Skip to main content

Edisi 11 Juni 2017 | Balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Paing, 11 Juni 2017

20 HALAMAN

NOMOR 281 TAHUN KE 69

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

PKB Ke-39 Dibuka

Jadikan Pemersatu Rakyat Bali Denpasar (Bali Post) -

Save Water (lestarikan air) menjadi pesan utama yang disampaikan dalam pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Sabtu (10/6) kemarin. PKB 2017 mengangkat tema Ulundanu (Melestarikan Air Sumber Kehidupan). Pelepasan pawai ditandai dengan penancapan teteken (tongkat), bahkan terinspirasi dari kisah Dang Hyang Nirartha. Teteken ditancapkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, yang kemarin hadir bersama Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Sesaat kemudian, tiba-tiba air menyembur dari sebuah replika teratai raksasa berwarna ungu yang dibawa para penari dari ISI Denpasar. Duta dari ISI Denpasar lantas menampilkan tabuh Ketug Bumi dan tari Siwanataraja. Ini seperti kisah Dang Hyang Nirartha yang datang ke membawa tongkat tangkai pohon kayu jati ke Pura Jati. Hal. 19 Air Jernih Baca Juga Halaman 16 dan 20

BPM/eka

BUKA - Mendagri, Tjahjo Kumolo, menancapkan teteken (tongkat) pertanda dibukanya pawai PKB ke-39.

Omed-omedan Memikat Menteri

BPM/wan

BPM/wan

FRAGMEN - Fragmen tari ‘’Empelan Tain Kambing’’ dari Desa Keliki ikut memeriahkan pawai PKB.

OMED-OMEDAN - Omed-omedan dari Denpasar menarik perhatian Mendagri.

Jangan Dijadikan Proyek

Oleh: Dr. A.A. Gede Raka, M.Si. PESTA Kesenian Bali (PKB) yang digelar setiap tahun telah memasuki usianya yang ke-39. Usia 39 tahun mengindikasikan kematangan masyarakat dalam berkesenian, baik dalam kapasitasnya sebagai pelaku seni, kreator seni, maupun sebagai pendukung kedua

Sebaiknya Digelar Dua Tahun Sekali WACANA menggelar Pesta Kesenian Bali (PKB) dua tahun sekali kembali mencuat di tengah makin redupnya gema PKB di daerah/kota dewasa ini. Usulan itu dicetuskan seniman muda, I Dewa Gede Dana Sugama, S.H., M.H. Dia menilai pergelaran tahunan ini (PKB) perlu dikaji ulang. Tidak hanya harus berinovasi, tetapi lebih pada apakah pergelaran PKB harus dilakukan setiap tahun atau digelar setiap dua tahun sekali dengan tema atau sesuatu yang berbeda pada setiap pergelarannya. Sebab, dari tahun ke tahun, pergelaran PKB tidak mengalami perubahan yang begitu signifikan, sehingga kelihatan monoton. “Tentu hal ini membuat masyarakat jenuh. Nah, bagaimana cara pemerintah agar pergelaran PKB ini tidak membosankan, sehingga animo masyarakat untuk datang ke pergelaran ini menjadi lebih antusias,” tandasnya. Hal. 19 Kelihatan Monoton

T A K h e r an, para seniman yang ditunjuk untuk tampil dalam PKB masih melakukan upaya penggalian dana selain mengandalkan dana pemerintah. Makanya sejumlah seniman menilai mereka hanya maan tuyuh (dapat berat saja, red). Hal itu didukung oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Wirya, di Denpasar, Sabtu (10/6) kemarin. Hal. 19 Sangat Berat

elemen tersebut. Apabila dibandingkan dengan di tahun-tahun awal, bahkan sampai dengan kali ini, perhatian pemerintah, baik pemprov maupun pemkab/kota yang diwujudkan dalam bentuk pembinaan, pemberian bantuan dana untuk pengembangan kesenian, dan bentuk lainnya cukup tinggi. Sebagai alat ukurnya adalah PKB yang diselenggarakan setiap tahunnya, yang menampilkan berbagai karya seni, baik dalam bentuk pawai, pergelaran, parade/ lomba, pameran, maupun

dalam bentuk lainnya. Kehadiran pemkab/kota dengan mengisi seluruh cabang seni yang ditampilkan, dan jumlahnya tidak kurang dari 24 jenis kesenian yang dipergelarkan selama sebulan penuh dari pagi hingga malam hari. Hal itu menandakan, betapa pesatnya pertumbuhan dan perkembangan kesenian di Bali, sehingga tidak berlebihan bila ada ungkapan yang mengatakan Bali sebagai pulau seni budaya. Hal. 19 Mata Pencaharian

Gema PKB Kian Redup Ternyata dana untuk penyelengaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) di kabupaten/kota mencapai angka miliaran rupiah. Namun sejak beberapa tahun terakhir, gema PKB di daerah kian meredup. Tidak lagi menjadi ajang seniman berlomba, menunjukkan keunggulannya kemudian menjadi duta kabupaten/kota.

Meredupnya gema PKB di daerah menurut sejumlah pelaku seni disebabkan PKB tak lagi berbasis masyarakat. Pemerintah main tunjuk saja untuk lomba tertentu seperti membuat kuliner diwakili kelompok yang sudah disiapkan.

Tidak lagi diawali dengan lomba antarbanjar. Bahkan, pembukaan PKB di daerah pun hanya menjadi agenda rutin para pejabat. Wartawan Bali Post di daerah melaporkan anggaran PKB 2017 kini mencapai Rp 24,6 miliar

lebih. Pemrprov Bali menggangarkan Rp 7,5 miliar, Rp 2 miliar disebar merata ke kabupaten/ kota dan Rp 5,5 miliar ke 65 sekaa dan honor panitia. Jika dihitung per sekaa angka Rp 5,5 miliar itu dibagi 65, berarti tiap sekaa mendapatkan bantuan Rp 84 juta lebih. Belum termasuk bantuan dari pemkab atau pemkot. Jangan sampai dana ini tak menyentuh masyarakat, melainkan kelompok tertentu saja. Hal. 19 Badung dan Gianyar

Perhatikan Nasib Seniman

Seniman Hanya ’’Maan Tuyuh’’ Keinginan untuk menampilkan yang terbaik dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) kerap kali tersandung masalah anggaran. Kendati pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota sudah menggelontorkan anggaran, namun sering kali masih belum mencukupi.

Denpasar (Bali Post) Duta Kota Denpasar membuat kehebohan dengan menampilkan tradisi omed-omedan dalam pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Sabtu (10/6) kemarin. Tak sedikit pejabat di panggung kehormatan yang sampai berdiri untuk mengabadikan tradisi dari Banjar Kaja, Desa Sesetan itu. Kendati tidak sampai berdiri, dua menteri kabinet kerja yang hadir yakni Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menpar Arief Yahya juga tampak antusias terpikat menyaksikan omed-omedan. Hal. 19 Tradisi Khas

BPM/wan

SIWANATARAJA - Pementasan tari Siwanataraja sebagai ikon PKB.

NASIB seniman memang tak seindah menjadi pengusaha. Bayangkan jika ada agenda pementasan, para seniman ini setiap hari ngayah ke banjar melatih dan melatih untuk suksesnya sebuah pementasan. Bahkan, latihannya hingga larut malam dengan imbalan secangkir kopi. Sejumlah daerah di Bali sudah memerhatikan senimannya seperti Badung dan Denpasar. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan, terus berupaya untuk memajukan seni dan budaya. Bahkan, selama ini, sejumlah seniman berprestasi sudah diberikan apresiasi. Hal itu sebagai penghargaan dari Bupati, sehingga anak-anak ini lebih merasa diperhatikan. Hal. 19 Tenaga Kontrak

BPM/wan

JERIMPEN - Jerimpen tinggi warga Karangasem kali pertama tampil di PKB.


DAERAH

2

Minggu Paing, 11 Juni 2017

Tari Sang Hyang Jaran

Penari Terjang Bara Api, Tak Alami Luka Bakar KERJA keras untuk menumbuhkan minat baca di sekolah mulai m e m b ua hka n ha sil. Salah seorang siswa dari Buleleng merebut prestasi tingkat Provinsi Bali sehingga berhak tampil ke tingkat nasional. Siswa itu Ni Made Ayu Inten Suwirya, siswa SD Negeri 1 Banyuasri Kecamatan Buleleng. Ia keluar sebagai juara pertama lomba bercerita tingkat SD/MI se-Bali. Inten berhasil menyisihkan peserta lainnya dengan cerita berjudul ‘’Ki Barak Panji’’ dan mengumpulkan nilai 2.700 poin. Inten Suwirya ditetapkan mewakili Bali dalam lomba yang sama tingkat nasional. Plt. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Buleleng Drs. Gede Suyasa Sabtu (10/6) kemarin, mengatakan, kepastian juara tersebut diketahui dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani melalui suratnya tertanggal 18 Mei 2017. Selain Inten, Buleleng juga mewakili Bali ke tingkat nasional lomba Perpustakaan Desa yaitu Perpustakaan Pelangi Desa Patas Kecamatan Gerokgak dan Lomba Perpustakaan SMA/SMK yang diraih SMAN 1 Singaraja. “Juara yang menjadi duta Bali ini akan mengikuti pembinaan lanjutan dan kami sesuai instruksi pimpinan di daerah akan men-support dengan berbagai upaya, agar target juara nasional bisa kita rebut,” katanya. Ditanya konsistensi kegiatan perpustakaan keliling, pejabat asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan ini mengaku masih menggugah minat baca masyarakat. Bahkan, jumlah kendaraan operasional yang dulunya hanya satu kini sudah menjadi dua mobil. Suyasa mengaku sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk mengadakan perpustakaan di setiap desa di Buleleng. Sebab, perpustakaan kekinian menurutnya bukan sekadar pinjam buku, namun lebih pada proses untuk mencerdaskan masyarakat. (mud)

Koperasi Maha Boga Marga Dibobol Maling

Negara (Bali Post) – Kasus pencurian kembali terjadi di Jembrana. Koperasi Maha Boga Marga (MBM), Banjar Melaya Krajan, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana dibobol maling, Sabtu (10/6) kemarin. Kejadian tersebut dilaporkan Kepala Koperasi MBM, Ni Made Maananinghati (49), dari Banjar Pangkung Tanah Kangin, Desa Melaya, Kecamatan Melaya. Pencurian itu diketahui berawal ketika saksi I Ketut Sudirman bermaksud mematikan lampu kantor. Dia kaget melihat pintu gerbang terbuka. Kemudian dia masuk ke dalam ruangan ternyata meja-meja sudah dalam keadaan diacak-acak dan brankas beserta kuncinya telah hilang. Kemudian dia langsung melapor ke pimpinan koperasi. Mendapat informasi itu, Kepala Koperasi Ni Made Maananinghati melaporkan kejadian itu ke Polsek Melaya guna dilakukan penanganan lebih lanjut. Saksi penjaga kantor, Ketut Sudirman, mengatakan, dirinya sempat mengontrol kantor pada Jumat (9/6) pukul 22.00 namun waktu itu belum terjadi pencurian. Diperkirakan kerugian yang dialami sekitar Rp 10.000.000 dan belum termasuk harga brankas dan biaya pengurusan sertifikat tanah maupun BPKB yang hilang. Barang yang hilang 1 unit brankas yang berisi sertifikat tanah 24, BPKB sepeda motor 19, BPKB mobil 2. Brankas tersebut tidak berisi uang. Kapolsek Melaya Kompol Ketut Narma yang dikonfirmasi membenarkan adanya pencurian tersebut. Pencurian itu diduga dilakukan pada saat situasi lengang dan penjaga lagi istirahat. Pelaku masuk dengan mencongkel jendela kemudian melakukan pencurian brankas beserta isinya. (kmb) Jadwal PKB Ke-39 Minggu, 11 Juni 2017 Pukul 11.00 Tari Gemblungan Medi Sanggar Lege Sawitra Desa Suwug Buleleng di Kalangan Angsoka. Partisipasi Kesenian dari Provinsi NTT di Wantilan Partisipasi Kabupaten Magelang di Kalangan Ayodya. Pukul 14.00 Lomba Taman Panasar Duta Gianyar di Kalangan Ratna Kanda.

TARI Sang Hyang Jaran merupakan salah satu jenis tarian Bali yang masih tetap dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini. Tarian yang masuk dalam jenis tari sakral ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki jenis tarian lainnya. Dalam pementasannya, para penari yang sudah kesurupan roh jaran (kuda) akan berlari-lari kecil mengelilingi dan menginjak tumpukan bara api dengan kaki telanjang. Belum lama ini, Tari Sang Hyang Jaran sempat ditampilkan oleh Sanggar Sang Hyang Geni Astu Banjar Siladan Desa Tamanbali Bangli di depan Monumen Kapten Mudita serangkaian HUT ke-813 Kota Bangli. Pementasan tari Sang Hyang Jaran yang mengambil lakon Sunda Upasunda itu mampu menyedot perhatian ratusan penonton. Penonton dibuat takjub oleh atraksi penari yang tidak mengalami luka bakar sedikit pun meski menjilat besi panas dengan lidah dan menginjak bara api dengan kaki telanjang. Sesuai nama tariannya, para penari yang berjumlah dua orang itu menari dengan mengendarai kuda-kudaan yang terbuat dari pelepah daun kelapa. Selam menari, mereka diiringi nyanyian sakral dan gamelan/gending Sang Hyang Jaran. Pembina Sanggar Sang Hyang Geni Astu Ida Bagus Oka Mu-

nadi saat ditemui di sela-sela pementasan mengungkapkan bahwa Tari Sang Hyang Jaran merupakan salah satu dari beberapa jenis tari Sang Hyang yang ada di Bali. Berdasarkan sejarahnya, Tari Sang Hyang Jaran pertama kali ada dan berkembang di Nusa Penida Klungkung. Seiring berjalannya waktu, tari Sang Hyang Jaran berkembang luas ke wilayah dan kabupaten lainnya di Bali. Tari Sang Hyang Jaran diakuinya memiliki keunikan yang berbeda dengan tari lainnya. Dalam pementasannya, para penari akan mengalami kesurupan/trance setelah dilakukan ritual pemanggilan roh. Tanpa sadar, para penari akan berkeliling dan menerjang tumpukan bara api hingga berserakan. “Tarian ini diawali dengan pemanggilan roh. Setelah roh masuk ke tubuh penari, maka penari kemudian akan menari di atas api,” terangnya. Oka Munadi mengatakan, bahwa Tari Sang Hyang Jaran biasanya ditarikan saat dilaksanakannya upacara agama atau pujawali. Pementasan tari ini adalah untuk memohon keselamatan dan menetralisir semua hal yang bersifat negatif. Saat ini, tari Sang Hyang Jaran sudah cukup jarang dipentaskan. “Sanggar kami adalah salah satu yang masih melestarikan tarian ini,” imbuhnya. (rina)

Pastikan Stok Aman

Pertamina Bentuk Satgas Denpasar (Bali Post) -

Menghadapi Ramadan dan Lebaran 1438 H, Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) mengambil langkah-langkah persiapan guna mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM, LPG, dan avtur di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Marketing Branch Manager Pertamina Wilayah Bali dan NTB, I Ketut Permadi Aryakumara, Sabtu (10/6) kemarin, mengatakan, Pertamina siap menjamin ketersediaan BBM, LPG, dan avtur dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan meningkat pada saat momen mudik Lebaran kali ini. Oleh karena itu, pihaknya membentuk satgas (satuan tugas) yang dipusatkan di Kantor Pertamina Cabang Bali NTB, Jalan Sugianyar No. 10. Satgas juga ada di TBBM (terminal BBM) Pesanggaran, Manggis, DPPU Ngurah Rai, dan terminal BBM di NTB. Satgas mulai bekerja sejak 10 Juni hingga 11 Juli. Setiap harinya, ada dua orang personel yang standby dari pagi hingga malam, begitu juga di depot-depot. “Kemungkinan depot juga akan dibuka lebih lama dari biasanya,” imbuhnya. Tugas utama tim satgas adalah memonitor dan memastikan semua pendistribusian BBM, LPG, avtur berjalan lancar dan tidak ada kendala-kendala berarti di lapangan. “Prinsipnya kami berharap, momen Lebaran tahun ini juga bisa berjalan dengan baik terutama untuk wilayah Bali dan NTB, tidak ada hambatan pendistribusian,” tegasnya. Pertamina mengantisipasi kenaikan harga BBM yang diperkirakan naik hingga 14 persen di Bali dari konsumsi

normal yaitu 2.500-2.600 kl/hari. “Tapi di puncak arus mudik, kebutuhan BBM diprediksi meningkat hingga 35 persen,” ungkapnya. Di Bali terdapat 186 SPBU. Wilayah yang diantisipasi adalah jalur mudik dari Denpasar ke Gilimanuk melalui Tabanan-Negara dan melalui Tabanan-Buleleng. “Itu jalur-jalur yang kita waspadai dan kita standby-kan penuh SPBU 24 jam di jalur tersebut,” ujarnya. Selain itu, wilayah yang diantisipasi adalah jalur wisata, khususnya di Denpasar Selatan, Gianyar, Karangasem. Peningkatan konsumsi LPG diantisipasi hingga 10 persen dan kebutuhan avtur diantisipasi peningkatannya hingga 10 persen. Sementara kebutuhan LPG per harinya adalah 650 metrik ton (MT). Sedangkan kebutuhan avtur pada hari-hari normal

BPM/kmb42

PERTAMINA - Marketing Branch Manager Pertamina Wilayah Bali dan NTB didampingi Sales Executive Ritel IX.

yaitu 2.000 kl/hari dan pada saat peak season mencapai 2.400kl/hari. Peningkatan konsumsi avtur diprediksi meningkat sejak H-3 Lebaran. “Kami memastikan tidak terjadi kekurangan pasokan selama momen Lebaran kali ini,” tegasnya. (kmb42)

Koramil 1617-01 dan Polsek Negara Gelar Operasi Gabungan Negara (Bali Post) Operasi gabungan TNI dan Polri di Negara dilakukan Jumat (9/6) malam. Aparat dari Koramil 1617-01/Negara bersama Polsek Kota Negara menyisir sejumlah lokasi keramaian dipimpin Pawas Polsek Kota Negara Iptu I Gede Sedana. Patroli gabungan antara lain menyasar koskosan di wilayah Lingkungan Ketugtug. Satu per satu kamar diperiksa, termasuk identitas penghuni. Selama pemeriksaan belum ditemukan benda maupun barang yang mencurigakan. Seusai operasi, petugas juga menyambangi muda-mudi jamaah di Masjid Raya Negara dan menyampaikan tentang pengertian dan fungsi Pancasila. Pancasila adalah alat pemersatu bangsa dan menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Petugas juga menumbuhkan rasa cinta tanah air dan berbangsa Indonesia. “Pancasila dan UUD 1945 harus kita tegakkan sebagai landasan dan ideologi bangsa dan negara Indonesia,” ujar petugas. (kmb26)

’’In Memoriam’’ Mangku Wayan Candra

Berkreativitas dan Berinovasi Lestarikan Seni Budaya Bali SENI dan budaya merupakan roh dalam kehidupan masyarakat Bali yang dipadukan dengan adat istiadat. Namun, dalam perkembangannya di era globalisasi sekarang ini, keberadaan seni dan budaya Bali menghadapi tantangan yang luar biasa, terutama dalam pelestariannya. Gempuran seni dan budaya luar sangat memengaruhi perkembangan seni dan budaya Bali seiring dengan pesatnya perkembangan pariwisata. Untuk itu perlu adanya komitmen semua komponen untuk melestarikan seni dan budaya yang ada. Seperti yang dilakukan tokoh seni rupa Drs. I Wayan Candra (alm.) I Wayan Candra telah mampu

melestarikan berbagai seni mulai dari seni rupa, seni tari, termasuk juga membuat berbagai sarana upacara pengabenan seperti bade dan lembu. Dengan berbagai kreativitas dan inovasinya telah mampu melestarikan seni budaya Bali yang dipadukan dengan adat istiadat di Bali. Alm. I Wayan Candra yang lahir di Desa Sesetan, Denpasar tahun 1955 terlahir dari lingkungan seni dan lulusan Seni Rupa PSSRD Universitas Udayana yang menjadi pendorong dalam kehidupan keseharian sebagai penekun seni. Awalnya sebagai seorang pelukis lalu berinovasi ke media lain seperti patung beton, patung gabus, undagi barog sampai sarana pengabenan.

Pukul 17.00 Parade Ngelawang Duta Kabupaten Karangsem di areal Taman Budaya. Pukul 20.00 Parade Arja duta Kabupaten Bangli di Kalangan Ayodya Partisipasi kesenian Timor Leste di Gedung Ksirarnawa Parade Wayang Kulit Parwa duta Kabupaten Badung di depan Gedung Kriya Parade Gong Kebyar Wanita duta Kabupaten Tabanan dan Jembrana di Ardha Candra.

BPM/kmb40

DIPENTASKAN - Tari Sang Hyang Jaran saat dipentaskan.

I Wayan Candra (alm)

Awalnya Alm. I Wayan Candra pernah sebagai PNS di Dinas Kebudayaan di Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar. Akan tetapi keinginan untuk sepenuhnya menuangkan waktu pada seni akhirnya memutuskan untuk pensiun muda. Selain sebagai seorang seniman, alm. I Wayan Candra juga sebagai pemangku di Pura Dalem Batu Sari. Untuk mewadahi jiwa seni tersebut almarhum membangun Gases, awalnya kepanjangan dari Gajah Sesetan, karena Sesetan terkenal gajahnya (pura dengan patung gajahnya). Ikon ini mengantarkan Gases terus berkembang karena pengikutnya sudah hampir seluruh Bali. Mengingat perkembangan Gases begitu pesat sehingga mendapat julukan ‘’Gabungan Anak Seni Serba Bisa Bali.’’ Selanjutnya Gases mendapatkan izin pendirian berbadan hukum. Lahirnya Sanggar Gases bermula berkat kegigihan Mangku Wayan Candra dalam menampilkan seni ogoh-ogoh pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 1990 silam serta dalam berbagai ajang perlombaan di tingkat nasional. Pendirian Gases ketika PKB telah mengorbitkannya sebagai sanggar seni ogoh-ogoh. Di mana pada saat PKB tersebut Gases meraih juara satu yang juga mengantarkannya mewakili Bali untuk tampil di Taman Mini. Ogoh-ogoh yang di tampilkan di Taman Mini

mendapat perhatian khusus dan langsung diambil untuk diletakkan di sana. Keahlian beragam seni yang digeluti Candra merupakan warisan dari pendahulunya serta dukungan penuh dari anak-anaknya. Ke depan, ia tetap optimis bahwa ogoh-ogoh akan berkembang terus sepanjang masa. Kreativitas dan budaya tersebut harus ditanamkan sejak dini. Bahkan, karya-karya almarhum tidak hanya dikenal di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri seperti di Belgia, Amerika, dan Australia. Pelestarian seni budaya yang dibangun alm. I Wayan Candra telah diteruskan oleh kelima anaknya. Seperti yang disampaikan salah satu anaknya Komang Indra Wirawan saat ditemui di Sesetan, Sabtu (10/6) kemarin. Komang Indra Wirawan menyampaikan bahwa almarhum ayahnya merupakan sosok yang disiplin dan tegas. Ini telah ditanamkan pada kelima anaknya sehingga semua telah mampu mewarisi jiwa seni almarhum. Meski demikian, kelima anaknya memiliki bakat seni berbeda. Anak pertama, Putu Indra Bayu mewarisi seni pembuatan sarana pengabenan seperti bade, lembu. Anak kedua, Kadek Adhi Indrayana, mengambil seni bebantenan. Anak ketiga, Komang Indra Wirawan, seni pewayangan. Anak kempat, Iva Sosiana Wati,

menggeluti seni tata rias dan anak kelima tentang seni kerawitan. “Ke depannya kami akan terus melestarikan semua seni yang telah dirintis almarhum,” ujarnya. Terlebih lagi setiap menjelang hari raya Nyepi, masyarakat Bali mulai menyiapkan patung ogoh-ogoh yang akan diarak saat Pangerupukan. Tentunya ini akan mengingatkan kita semua pada alm. Mangku Wayan Candra. Karya-karya Gases pemesannya tidak saja dari Bali, melainkan dari luar Bali hingga ke luar negeri. Seperti tahun 2011 pernah mengirim ogoh-ogoh ke Belgia. Ini tidak terlepas dari kreativitas seni ogoh-ogoh karya anak-anak sanggar seni Gases (Gajah Sesetan) telah dikenal masyarakat luas bahkan sudah sampai ke mancanegara. Tidak hanya ogoh-ogoh, menurut Komang Indra Wirawan berbagai karya seni akan selalu dikenang mengingat hampir seluruh Bali telah mengetahui semua karya-karya beliau termasuk juga perlengkapan upacara ngaben. Tentunya semua karya seni seorang maestro seni Mangku I Wayan Candra tidak saja menjadi sebuah kenangan, melainkan juga menjadi sebuah karya besar dalam melestarikan budaya Bali. Di samping juga melalui Gases yang didirikan almarhum dapat terus membangkitkan kreativitas para generasi muda. (ad852)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


seremonial

Minggu Paing, 11 Juni 2017

3

Dalam Rangka HUT Ke-12 Universitas Hannam Berikan Bantuan ke Yayasan Bunga Bali PMHD Unwar Gelar Seminar Nasional UNIVERSITAS Hannam, Crime Prevention Special Curriculum International Exchange Volunteer Group, Korea memberikan bantuan kepada Yayasan Bunga Bali, Sabtu (10/6). Bantuan yang diberikan berupa alat bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat, sembako, dll. Koordinator rombongan Universitas Hannam, Cho Sung Ho mengatakan di Universitas Hannam memiliki spesial kurikulum internasional pertukaran volunteer untuk mencegah kriminalitas. “Sesudah wisuda, kami melakukan sesuatu untuk membantu orang, mencegah tindakan kriminalitas,” jelasnya. Rombongan yang terdiri dari pensiunan pengusaha dari Korea tersebut setahun sekali atau lebih, pergi ke negara lain. Rombongan tersebut adalah pensiunan pemilik perusahaan, namun sekarang tidak aktif bekerja. Saat ini yang dilakukan di masa tuanya adalah berkumpul dan pergi ke berbagai negara untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Beberapa anggota rombongan tersebut ada yang juga memiliki rumah sakit. “Kadang-kadang yang punya penyakit jantung anak-anak dari negara lain, tidak memiliki biayanya sehingga kami mengundang anak-anak tersebut untuk mendapatkan pengobatan gratis,” ungkapnya. Tahun 2014, pensiunan pengusaha itu pernah ke Vietnam membantu sebuah

YAYASAN - Rombongan dari Universitas Hannam bersama penyandang disabilitas di Yayasan Bunga Bali. yayasan penyandang disabilitas. Tahun 2015 ke Laos untuk memberikan donasi. Tahun 2016 pergi ke Uzbekistan memberikan bantuan genzet. “Kami sudah tanya sebelumnya, apa yang dibutuhkan. Mungkin karena di sana listriknya kurang bagus, sehingga kami memberikan bantuan genzet,” tuturnya. Di negara tersebut, rombongan itu juga memberikan bantuan alat kesehatan berupa alat bantu dengar. Lalu tahun 2017, rombongan mendatangi Bali dan memberikan bantuan ke Yayasan Bunga Bali. Sekretaris Yayasan Bunga Bali I Nyoman Dana, berterima kasih atas bantuan yang diberikan Universitas Hannam. Bantuan dari pihak luar tersebut merupakan pertama kalinya diterima. “Biasanya dari teman-teman lokal Bali yang membantu,” ujarnya. Ke depan dikatakan akan terus

menjalin kerja sama dengan pihak dari Universitas Hanna mini. Bantuan yang diberikan juga sangat sesuai dengan kebutuhan. “Karena, kalau kursi roda kita sering kewalahan,” pungkasnya. Setiap bulan Yayasan Bunga Bali membutuhkan 30-40 kursi roda dan 10-20 pasang tongkat, karena diberikan gratis secara cuma-cuma pada penyandang disabilitas yang singgah. Yayasan Bunga Bali yang didirikan tahun 2000 hingga kini telah melayani sedikitnya 3.000 penyandang disabilitas dari Bali, Lombok, Aceh, Sumatra Utara dan hampir seluruh wilayah Indonesia. Terdapat empat program di Yayasan Bunga Bali, yaitu kesehatan, pemberian alat bantu kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan kerja sama dengan lembagalembaga lain. (ad856)

Klinik Jnana Marga

Sudah Imut, Tak Berdaya Pula ADAKAH yang lebih menyiksa dari kondisi seperti ini? Ukuran Mr. P masih menjadi persoalan, baik bagi pria maupun wanita. Penis adalah lambang kejantanan seorang pria, kadang hubungan suami istri menjadi terganggu karena masalah ukuran penis ini. Apalagi disertai dengan masalah lain, seperti loyo atau tidak tahan lama. Dipastikan pasangan tidak akan bahagia yang berujung pada kurang kepercayaan diri si pria. Di tengah perdebatan tentang ada atau tidaknya hubungan antara ukuran dan kepuasan, di masyarakat masih tetap berlaku acuan bahwa ukuran menentukan kepuasan. Hal tersebut makin mencemaskan kaum pria. Tak jarang kecemasan tersebut menyebabkan gangguan psikis yang akhirnya membawa pria mengalami disfungsi ereksi. Harga diri terasa hancur berkeping-keping. Lengkap sudah penderitaan yang dirasakan laki–laki. Setiap pria pasti berharap memiliki Mr. P yang lebih besar. Jangankan yang imut, yang sudah besar saja masih ingin lebih besar lagi. Memiliki penis kecil bukanlah takdir. Bukan pula sebuah kekurangan yang harus disesali. Lalu apakah cukup hanya dengan menyesal dan berputus asa sepanjang hidup tanpa melakukan upaya apapun? Grand Master Metafisika Indonesia Bali, ahli seksual sekaligus therapist Klinik Jnana Marga I Nengah Edy Warsita menegaskan, selain melakukan trik tertentu saat bercinta, memaksimalkan ukuran bukanlah sebuah hal yang mustahil bagi pria “berperangkat mini”. Owner Klinik Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali yang beralamat di Jalan Gatot Subroto I, Gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, telp. 085102111600, bisa menjawab semua persoalan seksual yang diderita pria. Untuk memaksimalkan ukuran, sebuah metode pemijatan khusus dengan minyak janur yang dilakukan sendiri di rumah

Nengah Edy Warsita oleh pasien, sehingga ukuran maksimal bukan lagi impian. Pemijatan dilakukan untuk memperbesar dan memperlebar pembuluh darah ke penis. Karena pada dasarnya, besar kecilnya ukuran penis ditentukan oleh aliran yang mengalir ke penis. Semakin besar dan lebar pembuluh darah, akan semakin lancar aliran darah ke penis. Dan ukuran penispun akan semakin besar dan permanen. Selain memaksimalkan ukuran Mr. P, dengan terapi Janur Sakti dan kekuatan Piramida, Klinik dengan izin nomor : 448.3/3.PT.29.VI.12/DIKES dan tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisonal Indonesia (IPATRI) juga mampu menyembuhkan keluhan disfungsi seksual lainnya seperti impoten, ejakulasi dini, libido rendah, hiperseksual, infertilitas hingga menambah ukuran Mr. P. dan lain-lain. Buka tiap hari SeninSabtu, pukul 10.00 – 17.00 Wita. (ad846)

DALAM rangka HUT ke12, Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Seminar Nasional Tri Kaya Parisadha dengan tema “Membangun Karakter Generasi Muda yang Berintegritas” di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Sabtu (10/6) kemarin. Seminar nasioanl ini dibuka oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Seminar yang dihadiri oleh Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., beserta jajaran ini menghadirkan tiga pemateri, di antaranya Gede Pasek Suardika, S.H., M.H. (Anggota DPD Bali), Nyoman Marpa (Dokter Bidang Strategi Management) dan Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. (Ketua PHDI Bali). Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., menyambut baik seminar nasional yang digagas oleh PMHD Unwar. Sebab, tema dan materi yang diangkat terkait dengan karakter generasi muda yang berintegritas yang mendatangkan narasumber yang ahli dibidangnya masing-masing. Apalagi integritas merupakan suatu terminologi yang dimunculkan dalam visi Unwar, yaitu menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang bermutu, berintegritas, berwawasan lingkungan kepariwisataan dan

PEMUKULAN GONG - Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., didampingi Rektor Unwar melakukan pemukulan gong sebagai tanda pembukaan seminar, Sabtu (10/6) kemarin. kompetitif secara global. Oleh generasi muda, tidak cukup karena itu, pihaknya berharap hanya dengan melakukan semimelalui seminar ini mahasiswa nar saja, tetapi harus dilakuakn khususnya anggota PMHD dengan rule model untuk mebisa menghayati apa yang ningkatkan life skill generasi dimaksud dengan integritas muda. Apalagi integritas merudan bisa menambah wawasan- pakan salah satu dari life skill nya. Sebab, integritas sangat tersebut. “Sehingga harus lebih penting jika dikaitkan dengan mengimprove pengetahuan dan kualitas untuk menumbuhkan skill mereka untuk mencapai karakter mahasiswa. “Jadi integritas yang lebih baik lagi,” integritas itu sesungguhnya tegasnya. adalah konsistensi antara cara Hal senada juga dikatakan berfikir, cara berbicara dan cara oleh Ketua Yayasan Keseberperilaku. Apabila ini bisa jahteraan KORPRI Provinsi dilakukan dengan baik, apapun Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka program yang kita canangkan Wisnumurti, M.Si. Ia menamke depan pasti bisa berjalan bahkan, tema seminar nasidengan sebaik-baiknya dan bisa onal ini sangat penting untuk tercapai tujuannya,” ujar Prof. diberikan kepada mahasiswa Widjana, Sabtu (10/6) kemarin. sebagai generasi muda bangsa. Selain itu, pihaknya juga Apalagi saat ini Bangsa Inberharap untuk meningkatkan donesia sedang dihadapkan integritas mahasiswa sebagai dengan permasalahan dan

BROS Gelar Seminar Kesehatan

Cegah Kanker Usus dengan Teknologi Terkini BROS bekerja sama dengan Ramsay Sime Darby Health Care dan 221 Assist menyelenggarakan seminar kesehatan tentang kanker usus, Sabtu (10/6). Seminar yang diikuti kalangan medis itu diisi oleh dua pembicara, yaitu dr. Gede Eka Rusdi Antara, Sp. B(K) Digestive, menyampaikan tentang peta dan fakta kanker usus di Bali. Pembicara kedua yaitu dr. Ganesalingam Kanagasabai, menyampaikan tentang gejala, penyebab dan pencegahan kanker usus dengan teknologi terkini FUSE sistem (pertama di Asia) serta pengobatannya. Direktur BROS dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., mengatakan BROS terus fokus meningkatkan mutu layanan agar semakin baik. Oleh karena itu, tidak perlu ke luar untuk mengetahui informasi terkini tentang dunia kesehatan, mengingat ilmu kedokteran terus berkembang. Dengan seminar ini merupakan salah satu cara BROS untuk membangun networking, karena peserta seminar banyak dari kalangan dokter. “Kami butuh mereka. Salah satu yang kami berikan, mereka mengikuti seminar ini dengan gratis, kita berikan SKP IDI sehingga bisa dipergunakan untuk kredit poinnya,” ujarnya. Namun, pada intinya BROS selalu memiliki konsep pembelajaran, karena ilmu kedokteran terus berkembang. Seminar kesehatan tersebut merupakan sebuah proses

SEMINAR - BROS bekerja sama dengan Ramsay Sime Darby Health Care dan 221 Assist menyelenggarakan seminar kesehatan tentang kanker usus, Sabtu (10/6). untuk memperkenalkan BROS kepada RS Ramsay Sime Darby. Begitu juga perkenalan tentang RS Ramsay Sime Darby. “Kami pertama share informasi terlebih dahulu, ini kemampuan kami dan kemampuan Ramsay, nanti terserah dokternya,” bebernya. Namun, pada dasarnya BROS ingin bekerja sama dengan berbagai pihak karena Bali merupakan daerah internasional. “Tapi mereka (Ramsay) kalau mau mengerjakan langsung di Indonesia atau di Bali, harus ada persyaratan yang dipenuhi,” pungkasnya. Maka saat ini yang bisa dilakukan adalah membangun komunikasi. Namun tidak menutup kemungkinan beberapa kegiatan yang dilakukan dapat bekerja sama dengan pihak

Wagub Sudikerta Safari Kesehatan di Suter dan Trunyan Ajak Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat

PEMERINTAH Provinsi Bali kembali menyelanggarakan safari kesehatan yang merupakan program rutin diselenggarakan setiap hari Jumat ke berbagai daerah di Bali. Kali ini Jumat (9/6), Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan RS Mata Bali Mandara menyelenggarakan safari kesehatan di Desa Suter dan Desa Trunyan, Bangli. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang turun langsung ke masyarakat guna memastikan penyelenggaraan safari kesehatan berjalan dengan lancer, menyatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan guna memenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terpencil atau yang jauh dari tempat pelayanan kesehatan. “Wilayah ini kan jauh dari tempat pelayanan kesehatan, jadi masyarakat susah untuk mengaksesnya. Oleh karena itu, kita yang datang menjemput mereka–mereka ini,” tegasnya. Ia juga menegaskan hal ini akan terus dilakukan, guna mewujudkan masyarakat Bali yang sehat dan sejahtera. “Jadi ini nanti bukan di sini saja, tetapi akan dilakukan setiap hari Jumat di seluruh wilayah Bali yang bisa dibilang wilayah terpencil dan susah mengakses pelayanan kesehatan, sehingga mereka bisa terlayani dengan baik,” imbuhnya. Ditambahkan Sudikerta, selain safari kesehatan, dalam kegiatan

SAFARI - Pemerintah Provinsi Bali kembali menyelenggarakan safari kesehatan, Jumat (9/6) di Desa Suter dan Desa Trunyan, Bangli yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta. tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako dan garam yodium bagi masyarakat. Pemberian garam yodium menurut Sudikerta sangat

tantangan yang sangat serius. Sehingga generasi muda harus bisa menghapus stigma negatif yang melekat pada dirinya, untuk bisa menunjukkan jati diri, karakter dan integritas diri. “Integritas adalah satusatunya fikiran, perkataan dan perbuatan. Oleh karenanya, generasi muda yang berintegritas adalah generasi muda yang mampu membangun kepercayaan. Bagaimana orang tua percaya dan dosen harus percaya dengan anak-anaknya. Jangan sampai mahasiswa, anak muda, anak-anak di rumah membuli orangtua. Tunjukkan bahwa Anda (generasi muda) bisa dipercaya dengan menunjukkan jati diri dan integritas. Saya yakin anak muda sekarang jauh lebih hebat dibandingkan kita,” imbuhnya. Selain itu, lanjutnya, mahasiswa Unwar juga harus tetap menjunjung tinggi Sapta Bayu sebagai spirit Sri Kesari Warmadewa. Salah satunya adalah menjunjung tinggi kejujuran dan integritas diri dalam berfikir, berkata dan bertindak, sehingga ke depannya bisa menjadi pemimpin yang mempunyai jiwa dan karakter kepemimpinan Asta Brata. Wisnumurti berharap dengan seminar nasional ini mahasiswa PMHD Unwar mampu merumuskan pemikiran-pemikiran dan nilai-nilai yang nantinya bisa disosialisasikan kepada mahasiswa dan kepada genarasi muda lainnya yang saat ini haus dengan “siramansiraman” rohani. (ad848)

penting, mengingat masih tingginya kerja dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) di Indonesia. “Gangguan Akibat Kekurangan

Yodium (GAKY) merupakan masalah yang serius seperti gondok, kretin atau kerdil dll. Perlu kita ketahui kekurangan unsur yodium dalam makanan sehari-hari dapat pula menurunkan tingkat kecerdasan seseorang. Untuk itu, setiap pelaksanaan safari kesehatan akan diserahkan garam yodium kepada masyarakat,” imbuhnya. Untuk itu, orang nomor Dua di Pemprov Bali tersebut mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit. Karena pola hidup sehat merupakan pilihan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk menjaga badan tetap sehat. Ditambahkan Sudikerta, untuk mewujudkan hal tersebut masyarakat harus menjaga pola makan, olahraga, tidak mengkonsumsi obat terlarang dan cek kesehatan secara rutin agar dapat mendeteksi penyakit sejak dini. “Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Untuk itu, kita harus menjaga pola hidup sehat dengan olahraga, makan teratur dan terkontrol, jangan mengkonsmsi obat terlarang dan yang terpenting cek kesehatan secara rutin agar bisa diketahui penyakitnya sejak dini,” pungkas Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut didampingi Direktur RS Mata Bali Mandara Made Yuniti. (ad847)

lain, termasuk Ramsay Sime Darby. “Seperti kemarin bedah plastik, itu kegiatan sosial, kita mengajak mereka ikut transfer ilmu teknologi,” ujarnya. Assistant Manager International Marketing Ramsay Sime Darby Malaysia Nurul Hasyikin Adanan mengatakan, pihaknya mempunyai teknolo-

gi terbaru untuk kanker usus yaitu Fuse Technology Endoscopy. “Kalau dengan teknologi yang biasa (tradisional), kamera untuk melihat usus terbatas 170 derajat. Sedangkan teknologi yang terbaru ini tidak terbatas, ia ada 330 derajat,” jelasnya. Dengan teknologi ini, dapat didiagnosa penyakit pasien dengan lebih tepat dan akurat. Fuse sistem terdapat tiga kamera yaitu di depan dan di samping, sehingga dokter dapat melihat usus pasien lebih jelas. “Apakah di usus itu ada polip atau tidak. Apakah polip itu bisa menjadi kanker atau tidak,” bebernya. Jadi, jika melakukan endoscopy dengan Fuse sistem, maka kondisi usus terlihat lebih jelas dan besar. Ke depan Ramsay Sime Darby akan bekerja sama dengan BROS untuk kolaborasi pasien. BROS dipilih untuk bekerja sama, karena BROS salah satu rumah sakit yang bagus dan terbuka menerima semua pasien. (ad851)


4

Minggu Paing, 11 Juni 2017

PANCASILA - Pancasila tidaklah lahir dari ruang hampa. Ia terkait erat dengan perjalanan panjang Bung Karno, pembelajarannya dimulai semenjak terlibat dalam aktivitas politik di Surabaya, kegiatannya di harian-harian pergerakan, diskusi studi klub, hingga organisasi politik tempatnya bernaung. Pada satu titik, aktivitas politik Bung Karno dianggap mengancam rezim Kolonial, dan kecemasan kolonial ini terhadap sepak terjangnya berakhir dengan pembuangannya ke Pulau Ende.Pada masa pembuangan inilah, di Pulau Ende, cikal-bakal Pancasila mulai ditemukan.

Riwayat Pancasila Kini

UNTUK kali pertama, tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional. Di tahun 2016, Presiden Jokowi secara resmi menetapkannya sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Sejak saat itu, kampanye pemerintah dalam menindaklanjuti peringatan Hari Kelahiran Pancasila tampak gencar, meski negara kita kini berada di tengah situasi yang memanas akibat suhu politik yang meninggi.Anti-Pancasila, istilah yang sering diungkapkan Presiden Jokowi akhirakhir ini, mengingatkan kembali pada periode formatif Orde Baru. Sedari awal, hanya dua tahun berselang sejak operasi Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban yang berdarah itu, Soeharto, dalam pidato yang berjudul Demokrasi Pancasila, menekankan pentingnya mengembalikan pelaksanaan Pancasila yang murni dan konsekuen. Asosiasi anti-Pancasila dengan antikomunisme, dan fundamentalisme agama, hanya mengulang retorika kosong rezim Orde Baru. Pada perkembangannya, istilah anti-Pancasila menjadi mantra sakti yang digunakan untuk kebutuhan keamanan dan ketertiban yang dibutuhkan rezim guna melaksanakan agenda pembangunanisme. Padahal, pada awal penerapannya, Sukarno menghadirkan Pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa guna merebut kemerdekaan. Seorang orator andal, Bung Karno, melalui pidatonya di hadapan massa rakyat, mengangkat beragam suku bangsa dari berbagai latar belakang menjadi satu kesatuan bangsa. Nasionalisme Bung Karno mengantarkan kelahiran suatu bangsa, dengan fondasinya yang bernama Pancasila. Bersatulah massa rakyat menjadi satu bangsa, bangsa Indonesia. Kelahiran Pancasila tidaklah lahir dari ruang hampa. Ia terkait erat dengan perjalanan panjang Bung Karno, pembelajarannya dimulai semenjak terlibat dalam aktivitas politik di Surabaya,

kegiatannya di harian-harian pergerakan, diskusi studi klub, hingga organisasi politik tempatnya bernaung. Pada satu titik, aktivitas politik Bung Karno dianggap mengancam rezim Kolonial, dan kecemasan kolonial ini terhadap sepak terjangnya berakhir dengan pembuangannya ke Pulau Ende. Pada masa pembuangan inilah, di Pulau Ende, cikal-bakal Pancasila mulai ditemukan. Jauh dari suasana Bandung dan Batavia (sekarang, Jakarta)—tempat Bung Karno biasa beraktivitas—ia bertemu dengan pulau sunyi yang berpenduduk kurang lebih 5.000 jiwa. Akses yang terbatas akan kawan dan buku membuatnya banyak berkorespondesi dengan kawannya melalui surat. Ia sering pula berinteraksi dengan penduduk sekitar. Interaksinya ini, yang pada satu titik, mengantarkannya memimpin suatu teater bersama penduduk sekitar, juga membangun perkawananyang akrab dengan pastor-pastor yang memimpin gereja di Pulau Ende. Kesunyian memberikannya ilham. Perenungan yang panjang, sebagaimana dikisahkan di bawah pohon sukun yang menghadap ke laut, memberinya pijakan awal dalam memformulasikan gagasan dasar negara. Pada 1942, perang yang berkecamuk di Pasifik memasuki babak baru. Kekuasaan pemerintah kolonial Belanda hilang, berganti dengan penguasaan pemerintah militer Jepang dalam proses yang begitu singkat. Kurang dari satu bulan, robohlah bangunan rezim kolonial yang mengusai wilayah koloni yang mencakup kepulauan Nusantara. Pemerintahan Jepang berlangsung begitu singkat, suatu masa yang menimbulkan kesengsaraan luar biasa di tengah kobaran seantero dunia dalam perang. Pada 1945, terjadi kekosongan kekuasaan setelah Jepang menyerah kepada Sekutu. Meski Belanda ingin balik, persiapan untuk merebut kemerdekaan tetap berlangsung. Disitulah kemudian muncul kebutuhan spesifik dalam rangka merebut kemerdekaan. Soekarno, berpidato pada 1 Juni 1945 di depan sidang

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), mencetuskan untuk kali pertama gagasan Pancasila sebagai dasar dari pendirian negara. Dengan tetap mengacu pada konsepsi Bung Karno, Pancasila mengalami perubahan dalam sidang berikutnya, hingga Panitia Sembilan menetapkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Akhirnya, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)merumuskan kembali dan menetapkan Pancasila pada 18 Agustus 1945. Dua dekade berlalu. Setelah peristiwa Gestok, suatu episode berdarah, diawali dengan pembunuhan para jenderal, dan diikuti dengan pembantaian massal 1965 yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan, Soeharto naik ke tampuk kekuasaan. Berbekal Surat Perintah 11 Maret 1966—Supersemar yang hingga kini naskah aslinya secara ajaib tak bisa ditemukan—perlahan Soeharto mengkonsolidasikan kekuasaan agar berpusat pada dirinya. Secara bertahap, Pancasila menjadi ideologi dasar, setidaknya dalam nama, bagi Orde Baru Soeharto. Arsitek Orde Baru, Nugroho Notosusanto dan Ali Moertopo, membantu penerapan apa yang disebut demokrasi Pancasila, suatu sebutan yang tidak pernah muncul pada era pemerintahan sebelumnya. Pengucapan pancasila ditetapkan melalui Inpres No. 12 Tahun 1968. Kemudian, melalui Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 ditetapkan secara resmi Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetia Pancakarsa). Guna menjamin terlaksananya P4 ini dalam kehidupan sehari-hari warga negara, Orde Baru Soeharto membentuk Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila yang biasa dikenal dengan nama BP-7. Badan inilah yang kemudian menyelenggarakan pendidikan dan pengawasan bagi aparatur pemerintah dan masyarakat, menjamin pelaksanaan pancasila yang murni dan konsekuen, demi terciptanya manusia Pancasila seutuhnya. Ketika rezim Soeharto

runtuh, ia lengser dari kekuasaan pada 1998, Sidang MPR pada saat itumencabutEkaprasetia Pancakarsa. Jika Bung Karno dikenal sebagai penyambung lidah rakyat, maka Soeharto lebih dikenal sebagai Jenderal Tersenyum. Rakyat mengetahui bahwa di balik senyumnya, Soeharto mampu melakukan tindakan yang mengancam keselamatan rakyatnya. Selama 32 tahun berkuasa, berulang kali terjadi penumpasan, penembakan misterius, dan penghilangan paksa yang semuanya menyiksa sebagai benang kusut tak terurai. Dua kontradiksi inilah yang berturut-turut membentuk apa yang hari ini kita sebut rakyat Indonesia. Refleksi Soeharto bukannya tidak mewarisi Pancasila. Dengan berbagai cara, ia berusaha menerjemahkan Pancasila sesuai dengan tatanan pemerintahannya. Penerapan asas tunggal Pancasila, mengharuskan pengakuan Pancasila bagi berbagai organisasi non-pemerintah. Implikasinya, penyeragaman atas perbedaan-perbedaan dalam perikehidupan rakyat. Kepatuhan diciptakan di bawah ancaman, dimana semua orang tahu hukuman yang menanti jika melawan. Peristiwa Kedung Ombo dan Tragedi Talangsari menjadi penanda bagi siapa saja yang melawan dogma pemerintah kala itu. Sejarah mencatat bagaimana Pancasila menjadi instrumen penguasa dalam menegakkan kekuasaan. Pendidikan Pancasila menjadi suatu keharusan di seluruh negeri. Di ruang-ruang kelas, lambang Garuda Pancasila diletakkan di pusat, seolah mengawasi kegiatan belajar mengajar. Pemerintah mewajibkan pendidikan Pancasila kepada seluruh aparatur pemerintahan. Sejalan dengan itu, kewajiban ini diperluas kepada muridmurid di seluruh jenjang pendidikan. Selain menciptakan mata ajar khusus, setiap minggu dialokasikan waktu khusus, paling tidak 2 jam, untuk membahas pancasila di dalam kelas. Pada tahap akhir yang menentukan

kelulusan, murid-murid wajib mengikuti ujian guna mengukur penguasaan pengetahuan mereka, yang umumnya berasal dari diktat pendidikan, dan penilaian didasarkan pada hafal tidaknya dengan butir Pancasila. Satu hal menonjol yang patut diperhatikan di sini adalah bagaimana model pengajaran ini, penyebarluasan tafsir monolitik melalui diktat pendidikan oleh guru, selaras dengan model pembangunan Orde Baru. Presiden, sebagai Bapak Pembangunan, adalah sosok yang paling paham dan mengerti kebutuhan anak-anaknya, atau rakyatnya. Begitu pula dalam kelas, guru adalah sosok yang paling mengerti, sumber segala pengetahuan, bagi murid-murid yang baru belajar. Dalam kerangka ini, negara dibayangkan sebagai suatu keluarga besar, dimana anak harus patuh kepada orang tua. Wacana negara keluarga ini begitu kental di masa Orde Baru. Gegap gempita perayaan Pancasila mengisi seluruh relung perikehidupan bernegara. Pada saat yang bersamaan, negara menyingkirkan partisipasi aktif rakyat, menggantinya dengan warga yang patuh. Upacara-upacara diperingati sebagai ritual tahunan yang menjadi simbol peneguhan status quo. Suatu warisan yang terasa begitu kental hingga kini. Sejak 29 Mei hingga 4 Juni 2017, pemerintah merayakan Pekan Pancasila, dengan tema “Saya Indonesia, Saya Pancasila.” Lini massa media sosial penuh memasang gambar dan tagar Saya Indonesia, Saya Pancasila. Di Museum Nasional Indonesia, kita bisa menyaksikan Pameran Kelahiran Pancasila sejak 2 Mei hingga 15 Mei 2017 yang menampilkan koleksi dokumen ANRI yang berkaitan dengan kelahiran Pancasila. Belum lama berselang, Pada 23 Mei 2017, Presiden Jokowi menerbitan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP). Sebelumnya, Presiden bahkan menegaskan bahwa negara pancasila itu sudah final. Negara akan menindak tegas jika ada yang ingin keluar dari haluan negara, baik anti-

pancasila, dan juga komunis. Belum lama, melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, ditetapkan bahwa lagu nasional kita, Indonesia Raya, yang dahulu hanya dinyanyikan 1 stanza, dinyanyikan secara lengkap 3 stanza. Melalui badan yang sama pula, sebuah buku, “Kisah Pancasila”, diterbitkan untuk kalangan pelajar sekolah menengah. Sebagaimana bisa disaksikan, kampanye pemerintah bagaikan oase di tengah gurun pasir. Tindakan ini bisa jadi diniatkan untuk menurunkan suhu politik, dan memastikan tendensi anti-Pancasila yang marak muncul akhir-akhir ini agar kehilangan pijakan. Diawali dengan pembubaran salah satu ormas Islam, HTI, pemerintah seperti melakukan konfrontasi langsung, yang disambut hangat oleh masyarakat yang resah akibat merebaknya intoleransi. Tindakan reaktif ini tampak jelas dalam kasus video aksi persekusi dan pemukulan terhadap PMA yang viral di media sosial. Selain dipukul dan diinterogasi, PMA diminta untuk meminta maaf serta membuat surat pernyataan menyesal. Pihak kepolisian kemudian menindaklanjuti kasus ini, dan telah menangkap dua orang tersangka. Tak ada hal lain, selain kepanikan pemerintah, yang dapat kita lihat dari rangkaian pertunjukan dalam drama perpolitikan nasional. Dan rasa panik kita sebagai rakyat hanya mengindikasikan satu hal: krisis. Kita tahu bagaimana pancasila di tangan rezim Orde Baru mampu menjadi momok menakutkan bagi musuh-musuh politiknya. Alangkah baiknya jika Presiden Jokowi belajar dari masa lalu, kalau mau menghindar dari jebakan otoritarianisme. Rantai kekerasan warisan Orde Baru harusnya diputus, bukan malah dibangkitkan lagi dengan bentuk yang lain. l Gede Indra Pramana Penulis adalah Peneliti Koperasi Riset Purusha. Sehari-hari mengelola program di Taman Baca Kesiman.

Penggunakan ”Earphone” Berlebihan, Menyebabkan NIHL Beberapa tahun terakhir banyak remaja menggunakan alat piranti dengar atau earphone dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penggunaan earphone yang berlebihan dapat menyebabkan NIHL (Noise Induced Hearing Loss) atau gangguan pendengaran akibat bising. Pada tahun 2010, di Amerika serikat didapatkan bahwa 16 % remaja mengalami gangguan pendengaran akibat bising, dimana kejadian tersebut meninggkat sekitar 30% dari tahun 1980-1990-an. Biasanya, gangguan pendengaran tersebut lebih sering terjadi dalam lingkungan kerja dengan tingkat kebisingan tinggi. Menurut American Osteopatic Association, earphone yang biasa digunakan dapat menghasilkan suara hingga 120 desibel (dB), dimana suara atau bising yang lebih dari 85 dB dapat menyebabkan kerusakan pada reseptor pendengaran jika terpapar dalam waktu tertentu. NIHL adalah gangguan pendengaran yang disebabkan akibat terpajan oleh bising yang cukup keras dalam jangka waktu cukup lama, bersifat tuli sensorineural dan umumnya terjadi pada kedua telinga. Ada beberapa hal yang dapat mempermudah seseorang menjadi NIHL, antara lain intensitas bising yang lebih tinggi, berfrekuensi tinggi, lebih lama terpapar bis-

ing, dan mendapatkan pengobatan yang bersifat toksik pada telinga. Kerusakan Organ Kerusakan organ telinga dalam pada NIHL tergantung dari intensitas, lama pajanan dan frekuensi bising. Pada penelitian mengunakan intensitas bunyi 120 dB dan kualitas nada murni sampai bising dengan waktu pajanan 1-4 jam menimbulkan beberapa tingkat kerusakan sel rambut pada organ Corti, sel penyangga, pembuluh darah dan serat saraf aferen. Pada stimulasi bising dengan intensitas sedang mengakibatkan perubahan ringan pada silia dan Hansen’s body, sedangkan stimulasi dengan intensitas lebih keras dengan waktu pajanan lebih lama mengakibatkan kerusakan pada struktur sel rambut organ Corti lain seperti mitokondria, granula lisosom, lisis sel dan robekan di membran Reisner. Gejala yang timbul berupa kurangnya pendengaran disertai tinitus (berdenging di telinga), dapat terjadi peningkatan ambang dengar sementara (temporary threshold shift) yang pulih dalam hitungan menit-jam, atau peningkatan ambang dengar menetap (permanent threshold shift), keluhan sukar menangkap percakapan dengan kekerasan biasa atau percakapan keras tergantung tingkat kerusakan organ telinga dalam.

Pemeriksaan dan Pencegahan Untuk memastikan terjadinya NIHL, dilakukan pemeriksaan otoskopik pada telinga, tes pelana, pemeriksaan audiometri nada murni dan pemeriksaan audiomeri khusus. Penanganan yang dilakukan pada seseorang dengan NIHL tergantung dari tingkat kerusakan. Karena NIHL bersifat menetap (irreversible), maka bila terjadi gangguan pendengaran yang sudah mengakibatkan gangguan berkomunikasi dapat dibantu dengan pemasangan alat bantu dengar (ABD). Namun, jika kerusakan bersifat berat dan pemasangan alat bantu dengar (ABD) tidak dapat membantu, dilakukan psikoterapi dan auditory training. Pada penderita yang telah mengalami tuli total bilateral dapat di pertimbangkan untuk pemasangan implan koklea (Cochlear implant). Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya NIHL, yaitu hindari terpapar bising dengan frekuensi tinggi dalam waktu yang lama, gunakan earphone dalam batas yang wajar, gunakan earphone atau device yang berlisensi karena pada tingkat frekuensi tertentu dapat memberikan peringatan, jagalah kesehatan pendengaran dan bila terdapat gangguan pendengaran segera memeriksakan diri ke dokter. l dr. I Gusti Ngurah Agung Darma Putra

TELINGA - Kerusakan organ telinga dalam pada NIHL tergantung dari intensitas, lama pajanan dan frekuensi bising. Pada penelitian mengunakan intensitas bunyi 120 dB dan kualitas nada murni sampai bising dengan waktu pajanan 1-4 jam menimbulkan beberapa tingkat kerusakan sel rambut pada organ Corti, sel penyangga, pembuluh darah dan serat saraf aferen.

DIET - Batu asam urat banyak diderita oleh pasien-pasien penyakit gout arthritis, sumber asam urat berasal dari diet yang mengandung purin. Batu struvit disebut juga batu infeksi, karena terbentuknya batu ini disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih.

Mengenal Batu Saluran Kemih

Pada beberapa dekade terakhir kita sering mendengar beberapa orang baik itu di tempat kerja, pasar, maupun di ruang tunggu praktik dokter sering berbicara tentang batu saluran kemih. Namun, mungkin di antara kita masih awam tentang istilah tersebut, dan mungkin bertanya-tanya batu jenis apa yang berada di dalam saluran kencing atau kemih kita? Bagaimana cara batu itu bisa tertelan dan bisa sampai di saluran kemih kita? Batu saluran kemih adalah suatu keadaan terbentuknya batu di saluran kemih karena endapan mineral yang terkandung di dalam urine atau air kencing. Terbentuknya batu saluran kemih secara epidemiologis terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih pada seseorang. Faktor itu meliputi faktor intrinsik (keadaan yang berasal dari tubuh seseorang), antara lain usia (paling sering usia 30-50 tahun) dan jenis kelamin (jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan perempuan), serta faktor ekstrinsik (pengaruh yang berasal dari lingkungan sekitarnya), antara lain geografi (sering terjadi pada daerah Stone Belt: Indonesia, Arab Saudi, India, Australia bagian utara), asu-

pan air yang kurang, diet dan jenis pekerjaan. Jenis batu saluran kemih ada beberapa macam, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, batu sistein, dan batu xantin. Batu kalsium paling banyak dijumpai dari seluruh jenis batu saluran kemih. Batu kalsium terdiri atas batu kalsium oksalat dan batu kalsium fosfat. Faktor terjadinya batu kalsium adalah terjadinya hiperkalsiuri, hiperoksaluri, hiperurikosuria, hipositraturia dan hipomagnesuria. Batu asam urat banyak diderita oleh pasien-pasien penyakit gout arthritis, sumber asam urat berasal dari diet yang mengandung purin. Batu struvit disebut juga batu infeksi, karena terbentuknya batu ini disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih. Batu sistein didapatkan karena kelainan metabolisme sistein, yaitu kelainan absorpsi sistein di mukosa usus. Batu xantin terbentuk karena penyakit bawaan berupa defisiensi enzim xantin oksidase yang mengkatalisis perubahan hipoxantin menjadi xantin, dan xantin menjadi asam urat. Beberapa gejala dirasakan mayoritas penderita batu saluran kemih adalah rasa nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, urine terlihat lebih

pekat dan gelap, kesulitan buang air kecil, keinginan buang air kecil semakin sering, buang air kecil tidak lancar atau tersendat-sendat, perut bagian bawah terasa nyeri hingga ke pinggang bagian belakang, penis terasa tidak nyaman atau sakit. Pada anak-anak ada dua gejala tambahan batu saluran kemih, yaitu ereksi kuat dan menyakitkan yang tidak ada hubungannya dengan rangsangan seksual pada anak laki-laki dan mengompol. Bila ukuran batu saluran kemih cukup kecil maka bisa keluar bersama aliran urine, kadang batu saluran kemih tidak memiliki gejala. Diet pada Kasus Batu Saluran Kemih Diet yang dimaksud adalah bertujuan untuk membantu memperlambat dan mencegah pembentukan batu saluran kemih. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah minum air mineral yang cukup (paling sedikit 2 liter atau 8 gelas) setiap hari, mengurangi konsumsi makanan/minuman yang banyak mengandung oksalat (bayam, melinjo, minuman bersoda), serta mengurangi makanan yang banyak mengandung purin (kerang, hati, usus, otak, paru). l dr. I Gede Listiana


5

Minggu Paing, 11 Juni 2017

Resensi Buku

Memahami Kembali Babad Judul : Babad Penulis: Gede Agus Budi Adnyana Cetakan : Pertama 2009 Tebal buku : 88 Halaman Penerbit : Pustaka Bali Post

Ada sebuah asumsi bahwa Babad merupakan suatu bentuk teks yang berisikan catatan sejarah leluhur. Apa pun yang dinyatakan serta yang tertera dalam narasi Babad adalah kebenaran mutlak, tidak dapat diganggu gugat lagi. “Apakah asumsi itu benar atau salah? Buku ini berusaha menjawab beberapa pertanyan-pertanyaan itu sedetail mungkin. Menurut penulis dalam buku ini, jika masyarakat pembaca melihat Babad, yang harus dilakukan adalah melihat kebenaran atau narasi dalam Babad dalam dua jalan. Yang pertama, dalam bingkai material atau yang secara singkatnya apa pun bentuk yang disajikan atau yang dinarasikan adalah sesuatu hal yang otentik secara ilmiah, dapat dilihat dengan mata telanjang dan menjadi hal-hal yang konkret secara objektif. Sementara sisi lain adalah dalam ranah spiritual, atau yang kasat mata namun ada dan nyata. Di sini tidak diperlukan lagi satu pembuktian secara mata telanjang yang material, namun kebenaran yang dilihat adalah murni lewat bantuan budhi atau kecerdasan rohani manusia masing-masing. Dalam ranah Babad, intuisi serta kecerdasan rohani sangat diperlukan. Sebab narasinya berputar antara manusia-dewata. (osi)

Resensi Film

Memahami Kembali Karakter Siswa Vs Guru Judul Film : Detachment Sutradara : Tony Kaye Pemain : Adrien Brody, Marcia Gay Harden dan James Caan Produksi : 2012

Detachment menjadi film yang layak untuk ditonton kembali. Ketika pada masa kini dunia pendidikan kita selalu memiliki problem, dan segala sesuatu selalu diukur dengan uang. Murid yang berani pada guru. Guru yang “bisnis” dengan membuka les ke rumahnya untuk mendongkrak nilai. Film ini layak ditonton kembali untuk orang-orang yang peduli bagi pendidikan karakter di negeri ini. Film ini dimulai dengan gambaran ekstrem dari seorang guru pengganti di sebuah sekolah menengah yang dihadapkan pada sistem pendidikan yang salah, dimana murid-murid tidak mau belajar dan orang tua tidak mau peduli. “Detachment” merupakan sebuah keberhasilan secara artistik untuk sutradara visioner, seperti Tony Kaye, yang lebih dikenal dengan karya provokatifnya. Namun, dalam pandangan Tony Kaye, kelas dan lingkungannya menjadi suatu metafora untuk menjadikan tempat layaknya neraka. Henry Barthes (Adrien Brody) digambarkan sebagai seseorang yang emosional karena kehilangan hak dan semangatnya, dan hidup sebagai guru pengganti. Saat film dibuka, Henry telah mengambil pekerjaan sementaranya di satu sekolah bermasalah dengan muridmurid yang tidak memiliki keinginan untuk belajar dan setidaknya memikirkan masa depan mereka. Sampai akhirnya mereka berinteraksi dengan Henry dan di bawah pengawasannya seorang murid bahkan berkembang, Meredith (Betty Kaye, anak sutradara Tony Kaye), seorang gadis overweight yang selalu di-bully teman- teman sekelasnya dan diremehkan ayahnya. Dan banyak kasus lagi yang menyayat dan layak direnungkan. Film yang cocok untuk menambah wawasan kita tentang makna dari “karakter” siswa, khususnya para murid di sekolah. (osi)

Arjuna

CERPEN

Oleh Kim Al Ghozali AM Di desa kami sulit memang untuk menjumpai perempuan matang yang statusnya belum bersuami. Paling mentok mungkin hanya sekitar umur enam belas atau tujuh belas tahun. Setelah itu sudah bisa dipastikan telah dipungut orang alias sudah ada yang melamar. Namun itu masih mending jika dibandingkan dengan periode dua puluh atau tiga puluh tahun yang lalu. Semisal ibuku pertama kali menikah di umur delapan tahun, dan umur sebelas tahun menikah lagi untuk yang kedua kalinya setelah gagal dengan suaminya yang pertama. Sedangkan bibiku dilamar orang saat dia masih belum bisa berjalan dengan benar, atau ke mana-mana masih digendong. Begitu pun tetanggatetanggaku, tidak berbeda dengan ibu ataupun bibiku. Tidak hanya perempuan, lelaki pun hampir serupa, di atas umur sepuluh tahun kebanyakan dari mereka sudah menikah. Kecuali lelaki yang biasa keluar desa alias merantau, tentu mereka semacam mendapat kelonggaran hukum sosial. Maka, ketika ada seorang—khususnya perempuan— yang telah menjejakkan umur dua puluh tahun ke atas namun belum membina rumah tangga tentu otomatis mendapat cap manusia terlalu matang dan tidak laku. Muda-mudi di sini pun hampir tidak mengenal budaya si-siran. Karena selain penjagaan yang ketat dari orang tua masing-masing, juga tidak sedikit dari mereka saat masih kecil sudah dikirim ke pesantren oleh orang tuanya. Pulang-pulang pun sudah disiapkan jodoh. Tak ada peluang! Jadi pengetahuan mereka tentang pacar-pacaran cuma dari film India atau sinetron yang tayang sehabis magrib, yang mereka tonton beramai-ramai melalui televisinya Pak Carik, satu-satunya televisi di kampung kami. O, jangankan sir-siran atau pacarpacaran, cium-ciuman dan pelukpelukan di padang lalang dan bebukitan hijau layaknya film India, wong kangen-kangenan dan salam-salaman lewat perantara orang ketiga saja sudah jadi gunjingan orang sekampung, dicap tak tahu malu, tidak bermoral, dan tidak-tidak yang lainnya. Maka, jatuh cinta di kampung ini sudah tahu apa resikonya, yaitu memendam dalam-dalam perasaan jatuh itu! sudah jatuh harus dipendam pula, tak enak benar, kan? Paling mentok ya cukup memandangi perempuan yang kita taksir itu untuk memuaskan gejolak batin. Atau kalau cukup nakal seperti aku, ya membuntuti perempuan yang ditaksir saat dia hendak mandi ke sungai, lalu diintip dari balik celah batu-batu ketika dia membuka sarungnya, kemudian mengamati tubuh mulusnya yang sedang dia gosok-gosok dengan sabun cap kodok, atau ketika mengguyurkan air ke rambutnya dengan canting warna kuning. O alangkah indahnya! Tapi toh tetap saja kami tak berani menyembunyikan sarungnya layaknya Jaka Tarub kepada bidadari yang sedang mandi, hanya agar ia pulang telanjang. Tidak, kami belum senekat itu. Namun, tentu bolehlah aku berbesar hati soal pengalaman sir-siran dengan perempuan jika dibandingkan dengan kawan-kawan yang sepantaran denganku, baik yang sudah menikah atau belum. Keberuntunganku tentu karena aku keluar dari kampung sejak umur empat belas tahun dan tinggal di Jakarta selama kurang lebih lima tahun. Jadi pengetahuanku soal perempuan tidak hanya kudapatkan dari menonton film India atau sinetron yang tidak selesai-selesai itu, melainkan dari pengalaman empiris selama di ibu kota.

Pengalaman demi pengalaman inilah yang membuatku kemudian tak pernah canggung menghadapi perempuan, apalagi cuma perempuan desa yang polos dan tidak banyak tingkah. Ditambah pula dengan tampangku yang ganteng dan cukup meyakinkan. Maka tak ada alasan buat aku untuk tidak percaya diri. Malah terlalu percaya diri. Belum lagi dengan jimat penakluk perempuan pemberian kakekku sewaktu aku mau berangkat ke Jakarta. Tentu aku sudah merasa sebagai Arjuna dalam bentuk yang lain. Arjuna dari desa. Perlu aku ceritakan pengalaman sir-siran dengan perempuan sekampung. Yuyun namanya, perempuan dengan dada cukup montok. Pinggulnya selalu bergoyang ketika berjalan, sebagai pohon nyiur diterpa angin gending. Rambutnya semampai dan berwajah Indo China. Singkatnya dia adalah primadona desa. Tapi karena bapaknya termasuk orang yang galak, ke mana-mana selalu membawa clurit, pernah carok dua kali, dan saat terjadi peristiwa ninja di pertengahan ‘98 ia pernah menebas leher orang gila yang disangkanya sebagai mata-mata manusia bertopeng itu. Maka, tak ada pemuda kampung yang berani mendekat dan macammacam dengan anaknya, meski tentu saja tidak sedikit yang menaruh hati pada perempuan jebolan salah satu pesantren modern terbesar di Probolinggo itu. Kami sudah saling mengenal sejak kecil, dia adik kelasku di sekolah dasar. Ketika berumur tiga belas tahun, tampaklah dia sebagai bunga desa yang baru mekar, ranum dan harum, juga sedap dipandang. Sejak saat itu aku mulai menaruh perhatian padanya. Namun tak lama setelah itu dia diberangkatkan ke pondok dan aku sendiri pergi ke Jakarta. Tapi rupanya setelah aku pulang dari Jakarta dan dia selesai mondok, kami ternyata diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan keadaan hati dan taman cinta masa muda yang masih sama-sama kosong. Seperti magnet dan besi, dengan sendirinya tergerak untuk saling tempel. “Kau tak pantas sama dia. Dia itu santri.” Gerutu Agus, temenku, ketika ia tahu aku sering membicarakan perempuan itu. “Lagian bapakmu sama bapaknya dulu pernah musuhan.” Tambahnya. Mungkin ada benarnya apa yang diucapkan agus, tapi tak benarbenar banget juga. Agus merupakan satu-satunya kawanku di kampung yang belum menikah. Bertahuntahun hidupnya dihabiskan di Papua, jadi tukang ojek di sana. Tapi kepada kawan-kawannya di sini selalu dikatakan dirinya sebagai juragan. Ia memang suka membual sejak kecil. Mungkin karena bualannya itulah sampai sekarang belum mendapatkan jodoh, dan aku tahu sampai sekarang ia belum pernah sama sekali menjalin hubungan atau sir-siran dengan perempuan. Pernah satu dua kali ia mendekati perempuan dari kecamatan lain, tapi ujung-ujungnya cuma PHP (Pernah Hampir Pacaran), alias bubar saat masih pedekate. Mana ada perempuan yang suka lelaki pembual? Mula-mula kukirimi Yuyun surat cinta, karena kutahu dia tidak memegang handphone. Melalui Agus tentunya surat itu dikirim, setelah aku paksa dan kuiming-imingi ia rokok satu bungkus. Agus menemuinya di sungai tempat dia biasa mandi. Surat itu diterima dengan senyum yang sangat manis dan otentik. Begitu ceritanya setelah kembali menyelesaikan tugas itu. “Kamu tidak memintanya segera membalas suratku?” tanyaku.

membelai, nyanyi-nyanyi dan menari saja.” Jawabnya begitu lembut. Kemudian aku mencium bibirnya yang bergairah. Dia memberiku pelukan, memberiku kehangatan, lalu memberiku taman dan segalanya. Kami saling memiliki. Tak begitu lama rasanya kami mabuk dan berada dalam ketidaksadaran, sehingga tiba-tiba sebuah bayangan mendekat ke arah kami. Mendekat, terus mendekat sampai mendapati kami berdua. Sore yang indah itu dalam sekejap menjadi buyar, sebagai adegan film India yang tak sempurna. Kebun mangga dalam waktu singkat kini heboh. Kami dibawa pulang. Sepanjang perjalanan ke kampung menjadi ramai, orang-orang keluar rumah, menyaksikan dua dara yang tertangkap basah. Sebuah arakarakan tanpa panduan dan sangat memalukan. *** Ia menggeleng. “Besok akan aku datangi lagi ketika di sungai.” Sehari, dua hari, tiga hari suratku baru dibalas. Tak ada yang istimewa dari isi surat itu. Kata-katanya sangat sopan dan hanya satu kalimat yang menunjukkan sesuatu yang pasti darinya: dia juga punya pesaraan yang sama denganku. Aih... *** Bunyi sound system dari kemarin sore sudah menggelegar memenuhi angkasa desa. Terdengar lagu-lagu mulai dari dangdut koplo Monata sampai Ida Laila dan Nasida Ria. “Sekuat apapun tulang di punggungmu Tak mungkin mampu membuntutiku. Kita tak berdaya walau saling cinta. Berpisah itu jalan yang utama...” Sebuah lagu dari Yus Yunus feat Iis Dahlia yang didaur ulang oleh group beken orkes Monata, mengalun, merambat dari rumahnya, melewati ladang-ladang, rumah-rumah dan sampai ke halaman rumahku. Lagu yang menambah sendu dan melankolis pagi yang agak mendung. Pohon-pohon pete yang tumbuh rapi di pekarangan dengan takzim menyimaknya, seakan mereka ikut merasakan betapa sedih dan pedihnya sang biduan saat melantunkan suara ketakberdayaan atas cintanya yang suci. Ayam berhenti berkokok, kucing berhenti mengeong, sebuah bentuk solidaritas senyata-nyatanya dari hewan kepada manusia yang sedang dilanda duka. Hari ini adalah empat bulan setelah surat pertamaku kepada Yuyun dikirim, atau seminggu setelah pertemuan kami di bukit Sempenan. Pertemuan seminggu lalu itu sengaja aku mengajaknya di sana, bukit yang pernah menjadi kuburan massal korban politik lima puluh tahun yang lalu itu. Karena selain tempatnya sangat rimbun, di sana juga begitu sepi, sangat jarang ada orang, baik untuk mencari kayu maupun mencari rumput. Sebelumnya dia selalu mengajakku bertemu di kebun mangga di barat kampung. Namun rupa-rupanya dari sanalah, dari kebun mangga itu petaka bermula. Kami duduk berdua, aku memegang tangannya dan dia memandangku lembut, sesekali kami bertukar cium. Hari begini sore dan cahaya dari barat merambat menghangatkan tubuhku dan tubuhnya. “Kau suka film India?” kataku. “Ya. Mereka ketika sedang dimabuk cinta akan banyak menghabiskan waktu di taman atau padang yang indah, saling

Butuh waktu dua bulan lebih kiranya kampung menjadi reda dari peristiwa itu. Tapi kasak-kusuk terus berlanjut. Sebuah headline yang akan terus diingat seumur hidup. Dua kubu keluarga sempat menegang. Namun tak sampai terjadi hal-hal tak diinginkan. Lalu setelah tiga bulan berlalu, lamat-lamat kudengar kabar dia akan menikah. “Secepat itu?” batinku. “Dia dinikahkan dengan saudara jauhnya dari Lumajang. Mungkin orang tuanya tak tahan dengan gunjingan orang-orang.” Jelas Agus. Aku paham, kini paham, semuanya menjadi serba cepat memang. Begitu pun dengan preasaanku sendiri, semula yang hanya main-main, malah terjatuh begitu dalam. Arjuna yang terlalu menaruh perasaan. Maka, sebelum pesta pernikahan itu berlangsung, kutekatkan diri untuk mengajaknya bertemu di bukit Sempenan—seminggu yang lalu. “Film India memang tak selalu berakhir bahagia. Ada kalanya tokoh utamanya kalah dan menderita.” Ucapku sambil memegangi tangannya sebelum kami kembali ke rumah masing-masing. *** Lagu-lagu dangdut yang melowsentimentil terus mengalun tidak hanya sampai pekarangan rumahku, tetapi juga telah memenuhi ruang kamarku, memenuhi fikiranku. Tapi sejak kemarin, sejak sound system dari arah utara itu berbunyi, belum sekalipun terdengar ada lagu India diputar. Mungkin operator atau pemilik sound system sewaan itu tak punya koleksi kaset India atau memang adalah permintaan dia untuk tidak memutar lagu-lagu India karena dua kilometer di selatan rumahnya ada hati yang sedang berduka, batinku. Lagunya Yus Yunus feat Iis Dahlia yang dinyanyikan penyanyi lain itu kini terus terdengar seperti sengaja diputar-putar ulang. Ada bagian liriknya begitu jelas di telingaku: “Jubah hitam ini, tongkat panjang ini. Menjadi teman sependeritaku. Kerudungmu yang cantik besulam manik. Tak mungkin bersatu dalam koperku” Mataku basah tidak terasa, dadaku menjadi sesak dan ingin menangis sejadi-jadinya. Tapi buru-buru kuingat bahwa aku lelaki dan sudah terlanjur mengaku diri sebagai Arjuna. Kini keinginan menangis pun aku tahan sekuat-kuatnya. Biarlah duka melebur dengan lagu dangdut yang mengalun indah dengan lirik-liriknya yang melankolik.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Adi Wiryadarma

K. Ngurah

Windhu Segara

Ikhsan Dwiono

W.G. Sumarta

Dewa Komang Mahadewa


DIMENSI

6

Rahasia Kekuatan "Pranāma"

Capricorn Peruntungan: Tak perlu banyak bicara jika tidak diimbangi dengan kerja yang cukup, ingatlah bahwa semua itu perlu bukti bukan hanya ucapan di bibir saja. Karier: Urusan yang masih bisa diselesaikan sebaiknya segera saja diselesaikan jangan tunda waktu lagi. Kesehatan: Jangan terlambat makan agar perut tidak terasa melilit, jangan sampai maag Anda kambuh kembali. Keuangan: Jangan lupakan kebutuhan penting Anda, lebih baik segera saja diselesaikan, jangan tunda nanti. Asmara: Usahakan untuk tidak berdebat dengannya, mengalah sajalah.

Om namas te Bhagavan Visno Namas te Bhagavan hare namas te Bhagavan Krsna jagad-raksa namo’stute (Visnuu Stava, Stuti and Stava)

Aquarius Peruntungan: Saat ini Anda benar-benar merasakan indahnya hidup, apalagi ditunjang dengan suasana yang benar-benar semarak dan segala urusan pekerjaan yang sudah lumayan lancar, sehingga tidak ada beban yang terlalu dipikirkan. Karier: Nikmatilah kebahagiaan ini dengan selalu menjaga kesabaran dan ketenangan. Kesehatan: Biar pekerjaan setumpuk jika sudah waktunya istirahat lebih baik istirahat saja, tak perlu memaksakan diri karena hasilnya akan jauh dari memuaskan jika badan sudah capek. Keuangan: Terima saja apa adanya, tak perlu punya pikiran yang macam-macam apalagi sampai ingin jual barang. Asmara: Cukup mesra dan bahagia, jagalah suasana ini dengan mencari topik pembicaraan yang menyenangkan.

“Sembah sujud hamba kepada Tuhan Yang Maha Esa Sri Visnuu, sembah sujud hamba Tuhan Yang Maha Esa Sri Hari, sembah sujud hamba kepada Bhagavan Sri Krsna. Duhai Tuhan Pemelihara seluruh alam semesta ini, mohon diterima sembah sujud hamba.”

Pisces Peruntungan: Cobalah untuk bisa lebih teliti, agar segala urusan yang sudah hampir jadi tidak sampai mentah lagi hanya karena diri Anda yang kurang bisa mengikuti rencana yang dibuat sendiri. Karier: Masih banyak kesempatan untuk mendapatkan posisi yang lebih baik lagi maka dari itu jangan enak-enakan saja. Kesehatan: Cuaca malam tak bersahabat dengan diri Anda, untuk itu usahakan hindari angin malam dikala tidur. Keuangan: Tampak lebih stabil dan lancar, sehingga bisa bernapas lega. Asmara: Apa sulitnya berbicara yang halus, tak perlu dengan kata-kata kasar, karena itu akan menyulitkan Anda saja. Aries Peruntungan: Walaupun Anda sudah merasa berada di atas angin, sebaiknya kewaspadaan tetap dipertahankan. Jangan sampai berlaku sembrono karena akan berdampak cukup luas jika sampai terjadi hal-hal yang tidak diduga sebelumnya. Karier: Tetaplah concern dengan berbagai rencana yang sudah berjalan, jangan sampai berhenti hanya karena ada rintangan. Kesehatan: Jangan hanya menuruti selera makan saja tanpa memikirkan dampak pada tubuh Anda untuk itu kebugaran tampaknya perlu Anda cermati. Keuangan: Tetap saja sulit lepas dari bayang-bayang pemborosan walau Anda telah berlaku hemat sekalipun. Asmara: Jangan terlalu dimasukkan hati tingkahnya yang kadang menjengkelkan hati, karena itu hanya sementara saja. Taurus Peruntungan: Jangan mudah percaya dengan tutur kata orang lain, apalagi terhadap orang baru yang belum lama dikenal. Jangan ambil risiko yang terlalu berbahaya hanya karena tergoda oleh segala prediksinya yang membikin hati melayang tak karuan. Karier: Cobalah untuk lebih independen dalam membuat keputusan sehingga tak diombang-ambingkan oleh berbagai kepentingan. Kesehatan: Tak perlu dimasukkan hati segala rongrongan dari saudara Anda sendiri sekalipun cukup membuat sakit hati Anda, karena hanya akan bikin penyakit saja. Keuangan: Tetap saja sulit untuk lepas dari pemborosan karena selalu ada saja pengeluaran yagn harus dilakukan. Asmara: Bersikaplah bijaksana terutama dalam menyikapi segala keinginannya, jangan sampai menyinggung hatinya. Gemini Peruntungan: Tak perlu pesimis dalam melihat berbagai tantangan yang terpampang di hadapan Anda. Justru Anda harus lebih giat bekerja lagi karena itu pertanda bahwa kesuksesan sudah berada di depan mata. Karier: Masih ada kesempatan bagi Anda untuk lebih dekat dengan atasan. Kesehatan: Hindari tidur larut malam, walau pekerjaan setumpuk jika sudah menginjak waktu istirahat sebaiknya pergunakan untuk tidur saja. Keuangan: Masih saja sulit untuk meredam pemborosan, untuk itu tak ada salahnya jika Anda tetap melakukan penghematan. Asmara: Walau hanya sebatas berbicara saja sebaiknya dihindari dulu bergaul dengan orang yang tidak disukai si dia. Cancer Peruntungan: Situasi yang Anda hadapi saat ini masih belum memungkinkan bagi Anda untuk bisa berani melangkah maju. Terimalah situasi yang ada ini dengan pikiran panjang dan jangan hanya memikirkan keberhasilan sesaat saja. Karier: Patuhilah peraturan yang ada dan jangan sekali-kali Anda melanggarnya. Kesehatan: Masih cukup sulit bagi Anda untuk bisa beristirahat tepat waktu, walau begitu tak ada salahnya jika Anda terus berusaha berpedoman pada schedule Anda. Keuangan: Rezeki besar masih ada diangan-angan untuk itu jangan berhenti untuk terus berupaya menggapainya. Asmara: Mengakui kesalahan sendiri bukanlah suatu perbuatan yang sangat rendah, justru itu akan membikin si dia semakin percaya saja pada diri Anda. Leo Peruntungan: Perasaan bimbang masih mewarnai suasana hati Anda di minggu ini. Memang untuk menghilangkannya tak semudah membalik tangan, tetapi dengan menanamkan kebanggaan dan keyakinan akan kemampuan diri sendiri itu akan bisa mengikis kebimbangan secara perlahan-lahan. Karier: Omongan dari orang lain yang tampak meremehkan itu sebaiknya diterima saja dengan senyum dan jadikan itu cambuk untuk bisa berbuat yang lebih baik lagi. Kesehatan: Selama Anda bisa menghindari makanan pedas maka perut Anda akan bisa terjaga dan tak sampai terganggu. Keuangan: Pemasukan yang tak diduga sebelumnya mampu mengangkat kembali keuangan Anda. Asmara: Ucapan tetap harus diperhatikan agar tidak sampai merusak suasana yang sudah tenang ini. Virgo Peruntungan: Perilaku diri Anda akan sangat mempengaruhi keberhasilan dan kesuksesan di minggu ini yang tidak teraih dengan mudah seperti yang dibayangkan semula. Karier: Banyak jebakan yang harus dihindari, terutama dari kompetitor Anda yang tampaknya mulai mengggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan Anda. Kesehatan: Jangan terlambat makan jika tidak ingin maag Anda terganggu dan kambuh kembali. Keuangan: Jangan lupa untuk selalu mengontrol dana yang ada, jangan sampai pengeluaran melebih pemasukan. Asmara: Cekcok mulut dan pertengkaran masih mewarnai hubungan kisah kasih Anda. Libra Peruntungan: Jangan meremehkan persoalan yang datang, walau sepintas tampak sepele jika tidak segera dituntaskan maka bisa semakin membesar saja. Bukankah persoalan besar bermula dari persoalan kecil, untuk itu jangan tanggung-tanggung untuk bertindak. Karier: Hindari konfrontasi dengan siapa saja sekalipun Anda merasa berada dipihak yang benar. Kesehatan: Kondisi badan masih diperhatikan secara seksama terutama terhadap aktivitas yang tampak berat di minggu ini. Keuangan: Pemasukan masih bisa diAndalkan, hanya saja pengeluaran tampak sulit untuk dikendalikan. Asmara: Suasana percintaan Anda tetap terjaga sekalipun cekcok mulut masih sulit untuk dihilangkan. Scorpio Peruntungan: Jangan bertingkah macam-macam jika tidak ingin mengalami kegagalan yang sangat terasa. Sekalipun peluang masih belum tertutup, sebaiknya Anda bisa mengimbanginya dengan konsentrasi tinggi. Karier: Jangan terlalu berambisi di minggu ini, ada baiknya Anda bersikap seperti biasanya. Kesehatan: Kebiasaan bangun di pagi hari sebaiknya dipertahankan agar kondisi badan tetap terjaga. Keuangan: Hindari kesalahan walau sekecil apapun, agar pengeluaran yang sudah tinggi ini tidak semakin bertambah lagi. Asmara: Jalinlah hubungan kisah kasih ini dengan sesuatu yag indah dan menyenangkan. Sagitarius Peruntungan: Tak perlu cemas, sesulit apapun masalah tersebut pasti ada jalan keluar untuk memecahkannya. Teruslah berusaha jangan pantang menyerah dan yang paling penting keyakinan harus tetap tinggi. Karier: Jangan ragu untuk bertanya jika memang diri Anda kurang jelas, jangan biasakan berjalan dengan suatu keraguan. Kesehatan: Jagalah pola makan yang benar jangan sampai Anda sembrono apalagi sampai jelas-jelas melanggar anjuran dokter. Keuangan: Pemasukan tidak ada masalah, hanya saja pengeluaran harus tetap selalu dikontrol. Asmara: Ada sedikit perbaikan walau belum seperti yang diharapkan.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu

Berlaku 11 - 17 Juni 2017

Minggu Paing, 11 Juni 2017

Sloka di atas merupakan stotra puji-pujian mengagungkan Tuhan. Ia diambil dari salinan lontar yang kami tempatkan pada bagian akhir dalam Bab Mantra-mantra Rahasia dari buku yang kami terbitkan pada tahun 1984 berjudul “Vaisnava Dharma Warisan Leluhur Kita”. Pada setiap baris dari stotra tersebut dimuat kata “namah” yang berarti hormat, sembah sujud, hormat bhakti. Penyampaian namah dalam wujud lebih mantap dan mendalam dinamakan Pranama. Merupakan tradisi Veda dalam menghargai dan menghormati yang lain mulai dari tumbuhan, binatang, para dewa-dewi sampai dengan hormat bhakti yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi menyampaikan salam hormat dalam ajaran Veda merupakan suatu ajaran mulia, bahwa penghargaan dan hormat bhakti tidak hanya dimunculkan lalu disimpan di dalam hati melainkan disampaikan dan diwujudkan keluar dalam bentuk kata, kalimat serta tindakan melalui berbagai jenis persembahan benda-benda. Jika ia ditujukan kepada yang lebih tinggi seperti para Dewa dan Tuhan maka ia dinamakan Dravya Yajña, yaitu penyampaian sembah sujud bhakti mempergunakan benda-benda harta milik. Ia menjadi yajna yaitu persembahan kecil yang akan kembali kepada yang bersangkutan dalam bentuk lebih murni serta dalam jumlah kelipatan ribuan kali. Umat Hindu mempunyai salam indah Om Svastyastu sebagai penyampaian salam hormat kepada sesama. Umat Hindu di tanah air dalam praktik penyampaian salam hormat memang termasuk baru memasuki tahapan sosialisasi karena ternyata umat belum atau masih banyak yang merasa canggung mengucapkan salam hormat tersebut. Om Swastyastu merupakan ucapan Pranama yang mempunyai arti dan makna yang sangat indah serta mulia. Menghormat kepada seseorang biasanya dilakukan kepada yang

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa lebih tua dari kita yaitu kakak, bapak-ibu, guru, kakek-nenek, dan lain-lain yang lebih tua dari kita. Dalam bahasa Sanskerta, namanya pranama (dengan a “dirgha” setelah n). Pra artinya di depan, di hadapan dan anama berarti menunduk, membungkuk. Pranama berarti penyampaian hormat dengan cara menunduk atau membungkuk sedikit kepada orang yang berada di hadapan kita. Ketika orang menyampaikan ucapan salam hormat kepada orang lain, khususnya kepada yang lebih tua, penyampaian salam hormat tersebut hendaknya dilakukan dengan cara sedikit menundukkan kepala ke depan. Cara penyampaian salam hormat dengan cara menunduk seperti itu dilakukan dengan baik oleh banyak bangsa di dunia, khususnya yang sangat jelas serta indah untuk dicontoh adalah cara penyampaian salam hormat oleh orang-orang Thailand dan Jepang. Mereka melakukan pranama dengan cara menunduk halus disertai senyum indah. Sedangkan dalam tradisi Veda, ada yang melakukan dengan cara menyentuh kaki, bersujud, dan kalau kepada guru diksa dilakukan dengan cara dandavat, sujud tengkurap nyelojor di hadapan yang diberikan salam hormat. Menyampaikan salam hormat dengan sikap menunduk tersebut mempunyai arti sangat mulia. Pada zaman Kali Yuga ini, karena banyak Guru yang tidak mengajarkan cara berguru, akhirnya banyak murid yang sudah “jadi” merasa diri “tinggi” dan mulailah mereka bertengkar dengan guru, memfitnah guru, melupakan segala kebaikan yang dia tidak dapat bayar dengan apa pun. Jangankan pengetahuan spiritual yang diberikan guru, apalagi shaktipat atau diksa, semua itu tidak dapat dibayar oleh murid dengan apa pun atau melalui cara apa pun. Jangankan yang maha mulia seperti itu, jika murid pernah diberikan nasi sekali saja oleh guru, ia tidak boleh melawan guru. Oleh karena tidak diajarkan perihal kemuliaan berbhakti pada guru, terlebih lagi banyak guru yang enggan atau merasa tidak nyaman mengajarkan perihal hormat bhakti kepada guru karena jika guru yang mengajarkan cara hormat bhakti kepada guru maka

ia akan menjadi sesuatu yang sangat aneh, seolah-olah para guru tersebut merengek-rengek meminta dihormati. Akan tetapi, ternyata memang seharusnya para guru “harus” mengajarkan cara berguru yang benar kepada murid-muridnya. Pada zaman dahulu, tradisi berguru dipraktikkan dengan sangat ketat oleh para siswa. Jika seorang murid atau siswa melakukan kesalahan pada guru maka ia harus berpuasa penuh satu hari dan mengucapkan mantra oengampunan serta melakukan pelayanan kepada gurunya demi terbebaskan dari kesalahan kepada guru yang dinamakan Guru-aparadha. Jika ingin melakukan penyampaian ucapan pranama Om Svastyastu dengan cara yang baik, benar, sesuai tuntunan, dan memberikan harga tinggi pada salam hormat pranama tersebut, sesuai tuntunan perilaku pranama itu sendiri, jika orang melakukan pranama duluan, maka ia menunjukkan yang bersangkutan mempunyai rasa hormat yang sejati. Selain itu, memberi hormat pranama terlebih dahulu dapat memberikan ketundukan hati kepada yang memberikan hormat. Pranama mempunyai kekuatan sangat luar biasa. Ia bisa menyelesaikan banyak hal dan masalah yang sulit atau tidak mungkin dapat diselesaikan. Segala sesuatu yang tidak mungkin, dibuat mungkin oleh pranama. Salah satu kekuatan pranama dapat dilihat pada contoh cerita di bawah. Pada peperangan hebat Kuruksetra, di pihak Kaurava, Bhisma yang memimpin pasukan perang. Ada suatu kejadian yang ada hubungannya dengan topik pranama yang sedang didiskusikan ini. Bhisma sangat terkenal akan sumpah menggelegarnya yang sangat teguh dan pasti. Ia bersumpah untuk menjalankan sukla brahmacari. Bhisma pun menjalankan sumpah brahmacari sampai akhir hidupnya. Tidak ada yang mampu mengubah sumpah Bhisma. Oleh karena itulah ia diberikan nama Bhisma, yaitu ia yang bersumpah tegas menggelegar mengerikan. Pada suatu hari, Bhisma bersumpah akan membunuh Pandava pada keesokan harinya. Semua orang khususnya di pihak Pandava mengetahui arti sumpah Bhisma tersebut. Tidak akan ada yang mampu menyelamatkan Pandava. Itu berarti bahwa pada hari itu, perang pasti berakhir dengan kematian Pandava dan Kaurava akan memenangkan perang Bharata-yuddha. Diam-diam, Sri Krsna memanggil Dewi Draupadi, “Draupadi..., mari ikuti aku...” Drau-

padi pun mengikuti Krsna dari belakang dengan patuh. Ternyata, Draupadi diajak oleh Krsna menuju kemah Kakek Bhisma. Krsna meminta agar Draupadi masuk ke dalam kemah dan menghaturkan salam hormat kepada Kakek Bhisma. Draupadi pun masuk ke dalam kemah, dan sesuai perintah Krsna, ia pun menyampaikan sembah hormatnya kepada Kakek Bhisma. Melihat Draupadi datang menyampaikan hormat, Kakek Bhisma mengangkat tangan memberikan karunianya, “Akhanda saubhagyavati bhava...” (jadilah wanita yang bernasib baik selamanya). Oleh karunia Akhanda saubhagyavati bhava berarti Dewi Draupadi dikaruniai oleh Bhisma untuk menjadi wanita yang selamanya bersama suami. Sebab, wanita beruntung berarti wanita yang tidak menjadi janda. Setelah mengucapkan katakata memberikan karunia seperti itu, Bhisma menjadi sadar bahwa dengan kalimatnya tersebut berarti ia menggagalkan sumpahnya untuk membunuh Pandava. Bhisma lalu bertanya, “Draupadi..., engkau datang malam-malam seperti ini? Mengapa datang dalam keadaan seperti ini? Pasti Sri Krsna yang membawamu ke sini ya?” Dewi Draupadi mengiyakan sambil menunjuk ke luar tenda, “Sri Krsna berdiri di luar tenda Anda Kakek.....” Mendengar perkataan Draupadi, Kakek Bhisma segera bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke luar tenda diikuti oleh Draupadi. Sampai di luar tenda, dilihatnya Sri Krsna berdiri, selanjutnya keduanya saling memberi hormat. Bhisma mengatakan bahwa hanya Sri Krsna yang bisa memotong kata-katanya melalui kata-kata Bhisma sendiri, hanya Krsna yang bisa melakukan hal itu. Itulah kekuatan pranama, kekuatan salam hormat. Melalui salam hormat kepada Bhisma, Dewi Draupadi telah menyelamatkan lima Pandava. Begitu Draupadi menyampaikan salam hormatnya, secara otomatis dari bibir kakek Bhisma keluarlah kata-kata memberikan karunia, bahwa dewi Draupadi akan hidup selamanya bersama suami. Oleh karena kata-katanya sudah keluar, maka Bhisma tidak mungkin melanggar kata-katanya, alias, hari itu Bhisma tidak jadi membunuh Pandava. Pranama mempunyai kekuatan, hormat, suci, bhakti, dan ia merupakan cara indah untuk tetap menjadi tunduk hati dalam kemuliaan. Sangat banyak tokoh hebat, sakti, terpelajar yang tetap menjadi tunduk hati hanya melalui penerapan salam hormat Pranama.

MIMBAR AGAMA

Kebahagiaan dan Damai Sejahtera yang Tak Pernah Berhenti Mengalir

Redaktur Khusus

KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering,dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. “Yesaya 48:18 Apa yang bisa mendatangkan rasa bahagia dan damai sejahtera? Kalau mengacu kepada iklan-iklan di berbagai media massa maka jelas ukurannya akan digantungkan kepada kepemilikan produk-produk mereka. Suami, istri, dua anaksatu laki-laki dan satu perempuan-saling bergandengan tangan menikmati hidup dengan deretan gigi rapi putih berkilat menunjukkan rona muka bahagia. Rumah mewah, apartemen yang katanya terletak di jantung kota, gadget-gadget terbaru, berbagai jenis mobil dan motor dan sebagainya. Buat wanita, kulit putih yang saking putihnya tidak lagi terlihat wajar di televisi, rambut yang bak mayang terurai, berkilau dan bebas ketombe, itu diplot menjadi tolok ukur kebahagiaan dan damai sejahtera bagi dunia buat kaum hawa. Bersedihlah kalau kulitnya gelap, tapi pakai produk kami, Anda akan putih dan banyak pria tergila-gila. Itu menjadi gambaran dari hampir 90% iklan buat wanita hari ini di televisi. Tidaklah heran kalau saat ini begitu banyak orang berlomba mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, menjadikan uang sebagai tuan yang bisa memenuhi kebutuhan mereka akan barang-barang yang katanya membawa kebahagiaan dan kesejahteraan ini. Semakin banyak semakin baik dan sema-

kin puas. Ada banyak juga yang mengacu kepada sisi emosional untuk mencari kebahagiaan. Mereka akan terus mencari pujian, pengakuan, penghargaan dan untuk itu rela melakukan segalanya. Kenyataannya, berbagai hal yang dianggap mampu memberikan kebahagiaan di atas sering kali tidak mampu untuk menjawab kebutuhan kita akan sebuah kebahagiaan atau damai sejahtera. Mungkin untuk jangka waktu tertentu yang singkat hal-hal tersebut di atas seolah sanggup memberikan rasa puas dan senang, tapi tidak dalam waktu yang lama. Kenyataannya, ada banyak yang lebih dari cukup dan sudah memiliki segalanya di dunia ini tapi tetap saja tidak bahagia. Ada bagian kosong dalam hati mereka yang tidak pernah bisa tertutupi meskise banyak apapun mereka menggelimangi lubang itu lewat materi, pujian atau apapun yang dipercaya dunia bisa mendatangkan kebahagiaan. Sementara saya dan mungkin juga anda mungkin sudah melihat orang-orang yang hidupnya pas-pasan dan belum cukup mampu untuk menghambur-hamburkan uang tetapi mereka tetap bisa merasakan kebahagiaan dan damai sejahtera. Kalau begitu dari mana kita bisa memperolehnya? Kebahagiaan sejati hanyalah bisa kita peroleh secara rohani lewat hubungan kita dengan Tuhan. Karenanya, ketaatan dan kedekatan terhadap Tuhan merupakan kunci penting untuk bisa memperoleh kebahagiaan yang sejati. Dalam kitab Yesaya kita bisa membaca sebuah ayat yang secara jelas mengatakannya. “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernahkering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. “(Yesaya 48:18). Damai sejahtera yang tidak pernah kering, kebahagiaan yang akan terus berlimpah bagai gelombang laut

menghujam pantai yang tidak pernah berhenti. Bukankah itu luar biasa dan diinginkan oleh semua orang? Ternyata kuncinya bukan pada harta dan kepemilikan produk yang bisa mendatangkan itu melainkan lewat ketaatan kita mematuhi perintahNya. Tuhan menjanjikan damai sejahtera dan kebahagiaan bisa kita peroleh secara melimpah tanpa henti dan tidak ada habisnya. Hanya dengan menjalani hidup bersama Tuhanlah kita bisa merasakan kebahagiaan dan damai sejahtera sesungguhnya yang sesungguhnya, yang tidak akan tergantung oleh baik buruknya situasi dalam hidup kita seharihari. sebab Tuhan sendirilah yang sebenarnya merupakan sumber damai sejahtera. (Roma 15:33, 16:20). Keinginan daging mungkin sepintas terlihat seakan bisa memberikan jawaban untuk pencarian kebahagiaan. Banyak orang akan begitu kerasnya berusaha untuk memuaskan keinginan dagingnya dan untuk mencapai itu bahkan rela mengorbankan hubungan dengan Tuhan. Mereka mencoba terus lebih dekat lagi kepada hal-hal duniawi yang dianggap mampu menjawab kebutuhan akan kebahagiaan itu. Sesungguhnya lewat Roh-lah kita akan mampu memperolehnya. Bagi dunia keinginan daging dianggap mampu menjadi solusi, padahal Firman Tuhan berkata “Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”(Roma 8:6). Dalam Galatia 5:22-23 pun kita bisa melihat bahwa damai sejahtera dan suka cita merupakan dua dari buah-buah Roh. Selanjutnya mari kita lihat ayat berikut. “..Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus.” (Roma 14:17). Dari ayat ini kita bisa dengan jelas melihat bahwa kebutuhan jasmani bukanlah satu-satunya yang harus dipenuhi tetapi damai sejahtera

dan suka cita oleh Roh Allah pun sangat kita perlukan. Untuk apa kita memiliki segalanya tapi kosong dalam hati, tidak ada damai sejahtera, tidak ada rasa bahagia dan suka cita? Kita mungkin bisa mengira bahwa uang merupakan jawaban atas segala-galanya, yang sepertinya mampu memenuhi segala kebutuhan kita atas berbagai produk yang terus menawarkan kebahagiaan. Ada banyak orang yang pada akhirnya sadar bahwa ‘ruang’ kosong di dalam hati hanya bisa ditutup oleh Tuhan saja agar menjadi sempurna dan kemudian bisa membawa damai sejahtera dan kebahagiaan yang tidak ada henti atau habisnya. Ketika ruang itu terpenuhi, disanalah kita akan merasakan kebahagiaan yang tidak lagi tergantung lewat berbagai kesusahan di dunia ini. Semakin meninggalkan atau menjauh dari Tuhan dan terus mengejar hal-hal dunia yang nikmat bagi daging kita justru akan membuat ruang kosong ini terus melebar, menenggelamkan setiap suka cita yang seharusnya menjadi bagian dari kita lewat Kristus. Apabila ada di antara teman-teman yang saat ini merasa kering tanpa kebahagiaan dan damai sejahtera meski sudah mencoba menggapai semua yang dikatakan dunia bisa mendatangkan rasarasa yang indah itu, itu artinya anda harus mulai berpikir untuk merubah persepsi dan mendekatkan diri kepada Tuhan, bukannya malah semakin menjauh dari Tuhan dan terus mengejar angin. Susahkah untuk bisa dekat kepada Tuhan? Firman Tuhan berkata tidak. “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.” (Yakobus 4:8). Undanglah Tuhan untuk masuk memenuhi hati anda dengan rasa bahagia dan damai sejahtera yang tiada habisnya dengan membangun ketaatan kita terhadap ketetapan-Nya. Peace and Happiness are given to those who obey Him. What more could we ask for?


Redité Paing, 11 Juni 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

GENDER

Bencingah

– Pinaka piranti

I Nyoman Astita

seni, gendér

Gambelan Tua

RI kala ngélingang soroh-soroh budaya tradisional tetamian sané marupa piranti gambelan, patut katilik saking sapunapi kahanannyané nguni. Dr. I Nyoman Astita M.A., dosén ISI Denpasar Fakultas Seni Pertunjukan Bidang Karawitan maosang, katilik saking sejarahipun, wénten tetiga pupulan soroh gambelan, luiré; gambelan tua utawi gambelan sané wangunipun nénten rimit minakadi conto kulkul, gambelan madya nglimbak ring masan sejarah tatkala ketah kakaryanin prasasti utawi tatkala agama Hindu miwah Majapahit kantun nglimbak, gambelan anyar utawi gambelan sané wawu kakaryanin ri kala ngranjing ring masan modérn utawi ngawit ring abad 20-an. “Panyepihan utawi pupulan dados tetiga punika kadasarin antuk kahanan utawi “periodisasi sejarah” sané kapanggih ring Indonesia minakadi prasejarah, sejarah, miwah masan modérn sané taler maius ring kahanan gambelan Bali,” baos dané. Seniman miwah komposer sané embas ring Denpasar, 24 September 1952 puniki malih maosang, manut cihna sejarahipun, gendér wayang ngranjing ring pupulan gambelan tua duaning kauningayang sampun kawigunayang ngiringang sesolahan wayang kuna sakadi wayang bébér sané nyatuayang indik para leluhur utawi panglingsir nguni sadurung rauh satua Ramayana miwah Mahabharata sané setata kalampahang sajeroning pawayangan. “Sangkaning punika, indik tuuhnyané, gendér wayang prasida ngranjing ring soroh gambelan tua, sakéwanten wangun saha parikramanipun taler katulad tatkala makarya piranti soroh gambelan madya utawi gambelan anyar sakadi gambuh utawi gong kebyar sané wawu kakaryanin ring abad 20 utawi warsa 1915,” Ketua Listibiya Provinsi Bali puniki maosang. (was)

I Made Murawan

Sayan Nglimbak G E N D É R wayang wantah sinalih tunggil seni sané kantun kalestariang olih krama Bali. Kawéntenan kasenian puniki taler sayan nglimbak. I Made Murawan, panguruk tabuh saking Br. Puaya, Batuan, Sukawati, Gianyar maosang, saking nguni kantos mangkin, kawéntenan gendér wayang setata nglimbak ring tata-titi ngambelang. Minakadi, mawit saking asiki tembang utawi tabuh kamedalang antuk makudang-kudang soroh variasi tetabuhan saking makudang-kudang sekaa gendér sané majanten jagi nyinahang sapunapi cihna soang-soang sekaa. “Ring soang-soang wewidangan, gambelan taler madué cihna. Pabinayanipun wantah ring gegedigan, corak taler aban-abannyané kémanten, indik tembangnyané pateh sakadi dasar,” baos dané. Dané sané embas ring Gianyar, 31 Desember 1965 puniki taler maosang, sané pinih méweh saking magendér wantah ngamecikang taler nyagra kahanan gegebugan ring kiwa miwah tengen mangda setata becik. Yéning indik laras utawi nada, nénten dados pikobet sakéwanten tetep patut kaplajahin. Kawewehin malih, mangda prasida becik malajah magendér wayang, patut madasar manah sumeken. Ngeninin indik kahanan seni gendér wayang sané mangkin kantun becik duaning pangaptin krama ring seni inucap utamanipun kawigunayang sajeroning upacara yadnya kantun akéh pisan. “Napi malih sané mangkin akéhan alitalit taler para yowana sané sarat pisan mangda prasida nabuh gendér wayang,” Jero Dalang saking warsa 1987 puniki maosang. (was)

(81)

nénten wantah kawigunayang ngiringang sesolahan wayang kulit kémanten, taler kawigunayang sajeroning upacara minakadi piodalan

Gendér Wayang

utawi parikrama

Nyinahang Kasunyatan, Kawigunayang ring Upacara Yadnya matatah.

BPM/was

RING kahuripan krama Hindu, makéhan krama inggian lanang wiadin istri nelebin widang gambelan. Napimalih nyabran wénten upacara yadnya, majanten gambelan setata ngiringang. Satios punika, gambelan inucap taler ketah kadadosang seni hiburan, inggian kacentokang wiadin ngiringang balih-balihan. Gendér wayang wantah sinalih tunggil gambelan sané kantun nglimbak kantos mangkin. Piranti gendér wayang madué cecihnan tur ketah kawigunayang ngiringang sesolahan wayang kulit ring Bali. Manut I Made Murawan, Jero Dalang saking Br. Puaya, Batuan, Sukawati, Gianyar, yéning sesolahan wayang sané kairing wantah Wayang

Parwa utawi Bharatayudha, sané kawigunayang wantah gendér wayang abarung utawi patpat. Yéning sané kairingang wantah Wayang Ramayana, tios gendér wayang abarung taler kawigunayang gambelan batél minakadi kendang apasang, kempur miwah sané siosan. Dané malih nglanturang, tembang utawi tabuh sané kamargiang kakawitin antuk tabuh pategak minakadi tabuh sekar sungsang sané kalanturang antuk tabuh pamungkah ri kala ngawit ngigelang klayon nyantos kapuputang saha kamargiang paguneman utawi macekin wayang sané kairingang antuk tabuh tulang lindung. Risampun wayang wusan mapacekang wawu kamargiang tabuh panyacah parwa marupa tabuh alas

arum. Tatkala wayang mamargi kairingang antuk tabuh angkatangkatan. Ri kala wayang sané matannyané sipit kalampahang matetangisan sinah kamargiang tabuh mésem, sakéwanten yéning mata dedeling utawi nelik sinah kamargiang tabuh bendu samara, saha tatkala liang kamargiang tabuh rebong, ring pasiat kamargiang tabuh batelan. “Sajeroning parikrama sesolahan wayang saking pangawit kantos pamuput, prasida ngawigunayang tembang kantos adasa antuk sué kirang langkung 2 menit sajabaning tabuh pategak sané prasida kantos 15 menit,” baos dané. Sios punika ri kala parikrama upacara makta layon ka setra, gendér wayang taler kawigu-

nayang tur kagenahang ring duur panegenan yadiastun badé sampun kairing antuk baleganjur. Punika matetujon antuk nyinahang kahanan sané becik, sunya miwah nayubin majeng ring sang atma sané mantuk. Baleganjur inucap wantah nincapang pisarat krama sané negen badé sané baat inucap. Tabuh sané kamargiang ring gendér wayang tatkala punika minakadi “glagah puun” sané tetuek ipun wantah sang atma jagi mawali malih ka sunya loka malarapan antuk parikrama ring genah pamuunan. Katakénin indik gendér wayang tatkala ngiringang upacara matatah utawi masangih, dané maosang, krama Hindu Bali nyantenang yéning punika matetujon nyomya sekancan pi-

kayunan kaon sané jagi ngulgul parikrama upacara saha karya yadnya inucap prasida mamargi antar. Dr. I Nyoman Astita M.A., seniman taler dosen ring ISI Denpasar taler maosang, soroh tembang utawi tabuh sané kamargiang wantah kaambil saking tabuh ring parikrama sesolahan wayang. Minakadi tabuh tegak sané kasarengin antuk tabuh mésem miwah tabuh rebong. “Sios punika tatkala sang sané jagi kaupacarayang mamargi saking balé pasekeban ka balé delod tur kasangih, sinah kamargiang tabuh angkat-angkatan sané taler prasida nyinahang kahanan bagia taler agung saking upacara inucap,” asapunika dané maosang. (was)

Kalewihan Gendér Wayang

Malaras Sléndro, Kagebug Makotékan SAKADI sané sampun kauningayang, gendér wayang wantah piranti sané kawigunayang ngiringang parikrama sesolahan wayang kulit ring Bali. Punika satmaka nyihnayang sajeroning sesolahan inucap wénten kekalih seni sané kamargiang inggih punika seni tabuh miwah seni sesolahan wayang antuk lakonnyané. Tios kawigunayang ngiringang sesolahan wayang, gendér taler kawigunayang ring parikrama upacara yadnya minakadi matatah utawi makta layon ka setra antuk badé. Mawinan gendér wayang macihna pisan kawéntenanipun ring pakraman. I Nyoman Astita maosang, yadiastun wangunipun nénten doh mabinayan sareng piranti ring tabuh gong kebyar utawi ring tabuh semar pegulingan, nanging gendér wayang dados tetulad makarya gambelan sané bebilahan besinipun makencang tur magantung antuk tali mangda prasida ngamedalang suara reng sané jangihan. Ri kala magendér, patut pisan ngawigunayang piranti pinih kidik apasang duaning saking gender apasang punika

wénten sané nyangsih tur wénten sané pepolosan sané tatkala kagebug jagi ngamedalang suara sané becik makilitan sané kawastanin antuk makotékan. Dadosné gegebuganipun sané patut ngawigunayang kekalih tangan wantah ngebug titi nada utawi suara pokok antuk tangan ring kiwa, miwah tangan tengawan ngamrgiang makotékan. “Kalewihan gendér wayang wantah ring parikrama ngebug sané kabaos macihna taler rimit pisan duaning kalih tangan jagi maparikrama niri-niri utawi counter point tur ngamedalang tembang utawi suara sané becik pisan,” baos dané. Malih dané maosang, sajeroning gambelan Bali sané ngawigunayang résonator utawi sané madaging antuk bumbung tiing majanten jagi kadabdabang mangda apasangnyané prasida ngumbang-ngisep, asiki suaranyané ngumbang miwah malih asiki utawi pasanganipun ngamedalang suara ngisep mawinan ngawinang suaran gambelan inucap prasida kawastanin ngombak. Indiké punika taler kapanggih

ring gendér wayang. Tios prasida makotékan, mapasangan taler matetujon mangda suara sané kamedalang prasida ngumbangngisep. Indik bebarungan utawi ngawigunayang gender patpat utawi kalih pasang punika duaning apasang wantah gender pemadé utawi gendér sané suaranyané agengan, malih apasang wantah gendér barangan utawi kantilan sané suaranyané alitan. Yéning sampun kamargiang abarung, sinah prasida medal suara sané becik tur adung. Malih dané maosang, piranti gendér wayang wantah piranti sané ngawigunayang Laras Sléndro utawi laras sané interval saking titi nada pada tur rata minakadi 1, sinah makasami utawi ring dong-deng-dung-dang-ding ipun pateh 1. Yéning gambelan sios sakadi ring gong kebyar utawi gong gambang ngawigunayang Laras Pélog utawi laras sané wénten titi nada makekalih madué interval sané agengan minakadi yéning sané siosan 1 sinah nuju kalih nada inucap dados 1,5. Minakadi conto dong-deng-dungdang-ding inggih punika saking

SALANTURNÉ kacaritayang saking ngawit ngantos ka Polsék kadi ring ajeng. Gusti Ngurah Jelada nangis mireng gatrané punika raris nyerahang HP-né ring Gedé Dauh. “Niki titiang, Tuaji nénten banget kaniné? Pidan malih préksana ring polisiné? Yén kantos baaké uning Tuaji makta jinah, sinah wénten anak sios sané ngorahin dustané.” “Ento suba sing tawang, Beli nerima pipis jumah, sing ada anak lénan nepukin. Buina dugasé mulih amung ngaba baju mawadah tas krésék ajak uyung lakar patin tambah. Di TKP Beli suba introgasina tekén polisiné. Makejang caritané ituni suba tuturang Beli. Baaké takonina amung manggutan ngoraang nggih. Ia enu loyo, linglung. Mirib buin mani lakar lanjutanga mréksa di Polsék tekén polisiné,” baosné Gusti Madé Taman. “Inggih yéning kénten bénjang titiang sareng Tungurah jaga ka Jero,” aturné Gedé Dauh

nutup HP-né. Nyoman Padmini sareng Luh Méga meluk Ngurah Jelada ngasih-asih. Bénjangné mantuk saking kantor Gedé Dauh nyelang mobil timpalné jaga ka Pringalot sareng kulawarganné. Jam kalih raganné sampun rauh ring Jero Pringalot. “Bééh, Gedé ja ajak makejang sagét teka. Mai ja menékan,” sapan anaké lingsir. “Mimih nguda kantos sapuniki Tuaji meratin raga?” Ngurah Jelada meluk ajinné nangis. Nyoman Padmini meluk ibunné, Luh Méga meluk Ayu Jeladi masawang tangis. “Naah suud sebet. Tiang suba selamet. Tingalin ja jerijiné matatu dadua, ajak tunduné matatu uék nanging dakén majait 15 cm,” baosné Gusti Madé Taman ngédéngang. “Badah niki mawasta kadong locan. Ipidan Tungurah karebut sareng kalih mélanin Luh Mégantari. Mangkin Tuaji taler karebut sareng kalih antuk baaké kadéna makta jinah.

Minab mangda jurus silaté manggén kapah-kapah. Bes sué ten naen latihan. Nanging sané perlu waspadain gumanti sapa sira sané nguduhang baaké kantos marencana makta pedang, clurit saha maseka sareng sopir angdésé jaga mencanén Tuaji Taman?” aturné Gedé Dauh gregetan mecuk alis negesang. “Yén I Duduk uli makelo suba nyakap cariké kadi rasa sing bani lakar kéto.” “Napi yukti I Duduk madué jinah Rp.10,- juta ten nyen maseka sareng anak lianan?” “Dugas baaké takonina tekén polisiné ia sing nyak ngaku nyén ané ngorahin.” “Inggih, polisiné akéh madué cara jagi ngorék mangda nyak ngangken. Pasti puniki jaga terungkap. Niki masalah pidana, serahang manten ring polisiné salanturnyané.” “Sambilang ja malu ngopi. Kanggoang timpalné séla magoreng. Suud niki mara ngajeng. Ada udang magoreng lan mapesan palem,” baosné Gusti

BPM/dok

ABARUNG – Ri kala nabuhang gendér wayang sajeroning yadnya sajabaning ri kala makta layon ka sétra, kautsahayang mangda prasida abarung duaning saking petang diri punika wénten gender sané dados pemadé apasang saha dados barangan apasang. dong ka deng interval ipun 1, saking deng ka dung interval ipun 1,5 saking dung ka dang interval ipun 1 miwah saking dang ka ding interval ipun 1,5. Parindikan punika taler kabaosang I Made Murawan, gendér wayang wantah ngawigunayang Laras Sléndro. Ring gambelan sios minakadi gong kebyar ngawigunayang Laras

Pélog. Yadiastun suaran gendér wayang akéhan alus tur banban, nanging nganutin saking sapunapi pangaptinnyané duaning wénten taler tabuh sané becat sada galak. “Minakadi tatkala wayang jagi masiat sinah patut ngawigunayang tabuh pasiat sané becat tur galak sakadi bebatélan,” dané nguningayang. (was)

Biang Siwi. “Itunian daweg jaga mriki sampun ngajeng sami makedik ring jumah. Manahé jeg sampun mangda gelis rauh driki,” aturné Nyoman Padmini padelengdeng toyan panonné. “Tuaji niki nyelang jinah jaga numbas motor kanggén Tungurah kénten? Sujatinné titiang sampun matempah jaga nyicil ring Dealer. Becikan nika ambil mangda ringanan, kanggéang akuda madué jinah nika anggén naur DP-né, sisanné kedikan nyicil ngasasihné.” “Yéning manut perjanjian kayang suud manyiné mara dadi ngulihang pipisé.” “Inggih, santukan wénten kabrebehan sapuniki yén dados becikan antukang jinahé. Becikan taur, yén raganné nunas ganti rugi pembatalan perjanjiané,” aturné Gedé Dauh. “Yén kéto lakar rembugang malu ajak I Duduk, panyakapé. Nanging yén anggon mayah DP jani jumah mara ada pipis tuah duang juta rupiah,” baosné

Gusti Biang Siwi. “Inggih nika kéwanten cukup, nanging cicilanné agengan,” aturné Gedé Dauh alon. Gusti Biang Siwi sareng okanné raris ka pawaregan ngambil ajengan sareng ulamé baktana ka Gunung Rata. Samian raris ngambil ajengan akedik saha ulam kadi majambalan. “Ampurayang Tu Biang, ten nyidang nunas malih santukan sampun jumah wawu,” aturné Nyoman Padmini raris sareng nampedang ajengané baktana ka pawaregan. “Inggih Tuaji yéning kawéntenané sampun becik sapuniki, mangkin titiang jaga mapamit. Dumadak wicarané puniki gelis kasidangang santukan bukti lan saksi sampun tegep. Sajaba yén wénten dalangné sané madué tujuan siosan,” aturné Gedé Dauh sendu. Tubiang Siwi mekelin ulam udang a tas krésék sareng ambon lan jangan kekara kalih kisa. (Masambung)


Upacara

8

Redité Paing, 11 Juni 2017

Bebantenan Tetuek Guru Piduka miwah Bendu Piduka SAJERONING pamargin upacara yadnya agama Hindu, majanten naen wénten kapanggihin krama wiadin désa sané ngaturang banten guru piduka wiadin banten bendu piduka. Guru Piduka sujatiné wantah niyasa utawi nyinahang rasa éling ring raga soangsoang antuk sekancan kaiwangan sané sampun kamargiang sangkaning nénten utawi durung mrasidayang kukuh ngamargiang sekancan pituduh sané kaicén saking “guru” majeng ring padéwékan soang-soang. Minakadi Guru Rupaka utawi i rerama, Guru Pangajian utawi sang sané ngicén paplajahan ring sekolah, Guru Wisésa utawi pemerintah, taler Guru Swadhyaya utawi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ngeninin indik upacara yadnya, majanten i krama sareng sami durung mrasidayang ngamargiang sekancan pituduh sané katelebin saking “guru sastra” utawi Sastra Dresta sané patut kanggén dasar ri kala ngamargiang taler ngaryanin upakara yadnya. Majanten pastika wénten kémanten sané iwang utawi lali kadagingin. Minakadi kantun ketah piranti utawi sarana sané durung kapolihang mawinan durung kadagingin, sarana sané kawigunayang kakirangin, utawi wénten taler kahanannyané sampun nénten becik sakadi mawong miwah sané siosan. Sangkaning sekancan parindikan inucap i krama ngamargiang Guru Piduka utawi upacara yadnya nunas pangampura majeng ring guru-guru sané katlatarang ring ajeng malarapan antuk ngaturang banten sané kawastanin Sesayut Guru Piduka. Upacara Manut sakadi sané munggah ring sastra upacara pangepah ayu upakara Maguru Piduka kamargiang ring Sanggah Kemulan. Nénten doh mabinayan, ngeninin indik Bendu Piduka, Bendu Piduka mawit saking kruna bendu sané mateges sebet, kuciwa, miwah krodha sané ngeninin indik sapunapi kramané nabdabang pikayunan, pabaos taler parilaksanannyané utamanipun tatkala ngamargiang upacara yadnya. Parindikan inucap wénten sané kaélingin, wénten taler sané nénten kaélingin minakadi mapikayunan sebet, kuciwa, mabaos antuk kruna-kruna kasar, pisuna, parilaksana bangras, krodha, napi malih kantos ngamuk. Kahanan inucap sané jagi ngawinang upacarané cemer tur kawastanin leteh. Sangkaning punika patut pisan kakaryanin banten Sesayut Bendu Piduka pinaka cihna pamariselsel sinambi nunas pangampura majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa miwah sekancan mauripé. Duaning tatkala ngamargiang karma wasana utawi ngamargiang ngayah, naenin ngamargiang parilaksana sané ngranjing ring “bendu” mangda prasida mawali malih Ksama utawi saling ampurayang, santih utami nénten kantun mauyutan taler santosa utawi bagia sareng sami. Bendu Piduka matetujon nyomya sekancan sané ngawinang jagaté cemer sangkaning pikayunan, pabaos taler parilaksana sané kamargiang sios punika upacara inucap taler matetujon nyagra kaajegan jagat Bali sekala-niskala taler Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)

BPM/ist

BÉBÉK - Bébék wantah sinalih tunggil bebyuron sane ketah kawigunayang pinaka sarana upakara. Buron bébék kabaosang pinaka simbol kasucian taler simbol kawicaksanan.

Buron Bébék, Niyasa Kawicaksanan

SAJERONING Lontar Pegal Mangsa kabaosang, sajeroning nampah bébék sané jagi kawigunayang pinaka sarana upacara inggian marupa caru utawi sané tiosan, sang sané nampah patut nguncarang mantra: “Om pakulun dwi pada démpé, bhatara angawé kita, pamuliha kita Ersanya manembah kita ring Bhatara Sambhu, wus nembah mawali kita mamadyapada manadi pujangga sakti. Yan lanang, yan wadon manadi manira angawé tutur rahayu merangga Sang Hyang Dharma, om wang namah swaha.” Saking kawéntenan mantra inucap prasida kauningin yéning bébék sané katampah pacang

katurang majeng ring Ida Bhatara Sambhu. Buron bébék kabaosang pinaka simbol kasucian taler simbol kawicaksanan. Yéning selehin ring kahuripan saraina, bébék ngrereh tatedan ring nyayadé utawi ring carik-cariké. Bébék inucap prasida milihin sané cén marupa tatedan miwah sané cén nénten. Boya ja kantos kanyanyad-nyanyadné tedana. Tios punika ipun nénten naen marebut tatedan sareng timpaltimpalipuné, taler nénten naen makerah. Tatkala majalan taler mabaris rapi saling iringang sareng timpal-timpalné. Manut silih tunggil dosén Agama Hindu ring Universitas

Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., maosang, parilaksana bébék sakadi inucap, prasida minayang cén sané patut kateda miwah nénten, kabos pinaka wiwéka. Daya wiwéka sané kategesin prasida minayang becik kaon. Yéning ring manusa, dané prasida minayang parilaksana becik kaon, tur prasida minehin parisolah sané punapi kabos becik miwah sané kaon. Tios punika, dané taler maosang yéning bébék pinaka lambang kasucian. “Buron bébék taler pinaka lambang kasucian miwah kawicaksanan sané kawigunayang pinaka panegep sarana upacara.

Kasuksman Ayam Brumbun ring Caru Éka Sata PIRANTI utama sajeroning ngamargiang upacara Caru Éka Sata inggih punika ngawigunayang ayam mabulu brumbun. Éka artosnyané asiki, sata artosnyané buron. Dadosnyané, caru puniki ngawigunayang sarana ayam aukud marupa ayam mabulu brumbun. Ayam brumbun wantah ayam sané mabulu limang warna. Wénten putih, wénten warna barak, warna kuning, selem, miwah warna macampur sané kawastanin brumbun. Ayam punika waluya niyasa guna rajah, bébék niyasa guna sattwam, bawi niyasa guna tamah. Guna rajah punika waluya simbol utsaha sané anteng utawi dinamis. Manca Warna wantah niyasa guminé mangda katincapang antuk utsaha mangda sayan nincap kawéntenannyané, mangda i manusa wénten uratian ring sami kawéntenan guminé punika. Mangda nénten mabina-binayan sané kauratiang. Sakadi ring Bali sané polih uratian pawangunan wantah Bali Selatan. Parindikan punika sané ngametuang wicara “daerah tertinggal”. Katattwan Caru Éka Sata puniki wantah kalascaryan ngwangun guminé ngider bhuwana sakadi sané kaniyasayang ring ayam brumbun. Caru puniki wantah matetujon mangda i manusa wénten uratian sané sumeken tur suluk ngutsahayang pawangunan kalimang arah gumi. Yéning utsaha punika sampun sumeken kautsahayang sinah nénten

BPM/ist

wénten sané kawastanin “daerah tertinggal”. Cihna suksman Caru Éka Sata waluya nundun i manusa mangda asah antuk nguratiang makalelima arah guminé puniki, pamekas Gumi Baliné. Manut Puja pangénter Caru Éka Sata; “Maiwak ayam brumbun inangun urip”. Makalelima arah guminé mangda asah antuk ngicén uratian. Yéning sampun sapunika nénten wénten kasenjangan ring guminé. Ring limang arah punika sané maurip siossiosan sakadi ring Kangin maurip lelima, ring Kelod maurip sia, ring Kauh maurip pepitu, ring Kaja maurip patpat, ring tengah maurip akutus. Lengkara urip maartos idup. Suksmannyané mangda nénten terus dados Bhuta Kala, patut kasomia. Artosnyané kawéntenan guminé sami ring pangider bhuwana mangdané somia. Somia artiné ngardi gumi mangda dayuh.

Somia taler maartos sayang. Yéning sampun wénten utsaha pawangunan sané madasar lascarya becik ring ider bhuwana sinah jagaté sami teduh landuh. Nanging uratiané mangda asah ring pangider bhuwanané. Yéning ring ider bhuwana sakadi gumine ring Kangin, Kelod, Kauh, Kaja miwah ring tengah-tengah sami kaicén uratian asah ring pawangunan sinah ring limang arah guminé teduh landuh. Punika sané mawasta guminé utawi Bhuta Kalané sampun somia. Yéning sampun somia jagaté, metu sinar utawi Bhuta Kalané sampun dados déwa. Dewa punika sinar Hyang Widhi sané marupa urip teduh nénten wénten byuta. Parindikan punika sapatutnyané kalanturang mangda ngamargiang Caru Éka Sata. Caru waluya ngardi raga miwah gumi mangda harmonis. Éka mangda guminé masikian, somia sami-sami ring dija magenah, inggian ring Kangin, Kelod, Kauh, Kaja, utawi ring tengah mangda asah antuk ngicén uratian. Nénten dados mabina-binayan, mangda asah kawénten karahayuan ring jagaté. Yéning sampun asapunika kawéntenané, Bhuta Kala sampun maséh dados déwa. Artosnyané uripé ring jagaté galang, santukan sami sampun somia, sami sampun kawangun asah. Yéning sampun sakadi asapunika pamarginé sinah parajanané miwah Sang Angawarat sagilik saguluk.

Umpaminipun, ulam bébék kawigunayang pinaka panegep banten suci, utamanipun bébék mabulu putih. Tios punika, ulam bébék taler prasida dados caru sajeroning upacara panca kelud. Bayang-bayang bébék kawigunayang pinaka panakep sané kagenahang ring Ersanya utawi Kaja Kangin, pinaka pangiderider bhuwana. Bébék sané kawigunayang wantah bébék belang kalung,” baosnyané. Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara UNHI Denpasar puniki taler maosang, ulam bébék taler kadadosang pinaka rayunan sulinggih miwah sarana mapakelem. Satios punika, sajeroning Tri Guna, luiré;

sattwam, rajas, miwah tamas, parindikan punika kasimbolang saking buron-buron sakadi bébék, angsa, bawi, miwah ayam. “Sajeroning Tri Guna, tamas kasimbolang antuk buron bawi, rajas kasimbolang ring ayam, miwah sattwam kasimbolang ring bébék utawi angsa,” dané ngwewehin. Saking kawéntenan bébék pinaka simbol sattwam, simbol kasucian taler kawicaksanan, kaaptiang i manusa taler prasida madué sifat sattwam saha nulad paripolah saking buron bébék. Kaaptiang taler mangda mautsaha ngicalang sifat rajas miwah tamas sajeroning ngamargiang kahuripan. (uma)

Satua

Pura Puncak Mundi

Olih : Madé Taro

SAMPUN lintangan ring awarsa, pawangunan pura inucap durung taler puput. Luh Pedani setata marasa kasepian tur waswas mikayunin kahuripan kulawargannyané pacang sakadi punapi salanturnyané. Punika mawinan Luh Pedani mabebaosan ring Bapanné. “Bapa, apa gunané pawiwahané ené yéning tusing ngasilang sentana?” Mekel Nusa taler ngrasayang parindikané punika. Ngawinang dané mikayunin sané tidong-tidong. Sapunapi yéning pangantin anyar puniki nénten madué sentana? *** “Becikan usanang sampun pawangunan purané ené, Gung Putra!” baos Mekel Nusa ring ajeng mantunnyané sané sedekan makarya. “Agung putra budal dumun, margiang swadharmaning alakirabi. Ri sampuné molihang sentana, Agung dados malih nglanturang pakaryané puniki.” “Nénten, Bapa! Tiang nénten dados matilar saking pakaryané puniki sadurung samian puput,” saur Agung Putra. Mekel Nusa nénten mrasidayang nungkasin pikayunan mantuné punika. Dané marasa kuciwa raris mabos, “Yéning Agung nénten nagingin pangidih Bapa, krama Désa pacang uduhang Bapa mawali ka désa. Puputang sampun pakaryané puniki preragan!” sapunika Mekel Nusa mabaos sinambi matilar saking genahé punika. “Wahai...!” Nadaksara saking langité metu suara sané kairing antuk angin nglinus. Angin punika magulung-gulungan, sayan sué sayan nganampekang saha mauwah dados prabhawan Ida Bhatara. Nénten tios wantah Hyang Basukih. Ida makta anak alit sané bagus pisan. “Ambil putrané ené, Mekel Nusa! Wastanin ia Sri Aji Palaka. Upapira becik-becik tur dadosang putran Luh Pedani, sentana kulawargané. Dewa Agung Putra nénten dados matilar sadurung Pura Puncak Mundi puniki puputkakaryanin.” “Yéning nénten sangkaning pikayunan Hyang Basukih, minab Pura Puncak Mundi nénten pacang wénten. Pura inucap mangkin wénten ring bukit sané asri ening, tur dayuh,” sapunika pakrimik krama Nusa ri sampuné puput pawangunan purané. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU paing, 11 JUNI 2017

9

SPORT

Cavs Perpanjang Napas HAL 12

Ibra “Out”, Morata “In”

Manchester –

Tidak ada lagi Zlatan Ibrahimovic di Manchester United musim depan. Para pendukung Manchester United yang puas melihat performanya selama musim 2016/2017 lalu, kini hanya bisa mengenangnya. Entah itu melalui siaran-siaran ulang dari televisi kabel atau mungkin video-video golnya yang sering beredar di media sosial dan situs seperti You Tube. Semuanya menyenangkan sampai kemudian berakhir.

Ibrahimovic datang ke United dengan status gratis setelah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan Paris Saint-Germain. Awalnya, dengan usia yang sudah mendekati 35 tahun, banyak orang meragukannya. Namun, seperti itulah jalan cerita hidup Ibrahimovic. Ia selalu bisa membuktikan bahwa mereka yang meragukannya adalah salah. Di usia yang sudah tidak muda lagi, ia masih mampu mencetak 28 gol dalam semusim. Sebuah pencapaian yang bisa dibilang tidak main-main. Ia adalah pemain paling subur untuk United sepanjang musim 2016/2017. Malang buatnya, menjelang musim berakhir, ketika bertanding melawan Anderlecht di babak gugur Liga Europa, Ibrahimovic mengalami cedera ligamen lutut. Cedera ligamen lutut itu membuyarkan segalanya. Kontrak Ibrahimovic yang cuma setahun tidak diperpanjang. Sebenarnya ia masih punya opsi perpanjangan setahun, tetapi setelah pembicaraan antara agennya, Mino Raiola dan pihak klub diputuskan bahwa Ibrahimovic dilepas. Di Manchester United Ibra merupakan tumpuan serangan. Bukan hanya soal mencetak gol, tetapi juga dalam proses membangun serangan itu sendiri. Beberapa waktu yang lalu, Jose Mourinho pernah mengeluhkan bahwa tim United-nya saat ini tidak bisa bergerak secepat Real Madrid-nya dulu. Tidak ada pemain United, sebut Mou yang hanya membutuhkan satu-dua sentuhan untuk bisa mengalirkan bola ke depan. Ibra terlepas dari semua kelebihannya, punya satu kekurangan dalam hal kecepatan. Tentu hal ini muncul seiring dengan pertambahan usianya juga. Kubu Manchester United ataupun agen Ibrahimovic memang belum mengeluarkan pernyataan. Tetapi situs Premier League secara resmi telah mengeluarkan daftar pemain-pemain yang dilepas oleh klub-klub kompetisi level teratas Inggris tersebut. Di sisi lain, terhimpit cedera tak membuat Ibra minim penawaran. Sejumlah klub Eropa memberikan penawaran secara terbuka pada eks pemain Barcelona tersebut. Selain dari Eropa, klub MLS dan Tiongkok juga berminat mendatangkannya. Bahkan mereka berani membayar gaji tinggi untuk pemain berusia 35 tahun tersebut. Patut ditunggu kemana Ibrahimovic akan berlabuh musim depan. Akankah mencoba peruntungan di luar Eropa, atau malah bertahan di MU dan membuat kejutan seperti saat pindah musim panas lalu? “Sentuhan tidak akan pernah hilang. Singa tidak menyembuhkan diri seperti manusia,” ujar Ibra, Sabtu (10/6) kemarin. Pengganti Siapakah calon pengganti Ibra di lini depan Setan Merah? Striker Real Madrid Alvaro Morata menjadi pilihan Mou. Morata dikabarkan segera menuju Old Trafford begitu MU menyelesaikan pembicaraan transfernya dengan Real Madrid. Meski Real Madrid meraih berbagai trofi juara musim ini, rupanya itu tak cukup membuat

Morata bahagia di sana. Sebab, dia hanya 14 kali main. Menurut agennya, Morata butuh dimainkan secara reguler. Dapat dimengerti, bila Morata langsung menyetujui begitu mendengar ada tawaran bergabung ke MU. Namun, dia masih harus menunggu karena transfer hanya akan benar-benar terjadi bila dua klub telah bersepakat. Morata telah bicara ke Madrid agar dilepas. Saat ini MU memberikan tawaran 60 juta Pound ke Madrid untuk memboyong bintang mudanya itu. Jika pindah ke MU, Morata akan mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Ia juga akan kembali bekerja sama dengan Jose Mourinho, yang pernah melatih Real Madrid pada musim 2010 sampai 2013. Tapi, apakah Morata akan jadi pengganti yang sepadan untuk Ibra? Sebelumnya Mourinho menugaskan Marcus Rashford untuk mengisi lini depan Mu, jika Ibra absen. Dari data statistik yang dihimpun Squawka, total dari 688 Rashford melakukan 411 kali melewati lawan, dengan rataan keberhasilan mencapai 60 persen. Tapi mengandalkan Rashford sebagai ujung tombak utama pada musim depan tentu menjadi risiko tersendiri bagi MU. Bukan bermaksud mengecilkan kemampuannya, namun Rashford masih terlalu muda untuk mengemban beban seberat itu. Sehingga satu hal yang paling realistis dilakukan MU adalah mendatangkan penyerang baru dengan kualitas di atas Rashford. Morata bisa saja menjadi sosok sentral di lini penyerangan MU. Merunut pada kemampuannya, Morata memiliki kemampuan yang mirip dengan mantan penyerang Paris Saint Germain (PSG) itu. Hanya saja penyerang Spanyol itu punya gaya yang lebih simple ketimbang Ibra. Selain itu, Morata juga punya kemampuan bermain menyamping yang juga cukup bagus. Dibandingkan dengan Ibra yang mengumpulkan 52 persen (17 sukses dari 33 percobaan) take on sukses dari 28 penampilan yang 96,4 persen dimulainya sejak menit pertama, Morata memiliki catatan yang lebih baik dengan 54 persen take on sukses (22 sukses dari 44 percobaan) dari 26 penampilan yang kebanyakan dimulainya dari bangku cadangan. Melihat kemampuan yang dimiliki Morata, bisa dibilang ia adalah pilihan yang cukup tepat kalau MU ingin bermain simple, namun tetap agresif pada musim depan. Kehadiran Morata juga memungkinkan Mou untuk memainkan Morata dan Rashford di depan secara bersamaan dengan pola dua penyerang. Hal tersebut akan semakin sempurna andai ditunjang dengan suplai bola melimpah yang diberikan barisan tengah MU yang dihuni pemain-pemain tengah MU yang punya kualitas mumpuni seperti Paul Pogba, Juan Mata, hingga Henrykh Mkhitaryan. Hal ini akan membuat MU ditakuti lawan-lawanya musim depan. (kmb33/rtr/ap)

Pedrosa ”Pole” di Catalunya

Catalunya – Dani Pedrosa merebut pole position di Grand Prix Catalunya setelah menjadi yang tercepat dalam babak kualifikasi yang digelar Sabtu (10/6) kemarin. Para pembalap Yamaha tidak berdaya di sesi tersebut, sementara Jorge Lorenzo menempati posisi kedua diikuti Danilo Petrucci untuk melengkapi barisan depan. Juara dunia Marc Marquez yang menyapu bersih tiga hasil free practice, terjatuh dua kali di babak akhir kualifikasi, sehingga gagal mengejar catatan waktu para pembalap di depannya. Ditambah kecelakaan di sesi free practice, total dalam satu hari pembalap Repsol Honda itu terjatuh empat kali. Dalam peristiwa yang terakhir, Marquez tampak sangat kesal dan pergi begitu saja meninggalkan motornya di gravel, hanya

beberapa menit sebelum kualifikasi berakhir. Dia akan memulai balapan dari posisi empat. Pedrosa merebut pole position ke-30 sepanjang kariernya di MotoGP, dengan catatan waktu 1 menit 43,870 detik atau unggul 0,331 detik atas Lorenzo. Bagi Lorenzo, untuk kesembilan kali secara beruntun dia start terdepan di Barcelona, namun baru kali ini bersama Ducati. Petrucci juga mengamankan

satu tempat di baris terdepan untuk Pramac Racing, meneruskan momentum di Mugello pekan lalu, di mana dia finis podium untuk pertama kali dalam kondisi kering. Aleix Espargaro mengamankan posisi lima untuk Aprilia Gresini, disusul dua penunggang Ducati Hector Barbera (Avintia) dan Andrea Dovizioso (Ducati Team). Pembalap Tech 3 Jonas Folger adalah pembalap Yamaha

terbaik di babak ini dengan merebut posisi delapan, sementara pemimpin klasemen Maverick Vinales dari tim utama Movistar Yamaha hanya berada di urutan sembilan. Valentino Rossi gagal menembus babak akhir kualifikasi (Q2) dan akan memulai dari urutan ke-13. Baris keempat akan diisi berturut-turut oleh Alvaro Bautista (Aspar), Scott Redding (Pramac) dan Andrea Iannone (Suzuki Ecstar). (kmb33/rtr)

1. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 43.870s (Lap 5/7) 340km/h (Top Speed) 2. Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (Desmosedici GP17) 1m 44.201s +0.331s (2/7) 344km/h 3. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP17) 1m 44.220s +0.350s (6/7) 344km/h 4. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 44.320s +0.450s (5/5) 342km/h 5. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 44.348s +0.478s (7/7) 338km/h 6. Hector Barbera ESP Reale Avintia Racing (Desmosedici GP16) 1m 44.381s +0.511s (5/7) 338km/ 7. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP17) 1m 44.451s +0.581s (5/6) 340km/h 8. Jonas Folger GER Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 44.600s +0.730s (3/5) 338km/h 9. Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 44.620s +0.750s (6/8) 339km/h 10. Alvaro Bautista ESP Pull&BearAspar Team (Desmosedici GP16) 1m 44.740s +0.870s (6/6) 346km/h

MU Harusnya Kejar Kane Manchester – Tak diperpanjangnya kontrak Zlatan Ibrahimovic musim depan, menimbulkan banyak spekulasi perihal penyerang anyar yang akan didatangkan Manchester United pada bursa transfer musim panas ini. Dalam beberapa hari terakhir, Setan Merah selalu dikaitkan dengan penyerang Real Madrid, Alvaro Morata yang dikabarkan menginginkan jam terbang lebih tinggi. Rumor ini langsung mengundang perhatian legenda Arsenal, Paul Merson yang ikut buka suara. Merson merasa Morata tak akan cocok dengan gaya permainan United, karena akan sulit beradaptasi dengan gaya sepak bola Inggris. Merson pun mengajukan satu nama yang dianggap pantas untuk menggantikan peran Ibrahimovic. Sosok itu adalah bomber Tottenham Hotspur, Harry Kane. Striker timnas Inggris itu menjelma sebagai striker menakutkan musim ini. Catatan 29 gol berhasil ditorehkan dan status top skor mengantarkan dirinya memenangkan

Sepatu Emas Premier League 2016-2017. “Sejujurnya saya rasa United akan mengejar Harry Kane. Saya pikir mereka akan menawarnya 90 juta atau 100 juta Pounds untuknya,” ujar Merson, Sabtu (10/6) kemarin. “Saya tidak berpikir United akan memiliki situasi seperti Pogba di musim depan, di mana mereka membayar banyak uang untuk seseorang dan butuh semusim baginya untuk nyetel di tim. Ini adalah liga yang sulit. Jika United memilih Harry Kane, mereka akan membeli seseorang yang akan langsung bisa moncer. Dia akan memberi Anda setidaknya 25 gol dalam satu musim,” imbuhnya. “ I n i a d a l a h p e r t a r u h a n . J i k a m e reka melakukan ini dan mereka mendapat situasi seperti ketika merekrut Pogba, mereka akan kesulitan lagi berjuang untuk tempat keempat. Ini adalah United, salah satu klub terbesar di dunia. Mereka harus mengejar gelar juara Premier League,” tutupnya. (kmb33/ap)


OLAHRAGA

10

Minggu Paing, 11 Juni 2017

Foto di Instagram

Perkeruh Konflik Conte Costa

BPM/ap

GOL - Striker Swedia Ola Toivonen mencetak gol kedua ke gawang Prancis dari tengah lapangan dalam laga kualifikasi Piala Dunia, Sabtu (10/6) kemarin.

Lloris Blunder

Toivonen Cetak Gol dari Tengah Lapangan Stockholm Ola Toivonen mencetak gol dari tengah lapangan di masa injury-time dengan memanfaatkan eror Hugo Lloris untuk memberi kemenangan bagi Swedia atas Prancis, 2-1 dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa Grup A, Sabtu (10/6) kemarin. Drama gol telat ini membuat Swedia merangsek ke puncak klasemen grup, menggeser Prancis, sekaligus membuka peluang mereka untuk lolos ke putaran final di Rusia. Tapi kedua tim ini memiliki poin yang sama. Sementara kemenangan Belanda atas Luxembourg membuat tim pertama hanya tertinggal tiga poin dari Swedia. Ada pun Bulgaria terpaut empat poin dari Swedia dengan menghuni satu strip di bawah Belanda. Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps menegaskan tidak akan menyalahkan kapten timnya Hugo Lloris yang melakukan kesalahan fatal sehingga Swedia meraih kemenangan krusial di kualifikasi Piala Dunia. Kiper Tottenham Hotspur itu memilih untuk menguasai bola saat mendapatkan gangguan dari Sebastian Lars-

son. Lloris kemudian salah melakukan operan, bola justru mengarah ke Toivonen yang kemudian langsung melepaskan tendangan ke arah gawang dan terciptalah gol kemenangan untuk Swedia. Deschamps mengungkapkan Lloris merasa sangat bersalah atas blunder itu, setelah laga berakhir dan tahu telah melakukan kesalahan dan sang pelatih tidak ingin menyalahkan kiper andalannya itu. “Saya tidak akan menyalahkan Hugo. Dia sering menjadi penentu bagi kami,” ujar Deschamps. “Dia memilih untuk mengontrol bola.

Jika ia membuang bola jauh ke depan, itu tidak akan kembali lagi. Tapi dia paham itu. Dia tahu itu kesalahannya dan itu membuat kami kehilangan angka”. “Dia adalah seorang kiper yang membuat kesalahan dan hal itu lebih mencolok dibanding pemain di posisi lain. Dia tidak beruntung, begitu pula

Swedia Prancis Belanda Bulgaria Belarusia Luksemburg

4 4 3 3 1 0

1 1 1 0 2 1

1 1 2 3 3 5

12 11 13 9 4 6

Belanda Menggeliat

Rotterdam – Musim semi adalah waktu yang paling tepat jika hendak pergi ke Belanda. Cuaca mulai hangat, orang-orang tidak ragu lagi beraktivitas di luar ruang, seperti piknik di taman dan bunga-bunga bermekaran. Salah satu tujuan yang paling disarankan adalah kunjungan ke Keukenhof, tempat yang diklaim sebagai taman bunga terindah di dunia seluas 32 hektare di selatan Belanda. Empat belas kilometer arah barat daya Keukenhof, musim semi juga disambut gembira. Ada kepercayaan diri yang pulih di wajah-wajah para anggota skuat timnas Belanda yang berkumpul di Grand Hotel Huis ter Duin, Noordwijk. Awal pekan ini mereka menyambut sesi latihan pertama bersama pelatih baru muka lama, Dick Advocaat yang didampingi Ruud Gullit selaku asisten. Belanda baru saja meraih dua kemenangan beruntun dalam dua laga uji coba sebelum menghadapi lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Setelah memperdaya tuan rumah Maroko 2-1, giliran Pantai Gading yang digilas 5-0. Belanda dipimpin pelatih interim Fred Grim pada dua laga itu karena Advocaat mesti menyelesaikan tugas di Fenerbahce. Advocaat datang ke Noordwijk bukan untuk menikmati tulip yang mekar di Keukenhof. Misi utamanya adalah menyelamatkan nasib Belanda pada kualifikasi Piala Dunia. Kekalahan 2-0 dari tuan rumah Bulgaria, Maret lalu, mengakhiri kiprah Danny Blind sebagai bondscoach. Lebih parah lagi, Belanda tercecer di peringkat keempat Grup 1 dengan jarak enam poin dari Prancis. Jika ditarik lebih ke belakang, Belanda dalam kesulitan. Setelah mampu meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia 2014, performa Oranje merosot. Pelatih Guus Hiddink mundur di tengah jalan dan mereka gagal lolos ke Euro 2016. Penunjukan Blind membuat kritik kian menghujani KNVB, yang dianggap keliru dalam mencari pelatih usai sukses di Brasil. Penampilan pemain juga disorot. Ada kesenjangan generasi di dalam skuat. Selain itu, konflik pemain seperti antara Memphis Depay dan Robin van Persie kian memperparah situasi. Saat bergesekan dalam sebuah sesi latihan, Memphis menyindir Van Persie, “Apakah pemain besar bermain untuk

Gilas Luxemburg 5-0

Fenerbahce?”. Saat itu Memphis masih berstatus sebagai pemain Manchester United. Dalam sesi konferensi pers pertamanya, Advocaat enggan memantik romansa masa lalu. Posisi Belanda terlalu riskan jika harus memaksakan penerapan sepak bola menyerang nan indah, seperti yang identik dengan Oranje. Advocaat menganggap persaingan untuk lolos ke Rusia masih terbuka lebar. “Kami akan memakai sepak bola yang mengedepankan hasil. Mungkin tidak saat melawan tim seperti Bulgaria, tapi ketika menghadapi tim kuat. Itu harus dilakukan,” ujar pelatih 69 tahun itu. Salah satu keputusan publik pertama yang dilakukan Advocaat adalah mengembalikan posisi Wesley Sneijder. Gelandang 33 tahun itu diberikan posisi inti saat menghadapi Luksemburg. Advocaat juga memainkan Sneijder sebagai gelandang, tidak seperti Blind yang secara janggal menempatkan pemain Galatasaray itu sebagai sayap kiri. Berikutnya, Advocaat memastikan posisi Jasper Cillessen sebagai kiper utama tim. Pemain Barcelona itu tampil impresif saat menghadapi Pantai Gading. Selain mempersembahkan clean sheet pertama Belanda dalam sembilan pertandingan, Cillessen melakukan penyelamatan refleks gemilang di akhir laga. Sehari sebelum melawan

Luksemburg, Advocaat menentukan pilihan duet bek tengah. Lini belakang dinilai menjadi salah satu titik lemah Belanda dalam beberapa tahun terakhir. Untuk memperkuat daya bertahan, duet Stefan de Vrij dan Wesley Hoedt dipilih. Keduanya pemain Lazio. Komposisi Advocaat menghasilkan kemenangan besar lima gol tanpa balas atas Luksemburg, Sabtu (10/6) dini hari tadi. Lima gol disumbangkan lima pemain yang berbedabeda: Arjen Robben, Sneijder, Georginio Wijnaldum, Quincy Promes dan eksekusi penalti Vincent Janssen. Khusus Sneijder, kesan pertandingan bertambah karena dia merayakan ulang tahun dan rekor 131 penampilan untuk Oranje. Dua kemenangan besar dan dua clean sheet diraih dalam dua laga beruntun. Semangat Oranje tumbuh kembali meski mengalahkan Luksemburg tak semudah kelihatannya. Gaya bermain menekan yang diperagakan Luksemburg membuat pemain Belanda kesulitan mencari celah. Bahkan setelah unggul dua gol, Belanda melonggarkan tekanan sehingga Luksemburg sempat berpeluang mencetak gol balasan. “Saya rasa skor 5-0 sudah cukup,” ujar Robben yang menjadi kapten tim. “Selalu ada yang bilang, harusnya kami lebih banyak mencetak gol. Tapi masa ketika kita terbiasa menang dengan skor dua digit

Keputusan Conte untuk mencoret Costa bukan terjadi dalam semalam, melainkan sejak November. Memang keduanya tidak memiliki hubungan yang harmonis selama ini. Keretakan keduanya berawal dari insiden pada pertengahan musim. Ketika itu Conte kesal karena Costa terus mendesak untuk kembali ke klub lamanya, Atletico Madrid. Akan tetapi, banyak pihak meyakini bahwa mereka sudah menyelesaikan permasalahan itu. Namun, rupanya Conte tidak bisa memaafkan Costa usai mengunggah foto makan malam bersama mantan pelatihnya, Diego Simeone. Marca menyebut, pertemuan itu menciptakan kesepakatan bahwa Costa akan kembali ke Atletico. Kalau bukan karena sanksi transfer FIFA, maka saat ini Costa mungkin sudah menjadi pemain Los Rojiblancos untuk musim depan. Alhasil kini Costa menghadapi dilema yang besar. Cos-

ta tidak mungkin lagi bermain untuk Chelsea, karena Conte tengah membidik Romelu Lukaku untuk menggantikannya. Sedangkan Atletico baru bisa merekrut pemain pada Januari 2018 mendatang. Dengan begini, Costa berpotensi menghuni bangku cadangan Chelsea selama berbulan-bulan sebelum pulang ke Spanyol. Namun Costa dikabarkan akan menunggu keputusan akhir, dari manajemen Chelsea belum membuat keputusan akan masa depannya. “Conte mengirim pesan yang mengatakan bahwa dia tidak menginginkan saya, jika mereka tidak menginginkan saya di sana, saya harus mencari tim,” katanya, Sabtu (10/6) kemarin. Ada beberapa kandidat tim yang bisa dituju Costa. Mulai dari Liga Super Tiongkok, Paris Saint Germain hingga Inter Milan dan Manchester United. Dari sekian banyaknya pilihan, kemanakah Costa akan berlabuh? (kmb33/ap)

seluruh tim. Para pemain sangat kecewa, terutama Hugo. Kekalahan selalu menyakitkan, terlebih dengan cara seperti ini.” “Kami masih memiliki empat laga, 12 poin untuk diperjuangkan dan akan berjuang keras untuk mencapai target kami. Laga menghadapi Belanda di Stade de France pada 31 Agustus mendatang selalu jadi laga penting. Sekarang itu akan menjadi jauh lebih penting,” tutupnya. Prancis akan kembali berlaga pada Selasa (13/6). Mereka akan menjamu Inggris dalam laga uji coba. (kmb33/ap)

Klasemen Sementara 6 6 6 6 6 6

London – Diego Costa telah menyatakan bahwa dirinya tidak ada dalam rencana Antonio Conte di Chelsea musim depan. Komitmen ditengarai menjadi penyebab utama. Costa didepak Conte lewat pesan singkat pada Rabu (7/6) lalu. Beginilah pesan yang dikirim Conte ke anak asuhnya itu, “Hi Diego, saya harap Anda baik-baik saja. Terima kasih untuk musim yang sudah kita lalui bersama. Semoga beruntung tahun depan, tapi Anda tak masuk ke dalam rencana saya.” Menanggapi pesan tersebut, Costa hanya memberikan jawaban singkat dengan kata “Ok”. Hal itu terbilang mengejutkan, karena striker internasional Spanyol ini tampil impresif di sepanjang 2016-2017. Sebanyak 20 gol disumbangkan Costa dalam 35 penampilan di liga yang membantu Chelsea menjadi juara Premier League. Costa juga menjadi top skor klub dengan torehan 21 gol di seluruh kompetisi.

4 -8 5 -6 6 -7 12-3 11 -7 17 -11

13 13 10 9 5 1

sudah berlalu. Ini kemenangan yang sangat bagus.” Energi positif ini yang mesti dijaga ketika Belanda melanjutkan perjalanan ke Rusia, 31 Agustus mendatang. Tugas Advocaat dan Robben terbilang berat. Oranje harus bertandang ke Prancis. Pada saat bersamaan, Prancis tumbang 2-1 di markas Swedia. Mau tidak mau Belanda harus berjuang mencuri poin penuh di Paris. “Awalnya kami berharap Prancis menang sehingga kami akan berjuang sekuat tenaga menduduki peringkat kedua grup,” imbuh Robben. “Tapi lihat sisi positifnya, sekarang kami bisa merebut posisi pertama. Sekarang tergantung kami untuk menang di kandang Prancis.” Advocaat segendang seirama. “Sekarang kami harus merebut peringkat pertama,” seru sang pelatih yang terlihat emosional usai pertandingan. “Kenapa kami tidak mampu membuat kejutan? Kami harus memerhatikan para pemain dalam beberapa bulan ke depan. Sebagian masih bertanya-tanya di klub mana mereka akan bermain musim depan. Kami akan memantau secara seksama kebugaran para pemain.” Sekarang memang waktunya para pemain menikmati liburan pergantian musim, tapi bagi tulip jingga tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai mekar di musim semi. (kmb33/rtr/ap)

BPM/rtr

FOTO - Foto di akun instagram Diego Costa bersama pelatih Atletico Madrid Diego Simeone, yang menjadi salah satu sumber masalah di Chelsea.

Modric Pemain Terbaik Kroasia

Zagreb – Gelandang Real Madrid, Luka Modric menerima penghargaan sebagai pemain terbaik di Kroasia untuk musim 2016/2017, Sabtu (10/6) kemarin. Bagi Modric, gelar tersebut adalah gelar kelimanya sebagai pemain terbaik Kroasia secara beruntun. Modric musim ini tampil begitu luar biasa bersama dengan Madrid. Pemain berusia 31 tahun ini menjadi andalan bagi pelatih Zinedine Zidane untuk mengisi satu pos di sektor tengah Madrid. Bersama Modric, musim ini El Real sukses mengawinkan gelar juara La Liga dan Liga Champions. Spesialnya, gelar di Liga Champions sekaligus menobatkan Madrid sebagai tim pertama yang mampu memenangkannya dua musim beruntun. Luka Modric menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang papan atas ketika Real Madrid menang 4-1 atas Juventus di Stadion Millennium. Dalam laga itu, dia menjadi roh permainan dan mampu menorehkan satu assist. Modric lantas mengungkap kunci timnya sanggup menghajar Juve. Sang pelatih Zinedine Zidane merupakan otak di balik itu semua. “Juve adalah lawan yang sangat kuat di pertahanan, tapi Zidane sudah menangkap kelemahan mereka. Dia lantas meminta kami lebih frontal di babak kedua,” ungkap Modric.

“Kelemahan Juve adalah memukul mereka melalui serangan balik. Kami pun berusaha menarik pemain mereka keluar dengan kemudian lancarkan serangan balik. Terbukti tiga dari empat gol kami berasal dari skema

tersebut,” imbuhnya. Dalam proses pemilihan pemain terbaik, Modric sukses menyingkirkan tiga pemain, yakni: Mario Mandzukic (Juventus), Ivan Rakitic (Barcelona) dan Ivan Perisic (Inter Milan). (kmb33/rtr)

Luka Modric

BPM/rtr


Minggu Paing, 11 Juni 2017

11

GELANGGANG

Pedansa Pemula Ikuti ’’Dance Camp’’ di Sanur

Denpasar (Bali Post)Pedansa pemula mengikuti pelatihan atau dance camp di Sanur Sabtu (10/6) kemarin, serangkana Kejurnas Dansa Silabus (pemula) dan remaja (U-16) di GOR Lila Bhuana, Minggu (11/6) ini. Ketua Umum Pengprov IODI Bali Ni Made Suparmi, di sela-sela pelatihan dansa menyatakan, pelatihan ini melibatkan pedansa Bali (58), DIY (7), serta Kalsel (4). Mereka diajari instruktur dari PP IODI yakni Deddy Ratmoyo, Fe Du, Isabella, Candra dan Jaka Wijaya. ‘’Para instruktur ini memberikan gerakan dansa yang benar dan baku, yang akan dilombakan secara nasional,’’ terang Suparmi. Dijelaskannya, para pedansa yang akan turun di ajang Porprov dipastikan ambil bagian di ajang kejurnas ini sebagai persiapan sebelum berlaga secara resmi di ajang Porprov XIII di Gianyar September mendatang. ‘’Porprov Bali untuk cabor dansa memperebutkan 13 keping emas, hingga saat ini sudah terbentuk tujuh Pengkab dan Pengkot IODI, sedangkan yang belum terbentuk Jembrana dan Bangli,’’ jelasnya. Sementara Kejurnas Dansa Silabus dan Remaja dipastikan melibatkan seratus lebih pedansa yang ambil bagian, mengingat Denpasar menerjunkan 80 pedansa, Karangasem 17 pedansa, ditambah pedansa provinsi lain, seperti DIY, Kaltim, Kalsel, NTB dan Jabar. Sementara juri yang bertugas seperti Damiano asal Italia, ditambah utusan juri dari DIY, Sumut, Kaltim, Kalsel, dan Jabar. (022)

BPM/022

GANGGU — Pesepak bola PS Badung Ketut Tirtanadi (kiri) mengganggu lawannya dari Persebaya Surabaya, dalam uji coba di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Sabtu (10/6) kemarin. PS Badung unggul 1-0 atas Persebaya berkat gol tunggal Warih Sentanu.

BPM/022

DANCE CAMP — Suasana pelatihan dansa atau dance camp di Sanur Sabtu (10/6) kemarin, serangkaian Kejurnas Dansa Silabus (pemula) dan remaja (U-16) di GOR Lila Bhuana, Minggu (11/6) ini.

Ronaldo Bawa Portugal Taklukkan Latvia

Riga Pemain Portugal Cristiano Ronaldo mencetak dua gol, membuat ia mengoleksi total 11 gol pada kualifikasi Piala Dunia, untuk memimpin timnya menang 3-0 di kandang Latvia pada Sabtu (10/6) kemarin. Kemenangan kelima secara beruntun Portugal di Grup B, membawa mereka mengoleksi 15 angka dari enam pertandingan. Namun tetap tertinggal tiga angka dari pemuncak klasemen Swiss yang menang 2-0, atas Kepulauan Faroe. Ronaldo pencetak gol terbanyak sepanjang masa Portugal telah menyumbang 73 gol untuk negaranya, setelah menampilkan permainan menentukan. Ia terlihat menjadi satu-satunya ancaman nyata mereka pada babak pertama dan mengemas gol empat menit sebelum turun minum, ketika ia menyundul bola dari jarak dekat setelah tandukan Jose Fonte mengenai mistar gawang. Ronaldo kembali mengemas gol melalui sundulan kepala pada menit ke-63, setelah umpan silang Ricardo Quaresma terdefleksi ke jalur pergerakannya dan kemudian memainkan operan satu-dua dengan Andre Silva untuk mencetak gol ketiga empat menit berselang. Grup ini terlihat akan sengit, sampai pertandingan terakhir antara Portugal dan Swiss pada Oktober, di mana sang juara Eropa harus menang untuk memuncaki klasemen, sehingga dapat lolos langsung dan terhindar dari pertandingan play off dua leg. (ant)

PS Badung Tundukkan Persebaya Mangupura (Bali Post)-

Tim tuan rumah PS Badung sukses menundukkan tamunya, Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 (0-0), dalam uji coba di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Sabtu (10/6) kemarin. Gol semata wayang kemenangan Tim Keris tercipta lewat tendangan bebas yang dilesakkan Warih Sentanu di menit ke-86. Latih tanding ini merupakan pertemuan dua tim level Liga 2, mengingat Persebaya sedang menjalani pemusatan latihan di Pulau Dewata. Berawal dari pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Persebaya terhadap pemain PS Badung, wasit Ali Baco memberikan tendangan

bebas kepada PS Badung. Warih yang dipercaya melakukan tendangan bebas, sontekannya cukup keras hingga gagal dibendung kiper Perse-

baya Samuel Remas. Padahal sejak kick off Persebaya mendominasi sepanjang pertandingan. Apalagi tim asuhan pelatih asal Argentina Al-

KONTROL — Bomber Portugal Cristiano Ronaldo mengontrol bola dibayangi pemain Latvia Deniss Rakeis.

Mitra Devata Atasi Jepang Selection

Mangupura (Bali Post)Tim Legend Mitra Devata mengalahkan lawannya, Jepang Selection dengan skor 5-2 dalam uji coba di Lapangan Yoga Perkanthi, Jimbaran, Badung, Sabtu (10/6) kemarin. Laga yang dipimpin wasit Nyoman Nesa menggunakan sistem 2x40 menit. Kelima gol yang bersarang ke gawang Jepang Selection hasil bidikan Nyoman Rafik Armawan (2 gol), serta satu gol masing-masing dilesakkan Wayan Gangga Mudana, Joao Bosco Cabral, serta Made Mutram. Sebelumnya Mitra Devata menundukkan lawannya Fakultas Kedokteran (FK) Unud dengan skor 6-2 pada uj coba di Lapangan Penataran Agung Kedonganan, Badung, Jumat (9/6) lalu. Dalam laga yang dipimpin wasit Mudita menggunakan sistem 3X30 menit. Pada 30 menit pertama, Mitra Devata unggul 2-1 berkat gol Komang Mariawan dan Wayan Gangga Mudana. Selanjutnya pada babak 30 menit kedua, Mitra Devata menang 2-0 hasil gocekan Gede Sudarna dan Komang Kariana, kemudian pada 30 menit ketiga Mitra Devata unggul 2-1 yang diciptakan Heru Prasetyo dan Mutram. Koordinator Purwanto Iman Santoso menyatakan, materi FK Unud yang notabene mahasiswa FK masih tangguh staminanya. Akan tetapi, berkali-kali serangan yang dilancarkan FK Unud mampu dihalau lini belakang yang menurunkan defender Bayu Sutha dan Muhammadan. ‘’Tercatat tiga peluang emas FK Unud mampu diselamatkan kiper Johan Charles,’’ sebut Purwanto. Laga ini sebagai pemanasan Mitra Devata yang bakal bertandang ke Kupang, NTT, pertengahan Juli nanti. (022)

ke gawang, justru dioper kepada rekannya hingga gagal dikonversi menjadi gol. Secara jujur, baik teknik maupun permainan kualitas Persebaya di atas PS Badung. Sampai laga berakhir, PS Badung tetap unggul 1-0. Usai pertandingan, pelatih PS Badung Nyoman Sujata mengakui ciri khas Persebaya menerapkan operan bola cepat. ‘’Kami bersyukur kunci

kemenangan ini karena defender kami Gede Yudi Antara dan Putu di Purwanta sabar dan tidak panik, walaupun digempur bertubi-tubi,’’ kata Sujata. Di sisi lain, Manajer Tim Persebaya Chairul Basalamah tak mempermasalahkan hasil akhir, mengingat dominan punggawa Persebaya menjalani ibadah puasa. ‘’Kami akan bertolak ke Surabaya, Minggu (11/6) ini,’’ tutur Chairul. (022)

Nirmala Tirta Cup XI Diikuti 656 Perenang

KEJUARAAN renang Nirmala Tirta Cup XI/2017, diikuti 656 atlet. Jumlah perenang yang ikut tahun ini meningkat 15 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 527 perenang. Hal itu terungkap dalam jumpa pers panitia renang Nirmala Tirta Cup XI di Jimbaran, Badung, Sabtu (10/6) kemarin. Kejuaraan renang Nirmala Tirta Cup XI akan digelar di kolam renang Nirmala Waterpark Ungasan, 15-16 Juni 2017 mendatang. Menurut Managing Director Nirmala Supermarket Made Astra Wibawa, peningkatan jumlah perenang tahun ini tidak diduga sama sekali, meski memasuki bulan puasa. Mereka terdiri atas 19 perkumpulan renang, tiga SMA/SMK, 12 SMP, 20 SD dan tiga TK. “Kejuaraan dimeriahkan perenang Bali, juga datang dari NTB dan NTT, serta Jawa Timur,” ujarnya. Ditambahkan Astra Wibawa, melalui Nirmala Tirta Cup XI ini, diharapkan akan mampu meningkatkan presta-

si atlet Bali dalam ajang nasional maupun internasional, dalam mewujudkan kebanggaan sebagai NKRI. “Kami pun berkomitmen akan terus menggelar event serupa di masa mendatang, sebagai wujud peran kami dalam meningkatkan prestasi olahraga di Bali,” harapnya. Ketua panitia Kadek Sudiasa dari PRSI Badung menambahkan, dalam kejuaraan ini akan dilombakan beragam kategori mulai dari gaya bebas, gaya punggung dan gaya dada. Seperti juga tahun lalu, kejuaraan ini pun menggunakan standar nasional dan internasional, sehingga PRSI Badung berharap dalam kejuaraan ini akan lahir perenang-perenang andal yang bisa mewakili Bali di ajang nasional. Dalam kejuaraan yang disokong penuh Nirmala Group Jimbaran ini, para juara hampir selalu bergantian dari klub Bali Pari SC, Elang Laut SC, Telaga Biru SC. Hal senada diungkapkan

Belgia Kalahkan Estonia

BPM/rtr

fredo Verra ini didukung ratusan Bonek, yakni pendukung setia Persebaya. Sebenarnya Persebaya punya peluang emas di menit ke-73. Pemain Persebaya Oktavianus menggiring bola hingga menukik ke jantung pertahanan PS Badung. Bahkan Oktavianus tinggal berhadapan dengan kiper PS Badung Febri Andika. Sayangnya Oktavianus tidak mencocorkan

Tallin Gol-gol dari Dries Mertens dan Nacer Chadli membawa Belgia menang 2-0 atas Estonia pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung pada Sabtu (10/6) kemarin, dan mempertahankan posisi teratas di klasemen Grup H. Mertens membawa tim tamu memimpin pada menit ke-30, namun tidak ada ulangan kemenangan 8-1, seperti yang dilakukan Belgia atas Estonia di Brussel pada November 2016 lalu. Mertens memaksimalkan kesalahan kiper lawan untuk membawa Belgia memimpin dan Estonia mendapat lebih banyak masalah menjelang turun minum, ketika Artjon Dmitrijev diusir keluar lapangan karena pelanggarannya terhadap Marouane Fellaini. Kegigihan Estonia dalam bertahan mencegah Belgia mengemas gol sampai lima menit sebelum pertandingan usai, saat Chadli membukukan gol kedua. Belgia memiliki keunggulan empat angka atas tim peringkat kedua Yunani pada grup kualifikasi mereka, dan berada di tempat yang ideal untuk putaran final Piala Dunia tahun depan di Rusia. (ant)

JUMPA PERS - Suasana jumpa pers kejuaraan Nirmala Tirta Cup XI yang akan dihelat di Jimbaran pada 15-16 Juni nanti. Wayan Wiarta, perwakilan PRSI Bali. “Kami dari PRSI Bali sangat berterima kasih atas kepedulian Nirmala Group yang rutin menggelar kejuaraan ini, sehingga atlet kami terus mendapatkan me-

dia evaluasi,” katanya. Komisaris Utama Nirmala Group Nyoman Sudiasih mengharapkan, kejuaraan yang telah dilakukan hingga kesebelas kalinya ini akan juga mendapatkan dukun-

gan dari pemerintah Badung. Pasalnya, atlet ini akan membawa nama Badung atau Bali, sehingga pihak swasta seperti dirinya akan makin bergairah untuk menggelar acara serupa di masa mendatang. (ad850)

Rusia Ditahan Cili

Moskow Rusia bermain imbang 1-1 dengan Cili pada pertandingan persahabatan yang berlangsung pada Sabtu (10/6) kemarin, ketika kedua tim melakukan pemanasan untuk turnamen Piala Konfederasi yang dimulai di St. Petersburg, pekan depan. Pemain Cili Mauricio Isla membuka gol ketika ia melepaskan tembakan melewati Igor Akinfeev pada menit ke56 dari bola yang dikirimkan Alexis Sanchez, yang baru dimainkan. Namun Rusia yang menggunakan turnamen ini untuk persiapan mereka dalam men-

jadi tuan rumah Piala Dunia 2018, menyamakan kedudukan melalui tandukan pemain belakang Viktor Vasin pada menit ke-67, menuntaskan tendangan sudut Dmitry Kombarov. Kedua tim gagal memaksimalkan peluang-peluang mereka pada babak pertama, di mana tandukan gelandang Cili Arturo Vidal sebelum turun minum tidak disahkan menjadi gol, karena pelanggaran di kotak penalti. Juara Amerika Selatan Cili menghuni urutan keempat dalam daftar peringkat dunia, sedangkan Rusia terpuruk ke posisi ke-63. Kedua tim berada di grup

yang berbeda pada Piala Konfederasi yang diikuti delapan negara, ajang pemanasan Piala Dunia selama dua pekan yang dimulai pada 17 Juni, yang juga menghadirkan Jerman sebagai juara dunia di antara para juara benua dan tuan rumah Rusia. Rusia akan menghadapi Selandia Baru pada pertandingan pembukaan, sedangkan Cili bermain melawan Kamerun di Moskow pada 18 Juni. Penyerang Timnas Cili, Alexis Sanchez merayakan golnya bersama Vargas pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan. (ant)

NAD dan Sumut Incar Tuan Rumah PON Bersama

Jakarta (Bali Post) Komite Olahraga Nasional Indonesia Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatra Utara (Sumut) segera melakukan gerilya untuk mencari dukungan demi terpilihnya dua provinsi tersebut menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional 2024, setelah mendeklarasikan diri di hadapan KONI Pusat. “Memang pendaftaran belum dilakukan, tetapi kami telah siap-siap. Setelah pendaftaran kami akan keliling Indonesia untuk mencari dukungan KONI provinsi. Mudah-mudahan tidak ada pesaing,” kata Ketua Harian KONI Aceh, Kamarudin Abu Bakar di kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta, Jumat (9/6) lalu. Sesuai tahapan yang ada, pendaf-

taran bidding menjadi tuan rumah PON 2024 dibuka pada September. Bagi calon diwajibkan membayar uang pendaftaran Rp 1 miliar kepada KONI Pusat. Adapun bidding sendiri baru akan digelar pada 2018. Demi merealisasikan target, kata Abu Bakar pihaknya terus menjalani komunikasi dengan Sumut dan kepastian menjadi tuan rumah bersama sudah disepakati. Selain itu, pihaknya terus berupaya untuk bersiap diri melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak keamanan. “Semua sudah tahu. Aceh sekarang aman dan damai. Jadi jangan khawatir. Nanti kami percayakan semua ini pada aparat keamanan,” kata Abu Bakar.

Sementara itu, ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis mengatakan, pihaknya juga telah bersiap diri, termasuk mulai melakukan pemetaan lokasi yang akan menjadi pusat pelaksana PON 2024 mendatang, meski saat ini belum ada penetapan. “Kami ingin semuanya berjalan dengan baik. Makanya kami juga sudah memetakan lokasi yang bakal menjadi pusat kegiatan. Kemungkinan besar akan dipusatkan di wilayah Kualanamu. Ada juga yang ditengah kota Medan,” katanya. Terkait dengan pembagian cabang olahraga, John Ismadi Lubis menegaskan bakal akan dibagi merata. Saat ini cabang olahraga yang sudah menjadi anggota

KONI sudah 58 cabang. Jumlah ini cukup besar jika PON hanya dilakukan di satu kota seperti sebelum-sebelumnya. “Sumut-Aceh akan mencetak rekor dengan menjadi tuan rumah bersama pertama untuk pelaksanaan PON. Untuk Sumut kami juga akan mengulang sejarah, karena pada 1953 juga sudah pernah menjadi tuan rumah. Jika terpilih, butuh waktu 71 untuk kembali menjadi tuan rumah PON,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman sangat mengapresiasi upaya menjadi tuan rumah bersama PON 2024 yang dilakukan Aceh dan Sumut. Pada intinya, untuk menjadi tuan rumah harus menjalani tahapan yang sudah ditetapkan. (ant)


12

LAGA

Minggu Paing, 11 Juni 2017

Cleveland Cavaliers Perpanjang Napas ClevelandJuara bertahan Cleveland Cavaliers memperpanjang napas di Final NBA 2017. Cavaliers menghajar Golden State Warriors 137-116 pada gim keempat di Quicken Loans Arena, Sabtu (20/6) kemarin. Kemenangan ini membuat Cavaliers memaksakan gim kelima. Jika saja Warriors yang menang di gim keempat ini, maka Stephen Curry dan kawan-kawan akan menjadi tim pertama yang juara dengan selalu menyapu bersih lawan dari play-off putaran pertama. Warriors kini masih unggul 3-1 atas Cavaliers. Gim kelima akan digelar di kandang Warriors pada Selasa (13/6) mendatang. Dituntut untuk meraih kemenangan, Cavaliers langsung panas sejak awal. Tembakan-tembakan tiga angka dari Kyrie Irving, Kevin Love dan J.R. Smith membuat Cavaliers unggul jauh 49-33 di akhir kuarter pertama. Cavaliers terus mempertahankan keunggulannya di kuarter dua. Permainan apik LeBron James membuat Cavaliers unggul 18 angka saat jeda babak pertama. Warriors kesulitan mengimbangi Cavaliers di dua kuarter awal akibat banyaknya pemain yang terkena foul trouble.

Tak ingin membuat kesalahan seperti di gim tiga, Cavaliers tak mengendurkan tempo permainan di kuarter tiga dan empat. Meski beberapa kali Warriors sempat mendekat, Cavaliers mampu menutup laga dengan keunggulan 31 angka. Irving menjadi bintang lapangan di laga ini dengan menyumbang 40 angka (tujuh kali tembakan tiga angka). LeBron juga tak kalah ciamik. Dia kembali membuat triple double (31 poin, 11 assists dan 10 rebound). Keberhasilan Cavaliers merebut gim empat tak lepas dari kontribusi para pemain cadangan, seperti Richard Jefferson dan Deron Wiliams. Keduanya total menyumbang 13 angka. J.R Smith yang loyo di dua gim awal, kali ini juga menggila dengan 15 angka hasil lima kali tembakan tiga angka. Di kubu Warriors, Stephen Curry tampil buruk. Dia hanya bisa mencetak 14 poin. Kevin Durant yang memimpin perolehan angka

dengan 35 poin. Penuh Drama Gim keempat ini juga bukan soal angka dan rekor saja. Namun penuh drama. James dan Durant harus dipisahkan oleh tim di lapangan. Forward Warriors Draymond Green dan juga sang pelatih Steve Kerr kena technical foul. Point guard gaek Cavaliers Derron Williams akhirnya mencetak angka pertamanya di final NBA. Center Warriors, Zaza Pachulia memukul paha Iman Shumpert, namun lepas dari hukuman di pertandingan. Guard temperamental Warriors Matt Barnes bertengkar dengan seorang fans yang duduk di pinggir lapangan, yang kebetulan berteman dengan LeBron James. Ya, Cavaliers masih memperpanjang napas lewat gim penuh drama. Bagaimanapun, hingga saat ini Cavaliers masih berstatus juara bertahan meski Warriors hanya butuh satu kemenangan lagi untuk merebutnya. (kmb33/rtr)

Prancis Terbuka

Nadal di Ambang La Decima

Paris – Rafael Nadal selangkah lagi akan menjadi juara Prancis Terbuka. Mampukah Nadal mewujudkan ‘La Decima’ dan menuliskan sejarah baru di dunia tenis? Nadal melangkah ke final setelah menyisihkan petenis muda Austria, Dominic Thiem di semifinal, Sabtu (10/6) kemarin. Nadal menang tiga set langsung dengan skor 6-3, 6-4, dan 6-0. Kemenangan ini menjadi pembalasan Nadal setelah kalah dari Thiem di perempatfinal Italia Terbuka bulan Mei lalu. Nadal juara sembilan kali di Roland Garros, selanjutnya akan menghadapi petenis Swiss, Stan Wawrinka, di final yang akan digelar hari ini. Wawrinka lebih dulu lolos usai menumbangkan petenis nomor satu dunia, Andy Murray. Duel Nadal versus Wawrinka akan menjadi sebuah pertarungan yang menarik. Nadal sebelumnya selalu jadi juara kalau sudah lolos ke final Prancis Ter-

Rafael Nadal

BPM/ap

buka, sementara Wawrinka juga tak pernah kalah di tiga final Grand Slam dalam kariernya. Jika berhasil mengalahkan Wawrinka dan merebut gelar juara, Nadal akan menjadi petenis pertama di era modern yang mengoleksi sepuluh titel di satu turnamen Grand

Slam yang sama. Petenis Spanyol itu pun berada di ambang ‘La Decima’. “Saya pikir saya tak perlu membuat lebih banyak sejarah? Ini sudah cukup. Sembilan lebih dari sekadar bagus,” ujar Nadal. “Sembilan atau sepuluh, bedanya cuma sepuluh persen lebih banyak! Memang benar 10 adalah angka cantik, tapi sebenarnya angka favorit saya sembilan. Tapi, tentu saja jika itu (gelar saya) menjadi 10, itu akan menjadi favorit saya,” tambah petenis berusia 31 tahun itu. “Secara umum, lolos ke final lagi di sini mungkin merupakan event paling penting dalam karier saya,” katanya. Nadal punya rekor pertemuan yang superior dengan Wawrinka. Dalam 18 duel, dia memenangi 15 di antaranya. “Dia adalah pemain yang berbahaya karena bisa memukul bola dengan sangat keras. Saya harus main agresif, kalau tidak saya akan berada dalam masalah besar,” ujar Nadal. (kmb33/rtr)

Kembali ke F1, Alonso Lagi-lagi Alami Masalah Reliabilitas

Montreal – Masalah reliabilitas kembali menimpa kubu McLaren-Honda, khususnya bagi pembalap utama mereka, Alonso. Setelah menghabiskan mayoritas sesi latihan pertama di dalam garasi, pembalap Spanyol itu akhirnya mendapat kesempatan untuk mencatat waktu pertamanya dengan sisa waktu 20 menit. Mencetak waktu 1 menit 16,521 detik, ia sempat naik ke posisi ke-13. Namun bencana terjadi pada putaran berikutnya. Alonso mengeluhkan masalah pergantian gigi dan setir yang berat sebelum ia mendapat instruksi dari timnya untuk menghentikan mobil. “Apa kalian yakin kita lebih baik berhenti di sini?” tanya Alonso. “Karena saya pikir justru lebih mudah jika kita kembali ke pit?”. Tapi ia akhirnya berhenti di luar Tikungan sepuluh dan terlihat melempar sandaran kepalanya. Ketika berjalan kembali ke paddock, juara dunia F1 dua kali itu berbicara kepada stasiun televisi Sky Sports: “Girboks bertingkah sangat aneh.”

Setelah bendera finis dikibaskan tanda FP1 berakhir, Alonso menjadi pembalap ke-16, sementara rekan setimnya, Stoffel Vandoorne berada di urutan ke-11. Sementara di FP2 yang digelar Jumat(9/6) kemarin, Alonso tampil jauh lebih baik dan berada di posisi ketujuh.

Masa Depan Alonso mengaku bersedia bertahan di McLaren jika tim tersebut bisa memperbaiki kinerjanya pada sisa waktu musim 2017. Hingga memasuki seri ketujuh F1 2017, Alonso masih berkutat di papan bawah klasemen pebalap. Ia berada di urutan ke-19 dan belum menorehkan poin sama sekali. Alonso berharap situasi minor tersebut bisa segera berakhir dan McLaren kembali menjadi tim pemenang seperti era sebelumnya. “Kami harus menang. Jika kami bisa menang, mungkin sebelum September saya bakal membuat keputusan dan siap untuk bertahan,” kata Alonso di Montreal. Masa depan Alonso bersama McLaren memang

Fernando Alonso

menjadi teka-teki. Pasalnya, kontrak sang pebalap di tim tersebut akan berakhir setelah F1 2017. Sejauh ini, performa mesin Honda yang dipakai McLaren menjadi kendala utama. Dalam sejumlah balapan, mobil yang dipakai Alonso kerap bermasalah, sehingga sang pebalap tak bisa tampil optimal. Dari lima balapan yang telah dijalani, Alonso baru satu kali finis, yakni di urutan ke-12 pada GP Spanyol di Circuit de Barcelona-Catalunya, 14 Mei lalu. “Anda tak akan pernah tahu. Pada Juni ini kami belum bisa memastikan 100 persen terkait keputusan untuk tahun depan,” ujar Alonso. “Jika tidak ada perubahan dan kami tidak dalam posisi yang kompetitif, mungkin sudah saatnya untuk mengubah proyek. Hanya itu yang bisa saya katakan sekarang,” ucap juara dunia F1 pada 2005 dan 2006 itu. Pada balapan F1 sebelumnya di Monaco, Alonso absen karena mengikuti ajang Indianapolis (Indy) 500. Alonso pun digantikan oleh pebalap asal Inggris, Jenson Button. (kmb33/rtr)

BPM/ap

BPM/rtr

DUEL - Guard Cleveland Cavaliers Kyrie Irving (kiri) berduel dengan pemain andalan Golden State Warriors Stephen Curry di final NBA 2017 gim keempat.

MotoGP Catalunya Pakai ”Layout F1” Catalunya – MotoGP Catalunya memutuskan kembali menggunakan sirkuit F1 sepanjang sisa pekan ini. Keputusan tersebut diambil karena chicane baru di Sirkuit Catalunya untuk balapan MotoGP dianggap berbahaya oleh para pebalap. Layout Sirkuit Catalunya diubah setelah kecelakaan fatal yang menyebabkan kematian pebalap Moto2, Luis Salom pada tahun lalu. Perubahan yang dilakukan adalah penggunaan layout F1 pada tikungan sepuluh dan penambahan chicane selepas tikungan 13 yang dibuat khusus untuk kendaraan roda dua alias motor. Namun, chicane baru ini dinilai lebih buruk dari versi F1. Pada pertemuan Komisi Keselamatan MotoGP, Jumat (8/6) kemarin akhirnya diputuskan chicane baru tak akan dipakai alias kembali menggunakan layout F1 seperti musim lalu. Keputusan itu diambil berdasar masukan-masukan

dari para pebalap. “Di Komisi Keselamatan, para pebalap komplain sedikit soal layout baru. Mereka mengatakan sisi lintasan kanan tak bekerja dengan baik dan banyak benjolan. Itulah sebabnya para pebalap memutuskan kembali ke layout musim lalu. Itulah sebabnya kami di sini untuk memastikan trek yang digunakan aman,” kata perwakilan Race Direction Dorna, Loris Capirossi. “Kami melihat sepanjang latihan hari pertama terlalu banyak crash, di mana motor masih berada di trek dan jalur keluar dari tikungan itu sangat berbahaya. Berdasar pengalaman tahun lalu dan chicane lama, kami tak mengalami banyak kecelakaan seperti ini. Itulah sebabnya para pebalap mempertanyakannya. Versi lama lebih baik,” sambung Capirossi. Meskipun Komisi Keselamatan dan Dorna sudah memutuskan menggunakan

layout sirkuit yang lama untuk balapan MotoGP Catalunya pekan ini, belum ada

keputusan apapun untuk seri tahun-tahun berikutnya. (kmb33/ap)


Sastra

Redité Paing, 11 Juni 2017

13

I Kaki Dengkil

Sang Wijayasastra 10 NAPI ja kanten ajeng-ajengané, sarapa antuk I Kaki Dengkil. Daara sépan-sépan, sakadi anak kadohdohan nénten naan manggihin ajeng-ajengan. Sekadan sanganan, ulam, tur woh-wohané kajanga saking paon mantunné baktana ka kubonné. Mantunné nénten purun makuisan. Jejeh pitananga demit antuk I Kaki Dengkil. Asapunika naler pianakné. I Doglagan cucunné kamanten sané purun ngetaraang. “Lakar liu ngelah tamiu Kaki? Tumbén ada anak ngunyain Kaki? Sinah begeh ané lakar nakonang indik. Sinah begeh ané papetengen di guminé galang ené! I Omang-omang, I Klesih, I Landak, I Tuma, I Titih, apa makejang lakar teka Kaki? Lamun I Geruda teka orahin tiang. Lalar takonin apa ia enu pageh ngamel mahawakya bhina ika tunggal ikané!” I Doglagan maboya asapunika. Ngawinang I Kaki Dengkil kamemegan. Sambilanga nolih I Doglagan, Ipun ngléngos mamargi nuju kubonné. Ring kubonné sané sampun kalintang réot punika, I Kaki Dengkil sakadi I Ketut Nyangluh wawu polih sisan gibungané ring banjar. Camuscamus neda sakadi sampun limang raina nénten polih ajengan. Sambilanga neda pacamus, I Kaki Dengkil nginem wédang sampun limang cangkir. Busanbusan Ipun mataagan, pracihna sampun wareg. Waluya sampun wareg, Ipun ngraris nangal sekancan woh-wohan. Pisang, sabo, kaliasem, tur apelé saka siki gutguta. Sané ngangobin, woh-wohané punika timpalanga wédang. Sapunapi ya rasané? Mangkin nyansan ngamisib-misibang I Kaki Dengkil sareng I Ketut Nyangluh sané kantené nénten prasida antuka minayang rasan ajengan, woh-wohan, tur ulam. Jabin jatma ngeséng kauh, sinah nénten wénten sané asapunika. Matiosan sareng anaké sané ngelarang munisraya sané prasida metehang rasa. Mangkin sampun wengi. Sampun telas ajengajengané daara antuk I Kaki Dengkil. Sambilanga bengong ngiwasin bulané nyansan ngagengang. I Kaki Dengkil ngrémon: “Sayan makelo, lakar sayan marasa sujatiné suba nyansan maekang wargi Tepisiringé lakar daridra. Lakar nyansan lacur. Sasubané lacur lakar nyansan papa. Sasubané papa, lakar sengsara!” Asapunika I Kaki Dengkil mabaos padéwékan. Nanging sakadi wénten ajaka mabaos. Ngusiang I Kaki Dengkil kantos marasa asapunika? Kocap daldalané, wargi Tepisiringé sampun nyansan nglacurang, mangkin. Sané madrué bangket asukat sampun telas adola anggéna ngabén, ngroras, tur sekancan atma-wedanané. Durung malih nyakapang pianak, maoton, mawacakan, ngodalin nyabran nganem sasih. Ngodalin ring Pura Désa, Pura Dalem, tur Balé Agung. Ngusaba Nini, Ngusaba Guling, Ngusaba Désa, tur sané siosan. Durung malih magalungan, nguningan, nyaraswati, Numpek Uduh, Numpek Kandang, Numpek Klurut, tur sané siosan. Durung malih nyiwaratri, Nyepi, ngapat, tur sané siosan. Durung malih wantah wénten odalan ring Besakih, mancabalikrama, ring sekancan Pura Catur Lawané, ring sekancan Pura Sad Khayangané, ring sekancan Pura Dang Kayangané. Rasané, nénten wénten embang rainané kebekin antuk upakara. Sayuwakti ngangobang pisan kawéntenan upakarané ring Tepisiring. Kudang prabéa minab jagi kamedalang antuk wargi Tepisiringé nyabran raina anggén maupakara? Durung malih kudang jinah kamedalang anggén maplayan sanunggil wénten upakara? Durung malih kudang prabéa jagi telasang sanunggil nangkil ka pura-pura? Punika sané manahanga antuk I Kaki Dengkil wenginé puniki. “Daridra, sajan sujatiné suba maek-maekang sengsara jagat kaliné lakar karasaang. Da patuhanga ajak apa ané ngawinang siaté rames di dura negara. Da patuhanga ajak persekusi apa adané ané rames ortianga jani! Daridrané ento waluya kakardi antuk déwéké padidian. Sapatutné tusing lakar kakéné panadiné. Tusing ké pangelingsiré ngwarisang tegal carik anggon ngupapira awak sakondéné ngelah dakin lima? Tusing ké baos sastrané, lamun tusing ngelah tegal carik, tegal awaké tandurin? Suba tegal cariké maadep, tegal awaké masé adep! Uling I Locong kanti daneswara makejang masolah kakéto! Apa Sang Angawaraté masé kéto?” I Kaki Dengkil ngupet-upet asapunika, madanging kamanten masesimbing. Sayan wengi, sayan jenget I Kaki Dengkil mamanah. Sayan lempuyengan rasaanga sirahné. Bokné sané sampun telas uban, jambak-jambaka mangda nginganang rasaanga sirahné. Waluya asapunika kawéntenané wantah wénten sané abot manahanga. Mangkin sampun jagi semengan. I Kaki Dengkil saharsa ngadébras bangun sambilanga nudingnuding bulané sané sampun jagi engseb. “To awanan apang Sang Angawaraté ngrangsukang gagelaran Sang Wijayasastra! Apang welas asih tekén warginé makejang tan minayang! Apang nuntun warginé apang tusing dadi daridra! Gisiang piteket Ida Bhatara Cokorda Mantuk Di Rana, lamun dadi Sang Amangkubhumi, da pesan ngetung sugih!” I Kaki Dengkil mabaos asapunika sambilanga mamargi ka paon jagi munpunin toya. Durusang kayunang baos I Kaki Dengkilé punika! (Jelantik)

Luh Sunari Madé Arjani BUIN telun uli jani, Luh Sunari lakar kajangkepang ngajak I Madé Mudita. Bayun Luh Sunariné nrugtug, nadak sara ia gelem kebus dingin. “Luh encol naké, to Bapané suba ngantosang di sisi! Suba peteng né, énggalan matutup nyen dokteré.” “Nah Mé,” Luh Sunari masaut sambilanga nyebeng. Méménné ngadésem nepuk sebengé Luh Sunari. Luh Sunari kajodohang tekén reramanné,yadiastun Luh Sunari suba ngelah tunangan. Nanging reraman Luh Sunariné tusing setuju yén Luh Sunari magegélan ngajak I Gedé Rai, krana I Gedé Rai demen mabuk-mabukkan lan mamotoh. *** Makejang suba sayaga, tamiuné masih suba paselebut di ambén umahné Luh Sunari. “Kénkén né, dadi nganténé tusing pesupesu? Padalem I Madé kanti tayem ngan-

tiang.” Konyangan tamiuné masuryak ningehang embokné Madé Mudita ngomong buka kéto, wiréh kanti tengah jam lebih Luh Sunari sing pesu-pesu. “Mén Luhé, nah tegarang dengokin pianaké ka méten. Adi cara olég makikén?” Mén Sunari ngacigcig malaib ka kamar Luh Sunariné. “Beli... Béli... Pan Luhé,...” Mén Sunari gelar-gelur sambilanga ngeling ngaukin kurenanné. Lantas nyelémpoh di capcapané. Kurenanné énggal nyagjagin tur nyemak kertas ané gisina tekén Mén Sunari. Makesiab Pan Sunari mamaca isin suraté ento. “Mé, Pa…, ampura Nari mapamit. Adanan Nari magedi bandingang Nari nganten jak I Mudita.” Bapan Luh Sunari makuuk laut tusing inget tekén raga. Aget énggal Mén Sunari nyaup kurnanné, yén sing kéto lacur, bisa-bisa sirah Pan Sunariné mantep

di batuné. Konyangan pada bincuh, paling Luh Sunari ilang. Madé Mudita ngéncolang nyemak mobil, malaibang calon matuanné ka rumah sakit. Kanti telung jam Pan Sunari mara enten. Mén Sunari ngeling mangenang unduk buka kéné. Luh Sunari ilang, jani kurenanné struk, batisné lumpuh ulian ia ngraksa tekanan darah tinggi. “Mén Luhé, suud monto ngeling. Ené paduman idup iraga adané.” Sambilanga naanang sakit, Pan Sunari nuturin kurenanné. Mén Sunari enu sigsigan. “Mé, tiang lakar mulih malu nah, nyanan nyen tiang buin mai.” Ningeh Madé Mudita ngorahang mulih, Mén Sunari ngusap-usap yéh paningalané. “Dé, di kabenengan jani buka kéné, da nyen Madé salah tampi tekén Mémé ngajak Bapa. Unduk I Nari malaib, Mémé anak tusing nawang apa.” Madé Mudita anggutanggut sambil makenyem masem. “Nah Mé… da malu to pikira. I Bapa dogén runguang, bin mani nu ada galah. Jani tiang lakar mulih malu mitungan.” “Nah Dé….” Mén Sunari ngatehin Madé Mudita nganti di arepan pintuné. Kanti telung dina, Luh Sunari kondén masi mulih. “Beli ngudiang kéné pesan nasibé? Apa ya pikira I Nari, ngudiang kéné pesan solahné? Pasti ba né ulian I Gedé Rai, I Nari matingkah buka kéné.” Kondén suud Mén Sunari ngraos, sagét teka dokter lan susteré tur mriksa Pan Sunari. “Pak Wayan Bagia mangkin ampun dados mulih, malih tigang raina makontrol buin mriki. Ibu nunas tulung tebus resepé niki di apotek.” “Nggih Pak,” kéto Mén Sunari masaut. Aminggu suba liwat, Luh Sunari tusing masih ada kabar. “Tusing madalem rerama, yén amonto ben nyekolahang. Apa ané tagiha isinin.” Mén Sunari ngamigmig. Saget teka Madé Mudita néngténg krésék misi taluh akerat. “Mé suud ento sebetanga, ané penting jani Bapa apang énggal seger. Baang polisiné ngurus to. Mé tiang anak akejep nyen, jani tiang bakal berangkat ka Bandung. Astungkara ya apang énggal Luh Sunari katemu.” “Nah Dé, lamun kéto adéng-adéng nah Dé.” Bengong Mén Sunari, inget ia teken munyin Madé Muditané, cutetné Madé Mudita megatang tresna ngajak Luh Sunari. Bengong Pan Sunari di ampikné negak, duur kursi rodané sambilanga mabalih gulem. Lemuh tayungan Mén Sunari ngabaang kurenané kopi matimpal keladi makukus. “Nguda tumbén I Sémpol galak kéto kongkongané, nah tegarang dengokin ka sisi Mén Luhé.” Kondén tuun Mén Sunari uli ampikné saget teka tamiu ajaka tetelu. “Om Swastyastu Pak, Bu?” Mén Sunari saling tolih ngajak kurenanné ngantenan ada polisi matamiu ka umahné, kanti engsap ia ngwales ngucapang Om Swastyastu. Mén Sunari lantas ngatebteb, mare inget ada tamiu. “Ampura Pak, kanti engsap tiang. Sujatiné anak wénten napi Pak?” Mén Sunari lan Pan Sunari bengong ningehang Pak Polisi ngraos indik pangrauhné. Magejeran tangkah Pan Sunari jak Mén Sunari ningeh berita buruk ané tekedanga tekén Pak Polisi. Sesampun Pak Polisi matilar, Mén Sunari tekén Pan Sunari tusing ngidaang buin nambakin yéh paningalané. Buin mani semengané, jam 6 semengan Pan Sunari lan Mén Sunari suba suud

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Sang Prabhu Krishna

Punyah

Olih : I K. Satria, S.Ag SINAMBIL memargi parikramané punika, bebaosané taler mamargi. Irika raris Ida Sang Prabhu Krishna ngandika dabdab alon turin mawibawa pisan pangandikanidané. “Inggih para ksatriané sareng sami, utaminnyané ksatria Panca Pandawa sané banget mautama, asapunika taler majeng ring Sang Prabhu Yudhistira sané sampun kasub ring jagaté. Minab sakadi wénten sané dahat sukil saha wénten sané jagi kabaosang ring galahé sané becik puniki, yéning patut sakadi asapunika, mangda kayun mangkin tatasang. Durusang sané mangkin baosang, mangda makasami sakadi para ksatriané prasida mirengang saha nguningin parindikan sané ngawinang sukil tur ngawi pikayunané benyut.” Sesampuné sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Prabhu Krishna, sami sané wénten ring genahé punika mapikayunan saha ngulengang pikayunannyané, napi minab sané ngawinang para ksatriané kapupulang iriki. Nénten kasatuayang malih parindikané punika, Ida Sang Arjuna (Phalguna) raris nganampekin kawéntenan genah Ida Sang Prabhu Yudhistira pinaka rakanidané saha nguningayang kawéntenan Ida Sang Prabhu Krishna mapikayunan jagi mawali nuju Jagat Dwaraka. Sakadi asapuniki atur dané sang Arjuna. “Nawegang Beli, Sang Prabhu sané banget bhaktinin titiang, sané mangkin titiang jagi nguningayang parindikan Ida Sang Wasudéwa sané banget kajunjung saha kautamayang ring jagaté pacang mawali nuju Jagat Dwaraka. Pamarginé puniki sangkaning sampun sué pisan Ida Sang Prabhu Krishna ninggal Jagat Dwarakané. Ida pacang mawali ngaksiang kawéntenan kahuripané irika, kahuripan samian krama irika. Sané mangkin titiang nunas mangda lédang Ida Sang Prabhu ngicénin Ida Sang Prabhu Krishna nuju Jagat Anartta. Titiang pinaka panjak palungguh Sang Prabhu taler pinaka panjak Ida Sang Prabhu Krishna banget mapinunas mangda lédang Ida Sang Prabhu ngicénin pangrecana punika.” Sakadi asapunika atur Ida Sang Arjuna majeng ring rakanidané, Ida Sang Prabhu Yudhistira. Mirengang bebaosan sakadi asapunika, Ida Sang Prabhu Yudhistira raris ica saha nglantur ngandika. “Nawegang titiang Sang Prabhu Krishna, sakadi angayu bagia pisan titiang ring rainané mangkin sangkaning prasida macumpu majeng ring palungguh Raka sané pinaka ksatria sané dahat mautama. Yéning pradé palungguh Raka jagi mawali nuju Jagat Dwarawati jagi matemu sareng makasamian pasametonan saha jagaté irika, wyakti titiang sairing saha ngicénin. Nawegang Raka, Sang Prabhu Krishna, durusang yéning sampun sangkaning pikayunan palungguh I ratu. Sakadi sampun sué pisan palungguh Raka ninggal kawéntenan Ida Sang Pitra, miwah stri sané mautama Ida Dewi Déwaki sané banget bhaktinin titiang. Lianan ring indiké punika, sampun kabaosang patut sakadi titiang

mataki-taki. Mén Sunari pesu uli kamarné Luh Sunari néngténg tas misi baju. “Mai Beli éncolin, sopir bémoné suba uli tuni ngantiang.” Pan Sunari nugtug kurenanné uli duri, pajalané énjok-énjok wiréh ia mara ngidaang majalan. Mobil bémo ané tumpangina tekén Pan Sunari lan Mén Sunari marérén di arep Rumah Sakit Jiwa ané ada di Bangli. Sambil magéntét lima, Mén Sunari lan Pan Sunari macelep. Neked di tengah, Pan Sunari mataken ngajak petugas ané ngurus bagian administrasi. Teka lantas perawat ajaka dadua ngatehin Mén Sunarilan Pan Sunari ka ruang pasien. Kamemegan Pan Sunari lan Mén Sunari ngantenang anak luh ané ada di arepané. Sing madaya Mén Sunari lan Pan Sunari nepukin pianakné ané tusing inget tekén déwékné. Saksaksiksik Luh Sunari sambilanga magending bintang kecil misi kedék terus ngeling. Luh Sunari buduh, buin besik ané ngaénang reramanné sebet tan kadi-kadi, Luh Sunari mobot 5 bulan. *** Puniki caritané, dugas Luh Sunari malaib makiré natab banten masakapan. I Gedé Rai ngantos Luh Sunari di kuri umahné, Luh Sunari ajaka mengkeb di jumah dadongné Gedé Rai ané ada di pondok. Yén kénkén kadén undukné, Luh Sunari kutanga tekén Gedé Rai. Makelo Luh Sunari kalunta-lunta, mulih sing juari mimbuh ia jani mawak dadua ulian I Gedé Rai. Paling Luh Sunari bilang wai ngeling, bawak satua dadi buduh Luh Sunari. Tusing ngidaang naanang emosiné. “Uduh Hyang Pituduh, napi iwang tiangé, ngudiyang kakéné pesan nasib tiangé.” Mén Sunari ngeling maselselan, Pan Sunari maplengek negak sing ngidaang mangkihan misi kejeng-kejeng lima lan batisné. Mara uli aminggu Pan Sunari ngidaang majalan, lacuré buin nibénin. Darah tingginé buin kumat kanti 200, pembuluh darahné pecah. Mara neked di Sanglah, Pan Sunari suba ngalahin. Suba labuh buin tepén batu, buka kéto pajalan idup Mén Sunariné. Cara siap kilangan inané, Mén Sunari di pondokné padidian. Sing kanti buin abulané, Mén Sunari gelem kanti ngemasin mati ulian nyakit ati. Duang tiban suba liwat, Luh Sunari negak di ampik paoné. Iseng ia tekén reramané. “Suba kadong, kudiang jani. Ulian i déwék, I Mémé ngajak I Bapa ngemasin sing nu. Aget masi ada Madé Mudita ané ngasuh ajak ngrawat I Wayan uli mara lekad.” Luh Sunari ngrengkeng. Sekat mémé lan bapanné tusing enu, Madé Mudita ané ngruang Luh Sunari lan pianakné kanti ia seger. Jani panak Luh Sunari idiha tekén Madé Mudita anggona pianak. I Gedé Rai masuk bui ulian ngajak Luh Sunari malaib tur lémpas tekén tanggung jawab. *** Dina Redité Umanis, semengan panjaké suba kawehan. Luh Sunari ngantung awak di punyan pohé ané ada di samping umahné. Madé Mudita ngénggalang mulihné Luh Sunari nengokin Luh Sunari buin acepok. “Dé tiang nitip I Wayan nah, suksma Dé,” kéto munyin SMS Luh Sunari ané kirima sik Madé Muditané satondén ia ngantung awak. Bulak-balik Madé Mudita mamaca isin SMS-né Luh Sunari. “Aduhhh Luh Sunari, ngudiang bawak pesan keneh Iluhé?” Madé Mudita makeengan di arep layon Luh Sunariné.

ngaturang parama suksma sangkaning sampun kaastitiang molihang jaya ring payudané sané sampun lintang. Nawegang Raka Sang Prabhu Krishna, risampuné mamargi saha napak Jagat Dwarakané, titiang mapangapti mangda palungguh Raka nénten lali ring kawéntenan titiang iriki dahat ngarepang palungguh ratu mawali rauh ka Jagat Hastinapura. Taler pangaptin titiangé mangda palungguh Raka nyobyahang uleman titiangé majeng ring makasamian ksatria sané wénten irika mangda prasida rauh ring acara yadnya ageng Aswamedha Yadnya sané jagi kamargiang ring galahé sané sampun nampek puniki, manut pawilangan miwah déwasa ayu. Titiang taler ngaptiang mangda Ida sané mucukin para ksatriané rauh mriki tatkala punika. Durusang sané mangkin palungguh Raka sayaga nuju Jagat Dwarakané, sakémaon sadurung indiké punika, sané mangkin titiang pinaka prabhu iriki ring Jagat Hastinapurané ngaturang mas manik miwah sarwa mulia. Wusan punika aturang titiang mangda palungguh Raka sané ngwilangin raina malih pidan pamargin yadnyané punika kakawitin. Yéning ring pikayunan titiang wantah dahat angayubagia, dwaning palungguh Raka sampun ngawinang sami jagaté sutindih ring angga sariran titiang pinaka ratuning Hastinapura.” Sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Prabhu Yudhistira ring Ida Sang Prabhu Krishna. Sesampuné ngrenga sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Prabhu Yudhistira, Ida Sang Prabhu Krishna (Wasudéwa) raris mawali nyawisin antuk icanidané miwah bebaosan sané nyunyur manis pisan. “Uduh Rai, Sang Prabhu Yudhistira I Déwa, patut pisan angayubagia malarapan antuk yadnya sané ageng pinaka cihna ngaturang suksma majeng ring Hyang Brahman. Santukan Rai sampun kapaica napi sané aptiang Rai ring payudané punika. Asapunika taler napi luir sané wénten ring Jagat Dwaraka wantah pacang duénang Rai makasamian.” Sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Prabhu Krishna. Mawali Ida Sang Prabhu Yudhistira nyawisin. “Dumogi sakadi asapunika kawéntenannyané.” Ida Sang Prabhu Yudhistira ngandika sakadi asapunika sinambil Ida nyakupang kara kalih, manyembah ring ajeng Ida Sang Prabhu Krishna sané pinaka ksatria mautama saking Jagat Dwaraka. Sesampuné kaicénin olih Ida Sang Prabhu Yudhistira, ngraris Ida Sang Prabhu Krishna (Wasudéwa) ngaturang sembah majeng ring Ida Dewi Kunti. Antuk manah sané dahat dredha bhakti, Ida Sang Prabhu Krishna ngiterin kawéntenan Ida Dewi Kunti pinaka cihna bhaktinidané majeng anak istri sané dahat mautama punika. Sesampuné punika raris Ida Sang Prabhu Krishna mawali mamargi ngaturang sembah majeng ring para ksatriané tiosan, nénten lali taler Ida Sang Widura. (Puput)

Ring tungtung enjung tan parurung Tiang makidung mamandung akung Magulet maruket tan ngétang tongos kelet Segara aad tresnané matadtad kadi kaarad Magampil ngepil mabuntil ring jukungé mapilpil Tungtang paling tiang ngalihin i padang galang Sawat sunar kapal nakal nyledét nimbal Nguntal cara bukal ganal nguber bulan tumanggal Panggih ngrerengih ring bibih pasih nandang sedih Raris kadaut kaliput lulut tan pakaput kantos ruput Galangé kangin ngupinin dingin satmaka ngulgulin Suryané matinggah pongah Smarané sayan punyah matingkah. Nala Antara


Kruna

14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

puupu;du(m,

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Durma 41,mÊauekoml. Mredhukomala þs)mã;ni\ntti\ln edtÉieloksrn,

Om sembah ninganata tingalana dé Triloka sarana, whêdêtßiks)mãh&hulun/,

Wahyadyatmika sembahing hulun, hij)\ÓtnÀnwn);,

ijengta tan hana waneh, s*lÙ^hg)nisk&th)n/,

sang lwir ageni saking tahen, kdimizkuæk&ddikit,

kadi minyak saking dadi kita, s*skuætß)tuynÀn w*hmut$tutu(pinhyu,

Sang saksat metu yan hana wang amuter tutur pinahayu, wiypiwêpksrin& prmttÙdu(lbkit,

Wiyapi wyapaka sarining parama tatwa durlaba kita, hicÈnÓ\ÀntnÀn

gnllitÞwnÀlhyu,

Icchanta nghana tan hana ganalalit lawan halahayu, útætÓisÕitilinn&ddi kittkrnnik, Utpatti sthiti linaning dadi kita ta karananika, s*s\Ðnærn&srtuæ)kl nisÐltßkkit,

Sang sangkan paraning sarat sekala niskalatmaka kita.

Redité Paing, 11 Juni 2017

I Ketut Sandika

Madasar Tattwa Agama Hindu KAWÉNTENAN indik kasenian ring Bali jakti sayan nincap kawéntenanipun, sané kasinahang antuk makéh para yowanané seneng ngamargiang makudang-kudang soroh seni inucap. Wénten sané seneng ring seni anyar minakadi musik band modérn, wénten seneng ring seni kontémporer, wénten taler sané seneng ring soroh seni kekunan utawi tradisional sané sinalih tunggil wangunnyané marupa barong taler sesolahannyané. Sakadi sané kauningayang ring Bali, barong nénten ngranjing ring widang seni kémanten, taler marupa piranti sané sakral utawi katengetang sané ketah kasungsung ring pura wiadin merajan. Saking barong inucap kapanggih nilai etika miwah estetika. I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd., pangripta buku “Barong dan Rangda dalam Kebudayaan Hindu di Bali” puniki maosang, wangun-wangun barong inucap setata kakaryanin antuk tattwa Agama Hindu wiadin satua-

satua ring Purana pinaka dasar, boya sangkaning manah seni undagi kémanten. Minakadi wangun barong bangkung sané kadasarin antuk satua ring Wisnu Purana, ngeninin indik Waraha Awatara miwah barong két sané kadasarin antuk tutur Sanghyang Banaspati Raja. “Wénten taler barong jaran sané kadasarin saking Satua Adi Parwa utawi saking satua indik Jaran Oncésrawa. Punika taler barong naga sané raket ring Satua Naga Basuki,” baos dané sané embas ring Nyalian, 11 Februari 1988 puniki. Ngeninin indik parikrama sané patut kamargiang tatkala jagi mundut patapakan Ida Bhatara marupa barong wiadin rangda inucap, dosén ring IKIP PGRI Bali punika maosang, kramané patut setata nincapang Tri Kaya Parisudhanyané soang-soang utawi setata mapikayunan, mabaos, taler malaksana sané becik. Sios punika tatkala jagi nyungsung utawi nglinggihang patapakan, kramané sami patut

nyantenang tur ngawiaktinin pisan yéning punika wantah palawatan Ida Bhatara Sesuhunan sané malinggih ring pura inucap, nénten dados malih marasa marma utawi sanksi. Sios punika patut pisan palawatan inucap setata kasuciang mangda prasida rajeg tur becik kahanan ipun. “Tatkala jagi nyolahang patapakan Ida Bhatara sané pinih mautama wantah krama sané nyolahang nénten dados ngagu, ajum napimalih nyapa kadi aku duaning punika ngawinang krama inucap nénten maparikrama sakadi sapatutné tur punika nyinahang krama inucap nénten bhakti ring Ida Bhatara,” asapunika dané sané meneng ring Br. Umanyar, Nyalian, Banjarangkan, Klungkung puniki nartayang. (was)

Isin Gumi Danda ”Pajak Kendaraan Bermotor”, Kaplungguh Krama DANDA pajak kendaraan bermotor (PKB) ngametuang akéh plungguhan saking krama. Sané ngawinang, kasépan naur pajak araina kémanten naurnyané pateh ring kasépan naur pajak awarsa. Danda PKB sané kakeniang 100% punika dados pakrimik krama sané wajib pajak. Kahanan punika majanten meratin krama, pamekas sané nénten mapikayunan pacang kasépan naur. Para krama ngaptiang pemerintah prasida ngicénin “kelonggaran” majeng krama sané kasépan naur PKB sawatara araina kalih raina. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 07 Juni 2017 lintang Komang Suparta, Kerobokan Yukti pisan indiké punika karasayang berat olih krama pamekas titiang néwék santukan dados jadma pastika naanin lali naur pajak. Napi malih kantun ngantos 100%. Iriki patut kapikayunin olih pemerintah, sané utama krama sampun éling tur kayun naur pajak yadiastun kasépan araina utawi kalih raina. Gung Dé, Singaraja Parindikan danda araina pateh ring danda awarsa, patut kasobyahang majeng krama. Kantun akéh krama sané nénten uning saha

kirang ngresep. Sapatutnyané mangda katlatarang olih angganing sané wenang. Amunapi ageng dandanipun yéning krama kasépan naur pajak utawi nyamsat. Gung Surya, Lovina Majeng krama, tunas titiang mangda sering nguratiang STNK motor. Irika sampun kaunggahang galah miwah tanggal nyamsat utawi naur pajak. Ring soangsoang DK kendaraan taler sampun kasinahang indik galah naur utawi perpanjangan STNK. Putra, Pengastulan Sakadi mangkin, galahnyané pemerintah nguratiang plungguhan krama. Pemerintah sampunang wantah kayun “menang padidi”. Umpami wénten krama sané naur pajak sadurung jatuh tempo, pemerintah sapatutnyané ngicén bonus majeng krama inucap. Sampunang wawu lintangan araina naurnyané pateh sakadi kasépan ring awarsa. Ajik Antara, Panji Manut titiang, sapatutné mangda kabinayang pantaraning kasépan naur araina sareng danda kasépan naur awarsa. Indiké puniki mangda nénten karasayang berat olih krama ring kahanan sakadi mangkin. Mangda nénten ngawinang krama “ngekoh” naur pajak.

Arta Dana, Banjar Yéning kantos kapatehang dandanyané, tiang nénten cumpu, nika meratin krama. Beciknyané kawilangin ngasasih, doh lewih becik. Kémahon yéning pemerintah kayun nglaksanayang sakadi punika, janten tiang cumpu.

Gede Pasek Sumerta, Panji Anom Parindikan kasépan araina utawi kalih raina, tunas titiang mangda kaicén galah malih minakadi aminggu saking tanggal sapatutnyané naur. Lintangan punika wawu kakeniang danda. Akéhan krama pastika naainin kémanten lali. (ama)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

arip

1.

hrip/,

1. mengantuk

2.

bégak

2.

ebgk/,

2. banyak

3.

bégal

3.

ebgl/,

3. rampok

4.

begig

4.

b)gig/,

4. nakal

5.

begug

5.

b)gug/,

5. angkuh

6.

cabar

6.

cb(,

6. gegabah

7.

candak

7.

cnÑk/,

7. hadang

8.

cangkrim

8.

c\ÐËim/,

8. cacar air

9.

carma

9.

c(m,

9. kulit

10.

cupit/,

10. sempit

10. cupit

Bahasa Indonésia


15

Minggu Paing, 11 Juni 2017

Telor Ayam Jantan dan Ibu Garuda Pertiwi…

Pancasila Gue-gue…

AKHIR-AKHIR ini definisi dan segala urusan yang menyangkut NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dengan macammacam onderdil politiknya: pluralisme, radikalisme, intoleransi, dictator minoritas, apapun—semakin harus mengacu ke wacana Dinasti Gue-gue. Termasuk agama, Tuhan, Nabi, ketokohan dan kepahlawanan: harus mengacu kepada persembahan kepada kebenaran eksistensi dan legalitas Gue-gue. DINASTI DARI UTARA ini kekuasaannya sudah semakin menggurita: kuasa atas tanah, keuangan, aset-aset apa saja, bahkan produksi aturan dan undang-undang. Kekuasaan karena kecanggihan dan kehebatan, maupun karena ambisi berkuasa itu sendiri, termasuk filosofi dkeduniawian dan strategi tipu daya yang menyebarkan “syubhat” atau kerancuan antara surga dan neraka. Bahkan memutarbalikkan antar keduanya. TAPI MESKIPUN DEMIKIAN, perlu tetap dipilih antara Gue-gue Benteng dan Gue-gue Toko. Gue-gue pribumi dengan Gue-gue Laba. Yang benteng dan pribumi sudah menyatu keindonesiaan, berhati nusantara, dan belajar berlaku sebagai tuan rumah di tanah yang dipijaknya. Adapun yang toko dan laba, tak penting di tanah dan negeri mana ia berpijak, yang utama adalah mencari keuntungan pribadi, menumpuk laba menghimpun kuasa. ASAL MUASALNYA BEGINI. Alkisah, lebih tida abad Ratu Kukeleku berkuasa di Nusantara. Beberapa tahun digantikan oleh Pangeran Cockadoodledoo. Mereka berdua ini sebenarnya bersama sejumlah raja lain, seperti Cocorico, Qiuquiriqui, Chicchirichi atau Kikeriki, berbagi kekuasaan di Afrika dan Asia. Ada raja lain misalnya Koukarekou, yang selera berbeda, tidak ikut kenduri di Asia Afrika, melainkan berusaha menguasai rekan-rekannya sendiri di Eropa. SELAMA KUKELEKU, dan Cockadoodledoo berkausa, raja-raja nusantara seperti Prabu Kongkorongok, Adipati Kukurunuk atau Sultan Hemengkukuruyuk dan handai tolannya, sangat bersabar, toleran dan lapang dada bersuara di area lokalnya masing-masing. Tapi tatkala Kukeleku digantikan beberapa tahun oleh Kaisar koukoukoukou, ketiganya berhimpun dangan ratusan lainnya. Tiba-tiba Kerajaan Kaisar itu ditimpa oleh meteor sangat besar jatuh dari langit: merdekalah Nusantara, dengan himpunan itu bersepakat untuk menjadi satu nusa satu bangsa. SEBENARNYA PERSATUAN dan Kesatuan itu tidak benar-benar merdeka dari pengaruh Ratu Keleleku dan sekutunya. Apalagi bersamaan dengan itu di seluruh

Nusantara pelan-pelan sudah tersebar pasukan dari DInasti Gue-gue. Meskipun ada tamu lain dari arah Barat: AlMalik ShoutudDiik, memasuki Nusantara tidak dari atas, melainkan mengalir dan menembus di tataran bawah. Semua adalah Makhluk produknya Tuhan. Tidak ada benci atau antimakhluk. Tapi itu masalahnya. Yang kita bicarakan adalah keserakahan. KEBANYAKAN PENDUDUK NUSANTARA menerima apa yang dibawa oleh Shoutud-Diik di wilayah sesembahan, ubudiyah, spiritualitas dan budaya. Sedangkan yang lambat laun menguasai bidang-bidang materi, sandang pangan, kedniawian dan kemewahan fisik, berada dalam kendali Dinasti Gue-gue. Tahuntahun terakhir ini pengusaan lapangan perekonomian Gue-gue sungguh merajalela. Bahkan karena itu mereka menguasai struktur kekuasaan Nusantara, di mana para petinggi sangat senang bisa menjadi makmur karena terganatung pada mereka. SEDEMIKIAN BERKUASANYA Pasukan Gue-gue, termasuk atas inisiatif capital serta politik hutang: sekarang ini ayam berkokok pun berbunyi “Gueeegueeee”. Pelanpelan tapi pasti, bentuk ekspresi kebeudayaan Nusantara semakain mewarnai oleh inisiatif modal dan kuasa Gue-gue. (Bersambung ke “Kebenaran Ayam”) l Emha Ainun Nadjib Yogya, 31 Mei 2017

Kalau saya nyatakan “Saya Emha, Saya Manusia”, orang akan malah kehilangan kepercayaannya kepada KeEmhaan dan kemanusiaan saya. Maka saya juga tidak berani ikut teriak “Saya Indonesia, Saya Pancasila”. Gadis yang “kemayu” adalah yang tak percaya diri pada keayunannya, dan gara-gara iya “kemayu”: sirna ayunya. MAKA DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI inilah saya berikut Tafakkur Pancasila. Tengok dan nikmatilah keindahan sejati dari ragam manusia hasil karya Allah SWT. Sebutlah: pluralitas, Bhineka Tunggal Ika, “syu’uban wa qabail” ata apapun. Semua menikmati suara kokok ayam, yang bunyi orisinalnya adalah hak patent Allah SWT. Dan semua mengimpresikannya, sesuai dengan “roso” dan kadar rasa syukur masing-masing. MAKA TERBITLAH INTERAKSI dan orchestra peradaban kokok ayam: Kukeleku (Belanda), Cockadoodledoo (Inggris), Koukoukoukou (Jepang), Quiquiriqui (Spanyol), Chicnhirichi (Italia), Cocorico (Perancis), Gue-gue (Cina), Kikeriki (Jerman), Koukuruyuk (Jawa), termasuk Shoutud-Diik (Bahasa Arab=suara kokok ayam) hanya merumuskan tapi tak menirukan. Saya gagal menemukan bagaimana masyarakat Betawi menirukan kokok ayam. Ketemunya malah Gue-gue, kosakata utama budaya Betawi.

Memori Budaya, Penciptaan Karya SeniMenyangga Integrasi Kebangsaan l Revitalisasi Karakter Amuter Tutur, Prakempa dan Tantu Pagelaran

MEMORI BUDAYA menjadi hal vital dalam tradisi kreatif seniman, terlebih hal tersebut dihubungkan dengan strategi penguatan muatan lokal. Memori budaya berkaitan dengan unsur-unsur kebudayaan, yakni artefak, perilaku budaya, maupun nilai. Praktik seni hari ini sangat mengakrabi timbang kreatif seperti ini dalam rangka untuk menjawab tantangan kompetisi seni di tingkat global. Penguatan nilai kebangsaan juga berhubungan dengan menjawab tantangan kompetisi ke luar, ke perlombaan antar bangsa. MEMORI BUDAYA yang berhubungan dengan penanda integrasi kebangsaan, tentu akan mengarah pada khasanah penandapenanda sejarah yang berhubungan dengan heroism perjuangan kemerdekaan, wujud kebhinekaan Indonesia, dan lain-lain yang berhubungan dengan nilai gotong royong. Terhadap seluruh artefak budaya, mesti dilakukan upaya rekonstruksi, revitalisasi, dan juga konservasi/perlindungan. Rekonstruksi terkait dengan program menghidupkan

Mencari Tuhan seperti Mencari Minyak dari Kelapa Ini cerita lama yang telah berulang kusampaikan. Tentang perjalanan mencari minyak kelapa. Mula-mula harus kau panjat pohonnya. Agar lancar kau tundukkan batang vertikal itu, harus kau latih otot kaki dan tangan. Juga harus kau jinakkan ketakutan pada ketinggian akibat gravitasi bumi. Di atas sana, harus kau puntir buah-buah tua dan membawanya turun ke bumi. Bisa dengan menjatuhkannya di tempat aman, bisa juga dengan menentengnya langsung. Yang pasti, kau tak bisa mengolah buah itu dengan cara apa pun di pucuk pohonnya. Di bawah, di hamparan permukaan bumi, buah itu harus kau kupas. Belajarlah mengupas dengan cara termudah. Kalau pun gigimu kuat, sebaiknya gunakan saja alat bantu. Tenagamu akan bisa kau gunakan untuk proses berikutnya. Jangan olah sabutnya meski ada bagian keras menghadangmu. Itu batok namanya. Pecahkan ia agar bisa kau congkel daging buahnya. Setelah itu, parutlah. Dan parutan tersebut harus kau peras hingga keluar cairan dari dalamnya. Tapi

itu bukan minyak. Itu santan. Ingat, agar santan mau menyembul dari daging kelapa yang terparut, kau harus memancingnya dengan air kelapa yang kau didihkan lebih dulu. Selanjutnya santan harus kau rebus untuk memisahkan minyak dengan ampasnya. Di sini banyak godaan. Tubuh dan jiwamu yang lelah bisa saja tertipu dan mengira bahwa proses pencarian sudah usai. Padahal apa yang kau dapati masih harus kau pisahkan dengan sangat hati-hati. Masih belum selesai. Begitu terpisah bagian yang cair dari yang kental, bagian yang itu harus kau rebus lagi untuk memurnikannya. Sungguh sebuah proses panjang dan melelahkan. Tetua Bali bilang, seperti itulah pencarin manusia menemu Kebenaran Hakiki. Seperti itu pula Tuhan yang ada di dalam ketiadaan. Mereka memberi kode: “Sang luir agni saking tahen, kadi minyak saking dadi kita.” l Suksma Ning Laksmi

Mulai dari Api Pikiran

l Mengelola Api Fase Pematangan (4) KESUKSESAN hidup manusia, dalam pandangan Bali Tradisi, ditentukan oleh kemampuan mengelola api dalam diri manusia. Dan, ini tentu dimulai dari kemampuan mengelola api dalam diri sendirisendiri. Tanpa kesanggupan mengelola api dalam diri sendiri-sendiri, mustahil akan tercipta kesuksesan mengelola api dalam keluarga. Tanpa kesuksesan mengelola api dalam keluarga, maka kerukunan kelompok, antarkelompok, terlebih lagi kerukunan masyarakat luas pun menjadi utopis. Boro-boro terwujud kedamaian Negara—itu bukan cuma mimpi di siang bolong atau menggantang asap, bahkan sekadar diomongkan pun sia-sia belaka. Dalam pandangan Bali Tradisi, kemampuan mengelola api dalam diri sendiri-sendiri itu merupakan benih mutlak. Itulah awal mula kesuksesankesuksesan di lapisan yang lebih luas, lebih besar. Pertanyaan mendasarnya: dari mana api dalam diri sendiri-sendiri itu mesti dikelola? “Dari pikiran,” tutur Bali Tradisi. Kenapa bermula dari pikiran? “Karena pikiran itu energi api paling

dahsyat dalam diri setiap insan manusia,” jawab Bali Tradisi. Energi api pikiran itu dapat menuntun menerangi hingga menyelamatkan para pejalan kesadaran hidup sampai di tujuan ter-utama sekaligus ter-megah kehidupan. Itu bila api pikiran dapat ditempat ditransformasi menjadi Kesadaran Murni. Tapi, energi api pikiran itu juga berkecenderungan sangat kuat menjerumuskan para putra-putri kehidupan ke titik nadir kehinadinaan kehidupan. Itu bila api pikiran dibiarkan liar menjadi ego berkegelapan nan pekat. Itu sebab para tetua Bali Tradisi yang telah berhasil menjinakkan energi api pikiran berkesimpulan bulat: Tanpa memperbaiki “lingkungan pikiran” sebagai akar segenap persoalan kehidupan kini, kebanyakan orang sangat terbuka peluangnya mengalami kekacauan jiwa. Jiwa-jiwa manusia akan menjadi terluka. Jiwa terluka menjadikan pikiran kacau. Pikiran kacau menjadikan kata-kata yang terlontar dari mulut pun keras, tidak lembut, tidak sejuk, tidak menyegarkan si penerima. Muaranya: tindak polah orang pun bakal jauh dari radius rasa cinta + syukur”. l deprabas

l Road to Homecoming 230 years Old Denpasart...

kembali karya memori budaya yang sudah/ hampir punah. Revitalisasi terkait dengan upaya berkelanjutan untuk mengajegkan/ menguatkan tidak saja benda budaya itu, tetapi juga nilai-nilai yang melekat. Konservasi lebih pada upaya pelindungan, pemeliharaan, dan juga promosi. PENGUATAN memori budaya juga sangat berhubungan dengan transfer pengetahuan. Posisi perguruan tinggi seni menjadi sangat vital dalam melakukan alih pengetahuan dan juga penguatan akses literasi. Seperti mengakses naskah-naskah kuno, yang di dalamnya ada konsep-konsep estetika, seperti lontar prakempa untuk gemelan, tantu pagelaran untuk mitos dan etika kreatif, dan lain-lain. Kerja Kreatif ISU STRATEGIS yang tetap penting ditmbang dalam kerja kreatif belakangan ini yakni kecakapan menghadirkan karakter lokal, lewat bahasa-bahasa universal. Semua bidang seni, baik seni pertunjukan, seni rupa, desain, dan juga seni media, berlomba untuk mengeksplorasi keunikan lokal. Karakter lokal yang dimaksud pada poin ini, bisa jadi yang berhubungan dengan upaya apropriasi, adaptasi, dan juga memikri dari idiom budaya masa lalu, untuk kemudian dipakai melalui

Semua Bergetar Menggelombang l Mengelola Api Fase Pematangan (5)

MENGAPA mengelola api pikiran itu bukan hanya perlu dan penting—tapi justru mutlak? Bali Tradisi memahami mendalam, bahwa esensi-substansi Hidup itu adalah getaran. Keseluruhan pikiran, perkataan, terlebih tindak polah setiap insan niscaya akan menggetarkan sekitarnya. Layaknya setetes air dalam telaga yang menimbulkan gelombang tiada terputus, begitulah, manakala satu orang saja menebar kekacauan pikiran, lalu kata-kata, terlebih menjadi perilaku urakan, maka ketidakteraturan itu pun akan menggelombang, hingga melingkupi dunia. Terlebih-lebih lagi bila kekacauan pikir, kata, dan laku itu menebar dari pembesar negeri, pejabat, elite, tokoh, maka getaran suara, kata-kata, dan perilakunya itu pun akan menjadikan seluruh negeri bereaksi tak positif. Ketika tokoh-tokoh, pemimpin, elite dengan pikiran kacau itu lantas menebarkan getaran energi negatif api pikiran itu lantas dipublikasikan riuh dan bertubi-tubi oleh segenap media, cetak, elektronik, maupun on-line, maka mudah dibayangkan: alangkah kacau reaksi tanah dan air di sekitarnya. “Bencana dan keberuntungan” atau “kekacauan dan kedamaian” di ruang gua garba rahim alam Semesta Raya ini, karenanya, tidaklah ada yang terjadi atau muncul tiba-tiba. Tidak ada pula yang muncul dan terjadi kebetulan. Sebaliknya, itu berakar pada kekacauan getaran energi api pikiran manusia, orang per orang, yang kemudian menggelombang dalam radius keluarga, kelompok, hingga masyarakat luas, negara bahkan menembus dunia. Adapun kekacauan pikiran berakar pada kekacauan jiwa. Runyamnya, pada masyarakat yang sedang mengalami perubahan dahsyat dari komunal-agraris-tradisional ke era industri dan jasa dengan kecepatan tinggi, seperti Bali, dan seantero Nusantara Raya umumnya, keterbelahan jiwa niscaya dahsyat pula. Dari sinilah dapat dimengerti mengapa konflik internal perseorangan, kelompok, maupun kolektif hingga ke tingkat negara se-Tanah Air muncul sambung-menyambung. Akibat getaran energi api pikiran yang liar dan kacau itu adalah lemahnya kohesi inter maupun antarunsur. Wujudnya: mulai dari rendah dan lemahnya kohesi integritas personal, keluarga, hingga kolektif. l deprabas

olah media, teknik, dan pelihan bahsa artistik yang baru. PRINSIP-PRINSIP INTEGRASI kebangsaan juga menyangkut pentingnya kolaborasi dalam berbagai level masyarakat. Prinsip ini juga harus menjadi salah satu arus utama dalam pengembangan kreativitas baik pribadi maupun komunitas. Kolaborasi yang berlangsung dalam suasana kreatif, untuk saling merespon akan memuarakan kerja sama yang berpihak pada rasa kemanusiaan. PENGUATAN DAN MEDIASI memori budaya ke tingkat masyarakat dan pribadi dibutuhkan media sosialisasi yang efektif. Seni merupakan media yang paling efektif. Memori budaya yang terkait dengan entitas nilai-nilai, pola penguatannya juga penting ditopang oleh kekuatan wacana. Untuk itulan penting secara aktif mendirikan ruang-ruang yang bisa menjaga keberlangsungan wacana secara demokratis. Wacana tentu berhubungan dengan kekuatan bahasa dan media. SECARA RINGKAS dapar saya rumuskan, bahwa yang terjelaskan, di atas merupakan tujuh langkah optimalisasi dan mediasi atas keberadaan memori budaya dalam rangka penguatan integrasi kebangsaan, yakni memahami keberadaan penanda sejah kebangsaan, pemeliharaan artefak budaya, alih pengetahuan, kerja kreatif bermuatan lokal, kolaborasi, sosialisasi media, dan ruang wacana. Inilah pokok-pokok pikiran yang saya sampaikan dalam forum ‘’Seri Budayawan Indonesia Bicara. Memori Budaya dan Integrasi Kebangsaan.’’ Yang digagas Kompas, Teras Bebas dan Bali Mangsi Foundation, Selasa, (6/6) lalu dalam mengenang kelahiran Bung Karno. l I Gede Arya Sugiartha Guru besar seni dan budaya, Rektor ISI Denpasar l Made Adnyana Ole Di Puncak Kera Menyeberang Jalan Di puncak bukit Jalan menuju rumah siapa saja Seekor kera menyeberang jalan Kita tak pernah tahu Ia sedang pulang Atau sedang pergi Bahkan ia tak tahu siapa dirinya Orang-orang yang lewat memanggilnya Dengan nama sembarang

SECARA artistik, budaya Jakarta memang paling kompatibel dengan Gue-gue, dalam pengertian simbolik maupun kontekstualitas politik, budaya maupun kekuasaan. Maka kepemimpinan di Jakarta juga cenderung Gue-gue. Dalam konteks karakter social budaya, metropolitan Jakarta juga yang memelopori lairnya “Generasi Lu-lu Gue-gue”. Dalam skala nasional, karena Jakarta adalah “sokoguru” sejarah Indonesia-maka bahkan sosialisasi, akulturasi dan perasukan unsure Gue-gue sudah mulus masuk kampong-kampung, kampus-kampus, pesantren, darat, laut, hutan taman, kebun, di tempat-tempat cahaya benderang maupun di remang-remang kegelapan. SECARA TRADISI ALAM maupun logika budaya, Jakarta seharusnya menjadi yang “paling Indonesia”. Ia bukan hanya ibu kota, tapi juga “pemimpin keindonesiaan”. Jakarta paling nasionalis, paling patriotic. Lebih tiga perem pat jumlah rupiah ada di saku mereka. Mereka makan paling banyak, bersandang paling necis. Juga Jakarta adalah “Tuhan”nya setiap keputusan nasional. Sebagai orang Jawa saya membayangkan di jidat Jakarta ada tattoo “Sedumuk batuk, senyari bum,I”. Jakarta adalah pengendali kedaulatan Negara, pendiri dan penjaga pagar harga diri bangsa. “Prajurit” yang membentengi setiap upaya rongrongan atas kekayaan nasional. Jakarta menjadi pemimpin kearifan dalam kebersamaan, pelopor kelapangan dalam keragaman. BUKAN SEBALIKNYA. Bukan Jakarta memproses program “bunyi kokok ayam adalah Gue-gue”, sehingga Kukeleku, Cockadoodledoo, Koukoukoukou, Quiquiriqui, Chicnhirichi, Cocorico, Gue-gue, Kikeriki, Koukarekou, Kongkorongok, Kukurunuk, dan lain-lainnya salah semua. Bahkan kalau mau ilmiah dan adil, yang benar sejati adalah kokok ayam itu sendiri. Manusia Cuma peniru, kemudian mencuri dan memanipulasi, akhirnya berlagak-lagak dan GR sendiri. DI HARI PANCASILA, Ayam jago tibatiba menjadi sangat menarik. Saya khusus datang ke tetangga penggemar ayam jago. Dia tahu apa yang saya resahkan dan berkata: “Masalah utama bangsamu bukan pada perbedaan menirukan kokok ayam. Melainkan penggumpalan modal yang dipakai untuk mengendalikan kekuasaan. Kalau kalian rindu untuk menyatu kembali, syarat nilainya adalah kesungguhan terhadap keadilan. Untuk itu carilah pemimpin yang pawang” “Hal kekuasaan nanti dulu. Kami sedang berdiskusi tentang PAncasila dan ragam kokok ayam..” saya merespon. “KOKOK AYAM CUMA SATU, yang beragam adalah interpretasinya. Kalau bangsamu bertengakr soal itu, kembalilah ke kebenaran ayam. Juga jangan lupa, kalau ada ayam berkokok, berarti dia tidak bisa dan tidak pernah bertelu. Dias ok jago, maka disebut ayam jago. Pancasila tidak ditlorkan oleh ayam jago, melainkan ileh Ibu Garuda Pertiwi. Garuda bukan Bapak. Indonesia adalah Ibu Garuda Peretiwi, pengayom seluruh penghuni bumi. 72 tahun Indonesia merdeka tak berkembang dewasa karena Garudanya bencong. (Diteruskan ke “Rindu Menyatu”) l Emha Ainun Nadjib Yogya, 1 Juni 2017 Seseorang yang lewat pada suatu malam Menemukan ia termangu di tepi jalan Mungkin bersiap menuju seberang Mungkin baru saja datang dari seberang Bahkan ia sendiri tak tahu Di mana dirinya berada Seseorang yang lewat begitu saja Dan ia hanya memandang begitu saja Seseorang yang lewat pada suatu malam Mengira ia sedih minta buah Padahal ia sednag kehilangan buah Sebagai petunjuk jalan menuju rumah

Sekerat Rasa Welas Asih

l Mengelola Api Fase Pematangan (6) PERSOALAN menjadi kian runyam manakala energi api pikiran yang dikonsepsikan oleh nama I-N-D-O-N-E-S-I-A yang disandang Tanah Air ini justru menggetarkan kohesi dan integritas yang amat sangat lemah—justru berkecenderungan kuat terfragmentasi, tercerai-berai. Sangat berbeda dengan nama NUSANTARA ataupun DWIPANTARA yang memiliki kohesi soliditas dan integritas sangat kuat. Lantas, siapa dan bagaimana cara dapat meretas belitan masalah getaran energi api pikiran yang sedang menggelombang ini? Bali Tradisi bertutur jelas, bernas, tegas, dan sahaja: Hanya yang hidup dapat menolong, merawat, menopang, maupun menyelamatkan yang hidup. Manusia, secara bersama-sama, dapat menyelamatkan hidup agar aman, nyaman, bahagia, dan damai. Caranya? Mulailah dari yang sederhana: berpikir yang benar, lalu bertutur kata yang terkendali, nyunyur manis, sehingga respons yang diberikan pihak lain atau yang menerima pun akan lembut, positif. Dengan begitu, kita bersama-sama tak hanya berarti dapat menolong menyelamatkan Bumi, Ibu Hidup kita bersama, tapi sekaligus juga menyelamatkan hidup masing-masing. Kenapa? Karena sebelum dilontarkan lalu menjalar ke pihak lain, energi kata-kata itu terlebih awal bakal direspons positif oleh air dalam tubuh kita masing-masing.

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Mei-Juni 2017

Begitulah, sepotong Cinta Kasih (Welas Asih) tulus murni bergetar dari dalam diri individu, lantas menyebar ke luar, sedangkan Syukur (Angayubagya) muncul sebagai respons positif rasa orang yang menerima getaran itu. Ketika orang yang menebar Cinta Kasih (Welas Asih) meyakini dapat menebar Cinta Kasih, maka energi itu akan menebar, menggelombang, seperti gelombang dalam telaga: menjangkau kian luas. Jadi? Mari mulai hidup saban hari dengan menebar sekerat rasa Cinta Kasih, Syukur, dan Terima Kasih bagi segenap yang telah, sedang, dan akan menopang Hidup kita: anggota keluarga, tetumbuhan, hewan, tanah, air, matahari, udara, langit, leluhur—kepada semua. Cinta Kasih dan Syukur itu merawat, memelihara, menghidupi—bukan malah merusak, menghambat, apalagi menghancurkan. Bukankah tetua Bali mengajarkan, tandas bernas: Bumi dan segala sesuatu yang ada ini Hidup, dinamakan bawa maurip. Ahli fisika membuktikan dengan rumusan: segenap yang ada ini bergetar—berarti hidup. Justru itu manusia diwajibkan supaya winangun urip, merawat hidup dan kehidupan. Dan, menyakiti, apalagi membunuh (himsa) yang hidup itu adalah jalan yang paling dipantangkan. l deprabas

l Sembilan (9) Prosa PLUS Sembilan (9) Sajak gress…

Pijakan Start Ke-Rasa-Diri-an yang Terpanggil Sepenanggungan

l Ngampoeng Seni Ulangtahun JKP – 109 l Parapara Kelahiran Mei – Juni … Minggu WAGE 18 Juni 2018 ULANGTAHUN Gerson Poyk, Pranita Dewi, Jengki Sunarta di JKP-109 Renon - Denpasar…. PANGGILAN Sepanjang 2017 – PELUANG Sepanjang 2018 IGA Komang Wiliani, Zinda Ruud Purnama, IA Wayan Sugiantari, Ratna Ayu Budhiarti, Santiasa Putu Putra, Moeh. Satrio Welang, Surya AR Gemilang, Made Edy Arudi di Atas KERTAS paling berpeluang memanaskan. Arena PARTAI SOLO-RUN 2017–2018 MAKIN terseleksi karya prosa–sajak yang anda kirimkan, maka gol demi gol PASTI terjadi…. PASfoto bebas + Adat plus biografi singkat dan jelas sertakan, sistem ANTRE anda tentukan… SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya Keliling Bali JAGA dikota masing-masing sampai Desember 2017 AGEND Akan kegiatan dan aktivitas Komunitas/grup Anda disini diruang APRESIASI…. APRESIASI Langgam Karangasem–Buleleng P.P. Gaya sliding Kardanis Mudawi Jaya…. STOP press jaga jaga di Jatijagat Kampung Puisi–109 Upacara temutangan temukejutan 2017 ini juga.


NASIONAL

16

Minggu Paing, 11 Juni 2017

Satyaki Pingsan Tertusuk Panah Aswatthaman

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta

( Edisi Empat Ratus Sembilan Puluh Tiga )

Rishi Vyasa : (Bharata)

setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

PUTRA Drona Aswatthaman pada pertempuran dahsyat itu menutupi Pangeran Dhristadyumna yang marah. Kenekatan itu dilakukan putra Drona itu karena ia mengenang nasib buruk pembantaian terhadap ayahandanya. Setelah memotong tiang bendera dan busur pangeran Panchala itu dengan sepasang panah yang ditembakkan secara baik dan dilengkapi kepala-kepala seperti pisau cukur. Putra Drona dengan cepat menggiling musuhnya dengan anak-anak panah tajam lainnya. Pada pertempuran yang menakutkan itu, Aswatthaman membuat musuhnya tanpa kuda, tanpa sais kereta dan juga tanpa kereta. Bahkan putra Drona itu juga terus menutupi pengikutpengikut pangeran Panchala itu dengan hujan panah lebat. Bombardir serangan Aswatthaman itu membuat pasukan-pasukan Panchala, oh raja, terkoyak-koyak oleh hujan anak-anak panah itu. Tidak sedikit memilih melarikan diri dalam kondisi ketakutan. Banyak yang sangat menderita luka-luka parah. Setelah melihat pasukan-pasukannya berbalik dari pertempuran, Pangeran Dhrishtadyumna menjadi sedih dan sangat menderita. Cucu Sini itu dengan cepat memacu keretanya melawan putra Drona dalam jarak dekat. Dia kemudian membuat menderita Aswatthaman, dengan delapan batang panah tajam. Sekali lagi menyerang prajurit yang marah itu dengan 20 batang panah dari berbagai jenis panah lainnya. Putra Raja

Drupada itu lalu menyerang sais keretanya Aswatthaman. Dilanjutkan membidik empat kuda-kudanya menggunakan empat batang panah. Dengan pertimbangan kelincahan tangan menakjubkan, dia memotong busur dan tiang bendera Aswatthaman. Pangeran Satyaki ikut nimbrung, ia kemudian memotong menjadi berkeping-keping kereta yang dihiasi emas musuhnya, berikut kuda-kudanya. Satyaki juga melukai bagian dada Aswatthaman dengan 30 batang anak panah. Serangan cepat Satyaki membuat putra Drona itu menderita. Serangan bertubi-tubi itu memaksa Aswatthaman yang perkasa tidak mengetahui apa yang harus ia dikerjakan. Ketika putra sang guru telah jatuh dalam penderitaan, kemudian putra paduka, prajurit kereta itu, ditemani Guru Kripa, Karna dan lain-lainnya mulai menutupi pahlawan Satwata itu dengan anak-anak panah. Semua dari mereka dengan cepat menyerang Satyaki dari segala sisi menggunakan panah-panah tajam, Duryodhana menyerang menggunakan 20, putra Saradwat, Kripa dengan tiga panah. Lalu Kritavarman menyerang dengan 10, dan Karna malah melepaskan 50 anak panah. Duhsasana tidak ketinggalan, ia ikut menyerang memakai 100 batang anak panah, dan Vrishasena tujuh anak panah. Pangeran Satyaki, oh raja, sangat hebat. Diserang keroyokan tidak terjadi apa-apa. Justru Satyaki segera membuat seluruh prajurit

kereta Kuru yang hebat itu melarikan diri dari medan pertempuran. Prajurit-prajurit Kuru menjadi kehilangan kereta-kereta mereka. Sedangkan Aswatthaman, oh banteng keturunan Bharata, setelah mendapatkan kembali kesadarannya dia mendesah berulang-ulang dalam kesengsaraan. Dia mulai berpikir apa yang seharusnya dikerjakan. Dengan mengendarai kereta lainnya, putra Drona itu penghangus musuh-musuh itu mulai menahan Satyaki menggunakan ratusan batang anak panah. Setelah melihat Aswatthaman sekali lagi mendekatinya dalam pertempuran itu, ksatria kereta perkasa Satyaki sekali lagi membuat putra Drona tanpa kereta. Hal itu menyebabkan Aswatthaman berbalik kembali. Para Pandava, oh raja, setelah melihat keberanian Satyaki, lalu bersama-sama meniup terompet-terompet kerang sangat keras. Dengan kekuatan besar terompet kerang itu mengeluarkan raungan-raungan singa yang keras. Setelah menghilangkan kereta milik Aswatthaman, Satyaki yang keberaniannya tak pernah gagal itu kemudian membantai tiga ribu prajurit kereta perkasa divisinya Vrishasena. Selain itu, Satyaki juga membantai lima belas ribu ekor gajah divisinya Kripa, dan lima puluh ribu ekor kuda divisi Sakuni. Putra Drona yang gagah berani itu, oh baginda, dengan menaiki kereta lain menjadi sangat marah dengan Satyaki. Aswatthaman kemudian meneruskan melawan. Keinginan hanya satu secepat-

nya membantai Satyaki. Setelah melihatnya mendekat lagi, cucu Sini penghukum musuh-musuh itu, sekali lagi menyerang dan merobek-robek menggunakan panah-panah tajam. Serangan Satyaki bahkan lebih dahsyat daripada sebelumnya. Terluka dengan anak-anak panah yang bentuknya bermacam-macam itu oleh sepak terjang Yuyudhana, pemanah hebat putra Drona itu hanya bisa marah. Dan sambil tersenyum lalu menyapa musuhnya. ‘’Oh cucu Sini, aku mengetahui sikapmu memihak Dhrishtadyumna, pembantai gurunya itu, tetapi engkau tidak akan dapat menyelamatkan dia atau dirimu sendiri ketika aku serang. Aku bersumpah kepadamu, oh cucu Sini, demi kebenaran dan demi kekerasan tapaku, aku tidak akan mengenal kedamaian hingga aku membantai semua orang Panchala. Engkau boleh menggabung kekuatan-kekuatan Pandava seluruhnya, dan juga keluarga Vrishni bersama-sama, tetapi aku akan tetap membantai

keluarga Somaka itu.’’ Setelah mengatakan itu, putra Drona itu menembak Satyaki dengan sebuah anak panah sangat baik dan lurus. Anak panah itu memiliki kemegahan matahari. Bahkan seperti senjata halilintar Sakra yang pernah ditembahkkan kepada asura Vritra pada zaman dahulu. Demikian ditembakkan oleh Aswatthaman, anak panah itu menembus baju zirah Satyaki dan lewat melalui tubuhnya. Anak panah itu masuk ke dalam tanah seperti seekor ular mendesis ketika memasuki lubangnya. Baju zirah Satyaki tertembus panah tajam putra Drona, Satyaki yang gagah perkasa seperti seekor gajah tertusuk dengan pengait. Akibatnya darah Satyaki mengalir deras dari lukanya. Busur dan anak panah yang masih terpasang malah terlepas dari pegangannya. Satyaki terduduk lemas di teras keretanya dan seluruh tubuhnya ditutupi darah. Setelah melihat ini, sais keretanya dengan cepat lari menjauh dari putra Drona. (bersambung)

Sloka 13.32 Anaditvan nirgunatvat paramamayam avyayah sarira-stho ‘pi kaunteya na karoti na lipyate Orang yang mempunyai penglihatan kekekalan dapat melihat bahwa sang roh yang tidak dapat dimusnahkan bersifat rohani, kekal, dan di luar sifat-sifat alam. Wahai Arjuna, walaupun sang roh berhubungan dengan badan material, sang roh tidak berbuat apaapa dan juga tidak diikat.

Puncak Arus Mudik di Bali 23-24 Juni

Banyuwangi (Bali Post) Para pemudik dari Bali ke Jawa mulai dimanjakan. Mengantisipasi antrean, PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk menawarkan pembelian tiket online. Tiket elektronik ini bisa dibeli hingga H-1 Lebaran mendatang, khusus pengendara roda dua, kendaraan pribadi dan mobil penumpang. Mereka yang memegang tiket online ini akan mendapatkan jalur khusus ketika akan masuk kapal sehingga tak terlalu lama antre di pelabuhan.

BPM/udi

TIKET - Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat memberikan keterangan tiket online di Banyuwangi, Jumat (9/6) malam.

“Tiket online ini mulai kita luncurkan per 1 Juni lalu. Ini mengantisipasi antrean saat arus mudik Lebaran,” kata Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat di Banyuwangi, Jumat (9/6) malam. Sementara itu, puncak arus mudik dari Bali ke Jawa diprediksi akan berlangsung 23 Juni 2017. Ini didasarkan pada hari H Lebaran yang jatuh hari Minggu. “Ini mirip Lebaran 2015. Jadi, kita prediksi puncak arus mudik 23-24 Juni mendatang,” ujar Christine didampingi Direktur Komersial M. Yusuf Hadi. Tahun ini, jumlah kapal yang disiagakan untuk arus mudik sebanyak 49 unit. Menurutnya, tiket online pe-

nyeberangan ini baru diterapkan di dua jalur. Masing-masing Ketapang - Gilimanuk dan Merak - Bakahueni. Alasannya, dua jalur ini yang selalu padat ketika musim arus mudik. Ditambahkan, calon penumpang tak perlu antre di loket di pelabuhan. Namun, tinggal membuka website PT ASDP, lalu memesan tiket sesuai tanggal keberangkatan. Pembayaran kata dia bisa melalui ATM. Nantinya, penumpang tinggal masuk ke pelabuhan dan menunjukkan tiket online yang sudah dibeli. “Ini akan menghemat waktu masuk ke pelabuhan,” jelasnya. Khusus musim arus mudik ini, tiket online bisa dipesan hingga H-1 Lebaran. Saat antrean di pelabuhan, pemegang tiket online akan mendapat

jalur khusus, sehingga mereka bisa masuk kapal sesuai jadwal tiket yang sudah dipesan. Jika telat, pemegang tiket diberikan tenggang waktu selama 12 jam. Tiket online ini juga dilengkapi data penumpang yang akan menyeberang. Sehingga, manifest akan langsung terdata. Selain via online, selama arus mudik mendatang, PT ASDP Indonesia Ferry membuka pos penjualan tiket di beberapa titik sepanjang jalur Denpasar - Gilimanuk. Di antaranya, di pos Pantai Soka, Lapangan Desa Melaya (Jembrana) dan jembatan timbang Cekik. Calon penumpang kata Christine bisa membeli tiket di pos buffer zone ini. “Kami juga menyediakan layanan istirahat, hingga pijat gratis di pos ini,” tegasnya. (kmb30)

Wayan Djebeg sebagai pembina utama, diawali dengan mentransfer ilmu kepada para pembina tabuh yang ada di sini,” jelasnya. Dikatakan, pekak Djebeg yang baru sembuh dari sakitnya itu tidak segan mencontohkan berbagai trik kepada para sekaa gong. Selain maestro tabuh yang kini menginjak 80 tahun itu, pihaknya juga mendaulat sejumlah seniman kenamaan di Gianyar. Sebut saja misalnya Wayan Darya, Ketut Cater, dan Nyoman Carita. Saat pergelaran nanti sekaa gong kebyar wanita ini akan membawakan empat materi. Seperti lelambatan, tabuh kreasi, tari Kelinci, dan tari Jejangeran. ”Dari

4 materi ini masing-masing ada pakarnya, misal untuk tari Janger dipercayakan pembinaannya kepada Ir. A.A. Gede Oka Dalem dari Peliantan Ubud,” katanya. Dikatakan pada kesempatan ini, pihaknya melibatkan sebanyak 30 penabuh, 8 penari Kelinci, dan 16 penari Janger dari lintas generasi dilibatkan. “Personelnya paling kecil masih SMP, ada SMA, sisanya ibu-ibu PKK,” jelasnya. Latihan dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu, bahkan bisa berturut-turut dalam 5 hari. Terlebih sebelum tampil di PKB, pihaknya sudah pentas di HUT Kota Gianyar pada 16 April lalu. Sementata menjelang pementasan kali ini, pihaknya

menjadwalkan sebanyak 4 kali latihan pemantapan. “H-1, kita akan mohon doa restu di Pura Taman Pule,” tandasnya. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar Gusti Ngurah Wijana menyatakan untuk penampilan PKB tahun ini pihaknya sudah melakukan persiapan matang. Terlebih anggaran yang digelontorkan untuk persiapan ini cukup besar. “Total anggaran itu Rp 3 miliar, tapi dana itu tersebar tidak hanya untuk PKB tapi juga HUT Kota Gianyar yang kemarin,” katanya. Dikatakan dari 24 materi pada PKB kali ini, Kabupaten Gianyar mengikuti seluruhnya termasuk gong kebyar. (kmb35)

18 Grup Kesenian Jembrana Tampil di PKB Gianyar Lakukan Persiapan Matang

PADA event PKB ke-39 tahun 2017 ini, Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menganggarkan Rp 1,3 miliar. Selain untuk pembinaan dan penampilan seni yang dilombakan seperti gong kebyar, juga untuk kesenian lainnya. Kesenian jegog yang merupakan ikon Jembrana juga akan menjadi unggulan dalam PKB. Kepala Disparbud Jembrana, I Nengah Alit, mengatakan dalam PKB tahun ini, akan ada 18 grup kesenian dari Jembrana yang ditampilkan. Termasuk penampilan Tari Makepung yang akan dipertunjukkan saat pembukaan PKB nanti bersama dengan Jegog. “Jegog mendapat tempat khusus saat pembukaan, dan tahun ini kita juga gabungkan dengan Tari Makepung,” ujarnya. Belasan kesenian lainnya menurutnya juga akan tampil dalam PKB. Jegog menjadi andalan karena mencirikan Jembrana. Alat musik tradisional dari bambu yang muncul dan berkembang pada masa penjajahan. Sementara itu, salah satu grup yang akan tampil yakni Gong Kebyar Duta yang akan tampil pada Pesta Kesenian

Bali ke-39 melakukan uji coba akhir pekan lalu di Stage Ardha Chandra Pura Jagatnatha Negara. Pada uji coba ini, ditampilkan Sanggar Gita Kumara dari SMPN 1 Negara dan Sekaa Gong Ghora Yowana Budaya Kecamatan Pekutatan. Pada uji coba tersebut, kedua Sekaa Gong masing–masing tampil dalam empat pertunjukan dalam berbagai bentuk. Pada acara tersebut, Sanggar Gita Kumara dari SMPN 1 Negara menampilkan Tabuh Lelambatan Banyu Mampeh, Tari Kreasi Krsna Kalya, Tari Jauk Manis, dan Dolanan yang berjudul Mepancing Pancingan. Sedangkan Sekaa Gong Ghora Yowana Budaya Kecamatan Pekutatan menampilkan Tabuh Kreasi Yeh Leh, Tari Kreasi Anjani, Tari Truna Jaya dan ditutup dengan fragmentari yang berjudul Narakusuma. Buleleng Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, I Putu Tastra Wijaya, menjelaskan pada ajang tahunan itu, Bumi Denbukit akan menampilkan 21 kesenian. Beberapa di antaranya berupa Janger Menyali yang

merupakan hasil rekonstruksi, gong kebyar, wayang wong Tejakula, joged klasik, topeng prembon, topeng inovatif, dan lagu Bali. Kesenian itu sebelumnya sudah sempat dipentaskan dalam berbagai acara yang diselenggarakan pemkab, seperti Festival Buleleng maupun PKB tingkat kabupaten. “Dari acara kabupaten itu, kami lakukan seleksi. Kesenian mana yang layak ikut di PKB,” ungkapnya. Adanya kepastian keikutsertaan itu, mantan Staf Ahli Bupati Buleleng Bidang Ekonomi dan Keuangan ini mengatakan pementasan sejumlah kesenian itu melibatkan ratusan seniman. “Yang terlibat sampai ratusan orang. Ini sudah serius berlatih untuk bisa tampil bersaing dengan kabupaten lain,” ucapnya. Mengikuti acara tersebut, pemkab hanya memplot anggaran sekitar Rp 1,3 miliar. Jika dibandingkan dengan kabupaten lain, jumlah tersebut tergolong kecil. Meski demikian, para peserta didorong untuk bisa unggul dari sisi kreativitas. “Kami berupaya tampil maksimal. Anggaran memang kecil, tapi kami ingin unggul di kreativitas,” ujarnya. (olo/sos)

KABUPATEN Gianyar melakukan persiapan matang untuk tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun ini. Salah satunya, persiapan penampilan gong kebyar wanita, yang akan dibawakan Sekaa Gong Kebyar Wanita Banjar Tarukan Desa Mas, Kecamatan Ubud. Bahkan, sekaa gong ini dibimbing khusus maestro tabuh lelambatan I Wayan Djebeg. Koordinator Gong Kebyar Wanita Banjar Tarukan, Ir. I Ketut Gede Arta, Sabtu (10/6) kemarin, mengatakan, persiapan untuk tampil di gedung Ardha Candra Art Centre nanti, sudah dilakukan sejak Desember tahun lalu. “Kami dibimbing maestro tabuh lelambatan

Minggu, 11 Juni 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya dan Atma Wedana (4) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Negeri Pembina Kuta (1) 09.30 Belajar Menggambar

Menggambar Bebek Terbang 10.05 Education On Bali TV 10.30 Agrobisnis Jamur Tiram Kian Digemari Masyarakat 11.00 Round Up The World 11.30 Dunia Otomotif KIA All New Rio 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Upakara Banten Hindu Bali (1) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV

16.05 Harmoni Bali 17.05 Inovator 17.30 Nangun Yadnya Karya Usaba Dalem Desa Pakraman Karangasem 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Kris 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Calonarang Sidakarya (1) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Arja Muani Sunari Sidhi Bajra Sandhi (3) 23.00 Lila Cita Penyalonarangan di Art Centre (4)

BPM/eka

ANAK-ANAK - Anak-anak dari Kabupaten Gianyar ikut terlibat pada pawai PKB ke- 39, Sabtu (10/6) kemarin.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Paing, 11 Juni 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

Sardine Restaurant Looking for Hostess,Busboy, Security Must Speak English, Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com

B.BP.141.06.17.0000819

Dcr Tukang Jarit & pengepul untuk Garment.Lamrn:Jl.Pemuda IV No.17 Renon Tlp.0361264637

B.BP.001.06.17.0000591

Bth Sgr Sopir Prbd(Dir),Dmsl Dalung/Canggu, 085936117598 hrd@tiaraciptanirwana.com Jln.LC Gatsu Barat No.3 Kerobokan Badung

Elite Havens is Looking for: Ketewel,Seseh,Bukit & Canggu Area:Butler.Canggu & Ketewel Area:Engineering Staff. Kerobokan Area:Assist Head GS, Web Designer & Developer,Min 1 yr exp & Good English.Send CV & Photo to hrd@elitehavens.com Subject(Name-Applied Position) B.BP.004.06.17.0000813

Dcr Htl Mngr,Sls Contr,Reception Roomboy,scurity.sm1-merryst our@dps.centrin.net.id,235700 B.BP.001.06.17.0000654

Bth Cpt Staf Ktr SMA/SMK bs Com Mw krja Sma Dlm Team Berminat !Dcr Krywan Bag Kitchen utk di CBezt Jl.Bila Dlng 087861679187 Hub:085792290648/082141271305 B.BP.001.06.17.0000810

B.BP.166.06.17.0000845

B.BP.001.06.17.0000730

Dcr Pembantu Rmh Tangga diutamakan KTP Bali T.0811398825

B.BP.001.06.17.0000828

“Dcr SPG Toko Syang Gj.2.250 000+Bns Jl.Laksmana Oberoi No.69 dpn Billabong Seminyak & Jl.Monkey Forest dpn Three Monkeys 082145548444-Leo/ ellisaling@yahoo.com”

B.BP.004.06.17.0000665

Cari Spv Acc & Spv Opr.Kirim Cv ke:hrd@dewatatransport.com

B.BP.001.06.17.0000717

Dbthkn u/Food Court Area Gatsu Spv,Cashier,Cleaning Srvc, Satpam,Cuci Piring,L/P.18-35Th Lmrn ke sansanpak@gmail.com Jln.Diponegoro 38 Dps B.BP.001.06.17.0000827

Coco Group Looking for: Accounting Supervisor,Financestaff,Qualification:M/F with Experience on the same position min 1year in retail company from fresh graduated also welcome,energic,good attitude Send CV at asthrm@cocogroupba li.com or Post at Jl.Batur Raya No.33 Taman Griya Jimbaran

Dbthkn:1 Org Sales Staff,2 Org Reservation Staff Brpglmn,Spea king&Writing GoodEnglish,Email ke:info@patagonia-xpress.com PlngLmbt 1Mngg StlhIklanDimuat

: : : :

Rp 200.000,- (10 x tayang) Rp 50.000,- (5 x tayang) Rp 165.000,- (10 x muat) Rp 82.500,- (10 x muat)

� � � �

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

Dcr Sgr Karyawan/ti utk Resto Malboro,Tuban, Jimbaran Hub : Wati 081237887715

Dibthkan Guru Matematika/MIPA Partime 2xSeminggu 08179791223

B.BP.001.06.17.0000839

Dicari Spa Terapis Depan Pasar Ubud-Oops Spa 0361971299/ oops_ubud@yahoo.com

Dicr Sgr Therapist Pengalaman/ tidak Hub:723593/723637/ 082144159869/081337985252

Dibutuhkan Segera Spa Therapis B.BP.001.06.17.0000463 B.BP.001.06.17.0000550 Dcr Staf yg pernah bekerja di WanitaSebanyak2nya,ygBerpenga- Persh Garment di Kuta Mbthkan: Cr Tng Serabutan untuk bersih2 1.Staff Akunting, 2.Satpam laman dan belum Berpengalaman max 25th Hub.0817355588/Mely B.BP.004.06.17.0000746 Notaris Hub.Nengah081999178895 B.BP.004.06.17.0000748 Tlp.0361756646/081353303366 B.BP.001.06.17.0000840 akan Dtraining Benefit Gaji PoDcr Admin Wanita SMA Blm Nikah Dcr Teknisi Hot&Cool Pngalaman kok+Uang Makan+Bonus,Silahkan Email:hrddianagroup@gmail.com Paul Ropp Looking for SPG (good Nangka Utr 253 Dps-J&T Express B.BP.001.06.17.0000744 B.BP.001.06.17.0000702 Gaji Memuaskan H4718848 Urgent English,Seilling Skills,CompuHub.0361737-694,736256 atau 085 B.BP.001.06.17.0000372 Restoran Three Monkeys Sanur/ Dcr Admin,Ksir,Plyanan Min.D1 ter)send your CV to Paul Ropp 100567222 atau Bawa CV+Lamaran Dcr tng Salon,Kapster&Terapist Ubud.Membutuhkan Purchasing &Bakery wil.Batubulan-Denpasar Jl.Pengubengan 1X Opposte LP ke Spa Bali Jl.Drupadi#1010 B.BP.803.06.17.0000723 (Min.D2.Pengalaman 2Th AdmiTlp.087852459519/085738559532 utk di KUTA Hub.087861661205 Kerobokan Tlp. 0361 730023 B.BP.001.06.17.0000784 Seminyak Cook Helper resto di Jl.Pantai B.BP.001.06.17.0000626 nistrasi).Waiter(ss) & Daily B.BP.001.06.17.0000477 B.BP.001.06.17.0000481 Dcr.AR,Wanita,Max.35Th,Min.S1 Berawa Canggu HP:081 836 8846 Dcr Sgr Beautician Pglmn min Worker(Min.SMA).Pria/Wanita, Villa Management Looking for Dicari 2 Wnt u/Warung B.BP.001.06.17.0000726 Akuntansi. Hub 8481002 Krm.CV 1 Th,Renon Hub:08164700954 Max.30Th.Jujur & Ulet.Kirim Villa Coordinator Staff Good Tdr Dlm Hub.082144536053 Dicari Waitris,Bar,dan Cook hrd.mitrainvestama1@gmail.com B.BP.001.06.17.0000529 B.BP.001.06.17.0000783 Lamaran ke Three Monkeys Jl. Looking,Good English,High B.BP.001.06.17.0000759 utk Restaurant Jepang Kokoya, Dcr:Pmbantu masak,ada gaji,Tip Dicari Baker Pengalaman Buat Dcr: Receptionist/FO,Puri Danau Tamblingan Sanur atau Motivation,Salary start from 3 Lmr Lsg ke Jl.Danau Tamblingan u/R.M.Legian Hub.081236109808 Asih Htl.Jl.Pantai Kuta 40 Kuta Roti&Cake Hub.08123637000 CV ke monkeybizbali@gmail.com million,Call 0361-4490319 Sanur / 0361-8497317 B.BP.001.06.17.0000536

B.BP.001.06.17.0000652

B.BP.004.06.17.0000735

B.BP.001.06.17.0000729

B.BP.001.06.17.0000556

B.BP.004.06.17.0000749

B.BP.001.06.17.0000120

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post HONDA

MAZDA

TOYOTA

Honda Acord Th 2011 Akhir Matic,Istimewa 082145012271

Mazda2 SKY Active GT’16 AT Pth BUC Camry’13 AsDK Low KM Tgn1 New SplashAT’13Pth085100840907 Istw JrgPake,08124611999 Murah

Jazz RS’2008 AT Silver VR Crom H.149Jt,087860856999 pribadi

B.BP.164.06.17.0000836

B.BP.001.06.17.0000787

B.BP.001.06.17.0000841

NISSAN

B.BP.164.06.17.0000834

Navara’12 Sport Version Matic istimewa Spt baru, 085737180911

B.BP.001.06.17.0000824

SUZUKI

Jazz’05 Slvr Stone Etios Valco ’15 Pth,MT,AsBali, 085101978746 Jual H.Freed Th’11 Abu2 Metalik cc1500 H.Ibu Jane 0816962454

B.BP.001.06.17.0000793 MITSUBISHI

Pajero Sport Dakar Matic’2012/ 2013,Asli DK Tangan Prtma,Abu2 Monyet,KM80.000 H.081236008035

B.BP.001.06.17.0000818

BIRO JASA

B.BP.164.06.17.0000832

APV X ‘2005 Silver + Ijin pariwisata Hub.081246285612

B.BP.001.06.17.0000843

Jual salah satu APV GX’2014 Terios TX’07 Hp.081246980358

B.BP.001.06.17.0000821

Splash’2013 Putih Hub.081237525533

B.BP.001.06.17.0000751

BIRO JASA

Jual Lexus’2003 Hitam Terawat Prbd T.08123840888 (Citraland) B.BP.141.06.17.0000826

Yaris E’2007 Manual hrg 112Jt Silver H.085100856999 Pribadi B.BP.164.06.17.0000835

DIJUAL MOTOR HONDA

HARLEY DAVIDSON

Fat Boy EVO’95 Jedur-Jedur Orisinil 159jt Nego,0817356452 B.BP.001.06.17.0000844

DICARI MOTOR 081338294465 Beli Motor Bekas Segala Merk B.BP.001.06.17.0000842

DIJUAL RUMAH BUC djl Rmh LB/LT 70/186m2 Prm Gapura Citra Dewata E/5 Jl.Keboiwa Utr Dps H:087873266816TP B.BP.001.06.17.0000714

Jual Cpt 2 Revo Fit 2011- Jl. Brighton Bali/08970868788 (WA) Petitenget 12/Ana:081246275069 *Jual Beli Sewa KPR Properti* B.BP.001.06.17.0000805

BIRO JASA

B.BP.033.06.17.0000643

DIJUAL MOBIL

Dijual Rmh Lok Renon LT 2,5A, LtII,5KM,Grs, 085100584428

Jl Tnh 10A Jl Utma Cargo Permai Gtsu Brt Hb.081339563242

B.BP.001.06.17.0000822

B.BP.001.06.17.0000831

B.BP.164.06.17.0000833

B.BP.001.06.17.0000785

T.Umar 1,6Are 1,2M Strategis Rumah 2,5Are Penamparan Pmilik Bs TT Mobil Hub.085100856999 Alfian:081284120025 NoPrantara DIJUAL TANAH Murah!!! Tanah kavling Pering Tojan Gianyar Hub.081246613444 B.BP.141.06.17.0000829

**Djl Tnh 7,2A H150jt Goa Gong bisa ambil 3A 087860923807 B.BP.001.06.17.0000757

Dijual Tnh 1Are Jl.Batuyang GG.Zebra Hub.087862766241 B.BP.001.06.17.0000825

DIJUAL MOBIL

SINGARAJA

Tnh 4A,5A,6A Pancasari Bedugul View Danau Buyan Hp.0811398154 B.BP.001.06.17.0000760

DISEWAKAN RUMAH 2Lt 3KT KMdlm Lux Komp Elit,Renon Laksamana 12A/9 0811395051 B.BP.001.06.17.0000814

Diktrk Rmh/Ruko(2Lt)±20x15m2 Jl.Tkd Yehaya 121 Rnon Parkir Luas 45Jt/Thn Hub:089659368996

B.BP.001.06.17.0000815

DIJUAL MOBIL

DISEWAKAN RUKO Ktr Ruko Jl.Trenggana 99 Penatih,413394/081353359235

B.BP.001.06.17.0000811

PROPERTY Good Invest,3,5A Smnyk,Lingk Villa,1,2M/A.Nego,081337479762

B.BP.004.06.17.0000770

DISEWAKAN TOKO Dikont Toko L5x15 Lok.Tkd Yeh Aya Parkir Luas 08179730701 B.BP.001.06.17.0000823

KONTRAKTOR Swimming Pool Specialist Contractor,Pny Mslh.082144464070

B.BP.001.06.17.0000806

DIJUAL MOBIL

PELUANG BISNIS RUPA-RUPA Seminar Robot TradingAutoPilot Dapur NC Sdia Mcm2 MasakanKhas profit 60% sethn,087700108877 Bali,SpesialAyam—Laut,Alamat B.BP.164.06.17.0000656 Padang Indah I/14.087860043132

B.BP.001.06.17.0000454

JASA KEHILANGAN Jasa Pmbuatan Aplikasi SmartHlg Srtfkt Tnh No Hak HM 00203 phone (android/ios) untuk usaha, AN:Manuela Lemos Osorio Soares branding&bisnis H.083119181386 B.BP.001.06.17.0000809 B.BP.031.06.17.0000791 Sertifikat Tnh No HM 3415/1993 LT.920m2 AN:(Alm)I Wayan Raneh RUPA-RUPA B.BP.001.06.17.0000782 Gestun Dalung Tlh Hilang BPKB No.H05658583-O 081236575081 DK 3140IX An.I Nyoman Sudiarta B.BP.004.06.17.0000564

SERVICE

DEWATA JAYA TEKNIK Menerima Service Panggilan dan Bergaransi Service, Repair, Bongkar pasang pengadaan AC baru/bekas

AC

FREEZER SHOW CASE KULKAS MESIN CUCI WATER HEATER COOL ROOM

Jl. Raya Pemogan No. 172 � 0812 8791 3487 / 0821 4794 7321 C.0000582-SRV

B.BP.001.06.17.0000786

RUPA-RUPA


18

REKREASI

Minggu Paing, 11 Juni 2017

TTS Bali Post

Pertanyaan Mendatar:

1

2

3

4

5

6

7

8 9 10 11

12

13 16

14

15

17

18

19

20 21

22

23

25

26

24

27

28

29

30 31 32 33

34

SPT2017

1. Nama sebuah golongan arya di Bali 6. Rest in peace 8. Yakni 9. Kejujuran/kebenaran (Inggris) 10. Ritme 11. Gang/lorong (Inggris) 13. Huruf suci lambang Brahma 14. Bagian tubuh yang berisi berbagai organ penting 16. Yang 18. Pembunuh terlatih, berkedok, berpakaian serba hitam 20. Gelanggang tempat berlangsungnya adu jotos 21. Rusak/busuk karena sudah tua 23. Bahan bakar minyak 25. Bidang yang dibatasi oleh dua buah lingkaran sepusat yang berbeda jari-jarinya 27. Rancangan undang-undang 28. Nama sebuah alat musik 30. Orang lucu 31. Arjuna…….., Salah seorang tokoh pewayangan 32. Lipatan-lipatan pada tepi kain kemben 33. Muntaber/gastro enteritis akut 34. Konyol/bodoh

Menurun:

1. Nama sebuah pulau di Jawa Tengah 2. Daerah tempat tinggal bagi orang-orang Cina 3. Kandang kuda 4. Cerewet (Bali) 5. Gunung berapi tertinggi di Afrika 6. Tampan/cantik/wajah yang enak dipandang 7. Ikan buas 11. Pertanian 12. Tablet yang berisi zat adiktif 15. Banyak (Bali) 17. Saya 19. Jenis pukulan tinju 20. Lari (Inggris) 21. Tempat kapal berlabuh /DOK/ galangan kapal 22. Sebutan bagi putra-putra Pandu, Raja Astina 23. Banteng (Inggris) 24. Hitam pekat (Jepang) 26. Bisa (Bali) 29. Bubuk halus arang murni

Kolam Renang Petirtaan Mumbul

KUPON TTS No.300 Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 300 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 24 Juni 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 2 Juli 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 298 Mendatar: 1. Prambanan 5. Rupee 8. OKU 9. Smoker 12. Kupon 13. Angka 15. Ambu 16. Pra 17. Natal 19. IUD 21. Aset 22. Saur 23. DHF 25. TNT 27. Ban 28. Axe 29. Ide 30. ACI 32. GAM 34. THR

36. Mara 37. Amla 38. Tis 40. Gabus 43. SKA 44. Itai 45. Arrow 47. Ribet 48. Umpama 50. UIN 51. Atlas 52.GatotKaca (Gatot Kaca) Menurun: 1. Pulaki 2. Mask 3. Aso 4. Norma 5. Rukun 6. Puput

Tawarkan Air Segar Berpadukan Wisata Spiritual DAERAH Tujuan Wisata (DTW) di Kabupaten Buleleng tak hanya menawarkan keindahan alam maupun budaya. Objek berbau spiritual juga banyak ditemui. Salah satunya kolam renang Petirtaan Mumbul yang berlokasi di Banjar Dinas Munduk, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng. Air di kolam yang cukup luas ini sangat segar. Sangat cocok bagi Anda yang menyukai relaksasi. Mencari kolam ini tidaklah sulit. Lokasinya berada di sekitar jalur SingarajaGilimanuk, tepatnya di belakang Kampus Mapindo Singaraja. Itu tak hanya bisa dijangkau kendaraan roda dua, namun juga roda empat. Lahan parkir yang tersedia juga sangat luas. Kolam yang dikelola Desa Adat Anturan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Dinas Anturan ini juga dilengkapi fasilitas umum, seperti

toilet dan tenda. Ada pula kedai atau kafe layaknya di tempat wisata lain. Meskipun kolamnya tidak terlalu luas, pengunjung dijamin tidak akan dibuat kecewa, lantaran suhu air yang cukup segar yang memberikan sensasi tersendiri. Klian Desa Adat Anturan, Ketut Mangku mengatakan, kolam itu sudah ada sejak dahulu dan merupakan warisan dari turun temurun. Di sekitarnya terdapat 11 sumber mata air terletak terpisah di lahan seluas 800 meter persegi, mulai dari jeroan Pura Ayu Taman, jaba tengah Pura Ayu Taman serta sumber mata air kolam renang. “Penataan tempat permandian dimulai sejak bulan Maret lalu,” ujarnya, belum lama ini. Tempat rekreasi ini juga menawarkan tempat melukat. Sebelum mencoba, pengunjung diwajibkan untuk

melakukan ritual khusus lantaran tempatnya berada di areal yang disucikan, yakni di jaba tengah Pura Ayu Taman. Sensasi air paling dingin berada di bawah pohon beringin di jeroan Pura Ayu Taman, namun tempat tersebut tidak bisa dimasuki oleh sembarangan. Sebab itu untuk kegiatan suci seperti nunas tirta penembak saat upacara ngaben atau saat digelar kegiatan piodalan. “Sebelum melukat di jaba Pura Ayu Taman, wajib melakukan persembahyangan terlebih dahulu,” kata Mangku. Melukat di mata air ini, sambung Mangku diyakini mampu mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti kulit, alergi juga lainnya. Berendan 15 menit saja, rasanya tubuh ini sudah seperti berendam di air es,” imbuhnya. (sos)

BPM/sos

RENANG - Kolam Renang Petirtaan Mumbul.

7. Etnologi 10. Mataram 11. Earth 14. Gudang 16. Pedet 18. ASN 20. USA 24. Firma 25. Temaram 26. Tartar 27. Bulgaria 31. Cai 33. Ayu 35. Hakim 39. Sewaka 41. Bebal 42. Situs 43. Saung 46. Rank 49. Ago

Pemenang TTS No. 298 1. I Nengah Jelantik Jl. Raya Besakih, Kab. Klungkung 2. I Made Wijana Jln. Sultan Agung No.43, Pendem, Karangasem 3. Nym. Jingga Ds. Peken. Desa Sangsit, Kec. Sawan. Kab. Buleleng 81171 4. Made Sunada Lingkungan Sambahan, Desa Ubud. Kec. Ubud, Kab. Gianyar 80571 5. Putu Agus Wijaya Br. Beringkit, Desa Kaba-kaba, Kediri, Tabanan (Hp: 081 547 481 990) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Putu Eka Sumartini Alamat : Jl. Gatsu Barat 888 Ruko Hokiland Blok II Denpasar (Hp: 085 847 926 612)


19

Minggu Paing, 11 Juni 2017

BPM/ade

DITAHAN - Kepala Seksi Produksi dan Sarana Intelijen Kejati Bengkulu, Parlin Purba, mengenakan baju tahanan usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/6) kemarin. KPK menahan Parlin Purba serta dua tersangka lainnya.

Dirut PT Garam Ditangkap, Jaksa Parlin Ditahan

Jakarta (Bali Post) Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim menangkap tersangka Achmad Boediono yang merupakan Dirut PT Garam (Persero) terkait dugaan tindak pidana penyimpangan importasi dan distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton. “Tersangka ditangkap di rumahnya di Perumahan Prima Lingkar Luar Blok B3 No. 28-29 RT 05 RW 08 Kelurahan Jati Bening Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi Jawa Barat,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Agung Setya, Sabtu (10/6) kemarin. Sementara itu, KPK menahan tiga orang dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu. Termasuk jaksa Parlin Purba (PP) selaku Kasi Intel Kejati Bengkulu ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK. Agung Setya mengatakan PT Garam selaku BUMN menerima penugasan dari Menteri BUMN untuk mengimpor garam konsumsi dalam rangka pemenuhan kebutuhan garam konsumsi nasional. Namun, sesuai Surat Persetujuan Impor yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan, yang diimpor oleh PT Garam adalah garam industri dengan kadar NaCL di atas 97 persen. “Kemudian garam industri yang diimpor tersebut sebanyak 1.000 ton dikemas dalam kemasan 400 gram dengan merek Garam cap SEGI TIGA G dan dijual untuk kepentingan konsumsi,” katanya. Sedangkan sisanya 74.000 ton diperdagangkan kepada 45 perusahaan lain. Padahal, kata Agung, sebagaimana tertuang dalam pasal 10 Permendag nomor 125 tahun 2015 tentang ketentuan importasi garam, bahwa importir garam industri dilarang memperdagangkan/ memindahtangankan garam industri kepada pihak lain. Sementara yang dilakukan PT Garam bukan hanya memperdagangkan atau memindahtangankan bahkan mengemas menjadi garam konsumsi untuk dijual kepada masyarakat. (ant)

Mata Pencaharian Dari Hal. 1

Pertanyaan yang muncul dan harus dijawab adalah bagaimana menjadikan kesenian sebagai mata pencaharian hidup dan tidak hanya sebagai hiburan? Karena Bali tidak memiliki kekayaan pertambangan dengan infrastruktur memadai, dan hanya memiliki kekayaan alam dan budaya. Untuk itu, alam Bali sebagai ranah tumbuh berkembangnya seni budaya juga harus dipelihara dan dijaga, oleh pemerintah bersama masyarakat Bali. Bertolak dari paparan di depan bahwa sudah saatnya menjadikan seni (seni pertunjukan) sebagai salah satu mata pencaharian hidup bagi masyarakat Bali. Gelontoran dana yang relatif besar untuk kegiatan seni di PKB, tidak hanya dijadikan ajang dan kesempatan oleh orang dan/atau sekelompok orang saja, tetapi juga untuk pelaku seni dan masyarakat pendukung seni. Artinya, bahwa dana yang diperloleh juga dirasakan oleh masyarakat dan pelaku seni sesuai kewajiban

yang dilakukan. Sehingga konsep demokrasi “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”, tidak hanya menjadi bahasa dalam politik, tetapi juga dalam kehidupan seni di masyarakat. Dengan demikian, diyakini bahwa kehidupan berkesenian di Bali akan semakin semarak, berkualitas, dan berkelanjutan, bila konsep keadilan juga ditumbuhkembangkan dalam berkesenian di masyarakat. Agar jangan PKB dijadikan proyek oleh orang, sekelompok orang, pihak-pihak tertentu saja, dan yang lain hanya puas dengan sukses dalam pementasan; sanjungan karena penampilan memukau penonton; dan kepuasan lainnya. Hendaknya paradigma berpikir seperti itu sudah ditinggalkan. Karena Bali tidak memiliki kekayaan lain, kecuali alam dan seni budaya. Sehingga, masyarakatnya harus dapat hidup dengan seni, selain mata pencaharian hidup lainnya. (*) Penulis budayawan, Kaprodi MAP Unwar

Tenaga Kontrak

Dari Hal. 1

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan, Ida Bagus Anom Bhasma, untuk mengapresiasi seniman-seniman berprestasi, Pemkab Badung sudah merekrut mereka menjadi tenaga kontrak. Selama menjadi tenaga kontrak di Dinas Kebudayaan, mereka juga diajak untuk melakukan pembinaan pada sanggar-sanggar yang ada di Badung. Dikatakannya, Pemkab Badung memang memprioritaskan budaya dalam pembangunan Badung. Saat ini, sanggar-sanggar dihidupkan, bahkan tarian zaman dulu yang sudah lama ditinggalkan, kembali direkonstruksi. Seperti tari gambuh Mengwi kini sudah direkonstruksi kembali. Namun secara keseluruhan di Badung ada 15 tarian yang sudah direkonstruksi termasuk tari baris mapag toya dan arja. “Khusus untuk arja sebagian besar ditarikan oleh anak-anak remaja. Sedangkan tarian gambuh khas Mengwi, memang sudah ada pada zaman kerajaan,” katanya. Ditegaskannya, Kabupaten Badung pada intinya terus menggali potensi seniman muda, karena mereka merupakan pewaris masa depan

seni budaya, agar tidak hilang begitu saja. Bahkan, Badung akan membangun gedung seni yang akan digunakan sebagai tempat pertunjukan dan bisa dikatakan sebagai gedung terbaik dan termegah di Asia. Di Denpasar, para seniman muda diberi kemudahan mendapat sekolah negeri. Ngayah Di Bangli, para seniman dimotivasi untuk ngayah. Hal itu diungkapkan Kabid Kesenian Disparbud Bangli I Nyoman Wiradana. Ajang PKB ini, kata dia, juga untuk pelestarian budaya. “Kami harap para sekaa mempunyai semangat ngayah untuk daerah di mana mereka dilahirkan. Kalau tidak generasi muda yang menjaga, siapa lagi,” ungkapnya. Pada PKB tahun ini, Bangli mengikuti 23 materi/program melibatkan 975 seniman dari 27 sekaa. Dia menjelaskan, untuk kegiatan PKB tahun ini, Pemkab Bangli menganggarkan dana Rp 1,8 miliar atau naik Rp 100 juta dari PKB sebelumnya. “Kami harap dengan anggaran ini bisa bersaing dengan kabupaten lainnya untuk meraih pestasi terbaik untuk daerah,” harap Wiradana. (edi/nan)

Sangat Berat Dari Hal. 1

“Kalau melihat dari tahun ke tahun, anggarannya kan selalu bebannya di bawah. Sekaa-sekaa ini berat dia, kayak seperti di rumah saya sekarang mewakili gong kebyar, dikasih anggaran Rp 200 juta dari kabupaten. Sedangkan biayanya sampai seminggu yang lalu sudah hampir Rp 350 juta,” ungkap Wirya. Dia menambahkan, kemampuan setiap kabupaten/ kota juga berbeda-beda dalam memberikan anggaran pada seniman atau sekaa seni. Politisi asal Tabanan ini mencontohkan anggaran gong kebyar di Tabanan hanya Rp 200 juta dari kabupaten. Sedangkan di Klungkung dianggarkan Rp 350 juta, atau di Badung bahkan kabarnya sampai Rp 1 miliar. Menurutnya, perlu ada kajian minimal anggaran yang harus diberikan oleh kabupaten/kota kepada seniman atau sekaa seni. “Untuk menutupi biaya itu, sekaa akhirnya berusaha mencari donasi lagi. Ke depan, harus ada pengkajian minimal berapa pembiayaannya, supaya jangan nanti begitu sekaa dia semangat melestarikan budayanya sedangkan beban operasional anggarannya untuk sampai pentas di PKB itu kurang,” papar politisi Golkar ini.

Menurut Wirya, bantuan PHR (Pajak Hotel dan Restoran) mestinya bisa dialokasikan untuk membantu sekaa-sekaa seni tampil di PKB. Mengingat, PKB merupakan ajang untuk pelestarian seni dan budaya yang ujungujungnya dapat menunjang aktivitas pariwisata Bali. Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bali, Tjok. Asmara Putra Sukawati, mengatakan, para seniman ataupun sekaa-sekaa seni umumnya ingin menampilkan yang terbaik dalam PKB. Hanya, dana yang mereka dapat sering kali tidak sebanding dengan dana yang mereka keluarkan. “Artinya, mereka sebenarnya sudah mendapatkan tapi tidak cukup karena sewa pakaianlah, dana latihan setiap hari, belum lagi dekat-dekat pentas ada acara geladi bersih. Memang sih saya melihat kalau dipaksakan penuh pemerintah ya memang tidak mungkin,” ujar politisi Demokrat asal Gianyar ini. Menurut Tjok. Asmara, tidak masalah bila kemudian sekaa-sekaa seni atau seniman akhirnya melakukan penggalian dana. Namun setelah itu, harus ada reward yang diberikan pemerintah bagi mereka-mereka yang sudah mewakili kabupaten/kota dalam PKB. Reward diberikan oleh pemerintah, baik kabupaten/

Tradisi Khas

Dari Hal. 1

Kepala Dinas Kebudayaan Bali, Dewa Putu Beratha, mengatakan, setiap kabupaten/ kota tahun ini memang baru diwajibkan untuk menampilkan tradisi khasnya pada pawai PKB. Beberapa kabupaten/kota juga menyuguhkan apa yang menjadi branding mereka. Seperti Kota Denpasar dengan tari baris, Kabupaten Gianyar dengan tari cak, atau Kabupaten Badung dengan bunga jepun. “Kita wajibkan sebagai suatu pelestarian tradisi, yang memang setiap tahun kita diminta oleh pusat untuk mengusulkan pencatatan tradisi-tradisi yang ada di Bali,” jelasnya. Selain membuat heboh karena omed-omedan, kendaraan hias Kota Denpasar yang mengangkut penabuh juga sempat kesulitan untuk melaju saat berada di depan panggung kehormatan. Beberapa kali bahkan hampir menabrak kerumunan penonton. Menpar Arief Yahya bahkan terlihat ikut memberi isyarat tangan agar kendaraan mundur terlebih

dulu sehingga memiliki ruang untuk maju. Selang beberapa menit, kendaraan itu akhirnya bisa meninggalkan panggung kehormatan. Atraksi lain yang unik ketika Duta Kabupaten Gianyar menampilkan karya seni inovatif “Empelan Tain Kambing”. Karya ini mengisahkan para petani di desa Keliki yang tidak bisa menanam padi akibat pasokan air tidak menentu. Penghulu desa bernama Ki Pasek lantas meminta bantuan kepada Raja Mengwi. Ketika membangun bendungan (empelan) dengan bantuan dari Raja Mengwi, ternyata ada kebocoran di sana-sini. Salah satu yang dipakai untuk menambalnya adalah kotoran (tain) kambing sehingga air bisa mengalir. Itu sebabnya, empelan di desa itu lantas diberi nama “Empelan Tain Kambing”. Sementara itu, Duta Kabupaten Buleleng salah satunya menampilkan barisan terunateruni berbusana deeng khas bumi Denbukit. Deeng sendiri merupakan simbol widyadara dan widyadari dari kahyangan. Kemudian, sekaa teruna

kota maupun provinsi. “Seperti di Denpasar, kalau mewakili Denpasar ada reward-nya. Apabila anakanak pernah mengikuti PKB, mereka mendapat kemudahan untuk mencari sekolah. Reward-nya ada seperti itu, bagus sebenarnya karena bisa memompa semangat mereka,” terangnya. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan, Pemprov Bali tahun ini mengalokasikan dana Rp 7,5 miliar untuk PKB. Masing-masing, Rp 2 miliar dibagi rata ke kabupaten/kota dalam bentuk BKK. Sisanya Rp 5,5 miliar diberikan kepada seksi-seksi panitia PKB dan 65 sekaa/sanggar yang langsung dibiayai oleh provinsi. Selebihnya, memang ada anggaran yang juga dialokasikan pemerintah kabupaten/kota. Mengingat, anggaran untuk PKB memang merupakan sharing antara pemprov dan pemerintah kabupaten/kota. “Anggaran dari pemerintah pasti tidak memenuhi sepenuhnya. Tapi kan ratarata semangat mereka (seniman, red) untuk tampil dan memang seperti itu. Ratarata mereka pasti melakukan penggalian dana lagi sehingga ada tokoh-tokoh, dermawan di desa itu yang memang menyumbang. Sudah biasa itu,” jelasnya. (rin)

Duta Kabupaten Karangasem salah satunya mengusung sumbu gede, yakni sebuah bentuk upakara khas desa adat Yeh Poh, Manggis yang tidak ada duanya di Bali. Beberapa kabupaten juga menampilkan garapan inovatif mengenai warisan alam lautnya seperti Jembrana dengan Segara Rupek, Tabanan dengan Pesisir Soka, dan Badung dengan tari surfing di Pantai Kuta. Sementara Bangli menampilkan keberadaan sumber air suci Tirta Solas, dan Klungkung membuat mobil hias menggambarkan Pura Goa Lawah sebagai tempat pelaksanaan kegiatan spiritual keagamaan nyegara gunung. Seperti tahun-tahun sebelumnya, penonton PKB tahun ini juga membeludak. Namun entah karena ada faktor ketidakhadiran presiden, pengawasan di depan panggung kehormatan terasa tidak terlalu ketat. Tak sedikit penonton dan juru foto yang meluber hingga depan panggung, bahkan sampai menghalangi peserta pawai untuk lewat. (kmb32)

Kelihatan Monoton Dari Hal. 1

Diakuinya, PKB memberikan dampak yang positif bagi para pelaku seniman dan industri kreatif. Utamanya bagi para generasi muda Bali bertalenta. Pasalnya, tidak hanya bersaing untuk menunjukkan kualitas seni daerah masingmasing pada ajang bergengsi ini, namun lebih dari itu, yaitu seni yang ditunjukkan dapat dinikmati oleh khalayak umum. “Sebagai seorang seniman, pergelaran PKB sangat memberikan dampak positif bagi pelaku seni, khususnya anak muda yang pada dasarnya banyak memiliki talenta. Apalagi, pergelaran PKB ini merupakan salah satu ajang bergengsi untuk unjuk kebolehan talenta seni yang mereka miliki. Hal ini terbukti dengan partisipasi seluruh kabupaten/kota di Bali, tidak terkecuali seniman-

seniman dari negara tetangga juga ikut serta berpartisipasi meramaikan setiap ajang PKB ini,” ujarnya. Selain menampilkan berbagai jenis kesenian, dosen hukum Unud ini mengatakan, sisi lain dari pergelaran PKB yaitu sebagai ajang anak muda di Bali untuk menunjukkan passion-nya di sektor-sektor industri kreatif. Seperti halnya penjualan baju endek yang saat ini sudah telah mendapat tempat di hati masyarakat. Sementara itu, akademisi Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M., menjelaskan berdasarkan Perda Provinsi Bali No. 4 tahun 2006, Pesta Kesenian Bali merupakan suatu bentuk kegiatan memelihara, menggali, menampilkan, dan mengembangkan seni budaya Bali. Oleh karena itu, penyelenggara harus lebih kreatif dan lebih memberikan ruang kepada seniman muda untuk

menampilkan kreativitasnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga eksistensi mereka (para seniman muda) di dalam berkarya dan mengembangkan budaya dan kesenian daerah masing-masing. Apalagi, kesenian merupakan unsur budaya yang perlu dipelihara keberadaannya. Sehingga, PKB harus menjadi wadah dalam pemeliharan, pembinaan, pelestarian, dan pengembangan budaya Bali tersebut. “Supaya tidak terkesan PKB dilaksanakan hanya sebagai agenda rutinitas belaka, Pemerintah Provinsi Bali harus mampu memikirkan kelangsungan dan keberlanjutan karya seni yang telah ditampilkan di dalam PKB ini. Dengan memberikan wadah atau ruang untuk para seniman tersebut untuk menuangkan hasil kreasinya tidak hanya pada saat pelaksanaan PKB saja,” tandasnya. (win)

Badung dan Gianyar Dari Hal. 1

Tercatat dua kabupaten di Bali yang menganggarkan dana PKB yang besar yakni Pemkab Badung dan Pemkab Gianyar yakni masing-masing Rp 3 miliar. Kota Denpasar yang dikenal gudang seniman kalah jauh dua kali lipat yakni hanya Rp 1,7 miliar. Bahkan Denpasar kalah dengan Bangli yang menganggarkan yakni Rp 1,8 miliar dan Klungkung Rp 1,76 miliar. Denpasar hanya sejajar dengan Pemkab. Karangasem Rp 1,7 miliar disusul Tabanan Rp 1,5 miliar, dan Buleleng serta Jembrana terendah yakni Rp 1,3 miliar. Masih Minim Sekalipun PKB menghabiskan dana miliaran rupiah, para seniman mengaku dana pembinaan para sekaa seni dari pemerintah masih minim. Meski demikian, semangat para anggota sekaa untuk bisa tampil tetap besar. Klian Sekaa Gong Sari Merdangga, Br. Sari, Sidakarya, Densel Wayan Suadi Putra, Jumat (9/6) lalu, mengungkapkan masih diperlukan partisipasi yang besar dari masyarakat. Karena bila mengandalkan dana pembinaan dari pemerintah, masih jauh dari mencukupi. “Dana pembinaan yang biasanya diberikan pemerintah, tentu tidak cukup untuk biayabiaya menjelang kegiatan lomba atau parade,” kata

Suadi Putra. Dikatakan, dana pembinaan dari pemerintah hanya sebagai motivasi, sedangkan dalam operasionalnya, masih perlu cukup banyak dana. Terlebih, sebagai duta PKB mewakili kabupaten/ kota, biayanya akan sangat besar. Tentu dana tersebut tidak akan mampu diberikan pemerintah, baik pemerintah kota, kecamatan, maupun dana desa. Karena itu, masih perlu partisipasi masyarakat. “Biasanya sekaa dalam mencari dana tamabahan, bisa membuat bazar atau sejenisnya,” ujar Suadi. Pada PKB ke-39 kali ini, Denpasar menampilkan 1.930 seniman akan memperkuat duta dalam menampilkan karya-karya terbaik buat masyarakat. Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Ni Nyoman Sujati mengungkapkan, PKB yang digelar setiap tahun, pihaknya selalu berupaya mempersiapkan dutanya lebih awal. “Setiap ajang PKB, Denpasar selalu berupaya memberikan yang terbaik dengan karya-karya terbaru agar PKB tak terkesan monoton,” terangnya. Pada PKB tahun ini yang mengangkat tema “Ulundanu”, pihaknya melibatkan 1.930 seniman dengan 24 cabang seni yang diikuti. Dari 24 cabang seni tersebut pihaknya telah menggelontorkan dana sejumlah 1,7 miliar lebih dari APBD 2017. ‘’Jumlah ini belum memadai,’’ ujarnya. (sue/ara)

Air Jernih Dari Hal. 1

Semula tempat itu begitu kering, tapi kemudian ada air jernih yang keluar dari bongkahan tanah ketika Dang Hyang Nirartha menancapkan tongkat atau teteken-nya itu ke tanah. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan, PKB harus mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat di Bali dan daerah-daerah lain di Indonesia dalam membangun destinasi pariwisata dan budaya, serta menjaga tradisi budaya masing-masing. “Provinsi Bali boleh maju, masyarakat Bali boleh semakin modern tetapi tidak boleh meninggalkan jati dirinya akan adat istiadat, budaya dan keyakinan yang ada di Bali ini,” ujarnya. Tjahjo menambahkan, PKB ke depan harus terus dikembangkan sebagai sebuah event pemersatu masyarakat Bali dan antardaerah. Di sisi lain, Tjahjo juga sempat menyinggung ketidakhadiran presiden lantaran agenda yang padat. Termasuk menyampaikan permohononan maaf presiden kepada seluruh masyarakat Bali. “Jadwal beliau banyak, sehingga diputuskan (hadir di PKB, red) tahun depan (2018, red),” ujarnya. Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, PKB saat ini tengah menjadi viral di media sosial. Terbukti dengan adanya dua hashtag di media sosial yakni #pestakesenianbali dan #yuknontonpkb2017 yang menjadi trending topic. “PKB ini mengukuhkan Bali sebagai destinasi utama yang

berbasis budaya dan itu kalau mau diadu dengan daerah mana pun baik di Indonesia maupun di luar tak ada tandingannya,” pujinya. Arief menambahkan, budaya bila semakin dilestarikan maka akan semakin menyejahterakan. Begitu juga saat berbicara tentang tema Ulundanu. “Air kalau semakin dilestarikan akan semakin menyejahterakan, itulah Bali,” tandasnya. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menilai tema PKB tahun ini sudah sangat faktual dan memang menjadi masalah sehari-hari. Namun, Pastika menolak bila Bali saat ini dikatakan sedang mengalami krisis air. Sepanjang air dikelola dengan baik, ancaman krisis air diyakini tidak akan terjadi. “Sekarang saja air masih banyak yang terbuang sampai ke laut. Itu air Sungai Unda terbuang ke laut. Air permukaan ini yang harus dikelola dengan baik. Kalau itu dikelola dengan baik, tidak perlu orang nyedot dari bawah (air bawah tanah, red),” ujarnya. Menurut Pastika, tampilan kesenian dalam pawai sudah menggambarkan berbagai bentuk aktivitas masyarakat yang dilandasi nilai-nilai kearifan lokal terkait tema Ulundanu. Tentunya dalam memanfaatkan, melestarikan dan memuliakan air sebagai sumber kehidupan sekaligus sumber peradaban. “Save water, karena itu menjadi komoditas yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Air itu adalah kehidupan,” jelasnya. (kmb32)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu Paing, 11 Juni 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764

Julia Perez (alm.)

Facsimile: 227418

BPM/pik

Julia Perez Tutup Usia

BPM/wan/eka

PAWAI PKB - Pembukaan pawai PKB ke-39 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi) Renon Denpasar, Sabtu (10/6) kemarin, selain dimeriahkan peserta dari kabupaten/kota di Bali, juga tampil partisipan dari luar Bali dan luar negeri seperti NTT dan Timor Leste. Mereka juga tampil memukau pada pawai PKB yang dibuka resmi Mendagri Tjahjo Kumolo.

Puan Maharani Buka PKB Ke-39

DUNIA hiburan Tanah Air kembali berduka. Artis Julia Perez meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker serviks yang dideritanya. Artis yang kerap disapa Jupe itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Sabtu (10/6) kemarin. Kabar duka ini diungkapkan oleh Nia Anggia Perez melalui akun Instagram-nya. “Innalillahi wa inna illaihi roji’un telah berpulang kakak kami tercinta Julia Perez. Minta doanya ya semua, terima kasih semua atas support-nya selama ini I LOVE YOU YULI,” tulis Nia. Sebelumnya, Nia Anggia mencurahkan isi hatinya. Berharap sedikit bebannya berkurang. Dalam curahan hatinya, Nia mengawali dengan menggambarkan suasana hatinya di kala melepas kepergian kakaknya dari ruang rawat inap menuju ruang operasi. “Inilah momen di mana detik-detik saat kami harus melepas kepergian kakak tercinta menuju ruang operasi, hati berasa hancur berkeping-keping. Kalau kata mas Anang: separuh jiwaku pergi,” tulis Nia Anggia sebagai keterangan video saat kakaknya dibawa ke ruang operasi yang diunggahnya beberapa jam lalu. Jupe lahir di Jakarta, 15 Juli 1980 dengan nama asli Yulia Rachmawati. Ia diketahui mengidap sakit kanker serviks sejak 2014 silam. Sempat dinyatakan sembuh total dari kanker serviks pada 2015 lalu, kondisi Jupe kembali menurun pada akhir 2016 akibat kanker yang dideritanya sudah masuk stadium akhir. Sejak Februari 2017, anak sulung pasangan (alm.) Angkasa Jaya dan Sri Wulansih itu dirawat secara intensif di RSCM. Selamat jalan Julia Perez. (pik)

Seni Budaya Pilar Kepribadian Bangsa

Hipokrit brolan BALE BANJAR ARIDUS Saya Joko Widodo! Saya Indonesia! Saya Pancasila! ‘’TIGA kalimat itu dilontarkan Presiden ke-7 Indonesia di TV pada peringatan Kelahiran Pancasila, 1 Juni lalu. Dalam sekejap ucapan itu viral diikuti banyak pengguna media sosial. Aku menduga, pernyataan itu terlontar, karena tidak tahan lagi melihat perilaku segelintir warga negara yang menerjang kontrak kebangsaan yang disepakati para Bapak Bangsa saat mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ujaran kebencian berbau intoleransi atas keberagaman, pelecehan terhadap Pancasila sebagai dasar negara, dan niat mengubah bentuk negara menjadi khilafah, membuat kehidupan berbangsa dan bernegara terancam disintegrasi. Padahal para Bapak Bangsa bersama rekan-rekan segenerasi yang gugur dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajah sepakat mendirikan negara ditopang empat pilar. Sepakat membangun Negara Kesatuan berbentuk republik, dengan Pancasila menjadi landasan idealnya dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusionalnya serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai asas kebangsaannya. Keempat pilar

yang juga dinyatakan sebagai simbol-simbol negara tersebut sudah final dan terbukti ketangguhannya untuk merekatkan bangsa dalam persatuan dan kesatuan. Segala upaya pihak asing atau bangsa sendiri yang berkehendak mengubahnya, senantiasa gagal. Coba simak pemberontakan bersenjata yang pernah terjadi di Tanah Air di tahun 1950-an, juga pemberontakan Gerakan 30 September 1965PKI, tidak membuat bangsa dan NKRI tercerai-berai dan runtuh. Justru partai politik yang mendalangi kekacauan dibubarkan,’’ papar Rubag. ‘’Ya, parpol-parpol dibubarkan tapi ideologinya tetap hidup seperti roh gentayangan yang mencari wadah atau badan yang bisa dirasuki. Ideologi memang seperti roh, tidak bisa mati, kendati penganutnya dihancurkan. Agaknya di zaman reformasi di mana terjadi peralihan dari era otoritarian ke demokrasi, negeri ini bagaikan tanah yang subur untuk ditumbuhi berbagai ideologi. Sebab, kita belum sempat berbenah, ketika demokrasi datang seperti air bah menerjang tubuh bangsa, yang sedang mengalami euforia terbebas dari tirani. Memang teriakan demokrasi dan demokratisasi sangat fasih diucapkan orang, namun demokrasi yang mana? Apakah demokrasi terpimpin seperti gagasan Bung Karno, atau demokrasi Pancasila seperti gagasan Soeharto atau demokrasi liberal seperti diterapkan Amerika Serikat? Rupanya, segelintir orang yang dirasuki roh ideologi yang gentayangan, memanfaatkan masyarakat yang tidak paham hakikat demokrasi, sehingga negeri ini terus dilanda kegaduhan. Demo berjilid-jilid dilakukan atas nama demokrasi, bahkan agama bercampur politik juga dianggap adonan demokrasi yang ideal. Coba lihat di facebook, twitter dan instagram! Meme berupa gambar

berisi narasi kasar, banyak ditampilkan untuk menyindir dan mengejek para petinggi negara. Mereka tidak tahu kalau demokrasi bak samudera, yang meski dipenuhi gelombang dahsyat, tetap punya batas yang bernama pantai,’’ ulas Regig. ‘’Pantai adalah batas laut, hukum adalah batas demokrasi! Keganasan ombak melanggar pantai menimbulkan tsunami menyebabkan kerusakan lingkungan. Keliaran demokrasi menabrak hukum melahirkan anarki mengakibatkan kerusakan tatanan masyarakat bahkan mengancam integrasi bangsa. Celakanya, segelintir demagog yang dirasuki roh gentayangan ideologi memperalat mayoritas bisu yang bertransformasi menjadi mayoritas agresif. Meski tetap buta politik karena mengaku alergi politik, tanpa sadar kerumunan diam itu menjadi alat kekerasan dalam politik kotor demi nasi bungkus. Aku jadi tertawa jengah menyaksikan meme berupa gambar puluhan nasi bungkus yang bernarasi ‘Negara hancur bukan karena bom tapi karena nasi bungkus’. Aku tidak mengambing-hitamkan globalisasi, namun ide dari menyeragamkan budaya dan gaya hidup berasal dari globalisasi. Celakanya, para petinggi negara sejak zaman Orba sudah mempropagandakan globalisasi sebagai sistem perekonomian yang mampu memakmurkan seluruh bangsa di dunia. Ada gertakan yang tidak pernah lupa diucapkan, yakni globalisasi tidak bisa dihindarkan dan harus diterima. Padahal muatan globalisasi bukan hanya ekonomi, namun ada politik, budaya, teknologi dan ideologi. Akibatnya, kearifan lokal yang nyaris dimiliki seluruh suku di Indonesia, juga kearifan nasional bernama Pancasila, terdesak oleh budaya impor yang diberi cap budaya adiluhung. Secara perlahan tapi pasti bangsa

Denpasar (Bali Post) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-39 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Sabtu (10/6) malam kemarin. Pembukaan kali ini ditandai dengan pemukulan lesung. Dalam pidatonya, Puan Maharani mengatakan seni dan budaya bagi Indonesia merupakan salah satu pilar di dalam membangun kepribadian bangsa yang berbineka tunggal ika. Sekaligus memperkuat kearifan lokal sebagai falsafah nilai dalam hidup berbangsa dan

bernegara. “PKB Ke-39 tahun 2017 mengangkat tema Ulundanu, melestarikan air sumber kehidupan. Tema ini diharapkan mampu menjadi refleksi kehidupan dalam rangka membangun kesadaran masyarakat terhadap arti pentingnya memuliakan serta menghargai air,” ujarnya. Puan menambahkan, tema tersebut harus diimplementasikan dalam bentuk garapan seni tari dan tabuh. Selain untuk memperteguh seni budaya Bali, diharapkan juga PKB dapat memberikan dampak bagi perekonomian berbasis budaya masyarakat Bali. (kmb32)

kita melupakan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur mereka, lalu mengadopsi nilai-nilai Wild Wild West,’’ ujar Cekeg. ‘’Setuju, kamu menyebut Pancasila sebagai sumber nilai-nilai kebangsaan, karena budaya nasional merupakan puncak-puncak budaya daerah. Aku pernah baca artikel sosiolog Universitas Indonesia Paulus Wirutomo, yang berpendapat bahwa kebudayaan merupakan hasil negosiasi sehari-hari antara kekuatan sosial dan lingkungan hidupnya. Dari proses interaksi terus-menerus itu lahir nilai-nilai yang menjadi rujukan masyarakat untuk berpikir, berperilaku dan bermasyarakat, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, rukun, dan damai. Rezim Orde Baru pernah melaksanakan Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Penataran P-4, 1978-1998) yang diberi istilah Eka Prasetya Panca Karsa, yang menurut Paulus, merupakan cultural engineering guna memperoleh nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ungkapan berbahasa Sanskerta yang menjadi semboyan Penataran P-4 itu berarti sumpah atau janji untuk mengorbankan kepentingan pribadi guna memenuhi kewajiban sebagai makhluk sosial untuk menghayati dan mengamalkan lima kehendak yang terkandung dalam Pancasila. Di permukaan, gagasan maupun materi yang disajikan mengandung nilai-nilai luhur, namun pelaksanaan penataran terasa dipaksakan dan indoktriner, sehingga para petatar hanya menghafal tanpa internalisasi atau dihayati. Bahkan di kalangan birokrat zaman itu, banyak yang terkena virus korupsi, kolusi dan nepotisme, sehingga jelang Orde Baru tutup buku tahun 1998, istilah KKN sering bergema di jalan-jalan diteriakkan para pendemo,’’ tutur Degur.

‘’Politikus dan negarawan Roeslan Abdulgani (alm) sempat memlesetkan tiga filosofi kepemimpinan yang lazim dihafal para peserta P-4. Ing ngarso mangun angkoro, Ing madyo numpuki harto, Tut wuri menadahi. Yang sangat disayangkan, Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, juga sering digunakan untuk menakut-nakuti masyarakat dengan melontarkan stigma ‘non-Pancasilais alias PKI’. Padahal tujuan P-4 yang memakan banyak dana adalah untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya alias character and nation bulding!

Nah, ketika reformasi bergulir disertai banjir bandang demokrasi dan globalisasi yang memuat budaya Barat ke Tanah Air, individualisme, materialisme, egoisme, pragmatisme, apatisme, hedonisme dan konsumerisme mendesak nilai-nilai lokal dan tradisional, termasuk Pancasila. Hipokrit atau kepura-puraan serta kebohongan menjadi kebiasaan yang akan berubah menjadi watak bangsa bila upaya penyadaran diri tidak dilakukan. Teriak anti–KKN, nyatanya korupsi meruyak secara merata yang diistilahkan berjemaah. Teriak antiasing, plesiran selalu ke luar

negeri dan kendaraan serta fasilitas hidup senantiasa made in asing dan aseng. Teriak antimiliterisme namun gandrung melakukan kekerasan atas nama agama. Sekarang baru banyak yang sadar bahwa para Bapak Bangsa sudah menyediakan semua landasan hidup berbangsa dan bernegara, yang bersumber pada Pancasila. Berkat Pancasila, kita tidak hidup seperti bangsa Irak, Siria, Somalia, Libia dan Yaman. Hidup NKRI! Hidup Pancasila! Hidup UUD 1945! Hidup Bhinneka Tunggal Ika!’’ teriak Keplug. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 11 Juni 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu