Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 79 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

MINGGU WAGE, 10 november 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Cegah Radikalisme

Calonarang

“Fill the Frame”

Jajaran Kodim 1611/ Badung turun ke masyarakat guna menangkal paham radikalisme masuk Bali.

Dramatari Calonarang tetap memikat penonton. Apa rahasianya?

Fill the frame merupakan salah satu teknik komposisi yang sering diterapkan. Caranya sederhana, ikuti ulasannya.

BALI ORTI | HAL. 7

DAERAH | HAL. 2

Fotografi | HAL. 8

DPR Tolak Kenaikan BPJS, Menkes Lobi Jokowi

Jakarta (Bali Post) -

Bulan pertama kinerja anggota DPR-RI patut diacungi jempol. Semua fraksi di Komisi IX DPR RI menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) pada Kelas 3 Mandiri. Rencana kenaikan iuran BPJS ini ditolak oleh Komisi IX DPR RI. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX Nihatul Wafiroh dari Fraksi PKB. Nihatul menilai kenaikan tarif membuat masyarakat miskin menjerit. Sebelumnya, Presiden Jokowi menurunkan Peraturan Presiden nomor 75 tahun 2019 tentang iuran JKN mengalami penyesuaian baik bagi PBPU dan BP mau-

pun Penerima Upah, antara lain Kelas 1 dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu, Kelas 2 dari Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu, dan Kelas 3 dari Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu. Nah, khusus kenaikan iuran bagi PBPU dan BP Kelas 3 Mandiri, Komisi IX DPR RI tidak sepakat jika peserta harus membayar Rp 42 ribu. Komisi IX meminta pemerintah mencari solusi bagi peserta Kelas 3 Mandiri.

Mengomentari penolakan ini, Menteri Kesehatan Terawan mengatakan yang terpenting adalah bagaimana caranya membuat rakyat tidak merasakan kenaikan iuran BPJS ini. Pemerintah berencana untuk memberikan subsidi iuran bagi peserta kelas 3. Rencana ini masih dalam pembahasan. “Kalau iuran kelas 3 itu akan tersubsidi itu kan nggak berasa kalau naik. Kalau bagi peserta kelas 2 dan 1, ada regulasi nanti bisa diatur. Jangan instan, sekarang buat yang masyarakat kelas 3 dulu yang merasa tidak mampu kita cari peluangnya,” ujar Menkes. Dia mengusulkan subsidi kepada Menteri Koordinator PMK, Muhadjir Effendy, sebesar Rp 3,9 triliun mencakup 19.914.743 peserta. Bahkan, dia langsung melobi Presiden Jokowi melaporkan soal usulan subsidi tersebut. “Kami telah mengusulkan subsidi iuran JKN kepada Menko PMK sesuai arahan Mensesneg. Kami tinggal menindaklanjuti dari Menko PMK, Menteri Sosial, dan Menteri Keuangan,” kata Terawan Sabtu (9/11) kemarin di Serpong, Tangerang. Hal. 11 Dana Subsidi

Busungbiu Dilanda Puting Beliung dan Hujan Es Singaraja (Bali Post) – Bencana mulai melanda beberapa desa di Buleleng saat mengawali musim hujan tahun ini. Seperti yang terjadi di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu dilanda hujan deras diikuti angin puting beliung Sabtu (9/11) kemarin. Akbatnya, empat rumah warga rusak berat dan ringan. Tidak hanya itu, warga di desa ini menemukan fenomana hujan es. Informasi yang dikumpulkan Bali Post, satu rumah warga di Dusun Pancoran rusak berat. Atap dan rangka kayu ambruk setelah diempaskan angin puting beliung. Selain itu, satu rumah lagi di dusun yang sama juga mengalami rusak ringan, dua rumah warga di Dusun Tengah juga rusak ringan. Sementara itu, fenomana hujan es ditemukan oleh warga berupa butiran yang diduga es padat sebesar kerikil. Saat jatuh langsung butiran yang diduga es itu mencair. Tidak pelak, warga ramai-ramai mengunggah kejadian itu melalui jejaring media sosial (medsos -red). Perbekel Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu Wayan Suartama mengatakan, sebelum kejadian, wilayah Desa Busungbiu dilanda mendung tebal. Mulai sekitar pukul 16.00 wita, hujan deras melanda. Situasi ini diikuti dengan terjangan angin puting beliung merusak rumah warga di Dusun Tengah dan Dusun Kelod. Beruntung, saat kejadian pemilik rumah dengan cepat keluar rumah, sehinga tidak terkena benturan rangka kayu atau atap yang terlempar akibat angin puting beliung. Hal. 11 Dusun Tengah

BPM/mud

RUSAK - Sejumlah rumah warga di Dusun Tengah dan Dusun Pancoran, Desa Busungbiu, rusak setelah dilanda hujan deras disertai angin puting beliung, Sabtu (9/11) kemarin.

Padukan Desa Wisata dan Agrowisata Oleh Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A.

BPM/bit

DESA TISTA - Pemandangan alam di Desa Wisata Tista, Kerambitan tampak asri.

Desa Wisata Tak Sekadar Datangkan Wisman

Tren pariwisata telah berubah. Wisatawan pada era milenial tidak lagi berwisata untuk service base tourism, tidak lagi dilayani bak raja, melainkan mereka menjadi senang dengan hal–hal yang bersifat baru, pengalaman baru. Desa wisata menjadi momen yang tepat dikembangkan saat ini. KINI knowledge base tourism yang banyak berkembang. Hal baru itu banyak didapatkan

di desa–desa, karena sangat berbeda dengan kehidupan sehari–hari wisatawan. “Ini yang

sebenarnya harus kita bedakan, tampilkan sebagai diferensiasi, perbedaan produk kita dengan daerah–daerah lain,” kata Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, belum lama ini. Desa wisata menurutnya adalah jawaban atas perubahan tren yang terjadi saat ini.

Namun realitanya, beberapa desa yang sudah didukung dana, namun yang diharapkan masyarakat tentang desa wisata belum terjadi. Sehingga tidak ada wisatawan yang datang ke desa. Untuk membangun desa wisata memang tidak mudah. Namun, jika terus dilaku-

kan upaya–upaya pemajuan, menurutnya suatu saat akan sampai pada tujuan. Oleh karena itu, agar tidak menimbulkan kekecewaan, paradigma desa wisata hanya untuk meningkatkan akselerasi ekonomi harus diperbaiki. Hal. 11 Kesejahteraan Warga

PEMBANGUNAN pariwisata (konvensional) telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi baik di tingkat nasional maupun di Provinsi Bali. Prasarana dan sarana kepariwisataan juga semakin meningkat sejak 20 tahun terakhir ini. Pengembangan kepariwisataan budaya Bali dilaksanakan dan dijiwai oleh nilai-nilai Agama Hindu dengan menerapkan falsafah Tri Hita Karana. Tujuannya antara lain adalah untuk melestarikan kebudayaan Bali yang dijiwai oleh nilai-nilai Agama Hindu, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, serta melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya. Di masa mendatang, pembangunan pariwisata tidak lagi berfokus pada wisata konvensional tersebut, tapi diperlukan adanya alternatif lainnya, seperti pengembangan desa wisata dan agrowisata. Desa wisata merupakan suatu bentuk  pengintegrasian  antara penyediaan atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung di dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang ada di tengahtengah masyarakat tersebut,

seperti di wilayah perdesaan. Pembangunan dan pengembangan desa wisata harus didasarkan pada konsep pembangunan pariwisata  berkelanjutan (Sustaniable tourism Development). Pada konsep ini, pembangunan desa wisata  harus memiliki sensitivitas dan responsif terhadap minat dan kebutuhan wisatawan, dan menekankan pada partisipasi langsung dari masyarakat lokal, serta menjamin adanya perlindungan dan pengelolaan yang berorientasi di masa mendatang. Ini berarti bahwa pengembangannya harus memerhatikan aspek ekonomi, social, dan estetika, sekaligus menjaga keutuhan dan atau kelestarian ekologi, keanekaragaman hayati, budaya serta sistem kehidupan. Hal. 11 Potensi Alam

Melihat Desa Wisata Terbaik, Sudaji Desa Tista Terkendala Dana Wisatawan dan Warga Berbaur Menjaga Lingkungan SAAT ini, setiap desa berupaya mengeksplorasi seluruh potensi yang ada, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi wisata alam dan budaya sangat diminati oleh wisatawan terutama wisatawan asing. Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, meski baru 2016 mengantongi predikat desa wisata, sudah mampu menunjukkan prestasinya. Tahun 2019 ini, berhasil meraih posisi ketiga desa wisata terbaik se-Bali. Perjalanan Desa Tista menjadi desa wisata melalui proses yang cukup panjang. Memiliki potensi alam pertanian dan budaya yang luar biasa, awalnya tidak terpikirkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Sampai suatu saat seorang dosen pariwisata Universitas Udayana berkunjung ke Desa Tista dan melihat potensi tersebut bisa dikembangkan untuk pariwisata berbasis alam dan budaya. Pada 19 September 2016, turun SK Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai cikal bakal keberadaan desa wisata. Hal. 11 Duta Tabanan

Desa Sudaji, Kecamatan Sawan dulu dikenal dengan aktivitas budi daya pertanian yang masih tradisional. Walaupun teknologi pertanian beralih dengan serba-instan dengan pemakaian pupuk dan obat-obatan kimia, petani di desa ini melakoni usaha tani dengan ramah lingkungan.

SELAIN itu, desa ini memiliki warisan ritual Hindu dan kearifan lokal yang menunjukkan bagaimana aktivitas masyarakatnya yang bersahabat dengan lingkungan. Mulai sekitar tahun 2008 yang lalu “modal” tersebut mulai dimanfaatkan oleh beberapa tokoh masyarakat desa mengembangkan desa wisata. Dengan semangat swadaya, sekarang Sudaji menjadi desa wisata yang mulai ramai dengan aktivitas wi-

sata. Bahkan, keberhasilan itu mulai mendapat respons positif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dengan menetapkan Sudaji sebagai juara I desa wisata terbaik 2019. Ketua Kelomok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ganda Meru Dr. Gede Panca mengatakan, munculnya wisatawan berlibur di Sudaji diawali dengan adanya beberapa tokoh masyarakat desa yang kebetulan memiliki pengalaman dalam bisnis wisata mencoba

mengenalkan potensi Desa Sudaji. Waktu itu, sifatnya masih personal di mana tokoh masyarakat desa tersebut merancang akomodasi wisata dengan model vila. Setelah berjalan, wisatawan mulai tertarik untuk menghabiskan masa libur mereka di Desa Sudaji yang dikenal memiliki hawa sejuk karena berbatasan dengan hutan lindung di sebelah selatan. Hal. 11 Pokdarwis

BPM/mud

SUDAJI - Desa Sudaji, Kecamatan Sawan dijadikan modal dalam merintis pariwisata berkelas di Bali Utara.


2

Minggu Wage, 10 November 2019

Gubernur Koster Tutup Festival Seni Bali Jani

BPM/ist

PENGHARGAAN - Gubernur Koster menyerahkan penghargaan Bali Jani Nugraha dalam berbagai bidang pada penutupan Bali Jani Festival.

Termohon Ekstradisi Diduga Kabur Denpasar (Bali Post) Rabie Ayad Abderahman (30), termohon ekstradisi Amerika Serikat, yang diduga terlibat kasus skimming diduga kabur dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Ngurah Rai. Diketahuinya pria berkebangsaan Lebanon itu, yang oleh majelis hakim PN Denpasar ditolak permohonan ekstradisinya itu, ketika pihak Kejaksaan Tinggi Bali akan menahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Didik Farkhan Alisyahdi, Jumat (8/11), membenarkan Rabie merupakan buron AS dalam kasus skimming dengan nilai kerugian Rp 7 triliun. Informasi yang diterima, Rabie sebelumnya ditangkap Polda Bali pada 19 April 2018. Penangkapan dilakukan karena adanya red notice dari Amerika Serikat. Pascasditangkap, Rabie menjalani sidang ekstradisi dan ditahan di Lapas Kerobokan. Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menolak ekstradisi Rabie pada Rabu (23/10). Penolakan dilakukan karena hakim menilai nama yang dipersidangkan berbeda dengan yang di paspor. Hal itu, dibenarkan Wakajati Bali. Dan ketika jaksa mengajukan banding, Rabie dikeluarkan dari Lapas Kerobokan dan dititipkan ke Imigrasi Ngurah Rai. Hasilnya, banding jaksa diterima. Dan saat hendak dieksekusi, atau diambil untuk ditahan di Lapas Kerobokan, pihak Imigrasi menyebut Rabie telah kabur. Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Amran Aris dalam siaran persnya, menyebutkan tanggal 23 Oktober 2019, Tim Kejaksaan menyampaikan surat Kejaksaan Negeri Badung nomor: B-2490/N.1.18/ Eku.2/10/2019 tanggal 23 Oktober 2019 yang berisikan penyampaian isi putusan Pengadi-

lan Negeri Denpasar nomor: 1/ Pid-Ex/2019/PN.Dps tanggal 22 Oktober 2019, yang memutuskan memerintahkan termohon Ekstradisi warga negara Lebanon An. Rabie Ayad Abderahman alias Rabie Ayad alias Patistoa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melakukan penjemputan dan pemindahan warga negara asing atas nama Rabie dari LP Kelas IIA Kerobokan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. Status hukum WNA atas nama Rabie Ayad terhitung mulai tanggal 22 Oktober 2019 adalah bebas sesuai putusan Pengadilan Negeri Denpasar nomor: 1/ Pid-Ex/2019/PN.Dps tanggal 22 Oktober 2019. Karena tidak memiliki izin tinggal, terhadap warga negara asing atas nama Rabie Ayad ditindaklanjuti sesuai dengan pasal 116 Peraturan Pemerintah No. 31 tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, yakni orang asing yang dihentikan penyidikannya dan dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau dilepaskan dari tuntutan hukum, dapat diberikan kembali izin tinggalnya. Izin tinggal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan sesuai dengan izin tinggal sebelumnya dan jangka waktunya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Dalam hal izin tinggal tidak diberikan, orang asing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus meninggalkan Wilayah Indonesia. Keberadaan WNA atas nama Rabie Ayad mulai tidak diketahui tanggal 28 Oktober 2019. “Saat ini, kami melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait,” jelasnya. (kmb37/kmb23)

Dosen Gantung Diri Denpasar (Bali Post) Seorang dosen atas nama I Ngurah S. (39) yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Kerobokan Kaja, Kuta Utara hingga saat ini masih dititipkan di Kamar Jenazah RSUP Sanglah. Meski masih dititipkan, jenazah belum direncanakan menjalankan autopsi karena belum ada permintaan dari keluarga maupun pihak kepolisian. Menurut dokter penanggung jawab pasien (DPJP) Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi, SpF, meski belum menjalani autopsi tetapi pihaknya sudah melakukan pemeriksaan luar (PL). Meski hasil PL tidak bisa menentukan dengan pasti kematian korban, namun menurut Dudut dari tubuh Ngurah S, hanya ditemukan satu luka

yaitu luka lecet tekan di sekiling lehernya. “Tidak diautopsi. Hanya pemeriksaan luar. Ditemukan luka lecet tekan yang melingkari leher,’’ ujar Dudut Sabtu (9/11) kemarin. Ia melanjutkan jenazah yang dikirim ke Kamar Jenazah RSUP Sanglah pada Jumat (8/11) tersebut sudah dalam kondisi membusuk. Menurut Dudut jika dilihat dari tingkat kebusukannya, korban sudah meninggal tiga hari sebelumnya. “Saat tiba, tali masih melilit di leher korban. Simpulnya kuat,’’ jelas Dudut. Selain luka lecet di bagian leher dan kondisi membusuk, kata Dudut, tidak ada ditemukan luka lain di tubuhnya. Usai PL, jenazah masih dititipkan di Kamar Jenazah RSUP Sanglah untuk tindakan lebih lanjut. (san)

Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster menutup Festival Seni Bali Jani di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (8/11). Selama dua minggu sejak dibuka 26 Oktober lalu, festival yang mengusung tema “Hulu-Teben, Dialektikal LokalGlobal” ini telah mewujudkan citacita, harapan, dan mimpi bersama seluruh pekerja kreatif. Utamanya kaum milenial yang sudah tumbuh menghidupkan khazanah seni modern dan kontemporer di Bali. “Dalam 14 hari, kita bersama menyimak 13 jenis lomba yang melibatkan 264 peserta, 4 jenis workshop dengan 212 peserta. Kita mengapresiasi, kita menikmati suasana yang gaul, bersahaja, gokil sedemikian rupa dalam 39 pergelaran melibatkan 1.725 seniman dan pelaku kreatif di seluruh Bali,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan “Kun” Adnyana. Tak hanya itu, lanjut Kun, Festival Seni Bali Jani juga didukung 50 perupa yang menyajikan karyakarya besar seni rupa dalam bentuk mural, film, fotografi, dan desain komunikasi visual. Kemudian berbagai hidangan atau kuliner kreatif melibatkan 100 peserta. Ada pula sarasehan dengan 207

peserta dari budayawan, seniman, dan Dirjen Kebudayaan RI, serta 4 kali dialog budaya melibatkan 212 peserta. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Festival Seni Bali Jani merupakan bentuk komitmen Pemprov Bali terhadap perkembangan seni modern. Meliputi teater, sastra, puisi, musik, film, mural, dan berbagai jenis seni modern lainnya. Pihaknya berharap para seniman dan kreator akan semakin termotivasi, tumbuh dan berkembang untuk berkreasi dengan berkualitas dalam memajukan seni budaya Bali menuju kesempurnaannya. Menurut Koster, Festival Seni Bali Jani akan dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan setiap tahun. Festival Seni Bali Jani kedua tahun 2020 mendatang akan diselenggarakan lebih baik menyangkut materi agar lebih kaya, akomodatif, dan berkualitas. Selain itu, format penyelenggaraannya juga akan dilakukan secara bertingkat mulai dari kabupaten/kota berlanjut ke provinsi. “Untuk itu, Pemprov Bali menyiapkan anggaran untuk kabupaten/kota agar mengikuti Festival Seni Bali Jani tingkat provinsi dengan masing-masing

bantuan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk dilaksanakan oleh kabupaten/kota,” imbuh mantan anggota DPR RI ini. Koster menambahkan, Festival Seni Bali Jani yang akan datang nantinya diisi dengan parade antar-kabupaten/kota se-Bali. Tahun depan, festival ini akan menjadi bagian utuh program pemajuan kebudayaan. Untuk pelaksanaan di 2020, temanya sudah ditentukan yakni “Candika Jiwa, Puitika Atma Kerthi”. Tema ini bermakna sebagai upaya kreatif terkini untuk mencandikan jiwa, spirit, taksu, dan juga tentang ide-ide cemerlang. Penutupan Festival Seni Bali Jani juga diisi dengan penyerahan penghargaan Bali Jani Nugraha dalam berbagai bidang, seperti teater, bidang sastra, bidang kritik seni pertunjukan, bidang kritik seni rupa, serta bidang kritik film dan musik. Selain itu, juga diserahkan hadiah bagi para pemenang pertama lomba-lomba dalam Festival Seni Bali Jani. Puncaknya, acara penutupan dimeriahkan dengan pementasan musikal multiseni “Terjebak di Dunia Maya”, di mana istri Gubernur Bali, Ny. Putri Suastini Koster, ikut terlibat membaca puisi. (kmb32)

Warga Diimbau Deteksi Dini Penyebaran Radikalisme

Mangupura (Bali Post) Guna menangkal paham radikalisme masuk Bali, seluruh warga diimbau melakukan deteksi dini. Untuk itu, aparat keamanan terus sosialisasi tentang paham radikalisme. Pada Jumat (8/11) lalu, dilaksanakan penyuluhan tentang pencegahan paham radikalisme sejak dini di Balai Banjar Juwet Desa Abiansemal oleh Kodim 1611/Badung. Pasiter Kodim 1611/Badung Kapten Inf. Wayan Suara, Sabtu (9/11) kemarin, mengatakan, kegiatan tersebut dimulai pukul 18.00 wita dan merupakan bagian dari program nonfisik Binter Terpadu Kodim 1611/Badung tahun 2019. “Adapun tujuan dilaksanakannya penyuluhan tersebut agar masyarakat mengerti tentang paham radikalisme. Diharapkan masyarakat memahami dengan benar organisasi radikalisme dan paham-paham anti Pancasila, serta dapat melakukan deteksi serta cegah dini,” ujarnya. Sedangkan saat pertemuan tersebut, Pabung Kodim 1611/Badung Mayor Inf. I Putu Sukadana memaparkan, definisi radikal

yaitu suatu sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sedangkan pengertian radikalisme yaitu suatu paham yang menginginkan adanya perubahan dengan cara revolusioner, bersikap eksklusif, aktif dengan menggunakan kekerasan dan atau merusak simbol maupun fisik. Untuk yang dimaksud terorisme, yaitu suatu perbuatan yang agresif dengan menggunakan kekerasan fisik atau menyebarkan ancaman ketakutan secara meluas. Dampak yang ingin dicapai menimbulkan korban secara psikologi, fisik, serta materiil. Sementara intoleran artinya suatu sikap yang tidak menghargai per-

bedaan (antikebinekaan) atau menolak demokrasi serta menginginkan perubahan konsensus nasional. “Contoh radikalisme yaitu menabrak lembaga atau aturan pemerintah. Selain itu, aktif membubarkan komunitas atau perkumpulan pihak yang tidak sejalan dengan kepercayaannya,” ungkap Mayor Sukadana. Sedangkan pada Kamis (7/11) pukul 09.00 wita, dilaksanakan penyuluhan tentang bahaya narkoba di SMK PGRI I Badung, Desa Abiansemal. Narasumbernya Kanitreskrim Polsek Abiansemal Iptu I Nyoman Sudarma. Di hadapan puluhan siswa dan siswi serta guru, Iptu Sudarma menjelaskan

narkotika sangat berbahaya jika disalahgunakan, terutama bagi generasi muda. Barang terlarang ini membahayakan kehidupan dan nilai-nilai budaya yang pada akhirnya dapat melemahkan ketahanan bangsa Indonesia. Ada pun bahaya narkoba bagi remaja dan pelajar, yaitu menyebabkan efek negatif mengganggu mental dan perilaku. Mengakibatkan terganggunya sistem neuro-transmitter

pada susunan saraf pusat di otak. Gangguan pada sistem neuro-transmitter akan mengakibatkan terganggunya fungsi kognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial. “Kami berharap para siswa-siswi SMK PGRI 1 Badung tidak coba-coba dengan narkoba karena bisa merusak kehidupan, bagi baik diri sendiri maupun lingkungannya. (kmb36)

BPM/ist

RADIKALISME - Sosialisasi pencegahan paham radikalisme sejak dini dilaksanakan di Balai Banjar Juwet, Desa Abiansemal, Badung.

Ratusan Pedanda Siwa-Budha Hadiri Mahasabha IV Dharmopadesa Pusat PARUMAN Agung (Mahasabha) Dharmopadesa Pusat dengan tema “Melalui Mahasabha IV Dharmopadesa 2019 Kita Tingkatkan Cradha & Bakti Kepada Ida Bethara Lelangit Dalam Rangka Ngulatikeh Mas” digelar di Taman Prakerti Buana, Kelurahan Beng, Gianyar, Sabtu (9/11) kemarin. Lebih dari 500 Pedanda Siwa-Budha dan ribuan walaka se-Nusantara menghadiri paruman rutin lima tahunan ini.

Acara Mahasabha IV ini dibuka oleh Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Dr. Ketut Widnya bersama Koordinator Staf Khusus Kepresidenan RI, A.A. Gede Ngurah Ari Dwipayana dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Turut hadir pula dalam kesempatan tersebut Wali Kota/ Bupati se-Bali, pangelingsir puri se-Bali, unsur TNI dan Polri, lembaga adat, lembaga

keagamaan, dan para tokoh masyarakat lainnya. Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Dr. Ketut Widnya dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan paruman agung (mahasabha) Dharmopadesa Pusat IV tahun 2019. “Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat semakin meningkatkan nilai spiritual dan kerukunan antarumat ke depannya,” ujarnya. Wakil Gubernur Bali, Tjoko-

MAHASABHA - Pembukaan paruman agung (mahasabha) Dharmopadesa Pusat IV tahun 2019 di Taman Prakerti Buana, Kelurahan Beng, Gianyar, Sabtu (9/11) kemarin.

rda Oka Artha Ardana Sukawati, mengucapkan selamat atas pelaksanaan paruman agung (mahasabha) Dharmopadesa Pusat IV tahun 2019 yang telah terlaksana dengan baik dan lancar. “Semoga apa yang menjadi tujuan Dharmopadesa Pusat IV tahun 2019 baik itu penataan organisasi dan perancangan program kerja ke depan dapat dilaksanakan dengan baik” ujarnya. Yajamana Karya Dang Kerta Upadesa Dharmopadesa Pusat, Ida Pedanda Gede Rai Gunung Ketewel, dari Griya Babakan Gianyar menjelaskan, persiapan paruman agung ini diawali dengan upacara majaya-jaya dan pengukuhan panitia Mahasabha Dharmopadesa 2019 di Taman Prakerti Bhuana Beng Gianyar. “Peserta sekitar 500-an Ida Pedanda Siwa-Budha lanang istri seluruh Nusantara ditambah 1000-an walaka,” terang Ida Pedanda Gede Rai Gunung. Adapun tujuan penyelenggaranaan Mahasabha IV ini adalah menyempurnakan AD/ ART, pertanggungjawaban pengurus, memilih pengurus pusat, menetapkan keputusan dan kebijakan yang dianggap perlu. Dharmopadesa adalah lembaga keagamaan dan kebudayaan bertujuan mewujudkan kerukunan pasemetonan se-keturunan Ida Dang Hyang Nirartha dan Ida Bhatara Lelangit Ida Dang Hyang Astapaka.

Untuk diketahui, lembaga ini didirikan sekitar tahun 1990-an yang baru diresmikan tahun 1999 dengan sebutan Yayasan Dharmopadesa. Kiprahnya bergerak melalui pengembangan dan pembinaan keagaman dan kebudayaan. Implementasinya di antaranya melalui jalur pendidikan nonformal yaitu pengasraman bagi calon Pendeta Ida Pedanda dan pengasraman Walaka. Mahasabha pertama dilaksanakan tahun 1994 di Pasraman Dharma Wasita Mas Ubud, Mahasabha II tahun 1999 di tempat yang sama, serta Mahasabha III berlangsung tahun 2014 di Griya Gede Keniten, Sanur, Denpasar. Sementara itu, Ketua Harian Dharmopadesa Pusat 2014 -2019 Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan, Dharma Ghosana merupakan Majelis Ida Pedanda, yang merupakan salah satu organ dari Dharmopadesa. Visi yang diemban Dharmopadesa sebagai organisasi sosial keagamaan meningkatkan kualitas kemanusiaan, mewujudkan kehidupan yang selarus serasi, asih asuh sagalak-sagilik, salung-lung sabayantaka berdasarkan ajaran-ajaran suci Ida Bethara Lelangit menuju Jagadhita dan Moksa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhineka dengan filosofi Pancasila dan UUD 1945,” ungkapnya. (ad225)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya,Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Wage, 10 November 2019

”Pre Launching The Chef Apps”

Aplikasi ”The Chef” Pertama di Dunia dengan Fitur Lengkap BALI menjadi pilihan destinasi kedua event pre launching The Chef Apps setelah Surabaya yang dilaksanakan pada Sabtu (9/11) di Nineteen Lounge, Jalan Petitenget, Kerobokan. Grand launching aplikasi The Chef akan diadakan pada 12 November bertempat di Artotel Thamrin, Jakarta. Pre launching kali ini, The Chef menghadirkan Chef Henry Alexi Bloem mewakili salah satu asosiasi terbesar di Indonesia yaitu ICA (Indonesian Chef Association) dan juga mewakili world class professional chef. Turut hadir di acara ini tiga chef ambassador The Chef Apps Chef Wildan Avessina, Chef Widhijanto dan Chef Dinda. Managing Director Central Point Katring Indonesia Widhijanto Heru Kusumo mengatakan, melihat banyaknya tempat wisata berkembang di kota ini, banyak pula industri food and beverage bersinergi dengan tempat wisata yang berkembang. Selain pantai dan wisata lainnya, saat ini kuliner juga menjadi salah satu objek wisata yang ada di Bali. “Banyaknya wisata kuliner, banyak pula chef di dalamnya. Atas dasar itulah kenapa Bali sebagai kota wisata kuliner menjadi kota pilihan untuk pre launching The Chef Apps,” ungkapnya. Di era modern saat ini segala aspek yang berhubungan dengan pendukung pemenuhan kebutuhan manusia sangat dituntut serba cepat, taktis dan mudah. Melihat keadaan ini, founder The Chef yang terdiri dari perkumpulan koki profesional dan juga pengusaha menawarkan aplikasi baru pertama di dunia. Aplikasi The Chef adalah aplikasi berbasis komunitas profesi yang berhubungan dengan dunia kuliner, food industri

data profil, sertifikasi kuliner dan segala sesuatu yang mendukung generasi milenial untuk mengapresiasi karya ide yang ada, mengembangkan ide kreatif dan membagikan karya kreatifnya melalui fitur–fitur di dalam aplikasi seperti fitur chef chanel, dan fitur market place untuk para chefpreneur. Beberapa chef dan pecinta kuliner muda seperti Chef Dinda, Chef Wildan dan Bow3t didapuk sebagai salah satu profil generasi muda yang akan hadir untuk menyegarkan kancah kuliner online di dunia kuliner Indonesia. Melalui brand ambassador, ia ingin menginformasikan dan memperkenalkan aplikasi ini dibuat berlandaskan kecintaan founder-nya terhadap kuliner dan atas perhatiannya terhadap kehidupan chef di Indonesia maupun dunia. Ia berharap dapat menjalin silaturahmi antar-chef, memunculkan chef baru muda dan berbakat, memudahkan perusahaan yang berhubungan dengan food in-

dustry mendapatkan informasi dan belanja kebutuhannya. Sesuai tagline The Chef “We’re not just cooking, we’re create a soul” mempunyai makna bahwa The Chef sangat memahami kebutuhan masyarakat yang bergerak di industri kuliner sebagai penyumbang pendapatan terbesar di industri kreatif tanah air, dimana industri ini sangat membutuhkan informasi tentang jasa chef professional dan data mengenai rantai supply industri makanan dan minuman. “Kami menciptakan fitur–fitur seperti informasi lowongan pekerjaan, informasi profil chef bagi perusahaan yang membutuhkan, data event chef dan kegiatannya di seluruh Indonesia, informasi rantai supply berupa data marketplace makanan dan minuman di seluruh Indonesia dan tak kalah uniknya, aplikasi ini juga menyediakan fitur forum bagi para chef untuk berinteraksi melalui chat forum dan berbagi karya melalui fitur chef chanel yang membagikan hasil karya chef dari seluruh

APLIKASI - Chef Widhijanto (nomor dua dari kiri) menunjukkan aplikasi The Chef didampingi President Director of ICA (paling kiri), Chef Wildan (nomor dua dari kanan dan Chef Dinda (paling kanan).

Indonesia. Harapan kami, aplikasi ini bisa menjadi pilihan terbaik dan satu-satunya bagi para pelaku industri kuliner di tanah air Indonesia,” jelasnya. Target awal setelah grand launching, ada 20.000 orang yang men-download aplikasi ini. Dalam waktu 3 bulan bisa mencapai 60 persen dari 120.000 orang yang men-download. Untuk itu ia akan mem-boosting dengan beberapa event seperti cooking competition, campaign dari produk–produk tertentu, dan itu pasti akan menambah jumlah orang yang men-download. Target jangka panjang 1 juta orang yang men-download dari seluruh dunia. Tahun depan, The Chef juga akan dilaunching di negara lain, rencananya di Malaysia dan Brunai. President of ICA Chef Henry Alexi Bloem mengapresiasi adanya aplikasi The Chef ini. Banyak yang bisa diselipkan dalam aplikasi ini, tidak hanya tentang dunia chef namun juga ada yang berhubungan dengan semua industri makanan dan minuman, pelatihan, sertifikasi, healthy food dan sustainability. “Senang sekali ada aplikasi baru yang berhubungan dengan dunia culinary. Kita di asosiasi sudah punya aplikasi ini, namun di aplikasi The Chef ini konten dan menunya lebih lengkap. Intinya dalam aplikasi ini one stop shopping-lah. Begitu download semua informasi bisa didapatkan, semua pengetahuan didapatkan di sana, tentang resep, tentang kesehatan. Saya di asosiasi mendukung sekali karena akan banyak membantu anggota asosiasi, pengusaha, UMKM dan masyarakat umum, stakeholder, vendor untuk mempromosikan produk–produk mereka juga,” ujarnya. (ad209)

Astra Motor Bali Raih Penghargaan ”Gold Achivement” pada Ajang OPEXCON 2019 ASTRA Motor Bali berhasil meraih penghargaan tertinggi pada ajang konferensi tahunan Indonesia Operational Excellence Conference and Award atau lebih dikenal dengan OPEXCON pada 7 November 2019. Dengan bertemakan Process excellence , people transformation and digital innovation, apresiasi ini merupakan bukti nyata atas inovasi yang telah dilakukan terhadap kualitas layanan yang difokuskan pada proses pemenuhan spare part lebih cepat dengan berbasis system online. Diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai perusahaan BUMN dan swasta, mayoritas peserta menyampaikan konsep dan gagasan mengenai digital information sistem yang terkait dengan bisnisnya masing-masing. Penghargaan yang berhasil diraih Astra Motor Bali adalah Gold Achievment di kategori Excellent Service. Perolehan penghargaan ini merupakan wujud kualitas dan komitmen perusahaan untuk memberikan value lebih ke konsumen. Untuk memberikan kepuasan konsumen, layanan digital khususnya dalam memenuhi kebutuhan sparepart di AHASS dikembangkan terus sejalan dengan kebutuhan konsumen. Layanan hotline order mengalami peningkatan dan media komunikasi membutuhkan informasi yang cepat dan akurat. Supervisor Technical Service Asra Motor Bali Ngurah Palguna mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi komitmen tinggi untuk memberikan layanan purna jual khususnya ketersediaan sparepart Honda yang bisa diakses di seluruh jaringan resmi Bali. Dengan development sistem ini dapat mengakomodir pengadaan part secara terinte-

grasi, yang mana jaringan di area Bali dapat melihat ketersediaan part Main Dealer serta jaringan lainnya sehingga mempercepat pemberian informasi kekonsumen. “Perkembangan pasar yang semakin beragam membuat kami harus dapat menyesuaikan dengan cepat dalam meningkatkan pelayanan di seluruh jaringan khususnya sparepart. Terima kasih atas kepercayaan konsumen terhadap pelayanan kami hingga mendapatkan penghargaan ini. Kami tidak akan pernah berhenti untuk memberikan value dan kemudahan kepada konsumen dengan sistem online harapannya mempercepat informasi sehingga kebutuhan konsumen terpenuhi,” ujar Palguna. Ajang OPEXCON 2019 diikuti Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta dengan mengirimkan laporan proyek perbaikan untuk Program OPEXCON Project Competi-

tion, dengan waktu pengumpulan paling lambat 31 Juli 2019. Peserta melakukan pendaftaran dan mengirimkan laporan proyek mereka secara online melalui website opexcon.com. Setelah semua laporan proyek masuk, dewan juri akan memilih proyek terbaik yang kemudian akan bertarung ke babak final penjurian. Para finalis akan memberikan presentasi selama 30 menit di depan dewan juri. Dalam fase final ini, dewan juri akan memberikan penilaian dengan mempertimbangkan pencapaian hasil, analisa dan tools, kerja sama tim, kreativitas, dan adaptabilitas. Penghargaan akan diberikan kepada pemenang di setiap sektor industri (ada tiga kategori: manufaktur, Excellent Service, pertambangan & energi). Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dan perwujudan dari niat untuk mengembangkan budaya Continuous Improvement di Indonesia. (bns1)

STIKes Wira Medika Bali Buka Program Bupati Artha Ajak Masyarakat Studi Teknologi Laboratorium Medis Jelang Musim Hujan

Intensifkan Bersih Sungai

PEMKAB Jembrana bersama masyarakat terus mengintensifkan gerakan membersihkan sungai. Hal itu bentuk kewaspadaan, jelang musim penghujan yang sebentar lagi diprediksikan turun di Jembrana. Seperti kegiatan gotong royong melibatkan unsur masyarakat, pelajar hingga ASN, dipimpin langsung Bupati Jembrana I Putu Artha serta Wabup I Made Kembang Hartawan, Sabtu (9/11) bertempat di Pangkung Lampah Kelurahan Pendem. Aksi bersih– bersih sungai itu dilakukan agar aliran air tidak terhambat oleh sampah maupun penyempitan lainnya ketika musim hujan tiba. Kegiatan ini juga bentuk preventif untuk membersihkan aliran sungai dari sampah yang dapat memicu musibah banjir. Di antaranya dengan mengangkut sampah-sampah

plastik maupun organik yang banyak terdapat di daerah aliran sungai, membersihkan tanaman liar di kanan kiri badan sungai serta memperluas daerah aliran sungai yang menyempit karena endapan tanah bercampur lumpur. “Hari ini kita gotong royong membersihkan Pangkung Lampah Pendem dari sampah yang memenuhi badan sungai. Kegiatan ini juga untuk memberikan edukasi pada warga lainnya agar sadar akan kebersihan dan jangan buang sampah ke sungai,” kata Bupati Artha. Menyongsong musim hujan yang turun sebentar lagi, Artha juga mengingatkan potensi banjir yang membahayakan masyarakat di sekitar di daerah aliran sungai. “Jadi hentikan, jangan buang sampah ke sungai lagi. Sampah–sampah itu

kumpulkan saja di depan rumah masing-masing, nanti ada tim dari kebersihan yang akan mengangkutnya. Nah, kami juga ingin melalui gotong royong ini, akan timbul kesadaran dari masyarakat untuk ikut menindaklanjuti. Apabila Kali bersih, daerah aliran sungai bersih, potensi banjir bisa diminimalisir,” tegas Bupati asal Melaya ini. Langkah ini juga diimbaunya bisa diikuti masyarakat di bawah, dengan ikut membersihkan lingkungan masing-masing. Mulai dari selokan, got serta sungai terdekat agar jangan ada endapan sampah. Menurut dia, masyarakat perlu penyadaran hal tersebut karena dampak sungai yang dipenuhi sampah bakal terasa kalau musim hujan tiba. “Sudah pasti air akan melimpah ke jalan, bahkan permukiman penduduk di

BERSIH - Bupati Artha terjun langsung mengoordinir kegiatan gotong royong bersih saluran air mengantisipasi banjir.

dekat sungai. Apalagi daerahdaerah yang selama ini sering kena banjir harus berbenah, jangan sampai terus-terusan banjir. Harus diawali dengan perubahan perilaku masyarakat untuk tidak buang sampah ke sungai,” ucapnya. Disinggung akan peran dan kesiapan pemerintah daerah menghadapi musim penghujan, Artha juga telah mengintruksikan kepada jajaran di bawahnya untuk waspada. Menurutnya, pemerintah daerah tidak tinggal diam dengan melakukan langkah–langkah preventif menghadapi musim penghujan. Di antaranya menerjunkan tim dari Dinas LH serta BPBD yang turun langsung membersihkan sungai. Langkah serupa juga telah disampaikannya kepada para camat serta kelian agar waspada akan potensi banjir di musim hujan. “Banjir di hilir tidak bisa dipisahkan dengan kondisi hutan di daerah hulu. Karena itu kami sudah lakukan reboisasi dan penghijauan hutan. Tapi tetap yang terpenting peran serta masyarakat kita untuk ikut menjaga hutan dengan tidak menebang pohon,” ujar Artha. Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana I Wayan Sudiarta mengatakan, aksi bersih-bersih sungai kali ini mengumpulkan sampah plastik sebanyak 45,3 kg serta sampah organik yang merupakan sisa tanaman sebanyak 7 meter kubik. “Sesuai instruksi bupati kami akan intensifkan kegiatan bersih-bersih sungai sebagai langkah antisipasi turunnya musim hujan, sehingga tidak sampai banjir,” ungkap Sudiarta. (ad228)

Program Sarjana Terapan Satu-satunya di Bali STIKES Wira Medika Bali menerima izin pembukaan program studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) program Sarjana Terapan berdasarkan surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 1051/KPT/I/2019. Surat keputusan dimaksud diserahkan Kepala LLDIKKTI Wilayah 8 Prof. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. “Selamat kepada civitas akademika STIKes Wira Medika Bali atas izin penyelenggaraan program studi yang baru ini. Target selanjutnya STIKes Wira Medika Bali tidak hanya pada satu bidang kesehatan saja tapi juga dibidang bisnis. Untuk itu harus dikembangkan menjadi institut,” papar Prof. Dasi. Sejalan dengan itu Ketua Yayasan Samodra Ilmu

Cendekia Bali, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina Bali, M.Pd., CHT., CHA., sangat mengapresiasi penambahan program studi ini. “Kami mendorong pendidikan tinggi yang berkualitas, memenangkan persaingan tidak hanya di bidang kesehatan tapi juga bidang lain sehingga pemenuhan sarana prasarana dan kompetensi SDM akan ditingkatkan secara berkelanjutan dan 5 dosen tetap telah ditugaskan melanjutkan studi pada program doktor,” lanjut Dr. Astina. Penambahan Program Studi TLM program Sarjana Terapan merupakan kabar gembira menyambut Dies Natalis ke-12 STIKes Wira Medika Bali. Pengalaman dan komitmen yang konsisten dengan moto Competence for Ex-

cellence telah menghadirkan penghargaan dan pengakuan kualitas, Terakrditasi B dari BAN PT begitu juga dengan program studinya telah terakreditasi dari LAM-PTKes. Ketua STIKes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M., yang menerima izin prodi ini di kantor LLDIKTI Wilayah 8 menjelaskan program studi TLM program Sarjana Terapan menjadi yang pertama di Provinsi Bali mendapat dukungan dan rekomendasi dari Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (PATELKI) Bali karena ini vokasi, sesuai dengan kompetensi yang ada dan dibutuhkan. “Kabar baik di bulan ini selain pencapaian Ketua Yayasan Dr. Astina, juara 1 Keluarga Sukinah Nasional dan Mahasiswa kami, Ditha, meraih juara 2 Lomba Essai Ilmiah Populer Nasional. Kami tidak hanya berpikir lokal tapi juga global. Saat ini dikembangkan kerja sama internasional khususnya Singapura, Thailand, Jepang, Australia, Kanada, Belanda dan Jerman untuk program lecture exchange, student exchange, magang dan kerja di luar negeri. Prinsipnya kami siap menjadi Institut,” jelas Dewa Agung. Dengan penambahan prodi ini, maka STIKes Wira Medika Bali memiliki prodi Rekam dan Informasi Kesehatan (D-3), Teknologi Laboratorium Medis (D-3), Teknologi Laboratorium Medis (D-4), Keperawatan (S-1) dan Pendidikan Profesi Ners dimana untuk penerimaan mahasiswa baru untuk tahun 2020 telah dibuka dengan pendaftaran offline dan online melalui pmb.stikeswiramedika. ac.id. (ad226)

Daihatsu Astec Open 2019 International Series, Final Jakarta SESUAI dengan tagline “Daihatsu Sahabatku”, Daihatsu ingin menjadi sahabat bagi masyarakat Indonesia dengan menggelar program atraktif dan kekinian, yang salah satunya dengan menggelar Turnamen Bulu tangkis, baik lokal maupun global. Daihatsu memilih bulu tangkis karena merupakan salah satu cabang olahraga terfavorit di Indonesia, serta terbukti mampu mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia ke tingkat dunia. Melanjutkan kesuksesan sebelumnya, Daihatsu bekerja sama dengan Alan & Susy Tech-

nology (ASTEC) menyelenggarakan turnamen bulu tangkis bertajuk DAIHATSU ASTEC Open sejak 2016. Turnamen bulu tangkis yang telah diadakan untuk keempat kalinya ini, terasa istimewa karena peningkatan level turnamen dari sebelumnya. Hal ini sebagai apresiasi atas peningkatan dan tingginya animo peserta turnamen bulu tangkis ini di setiap daerah. Turnamen yang berlangsung pada Maret–November di 7 kota besar di Indonesia, yang telah sambangi Medan, Balikpapan, Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Surabaya, akhirnya ha-

dir untuk memperebutkan gelar juara di Final di Jakarta pada 4 – 9 November 2019 di GOR Tanjung Priok dengan level bertaraf internasional, yakni BAC (Badminton Asia Confederation) dan terdaftar dalam agenda Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Tak hanya itu, melalui turnamen ini para atlit dapat memperbesar peluang untuk masuk seleksi Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) dan meningkatkan poin resmi yang terdaftar dan diakui oleh federasi bulu tangkis tingkat dunia, yaitu BWF (Badminton World Federation).

Jumlah peserta hingga final di 7 kota, tercatat sebanyak 6.589 total peserta yang ambil bagian. Tak hanya pemain lokal, turnamen ini juga diikuti oleh atlet mancanegara, yaitu Amerika Serikat, Jerman, India, Irak, Jepang, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Jumlah ini sangat menggembirakan dan membuktikan kualitas turnamen untuk memperebutkan gelar juara pada turnamen final di Jakarta. Turnamen Daihatsu ASTEC Open 2019 dibagi menjadi beberapa kategori pemenang

berdasarkan umur, dimulai dari U-13, U-15, U-17, U-19, Dewasa dan Veteran. Selain menggelar pertandingan, turnamen ini juga mengadakan Coaching Clinic yang langsung melibatkan Alan dan Susy sebagai pembicara. Acara konferensi pers final Daihatsu Astec Open di Jakarta kali ini agak berbeda, dimana Sahabat media, klub Daihatsu, dan beberapa pelanggan Daihatsu diajak Nonton Bareng film Susi Susanti – Love All sebagai gambaran perjuangan Susi Susanti meraih gelar juara dunia, dan menjadi legenda bulu tangkis Indonesia.

“Kami bersyukur turnamen Daihatsu ASTEC Open 2019 International Series telah mencapai babak final di Jakarta, ditambah acara nonton bareng film Susi Susanti. Kami berharap, melalui turnamen dan inspirasi

nobar film Susi Susanti ini dapat membangkitkan semangat dan motivasi kita bersama untuk kejayaan bulu tangkis Indonesia di masa depan”, ujar Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns2)


4

Minggu Wage, 10 November 2019

Adiksi Internet dengan Terapi Psikoterapi dan Farmakoterapi Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Dr. dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.Kj., menerangkan, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2014 telah mencapai 88,1 juta jiwa dari total 252,5 juta jiwa penduduk Indonesia atau sekitar 34,9 persen dari penduduk Indonesia.  Menurut data Internet World Statistics tentang  Top  20  Internet Countries, Indonesia berada pada rangking lima penggunaan internet terbesar di dunia. Indonesia berada di rangking ke lima di bawah Cina, India, United States, dan Brazil. Adiksi internet adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan keasyikan yang berlebihan atau tidak terkontrol, mendesak atau perilaku penggunaan komputer dan akses internet yang menyebabkan gangguan atau distres.  Adiksi internet termasuk dalam kriteria orang mengalami gangguan mental. “Dampak mental penggunaan internet dalam arti yang sangat luas. Games, youtube, facebook, line, semua orang baik anak maupun dewasa, kemungkinan jadi adiksi (penggunaan yang berlebihan) bisa terjadi, karena penggunaan yang lebih dari 5 – 6 jam sehari,” jelasnya Senin (4/11). Yang pasti, di setiap praktik psikiater, adiksi internet sudah ada di dalam kriteria diagnosis DSM (diagnostic statical manual) 5, petunjuk orang sakit mental edisi 5.

Dampak Adiksi internet termasuk adiksi game online membuat anak mudah depresi, gangguan mood lainnya, gangguan penyalahgunaan zat dan alkohol, kecemasan, sensitivitas interpersonal, psikosis, gangguan obsesif-kompulsif, perilaku agresif, antisosial, dan masalah psikosomatik. Dampaknya ketika anak dilarang atau dihentikan, sama dengan adiksi yang lain seperti mengamuk, marah, dan susah bangun pagi. Sehingga anak tidak pergi ke sekolah. “Dan kalau anak–anak paling jelas kelihatan karena mereka kesulitan untuk tidur, karena semakin malam dia main, akses internetnya makin clear, karena orang kan semakin sedikit main,” imbuhnya. Selain itu, dengan mengakses 5 – 6 jam sehari, anak sudah terhipnosis dengan tontonan atau games tersebut. Misalnya, anak yang bermain game perang akan selalu mudah emosi.  Dampak yang paling berat adalah anak sampai berperilaku aneh. Kasus yang pernah ditanganinya adalah adiksi terhadap tokoh Korea karena menonton film, anak tersebut merasa dialah yang menjadi tokoh yang ada di sana, baik perempuannya maupun laki–laki. “Sehingga di cerita itu kalau terjadi kematian pada pasangannya, dia juga sampai ingin bunuh diri, ingin menyakiti dirinya. Bahkan ada yang tiba–tiba bernyanyi di kelas, bercakap–cakap dengan Bahasa Korea saat kelas sedang berlangsung,” bebernya. Kasus terberat yang pernah ditangani adalah menyakiti orangtuanya. Ketika jaringan internet lemot atau kalah bermain, orang tuanya sampai dipukul, adiknya dipukul, melempar HP-nya, merusak barang yang lain. Penanganan Penanganan adiksi internet dengan farmakoterapi dan psikoterapi. Farmakoterapi dengan pemberian obat antidepresan (amitriptilin, imipramine),  antianxietas (diazepam, clorazepate),  antipsikotik (Chlorpromazin, trifluoperazine, haloperidol) dapat membantu mengurangi gejala. Penelitian farmakologi terbaru, untuk mengurangi gejala adiksi internet adalah dengan Escitalopram

dan Bupropion. Sementara psikoterapi yaitu dengan penghenti eksternal, tetapkan goal, kartu-kartu pengingat, inventori personal, dukungan sosial, terapi keluarga. Caranya dengan, melepas pelan–pelan internet atau games, jam bermain dikurangi ditambah dengan aktivitas– aktivitas fisik, seperti olahraga, main silat. Sehingga anak jauh dari benda– benda yang dapat mengakses internet.  Orang tua bisa membuat perjanjian dengan anak, waktu dan durasi boleh main. Ketika tidak bermain, maka perangkat itu disimpan di suatu tempat, bukan ditahan. Tidak hanya di HP, tapi juga laptop dan personal computer yang bisa mengakses online dan wifi atau internet dimatikan.  Menjadwalkan kegiatan–kegiatan yang aktif di luar rumah atau luar kamar atau bersama kelompok teman sebaya. Menjanjikan reward dan punishment, hadiah dan hukuman ketika anak sudah menjalani kesepakatannya dengan orangtua. Punishment-nya bisa dengan tidak memberikan uang untuk membeli kuota atau tidak diberikan gawai sama sekali, uang saku dibatasi.  Program dari pemerintah yaitu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, ada program dari pukul 19.00 sampai pukul 21.00, tidak mengakses internet, TV, gadget, tablet. Semua penghuni rumah tidak memandang umur, melakukan hal tersebut. “Jadi saat itulah anak bisa belajar, kalau berinteraksi, bisa ngobrol dengan keluarga. Kalau anak mau beraktivitas yang lain, tanpa HP. Kalau itu bisa diterapkan, saya kira gangguan dampak mental karena penggunaan internet yang lebih dari 5 jam sehari itu bisa diatasi, dikurangi kasusnya,” bebernya. Terapi ke psikolog atau psikiater, memberikan edukasi dampak dari kecanduan internet dan edukasi dampak fisik  bisa berupa mata kering atau gangguan mata lainnya.  Bisa juga dengan  Psikoterapi Hipnoterapi. Hipnoterapi merupakan pemanfaatan sugesti untuk mengatasi masalah psikologis yang meliputi pikiran, perasaan dan perilaku. (may)

Membentuk Pinggang dan Pinggul Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

3

2

Gb. II: Untuk merampingkan pinggang, berdirilah tegak dan berat badan bertumpu pada kaki kiri sedangkan kedua telapak tangan memegang bola. Luruskan kaki kanan dan arahkan serong ke kiri sembari mengarahkan bola jauh ke kanan, maka akan terasa tarikan otot pinggang bagian kanan. Lakukan gerakan pada 2 x 8 hitungan setelah itu ganti arah.

PINGGANG yang ramping dan pinggul yang seksi dapat diperoleh dengan berlatih menggunakan alat bantu bola agar suasana berlatih jadi menyenangkan. Lakukan di rumah sebelum berangkat beraktivitas karena dengan latihan yang rutin pinggang dan pinggul indah jadi milik Anda. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Komang Hariyanti dari Lala Studio.

Gb. I: Kaki kiri ditekuk sedangkan kaki kanan lurus ke belakang dan kedua lengan lurus depan dada memegang bola. Gerakkan kedua lengan lurus ke atas dan ulangi gerakan hingga pada 4 x 8 hitungan. Latihan ini berfungsi mengencangkan lengan atas, menghancurkan lemak pada perut bagian atas- serta mengencangkan paha.

Gb. Ill: Kedua kaki dibuka dan kedua lengan lurus depan dada memegang bola. Tekuk kedua kaki sembari mencondongkan badan sedikit ke depan lalu tegakkan kembali dan ulangi hingga 2 x 8 hitungan.

Berlatihlah secara rutin dan dengan teknik yang benar serta salam.

1

Kisara DI era yang serba canggih ini, gawai sudah seperti benda yang tak terpisahkan dari kita. Mau pergi ke manapun gawai harus dibawa. Di tempat umum, main gawai. Lagi kerja, sembunyi-sembunyi main gawai. Lagi bosen dengerin guru di depan, main gawai. Bahkan ke kamar mandi harus membawa gawainya juga Sebenarnya berapa pun umur kamu, kecanduan  gawai  adalah sesuatu yang berbahaya. Namun, menjadi lebih berbahaya ketika umurmu masih dalam tahap pertumbuhan atau usia remaja. Di usia yang seharusnya kamu fokus belajar dan mencoba segala pengalaman baru, kamu malah melewatkan itu semua karena sibuk bermain  gawai. Kalau kamu memakai  gawaimu untuk membaca buku atau informasi-informasi penting sih masih oke, tapi hanya tenggelam dalam feed Instagram atau sibuk bergosip di grup chat? Nah loh... itu yang bisa jadi masalah. Jika kamu merasa bahwa kamu sangat sulit lepas dari HP-mu, bahkan

rasanya kamu sangat sulit istirahat karena pengaruh gawai yang terus ingin kamu mainkan, maka Kisara akan mencoba mengajak kamu untuk melakukan beberapa tips dan trik berikut ini. Percaya atau tidak jika kamu melakukannya dengan benar maka kebiasaan burukmu akan hilang. Yuk disimak! 1. Hapus Aplikasi yang Bikin Kamu Kecanduan Bagi kamu yang ingin terlepas dari kebiasaan menggotak-atik gawai, cobalah untuk menghapus beberapa aplikasi yang sering menganggu dirimu. Cara ini bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan media sosial maupun nge-game.

Gb. IV: Berat badan bertumpu pada kaki kiri lalu kaki kanan ditarik lurus ke belakang pada posisi ujung jari kaki menyentuh lantai sembari meluruskan kedua tangan ke atas. Setelah itu bergantian arah, dan lakukan hingga pada 4 x 8 hitungan.

Kupon

4

Bijak Menggunakan Gawai Namun, belajarlah untuk bijak dalam menggunakannya. Kamu bisa beralih ke personal computer/laptop jika ingin tetap update mengenai dunia maya. Dengan begitu kamu akan lebih produktif menggunakan gawai di saat-saat yang dibutuhkan dan untuk mencari informasi. 2. Memperbanyak Interaksi dengan Lingkungan Sosialmu Terlalu tenggelam dalam dunia maya terkadang membuat sebagian orang sulit bergaul di dunia nyata. Buatlah perjanjian kecil bersama teman-temanmu saat berkumpul untuk sama-sama tidak mengeluarkan gawai. Bangun obrolan yang menyenangkan agar kamu dan teman-teman merasa nyaman untuk menghabiskan waktu bersama sehingga kamu bisa mengurangi penggunaan gawai kamu. 3. Mematikan Notifikasi Media So-

sial dan Data Seluler Agar waktu yang kamu punya bisa digunakan dengan baik, gak ada salahnya matikan notifikasi semua aplikasi yang terinstal pada gawai. Kamu bisa mematikannya saat sedang di sekolah, bersama teman-teman dan keluarga. Dengan cara ini kamu akan lebih produktif mengisi waktu luangmu dan dapat membuat kamu terhindar dari kecanduan gawai. Nah, jika tidak mau mematikan data seluler, kamu juga bisa mengaktifkan mode silent, kok. 4. Gunakan Gawai Seperlunya saja dan Buat Batas Waktu Penggunaan Kamu bisa membuat peraturan bebas gawai, misalnya mulai jam 9 malam, dilarang menggunakan gawai.

Jika di rumahmu terdapat Wi-Fi, matikan saja  Wi-Fi  di atas jam 9 malam. Dengan catatan, kamu juga sudah berkomitmen untuk mematikan paket data kamu. Jika masih bikin tugas? Fokuslah mengerjakan tugasmu, gunakan gawai untuk mencari materi atau bahan, bukan untuk berselancar di sosial media. Lalu ketika tugasmu telah selesai, ingat mematikan gawai kamu, ya. Memiliki gawai memang membuat seseorang mudah melakukan berbagai aktivitas. Banyak urusan yang bisa terselesaikan dengan memiliki gawai. Namun sayangnya, di sisi lain benda satu ini justru berisiko membahayakan hidup seseorang. Bijaklah memanfaatkan gawai kamu. Jadilah smart user, untuk smart phone kamu.


5

Minggu Wage, 10 November 2019

Sepuluh Tiang Kokoh Ajeg Dharma

Capricorn

Peruntungan: Minggu ini nasib lumayan mujur, hanya rintangan yang datang tidak bisa dipandang remeh, harus dihadapi dengan penuh konsentrasi. Prestasi Anda yang sudah bagus ini, jangan sampai hancur hanya gara-gara persoalan sepele, yakni kurang bisa mengalah untuk kemenangan. Kesehatan: Makanlah yang teratur agar penyakit maag tidak kambuh lagi. Cinta: Kurang begitu harmonis, maka dari itu cobalah Anda bersikap lebih manis dan menyenangkan. Aquarius

Peruntungan: Minggu ini segala rencana akan berjalan dengan memuaskan terutama jika Anda bisa mengendalikan hawa nafsu yang tampak menggebu-gebu. Buat apa terburuburu mengambil tindakan, lakukan segalanya dengan step by step agar hasilnya lebih sempurna dan memuaskan. Kesehatan: Cukup terforsir baik pikiran maupun tenaga. Untuk itu, perlu suasana yang baik dan mendukung untuk recovery kembali. Cinta: Semua itu tergantung kepada sikap Anda sendiri. Jika bisa bersikap manis, suasananya akan berubah menjadi tenang dan membahagiakan. Pisces

Peruntungan: Minggu ini tampak kurang mujur sehingga kerjakan saja yang aman-aman. Kerjakan semua perintah dari atasan dengan sungguh-sungguh, jangan sampai setengah hati agar atasan tetap respect dengan kinerja Anda. Kesehatan: Kepala pusing sebelah dan cukup menggganggu. Cinta: Hawanya kurang enak, maka dari itu cobalah lebih sabar dan bijaksana dalam menyikapi permasalahan yang muncul minggu ini. Aries

Peruntungan: Berhati-hatilah menuangkan kecurigaan yang belum tentu Betul. Usahakan tidak memunculkan minggu ini sekalipun hawa kemujuran masih terasa. Tak mudah membikin keputusan karena dihadapkan pada dua permasalahan yang sama-sama membingungkan. Kesehatan: Hindari keluar malam untuk urusan yang kurang begitu Penting. Ingat, kondisi badan Anda yang kurang fit akhir-akhir ini. Cinta: Selama permasalahan itu masih bisa dibicarakan dengan baik-baik, maka usahakan tidak menggunakan kekerasan. Taurus

Peruntungan: Masih terlampau dini untuk menyikapi suatu permasalahan yang timbul minggu ini yang ada hubungannya dengan kejadian di masa lalu. Jangan anggap remeh setiap persoalan yang timbul walau sepintas terlihat sepele. Kesehatan: Dada sering terasa nyeri. Jika masih terasa sakit, sebaiknya konsultasikan saja ke dokter. Cinta: Jangan bermain-main dengan cinta, jika tidak ingin pusing nantinya. Gemini

Peruntungan: Inilah minggu kemenangan bagi Anda, karena dewi fortuna selalu mengiringi setiap langkah yang Anda kerjakan. Motivasilah diri Anda agar bisa bangkit dari rasa malas dan perasaan terlalu cepat puas atas hasil yang telah diraih selama ini. Kesehatan: Semua baik-baik saja dan tak ada yang perlu dikhawatirkan. Cinta: Belum tertutup bagi Anda untuk meraih hatinya.

asamyatatmana yogo dusprapa iti me matih vaśyatmana tu yatata śakyo‘vaptum upayatah (Bhagavad-gīta 6.36) “Mereka yang tidak mengendalikan pikirannya tidak mungkin mencapai keberhasilan di dalam yoga. Akan tetapi, mereka yang senantiasa berusaha dan berhasil mengendalikan pikirannya, maka mereka akan berhasil di dalam yoganya. Itulah pendapat-Ku.”

Terdapat 11 indria (ekadaśendriya) yang dalam lontar Tutur Kumara Tattwa dijelaskan sebagai sangat menentukan naik atau turunnya arah hidup manusia. Jika orang berhasil mengendalikan ekadaśendriya maka orang akan mendapatkan keberhasilan dalam hidup material dan spiritualnya. Sebaliknya, gagal mengendalikan ekadaśendriya menyebabkan orang mengalami berbagai kesulitan dalam hidup material maupun spiritual. Ekadaśendriya atau sebelas (11) indria tersebut adalah: (1). Pañca Karmendriya (lima indria penggerak), yaitu; Vakindriya (indria mulut), Panīndriya (indria tangan), Padendriya (indria kaki), Payvindriya (indria pengeluaran/anus), dan Upasthendriya (indria seksual), (2). Pañca Buddhīndriya (lima indria perasa), yaitu: Caksvindriya (indria penglihatan), Śrotendriya (indria pendengaran), Tvakindriya (india perasa pada kulit), Jihvendriya (indria perasa pada lidah), Ghranendriya (india penciuman), dan (3). Manah (pikiran). Pikiran adalah indria ke-11 dan merupakan raja dari seluruh indria. Keberhasilan dalam yoga dimulai dari pengendalian pikiran karena pikiranlah yang mengendalikan seluruh kehidupan manusia. Orang-orang bijaksana berusaha mengendalikan pikiran demi mengendalikan seluruh

Leo

Peruntungan: Pada minggu yang lumayan tenang ini belum tertutup bagi Anda untuk mulai mempersiapkan rencana baru yang lebih prospektif di minggu-minggu yang akan datang. Jangan biarkan pikiran melamun entah ke mana, bukankah lebih baik mengoreksi hasil kerja Anda akhir-akhir ini. Kesehatan: Capek fisik jangan dianggap enteng, usahakan ada waktu beristirahat. Cinta: Jangan ragu mengutarakan masalah beban pikiran Anda selama ini, supaya kesalahpahaman tidak terjadi begitu panjang. Virgo

Peuntungan: Kalau Anda bisa mengikuti arus dan tidak sampai menerjangnya, maka minggu ini akan berjalan dengan tenang dan membahagiakan. Berusahalah mengalah walaupun Anda merasa benar karena memang hawa pada minggu ini bikin jengkel dan gelisah. Kesehatan: Migren masih merupakan masalah bagi konsentrasi Anda. Cinta: Cukup tenang dan jauh dari konflik yang berat. Libra

Peruntungan: Minggu ini Anda bisa bersantai-santai tanpa punya beban pikiran yang berat. Bersyukurlah karena Anda telah melewati masa-masa berat akhir ini. Emosi yang labil itu harap dikendalikan agar suasana yang seharusnya tenang tidak sampai menjadi kacau balau. Kesehatan: Lagi tak enak badan, dan akan hilang dengan istirahat sebentar. Cinta: Pikiran ruwet hendaknya mulai disingkirkan. Buat apa memikirkan hal yang sudah berlalu, alangkah baiknya jika menikmati suasana bahagia ini.

Sagitarius

Peruntungan: Kemujuran masih menjauhi dari diri Anda. Untuk itu, jangan mudah menerima saran dari orang lain. Minggu ini Anda harus lebih waspada terutama terhadap orang yang selama ini Anda percaya. Usahakan tidak menceritakan masalah pribadi kepadanya. Kesehatan: Biasakan beristirahat sejenak setelah makan, agar makanan dapat dicerna dengan baik. Cinta: Keragu-raguan yang ada dalam diri Anda sangat tidak berdasar, coba renungkan kembali.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku :

10 - 17 November 2019

Darmayasa

indria. Sarasamuccaya menyebutkan, “apan ikang manah ngaranya, ya ika witning indriya, maprawrtti ta ya ring śubhaśubha-karma, matangnyan ikang manah juga prihen kahrtanya sakareng” (karena pikiran itu adalah yang menggerakkan indria-indria, dia juga yang menentukan perbuatan baik dan buruk, maka dari itu segeralah bertekad untuk mengendalikan pikiran). Lontar Wrhaspati Tattwa mengingatkan bahwa “ikang citta hetu nikang atman pamukti swarga, citta hetu ning atma tibeng neraka, citta hetu nimittanyan pangdadi tiryak, citta hetunyan pangjanma manusa, citta hetunyan pamanggihaken kamoksan mwang kalepasan, nimittanya nihan”, yang artinya pikiranlah yang membuat atma mencapai surga, pikiranlah yang menyebabkan atma sampai di neraka, pikiranlah yang menjadi penyebab kelahiran sebagai binatang, pikiran yang menyebabkan penjelmaan sebagai manusia, pikiran pula yang membuat tercapainya moksa dan bebas dari keterikatan duniawi. Orang-orang suci memahami kekuatan pikiran yang begitu hebat dan kuat. Mereka mengontrol pikiran untuk mengendalikan indria-indria (daśendriya). Keberhasilan mengendalikan pikiran akan dapat menyelamatkan badan dan atma agar tidak terseret ke dalam jurang kehancuran. Pustaka-pustaka suci upanisad, purana, itihasa, dan dharma śastra seperti Manawa Dharma Śastra mengajarkan bahwa orang-orang bijaksana mengendalikan indriaindrianya bagaikan seorang kusir mengendalikan keretanya. Badan jasmani diibaratkan sebagai sebuah kereta, seluruh kuda penarik

kar janji), asteya (tidak mencuri), brahmacarya (pengendalian nafsu seksual), aparigraha (tidak menginginkan milik orang lain). Niyama juga terdiri dari lima bagian yang terdiri dari: śauca (selalu menjaga kebersihan lahir batin), santosa (selalu damai dalam setiap keadaan), tapa (kemampuan pengendalian diri dalam berpikir, berkata, dan bertingkah laku), swadhyaya (belajar ajaran-ajaran suci Veda, mawas diri/introspeksi), iswarapranidhana (tekun dalam pemujaan dan penyerahan diri totalitas pada Tuhan Yang Maha Kuasa). Sarasamuccaya dan pustaka-pustaka suci Veda lainnya menyebutkan ada sepuluh jenis Brata yang disebut dengan istilah Yama Vrata, yang terdiri dari: anrsangsya (tidak mementingkan diri sendiri, peduli pada makhluk lain), ksama (mudah mengampuni kesalahan, seimbang dalam setiap keadaan, suka dan duka, gagal dan berhasil, dan sebagainya), satya (menegakkan kebenaran, setia pada kata-kata yang diucapkan), ahimsa (tidak melakukan kekerasan pada semua makhluk), dama (penyabar dan mawas diri), arjawa (jujur dalam menegakkan dan mempertahankan kebenaran), prīti (mengasihi semua makhluk), prasada (kesucian hati, tanpa pamrih menjalankan dharma), madhurya (sopan dan santun, keindahan prilaku dan tutur kata), mardawa (ketundukan hati). Selain Daśa Yama Brata, Sarasamuccaya juga mengajarkan mengenai Daśa Niyama Brata (nyang brata ikang inaranan yama, pratyekanya nihan, sapuluh kwehnya), tetapi dengan tegas disampaikan bahwa Daśa Yama Brata wajib dilakukan setiap saat sedangkan Daśa Niyama Brata bisa dilakukan secara tidak tetap dan hanya dilakukan bila diperlukan (lawan yama ikang prihen nitya ca gawayakena, kuneng ikang niyama, wenang ika tan langgengen gawayakena, apan ika sang maneken gumawayaken ikang niyama). Bahayanya bila tidak menjalankan Yama Brata adalah kejatuhan ke dalam neraka (tatan yatna ri kagawayaning yama, tiba

sira ring niraya-loka). Daśa Niyama Brata (nyang brata sapuluh kwehnya, ikang niyama ngaranya) menurut Sarasamuccaya adalah: dana (beramal, bersedekah), ijya (melakukan pemujaan dan persembahan yajña kepada Tuhan dan leluhur), tapa (mengendalikan tingkah laku), dhyana (selalu memusatkan pikiran pada Sang Maha Pencipta), swadhyaya (tekun mempelajari ajaran Veda), upasthanigraha (mengendalikan nafsu birahi), brata (mengendalikan makanan dan minuman, mengendalikan indria-indria), upawasa (mendekatkan diri pada Tuhan), mauna (pengendalian ucapan), snana (mandi dan melakukan pemujaan pada saat sandhya atau pergantian waktu). Lontar Wraspati Tattwa mengajarkan tentang ajaran pertapaan dan bebratan (puasa dan pengekangan diri) yang dinamakan Daśa Śila (nahan yang daśaśila ngaranya, pangrasksa ri sang yogīśvara ring samadhi nira). Praktik puasa dan pengekangan diri tersebut merupakan gabungan dari Yama dan Niyama Brata yang terdiri dari: ahimsa (artinya tidak menyakiti makhluk lain), brahmacari (tidak kawin), satya (benar, setia, tidak ingkar janji), awyawaharika (tidak turut campur urusan orang lain, tanpa pamerih, dan tidak menghakimi), asteya (tidak mencuri, tidak mengambil milik orang lain), akrodha (bebas dari sifat pemarah), guru susrusa (hormat dan mengabdi kepada guru), sauca (menjaga kebersihan diri lahir dan batin), aharalaghawa (makan dan minum secukupnya, tidak rakus dan sembarangan dalam makan dan minum), apramada (waspada, teliti, tidak ceroboh). Yama dan Niyama Vrata membentuk dasar maha kuat bagi penegakan ajaran Dharma. Oleh karena itu, leluhur nusantara melalui ajaran-ajarannya dalam lontar-lontar sangat menekankan pentingnya praktik Yama-Niyama. Ia merupakan 10 Tiang Kokoh Dharma dan patut ditegakkan oleh setiap umat demi ajegnya Sanatana Dharma, agama yang kekal abadi.

Sabar dan Menguasai Diri

PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota”. (Amsal 16:32). HARI ini kita memperingati dan merayakan Hari Pahlawan. Bagaimana kita merefleksikan pahlawan zaman now? Sebutan pahlawan biasanya dikenakan pada orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Itulah definisi pahlawan yang dirumuskan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pahlawan adalah sosok yang dihargai karena jasanya membela negara. Pada masa prakemerdekaan, Indonesia memiliki banyak pahlawan nasional. Beberapa di antaranya ialah Pahlawan Diponegoro, Imam Bonjol, Raden Patah, Patimura, Teuku Umar, Cut Nya Dien, dan seterusnya. Kiprah mereka diabadikan dalam buku-buku sejarah. Wajah mereka terpampang dalam perangko atau uang kertas. Nama mereka pun diabadikan menjadi nama jalan protokol di setiap kota besar. Setelah Indonesia merdeka, kriteria kepahlawanan tidak terbatas hanya pada mereka yang memiliki keberanian mengangkat senjata. Para guru yang berjuang mencerdaskan anak bangsa diberi

Scorpio

Peruntungan: Minggu ini tetaplah bersyukur walaupun hasil yang dirasakan minggu-minggu kemarin masih jauh dari harapan. Jangan percaya dengan kabar angin sebelum Anda melihat dengan mata kepala sendiri. Kesehatan: Anggaplah angin lalu. Segala perkataan sinis dari orang yang tidak senang dengan diri Anda, tak perlu dimasukkan ke dalam hati. Cinta: Untuk meraih sesuatu harus dengan susah payah, itu adalah hal biasa.

weda

WAKYA

kereta adalah indria-indria, kusir kereta adalah kecerdasan, sedangkan tali kereta yang menarik seluruh “kuda” indria adalah pikiran, dan penumpang sekaligus pemilik kereta adalah atma (roh). Untuk mengendalikan kuda, sais atau kusir kereta memerlukan pengendalian tali kekang yang sempurna. Pengendalian tali kekang adalah pengendalian diri atau pengendalian pikiran melalui praktik-praktik tapa, brata, yoga, dan samadhi. Tapa adalah pertapaan yang lebih banyak mengarah pada pengendalian gebuan-gebuan keinginan badani, sedangkan brata lebih menekankan pada pengendalian kerlap-kerlip pikiran. Ketika seseorang berhasil mengendalikan gerak pikirannya maka ia pasti berhasil mengendalikan sikap atau tingkah lakunya. Dengan demikian, brata menjadi hal penting yang hendaknya dilakukan bila umat menginginkan keberhasilan dalam yoga dalam tujuan mendekatkan diri pada Tuhan YME, Ida Sang Hyang Parama Īśvara. Pustaka Yoga Sūtra Patañjali adalah pustaka tertua tentang yoga yang dijumpai sampai saat ini. Pada bagian Sadhana-padanya menjelaskan perihal Yama dan Niyama-vrata yang masing-masing ada 5 (lima) bagiannya; Yama terdiri dari Ahimsa, Satya, Asteya, Brahmacarya, dan Aparigraha, sedangkan Niyama-vrata adalah: Śauca, Santosa, Tapah, Svadhyaya, dan Isvara-pranidhana. Bagian dan tangga penitian praktik yoga dikenal dengan nama Astanga Yoga. Tangga awal dari Astanga Yoga adalah pemantapan ajaran Yama dan Niyama. Pañca Yama Brata merupakan tahapan pertama sedangkan Pañca Niyama Brata merupakan tahapan kedua dari delapan tahapan untuk menyatukan diri dengan Tuhan (asta = delapan; anga = tahapan/ bagian; yoga = mendekatkan diri pada Tuhan). Yama terdiri dari lima bagian yaitu: ahimsa (tanpa kekerasan, tidak menyakiti makhluk lain, baik lewat tindakan, kata-kata, bahkan pikiran/niat), satya (tegak pada kebenaran, jujur, tidak ing-

MIMBAR AGAMA

Cancer

Peruntungan: Tak ada yang lebih menyenangkan selain bisa melaksanakan tanggung jawab dengan baik, apalagi situasi minggu ini sangatlah mensupport semua rencana Anda. Jangan malas melakukan evaluasi agar langkah ke depannya bisa bertindak lebih baik lagi. Kesehatan: Hanya masuk angin biasa dan tak perlu terlalu dicemaskan. Cinta: Pertahankan suasana asmara Anda yang semakin harmonis dan mesra, jangan sampai hancur hanya karena perkara sepele.

Redaktur Khusus

brolan BALE BANJAR ARIDUS “Tetap Merdeka! Kedaulatan Negara dan Bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, akan kami pertahankan dengan sungguhsungguh, penuh tanggung jawab bersama, bersatu, ikhlas berkorban dengan tekad: Merdeka atau Mati! Sekali Merdeka tetap Merdeka!” Surabaya, 9 November 1945, jam 18.46. “SUMPAH para pejuang Surabaya tersebut diikrarkan untuk menjawab ultimatum komandan tentara Inggris untuk Jawa

julukan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Begitu pula kontingen olahraga yang memenangkan kejuaraan internasional, disetarakan dengan pahlawan yang berjaya di medan perang. Para atlet yang sukses memenangkan pertandingan baik di luar maupun di dalam negeri, diarak keliling kota dan dielu-elukan oleh masyarakat. Bukan itu saja, mereka pun ditaburi pujian dan dimanjakan dengan berbagai bonus. Pahlawan dalam pengertian ini memang identik dengan orang yang memiliki sifat gagah berani. Nyatanya, di dalam kamus Tuhan, pengertiannya tidak selalu demikian. Salomo, anak Daud, adalah seorang raja yang berhikmat. Hikmatnya nyata dari Amsal 16:32 yang berbunyi “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota!” Apakah maksud dari ayat tersebut? Supaya mengerti maksud ayat di atas, kita perlu terlebih dulu mengetahui latar belakang kehidupan masyarakat Israel pada masa itu. Menurut catatan sejarah dan didasari penelitian antropologis para ahli mengetahui, bahwa kota-kota pada zaman dahulu dikelilingi benteng yang kokoh. Benteng itu dimaksudkan sebagai tameng untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Oleh karena ada benteng yang kuat melingkari kota, maka musuh yang hendak merebut kota memerlukan prajurit yang memi-

liki stamina tinggi, strategi perang yang jitu, senjata yang canggih dan kesabaran menanti penghuni kota lengah. Semua itu diperlukan agar pasukan penyerbu dapat mengepung, menyusup dan menyerangnya. Jika mereka berhasil, niscaya panglima perangnya akan disambut sebagai pahlawan. Setelah mengetahui latar belakang kehidupan pada masa penulisan ayat tersebut, maka kita dapat menemukan sebuah pelajaran berharga dari pandangan raja Salomo. Melalui ayat di atas, Salomo selaku raja yang penuh hikmat menyatakan bahwa keunggulan manusia bukan terletak pada kekuatan fisiknya melainkan pada penguasaan diri. Keunggulan seorang pahlawan bukan terletak pada kemahiran menggunakan senjata atau keberanian dalam menyerang musuh, melainkan pada kesabaran menantikan waktu yang tepat untuk memberikan perlawanan dan memenangkan pertempuran. Kesabaran senantiasa berkaitan dengan waktu. Orang yang sabar dapat membuktikan bahwa dirinya mampu menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang penting pada waktu yang tepat. Homer dalam karyanya yang termahsyur bercerita tentang kemenangan tentara Yunani yang merebut Kota Troya menggunakan sebuah kuda kayu berukuran besar. Kuda kayu itu ditaruh di depan pintu gerbang

kota. Penduduk yang berkerumun dan tertarik pada kuda kayu tersebut beramai-ramai menghelanya masuk ke dalam kota. Pada malam harinya sejumlah prajurit yang ternyata bersembunyi dalam kuda kayu itu keluar. Mereka membuka pintu gerbang kota, sehingga pasukan Yunani yang ada di luar benteng kota dapat menyerbu masuk ke dalam Kota Troya. Begitulah cerita sukses tentara Yunani! Kesabaran mereka menunggu tibanya malam dan dalam ruang persembunyian yang pengap, menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam merebut Kota Troya. Apakah seorang yang tidak mampu menguasai diri dapat menjadi pengayom masyarakat? Kemungkinannya sangat kecil, bahkan hampir mustahil. Menguasai diri berkaitan dengan upaya menahan keinginan dan hawa nafsu angkara murka. Kata orang, menguasai diri lebih sukar daripada menjinakkan binatang buas. Orang yang menguasai diri mengetahui batas kemampuan dan kelemahan lawan, sehingga bertindak pada waktu yang tepat. Sebaliknya, tidak mampu menguasai diri akan membuat emosi meledak lewat kata-kata dan tindakan yang tak terkendali. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal istilah “Besar pasak daripada tiang!” Peribahasa tersebut digunakan untuk menunjuk orang yang tidak mampu menguasai diri di bidang ekonomi. Bila seseorang

tidak mampu mengekang nafsu membelanjakan sehingga pengeluarannya lebih besar daripada pendapatan, kondisi keuangannya disebut besar pasak daripada tiang. Pada masa yang sulit dan serba tidak pasti ini, banyak orang sabar menanti karya Tuhan, sehingga mencari pertolongan, entah kepada kuasa gaib, kuasa uang, kekuatan fisik, kuasa tahta atau pikiran manusia yang terlepas dari hikmat Allah. Yakub tidak sabar menanti pertolongan Tuhan untuk memperoleh berkat Ishak, sehingga dengan tipu muslihatnya mengelabui Esau, memperoleh berkat dari Ishak. Akibatnya, terjadi perpisahan antara orangtua dan anak, serta putusnya ikatan persaudaraan yang berlanjut dengan permusuhan. Sebagian anggota masyarakat Indonesia dewasa ini tak mampu menguasai diri, sehingga dengan gampang terprovokasi oleh isu murahan. Upaya memulihkan keadaan dari keterpurukan yang terjadi akibat salah urus pada masa lalu dihadapi dengan sikap kurang sabar. Tindakan main hakim sendiri berupa membantai tersangka pencuri yang tertangkap basah adalah wujud kekurangsabaran menanti proses hukum yang seharusnya ditempuh. Kendati menindak kejahatan itu pada dasarnya baik dan mulia, tindakan main hakim sendiri menunjukkan ketidakmampuan mengendalikan diri.

Surabaya Ohhh Surabaya! Timur, Mayor Jenderal Robert Mansergh, pengganti Brigjen Mallaby, yang terbunuh 30 Oktober 1945. Seluruh warga Surabaya diperintahkan menyerahkan senjata dengan mengangkat tangan paling lambat pukul 06.00, 10 November 1945. Ultimatum yang dianggap melecehkan seluruh bangsa dan negara yang secara resmi merdeka dan berdaulat serta memiliki kekuatan militer, yakni Tentara Keamanan Rakyat (TKR), memancing kemarahan seluruh rakyat Surabaya. Mereka menolak kedatangan pasukan Sekutu yang tergabung dalam Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) pada 27 Oktober yang membonceng serdadu mantan penjajah bernama Netherlands Indies Civil Administration disingkat NICA. Kendati persenjataan TKR yang dibantu para milisi terdiri atas pemuda, santri dan pejuang prokemerdekaan tidak sebanding dengan kekuatan militer AFNEI dan NICA, demi harkat dan martabat

bangsa, mereka siap mempertaruhkan nyawa. Pertempuran sengit pada 27 Oktober-20 November dengan puncak 10 November 1945, merenggut 6.000–16.000 nyawa para pejuang dan ribuan luka, tercatat sebagai sejarah yang tak terlupakan bagi Bangsa Indonesia. Memang pihak imperialis dan kolonialis menang secara militer dan taktis, namun Bangsa Indonesia menang secara strategis, politik dan psikologis,“ tutur Rubag. “Persis! Mata, wawasan dan kesadaran masyarakat dunia tentang revolusi kemerdekaan terbuka akibat heroisme dan patriotisme masyarakat Surabaya dalam peristiwa 10 November itu. Banyak negara di Eropa yang awalnya membela Belanda, akhirnya mendukung kemerdekaan Indonesia. Termasuk Inggris ikut membela Indonesia di SU PBB, sehingga Belanda setelah Konferensi Meja Bundar di Den Haag, menyerahkan kekuasaan kepada Indonesia 27 Desember 1949. Be-

lajar dari revolusi kemerdekaan Indonesia, banyak negara Asia dan Afrika melepaskan diri dari penjajahan dan merdeka. Bahkan, taktik perang gerilya yang digagas dan disusun Jenderal Besar Soedirman dan ditulis Jenderal AH Nasution dengan tajuk ‘Under the banner of revolution‘ dijadikan buku suci kaum revolusioner sedunia. Bukan hanya di kawasan Indocina, bahkan semangat merebut kemerdekaan tanpa memperhitungkan keselamatan raga dan jiwa, juga mempengaruhi Fidel Castro dan Ernesto Guevara ketika mengusir diktator Kuba, Fulgencio Batista, yang akhirnya melarikan diri ke Dominika 1 januari 1959. Jadi, Bangsa Indonesia harus menutup telinga atas ocehan para pengidap amnesia sejarah yang mengatakan kemerdekaan Indonesia adalah hadiah dari Jepang atau Amerika, sebab para pendahulu kita merebutnya dengan darah, nyawa dan keringat,“ komentar Nyoman Sudiantara.

“Mereka yang ingin mengganti republik tercinta yang didirikan di atas tulang-belulang, darah dan nyawa para pejuang ke sistem yang bukan menjadi cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, sebaiknya berhenti merongrong NKRI! Bayangkan peristiwa di Surabaya, 10 November 1945 dan bangkitkan rasa malu pada mereka yang mengorbankan nyawa dengan sumpah ‘Merdeka atau Mati!’. Bila terlalu ruwet memikirkan semua itu, coba simak tembang Titi Hamzah yang mungkin lebih gampang! “Surabaya, Surabaya ohhh Surabaya. Kota kenangan, kota kenangan takkan terlupa. Di sanalah, di sanalah di Surabaya, tuk pertama lah, tuk yang pertama kami berjumpa. Ku teringat masa yang telah lalu. Beribu insan, beribu hati berpadu satu. Surabaya di tahun empat lima. Kami berjuang, kami berjuang bertaruh nyawa,“ Made Surjanegara menutup imbauannya dengan lagu kenangan dari Dara Puspita tahun 1960-an.


Bali

6

Redité Wage, 10 November 2019

Sesolahan Calonarang

Nedunang Patapakan Ida Bhatara antuk Lelampahan Walunateng Dirah

BPM/dok

CALONARANG – Kawéntenan sesolahan calonarang sané kantun becik kahanannyané wantah cihna kasenian inucap kantun kasenengin. Sesolahan punika majanten nyolahang tokoh sané kawastanin antuk matah gedé.

Dharma Sadhu Kalawan Dharma Weci PINAKA tetamian budaya, kasenian napi malih sesolahan majanten madué “nilai-nilai” sané kaucap jimbar wiadin universal. Punika mawinan nénten arang krama sané nonton utawi nyingakin pidabdab kasenian jagi madué pikayunan sané matios-tiosan ngeninin indik kasenian inucap. Asapunika taler sané kapanggihin ring sesolahan calonarang sané kasenengin olih krama Bali pamekas sané magama Hindu. I Putu Purnawan S.Pd. maosang, soang-soang krama utawi pragina madué pikayunan soang-soang indik sesolahan calonarang. Minakadi conto wénten sané mikayunin calonarang punika lelampahan utawi satua saking Jawi indik Walunateng Dirah. Wénten taler sané maosang tutur indik rwa binédha utawi becik kalawan kaon utawi indik kawisésan Dharma Sadhu kalawan Dharma Weci. Manut pikayunan Purnawan, sesolahan calonarang wantah niyasa saking katattwan agama sané kaélingin saking para panglingsir sané kantun katami kantos mangkin. Tetujon ngamargiang sesolahan inucap sujatiné nunas kasukerthan, karahajengan saha ngicalang sekancan mala leteh lan reged ring wewidangan irika. Punika satmaka cihna yéning sesolahan calonarang wantah pah-pahan saking upacara yadnya sané kamargiang antuk makatah upakara. “Sané ketah kapanggihin pungkuran puniki, akéh pisan sesolahan calonarang sané nénten anut ring tetujonnyané, sajabaning wantah nincapang cihna tenget kémanten. Napi malih sesolahan punika ketah kanggén jalaran ngamargiang pidabdab matantang-tantangan kawisésan kantos makatah tetuek maha agung minakadi Durga satmaka Ibu ring jagat kagingsirang antuk nyinahang kawisésan kémanten,” Purnawan nugesang. (was)

Kruna AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1. gaing

1. gh&,

tandus

2. galah

2. gl;,

peluang

3. galang

3. gl*,

terang

4. galeng

4.

g2*,

bantal

5. galir

5.

gl^,

molor

6. gama

6.

gm,

pekerjaan

7. gamang

7. gm**,

lelembut

8. gambah

8.

urai

9. gamet

9. gm)t/,

kapas

10. gamol

10. gemol/,

lamban

gmã;,

punika boya sesolahan sané kamargiang pinaka balihbalihan kémanten nanging sesolahan punika taler kadagingin antuk makatah yadnya sané patut kamargiang. Duaning tetujon utama saking ngamargiang sesolahan punika wantah nedunang sesuhunan utawi patapakan Ida Bhatara sesuhunan sané malingga-malinggih ring pura jagi kaaturang napak pertiwi malarapan antuk sesolahan madaging lelampahan utawi satua calonarang. Yadiastun sané ketah kasolahang wantah satua Walunateng Dirah, ketah taler kawigunayang satua-satua panyalonarangan sané tiosan nganutin saking pangapti krama sané nyungsung utawi “kleteg” pikayunan saking pragina sané masolah. “Sesolahan calonarang wantah cihna bhakti taler suksmaning manah majeng Ida Bhatara Sasuhunan sané malinggih ring wewidangan pura irika malarapan antuk ngaturang sesolahan calonarang,” baos dané. Indik upacara yadnya sané kanggén dasar ngamargiang sesolahan calonarang, dané maosang mawali malih ring

désa mawacara, désa kala patra, purana miwah katattwan ring wewidangan banjar, désa utawi wewidangan pura inucap. Duaning dresta miwah kapatutan ring soang-soang genah mabina-binayan sareng genah lianan manut napi sané sampun karipta olih para panglingsir tur katamiang ring kramané kantos mangkin. Minakadi conto wénten pura sané wawu ngamargiang sesolahan calonarang nyabran tigang warsa apisan, wénten sané nganem bulan apisan nanging akéhan tatkala wénten karya agéng ring sajeroning pura inucap pinaka ilén-ilén nedunang patapakan Ida Bhatara Sesuhunan. “Sangkaning punika, galah sané patut ngamargiang calonarang wantah tatkala ngamargiang upacara yadnya. Nénten becik kamargiang pinaka balihbalihan ring wanti warsa miwah tiosan sané nénten wénten eédan upacara yadnyannyané. Duaning sajeroning sesolahan inucap wénten tata-titi lan parikrama yadnya sané patut kamargiang sadurung calonarang inucap kasolahang,” asapunika dané nartayang. (was)

Sisya sané Kasolahang Akéhan Limang Diri

Bencingah

Basa Bali

MAKATAH soroh budaya wantah parindikan sané nénten prasida kapasahang saking kahuripan krama Hindu Bali. Punika mawinan kawéntenannyané kantun becik ring kahuripan krama, sinalih tunggil sané marupa kasenian minakadi gegambelan wiadin sesolahan sané kantun akéh kamargiang kantos mangkin. Akéh galah sané kanggén ngamedalang parikrama seni sané ngawinang kasenian punika dados ajeg kantos mangkin yadiastun sujatiné matuuh panyatusan warsa. Utamanipun ring upacara yadnya sinah kasenian utawi sesolahan inucap jagi kamargiang pinaka éédan yadnya. Sinalih tunggil sesolahan sané kamargiang pinaka budaya tetamian panglingsir inggih punika calonarang. Kawéntenannyané kasenengin pisan ring pakraman pamekas para yowana sangkaning makatah parindikan, sinalih tunggil sangkaning sesolahan inucap nyinahang kahanan tenget miwah serem. I Putu Purnawan, S.Pd., pragina arja sané taler nyolahang sesolahan calonarang maosang, calonarang

SAKADI sané sampun kawedar i wawu, sesolahan calonarang wantah sinalih tunggil kasenian tradisional tetamian para panglingsir sané kawéntenanipun kantun becik kantos mangkin. Sesolahan inucap ketah kamargiang sajeroning upacara yadnya utamanipun piodalan ageng duaning pinaka ilén-ilén utawi éédan saking karya yadnya sané kamargiang. Pidabdab calonarang ring soang-soang wewidangan majanten nénten pateh duaning jagi nganutin tata-titi lan kapatutan ring soang-soang wewidangan tur kajantenang nénten becik kahanannyané yéning kalémpasin olih para pragina tatkala ipun ngaturang ayah sesolahan. Manut I Putu Purnawan, S.Pd., pidabdab sesolahan kakawitin saking “pamurwaning ikang cinarita” utawi pangawit lelampahan sané jagi nyinahang sapunapi kawéntenan sajeroning lakon utawi lelampahan sané kasolahang. Punika ketah kasinahang olih tokoh kapertama sané kamedalang utawi Matah Gedé sané akéh madué aran, minakadi Walunateng Dirah, Ki Basur, Ki Balian Batur, Dayu Bhairawi miwah sané tiosan. Wus punika raris ngranjing ring “babak” kaping kalih saha sesolahané ngamedalang

tokoh sané jagi dados musuh saking Matah Gedé minakadi Patih utawi Mantri sané taler kasarengin antuk panjaknyané. Raris kalanturang antuk medalnyané pragina bebondresan sané pepayasan miwah sesolahan ipun sada banyol, tetujonnyané mangda wénten kakedékan sajeroning nyaksiang sesolahan inucap. Risampuné ilén-ilén i wawu nglantur, wawu protagonis sareng antagonis kacunduk jagi masiat tur pidabdab Ida Bhatara Sasuhunan irika kaaturang napak pertiwi jagi kakawitin. Antagonis sané nyolahang patapakan Ida Bhatara satmaka sampun nyuti rupa dados rangda raris katebek olih juru tatag minakadi patih utawi mantri. Wusan matebekan sané satmaka niyasa saking patemon lingga kalawan yoni tur juru tatag i wawu matilar, wawu patapakan Ida Bhatara tedun lan ngamargiang pidabdab ngucap-ucap antuk mudra utawi marep ring sekancan pangider bhuana. “Ngucap-ucap punika kamargiang antuk tetujon nyomya taler ngamecikang kahanan ring jagaté pamekas ring wewidangan saking sesolahan inucap kamargiang,” baos dané. Sané ketah kapanggihin sajeroning calonarang inggih

Dura désa

punika sesolahan sisya utawi nyinahang para yowana istri satmaka sedeng malajah pangiwa sané ketah kasinahang ring pangawit-pangawit sesolahan calonarang. Dané maosang, sujatiné sesolahan sisya punika nénten pinaka pakem saking calonarang sajabaning wantah nganutin lakon utawi lelampahan sané kasolahang sané prasida ngawinang sesolahané dados becikan kapanggih. Sakéwant-

en yéning nénten wénten sesolahan sisya, sinah Matah Gedé sané jagi “ngringkesang” satua indik para sisya inucap. Ipun kasarengin antuk sané dados liku jagi mabebaosan satmaka nedeng nyaksiang sapunapi parikrama saking para sisyannyané punika masolah. Indik akéh sisyannyané ketah kasolahang limang diri antuk arannyané soang-soang, inggih punika Lenda, Lendi, Ni Guyang, Waksirsa lan

Mahisawadana. “Sujatiné makalima sisya antuk aran inucap wantah pakem saking lelampahan calonarang Walunateng Dirah duaning makalima punika wantah wang jero saking Walunateng Dirah. Sakéwanten yéning lakon sané kasolahang tios saking lelampahan Walunateng Dirah, sinah sisya sané masolah nénten madué aran sakadi i wawu,” asapunika dané nartayang. (was)

BPM/was

SISYA – Ring paileh sesolahan calonarang, ketah kapanggihin sesolahan sisya sané kasolahang ring pangawitnyané. Majanten sesolahan inucap kamargiang olih yowana istri antuk tata-titi sesolahan sané macihna pisan.

Sesolahan Tanggai

”Tari Penyambutan” ring Sumatra Selatan SATIOS Gending Sriwijaya, Sumatera Selatan taler madué sesolahan sané kawigunayang pinaka “Tari Penyambutan” sané mawasta Tari Tanggai. Sesolahan inucap kasolahang ri kala nyanggra tamiu utawi ri kala upacara pawiwahan. Sesolahan puniki kasolahang olih limang diri pragina sané mabusana khas Sumatera Selatan minakasi dodot, songket, kalung, pending, rampai utawi kembang urat, sanggul malang, kembang goyang, tajuk cempako, miwah tanggai mawentuk kuku. Tanggai sané kawigunayang sajeroning sesolahan puniki kakaryanin saking lémpéngan tembaga. Sesolahan puniki wantah pepadonan pantara busana cecihnan saking Sumatera Selatan sareng paileh masolah sané lemuh. Tari Tanggai rumasuk ring sinalih tunggil kasenian tradisional asli Palembang sané sampun nglimbak ring sajebag wewidangan Sumatera Selatan. Daweg dumun, sesolahan puniki wantah pinaka “Tari Persembahan” krama Buddha ring Palembang majeng Déwa Siwa. Para

pragina makta makudang-kudang soroh aturan sané madaging sarwa sekar lan woh-wohan. Santukan sesolahan puniki wantah “Tarian Persembahan” ngawinang kasengguh pingit tur katengetang mawinan nénten dados ngawang kasolahang. Sesolahan puniki kawastanin Tanggai santukan para pragina sané masolah ngawigunayang tanggai sané kapasang ring akutus jrijin tangan sajabaning musti. Kaluwihan sesolahan puniki magenah ring tanggai utawi kuku-kukuan sané kawigunayang olih para pragina. Nyabran rahina ageng taler acara-acara penyambutan, sesolahan inucap pastika kamargiang ri sampunné para tamu rauh. Satios punika, sesolahan inucap taler pinaka “Lambang Kehormatan” taler pinaka balih-balihan sané prasida katonton olih krama. Saking nonton sesolahan inucap, kramané prasida uning ring kaluwihan kebudayaan sane kaduénang. Mawinan kasenian tradisional puniki patut kalimbakang tur kalestariang kawéntenannyané. (pusdat/berbagai sumber)


Redité Wage, 10 November 2019 SABILANG Manis Galungan tepukin tiang Luh Darmi ka Penglipuran. Ia bengong negak mabalih anaké majalan nlektekang kaasrian Désa Penglipurané. Angkul-angkulné resik maraab tiing. Sinah tiing ané melah anggona sangkan kanti makelo dadi anggon. Warnané masawang selem wayah. Ada masi ané suba tumbuhin lumut sayan ngwayahang ngenahné. Palih-palihan raabné cara bukit. Uli lantang ané pinih beten, kanti ané pinih bawaka pinih duur. Nyak munjung buka bukit. Penjoré madérék. Sampiané tempuh angin, élag-élog buka ngaukin Luh Darmi. Canang sekaré mambu miik nylupsup di kenehé ening. Asep dupané nyuhjuh angkihan, banban sakéwala seken. Mirib mara suud mabanten. Tiing mula liu mentik di Penglipuran sangkan nyak luung lengkungan pénjoré cara patuh sukat penjoré. Di dulun purané, punyaan tiingé ngrimbun renes gati. Tis. Anginé ngasirsir sayan nglangenin anaké malali ka Penglipuran. Sréyak-sréyok tempuh angin buka igel-igelan rejang. Mirib punyan tiingé masi masolah? Kendel liu ada anak nekain Penglipurané, désa ané tetep nglestariang palemahan, pawongan lan parahyangan. Luh Darmi mula anak Luh melid matakon. “Pa niki paon, nggih?” “Nggih. Tiang ajak I Dadong driki sirep. Panak somah tiangé drika.” “Dadi ba daja tongos paoné, Pa? Jalikané madulu kauh?” “Driki mula kénten. Manut anakanaké lingsir ipidan Bhatara Brahma apang manampekan sareng Bhatara Wisnu ngicénin kahuripan di mracepada. “ “Ooooooooo, kénten.” Luh Darmi liang pesan maan nawang pula-palin idup di Penglipuran. Ia maan malajahang awak. Di Bali, sabilang désa mawacara. Ento luungné. Liu dadi tongos malajah. Malajah apang nawang Bali, apang tusing anak uli duranagara dogén nawang indik Bali. Ané mentik di Bali tusing rungu tekén Bali. Ané jejehin nyanan malajah indik Bali ka duranagara. Gigis leké. Luh Darmi kaja-kelod, tlektekanga pamedal purané ané maukir. Di arep pamedalé liu anaké mapoto. Ada uli duranagara, ada uli Bali, ada uli Nusantara. Iseng Luh Darmi matakon, “Saking dija Bu?” “Tiang uli Malang.” “Malang?” “Nggih.” “Tiang taén ka Malang ajak Belin tiangé, ka Kota Batu. Maan meli kripik apel, meli kripik nangka, maan masi tiang ngalap apel ka tegal apelé. Ngenah Gunung Arjunané ané sedek nika kakuub baan ambu putih. Pepes mriki?” “Yén liburan mara mriki ajak kulawarga anggon ngraketang kulawarga. Kapah pesan maan bareng-bareng ajak kulawarga. Makejang pada iju ngalih pangupajiwa.” “Sinah ibu dados pajabat?” “Ten. Tiang guru.” “Nika becikné wénten sértipikasi.” Anaké nika kenyem sinambi macelep ka angkul-angkulé. Angkul-angkulé mukakang isin kenehné Luh Darmi. Ia taén mapoto di angkul-angkulé nika ajak Ketut Sudika. Ia maan makenyem uli angkul-angkulé. Kenyemné nika tuah tekén Ketut Sudi-

Nyastra

Penglipuran IBW Widiasa Keniten ka. Ia nlektekang kala dagang kerajinan utawi dagang ajengan-ajengané ngaukin. “Mriki Jero ngranjing. Iriki wénten loloh, iriki wénten klepon, iriki wénten kopi Penglipuran, iriki taler wénten oléh-oléh Penglipuran.” Ipidan ditu iraga maan mablanja ajak Beli Ketut Sudika. Ngajeng klepon, mimbuh loloh cemcem. I beli tumbén dugasé ento ngajengin klepon di bibih i déwéké. Jani, dija ya Beli Sudika? Dadi tusing inget tekén semayané? Ia ngorahang lakar ngajak tiang sabilang Manis Galungan ka Penglipuran. “Dadi ati Beli tusing taén teka.” Luh Darmi ngrengkeng padidiana. Anaké cerik-cerik ada ané nglawang. Ngesiabang kenehné Luh Darmi. Ada ngebugin kendang. Ada nyéngcéng. Ada ngigelang barong bangkungné. Liu masi ané moto. Mirib kendel krana anaké cerik-cerik ada nglestariang budaya Baliné. Cerik-cerik Baliné inget tekén budaya Bali. Turisé ngrekam, sayan demen cerik-ceriké nglawang. “Beli teka ja ka Penglipuran. Kija dogén Beli jatiné?” Ketut Sudika dugasé macelep di Karang Mamaduné ngorahang lakar ngalih gaé ka duranagara. Yén suba maan bekel, lakar mulih, lakar nyuang Luh Darmi. Luh Darmi tuah nlektekang muané Ketut Sudika dugasé ento krana di tongosné magaé jani rasaanga suba melah. Ketut Sudika magaé di hotél. Gajiné gedé masi, sangkan nyidaang

sabilang Manis Galungan ngajak Luh Darmi ka Penglipuran. “Ngujang kanti ka duranagara ngalih gaé Beli? Dini dogén suba genep rasaang tiang.” “Saja buka munyin Luhé. Sakéwala, idupé sayan meratang dogén Luh. Iraga patut masi ngitungin awak. Manian, yén suba dadi besik, sinah iraga patut ngitungin sentana. Patut ngitungin sekolahné. Patut ngitungin pakraman. Sayan ngliunang dogén panelahné, Luh. Yén tetep buka kéné sinah tusing lakar genep gajih Beliné. Baang ja Beli majalan ka dura nagara apang ada masi anggon ngisinin keneh malali mai ka Penglipuran,” sambilangan nyiup loloh cemcem. Loloh cemcem misi kuud. “Tiang jejeh Beli.” “Eda jejeh. Ngujang takut. Tuah enem bulan di duranagara. Galungan buin nem bulan sinah Beli teka. Luh ajak Beli maan buin ka Penglipuran. Kayangé ento ajaka nglinderin purané sambilang ningehang muyin tiingé tempuh angin.” Luh Darmi bengong. Kenehné runtag. Tusing buka ané suba-suba. “Nah yén tusing dadi andetang, lautang Beli majalan. Kéwala ingetang semayan Beliné lakar ngajak tiang sabilang Manis Galungan ka Penglipuran.” “Ajanian taén Beli ngelong semaya, Luh?” “Sing ja Beli. Kéwala, dadi tiang mrasa jejeh jani?”

Limané Luh Darmi gisina tekén Ketut Sudika. “Luh, tuah Luh di keneh Beliné. Beli lakar tetep inget tekén semayan Beliné. Eda jejeh.” “Nah, lamun kéto lautang.” Muané Luh Darmi tusing makenyir nang abedik. Suba ada duang jam di Penglipuran, ajakina mawali mulih. Luh Darmi gandénga. Di jalan, tusing ada mamunyi Luh Darmi. Ketut Sudika makeneh-keneh. “Sinah gedeg I Luh tekén iraga. Mirib jejehné kaliwat. Yén sing nyak magaé ka duranagara, sinah idupé lakar tusing matingtingan buin abedik. Padalem masi I Luh. Ngalahin ka duranagara.” Neked jumahné, Luh Darmi tusing nyinggahang Tut Sudika. Ia macelep padidiana. Tusing nyak nolih gegelané. Jelék pesan kenehne Tut Sudika. Ia ngidupang montorné lantas mulihné. Mani semengan suba matampedtamped. Koper, pisa kerja, ATM suba makejang sayaga. Méménné mantas ngingetang dogén apang tetep inget tekén awak. Inget tekén Luh Darmi. “Eda pesan nyakitin keneh anak Luh. Anak luh ané nglekadang Ketut. Patut melahang. Yén anak luh melahang ngrastitiang di jumah, sinah kulawargané lakar melah. Kéto masi, yén kasakitin anaké luh, para Déwata-Déwatiné lakar tusing nyak paek tekén iraga ngicénin amertha.” Makleteg kenehné Ketut Sudika. Ibi, Luh Darmi rasaanga geded tekén ia. “Sinah sakit kenehné Luh Darmi.” Ia nélpun Luh Darmi. Sakéwala, tusing balesa. “Mé, tiang majalan.” “Suba mabakti Tut?” “Suba Mé.” “Nah! Mémé tuah ngrastitiang Ketut uli Bali. Man kénkén suba maan seken morahan tekén Luh Darmi?” Tut Sudika tusing nyautin. Ia suba aliha tekén timpalné ané lakar ajaka magaé di Jepang. Suba ada duang Galungan, Tut Sudika tusing taén makabar tekén Luh Darmi. Sabilang takonanga tekén méméné, tusing ada pasaur seken. “Mémé masi tusing nawang. Ipidan mantas nyambat magaé di Nagoya dogén. Suud kéto, tusing ada besena buin. Kadénang mémé Luh ané pepes maan kabar uli I Ketut?” “Tusing taén Mé. Ia ipidan masemaya lakar teka di Galungané. Ené suba ada duang Galungan tusing teka.” “Mémé masi tusing nawang Luh. Ané jejehin mémé kenapa kuda lantas panak méméné ditu.” “Madak ja apang tusing kenapakenapa, Mé.” “Man apa semayané I Ketut tekén Luh?” “Ia masemaya lakar ngajak tiang ka Penglipuran sabilang Manis Galungan, Mé.” Méméné Ketut Sudika ngrieng di keneh. “Dadi ngaba semaya majalan ka duranagara? Kéto melidin apang tusing masemaya tekén anak Luh. Man buin pidan lakar isinina semayané ené?” Méméné Tut Sudika mabalih muané Luh Darmi ané ucem buka don cemcemé bejek. -0-

I Wayan Sugita

Satua

Meled Dados ABRI, Mangkin Pragina Drama Gong

Ni Clepuk (4) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) DÉNING asapunika nyet sampun Ni Clepuk jagi sengkala. “Bah, né dong ja kekanténané ané ajak ka peken sai-sai. Bah ko ya memedi jenenga. Jani déwéké buina nu peteng, sing ja buung lakar tampaha,” asapunika manahné Ni Clepuk. Malih ajebosné pisan rauh raris pianak I Memediné malih sareng kalih makta bidé. Raris katakénin antuk méménné, “Ento kénkén pada timpal-timpal nyainé, dadi nyai dogén ajak dadua teka?” asapunika raos méménné ring pianakné. “Apa anak enu pules pada, basa-basané tondén bakat aba.” “Nah yén tuah kéto dini nyai nongosin, Cang mulih!” “Nah ndén Cang ngulung malu baan bidé tur kagulung malih antuk tikeh.” Wus asapunika raris kakaonin antuk méménné, ditu mamanah-manah ipun Ni Clepuk. “Né kénkénang jani pesu, sinah iraga bakal tampaha jani.” Raris makeblés ipun saking tengah bidéné, kantos gelu pianak memediné bah tumbraga. Déning ipun sampun medal, ngelisang ipun mlaib munggah ka wit nyambuné drika genah ipun mengkeb. Ditu raris makaengan pianak I Memediné sareng kalih. “Nah jani kékéné, bin jahan wélina baan i mémé kija orahang.” Wawu asapunika, malih jebosné rauh raris méménné utawi I Memedi sareng adasa wénten makta basa-basa, wénten makta paku. Sarauhé ring banjar, kadapetang pianak ipuné ngeling sareng kekalih. “To ngudiang nyai dadi ngeling?” (Masambung)

MAJENG sané seneng nonton drama gong, pastika uning ring pragina Patih Agung. Seniman sané waged nyolahang tokoh antagonis puniki madué aran janten I Wayan Sugita. Kocap, peran inucap ngawit kamargiang daweg kajudi pinaka pemeran pria terbaik sajeroning lomba drama gong se-Bali warsa 1984 lintang. Kala punika, ipun nyeledii TGA Saraswati Gianyar, mawinan prasida ngamiikang aran sekolahnyané. Daweg punika, Dekan Fakultas Dharma Acarya Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar puniki salanturnyané mupulang para jayanti drama sané tiosan kasikiang sajeroning sekaa Drama Gong Panjana Utama. Lanang sané embas ring Bukit Batu, 8 Mei 1965 puniki kajudi dados Patih Agung, peran sané pateh sakadi bapannyané. Satios pinaka pragina drama gong, dosén IHDN Denpasar puniki taler ketah masolah ring seni bondrés miwah kasenian tiosan. Mawit kasenian inucap, ipun sampun ngrauhin genah-genah ring sajebag Indonesia, pamekas genah-genah transmigrasi. Seni sané katelebin puniki kocap boya pangaptiné daweg alit. “Tiang daweg alit sujatiné mapangapti dados ABRI. Santukan, dados tentara punika makanten gagah. Napi malih ri kala latihan baris berbaris. Saking irika tiang mapikayunan meled dados tentara. Daweg SD lan SMP taler tiang ketah polih juara lari, mawinan nika dados kanggén dasar nyujuh sané aptiang tiang,” ipun nyaritayang. Satios punika, Sugita taler ketah masepédaan saking Kota Gianyar ka Kota Denpasar. Punika kamargiang wantah sangkaning meled

mabalih ABRI latihan baris berbaris. Yadiastun saking alit mapangapti dados tentara, nanging pamargin urip nénten wénten sané uning. Sugita sané meneng ring wewidangan seni, ring Banjar Bukit Batu, Desa Samplangan, Gianyar ngawinang ipun sayan raket ring widang kasenian. Napimalih irika akéh kawentuk sekaa-sekaa makasenian, inggian sekaa arja, sekaa drama, sekaa jogéd, sekaa angklung, miwah sané tiosan. “Daweg tiang alit, tiang sampun ketah natdat katung,” baosné makenyem. Bapannyané wantah pragina arja sané kasub, kantos prasida molihang jayanti I pragina arja warsa 1975. Sugita nyaritayang, dumun ketah nyarengin sekaa arja bapannyané masolah. Nanging, bapannyané setata nombahang santukan jerih pianaknyané nénten mrasidayang masekolah sangkaning kiap. Ri kala katombahang sareng ring sekaa arja, ipun pastika sareng ring sekaa drama. Sapunika taler yéning nénten kadadosang ring sekaa drama, anggané sareng ring sekaa jogéd. Sakadi punika nyabran rahina. “Tiang sayan seneng ring widang kasenian, mawinan pangaptin tiangé dados ABRI sayan nguredang. Pamuputné tiang nelebin widang seni tradisional,” wewehné. Sangkaning sampun nelebin widang kasenian saking alit, akéh soroh kasenian sané kamargiang. Mawit saking nyarengin sekaa drama alit-alit ring banjar kantos kajudi pinaka pemeran utama pria terbaik sané ngasorang samian pragina lanang daweg lomba drama gong seBali warsa 1984 lintang. “Prestasi punika prasida ngawi sekolah tiangé kasub, mawinan tiang kasayangang para guru. Nika minab sampun pajalan idup tiangé, pinaka pragina d r a m a gong kantos mangkin,” ipun n g u n t a t i n . (kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 25.lmuenÐetotunsÀjienputi;,

Lamun kéto tunas Aji né putih, mksÉn,

maka srana, tmãenkcc(,

tambané kacacar, \icl*s(wekÞsen,

ngicalang sarwa klésané, enbrkÀtur*ditu,

né barak aturang ditu, r&p)ntrnßli\ái;,

ring penataran malinggih, si\ñhdmpinuns/,

singnya ada mapinunas, dÙn*budu;ptikcu;,

dwaning buduh patikacuh, sisip*vtrgn,

sisipang Bhatara Gana, mdnÓ¡l;,

madan tulah, mljhinÀjiw)gig/,

malajahin aji wegig, l\áítnæguruzsÓË.

langgya tan pa Guru nyastra.

Saking Langit Bali Jarah Songé sépanan ngahgah Gahgah ka tengah ka sisi maliah Jengah tekén ané tusing ngenah Kasep jelé kalawan melah Bibihé punyah Matané dot nyarah Mekelang pepineh layah Ngempug umah gumanti benyah Gumi ngangsan wayah Makejang sarwa bungah Pipisé anggon ngayah Asing tindak pragat mabayah Tanah carik tegalan umah Sakabedik nyangsan telah Intipin wong tawah Ngalih somah pamuputné nadah Ané katadah meled bungah Sépanan ngediang tanah Umahin pipis makejang nyadah Lemuh ngigelang layah Pangékan wang tawah Nyaru-nyaru milu maumah Mamodal basang layah Pablesat disubané telah I Gedé Suwartama


8

Minggu Wage, 10 November 2019

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Di Sekolah

Pesan-pesan

Penyerahan diri, bertahan pada sebuah mimpi

Aku berpesan pada lantai agar menjagamu dari jatuh Pada angin aku titipkan kerudung mu terjaga dari jauh Aku berpesan pada pintu agar melindungi langkah mudari ragu Pada jendela aku titipkan teduh matamu penuh Aku berpesan pada waktu agar menjaga bibirmu dari layu Pada tanggal aku titipkan doamu terkabul selalu Aku berpesan pada burung agar menjaga suaramu tetap merdu pada ranting aku titipkan lentik jarimu terjaga dari kaku aku berpesan pada pelangi agar menjagamu dari sendu pada langit aku titip suaramu terjaga dari gagu aku berpesan pada mawar agar menjaga tubuhmu dari bau pada melati aku titip dadamu tempat rindu tumbuh

dua tiga langkah, menuju pasrah bersetubuh dengan waktu lekas-lekas, anak-anak malas ada sunyi di ujung tatap mereka, ada risau berlapis keluh entah gugup, entah tersesat, entah bosan sekali, entah tak ada yang disukai ruang remang, bunga-bunga di kepala, menunggu layu menunggu penuh debu lI Wayan Esa Bhaskara

aku berpesan pada matahari agar menjagamu dari lusuh pada pagi-senja aku titipkan hatimu terjaga dari ngilu aku berpesan pada bulan agar menjagamu dengan kelambu pada ranjang aku titip mimpimu dan mimpiku bertemu lRomzul Falah 2019

Saat si Pandir Mulai Ceramah

Pesan kepada Bhisma Maka bernyanyilah engkau kepada udara Sebelum usiamu penuh celaka sebab, aku akan menjemputmu pada sebuah perang pada sebuah padang masih ingatkah engkau Bhisma, akulah Amba, yang bertahan hidup dengan cinta yang redup dihadapan Pandawa atau Kurawa aku akan tetap menjemputmu sebagai maut, sebagai Srikandi menghabisi amis jantungmu seperti beberapa tahun lalu kau menghabisi hidupku yang abadi

sejak si pandir mulai berceramah, orang-orang kian rajin datang di aula pejabat kampung, orasi disebarkan ;petani, peladang, pelaut dan para pengganguran takjub bukan kepalang, sampai ke rumah orasi itu bertebaran anak-anak dididik sedemikian rupa sekolah menjadi urutan pertama dalam peradaban di masjid, lima orang anak terus mengaji—selebihnya menghapal bahasa menghitung uang keluar dan masuk di kedai, parewa sibuk menghitung kartu “balak lima, batu beradu” sorak batu sengaja dihempas ke meja selain itu, semuanya tampak bahagia hidup terus berlanjut, meski orasi budaya dan didikan kian laju mengalahkan suara-suara panggilan lima anak tadi

lNohan Wijaya 2019

lArif Purnama Putra

Akulah Amba, Akulah Srikandi

Tungku Raksasa Begitulah ketika kemabukan terjadi Tak mengenal hulu atau hilir Semua menyatu dalam kubang yang sama Mendidih, memanas, melepuh dan meleleh

“Akulah kalung maut itu, Lahir dari Dewa Subrahmanya Lahir dari dendammu yang getir” bertahun-tahun aku menunggu, menggantung pada gagang pintu yang akan kau kenakan pada sebuah perang memecah jantung seseorang yang penuh debar

Apakah tuhan lupa menurunkan para pandai besi Dalam panas yang maksimal ini Agar tercipta keris dan warangkanya Senjata tajam yang tak telanjang Karena ada rumah untuk menyimpan keganasan

lewat pertapaan yang khusyuk dan dendam cintamu yang remuk maka bakarlah tubuhmu dengan api hingga hangus seperti cintamu dan lahirlah kembali menjadi putri anak Drupada, yang mahir mengemas takdir lNohan Wijaya 2019

Fotografi

lWinarRamelan

Komposisi ”Fill the Frame”

Memenuhi ”Frame” Foto dengan Objek ”FILL the frame” merupakan salah satu teknik komposisi yang sering diterapkan dalam fotografi. Secara sederhana, teknik komposisi ini dapat diartikan mengisi frame foto dengan objek secara penuh. Penerapan teknik ini bertujuan agar penikmat foto kita benar-benar fokus pada objek utama tanpa adanya hal-hal yang mengganggu. Komposisi fill the frame sejatinya bisa diterapkan pada semua genre fotografi. Namun, teknik komposisi ini paling umum dijumpai pada potrait photography dan macro photography khususnya extreme photography. Untuk mendapatkan komposisi fill the frame, mendekatlah ke objek. Selanjutnya eksplorasi objek dari berbagai sudut untuk mendapatkan foto yang kreatif dan menarik. Teknik yang relatif sangat mudah dilakukan ini dapat menghasilkan sebuah foto yang sangat original dengan komposisi yang menarik. Lantas, kapan idealnya kita menerapkan teknik komposisi fill the frame ini? Teknik ini biasanya dilakukan seorang fotografer untuk menampilkan detail objek yang diambil. Pilihlah satu objek yang menarik, kemudian tinggal ambil gambarnya. Memenuhi frame dengan objek dan meninggalkan sedikit ruang atau tidak ada ruang sama sekali di sekitar frame dapat menjadi efektif untuk situasi tertentu. Sebagai contoh, saat memotret wajah orang, tunggulah momen yang tepat saat orang itu tersenyum, tertawa,

Mengawasi karya I Wayan Sumatika

Namun, tungku besar Telah berubah menjadi neraka Yang telah lama mati dihidupkan kembali Untuk merasakan didihan-didihan karma Dan menjadi kerak Lalu mati kembali

Niang Rinsun karya I Wayan Sumatika

menangis atau menunjukkan ekspresi sedih, marah maupun ekspresi lainnya yang akan membangun sebuah cerita menarik pada foto. Jika objeknya binatang, bersabarlah menunggu momen-momen fotogenik dari binatang itu tanpa membuatnya merasa terganggu atau terusik. Selain itu, teknik komposisi fill the frame ini juga dapat diterapkan untuk mengeksplorasi hal-hal kecil yang dimiliki oleh objek yang tidak akan mungkin dipotret dari jarak jauh pada extreme macrophotography. Misalnya, menangkap detail pada mata facet serangga, tekstur dedaunan dan benda-benda kecil lainnya. Dalam kondisi harus mengambil detail objek-objek kecil dari jarak jarak yang sangat dekat ini, tentunya penggunaan lensa macro akan sangat membantu. Serupa dengan teknik komposisi lainnya, daya imajinasi dan kreativitas seorang fotografer juga sangat menentukan hasil akhir sebuah foto apakah akan terlihat menarik atau tidak. Wajib diingat, komposisi foto yang menarik tidak didapatkan pada setelan kamera, bahkan dalam mode automatis sekalipun. Komposisi juga tidak bisa disentuh atau diedit mengunakan photoshop. Semuanya berasal dari kemampuan dari si fotografer untuk menciptakan foto. Bereksperimenlah sekreatif mungkin dengan teknik komposisi ini sehingga bisa mendapatkan fotofoto yang menarik dan unik. (ian)

Barong Osing karya I Wayan Sumatika

The Owl karya I Wayan Sumatika


Minggu Wage, 10 November 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Penjahit pakaian wanita berpengalaman utk toko di Dps. Lmrn SMS 081558734889 B.BP.004.11.19.0000185

Dcr Cleaning Service, Peg. Warung, PRT Hub:085238311111 B.BP.004.11.19.0000197

Dbthkan sgr Graphic Design & Digital Media u/Restaurant di Kuta,syarat:Pgmln 1-2th, Umur maks.30th,menguasai Graphic Design termasuk pengerjaan Design menu,Poster,Materi sales Mrketing,media sosial& Website aktif berbhsInggris baik lisan tulisan.CV & Lamaran email: ke:info@mnm-concepts.com

Dcr Cook Villa Gj .2,5Jt + BPJS + Service Hub.0817339664 B.BP.001.11.19.0000114

Dcr Drafter MEP utk pryk vila MNC Tanah Lot. Gj awal 4Jt. Lmbrn 25rb/Jm.Bonus akhir pryk Hub:081916379485

Karma Group Resort & Villa membutuhkan 10 org Marketing Promotion Staf. Syarat: Pria & Wanita,SMU-S1,bisa Bhs Inggris pengalaman tdk diutamakan,KTP, Gaji Pokok,BPJS. Walking interview Tgl 11/11/2019 Jam 10:00 AM-selesai di Jl.Plawa No.37A Seminyak / WA: 08123986414 (Hilla)

Dicari Assistant Marketing Manager Bisa Bhsa Inggris Hub.08113893338/081236525145

Dicari Accounting wanita berpengalaman ngerti Pajak utk Toko Prima Moda Teuku Umar Email: calculus2050@gmail.com

B.BP.004.11.19.0000183

B.BP.001.11.19.0000210

B.BP.004.11.19.0000187

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.11.19.0000227

SERVICE

B.BP.031.11.19.0000160

Dibthkan Tng Sopir pria punya SIM A/B,bw KTP,Ijazah terakhir CV lam bw ke Itekes Bali Jl.Tk Balian 180 Dps T.0361-8956208 B.BP.001.10.19.0000195

Dcr Sopir & Tng Serabutan Pria U/di CV.Warna Bali Hub.710451

Dcr Tenaga bersih2, Gj. 1,7Jt Jl.Jayagiri III/22. 089682828229

B.BP.001.11.19.0000112

B.BP.001.11.19.0000222

Tng Administrasi Wnt sarjana/ Diploma,Ijasah Terakhir,KTP/CV Srt Ket.sehat&SKCK,Bs Komputer & Paham Kesekretarisan Kantor Lam Bw:ITEKES Bali Jl .T.Balian No.180 Dps Telp:(0361) 8956208

Dicari Sopir SIM A & Tenaga Serabutan (L/P) Hub.081353320000

B.BP.001.11.19.0000033

Dibutuhkan Bartender b erpengalaman, untuk restaurant di Kerobokan Telp.087855591015 B.BP.004.11.19.0000189

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.11.19.0000178

Dicari Wanita/Pria PRT Daerah Sanur Gaji 1,5Jt 081239285583 B.BP.001.11.19.0000196

Dicari wanita Pembantu RT, tinggal dalam u/rumah,pengalaman Gaji 2,5jt,SMS/WA0816571027 B.BP.004.11.19.0000184

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

MITSUBISHI

DIJUAL TANAH

Djl L.300 Box’2004,Vario125’17 H.087761433811,Jl.Ayani Utara

Dijual, sebidang Tanah SHM,

B.BP.001.11.19.0000215 TOYOTA

BUC Hub. 08123605780 Innova G th 2006 Tgn I, Silver, Manual

Hub.Kadek,Hp. 081916362573. TP B.BP.004.11.19.0000218

B.BP.001.11.19.0000230

LELANG PROPERTY DIJUAL TANAH

Jazz 2014 Model Baru,Putih,DK, LowKM,175Jt/Nego085101777478

Tanah SHM luas 225 (1.3 m) di Teuku Umar Barat Jl.Pura Demak Gg.1 Hub: Wika 081284607566

B.BP.001.11.19.0000213

B.BP.031.11.19.0000190

HONDA

Luas 20 are/2000 M2, lokasi di Ungasan, belakang patung GWK.

Kami Prsh Nas, adakan Lelang buku utk dicincang, ditunggu 3 hari ke depan, Jl.Imam Bonjol 245 Dps (0361-484386) B.BP.004.11.19.0000217


10

Minggu Wage, 10 November 2019

Mendatar: 1. Sikap duduk dalam sembahyang (Bali) 5. Asal mula 8. Tidak dipelihara 9. Indra pendengaran (Inggris) 10. Kereta listrik 11. Nama sebuah Negara dalam dunia pewayangan 13. Manjur 15. Pengobatan 17. Sisir (Bali) 18. Sempadan 19. Sungai di tanah pasundan 23. Pemeriksaan dan pengawasan bahan-bahan siar 26. Ya (Bali) 27. Mobil Gerbong (Inggris) 28. First in first out 29. Bangsa yang menurunkan bangsa eropa 32. Kota yang terletak di bagian utara Negara Chad 33. Gemerlap 34. Saya 35. Terlengah ; Sangat asyik 37. Safir 39. Perasaan kecewa akibat terlahang keinginannya 40. Faring

Stambul ”Pan Balang Tamak” Komedi Rasa Tragedi SENI pertunjukan Komedi Stambul yang lahir di Surabaya pada tahun 1891, jejak-jejaknya tak begitu jelas di tengah masyarakat Bali. Akan tetapi, dengan modal kenang-ingatan yang lamatlamat itu, bukan menjadi suatu halangan untuk menjadikan teater tersebut sebagai inspirasi berkesenian. Serangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) yang bergulir 28 Oktober hingga 8 November 2019, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menyuguhkan seni pertunjukan dengan label Komedi Stambul mengangkat judul “Pan Balang Tamak” pada 5 November di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali. Komedi Stambul adalah suatu persilangan (hibrida) budaya, sejenis kongsi keberagaman seni budaya dari atmosfer interaksi kehidupan zaman itu. Ringan, enteng, mudah dipahami, atraktif, dan menghibur adalah kemasan yang ditawarkan kesenian ini. Sebutan komedi dipahatkan karena kesenian ini berangkai-rangkai dengan unsur jenaka. Sementara stambul merupakan pengucapan lokal dari penyebutan nama Kota Istambul (Turki) untuk mengacu kepada sumber lakon yang dipetik dari dongeng Seribu Satu Malam. Mewah dan glamor adalah permukaan identitas penampilan Komedi Stambul. Sebagai seni hibrida, selain mengalir dengan sebuah lakon, dalam pembabakannya dihadirkan variasi yang membuat penonton betah. Sengaja ada selingan lawakan yang

tak ada kaitannya dengan lakon pokok. Selain banyolan, selingan wajib yang sudah jadi pakem Komedi Stambul adalah musik nyanyian. Pada masa kejayaannya tahun 1930-an, selingan lagu keroncong menjadi daya tarik tersendiri bagi penggandrung kesenian ini. Jika kita memandang Komedi Stambul sebagai seni teater yang kemudian berpengaruh terhadap keberadaan genre pertunjukan drama di Tanah Air, maka masyarakat Bali setelah era kemerdekaan, lebih mengenali kesenian Sandiwara. Setelah Sandiwara menghilang, konsep dramaturginya diadopsi oleh tari Janger. Tahun 1960-an berkembang Janger lengkap dengan dramanya. Bahkan, ketika terjadi konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1963, lakon-lakon drama yang dipentaskan tari Janger tidak sedikit yang bertutur tentang semangat generasi muda pembela Tanah Air yang siap bertempur ke Malaysia. Pascaperistiwa G-30-S, estetika teater itu bertransformasi dalam Drama Gong. Kini, Komedi Stambul “Pan Balang Tamak” ISI Denpasar tersebut, kita tempatkan sebagai garapan seni pentas baru, tersendiri. Sebab, Komedi Stambul hanya sebatas pemicu inspirasi. Garapan seni pertunjukan bertajuk “Pan Balang Tamak” ISI ini adalah karya seni kontemporer yang memancarkan nilai seni cukup apik, menggugah penonton

dengan kontekstualisasi yang dikais dari kearifan lokal dalam ungkapan perpaduan seni karawitan-musik, tari, drama, dan seni sastra. Masyarakat Bali mengenal figur Balang Tamak sebagai laki-laki kikir tapi cerdik. Bagaimana tokoh ini dengan kecerdikannya, diurai dari adegan per adegan. Bagaimana ia berkelit dari denda dengan argumentasi ayam jantannya tak berkokok pada pagi hari, anjing kecilnya yang mengejar babi hutan saat berburu, sampai mati teracun pun, Balang Tamak masih sempat menyebabkan Sang Raja terbunuh. Bagian-bagian kisah yang menggelikan itu kiranya akan terasa lebih menohok jika detail visual dan dramanya ditata menukik. Tampak penonton generasi muda kurang paham dengan buah pulet-pulet yang dijadikan kecerdikan Balang Tamak untuk mendenda orang yang memasuki tegalannya. Pilihan klimaks akhir garapan yang menampilkan adegan mati karena racun pada Balang Tamak dan Sang Raja yang didramatisasi dengan tata garap pilu, justru menggiring pada kesan tragedi. Walau berhasil memukau penonton, tampaknya bila diakhiri dengan bagian mayat Balang Tamak dalam peti yang digondol maling, lalu serta merta disembah penuh takzim oleh segenap masyarakat, akan lebih mengena pesan moral yang satiris-kritis dari seorang rakyat jelata (Balang Tamak). l Kadek Suartaya

BPM/ist

ADEGAN – Salah satu adegan dalam komedi ‘’Pan Balang Tamak’’ yang disuguhkan ISI Denpasar pada FSBJ 2019 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali.

Menurun: 1. Nama Samudra (Inggris) 2. Penjelmaan dewa 3. Pelan (Bali) 4. Tekanan (Inggris) 5. Menguasai banyak hal 6. Tikar 7. Nama yang punya arti setia, welas asih, penyayang, untuk wanita 12. Tidak baku ; Pasaran 14. Galak dan ganas 16. Ikan laut, acapkali dibuat jadi ikan asin 20. Tidak senang melihat keberhasilan orang 21. Nyamuk malaria 22. Minggu 24. Lapisan gigi yang nampak 25. Bentuk pemerintahan yang dipimpin presiden 27. Liburan 28. Hanya terdapat dalam khayalan 30. Badan jasmani 31. Saleh 36. Cahaya 38. Yang (Bali)

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 421 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 16 Nopember 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 24 Nopember 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 419 Mendatar: 1. POLONTOS 4. AMPLOP 7. EDAB (BADE) 8. ROKER 10. ARLOJI 13. ALBANIA 15. ELEGI 17. BONAPARTE 21. ASK 23. ANU 24. TOP 26. DEK 29. PLAGIATOR 33. PRAHA 35. HONORER

37. NOVEL 38. KERAPU 40. UNTA 41. KEMASAN 42. SENTRA Menurun: 1. PERIFER 2. TERAPIS 3. SEMBAB 4. ABAI 5. POL 6. PRINTER 9. KERE 11. RAUP 12. ONAR 14. NON

16. GAUNG 18. OUTDO 19. APEK 20. ALTAR 22. KIJA 25. SPUTNIK 27. EROR 28. RAIMUNA 30. ALIV (VILA) 31. IKHLAS 32. TUNTUN 33. PARE 34. AREA 36. EKAS (SAKE) 39. RUN

Pemenang TTS No. 419 1. Ni Putu Shintiawati Jl.Raya Kintamani No.156, Desa Sekaan, Kec.Kintamani, Kab.Bangli (HP:081-934-390-XXX) 2. August Debyi Auresta Br.Dinas Kaje Kangin, Desa Kubutambahan, Kec.Kubutambahan, Kab.Buleleng (HP:087-861-814-XXX) 3. Ni Nyoman Jati Jl.Nangka Utara No.5, Tonja, Denpasar (HP:081-337-052-XXX) 4. Muhamad Yusup Sedayu Selatan, Kec.Kediri, Lombok Barat (HP:081-999-137-XXX) 5. I Nengah Jelantik Dsn.Tangkup Anyar, Desa Tangkup, Kec.Sidemen, Kab.Karangasem (HP:081-916-295-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : NI WAYAN SURYANI Alamat : Jl.Tukad Bunut, Sukawati, Gianyar (HP:085-792442-XXX)

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.

(Redaksi)

PERNIKAHAN I Kadek Ady Widyatmika melepas masa lajang pada 7 November 2019 dengan mempersunting Ni Putu Ari Candra Mani. Upacara pernikahan berlangsung meriah di Jalan Wiraraja, Ubung Kaja, Denpasar.

Deteksi Kanker Serviks dan Payudara bagi Pedagang di Pasar Kreneng PEDAGANG wanita merupakan kelompok yang dominan ditemukan pada setiap pasar. Tidak hanya aktif berjualan, para wanita ini juga kerap membawa barang dagangannya dengan kepala atau yang dikenal dengan istilah masuunan atau nyuun. Sebagai kelompok yang penting dalam rantai ekonomi di pasar dan umumnya berkontribusi besar bagi ekonomi keluarga, pedagang wanita perlu mendapatkan edukasi akan pentingnya kesehatan. Salah satu aspek kesehatan yang wajib dipahami terkait deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara yang secara umum menjadi momok bagi kesehatan wanita. Di samping itu, pemahaman akan cara nyuun yang ergonomis (memberikan kenyamanan) untuk mengurangi risiko cedera pada tubuh merupakan

aspek yang tidak kalah penting untuk diketahui oleh kelompok pedagang wanita ini. Berangkat dari permasalahan di atas, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat (PKM), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada kelompok pedagang wanita di Pasar Kreneng, Denpasar. Dua kegiatan pengabdian telah dikerjakan oleh tim FKIK Unwar yang menyasar pedagang wanita khususnya pedagang canang di Pasar Kreneng. Pertama, PKM tentang penyuluhan kanker serviks dan kanker payudara yang dikoordinir oleh Made Dharmesti Wijaya, S.Farm., M.Sc., Apt. Kegiatan kedua adalah penyuluhan tentang metode nyuun dagangan secara ergonomis yang dikoordinir oleh dr. Ni Wayan Widhidewi, M.Biomed. Kedua kegiatan ini dilaksanakan pada 17 September 2019 pukul 07.30 bertempat di Pasar Kreneng, Desa Dauh Puri Kangin.

Pada setiap kegiatan, lima orang wanita dipilih menjadi kader untuk nantinya menyebarkan informasi yang telah diperoleh kepada pedagang lainnya. Kedua kegiatan pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa FKIK Unwar sebagai upaya melatih mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat terkait penyuluhan kesehatan. Mereka adalah Ni Wayan Widhidewi, Made Dharmesti Wijaya, Anak Agung Gede Indraningrat, Dewa Ayu Putri Sri Masyeni dan Agus Santosa. Saat kegiatan pertama, pedagang wanita mendapatkan pemaparan tentang penyebab kanker serviks dan kanker payudara yang meliputi presentasi dari tim pengabdi, pemutaran video tentang gejala kanker dan metode sadari (pemeriksaan payudara sendiri), pemberian leaflet dan diskusi untuk menggali pemahaman peserta akan bahaya kanker serviks dan payudara. Para kader dan anggota pelatihan diberikan demonstra-

si tentang metode sadari untuk mendeteksi kanker payudara dan diberikan penjelasan tentang gejala kanker serviks. Pada kegiatan kedua, pemaparan tentang cara nyuun ergonomis diberikan melalui slide presentasi oleh tim pengabdi, pemutaran video tentang fisiologi tubuh saat mengangkat beban dan diakhiri dengan diskusi. Para kader diberikan teori dan cara nyuun dengan memperhatikan kesehatan tubuh meliputi cara menyangga beban, posisi kaki dan tangan saat membawa beban dan cara berjalan dengan beban di kepala. Pemberian pemahaman akan teknik nyuun secara ergonomis ini diharapkan dapat mengurangi keluhan sakit leher dan kepala yang umum dialami pedagang saat membawa dagangan di kepala. Dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa


Minggu Wage, 10 November 2019

Desa Wisata Dukuh Penaban Kian Eksis di Masyarakat

DI Kabupaten Karangasem, desa yang menjadi desa wisata dapat dihitung dengan jari. Jumlahnya tidak terlalu banyak. Memerlukan kerja keras untuk mengembangkan sebuah desa wisata agar terus berkembang dengan baik. Untuk saat ini, di Karangasem desa wisata yang mulai dilirik dan semakin eksis di masyarakat adalah Desa Adat Dukuh Penaban yang dikenal dengan museum lontarnya. Desa Wisata Dukuh Penaban ini dikenal dengan pelestarian, penyelamatan lontar yang ada di Karangasem. Bendesa Adat Dukuh Penaban, I Wayan Suarya, Sabtu (9/11) kemarin, mengungkapkan, Desa Adat Dukuh Penaban sebagai salah satu desa wisata di Karangasem selama ini, fokus melestarikan lontar yang ada di Karangasem. Untuk itu, nantinya Museum Lontar Dukuh Penaban akan dijadikan sebagai studi dan pelestarian lontar di Bumi Lahar. “Untuk saat ini, museum lontar diisi ribuan lontar kuno sampai lontar kekinian,” ucap Suarya. Dia menambahkan, untuk terus mengembangkan Museum Lontar Dukuh Penaban, pihaknya terus berupaya membangun fasilitas pendukung di areal museum di antaranya pembangunan jalan lingkar

museum dan pembangunan wantilan. Selain itu, Museum Lontar juga bakal mengembangkan pojok baca dan perpustakaan, sehingga museum tidak semata-mata mengoleksi lontar, namun juga bacaan umum. ”Dengan begitu, maka museum ini benar-benar dapat melayani pemustaka atau pembaca. Untuk mewaujudkan hal tersebut, kami sudah melakukan komunikasi dengan perpustakaan nasional khususnya di Deputi Pengembangan Perpusnas. Mereka berjanji bakal memberikan bahan-bahan pustaka yang kita perlukan,” katanya. Dia menjelaskan, Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi Perpustakaan Nasional RI bakal memberikan dukungan kepada Museum Lontar Dukuh Penaban karena pendirian museum didasari oleh kesadaran masyarakat dalam melestarikan, menyelamatkan, dan mengembangkan budaya lokal khususnya lontar. “Perpusnas juga mengolekasi nas-

Duta Tabanan Ketua Pengelola Desa Wisata Tista, I Wayan Sukadana, mengatakan, setelah SK Pokdarwis disusul SK desa wisata turun, desa wisata Tista pada tahun 2017 sudah diutus sebagai duta Kabupaten Tabanan dalam lomba Pokdarwis tingkat Provinsi Bali dan berhasil meraih juara satu. “Semua tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik itu subak, perangkat desa dan masyarakat setempat,” ucapnya belum lama ini. Meski sudah mengantongi prestasi, diakui Sukadana, Desa Wisata Tista masih akan terus dikem-

bangkan, di mana potensi yang baru bisa ditampilkan yakni pemandangan alam persawahan dan terasering. Selain itu juga, seni budaya seperti tari sakral Andir. F a k t o r p e n d u k u n g l a i nnya seperti trekking area, cycling, river, beji temple, wisata religi (yoga), kerajinan pande besi dan kuliner khas Desa Tista. “Kami punya kuliner unggulan untuk penunjang penguatan pariwisata seperti jukut kelor dan minunan kopi Redista (rempah rempah Desa Tista) serta teh sere,” terangnya. Ke depan juga rencananya dibuatkan kerajinan untuk cenderamata tamu. Namun di tengah semangat untuk terus berkembang,

Potensi Alam

Melalui konsep keberlanjutan ini harus dapat diikutsertakan peran dan aspirasi masyarakat pedesaan yang sesuai dengan pendayagu naan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimilikinya secara optimal. Dalam membangun desa wisata, tidak hanya didasarkan pada keindahan alam, tetapi juga diperlukan adanya ketertarikan budaya, kreativitas serta komitmen dari desa dan pemerintah. Unsur budaya yang dimiliki oleh masyarakat desa, khususnya di Bali memiliki daya tarik yang spesifik karena kandungan nilai-nilai luhur yang diwariskan sejak dahulu. Komponen budaya ini dapat menjadi komplementer bagi keindahan alam yang ada di desa, misalnya melalui kemasan story telling yang menarik wisatawan. Bali memiliki lebih dari 100 desa wisata yang telah berkembang dengan daya tarik budayanya, tradisinya serta didukung oleh lingkungan alam yang masih terjaga. Pengembangan desa wisata di Bali telah memberikan sumber pendapatan bagi masyarakat lokal dan berdampak pada perekonomia di desa, kecamatan dan kabupaten. Mengingat wilayah perdesaan juga menjadi kawasan pertanian baik untuk lahan sawah maupun nonsawah (perkebunan), maka pengembangan desa wisata dapat dikombinasikan dengan

pembangunan agrowisata. Agrowisata merupakan rangkaian kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi pertanian sebagai objek wisata, baik potensi berupa pemandangan alam kawasan pertaniannya maupun kekhasan dan keanekaragaman aktivitas produksi dan teknologi pertanian serta budaya masyarakat petaninya. Agrowisata dan desa wisata dapat dikombinasikan sepanjang potensi pertaniannya sangat mendukung. Misalnya desa wisata di Desa Catur, Kintamani yang memiliki potensi pertanian (perkebunan kopi), lingkungan alam, serta cuaca yang baik serta sistem sosial budaya masyarakat memberikan daya tarik wisatawan untuk melakukan berbagai aktivitas. Kreativitas warga desa dan juga subak-abian untuk mengembangkan desa wisata dan agrowisata menjadi salah satu motor penggerak dalam meningkatkan sumber-sumber ketertarikan wisatawan. Komitmen warga masyarakat desa dan pemerintah untuk mengembangkan pariwisata alternatif telah terbentuk secara baik di Desa Catur. Oleh karena itu, desa ini dapat dijadikan contoh untuk pengembangan perpaduan desa wisata dan agrowisata. Sebagai kawasan agrowisata, warga masyarakat desa dapat menyediakan produkproduk pertanian dan olahannya, budaya bertani, dan kegiatan lainnya guna memberikan layanan tambahan bagi wisatawan yang menikmati keindahan alam. Warga masyarakat juga didorong

kah kuno nusantara, sehingga keberadaan Museum Lontar Dukuh Penaban sangat diapresiasi,” jelasnya. Suarya menegaskan, dengan menjadi desa wisaya

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Serati Banten (3) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Poco - Poco Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Kartun Ball Hanoman (2) Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini

10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita

Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Serati Banten (4) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Hubungan Kesehatan Jaringan Periodontal Dengan Kehamilan

adalah dapat bernteraksi secara langsung dengan warga lain, sehingga dapat menumbuhkan rasa bangga sebagai warga desa. “Pemikiran masyarakat juga mulai terbuka terhadap tamu yang datang, sehingga Sapta Pesona dapat diimplementasikan,” tegas Suarya. (nan)

Dengan pengajuan subsidi tersebut, PBPU dan BP Kelas 3 Mandiri tetap membayar Rp 25.500. Selisihnya yakni Rp 16.500, akan bersumber dari subsidi yang diusulkan Menkes kepada Menko PMK. Namun catatannya, skema tersebut bisa dilakukan jika usulan subsidi dari Menkes ditetapkan. “Harapan saya, usulan ini segera ditanggapi, tetap akan saya kejar. Saya akan kerja keras. Itu komitmen kami,” ucap Terawan. Upaya responsif Menkes menuai banyak apresiasi dari anggota Komisi IX DPR RI.

Saleh Partaonan Daulay berterima kasih kepada Menkes atas respons cepat dalam mengatasi masalah BPJS. “Terima kasih sudah mengambil langkah tegas dan tepat,” katanya. Anggota DPR Komisi IX lainnya Putih Sari menilai usulan subsidi iuran tersebut sebagai langkah awal perbaikan defisit JKN, walaupun belum menjadi keputusan. “Tapi niatan yang sudah dilakukan Menteri Kesehatan kami sangat apresiasi. Insya Allah bisa diberikan solusi, namun masih banyak permasalahan lain yang harus diselesaikan oleh BPJS Kesehatan,” katanya. (kmb)

Dusun Tengah Berdasarkan data di lapangan, rumah warga yang rusak akibat kejadian ini yakni Wayan Arsana alias Leot, dan rumah milik Ketut Kuasa. Sedangkan di Dusun Tengah rumah warga yang juga rusak masing-masing milik Kadek Aridana dan Nyoman Suparsa. “Benar ada kejadian itu. Kami sudah laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendapatkan penanganan darurat,” katanya. BPM/nan

LONTAR - Pengelola Museum Lontar Dukuh Penaban saat melakukan proses digitalisasi lontar-lontar yang tersimpan di museum.

Pokdarwis pihak pengelola mengaku saat ini masih terbentur dana. Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah berupaya mencari celah dana dari kementerian pusat. “Sudah sebulan lalu, kami mengajukan proposal usulan bantuan dari Kementerian Desa senilai Rp 1,5 miliar, jika berhasil bisa untuk pengembangan desa wisata,” ujarnya. Untuk pengembangan diarahkan fokus di Sungai Yeh Ho dengan pembuatan wisata air. Sudah banyak planing atau gagasan pengembangan kawasan hanya terbentur dana. Misalnya membuat permandian dan tempat malukat. Begitu juga di sebelah timur ada lahan bagus untuk tempat yoga. (bit)

untuk menyediakan penginapan-penginapan (homestay) di tempat tinggalnya. Tentu saja, penginapan lokal ini menjamin keamanan, kenyamanan, kebersihan dan unsur lainnya dari sapta pesona. Edukasi tentang pengembangan desa wisata dan agrowisata agar terus diintensifkan kepada warga masyarakat (desa adat dan dinas) melalui kelompok-kelompok yang dibentuk, seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kelompok wanita tani yang mampu mengelola tanaman yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, seperti tanaman herbal, tanaman organik, olahan produk-produk tanaman. Peran perguruan tinggi juga diperlukan untuk ikut berperan di dalam peningkatan kapasitas kelompokkelompok warga masyarakat di desa wisata dan kawasan agrowisata. Oleh karena itu, pengembangan desa wisata yang dipadukan dengan agrowisata akan menjadi wisata alternatif yang sangat prospektif bagi peningkatan kesejahteraan warga masyarakat di desa dan sekitarnya. Pemerintah memiliki peran untuk mengatur regulasi yang berpihak pada pengembangan kapasitas warga masyarakat. Dengan demikian dapat diwujudkan sinergitas perencanaan dan program pengembangan agrowisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, pengusaha dan pemerintah. Penulis adalah Rektor Universitas Dwijendra

Minggu, 10 November 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita

banyak dampak nilai ekonomis atau manfaat yang dirasakan oleh warga. Salah satunya, setiap ada kegiatan yang berlangsung di museum khusus untuk makan dan minum serta pelayanan yang lain diempu oleh ibu-ibu PKK. Tak hanya itu, dampak lain yang dirasakan oleh warga

Dana Subsidi

17:00 Wita Inovator 17:30 Wita Ocydia Home Shopping 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Film Pendek Pahlawan Kapten Japa 19:30 Wita Kris 20:00 Wita Samatra Artis Bali Ketut Bimbo 21:00 Wita Indi Band Generation Funk Tool Band 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Setra Pikat Dawan Klungkung (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

Baru 2017 lalu, dibentuk Pokdarwis Ganda Meru Sudaji. Lembaga ini mengelola aktivitas wisata desa hingga saat ini. “Waktu itu, tokoh masyarakat desa yang mengawali, dan sejak itu sampai sekarang di desa kami berkembang aktivitas pariwisatanya,” katanya. Menurut Gede Panca, sejak awal perkembangannya sampai wisata desa dikelola oleh Pokdarwis, konsep pengembangan wisata ini mengandalkan keindahan alam pedesaan yang dipadukan dengan kekayaan kerafian lokal yang tidak dimiliki desa lain di Bali. Keindahan alam seperti air terjun di dalam hutan lindung yang masih asli. Bukan saja menawarkan keindahan alam secara fisik, tetapi kesadaran warga dalam menjaga lingkungan juga dijadikan keunggulan wisata Desa Sudaji. Aktivitas warga menjaga lingkungan ditunjukkan dengan modal swadaya. Dia mencontohkan, kemauan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan itu adalah dengan melakukan pengelolaan sampah dan daur ulang sampah plastik. “Untuk keindahan alam kami kemas dalam trekking dan tidak cukup itu, aktivitas warga menjaga kebersihan lingkungan, pengembangan pertanian organik kami perlihatkan kepada tamu yang berkunjung,” tegasnya. Kearifan lokal di Sudaji melalui aktivitas budaya dan ritual Hindu juga dikemas sedemikian rupa untuk

menggaet wisatawan datang ke Sudaji. Beberapa warisan budaya itu seperti tradisi Bukakak yang rutin digelar setiap tahun tapatnya pada bulan Juli. Tradisi ini menggambarkan ungkapan syukur warga kepada Tuhan yang telah memberi hasil panen pertanian yang baik, dan menguntungkan petani. Upacara ini juga menunjukkan tanggung jawab warga dalam menjaga alam dan lingkungan desa. Tradisi lain adalah Ngerebeg. Upacara ini digelar setiap digelarnya upacara besar di Pura Bale Agung Sudaji. Kombinasi antara keindahan alam, tagung jawab warga menjaga lingkungan dan budaya ini telah menuai hasil positif. Terbukti, wisatawan yang berkunjung tidak sekadar untuk berlibur dan menikmati suasana pemandangan alam, tetapi wisatawan beraktivitas sama seperti warga lokal terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dari ancaman pencemaran sampah. Saat ini, wisatawan Eropa, Jerman Prancis, Eropa Timur, Rusia, dan Republik Ceko mulai tertarik datang ke Sudaji. “Kami dengan perangkat pemerintahan dan tokoh masyarakat tidak mengejar kunjungan wisatawan dari jumlah, atau menginginkan wisata hiburan saja. Target kami adalah quality, artinya membuat wisatawan nyaman, tenang, warga sadar menjaga lingkungan. Wisatawan lebih lama tinggal dan berbaur dalam aktivitas keseharian warga lokal,” jelasnya. (mud)

Terkait fenomena hujan es, Ketut Suartama juga membenarkan temuan warganya itu. Hanya beberapa warga yang menemukan butiran yang diduga es ersebut. Warga di desanya sempat heboh setelah menemukan butiran es sebesar kerikil jatuh dari atap rumahnya. Setelah diamati, butiran yang diduga es itu langsung mencair. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 16.00 wita dan ketika hujan reda, butiran yang diuga es itu juga tidak lagi ditemukan. (kmb38)

Kesejahteraan Warga “Bahwa yang ditingkatkan adalah kesejahteraan, termasuk kesehatan warganya. Bukan hanya mendatangkan wisatawan,wisman kemudian ekonomi semakin baik, mari nikmati keindahan dan kebersihan desa ini untuk kita semua,” tandasnya. Kata Cok Ace, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam membangun desa wisata yaitu, atraksi, amenity (kemudahan), dan akses. Atraksi tersebut ada seni lukis seperti di Ubud, memahat seperti di Mas, kerajinan perak seperti di Celuk. Ubud, Mas, dan Celuk memiliki ciri khas atraksi masing–masing. Selain itu, akses menuju tempat wisata juga diperhatikan. Namun, kebanyakan desa wisata belum memberikan amenity (kemudahan). Misalnya, Ubud, dikatakan sejak ada permintaan menginap dari wisatawan cepat mengantisipasinya dengan membuat homestay di rumah–rumah penduduk. Sehingga Ubud telah memberikan amenity ketika ada permintaan. Permasalahan pariwisata lainnya adalah pemasaran dan marketing. Ada tiga tahapan yaitu promosi, sales, dan branding. Promosi yang bisa dilakukan adalah promosi produk yang dimiliki desa misalnya patung atau lukisan. Dari sisi sales, yaitu promosi pada customer cara mendapatkan produk tersebut. Sedangkan branding memerlukan waktu lama untuk bisa mendapatkan feedback. Misalnya orang–orang pent-

ing diundang ke destinasi tersebut dan mengundang media. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang dipandang sangat strategis bagi upaya penurunan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit). Defisit yang tercata pada kuartal II 2019 telah mencapai USD 8,4 miliar atau setara dengan 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. “Dengan mendorong kinerja sektor pariwisata, kita sama-sama mengharapkan bahwa wisatawan asing akan semakin tertarik untuk datang dengan lama tinggal dan nilai belanja yang berkualitas. Tentunya kita sama-sama harapkan sumbangan pariwisata dapat melengkapi upaya-upaya pemerintah pusat dalam mendorong ekspor, atau mengurangi impor demi perbaikan posisi neraca transaksi berjalan tersebut,” ujarnya. Dalam rangka memberikan perhatian pada sektor pariwisata, pada 2019 ini, Bank Indonesia juga memberikan pendampingan teknis kepada beberapa desa-desa wisata yang ada di Bali yaitu Desa Tampaksiring, Desa Paksebali di Klungkung, dan Desa Pinge di Tabanan. Fokus pendampingan yang dilakukan adalah upaya penciptaan 3A2P yaitu Access, Amenities, dan Attractions. Ketiga A tersebut didukung oleh 2P yaitu Promotion dan People, yaitu memberikan promosi yang gencar serta pembangunan kualitas SDM pariwisata yang andal. (may)


Minggu Wage, 10 November 2019

Pra-PON Tenis Meja di Samarinda

Bali Rebut Perak dan Perunggu Denpasar (Bali Post) -

Tim beregu putra Bali merebut medali perak, sedangkan beregu putri meraih perunggu, pada Kejurnas Tenis Meja sekaligus Pra-PON di GOR Segiri, Samarinda, Kaltim, 1-7 November lalu. Tim putra Bali bermaterikan Teja Lajuardi, Komang Sugita, Galung Kusuma Negara dan Deva Prasetya, sedangkan skuad putri diperkuat Made Sisca Pratiwi, Kadek Puspawati, Komang Sudatnita, dan Galuh Prasasti.

BPM/022

PELATIH - Tim pelatih tenis meja Bali, Gede Ardika (kiri), Deddy da Costa (tengah), dan Ronald Raung.

Tim putra Bali dikalahkan Papua Barat dengan skor 1-3 di final. Urutan ketiga ditempati Jateng dan keempat diduduki DKI Jakarta. Sementara di sektor putri, DKI menjadi juara disusul Jateng, Bali, dan Jatim. Hasil itu meloloskan tim putra dan putri Bali ke PON 2020 di Papua. Sebanyak 16 tim putra dan 12 tim putri berhak tampil di Papua tahun depan. Sementara 14 tim putra dan 14 tim putri lainnya harus mengubur impiannya berlaga di PON 2020. Pemain tenis meja Bali ditangani trio pelatih Deddy da Costa, Gede Ardika, dan Ronald Raung. Mereka disiapkan selama satu setengah bulan untuk menghadapi Pra-PON di Samarinda. “Saya optimis menangani anak-anak ini, sebab mereka punya skill dasar yang lumayan,” kata Deddy di sela-sela latihan di GOR Diviacita, Tohpati, Denpasar, Sabtu (9/11) kemarin.

Deddy mengaku bangga karena skuad Pra-PON Bali seluruhnya pemain lokal dan hasil pembinaan murni. Kemampuan individu mereka tidak kalah jauh dibandingkan pemain Papua Barat. Ia memprogramkan asuhannya latihan jangka panjang dan mengikuti berbagai turnamen skala lokal, regional, nasional dan internasional sebelum tampil di PON 2020. Latihan ke luar negeri kemungkinan di Cina, Korea Selatan, atau Jerman. Ronald Raung menambahkan, pertandingan Pra-PON putra diikuti 30 provinsi dan putri melibatkan 26 provinsi. Yang lolos ke PON tercacat 16 tim putra dan 12 tim putri. “Kami bersyukur PraPON ini hanya untuk pemain U-25, sehingga terjadi regenerasi atlet,’’ ungkapnya. Pada bagian lain, Gede Ardika berharap atlet putra dan putri Bali kembali menyumbang medali pada PON 2020. (022)

Marcus/Kevin Melangkah ke Final Jakarta (Bali Post) – Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo melangkah ke babak final turnamen bulu tangkis Fuzhou China Open 2019 yang diselenggarakan di Haixia Olympic Sports Center. Pasangan yang dijuluki Minions itu menumbangkan ganda India Satwiksairaj Rankireddy/ Chirag Shetty dengan skor

21-16, 22-20. Dilansir dari laman BWF, pertandingan semifinal yang berlangsung Sabtu (9/11) kemarin itu berdurasi 40 menit. Gim pertama berjalan cukup mudah bagi Marcus/ Kevin. Meskipun di awal permainan pasangan India tersebut sempat memimpin pertandingan, usai kedudukan imbang 7-7, Minions melesat terus hingga akhirnya

memenangkan gim pertama dengan perolehan 21-16. Memasuki gim kedua, Rankireddy/Shetty memberikan perlawanan yang lebih kuat dari sebelumnya. Keduanya kejar-mengejar sepanjang pertandingan. Namun, lagi-lagi Minions membuktikan keunggulannya dan memenangkan gim kedua dengan skor penutup 22-20.

Dengan demikian, Marcus/Kevin yang kini menduduki ranking pertama dunia, akan berlaga pada puncak turnamen bulu tangkis level Super 750 berhadiah total 700.000 dolar Amerika Serikat tersebut. Marcus/ Kevin dan Rankireddy/Shetty tercatat sudah pernah bertemu di tujuh turnamen sebelumnya. Dari ketujuh pertemuan itu, Minions be-

lum pernah sekali pun kalah dari pasangan India tersebut. Babak final Fuzhou China Open 2019 akan digelar Minggu (10/11) ini. Belum diketahui lawan yang akan dihadapi oleh Minions karena masih menunggu hasil pertandingan antara unggulan keempat Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia. (ant)

Tim Bulu Tangkis Bali Rebut Tiket PON Denpasar (Bali Post) Tim bulu tangkis Bali menggebuk NTB pada pertandingan Pra-PON Wilayah IV (Bali, NTB, NTT) di GOR Sudirman, Surabaya, Jatim, Kamis (7/11) lalu. Di sektor putra, Bali menang dengan skor 4-1, sedangkan tim putri unggul telak 3-0. Pada laga perdana, Selasa (5/11), Bali menekuk NTT. Tim putra merebut kemenangan 5-0, sedangkan tim putri memimpin 3-0. Hasil ini membawa Bali sebagai juara Wilayah IV sekaligus merebut tiket ke PON 2020 di Papua baik nomor perorangan maupun beregu. Ketua Umum PBSI Bali Wayan Winurjaya menyatakan bangga atas prestasi yang diukir pebulu tangkis Pulau Dewata di ajang Pra-PON. Menurutnya, baru kali ini atlet putra dan putri lolos ke PON. Soal kekalahan ganda Alvin Honik/Kadek Dheva saat melawan NTB, disebutnya karena penampilannya kurang solid dan baru dipasangkan. Angka pembuka buat Bali

saat menundukkan NTB 4-1 dihasilkan tunggal pertama Nyoman Tryadnya Arya yang unggul atas Asmi Fahru Reza Mawardi 2-0 (21-11, 21-17). Selanjutnya I Gede Pasek Ekayana mengalahkan Lalu Muhammad Nabil 2-0 (21-8, 21-14), Agus Aldi Santoso menaklukkan Andri Kusuma 2-0 (21-16, 21-17), ganda Agus Aldi Santoso/I Putu Agus Aditya Pratama menang atas Muhammad Fahmul Qur’Ani/ Rifky Hidayat 2-1 (21-23, 218, 21-14) dan Alvin Honik/I Kadek Pande Dheva Brahmantya harus mengakui ketangguhan Lalu Muhammad Nabil/Muliadi Rizka Saputra 1-2 (13-21, 21-18, 21-23). Pada bagian putri, Ni Putu Dinda Sayu Murni yang turun di nomor tunggal mengalahkan Safitri Anjani 2-0 (21-15, 21-19). Setelah itu, Komang Ayu Cahya Dewi menekuk Afifah Lora Hidayatul 2-0 (21-16, 21-10) dan pasangan Ayu Gary Luna Maharani/ Made Deya Surya Saraswati menang atas Safitri Anjani/ Siti Madinah 2-1 (20-22, 2111, 21-12). (022)

BPM/ist

GANDA - Pebulu tangkis ganda Bali Alvin Honik (kiri) dan I Kadek Pande Dheva Brahmantya.

BPM/ist

JUARA - Pemain Lentera Badung yang tampil sebagai juara dalam kejuaraan gateball di Sumatera Utara.

Tim Gateball Lentera Juara di Sumut Mangupura (Bali Post) Tim Lentera Badung keluar sebagai juara dalam Kejuaraan Terbuka Gateball Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut), 3-4 November lalu. Klub Lentera Badung menaklukkan Princess (Sulteng) dengan skor 12-6 pada laga final. Lentera Badung sempat terseok-seok di babak penyisihan. Setelah itu, pelan namun pasti berhasil keluar sebagai juara grup yang dihuni tim Boschei (NTT), Total Jadul

Malang dan Macan Putih (Sumut). Pada babak 16 besar yang menggunakan sistem gugur, Lentera menundukkan tim Cruzzer (Papua). Selanjutnya, menang atas Javan Hawk (Jabar) pada 8 besar dan di semifinal menaklukkan tim Paniki Merah (Sulut). Kejuaraan Gateball Danau Toba memperebutkan Piala Bupati Tobasa ini, diikuti tim-tim tangguh dari seluruh provinsi di Indonesia. Atas hasil ini, tim Lentera Badung

berhak memperoleh trofi dan uang pembinaan. Tim Lentera Badung melengkapi keberhasilan kontingen gateball Bali yang menjadi juara umum pada babak kualifikasi dan Kejurnas Gateball yang berlangsung 29 Oktober sampai 2 November. Tim gateball Bali merebut 4 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu, mengungguli prestasi Sulut, Sulteng, dan Sumut yang masing-masing menyabet 1 emas. (022)

Galuh Prasasti

Batal ke Popnas

ATLET tenis meja Galuh Prasasti ikut andil membawa tim beregu Bali meraih medali perak pada Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah) III di Solo, November 2018 lalu. Akan tetapi, prestasi itu batal mengantarkan dirinya tampil pada Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) di Papua yang digelar Oktober 2019. “Saya sangat kecewa batal tampil di Popnas,” ujar atlet kelahiran Denpasar, 30 Januari 2004 ini. Popnas yang sedianya dihelat di Bumi Cendrawasih memang ditiadakan, tetapi Galuh tetap merasa gagal. Sebab, putri kedua pasangan Nyoman Parwata dan Ayu Asti Widari ini ingin sekali bertanding di Popnas. Galuh mulai belajar bermain tenis meja sejak duduk di bangku kelas IV SD AMI. Ia sempat berlatih sampai ke Cina. Menempa diri di Negeri Tirai Bambu membuatnya banyak

belajar tentang kedisiplinan. Sehari minimal berlatih dua kali dan bisa menambah porsi latihan. Sementara di mes, menu makanan yang disantap disesuaikan dengan takaran. “Kalau mengambil makanan tidak boleh lebih. Porsi satu piring harus habis,” ungkapnya. Urung berlaga di Popnas, Galuh dipercaya mengibarkan bendera Kota Denpasar pada ajang Porprov Bali XIV di Tabanan, September lalu. Ia merebut perak di nomor beregu dan perak di nomor ganda bersama pasangannya Komang Sudarnita. Atas hasil ini, Galuh masuk tim Pra-PON Bali. Hebatnya lagi, tim Pra-PON putri Bali sukses menyabet perunggu di nomor beregu. Galuh berobsesi membela kontingen Bali pada PON 2020 di Papua. “Saya mematok target pulang membawa medali,” ujar siswi kelas I SMAN 1 Denpasar (Smansa) ini. (nel)

Profile for e-Paper KMB

Edisi Minggu 10 Nopember 2019 | balipost.com  

Headline : DPR Tolak Kenaikan BPJS, Menkes Lobi Jokowi

Edisi Minggu 10 Nopember 2019 | balipost.com  

Headline : DPR Tolak Kenaikan BPJS, Menkes Lobi Jokowi

Advertisement