menjelaskan mengenai makna dan asal dari uang kepeng ini menyebabkan masih sedikit kolektor uang kepeng di Bali. Salah satu kolektor uang kepeng I Dewa Nyoman Putra Harthawan dari Peliatan, Ubud, Gianyar mengatakan, ia mulai menjadi kolektor uang kepeng sejak tahun 1990-an. Awalnya, ketertarikannya dengan uang kepeng karena tulisan yang tercantum bukan aksara Bali ataupun Jawa. ‘’Padahal uang kepeng kan dulu menjadi uang pembayaran sah di Bali. Tetapi tulisannya tidak ada yang menggunakan aksara Bali, malah tulisan Mandarin,’’ ujarnya saat ditemui di stan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, Rabu (10/7) kemarin. Dari sana, Putra mulai mencari informasi uang kepeng. Ternyata uang ini sebenarnya berasal dari China. Makna yang tertulis dalam uang kepeng mengandung makna kesuburan, keselamatan dan lainnya. Selama bertahun-tahun mengoleksi uang kepeng, diakui Putra, sangat jarang ia mendapatkan literasi yang bisa mendukung untuk menjelaskan makna dan tahun berapa uang kepeng yang ia koleksi dibuat. ‘’Mungkin karena literasi ini sangat jarang, makanya kolektor uang kepeng saat ini masih sedikit,’’ ujarnya. Beruntung, Putra mendapatkan literasi yang ia butuhkan dari berbagai kenalan. Sehingga ia bisa menentukan kapan uang kepeng ini dibuat, apa maknanya serta dari mana uang kepeng tersebut berasal. Menurutnya, uang kepeng yang beredar di Bali ternyata tidak hanya berasal dari China, tetapi juga dari Jepang, Korea dan Vietnam. Uniknya di Bali uang kepeng tetap menjadi uang pembayaran yang sah, meski saat itu mata uang rupiah sudah ada. ‘’Pemakaian uang kepeng di Bali sebagai uang pembayaran yang sah cukup lama. Mencapai 700 tahun. Terakhir pemakaiannya tahun 1950 saat itu rupiah sudah ada,’’ jelas Putra. Meski saat ini uang kepeng sudah tidak menjadi uang pembayaran yang sah, di Bali uang kepeng masih tetap beredar meski penggunaannya untuk sarana upacara. Putra menambahkan, saat ini ia sudah memiliki ribuan koleksi uang kepeng. Ia mendapatkannya dari membeli atau diberikan oleh orang. Untuk membantu kolektor lainnya, Putra biasanya membuka sesi konsultasi mengenai makna dan asal uang kepeng. ‘’Di stan ini saya buka sesi konsultasi. Kalau misalnya ada yang mau koleksi dan saya ada lebih saya kasi. Biasanya ada juga yang mau membeli. Biasanya di pasaran untuk koleksi, harga uang kepeng bisa mencapai ratusan ribu,’’ jelasnya. (san)

USIA b u k a n l a h m e n jadi halangan bagi seseorang untuk tampil dalam kreativitas seni. Hal inilah yang ditunjukkan Sekaa Gong Kebyar Lansia Werdha Merdangga Sandhi, Yayasan Pem-

bangunan Sanur sebagai duta Kota Denpasar saat tampil di PKB ke-41, Rabu (10/7) kemarin. Tampil di Kalangan Ratna Kanda, sekaa gong yang didominasi lansia ini menggunakan pakaian tabuh lengkap. Penampilan mereka mampu memukau para penonton. Apalagi, mereka tampil bersama Sekaa Gong Kebyar Taman Anakanak Kumara

Swara Pascima Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Kecamatan Denpasar Selatan. Para lansia ini menampilkan dua suguhan menarik yakni Tabuh Pat Gari dan Sendratari Ramayana. Tabuh Pat Gari merupakan transformasi dari Tabuh Gari yang ada dalam barungan Gambelan Gambuh a t a u Semarap-

agulingan yang ditransfer ke dalam sebuah komposisi Tabuh Pat Lelambatan. Tabuh ini merupakan tabuh kreasi yang diciptakan oleh I Wayan Berata pada tahun 1984. Uniknya, tabuh yang dibina oleh I Ketut Budiana ini tidak seperti Tabuh Pat Lelambatan pada umumnya, karena pada satu sisinya tidak terdapat bagian pengisep. Sementara Sendratari Ramayana sebenarnya telah dipentaskan sejak 1961 yang merupakan cerita cinta klasik yang diangkat dari tulisan berbahasa Sansekerta karya Walmiki. Cerita Ramayana ini sesuai dengan yang terpahat dalam relief kuno dinding Candi Pramban-

KULINER KESEHATAN TOP IN VASI UMAT Hindu yang hendak melihat-lihat model palinggih Kemulan dan palinggih Taksu bisa datang ke stan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41. Di sana ada Stan UD Merta Jati Kemulan dari Jehem, Bangli. Di stan tersebut dipamerkan model palinggih Kemulan dan Taksu yang terbuat dari kayu cempaka dan nangka. Ada yang polos, bahkan ada yang berukir dengan harga yang bersaing. Pemilik UD Merta Jati Kemulan Jehem, Ketut Sukajati, mengatakan usaha ini dirintis orangtuanya dan sudah berjalan selama dua puluh tahun. Selama kurun waktu itu usaha ini mengalami pasang-surut, namun tidak sampai bangkrut. Menjelang hari baik, biasanya pemesanan meningkat. Pesanan sepi jika tidak ada hari baik. ‘’Seperti sekarang biasanya akan meningkat karena setelah Galungan banyak hari baik dan banyak masyarakat yang membangun atau merenovasi sanggah,’’ ujarnya. Lanjut Sukajati, khusus kerajinan ini jarang ada yang ready. Umumnya dibuat jika ada pesanan. Biasanya ada pesan yang polos, ada yang berukir. Bisa dipesan langsung dengan atap

an, serta mirip cerita kuno masyarakat Hindu di India dalam latar Candi Prambanan sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia. Alur cerita Ramayana ini disajikan dengan apik dalam bahasa Jawa dengan iringan musik gamelan serta sinden. Koordinator Sekaa Gong Kebyar Lansia Werdha Merdangga Sandhi, I Made Kara, mengatakan Sendratari Ramayana dulunya pernah menjadi ikon di Sanur. Momentum tersebut tepat saat bangkitnya seni di Sanur pada tahun 1975 dan akhirnya sekitar tahun 1978 sering dipentaskan. Kisah Sendratari Ramayana ini menceritakan bagaimana Rama mengikuti sayembara untuk dapat memenangkan hati Sinta. Di samping juga menceritakan perjalanan Rama, Sinta dan Laksamana di dalam sebuah hutan. Menariknya, Sekaa Gong Kebyar Lansia ini tidak hanya berupaya membangkitkan kembali kisah Ramayana, tetapi juga kembali mencetak dalang, sendon dan gerong. Meskipun sekaa gong kebyar ini beranggotakan para lansia yang usianya rata-rata di atas 65 tahun, diakuinya, saat latihan tidak menemukan kesulitan. Sebab, rata-rata dari mereka adalah seniman yang memiliki daya ingat yang kuat. Hanya, yang menarikan Dewi Sita agak kesulitan, karena basic-nya bukan penari. Namun, secara perlahan mereka bisa menarikannya dan mampu membangkitkan kembali gong kebyar di Desa Sanur. (win)

Berbagai Model ’’Palinggih’’ Kemulan dan Taksu di PKB

atau tanpa atap. Harganya tergantung dari kerumitan desain serta bahan bakunya. ‘’Desainnya dari saya langsung. Dikerjakan jika ada pesanan,’’ ujarnya. Sukajati mengaku sudah sering berpameran di ajang PKB untuk promosi. Banyak pengunjung yang datang untuk melihat-lihat, namun tidak langsung membeli. Biasanya jika membutuhkan palinggih ini mereka langsung memesan. ‘’Karena membuat sanggah itu kan perlu rencana. Jadi ajang PKB ini kami jadikan promosi untuk mengenalkan ke masyarakat. Biasanya kalau ada hari baik, mereka yang berkunjung ke sini akan menghubungi dan melakukan pesanan,’’ tutur Sukajati. Bahan baku, diakuinya, sulit didapatkan di daerah asalnya Jehem, Bangli. Tetapi kayu cempaka dan nangka masih bisa dipenuhi di Bali seperti daerah Kintamani, Karangasem dan Buleleng. Palinggih berbahan dasar kayu cempaka memang lebih mahal dibandingkan yang berbahan dasar kayu nangka. Harganya di kisaran Rp 10 juta hingga Rp 15 juta untuk yang polos. Tetapi yang berukir harganya bisa mencapai Rp 40 juta. (san)

WONDERFUL BALI

BUDAYA

PENDIDIKAN

Bali Post/san

UANG KEPENG - Kolektor uang kepeng I Dewa Nyoman Putra Harthawan menunjukkan koleksi uang kepengnya.

SENIMAN ’’Atma Kertih: Penyucian Jiwa Paripurna’’ Tema PKB Ke-42 Tahun 2020

Bali Post/win

DISKUSI - Suasana diskusi perumusan tema ‘’Atma Kertih’’ pada PKB ke-42 tahun 2020 di Disbud Bali, Rabu (10/7) kemarin.

PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-41 2019 yang mengusung tema ‘’Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin’’ akan ditutup Sabtu (13/7). Kendati demikian, tema PKB ke-42 tahun 2020 tengah dirumuskan dan diarahkan sebagai wahana implementasi visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ bidang Pemajuan Kebudayaan Bali. Tema tersebut didiskusikan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali bersama Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, Bidang Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya yang melibatkan tokoh agama, budayawan, praktisi budaya, sastrawan, dan seniman di Ruang Rapat Padma Disbud Bali, Rabu (10/7) kemarin. Dari hasil diskusi dirumuskan ‘’Atma Kertih’’ yang merupakan salah satu unsur dari Sad Kerthi dijadikan tema PKB ke-42 tahun 2020 mendatang. Sedangkan tema besar PKB tahun 20202025 yaitu ‘’Nangun Jiwa

Pramana Padma Bhuwana Bali (Membangkitkan Spirit Budaya Menuju Bali Era Baru)’’. Di antaranya Atma Kerthi (2020), Wana Kerthi (2021), Danu Kerthi (2022), Segara Kerthi (2023), Jana Kerthi (2024) dan Jagat Kerthi (2025). Tema ‘’Atma Kertih’’ sendiri dimaknai sebagai Penyucian Jiwa Paripurna, yang diharapkan menjadi subjek eksplorasi untuk semua materi PKB ke-42 tahun 2020 dan dapat mengakselerasi makna Akasacara. ‘’Tema ini akan di-launching pada penutupan PKB ke-41 Sabtu ini,’’ ujar Kadisbud Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana. Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, M.Hum. selaku salah satu narasumber dalam diskusi mengatakan kontekstualisasi tema ‘’Atma Kertih’’ pada PKB ke-42 tahun 2020 akan diwujudkan dalam bentuk karya seni, baik seni pertunjukan maupun seni rupa. Apalagi, sumber-sumber atma sangat banyak untuk digarap menjadi sebuah pertunjukan seni. Seperti Swarga Rohana

Parwa, Bima Swarga, Atma Prasangsa, Siwaratri Kalpa, dan Jaratkaru (Adiparwa). ‘’Kalau Atma Kertih itu sebagai penyucian jiwa paripurna, maka dalam konteks masa lampau atau konteks kearifan lokal, yaitu bagaimana cerita-cerita tentang atma, tentang penyucian jiwa secara spiritual. Sebab, manusia mulai dari lahir hingga mati ada sejumlah kegiatan ritual yang dilakukan dengan tujuan penyucian jiwa,’’ ujar Rektor ISI Denpasar ini. Dalam konteks kekinian, dikatakan penyucian jiwa bisa dilakukan dengan memberikan suguhan seni yang bisa menyejukkan umat manusia. Terutama melalui garapan seni yang alunan melodinya menyejukkan jiwa dan rasa penikmatnya. Apalagi, tema ini sangat erat kaitannya dengan Akasacara (dunia maya). ‘’Kalau Atma Kertih kita ambil kearifan lokalnya, sedangkan Akasacara kita tampilkan dalam bentuk kreativitas pertunjukan seni digitalnya dengan menerapkan kecanggihan teknologi

informasi, sehingga antara Atma Kertih dan Akasacara bisa saling mendukung dan bisa menjadi seni tradisi baru,’’ ujarnya. Narasumber lain, Drs. Ketut Sumarta, mengatakan dari sisi literasi Sastra Bali, PKB ke-42 merupakan momentum kelahiran dan kebangkitan spirit budaya baru yang menjadi hulu semua kebijakan dalam tatanan kehidupan di Bali. Oleh karena itu, konsep ‘’Nangun Jiwa Pramana Padma Bhuwana Bali’’ bisa menjadi tema besar PKB lima tahun ke depan untuk membangkitkan spirit budaya menuju Bali era baru. Terkait tema ‘’Atma Kertih’’, dijelaskan bahwa Kerthi atau Kertih mengandung arti perbuatan yang mulia. Sehingga kehidupan ini merupakan sebuah anugerah untuk memuliakan jiwa yang dimulai dari kesadaran spiritual. Oleh karena itu, tema ‘’Atma Kertih’’ ini adalah kesempatan untuk memuliakan jiwa lewat garapan-garapan seni yang dapat mengharmoniskan kehidupan. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 11 Juli 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu