Skip to main content

Edisi Selasa 10 Desember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 115 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

seLASA WAGE, 10 desember 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Dipanggil, Kontraktor SMPN 2 Mengwi

Penanaman Padi Denfarm

Hujan Es di Bangli

Jebolnya plafon di SMPN 2 Mengwi berbuntut pada pemanggilan kontraktor proyek. Selain memanggil PT Undagi Jaya, Dewan Badung juga menghadirkan Dinas PUPR, Disdikpora serta konsultan perencana dan pengawas.

Pemkab Tabanan bersinergi dengan Ditkrimsus Polda Bali melakukan upaya penanaman padi denfarm menggunakan green fertilizer. Setelah tiga bulan, padi tersebut sudah berhasil dipanen, Senin kemarin.

Fenomena langka terjadi di Desa Landih dan Pengotan, Bangli, Senin (9/12) kemarin. Hujan yang melanda wilayah setempat siang kemarin, disertai butiran es sebesar biji jagung.

TABANAN | HAL. 5

BADUNG | HAL. 3

BANGLI | HAL. 9

SEA Games 2019

Bali Post/ant

Osvaldo Haay

Saatnya Timnas Juara Manila – Partai final sepak bola SEA Games 2019 bakal mempertemukan timnas U-22 Indonesia kontra Vietnam di Rizal Memoriam, Filipina, Selasa malam ini. Sepanjang mengikuti SEA Games sejak 1977, timnas U-22 Indonesia tercatat telah enam kali lolos ke final. Dua di antara enam penampilan di final berhasil diakhiri Indonesia dengan meraih medali emas SEA Games. Pelatih Timnas Indra Sjafri pun menyiapkan timnya sebaik mungkin. Indra menerangkan bahwa pada sesi latihan terakhir, mereka memfokuskan diri untuk membuat kondisi fisik para pemain kembali bugar. Sebab, sebelumnya saat menghadapi Myanmar di semifinal, Saddil Ramdani dan kawan-kawan harus bertanding hingga 120 menit. ‘’Latihannya memang fokus untuk mengembalikan kebugaran pemain. Tim dokter dan fisio harus bekerja keras membantu pemain untuk kembali prima. Alhamdulillah prosesnya berjalan baik dan mudah-mudahan semua anggota tim sudah siap saat tampil melawan Vietnam,’’ jelas Indra, Senin (9/12) kemarin. Lebih lanjut, Indra pun menerangkan kalau laga melawan Vietnam nanti bakal berlangsung seru dan ketat. Sebab, Garuda Muda siap tampil habis-habisan guna meraih medali emas. Maklum saja, pasalnya Indonesia sudah 28 tahun lamanya tidak menjadi juara dalam gelaran SEA Games. Selain itu, Timnas Indonesia U-22 juga bertekad membalas kekalahan yang mereka dapat dari Vietnam di babak penyisihan Grup B. Saat itu Indonesia dikalahkan dengan skor 1-2. Hal itu sebenarnya cukup disayangkan karena Indonesia sempat unggul 1-0 lebih dulu. ‘’Pertandingannya akan sangat seru dan ketat. Saya minta pemain fokus dan tidak membuat banyak kesalahan,’’ tuturnya. Pertandingan ini mempertemukan tim paling produktif dan mempunyai bek yang paling kokoh. Hingga ke final, Indonesia dan Vietnam sama-sama produktif. Keduanya sama-sama membukukan 21 gol. Ada dua pemain yang menonjol, Osvaldo Haay di Indonesia dan Ha Duc Chinh di Vietnam, keduanya sama-sama membukukan 8 gol. Kemenangan terbesar Indonesia diraih saat mengalahkan Brunei Darussalam. Tim Merah-Putih menang 8-0, yang menjadi kemenangan paling besar di SEA Games 2019. Sementara itu, Vietnam membukukan kemenangan terbesar 6-0. Mereka juga mencatatkan kemenangan itu ke gawang Brunei. Soal catatan kebobolan, Indonesia kebobolan 4 kali. Vietnam dan Myanmar dua tim yang sukses menjebol gawang Indonesia, kedua tim masing-masing mencetak dua gol. Ada empat clean sheet yang dicatatkan oleh Indonesia. Sementara Vietnam juga kebobolan empat kali. Ada tiga tim yang berhasil menjebol gawang mereka. Laos, Indonesia, dan Thailand yang mampu menyarangkan bola ke gawang Vietnam. ‘’Ada statistik yang menarik jelang final besok. Vietnam dan Indonesia, data statistik menyatakan, kami sama-sama produktif, sama-sama kebobolan 4 saja, memasukkan 21 gol, tetapi ada yang membedakan di pelatihnya. Pelatih Vietnam kena kartu kuning dua kali, sementara saya belum satu kali pun,’’ tutup Indra Sjafri. (kmb33)

NO

NEGARA

1 2 3 4 5

Filipina Vietnam Thailand Indonesia Singapura

Bali Post/ant

DRAMA - Mendikbud Nadiem Makarim (kiri,) Menparekraf Wishnutama (kanan) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) saat tampil dalam drama bertajuk ‘’Prestasi Tanpa Korupsi’’ di SMKN 57 Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (9/12) kemarin.

Pentas Tiga Menteri Jokowi

’’Tukang Bakso’’ Erick Thohir Ajari Tak Korupsi

95 74 89 76 41

102 91 102 94 56

328 241 266 240 146

Harian Bisnis Bali Peluncuran Dana Bergulir Bupati Made Gianyar menyampaikan, sektor pariwisata merupakan pekerjaan yang cukup diminati oleh masyarakat. Untuk itu, Bangli membuat sejumlah terobosan. Apa wujudnya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Melahirkan di Kapal Bayi Selamat Warga Surabaya Suryaningsih (38) melahirkan di KMP Jambo VI, Senin (9/12) pagi kemarin. Selain proses kelahiran lancar bayi yang dilahirkan juga selamat. www.denpostnews.com

sebagai siswa sekolah kelas X lengkap dengan pakaian SMA, Erick Thohir menjadi tukang bakso urat lengkap dengan topi dan handuk di leher dan gerobak baksonya, sedangkan Wishnutama dan Bedu menjadi siswa kelas XII. Drama tersebut terjadi pada jam istirahat sekolah. Tiga pemain awal yang memainkan acting-nya adalah Sogy dan Nadiem. Sogy menjadi bendahara yang diamanahkan untuk menjaga uang kas tetapi malah ingin menggunakan uang kas itu untuk

membeli bakso, sedangkan Nadiem berupaya untuk mencegah penyalahgunaan uang tersebut. Dalam dialog jelang jam istirahat selesai, Erick si tukang bakso berucap, ‘’Jangan mentang-mentang anak bos malah manfaatin fasilitas, relasi. Namanya nepotisme, gak boleh. Ntar kalau lo sudah gede, terus jadi dirut, malah nitip barang-barang lo. Tukang bakso aja ngerti yang beginian.’’ Hal. 11 Tidak Boleh

Berantas Korupsi Bisa Dimulai dari Membersihkan Partai Politik

Jakarta (Bali Post) Upaya membersihkan korupsi bisa dimulai dari partai politik yang menjadi lumbung para kadernya mengisi jabatan strategis, baik di dewan maupun di pemerintahan. ‘’Selain pencegahan, penegakan, dan asset recovery, membersihkan Indonesia dari korupsi juga harus dimulai dari membersihkan partai politik, sebagai penyedia stok penyelenggara negara. Tanpa itu semua, Indonesia bersih dari korupsi hanyalah sekadar mimpi,’’ tegas Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo pada acara Hari Anti-Korupsi Dunia (Hakordia) 2019 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (9/12) kemarin.

TOTAL 131 76 75 70 49

TIGA orang menteri ‘’muda’’ Kabinet Indonesia Maju bentukan Presiden Joko Widodo tampil dalam pentas #PrestasiTanpaKorupsi# bertepatan dengan Hari Anti-Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di SMK 57 Jakarta. Ketiganya adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama Kusubandio. Dua orang pemain lainnya adalah artis Bedu dan Sogy Indraduadja. Nadiem dan Sogy berperan

Bambang Soesatyo

Peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia di Gedung KPK dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, Menkominfo Johny G Plate, Ketua DPDRI La Nyalla Mattaliti serta Ketua KPK terpilih Komjen Firli Bahuri. Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan lembaga yang dipimpinnya telah membantu menyelamatkan keuangan negara mencapai Rp63,9 triliun. Jumlah uang yang diselamatkan itu diperoleh selama periode empat tahun kinerja KPK. Ia menjelaskan, Rp63,9 triliun itu terdiri atas kegiatan monitoring penyelenggaraan pemerintahan negara sebesar

Rp34,7 triliun, koordinasi dan supervisi dalam bentuk penyelamatan aset sekitar Rp29 triliun, dan penyelamatan keuangan negara dari gratifikasi dalam bentuk dan uang senilai Rp159 miliar. Ia berharap dengan prestasi itu, dapat mendongkrak ranking Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia di tahun 2019. Momen Hari Anti-Korupsi Sedunia 2019 tersebut juga dimanfaatkan pimpinan KPK saat ini untuk mengucapkan salam perpisahan. Sebab, terhitung 21 Desember 2019 nanti, Agus dan pimpinan KPK lainnya, kecuali Alexander Marwata (terpilih kembali untuk periode 2019-2023). tidak lagi memimpin lembaga antikorupsi tersebut. (kmb4)

KPK Perlu Dievaluasi

Jakarta (Bali Post) – Program pemberantasan korupsi terutama yang dikerjakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu dievaluasi. ‘’Saya kira kita harus mengevaluasi seluruh program yang hampir 20 tahun ini berjalan. Pertama, penindakan itu perlu tapi menurut saya, kita pertama harus pembangunan sistem,’’ kata Presiden Joko Widodo, Senin (9/12) kemarin. Katanya, sistem itu menjadi hal yang sangat penting dalam rangka memberikan pagarpagar agar penyelewengan itu tidak terjadi. Kedua, adalah rekrutmen politik. Proses rekrutmen politik penting sekali jangan sampai rekrutmen politik membutuhkan biaya yang besar, sehingga nanti orang akan tengak-tengok bagaimana pengembaliannya. Ini juga bahaya. Rekrutmen politik di sini adalah bagaimana merekrut kader parpol yang menduduki jabatan-jabatan di legislatif

Joko Widodo maupun eksekutif. ‘’Ketiga, fokus kita di mana dulu? Jangan semua dikerjakan tidak akan menyelesaikan masalah, evaluasi-evaluasi seperti inilah yang harus kita mulai koreksi, evaluasi, sehingga betul setiap tindakan itu ada hasilnya yang konkret bisa diukur,’’ kata Presiden. Hal. 11 Tangkap Tangan

Sistem Penggajian ASN akan Dikaji Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa sistem penggajian seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari pusat, daerah, hingga TNI/Polri perlu dilakukan pengkajian ulang, sebab dianggap masih belum adil dan merata. ‘’Jadi memang ada level dari keseluruhan apa yang disebut tadi sistem penggajian di Indonesia yang memang perlu adanya suatu review yang cukup komprehensif,’’ katanya di Gedung Merah Putih KPK, Senin (91/12) kemarin. Sri Mulyani mengatakan, selama ini pihaknya mendapat banyak keluhan dari para pegawai pemerintahan yang memiliki kewenangan dan risiko sama namun gaji yang didapatkan berbeda, seperti Kepolisian

RI dan Kejaksaan. ‘’Pertama tadi kepolisian dan kejaksaan di mana mereka selalu mengatakan ‘Gaji saya beda dengan KPK, padahal kami sama-sama aparat penegak hukum’ seperti itu,’’ ujarnya. Tak hanya itu, Sri Mulyani menuturkan, ada gubernur dan beberapa kepala daerah yang selalu menanyakan rencana pemerintah untuk memperbaiki tunjangan jabatan dan gaji mereka. ‘’Kemarin saya kumpulkan kepala daerah dalam rangka penjelasan mengenai anggaran karena mereka selalu mengatakan mengenai tunjangan jabatan dan gaji yang belum diperbaiki,’’ katanya. Selain itu, ia juga memikirkan para pengambil kebijakan atau regulator yang turut mengalami perbedaan gaji cukup signifikan

dengan para pengelola aset negara, padahal keduanya mengemban peran dan kerawanan yang sama. Oleh sebab itu, Kemenkeu akan bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) untuk mengkaji ulang sistem penggajian pegawai tersebut. Meski demikian, kajian yang dilakukan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran negara yang dapat dialokasikan untuk menunjang kinerja para pegawai pemerintahan itu. ‘’Kita coba lakukan dengan MenPAN RB dan melihat kemampuan keuangan negara, agar mampu membayarnya secara sustainable,’’ katanya. Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengusulkan

agar pemerintah bisa mengadopsi sistem penggajian yang sama atau single salary system bagi setiap instansi dan lembaga sesuai dengan tingkat risiko dan wewenangnya. ‘’Honorhonor mulai dihilangkan, seperti hari ini gaji KPK enggak begitu tinggi tapi ke manapun enggak menerima apaapa. Itu akan lebih baik,’’ k a t a A g u s s a a t ditemui di tempat yang sama. (ant)

Bali Post/ist


Selasa Wage,10 Desember 2019

Bangunan Pasar Badung Retak

FIGUR Tunjangan Guru SLB KOMISI IV DPRD Bali akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali terkait tunjangan bulanan guru SLB. Pasalnya, besar tunjangan guru SLB turun drastis sejak menjadi kewenangan provinsi. Golongan IV yang semula menerima Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Rp4,5 juta per bulan, turun menjadi Rp900 ribu per bulan. Sedangkan golongan III yang dulu TPP-nya Rp3,5 juta per bulan, kini hanya menerima Rp 850 ribu per bulan. “Kami akan lakukan dulu koordinasi dengan Dinas Pendidikan, dan kemudian kita akan berikan mengkaji dulu dalam rangka memberikan tunjangan yang lebih tinggi dari yang sekarang,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Gusti Putu Budiartha, Senin (9/12) kemarin. Pada saat SMA/ SMK dan SLB dulu menjadi kewenangan Pemprov, lanjut Budiartha, memang ada negosiasi atau kesepakatan untuk menunda tunjangan guru. Hal ini lantaran ada banyak hal yang harus diperhatikan menyangkut kewenangan tersebut. Mulai dari penyiapan sarana dan prasarana hingga SDM. “Nanti kalau kemampuan keuangan pemerintah ada, akan dikaji lagi,” ujarnya. Menurut politisi PDI-P ini, besaran tunjangan yang nanti diberikan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Di samping itu, melihat kinerja dari guru SLB tersebut. “Pekan ini kami merencanakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali,” katanya. (rin)

Proyek Balai Budaya Dikhawatirkan Molor

Denpasar (Bali Post) – Pembangunan Balai Budaya Kota Denpasar tahap terakhir di Lumintang dikhawatirkan molor. Pasalnya, waktu yang tersisa hanya seminggu, sedangkan volume pekerjaan masih cukup banyak. Oleh karena itu, pihak rekanan agar lebih cepat menyelesaikan pekerjaan tanpa mengurangi kualitas. Anggota Komisi III DPRD Denpasar, Ketut Budiarta, saat menijau proyek tersebut Senin (9/12) kemarin, meminta agar pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Mengingat waktu yang tersisa sangat singkat, sedangkan pekerjaan masih banyak. Belum lagi pekerja yang terlibat kurang banyak. “Saya minta agar pekerjaan ini selesai tepat waktu. Oleh karena itu, perlu ekstra dan bila perlu tambah tenaga,” ujar politisi asal Renon ini. Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Denpasar Eko Supriadi melihat penggarapan proyek Balai Budaya cukup baik. Hanya perlu ditingkatkan agar bisa tepat waktu penyelesaiannya. Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengaku prosesnya sudah mencapai 95 persen lebih. Pihaknya yakin rekanan akan mampu menyelesaikan sesuai target yang ditentukan. Kalau pun tidak, pasti ada sanksi sesuai yang diatur dalam regulasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Denpasar melalui Dinas PUPR Kota Denpasar telah menggelontor dana untuk melanjutkan proyek Balai Budaya sebesar Rp48 miliar. Proyek pembangunan Balai Budaya memiliki masa pengerjaan selama 210 hari, dan berakhir per 17 Desember 2019. “Kontraktornya PT Bianglala Bali dan konsultan pengawasnya PT Gaharu Sempana,” ujar Jimmy Sidarta. Proyek pembangunan Balai Budaya berada di atas sentral parkir Lumintang. Balai Budaya ini akan digunakan untuk menampung kegiatan seni dan budaya yang dilakukan oleh masyarakat, komunitas, serta sekaa-sekaa seni yang ada di Denpasar. Tahap pertama pembangunan Balai Budaya ini dianggarkan dana pagu sebesar Rp 6,9 miliar. Namun setelah lelang, nilai kontraknya hanya Rp41,4 miliar yang dimenangkan oleh PT Bianglala Bali dengan nomor kontrak 640/2525/DPUPR/2017 tertanggal 10 Mei 2017. Proyek ini ditangani konsultan perencana PT Kencana Adi Karma dan konsultan pengawas PT Narada Karya. Sebelumnya, sentral parkir telah digarap secara bertahap sejak 2014. Pada tahap pertama telah menelan dana sebesar Rp13,4 miliar yang digarap PT Tunas Jaya Sanur. Sedangkan pada tahap II yang digarap PT Undagi Jaya Mandiri menelan dana Rp9 miliar. (kmb12)

Dewan Minta Cek Ulang Kekuatan Strukturnya Denpasar (Bali Post) – Bangunan Pasar Badung yang baru beroperasi sekitar enam bulan, kini mulai keropos. Ornamen stil Bali di dinding bagian barat mulai berjatuhan. Bahkan, terlihat beberapa dinding bangunan retak. Kondisi ini mengundang kekhawatiran sejumlah kalangan, karena gedung tersebut merupakan bangunan publik yang harus memperhatikan keamanan pengunjung. Oleh karena itu, muncul desakan untuk melakukan penelitian atau mengecek ulang struktur bangunan secara menyeluruh. Hal ini dilontarkan sejumlah anggota Komisi III DPRD Denpasar saat meninjau bangunan Pasar Badung, Senin (9/12) kemarin. Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi III Eko Supriadi tersebut diterima jajaran Direksi PD Pasar Denpasar, serta Dinas PUPR dan pihak rekanan. Eko Supriadi mengaku khawatir dengan kondisi bangunan Pasar Badung yang sudah retak di mana-mana. Bahkan, untuk memastikan keamanan gedung tersebut, pihaknya kemudian melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi. Keretakan bukan saja terlihat pada dinding bagian barat, namun juga di tempat lain. ‘’Kami minta Dinas PUPR harus melakukan cek ulang, apakah strukturnya juga ikut terkena dampak dari amblasnya tanah di bagian barat,’’ ujar Eko Supriadi yang dibenarkan oleh anggota Komisi III Susruta Ngurah Putra. Anggota lainnya, Nyoman Darsa dan A.A. Gede Mahendra, juga mengaku khawatir melihat kondisi bangunan yang mulai retak. Bahkan, beberapa

bagian bangunan tidak saling terkait, seperti dinding ornamen Bali dengan tiang bangunan, sehingga rawan tergerus ketika tanah di bawahnya ambrol. ‘’Ini sangat membahayakan. Apalagi, bangunan pasar. Harus segera ditelusuri persoalan ini,’’ ujar Darsa. Terhadap sejumlah usulan yang masuk, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengaku siap akan melakukan pengecekan ulang terhadap kondisi bangunan. Terlebih, masa pemeliharaan bangunan ini masih menjadi kewenangan pihak rekanan. Pihaknya akan menyampaikan hasil penelitian yang segera akan dilakukan. Di sisi lain, pihak rekanan mengaku siap melakukan apa yang menjadi rekomendasi dalam kunjungan Komisi III kemarin. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Bali Post/kmb12

RETAK - Kondisi bangunan Pasar Badung yang baru saja beroperasi kini sudah mulai retak. Terlihat sejumlah anggota Komisi III DPRD Kota Denpasar meninjau bangunan yang retak.

7.595 Gram Ganja Dipasok untuk Tahun Baru

Denpasar (Bali Post) Menjelang perayaan Tahun Baru 2020, pasokan narkoba ke Bali meningkat. Namun, tim gabungan Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali berhasil mengungkapnya serta menyita 7.595 gram ganja. Barang bukti tersebut disita dari tersangka Erfin (26) di wilayah Kuta dan Denpasar, Rabu (4/12) lalu. Ganja tersebut dipasok untuk persiapan tahun baru. ‘’Saya peringatkan kepada bandar narkoba bila nekat beraksi di Bali khususnya Denpasar, akan ditindak tegas. Kalau melawan akan kami tembak mati,’’ tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasatresnarkoba AKP Mikael Hutabarat, Senin (9/12) kemarin. Kronologinya, lanjut Kombes Ruddi, penangkapan dan pengembangan dilakukan di sejumlah TKP. Yaitu di Jalan Plawa Gang Melati Seminyak, Jalan Plawa Gang Beji Seminyak dan Jalan Gunung Andakasa, Denpasar Barat. Mantan Kapolres Badung ini mengatakan, semuanya berawal dari informasi masyarakat yang menyatakan

ada kurir narkoba beraksi di wilayah Seminyak. Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, polisi meringkus pelaku di Jalan Plawa Gang Melati Seminyak. Saat petugas menggeledah bagasi motor pelaku, diamankan satu tas plastik hitam berisi empat paket plastik klip ganja. Selanjutnya dilakukan pengembangan ke Jalan Plawa Gang Beji dan ditemukan kaleng soft drink yang di dalamnya berisi ganja. ‘’Kasus ini terus dikembangkan sampai ke kos pelaku di Jalan Gunung Andakasa, Denpasar,’’ ujarnya. Polisi melakukan penggele-

dahan di kamar kos pelaku. Di lemari pakaiannya ditemukan empat buntalan koran dibalut lakban berisi ganja, satu potongan kain seprei dibalut lakban di dalamnya berisi ganja, delapan tas plastik hitam berisi ganja dan empat tas plastik hitam berisi ganja. ‘’Pelaku mengaku dapat upah Rp50 ribu tiap nempel. Ini merupakan jaringan sindikat pengedar ganja BanyuwangiDenpasar. Kami akan terus meningkatkan penyelidikan, apalagi mau tahun baru. Pelaku mengaku baru sebulan jadi kurir,’’ kata Kombes Ruddi. (kmb36)

Bali Post/kmb36

GANJA - Polresta Denpasar merilis pengungukapan kasus 7.595 gram ganja.

Mantan Kepala BPN Denpasar Tersangka Dugaan Gratifikasi Denpasar (Bali Post) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ternyata sudah turun ke Bali. Bahkan, lembaga ini menemukan adanya dugaan transaksi keuangan yang mencurigakan, hingga temuan itu sampai ke Pidsus Kejati Bali. Penyidik Pidsus pimpinan Aspidsus Nyoman Sucitrawan itu kemudian melakukan penyidikan di bawah koordinasi Kasidik Pidsus Kejati Bali Anang Suhartono. Hasilnya, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar berinisial TN diduga menerima gratifikasi berupa uang. TN kemudian secara resmi dijadikan tersangka atas dugaan gratifikasi penyertifikatan tanah oleh penyidik Kejati Bali. ‘’TN yang mantan Kepala BPN Denpasar ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi,’’ ujar Kajati Bali Indianto didampingi Sucitrawan di sela-sela peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, Senin (9/12) kemarin. Soal TN ini, kata Indianto, kerugian negara semakin bertambah, sehingga terus dikembangkan oleh penyidik pidsus. Perbuatan gratifikasi yang dibidik kejaksaan sementara adalah saat tersangka TN menjabat Kepala BPN Denpasar. ‘’Salah satunya adalah gratifikasi pada saat tersangka menjabat kepala kantor. Ia menerima pengiriman sejumlah uang dari penerbitan sertifikat. Kami menduga gratifikasi ini ada kaitannya dengan penerbitan sertifikat,’’ sambung Kasidik Pidsus Anang atas seizin Kajati Bali Idianto. Apakah gratifikasi dimaksud berkaitan dengan kasus korupsi tahura yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap? Pidsus Kejati Bali menambahkan bahwa ini adalah bentuk hal yang berbeda. ‘’Ini berbeda, jangan dikaitkan dulu dengan kasus sebelumnya. Ini awalnya temuan PPATK, ada temuan transaksi keuangan. Setelah didalami, ternyata ada penyerahan uang terkait dengan jabatan tersangka,’’ sambung Anang. Yang jelas, kata Anang, untuk sementara adalah dugaan gratifikasi penertiban sertifikat. TN sendiri sudah diperiksa, namun statusnya sebagai saksi kala itu dan baru ditetapkan sebagai tersangka 13 November lalu. Sebelum memeriksa TN nantinya sebagai tersangka, pihaknya akan memeriksa ahli hukum pidana terlebih dahulu. ‘’Dugaan gratifikasi yang diterima berupa uang saja,’’ jelas penyidik. Sementara saksi lain yang sudah diperiksa, yakni pihak BPN, saksi pemberi uang dan juga saksi dari PPATK. Ada sekitar 12 orang yang sudah dijadikan saksi. ‘’Intinya bahwa TN diduga menerima gratifikasi,’’ jelasnya. (kmb37)

Tingkatkan Kualitas PAUD di Denpasar

Ny. Selly Mantra Serahkan Alat Permainan Edukatif

Bali Post/eka

BALAI BUDAYA - Komisi III DPRD Kota Denpasar meninjau proyek pembangunan Balai Budaya Kota Denpasar, Senin (9/12) kemarin.

Topik : Bangunan pasar badung retak

PERHATIAN Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat luar biasa. Berbagai penghargaan PAUD telah diterima, namun Pemkot Denpasar terus mengupayakan peningkatan kualitas pendidikannya. Salah satunya adalah dengan menyerahkan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi lembaga PAUD di Kota Denpasar. APE diserahkan langsung oleh Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra didampingi Ny. Rai Kerti Iswara di Balai Banjar Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Senin (9/12) kemarin. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non-Formal Disdikpora Kota Denpasar Ni Made Sugiantini, Camat Denpasar Barat A.A. Ngurah Made Wijaya, dan jajaran Bunda PAUD Kecamatan. Pada kesempatan tersebut, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan APE diberikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan PAUD di

Kota Denpasar untuk mendukung proses belajar mengajar yang menyenangkan serta edukatif. ‘’Dengan media permainan tersebut, anak-anak bisa belajar sambil bermain. Jadi, kreativitas anak-anak juga bisa berkembang,’’ ungkapnya. Ny. Selly juga mengapresiasi tenaga pendidik PAUD di Kota Denpasar yang luar biasa. ‘’Saya lihat guru-guru PAUD sangat kreatif dalam menyelipkan inovasi-inovasi pola pengajaran kepada anak agar tetap edukatif namun menyenangkan. Jadi, semoga APE ini bisa bermanfaat,’’ tambahnya. Sementara itu, Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikpora Kota Denpasar Ni Made Sugiantini mengatakan, APE tahun 2019 ini diberikan kepada 10 lembaga PAUD di Kota Denpasar, di antaranya TK Kumbara Apsari, TK Laksana Kumara, TK Werdhi Kumara Pemogan, TK Widya Kumara, TK Kumara Santi, TK Indra Prasta, TK Prima Kumara Graha, TK Kumara Artha, TK Wisma Sari dan TK Kumara Bhua-

na III. Salah satu penerima APE dari TK Widya Kumara ,A.A. Raka Indrawati, mengatakan pihaknya sangat

mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar ini. ‘’Terima kasih atas perhatian yang luar biasa untuk memberikan fasilitas APE ini. Tentu

akan sangat bermanfaat untuk proses belajar dan mengajar di masing-masing lembaga kami,’’ ungkapnya. (ad238)

APE - Bunda Paud Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra saat menyerahkan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi lembaga PAUD di Balai Banjar Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Senin (9/12) kemarin.


Selasa Wage, 10 Desember 2019

SOSOK Berkualitas Rendah BADAN Akreditasi Nasional Pendidikan (BANP) Provinsi Bali secara rutin melakukan evaluasi terhadap mutu sekolah di Bali. Mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA/SMK dan sederajat. Selama lima tahun, tercatat 700 lebih sekolah dievaluasi dan diakreditasi. Hasilnya sangat mengejutkan. Kualitas guru dan tenaga kependidikan sekolah di Bali sangat parah, karena rata-rata nilai yang diperoleh sangat rendah yakni 61. Sedangkan kategori baik minimal menembus angka 91. Demikian juga soal kelengkapan sarana dan prasarana sekolah masih rendah, yakni 70 dari angka standar nasional minimal 91. Hasil itu diungkapkan Kepala BANP Provinsi Bali Prof. I Wayan Maba, M.Pd. dalam Rakorda BANP Bali, Senin (9/12) kemarin. Ia menjelaskan, nilai kualitas SDM guru di Bali rendah, akibat berbagai faktor. Di antaranya banyak guru belum tersertifikasi, sekolah banyak memiliki guru honorer dan gaji guru banyak di bawah UMR. Makanya kualitas guru dan tenaga kependidikan sekolah di Bali perlu segera diperbaiki. Dengan hasil ini, katanya, menjadi kewenangan pemprov, pemkab/pemkot di Bali melakukan eksekusi perbaikan sesuai kewenangannya. Sebab ke depan, evaluasi akreditasi tak lagi menggunakan dokumen melainkan model baru dengan berbasis pada kinerja. Utamanya soal mutu lulusan, kualitas guru, kualitas proses dengan bobot 80 persen, serta manajemen sekolah dengan bobot 20 persen. Semua proses akreditasi dilakukan secara online sehingga tak bisa dibohongi. “Jika dinas dan pemda terkait tak segera melakukan perbaikan, mulai 2020 banyak sekolah belum mencapai angka standar nasional serta tak terakreditasi, dipastikan sekolah tersebut tak akan mendapatkan dana BOS, kaseknya tak boleh meneken ijazah dan lulusannya tak boleh melanjutkan studi,” katanya mengingatkan. (sue)

Gelombang Setinggi 2 Meter Berpotensi Terjadi di Nusa Dua Mangupura (Bali Post) Mengacu data 9 Desember, BBMKG Wilayah III Denpasar memprediksi ketinggian gelombang laut berada pada rentang 1-2 meter. Prediksi itu diperkirakan terjadi pada tanggal 10 dan 11 Desember, baik itu pada pagi, siang, malam, ataupun tengah malam. Peningkatan dari yang awalnya maksimal hanya 1,5 meter meningkat mencapai angka 2 meter, diperkirakan terjadi di perairan Nusa Dua. Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman membenarkan hal itu. Pihaknya mengatakan, hal itu dipengaruhi oleh adanya peningkatan kecepatan angin. “Memang terjadi peningkatan. Tapi tidak signifikan, karena kecepatan angin memang sedikit

lebih kencang,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (9/12) kemarin. Selain di perairan Nusa Dua, peningkatan serupa juga diperkirakan terjadi untuk perairan Sanur. Dari yang awalnya berkisar antara 0,25-0,75 meter di sepanjang hari, meningkat menjadi 0,5-1 meter baik pada pagi, siang, malam, ataupun tengah malam. Sementara untuk perairan Kuta, perkiraan antara 0,75-1,25 meter pada pagi, sore, dan malam, serta tengah malam yang diperkirakan antara 0,75-1,5 meter. Kondisi serupa juga terjadi untuk perkiraan tinggi gelombang perairan Tanah Lot. Yakni masih sama dengan prediksi sebelumnya, yaitu pada kisaran angka 0,5-1,25 meter di sepanjang hari. (kmb23)

Bupati Giri Prasta Terima Penghargaan Anugerah LHKPN Terbaik Nasional dari KPK RI

Pengelolaan E-LHKPN Sudah Terverifikasi Lengkap dan Benar KABUPATEN Badung menjadi salah satu Kabupaten Terbaik Nasional dalam penerapan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Atas keberhasilan ini, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menerima penghargaan Anugerah LHKPN dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada puncak Peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2019 di Gedung Merah Putih, KPK Jakarta Selatan, Senin (9/12) kemarin. Penghargaan ini diberikan karena kepatuhan wajib lapor, melapor LHKPN dari sistem yang sudah terverifikasi lengkap dan benar di Kabupaten Badung. Sehingga Kabupaten Badung masuk dalam Kategori Eksekutif Daerah Tingkat II bersama Kota Batam dan Kabupaten Karawang. Peringatan Hakordia dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. K.H. Ma’ruf Amin dan dihadiri Ketua KPK Agus Rahardjo. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh KPK RI ini juga dihadiri oleh pimpinan lembaga, kementerian, gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia, komunitas dan pemangku

kepentingan lainnya yang selama ini ikut berkontribusi dalam upaya pemberantasan korupsi baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan KPK. Adapun tema yang diusung dalam peringatan Hakordia Tahun 2019 ini adalah “Bersama Melawan Korupsi, Mewujudkan Indonesia Maju”. Dari tema ini, KPK berharap seluruh kalangan baik masyarakat maupun pemerintah untuk bersama-sama berkontribusi dalam memberantas korupsi serta membangun kesadaran dan semangat perlawanan terhadap korupsi melalui pendekatan humanis dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk masyarakat. Sementara itu, Inspektur Kabupaten Badung Luh Suryaniti bersama Kabag Humas Setda Kabupaten Badung Made Suardita yang ikut mendampingi Bupati Giri Prasta menekankan, jumlah wajib lapor LHKPN di Kabupaten Badung tahun 2018 yang melapor di tahun 2019 sebanyak 980 orang. Untuk pelaporan di tahun 2019 sudah 100 persen. Mengenai LHKPN, di Kabupaten Badung juga sudah dibuatkan Perbup Nomor 20 Tahun 2017

tentang Pedoman Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, dimana yang menjadi sasarannya yakni Bupati, Wakil Bupati, eselon II, III, IV, Pejabat Fungsional Pengawasan, Pengelola ULP, PPHP, PPK, PPTK, dan Bendahara. Sementara Progres Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah)

di Bali hingga 27 November 2019, dimana Kabupaten Badung menempati urutan teratas dengan persentase 84 persen. Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin menekankan, peringatan Hari AntiKorupsi merupakan upaya penyadaran publik terhadap persoalan korupsi di Tanah

Air. Korupsi merupakan kejahatan sistemik yang menjadi masalah serius dan menghambat pembangunan. Menurut Ma’ruf, pemerintah secara konsisten telah melakukan langkah perbaikan regulasi dan tata kelola kelembagaan. Pemerintah juga memanfaatkan teknologi untuk menutup celah korupsi. (ad250)

PENGHARGAAN - Bupati Giri Prasta (paling kanan) menerima penghargaan Anugerah LHKPN dari KPK-RI pada puncak Hakordia Tahun 2019 di Gedung Merah Putih, KPK Jakarta Selatan, Senin (9/12) kemarin.

Buntut Jebolnya Plafon SMPN 2 Mengwi

Komisi IV Panggil Kontraktor Proyek Mangupura (Bali Post) Jebolnya plafon di salah satu titik di SMPN 2 Mengwi, Sabtu (30/11) lalu, berbuntut pada pemanggilan kontraktor proyek. Komisi IV DPRD Badung, Senin (9/12) kemarin memanggil pihak rekanan yakni PT Undagi Jaya, meskipun plafon yang jebol itu sudah mendapatkan perbaikan dari pihak rekanan yang mengerjakan bangunan gedung tersebut. Tak hanya rekanan, dewan Badung juga menghadirkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Disdikpora Badung serta pihak konsultan perencana dan pengawas. Komisi yang membidangi pendidikan ini menilai jebolnya plafon SMPN 2 Mengwi yang baru selesai dibangun membuktikan bahwa proyek tersebut bermasalah. “Kami minta pihak Dinas PUPR, para konsultan

Proyek Taman Delta Mulai Digarap

dan rekanan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Kami miris melihat kejadian ini. Robohnya plafon SMPN 2 Mengwi menandakan proyek itu bermasalah. Syukur tidak ada korban jiwa,” ujar I Nyoman Gede Wiradana selaku Wakil Ketua I Komisi IV didampingi anggota seperti Ni Luh Gede Rara Hita Sukmadewi, Ni Luh Putu Sekarini, Luh Gede Mediastuti, Nyoman Suardana dan

Ni Ketut Sueni. Dewan meminta pihak terkait membeberkan penyebab dan upaya yang telah dilakukan. Sebab, pihaknya masih ragu-ragu gedung tersebut berfungsi layak. “Tidak ada angin tidak ada hujan, plafon tiba-tiba ambruk sampai kerangkanya. Kok bisa begitu? Siswa di sana trauma,” tegas Wiradana. Menurut Wiradana, pihaknya telah turun ke lokasi

dan melihat kualitas proyek tersebut memang tidak bagus. “Kami ingin tahu dan antisipasi. Jangan sampai sekarang roboh dan diperbaiki, besok ada roboh lagi,” imbuhnya. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Badung I.B. Surya Suamba didampimgi Kabid Cipta Karya IGA Arinda Trisnawati, dan Kabid Sarana dan Prasarana Disdikpora Putu Robby Widya Harsana mengaku was-was dengan kejadian tersebut. Namun pihaknya sudah memerintahkan rekanan untuk mengevaluasi kembali bangunan itu secara keseluruhan. “Komisi IV was-was. Terus terang kami pun san-

gat was-was karena bukan kami sendiri yang pasang,” ujarnya. Surya Suamba menjelaskan, penyebab jebolnya plafon disebabkan pengikat plafon atau holo tidak kuat. Pihaknya juga telah mengganti plafon gypsum dengan plafon berbahan kayu semen sehingga lebih kuat. “Jujur di sini ada kesalahan SOP. Rangka pengikat tidak sesuai speks. Itu sudah kami suruh perbaiki,” katanya. Wayan Sutaya selaku perwakilan PT Undagi Jaya memohon maaf atas kejadian tersebut. Pihaknya mengaku sudah memperbaiki kerusakan tersebut. (kmb27)

DPT dan Fondasi Patung Dianggarkan Rp 2 Miliar

Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mulai menggarap proyek pembangunan Taman Delta di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara. Penataan taman seluas 3594,20 meter persegi ini mulai digarap awal Desember lalu. Pembangunan Taman Delta merupakan usulan masyarakat Desa Dalung. Pembangunan taman ini juga satu paket dengan penataan senderan sungai. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung Anak Agung Gede Dalem mengatakan, Taman Delta yang akan dilengkapi dengan Patung Dewi Gangga ini dibagi menjadi dua tahap. Yakni, tahap pertama

pembangunan khusus untuk dinding penahan tanah (DPT) dan pembangunan tahap kedua khusus untuk pembangunan patung. “Kurang lebih anggarannya sekitar Rp2 miliar, pembangunan pada tahap pertama hanya untuk dinding penahan tanah saja dan fondasi patung yang sudah kami mulai pada awal bulan ini,” ujar A.A. Gede Dalem, Senin (9/12) kemarin. Menurutnya, pembangunan tahap kedua akan dilanjutkan pada tahun 2020. Sesuai perencanaan awal, Taman Delta dibangun mengusung konsep seperti taman kota, seperti usulan masyarakat, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya untuk tempat santai. Tempat ini nanti

diharapkan akan menjadi tempat wisata alternatif bagi masyarakat. “Pembangunan tahap dua khusus untuk pembangunan patung. Seperti perencanaan awal, patung yang akan dibangun adalah Patung Dewi Gangga. Untuk pembangunan patung kami anggarkan Rp5 miliar di tahun 2020,” ujar pria asal Klungkung ini. Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, pembangunan taman yang berdampingan dengan sungai tersebut merupakan inisiasi dari masyarakat. “Kami bangun Taman Delta konsepnya seperti taman kota. Ini usulan dari masyarakat,” katanya. (kmb27)

Bali Post/kmb27

TAMAN DELTA - Pemkab Badung mulai menggarap proyek pembangunan Taman Delta di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara.

Bali Post/kmb27

PROYEK - Komisi IV DPRD Badung memanggil seluruh instansi terkait dan rekanan penggarap proyek SMPN 2 Mengwi pascajebolnya plafon di sekolah tersebut, belum lama ini.


Selasa Wage, 10 Desember 2019

Tantangan Pemimpin Bali di Era Krisis Multidimensi

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Pemimpin Bermartabat

KRISIS ekonomi/moneter parah pernah melanda negara-negara Asia seperti Malaysia, Thailand dan Korea Selatan, termasuk Indonesia, tahun 1997/1998. Dari beberapa negara yang dilanda krisis, Korea Selatan tercatat paling cepat bisa pulih bahkan langsung melejit menjadi salah satu negara dengan perekonomian yang kuat. Tentu banyak yang ingin memetik pelajaran dari cara Korea Selatan melepaskan diri dari krisis lalu melaju menjadi negara dengan perekonomian kuat. Ternyata, itu tidak lain karena pemerintah setempat dan kalangan pebisnis serta kelompok buruh yang semula selalu bertikai, mau duduk bersama menyepakati sejumlah konsensus. Mereka menyadari krisis itu musuh bersama, maka mereka harus maju bersama menanggulangi krisis. Tercatat kala itu, para pekerja di sana rela bekerja tanpa upah demi cepatnya perekonomian mereka pulih kembali. Indonesia saat itu mencoba melakukan gerakan yang mirip, yakni gerakan Aku Cinta Rupiah. Tujuannya, untuk menekan nilai tukar dolar AS yang membubung tinggi terhadap rupiah, mata uang Indoneia. Namun ternyata gerakan ini tidak membuahkan hasil signifikan. ‘’Genderang perang’’ pertama haruslah ditabuh para pemimpin di negeri ini. Mulai dari pemimpin negara, lembaga negara, pemimpin perusahaan negara maupun swasta (BUMN), harus berdiri di garda terdepan menyerukan optimisme dan berbagai strategi menghadapi krisis ini hingga bisa keluar sebagai pemenang seperti halnya Korea Selatan di masa lalu. Karenanya, sungguh sangat disayangkan jika dalam situasi dan kondisi seperti ini masih ada friksi di antara para pemimpin negeri ini. Masih ada gap antara pemerintah dan pebisnis atau investor. Masih ada perselisihan antara perusahaan dengan pekerja, yang semestinya bisa dicarikan solusi dan suasana bisa dicairkan. Melahirkan seorang pemimpin bermartabat, tidak dapat dilepaskan dari rekam jejak perilaku yang bersangkutan. Karena itu pula, dalam tiap kali ada pengangkatan pejabat baru selalu ada fit and proper test. Meski telah lolos tahapan ini pun, belumlah menjamin pemimpin tersebut menjadi pemimpin yang bermartabat. Karena martabat erat kaitannya dengan moral dan etika yang berlandaskan kejujuran dan tahan godaan. Bisa jadi seorang pemimpin yang lolos fit and proper test di tengah perjalanannya malah tergoda berbagai hal berbau materialistis. Ini telah banyak terjadi dan menimpa para pemimpin negeri ini, termasuk sekelas lembaga terhormat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di situlah fungsi kontrol, monitoring dan evaluasi melekat harus benar-benar terus dijalankan.

Di tengah situasi ancaman krisis multidimensi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia serta pergeseran perilaku pasar yang serba tidak pasti dan sulit untuk ditebak, kembali kita dikejutkan oleh kegaduhan kepemimpinan salah satu instansi BUMN dambaan masyarakat luas yang telah berkinerja buruk sebagai akibat rekayasa laporan keuangan yg defisit maupun tata kelola (governance) yang buruk sebagai akibat perilaku/karakter pemimpinnya yang menyimpang dari asas kepatutan.

Oleh Viraguna Bagoes Oka

P

ersoalan paling mendasar yang dihadapi oleh penempatan pemimpin pemerintahan/badan usaha milik negara sebagai pejabat publik umumnya karena diabaikannya empat prinsip dasar atau simpul-simpul kerawanan tata kelola/governance antara lain: (1) Diabaikannya syarat pejabat yang profesional, kompeten, kredibel, dan rekam jejak yang teruji/ terpercaya yang bebas berbagai kepentingan pribadi/kelompok/ golongan/parpol. (2) Tidak diterapkannya target kerja yang harus disepakati di awal jabatan dalam bentuk kontrak manajemen; (3) Tidak berfungsinya sistem pengawasan yang ketat (check and balance) oleh stakeholder untuk memastikan pejabat publik/pemimpin tersebut telah bebas intervensi selama menjalankan tugasnya; (4) Tidak optimalnya fungsi pengawasan/dewan pengawas yang harus mampu menangani/ mengelola ancaman kegaduhan manakala terjadi potensi tata kelola akibat eksternal/internal intervensi yang dilakukan

oleh kekuatan/penguasa di atasnya secara komprehensif sejak dini. Asta Brata Apa yang telah menjadi keprihatinan kita bersama atas apa yang terjadi pada instansi BUMN Garuda bisa memberikan pelajaran mahal bagi kita semua sebagai pemimpin/pejabat publik bahwa budaya malu (jiwa samurai alias mundur sebelum dipecat meminjam istilah Menteri BUMN) untuk bisa kembali dijadikan landasan utama/panglima, dan terus bisa mulatsarira (introspeksi) dalam menerapkan Dharma sebagai pejabat publik berbasis Asta Brata secara konsekuen, konsisten dan terpercaya. Indra Brata, seorang pemimpin hendaknya seperti hujan yaitu senantiasa mengusahakan kemakmuran bagi rakyatnya dan dalam setiap tindakannya membawa kesejukan dan penuh kewibawaan. Yama Brata, seorang pemimpin hendaknya meneladani sifatsifat Dewa Yama yaitu berani menegakan keadilan menurut hukum atau peraturan yg

S URAT PEMBACA Menyelamatkan Sumber Mata Air Gerakan menjaga alam Bali semestinya mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten kota. Hal ini penting dilakukan terlebih kini anomali musim sangat terasa. Salah satu

berlaku demi mengayomi masyarakat. Surya Brata, seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat seperti matahari (surya) yang mampu memberikan semangat dan kekuatan pada kehidupan yang penuh dinamika dan sebagai sumber energi. Candra Brata seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat seperti bulan yaitu mampu memberikan penerangan bagi rakyatnya yan berada dalam kegelapan/kebodohan dengan menampilkan wajah yang penuh kesejukan dan penuh simpati, sehingga masyarakatnya merasa tenteram dan hidup nyaman. Wahyu Brata, seorang pemimpin hendaknya ibarat angin (Maruta), senantiasa berada di tengahtengah masyarakatnya, memberikan kesegaran dan selalu turun ke bawah untuk mengenal denyut kehidupan masyarakat yang dipimpinnya. Bhumi Brata, seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat utama dari bumi yaitu teguh, menjadi landasan berpijak dan memberi segala yang dimiliki untuk kesejahter-

aan masyarakatnya. Varuna Brata, seorang pemimpin hendaknya bersifat seperti samudera yaitu memiliki wawasan yang luas, mampu mengatasi setiap gejolak dengan baik, penuh kearifan dan kebijaksanaan. Agni Brata, seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat mulia dari api yaitu mendorong masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan, tetap teguh dan tegak dalam prinsip dan menindak/ menghanguskan yang bersalah tanpa pilih kasih. Kepemimpinan panutan (role model) merupakan hal yang sangat terkait dengan etika. Sifat dan sikap yang dimiliki seorang pemimpin merupakan penentu berhasil atau tidaknya seorang pemimpin dalam menjalankan roda pemerintahan. Sifat dan sikap yang dimiliki oleh pemimpin dapat disempurnakan dengan mendalami, mempedomani, dan mengamalkan ajaran-ajaran serta berbagai ilmu pengetahuan yang dipelajari, seperti halnya ajaran Asta Brata tersebut. Indonesia sesungguhnya adalah negara yang berlimpah sumber daya alamnya, dan sumber daya manusianya pun bisa diandalkan untuk mengelolanya, asalkan pemimpinnya cerdas dan bijaksana. Untuk menjadi pemimpin yang cerdas dan bijaksana, seorang pemimpin harus mampu memahami dan menjalankan ajaran Asta Brata, serta menerapkan manajemen kepemimpinan yang sehat dalam organisasin-

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

yang mendesak dilakukan mungkin melakukan gerakan menyelamatkan sumber mata air. Saya yakin dengan program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ hal ini bisa dilakukan secara bersinergi. Tak hanya laut, hutan, gunung dan danau yang perlu dijaga, sumber mata air yang mengarah pada keharmonisan sangat perlu dijaga.

Sebagai krama Bali saya mendukung gerakan menjaga sumber mata air. Saya mengusulkan agar kawasan hulu juga dijaga. Kabupaten/kota mestinya juga mendukung gerakan ini. Sinergi juga layak dibangun. Saya juga berharap pemerintah kabupaten selektif mengeluarkan perizinan di kawasan hulu.

Jangan sampai kawasan hulu menjadi kawasan pariwisata. Jika perlu gerakan penghijauan kawasan hulu dibangkitkan. Pengusaha yang selama ini menikmati keuntungan di Bali mestinya dilibatkan.

ya. Dengan diterapkannya asas entry policy dan Asta Brata secara konsisten dan komitmen tinggi maka kepemimpinan birokrasi dan lembaga daerah di Bali akan mampu menjawab/ mengatasi krisis multidimensi dan pergeseran perilaku pasar yang tidak terprediksi di tahun 2020. Penulis, mantan Direktur Pengawasan Bank Indonesia/Pengajar Magister Kajian Stratejik (KSI) UI

POJOK

Berantas korupsi bisa dimulai dari bersihkan parpol. - Bersih dari kader korup. *** Awasi proyek, para pimpinan OPD tak boleh lalai. - Apalagi ‘’main mata’’. *** Realisasi pemutihan pajak kendaraan di Bali lampaui target. - Hasilnya jangan dikorupsi.

I Wayan Putra Denpasar, Bali

Operasi Tumor Otak di RS Universitas Udayana

FH UNWAR - Rektor Unwar Prof. Dr. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Ir. I Ketut Sugiantara, MSA. dan Direktur Jimly School of Law and Goverment Surabaya Dr. Hj. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum. berfoto bersama civitas akademika FH Unwar pada pelatihan Contract Drafting, Senin (9/12) kemarin.

Pelatihan ’’Contract Drafting’’ Ke-3

FH Unwar Komitmen Cetak Lulusan Berkompetensi FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) kembali bekerja sama dengan Jimly School Of Law and Goverment Surabaya menggelar Pelatihan Contract Drafting kepada para mahasiswa FH Unwar. Pelatihan Contract Drafting ke-3 yang diikuti 79 orang mahasiswa ini berlangsung lima hari, sejak 9 Desember 2019. Sejumlah guru besar dihadirkan sebagai narasumber. Di antaranya Prof. Dr. Moch. Isnaeni, S.H., M.S., Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, S.H., M.H., Prof. Dr. Johannes Ibrahim Kosasih, S.H., M.Hum. dan Dekan FH Unwar Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. Pelatihan Contract Drafting dibuka Rektor Unwar Prof. Dr. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. yang dihadiri Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Ir. I Ketut Sugiantara, MSA. dan Direktur Jimly School of Law and Goverment Surabaya Dr. Hj. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum., Senin (9/12) kemarin. Rektor Unwar Prof. Dr. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan tujuan pelatihan Contract Drafting un-

tuk memberikan soft skill dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan FH Unwar, terutama dalam hal pembuatan perjanjian dan penyelesaian kontrak. Apalagi, permasalahan kontrakmengontrak dalam suatu kerja sama semakin kompleks, sehingga dibutuhkan lulusan FH yang berkualitas. Lulusan tidak cukup hanya memiliki ijazah dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) saja, melainkan harus didampingi dengan surat keterangan kompetensi pendamping ijazah. Salah satunya adalah surat keterangan pelatihan contract drafting. Apalagi dalam pelatihan ini mahasiswa akan diberikan ilmu pengetahuan dan praktik dalam membuat draf kontrak yang nantinya dapat digunakan dalam memfasilitasi kontrak di bidang bisnis, pemerintahan, perjanjian, dan lain sebagainya secara nasional maupun internasional. ‘’Saya yakin setelah mengikuti pelatihan contract drafting ini, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Warmadewa akan memiliki kompetensi yang berkualitas di bidang pembuatan perjanjian atau MoU,’’ ujar Prof. Widjana.

Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Ir. I Ketut Sugiantara, MSA. mengatakan Fakultas Hukum adalah salah satu fakultas unggulan yang ada di Unwar. Terbukti, FH Unwar saat ini telah terakreditasi A. Kendati demikian, FH Unwar terus melakukan upaya untuk mempertahankan halhal yang baik dan meningkatkan kualitas kurikulum. Salah satunya menggelar pelatihan contract drafting untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Diharapkan pelatihan contract drafting ini bisa meningkatkan kualitas serta mendorong FH Unwar menjadi baik dan maju ke depannya. Direktur Jimly School of Law and Goverment Surabaya Dr. Hj. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum. mengatakan pelatihan contract drafting yang digelar FH Unwar merupakan pelatihan yang sangat positif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pembuatan perancangan kontrak hukum. Sebab, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki skill agar mampu bersaing dalam dunia kerja. (ad237)

TINDAKAN operasi tumor otak berhasil dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Udayana, Jimbaran pada tanggal 5 Desember 2019. Pasien laki-laki berumur 45 tahun sebelumnya didiagnosis dengan kecurigaan tumor oligodendroglioma di otak bagian depan sisi atas kiri (lobus frontal kiri) serta pembengkakan (edema) pada otak sisi kiri akibat tumor tersebut. Lobus frontal kiri ini merupakan sisi otak dominan pada pasien yang menggunakan tangan kanan (right handed) pada kesehariannya. Sebelumnya, pasien mengeluh nyeri kepala terus-menerus. Hal ini dialami oleh pasien beberapa bulan sebelumnya. Pemberian obat antinyeri kepala tidak mengurangi keluhannya. Operasi dilakukan dengan menggunakan bius umum. Operasi dimulai dengan membuka tulang tempurung kepala (kraniotomi) dilanjutkan dengan pemotongan jaringan tumornya sendiri. Operasi tumor otak ini berlangsung selama kurang lebih 3 jam lamanya. Operasi berjalan lancar dan tidak memerlukan transfusi darah selama tindakan. Pasca-operasi, pasien dirawat di ruang intensive care unit (ICU) dengan fasilitas yang lengkap dan selanjutnya pasien dipindahkan ke ruang rawat inap. Selanjutnya pasien menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi untuk mendapatkan diagnosis pastinya yang akan menentukan arah terapi selanjutnya. Tim dokter RS Universitas Udayana yang terdiri atas dr. Kumara Tini, Sp.S(K)., FINS., FINA., dr. Dewa Putu Wisnu Wardhana, Sp.BS., FICS., dr. IGN Mahaalit Aribawa, Sp.An.KAR., FIPM., dr. I Wayan Aryabiantara, Sp.An.KIC. dan dr. IGAG Utara Hartawan, Sp.An.. MARS., S.H. mendapatkan tantangan dalam operasi tumor otak ini. Dokter spesialis saraf sebelumnya merawat pasien dengan tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial. Tekanan di dalam otak (tekanan intrakranial) harus dikendalikan agar tindakan pembedahan bisa berjalan optimal. Dokter bedah saraf harus mengeksisi atau memotong jaringan tumor dengan akurat agar tidak mengeksisi jaringan otak yang

sehat. Dengan demikian kelemahan atau kelumpuhan anggota tubuh pasca-operasi tidak terjadi. Selain itu dokter bedah saraf harus berhati-hati saat memotong jaringan tumor karena jaringan tumor penuh dengan pembuluh darah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi perdarahan yang hebat selama tindakan operasi. Dokter anestesi membantu dokter bedah saraf dalam melakukan tindakannya. Dokter anestesi harus mampu mengendalikan hemodinamik pasien, sehingga dokter bedah saraf mampu mengeksplorasi dengan baik jaringan tumor yang akan dieksisi sekaligus mencegah agar perdarahan tidak terjadi. Selain itu, dokter anestesi harus mengendalikan tekanan dalam otak agar otak tidak bengkak saat tindakan operasi dikerjakan. Kolaborasi

dokter-dokter tersebut berlanjut sampai pasien dirawat di ruangan dan dinyatakan pulang ke rumah. RS Universitas Udayana dalam umurnya yang baru satu tahun di bawah pimpinan Dirut Dr. dr. DPG Purwa Samatra, Sp.S(K). mengalami banyak kemajuan. RS Universitas Udayana sudah mendapatkan akreditasi paripurna sebelumnya. RS Universitas Udayana juga sudah bekerja sama dengan BPJS sejak September 2019 dalam melayani masyarakat. Sesuai dengan motto RS Universitas Udayana ‘’Keselamatan Pasien adalah yang Utama’’, operasi tumor otak ini berjalan lancar dan pasien selamat. Pasca-operasi tidak ditemukan kelemahan atau kelumpuhan anggota tubuh pada pasien ini. Pada hari ketiga pasca-operasi, pasien dapat dipulangkan. (ad239)

TUMOR - Operasi tumor otak di RS Universitas Udaya.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Wage, 10 Desember 2019

Sukses, Penanaman Padi Denfarm ”Green Fertilizer” di Tabanan

PANEN - Padi denfarm menggunakan green fertilizer sukses diterapkan di Subak Gunggungan, Sekartaji, Sesandan, Tabanan. Padi tersebut dipanen, Senin (9/12) kemarin. PROGRAM kerja yang dilakukan Pemkab Tabanan bersinergi dengan Ditkrimsus Polda Bali ‘’Memaksa Petani untuk Kaya’’, dengan melakukan upaya penanaman padi denfarm menggunakan green fertilizer, sukses diterapkan di Subak Gunggungan, Sekartaji, Sesandan, Tabanan. Setelah tiga bulan atau kurang lebih 95 hari setelah tanam, padi sudah bisa dipanen. Ini merupakan hal yang bagus karena waktu panen sebenarnya memakan waktu kurang lebih 105 hari. Panen kali ini lebih cepat 10 hari. Tentunya hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan sangat cocok diterapkan di Kabupaten Tabanan. Panen perdana padi denfarm menggunakan green fertilizer ini dilakukan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama pihak Ditkrimsus Polda Bali, Kompol Yuliar Kus Nugroho dan DPR RI I Made Urip, Kepala Bulog Tabanan dan segenap unsur lainnya yakni OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan LSM, Senin (9/12) kemarin. Usai panen Bupati Eka mengatakan, bahwa ini merupakan sesuatu yang patut ditunggu hasilnya. Selama memimpin Tabanan dirinya sangat berkomitmen untuk memajukan dan mensukseskan petani di Tabanan. ‘’Jadi kalau ngomong soal panen, ibarat menunggu anak yang akan lahir nanti jadinya seperti apa. Astungkara saya dengar hasilnya sangat luar biasa sekali, tepuk tangan buat para petani,’’ ucap Bupati Eka dalam sambutannya.

Bupati Eka menyebut, kalau petani kita sudah maju dan sejahtera, polisi pun akan tenangtenang saja tidak akan banyak kerjaan karena tidak banyak urusan kejahatan. Dia pun mengakui kerja sama dengan pihak Kepolisian beserta LSM dan pihak lainnya ini merupakan suatu hal yang sangat baik bagi Tabanan. ‘’Ini merupakan suatu terobosan gotong-royong yang mempunyai visi sama bagaimana memajukan daerah, khususnya Tabanan ini dari masyarakatnya yang mayoritas petani untuk bisa maju dan sukses. Buktinya hari ini hasilnya luar biasa, yaitu 13,136 ton dari rata-rata 4 sampai 5 ton, dan ini naik hampir 3 kali lipat,’’ urai Bupati Eka. Untuk itu ia berharap agar ke depannya kerja sama ini tetap terjaga dan masyarakat mampu melaksanakan kegiatan ini secara berkesinambungan. ‘’Saya harapkan tidak hanya di subak ini saja. Saya juga sudah berkomitmen apapun yang kita buat ini kalau tidak ada output dan berkesinambungan, ini akan menjadi wacana dan niat k i t a tidak sungguh-sungguh kepada petani. Saya ingin petani Tabanan kaya, ingin petani Tabanan ini mempunyai kesempatan mendapatkan hasil yang berlimpah, yaitu dengan bekerja sama dengan pihak terkait,’’ imbuhnya. Sejalan dengan apa yang disampaikan Bupati Eka, Kompol Yuliar Kus Nugroho menyampaikan apresiasi kepada para petani. ‘’Tentunya kita agungkan

bersama para petani yang ada di depan kita ini. Kalau kita lihat mukanya jelek-jelek semua memang, tapi dari merekalah saat ini kita bisa hidup. Saat inilah kita bisa bersama, bisa menikmati udara. Kalau tidak ada beliau-beliau yang di depan ini dan kalau cuti satu bulan, selesai kita. Mungkin kita tidak bisa makan. Mari kita kasih tepuk tangan pada para petani kita,’’ ajaknya saat itu. Ia menambahkan, bahwa apapun yang sudah baik harus tetap dilanjutkan sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan para petani. Ia pun mengimbau agar para petani melakukan secara bersama dan berkesinambungan demi melakukan perubahan. ‘’Jangan pernah mau bermimpi mengubah negeri kita tercinta ini kalau kita tidak mengawali step tersebut. Saat ini step kita sudah secara bersama dan yang hadir pada kesempatan yang berbahagia ini mempunyai keinginan untuk mengubah diri dan sudah mendekati satu step, mengubah Kabupaten Tabanan. Mudah-mudahan nantinya dengan berubahnya Kabupaten Tabanan secara keseluruhan, nantinya akan merembet ke tempat lain,’’ ucapnya. Anggota DPR-RI Made Urip menambahkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah momentum pertanian di Tabanan. ‘’Ini adalah momentum yang sangat tepak sekali untuk melihat kondisi pertanian kita pada saat sekarang ini. Banyak persoalanpersoalan yang dihadapi oleh para petani kita, terutama terkait dengan pascapanen. Kebetulan bidang saya di DPR adalah pertanian membuat kebijakan dan regulasi yang mengatur sektor pertanian,’’ ucapnya. Untuk itu, Urip mengajak seluruh petani dan semua yang hadir saat itu untuk selalu menjaga sektor pertanian, khususnya di Tabanan. ‘’Mari kita jaga sektor pertanian ini sebagai sebuah unggulan, prioritas di pemerintahan Pak Jokowi. Jadi tentang swakelola, swasembada pangan harus kita jaga bersama. Kalau ketahanan pangan kita terganggu, maka keamanan nasional pun akan terganggu. Maka dari itu, urusan perut rakyat ini harus kita jaga bersama. karena petani adalah pahlawan pangan yang mempunyai peranan penting untuk bangsa,’’ imbuhnya. (ad234)

Bali Post/bit

PENGECEKAN - Satu per satu kendaraan angkutan barang dicek di depan SPBU Desa Selabih, Selemadeg Barat, Senin (9/12) kemarin.

Petugas Awasi Ketat Kendaraan Angkutan Barang

Tabanan (Bali Post) Puluhan kendaraan angkutan barang harus menepi sejenak di jalan nasional DenpasarGilimanuk, tepatnya di depan SPBU Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Senin (9/12) kemarin. Satu persatu kendaraan angkutan barang ini dicek dengan menggunakan timbangan portabel untuk mengetahui kemungkinan adanya muatan yang berlebihan dan kelayakan jalan kendaraan. Pengecekan kendaraan angkutan barang ini merupakan kegiatan Operasi Over Dimensi Over Load (ODOL) yang dilakukan petugas gabungan dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tabanan, Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi NTB, serta Dinas Perhubungan Tabanan. Tujuannya tidak lain untuk mengantisipasi angkutan barang yang overload yang dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan ataupun lakalantas, khususnya akibat tidak kuat nanjak di wilayah Tabanan seperti di Samsam. Operasi gabungan ini juga untuk keamanan, kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas jelang Natal dan Tahun Baru 2020. Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Satlantas Polres Tabanan, kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Tabanan didominasi akibat kendaraan

angkutan barang yang kelebihan muatan. Apalagi topografi jalan di Kabupaten banyak tikungan dan tanjakan tajam. ‘’Banyak kejadian truk mengalami lakalantas ataupun kerusakan akibat tidak kuat nanjak akibat kelebihan muatan. Ini yang tentu menjadi perhatian, apalagi melintasi jalan nasional yang tentu berdampak pada arus lalu lintas,’’ terangnya. Penertiban angkutan barang sarat muatan ini juga sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. 21 Tahun 2019. Bagi yang kedapatan melanggar akan ditindak tegas dengan tilang dan penahanan buku KIR. Hasil penertiban selama dua jam dengan menyasar sekitar 80 unit kendaraan angkutan barang, yakni nihil kendaraan dengan muatan berlebih. Yang terjaring hanyalah 10 kendaraan dengan pelanggaran KIR telah kedarluwarsa dan satu pelanggaran batas ketinggian bak kendaraan. Untuk KIR kedaluwarsa, kebanyakan para sopir berdalih dengan alasan tidak tahu dan sibuk.

Tidak hanya pengecekan dan pengawasan pada kendaraan angkutan barang, dalam operasi tersebut jajaran Satlantas Polres Tabanan juga menyasar para pengendara sepeda motor ataupun roda empat. Hasilnya, masih banyak ditemukan para pengendara yang tidak melengkapi diri dengan SIM, STNK dan menggunakan sabuk keselamatan. Dari data yang disampaikan Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wila Indrayani, ada 41 kendaraan yang ditilang. Rinciannya, 12 pelanggaran tanpa SIM, 7 pelanggaran STNK, 8 pelanggaran pengendara menggunakan handshet, 13 pelanggaran sabuk keselamatan, dan 1 pelanggaran teknis. Penertiban rencananya terus dilaksanakan tiap tahun. Pasalnya, jalur tersebut merupakan jalur utama yang rawan kemacetan. Selama delapan bulan atau sejak April sampai November 2019, tercatat 11 truk mogok yang menyebabkan kemacetan. Kejadian terbanyak di tanjakan Samsam dan Bajera. (kmb28)

Realisasi Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Lampaui Target Tabanan (Bali Post) Membeludaknya para wajib pajak yang memanfaatkan program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor dan biaya balik nama kendaraan bermotor di tahun 2019 ini berhasil menambah

Bali Post/bit

SAMSAT - Suasana pelayanan kepada wajib pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat Tabanan pascaberakhirnya program pemutihan.

pendapatan daerah Provinsi Bali. Di Kabupaten Tabanan, realisasi capaian dari program pemutihan ini bahkan mencapai tiga kali lipat dari target. Berdasarkan data UPTD PPRD Provinsi Bali di Tabanan, dari target Rp 4 miliar lebih dengan wajib pajak sebanyak 10.249, selama empat bulan pelaksanaan program pemutihan, yakni mulai 5 Agustus sampai dengan 6 Desember 2019, terealisasi Rp 14 miliar lebih dengan total

wajib pajak 30.845. ‘’Kalau dihitung, persentase capaian 300 persen lebih,’’ beber Kasi Pelayanan UPTD PPRD Provinsi Bali di Tabanan, I Gusti Ngurah Nyoman Wiraguna, Senin (9/12) kemarin. Capaian ini berkat kesadaran para wajib pajak serta sejumlah program yang telah digencarkan selama ini untuk lebih mendekatkan layanan kepada masyarakat, seperti sosialisasi, layanan door to door dan samsat keliling. Khusus layanan sam-

sat keliling, di Kabupaten Tabanan dalam sebulannya dilakukan sebanyak 8 kali, ditambah dengan layanan samsat milenial setiap Sabtu. Tak hanya itu, juga gencar dilaksanakan penertiban gabungan menggandeng Satlantas Polres Tabanan dan Jasa Raharja. ‘’Layanan samsat keliling sangat menunjang capaian target, d mana dalam dua jam layanan rata-rata ada 40 wajib pajak,’’ terangnya. Meski demikian, Wiragu-

na mengakui sepekan jelang program pemutihan berakhir, wajib pajak membeludak. Tidak hanya di kantor induk, bahkan juga di kantor unit kerja seperti Unit Kerja Pembantu Bajera, Link Baturiti dan Link Pupuan. ‘’Kalau di kantor induk sepekan lalu per hari sekitar 700 sampai 900 wajib pajak. Dibandingkan biasanya sebelum ada pemutihan rata-rata di angka 400 sampai 500 wajib pajak per hari dilayani,’’ terangnya. (kmb28)

Sarasehan Nasional FH Unwar Alumni STPBI Ditawari Beasiswa Pendidikan di Evergreen College Canada Eksistensi Revolusi Industri 4.0 Dalam Pendidikan Hukum Menggunakan Pendekatan ”Local Wisdom”

LULUSAN Sekolah Tinggi Pariwisata Bali International (STPBI) yang baru saja diwisuda 30 November lalu mendapatkan tawaran beasiswa pendidikan dari Evergreen College, Canada. Dengan melihat kualitas dan fortofolio lulusan, maka sebanyak 30 orang lulusan STPBI akan diterima di Canada. Adapun tujuan dari program ini untuk memberikan penguatan terhadap mahasiswa STPBI terhadap ilmu perhotelan dan pariwisata pada umumnya. Selain itu, secara tidak langsung juga untuk menyiapkan pemimpin masa depan di bidangnya. Program beasiswa ini juga dibarengi dengan kesempatan bekerja sehingga dapat lebih memaksimalkan tidak saja keterampilan, pengetahuan, sikap, tetapi juga mentalitas global. Ketua STPBI Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT.,CHA. mengatakan, pengiriman mahasiswa STPBI ke luar negeri dilakukan sejak enam tahun lalu dengan negara tujuan Amerika, Jepang, Thailand, Bangkok, Malaysia, dan Singapura. Pengiriman ini lebih dominan untuk mahasiswa training. Sedangkan untuk lanjut kuliah berupa beasiswa, baru kali ini dilakukan melalui partner STPBI di Canada yaitu Evergreen College. ‘’Visanya nanti menggunakan student visa. Tetapi tidak menutup kemungkinan mereka juga memahami bahwa mahasiswa yang belajar ke luar ngeri karena sebagian besar secara ekonomi kurang, sehingga bisa melanjutkan sekolah itu dengan bekerja,’’ katanya. Dengan program beasiswa ini, dalam sepekan mereka juga bisa bekerja selama 20 jam. ‘’Ini peluang

BEASISWA - Suasana penandatanganan letter of intent Antara STPBI dengan Evergreen College, Toronto, Canada dan LL Tourism Development, Canada sebagai dasar penawaran beasiswa kepada alumni STPBI. yang luar biasa karena sambil kuliah bisa bekerja, anak-anak tidak lagi menyusahkan orangtuanya. Membiayai kuliah di Canada sudah bisa dari hasil bekerja dan sudah cukup untuk bisa hidup di situ,’’ jelasnya. Mahasiswa dalam program beasiswa ke Canada ditawarkan untuk mendalami Hospitality Management. Tidak tertutup kemungkinan nanti, setelah dua tahun ketika bahasa Inggrisnya sudah bagus maka mereka bisa melanjutkan ke program master. Sementara itu, Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Gede Astina, M.Pd.,CHT.,CHA.

menjelaskan, yayasan selalu mendorong institusi STPBI untuk mengarahkan mahasiswa dan alumninya go-global. ‘’Dengan partner di Canada, sehingga ada 30 mahasiswa yang diberikan beasiswa sehingga kita akan dorong dan akan membantu institusi mahasiswa,’’ ujarnya. Salah satu bantuan dari yayasan adalah dari sisi finansial. ‘’Kalau kesulitan terhadap pendanaan, maka melalui yayasan yang sudah memiliki bank, maka akan sangat siap membantu mahasiswa ketika ingin mengembangkan dirinya untuk kulian maupun bekerja ke luar negeri,’’ ujarnya. (ad246)

BEKERJA sama dengan Fakultas Hukum Universitas Merdeka (FH Unmer) Pasuruan, Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar sarasehan nasional bertajuk ‘’Eksistensi Revolusi Industri 4.0 Dalam Pendidikan Hukum Menggunakan Pendekatan Local Wisdom’’ di ruang Jayasingha Gedung FH Unwar, Senin (9/12) kemarin. Sarasehan nasional ini sebagai tindaklanjut perjanjian kerja sama antara FH Unmer Pasuruan dengan FH Unwar. Sejumlah narasumber dihadirkan dalam sarasehan nasional ini. Mereka adalah Prof. Dr. I Made Suwitra, S.H., M.H. (Unwar), Prof. Dr. Johannes Ibrahim K., S.H., M.Hum. (Unwar), dan Rektor Unmer, Dr. Ronny Winarno, S.H., M.Hum., Wakil Dekan I FH Unwar Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum. mengatakan, sarasehan nasional yang dihadiri langsung Rektor Unmer, Dekan FH Unmer, 10 orang dosen dan 70 orang mahasiswa Unmer Pasuruan ini merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah dilakukan dengan FH Unwar. Tujuannya agar kerja sama yang dilakukan bisa semakin eksis serta mampu memecahkan persoalan-persoalan dalam pendidikan tinggi hukum di era revolusi industri 4.0. ‘’Tantangan pendidikan tinggi hukum di era 4.0 ini semakin kompleks sehingga kerja sama ini kami lakukan dengan FH Unmer, sehingga permasalahan dalam pendidikan tinggi hukum mampu dipecahkan bersama-sama guna peningkatan kualitas pendidi-

SARASEHAN - Seluruh civitas akademika FH Unwar berfoto bersama civitas FH Unmer Pasuruan saat berkunjung ke FH Unwar yang dirangkai dengan sarasehan nasional di ruang Jayasingha Gedung FH Unwar, Senin (9/12) kemarin. kan hukum ke depannya,’’ ujar Ida Ayu Putu Widiati. Rektor Unmer, Dr. Ronny Winarno, S.H., M.Hum. mengatakan, kunjungannya ke Unwar guna menindaklanjuti kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan tujuan meningkatkan kualitas dan karakter dalam melaksanakan pendidikan tinggi, khususnya di bidang hukum. Sebab, dalam pemenuhan UU No. 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, bahwa lulusan harus mampu mengembangkan keilmuan hukum dan juga kompetensi dalam rangka melaksanakan bidang-bidang hukum. Unwar sebagai mitra Unmer, diharapkan bisa meningkatkan ber-

bagai macam kapasitas kurikulum, kualitas dosen dan juga membantu mahasiswa lebih eksis. Dengan demikian, ke depannya lulusan mahasiswa hukum benar-benar memenuhi kebutuhan pasar dengan kualitas keilmuan hukumnya yang berdaya saing. ‘’Kami berharap kerja sama antara dua perguruan tinggi ini ke depannya untuk tetap bisa berkolaborasi dalam mengukuhkan lebih tinggi nilai-nilai bagaimana mahasiswa dipersiapkan sebagai estafet bangsa dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang lebih berbobot, berkualitas, berkarakter dan tetap menjunjung tinggi nilai Pancasila,’’ tegasnya. (ad236)


Selasa Wage, 10 Desember 2019

Awasi Proyek, OPD Tak Boleh Lalai Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar mengerjakan cukup banyak proyek dengan nilai besar. Guna mengantisipasi ketidaksesuaian kualitas dan target penyelesaian, Bupati Gianyar Made Mahayastra menginstruksikan instansi terkait melakukan pengawasan ekstra. Jangan sampai ada proyek tak sesuai harapan sehingga akan merugikan pemerintah dan masyarakat Gianyar. Bupati Mahayastra saat meninjau sejumlah proyek di Kabupaten Gianyar, Senin (9/12) kemarin mengaku sudah memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk selalu turun ke lapangan mengecek pekerjaan yang sedang berlangsung. Ditekankan, OPD jangan sampai lalai terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung. ‘’Jangan sampai ada yang lengah dan lalai, karena setiap pembangunan menyangkut kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan kepada masyarakat,’’ tegasnya. Bupati Mahayastra beserta jajaran meninjau langsung sejumlah pembangunan, seperti proyek wantilan Pura Hyang Api

Dauh Uma, wantilan Pura Dalem Padpadan Kaja, bale gong dan bale pesanekan Pura Bale Agung, Banjar Mantring, perbaikan jalan Tampaksiring – Selat, dan pembangunan Rumah Sakit Umum Payangan. Bupati juga mengecek pembangunan Puskesmas Payangan dan kondisi jalan di Banjar Gagah, Tegallalang. Dari beberapa tinjauan tersebut, ini menyoroti sejumlah pembangunan wantilan di beberapa tempat yang tiang betonnya terlalu besar dan tidak sesuai dengan luas bangunan yang kecil. Hal ini menurut Mahayastra mubazir dan berakibat pada pemborosan biaya dan tempat. Kendati demikian, Bupati Mahayastra mengaku

lega lantaran dari pembangunan yang dikunjunginya, 90 persen rampung dan diharapkan tuntas akhir tahun. ‘’Meski ada beberapa perencanaan yang tidak sesuai, secepatnya akan dilakukan evaluasi. Inilah tujuan kita turun melihat langsung ke lapangan sehingga cepat diketahui permasalahannya,’’ ungkap Bupati Mahayastra. (kmb35) PENGECEKAN - Bupati Gianyar Made Mahayastra melakukan pengecekan pada sejumlah proyek di Gianyar, Senin (9/12) kemarin.

Bali Post/nik

Jasad ODGJ Ditemukan di Bawah Jembatan Diskes Telusuri Isu Oknum Dokter Jadi Calo Operasi Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan temuan mayat di jurang tepat di bawah jembatan sedalam 20 meter yang merupakan perbatasan Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar dengan Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Senin (9/12) kemarin. Korban diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Muslih (37) asal Jakarta Timur. Kerabat korban, Asmad menuturkan, Muslih sudah lama mengidap gangguan jiwa. Muslih sempat diajak ke RSJ, Bangli untuk diperiksa. ‘’Rencananya juga mau dibawa ke Jawa untuk berobat, tapi dia tidak mau,’’ terangnya. Tak mau berobat, korban yang ber-KTP Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur itu justru memilih bekerja di Gianyar sebagai buruh bangunan. Ia bekerja sejak sebulan lalu membangun madrasah di Semabaung. Namun beberapa hari terakhir diduga gangguan jiwa yang dialami korban kumat,

Gianyar (Bali Post) Isu tak sedap, oknum dokter diduga menjadi calo operasi pasien BPJS mendera Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani, Gianyar. Dinas Kesehatan Gianyar dan RSUD pun langsung melakukan penelusuran isu tersebut. Kadiskes Gianyar, Ida Ayu Cahyani, Senin (9/10) kemarin mengaku sudah berkoordinasi dengan direksi RSUD Sanjiwani pascamencuatnya informasi dokter diduga calo tersebut. ‘’Masih kita bicarakan dengan direksi rumah sakit dan konfirmasi benar tidaknya berita ini,’’ katanya.

gan para dokter spesialis, kemungkinan itu kecil sekali dan susah dibuktikan,’’ katanya. Guna membuktikan kebenaran isu tersebut, harus ada yang mau bersaksi atau melaporkan. Sementara sejauh ini belum ada warga ataupun pasien yang melaporkan hal tersebut. ‘’Kalau masalah jadi calo BPJS dengan minta uang Rp 3 juta itu belum ada,’’ tegasnya. Di RSUD Sanjiwani terdapat 50 lebih pasien yang antre jadwal operasi. Banyaknya antrean disebabkan minimnya dokter onkologi. (kmb35)

Senator Prihatin Banyak ”Penyakap” Terancam Kehilangan Hak Tinggal Akibat ”Duwe” Dijual Bali Post/nik

JEMBATAN - Warga memadati areal jembatan perbatasan Bitera-Bedulu. Di bawah jembatan inilah jasad Muslih ditemukan. Korban sering berbicara sendiri. Muslih pun tidak bekerja dan menghilang sejak Minggu (8/12) hingga akhirnya pihak keluarga dikagetkan mendengar ada jasad korban tergeletak di dasar jurang. ‘’Dari rumah sakit, jenazah dibawa ke Masjid Nurul Yaqin di Semabaung untuk dishalatkan, kemudian diberangkat-

kan ke rumahnya di Jawa,’’ jelasnya. Sementara itu, Kapolsek Blahbatuh, AKP Yoga Widyatmoko, membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Korban ini mengalami ganguan jiwa. Jadi diduga gangguan jiwanya kumat hingga jatuh ke jurang di bawah jembatan,’’ ucapnya. (kmb35)

Daihatsu Umumkan Pemenang Program Daihatsu Setia 2019

BERFOTO BERSAMA - Manajemen Daihatsu berfoto bersama para pemenang program Daihatsu Setia 2019, yang berhadiah Trip ke Jepang dan destinasi lokal menarik lainnya. JELANG penghujung akhir tahun 2019, Daihatsu kembali mengumumkan pemenang program Daihatsu Setia 2019. Program apresiasi yang sudah berjalan sejak tahun 2014 ini selalu dinanti pemilik mobil Daihatsu, karena disediakan berbagai hadiah unik dan menarik. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah mobil Daihatsu yang sedang dan pernah dimiliki, serta pengalaman unik peserta bersama Daihatsu kesayangannya. Program yang dilaksanakan mulai 26 Februari hingga September 2019 ini berhasil menjaring lebih dari 105 ribu peserta. Setelah melewati seleksi ketat, terpilih beberapa pemenang dari total 9 areal. Dari ratusan ribu pendaftar, ada beberapa kutipan pengalaman menarik dari para peserta. Contohnya Syamsunihar Hasibuan dari Sumatera. Mobil Xenia miliknya telah membantu kelahiran hingga akhirnya anak pasien yang lahir tersebut diberi nama Tania karena terinspirasi dari Xenia. Dari Kalimantan, Lim Sok Kwang mengaku memiliki kenangan manis masa kecil memakai Daihatsu bersama keluarga. Untuk mengenang masa kecil yang indah, dia membeli Daihatsu Sirion dan mengajak mama tersayang beraktivitas dengan Daihatsu barunya. Agus Fuad Ridwan dari Tasikmalaya, mendapatkan pujaan hati dengan menggunakan mobil Daihatsu Hijet. Kemudian, Mey Wulandari dari Yogyakarta yang merupakan seorang guru otomotif, berhasil membuktikan

Selain itu pihaknya juga masih mencari sumber informasi dan oknum dokter yang diduga melakukan percaloan operasi untuk pasien BPJS. Dalam hal ini pihaknya harus mendapatkan bukti yang jelas. ‘’Kita kan tidak bisa mengira-ngira tanpa ada bukti, Jadi indikasi ke arah itu (oknum dokter menjadi calo-red) memang belum ada,’’ katanya. Sementara itu, Direktur RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa mengaku langsung berkoordinasi dengan seluruh dokter spesialis terkait informasi tersebut. ‘’Dari diskusi tadi siang (kemarin-red) den-

kemampuannya memperbaiki mobil Daihatsu Espass sehingga dikagumi muridmuridnya. Ada pula Djody Rawung dari Manado, businessman kopra yang sukses mengawali bisnisnya dengan memakai Daihatsu Espass Pick-Up. Sampai sekarang ia selalu mengganti mobilnya dengan merk Daihatsu. Dari Surabaya, Roberto Hadi merupakan pengusaha rental Xenia sejak SMA. Sekarang ia sudah memiliki 22 mobil Daihatsu sebagai mobil shuttle. Dewa Nyoman Mertayasa dari Bali yang merupakan Auditor PT Pos Indonesia mendapatkan untung besar karena membeli Daihatsu Xenia program karyawan dengan harga Rp 36 juta dan menjual kembali dengan harga 105 juta. M. Pulungan dari DKI 1, aktivis yayasan Sayap Ibu dan Sanggar Roda yang bergerak di kesejahteraan anak selalu memakai dan mengganti Daihatsu Gran Max-nya dengan warna hitam. Sekarang memiliki total 7 unit Gran Max. Di DKI 2 ada Mirka Yulianti, seorang

anak pelaut dengan ibu yang tangguh yang selalu memakai Daihatsu Hijet semasa dia kecil. Untuk mengenang ibunya, ia dan saudaranya selalu membeli mobil yang semuanya merk Daihatsu, merek kesayangan sang ibu. Pemenang terpilih dari masing-masing areal akan dibuatkan video dan dapat ditonton langsung di Youtube Channel Daihatsu Sahabatku. Selain dibuatkan video, pemenang pertama dari seluruh wilayah akan mendapatkan paket liburan ke Jepang, pemenang kedua ke Pulau Komodo, dan pemenang ketiga ke Sabang. Setiap pemenang bisa mengajak satu orang pendamping untuk perjalanan liburannya. ‘’Banyak cerita inspiratif dari mereka yang memakai Daihatsu. Kami senang Daihatsu bisa menjadi Sahabat untuk banyak orang dan masyarakat Indonesia pada umumnya,’’ ungkap Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor. (bns1)

Jas Merah, Shri Wedakarna Minta Kaum Puri di Bali Stop Kebiasaan Jual ”Duwe” Puri Milik Leluhur

KEBIASAAN generasi muda puri di Bali menjual aset tanah (duwe) demi mengisi gaya hidup yang hedon dikecam oleh tokoh Hindu, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Hal ini tercermin dari banyak kejadian di Bali, yaitu para penyakap atau abdi puri yang sudah mengabdi beberapa generasi akhirnya harus terancam kehilangan tempat tinggal akibat duwe puri sudah dijual oleh kaum puri. Parahnya, kaum puri tidak memberikan solusi pada keturunan penyakap yang mengabdi pada puri. Kasus ini ditemukan saat Senator Arya Wedakarna (AWK) datang ke Selasih, Payangan, Gianyar beberapa waktu lalu untuk menemui sejumlah warga yang terancam kehilangan tempat tinggal akibat dijualnya tanah duwe puri sehingga secara hukum positif, sebanyak 50 KK lebih warga setempat tidak memiliki hak apa pun karena tanah sudah milik PT. ‘’Saya prihatin, bagaimana pihak puri meninggalkan begitu saja para panjak, penyakap dan kawulanya dalam hal seperti ini. Walau kasus ini terjadi saat orde baru dan baru mengemuka sekarang, seharusnya ini bisa membuat semua pihak introspeksi diri. Pihak puri janganlah sekalisekali melupakan konsep Jas Merah dan ayomi semua keturunan para penyakap dan abdi dengan baik. Generasi puri saat ini juga harus hormati kesepakatan para leluhur puri di zaman dulu yang begitu mengayomi rakyatnya. Jangan sampai gentleagreement

(sabdo leluhur) diabaikan dengan kepentingan generasi puri saat ini. Setidaknya, hibahkan tanah sedikit untuk para penyakap agar keturunan mereka bisa terjaga. Kasus seperti ini banyak terjadi di Bali dan kasihan juga para keturunan penyakap yang tidak memiliki kepastian,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Maka dari itu, ia memberikan pandangan bahwa puri sebagai penjaga tatanan kultur, kebudayaan dan tata krama harus memberikan contoh baik kepada masyarakat, khususnya mengenai perhatian kepada para panjak. ‘’Saya harap tidak ada lagi puri-puri di Bali yang gemar menjual tanah dan duwe leluhur. Bukannya menjual milik leluhur itu dosanya berlipat ya? Lebih baik hidup sederhana dan apa adanya. Maka dari itu, penting jika keluarga puri memiliki warih, anak, cucu yang sekolah tinggi agar bisa mendapat pekerjaan yang layak. Jadi, gaya hidup jangan ditentukan karena kebiasaan menjual tanah. Akan menjadi pergunjingan di masyarakat, apalagi saat ini masyarakat milenial sangat kritis. Jika terpaksa menjual tanah, maka pikirkan juga konsekuensinya, salah satunya, apakah sudah ada kewajiban memelihara panjak dan keluarganya. Berikan tanah, fasilitasi mereka dan bantu karena leluhur mereka selama 4 generasi sudah ngayah di puri. Jangan hubungan baik leluhur Dewa Hyang putus di tangan generasi yang tidak memahami tata-titi. Ini jadikan pelajaran bagi semua yang merasa sebagai panglingsir agar mulat sarira. Ka-

SATYAGRAHA – Ratu Gusti Aji Wedakarna bersama kaum marhaen para penyakap dan petani yang terancam digusur di Selasih, Payangan, Gianyar. lau sudah terjadi seperti di Selasih, kasihan melihat kaum marhaen menangis. Ibu-ibu sampai bertelanjang menghadapi aparat keamanan. Raja tidak boleh membenturkan rakyatnya dengan sistem. Raja di puri harus turun membantu dan mengayomi. Ini harus dibenahi,’’ ungkapnya. Terkait dengan kasus di Selasih, dia menegaskan, DPD-RI akan memberikan rekomendasi resmi kepada pihak terkait. ‘’Kemarin dengan Bapak Nyoman Parta (DPR-RI - red) dan DPRD Gianyar Fraksi PDI Perjuangan sudah turun. Ada 4 poin yang dihasilkan dan seharusnya Bupati Gianyar

yang ambil alih karena urusan eksekusi. Intinya, jika ada investor melawan adat, melawan umat Hindu dan melawan tata krama, ya... rakyat juga harus melakukan perlawanan. Caranya mudah, jangan diberikan izin membangun apa pun. Silakan investor punya tanah di Bali, tapi belum tentu bisa dapat IMB, simpel kan? Kalau kepala desa dan bendesa adatnya pro-investor, atau bupati, gubernurnya tidak pro-marhaen, ya... jangan dipilih lagi di periode berikutnya, mudah,’’ pungkas Shri Arya Wedakarna yang anggota Komite I Bidang Hukum DPD-RI ini. (ad235)


Selasa Wage, 10 Desember 2019

SOSOK Operasi Nataru MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru), pihak kepolisian mulai melakukan persiapan pengamanan. Pengamanan pada dua momen penting itu dilakukan melalui Operasi Cipta Kondisi Agung II-2019. Pihak Polres akan mengerahkan seluruh kekuatan personelnya untuk melakukan pengamanan hingga ke desa-desa, agar seluruh wilayah Klungkung tetap aman dan kondusif. Wakapolres Klungkung, Kompol Ida Bagus Dedi Januartha, mengatakan hal itu saat memimpin rapat koordinasi Cipta Kondisi di Ruang Monitoring Center Polres Klungkung, Senin (9/12) kemarin. Operasi Cipta Kondisi sebagai upaya jajaran kepolisian mewujudkan agar seluruh wilayah Klungkung tetap aman dan kondusif. Operasi ini akan melibatkan seluruh polsek dan personelnya, dengan menyasar sejumlah tempat. Seperti penertiban sejumlah tempat hiburan malam, tempat kos-kosan dan penduduk pendatang. Selain itu, bentuk operasi ini juga merazia kendaraan bermotor, baik itu roda dua maupun roda empat. “Dengan Operasi Cipta Kondisi ini, nantinya masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan lancar,” tegasnya. Dia juga meminta jajarannya dalam pelaksanaan agenda itu agar selalu melakukan koordinasi dan tetap solid, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan optimal. Sudah pasti berhasil sesuai tujuan target sasaran. Dia menegaskan, tidak boleh ada gangguan apapun, dalam perjalanan umat melaksanakan Natal dan Tahun Baru. Selain keamanan, juga utamanya kelancaran arus lalu lintas jelang Tahun Baru juga agar warga terhindar dari ancaman laka lantas. (gik)

PARKIR LIAR - Tim Gabungan saat menertibkan parkir liar dan pedagang yang berjualan di atas trotoar di sepanjang Jalan Puputan, dari Swalayan CM hingga Pasar Galiran.

Tim Gabungan Tertibkan Parkir Liar

Semarapura (Bali Post) Kebiasaan parkir liar di Jalan Puputan dari Swalayan CM hingga Pasar Galiran akhirnya disikapi serius petugas Sat Lantas Polres Klungkung. Sorotan serupa juga datang dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Akhirnya, ketiga lembaga ini membentuk Tim Gabungan dan mereka sepakat turun bersama, Senin (9/12) kemarin, guna melakukan penertiban. Seluruh kendaraan yang parkir sembarangan diminta segera dipindahkan. Kalau membandel, terpaksa diderek petugas. Kasat Lantas Polres Klungkung, AKP Made Teja Dwi Permana, mengatakan kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya, telah mengakibatkan kemacetan pada jalur tersebut. Selain masalah parkir, di sana juga ditemukan pelanggaran angkutan barang yang tidak sesuai peruntukannya. Di samping itu pelanggaran penyalahgunaan trotoar yang san-

gat mengganggu pejalan kaki. “Setelah kami datang, kami langsung tertibkan dengan meminta para pemilik memindahkan kendaraannya. Pemindahan kendaraan itu agar tidak terjadi kemacetan di areal sana,” kata Kasat Lantas didampingi Kanit Dikyasa Sat Lantas Ipda Made Wirka. Personel gabungan ini satu per satu menindak pelanggar

yang membandel dan yang berpotensi menimbulkan laka lantas fatal pada jalur tersebut. Tim Gabungan juga sempat menjaga area di sana untuk sementara usai penertiban, sambil melakukan sosialisasi selama penertiban berlangsung. Kasatlantas menegaskan, langkah tegas itu dilakukan agar para pengendara mengerti dan membudayakan

tertib berlalu lintas kepada seluruh pengguna jalan, melancarkan arus lalin, mencegah laka lantas dan mengurangi komplin dari seluruh pengguna jalan. Jadi, selain penindakan berupa penertiban, pihaknya juga melakukan langkah persuasif guna mencegah kecelakaan pada jalur ini semakin parah. Selain itu, masyarakat juga tahu kalau pada jalur satu arah ini dilarang parkir liar dan menggelar barang dagangan di atas trotoar. Setelah penertiban ini, Kasat Lantas menegaskan langkah penertiban akan terus dilakukan secara berkala. Kalau masih juga ada warga yang membandel,

pihaknya mengancam menderek kendaraan yang parkir liar dan mengangkut barang dagangan PKL di atas trotoar. Dengan upaya ini, dia berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga ketertiban Kota Semarapura ini agar, tetap nyaman dikunjungi. Pihaknya juga meminta setiap pengendara kendaraan roda empat maupun roda dua tidak parkir sembarangan. “Mari bersama-sama jaga kota kita ini. Jangan berjualan di kawasan yang memang dilarang. Apalagi parkir sembarangan hingga menyebabkan terjadinya kemacetan dan mengganggu pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (kmb31)

Tes Urine Sasar Inspektorat Daerah Menegangkan Lantaran Dilakukan Mendadak

Semarapura (Bali Post) Setelah tes urine di ASN di Setda Kantor Bupati Klungkung, pemeriksaan sama menyasar ASN di Kantor Inspektorat Daerah, Senin (9/12) kemarin. Kantor ini menjadi sasaran berikutnya, mengingat tugasnya sebagai pemeriksa. Sudah tentu sebagai petugas harus bebas lebih dulu dari penggunaan narkotika. Tes urine serupa terus dilakukan pada ASN lain. Tes urine itu penting guna memastikan seluruh ASN di Pemkab Klungkung bebas pengaruh narkotika

Tes urine dilakukan petugas Kesbangpolinmas Klungkung bersama BNNK Klungkung. Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, termasuk Asisten Administrasi Umum I Wayan Sumarta dan Kepala Inspektorat Daerah I Made Seger hadir di lokasi tes urine dilaksanakan. Setiap ASN hingga pegawai kontrak diminta menyetor urinenya untuk langsung diuji di lokasi. Pelaksanaan tes urine ini cukup menegangkan, karena benar-benar dilakukan secara mendadak. Kepala Kesbangpolinmas, I Wayan Sujana, mengatakan tes

urine bertujuan mengantisipasi penyalahgunaan narkoba oleh ASN. Sebelum pelaksanaan tes urine telah didahului sosialisasi mengenai bahaya narkotika bagi kesehatan dan konsekuensi hukum pidananya bagi pelaku. Total keseluruhan jumlah pegawai yang mengikuti tes urine itu 49 orang, terdiri dari ASN sebanyak 32 orang, CPNS 10 orang dan tenaga kontrak 7 orang. Dari keseluruhan pegawai tersebut, hanya satu yang berhalangan. ASN itu absen karena izin cuti melahirkan. Setelah urine seluruh pegawai

diuji langsung, rupanya semua memperlihatkan hasil negatif. Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, meminta pelaksanaan tes urine itu lebih digencarkan lagi. Alasannya, ancaman narkotika sudah semakin serius. Tidak hanya mengancam para ASN, bahkan hingga kalangan pelajar. Pelaksanaan tes urine ini, dirasakan tepat dilakukan di Inspektorat Daerah. Karena, Inspektorat itu merupakan badan pengawasan. “Bagaimana orang yang mengawasi nanti malah kena juga. Sehingga, tepat dilakukan di sini,” katanya.

Setelah melihat hasilnya negatif, dia juga berharap hasil serupa didapat pada lembaga OPD lainnya. Sehingga seluruh ASN bebas dari penyalahgunaan narkoba. Pihaknya berharap hal itu menjadi langkah awal menekan adanya penggunaan barang haram itu dilakukan pegawai. ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat, dalam upaya memerangi pengaruh narkoba di Bumi Serombotan ini. Kegiatan serupa sebelumnya digelar di Sekretariat Daerah Kabupaten Klungkung yang dirangkaikan peringatan

Raih Medali Perak SEA Games 2019 Ardiarta Diminta Berbagi Kiat Sukses pada Juniornya

Prestasi gemilang berhasil diraih atlet kurash asal Klungkung, I Komang Ardiarta (23), pada ajang SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Walaupun tidak bisa meraih medali emas, atlet kelahiran 1996 ini sukses menyabet medali perak pertama untuk kontingen Indonesia pada pesta multi-event olahraga dua tahunan antarnegara di kawasan Asia Tenggara kali ini. Hal itu menjadi kebanggaan tak hanya dirinya, namun juga keluarga termasuk pemerintah daerah maupun negara. Lalu bagaimanakah kira-kira kiat sukses yang dilakukan Komang Ardiarta sehingga mampu mewujudkan prestasi medali perak itu? SUDAH pasti sangat bangga bisa tampil di SEA Games. Apalagi bisa meraih medali. Kebahagiaan itu disampaikan Ardiarta setelah pulang dari arena SEA Games pada kesempatan bertemu Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Rumah Jabatan Bupati Klungkung. Kehadiran sang juara didampingi Ketua Umum KONI

Klungkung Wayan Subamia, Senin (9/12) kemarin. Meskipun belum lama menekuni cabang olahraga (cabor) kurash, putra pasangan I Nyoman Aman dan Ni Wayan Sumiasih ini mampu mempersembahkan medali perak untuk Indonesia. Keberhasilan mantan atlet judo Bali yang turun di kelas 81 kg putra ini, setelah berjuang

Bali Post/gik

REBUT PERAK - Atlet kurash, Ardiarta, yang sukses merebut medali perak SEA Games Manila 2019 saat bertemu Bupati Suwirta.

all out mengatasi sang juara atlet Vietnam Bui Minh Quan di babak final. Di sela-sela menerima I Komang Ardiarta, Bupati I Nyoman Suwirta berharap keberhasilan yang diraih Ardiarta itu dapat menjadi suport positif bagi atlet lainnya yang ada di Kabupaten Klungkung. “Tidak ada yang tidak mungkin. Asalkan diikuti niat dan komitmen yang baik, serta berlatih tekun. Tentunya harus punya mimpi menjadi atlet hebat,” ujar Bupati Suwirta. Ketua Umum KONI Klungkung Wayan Subamia mengatakan, walaupun hanya meraih medali perak, namun I Komang Ardiarta merupakan atlet pertama dari Bali yang mampu mempersembahkan medali untuk Indonesia. Wayan Subamia pun menyatakan rasa bangganya sekaligus bersyukur atas prestasi atlet Klungkung yang mampu mendulang medali perak SEA Games di Manila, Filipina itu. Subamia berharap keberhasilan atlet kurash itu nantinya bisa ditularkan kepada atlet-atlet lainnya di Kabupaten Klungkung. “Saya berharap keberhasilan ini bisa ditularkan ke juniorjunior di Kabupaten Klungkung. Hal itu memang tujuan KONI Klungkung mendidik atlet-atlet di Klungkung agar giat berproses untuk mewujudkan prestasi terbaik. Juara itu tidak harus di kandang, alangkah lebih baik juara di luar kandang pada event yang levelnya lebih tinggi mengharumkan

negara termasuk daerah,” ujarnya saat mendampingi

I Komang Ardiarta bertemu Bupati Klungkung. (gik)

HUT ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) tahun 2019. Dari total 306 ASN

di lingkungan Sekretariat Daerah, hasilnya semua negatif. (kmb31)


Selasa Wage, 10 Desember 2019

Puskesmas Selat Ditenderkan Rp4,5 Miliar

Bupati Kecewa Bangunan Tak Sesuai Bestek Amlapura (Bali Post) Pembangunan Puskesmas Selat, Senin (9/12) kemarin, disidak Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil Bupati Artha Dipa. Ternyata bangunan yang tinggal tiga hari dikerjakan sesuai kontrak itu baru mencapai 96,86 persen. Karenanya, pada sidak bangunan puskesmas yang ditenderkan Rp4,5 miliar itu, membuat Bupati dan Wakil Bupati sangat kecewa terhadap kontraktor akibat pembangunan gedung yang tidak sesuai bestek.

Bali Post/kmb41

SIDAK - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil I Wayan Artha Dipa saat sidak pembangunan Puskesmas Selat, Senin (9/12) kemarin. Pembangunan dikeluhkan karena tidak sesuai dengan bestek.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pembangunan gedung saat ini baru mencapai 96,86 persen. Bagian panyengker puskesmas itu ternyata belum ditembok. Demikian juga bagian depan, temboknya belum dipelester. Di bangunan bagian dalam terlihat para pekerja tengah memasang keramik dan masih mengerjakan lantai basemen. Yang membuat bupati dan wakil bupati kecewa berat adalah pengerjaan bangunan itu tidak sesuai bestek. Betapa tidak, pemasangan kosen pintu terkesan asal-asalan. Sebab di samping kosen pintu itu diganjal papan triplek akibat tidak

Derita Diabetes, Kalapas Rochidam Berpulang

Bali Post/kmb41

Rochidam (alm)

Amlapura (Bali Post) Kabar duka menyelimuti Kantor Lapas Kelas II B Karangasem. Kepala Lapas Rochidam berpulang, Senin (9/12) kemarin. Rochidam meninggal dunia di RSUD Karangasem karena menderita sakit kencing manis atau diabetes sejak lama. Kasubid TU Lapas Kelas II B Karangasem, Dewa Darmayasa, saat dikonfirmasi, Senin (9/12) kemarin, membenarkan bahwa Kepala Lapas Kelas II B Karangasem, Rochidam, telah berpulang. ‘’Almarhum meninggal tadi pagi (Senin red) sekitar pukul 03.00 dini hari, akibat komplikasi sakit

kencing manis,’’ ujarnya. Darmayasa menambahkan, akibat sakit kencing manis atau diabetes yang dideritanya selama ini, almarhum memang sudah sejak lama tidak masuk kerja karena harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar maupun RSUD Karangasem. Sebelum berpulang ke pangkuan Sang Ilahi, dirinya sempat menjenguk almarhum ketika dirawat di RSUD Karangasem. ‘’Almarhum tidak masuk sejak 20 November 2019 lalu dan meninggal dunia di RSUD Karangasem. Saat ini, jenazahnya sudah dikirim ke

Kargo Bandara Ngurah Rai untuk selanjutnya dimakamkan di Cisalak, Depok,’’ katanya. Selama menjalankan tugas sebagai Kepala Lapas, Dewa Darmayasa menilai atasannya itu sebagai sosok sangat baik dan ramah. Termasuk selama ini selalu memberikan motivasi kepada bawahannya agar selalu melakukan kinerja yang baik saat bertugas. ‘’Almarhum suka mengarahkan anak buah supaya senantiasa melakukan kerja keras. Semoga amal baiknya bisa diterima disisi-Nya,’’ harap Darmayasa. (kmb41)

Tampung Air Sumur Bor Batudawa Bangun Bak Penampungan Musim kemarau beberapa desa di Karangasem mengalami krisis air bersih, termasuk warga Banjar Adat Tukadabu, Dusun Batudawa Kelod, Desa Tulamben, Kubu. Sejatinya, warga di sana telah memiliki sumur bor. Hanya saja, air belum bisa dinaikkan akibat terkendala jaringan pipa. Selain itu juga bak penampungan air masih belum tersedia. Namun, sejauh ini sudah sejauh manakah realisasi proyek yang konon mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian Pusat itu? SALAH satu warga setempat, I Wayan Dikep, Senin (9/12) kemarin mengungkapkan, sebetulnya dua sumur bor itu sudah ada sejak lama. Hanya saja, untuk menaikkan air belum bisa dilakukan secara maksimal. Pasalnya, air susah naik akibat terkendala pompa, pipa selain juga bak penampungan air. ‘’Kini hanya perlu pompa, pipa dan pembuatan bak penampungan. Peralatan itu sangat diperlukan agar air dari sumur bor itu benar-benar bisa dimanfaatkan warga saat musim kemarau seperti saat ini,’’ ujarnya. Wayan Dikep menambahkan, atas kondisi yang ada di desanya, pihak Kementerian Pertanian (Kementan) akan

membantu warga Batudawa itu mendapatkan air dengan cara memanfaatkan sumur bor tersebut. Direncanakan, tahun 2020 akan dibangun bak penampungan dengan volume besar. Bukan saja bak besar termasuk instalasi pipanya juga diupayakan. Tim survei Kementerian Pertanian sempat meninjau lokasi sumur bor itu. Pihaknya berharap proyek tersebut tahun 2020 bisa terealisasi seratus persen. ‘’Kami telah memohon bantuan ke pusat Kementerian Pertanian. Kami ajukan proposal itu ke pusat, supaya dibuatkan bak penampungan termasuk pipanisasi,’’ ujarnya Lalu terkait bantuan pompa dari pemerintah pusat, dikatakan sudah diserahkan

Bali Post/kmb41

AIR SUMUR BOR - Warga Batudawa krisis air bersih saat musim kemarau. Rencananya akan dimanfaatkan air sumur bor. Hanya masih menunggu bantuan pipa dan bak penampungan bantuan dari pemerintah pusat. beberapa waktu lalu. Kini warga tinggal menunggu bantuan penampungan dan jaringan pipa saja. Anggota DPRD Karangasem itu juga menambahkan, jika proyek itu nantinya bisa terwujud, dipastikan warga

Dusun Batudawa Kaja maupun Batudawa Kelod tidak akan ada masalah lagi dengan air kendati musim kemarau. ‘’Sebab air sumur bor yang nanti akan mengalir itu volumenya relatif besar,’’ ujar Wayan Dikep. (nan)

pas dengan tembok kerangka pintu. Pelesteran tembok juga tidak rata. Termasuk bagian lainnya banyak belum tuntas dikerjakan. Bupati IGA Mas Sumatri usai meninjau mengatakan kecewa dengan pembangunan Puskesmas Selat itu. Padahal penawaran pembangunan puskesmas itu sekitar Rp4,5 miliar. Alasannya, kondisi bangunan tidak sesuai instruksi. Terlebih lagi, sisa waktu pengerjaan bangunan itu tinggal tiga hari. Karena itu pihaknya pesimis proyek tersebut bisa tuntas tepat waktu. ‘’Kontraknya habis 12 Desember. Saat ini pengerjaannya baru mencapai 96,87

persen. Masih banyak yang belum dituntaskan,’’ ujar Bupati. Pihak kontraktor mengaku optimis bisa menyelesaikannya tepat waktu. Bupati berharap bisa diselesaikan sesuai kesepakatan waktu tanpa mengurangi kualitas. Kalau penyelesainnya melewati kontrak, maka tetap dikenai denda alias penalti sesuai aturan yang ada. Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, sangat menyayangkan kualitas bangunan seperti itu. Dengan anggaran sangat besar pengerjaan puskesmas itu dinilai tak maksimal. Buktinya, kualitas kosen

SOSOK Siap Kawal Pilkada JELANG pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem 2020, Polres Karangasem mulai menjalin koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Polres siap mengawal dan mengamankan hajatan lima tahunan itu. Kapolres Karangasem, AKBP Ni Nyoman Suartini, menegaskan hal itu, Senin (9/12) kemarin. Sejauh ini pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan KPU Karangasem terkait upaya menyukseskan Pilkada, khususnya pengamanan di lapangan. “Kita siap mengawal dan mengamankan pilkada di Karangasem. Bahkan sejak sosialisasi dilakukan, kemudian pendisribusian logistik hingga pencoblosan, pemunggutan terakhir penghitungan suara,” janji Kapolres. Setelah koordinasi dengan KPU, pihaknya akan melaksanakan rapat koordinasi dengan stakeholder terkiat. Termasuk melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan kecurangan juga akan dibahas tuntas saat rapat mendatang. “KPU juga minta bantuan kepada kita ikut mendata secara riil jumlah pemilih di seluruh kabupaten. Pendataan pemilih di masing-masing desa kita berikan tanggung jawab Bhabinkamtibmas melakukan tugas itu,” jelas Suartini. (nan)

bangunan nyata-nyata sangat rendah. ‘’Kami meminta pemborong segera memperbaiki kosen ini. Dilihat kualitasnya kosen seperti itu tidak bisa bertahan lama. Pasti akan cepat rusak. Apalagi, pemasangnnya seperti itu. Ini harus segera ditindak lanjuti,’’ pintanya. Artha Dipa menambahkan cukup banyak pengerjaan proyek yang belum dituntaskan. Di samping itu, waktu masa kontrak berakhir tinggal tiga hari lagi. Pihaknya meminta kontraktor supaya dapat menuntaskan pengerjaan tanpa harus mengurangi kualitas bangunan. Salah seorang mandor, Winarto, mengakui, pengerjaan proyek itu sudah sesuai. Ia optimis bisa menuntaskan pembangunan sesuai kontrak kendati masih ada dalam proses pengerjaan. (kmb41)


Selasa Wage, 10 Desember 2019

Bupati Made Gianyar dan Wabup Sedana Arta Hadiri Penglipuran Village Festival VII BUPATI Bangli I Made Gianyar bersama Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri acara Penglipuran Village Festival VII, Senin (9/12) kemarin. Festival yang menampilkan berbagai parade seni budaya lokal, aneka perlombaan serta pameran produk kerajinan itu dibuka secara resmi oleh Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Prof. Dr. I Gede Pitana, di jaba Pura Penataran Desa Adat Penglipuran. Tampak hadir pula Ketua DPRD Bangli Wayan Diar serta anggota Forkopimda Kabupaten Bangli dalam festival itu. Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Supat, melaporkan bahwa Penglipuran Village Festival VII dilaksanakan untuk

melestarikan seni budaya, meningkatkan kompetensi kepariwisataan, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, meningkatkan kreativitas pelaku pariwisata, pengembangan pemasaran produk pendukung pariwisata, serta meningkatkan kolaborasi atau kerja sama pelaku pariwisata dan masyarakat dunia usaha. Jenis kegiatan yang dilaksanakan di antaranya parade budaya, parade barong ngelawang, serta aneka jenis lomba yang melibatkan pelajar serta masyarakat umum. Diadakan juga pameran produk industri kecil, kerajinan dan kuliner. Penglipuran Village Festival VII tahun 2019 ini dilaksanakan selama 21 hari mulai dari tanggal 9 30 Desember di Desa Wisata Penglipuran. Bupati Bangli, I Made Gianyar, dalam sambutan-

FESTIVAL - Bupati Bangli I Made Gianyar bersama Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri Penglipuran Village Festival VII, Senin (9/12) kemarin. nya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan stakeholder pariwisata yang telah bekerja sama dalam penyelenggaraan Pengelipuran Village Festival. Diharapkan,

segala bentuk kegiatan dan lomba-lomba yang diadakan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta dapat meningkatkan kunjungan wisatawan untuk berkunjung ke Penglipuran.

Dengan dilaksanakannya Penglipuran Village Festival diharapkan mampu meningkatkan perkembangan pariwisata Bangli, di samping juga merupakan ajang mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bangli khususnya destinasi Desa Wisata Penglipuran. “Untuk itu kami harapkan kepada stakeholder pariwisata Bali dalam hal ini ASITA, HPI dan PHRI serta semua pihak yang bergerak di bidang pariwisata untuk ikut membantu memajukan pariwisata dengan mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya ke Kabupaten Bangli,” kata Made Gianyar. Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali mengatakan, tema yang diusung tahun ini, yakni Green Destination sesuai dengan gambaran kondisi alam Desa

Penglipuran yang dikelilingi oleh hutan bambu, kekhasan arsitek dengan hawa yang sejuk. Keunggulan dari Desa Penglipuran yang merupakan kawasan perdesaan yang memiliki tatanan spesifik dari struktur desa tradisional sehingga menampilkan wajah perdesaan yang asri. Diharapkan, festival kali ini dapat semakin efektif di samping menjadi media promosi, juga menjadi media komunikasi antarseniman/budayawan, dengan masyarakat pariwisata. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan ruang kepada para seniman dan budayawan serta masyarakat luas untuk menyuguhkan berbagai karyanya. Sementara itu, Prof. Dr. I Gede Pitana mengatakan, Penglipuran Village Festival yang dilaksanakan secara konsisten merupakan wujud nyata komitmen masyarakat dan pemerintah daerah Ban-

gli untuk melestarikan seni dan budaya sekaligus untuk menghidupkan pariwisata dan ujungnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyak penghargaan yang sudah diterima Desa Penglipuran yang dikenal sebagai salah satu contoh desa wisata terbaik di Indonesia. Yang terbaru, Penglipuran ditetapkan sebagai salah satu dari 100 pembangunan pariwisata berkelanjutan di dunia. Dalam pariwisata Indonesia sering dijadikan sebagai salah satu model ketika kita berbicara mengenai pariwisata berkelanjutan, pariwisata kerakyatan ataupun pariwisata pedesaan atau desa wisata. Penglipuran adalah contoh empiris di mana pelestarian alam dan pelestarian kebudayaan bisa dilakukan secara efektif melalui pembangunan pariwisata. (ad244)

Kasus Kepemilikan Narkoba

Oknum PNS Divonis Tujuh Tahun Penjara Bangli (Bali Post) -

I Nengah Muliartawan alias Sangut, oknum PNS Pemkab Bangli yang menjadi terdakwa kasus kepemilikan narkotika, divonis tujuh tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangli, Senin (9/12) kemarin. Vonis yang diterima lebih berat satu tahun dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang sebelumnya. Dalam sidang yang diketuai A.A. Putra Wiratjaya, Majelis Hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang tanpa hak atau melawan hukum menjual narkotika golongan I sebagaimana dakwaan primer pasal 114 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas perbuatannya terdakwa dijatuhi pidana penjara selama tujuh tahun serta pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama empat bulan. Majelis Hakim dalam sidang kemarin juga sempat membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Adapun pertimbangan yang dianggap memberatkan terdakwa,

yakni perbuatannya bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan peredaran narkotika, dan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Terdakwa yang merupakan seorang PNS, menurut Majelis Hakim seharusnya memberikan contoh perilaku yang baik di masyarakat. Sementara itu, hal meringankan, terdakwa dianggap sopan selama mengikuti persidangan. Dia belum pernah dihukum, menjadi tulang punggung keluarga dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “Berdasarkan hal-hal memberatkan dan meringankan, maka majelis hakim berpendapat tuntutan pidana yang diajukan penuntut umum terlalu ringan,” kata Putra Wiratjaya. Usai membacakan vonis,

Majelis Hakim memberikan kesempatan terdakwa untuk pikir-pikir atas pidana yang dijatuhkan. Menanggapi hal itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan masih pikir-pikir. Hal sama juga disampaikan JPU Putu Diah Laksmini. Sebagaimana diketahui, Sangut merupakan oknum PNS yang bertugas sebagai sopir Kabag Hukum Setda Bangli itu ditangkap Satresnarkoba Polres Bangli pada Juli lalu. Kasus berawal saat Sangut memesan dua paket sabu kepada Agustian (DPO) seharga masing-masing Rp1,6 juta. Setelah Agustian mengonfirmasi kesediaan narkotika jenis sabu-sabu tersebut, terdakwa melakukan transfer uang dari rekening miliknya ke rekening milik Agustian. Selanjutnya Agustian menyuruh terdakwa untuk men-

gambil 2 paket sabu ke suatu tempat di daerah Tukad Badung, Denpasar. Sekitar pukul 19.00 Wita, ketika terdakwa melintas di jalan raya jurusan BangliGianyar, terdakwa diberhentikan oleh dua anggota kepolisian. Pada saat dilakukan penggeledahan pada diri terdakwa, diperoleh barang bukti berupa 2 potong pipet warna orange yang di dalamnya terdapat plastik klip bening berisi sabu dengan berat bruto masingmasing 1,04 gram dan 1,06 gram yang disembunyikan di dalam lubang tali helm yang dikenakan terdakwa. Selain itu diperoleh juga barang bukti lainnya berupa dua unit handphone, satu unit sepeda motor bernopol DK8032PI, satu buah helm, ATM dan satu lembar kertas bukti transfer ATM. Setelah dilakukan intero-

Bangli (Bali Post) – Puluhan pedagang pasar senggol yang selama ini berjualan di timur dan selatan Lapangan Kapten Mudita, Senin (9/12) kemarin mulai menempati Terminal Loka Çrana. Sesuai kesepakatan, mereka diberikan waktu ber-

jualan mulai pukul 14.00 wita. Di sisi lain, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli berencana mengenakan pungutan retribusi terhadap para pedagang pasar senggol. Pantauan di Terminal Loka Çrana siang kemarin,

para pedagang yang kebanyakan berjualan makanan tampak sibuk memasang gerobak dagangannya. Sebagian pedagang diberi tempat di areal terminal sisi selatan dan sebagian lainnya di sisi barat. Plt. Kadisperindag Ban-

gli, I Wayan Gunawan, mengatakan jumlah pedagang pasar senggol di Bangli sebanyak 36 orang. Namun, dari jumlah itu hanya 30 orang yang aktif berjualan dan kini pindah menempati terminal. Pemindahan pedagang, jelasnya bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada para pedagang. Tujuan lain pemindahan, agar wilayah Kota Bangli lebih bersih dan tertata. Di Terminal Loka Çrana para pedagang diberi waktu untuk berjualan mulai pukul 14.00 wita. Sebab pagi hingga siang hari terminal dimanfaatkan sesuai fung-

SIDANG - Suasana sidang di PN Bangli, Senin (9/12) kemarin. gasi selanjutnya dilakukan penggeledahan di Kantor Bupati Bangli di tempat terdakwa bekerja, tepatnya di ruang Bagian Hukum. Di tempat tersebut diperoleh

barang bukti berupa satu buah kotak parfum yang di dalamnya berisi satu buah timbangan elektrik, dua bendel plastik bening, dua buah isolasi bening, satu buah

tisu, dompet merah yang di dalamnya berisi 3 buah korek api gas, bong dan gunting. Semua barang tersebut disimpan di salah satu laci rak lemari arsip. (kmb40)

Pedagang Pasar Senggol Mulai Tempati Terminal

Bali Post/kmb40

PEDAGANG - Pedagang pasar senggol mulai menempati Terminal Loka Çrana, Senin (9/12) kemarin.

Hujan Es Melanda Landih dan Pengotan

Bangli (Bali Post) Fenomena langka terjadi di Desa Landih dan Pengotan, Bangli, Senin (9/12) kemarin. Hujan yang melanda wilayah setempat siang kemarin, disertai butiran es sebesar biji jagung. Fenomena unik itu berlangsung kurang lebih setengah jam. Salah seorang warga Desa Landih, Nengah Darsana, mengungkapkan sebelum hujan es terjadi, wilayah desanya diselimuti mendung tebal. Sekitar pukul 13.00 wita, hujan mulai mengguyur dengan cukup lebat. Berselang setengah jam kemudian, hujan yang turun disertai butiran es. “Lumayan mengejutkan karena terdengar bunyi tak…tok… tak…tok… cukup keras di atap,” ungkapnya. Fenomena langka itu, kata Darsana disambut gembira oleh anak-anaknya karena baru pertamakali melihat ada es turun dari langit. “Sekitar jam setengah tiga sore, hujannya sudah reda,” ujarnya. Adanya fenomena hujan

es juga dibenarkan Perbekel Desa Pengotan, Wayan Suardana. Dia mengatakan hujan es yang terjadi kemarin disertai angin kencang. Fenomena itu, kata Suardana, berlangsung cukup lama hingga hitungan jam. “Es yang turun

bercampur dengan air hujan,” ujarnya. Hingga sore kemarin, ia mengaku belum mendapat laporan terkait kerusakan akibat hujan es itu. Hujan juga tidak sampai membuat warganya panik. (kmb40)

Bali Post/ist

HUJAN ES - Butiran es sebiji jagung yang dikumpulkan warga saat hujan terjadi kemarin.

sinya. Fasilitas listrik dan air, sudah disiapkan sendiri oleh para pedagang pasar senggol. “Mereka sudah urus sendiri listrik dan airnya,” ujarnya. Gunawan mengatakan, selama berjualan, para pedagang telah diminta untuk tetap menjaga kebersihan. Sampah yang dihasilkan agar ditampung sendiri-sendiri lalu dikumpulkan jadi satu di pojok selatan terminal setelah selesai berjualan. Nantinya sampah akan diangkut oleh truk sampah DLH. Mengenai limbah cairnya, Gunawan mengatakan, pihaknya juga telah meminta para pedagang agar menampungnya dalam

wadah ember masing-masing. “Tidak boleh dibuang sembarangan. Begitu pagi, harus sudah bersih,” terangnya. Setelah selesai berjualan, pihaknya mengarahkan agar gerobak milik pedagang ditempatkan di sisi barat terminal. Dikatakan Gunawan, pihaknya sejatinya sudah mengajukan permohonan izin pemanfaatan bangunan eks RSU Bangli ke pihak RSJ sebagai tempat menyimpan gerobak pedagang. Namun, dari hasil koordinasi pihaknya mengaku tidak mendapat izin. “Karena itu, untuk sementara saya tempatkan di terminal space barat, di depan

ruko, agar disusun rapi. Sambil menunggu tempat yang lebih bagus lagi,” ujarnya. Pihaknya memastikan keberadaan gerobak pedagang tidak akan mengganggu aktivitas kendaraan angkutan umum di terminal. Disinggung mengenai pengenaan retribusi terhadap pedagang pasar senggol, dikatakan bahwa dalam Perda 22 Tahun 2011 tentang retribusi pelayanan pasar pemerintah belum diatur mengenai hal itu. Namun, pihaknya mengaku sudah ada rencana mengenakan pungutan retribusi ke para pedagang pasar senggol. (kmb40)


Selasa Wage, 10 Desember 2019

Dewan Usulkan Kewenangan Penyesuaian Tarif Air Minum Diatur Perda Singaraja (Bali Post) – Saat pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perumda Air Minum Tirtha Hita Den Bukit, muncul usulan terkait persetujuan penyesuaian tarif air minum yang akan dilakukan pemerintah daerah. Wakil rakyat minta agar penyesuaian tarif dibahas dengan dewan. Guna menguatkan kewenangan itu diminta agar dimasukkan dalam draf rancangan perda yang sedang dibahas. Hal itu terungkap ketika rapat dengar pendapat (RDP) gabungan komisi-komisi dengan eksekutif membahas rancangan perda Perumda Air Minum Tirtha Hita Den Bukit, Senin (9/12) kemarin di gedung dewan. Rapat dipimpin Wakil Ketua Dewan, Gede Suradnya, didampingi Made Putri Nareni dan para anggota komisi. Sementara, eksekutif dihadiri Asisten Tata Pemerintahan Setda Putu Karuna bersama Bagian Hukum Bagus Gede Bratha dan Dirut PDAM Made Lestariana. Wakil Ketua Dewan, Gede Suradnya, menyampaikan alasan mengapa pihaknya mengusulkan agar dalam draf perda ini diatur kewenangan dewan dalam membahas penyesuaian tarif air minum. Ini karena sering kali terjadi polemik di masyarakat karena keputusan pemerintah dinilai memberatkan masyarakat. Atas fakta itu, masyarakat selalu mengadukan persoalannya kepada dewan. Dia mencontohkan, kebijakan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Keputusan penetapan tarif itu tidak

diketahui. Namun, saat muncul keberatan dari masyarakat, dewan baru tahu. Dari pengalaman itu Suradnya lalu mengusulkan penyesuaan tarif air minum agar dibahas bersama DPRD. Untuk menguatkan legalitas kewenangan dewan, politisi Partai Hanura ini meminta dimasukkan dalam rancangan perda yang sedang dibahas. “Kami tidak ingin terjadi polemik bila ada keputusan pemerintah yang membebankan masyarakat seperti tarif air minum. Kami ingin kewenangan membahas penyesuaian tarif ini diatur dalam perda. Kalau ada aspirasi masyarakat yang keberatan, kita bisa bahas dengan detail,” katanya. Menanggapi usulan itu, Direktur PDAM Made Lestariana, mengatakan secara regulasi seperti Peraturan Pemerintah (PP) atau Permendagri tidak diatur terkait kewenangan DPRD dalam memberikan per-

setujuan kenaikan tarif air minum. Namun demikian, sesuai Perda No. 2 Tahun 2010 diatur sebelum keputusan penetapan tarif baru, maka dikonsultasikan ke DPRD. Untuk itu, dalam perubahan perda sekarang ini, Lestariana menyebut usulan dewan itu bisa diakomodir dengan memasukkan pada Pasal 108. Pada klausul pasal itu, disepakati penyesuaian tarif air minum dikonsultasikan ke DPRD sebelum ditetapkan. Di sisi lain pria yang juga menjabat Ketua Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Buleleng ini mengatakan, setiap pembahasan penyesuaian tarif air minum, pemerintah daerah sudah memberikan ruang kepada pelanggan untuk mendapatkan umpan balik. Selain itu, pihaknya juga melakukan uji publik terhadap penyesuaian tarif, sehingga masukan itu akan dikaji sebelum penyesuaian tarif ditetapkan. (kmb38)

Bali Post/kmb40

PERDA – Pembahasan rancangan Perda Perumda Air Minum Tirtha Hita Den Bukit untuk mengganti nama PDAM Buleleng digelar di gedung dewan, Senin (9/12) kemarin.

Bali Post/kmb38

BAHAN POKOK – Menjelang Pagerwesi, Natal dan Tahun Baru 2020, Disperindag mengawasi peredaran bahan pokok menyasar pasar tradisional dan supermarket di Buleleng, Senin (9/12) kemarin.

Sidak Sembako Jelang Nataru

Ditemukan Pangan Kedaluwarsa Singaraja (Bali Post) –

Disperindag Buleleng bersama instansi terkait melakukan pengawasan harga dan kualitas sembilan bahan pokok (sembako-red) menjelang hari raya Pagerwesi, Natal dan Tahun Baru 2020, Senin (9/12) kemarin. Dalam sidak itu ditemukan pangan kedaluwarsa. Petugas langsung meminta agar komuditas itu ditarik dan tidak dijual kepada konsumen. Sidak itu dipimpin Kepala Disperindag Ketut Suparto. Tim menyasar pedagang tradisional di Pasar Anyar Singaraja dan dua supermarket besar di Bali Utara. Pengawasan ini fokus pada ketersediaan stok, stabilitas harga dan mengincar kemungkinan sembako yang telah kedaluwarsa. Saat pengawasan di salah satu supermarket di Kota Singaraja, tim menemukan bahan

pangan siap saji jenis cincau. Setelah diamati, ternyata masa kedaluwarsanya telah lewat, namun tetap dijual. Mengetahui hal itu petugas memerintahkan agar manajemen menarik pangan tersebut dari ruang pajang. Tidak hanya itu, pihak manajemen diinstruksikan agar mengembalikan produk tersebut kepada distributor. Sementara pengawasan di

pedagang pasar tradisional di Pasar Anyar, petugas menemuan praktik curang salah seorang pedagang. Timbangannya yang sudah ditera ulang, dimodifikasi dengan menambahkan pemberat khusus. Dengan demikian otomatis hasil timbangannya tidak seimbang dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi konsumen. Atas temuan ini, petugas menyita bahan pemberat itu.

Petugas memberi peringatan kepada pedagang agar jangan memodifikasi timbangan apalagi yang sudah ditera ulang, sehingga mengurangi akurasi timbangan. Ketut Suparto mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan mencegah permainan harga menjelang hari raya Pagerwesi, Natal dan Tahun Baru 2020. Hasil pengawasan kemarin, harga bapok relatif stabil. Hanya cabai kecil mengalami peningkatan harga dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Selain itu, harga bawang merah juga mulai mengalami lonjakan. (kmb38)

Revitalisasi Pasar Banyuasri

Pemasangan Ratusan Tiang Pancang Dipastikan Tak Timbulkan Getaran Singaraja (Bali Post) – Proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Buleleng mulai dikerjakan. Setelah membongkar bangunan pasar lama, kini rekanan mulai melakukan pengerjaan pondasi bangunan. Rekanan akan memasang sebanyak 960 tiang pancang. Pemancangan tiang ini dipastikan tidak akan menimbulkan getaran atau suara bising di sekitar proyek. Jaminan ini

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr PRT utk Villa di Batuyang Sukawati Hub.Gusti 08123806901

B.BP.001.12.19.0000245

Dcr Therapist Spa u/ di Hotel Fas Gaji + Komisi + Bonus Hub:087860600877

dilakukan karena pemasangan tiang pancang memakai alat berteknologi tinggi. Hal itu diungkapkan Site Engineering Manager PT Tunas Jaya Sanur, Gede Indra Permana, Senin (9/12) kemarin. Indra Permana mengatakan, tahapan pelaksanaan di lapangan setelah penyiapan lahan adalah pemasangan tiang pancang. Ada 960 lokasi pemasangan tiang

pancang dengan kedalaman menembus tanah 9 meter. Tiang pencang ini dipasang menggunakan mesin hydraulic static pile driver (HSPD). Ini digunakan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Alat ini, tidak seperti mesin manual, HSPD dipastikan tidak menimbulkan suara bising dan tidak menimbulkan getaran. Ada dua unit mesin HSPD dikerahkan

untuk menancapkan ratusan tiang pancang tersebut. Terkait sebaran debu akibat pengerjaan tahap awal, Indra Permana mengaku sudah mengoperasikan mobil tangki untuk menyiram lokai proyek. Selain itu, pihaknya juga memasang paranet di lokasi yang dekat dengan rumah warga dan lapak pedagang. Paranet dipasang juga bertujuan untuk menghidari debu

Dcr Karyawati Serabutan untuk WR.Makan(Renon) 081999564725

Dicari: Operasional,Office Boy &Sopir(Max usia28Th),Lam.Kirim Jl Gn.Soputan I/107.Tl:8466317

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

B.BP.001.12.19.0000229

Dcr tng STM/sejenisnya u/maintenance genset.Lam:dayapioneer controlmatic@yahoo.com T728939 B.BP.001.12.19.0000251

Bth Cpt Staf u/Spa diUbud siap ditraining HP/WA:081361307429

Dicari 2 tenaga Administrasi Proyek pendidikan D3/SMA sederajat, Domisili di Bali untuk penempatan proyek di Bendungan Gianyar umur max 35 tahun,CV bisa disampaikan melalui WA 081265619095

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.004.12.19.0000249

!!!Dicari PRT Tdr Dlm,Cewk Max 30th, Gaji 2,5Jt H.081237850879

B.BP.001.12.19.0000192

B.BP.001.12.19.0000228

B.BP.004.12.19.0000210

B.BP.001.12.19.0000193

Dicr Teknisi Bengkel, bbt,IT & Kantor dll 17-23thn P/W, Jurusan Mesin.Info di tini.to/kerja B.BP.004.12.19.0000248

G.01

DIJUAL MOBIL HONDA

Tng Administrasi Wnt sarjana/ Diploma,Ijasah Terakhir,KTP/CV Srt Ket.sehat&SKCK,Bs Komputer & Paham Kesekretarisan Kantor Lam Bw:ITEKES Bali Jl .T.Balian No.180 Dps Telp:(0361)8956208

Panther LS’05 DK + Innova G’05 Kijang LGX Dsl’01,087862547783

B.BP.001.11.19.0000033

B.BP.001.12.19.0000247

SERVICE

HRV Mugen Matic Th 2017,Putih Tgn 1, A/N sendiri.081237544219 B.BP.001.12.19.0000241 ISUZU

DIJUAL RUMAH

dan pengaman dari dampak pembangunan ini. Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng, Nengah Budiarta, mengatakan setelah penandatanganan kontrak kerja pada tanggal 25 November 2019, rekanan sudah memulai tahapan pelaksanan di lapangan. Pekerjaan dimulai dengan pembongkaran gedung lama. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TIANG PANCANG – Rekanan pemenang tender megaproyek revitalisasi Pasar Banyuasri mulai mengerjakan pondasi bangunan pasar baru dengan menancapkan ratusan tiang pancang.

PROPERTY

PROPERTY

DISEWAKAN RUMAH

DIJUAL RUKO

DIJUAL HOTEL

Over Kos 14Kmr Jl.G.Agung Dps 5th,H100Jt Nego H.081381440616

Jual Ruko 2 unit,Tanah 6-10are diKota Denpasar Hub.0811399361

Dijual Hotel Negari Klungkung Dp 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub.08174792678/081805374433

B.BP.001.12.19.0000231

PROPERTY DIJUAL TANAH

1A,1,25A SHM bs kredit Sempidi Abianbase&Gatsu,H.085937089333 B.BP.001.12.19.0000233

Djl Tnh 1 are Umasari Dalung Rmh 550 Dalung H:082147454248 B.BP.001.12.19.0000243

B.BP.001.12.19.0000242

Jual/Sewa murah Ruko2Lt ditepi Cokroaminoto H.087856227779 B.BP.033.12.19.0000240

PROPERTY DIJUAL VILLA

PROPERTY

B.BP.004.11.19.0000734

KEHILANGAN Hlg BPKB No.D5206032-O DK 8624 FK AN. I Ketut Krisnawan B.BP.001.12.19.0000227

Djl Villa 6Kmr, Pool/8.75 A, Jl. DewiSri II Rp.27M/081242710784

Hlg BPKB No.G3617329-O DK7088 IJ An.Putu Dedi Setiawan

B.BP.001.12.19.0000060

B.BP.001.12.19.0000226


Selasa Wage, 10 Desember 2019

Perpustakaan Desa Tegal Badeng Timur Mulai Dikunjungi Warga Negara (Bali Post) Perpustakaan Desa di Kantor Desa Tegal Badeng Timur Kecamatan Negara kini sudah mulai diminati dan dikunjungi warga, khususnya anak-anak. Perpustakaan desa merupakan salah satu program yang kini diterapkan Perbekel anyar H. Ali Nuddin. Perbekel Tegal Badeng Timur Ali Nuddin, Senin (9/12) kemarin mengatakan, kini setiap sore puluhan anak kerap berkumpul dan berkunjung ke perpustakaan desa. Program ini, menurutnya, untuk meningkatkan budaya membaca di Jembrana yang masih kurang dan perlu terus ditingkatkan. ‘’Kami bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jembrana untuk mengembangkan perpustakaan di desa,’’ jelasnya. Perpustakaan Desa Tegal Badeng Timur dilengkapi dengan fasilitas wifi dan tempat yang nyaman. Juga disediakan empat perangkat komputer. ‘’Jadi di sini juga perpustakaannya berbasis IT,’’ jelasnya. Buku-buku juga cukup lengkap di mana ada ratusan judul dan lengkap dengan rak bantuan dari dinas. Perpustakaan, katanya, bukan sekadar tempat membaca dan meminjam buku, namun perpustakaan saat ini adalah sebagai pusat informasi baik lewat buku-buku media yang disediakan melalui komputer yang terakses dengan internet. Sementara itu, berbagai program akan dilakukan Perbekel Ali Nuddin dalam jabatan periode kedua ini. Selain peningkatan infrastruktur juga dalam pemberdayaan masyarakat. ‘’Dana desa akan kami gunakan dengan maksimal dengan program-program yang kami rancang, sehingga penyerapan bisa 100 persen,’’ jelasnya. Tahun 2018 lalu Desa Tegal Badeng Timur mengelola dana Rp 3.273.690.000 dan sudah terserap 100 persen di mana untuk pembangunan fisik 46 persen dan pemberdayaan 54 persen. Tahun 2019 Desa Tegal Badeng Timur mengelola dana Rp 3.477.146.000 atau mengalami peningkatan Rp 200 juta di bidang pemb e r d a y a a n . (kmb)

DIEVAKUASI – Penumpang yang melahirkan di atas KMP Jambo VI dievakuasi ke Puskesmas Gilimanuk untuk mendapatkan perawatan intensif.

Penumpang Melahirkan di Kapal

Negara (Bali Post) – Para penumpang KMP Jambo VI yang hendak berlayar ke Pelabuhan Ketapang, Senin (9/12) pagi, dikejutkan dengan adanya seorang penumpang yang melahirkan di dek kapal. Proses persalinan Suryaningsih (38) asal Jawa Timur terpaksa dilakukan di atas kapal lantaran sudah sangat mendesak. Proses persalinan istri Edy Prayitno (38), warga Desa Dauh Peken, Tabanan ini, dibantu oleh kru kapal dan seorang perempuan penjaga kantin dalam kapal sebelum akhirnya ditangani dari tim medis Puskesmas Gilimanuk. Bayi yang dilahirkan di atas kapal itu selamat dengan berat 3 kilogram dan panjang 50 sentimeter. Begitu halnya ibunya, yang juga berhasil selamat. Ibu dan anak itu selanjutnya dirawat di Puskesmas Gilimanuk dengan

kondisi sehat. Edy ditemui wartawan di Puskesmas Gilimanuk kemarin mengaku bersyukur anak dan istrinya dalam kondisi selamat. Ia menjelaskan, saat itu istrinya sedang perjalanan ke Banyuwangi dengan menumpang di truk milik rekannya. Ketika dalam perjalanan penyeberangan di atas kapal, tiba-tiba istrinya mengeluhkan sakit pada perutnya. ‘’Istri saya dibantu seorang wanita penjaga kantin di kapal. Dia yang

membantu proses persalinan, hingga membersihkan ketuban yang pecah dan melekat pada tubuh bayi,’’ ujar Edy. Saat melahirkan di atas kapal, istrinya melahirkan di atas selembar tikar dengan memakai daster. Ia pun merasa panik ketika kapal sudah berlayar, istrinya tiba-tiba merasakan sakit. Padahal sebelumnya tidak mengeluh sakit sedikit pun. Manurutnya, usia janin dalam kandungan istrinya sudah masuk sembilan bu-

lan, tetapi kelahiran kemarin lebih cepat dari prediksi dokter. Karena itulah, Edy yang berprofesi serabutan itu mengajak pulang istrinya ke Banyuwangi. Berharap istrinya melahirkan di Banyuwangi. Akan tetapi ternyata kondisinya lain, anak keempatnya itu lahir di atas kapal. Seketika itu kapal yang sudah sempat berlayar berbalik kembali ke Pelabuhan Gilimanuk. Akhirnya ibu dan bayi yang baru lahir itu langsung bisa ditangani petugas medis dari Puskesmas Gilimanuk. Hingga kemarin, kondisi bayi dan ibu dalam kondisi sehat dan masih mendapat perawatan intensif.

Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Gusti Nyoman Sudarsana dikonfirmasi terpisah membenarkan kejadian tersebut. Penumpang KMP Jambo VI itu melahirkan di atas kapal saat baru berlayar dari Dermaga Gilimanuk menuju Ketapang. Penumpang tersebut diketahui melahirkan sekitar pukul 07.30 Wita. ‘’Setelah berkoordinasi dengan Syahbandar, nakhoda memutuskan kembali ke Gilimanuk dan dari tim medis sudah menunggu untuk perawatan lebih lanjut,’’ terang Sudarsana. Setelah mengevakuasi penumpang melahirkan itu, kapal kembali melanjutkan penyeberangan ke Ketapang. (kmb26)

Dinas Antisipasi Virus ASF pada Babi 2020, Dana Desa Disalurkan Dua Tahap Negara (Bali Post) – Guna mengantisipasi merebaknya virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang babi, Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana mengumpulkan puluhan peternak babi seKabupaten Jembrana, Senin (9/12) kemarin. Para peternak babi itu diimbau untuk lebih waspada dengan penyakit ini. Bila para peternak mendapati babi peliharaannya menunjukkan gejala ASF agar segera melapor ke petugas. Ciri ternak babi yang terjangkit virus ini di antaranya panas tinggi, napas tersengal-sen-

gal disertai warna kulit babi kebiruan. ‘’Bila salah satu babi terjangkit, maka akan cepat menular ke babi lainnya. Angka kematian babi akibat terserang wabah ini sangat tinggi,’’ terang Kasi Keswan IGN Rai Mulyawan. Kondisi ini tentunya akan membuat rugi peternak sendiri, karena akan banyak hewan peliharaannya mati. Sampai saat ini memang virus ASF ini tidak sampai menular ke manusia dan belum ditemui di Bali. Namun langkah antisipasi perlu dilakukan, apalagi di Bali adalah salah satu daerah sentra peternak babi.

‘’Informasi yang kita dapat, ASF ini tidak bersifat soonozis atau tidak menular ke manusia. Namun tetap berdampak secara ekonomi. Karena angka kematian pada hewan ini sangat luar biasa,’’ terang Rai Mulyawan. Di Kabupaten Jembrana, sesuai data dinas terkait, terdapat 66 peternak babi, baik skala besar maupun kecil. Dari jumlah peternak ini tercatat populasi babi sebanyak 1.868 ekor. Sejumlah peternak yang hadir kemarin juga mengaku waswas dengan virus ASF ini bilamana masuk ke Bali. Guna mencegahnya,

para peternak babi berupaya memperketat kebersihan kandang babi dan sterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan dua kali sehari. Di samping juga berkoordinasi dengan dinas terkait bila menemukan babi yang sakit atau menunjukkan gejala ASF. ‘’Selain pembersihan yang rutin, kita juga rutin mengundang dokter hewan dan bila ada yang mati tiba-tiba kita laporkan,’’ ujar Sutejo, salah seorang peternak. Selain itu, para peternak juga berharap agar pengawasan masuknya daging dan olahan dari babi dari luar Bali juga agar diperketat. (kmb26)

KUMPULKAN PETERNAK – Dinas Pertanian dan Pangan mengumpulkan para peternak babi di Kabupaten Jembrana untuk mengantisipasi virus ASF.

Selasa, 10 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha(4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus And Friend Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Halo Kamtibmas Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini

11:05 Wita Bali TV Shop 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha(5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Taman Sari PAUD Candra Kasih 17:30 Wita Kartun

18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita

23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Wirata Parwa (3) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Ista Dewata Pura Sabdo Utomo - Barurejo Sansekerta Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Br. Sribupati Caublayu Marga Tabanan (3) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel

Usai pentas tersebut, Presiden Joko Widodo menegaskan baik korupsi kecil maupun korupsi besar tidak boleh dilakukan oleh siapa pun. ‘’Namanya korupsi tidak boleh sekecil apa

Negara (Bali Post) Berbeda dengan tahuntahun sebelumnya, pencairan Dana Desa tahun 2020 di Jembrana dilakukan dua tahap. Tahap pertama pada awal tahun sebesar 60 persen dan sisanya 40 persen. Besarnya pencarian Dana Desa di awal tahun 2020 itu sebagai penghargaan atas tingginya realisasi Dana Desa di Jembrana yang telah mencapai di atas 90 persen pada tahun ini. Di tahuntahun sebelumnya, pencairan

Dana Desa melalui tiga tahap, yakni tahap I (Januari-April) sebesar 20 persen, tahap II (Mei-Agustus) sebesar 40 persen, dan tahap III (September-Desember) 40 persen. Berdasarkan data per 6 November 2019, total alokasi Dana Desa sebesar Rp49.043.178.000 untuk tahun 2019 ini. Dari data tersebut, yang sudah terealisasi Rp46.186.001.702 atau sebesar 94,17 persen. Dari total Rp46.186.001.702 penggunaan dana desa seba-

gian besar untuk pembangunan, dengan total anggaran sebesar Rp37.229.919.186. Sedangkan untuk pemberdayaan adalah sebesar Rp8.956.082.516. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jembrana Gede Sujana, Minggu (8/12), membenarkan bahwa pada tahun depan atau 2020, rencana pencarian Dana Desa tahap I sebesar 60 persen. Sehingga pencairan dana desa akan dilakukan dua tahap. (kmb26)

KK Miskin Belum Tersentuh PKH Anak ODGJ dan Kekurangan Gizi Negara(Bali Post) Tampaknya masih ada keluarga miskin di Jembrana yang belum tersentuh bantuan PKH di Jembrana. Itu dialami keluarga I Ketut Puji Wardana di Lingkungan Sawe Munduk Waru, Kelurahan Dauh Waru, Jembrana. Meskipun keluarga ini masuk dalam buku merah dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial RI, namun keluarga ini belum mendapat bantuan PKH. Padahal keluarga ini sangat layak dibantu. Keluarga ini sudah memperoleh Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI APBN. Ketut Puji Wardana kondisinya juga pincang/disabilitas sejak kecil, namun masih bisa bekerja sebagai tukang. Itu pun dengan penghasilan ti-

dak menentu karena hanya sewaktu-waktu dapat pekerjaan dan jika kondisinya sehat. Istrinya, Made Ratni, juga bekerja serabutan bergantian dengan suaminya karena harus mengurus anak. Mereka memiliki empat anak. Di mana anak pertama kondisinya ODGJ dan sudah empat kali keluarmasuk RSJ Bangli. Ada pula anaknya kekurangan gizi dan sakit-sakitan. Mereka menempati rumah hasil bedah rumah yang dibangun tahun 2007 lalu dan kini sudah jebol dan rawan. Rumah mereka ada di bawah jalan yang terjal. Mereka tidak memiliki jamban, sehingga mereka buang air di tegalan. Mendapat informasi tersebut, Kadis Sosial Pemkab Jembrana dr. Made Dwipayana mengunjungi keluarga

Tidak Boleh

pun tetap korupsi, kecil gede tetap korupsi, gak boleh,’’ kata Presiden Joko Widodo. Presiden pun meminta agar para siswa dapat membiasakan sejak dini untuk berpikir kritis terhadap sikap korupsi. ‘’Kita harus membiasakan sejak kecil untuk

berpikir dan bersikap kritis kalau ada hal tidak baik bicara ini tidak baik. Terhadap teman-teman kita ingatkan. Saya kira bapak/ibu guru juga sama memberitahukan halhal seperti itu ke anak-anak kita dan kita harus membiasakan untuk hidup disiplin.

ini beberapa waktu lalu. Melihat kondisi keluarga yang kurang mampu dan ada anak yang mengalami kurang gizi serta salah seorang anaknya sebagai ODGJ, Kadis Sosial berharap keluarga tersebut bisa memperoleh bantuan PKH (Program Keluarga Harapan). ‘’Nanti akan kami koordinasikan untuk mendapat bantuan PKH. Untuk anaknya yang ODGJ kami koordinasikan sama puskesmas untuk rutin dikontrol dan berobat,’’ jelasnya. Dalam kunjungan tersebut, Kadis Sosial juga memberikan sedikit bantuan kepada keluarga tersebut. Sebelumnya keluarga ini juga sudah sempat dibantu dari relawan kemanusiaan di Jembrana dan anak-anak serta orangtua salah satu PAUD di Jembrana. (kmb)

Ini penting, tepat waktu penting, percaya diri itu penting, optimis itu penting, berpikir produktif itu penting, berpikir kolaboratif bersama-sama bekerja itu penting, karena itu menjadi kunci sukses bagi kita bagi kehidupan ke depan,’’ jelas Presiden. (ant)

Tangkap Tangan Presiden Jokowi juga mengaku tetap mendukung operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK, namun perlu disertai dengan perbaikan sistem. ‘’Keempat, menurut saya, OTT, penindakan perlu

tapi setelah penindakan harus ada perbaikan sistem masuk ke instansi misalnya satu provinsi ada gubernur ditangkap setelah ditangkap seharusnya perbaikan sistem masuk ke situ,’’ kata Presiden. Atas evaluasi program antikorupsi tersebut, Presiden mengaku akan segera bertemu

dengan pimpinan KPK termasuk dewan pengawas (dewas) yang merupakan organ baru KPK pascaberlakunya UU No. 19 Tahun 2019 tentang perubahan UU KPK. ‘’Oleh sebab itu, saya segera bertemu dengan KPK untuk menyiapkan hal-hal yang saya sampaikan, baik menyampaikan perbaikan

sistem, baik rekrutmen sistem di politik yang ketiga mengenai fokus di KPK apakah perbaikan di sisi eksekutif, daerah atau sisi pemerintah pusat atau kepolisian atau kejaksaan? Sehingga harus ditentukan fokusnya sehingga tidak sporadis, evaluasi sangat perlu,’’ kata Presiden. (ant)


Selasa wage, 10 DESEMBER 2019

Pemutihan PKB 2019 Paling ’’Booming’’

Bukukan Pendapatan hingga Rp185 Miliar Lebih Denpasar (Bali Post) -

Kebijakan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) alias pemutihan telah berakhir 6 Desember lalu. Realisasi pendapatan dari kebijakan yang berlangsung sejak 5 Agustus lalu ini pun sukses melampaui target. Pemutihan tahun ini bahkan disebut paling booming bila dibandingkan dengan kebijakankebijakan sebelumnya. ‘’Target pemutihan tahun 2019 ini 118 ribu unit lebih kendaraan dengan nilai Rp63 miliar lebih. Tetapi pada akhir pemutihan, realisasinya 341 ribu lebih unit kendaraan yang ikut berpartisipasi dengan realisasi pendapatan Rp185 miliar lebih,’’ ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha dikonfirmasi, Senin (9/12) kemarin. Santha menilai partisipasi masyarakat cukup besar untuk memanfaatkan ruang pemutihan ini. Demikian pula kepatuhan mereka dalam membayar pajak kendaraan bermotor

juga mulai meningkat. Itu sebabnya target pendapatan bisa terlampaui sampai dengan Rp122 miliar dari target Rp63 miliar menjadi Rp185 miliar lebih atau hampir 300 persen. ‘’Selama perjalanan pemutihan, ini yang paling booming,’’ jelasnya. Santha mengharapkan masyarakat agar terus mematuhi aturan-aturan perpajakan di daerah. Apalagi, tidak ada istilah pajak lunas selama wajib pajak masih hidup. Di sisi lain, pihaknya kembali mengingatkan soal penegakan hukum terhadap kendaraan-kendaraan yang masih menunggak pajak

di tahun 2020. Sesuai hasil rapat koordinasi di tingkat pusat antara Tim Pembina Samsat Tingkat Pusat dengan Bapenda, Jasa Raharja, dan Dirlantas se-Indonesia, tahun 2021 juga akan diberlakukan Peraturan Kapolri No.5 Tahun 2012. ‘’Kami tidak menginginkan adanya satu pun masyarakat Bali yang kendaraannya dikeluarkan dari Regident alias jadi kendaraan bodong karena menunggak pajak 5 tahun plus 2 tahun tidak juga mengindahkan,’’ terangnya. Menurut Santha, persoalan pajak otomatis tidak bisa

Balipost/file

PAJAK - Tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor diharapkan berimbas kepada kenaikan pajak kendaraan bermotor (PKB) di Bali. diselesaikan karena kendaraan sudah hilang dengan sendirinya. Walaupun secara fisik masih ada, tetapi secara administrasi sudah tidak

dilengkapi dengan suratsurat lagi. Oleh karena itu, pihaknya gencar menyampaikan kepada masyarakat untuk segera menyelesaikan

tunggakan pajaknya. Hal ini secara tidak langsung turut mendongkrak pendapatan dari kebijakan pemutihan. Di samping karena faktor

razia gabungan dengan instansi terkait, pelaksanaan program samsat door to door dan pelayanan Samsat Kerthi. (kmb32)

PENTING dan perlunya peranan pemuda dan gender dalam pembangunan daerah menjadi strategi pembangunan berbasis gender dan penyusunan rencana aksi daerah kabupaten/kota layak anak. Tujuannya adalah untuk membentuk tata cara pemberdayaan masyarakat oleh gerakan PKK serta peran perempuan berkualitas di segala bidang dalam mewujudkan pembangunan di daerah masing-masing. Selain itu, pembangunan perlindungan perempuan dan anak harus dilakukan secara sinergis dengan baik antara masyarakat umum dan pemerintah guna

menghindari kekerasan terhadap perempuan dan anak. Berbagai kasus kekerasan perempuan dan anak saat ini layaknya fenomena gunung es, di mana terjadi banyak kasus namun pelaporan dan penanganannya yang masih minim. Hal ini karena banyaknya rasa ketakutan yang menghantui, rasa malu bahkan kekurangtahuannya terhadap perlindungan terhadap keselamatan perempuan dan anak. Kondisi ini menjadikan perjuangan konsep adat bagi perlindungan hak wanita di Bali harus terus dilakukan dan disosialisasikan secara aktif. Hal ini terungkap

dalam bimbingan teknis pengarusutamaan gender (PUG), pemberdayaan perempuan (PP), dan pengarusutamaan hak anak (PUHA) bagi anggota Forum Puspa Daerah, yang dihadiri Ketua Forkomwil Puspa Provinsi Bali Ny. Tjok. Istri Putri Hariyani Sukawati di B Hotel Imam Bonjol Denpasar, Senin (9/12) kemarin. Ketua Panitia Bimbingan Teknis Pengarusutamaan Gender I Nyoman Suparwa mengatakan bahwa melalui kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan perlindungan terhadap hak perempuan dan anak, khususnya

memberikan perlindungan bagi mereka dari kekerasan. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bali Ny. Ayu Aryani mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam mencegah isu mengenai kekerasan yang sering dirasakan oleh perempuan dan anak, sehingga dapat meminimalisir kasus yang terjadi di Provinsi Bali. Melalui bimbingan teknis ini, perempuan dan anak-anak mampu memahami hak-hak hidup yang mereka miliki baik secara hukum maupun secara adat. (kmb)

Perjuangkan Konsep Adat Perlindungan Hak Wanita, Puspa Provinsi Bali Matangkan Lewat Bimtek

OLAHRAGA

Boling untuk Menguatkan Kekompakan Denpasar (Bali Post) Ada berbagai macam jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu sekaligus membuat badan sehat. Salah satunya olahraga boling yang digandrungi Ny. Dayu Bulan Antara, Ketua DWP Universitas Udayana (Unud). Ditemui saat turnamen boling Dharma Wanita Persatuan (DWP), Dayu Bulan mengaku menyukai olahraga ini sejak 20 tahun lalu. Namun kegemarannya ini semakin ia rasakan manfaatnya ketika mendampingi suami belajar ke Jepang selama tujuh tahun. ‘’Awalnya suka boling karena keisengan yang mendampingi para suami untuk belajar S-2, S-3 di luar negeri. Kebetulan suami saya menempuh pendidikan S-2 dan S-3-nya di Jepang,’’ ungkapnya. Ia tinggal sekitar tujuh tahunan di Tokyo. Di sanalah awalnya Dayu Bulan suka bermain boling dan akhirnya menjadi kegemaran sampai pulang ke Indonesia. Sampai saat ini pun ia masih intens bermain boling. Menurutnya, boling adalah olahraga yang menarik. Apalagi saat melempar bola. Di sanalah ia merasakan kenikmatan bermain boling yaitu ingin terus melempar dan melempar lagi. Waktu 2 – 3 jam pun tidak terasa. ‘’Kami sangat menikmati pada saat melempar dan kami sangat bangga pada saat pinnya jatuh semua, strike, dan kita akan mendapatkan bonus untuk main sekali lagi,’’ tuturnya. Meski sudah berpuluh–puluh tahun bermain, ia mengaku bermain boling hanya untuk bersenang–senang, tidak untuk menjadi pemenang. ‘’Kami akan terus mengasah kemampuan bermain kami, mengikuti berbagai turnamen tapi untuk sementara kami masih mengutamakan untuk bersenang–senang,’’ tandasnya. Bermain boling kini lebih diutamakan bersama dengan ibu–ibu DWP untuk meningkatkan rasa kekompakan di antara ibu–ibu. Terlebih lagi untuk meningkatkan rasa persatuan di antara DWP, sehingga mereka terdorong untuk memajukan organisasi. (kmb42)

Erafone Samsung Fun Run untuk Gaya Hidup Aktif dan Sehat Masyarakat Bali TERSELENGGARA pertama kali, Erafone Samsung Fun Run diikuti oleh 1.000 peserta di Bali, Minggu (8/12) kemarin. Erafone Store, ritel seluler multi-brand yang merupakan salah satu anak usaha Erajaya Group, menyelenggarakan Erafone Samsung Fun Run, ajang perlombaan lari dengan rute tujuh kilometer yang pertama kali digelar di Denpasar bekerja sama dengan Samsung, salah satu vendor perangkat telekomunikasi seluler terbesar di dunia. Erafone Samsung Fun Run diselenggarakan untuk mendukung gaya hidup aktif dan sehat kepada masyarakat Bali. Erafone Samsung Fun Run membuka pendaftaran sejak 12 November sampai 5 Desember 2019 dengan total peserta 1.000 yang bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat Bali akan gaya hidup aktif dan sehat melalui olahraga berlari yang bersifat fun. Kegiatan ini juga diisi beragam acara seperti entertainment

bola I Nyoman Andika Permana berhasil memperdaya kiper NTT Yohanes Seran Klau. Sayangnya, keunggulan Bali tidak lama. Selang dua menit, NTT mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gocekan Kiken Mentinus Nikodemus gagal diselamatkan kiper Bali I Gusti Putu Adi Suryawan. Hingga turun minum skor imbang 1-1. Me-

check point di setiap 3km untuk mendapatkan wristband yang dijadikan kupon untuk menjadi finisher dan memenangkan undian grand prize sepeda motor dan puluhan hadiah lainnya. Selain itu para peserta juga dapat menikmati rangkaian acara interaktif yangberpusat di panggung utama. Selain menggelar Erafone Samsung Fun Run, Erafone memberikan penawaran menarik khusus untuk masyakarat Bali antara lain Promo Flash Sale mulai dari Rp99.000, cashback hingga Rp5.500.000 untuk produk smartphone dan aksesoris Samsung serta diskon 100% untuk produk aksesoris dan internet of things khusus pembelian di Erafone Store 3.0 Teuku Umar Bali. ‘’Total solution merupakan kunci utama yang diterapkan di Erafone untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh konsumen, dengan diselenggarakannya Erafone Samsung Fun Run di Bali. Kami berharap Erafone dapat

turut serta dalam meningkatkan gaya hidup aktif dan sehat bagi masyarakat Bali,’’ tutup Djatmiko. Berdiri pada tahun 1996, PT Erajaya Swasembada Tbk. menjalankan kegiatan usaha importir, distribusi dan perdagangan ritel perangkat telekomunikasi seluler seperti telepon seluler dan tablet, subscriber identity module card (SIM Card), voucher isi

ulang operator jaringan seluler, aksesoris, serta gadget dan produk Internet ofThings (IoT) seperti drone, action camera, wearable devices, dan lain-lain. Pada tahun 2011, Erajaya resmi menjadi perusahaan terbuka dan menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia, langkah tersebut menjadikan Erajaya sebagai perusahaan terbesar dan terpercaya dalam bisnisnya di Indonesia. (bns2)

Setelah 14 Tahun

Greysia Polii Akhirnya Raih Emas Greysia/Apriyani menang dua set langsung dengan skor 21-3, 21-18. Ini adalah emas pertama Greysia selama tampil di SEA Games pada bulu tangkis kategori peroran-

gan. Sejak pertama kali tampil pada 2005, dia hanya meraih perak (2005, 2007, dan 2013). ‘’Kami ditugaskan untuk meraih emas dan hari ini bisa terealisasikannya sangat

bersyukur. Terutama saya, setelah 14 tahun akhirnya emas. Sebelumnya selalu perak,’’ kata Greysia. ‘’Sangat senang. Ini proses buat kami. Tentu ini cuma SEA Games, tapi kami bersyukur dengan ini,’’ sambungnya. Di sisi lain, SEA Games kali ini adalah medali pertama untuk Apriyani yang tampil di nomor peroran-

saat meladeni NTB, dan kalah 1-2. ‘’Saat melawan NTT, tim Bali banyak membuat peluang emas, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol,’’ ucapnya. Sementara itu, NTT merayakan keberhasilannya lolos. NTT terakhir lolos PON pada 1986 silam. Penantian yang panjang selama 33 tahun, akhirnya tim Pra-PON NTT lolos ke PON Papua XX/2020, dari wilayah III (Bali, NTB, NTT). Usai laga, pelatih NTT

Ricky Nelson Gideon Ndun menjelaskan, NTT mampu mengukir sejarah setelah menunggu cukup lama dalam upaya merebut tiket PON. Selanjutnya, Ricky Nelson berniat memburu pesepak bola potensial guna direkrut masuk skuad PON NTT, sebelum berlaga di Bumi Cendrawasih. ‘’Kami mengincar beberapa pemain, baik yang mengibarkan PS Ngada maupun beberapa pemain yang mengusung bendera Liga 1,’’ tuturnya.(022)

KUASAI – Kapten tim Pra-PON Bali I Putu Melka Yasa Adi Putra (kiri) sedang menguasai bola dan berupaya diganggu lawannya dari NTT.

Manila –

Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menyumbang medali emas untuk Indonesia di SEA Games 2019 Filipina. Greysia menanti emas itu dalam tempo 14 tahun. Greysia/Apriyani menaklukkan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong dalam nomor ganda putri bulu tangkis. Bermain di Muntinlupa Sports Center, Senin (9/12) kemarin,

Bali Gagal ke PON Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Bali gagal lolos ke PON Papua setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan NTT di Lapangan Samudra Kuta, Senin (9/12) kemarin. Tim tuan rumah sempat unggul dengan mencetak gol ketika pertandingan yang dipimpin wasit M. Erfan Efendi (Surabaya) baru bergulir 12 menit. Sontekan

music, games, zumba, promosi dan doorprize dengan total ratusan juta rupiah. ‘’Kami sangat senang melihat antusiasme dan kegembiraan masyarakat Bali mengikuti acara ini. Erafone hadir di Bali bukan sekadar toko ritel penjualan produk gadget saja akan tetapi kami hadir juga untuk memberikan edukasi dan manfaat kepada masyarakat sekitar, salah satunya dengan menyelenggarakan Erafone Samsung Fun Run dan kami juga berterima kasih kepada Samsung sudah menjadi partner yang luar biasa untuk mewujudkan semua ini,’’ ujar Djatmiko Wardoyo, Director of Marketing and Communications Erajaya Group. Erafone Samsung Fun Run bertempat di Lapangan Timur Monumen Bajra Sandhi. Peserta memulai start dari Lapangan Timur Monumen Bajra Sandhi sampai finish kembali di tempat yang sama. Sepanjang rute Erafone Samsung Fun Run, peserta akan melakukan

masuki babak kedua, kedua tim saling melancarkan serangan. Akan tetapi, hingga wasit M. Erfan Efendi meniup peluit panjang skor akhir tetap 1-1. Pelatih Pra-PON Bali Kadek Swartama mengakui pihaknya bertanggung jawab atas kegagalan ini. Dikemukakan, materi pemain Bali cukup berkualitas. Hanya, mereka tampil kurang percaya diri

gan ganda putri. Pada SEA Games 2017, bersama Greysia, sudah gagal di babak awal. ‘’Alhamdulillah. Saya bersyukur kepada Allah tidak diberi cedera. Di SEA Games dua tahun lalu, kami kalah di babak pertama. Semoga ini jadi batu loncatan,’’ kata Apriyani. (kmb33)

Bali Post/022


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 10 Desember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu