Skip to main content

Edisi Selasa 11 Juni 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Mantan Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka Makar Jakarta (Bali Post) – Mantan Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal (Purn) Mochammad Sofyan Jacob ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. ‘’Kemarin Rabu, 29 Mei kami sudah gelar perkara. Dari hasil gelar perkara statusnya (Sofyan Jacob) kami naikkan menjadi tersangka,’’ kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono, di Jakarta, Senin (10/6) kemarin. Sebelum gelar perkara, pihaknya terlebih dahulu memeriksa sejumlah saksi, termasuk Sofyan sebagai saksi. ‘’Jadi gini, itu adalah laporan pelimpahan dari Bareskrim yang sudah kami lakukan penyidikan. Kemarin kami melakukan pemeriksaan saksi-saksi, kemudian yang bersangkutan juga sudah dilakukan pemeriksaan saksi,’’ ujar Argo. Dari hasil pemeriksaan saksi dan gelar perkara, kata Argo, Sofyan diduga kuat telah melakukan tindakan makar

atas ucapannya dalam sebuah rekaman video. ‘’Bukti makar, ada ucapan dalam bentuk video,’’ ucap Argo. Namun, Argo tak memerinci ucapan seperti apa yang dilontarkan Sofyan dalan video tersebut. ‘’Saya enggak lihat videonya. Akan tetapi, penyidik lebih paham, lebih tahu, penyidik sudah mengumpulkan bukti. Namanya sudah menetapkan sebagai tersangka berarti sudah memenuhi unsur,’’ tutur Argo. Dalam kasus ini, katanya, Sofyan menjadi terlapor di

Bareskrim Polri yang dilayangkan seseorang yang di dalamnya juga melaporkan Eggi Sudjana. ‘’Ada satu laporan di Mabes Polri yang terlapornya banyak itu, ya, termasuk bapak itu (Sofyan Jacob),’’ ucap Argo. Rencananya Sofyan Jacob diperiksa Senin kemarin, namun batal karena Jacob berhalangan hadir. Kuasa hukum Sofyan Jacob, Ahmad Yani, membenarkan ikhwal jadwal pemeriksaan itu. Namun karena kliennya berhalangan, Ahmad Yani datang ke Polda untuk memberikan surat

permohonan penjadwalan ulang kepada penyidik. ‘’Ya, hari ini Pak Sofyan Jacob dijadwalkan pemeriksaan, tapi beliau berhalangan, karena sakit. Kita minta untuk dijadwalkan ulang,’’ ujar Ahmad Yani dikonfirmasi di tempat lain. Ahmad Yani mengaku siap untuk menghadirkan Sofyan pekan depan. Namun, keputusan pemeriksaan lanjutan ia serahkan ke penyidik. ‘’Tergantung penyidik kapannya. Ya… seminggu ke depan ah lebih kurang,’’ tutur Ahmad Yani. (ant)

Argo Yuwono

Jelang Sidang Gugatan Pemilu di MK

Aparat Lakukan Pencegahan Aliran Massa ke Jakarta

Karen Galaila Agustiawan

Bali Post/ant

Mantan Dirut Pertamina Divonis Delapan Tahun

Jakarta (Bali Post) – Direktur Utama PT Pertamina 2009-2014 Karen Galaila Agustiawan divonis delapan tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan. Ia dinilai terbukti melakukan korupsi dalam proses participating interest (PI) atas blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009. ‘’Mengadili, menyatakan terdakwa Karen Galaila Agustiawan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama delapan tahun ditambah denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan,’’ kata ketua majelis hakim Emilia Djadja Subagdja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (10/6) kemarin. Putusan itu lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang menuntut Karen selama 15 tahun penjara serta pidana denda sejumlah Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan ditambah hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti sejumlah Rp 284 miliar. Namun majelis hakim yang terdiri atas Emilia Djadja Subagdja, Franky Tumbuwun, Rosmina, M. Idris M. Amin dan Anwar tidak menjatuhkan pidana tambahan uang pengganti kepada Karen karena menilai bahwa Karen tidak menerima uang terkait investasi itu. ‘’Tidak ada bukti terdakwa menerima uang dari tindak pidana, sehingga terdakwa tidak dapat dibebani uang pengganti,’’ kata hakim M. Idris M .Amin. Karen dan kawan-kawan dinilai telah memutuskan untuk melakukan investasi participationg interest di blok BMG Australia tanpa adanya due dilligence dan analisis risiko yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA) tanpa adanya persetujuan bagian legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina, sehingga memperkaya diri sendiri atau orang lain yaitu ROC Oil Company (ROC) Limited Australia dan merugikan keuangan negara sebesar Rp 568,066 miliar. Namun, ada satu hakim ad hoc yaitu Anwar yang menyatakan perbedaan pendapat (dissenting opinion). ‘’Menyatakan terdakwa Karen Galiala Agustiawan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan dakwaan primer dan dakwaan subsdier,’’ kata hakim Anwar. (ant)

Jakarta (Bali Post) Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan pihaknya akan melakukan pencegahan aliran massa ke Jakarta menjelang sidang gugatan Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). ‘’Kita mencoba untuk melakukan suatu pencega-

han mengalirnya massa ke Jakarta. Ini dalam rangka pengamanan Jakarta terusmenerus ya,’’ kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (10/6) kemarin. Pencegahan aliran massa juga bakal dilakukan di kotakota lainnya selain Jakarta oleh aparat kepolisian. ‘’Kita ingin agar persidangan MK

ini merupakan kesepakatan para kontestan. Kita syukuri dan apresiasi. Harapan semuanya ini konsisten, agar keputusan MK nanti diterima semua pihak,’’ ujarnya. Wiranto juga meminta agar para kontestan tak melakukan pengerahan massa. ‘’Teman-teman kontestan yang ada niat untuk mengerahkan massa janganlah dilakukan,

karena proses hukum tengah berjalan. Proses yang sangat elegan, terhormat, bermartabat, ini biarlah berjalan dulu,’’ ujarnya. Wiranto juga menyebutkan pemerintah belum ada rencana kembali melakukan pembatasan media sosial. ‘’Insya Allah enggak ada. Tapi kita mengimbau kepada masyarakat agar jangan kita

biarkan berita-berita hoax ini menyerang opini publik,’’ kata mantan Panglima ABRI ini. Seperti diketahui, pada 14 Juni 2019 MK akan menggelar sidang perdana untuk memutuskan lanjut atau tidaknya sengketa ke tahapan persidangan dengan mempertimbangkan permohonan beserta barang bukti yang diajukan (putusan sela). (ant)

Harga Tiket Mahal Pemerintah Berencana Undang Maskapai Asing Jakarta (Bali Post) Pemerintah berencana membuka peluang bagi maskapai penerbangan asing masuk dalam pasar penerbangan dalam negeri. Rencana kebijakan ini akan ditempuh pemerintah sebagai solusi menekan tingginya harga tiket pesawat. Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan mengundang operator maskapai asing dalam pasar maskapai dalam negeri. Dengan keberadaan maskapai luar negeri diharapkan operator penerbangan dalam negeri bisa lebih kompetitif, termasuk dalam hal penentuan tarif tiket pesawat. Selama ini penerbangan dalam negeri didominasi oleh dua grup maskapai domestik yakni Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group. Ide Presiden Jokowi itu kemudian disikapi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang menyatakan akan mempelajari kemungkinan direalisasikannya wacana tersebut. Terkait rencana itu, Budi Karya menegaskan ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi bagi maskapai asing yang ingin masuk dalam pasar dalam negeri. Antar lain harus memiliki kantor yang beroperasi di Indonesia. Selain itu, 51 persen saham dari perusahaan yang dibangun di Indonesia harus

dimiliki oleh negara. Syarat lainnya adalah asas cabotage yaitu izin operasi rute domestik tetap harus dilayani oleh maskapai nasional. Atas rencana itu, Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan akan mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengkaji ulang secara mendalam rencana tersebut dengan tetap memperhatikan keberlangsungan maskapai dalam negeri. ‘’Kementerian Perhubungan agar mengkaji secara mendalam rencana tersebut dengan tetap memperhatikan keberlangsungan maskapai dalam negeri, serta tetap memberlakukan peraturan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Ttahun 2009 tentang Penerbangan,’’ ucap Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin (10/6) kemarin. Bamsoet mengakui tingginya harga tiket pesawat akhir-akhir ini telah memberi dampak negatif pada perekonomian nasional, terutama di sektor pariwisata. Namun perlu dipertimbangkan lebih seksama untung-ruginya apabila maskapai penerbangan asing diberi kelonggaran untuk masuk dalam pasar dalam negeri. ‘’Kami tetap mendorong Kemenhub untuk tetap mencari solusi

yang lebih efektif dari faktor-faktor yang menyebabkan tingginya harga tiket pesawat,’’ tegasnya. (kmb4)

BBNKB Kendaraan Umum di Bali Diturunkan Denpasar (Bali Post) Bali memutuskan tidak lagi mengambil jalan tengah terkait pemberlakuan besaran tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan umum. Mengingat di dalam ketentuan UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah khususnya pasal 12 ayat (1) huruf a, hanya diatur bila tarif BBNKB I paling tinggi sebesar 20 persen. ‘’UU itu mengaturnya tidak di satu angka, dikasih range dari 10 sampai 20 persen. PANSUS - Rapat pembahasan revisi Perda Pajak Daerah antara pansus dan eksekutif di Ruang Baleg DPRD Bali.

Dulu zamannya masih Dispenda, di seluruh Indonesia itu sepakat mengambil jalan tengah ditetapkan 15 persen,’’ ujar Ketua Pansus Ranperda Revisi Perda Pajak Daerah di DPRD Bali Gede Kusuma Putra dikonfirmasi, Senin (10/6) kemarin. Setelah kesepakatan itu berjalan, lanjut Kusuma Putra, justru ada provinsi yang mulai menurunkan tarif BBNKB-nya. Hal ini pun turut berdampak bagi Bali yang masih memberlakukan tarif BBNKB I sebesar 15 persen. Oleh karena itu, revisi Perda Pajak Daerah salah satunya memuat penurunan BBNKB I menjadi 10 persen. Namun, hanya berlaku untuk kendaraan umum. ‘’Beda 5 persen saja, teru-

tama bagi perusahaan untuk peremajaan armadanya dengan membeli kendaraan lebih dari 3-4 unit kan besar. Otomatis mereka belinya di luar, tapi operasinya di Bali. Bayar pajak kendaraan bermotor yang rutin tiap tahun ya tidak di Bali,’’ jelas politisi PDI-P ini. Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali I Made Santha mengatakan, tarif BBNKB kendaraan umum dengan kendaraan pribadi nantinya dibedakan sebagai bentuk asas keadilan dari pemerintah. Kendati ada penurunan tarif BBNKB I untuk kendaraan umum dari 15 persen menjadi 10 persen, kebijakan itu tidak akan mengurangi pendapatan daerah. ‘’Saya punya hitung-hitun-

gan, di tahun kedua itu sudah break event. Kemudian di tahun ketiga meningkat. Tidak saja meningkat dari BBNKB I, melainkan akan meningkat dari pajak kendaraan bermotor yang reguler,’’ ujarnya. Kondisi saat ini, lanjut Santha, cukup banyak kendaraan berpelat luar Bali yang beroperasi di Bali. Bahkan termasuk yang berstatus angkutan umum. Dengan kata lain, pajak kendaraan bermotornya tidak masuk ke Bali. Tetapi malah menggunakan infrastruktur di Bali, serta menghasilkan gas buang yang menjadi polusi bagi lingkungan Bali, kemacetan, dan seterusnya. Keberadaan kendaraan berpelat luar Bali juga mengacaukan database kendaraan di Bali. (kmb32)


2

Selasa Paing, 11 Juni 2019

FIGUR Bangkitkan Seni ”Sebunan’’ SENI tradisi sebunan yang berbasis desa adat akan dibangkitkan kembali dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019. Seni sebunan diberikan ruang untuk memperkuat upaya pelestarian seni tradisi orisinal yang hidup di masyarakat. Utamanya sebagai penopang adat, agama, tradisi, dan kearifan lokal lainnya. ‘’Saya kira ini selain memajukan budaya, melestarikan budaya, juga memperkokoh kehidupan di tengah-tengah masyarakat melalui sekaa sebunan yang ada,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster di sela-sela jumpa pers terkait kegiatan PKB 2019 di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (10/6) kemarin. Menurut Ketua DPD PDI-B Bali ini, sekaa sebunan menunjukkan kekuatan ikatan para anggota sekaa. Keguyuban dan kegotongroyongannya merupakan bagian dari kohesi sosial di dalam tata cara kehidupan masyarakat Bali. ‘’Selain kita melestarikan seni, sekaligus juga memelihara keguyuban, dan kekompakan kehidupan masyarakat di Bali,’’ imbuhnya. Ia menegaskan, PKB 2019 yang mengangkat tema ‘’Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin’’ merupakan PKB pertama di masa kepemimpinannya. Mulai tahun ini, antara tema dengan isian acara mesti sinkron dan selaras. Tidak ada lagi tema yang hanya menjadi pemanis saja, sementara isian acara tetap monoton dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, konsep penyelenggaraan PKB secara fundamental diubah. Khususnya disesuaikan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Selain itu, PKB juga digelar sebagai ajang pemajuan kebudayaan Bali. Ditegaskan, budaya merupakan bentuk investasi jangka panjang, sekaligus yang membuat Bali dikenal unik dan masyarakatnya memiliki peradaban. ‘’Dalam urusan membangun budaya, jangan pernah menghitunghitung banyak menghabiskan anggaran. Ini cara pandang yang salah/ fatal, karena yang membawa rezeki itu adalah budaya. Tanpa budaya tidak ada itu turis datang,’’ jelasnya. Ia membuktikan hal itu dengan meningkatkan anggaran PKB untuk kabupaten/kota hingga dua kali lipat. Dari sebelumnya sekitar Rp 200 juta, kini menjadi Rp 400 juta. Di tahuntahun berikutnya, anggaran itu bahkan dipastikan terus akan meningkat. Seni-seni tradisi yang selama ini terlupakan, kurang diangkat atau bahkan terancam punah diharapkan bisa bangkit kembali. Demikian pula kesadaran masyarakat agar terbangun untuk menggali seni-seni tradisi tersebut. (rin)

RANPERDA - Rapat pembahasan ranperda inisiatif DPRD Bali tentang penyelenggaraan ketenagakerjaan.

Bali Post/ist

Banyak Perusahaan Tak Posisikan Karyawan sebagai Aset

Denpasar (Bali Post) Pansus Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di DPRD Bali menyoroti banyaknya perusahaan yang tidak memosisikan karyawannya sebagai aset. Hal itu tampak dengan masih adanya sistem kerja kontrak, daily worker (DW) atau pekerja harian lepas, dan outsourching. Selain itu, masih ada perusahaan yang memberikan gaji tidak sesuai dengan upah minimum. ‘’Statemennya sih karyawan sebagai aset. Tapi dalam praktiknya tidak sebagai aset. Contohnya adalah memberlakukan DW lama-

lama, melakukan kontrak lama-lama tanpa menghitung masa kerja, memberikan upah di bawah upah minimum, dan tidak memberikan

BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,’’ ujar Ketua Pansus I Nyoman Parta di sela-sela rapat pembahasan ranperda inisiatif dewan, Senin (10/6) kemarin. Menurut Parta, masih adanya praktek-praktek seperti itu sama dengan perusahaan belum memposisikan karyawannya sebagai aset. Kondisi ini paling banyak dijumpai pada sektor pariwisata dan industri garmen. Politisi PDIP ini mengaku sudah banyak

mengantongi informasi, bahkan bukti-buktinya. ‘’Saya sudah seabrek dapat,’’ jelasnya. Terkait pembahasan ranperda, Parta mengaku dalam waktu dekat segera mengundang para buruh. Selain itu, melibatkan pula pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Bali, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, Dewan Pengupahan, pihak kampus, serikat pekerja, pengusaha, serta para pengamat perburuhan. ‘’Kami juga akan

berkonsultasi ke Jakarta berkaitan dengan semakin banyaknya tenaga asing di Bali yang sekarang mengambil semua pekerjaan, bahkan sampai pekerjaan-pekerjaan di level bawah,’’ tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Daging Ayam Lolos Masuk ke Bali

Jumlah Penerbangan Internasional Turun

Denpasar (Bali Post) Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Bali, jumlah keberangkatan pesawat domestik dari Bandara Ngurah Rai tercatat selalu lebih rendah setiap bulannya pada 2019 dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Terakhir pada April 2019, jumlah penerbangan domestik tercatat 3.327 penerbangan. Angka ini lebih rendah dari tahun sebelumnya pada April 2018 yang mencapai 3.700 penerbangan. Begitu juga angka Maret dan Februari 2019 lebih rendah dari Maret dan Feburari 2018. “Ini mungking isyarat dari harga tiket tinggi yang banyak dikeluhkan penumpang. Harga tiket yang tinggi itu menyebabkan penerbangan domestik relatif turun dari bulan ke bulan pada ini,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Adi Nugroho saat rilis resmi statistik, Senin (10/6) kemarin. Ternyata tidak hanya jumlah penerbangan domestik yang turun. Jumlah penerbangan internasional juga turun. Data jumlah penerbangan internasional pada April 2019 juga lebih rendah dari April 2018 yaitu 2.980 penerbangan. Sedangkan pada April 2019, jumlahnya mencapai 2.947 penerbangan. Angka yang lebih rendah ini sudah berlangsung mulai Februari dan Maret. Menurut Adi Nugroho, hal ini menunjukkan meskipun harga tiket pesawat tidak naik seperti pada penerbangan domestik, namun penerbangan internasional juga sedang mengalami penurunan keberangkatan dan kedatangan. “Jika dikaitkan dengan kunjungan wisman, kami mencatat ada penurunan yang juga berlangsung beberapa bulan terakhir, dibandingkan dengan kunjungan wisman tahun sebelumnya,” imbuhnya. Adi Nugroho mengatakan, penurunan ini bisa disebabkan oleh menurunnya tingkat perekonomian dunia sehingga wisatawan dari segala penjuru dunia juga menurun. Penurunan kunjungan ini juga bisa karena daya tarik Bali turun sehingga orang cenderung pindah ke destinasi lain. Penurunan ini, kata dia perlu dicermati dan dikaji serta segera dicari tahu penyebabnya agar dapat mencari cara untuk mengembalikan tingkat kunjungan wisman tersebut. Terlebih jika dalam kajian ditemukan banyak wisatawan yang semakin menurun ketertarikannya ke Bali, maka ini menjadi sesuatu yang harus dikerjakan dengan baik untuk mengembalikan daya tarik wisata Bali, merebut pasar wisatawan mancanegara. Adi Nugroho menambahkan, penurunan jumlah penerbangan dan kunjungan wisman ini tidak sejalan dengan tingkat kunjungan wisman secara nasional yang tidak mengalami penurunan kunjungan. “Nasional relatif lebih baik. Bali kelihatan mulai tidak baik dan ada isyarat jangan-jangan destinasi 10 Bali baru itu sudah bekerja, sudah menghasilkan sesuatu sehingga orang beralih ke sana,” katanya mengingatkan. Menurut Adi Nugroho, Bali sedang menghadapi situasi baru yang berbeda dengan situasi dua hingga tiga tahun terakhir. Sehingga diperlukan kajian yang mendalam, apa sesungguhnya yang berbeda dari dua hingga tiga tahun yang lalu sehingga memberikan indikator-indikator yang tidak menggembirakan tersebut. “Kita harus segera tahu apa itu dan harus segera bisa menyesuaikan diri. Kalau sudah tahu, kita bisa mencari cara untuk mengembalikan tingkat kunjungan tersebut,” jelasnya. Adi Nugroho menegaskan, isyarat yang sudah berlangsung selama tiga hingga empat bulan ini harus dicatat sebagai syarat yang serius. Dengan kata lain, kajian terkait hal itu harus segera dilakukan. (kmb42)

Topik : GENERASI MUDA JANGAN ENGGAN BERBAHASA BALI

Balai Karantina Diminta Ikuti Peraturan Daerah

Denpasar (Bali Post) Pengawas masuknya daging ayam dari luar Bali ke Bali adalah Balai Karantina. Persoalan tata niaga ayam yang dikeluhkan peternak lokal bisa diatasi jika Balai Karantina mengikuti peraturan yang ada di daerah. Di Bali ada Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Penggunaan Produk Lokal Bali, sehingga daging ayam dari luar Bali tidak akan bisa masuk jika tidak mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali. Kepala Dinas PKH Provinsi Bali drh. I Wayan Mardiana menyampaikan, ketika harga daging ayam di Bali cukup bagus, supplyer dari luar Bali akan memasukkan daging ayam dalam bentuk karkas, tanpa rekomendasi dari Dinas PKH Provinsi Bali. “Ini dilakukan oleh para pengusaha yang hanya cukup dengan surat karantina saja tanpa ada rekomendasi pemasukan dari daerah tujuan maupun pengeluaran dari daerah tujuan,” ujar Mardiana, Senin (10/6) kemarin.

Menurut Mardiana, pihaknya akan mengundang para supplyer daging ayam untuk rapat bersama PBB, perhimpunan rumah potong unggas (RPU) dalam rangka menstabilkan harga. “Jangan sampai, di satu sisi peternak mandiri kita gulung tikar,” ujarnya. Mardiana menambahkan, dalam UU Veteriner disebutkan bahwa semua bahan asal hewan yang akan masuk ke daerah tujuan harus mendapat rekomendasi pemasukan dari daerah tujuan dan rekomendasi pengeluaran dari daerah asal. Sementara dalam UU Kekarantinaan tidak mempersyaratkan surat rekomendasi tersebut sehingga daging ayam dari luar Bali bisa masuk ke Bali. Padahal, surat keterangan kesehatan hewan bisa didapatkan dengan mudah di dokter hewan. Ketika produk asal hewan masuk ke suatu wilayah, maka kewenangan ada pada pemerintah daerah, bukan ranah karantina. “Karantina bordernya hanya di daerah pelabuhan saja, sekarang masuk ke suatu wilayah siapa yang punya ke-

wenangan, kan bukan karantina lagi. Ini yang kadang-kadang kita sering berdebat dengan pihak karantina. Karantina selalu ngotot pakai UU kekarantinaan. Dia tidak melihat daerah itu manakala terjadi musibah, wabah apakah karantina ikut bertangguna jawab?,” tegasnya. Mardiana mengaku sudah meminta kepada pihak karantina untuk menginformasikan ke dinas jika ada pemasukan daging ayam ke Bali. Karena jika yang melakukan pengawasan di pintu masuk Bali adalah dinas ataupun dari asosiasi, dinilai tidak mungkin karena keterbatasan anggaran dan tidak ada tenaga dari dinas untuk melakukan pengawasan di sana. “Kami minta diberitahu, diinformasikan jika ada daging masuk, dari perusahaan apa, alamatnya dimana? Kami yang akan datang ke tempat itu untuk menanyakan surat rekomendasi,” katanya. Jika Karantina tetap bersikukuh dengan UU kekarantinaannya, kata Mardiana, maka ia juga akan menggunakan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. “Apa yang

ada di daerah harus diikuti, harus tunduk,” tegasnya. Menurut Mardiana, pihaknya sudah pernah meminta ke pihak karantina untuk memberikan informasi.

Dari karantina hanya mengiyakan, tapi realisasinya belum ada. “Kami dari dinas juga merasa perihatin dengan peternak mandiri kita,” ujarnya. (kmb42)

Disdik Bali Buka Posko PPDB SMA/SMK Denpasar (Bali Post) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali membuka Posko Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di kantor dinas setempat mulai Senin (10/6) kemarin. Kehadiran posko ini langsung dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait PPDB. ‘’Masyarakat yang masih ragu tentang ketentuan-ketentuan atau informasi yang diterima, kalau langsung ke Disdik kita sudah siap untuk memberikan informasi sesuai dengan apa yang kita tetapkan,’’ ujar Kasi Pemberdayaan dan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan Disdik Bali A.A. Gde Rai Sujaya. Menurut Rai Sujaya, Posko PPDB dibuka sesuai jam kantor. Di hari pertama kemarin sudah ada lebih dari 20 orang yang datang. Mereka umumnya masih menerima informasi yang tidak sesuai dengan ketentuan Disdik. Ada pula yang membandingkan dengan PPDB SMP, apakah sama mendapatkan token untuk dipakai mendaftar atau tidak. Kemudian, ada yang mencari informasi terkait pendaftaran siswa dari luar negeri serta mengenai KK dan surat keterangan domisili. ‘’Itu yang banyak ditanyakan oleh masyarakat, terkait yang mana bisa pakai domisili. Di Permendikbud 51 kan sudah disebutkan KK itu bisa diganti dengan surat keterangan domisili. Namun di surat keterangan domisili menyebutkan,

calon peserta didik minimal enam bulan sudah beralamat sesuai tempat domisili tersebut,’’ jelasnya. Sementara itu, PPDB jalur prestasi SMA dan jalur perpindahan orangtua akan dibuka pada tanggal 26-27 Juni 2019, dilanjutkan dengan perankingan pada tanggal 4 Juli 2019, pengumuman tanggal 5 Juli 2019, dan mendaftar kembali pada tanggal 8-11 Juli 2019. Untuk jalur zonasi SMA termasuk anak desa adat (jalur perjanjian dengan desa adat), keluarga tidak mampu, dan anak inklusi, pendaftaran dilakukan pada tanggal 28 dan 29 Juni serta dilanjutkan tanggal 1, 2, 3 Juli 2019. Setelah itu dilakukan verifikasi pada tanggal 28, 29 Juni dan 1, 2, 3 Juli 2019, perankingan pada tanggal 4 Juli 2019, pengumuman tanggal 5 Juli 2019, dan mendaftar kembali pada tanggal 8-11 Juli 2019. Waktu pelaksanaan pendaftaran, verifikasi, perankingan, pengumuman dan mendaftar kembali pada jalur zonasi SMA ini juga bersamaan dengan jalur reguler SMK, termasuk anak desa adat, keluarga tidak mampu, dan anak inklusi. Sebelumnya, Kepala Disdik Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, arah dari PPDB dengan 90 persen jalur zonasi adalah untuk pemerataan dan menghindari adanya sekolah unggulan. Kendati untuk mengubah mindset tentang sekolah unggulan tidak bisa dilakukan secara instan. Di sisi lain, SMA dan SMK negeri

Bali Post/kmb32

POSKO PPDB - Petugas dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali memberikan informasi terkait PPDB SMA/SMK kepada masyarakat di Posko PPDB, Senin (10/6) kemarin. yang ada sekarang tidak bisa menampung seluruh lulusan SMP. Sebagian dari mereka tentu harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Menurut Boy Jayawibawa, pihaknya kini sudah menyiapkan skema pembiayaan untuk sekolah swasta. Dengan harapan, antara sekolah negeri dan swasta menjadi sama atau tidak ada biaya lagi. ‘’Selama ini kan hanya negeri yang mendapat BOS daerah dari

APBD, sekarang swasta juga dapat. Total dengan biaya siswa miskin sekitar Rp 22 miliar kita anggarkan mulai 2019 ini di APBD Perubahan,’’ ujarnya. Boy Jayawibawa menambahkan, pihaknya terlebih dulu akan melihat kemampuan sekolah swasta sebelum diberikan BOS daerah. Saat ini tercatat ada 78 SMA negeri, 51 SMK negeri, 74 SMA swasta, dan 117 SMK swasta di Bali. (kmb32)


BADUNG 3 Bupati Giri Prasta Buka SMANGI Festival Ke-4 Tahun 2019 Selasa Paing, 11 Juni 2019

Apresiasi Nilai-nilai Seni dan Budaya pada Pendidikan BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi pelaksanaan SMANGI Festival ke-4 SMAN 1 Mengwi tahun 2019. Kreativitas siswa ini sangat sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Badung dalam upaya menjaga kelestarian seni dan budaya. Apresiasi tersebut diungkapkan Bupati Giri Prasta saat membuka SMANGI Festival ke-4 Tahun 2019, di SMAN 1 Mengwi, Senin (10/6) kemarin. Di antaranya hadir dalam kesempatan tersebut, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Jaya Saputra beserta unsur Tripika Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Mengwi I Ketut Umbara, Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Bali, UPT Disdikpora Mengwi I Wayan Koper beserta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Badung. Bupati Giri Prasta dalam sambutannya menyambut baik dan mengapresiasi SMAN 1 Mengwi yang telah mampu menyelenggarakan sekaligus menjadi host dalam pelaksanaan festival yang merupakan wujud kreativitas siswa beserta seluruh jajaran pendidik di lingkungan SMAN 1 Mengwi. Festival

ini dinilai sebagai upaya mengapresiasikan nilai-nilai seni budaya dan pendidikan, dalam rangka meningkatkan mutu peserta didik di Kabupaten Badung khususnya dan di Bali umumnya sebagai suatu wahana dalam pembentukan karakter anak bangsa. ‘’Ini membuktikan bahwa visi dan misi SMA Negeri 1 Mengwi ini luar biasa dan sejalan dengan apa yang menjadi cita-cita Ki Hajar Dewantara,’’ ungkapnya. Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menyampaikan rasa bangganya terhadap panitia pelaksana SMANGI Festival yang telah melaksanakan festival ini secara kreatif dan penuh inovasi. Ini terlihat dari susunan acara mulai dari penyambutan yang menampilkan marching band, pameran kewirausahaan dan kreativitas dalam bidang seni dan budaya. Pada kesempatan itu Bupati Giri Prasta mengatakan, TK, SD, SMP adalah kewenangan dari kabupaten, sedangkan SMA/SMK kewenangan Pemprov, tetapi kabupaten bisa membantu SMA dan SMK melalui hibah, setelah itu diserahkan ke provinsi. Sebanyak 20 persen APBD untuk penunjang pendidikan diarahkan un-

tuk menuntaskan masalah pendidikan. Dalam hal ini, komitmen pemimpin daerah harus jelas. Disebutkannya, Pemkab Badung juga telah memberikan wifi gratis dari ujung selatan sampai ujung utara Kabupaten Badung, beasiswa sekolah ke luar negeri dan lainnya. ‘’Orang hebat hanya menciptakan beberapa orang bermutu, tetapi guru bermutu akan menghasilkan ribuan orang hebat. Untuk itu semua elemen guru maupun siswa agar bersatu. Karena kalau kita bersatu, setengah perjuangan kita akan berhasil, kalau tidak bersatu setengah perjuangan kita akan gagal,’’ ungkap Bupati Giri Prasta. Pada kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan dana motivasi sebesar Rp 50 juta. Kepala SMAN 1 Mengwi Ni Luh Made Ratna Agustini menyampaikan, SMA Negeri 1 Mengwi adalah Sekolah CERDAS (Curios, Empathy, Religious, Disipline, Active, Self Control). Menjadi sebuah kebanggaan bagi seluruh warga SMA Negeri 1 Mengwi dapat menyelenggarakan kegiatan tahunan yang bertajuk SMANGI Festival. Kegiatan ini merupakan pengembangan dari kompetisi

bahasa, seni dan sains yang telah diselenggarakan sejak tahun 2016 dan akan terus berkelanjutan setiap tahunnya. Kini sudah berkembang lebih luas dan telah disempurnakan sesuai dengan tuntutan pendidikan saat ini. ‘’Ajang SMANGI Festival yang ke-4 ini mengambil tema Kriyasastra Widya Abirama, berarti keserasian seni, kreativitas, sastra, bahasa dan ilmu pengetahuan. Menjadi wadah bagi siswa-siswi kami untuk menunjukan kreativitas melalui pameran kewirausahaan dan kreativitas dalam bidang seni dan budaya,’’ ungkapnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana SMANGI Festival A.A. Gede Ari Laksana melaporkan, kegiatan ini akan berlangsung selama tujuh hari mulai kemarin hingga 15 Juni. Kegiatan meliputi kompetisi bahasa seni dan sains tingkat SMP se-Bali dan SD se-Badung dan Tabanan, lomba cerdas tangkas se-Bali serta lomba ketangkasan baris-berbaris dan pameran kewirausahaan. SMANGI Festival merupakan suatu wadah kreativitas dan unjuk kemampuan siswa dalam menghadapi kompetisi-kompetisi lain di tingkat lebih tinggi dan bermuara pada peningkatan kualitas

MEMBUKA SMANGI FESTIVAL - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat membuka secara resmi SMANGI Festival ke-4 tahun 2019, di SMAN 1 Mengwi, Senin (10/6) kemarin. pendidikan. Kegiatan ini mengacu pada berbagai lomba atau kompetisi yang sejenis di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional. Peserta lomba sebanyak 497 peserta dari tingkat SMP seProvinsi Bali dan 295 peserta dari tingkat SD se-Kabupaten

Badung dan Tabanan. Dalam perlombaan, masing-masing pemenang akan memberikan poin bagi sekolahnya untuk memperebutkan predikat juara umum kompetisi bahasa, seni dan sains SMAN 1 Mengwi tahun 2019. Juara umum akan mendapatkan

piala bergilir Mahawidya Piranti. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung beserta jajaran yang telah mendukung dan memotivasi sehingga acara ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,’’ terangnya. (ad181)

Pascalibur Panjang, Sekda Sidak Kedisiplinan Pegawai Mangupura (Bali Post) –

Hari pertama bekerja pascalibur panjang Idul Fitri 1440 H, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengumpulkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Sekda Badung, Senin (10/6) kemarin. Kegiatan ini guna mendisiplinkan dan meningkatkan kinerja pegawai pascalibur panjang.

Bali Post/ist

SIDAK - Sekda Badung Wayan Adi Arnawa didampingi jajarannya sidak ke sejumlah OPD usai apel disiplin, Senin (10/6) kemarin.

Lebaran, Situasi Wilkum Polresta Aman dan Kondusif

Mangupura (Bali Post) Pascalibur panjang serangkaian Lebaran, pemantauan objek wisata terus dilakukan pimpinan Polresta Denpasar. Pada Senin (10/6) kemarin, Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono meninjau Pos Pengamanan Operasi Ketupat 2019 di Pantai Kuta. Pada kesempatan tersebut Benny menyatakan, situasi wilayah hukum (wilkum) Polresta Denpasar selama Idul Fitri, aman dan kondusif. ‘’Pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat 2019 sampai hari ini (kemarin - red) berjalan dengan aman, lancar dan kondusif. Artinya, arus mudik dan arus balik lancar dan pola pengamanan sudah direncanakan terlaksana dengan baik. Selain itu, tidak ada kejadian menonjol, cuma terjadi lakalantas saja,’’ ujar Benny didampingi Kabag Ops Kompol I Nyoman Gatra. Mantan Koorspripim Polda Bali ini menjelaskan, personel yang dilibatkan dari Polresta Denpasar sebanyak 222 orang. Selain itu, dilakukan penambahan personel untuk jalur-jalur pariwisata. Tujuannya, mengantisipasi kemacetan lalu lintas. ‘’Kita usahakan tidak ada kemacetan, minimal tetap men-

galir. Ini kebijakan pimpinan. Mengakhiri operasi ini, Bapak Kapolresta Denpasar mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Denpasar yang melakukan mudik dan berlibur di sini, karena sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat wilayah Polresta bisa terlaksana dengan baik, aman dan lancar,’’ ujarnya. Soal pengamanan khusus terkait sidang gugatan hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi, dia menegaskan, tidak ada. Sementara itu pada peninjauan kemarin, Benny bersama Kabag Ops Kompol Nyoman Gatra mengajak awak media mencoba rantis Tambora patroli menuju Pantai Kuta. Kendaraan ini beberapa bulan lalu diserahkan oleh Polda Bali. Rantis produk Korea ini khusus untuk evakuasi, antipeluru, dilengkapi gas air mata dan peralatan canggih. Di Bali ada 15 unit. Per unitnya harganya Rp 6 miliar. Saat mengecek Pos Pengamanan Operasi Ketupat 2019 di Pantai Kuta, mantan Kapolsek Kuta ini langsung disapa wisatawan mancanegara. Bahkan banyak turis mengajak foto dan mencoba naik mobil rantis Tambora. (kmb36)

Bali Post/rah

MENINJAU POS - Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono disapa wisatawan saat meninjau Pos Pengamanan Operasi Ketupat di Pantai Kuta, Senin (10/6) kemarin.

Usai apel disiplin yang dilaksanakan di lapangan Puspem Badung, Sekda Adi Arnawa juga menggelar sidak ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi atas kehadiran pegawai pascalibur Lebaran. ‘’Saya minta agar kedisiplinan ini tetap terus dipertahankan. Jangan baru saya hadir di sini, bapak/ibu hadir. Kehadiran adalah parameter dari kedisiplinan dan kedis-

iplinan ini kunci kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,’’ ujarnya. Birokrat asal Pecatu ini mengingatkan semua ASN, khususnya di Bagian Setda Badung untuk bekerja keras menyelesaikan setiap tugas. ‘’Saat ini sudah memasuki bulan ke-6 atau memasuki semester I akhir, mari kita bekerja dengan tanggung jawab melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan dan masih belum terselesaikan,’’ ajaknya.

Usai apel disiplin, Sekda Adi Arnawa dengan didampingi jajarannya melakukan sidak, salah satunya ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung dan diterima Kepala BKPSDM Badung I Gede Wijaya. Berdasarkan data BKPSDM, kemarin sebanyak 29 pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan, dari 7.989 ASN yang tercatat. Sementara, 97 tidak hadir dengan keterangan, sakit 48 orang, cuti bersalin

ULUWATU - Wisatawan menikmati panorama Uluwatu.

seorang dan upacara adat sebanyak 19 orang. ‘’Kami akan kenakan sanksi sesuai PP 53 Tahun 2010. Dalam aturan ini sudah jelas dicantumkan sanksi ringan, sedang, keras,’’ tegas Kepala BKPSDM I Gede Wijaya. Disebutkannya, bagi pegawai tidak masuk kerja tanpa keterangan akan dikenakan sanksi ringan. ‘’Bila sebanyak lima kali tidak hadir tanpa alasan, diberikan teguran lisan, 10 kali teguran tertulis, 15 kali pernyataan tidak puas secara tertulis. Ini dihitung secara komulatif dalam satu tahun anggaran dan sudah pasti kalau tidak masuk, TPP dari absensi dipotong, karena yang bersangkutan tidak bekerja,’’ tegasnya. (kmb27)

Bali Post/edi

Per Hari, 9 Ribu Wisatawan Berkunjung ke Uluwatu Mangupura (Bali Post) Selama libur Lebaran dari 4 sampai 6 Juni, rata-rata kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu sebanyak 9.000 sampai 10.000 orang per hari. Angka tersebut meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Menurut Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar

Pura Uluwatu Wayan Wijana, jumlah kunjungan wisatawan selama tiga hari pada libur Lebaran tahun 2019 totalnya 29.015 orang. Sementara untuk kunjungan dari Januari sampai Juni, setiap harinya cenderung stabil yaitu rata-rata 4.500 sampai 5.000 orang per hari. Dari awal Juni hingga 9 Juni, rata-rata per hari sekitar 8.600 orang.

‘’Perayaan Idul Fitri ini antara 1 sampai 9 Juni, jumlah kunjungan itu per hari ratarata 8.600 per hari. Jumlah kunjungan itu merata, ada domestik dan mancanegara baik itu anak maupun dewasa,’’ katanya, Senin (10/6) kemarin. Kalau dibandingkan tahuntahun sebelumnya, pada Juni rata-rata kunjungan wisatawan hanya 6.000 orang per

hari. ‘’Tapi sekarang pada bulan Juni, mulai naik. Kami memperkirakan kondisi ini karena pada bulan Juni tahun ini bertepatan dengan Idul Fitri,’’ jelasnya. Ke depan, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, pihaknya akan terus melakukan promosi. Tidak hanya promosi ke luar negeri, namun juga dalam negeri. Ada

beberapa kota di dalam negeri yang akan disasar sebagai tujuan promosi, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Manado dan Batam. Sementara untuk di luar negeri ada 12 negara yang akan dituju seperti India, Amerika, Rusia, Cina, Jepang dan Korea. Cina menjadi salah satu fokus karena selama ini tingkat kunjungan wisatawan Cina paling tinggi. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) – Calon legislatif (caleg) terpilih di Kabupaten Badung mulai menyiapkan seragam pelantikan sebagai anggota DPRD Badung periode 2019-2024. Tak main-main, nilai pagu lelang belanja pakaian dinas dan atributnya, belanja pakaian dinas upacara (PDU), pakaian dinas upacara (full dress) mencapai Rp 224.000.000. Dari anggaran tersebut, setiap anggota dewan mendapatkan jatah Rp 5 juta. Sekretaris DPRD Badung I Nyoman Predangga mengatakan, pelantikan dewan terpilih rencananya dilak-

sanakan 4 Agustus mendatang. Dengan begitu, tidak terjadi kekosongan jabatan lantaran pada tanggal tersebut masa jabatan anggota dewan periode 2014-2019 telah berakhir. ‘’Kami usahakan tanggal 4 Agustus itu untuk pelantikannya, namun kami masih menunggu penetapan KPU. Persiapan yang dimulai ukur baju itu dilakukan agar saat pelantikan seragam pakaian sipil lengkap (PSL) sudah selesai,’’ jelas Predangga, Senin (10/6) kemarin. Kendati KPU Badung belum menetapkan caleg terpil-

ih, Predangga mengakui telah memperoleh data dari internal partai politik peserta pemilu. ‘’Kan partai yang tahu siapasiapa yang terpilih. Itu yang kami ukur dulu. info terakhir sudah ada 20 orang yang mengukur baju,’’ ungkapnya. Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta membenarkan masa jabatan anggota DPRD Badung periode 20142019 tinggal menghitung hari. Masa jabatan ke-40 wakil rakyat Badung berakhir dan diganti per 4 Agustus 2019. ‘’Kami saat ini sedang mempersiapkan penetapan calon anggota dewan terpilih. Ber-

dasarkan petunjuk KPU-RI, penetapannya akan dilakukan setelah putusan Mahkamah Konstitusi yang dijadwalkan pada 1 Juli,’’ sebutnya. Diterangkannya, setelah penetapan caleg terpilih, pihaknya baru dapat mengusulkan ke Gubernur Bali untuk dilakukan pelantikan dan pengesahan. Namun, ada beberapa syarat penting harus dipenuhi oleh caleg terpilih agar bisa dilantik. Di antaranya, tidak tersandung kasus kriminal berupa tindak pidana korupsi dan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Selain itu, syarat mutlak yang

harus dipenuhi adalah tujuh hari setelah ditetapkan, caleg terpilih harus menyerahkan tanda bukti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPU. Bila LHKPN ini tidak disetor, dia memastikan caleg tersebut meski sudah ditetapkan tidak akan bisa dilantik. ‘’Dari sekarang kami mengingatkan kepada para caleg yang lolos agar segera mempersiapkan LHKPN-nya. Karena itu syarat untuk bisa dilantik menjadi anggota DPRD Badung,’’ ujar pria yang akrab disapa Kayun ini. (kmb27)

Dilantik 4 Agustus, Dewan Terpilih Mulai Ukur Baju


info seremonial

4

A Senator RI Hadiri Karya Semeton Bendesa Manik Mas di Ubud K Wedakarna Puji Peran Gubernur tentang Perda T Adat dan Siap Sinergi dengan UU Provinsi Bali siap bersinergi dalam hal legislasi I dan yang penting Bali mendapatkan haknya, termasuk hak untuk V melestarikan adat istiadatnya sebagai minoritas bangsa ini. Semoga Tuhan memberikan jalan pada Bali I agar para tokoh bisa bersatu padu,’’ ungkap Senator AWK. T Lebih lanjut dikatakan, Senator AWK berharap agar Gubernur Bali segera menurunkan aturan A turunan, baik (pergub) terkait dengan pasal-pasal krusial yang ada dalam Perda Desa Adat di Bali. S ‘’Pascasosialisasi di Samuhan Tiga, S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Ida Dalem Semaraputra Klungkung dan I Nyoman Partha di Samuhan Tiga serta bersama Cok Ace (Wagub Bali) di Mas, Ubud. SENATOR DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyempatkan diri hadir dalam peluncuran dan sosialisasi Perda No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali yang diadakan Pemerintah Provinsi Bali di Pura Samuhan Tiga Gianyar. Pengesahan Perda No. 4 ini dianggap sebagai wujud kemenangan diplomasi adat secara umum dan umat Hindu secara khusus. Terlebih Perda Adat yang terdiri dari 104 pasal ini mengatur hal-hal yang cukup detail untuk melindungi desa adat di Bali. Apresiasi terhadap peran Pemprov Bali dan juga DPRD Bali disampaikan Senator Arya Wedakarna (AWK) di sela-sela acara sosialisasi bersama ribuan peserta di Samuhan Tiga. ‘’Mewakili lembaga DPD-RI, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Wayan Koster (Gubenur Bali) dan Bapak Nyoman Partha (Tim Pansus DPRD Bali) yang telah berjuang keras hingga muncul perda ini. Saya sendiri sudah tahu

keseriusan Bapak Koster terhadap desa adat di Bali. Beliaulah yang merancang UU No. 6/2014 tentang Desa yang melindungi desa adat. Pak Koster sendiri mengajak saya berkeliling Bali saat beliau menjadi DPR-RI untuk menyosialisasikan pilihan desa adat di UU Desa. Jadi sungguh karma baik, saat ini Bali memiliki gubernur yang visioner terhadap ajaran Bung Karno yakni berkepribadian di bidang budaya. Saya ikut berbahagia,’’ kata Gusti Wedakarna. Ia juga memuji peran DPRD Bali di bawah koordinasi Nyoman Partha yang memimpin Tim Pansus Perda Desa Adat, sehingga bisa bersinergi dengan pemprov. ‘’Jujur saja, saya senang ada Pak Partha terpilih di DPR-RI mewakili Bali dan juga kawan-kawan dari PDI Perjuangan. Beliau ini adalah ahli dan pembela adat yang konsisten. Jika disatukan, kekuatan dan komposisi ini sangat pas untuk memperjuangkan agenda bersama bagi Bali yakni RUU Provinsi Bali. DPD-RI

banyak bendesa adat yang meminta informasi tentang keberadaan Perda Adat ini. Bahkan banyak juga yang menyampaikan aspirasi agar aturan turunan segera terbit. Saran saya agar Gubernur Bali dan timnya segera menyusun draf pergub terkait dengan hal-hal yang bersifat urgent dan semakin intensif dalam menyosialisasikan. Saya selaku anggota DPD, tanpa diminta pun akan terus menyosialisasikan prestasi Pemprov Bali ini. Saya ingin memberikan teladan bahwa tokoh politik bisa bersatu, dan saling mendukung selama program itu baik untuk masyarakat umum. Astungkara saya akan bersinergi dengan pemprov dan mempercepat reformasi birokrasi adat demi ketahanan adat dan budaya Hindu,’’ jelas Senator AWK. Hal senada juga diungkapkan saat Senator AWK bertemu dengan Cok Ace (Wakil Gubernur Bali) di sela-sela mengikuti karya yadnya di semeton Bendesa Manik Mas Ubud Gianyar. Di mana, Senator AWK menyampaikan komitmennya agar nilai-nilai agama Hindu kembali dihidupkan dengan sinergi antara Pemprov dan DPD-RI. ‘’Astungkara di kepemimpinan tiang di DPD-RI Bali pada 2019-2024, kami akan menjadi garda terdepan pendukung kebijakan Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Tiang selaku anggota DPD menegaskan satu jalur di pemerintahan Tri Sakti, baik di kabupaten/ kota. DPD memiliki fungsi menjembatani, membantu, dan mengawasi. Dan yakinlah Bali Era Baru akan segera terealisasi. Kita fokus memperbaiki sistem, aturan, dan produk legislasi agar memiliki daya paksa yang kuat. Mohon doanya,’’ imbuh Senator AWK yang memecahkan rekor peraih 742.781 suara di Pemilu 2019. (ad178)

Selasa Paing, 11 Juni 2019

Bupati Badung Buka SMANGI Festival 2019 BUPATI Badung membuka SMANGI Festival 2019 di SMAN 1 Mengwi, Badung, Senin (10/6) kemarin. Ajang kreativitas siswa SMAN 1 Mengwi yang digelar tiap tahun ini mendapat apresiasi positif, karena sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga kelestarian seni dan budaya. Menurut Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, kegiatan ini merupakan upaya untuk memberdayakan agar terjadinya perpaduan antara karya dan seni. Jadi, SMANGI Festival ini adalah salah satu gerakan yang betulbetul sebagai calendar event tahunan di SMAN 1 Mengwi yang perlu dijadikan percontohan. Untuk itu, generasi penerus bangsa, terutama yang ada di Bali betul-betul memiliki perpaduan kecerdasan dan budaya. ‘’Inilah yang saya berikan apresiasi. Jadi bagaimana ke depan Bali bisa menjadi center of science. Itu harapan kita, sehingga akan melihat knowledge dan humans resource-nya,’’ papar Giri Prasta. Pada pembukaan SMANGI Festival 2019, Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana motivasi sebesar Rp 50 juta kepada panitia penyelenggara. Ia juga sempat meninjau sejumlah stan kuliner dari pameran kewirausahaan dan karya fotografi yang digelar para siswa SMAN 1 Mengwi, Badung. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Mengwi Ni Luh Made Ratna

SMANGI FESTIVAL - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta ketika membuka SMANGI Festival 2019 di SMAN 1 Mengwi, Badung, Senin (10/6) kemarin. Agustini, S.Pd., M.Pd. menjelaskan, SMANGI Festival 2019 dilangsungkan selama tujuh hari, mulai 9 Juni hingga 15 Juni 2019. Kali ini, kegiatan diikuti ratusan peserta yakni siswa-siswi dari SD di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar dan Tabanan serta SMP se-Bali. Untuk lombanya dibagi dalam 34 jenis, meliputi bidang bahasa, sains, seni, sastra, fotografi dan komputer. Lebih lanjut Ratna Agustini menerangkan tujuan diadakannya SMANGI Festival ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatakan mutu pendidikan SMP dan SD. Kemudian, menumbuhkembangkan

intuisi bahasa, seni dan sains serta keterampilan yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Di mana dalam kegiatan ini, para peserta akan terlatih untuk menunjukkan kompetensinya, jiwa untuk maju dan rasa ingin tahu sehingga menjadi anak-anak yang cerdas. Selain untuk eksternal SMAN 1 Mengwi, pada SMANGI Festival ini juga dilakukan lomba-lomba internal antarsiswa, seperti lomba fotografi antarkelas, jegeg bagus, kebersihan kebun dan desain grafis. ‘’Dari kegiatan ini diharapkan akan mampu menumbuhkan karakter siswa, sehingga dapat mengejar SMANGI Cerdas,’’ terang Ratna Agustini. (ad180)

kemarin. Awalnya, Ni Komang Santi (20) sedang bekerja di TKP. Dia melihat pelaku mondar-mandir di depan TKP. Selang beberapa menit kemudian, pelaku langsung masuk ke dalam toko dan menodongkan pistol ke korban. ‘’Pelaku menyuruh korban membuka laci tempat uang kasir. Karena takut korban yang saat itu bertugas bersama temannya bernama Yola Tri

(22) langsung membuka laci kasir,’’ tegas sumber. Sa a t la ci d ib uka , p e la ku langsung mengambil uang Rp 2,3 juta. Setelah itu pelaku kabur. ‘’Kasus ini ditangani Polsek Kuta Utara,’’ ujarnya. Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Anom Danujaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. (kmb36)

Perampok Berpistol Sasar Minimarket

Mangupura (Bali Post) Kasus perampokan di minimarket kembali terjadi. Alfamart Kesambi Biru di Jalan Raya Kesambi, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Minggu (9/6), disatroni perampok membawa pistol. Pelaku membawa kabur uang Rp 2,3 juta. Informasi diperoleh Senin (10/6) kemarin, kejadiannya pada Minggu pukul 22.30 Wita dan baru dilaporkan Senin

Polres Badung Waspadai Ancaman Teroris

Mangupura (Bali Post) Menyikapi aksi teroris di Jawa Tengah, Polres Badung meningkatkan kewaspadaan. Tidak saja paham gerakan radikalisme menjadi target kepolisan, namun terorisme dan premanisme juga tetap diwaspadai. Hal itu disampaikan Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Senin (10/6) kemarin. ‘’Kewaspadaan dengan menggalakkan razia penduduk pendatang di tempat-tempat kos maupun tempat lainnya yang terindikasi kerawanan akan berdampak pada rasa rakut pelaku kejahatan termasuk teroris,’’ ujarnya. Dalam melakukan razia, dia memerintahkan anggotanya agar

berkoordinasi dengan pihak desa adat setempat. Dengan demikian bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. ‘’Selain untuk mendata dan memeriksa identitas penduduk, juga dapat mengantisipasi masuknya teroris ke wilayah hukum Polres Badung,’’ tegasnya. Masyarakat juga diharapkan mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Polres Badung termasuk Polsek jajaran untuk melawan teroris atau tindak kriminal lainnya yang dapat meresahkan masyarakat. ‘’Mari kita kembali hidupkan siskamling di sekitar lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dengan demikian lingkungan kita akan aman dan kondusif,’’ ungkapnya. (kmb36)

Negara (Bali Post) Masih banyak warga tidak mampu di Jembrana yang belum memiliki jamban keluarga. Sejumlah pihak memberikan bantuan melalui program jambanisasi. Salah satunya dari jajaran Kodim 1617/Jembrana yang bekerja sama dengan BUMN melalui dana CSR. Senin (10/6) kemarin dilakukan peninjauan pembangunan jamban oleh Staf Ter Kodim 1617/Jembrana yang diwakili oleh Bati Bakti TNI Siter Kodim 1617/Jembrana Serma Made Wiadnyana. Peninjauan pembangunan jambanisasi dilaksanakan di kediaman I Ketut Sudana (49), seorang buruh di Banjar Yeh Kuning, Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana. Dandim Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok mengatakan, sebelumnya pihaknya memberikan bantuan kepada masyarakat yang tergolong KK miskin di Kecamatan Negara, Jembrana, Mendoyo dan Pekutatan.

Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan instansi terkait, yaitu CSR salah satu BUMN. Program ini guna membantu masyarakat melalui jambanisasi bagi keluarga miskin khususnya yang belum punya jamban guna menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, aman dan nyaman. TNI di Jembrana, katanya, terus melaksanakan program jamban untuk membantu warga tidak mampu. Dandim mengatakan, program jambanisasi yang diselenggarakan oleh TNI adalah bentuk program satuan guna membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sarana/prasarana dan fasilitas umum. Diharapkan dengan sosialisasi pentingnya sanitasi lingkungan warga masyarakat bisa termotivasi untuk membangun jamban lebih layak. Program ini diprioritaskan bagi keluarga miskin serta memantapkan kemanunggalan TNI. (kmb)

TNI Bangun Jamban untuk Warga Tidak Mampu

Bali Post/kmb

JAMBANISASI - Jajaran Kodim 1617/Jembrana membangun jamban untuk warga tidak mampu.

Bali Post/jay

PEMERIKSAAN BARANG - Giat patroli Subsatgas Turbinjali Ops Ketupat Agung 2019 yang dipimpin Kompol Mutriah Astuti, S.H. terus digencarkan. Pada Senin (10/6) kemarin pukul 19.30 Wita, polisi melakukan komunikasi dengan masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan menggunakan bus dengan tujuan Pulau Jawa. Polisi juga memberikan imbauan dan pesan-pesan kamtimbas kepada penumpang agar menjaga keselamatan di jalan. Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang dengan melibatkan anjing pelacak.

Pelaku Tawuran akan Ditindak Tegas

Denpasar (Bali Post) Tawuran yang terjadi di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan (Densel) beberapa waktu lalu, membuat pimpinan Polresta Denpasar geram. Bahkan jika ada warga yang melakukan hal sama akan ditindak tegas. ‘’Kami mengimbau kepada warga Denpasar agar turut serta menjaga keamanan dan kedamaian. Tidak ada lagi konflik seperti itu. Kalau ada, kami akan tindak tegas,’’ tegas Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono, Senin (10/6) kemarin. Menurut Benny Pramono,

kasus tersebut sudah ditangani Polsek Densel. Ia juga memerintahkan penyidik Polsek Densel supaya menangani kasus ini dengan maksimal. Dikonfirmasi terpisah, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika mengatakan, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut. ‘’Delapan orang ditahan terkait kasus ini. Upaya pendalaman sedang kami lakukan,’’ ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tawuran terjadi di salah satu proyek di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan (Densel), Rabu (5/6) lalu. Diduga sekelompok

pemuda asal NTT menyerang buruh proyek menggunakan batu dan senjata tajam. Akibat kejadian tersebut, warung dan sepeda motor mengalami kerusakan. Pemicunya diduga karena gaji yang belum dibayar. Awalnya, sekitar pukul 13.00 Wita datang sekelompok orang Sumba, NTT, sekitar 10 orang dan ada yang membawa senjata tajam. Mereka mencari mandor proyek bernama Anom. Tetapi saat itu Anom tidak ada di proyek tersebut. Karena emosi, mereka langsung merusak proyek. Buruh proyek juga orang NTT, tidak

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

tinggal diam. Akibatnya tawuran tak terelakkan. Mereka saling serang dan lempar batu. Tawuran tersebut meluas hingga ke jalan raya. Aksi saling lempar batu pun tidak terelakan. Akibat perbuatan mereka, warga setempat ketakutan. Terkait kasus ini, polisi mengamankan delapan orang yang diduga sebagai pelaku, yakni GR (21), DR (21), AK (25), EO (30), DR (23), DM (24), AT (21) dan JD (27). Petugas juga mengamankan dua pedang, batu, pecahan asbes dan kaca spion sepeda motor. (kmb36)


DAERAH

Selasa Paing, 11 Juni 2019

5

Pipa PDAM Bocor Air Meluber ke Jalan Mangupura (Bali Post) Pipa PDAM yang ada di Jalan Uluwatu, Jimbaran diduga bocor. Akibatnya, air meluber hingga menggenangi jalan. Kondisi ini dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Terkait kondisi ini, Camat Kuta Selatan I Made Widiana bersama jajaran melakukan pengecekan ke lokasi. Aliran air yang awalnya diduga limbah, namun setelah dicek diduga ada kebocoran pada pipa PDAM. Untuk itu, pihaknya

melakukan koordinasi dengan pihak PDAM Tirta Mangutama agar segera diambil tindakan. Widiana menjelaskan, mengingat Jalan Uluwatu ini merupakan jalur wisata, ditambah ada persoalan genangan air, maka pihaknya langsung turun tangan. Apabila hal itu merupakan air limbah, tentu sangat berdampak negatif pada citra pariwisata. ‘ ’ K a m i b e r s a m a p e t ug a s Satpol PP memastikan ke lokasi. Dari pengecekan, kami menduga itu dari kebocoran pipa PDAM,’’ ujarnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung I Ketut Golak mengaku akan segera melakukan penanganan. Pihaknya akan menurunkan petugas teknis untuk mengecek ke lokasi. Untuk penanganan, memang baru bisa dilakukan saat malam hari, menunggu lalu lintas tidak begitu padat. ‘’Ini akan segera kita tangani dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. Pengerjaan baru bisa dilakukan saat malam hari saat lalul lintas tidak terlalu padat,’’ ucapnya. (kmb23)

Bali Post/ist

CEK - Camat Kuta Selatan I Made Widiana ketika mengecek kondisi rembesan air di Jalan Uluwatu, Jimbaran.

Minim, Petani Bali Mengolah Kakao Fermentasi

Denpasar (Bali Post) -

Serapan komoditi kakao di pasar dunia mencapai 3,2 juta ton per tahunnya. Indonesia sendiri merupakan negara ke-3 terbesar penghasil kakao. Namun hanya bisa memenuhi sekitar 11 hingga 13 persen dari kebutuhan tersebut. Hal ini dikarenakan kualitas kakao Indonesia dianggap paling buruk dari semua negara penghasil kakao.

Bali Post/ist

EVAKUASI - Mayat Van Santen Cornalis Hubertus Maria saat dievakuasi dan kemudian dibawa ke RSUP Sanglah.

Diduga Sakit, Turis Belanda Meninggal di Vila

Denpasar (Bali Post) Warga Belanda Van Santen Cornalis Hubertus Maria (63) ditemukan meninggal dunia di vila, Jalan Prapat Beris Gang Kubu Merangi No.2 C, Sanur Kauh, Denpasar Selatan (Densel), Senin (10/6) kemarin. Tetangganya mengira dia sedang tidur. Korban meregang nyawa diduga sakit karena kaki kirinya 9 kali dioperasi. Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan terkait kejadian ini ada dua saksi yang diperiksa. Mereka adalah pemilik vila I Ketut Juliana (39) dan istrinya, Ni Wayan Yuni Arsani (38). Keterangan saksi Juliana, pada Minggu (9/6) pukul 10.30 Wita, dia ke praktik dokter Ware di Jalan Sekuta No. 108, Sanur dan minta tolong supaya memeriksa korban. Tak lama kemudian, datang dr. Jana. Saat itu, Juliana menyarankan dan berusaha mengajak korban ke rumah sakit untuk berobat. Namun korban

tidak mau dan mengaku lebih baik di rumah. ‘’Selama dua hari korban hanya tinggal di rumah karena kindisinya sakit,’’ ujarnya. Selanjutnya pada Senin sekitar pukul 07.30 Wita, Juliana memadamkan lampu di areal halaman vila dan sempat menoleh ke kamar korban. Saat itu, dilihat posisi korban seperti tidur, tapi dia tidak berani membangunkan. Kemudian Juliana berangkat kerja di Koperasi Primadana Nusantara di Jalan Tirta Ening, Sanur Kauh. Pada pukul 12.00 Wita, dia ditelepon istrinya dan diberi tahu kalau posisi korban tidak berubah. Setibanya di vila dan melihat posisi korban sama, Juliana bergegas ke Polsek Densel untuk melaporkan kejadian tersebut. Sementara Yuni mengatakan, pukul 09.00 Wita, dia ke vila berencana menawarkan jus kepada korban. Karena melihat kamar masih tertutup dan posisi korban seperti masih tidur, Yuni tidak berani mem-

bangunkan. Selanjutnya dia kembali ke dapur rumahnya karena posisi vila dengan rumahnya bersebelahan. Setelah menyelesaikan tugas di dapur, pukul 10.45 Wita, Yuni kembali masuk ke vila dan dilihat posisi korban tidak berubah. Dia langsung menelepon suaminya. ‘’Anggota kami langsung ke TKP dan setelah dicek ternyata korban meninggal dunia,’’ tegas mantan Kapolsek Kuta ini. Hasil olah TKP, di kamar korban ditemukan dua HP, uang tunai Rp 2.079.000, satu laptop dan Ipad. ‘’Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban tinggal di TKP sejak 27 April 2019 sesuai Surat Tanda Lapor Diri. Keterangan saksi, korban menderita sakit sejak Mei 2019. Kaki kiri korban bengkak dan ada bekas operasi sebanyak 9 kali. Di kamarnya juga ditemukan beragam obat. Mayat korban kemudian kami bawa ke RSUP Sanglah,’’ ucap Wirajaya. (kmb36)

Pascalibur Panjang

Sekda Gianyar Sidak Kehadiran ASN

Gianyar (Bali Post) Memasuki hari pertama kerja usai libur panjang, Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya menggelar sidak pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (10/6) kemarin. Hasilnya tidak terpenuhi kehadiran ASN seratus persen karena ada yang absen. Absennya ASN tersebut dengan berbagai alasan, salah satunya sakit. Sidak tersebut dimulai pukul 08.00 Wita. Sekda Wisnu Wijaya yang didampingi Plt. Inspektur Kabupaten Gianyar I Wayan Suardana, Kepala BKPSDM I Ketut Artawa, dan Asisten Administrasi dan Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Gianyar I Made Suradnya beserta tim mendatangi tiga OPD di lingkungan Pemkab Gianyar. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Hasil sidak ketiga OPD tersebut, tingkat kehadiran pegawai tidak sepenuhnya. Hal ini dikarenakan pada hari pertama kerja ada beberapa orang yang izin karena sakit dan mengikuti diklat. Sekda

Buruknya kualitas karena para petani jarang ada yang mau mengolah biji kakaonya secara fermentasi dan kebanyakan nonfermentasi. Di sisi lain, permintaan pasar dunia merupakan kakao yang diolah dengan cara fermentesi. Di Bali, daerah penghasil kakao yakni Kabupaten Jembrana dan Tabanan. Untuk di Jembrana, petaninya ada yang sudah melakukan budi daya kakao dan mengolahnya secara fermentasi. Hal ini menyebabkan harga kakao Jembrana menjadi yang paling mahal se-Indonesia. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ir. Lanang Aryawan, M.MA., Senin (10/6) kemarin. Ia mengatakan total luasan kakao di Bali mencapai kurang lebih 15.000 hektar yang bisa menghasilkan 6.000 hingga 6.800 ton biji kakao kering per sekali panen. Harga di pasaran lokal sekitar Rp 25.000 per kilogramnya untuk nonfermentasi dan Rp 31.000 hingga Rp 34.000 untuk fermentasi. Tetapi untuk kakao fermentasi dari Jembrana harganya jauh lebih mahal yakni mencapai Rp 62.000 per kilogramnya. Mahalnya kakao Jembarana ini, kata Lanang, karena biji yang dihasilkan besar-besar. Artinya mengandung lemak cokelat yang banyak. Dalam kakao, lemak cokelat inilah yang dicari dan harganya memang mahal. Semakin banyak kandungan lemak cokelatnya, semakin mahal harga jualnya. Dalam penentuan kualitas biji kakao, ada yang namanya

bean count atau penghitungan biji. Kakao fermentasi, standar bean count-nya adalah tidak lebih dari 86 biji untuk berat 100 gram. Sementara kakao asal Jembrana bean count-nya hanya 77 biji per 100 gram. Artinya bijinya besar dan kandungan lemaknya banyak. Keberhasilan petani kakao di Jembrana diharapkan bisa dilakukan petani kakao lain di Bali. Sayangnya, petani kakao di Bali kebanyakan masih mengolahnya secara nonfermentasi dan lebih banyak tidak merawat secara rutin. Di sisi lain, harga kakao fermentasi di luar produk Jembrana memang tidak begitu jauh dari kakao nonfermentasi. ‘’Beda harganya hanya Rp 4.000 sampai Rp 5.000. Inilah yang membuat petani masih enggan melakukan pengolahan kakao secara fermentasi,’’ ujar Lanang. Meski demikian, melihat keberhasilan Jembrana dengan komoditi kakaonya, mau tidak mau mencubit keinginan petani untuk merasakan harga jual yang sama. Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi petani kakao yaitu kesiapan melakukan peremajaan tanaman kakaonya. Menurut Lanang, usia tanaman kakao di Bali rata-rata sudah 40-50 tahun. Sementara produksi yang baik untuk tanaman kakao maksimal pada usia 30 tahun dan lebih dari itu memerlukan peremajaan. Sayangnya, masih banyak petani kakao di Bali yang enggan melakukan peremajaan dengan alasan kasihan terhadap tanaman kakao yang lama. Terlebih

PANEN - Petani di Jembrana saat memanen kakaonya. tanaman kakao yang baru bisa kembali berproduksi saat usianya dua tahun. ‘’Tidak disalahkan juga kalau petani menjadi enggan meremajakan tanamannya. Karena mereka tergantung dari hasil penjualan kakao. Jika diremajakan, mereka tidak bisa panen paling tidak dua tahun,’’ jelas Lanang. Tantangan lainnya adalah petani harus bisa mengubah midnset-nya. Di mana dalam menanam kakao untuk menghasilkan biji yang baik, tidak hanya dengan menunggu panen saja, tetapi harus aktif melakukan perawatan seperti pemangkasan sampai pemupukan rutin. Sementara saat ini petani kakao kebanyakan hanya ingin hasil saja tanpa melakukan tin-

dakan untuk meningkatkan produksi. Akibatnya kakao yang dihasilkan kualitasnya rendah. Ini berpengaruh pada harga jual kakao. Karenanya untuk mengatasi hal ini, menurut Lanang, memerlukan kerja sama semua pihak, baik itu petani, buyer maupun pemerintah. Di mana petani bertugas menghasilkan produk kakao yang berkualitas, buyer memberikan harga sesuai kualitas. Begitu juga membantu petani meningkatkan kualitas produsinya dan pemerintah bertugas melakukan pembinaan, fasilitator dengan buyer sampai memberikan bantuan sarana serta prasarana melalui dana APBD maupun APBN. (kmb24)

Mangupura (Bali Post) Sejak lima bulan belakangan ini, kedatangan wisatawan domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menurun drastis. Bahkan pada saat puncak libur Lebaran yang diprediksi meningkat tidak memberikan dampak

signifikan dalam mendongkrak pergerakan wisatawan domestik. Turunnya kunjungan wisatawan ini karena tingginya harga tiket pesawat di rute domestik. Selain penurunan kunjungan wisatawan, pergerakan pesawat juga tercatat menurun. Hal ini juga

bisa dilihat dari permintaan extra flight saat libur Lebaran yang turun sekitar 254 persen dari tahun sebelumnya, tercatat 724. Tahun ini hanya 216 permintaan. ‘’Memang penurunan ini terjadi di sektor rute domestik. Kalau di internasional relatif stabil dan cenderung

meningkat. Nah, kalau ada wacana maskapai internasional masuk, kita tetap koordinasi dari regulator,’’ kata Communication and Legal Section Head Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsannurohim, Senin (10/6) kemarin. (kmb23)

Bali Post/ist

Penumpang Pesawat Domestik Menurun

WARUNG GLOBAL

Bali Post/ist

SIDAK - Terlihat suasana sidak pegawai yang dipimpin langsung Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Senin pagi kemarin. Wisnu Wijaya di sela-sela sidak tersebut mengatakan pihaknya sengaja melakukan ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor B/26/M.SM.00.01/2019 tentang laporan hasil pemantauan kehadiran ASN sesudah cuti bersama pada hari raya Idul Fitri 1440 H. Selain itu, sidak ini juga untuk menegakkan disiplin pegawai dan optimalisasi pelayanan publik. ‘’Hasil sidak ini akan dikirim langsung ke Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI,’’

katanya. Ditambahkan, sesuai dengan surat edaran itu pihaknya sudah meminta kepada kepala perangkat daerah dan kepala bagian untuk menugaskan pejabat yang menangani kepegawaian menyetorkan print absen retina pagi pada 10 Juni 2019. ‘’Sanksi yang diberikan mungkin tidak seberapa berat. Tapi jika nama kita tertera di Kementerian PAN-RB tentu membuat kita malu sebagai seorang ASN. Namun saya bersyukur ASN di Gianyar cukup disiplin, tidak ada yang melanggar,’’ ujar Wisnu Wijaya bangga. (kmb35)

Peserta Pameran di PKB Mesti Diseleksi PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-41 akan berlangsung pada 15 Juni hingga 13 Juli 2019 mendatang. Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjadi peserta pameran industri kecil di arena PKB, tak lagi harus dipusingkan memikirkan uang membayar sewa stan. Sebab, dalam PKB kali ini, stan akan digratiskan. Hal ini tentu membuat para pelaku UKM senang karena merasa terbantu dan dimudahkan. Kebijakan menggratiskan stan ini untuk mendukung dan mendorong kemajuan UMKM lokal dan ekonomi kreatif. Hal ini juga mendapat apresiasi positif dari pendengar Radio Global 96,5 FM yang bergabung dalam acara dialog interaktif Warung Global, Senin (10/6) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya. Menurut Fera di Tabanan, sebenarnya tidak masalah dikenakan biaya sewa stan, asalkan pengelolaan uang itu masuknya jelas. Ia memberikan masukan agar keamanan dan kenyamanan diperhatikan.

Peserta PKB tentu saja menjual produknya alias mencari untung. Demikian dikatakan Ketut Dawi di Abiansemal. Sebaiknya dikenakan biaya sewa saja. Jika digratiskan justru ia cemas dengan adanya ‘’tran-

saksi’’ di bawah tangan. Ini harus diawasi. Sementara Ayu di Petang mengaku tertarik ingin bergabung dalam PKB. Akan tetapi masih minim informasi yang didapat mengenai biaya sewa stan. Apakah gratis atau bagaimana. Apalagi, pagelarn PKB ini sudah di depan mata. Jika biaya stan digratiskan, harga harus wajar. Harga tidak berlipat-lipat dari harga normal. Hal ini diungkapkan Werda di Gianyar. Ada beberapa hal yang ia usulkan, salah satunya pengelolaan parkir dan tarifnya. Mestinya PD parkir join dengan warga

setempat. Kemudian tiap tahun tema PKB berubahubah, sarat makna. Apakah ini sejalan dengan apa yang ditampilkan dalam PKB? Kali ini temanya ‘’Bayu Premana’’. Jika digratiskan akan banyak yang berminat. Demikian diungkapkan Febri di Denpasar. Namun, para peserta pameran itu harus diseleksi. Wayan Sudarsana dan Wayan Beratayasa juga mengapresiasi positif hal ini. Mereka berharap kebijakan ini berkelanjutan dan bisa menjadi stimulus, sehingga UMKM di Bali lebih maju. (sikha)


OPINI

6

Selasa Paing, 11 Juni 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Rasa Optimis untuk Melanjutkan Pembangunan PEMILIHAN umum (pemilu) merupakan proses demokrasi yang diharapkan menghasilkan pemimpin bangsa yang bisa melanjutkan pembangunan di negeri ini. Karena, pembangunan tidak bisa dilakukan sepenggal-sepenggal lalu terhenti atau langsung berganti karena ada pergantian pemimpin. Siapa pun pemimpin yang terpilih, harus bisa membawa bangsa ini ke arah kemajuan. Utamanya, dari sisi perekonomian menuju kesejahteraan. Berbagai lembaga internasional telah memprediksi Indonesia bakalan menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat dunia pada 2030 nanti. Sebuah prediksi tidak akan terwujud bila tidak ada perjuangan dan usaha yang dilakukan. Semua perjuangan dan usaha haruslah dilandasi rasa optimis berhasil mewujudkannya. Rasa optimis harus dibangun dan dibangkitkan dalam tiap pikiran anak bangsa untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk hal ini, diperlukan seorang pemimpin yang mampu menjadi motivator pembangkit semangat. Seorang motivator pastilah memiliki semangat dan rasa optimistis yang tinggi dalam dirinya. Tanpa memiliki kemampuan itu, dia tidak akan mampu menggerakkan masyarakat apalagi menggerakkan pembangunan. Tugas-tugas penting yang menanti pemimpin bangsa ini untuk menggerakkan dan melanjutkan pembangunan, di antaranya menanggulangi kemiskinan sehingga pembangunan bisa dirasakan merata. Terkait hal itu, juga meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS dan penyakit menular lain, menjaga kelestarian lingkungan hidup. Termasuk menanggulangi berbagai penyakit masyarakat seperti narkoba dan korupsi yang sampai kini masih terjadi di masyarakat. Target pembangunan berkelanjutan ini tiada lain agar tidak ada lagi masyarakat yang ketinggalan dalam pembangunan. Baik dalam pembangunan fisik maupun mental spiritual. Untuk melaksanakan dan melanjutkan pembangunan, situasi politik pasca-pemilu jangan sampai malah memunculkan konflik yang berujung terciptanya krisis ekonomi apalagi krisis kemanusiaan. Siapa pun yang menjadi pemimpin bangsa ini, haruslah menjaga situasi politik dan keamanan tetap kondusif. Untuk hal ini, pemimpin harus selalu berusaha menyampaikan hal-hal positif dan rasa optimis. Ibarat dalam berperang, jika pemimpinnya sudah pesimis lebih dulu maka serdadu atau rakyatnya sudah lemah bahkan mati sebelum berperang. Jika kondisi sudah seperti ini, mungkinkah pembangunan bisa dilangsungkan atau dilanjutkan? Berbagai indikator ekonomi makro maupun mikro yang disampaikan berbagai lembaga internasional, memang mengarah Indonesia bisa menjadi negara dengan kekuatan ekonomi besar di dunia. Rakyat yang besar merupakan modal utama pembangunan. Dengan catatan, diarahkan ke arah positif oleh para pemimpin dan motivator yang penuh jiwa optimis. Salah satu bukti yang telah diakui dunia, (anak muda) Indonesia telah memiliki 5 unicorn (start up dengan nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS) sampai 2019 ini. Jumlah terbesar untuk kawasan Asia Tenggara. Bahkan, jumlah ini diprediksi akan terus meningkat sejalan dengan berbagai kreativitas dan inovasi yang dilakukan. Apalagi, pembangunan berbagai sarana dan prasarana untuk mendorong tumbuh kembangnya industri kreatif sebagai cikal bakalnya unicorn-unicorn terus dilakukan pemerintah. Mari berhenti saling membenci, menghujat, dan berkelahi sesama anak bangsa untuk bersatu melanjutkan pembangunan menuju Indonesia sejahtera lahir batin.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Bulan Bung Karno Informasi tentang peringatan Bulan Bung Karno di Bali hendaknya diperbanyak. Saya mengikuti gerakan yang dilakukan Pemprov Bali termasuk berbagai acaranya. Bulan Bung Karno menurut saya adalah salah satu cara memupuk rasa nasionalisme. Pemikiran Bung Karno masih sangat relevan untuk menjaga NKRI dan membangun bangsa ini. Saya harapkan pelibatan generasi muda dalam Bulan Bung Karno dibuka selebar-lebarnya. Model dan format acara lomba untuk Bulan Bung Karno mungkin bisa melibatkan kampus dan organisasi karang taruna. Jika memungkinkan dalam Porsenijar, kegiatanya bisa diselipkan misalnya dalam bentuk lomba orasi dengan materi nasionalisme. Mudah-mudahan Provinsi Bali bisa menjadi salah satu contoh penguatan nasionalisme dengan mewadahinya Bulan Bung Karno. Sebagai krama Bali, saya mendukung langkah Gubernur Bali membangkitkan nasionalisme. Untuk mendukung kegiatan Bulan Bung Karno ini, pihak sekolah dan kampus mestinya juga membuat semacam kegiatan dan kreativitas yang bisa menguatkan nasionalisme. Bercermin dari pergerakan dunia politik belakangan ini, maka rasa cinta negara dan tanah air harus menjadi identitas siswa dan mahasiswa di negeri ini. I Gede Budarsana Putra Buleleng, Bali

Indonesia Sehat dan Optimistis Proses berbangsa dan bernegara kita perlu terus diupayakan bergerak ke arah yang lebih sehat, lebih optimistis dan lebih menjanjikan. Dengan begitu, ia akan menumbuhkan harapan dan keyakinan segenap warga negeri ihwal terwujudnya kehidupan yang menyejahterakan dan membahagiakan.

Oleh Djoko Subinarto ertanyaannya adalah: seperti apakah sosok dan paras Indonesia 50 atau bahkan 100 tahun ke depan? Akankah Indonesia menjadi sebuah negara yang lebih baik, lebih sehat, lebih elok, lebih sejahtera? Ataukah Indonesia justru menjadi lebih buruk, lebih jelek, lebih miskin dan mewujud menjadi sebuah negara gagal serta akhirnya harus bubar? Fakta bahwa Indonesia masih berdiri hingga detik ini, tentu saja, patut kita syukuri. Pertanyaannya adalah: seperti apakah sosok dan paras Indonesia 50 atau bahkan 100 tahun ke depan? Akankah Indonesia menjadi sebuah negara yang lebih baik, lebih sehat, lebih elok, lebih sejahtera? Ataukah Indonesia justru menjadi lebih buruk, lebih jelek, lebih miskin dan mewujud menjadi sebuah negara gagal? Kita harus akui, Indonesia hari ini masih belum menjadi sebuah negara ideal yang kita cita-citakan, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Negara ideal yang dimaksud adalah sebuah bentuk negara

kesejahteraan. Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibereskan oleh bangsa ini agar republik ini menjadi sebuah negara yang betul-betul sejahtera. Salah satu PR itu adalah memberantas praktik korupsi, yang hingga kini masih jelasjelas membelit erat negera kita. Virus korupsi merajalela menyusup ke pelbagai sendi kehidupan di negeri ini. Korupsi seakan telah menjadi budaya dan bagian yang tidak terpisahkan dari perilaku bangsa ini, dalam level apa pun, hingga ke desadesa. Selain dapat menghambat tingkat pertumbuhan ekonomi, korupsi juga merongrong fondasi tata kelola pemerintahan yang baik. Inti dari tata kelola pemerintahan yang baik adalah adanya layanan publik yang andal dan terpercaya. Praktik korupsi meniadakan keduanya. Karena virus korupsi pula, hukum yang semestinya hanya memihak kepada kebenaran justru kini lebih sering memihak kepada mereka yang memiliki kekuasaan. Hukum menjadi loyo tak berdaya nyaris setiap berhadapan dengan mereka

yang memiliki power. Buntutnya, hukum kita lebih sering tajam ke bawah, dan tumpul ke atas. Masyarakat akhirnya kehilangan kepercayaannya kepada aparatur penegak hukum kita. Di sisi lain, kesenjangan ekonomi di negeri ini masih menganga lebar. Pelbagai kajian memperlihatkan bahwa jurang perbedaan antara mereka yang kaya dan yang miskin cukup mencolok. Jika terus dibiarkan, tentu, ini akan bisa memicu kecemburuan sosial yang sewaktuwaktu dapat memicu konflik sengit horizontal. PR-PR lainnya juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Perubahan iklim, kedaulatan energi, degradasi lingkungan, ancaman krisis pangan, ledakan penduduk, terorisme, radikalisme, intoleransi, narkoba, gizi buruk, pengangguran usia muda, kelangkaan air bersih, serta epidemis penyakit menular, itu semua membutuhkan perhatian dan penanganan serius. Semua PR tersebut mesti kita atasi. Mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang benar-benar sehat adalah salah satu kunci dalam menyelesaikan

PR-PR tersebut di atas. Bruce Adams (1995) menyebutkan bahwa ciri-ciri bangsa sehat antara lain yaitu mementingkan persatuan dan kesatuan, mencari pemecahan masalah secara damai, mementingkan kepentingan umum, mandiri, menitikberatkan win-win solution, toleransi dan saling menghargai, mengedepankan kerja sama, penuh percaya diri, memberdayakan masyarakat, senang pembaruan, serta senantiasa memikirkan masa depan. Sementara ciri-ciri bangsa yang sakit, menurut Bruce Adams, antara lain adalah selalu muncul perpecahan, mengedepankan kekerasan untuk menyelesaikan masalah, mementingkan kepentingan golongan/ pribadi, tidak mandiri, menitikberatkan win-lose solution, mengedepankan konfrontasi, timbulnya apatisme di kalangan warga, penumpukan kekuasaan, benci pembaruan, serta selalu sibuk memperdebatkan masa lalu. Pandangan Optimistis Tentu saja, kita tidak boleh sama sekali pesimistis dalam menuntaskan PR-PR yang kita miliki. Sikap dan pandangan optimistis justru kita perlukan. Lebih-lebih lagi para pemimpin dan calon pemimpin bangsa ini. Mereka harus memiliki sikap serta pandangan yang senantiasa optimistis. Kita tahu salah satu hakikat sejati sebuah kepemimpinan adalah untuk memecahkan persoalan. Kepemimpinan yang baik

Pemajuan Kebudayaan Lewat Sekolah WAKTU itu kita marah pada Malaysia. Berkali-kali budaya Indonesia diklaim sebagai budaya Malaysia. Ada Reog Ponorogo, wayang kulit, lagu ‘‘Rasa Sayange’’, batik, rendang, angklung, tari Pendet dan tari Piring, dan Kuda Lumping yang tercatat dalam akta budaya Negeri Jiran. Kita protes pada pemerintah Malaysia. Namun, Malaysia membantah mengklaim. Mereka sekadar mencatatkan di warisan budaya negaranya. Dari peristiwa klaim budaya itulah, kita pun sadar budaya sendiri harus dijaga, dirawat, dan dilestarikan. Pemerintah kemudian menginventarisasi budaya-budaya adiluhung dari Sabang hingga Merauke. Kemudian sebagian kebudayaan didaftarkan ke UNESCO dan telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya Indonesia seperti batik, angklung, gamelan, wayang kulit, noken, subak Bali, tari Saman, dsb. Meski begitu, adanya globalisasi serta makin terbukanya pandangan masyarakat terhadap budaya luar membuat sebagian budaya daerah hampir punah. Statistik Kebudayaan 2016 yang dirilis Kemendikbud mencatat total kesenian yang diperkirakan akan punah mencapai 167. Antara lain adalah seni pertunjukan sebanyak 30 buah, seni rupa (1), seni musik (33), seni tari (58), teater (6), kriya (1), tradisi lisan (1), sastra lisan (5), permainan rakyat (4), tutur (20), bela diri tradisional (4), dan tradisi (2). Di sinilah agenda pengarusutamaan kebudayaan (mainstreaming culture) menjadi penting. Seperti tercermin dalam UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, pasal 7 yang berbunyi “Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah melakukan pengarusutamaan Kebudayaan melalui pendidikan untuk men-

Oleh Kurniawan Adi Santoso capai tujuan Pemajuan Kebudayaan”. Jadi, semua insan yang terkait pendidikan, dapat kembali merangkai hubungan pendidikan dan kebudayaan. Kemendikbud mengajak sekolah untuk kembali melekatkan kebudayaan dalam pendidikan. Ini merupakan upaya sadar bahwa pendidikan dan kebudayaan bagai dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Pendidikan harus berbudaya. Dan kebudayaan harus ada dalam pendidikan. Kita tahu pada masa Sekolah Taman Siswa, kebudayaan sangat diperhatikan. Kesenian daerah digali, kemudian ditingkatkan untuk dikembangkan. Misalnya tembang dan dolanan diajarkan untuk memperhalus budi anak. Pun tari-tarian diajarkan tiap hari Rabu di pendapa Taman Siswa. (Soeratman, 1985:86). Mengenai masalah kebudayaan, Ki Hadjar Dewantara mengemukakan bahwa kebudayaan itu buah budi manusia yang beradab. Kebudayaan juga merupakan buah perjuangan manusia. Maka, kebudayaan harus dimajukan dan diperkaya. Selanjutnya, Ki Hadjar menawarkan solusinya dengan asas “Trikon”, yakni kontinuitas, konvergen, dan konsentrisitas. Kontinuitas, dalam arti secara terus-menerus dan berkesinambungan mengembangkan kebudayaan asli. Sedang konvergen berarti secara selektif dan adaptatif memadukan kebudayaan sendiri dengan kebudayaan asing yang dipandang perlu untuk kemajuan bangsa. Lalu konsentris, yakni menuju ke arah kesatuan budaya dunia dengan tetap memiliki

kepribadian sendiri di dalam lingkungan kemanusian sedunia (Dewantara 2013a: 97). Ki Hadjar juga mengemukakan solusi mengenai kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Yakni, dengan mengutamakan asimilasi. Kita pilih yang baik dari budaya luar, lalu diperbaiki dengan cara menambah, mengurangi, atau mengubah, hingga jadi budaya yang baru milik kita. Dan dapat memperkaya kebudayaan sendiri. Lalu bagaimana gereget sekolah saat ini untuk memajukan kebudayaan? Sistem pendidikan kita yang telanjur mementingkan aspek kognitif menjadikan pembelajarannya menyisihkan aspek keterampilan dan afektif. Anak-anak dipacu menguasai pengetahuan khususnya mapel yang masuk ujian nasional. Alhasil, pembelajaran seperti seni budaya menjadi terabaikan. Pada kurikulum sekolah dokumen I yang sebenarnya dibuat penuh oleh sekolah karena kita pakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan belum terlihat menuju arah memajukan budaya. Dalam visi misi sekolah tak lebih copy paste edit dari tahun ke tahun tanpa membubuhkan unen-unen kebudayaan. Jelaslah di sini sekolah belum melaksanakan ajakan Kemendikbud itu. Memang pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) Kurikulum 2013, peserta didik dikenalkan pengertian budaya, jenis budaya, unsur-unsur budaya, macam-macam budaya di daerahdaerah, serta cara merawatnya. Sayangnya kompetensi yang dicapai peserta didik lebih pada pengetahuan dan sikap untuk

menumbuhkan karakter bangsa. Belum sampai pada anak dapat melakukan budaya dan dilibatkan langsung dalam usaha melestarikannya. Nah, sudah saatnyalah sekolah bergerak memberi kontribusi nyata bagi pemajuan budaya untuk menguatkan pendidikan. Setidaknya ada empat hal yang bisa dilakukan sekolah. Pertama, sekolah hendaknya punya visi misi memajukan budaya. Sekolah bersama komite, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah desa duduk bareng menggali potensi kearifan lokal daerah. Nantinya, tiap sekolah akan punya budaya lokal yang diunggulkan. Kedua, sekolah menuangkan visi misi pemajuan budaya dalam kurikulum pembelajaran. Ini dibantu narasumber bisa dari dinas pendidikan setempat atau perguruan tinggi. Budaya lokal yang diangkat dimasukkan ke dalam mapel muatan lokal. Pada dasarnya, mapel muatan lokal berisi mapel yang ditujukan untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah. Ketiga, sekolah menggandeng seniman/ budayawan sebagai pengajar. Seniman bisa membantu sekolah yang kekurangan guru seni dan fasilitas kesenian, sehingga siswa bisa mengakses kegiatan artistik melalui interaksi secara langsung. Keempat, mengadakan festival budaya tiap tahun. Sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat untuk menyelenggarakan festival budaya yang pesertanya adalah sekolah sekabupaten. Festival ini sebagai unjuk kebolehan siswa serta upaya membangkitkan memori kolektif masyarakat akan kekayaan seni budaya kita.

adalah kepemimpinan yang bisa menjadi pemecah persoalan. Sebaliknya, kepemimpinan yang buruk adalah kepemimpinan yang menjadi bagian dari persoalan atau malah ikut memperburuk persoalan yang sudah ada. Siapa pun yang didapuk menjadi pemimpin, ia harus benar-benar menjadi pemecah persoalan, bukan malah kemudian menjadi bagian dari persoalan atau justru ikut menambah ruwet persoalan. Sebagai problem solver, sikap dan pandangan optimistis seorang pemimpin sangat dibutuhkan. Dengan memiliki sikap dan pandangan optimistis, seorang pemimpin bakal lebih mampu melahirkan pelbagai pemikiran dan ide positif cemerlang, yang pada gilirannya bakal membantunya menghasilkan inovasi-inovasi serta solusi-solusi atas pelbagai persolaan. Di samping itu, sikap dan pandangan optimistis juga akan menumbuhkan harapan dan keyakinan diri dalam menghadapi aneka tantangan dan persoalan -- seberat apa pun. “Optimism is the faith that leads to achievement. Nothing can be done without hope and confidence,” begitu pernah dikatakan Helen Keller. Karenanya, kepemimpinan optimistis jauh lebih kita butuhkan ketimbang kepemimpinan pesimistis. Maka, siapa pun yang ditakdirkan menjadi pemimpin negeri ini, sebaiknya memang bukan hanya pintar, cakap, jujur serta rela berkorban, tetapi juga benar-benar mempunyai sikap dan pandangan yang senantiasa optimistis. Dengan begitu, ia akan menumbuhkan harapan dan keyakinan segenap warga negeri ini bahwa proses kehidupan berbangsa dan bernegara kita senantiasa bakal bergerak ke arah yang semakin baik serta semakin membahagiakan, lahir maupun batin. Moga-moga. Penulis adalah kolumnis dan bloger

POJOK

Banyak perusahaan pariwisata tak perlakukan karyawan sebagai aset. - Harus ditindak. *** Polisi tetapkan mantan Kapolda Metro Jaya sebagai tersangka makar. - Harus tuntas. *** Harga tiket mahal, pemerintah berencana mengundang maskapai asing. - Maskapai lokal jangan dikorbankan.

Penulis adalah guru SDN Sidorejo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Paing, 11 Juni 2019

7

TABANAN

Bali Post/ist

BEDUGUL - Salah satu sudut Objek Wisata Bedugul. Dahulu kawasan ini berjaya, namun sekarang mati suri. Instansi terkait pun tengah melakukan penataan guna mengangkat citra Bedugul.

Pemkab Tunda Renovasi Restoran dan Penginapan di Bedugul Tabanan (Bali Post) Aset Pemkab Tabanan di Daya Tarik Wisata (DTW) Bedugul berupa restoran dan penginapan batal dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMDa). Pasalnya, setelah dilakukan survei lokasi, kondisi bangunan restoran sudah tidak layak pakai karena rusak berat. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Yasa didampingi Sekretaris Dinas Pariwi-

sata I Gusti Bagus Mahajaya mengatakan, penataan DTW Bedugul dianggarkan Rp 1 miliar lebih di APBD 2019. Rencananya anggaran tersebut akan digunakan untuk renovasi restoran sebelum dikelola oleh BUMDa. Namun ketika dilakukan survei bersama dengan Dinas PUPR dan Bagian Aset, tim melihat restoran rusak berat. ‘’Hasil survei, dengan dana Rp 1 miliar Dinas PUPR meli-

hat itu tidak memungkinkan. Saat ini Dinas PUPR masih membuat kajian ulang untuk diusulkan kembali ke Bapelitbang,’’ ucapnya, Senin (10/6) kemarin. Sementara untuk DAK dari pusat, kata Yasa, hanya boleh diperuntukkan pada kegiatan yang sudah ditentukan pemerintah pusat. DAK hanya diperbolehkan untuk pendanaan sarana penunjang objek wisata, seperti areal parkir, gapura,

toilet dan menara pandang. ‘’Sambil menunggu hasil kajian dari PUPR, kami sudah selalu mencoba cari celah bantuan pusat yang bisa dilokasikan untuk merenovasi restoran dan bangunan pendukung lainnya di Bedugul. Agar objek wisata ini bisa kembali menggeliat seperti masanya dulu,’’ terangnya. Menurutnya, DTW Bedugul yang sangat melegenda pada masanya diharapkan akan

kembali menggeliat sebagai salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tabanan. Apalagi pascatidak dikelola, restoran dan 14 kamar penginapan yang ada di Bedugul terkesan mati suri. Kunjungan wisatawan pun terus menurun seiring tidak adanya aktivitas wisata di lokasi tersebut. Padahal, pemandangan danau dan potensi di Bedugul sangat menarik jika dikelola dengan maksimal. ‘’Ini

perlu dukungan semua pihak. Jajaran OPD terkait juga harus bergerak bersama,’’ ucapnya. Seperti diketahui, untuk meningkatkan potensi pendapatan daerah, Dinas Pariwisata Tabanan melakukan penataan DTW Bedugul. Jika sebelumnya pengelolaan melibatkan pihak ketiga, rencana ke depannya pengelolaan Bedugul melibatkan BUMDa Tabanan. Untuk konsep restoran yang dikelola BUMDa, nantinya

Generasi Muda Jangan Enggan Berbahasa Bali

Tabanan (Bali Post) -

Meski sudah ada aturan penggunaan bahasa Bali, rupanya masih banyak generasi muda yang belum sepenuhnya bisa berbahasa Bali. Melihat fenomena itu, Dewan Pendidikan Tabanan berupaya menggeliatkan penerapan bahasa Bali di kalangan siswa SD dan SMP, salah satunya melalui lomba masatua Bali dan mapidarta Bali yang digelar Senin (10/6) kemarin.

Bali Post/bit

LOMBA - Lomba Mapidarta Bali tingkat SMP yang digelar Dewan Pendidikan Tabanan merupakan salah satu wadah bagi generasi muda untuk lebih mencintai bahasa Bali.

Bursa Cabup dari PDI-P Mulai Ramai

Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana menerangkan, bahasa Bali yang dianggap sebagai bahasa ibu ternyata keberadaannya makin tergerus. Para orangtua sudah jarang mengajarkan bahasa Bali kepada anaknya. Di sisi lain, generasi muda enggan mabasa Bali dan sehari-harinya cenderung menggunakan bahasa Indonesia. Beruntung Pemprov Bali memiliki dua instrumen hukum untuk melindungi bahasa Bali dari kepunahan. Berkat

hal itu, secara perlahan penggunaan bahasa Bali pada generasi muda mulai dibiasakan. ‘’Setiap hari Kamis sudah diterapkan di sekolah. Untuk lebih menggeliatkan penggunaan bahasa Bali di kalangan generasi muda, kami sengaja menggelar lomba ini, yang bertujuan juga untuk mencari bibit seni untuk bisa tampil di lomba tingkat lebih tinggi,’’ terangnya. Lebih lanjut dikatakan Madra, lomba semacam ini tidak hanya baru kali ini saja dilangsungkan, tetapi sudah

bahwa demokrasi di Kabupaten Tabanan kian membaik. ‘’Daripada tidak ada calon, justru itu yang tidak baik,’’ tegasnya. Dijelaskannya, pencalonan masih menunggu rekomendasi induk partai atau dalam hal ini DPP PDI-P. DPP dipastikan sudah memiliki kriteria tokoh yang tepat untuk maju ke bursa cabup dan cawabup Tabanan. ‘’Saya yakin DPP pasti sudah paham siapa yang pantas mendapatkan rekomendasi melanjutkan perjuangan di Tabanan. Saya yakin DPP pasti tidak salah pilih. Saya yakin itu,’’ ujarnya. Ditanya soal kekhawatiran partai akan pecah dengan munculnya calon dari partai yang sama, Sanjaya justru menampik hal tersebut. Dia meyakinkan PDI-P tidak akan pecah meski banyak calon yang muncul. Dia melihat PDI-P Tabanan sudah teruji seperti saat Pilgub Bali yang langsung satu suara ketika DPP sudah merekomendasikan calon dari PDIP, meski banyak calon yang muncul. Sanjaya juga yakin keluarga besar PDI-P memiliki wawasan dan kedewasaan yang tinggi sehingga tidak mungkin terpecah. ‘’Saya tidak khawatir akan hal itu, dan tidak akan pecah. Ketika rekomendasi DPP keluar, semuanya akan solid. Kita di Tabanan sudah pernah mengalami dinamika seperti itu. Bersabar saja kita tunggu rekomendasi DPP. DPP tahu siapa yang pantas mendapatkan rekomendasi,’’ sebutnya. (kmb28)

rutin digelar beberapa tahun silam. ‘’Ini sifatnya lanjutan, bukan kegiatan baru atau bersifat mendadak karena ada instruksi Gubernur Bali,’’ jelasnya. Dewan Pendidikan Tabanan pun menilai penggunaan bahasa Bali di tingkat sekolah juga belum maksimal. Maka dari itu, peran para guru di sekolah khususnya guru SD diperlukan untuk memperkenalkan dan membuat pelajaran bahasa Bali dibawakan semenarik mungkin. ‘’Sekarang tergantung kebiasaan dari

sejak awal, bagaimana agar pembelajaran bahasa Bali tersebut dapat dibuat dengan semenarik mungkin. Itu yang penting harus dilakukan para guru-guru di sekolah,’’ ucapnya. Hal senada disampaikan Asisten I Setda Tabanan yang juga Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Wayan Miarsana. Ia menyatakan, masih banyak genarasi muda yang belum fasih menggunakan bahasa Bali untuk berkomunikasi dengan rekannya. ‘’Saya melihat memang ada kecenderungan bahasa ini berkurang untuk dimanfaatkan. Ke depan pariwisata Bali inti pokoknya adalah budaya, di samping keindahan alam. Bahasa Bali harus dikuasai dengan baik,’’ tegasnya. (kmb28)

MisMas Kreatif Munduktemu

Sulap Limbah Kayu Jadi Hiasan Dinding

Sanjaya Pastikan DPP Tidak Salah Pilih Tabanan (Bali Post) Beberapa waktu lalu muncul prediksi calon kuat dari PDI-P yakni Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya akan melawan kotak kosong dalam Pilbup Tabanan. Namun belakangan, santer beredar nama Gede Made Dedy Pratama yang merupakan adik Bupati Tabanan Eka Wiryastuti akan ikut merebut tiket sebagai cabup yang diusung PDIP. Kehadiran anak mantan Bupati Tabanan Nyoman Adi Wiryatama ini sekaligus menunjukkan kekuatan Puri Tegeh masih sangat diperhitungkan terdepan dalam perpolitikan Tabanan selama 20 tahun terakhir. Terkait hal itu, Ketua DPC PDI-P Tabanan Komang Gede Sanjaya, Senin (10/6) kemarin mengatakan, kemunculan Dedy Pratama merupakan hal yang wajar dan sah dalam demokrasi. Siapa pun boleh maju. Bahkan selaku Ketua DPC PDI-P Tabanan, ia mengaku senang dan bangga jika ada tokoh masyarakat Tabanan baik dari partai atau manapun mau ikut maju meramaikan bursa cabup dan cawabup Tabanan tahun 2020-2025. ‘’Justru saya apresiasi. Bagi saya selaku pimpinan partai, sangat mendorong kemunculan para tokoh. Ini tidak ada masalah untuk saya. Justru ini adalah tatanan dari mekanisme. Kita ikuti dengan baik. Saya yakin masyarakat akan memahami,’’ ucapnya. Dengan ramainya bursa pencalonan tersebut, kata Sanjaya, ini membuktikan

produk hasil produksi petani Tabanan akan diserap khususnya dalam sajian menu yang akan disajikan ke wisatawan. Produk dimaksud seperti sayuran yang diharapkan bisa dipasok petani Baturiti, beras dan ikan oleh petani Jatiluwih, serta produk BUMDa lainnya. Begitupun kopi robusta asli Kecamatan Pupuan juga akan ditampilkan yang dikombinasi dengan keberadaan cofee shop. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Mengolah sesuatu yang tidak bernilai menjadi barang yang bernilai ekonomis terus dilakukan oleh warga Desa Munduktemu Kecamatan Pupuan, yang tergabung dalam kelompok MisMas Kreatif Munduktemu. Jika sebelumnya sudah banyak ide kreatif yang dimunculkan, seperti gelang kopi, lukisan pada batok kelapa, kini muncul lagi inovasi berupa hiasan dinding dari limbah kayu sirkel. Pengasuh MisMas Kreatif Munduktemu I Nyoman Wintara menyampaikan, meski baru diperkenalkan ke masyarakat melalui pameran Pesta Kesenian Bali (PKB) tingkat Kabupaten Tabanan, namun sudah banyak permintaan yang datang. ‘’Sebelum dipamerkan, sudah kami

Bali Post/bit

HIASAN DINDING - Hiasan dinding hasil kreativitas kelompok MisMas Munduktemu.

21 IKM Ikuti Pameran Dagang PKB Tabanan (Bali Post) Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Tabanan didorong untuk terus berani memasarkan produkproduknya. Tahun ini, dari 938 IKM di Kabupaten Tabanan, 21 di antaranya ikut ambil bagian dalam pameran dagang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI. Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan IGA Wiryati Ardiany mengatakan, IKM yang ikut pameran dagang tersebut merupakan binaan dari Disperindag Tabanan. Mereka

telah melewati seleksi yang dilakukan tim provinsi. ‘’Jadi, mereka ini sebelumnya telah mendaftar kemudian dibawa ke tingkat provinsi untuk diseleksi oleh Disperindag provinsi, Dekranasda Bali serta Kejaksaan Tinggi Bali,’’ terangnya, Senin (10/6) kemarin. Di tingkat kabupaten, pengajuan IKM ke ajang PKB hanya mensyaratkan minimal yang harus dilengkapi IKM bersangkutan seperti memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) yang dikeluarkan d itingkat Camat. Selanjutnya, tim provinsi yang melakukan

verifikasi berkas hasil seleksi dari Disperindag kabupaten/ kota. Proses kurasi dilakukan empat orang dari ISI Denpasar. ‘’Sebenarnya ada 22 IKM yang diajukan, namun salah satunya tidak lolos setelah melewati proses kurasi. Tidak lolos karena tidak membawa contoh produk,’’ terangnya. Menurutnya, produk yang ditampilkan dalam pameran perdagangan PKB tahun ini sangat bervariasi seperti fashion adat Bali, pisau, VCO dan turunannya, dulang hias, ukiran kayu stil Bali, dupa aromateraphy dan terakota. (kmb28)

coba perkenalkan lewat media sosial. Ternyata banyak peminatnya. Belum lama ini ada anak-anak pecinta motor pesan dengan model yang diinginkan,’’ ucapnya saat ditemui Minggu (9/6). Kerajinan ini hanya memanfaatkan bahan baku limbah kayu yang mudah didapat di desa. Dengan sedikit polesan serta kreativitas warga dalam seni ukir, mampu menghasilkan karya yang diharapkan bisa diterima masyarakat luas. Kerajinan yang dihasilkan pun beragam, tidak satu jenis. Kerajinan ini pun sejalan dengan misi kelompok MisMas Kreatif Munduktemu yakni MisMas diartikan mengubah mis yang dalam bahasa Bali berarti sampah menjadi mas atau emas. Dijelaskannya, sejauh ini pihaknya belum memasarkan produk kerajinan secara khusus. Hal ini mengingat pihak desa masih fokus pada pengembangan desa wisata. (kmb28)

Bali Post/bit

IKM - Sejumlah IKM di Tabanan belum lama ini ambil bagian pada PKB tingkat kabupaten.


BULELENG

8

Selasa Paing, 11 Juni 2019

SOSOK Tingkatkan Daya Saing DALAM menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tidak terpisahkan dalam persaingan untuk merebut peluang kerja. Kondisi ini mulai menjadi perhatian serius perguruan tinggi di tanah air. Salah satunya Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Universitas dengan julukan “Kampus Seribu Jendela” ini terus menggenjot daya saing para lulusannya. Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si. mengatakan, memasuki tahun ajaran 2019/2020, upaya meningkatkan daya saing lulusan dituangkan dalam penyusunan strategi dan kebijakan lembaga. Hal tersebut dipersiapkan Perguruan Tinggi Negeri terbesar di Bali Utara ini dengan mewajibkan setiap lulusan minimal mengantongi satu sertifikat kompetensi selama mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Mantan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini mengatakan, kebijakan tersebut menyasar program studi vokasi, program studi S-1 Kependidikan yang muaranya menjadi guru produktif, seperti Pendidikan Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Mesin, Pendidikan Teknik Informatika, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan Ekonomi. Sejalan dengan kebijakan itu, dosen pengajar prodi vokasi juga dituntut memiliki sertifikat kompetensi. “Dengan memiliki sertifikat ini, lulusan bisa semakin berdaya saing. Karena sudah melakukan praktik sebelumnya. Untuk program diploma, vokasi dan S-1 yang dicetak menjadi guru produktif, guru yang mengajar di SMK,” katanya. Prof. Arnyana menambahkan, kebijakan ini juga terakomodir dalam kurikulum dan tempat magangnya ditentukan secara selektif. Terobosan lain yang dilakukan adalah Undiksha merencanakan pembentukan Fakultas Sains Terapan/ Vokasi. Melalui kekhususan itu, lulusan nantinya diharapkan memiliki daya saing yang kredibel. (mud)

Bali Post/kmb38

LHP BPK – Pimpinan dan anggota DPRD Buleleng membahas LHP BPK terhadap pelaksanaan APBD Buleleng tahun 2018, Senin (10/6) kemarin.

PHR Dominasi LHP BPK terhadap APBD 2018 91 Hotel Belum Dipungut Pajak

Singaraja (Bali Post) – Pungutan pajak dan retribusi daerah menjadi catatan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pelaksanaan APBD Buleleng tahun 2018. Sesuai LHP, pemerintah daerah perlu menggenjot sumber pemasukan daerah dari sektor pajak dan retribusi.

Dua Pemuda Bobol Sarang Burung Walet Singaraja (Bali Post) – Mengaku terdesak biaya kebutuhan hidup seharihari, dua orang pemuda nekat membobol sarang burung walet milik milik Muhamad Ahmad Syammakh (30), warga asal Kampung Bugis, Singaraja. Mereka adalah MA (32) asal Kampung Bugis dan MI (32) asal Kampung Kajanan, Singaraja. Kedua pemuda itu akhirnya ditangkap polisi. Sebagai barang bukti, polisi menyita sarang burung walet siap jual dan obeng yang digunakan mencongkel kunci pagar tempat sarang burung walet milik korban. Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Mikael Hutabarat seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Senin (10/6) kemarin, mengatakan kasus ini berhasil diungkap setelah polisi menerima laporan dari korban. Dikatakan, pada 22 Mei 2019 lalu, korban melaporkan kehilangan sarang burung walet sekitar 3 kilogram. Sarang burung walet siap jual itu masih menempel di papan sirip bangunan milik Muhamad Ahmad Syammakh. Atas laporan itu, anggotanya diperintahkan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi, termasuk mencari barang bukti. Dari penyelidikan, petugas mengetahui kalau

sarang burung walet itu terindikasi dicuri oleh MA dan MI. Atas keterangan saksi, keduanya kemudian ditangkap. “Kami amankan yang bersangkutan setelah kami dapatkan keterangan saksi dan bukti-bukti hasil penyelidikan di lapangan,” katanya. Menurut Hutabarat, kedua terduga pelaku ini mengakui telah mencuri sarang burung walet milik korban. Caranya, satu orang merusak pintu pagar bangunan sarang walet dengan menggunakan obeng. Setelah pintu terbuka, temannya masuk ke ruangan dan mengambil 17 pecahan sarang burung walet yang sudah cukup umur untuk dipanen. Tidak hanya kali ini. Kedua tersangka mengaku tiga kali mencuri sarang burung walet milik korban. Hasil curiannya kemudian dijual kepada pengepul di Kampung Kajanan. Diperkirakan, sejumlah pecahan sarang burung walet itu laku dijual Rp 500.000. Hasil penjualan itu kemudian dibagi dua. Di hadapan penyidik, tersangka MA mengaku alasan mencuri sarang burung walet karena harganya yang mahal. Selain itu, dia mengaku mencuri karena terdesak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selama ini, MA mengaku tidak memiliki pekerjaan. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DIAMANKAN - Dua tersangka pencurian sarang burung walet diamankan Unit Reskrim Polres Buleleng.

Setelah dikaji, pemerintah mengalami hambatan ketika memungut pajak terutama Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Hal ini didukung dengan ditemukannya 91 hotel dan restoran di Bali Utara belum dipungut PHR. Hal itu terungkap dalam rapat internal pimpinan dan anggota DPRD Buleleng bersama tim pakar menyikapi LHP BPK APBD Buleleng tahun 2018 di ruang gabungan komisi, Senin (10/6) kemarin. Rapat dipimpin Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan dihadiri komisi lengkap dengan anggotanya. Sedangkan dari tim pakar dikoordinatori oleh Nyoman Sukarma. Supariatna mengatakan, penerimaan PHR dan retribusi di daerahnya mendominasi catatan dalam LHP BPK.

Catatan itu salah satunya soal membengkaknya piutang pajak yang belum masuk, menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, juga soal pengutan PHR yang belum optimal. Dari LHP BPK terungkap piutang pajak daerah meningkat dari Rp 71.068.387.425,73 menjadi Rp 75.992.872.760,77 naik Rp 4.924.485.335,04 atau 6,93 persen. Tertinggi piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai Rp 71.369.360.639,64. Piutang pajak hotel Rp 2.196.286.663,14, piutang pajak restoran Rp 1.495.847.039,93 dan piutang pajak air tanah Rp 805.064.160. BPK juga menemukan pendapatan sektor pajak belum optimal. Ini terjadi karena dari 641 wajib pajak (WP) yang ditetapkan berdasarkan Surat

Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) ada 29 hotel sudah memiliki izin operasi, namun belum ditetapkan dalam NPWPD. Sementara dari 424 wajib pajak restoran, 13 restoran sudah memiliki izin operasi namun tidak memiliki NPWPD. Akibatnya, pemerintah daerah belum memungut PHR sesuai Perda No. 8 Tahun 2011. “Penerimaan pajak ini masih menjadi catatan oleh BPK dalam LHP yang sudah kita bahas. Kita tidak menyalahkan pemerintah, karena ada usaha yang tidak memiliki IMB dan ada yang mendapat izin operasional tapi tidak memiliki NPWD. Sehingga hal ini dijadikan catatan penting harus dicarikan jalan keluar oleh pemerintah,” tandas dia.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Buleleng, Putu Mangku Mertayasa. Politisi asal Desa Banjar, Kecamatan Banjar ini mengatakan, 91 hotel yang tidak bisa dipunguti pajak tersebut menimbulkan kerugian pemerintah. Apalagi, pajak tersebut bukan dibayar pemilik hotel atau restoran, tetapi pajak titipan dari wisatawan yang menginap atau yang menggunakan fasilitas restoran yang ada. “Pertanyaan kita selama ini ke mana uang itu? Tidak salah kalau hal ini menjadi catatan LHP BPK karena ada hotel sudah beroperasi dan mendapat izin namun tidak memiliki NPWD. Masalah ini perlu dicarikan solusi bersama,” katanya. Untuk mendapatkan penjelasan dan solusi, rencananya masalah ini akan dibahas lebih detail saat pembahasan LHP BPK terhadap APBD 2018 bersama eksekutif dalam minggu ini. Nantinya, dewan mendorong pemerin-

tah dalam memperbaiki tata kelola pungutan PHR dan optimalisasi perizinan hotel dan restoran di Bali Utara. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu (PMPPSP) Putu Artawan mengatakan, dalam penerbitan izin operasional hotel dan restoran, pihaknya hanya berwenang memproses apabila ada permohonan. Sebelum izin diterbitkan, pihaknya melakukan kajian dan kalau berkas dinyatakan lengkap, maka sesuai kewenangan yang ada izin akan diterbitkan. Terkait hotel atau restoran yang belum memiliki NPWPD, Artawan mengaku hal itu ditetapkan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD). “Kami sifatnya pasif, jika ada permohonan masuk setelah dikaji oleh tim dan berkas lengkap, izin akan diterbitkan. Langkah berikutnya untuk menetapkan NPWPD agar bisa dipungut pajak itu diatur BKD,” tegasnya. (kmb38)

Hari Pertama Masuk Kerja

Pemohon Administrasi Kependudukan Membeludak Singaraja (Bali Post) – Hari pertama masuk kerja setelah libur dan cuti bersama Lebaran Idul Fitri, pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng, Senin (10/6) kemarin, kembali dibuka. Pantauan Bali Post, pemohon atau masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan membeludak. Warga yang antre untuk mencetak KTP elektronik dan Kartu Keluarga (KK). Petugas di sana mampu melayani masyarakat di bawah pukul 13.00 Wita. Sementara itu, untuk memastikan kualitas pelayanan dan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari pertama masuk kerja, Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. bersama Asisten Administrasi Umum Gede Suyasa, Kepala Inspektorat Daerah Putu Yasa dan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gede Wisnawa melakukan inspeksi mendadak (sidak). Tidak saja mengecek tingkat kehadiran para ASN yang bertugas di instansi lain, namun rombongan juga memantau langsung pelayanan administrasi kependudukan yang kemarin tampak membeludak. Dewa Ketut Puspaka mengatakan, administrasi kependudukan ini layanan publik yang wajib diberikan pemerintah. Untuk itu, setelah para ASN libur karena cuti bersama, pihaknya meminta pelayanan dioptimalkan. Sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Selain itu, sesuai instruksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), kalau ditemukan ASN yang terbukti melanggar disiplin setelah libur cuti bersama ini dapat dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. “Untuk pelayanan di Dis-

dukcapil sudah berjalan baik dan sesuai SOP. Absensi pada hari pertama juga sudah saya cek dan hanya satu tidak masuk kerja karena sakit dan itu diperkuat surat keterangan dokter. Hasil pemantauan ini, kami teruskan ke Menpan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui BKPSDM. Kalau ada pelanggaran akan diberikan sanksi tegas,” katanya. Kepala Disdukcapil, Putu Ayu Reika Nurhaeni, mengatakan setelah libur dan cuti

bersama, pelayanan sedikit lebih ramai dibandingkan hari biasanya. Warga menunda mengurus administrasi kependudukan karena kantor tutup. Hari pertama masuk kerja baru masyarakat bisa mengurus sehingga memicu antrean panjang. Pihaknya menjamin setiap permohonan administrasi kependudukan bisa dilayani rata-rata di bawah satu jam sudah diselesaikan. “Kalau suasana hampir sama sebelum kita libur cuti bersama dan suasana antrean ini sudah terbiasa kami

hadapi. Kami layani dengan SOP dan rata-rata di bawah satu jam, urusan administrasi kependudukan dapat diselesaikan oleh petugas pelayanan kami,” jelasnya. Mantan Camat Buleleng ini menambahkan, di tengah permintaan pencetakan KTP elektronik yang tidak pernah sepi, sekarang persediaan keping blangko KTP elektronik sudah menipis. Hingga kemarin pagi, tersisa hanya 150 keping. Meski demikian, birokrat asal Desa Pedawa, Kecamatan Ban-

jar ini memastikan kondisi ini tidak akan menghambat warga mencari KTP elektronik. Sembari menunggu keping blangko KTP elektronik, Disdukcapil akan menerbitkan Surat Keterangan (Suket). Secara teknis, komponen data kependudukan pada Suket sama dengan KTP elektronik. Selain itu, fungsinya juga sama dengan KTP elektronik, sehingga pihaknya menjamin kehabisan keping blangko KTP elektronik tidak mengganggu pelayanan di Disdukcapil. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PEMANTAUAN - Hari pertama masuk kerja setelah libur cuti bersama Idul Fitri, Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, melakukan pemantauan pelayanan ASN di Disdukcapil Buleleng, Senin (10/6) kemarin.


GIANYAR

Selasa Paing, 11 Juni 2019

9

SDN 6 Lodtunduh akan Di-”regrouping” Gianyar (Bali Post) Gara-gara selama beberapa tahun menerima siswa baru yang jumlahnya sangat kecil, Pemkab Gianyar memastikan melakukan regrouping terhadap SDN 6 Lodtunduh ke SDN 3 Lodtunduh, Kecamatan Ubud. Regrouping ini rencananya akan diselenggarakan pada 15 Juli 2019. Dikonfirmasi Senin (10/6) kemarin, Kepala SDN 6 Lodtunduh I Nyoman Nawa menjelaskan, saat ini SD yang ada di lingkungan Banjar Gelogor, Desa Lodtunduh ini hanya memiliki 35 siswa dan tanpa kelas I dan kelas VI. “Siswanya total ada 35 yang akan gabung ke sana, yaitu siswa kelas II sampai V, karena kelas I dan VI memang kami tidak punya,” ujarnya. Terkait penggabungan siswanya ke SDN 3 Lodtunduh yang ada di daerah Banjar Klingkung desa setempat, kata Nawa, pihaknya sudah mendapat surat keputusan dari

Bupati Gianyar. “Rencananya memang akan di-regrouping ke SDN 3, lokasinya ada di Banjar Klingkung. Katanya SK sudah turun, tapi masih di dinas,” jelasnya. Pria asli Banjar Penestanan, Desa Sayan ini menambahkan, kemungkinan regrouping akan dilakukan pada 15 Juli 2019. Sehingga pihaknya masih menunggu arahan dari dinas untuk proses pemindahan fasilitas belajar yang ada. “Untuk pemindahan tinggal tunggu SK saja. Kemungkinan pada kenaikan kelas nanti sudah ada karena mulai masuk awal tahun ajaran baru,” imbuhnya. Nawa menambahkan, masyarakat pendukung yang bersekolah di SD tersebut berasal dari Banjar Gelogor, Desa Lodtunduh, Ubud yang berjumlah 130 krama banjar. Terkait minimnya siswa baru yang bersekolah di sana, pihaknya sudah sempat mencari solusi dengan rapat bersama komite sekolah, orangtua siswa, kepala

desa, dan kepala dusun. Selain itu, dari dinas juga sudah membuatkan zonasi, namun tetap saja sedikit yang bersekolah ke sana. Dikonfirmasi terpisah, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gianyar I Wayan Sadra membenarkan terkait regrouping SDN 6 Lodtunduh yang akan dilaksanakan per Juli sesuai SK Bupati Gianyar. Ditegaskan, regrouping ini didasarkan karena selama ini SD tersebut minim siswa. “Karena memang siswa hampir tidak ada sehingga diregrouping,” katanya. Menurut Sadra, belum ada rencana pasti terkait pemanfaatan bangunan eks SDN 6 Lodtunduh tersebut. Namun ia memastikan aset tersebut ke depan masih untuk sarana pendidikan. “Tentunya akan dikoordinasikan dulu ke pihak desa. Apakah nanti untuk PAUD atau apa, yang pasti untuk pendidikan,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

REGROUPING - Suasana di depan SDN 6 Lodtunduh yang dalam waktu dekat akan di-regrouping.

Tumpukan Sampah di TPA Temesi Terbakar Gianyar (Bali Post) Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi terbakar, Minggu (9/6) malam. Akibat luasnya areal yang terbakar, membuat petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar kelabakan. Bahkan proses pemadaman api itu berlangsung hingga tiga jam lebih, yakni hingga Senin (10/6) dini hari kemarin.

Bali Post/kmb35

MEMADAMKAN - Petugas Pemadam Kebakaran saat memadamkan api pada tumpukan sampah di TPA Temesi, Senin (10/6) dini hari kemarin.

DPRD Gianyar Terima Penyampaian Dua Ranperda

BUPATI Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Gianyar tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2018 pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gianyar di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Gianyar, Senin (10/6) kemarin. Sidang yang dibuka Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Made Togog ini dihadiri 27 anggota dewan dari 40 anggota dewan yang ada. Turut hadir Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun, dan Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya. Dalam pertanggungjawabannya, Bupati Mahayastra menyampaikan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan terdapat tujuh jenis laporan yaitu Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Secara garis besar, Mahayastra menyampaikan Pendapatan Daerah yang direncanakan Rp 2,052 triliun lebih sampai berakhirnya tahun anggaran 2018 Rp 2,002 triliun lebih (97,59 persen). Rincian realisasi penerimaan tersebut meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan Rp 805 miliar lebih, terealisasi Rp 770 miliar lebih (95,58 persen). Pendapatan Transfer direncanakan Rp 1,192 triliun lebih, terealisasi Rp 1,176 miliar lebih (98,6 pers-

en). Lain-lain Pendapatan yang Sah, terdiri dari Pendapatan Hibah direncanakan sebesar Rp 53 miliar lebih, terealisasi Rp 56 miliar lebih (105,19 persen). Pendapatan ini berasal dari Dana BOS APBN dan Program Hibah Air Minum Perkotaan yang bersumber dari APBN Tahun 2018. Lebih lanjut dikatakan, Belanja Daerah Tahun 2018 direncanakan Rp 1,900 triliun lebih, terealisasi sebesar Rp 1,785 triliun lebih (93,99 persen). Di mana terdapat efesiensi belanja sebesar Rp 114,15 miliar lebih (6,01 persen). Adapun rincian anggaran dan realisasi Belanja Daerah terdiri dari Belanja Operasional direncanakan Rp 1,577 triliun lebih, terealisasi Rp 1,488 triliun lebih (94,36 persen). Balanja Modal direncanakan Rp 321 miliar lebih, terealisasi Rp 297 miliar lebih (92,33 persen). Belanja Tak Terduga direncanakan Rp 500 miliar lebih, terealisasi 0 persen. Belanja transfer direncanakan Rp 260,877 miliar lebih, terealisasi Rp 260,865 miliar lebih (99,99 persen). Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2018 terdiri dari Penerimaan Daerah direncanakan Rp 153 miliar lebih, terealisasi Rp 140 miliar lebih (91,60 persen). Realisasi tersebut bersumber dari Silpa tahun 2017 dan Penerimaan Pinjaman Daerah. Sementara Pengeluaran Daerah direncanakan Rp 44,125 miliar, terealisasi Rp. 44,149 miliar (100,06 persen). “Penerimaan Pendapatan Daerah lebih rendah sebesar Rp 49 miliar lebih dari yang direncanakan. Hal tersebut disebabkan dampak erupsi Gunung Agung sehingga terjadi

penurunan di beberapa sektor penerimaan pajak daerah dan penurunan penerimaan dana transfer baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” imbuh Mahayastra. Dikatakan pula, realisasi Belanja Daerah juga lebih rendah Rp 114 miliar lebih dari yang dianggarkan. Ini terjadi karena adanya efesiensi pengeluaran belanja. Di antaranya dari Belanja Operasi, Modal, serta Transfer. Nilai surplus/defisit ditambahkan pembiayaan neto menghasilkan Sisa Lebih Perhitungan APBD 2018 sebesar Rp 51 miliar lebih. “Berdasar Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Provinsi Bali, Kabupaten Gianyar memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hasil ini patut disyukuri dan tentunya tidak terlepas atas dukungan semua pihak yang telah bekerja keras sesuai norma-norma hukum demi kemajuan Kabupaten Gianyar,” kata Mahayastra. Selain menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2018, Bupati Mahayastra juga menyampaikan Ranperda tentang Penanaman Modal pada Perumda Gianyar. Ranperda ini diusulkan untuk ditetapkan bersama, guna memperkuat struktur permodalan dan menjaga likuiditas serta pengembangan Perumda Gianyar. Di samping itu, sebagai upaya mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Daerah yang bersumber dari bagi hasil laba perusahaan daerah. (ad179)

SIDANG - Suasana sidang di Gedung DPRD Gianyar, Senin (10/6) kemarin.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran ini pertama kali diketahui pada Minggu malam sekitar pukul 23.55 Wita. Saat itu api sudah membakar sejumlah ruas tumpukan sampah di TPA Temesi. Tidak butuh waktu lama, kobaran api yang tersapu angin itu dengan cepat merembet ke tumpukan sampah di seputaran lokasi tersebut. Petugas Pemadam Kabupaten Gianyar yang menerima laporan tersebut dengan cepat meluncur ke lokasi tersebut. Petugas harus berupaya keras melakukan pemadaman, sebab yang terbakar adalah gunungan sampah. Mobil pemadam kebakaran harus berulang kali bolak-balik untuk mengambil air. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Gianyar I Made Watha menerangkan, dalam proses pemadaman api di TPA Temesi, pihaknya mengerahkan tiga unit mobil pemadam, dengan 20 personel. “Begitu menerima laporan, tim langsung dikerahkan ke TPA Temesi,” katanya. Watha mengakui, proses pemadaman ini berlangsung cukup alot, bahkan sampai memakan waktu tiga jam lebih. Hal ini karena luas areal yang terbakar mencapai kisaran 50 are. Selain itu yang terbakar adalah tumpukan sampah yang terdiri dari berbagai bahan yang mudah terbakar. “Proses pemadaman api cukup lama, tiga jam lebih,” ujarnya. Kepulan asap masih terlihat dari tumpukan sampah di TPA Temesi hingga Senin

siang kemarin. Melihat kondisi ini, aparat Pemadam Kabupaten Gianyar kembali dikerahkan ke lokasi tersebut. “Sudah kami monitor itu. Petugas sudah dikerahkan kembali ke sana,” tegas Watha. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika mengaku sudah turun ke TPA Temesi sejak Minggu malam hingga

Senin dini hari kemarin. Jajarannya yang melakukan olah TKP belum bisa memastikan penyebab terbakarnya tumpukan sampah tersebut. “Saya hanya mendatangi TKP, belum sampai penyelidikan,” katanya. Suastika menduga ada gas yang memicu kobaran api di lokasi tersebut. “Yang namanya sampah kemungkinan ada gas yang memicu,

apalagi sampai Senin pagi tadi masih ada kepulan asap dari tumpukan sampah. Tapi kami belum berani pastikan itu penyebabnya,” ujarnya. Suastika memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Dikatakan, lokasi TPA Temesi cukup terisolir dari pemukiman sekitar. “Tidak ada korban jiwa,” katanya. (kmb35)

Diduga Akibat Gas Metan KEPALA UPT Pengelolaan Sampah TPA Temesi I Ketut Bambang menduga penyebab kebakaran di TPA Temesi karena gas metan. Gas tersebut dihasilkan oleh sampah plastik yang terpapar sinar matahari. ‘’Gas terkumpul, mungkin derajat kepanasan memenuhi syarat memercikkan api, makanya kebakaran. Itu sulit diperkirakan,’’ kata Bambang, Senin (10/6) kemarin. Menurut Bambang, kebakaran bermula dari kepulan asap yang terlihat dari portal bagian selatan TPA Temesi. Asap yang cukup tebal itu terlihat sekitar pukul 23.30 Wita, Minggu (9/6). ‘’Ada asap tebal muncul, lalu muncul api,’’ ujarnya. Bambang mengatakan, sampah yang terbakar merupakan sampah yang tertimbun lama. Setelah api padam pada Senin dini hari, kini kembali muncul asap. Asap hampir menutupi jarak pandang di kawasan tersebut pada Senin siang kemarin. ‘’Asap tebal. Kalau

disemprot, mau disemprot dimana, karena sumber asap di dalam,’’ jelasnya. Asap tebal yang mengaburkan pandangan itu menyebabkan laju truk sampah yang hendak membuang sampah ke TPA tampak tersendat. Antrean truk sampah cukup panjang karena harus pelan-pelan memasukkan sampah. ‘’Di barat ada tempat. Itu kan bagian timur yang terbakar. Kalau bisa kerja, kami operasikan dua alat berat,’’ jelasnya.

Apabila kebanyakan disemprot, kata Bambang ,yang keluar justru licit semacam air sampah. Dikatakan, air sampah tersebut justru berbahaya. Berdasarkan data dari TPA Temesi, sampah yang masuk sebanyak 160 armada. Terdiri dari 51 mobil pick-up dan 109 truk. Untuk satu truk membawa sampah sebanyak 7,5 kubik. Satu armada bisa dua kali membawa sampah. Total volume sampah yang masuk ke TPA mencapai kurang lebih 269 ton per hari. (nik)


JEMBRANA

10

Selasa Paing, 11 Juni 2019

Soal Pencemaran di Tegalbadeng Barat

Tim LH Kirim Sampel Air Sungai ke Laboratorium di Jawa Negara (Bali Post) – Dugaan tercemarnya sungai Teluk Limo yang mengalir di sekitar pabrik di Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara akibat limbah belum lama ini kembali disikapi Pemkab Jembrana. Sampel air telah diambil dan dikirim ke laboratorium yang ada di Pulau Jawa untuk diperiksa. Butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan kepastian hasil karena pemeriksaan harus menunggu giliran di laboratorium tersebut. Tim lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemkab Jembrana dan perangkat desa yang dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Jembrana turun mengecek kondisi sungai serta penanganan IPAL di sejumlah pabrik ikan. Guna lebih memastikan, tim dari Dinas Lingkungan Hidup juga telah mengambil sejumlah sampel air untuk diperiksa lebih lanjut. Asisten II Setda Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya membenarkan turunnya tim terkait dugaan pencemaran limbah di sungai yang melintas di permukiman warga di Tegalbadeng Barat itu. Dari pengecekan memang kondisi sungai menimbulkan bau yang menyengat dan berwarna pekat seperti yang dikeluhkan warga selama ini. Tetapi guna memastikan apakah sungai itu memang tercemar akibat limbah pabrik atau lainnya, Dinas LH menindaklanjuti dengan mengambil sejumlah sampel air. Selain mengecek kondisi sungai, tim juga melihat langsung instalasi pengolahan limbah air (IPAL) di pabrik yang membuang air ke sungai tersebut. Salah satunya IPAL di Pabrik Bali Maya Permai. Namun dari informasi, di

sungai yang bermuara ke laut di Cupel itu juga menjadi muara pembuangan pengolahan limbah pabrik lainnya. Selain pabrik pengalengan ikan, juga terdapat beberapa industri lainnya seperti pengolahan tahu dan penyosohan beras. ‘’Di sana (Bali Maya) kita lihat memang pengolahan sudah sesuai, tetapi untuk memastikan kita ambil sampel airnya,’’ ujar Sumber Wijaya. Sehingga akan diketahui pasti apa penyebab dari informasi tercemarnya sungai tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas LH Jembrana I Wayan Sudiarta terpisah mengatakan, tim dari Dinas LH mengambil sedikitnya tiga sampel air di sekitar sungai tersebut. Satu sampel dari hasil pengolahan IPAL dan dua sampel pada bagian aliran sungai. Sampel itu menurutnya sudah dibawa ke laboratorium di Jawa dan masih menunggu hasilnya. ‘’Prosesnya agak lama, karena yang mengajukan bukan hanya kita. Banyak dan antre, nanti kalau sudah ada hasilnya kita infokan,’’ terang Sudiarta. Diambilnya sampel ini guna memastikan kadar air dan untuk mengetahui penyebab air sungai yang diduga tercemar. Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di sekitar sungai Teluk Limo, Desa Tegalbadeng Barat mengeluhkan bau yang ditimbulkan dari sungai. Selain itu kondisi sungai juga keruh dan berwarna pekat diduga tercemar limbah dari pabrik-pabrik di sekitar sungai. Sungai yang bermuara ke Pantai Cupel ini airnya nampak menggenang dan terkadang sampai meluber. (kmb26)

Bali Post/kmb26

PEMERIKSAAN KTP – Suasana di Pos pemeriksaan KTP di dalam areal Terminal Gilimanuk dilakukan pemeriksaan identitas seluruh orang yang masuk ke Bali.

Antisipasi Serbuan Penduduk Pendatang

Pemeriksaan Identitas di Gilimanuk Diperketat Negara (Bali Post) Pemeriksaan di pintu masuk Bali khususnya penduduk pendatang yang masuk ke Bali melalui Gilimanuk diperketat. Hal tersebut guna mengantisipasi serbuan penduduk pendatang saat arus balik Lebaran. Bupati Jembrana I Putu Artha, Senin (10/6) kemarin mengatakan, selain mengintruksikan seluruh penduduk masuk Bali tanpa KTP dikembalikan ke daerah asalnya, perangkat desa dan kelurahan juga diminta untuk aktif memperketat masuknya duktang di wilayahnya. Menurut Bupati Artha, pemeriksaan KTP di Gilimanuk menurutnya bukan hanya untuk kepentingan Jembrana, tetapi keamanan Bali secara umum. Sejak beberapa tahun ini pemeriksaan identitas ini dilakukan rutin 24 jam tujuh hari. Sehingga bukan hanya

saat arus balik. Tetapi diakui secara kuantitas pada momen arus balik ini, jumlah personel ditambah. Hal itu mengantisipasi ledakan penduduk yang masuk ke Bali. ‘’Ini sudah rutin, tapi dengan arus balik ini, kita lebih banyak lagi jumlah petugas dan lebih ekstra,’’ tandas

Bupati Artha. Bupati juga menginstruksikan untuk menindak penduduk yang masuk ke Bali tanpa KTP. Setiap duktang tanpa identitas harus dikembalikan ke daerah asalnya. Selain itu, jajaran desa dan kelurahan juga agar lebih aktif dalam melakukan pemeriksaan penduduk baru atau pedatang di wilayahnya. Mulai tingkat banjar, tempek atau RT di tingkat kelurahan. ‘’Ini yang paling penting, lurah, perbekel serta klian dinas dan kalingnya harus rutin memantau wilayahnya. Kalau ada penduduk baru, apakah untuk sekadar berkunjung ke keluarganya atau akan mencari pekerjaan, apalagi

kalau sudah tinggal lebih dari 1 x 24 jam,’’ terang Bupati Artha. Jika kehadiran penduduk pendatang memang hendak bekerja, juga harus dipastikan di mana tempat bekerjanya. Pihaknya mengaku tidak ingin jumlah duktang khususnya di Jembrana semakin membludak, apalagi tanpa pekerjaan. Sementara itu dari informasi di Pos KTP, petugas gabungan untuk pemeriksaan KTP ditambah dari hari rutin biasanya. Dinas Kependudukan Pemkab Jembrana menambah jumlah personel yang bertugas di Pos Pemeriksaan KTP di Pelabuhan Gilimanuk dari semula 18 orang menjadi 25 orang selama arus balik ini. (kmb26)

Hari Pertama Kerja

107 ASN Pemkab Jembrana Tak Hadir

Bali Post/kmb26

KERUH – Kondisi sungai di Tegalbadeng yang dikeluhkan warga sekitar karena menimbulkan bau busuk dan warna yang pekat.

Hiu Terdampar di Pantai Sumbersari

PSDKP Pengambengan Cek Penyebab Kematian Negara (Bali Post) Seekor hiu ditemukan terdampar di Pantai Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Senin (10/6) pagi kemarin. Saat ditemukan terdampar oleh warga, hiu dalam kondisi utuh akan tetapi terlihat lemas. Sejumlah warga berupaya mengembalikan hiu itu ke laut namun tidak bisa dan akhirnya mati. Ketua Kelompok Darwis Banjar Sumbersari I Ketut Subanda mengungkapkan, seorang anggota Pokdarwis I Putu Singkong, melihat hiu terdampar sekitar pukul 06.30 Wita di pinggir pantai. Ketika ditemukan, kondisi ikan sudah lemas namun masih bisa bergerak. Sejumlah warga dari Pokdarwis selanjutnya mengupayakan

menyelamatkan hiu tersebut dengan mendorong ke tengah. Tetapi tidak bisa lantaran kondisi ikan sudah lemas hingga akhirnya ikan tersebut mati. Mendapati informasi tersebut, petugas dari bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pengambengan, dipimpin oleh Albertus Septiono melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan jenis hiu dan penyebab kematiannya. Menurut Septiono, ikan yang terdampar itu merupakan Carcharinus longimanus, masih satu famili dengan hiu koboy. Panjang ikan sekitar 2,84 meter, lingkar badan 80 cm dan seluruh bagian tubuh masih utuh. Tidak ada luka pada tubuh hiu. Petugas

dari PSDKP Pengambengan selanjutnya membawa bangkai ikan hiu tersebut untuk dibekukan. Petugas selanjutnya akan membedah tubuh hiu tersebut guna memastikan sebab-sebab kematiannya. Hiu ini bukan ikan yang termasuk dilindungi. Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan I Made Dwi Maharimbawa mengatakan, selama kurun waktu 10 tahun terakhir ini baru sekali diketahui ada hiu terdampar di wilayah pesisi Jembrana, yakni kemarin di Sumbersari. Sebelumnya pada tahun ini, selain hiu, ada dua kasus hewan laut yang mati terdampar yakni paus yang mati terdampar di pantai Air Kuning dan Pekutatan. (kmb26)

Bali Post/kmb26

TERDAMPAR – Hiu yang terdampar di Pantai Sumbersari, Desa Melaya yang akhirnya mati dibawa tim dari PSDKP Pengambengan.

Negara (Bali Post) – Hari pertama kerja usai cuti bersama Lebaran 2019, Senin (10/6) kemarin, diketahui ada ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Jembrana tidak masuk. Dari hasil sidak yang dilakukan Inspektorat Jembrana, 107 orang ASN yang tak masuk itu dengan berbagai keterangan. Di antaranya tidak masuk dengan izin sakit 18 orang, izin 20 orang, cuti 6 orang, tanpa keterangan 7 orang, cadangan dinas 11 orang, dinas malam 14 orang dan lepas piket 31 orang. Inspektur pada Inspektorat Jembrana Ni Wayan Koriani di sela-sela sidak ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengatakan, tindakan ini dilakukan menindaklanjuti Surat Menteri PAN RB Nomor: B/26/M. SM.00.01/2019 tentang Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara

Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Menurutnya dalam surat edaran dari Menpan RB itu melarang pegawai menambah cuti dan izin usai libur panjang cuti bersama Lebaran. Koriani menyebutkan sidak dilaksanakan dengan dua cara, yakni melalui absen sidik jari dan absen dengan tanda tangan manual. Hal itu untuk memastikan kehadiran fisik ASN di kantor. Selanjutnya data tersebut akan dikirim ke Kemenpan RB. ‘’ASN yang tidak hadir tanpa keterangan, akan diberikan sanksi berupa hukuman disiplin sesuai dengan edaran,’’ tandas mantan Camat Jembrana ini. Dalam sidak kemarin, ada 1.687 ASN dari total 1.794 ASN di Pemkab Jembrana hadir pada sidak tersebut. Sehingga ada 107 ASN yang tidak hadir dengan berbagai keterangan. (kmb26)

Bali Post/kmb26

SIDAK – Inspektorat Jembrana saat melakukan sidak ke sejumlah kantor OPD untuk memastikan absensi kehadiran ASN di lingkup Pemkab Jembrana.


Selasa Paing, 11 Juni 2019

Karangasem

11

ERUPSI - Gunung Agung kembali mengalami erupsi, Senin (10/6) kemarin. Ketinggian kolom abu mencapai satu kilometer di puncak.

Erupsi Gunung Agung Capai Satu Kilometer Amlapura (Bali Post) Sempat tenang beberapa hari, Gunung Agung kembali mengalami erupsi, Senin (10/6) siang kemarin. Erupsi kali ini, kolom abu mencapai ketinggian satu kilometer. Warga di lereng Gunung Agung masih tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang I Dewa Made Mertha Yasa mengungkapkan, Gunung Agung kembali mengalami erupsi pukul 12.12 Wita. “Erupsi Gunung Agung kolom abunya mencapai ketinggian satu kilometer. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang yang condong mengarah ke arah timur dan tenggara,” ujar Mertha Yasa. Dia menambahkan, erupsi yang terekam alat seimograf dengan amplitudo maksimum 24 mm itu berdurasi satu menit.

Mertha Yasa menambahkan, kendati Gunung Agung kembali mengalami erupsi, status Gunung Agung masih leval III (Siaga). Jadi, pihaknya tetap mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas di radius empat kilometer. Termasuk tetap mengimbau untuk warga tidak melakukan aktivitas pendakian

karena sangat berbahaya. Pasalnya, erupsi bisa terjadi sewaktu-waktu. Pantauan di sekitar lereng Gunung Agung, erupsi yang terjadi belakangan ini tidak lagi menimbulkan ketakutan yang luar biasa bagi masyarakat sekitar. Warga cenderung menilai erupsi sudah menjadi hal yang biasa dan bahkan men-

jadi tontonan masyarakat. Setiap erupsi, selalu diabadikan oleh warga lewat lensa kamare maupun ponsel yang dipegangnya. Warga di lerang Gunung Agung juga tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Ni Kadek Maryini, warga asal Banjar Keladan, Desa Pempatan, mengatakan akibat erupsi yang terjadi di wilayahnya, sempat terpapar abu vulkanik yang cukup tebal. “Hujan abunya tebal. Masyarakat di sini tetap melakukan aktivitas dan tetap memakai masker,” ujarnya. (kmb41)

Pascacuti Bersama Idul Fitri 1440 H

Bupati Mas Sumatri Sidak Puskesmas dan Mall Pelayanan Publik HARI pertama masuk kerja pascalibur hari raya Idul Fitri 1440 H, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri melakukan sidak ke beberapa pusat pelayanan publik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Karangasem, Senin (10/6) kemarin. Pusat pelayanan publik pertama yang disidak Bupati Mas Sumatri adalah Puskesmas Karangasem I, Desa Perasi, Kecamatan Karangasem. Sidak ini dilakukan guna memastikan fungsi pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik, serta mengecek langsung tingkat kehadiran para ASN. Salah satu orangtua pasien, I Wayan Satu Gunawan (48), menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, karena telah mengeluarkan

Kartu Karangasem Sehat dan BPJS. Dengan kartu tersebut, anaknya I Komang Cinatriya (12) kelas V SD yang digigit anjing terduga rabies bisa mendapatkan penanganan dengan cepat. “Kalau tanpa kartu ini, saya bingung cari biaya vaksin. Katanya sekali vaksin bisa habis jutaan rupiah. Dengan kartu ini, anak saya bisa mendapatkan vaksin gratis. Terima kasih Bu Bupati,” ucapnya. Bupati Mas Sumatri sangat mengapresiasi pelayanan Puskesmas I. Ia meminta agar masyarakat yang belum terlayani VAR agar segera direspons. Setiap masalah yang ditemui di lapangan harus segera dikoordinasikan oleh kepala dinas terkait. Bukan hanya pelayanan atas kasus gigitan hewan penye-

SIDAK - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat melakukan sidak di Puskesmas Karangasem I, Desa Perasi, Kecamatan Karangasem, Senin (10/6) kemarin.

bar rabies (HPR), tapi juga pelayanan lainnya agar terus ditingkatkan. Mas Sumatri juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh pegawai di hari pertama usai libur panjang. Ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Melayani sebaik dan semaksimal mungkin. “Sesuai arahan Men-PAN RB, seluruh ASN harus diabsen dan didata kehadirannya. Disiplin tidak hanya berlaku di lingkungan Setda Kabupaten Karangasem, tapi di seluruh kantor di Karangasem, termasuk di pusat pelayanan publik. Jika kedapatan bolos atau izin tanpa keterangan, kami siap memberikan sanksi sesuai ketentuan,” tegas Bupati. Ni Luh Panca Parwitasari, Kepala Puskesmas Karangasem I, saat mendampingi Bupati Mas Sumatri mengatakan bulan ini memang banyak pasien kasus gigitan HPR yang ditangani oleh Puskesmas Karangasem I. “Kasus paling banyak bulan Mei. Ada hampir 23 kasus dan bulan Juni sampai saat ini baru ada 4 kasus gigitan,” jelasnya. Dikatakan, tahun 2018, ia menerima laporan di Puskesmas Perasi ada 38 kasus gigitan HPR. Lalu pada tahun 2019, laporan yang masuk meningkat, hingga pengamprahan 50 ampul vaksin pada 9 Mei 2019 habis dalam waktu sebulan. “Saat ini, kami sudah amprah kem-

bali ke Dinas Kesehatan. Semoga segera datang, karena banyak sekali pasien yang memerlukannya saat ini,” tandasnya. Ia menjelaskan, pasien yang terduga digigit hewan terinfeksi virus rabies, memerlukan suntikan VAR 1 sebanyak 2 pial. VAR 2 dan 3 memakai masing-masing 1 pial. Kasus tergigit dikeluhkan di SLB, Seraya, Bugbug, Jasri, Perumnas Padangkerta, BTN Gargita, Perasi dan perkotaan. “Masih belum ditemukan kasus positif rabies pada manusia. Ini karena gerak cepat kita terhadap pasien kasus gigitan,” lanjut Parwitasari. Sidak kedua dilanjutkan ke Gedung Mall Pelayanan Publik, Jalan Gajah Mada, Amlapura. Didampingi Sekda Adnya Mulyadi dan sejumlah Kepala OPD. Mas Sumatri menyoroti parkir areal Mall Pelayanan Publik yang tidak tertata rapi. “Kan sudah disediakan basement, kenapa masih berantakan begini parkirnya. Segera koordinasikan dengan Dinas Perhubungan agar diatur,” tegasnya. Mas Sumatri lalu meninjau sejumlah ruangan pelayanan. Beberapa pos tampak tanpa kehadiran petugas. Menurutnya, penataan penunggu harus kembali dievaluasi. Diharapkan kepada OPD yang menangani agar lebih mementingkan keamanan dan kenyamanan yang akan menggunakan jasa Mall Pelayanan Publik. (ad182)

Bali Post/kmb41

Rayakan HUT Kota Amlapura ASN Nyumbang Sukarela Amlapura (Bali Post) Hari Ulang Tahun (HUT) ke-379 Kota Amlapura akan dilaksanakan pada 22 Juni mendatang. Untuk pemperingati HUT tersebut, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karangasem ikut andil nyumbang secara sukarela, untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Salah seorang ASN yang tidak mau disebutkan namanya mengakui, jika ASN di lingkungan Pemkab Karangasem ikut nyumbang secara sukarela. Kata dia, bahkan sumbangan ini dilakukan setiap perayaan HUT Kota Amlapura. “Setiap tahun memang nyumbang. Untuk nominalnya mereka memberi sukarela. Berapa kemampuan yang dimiliki, ya segitu nyumbangnya,” ujar sumber ASN tersebut. Karena bentuknya sukarela, ASN banyak yang tidak mempersoalkan untuk merogoh kocek sendiri, demi suksesnya HUT kota tempat mereka bekerja. “Tidak masalah. Yang terpenting dana itu arahnya jelas,” kata ASN tadi. Atas adanya sumbangan sukarela dalam perayaan HUT ke-379 Kota Karangasem, Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi tidak membantahnya. Dikonfirmasi usai memimpin pelaksanaan apel di halaman Kantor

Bupati Karangasem, Senin (10/6) kemarin, Sekda Adnya Mulyadi mengatakan, memang setiap HUT Kota Amlapura, ASN nyumbang secara sukarela untuk jamuan rakyat. Kata dia, sumbangan tersebut tidak dipatok nilai nominalnya. Itu tergantung ASN dan berapa mereka ingin menyumbang sesuai kemampuan mereka. “Di sini tidak ada istilah paksaan supaya mereka nyumbang. Ini murni sukarela. Berapa mereka nyumbang kita terima. Dan dana itu dipakai untuk jamuan masyarakat. Sehingga dengan sumbangan ini, semua masyarakat Karangasem bisa dan dapat ikut menikmati perayaan HUT Kota Amlapura yang dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya. Dikatakannya, untuk perayaan HUT ke-379 Kota Amlapura, pihaknya sudah mulai mempersiapkannya. Persiapan dilakukan oleh masing-masing OPD yang terlibat. Di antaranya Dinas Kebudayaan, Dinas Diskominfo, Dinas Pariwisata, Dinas Adpem, Disperindag, Bagian Umum dan yang lainnya. “Kita sudah lakukan persiapan untuk menyambut HUT Kota Amlapura tahun ini. Kita minta kepada semua pegawai di masing-masing OPD ikut menyukseskan HUT ini,” tandas dia. (kmb41)

I Gede Adnya Mulyadi

Bali Post/kmb41

Jebol, Senderan Taman Budaya Tak Kunjung Diperbaiki Amlapura (Bali Post) Senderan Taman Budaya Candra Bhuana yang jebol pada Agustus 2018 lalu, hingga kini tak kunjung diperbaiki. Terlebih dalam waktu dekat ini, taman budaya tersebut bakal dipergunakan sebagai lokasi pameran serangkaian HUT ke-379 Kota Amlapura. Berdasarkan pantauan Senin (10/6) kemarin, material senderan yang jebol sekitar Agustus 2018 sampai saat ini masih dibiarkan begitu saja. Material beton juga dibiarkan tergeletak. Saking lamanya tidak diurus, rumput liar mulai tumbuh di material longsoran tersebut. Kondisi itu tidak enak dipandang mata. Terlebih dalam

waktu dekat, di lokasi bakal dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan pameran serangkaian HUT ke-379 Kota Amlapura. Salah seorang warga, I Ketut Kantun, menuturkan kalau tembok panyengker taman budaya itu jebol sudah cukup lama, yakni sekitar Agustus 2018 lalu. Kata dia, tembok jebol akibat diguncang gempa besar di Lombok. Hanya, pihaknya tak tahu kenapa sampai saat ini panyengker itu tak kunjung diperbaiki. “Belum ada tanda-tanda perbaikan sampai sekarang. Saya kurang tahu kapan akan diperbaiki,” harapnya. Kadis Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa menga-

takan, kendati nantinya Taman Budaya Candra Bhuana bakal dijadikan sebagai lokasi pameran pembangunan dalam HUT Kota Amlapura, akan tetapi jebolnya tembok panyengker tidak menjadi masalah. Sebab, di lokasi senderan yang jebol untuk sementara bakal dibuatkan backdroup untuk menutupi supaya tembok tidak kelihatan jebolnya. “Akan kita siapkan backdroup. Agar tembok yang jebol tidak kelihatan. Sekarang backdroup-nya masih dalam proses. Anggaran untuk melakukan perbaikan itu belum ada. Nanti pasti kita akan anggarkan untuk perbaikannya,” jelas Arnawa. (kmb41)

Menunggu Hingga Tiga Bulan, Warga Keluhkan Pelayanan KIA Amlapura (Bali Post) Warga mengeluhkan proses pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Karangasem. Hal itu lantaran lamanya proses keluar kartu tersebut, setelah mereka selesai melakukan pendaftaran di Disdukcapil. Kadek Muliarta, warga yang mendaftarkan anaknya untuk mencari KIA, sangat menyayangkan proses pembuatan KIA ini yang memakan waktu cukup lama. Untuk mendapatkan kartu KIA

tersebut, dia harus menunggu cukup lama, hingga tiga bulan. Dikatakannya, setelah melakukan pendaftaran dan dinyatakan administrasi lengkap, pemohon tidak langsung mendapatkan KIA. Melainkan harus menunggu lagi. “Sekarang daftar tidak langsung dapat kartunya. Saya tanya kepada petugas yang menangani, disuruh nunggu. Ya, dua bulan hingga tiga bulan ke depan, baru keluar kartunya,” keluhnya. Dia mengaku, tidak tahu apa penyebab lamanya pros-

es keluarnya kartu itu. Jelas dia, dirinya hanya mendapatkan informasi kalau stok blangko KIA sudah habis. “Kebetulan saya punya kerabat kerja di kantor desa yang menanyakan blangko KIA di Disdukcapil. Katanya blangko KIA habis. Terlebih, untuk mendaftar masuk sekolah melampirkan persyaratan KIA tersebut. Kalau sekarang mendaftar, tapi kartunya baru keluar tiga bulan lagi bagaimana cara melampirkannya,” tanya Muliarta.

Kepala Disdukcapil Karangasem I Wayan Sumidia saat dikonfirmasi soal stok blangko KIA mengatakan, bahwa dia tidak tahu hal tersebut. “Kurang tahu. Coba Tanya langsung ke petugas di MPP. Saya kurang tahu persisnya,” jawabnya. Begitu juga ketika ditanya terkait keluhan warga akibat lambatnya penerbitan KIA pascawarga melakukan pendaftaran, Sumidia belum memberikan jawaban yang pasti. (kmb41)

Bali Post/kmb41

JEBOL - Panyengker Taman Budaya Candra Bhuana jebol. Hingga saat ini, kondisi tersebut tak kunjung mendapatkan penanganan.


KLUNGKUNG

12

Selasa Paing, 11 Juni 2019

Hilang Ditelan Devil’s Tears

Konjen India Berharap Warga Bantu Pencarian Aditya Kaushal Semarapura (Bali Post) Meski pencarian oleh Basarnas sudah dihentikan, sejumlah pihak masih berharap korban wisatawan terseret arus asal India, Aditya Kaushal, masih bisa ditemukan. Seperti pihak keluarganya maupun Konsulat Jenderal India. Pihak konsulat merilis informasi agar masyarakat sekitar tetap berupaya mencari keberadaan korban. Sikap resmi pihak Konsulat Jenderal India di Bali disampaikan ke Harian Bali Post melalui email dari Wulan Weidasari, Senin (10/6) kemarin. Pihak konsulat merilis bahwa pihaknya menerima informasi pada 7 Mei lalu, bahwa seorang warga negara India atas nama Aditya Kaushal telah hilang di tebing Devil’s Tear Nusa Lembongan saat mengambil foto. Saat itu, Basarnas berkoordinasi dengan pihak angkatan laut dan Polair setempat melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dari 7 Mei sampai 13 Mei lalu. Tetapi, pencarian itu tanpa menemukan hasil. Pihak

konsulat berharap masyarakat sekitar tetap berupaya melakukan upaya pencarian. Sehingga siapa yang memiliki informasi tentang Aditya Kaushal dapat menghubungi Basarnas atau pihak konsulat. Orangtua dari Aditya Kaushal bahkan telah mengumumkan hadiah sebesar Rp 22.000.000 (USD 1.500) bagi pihak yang dapat memberikan informasi tentang kondisi terakhir Aditya Kaushal. Sebelumnya, Kasi Operasi dan Siaga Ida Bagus Surya Wiryawan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, menyampaikan sesuai aturan, pihaknya berkewajiban melakukan pencarian selama tujuh hari. Tetapi, meski demikian, upaya untuk menemukan keberadaan korban langsung terhenti. Pihaknya tetap membuka diri, kalau ada informasi petunjuk dari pihak-pihak tertentu, yang memiliki petunjuk terhadap keberadaan korban. ‘’Kalau masyarakat yang biasa melintas di sana, kemu-

dian menemukan keberadaan korban, harap segera diinformasikan. Tentu akan kami tindak lanjuti. Kami tetap terbuka untuk itu,’’ kata Surya Wiryawan. Seperti diberitakan sebelumnya, ganasnya ombak di sekitar Tebing Batu Belek atau dikenal wisatawan dengan nama Devil’s Tear kembali memakan korban, Selasa (7/5) siang. Seorang wisatawan asing asal India, Kausal Aditya (24), seketika hilang dari atas tebing, setelah tersambar ganasnya ombak yang naik ke atas tebing itu. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana meminta wisatawan maupun warga lainnya, agar lebih berhati-hati saat berada di tempat tersebut. Jangan terlalu dekat dengan bibir tebing, agar tidak membahayakan diri. Pemerintah daerah berencana akan memasang pagar dari kayu secara bertahap, untuk membatasi wisatawan yang berkunjung ke tempat itu. (kmb31)

Absensi Diperketat, ASN Bolos Terancam Sanksi Semarapura (Bali Post) Sekda Klungkung Gede Putu Winastra mempertegas kepada seluruh ASN atas terbitnya surat penegasan dari Kantor Kementrian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB). Seluruh absensi OPD yang dilakukan melalui retina, supaya disetorkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Klungkung. Data absen ini untuk selanjutnya dikirm via email ke KemenPAN RB. Demikian disampaikan Sekda Winastra, ketika memimpin apel pagi pascalibur cuti bersama lebaran di halaman belakang kantor Bupati Klungkung, Senin (10/6) kemarin. Apel ini diikuti ratusan ASN di

sekretariat daerah mulai dari asisten, staf ahli, kepala OPD dan staf. Hasil absensi ini, dikirimkan ke KemenPAN RB selambatlambatnya pukul 15.00 wita. Apabila ada ASN yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, maka akan dijatuhkan sanksi sesuai PP Nomor 53 tentang disiplin ASN. Tingkat hukuman disiplin itu, terdiri dari hukuman disiplin ringan, hukuman disiplin sedang dan hukuman disiplin berat. Jenis hukuman disiplin ringan yang dimaksud terdiri dari teguran lisan, teguran tertulis dan pernyataan tidak puas secara tertulis. Jenis hukuman disiplin sedang terdiri dari penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun dan

APEL - Para ASN saat mengikuti apel pascacuti bersama di halaman Kantor Bupati Klungkung.

penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun. Sementara untuk jenis hukuman disiplin berat terdiri dari penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. Selain mempertegas sanksisanksi tersebut, Sekda Winastra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN karena kompak hadir mengikuti apel dan masuk kerja sesuai kewajiban. Menurutnya hal ini merupakan wujud komitmen pimpinan bupati dan seluruh pejabat untuk mentaati aturan yang ada. Selain itu pihaknya juga berterima kasih karena saat cuti bersama pun ada sejumlah pejabat tetap bekerja melakukan desk renstra. ‘’Apel pagi merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan setiap pagi sebelum menjalankan aktivitas. Tetapi apel kali ini menjadi terasa berbeda karena masih dalam suasana libur setelah hampir seminggu penuh seluruh ASN cuti bersama lebaran, tetapi kehadiran ASN cukup tinggi,’’ tegasnya. (kmb31)

EVAKUASI - Warga sekitar saat mengevakuasi korban yang sudah dalam keadaan meninggal.

Anak Enam Tahun Tewas di Kubangan Galian C Jumpai

Semarapura (Bali Post) Kubangan bekas galian C di Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung, kembali menelan korban jiwa. Seorang anak usia enam tahun, Kadek Merta Yoga, tewas tenggelam saat bermain di sekitar kubangan berukuran cukup besar itu bersama teman-temannya, Senin (10/6) kemarin. Yoga yang baru lulus TK ini sudah tewas, ketika warga sekitar ramai-ramai ke lokasi kejadian, setelah mendengar teriakan minta tolong dari teman korban. Camat Klungkung Komang Wisnuadi menyampaikan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita, namun warga sekitar mengaku baru mengetahui kejadian itu satu jam kemudian. Dia langsung ke lokasi mengikuti proses evakuasi di sekitar kubangan bekas galian C Jumpai yang dekat dengan bibir pantai setempat. Selain warga sekitar, layanan KRIS Pemkab Klungkung juga turun ke lokasi membantu proses evakuasi

Telek Jumpai, Tari Sakral Penuh Aura Mistis

Kabupaten Klungkung menyimpan cukup banyak potensi seni dan budaya. Sebagai pusat peradaban Bali pada masanya, selain produk seni, banyak juga di antaranya berupa tarian sakral. Seperti yang belakangan menjadi pembahasan, adalah tari Telek Jumpai. Tarian sakral beraura mistis ini bermula dari pembuatan tapel oleh Nang Turun di Jumpai berdasarkan bisikan gaib. Bagaimana lengkapnya mitos di balik tarian yang sempat ditampilkan kolosal ini? Aura mistis menyelimuti pembukaan Festival Semarapura IV di Area Catus Pata Klungkung dan Monumen Puputan Klungkung kala itu. Dengan durasi 28 menit, tarian sakral Telek Jumpai ditarikan secara kolosal dengan konsep catur warna, mengisi setiap catus pata. Koordinator Lapangan I Dewa Gede Alit saat itu menyampaikan bahwa tari

Telek Jumpai merupakan tari wali yang dipentaskan hanya saat rahina Kajeng Kliwon di Pura Desa setempat. Para penari utamanya saat itu tidak menggunakan topeng sesuhunan atau yang disakralkan, namun menggunakan topeng duplikat. Dari uraian sinopsisnya, tari sakral muncul berawal dari kisah seorang kakek di Desa Jumpai bernama Nang Turun. Saat memung-

ut bongkahan kayu, tiba-tiba muncul bayangan berwujud rangda dan bersabda ‘tempe kai tempe kai’ yang artinya tirulah aku. Nang Turun mengikuti perintah sabda itu dengan memahat kayu yang didapatkannya dengan pengutik. Belum selesai dengan sempurna, tiba-tiba bayangan rangda itu pun menghilang. Sehingga hasil pahatan rangda yang dibuat Nang Turun sampai sekarang tidak memiliki telinga. Ternyata kekuatan besar muncul dari dalam perwujudan itu. Ketika pertama kali digunakan masolah. Gering gerubug berkepanjangan pun melanda Desa Jumpai. Akibat dari peristiwa itu, banyak warga di setiap banjar di Desa Jumpai jatuh sakit dan meninggal. Akhirnya, penduduk setempat, membuang semua tapel itu

KOLOSAL - Penari Telek saat tampil kolosal dalam agenda Festival Semarapura IV, belum lama ini.

ke laut. Anehnya, tapel-tapel itu justru muncul kembali dibawa oleh makhluk gaib dan dijejerkan di tepi pantai. Masyarakat Desa Jumpai sadar, bahwa tapel (topeng) ini adalah memang untuk masyarakat Desa Jumpai. Maka di-sungsung-lah di Gedong Penyimpanan dan dilakukan aci setiap hari penting serta masolah secara bergantian setiap Kajeng Kliwon, yang dilakukan oleh krama Banjar Jumpai Kawan dan Jumpai Kanginan. Dampaknya, wabah penyakit pun langsung hilang. Tari Telek di Desa Jumpai diperkirakan mulai berkembang sekitar tahun 1935 hingga sekarang. Tari Telek ini biasanya ditarikan 4 orang penari dan penarinya boleh laki-laki ataupun perempuan, yang terpenting masih anak-anak. Tarian ini tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa dirangkaikan dengan tari Jauk, tari Topeng Penamprat, Batara Gde (Barong), Rarung dan Batara Lingsir (Rangda). Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengatakan, Klungkung dengan segala potensinya baik alam maupun budaya merupakan salah satu potensi yang harus dilestarikan. Selain itu, juga sekaligus menjadi daya tarik wisata. Sehingga bisa menjadi sumber pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, salah satu kuncinya adalah diperlukannya kegiatan promosi. Sehingga wajib terus dikenalkan dalam berbagai agenda budaya. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta menegaskan, potensi adat seni dan budaya wajib digali, dilestarikan dan dikenalkan kepada masyarakat. “Ini akan semakin mengukuhkan Klungkung, sebagai daerah dengan kekuatan seni dan kebudayaan yang adi luhung,” jelasnya. (gik)

korban. Saat itu, dikatakan tubuh korban sudah dalam posisi mengambang. Ketika dia berhasil dievakuasi ke darat, kondisinya sudah lemas. Dia sudah dipastikan tewas karena lambat mendapat pertolongan. Warga sekitar tak lagi mengantar korban ke rumah sakit, namun langsung dibawa ke rumah duka, tak jauh dari lokasi kejadian. “Kronologi persisnya sedang didalami pihak kepoli-

sian. Polisi sedang mendalami saksi-saksi yang dianggap tahu persis peristiwa itu terjadi. Saat proses evakuasi, anak-anak yang diajak bermain sudah tidak ada di tempat. Teman-temannya ini pasti tahu persis kenapa Merta Yoga sampai tenggelam di sana. Ini sedang didalami polisi,” kata Camat Wisnuadi. Hingga sore kemarin, pihak kepolisian masih melakukan proses identifikasi jenazah

korban. Sementara kedua orangtua korban sangat terpukul dengan tragedi yang menimpa anaknya. Warga sekitar yang memadati sekitar rumah korban, juga amat menyayangkan peristiwa itu terjadi. Kapolsek Klungkung Kompol I Wayan Sarjana dihubungi kemarin, belum bisa memberikan keterangan. Sebab, proses identifikasi jenazah korban masih berlangsung. Demikian juga dengan sejumlah personel lainnya. Belum dapat dipastikan, apakah korban terjatuh sendiri hingga tenggelam dan akhirnya merenggut nyawanya. Atau ada kesengajaan pihak lain dalam persoalan maut yang menimpa Merta Yoga. (kmb31)

Tahun

PEMILIHAN SISWA DAN GURU

AJEG BALI 2019 Tempat Pendaftaran Sekretariat Kantor Bali Post Jln. Kepundung 67A Denpasar (0361) 225764, 08123840249

Syarat : -

-

-

Kirim copy prestasi ke email : siswaajegbali@gmail.com guruajegbali@gmail.com

Siswa dan Guru SD, SMP, SMA/SMK se-Bali Juara I - Harapan III bisa mengirim data diri atau Tiap katagori SD/SMP/SMA/SMK wakil sekolah lewat online. Seleksi awal dilakukan lewat online/langsung menyerahkan penghargaan dan prestasi dalam kegiatan Ajeg Bali dan minat baca Lulus tes wawancara dan kompetensi diri

Pendaftaran 27 Mei - 17 Juli 2019

AjegSiswa

siswaajeg guru_ajegbali

siswaajeg.bali.3 guruajegbali

DIDUKUNG OLEH YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

SD Saraswati 3 Renon

SD Saraswati 4 Jalan Tukad Barito

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

SD Saraswati 1 Jalan Gadung

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

UNMAS DENPASAR

SD Saraswati 2 Jalan Gadung

SMP/SLUB Saraswati 1 Jalan Kamboja

SMA/SLUA Saraswati 1 Jalan Kamboja

SMP PGRI 3 DENPASAR

SMK PGRI 3 DENPASAR

TK Saraswati 1 Jalan Kamboja

SMK Saraswati 1 Jalan Kamboja

SMK PGRI 2 DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

PAUD Saraswati 2 (TK dan PG) Renon

PAUD Saraswati 3 (TK dan PG) Tohpati

PAUD Saraswati 4 (TK dan PG) Jalan Kenyeri

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

SMK Saraswati 3 (SMF) Jalan Kamboja

SMP PGRI 2 DENPASAR

PENGURUS PROVINSI PGRI BALI

PENGURUS CABANG KOTA PGRI DENPASAR

SMK Saraswati 2 Jalan Soka

YPLP KOTA PGRI DENPASAR

SD Saraswati 5 Tohpati

SD Saraswati 6 Jalan Kenyeri

G. 0000893-rpa


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Paing, 11 Juni 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA *Job Australi Korea Jepang WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali B.BP.166.06.19.0000176

Arsitektur segera min S1 siap bekerja Lembur u/Kontraktor di Bali Hb WA/Call 081266000029

Bth cpt Staf Admin usia max 35th,domisili Dps,dapat berbahasa Mandarin .CV Email ke:1688primabali@gmail.com B.BP.004.06.19.0000166

Cr Spa Therapist u/ Org Asing bs Mani+Padicure,dll, Gj .bgs Brpnglmn,Sanur.Hub.08123972084 B.BP.004.06.19.0000122

Cari Bakers yg bisa buat Roti dan Cake cari Helper,cari Cleaning Service Hub 081339033099

B.BP.001.06.19.0000140

Dcr Accounting wanita pglmn segera d Kuta / 755718

B.BP.154.06.19.0000173

Dcr Sopir Box & Tenaga Gudang Max. 30th Hub.0361427881,426865

B.BP.001.06.19.0000164

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

Centra Moda Textile Dcr Sales Marketing,Kasir,Usia max 30th Pglmn & tdk Pglmn,min SMU/SMK Hub.0361-4756458,08133877615 081914787142 Jl.Patih Jelantik No.2-3 Kuta Badung

Dicr 2 Karyawati Kerja Srabutan 2,4/Bln&1 Cowok Tkg Bakar Sate 4Jt/Bln.Hub:Arjuna No.49 Dps

B.BP.004.06.19.0000058

B.BP.801.06.19.0000172

B.BP.001.06.19.0000155

Cari SPG Bhs Inggris utk Rest Menarik+Cantik WA 081338562431

Cr pembantuRT tdr Dlm Masak,RT Pribadi Gj2Jt H081236366226Dps

B.BP.001.06.19.0000159

B.BP.001.06.19.0000169

B.BP.001.06.19.0000171

DIJUAL RUMAH

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

Dicari Assisten Rumah Tangga Hub.082161876124

Dibthkn sgra Cleaning Service wnt,umur max35th,berpengalaman Hub/WA:085838399110 B.BP.004.06.19.0000175

Dicari Sopir SIM A Bawa Surat Lamaran ke Jl.Pulau Kawe No.77 B.BP.001.06.19.0000162

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

B.BP.001.06.19.0000157

Dicari PRT Tinggal luar 2,5jt RenonDpsSMS/WA081558074104 B.BP.004.06.19.0000165

G.01

PROPERTY

BIRO JASA

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.05.19.0001020

KEHILANGAN BPKBNo.L02530415-ODK8189BA AN.Mohamad Santosa Boediharjo B.BP.001.06.19.0000156

Hlg BPKB DK 1312 JB No MTS/403 /IV/14-O a.n.Bagus Sucipto B.BP.167.06.19.0000170

Hlg BPKB DK 8771 GN No C309842 2-O a.n Indra Kanginnadhi B.BP.167.06.19.0000174

DIJUAL TANAH

Hlg BPKB No.I 06281736-O an: Hanafi Dangin Sema.Karangasem

Tnh 1Ha di Kristal Bay View Ns PenidaSHM,H30jt/A,081236296636

Hlg BPKB No.2107905-O an: I Wayan Sayang -Karangasem

B.BP.001.06.19.0000154

B.BP.012.06.19.0000168

B.BP.012.06.19.0000167

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id


BANGLI

14

Selasa Paing, 11 Juni 2019

Sidak OPD, Wabup Dapati Satu Pegawai Bolos Bangli (Bali Post) – Hari pertama ngantor pascalibur panjang Lebaran, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa kantor OPD, Senin (10/6) kemarin. Dalam sidak pagi kemarin, Sedana Arta mendapati satu orang pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan alias bolos. Sidak diawali Sedana Arta dengan mendatangi kantor BKPAD. Dalam sidak tersebut, Wabup didampingi Kepala Inspektorat Kabupaten Bangli Drs. I Ketut Riang, Sekretaris Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Putra Suryadarma serta tim pembina disiplin pegawai Kabupaten Bangli. Di kantor yang berlokasi di Jalan Brigjen Ngurah Rai itu, Sedana Arta melakukan uji petik absensi. Dari total 137 pegawai yang bertugas di kantor tersebut, terdapat satu orang pegawai yang diketahui bolos. Di sana Sedana Arta langsung memberikan pembinaan kepada para pegawai. Dari BKPAD, Wabup bersama tim selanjutnya melaksanakan inspeksi ke Kantor Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, yang berlokasi di Jalan Merdeka Bangli. Di sana ia dan tim juga melaksanakan uji petik absensi. Dari 159 pegawai yang berkantor di Dinas PKP, ditemukan juga satu pegawai yang tidak masuk kerja. Namun dengan keterangan

sakit, lengkap dengan surat keterangan dokter. Wabup Sedana Arta usai sidak kemarin mengatakan berdasarkan pantauannya, ia menilai kehadiran pegawai di Bangli secara umum sudah sangat baik. Dijelaskannya sidak dilaksanakan untuk menjalankan intruksi Menpan RB. Di samping itu selaku ketua tim disiplin pegawai di Kabupaten Bangli, ia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah ASN di Bangli agar menjadi pegawai yang disiplin dan memiliki etos kerja yang baik. Melalui sidak ini ia ingin memastikan di hari pertama masuk kerja pascalibur panjang lebaran, disiplin pegawai di Bangli yang selama ini sudah sangat baik, tidak kendor dan tetap fokus bekerja sesuai dengan tugas pokok masing-masing. Untuk menjaga disiplin ASN di Bangli, sidak seperti hari ini akan lebih rutin dilaksanakan. Terhadap oknum ASN yang diketahui bolos kerja tanpa keterangan, Sedana Arta memastikan oknum pegawai tersebut akan mendapatkan sanksi yang tegas. Ia pun berpesan kepada seluruh ASN yang selama ini sudah bekerja dengan baik, agar tidak terpengaruh oleh prilaku oknum ASN yang disiplin dan etos kerjanya rendah. “Sidak seperti ini ke depan akan lebih sering dilakukan. Hal ini penting, untuk meningkatkan disiplin ASN,” tegas wabup asal Desa Sulahan, Susut itu. (kmb40)

Bali Post/ist

VAKSIN - Petugas Dinas PKP Bangli memvaksinasi hewan peliharaan milik warga.

Cakupan Vaksinasi Rabies 69,08 Persen

Dinas PKP Kembali Jadwalkan Penyisiran ke Desa-desa 25 UMKM Ikut Berpartisipasi Bali Post/kmb40

SIDAK - Wabup Sedana Arta saat melakukan sidak pada hari pertama ngantor pascalibur panjang Lebaran, Senin (10/6) kemarin.

dalam Pameran di PKB

Bangli (Bali Post) Sebanyak 25 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bangli akan ikut berpartisipasi dalam pameran Pesta Kesenian Bali (PKB) di Denpasar dalam waktu dekat ini. Jumlah UMKM yang akan ikut pameran PKB kali ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 15 UMKM. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya menyebutkan, dari 25 UMKM yang turut berpartisipasi dalam pameran PKB nanti, 18 di antaranya ikut dalam pameran aktif, 5 pameran pasif dan 2 lainnya ikut dalam pameran kuliner. “Pameran aktif itu maksudnya perajinnya ikut pameran secara mandiri-mandiri. Sementara yang pasif, kita

buatkan stan. Pamerannya di deretan Dekranasda yang diikuti 9 kabupaten/kota,” terang Sudibya. Adapun jenis produk yang akan dipamerkan oleh para perajin Bangli nanti yakni berupa kerajinan bambu, kerajinan kayu seperti sanggah, kerajinan perak, garmen, dupa, serta kuliner seperti be tutu. Animo pelaku UMKM di Bangli untuk ikut berpartisipasi dalam pameran PKB tahun ini diakui Sudibya cukup meningkat dari tahun lalu. Salah satu penyebabnya karena digratiskannya stan pameran oleh Pemerintah Provinsi Bali. Pada tahun sebelumnya, pelaku UMKM yang ikut pameran dikenakan sewa yang besarannya diatur Pemprov Bali. “Kalau dulu bayarnya jutaan. Saya tidak

hafal berapa, itu (pemerintah) provinsi yang menangani,” ujarnya. Lanjut dikatakannya, 25 UMKM yang akan ikut pameran PKB nanti sudah melalui proses pendaftaran dan seleksi di kabupaten serta seleksi di provinsi. UMKM yang diberikan kesempatan ikut pameran adalah yang produknya benarbenar layak untuk dipamerkan dan telah memiliki surat tanda daftar industri. Pejabat asal Penglipuran ini mengatakan ada banyak keuntungan yang nantinya didapatkan para pelaku UMKM mengikuti kegiatan pameran PKB. Salah satunya dalam hal promosi produk. “Dengan ikut pameran, produknya bisa diketahui dan dikenal masyarakat luas. Tentu pasarnya pun akan semakin luas,” kata Sudibya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Kegiatan vaksinasi massal hewan penular rabies yang dilaksanakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli telah berakhir pada bulan Mei lalu. Dari pelaksanaan kegiatan tersebut, cakupan vaksinasi terbilang belum optimal. Karena itu, Dinas PKP Bangli kini telah menyusun jadwal untuk turun ke desa-desa melakukan penyisiran kembali terhadap hewan yang belum tervaksin. Kabid Kesehatan Hewan Dinas PKP Kabupaten Bangli drh. Sri Rahayu seizin Kadis PKP Wayan Sukartana, Senin (10/6) kemarin menjelaskan, kegiatan vaksinasi massal dilaksanakan selama beberapa bulan, yakni mulai Maret hingga Mei lalu. Dalam kegiatan vaksinasi massal, pihaknya menerjunkan puluhan petugas yang dibagi ke dalam 15 tim. Dari estimasi 51.987 ekor hewan yang di-

target mendapat vaksin, yang sudah berhasil tervaksin hanya 36.231 ekor. Terdiri dari 35.914 ekor anjing, 107 ekor kucing dan 10 ekor kera. “Cakupan vaksinasi mencapai 69,08 persen,” terangnya. Dari seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Bangli, 42 desa di antaranya cakupan vaksinasinya sudah di atas 70 persen. Sementara 30 desa lainnya di bawah 70 persen.

Bali Post/kmb40

Sementara itu, terhadap sisa populasi anjing yang belum tersentuh vaksinasi, Sri Rahayu mengaku akan kembali melakukan penyisiran ke desa-desa. Saat ini pihaknya telah menyusun jadwal penyisiran yang diawali di Kecamatan Tembuku khususnya di Desa Peninjoan. Kenapa Peninjoan, sebab belum lama ini di desa tersebut sempat ditemukan kembali kasus positif rabies pada anjing. “Penyisiran kami jadwalkan mulai dua hari lagi. Rencananya sebelum itu kami akan kirimkan surat pemberitahuan ke desa-desa,” ujarnya. Pihaknya pun berharap selama kegiatan penyisiran nanti masyarakat bisa peduli dan ikut berperan aktif menyerahkan hewan peliharaannya untuk divaksin petugas. (kmb40)

Simantri Sida Rahayu Produksi 40 Ton Pupuk Organik Per Bulan

Bangli (Bali Post) – Beberapa kelompok simantri (sistem pertanian terintegrasi) di kabupaten masih tetap eksis sampai saat ini. Salah satunya kelompok Simantri Sida Rahayu yang berada di lingkungan Bebalang, Bangli. Tak hanya memelihara sapi, kelompok yang beranggotakan 17 orang petani tersebut juga memproduksi pupuk organik. Per bulannya Simantri Sida Rahayu bisa menghasilkan pupuk hingga 40 ton. Ketua Kelompok Simantri Sida Rahayu Sang Made Purna mengungkapkan, sampai saat ini program simantri yang digelontorkan Pemprov Bali saat era pemerintahan Gubernur Mangku Pastika tahun 2013 lalu masih berjalan. Ada 21 ekor sapi yang dipelihara kelompoknya, terdiri dari

KAIN - Perajin sedang menghias kain endek dengan prada. Endek surface design karya perajin endek di Desa Jehem, Tembuku menjadi produk kerajinan Bangli yang sempat dipamerkan di Istana Negara saat HUT Dekranasda tahun lalu.

Masih banyaknya hewan peliharaan seperti anjing yang diliarkan warga, kata Sri Rahayu, menjadi kendala utama yang dihadapi pihaknya dalam pelaksanaan vaksinasi rabies massal selama ini. Karena diliarkan, petugas yang datang ke rumah-rumah kesulitan untuk melakukan penangkapan dan memvaksin hewan peliharaan warga. “Kalau saja dipelihara dengan dikandangkan atau diikat maka petugas akan lebih mudah melakukan vaksinasi,” ujarnya. Selama ini, pihaknya sejatinya sudah gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan ke masyarakat. Termasuk ke sekolah-sekolah. Dengan harapan siswa bisa menyampaikannya ke masingmasing orang tuanya di rumah.

20 ekor sapi betina dan satu ekor sapi jantan. “Masih berjalan. Kami juga masih diberi pendampingan. Setiap seminggu sekali dipantau petugas dan dicek terus untuk dilaporkan perkembangan sapinya,” ungkapnya, Minggu (9/6) lalu. Purna mengatakan, selain memelihara sapi, sejak tiga tahun terakhir kelompoknya mulai memproduksi pupuk organik. Bahan utamanya dari kotoran sapi yang dihasilkan di kandang simantrinya. “Kita juga datangkan kotoran sapi dari kelompok simantri lain seperi di Sidawa,” ujarnya. Dalam sebulan kelompoknya bisa memproduksi pupuk hingga 40 ton per bulan. Dalam penjualannya, pihaknya bekerja sama dengan dengan sebuah CV Pupuk produksinya dibeli pemerintah provinsi.

“Karena kita masih kelompok tani, tidak dalam bentuk CV, jadi kita masih ngesub dengan Kerambitan Agro. Kita digandeng karena dia (kerambitan agro) yang dapat tender di provinsi,” terangnya. Pupuk organik yang dihasilkannya selama ini disalurkan langsung untuk sebagian kecamatan di Bangli. Per satu kilogramnya, pupuk buatannya dijual Rp 950 per kilogram. Petani hanya bayar Rp 150 per kilogram. Sementara Rp 800 sisanya disubsidi pemerintah. Dia mengaku hasil yang didapat dari produksi pupuk terbilang lumayan. Untungnya dibagi ke anggota kelompok. “Di samping dijual, pupuk yang diolah juga dimanfaatkan beberapa anggota kelompok untuk menyuburkan tanaman masingmasing,” ujarnya. (kmb40)


OLAHRAGA

Selasa Paing, 11 Juni 2019

PSSI Gianyar Rekrut 40 Pemain

Gianyar (Bali Post) – Askab PSSI Gianyar merekrut 40 pemain hasil pemantauan selama pelaksanaan turnamen sepak bola Piala Bupati Gianyar 2019. Jumlah ini akan dirampingkan atau diciutkan menjadi 25 nama untuk memperkuat tim Gianyar pada Porprov Bali 2019 di Tabanan, September mendatang. Menurut Ketua Umum Askab PSSI Gianyar Dr. Cok. Gde Oka Dharmayuda, Sp.OT.(K), tim sepak bola Gianyar dilatih duet Kadek Swartama dan

Made Wardana. Mereka berlatih di Lapangan Sumampan dan Stadion Dipta. ‘’Penggenjotan fisik dipusatkan di pantai. Untuk program uji coba akan dijajal tim-tim lokal Bali,’’ katanya, Senin (10/6) kemarin. Pada Porprov Bali nanti, KONI Gianyar hanya menanggung 22 pemain selaku tim definitif, sedangkan tiga pemain lainnya dibiayai oleh Askab PSSI Gianyar. ‘’Kami sengaja merekrut 25 pemain supaya mereka bisa berlatih tanding,’’ jelas pria yang berprofesi sebagai dokter spesialis itu. Cabor sepak bola Gianyar ditargetkan mendulang medali emas pada Porprov Bali XIV di Tabanan. Pesaing berat kesebelasan daerah seni adalah Kabupaten Badung dan tuan rumah Tabanan. Meski demikian, pihaknya tetap optimis mempertahankan medali emas yang direbut dua tahun lalu. Turnamen Piala Bupati Gianyar 2019 diikuti para pemain berusia 21 tahun ke bawah (U-21) plus tiga senior. Persyaratan ini diberlakukan untuk memudahkan PSSI setempat merekrut pemain dan membentuk tim Porprov. (022)

Paris – Rafael Nadal meraih gelar Prancis Terbuka ke-12 berkat kemenangan 6-3, 5-7, 6-1, 6-1 atas Dominic Thiem dari Austria pada final di Roland Garros, Paris, Senin (10/6) dini hari kemarin. Ini merupakan trofi grand slam ke-18 baginya. Meski jumlah gelar grand slam-nya masih di bawa Roger Federer yang sudah mengantongi 20 trofi, Nadal bersikeras tidak terobsesi untuk mengejar rekor petenis Swiss ini. ‘’Anda tidak dapat frustrasi sepanjang waktu karena tetangga Anda memiliki rumah yang lebih besar daripada Anda atau TV yang lebih besar atau taman yang lebih baik,’’ kilahnya. Petenis Spanyol berusia 33

ini menolak untuk menargetkan rekor sepanjang masa. ‘’Itu bukan cara saya melihat kehidupan. Itu motivasi, ya, tapi bukan obsesi saya. Bukan itu yang membuatku bangun setiap pagi atau pergi dan berlatih dan bermain,’’ tambah Nadal. Nadal juga masih jauh di belakang Novak Djokovic (Serbia) yang memimpin dalam peringkat ATP yang dirilis kemarin. Dominic Thiem mempertahankan tempat keempatnya di belakang Federer. Karen Khachanov (Rusia) melompat dua tempat ke posisi kesembilan berkat prestasinya mencapai perempatfinal Prancis Terbuka. Fabio Fognini (Italia) naik dua peringkat ke posisi 10. (afp/kmb)

Bali Post/ist

Cok. Gde Oka Dharmayuda

Nadal Tak Termotivasi Kejar Rekor Federer

Sebelum Jamu PSIS

Bali United Lawan Timnas U-23

Mangupura (Bali Post) – Bali United akan melakoni satu laga uji coba sebelum menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2019. Lawan yang dihadapi tim Serdadu Tridatu adalah Timnas Indonesia U-23 yang menjadi juara ketiga dalam turnamen Piala Merlion di Singapura. Pertandingan bakal digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (14/6) mendatang. Bali United yang memberikan tawaran untuk uji coba di Pulau Dewata dan Timnas U-23 setuju. ‘’Setelah berkoordinasi dengan tim pelatih, memang kami memerlukan satu uji coba untuk menggantikan laga pekan keempat yang ditunda. Kebetulan Timnas U - 2 3 se d a ng b e rkum p ul setelah mengikuti turnamen Piala Merlion,’’ ujar CEO Bali United Yabes Tanuri dikutip dari situs Bali United, Senin (10/6) kemarin. Ia berharap laga uji coba nanti berlangsung menarik dan menjadi hiburan untuk publik Stadion Wayan Dipta. ‘’Selain untuk kebutuhan tim menjalani uji coba, kami juga berharap laga uji coba nanti akan menjadi pertandingan yang menarik untuk disaksikan. Kami ingin memberikan hiburan kepada masyarakat Bali saat jeda kompetisi Liga 1 2019,’’ ungkapnya. Laga Bali United kontra

Piala Porba, Wadah Unjuk Gigi Pemain Muda

Gianyar (Bali Post) – Turnamen sepak bola usia dini memperebutkan Piala Porba kembali digelar. Kejuaraan yang dibuka secara resmi Jumat (7/6) lalu ini merupakan wadah bagi bibit-bibit muda pesepak bola di Bali untuk unjuk gigi. ‘’Kami ingin mewadahi

bakat-bakat muda Bali dalam bidang sepak bola. Oleh karena itu, kami menggelar turnamen yang dikhususkan untuk anakanak,’’ ujar Bayu Sutha selaku ketua panitia. Mantan pemain Timnas Indonesia tersebut menjelaskan, turnamen digelar di Lapangan Chandra Muka,

Batubulan. Pihaknya mempertandingkan tiga kelompok umur (KU) yakni 8 tahun, 10 tahun dan 12 tahun. ‘’Kami mengundang seluruh SSB di seluruh Bali. Pesertanya cukup banyak. Kami sangat gembira dengan antusiasme pengurus SSB dan orangtua para pemain. Kami berharap akan ada pemain nasional lagi yang berasal dari Bali khususnya Batubulan,’’ imbuhnya. Batubulan memang kerap melahirkan pemain yang mampu menembus Timnas Garuda. Selain Bayu Sutha, ada nama Putu Gede Juniantara yang kini membela Bhayangkara FC. Dalam turnamen yang digelar hingga Minggu (9/6), dari 32 tim yang ditargetkan ikut, lima mengundurkan diri. KU 12 tahun dijuarai Putra Dewata diikuti Bebek Bengil dan SSB Guntur di posisi kedua dan ketiga. Sementara pada KU 10 tahun, Wistra Arjuna berhasil menjadi juara disusul Putra Dewata dan Putra Angkasa Kapal. KU 8 tahun akan digelar pekan depan. (kmb33)

Montreal – Lewis Hamilton mempertahankan rekor kemenangan Mercedes pada awal musim ini. Pembalap Inggris ini diberikan kemenangan kontroversial berkat keputusan panitia untuk menghukum Sebastian Vettel pada Grand Prix F1 Kanada, Senin (10/6) kemarin. Juara dunia lima kali itu berada di posisi kedua di belakang Vettel (Ferrari), tetapi dinyatakan sebagai pemenang karena penalti lima detik akibat pelanggaran pembalap Jerman ini pada putaran ke-50.

‘’Di mana aku bisa pergi. Mereka mencuri balapan dari kami. Tidak, tidak, tidak, tidak seperti itu,’’ kata Vettel mengulangi pangkuannya saat Hamilton merayakan kemenangannya. ‘’Jika tidak ada tembok, aku akan melewatinya,’’ timpal Hamilton. Itu adalah kemenangan ketujuh Hamilton di Kanada dan yang ke-78 sepanjang kariernya. Ia memperpanjang musim pembuka Mercedes menjadi tujuh kemenangan beruntun. Vettel akhirnya berada di peringkat kedua di

depan rekan setimnya Charles Leclerc (Monaco). Valtteri Bottas (Finlandia/Mercedes) di posisi keempat disusul Max Verstappen (Belanda/Red Bull) dan Daniel Ricciardo (Austria/ Renault). Hamilton juga memimpin klasemen pembalap dengan mengumpulkan 162 poin diikuti Bottas (133), Vettel (100), Verstappen (88), Leclerc (72), Pierre Gasly (Prancis/36), Carlos Sainz Jr. (Spanyol/18), Daniel Ricciardo (16), Kevin Magnussen (Denmark/14) dan Sergio Perez (Meksiko/13). (afp/kmb)

Bali Post/wan

JUARA - Mantan pemain nasional Bayu Sutha menyerahkan piala kepada Putra Dewata selaku juara KU 10 tahun.

Hamilton Menang Kontroversial

Selasa, 11 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pujawali Piodalan Catur (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Halo Kamtibmas 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Parameter

11:30 Wita Taksu Usia Senja Wayan Mawan, Lestarikan Seni Ukir 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Pujawali Piodalan Catur (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara Banten Taksu 17:00 Wita Taman Sari

15

TK Kumara Sari VII 17:30 Wita Kartun Ball Khrisna (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Taman Pecampuhan Pancakatirta Sala 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Desa Abianbase Gianyar (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Bali Post/bu

FISIK – Pemain Bali United menjalani latihan fisik setelah mendapat libur Lebaran. Timnas Indonesia U-23 dipastikan berlangsung menarik. Permainan apik Bali United yang sedang dalam tren positif di tiga laga perdana akan berhadapan dengan permainan cepat Timnas Indonesia U-23 yang diasuh pelatih Indra Sjafri. Menurut pelatih kepala Bali United Stefano ‘’Teco’’

Cugurra, duel versus Timas U-23 merupakan bagian dari persiapan menghadapi PSIS. ‘’Saya rasa melawan Timnas U-23 akan menjadi pertandingan yang bagus untuk kami. Dengan ditundanya pertandingan pekan keempat, idealnya memang harus ada satu uji coba untuk persiapan

melawan ke pertandingan berikutnya,’’ sebutnya. Teco menilai Timnas Garuda Muda memiliki kualitas yang cukup baik. Mereka bermaterikan pemain muda yang menjadi andalan di klubnya masing-masing. Soal kemungkinan menurunkan tim terbaik atau lebih memberikan kesempatan kepada pe-

main yang jarang mendapat waktu bermain, ia mengaku masih mempunyai waktu untuk menentukannya. ‘’Kami masih ada beberapa kali sesi latihan. Yang pasti pertandingan ini akan menjadi kesempatan setiap pemain menampilkan permainan terbaik sebelum melawan PSIS,’’ tuturnya. (kmb)

KONI Bali Tak Kirim Atlet ”Wild Card” ke PON Denpasar (Bali Post) – KONI Bali bertekad tidak mengirim lagi atlet yang lolos berdasarkan jatah kemudahan (wild card) karena sekadar meramaikan pada PON XX tahun 2020 mendatang di Papua. Atlet Pulau Dewata yang tampil di PON harus benarbenar berpeluang mendapatkan medali, sehingga kuotanya dibatasi. Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, menyatakan hal itu di Denpasar, Senin

(10/6) kemarin. Menurutnya, pihaknya tidak mau berkompromi lagi dengan atlet yang lolos karena kemudahan. Ia hanya memberikan toleransi kepada atlet wild card yang menghuni pelatnas sehingga tidak bisa tampil pada kejurnas atau Pra-PON karena sedang bertanding di luar negeri. Pihaknya mengajak seluruh pengprov cabor agar menyusun program dan strategi guna meloloskan atletnya di ajang Pra-PON. “Jadi, atlet yang

tampil di PON benar-benar teruji dan berpeluang mendulang medali,” ucap Suwandi. Ia mencontohkan cabor basket yang hanya meloloskan delapan provinsi ke PON 2020. Tiga tiket sudah diambil tuan rumah PON (Papua) serta peraih medali emas dan perak pada PON sebelumnya. Oleh sebab itu, praktis lima tiket PON yang diperebutkan oleh 31 Pengprov Perbasi mengingat Indonesia saat ini memiliki 34 provinsi.

Suwandi mengingatkan pengprov cabor agar serius menyiapkan atletnya menghadapi Pra-PON dan mengutamakan atlet yang berprestasi di level nasional. “Ajang Pra-PON bukan lagi untuk uji coba atau pembinaan. Orientasinya hanya prestasi,” jelasnya. PON 2020 di Papua akan diikuti 7.200 atlet. Sementara PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat melibatkan sekitar 16.000 atlet. (022)


KULINER @balipostcom http://twitter.com/balipostcom

KULINER KESEHATAN TOP IN VASI

WONDERFUL BALI

BUDAYA

KESEHATAN

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Selasa Paing, 11 Juni 2019

BARU-BARU ini, Indonesia berduka kehilangan Ibu Negara Presiden ke-6 RI Ani Yudhoyono karena kanker darah. Meski persentase kejadian kanker darah tidak setinggi kanker payudara maupun kanker serviks, namun kanker ini berpotensi dialami semua jenis kelamin dan usia. Dokter Spesialis Kanker RSU Kasih Ibu Denpasar dr. Reni Anggreni Rena, Sp.PD. Khom., Senin (10/6) kemarin, mengatakan kanker darah bisa mengenai semua kelompok usia. Dari beberapa literatur, kanker darah ini terspesifikasi lagi sesuai usia di mana untuk anak-anak hingga dewasa muda lebih sering ditemukan kanker darah jenis leukemia limfoblastik dan untuk kanker darah jenis Myloid lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa hingga lansia. Untuk penyebab kanker

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

Kanker Darah Mengancam Semua Usia

darah, lanjut dr. Reni, bersifat multifaktorial atau banyak faktor. Faktor-faktor pemicu kanker ini antara lain, sering terpapar bahan kimia, obatobatan, pestisida, sinar-X, benzena, makan-makanan yang bersifat karsinogenik dan adanya kelainan genetik dari seseorang. Meski kelainan genetik termasuk di antaranya, kata dr. Reni, faktor keturunan tidak terlalu berpengaruh secara signifikan. ‘’Jadi jika orangtuanya menderita kanker darah tidak secara otomatis anaknya akan menderita kanker darah. Penyakit ini dipicu oleh banyak faktor,’’ ujar Reni. Untuk kanker darah jenis leukemia akut tidak dikenal stadium karena munculnya tiba-tiba dan bisa parah hanya dalam jangka waktu beberapa bulan. Sementara untuk kanker darah jenis leukemia kronik gejala muncul dalam waktu

PENDIDIKAN

yang cukup lama bahkan mencapai beberapa tahun sebelum akhirnya menjadi parah. Namun secara garis besar, gejala kanker darah adalah demam yang hilang timbul tanpa penyebab jelas, pasien sering mengeluh badannya lemas, kadang berdebar, serta sering muncul gejala perdarahan baik di gusi maupun mengalami mimisan dan adanya tanda lebam kebiruan pada kulit yang menandakan adanya perdarahan kulit. Untuk angka kejadian di dunia, lanjut dr. Reni, sesuai data American Cancer Society, kanker darah jenis leukemia akut angka kejadiannya adalah 40 per 100.000 penduduk atau hanya 1 persen dari kasus kanker secara keseluruhan. Untuk di Bali yaitu di RSUP Sanglah, menurut dr. Reni, tercatat 3 hingga 4 kasus leukemia akut pada pasien dewasa

per bulannya. Pengobatan kanker darah di Bali saat ini baru tersedia metode kemoterapi. Sementara pengobatan ideal untuk pasien kanker darah adalah metode tranplantasi sumsum tulang (TST) yang masih jarang bisa dilakukan di Indonesia. Tingkat kesembuhan pasien kanker darah dengan kemoterapi sangat kecil. Menurut dr. Reni, lama harapan hidup pasien kanker darah leukemia akut kurang dari 25 persen bertahan hingga lima tahun. Angka ini juga dipengaruhi dengan usia pasien atau akses dari fasilitas pengobatan. Semakin tua atau tidak lengkapnya fasilitas pengobatan maka lama harapan hidupnya semakin rendah. ‘’Untuk pengobatan metode TST lama harapan hidupnya sekitar 50 hingga 60 persen mencapai lima tahun. Namun untuk bisa menggu-

nakan metode pengobatan ini memerlukan beberapa proses yang harus dipenuhi,’’ jelas dr. Reni. Karena pengobatan yang mahal serta harapan hidup yang tidak besar meski sudah melakukan pengobatan, satu-satunya cara menghindari kanker darah adalah dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini seperti makan makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga teratur dan menghindari paparan terhadap bahan-bahan yang berisiko menimbulkan kanker. Jika ada keluhan seperti demam berulang tanpa alasan jelas, badan lemas dan disertai perdarahan sebaiknya jangan dibiarkan dan langsung dibawa untuk diperiksa ke dokter. (san)

TOP IN VASI WONDERFUL BALI dr. Reni Anggreni Rena, Sp.PD.Khom.

Bali Post/san

BUDAYA

Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar

Tertua di Bali, Utamakan Mutu Pendidikan

SENIMAN

PENDIDIKAN Bali Post/win

PIZZA - Man Badi di salah satu restorannya Canggu Garden Bay Pizza House.

Lulusan SMK

SENIMAN

Man Badi Kembangkan Tiga Restoran KULINER KESUKSESAN seseorang tidak bisa dipredisksi dari tingginya jenjang pendidikan yang ditempuh. Namun, dengan tekad, semangat, dan keberanian untuk bisa mengubah akan mengantarkan seseorang mencapai keinginannya. Hal inilah yang dilakukan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Nyoman Subadi (42). Meskipun hanya lulusan SMK, pria asal Canggu, Badung ini kini sukses memiliki tiga restoran di seputaran Canggu. Pria yang akrab disapa Man Badi ini lulus di SMK (SMKN 4 Denpasar) pada tahun 1995 silam dengan memgambil jurusan tata boga. Karena tidak punya biaya untuk melanjutkan, pria empat anak ini pun mencoba bekerja di Hotel Imperial sebagai cook. Namun, bekerja di hotel yang dilakukannya tidak bertahan lama. Man Badi pun banting stir, karena bertekad untuk mengubah kehidupan dengan mencari pekerjaan ke Jepang. Selama 10 tahun bekerja sebagai cook di negeri sakura ini, ia pun banyak belajar mengenai pizza. Sekembalinya dari Jepang sekitar tahun 2011, ia mencoba mengaplikasikan ilmu yang didapat dengan menjual pizza

melayani vila-vila yang ada di seputaran Canggu. Rupanya keberuntungan berpihak kepada dirinya, pizza yang dijual laris manis. Ia pun mencoba membuat sebuah restoran pizza di tahun 2015 bernama Garden Canggu Bay Pizza House. Seiring waktu, ternyata restorannya kembali ramai dikunjungi pembeli. Ia pun menambah menu, salad, soup, cooktail dan menu yang lainnya. ‘’Sekitar tahun 2016, tamu tambah ramai di Canggu, kemudian saya bangun restoran lagi,’’ ungkap Man Badi, Senin (10/6) kemarin. Man Badi tak pelit untuk berbagi ilmu, dan membagi tips bagaimana membuat pizza yang digemari oleh lidah Eropa, yakni krispi. Tidak hanya untuk wisatawan asing, restorannya juga sering dikunjungi wisatawan domestik. Sebab, harga pizza yang ditawarkan mulai dari Rp 35.000 sampai yang termahal hanya Rp 100.000. Melihat potensi itu, ia pun kembali membangun Restoran Cabe Bali Sea View dan Island Beach Bar. Dengan bermodal tekad, keberanian, doa, dan kerja keras, akhirnya membuahkan hasil dengan memiliki tiga restoran pizza, meski hanya lulusan SMK. Sukses storinya dapat menjadi contoh bagi lulusan SMK lainnya. Karena sukses seseorang tergantung pada kerja keras yang dilakukan. (win)

KESEHATAN

TOP IN VASI

WONDERFUL BALI

BUDAYA

PENDIDIKAN

YAYASAN Perguruan Rakyat sama dan kinerja guru. (PR) Saraswati Pusat Denpasar Yayasan PR Saraswati Pusat di adalah yayasan tertua di Bali. Didiri- Denpasar memiliki 15 unit sekolah kan 8 Desember 1946. Sekolah yang pendidikan dasar dan menengah dan diasuh pertama kali adalah SLO satu univesitas. Di antaranya TK (Sekolah Lanjut Oemoem) yang Saraswati 1 di Jalan Kamboja, PAUD sekarang bernama SLUB Saraswati Saraswati 2 (TK dan PG) di Renon, 1 Denpasar. Pendiri yayasan adalah PAUD Saraswati 3 (TK dan PG) di I Gusti Putu Merta (alm) dan I Gusti Tohpati, PAUD Saraswati 4 (TK dan Made Tamba (alm) PG) di Jalan Kenyiri, SD Saraswati 1 Kini Yayasan PR Saraswati Pusat di Jalan Gadung, SD Saraswati 2 di Denpasar dipimpin Ir. Bagus Ketut Jalan Gadung, SD Saraswati 3 di ReLodji, M.S., Ketua Badan Pembina I non, SD Saraswati 4 di Jalan Tukad Gusti Bagus Yudhara, MBA., Ketua Barito, SD Saraswati 5 di Tohpati, SD Badan Pengawas Drs. I Gede Putu Saraswati 6 di Jalan Kenyeri. Juga Dirga (alm), Sekretaris I Dewa Made ada Sekolah Menengah Pertama/ Sukanada, B.A. dan Bendahara Dr. I SLUB Saraswati 1 di Jalan KamGusti Nyoman Susila, M.Kes. Yayas- boja, Sekolah Menengah Atas/SLUA an ini memiliki visi ‘’Melahirkan lu- Saraswati 1 di Jalan Kamboja, SMK lusan yang cerdas dan berkarakter’’. Saraswati 1 di Jalan Kamboja, SMK Misi: Mengembangkan lembaga Saraswati 2 di Tohpati, SMK Farmasi pendidikan yang bermutu tinggi dari Saraswati 3 di Jalan Kamboja. tingkat Taman Kanak-Kanak sampai Yayasan juga memiliki Universitas Perguruan Tinggi. Mahasaraswati Denpasar mengasuh Sebagai sekolah ternama di Bali, 8 Fakultas (S-1) dan 2 Program PasYayasan PR Saraswati Pusat memi- casarjana (S-2). Kampus berlokasi di liki cabang yang tersebar di Bali dan Jalan Kamboja, Renon dan Tohpati. Lombok seperti Cabang Jembrana, Sejak 2018 Sekolah Tinggi Bahasa Buleleng, Tabanan, Gianyar, Ban- Asing (STIBA) dan Akademi Farmasi gli, Klungkung, Karangasem dan Saraswati (Akfar) resmi bergabug ke Mataram. Unmas Denpasar menjadi Fakultas Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji Farmasi dan Fakultas Bahasa Asing menegaskan, yayasan berkomitmen di Jalan Kamboja. Jumlah siswanya untuk mengedepankan mutu dalam mencalai 21.000 dan guru, dosen dan menghadapi persaingan dunia pendikaryawan mencapai dikan. Hanya dengan PBM bermutu 500 orang. (sue) dan SDM guru bermutu, masyarakat percaya kepada sekolah Saraswati. Buktinya semua sekolah Saraswati tiap tahun siswa barunya meningkat bahkan sampai menolak karena kehabisan kuota. SDM guru, kata Bagus Ketut Lodji yang juga mantan Koordinator Kopertis VIII (sekarang LLDikti) ini, terus ditambah dengan mengangkat guru baru agar lebih fresh dan memperbanyak guru produktif di SMK. Ini terbukti membuat ranking sekolah Saraswati masuk peringkat I hingga 10 besar di Denpasar dan Bali. Kesejahteraan guru dan karyawannya juga terus diperhatikan. Hal ini dilakukan Bagus Ketut Lodji guna memberi jaminan kepada mereka untuk bekerja nyaman dan berkualitas. Selanjutnya dia menekankan juga soal pentingnya Bali Post/sue rasa wirang membela Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. Saraswati, bekerja

KULINER Bali Post/sue

YAYASAN - Gedung sekolah milik Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar.

KESEHATAN

Jari Studio Nail Salon

Kuku Tidak Hanya Cantik tetapi Juga Sehat

SENIMAN

TOP IN VASI KUKU tidak hanya cantik tetapi juga sehat, itulah tagline yang ditawarkan di Jari Studio Nail Salon. Jari menawarkan pelayanan membersihkan kuku baik tangan maupun jari. Usai dibersihkan, baru kemudian kuku dipercantik warna dan bentuknya. Owner Jari Studio Nail Salon Ni Made Ayu Harri Pratiwi ditemui Sabtu (9/6) menuturkan, tahapan yang paling gampang dalam mempercantik kuku itu sangat tergantung dari bentuk dan struktur kuku. ‘’Paling gampang memproses kuku yang sudah bentuknya bagus. Yang susah kalau kukunya pendek,’’ ungkapnya. Selain itu proses membersihkan kutikula juga cukup susah karena ada jenis kutikula yang sangat kering. Pada kuku kaki sulit dibersihkan dan dipercantik jika kuku kliennya merupakan

WONDERFUL BALI

BUDAYA

Bali Post/may

TREATMENT - Yupi melakukan treatment pada customernya.

kuku cantengan (masuk ke dalam kulit). Sehingga harus diangkat supaya pengaplikasian nail polishnya lebih bagus. Yupi, panggilan akrabnya, membeberkan tahapan melakukan gel collour. Treatment ini merupakan treatment yang paling banyak diminati selain manicure dan pedicure. Pertama-tama kutikula jari dibersihkan. Setelah itu kuku dibentuk sesuai keinginan klien. ‘’Ada klien yang ingin bentuk kukunya oval, kotak, almond,’’ bebernya. Setelah dibentuk, kuku dikikir agar kotoran kuku paling atas terangkat. Dengan proses kikir juga mempermudah gel polish menempel dengan sempurna, sehingga nail polish tidak mudah crack (retak). Setelah dikikir, kuku diberi vitamin, lalu foundation dan kuku dijemur dalam UV lamp sekitar 30 detik. Kemudian aplikasikan gel polish. Pengaplikasian gel polish minimal 2 lapis, tetapi ada juga yang minimal 3-4 lapis agar warna dan bentuk kuku lebih sempurna. Setelah agak kering, kuku dioleskan top coat agar gel polish-nya bisa bertahan lama

dan shiny (berkilau). Terakhir, bagian kutikula kuku dilapisi vitamin. Bisnis treatment jari ini dilakoni Yupi lantaran ia senang merawat kukunya. Empat tahun lalu ia senang melakukan perawatan kuku di salon-salon kuku. Perawatan kuku yang membuat kukunya cantik dan bersih menjadikan mood-nya juga bagus. ‘’Perawatan yang paling saya senangi ya… perawatan kuku,’’ cetusnya. Hobinya itu mengantarkannya dengan berbagai seminar dan kursus tentang kuku, baik di Bali maupun di luar Bali. Kursus yang ia ikuti yaitu technisian dan dasar-dasar perawatan kuku hingga perawatan yang advance. Dua tahun lalu ia memulai mempraktikkan kursus dan ilmunya pada temanteman dekatnya. Treatment dilakukan dari rumah ke rumah (home service). Itu pun hanya sebatas orang terdekat. Namun tiga bulan lalu ia memutuskan untuk membuka Studio Jari di Jalan Nusa Indah, Denpasar. Ternyata respons masyarakat cukup positif. Per hari ia bisa melayani minimal 3-10 orang yang melakukan

perawatan kuku, mulai dari anak SD sampai orang tua. Perawatan yang ada yaitu manicure, pedicure spa, gel colours, nail art, nail extension, removal. Perawatan nail art ada dua jenis yaitu nail painting dan nail stone. Nail painting yaitu melukis kuku dengan beragam motif. Tentu teknik dan keahlian technician menjadi yang utama. Sedangkan nail stone adalah berkreasi dengan aksesoris. Bahan-bahan yang digunakan juga berkualitas, karena brand yang digunakan merupakan brand asli. Gel polish yang berkualitas memengaruhi kesehatan kuku. ‘’Jadi saya pilihkan brand yang benar-benar bagus dan sesuai dengan kesukaan klien. Brand gel polish dan bahan-bahan lainnya ini sudah kita cobakan ke customer. Jadi yang dipakai sekarang ini merupakan bahan-bahan pilihan,’’ jelasnya. Bahan-bahan perawatan kuku itu ada yang ia dapatkan di Indonesia, ada yang impor dari Korea dan Amerika. Ia tidak ingin menggunakan produk palsu, karena ia tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan kuku kliennya. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 11 Juni 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu