Skip to main content

Edisi Selasa 11 Pebruari 2020 |balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 175 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

selasa paing, 11 Februari 2020

balipost http://facebook.com/balipost

Babinsa Ditemukan di Pantai Klecung

Ida Pedanda Ketewel Ditanggung BPJS

Proses pencarian Peltu TNI I Ketut Susila Adnyana, Babinsa yang terserat arus Sungai Yeh Ho, Senin (10/2) kemarin membuahkan hasil. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dan terdampar di Pantai Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur.

BPJS Cabang Klungkung meluruskan informasi terkait data kepesertaan ganda Ida Pedanda Gede Ketewel. Hanya kartunya yang tercetak ganda. Dengan demikian Ida Pendanda Ketewel dipastikan ditanggung BPJS.

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

KLUNGKUNG | HAL. 7

TABANAN | HAL. 5

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Tertimpa Pohon Bocah Lima Tahun Meninggal Pohon tumbang merenggut korban jiwa di Karangasem. Korbannya I Nyoman Sukmayasa, bocah lima tahun asal Banjar Kangin, Desa Seraya Timur. Ayahnya saat ini masih dalam kondisi kritis. KARANGASEM | HAL. 8

GAGAL FOKUS KAWAL TATA RUANG Ekosistem alam Bali harus diselamatkan. Ini harusnya menjadi komitmen bersama. Sayangnya pembangunan yang tak terkontrol dan cenderung liar, gagal diawasi. Bali terkesan gagal fokus menjaga tata ruangnya. Solusinya, segera identifikasi isu-isu lingkungan. Moratorium investasi di kawasan tertentu. Penanganan masalah Bali jangan terhenti pada kajian teoretis, tetapi harus bergerak pada tataran implementasi.

K

egalauan Bali dalam menindak pembangunan yang melanggar kawasan hijau dan melanggar zonasi terlihat jelas. Pelanggaran marak. Jalur hijau bahkan meranggas, tak jelas lagi batas-batas wilayanya. Pembiaran dan aksi tutup mata pejabat dalam hal ini bisa dikategorikan sebagai bentuk gagal fokus mengatasi masalah tata ruang Bali. Bali cenderung bergerak pada kepentingan ekonomi tanpa melihat dampak sistemik terhadap makin amburadulnya keseimbangan lingkungan. Kesan adanya upaya melegalisasi pembangunan investasi di kawasan jalur hijau justru menguat. Keberpihakan pejabat dan pengambil kebijakan terhadap lingkungan Bali patut dipertanyakan.

Wawancara Bali Post dengan Pakar Tata Ruang Prof. Rumawan Salain dan Pemerhati Lingkungan Hidup Universitas Udayana Dr. I Made Sudarma, Senin (10/2) kemarin, mengisyaratkan perlu adanya kesamaan persepsi menjaga keseimbangan alam Bali. ‘’Saya sangat berharap bahkan menyarankan agar kita fokus menjaga tata ruang. Jika ledakan penduduk tak terkendali dan pembiaran pelanggaran tata ruang terus terjadi, maka Bali tinggal menunggu bencana lingkungan,’’ ujar Prof. Rumawan. Ia mengingatkan kesepahaman terhadap pentingnya mengatur zonasi dan patuh terhadap peruntukan zonasi haruslah dibangun. Hal. 11 Harus Dijabarkan

’’Bali cenderung bergerak pada kepentingan ekonomi tanpa melihat dampak sistemik terhadap makin amburadulnya keseimbangan lingkungan. Kesan adanya upaya melegalisasi pembangunan investasi di kawasan jalur hijau justru menguat. Keberpihakan pejabat dan pengambil kebijakan terhadap lingkungan Bali patut dipertanyakan.’’

Dibatasi Kewenangan dan Jumlah Personel

PENEGAKAN tata ruang seperti jalur hijau, sempadan pantai dan perambahan hutan dibatasi oleh beberapa hal di antaranya perbedaan kewenangan dan jumlah personel. Misalnya dalam pengawasan Perda RTRWP, jumlah personel Satpol PP Provinsi Bali terbatas. Sementara kewenangan pengawasan hutan banyak berada di pemerintah pusat. Namun, Satpol PP Provinsi Bali telah berupaya memaksimalkan fungsinya. ‘’Kalau jalur hijau itu kan kita lihat petanya dulu, peta zonanya. Kalau dia zona jalur hijau, ada bangunan di sana ya… kami pasti tindak. Cuma sesuai dengan wilayahnya masingmasing, kita pasti koordinasi dengan kabupaten/kota,’’ ujar Kepala Satpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi dikonfirmasi, Senin (10/2) kemarin. Menurut Rai Dharmadi, pihaknya terlebih dulu melakukan pendekatan secara humanis atau persuasif. Kalau masih melanggar setelah diberikan peringatan, barulah dilakukan tipiring. Tindakan hukum yang diambil disesuaikan dengan perda di daerah. ‘’Kalau ada laporan dari masyarakat kepada kami, kami pasti tetap melibatkan kabupaten. Tapi untuk jalur hijau, tidak ada melaporkan ke kami karena mungkin sudah diselesaikan oleh masing-masing daerah,’’ paparnya. Rai Dharmadi menyebut provinsi juga kerap diajak berkoordinasi oleh pemerintah pusat untuk menindak pelanggaran di hutan. Hal. 11 Ambil Alih

OPINI

Harian Bisnis Bali 12 KUPVA Tak Berizin di Ubud Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing Bali Ayu Astuti Dhama mengatakan, pada akhir 2019 ditemukan ada 12 konter yang melakukan kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA) tanpa izin. Apa yang mesti dilakukan? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Korban Banjir di Songan Fokus Tangani Tempat Tinggal Pascabencana banjir bandang di Desa Songan A, terutama Banjar Hulundanu, Kintamani, Bangli, warga setempat kini fokus menangani tempat tinggal.

www.denpost.id

Coronavirus dan Ketahanan Ekonomi Bali Pandemik virus Corona telah menyebabkan gejolak ekonomi dunia. Negara-negara yang secara langsung saling terhubung dengan Tiongkok, seperti karena aktivitas perdagangan, pariwisata dan pendidikan, menghadapi simalakama. Padahal ini baru bulan ketiga sejak virus ini teridentifikasi, yakni pada Desember 2019 lalu. Termasuk bagi Indonesia, di mana Tiongkok adalah salah satu mitra ekonomi terpenting. Sepanjang Januari-Oktober 2019, sebagai contoh, total ekspor Indonesia mencapai US$ 139,1 miliar dan nilai impor sebesar

US$ 140,89 miliar. Ini belum termasuk volume sektor jasa atau non-barang seperti pariwisata, perhubungan dan seterusnya. Meskipun kita belum memperoleh data November 2019-Januari 2020, kebijakan menghentikan berbagai aktivitas terkait ekonomi dengan Tiongkok telah mulai memberi petaka. Saat ini saja, dengan penghentian beberapa jalur penerbangan, beberapa sektor ekonomi sudah terdampak. Apalagi jika pemerintah pada akhirnya benar-benar menghentikan kegiatan ekspor-impor dan sektor perhubungan. Bagi Bali, provinsi yang secara ekonomi sangat tergantung pada pariwisata,

dampak pandemik virus Corona bahkan sudah mulai membuat cemas. Dari sekitar 1,7 juta wisatawan Tiongkok yang berlibur di Indonesia, umpamanya, porsi terbesar berkunjung ke Bali. Sehingga ketika penerbangan Bali-Tiongkok ditutup, Bali kehilangan sumber PAD yang tak sedikit. Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Bali, umpamanya, baru saja memberitakan bahwa sekitar dua hari lalu, 15 ribu wisatawan asal Tiongkok batal berkunjung ke Pulau Bali. Pada Februari ini juga, berbagai rombongan wisatawan berinsentif mancanegara, yang jumlahnya mencapai ribuan, batal terbang dari Tiongkok. Hal. 11 Pepatah Lama


Selasa Paing, 11 Februari 2020

FIGUR ’’Parenting Education’’ SAAT ini sebagian besar waktu siswa habis untuk belajar di sekolah. Meski demikian, pendidikan yang utama tetaplah dari orangtua. Sekolah Dynata di Jalan Cokroaminoto Denpasar ini juga menggandeng orangtua untuk melakukan parenting education. Pembina Sekolah Dynata, Drs. Nyoman Winata, M.Hum., Senin (10/2) kemarin me-ngatakan pendidikan anak ini tidak sepenuhnya tanggung jawab sekolah, meski diakui anak-anak menghabiskan banyak waktunya di sekolah. ‘’Pendidikan dari orangtua itu penting. Karena itu, kami selalu menggandeng orangtua untuk menerapkan parenting education,’’ ujarnya. Dalam menerapkan parenting education ini, sekolah menggandeng orangtua yang mumpuni misalnya yang berprofesi sebagai psikolog untuk memberikan seminar mengenai parenting education. Atau orangtua masuk ke kelas memperkenalkan profesi mereka kepada anak-anak. Dengan ini diharapkan pendidikan orangtua di rumah sejalan dan nyambung dengan pendidikan di sekolah, sehingga apa yang diharapkan anak didik bisa tercapai. Sekolah Dynata yang baru berdiri sejak tahun 2016 ini menerima anak didik tingkat TK dan SD. Minat masyarakat untuk memilih Sekolah Dynata semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sekolah Dynata sekolah plus yang menerapkan bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar. ‘’Selain bahasa Inggris, kami juga memiliki kelebihan di bidang mata pelajaran sains,’’ ujar Winata. (san)

Terlibat Narkoba Putra Divonis 4,5 Tahun Denpasar (Bali Post) I Putu Udayana Putra (39) asal Buleleng, Senin (10/2) kemarin dihukum pidana selama empat tahun enam bulan (4,5 tahun) oleh majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada. Terdakwa yang tamatan Diploma 1 itu dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika. Yakni secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman. Atas perbuatannya itu, terdakwa yang tinggal di wilayah Batubulan dijerat Pasal 112 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain dihukum selama 4,5 tahun, terdakwa juga didenda Rp 800 juta, sub-

sider tiga bulan kurungan. Hukuman itu lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU IGN Agung Ary Kesuma melalui jaksa Hevy sebelumnya menuntut terdakwa supaya dihukum selama enam tahun, denda Rp 800 juta, subsider empat bulan penjara. Sebelumnya dijelaskan, terdakwa ditangkap 9 Oktober 2019 di areal parkir rumah kos di Jalan Perumahan Graha Liva, Banjar Biaung, Kesiman Kertalangu, Dentim. Polisi saat itu menyita narkotika jenis sabu-sabu. Bahkan saat digeledah di kamarnya, kembali ditemukan paket sabu-sabu (10 paket). Dari hasil pemeriksaan, terdakwa mengaku dapat barang dari Jack (DPO). Kini atas perbuatannya, terdakwa mesti mendekam di Lapas Kerobokan. (kmb37)

BUMDes Diharapkan Ikut Pasarkan Arak Denpasar (Bali Post) Sejumlah minuman tradisional Bali seperti tuak, arak, dan brem kini masuk dalam perlindungan, pemeliharaan dan pemanfaatan minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali. Hal ini sebagaimana diatur dalam ketentuan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020. ‘’Pengaturan hukum yang sekiranya memberikan perlindungan terhadap perajin, produsen dan distributor arak ini bisa dimanfaatkan juga oleh BUMDes yang ada di setiap desa di Bali,’’ ungkap Kadek Suardika, Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali, Senin (10/2) kemarin. Ratusan desa di Bali saat ini telah mempunyai BUMNDes. Data terakhir, jumlah BUMDes di Bali mencapai 581 unit. Dengan telah adanya legalisasi minuman tradisional Bali, seperti arak, tuak dan brem, kiranya BUMDes yang ada di Bali untuk ikut dalam memasarkan produksi perajin Arak. Untuk bisa menjadi distributornya, tentunya ada persyaratan yang harus dimiliki oleh BUMDes sebagaimana diatur dalam ketentuan Peraturan Gubernur. Seperti memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB). Legalisasi arak ini sekiranya nanti dapat menjadi salah satu sumber dari pendapatan asli desa. BUMDes merupakan badan usaha yang dibentuk oleh desa. Selain sebagai distributor, BUMDes yang ada di Karangasem, khususnya yang masyarakatnya sebagai penghasil arak, juga bisa menjadi produsen. “Untuk pemasarannya bisa dilakukan kerja sama antara BUMDes di seluruh Bali,” jelasnya. Selain membantu pemasaran, keberadaan BUMDes juga nantinya bisa membantu permodalan terhadap perajin arak. ‘‘Sehingga BUMDes nantinya tidak menjadi pesaing usaha milik masyarakat,’’ katanya. (kmb16)

Topik : gagal fokus kawal tata ruang

Mendagri Ikuti Senam Bersama ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian berserta nyonya didampingi Gubernur Bali Wayan Koster beserta Ny. Putri Suastini Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengikuti acara senam bersama ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ di Lapangan Niti Mandala, Renon Denpasar, Minggu (9/2). Acara ini digelar bertujuan selain memperkenalkan senam ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ kepada masyarakat, juga sebagi upaya untuk membudayakan olahraga melalui senam. Tampak hadir Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose beserta istri, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, serta ibu-ibu yang tergabung dalam OASE. Dalam sambutannya, Ketua Umum TP PKK RI Ny. Tri Tito Karnavian menyampaikan bahwa acara ini digagas oleh istri Gubernur Bali Ny. Putri Koster, guna mendukung program Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE)

Kabinet Indonesia Maju agar senantiasa menjaga pola hidup sehat. Menurutnya, saat ini dunia sedang dilanda isu kesehatan yang sangat serius, yaitu virus Corona. Virus ini menyerang kekebalan tubuh dan belum ditemukan obatnya. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dengan cara berolahraga serta menjaga pola makan yang sehat dan tentunya pola hidup yang sehat pula, sehingga badan tetap bugar dan sehat. Ny. Tri Tito Karnavian juga menyampaikan ucapan apresiasi serta terima kasih kepada Pemprov Bali, khususnya Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster yang telah menggagas acara senam bersama tersebut. Ia meminta agar Pemprov Bali lebih menggalakkan programprogram olahraga. Dalam acara tersebut, para peserta diajak melakukan senam ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang digagas oleh Ny. Putri Suastini Koster. Dalam senam tersebut pada setiap gerakannya

SENAM - Mendagri Tito Karnavian berserta nyonya didampingi istri Gubernur Bali Ny. Putri Suastini Koster usai mengikuti senam bersama Nangun Sat Kerthi Loka Bali. mengambil unsur-unsur Sad Kerthi. Selanjutnya para peserta juga diajak melakukan kegiatan senam Bali Gemilang

yang digagas Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose. Acara diakhiri dengan pemberian doorprize

berupa beberapa sepeda dari Mendagri kepada para peserta yang melakukan gerakan senam dengan sungguh-sungguh. (kmb)

Ambara Putra menyatakan alih fungsi lahan pertanian di Denpasar terbanyak menjadi perumahan, jasa akomodasi dan jasa perdagangan lainnya. Namun kini beberapa subak sudah menerapkan awig-awig untuk melarang terjadinya alih fungsi lahan pertanian untuk perumahan. ‘’Kalau menjual masih tetap bisa, namun dilarang untuk membangun di tanah itu,’’ jelasnya. Sementara itu, Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Denpasar, Toni, Senin kemarin mengakui penataan ruang di Denpasar masih mengacu pada Perda No. 27 Tahun 2011 tentang

RT/RW Kota Denpasar. Pada lampiran XVII Perda tersebut terdapat komposisi luasan ruang terbuka hijau kota (RTHK). Ada dua jenis ruang terbuka hijau, yakni RTHK publik dan RTHK private. Untuk RTHK publik mencapai 2.341,48 hektar atau 18,32 persen. Sedangkan RTHK private yang meliputi sawah serta yang lainnya mencapai 2,294,60 hektar atau 17,96 persen dari luas wilayah keseluruhan 12.778,00 hektar. (kmb12)

Jalur Hijau Tergerus Alih Fungsi

Denpasar (Bali Post) -

Tantangan terbesar dalam pengembangan sektor pertanian di kawasan perkotaan, yakni tingginya alih fungsi lahan. Wakil Ketua DPRD Wayan Mariyana Wandhira, Senin (10/2) kemarin, juga mengakui adanya alih fungsi yang semakin banyak. Ini akibat semakin berkembangnya kebutuhan perumahan, kantor, serta bangunan lainnya. Karena itu diperlukan langkah jelas untuk membendung alih fungsi ini. Seperti melakukan tindakan terhadap pelanggar jalur hijau. Karena saat ini dalam rancangan Perda RT/RW sudah dibuat agar lahan sawah yang produktif tidak bisa dibangun rumah. Selain itu, pajaknya juga sudah disubsidi pemerintah. Kondisi tersebut juga diakui Kepala Dinas Pertanian (Distan) Denpasar I Gede Ambara Putra. Dikatakan, hambatan yang cukup besar dihadapi kali ini adalah alih fungsi lahan. Pihaknya tidak bisa membendung sendiri alih fungsi lahan tersebut. Karena itu, pihaknya meminta dukungan dari Komisi III untuk

ikut serta mendukung upaya yang dilakukan agar alih fungsi lahan bisa dikurangi. Seperti diketahui, data yang dimiliki Distan, luas subak di Denpasar pada 2018 seluas 2.170 hektar, sedangkan sesuai hasil digitasi BPN dan kegiatan lapangan 2019 mencapai 1.913,94 hektar. Sedangkan untuk pemetaan

sawah non-produktif yang dilakukan 2019 ini luasannya mencapai 914,88 hektar. ‘’Yang tergolong tidak produktif ini hanya untuk jenis padi. Karena masih ditanami jenis lain, seperti kedelai, jagung, semangka, serta yang lainnya. Sawahnya masih ada, namun sudah kering,’’ jelas Ambara Putra.

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Pelaku Mengaku Dapat Bibit Ganja dari Turis Amerika Denpasar (Bali Post) Satresnarkoba Polresta Denpasar belum bisa mengembangkan kasus home industry penyemaian ganja melibatkan warga Rusia, Iurii Chernov (31) dan Mishel Kvara Tskheliya (27). Pasalnya, sepasang kekasih ini kurang kooperatif saat diperiksa. Mereka hanya mengaku dititipkan bibit ganja ini oleh temannya dari Amerika. “Pelaku menyampaikan, dulu sekitar dua tahun lalu dia dikasi bibit ganja oleh orang Amerika. Dia tanam dan semai sendiri,” kata Kasatresnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat didampingi Kanit I Iptu Putu Budi Artama, Senin (10/2) kemarin. Informasi yang polisi peroleh, lanjut Mikael, pelaku menjual ganja tersebut ke sesama temannya. Namun saat dikonfrontir, pelaku mengelak. “(Pelaku) Enggak mau cerita. Kami upayakan pelaku kena hukum berat karena home

industry. Ini kasus pertama di Indonesia orang asing menyemai dan menanam ganja di Indonesia dengan cara modern,” ungkapnya. Sementara itu, Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiantara merilis pengungkapan kasus narkoba selama Operasi Antik Agung berlangsung tanggal 22 Januari hingga 6 Februari 2020. Selama operasi tersebut, Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap 20 pelaku. Sementara barang bukti yang diamankan, yaitu sabu-sabu 125,7 gram, ekstasi 101 butir, ganja 1.045 gram, dan 10 botol miras berbagai merk. “Lima tersangka merupakan TO (target operasi) berperan sebagai bandar dan kurir. Sedangkan 15 tersangka lain berstatus non TO,” kata AKBP Jiantara didampingi Kasatresnarkoba AKP Mikael Hutabarat. Lima TO tersebut adalah

Iurii Chernov (31) asal Rusia ditangkap di Jalan Jaya Sari, Jimbaran, Efendy (38) dibekuk di Jalan Pendidikan, Arsana (34) ditangkap di Jalan Mahendradatta, Amrulloh (29) dibekuk di Jalan By-pass Ngurah Rai Densel, dan Vincent (32) dibekuk di Jalan Kerta Bedulu , Sidakarya, Densel. Pelaku non TO yang diringkus polisi, yaitu Mishel (27) asal Rusia, Rio (19), Anggi (27), Setiawan (27), Sumerta (32), Angga (24), Mustain (38), Yusuf (34), Wijaya (41), Christianto (35), Yayan (27), Ahmad (24), Andre (41), dan Iwan (38). “Berdasarkan daerah asal tersangka yaitu dari Jawa, Bali dan Rusia. Yang berstatus residivis satu orang yaitu Iwan. Pengungkapan kasus ini Polresta di-back up Satgas CTOC Polda Bali dan berhasil menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika sebanyak 3.000 jiwa,” tegasnya. Sebelumnya tim gabungan

Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali terus mendalami kasus penanaman ganja di rumah kontrakan di Jalan Jaya Sari No.23, Perumahan Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan,

Badung. Pelakunya sepasang kekasih asal Rusia, Iurii Chernov (38) dan Mishel Kvara Tskheliya (27). Ternyata mereka sudah dua tahun menyemai ganja dengan cara hidroponik. (kmb36)

Bali Post/eka

OPERASI ANTIK - Polresta Denpasar menggiring para tersangka yang terjaring dalam Operasi Antik Agung 2020, Senin (10/2) kemarin.

Rai Mantra Buka UDG Penyandang Disabilitas Ke-14

Puluhan Difabel Unjuk Kebolehan ’’Mawirama dan Mageguritan’’ PEMKOT Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar kembali menggelar Utsawa Dharma Gita (UDG) Disabilitas se-Bali ke-14 tahun 2020. Kegiatan yang merupakan bentuk dukungan dan pelayanan kepada masyarakat difabel dilaksanakan serangkaian HUT ke-232 Kota Denpasar.

Agenda tahunan ini dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Dharmanegara Alaya Kota Denpasar, Senin (10/2) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua K3S Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny.

UTSAWA DHARMA GITA – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis Sosial Kota Denpasar I Made Mertajaya, Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara saat pembukaan Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas se-Bali di Dharmanegara Alaya Kota Denpasar, Senin (10/2) kemarin.

Sagung Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Pimpinan OPD, serta seluruh perwakilan Dinas Sosial se-Bali dan instansi terkait lainnya. Dalam sambutannya, Wali Kota Rai Mantra mengatakan UDG merupakan salah satu sarana dalam menunjang pelestarian seni dan budaya Bali, utamanya dalam bidang kesusatraan Bali. ‘’UDG ini merupakan salah satu cara untuk mempelajari, melestarikan, mengembangkan, serta menerapkan kebudayaan Bali yang adiluhung,’’ kata Rai Mantra. Lebih lanjut dijelaskan, Dharma Gita merupakan bagian dari implementasi ajaran agama Hindu. Sehingga siapa pun masyarakat Hindu memiliki kewajiban untuk melaksanakan dan melestarikannya. Hal ini dikarenakan agama dan kebudayaan selalu melekat dalam keseharian umat Hindu Bali. ‘’Melestarikan Dharma Gita merupakan upaya memahami ajaran agama Hindu dan dapat menjadi penuntun serta pembelajaran,’’ pungkasnya. Kadis Sosial Kota Denpasar Made Mertajaya mengatakan bahwa ajang ini merupakan

upaya untuk mempertemukan penyandang difabel dalam rangka menjalin silaturahmi antarpenyandang disabilitas se-Bali. Adapun tema yang diangkat yakni ‘’Syape Ngawe Ikang Dharma, Dharma Juga Kapangguhang’’ yang menekankan makna barang siapa yang berbuat dharma atau kebaikan, maka kebaikan pula yang akan didapatkan. ‘’Ini untuk mempertemukan mereka agar bersilaturahmi dalam berkesenian,’’ ungkapnya. Dalam ajang ini, menurut Mertajaya, bukanlah sebuah ajang untuk mencari juara saja, melainkan untuk memberikan penekanan ajaran agama penyandang disabilitas turut memiliki ruang dalam masyarakat Bali. ‘’Dengan mempunyai kemampuan tambahan ini, nantinya penyandang disabilitas dapat turut serta ngayah di masyarakat,’’ paparnya. Ketua Panitia UDG Disabilitas ke-14, I Wayan Masir, mangaku sangat senang dan mengapresiasi upaya Pemkot Denpasar memberikan ruang kepada penyandang disabilitas, salah satunya UDG disabilitas ini. Sehingga penyan-

dang disabilitas lebih bersemangat dalam keseharianya. ‘’Saya berterima kasih kepada Pemkot Denpasar yang telah memberikan wadah untuk penyandang disabilitas bertemu dan berkompetisi, Denpasar satu-satunya daerah di Bali yang memiliki UDG khusus disabilitas,’’ pungkasnya. UDG Penyandang Disabilitas tahun 2020 ini diikuti oleh enam pasang peserta Mawirama, 18 peserta kategori Mageguritan putra, dan 9 peserta kategori Mageguritan putri yang keseluruhannya berasal dari seluruh kabupaten/kota di Bali. UDG kali ini sedianya akan memperebutkan juara I, II, III, untuk masing-masing kategori serta juara umum yang memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Denpasar. Keseluruhan juara akan diberikan piala, piagam, dan uang pembinaan. Hal senada disampaikan salah seorang peserta, I Ketut Widiada. Pihaknya menilai upaya ini tentunya dapat membangkitkan semangat penyandang disabilitas dalam menjalani hari-harinya. ‘’Saya berterima kasih atas terselenggaranya acara ini secara rutin setiap tahun,’’ pungkasnya. (ad263)


Selasa Paing, 11 Februari 2020

Pemkab Badung Rampungkan Restorasi Pura Luhur Giri Kusuma Blahkiuh Upacara ’’Melaspas Madya’’ Dihadiri Wabup Suiasa

PAMELASPAS - Wabup Suiasa saat menghadiri upacara pamelaspas serangkaian rampungnya restorasi Pura Kahyangan Jagat Luhur Giri Kusuma, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Minggu (9/2).

PEMERINTAH Kabupaten Badung telah merampungkan pembangunan/restorasi Pura Kahyangan Jagat Luhur Giri Kusuma yang berada di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal. Rampungnya restorasi pura yang masuk dalam salah satu cagar budaya tersebut, Minggu (9/2) dilaksanakan upacara pamelaspas sebagai upaya penyucian bangunan. Upacara melaspas madya yang di-puput Ida Pedanda Geria Carangsari ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Turut mendampingi anggota DPRD Badung asal Blahkiuh I Gusti Ngurah Saskhara, Camat Abiansemal I.B. Putu Mas Arimbawa yang juga selaku Pj. Perbekel Blahkiuh, Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adiputra, Polres Badung, Bendesa Adat Blahkiuh I.B. Bajra, serta tokoh masyarakat setempat. Pura Luhur Giri Kusuma yang berstatus Pura Kahy-

angan Jagat ini mendapat bantuan dana dari Pemkab Badung untuk restorasi di tahun anggaran 2019 dengan nilai sebesar Rp 5 miliar. Seluruh bangunan palinggih termasuk kori agung, bale kulkul dan tembok panyengker telah selesai diperbaiki, serta penataan kolam yang mengitari pura. Wabup Suiasa merasa senang dapat melihat bangunan Pura Luhur Giri Kusuma yang telah berhasil direstorasi dan dibangun kembali seperti semula. Dukungan dari pemerintah ini sebagai bentuk komitmen dalam upaya melestarikan seni, adat, agama dan budaya yang telah menjadi salah satu prioritas program pembangunan di Kabupaten Badung. Diharapkan, masyarakat Blahkiuh khususnya selalu merawat pura ini dengan baik, selalu ingat/eling dan ngrastiti bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Luhur Giri Kusuma,

terlebih pura ini telah masuk cagar budaya. Sementara itu, Bendesa Blahkiuh I.B. Bajra atas nama krama Desa Adat Blahkiuh menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah membantu pembangunan restorasi Pura Luhur Giri Kusuma. Dengan selesai restorasi, dilanjutkan dengan upacara melaspas madya. Pada piodalan yang akan datang akan direncanakan melaksanakan karya dengan tingkatan yang lebih besar. Dijelaskan bahwa keberadaan Pura Luhur Giri Kusuma berdasarkan Purana Wana Sari. Diceritakan, sekitar abad ke-13 ada sekelompok krama tinggal di selatan Alas Sari (Sangeh). Pekerjaannya berburu. Suatu saat ketika berburu mereka menghadapi suasana mencekam terjadinya hujan dan angin. Dengan ketakutan, mereka mohon kehadapan Ida Batara dan

mendengar sabda alam, agar dibuatkan palinggih di sana. Mereka menyepakati membuat palinggih menyerupai candi, namun bingung namanya. Kembali nunas ica dan diberi sabda nama Pura Giri Kusuma sebagai Stana Hyang Toh Langkir yang malinggih di Gunung Agung. Nama desa pun diberikan dengan nama Desa Singasari. Lama-kelamaan hidup masyarakat Singasari bahagia dan sejahtera namun mereka melupakan pura yang sudah ada. Saat pemerintahan Gusti Pacung pada abad ke-15, terjadi musibah yang mengakibatkan masyarakat kehidupannya menjadi berat (keweh). Sejak itu Singasari berubah menjadi Blahkiuh. ‘’Cerita ini memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa kita harus ingat dengan Pura Luhur Giri Kusuma, kalau tidak kehidupan kita akan hancur,’’ tambahnya. (ad265)

’’Recovery’’ Pariwisata Bali

Dari Substitusi Wisatawan Tiongkok hingga Paket Diskon MESKIPUN belum ada data pasti, namun penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok sudah mulai terasa. Utamanya sangat berimbas pada tingkat hunian hotel atau okupansi di daerah Nusa Dua, Seminyak, Canggu, dan Kuta. ‘’Kami belum dapatkan data secara nyata, tetapi dari airport memang kunjungan (wisatawan mancanegara, red) yang biasanya per hari itu sekitar 18.000-19.000, sekarang rata-rata 13.500-14.000 orang. Artinya, nyata ada pengurangan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 4.0004.500 per hari,’’ ujar Ketua Bali Hotel Association (BHA) Ricky Putra di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Senin (10/2) kemarin. Ricky Putra meyakini pengurangan itu berasal dari wisatawan Tiongkok. Mengingat rata-rata kedatangan wisatawan dari Tiongkok itu mencapai 4.000-4.500 orang per hari sebelum ada wabah virus Corona. ‘’Apalagi penerbangan dari dan ke Tiongkok distop sementara, ini pasti berimplikasi sangat besar. Secara keseluruhan mungkin bisa mengurangi jumlah kunjungan wisatawan 25-27 persen sesuai dengan market share dari tamu Tiongkok,’’ jelasnya. Ricky Putra menambahkan, penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok ini berimbas pada tingkat okupansi hotel. Di Nusa Dua, Seminyak, Canggu, dan Kuta, tingkat okupansi rata-rata 30-35 persen bahkan ada beberapa yang 20 persen. Sedangkan di Ubud dan Denpasar khususnya Sanur tergolong masih stabil antara 55-65 persen. Praktisi pariwisata Bagus Sudibya mengatakan, ada sekitar 30 juta wisatawan mancanegara pergi ke Tiongkok setiap tahunnya. Untuk sementara mereka tentu tidak akan bepergian ke Negeri Tirai Bambu. Potensi ini menjadi ceruk pasar yang bisa digarap oleh Bali. Sebab, biasanya para wisatawan itu tidak mengurungkan kepergiannya. Tetapi hanya mengubah destinasi yang dikunjungi. Oleh karena itu, Bali harus bisa membuktikan aman dari wabah virus Corona. Dibuktikan dengan tidak adanya satupun yang terpapar virus tersebut di Indonesia dan Bali khususnya. Perlu juga mengundang pers internasional untuk bersamasama membuktikan hal itu. ‘’Sekarang bagaimana kita bisa meyakinkan mereka datang ke Bali, kita aman dan tidak ada indikasi virus Corona yang terjangkit di Bali, dan sebagainya yang didahului oleh tulisan

para jurnalis dari luar itu untuk meyakinkan,’’ jelasnya. Bagus Sudibya menambahkan, lama tinggal atau length of stay wisatawan Tiongkok selama ini rata-rata 4-5 malam per sekali kunjungan. Jika Bali harus kehilangan sekitar 500.000 wisatawan Tiongkok, sebetulnya bisa disubstitusi dengan 125.000-150.000 wisatawan Eropa, Amerika, dan Australia yang memiliki lama tinggal paling tidak 2-4 minggu. Ditambah lagi wisatawan mancanegara yang banyak datang ke Tiongkok juga berasal dari negaranegara itu, disamping ada pula dari Jepang dan negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Jumlah turis Indonesia ke Tiongkok bahkan mencapai sekitar 300.000. ‘’Katakanlah satu persen saja kita dapat dari 30 juta itu berarti sudah 300.000. Itu sudah jauh lebih banyak kalau dilihat dari lama tinggalnya ketimbang (lama tinggal wisatawan) Tiongkok,’’ terangnya. Pengurus ASITA Bali Putu Winastra mengusulkan untuk jangka pendek, seluruh komponen pariwisata di Bali bisa bergandengan tangan membuat Bali big sale. Tidak hanya hotel, tapi juga mall dan toko-toko cenderamata bisa memberikan diskon untuk wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan segera bersurat ke Presiden RI Joko Widodo terkait wabah virus Corona. Utamanya agar pemerintah pusat menjaga dan memastikan jangan sampai ada yang terinfeksi di Indonesia khususnya Bali. ‘’Upaya-upaya untuk memastikan itu penting sekali untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dari wisatawan yang ingin berlibur,’’ ujarnya. Astawa mengapresiasi upaya-upaya yang sudah dilakukan pemerintah pusat untuk mengantisipasi wabah virus corona. Selain itu, di dalam surat pihaknya juga memohon kepada Presiden agar acara-acara rapat di tingkat nasional bisa diarahkan ke Bali. Termasuk memohon soal penurunan harga tiket pesawat ke Pulau Dewata. Terutama untuk wisatawan Nusantara yang selama ini mengeluhkan mahalnya harga tiket. ‘’Kami masih menunggu kepastiannya, hitam di atas putih dari Menteri Perhubungan,’’ jelasnya. Selain penerbangan murah, Astawa berharap kalangan pariwisata mau memberikan paket-paket diskon. Baik itu hotel, cruise, maupun atraksiatraksi yang ada sehingga dapat menarik banyak pengunjung. (rin)

WATERSPORT - Aktivitas watersport di kawasan Tanjung Benoa, belum lama ini.

Bali Post/kmb23

Dampak Wabah Virus Corona

Dua Pengusaha ’’Watersport’’ Rumahkan Karyawan Mangupura (Bali Post) Pascaditutupya seluruh penerbangan dari dan ke Tiongkok hingga waktu yang belum bisa ditentukan akibat merebaknya wabah virus Corona, aktivitas usaha watersport di kawasan Tanjung Benoa mulai terdampak. Bahkan ada dua penyedia jasa watersport di kawasan Tanjung Benoa terpaksa harus merumahkan sebagian karyawannya untuk sementara. Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Badung Nyoman Wana Putra mengatakan hal itu, Senin (10/2) kemarin. Menurut Wana Putra, penurunan kunjungan wisatawan khususnya wisatawan Tiongkok ke kawasan Tanjung Benoa cukup tinggi. Dari data yang ada, penurunan kunjungan wisatawan mencapai 65 persen. Kondisi ini, kata dia karena yang suka dengan aktivitas

watersport memang sebagian besar wisatawan Tiongkok. ‘’Kunjungan turun sekali sampai 65 persen. Bahkan ada usaha watersport yang terpaksa merumahkan karyawannya untuk sementara yang jumlahnya mencapai ratusan pekerja. Ada dua perusahaan, karena usaha

ini khusus menggarap wisatawan Tiongkok,’’ ujaranya. Selain merumahkan sebagian karyawannya untuk sementara, kata Wana Putra, dua pengusaha watersport itu juga terpaksa merubah sistem kerja karyawannya. Saat ini karyawannya tidak bekerja setiap hari, tapi jad-

wal kerja digilir. Akibat adanya penurunan kunjungan ini, semua pengusaha watersport saat ini terpaksa mulai hitung-hitungan untuk bisa meng-cover biaya atau upah pekerja. Pihaknya berharap ada langkah dari pemerintah untuk bisa memulihkan kondisi ini. ‘’Kami menunggu langkah dari pemerintah,’’ ujarnya. Saat ini, kata dia wisatawan yang berkunjung ke kawasan Tanjung Benoa didominasi wisatawan asal India. Namun itu tidak cukup untuk meng-cover se-

luruhnya. Tidak hanya itu, wisatawan asal Australia yang dulunya banyak datang ke Tanjung Benoa juga berkurang jumlahnya saat ini. Kendati demikian, saat ini pihak penyedia jasa watersport masih tetap beroperasi seperti biasa meskipun kunjungan wisatawan anjlok. ‘’Kondisi saat ini di Tanjung Benoa masih tetap seperti biasa, dalam artian tetap standby melayani wisatawan. Cuman kunjungan tidak seperti sebelum kasus virus Corona merebak,’’ bebernya. (kmb23)

Delapan Kabupaten/Kota Alami Peningkatan Kasus DBD Denpasar (Bali Post) Saat ini masyarakat sedang dihebohkan dengan adanya virus Corona. Tanpa disadari, ada virus endemis lain di Bali sudah mulai menyerang, yaitu virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pada musim penghujan ini, kasus DBD mulai mengalami peningkatan di delapan kabupaten/kota yang ada di Bali, yaitu Buleleng, Jembrana, Tabanan, Denpasar, Gianyar, Bangli, Klungkung, dan Karangasem. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, peningkatan kasus DBD di delapan kabupaten/kota ini dilihat dari

perbandingan data kasus pada Januari 2019 dengan Januari 2020. Untuk Buleleng, Januari 2019 tercatat 85 kasus sementara Januari 2020 tercatat 382 kasus. Kabupaten Jembrana per Januari 2019 sebanyak 7 kasus dan Januari 2020 tercatat 22 kasus. Kabupaten Tabanan pada Januari 2019 mencatat kasus DBD sebanyak delapan kasus dan pada Januari 2020 tercatat 18 kasus. Kota Denpasar pada Januari 2019 mencatat 54 kasus DBD dan Januari 2020 tercatat 55 kasus. Untuk Kabupaten Gianyar Januari 2019 sebanyak 42 kasus, sementara Januari 2020

tercatat 117 kasus DBD. Kabupaten Bangli pada Januari 2019 mencatat 13 kasus, sementara Januari 2020 tercatat 32 kasus. Kabupaten Karangasem pada Januari 2019 terjadi 12 kasus, sementara pada Januari 2020 terjadi 22 kasus. Dikonfirmasi Senin (10/2) kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, kasus DBD pada Januari 2020 jika dibandingkan dengan Januari 2019 secara umum meningkat. ‘’Kabupaten yang paling ekstrem peningkatannya adalah kabupaten Buleleng menyusul Kabupaten Gianyar,’’ ujarnya.

Menurut Suarjaya, sampai saat ini belum ada kasus kematian karena DBD sepanjang 2020 ini. Kendati demikian, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk segera melakukan pengendalian secara massal dengan melakukan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ‘’Setiap kabupaten/kota juga saat ini sudah mendorong gerakan satu jumantik satu rumah yang bertugas memantau jentik di lingkungan rumah masing-masing dan mendorong anggota keluarga sama-sama melakukan PSN,’’ katanya.

Suarjaya mengatakan, DBD sebenarnya mudah dicegah penyebarannya asal rutin melakukan PSN dan menjaga daya tahan tubuh. Hal yang patut diwaspadai, seperti sampah berupa kaleng atau botol yang berpotensi menampung air hujan. Untuk sampah jenis ini disarankan untuk dikubur. Tempat penampungan air baik gentong, drum, bagian belakang kulkas dan tempat tirta harus sering dicek, dikuras atau diganti secara rutin. Penaburan bubuk abate juga disarankan pada tempat penampungan air seperti kolam ikan maupun bak mandi. (san)

Bahas Pemberian Bantuan kepada Kelurahan

Komisi I Kunjungi DPRD Kota Mojokerto JAJARAN DPRD Badung melalui Komisi I melakukan kunjungan kerja (kunja) ke DPRD Kota Mojokerto, Senin (10/2). Kunja dipimpin langsung oleh ketua Komisi I, I Wayan Regep, didampingi I Made Ponda Wirawan, I Wayan Sugita Putra, I Gusti Ngurah Sudiarsa, Yayuk Agustin Lessy, I Wayan Edy Sanjaya, I Wayan Loka Astika, A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, dan Gede Suardika. Pada kunjungan tersebut, Ketua Komisi I, I Wayan Regep mengatakan, kedatangan DPRD Badung untuk berkoordinasi terkait dengan bantu-

an yang diberikan pemerintah kepada kelurahan. Selebihnya adanya Pemendagri 103 Tahun 2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan. “Kita ingin mengetahui bagaimana regulasi pemberian dana kepada kelurahan. Mengingat di Badung juga ada kelurahan yang harus kita bantu,” ujar Regep. Regep mengatakan, di Kabupaten Badung terdapat 16 kelurahan. Sehingga dipandang perlu adanya bantuan dari pemerintah setempat, sehingga program yang ada

di kelurahan tetap berjalan layaknya di desa. “Dengan munculnya Pemendagri 103 Tahun 2018, pemerintah bisa membantu kelurahan dengan memberikan lima Persen dari APBD. Nah, kita di Badung ingin melakukan itu, namun tidak menyalahi aturan,” akunya. Politisi asal Sembung, Mengwi itu mengatakan, saat kunjungan kerja pihaknya langsung diterima oleh Muhamad Turatmono yang merupakan Kepala Bagian Risalat dan Legislasi DPRD Mojokerto. Menurutnya, di Kota Mojokerto sudah menerapkan

bantuan sesuai dengan acuan Permendagri. “Dana kelurahan yang diberikan dikelola oleh masing-masing kelurahan dengan di diberikan sebanyak lima persen dari APBD dengan mengelola dalam program kegiatan,” katanya. Dana diberikan sesuai dengan Musrenbang dengan pembangunan insfratuktur dan pengembangan masyarakat. Dana oprasional, menurutnya juga diberikan kepada LPM untuk melakukan pengawasan dengan dibuatkan perda. Selain pihak LPM, pengawasan juga wajib dilakukan oleh masyarakat,

MENYERAHKAN - Ketua Komisi I, I Wayan Regep, menyerahkan cenderamata kepada Muhamad Turatmono selaku Kepala Bagian Risalat dan Legislasi DPRD Mojokerto. DPRD, OPD terkait dan yang lainnya. “Di Kota Mojokerto ada 18 kelurahan, jadi mereka diberikan bantuan oleh

pemerintah setempat. Namun sementara dalam penerapannya di awal terdapat kendala pada SDM, pasalnya lurah

belum bisa membuat SPJ. Maka dari itu, perlu dilakukan pendampingan kembali,” pungkasnya. (ad276)


Selasa Paing, 11 Februari 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Meredesain Pariwisata Berkelanjutan

PARIWISATA Bali selama ini sepertinya telanjur mabuk sanjungan sebagai tulang punggung perekonomian Bali. Mereka terlena dengan mengejar volume kunjungan besar, abai akan berbagai ‘’penyakit’’ yang bisa membunuhnya. Bukan hanya virus Corona, colera, flu burung, SARS dan sejenisnya, stabilitas politik dan keamanan, bencana alam dan isu global juga bisa menjadi ‘’virus’’ yang mematikan sektor pariwisata. Karena itu, pariwisata Bali harus kembali ke jati dirinya ke budaya agraris. Ekowisata dan agrowisata bisa diandalkan sebagai penyelamat. Keduanya menjadi pariwisata berkelanjutan, seperti yang dicita-citakan. Potensinya terus meningkat, di samping menjamin ramah lingkungan. Potensi wisatawannya tidak saja tumbuh dari mancanegara, tetapi juga dari nusantara dan lokal. Wisatawan nusantara apalagi lokal, lebih terjamin bahkan bisa digaransi kecil kemungkinan terpapar virus semacam Corona, flu burung, SARS dan sejenisnya. Dari sisi multiplier effect juga lebih dirasakan masyarakat setempat. Terlebih, bila ekowisata dan agrowisata ini bisa dikelola desa lewat BUMDes dan kelompok-kelompok dalam wahana Desa Wisata. Dengan demikian, pariwisata yang ada tidak akan terlalu rentan atau terpengaruh berbagai ‘’virus mematikan pariwisata’’ tadi. Dengan pengelolaan yang sangat menjaga keharmonisan dan kelestarian lingkungan, dia menjadi ujung tombak dan fondasi wisata berkelanjutan. Sejarah penjajahan di Indonesia mencatat, yang membuat bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis, Inggris, Spanyol, Prancis, Belanda dan lainnya tertarik datang ke Indonesia pertama kalinya bukanlah karena pariwisata. Mereka tertarik pada kekayaan rempah-rempah Indonesia, seperti kopi, cengkeh, pala dan sejenisnya. Semua itu merupakan hasil pertanian dan perkebunan dalam arti luas. Dari situlah awal muasal berkembangnya pariwisata Bali. Para penjajah itu ternyata menemukan sebuah tempat mistis penuh aura adat budaya bernapaskan Hindu yang bernama Bali. Ketertarikan mereka pada keindahan adat budaya didukung panorama alam yang masih asri di pulau mungil inilah menjadi tonggak berkembangnya pariwisata di Bali. Berkembanglah Bali menjadi satu destinasi tersohor di mancanegara. Bahkan belakangan perkembangan pariwisata ini demikian masifnya, sampai-sampai mengarah meninggalkan tonggak sejarahnya sendiri. Sektor pertanian dan perkebunan dalam arti luas sebagai ekosistem budaya agraris malah tertinggalkan. Bahkan tidak dimungkiri, berbagai budaya asing yang turut serta dibawa wisatawan menyusup ke sektor bergelimang dolar ini. Momen sekarang untuk introspeksi diri, kembali ke sejarah awal berkembangnya pariwisata Bali.

Prioritaskan Layanan untuk Sulinggih SAAT menjenguk Ida Pedanda Gede Ketewel yang dirawat di RSUD Klungkung, Minggu (9/2), Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengaku heran karena sang sulinggih belum terdaftar layanan BPJS Kesehatan. Bupati semakin heran setelah mengetahui bahwa keluarga Ida Pedanda Ketewel justru sudah memiliki dua kartu kepesertaan BPJS Kesehatan, namun atas nama sang istri. Atas persoalan ini, Suwirta me-warning Disbudpora agar tidak ada lagi data sulinggih yang tercecer pada layanan BPJS Kesehatan. Terkait pemberitaan tersebut, netizen menyampaikan pandangannya melalui akun Facebook @balipost. Netizen berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Sulinggih memiliki peranan sangat penting bagi umat Hindu. Bukan sekadar muput karya, mereka ibarat suluh yang menjadi penuntun umat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari agar sesuai ajaran agama. Para sulinggih sudah melepaskan diri dari kehidupan duniawi, maka sudah seharusnya mereka tidak dipersulit dengan urusan administrasi dan birokrasi. Jangan sampai ada lagi data sulinggih yang tercecer. Telusuri penyebab persoalan tersebut dan segera cari solusi. Kasus di Klungkung adalah pembelajaran bagi daerah lainnya. Pemerintah mulai dari aparat terbawah harus lebih cermat mulai dari melakukan pendataan hingga memfasilitasi data sulinggih masuk layanan BPJS maupun fasilitas lainnya. Berikut komentar netizen. Widiantara I Gede Mungkin ini karena tidak tercatat di kependudukan, karena biasanya telah dianggap tidak ada setelah nyeda raga. Mudah-mudahan ada kebijakan dari pemerintah provinsi untuk hal seperti ini karena kita punya hak yang sama. Astungkara cepat sembuh. Putra Nugraha Tolong sulinggih jangan dipersulit dengan urusan administrasi, apalagi yang ruwet. Harus ada yang membantu mengurus terutama dari dinas. Dedet Ok Pertama, keanggotaan BPJS ganda harus diklarifikasi. Pihak asuransi tidak bisa bayar klaim dua kali, terkena pasal memperkaya orang lain. Kedua, bila sudah ada kartu BPJS, peserta wajib membayar premi sesuai dengan polisnya. Ketiga, BPJS wajib menyosialisasikan dan menerangkan hak dan kewajibannya kepada peserta polis.

S URAT PEMBACA Dampak Corona dan Virus Babi Bali sampai saat ini saya rasa telah merasakan dampak serius terkait pandemi virus Corona. Ini mestinya membuat kita segera berbuat untuk berbagai hal. Selama ini yang saya baca di media massa, kita masih merasa optimis bahwa kita bisa bertahan jika terjadi jeda di sektor pariwisata. Optimisme adalah hal wajib bagi kita. Namun, transparansi terkait dampak dari potensi melemahnya pariwisata Bali juga harus jelas. Maksud saya, kita jangan sampai gagap nanti jika dampak pandemi virus Corona ini benar-benar di luar dugaan kita. Terlebih bersamaan juga peternak di Bali dihantui kekhawatiran dengan virus yang membuat babi mati. Jika ini tak segera di-

Wayan Lubak Coba Cek nama di kaling. Karena semua warga negara tercatat mendapatkan KIS. Mawa Nyoman Sulinggih mestinya diutamakan dapat tanggungan BPJS karena rata-rata sudah berusia lanjut. Pekerjaan dan perjuangan mereka untuk umat juga berat. Tomik Cahya Semoga cepat sembuh Ratu Pedanda. Mohon dinas terkait dan BPJS Kesehatan telusuri kenapa bisa terjadi masalah seperti ini. Juga soal data ganda, tolong dicek kembali data peserta BPJS agar layanan bisa lebih tepat sasaran. Cemara TuGde AnanthaWijaya Mestinya para sulinggih mendapatkan pelayanan kesehatan yang bagus, karena tugas beliau sangat penting untuk pelayanan umat. Selain dapat fasilitas BPJS, ada fasilitas khusus di rumah sakit yang dituju bila ada

gangguan kesehatan. Semoga pihak terkait segera membantu. Pinandita Gurureka Tanaya Semoga cepat sembuh Ida Pedanda. Dedy Kupit Mohon ditelusuri di mana masalahnya. Kalau data sulinggih saja tercecer, bagaimana dengan masyarakat biasa? Bisa saja sebenarnya sudah banyak persoalan seperti ini IB Pidada Manuaba Bagaimana ini kepala lingkungannya. Dewa Juli Purwanta Harus dapat. Ini Bupati hebat. Dewa Biasanya sudah terdaftar di anggota BPJS, tapi pihak desanya yang belum membagikannya.

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. tanggulangi korbannya adalah masyarakat pedesaan yang rata-rata menjadikan beternak babi sebagai penghasilan tambahan. Mudah-mudahan Bali memang memiliki daya tahan terhadap dua ancaman ini. Jika kita gagal melakukan antisipasi dan mengambil sikap pragmatis, termasuk hanya dengan memutus hubungan kerja dengan pekerja di sektor pariwisata, maka upaya pemulihan daya tahan ekonomi bagi Bali pasti akan lama. Untuk itu, Bali memang harus melakukan upaya-upaya terukur dan sistematis untuk keluar dari tantangan ini. Semua pihak harus terbuka dalam artian untuk memecahkan masalah dan mencari solusi dalam menenkan dampak virus Corona dan flu babi yang kini meresahkan. I Komang Sudarmayasa Tabanan, Bali

Bali Binasa Harus Diantisipasi Saya kaget membaca judul tulisan di Bali Post, ‘’Bali Binasa: Di Ambang Kenyataan?’’ Rasanya secara logika tulisan memang ada benarnya, terutama jika dikaitkan dengan permasalahan Bali yang makin menumpuk. Tetapi alangkah baiknya kita segera berbenah untuk menjauh dari situasi seperti yang dirujuk dalam tulisan itu. Bahwa Bali akan menuju kehancuran mungkin kita sempat pahami bersama-sama dan wacana ini kita anggap sebagai angin lalu. Tetapi ke depan nampaknya kita harus berpikir cerdas dan berkomitmen menjaga alam Bali. Kita tak boleh menjauh dari kenyataan ini dan mestinya bersama-sama menjaga Bali. Saya berharap dengan adanya berbagai

program yang mendukung ajeg Bali, kita segera ikut menyukseskannya. Buat Bali bersih terhindar dari tumpukan sampah plastic, mungkin hal sederhana yang bisa kita lakukan saat ini. Kita juga perlu lebih peduli dengan palemahan Bali dengan menjaganya tetap asri dan harmoni untuk kehidupan. Dan jangan sampai kita larut dengan situasi yang mempercepat kita menuju kehancuran. Mari bangkit dan bersama-sama mencari solusi agar kita tak terjebak pada kepentingan-kepentingan jangka pendek dalam mengelola Bali. Kita harus menjaga Bali seperti kita menjaga diri kita, seperti kita menjaga keluarga kita serta mengawal budaya Bali dengan totalitas.

POJOK Gagal fokus kawal tata ruang, Bali di bawah ancaman bencana ekologi. - Ayo fokus, lurus dan jujur. *** Awasi RTRWP, Satpol PP Provinsi Bali terbatas personel dan kewenangan. - Selalu ada alasan. *** Di Denpasar, alih fungsi lahan hijau tak terbendung. - Peraturan hanya macan kertas.

Ni Kadek Purnamiani Gianyar, Bali

Sosial Senator RI Minta Pembangunan ’’Setra’’ Umat Hindu di Jambi Dipercepat

Wedakarna Minta Umat Buddha di ASEAN Jadikan Candi Muaro Jambi Destinasi Wisata Spiritual

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa yang juga President The Hindu Center Of Indonesia di sela-sela kunjungan kerja Komite I Bidang Hukum mengadakan pertemuan dengan umat Hindu di Provinsi Jambi. Bertempat di Pura Giri Indra Lokha yang berada di Pusat Kota Jambi, Senator Arya Wedakarna (AWK) yang didampingi Pande Gede Semarapura (Direktur THCI Jambi) mengundang Kementerian Agama RI, PHDI tingkat provinsi dan kabupaten/ kota, WHDI, Peradah serta komponen umat Hindu di Jambi. Dalam RDP tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan oleh komponen umat Hindu Jambi, di antaranya terkait setra khusus umat Hindu yang kini sedang dalam proses perencanaan pembangunan. ‘’Umat Hindu di Jambi banyak yang bekerja sebagai profesional

dan keberadaan pura ini menjadi bukti bahwa secara kemampuan, umat Hindu Jambi mampu memelihara pura sebesar dan semegah ini. Ini menjadi catatan baik, apalagi baru-baru ini PHDI dan umat Hindu Jambi sudah berhasil memiliki tanah untuk dijadikan setra dengan legal standing yang lengkap. Ini bukti, persatuan tokoh Hindu di Jambi patut dijadikan teladan, dan kita dukung pembangunan ini. Semoga di tahun 2020, tanah yang sudah dibebaskan agar segera dibangun panyengker dan palinggih sederhana, sebagai cihna agar syarat niskala terpenuhi. Selama ini umat Hindu jika ada kematian masih menumpang di krematorium umat Buddha dan astungkara sekarang sudah mandiri,’’ ungkap AWK yang juga Direktur The Hindu Center Of Indonesia ini. Selain memberikan dharma wacana dan dharma tula, AWK menyampaikan sejumlah materi yang

menjadi program legislasi sebagai anggota DPD-RI, termasuk menyerahkan kitab suci Bhagawad-Gita kepada umat Hindu di pelosok Jambi. Hal senada terkait perawatan situs Hindu juga disampaikan Senator AWK saat hadir di dua situs Siwa Buddha yakni Candi Muaro Jambi dan Candi Kedaton yang terletak tidak jauh ibu kota Jambi yang mana Gusti Wedakarna merasa takjub dengan kemegahan candi Buddha yang dipercaya ada saat kejayaan Sriwijaya. Selama di candi, AWK didampingi oleh pejabat Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) setempat. ‘’Saya tidak membayangkan bahwa Candi Muaro Jambi sebesar dan seluas ini. Hebat benar dan kami berterima kasih kepada Presiden SBY yang telah membantu revitalisasi candi ini. Bahkan dari data yang ada, jika dari segi luas, kawasan candi ini lebih luas daripada Kuil Angkor Wat di Kamboja. Siapa yang

sangka ya di Sumatera ada Candi Buddha sebesar ini. Dan keunikan yang lain, adanya patung Ganesha sebagai pertanda ada pengaruh Hindu dan adanya patung Dwarapala tersenyum sebagai wujud alkulturasi budaya Suwarna Dwipa dan Jawa Dwipa. Tempat ini harus semakin dikenal,’’ ungkap Senator AWK yang juga Duta Besar UPF PBB ini. Ia pun menyampaikan agar ke depan umat Buddha baik di Indonesia dan juga di kawasan ASEAN agar bisa menjadikan Candi Muaro Jambi dan Candi Kedaton sebagai destinasi wisata spiritual. ‘’Aura kedua candi ini benar-benar purba. Mirip dengan candi dan kuil yang ada di India, Nepal dan Sri Lanka. Belum lagi kanal purba yang mengitari candi dan sudah berhasil direvitalisasi sepanjang 12 km. Jika ini ditata, astungkara, candi ini

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna bersama pejabat BPCP di Candi Kedaton Muaro Jambi dan bersama Pengurus PHDI, WHDI serta tokoh Hindu di Kota Jambi. menjadi objek yang sama hebatnya dengan Angkor Wat. Semoga Siwa Buddha bangkit kembali agar

Pancasila Jaya,’’ pungkas AWK yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. (ad275)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Paing, 11 Februari 2020

FOTO - Jasad Babinsa Desa Timpag, Peltu TNI I Ketut Susila Adnyana, ditemukan terdampar di Pantai Klecung, Selemadeg Timur, Senin (10/2) kemarin. Ni Wayan Sri Wirantini menunjukkan foto suaminya.

Terseret Arus, Babinsa Ditemukan di Pantai Klecung

Tabanan (Bali Post) -

Proses pencarian korban terseret arus Tukad Yeh Ho, Peltu TNI I Ketut Susila Adnyana, yang dimulai Senin (10/2) pagi kemarin membuahkan hasil. Pencarian sehari sebelumnya, Minggu, sia-sia. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dan terdampar di Pantai Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur, sekitar pukul 15.00 Wita. Saat ditemukan kondisi badan almarhum membengkak dan luka lecet, serta mengelupas di bagian kepala, tangan, dan perut. Kemungkinan benturan dengan batu karang. Petugas pun kemudian melakukan evakuasi terhadap jasad korban. Kapolsek Kerambitan Kompol Dewa Gede Putra mengatakan keberadaan korban pertama kali dilihat warga yang turut membantu melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Klecung. Mendapatkan informasi itu, petugas pun bergerak ke lokasi temuan untuk melakukan evakuasi. ‘’Jenazah sudah langsung dibawa ke Rumah Sakit Tabanan,’’ terangnya. Kondisi korban saat ditemukan, kata Kompol Dewa Gede Putra, membengkak dan kulit mengelupas di bagian kepala, tangan, dan perut. ‘’Kemungkinan terombangambing terbentur dengan batu karang, kayu, dan lainnya,’’ ucapnya.

Dari pantauan di lapangan, pencarian hari kedua dilanjutkan Senin pagi mulai pukul 06.00 Wita. Pencarian saat kejadian (Minggu) terkendala arus sungai yang deras dengan tingkat kekeruhan dan kedalaman air tinggi sekitar 1,5 – 2 meter pascahujan lebat. Padahal pencarian melibatkan sekitar 150 orang personel gabungan, baik itu dari Kodim, Polsek Kerambitan, Bekang Dam IX/ Udayana, peleton Kaveleri, Tim SAR Polres Tabanan, SAR Polda Bali, Basarnas, BPBD dibantu warga setempat. Pencarian saat itu dibagi beberapa titik. Mulai sekitar lokasi kejadian kemudian menyisir sepanjang sungai.

Seperti Pantai Pasut, Pantai Klecung, dan Pantai Kelating. Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto mengatakan korban Peltu TNI Susila ini memang saat libur rutin mencari rumput untuk pakan ternak sapinya. Sebetulnya Susila, kata Dandim, sudah sering melewati jalan penghubung Desa Belumbang, Kerambitan dengan Desa Mambang, Selemadeg Timur. Masyarakat lainnya memang sudah biasa melewati, baik berjalan kaki maupun menggunakan motor. ‘’Di lingkungan anggota Koramil, korban dikenal baik, supel di masyarakat, termasuk di lingkungan Kodim. Dalam tugas almarhum

senantiasa bekerja sama dan koordinasi tiap ada kegiatan di desa binaannya,’’ paparnya. Rekan korban yang juga saksi mata, Ketut Sudayasa (50), menceritakan awalnya ia seorang diri nyabit rumput (ngarit) di wilayah Desa Mambang. Beberapa saat kemudian datang Ketut Subawa (60) yang tak lain adalah paman korban. Kemudian disusul korban yang mengendarai sepeda motor. ‘’Saat itu saya sudah dapat ngarit satu karung, karena datang Pak Susila (korban) saya ngarit lagi sambil menemani almarhum. Seperti biasa kami ngobrol sambil ngarit, setelah selesai kami memutuskan pulang,’’ ucapnya. Saat perjalanan pulang itu hujan deras turun. Aliran sungai memang cukup deras. Mereka pun memutuskan meninggalkan sepeda motor dan rumput hasil ngarit, dan berenang menyeberang sungai. Korban pun berenang masih menggunakan pakaian lengkap, sepatu ketsnya. ‘’Rencananya mau diambil

saat sungai surut. Otomatis sepeda motor dan rumput ditinggal di seberang. Saya duluan renang, disusul kakek Subawa, sedangkan korban belakangan. Namun setelah sampai di pinggir sungai, korban sempat memanggil nama saya. Saya lihat korban sudah terseret arus. Saya pun berusaha menolong dengan mencari kayu, tetapi tidak berhasil. Lalu saya menyelam lagi berusaha mencari korban, tetapi yang terlihat hanya bajunya saja. Sementara korban sudah hilang,’’ terangnya. Rencana Pulang Kampung Istri Peltu I Ketut Susila Adnyana, Ni Wayan Sri Wirantini (43), bersama dua putranya, Gede Adi Suantara dan Made Agus Wiantara, tampak tak kuasa menahan kesedihan saat mendapati informasi korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Almarhum terdampar di Pantai Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur.

Ditemui di rumahnya di Banjar Belumbang Kaja, Desa Belumbang, Kerambitan, Sri Wirantini mengaku tidak ada firasat apa pun terkait musibah yang dialami suaminya. Dikatakan, memang sudah menjadi rutinitas setiap pulang bertugas atau mengisi hari libur, suaminya mencari rumput untuk pakan sapi. Minggu (9/2) lalu, kata Sri Wirantini, seperti biasa suaminya pamit pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita hendak mencari rumput untuk pakan sapi. Padahal saat itu ia bersama suaminya berencana pulang kampung ke Baturiti. ‘’Sudah rutin tiap libur, pasti kami pulang ke Baturiti, sebelum itu paginya suami saya pergi ngarit,’’ terangnya. Bahkan kejadian yang menimpa suaminya ini diketahui tetangga. ‘’Saya tidak tahu, tiba-tiba di rumah sudah banyak keluarga dan tetangga datang memberi informasi suami saya hanyut,’’ ucapnya.

Bahkan, ia pun mengaku bersama anaknya langsung menuju ke sungai mencari keberadaan suaminya. Namun, Dandim meminta agar tetap tinggal di rumah berdoa. ‘’Kemarin (usai kejadian) saya sempet turun sama anak-anak, tetapi diminta sama Dandim diam di rumah berdoa. Menyerahkan sepenuhnya pencarian pada petugas,’’ ucapnya lirih. Meski berasal dari Bali, suaminya ini lahir dan besar di daerah transmigrasi Kendari, Sulawesi Tenggara. Sebelum pindah dinas ke Bali tahun 2001, Peltu TNI I Ketut Susila pernah bertugas di Jawa. ‘’Dinas pertama di Surabaya, terus pindah ke Bali langsung tugas di Paldam IX/Udayana, kemudian pindah Kodim, baru ke Koramil,’’ terangnya. Bahkan, sebelum bertugas menjadi Babinsa Desa Timpag, Peltu I Ketut Susila Adnyana juga pernah menjadi Babinsa Desa Banjar Anyar, Kediri. (kmb28/bit)

Tak Kuat Nanjak, Truk Muatan Mi Instan ’’Nyungkling’’

PENGASAPAN - Kegiatan fogging atau pengasapan yang selalu dilakukan untuk mencegah kasus demam berdarah.

Musim Hujan, Ancaman DBD Meningkat

Tabanan (Bali Post) Musim hujan saat ini membuat masyarakat harus lebih waspada terhadap kesehatan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Karena serangan demam berdarah akan semakin sering, sehingga dibutuhkan langkah-langkah efektif untuk pencegahan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika, mengatakan kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) di Tabanan meningkat. Setiap hari selalu ada laporan warga masuk yang diduga terjangkit DBD. “Memang musim hujan seperti ini jumlah menderita DBD meningkat,” ungkap dr.

Suratmika disetujui Kabid P2N dr. Ketut Nariana. Kasusnya sendiri, kata Suratmika, ditemukan merata di seluruh kecamatan terutama di wilayah Tabanan, Kediri, Kerambitan, dan Selemadeg. Selain itu juga ada laporan kasus dari Penebel dan Marga. Dari kasus yang terjadi kebanyakan masih masuk grade II. Penderita menderita demam tinggi dan trombosit turun. Namun banyak pula yang sudah masuk grade III sehingga harus dirawat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Seperti Puskemas dengan cara rawat inap. Ketut Nariana menambahkan, pihaknya terus melaku-

kan sosialisasi ke masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Salah satunya melakukan gerakan Tiga M, yakni mencegah adanya nyamuk yang berkembang biak. Selain itu dilakukan fogging atau pengasapan di lokasi yang ditemukan ada penderita DBD positif. Juga dilakukan pemberian bubuk abate dengan cara ditebar di lokasi yang diduga menjadi sarang nyamuk. “Kami terus sosialisasikan ke masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Cepat memeriksakan diri ke dokter atau bidan ketika warga mengalamai gejala demam tinggi,” harapnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Meski kerap dilakukan upaya penertiban dan penindakan pada kendaraan muatan barang yang melebihi kapasitas tonasenya, rupanya masih ada saja oknum sopir yang membandel. Alhasil saat melewati ruas jalan menanjak, maka tidak sedikit terjadi kecelakaan pada kendaraannya akibat lepas kendali. Seperti Senin (10/2) kemarin, sebuah truk bermuatan mi instan seberat 8 ton nyungkling di tanjakan Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan. Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan lalu lintas jalan out off control (lepas kendali) itu terjadi pada truk Hino DK 9389 AP, Senin pukul 00.15 Wita.

Sebelum kejadian truk yang dikemudikan Moch Darianto (55) asal Banyuwangi, Jawa Timur itu datang dari arah utara menuju selatan atau dari jurusan Gilimanuk menuju Denpasar. Truk itu membawa muatan mi instan seberat 8 ton. Tiba di TKP saat memasuki jalan tanjakan dan tikungan tajam ke kiri, di depannya ada sejenis kendaraan truk besar yang tidak diketahui identitasnya sedang menanjak dan melaju pelan. Truk pun berhenti dan pengemudinya tidak bisa mengoper persneleng kecil. Diduga rem tidak berfungsi alias blong. Selanjutnya truk mundur dan pengemudinya membanting setir ke kiri sam-

NYUNGKLING - Kondisi truk yang nyungkling di tanjakan Desa Samsam Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Periksa Kesehatan Babi, Dinas Pertanian Turunkan Petugas MARAKNYA kasus babi mati secara mendadak di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan, membuat sejumlah masyarakat waswas untuk mengonsumsi daging babi. Padahal dalam hitungan hari ke depan sudah ada hari raya Galungan dan Kuningan yang identik dengan konsumsi daging babi sebagai menu utama. Lalu, bagaimanakah upaya efektif yang dikondisikan untuk meminimalisir virus sebagai langkah pengamanan babi? Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan langsung menurunkan ratusan petugas untuk melakukan pemeriksan babi. Di mana untuk di Kabupaten Tabanan babi mati mencapai 537 ekor. “Puskeswan dan dokter hewan

kami turunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan keamanan pada babi, sehingga aman dikonsumsi pada Galungan nanti,” ucap Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Suamba, Senin (10/2) kemarin.

Pemeriksaan ternak babi ini, dikatakannya, akan dilakukan saat penampahan Galungan. Dengan harapan, masyarakat tidak lagi resah dan takut mengonsumsi daging babi. Selain itu, virus yang menyebabkan kematian babi secara mendadak ini tidak menular ke manusia atau tidak bersifat zoonosis. Di sisi lain, jelas Suamba, terkait Galungan mencegah kerugian di tingkat peternak sejumlah kecamatan, seperti Kerambitan sudah menyepakati harga pembelian babi di tingkat peternak yang ditetapkan di level Rp 26 ribu per kilogram.

Hal serupa telah dilakukan di Kecamatan Selemadeg Timur. Harga pembelian babi di sana ditetapkan di level Rp 24 ribu per kilogram. Selain Kerambitan dan Selemadeg Timur, hal serupa kemungkinan juga diikuti kecamatan lain, mengingat harga babi di pasaran memang mengalami fluktuasi saat ini. Penetapan harga ini merupakan kesepakatan pihak peternak dan harga di pasaran. Sedangkan Dinas Pertanian tidak memiliki wewenang menetapkan harga jual babi. Salah seorang peternak babi, I Nyoman Ariadi, di Desa Sudimara Kecamatan Tabanan

mengungkapkan, pascamerebaknya kematian babi secara mendadak, telah meningkatkan perlakuan keamanan kandang dari ancaman virus. Perlakuan tersebut, katanya, melalu penerapan sterilisasi. Strerilitasi itu tidak hanya dilakukan pada kandang babi dengan cara melakukan penyemprotan atau spraying, namun juga menggunakan cairan disinfektan. Perlakuan yang sama juga diberlakukan pada orang yang akan memasuki areal kandang. “Bagi orang yang masuk ke areal kandang babi, kami akan lakukan spraying,” tegasnya. (bit)

pai keluar badan jalan dan kemudian terguling di jurang sebelah timur jalan. Kapolsek Kerambitan Kompol Dewa Gede Putra mengatakan, hingga Senin sore truk belum berhasil dievakuasi lantaran dalam posisi miring terbalik. “Muatannya sudah dipindahkan ke truk lainnya. Hingga sore truk belum bisa dievakuasi. Hal itu sudah dikonsultasikan dengan pemilik dan derek, agar segera dilakukan evakuasi,” terangnya. Akibat kejadian itu, Kompol Dewa Gede Putra mengatakan tidak sampai menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. “Arus lalu lintas dua arah masih normal, tidak sampai macet.

Hanya kadang ada yang melintas menonton. Hal itu yang memperlambat laju kendaraan lainnya,” pungkasnya. Terkait hal ini, pihaknya kembali mengimbau agar angkutan muatan barang senantiasa mengecek kondisi kendaraannya, agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang justru dapat merugikan pengendara lainnya. “Beruntung tidak sampai ada korban jiwa. Apalagi jalur itu lumayan ramai dan jalanan menanjak, tidak dibayangkan kalau sampai truk mundur ke belakang. Berapa kendaraan di belakangnya yang kena,” ucapnya. (kmb28)


Selasa Paing, 11 Februari 2020

Jelang Galungan

Harga Sejumlah Komoditi Pertanian Naik Gianyar (Bali Post) Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, harga komoditi pertanian dan bahan-bahan pokok di pasarpasar di wilayah Kabupaten Gianyar relatif stabil. Ada sejumlah komoditi pertanian yang naik, tetapi kenaikan harganya tidak signifikan. Kendati demikian, dalam waktu dekat ini akan digelar pasar murah guna menekan lonjakan harga menjelang hari raya. Dalam laporan daftar harga kebutuhan pokok masyarakat Gianyar yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten

Gianyar, Senin (10/2) kemarin, sejumlah komoditi pertanian seperti cabai, bawang putih, dan bawang merah mengalami kenaikan. Sementara komoditi yang naik rata-rata per kilogramnya, cabai merah besar dari Rp 65.000 menjadi Rp 70.000, cabai rawit merah dari Rp 65.000 menjadi Rp 70.000, daging ayam ras dari Rp 34.000 menjadi Rp 35.000, kelapa dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.000, pisang ambon dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000, janur dari Rp 20.000 menjadi Rp 22.000, bunga pacah dari Rp 10.000 menjadi Rp 16.000. Selain itu, ada juga ko-

moditi yang harganya turun. Misalnya, cabai merah kriting turun Rp 5 ribu dari Rp 65.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram, cabai rawit hijau dari Rp 25.000 menjadi Rp 22.000, bawang merah dari Rp 30.000 menjadi Rp 28.000, kencur lokal dari Rp 60.000 menjadi Rp 55.000 dan sayur-mayur lainnya ratarata mengalami penurunan seperti tomat sayur dari Rp 7.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram, tomat buah dari Rp 9.000 menjadi Rp 8.000, sawi hijau dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.000. Dikonfirmasi Senin (10/2) kemarin, Kepala Dinas Per-

industrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary, mengatakan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan pihaknya bekerja sama dengan TP PKK Kebupaten Gianyar dan Dinas Pertanian Gianyar akan menggelar pasar tani. Kegiatan ini sebagai bentuk pengendalian dan penstabilan harga barang-barang bila mengalami kenaikan yang tiba-tiba. â&#x20AC;&#x153;Pasar tani ini pertama diselenggarakan di Gianyar, nanti tempatnya di parkiran Pasar Gianyar. Dengan begitu, masyarakat umum bisa melakukan transaksi di sana,â&#x20AC;? katanya. (kmb)

Bali Post/kmb

PASAR - Suasana Pasar Umum Gianyar yang ramai pengunjung, Senin (10/2) kemarin.


Selasa Paing, 11 Februari 2020

Bupati Suwirta Dorong Koperasi Garap Inovasi ”Start-up” Semarapura (Bali Post) -

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, terus memotivasi setiap lembaga agar senantiasa berinovasi. Tidak terkecuali, lembaga koperasi yang cukup banyak di Klungkung. Bupati Suwirta mendorong koperasi untuk berani terjun menggarap sektor informasi teknologi melalui inovasi start-up.

RAT KPRI - Bupati Suwirta saat hadir dalam acara RAT KPRI di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya.

SOSOK Bukan Pencitraan

MISI sosial dapat dilakukan dengan ragam cara. Mulai memberikan sumbangan sembako kepada warga miskin, donor darah maupun bedah rumah. Misi demikian biasanya dilakukan secara kelompok pada momen tertentu. Berbeda dengan anggota DPRD Klungkung, Ketut Gunaksa. Dia memilih melakukannya sendiri, bukan pula untuk kepentingan pencitraan mendulang suara. Sebab, pemilu legislatif berikutnya juga masih jauh. Aksi sosial kemanusiaan itu kerap dilakukan dengan cara tersembunyi. Seperti saat momen HUT ke-12 Partai Gerindra, legislator Dapil Nusa Penida ini menjalankan misi sosial itu kepada para veteran di Bumi Serombotan. Total, ada 27 veteran yang mendapat santunan langsung dari dana pribadi tokoh Nusa Penida yang juga Bendesa Jungut Batu tersebut. “Itu sering saya lakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban saya secara niskala,” kata Gunaksa saat ditemui, Senin (10/2) kemarin. Gunaksa mengaku menyasar para veteran sebagai salah satu bentuk perhatian kecil yang bisa diberikan kepada mereka, di saat tubuh fisik mereka sudah menua. Dia berharap santunan ini bermanfaat bagi veteran. Dia menegaskan, nilainilai kepedulian terhadap sesama ini harus terus dipupuk. Ini sudah biasa ia lakukan sejak saat menjadi bendesa kepada masyarakatnya di Desa Jungut Batu. Dengan cara itu pula ia lebih dekat dengan masyarakatnya. Sehingga ketika terpilih sebagai anggota dewan, dia pun masih bertahan sebagai bendesa. Ketut Gunaksa mengaku memasuki periode kedua sebagai bendesa. Periode pertama, yaitu tahun 2011 sampai 2016, kemudian dilanjutkan kedua tahun 2016 sampai tahun 2021. Bahkan, sebelumnya, Gunaksa pernah sembilan tahun menjadi Perbekel Jungut Batu, dari tahun 1999 sampai 2008. Pengalaman itulah, yang membuat dirinya terbiasa peduli sesama. Dia berharap semakin banyak masyarakat lain juga tergerak melakukan hal serupa. Action yang dilandasi niat murni, bukan sekadar pencitraan. (gik)

Itu ditegaskan Bupati Suwirta saat hadir pada RAT Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sedia Pemkab Klungkung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Senin (10/2) kemarin. Perkembangan teknologi informasi diyakini membuat aktivitas masyarakat terus terdorong ke era digital. Situasi ini memiliki peluang tersendiri bagi daerah untuk terus berkembang dan bersaing dalam dunia global. Dalam RAT tahun buku 2019, Bupati Suwirta dalam arahanya mengatakan, KPRI Sedia harus berani melompat menggunakan pendekatan modern dengan konsep belanja start-up. Misalnya, bergerak di bidang aplikasi dan teknologi, untuk memenuhi kebutuhan pasar modern dengan mengem-

bangkan model belanja online. Ia mengarahkan koperasi seperti itu, karena peluang ini masih terbuka digarap koperasi untuk terus bergerak dan berkembang. Sebab, koperasi tidak diatur oleh peraturan yang ketat. Koperasi harus pintar menangkap peluang untuk berani bersaing dengan bank dalam menjalankan perkreditan. “Koperasi harus berani berinovasi di bidang teknologi, agar bisa memberikan service (pelayanan) kepada anggotanya. Era sekarang itu pasar tidak perlu terlalu ramai. Tetapi, yang ramai itu adalah transaksinya. Klungkung sudah kami arahkan ke dunia digital,” ujar Bupati Suwirta. Start-up menjadi sebuah

usaha baru yang berjalan dengan menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan core business-nya. Ini untuk memecahkan ragam masalah di masyarakat, sehingga menciptakan sebuah industri baru. Dalam perkembangan dunia start-up, kini sudah semakin bergairah dan semakin tumbuh seiring berkembangnya teknologi. Setidaknya telah ada 4 start-up unicorn yang berasal dari Indonesia. Seperti Traveloka, Tokopedia, Bukalapak dan go-jek. Menurut Bupati Suwirta, start-up yang mendominasi saat ini berasal dari industri E-Commerce dan Fintech. Pengurus KPRI Sedia, I Wayan Wasta, mengatakan jumlah anggota KSPI Sedia Pemkab ini, saat akhir tahun

2018 sebanyak 666 orang. Memasuki tahun 2019, total anggota sudah mencapai sebanyak 686 orang, dengan unit usaha simpan pinjam dan pertokoan. Sementara total SHU-nya sudah menyentuh Rp 815.045.264, naik dari tahun lalu sebesar Rp 137.927.137, atau 30,37 persen. Wasta menambahkan, akan meningkatkan permodalan melalui simpanan berjangka dengan suku bunga sebesar 0,70 persen per bulan. Dan pemanfaatan modal pinjaman baik dari bank maupun lembaga keuangan lainnya. Selain itu, juga menyelenggarakan asuransi jiwa peminjam kredit, menyediakan kuliner ASN dan karyawan, serta melayani anggota melalui penyediaan fotokopi dan alat tulis kantor. Ide untuk menggarap start-up akan dibicarakan lebih lanjut agar bisa digarap bersama. (kmb31)

BPJS Bantah Data Kepesertaan Ida Pedanda Ketewel Ganda Semarapura (Bali Post) BPJS Cabang Klungkung meluruskan informasi yang beredar terkait data kepesertaan ganda, salah satu sulinggih Ida Pedanda Gede Ketewel. Kepala BPJS Cabang Klungkung Endang Triana Simanjuntak, Senin (10/2) kemarin, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung. Setelah dicek, ternyata data kepesertaannya tidak ganda, hanya kartunya saja yang tercetak ganda. ‘’Setelah kami cek, bukan data ganda, tetapi keluarga dari sulinggih Ida Pedanda mendapatkan dua kartu sama. Kartu yang pertama belum berisi NIK, sedangkan kartu yang lain telah kita validasi dengan NIK dan itu yang berlaku. Nomor kartu dan identitasnya pun sama, jadi itu tidak masalah sama sekali,’’ tegas Endang. Sementara terkait pendaftaran suliggih, saat ini mengikuti mekanisme pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri yaitu aktif dan dapat digunakan 14 hari dari pendaftaran, iuran sulinggih dibayarkan pemkab melalui Disbudpora. BPJS Kesehatan pun menanggung penuh biaya pengobatan sulinggih Ida Pedanda Gede Ketewel (75)

asal Geria Gede Paksebali yang dirawat di RSUD Klungkung. Sulinggih Ida Pedanda Gede Ketewel menderita penyakit jantung dan dijamin sebagai Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang didaftarkan pemerintah daerah melalui Program Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Klungkung. Seluruh keluarganya terlindungi jaminan kesehatannya oleh Program JKN-KIS. ‘’Ida Pedanda Gede Ketewel telah dijamin sepenuhnya JKN-KIS melalui Program Universal Health Coverage (UHC) atau Jamkesda Kabupaten Klungkung, beliau mendapatkan pelayanan yang baik dari rumah sakit dan sedang dalam masa pemulihan,’’ ungkap Endang. Petugas BPJS Satu RSUD Klungkung juga sudah mengunjungi sulinggih Ida Pedanda Gede Ketewel dan memberikan penjelasan terkait penjaminan layanan kesehatan. ‘’Sulinggih yang saat ini dirawat di RSUD Klungkung belum terdaftar sebagai peserta JKNKIS, namun mengingat saat ini Pemerintah Kabupaten Klungkung memang sudah mengintegrasikan program jaminan kesehatan daerahnya secara menyeluruh

KARTU PESERTA - Petugas BPJS Satu saat menyerahkan kartu peserta dan memberikan penjelasan kepada Ida Pedanda Istri Alit Padni. dengan BPJS Kesehatan (UHC), maka beliau dapat didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS,’’ lanjut Endang. Ida Pedanda Istri Alit Padni (59) yang ditemui di RSUD Klungkung menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak BPJS Kesehatan dan Pemkab Klungkung

karena biaya pengobatan suaminya dijamin sepenuhnya JKN-KIS. ‘’Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu pengurusan kartu JKN-KIS Ida Pedanda Gede Ketewel, sehingga dapat dijamin JKN-KIS.

Sudah dijelaskan secara lengkap tentang mekanisme JKN-KIS ini. Selain itu kami berterima kasih kepada Pemkab Klungkung atas program UHC-nya, sehingga masyarakat dapat solusi cepat jika memerlukan jaminan biaya pengobatan,’’ ungkap Pedanda Istri. (kmb31)

Tangani Pengidap HIV/AIDS

Diskes Bentuk Puskesmas Satelit di Nusa Penida KASUS HIV/AIDS semakin mengkhawatirkan. Karena itu, Dinas Kesehatan terus memantau potensi kasus dan mengupayakan berbagai upaya pencegahan. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Suapatni, Minggu (9/2) pagi, mengatakan akan membentuk Puskesmas Satelit, agar penderita HIV/AIDS dapat ditangani langsung ke puskesmas, khususnya di Kecamatan Nusa Penida. Bagaimanakah desain penangan secara sistematis dan terstruktur terkait kasus HIV/AIDS yang akan dilakukan Dinas Kesehatan Klungkung? Dokter Adi Suapatni saat menjadi pembicara di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya mengatakan, tahun 2019 sudah terjadi 44 kasus. Sebetulnya kasus ini sudah sempat turun dari tahun 2018 sebanyak 53 kasus, sedangkan tahun 2017 (36 kasus), tahun 2016 (15 kasus), dan 2015 (50 kasus). Untuk mengintensifkan

penanganan kasus ini, Dinas Kesehatan berupaya melakukan mendekatkan pelayanan. Ini terlihat dari aktivitas penderita HIV/AIDS yang mulai memilih berobat di RSUD Klungkung, dari sebelumnya di RSUP Sanglah, RS Wangaya atau di YKP. Tercatat sudah ada 87 orang penderita yang sudah sempat dilayani di RSUD

dr. Ni Made Adi Suapatni Klungkung sepanjang tahun 2019, di mana RSUD Klungkung sebagai RS pengampu. Adi Suapatni menambahkan, pihaknya tetap melakukan berbagai upaya untuk menang-

gulangi HIV/AIDS. Seperti promosi kesehatan, mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Melakukan upaya pencegahan penularan, dengan memaksimalkan peran petugas kesehatan hingga ke tingkat desa. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan dan penegakan diagnosis, pengobatan dan perawatan hingga dukungan rehabilitasi. ‘’Kami selalu berbagi tugas dengan KPA Klungkung, agar sasaran penanganan semakin tepat sasaran. Karena terkadang penderita HIV/AIDS itu tidak mau terbuka. Itu sulitnya,’’ katanya. Selain sulit untuk terbuka, Dinas Kesehatan juga terkendala rendahnya penemuan kasus sejak dini. Ada perilaku masyarakat, khususnya penderita yang menolak diperiksa atau diobati akibat stigma negatif soal HIV/AIDS. Kesia-

pan fasilitas pelayanan dalam pengobatan juga menjadi kendala tersendiri. Melihat berbagai kendala itu, Dinas Kesehatan terus melakukan peningkatan kualitas konselor. Kemudian, mempercepat proses menjadikan RSUD Klungkung sebagai pengampu ARV. Hingga memperbanyak Puskesmas Satelit

dalam pengobatan ARV itu sendiri. ‘’Sementara baru dua di Kecamatan Nusa Penida. Kami rencanakan membentuk Puskesmas Satelit, yakni di Puskesmas Nusa Penida I dan II. Sehingga yang di wilayah kepulauan ini langsung bisa konsultasi dan ditangani di sana,’’ tegasnya. Untuk mencegah penye-

baran HIV/AIDS itu semakin meluas, maka perlu pengelolaan program penanganan secara sinergi. Tujuannya, agar mampu menemukan kasus atau penderita sejak dini. Dari sisi penanganan kesehatan, semakin cepat penderitanya ditemukan dan ditangani sejak dini, maka risiko penularannya akan semakin rendah. (gik)


Selasa Paing, 11 Februari 2020

Bali Post/kmb41

DIBERSIHKAN - BPBD bersama Dinas PUPR Karangasem membersihkan sisa-sisa material banjir bandang di jalur pelintas di Sungai Taksu, Banjar Dinas Kemoning, Desa Bhuana Giri, Senin (10/2) kemarin.

Pascabanjir Bandang

BPBD Bersihkan Material di Jalur Pelintas

Amlapura (Bali Post)Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem melakukan pembersihan terhadap sisa-sisa material yang ada di jalur pelintas Sungai Taksu, Banjar Dinas Kemoning, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Senin (10/2) kemarin. Pembersihan itu dilakukan agar akses lalu lintas di lokasi tersebut lancar.

Bali-Ku Bantu Anak Yatim dan Warga Kurang Mampu

AKSI sosial dilakukan Yayasan Sosial Bali Kumara (Bali-Ku) Amlapura, belum lama ini. Selain memberikan bantuan kepada anak yatim piatu dan warga kurang mampu, yayasan ini juga menggelar aksi bersih-bersih sampah plastik. Ketua Umun Bali-Ku Amlapura, Ni Made Laba Dwikarini, mengatakan pihaknya memberikan bingkisan berupa uang tunai, sembako, obatobatan ringan dan pakaian kepada puluhan orang anak yatim dan keluarga miskin di Karangasem. Selain memberikan bantuan, pihaknya juga melaksanalan aksi bersih-bersih sampah plastik di sekitar Pantai Jasri. ‘’Kami berharap

bantuan yang diberikan ini bermanfaat untuk mereka,’’ katanya. Salah seorang warga yang menerima bantuan, Ni Made Menter, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada dirinya. ‘’Saya ucapkan terima kasih. Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,’’ ujarnya. Hal senada juga disampaikan Ni Nengah Kasiani. Ia menjelaskan, bantuan ini sangat berarti bagi dirinya dalam memenuhi segala kebutuhan sehari-harinya. ‘’Bantuan ini selain saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari, juga akan dipakai hari raya Galungan dan Kuningan,’’ jelasnya. (nan)

Arimbawa, Senin kemarin. Untuk membersihkan sisa-sisa material tersebut, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas PUPR Karangasem untuk mengerahkan alat berat loader. Sebab, pembersihan tidak bisa dilakukan secara manual, mengingat material yang menumpuk di badan jalan cukup besar. ‘’Akses jalan dan saluran air tertutup material pasir dan bebatuan serta senderan jalan tergerus. Untuk membersih material tersebut harus memakai alat berat. Saat ini akses

jalan sudah bisa dilalui atau dilewati oleh pengguna jalan,’’ jelasnya. Arimbawa mengatakan, jalur-jalur pelintas yang dilewati aliran sungai, ketika hujan lebat riskan diterjang banjir bandang. Apabila terjadi banjir, maka akses jalan dipastikan bakal dijalani dengan tumpukan material yang dibawa banjir. ‘’Apalagi sekarang hujan sudah semakin sering turun. Jadi, kami akan selalu siap menangani hal-hal seperti ini,’’ tegasnya. (kmb41)

Tertimpa Pohon, Bocah Lima Tahun Meninggal Kondisi Ayah Korban Kritis

Bali Post/nan

BANTUAN - Warga kurang mampu saat menerima bantuan sembako dari Yayasan Sosial Bali Kumara (BaliKu) Amlapura, belum lama ini.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan pascaditerjang banjir banyak material batu dan pasir dari hulu Gunung Agung yang dibawa banjir menumpuk di lokasi tersebut. Kondisi itu mengganggu akses lalu lintas bagi warga yang hendak melakukan aktivitas. ‘’Karena akses sulit akibat banyak material, makanya kami bersihkan agar akses lancar dan warga juga tidak terhambat dalam melakukan aktivitas,’’ ujar

Amlapura (Bali Post) Bencana pohon tumbang kembali merenggut korban jiwa di Karangasem. I Nyoman Sukmayasa, bocah berusia lima tahun asal Banjar Kangin, Desa Seraya Timur, Karangasem, meninggal dunia setelah tertimpa pohon bersama ayah dan kakaknya, Minggu (9/2) sore. Sebelum meninggal, korban sempat dirawat intensif bersama sang ayah di RS Sanglah, Denpasar akibat luka serius yang dialami di bagian kepala. Sementara ayah korban, I Nyoman Suartana, hingga saat ini kondisinya masih kritis dan belum sadarkan diri. Berdasarkan pantauan di rumah duka, Senin (10/2) kemarin, warga terlihat memadati kediaman korban untuk melayat. Ibu korban terus-menerus meneteskan air mata meratapi kepergian putra keduanya untuk selama-lamanya. Sementara sejumlah warga tampak mempersiapkan perlengkapan untuk upacara penguburan korban. Kakak korban, I Gede Suastika (8), juga terlihat dipangku kerabatnya karena mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Salah seorang kerabat, Wayan Sarya, menuturkan peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, ayah korban bersama korban dan kakak korban hendak pulang ke rumahnya di Ban-

jar Kangin dari membantu ayah kandungnya membuat jalan untuk rambat beton di Banjar Belubuh. ‘’Usai membuat jalan sekitar pukul 16.00 Wita, ayah korban mengajak korban dan kakak korban pulang ke rumahnya di Sanghyang Ambu. Korban (Nyoman Sukmayasa - red) dibonceng di depan, sedangkan kakaknya, I Gede Suastika, di belakang. Saya tahu informasi kejadian itu sekitar pukul 16.30 Wita,’’ ujarnya. Akibat kejadian itu, kata Sarya, I Nyoman Sukmayasa meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala akibat tertimpa pohon. Sementara kakaknya hanya mengalami lukaluka di bagian pipi, hidung dan bibir. Sementara itu, ayah korban sampai saat

ini masih mendapatkan perawatan intensif di RS Sanglah karena belum sadarkan diri akibat menderita luka parah di bagian kepala. ‘’Sebelum keduanya dirujuk ke RS Sanglah, lebih dulu diajak ke Puskesmas Seraya. Karena lukanya parah, makanya dilarikan ke RSUD Karangasem. Karena luka ayahnya dan korban cukup parah, keduanya dirujuk ke RS Sanglah, Denpasar. Sekitar pukul 23.00 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan ayahnya sampai saat ini belum sadarkan diri. Semoga cepat sadar,’’ ujar Sarya seraya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk biaya rumah sakit, karena kondisi perekonomian keluarga korban begitu sulit. Sarya menjelaskan, jen-

azah korban telah tiba di kediaman orangtuanya sekitar pukul 03.00 Wita, Senin (10/2) kemarin, dan sore harinya langsung dikubur di Setra Seraya Barat. ‘’Karena belum tanggal gigi dan belum SD, jenazah korban belum bisa diaben. Harus dikubur,’’ jelasnya. Sementara itu, orangtua dari I Nyoman Suartana, I Komang Tegteg, mengatakan dirinya sebelum kejadian tidak merasakan firasat apa-apa. ‘’Tidak ada firasat apa-apa,’’ ujarnya. Tegteg mengaku sangat terpukul kehilangan cucunya untuk selama-lamanya. Dikatakan, cucunya saat ini masih duduk di Taman Kanak-kanak. Sedangkan kakak korban, I Gede Suastika (8), yang mengalami luka-luka duduk di kelas III SDN 3 Seraya Timur. ‘’Kakaknya hanya mengalami luka di bagian luar saja, seperti luka di pipi, dan hidung. Sampai saat ini, pinggangnya masih sakit. Tapi, kemarin sudah dicek oleh dokter. Katanya tidak ada luka dalam,’’ katanya.

Sebelumnya, korban Nyoman Suartana naik motor sambil membonceng kedua anaknya yang masih kecil. Mereka melaju ke arah timur dalam perjalanan pulang dari Banjar Belubuh, Desa Seraya Tengah menuju rumahnya di Banjar Kangin, Desa Seraya Timur. Si bungsu Nyoman Sukmayasa (5) duduk di bagian depan, sementara Gede Suastika (8) duduk di boncengan (belakang). Begitu memasuki TKP, tibatiba pohon perindang jalan jenis kayu santen tumbang menimpa motor yang dikendarai Suartana yang membonceng kedua putranya. Mereka bertiga terkapar di aspal. Pada kejadian itu, Gede Suastika selamat dan hanya menderita luka ringan. Sebaliknya, korban Suartana dan si bungsu Nyoman Sukmayasa terkena hantaman ranting pohon yang tumbang. Korban Sukmayasa meninggal dunia, sementara ayahnya sampai saat ini dirawat intensif di RS Sanglah karena kondisinya kritis. (kmb41)

Dewan Dorong Penyusunan Pelamar Tunggu Hasil Tes Wawancara Ranperda Penataan Desa Seleksi Calon Anggota PPK

Amlapura (Bali Post) Puluhan warga yang melamar sebagai anggota Panitia Pe milihan Kecamatan (PPK) untuk Pilkada 2020 telah mengikuti tes wawancara. Saat ini mereka masih menunggu hasil tes wawancara untuk memestikan apakah lolos sebagai anggota PPK atau tidak. Dikonfirmasi Senin (10/2) kemarin, Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana, mengatakan dari 102 orang yang melamar sebagai anggota PPK, sebanyak 84 orang yang dinyatakan lulus administrasi. Dari jumlah itu, saat tes wawancara sebanyak 81 peserta yang hadir, sedangkan tiga orang memilih tidak hadir. ‘’Kami ciutkan lagi menjadi 72 orang untuk melakukan tes wawancara,’’ ujarnya. Krisna Adi Widana menambahkan, tes wawancara digelar sejak Sabtu (8/2) sampai Senin kemarin. Hanya, tidak semua peserta yang lolos tes sebelumnya mengikuti tes wawancara.

Tercatat satu orang peserta tidak ikut tes wawancara. Dikatakan, tes wawancara dilaksanakan selama tiga hari yang diawali oleh peserta dari Kecamatan Abang dan Rendang, dilanjutkan untuk peserta dari Kecamatan Bebandem, Kubu dan Manggis pada Minggu (9/2). ‘’Terakhir, kami lakukan tes untuk peserta dari Kecamatan Selat, Sidemen dan Kecamatan Karangasem,’’ katanya. Ia menjelaskan, peserta yang lolos nantinya, yakni peserta yang menempati ranking I sampai X saja. Bahkan, ranking I sampai V secara otomatis terpilih sebagai anggota PPK. ‘’Pelantikan PPK akan digelar pada 27 Februari mendatang,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, KPU bakal merekrut 40 anggota PPK. Nantinya, di masing-masing kecamatan akan ditugaskan lima orang PPK. Anggota PPK yang terpilih diharapkan benar-benar siap, baik dari segi kemampuan dan integritas sebagai penyelenggara. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TES – Sejumlah warga yang melamar sebagai anggota PPK saat mengikuti tes wawancara, belum lama ini.

Amlapura (Bali Post)Anggota DPRD Karangasem mendorong penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penataan Desa. Dengan adanya perda itu, maka akan dapat melindungi dan memberikan payung hukum kewilayahan desa sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014. Menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Penataan Desa, Kadek Weisya Kusuma Dewi, pihaknya sangat mendorong agar rancangan perda tersebut segera bisa diselesaikan. Dikatakan, perda itu sangat diperlukan untuk memayungi wilayah dari keinginan masyarakat memekarkan diri. “Nanti dalam proses pemekaran kan ada syarat yang harus dipenuhi. Itu juga sebagai antisipasi terjadinya polemik atau gejolak di masyarakat,” ujar Weisya Kusuma Dewi, Senin (10/2) kemarin. Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), I Nengah Mindra, menjelaskan ada beberapa persyaratan yang nantinya masuk ke dalam Perda Penataan

Desa ini, yakni terkait pembentukan, penghapusan, perubahan, dan penggabungan status desa dengan mengacu Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa. “Perda yang kita buat agar bisa memberikan payung hukum sesuai dengan amanat UU Desa,” ujarnya. Mindra menambahkan, untuk memekarkan diri dari desa induk akan diatur. Yakni, syaratnya paling sedikit didukung 5.000 jiwa atau 1.000 KK. Untuk banjar dinas, syaratnya paling sedikit 200 KK atau 1.000 jiwa. Maka dari itu, pihaknya baru akan memproses pemekaran kalau sudah lebih dari 1.000 KK atau 5.000 jiwa untuk desa dan 200 KK atau 1.000 jiwa untuk banjar dinas. “Kami tetap memfasilitasi proses pemekaran sepanjang memenuhi persyaratan. Kalau tidak memenuhi persyaratan tentu tidak bisa diproses. Mana yang lebih dahulu tercapai apakah jiwanya atau KK, baru bisa memekarkan diri. Itu sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2014,” tegasnya. (kmb41)


Selasa Paing, 11 Februari 2020

Lomba Pidato Bahasa Bali Minim Peserta

Bangli (Bali Post) Bulan Bahasa Bali kembali diselenggarakan di Kabupaten Bangli, Senin (10/2) kemarin. Bulan Bahasa Bali tahun ini diisi empat kegiatan lomba, yakni lomba berpidato bahasa Bali, nyurat aksara Bali, lomba mengetik teks bahasa Bali di komputer dan lomba masatua. Dari keempat lomba tersebut, lomba berpidato bahasa Bali tercatat paling minim peserta. Padahal lomba berpidato bahasa Bali melibatkan peserta dari kalangan bendesa. Dari total 16 bendesa di Kabupaten Bangli yang diundang sebagai peserta, hanya empat orang yang ikut sebagai peserta lomba. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, Wayan Adnyana, dalam laporannya mengatakan, kegiatan Bulan Bahasa Bali di tahun 2020 ini adalah pelaksanaan Bulan Bahasa Bali yang kedua. Yang pertama telah dilaksanakannya tahun

2019 lalu. Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini diatur berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 mengenai pelaksanaan atau penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali di kegiatan Bulan Bahasa Bali. Kegiatan Bulan Bahasa Bali ini dilaksanakan satu bulan sekali dalam setahun di bulan Februari oleh Pemerintah Provinsi Bali yang diikuti pemerintah kabupaten/kota di seluruh Bali. Bisa juga dilaksanakan desa adat, lembaga pendidikan, swasta dan krama Bali. Pelaksanaan kegiatan Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Bangli ini dibantu penyuluh bahasa Bali dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali. Disebutkannya, Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Bangli diisi 4 kegiatan, yaitu lomba pidato bahasa Bali dengan peserta seluruh bendesa di Kabupaten Bangli, lomba nyurat bahasa Bali, lomba mengetik

teks bahasa Bali di komputer, serta lomba masatua Bali yang diikuti ibu-ibu PKK di seluruh Kabupaten Bangli. Bupati I Made Gianyar dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan Bulan Bahasa Bali ini sangat perlu dilaksanakan. Sebab, di zaman milenial seperti sekarang ini, orang Bali sudah jarang berbicara menggunakan bahasa Bali di kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, kegiatan– kegiatan di masyarakat pun sudah jarang masyarakat Bali yang tahu. Contohnya membuat banten, membuat tandingan caru, membuat sengkui, klatkan dan sarana-prasarana upacara lainnya. ‘’Sebagai orang Bali harus bangga menggunakan bahasa Bali. Dan kita harus mempertahankan kebudayaan kita, terutama di lingkungan remaja. Karena ke depannya pemuda-pemuda kita yang bisa menguatkan budaya kita ini,’’ pungkas Made Gianyar. (kmb40)

Jadi Pelaku Pengeroyokan, Tiga Pemuda Diamankan

Bangli (Bali Post) – Aparat Polsek Bangli mengamankan tiga pelaku pengeroyokan terhadap korban, Ahmad Adi Santosa (16), pemuda yang tinggal di Banjar Nyalian, Kelurahan Kawan, Bangli. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap kasus pengeroyokan itu terjadi lantaran salah paham saat mereka minumminum di tempat umum. Ketiga pelaku yang diamankan itu masing-masing berinisial I Kadek MP (18), pelajar asal Desa Sukawana, I Komang AG (20) asal Desa Tamanbali, dan I Made A (18), pelajar asal Desa Bayung Cerik, Kintamani. Ketiganya memenuhi panggilan polisi sebagai tersangka, Sabtu (8/2). Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, Senin (10/2) kemarin mengatakan, ketiga pelaku telah diperiksa. Diketahui, kasus pengeroyokan terhadap korban itu terjadi karena salah paham. Mereka sempat minum-minum di balai kambang, utara Kantor Bu-

Bali Post/ist

PENGEROYOKAN - Petugas memeriksa ketiga pemuda pelaku pengeroyokan. pati Bangli. ‘’Antara korban dan pelaku sebetulnya mereka saling kenal,’’ terangnya. Atas perbuatannya itu tersangka terancam hukuman penjara 3 tahun 6 bulan sebagaimana dimaksud Pasal 80 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ketiga tersangka itu tidak dilakukan penahanan oleh polisi karena alasan masih sekolah.

Sebagaimana diketahui, korban Ahmad Adi Santosa (16), pemuda yang tinggal di Banjar Nyalian, Kelurahan Kawan, Bangli menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal, Senin (3/2) tengah malam lalu. Akibat pengeroyokan itu, ia mengalami luka robek pada beberapa bagian tubuhnya. Kasus pengeroyokan itu baru dilaporkan Kamis (6/2) ke Polsek Bangli. (kmb40)

Menelisik Banjir Bandang di Desa Songan

Tiap Tahun Terjadi, Pemerintah Mesti Antisipasi BENCANA alam kerap menimpa kawasan Desa Songan, Kintamani, Bangli. Tak hanya longsor, banjir bandang pun hampir setiap tahun terjadi. Bencana alam itu bisa terjadi ketika musim hujan dan cuaca ekstrem. Meski pemerintah kabupaten dan provinsi selalu hadir setiap adanya bencana, namun belum ada pembahasan lebih lanjut seperti apa penanggulangan dan bagaimana mengantisipasinya supaya tidak terjadi banjir bandang lagi. Sejatinya relatif banyak faktor pemicu terjadinya banjir bandang di desa yang lokasinya di kaki Gunung Batur ini. Bagaimanakah idealnya Pemprov Bali, Pemkab Bangli mengatasi masalah yang setiap tahun muncul agar tidak terulang lagi kejadian yang sama? Berkaca dari kejadiankejadian sebelumnya, setiap musim hujan, pasti akan terjadi banjir bandang. Dua banjar paling terdampak akibat banjir tersebut, yakni Banjar Hulundanu dan Banjar Desa. Sebab, kedua banjar itu berada di posisi hilir, di mana tumpahan air dari atas pegunungan itu bermuara ke daerah tersebut. Di Banjar Hulundanu misalnya, terdapat aliran sungai. Warga setempat menyebutnya dengan rogan mbah. Sungai ini terhubung dari puncak Penulisan, Desa Belandingan dan Desa Pinggan lalu ke Banjar Hulundanu. Jika terjadi hujan lebat, pastinya aliran air itu mengalir di sungai melewati Banjar Hulundanu lantas ke danau. Sayangnya, kondisi aliran sungai ini sangat dangkal, sehingga ketika terjadinya banjir bandang, air yang mengalir begitu besar itu, tidak pelak langsung merembes ke lahan pertanian warga. Akibatnya, lahan pertanian warga yang berisi tanaman bawang, tomat, cabai dan lainnya ikut tersapu air bah. Para petani pun harus gigit jari karena tanamannya diterjang banjir. Tak hanya ditanam yang baru ditanam. Tanaman yang hampir panen pun rata tanah. Atas kondisi itu, para petani mengalami kerugian jutaan rupiah. Kemudian di Banjar Desa, selain tempatnya rendah, juga banyak pemukiman warga.

Banjir bandang yang terjadi di banjar ini, sumber airnya dari atas pegunungan yang merupakan lintas desa dan banjar, yakni Puncak Penulisan, Pinggan, Belandingan dan Banjar Kayupadi. Dari Banjar Kayupadi ini, hingga Banjar Desa tidak ada saluran air khusus seperti di Banjar Ulundanu, sehingga air bah ini mengalir secara liar. Di daerah ini, sebelum permukiman warga juga merupakan lahan pertanian. Air yang mengalir deras dari atas tentunya juga menerjang lahan pertanian warga. Lebih parahnya lagi, di kedua lokasi banjir bandang ini tidak adanya selokan atau got yang bisa mengalirkan air. Secara otomatis, air mengalir secara liar ke rumah-rumah warga. Kemudian terjadilah musibah seperti sekarang ini. Karena kejadian tersebut mobil dan puluhan unit motor tertimbun lumpur. Begitu juga puluhan warga terpaksa mengungsi lantaran rumahnya tertimbun lumpur setebal satu meter. Kini jalur tersebut hanya bisa dilewati sepeda motor. Itupun kondisinya becek dan licin sehingga pengendara mesti hati-hati. Atensi Pemerintah Melihat kondisi seperti ini, tentunya warga Desa Songan sangat berharap harus ada perhatian atau atensi lebih pemerintah terkait cara penanggulangannya. Pemerintah,

baik di kabupaten, provinsi maupun pusat, harus mengambil langkah antisipasi sehingga hal itu tidak terulang lagi. Apalagi, jalur itu merupakan jalan satu-satunya menuju Pura Hulundanu Batur. Setiap harinya selalu ada pamedek yang tangkil ke Pura Tri Kahyangan Jagat itu. Jika pemerintah tak mengambil langkah, tentunya warga setempat akan diselimuti rasa kekhawatiran setiap musim hujan. Salah satu warga setempat, I Komang Gede Artawan, berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk antisipasi. Ia menilai, dalam beberapa tahun belakangan sudah ada beberapa nyawa melayang akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Akan tetapi, hingga sekarang belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk mengambil langkah penanggulangan. Buktinya, bencana yang sama terus datang tiap musim hujan. ‘’Bencana seperti ini setiap tahun terjadi. Bahkan tahun-tahun sebelumnya telah menelan korban jiwa. Beruntung bencana kali ini tidak ada korban jiwa. Jadi, saya harap Bapak Bupati Bangli segera bersikap dan mengambil langkah penanggulan supaya ke depannya tidak lagi terjadi bencana seperti ini,’’ pinta Komang Artawan, Senin (10/2) kemarin sembari mengaku mengapresiasi Bupati Bangli dan jajarannya, petugas BPBD, pihak kepolisian, TNI dan pejabat lainnya sudah cepat turun ke lokasi bencana. Hal serupa juga dikatakan warga, Gede Arcana. Pria yang rumahnya pas dilewati banjir bandang itu mengaku sangat menyayangkan tidak adanya tindakan antisipasi dari pemerintah. Padahal, kejadian seperti ini sudah terjadi berulangulang. Selama ini, pemerintah hanya peduli ketika sudah ada kejadian, setelah itu terdiam. ‘’Jangan sampai ada kejadian lagi dan korban lebih banyak,’’ imbuh Arcana yang mengaku sejumlah rumah saudaranya tertimbun lumpur. (jay)

Bali Post/ist

Berlanjut, Pembersihan Akses Terdampak Banjir

KERUK MATERIAL - Alat berat bekerja mengeruk material yang menimbun akses jalan.

Bangli (Bali Post) -

Hari keempat pascabanjir bandang di Desa Songan, Kintamani, petugas gabungan TNI, Polri, ASN bersama warga setempat, masih melanjutkan upaya pembersihan akses-akses yang terdampak. Beberapa alat berat milik Kementerian PUPR dan Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli diterjunkan membersihkan sisa-sisa material lumpur yang mengendap di fasilitas umum seperti jalan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, I Ketut Gde Wiredana, Senin (10/2) kemarin menyebutkan, fasilitas umum berupa akses jalan nasional yang terdampak banjir bandang mencapai 2 kilometer. Saat ini sudah tertangani 80 persen oleh pelaksana Jalan Nasional BPJN VIII. Untuk pembersihannya diterjunkan dua alat berat dan dua dump truck. “Jika cuaca mendukung, hari ini ditarget selesai se-

hingga pengguna jalan bisa lewat kembali dengan normal seperti sebelumnya,” terangnya. Selain akses jalan, fasilitas umum lainnya yang juga terdampak banjir, yakni halaman TK Prawidya Dharma Songan sudah dibersihkan mencapai 100 persen oleh tim gabungan. Demikian juga halaman sekolah yang terendam lumpur sudah bersih. Warga sekolah juga melakukan pembersihan lantai ruangan. Mulai Selasa (11/2) pelaksanaan proses

belajar mengajar di sekolah itu bisa digulirkan kembali. Demikian juga fasilitas masyarakat, yakni halaman Pura Penetegan Banjar Hulundanu Songan yang sempat terdampak lumpur, saat ini sudah selesai dibersihkan secara gotong royong. “Untuk fasilitas pribadi, masih dilaksanakan gotong royong oleh tim gabungan,” ujarnya. Disinggung upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi terjangan banjir bandang susulan saat hujan

deras terjadi, Wiredana menambahkan petugas sudah membuatkan jalan air menuju danau. Selama ini ketika banjir terjadi, air beserta lumpur mengalir melewati akses jalan warga hingga masuk ke rumah-rumah penduduk. “Hambatan pembersihan akses umum itu sebetulnya tidak ada. Cuma fasilitas pribadi seperti rumah-rumah warga, tanpa alat berat memang susah melakukan pekerjaan itu. Bayangkan warga harus gotong royong mengangkat pasir dengan kendalaman seperti itu. Pastinya perlu prosesnya panjang. Untung saja dibantu alat berat, sehingga bisa lebih cepat tuntasnya,” kata Wiredana. (kmb40)


Selasa Paing, 11 Februari 2020

Realisasikan KLA

Perlu Dukungan Dana Pihak Ketiga Lewat CSR Singaraja (Bali Post) -

DPRD Buleleng saat ini membahas ranperda tentang Kabupaten Layak Anak (KLA). Dalam pembahasan terungkap, tak cukup menyusun regulasi, tetapi dukungan anggaran untuk merealisasikan KLA, sangat penting. Pansus mengusulkan, perlu dukungan dana dari pihak ketiga melalui penyaluran CSR.

Bali Post/kmb38

Ni Luh Hesti Ranitasari

Hal itu diungkapkan Ketua Pansus Ranperda KLA, Ni Luh Hesti Ranitasari, saat memimpin rapat internal di gedung dewan, Senin (10/2) kemarin. Rapat ini digelar setelah pansus konsultasi ke Kementrian PPA dan ke Pemkab Tanggerang beberapa waktu lalu. Luh Hesti Ranitasari mengatakan, Buleleng saat ini sudah mampu meraih KLA dengan kategori pratama. Capaian ini sudah selangkah lebih maju dibandingkan dengan daerah lain. Untuk itu, usulan membahas ranperda ini nantinya akan memberi

acuan dalam mewujudkan Buleleng sebagai KLA. Selain itu, pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Putu Agus Suradnyana dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. (PASSutjidra) sudah membangun ruang publik seperti Taman Yowana Banyuasri, RTH Taman Bung Karno, dan Taman Kebangsaan. Demikian juga beberapa dinas pelayanan publik sudah dilengkapi dengan fasilitas untuk anak. Namun, dia masih menemukan dinas yang belum membuat fasilitas untuk anak. “Beberapa dinas sudah menyiapkan arena bermain untuk anak,

namun masih ada instansi yang belum. Saya harap pelayan publik itu membuat ruang ramah anak,” katanya. Srikandi Partai Demokrat ini menilai tidak cukup hanya menyusun regulasi saja. Namun, dukungan anggaran dalam mewujudkan program atau penyediaan sarana prasarana penunjang yang ramah anak mutlak diperlukan. Untuk itu, legislator dua periode ini mengusulkan dalam ranperda perlu diakomodir terkait dukungan stakeholders melalui program CSR. Selama ini, kebijakan perlindungan perempuan dan anak hanya terpaku

pada dinas terkait. Karena alokasi anggarannya terbatas karena kondisi keuangan daerah, sehingga program atau penyiapan fasilitas penunjang ramah anak belum maksimal. Untuk itu, dirinya sudah mulai melakukan pendekatan lisan dengan beberapa perusahaan untuk bergandengan tangan menyalurkan CSR-nya untuk membuat fasilitas ramah anak di beberapa ruang publik. “Sangat memungkinkan dan koordinasi awal sudah kami lakukan dan dukungan ini bisa diwujudkan melalui Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI). Melalui organisasi itu perusahaan yang tergabung di dalamnya membantu pemerintah membuat fasilitasi atau mendukung program yang berkaitan KLA,” jelasnya. (kmb38)

Pemkab Sempurnakan RKPD Tahun 2021 Singaraja (Bali Post) Pemkab Buleleng menyempurnakan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021, karena ada perubahan struktur kelembagaan di daerah. Dalam penyempurnaan ini, RKPD mengusung tema “Peningkatan Kualitas SDM Integrasi Pariwisata Pertanian untuk Pembangunan Inklusif”. Tema besar ini dipilih karena Buleleng sendiri memiliki potensi pertanian dalam arti luas dan sektor pariwisata alam dan budaya. Hal itu diungkapkan Kepala Bappeda Buleleng, Nyoman Genep, usai pembukaan konsultasi publik RKPD Tahun 2021 di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja Pelabuhan Buleleng, Senin (10/2) kemarin. Nyoman Genep mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah menyusun RKPD tahun 2021. Namun, ada perubahan regulasi dari pemerintah pusat, seperti PP No. 21 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam PP ini struktur APBD tidak

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Manager utk Hotel dan HK,FO,Security, Garden Hub: newarenahotelkutabali@gmail.com B.BP.001.02.20.0000193

Dcr Adm & SPG + Sopir.ByPas IB Mantra 112B Dps, 087754434981

B.BP.001.02.20.0000257

!!! 2Karyawati, 2 Sopir SIMA/B1 Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran (dekat SPBU)

B.BP.004.02.20.0000259

DIJUAL MOTOR

SERVICE

SERVICE

RUPA-RUPA

lagi digolongkan belanja langsung dan belanja tak langsung (BL BTL). Tetapi diubah menjadi pos belanja operasional, modal, transfer, dan belanja tak terduga. Selain itu, terbitnya Permendagri No. 90 Tahun 2019 yang intinya menginstruksikan daerah harus menyederhanakan program dan kegiatan di semua instansi. “Karena ada perubahan regulasi di pusat, sehingga dilakukan penyempurnaan RKPD 2021 sebelum dijabarkan dalam RPJMD tahap empat,” katanya. Di sisi lain, mantan Kepala Dinas Pertanian ini mengatakan, penyempurnaan ini penting karena beberapa waktu lalu pemerintah melakukan perubahan struktur kelembagaan. Selain ada instansi yang digabung, juga ada pembentukan lembaga baru. Dengan demikian, program, kegiatan dan struktur anggaran yang akan dikelola mengalami perubahan. “Lembaga yang digabung dan pembentukan instansi baru ini berimplikasi pada program dan anggaran. Jadi penting melakukan

Dcr Sales Bhn Bnagunan,Tng Serabutan.Kirim Lamaran Jl.Nuansa Indah Selatan 9D Denpasar. B.BP.004.02.20.0000258

Dcari Courier Motor,Office Boy Operasional, Max .28th.Krm lam. Jl Gn.Soputan I/107. Tl:8466317 B.BP.001.02.20.0000187

Dicari Karyawati (SPG) untuk Toko Baju Lokasi Uluwatu Tlp/WA:082144126390 Email: lostinparadise639@gmail.com B.BP.001.02.20.0000178

penyempurnaan dan me-review. Melalui konsultasi ini kita mencari masukan untuk menyempurnakan RKPD tahun 2021,” jelasnya. Menurut birokrat asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada ini, secara umum rancangan RKPD yang “dibedah” dalam

konsultasi publik ini menyesuaikan dengan RPJMD Bali dan RPJMN. Rancangan ini menitikberatkan pada kebijakan pembangunan tahun 2021 adalah “Peningkatan Kualitas SDM Integrasi Pariwisata Pertanian untuk Pembangunan Inklusif”. (kmb38)

Bali Post/kmb38

SOSOK CPNS Mesti Taati Komitmen CPNS menjadi cita-cita hampir sebagian besar lulusan perguruan tinggi. Tak heran, setiap rekrutmen, ribuan pelamar mengikuti seleksi. Bahkan, demi menjadi abdi negara, pelamar merambah keluar daerah. Kalau berhasil lulus, mereka memohon pindah tugas ke lembaga yang diinginkan. Namun, belakangan ini usulan pindah tugas setelah dinyatakan diterima menjadi CPNS sulit dilakukan dan bahkan tidak mendapat rekomendasi. Hal itu terungkap dalam pelatihan dasar CPNS Golongan III di Undiksha, Singaraja Senin (10/2) kemarin. Latihan dasar ini menghadirkan narasumber Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemendikbud, Dra. Dyah Ismayanti, M.Ed. Dyah Ismayanti mengatakan, di awal rekrutmen pemerintah sudah menuntut CPNS yang lolos seleksi tetap pada komitmen, di mana seorang CPNS bersedia ditugaskan di mana pun. Untuk itu, dia mengingatkan CPNS yang sudah diterima menaati komitmen tersebut. CPNS yang sudah diterima dituntut berdedikasi, bekerja dengan baik tanpa meninggalkan kompetensi yang dimiliki. Selain itu, juga dituntut untuk komitmen terhadap fungsinya di lembaga. Apalagi, di era revolusi industri 4.0 setiap ASN di perguruan tinggi diminta untuk menguasai teknologi. “Apapun alasannya termasuk kemampuan bisa ditugaskan di mana saja, tidak akan direkomendir. Komitmen awal ini harus ditaati, dan menjadi dosen tidak hanya mampu mengajar, tapi teknologi harus kita kuasai,” katanya.Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., menginginkan CPNS ini bisa menjadi dosen yang profesional, selalu meningkatkan kompetensi bidangnya, memiliki karakter Indonesia dan karakter Undiksha, yaitu karakter Ganesha. Untuk merealisasikan hal itu, pihaknya menggenjot kompetensi diri para dosen muda melanjutkan studi ke jenjang doktor dan memilih perguruan tinggi di luar negeri. (kmb38)

RKPD - Buleleng menyempurnakan RKPD tahun 2021, Senin (10/2) kemarin.

Dcr Mekanik & Sparepart sepeda Motor Ahass, 081236700700

B.BP.001.02.20.0000272

Dcr PRT Gj.2Jt, tggl dlm,Dps, bkn agent 08123918700 B.BP.004.02.20.0000262

Dicari Accounting segera, min SMK,email ke balirecruitment20 20@gmail.com

B.BP.004.02.20.0000227

Dicari PRT tinggal dalam, umur 25-35, pengalaman,gaji 2Jt. hub.081999371348 B.BP.004.02.20.0000264

Staff Vacancy for Office Admin / Data entry, M/F, Junior position, must have adobe/Auto Cad skills, and speak English. CV:PT.Sourcing Bali, raka@sourcing-bali.com

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan

Rmh 2Lt Dalung LT125m2 SHM,5KT RK,2KM,RT,Dpr,Grs,087862442728

Tnh:26A SS.Road Seminyak, 15A Cargo Indah 4 Dps.085100867168

Pajak Blnan, SPT Tahunan HP/WA

B.BP.001.02.20.0000252

B.BP.004.02.20.0000199

B.BP.031.02.20.0000261

DIJUAL MOBIL TOYOTA

BIRO JASA

PROPERTY

PROPERTY

DISEWAKAN RUKO

DIJUAL RUKO

Velfire’09 type Premium sound velg R20 KM.80rb, 081999567481

Sewa BU cepat Ruko 2Lt Murah CokroaminotoHub.0895398988989

Ruko Kertha Wijaya A1, Buluh Indah 26C Dps Hub:085100867168

B.BP.166.02.20.0000271

B.BP.004.02.20.0000266

B.BP.004.02.20.0000198

087887729409 & 081.338.344.155 B.BP.001.01.20.0000814

KEHILANGAN Hlg BPKB No.J06067860-O, DK 2794 AA, an:Tuti Nuriah B.BP.001.02.20.0000255


Selasa Paing, 11 Februari 2020

Wujudkan Keharmonisan Dalam Keragaman

Pertama Kalinya Imlek Digelar di Jalan

BERBEDA dengan perayaan pada tahun-tahun sebelumnya, perayaan Tahun Baru Imlek di Jembrana tahun 2020 untuk pertama kalinya digelar di tempat terbuka, tepatnya di Jalan Hasanudin – Dauhwaru, Jembrana, Minggu (9/2) petang hingga malam. Acara dihadiri langsung Bupati Jembrana I Putu Artha, Wabup I Made Kembang Hartawan, Forkopimda Jembrana, tokoh agama dan tokoh pemuda lintas agama, semuanya berbaur bersama warga Tionghoa serta masyarakat umum. Perayaan bersama Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan di ruas jalan perkotaan di sebelah barat Gedung Kesenian Bung Karno diikuti antusias oleh masyarakat umum. Kemeriahan tampak dari sejumlah properti seperti lampion dan lampu hias warna-warni yang telah dipasang sebelumnya. Kemeriahan perayaan yang dipusatkan di pusat keramaian ini juga dimeriahkan dengan berbagai

pertunjukan kesenian dan budaya warga Tionghoa sebagi wujud keragaman dan kerukunan antarumat di kabupaten ujung barat Pulau Dewata. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan ‘’Indonesia Raya’’ serta doa bersama dipimpin Pandita Hamit Citra Pana Wirawan. Acara juga diisi dengan penampilan tarian daerah oleh ibu-ibu Persit Dandim 1617 Jembrana, paduan suara dari ibu-ibu Inti Klub Bali, tari Tahun Baru Ceria oleh anak-anak Sekolah Minggu TITD Cung Ling Bio serta yang paling ditunggu masyarakat adalah atraksi Barongsai. Ketua Panitia Yoko Sujana mengatakan, perayaan Imlek bersama tahun ini merupakan yang ketiga kalinya. Khusus pemilihan tempat yang digelar di ruang terbuka merupakan yang pertama kalinya. Dijelaskannya, momentum perayaan Imlek bersama diharapkan dapat merajut kebinekaan, kebersamaan dan harmoni

dalam perbedaan bagi semua warga Jembrana. ‘’Jembrana juga kaya akan budaya. Termasuk keragaman di antara warga Tionghoa sendiri, yang memeluk berbagai macam agama,’’ ungkapnya. Atas nama panitia, ia mengucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan daerah serta aparat atas terselenggaranya perayaan Imlek bersama di tempat terbuka pertama kalinya. ‘’Semoga dengan berkumpul bersama, makan kue keranjang, berbagi angpao menjadi benang merah dari perayaan Tahun Baru Imlek. Kami panitia berharap acara ini mampu memperkuat persaudaraan untuk membangun NKRI berlandaskan toleransi serta harmoni,’’ kata Yoko. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha memberikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan Imlek Bersama Tahun 2020 yang dipusatkan di Jalan Hasanudin kali ini. Artha juga

Pepatah Lama Dalam situasi seperti ini, ada baiknya kita merenungkan lagi pepatah lama ‘’Don’t put all your eggs in one basket’’. Adalah salah besar kalau semua sumber daya ekonomi yang dimiliki individu, kelompok, masyarakat atau satu Provinsi Bali dipertaruhkan di satu sektor saja. Bali harus memiliki berbagai alternatif selain pariwisata, sehingga apa yang disebut sebagai ketahanan ekonomi (economic security) bisa terwujud. Secara historis, kita tahu, sebagian besar perekonomian Bali beberapa dekade lalu bersandar pada pertanian, baik dari segi pendapatan maupun penyerapan tenaga kerja. Seiring waktu, industrialisasi pariwisata Bali menjadi penyumbang PAD terbesar, menyerap sumber daya manusia dalam jumlah besar, dan juga menjadi semacam magnet yang membuat sektor-sektor lain ditinggalkan. Tentu saja tak bisa ditampik kalau pariwisata telah menjadikan Bali sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, bahkan termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2003 saja, sebagai contoh, sekitar 80% perekonomian Bali telah bergantung atau terkait erat dengan industri pariwisata. Meski demikian, menjadikan pariwisata sebagai satu-satunya primadona tetap saja berisiko. Ini karena ia berbasis interkoneksi wilayah dan manusia serta sangat tergantung pada stabilitas keamanan dan ekonomi lokal, regional dan dunia. Itu sebabnya, di tengah pertumbuhan ekonomi Bali yang cepat dan stabil di awal dekade 2000-an, Bom Bali 2002 dan 2005 meluluhlantakkan sektor pariwisata. Demikian juga ketika Gunung Agung berkali-kali erupsi di sepanjang 20172019 serta kini ketika pandemik virus Corona secara langsung menggerus kunjungan pariwisata ke Bali.

Belajar dari rangkaian kejadian ini, pemerintahan dan masyarakat Bali serta siapa pun yang peduli dengan Bali, mau tidak mau harus mendesain ulang dan merekonstruksi berbagai hal terkait perekonomian. Harus diciptakan sektorsektor primadona lain berdasarkan potensi-potensi alam, ekonomi dan sosiobudaya masyarakat Bali. Pada Januari 2020 lalu, sebagai langkah awal, Gubernur Bali Wayan Koster sebenarnya sudah mencetuskan rencana perekomoniam yang disebut sebagai penguatan fundamental perekonomian Bali. Beliau menyatakan bahwa dimulai pada 2020 ini, Provinsi Bali akan serius mengembangkan kembali sektor pertanian. Alasannya, di atas kertas, 60 persen kehidupan masyarakat Bali masih bersandar atau terkait dengan sektor tersebut. Berpatokan pada realitas sektor pertanian dalam era modernisasi, selain mesti didukung, cita-cita Gubernur Wayan Koster perlu dikembangkan supaya lebih kontekstual. Artinya, selain berpijak pada pengelolaan secara tradisional, seperti model subak, supaya memiliki daya tarik dan jual ekonomi sektor pertanian harus dibawa ke arah industrialisasi pertanian dalam skala yang sesuai. Soal daya tarik dan jual ekonomi ini menjadi sangat penting paling kurang karena dua hal yang saling berhubungan. Pertama terkait antusiasme pelaku pertanian di Bali dan yang kedua karena secara ekonomi sektor pertanian tak lagi dinilai menjanjikan. Termasuk juga di sini betapa penyusutan lahan pertanian di Bali tetap belum terkendali. Terkait yang pertama, data Sensus Pertanian pada 2013 menunjukkan bahwa dari 492.394 rumah tangga yang mengelola pertanian pada Sensus Pertanian 2003 berkurang menjadi 408.233 rumah tangga. Artinya, terjadi pengurangan sebesar 17,09 persen dalam 10 tahun atau rata-

rata 8.416 rumah tangga setiap tahunnya. Seiring dengan itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali menunjukkan bahwa sumbangan sektor pertanian berkurang sejak 2010 sebesar 17,2 persen. Dalam PDRB 2018, sumbangan sektor pertanian tersisa 13,8 persen. Dengan angka-angka ini, yakni kurang dari 20 persen, Provinsi Bali sebenarnya tak bisa lagi disebut sebagai daerah agraris. Industrialisasi pertanian berbasis subak atau desa, oleh karena itu, harus mencakup sektor hulu sampai hilir. Janji Gubernur Wayan Koster bahwa sektor hulu harus dikelola secara tepat dan pengelolaan hilir akan melibatkan perbankan menjadi sangat relevan. Supaya berkembang dengan cepat, pemerintah harus segera membangun sentra pangan, fasilitas industri berbasis hasil pertanian dan memfasilitasi para petani, koperasi dan pengusaha tani supaya bisa bermitra untuk tujuan ekspor. Meski demikian, sambil menunggu dan mendukung langkah-langkah selanjutnya terkait pengemban gan ketahanan ekonomi melalui sektor pertanian, pemerintah dan masyarakat Bali juga tak boleh mengabaikan ragam potensi di sektor-sektor lainnya. Dalam dunia yang semakin terkoneksi satu sama lain ini, umpamanya, Bali bisa saja menjadi pusat pendidikan baru di Indonesia, dan pada gilirannya di tingkat dunia. Sebagai penutup, hal terpenting saat ini adalah bagaimana masyarakat dan pemerintah Bali sampai pada kesadaran yang kurang lebih sama mengenai economic security. Setelah itu, secara bergotong royong, mereka terus berinovasi dan menggerakkan roda perekonomian alternatif yang berjalan paralel dengan pariwisata. Penulis, Gubernur Akademi Bela Negara (ABN), tokoh masyarakat Bali

Ambil Alih Mengingat di Bali ada banyak hutan milik negara. Kalau memang ada penyerobotan dan pemerintah pusat tidak sanggup menangani, pihaknya yang mengambil alih untuk penindakan. Ia menambahkan, pelibatan kabupaten/kota juga dilakukan dalam penegakan Perda tentang RTRWP Bali. Mengingat, jumlah perso-

nel Satpol PP Provinsi bisa dikatakan terbatas untuk memantau di seluruh Pulau Dewata. Kabupaten/kota umumnya diberdayakan untuk menyerap informasi dan menyampaikan kepada provinsi serta koordinasi jika ada perubahan zona sesuai peraturan di daerah. Dilema sering dihadapi di lapangan. Seperti dalam hal pelanggaran sempadan pantai. Tak dimungkiri bila abrasi juga turut menye-

babkan bangunan masyarakat menjadi terdesak oleh pantai. Padahal dulunya terbilang jauh atau tidak melanggar sempadan. Untuk kasus semacam ini, pihaknya meminta kebijakan di daerah karena menyangkut alam. ‘’Sepanjang tidak mencemarkan pantai, kami juga masih bisa terima. Artinya dilakukan pembinaan saja, karena lahan mereka terbatas,’’ jelasnya. (kmb32)

Selasa, 11 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Melalui Pujawali Kita Tingkatkan Pelembagaan Ajaran Agama Hindu (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Kuru Setra Parwa (1) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping

10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita

Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Lutut Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Upakara Gita Santhi Sekaa Santhi Campur

17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita

22:00 Wita 22:30 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:05 Wita

Sari Gianyar Klungkung (1) Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Dialog Nuansa Property Bali TV Shop Kalung Omkara Ista Dewata Pura Catur Lawa Ida Ratu Dukuh, Besakih Karangasem Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam

menyatakan perayaan Tahun Baru Imlek di jalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat umum bisa mengenal lebih banyak keragaman budaya, sehingga toleransi dan kerukunan antarumat di Jembrana bisa selalu terjaga dan saling menghormati. ‘’Kita ingin berkah Imlek bisa dinikmati dan dirayakan segenap lapisan warga Jembrana. Tidak hanya berbagi kebahagiaan, juga sekaligus untuk mendekatkan budaya, kita kenalkan secara langsung kekayaan dan keragaman yang ada di Jembrana. Ada perayaan Cap Go Meh serta tarian Barongsai yang bisa ditonton masyarakat di lokasi terbuka,’’ ujarnya. Melalui kesenian, pihaknya juga ingin menunjukkan keberadaan umat Tionghoa Jembrana betul-betul diterima dengan baik dan bisa diketahui khalayak ramai. ‘’Harapannya masyarakat jadi lebih tahu dan merasakan kebersamaan,’’ jelasnya. Atas sukses penyeleng-

BARONGSAI IMLEK - Bupati Artha bersama Wabup Jembrana menghadiri perayaan Imlek di Jembrana, Minggu (9/2) malam, yang diisi dengan pementasan Barongsai. garaan Imlek bersama tahun ini, pihak panitia juga berkeinginan menggelar perayaan serupa dengan konsep yang lebih meriah. Dikatakan panitia penyelenggara yang juga Ketua Pemuda Tionghoa Jembrana, Irwan, kemasan acara

nanti akan diperluas kembali dirangkaikan penyelenggaraan kejuaraan Barongsai. Jembrana akan diusulkan menjadi tuan rumah untuk event itu. ‘’Atraksi Barongsai yang paling menarik serta ditunggu warga. Ke depan akan kita

perluas, tidak hanya tampil membawakan atraksinya di panggung acara tapi berkeliling seputar Jalan Ngurah Rai, misalnya. Tujuannya agar bisa disaksikan lebih banyak lagi oleh warga Jembrana,’’ pungkasnya. (ad260)

’’Jaja Uli’’ di Pasar Umum Negara Mengandung Rhodamin B

Negara (Bali Post) –

Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, Senin (10/2) kemarin, Loka POM Buleleng bersama Dinas Koperindag dan Dinas Kesehatan Jembrana melakukan intensifikasi pengawasan pangan di Pasar Umum Negara. Selain mendapati masih adanya jajanan untuk upakara mengandung pewarna berbahaya, tim juga menyambangi salah satu gudang repacking atau kemas ulang pewarna tekstil di dekat Pasar Umum Negara. Hasil tes lab dari 11 sampling jajanan, tujuh di antaranya mengandung bahan berbahaya berupa pewarna berbahaya yakni rhodamin B. ‘’Kita ambil sampel 13. Dan kita uji 11 sampel, dan ternyata ada 7 sampel yang mengandung rhodamin B,’’ ujar Kepala Loka POM Buleleng, Made Ery Bahari Hantana. Jajan yang diambil itu di antaranya jaja uli, jajan putu kering dan lain-lain yang memiliki warna mencolok. Ery mengharapkan masyarakat selaku konsumen diharapkan waspada dengan jajanan yang warnanya ngejreng. Ciri-cirinya warnanya pink dan ada bintik-bintik kecil. Tetapi untuk memastikannya, menurutnya, harus melalui uji lab seperti yang dilakukan kemarin. Loka POM juga meminta kepada Kepala Pasar Negara Gusti Bagus Ketut Warsita agar ikut mengawasi suplier bahan makanan yang disuplai ke para pedagang. Kepala Pasar juga diberikan list daftar namanama pedagang yang diketahui menjual makanan itu untuk nantinya diberikan pembinaan. ‘’Sebenarnya ada pewarna yang tidak berbahaya, ini yang perlu kita edukasi khususnya bagi suplier. Sayangnya hampir semua

Bali Post/olo

GUDANG – Petugas dari Loka POM Buleleng dan dinas terkati di Jembrana menyambangi salah satu gudang yang diketahui melakukan kemas ulang pewarna tekstil dengan kemasan ukuran di bawah standar. pedagang enggan menyebutkan supliernya,’’ pungkas Ery. Karena itu, ia berharap ada tindakan aktif dari pasar untuk memantau hal ini Langkah menyambangi gudang repacking bahan pewarna ‘’kesumba’’ (pewarna tekstil) itu setelah petugas mendapati masih ada penjualan ‘’kesumba’’ dan diketahui ada yang mendistribusikan di sekitar Pasar Umum Negara dengan kemasan di bawah satu

kilogram. Padahal sesuai peraturan Menteri Perdagangan berat minimal kemasan yang boleh dijual 1 kilogram. ‘’Di sini kita lihat banyak ukuran satu tong yang dikemas kecil-kecil di bawah satu kilogram,’’ terang Made Ery. Hal ini, menurutnya, melanggar aturan, meskipun alasannya karena kebutuhan konsumen di masyarakat untuk pewarna. Loka POM selanjutnya menyerahkan pembinaan kepada

Harus Dijabarkan

‘’Jangan ada kanibalisme tata ruang hanya untuk mengejar keuntungan ekonomis. Bali mestinya bergerak pada upaya membangun keseimbangan dan sustainable. Kebijakan yang berpihak pada lingkungan mestinya menjadi kebijakan,’’ sarannya. Prof. Rumawan menilai program Gubernur Bali dalam konteks ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ adalah salah satu upaya strategis ke arah itu. Implementasi dari gerakan ini harus jelas dan berkelanjutan. Dukungan dan kesamaan harus dijabarkan.

Bahkan, Dr. Made Sudarma mengatakan gagal fokus Bali tak hanya pada masalah tata ruang. Bali juga terkesan gagal fokus mengawal isu-isu lingkungan. Selama ini ada banyak bencana lingkungan yang terjadi berulang, namun kita tetap gagap menyikapinya. Longsor di Songan, Kintamani, pencemaran Danau Batur, masalah sampah dan sanitasi air gagal diatasi secara tuntas. ‘’Kita baru sadar ada bencana ketika diributkan dan benar-benar telah menimbulkan masalah. Setelah itu, kita abai dan tak melakukan strategi antisipasi,’’ jelasnya. Ia menyarankan agar

Bali segera mengidentifikasi masalah-masalah strategis terkait lingkungan. Setelah itu tentukan skala prioritas. ‘’Sampah telah diributkan 15 tahun lalu. Solusi yang ditawarkan bermacam-macam. Sayangnya tak satu solusi menjadi realita,’’ ujarnya. Bali harus fokus dan jangan merasa mampu mengatasi semua masalah lingkungan dalam waktu bersamaan. ‘’Harus ada prioritas pilihan. Tanpa ada kajian yang jelas dan keberpihakan implementasi, kita akan tetap menjadi sasaran bencana lingkungan,’’ jelasnya. Sudarma mengingatkan

Dinas Koperindag Jembrana agar menghentikan tindakan repacking itu. ‘’Ketika kita temukan sumber pembuat jajanan itu, kita nantinya ke sana memberikan edukasi dan pembinaan untuk tidak menggunakan bahan pewarna tekstil itu,’’ tambah Ery. Dari informasi, usaha repacking ini sudah cukup lama beroperasi. Pemilik juga tidak mengetahui bahwa tindakannya itu menyalahi aturan. (kmb26) regulasi dan strategi pengelolaan Bali hendaknya menjadi rujukan yang disusun berdasarkan kondisi riil. Mana yang penting dan mendesak haruslah menjadi prioritas. ‘’Kalau dikiaskan Bali gagal fokus mengatasi masalah tata ruang dan lingkungan, saya sependapat. Kita memang belum memiliki master plan yang jelas terkait hal ini,’’ ujarnya. Bahkan, Bali juga gagap dalam menangani bencana berulang, karena solusinya tak pernah tuntas. Kajian teoretis dan perdebatan wacana mestinya mulai mengarah ke rencana aksi dan implementasi. (dir)


Selasa Paing, 11 Februari 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Batuaji Ingin Padukan Alam dan Budaya SEAKAN tidak mau ketinggalan dengan desa lainnya, Desa Adat Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan juga memiliki keinginan untuk mewujudkan cita-cita menjadi desa wisata. Di tengah keterbatasan potensi yang dimiliki, Desa Adat Batuaji akan bersinergi dengan desa dinas untuk mewujudkan hal tersebut. Hal itu sejalan dengan program Pemprov Bali melalui visi ‘’Nangun Sat Kerti Loka Bali’’ yakni penguatan desa adat untuk menyejahterakan krama desa.

Gusti Nyoman Madia

Bendesa Adat Batuaji Gusti Nyoman Madia mengatakan, Desa Adat Batuaji terdiri atas empat banjar adat yakni Banjar Batuaji Kelod, Batuaji Kaja, Penulisan dan Jangkahan, dengan jumlah krama adat sebanyak 397 KK. Krama setempat saat ini dominan bekerja di bidang per-

tukangan. Sedangkan pada era tahun 80-an, mayoritas krama saat itu bergerak di sektor pertanian. ‘’Dulu 70 persen hampir warga kami bergerak di sektor pertanian, namun seiring perkembangan global dan mulai kecilnya debit air irigasi, banyak yang beralih ke sektor lain,’’ terangnya. Meski diakui saat ini potensi pertanian lahan basah memang masih ada tepatnya di Banjar Penulisan, Jangkahan dan Batuaji Kaja, ditopang sektor perkebunan.

Dengan potensi alam yang masih bisa dipertahankan inilah, kuat keinginan untuk menjadikan desa ini sebagai desa wisata. Yakni menjual potensi alam pertanian yang rencananya akan dipadukan dengan seni dan budaya, serta kehidupan krama setempat khususnya usaha rumah tangga seperti membuat banten upakara, jajan Bali maupun jajan basah. ‘’Banyak warga yang menekuni UMKM usaha kecil rumah tangga seperti membuat jajan upakara, ja-

Pengobatan Tradisional Warnai Bulan Bahasa Bali 2020 BERBAGAI jenis layanan pengobatan tradisional dapat dinikmati masyarakat dalam gelaran Bulan Bahasa Bali 2020 di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Minggu (9/2). Pengobatan tradisional yang bersumber dari berbagai lontar Usada Bali ini merupakan salah satu implementasi dari penggunaan bahasa, aksara dan sastra Bali. Sebab, mereka yang memiliki keahlian dalam pengobatan tradisional Bali, sebelumnya mau tidak mau tentu harus mempelajari bahasa, aksara dan sastra Bali.

Kepala Bidang Dokumentasi dan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Bagawinata, mengatakan pengobatan tradisional menjadi salah satu rangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali yang berlangsung dari 1-27 Februari di Taman Budaya Denpasar. Terlebih, Pemerintah Provinsi Bali dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ memang sedang berupaya membangkitkan warisan pengobatan tradisional Bali yang adiluhung, yang bersumber dari sastra maupun

lontar-lontar Usada Bali. Ketua Gotra Pengusada Taru Pramana, I Nyoman Sridana, mengatakan layanan terapi dan pengobatan tradisional yang dapat dinikmati pengunjung secara gratis itu pihaknya bekerja sama dengan sejumlah komunitas dan yayasan. Seperti Dharma Murti, Tim Padma Bhuana, Komunitas Totok Punggung Cabang Bali, Tim Ikayuweda, Tim Jro Bayu Gendeng, Tim Herbal Taru Pramana, dan Tim UKM Yoga Kesehatan Kesehatan IHDN Denpasar. Para pengunjung yang

didominasi generasi milenial itu terlihat antusias mencoba sejumlah layanan terapi kesehatan, seperti terapi prana, pijat, refleksi mata, telinga, bahu dan lengan, pijat totok punggung, terapi refleksiologi hingga mandi uap Nadhi Suwedha. Selain itu, tidak sedikit yang mengantre untuk mendapatkan layanan tenung wariga dan wacakan wukon atau ramalan berdasarkan hari kelahiran, ramalan ekonomi, ramalan kesehatan hingga jodoh. ‘’Dalam acara bakti sosial ini juga disediakan layanan ramalan numerologi hingga ramalan kartu tarot,’’ ujar Sridana. I Wayan Suweta, salah satu penekun atau penyembuh dengan menggunakan terapi prana, mengatakan cara memberikan terapi untuk setiap orang berbeda-beda, disesuaikan dengan keluhannya. ‘’Kami membantu mereka yang merasakan keluhan dengan menggunakan energi dari Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan). Kami mohonkan energi dari Beliau (Tuhan) untuk ditransfer, selain dipadukan dengan teknik pemijatan energi,’’ ungkapnya. Teknik terapi prana yang telah diaplikasikannya itu dipelajari dari lontar dan juga dipadukan dengan teknik internasional. (win)

Bali United Siap Jinakkan Than Quang Ninh Mangupura (Bali Post) Tim tuan rumah Bali United mematok target poin penuh saat menjamu tamunya, Than Quang Ninh Vietnam, dalam laga perdana Piala AFC, Grup G, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (11/2)

malam ini pukul 19.30. Kesebelasan Serdadu Tridatu dalam kondisi siap tempur, dan hanya Stefano Lilipaly yang masih didera cedera. Kendati demikian, Pelatih Eko Purjianto mengakui dirinya terus memantau perkemban-

gan Stefano hingga menjelang pertandingan, dan kemungkinan bisa merumput. Eko menerangkan, asuhannya telah berlatih 20 hari. Bahkan, Fadil Sausu dan kawan-kawan telah melakoni latih-tanding melawan Persela Lamongan. ‘’Kami

Bali Post/ist

SIAP - Pesepak bola Bali United (kiri) siap memenangkan laga saat menjamu tamunya Than Quang Ninh Vietnam dalam laga perdana Piala AFC, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (11/2) malam ini.

telah melakukan evaluasi dan analisis. Hasilnya penyelesaian akhir dan kerja sama tim masih lemah, namun kami sudah membenahinya,’’ paparnya. Dijelaskan, pihaknya telah memahami kelebihan dan kekurangan tim lawan. Oleh sebab itu, Eko optimis Bali United mampu menjungkalkan lawannya. ‘’Apalagi, kami tampil di kandang pada laga perdana ini,’’ ucapnya. Sementara pemain belakang Ricky Fajrin bertekad mengawal pergerakan penyerang lawan. ‘’Saya akan berjibaku mengawal areal pertahanan, dan jangan sampai strikernya mampu menerobos atau berkeliaran di lini pertahanan,’’ ungkapnya. Di sisi lain pelatih Than Quang Ninh, Phan Thanh Hung, mengakui Bali United adalah lawan tangguh yang ditopang penyerang berbahaya seperti Paulo Sergio. Sedangkan kapten tim yang juga penjaga gawang Huynh Tuan Linh mengakui semangat juang pemain Bali United berlipat ganda jika tampil di kandang. Selain itu mereka juga tampil ngotot, yang didukung fisik dan stamina yang mumpuni. (022)

Kegiatan UMKM di Desa Adat Batuaji. jan Bali, kerajinan inka dan jejahitan upakara,’’ katanya. Karena yang ‘’dijual’’ adalah keindahan alam, maka konsepnya adalah dengan penyediaan jalur trekking. Dalam konteks itu sudah dibangun jalan setapak di pinggir sawah. ‘’Mungkin saja wisatawan diajak ke rumah krama melihat proses pembuatan sarana upakara dan jajan Bali. Bagaimana nantinya menggabungkan alam dan budaya ini sebagai konsep desa wisata,’’ pungkasnya. Namun keinginan menja d i ka n d e sa wisa t a i ni diakuinya baru sebatas pembahasan, dan sedang dirancang. ‘’Artinya Batuaji dengan potensi yang dimil-

iki saat ini tidak mau kalah dengan desa lain yang sudah mengantongi SK wisata. Yang diharapkan ke depan bisa menunjang keberadaan BUPDA, namun yang jelas prosesnya harus bertahap,’’ pungkasnya. Di tengah keinginan menjaga potensi alam untuk bisa menjadi objek desa wisata, Desa Adat Batuaji tentunya juga memikirkan cara agar bisa menjawab tantangan menjamurnya kawasan permukiman. Salah satunya diikat dengan aturan adat, khususnya di kawasan yang harus dijaga. Sementara potensi seni dan budaya yang dimiliki meliputi tari wali Rejang Renteng dan Rejang Dewa.

Sedangkan tari bali-balihan seperti Arja masih proses pembinaan. Tahun 2020 ini paling tidak sudah harus jalan, karena akan dipentaskan saat pujawali. Disinggung kesiapan Desa Adat Batuaji merealisasikan program Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerti Loka Bali’’, khususnya soal palemahan, dikatakan, sedang dirancang program layanan untuk pengangkutan sampah. Sementara itu, program PAUD/TK bernuansa Hindu masih akan dirancang, karena harus berkoordinasi dengan dinas dan perbekel. Sementara sekaa santi, sekaa sebunan, sastra Bali sudah terus ada pembinaan termasuk untuk yowana. (bit)

BPR di Badung Tak Pilih-pilih ’’Market’’ Mangupura (Bali Post) Virus Corona yang mewabah di berbagai negara berdampak pada pariwisata dan ekonomi Bali. Mengantisipasi dampak tersebut, BPR di Badung melakukan upaya dengan meng-grab semua segmen market. Tim Edukasi dan Literasi Keuangan Perbarindo Badung Nengah Sutha Semadi mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali jelas berdampak pada pertumbuhan kredit BPR, karena sebagian besar kredit disalurkan ke bidang usaha turunan pariwisata. Akibatnya pertumbuhan kredit BPR stagnan. Pertumbuhan kreditnya tidak bisa terlalu tinggi. Namun, diakui, BPR tetap bisa tumbuh. Jika dibandingkan 3-4 tahun lalu, kondisi BPR saat ini dikatakan agak terseok–seok. ‘’Kita pasti berdampak, apalagi virus ini menyebar ke seluruh dunia. Syukur–syukur di Indonesia tidak ada, mudah-mudahan tidak ada. Jika sampai ada kasusnya di Bali, itu tentu akan memberikan dampak bagi kita di BPR yang sebagian besar hidup kita di pariwisata,’’ jelasnya, Senin (10/2) kemarin kepada Bali Post. Selama ini segmen market BPR di Badung didominasi o l e h sektor perdagangan besar mau-

pun kecil, termasuk ekspor. ‘’Ekspor sekarang juga agak tersendat, terutama kerajinan,’’ ungkapnya. Pada sektor jasa juga dampaknya tinggi karena di Bali ada usaha rent car, money changer. Di tengah situasi lesu ini, diakuinya, BPR tidak lagi memilih–milih segmen market. Semua market akan diambil dengan tetap menggunakan prinsip kehati-hatian (prudent). Selain itu, Perbarindo juga tetap menyalurkan kredit properti meski s e d a n g l e s u . H a n y a , p e n y a luran ke kredit properti lebih selektif. ‘’Kita pilih yang end user, bukan kontraktornya atau pemakainya langsung,’’ ujarnya. Pertimbangannya, selain karena kondisi sedang lesu, penyaluran kredit ke end user juga lebih pasti dalam penagihan cicilannya. Ia berharap kebijakan pemerintah dan terutama Pemprov Bali dapat menahan lesunya ekonomi Bali. Apalagi pemerintah sekarang concern pada pembangunan infrastruktur baik jalan, pelabuhan– pelabuhan, dan pusat kebudayaan. Ia optimis pembangunan infrastruktur akan berdampak pada ekonomi Bali. (kmb42)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 11 Pebruari 2020 |balipost.com by e-Paper KMB - Issuu