Skip to main content

Edisi Senin 10 Desember 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 112 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Senin Wage, 10 Desember 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Bali Terancam Krisis Air Bersih

Bali mengalami devisit air. Jumlanya hingga 2 miliar meter kubik (m3). Demikian hasil penelitian Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bali dan Nusa Tenggara (BP, 8/12). Penyebabnya ada banyak. Alih fungsi lahan, salah satunya. Lalu seperti apa Bali harus mengelola sumber airnya?

Bali Post/ant

SENAM TERA - Presiden Jokowi mengikuti Senam Tera Indonesia di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/12) kemarin. Kegiatan Senam Tera Indonesia diikuti sekitar 20 ribu peserta dari 26 provinsi di Indonesia.

Jokowi Baca Sajak Berjudul ’’Diponegoro’’

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat termasuk budayawan untuk terus aktif meluhuri budaya bangsa dalam menghadapi perkembangan dunia dan sentuhan budaya lain yang masuk ke Indonesia. ‘’Kita harus selalu ingat untuk terus aktif meluhuri kebudayaan Indonesia, kebudayaan nusantara, dan sekaligus menguatkan dan mengembangkan dalam menghadapi perkembangan zaman tersebut,’’ kata Presiden dalam sambutannya saat acara penyerahan Strategi Kebudayaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta pada Minggu (9/12) sore. Pada acara itu Presiden juga membacakan sajak karya Chairil Anwar berjudul ‘’Diponegoro’’. Menurut Presiden, perkembangan budaya di dunia semakin kompleks disertai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi juga semakin cepat. Kepala Negara menambahkan, bangsa Indonesia juga memiliki kekhasan sendiri dalam memecahkan persoalan bersama. ‘’Saya meyakini kebudayaan kita akan tetap mengakar kuat dalam ke-Indonesiaan kita dan sekaligus tumbuh subur mewarnai belantara budaya dunia berkat semangat dan kerja keras bapak ibu semuanya yang luar biasa,’’ kata Jokowi yang memuji sejumlah budayawan dan seniman yang turut hadir dalam acara itu. Pada acara itu diserahkan Strategi Kebudayaan kepada Presiden sebagai rangkaian acara Kongres Kebudayaan Indonesia Tahun 2018. Strategi Kebudayaan adalah kumpulan pokok-pokok pikiran dari seluruh daerah di Indonesia dalam Sidang Pleno Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Strategi itu berupaya memperkuat dan memoles hasil kerja seluruh insan kebudayaan di Indonesia yang dilakukan sejak Maret 2018. (ant)

Kasus Anak Ketua DPRD, Polisi Usut Jaringannya

Permasalahan air, baik kualitas, kuantitas maupun distribusinya dalam mewujudkan keberlanjutan pembangunan ekonomi, sosial dan budaya di Bali masih menjadi persoalan. Tentu hal ini harus segera dicarikan solusi, sehingga ke depannya sumber daya air di Bali, terutama di daerah pariwisata bisa surplus. Apalagi, secara kuantitas, Bali memilikii bahan baku air yang sangat melimpah, namun secara kualitas belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Ir. Eddy Setiadi Soedjono, Dipl., S.E., M.Sc., Ph.D. mengatakan, Bali merupakan daerah tujuan pariwisata. Tentu membutuhkan air yang lebih banyak dibandingkan daerah lainnya. Secara nasional, saat ini Bali dikatakan defisit air, meskipun tidak kritis. ‘’Karenannya pemerintah di Bali harus memulai memikirkan teknologinya, sebelum terjadi krisis air,’’ jelasnya pada FGD ‘’Tantangan dan Strategi Penyediaan Air Bersih di Bali’’, Sabtu lalu. FGD diselenggarakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Surabaya - Wilayah Bali di Hotel Puri Ayu Denpasar. Eddy Setiadi

mengatakan, Bali harus siap siaga untuk menanggulangi kebutuhan air yang semakin banyak tersebut. Pemerintah Bali harus bisa memanfaatkan teknologi, sehingga Bali tidak krisis dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Apalagi, Bali yang merupakan daerah tropis dengan curah hujan tinggi, tentu airnya sangat melimpah, terutama air hujan. Sehingga harus dibuatkan suatu konsep pada masyarakat agar air hujan pada saat musim hujan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air pada saat musin kemarau. Sementara itu, akademisi Unud Prof. Ir. I Nyoman Norken, S.U., Ph.D. mengatakan, prediksi krisis air di Bali, khususnya Bali Selatan sudah diteliti sejak tahun 1993. Bahkan, tahun 2015 lalu Bali harus menyediakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun wisatawannya. Hal ini sebagian sudah dilakukan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dengan berbagai program, seperti Petanu, Penet, dan Waduk Buangga di Bilok Sidan. Namun, pada tahun 2015, program tersebut belum berjalan maksimal dengan berbagai

kendala, sehingga pemenuhan kebutuhan air untuk masyarakat tidak merata. ‘’Krisis dapat diartikan apabila supplay lebih kecil dari demand. Jangan artikan krisis seperti yang terjadi di Afrika. Dan ini sedang dihadapi Bali Selatan saat ini,’’ tandas Prof. Norken. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida I Ketut Jayada, S.T. mengatakan, saat ini BWS Bali berencana untuk membangun bendungan untuk menutupi kekurangan air yang terjadi di Denpasar. Selama ini, PDAM hanya mampu melayani sekitar 58 persen kebutuhan air bersih warga kota. Namun, Denpasar beruntung karena mempunyai air tanah yang bagus. Sehingga 42 persen masyarakatnya memanfaatkan air tanah sebagai sumber air bersih. Kendati demikian, penggunaan air tanah yang secara terus-menerus sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan hal negatif, seperti terjadi inklusi air asin dan penurunan muka tanah, seperti yang terjadi di Kota Jakarta. Oleh karena itu, masyarakat harus disediakan air bersih dari atas dengan membangun bendungan. ‘’Harus ada political will yang kuat untuk mengatasi ini, baik finasial, karena membangun bendungan membutuhkan dana yang besar. Sebab, kita tidak hanya memikirkan yang membutuhkan air yang kecil, tetapi yang membutuhkan air yang besar, seperti hotel,’’ pungkas Ketut Jayada. (win)

Politik Balas Budi Rentan Korupsi

Belum Ada Penanganan Serius, Abrasi di Gilimanuk Makin Parah

Kasus narkoba yang melibatkan tersangka I Putu Sweta Aprilia terus bergulir. Selain mendalami pengakuan Putu, polisi masih mengusut jaringannya. Kini pelaku masih ditahan di Mapolresta. ‘’Pokoknya, kita proses sampai tuntas.’’ Halaman 2 TPA Liar di Kuta Selatan akan Ditutup Peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan akomodasi pariwisata di Kuta Selatan mengakibatkan pengelolaan sampah semakin rumit. Hal ini juga yang memicu maraknya tempat pembuangan akhir (TPA) liar di kawasan pariwisata tersebut. Kini Badung berencana menutup TPA tersebut. Halaman 3

Halaman 10 Satu Lagi Jasad Korban Ditemukan, Empat Hilang Tim gabungan TNI/Polri sudah menemukan 18 korban meninggal dalam kasus kekerasan di Nduga, Papua. Kini tim gabungan masih mencari empat korban yang masih hilang. Keempatnya adalah karyawan PT Istaka. Halaman 15

Bali Post/ant

ANTIKORUPSI - Aksi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/12) kemarin. Aksi tersebut bertujuan untuk mengimbau masyarakat agar tidak memilih calon legislatif dan pemimpin yang pernah atau sedang tersangkut kasus korupsi.

Bekasi (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau para kontestan Pemilu 2019 untuk menghindari politik balas budi yang rentan memb u k a peluang korupsi. ‘’Saat ini ratarata gaji seorang kepala daerah berkisar Rp 5,1 j u t a hingga Rp 5,8 j u t a per bulan,’’ kata Ketua KPK Agus Raharjo pada peringatan Hari Antikorupsi Internasional 2018 di Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Bekasi, Minggu (9/12) kemarin. Agus melanjutkan, ‘’Saat jadi kepala daerah biaya sangat mahal. Apakah dana pinjaman itu mau dihibahkan atau dikembalikan? Cara memilih pun supaya tidak

timbulkan biaya tinggi harus diperbaiki.’’ Ia mengatakan bahwa alokasi pendanaan partai politik berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2018 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1.000 per suara sangat jauh dari kebutuhan partai. Situasi demikian, menurutnya, telah membuka peluang pendanaan pihak ketiga untuk kebutuhan dana pencalonan kontestan. ‘’Kita pikirkan secara dalam, apa saja peluangnya. Sistem harus terus diperbaiki agar pada akhirnya sistem penggajian kepala daerah bisa segera diperbaiki,’’ katanya. Agus mengatakan bahwa KPK telah mengusulkan kepada pemerintah agar pendanaan kontestasi pemilu bagi para pesertanya didanai secara penuh oleh keuangan pemerintah. ‘’KPK sudah usulkan itu berdasarkan kajian di banyak negara. Salah satunya adalah Jerman yang secara full membiayai kegiatan pemilu dari pemerintahnya. Secara bertahap jangan terlalu lama perlu disesuaikan,’’ katanya. Hal. 15 Pemeriksaan BPK

Rapat DPD Golkar Bali

Ada Desakan Segera Digelar Musdalub

Denpasar (Bali Post) Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) menjadi salah satu usulan yang mencuat dalam rapat antara Plt. Ketua DPD Partai Golkar Bali dengan Ketua DPD II Partai Golkar kabupaten/kota seBali. Rapat yang berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Bali, Minggu (9/12) kemarin, bahkan sempat diwarnai keributan yang diduga karena usulan tersebut. Ditemui usai rapat, Plt. Ketua DPD Partai Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih membantah ada keributan. Keributan dalam rapat terdengar sekitar pukul 13.00 Wita di lantai dua tempat berlangsungnya

rapat. Tak hanya keributan karena adu mulut, tetapi juga suara meja atau benda lain yang digebrak. Sejumlah awak media yang tengah menunggu keterangan pers di lantai satu tak diizinkan untuk naik. Beberapa kader Golkar ada yang memilih turun saat keributan itu. ‘’Tidak ada kaitan, tadi adu argumen tentang biasalah, hanya beda argumen. Tapi, tidak tentang musdalub. Saya lihat hanya tentang ‘reuni’, ngobrol yang ke belakang,’’ ujar Sumarjaya Linggih didampingi Sekretaris DPD Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry. Menurut pria yang akrab disapa Demer ini, Golkar memang tidak pernah menutup

adanya adu argumen. Ia tidak sepakat bila adu argumen itu disebut sebagai keributan saat rapat. ‘’Itu debat biasa, tidak ada ribut-ribut. Kalau ada ribut, saya bawa ke kriminalitas. Cuma adu argumen, dan di Golkar itu biasa adu argumen,’’ jelasnya. Demer mengakui ada beberapa peserta rapat yang mengusulkan musdalub sebelum Pileg 2019. Namun, hal itu merupakan kewenangan pusat (DPP) untuk memberi pertimbangan apakah kebijakan itu strategis dilakukan sebelum ataupun sesudah pileg. Kalau melihat dari segi urgenitas, katanya, Plt. pun sebetulnya memiliki kewenangan yang

sama persis alias tidak ada bedanya dengan ketua definitif. ‘’Kalau wacana tadi ada, tapi kami belum terima surat resminya. Ada beberapa yang mengusulkan, tapi belum ada surat resmi. Tadi itu hanya wacana yang berkembang di sini,’’ jelas Ketua Korwil Pemenangan Pemilu Bali ini. Sekretaris DPD Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry menambahkan, musdalub di tingkat provinsi boleh dilaksanakan kalau disepakati oleh DPD kabupaten/kota. Itu pun tetap harus mendapatkan persetujuan dari DPP. Oleh karena itu, usulan yang masuk akan dibawa Plt. Ketua ke DPP dan mendiskusikannya

di sana. ‘’Itu harus, walaupun lengkap tapi kalau DPP memandang itu tidak urgen dan itu akan membahayakan partai justru (tidak bisa dilaksanakan). Karena musdalub diselenggarakan DPP,’’ ujarnya. Terkait rapat kemarin, Sugawa Korry menyebut ada tiga kesimpulan yang sudah disepakati. Pertama, sosialisasi SK DPP Partai Golkar No.Kep 362/DPP/Golkar/XII/2018 tentang pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan penunjukan Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali. Hal. 15 Kesiapan Saksi

Gede Sumarjaya Linggih

Bali Post/rin


DENPASAR

2

Senin Wage, 10 Desember 2018

Polisi Usut Jaringan Narkoba Anak Ketua DPRD Klungkung

Bali Post/kmb36

DIBORGOL - Dengan tangan diborgol, Sweta Aprilia dikawal anggota Satgas CTOC Polda Bali.

Denpasar & Sekitarnya Dialog Interaktif ”Bali TV” BALI TV bekerja sama dengan The Marhaenisme Institute menggelar kerja sama acara Dialog Interaktif di Bali TV secara live edisi Desember 2018, Senin (10/12) hari ini. Acara ini dimulai pukul 16.00-17.00 Wita dengan menghadirkan narasumber Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (Senator DPD/MPR-RI sekaligus Direktur The Marhaenisme Institute). Adapun tema yang diusung adalah ‘’Bagaimana Desa Adat di Bali Menyikapi Peraturan Presiden 87 Saber Pungli’’. Beberapa waktu lalu, sejumlah kalangan adat di Bali sempat resah akibat sejumlah desa adat di Bali dimasalahkan secara hukum, khususnya jika dikaitkan dengan implementasi keberadaan kegiatan yag diduga pungli. Lalu sesungguhnya di mana letak posisi Saber Pungli secara UU dan bagaimana tatanan hukum tata negara termasuk keberadaan desa adat yang dilindungi oleh UUD 1945 jika disandingkan dengan Peraturan Presiden (PP) terkait Saber Pungli? Lalu bagaimanakah 1.493 desa adat di Bali menyikapi hal ini? Apakah salah jika ada pungutan atas nama kegiatan desa dilakukan serta konsekuensinya di hadapan hukum positif? Selain itu, Arya Wedakarna yang juga seorang Senator DPD-RI ingin memberikan pandangan terhadap sikap wakil rakyat di DPD terkait dengan dugaan kriminalisasi desa adat (abuse of power) yang dilakukan oleh aparat. Dan apa benar sejak diterapkannya PP Saber Pungli ini, jumlah penduduk pendatang di Bali tidak bisa dikontrol dan aksi kriminalitas meningkat? Selain itu, bagaimana menyikapi desa adat di Bali yang belum transparan dalam memutuskan keputusan adat, pararem dan tidak transparan dalam mengelola keuangan desa? Semua akan dibahas dalam perspektif Marhaenisme dan Satyagraha Hindu. (r)

Minimalisasi Banjir

Normalisasi Alur Tukad Mati Perlu Diintensifkan

GUNA meminimalisasi bencana banjir di wilayah Kuta, Seminyak, Legian hingga ke hulu aliran Tukad Mati, permasalahan sedimentasi perlu mendapat perhatian serius. Normalisasi sedimentasi alur Tukad Mati perlu terus dilakukan atau diintensifkan. Pasalnya, dalam beberapa kejadian banjir yang terjadi, salah satunya di Jalan Kunti II Seminyak, memang disebabkan oleh melubernya air di Tukad Mati. Hal ini menunjukkan kondisi Tukad Mati belum mampu menampung aliran air hujan untuk dialirkan menuju ke laut. Lurah Seminyak Kadek Oka Parmadi mengatakan hal itu, Minggu (9/12) kemarin. Sabtu (8/12) lalu, kata Oka Parmadi, genangan air hujan di Jalan Kunti II dengan ketinggian 12 cm kembali terjadi. Namun, kondisi genangan tidak separah sebelumnya yang bisa mencapai selutut. Dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap agar pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) melakukan normalisasi sepanjang aliran Tukad Mati. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan, dengan memperbanyak area resapan air dengan membangun lubang biopori, serta menjaga kebersihan bersama. Dikonfirmasi terpisah, Satker Sungai Pantai I BWS Bali Penida Wayan Riasa mengakui, luapan air hujan ini dikarenakan debit air hujan yang terlalu tinggi. Apalagi ditambah keberadaan sampah yang membuat aliran air menjadi kurang maksimal. Sehingga, elevasi muka air di saluran drainase juga menjadi sama dengan kondisi Tukad Mati. Saat air Tukad Mati tinggi, maka air di drainase tidak bisa disalurkan ke sungai. Menurut Riasa, untuk mengatasi agar banjir di Jalan Kunti II tidak terulang, pihaknya akan memasang dua unit pompa penyedot air di hilir sungai di Jalan Dewi Kunti yang rencananya mulai dipasang Januari 2019 mendatang. Pompa tersebut masing-masing memiliki kekuatan 1,5 meter kubik per detik. “Kemungkinan kalau ada pompa itu, ke depan tidak akan ada masalah lagi di Jalan Kunti. Jika pompa belum terbangun, maka air Tukad Mati masih bisa masuk ke goronggorong, sehingga air gorong-gorong tidak mampu dialirkan ke sungai,” ujarnya. (edi)

Denpasar (Bali Post) Sikap tegas ditunjukkan Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan terkait kasus narkoba yang melibatkan tersangka I Putu Sweta Aprilia (24). Kasus anak Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru ini diproses sesuai prosedur dan polisi masih mengusut jaringannya. ‘’Masih proses penyidikan. Kami juga masih menyelidiki jaringan narkoba yang sering transaksi dengan tersangka,’’ ungkap Kapolresta AKBP Ruddi, Minggu (9/12) kemarin. Hal senada juga disampaikan Kasatresnarkoba Kompol Aris Purwanto. Menurutnya, pelaku diproses sesuai prosedur dan masih ditahan di Mapolresta. ‘’Pokoknya, kita proses sampai tuntas,’’ tegasnya. Apakah pelaku akan diasesmen? ‘’Kalau itu menunggu hasil pemeriksaan penyidik. Kami periksa dulu yang bersangkutan, termasuk pengembangan asal barang tersebut,’’ ujar mantan Kasatreskrim Polresta Denpasar ini. Menurut Aris Purwanto, hingga saat ini pihaknya masih menelusuri jaringan pelaku. Ia mengaku ada kendala karena sindikat narkoba menerapkan sel atau rantai terputus sehingga memerlukan waktu untuk mengungkapnya. ‘’Perlu banyak waktu untuk mengungkap jaringannya,’’ tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan Satresnarkoba Polresta Denpasar dan CTOC menggeledah rumah di Jalan Hangtuah, Denpasar Selatan. Penggeledahan ini dilakukan setelah polisi menangkap I Putu Sweta Aprilia (24), anak Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru, Selasa (4/12) lalu. Hasil penggeledahan terhadap pelaku tatoan ini dan di rumahnya, petugas mengamankan dua paket sabu-sabu dengan berat bersih 0,28 gram. Tersangka mengaku barang tersebut adalah miliknya yang dibeli dari seseorang yang biasa dipanggil Roby. (kmb36)

Buruk, Sistem Drainase Mayoritas Kota di Indonesia Denpasar (Bali Post) –

Mayoritas kota di Indonesia, termasuk Kota Denpasar, sistem drainasenya masih terbilang buruk. Sebab, sistem drainase seperti got yang dibuat di jalan hanya direncanakan untuk menampung air jalan saja. Sementara air yang masuk ke dalam got tersebut berasal dari perumahan, perkantoran, rumah sakit, dan lainnya. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Padahal, perencanaan pembangunan drainase harus bisa menampung aliran air dari mana saja, tidak hanya air jalan. Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Ir. Eddy Setiadi Soedjono, Dipl., S.E., M.Sc., Ph.D. menegaskan hal itu di sela-sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ‘’Tantangan dan Strategi Penyediaan Air Bersih di Bali’’ yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Surabaya Wilayah Bali di Hotel Puri Ayu, Denpasar, Sabtu (8/12). Menurut Eddy Setiadi Soedjono, dari awal tidak ada keharmonisan konsep merencanakan drainase. Sehingga, banjir yang terjadi sesuatu yang nyata dan itu tidak hanya terjadi di Kota Denpasar, Bali. Kota-kota besar lainnya di Indonesia juga mengalami hal yang sama. Selain itu, kata dia, keadaan got saat ini juga sangat mengerikan. Sebab, hampir semua air limbah dibuang ke got, sehingga air hujan tidak bisa ditampung untuk dialirkan. Meskipun Kota Denpasar saat ini telah mempunyai sewerage yang khusus untuk mengalirkan air limbah, namun itu dinilai belum cukup karena baru bisa menampung 10 persen dari jumlah penduduk Kota Denpasar. ‘’Ironisnya, selain dimensi drainasenya dibuat kecil, dibuangi air limbah pula. Sehingga, kualitas air kita saat banjir itu mengerikan, karena air limbah itu bercampur di air hujan. Jadi, kerugian kita dua kali, sudah terkena banjir, kualitas airnya tercampur air limbah,’’ katanya

menyayangkan. Eddy Setiadi Soedjono menegaskan, permasalahan drainase ke depan memerlukan pemecahan pengelolaan bagaimana merencanakan suatu sistem drainase yang baik, membuat perencanaan terinci, melakukan restrukturisasi institusi dan peraturan terkait, dan membina partisipasi masyarakat untuk ikut memecahkan masalah drainase tersebut. ‘’Paling tidak perencanaan ini ada di RTRW, meskipun APBN kita tidak banyak untuk itu. Semua kabupaten/kota di Bali harus bersatu padu untuk mengusulkan itu, sehingga Bali mendapatkan anggaran untuk itu. Dengan begitu, perencanaan sistem drainase di Bali semakin baik ke depannya,’’ tegasnya. Mengejar Penghargaan Sementara itu, akademisi Universitas Udayana Dr. Drs. Ec. I Putu Anom, B.Sc., M.Par. mengatakan, pemerintah saat ini hanya mengejar berbagai macam penghargaan, seperti

Bali Post/win

Bali Post/dok

Bali Post/dok

Ir. Eddy Setiadi Soedjono, Dipl., S.E., M.Sc., Ph.D.

Dr. Drs. Ec. I Putu Anom, B.Sc., M.Par.

Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI.

Adipura. Namun, secara realita tidak memperhatikan sistem drainase yang baik dan keadaan lingkungan masih tidak terawat secara optimal. Seharusnya, setiap ada upacara yang maknanya ‘’Kertih’’ harus diimplementasikan dengan tindakan nyata merawat bumi sebagai tempat hidup. Apalagi, ritual yang digelar dengan dana besar dan diiringi doa-doa tidak akan bermakna apabila tidak ada action nyata untuk penyelamatan alam. ‘’Mohon maaf, kalau soal doa-doa banyak orang hafal. Tapi, banyak yang tidak mengerti maknanya dan tidak ada action nyata yang bener untuk penyelamatan alam,’’ ujarnya. Pengamat Tata Ruang Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI. mengatakan, rencana tata ruang, master plan, bahkan eksekusi yang meng-

gunakan beton cetak dalam pembuatan saluran maupun drainase sudah dimiliki oleh Pemkot Denpasar. Namun, integrasi untuk saluran primer, sekunder dan tersier antarsungai belum berjalan optimal. Oleh karena itu, diperlukan review master plan dengan membuat sodetan-sodetan di titik-titik kritis terjadinya penyumbatan saluran air dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Apalagi, aliran air yang melalui got tidak hanya berasal dari air jalan, tapi juga dari air perumahan, perkantoran bahkan dari aliran sungai dari daerah lainnya. Sehingga volume got tidak bisa menampung volume air yang sangat banyak, selanjutnya menyebabkan luapan air. Belum lagi sampah-sampah menyumbat saluran got tersebut. Rumawan Salain juga me-

nyoroti banyaknya perumahan yang mengarahkan corong air atapnya langsung ke jalan. Sehingga, airnya tidak jatuh di halaman rumah, tapi mengalir langsung ke jalan. Pemerintah diimbau agar segera menertibkan bangunan rumah tersebut, sehingga permasalahan banjir yang menyebabkan tidak maksimalnya fungsi drainase untuk mengalirkan air bisa diatasi. Selain itu, diperlukan juga kesadaran semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran budaya bersih. Bila perlu setiap rumah tangga wajib memiliki biopori di halaman rumahnya, sehingga mempunyai resapan air. (win) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Tekan Kasus Penjambretan, Polda Kerahkan Personel Gabungan

819446 / 081337032965

Topik : Buruk, Sistem Drainase Mayoritas Kota di Indonesia Bali Post/ist

CIPKON - Personel Polda Bali melaksanakan Operasi Cipkon di seputaran Monumen Ground Zero, Kuta.

Denpasar (Bali Post) Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polda Bali mengerahkan pasukannya ke Kuta. Sabtu (8/12) hingga Minggu (9/12) dini hari, personel gabungan termasuk Brimob bersenjata lengkap yang tergabung dalam Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung III 2018 diterjunkan ke Jalan Legian. Sasaran utamanya yaitu pelaku penjambretan yang menyasar warga negara asing (WNA). ‘’Personel gabungan ini melaksanakan patroli dan pemeriksaan kendaraan bermotor. Kami berupaya mengantisipasi tindak pidana khususnya kasus penjambretan,’’ ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja. Operasi tersebut dipimpin AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni. Sebelum beraksi, puluhan personel tersebut dikumpulkan di Central Parkir Kuta. ‘’Mengawali operasi ini, dilakukan cipkon yang

aman dan kundusif di wilayah Kuta,’’ ujarnya. Seperti diketahui, di wilayah Kuta kerap terjadi tindak pidana, seperti kasus penjambretan dan pencopetan terhadap orang asing maupun lokal. Mengingat Kuta tujuan utama wisatawan dunia, maka kepolisian berupaya menjaga wilayah tersebut aman dan kondusif. ‘’Tidak hanya saat operasi, upaya mencegah gangguan kamtibmas sudah dilakukan dengan melakukan patroli secara berkala, baik dilakukan Polsek Kuta, Polresta Denpasar, dan Polda Bali,’’ kata mantan Kabag Binkar Biro SDM Polda Bali ini. Selanjutnya, pasukan disebar di seputaran Monumen Ground Zero. Petugas melaksanakan patroli dialogis dan memeriksa kendaraan bermotor, termasuk barang bawaan. Namun, polisi tidak menemukan barang atau hal-hal yang berbahaya. (kmb36)


BADUNG

Senin Wage, 10 Desember 2018

3

Kunjungan Wisatawan Tiongkok Menurun Mangupura (Bali Post) Gerak cepat Pemkab Badung memberantas jaringan mafia Tiongkok yang diduga menjual murah wisata Bali di Tiongkok, berimbas pada kedatangan wisatawan Tiongkok ke Bali, khususnya Badung. Telah terjadi penurunan kunjungan sekitar 7,5 hingga 8 persen. Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra mengakui adanya penurunan kedatangan wisatawan asal Tiongkok. Namun, pihaknya menegaskan, penutupan toko bukan berarti memusuhi wisatawan Tiongkok. Karena itu pihaknya telah berupaya melakukan pemulihan dengan langsung bertandang

ke Tiongkok guna berkoordinasi dengan pemerintah setempat. ‘’Bapak Wakil Gubernur bersama Dinas Pariwisata Provinsi dan BPPD baru datang dari Tiongkok melakukan pemulihan dan pendekatan dengan Pemerintah Tiongkok,’’ ujar Badra belum lama ini. Menurutnya, penutupan toko-toko yang dinyatakan terkait praktik Bali dijual murah tersebut, berdampak kepada kunjungan wisatawan Tiongkok. Sebab, pemerintah Tiongkok juga ikut menyetop travel agent di negaranya yang disinyalir terlibat. ‘’Namun, kami harapkan dengan adanya upaya pemulihan ini akan

meningkatkan kedatangan wisatawan, khususnya middle high,’’ katanya. Terkait angka kunjungan wisatawan ke Badung tahun 2018, birokrat asal Kuta tersebut menyatakan, hingga November sudah ada 6 juta lebih dari target 6,5 juta wisatawan mancanegara. Pihaknya optimistis target akan tercapai pada Desember ini. Sebab, per hari ada 27 slot penerbangan dengan total kedatangan wisman sekitar 14 hingga 15 ribu orang. ‘’Apalagi dengan kedatangan wisman asal India dan Rusia yang merupakan hasil promosi pariwisata sebelumnya, pasti tercapai (target),’’ tegasnya. (kmb27)

Anggota Pasundan Diharapkan Berkontribusi dalam Pembangunan Bali Mangupura (Bali Post) Pengurus Paguyuban Pasundan tingkat wilayah di Bali dan NTB dikukuhkan, Sabtu (8/12). Bertempat di Kuta, pengukuhan tersebut di antaranya dihadiri Ketua Umum Pusat Paguyuban Pasundan Prof. Didi Turmudzi, Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Ketua DPRD Bali Alit Putra. Ketua Umum Pusat Paguyuban Pasundan Didik Turmudzi mengharapkan seluruh anggota Paguyuban Pasundan di Bali bisa berkontribusi dalam membangun Bali ke depan. Menurutnya, Paguyuban Pasundan mempunyai visi terwujudnya masyarakat Indonesia yang memiliki harkat dan martabat, dibarengi dengan misi mengurangi kebodohan dan kemiskinan. ‘’Oleh karena itu, dalam konteks

ke-Indonesiaan, kami berada di berbagai provinsi dan tentunya untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia,’’ ujarnya. Dijelaskannya, Paguyuban Pasundan ini berdiri sejak tahun 1913 sehingga kini sudah berusia 105 tahun. Untuk pengukuhan kali ini, pihaknya melantik masingmasing pengurus dari Bali dan NTB. ‘’Masing-masing terbagi di kabupaten dan kecamatan. Tadi dari Bali ada 20 dan NTB juga ada 20 orang,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Pasundan wilayah Bali A. Jaka saat mengatakan, setelah dilantik, dirinya akan fokus kepada kesejahteraan warganya. Tentunya dengan selalu mensinkronkan lagi programprogram sesuai dengan visimisi di pusat. Untuk misi, pihaknya juga

akan fokus kepada masalah pendidikan. ‘’Tentunya akan terus fokus kepada pendidikan, kesehatan dan yang pasti kesejahteraan warga,’’ ujarnya. Saat ini, kata Jaka, jumlah anggota Pasundan di Bali sudah mencapai kurang lebih 40 ribu anggota. Pihaknya akan kembali melakukan pendataan anggota, pembenahan sistem organisasi, pembenahan sistem kebijaksanaan baru yang tentunya mengarah pada sektor pendidikan dan kesejahteraan. Tidak hanya itu, untuk mewujudkan program-program tersebut, pihaknya juga akan terus bersinergi serta mengikuti kebijakan pemerintah Provinsi Bali. ‘’Kami akan terus tingkatkan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Bali,’’ tambahnya. (kmb23)

Bali Post/edi

PASUNDAN - Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) bersama Ketua Umum Pusat Paguyuban Pasundan Prof. Didi Turmudzi (dua dari kiri), Ketua Pasundan Wilayah Bali A. Jaka (kiri), Wakil Ketua DPRD Bali Alit Putra (dua dari kanan), dan Ketua Pasundan Wilayah NTB.

Pemkab Lelang Jabatan Direksi Perumda

Mangupura (Bali Post) Panitia Seleksi (Pansel) Direksi dan Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung mulai bekerja. Pansel segera melakukan persiapan lelang jabatan. Pansel mempersilakan siapapun yang memiliki kualifikasi untuk mendaftar. Ketua Pansel, Cokorda Raka Darmawan, Minggu (9/12) kemarin, mengatakan, pendaftaran calon Direksi dan Dewan Pengawas Perumda berlangsung pada 11 hingga 18 Desember ini. ‘’Masa jabatan direksi sebelumnya akan berakhir pada 5 Februari 2019. Maka kami ditugaskan untuk melakukan seleksi calon Direksi baru untuk periode 2019-2023,’’

ujarnya. Mantan Kepala Dinas Pariwisata Badung itu menegaskan, seleksi Direksi Perumda Pasar Mangu Giri Sedana merupakan arahan dari Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Bupati juga menunjuk dirinya sebagai Ketua Pansel. Asisten Administrasi Umum Setda Badung itu menerangkan, seleksi terbuka diperuntukkan bagi semua pihak yang berminat. Persyaratan yang harus dipenuhi seperti usia minimal 33 tahun, berpendidikan minimal S-1 dan memiliki pengalaman kerja pada sebuah perusahaan minimal 5 tahun baik milik pemerintah maupun swasta. ‘’Karena alasan pengembangan usaha, jajaran Direksi Perumda Pasar Mangu Giri

Sedana yang akan dipilih bertambah sebanyak tiga orang. Tentu saja jumlah ini berbeda dengan Direksi yang sekarang yang diisi oleh dua orang saja,’’ jelasnya. Soal alasan kembali dilaksanakan seleksi Dewan Pengawas Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, padahal baru terisi Agustus lalu, Birokrat asal Gianyar ini menyatakan, seleksi tersebut untuk mengisi satu slot Dewan Pengawas lagi. ‘’Karena pada periode 2019-2023 Direksi ada tiga orang, jadi idealnya Dewan Pengawas juga tiga orang. Sekarang kan yang sudah berjalan sudah ada dua orang, masih kurang satu lagi. Untuk itu, sekalian kami lakukan seleksi secara terbuka,’’ tegasnya. (kmb27)

Mayat Tanpa Kaki Mengapung di Pantai Legian

Mangupura (Bali Post) Pengunjung dan pedagang di Pantai Legian, Kuta, Minggu (9/12) kemarin, dikagetkan dengan penemuan mayat yang mengapung di sela-sela sampah ranting dan bambu. Saat ditemukan, mayat tersebut membusuk dan kaki kanan hancur dan hanya tersisa tulang. Menurut sumber, fenomena sampah kiriman masih terjadi di pantai tersebut. Sekitar

Bali Post/ist

EVAKUASI - Petugas Balawista Badung mengevakuasi mayat Mr. X di Pantai Legian.

pukul 11.00 Wita, kumpulan sampah kiriman mendekati bibir pantai, tepatnya di depan Hotel Legian Beach. Ketika sampah tersebut berjarak 4 meter dari bibir pantai, seorang pedagang melihat mayat di sela-sela sampah tersebut dan langsung dilaporkan ke petugas Balawista Badung di Pos 5. Petugas Balawista I Wayan Sudarta (41) dan I Wayan Satriana (32) langsung menuju lokasi. Petugas Balawista lalu menghubungi Pos Induk Balawista Badung. Beberapa menit kemudian, petugas Pos Induk Balawista dan ambulans tiba di TKP. Selanjutnya petugas mengevakuasi mayat itu dan memasukkannya ke kantong jenazah untuk dibawa ke RSUP Sanglah. Diduga mayat yang belum diketahui identitasnya tersebut terhanyut dari daerah hulu. Sebab, kondisi ombak Pantai Legian normal, namun angin cukup kencang berembus dari arah barat. Di sekitar TKP sebelumnya tidak ada laporan orang hilang atau tenggelam di pantai. Selain itu, kondisi mayat sudah hancur dan diduga meninggal lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. Kondisi tubuh sudah membusuk, kulit terkelupas dan mengeluarkan bau busuk. Direktur Ditpolair Polda Bali Kombes Pol. Hadi Purnomo saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. ‘’Sudah ditangani Satpolair Polresta Denpasar,’’ ujarnya. (kmb36)

TPA - Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan mengecek TPA liar di Kampial.

Bali Post/edi

TPA Liar di Kuta Selatan akan Ditutup Mangupura (Bali Post) -

Peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan akomodasi pariwisata di Kuta Selatan mengakibatkan pengelolaan sampah semakin rumit. Volume sampah semakin besar, padahal persoalan sebelumnya belum bisa diselesaikan. Hal ini juga yang memicu maraknya tempat pembuangan akhir (TPA) liar di kawasan pariwisata tersebut. Sistem sanitary landfill atau hanya dengan membuang dan menumpuk sampah pada TPA liar tersebut menimbulkan banyak masalah. Tidak hanya bau, tetapi juga menimbulkan penyakit. Untuk itu, sejumlah TPA liar di Kuta Selatan akan ditutup. Seperti keberadaan TPA di kawasan Kampial, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Keberadaan TPA ini telah mengakibatkan sungai setempat tertutup tumpukan sampah yang cukup tinggi. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan, tumpukan sampah hingga saat

ini sudah hampir mencapai 10 meter. Akibat volume sampah yang cukup banyak, sungai yang dari Nusa Dua dan Kampial hampir tertutup. Hal ini akan berdampak saat musim hujan. Tidak hanya itu, banyak botol kaca bekas limbah hotel yang berserakan di sana. Sampah plastik pun cukup banyak. Terhadap kondisi ini, pihaknya akan mengambil tindakan. Untuk mengetahui asal sampah tersebut, pihaknya akan melakukan pengecekan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan tindakan penutupan sementara terhadap TPA tersebut. Pihaknya juga akan mencari tahu ho-

tel mana saja yang berlangganan membuang sampah ke sana. ‘’Ini tidak mungkin sampah dari warga. Sudah jelas ini sampah dari hotel. Kami perkirakan ada sebanyak enam usaha hotel yang berlangganan membuang sampah di sana,’’ ujarnya. Ditegaskan Eka Merthawan, pihaknya akan mengeluarkan surat edaran. Seluruh hotel yang beroperasi di Badung wajib berlangganan dengan jasa pengelolaan sampah yang sudah mendapat legalisasi dari DLHK. Saat ini, dari 84 jasa pengelolaan sampah, baru 2 yang telah mendapat legalitas. Itupun baru sebatas legalisasi level rekomendasi.

‘’Kami sekarang akan terus mengawasi sumber sampah, bahkan pengawasan terhadap sumber sampah akan diperketat,’’ tegasnya. Mulai tahun 2019, jasa pengelolaan sampah harus mempunyai lisensi dari DLHK dengan menjadi binaan DLHK. Sebagai langkah awal penertiban, pihaknya akan mengambil langkah preventif melalui pembinaan. Kalau nanti setelah dibina masih nakal, tentu akan diterapkan sanksi sesuai aturan berlaku. Tidak hanya di Kampial, di kawasan Kutuh juga akan dilakukan penutupan TPA liar. Rencana penutupan akan dilakukan secara bersamaan dalam waktu dekat. Sedangkan untuk TPA liar di Jimbaran, juga akan diberlakukan hal yang sama. Untuk di Jimbaran, ada sekitar 6 titik TPA liar. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Tertarik dengan Desa Adat

Senin Wage, 10 Desember 2018

Senator RI Kunjungi Kampus Unud dan STP Nusa Dua

Dua Universitas Swasta Terkemuka di Padang Wedakarna Minta Mahasiswa Bali Bekerja Teken MoU dengan Unhi Denpasar Sambil Kuliah agar Tahan Banting

UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar yang diwakili Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. dan Kabag Kerja Sama dan Humas (Kermas) W.A. Sindhu Gitananda, S.S., M.Hum. melakukan kunjungan akademis mulai 4-6 Desember 2018 ke Padang, Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu dikunjungi dua universitas swasta ternama yakni Universitas Dharma Andalas Padang (Unidha) dan Universitas Putra Indonesia ‘’YPTK’’ (UPI) Padang. Kabag Kermas Unhi Denpasar Sindhu Gitananda menjelaskan kunjungannya bersama Wakil Rektor III Unhi ke Padang berkaitan dengan program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air (Permata) dan penandatanganan MoU dengan dua universitas swasta ternama di Padang. ‘’Rencana kami ke sini (Padang - red) sebenarnya untuk melaksanakan tugas monitoring dan evaluasi perkembangan mahasiswa yang kami kirim untuk mengikuti program Permata. Kami mengirim satu orang mahasiswa bernama Sulastri yang duduk di semester III Prodi Akuntansi ke Unidha sejak dua bulan lalu dan masih menyisakan satu bulan perkuliahan di Unidha Padang. Selain itu, kedua universitas ini (Unidha dan UPI) juga menawarkan MoU. Ya… langsung saja kami tangkap kesempatan itu dan langsung berangkat ke Padang,’’ jelas Sindhu Gitananda di Denpasar, Minggu (9/12) kemarin. Hal senada juga diungkapkan Wakil Rektor III Wayan Muka. Dikatakan, dirinya ditugaskan oleh rektor mengadakan dua kunjungan akademis ke Padang yaitu ke Unidha pada 5 Desember 2018 dan ke UPI Padang keesokan harinya. Di Unidha pihaknya melaksanakan tugas monev mahasiswa, sekaligus melakukan MoU. Sementara di UPI pihaknya diundang untuk menandatangani MoU yang diawali

KUNJUNGAN - Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. didampingi Kabag Kermas W.A. Sindhu Gitananda, S.S., M.Hum. berfoto bersama Rektor Unidha Prof. Deddy beserta seluruh civitas akademika Unidha seusai melakukan MoU pada kunjungan akademisnya di Unidha Padang, Sumatera Barat. dengan memberikan kuliah umum di bidang Teknik Sipil kepada mahasiswa UPI. Dalam sambutannya, Rektor Unidha Prof. Deddy yang merupakan dosen tetap di Universitas Andalas (Unand) mengatakan di era Revolusi Industri 4.0 ini memang hendaknya kampus-kampus seluruh Indonesia merapatkan barisan untuk saling mengisi dalam rangka pengembangan mutu terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bahkan MoU dengan Unhi Denpasar, menurutnya, adalah suatu berkah bagi Unidha. Sebab, dengan MoU tersebut Unidha memiliki payung hukum untuk melaksanakan kerja sama-kerja sama terkait Tri Dharma. ‘’Kami berharap nanti kami dapat mengirim mahasiswa dan dosen ke Unhi Denpasar, begitu juga sebaliknya. Jadi, ini seperti pucuk dicinta ulam tiba,’’ tandas Prof. Deddy. Selain itu, Prof. Deddy mengatakan Bali merupakan provinsi terkemuka di Indonesia, terutama di bidang tradisi dan budaya. Oleh

karena itu, menurutnya, sudah selayaknya Unidha belajar tentang pelestarian tradisi dan budaya ke Bali lewat Unhi Denpasar. Melalui kolaborasi ini, ke depan dapat dilanjutkan dalam bidang kajian untuk pengembangan desa. ‘’Atau, kita bersama-sama membuat sebuah Pusat Studi Desa. Kami sangat tertarik dengan bagaimana masyarakat Bali melalui desa adatnya bersinergi dengan pemerintah administratif. Nah, ini yang belum di kami. Oleh karena itu, banyak sekali aset desa belum tersentuh pemerintah administratif untuk dikelola bersama demi kesejahteraan masyarakat setempat,’’ tukasnya. Sementara itu, Rektor UPI Padang Prof. Dr. Sarjon Defit, S.Kom., M.Sc. menyambut baik MoU dengan Unhi Denpasar. Ke depan, selain meningkatkan kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, pihaknya juga akan mengadakan kolaborasi di bidang penelitian dan penulisan jurnal bersama, serta tukar-menukar tulisan antara UPI Padang dan Unhi Denpasar. (ad345)

Kundapil Made Urip Gebrak Kabupaten Buleleng Gelontorkan 20 Ekor Bibit Sapi Betina Produktif

ANGGOTA Komisi IV DPR-RI dari PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. tak pernah menyerah untuk memperjuangkan kaum Marhaen di Bali. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan itu saat Kundapil (Kunjungan Daerah Pemilihan) langsung menggebrak Kabupaten Buleleng dengan menggelontorkan 20 ekor bibit sapi Bali betina produktif. Kundapil yang dirangkai dengan dialog dan temu tani yang dihadiri ratusan petani dan krama subak dari sepuluh subak lanangistri di Buleleng itu, diawali dengan meninjau bantuan 20 ekor bibit sapi Bali betina yang didampingi Caleg DPRD Kabupaten Buleleng dari PDI Perjuangan Dewa Gede Sugiarto dan Plt. Kadis Peternakan Provinsi Bali Drh. I Wayan Mardiana, M.M. di Kelompok Ternak Taman Gopala 3, Kelurahan Penarukan, Buleleng, Sabtu (8/12). Pada kesempatan itu, Ketua Kelompok Ternak Taman Gopala 3 Nyoman Gede Artawa merasa bersyukur bisa menerima bantuan 20 ekor sapi dari Made Urip yang sebelumnya petani yang tidak punya sapi jadi bisa dibantu. ‘’Kita mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Pak Made Urip termasuk bantuan di sektor pertanian lainnya juga sudah dibantu. Sekarang di sektor peternakan juga dibantu Pak Urip yang sudah jauh-jauh datang ke desa kami untuk menyerahkan bantuan,’’ bebernya seraya ditambahkan Klian Subak Babakan Ketut Agus Sumada yang selaku warga petani mengucapkan terima kasih kepada Made Urip ‘’Itu sudah terbukti di Subak Babakan dapat bantuan alsintan (alat mesin pertanian - red) dan mesin pompa air,’’ ujarnya. Made Urip mengakui sudah tiga kali menyerahkan bantuan di Buleleng dalam bentuk alsintan. Selain itu juga su-

ADA yang menarik dilontarkan tokoh muda Bali, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, saat hadir di dua kegiatan mahasiswa Bali yakni di acara Galaksi Mahasiswa Fakutas Teknologi Pertanian Unud dan acara Vagansa mahasiswa STP Nusa Dua. Senator Wedakarna mengimbau kalangan mahasiswa di Bali untuk memulai proses mencari kerja sambil kuliah, jika mampu dimulai sejak semester satu. Ini menjadi sangat penting karena kebanyakan generasi muda Bali baru mencoba mencari pekerjaan saat setelah wisuda. Ini cukup membuat SDM Bali tertinggal di banding pendatang. Maka dari itu, di setiap kesempatan bertemu dengan mahasiswa di seluruh Bali, Senator Arya Wedakarna selalu menyerukan agar orangtua mengizinkan dan mendorong anaknya untuk bekerja sambil kuliah. ‘’Tiang sendiri adalah contoh bahwa sejak semester satu ketika tiang kuliah di Trisakti Jakarta, tiang sudah terjun ke dunia kerja. Selama kita bekerja dengan orang lain, pasti kita akan mengalami proses tertekan, situasi tidak nyaman, dan juga pengalaman ditegur dengan keras. Bahkan dipuji setinggi langit ketika mendapatkan prestasi. Ilmu hidup seperti itu yang tidak bisa didapat di dunia kampus mana pun karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Tapi alangkah lebih hebat jika pengalaman didapat, tapi gelar sarjana dan pendidikan tinggi diraih. Itu baru generasi milenial yang luar biasa,’’ kara Arya Wedakarna. Ia menambahkan, sikap orangtua di Bali yang terkesan sayang kepada anak, sehingga tidak diizinkan mereka bekerja justru akan menjadi bumerang di kemudian hari. Mengingat saat ini persaingan pencari kerja sangat ketat, termasuk melatih mahasiswa mencari ‘’kredensial’’ untuk menaikan posisi tawar anak muda di hadapan dunia kerja. ‘’Logikanya begini. Jika anak kita sudah mulai bekerja pada usia 18 tahun atau semester satu, maka pada saat dia tamat sarjana (usia 22), dia akan memiliki CV bahwa telah

KUNJUNGAN KERJA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama mahasiswa STP Nusa Dua Bali dan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana. memulai pekerjaan di perusahaan selama empat tahun dan itu sangat menentukan proses wawancara. Di sinilah ada lack of experience dari generasi muda Bali akibat terkekang tradisi orangtua. Dan akibatnya daya saing itu berkurang. Di satu sisi, kita juga minta kepada pihak kampus, agar membuat jadwal kuliah yang fleksibel, sehingga anak-anak muda kita bisa mudah kuliah sambil bekerja. Di sini perlu peran rektor yang berpikiran terbuka. Saya yakin jika kemudahan diberikan, pasti kampus itu akan ramai mahasiswanya. Justru sekarang mahasiswa banyak mencari kampus yang mudah dalam pengaturan jadwalnya,’’ ungkap Dr. Arya Wedakarna yang mantan Sekretaris APTISI Bali Wilayah VIII ini. Terkait dengan kegiatan mahasiswa STP Nusa Dua Bali dan Fakultas Teknologi Pertanian Unud, pihak DPD-RI memberikan apresiasi atas kinerja mahasiswanya yang sudah kini kian getol menyuarakan pentingnya menjadi seorang wi-

rausaha. Ini sejalur dengan program Presiden Joko Widodo. ‘’Bali jika ingin maju dan kaya, harus banyak menciptakan anak muda yang mental pengusaha dibanding anak muda bermental priyai dan mental pegawai. Karena kalau sudah mental pegawai, pasti akan sulit maju, kemampuan debatablenya juga kurang. Cita-cita Satyagraha Bali itu adalah menciptakan anak muda dengan mental baja, mental pengusaha yang kuat sehingga bisa membawa Bali menjadi sugih, kaya dan memiliki artha. Dalam ajaran agama Hindu sudah diajarkan dharma, artha, kama, moksa. Jadi ngiring ciptakan generasi muda Bali yang kaya artha agar Bali bisa berdaulat Trisakti seperti kata Bung Karno. Saya berharap agar STP Nusa Dua dan Unud bisa melahirkan generasi wirausaha. Saya minta rektor mendukung acara-acara wirausaha ini kepada setiap mahasiswanya,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta. (ad342)

Kadisdik Bali ”Launching’’ Produk Technopark SMKN 1 Kuta Selatan

KUNDAPIL - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. menggebrak Kabupaten Buleleng untuk menggelontorkan 20 ekor bibit sapi Bali betina produktif di Desa Penarukan, Buleleng. dah dibantu KBR atau Kebun Bibit Rakyat, karena potensi pertanian sangat luar biasa sehingga perlu dapat sentuhan dari APBN. Jika hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup memenuhi kebutuhan petani. Untuk itu, ia kembali ditugaskan partai maju ke DPR-RI, agar bisa memperjuangkan petani ke depan. ‘’Saya bukan semata-mata ke sini mencari suara, tapi panggilan tugas dan hati nurani untuk membantu petani,” katanya. Anggota dewan yang dijuluki wakil rakyat sejuta traktor itu juga menegaskan sedang melakukan tugas kundapil untuk berdialog yang salah satunya dipusatkan di Kabupaten Buleleng. Dikatakan, selaku anggota Komisi IV DPR-RI sudah empat periode dari tahun 1999 memperjuangkan nasib petani dan krama subak di Bali. ‘’Dengan dibukakan pintu oleh Pak Dewa bisa membantu sektor petanian dalam arti luas. Makanya itu kerja sama ini harus dilakukan secara intensif dengan wakil rakyat, khususnya yang membidangi pertanian,’’ beber anggota Badan Anggaran (Bangar) MPR-RI ini.

Diharapkan agar 20 ekor sapi Bali itu, dijaga dengan baik dan terus berkembang, karena sapi Bali harus diselamatkan dan jangan sampai punah. ‘’Makanya saya menolak semen beku agar tidak berkembang di luar negeri. Jangan sampai sapi Bali ini berkembang di sana. Kita yang harus melestarikan dan Pak Gubernur punya komitmen untuk melestarikan sapi Bali,’’ ungkapnya. ‘’Kita harus bertanggung jawab, jangan main-main. Tapi saya yakin petani bekerja dengan baik dan jujur,’’ imbuhnya, sekaligus ditambahkan Dewa Gede Sugiarto, selaku anggota DPRD Kabupaten Buleleng, membenarkan bantuan Made Urip membuat petani selangkah lebih sejahtera.. Plt. Kadis Perternakan Provinsi Bali Wayan Mardiana yang sengaja hadir saat itu, juga memaparkan para klian subak di Bali sudah mengakui sepak terjang Made Urip sangat konsisten membantu sektor pertanian. Program-program dari Made Urip memang sangat banyak membantu petani, karena anggaran dari APBD sangat terbatas. (ad347)

KEPALA Dinas Pendidikan Provinsi (Kadisdik) Bali diwakili Kepala UPT Badung Putu Yuli A.H. didampingi Kepala SMK 1 Kuta Selatan (Kutsel) Drs. Nyoman Supartha, M.Pd. me-launching empat produk Technopark SMK 1 Kuta Selatan, Sabtu (8/12). Produk yang di-launcing yakni Anda Design & Advertising, Exotrip, Smlogic dan Wash & Clean. Dihadiri pihak Lurah Benoa, Perwakilan Disdik Badung dan sejumlah undangan lainnya, Kasek Supartha mengatakan anak didiknya sudah menyelesaikan empat start-up aplikasi yang mereka buat. ‘’Setiap aplikasi yang dibuat berbeda-beda. Ini akan digunakan semacam tempat usaha. Dan aplikasi ini bisa digunakan pengusaha dan sekolah,’’ tegasnya. Dia menambahkan, technopark ini tidak sekadar membentuk startup, namun juga dapat digunakan sebagai penyewaan tempat untuk pebisnis atau berwirausaha. Harapan pemerintah, dengan diberikan bantuan technopark supaya anak-anak mudah berkembang dalam jiwa wirausaha. Dengan launching empat produk technopark, juga diharapkan bisa menelurkan start-up yang lain dengan jumlah 1.800 siswa lebih. Setidaknya 30 persen terbentuk sebagai wirausaha. Harapan pihak sekolah dengan adanya technopark ini, SMK 1 Kutsel bisa mengembangkan anak didiknya berjiwa usaha. Start-up yang berbasis IT ini ke depannya ti-

LAUNCHING - Kadisdik Bali diwakili Kepala UPT Badung Putu Yuli A.H. didampingi Kepala SMK 1 Kuta Selatan Drs. Nyoman Supartha, M.Pd. dan undangan lainnya saat me-‘’launching’’ empat produk Technopark SMK 1 Kuta Selatan, Sabtu (8/12). dak hanya dipakai di SMK 1 Kutsel, namun juga bisa dikembangkan di masyarakat. Tak salah jika Nyoman Supartha yang memimpin sekolah di atas lahan seluas 4,02 hektar itu, anak didiknya atau SMK lulusannya diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja dan siap kerja. Apalagi SMK 1 Kutsel memiliki lima program keahlian, yakni bidang pariwisata, otomotif, elektronika, listrik dan informatika. Kepala Technopark SMK 1 Kutsel I Wayan Eka Putra Darmawan mengatakan saat ini sudah terbentuk start-up, yakni Anda Design & Advertising, Exotrip di bidang pariwisata, Smlogic di bidang com-

puter, dan Wash & Clean bergerak di bidang laundry. Sementara itu, Kadisdik Bali melalui Kepala UPT Badung Putu Yuli menekankan sebagai sekolah di SMK 1 Kuta Selatan, selepas mengenyam pendidikan langsung terjun ke dunia kerja, dan itu menjadi nyata. ‘’Kegiatan ini harus benar-benar berkelanjutan dan berkesinambungan. Dan lulusannya menjadi wirausaha hebat, dan menjadi generasi muda yang sukses,’’ harap Putu Yuli. Semasih ada semangat, tekad yang kuat, pihaknya yakin lulusan SMK 1 Kutsel mampu meraih apa yang mereka inginkan. (ad348)

Spenas Scout Competition 2018

Pertama Kali LKBB Dibuka Ditandai Penanaman Tunas Kelapa

RANGKAIAN Jubileum Emas Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar masih berlanjut. Kali ini diisi dengan Spenas Scout Competition 2018 di halaman Perdiknas Denpasar, Minggu (9/12) pagi kemarin. Kompetisi di bidang kepramukaan, khususnya Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) tersebut sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-44 SMP Nasional Denpasar yang merupakan salah satu unit di Perdiknas. Menariknya, pembukaan Spenas Scout Competition 2018 oleh Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini ditandai dengan penanaman tunas kelapa. ‘’Acara ini menyasar adik-adik Pramuka penggalang SD-Kwartir Daerah Bali dengan jumlah peserta 224 orang dari 14 gugus depan SD,’’ ujar Ketua Panitia Nyoman Sulastra. Dikatakan, LKBB bertujuan untuk menerapkan pendidikan karakter melalui gerakan Pramuka serta melahirkan generasi emas bangsa GENIUS (Gesit, Empati, Berani,

Unggul, Sehat) yang GTS (Good Trustworthy Smart). Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. mengatakan, kompetisi kepramukaan secara tidak langsung memang menanamkan pendidikan karakter. Utamanya untuk menjadikan siswa multitalenta terkait melahirkan generasi emas. Menurut Wiratama, tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dan swasta di Kota Denpasar. Keduanya sama-sama dilibatkan saat membahas masalah pendidikan, tidak terkecuali pendidikan karakter. Ketua Perdiknas Denpasar Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. mengatakan Pramuka identik dengan karakter bangsa dan harus masuk dalam muatan kurikulum. Apalagi, simbol Pramuka yakni tunas kelapa memiliki makna yang sangat dalam. Kelapa merupakan simbol kepemimpinan, simbol Indonesia sebagai negeri nyiur melambai, serta merupakan satu-satunya pohon

PEMBUKAAN - Penanaman tunas kelapa oleh Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI Ir. Ananto Kussuma Seta, M.Sc., Ph.D. (4 dari kanan) bersama Ketua Perdiknas Denpasar Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. (3 dari kanan) menandai pembukaan Spenas Scout Competition 2018. di dunia yang seluruh bagiannya berguna. ‘’Belum ada pembukaan lomba pramuka melalui penanaman pohon. Ini satu-satunya ide kreatif dari GTS,’’ ujarnya.

Terkait pendidikan karakter, lanjut Tini Gorda, Perdiknas memiliki konsep sebagai rumah kedua agar siapa pun yang datang merasakan berada di rumah. Artinya, delapan

fungsi keluarga ada di lembaga yang menaungi SMP Nasional, SMK Teknologi Nasional, dan Undiknas ini. Sebagai contoh, bagaimana mengajarkan tentang agama secara kekeluargaan, agar karakter menjadi suatu kebiasaan yang melekat dalam diri siswa. Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI Ir. Ananto Kussuma Seta, M.Sc., Ph.D. mengatakan, pendidikan di era revolusi industri 4.0 harus hybrid yang memadukan antara kemampuan teknologi siswa dengan karakter atau soft skill. Lomba pramuka dalam bentuk apa pun pada dasarnya memperkuat dua hal itu. Dengan pramuka, karakter siswa jelas meningkat seperti disiplin, jujur, tangkas, cerdas, empati, dan sehat. ‘’Tapi di sisi lain, jangan lupa dengan kepramukaan itu justru ada critical thingking (pikiran kritis - red), menyelesaikan masalah, kemudian empati yang itu semuanya juga akan merangsang untuk kemampuan teknologi dan science,’’ ujarnya.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Menurut Ananto, mempelajari teknologi itu mudah, tetapi membangun karakter itu susah. Di sanalah pendidikan mesti menempatkan karakter sebagai ibu dan kunci emas di dalam membangun SDM ke depan. Apalagi, Presiden Joko Widodo mengamanatkan bahwa mulai 2019 ke depan, Indonesia akan beralih dari infrastruktur fisik ke membangun SDM. ‘’Kami sangat bangga betul, rasanya sepengetahuan saya pribadi, tidak banyak organisasi pendidikan yang bisa sampai berusia 50 tahun. Biasanya 5-10 tahun sudah rontok,’’ imbuhnya. Ananto menambahkan, Kemendikbud pun merasa sangat terbantu dengan kehadiran Perdiknas. Pasalnya, tidak semua anak bisa bersekolah di negeri. Sementara pendidikan merupakan salah satu hak asasi manusia. ‘’Perdiknas menjadi bagian dari mengantarkan hak asasi anak itu menjadi orang yang bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa ini ke depan,’’ tandasnya. (ad343)


daerah

Senin Wage, 10 Desember 2018

Memperingati ”Harris Day 2018”

Digelar ”Fun Bike Fest’’ Diikuti 1.600 Peserta MESKI turun hujan, Fun Bike Fest dalam rangka memperingati Harris Day 2018 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Minggu (9/12) kemarin, berlangsung meriah. Bahkan jumlah peserta memecahkan rekor, yaitu 1.600 orang dan menjajal rute Renon – Harris Hotel & Residences Sunset Road, Kuta, dengan jarak 26 kilometer. Acara ini juga dimeriahkan zumba, lomba mewarnai untuk anak-anak dan kegiatan lain yang tidak kalah menarik. Stefano de Champeaux selaku Brand Manager Tauzia Hotel Management didampingi Cluster General Manager Tauzia Hotels Bali Region I Nyoman Wirayasa mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan event tahunan biasa disebut Harris Day. Acara ini dilakukan serentak di enam kota di Indonesia yaitu Batam, Bandung, Jakarta, Solo, Samarinda, dan Bali. ‘’Di samping itu, kenapa Harris Day? Karena kita selalu membuat acaraacara yang sifatnya terkait dengan kesehatan,’’ ujarnya. Jadi, lanjutnya, ini rutin kita lakukan. ‘’Saya pikir di Bali saat ini memecahkan rekor yaitu 1.600 peserta. Jadi sangat luar biasa ini,’’ ungkap Wirayasa. Dia juga menyampaikan 50 persen dari hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke Tauzia Equal Chance untuk membantu ribuan anak yang kurang

FUN BIKE - Fun Bike Fest dalam rangka memperingati Harris Day 2018, Minggu (9/12) kemarin. mampu, terutama di bidang education (pendidikan). Terkait perkembangan Harris, menurut Wirayasa, dari tahun ke tahun sangat masif dan akan dibangun beberapa hotel lagi. ‘’Masih banyak hotel yang akan dibuka, terbaru dibuka yaitu Harris Solo. New Generation Harris,’’ tandasnya. Selain Harris, brand Tauzia Hotels lain yang ada di Bali adalah Fox Harris Jimbaran, Pop! Hotels, Maison Aurelia Sanur, dan The Tamarind Resort Nusa Lembongan. Selain itu pihaknya melakukan strategi partnership dengan Capitaland, Singapura. ‘’Jadi kita menyatu, membesar, dan ada ribuan hotel di dunia. Kalau di Bali ada 15 hotel,

sampai ke Lembongan,’’ tegas Wirayasa. Untuk Pop sendiri, yaitu Pop Hotel Nusa Dua, Teuku Umar, Kuta, Dewi Sri, dan Denpasar. Sedangkan Harris mulai Harris Hotel Tuban, Raya Kuta, Riverview Kuta, Sunset Road, Kuta Galleria, Seminyak, dan Denpasar. ‘’Kalau untuk Yello (hotel) saat ini masih tahap pembangunan, mudah-mudahan akhir tahun depan dibuka,’’ ujanya. Dari kegiatan ini, Wirayasa berharap ke depannya lebih banyak orang bergaya hidup sehat, termasuk dengan olahraga. Pihaknya akan terus mengajak masyarakat dan komunitas supaya bisa bergaya hidup sehat. (ad346)

Sekretariat DPRD Bali Tertarik Adopsi Inovasi Pemprov Jabar SEKRETARIAT DPRD Bali bersama sejumlah media di Bali baru saja melakukan studi banding ke Pemprov Jawa Barat pada 6-8 Desember lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran inovasi publisitas yang dilaksanakan Biro Humas dan Protokol setempat. Salah satunya terkait Jabar Quick Response yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ‘’Gubernur sangat membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Khususnya sejak menjadi Wali Kota Bandung, sering kali berinteraksi dengan masyarakat melalui media sosial yang beliau miliki,’’ ungkap Kepala Subbagian Pelayanan Informasi, Biro Humas dan Protokol Jawa Barat, Akhmad Taufiqurrachman. Ketika terpilih menjadi gubernur, lanjut Akhmad, Ridwan Kamil ingin melakukan hal yang sama ketika menjadi wali kota. Tapi ternyata ada keterbatasan yang dihadapi, terutama menyangkut kewenangan. Sebagai gubernur tidak bisa langsung melakukan tindakan di kabupaten/ kota. ‘’Untuk itu, Pak RK (Ridwan Kamil - red) membentuk yang namanya Jabar Quick Response. Itu reaksi cepat terhadap permasalahan-permasalahan yang membutuhkan penanganan awal,’’ jelasnya. Menurut Akhmad, hingga saat ini sudah mencapai sekitar 20 ribu aduan yang masuk ke Jabar Quick Response. Aduan yang masuk selanjutnya dipilah, karena penanganan hanya dibatasi pada tujuh hal. Di antaranya masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan cepat. Misalnya ada warga yang tidak memiliki ongkos berobat ke rumah sakit, akan diturunkan tim untuk menjemput. Lalu, masalah pendidikan seperti siswa miskin yang tidak bisa membayar biaya sekolah. Masalah ekonomi misalnya krisis pangan, masalah rumah

Bali Post/rin

STUDI BANDING - Suasana studi banding yang dilakukan Sekretariat DPRD Bali bersama sejumlah awak media di Bali pada Biro Humas dan Protokol Pemprov Jawa Barat. tidak layak huni di pelosok-pelosok desa, kebencanaan, dan jembatan gantung. Setelah itu ada verifikasi awal dan survei. ‘’Kalau tidak masuk di tujuh hal itu, misalnya ada pengaduan infrastruktur, itu dimasukkan ke Lapor SP4N karena itu ranahnya pemerintah sesuai kewenangan. Baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota,’’ jelasnya. Akhmad menambahkan, penanganan dalam Jabar Quick Response sejatinya tidak bisa langsung karena keterbatasan anggaran. Selain memang membutuhkan proses dalam penggunaan APBD. Oleh karena itu, pihaknya melibatkan pula organisasi kemanusiaan atau lembaga dana sosial seperti PMI untuk penanganan kesehatan, hingga BUMD dan BUMN di Jawa Barat karena memiliki dana CSR. ‘’Paling lambat 8 jam respons awal, bukan penindakan langsung. Ketika masyarakat mengadukan, kita tanggapi dulu agar mereka tahu pemerintah hadir dan mereka punya kepastian. Tidak semua aduan ditindaklanjuti, misalnya ada aduan terlilit utang tidak bisa bayar sekolah anak. Ketika ditelusuri ternyata punya utang karena beli rumah dan punya mobil,’’ paparnya. Kepala Bagian Pelayanan

Media dan Informasi Pemprov Jawa Barat Poppy Purbawati mengatakan, DPRD setempat juga menyambut baik Jabar Quick Response. Mengingat saat reses, dewan pun menerima banyak aduan dan aspirasi dari masyarakat, sedangkan kemampuan anggota DPRD terbatas untuk menindaklanjuti. ‘’Kemarin ketika launching, Ibu Ketua DPRD juga hadir. Dia menyambut baik, bagus katanya kalau (dewan) tidak bisa menangani, disuruh ke Jabar Quick Response,’’ ujarnya. Namun saat bicara masalah pembangunan, Poppy menyebut segala masukan yang ada disampaikan melalui forum lain seperti Musrenbang. Sekretaris DPRD Bali (Sekwan) I Gusti Ngurah Alit mengaku terinspirasi dengan inovasi yang dilakukan Pemprov Jabar. Terlebih selain Jabar Quick Response juga ada inovasi terkait kliping digital, cyber hoax, dan Japri (Jabar Punya Informasi). ‘’Ternyata tidak ada salahnya memilih Jawa Barat, karena di sini sudah sangat inovatif di bidang media, kehumasan. Tentu ada beberapa hal yang barangkali cukup bagus untuk kita respons dan koordinasikan dengan humas kami,’’ ujarnya. (kmb32)

5

Lupromax ”Gathering’’ Komunitas Otomotif di Jimbaran SEKITAR 100 orang dari berbagai komunitas otomotif Bali dibuat takjub dan keheranan saat menyaksikan sebuah mobil MPV yang terus melaju normal dalam kondisi tanpa oli. Aksi MPV warna putih itu terekam di kawasan Jimbaran pada Sabtu (8/12) siang. ‘’Ini adalah pembuktian jika kendaraan yang sebelumnya menggunakan oli Lupromax, kendaraan Anda masih bisa berjalan meski oli telah habis, tanpa merusak mesin,’’ kata Made Burat, owner PT Bela Indonesia Jaya, distributor Lupromax di Bali. Sebelumnya di hadapan peserta gathering dari sejumlah klub otomotif, pengusaha angkutan, travel dan lain-lainnya, oli mobil milik salah satu komunitas otomotif tersebut dikuras terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan pengantian oli baru dengan Lupromax Oil. Setelah itu mobil dijalankan beberapa saat berkeliling di kawasan Jimbaran. Nah, setelah kembali pada garis start di depan Bela Seafood Café Pantai Muaya Jimbaran, oli yang sebelumnya diisikan kembali dikuras habis. Episode ekstrem pun selanjutnya dimulai dengan menjalankan mobil yang dalam kondisi tanpa oli sama sekali. Ternyata selama sekitar 30 menit, mobil yang dijalankan

OLI - Owner PT Bela Indonesia Jaya, Made Burat, saat menuangkan oli Lupromax pada sesi uji coba, Sabtu (8/12). di kawasan Jimbaran den- berikan perlindungan dan gan kontur jalan trek lurus, mengurangi tingkat keruberbelok-belok, menanjak sakan pada mesin,’’ kata tetap berjalan normal. Lucky Hernando, RSM LuproBahkan air conditioner max Indonesia-Jakarta. (AC) yang tetap mendinNamun, Lucky mengingatginkan perjalanan di cuaca kan tidak ada anjuran untuk yang terik itu tak memenga- menggunakan kendaraan ruhi performa berkendara; tanpa oli. ‘’Ini adalah antisitersendat-sendat, ngelitik, pasi ketika terjadi kebocoran ataupun masalah lainnya. atau masalah-masalah rem‘’Ini terjadi karena adiktif oli besan pada oli. Jadi penLupromax yang dituangkan gendara tak perlu cemas sebelumnya memiliki teknolo- lagi terhadap risiko-risiko gi Heat Activated Technology tersebut. Dan tes ini juga yang mampu meningkatkan membuktikan kemampuan kinerja atau performa mesin aditif oli milik kami ini,’’ kendaraan sekaligus mem- imbuh Lucky.

Sebelumnya tantangan ekstrem tanpa oli ini juga sudah dilakukan enam tahun lalu. Sebuah mobil dan sepeda motor yang telah dikosongkan oli mesinnya meluncur di daerah BSD City, Tangerang, selama 8 jam 5 menit sejauh 283 km dan mematahkan rekor MURI dan rekor dunia yang ada, yakni tiga jam dua belas menit sejauh 81,9 km. Sedangkan rekor untuk sepeda motor tercatat 8 jam 10 menit sejauh 242.8 km. Pada saat pemecahan rekor MURI ini dinyatakan berakhir, kondisi mesin kendaraan tetap dalam kondisi menyala dan berfungsi normal. Dan sampai sejauh ini rekor tersebut belum terpecahkan. Di Bali sendiri oli yang didatangkan dari Kanada tersebut baru disosialisasikan pada Sabtu (8/12). Sebelumnya, pada April 2018, brand internasional ini melalui PT Bela Indonesia Jaya juga menggelar ajang Lupromax Grass Track & Motocross di Sirkuit Sio-sio, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, dan diramaikan ratusan crosser. ‘’Kami akan segera memenuhi distribusi untuk seluruh Bali, sehingga konsumen akan gampang mendapatkan produk-produk Lupromax,’’ janji General Manager PT Bela Indonesia Jaya, Kukuh Heryudo. (ad351)

Festival Kuwung Kisahkan Sejarah Janger Banyuwangi (Bali Post) Menjadi tetangga Bali, Banyuwangi memiliki banyak kemiripan budaya. Salah satunya kesenian Janger. Ternyata, kesenian ini mengadaptasi seni Arja di Bali dan Ande-ande Lumut. Jadilah seni Janger yang cukup populer di Kota Gandrung. Sejarah Janger ini disuguhkan dalam sentra tari di Festival Kuwum serangkaian Hari Jadi Banyuwangi, Sabtu (8/12) malam. Sendratari ini menceritakan ‘’Paseban Agung Kedhaton Manikjingga’’. Fragmen ini mengisahkan perkembangan seni janger Banyuwangi. Sentuhan kebudayaan Bali dalam pertunjukan tersebut berangkat dari kreativitas Mbah Darji dari Banyuwangi, sehingga berkembang menjadi seni janger hingga sekarang. Selain seni janger, ada juga kisah berkembangnya seni jaranan (kuda lumping) di Banyuwangi Selatan. Kesenian yang mengadaptasi Reog Ponorogo itu awalnya dipopulerkan tokoh bernama Asnawi, pendatang dari wilayah Mataraman (Jawa Timur ba-

Bali Post/udi

SENI JANGER - Sendratari mengisahkan lahirnya seni janger dalam Festival Kuwung di Banyuwangi, Sabtu (8/12) malam. gian barat). Hasilnya, jaranan berkembang dengan terpaut unsur seni Blambangan, cikal bakal Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan p ercam p uran bud aya d i Banyuwangi menjadi lambang keterbukaan masyarakat di Bumi Blambangan. ‘’Orang Banyuwangi tidak anti keanekaragaman, baik

suku, agama maupun budaya. Keanekaragaman itu mampu diolah menjadi modal sosial dalam memajukan daerah,’’ ujar Anas. Kreativitas dan keterbukaan tersebut, lanjut Anas, menjadi watak dasar warga Banyuwangi yang menjadikannya individu yang inovatif. ‘’Spirit inovasi inilah yang terus kita bangun dalam

menata Banyuwangi ke depan,’’ ungkapnya. Menurutnya, kebudayaan Banyuwangi tak hanya berangkat dari cipta karsa suku Osing, suku asli Banyuwangi. Namun, perpaduan dengan seni budaya dari daerah lain, termasuk Bali. Proses adaptasi dan inovasi dari perjumpaan kebudayaan tersebut menumbuhkan tradisi seni budaya baru seperti yang tersaji di Festival Kuwung. Dalam bahasa Using, kuwung berarti pelangi. Ditambahkan Anas, berbagai festival di Banyuwangi sebagai upaya untuk memperkuat modal sosial warga Banyuwangi. ‘’Festivallah yang mempersatukan rakyat, membaurkan warga lintas suku, lintas agama. Budayawan bersama pemkab, dan tentunya melibatkan dan didukung warga bersama-sama menyajikan beragam event dalam Banyuwangi Festival,’’ pungkasnya. Festival Kuwung juga dimeriahkan duta kebudayaan daerah lain. Seperti, Kota Probolinggo, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jembrana. (udi)

Tabrak Pemotor, Pengendara Sedan Dimassa Banyuwangi (Bali Post) Seorang pengemudi mobil sedan dan temannya menjadi sasaran amuk massa di Jalan Kepiting, Banyuwangi, Sabtu (8/12) tengah malam. Massa emosi setelah melihat mobil bernopol L 1464 HC ini ugal-ugalan di jalan. Lalu, menabrak seorang kakek pengendara motor. Akibat aksi ini, kaca mobil hancur. Bagian pintu mobil rusak. Pengendara sedan nahas itu Dio Arifin (22) dan Jefri Kurniawan (22), keduanya asal Desa Watukebo dan Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Kejadian ini berawal saat mobil Honda Civic cokelat tersebut melaju zig-zag dari arah Kota Banyuwangi. Mobil tersebut melaju kencang. Seorang polisi lalu lintas sempat mencoba menghentikan mobil tersebut. Sebab, jalannya layaknya aksi koboi di jalanan. Bukannya berhenti, saat dihentikan polisi, pengemudi sedan justru menantang. Lalu, menabrak motor polisi

Bali Post/udi

TABRAK - Polisi memeriksa mobil sedan yang rusak diamuk massa setelah menabrak pemotor di Banyuwangi, Sabtu (8/12) malam. tersebut. Kemudian melaju kencang. Kebetulan, kondisi lalu lintas cukup ramai. Mobil tersebut kemudian menabrak pengendara motor hingga terpental beberapa meter. Usai menabrak motor, mobil terus melaju kencang. Kemudian, menembus pembatas jalan dari arah berlawanan. Mobil baru

berhenti setelah menabrak pembatas jalan itu. Warga yang emosi langsung mengepung mobil tersebut. Pengemudi mobil dan temannya menjadi sasaran bogem mentah warga. Beruntung, polisi bergerak cepat. Dua pemuda itu diamankan di pos polisi lalu lintas, persis di dekat lokasi kejadian. Emosi warga akhirnya dilua-

pkan dengan merusak mobil tersebut. ‘’Jalannya zig-zag, lalu menabrak pengendara motor, korbannya luka-luka,’’ kata Hapy, salah satu warga di lokasi. Amuk massa berhenti setelah sejumlah polisi tiba di lokasi. Dua pengendara sedan diamankan ke Polres. Ternyata, setelah diperiksa, ditemukan potongan obat daftar G di dompetnya. Diduga dua pemuda tersebut dalam kondisi mabuk usai mengonsumsi pil koplo. ‘’Sepertinya, dalam kondisi mabuk. Kita temukan obat daftar G di dompet,’’ kata Kanit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi Ipda Ardhi Bita Kumala. Untuk pengembangan penyidikan, mobil sedan yang rusak diamankan ke Polres. Termasuk pengendaranya. ‘’Kita juga koordinasi dengan Satuan Narkoba untuk mengetahui asal-usul obat daftar G tersebut,’’ pungkas Ardhi. (udi)

The Paradise Group dan ACT

Resmikan Program ”Business Continuity Plan for Small and Medium Enterprises’’ di Denpasar

PADA Kamis (6/12), PT Indonesian Paradise Property Tbk. dan Yayasan Aksi Cepat Tanggap meluncurkan program Business Continuity Plan for Small and Medium Enterprises (Rencana Keberlanjutan Usaha untuk UMKM Tangguh Bencana). Acara yang diselenggarakan di Maison Aurelia Sanur, Denpasar ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., yang bertindak mewakili Wali Kota Denpasar, beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar, di antaranya Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar Drs. I.B. Joni Ariwibawa, M.Si., Presiden Direktur PT Indonesian Paradise Property Tbk. Agoes Soelistyo Santoso, Vice President ACT Ibnu Khajar dan 100 UMKM yang terpilih sebagai

peserta program. Business Continuity Plan for Small and Medium Enterprises (BCP for SMEs) adalah sebuah program peningkatan kapasitas dalam membangun kesiapsiagaan bencana yang dikhususkan untuk segmen UMKM. BCP for SMEs Denpasar 2018 merupakan hasil kerja sama antara PT Indonesian Paradise Property Tbk. (The Paradise Group) dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). ‘’BCP for SMEs ini adalah salah satu dari wujud kepedulian kami, The Paradise Group, untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat, dalam hal ini masyarakat Bali,’’ papar Agoes Soelistyo Santoso. Menurut Agoes, pelaksanaan program BCP for SMEs merupakan bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat UMKM dalam menghadapi

CENDERAMATA - Pemberian cenderamata dari Presiden Direktur PT Indonesian Paradise Property kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si.

potensi bencana, seperti banjir, kebakaran, gunung meletus hingga gempa dan tsunami. Denpasar sendiri sebagai ibu kota Provinsi Bali yang mempunyai potensi bencana. ‘’Bagi UMKM yang menjadi peserta, program ini akan meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang yang dapat membuat usaha mereka mengalami kerugian, dan bahkan kebangkrutan. Melalui program ini, peserta UMKM akan mendapat pengetahuan dan juga keterampilan dasar yang akan sangat bermanfaat bagi UMKM dalam membangun ketangguhan usaha,’’ lanjut Agoes. Pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana ini disampaikan langsung tim Instruktur dan Fasilitator dari Disaster Management Institute of Indo-

nesia (DMII)–ACT. Program ini melibatkan 100 UMKM peserta yang mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan. Masing-masing peserta akan mendapatkan tiga sesi pelatihan dan pendampingan yang akan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan usaha mereka. ‘’Setiap sesi akan dipandu instruktur dan fasilitator yang berkompeten. Peserta akan mendapat ilmu baru, dan tentunya peluang membangun jejaring usaha (business networking), dengan cara yang menyenangkan,’’ terang Ibnu Khajar, Vice President ACT. Peserta yang merupakan UMKM di Denpasar ini terpilih dari proses seleksi terbatas. Seratus pesera UMKM dibagi kedalam 5 kelompok berbasis wilayah operasional usaha. ‘’Jadi masing-masing kelompok

terdiri dari 20 peserta, yang akan menjalani 3 kali sesi pelatihan dan pendampingan. Sesi I akan dilaksanakan pada 10-14 Desember 2018. Sesi II pada 1721 Desember 2018, dan sesi III pada 7-11 Januari 2019. Setelah itu akan ada jadwal business visit ke masing-masing lokasi usaha UMKM, sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) program,’’ imbuh Ibnu Khajar. The Paradise Group dan ACT berkomitmen untuk bersama berkontribusi dalam membangun ketangguhan masyarakat Bali, khususnya dalam menghadapi potensi bencana. BCP for SMEs merupakan sebuah awalan dari proses membangun ketangguhan itu. ‘’Tentu perlu proses yang berkesinambungan untuk bangun ketangguhan masyarakat,’’ pungkas Agoes. (k250)


OPINI

6

Senin Wage, 10 Desember 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Pancasila Mesti Dibumikan Lagi

BALI POST, empat tahun lalu telah mengingatkan pemerintahan Jokowi-JK, bahwa PR yang perlu segera mendapat perhatian adalah pengajaran pendidikan Pancasila. Dalam tajuk tertanggal 30 September 2014, secara tegas menyatakan; Apa pekerjaan rumah (PR) pemerintahan Jokowi-JK yang mendesak terkait masalah mendasar bangsa ini? Tidak diragukan lagi salah satunya adalah melancarkan gerakan pendidikan ideologi negara Pancasila. Gerakan itu agar didesain menggunakan pendekatan elegan, sesuai ciri-ciri tantangan zaman dewasa ini. Rupanya menjelang berakhirnya Jokowi-JK setahun lagi, pengajaran Pancasila dipastikan akan dilakukan lagi di sekolah. Mendikbud Muhajir Effendy menggagas akan menjadikan lagi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sebagai mata pelajaran di sekolah. Gagasan ini mendapat perhatian serius di tengah munculnya berbagai masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karut-marut kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya di negeri ini sekarang dikait-kaitkan dengan makin mengendurnya spirit Pancasila dalam praktik nyata kehidupan kita. Bung Karno merumuskan Pancasila bukan sekadar menjadi dasar negara. Pancasila juga menjadi pandangan hidup bangsa. Dasar negara ini meletakkan negara senantiasa berdiri kokoh dalam membangun peradaban masyarakatnya. Proses pembangunan masyarakat beradab tersebut sekaligus dipandu Pancasila sebagai pandangan hidup. Persatuan dan musyawarah untuk mufakat seperti pesan sila ketiga dan keempat harus selalu ditegakkan secara nyata dan konsisten. Tetapi, pesan adiluhung kedua sila ini justru kadang tidak berjalan sesuai harapan. Konflik bermotif kepentingan politik yang terjadi kerap mengancam persatuan dalam keragaman sosial budaya. Ajaran musyawarah untuk mufakat tak jarang hanya manis di bibir, tetapi pahit cita rasanya saat dipraktikkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini. Walaupun dalam rezim Orde Baru Pancasila cenderung dijadikan instrumen politik penguasa untuk melegitimasi kekuasaannya, citra Pancasila masih relatif lebih baik dibandingkan citranya dalam era reformasi. Orde Baru masih memegang kukuh sikap mendekatkan Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Dalam dunia pendidikan dasar dan menengah, ada mata pelajaran pendidikan moral Pancasila. Kurikulum pendidikan tinggi juga memasukkan mata kuliah Pancasila. Dalam era reformasi justru makin terasa adanya upaya peminggiran Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Undang-undang tentang Pendidikan Nasional justru meniadakan pelajaran Pancasila. Anak didik kita kebanyakan tidak lagi dapat diharapkan memahami nilai-nilai Pancasila. Mereka bukan hanya gagal memahami nilainilai Pancasila, tetapi juga gagap ketika harus menyebutkan urutan sila demi sila dari dasar negara kita itu. Kenyataan tersebut merupakan ancaman serius bagi upaya memperkuat keberadaan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemerintah, wakil rakyat, kalangan tokoh masyarakat, harus segera memikirkan langkah nyata untuk menggalakkan lagi program pendidikan yang berkaitan dengan upaya memperkuat spirit Pancasila itu dalam kehidupan masyarakat, di lingkungan pendidikan maupun di masyarakat luas. Untuk mempertahankan kebinekaan Indonesia, harus menjadi perjuangan kita. Apalagi sudah ada tanda-tanda sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lagi setuju Pancasila dijadikan dasar negara. Ini harus menjadi perhatian semua pihak, bahwa Pancasila ada ancaman, bila tidak dilakukan pembumian lagi khususnya kepada generasi muda. Mereka harus kembali diajar nilai-nilai Ketuhanan, persatuan dan kebinekaan. Kalau tidak maka keharmonisan, solidaritas dan nilai-nilai kebinekaan akan tercerabut dari bumi nusantara.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Pengawasan DAS Lemah Pesatnya pertumbuhan penduduk Bali membuat tingkat penggunaan ruang tinggi. Bahkan yang saya rasakan saat ini, ketika pembangunan rumah dan fasilitas pariwisata menjamur, pengawasan terhadap tata ruang lemah. Yang saya khawatirkan ke depan adalah tak ada lagi kawasan hijau di Bali. Ini karena pejabat saya lihat tak ada yang memiliki concern terhadap hal ini. Mereka lebih senang mengurus invesatasi, bicara politik dan bansos. Kalau urusan tata ruang bisa dihitung dengan jari pejabat mana saja yang peduli. Bahkan karena pesatnya pembangunan kini istilah DAS (Daerah Aliran Sungai) jarang kita dengar. Jangan-jangan istilah ini juga tak diingat pejabat di Bali. Buktinya kini orang bisa membangun di tepi jurang di tepi sungai bahkan dijalur hijau. Yang jelas pengawasan DAS kini sangat lemah. I Ketut Subrata Tabanan, Bali

PMP, Jangan ”Diajarkan’’ tetapi Diinternalisasikan Disambut positif, ide atau gagasan menjadikan PMP (Pendidikan Moral Pancasila) sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah oleh Mendikbud Muhajir Effendy. Penulis yang mencoba ‘’memancing’’ para netizen di facebook (FB), mereka sangat antusias menanggapinya bahwa PMP layak diberlakukan kembali sebagaimana yang pernah dijadikan mata pelajaran intrakurikuler wajib pada semua sekolah di seluruh Indonesia di era Orde Baru. Tak kecuali, media yang sedang Anda baca saat ini juga secara berturut-turut menurunkannya di halaman 1 yakni pada edisi 3 dan 4 Desember 2018. Atas dasar ini penulis mencoba menganalisis apakah hal itu (PMP) memang benarbenar layak untuk diajarkan kembali.

Oleh

Romi Sudhita

J

ika ya, tipe guru yang bagaimana yang cocok mengajarkannya, strategi dan metode yang digunakan seperti apa, dan seterusnya. Materi ajar yang umumnya diturunkan dari hasil kajian pengembang kurikulum pusat (Jakarta), setelah berada di daerah hingga di sekolah-sekolah, guru tinggal melaksanakannya meski di sanasini dapat dilakukan pengayaan terhadap substansi kurikulum tersebut. Yang agak krusial justru strategi dan metode serta

guru yang menggunakannya. Sebelum hal ini dibahas lebih lanjut, ada pentingnya juga disinggung apakah PMP itu akan diajarkan secara mandiri (monolitik) yang posisinya sama dengan mata pelajaran-mata pelajaran lain, atau diajarkan secara terpadu (integrated)? Karena hal ini belum jelas, maka penulis bisa meraba-raba untung ruginya kedua sistem pengimplementasian kurikulum tersebut. Dua Model Pertama, jika PMP diberlakukan sama dengan mata pelajaran

yang lain (monolitik) tentu pembelajaran akan lebih fokus namun di balik itu ada pula kelemahannya yaitu kurikulum di sekolah akan membengkak dari yang ada sekarang. Mata pelajaran bertambah banyak, waktu (jam pelajaran) diperlukan lebih lama, dan besar kemungkinan siswa akan semakin lelah dengan pembengkakan tersebut. Kedua, andaikata PMP itu diajarkan dengan menyelipkan pada mata pelajaran-mata pelajaran yang berdekatan (integrated), tentu bagus juga dilihat dari segi efisiensi waktu, tenaga, dan

pengemasan jadwal pelajaran. Di balik itu, tentu saja memiliki kelemahan yaitu agak sulit ‘’menggandengkan’’ PMP ke mata pelajaran yang mana cocoknya. Guru pengajar mata pelajaran yang hendak ‘’digandengi’’ apa dapat diyakini akan melakukan tugasnya secara

”

Pertama, jika PMP diberlakukan sama dengan mata pelajaran yang lain (monolitik) tentu pembelajaran akan lebih fokus namun di balik itu ada pula kelemahannya yaitu kurikulum di sekolah akan membengkak dari yang ada sekarang. Mata pelajaran bertambah banyak, waktu (jam pelajaran) diperlukan lebih lama, dan besar kemungkinan siswa akan semakin lelah dengan pembengkakan tersebut. Kedua, andaikata PMP itu diajarkan dengan menyelipkan pada mata pelajaran-mata pelajaran yang berdekatan (integrated), tentu bagus juga dilihat dari segi efisiensi waktu, tenaga, dan pengemasan jadwal pelajaran.

efektif? Model yang mana hendak dipilih pemerintah (c.q. Kemendikbud), guru dan kepala sekolah setempat mau tidak

Kembali ke KB Empat Anak?

TERUS terang saja, sebagai seorang turis guide, pramuwisata, saya sangat senang dan bahagia setelah membaca berita dengan judul tersebut di atas di Harian Bali Post. Terlebih-lebih lagi pendapat ini dilontarkan oleh seorang Gubernur Bali Bapak I Wayan Koster, yang notabene baru menjabat sebagai gubernur, sehingga ada pendapat yang menyarankan sebaiknya Bapak Gubernur konsentrasi pada program yang telah ada saja. Di zaman now ini, tentunya orang bebas berpendapat dan buat saya sebagai seorang krama Bali, hal itu wajar-wajar saja, dan demi Bali kita yang tercinta, kita diharapkan cukup bijaksana untuk tidak membuat kegaduhan. Meski demikian, saya tidak sepenuhnya sependapat dengan saran yang disampaikan untuk Bapak Gubernur, mengingat adanya kepentingan yang lebih besar dalam konteks kependudukan di Bali. Mengingat jumlah penduduk di Bali masih relatif kecil, adalah suatu pemikiran yang sangat cerdas untuk kembali melestarikan KB Bali dengan 4 anak. Bagi daerahdaerah atau palau yang penduduknya padat, mempunyai anak dua adalah pilihan yang bijaksana. Tanpa pretensi apa pun, kita menyadari penduduk Bali perlu terus ditambah untuk menyangga budaya Bali dan agama Hindu yang menjadi satu, dan menurut kalangan orang banyak adalah suatu hal yang unik, satu-satunya di dunia ini. Saya sebagai krama Bali berpendapat, dengan dipertahankannya kebijakan ini, maka ajeg Bali akan tercapai hingga paling tidak seratus generasi. Saya teringat kepada senior saya almarhum ‘’Raja Buduh’’ Jero Gede Yudana, yang tiada tandingannya dalam melakoni karakter raja buduh dalam pegelaran drama sendratari di Bali. Almarhum pernah bercerita kepada saya, suatu ketika di saat beliau masih kecil, beliau bersembahyang

Oleh

I G.K. Pujawan di merajan-nya hanya bersama kedua orangtuanya, pada waktu hari raya Galungan. Pada waktu itu almarhum menangis karena di merajan tetangganya anak-anak tidak sendirian dalam melakukan persembahyangan. Ketika ayahandanya menyadari apa yang ada di benak anak beliau, maka almarhum Jero Gede Yudana diizinkan kawin sebanyak-banyaknya dan mempunyai anak sebanyak-banyaknya pula. Sebagai krama Bali, saya juga mempunyai kewajiban moral untuk mempertahankan keluarga dengan anak empat ini, karena menurut saya hal itulah yang diajarkan oleh para panglingsir, guru, dan seterusnya. Pernah saya baca di sebuah buku, dengan mempunyai anak empat, dan jikalau orang tuanya meninggal, akan tidak susahlah bagi empat orang anak itu untuk menyelesaikan upacara penguburan yang paling sederhana, yaitu dengan membawa ke setra dan menyelesaikan upacara penguburan. Mengenai diri saya sendiri, begitu saya menikah, saya sampaikan pada istri saya bahwa saya ingin mempunyai anak empat orang. Dan istri saya menyambut dengan bahagia, dan kami bersyukur semuanya lancar-lancar saja. Tidak bisa dimungkiri bahwa banyak orang tidak sependapat dengan mempunyai empat orang anak, karena akan menyulitkan bagi pengantin baru untuk memelihara keluarga dengan empat anak itu dengan baik. Mereka lupa pepatah orang Barat yang mengatakan when there is a will, there is a way. Paling tidak mereka juga melupakan cerita yang sangat terkenal di dalam agama Hindu di Bali, yaitu cerita mengenai Pan Burayut atau Men Burayut yang kidungnya biasa dilantunkan pada saat orang memandikan mayat di Bali.

mau harus mengatakan, ‘’siap’’! Pola mana (monolitik atau integrated) yang hendak dipakai niscaya perlu memikirkan guru seperti apa yang harus dipenuhi, strategi dan metode apa yang cocok buat pembelajaran PMP, begitu juga aspek evaluasinya. Menyangkut guru yang ideal

Cerita Pan Burayut dan Men Burayut menguraikan sebagai berikut: manakala sebuah keluarga mempunyai anak empat yang dianggap banyak, tentunya akan sulitlah bagi keluarga itu untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Jelas di dalam alam milenia ini, hal tersebut bukanlah hal enteng. Meski demikian, kalau kita benar-benar yakin dan berusaha keras dengan memohon kepada Ida Sang Hyang Parama Kawi melalui leluhur atau kawitan kita, tidaklah mungkin ada sulit yang bisa menyulitkan keinginan kita luhur. Apa yang biasanya terjadi pada keluarga yang berusaha seperti ini, anak-anaknya akan menjadi anak yang suputra, yang artinya menjadi orang-orang yang berhasil dengan baik dan bijaksana, dengan demikian, masalah-masalah yang ada dalam mengarungi kehidupan ini akan tercapai dengan semestinya, yang akhirnya akan membuahkan Bali yang shanti. Keyakinan tentang dahsyatnya peran leluhur dalam membantu kehidupan kita tentunya tidak hanya di Bali saja. Orangorang suku Mauri, India, Ainu, Indian dan seterusnya di seluruh dunia menganut paham sama. Tulisan-tulisan mereka seperti yang dapat dibaca di buku ‘’The Religion Book’’ hal. 36 dst; 1. Our encestors will guide us. 2. Unseen forces are at work. 3. Event a rock has a spirit. 4. We speak to the Gods through daily retuals. Sebagai krama Bali, saya dengan berat hati menyebut tulisan di atas untuk meyakinkan kita akan KB empat anak adalah sesuai dengan budaya kita, dan saya yakin tidak salah. Terakhir, saya ingin katakan krama Bali secara umum adalah orangorang bijak, sadar akan kekurangan, betapapun pintarnya rasa diri ini, kita merasa masih sangat banyak yang harus dipelajari, dengan kata lain yang bersifat universal: the more you learn, the less you know.

”

untuk pengajar PMP tentu yang memiliki beraneka macam ciri seperti yang sering dikemukakan para pakar pendidikan.

POJOK Cegah krisis air bersih, Bali agar segera siapkan teknologi. - Teknologi dan manusia. *** Belum ada penanganan serius, abrasi di Gilimanuk makin parah. - Abrasi serang Bali. *** Buruk, sistem drainase mayoritas perkotaan di Indonesia. - Masih sibuk bangun infrastruktur.

Penulis, praktisi pariwisata

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Wage, 10 Desember 2018

LPBJ Gencar Sosialisasikan Perpres 16/2018

I Wayan Arimbawa

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post) Lembaga Pelelangan Barang dan Jasa (LPBJ) Kabupaten Tabanan gencar melakukan sosialisasi Perpres Nomor 16 Tahun 2018 di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tabanan dengan sistem jemput bola. Hal ini lantaran banyaknya perubahan dari Perpres sebelumnya atau Perpres Nomor 54 Tahun 2010. Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Tabanan I Wayan Arimbawa mengatakan, terbitnya Perpres 16/2018 tersebut menyebabkan banyak OPD melakukan

penyesuaian proses lelang. Banyak perubahan dari aturan sebelumnya. Untuk itu pihaknya melakukan pembinaan dan sosialisasi pada semua OPD, terutama bagi yang terkait pengadaan barang dan jasa. Dikatakannya, sosialisasi perlu digencarkan mengingat keterbatasan petugas yang tersertifikasi dalam hal penanganan administrasi tata kelola. ‘’Sosialisasi dan pembinaan langsung kepada mereka yang menangani administrasi tata kelola agar bisa lebih paham,’’ ucapnya, Minggu (9/12) kemarin. Menurut Arimbawa, dengan adanya Perpres 16/2018, proses lelang tidak semudah sebelumnya. Lelang harus terdaftar terlebih dahulu dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (Sirup). Jika tidak lelang tidak bisa dilakukan. ‘’Mengajukan ke Sirup juga harus dilengkapi alasan. Pejabat Pembuat Komitmen yang harus berperan di sini, karena rentan dengan hukum,’’ terangnya. Meski demikian, Arimbawa mengakui terbitnya revisi Perpres tersebut sebenarnya untuk menciptakan pengadaan barang dan jasa yang efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil dan akuntabel. Dengan regulasi tersebut, pemerintah menunjukkan keseriusan untuk mewujudkan pengadaan barang dan jasa sesuai prinsip-prinsip tersebut. ‘’Di Tabanan sebenarnya sudah diterapkan, hanya harus ada komitmen bersama membangun tata kelola yang lebih baik,’’ tegasnya. (kmb28)

UKGM Turunkan Kasus Karies pada Anak hingga 40 Persen Tabanan (Bali Post) Kurangnya pengetahuan dan perhatian orangtua akan asupan gizi, jenis makanan sampai pemeliharaan gigi sejak dini menyebabkan kasus gigi berlubang atau karies mendominasi kasus sakit gigi pada pelajar SD di Tabanan. Berdasarkan hal itulah, tiap puskesmas di Tabanan melaksanakan program Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM). Program ini menggugah kesadaran masyarakat untuk memelihara gigi sejak dini. Hasilnya cukup menggembirakan, terjadi penurunan kasus karies pada anak sekolah sebanyak 40 persen. Dokter gigi Puskesmas Tabanan III drg. I Putu Alit Windiarsa, Minggu (9/12) kemarin, mengatakan dalam rangka peningkatan kualitas kesehatan gigi anak, pihaknya melaksanakan UKGM salah satunya memberikan informasi kepada ibu-ibu melalui layanan posyandu mengenai asupan gizi yang baik untuk pertumbuhan gigi anak dan bagaimana cara mengajari kebersihan gigi pada anak sejak dini. Selain itu, dilakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. ‘’Kegiatan ini dirangkaikan

dengan kegiatan penyuluhan kesehatan yang lain. Tidak hanya gigi tetapi juga kesehatan secara umum,’’ ujarnya. Selain penyuluhan, ada juga pemeriksaan berkala yang biasanya dilakukan dua kali setahun. Untuk siswa SD menyasar kelas III, IV, dan V. ‘’Ada juga kegiatan penjaringan kesehatan gigi di mana yang disasar adalah siswa baru atau siswa yang baru masuk kelas 1 SD dan kelas 1 SMP,’’ ujarnya. Saat ini Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk penjaringan kesehatan gigi adalah 100 persen. Artinya setiap siswa baru yang masuk sekolah baik SD dan SMP har u s

Tabanan (Bali Post) Setelah diresmikannya maceki sebagai olahraga rekreasi di Bali, kini kegiatan tersebut marak digelar masyarakat sebagai ajang penggalian dana. Apalagi maceki dinilai sebagai ajang silaturahmi serta pemersatu masyarakat. Seperti lomba ceki yang dilaksanakan Sekaa Teruna (ST) Bayu Semana, Banjar Sakenan Belodan, Tabanan, Minggu (9/12) kemarin. Lomba ini dalam rangka menunjang pagelaran parade budaya di banjar setempat pada 14 Desember mendatang. Kegiatan yang menghadirkan puluhan penghobi olahraga ceki itu dibuka Wakil Bupati Tabanan I

Komang Gede Sanjaya. Sanjaya mengungkapkan, lomba ceki yang digagas ST Bayu Semana ini merupakan momentum yang baik dalam membangkitkan gairah pemuda untuk membangun desanya dan Tabanan pada umumnya. Pemuda Sakenan Belodan dulunya merupakan garda terdepan pembangunan seni dan budaya di kawasan Kota Tabanan. Bahkan dia menyebut, ST Bayu Semana adalah tolok ukur kegiatan pemuda di Kota Tabanan. ‘’Generasi milenial sekarang harus ingat akan sejarah itu. Dulu pemuda di sini sangat semangat sekali, baik dalam

mendapatkan layanan ini. Jika ada yang tidak masuk sekolah saat penjaringan, maka dilakukan pemeriksaan susulan. Selama ini, lanjut Putu Alit, kasus karies mendominasi. Namun dengan penyuluhan dan penjaringan, kasus karies di tahun 2018 menurun setidaknya 40 persen dibandingkan tahun lalu. Penyebab karies biasanya kurangnya perhatian orangtua untuk mengajarkan dan membiasakan anak gosok gigi dua kali sehari dan menjaga asupan gizi. (kmb24)

Sukseskan Parade Budaya, ST Bayu Semana Galang Dana

membangun desa maupun mengembangkan seni, adapt, dan budaya. Semoga generasi sekarang bisa lebih baik dari pendahulu kita dulu dan lebih bersatu guna membangun Kota Tabanan,’’ tegasnya. Sanjaya juga berharap agar kegiatan ini digunakan dan dikelola dengan baik sebagai momentum kebangkitan pemuda di Kota Tabanan khususnya di Sakenan Belodan. ‘’Di sini mempunyai banyak potensi. Sekarang generasi baru ini semoga bisa bangkit kembali dan saya di pemerintah pasti selalu mendukung selama kegiatan yang digagas adalah kegiatan yang positif,’’ ujarnya. (kmb24)

Bali Post/dok

Bertahap, Pemasangan GPS di Armada Trans Serasi GPS - Pemasangan GPS pada armada Trans Serasi.

Tabanan (Bali Post) -

Pemasangan GPS untuk armada angkutan siswa, Trans Serasi dilakukan secara bertahap oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tabanan. Jika sebelumnya sebagai pilot project telah dipasang di 66 armada khusus trayek Kecamatan Baturiti, tahun ini GPS dipasang untuk 31 armada di empat kecamatan. Kadishub Tabanan I Made Agus Hartawiguna menyampaikan, pemasangan GPS tahun ini menyasar angkutan siswa di SMP 4 Pupuan sebanyak 8 unit, SMP 1 Kerambitan 11 unit, SMP 3 Baturiti 10 unit dan 2 unit lagi di Kecamatan Marga. ‘’Minggu lalu sudah terpasang,’’ ucapnya, Minggu (9/12) kemarin. Menurutnya, semakin bertambahnya layanan tentu saja harus dibarengi pengawasan. Dengan pemasangan GPS, tentu saja pen-

gawasan lebih efektif dan waktu perjalanan armada tercatat dengan baik. GPS juga mempermudah proses pencatatan real cost data pengamprahan. ‘’Dengan teknologi ini korelasinya tentu akan lebih detail perjalanan dari masing-masing armada, pengawasan lebih mudah. Jadi tidak banyak perlu orang untuk mengawasi,’’ terangnya. Setelah seluruh armada terpasang GPS, maka para petugas yang selama ini melakukan pengawasan

akan ditarik dan difungsikan di kantor. Dari data Dishub, petugas pengawas Trans Serasi berjumlah 46 orang. Pejabat asal Penebel ini menjelaskan, proses pencatatan real cost merupakan bentuk monitoring dari titik perjalanan menuju tempat tujuan, yang nantinya akan dijadikan dasar pengamprahan pembayaran layanan. Sistem ini terkoneksi dengan petugas di kantor Dinas Perhubungan. ‘’Kalau tidak ada tanda tangan petugas penga-

wasan, maka dianggap tidak sah untuk pengamprahan anggaran,’’ jelasnya. Terobosan GPS ini muncul selain karena keterbatasan personel untuk melakukan pencatatan real cost data pengamprahan, juga dikarenakan jarak antartrayek yang cukup jauh. ‘’Tidak mungkin yang di Pupuan, petugas kita suruh melakukan pengawasan ke sana,’’ ucapnya. Bahkan, pengembangan teknologi GPS pada angkutan siswa juga akan terus dilakukan. Tidak menutup kemungkinan, terobosan ini bisa diakses via android, sehingga para orang tua juga bisa memonitor keberadaan anak mereka. (kmb28)

’’Home Industry’’ Tegal Jadi Fokus Kembangkan Jajan Upakara

Tabanan (Bali Post) Desa Tegal Jadi Kecamatan Marga terkenal akan produk home industry-nya berupa jajan upakara, kacangkacangan hingga rempeyek. Permintaan khususnya jajan upakara tidak pernah surut. Bahkan jelang hari raya, permintaan selalu meningkat cukup signifikan. Tak salah jika home industry model ini menjadi andalan kaum perempuan di desa setempat. Warga Banjar Dinas Pengembungan Desa Tegal Jaya yang juga pelaku home industry, Ni Luh Putu Seriasih, Minggu (9/12) kemarin, mengatakan dirinya terjun ke usaha ini bersama 15 ibu PKK lainnya pada tahun 2007. Ide membuat usaha ini muncul karena ibuibu di Desa Tegal Jadi kerap membuat jajan upakara sendiri. Respons masyarakat terhadap rasa jajan khususnya kaliadrem sangat baik. Rasanya yang enak dan sangat dibutuhkan untuk upacara keagamaan di Bali, membuat permintaan tidak pernah sepi. ‘’Banyak yang mulai memesan. Ini menjadi awal dibuat kelompok ini dan terjun ke usaha home industry khusus pembuatan jajan upakara,’’ ujar Seriasih.

Bali Post/san

PEMBUATAN JAJAN - Proses pembuatan jajan kaliadrem. Saat ini, anggota kelompok tersebut sudah berdiri sendiri. Usaha pembuatan jajan upakara ini pun semakin meluas. Seriasih memiliki konsumen di luar Tabanan seperti Pasar Tradisional Blahkiuh, Darmasaba, Sibang bahkan sampai Gianyar.

Produk yang dihasilkan Seriasih awalnya hanya jajan kaliadrem tetapi kemudian berkembang ke uli, reta dan satuh. Tidak hanya membuat sendiri, Seriasih juga mengumpulkan jajan upakara dari home industry lain di desanya bahkan luar Tabanan. ‘’Kalau jajan ha-

sil home industry di Desa Tegal Jadi ada yang saya kumpulkan dan jual. Biasanya dua hari sekali saya kumpulkan. Selain itu saya juga mengambil macho dari Pupuan, jenis sagon dari Gianyar serta jenis dodol dari Singaraja,’’ jelasnya. Rata-rata per hari pendapatan bruto yang didapatkan Seriasih sebesar Rp 4 juta. Ini akan meningkat jelang hari raya yang bisa mencapai Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per hari. Selain menjual ke pasar-pasar tradisional, produk home industry Seriasih yaitu kaliadrem sudah masuk PDDS Tabanan. Setiap bulannya, pemesanan dari PDDS mencapai Rp 2,5 juta atau sebanyak 500 bungkus isian 10. Untuk bisa masuk ke toko-toko yang menjadi jaringan kerja sama PDDS Tabanan, kata Seriasih, dia dibantu dalam pengurusan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Ditambahkannya, ibu-ibu PKK yang terjun ke home industry sebenarnya ingin mendapatkan Izin PIRT, sehingga produknya tidak hanya diterima di pasar tradisional tetapi juga di toko modern. ‘’Masalahnya di waktu. Sama seperti saya, tidak sempat mengurusnya,’’ ujarnya. (kmb24)


BULELENG

8 SOSOK Jembatan Darurat MOLORNYA pelaksanaan proyek jembatan Sungai (Tukad) Batu Pulu yang menghubungkan Desa Pemaron dan Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, membuat Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng memutar otak agar proyek itu tidak menghambat aktivitas warga. Apalagi, bulan ini bersamaan perayaan Galungan dan Kuningan. Di dekat jembatan yang sekarang dibangun itu ada Pura Dalem yang ramai dipadati umat Hindu. Jika tidak ada penanganan serius, maka dikhawatirkan dampak molornya jembatan itu memicu persoalan serius. Karena itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng Nyoman Suparta Wijaya menginstruksikan agar pelaksana proyek itu memikirkan kelancaran umat Hindu saat Galungan nanti. Rencananya, pelaksana proyek bersama PUPR membuat ulang jembatan darurat di sebalah timur lokasi jembatan yang sedang dibangun saat ini. ‘’Saya sudah koordinasi dengan rekanan saat ini untuk membuat jembatan darurat yang lebih nyaman,’’ katanya. Suparta Wijaya menambahkan, jembatan akan dibangun lebih lebar, sehingga pengendara dapat melintas nyaman, selain dibuat lebih kokoh. Tujuannya, agar bisa bertahan sampai proyek itu tuntas dikerjakan oleh pelaksana proyek. ‘’Jembatan darurat itu dibuat ulang, karena proyek itu tidak bisa tuntas sampai tanggal kontrak berakhir. Kasihan masyarakat nanti kalau tidak ada jembatan darurat, itu malah justru akan menyulitkan warga sembahyang Galungan dan Kuningan di Pura Dalemu,’’ tegasnya. (mud)

Hujan Deras, Jalan Desa Tinggarsari Tertutup Tanah Longsor

Singaraja (Bali Post) Hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi di Kecamatan Busungbiu. Akibatnya, ruas badan jalan kabupaten itu tertutup tanah longsor, tepatnya di Desa Tinggar Sari, Sabtu (8/12) lalu. Bukan saja material tanah longsor yang memenuhi jalan, juga bongkahan batu kali berukuran besar berserakan di sana. Hal itu menyebabkan, akses lalu lintas di desa sempat lumpuh. Jalan, baru bisa difungsikan keesokan harinya, Minggu (9/12) kemarin. Camat Busungbiu Made Supartawan membenarkan terjadi bencana tanah longsor di daerahnya. Pria asal Desa Busungbiu ini menambahkan sebelum terjadi longsor, hujan deras dengan intensitas tinggi melanda desa berhawa sejuk itu. Karena guyuran hujan berlangsung cukup lama, sehingga daerah yang banyak berbukit itu pun tanahnya menjadi labil. Disinyalir, longsor terjadi akibat tanah tidak mampu menyerap air besar. Tidak saja gundukan tanah, namun badan jalan di Desa Tinggarsari pun tertutup bongkahan batu besar. Akibatnya, kendaraan dari arah pusat desa menuju Dusun Kapas Jawa tidak bisa melintas. Pasca-kejadian, aparat desa, kecamatan, dan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng langsung mengevakuasi material yang menimbun badan jalan itu. Saat itu, hanya gundukan tanah yang dibersihkan, sementara batu besar belum bisa dievakuasi dari lokasi kejadian. Alasannya, karena keterbatasan peralatan dan personel. Selain itu juga karena hari mulai gelap. Pembersihan berlanjut keesokan harinya dengan mengoperasikan alat berat. Batu-batu itu kemudian bisa dipindahkan ke pinggir jalan. “Jalan itu sempat tertutup karena ada batu besar menghalangi jalan. Tadi (Minggu, 9/12-red) kami gotong royong bersama warga dan BPBD sehingga jalan kembali normal,” katanya. Hari yang sama, tanah longsor juga terjadi di jalan perbatasan Desa Telaga dengan Desa Ularan. Badan jalan ini juga sebagian tertimbun tanah longsor akibat hujan deras. Beruntung, tanah dan bongkahan batu kali itu hanya menimbun di pinggir jalan, sehingga lalulintas kendaraan dari kedua arah tidak terganggu. Hanya, setelah kejadian itu, pengendara harus hati-hati melintas akibat jalan menjadi licin setelah aspal itu ditutupi tanah. Kalau kembali hujan, pengendara diminta tetap waspada karena bisa saja terjadi longsor tanah susulan. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TERTIMBUN – Jalan kabupaten di Desa Tinggarsari, Kecamatan Busungbiu tertimbun tanah longsor.

Senin Wage, 10 Desember 2018

Banyak Hiburan di Lovina Lewati Batas Waktu Operasi Tak Sedikit Tanpa Izin Keramaian dari Polisi

Singaraja (Bali Post) –

Beberapa usaha hiburan malam beroperasi melewati batas yang ditentukan. Terbanyak hiburan malam itu ada di sentra Wisata Lovina. Masih saja beroperasi, padahal malam itu masa berlaku izin keramaian telah habis. Bahkan, ada usaha hiburan malam, yang nekat beroperasi tanpa memiliki surat izin keramaian dari pihak kepolisian. Demikian temuan Polres Buleleng ketika menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung III 2018 pada tengah malam Sabtu (8/12) lalu. Operasi Cipkon Agung dipimpin Wakapolres Kompol Ronny Riantoko dan dikendalikan Karendal Ops Kompol Gede Wali. Puluhan angota polisi dari lintas kesatuan itu mulai melancarkan operasi pukul 24.00 Wita. Beberapa tempat hiburan malam di pusat wisata Lovina ini dijadikan sasaran operasi cipkon. Yang dilakukan polisi saat operasi, memasuki ruang tempat hiburan malam dan memberi informasi kepada pengunjung agar tetap berada di tempat. Tak pelak hal itu membuat situasi dari semula kisruh oleh dentuman musik, berubah menjadi tegang. Satu per satu pengunjung diminta mengeluarkan kartu identitas diri. Selain itu, barang bawaan semua pengunjung tidak luput dari perhatian aparat. Dari pemeriksaan itu, polisi belum menemukan adanya pengunjung yang tanpa identitas. Barang haram yang diincar seperti narkoba juga tidak ditemukan. Hanya, pada

operasi itu polisi menemukan kalau tempat hiburan malam di sentra wisata Lovina itu beroperasi sampai dini hari. Temuan ini dianggap melanggar. Alasannya, tempat hiburan malam itu beroperasi melewati batas waktu yang ditentukan. Aturan batas maksimal tempat hiburan malam beroperasi sebenarnya sudah tertera pada surat izin menggelar keramaian yang dikeluarkan kepolisian setempat. Tidak saja melanggar jam beroperasi, dokumen izin keramaian dari usaha tempat hiburan malam tersebut telah habis masa berlakunya. Wakapolres Kompol Ronny Riantoko mengatakan, usaha tempat hiburan malam wajib mengikuti aturan yang ada. Terutama masalah jam beroperasi, diharapkan pengelola tertib, sehingga hal itu dapat mencegah terjadinya hal-hal yang bisa saja mengganggu situasi kamtibmas di wilayah hukum (wilkum) Pol-

Bali Post/ist

CIPKON AGUNG - Sejumlah tempat hiburan malam di sentra wisata Pantai Lovina disasar polisi dalam Operasi Cipta Kondisi Agung (Cipkon) III 2018, Sabtu (8/12) lalu. res Buleleng. Pihaknya juga meyayangkan kalau masa berlaku izin keramaian itu tidak diperpanjang sesuai ketentuan yang ada. “Operasi kali ini untuk menjaga situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik dan terhindar dari aktivitas negatif di tempat hiburan malam di daerah kita,” katanya.

Atas pelanggaran yang dilakukan pihak manajemen itu, kata Kompol Ronny, pihaknya memberi kesempatan segera mengurus izin keramaian kepada pihak berwajib. Tidak cukup hanya mencari izin, siapapun manajemen tempat hiburan malam di daerah ini diingatkan agar mentaati jam

beroperasi. “Kami beri kesempatan pihak manajemen hotel mengurus izin. Penting izin itu ditaati dengan baik. Setelah ini kita pantau lagi dan kalau kembali ditemukan melanggar, ya pasti akan ada penindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya. (kmb38)

Rakorbang Tahun 2020

Undiksha Mantapkan Reakreditasi hingga Model Penganggaran Ideal UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan (Rakorbang) 2020 dari 7 sampai 9 Desember 2018. Rapat yang digelar di Hotel Madu Sari, Kecamatan Kintamani, Bangli itu tujuannya menyatukan persepsi terhadap berbagai hal yang menjadi motor penggerak mewujudkan visi Undiksha menjadi universitas unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana di Asia tahun 2045. Menurut klasifikasi dan pemeringkatan perguruan tinggi Indonesia oleh Kemenristekdikti tahun 2018, Undiksha berada di urutan ke-36. Adapun indikator penilaian yang digunakan, terdiri dari kualitas sumber daya manusia (SDM), kualitas manajemen, kualitas kegiatan mahasiswa, dan kualitas penelitian serta publikasi. Sedangkan berdasarkan ranking Webometrik, Undiksha berada pada ranking 89 di Indonesia dari 2.110 universitas. Menempati ranking 2.072 di Asia dari 13.090 universitas. Kemudian ada di posisi 5.691 di dunia dari 11.994 universitas (sumber: http://www.webometrics.info) yang diakses 5 Desember 2018. Hasil perankingan itu tetap harus dievaluasi untuk bisa menjadi perguruan tinggi lebih baik, dan mewujudkan visi yang telah diusung. Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jempel, M.Pd. mengata-

BUKA RAKORBANG - Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. membuka Rakorbang 2020 di Hotel Madu Sari, Kecamatan Kintamani, Bangli. kan mendukung perkembangan yang sudah dicapai saat ini, perencanaan, penganggaran, dan penyusunan kegiatan terus dimantapkan. Khususnya, tahun 2020, antara lain reakreditasi program studi menuju prodi unggul. Kata Jampel, tahun 2018, telah dialokasikan pemikiran, waktu, tenaga, dan pendanaan yang cukup besar, dalam rangka mempersiapkan reakreditasi institusi dari B menuju A, termasuk juga 22 program studi. ‘’Sampai saat ini kami sedang menunggu visitasi akreditasi perguruan tinggi. Dokumennya telah dikirim Oktober 2018,’’ katanya. Publikasi karya ilmiah dosen, baik jurnal internasional bereputasi, jurnal nasional terakreditasi, konferensi in-

ternasional terindeks, atau pada seminar nasional juga turut menjadi fokus. Dalam upaya meningkatkan hal itu, pada 2017 telah dicanangkan sebagai tahun publikasi. Ini pun didukung perbaikan tata kelola, pengembangan jurnal-jurnal baru, menyiapkan Klinik Manuskrip dan pendampingan. Itu dilakukan untuk percepatan kenaikan jabatan akademik. ‘’Artikel dosen yang dimuat di jurnal terindeks Scopus di tahun 2017 sebanyak 32 artikel. Pada 2018 menjadi 160 artikel,’’ tegasnya. Jampel menambahkan, persaingan universitas semakin ketat dan segala hal juga dituntut serba cepat. Menyikapi hal itu, universitas yang memiliki delapan fakultas ini melakukan pengembangan

dan pemanfaatan teknologi. Hal tersebut sudah diwujudkan, antara lain dalam sistem kerja dosen, sistem kerja pegawai, sistem hukum dan tata laksana, scholar Undiksha, dan pangkalan data dosen. Revolusi industri 4.0 turut menjadi pembahasan dalam Rakorbang ini. Undiksha sebagai perguruan tinggi dituntut menghasilkan SDM andal, telah mempersiapkan strategi. Seperti membekali multikompetensi kepada lulusan. Salah satunya bahasa Inggris, memberikan ruang dan waktu lebih luas kepada peserta didik untuk membangun kemampuan softskill-nya. Reformasi birokrasi pun tak terlupakan. Undiksha mencanangkan Quick Wins ‘’Pelayanan Terpadu’’. ‘’Melalui ini, diharapkan ada peningkatan kualitas layanan publik serta memberikan akses lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik,’’ jelas Jampel yang sempat menjabat sebagai Wakil Rektor II Undiksha. Undiksha telah ditetapkan sebagai PK-BLU April 2015. Di tengah kebijakan itu, alokasi dana untuk melaksanakan kegiatan sangat minim. Sebab, separuh dana PNBP dialokasikan untuk remunerasi (penghargaan finansial terkait kinerja) dosen dan pegawai. Menyikapi hal itu, perguruan tinggi terbesar di Bali Utara ini akan

meningkatkan student body dengan memperhatikan aspek quality generating dan income generating. ‘’Konsep ini harus kami matangkan sehingga pada rekrutmen mahasiswa baru tahun 2019 sudah terealisasi,’’ sebutnya. Tak kalah penting pula, Undiksha juga memantapkan penganggaran berbasis Dana Operasional Mahasiswa (DOM). ‘’Ini juga ingin kami wujudkan,’’ katanya. Pada program Rakorbang, selain rektor, wakil rektor juga memberikan paparan berbagai kebijakan sesuai bidangnya. Selain itu pula, dihadirkan narasumber, yakni Kepala Biro Keuangan dan Umum Sekretariat Jenderal Kemenristekdikti Moh. Wiwin Darwina, S.E., M.Si. memberikan materi pemanfaatan aset dan SDM dalam upaya peningkatan PNBP. Ada pula Ketua Forum WR II PTN PKBLU Dr. S. Martono, M.Si. yang juga akademisi Universitas Negeri Semarang (Unnes), membawakan materi usulan penyusunan anggaran Unnes, tahapan persiapan barang dan jasa, termasuk cara dan metode pemilihannya. Terakhir, Direktur Sarana Prasarana Kemenristekdikti Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. menyampaikan kebijakan perencanaan dan pengembangan sarpras PTN, LLDikti, dan Lembaga Iptek. (ad349)


GIANYAR

Senin Wage, 10 Desember 2018

9

Takut Terjadi Longsor Susulan

Sejumlah Tetangga Korban Tinggalkan Rumah

Bali Post/nik

BERSERAKAN - Puing-puing rumah korban dan peralatan rumah tangga masih berserakan di TKP.

Sempat Beberapa Kali Longsor

Gianyar (Bali Post) Pasca-insiden tanah longsor yang merobohkan rumah I Made Oktara Dwi Paguna, sejumlah tetangga korban di seputaran Gang Taman Beji, Banjar Sasih, Desa Batubulan mulai mengungsi. Mereka mengaku takut jika terjadi longsor susulan. Terlebih, perumahan tersebut berdiri di kawasan yang tegak lurus dengan sungai sedalam kurang lebih 20 meter.

BENCANA longsor di kawasan pinggir Sungai Yang Taman Beji, Banjar Sasih, Desa Batubulan ternyata bukan pertama kali terjadi. Bencana serupa sempat beberapa kali terjadi, namun belum sampai memakan korban jiwa. Klian Dinas Banjar Sasih Desa Batubulan Kecamatan Sukawati I Ketut Wirama mengatakan hal itu, Minggu (9/12) kemarin. Menurut Wirama, lokasi bencana longsor yang menimbun satu keluarga itu dulunya merupakan lahan sawah dengan posisi miring. Namun, pihak pengembang melakukan peng-urug-an sehingga lahan itu menjadi rata. ‘’Jadi, bagian timurnya ini memang di-urug dulu. Tentunya, di bagian sisi timur dibuatkan senderan dulu,’’ ujarnya. Meski telah dibuatkan senderan, ternyata longsor tetap terjadi. Bahkan, sudah beberapa kali terjadi. Dikatakan, longsor pertama terjadi saat musim penghujan ketika lokasi tersebut hanya berupa fondasi. Lalu ketika musim hujan berakhir, lahan tersebut kembali di-urug untuk dibangun rumah. ‘’Rumah yang dibangun itu juga mengalami keretakan. Waktu itu masih kosong tanpa penghuni. Akhirnya, yang punya rumah membongkar lalu dibangun ulang,’’ jelasnya. Rumah yang telah jadi inilah kemudian dibeli oleh korban I Made Oktara Dwi Paguna beserta istri dan ketiga anaknya. Mereka menempati rumah itu sejak Mei 2017 lalu. ‘’Korban mungkin termasuk pembeli yang ketiga. Bisa jadi dapat di bawah harga standar,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Gianyar Wayan Sudamia mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terkait izin perumahan di Gang Taman Beji Banjar Sasih tersebut. ‘’Besok akan saya cek di kantor, itu izinnya bagaimana,’’ katanya. Pantauan Bali Post di TKP, puing-puing sisa bangunan rumah I Made Oktara Dwi Paguna yang roboh akibat longsor masih nampak berserakan di pinggir sungai. Sejumlah perabotan rumah tangga juga masih nampak berserakan. Hal ini pun menjadi tontonan. Sementara itu, Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan pihaknya memang tidak melanjutkan proses evakuasi barang-barang milik korban. Selain karena hal itu bukan merupakan kawasan umum, juga karena belum adanya permohonan dari pihak korban maupun intansi terkait. ‘’Berbeda kalau material itu di fasilitas umum, tentu akan segera kita tangani,’’ ujarnya. Oka Digjaya menegaskan, pihaknya akan kembali terjun ke lokasi jika ada permintaan bantuan dari warga. ‘’Makanya, sementara kita lakukan evakuasi korban saja kemarin, selebihnya itu belum,’’ katanya. (nik)

Ewa Ramaha Werdita, warga yang tinggal tepat di sebelah barat rumah korban, mengaku memilih pindah sesuai saran petugas. Selain itu, kepindahan ini memang keinginannya sendiri melihat posisi rumahnya yang kini bersebelahan dengan jurang sedalam 20 meter. ‘’Selain disuruh polisi untuk mengosongkan rumah ini, saya juga khawatir dengan longsor susulan. Makanya, saya pilih mengungsi,’’ kata Ewa Ramaha Werdita, Minggu (9/12) kemarin. Menurut Ewa Ramaha Werdita, saat ini dirinya memilih kos di seputaran Kuta, karena memang bekerja pada salah satu hotel di Kuta. Sementara barang-barang di rumahnya kini dititipkan di rumah tetangga di Gang Taman Beji Banjar Sasih itu. ‘’Untuk sementara barang-barang saya titipkan di tetangga,’’ katanya. Pria berusia 28 tahun asal Klungkung ini mengaku masih shock dengan insiden yang menimpa keluarga tetangganya. Saat kejadian pada Sabtu pagi itu, ia mengaku sedang bekerja di Kuta. ‘’Saya tidak menyangka sampai terjadi seperti ini. Saya masih shock,’’ ucapnya. Tidak hanya Ramaha, sejumlah tetangga lain yang rumahnya berada di sebelah timur juga memilih mengosongkan rumah mereka yang berada tepat di pinggir tebing sedalam 20 meter itu. ‘’Beberapa tetangga kabarnya juga tidak berani tinggal di sini,’’ ujarnya. Pantauan Bali Post, TKP tanah longsor yang merenggut korban jiwa itu malah menjadi tontonan warga pada Minggu pagi kemarin. Karena saking penasarannya, puluhan warga nampak melewati garis polisi. Bahkan demi memastikan lokasi longsor, mereka yang beberapa mengajak anak-anak ini juga ada yang berani berdiri di pinggir tebing yang tanahnya masih labil. ‘’Penasaran dengan kejadiannya. Mumpung hari Minggu, saya coba cek ke sini,’’ ujar Komang Adi, warga Karangasem yang tinggal di Desa Batubulan Kangin ini. (kmb35) PENASARAN - Sejumlah warga yang penasaran mendatangi lokasi tanah longsor yang merenggut korban jiwa, Minggu (9/12) kemarin.

Pengunjung KRG Didominasi Fakultas Ekonomi Unwar Gelar BSM di Desa Pejeng Pelajar dan Peneliti Diikuti Seribu Lebih Mahasiswa

FAKULTAS Ekonomi Universitas Warmadewa (FE Unwar) menyelenggarakan pembukaan Bakti Sosial Mahasiswa (BSM) dengan tema ‘’Melalui Bakti Sosial Mahasiswa Fakultas Ekonomi Ke17, Kita Wujudkan Rasa Peduli Sesama dengan Mengembangkan Pariwisata Berbasis Lingkungan’’ di SMPN 3 Tampaksiring. Kegiatan yang diikuti 1.100 peserta mahasiswa baru FE Unwar ini berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (8/12) hingga Minggu (9/12). Acara yang dibuka Bupati Gianyar diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Drs. I Made Suradnya,

M.Si. ini dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi Unwar, para Wakil Dekan FE Unwar, Kaprodi dan Sekretaris Prodi, UPM FE, dosen dan staf FE Unwar. Selain itu, juga dihadiri perwakilan Camat Tampaksiring, perwakilan Perbekel Desa Pejeng, perwakilan Kapolsek Tampaksiring, dan perwakilan Danramil Tampaksiring. Selama kegiatan diisi dengan lomba antarmahasiswa, bersih-bersih di lingkungan Desa Pejeng, pencegahan stunting untuk ibu hamil dan balita di bawah 2 tahun, penanaman pohon, pembagian sembako untuk masyarakat setempat, pembagian ATK, lomba anak-anak dan

BSM - Dekan Fakultas Ekonomi Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. saat pembukaan BSM di Wantilan Pura Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Sabtu (8/12).

masyarakat setempat, hingga kegiatan pemberdayaan daur ulang limbah. Selain itu juga diadakan pengabdian kepada masyarakat dari dosen FE Unwar kepada para pedagang di kawasan Pasar Desa Pejeng. Dekan Fakultas Ekonomi Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. mengatakan, latar belakang kegiatan ini untuk memperkenalkan mahasiswa baru lebih awal tentang dunia kerja dari lingkungan desa. Apalagi visi-misi Unwar yaitu mengamanatkan pariwisata berwawasan lingkungan. ‘’Kalau berbicara pariwisata sama dengan kita berbicara tentang desa. Di samping mereka mengenal desa itu sendiri, mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan pendampingan, pembinaan baik kepada generasi muda maupun usaha-usaha keluarga atau kegiatan-kegiatan inovatif lainnya yang ada di desa,’’ ujarnya. Sara menambahkan, kegiatan ini sangat penting bagi lembaga Unwar, karena setelah seribu lebih mahasiswa ini akan kembali ke kampus, mereka masing-masing akan membuat laporan yang diharapkan bisa terwujud dalam PKM. Kegiatan ini juga menjadi suatu kesempatan untuk memperluas wawasan para mahasiswa. ‘’Sampai saat ini, mereka hanya berkecimpung di kampus saja. Mereka mungkin mendengar tentang pengabdian kepada masyarakat tetapi tidak mengenal langsung desa itu sendiri dan bagaimana melakukan kegiatan di desa,’’ ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, kata Sara, FE Unwar juga melibatkan para dosen untuk melakukan observasi lapangan dalam kaitan menyusun proposal pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dipastikan berdampak positif kepada lembaga. Sementara itu, Bupati Gianyar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Drs. I Made Suradnya, M.Si. menyampaikan apresiasi kegiatan yang dilakukan FE Unwar. Ia juga menyambut baik dan mengucapkan terima kasih karena telah memilih Kabupaten Gianyar khususnya Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan baksos. ‘’Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memiliki tujuan untuk menumbuhkan kepedulian dan kepekaan dari para mahasiswa terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat,’’ ujarnya. Suradnya mengatakan, kegiatan ini sangat penting mengingat para mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikannya akan terjun kembali ke masyarakat, sehingga kegiatan ini akan dapat menambah pengalaman serta wawasan mahasiswa yang akan dipergunakan sebagai bekal di kemudian hari. ‘’Kegiatan bakti sosial ini tentunya akan membantu meringankan beban masyarakat, mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk hidup bersih, sehat serta peduli pada kelestarian lingkungan,’’ tegasnya. (ad344)

Gianyar (Bali Post) Kebun Raya Gianyar (KRG) yang berlokasi di Desa Kerta, Kecamatan Payangan sudah ramai didatangi pengunjung. Sejak di-lauching pada 2017 lalu, hingga kini sudah tercatat ada belasan ribu pengunjung yang datang ke kebun raya ini. Mereka didominasi pelajar dan peneliti yang ingin mendalami ilmu tentang tumbuhan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan, sejak di-launching pada 17 Juli 2017, angka kunjungan ke KRG memang terbilang tinggi. “Sampai sekarang sudah ada belasan ribu pengunjung yang tercatat datang ke KRG,” ujar Kujus Pawitra, Minggu (9/12) kemarin. Menurutnya, ada sekitar 12.547 pengunjung yang tercatat datang ke Kebun Raya Gianyar. Rinciannya, 2.867 orang berkunjung ke KRG sepanjang 2017. Sedangkan sejak Januari hingga awal Desember 2018 ini tercatat ada 9.986 pengunjung. “Sebelum akhir tahun ini, kami optimis kunjungan bisa mencapai sepuluh ribu lebih,” katanya. Kujus Pawitra menam-

bahkan, para pengunjung ini sekitar 30 persen merupakan pengunjung yang memang ingin berwisata. Sementara sekitar 70 persen pengunjung lagi merupakan pelajar dan peneliti. “Kunjungan masih didominasi pelajar dan peneliti yang ingin mengetahui atau meneliti tanaman yang ada di sini,” katanya. Kujus Pawitra menambahkan, para pelajar yang datang ke KRG memang bisa mempelajari banyak hal tentang tanaman. Apalagi, di kebun raya ini tercatat ada 700 lebih jenis tanaman. “Tanaman itu terdiri dari tanaman tematik, upakara, tanaman obat serta berbagai jenis anggrek serta jenis tanaman lainnya,” terangnya. Disinggung terkait tiket, Kujus Pawitra mengatakan, semua pengunjung yang datang ke KRG memang masih digratiskan. “Petunjuk Bapak Bupati, biarkan gratis dulu sambil melakukan penataan dan pembangunan lebih lanjut. Kami juga belum memberlakukan tiketing, karena sesuai tujuan pembangunan kebun raya adalah fungsi konservasi dan edukasi,” tegasnya.(kmb35)


JEMBRANA

10

Senin Wage, 10 Desember 2018

Malas Kirim Pemberitahuan, Bawaslu Sulit Pantau Kampanye Caleg Negara (Bali Post) – Bawaslu Jembrana mengaku jarang menerima pemberitahuan dari peserta pemilu terkait kegiatan kampanye yang dilakukan. Khususnya peserta pemilu calon legislatif kabupaten, provinsi, dan pusat yang melakukan aktivitas kampanye di wilayah Kabupaten Jembrana. Padahal sesuai aturan, mereka wajib memberikan surat pemberitahuan kepada penyelenggara. Ketua Bawaslu Jembrana, Made Pande Ady Muliawan, Minggu (9/12) kemarin mengatakan, semestinya para caleg yang hendak kampanye baik tertutup maupun terbuka mengirim surat tanda terima pemberitahuan (STTP) baik ke Bawaslu Jembrana maupun ke Kepolisian. Namun selama ini, meskipun sudah banyak caleg baik kabupaten, provinsi maupun DPR RI melakukan kampanye, Bawaslu tidak pernah menerima STTP dari peserta pemilu itu. Lantaran jarang ada STTP itu, Bawaslu kesulitan untuk melakukan

pengawasan terkait kampanye peserta pemilu. Sejatinya menurut Pande, selain prosedur juga untuk kebaikan caleg itu sendiri. Contohnya, untuk keamanan serta ketertiban sehingga sedari awal bisa diantisipasi dari pihak keamanan. Pihaknya beberapa waktu lalu mengaku menerima informasi ada kegiatan salah satu caleg yang ditolak warga karena indikasi kampanye. Tetapi Bawaslu mengaku belum menerima laporan resmi dari pihak caleg yang dipermasalahkan itu. Apalagi juga tidak ada STTP ke Bawaslu terkait aktivitas caleg tersebut. Namun, meskipun caleg yang kampanye tidak ada STTP, Bawaslu secara aktif menjemput bola melakukan pengawasan. Total sejak masa kampanye dimulai, sudah ada 150 lebih kegiatan caleg baik kabupaten, provinsi, maupun pusat yang mendapatkan pengawasan. Informasi yang diperoleh itu menurutnya, justru dari sejumlah sumber di masyarakat termasuk pengawas di kecamatan maupun desa/kelurahan. Tetapi diakuinya ada banyak aktivitas serupa yang tidak terpantau karena tidak ada pemberitahuan sesuai prosedur. (kmb26)

Aspal dan Rabat Beton Cepat Rusak

Jalan di Permukiman Penduduk Diusulkan Dipaving Negara (Bali Post) Seringnya timbul permasalahan jalan rabat beton di perdesaan menjadi catatan legislatif. Khususnya jalan rusak yang dipergunakan untuk di permukiman penduduk. Sejak awal, konsep jalan di permukiman penduduk dan lingkungan semestinya menggunakan paving blok. Bukan aspal ready mix ataupun rabat beton. Ketua Komisi C DPRD Jembrana Ida Bagus Susrama, belum lama ini, mengungkapkan kondisi jalan bila mengacu UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyesuaikan kecepatan kendaraan. Dalam aturan tersebut fungsi-fungsi jalan berdasarkan kecepatan kendaraan. Misalnya, untuk jalan antarkota kecepatan maksimal 80 km/jam. Jalan dalam kota 60 km/jam dan jalan permukiman maksimal 30 km/jam. Jalan-jalan utama sep-

erti jalan antarkota dan jalan dalam kota lazimnya menggunakan aspal menunjang kecepatan. ‘’Nah kalau di permukiman pakai aspal atau rabat, cenderung kendaraan melaju kencang. Sejak awal kami usulkan agar jalan di permukiman menyesuaikan itu,’’ tandas dewan asal Pendem ini. Salah satu solusi adalah menggunakan paving blok untuk jalan permukiman. Pertimbangannya, selain kendaraan tidak bisa leluasa melaju kencang, juga pasangan berongga. Terutama saat hujan, air bisa meresap. Dan dari sisi perawatan, masyarakat bisa mudah mengganti bila terjadi kerusakan. Beda halnya bila aspal bolong atau rusak perlu biaya yang besar. Sejatinya, bila dibandingkan aspal ataupun rabat beton, dari sisi anggaran tidak jauh berbeda. Dan kekuatan juga bisa menyesuaikan. Unsur yang lain adalah

estetika dan keamanan. Kendaraan yang melintas di jalan paving blok pasti akan lebih pelan. ‘’Tinggal kemauan saja, sejak awal untuk di permukiman, gang-gang yang padat penduduk kami usulkan gunakan paving,’’ tandas Susrama. Namun, menurutnya, sahsah saja di gang-gang menggunakan aspal ataupun rabat. Hanya, harus disesuaikan dengan aturan kecepatan kendaraan itu. Terkait seringnya jalan rabat beton cepat retak atau rusak hal tersebut tidak sertamerta karena dampak yang sama. Banyak faktor misalnya beban kendaraan yang melintas melebihi batas. Susrama mendukung terbangunnya akses jalan yang lancar di perdesaan salah satunya melalui jalan rabat beton. Misalnya untuk kepentingan mempermudah masyarakat mengangkut hasil bumi. (kmb26)

Bali Post/olo

JALAN RABAT - Jalan rabat beton di salah satu desa di Kecamatan Negara yang retak. Anggota DPRD mengusulkan agar jalan perdesaan menggunakan paving.

MAKIN PARAH - Abrasi di pesisir Lingkungan Asri Gilimanuk juga makin parah. Selain itu di Lingkungan Jineng Agung pemukiman warga juga kerap diterjang abrasi.

Belum Ada Penanganan Serius, Abrasi di Gilimanuk Makin Parah

Negara, (Bali Post) -

Abrasi pesisir pantai di Lingkungan Asri dan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk kini makin parah. Jarak antara rumah dengan bibir pantai semakin dekat. Jika pasang, air laut masuk sampai ke dalam rumah. Warga pun menjadi was-was. Penanganan dari pemerintah hanya sampai pengiriman bongkahan beton dan buis. Namun, hingga kini belum dipasang karena menunggu alat berat yang tak kunjung datang. Salah satu rumah warga yang terdampak abrasi parah adalah milik janda miskin, Ketut Sukradani (46), di Lingkungan Asri Gilimanuk. Ibu satu anak rumahnya retak diterjang abrasi. Plafon kamar dan dapur yang terbuat dari bedek jebol, dan untuk sementara disangga dengan bambu agar tidak jatuh. Demikian juga dapurnya sudah hancur diterjang abrasi sehingga satu kamar dari dua kamar yang dimiliki kini dimanfaatkan untuk dapur. Posisi rumah Sukradani kini sangat dekat dengan bibir pantai yang sudah hancur karena abrasi. “Jika air laut pasang

sampai ke dalam rumah. Kami khawatir. Jadi tiap air pasang kami mengungsi,” kata Ibu yang sehari-hari membuat canang untuk dijual atau menjadi tukang pijat ini. Menurut rencana, Ketut Sukradani akan merobohkan plapon bedek yang setengahnya sudah disangga bambu tersebut. Dia khawatir jika dibiarkan, plapon bedek itu sangat membahayakan jiwa saat tidur apalagi penuh dengan debu. Selain itu kondisi pantai di belakang rumah Ketut Sukradani dan warga di Lingkungan Asri sudah porak-poranda. Sudah ada bantuan bongkahan beton dan buis datang ke

lokasi. Sementara kelanjutan pemasangan beton buis untuk penghalang ombak hingga kini belum terealisasi. “Infonya, alat berat segera datang tapi sampai sekarang belum ada,” jelas warga di lingkungan Jineng Agung Gilimanuk. Warga mempertanyakan terkait janji tersebut. Warga juga mempertanyakan respons untuk pemasangan senderan yang melindungi rumah mereka. Saat ini mereka sangat was-was karena saat air laut pasang, gempuran ombak tidak dapat terbendung lagi dan pecahan air laut masuk sampai ke rumah mereka. Kini, pemukiman warga sudah

sangat dekat dengan bibir pantai. Lurah Gilimanuk Gede Wariana Prabawa dikonfirmasi, Minggu (9/12) kemarin, untuk pemasangan buis dan merapikan bongkahan beton yang sudah ada di lokasi tinggal menunggu alat berat. Pihaknya juga masih mengupayakan agar bisa segera ditangani. Sebelumnya, Lurah Gilimanuk juga mengatakan, untuk penanganan jangka panjang, kelurahan sudah mengajukan permohonan penanganan abrasi sepanjang 300 meter terutama di Lingkungan Jineng Agung. Sedangkan untuk penanganan jangka pendek, dipasang benteng penahan ombak secara swadaya. Menurutnya saat ini memang dampak abrasi di sepanjang pantai yang penuh warga itu sudah cukup parah. Bahkan akses jalan antarlingkungan sudah mulai putus. (kmb)

Puluhan Rumah di Air Kuning Langganan Banjir

TNI dan Masyarakat Gotong Royong Normalisasi Sungai Negara (Bali Post) – Warga Air Kuning yang tinggal di pinggir sungai Samblong Air Kuning kerap kali langganan banjir pada musim penghujan. Pemicunya, salah satu alur sungai berliku menyebabkan arus air tertahan di saat debit meningkat. Guna mencegah, masyarakat dan TNI akhir pekan lalu bergotong royong melakukan normalisasi aliran air dengan membuat shortcut agar arusnya tidak lagi tertahan. Ratusan warga dari Air Kuning dan Kelurahan Sangkaragung bersama TNI, BPPD Jembrana, ASN Pemkab Jembrana berupaya melakukan normalisasi jalur air. Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan yang turun juga ikut bergotong royong bersama warga. Sejumlah pohon yang menghalangi jalur air dan jalurnya dibuat dengan eskavator milik Pemkab dan

eskavator sewaan sumbangan warga. Kepala Desa Air Kuning Samanhuri mengatakan, gotong royong ini dipicu adanya keluhan warga yang sering kebanjiran tiap musim penghujan. Akhirnya setelah melakukan pertemuan dengan Wabup Kembang dan negosiasi dengan pemilik tanah yang menjadi jalur air, disepakati pembuatan shortcut sepanjang 75 meter. Diakui Samanhuri, di bantaran sungai itu ketika banjir sekitar 50 rumah pasti terendam. Sebelum adanya shortcut, alur airnya kurang baik dan berliku. Wabup Kembang berharap agar warga yang sering mengalami kebanjiran, dengan adanya shortcut dibuat bersama-sama ini tidak lagi mengalami hal serupa. Eskavator diturunkan untuk mempercepat pengerukan bantaran sungai. (kmb26)

Bali Post/olo

GOTONG ROYONG – Warga bersama TNI membuat shortcut aliran air sungai yang menjadi pemicu sering terjadinya banjir di Air Kuning.


Senin Wage, 10 Desember 2018

KARANGASEM

11

Siswa SMA/SMK Diberikan Kursus Kepemiluan Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem mengadakan Kursus Kepemiluan untuk siswa jenjang SMA/SMK. Kursus ini diadakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan informasi mengenai pemilu. Komisioner KPU Karangasem Putu Deasy Natalia menegaskan, acara kursus kepemiluan akan terus dilaksanakan. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan sosialisasi kepada masyarakat pemilih lama maupun pemilih pemula. ‘’Kursus ini diadakan dengan narasumber I Ketut Udi Prayudi. Peserta adalah perwakilan

seluruh SMA/SMK Se-Karangasem. Adapun materi yang diberikan di antaranya pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil, prinsip-prinsip demokrasi, tahapan pemilu, serta sejarah pemilu,’’ ujarnya. Deasy menambahkan, seusai mengikuti kursus kepemiluan tersebut para peserta diberikan kertas berwarnawarni. Mereka diminta menu-

liskan harapan mengenai Pemilu 2019 mendatang. ‘’Anak-anak sangat antusias menuliskan harapannya. Rata-rata menulis harapan mereka agar pemilu itu berjalan lancar dan jujur. Saya sangat bangga jika apa yang ditulis anak-anak itu juga diimplementasikan saat mereka mengikuti pemilu,’’ pinta Deasy. (kmb41)

Bali Post/kmb41

KURSUS KEPEMILUAN – KPU Karangasem memberikan khursus kepemiluan kepada anak SMA/SMK.

Diduga Depresi

Jero Mangku di Menanga Nekat Gantung Diri Amlapura (Bali Post) Jro Mangku Komang Nyeneng (85) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Peristiwa yang tidak diinginkan itu terjadi di kamar mandi miliknya, Minggu (9/12) kemarin. Pria asal Dusun Menanga Kangin, Desa Menanga, Rendang itu nekat mengakhiri hidupnya. Korban mengakhirnya hidupnya dengan salah pati itu diduga karena mengalami depresi.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 Wita. Korban pertama kali ditemukan oleh menantunya, Ni Luh Suastini. Korban nekat gantung diri di kamar mandi menggunakan tali plastik warna biru. Dari hasil pemeriksaan Tim Medis Puskesmas Rendang menunjukkan tanda-tanda memang benar gantung diri. Paramaternya, dari kemaluan korban keluar air mani. Selain

itu, juga keluar tinja dari dubur. Kondisi lidah menjulur tergigit. Matanya terpejam. Yang lebih menguatkan lagi, karena pada tubuh korban itu tidak ada tanda-tanda kekerasaan disebabkan oleh benda tumpul ataupun senjata tajam. Bisa jadi karena itu pihak keluarga menolak jasad korban diautopsi. Selanjutnya, Jero Mangku Nyeneng itu akan dimakamkan secara adat yang berlaku di Desa Menanga.

Anak kandung korban, I Ketut Darmika, mengatakan jika ayahnya mengalami depresi. Kata dia, dalam kesehariannya ayahnya sering menunjukkan tingkah laku yang aneh -aneh. ‘’Dua hari lalu bapak sempat memotong-motong pakaiannya. Mungkin karena depresi itu bapak nekat gantung diri. Kami pihak keluarga sudah ikhlas menerima kepegian beliau,’’ ujarnya. (kmb41)

Peralatan Senzo dan Mobil Terbatas, BPBD Tak Maksimal Tangani Bencana

Hujan lebat yang mulai turun sejak beberapa hari belakangan ini membuat wilayah Karangasem mulai dikepung bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Realitas itu membuat BPBD harus bekerja ekstrakeras menangani bencana tersebut. Hanya, dalam penangan itu, BPBD masih kekurangan peralatan, sehingga penanganan bencana itu menjadi tidak maskimal. Peralatan apa saja diperlukan sehingga penanganan bencana bisa optimal dilakukan ? KALAK BPBD Karangasem Ida Bagus Aribawa, Minggu (9/12) kemarin mengungkapkan, kalau Sabtu (8/12) wilayah Karangasem memang banyak terjadi bencana pohon tumbang. Pohon itu tidak saja menimpa rumah warga tetapi pohon itu tumbang dan melintang di jalan raya. Bukan pohon, tanah longsor juga terjadi di sejumlah titik. Dalam upaya menangani hal itu, pihaknya sedikit menemukan kendala akibat keterbatasan peralatan pemotong kayu yakni senzo. Saat ini, BPBD hanya memiliki tujuh senzo. Dengan jumlah segitu jadi kewalahan ketika banyaknya kejadian pohon tumbang itu. ‘’Kita memiliki tujuh alat senzo. Namun tiga tidak bisa dipakai. Normalnya minimal punya 12 senzo. Seperti kejadian pohon tumbang kemarin (Sabtu - red) yang cukup banyak, minimal satu regu ada empat senzo, sehingga proses penanganan pohon tumbang itu bisa lebih cepat dilakukan,’’ ujarnya. Karena jumlah senzonya kurang, jadi pihaknya kewalahan melakukan penanganan peristiwa alam itu. Seharusnya

kita bisa bergerak dengan tiga regu. Dengan keterbatasan ini kita hanya bisa bergerak dengan satu regu. Sangat tidak mungkin bergerak tanpa peralatan. Bisa-bisa kita diketawai masyarakat,’’ tegas Arimbawa. Dia menjelaskan, dengan wilayah yang memiliki pontensi bencana cukup tinggi. Apalagi bulan ini sampai Februari

bencana tanah longsor, pohon tumbang dan lainnya masih berpotensi terjadi. Mengingat intensitas hujan diperkirakan cukup tinggi. Kondisinya jadi relatif berat, karena tahun 2019 tidak dianggarkan dana pembelian peralatan tersebut. ‘’Tak ada perlatan, sudah pasti membuat kita tidak bisa berbuat banyak Padahal BPBD ini memerlukan alat-alat seperti itu guna penanganan bencana. Kita dituntut selalu siap. Sebab, bencana itu tidak bisa diprediksi kapan terjadi. Penanganannya juga tidak bisa ditunda-tunda. Maka dari itu, mau tidak mau kita berusaha kerja semaksimal mungkin walau dengan keterbatasan peralatan,’’ jelas Arimbawa. Untuk mempercepat proses penangan ketika ada bencana longsor dan pohon tumbang

Bali Post/kmb41

POHON TUMBANG - Petugas dari BPBD Karangasem saat melakukan penangan pohon tumbang. Sejauh ini BPBD masih terkendala peralatan untuk melakukan penanganan bencana.

itu, untuk alat berat itu, kata Arimbawa, kita berkoordinasi dengan instansi terkait Dinas PUPR. Pihaknya juga bekerja sama dengan masyarakat. Itu pun kalau bencana kecil. Namun, kalau intensitas bencana besar maka tetap meminjam alat berat ke PUPR. Dia mencontohkan seperti sekarang ini, penanganan longsoron di Ulakan dan di Nangka, di sana ada gerusan tanah. Namun pihaknya belum bisa bergerak. Alat loader mengalami kerusakan dan masih dalam proses perbaikan. ‘’Beberapa titik memang sudah kita tangani, tetapi penanganannya belum maskimal. Infonya Senin alatnya baru bisa beroperasi lagi. Semoga saja benar besok (Senin - red) alatnya sudah bisa digunakan,’’ jelasnya. Ke depannya, pihaknya juga ingin mengajukan bantuan mobil operasional. Pasalnya, sampai saat ini hanya memiliki dua mobil operasional dobel kabin. Itupun Kondisinya sudah kurang maskimal. Pasalnya, setiap hari dipergunakan menangani kegiatan ke manamana,’’ jelasnya. BPBD berharap bantuan satu mobil operasinal lagi, karena mobil itu bekerja terus. Bahkan kemarin (Sabtu - red) mobil itu sampai 15 kali keluar. Coba bayangkan bagaimana panasnya mesin itu. Mobil juga sama seperti manusia, perlu juga istirahat. Jadi, ke depannya diharapkan bisa dibantu satu mobil operasional lagi guna menunjang aktivitas petugas BPBD dalam menangani bencana,’’ harap Arimbawa. (eka)

Bali Post/kmb41

ALUMNI - Puluhan alumni angkatan 1990 saat foto bersama dengan Kepala SMAN 2 Amlapura beserta para guru pengajar.

Angkatan 1990 Gelar Reuni di SMAN 2 Amlapura

Momen Saling Membantu dan Motivasi Sesama Alumni

Amlapura (Bali Post) Suasana di SMAN 2 Amlapura, Minggu (9/12) kemarin nampak berbeda dari biasanya. Pasalnya, puluhan alumni angkatan 1990 melaksanakan reuni akbar. Kegiatan yang dihadiri Kepala SMAN 2 Amlapura I Nengah Miasa, guru, dan guru yang sudah pensiun itu tujuannya untuk mengenang masamasa indah di sekolah. Ketua Alumni Angkatan 1990 I Gede Surya Dyatmika didampingi Humas I Wayan Gede Surya Kusuma mengatakan, kegiatan reuni ini merupakan yang ketiga kalinya. Reuni pertama dilaksanakan di Warung Makan Sari Murti, Karangasem, kemudian di Swan Restaurant di Gianyar dan yang ketiga di SMAN 2 Amlapura ini. Jumlah alumnus yang menghadari reuni kali ini sekitar 80 orang, dari ratusan alumni angkatan 1990. ‘’Kegiatan ini dilakukan mengenang masa-masa indah kita dulu ketika masih SMA. Alumni ini berasal dari berbagai daerah di Karangasem. Bahkan ada dari Lombok, Jakarta juga menyempatkan diri mengikuti reuni kali ini. Kegiatan ini juga sebagai bentuk terima kasih kepada sekolah, karena telah mengantarkan seperti saat ini,’’ ungkapnya. Momen ini sekaligus menjadi media bertukar informasi, baik berkaitan profesi maupun lainnya. Pasalnya, alumni tahun 1990 ini memilik pekerjaan berbeda. Ada menjadi PNS, pengusaha, polisi dan yang lainnya. Jadi, kesempatan ini sangat

tepat untuk berbagi informasi. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan aksi sosial yang dimulai dari yang terdekat yakni alumni atau teman seperjuangan sekolah. Salah satunya memberikan bantuan bedah rumah kepada alumni yang ekonominya lemah. ‘’Para alumni angkatan 1990 sudah banyak melaksanakan legiatan sosial sesama alumni maupun masyarakat. Salah satunya ketika Karangasem dilanda bencana erupsi Gunung Agung setahun lalu kita angkatan 1990 melaksanakan kegiatan sosial dengan cara mendatangi rumah alumni yang rumahnya terdampak erupsi Gunung Agung tersebut. Bersyukur, bisa memberikan bantuan sekadarnya. Setelah itu memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,’’ jelasnya sembari berharap lewat kegiatan ini diharapkan bisa dijadikan warna baru agar ke depannya mereka mampu mempertahankan prestasi yang diraih selama ini oleh anak-anak SMAN 2 Amlapura. Salah seorang perwakilan alumni angkatan 1990, I Nengah Subangsawan, mengatakan kalau pihaknya sangat bangga sekali bisa ikut kegiatan reuni ini. Karena reuni ini bukan sekadar kumpul, makan, setelah itu bubar. Akan tetapi, reuni ini sekaligus juga dilakukan aksi sosial kepada sesama alumni. ‘’Reuni ini jangan hanya ada ketika senang saja, tetetapi juga ketika sesama alumni sakit. Penting sekali kita harus

ada di samping mereka untuk memberikan motivasi kepada alumni yang sakit agar semangat menjalani kehidupan ini,’’ jelas pria yang juga sebagai Kapolsek Manggis itu. Kepala SMAN 2 Amlapura I Nengah Miyasa menjelaskan, pihaknya menyambut baik reuni ini. Karena para alumni mau kembali berkunjung ke sekolah tempat mereka mencari ilmu dulu. Kegiatan reuni alumnus seperti ini, kata Miyasa, sudah beberapa kali dilakukan di sekolah ini, yakni alumni angkatan 1996, 1998, 1998, 2000, 2001 dan sekarang angkatan 1990. ‘’Kami pihak sekolah membuka pintu seluas-luasnya bagi alumni yang mau reuni di sekolah ini. Karena reuni di sekolah kesannya jauh lebih terasa dibandingkan di tempat lain,’’ ujarnya. Miasa juga mengucapkan banyak terima kasih kepada alumni 1990 karena sudah memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp 5 juta untuk sekolah ini. Di mana bantuan yang diberikan itu akan disalurkan kepada siswa yang berhak menerimanya. Pihak sekolah memberikan beasiswa kepada siswa yang kurang mampu, sehingga bantuan ini nantinya bisa dimanfaatkan pihak sekolah. Pada acara itu juga diserahkan bantuan dari alumni angkatan 1990 kepada SMAN 2 Amlapura, uang pendidikan sebesar Rp 5 juta. Di samping itu juga para alumni membagikan cenderamata kepada para guru yang mengajar mereka terdahulu. (kmb41/k250)


KLUNGKUNG

12

Senin Wage, 10 Desember 2018

Dipasang di Tembok Puri Agung Klungkung

APK Caleg NasDem Dirusak Orang Tak Dikenal

PENGHARGAAN - Bupati Klungkung Nyoman Suwirta usai menerima penghargaan dalam ajang Innovative Government Award 2018 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sepuluh Program Inovatif Unggulan

Pemkab Klungkung Raih Peringkat Ke-6 Nasional ”Innovative Government Award 2018” MELALUI 10 program inovatifnya, Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali meraih penghargaan di tingkat nasional. Kali ini penghargaan diraih di ajang Innovative Government Award 2018 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan berupa piagam ini diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dari Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Jumat (7/12) malam. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengaku bangga, karena Klungkung yang baru pertama kali mengikuti ajang ini, sudah mampu masuk nominasi sepuluh besar dan berada pada peringkat ke-6 serta menyisihkan puluhan kabupaten lain di Indonesia. Namun di sisi lain, Bupati Suwirta juga

menyatakan, sedikit kecewa karena video saat wawancara yang berisi pemaparan keunggulan program inovasi serta pengakuan nasional terhadap program tersebut tidak ditampilkan. Sedangkan seluruh video para nominator lainnya ditampilkan secara utuh. Saat ditanyakan terkait video tersebut, para panelis dan panitia mengaku tidak tahu- menahu. Berbeda dengan lomba Inovasi Pelayanan Publik 2018 yang digelar Menpan RB yang fokus pada keunggulan dan orisinalitas program, di ajang Innovative Government Award 2018 ini penilaian menitikberatkan pada jumlah kuantitas program yang didaftarkan, bukan kualitas dan orisinalitas dari program inovatif yang diciptakan. Para pemenang dalam lomba ini bahkan mengirimkan

150 s.d. 600 program untuk bisa menjadi juara. Klungkung yang pertama kali turun dan mengirimkan 10 program unggulan dan mampu masuk peringkat ke-6. Belajar dari hal ini, maka Bupati Suwirta mengaku akan mengajak seluruh OPD lebih inovatif menciptakan program inovasi yang berkualitas sesuai dengan bidang kerja masing-masing. Program yang mampu memberikan output dan outcome bagi masyarakat, mudah diduplikasi serta memberikan manfaat yang besar untuk kesejahteraan masyarakat. “Semoga tahun depan kita bisa lebih baik dan yang tidak kalah pentingnya bisa meningkatkan tambahan DID (Dana Insentif Daerah) untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya. (ad350)

Populasi Monyet Tak Terkendali, Jarah Pertanian Warga Komisi II Minta BKSDA Bali Turun Tangan Semarapura (Bali Post) Petani dari beberapa subak abian di Kecamatan Dawan, mendatangi Komisi II DPRD Klungkung. Mereka mengeluhkan populasi monyet yang kian tak terkendali, menjarah berbagai hasil pertanian warga berupa aneka palawija hingga masuk ke rumah-rumah warga. Para petani ini meminta dewan menyampaikan aspirasi mereka ke pihak terkait, untuk segera melakukan penanganan. Ketua Komisi II DPRD Klungkung Komang Suantara, Minggu (9/12) kemarin, mengatakan, masyarakat setempat sudah sejak lama merugi akibat ulah monyet ini dan sudah menganggapnya sebagai hama yang harus segera diatasi. Dia menegaskan, populasi monyet mulai tinggi di beberapa desa, seperti Desa Paksebali dan Pesinggahan. Selain merugikan petani, warga juga khawatir, karena monyet-monyet ini mulai memperlihatkan perangai galak hingga ganas. Dikhawatirkan, monyet ini menggigit warga dan memicu penyakit baru bagi warga sekitar. Kalau tidak segera tertangani, bisa menjadi masalah baru bagi warga sekitar. Setelah menerima pengad-

uan warga ini, Ketua Komisi II DPRD Klungkung Komang Suantara mengatakan, telah melanjutkan aspirasi ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Bali. Di sana, pihak balai memberikan beberapa cara menghadapi hama monyet ini. Mulai dari melakukan pemetaan, konservasi hingga upaya eliminasi dan kebiri. “Selanjutnya, BKSDA Bali akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian (Bidang Peternakan), untuk segera mengambil tindakan,” ujarnya. Hama monyet ini tidak hanya banyak di wilayah perbukitan Kecamatan Dawan, tetapi juga kawasan perbukitan di Kecamatan Banjarangkan. Namun, sejauh ini, dikatakan belum ada laporan terkait meningkatnya populasi monyet di Banjarangkan. Dalam pertemuan tersebut, Suantara berharap BKSDA Bali dapat bergerak cepat melakukan penanggulangan. Dewan pada prinsipnya menyerahkan sepenuhnya penanganannya kepada pihak balai. Kakaktua Langka Dalam pertemuan itu, BKSDA Bali juga memohon dukungan dalam upaya pelestarian satwa langka. Seperti di

kepulauan Nusa Penida, selain dikenal dengan pelestarian burung Jalak Bali, juga ada hewan langka lainnya, seperti kakaktua mungil. Hewan ini rupanya spesies langka asli Nusa Penida yang memiliki keunikan sendiri. Seperti bentuknya mungil, bulunya putih sedikit kehitaman. BKSDA sempat mencatat populasinya ada enam ekor. Tetapi, belakangan sesuai data terakhir, ditemukan populasinya hanya tinggal satu ekor di seluruh kepulauan Nusa Penida. Pihak BKSDA menambahkan, dari hasil penangkaran, ada beberapa yang sudah berhasil berkembang biak. Rencananya, hasil penangkaran ini akan dilepasliarkan kembali, asalkan ada komitmen bersama dalam menjaga habitatnya, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat sekitar dengan melibatkan desa setempat. “Kami meminta, hentikan perburuan terhadap satwa langka. Kami akan segera usulkan agar eksekutif merancang perda soal satwa langka di Klungkung untuk mengatur ini. Tujuannya, agar ada landasan aturan yang jelas untuk melindungi satwa ini agar tidak punah,” katanya. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Setelah mengundang kontroversi, APK (Alat Peraga Kampanye) milik Caleg NasDem Putu Tika Winawan yang dipasang di tembok Puri Agung Klungkung, dirusak orang tak dikenal. Keberadaan APK itu memang tak melanggar namun dianggap merusak estetika oleh Bawaslu Klungkung. Sementara menurut Putu Tika, balihonya itu sudah mendapat izin dari pihak Puri Agung Klungkung. Baliho milik Putu Tika itu, pada gambar wajahnya dicoret penuh dengan cat semprot warna hitam. Sejauh ini, belum ada yang tahu, siapa orang atau pihak yang melakukannya. Pemilik APK Putu Tika Winawan dihubungi, Minggu (9/12) kemarin, mengaku sudah tahu ada yang merusak APKnya. Dia mengetahuinya setelah banyak menerima laporan dari tim relawannya. “Saya melihat ini bukan sekadar ulah orang usil. Tetapi, ada pihak lain yang ketakutan saya ikut jadi caleg di dapil Kecamatan Klungkung,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Klungkung ini. Kalau ulah orang iseng, seharusnya semua APK milik caleg lain yang terpasang di tembok tersebut diperlakukan sama. Tetapi, faktanya APK lain di tempat yang sama masih utuh. Dianggap melanggar pun

tidak. Dia merasa perlu angkat bicara. Sebab, tidak hanya APK miliknya di tembok Puri Agung Klungkung yang dicoret-coret. Tetapi, yang di tempat lain juga diperlakukan seperti itu. “Ada kekhawatiran (oknum) caleg lain, mungkin saya dianggap ancaman,” katanya. Menurutnya, ada beberapa pihak yang sengaja mencegah dirinya lolos di kursi legislatif DPRD Klungkung. Baik dari oknum caleg lain, maupun sejumlah pihak lain yang menganggap Putu Tika sebagai ancaman di eksekutif. Sebab, semasih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Klungkung, Putu Tika menganggap dirinya memiliki prinsip atau tidak mau ikut arus kelompok manapun, meski berhadapan dengan bupati sekalipun. Meski dalam proses pencalegan ini banyak mendapat ancaman penjegalan, dia mengaku tidak panik. Menurutnya baliho hanya tanda mengingat untuk konstituen. Sebab, terpilih atau tidaknya nanti, tentu konstituennya jauh lebih tahu dan paham, siapa caleg pilihannya. Saat ini, mantan calon Wakil Bupati Klungkung ini, ingin tetap fokus menjaga kepercayaan konstituennya, sebagai wakil rakyat yang bisa dipercaya dan dapat mewakili representasi rakyat. (kmb31)

DIRUSAK - Salah satu APK NasDem di tembok Puri Agung Klungkung, dirusak orang tak dikenal. Wajah sang calon dicoret dengan cat semprot.

Semua Kecamatan Rawan Bencana BPBD Petakan Tingkat Risiko

Semarapura (Bali Post) Hujan disertai angin kencang kian banyak memicu bencana di Bali. Bahkan, sudah merenggut korban jiwa. Untuk Kabupaten Klungkung, potensi bencana merata di seluruh kecamatan, meski dengan segmentasi yang berbeda. Sebagai daerah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, BPBD Klungkung kini sedang mempercepat proses pemetaan risiko bencana di BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada, Minggu (9/12) kemarin, mengatakan sesuai hasil pemetaan tahun 2015, setiap kecamatan memiliki potensi kerawanan bencana yang berbeda. Contohnya, Kecamatan Banjarangkan, potensi bencana paling tinggi berupa tanah longsor. Selain itu juga dampak gempa bumi, tsunami, dan angin kencang. Ini tercermin dari beberapa peristiwa longsor yang langganan terjadi di Banjarangkan, setiap kali terjadi hujan lebat. Beruntung, dalam beberapa peristiwa terakhir tak sampai menimbulkan korban jiwa. Potensi tinggi bencana longsor juga ada di Kecamatan Dawan. Namun, sejauh ini

kalau di kecamatan ini paling banyak terjadi dampak bencana angin kencang. Seperti pohon tumbang menimpa rumah, yang terjadi dalam beberapa pekan lalu. Di samping bentuk bencana lainnya, berupa gempa bumi maupun tanah longsor. “Update daerah risiko bencana tahun 2018 sedang proses asistensi. Targetnya bisa selesai pada akhir tahun 2018. Kita sedang proses peta risiko bencana di BNPB. Mudahmudahan akhir tahun ini sudah selesai,” kata Widiada, seraya menegaskan pemetaan itu berguna untuk mengantisipasi dan evakuasi, bila bencana itu datang, sehingga daerah bisa mengambil tindakan yang cepat.

Sementara di Kecamatan Klungkung, potensi bencana paling tinggi adalah banjir, selain gempa bumi dan angin kencang. Ini merujuk pada kondisi perkotaan yang padat penduduk, di tengah kesadaran warga yang belum merata dalam menjaga kebersihan lingkungan. Potensi bencana angin kencang juga tinggi. Seperti yang terjadi baru-baru ini di Desa Gelgel, hingga merusak belasan rumah, sekolah hingga balai banjar di Banjar Minggir dan Kacangdawa. “Dengan adanya peta risiko bencana dari BNPB nanti, di sana akan memuat setiap risiko bencana lebih detail di setiap desa. Termasuk langkah-langkah antisipasi yang bisa dilakukan dari

sekarang,” tegasnya. Sementara di Kecamatan Nusa Penida, juga tidak kalah genting. Namun, beda dengan tiga kecamatan lain, di daerah kepulauan ini justru potensi bencana terbesarnya adalah kekeringan, di samping juga ancaman gempa bumi, tsunami dan angin kencang. Sebab, sebagai daerah kepulauan, di sana minim sumber mata air. Sehingga, warga di daerah perbukitan masih mengandalkan air hujan. Sebagai langkah antisipatif dari BPBD Klungkung, setiap tahun pihaknya melakukan simulasi bencana di setiap desa. Ini untuk melatih personel sekaligus masyarakat sekitar dalam menghadapi bencana. “Tahun ini kita sudah lakukan simulasi di Banjarangkan. Tahun lalu di Nusa Penida. Setiap tahun kita lakukan sosialisasi ke desa-desa, sekaligus kita buatkan petanya. Tahun ini, Desa Suana yang kita buatkan petanya,” jelas Widiada. (kmb31)

DAMPAK BENCANA Petugas BPBD Klungkung saat melakukan penanganan dampak bencana tanah longsor yang mengakibatkan pohon tumbang, hingga menutup akses jalan di Jalan Raya Takmung, Banjarangkan, belum lama ini.


Senin Wage, 10 Desember 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Urgent, Butuh Waitress,Cook, Kasir, Bar Hub.082147844242 B.BP.001.12.18.0000327

Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl,Jl.Pantai Kuta 40,Kuta B.BP.001.12.18.0000337

SpaTherapist L/P,JuiceBar,Spv Reborn Spa,Sunset SS.Ph:766744 B.BP.001.12.18.0000136

****Villa Looking Reservation And Admin Staff,Good English Send CV to Email: managementvillabali@gmail.com B.BP.001.12.18.0000112

Dicari Admin&Kasir Lam Bawa ke Toko Sinar Abadi Jln.Imam Bonjol No.384 (0361) 499090 Dibutuhkan Satpam Cewek Umur 18-30Th Single,TB 160-165Cm, SMA/Sedrajat(Ada Ijazah Satpam Hubungi:Hotel Kumala Pantai Jln.Warkudara Legian Kaja. Email:kumalapt@indosat.net.id B.BP.001.12.18.0000090

B.BP.004.12.18.0000299

B.BP.001.12.18.0000295

Dicari Sgr : Waiter / Waitress Ramah,Penglmn Min.03 Thn, Bhs Inggris Aktif.Kirim CV ke Coffee Gallery Sanur Ph.281511 B.BP.004.12.18.0000017

G.06

Vacancy at Indonesian company in Adventure Tour, Diving And Resort:Reservation Staff with good command in English for Bali Office.Bio data Before Dec 24,2018 to hrgaffair.mgr@gmail.com

G.01

B.BP.001.12.18.0000331

Rmh Over Kridit Bank Lt2 Jl.Ry Patih Jlantik Gyr 085933592709 B.BP.001.12.18.0000336

DIJUAL TANAH Tnh Pinggir Jalan 17A/Rp.200Jt /A,Ng Sebatu Gyr/088219124095 B.BP.001.12.18.0000166

RUPA-RUPA Ahli Rmh Bcr: Dak,dinding,Tlang Dll,H.Anis 085101779630 Gransi B.BP.001.12.18.0000335

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815/085337370228 B.BP.001.12.18.0000320

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Innova J’11(B)Hitam,Msn Bagus H.140jt nego 0813-3152-5934 B.BP.001.12.18.0000072

B.BP.001.12.18.0000314

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

DIJUAL RUMAH Rmh LT 3Are Jl.Tkd Pancoran, IMB,PAM,PLN,6Kmr,08154708900

G.05

Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com

B.BP.031.12.18.0000292

B.BP.001.12.18.0000284

Dcr Staff Bar,Waiter/ss,Garden /Waker u/Resto Nusa2 H.775058

G.04

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.

Dibutuhkan Therapist yg Berpengalaman untuk Salon&Spa di Kerobokan Hub.081293799814 Dicr Chef & Waitress Berpnglmn Restaurant.CV kirim ke Jln Merta Ayu No.9 HP:081337601000

B.BP.004.12.18.0000293

G.03

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818

B.BP.004.12.18.0000068

Dcr Acc+Pjk S1Acc,Penulis/Writer D3,Tng Operasional &Transport&Airpt, hrd@melali-mice.com Dcr Krywn Min SMA Hub.Krisna Mart Jl.Gn Catur 100X-Gatsu Barat-Dps Sgr Hub.082145521880

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818

DIJUAL RUMAH

KEHILANGAN HlgBPKBR00388DK8509VLAn.Komang Supawarawata Al.Br.DnsYeh Ketipat Ds Wanagiri Sukasada B.BP.009.12.18.0000316

BIRO JASA

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Rmh LT 2,5Are,P.Sula dkt Cak Asmo cck Bgn Kost,08154708900

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409

G.02

B.BP.001.12.18.0000332

B.BP.001.12.18.0000200

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

DIJUAL RUMAH

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

SERVICE

RUPA-RUPA

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id


BANGLI

14

Disparbud akan Garap Tari Maskot Bangli Bangli (Bali Post) – Dina s Pa riwisa t a d a n Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli akan menggarap tari maskot Kabupaten Bangli pada tahun 2019 mendatang. Selain itu, Disparbud juga akan menggarap empat jenis tabuh. Nantinya tari maskot dan tabuh tersebut akan dibawakan dalam setiap pelaksanaan kegiatan di daerah maupun di desa-desa. Kabid Kesenian Disparbud Kabupaten Bangli Nyoman Wiradana, Minggu (9/12) kemarin, mengatakan dalam penggarapan tari maskot, pihaknya akan melibatkan berbagai komponen mulai dari masyarakat, Listibya, dan akademisi seni. Disparbud akan meminta banyak masukan mengenai rencana penggarapan tari maskot itu. ‘’Untuk Kabupaten Bangli, apa sih yang tepat un-

tuk maskot? Kalau bunga, apa yang cocok untuk maskot Bangli. Itu akan kita mintakan pendapat dan masukannya dari mereka,’’ terangnya. Dijelaskannya, tujuan pembuatan tari maskot agar Kabupaten Bangli memiliki branding yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat. Di mana pun tari itu dipentaskan, orang akan tahu bahwa tarian itu adalah milik Bangli. Tari maskot Bangli nantinya dipentaskan di setiap pelaksanaan kegiatan upacara baik di daerah, sekolah-sekolah maupun di desa atau banjar. Diungkapkan Wiradana, Kabupaten Bangli sejatinya sudah memiliki tari yang sering dipentaskan. Tari dimaksud yaitu tari Sekar Sandat. Hanya, tarian tersebut kini sudah lebih dulu dipakai sebagai maskot oleh kabupaten lain. ‘’Jadi kita

sekarang akan buat tarian lain, yang berbeda dari kabupaten lainnya,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, tahun depan, pihaknya juga akan menggarap empat buah tabuh baru. Dua di antaranya berjudul “Tabuh Ngwangun Desa” dan “Tabuh Suksma Bangli”. Penggarapan empat tabuh ini merupakan gagasan Bupati Bangli I Made Gianyar. Setelah tabuh itu rampung digarap, Bupati Made Gianyar akan ikut terlibat membawakan tabuh itu. ‘’Itu sebagai motivasi dan untuk merangsang masyarakat ikut ambil bagian melestarikan seni budaya. Beliau yang punya kesibukan padat saja punya kepedulian terhadap kesenian Bali, kenapa masyarakat tidak mau meluangkan waktunya sedikit untuk ikut melestarikan seni budaya kita,’’ kata Wiradana.

Untuk membiayai pemb u a t a n t a r i m a s ko t d a n empat tabuh baru tersebut, Disparbud telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 juta di APBD 2019. ‘’Selama ini kita sudah punya tari Kertaning Wingkang Ranu yang menjadi tarian kebesaran kita. Itu digarap sebagai bentuk kebanggaan kita terhadap Geopark Batur yang kita miliki,’’ imbuhnya. (kmb40)

TARI - Tari Sekar Sandat yang dipentaskan di Desa Penglipuran. Tari ini kerap dipentaskan di Kabupaten Bangli, namun tidak bisa dijadikan maskot. Untuk itu, Pemkab Bangli akan membuat tari baru sebagai maskot Kabupaten Bangli.

Senin Wage, 10 Desember 2018


15

Senin Wage, 10 Desember 2018

Kasus Kekerasan di Nduga

Satu Lagi Jasad Korban Ditemukan, Empat Hilang Jayapura (Bali Post) –

Tim gabungan TNI/Polri yang dikerahkan melakukan pencarian terhadap lima karyawan PT Istaka, menemukan satu jenazah di sekitar kawasan Gunung Tabo, Distrik Yall, Kabupaten Nduga. Danrem 172/PVY Kol. Inf. Binsar Sianipar kepada Antara, Minggu (9/12) kemarin, mengatakan korban ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal ditemukannya jenazah lainnya. Dengan ditemukannya jenazah korban pembantaian KKSB itu maka tercatat 18 orang meninggal terdiri atas 17 warga sipil dan satu anggota TNI.

Bali Post/ant

PETI JENAZAH - Prajurit TNI dan Polri mengusung peti jenazah korban KKB di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua. Sebanyak 16 dari 18 jenazah dipulangkan ke kampung halaman menggunakan pesawat Hercules milik TNI-AU.

Turun, Penyelewengan Dana Desa Samarinda (Bali Post) – Kasus penyelewengan Dana Desa (DD) secara nasional terjadi penurunan, dari 1.000 kasus penyelewengan yang ditangani aparat penegak hukum pada 2017, turun menjadikan 826 kasus pada 2018. ‘’Pihak yang menangani kasus penyimpangan admnistrasi adalah Tim APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah,’’ ujar Sekretaris Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT Hi Mukhlis, Minggu (9/12) kemarin. Jumlah desa di Indonesia 74 ribu, sehingga dengan jumlah kasus penyelewengan yang ditangani aparat sebanyak itu tergolong kecil. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan berbagai langkah agar kasus penyelewengan bisa diminimalisir, bahkan diharapkan tidak terjadi lagi. Ia menjelaskan, turunnya kasus penyelewengan DD menjadi 826 kasus karena pihaknya terus melakukan berbagai langkah, di antaranya bekerja sama dengan kepolisian dan KPK dalam

pengawasan penggunaan DD, termasuk terus melakukan pelatihan guna menguatkan kapasitas kepala desa memanfaatkan DD. Selaku kementerian secara teknis menangani dan mengelola DD, pihaknya sudah membangun koordinasi dan komitmen dengan semua pihak, seperti pemprov, pemkab, aparat penegak hukum, bahkan dengan perguruan tinggi. Dalam kerja sama ini bahkan sudah ada nota kesepahaman yang dibuat. Tujuannya untuk mengadvokasi kepala desa dan perangkat desa dalam menggunakan DD, sehingga kepala desa merasa nyaman dan tidak waswas dalam mengalokasikan anggaran pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desanya. Beberapa hari lalu pihaknya juga mengundang aparat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa tingkat provinsi hingga kabupaten, satuan kerja, dan camat, mengikuti pertemuan di Jakarta guna menyamakan persepsi sehubungan dengan pelaksanaan

UU Nomor 6/2014 tentang Desa, guna berdiskusi agar mendapatkan masukan demi perbaikan dan optimalisasi yang akan dilakukan kementerian ke depan. Mukhlis mengemukakan 60 persen kepala desa hanya menamatkan pendidikan setingkat SMA. Bahkan ada sekian persen tidak sampai menamatkan pendidikan formal. Ini yang tetap pihaknya upayakan sehingga penggunaan DD bisa optimal, berkualitas, efektif, dan efisien. Di sisi lain, pihaknya juga mengupayakan standar pelaporan pertanggungjawaban keuangan di desa bisa lebih sederhana ketimbang saat ini dan terlalu rumit, agar dalam waktu setahun para kepala desa dan jajarannya tidak hanya berkutat pada pelaporan pertanggung jawaban. ‘’Selain laporan baik, serapan anggaran juga harus baik, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat juga bisa berjalan simultan. Kami sudah mengomunikasikan hal ini dengan Kemenkeu,’’ tambahnya. (ant)

Kata Sianipar, untuk mencapai lokasi korban lokasinya cukup sulit karena diduga saat insiden korban lari ke arah kanan. ‘’Jenazah yang belum dipastikan identitasnya itu hingga kini belum dibawa dari Mbua namun sudah berada di pinggir jalan, sehingga memudah-

kan anggota untuk mengevakuasi pada Senin (10/12),’’ katanya seraya menambahkan, tercatat empat karyawan PT Istaka yang belum ditemukan. ‘’Pencaharian akan terus dilakukan hingga kelimanya ditemukan,’’ kata Kol. Inf. Sianipar.

Ketika ditanya apakah ada batas waktu untuk mencari para korban, Danrem Jayapura mengatakan, tidak ada batas waktu sehingga aparat keamanan akan mencari hingga mereka ditemukan. Dengan ditemukannya jenazah korban pembantaian KKSB itu maka tercatat 18

orang meninggal terdiri dari 17 warga sipil dan satu anggota TNI. KKSB yang dipimpin Egianus Kogoya, Minggu (2/12), membunuh 17 karyawan PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan pembangunan jembatan di Distrik Yall. Pembunuhan itu diawali dengan menggiring 25 karyawan dari 28 orang dari camp mereka, karena tiga rekannya sedang menghadiri acara bakar batu. Tujuh orang berhasil melarikan diri dan diamankan aparat keamanan di sekitar Distrik Mbua. (ant)

Puspayoga Dorong UMKM Babel Tingkatkan Kualitas Produk Pangkalpinang (Bali Post) – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meningkatkan produksi dan kualitas kerajinan tangannya. ‘’Babel ada peluang memasarkan produk ke luar negeri. Karena itu, kita dorong para UKM agar menekuni produk yang orientasinya ekspor,’’ kata Puspayoga saat meninjau produk UKM di Pangkalpinang, Babel, Minggu (9/12) kemarin. Ia mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi dunia mengalami perlambatan. Namun, Indonesia masih bertahan di

urutan ketiga, setelah India dan Cina. Kehadiran UKM dan koperasi akan memberi dampak peningkatan untuk pertumbuhan ekonomi dunia. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Direktorat Jenderal Imigrasi membuat program kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) untuk memasarkan produk UKM go international atau ke luar negeri. ‘’Melihat potensi yang ada, dari semua produk UKM hanya kerajinan tangan yang bisa membuat produk Indonesia bersaing ke tingkat internasional, karena jika produk industri masih jauh,’’ ujarnya. Untuk memberi kemudahan bagi para UKM, saat ini pemer-

intah juga sudah menurunkan pajak UKM, dari satu persen menjadi setengah persen untuk percepatan kesejahteraan masyarakat, sehingga bisa menurunkan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan masyarakat. ‘’Dengan berbagai upaya yang ada, kita berharap para pelaku UKM di Babel terus berupaya meningkatkan produk kerajinan tangannya agar dapat bersaing di tingkat internasional,’’ ujarnya. Ia menambahkan, dalam waktu dekat Kementerian Ko-

perasi dan UKM akan meluncurkan aplikasi terbaru untuk seluruh masyarakat Indonesia yang ingin melihat data koperasi atau UKM, sehingga memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi yang jelas dan akurat. ‘’Aplikasi berbasis android ini akan kita luncurkan minggu depan, masyarakat silakan mengunduhnya di Playstore. Semoga aplikasi ini menjadi aplikasi terbaik dari Kementerian Koperasi dan UKM RI,’’ ujarnya. (ant)

Pemeriksaan BPK Dari Hal. 1 Sisi positif dari pendanaan secara full melalui keuangan pemerintah, akan memudahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

melakukan monitoring pemanfaatan dana oleh kontestan. ‘’Kalau masuk dari uang negara, audit BPK bisa jauh lebih dalam pada tata kelola dana partai,’’ katanya. (ant)

Kesiapan Saksi Dari Hal. 1 Ada banyak masukan dan usulan yang segera ditindaklanjuti Plt. Ketua untuk disampaikan ke DPP. Kedua, ada banyak masukan pula terkait pelaksanaan pileg dan pilpres menyangkut APK, kesiapan saksi, dan lain-lain yang selanjutnya akan dibahas dalam HUT Partai Golkar. ‘’Ketiga, diharapkan semua jajaran Partai Golkar dari provinsi sampai tingkat desa solid dan bahumembahu dalam rangka memenangkan pilpres dan pileg,’’ imbuhnya. Diwawancarai terpisah, Ketua DPD II Partai Golkar Bangli I Wayan Gunawan menegaskan, musdalub bukanlah wa-

cana, melainkan perintah DPP kepada Plt. Ketua dalam SK 362. Anggota Komisi I DPRD Bali ini tidak sepakat bila Plt. Ketua dikatakan memiliki kewenangan sama dengan ketua definitif. Dari sembilan DPD II, delapan di antaranya disebut sudah sepakat dan mendorong penyelenggaraan musdalub secepatnya. Idealnya, musdalub diselenggarakan sebelum Pileg 2019. Namun, pihaknya masih akan meminta persetujuan DPP. ‘’Pada poin keempat SK disebutkan, apabila dipandang perlu dapat melakukan revitalisasi kepengurusan dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan Musdalub Partai Golkar Provinsi Bali,’’ jelasnya. (kmb32)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Senin Wage, 10 Desember 2018

Liga 1 Indonesia Pesilat Bakti Negara Berebut Piala Mangupura Mangupura (Bali Post) Tercatat 318 pesilat PSPS Bakti Negara (BN) berlaga dalam kejuaraan memperebutkan Piala Mangupura V/2018 di GOR Purna Krida, Kerobokan mulai Senin (10/12) ini hingga Kamis (13/12) mendatang. Ajang ini melibatkan atlet pencak silat dari enam kecamatan se-Badung dan hanya mempertandingkan nomor laga. Ketua Umum DPC PSPS Bakti Negara Badung Putu Sugiartha di sela-sela pembukaan, Minggu (9/12) kemarin menerangkan, kejuaraan dibagi tiga kategori yakni usia dini (SD), remaja (kelahiran 2003) dan dewasa (16-30 tahun). Keenam kecamatan yang ambil bagian adalah Petang, Abiansemal, Mengwi, Kuta, Kuta Utara dan Kuta Selatan. Menurutnya, kejuaraan pencak silat Piala Mangupura bertujuan menjaring pesilat potensial untuk persiapan Badung mengikuti Piala Gubernur dan Porprov Bali 2019 di Tabanan. Ajang ini khusus mempertandingkan nomor laga, mengingat tiap kecamatan sudah memiliki pesilat seni. Badung juga telah mempunyai pesilat seni yang diproyeksikan turun di Porprov. Piala Mangupura mempertandingkan total 54 kelas terdiri atas usia dini 20 kelas, remaja 17 kelas dan dewasa 17 kelas. (022)

Celtics Catat Kemenangan Terbesar

Los Angeles – Jaylen Brown datang dari bangku cadangan untuk mencetak 23 poin ketika Boston Celtics mencatat kemenangan dengan skor 133-77 atas Chicago Bulls, Minggu (9/12) kemarin. Ini merupakan margin kemenangan terbesar dalam sejarah kompetisi NBA. Kemenangan 56 poin itu melampaui keunggulan 51 poin (153-102) Celtics atas Philadelphia Warriors pada tahun 1962. Daniel Theis menghasilkan 22 poin dan 10 rebound, Jayson Tatum menyumbang 18 poin dan Terry Rozier menambah 15 poin bagi Celtics yang memperpanjang kemenangan beruntunnya menjadi lima pertandingan. Sebaliknya bagi Bulls ini adalah pukulan terburuk melebihi kekalahan 53 poin (127-74) di Minnesota pada November 2001. Shaquille Harrison mencetak 20 poin, tertinggi sepanjang kariernya untuk Chicago, yang bulan lalu mengalami kekalahan 83-122 di Toronto. Di tempat lain, Luka Doncic dan Wesley Matthews sama-sama mencetak 21 poin saat Dallas Mavericks mengatasi Houston Rockets 107-104. Mavericks mencatat kemenangan kesembilan di kandang. James Harden membukukan 35 poin, sedangkan Paul membuat 23 poin dan 8 assist untuk Rockets. LeBron James mengumpulkan 20 poin, 9 assist dan 8 rebound, Kyle Kuzma menambah 20 poin dan 9 rebound untuk Los Angeles Lakers yang mendominasi Memphis Grizzlies dengan skor 111-88. Hasil lainnya, LA Clippers ditundukkan Miami Heats dengan skor 98-121, Atlanta Hawks mengalahkan Denver Nuggets 106-98, Cleveland Cavaliers menundukkan Washington Wizards 116-101, New York Knicks harus mengakui keunggulan Brooklyn Nets 104-112, Portland Trail Blazers mengatasi Minnesota Timberwolves 113-105 dan Indiana Pacers menang atas Sacramento Kings 107-97. (afp/kmb)

Persija Juara Setelah 17 Tahun

Jakarta (Bali Post) – Persija Jakarta berhasil menjadi juara Liga 1 Indonesia musim 2018 usai menaklukkan Mitra Kukar dengan skor 2-1 pada laga terakhir atau pekan ke-34 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (9/12) kemarin. Tim Macan Kemayoran berada di tahta tertinggi sepak bola di Tanah Air setelah menunggu 17 tahun atau terakhir kali menjadi juara pada tahun 2001 lalu. Persija menjadi pemuncak klasemen akhir Liga 1 dengan mengumpulkan 61 poin. Jumlah ini lebih banyak satu angka daripada PSM Makassar yang menaklukkan PSMS Medan dengan skor 5-1 di Stadion Andi Mattalata, Makassar. Bali United bercokol di ranking ke-11 mendulang nilai 45 hasil 12 kali menang, 9 seri dan 13 kalah, memasukkan gol 44 dan kemasukan 48. Sementara Sriwijaya FC di posisi ke-16 dengan 39 poin, Mitra Kukar di ranking ke-17 dengan poin sama dan PSMS sebagai jura kunci atau peringkat ke-18 yang meraup 37 poin degradasi ke Liga 2 musim depan. Dua gol kemenangan Persija dicetak penyerang Marko Simic pada menit ke-17 dan 59. Sementara Mitra Kukar membuat gol pada menit ke-88 melalui tendangan Aldino Herdianto. Gol pertama Persija lahir dari titik penalti setelah Simic dianggap terjatuh karena pelanggaran bek Saepuloh Maulana. Ia yang mengambil sendiri sepakan 12 pas tidak menyia-nyiakan kesempatan. Pada babak kedua, Mitra Kukar yang dilatih Rahmad Darmawan semakin berani jual-beli serangan. Tujuh menit paruh kedua dimulai, Mitra Kukar mengancam melalui Mauricio Leal, tetapi sepakannya dapat diamankan kiper Persija Andritany Ardhiyasa. Pada menit ke-59, Persija membalas serangan itu dengan sebuah gol melalui sundulan Simic. Gol ini sempat membuat pertandingan terhenti selama kurang lebih lima menit karena protes dari pemainpemain Mitra Kukar. Setelahnya, laga berjalan semakin menarik. Mitra Kukar memperkecil kedudukan melalui tendangan keras Aldino Herdianto. PS Tira Arema FC sukses menumbangkan Sriwijaya FC dengan skor tipis 2-1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang. Dua gol Arema FC disumbangkan Makan Konate pada menit ke-63 dan Dedik Setiawan menit ke-83. Sementara gol Sriwijaya FC dilesatkan Esteban Vizcarra pada menit ke-24. Atas kemenangan ini, Arema mengunci posisi keenam klasemen dengan 50 poin. Kesebelasan PS Tira berhasil mengalahkan tuan rumah Borneo FC dengan skor 3-1 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. PS Tira sempat memimpin dua gol melalui aksi Aleksander Rakic pada menit ke-9 dan 36. Tuan rumah Borneo FC baru bisa

membalas ketertinggalan gol melalui Renan Alves satu menit sebelum babak pertama usai. Kemenangan tersebut memastikan PS Tira tetap

bertahan di kompetisi Liga 1 musim depan. Perseru Serui yang juga berada di zona merah sukses mencuri tiga poin saat melakoni laga terakhir menghadapi Persipura Jayapura dengan skor 2-0. Pelatih PS Tira Nil Maizar memuji semangat bertanding para pemainnya usai menaklukkan tuan rumah Borneo FC. Menurutnya, para pemainnya tampil dalam tekanan yang sangat berat yakni harus meraih poin sempurna menghadapi tim kuat Borneo FC yang punya catatan manis saat bertanding di kandangnya. “Bagi kami tidak ada pilihan. Kami harus menang untuk bisa bertahan di kompetisi ini. Kami sangat bersyukur anak-anak tampil luar biasa dan berhasil meredam kekuatan Borneo FC,” kata Nilmaizar usai pertandingan. Mantan pelatih nasional ini memberikan apresiasi kepada Aleksander Rakic dkk. yang mampu menampilkan taktik dan strategi tidak kenal lelah sepanjang pertandingan. Di bagian lain, pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, mengakui bahwa PS Tira tampil lebih baik dibandingkan timnya. Asuhannya juga banyak membuat peluang gol, namun hanya satu yang bisa terealisasi, sedangkan lawan meski punya sedikit peluang bisa memaksimalkan menjadi tiga gol. “Mereka punya semangat yang lebih. Pemain kami mungkin menilai kompetisi ini sudah berakhir, karena hasil apa pun dalam laga terakhir ini tidak memengaruhi gelar juara,” ujarnya. (ant)

Agresivitas Chelsea Kalahkan City London – Manchester City akhirnya merasakan kekalahan perdana di Liga Inggris musim ini setelah takluk dengan skor 0-2 dari tuan rumah Chelsea dalam laga pekan ke-16 di Stadion Stamford Bridge, London, Minggu (9/12) dini hari kemarin. Gol dari N’Golo Kante dan David Luiz yang menyokong kemenangan The Blues. Dalam laga lainnya, Liverpool menang 4-0 atas tuan rumah Bournemouth berkat hattrick Mohamed Salah. Tottenham Hotspur mempecundangi tuan rumah Leicester City 2-0 di Stadion King Power. Arsenal mengatasi Huddersfield Town 1-0. Sementara Manchester United mengakhiri puasa kemenangan dalam empat laga terakhir dengan membekap tim juru kunci Fulham 4-1 di Old Trafford. Hasil itu membawa Liverpool menorehkan poin 42 poin dan memimpin klasemen menggeser City (41)

yang harus rela turun ke posisi kedua. Tottenham (36) di peringkat ketiga, disusul Chelsea (34), Arsenal (34) dan MU (26) naik ke peringkat keenam. City terus menguasai jalannya pertandingan babak pertama, namun di pengujung waktu normal Chelsea malah mencuri keunggulan saat Eden Hazard melepaskan umpan yang segera disambar tendangan keras Kante. Tuan rumah menggandakan keunggulan pada menit ke-78 saat Luiz melompat lebih tinggi di dalam kotak penalti demi menyundul bola sepak pojok Hazard ke dalam gawang Ederson. ‘’Hari ini kami bermain dengan tingkat aplikasi yang sangat baik, tekad dan tingkat agresivitas yang tepat. Sulit bagi kami untuk menemukan motivasi tetapi ketika kami (termotivasi). Kami adalah tim yang sangat kuat. Saya sangat senang dengan kemenangan

ini karena tidak mudah mengalahkan Manchester City atau Pep Guardiola,’’ kata bos Chelsea, Maurizio Sarri. ‘’Chelsea adalah tim yang bagus, pemain yang bagus tapi di babak pertama kami luar biasa. Secara umum kami fantastis. Saya tidak menyesal, kami datang dan menunjukkan ingin menang. Kami menciptakan peluang. Mereka memiliki satu dalam 44 menit dan kami kebobolan gol, itulah yang terjadi,’’ ujar Pep Guardiola, manajer City. Messi Lionel Messi mengemas dua gol saat mengantarkan Barcelona menggasak rival sekotanya Espanyol 4-0 dalam laga pekan ke-15 Liga Spanyol di Stadion RCDE. Kemenangan Barca disokong gol-gol Ousmane Dembele dan Luis Suarez. Barcelona kian mantap di puncak klasemen dengan raihan 31 poin dibayangi Sevilla (28) dan Atletico Madrid (28). Borussia Dortmund

menundukkan Schalke 04 untuk pertama kalinya dalam rentang waktu tiga tahun. Jadon Sancho mengemas gol penentu kemenangan untuk mengubah skor menjadi 2-1 dalam pertandingan Derby Lembah Ruhr yang dimainkan di Veltins Arena, Gelsenkirchen. Dortmund belum tergoyahkan di pucuk klasemen Liga Jerman dengan koleksi 36 poin, unggul sembilan poin atas pesaing terdekatnya Bayern Muenchen yang menang 3-0 atas tim papan bawah Nurnberg. Robert Lewandowski mengukir dwigol, sedangkan satu gol lagi dibukukan Franck Ribery Napoli menghancurkan Frosinone dengan skor 4-0 dalam pertandingan Liga Italia yang dimainkan di Stadio San Paolo. Hasil ini membawa Napoli memangkas keunggulan Juventus di puncak klasemen menjadi delapan poin. Pasukan Carlo Ancelotti kini mengoleksi 35 poin. (ant/rtr/afp)

70 Peserta Ikuti Pelatihan SKJ 2018 Djadoel

Bali Post/022

PERAGAKAN - Para intruktur Lala Studio dan Kemenpora memperagakan SKJ 2018 di Wantilan Bali TV, Minggu (9/12) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Tercatat 70 peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali mengikuti sosialisasi dan pelatihan Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) 2018 Djaman Doeloe (Djadeol) di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Denpasar, Minggu (9/12) kemarin. Pelatihan diadakan Kemenpora dengan menggandeng Lala Studio. Pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK) Lala Studio, Adolfina Grace Tangkudung, menyatakan bangga pihaknya ditunjuk dan dipercaya Kemenpora melakukan sosialisasi SKJ 2018 ini. Peserta dari kalangan instruktur senam dan guru olahraga di sekolah-sekolah. Mereka diharapkan bisa mengembangkan dan memasyarakatkan SKJ 2018 di daerahnya masing-masing. ‘’Instruktur bisa mengajarkan SKJ 2018 di sanggar senam, balai banjar serta instansi pemerintah

dan swasta. Sementara kalangan guru dapat menularkan ilmunya kepada siswa-siswi di sekolah,’’ jelasnya. Pelatihan diperagakan tiga instruktur Lala Studio yakni Ketut Ayu Budiasih, Kadek Dwi Wahyuni dan Nining yang telah lulus pelatihan tingkat nasional di Jakarta serta dua dari Kemenpora yaitu Arum dan Amelia. Bambang Rianto dari Kemenpora Pusat menyebutkan, SKJ 2018 disebut djadoel sebab merupakan modifikasi dari SKJ 1984. Alunan musik yang mengiringi dan gerakan SKJ 2014 dirombak sedikit sehingga mengalami pembaruan yang disepakati para pakar. ‘’Dulu, kalau siswa mau masuk kelas atau pegawai akan masuk kantor melakukan gerakan SKJ. Kami mengajak masyarakat supaya gemar berolahraga yang murah meriah seperti gerakan SKJ,’’ tuturnya. (022)

SELEBRASI - Striker Persija Marko Simic berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Mitra Kukar dalam laga terakhir Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12) kemarin.

Klasemen Akhir Liga 1 Indonesia


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook