Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Dukung Visi ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ PT JMBT Wacanakan Energi Surya di Tol Bali Mandara PT Jasa Marga Bali Tol (JMBT) rupanya memiliki rencana ke depan yang sejalan dengan visi Gubernur Bali Wayan Koster ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Rencana itu terkait penggunaan energi surya untuk kegiatan operasional sehingga ramah lingkungan. Hal ini terungkap saat Direksi JMBT melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (10/5) kemarin. Dalam pertemuan itu, Direktur Utama PT JMBT Enky Sasono mengatakan sedang menjajaki untuk memasang panel surya yang sekaligus sebagai atap pelindung dari cuaca bagi para pengendara sepeda motor di Jalan Tol Bali Mandara. ‘’Kita coba
menjajaki kemungkinan lajur motor bisa dimanfaatkan untuk solar cell. Itu merupakan upaya untuk mendapatkan sumber energi yang ramah lingkungan,’’ kata Enky. Ia menambahkan, pihaknya sedang mencoba mencari beberapa partner termasuk juga berkolaborasi dengan PLN dan beberapa BUMN lainnya. Rencana ini mendapat apresiasi positif dari Gubernur Bali Wayan Koster. Gubernur mendukung rencana ini sebagai sebuah terobosan yang inovatif dan ramah lingkungan. Pada kesempatan itu, Gubernur Koster kembali menegaskan penolakannya terhadap rencana pembangunan rest area di area Tol Bali Mandara. ‘’Untuk rencana yang itu (pembangunan rest area) tidak perlu dibahas
lagi, saya tidak setuju,’’ tegas Ketua DPD PDI-P Bali ini. Gubernur meminta jajaran direksi mencari alternatif lain sebagai sumber pendapatan. Direksi PT JMBT memang menyampaikan, dengan beroperasinya Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, jumlah pengguna berkurang dari tahun sebelumnya. Bahkan, dari target tahun 2019 rata-rata sekitar 63 ribu kendaraan per bulan, hanya tercapai rata-rata 41 ribu kendaraan pada empat bulan pertama. Kondisi ini membuat manajemen akan melakukan koreksi target tahun 2019. Tampak hadir dalam pertemuan itu Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bali I Nengah Laba. (kmb)
’’Untuk rencana yang itu (pembangunan rest area) tidak perlu dibahas lagi, saya tidak setuju. Jajaran direksi agar mencari alternatif lain sebagai sumber pendapatan.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Bali Post/kmb
JMBT - Gubernur Bali Wayan Koster menerima Direksi JMBT di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (10/5) kemarin.
EY Rencanakan Ledakkan Bom 22 Mei Jenisnya Lebih Modern dan Pakai Jaringan Wi-Fi
Jakarta (Bali Post) – Terduga teroris EY (27) yang ditangkap Rabu (8/5) di Bekasi, Jawa Barat, dapat melakukan modifikasi beberapa jenis bom lebih modern, termasuk memicu bom dengan jaringan Wi-Fi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/5) kemarin mengatakan, selain menggunakan bahan-bahan kimia berupa TATP, EY dapat membuat rangkaian pemicu bom. RUMAH EY - Densus 88 Antiteror Mabes Polri berusaha masuk ke dalam rumah kontrakan yang dihuni EY alias Rafli saat dilakukan penggeledahan di Kapling Barokah, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/5).
Apabila terjadi demo besar-besaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat penetapan hasil pemilu, EY telah memperkirakan alat pengacak sinyal diaktifkan, sehingga gawai tidak dapat digunakan secara maksimal sebagai pemicu bom. ‘’Oleh karenanya dia sudah memodifikasi switching bomnya dengan menggunakan router,’’ ujar
Dedi Prasetyo. Diketahui, sampai saat ini belum ada alat pen gacak sinyal yang dapat menghalangi jaringan WiFi, apalagi dengan booster jaringan yang dipancarkan Wi-Fi radiusnya semakin luas. ‘’Dengan menggunakan router seperti ini, radiusnya menjadi 500 meter, tambah lagi penguatnya, dia bisa radiusnya hingga
satu kilometer,’’ ucap Dedi Prasetyo. Strategi yang digunakan dapat meletakkan beberapa ransel berisi bom di kerumunan massa dan meledakannya dari jarak satu kilometer dengan menggunakan gawainya. Peledakan bom dapat dilakukan satu per satu atau serta merta, tetapi hingga kini masih didalami.
Setelah menangkap EY dan anggota kelompoknya berinisial YM pada Rabu, Densus masih memburu anggota kelompoknya yang lain. ‘’Densus 88 berusaha semaksimal mungkin sebelum tanggal 22 Mei. Diharapkan dengan upayaupaya yang telah dilakukan selama ini, tidak ada aksi terorisme,’’ katanya. (ant)
Koster Ingin Kereta Api di Bali Bernuansa Lokal dan Ramah Lingkungan GUBERNUR Bali Wayan Koster ingin pengoperasian unit dan jalur kereta api di Bali nantinya tetap harmonis dengan alam dan budaya Bali serta ramah lingkungan. ‘’Kita ingin desain yang beda, dengan estetika dan ciri khas tersendiri, dengan sentuhan (nuansa) lokal. Jadi berbeda dengan daerah lain. Bali ini kecil, tapi selalu dilihat dunia,’’ ungkap Gubernur Koster dalam Pemaparan dan Diskusi Pembangunan Kereta Api Provinsi Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (10/5) sore. Gubernur Koster melanjutkan, pembangunan kereta api di Bali sebagai perwujudan pembangunan transportasi yang memadai di Pulau Dewata. ‘’Bali kan jadi tujuan wisata dunia, jadi sorotan internasional. Sudah sepantasnya punya jaringan transportasi yang memadai,’’ terangnya. Masyarakat pun, menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini, merespons baik rencana tersebut. ‘’Respons masyarakat luar biasa untuk rencana pengembangan akses
untuk transportasi umum ini,’’ sebutnya. Ke depan, Koster menyatakan akan terus mendorong penyempurnaan sistem transportasi di Bali. ‘’Transportasi darat, laut dan udara akan terus disempurnakan selain untuk masyarakat, juga mendukung industri pariwisata di Bali,’’ ujarnya. Selain itu, pemerintah pusat menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mencapai 20 juta orang per tahun. Bali sendiri tetap menjadi destinasi wisata unggulan untuk menggaet kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air. ‘’Dan ini mesti didukung oleh sarana transportasi yang baik,’’ tegas pria asal Sembiran, Buleleng ini. Koster juga menyatakan kereta api yang dikembangkan akan mengelilingi Bali. Namun yang terlebih dulu diprioritaskan adalah jalur Bandara Ngurah Rai – Mengwitani - Singaraja. Adapun tahapan dimulainya proyek ini direncanakan pada 2020. Sementara itu, Kepala Biro
BPN Tak Pernah Wacanakan ’’People Power’’
Jakarta (Bali Post) – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) PrabowoSandi, Andre Rosiade, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah merencanakan people power dan selalu mengambil langkah sesuai konstitusi dalam proses pemilu. ‘’Saya tegaskan, BPN Prabowo-Sandi tidak pernah punya rencana people power untuk mengintimidasi penyelenggara pemilu. Semua langkah kami adalah konstitusional,’’ kata Andre di Jakarta, Jumat (10/5) kemarin. Dia menegaskan bahwa BPN akan selalu mengambil langkah yang sesuai konstitusi dalam proses pemilu dan people power merupakan kehendak rakyat, sehingga terserah rakyat saja. Langkah itu, menurutnya, akan ditegaskan dengan melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Jumat (10/5) siang, terkait dugaan kecurangan pemilu yang sifatnya terstruktur, sistematis, masif dan brutal (TSMB). ‘’Untuk itu data kecurangan yang kami memiliki akan kami berikan ke Bawaslu dalam rangka melengkapi laporan kami yang akan disampaikan siang ini ke Bawaslu,’’ ujarnya. Menurut Andre, BPN Prabowo-Sandi menduga kecurangan yang dilakukan pihak Jokowi-Ma’ruf terjadi tidak hanya pada saat tahap pencoblosan saja namun terjadi dari sebelum pencoblosan atau dilakukan secara TSMB. Sebelumnya, Pergerakan Advokat untuk Demokrasi Indonesia (PADI) pada Jumat (10/5) mendampingi jubir BPN Dian Islamiati Fatwa sebagai pelapor di Bawaslu untuk melaporkan empat dugaan kecurangan yang terjadi sebelum, saat dan sesudah Pemilu 2019. Hal. 15 Eggi Sudjana
Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Gede Pasek Suardika menyatakan dukungannya, bahkan mendorong realisasi pembangunan dan pengembangan kereta api di Bali. ‘’Ini juga sesuai amanah Bapak Presiden yang mendorong pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional,’’ terangnya. Ia juga menyarankan agar jalur kereta api nantinya bisa terhubung pula dengan bandara dan pusat-pusat kegiatan lain, sehingga mempercepat akses dan layanan kepada masyarakat. (kmb) KERETA API - Gubernur Bali Wayan Koster memimpin rapat rencana pengembangan infrastruktur kereta api, di Jaya Sabha, Jumat (10/5) kemarin. Rapat dihadiri pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan RI.
Bulan Depan, Tak Lagi Impor Avtur dan Solar Jakarta (Bali Post) – Pemerintah memastikan akan mulai menekan impor minyak dan gas (migas) dengan menggunakan migas olahan dalam negeri guna memperbaiki kinerja neraca transaksi berjalan. ‘’Mulai bulan depan, migas terutama avtur dan solar, kita tidak akan impor. Kita mau pakai produk kita di dalam dan diolah di sini,’’ kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Jakarta, Jumat (10/5) kemarin. Darmin mengakui salah satu penyebab tingginya defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan I 2019 sebesar 2,6 persen terhadap PDB adalah impor migas. Oleh karena itu, penggunaan migas produksi dalam negeri ini akan mampu mengurangi baik ekspor maupun impor migas dalam waktu dekat. ‘’Pertamina sepertinya sudah bisa mengolah crude oil menjadi avtur dan solar sesuai
kebutuhan dalam negeri dari segi jumlah maupun kualitas,’’ katanya. Ia menambahkan, upaya ini dilakukan sejalan dengan kebijakan lain untuk meningkatkan ekspor nonmigas yang selama ini belum sepenuhnya membantu penguatan neraca perdagangan. ‘’Ini akan menolong transaksi berjalan, di samping upaya-upaya mendorong ekspor. Jadi oke memburuk sedikit triwulan I, tapi triwulan berikutnya tidak,’’ ujar Darmin. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan I 2019 sebesar 7,0 miliar dolar AS atau 2,6 persen dari PDB. Defisit ini lebih rendah dari triwulan sebelumnya 9,2 miliar dolar AS atau 3,6 persen terhadap PDB, namun lebih tinggi dari periode sama tahun 2018 sebesar 5,19 miliar dolar AS atau 2,01 persen dari PDB. (ant)
’’Pertamina sepertinya sudah bisa mengolah crude oil menjadi avtur dan solar sesuai kebutuhan dalam negeri dari segi jumlah maupun kualitas.’’ Darmin Nasution Menko Perekonomian
DENPASAR
2
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
FIGUR Lindungi Masyarakat RUMAH sakit (RS) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib terakreditasi. Hal ini dinilai positif oleh Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam rangka memberikan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat. Terutama untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh RS telah memenuhi standar. “Maka dipersyaratkan RS harus terakreditasi karena akreditasi itulah yang memastikan RS itu memberikan pelayanan sesuai standar. Sebab, pelayanan kesehatan berkaitan dengan nyawa orang,” ujarnya di sela-sela acara Pelantikan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Masa Bakti 2017-2022 di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Jumat (10/5) kemarin. Ia mengatakan, pemerintah melalui Menteri Kesehatan mengeluarkan surat edaran supaya RS yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan terakreditasi. RS sebetulnya didorong untuk mengurus akreditasi, karena kalau tidak terakreditasi, maka pemerintah tidak memiliki jaminan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan telah sesuai standar. “Yang dirugikan, yang menjadi korban adalah masyarakat. Jadi kebijakan pemerintah pusat lewat Kementerian Kesehatan untuk mengharuskan RS itu terakreditasi sebenarnya dalam rangka perlindungan kepada masyarakat,” ujarnya. Menurut mantan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali ini, beberapa bulan lalu sebetulnya sudah ada toleransi dari Kementerian Kesehatan bagi RS yang sudah habis sertifikat akreditasinya agar segera mengurus. Bagi RS yang sudah mengurus namun akreditasinya belum keluar, tetap diberikan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Seperti halnya RS Bali Mandara dan RS Mata Bali Mandara yang sedang berproses untuk akreditasi, masih diizinkan melanjutkan kerja sama. (rin)
Dititipkan di TPA, Bayi Meninggal Dunia Denpasar (Bali Post) Andika Angara (27) benar-benar merasa terpukul saat diberi tahu bayinya yang berusia tiga bulan berinisial ENA meninggal dunia. Bayi malang tersebut awalnya dititipkan di salah satu tempat penitipan anak (TPA) di Jalan Drupadi VII, Renon, Denpasar Timur (Dentim). Andika langsung melaporkan kejadian ini ke Polresta Denpasar, Kamis (9/5) lalu. Menurut sumber, Jumat (10/5) kemarin, Andika yang beralamat di Jalan Akasia XV Gang Seroja, Dentim ini, sebelum berangkat kerja menitipkan anaknya di TPA tersebut. Karena sudah biasa menitipkan anaknya di sana, Andika sama sekali tidak curiga. Pada Kamis pukul 17.00 Wita, dari tempat kerjanya Andika langsung ke TKP untuk menjemput anaknya. Setibanya di sana, Andika diberi tahu oleh karyawan TPA jika ENA berada di RS Bros di Jalan Tantular, Renon. Andika langsung ke sana. Betapa kagetnya dia setelah diberi tahu ENA sudah meninggal dunia. Sementara kerabat korban, Ketut Ks, mengatakan pada Kamis lalu sebenarnya ada
keanehan terhadap perilaku karyawan TPA. Pasalnya, saat Andika menjemput anaknya, justru disuruh sabar oleh karyawan TPA. Namun, Andika tidak curiga karena mengira anaknya masih ganti pakaian. “Tidak seperti biasa seperti itu. Biasanya kalau Andika ke sana langsung diserahkan anaknya,” ujar Ks. Sekitar 30 menit menunggu, Andika kembali minta anaknya. Namun karyawan TPA kembali menyuruhnya sabar dengan nada tinggi. Hal itu membuat Andika emosi dan minta anaknya. Saat itulah Andika diberi tahu jika ENA berada di RS Bros. Mendengar hal tersebut, Andika langsung menuju RS Bros. “Setibanya di sana, Andika diberi tahu salah satu dokter RS Bros jika anaknya sudah meninggal dunia,” ungkapnya. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus tersebut. “Tadi (kemarin - red) orangtua korban diperiksa. Kasus ini ditangani Unit PPA Satreskrim Polresta Denpasar,” tegasnya. Lantas, apa penyebab bayi itu meninggal dunia? “Tunggu hasil autopsi,” tegas Arta Ariawan. (kmb36)
Tersangkut Kasus 200 Butir Ekstasi
Napi Dihukum 15 Tahun Penjara
Denpasar (Bali Post) Tersangkut kasus 200 butir pil ekstasi, Samsul Arifin terdakwa yang masih berstatus narapidana (napi), Kamis (9/5) lalu dinyatakan bersalah dan dihukum selama 15 tahun penjara. Vonis itu masih lebih rendah dari tuntutan jaksa. Arifin sebelumnya ditangkap setelah menyerahkan 200 butir ekstasi di depan rumah jabatan Kalapas Kerobokan kepada Moch Rizal. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa dua tahun lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) I Wayan Sutarta. Pada sidang tuntutan sebelumnya, Samsul Arifin dituntut pidana penjara selama 17 tahun. Selain itu, napi kasus penjambretan yang dipidana setahun lima bulan ini juga dituntut hukuman denda Rp 1 miliar subsider enam bulan
Topik :
penjara. Dalam amar putusan majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotik, sebagaimana Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Yakni tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram. Selain diganjar 15 tahun, Arifin juga didenda Rp 1 miliar subsidair enam bulan penjara. Atas vonis itu, terdakwa yang didampingi tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima. Begitu juga dengan jaksa I Wayan Sutarta. (kmb37)
BERSIH - Suasana kegiatan bersih pantai di Pantai Mertasari, Sanur yang melibatkan anak-anak sekolah, Jumat (10/5) kemarin.
Bali Post/kmb12
Bersih Pantai Libatkan Anak-anak Sekolah
Denpasar (Bali Post) – Persoalan sampah mulai menjadi perhatian semua pihak. Terlebih ancaman sampah terutama sampah plastik berdampak buruk terhadap lingkungan. Karena itu, kini sejumlah pihak mulai menggalakkan aksi kebersihan serta mengurangi sampah plastik. Terkait dengan Internastional Coastal Cleanup, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Pemkot Denpasar dan sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi kebersihan di Pantai Mertasari, Sanur, Jumat (10/5) kemarin. Dalam kesempatan tersebut hadir Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Dirjen Pengelolaan Ru-
ang Laut Muhammad Yusuf, Sekda Denpasar AAN Rai Iswara, Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan A.A. Bayu Brahmasta serta OPD terkait lainnya di lingkungan Pemkot Denpasar. Kegiatan bersih pantai diawali dengan pelepasan puluhan ekor tukik ke laut lepas. Gerakan bersih pantai di Kawasan Pantai Mertasari Sanur kali ini diikuti sekitar 643 relawan dari unsur pemerintah, masyarakat, LSM penggiat lingkungan hingga siswa sekolah dan menyasar area radius satu kilometer kawasan Pantai Mertasari, Sanur. Sekda Rai Iswara mengapresiasi pelaksanaan bersih pantai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ini.
‘’Dipilihnya Kota Denpasar sebagai salah satu dari 23 lokasi pelaksanaan kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk turut serta dalam aksi global menanggulangi pencemaran sampah plastik di pantai dan lautan. Besar harapan kami, semoga kegiatan di Denpasar ini tidak hanya menyentuh masyarakat Kota Denpasar saja, namun dapat menjadi teladan di lingkup yang lebih luas lagi,’’ katanya. Rai Iswara menambahkan, kegiatan yang menggerakan seluruh komponen masyarakat ini juga selaras dengan telah diterapkannya Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengu-
rangan Penggunaan Kantong Plastik. ‘’Tentu dengan dukungan seluruh pihak, program Kota Denpasar bebas sampah plastik akan berjalan dengan baik,’’ ujarnya. Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Muhammad Yusuf mengatakan, pelaksanaan kegiatan bersih-bersih di Pantai Mertasari, Sanur serangkaian Internastional Coastal Cleanup (Bersih Pantai Internasional) ini merupakan bagian dari Gerakan Cinta Laut atau GITA Laut. Kota Denpasar merupakan salah satu dari 23 lokasi penyelenggara yang dipilih Kementerian. ‘’Tujuannya tentu sebagai aksi nyata dalam mem-
bebaskan pesisir dan laut dari sampah, terutama sampah plastik karena pencemaran sampah plastik menjadi ancaman serius bagi kelestarian biota laut,’’ ujarnya. Apabila tidak dikelola dengan baik, kata Muhammad Yusuf, sampah plastik ini akan berubah menjadi mikroplastik berbahaya yang bila masuk ke tubuh ikan dan kemudian manusia, akan berdampak buruk bagi kesehatan. ‘’Gerakan bersih pantai dan laut merupakan program Kementerian KP yang telah dimulai sejak tahun 2002 dan menjadi National Plan of Action pengendaliaan sampah plastik sesuai dengan Perpres Nomor 83 Tahun 2018,’’ ujarnya. (kmb12)
Legalisasi Arak Bali
Perusda Negosiasi Kemenko Perekonomian
Denpasar (Bali Post) Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali tampaknya cukup serius dalam upaya melegalkan industri arak Bali. Langkah negosiasi pun dilakukan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 8 Mei lalu. Dalam hal ini, Perusda sekaligus menindaklanjuti surat Gubernur Bali Wayan Koster kepada Menko Perekonomian tertanggal 24 April 2019 terkait revisi Perpres Nomor 39 Tahun 2014. Yakni dalam rangka pembinaan industri minuman beralkohol tradisional di Bali untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. ‘’Tentunya kita berharap bahwa arak Bali yang memang bagian dari kearifan lokal bisa menjadi minuman tradisional beralkohol yang legal secara izin dan distribusinya,’’ ujar Ketua Dewan Pengawas Perusda Bali Ida Bagus Kesawa Narayana, Jumat (10/5) kemarin. Kesawa Narayana menambahkan, arak Bali yang legal secara izin dan distribusi
tentu akan dapat dinikmati oleh wisatawan. Baik untuk dikonsumsi langsung maupun sebagai oleh-oleh di hotel, restoran, dan toko swalayan. Dengan demikian, arak Bali bisa sejajar dengan minuman beralkohol yang selama ini diimpor. Bedanya, minuman impor itu tidak memberikan sumbangan kesejahteraan untuk sektor riil khususnya petani/perajin arak. ‘’Apabila arak Bali legal, maka akan memberikan sumbangan PAD (Pendapatan Asli Daerah red) yang sangat penting untuk pembangunan Bali yang berkelanjutan,’’ imbuhnya. Itu sebabnya, lanjut Kesawa, Perusda Bali bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali menegosiasikan legalisasi
arak Bali dengan Kemenko Perekonomian. Pihaknya bertemu langsung dengan Deputi V Kemenko Perekonomian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Bambang Adi Winarso. Dikatakan, Perusda Bali ‘’Agen Pembangunan Bali Era Baru’ sebagai BUMD Provinsi Bali juga telah membuat model bisnis yang tepat dan berpihak kepada kesejahteraan petani arak Bali. ‘’Tidak hanya terkait legalitas melalui usulan revisi perpres, tetapi memastikan adanya pembinaan dari dinas terkait mengenai mutu dan standarisasi arak Bali melalui koperasi-koperasi petani arak dan Perusda Bali akan mengontrol peredaran serta distribusinya,’’ terangnya. Dikonfirmasi terpisah, Ke-
pala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan, Kemenko Perekonomian akan mengadakan rapat yang lebih besar sebagai bentuk respons terhadap permintaan legalisasi arak Bali. Rapat tersebut nantinya melibatkan Kementerian Perindustrian, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kementerian Perdagangan, termasuk beberapa provinsi lain seperti Sulawesi Utara dan NTT yang juga mengajukan surat untuk hal sama seperti Bali. ‘’Kita ingin melegalkan karena arak Bali banyak dibutuhkan untuk upacara yadnya, untuk hotel dan restoran, serta melindungi industri kecil dan menengah agar mata pencaharian masyarakat tidak hilang,’’ ujarnya. Menurut Astawa, sebetulnya ada banyak turis asing yang menanyakan minuman beralkohol khas Bali. Namun, arak Bali tidak bisa
Denpasar (Bali Post) – Bank BPD Bali mencatatkan laba bersih sebesar Rp 153 miliar hingga akhir Maret 2019. Dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh Bank BPD Bali mencapai Rp 19.818 miliar atau meningkat 10.14 persen dibanding Maret 2018. Dari total DPK Bank BPD Bali, porsi giro mencapai Rp 3.158 miliar, tabungan mencapai Rp 8.463 miliar, dan untuk deposito sebesar Rp 8.197 miliar. Pencapaian target DPK pada triwulan I 2019 ini mencapai 109.99 persen dari target yang diharapkan. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma didampingi Direktur Operasional I.B. Setia Yasa, Direktur Kredit Lestara, dan Direktur Kepatuhan I Wayan Sutela Negara memaparkan, sampai dengan Maret 2019 Bank BPD Bali telah menyalurkan KUR Mikro sebesar Rp 11.440 miliar dan KUR kecil sebesar Rp 251.737 miliar, di mana pencapaian target KUR pada triwulan I 2019 sebesar 110,23 persen. Sementara untuk total asset Bank BPD Bali tem-
bus hingga Rp 24.368 miliar atau meningkat 7,99 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 22.564 miliar. Untuk rasio-rasio keuangan CAR Bank BPD Bali tercatat 23,83 persen, LDR sebesar 84,21 persen, BOPO sebesar 69,67 persen, ROA sebesar 3,16 persen, ROE tercatat 18,93 persen. Menurut Sudharma, hasil self assessment penilaian tingkat kesehatan bank per Desember 2018, Bank BPD Bali memperoleh peringkat II. Ini mencerminkan kondisi bank yang secara umum sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Tercermin dari peringkat faktor-faktor penilaian antara lain faktor risiko, penerapa tata kelola, rentabilitas, dan permodalan yang secara umum baik. Sudharma menambahkan, penerapan profil risiko bank memperoleh peringkat komposit dua Low Mod yang mencerminkan bahwa kemungkinan kerugian yang dihadapi bank dari sisi risiko inheren komposit tergolong rendah selama
periode waktu tertentu di masa datang dan kualitas penerapan manajemen risiko secara komposit (satisfactory) memadai. Sedangkan untuk penerapan tata kelola berada pada peringkat II
atau baik. Dari segi permodalan, kata Sudharma, komitmen pemegang saham untuk memperkuat permodalan Bank BPD Bali sangat tinggi. Hal tersebut direalisasikan
diperjualbelikan dengan bebas karena ilegal. Ironisnya, Bali justru dibanjiri dengan produk minuman beralkohol impor seperti vodka dan whiski. Padahal jika arak Bali dilegalisasi, pemerintah berkewajiban membina dari sisi kelembagaan, kualitas, dan standar produknya. Itu pun dibatasi peredarannya hanya di Bali saja. ‘’Mungkin skemanya kita bentuk koperasi arak, kemudian bekerja sama dengan Perusda. Nanti Perusda yang akan mendistribusikan ke restoran, hotelhotel, tapi di Bali saja supaya jangan sampai arak itu jatuh ke tangan-tangan yang tidak semestinya untuk minum itu, sehingga diatur tata niaga distribusinya,’’ tegasnya. (kmb32)
dengan penambahan modal disetor dari sejumlah pemegang saham dengan jumlah modal keseluruhan yang telah disahamkan sampai dengan Maret 2019 sebesar Rp 1.796 miliar. (kmb42)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
BPD Bali Catat Laba Bersih Rp 153 Miliar
Bali Post/kmb42
BPD BALI - Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma bersama Direktur Operasional I.B. Setia Yasa.
BADUNG
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
3
Siklon Lili
Pelaku Wisata Bahari Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi Mangupura (Bali Post) -
Pelaku wisata bahari dan pengelola kapal penumpang diharapkan mewaspadai berbagai kemungkinan akibat adanya intensitas gelombang tinggi di sekitar Bali. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memperkirakan gelombang tinggi tersebut dipicu tumbuhnya bibit siklon Lili di sebelah utara laut timor.
Bali Post/edi
BERMAIN KANO - Seorang warga bermain kano di perairan Nusa Dua, Jumat (10/5) kemarin.
Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman, siklon tropis Lili sudah terpantau BBMKG sejak 8 Mei di sebelah utara Laut Timor. Fenomena tersebut terus bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan rata-rata 6 knots atau 11 kilometer per jam. ‘’Dengan tumbuhnya fenomena itu, bisa mempengaruhi intensitas hujan di sejumlah wilayah yang dilaluinya. Selain itu, dampak siklon tropis Lili ini bisa menyebabkan gelombang tinggi di sejumlah wilayah termasuk di perairan Bali,’’ katanya,
Jumat (10/5) kemarin. Siklon tropis Lili, menurut Iman terbentuk karena ada sistem tekanan udara rendah yang terbentuk di daerah tropis. Sehingga menimbulkan kecepatan angin meningkat terutama di pusat cincin-cincin yang mengelilingi sirkulasi siklon. Untuk bagian pusat siklon, tekanan udara sangat minimal sedangkan di sekeliling pusat siklon kecepatan angin sangat maksimal dan berputar secara konstan. Kemudian perlahan dapat meluas dan mempengaruhi kondisi kerawanan wilayah yang dilaluinya. ‘’Pada dasarnya, siklon
berpengaruh meluas mempengaruhi kecepatan angin yang menimbulkan cuaca ekstrem termasuk gelombang tinggi. Tentunya ini akan terus bergerak sehingga perlu adanya antisipasi dengan memberikan imbauan atau peringatan dini,’’ terangnya. Pihaknya memperkirakan kondisi ini akan berlangsung hingga Sabtu (11/5) hari ini. Iman mengatakan, akan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan siklon tropis Lili. Terutama terkait dengan wilayah yang akan dilaluinya. Sebab dampak yang ditimbulkan bisa menyebabkan angin kencang, hujan dengan intensitas lebat
hingga gelombang tinggi. ‘’Memang sangat berbahaya,’’ ujarnya. Selama ini, dampak yang sudah terdeteksi di wilayah Bali adalah terjadinya gelombang tinggi. Wilayah yang diprediksi terjadi gelombang tinggi yaitu di Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan dan perairan selatan Bali (Nusa Dua, Pecatu, Ungasan, Tanah Lot, Kuta dan Sanur). Gelombang laut bisa mencapai ketinggian 2,5 meter hingga 4 meter. Untuk itu, pihaknya mengimbau pelaku wisata bahari di seputaran Nusa Dua, Uluwatu, Kuta, Sanur dan wilayah pantai selatan, agar terus mematuhi informasi BBKMG. Nelayan juga diharapkan mempertimbangkan kondisi gelombang tinggi agar tidak melaut di waktu yang diprediksikan. (kmb23)
Cegah ”Stunting”, Bupati Bupati Badung Janji Carikan Solusi Terbaik Badung Canangkan Garba Sari Soal Lahan Sari Club
PEMERINTAH Kabupaten Badung melalui Dinas Kesehatan Badung, Jumat (10/5) kemarin mencanangkan Gerakan Badung Sehat pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Garba Sari). Program ini bertujuan mencegah stunting atau pertumbuhan lambat pada anak di Kabupaten Badung. Kegiatan ini sesuai dengan target untuk menuju Badung hebat dan berkualitas. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Kabupaten Badung Ny. Ayu Suarthini Parwata, Kepala Dinas Kesehatan Badung Gede Putra Suteja, Kepala DPMPD Badung Putu Gede Sridana, Camat Mengwi IGN Jaya Saputra, Tripika serta sejumlah dokter di Dinas Kesehatan Badung. Pencanangan Garba Sari yang dilaksanakan di bale pesamuhan Banjar
Delod Sema Desa Kekeran Kecamatan Mengwi tersebut ditandai dengan penyematan pin oleh Bupati Giri Prasta dan pemberian bingkisan makanan tambahan kepada anak-anak dan ibu hamil. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, gerakan ini adalah bagian pencegahan agar masyarakat di Kabupaten Badung tidak mengalami gizi buruk selama 1.000 hari kelahiran pertama. ‘’Ini adalah tugas pemerintah untuk menjaga masyarakatnya hidup sehat dan layak. Maka itu kita gerakkan hal ini,’’ ujarnya. Lebih lanjut Bupati asal Desa Pelaga ini mengatakan, program ini nantinya digerakkan di semua desa sehingga masyarakat di Kabupaten Badung bisa sehat dan Badung memiliki generasi berkualitas. ‘’Sehingga apa yang kita citacitakan, Badung menjadi hebat, bisa terwujud,’’ paparnya. Giri Prasta menjelaskan, untuk kasus stunting di Badung tergolong sangat kecil. Meski
demikian, kasus stunting harus terus ditekan hingga menjadi nol persen. ‘’Persoalannya sekarang, dari data Diskes bukan stunting yang banyak tapi bayi obesitas karena gizinya terlalu baik. Jadi kita perlu juga tangani masalah obesitas bayi sejak dini ini. Kita sudah gerakkan tim posyandu di setiap banjar di Kabupaten Badung,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Badung Gede Putra Suteja selaku panitia mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam percepatan perbaikan gizi masyarakat dengan prioritas 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. ‘’Target yang kita sasar adalah enam kecamatan di Kabupaten Badung, yakni 16 kelurahan serta 46 desa. Kami juga menargetkan kegiatan ini tuntas pada tahun 2020,’’ ujarnya. (ad464)
Mangupura (Bali Post) – Pertemuan Bupati Badung dengan Konjen Australia beberapa waktu lalu terkait polemik rencana pembangunan di atas lahan Sari Club, kini mulai menemukan titik terang. Pasalnya, Bupati Badung berjanji akan mencarikan solusi terbaik terkait permasalahan tersebut. Board of Indonesia Australia Business Consul (IABC) Inda Trimafo Yudha menjelaskan, ia selaku parlemen terpilih memiliki kedekatan dengan Bupati Badung. Maka dalam kapasitasnya sebagai Board of IABC, ia ingin mempertemukan Konjen Australia dan Bupati Badung untuk membicarakan terkait pariwisata, utamanya masalah tersebut. Dikatakan, Konjen Australia Dr. Helena sudah sejak 2,5 tahun lalu ingin bertemu Bupati Badung. Namun karena kesibukan masing-masing sehingga pertemuan terus tertunda. Dr. Helena juga mewakili Yayasan Bali Peace Park Association (BPPA) untuk
memperjuangkan agar tanah bekas bom Bali di lahan Sari Club dapat dibeli oleh yayasan. Tujuan pembelian itu untuk dijadikan taman monumen untuk mengenang korban bom Bali. Diakui soal tawarmenawar harga yang terjadi antara BPPA dengan pemilik tanah telah banyak diliput media internasional, khususnya di Australia. Pemberitaan ini akibat dampak dari pernyataan yang dicetuskan Perdana Menteri Australia terkait rencana BPPA membangun sebuah taman memorial di lahan bekas Sari Club. Proses pembelian tanah itu pun tengah berjalan alot. Negosiasi jual-beli lahan antara pihak BPPA dan pemilik lahan tengah berlangsung. ‘’Pemilik lahan sempat menyatakan ragu-ragu menjual lahannya karena memiliki izin usaha,’’ ujarnya. Pihak BPPA pun menunjuk perwakilan pemerintah Australia di Bali, Dr. Helena Sturdust, dalam hal ini selaku Konsul Jenderal Australia untuk membantu memediasi.
Bali Post/may
Bupati Badung Giri Prasta, Konjen Australia Dr. Helena Sturdust dan Inda Trimafo Yudha usai pertemuan. Pihak Australia menyadari lahan tersebut berada pada wilayah Kabupaten Badung, sehingga mereka mengajukan diri untuk dapat bertemu langsung dengan Bupati Badung. Dalam pertemuan itu, Bupati Badung berjanji akan
mencarikan solusi terbaik bagi kedua belah pihak. Memang, permasalahan tersebut merupakan konflik pribadi. Meski demikian, Bupati Badung dikatakan akan berkomunikasi dengan pemilik lahan. (kmb42)
Pantai Barat Kedonganan Mulai Ditata
Bangsal Disulap Jadi Mini Beach Club
CEGAH STUNTING - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta menggendong bayi saat mencanangkan Garba Sari untuk mencegah stunting pada anak, Jumat (10/5) kemarin di bale pesamuhan Banjar Delod Sema Desa Kekeran Kecamatan Mengwi.
Mahasiswa Korban Tabrak Lari Terseret hingga 800 Meter Keluarga Tolak Autopsi
PENYELIDIKAN kasus tabrak lari dengan korban Marrio Jerry Loba (23) asal Sumba, NTT, terus didalami anggota Unit Laka Satlantas Polresta Denpasar. Hasil olah TKP dan penyelidikan, korban terseret mobil pick-up sekitar 800 meter. Sedangkan keluarga korban menolak dilakukan autopsi. ‘’Awal tabrakannya di sekitar simpang Benoa Square di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kedonganan,’’ kata Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo didampingi Kanit Laka Iptu Debi, Jumat (10/5) kemarin. Dari hasil rekaman CCTV, kata Debi, diduga mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Lantaran mobil berkecepatan tinggi, hasil rekaman CCTV tidak jelas menunjukkan ciri-ciri mobil. ‘’Hanya kelihatan seperti bayangan. Itu kemungkinan karena laju mobil sangat cepat,’’ ungkapnya. Dijelaskannya, pihaknya
terus mendalami kasus ini. Meski demikian, dari hasil dan olah TKP, ini kasus tabrak lari. ‘’Tapi masih didalami kemungkinan yang lain,’’ tegasnya. Dijelaskannya lebih lanjut, pihak keluarga mahasiswa Akademi Maritim Yogyakarta tersebut menolak dilakukan autopsi. Pasalnya, jasad korban segera dibawa ke kampungnya di Malumbi RT 03 RW 01, Desa Malumbi, Kecamatan Tambera, Umba Timur, NTT. ‘’Keluarga korban menolak autopsi, kami tidak bisa berbuat apa-apa,’’ tegas Iptu Debi. Saat ini, lanjut Debi, pihaknya fokus menyelidiki mobil pick-up yang menabrak korban. Saksi yang melihat tabrakan tersebut sedang ditelusuri. Ia berharap masyarakat yang melihat kejadian itu segera menginformasikannya ke kantor polisi terdekat. Sementara itu, sepeda motor yang dikendarai korban
yaitu Honda Vario DK 3958 OG ditemukan di pintu gerbang rumah kosong di seputaran Benoa Square, Kedonganan. Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan pengelola CCTV di Underpass Patung Ngurah Rai, Tuban, Kuta untuk mendapatkan rekaman CCTV di jalan tersebut. Sebelumnya diberitakan, mayat seorang pria ditemukan tergeletak di sisi barat jalan Underpass Patung Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kamis (9/5). Setelah polisi melakukan olah TKP, ternyata pria tersebut bernama Marrio Jerry Loba. Dari keterangan saksi, korban terseret mobil hingga di TKP. Di saku celananya ditemukan dompet berisi KTP, kartu ATM BNI, kartu ATM BRI, kartu Ikamy, kartu RS Bethesda, kartu ATM Mandiri, kartu Taruna Akademi Maritim Yogyakarta dan uang 1 ringgit, 10 ringgit serta 10 yuan. Pada saku celana korban juga ditemukan HP Oppo. (kmb36)
Mangupura (Bali Post) Penataan kawasan pantai barat Kedonganan bagian selatan, mulai dikerjakan. Kondisi pantai yang sebelumnya masih kotor, mulai dibersihkan. Sebuah alat berat terlihat digunakan untuk meratakan pasir pantai yang berantakan. Menurut Bendesa Adat Kedonganan Wayan Mertha, penataan kawasan pantai bukan berarti akan menghilangkan mata pencaharian nelayan setempat. Justru kesejahteraan nelayan akan ditingkatkan. Fungsi bangsal milik nelayan akan tetap dipertahankan, namun akan diatur. Tidak seperti saat ini yang kondisinya tidak tertata. Di kawasan tersebut terdapat enam bangsal. Dua di antaranya akan digunakan untuk aktivitas nelayan. Sedangkan empat bangunan lainnya akan dijadikan Mini Beach Club. Dijelaskannya, penempatan jukung nelayan akan ditata dan dirapikan. Sedangkan kawasan pantai yang berada di selatan Pura Segara rencananya akan dibuatkan aktivitas yang menggabungkan aktivitas nelayan dan pariwisata. ‘’Seperti beach club, yang mana wisatawan bisa sambil minum kopi maupun makan sambil mandi dan berenang serta berjemur di atas long chair,’’ kata Mertha, Jumat (10/5) kemarin. Penataan dilakukan meng-
ingat saat ini nelayan sudah sangat sulit mencari ikan. Selain itu, wilayah tangkapan ikan cukup jauh serta alat menangkap ikan harganya semakin mahal. Kondisi tersebut sangat menyulitkan nelayan. ‘’Nelayan harus dikembangkan aktivitasnya. Tidak hanya menangkap ikan, namun juga menggaet turis,’’ tegasnya. Proyek ini ditargetkan rampung dalam tiga bulan. Saat pelaksanaan Mina Wisata Festival pada September mendatang, fasilitas di kawasan tersebut diharapkan sudah bisa di-launching. Terkait pembiayaan proyek penataan, Mertha yang juga dosen di STP Bali ini mengungkapkan, dananya berasal dari Desa Kedonganan. Diperkirakan, penataan menghabiskan biaya sebesar Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. Diungkapkannya lebih lanjut, setelah rampungnya penataan fisik, akan ada pemberdayaan kelompok nelayan serta anak muda lokal. Mereka akan dididik untuk bisa berwirausaha. Sementara untuk sistem keuntungannya akan diberlakukan bagi hasil dengan pihak desa. Terkait rencana pembuatan stage kecak, Mertha menyebutkan hal itu masih dipertimbangkan. Mengingat saat ini kantong parkir untuk mendukung pementasan kecak masih belum memadai. (kmb23)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A
Puncak Dies Natalis Itekes Bali
Unggul dan Inovatif dalam Teknologi dan Kesehatan KELUARGA besar Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali, Jumat (10/5) kemarin menggelar puncak dies natalis. Dies natalis tahun ini bertemakan ‘’Menjadikan Itekes Bali unggul dan inovatif di bidang teknologi dan kesehatan’’. Puncak dies ditampilkan Thailand Dance oleh mahasiswa Saint Louis College, Thailand dan pemotongan kue oleh Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kep., M.Ng., Ph.D. diberikan kepada Ketua Yayasan PPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka. Rektor Itekes Darma Suyasa menguraikan makna tema dies tahun ini yakni berisi ajakan kepada seluruh civitas akademika untuk berubah menuju arah yang lebih baik, dari orientasi ke pengajaran menuju pada orientasi penelitian yang berujung pada inovasi di bidang teknologi dan kesehatan. Dia ingat ketika tahun pertama memimpin Itekes semasih bernama Stikes Bali pada puncak dies 2017 lalu. Dia mengungkapkan lembaga ini memilih untuk melabuhkan kapalnya ke samudera, bukan menambatkannya di dermaga. ‘’Ini artinya, kami ingin berkembang dan maju untuk menjawab tantangan globalisasi yang mahadahsyat. Salah satu perubahan nyata yang dicitacitakan adalah perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi institut,’’ katanya. Akhirnya di tahun 2019 ini, semua menjadi kenyataan. Stikes Bali sudah berubah menjadi Itekes Bali. Tadinya Stikes Bali memiliki 6 prodi, sekarang Itekes Bali memiliki 10 prodi dengan tambahan Sarjana Teknologi Pangan, Sarjana Farmasi Klinik dan Komunitas, Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan. Dia juga memaparkan serangkaian dies natalis dilaksanakan tirtayatra ke Pura Segara Rupek, donor darah, dan kunjungan ke yayasan penderita kanker. Digelar lomba olahraga dan pentas seni Itekes Bali yang dikenal dengan Pensi. Itekes
Bali juga menggelar lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan poster yang diikuti siswa-siswi SMA/SMK se-Bali dan seminar internasional. Di tahun 2019 ini, Itekes Bali menjuarai berbagai lomba dan mendapatkan beberapa hibah. Mahasiswanya meraih juara II debat Bahasa Inggris, keperawatan tingkat nasional, juara II Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 2019 tingkat LLDikti Wilayah VIII atas nama Kadek Windi Astuti. Satu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lolos di tingkat nasional dan enam skim penelitian dosen pemula mendapatkan hibah dari Dikti. Di bidang kerja sama internasional, Itekes Bali menandatangani MoU dengan Saint Louis University di Filipina. Di bidang penyaluran lulusan, 54 orang alumni sudah bekerja di Jepang. Pihak Belanda juga meminta lulusan Itekes Bali untuk bekerja di berbagai pelayanan kesehatan di Belanda. Di bidang
PUNCAK DIES - Ketua YPPLPK Ida Bagus Arka dan Rektor I Gede Putu Darma Suyasa menerima bingkisan dari Thailand saat saat puncak Dies Natalis Itekes Bali.
Dukung Praktik Siswa
AMB Serahkan Tiga Unit Sepeda Motor Honda ke SMK DALAM proses belajar mengajar, alat peraga merupakan media yang dapat membantu komunikasi antara guru dan siswa untuk memahami materi pelajaran. Di era saat ini, konsep pendidikan yang menarik sangat diperlukan, sehingga anak tidak mudah jemu untuk belajar. Maka alat peraga edukatif dapat menjadi salah satu konsep penting yang perlu
diselipkan. Guna mendukung pengembangan keterampilan, khususnya otomotif di kalangan siswa, Astra Motor Bali (AMB) menyerahkan sepeda motor Honda sebagai alat praktik kepada tiga SMK di Bali. Adapun tipe motor yang diserahkan ke sekolah masing-masing, di antaranya Honda Beat FI diserahkan ke SMK Negeri 2 Negara,
S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
SDM, seorang dosennya akan menyelesaikan kuliah S-3 dan dua orang S-2 di Thailand. Dua Magister Keperawatan di Mahidol University dan tiga dosen spesialis keperawatan. Untuk itu, dia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus yayasan di bawah pimpinan Ida Bagus Arka yang banyak memberi dukungan dalam segala hal. Kedua, mahasiswa diminta jangan takut dengan Permenristekdikti soal uji kompetensi karena permen ini akan direvisi. Ketua YPPLPK Bali Ida Bagus Arka menekankan apa yang diraih Itekes Bali adalah sebuah perjuangan panjang. Lupakan kelemahan masa lalu, saatnya menyatukan kekuatan menuju Itekes Bali yang lebih baik. Jadikan kampus ini berkualitas guna membentuk SDM Bali berkualitas. Untuk bisa berinovasi, katanya, kita harus berubah dan kreatif termasuk bekerja ke luar negeri. (ad465)
SERAHKAN - Astra Motor Bali (AMB) saat menyerahkan sepeda motor Honda sebagai alat praktik kepada tiga SMK di Bali.
Honda Scoopy diberikan ke SMK Negeri 1 Amlapura dan SMK Negeri 1 Gerokgak menerima satu unit Honda Megapro. Penyerahan dilakukan secara bertahap, dimulai dari April hingga awal Mei ini. ‘’Penyerahan unit ini merupakan bentuk komitmen AMB men-support sekolah binaan Honda. Selama ini, bentuk kerja sama dalam bidang pendidikan telah terjalin di dalam program kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Honda. Harapannya adalah bantuan unit sepeda motor ini mendukung pelaksanaan praktik siswa sehingga dapat menunjukkan kompetensi, khusunya industri otomotif roda dua,’’ kata Agung Surya selaku Technikal Service Manager Astra Motor Bali. Bentuk dukungan lainnya yang sudah berjalan selama ini melakukan beberapa program pelatihan untuk guru-guru SMK dan sinkronisasi kurikulum teknik sepeda motor Honda. AMB juga mempersiapkan siswa magang di AHASS dan memberikan perlengkapan perbengkelan sesuai standar minimal AHASS, dan buku pedoman reparasi dan parts catalog. (bns2)
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
Pabrik Aqua Mambal Bersama BUMDes Mandala Sari
Memulai Program Kampung Mandiri di Bongkasa Pertiwi
PT TIRTA Investama, pabrik Mambal (pabrik Aqua Mambal) menggelar kick off program Kampung Mandiri yang bertempat di Kantor Desa Bongkasa Pertiwi, Selasa (7/5) lalu. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan program kepada pemangku kepentingan sekaligus sebagai penanda bahwa program ini mulai berjalan. Berita acara kesepahaman ditandatangani bersama oleh pendukung program Kampung Mandiri Bongkasa Pertiwi. Di antaranya perangkat Desa Bongkasa Pertiwi, BUMDes Mandala Sari, Tim Pabrik Aqua Mambal, DLH Provinsi Bali, BKSDA, DLHK Kabupaten Badung, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bagian SDA Kabupaten Badung, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dan Bagian Pembangunan Kabupaten Badung. Begitu juga BPP Abiansemal, Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kabupaten Badung, Yayasan Rumah Energi, PPLH Bali, Kelompok Tani Organik Mambal Lestari, Puskesmas Abiansemal 4, Bale Tudor. Selain itu turut menyaksikan pula pihak-pihak pendukung program yaitu Muspika Kecamatan Abiansemal, Subak Karangdalem, dan perwakilan masyarakat Desa Bongkasa. Ketua BUMDes Mandala Sari I.B. Gd. Manu Drestha menyampaikan program ini merupakan pengembangan dari program Kampung Mandiri Energi pada 2018 lalu. ‘’Program Kampung Mandiri dikembangkan secara terpadu, dengan memperhatikan pelestarian, kebersihan dan kesehatan lingkungan. Langkah yang telah ditempuh adalah dengan pemanfaatan energi terbarukan, pertanian sehat ramah lingkungan, water access sanitation & hygiene serta pelestarian keanekaragaman
BERITA ACARA - Penandatanganan berita acara kesepahaman bersama oleh pendukung program Kampung Mandiri Bongkasa Pertiwi. hayati sesuai dengan potensi yang ada,’’ kata Gus Manu. Dalam kick off dipaparkan mengenai latar belakang program ini disusun, apa yang akan dicapai dan apa saja yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Integration & Agriculture Senior Manager Danone Aqua Arif Wahyudin menjelaskan program ini merupakan yang dikembangkan oleh BUMDes Mandala Sari, Desa Bongkasa Pertiwi bersama pabrik Aqua Mambal sebagai salah satu bentuk komitmen Aqua yaitu sukses dalam usaha juga sosial lingkungan dengan memperhatikan adanya keseimbangan kesejahteraan sosial, ekonomi dan lingkungan. Selama tahun 2018, Bongkasa Pertiwi telah mendeklarasikan diri sebagai desa mandiri energi. Sebagai desa wisata, desa ini memanfaatkan kegiatan sosial warganya yang sebagian adalah peternak dengan memanfaatkan limbahnya. Limbah yang berpotensi mencemari lingkungan pekarangan dan badan sungai, akan berpenga-
ruh pada predikat Bongkasa Pertiwi sebagai desa wisata. Implementasi teknologi biogas mengatasi hal tersebut, saat ini tercatat telah dikembangkan 21 unit reaktor biogas yang digunakan oleh sebanyak 22 kepala keluarga (KK). Selain manfaat ekonomi biogas yang menjadi alternatif energi terbarukan, lingkungan juga terjaga bersih sejalan dengan menyajikan pengunjung Desa Wisata Bongkasa Pertiwi. Pada kesempatan yang sama, Sekda Badung Drs. I Wayan Adi Arnawa yang diwakili Kepala Bagian Sumber Daya Alam I Gusti Agung Gunawan menyampaikan keberhasilan program yang dituju sangat dipengaruhi peran serta semua pihak, baik dari pemerintah desa, perusahaan, masyarakat dan pemerintah daerah. ‘’Pemerintah Kabupaten Badung akan memfasilitasi komunikasi yang dibutuhkan dengan berbagai pihak guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui forum TJSP,’’ tutup Agung Gunawan. (bns1)
Kontes Modifikasi Daihatsu Hadir di IIMS Jakarta SUKSES pada penyelenggaraan kontes modifikasi di beberapa kota sebelumnya, Daihatsu di Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Automodified (IAM) kembali menyelenggarakan kontes adu kreasi bagi para modifikator dan kawula muda melalui acara bertajuk ‘’Daihatsu Dress Up Challenge 2019’’. Acara ini juga merupakan sebuah sarana aktivitas dress-up sebagai perwujudan ekspresi dan kreasi bagi generasi kekinian. Kontes modifikasi ‘’Daihatsu Dress Up Challenge 2019’’ diadakan untuk keenam kalinya sejak tahun 2014 dengan nama ‘’Sirion Dress-up Challenge’’ pada 2014-2016. Berganti nama menjadi ‘’Daihatsu Dress-up Challenge’’ sejak 2017 hingga saat ini. Kontes ‘’Daihatsu Dress Up Challenge 2019’’ terbuka untuk seluruh model Daihatsu, dengan tetap memberikan perhatian pada aspek keamanan dan kenyamanan pengendara. Kontes ini digelar dengan total 14 series, 13 kota di Indonesia. Kali ini, kontes modifikasi bagi para milenial hadir di destinasi keempat yakni Jakarta International Expo, Kemayoran (JIEXPO) pada 25 April-5 Mei 2019. Setelah sebelumnya terselenggara di Surabaya, Yogyakarta, dan Balikpapan.
MODIFIKASI - Mobil peserta modifikasi pada acara DDC 2019 di IIMS Jakarta. Terdapat total 8 unit mobil modifikasi Daihatsu, yang terdiri dari 4 Ayla, 2 Xenia, 1 Terios, dan 1 Taruna. Kontes modifikasi ‘’Daihatsu Dress-up Challenge 2019’’ segera sambangi IIMS (Makassar), Bali, Malang, Batam, Medan, Banjarmasin, Bandung, Palembang, Semarang, dan babak final yang akan diselenggarakan di Jakarta. Kontes modifikasi bagi kaum milenial ini memiliki kriteria penilaian dengan memperhatikan 8 aspek, meliputi aspek overall build, exterior, interior, paint, engine, undercarriage, car audio & video, dan presentation. Pada setiap kota penyelenggara babak penyisihan juga
akan dipilih total dua peserta modifikasi terbaik pada setiap produk line-up Daihatsu. Seperti Sirion, Xenia, Ayla, Terios, Sigra, GranMax dan Luxio, serta mobil Daihatsu lainnya tanpa dibatasi jenis dan tahun pembuatannya atau kategori Free For All (FFA). Para peserta modifikasi ‘’Daihatsu Dress-up Challenge 2019’’ juga ditantang untuk memperebutkan elite point yang diakumulasi pada setiap seri sampai final dengan total hadiah hingga puluhan juta rupiah. Pendaftaran peserta ‘’Daihatsu Dress-up Challenge 2019’’ dapat dilakukan dengan menghubungi panitia di nomor 0815-937-1128. (bns3)
Dalam Pemilu, Pers Tak Boleh Jadi ’’Pemain’’ Denpasar (Bali Post) Dewan Pers menggelar workshop peliputan pemilihan legislatif dan presiden tahun 2019 di Sanur, Denpasar, Kamis (9/5). Workshop yang dihadiri perwakilan media massa cetak, elektronik, dan online di Bali ini menghadirkan tiga narasumber utama yakni Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan dan anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi. Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan pemilu ibaratnya sebuah pertandingan tinju. Sebelum ada yang KO, maka kedua petinju akan merasa menang. Demikian juga dalam pemilu, semua kandidat umumnya yakin menang karena keriuhan pendukung yang berlebihan. Ditambah lagi bila ada ‘’pembisik’’ yang meyakinkan atau membuat sistem hitung sendiri. Mestinya, peserta pemilu mempercayakan kepada penyelenggara. ‘’Dalam Pemilu 2019, pers Indonesia harus bisa menjadi wasit dan inspektur pembimbing yang adil, menjadi pengawas yang teliti
dan seksama, dan tidak justru sebaliknya, menjadi ‘pemain’ yang menyalahgunakan ketergantungan masyarakat terhadap media,’’ ujarnya. Lewat workshop, Yosep mengajak awak media untuk fokus meliput pascapencoblosan. Bagaimana proses penghitungan suara, sampai nanti dilakukan penetapan presiden dan wakil presiden. Ada banyak masalah terkait maladministrasi dan kinerja penyelenggara pemilu. Belum lagi, peserta pemilu khususnya kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah mengklaim kemenangan. ‘’Klaim kemenangan ini tidak kondusif untuk bangsa kita. Menurut saya sudahlah lupakan seluruh hirukpikuk. Konsentrasi saja kepada bagaimana KPU menghitung secara presis dan mengumumkan pada tanggal 22 Mei 2019,’’ jelasnya. Kalau nanti ada gugatan, lanjut Yosep, media bisa meliputnya sampai penetapan capres-cawapres versi Mahkamah Konstitusi. Di luar itu, perlu dilihat prospek pemilu ke depan apakah akan
dilanjutkan seperti sekarang. Mengingat, sudah ada 540 orang penyelenggara yang meninggal dunia di seluruh Indonesia. Pers mesti memberikan masukan kepada pemerintah dan penyelenggara pemilu terkait masalah itu. ‘’Media juga bagian dari politisisasi, banyak pemilik media yang adalah partai politik. Dan media juga sepertinya terbelah kepada paslon masing-masing. Menurut saya, yuk kita kembali menggunakan pers ini untuk kepentingan bangsa kita. Rekonsiliasi pascapemilu ini penting,’’ imbuhnya. Yosep menambahkan, sebelum pencoblosan, Dewan Pers telah menerima 48 laporan dari Bawaslu RI terkait pemberitaan pemilu di Indonesia. Kemudian ada 8 kasus yang ditangani langsung Dewan Pers, dan ada sekitar 10 kasus ditangani Dewan Pers berkoordinasi dengan penyidik Polri. Setelah pencoblosan, dikatakan masih ada lagi laporan yang masuk sekitar 10 pengaduan. Laporan yang masuk terkait pemberitaan yang aneh-aneh atau memfitnah salah satu calon. Media yang membuat
berita-berita tersebut umumnya adalah media mainstream. Padahal, pers mestinya independen dan harus berbasis kepada fakta. ‘’Saya mengusulkan media-media jangan menggunakan informasi
yang beredar di media sosial karena lebih banyak hoax-nya, lebih banyak buzzer-nya, lebih banyak akun-akun palsu,’’ terangnya. Menurut Yosep, informasi di media sosial boleh saja dipakai
WORKSHOP - Suasana workshop Dewan Pers.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
sebagai informasi awal. Tetapi media harus tetap melakukan verifikasi, klarifikasi, dan konfirmasi. Tanpa tiga hal itu, maka berita yang dibuat akan bermasalah. (kmb32)
Bali Post/rin
DAERAH
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
5
Gebyar Budaya Lestarikan Warisan Leluhur Memperkuat Karakter Denpasar (Bali Post) Aktivitas anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar patut ditiru dalam upaya transformasi dan revitalisasi budaya Bali. Anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar yang dikenal dengan Grisda di bawah koordinasi OSIS, Jumat (10/5) kemarin menggelar gebyar budaya. Gebyar budaya rutin dilakukan sehari menjelang Hari Suci Saraswati. Kali ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 10 Mei. Gebyar budaya 2019 melibatkan semua siswa diisi dengan berbagai lomba dari lomba ngelawar, jaja calcalan, membuat pejati, canang sari, ngulat klakat, sengkui dan tata boga. Ketua OSIS SMP PGRI 2 Denpasar Cokorde Gede Dananjaya Susila mengungkapkan, lewat agenda ini dia mengingatkan generasi milenial Bali eling dengan kewajiban sebagai generasi muda Hindu harus memiliki kompetensi ngelawar bagi anak laki dan membuat pejati bagi kaum wanita. Kedua kompetensi ini diperlukan setiap kegiatan adat dan agama di Bali. Mendengar pengakuan Ketua OSIS yang demikian, Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. merasa tarharu. Ini berarti anakanaknya sudah memiliki kesadaran akan pentingnya mengajegkan budaya Bali. Ia menegaskan agenda ini menjadi program unggulan sekolah untuk melestarikan budaya leluhur. Sebab, di Bali budaya ngelawar tak bisa dihilangkan dalam
kehidupan sehari-hari atau adat istiadat. Makanya sejak dini anakanak perlu dibekali keterampilan untuk ngayah di masyarakat. Ajang ini juga bagian dari implementasi jiwa kewirausahaan dan memperkuat jati diri sebagai krama Bali. Dia yakin ke depan ada lulusannya yang melakoni bisnis jualan lawar dan pejati secara online. Makanya ajang penguatan social and emotional question ini dilakukan secara gembira. Sehabis lomba ngelawar, anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar diajak pesta magibung. Selain gebyar budaya, OSIS Grisda juga memiliki tiga agenda penting lainnya yakni Grisda Art Competition, Grisda Computer Championship dan Grisda Colaboration Camp. Semua agenda ini menggandeng Wiyata Mandala dari Kelompok Media Bali Post sebagai media partner. Keempat agenda unggulan ini, diyakini Aryasuda, membuat daya tarik calon siswa baru setiap tahun bersekolah di sekolah ramah anak ini. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. bangga anak-anak Grisda sangat gembira dan antusias mengikuti gebyar budaya. Hebatnya lagi, agenda ini tak hanya membangun karakter, namun lebih dari itu yakni memperkuat karakter siswa. Begitu juga melestarikan warisan leluhur, sebab dengan ngelawar dan majejahitan anak-anak terlatih konsentrasi, disiplin, serta belajar memanajemen sebuah event. (025)
Bali Post/ist
PADAMKAN API - Petugas pemadam dibantu warga memadamkan api di gudang milik Artana.
Gudang di Banjar Badung Terbakar Denpasar (Bali Post) Gudang milik I Wayan Artana (42) di Banjar Badung, Desa Sibanggede, Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat (10/5) kemarin ludes terbakar. Pemicunya diduga abu api bekas memasak dibuang dekat gudang tersebut.
Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa menyampaikan, kejadiannya sekitar pukul 10.00 Wita. Api pertama kali dilihat istri korban, Ni Nengah Wardani (47). ‘’Saat melihat kobaran api di gudang tersebut, saksi (Wardani) langsung berteriak
minta tolong untuk membantu memadamkan api,’’ ujarnya. Kobaran api terus membesar dan salah satu warga menelepon pemadam kebakaran Badung. Beberapa menit kemudian, lima mobil pemadam tiba di TKP. ‘’Dari keterangan korban (Artana)
kemungkinan api bersumber dari bekas abu memasak yang dibuang Men Kandri,’’ kata Oka Bawa. Akibat dari kejadian tersebut, 50 buah kursi plastik, 6 sepeda gayung, satu buah kompor gas, empat buah meja plastik, 6 mobil beserta velg
dan satu set peralatan pengolahan bumbu ludes terbakar. Dari kejadian ini, korban diperkirakan mengalami kerugian Rp 75 juta. ‘’Kasus ini ditangani Polsek Abiansemal. Anggota Unit Reskim Polsek Abiansemal sedang menyelidikinya,’’ tandasnya. (kmb36)
mengarahkan terdakwa dan menggeledah mobilnya bernopol DK 1380 KG. Nah, di jok depan samping kiri atau sebelah sopir kemudi, ditemukan bong, pipet takaran warna kuning, korek api, dan kristal bening yang diduga sabu-sabu. Selain itu juga ditemukan 169 butir pil ekstasi berbentuk boneka dan logo R. Sedangkan kristal bening diduga sabu-sabu seberat 8,82 gram brutto atau 3,68 gram netto. Selain itu juga ditemukan timbangan warna silver. Hasil pemeriksaan
polisi, terdakwa mengambil barang itu lewat tempelan di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Yang memberi adalah orang yang mengaku bernama Beni. ‘’Terdakwa tanpa hak, atau melawan hukum, menyimpan, menguasai narkotika golongan I bukan dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi lima gram,’’ tandas jaksa. Atas tuntutan itu, kuasa hukum terdakwa Pande Made Sugiartha dan Made Sugiarta, bakal mengajukan pembelaan dalam sidang berikutnya. (kmb37)
Edarkan Narkoba, Sopir ’’Freelance’’ Dituntut 12 Tahun Penjara
Denpasar (Bali Post) -
Sempat bersenang-senang setelah mendengarkan musik di sebuah kafe remangremang di Jalan Tukad Badung, Denpasar Selatan, I Wayan Eka Surya Mahardika harus berurusan dengan hukum. Bahkan saat diadili di PN Denpasar, Kamis (9/5), pria bertitel sarjana ekonomi itu dituntut pidana penjara selama 12 tahun. JPU dari Kejati Bali yang diwakili I Made Dipa Umbara di depan persidangan mengatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah dan melanggar Pasal 12 ayat 2 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain dituntut hukuman selama 12 tahun, jaksa juga menuntut pidana denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara.
Dalam persidangan yang dipimpin Gusti Ngurah Parta Bhargawa, jaksa menguraikan terdakwa yang beralamat di Bhuana Permai, Padangsambian itu ditangkap pada 8 Januari 2019 sekitar pukul 03.00. Saat itu, kata jaksa, polisi dari Polda Bali menerima informasi bahwa di sebuah kafe di Jalan Tukad Badung ada sopir
freelance angkutan pariwisata sering mengedarkan narkoba. Polisi kemudian mengintai di kafe tersebut. Setelah kafe tutup sekitar pukul 03.00, polisi melihat terdakwa keluar dari kafe remangremang itu. Polisi menggeledahnya. Namun di pakaian dan barang bawaannya nihil narkoba. Polisi kemudian
Bentuk Kearifan Lokal
Bali Post/025
LOMBA NGELAWAR - Siswa Grisda tampak gembira mengikuti lomba ngelawar.
TPID Antisipasi Lonjakan Harga di Bulan Ramadan Denpasar (Bali Post) – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar menggelar high level meeting guna mengevaluasi kesiapan dan mengantisipasi lonjakan harga pada bulan Ramadan serta menjelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah tahun 2019. Rapat dipimpin Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara di Ruang Praja Utama, Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (9/5). Hadir pula dalam rapat tersebut Asisten Administrasi Umum IGN Eddy Mulya sebagai moderator, perwakilan Bank Indonesia, Polresta Denpasar, pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar serta instansi terkait lainnya. Sekda Rai Iswara mengatakan, rapat ini bertujuan untuk melakukan upaya-upaya pengendalian dan menekan inflasi di Kota Denpasar. Adapun upaya yang telah dilaksanakan Pemkot Denpasar, di antaranya sering berkoordinasi dengan Bulog, PPI, Pertamina serta pihak terkait lainnya dengan menyelenggarakan pasar murah di empat kecamatan, operasi pasar hingga menjaga kualitas pangan yang dijual dengan melaksanakan pengecekan bekerja sama dengan Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM). ‘’Kami telah mempersiapkan berbagai program guna menjaga stabilitas harga di pasaran, tentunya dengan berbagai kerja sama dan komunikasi lintas sektoral melalui TPID Denpasar siap antisipasi lonjakan harga di bulan Ramadan hingga hari raya Idul Fitri nanti,’’ ungkapnya. Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan berbagai langkah telah dilakukan untuk menekan inflasi dan menjaga kestabilan harga. Berbagai langkah yang dilaksanakan yaitu pertama TPID Kota Denpasar setiap saat melakukan pemantauan harga langsung ke pasar tradisional hingga modern. Dari data yang ada kebutuhan sehari-hari seperti cabai mengalami sedikit kenaikan. Maka dari kenaikan harga itu perlu diantisipasi agar tidak memengaruhi inflasi yang melonjak. ‘’Kami terus memonitoring harga melalui komunikasi dan koordinasi yang semakin bersinergi dalam TPID. Sehingga ke depan dapat mencegah melonjaknya harga pasar dan dapat menjaga stabilitas harga,’’ harap Rai Iswara. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar Gede Ambara Putra didampingi Kabag Perekonomian dan SDA Kota Denpasar Made Saryawan menyampaikan perkiraan persediaan pangan seperti beras, cabai dan bawang merah tahun ini masih dapat memenuhi kebutuhan pasar. Sedangkan ketersediaan berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti daging dan telur di Denpasar juga sudah cukup dan aman. Dengan komunikasi yang intensif dari semua pihak diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi. (kmb12)
Permainan Tradisional Mesti Dilestarikan Denpasar (Bali Post) Permainan tradisional sebagai aset kearifan lokal cukup banyak terdapat di Bali. Bahkan, saat ini permainan tradisional sudah masuk dalam kategori olahraga. Mengingat, permainan tradisional ini merupakan elemen penting dalam pergaulan karena lebih banyak melibatkan personal. Karena itu, permainan tradisional harus tetap dilestarikan di masa yang serba modern ini. Hal tersebut mengemuka dalam workshop permainan tradisional yang digelar Forum Olahraga Rekreasi Indonesia (FORMI) Kota Denpasar, Kamis (9/5). Kegiatan kali ini menyasar guru olahraga SMP se-Kota Denpasar. Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram mengatakan, keberadaan permainan tradisional merupakan elemen penting dalam pergaulan. Di mana, melalui permainan ini beragam komunikasi dapat tercipta. Selain fokus kepada olahraga prestasi yang keberadaannya terus berkembang, olahraga rekreasi dan permainan tradisional harus
terus dilestarikan. Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian permaianan sebagai kearifan lokal masyarakat. ‘’Tentunya kami berharap dari workshop ini menjadi ajang pembentukan karakter serta menjadi ajang edukasi dan pelestarian permainan tradisional,’’ paparnya. Dikatakan, kini olahraga rekreasi yang sebagian besar memfasilitasi permainan tradisional ini telah dikompetisikan, mulai dari tingkat kota hingga tingkat nasional dan bahkan hingga kancah internasional. Ini menunjukkan permainan tradisional bisa diterima masyarakat internasional. Mataram menambahkan, adapun pelaksanaan workshop ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang permainan tradisional yang kini telah menjadi kompetisi nasional dan internasional. ‘’Kami berharap seluruh guru olahraga yang kini telah mendapat pelatihan ini agar dapat menjadikan permainan tradisional sebagai kurikulum yang sesuai dengan standar nasional dan internasional,’’ paparnya.
Adapun permainan tradisional yang menjadi fokus pelaksanaan workshop di antaranya permainan Ha-
dang (Gala-gala), permainan Deduplak, permainan Tajog dan permainan Terompah. ‘’Selain penyamaan persepsi
tentang permainan, ini juga menjadi ajang pelestarian permainan tradisional,’’ katanya. (kmb12)
Bali Post/ist
PERMAINAN - Salah satu permainan tradisional yang kini jarang dimainkan anakanak.
Warung Global
Sidak Mamin Jangan Hanya Dilakukan Saat Bulan Ramadan
MASA bulan puasa, pihak BBPOM melakukan sidak makanan dan minuman (mamin). Sidak ini dilakukan lantaran dikhawatirkan terdapat zat pewarna berbahaya dalam menu hidangan berbuka puasa itu. Selain merasa cemas, Kawan Global yang menyampaikan opini dalam acara Warung Global menyarankan agar sidak digelar secara rutin. Jangan hanya saat bulan Ramadan saja. Di samping itu, dinas berwenang seharusnya menjalankan sanksi bagi penjual makanan yang memakai zat yang berbahaya bagi kesehatan. Apalagi Bali masuk empat besar penyalahgunaan Rhodamin B. Apa saja komentar pendengar Radio Global 96,5 FM? Berikut rangkuman selengkapnya. Sebagai warga Bali, Febri mengaku sangat menyayangkan. Ia berharap pihak BBPOM mengecek secara rutin penjual atau perusahaan yang menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam makanan. Tentu
saja BBPOM harus rutin melakukan pengontrolan. Fera di Tabanan juga menyampaikan usulan yang sama. Jangan hanya saat puasa saja, tetapi terus terjun ke lapangan. Setiap hari, jajanan anak di seko-
lah apakah sudah aman? Ini juga harus dicek lapangan. Beri sanksi bagi penjual yang memakai pewarna berbahaya. Ayu di Petang menyampaikan masyarakat dan penjual barangkali mung-
kin masih awam dengan zat rhodamin B ini, boleh atau tidak boleh dipakai. Sidak jangan saat tertentu saja. Sanksi juga diterapkan secara tegas bagi penjual yang menggunakan zat berbahaya ini. Sementara, menurut Arya di Denpasar, ini masalah klasik. Dari dulu seperti ini saja, kenapa berulang? Karena lembaga yang mengerjakan mestinya mengawasi. Jangan hanya hari raya saja. Justru jajanan anak di sekolah mestinya juga sering-sering dicek. Hal serupa diungkapkan
Wayan Suardana di Ta banan. Masyarakat masih awam, apalagi anak-anak karena kemasan dan warna yang cerah dan menarik akhirnya dikonsumsi. Apa langkah selanjunya? Demikian pertanyaan Werdha di Gianyar. Selama ini, BPOM melakukan sidak, menemukan, menyita dan selesai sampai di sini. Aapa tindak lanjutnya tak akan memberikan efek jera. Ia menyarankan jika ditemukan mengandung zat berbahaya, cek dari mana asalnya kemudian beri sanksi yang tegas. (sikha)
OPINI
6
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Penghitungan Lebih Cepat Lebih Baik MASIH menunggu kurang dari dua minggu bagi kita untuk mengetahui hasil pemilu yang sesungguhnya di republik ini. Tanggal 22 Mei 2019 merupakan batas terakhir dari rekap penghitungan suara secara nasional. Bagi kita, penghitungan yang lebih maju dari tanggal tersebut tentu lebih bagus karena secara psikologis mampu menuntaskan rasa penasaran kita. Mungkin juga seluruh rakyat Indonesia. Sampai saat ini, pasangan presiden nomor urut satu masih mengungguli pasangan nomor urut 02 dalam real count yang dilakukan KPU. Namun, paling bagus adalah dengan menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum. Kita tahu, bahwa yang paling ramai dalam jagat Pemilu 2019 adalah soal hasil Pemilihan Presiden. Inilah yang menjadi diskusi berlama-lama di media massa, juga media sosial tentang siapa sesungguhnya yang menjadi pemenang. Mereka yang percaya dengan hasil perhitungan lembaga quick count akan memandang pasangan 01-lah yang menang. Tetapi sebaliknya, bagi mereka yang meragukan hal itu akan memandang dengan cara lain. Yang terakhir ini telah diungkapkan oleh pendukung pasangan nomor urut 02. Perbedaan itulah yang menimbulkan berbagai wacana sehingga muncul pernyataan untuk menunggu hasil yang sah dari KPU. Tentu ini merupakan sebuah wacana konstruktif yang sifatnya positif. Artinya, kita semua berupaya menekan terjadinya konflik yang lebih keras terhadap perbedaan pendapat tersebut. Konflik itu bermula dari perbedaan pendapat, yang apabila berkembang akan dapat tereskalasi menjadi lebih terbuka dan akhirnya muncul kekerasan. Hingga saat ini, media sosial kita masih ramai dengan berbagai ujaran yang saling bertolak belakang itu. Hingga saat ini, juga masih belum ada tanda-tanda apakah berbagai ujaran yang saling bertolak belakang itu akan segera selesai atau tidak. Atau kita akan melihat wacana yang lebih ramai setelah tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Untuk itulah, kita harus jaga-jaga tentang berbagai kemungkinan tersebut. Dilihat dari sisi teoretik, sesungguhnya upaya untuk menekan berbagai konflik itu relatif mudah. Cukup jelas bahwa konflik yang terjadi sekarang adalah antara dua kelompok, yang masingmasing mempunyai tokoh. Yang dimaksudkan tokoh ini bukan saja calon presiden dan calon wakil presiden tetapi juga figur yang berada di belakang mereka. Ini juga tokoh. Dalam konflik kelompok yang sifatnya horizontal tersebut, tokoh memegang peran kunci. Jika salah satu tokoh dari masing-masing kelompok mau memosisikan diri dalam kaitan kepentingan negara maka keterbukaan tentang perbedaan pendapat akan semakin dekat. Ini merupakan pintu awal bagi kita untuk membuka dialog. Bahkan, simbol-simbol tindakan sekalipun akan dapat mengurangi intensitas konflik. Misalnya adalah adanya makan bersama antarmasing-masing tokoh dari dua belah pihak. Sorotan media terhadap pertemuan ini pastilah mengandung makna yang cukup besar untuk memengaruhi sikap para pengikut. Artinya, para pengikut akan mau menurunkan tensi konfliknya setelah melihat adanya kedekatan antartokoh pada kelompok tersebut. Sudah tentu pula, para elite politik Indonesia harus siap-siap dengan berbagai gugatan yang akan dilakukan para peserta pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Cara ini bagus juga dan mampu menghilangkan konflik dengan baik. Kita harus sadar dengan hukum, dan kesadaran itulah yang akan membuat ketertiban di negara ini dapat dijamin. Kita mengharap penghitungan suara lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Perencanaan Kawasan Pusat Budaya Bali Sebagai rakyat Bali, saya merasakan gebrakan Bali era baru benar-benar bermuara pada terjaganya budaya Bali. Terlebih kini, Gubernur Bali Wayan Koster mengemukakan gagasan untuk membangun pusat kebudayaan di Klungkung, di kawasan Gunaksa. Gagasan ini tentu perlu disosialisasikan baik dari tata ruang dan menu sajian yang akan dituangkan dalam kawasan pusat budaya Bali ini. Intinya, saya sebagai pendudk Bali mendukung dilakukan terobosan yang jelas untuk memberikan ruang berkreasi yang memadai bagi seniman dan generasi muda Bali. Jika memungkinkan, pusat budaya ini tak hanya terbatas sebagai bangunan fisik. Di sekitar kawasan harus dibangun semacam Bali mini dengan berbagai kekayaan hayatinya. Misalnya di kawasan ini nantinya bisa ditemukan tanaman-tanaman khas Bali, seperti pohon badung, sukun, timbul, dan sentul. Atau bisa juga ada tanaman upakara yang menjadi kebutuhan umat dalam melakukan kegiatan ritualnya. Selain itu, di kawasan ini juga diharapkan bisa ditemukan sapi Bali, burung jalak Bali dan berbagai satwa asli Bali yang nyaris punah. Kerinduan adanya kawasan yang nyaman dan menjadi ikon Bali ke depan ini mudah-mudahan bisa diwujudkan pada Bali era baru ini. Saya sebagai krama Bali sangat menghargai dan mendukung lahirnya pemikiran dan gagasan membangun pusat budaya Bali. Sebagai sebuah langkah awal, gagasan tentu sangat penting artinya bagi Bali, ketimbang kita tak pernah berbuat langkah yang jelas untuk mengawal Bali. Saya juga optimis hal ini bisa dijabarkan sepanjang ada gerakan bersama dari semua pihak. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Rekonsiliasi Mengurai Tensi Konflik Rekonsiliasi antara dua kelompok kekuatan politik Indonesia saat ini sudah semestinya dilakukan. Bukan hanya rakyat menginginkan itu, tetapi komponen yang ikut di dalam kompetisi juga demikian. Adanya pembauran dari dua kelompok dalam merayakan syukuran usai pemilu di Jawa Timur, mengindikasikan adanya keinginan untuk itu. Dalam salah satu penafsiran, sikap dari Sandiaga Uno juga memperlihatkan adanya keinginan untuk mengurangi ketegangan tersebut. Maka sesungguhnya kondisi-kondisi ke arah itu sudah kelihatan. Sudah pasti juga beragam kelompok masyarakat menginginkan hal itu terjadi.
Oleh GPB Suka Arjawa enomena politik Indonesia sekarang ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai sebuah konflik, yang artinya adanya perbedaan antara kelompok nomor 02 dengan calon presiden nomor 01. Dari gelagat yang muncul di media, konflik tersebut jenisnya terbuka karena kedua belah pihak telah menyatakan berbagai pendapatnya yang sifatnya menyerang pihak lawan. Bahkan juga ada unsur-unsur cacian masuk ke dalam konflik tersebut. Dari sisi teoretik, koflik terbuka seperti ini cukup berbahaya karena dapat menimbulkan beberapa akibat. Yang pertama adalah terpelihara dan berkembangnya eskalasi konflik. Wacana yang sudah dikeluarkan secara sosial akan mendapat respons dari lawan. Respons dalam sebuah wacana tidak cukup hanya satu kesempatan tetapi bisa berkalikali, dengan tujuan bukan saja untuk penjelasan tetapi juga pengimbangan. Dalam wacana normal, respons untuk menjelaskan dan pengimbangan itu membutuhkan waktu cukup. Mungkin
lima menit atau bahkan dua jam. Jika kemudian respons itu untuk menanggapi wacana negatif yang apalagi sifatnya menyerang, maka bisa dibayangkan berapa waktu diperlukan untuk penjelasan dan pengimbangan itu. Dalam hal politik, wacana ini panjang karena dibungkus oleh instrumen media, entah media cetak, elektronik, dan apalagi media sosial. Pembungkusan ini mempunyai sifat yang mengendap dan dapat dibaca berkali-kali, berhari-hari dan oleh berbagai pihak. Sekali lagi, bisa dibayangkan bagaimana dampak wacana tersebut sekadar untuk mencapai pengimbangan. Apa yang terjadi di Indonesia sekarang, berada dalam kondisi seperti itu. Dan telah berlangsung sejak tahun 2014. Tahun 2019 ini hanya merupakan kelanjutan dari apa yang terjadi lima tahun yang lalu. Bahaya yang kedua adalah bahwa konflik terbuka ini dapat tereskalasi menjadi kekerasan. Kejadian yang berupa kekerasan itu sesungguhnya adalah konflik terbuka tingkat lanjutan. Kekerasan berarti telah terjadinya benturan fisik antara dua pihak yang saling
berlawanan. Kekerasan dapat terjadi karena kedua belah pihak sudah tidak mampu mengelola perbedaan pendapatnya dan ingin segera mengakhiri koflik secepatnya. Memang kekerasan merupakan solusi. Tetapi batas antara rasional dan nonrasional itu kabur dan lebih mengedepankan emosi. Memandang kekerasan sebagai sebuah solusi jelas tidak mendapat rekomendasi dari siapa pun karena pasti merugikan. Perang, apa pun bentuknya entah perang antarnegara atau perang saudara, merupakan bentuk kekerasan yang paling besar (sekaligus yang paling konyol karena mendapat legitimasi negara atau kelompok). Tetapi kekerasan dapat dipakai sebagai sebuah peringatan bagi semua pihak: bahwa tidak boleh memelihara konflik itu berlama-lama. Dalam konteks kompetisi politik yang kini sedang terjadi di Indonesia saat ini, benih-benih kekerasan itu jauh sebelumnya telah kelihatan. Ini misalnya terjadi pada rally ganti versus pertahankan presiden 2019. Itu merupakan sentuhan dari kekerasan yang sudah terlihat di
Indonesia. Perusakan dan bahkan mungkin pembakaran baliho dari kontestan yang bersaing juga memperlihatkan bagaimana kekerasan itu telah terjadi dalam waktu telah lewat. Ke depan, potensi-potensi dan gelagat kekerasan itu akan mungkin terjadi apabila tensi konflik saat ini tidak dapat diturunkan. Bahaya yang ketiga adalah terekamnya konflik itu ke dalam ingatan generasi muda Indonesia. Konflik terbuka itu, baik yang bersikap wacana maupun yang berbetuk kekerasan akan secara mudah terekam dalam benak ingatan generasi muda, terutama generasi milenial. Pengendapan pengetahuan ini mudah terjadi karena generasi milenial sekarang sangat dekat dengan media sosial. Bagi generasi yang masih berusia belasan tahun, pengendapan itu dapat berupa pola pikir yang sedang aktif. Pada masa depan, apabila tidak mendapat pendidikan yang bagus, cara-cara konflik terbuka akan dipakai untuk menyelesaikan masalah, apalagi masalah yang berkaitan dengan politik. Kekerasan, dengan demikian, akan menjadi salah satu alternatif mereka. Konflik yang terlihat dalam kondisi politik Indonesia sekarang cukup banyak mempunyai segmen, mulai dari konflik horizontal, vertikal sampai dengan konflik struktural. Perbedaan pendapat tentang hasil pemilu terjadi antara kelompok kandidat presiden yang dibekingi oleh berbagai partai politik. Masing-masing kelompok itu mempunyai jumlah pengikut yang dari jumlah partainya terstruktur dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih se-
Menata Infrastruktur Sektor Kepariwisataan DEVISA merupakan salah satu sumber pendapatan suatu negara, baik yang berasal dari hasil ekspor barang dan jasa, pungutan bea masuk, maupun dari sektor pariwisata. Oleh karena itu, sektor pariwisata sebagai salah satu sumber devisa dipandang sebagai hal yang penting bagi suatu negara. Setiap negara kini mulai menggenjot sektor pariwisata mereka termasuk Indonesia yang akhir-akhir ini semakin gencar melakukan promosi ke negara-negara lain. Pada tahun ini, pemerintah mencanangkan pariwisata sebagai pendongkrak utama devisa negara. Hal itu tidak lepas dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari tahun ke tahun. Pada 14 Juni 2017 lalu, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, pemerintah meluncurkan program lanjutan dari Pesona Indonesia yakni 10 Destinasi Pariwisata Proritas (DPP), yang terdiri dari Danau Toba, Candi Borobudur, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Wakatobi, Labuan Bajo, Kepulauan Seribu, Mandalika, dan Pulau Morotai. Program tersebut diharapkan dapat mendongkrak devisa negara kita. Berdasarakan data jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia di sepanjang tahun 2018 mencapai 15,81 juta. Angka ini naik 12,58 persen dibandingkan tahun 2017 yang berjumlah 14,04 juta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat pada bulan Januari 2019, terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara 1,16 juta. Angka tersebut naik 5,22 persen dibandingkan pada Januari 2017 yang tercatat 1,10 juta. Ada
Oleh Andri Setyawan pun menurut pintu masuk, paling banyak melalui udara yakni mencapai 743,9 ribu atau sekitar 64 persen. Melalui laut 223,5 ribu atau 19 persen, dan melalui jalur darat 190,7 ribu atau 17 persen. Meski jumlah wisatawan mancanegara kita meningkat, namun dari berbagai survei menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di peringkat keempat di ASEAN dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, di mana pada tahun 2017 sebanyak 14,04 juta dan tahun 2018 sebanyak 15,81 juta kunjungan. Indonesia tertinggal jauh dari Thailand yang menempati peringkat pertama, di mana pada tahun 2017 sebanyak 35,4 juta dan tahun 2018 sebanyak 38,3 juta kunjungan, disusul Malaysia di peringkat kedua yang pada tahun 2017 sebanyak 25,7 juta dan 2018 dengan 25,8 juta kunjungan dan Singapura di peringkat ketiga yang pada tahun 2017 sebanyak 17,4 juta dan 2018 dengan 18,5 juta kunjungan. Tentu ini hal yang sangat memprihatinkan, sebagai negara terbesar di ASEAN dengan segala kekayaan budaya, keindahan alam, serta keanekaragaman flora dan fauna seharusnya bisa menarik wisatawan mancanegara lebih banyak lagi daripada ketiga negara ASEAN tersebut. Ada beberapa hal untuk menyiasati masalah-masalah yang mengganggu wisatawan mancanegara datang ke Indonesia. Hal-hal ini harus dilakukan oleh pemerintah agar pariwisata kita dapat mendongkrak devisa negara. Pertama, kemasan paket
wisata harus lebih menarik, unik, dan spesifik. Dengan memberikan pengalaman wisata yang berkesan kepada para wisatawan mancanegara dan mereka tidak akan pernah menjumpainya di negara lain. Misalnya saja Thailand, yang kemasan pariwisatanya memfokuskan pada wisata mewah, antara lain dengan cara meningkatkan pariwisata di bidang kapal pesiar, golf, wisata medis, kesehatan dan kebugaran. Mereka juga mengembangkan pariwisata berbasis komunitas di daerah terpencil dan wisata ramah perempuan. Manfaat wisata mewah yakni dapat menjadi variasi wisata apabila wisatawan sudah bosan berkutat pada wisata alam dan budaya, mereka akan mendapat sebuah kenyamanan saat menikmatinya. Selain itu, berwisata di daerah terpencil akan memberikan sensasi tersendiri dan juga wisata ramah terhadap wisatawan perempuan memang sangat jadi primadona saat ini. Tentunya, jika kemasan pariwisata tersebut diterapkan di Indonesia, maka peluangnya juga ada. Tinggal bagaimana mengemasnya lebih baik lagi untuk meningkatkan citra dan brand image tersendiri bagi pariwisata Indonesia. Kedua, pembenahan infrastruktur. Objek wisata kita sangat berlimpah mulai dari alam, jejak peradaban sampai yang modern alias kekinian. Namun, kontribusi pariwisata kita belum bisa dikatakan membanggakan karena infrastruktur yang tidak memadai. Diperlukan sinergi aktif
pemerintah dalam membangun sarana-sarana penunjangnya. Hal ini sesuai dengan program Nawa Cita Presiden Jokowi yakni meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. Ketiga, peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu kunci sukses memenangkan persaingan pariwisata global. Realitanya, masih kurangnyaSDM yang cakap, membuat pariwisata kita seperti “terlambat panas”. Keempat, pemerintah juga menghadirkan promosi pariwisata kebudayaan dan kearifan lokal. Majemuknya budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia sangat memungkinkan apabila dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Selama ini, sangat jarang pemerintah menonjolkan promosi wisata kebudayaan dan kearifan lokal. Untuk itulah, pemerintah harus mempromosikanya karena itulah identitas dan ciri khas bangsa Indonesia. Tentu itu dapat menjadi nilai tersendiri karena memiliki ikon yang khas dan masih alami sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia sehingga semakin masyhur dan diakui keberadaannya oleh wisatawan mancanegara. Bagaimanapun juga, fokus utama pemerintah adalah menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber utama penghasil devisa. Menata infrastruktur sektor kepariwisataan merupakan hal strategis yang harus dilakukan.
dikit. Ini juga akan berpengaruh kepada segmen masyarakat pendukung, mulai dari yang nasionalis, agamis, netral dan seterusnya. Juga dari golongan masyarakat kaya, kurang mampu sampai yang miskin. Dari sisi kandidasi, perbedaan pendapat itu ada pada kandidat presiden dengan nomor urut 02 dan 01. Selanjutnya dari situ juga dapat dibaca konflik vertikal antara pendukung politisi dengan kandidat lawan yang diusung. Namun, konflik bukan tidak dapat diselesaikan. Apabila dilihat dari segmen-segmen tersebut, secara sederhana dapat dikatakan sebagai perbedaan pendapat (konflik) yang sifatnya horizontal. Artinya, konflik itu sejajar, dari kelompok yang masing-masing berkompetisi dalam pemilihan presiden dan pemilu mendatang. Salah satu cara untuk menekan, mencegah, dan menghilangkan konflik horizontal adalah dengan mempertemukan tokoh dari kelompok tersebut. Karena konflik ini horizontal, maka tidak akan memberikan kesan negatif bagi pihak mana pun jika bersedia untuk mengundang pihak kompetitor untuk bertemu. Tokoh mempunyai pengaruh kepada kelompok, dan masingmasing tokoh mempunyai posisi yang sama. Jadi, jika ada yang menyebutkan pihak dari kelompok 02 dan 01 datang dan bertemu, segeralah datang. Dengan demikian, konflik akan dapat ditekan secara perlahan-lahan dan memberikan kesejukan kepada masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
POJOK Bulan depan, Indonesia pastikan tak lagi impor solar dan avtur. - Mestinya sudah dari dulu. *** Gubernur Koster menolak rencana ‘’rest area’’ di Tol Bali Mandara. - Bukan basa-basi. *** Tersangka EY berencana meledakkan bom pada 22 Mei 2019. - Bukan juga basa-basi.
Penulis adalah mahasiswa program studi ilmu sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
Digiring ke Sel, Tersangka Narkoba Menangis
Bali Post/bit
NARKOBA - Jajaran Polres Tabanan saat memberikan keterangan mengenai kasus narkoba. Tabanan (Bali Post) Raut wajah penyesalan Surya Pramana Perry alias Belut (25), tersangka penyalahgunaan narkoba, tampak terlihat saat dirinya kembali digiring ke sel Polres Tabanan, usai rilis pengungkapan kasus narkoba, Jumat (10/5) kemarin. Bahkan Belut sempat menangis saat dibawa ke sel tahanan. Wakapolres Tabanan Kompol Rahmawati Ismail didampingi Kasat Narkoba Polres Tabanan AKP I Ketut Tunas serta Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta menyampaikan, pria yang beralamat di Jalan Pulau Nias, Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan ini diamankan di rumah kontrakannya di Jalan Turi, desa setempat. Keberhasilan jajaran Satnarkoba Polres Tabanan mengungkap kasus ini berkat informasi dari ma-
syarakat yang kerap melihat yang bersangkutan menggunakan narkoba di tempat tinggalnya. Informasi dari masyarakat ditindaklanjuti petugas kepolisian dengan melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap rumah tinggal Belut. Setelah dilakukan penggeledahan, di dalam kamar tidur tersangka tepatnya di dalam tas kecil warna hitam yang tergantung di meja rias ditemukan satu buah plastik di dalamnya berisikan kristal bening yang diduga sabu-sabu (SS) dengan berat 2,63 gram bruto atau 2,21 gram neto di dalam kotak permen. Begitupun di dalam dompet warna cokelat tua yang terdapat di dalam laci meja rias, petugas juga menemukan satu plastik klip yang di dalamnya berisi kristal bening yang diduga SS dengan berat 0,36 gram bruto atau 0,12 gram neto.
‘’Dari pengakuan tersangka, ia menggunakan narkoba kurang lebih satu bulan. Itu didapatkan dengan sistem tempel di wilayah Canggu,’’ ucap Wakapolres Rahmawati. Dari pengakuan tersangka, alasan menggunakan narkoba agar bisa fokus bekerja. Tersangka mengaku tiap harinya bekerja serabutan. Tersangka juga mengaku baru kali ini terlibat kasus narkoba dan sangat menyesal, apalagi ia juga sudah berkeluarga. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar rupiah. Terkait kasus narkoba, Rahmawati mengatakan jajaran Polres Tabanan akan terus melakukan upaya memberantas peredaran barang terlarang ini, dengan harapan wilayah hukum Polres Tabanan benar-benar bersih narkoba. Hal senada diungkapkan Kasatnarkoba Polres Tabanan AKP I Ketut Tunas yang mengatakan, perang terhadap narkoba dibuktikan dengan banyaknya penyalahguna yang diringkus. Tahun ini, hingga awal Mei Satnarkoba Polres Tabanan berhasil mengungkap tujuh kasus narkoba dengan sembilan tersangka pengguna narkoba di wilayah hukum Kabupaten Tabanan. Para tersangka rata-rata berusia 30 tahun ke atas dan sudah bekerja. Petugas juga rutin menyisir daerah perdesaan guna memberantas narkoba. (kmb28)
Bali Post/dok
PEMILU - Proses pemungutan suara di salah satu TPS di Tabanan. Tingkat partisipasi pemilih di Tabanan tertinggi kedua di Bali.
Tingkat Partisipasi Pemilih di Baturiti Selalu Terendah
Tabanan (Bali Post) -
Seluruh tahapan Pemilu 2019 di Kabupaten Tabanan sudah rampung. Hal ini menyusul rampungnya rekapitulasi suara di tingkat kabupaten pada Minggu (5/5). Tingkat partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya pun melampaui angka yang ditargetkan. Meski demikian, jajaran KPU Tabanan akan terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menyambut Pilbup Tabanan tahun 2020. Salah satunya dengan meningkatkan sosialisasi di kecamatan yang masih memiliki partisipasi rendah seperti Baturiti. Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa, Jumat (10/5) kemarin, mengatakan di tingkat kabupaten di Bali tingkat partisipasi Kabupaten Tabanan menduduki nomor dua setelah Kabupaten Gianyar. Dari tingkat partisipasi yang awalnya ditarget 85 persen, kenyataannya bisa mencapai angka 87,91 persen. Menurutnya, penilaian
Bali Post/san
BAWANG PUTIH - Bawang putih di Desa Babahan. Untuk meningkatkan produksi bawang putih lokal, Desa Pemerintah Desa Babahan berencana mengikuti program hortikultura bawang putih dari pusat.
Petani Tak Nikmati Lonjakan Harga Bawang Putih
Tabanan (Bali Post) Sepekan lalu, harga bawang putih di pasaran sempat menyentuh harga Rp 75.000 per kilogram. Namun kenaikan harga ini tidak dinikmati petani bawang di Tabanan. Salah satu sentra penghasil bawang Bali di Tabanan adalah Desa Babahan, Penebel. Perbekel Desa Babahan I Made Sukapariana, Jumat (10/5) kemarin mengatakan, lonjakan harga bawang putih beberapa waktu lalu tidak dinikmati petani di Desa Babahan. Hal ini dikarenakan sebagian besar petani tidak memiliki stok, pascapanen yang berlangsung pada September 2018. ‘’Petani bawang putih di sini panen pada September lalu, sedangkan lonjakan harga baru terjadi beberapa minggu terakhir, sehingga bisa dibilang petani tidak menikmati untung dari lonjakan harga tersebut,’’ tuturnya. Ia melanjutkan, apabila lonjakan harga ini bertepatan dengan musim panen, kemungkinan besar hal itu baru bisa dinikmati petani bawang putih di Desa Babahan. Terlebih lagi varietas yang dikembangkan petani Babahan merupakan bawang putih lokal, di mana harga jualnya lebih mahal dibandingkan dengan bawang putih biasa alias impor. Hitung-hitungannya, untuk harga normal, apabila di pasaran bawang putih jenis biasa laku di kisaran Rp 20 ribuan per kilogram, maka harga bawang putih lokal bisa laku Rp 35 ribu. Bahkan jika kualitasnya bagus bisa terjual hingga Rp 60 ribu per kilogram. Harganya tentu akan lebih tinggi jika harga jual bawang biasa mencapai Rp 75.000 per kilogramnya.
Lebih lanjut disampaikannya, lebih mahalnya harga bawang putih varietas lokal ini karena jumlah produksi masih terbatas. Saat ini untuk pengembangan bawang putih lokal di Desa Babahan tidak banyak atau sekitar 5 hektar yang merupakan pengembangan secara swadaya. Sehingga untuk semakin menggairahkan petani dalam menanam bawang putih lokal dan memberikan nilai jual lebih untuk produksi bawang putih lokal, Desa Baba han telah mengembangkan produk olahan bawang putih berupa black garlic yang dikelola BUMDes. Selain itu, Pemerintah Desa juga mendorong petani untuk melakukan peningkatan luasan tanam dan produksi melalui bantuan program hortikultura dari pemerintah pusat yang ren-
7
TABANAN
cananya dialokasikan tahun ini. ‘’Tahun ini musim tanam untuk bawang putih varietas lokal ini dimu lai awal Juni hingga Juli. Petani telah melakukan persiapan jelang musim tanam ini. Tinggal menunggu bantuan atau pasokan bibit dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan,’’ jelasnya. Ketersediaan bibit bawang putih ini sangat diharapkan, sebab untuk bibit bawang putih khususnya varietas lokal, jumlahnya sangat terbatas. Hal ini karena jumlah petani bawang putih di Desa Babahan sedikit, dan umumnya hanya menyiapkan bibit yang disisihkan dari panen sebelumnya untuk kebutuhan sendiri dan tidak ada yang untuk penanaman perluasan untuk bawang putih. (kmb24)
tingkat partisipasi itu berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan pihaknya di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Tabanan. Dari sepuluh kecamatan, Marga menyumbang tingkat partisipasi tertinggi yakni 92,04 persen, disusul Kerambitan 91,97 persen. Sementara Baturiti dan Penebel terendah, yakni 84,31 persen dan 85,80
persen. Setiap hajatan pemilu, diakui Weda tingkat partisipasi pemilih di Kecamatan Baturiti selalu paling bawah. ‘’Survei masyarakat di sana, pindah ke kota dan berkebun. Jadi tidak sempat datang ke TPS, padahal sosialisasi sudah dimaksimalkan di sana,’’ ucapnya. Meski demikian, pihaknya
akan terus melakukan peningkatan, khususnya dalam upaya sosialisasi setiap perhelatan Pemilu. Apalagi dalam waktu dekat akan ada lagi Pilbup Tabanan 2020. Untuk Pilbup, tingkat partisipasi pemilih tahun 2015 di angka 77,32 persen, dan partisipasi dalam Pilgub Bali belum lama ini di angka 82 persen. Menurut Weda, partisipasi pemilih memang menjadi perhatian serius karena sukses tidaknya Pemilu bisa diukur dari keterlibatan warga dalam menggunakan suaranya. Apalagi jumlah DPT dalam Pemilu 2019 cukup besar, sebanyak 366.150 orang. (kmb28)
Per Bulan, TPA Mandung Hasilkan 1.350 Kg Pupuk Organik
Tabanan (Bali Post) Selain memilah sampah plastik sebagai salah satu cara mengurangi residu dan tumpukan sampah, pengelola TPA Mandung juga melakukan pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Dalam sebulan, TPA Mandung bisa menghasilkan 1.350 kilogram pupuk organik. Pupuk yang dihasilkan ini digunakan untuk menyuburkan tanaman di taman Kota, DLH, dan TPA. Menurut Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini, Jumat (10/5) kemarin, dalam mengelola sampah organik menjadi pupuk, pihaknya memiliki lima orang tenaga kerja. Proses pencacahan berupa daun dan ranting yang dipilah di areal TPA dilakukan setiap dua hari sekali. ‘’Makanan sisa sebenarnya bisa. Tetapi kebanyakan diambil pemulung untuk makanan babi,’’ ujarnya. Setelah dicacah dan diolah, bahan baku pupuk organik ini kemudian diletakkan dalam bilik untuk proses pembusukan. Proses ini memakan satu bulan. TPA Mandung memiliki delapan bilik untuk proses pembusukan sampah organik yang nantinya menjadi pupuk. Menurut Sukartini, untuk menghasilkan 1.350 kilogram
pupuk organik per bulan, diperlukan 180 meter kubik sampah organik atau 6 meter kubik per hari. Jumlah ini tentu sangat kecil dibandingkan volume sampah yang dibuang ke TPA setiap harinya. Rata-rata volume sampah yang dibuang ke TPA mencapai 250 meter kubik yang 65 persennya merupakan sampah organik. Karena itu Sukartini berharap masyarakat melakukan pemilahan sampah di rumah tangga, sehingga residu yang dibuang ke TPA bisa semakin berkurang. ‘’Jika dipilah di tingkat rumah tangga, sampah organik tentu bisa langsung dikelola menjadi pupuk di tingkat rumah tangga, dan sampah plastik bisa langsung dijual ke pengepul. Sehingga jumlah yang dibuang ke TPA bisa lebih berkurang,’’ ujar Sukartini. Ia juga berharap TPS3R di setiap desa aktif dan menggalakkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, sehingga tidak semua sampah masyarakat dibuang ke TPA tetapi dikelola lebih dulu di TPS3R. Jika sudah terkelola, maka hanya yang benar-benar residu atau tidak bisa diolah dibuang ke TPA. ‘’Ini bisa mencegah penumpukan sampah di TPA dan memperlambat terjadinya overload,’’ imbuh Sukartini. (kmb24)
Bali Post/san
PUPUK - Pengolahan sampah organik menjadi pupuk di TPA Mandung.
BULELENG
8
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
Polisi Tangkap Pelempar Mobil di Jalur Singaraja-Bedugul Singaraja (Bali Post) –
Unit Reskrim Polsek Sukasada dibantu personel Buser Polres Buleleng sepertinya gerah dengan beredarnya informasi maraknya aksi pelemparan mobil yang sering terjadi di jalan Singaraja-Bedugul. Polisi akhirnya berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku pelemparan itu. Belakangan ini, peristiwa pelemparan itu memang meresahkan warga. Pelaku yang ditangkap itu masing-masing Jery Lukman Nawawi Bin Fatul alias Lukman (18) dan SR yang masih berusia 16 tahun. Kedua terduga pelaku itu ditangkap Kamis (9/5) malam, sekitar 23.00 Wita.
Tanah HGB di Pancasari Terbengkalai Direncanakan Jadi Kawasan Wisata Danau Buyan
Singaraja (Bali Post) – Tidak diurusnya tanah yang pernah dikuasi pemegang izin Hak Guna Bangunan (HGB) di Dusun Buyan, Desa Pancasari, Sukasada sekarang mulai menjadi perhatian serius pihak Desa Pancasari. Setelah pemegang izin HGB itu tidak mendapat restu memperpanjang izin penguasaan tanah itu, sekarang pihak desa mulai mengajukan permohonan untuk menguasai tanah tersebut. Jika permohonan itu disetujui, pemerintah desa merencanakan memfungsikan tanah di tepian Danau Buyan itu sebagai wahana wisata alam. Tanah seluas luas 67.350 meter persegi itu berada dalam kawasan Danau Buyan. Kawasan itu sebelumnya dikelola pemegang izin HGB Sarana Buana Handara. Pemegang hak ini berada dalam satu manajemen dengan Bali Handara Kosaido Desa Pancasari. Sejak memegang izin HGB, perusahaan itu dikabarkan tidak mengelola tanah sesuai dokumen perencanaan yang diajukan. Kondisi ini terjadi sampai izin HGB itu berakhir tahun 2012 silam. Karena tanah itu tidak diusahakan sesuai perencanaan pembangunan, status tanah itu dikategorikan sebagai Tanah Negara (TN-red). Seiring kondisi itu, pihak pemegang izin HGB dikabarkan akan mengajukan perpanjangan batas waktu izin HGB. Sesuai regulasi yang ada, perpanjangan izin HGB itu diputuskan di Kantor Wilayah (Kanwil) ATR/BPN Provinsi Bali. Pasalnya, luas tanah yang dimohonkan itu lebih dari 5.000 meter persegi. Persyaratan utama memohon perpanjangan izin HGB itu pihak perusahaan itu wajib mendapatkan izin prinsip dari Pemkab Buleleng. Permohonan izin prinsip itu dikabarkan tidak disetujui Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, sehingga sekarang tanah itu kembali masuk sebagai TN. Perbekel Desa Pancasari Wayan Darsana, Jumat (10/5) kemarin, tidak menampik pemerintahan desa merencanakan memohon TN tersebut. Sejak izin HGB itu masih berlaku sampai habis dan tidak diizinkan diperpanjang kata Darsana
tidak ada kegiatan di atas tanah itu. Justru, perusahaan sendiri terkesan menelantarkan tanah itu. Di tengah kondisi itu, ada sekitar 20 kepala keluarga (KK) warga Pancasari tinggal sementara di atas tanah tersebut. “Waktu izin HGB masih berlaku dan sampai pemerintah tidak menyetujui perpanjangan izin itu, tanah tersebut dibiarkan terbengkalai karena tidak ada pengelolanya. Sejak itu memang ada warga kami tinggal sementara di sana,” katanya. Menyusul kondisi itu, Darsana mengaku dari rapat koordinasi bersama para tokoh masyarakat, tokoh pariwisata, dan komponen masyarakat lain, disepakati untuk memohon tanah itu. Keputusan itu secara lisan disampaikan kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Hanya, belum ada tindak lanjut dari permohonan lisan itu. Jika keinginan pemerintahan desa itu dipenuhi, maka tanah itu akan dikelola menjadi wahana wisata alam tepi Danau Buyan. Dengan perencanaan itu, pihaknya meyakini selain menghasilkan sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi pencari kerja di Pancasari dan sekitarnya. “Kami baru menyampaikan rencana pemerintahan desa atas saran tokoh masyarakat dan tokoh wisata di desa memohon tanah itu. Rencana nanti kami jadikan tanah itu wahana wisata alam. Jelas hal itu dapat menambah PADes dan juga menyerap tenaga kerja dari warga Pancasari,” jelasnya. Ditanya konsep pengembangan wahana wisata alam itu, Darsana mengaku dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengajukan permohonan secara resmi kepada pemerintah. Selain surat permohonan diajukan, pihaknya juga menyampaikan rencana dan model pemanfaatan tanah tersebut sebagai wahana wisata. “Kami masih menyiapkan dan seperti apa model yang bisa dikelola nanti. Jika sudah lengkap, maka kami ajukan ke pemerintah. Kami berharap, harapan itu bisa dipenuhi, sehingga tanah itu tidak lagi terbengkalai seperti saat ini,” jelasnya. (kmb38)
Berawal dari polisi melakukan patrol di jalur SingarajaBedugul dari kilometer (km) 13 sampai km 18 wilayah Desa Gitgit. Patroli ketat itu dilakukan karena beberapa hari terakhir, beredar luas di jejering media sosial (medsos) yang menyebutkan seringnya terjadi aksi pelemparan mobil yang melintas di km 13 sampai km 18 Desa Gitgit. Ketiga personel patroli sampai di simpang tiga menuju Desa Lemukih, Kecamatan Sawan. Di sana, polisi mencurigai ada gerombolan lima orang anak muda yang nongkrong di pinggir jalan hingga tengah malam. Saat polisi mendekati mereka, malah tiga orang kabur mengendarai sepeda motor malam itu. Curiga dengan kondisi itu, polisi berusaha mengejar, namun ketiga pengendara itu berhasil lolos. Sedangkan, dua terduga pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan
berarti. Dari penyelidikan sementara, keduanya mengaku melakukan aksinya melempari kendaraan yang melintas. Keduanya juga mengakui barang bukti batu kali itu diduga digunakan untuk melempari mobil yang sedang melintas pada malam hari di sana. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung didampiingi Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng ABP Suratno Jumat (10/5) kemarin, mengatakan, aksi pelemparan itu dilakukan kelompok anakanak yang sering nongkrong sampai tengah malam. Kelompok ini mengendarai sepeda motor dan membonceng rekan-rekannya. Saat anggota Reskrim dan Buser Polres melakukan patroli, kedua terduga pelaku itu ditangkap setelah ditinggal kabur tiga rekannya yang mengendarai sepeda motor.
Bali Post/kmb38
DITANGKAP – Dua terduga pelaku aksi pelemparan mobil di Jalan Singaraja – Bedugul ditangkap polisi Kamis (9/5) tengah malam. Setelah diinterogasi, terduga pelaku S dan J mengakui melempar mobil yang melintas di Jalan Singaraja – Bedugul. Hanya, apa motif kasus ini, Kompol Landung belum menyimpulkan. Alasannya, kasus itu masih diselidiki lebih lanjut. Kedua pelaku ini dijerat pasal 170 KUHP tentang Perusakan Secara Bersama-sama yang ancaman hukumnya lima tahun penjara. “Dua pelaku yang kita tangkap ini berboncengan dengan tiga pengendara yang berhasil kabur itu. Jadi, mereka beraksi lima orang. Keduanya
Data Pemilih Mulai Dimutakhirkan
itu sudah mengaku melakukan pelemparan. Namun, apa motif melakukan aksi ini kami masih melakukan penyelidikan lanjutan,” katanya. Sejak aksi pelemparan itu marak beredar di medsos, pihaknya menemukan sekitar enam mobil sudah jadi korban. Dari catatan peristiwa itu, hanya empat korban yang semuanya asal Singaraja. Kasus itu secara resmi dilaporkan, sebab sangat meresahkan. Korban yang melapor itu yakni Kadek Arimawan (34) asal Desa Sinabun, Kecamatan Sawan.
Korban melaporkan ketika melintas di Km 13 Banjar Dinas Wira Bhuana, Desa Gitgit Kamis (9/5) sekitar pukul 23.30 wita, tiba-tiba dilempar oleh orang tidak dikenal. Akibat lemparan itu, kaca depan mobil DK 1413 UY pecah. Korban yang merasa dirugikan, langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Terkait tiga terduga pelaku yang masih kabur, Kompol Landung menyebut, unit Reskrim bersama anggota Buser Polres Buleleng masih memburu ketiga pelaku itu. (kmb38)
Rekanan Tak Berani Nawar Tinggi
82 Desa Gelar Pilkel Serentak Oktober Pengadaan ’’Break Tester’’ Sempat Gagal Tender
Singaraja (Bali Post) – Selain sosialisasi, Badan Permusyawaratan Desa (PMD) Buleleng mulai melaksanakan persiapan tahapan Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak tahun 2019. Persiapan yang sedang berlangsung sekarang adalah desa peserta Pilkel serentak itu mulai melakukan pemutakhiran data pemilih. Persiapan ini sengaja dilakukan lebih awal. Alasannya, data pemilih itu nantinya akan ditetapkan untuk menentukan jumlah pengadaan logistik surat suara dan kelengkapannya. Kepala PMD Buleleng Made Subur, Kamis (9/5) lalu mengatakan, pemutakhiran data pemilih itu diserahkan sepenuhnya kepada panitia Pilkel serentak yang masingmasing sudah dibentuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pemutakhiran data pemilih itu mulai dilakukan beberapa waktu lalu. Dijadwalkan, panitia Pilkel bersama desa diberikan kesempatan melakukan tahapan ini selama satu minggu ke depan. Terkait pemutakhiran itu, pihaknya meminta agar dilakukan secara cermat. Sehingga pemilih yang memenuhi syarat itu sesuai dengan regulasi, terdaftar dan menyalurkan hak pilihnya saat gelaran Pilkel
serentak itu. “Walaupun pada hajatan demokrasi sebelumnya ada warga tidak terdaftar, sekarang momen Pilkel serentak ini kami harapkan semua pemilih memenuhi syarat sebagai pemilih terdaftar dan menggunakan hak pilihnya pada pencoblosan Pilkel serentak itu,” katanya. Nantinya, setelah data pemilih sudah sinkron maka desa diwajibkan menyetor data pemilih kepada PMD. Selanjutnya, data pemilih itu digunakan sebagai acuan pengadaan logistik Pilkel serentak. Logistik yang paling utama adalah kebutuhan surat suara. Selain itu juga kelengkapan lainnya. “Semua desa peserta Pilkel serentak itu membentuk panitia Pilkel dan mulai melakukan tahapan. Kami masih menunggu proses pemutakhiran data pemilih. Dalam satu minggu ke depan, tahapan ini sudah tuntas. Data itu kami jadikan dasar berapa harus menyiapkan surat suara dan kelengkapannya,” tegasnya. Terkait jadwal pencoblosan dan penghitungan suara, birokrat asal Desa Banyuatis, Banjar ini mengatakan, sekarang ini pihaknya masih memproses terkait hari H pencoblosan. Dari skema yang ada, PMD memperkirakan pencoblosan pada Oktober
2019. Pertimbangan pada bulan itu, karena sesuai batas akhir masa jabatan perbekel desa bersangkutan. Meski demikian, bisa saja hari pemungutan suara ini akan diundur pada awal November tahun ini. Nantinya, skema hari H pencoblosan diajukan kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Nantinya, keputusan yang diberikan akan dituangkan pada Surat Keputusan (SK) Bupati. “Dari perencanaan kami pada OKtober 2019. Kalau skema kedua di awal November, sehingga hari pencoblosan Pilkel serentak ini waktunya tidak terlalu jauh dari batas akhir masa jabatan perbekel,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tahun 2019 ini Buleleng menggulirkan Pilkel serentak. Ada 82 desa di Bali Utara melaksanakan Pilkel serentak ini. Rinciannya, 4 desa di Kecamatan Tejakula, Kecamatan Kubutambahan 10 desa, Kecamatan Sawan 11 desa, Kecamatan Buleleng 9 desa, Kecamatan Sukasada 10 desa, Kecamatan Banjar 3 desa, Kecamatan Seririt 8 desa, Kecamatan Busungbiu 13 desa, dan Kecamatan Gerokgak 10 desa. Mendukung hajatan demokrsi tingkat desa itu, PMD melalui APBD 2019 mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Tender proyek pengadaan uji rem (break tester) di Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng sempat mengalami gagal tender. Ini karena rekanan yang menawar proyek dengan pagu anggaran Rp 1,7 miliar lebih itu tidak berani menawar. Setelah dilakukan tender kedua, Badan Layanan Pengadaan (BLP) Barang Jasa Pemkab Buleleng mendapatkan tiga rekanan yang menawar proyek itu. Saat ini, BLP masih memproses tender tersebut untuk menentukan satu rekanan yang nantinya ditetapkan sebagai pemenang tender. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng Gede Gunawan, Jumat (10/5) kemarin, mengatakan pengadaan break tester ini adalah perjuangan sejak beberapa tahun terakhir. Perangkat yang dirancang dengan sistem komputerisasi itu memang diperlukan. Pasalnya, alat yang digunakan sekarang ini sudah tergolong tua. Jadi, sudah tidak optimal dalam melakukan pengujian kendaraan. Setelah mempresentasikan dengan alasan yang kuat di APBD Buleleng 2019 ini, Dishub kemudian diizinkan membeli perangkat break tester itu. Diperkirakan dalam waktu
dekat ini, setelah rekanan ditetapkan, perangkat itu akan dipasang. Dalam waktu dekat pasti sudah siap dioperasionalkan. “Kami berterima kasih pembelian alat break tester itu sudah disetujui. Cuma memang sempat gagal tender. Namun sekarang, sudah ada tiga calon pemenang. Maka tinggal proses lebih lanjut dan dipastikan alat itu segera dipasang,” katanya. Terkait keunggulan perangkat break tester yang akan dibeli itu, Gede Gunawan memastikan akan membeli alat yang baru merek tertentu sesuai harga perkiraan sendiri (HPS). Alat itu memiliki keunggulan dan cara kerja melalui sistem komputerisasi. Dengan teknologi terbaru itu, pihaknya menjamin pelayanan pengujian itu lebih cepat dan memberikan hasil uji lebih akurat. “Kalau alat break tester yang dipergunakan sekarang itu bukan saja manual namun juga sudah tua. Tahun pembuatan alat itu 1999. Jadi sudah 20 tahun tidak optimal lagi digunakan. Terutama saat ramai, alat itu tidak bisa digunakan terus-menerus. Sehingga kami beli alat baru itu untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan hasil uji yang lebih akurat,” jelasnya. (kmb38)
Infrastruktur PPI Sangsit Rusak
DKP Bali Belum Agendakan Perbaikan
Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Dusun Pabean Desa Sangsit, Kecamatan Sawan saat ini sudah diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Kenyataannya PPI itu belum dapat dikelola dalam waktu dekat ini. Bukan hanya itu, pemprov juga belum melaksanakan agenda program pemeliharaan fasilitas di areal PPI yang sekarang kondisinya rusak berat. Bagaimanakah kira-kira prospek ke depan keberadaan PPI di Dusun Pabean Desa Sangsit yang saat ini dikelola Pemprov Bali itu?
KARENA belum ada perbaikan infrastruktur, tidak pelak situasi tersebut membuat aktivitas di PPI itu terkesan vakum. Sebab, tidak ada pengelola yang mengurus aset PPI yang tadinya dibangun dengan dana APBD Buleleng itu. PPI Sangsit itu dibangun beberapa kali menggunakan dana APBD Buleleng. PPI ini sempat beroperasi dengan baik. Tidak saja dimanfaatkan para nelayan tradisional di Buleleng, juga beberapa pengusaha kapal ikan dari Kepulauan Sepeken, Madura (Jawa Timur). Termasuk juga kapal dari daerah lain kerap kali bongkar muatan ikan di PPI. Di PPI juga sempat beroperasi Solar Pekid Dealer Nelayan (SPDN). Fasilitas ini dibangun membantu nelayan lokal dan pengusaha kapal guna mendapatkan pasokan bahan bakar kapal, tanpa harus membeli di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sejalan dengan kebijakan pemerintah terbaru, pengelo-
laan kelautan kemudian dialihkan ke pemprov. Menyusul kebijakan itu, mau tidak mau Pemkab Buleleng melepaskan aset yang dibangun secara bertahap itu. Berdasarkan perhitungan, total aset PPI yang diserahkan kepada pemprov pada Desember 2018 lalu sebesar Rp 13,7 miliar. Bersamaan dengan pengalihan kewenangan pengelolaan PPI itu, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Kerusakan antara lain disebabkan bencana alam. Salah satunya dermaga sandar kapal ikan itu ambruk setelah diempaskan gelombang pasang. Dua buah kapal patroli berikut perlengapannya juga ikut rusak. Bahkan hanyut karena bencana alam. Kepala Dinas Perikanan Kelautan (DPK) Provinsi Bali I Made Sudarsana, belum lama ini mengatakan, aset PPI Sangsit itu sekarang ini memang sudah diserahkan ke provinsi. Hanya, pihaknya belum melaksanakan program pemeliharaan aset dan
pengelolaan. Dokumen pencatatan aset itu sepertinya belum clear prosedur administrasinya diserahkan dari Dinas Perikanan Buleleng. Jadi, masih ada jenis aset yang kondisinya rusak yang tidak mungkin dimanfaatkan kembali. Aset itu berupa kapal boat. Kapal boat itu sebelumnya difungsikan untuk patroli. Namun saat ini, hanya tinggal catatan nama barangnya. Seharusnya, aset itu sudah dihapuskan, sehingga tidak menimbulkan permasalahan setelah pengelolaan PPI 100 persen dilakukan di pihak pemprov. “Catatan asetnya sudah kita terima. Namun, masih ada yang tercatat nama barangnya saja, tetapi faktanya tidak kami temukan asetnya itu di lapangan,’’ ujarnya. Karena alasan itu, pihaknya tidak berani menerima. Sebab, hanya nama saja, tetapi barangnya tidak ada. Sehingga aset itu disarankan untuk segera dihapuskan, sehingga tidak memicu masalah
setelah PPI itu dikelola secara penuh. Selain soal data aset itu, Sudarsana mengaku pejabat dan sumber daya manusia (SDM) yang ditugaskan mengelola PPI Sangsit itu sejauh ini belum siap. Sekarang ini, pemprov masih menunggu penunjukan pejabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPI Sangsit bersama staf teknis terkait lainnya. Pihaknya menargetkan, paling lambat akhir tahun ini, aset dan SDM sudah clear. Sehingga penanganan kerusakan infrastruktur dermaga dan fasilitas lainnya itu bisa dilakukan. “Kami masih menunggu pejabat UPTD dan staf lain dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bali. Sekarang masih konsolidasi ke dalam, Target kami tahun ini SDM dilengkapi, program perbaikan dan pengoperasian PPI akan kita lakukan,” jelasnya. Kepala Dinas Perikanan Buleleng Ni Made Arnika mengatakan, seluruh aset PPI itu sudah dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati dan diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Aset dengan nilai total Rp 13,7 miliar itu diserahkan ke Pemprov Bali Desember 2018 lalu. Pada dokumen itu, dua unit kapal boat sudah diusulkan penghapusan melalui Ba-
dan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng. Kapal boat itu sebelumnya digunakan untuk melakukan pengawasan aktivitas pelayaran kapal ikan. Kapal bersama perangkatnya dibeli dari dana APBD. Namun, boat itu sudah rusak karena usia. Karena tidak
bisa difungsikan lagi, kapal itu rencananya dihapuskan dari catatan kekayaan pemerintah. Sebelum administrasi penghapusan tuntas, kedua kapal itu tenggelam akibat bencana gelombang pasang. “Sudah kita sampaikan kapal yang tadinya untuk pa-
troli itu rusak. Asetnya akan kita hapus. Kapalnya sudah tenggelam karena gelombang pasang. Saat penyerahan aset PPI, hal itu sudah dilaporkan ke pimpinan di daerah dan provinsi yang sekarang mengelola PPI itu,” jelasnya. (mud)
Bali Post/mud
PPI SANGSIT RUSAK – Meskipun aset PPI Sangsit sudah diserahkan ke Pemprov Bali, namun pengelolaan dan perbaikan kerusakan infrastruktur PPI Sangsit di Bali Utara belum diprogramkan.
GIANYAR
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
Pengguna Jalan Keluhkan Senderan Jebol di Desa Sanding
9
Gianyar (Bali Post) -
Para pengguna jalan mengeluhkan senderan yang jebol di pinggir jalan Desa Sanding, Tampaksiring. Kondisi ini membuat pengguna jalan kesulitan melewati jalur yang kerap dilintasi truk tersebut. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar yang sudah melakukan pengecekan ke lokasi tersebut, baru bisa melakukan perbaikan melalui APBD 2020. Sepintas kondisi senderan jebol di pinggir jalan di Desa Sanding itu kurang terlihat. Namun saat berada di dekat lokasi tersebut, kondisinya memang sangat membahayakan para pengguna jalan. Terutama bagi pengendara mobil dan truk. Apalagi kondisi tanah di sekitar senderan jebol itu cukup labil, karena di bawahnya terdapat jurang sedalam kurang lebih 10 meter. Sebagai langkah antisipasi, warga setempat menempatkan drum bekas sebagai peringatan untuk para pengguna jalan agar berhati-hati. Menurut warga setempat, Wayan Legos, senderan di pinggir jalan tersebut sudah jebol sekitar sebulan lalu. Petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Gianyar sudah terjun ke lokasi untuk mendata kerusakan tersebut. “Sudah difoto oleh petugas. Untuk perbaikannya
belum tahu kapan akan dikerjakan,” katanya. Legos menambahkan, di bawah bagian senderan yang jebol itu terdapat saluran irigasi yang mengairi puluhan hektar lahan pertanian di Subak Sanding dan Subak Blusung. Namun tebing pada saluran irigasi ini sudah mulai keropos sehingga dikhawatirkan akan menghambat aliran air menuju lahan pertanian. “Kami berharap saluran irigasi ini juga agar diperbaiki agar debit air ke lahan pertanian lebih lancar,” ujarnya. Apabila senderan tersebut tidak segera diperbaiki, pihaknya khawatir jalan di lokasi tersebut akan ikut amblas. Apalagi kondisi tanah di sekitar lokasi itu cukup labil, sehingga bisa saja longsor saat memasuki musim hujan. “Kami berharap agar secepatnya diper-
baiki, sehingga kondisinya tidak semakin parah,” kata Legos. Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gianyar Wayan Karya mengakui, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi senderan jebol di Desa Sanding tersebut. Dikatakan, pihaknya masih menunggu hasil musrenbang desa setempat, terkait proses perbaikan. “Nanti pengajuan perbaikannya dari desa hingga ke Dinas PU. Kemungkinan perbaikannya dilakukan melalui APBD 2020. Tentunya atas seizin dari Bapak Bupati,” jelasnya. (kmb35) JEBOL - Seorang warga menunjukkan senderan jebol di pinggir jalan di wilayah Desa Sanding, Tampaksiring, Jumat (10/5) kemarin.
Rayakan Saraswati
Siswa Jaga Tradisi Membuat ”Gebogan” Bali Post/nik
PATUNG GARUDA - Made Ada menunjukkan Patung Garuda yang merupakan karyanya.
Made Ada
Maestro Patung Garuda
I MADE Ada Astawa merupakan seniman ukir kayu asal Kecamatan Tegallalang yang namanya sangat terkenal. Profesi sebagai seniman ini sudah digelutinya sejak tahun 1963 silam, hingga kini ia dikenal sebagai maestro Patung Garuda. Namun saat ini ia mengaku mulai kesulitan mencari bahan baku untuk berkarya. Diperkirakan kondisi ini terjadi karena pesatnya pembangunan, sehingga ia harus mencari bahan ke pelosok pedalaman. “Kalau dulu gampang mencari kayu untuk bahan patung. Di pinggir jalan sudah dapat. Sekarang agak sulit mencari kayu yang bagus, harus masuk ke pedalaman,” ujar Made Ada Astawa saat ditemui di galeri miliknya di Desa Pakudui, Kecamatan Tegallalang, Jumat (10/5) kemarin. Menurut Made Ada, ia biasanya mencari kayu terbaik di daerah Kintamani, Bangli dan Madenan, Buleleng. Mengingat lokasinya cukup jauh, ia pun harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapat kayu dengan kualitas terbaik. “Saya beli kayu itu Rp 10 juta. Karena jaraknya jauh, ongkos angkutnya nambah lagi Rp 10 juta,” terangnya. Made Ada mengatakan,
kayu yang biasa digunakannya sebagai bahan patung yakni jenis cempaka dan nangka. Hanya beberapa jenis kayu yang dibelinya dari luar Bali. “Kayu jati saya beli di luar, tapi itu lebih untuk ukiran bangunan Bali,” jelasnya. Saat ini Made Ada mengaku lebih banyak memberikan pola pada kayu sebelum diukir. “Saya duduk satu jam sudah tidak kuat. Jadi saya hanya berikan pola, lalu ukiran dasarnya. Setelah itu saya serahkan ke tukang. Selesai,” katanya. Menurut Made Ada, harga Patung Garuda sangat variatif. Mulai Rp 1 juta, yakni yang berukuran kecil, kurang lebih sebesar bola sepak. “Patung yang terbesar dihargai hingga Rp 350 juta,” katanya seraya menunjukkan salah satu karyanya dengan tinggi sekitar tiga meter yang dipatok dengan harga Rp 250 juta. Karya Made Ada sendiri sudah melanglang buana. Bahkan ada patung karyanya dipajang di Istana Presiden. Belakangan ribuan karya miniatur Patung Garuda miliknya dijadikan cinderamata saat acara internasional di Badung. “Saya memberdayakan masyarakat di sini. Kalau pesanan banyak, bisa melibatkan 75 orang,” jelasnya. (nik)
Gianyar (Bali Post) Sehari sebelum perayaan hari raya Saraswati, Jumat (10/5) kemarin para siswa SMP Negeri 1 Gianyar bergotong-royong membuat gebogan. Selain sebagai tradisi untuk mengedukasi para siswa, kegiatan ini juga dilombakan antarkelas. Menurut Kepala SMPN 1 Gianyar Dewa Nyoman Bawa, peserta lomba gebogan melibatkan semua kelas yang ada di sekolah tersebut. Yakni sebanyak 24 kelas dari kelas VII hingga kelas IX. “Lomba gebogan ini serangkaian Hari Raya Saraswati sudah dilaksanakan puluhan tahun lalu. Bahkan sudah kami anggap sebagai tradisi,” katanya. Selain untuk membiasakan siswa membuat gebogan, kata Bawa kegiatan ini juga sebagai upaya menjaga tradisi,
adat dan budaya Bali. Setiap kelas menunjuk perwakilannya sebanyak enam siswa, bisa perempuan maupun yang laki-laki. Seluruh bahan gebogan tidak boleh menggunakan buah impor, melainkan harus menggunakan buah lokal. Prosesnya, semua pengerjaan harus dilakukan di sekolah. Mulai membuat sampian, menata buah, hingga membuat canang. “Mereka membuat gebogan dengan dana swadaya atau uang kas kelasnya masingmasing. Sedangkan hadiahnya itu hanya mendapatkan piagam penghargaan dan berupa alat tulis maupun keperluan sekolah. Meski hadiahnya tidak terlalu besar, namun mereka sangat antusias membuat gebogan tersebut,” katanya. Bawa mengatakan, pihaknya juga sebelumnya pernah melombakan pembua-
tan penjor. Namun lomba itu dinilai kurang efektif karena menghabiskan uang yang lumayan besar, sehingga yang dilombakan selanjutnya hanya pembuatan gebogan saja. “Kalau gebogan kan bisa ditunas lungsuran-nya. Mereka yang bikin, mereka berlomba. Dapat atau tidak juara, mereka tetap bisa menikmati lungsuran,” tegasnya. Salah satu peserta lomba, Putu Nita mengaku mempersiapkan bahan untuk lomba gebogan sejak dua hari lalu. Mulai dari mempersiapkan dulang, membeli janur, hingga buah-buahan lokal. “Persiapannya sudah sejak dua hari lalu. Kami kumpulkan dulu bahannya di rumah. Baru tadi pagi dibawa ke sekolah sebelum lomba. Dana yang dihabiskan sekitar Rp 300 ribu,” ujar siswa kelas VII ini. (kmb35)
Bali Post/kmb35
GEBOGAN - Siswa SMPN 1 Gianyar memindahkan gebogan yang siap dilombakan, Jumat (10/5) kemarin.
Bobol ATM, Wanita Asal NTT Diringkus Polisi Gianyar (Bali Post) Polisi menangkap pelaku pembobolan ATM, Makteldis Amus, Rabu (8/5) malam. Pelaku membobol ATM milik korban Melania Vivin Idrus yang tinggal sementara di sebuah rumah kos di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Selasa (2/5) lalu. Dalam aksinya, wanita berusia 21 tahun asal NTT ini berhasil menarik uang Rp 2,5 juta dari ATM korban. Menurut Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Winangun, korban baru melaporkan aksi pembobolan ATM ini sekitar pukul 15.30 Wita, Rabu (8/5) lalu. Kepada polisi, Vivin mengatakan kartu ATM-nya sudah hilang sejak Kamis (2/5) lalu. “Jadi, pencurian kartu ATM ini terjadi di kamar kos korban di Desa Ketewel,” kata Winangun seizin Kapolsek Sukawati AKP Suryadi, Jumat (10/5) kemarin. Pascahilangnya kartu ATM itu, kata Winangun korban berulang kali melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil. Ia juga sempat menanyakan kehilangan kartu ATM itu kepada sejumlah temannya termasuk pelaku sendiri, Makteldis Amus. “Setelah mencuri, pelaku ini menggunakan modus berpurapura membantu mencari kartu ATM itu lewat dukun,” ujarnya. Dalam sandiwaranya itu, pelaku kemudian meminta nomor PIN ATM kepada korban, dengan alasan memudahkan pencarian oleh dukun. Korban percaya begitu saja dan langsung memberitahukan nomor PIN ATM-nya kepada pelaku. “Begitu mengetahui nomor PIN ATM korban, pelaku langsung menarik uang dari ATM korban sebesar Rp 2,5 juta dan sisa uang di ATM korban Rp 1,6 juta,” kata Winangun. Usai menjalankan aksinya, pelaku membuang kartu ATM tersebut di belakang rumah kos korban. Pelaku kemudian menunjukkan kartu itu kepada korban. Sementara korban yang mengtahui uangnya hilang sebesar Rp 2,5 juta langsung geram, lantas melapor ke Polsek Sukawati. Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya mengarah pada pelaku Makteldis Amus. “Awal interogasi, pelaku sempat tidak mengakui perbuatannya. Selanjutnya Unit Opsnal melakukan pemeriksaan lebih mendalam, dan pelaku akhirnya mengakui perbuatannya,” kata Winangun memaparkan. Berdasarkan hasil interogasi, pelaku juga mengaku meminta tolong temannya untuk menarik uang di ATM korban, lewat mesin ATM di seputaran Desa Celuk. Hasil pencurian ini digunakan korban untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Uang itu sudah habis dipakai sama pelaku untuk kebutuhan seharihari,” ujar Winangun. (kmb35)
JEMBRANA
10
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
SOSOK Patroli Sepeda PENGAWASAN gangguan ketertiban dan ketentraman di kawasan permukiman padat dilakukan Satpol PP dengan bersepeda. Program patroli anggota Satpol PP dengan mengayuh sepeda di seputaran kota Negara ini sudah berlangsung hampir setahun. Patroli menggunakan sepeda ini dilakukan untuk pengawasan, khususnya terkait pelanggaran perda. Dipilihnya sepeda selain efektif, juga jauh lebih efisien dibanding patroli menggunakan kendaraan bermotor. Kepala Satuan Pol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi mengatakan patroli kota menggunakan sepeda ini menyasar jalur di kawasan kota dan padat penduduk, seperti di LC Dauhwaru, Loloan hingga Baler Bale Agung.Enam anggota yang melakukan patroli digilir sesuai piket. Setelah apel hingga menjelang siang mereka akan berkeliling melakukan patroli. Melalui sambang sepeda ini banyak masukan dan informasi yang diserap. Terutama di wilayah yang padat penduduk yang sulit dilalui patroli mobil. Para anggota juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menyerap informasi ketika ada indikasi pelanggaran perda. “Yang terpenting, dengan bersepeda ini anggota juga terjaga fisik dan kesehatannya” ujar mantan Lurah Gilimanuk ini.Penggemar Vespa ini mengatakan ada 11 desa/kelurahan di seputaran kota yang menjadi sasaran patroli sepeda ini. Apabila ketika patroli mendapati indikasi pelanggaran perda, tidak langsung menindak melainkan memberikan informasi dan selanjutnya ditindaklanjuti melalui seksi pengawasan. (olo)
PADI REBAH – Padi rebah yang terjadi di salah satu Subak di Jembrana. Kondisi ini mengakibatkan para petani mengalami kerugian.
Hasil Rapat Dewan Ketahanan Pangan
Perlu Adanya Revitalisasi KUD dan Revisi HPP
Negara (Bali Post) – Banyaknya padi rebah dan permasalahan penjualan pascapanen menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya Dewan Ketahanan Pangan Jembrana. Kerugian petani meskipun tanaman para petani ini sejatinya sudah panen menjadi evaluasi instansiinstansi terkait. Dalam rapat yang digelar Jumat (10/5) kemarin, dibahas terkait permasalahan yang melilit petani tersebut. Sayangnya beberapa pihak terkait seperti penebas maupun Perpadi tidak hadir. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama yang juga selaku Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan mengatakan, sejatinya permasalahan padi rebah memang risiko terburuk dan tidak bisa dihindari karena faktor alam. Saat kondisi padi rebah, praktis bulir padi terendam air dan terkena lumpur sehingga mempengaruhi harga jual padi. Hal itu lebih diperparah ketika petani tidak
memanen sendiri dan memilih menjual kepada penebas. Setelah penebas memberikan panjar (pembayaran awal), pihak penebas tidak tahu kapan waktu panen. Semakin lama kondisi rebah, maka juga semakin berpengaruh pada kondisi bulir padi. Saat di posisi ini petani tidak bisa berbuat banyak dan penebas membayar rendah hasil panen mereka. Dalam rapat kemarin, seharusnya juga menghadirkan penebas
maupun Perpadi, tetapi sayangnya kedua pihak tidak hadir. Dari sanalah sebenarnya bisa dipastikan perjanjian antara penebas dan petani. Seperti jangka waktu pemberian DP dan kepastian harga beli padi, sehingga ada kepastian dan petani memiliki posisi tawar. KUD juga tidak bisa berbuat, karena sesuai perjanjian tripartit dana talangan mereka hanya bisa membeli gabah. ‘’Kalau membeli padi menyalahi perjanjian. Solusin-
ya setiap Subak kami harapkan punya sekaa manyi sendiri,’’ ujar mantan penyuluh pertanian ini. Terkait KUD dari evaluasi selama ini belum optimal menampung seluruh hasil panen padi di seluruh Subak di Jembrana. Dari anggaran dana talangan Rp 5 miliar setahun, yang terealisasi (cair) baru Rp 2,8 miliar. Daya tampung serta sarana KUD juga menurutnya tidak bisa menampung seluruh Subak di Jembrana. Sehingga pihak swasta diluar KUD juga berperan. Dari perhituangan dengan total luas lahan sawah 6.700 hektar di Jembrana, dana talangan Rp 5 miliar hanya bisa menampung lima persen saja. Untuk dapat maksimal menyerap, sarana di KUD seperti gudang, lahan jemur dan rice mill-
ing unit (RMU) perlu direvitalisasi. Permasalahan lain adalah terkait harga pembelian pemerintah (HPP) yang masih rendah. Harga gabah kering panen (GKP) hanya Rp 3.700 per kilogram, sementara di dipasaran jauh melebihi GKP. Kesenjangan harga itu lah menyebabkan Perum Bulog sebagai BUMN tidak bisa membeli hasil panen petani di Jembrana. Karena itu, Dewan Ketahanan Pangan menilai perlu adanya revisi GKP. ‘’Bulog kesulitan membeli gabah petani karena GKP-nya rendah, sedangkan harga jual saat ini sudah meningkat,’’ terangnya. Perlu adanya revisi APP karena Perpres 12 tahun 2015 sudah berlangsung empat tahun dan tidak direvisi. (kmb26)
Saat Arus Mudik Lebaran
Pelabuhan Gilimanuk Tetap Gunakan Tiket Elektronik
MASIH BERLUBANG - Jalan nasional di wilayah Klatakan, Kecamatan Melaya, Jembrana yang masih berlubang.
Jelang Arus Mudik
Jalan Nasional di Melaya Masih Berlubang
Negara (Bali Post) Arus mudik sebentar lagi akan berlangsung, namun perbaikan ruas jalan nasional Denpasar-Gilimanuk hingga saat ini belum maksimal. Meskipun sudah ada penanganan namun masih tampak tambal sulam. Kondisi membahayakan pengguna jalan yang melintas. Diharapkan pemerintah segera melakukan perbaikan-perbaikan sehingga kenyamanan dan keamanan pengguna saat arus mudik lebih terjamin. Dari pengamatan Jumat (10/5) kemarin, jalan nasional khususnya di wilayah
Kalatakan, Kecamatan Melaya masih banyak yang berlubang. Kondisi ini mengakibatkan pengendara sepeda motor sering terjebak dan ban sepeda motor sering terjerembab dalam lubang jalan. Akibatnya, sepeda motor bisa oleng dan rawan kecelakaan. ‘’Harusnya penanganannya lebih maksimal. Harus ada pengawasan dan direspons cepat untuk menutup lubang jalan. Karena ini sangat berbahaya. Motor saya sampai bunyi dan oleng karena menabrak jalan rusak tadi,’’ kata Suwistra yang
nyaris jatuh di lubang jalan Klatakan, Jumat siang. Karena motornya bermasalah saat menabrak lubang jalan, sehingga dia harus mengeceknya. ‘’Bannya sampai kempes. Mana sepi, di sini kawasan hutan,’’ tandasnya. Sebelumnya warga Jembrana menyayangkan setiap tahun jalan berlubang hanya di tambal sulam, tanpa ada penanganan lubang yang lebih maksimal. Bahkan, ada lubang-lubang kecil yang diabaikan. Padahal lubang itu berpotensi melebar dan lebih dalam sehingga membahayakan. (kmb)
Negara (Bali Post) – Pelayanan transportasi penyeberangan GilimanukKetapang pada arus mudik tahun ini tetap menerapkan uang elektronik. Khususnya kendaraan pejalan kaki, roda dua dan roda empat yang dari tahun ke tahun mendominasi selama arus mudik. Namun berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, perlu dilakukan penyempurnaan khususnya untuk kios-kios penyediaan kartu uang elektronik dan isi ulang. ‘’Itu salah satunya yang perlu diperbanyak, baik untuk penyediaan kartu maupun isi ulang. Kita akan koordinasi dengan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara),’’
Kampanye Keselamatan Lalu Lintas Sambil Berbagi Takjil
BAGI TAKJIL - Pembagian takjil dan brosur yang dilaksanakan jajaran Polantas Polres Jembrana. Dalam kegiatan tersebut ikut serta polisi kecil (pocil) TK Bhayangkari Polres Jembrana dalam mengkampanyekan
keselamatam berlalu lintas di dampingi Bhayangkari Polres Jembrana. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan Kamis (9/5).
Sementara untuk persiapan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, meskipun masih tiga minggu, namun secara umum saat ini sudah siap. Penerapan sistem di dalam pelabuhan menurutnya sama dengan tahun lalu. Termasuk ketersediaan kapal penumpang yang melayani maksimal 32 unit. ‘’Fokus kami di dalam areal pelabuhan, parkir dan pengaturan kapal-kapal,’’ tambah Agus. Diperkirakan akan ada peningkatan jumlah arus kendaraan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data pada arus mudik tahun lalu, kendaraan roda empat hampir 50 ribu unit, sedan-
gkan sepeda motor mencapai 88.839 unit dan 436.258 orang penumpang. Penerapan pembelian tiket dengan kartu uang elektronik sudah diberlakukan dua tahun terakhir. Selain lebih efektif, pembelian juga praktis karena loket tiket tidak perlu uang kembalian yang biasanya menguras waktu. Dari penerapan selama setahun lebih, masih baru sebatas kendaraan roda dua dan penumpang yang diwajibkan. Sedangkan untuk roda empat masih hybrid, bisa secara tunai bisa dengan uang elektronik. Sementara kendaraan umum dan kendaraan barang belum diterapkan. (kmb26)
LOKET – Loket tiket masuk Pelabuhan Gilimanuk khusus untuk kendaraan roda empat dan diatasnya. Tahun ini ASDP masih menerapkan pembelian tiket dengan uang elektronik.
Operasi Keselamatan Agung 2019
Negara (Bali Post) Guna menyosialisasikan ketertiban dan kedisiplinan berlalu lintas, jajaran Polantas Polres Jembrana melakukan kegiatan berbagi takjil, Jumat (10/5) kemarin. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko seizin Kapolres Jembrana mengatakan kegiatan itu dilakukan dalam rangka Operasi Keselamatan Agung 2019. Pembagian takjil untuk berbuka puasa sekaligus sosialisasi keselamatan dan ketertiban berlalu lintas dilaksanakan di simpang Sudirman Agung, Jembrana. Kegiatan Kampanye Keselamatan Lalu Lintas, selain membagikan takjil juga membagikan brosur serta stiker keselamatan kepada para pengendara roda dua dan empat yang melintas.
ujar Manajer Operasional ASDP Gilimanuk Agus Supriyatno, belum lama ini. Kartu uang elektronik yang berlaku untuk pembelian tiket penyeberangan hanya dilayani bank-bank yang tergabung dalam Himbara saja. Penyediaan ini penting agar memperlancar dalam pembelian tiket. Sebab, selain untuk sepeda motor dan penumpang pejalan kaki, penerapan pembelian tiket menggunakan uang elektronik ini juga diberlakukan untuk kendaraan roda empat. ‘’Ini juga mendukung program pemerintah, dan mempercepat transaksi saat di loket,’’ tandasnya.
Pihaknya berharap menjelang arus mudik para pengendara lebih waspada dalam berkendaraan. (kmb)
KARANGASEM
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
11
HARGA TELUR NAIK - Harga telur di pasaran mengalami kenaikan menjelang hari Lebaran.
Bali Post/kmb41
Jelang Lebaran, Harga Telur Ayam Naik Amlapura (Bali Post) Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Karangasem mengalami kenaikan relatif tinggi. Kenaikan harga telur itu lantaran menjelang hari raya Lebaran. Kenaikan itu juga merupakan dampak relatif banyaknya telur ayam
itu yang dikirim ke luar Bali, terutama ke Lombok. Salah seorang pedagang telur di Pasar Tradisional Amlapura Timur, Indah, mengatakan, harga telur ayam belakangan ini mulai mengalami peningkatan. Kenaikan itu sejatinya terjadi sejak beberapa hari belakan-
SOSOK Buat Rumah Aspirasi SEJUMLAH new comer akan menghiasi kursi DPRD Karangasem masa bakti 2019-2024. Dari 45 anggota dewan diprediksi 17 kursi merupakan pendatang baru. Sisanya masih diperkuat incumbent. Salah satu anggota dewan anyar itu caleg asal Rendang, I Made Agus Kertiana. Pemilik Bali Mitra Wahana (BMW) Telaga Waja itu, sukses merebut satu kursi dewan setelah meraup 6.008 suara. Kertiana pun berjanji membuat rumah aspirasi masyarakat setelah ia dilantik sebagai anggota dewan. Agus Kertiana maju dari Partai NasDem lewat Dapil IV yakni Selat, Rendang, dan Sidemen. Persaingan merebut satu kursi di Rendang itu ternyata cukup sengit. Pasalnya, ada tujuh caleg yang bertarung merebut kursi ke DPRD Kabupaten itu. Dengan banyaknya caleg yang maju, otomatis suara terpecah tujuh. Kendati demikian, berkat kerja keras dan kedekatan dengan masyarakat yang terjalin relatif bagus, akhirnya Kertiana sukses masuk parlemen di kabupaten dengan hasil cukup fantastis yakni 6.008 suara. Sudah tentu secara pribadi Made Agus Kertiana yang dihubungi Jumat (10/5) kemarin, mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada dirinya. Dengan keberhasilan ini, pihaknya berjanji tetap pada komitmen awal membuat rumah aspirasi untuk masyarakat. “Saya akan buat rumah aspirasi masyarakat setelah saya dilantik resmi jadi anggota dewan kabupaten,” janji Agus Kertiana. Tujuan dibangunnya rumah aspirasi masyarakat itu kata Kertiana, adalah sebagai tempat mengajukan aspirasi jika ada permasalahan yang dihadapi masyarakat umum. Dengan dibangunnya rumah aspirasi itu, pihaknya dapat mencarikan solusi sesuai permasalahan yang dihadapi. Termasuk memberikan pendampingan terhadap masyarakat yang kurang mampu ketika memerlukan pelayanan rumah sakit. ‘’Dengan pendampingan yang kita lakukan, mereka bisa lebih cepat mendapatkan pelayanan kesehatan itu,’’ ujarnya. Menurutnya, beberapa staf akan disiapkan menjaga rumah aspirasi itu, jika dirinya sedang ada di luar karena sebagai dewan sudah pasti relatif sibuk. ‘’Semoga apa yang saya lakukan nantinya benar-benar berpihak kepada masyarakat,” jelas Agus Kertiana. (nan)
gan ini. Sebelumnya, harga telur per satu trai hanya Rp 35 ribu. Namun sekarang, naik menjadi Rp 45 ribu per trai. ‘’Kenaikan harga telur itu nyaris mencapai Rp 10 ribuan per trai. Jika disimak, kenaikannya cukup tinggi,’’ ujar Indah. Indah menambahkan, ke-
naikan harga telur ini diduga disebabkan mahalnya harga pakan ternak. Selain itu, juga ada kaitannya dengan hari raya Lebaran. Di samping itu juga, ada dampak banyaknya telur ayam dari Bali itu dikirim ke luar Bali, salah satunya ke Lombok. Dengan demikian, stok telur
di Bali menjadi terbatas. ‘’Dengan malonjaknya harga telur itu, membuat daya beli menjadi menurun. Biasanya dalam sehari saya bisa menjual sampai 20 trai. Namun sekarang ini, hanya bisa saya jual lima trai,’’ ujarnya. Kenaikan yang relatif tinggi itu membuat pembeli
menjadi sepi. Sehingga omzet di warungnya dari penjualan telur jadi menurun. ‘’Kemungkinan akhir hari raya Lebaran, harga telur itu kembali normal,” jelasnya. Salah seorang pembeli, Ni Wayan Mariati, mengakui, saat ini harga telur ayam itu memang naik. Biasanya
dirinya membeli telur satu trai harganya Rp 35 ribu. Namun sekarang, naik Rp 10 ribu yakni menjadi Rp 45 ribu. Dengan kondisi ini, membuat dirinya terpaksa mengurangi membeli telur ayam itu. “Semoga harga telur ayam itu kembali normal,” harapnya. (kmb41)
Tembus Rp 677 Juta
Klaim Piutang Pasien Gunakan Dana Tak Terduga Amlapura (Bali Post) Klaim piutang pasien yang memakai dana tak terduga dari Dinas Sosial menembus angka Rp 677.890.906. Atas kondisi itu, pihak Rumah Sakit Karangasem berharap piutang itu segera dibayarkan. Dipercaya kondisi seperti itu mengganggu operasional di internal rumah sakit. Direktur RSUD Karangasem I Wayan Suardana, Jumat (10/5) kemarin mengungkapkan, untuk tahun 2 0 1 7 p i ut a n g n y a m e nc apai Rp 107.694.733, tahun 2018 (Rp 501.492.740), dan 2019 (Rp 68.703.495). Atas kondisi piutang seperti itu, berharap dapat segera terbayarkan, sehingga tidak ada piutang lagi. “Pengajuan sudah dilakukan oleh masyarakat yang
menerima bantuan itu kepada bupati agar bantuan sosial itu segera cair,’’ ujarnya. Jadi, pihaknya sifatnya hanya menunggu. Semoga piutang ini segera dibayarkan. Proses pembayarannya nanti dilakukan oleh masyarakat. Uangnya tetap bersumber dari pemerintah daerah. Suardana menambahkan, dengan adanya piutang itu dipercaya cukup berdampak
terhadap biaya operasional rumah sakit. Diyakini, piutang itu dapat berimplikasi terhadap pengobatan pasien itu sendiri. Apalagi, mereka yang melakukan pengobatan berulang-ulang. Maka mereka masuk dalam aplikasi catatan utang. Dengan demikian, maka tidak akan dapat membuka billing sistem terhadap pasien ini. Karena datanya sudah di-input di sistem aplikasi.
“Karena nama sudah tersimpan di sistem. Bila mereka memiliki utang, maka akan kelihatan di sana. Billing-nya jelas tidak bisa dibuka. Tetapi, khusus pasien emergency tetap kita layani. Kami harap, piutang itu segera bisa dilunasi, sehingga billing bisa dibuka,” pintanya. (kmb41)
Ditinggal Pensiun
Tiga Jabatan Pimpinan Tinggi Pemkab Kosong Amlapura (Bali Post) Tiga jabatan pimpinan tinggi di struktur Pemerintahan Kabupaten Karangasem kosong. Kosongnya ketiga jabatan itu akibat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengisi jabatan strategis itu sudah habis masa pengabdiannya alias pensiun. Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Karangasem Gusti Gede Rinceg mengatakan, ke-
tiga jabatan yang kosong saat ini adalah Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Asisten I, Dinas Perindustrian Perdagangan (Disprindag) Karangasem. Terhitung per 1 Mei 2019, jabatan pimpinan eselon IIb itu kosong karena pejabatnya memasuki masa purnabakti. Dinas Perindag yang sebelumnya dijabat Gusti Ngurah Suarta juga sudah memasuki masa pensiun. “Karena pejabatnya kosong,
maka untuk sementara diisi dengan pejabat pelaksana tugas (plt) di Disperindang Plt-nya Nengah Toya. Sedangkan Diskominfo Plt-nya Priagung Duarsa. Sedangkan Wayan Sutapa dipercaya sebagai Plt. Asisten I,’’ ujarnya. Rinceg menambahkan, atas kondisi ini Pemkab Karangasem akan melelang jabatan eselon IIb itu. Rencana lelang jabatan itu akan digelar setelah pengumuman pemili-
han umum. Lelang tiga jabatan itu akan segera dikoordinasikan dengan Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN), sehingga proses lelang itu bisa berjalan dengan baik dan lancar. “Proses lelang jabatan baru itu akan mulai diproses setelah penetapan hasil pemilu,” tambahnya. Lebih lanjut dikatakannya, pejabat yang mengikuti lelang jabatan pimpinan tertinggi itu akan mengikuti beberapa
tahapan seleksi. Beberapa item seleksi itu seperti seleksi administrasi, rekam jejak, kompetensi, wawancara, dan terakhir seleksi presentasi makalah. ‘’Peserta yang boleh ikut lelang jabatan itu adalah pejabat eselon IIIa. Mereka yang terpilih nantinya yang akan promosi menjadi eselon IIb. Pejabat fungsional juga diperbolehkan ikut lelang,’’ ujarnya. (kmb41)
Nelayan Minim Tangkapan
Harga Ikan Tongkol Melonjak Tajam Warga banyak yang tertarik memasak ikan laut sebagai lauk teman bersantap nasi. Salah satu ikan laut favorit di Karangasem adalah ikan tongkol. Hari-hari biasa, ikan itu relatif banyak di pasaran. Karena jenis ikan itu memang sangat mudah didapatkan para nelayan ketika melaut. Namun belakangan ikan ini, susah diperoleh warga di pasar. Hal itu menyebabkan harga ikan tongkol melonjak naik. Lalu, berapakah kenaikan harga ikan tongkol belakangan ini saat ikan itu susah diperoleh para nelayan?
Bali Post/kmb41
HARGA MELONJAK - Harga ikan tongkol melonjak akibat minimnya tangkapan nelayan.
BELAKANGAN ini, harga ikan tongkol melonjak relatif tajam. Melonjaknya harga ikan itu lantaran nelayan paceklik tangkapan ikan jenis itu. Pada musim ini, keberadaan ikan itu ibaratnya seperti menyingkir saja dari hunting (perburuan red) para nelayan. Karena itu, para nelayan tidak mendapat ikan yang dicari tersebut. Akibatnya, ikan tongkol itu sangat
langka ditemui di pasaran. ‘’Harga ikan tongkol sejak beberapa hari belakangan ini memang melonjak naik. Hal itu disebabkan minimnya tangkapan ikan yang didapat oleh para nelayan ketika mereka melaut,’’ ujar seorang warga, Ibu Sri. Ibu Sri mengeluh lantaran sulit mendapatkan ikan tongkol kegemaran keluarganya
itu. Karena stok ikan langka, bahkan sejak empat hari belakangan ini harga ikan itu terus melonjak. Sebelumnya, satu ekor ikan tongkol kecil ada pada kisaran Rp 1.500 hingga Rp 2.000. ‘’Namun karena stok terbatas sekarang ini, harga ikan tersebut naik,’’ ujar Ibu Sri . Belakangan, ibu-ibu menyebutkan harga ikan tongkol itu mahal. Bukan saja ikan tongkol yang relatif besar, bisa dibayangkan ikan yang kecilkecil tiga ekor saja mencapai harga Rp 10 ribu. ‘’Kenaikannaya hingga 100 persen. Sebab sebelumnya, harga ikan tongkol paling Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu saja,’’ tambahnya. Pihaknya kurang tahu kenapa belakangan ini harga ikan itu menjadi mahal. Mungkin bisa jadi, karena minim tangkapan yang diperoleh para
nelayan. Hal senada disampaikan Aryaningsih. Menurutnya, harga ikan tongkol itu memang naik belakangan ini. Sekarang ini, ikan tongkol yang ukurannya sedikit besar yang biasanya Rp 5 ribu kini naik menjadi Rp 7 ribu per ekor. ”Memang tergolong harga ikan tongkol itu mahal. Karena mahal, saya terpaksa hanya beli satu ekor saja,” katanya. Seorang nelayan, Nosriun, mengatakan, belakangan ini, hasil tangkapan ikan itu tidak terlalu banyak termasuk ikan tongkol yang menjadi favorit warga. Kondisi itu membuat belakangan harga ikan tongkol itu sedikit melonjak. “Tidak hanya saya yang minim tangkapan ikan tongkol. Nelayan lain juga sama minim memperoleh ikan favorit warga itu,” katanya. (nan)
KLUNGKUNG
12
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
BNPB Tak Penuhi Tunggakan Rp 1,6 Miliar
RSUD Bersurat ke KPLN Semarapura (Bali Post) -
RSUD Klungkung terus berupaya memperoleh dana Rp 1,6 miliar yang dipakai menangani pengungsi Gunung Agung. Setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tak merespons cepat suratnya, pihak rumah sakit berencana mengupayakannya ke Kantor Penagihan dan Lelang Negara (KPLN). Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, Jumat (10/5) kemarin, mengatakan pihaknya segera bersurat ke KPLN. Sebab, penggunaan dana itu harus jelas dapat dipertanggungjawabkan. Karena sebelumnya penggunaannya ditalangi dari pendapatan layanan pasien umum dan peserta BPJS Kesehatan. ‘’Kami sesalkan, kenapa surat resmi Bapak Bupati kepada BNPB tidak ditanggapi. Mestinya ditanggapi, agar kami punya rujukan yang legal untuk penanganan selanjutnya.
Selain itu, kami juga bisa melakukan penelusuran,’’ katanya. Saat itu, kata dr. Kesuma, ketika terjadi kekacauan, banyak warga mengungsi ke Klungkung. Saat itu warga pengungsi dari Karangasem mendapat penanganan serius dari petugas medis, sehingga banyak mengeluarkan biaya. Seperti biaya pelayanan kesehatan pengungsi untuk rawat darurat, rawat jalan, rawat inap, rawat intensif, dan pelayanan jenazah. Bahkan, pengungsi yang saat itu dipusatkan di Rendang,
saat berobat juga ke RSUD Klungkung. Sehingga biaya penanganan pengungsi menjadi paling tinggi di Klungkung mencapai Rp 1,6 miliar dibandingkan RSUD kabupaten lain, seperti Karangasem, Bangli, Gianyar maupun Buleleng. Waktu itu dalam pengajuan anggaran kepada BNPB setiap kabupaten yang terlibat dalam penanganan pengungsi, usulan seluruh kebutuhan rumah sakit dikoordinir oleh BPBD Karangasem. Namun, dr. Kesuma mengaku setelah itu tidak
ada penjelasan lagi. Berapa anggaran turun, kapan turunnya, dan digunakan untuk apa saja. Dia menegaskan akan terus berupaya untuk memperoleh dana itu lagi. Kalau pembahasan BNPB di pusat benar-benar mentok, maka pihaknya memastikan akan secepat mungkin bersurat ke KPLN itu. Sebelumnya Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, kata dr. Kesuma, sudah menindaklanjutinya dengan bersurat langsung kepada BNPB di Jakarta sekitar Februari lalu. Tetapi, pihak rumah sakit belum mendapat jawaban jelas. Padahal, piutangnya cukup besar. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho yang dimintai kon-
firmasi perihal persoalan ini mengaku tidak tahu perihal piutang itu. Sebab, seluruh bantuan BNPB saat penanganan pengungsi Gunung Agung tersalurkan langsung ke BPBD. Jadi, semestinya segala penanganan di daerah, tertanggulangi oleh BPBD. ‘’Saya tidak tahu. Coba tanya BPBD karena bantuan dari BNPB disalurkan kepada BPBD. Kemudian BPBD yang menggunakan bantuan tersebut, termasuk ke rumah sakit,’’ terang Sutopo. (kmb31)
Pencarian Wisatawan India Diperluas hingga ke Serangan
SOSOK
Ancaman DB Mengkhawatirkan KASUS demam berdarah terus terjadi. Sejak awal tahun hingga memasuki pertengahan Mei, pasien dengan dugaan demam berdarah, terus keluar-masuk RSUD Klungkung. Situasi ini diprediksi terus terjadi hingga Juni. Melihat ancaman DB kian mengkhawatirkan, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta, Jumat (10/5) kemarin, meminta OPD terkait memikirkan cara lain dalam penanganannya di lapangan. Sesuai keterangan pihak RSUD Klungkung, Wabup Kasta menyampaikan setiap hari ada rata-rata sepuluh pasien baru masuk ke RSUD Klungkung untuk mendapatkan perawatan. Sehingga Wabup Kasta meminta OPD terkait untuk memikirkan terobosan yang lebih efektif, agar penanganan ke lapangan bukan menunggu DB merebak dulu, kemudian merenggut korban, baru panik melakukan penanganan. “Menganalisis sampai kapan penyebarannya, pintar sekali. Tetapi, seharusnya pikirkan juga cara mengatasinya. Antisipasinya apa?” kata Wabup Kasta saat ditemui RSUD Klungkung. Wabup Kasta perlu memperingatkan itu, karena belakangan BD tidak hanya berkembang di daerah kumuh atau tak terawat. Tetapi juga di sekitar perumahan elite yang kebersihan lingkungannya cukup baik. Sebab, sebagaimana pengalamannya sendiri, salah satu anak Wabup Kasta, kini harus mendapat perawatan intensif pihak rumah sakit, karena terjangkit DB. Dia mendorong Dinas Kesehatan berinisiatif memikirkan cara-cara baru untuk memerangi DB ini dengan memaksimalkan upaya-upaya pencegahan. Dinas Kesehatan juga harus mampu membangun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Penderita demam berdarah (DB) cukup tinggi pada awal tahun 2019. Sepanjang Januari saja, RSUD Klungkung mencatat ada 37 orang suspect DB dan 21 orang lainnya positif DB. Sementara sepanjang Februari sebanyak 30 orang, untuk Maret mencapai 41 pasien, April 16 pasien, dan Mei 10 pasien. Data lima bulan terakhir ini tergolong tinggi. Padahal total, tahun 2018, hanya ditemukan 85 kasus DB. (gik)
Semarapura (Bali Post) Proses pencarian wisatawan India yang hilang setelah dihantam ombak di tebing Devil’s Tear’s Lembongan terus dilakukan tim gabungan. Memasuki hari keempat, korban Kausal Aditya (24) belum juga ditemukan. Padahal, proses pencarian sudah diperluas sampai ke perairan dekat Klungkung, Gianyar hingga di sekitar Serangan. Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Ida Bagus Surya Wiryawan dihubungi Jumat (10/5) kemarin, menyampaikan proses pencarian cukup terhambat oleh cuaca di tengah laut. Sebab, gelombang cukup tinggi serta angin juga cukup kencang. Namun, proses pencarian tetap dilakukan, bergerak dari masing-masing markas. Proses pencarian kali ini melibatkan satu unit RIB (Riggid Inflatment Boat) 10 meter dari Basarnas dan satu unit RIB serupa dari Sat Polair, ditambah satu speed boat. Pencarian juga dibantu nelayan setempat. Pihaknya sendiri setelah masuk lewat Pelabohan Benoa, langsung menyisir perairan di sekitar Serangan. Sebab, berkaca dari pengalaman sebelumnya, orang hilang di tengah laut kerap menepi di sekitar Serangan. ‘’Hari ini pencarian kami hasilnya nihil lagi. Usai pencarian kami terus akan lakukan evaluasi. Mana saja areal yang sudah tertangani, mana yang belum tertangani,’’ tegas Surya Wirawan. Melihat luasnya areal pencarian, selain penyisiran, pihaknya juga tetap menerapkan cara lain. Salah satunya, menyebar informasi upaya pencarian ini melalui pesan berantai yang diterima otomatis para nakhoda boat yang biasa
PENYISIRAN - Petugas saat melakukan proses penyisiran di tengah laut. melintas di sekitar perairan ini. Disinggung mengenai upaya melibatkan tenaga penyelam, Surya Wirawan menegaskan opsi itu tidak dilakukan. Karena lokasi jatuhnya korban ada di sekitar batu karang. Selain itu, sangat jarang ada penyelam yang berani mendekati titik jatuh korban, karena cukup berbahaya. Kabar hilangnya Kausal Aditya rupanya sudah sampai kepada para keluarganya.
Mereka secara khusus datang ke Bali, khususnya ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Surya Wirawan mengatakan, pihak keluarga saat datang ke kantornya menanyakan bagaimana perkembangan proses pencarian Kausal. Apakah sudah membuahkan hasil atau tidak. Pihak keluarganya dikatakan sempat mendesak agar menggunakan jasa diving dari kalangan swasta. Tetapi, pihaknya men-
egaskan upaya tersebut tidak memungkinkan. ‘’Setelah kami perlihatkan posisi korban jatuh melalui video, pihak keluarga memahami bahwa tidak mungkin menggunakan jasa diving,’’ terang Surya Wirawan. Seperti diberitakan sebelumnya, ganasnya ombak di sekitar Tebing Batu Belek atau dikenal wisatawan dengan nama Devil’s Tear’s kembali memakan korban, Selasa (7/5) siang. Seorang wisatawan as-
Bali Post/kmb31
ing asal India Kausal Aditya (24) seketika hilang dari atas tebing, setelah tersambar ganasnya ombak yang naik ke atas tebing itu. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana meminta wisatawan maupun warga lainnya agar lebih berhati-hati saat berada di tempat tersebut. Jangan terlalu dekat dengan bibir tebing, agar tidak membahayakan diri. (kmb31)
Cara Desa Paksebali Atasi Kendala Pelayanan
Gagas Aplikasi ’’SAPI Pintar’’, Urus Administrasi Lewat HP
SETIAP desa punya cara tersendiri melakukan pelayanan kepada warganya. Ada yang memakai gaya lama, ada pula yang berinovasi mengikuti perkembangan teknologi informasi. Seperti yang digagas Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, digagas aplikasi berbasis android yang diberi nama ‘’SAPI Pintar’’ atau Sistem Aplikasi Pelayanan dan Informasi Pintar Desa Paksebali. Sistem
ini membuat masyarakat desa setempat cukup mengurus administrasi hanya lewat HP. Aplikasi ini sebagai salah satu bentuk inovasi desa untuk menjawab tantangan pelayanan. Desa dengan jumlah penduduk 5.600 jiwa ini harus menciptakan inovasi itu, sehingga tak perlu repot antre di kantor perbekel. Salah satu pertimbangan lainnya, juga layanan aplikasi ini untuk memudahkan pelayanan kepada warga yang tinggal di luar Desa Paksebali, yang tidak bisa ke
Putu Ariadi
Bali Post/kmb40
kantor perbekel untuk mengurus administrasi. ‘’Sekarang hampir semua warga punya HP android. Jadi, saya optimis aplikasi ini bisa efektif,’’ kata Perbekel Desa Paksebali Putu Ariadi, Jumat (10/5) kemarin. Dari aplikasi ini, masyarakat bisa mengurus berbagai administrasi, seperti membuat Surat Tanda Usaha (STU), surat keterangan desa dan berbagai kebutuhan administrasi kependudukan lainnya. Jadi, masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang
dari luar daerah ke desa hanya untuk mengurus administrasi. Sebab, sebelumnya, warga Desa Paksebali yang tinggal di luar daerah mesti pulang ke desa hanya untuk mengurus surat keterangan. ‘’Kalau butuh bukti fisiknya, kami tugaskan klian banjar dinas langsung antarkan ke rumah warga yang memohon. Kalau warga yang memohon jauh, kami bisa kirimkan pdf-nya atau kirim bukti fisiknya lewat whatsapp,’’ tegas Ariadi. Ariadi menambahkan, dari
aplikasi ini masyarakat juga dapat melihat langsung progres penggunaan dana APBDes. Jadi, aplikasi ini juga sebagai bentuk transparansi desa kepada masyarakat setempat. Agar aplikasi ini berjalan maksimal, pihak desa juga menugaskan dua staf desa khusus untuk menangani permohonan warga atau pun berbagai pertanyaan. Untuk memanfaatkan aplikasi itu, cukup mudah. Masyarakat tinggal men-donwload-nya, kemudian memasukkan NIK dan fassword di dalam aplikasi
tersebut. Sisanya, tinggal pilih layanan sesuai kebutuhan dan tinggal tunggu hasilnya di rumah. Bagaimana dengan keluarga miskin yang notabene tak bawa HP android, Ariadi menegaskan, total KK miskin di Desa Paksebali tidak terlalu banyak. Hanya 41 KK tersebar di lima banjar dinas, seperti Banjar Dinas Timbrah, Paksebali Kawan, Paksebali Kanginan, Bucu dan Penijoan. Kalau mau memanfaatkan aplikasi ini,
warga yang bersangkutan bisa meminta bantuan kerabatnya. Atau kalau memang tidak bisa sekali, bisa langsung datang ke kantor desa. Dia berharap aplikasi ini bisa berdampak maksimal dalam urusan pelayanan. Ke depan, aplikasinya bisa dikembangkan lagi, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang menjadi kebutuhan. Usai di-launching Kamis (9/5) malam, Ariadi menegaskan aplikasi ini sudah resmi bisa dipakai. (gik)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr PRT Serius Kerja dan Jujur Langsung kerja 081999621166 B.BP.001.05.19.0000434
!!Dcr 2 Karyawati, 2 Cheker Pria Mekar Abadi Bangunan By Pass 777 Jimbaran(Slatan SPBU)
Dcri Sgra Admin Min SMA/Sdrjt Almt: Jl.T.Umar Barat 370,Dps Telp/WA:08192158168
!db Cook Helper & Waiter-es 1.8jt+Mes/Makan/Tips.Top busy cafe Jimbaran WA:081337555397
Dibut.Sgr Staf Gudang,cow/cew sopir SIM A,SIM B,Mak 25th,Pas Uang Mkn,Gj Pkok,Insentif,Bnus THR,BPJS,dll.Bwa Lam.Ke Jln. Nangka Utara Gg Belibis No.38 Jam Kerja 08.00-17.00 Telp.422235/418836/37
B.BP.004.05.19.0000402
B.BP.001.05.19.0000431
Cari Koko pengalaman min 1thb di Berawa SMS / WA 087838225522 B.BP.004.05.19.0000452
Cr PRT wanita tidur dalam gaji 1,5Jt keatas Tel.081529343788 B.BP.001.05.19.0000409
Dbthkn Adm & Mrkting,P/W,Min SMA/SMK,Hub: Jl.Tkd Musi 7X Denpasar.Telp: 233123 B.BP.801.05.19.0000312
B.BP.001.05.19.0000460
B.BP.001.05.19.0000432
Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA) B.BP.001.05.19.0000002
Dibutuhkan segera 4 Customer Service. Mahir berbahasa Inggris lisan/tulisan. Mampu mengoperasikan komputer. Kirim CV: iput@camtec.com.au B.BP.004.05.19.0000321
Dicari Adm Wnt,Sopir B1 Salesman/Girl Income 10Jt Jl.Bedahulu IVNo.12 Dps Email:erfintricahyo@gmail.com B.BP.004.05.19.0000454
Dicari Helper & Admin Hub.0361-413150 B.BP.001.05.19.0000438
Dicari Pembuat Pola+Penjahit Sample Maker Hub.081993886616 B.BP.004.05.19.0000365
Dicr Karyawati u/Laundry 2 Org Bs Tdr Dalam.Hub:087861070289 B.BP.001.05.19.0000442
SERVICE
BIRO JASA
Dicr Sgr Sales Marketing Tiki & Sopir Jln.Letda Regug No.1 DPS. Hubungi HP / WA:08123933318 B.BP.001.05.19.0000393
Driver,P,30-45th SIM (B1U)DpsBali,CV & SKCK ke:altanacareer @gmail.com 085200888899 B.BP.031.05.19.0000450
B.BP.001.05.19.0000458
CHEVROLET
Captiva Hitam 2.4 2010.Kondisi mulus n Bagus!! KM 59rb. Vcool n M.Full Var Ori.Ban R20.MB tech. Rutin Service.0817380322 B.BP.004.05.19.0000455
Perusahan Distribusi Nasional Membutuhkn Sales Man/Girl min SMA,GP + Komisi Menarik.Kirim rekrutmen@tgp-store.com atau Jl By Pass Ngurah Rai 46,Sanur
Jual cpt Mercedez B Class 2012, Toyota Harrier 2400 cc 2006 Hub.081916626160
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOTOR
DAIHATSU
VESPA
Daihatsu Terios 2011 Tgn 1 Mls Orisinil Trwt Hub.087800672952
Jual cpt Vespa GTS 2015 istimewa asli Bali 08113929919
B.BP.001.05.19.0000433
B.BP.001.05.19.0000440
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
Xenia’08 akhir KM 85rb,terawat Samsat baru,Hub.087861400101
MERCEDEZ
B.BP.154.05.19.0000462
B.BP.154.05.19.0000463
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Dijual Guesthouse Jimbaran Bdg DP 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.04.19.0000564
Rumah Tingkat/SHM,Ls Bgn330 Jl.PidadaVII/4DPS.081331663700 B.BP.001.05.19.0000246
PROPERTY DIJUAL TANAH
1,5A Jl.Glogr Carik,G.Kangguru No2 sdh tmbk kllg.085101818655 B.BP.154.05.19.0000461
Dijual Kav Tinga2 Grokgak DP 10% Bunga Krd 0.83% / Bln Hub:085792654757/081805374433 B.BP.004.04.19.0000534
Dijual Tanah Di Jalan Utama Renon Tantular Barat Bali 3.612 M2 Hubungi:087871260810 B.BP.031.05.19.0000451
Jl Tnh 20kav di Busungbiu Jln Hotmix 2-5A Hub.081237383333 B.BP.001.05.19.0000443
Tnh 1A - 10A Jl Ry LodtunduhTembongkang-Ubud.085937089333 B.BP.001.05.19.0000441
RUPA-RUPA Anda bth dana? Jminkn BPKB Mbl /Truck anda. Kmi dpt melayani. ITC Fin 0811253958/0361-420872 B.BP.004.05.19.0000449
BANGLI
14
Pemkab Gelar Apel Puncak HUT Ke-815 Kota Bangli Dibuka dengan Pementasan Tari Sekar Gumitir
HUT - Bupati Bangli I Made Gianyar saat apel peringatan HUT ke-815 Kota Bangli, Jumat (10/5) kemarin. PUNCAK hari ulang tahun (HUT) ke-815 Kota Bangli, Jumat (10/5) kemarin, diperingati Pemkab Bangli dengan menggelar apel di Lapangan Kapten Mudita. Puncak HUT Kota Bangli kemarin dibuka dengan pementasan perdana tari Sekar Gumitir yang merupakan tarian gagasan Bupati Bangli I Made Gianyar. Acara puncak HUT juga diisi pembukaan pameran pembangunan dan UMKM serta penandatanganan kerja sama antara Pemkab Bangli dengan Kejari Bangli dan BPJS. Dalam apel kemarin, Bupati Bangli I Made Gianyar bertindak selaku inspektur upacara. Apel peringatan HUT Kota Bangli dihadiri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, anggota DPRD Bangli, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Bangli, pemuka agama, pemuka adat, dan undangan lainnya. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan peringatan HUT pada hakikatnya merupakan momentum untuk mensyukuri prestasi yang telah diraih, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pembangu-
nan. Usia 815 dalam laju ruang dan waktu menandakan bahwa pertambahan usia tersebut pada dasarnya mengisyaratkan peningkatan taraf kedewasaan. ‘’Maka dari itu, patutlah kita senantiasa menyadari bahwa peringatan hari ulang tahun sesungguhnya bukanlah suatu prosesi seremonial semata yang dilakukan dari tahun ke tahun. Di samping itu juga, saya mengharapkan apa yang telah dicapai selama ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi, mengingat tantangan pemerintahan dan pembangunan ke depan semakin kompleks dan dinamis,’’ kata Gubernur. Tema yang diusung dalam HUT Kota Bangli kali ini yakni ‘’Melalui HUT Kota Bangli Kita Lestarikan Budaya Lokal untuk Memperkaya Budaya Nasional dalam Iklim Demokrasi Pancasila Menuju Bangli yang Gita Santi’’, dinilai sangat relevan dengan upaya mengembangkan dan membina kebudayaan daerah Bali untuk memperkaya keanekaragaman budaya bangsa. Diharapkan, adanya sikap kritis dan selektif dalam rangka memilah nilai budaya yang kondusif dan serasi untuk menghadapi tantangan pembangunan daerah di masa depan dengan berpegang teguh pada nilai filosofis Tri Hita
Karana dan manyama braya. Dalam kesempatan kemarin, Gubernur melalui sambutannya juga mengharapkan kepada seluruh jajaran Pemkab Bangli supaya mensinkronkan program-program di Kabupaten Bangli sesuai dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sehingga terbangun sebuah sistem pembangunan daerah Bali yang terkoordinasi dan terintegrasi. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar yang ditemui usai apel kemarin mengatakan, menjadikan peringatan HUT Kota Bangli sebagai momen untuk mengevaluasi pembangunan Bangli. Dirinya mengaku sangat mengapresiasi masyarakat Bangli yang polos, pekerja keras, baik hati, dan tidak sombong. Dengan kondisi APBD Bangli yang tidak tinggi, kesejahteraan dan gini rasio masyarakat Bangli sangat luar biasa. Made Gianyar juga mengatakan, di usia Bangli yang sudah sangat matang ini, sudah banyak target pembangunan yang tercapai. Hal itu membuatnya sangat bangga sekaligus bahagia menjadi bupati. ‘’Sudah melebihi ekspektasi pribadi saya. Saya tidak pernah memimpikan sampai ke lorong-lorong kecil jalan ter-hotmix. Sejak Made Gianyar menjadi bupati, jalan-jalan di desa, di banjar-banjar, semuanya ter-hotmix mulus,’’ katanya. Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan selama perayaan HUT ke815 Bangli merupakan implementasi arahan Gubernur Bali yakni untuk mengajegkan kesenian dan tradisi Bali. Sehingga kegiatan yang digelar pun lebih banyak menyentuh kearifan lokal masyarakat. ‘’Barong Ngunying dan Calonarang tidak pernah terpisahkan dalam hiburan perayaan HUT Bangli. Ini adalah salah satu upaya melestarikan kesenian Bangli,’’ terangnya. Ke depan acara perayaan HUT Kota Bangli akan terus dievaluasi dan dibuat semenarik mungkin. Pada akhir masa jabatan Bupati Bangli tahun 2020 mendatang, Sekda Giri Putra mengatakan perayaan HUT Kota Bangli akan dikemas lebih besar dan meriah. (ad466)
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
Tanda Tangani PKS UHC
Kabupaten Bangli Raih Predikat UHC dengan Cakupan 98 Persen Kepesertaan JKN-KIS MASYARAKAT Kabupaten Bangli patut bersyukur atas resminya menerima predikat Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ini berarti masyarakat Bangli kini dapat memanfaatkan program JKN-KIS untuk menjamin kesehatan dan kemudahan akses pelayanan kesehatan ke puskesmas maupun rumah sakit sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini juga membuktikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli yang tidak main-main dalam menjamin kesehatan masyarakatnya. Keseriusan Pemkab Bangli itu disampaikan langsung oleh Bupati Bangli I Made Gianyar saat melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut bertepatan dengan upacara peringatan HUT ke-815 Kota Bangli, Jumat (10/5) kemarin di Lapangan Kapten Mudita, Bangli. Penandatanganan tersebut disertai dengan penyerahan piagam penghargaan dari BPJS Kesehatan kepada Pemkab Bangli yang diserahkan langsung oleh Deputi Direksi Wilayah Bali NTT, NTB BPJS Kesehatan dr. Made Puja Yasa, AAK. Penandatanganan PKS dilakukan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung dr. Endang Triana Simanjuntak, AAK. ‘’Kami ingin masyarakat mudah mengakses pelayanan kesehatan saat mereka sakit. Kami ingin mereka bahagia saat ke puskesmas maupun rumah sakit. Oleh karena itu kami bersama dengan BPJS Kesehatan selalu berkoordinasi dengan baik dan dihasilkanlah komitmen ini yang dituangkan dalam PKS,’’ ungkap Made Gianyar. Selain itu, ia juga ingin penyerahan piagam dan plakat predikat UHC dari BPJS Kesehatan benarbenr dimaknai bukan hanya sebuah piagam saja namun lebih kepada implementasinya. ‘’Luar biasanya piagam ini harus diimplementa-
PENGHARGAAN - Deputi Direksi Wilayah Bali NTT, NTB dr. Made Puja Yasa, AAK. menyerahkan piagam pengahrgaan kepada Bupati Bangli I Made Gianyar, Jumat (10/5) kemarin. sikan betul oleh kami dan BPJS Kesehatan untuk masyarakat agar benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,’’ katanya. Sementara itu, I Made Puja Yasa menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Bangli. Menurutnya, UHC ini menjadi kado spesial bagi masyarakat Bangli. Di momen yang sangat baik ini, Pemkab Bangli menunjukkan sisi kehadirannya untuk masyarakatnya dalam hal akses pelayanan kesehatan. ‘’Sebelumnya kami ucapkan selamat hari jadi Kota Bangli yang ke-815. Semoga kado spesial ini dapat mewujudkan Bangli yang Santhi dan Jagaditha. Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari PKS di tingkat Provins Bali. PKS ini berlaku dari 1 Januari 2019 dengan cakupan kepesertaan 98%, ini adalah bukti sisi kehadiran pemerintah bagi masyarakatnya dalam memberikan akses pelayanan kesehatan,’’ kata Puja.
Ditanyai tentang mekanisme pelayanannya, Puja menyatakan pelayanan nantinya akan mengacu pada regulasi rujukan terintegrasi pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan dan Peraturan-peraturan dari Kementerian Kesehatan. Ke depan Pemkab dan BJPS Kesehatan akan mendorong kecukupan dan ketersediaan fasilitas kesehatan, kualitas layanan kesehatan dan yang terpenting adalah proteksi finansial bagi masyarakat yang belum mampu mengakes pelayanan kesehatan. Hingga Mei 2019, tercatat kepesertaan Bangli per April 2019 sebanyak 260.869 jiwa atau 98,08% dari penduduk yaitu 265.972 jiwa yang berasal dari berbagai segmen termasuk penduduk yang didaftarkan oleh Pemkab Bangli. Pemkab Bangli telah siap mengalokasikan sisa 2% atau sekitar 5.000 jiwa dan sudah dianggarkan, sehingga nanti masyarakat miskin yang belum terdaftar bisa langsung aktif. (ad467)
Dahan Beringin Patah Timpa Dua Mobil Bangli (Bali Post) –
Dua buah mobil yang melintas di jalan raya Sekardadi, Kintamani tertimpa dahan pohon beringin yang patah, Jumat (10/5) dini hari kemarin. Peristiwa tersebut mengakibatkan bagian depan kendaraan rusak parah. Beruntung kedua pengemudi kendaraan itu berhasil selamat.
PENYOK - Kondisi mobil yang penyok setelah tertimpa dahan beringin.
Tanggapi Pro-Kontra Gumitir Dijadikan Maskot
Bupati Made Gianyar Tawarkan Dua Pilihan
Bangli (Bali Post) – Munculnya pro-kontra di masyarakat terkait pemilihan bunga gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli, ditanggapi Bupati Bangli I Made Gianyar. Ditemui usai apel HUT Kota Bangli, Jumat (10/5) kemarin, Made Gianyar menegaskan saat ini sudah tidak ada waktu lagi untuk mencari pilihan maskot. Dia pun memberikan dua pilihan yang menurutnya cocok untuk dijadikan maskot Bangli. Selain bunga gumitir, Geopark Batur menjadi pilihan lain yang menurutnya tepat menjadi maskot Bangli. Made Gianyar menjelaskan, saat ini bunga sandat sudah tidak mungkin lagi dipakai sebagai maskot Bangli. Sebab, bunga tersebut sudah dipakai dan diperdakan oleh Kabupaten Tabanan. Karena itu, dia pun saat ini memberikan dua alternatif pilihan ke masyarakat yang bisa dijadikan maskot yakni bunga gumitir dan Geopark Batur. Pertimbangannya karena kedua pilihan itu, kini sudah ada tariannya. ‘’Bunga sandat juga sudah ada tariannya di Bangli. Tapi sudah tidak mungkin kita pakai maskot, karena sudah dipakai Tabanan,’’ jelasnya. Dikatakannya, ketiga tarian yang sudah ada itu, yakni tari bunga sandat,
tari sekar gumitir dan tari Geopark Batur (Kertan ing Danu Batur) nantinya akan diadopsi dalam perbup. Setelah salah satu di antaranya diputuskan dan ditetapkan sebagai maskot, maka dua tarian lainnya akan dijadikan tari kebesaran kabupaten. ‘’Nanti kalau misalnya Kertaning Danu Batur yang terpilih, maka tarian itu akan kita jadikan maskot Bangli. Yang tidak terpilih akan jadi tari kebesaran Kabupaten Bangli,’’ terangnya. Menurut Made Gianyar, saat ini sudah tidak ada waktu lagi mencari pilihan lain untuk maskot Bangli. Kata dia, kalau ada pilihan lain lagi, akan menimbulkan diskusi atau perdebatan yang tak berkesudahan. Karena belum tentu pilihan baru tersebut bisa disetujui semua masyarakat Bangli. Di samping itu, dari sisi anggaran juga tidak efisien. Dengan ada usulan maskot baru yang disetujui, maka pemerintah harus membuat kajian dan tarian baru lagi. Tentu itu memerlukan anggaran di APBD. ‘’Karena itu, saya kerucutkan jadi dua pilihan yaitu bunga gumitir dan geopark yang saat ini sudah ada tariannya,’’ terangnya. Sementara itu, disinggung mengenai adanya usulan PHDI Bangli agar meng-
gunakan bunga tunjung (teratai) sebagai maskot, Made Gianyar tidak memberikan tanggapan jelas. Dia hanya mengatakan bunga tunjung tidak bisa hidup di semua wilayah dan relung hati masyarakat Bangli. ‘’Coba di Sukawana, mana bisa hidup?’’ tandasnya. Sebelumnya, pada Kamis (9/5), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli mengundang sejumlah sulinggih, pemangku, tokoh geria, tokoh puri dan tokoh pemuda serta masyarakat di Kabupaten Bangli untuk membahas munculnya rencana bunga gumitir menjadi maskot Bangli. Dari hasil pertemuan itu, PHDI memutuskan akan bersurat ke Bupati Bangli untuk meminta agar rencana penggunaan bunga gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli dikaji ulang. Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra mengatakan sesuai hasil paruman yang digelarnya ada banyak masukan yang muncul terkait rencana bupati menjadikan bunga gumitir sebagai maskot Bangli. Pada intinya, hampir semua tokoh yang hadir tak sepakat dengan rencana pemilihan gumitir jadi maskot Bangli. Alasannya, karena dari sisi historis dan folosofi, bunga gumitir tidak ada kaitannya dengan Bangli. (kmb40)
Bali Post/ist
Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan dua mobil yang mengalami nasib nahas tersebut yakni mobil Carry ST 100 nopol DK 1461 BC yang dikemudikan I Nyoman Udara asal Desa Tamblang, Kubutambahan, Singaraja dan mobil Daihasu Xenia nopol DK 1554 PH yang dikemudikan I Ketut Merta, warga Banjar Alengkong Desa Songan B Kintamani.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 Wita berawal saat mobil Daihatsu yang dikendarai Ketut Merta datang dari arah selatan menuju utara. Di saat yang bersamaan datang mobil Carry yang dikendarai Nyoman Udara dari arah berlawanan. Saat tiba di jalan raya Sekardadi tepatya di depan Pura Puseh desa setempat, tiba-tiba dahan pohon beringin yang tumbuh di pinggir
jalan patah lalu menimpa kedua mobil itu. Kejadian tersebut mengakibatkan kedua mobil mengalami penyok pada bagian depan. Bahkan mobil Carry yang dikendarai Udara juga mengalami pecah pada bagian kaca depan. Sulhadi mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kedua sopir selamat. Meski demikian, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. ‘’Begitu mendapat laporan personel Polsek Kintamani langsung mendatangi TKP untuk membantu mengevakuasi korban dan kendaraan yang tertimpa pohon,’’ kata Sulhadi. (kmb40)
OLAHRAGA
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
Liga 1 Indonesia
Bali United Jamu Persebaya Mangupura (Bali Post) – Kompetisi Liga 1 Indonesia 2019 akan segera bergulir. Jadwal resmi pun sudah dirilis oleh Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator penyelenggara kompetisi Liga 1 2019. Bali United bakal menjalani laga pada pekan pertama dengan menjamu Persebaya Surabaya. Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (16/5) mendatang. Setelah itu, tim Serdadu Tridatu kembali menjalani pertandingan kandang kedua melawan Bhayangkara FC pada Selasa (21/5). Kedua laga ini digelar malam hari tepatnya pukul 21.30 wita. Dikutip dari situs Bali United, Jumat (10/5) kemarin, setelah dua partai di hadapan pendukung sendiri tersebut, tim Serdadu Tridatu menjalani laga tandang perdana. Lawan yang dihadapi pun bukan main-main yaitu juara Liga 1 2018, Persija Jakarta pada 31 Mei. Pertandingan ini sekaligus menjadi laga terakhir Fadil Sausu dan kawankawan pada bulan Ramadhan. Dari jadwal resmi yang dikirim oleh LIB, total Bali United menjalani delapan laga kandang dan sembilan partai tandang pada putaran pertama. Ada pun laga terakhir tim asuhan Stefano ‘’Teco’’ Cugurra ini di putaran pertama adalah bertandang ke markas Persipura Jayapura pada 31 Agustus. (kmb)
Inggris Kembali ke Pentas Eropa London – Liga Utama Inggris telah kembali ke pentas Eropa dalam satu minggu. Liverpool dan Tottenham Hotspur akan bertemu pada final Liga Champions yang digelar di Madrid pada 1 Juni mendatang. Chelsea dan Arsenal melengkapi dominasi Inggris dengan mencapai partai puncak Liga Eropa, Jumat (10/5) kemarin. Empat finalis Eropa dari Liga Primer baru pertama kali terjadi. Hanya dua kali sebelumnya yaitu pada Piala UEFA 1972 dan Liga Champions 2008 ada dua tim Inggris yang bertanding di final. Liverpool mengakhiri cengkeraman Spanyol selama lima tahun ketika mengejutkan Barcelona lewat kemenangan 4-0 di Anfield. Hasil ini menginspirasi Tottenham Hotspur untuk bangkit guna menyingkirkan Ajax sekitar 24 jam kemudian. ‘’Akan menjadi final yang menakjubkan antara dua tim Inggris dan kami menikmati,’’ ujar manajer Tottenham Mauricio Pochettino. ‘’Kami melihat Liverpool. Itu hanya untuk menunjukkan belum berakhir sampai selesai,’’ tambah bek Danny Rose setelah Spurs bangkit dari defisit agregat 0-3 di babak pertama untuk mematahkan Ajax berkat hattrick Lucas Moura.
4-3 di semifinal Liga Eropa, sedangkan hattrick PierreEmerick Aubayemang membawa Arse-
nal menang 4-2 atas tuan rumah Valencia sehingga unggul agregat 7-3. Final Liga Eropa akan berlangsung di Baku, Azerbaijan pada 29 Mei.
Bali Post/ist
Skuad Porprov Denpasar Lebih Muda Denpasar (Bali Post) – Tim sepak bola Porprov Kota Denpasar bermaterikan pemain kelahiran 2000, 2001, dan 2002. Padahal, persyaratan pemain Porprov Bali adalah 21 tahun atau kelahiran 1998. Kendati demikian kesebelasan Denpasar tetap mematok target medali emas pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang. Pelatih Kepala Tim Porprov Denpasar AAK Bramastra tidak mempermasalahkan skuadnya berusia muda. Selain itu, pembentukan tim baru dua pekan sehingga relatif lebih singkat dibandingkan kabupaten-kabupaten. “Justru keterlambatan start ini menjadi tantangan bagi kami untuk mempersembahkan medali emas,” tutur pria yang akrab disapa Gung Bram ini di Denpasar, Jumat (10/5) kemarin. Gung Bram memoles tim Denpasar didampingi Nyoman Magrung Jumada dan AAN Surya Negara alias Wah Ole, sedangkan pelatih kiper dipercayakan kepada Putu Dian Ananta. Saat ini, pihaknya baru merekrut 24 pemain. “Kami masih menerima pemain seleksi yang baru sampai 31 Mei,” ungkap pelatih yang sukses mempersembahkan medali emas untuk Denpasar pada Porprov Bali 2013 dan 2015 ini. Pemain yang direkrut berasal dari klub Pespa Padangsambian, Putra Tresna, Damar Cakti dan beberapa siswa SMA. Selama ini pelatihan berjalan tiga kali dalam sepekan tiap Senin, Rabu, dan Jumat. Program latihan masih tahap awal seperti penggenjotan fisik dan teknik. (022)
Pihak kepolisian mempersilakan tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana untuk mengajukan praperadilan terkait kasus yang menjeratnya itu. ‘’Itu hak mereka, silakan. Nanti kita hadapi di pengadilan,’’ ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (10/5) kemarin. Eggi diketahui memang berniat mengajukan praperadilan dalam kasus yang menjeratnya. Hal itu terbukti dengan kuasa hukum Eggi Sudjana, Pitra Romadoni, yang mengajukan permintaan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat ini sekitar pukul 10.30 WIB dan teregistrasi di PN Jaksel dengan Nomor: 51/Pid/ Pra/2019/PNJKT.SEL. Saat ditemui, Pitra menyatakan bahwa kliennya
Gianyar (Bali Post) Diperbaruinya trofi Piala Presiden yang merupakan hasil karya seniman Gianyar menimbulkan pertanyaan dari masyarakat. Salah satunya datang dari Wayan Gede Hari Putra, seorang pegiat olahraga di Gianyar. Menurutnya, pembaruan hasil karya seni milik seniman patung asal Desa Kemenuh Kecamatan Sukawati ini tanpa ada pemberitahuan dari pihak PSSI atau pemerintah. ‘’Jangankan perhatian berupa penghargaan atas karyanya, pemberitahuan perbaikan saja tidak ada,’’ kata warga Gianyar itu, Jumat (10/5) kemarin. Pembaruan wajah trofi Piala
10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Upacara Rsi Yadnya (5) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Gemilang Prestasi Seni Tari dan Karawitan 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Legong Bidadari (2)
PENALTI – Kiper Kepa Arrizabalaga (kiri) dan Cesar Azpilucueta merayakan kemenangan Chelsea atas Eintracht Franfurt lewat adu penalti.
Presiden terlihat pada kejuaraan yang diselenggarakan tahun 2019. Ada sentuhan perak dalam trofi buatan seniman patung I.B. Ketut Lasem tersebut. ‘’Kasihan hasil karya seniman dan senimannya diputus begitu saja tanpa ada perhatian berkelanjuutan,’’ tambahnya. Sementara itu, I.B. Ketut Lasem juga tidak mengetahui hasil karyanya dilakukan perbaikan oleh seniman lain. Sejak trofi Piala Presiden itu diserahkan tahun 2015, baik pemerintah maupun PSSI tidak ada kontak dengan dirinya. ‘’Saya hanya melihat trofi itu dari televisi,’’ ujarnya. Seniman yang berkarya sejak tahun 1954 ini mengatakan,
jangannya mendapatkan penghargaan berupa royalti, karyanya dinikmati oleh orang lain dan merasa senang, itu sudah menjadi kebanggaan. Namun, atas perbaikan yang dilakukan terhadap trofi Piala Presiden yang dibuatnya setidaknya ada koordinasi dengan konseptornya. Dalam kenangannya, trofi Piala Presiden itu dibuat dari kayu jati Bojonegoro setinggi 50 cm. Trofi itu dibuat selama dua bulan di workshop-nya di Jalan Raya Kemenuh, Sukawati. Dirinya membuat trofi tersebut setelah melewati seleksi panitia bersaing dengan empat seniman patung di Gianyar. (kmb16)
Ida Bagus Ketut Lasem
Bali Post/kmb16
Sixers dan Blazers Paksakan Laga Ketujuh
30 POIN – C.J. McCollum (kanan) mencetak 30 poin untuk Portland Trail Blazers.
Sabtu, 11 Mei 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Upacara Rsi Yadnya (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Line Dance 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Sabha Parwa 1 09:30 Wita Belajar Menggambar Art Paper Ayam Petelur
san yang manis untuk Kepa setelah dikritik karena menolak digantikan saat dikalahkan Manchester City di final Piala Liga. Manajer Chelsea Maurizio Sarri mengakui timnya kesulitan mengendalikan permainan dan membutuhkan keberuntungan untuk menghindari kejutan lawan. ‘’Kami memainkan bab a k pertama yang sangat bagus, kemudian mendapat masalah. Kami pasif di fase pertahanan, jadi kebobolan. Di perpanjangan waktu kami benar-benar lelah. Tidak ada persiapan untuk penalti karena bisa menendang dengan sangat baik di tempat latihan tetapi kemudian tekanannya berbeda,’’ ungkapnya. Hazard juga menikmati kontribusinya yang krusial di tengah desas-desus kepindahannya ke Real Madrid. ‘’Saya hanya berpikir untuk memenangkan sesuatu untuk klub ini. Jika ini adalah pertandingan terakhirku, aku akan mencoba melakukan segalanya,’’ tutur kapten Timnas Belgia ini. (afp/ kmb)
Seniman Pembuat Trofi Piala Presiden Tak Tahu Karyanya Diperbarui
Eggi Sudjana itu tidak pernah melakukan makar hingga ujaran kebencian. ‘’Perlu kami luruskan di sini bahwasanya klien kami tidak pernah melakukan makar, tidak pernah melakukan ujaran kebencian, apalagi berita bohong,’’ ujar Pitra di PN Jaksel. Menurut Pitra, seruan people power yang disampaikan Eggi Sudjana bukan merupakan suara Eggi Sudjana pribadi. Pernyataan tersebut, dikatakan Pitra, sebenarnya berasal dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi karena Eggi adalah tim advokat BPN. Eggi resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dengan pasal dugaan makar, hasil pengembangan dari laporan Supriyanto, seorang relawan dari Pro Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac), yang melaporkan Eggi Sudjana ke Bareskrim Polri pada Jumat (19/4). (ant)
Final ini akan menjadi yang pertama bagi Arsenal di Eropa sejak dikalahkan Barcelona di final Liga Champions 2006. ‘’Saya sangat bangga dengan para pemain dan para pendukung. Para pemain melakukan semua yang mereka bisa dan kami bangga dengan seluruh klub,’’ kata pelatih Unai Emery yang memimpin Sevilla merebut tiga gelar Liga Eropa. Chelsea mencapai final Liga Eropa lewat kepahlawanan kiper Kepa Arrizabalaga di Stamford Bridge. The Blues memimpin laga kedua semifinal berkat gol babak pertama Ruben Loftus-Cheek. Luka Jovic menyamakan kedudukan segera setelah jeda. Skor 1-1 mengharuskan perpanjangan waktu, namun agregat tetap 2-2. Tendangan Cesar Azpilicu-
eta diselamatkan oleh Kevin Trapp dalam drama adu penalti, tetapi Kepa menahan upaya Martin Hinteregger dan dan Goncalo Paciencia sebelum Eden Hazard memasukkan tendangan yang menentukan kemenangan Chelsea. Itu adalah momen penebu-
Penalti Chelsea membutuhkan adu penalti untuk mengalahkan Eintracht Frankfurt Tim sepak bola Porprov Kota Denpasar.
15
17:00 Wita Lila Cita Sanggar Sri Kencana & Rimantaka (4) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Sinergi Bali 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Rarung Duta,Desa Pakraman Pemogan (5) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
Los Angeles – Philadelphia 76ers dan Portland Trail Blazers memaksa Toronto Raptors dan Denver Nuggets menjalani pertandingan ketujuh pada putaran kedua playoff NBA. Sixers dan Blazers bangkit dengan memukul lawan-lawannya pada laga keenam yang membuat skor imbang 3-3, Jumat (10/5) kemarin. Jimmy Butler mencetak 25 poin, sedangkan Ben Simmons dan Joel Embiid tampil bersemangat ketika 76ers menang 112-101 atas Raptors di Wilayah Timur. Butler juga memiliki 6 rebound dan Embiid selesai dengan 17 poin dan 12 rebound. Tobias Harris menambahkan 16 poin, sedangkan J.J. Redick dan Mike Scott masingmasing memiliki 11 poin. ‘’Aku bermain untuk menang. Inilah yang harus saya lakukan untuk memberi kami peluang besar untuk menang,’’ kata Butler. Kawhi Leonard memimpin Raptors dengan 29 poin dan 12 rebound. Pascal Siakam menambahkan 21 poin dan Kyle Lowry mengumpulkan 13 poin. Leonard telah mencetak setidaknya 20 poin dalam delapan pertandingan playoff. Laga ketujuh dimainkan di Toronto pada Senin lusa. Pemenangnya menghadapi Milwaukee Bucks
di final. Di Wilayah Barat, Damian Lillard mencetak 17 dari 32 poinnya di kuarter ketiga untuk Blazers yang menang 119-108 atas Nuggets. C.J. McCollum menambah 30 poin
dan Rodney Hood mencetak 25 poin untuk Blazers. Nikola Jokic memimpin Nuggets dengan 29 poin dan 12 rebound, sedangkan Jamal Murray menambahkan 24 poin dan 10 rebound.(afp/kmb)
balipost http://facebook.com/balipost
Sabtu Umanis, 11 Mei 2019
Grace Anastasia
Tak Sekadar Penuhi Kuota Perempuan
NAMA Grace Anastasia Surya Widjaja mungkin kurang dijagokan untuk bisa lolos menjadi anggota DPRD Bali. Terlebih, partai pengusungnya yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan partai baru. Tetapi nyatanya, Grace berhasil merebut satu kursi di legislatif tingkat provinsi itu. Bahkan menjadi satu-satunya caleg dari PSI yang lolos dari Dapil Kota Denpasar. ‘’Betul, PSI memang partai baru, sejujurnya saya adalah caleg yang kurang dijagokan, tapi saya bukan caleg untuk sekadar pemenuhan kuota perempuan,’’ katanya di Denpasar, Rabu (8/5). Saat dipastikan lolos ke DPRD Bali, Grace tidak memprediksi hal itu sebelumnya. Bisa dikatakan, itu di luar kemampuan dirinya. Ia hanya berserah kepada Tuhan, dan hanya berdoa juga memohon izin kepada leluhur Bali seandainya memang diizinkan berjuang di parlemen. ‘’Saya sadar, saya termasuk minoritas di Bali, saya perempuan, saya bukan orang Bali, saya pendatang, saya etnis Tionghoa dan saya beragama Katolik. Tapi itu tidak menghalangi saya untuk bisa berjuang di parlemen. Puji Tuhan saya lolos,’’ ungkapnya berbinar. Grace sendiri berkomitmen untuk memperjuangkan nilainilai PSI. Yakni menebar kebajikan, merawat keragaman dan mengukuhkan solidaritas. Termasuk akan mewujudkan Aplikasi Solidaritas yang telah dicanangkan oleh PSI, tetap menjunjung nilai-nilai Pancasila, dan fokus dengan program kerja yang sudah dibuatnya. Sedikitnya ada tiga program kerja utama yang akan diperjuangkan Grace selama duduk di kursi dewan. Yakni, melindungi anak, melindungi perempuan, dan memberdayakan perempuan. ‘’Visi saya
adalah mewujudkan rakyat Indonesia yang memiliki nilai luhur, berbudi pekerti, memiliki sopan santun, tata krama, etika dan menghormati orang yang lebih tua,’’ ucapnya. Grace menuangkan visi tersebut ke dalam tiga misi. Di antaranya, mendidik dan memberdayakan kaum perempuan agar menjadi perempuan yang tangguh. Namun, tetap peduli pada keluarga, hormat kepada suami, bisa memiliki penghasilan sendiri, dan piawai dalam membesarkan anak-anak mereka sesuai dengan norma-norma ajaran agama masing-masing. Dengan harapan, anak tersebut menjadi generasi penerus bangsa Indonesia yang dapat diandalkan. Kedua, memberantas praktik aborsi, menekan angka KDRT, pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak, serta memberantas para pelaku paedofil. Kemudian, memperjuangkan hak bayi yang lahir untuk memiliki akta kelahiran. ‘’Bagaimana cara saya melaksanakannya? Melalui perda, melalui penyuluhan, seminar, melalui sidak langsung, serta bekerja sama dengan dinas dan lembaga terkait memberantas praktik aborsi, pelaku paedofil dan pelecehan seksual,’’ pungkasnya. (rin)
Ukm S EB A N Y A K 1 0 0 p e n gukir dari Bali diberikan pelatihan kompetensi dan skill yang nantinya akan disertifikasi oleh tim Lembaga Sertifikasi Profesi Kriya Kayu Ukir. Sertifikasi dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan nilai tambah dari pengukir. Deputi Fasilitasi HAKI dan Regulasi Bekraf Ari Juliano Gema mengatakan, sertifikasi kompetensi penting dilakukan dalam rangka menguji tiga hal yaitu kemampuan dasar, teknis, attitude atau perilaku. Sehingga nanti dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaannya, hasil produknya terjamin karena tiga unsur itu sudah dilakukan. Ia menegaskan sertifikasi kompetensi ini bukan untuk menstandarkan kreativitas. ‘’Yang distandarkan ini adalah perilaku dalam membuat, melakukan profesinya. Bagaimana memilih kayunya, bagaimana teknis mengukir kayunya. Tapi apa yang mau dibuat, bagaimana kreativitas itu
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Cegah Kelelahan Petugas KPPS
Muncul Gagasan Penghitungan Suara Elektronik
Denpasar (Bali Post) Gagasan perubahan sistem dalam penghitungan perolehan suara dalam pemilu mulai mencuat. Salah satunya dengan melakukan evaluasi penghitungan suara menggunakan cara elektronik. Alasannya, dengan penghitungan secara elektronik atau e–counting, dapat mengurangi kelelahan berlebihan para petugas dan mempercepat penghitungan suara nasional. Korban penyelenggara Pemilu 2019 yang terjadi bukan saat petugas KPPS melayani masyarakat yang ingin mencoblos. Melainkan, ketika petugas melakukan rekapitulasi penghitungan
perolehan suara. Pemilu yang dilakukan secara serentak tahun 2019 ada lima pilihan. Sudah barang tentu dalam penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara menjadi cukup lama sehingga muncul
kelelahan. ‘’Ini gagasan pribadi saya, ke depannya kita perlu melakukan penghitungan secara elektronik untuk membantu kita mempercepat proses dan tidak mengelu-
WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima kunjungan dari Delegasi Penanggulangan Bencana Kementerian Luar Negeri Republik Federal Jerman yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Crisis Response Centre Tina Debenham di ruang kerjanya, Jumat (10/5) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwasannya sebagai daerah pariwisata dunia, kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana menjadi perhatian utama guna memberikan rasa nyaman dan aman bagi para wisatawan. Ditambahkannya, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah semata, namun diperlukan sinergitas semua komponen yang ada termasuk di dalamnya masyarakat, pihak swasta dan media dalam
upaya menciptakan ketangguhan dalam menghadapi bencana. ‘’Kami secara rutin melakukan simulasi kesiapsiagaan terhadap bencana, koordinasi dan komunikasi serta edukasi kepada masyarakat dalam meminimalisir risiko akan kebencanaan gencar kami lakukan. Dengan demikian semua pihak paham akan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, dan diharapkan dapat mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa,’’ imbuhnya. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin, di mana Pemprov Bali telah melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan ketangguhan serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Secara rutin, BPBD Provinsi Bali bekerja sama
dengan stakeholder terkait melakukan simulasi kesiapsiagaan bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Tidak terhenti di situ saja, BPBD Provinsi Bali juga telah menyiapkan skema evakuasi serta penanganan pascabencana, seperti skema evakuasi wisatawan jika Bandara Ngurah Rai harus tutup karena erupsi Gunung Agung seperti beberapa waktu lalu. Pemprov Bali akan menyediakan transportasi darat untuk menuju bandara terdekat dan menyediakan penginapan bagi para wisatawan, di mana hal tersebut difasilitasi secara gratis. ‘’Ke depan kami akan terus meningkatkan kualitas kesiapsiagaan, di antaranya dengan menambah sirine peringatan dini tsunami, peningkatan kualitas para anggota dan relawan, serta yang terpenting membangun ketangguhan yang lebih kuat akan kebencanaan di tengah masyarakat, kami ingin
arkan kertas banyak,’’ kata Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan usai rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat provinsi, beberapa waktu lalu. Dengan penghitungan secara elektronik maka penyelenggara pemilu tidak banyak melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara yang melelahkan. Selain itu, penghitungan suara
ini tidak bisa diganti–ganti atau dicoret. Sebelumnya, berkenaan dengan evaluasi pelaksanaan pemilu juga diungkapkan pengamat politik Universitas Udayana Dr. Drs. I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si. Dalam hal pelaksanaannya ini dilakukan dengan adanya jeda istirahat sebagaimana sistem kerja pegawai ATC pada bandara. (kmb16)
Kementerian Luar Negeri Jerman Puji Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana
Tingkatkan Nilai Tambah Pengukir Disertifikasi akan terjadi, itu kita biarkan, diserahkan kepada perajin,’’ tandasnya. Dengan sertifikasi, diharapkan ketika pembeli mengharuskan sebuah produk yang akan masuk ke suatu negara memiliki SVLK (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu), maka perajinnya juga akan dilihat kompetensinya. Dari sana dikatakan akan muncul nilai tambah atau kebutuhan-kebutuhan tertentu. ‘’Karena dalam negara maju sertifikasi kompetensi sangat dilihat dan dinilai positif dan dihargai dengan nilai tambah dibandingkan orang-orang yang mungkin bekerja sebagai hobi atau sambilan atau tidak memiliki kompetensi yang diakui oleh negara,’’ ungkapnya. Sertifikasi yang dilakukan bukan untuk menstandarkan hasil karya perajin namun juga perilaku perajin dalam membuat kerajinan. Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Kriya Kayu Ukir Bernandus Arwin mengungkapkan bahwa sertifikasi ini sama halnya dengan pendidikan formal dari SD, SMP, SMA, S-1, S-2, S-3. Dari 1 sampai 9 level, level 8 merupakan level setara master (S-2). Sementara sertifikasi yang diikuti pengukir merupakan level 3 sampai 4 yaitu standar operator. Standar perilaku ini pent-
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
ing dalam menghadapi persaingan global. Indonesia sebagai negara penghasil kayu, harus memiliki SVLK bagi yang memanfaatkan kayu. Hal itu berarti Indonesia diakui dunia dengan memiliki hutan tropis terbesar di dunia. Sehingga memiliki kewajiban untuk memelihara kelangsungan hutan. Sebagai pengukir kayu kalau tidak dibekali sertifikasi, persaingan ke depan akan sulit. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, dalam rangka meningkatkan daya saing perajin dan pelaku industri di Bali, pihaknya telah melakukan bimtek. Sertifikasi juga dilakukan dalam rangka meningkatkan daya saing, termasuk sertifikasi profesi kriya kayu ukir. Selain bimtek, pihaknya juga membantu dalam pemasaran, inovasi kerajinan bahkan juga bantuan peralatan. Bantuan peralatan pada perajin khususnya diberikan subsidi 70 persen dalam pembelian peralatan. Jumlah industri di Bali saat ini sebanyak 15.100. Dari 15.100, terdiri dari industri makan dan minum, kerajinan kayu, kerajinan perak, dll. ‘’Yang unggulan di Bali yaitu kerajinan perak, kayu, dna fashion,’’ ungkapnya. (may)
Ketua LSP Bernandus Arwin (nomor dua dari kanan), Deputi Fasilitasi HAKI dan Regulasi Bekraf Ari Juliano Gema (nomor tiga dari kanan), Kepala Disperindag Bali Putu Astawa (nomor dua dari kiri).
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima kunjungan Delegasi Penanggulangan Bencana Kementerian Luar Negeri Republik Federal Jerman di ruang kerjanya. mewujudkan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) baik di desa adat maupun desa dinas seluruh Bali,’’ tuturnya. Menanggapi hal tersebut, Tina Debenham yang didampingi Konsul Jerman untuk Bali H.E. Robert Jantzen menyampaikan pujiannya akan berbagai langkah kesiapsiagaan yang telah di-
lakukan di Bali. Ke depan pihaknya tertarik dan siap untuk melakukan kerja sama dalam bidang penaggulangan bencana dengan Bali, sehingga Bali sebagai destinasi pariwisata dunia dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan khususnya terkait penanganan kebencanaan. (rin)