Skip to main content

Edisi Sabtu 10 November 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 83 TAHUN KE 71

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Saber Pungli Jangan Sampai Salah Sasaran

Bisa Picu Kemarahan Desa Pakraman

Janji Tim Saber Pungli untuk tidak menyentuh ranah desa pakraman/adat kini dipertanyakan. Kalau ranah desa adat terus diobok-obok, tentu akan menimbulkan gejolak. Selain menimbulkan masalah baru, kalau salah melakukan tindakan, bisa menimbulkan kesan pelemahan desa adat.

Amandemen, Perda Desa Pakraman

OTT (operasi tangkap tangan) menjadi isu hangat di desa adat. Hal ini menyusul penangkapan juru pungut parkir di Jalan Matahari Terbit, Denpasar dan penjual karcis di objek wisata Tirta Empul, Gianyar. Reaksinya pun bermacammacam. Tentu ada pro dan kontra. Bahkan, sejumlah pemda langsung mengumpulkan pengurus desa adat untuk menyamakan persepsi agar OTT tak terulang. Sebab, pungutan yang dilakukan di sejumlah objek wisata tak dipayungi perda, hanya pararem warga desa adat.

2,5% 1,2% 2,5% 3,8%

23,3% 22%

Pendidikan Pelayanan publik Perizinan Hibah dan bantuan sosial Dana desa Pengadaan barang & jasa

LI NG

PU

DATA POLRESTA DENPASAR Pengungkapan kasus pungli tahun 2017 – 2018 sebanyak 48 kasus dan tahun 2018 ini ada 2 kasus OTT.

Irjen Pol. Dr. Petrus Golose mengikat. ‘’Kalau (sifatnya) mengikat, itu berarti bertentangan dengan undang-undang dan perda. Perda itu buat masyarakat Bali bukan polisi. Jangan dibalik. Kita mengikuti peraturan yang dibuat pemerintah daerah,’’ tegasnya. Ia kembali menegaskan, pihaknya justru memperkuat desa adat. Pasalnya akan terungkap apakah memang benar kutipan-kutipan yang diambil itu untuk kepentingan desa atau malah kepentingan pribadi. Hal. 15 Kearifan Lokal

Ancam Eksistensi Desa Adat

Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Tabanan I Wayan Tontra mengatakan, dasar membuat pararem adalah awig-awig. Awig-awig dibuat berdasarkan musyawarah mufakat oleh masyarakat adat yang ditandatangani oleh pejabat adat dan pejabat pemerintah. ‘’Dalam membuat pararem, pejabat pemerintah pun mengetahui dan menyetujui. Jadi kalau dibilang tidak sah, ada kesepakatannya,’’ ujar Tontra. Menurutnya, desa adat melakukan pungutan tidak selalu semena-mena, tetapi ada kesepakatan dan aturan yang mendasari. Mengenai adanya perangkat adat yang di-OTT saat melakukan pungutan adat, menurut Tontra, harus dibahas bersama. Pemerintah dan desa adat harus duduk bersama dan tidak saling menyalahkan. ‘’Jangan lupa awig-awig ada yang tidak tertulis dan diterapkan sesuai kesepakatan warga adat. Jadi ini perlu dibahas bersama agar tidak saling menyalahkan,’’ jelasnya. Akademisi Fakultas Hukum Unud Prof. Dr. I Ketut Rai Setiabudi, S.H. menegaskan, untuk mencegah OTT maka paling kuat harus dibuatkan perda. Peran pemerintah daerah sangat diperlukan. Perda Desa Pakraman Nomor 3/2003 yang ada saat ini harus diamandemen. Termasuk dalam kaitan penduduk pendatang, kewajiban dari penduduk pendatang seperti apa. Itu harus diatur secara tegas di perda. Hal. 15 Hukum Negara

Tim Saber Pungli Provinsi Bali menerima 121 aduan masyarakat terkait pungli pada 2017.

Tim Saber Pungli sudah beberapa kali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bali. Bahkan sejumlah petugas parkir dan penjual karcis masuk objek wisata menjadi sasaran. Padahal mereka merupakan ‘’petugas’’ desa adat yang ditugaskan untuk itu. Lalu apa tanggapan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Bagaimana pula ia menilai kearifan lokal yang selama ini harus dijalankan dan dilestarikan oleh krama Bali? OTT pungli khususnya terhadap juru pungut dari desa adat yang dilakukan kepolisian, menuai pro dan kontra. Menyikapi hal itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose angkat bicara dan menegaskan penindakan tersebut berdasarkan undangundang serta Perda Provinsi Bali. ‘’Jangankan di desa, coba lihat berapa bupati yang masuk penjara, berapa wali kota, berapa gubernur, karena menyalahgunakan kewenangannya. Saat ini memang ada Operasi Saber Pungli yang harus kita lakukan,’’ tegas Kapolda Golose, Jumat (9/11) kemarin. Terkait ada dugaan upaya melemahkan peran desa adat, Golose langsung membantahnya. ‘’Tindakan kami bukan melemahkan tapi justru menguatkan desa adat. Jangan dibalik-balik,’’ tandas Golose usai memimpin sertijab lima pejabat utama Polda Bali dan dua Kapolres di Gedung PRG Mapolda Bali. Menurutnya, dalam Perda Provinsi Bali sudah jelas menyebutkan yang diperbolehkan yaitu mengambil dari aset di desa, kontribusi warga desa dan pihak ketiga yang tidak

Bendesa Agung MUDP Jero Gede Suwena Putus Upadesa mengatakan, Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) sejatinya telah banyak mengadakan pertemuan dengan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) terkait pungutan yang dilakukan desa pakraman. Pada intinya sudah disepakati tim Saber Pungli tidak akan menyentuh ranah desa pakraman. Namun, MUDP mempersilakan adanya penindakan pada pihak-pihak yang mengatasnamakan pecalang atau desa pakraman tanpa dasar aturan yang jelas. Hal. 15 Bentuk Pemerasan

KASUS OTT PUNGLI DI BALI

Saber Pungli Berpatokan Undang-undang dan Perda

Denpasar (Bali Post) Sekitar setahun yang lalu, DPRD Bali lewat Komisi I sempat mengadakan rapat kerja mengenai pungutan di desa adat. Kala itu sebetulnya sudah ada kesepakatan, tetapi hingga kini belum jelas tindak lanjutnya. Yakni pararem atau awig-awig yang mengatur tentang pungutan di desa adat harus memiliki rekomendasi persetujuan dari bupati/wali kota. ‘’Mungkin ini tidak dijalankan. Selama itu tidak mendapat rekomendasi dari bupati atau wali kota, bagi Saber Pungli ya… tetap pelanggaran. Saber Pungli kan bertindak sesuai koridor hukum. Itu terakhir kesepakatan kita dulu,’’ ungkap Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya, Jumat (9/11) kemarin. Menurut Tama, rapat kerja sebelumnya telah melibatkan

- 16 Desember 2016 Pungli pengurusan sertifikat tanah di Kantor Desa Tulikup, Gianyar. Diamankan 3 orang dan uang Rp 30 juta. - 31 Maret 2018 Tertangkap tangan pungli, 6 petugas Pos KTP Gilimanuk diamankan. Enam petugas Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk diamankan Tim Saber Pungli Kabupaten Jembrana, Sabtu (31/3) malam. - 10 Mei 2018 OTT juru parkir di tepi Jalan Legian Kelod Gang Dewi Sri, Kuta, Badung. Tarif parkir lima kali lipat tarif biasa. - 16 Juni 2017 Polda Bali OTT di Dinas Perizinan Gianyar. Kabid B diamankan dan uang Rp 15 juta. - 20 Juli 2018 OTT pungli pengurusan sertifikat tanah di Desa Buahan, Gianyar. Kadus Buahan diamankan karena melakukan pungli Rp 25 juta kepada korban.

- 29 Agustus 2018 Jajaran Polres Buleleng pengungkap kasus pungli dalam pelaksanaan Program Agraria Nasional (Prona). Tim penyidik Tipikor menetapkan dua tersangka yakni aparat kelurahan di Kecamatan Buleleng dan seorang oknum perangkat desa di Kecamatan Banjar. - 26 September 2017 Bendesa Adat Tanjung Benoa diperiksa dalam kasus dugaan pungli. Ia diperiksa dalam kasus pungli perusahaan water sport di Desa Tanjung Benoa, Kuta Selatan. Dasar pungutan tersebut pararem desa dalam upaya gali potensi desa. - 6 November 2018 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Bali menangkap 11 orang. Dugaan pungli di Pantai Matahari Terbit di antaranya dengan menarik karcis masuk kendaraan roda dua sebesar Rp 2 ribu, kendaraan roda empat sebesar Rp 5 ribu, kendaraan untuk bus pariwisata sebesar Rp 20 ribu. - 7 November 2018 OTT oleh tim Satreskrim Polresta Denpasar terhadap seorang klian adat di Denpasar. Ia diduga terlibat pungli bagi penduduk pendatang .

Kapolresta Baru Janji Tindak Tegas Preman Serah terima jabatan (sertijab) Kapolresta Denpasar, Kapolres Klungkung dan beberapa pejabat utama Polda dilaksanakan Jumat (9/11) kemarin. Kapolresta Denpasar yang baru, AKBP Ruddi Setiawan, berjanji akan menindak tegas preman jika masih berani membuat resah. Halaman 2 Dinilai Langgar Aturan, Empat Toko Segera Ditutup Instruksi Gubernur Bali untuk menutup toko-toko yang masuk dalam jaringan mafia Tiongkok, langsung ditindaklanjuti Pemkab Badung.Satpol PP telah melayangkan empat surat teguran untuk menutup usaha yang dinilai melanggar aturan. Halaman 3

Tim Saber Pungli, Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali serta diketahui MUDP. Mestinya, kesepakatan yang dibangun dalam rapat kerja disosialisasikan kepada desa adat/pakraman. Meskipun ada pararem, masih dianggap rancu tanpa adanya rekomendasi bupati/wali kota. Tama mengaku akan mengundang kembali pihak-pihak terkait untuk membahas masalah ini. Pihaknya khawatir, apabila terus ada upaya penindakan, akan mengancam eksistensi desa adat itu sendiri. Apalagi, beberapa desa masih memberlakukan pungutan untuk kepentingan adat masingmasing. ‘’Perlu duduk bersama supaya jelas mana yang boleh, mana yang tidak. Termasuk juga MUDP nanti kita undang lagi biar jelas,’’ tandasnya. (kmb32)

Pembinaan Kurang Optimal, Puluhan LPD di Buleleng Macet Buleleng dibayangi maraknya LPD bermasalah. Dari 169 LPD yang beroperasi di Bali Utara, sampai tahun ini tercatat 22 LPD dikategorikan macet. Bahkan, kondisi LPD itu nyaris tidak bisa aktif kembali Halaman 8 Satpol PP Tak Jalankan Instruksi Gubernur Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana mengaku kecewa dengan Satpol PP. Pasalnya, Satpol PP tak menjalankan instruksi Gubernur Bali Wayan Koster untuk menutup tokotoko jaringan Tiongkok yang tidak berizin dan berizin namun melakukan praktik bisnis tidak sehat, Jumat (9/11) kemarin. Halaman 15

Cegah Kanker Leher Rahim

Putri Suastini Koster Gelar IVA Test dan Sadanis Gratis

LEPAS BALON - Ny. Putri Koster didampingi pengurus PKK kabupaten/kota dan undangan melepas balon pada acara IVA test dan Sadanis serangkaian memperingati Hari Kesehatan Nasional. Acara dipusatkan di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (9/11) kemarin.

KANKER leher rahim dan kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak dijumpai di Indonesia. Setiap tahunnya jumlah penderita kanker di dunia mengalami peningkatan, diperkirakan 14,1 juta kasus kanker baru yang muncul dan pada tahun yang sama terdapat 8,2 juta kematian karena kanker. Guna mencegah hal tersebut dan melindungi kesehatan perempuan maka Nyonya Putri Suastini Koster, Ketua TP PKK Provinsi Bali, bekerja sama dengan lintas sektor menggelar Gebyar Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara melalui IVA Test dan Sadanis. Acara yang dihadiri ratusan ibu-ibu itu dipusat-

kan di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar, Jumat (9/11) kemarin. Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster mengatakan, gerakan nasional pencegahan dan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara pada perempuan adalah untuk menurunkan kematian pada ibu-ibu. Salah satu upaya yang perlu dilakukan bersama yaitu dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang kanker, serta mendorong lintas sektor lainnya serta individu juga masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah penyakit mematikan tersebut. Untuk itu, Putri Suas-

tini Koster berharap upaya preventif yang telah dikembangkan dalam program deteksi dini kanker leher rahim melalui metode Inisiasi Visual Asam Asetat (IVA) dan pemeriksaan payudara secara klinis dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker. Di samping itu, ia juga berharap kegiatan tersebut dapat mendorong upaya kuat dalam meningkatkan cakupan deteksi dini pencegahan kanker. ‘’Saya minta para hadirin yang ada di sini maupun yang sudah mengikuti pemeriksaan hari ini agar menggetoktularkan kepada masyarakat yang lain khususnya para perempuan,

terlebih para ibu rumah tangga tentang pentingnya pemeriksaan dini kanker leher rahim. Karena saya ingin wanita Bali itu selain cantik di luar juga cantik di dalam dengan menjaga kesehatannya. Sebab, ibu adalah garda terdepan kesejahteraan keluarga,’’ pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka deteksi dini kanker di kalangan perempuan. Kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional. Hal. 15 Enam Ribu


DENPASAR

2

Sabtu Wage, 10 November 2018

Gebyar IVA Test dan Sadanis

Ibu Sehat, Keluarga Kuat

Denpasar (Bali Post) Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, Tim Penggerak PKK Provinsi Bali bersama Kelompok Media Bali Post menggelar Gebyar Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara melalui IVA test dan Sadanis (pemeriksaan payudara klinis) di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (9/11) kemarin. Acara tersebut dihadiri PKK seluruh Bali dan masyarakat umum. Acara berlangsung semarak dengan penampilan dari beberapa penyanyi Bali. Selain pemeriksaan IVA juga dilakukan donor darah. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putu Putri Suastini Koster mengatakan, banyak yang bisa dilakukan oleh ibu-ibu PKK di seluruh Bali. Salah satunya adalah turut serta menyehatkan dan mengantisipasi agar ibu-ibu serta perempuan yang ada di Bali sehat, karena jika ibu sehat, keluarga pun kuat.

Putri Suastini menegaskan, ibu adalah penjaga benteng pertahanan terakhir dari negara RI. “Apa jadinya kalau ibu sakit. Oleh karenanya, menjadi tugas utama kita untuk terus tetap menjaga kesehatan sesama, kesehatan kaum perempuan. Tidak peduli masih usia emas atau lanjut usia, tugas kita bersama,” ujarnya. Menurut Putri Suastini, tugas utama PKK adalah menyejahterakan keluarga. Terdiri dari anak usia 0-6 tahun di usia emas dan usia lanjut. Ini perlu mendapat perhatian dan penjagaan bersama. Ia berharap gerakan ini agar disiarkan dan disebarluaskan pada masyarakat, bahwa deteksi dini kanker serviks sangat penting. “Karena itu penyakit masa kini. Kalau dulu jarang kita dengar,” ujarnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan, pemeriksaan IVA test dan sadanis akan terus digencar-

Buronan Pencuri Uang Rp 400 Juta Dibekuk Denpasar (Bali Post) Tim gabungan Resmob Ditreskrimum Polda Bali dan Polrestabes Surabaya menangkap tersangka Rinaldo Daniel (24) dan Jefri Eka Setyabudi (22) yang bertatus mahasiswa di sebuah rumah kos di Banjar Tengah Lukluk, Desa Lukluk, Badung, Rabu (8/11) lalu. Kedua pelaku ini terlibat kasus curanmor dan pencurian uang Rp 400 juta. “Penangkapan ini juga dibantu anggota Opsnal Satreskrim Polres Badung. Kedua pelaku ini berasal dari Surabaya dan Tegal Sari, Jawa Timur,” kata Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Jumat (9/11) kemarin. Menurut Andi Fairan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi kaburnya kedua pelaku ke Bali. Selanjutnya tim gabungan melakukan penyelidikan dan ber-

dasarkan informasi terlacak tempat tinggalnya di daerah Lukluk, Mengwi. “Anggota kami melakukan penyisiran ke rumah kos dan rumah kontrakan,” ujarnya. Pada Rabu (8/11) pukul 15.00 Wita, polisi berhasil mengamankan kedua pelaku. Petugas mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Vario, Iphone, HP Xiomi dan uang Rp 10 juta. Hasil interogasi, pelaku mengakui mencuri satu unit motor Honda Vario dan uang Rp 400 juta. Setelah melakukan pencurian di Surabaya, mereka melarikan diri ke Bali. “Selama di Bali mereka tidak pernah melakukan tindak pidana. Selanjutnya, pelaku dan barang bukti diamankan dan dilakukan interogasi awal, lalu diserahkan kepada Tim Opsnal Polresta Surabaya,” perwira melati tiga di pundak ini. (kmb36)

kan sebagai upaya deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Capaian deteksi dini kanker serviks dan payudara di Bali sampai dengan Maret 2018 masih tertinggi di Indonesia. Secara nasional, capaian IVA test hanya 6 persen, sedangkan Bali 26,6 persen dari seluruh sasaran wanita usia 30-50 tahun. Jumlah wanita usia sasaran di Bali lebih dari 600.000 orang. Dari 26,6 persen itu, kata Suarjaya, memang awal pemeriksaan dilakukan beberapa tahun yang lalu. Wanita yang positif kanker serviks cukup besar sekitar 10 persen. Tapi tahun 2018 sudah turun, persentasenya antara 1-2 persen. Untuk wanita yang positif kanker serviks, ada pemeriksaan lanjutan. Namun jika ada yang positif saat tes IVA, akan langsung diberikan kriyo terapi. Upaya ini akan mencegah untuk terjadinya kanker serviks. “Kita masuk terkecil karena kita paling aktif beberapa tahun

ini. Kita sudah terus melakukan IVA test, dan kita akan terus menggencarkan gerakan ini, menyasar seluruh wanita pada kisaran usia itu untuk melakukan deteksi. Mencegah terjadinya kanker serviks dan payudara,” tegasnya. Suarjaya menambahkan, gerakan ini dilaksanakan dalam rangka HKN yang jatuh pada 12 November. Gebyar IVA test dan sadanis akan dilaksanakan ke seluruh Bali dengan menyasar 6.000 wanita. Sementara untuk kegiatan IVA test dan sadanis yang dilakukan kemarin ditargetkan 500 wanita bisa diperiksa. Ia berharap tahun 2019 paling tidak 80 persen wanita Indonesia harus sudah melakukan IVA test. Dengan demikian, upaya pencegahan akan lebih cepat. Untuk itu, perlu upaya sosialisasi informasi untuk peningkatan pemahaman dan upaya-upaya pencegahan yang lainnya, termasuk pemeriksaan IVA tersebut. (kmb42)

Bali Post/eka

GEBYAR - Para peserta dan undangan saat mengikuti gebyar deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui IVA Test dan Sadanis di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (9/11) kemarin.

Evaluasi Pergub 79 dan 80

Ahli Bahasa dan Aksara Bali Masih Beda Persepsi Denpasar (Bali Post) -

Sejak awal Oktober lalu, Bali telah menerapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penggunaan Busana Adat, serta Bahasa dan Aksara Bali. Hasil evaluasi sebulan terakhir menunjukkan tren positif, kendati masih perlu disempurnakan. Sebagai contoh, penggunaan aksara Bali belum semuanya tampak pada papan nama jalan dan petunjuk arah. Selain itu, para praktisi juga ahli bahasa dan aksara Bali belum memiliki kesamaan persepsi tentang penulisan aksara Bali yang benar. “Terkait penulisan aksara Bali di papan nama, sebagian besar sudah di lembaga pemerintahan. Terutama nama kantor, sekolah, rumah sakit, dan Puskesmas. Namun, yang masih belum adalah namanama jalan dan petunjuk arah,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha didampingi Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra dalam keterangan pers di Denpasar, Jumat (9/11) kemarin. Menurut Beratha, hanya nama jalan dan petunjuk arah di lokasi-lokasi strategis yang sudah menggunakan aksara Bali. Sementara sisanya masih

terkendala biaya yang cukup tinggi, mencapai miliaran rupiah di seluruh Bali. Pihaknya sudah mengkomunikasikan masalah ini dan merancang anggaran pada tahun 2019. Selain itu, sempat pula ada koreksi mengenai penulisan aksara Bali yang dinilai salah atau belum tepat. “Sesungguhnya di kalangan praktisi dan ahliahli aksara dan bahasa Bali itu belum ada persamaan persepsi tentang pasang aksara. Kami sudah coba memancing beberapa ahli, mereka memberikan tulisan yang berbeda-beda,” jelasnya. Beratha menambahkan, paruman agung atau kongres bahasa Bali akan digelar untuk menyamakan persepsi para ahli bahasa dan sastra Bali. Di samping itu, juga melaksanakan bulan bahasa Bali setiap Februari sesuai isi Pergub

Nomor 80 Tahun 2018. Bulan bahasa Bali yang dilaksanakan secara massif dari tingkat desa, kabupaten hingga provinsi ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti festival, lomba, pameran, pertunjukan, dan seminar. “Di tingkat provinsi akan dilaksanakan lombalomba yang menyasar generasi milenial agar aksara dan bahasa Bali bisa menyentuh mereka melalui media sosial. Ada 10 jenis lomba aplikasi bahasa, aksara, dan sastra Bali dalam IT,” jelasnya. Menurut Beratha, lomba itu meliputi font aksara Bali, game bahasa Bali, komik online, meme bahasa Bali, postingan status berbahasa Bali di medsos, hingga lomba vlog berbahasa Bali. Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan penghargaan “Bali Kerti Nugraha Mahotama” berupa len-

cana emas 25 gram 22 karat dan uang Rp 100 juta, serta sertifikat/piagam. Setiap tahunnya penghargaan ini akan diberikan kepada maksimal tiga penerima, baik perorangan, kelompok, maupun lembaga yang berjasa terhadap pemajuan bahasa, aksara, dan sastra Bali. “Syarat dan kriteria penerimaan penghargaan diatur dalam petunjuk teknis yang disusun oleh tim. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Bali dalam rangka penyelenggaraan bulan bahasa,” imbuhnya. Beratha mengatakan, terbitnya Pergub Nomor 80 Tahun 2018 merupakan lompatan besar yang dilakukan Gubernur Bali untuk menguatkan jati diri dan karakter sebagai penanda identitas masyarakat Bali. Gubernur bahkan telah membentuk tim untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pergub yang diketuai Kepala Satpol PP. Termasuk pengawasan Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali.

Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan, busana adat Bali tidak hanya dikenakan oleh pegawai pemerintahan serta guru, tenaga kependidikan dan peserta didik. Sejumlah lembaga swasta juga ikut mengimplementasikan isi Pergub. Sementara bagi yang belum melaksanakan, memang tidak dikenai sanksi. Namun pihaknya melakukan pendekatan dalam bentuk pembinaan. “Kami sudah melakukan pengawasan dan pengamatan sejauh mana implementasi Pergub. Beberapa tempat yang kami datangi di sektor pariwisata, 99 persen sudah melaksanakan Pergub 79. Di dalam Pergub juga sudah ada lampiran tentang busana adat Bali yang baik dan benar,” ujarnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446

Kapolresta Baru Berjanji Tindak Tegas Preman Bali Post/ist

DITANGKAP - Tersangka Rinaldo Daniel dan Jefri Eka Setyabudi setelah ditangkap.

Dituntut Delapan Tahun, Oknum Guru Minta Dibebaskan Denpasar (Bali Post) Setelah dituntut hukuman pidana penjara selama delapan tahun, oknum guru di salah satu sekolah swasta di Kereneng, terdakwa Ar, mengajukan pembelaan di PN Denpasar, Kamis (8/11). Melalui kuasa hukumnya Iswahyudi dan kawan-kawan, pada intinya meminta dibebaskan karena oknum guru itu mengaku tidak bersalah sebagaimana didakwakan jaksa. Ada beberapa alasan yang diajukan pihak terdakwa. Di antaranya adanya visum bernomor: YR.02.03/ XIV.4.4.7/137/2/2018, tertanggal 20 Maret 2018 yang dibuat oleh dr. Kunthi Yilainati, Sp.KF. Di sana dijelaskan dalam kesimpulan yang menyatakan pada korban ditemukan robekan lama di selaput dara. Robekan lama tersebut dapat disebabkan oleh persetubuhan yang sudah lama. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh lainnya,” tegas Iswahyudi. Atas dasar itu, dia menuding ada pihak lain yang menyetubuhi korban. Karenanya, Iswahyudi berpendapat bahwa yang mesti bertanggung jawab dalam hal ini adalah mantan pacar korban yang menyetubuhinya hingga selaput daranya robek. Bahkan disebut kuasa hukum terdakwa, kesimpulan itu sesuai dengan pengakuan korban yang mengakui riwayat bersetubuh dengan mantan pacarnya. Maka dengan demikian, tuntutan terhadap terdakwa adalah sebagai upaya menutupi perilaku amoral dari korban selama ini dari lingkungan keluarganya. Sehingga dia berharap terdakwa dapat dibebaskan. “Apabila majelis hakim berpendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya sesuai dengan hati nurani,” pinta Iswahyudi. (kmb37)

Denpasar (Bali Post) Serah terima jabatan (sertijab) Kapolresta Denpasar, Kapolres Klungkung dan beberapa pejabat utama Polda dilaksanakan, Jumat (9/11) kemarin. Kapolresta Denpasar yang baru, AKBP Ruddi Setiawan, berjanji akan menindak tegas preman jika masih berani membuat resah. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose seusai sertijab menyampaikan, hanya krunya saja diganti tapi kaptennya masih sama. “Kapoldanya masih. Kalau ibarat kapal, ganti kru kan biasa,” tegasnya. Menurut Reinhard Golose, mutasi kali ini memang banyak karena rata-rata yang bertugas dari Polda tersebut mendapat apresiasi luar biasa dan kepercayaan pimpinan Polri. Dari dua pejabat utama yang pindah mendapat kesempatan untuk sekolah yang nantinya

bisa menjadi jenderal. “Dua pejabat dari pejabat utama mendapat promosi dalam eselonisasi menjadi 2B1. Kalau di Polda Bali (golongan-red) 2B1 itu cuma satu yaitu Irwasda. Sehingga saya sebagai Kapolda amat sangat bangga apa yang diberikan pimpinan Polri kepada Polda Bali. Ini merupakan apresiasi bagi saya atas kinerjanya. Bukan karena saya, tapi berkat kinerja daripada anggota,” ungkapnya. Selain itu, kata Reinhard Golose, ada putra Bali menjadi kapolres dan itu menjadi kebanggan tersendiri baginya. Orang daerah bisa juga memimpin di Polres Klungkung yaitu AKBP I Komang Sudana. Sementara itu, Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan menyatakan akan melakukan pengamanan wilayah dan melanjutkan program serta kebijakan-kebi-

Polair dari Kombes Pol. Sukandar kepada Kombes Pol. Hadi Purnomo. Selanjutnya, Kabidkum dari Kombes Pol. I Gusti Kade Budhi kepada Kombes Pol. Mochamad Khozin, Kabidkeu dari Kombes Pol. Teguh Selamet

Karyono kepada Kombes Pol. Andi Mayangkara, Kapolresta Denpasar dari Kombes Pol. Hadi Purnomo kepada AKBP Ruddi Setiawan dan Kapolres Klungkung dari AKBP Bambang Tertianto kepada AKBP I Komang Sudana. (kmb36)

Ratusan Pelajar Sambut Pataka I Gusti Ngurah Rai

Denpasar (Bali Post) Pataka panji-panji dan surat sakti pahlawan I Gusti Ngurah Rai diarak dari Margarana, Tabanan, menuju Yayasan Kebaktian Prokla-

masi (YKP) di Jalan Cempaka, Kereneng, Denpasar, Jumat (9/11) kemarin. Pataka sakti itu dikawal penuh oleh Pemuda Panca Marga (PPM).

FM 96,5

web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Bali Post/kmb36

SELAMAT - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengucapkan selamat kepada Kapolresta Denpasar yang baru, AKBP Ruddi Setiawan.

Napak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional

(0361) 819446 / 081337032965

Topik : Kapolresta Baru Berjanji Tindak Tegas Preman Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5

jakan kapolresta sebelumnya. Termasuk menindaklanjuti program dan kebijakan Kapolda Bali. “Kita mengharapkan untuk wilayah Polresta Denpasar tidak ada premanisme. No preman. Jika premanpreman melakukan tindakan apalagi membawa senjata, kami akan melakukan tindakan tegas. Sekali lagi saya tegaskan akan melakukan tindakan tegas,” tegasnya. Mantan Kapolres Badung ini berharap mendapat dukungan dari masyarakat dan tokoh agama serta masyarakat membantu kepolisian dalam menjaga keamanan. Pejabat yang melaksanakan sertijab kemarin yaitu Dir. Intelkam Polda Bali dari Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuliarto kepada Kombes Pol. Wahyu Suyitno, Dir. Reskrimsus dari Kombes Pol. Anom Wibowo kepada Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho dan Dir.

Bali Post/kmb37

DIARAK - Panji dan surat sakti I Gusti Ngurah Rai saat diarak dan disemayamkan di YKP Denpasar.

Sebelum menuju YKP, panji-panji dan surat sakti itu diturunkan di GOR Lilabhuana, Ngurah Rai, Denpasar. Dari sana berjalan kaki dan diiringi sorak-sorai dan nyanyian kemerdekaan oleh ratusan pelajar. Bahkan setibanya di YKP, ratusan pelajar yang mengenakan pakaian pramuka turut menyambut dengan tepuk tangan dan juga diiringi lagu kebangsaan. Tak ketinggalan, putra pertama Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Gede Yudana turut hadir dan kemudian pataka dibawa ke ruangan yayasan tersebut. “Ini bagian dari napak tilas perjuangan Pahlawan I Gusti Ngurah Rai,” ujar I Gusti Ngurah Gede Yudana. Dia menambahkan, napak tilas ini sudah rutin dilakukan sejak 25 tahun lalu. Dijelaskan, hal ini penting

dilakukan supaya generasi muda tahu bagaimana perjuangan orangtua mereka. Termasuk di antaranya di YKP ini. Menurut Yudana, YKP ini didirikan tahun 1951, dengan tujuan meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme dalam rangka menjaga NKRI, Pancasila dan UUD 1945. “YKP inilah yang bertugas melaksanakan kegiatan 20 November itu. Termasuk peran Pak Cilik yang juga penggagas monumen perjuangan di Margarana,” jelas anak pertama I Gusti Ngurah Rai sekaligus Ketua YKP ini. Pataka panji-panji sakti itu akan diinapkan sampai, Sabtu (10/11) hari ini. Lalu ikut acara 10 November untuk napaktilas ke daerah lainnya. Sementara itu, Wakil Sekretaris Pemuda Panca Marga

Provinsi Bali Rai Riawati mengatakan, pataka dan panji-panji sakti disemayamkan di YKP karena di sini dulu markas para pahlawan. “Besok (hari ini-red) kita mengikuti acara 10 November. Setelah upacara kita dilepas oleh gubernur,” tegasnya. Rai Riawati menambahkan, pihaknya akan berjalan kembali ke YKP. Lalu pada 11 November menuju Jembrana yang akan diterima di Lapangan Pergung oleh Bupati Jembrana. Di sana juga akan menginap sehari dan diarak keliling. Lalu ke Singaraja, akan diterima di Gerokgak dan bersemayam di Jagaraga. Lanjut besoknya ke Karangasem, lanjut Klungkung, Bangli, Gianyar, Denpasar, Badung dan terakhir 20 November akan dilakukan upacara di Margarana, Tabanan. (kmb37)


BADUNG

Sabtu Wage, 10 November 2018

3

Tingkatkan Teknik Penyelamatan Penerbang

Koopsau I Gelar Latihan Parasailing di Tanjung Benoa Mangupura (Bali Post) Dalam rangka meningkatkan kemampuan para penerbang tempur, khusunya dalam melaksanakan escape dan eject atau teknik penyelamatan penerbang, Komando Operasi TNI-AU I (Koopsau I) menggelar pelatihan parasailing di Pantai Tanjung Benoa, Jumat (9/11) kemarin. Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 penerbang tempur. Asisten Operasi Kas Koopsau I Kolonel Arifien Syahrir yang menjadi direktur latihan mengatakan hal ini merupakan program latihan bagi seluruh penerbang tempur. Kegiatan ini sebagai sarana simulasi emergency dalam melaksanakan eject dengan ejection seat, baik di area daratan maupun di perairan. “Kemampuan dalam melaksanakan escape dan eject atau teknik penyelamatan penerbang ini merupakan suatu keharusan yang mutlak dikuasai

setiap penerbang tempur,” katanya. Menurut Kolonel Arifien, escape dan eject merupakan suatu keputusan dan langkah terakhir yang dilakukan penerbang tempur, apabila pesawat yang diawakinya tidak dapat dikendalikan yang diakibatkan berbagai faktor. Secara teori, simulasi escape dan eject ini dapat dilaksanakan di pesawat tempur. Namun untuk praktek latihannya tidak dapat dilaksanakan dengan menggunakan simulator maupun menggunakan pesawat tempur. “Untuk itu, praktik latihan dilaksanakan dengan memanfaatkan sarana yang mendekati kondisi sebenarnya, yaitu dengan parasailing,” terangnya. Mereka diterbangkan di atas, kemudian melaksanakan proaesur melepaskan diri dari eject. Harapannya, meningkatkan kemampuan mereka sebagai penerbang

tempur, serta meningkatkan rasa percaya diri bahwa alat yang digunaka itu sebenarnya safe dan dapat dioperasikan dengan baik. Dengan latihan ini, pihaknya berharap kepada para penerbang tempur untuk mampu mengaplikasikan teori dan prosedur dalam bentuk praktek escape dan eject yang mendekati kondisi sebenarnya. Tidak hanya itu, dengan pelatihan ini diharapkan dapat capaian yang mengarah pada peningkatan kemampuan para penerbang tempur, khusunya dalam melaksanakan escape dan eject. (kmb23) LATIHAN - Penerbang Tempur melakukan latihan pelaksanaan escape dan eject dengan menggunakan media parasailing di Tanjung Benoa, Jumat (9/11) kemarin.

Soal Tunggakan di RSUD Mangusada

BPJS Akui Keterlambatan Pembayaran Klaim Mangupura (Bali Post) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mengakui adanya tunggakan pembayaran klaim di RSUD Mangusada, Badung. Bahkan badan layanan kesehatan ini mengakui kewajiban kepada rumah sakit pelat merah ini masih jauh di bawah angka yang disebutkan. Hal ini dikemukakan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dr Parasamya Dewi Cipta kepada Bali Post, Jumat (9/11) kemarin. Meski demikian, BPJS Kesehatan tetap terus berupaya dan sinergi dengan stakeholder yang ada dalam hal pembiayaan. Karena itu, demi mendukung program nasional ini berjalan dengan baik, tentunya sangat diperlukan dukungan semua pihak, dalam hal ini faskes untuk tetap melayani peserta JKN-KIS dengan baik. Parasamya mengungkapkan sesuai ketentuan yang berlaku di BPJS Kesehatan, keterlambatan pembayaran klaim di rumah sakit akan dikenai denda satu persen. Denda yang ditanggung pihak BPJS itu dihitung dari

nominal klaim yang diajukan secara proporsional. “BPJS Kesehatan telah menjalin sinergi dengan lembaga perbankan dan non perbankan dalam hal untuk fasilitas pembiayaan Supllay Chain Financing (SCF) yang akan membantu kelancaran arus finascial rumah sakit provider,” ungkapnya. Dijelaskan, pihak perbankan dan multi finance yang diajak kerja sama adalah Bank Mandiri, BNI 46, Bank Permata, Bank KEB Hana, BPD Jabar & Banten, BPD Jateng, BPD Sumsel-Babel, Bank Bukopin, Bank Woori Saudara, Bank Danamon, Bank Muamalat, CIMB Niaga, Bank Syariah Mandiri, Bank Bukopin Syariah, BRI dan multifinance seperti TIFA Finance dan MNC Leasing. “Program SCF bagi provider BPJS Kesehatan merupakan program pembiayaan oleh bank yang khusus diberikan kepada fasilitas kesehatan provider BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan in-

voice sebelum jatuh tempo pembayaran,” terangnya. Selain membantu likuiditas fasilitas kesehatan tetap terjaga, SCF juga diharapkan dapat mendorong faskes untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan dengan optimal ke peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, BPJS Kesehatan wajib membayar klaim atas pelayanan yang telah diberikan oleh faskes kepada peserta paling lambat 15 hari kerja sejak dokumen klaim diterima lengkap. “Hal ini merupakan peluang bagi lembaga perbankan untuk memberikan fasilitas pembiayaan modal kerja berupa talangan tagihan kepada faskes selaku provioder/ mitra BPJS Kesehatan,” ungkapnya. Seperti diberitakan, BPJS hingga kini masih menyisakan utang yang lumayan besar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangusada Badung. Berdasarkan informasi, jumlah piutang yang belum dibayarkan hingga akhir 2018 mencapai Rp 21,5 miliar. (kmb27)

PELAYANAN - Salah satu pelayanan BPJS Kesehatan di Bali.

Bali Post/dok

Soal Saber Pungli

Disbud Badung Kumpulkan Bendesa Adat Mangupura (Bali Post) – Kasus pungutan liar yang menjerat sejumlah desa adat di Bali juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Pemerintah setempat telah mengumpulkan seluruh bendesa adat se-Kabupaten Badung guna menyamakan persepsi sehingga kegelisahan dari para bendesa adat menyikapi adanya pungutan-pungutan yang dilakukan. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan pihaknya telah dua kali mengumpulkan bendesa adat untuk diberikan pemahaman mengenai pungutan di desa adat. Bahkan pertemuan tersebut menghadirkan pihak Kejaksaan Negeri Bali, Polda

Bali dan Tim Saber, sehingga semua jenis pungutan di desa dapat diatur dengan jelas. “Kami turut prihatin dengan kasus yang menimpa desa adat. Kami di Badung sendiri sejak awal telah mengingatkan untuk tidak sembarang memungut meski dalam bentuk sumbangan,” ungkap Anom Bhasma, Jumat (9/11) kemarin. Menurutnya, dengan mendatangan pakar di bidang tersebut semua perangkat desa memahami aturan jelas terkait pungutan di masing-masing wilayah. Hal ini juga dituangkan dalam pararem (kesepakatan bersama masyarakat adat). “Jadi mana yang boleh atau tidak harus dipatuhi. Yang jelas dalam melakukan pungutan harus ada pararem dan

jelas untuk apa hasil sumbangan itu,” katanya. Disebutkan, kehadiran aparat penegak hukum dalam rapat bendesa tersebut untuk menggali informasi yang tepat, sehingga ke depan bendesa adat dapat ngayah dengan aman dan nyaman. “Jangan sampai ada bendesa kami yang terkena operasi tangkap tangan (OTT), karena ketidaktahuan mereka,” terangnya. Dikatakan, bendesa adat di dalam membuat pararem dengan membuat awig-awig juga harus mengacu pada Perda No. 3 Tahun 2003 tentang Desa Pakraman. “Selama ini belum ada bendesa kami yang terkena OTT, dan kami berharap tidak ada yang terjerat,” pungkasnya. (kmb27)

Sikapi Instruksi Gubernur Bali

Langgar Aturan, Empat Toko Segera Ditutup Mangupura (Bali Post) -

Instruksi Gubernur Bali untuk menutup toko-toko yang masuk dalam jaringan mafia Tiongkok, langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Melalui petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemerintah setempat telah melayangkan empat surat teguran untuk menutup usaha yang dinilai melanggar aturan. Dalam surat teguran Nomor: 640/3657/Penegakan Perda dan Perkada/Satpol.PP yang dilayangkan kepada Lisa Game Stone yang beralamat di Jalan By-pass Ngurah Rai, intinya menegaskan agar usaha tersebut melakukan penutupan sendiri. Sanksi tersebut diberikan lantaran dinilai melanggar tiga Peraturan Daerah (Perda) Badung. Pertama, Perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, khususnya Bab II Perizinan Pasal

24 Ayat 1 yang menyatakan pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha di bidang pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan wajib memiliki izin usaha sebagai legalitas dari bupati. Kedua, Perda Badung Nomor 7 Tahun 2016 tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Ketiga, Perda Nomor 27 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan. Surat teguran untuk menutup usaha juga diberikan kepada Maharaja Latex Bali yang beralamat di Jalan By-

pass Ngurah Rai. Sedangkan dua usaha serupa, yakni PT Citra Interbuana Multi Rasa beralamat Jalan Sunset Road serta PT Mutiara Venus Bali yang berada di ITDC diberikan surat peringatan untuk menutup diri lantaran belum memiliki izin sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 3 Tahun 2017. Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara saat dikonfirmasi Jumat (9/11) kemarin, menegaskan penutupan empat usaha tersebut merupakan langkah konkrit menindaklanjuti instruksi Pemprov Bali.

“Saya sudah menghadap Bapak Sekda dan Bupati terkait hal itu. Hasilnya, kami telah melayangkan empat surat penutupan,” ungkapnya. Menurutnya, pihak perusahaan wajib menindaklanjuti surat tersebut dalam jangka waktu tujuh hari kerja sejak surat diterima. Apabila hal itu tidak diindahkan, maka tim yustitusi akan segera melakukan pro yustisia sesuai dengan SOP. “Hari ini (kemarin) Kasi saya bersama tim dan Satpol PP Provinsi ke lokasi untuk menutup toko-toko tersebut,” ungkapnya. Dikatakan, dari empat usaha yang dikenakan sanksi penutupan, dua di antaranya memang belum mengantongi izin. “Kami akan awasi terus toko-toko itu supaya mereka tidak membuka usahanya,” imbuhnya. (kmb27)

Wabup Suiasa Apresiasi LBF Ke-11

Bentuk Sinergi Pariwisata dengan Pelestarian Seni, Adat dan Budaya KEMBALI dihelatnya Legian Beach Festival (LBF) yang ke-11 kalinya mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa. Hal tersebut disampaikan Wabup Suiasa usai membuka LBF di kawasan Pantai Melasti Legian, Kamis (8/11) malam. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya secara simbolis menyerahkan bantuan pribadi senilai Rp 15 juta. Ikut hadir mendampingi angota DPRD Badung Dapil Kuta yang juga Bendesa Adat Legian IGN Sudiarsa, perwakilan Kadis Pariwisata Badung, Sekcam Kuta bersama Muspika, Lurah Legian dan LPM, Kepala Lingkungan, Stakeholder di Legian dan undangan lainnya. “Kita mengapresiasi kegiatan strategis ini, bukan karena pertimbangan kepariwisataan saja. Tapi juga untuk menggali, melestarikan, mengawal dan mengembangkan potensi seni, budaya masyarakat yang bisa diramu dan dikemas menjadi suatu pertunjukan yang menarik,” ujar Wabup Suiasa. Dipaparkan LBF telah mampu memberikan ruang, waktu dan kesempatan kepada masyarakatnya untuk bisa tampil dan mengeksplor dirinya. Di mana festival tersebut merupakan sinergi antara kebutuhan pariwisata dengan penggalian potensi, seni masyarakat yang berbasis adat budaya dan ekonomi masyarakat. Sebab, sehebat apapun potensi yang dimiliki masyarakat jika itu tidak diberikan ruang dan waktu untuk senantiasa tampil diberbagai kesempatan, maka semangat dan motivasi masyarakat akan menurun serta potensi itu tidak akan bisa eksis. “Kesempatan ini sebenarnya sekaligus merupakan

Bali Post/ist

BUKA LBF - Wakil Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa (tiga dari kiri) didampingi Bendesa Adat Legian bersama jajaran panitia saat membuka LBF secara resmi dengan “nyengceng”. proteksi bagi masyarakat agar bisa tumbuh dan berkembang menunjukkan eksistensinya. Ini penting kita dorong secara terus menerus. Kita harap agar LBF ini bisa terus bisa dilaksanakan secara berkesinambungan. Karena ini sangat bermanfaat. Wisatawan asing juga terlihat sangat nyata melihat eksistensi masyarakat Legian, Bali ini,” paparnya. LBF diakuinya juga sekaligus sebagai ajang pembuktian masyarakat Legian. Walaupun pergaulan masyarakat Legian sudah sering dengan komunitas internasional, namun komitmen mereka dalam pelestarian seni, adat dan budaya, sangat tinggi. Terlebih lagi dalam penyelenggaraan LBF kali ini diketahuinya tanpa bantuan pemerintah melalui APBD. Namun hal itu tidak membuat semangat masyarakat surut dan bisa kembali menyelenggarakan LBF. Hal itu dinilainya menunjukkan bahwa masyarakat Le-

gian memiliki komitmen yang kuat untuk melaksanakan pencapaian tujuan pembangunan di sektor pariwisata. “Festival ini adalah bentuk promosi dan ini bukan hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga masyarakat itu sendiri. Namun ke depan kita akan siapkan dan coba nanti ikut berperan serta dalam budgeting-nya,” jelasnya. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa siap berkolaborasi dengan masyarakat, dalam upaya menggali potensi dan menumbuhkembangkan potensi masyarakat. Baik di bidang seni, budaya, tradisi dan ekonomi kreatif. Pemkab Badung senantiasa memberikan ruang dan waktu kepada masyarakat untuk mengeksplor dirinya kepada publik. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya festival yang ada di Kabupaten Badung yang dilaksanakan dengan konsep semesta berencana, yaitu berperan bersama. “Pemkab Badung berkomitmen menetapkan ikon dan

menjadikan moto doktrin pariwisata di Badung dan Bali adalah pariwisata budaya. Kemasannya ini adalah berbasiskan masyarakat atau community base tourism. Karena itulah kita senantiasa melibatkan masyarakat. Dalam artian masyarakat yang berpromosi dan pemerintah sebagai mediator, fasilitasor dan regualator. Pemeritah memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegasnya. Sementara Bendesa Adat Legian IGN Sudiarsa menerangkan, perhelatan LBF merupakan bentuk kesadaran masyarakat Legian untuk menjaga eksistensi pariwisata. Di mana sektor pariwisata yang selama ini telah terbukti meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Legian, kini dikembalikan dalam bentuk sumbangsih promosi pariwisata melalui LBF. LBF akan tetap eksis dan senantiasa dilaksanakan berkesinambungan, walaupun dengan kondisi apapun. (ad392)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L

Politeknik Negeri Bali dan Rajamangala Thailand Bangun Riset dan Publikasi Pariwisata Berkelanjutan SEBAGAI bagian dari visi dan misi yang go international, khususnya di tingkat Asia-Pasifik, Politeknik Negeri Bali (PNB) terus mengepakkan sayapnya dalam tri dharma perguruan tinggi. Khususnya dalam hal riset dan publikasi yang menjadi napas perguruan tinggi masa kini. Saat ini lembaga pendidikan pencetak para profesional ini melakukan kerja sama dengan pihak Rajamangala University of Technology Phra Nakhon (RMUTP), Thailand. Sejatinya kerja sama antarkedua perguruan tinggi tersebut sudah dirintis sejak satu dekade silam, namun perwujudannya secara nyata baru berlangsung tahun ini. ‘’Secara kebetulan masing-masing kampus memiliki latar belakang sosial-budaya yang tidak jauh berbeda. Terlebih lagi, pola pengembangan ilmiahnya sama, yaitu berparadigma green tourism,’’ kata Kepala P3M PNB Dr. Ir. Lilik Sudiajeng, M.Erg., Jumat (9/11) kemarin. Untuk kepentingan di atas, kata Lilik, tanggal 7-9 November PNB yang diwakili tim P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) mewujudkan kerja sama tersebut dalam bentuk kerja sama riset dan publikasi bidang pariwisata berkelanjutan dengan para dosen RMUTP. Dua bidang besar yang disasar adalah teknologi (engineering) dan bisnis (commerce). Untuk penelitian dan publikasi bidang teknologi di antaranya mencakup green building for sustainable tourism (pembangunan infrastruktur gedung ramah lingkungan untuk pariwisata berkelanjutan). Sedangkan bidang bisnis mengetengahkan culture-based creative tourism economics for social welfare development (ekonomi pariwisata kreatif berbasis budaya untuk pengemban-

KUNJUNGAN - Tim P3M PNB saat melakukan kunjungan ke Rajamangala University of Technology Phra Nakhon (RMUTP), Thailand. gan kesejahteraan sosial). Menurutnya, kunjungannya ke kampus di negari gajah putih tersebut berlangsung sukses sebagaimana yang diharapkan. Menurut doktor ergonomi ini, grand design kerja sama sudah terbentuk sedemikian rupa yang terajut dari tema-tema penelitian dan publikasi antardosen kedua pihak (joint research and publication) yang berikhtiar mewujudkan cita-cita keberlanjutan ekologi, ekonomi, dan sosial-budaya. ‘’Dalam hal ini green tourism sendiri tidak lain dikembangkan untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan praktik-praktik teknologi dan kewirausahaan pariwisata yang bertanggung jawab kepada alam dan Tuhan Sang Pencipta serta kesejahteraan manusia dan segenap kebudayaannya,’’ ujarnya. Sementara itu, Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. menegaskan, wacana global green tourism sudah ada akarnya dalam kearifan lokal leluhur Bali yaitu Tri

Hita Karana yang belakangan banyak dipropagandakan secara global. ‘’Keberlanjutan lingkungan, keuntungan bisnis, dan sosial-budaya dalam pariwisata berkelanjutan tak ubahnya parahyangan, pawongan, dan palemahan. Bahkan kita lebih komprehensif dengan adanya aspek parahyangan yang mengakui eksistensi Maha Pencipta,’’ terangnya. Presiden RMUTP Prof. Supatra Kosaiyakanont dikonfirmasi menyatakan bahwa kerja sama seperti itu bahkan diperkuat dengan pertukaran dosen dan mahasiswa sebagaimana sudah berlangsung sebelumnya. Termasuk pertukaran publikasi artikel untuk jurnaljurnal internasional kedua kampus. Saat ini PNB memiliki lima jurnal bertaraf internasional, sedangkan pihak RMUTP sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Thailand juga mempunyai jurnal-jurnal keteknologian dan bisnis bereputasi yang tidak diragukan lagi. (ad395)

P SMP PGRI 5 Denpasar Tampil ”All Out’’ Dalam Lomba PKTP R O SMP PGRI 5 Denpasar, Jumat F (9/11) kemarin dinilai oleh Tim Penilai Lomba Penanggulangan Terpadu Paripurna (PKTP) I Kanker tingkat Provinsi Bali. Tim yang Wakil Ketua Yayasan L dipimpin Kanker Indonesia (YKI) Koordinator Bali Prof. dr. I Wayan Suardana, disambut langsung E Sp.THT.(K) Wali Kota diwakili Kadiskes Kota

Sabtu Wage, 10 November 2018

SMP PGRI 5 Dinilai Tim PKTP Provinsi Bali

Tahun 2018 Pemkot Denpasar Sasar 6.762 Siswa SD Vaksin Serviks Gratis PEMERINTAH Kota Denpasar berkomitmen untuk melakukan pecegahan secara dini terhadap penyakit kanker. Salah satunya dengan menyasar siswa untuk memberikan vaksin kanker serviks secara gratis pada siswa. Pada tahun sebelumnya vaksin kanker serviks diberikan kepada siswa SMP, sedangkan tahun 2018 menyasar 6.762 anak-anak SD, baik negeri maupun swasta. Demikian disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Denpasar Ny. I.A. Selly D. Mantra saat menerima Tim Penilai Lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat Provinsi Bali, Jumat (9/11) kemarin di SMP PGRI 5 Denpasar. Ny. Selly menambahkan, selain memberikan vaksin gratis melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar, juga melakukan sosialisasi pembinaan PKTP pada sekolah-sekolah di seluruh Kota Denpasar. Setelah pembinaan pihaknya melaksanakan evaluasi secara berjenjang, sehingga mengantarkan SMP PGRI 5 Denpasar sebagai duta Kota Denpasar untuk lomba tingkat Provinsi Bali. Di samping menyasar sekolah, Pemerintah Kota Denpasar juga menyasar masyarakat untuk pencegahan kanker melalui deteksi dini dengan pap-smear, IVA test, SADARI dan CBE. Termasuk merujuk hasil pap-smear positif ke puskesmas yang mempunyai alat cryo yaitu Puskesmas Denut I, Denut II, Densel I, Densel II dan Densel IV serta Dentim I termasuk RSUD Wangaya. ‘’Kami harapkan dengan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan dapat mencegah secara dini terjadinya kasus kanker,’’ ujar Ny. Selly.

LOMBA - Tim Penilai Lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat Provinsi Bali saat tiba di SMP PGRI 5 Denpasar disambut Ketua YKP dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Jumat (9/11) kemarin. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini menyampaikan sangat mendukung evaluasi PKTP ini. Mengingat melalui evaluasi bisa dijadikan media penyebaran informasi tentang kanker termasuk cara pencegahan pada masyarakat di sekolah-sekolah. Menurut Rai Mantra, penyakit kanker bukan semata-mata masalah kesehatan, karena dampaknya lebih luas mencakup masalah sosial, ekonomi dan pembangunan. Penyakit kanker, menurut Rai Mantra, dapat dicegah dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pemerintah Kota Denpasar sendiri telah men-

geluarkan Perda No.7 Tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok. Sementara itu, Ketua Tim Penilai Prof. dr. Wayan Suardana, Sp.THT. (K) mengapresiasi semua langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar untuk mencegah terjadinya kanker. Ia berharap kegiatan pencegahan sejak dini ini agar terus dilanjutkan, sehingga masyarakat terhindar dari bahaya kanker. ‘’Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar dalam mencegah terjadinya kanker,’’ ujarnya. Di samping melalui lomba PKTP diharapkan semakin menyosialisasikan langkah yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker. (ad394)

”Easy Whimsy’’ at Beachwalk Dewan Juri Kagum Gang Sekolah Jadi Taman, Shopping Center - November 2018 Siswa Buat Kuliner Herbal

C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Denpasar dr. Sri Armini, M.Kes., Ketua YKI Cabang Denpasar Nyonya Selly Mantra didampingi Camat Denut Drs. Wayan Lodra, Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. dan Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Pd. Begitu tim tiba, tim langsung disambut Baleganjur PKTP dan yel-yel PKTP SMP PGRI 5 Denpasar. Kasek Wayan Wirasa mengungkapkan rasa bangganya SMP PGRI 5 Denpasar dipercaya masyarakat dan Pemerintah Kota Denpasar menjadi duta Denpasar dalam lomba PKTP tingkat Provinsi Bali. Dia all out menampilkan segala kreativitas siswa, termasuk melibatkan masyarakat dan alumni menyukseskan semua program PKTP. Salah satu manfaat yang dirasakan bagi warga sekolah yakni terciptanya budaya hidup sehat mencegah kanker sejak dini, sehingga tak satu pun warga sekolah terkena kanker. Program ini akan dilakukan secara berkelanjutan sehari-hari, bukan saat lomba. Bahkan akan dibiaskan ke SD dan SMP sekitar Jalan Gunung Agung. Di masyarakat, insan SMP PGRI 5 Denpasar menjadi panutan pencegahan kanker di keluarga. ‘’Pokoknya kami berbuat maksimal semoga mendapatkan hasil memuaskan,’’ tegasnya. Di ajang bergengsi ini, SMP PGRI 5 Denpasar dikagumi dewan juri karena mampu menyulap gang seko-

DINILAI - Ketua Tim Penilai PKTP Bali Prof. Suardana diterima Nyonya Selly Mantra dan Kasek Wayan Wirasa saat menilai lomba KPTP di SMP PGRI 5 Denpasar. lah menjadi taman indah. Sepanjang lomba. Ini artinya SMP PGRI 5 gang diisi tanaman obat dan tana- Denpasar bekerja sungguh-sungguh man bunga. Dewan juri mengagumi mengelola sekolah berkualitas. berbagai kreativitas siswa program Ketua YKI Kota Denpasar NyoPKTP di sekolah. Dewan juri lang- nya Selly Mantra memaparkan bersung mencicipi sajian kuliner herbal bagai program YKI di Denpasar kini dan obat tradisional ciptaan siswa. banyak menyentuh siswa berupa Seperti destilasi kenanga, balsem vaksinasi kanker serviks bagi siswa sereh, sabun cuci, jus daun kelor, jus SD dan SMP. Juga menyinergikan sirsak, nanas jahe dan aneka puding. program YKI dengan pencinta Bahkan tiap kelas memamerkan tanaman menjadikan semua gang produk kuliner herbalnya. permukiman menjadi taman toba Yang menarik, semua siswa SMP (tanaman obat - red). Untuk itu ia PGRI 5 Denpasar memiliki usaha berkeyakinan SMP PGRI 5 akan produktif berupa buku tabungan meraih juara di Bali. sampah hasil penjualan sampah Wali Kota dalam sambutan didi rumah yang dilaporkan tiap bacakan Sri Armini mengapresiasi hari. Sekolah ini juga mewajibkan program YKI Denpasar hingga mesiswanya mengikuti pelajaran nyasar 16 ribu siswa. Makanya PKTP. SMP PGRI 5 Denpasar dan SDN 10 Ketua YPLP Kota PGRI Den- Peguyangan adalah sekolah terbaik pasar Drs. I Nengah Madiadnyana, PKTP di Denpasar, termasuk terM.M. merasa bangga baru kali endah memiliki kasus kanker MM. pertama sekolah PGRI menjadi Sementara itu, Ketua Tim Peduta Kota Denpasar dan menembus nilai Prof. Wayan Suardana menlomba tingkat provinsi. Sebenarnya gakui kegiatan PKTP di Denpasar sekolah PGRI sering mewakili berjalan bagus dan baik, termasuk wilayah kecamatan dalam berbagai mendapat prestasi nasional. (k250)

HOLIDAY Starts Here! Masih hangat dengan mengangkat holiday sebagai tema utama ‘’Easy Whimsy’’ di bulan November 2018, Beachwalk Shopping Center menghadirkan kejutan dan promo menarik bagi pengunjung Bali Starts Here. Di samping itu, Beachwalk Shopping Center juga mengadakan kegiatan reguler yang dapat dinikmati oleh pengunjung yang sedang berbelanja. Setiap hari Selasa dan Rabu, pengunjung dari mancanegara dan domestik dapat menikmati berbagai macam kesenian tradisional Bali seperti Bali Cultural Experience. Sebagai tambahan hiburan pengunjung dapat berfoto dengan Custome Play yang tersebar di beberapa area lokasi iconic tempat berfoto di Beachwalk Shopping Center. Beachwalk mengadakan tambahan acara reguler yakni ‘’Acoustic Eve’’ setiap Kamis-Senin pukul 17.30 untuk menambah suasana saat berbelanja. Acara ini berlangsung di area Fountain Stage Beachwalk lantai 1. Your Rewards, Your Way! Beachwalk Shopping Center meluncurkan kartu Corner’s Card sebagai program kepada para pelanggan setia Beachwalk. Melalui program loyalitas ini customer dapat mengumpulkan dan

menukarkan poin dengan berbagai macam hadiah serta voucher menarik. Cara mendapatkan Corner’s Card sangat mudah, hanya dengan melakukan minimum transaksi di seluruh Tenant Beachwalk Shopping Center senilai Rp 50.000 dalam satu struk di hari yang sama customer dapat menukarkannya di Customer Service lantai 1. Kelebihan lainnya dengan memiliki Corner’s Card ini adalah customer dapat menggunakannya tidak hanya di Beachwalk Shopping Center namun di semua mall Management Cornerstone lainnya yakni FX Sudirman Jakarta dan 23Paskal Bandung. Selain itu bagi customer yang telah memiliki Corner’s Card dapat berkesempatan untuk memenangkan lucky draw yaitu

menginap semalam di Rumah Luwih Bali. Spesial di bulan Holiday Starts Here Oktober, November dan Desember 2018 Beachwalk Shopping Center mengadakan program spesial khusus bagi para member Corner’s Card. Special di bulan Oktober mengadakan Weekdays Special ‘’Eat&Repeat Double Points’’. Dalam program weekdays specials ‘’Eat&Repeat Double Points’’ pemegang kartu Corner’s Card yang berbelanja minimal Rp 300.000 (dalam 1 struk) di food tenants yang ada di Beachwalk Shopping Center dengan mengcollect point dan otomatis mendapatkan double point di hari Senin–Kamis pukul 10.30 – 14.00 Wita. YOUR REWARDS, YOUR WAY! Dapatkan penawaran promo dan diskon menarik bagi hanya seluruh member Corner’s Card di Beachwalk Shopping Center. Hanya dengan menunjukkan kartu Corner’s Card-mu dan dapatkan Treasure Hunt! ‘’Bali Starts Here’’ Beachwalk Shopping Center selalu menghadirkan pengalaman menarik untuk pengunjung dan pembeli di Beachwalk. Hadirnya berbagai program di Beachwalk memberikan daya tarik lebih bagi Kuta dan mengukuhkan tagline Beachwalk Shopping Center, ‘’Bali Starts Here’’. (ad391)

Made Urip Resmikan UPPO Nandini Nadi Desa Tunjuk Bantu Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pupuk Organik

USAI menggelontorkan bantuan senilai total Rp 1,2 miliar berupa lima unit UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) bibit sapi Ruminansia serta PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat) 2018 di Desa Mambang, Selemadeg Timur, Tabanan, Sabtu (3/11), anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. di sela-sela agenda resesnya kembali meresmikan UPPO Nandini Nadi di Banjar Tunjuk Kaja, Desa Tunjuk, Tabanan, Kamis (8/11). UPPO Nandini Nadi ini menjadi satu kelompok ternak yang menerima bantuan dana aspirasi dari Kementerian Pertanian yang diperjuangkan langsung oleh znggota Bangar (Badan Anggaran) MPR-RI itu senilai Rp 200 juta. Anggota Dewan yang mendapat julukan Wakil Rakyat Sejuta Traktor ini turun langsung menyalurkan bantuan dana program UPPO kepada kelompok ternak di seluruh Bali. Termasuk penyerahan bantuan secara simbolis di kandang Kelompok Ternak

Nandini Nadi yang disaksikan Bendesa Adat Tunjuk I Made Nawa, S.H. bersama Perbekel Tunjuk I Nyoman Budiasa, PPL serta ratusan anggota UPPO Nandini Nadi bersama ratusan petani dan krama subak setempat. ‘’UPPO sebagai Unit Pengolahan Pupuk Organik, merupakan program strategis dan unggulan pemerintah Jokowi. Program dalam rangka menjawab penggunaan pupuk organik, sekaligus untuk perbaikan kualitas tanah serta meningkatkan produktivitas dan kesinambungan pembangunan pertanian berkelanjutan,’’ ungkap Made Urip. Program UPPO diberikan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan dua periode itu kepada kelompok sudah lengkap dengan fasilitasnya, termasuk pembuatan kandang sapi serta pencacahan rumput dan angkutan kecil. Program UPPO ini merupakan upaya pemerintah mendukung petani untuk membangun kemandirian pupuk organik. ‘’Melalui program UPPO ini, kita memberikan bantuan

PERESMIAN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. di sela-sela agenda resesnya kembali meresmikan UPPO Nandini Nadi. dana untuk membangun rumah kompos, alat pengolah pupuk organik, kendaraan roda tiga sebagai sarana angkutan, dan bangunan kandang ternak komunal pengembangan UPPO,’’ kata politisi asal Banjar Cau, Marga, Tabanan ini. Karena itu, Made Urip juga akan terus memperjuangkan

kelompok tani di seluruh Bali, sekaligus mengingatkan sektor pertanian menjadi salah satu andalan penopang perekonomian masyarakat Bali, karena pertanian dan pariwisata menjadi barometer untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. Berbagai bantuan yang ada tersebut di-

harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara langsung. ‘’Saya titip pesan kepada kelompok-kelompok yang telah mendapatkan bantuan, agar bisa memanfaatkan sebaik-baiknya berbagai bantuan itu, agar bisa meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat di sekitarnya pada umumnya. Tentu tidak semua bisa memperoleh berbagai bantuan seperti ini, karena keterbatasan dana dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Namun saya akan terus perjuangkan,’’ tegas anggota DPR-RI empat periode ini. Pada kesempatan itu, Ketua UPPO Nandini Nadi I Wayan Yasa mengaku sangat bersyukur Made Urip telah terbukti membantu perjuangan para petani dan krama subak, karena sudah lama menginginkan adanya fasilitas UPPO tersebut. Melalui program bantuan UPPO yang dibantu Made Urip itu juga telah memfasilitasi petani untuk bisa menggunakan pupuk organik secara optimal. Dengan UPPO, katanya, petani bisa me-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

miliki fasilitas terpadu pengolahan bahan organik seperti jerami, sisa tanaman, limbah ternak dan sampah organik untuk diolah menjadi pupuk organik. ‘’Berkat Pak Urip kita bisa mengoptimalkan pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai bahan baku kompos, dan menyediakan kebutuhan pupuk organik bagi para petani secara mandiri sekaligus meningkatkan populasi ternak sapi Bali serta membuka lapangan usaha di pedesaan,’’ bebernya. Bantuan UPPO ini juga diberikan untuk memperbaiki kesuburan lahan dan meningkatkan produktivitas petanian. Karena itu, pihaknya akan mengembangkan terus bantuan yang diberikan Made Urip. ‘’Semoga bantuan yang diperjuangkan oleh Pak Urip ini bisa meningkatan produksi pertanian dan ternak anggota kami. Selain itu juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani ternak, sekaligus membantu mempercepat program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah,’’ imbuhnya. (ad393)


daerah

Sabtu Wage, 10 November 2018

5

Nakestrad di Bali 3.200, Berizin 320

Denpasar (Bali Post) -

Pengobat tradisional di Bali cukup banyak. Jumlahnya sekitar 3.200. Namun tenaga kesehatan tradisional (nakestrad) yang memiliki izin baru 10 persen, yaitu 320. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, ada sekitar 3.200 nakestrad tersebar di Bali, namun yang sudah terdaftar dan memiliki izin hanya 320. Nakestrad harus memiliki STR (surat tanda registrasi) dan SIP (surat izin praktik). Dengan syarat itu, nakestrad boleh menerapkan pengobatan tradisional. Misalnya, akupressur, akupunktur, ramuan herbal dan sebagainya. ‘’Ini kan harus diatur agar mereka tidak merugikan masyarakat. Sehingga kita melindungi masyarakat dari efek atau akibat pengobat tradisional yang tidak jelas,’’ ujarnya, Jumat (9/11) kemarin. Tahun 2019, Provinsi Bali akan mengembangkan pengobatan tradisional di layanan–layanan kesehatan. Diakui pihaknya sudah berproses terkait persiapan puskesmas dan RS. Menurutnya, pengobatan tradisional ada tiga. Pertama, empiris yaitu pengobatan secara turun-temurun, misalnya berdasarkan lontar usada baik tentang ramuan, pijat dan urut. Yang kedua adalah komplementer, yaitu pengobatan sebagai pelengkap dari pengobatan konvensional yang ada. Yang ketiga adalah terintegrasi, artinya pengobatan konvensional dengan pengobatan tradisional dapat diintegrasikan dalam satu wadah,

misalnya puskesmas dan fasyankes. Selama ini fasyankes dan puskesmas memang telah mengembangkan pelayanan konvensional dengan pengobatan modern, namun juga mengembangkan pengobatan tradisional. Hal ini pun sudah diatur dalam UU No.36 Tahun 2009 yang mengatur tentang pengobatan tradisional yang berstandar. ‘’Tentu saja di sana dari SDM-nya memang harus memiliki kompetensi, maka dari itu dia harus memiliki pendidikan untuk pengobatan tradisional, ada yang program D-3 dan D-4,’’ ungkapnya. Demikian juga di RS hal yang sama bisa dilakukan pengobatan konvensional terintegrasi dengan pengobatan tradisional. Beberapa RS pun sudah mengembangkan hal ini. Seperti RSCM, RS Sardjito, RS Dr. Soetomo, dan RSUP Sanglah. ‘’Cuma karena sosialisasi informasinya kurang gencar sehingga itu tidak banyak yang tahu,’’ tandasnya. Bali pun memiliki SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobat Tradisional) dan diatur dalam UU. Selain itu juga ada hatra (penyehat tradisional) yang basic pendidikannya bukan kesehatan. Namun memiliki kemampuan dalam pengobatan tradisional. ‘’Itu juga diatur dan dia juga dapat praktik di panti-panti sehat, di geria sehat yang dilakukan oleh penyehat tradisional,’’ imbuhnya. (kmb42)

Bali Post/ist

PAKTA INTEGRITAS - Penandatanganan pakta integritas oleh komuniti hukum dari seluruh wilayah hukum Pengadilan Militer III-14 Denpasar.

Kejar Target WBK

Komuniti Hukum Militer Lakukan Penandatanganan Pakta Integritas Denpasar (Bali Post) Banyak lembaga pemerintah dalam hal pelayanan publik saat ini berupaya meraih Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Salah satunya juga dilakukan Pengadilan Militer (Dilmil) III-14 Denpasar. Tahun ini, pengadilan ini diusulkan menjadi percontohan dalam pelayanan publik tanpa korupsi. Harapannya, 2019 mendatang hal itu bisa terlaksana. Guna mewujudkan semua itu, Pengadilan Militer III14 Denpasar, Jumat (9/11) kemarin melakukan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK yang ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh komuniti hukum dari seluruh wilayah hukum Pengadilan Militer III-14 Denpasar. Mu-

lai dari Polisi Militer Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. ‘’Diawali dengan pencanangan zona integritas pada hari ini (kemarin), nanti akan dilakukan secara berkelanjutan,’’ kata Kadilmil III-14 Denpasar Letkol CHK Hanifan Hidayatulloh usai kegiatan tersebut di Pengadilan Militer III-14 Denpasar. Dijelaskan, pengadilan militer merupakan institusi di bawah Mahkamah Agung yang harus menyediakan pelayanan bagi pencari keadilan. Pelaksanaan dari pelayanan itu juga dituntut terlaksana pada wilayah bersih, bebas korupsi, dan melayani. ‘’Tentu pencari keadilan di pengadilan militer dari kalangan militer sendiri. Tapi tidak sedikit juga dari sipil yang

mungkin merasa dirugikan,’’ jelas perwira yang baru tiga minggu bertugas sebagai Kadilmil III-14 Denpasar ini. Pengadilan Militer III-14 sejatinya sudah berupaya menjalankan komitmen itu dengan menerapkan beberapa inovasi. Terlebih sejak diterbitkannya Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik. Salah satunya dengan penerapan pelayanan yang tersertifikasi. Kemudian one day publish untuk setiap putusan, mengintegrasikan pelayanan dengan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) seperti peradilan lainnya, serta pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau PTSP. ‘’Kami juga sedang merancang E-Court. Khusus untuk PTSP, sebetulnya sudah

ada namun masih prototipe. Karena kami masih menempati gedung Pengadilan Tinggi Bali yang lama. Kami masih berproses dan minta ke Mahkamah Agung agar bisa punya gedung sendiri. Jadi ruang sidang di bawah dan PTSP di lantai dua. Untuk sekarang ruang sidang ada di lantai dua,’’ paparnya. Mengenai perkara yang ditangani Pengadilan Militer III-14 Denpasar, sampai sejauh ini ada 44 perkara yang sedang dan sudah ditangani. Dari jumlah itu, ada 38 perkara yang sudah diputus. Seperti dijelaskan salah satu hakim Pengadilan Militer III-14 Mayor Laut (KH) Bagus Partha, sebagian besar perkara yang ditangani menyangkut disersi atau meninggalkan tugas. (kmb37)

Rasa Kebangsaan Luntur, Tokoh Pemuda Dikumpulkan

Bali Post/ist

PEJABAT BARU - Pelantikan pejabat baru eselon IV di lingkungan BNNK Karangasem, BNNK Klungkung dan BNNK Buleleng.

Perkuat Upaya P4GN, Pejabat Baru Dilantik Denpasar (Bali Post) Kepala BNNP Bali Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. melantik pejabat eselon IV di lingkungan BNNK Karangasem, BNNK Klungkung dan BNNK Buleleng, Selasa (6/11) lalu. Pelantikan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka memperkuat langkah BNNP Bali dalam melaksanakan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Pejabat baru yang dilantik yaitu AKP Wiastu Andri Prajitno sebagai Kasi Pemberantasan BNNK Klungkung, AKP Anak Agung Ngurah Agung menjadi Kasi Pemberantasan BNNK Karangasem dan Ni Luh Sri Ekarini sebagai Kasi Rehabilitasi BNNK Buleleng. ‘’Pejabat yang baru dilantik harus mampu bekerja dengan lebih baik lagi, karena BNN masih terus membutuhkan upaya pengembangan sesuai dengan tuntutan tugas serta tanggung jawab yang diemban,’’ ujar Kepala BNNP Brigjen Suastawa. BNN berserta jajarannya juga dituntut harus mampu mengelola keterbatasan SDM yang tersedia secara cermat untuk mengoptimalisasi pelaksanaan penanganan permasalahan narkotika sesuai dengan tujuan organisasi. Oleh karena itu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar memiliki kualitas dan standar mutu khusus. Kebutuhan tenaga-

tenaga ahli dan terampil dalam mendukung tugas dan peran tersebut, menjadi sangat penting bagi kekuatan organisasi dalam mengemban tugas dan tanggung jawab BNN yang demikian berat. Kepada para pejabat yang baru, Suastawa menekankan agar senantiasa memegang sumpah jabatan yang telah diucapkan dengan penuh tanggung jawab, integritas serta mampu berbaur dengan lingkungan. Di samping itu, diharapkan segera mengenali

persoalan yang dihadapi dan mampu mengambil langkah inovatif dalam melaksanakan P4GN di lingkungan kerja masing-masing. Sinergitas seluruh lembaga dan instansi di pemerintahan sangat penting untuk mempermudah Bali, khususnya menghadapi narkoba. Sebab, dalam memberantas narkoba di kabupaten ada tiga unsur bidang yang harus dipenuhi, yaitu pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan dan rehabilitasi. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Saat ini terindikasi semakin luntur semangat dan rasa kebangsaan di kalangan generasi muda. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi pada generasi muda antara lain kasus narkoba, kejahatan, minum minuman keras, pergaulan bebas dan lain sebagainya. Menyikapi kondisi ini, Jumat (9/11) kemarin Kodim 1611/ Badung mengumpulkan tokoh masyarakat, pemuda dan pejabat di Makodim, Denpasar, dalam acara Pembinaan Peta Jarak Jaring Teritorial. ‘’Jika hal ini terus dibiarkan maka akan berakibat pada kurang bagusnya perkembangan generasi muda maupun bangsa Indonesia secara umum ke depan,’’ tegas Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo. Menurut Dandim, kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk membina hubungan silaturahmi dan berbagi informasi, baik informasi yang sedang tren maupun informasi sedang berkembang di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, Letkol Handoko berharap masyarakat

lebih peka terhadap lingkungan, semakin solid dan mempererat tali silaturahmi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ‘’Oleh sebab itu, saya berharap kepada setiap komponen masyarakat dan kepada kita semua untuk selalu siap menjadi warga masyarakat

yang berjiwa patriot, berdisiplin dan menjadi pejuang yang tangguh demi masa depan bangsa Indonesia,’’ harapnya. Danramil 1611-01/Dentim Kapten Inf. I Gusti Ngurah Putra selaku narasumber menyampaikan membangun mitra kerja sangat penting hingga level bawah. Ia men-

gakui punya Babinsa di setiap desa, tetapi tanpa dukungan mitra kerja atau jaringan, hasilnya tidak optimal. ‘’Ini penting untuk mengantisipasi hal-hal negatif di masyarakat, terutama yang sekarang lagi tren yaitu hoax. Kita harus bijak bermedia sosial,’’ tegasnya. (kmb36)

Bali Post/rah

PEMBINAAN - Kodim 1611/Badung melaksanakan kegiatan pembinaan peta jarak jaring teritorial.


OPINI

6

Sabtu Wage, 10 November 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menengok ke Masa Lalu MUNGKIN yang diperlukan oleh bangsa Indonesia sekarang adalah berpaling ke masa lalu. Bukan untuk hidup pada zaman ketika pedesaan masih diterangi oleh lampu teplok atau ketika anak-anak sekolah dasar harus nyeker, tidak bersepatu ke sekolah dan menempuh perjalanan menyeberangi sungai untuk sekolah, akan tetapi untuk melihat semangat tersebut. Semangat untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Anak-anak yang harus belajar sambil menyeberangi sungai tersebut adalah upaya untuk mengejar ketertinggalan. Tetapi yang secara nasional harus kita lihat adalah bagaimana mereka yang dipredikatkan sebagai pahlawan itu, memberikan semangat dan sikap konsistennya demi membela bangsa dan negara. Dan tentu tujuannya adalah untuk merebut atau mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Itulah maka setiap tanggal 10 November kita memperingati Hari Pahlawan. Teladan harus tetap dipelihara dan harus disebarkan melalui generasi terbaru agar segala nilai yang mereka miliki dapat tertanam dengan baik kepada generasi baru. Setiap negara memerlukan nilai keteladanan ini agar generasinya dapat menyimpan semangat itu dengan baik, dan menggunakan manakala diperlukan. Namun, jika kita bandingkan dengan kondisi sosial Indonesia saat ini, justru berpaling ke masa lalu itu diperlukan untuk memberikan peringatan kepada mereka yang melakukan tindakan-tindakan korupsi. Pelaku ini bukanlah tindakan yang patut dipelihara. Pertama, karena pekerjaan itu sama dengan pencurian, dan pencurian ini berskala besar karena melingkup negara. Kedua, korupsi itu dilakukan oleh orang-orang yang umurnya jauh melebihi para pahlawan kita pada masa lalu. Bayangan saya, mereka yang berjuang di medan perang tahun 1945 masih berjuang kurang dari 30 tahun, bahkan ada yang belasan tahun. Pada seumur itu saja mereka sudah mampu memperlihatkan keberanian, secara jujur memelihara konsistensinya menghadapi tantangan dan tanpa minta balasan. Lalu bandingkanlah dengan para koruptor kita pada zaman sekarang. Mereka berumur di atas empat puluh tahun, sebuah usia yang seharusnya sudah matang dan tidak perlu lagi melakukan hurahura untuk kepuasan diri. Di samping umur yang sudah dewasa, mereka juga sudah berpendidikan tinggi. Mayoritas dari koruptor di Indonesia berlatar belakang pendidikan tinggi, bukan sekadar S-1, tetapi sudah sampai S-3, jenjang pendidikan paling tinggi. Di samping pendidikan tinggi dengan berbagai jenjangnya itu, mereka juga telah kaya dan memiliki berbagai koleksi tempat tinggal di mana-mana. Terlebih lagi, mereka hidup bergelimang uang di perkotaan dan sering bepergian ke luar negeri. Jika dibandingkan alangkah bertolak belakangnya mereka antara pahlawan dengan para koruptor tersebut. Bukan saja bertolak belakang dari sisi umur, tetapi hampir semua kategori mereka bertolak belakang. Dengan melihat perjalanan waktu, kita semua merasa bersalah dan malu, mengapa puluhan tahun setelah kemerdekaan itu telah berhasil direbut, sedikit pun tidak dapat kita pelajari dan teladani apa yang dilakukan oleh pahlawan kita pada masa lalu. Maka dari konteks itulah, kita ingin melihat ke belakang. Kita harus menggali nilai-nilai yang terkandung di dalam diri pahlawan dan kepahlawanan pada masa lalu itu. Para koruptor haruslah secara lebih baik melihat latar sejarah agar mempunyai rasa malu dan meminta maaf kepada para pahlawan kita. Sekarang, kita semua harus lebih menggali lebih banyak nilai yang tertanam pada pahlawan kita.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Remajakan Pohon Perindang Saya sering melintas di jalur-jalur padat di kawasan Ubud untuk mengantar tamu. Di jalur ini, selain jumlah kendaraan yang melintas cukup banyak, pertemuan antara perempatan dan pertigaan di kawasan Pengosekan yang begitu dekat membuat jalan sering krodit. Jalan sudah sempit dan sering kali laju sepeda motor tak bisa dikendalikan. Mereka saling merebut ruang untuk mendahuli. Sepanjang pengamatan saya, di jalur ini juga ada pohon-pohon perindang di pinggir jalan. Jika memungkikan pohon-pohon ini diremajakan saja karena selain menyita ruang juga berpotensi membuat orang kecelakaan. Agar jalan di jalur Pengosekan menuju pertigaan Banjar Kalah, Peliatan lebih nyaman dilintasi, mohon pohonpohon perindang yang bisa diremajakan atau ditebang didata. Ini agar ketika orang menyalip bisa lebih leluasa tak terkendala batang pohon. Pengalaman saya juga sebagai pramuwisata, mohon bus-bus besar jangan melintasi jalur alternatif untuk menuju objek wisata. Terkadang bus-bus besar juga melintasi jalur alternatif untuk memotong jalur, sehingga menimbulkan kemacetan. Saya pribadi salut dengan kepolisian yang selama ini setia mengatur lalu lintas di kawasan krodit di kawasan Ubud. Ke depan, jika ada solusi yang lebih efektif, mudah-mudahan kondisi seperti saat ini bisa diatasi. Sebagai kawasan wisata, saya berharap Kabuapten Gianyar benar-benar menata objek wisatanya dan memberikan bantuan anggaran, sehingga wisatawan benar-benar nyaman ke Gianyar tidak terjebak macet. I Komang Suterima Denpasar, Bali

Memberdayakan Nilai-nilai Kepahlawanan Hari Pahlawan selalu menjadi objek renungan setiap tahun. Pada satu sisi, tentang pentingnya memaknai hari pahlawan tersebut demi memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi muda tentang semangat dan bela negara. Pada sisi lain, adalah menggali pemahaman baru terhadap makna kepahlawanan itu sendiri. Secara tradisional, pahlawan adalah orang yang berjuang untuk membela kemerdekaan negara, seperti yang dimaknai kita di Indonesia. Seluruh pahlawan adalah orang yang membela kemerdekaan. Dan heroisitas dari perlawanan rakyat Surabaya 10 November 1945 itu, merupakan kompleksitas dari gambaran tentang kepahlawanan di Indonesia: pertempuran menghadapi musuh bangsa asing, dilakukan oleh rakyat, dikobarkan oleh elite, semangat perjuangan tidak takut mati demi mempertahankan kemerdekaan.

Oleh GPB Suka Arjawa kan tetapi, generasi milenial sekarang diprediksi telah mempunyai orientasi yang berbeda terhadap pahlawan dan kepahlawanan tersebut. Ada pengamatan jika generasi baru sekarang cenderung memandang pahlawan itu dapat dilihat secara langsung dan memberikan manfaat secara langsung kepada orang banyak. Titik sentralnya masih kepada negara dan bangsa tetapi, tidak harus yang membela mati-matian negara dari penjajahan. Artinya, mereka harus memberikan manfaat dan berguna bagi nusa bangsa saat ini, dan dapat dilihat. Ia adalah inovator yang mampu memberikan manfaat bagi orang banyak. Dari sini, penemu sistem ojek aplikasi atau mobil online dapat saja dikatakan sebagai pahlawan karena ia mampu memberikan bantuan dan kesempatan bagi orang banyak untuk bekerja. Pemain bulu tangkis yang mengharumkan nama bangsa, juga adalah seorang pahlawan. Atlet ini, bukan saja mampu mengharumkan nama bangsa dan negara tetapi dapat membangkitkan semangat nasional dan mempersatukan bangsa secara nasional. Ia mening-

A

katkan rasa percaya diri yang mungkin saja dapat membuat seseorang memberikan kesempatan untuk berkreasi lebih lanjut. Dalam konteks internasional, dengan demikian, penemu google, dan perangkat lunak lainnya adalah paahlawan juga bagi anak-anak generasi milenial. Apakah gejala seperti ini wajar? Jika pun pandangan di atas benar, maka dapat dikatakan ini merupakan gejala yang wajar. Sebab, pada hakikatnya pahlawan, baik pada diri maupun predikatnya, bisa dikatakan sebagaii produk budaya, yang dalam hal ini dapat berupa budaya daerah maupun nasional. Di dalam diri pahlawan itu terkandung nilai yang mampu menggerakkan orang dan masyarakat untuk berbuat lebih banyak. Seorang pahlawan ada tindakan yang dilakukan dan tindakan tersebut mempunyai pandangan positif di masyarakat. Membela kebenaran dan negara mengandung unsur nilai kebaikan, hal yang dipercayai oleh rakyat kebanyakan sebagai sesuatu yang baik. Sesuatu yang baik inilah hendak disebarkan, dicontoh agar masyarakat lain dapat berbuat seperti itu: membela negara secara mati-matian tanpa mengenal rasa takut.

Hanya, personifikasi pahlawan dan kepahlawanan pada masa lalu itu selalu diidentifikasi sebagai pembela negara yang dilakukan melalui pertempuran melawan musuh. Personifikasi ini boleh dikatakan memiliki kelemahan sehingga sosialisasi terhadap kepahlawanan di masyarakat itu hanya berhenti pada pertemuran dan keberanian itu. Patung-patung yang ada di pinggir jalan itu masih diisi dengan seragam tentara, baju jenis drill dengan peci dan senjata yang terselip. Atau pasukan dengan senjata dan lingkaran peluru yang menjadi kalungnya. Tidak hanya patung tetapi juga gambargambar di buku, majalah dan lainnya. Apalagi sekarang cenderung ada pihak-pihak yang seolah berburu pahlawan sehingga dapat dipakai sebagai alat politis. Padahal, dilihat dari sisi nilai dan kebudayaan, sesungguhnya pahlawan dan kepahlawanan itu jauh lebih luas dari sekadar pameran fisik seperti yang diutarakan di atas. Dari sisi nilai, yang terlihat adalah keberanian, keseriusan, konsistensi, dan konsekuensi. Mereka adalah pemberani, serius, terus-menerus melakukan perjuangannya dan berani

menghadapi risiko dari pilihan perjuangannya tersebut. Intisari kepahlawanan sesungguhnya ada pada nilai ini dan pada konteks inilah nilai tersebut bisa disebarluaskan. Jika penyebaran dan sosialisasi itu berhasil, ia akan menjadi sebuah budaya dan diberdayakan. Bisa dibayangkan, berapa model budaya yang bisa diambil dari berbagai pahlawan yang ada di Indonesia itu, bahkan sejak zaman Sriwijaya, dan budaya itu diberdayakan sehingga mampu menggerakkan masyarakat, hingga generasi sekarang. Tetapi, sosialisasi itulah yang tidak dilakukan terhadap pahlawan-pahlawan masa lalu Indonesia. Berjuang secara berani, konsisten, serius, dan berisiko tidak hanya dapat dipraktikkan pada zaman perang fisik dan gerilya pada masa lalu, tetapi juga pada zaman sekarang. Nilai-nilai yang ada pada diri pahlawan itu jika ditransfer dan diberdayakan kepada generasi muda kita dalam mengkreasi pekerjaan baru, pasti akan menghasilkan output dan outcome yang luar biasa. Pekerjaan itu bisa di bidang ekonomi, teknologi, kerja sama sosial, internasional, pembaruan dan lain sebagainya. Seorang mahasiswa yang baru lulus S1 dari perguruan tinggi mana pun di Indonesia, tidak akan merengek cengeng hanya untuk meminta pekerjaan (apalagi diantar oleh orang tuangnya hanya untuk melamar pekerjaan), tetapi mereka akan membuka lapangan kerja baru. Mereka akan berjuang, serius, konsisten, dan berani menerima risiko termasuk pemperbaiki kinerjanya untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Jadi, dari konteks itu, sesungguhnya pahlawan pada masa lalu harus direstorasi

Pesan Universal di Balik Penutup Kepala Penutup kepala yang di Indonesia umum disebut topi, sudah biasa dipakai di manamana dari masa ke masa oleh orang-orang (pria/wanita, tua/ muda, kakek/nenek), orang dusun hingga orang perkotaan tanpa mengenal SARA dan tanpa membedakan warna kulit. Penggunaan topi juga berlaku bagi pasukan/prajurit negara seperti TNI (AD, AL, AU) dan juga Polri dengan kekhasannya masing-masing. Topi juga digunakan oleh anak-anak murid dalam proses belajar di sekolah. Entahlah, apakah pemakaian topi itu dimaksudkan agar kepala terlindung dari terpaan angin atau sengatan teriknya sinar matahari, atau sekadar aksesori kepala? Tapi, apakah penggunaan penutup kepala oleh para uskup, pendeta, atau para kaum muslimin/muslimat itu sekadar aksesori kepala, atau justru ada nilai lain yang lebih bermakna di balik penutup kepala dimaksud? Bagi penulis, penggunaan penutup kepala adalah simbol penjaga fungsi-fungsi yang ada di kepala (isi kepala), seperti; otak/pikiran, mata, hidung, telinga dan mulut) untuk fungsional pada hal-hal yang berguna dan mencerahkan bagi kehidupan. Selain itu, penutup kepala juga merupakan simbol pengekang fungsi-fungsi isi kepala dimaksud terhadap hal-hal

Oleh I Wayan Sariasa yang dilihat/didengar/diendus dari luar diri yang tidak baik dan tidak manfaat. Karena, semua hal itu secara simultan akan memengaruhi keseimbangan gerak kerja dari fungsifungsi yang ada di dalam rongga dada dan perut, seperti: jantung, hati, empedu, paru-paru, lambung, usus halus, ginjal dan lainnya dalam kolompok dasaaksara suci dalam buana alit. Di Indonesia, penutup kepala dimaksud sudah menjadi seni/ budaya busana di kepala dengan bemacam-macam istilah seperti peci, belangkon, udeng/destar, dan istilah lainnya untuk tutup kepala bagi pria. Bahkan, peci (warna hitam) sudah menjadi penutup kepala resmi nasional, dipakai oleh pria pada acaraacara resmi ASN, seperti; pada upacara hari kemerdekaan RI, dan atau pada pelantikan/ pengambilan sumpah jabatan dalam pemerintahan. Sedangkan penutup kepala bagi wanita, yang juga memiliki beberapa sebutan seperti kerudung/ jilbab, tengkuluk, dan lainnya, bermakna sama seperti penggunaan topi tersebut di atas. Kalaupun wanita tidak memakai penutup di kepalanya karena sesuatu dan lain hal seperti misalnya saat harus

nyunggi bakul, atau saat wanita Bali harus nyunggi banten untuk maturan ke pura atau upacara lainnya yang tidak memungkinkan menggunakan penutup kepala dimaksud. Dan, sepertinya, budaya penggunaan penutup kepala berupa tengkuluk bagi wanita, hal itu dibuat fleksibel, sesuai desa kala patra, kemudian diperkenalkan sebagai tengkuluk lelunakan. Walau demikian, wanita yang pada umumnya memelihara rambut panjang wajib mengikat rambutnya atau dikonde dan atau di-pusung dalam istilah Bali-nya agar tidak tergerai, magambahan. Ikatan rambut seperti itu juga sebagai simbol pengekang/pengendali isi kepala terhadap hal-hal yang tidak berkenan dengan diri. Menurut mitosnya, jika wanita membiarkan rambutnya tergerai magambahan, adalah pertanda wanita itu sedang dalam kemarahan, kebencian, dan dendam, karena kewanitaannya dilecehkan oleh orang lain. Seperti dalam epos Mahabharata, Drupadi bersumpah membiarkan rambutnya terus tergerai magambahan selama belum dibasuh dengan darahnya Dursasana yang sudah melecehkannya.

Dan sepertinya, penutup kepala berpasangan dengan ikat pinggang, atau penutup kepala dan ikat pinggang merupakan dua hal yang tak terpisahkan satu sama lain sebagai simbol yang bermakna saling memperkuat dan saling mengingatkan. Pemakaian pengikat di pinggang tentu tidak dimaksudkan sekadar agar kain penutup “aurat” diri tidak melorot, sehingga hal-hal yang ada pada diri yang tidak patut dilihat oleh orang lain, atau hal-hal membuat keadaan diri menjadi tidak senonoh, tidak terjadi. Tapi, bagi penulis, ikat pinggang juga bermakna simbol penjaga nilai-nilai yang ada di dalam rongga dada dan perut dimaksud di atas. Dalam busana adat Bali, pengikat di pinggang menggunakan selendang yang disebut anteng untuk wanita dan disebut selempod untuk pria. Pesan universal di balik penggunaan penutup kepala dan ikat penggang dimaksud pada hakikatnya untuk kita senantiasa menjaga kemuliaan isi kepala serta isi rongga dada dan perut, agar jiwa raga kita selalu sehat baik medis maupun nonmedis. Hal itu terdeklarasikan oleh gerakan sehat menggairahkan dari anggota tubuh, yakni: kaki dan tangan kita yang cekatan, lincah mencerahkan.

ulang, digali lagi nilai yang ada di dalamnya untuk disebarkan kepada generasi muda sekarang. Maka, jika ada gejala generasi muda sekarang seolah lupa dengan kepahlawanan pada masa lalu, karena cara pandang mereka sudah lain dan ditarik ke masa kekinian. Generasi mudah sekarang memerlukan intisari kepahlawanan masa lalu. Jika kini mereka melihat kepahlawanan tersebut kepada nilai-nilai keberhasilan dan inovasi yang berdampak dan berguna pada rakyat banyak, karena itulah realitas yang mengagumkan bagi mereka pada zaman sekarang, yang mampu membangkitkan semangat mereka. Itulah yang kemudian dipakai patokan. Indonesia akan bersyukur, jika yang dikagumi itu adalah orang Indonesia. Tetapi mempunyai kecenderungan berbahaya, apabila itu terjadi pada orang asing. Namun, bangsa Indonesia tidak perlu merasa kecil hati. Kita hanya tinggal mengutak atik metode sosialisasi terhadap kepahlawanan tersebut. Puluhan pahlawan Indonesia dari Sabang sampai Merauke ini mempunyai nilai yang sama, yaitu semangat, keberanian, konsistensi, serta risiko perjuangannya. Tetapi mereka berasal dari budaya yang berbeda-beda dan pola perjuangan yang berbeda. Bisa dibayangkan, bagaimana kalau kemudian nilai-nilai tersebut digabungkan dengan budaya dan pola perjuangan itu, lalu dikupas dan disosialisasikan kepada generasi milenial sekarang untuk menghadapi tantangan generasi milenial itu. Pasti akan menjadi generasi yang jauh lebih hebat. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana

POJOK Kata Kapolda Bali, tindakan Saber Pungli bukan lemahkan kearifan lokal. - Di tengah kondisi jaga kebinekaan. *** Menguatkan desa pakraman, Perda 3 Tahun 2003 mesti diamandemen. - Perkokoh persatuan desa adat di Bali. *** Kapolresta Denpasar yang baru janji akan menindak tegas preman. - Tindakan preventif diperlukan juga.

Penulis, pemerhati budaya dan masalah sosial

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Sabtu Wage, 10 November 2018

Tes CPNS, Empat ’’Metal Detector’’ Disiapkan Tabanan (Bali Post) Pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 tinggal menghitung hari. Ujian seleksi ini digelar di Aula Udayana dan Barak Siaga Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana Nomor 1 Dauh Puri Kangin, Denpasar pada Minggu (11/11) sampai Senin (12/11) nanti. Salah satu persiapan panitia Kabupaten Tabanan untuk pelaksanaan ujian seleksi ini adalah menyiapkan empat metal detector. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Tabanan I Wayan Sugatra, Jumat (9/11) kemarin mengungkapkan, empat alat metal detector ini nanti akan difungsikan untuk mendeteksi barang bawaan logam yang dibawa para pelamar. Setidaknya ada 3.190 pelamar CPNS dari Kabupaten Tabanan yang akan dicek ketat sebelum masuk ruang ujian. Sugatra menerangkan, pelamar disarankan tidak membawa emas-emasan, ikat pinggang maupun jam tangan dan barang yang terbuat dari logam saat ujian SKD. Ia juga menegaskan bagi pelamar yang akan mempersiapkan ujian SKD diminta belajar sungguh-sungguh. Tidak mempercayai hoax yang membantu dalam meluluskan ujian SKD. Bahkan jangan percaya terhadap orang yang ingin membantu meluluskan sebagi PNS. “Jadi percaya terhadap diri sendiri, karana yang menolong saat ujian adalah diri sendiri,” tegasnya. Untuk diketahui, dari 3.190 pelamar CPNS tahun 2018 di Tabanan akan mengikuti ujian SKD. Dari jumlah itu, sehari dibagi lima sesi. Per sesi akan diikuti sebanyak 350 orang sesuai dengan aturan dari BKN. Lima sesi tes tersebut dengan rincian, sesi I pukul 08.00 Wita-09.30 Wita, sesi II dari pukul 10.00 Wita-11.30 Wita, sesi III pukul 12.30-14.00 Wita, sesi IV pukul 14.30 Wita-16.00 Wita dan sesi V, dari pukul 16.3018.00 Wita. (kmb24)

Napi Lansia Inginkan Sel ”Khusus”

Tabanan (Bali Post) Lapas Tabanan tidak hanya diisi narapidana (napi) berusia produktif, tetapi di dalam sel tahanan tersebut juga ada napi lanjut usia (lansia). Melihat kondisi fisik yang berbeda dengan napi yang lebih muda, ditambah dengan kapasitas lapas yang overload, mereka pun menginginkan sel “khusus” untuk lansia. Keinginan ini muncul setelah para napi lansia ini mengalami kesulitan dalam menjalani masa hukumannya. Sebab, mereka harus rela berdesak-desakan dalam sela yang sempit. Dengan kondisi seperti ini, tak jarang napi lansia yang jatuh sakit. Apalagi jika mereka dari awal juga membawa penyakit bawaan. Hal ini diungkapkan salah seorang napi I Ketut Jumu (70) asal Desa Batunya, Baturiti. Jumu yang masuk penjara karena kasus penyerobotan tanah ini telah seminggu dirawat intensif di BRSU Tabanan akibat penyakit prostat yang dideritanya. Disamping prostat, Jumu juga menderita penyakit lainnya seperti lambung, asam urat dan radang kantong empedu. Dia divonis dua tahun penjara. ‘’Menderita sekali sakit seperti ini, apalagi di dalam penjara. Saya cuman berharap cepat bebas,’’ sergahnya. Napi lansia lainnya I Wayan Cateng (76) mengaku selama mendekam di lapas, ia kerap sulit bernapas. Sebab, rekanrekan satu selnya merokok. ‘’Saya juga kesulitan buang air besar karena sudah tidak kuat jongkok dan tidak ada pegangan di WC,’’ tutur napi kasus tipikor yang divonis empat tahun ini. Mengenai keluhan napi lansia ini, Kalapas Tabanan I Putu Murdiana membenarkan hal itu. Menurutnya, jumlah napi lansia di Lapas Tabanan sebanyak tujuh orang dari berbagai kasus pidana seperti perlindungan anak, penyerobotan tanah dan tipikor. Masa tahanan mereka juga cukup panjang, dari dua tahun sampai delapan tahun. Pihak lapas sendiri telah melakukan berbagai upaya internal dalam hal memenuhi pelayanan terhadap hak Warga Binaan Permasyarakatan (WBP), khususnya lansia. Tetapi hal ini tetap kembali ke masalah klasik yakni over kapasitas sudah 250 persen. Keberadaan lahan juga sangat terbatas sehingga semakin sulitnya mencari solusi dalam hal penanganan lansia. Menurut Murdiana, standar sel untuk lansia sesuai dengan standar minimum rule adalah memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang sehat, kloset duduk dengan pegangan pengaman. Begitu juga lokasi sedikit terpisah dengan blok atau sel lain sehingga para lansia bisa beristirahat dengan nyaman. ‘’Untuk ini, kami berencana akan membuatkan satu sel khusus untuk mereka. Masih ada lahan ukuran 4x5 disamping blok isolasi yang bisa dibangun,’’ ucapnya, Jumat (9/11) kemarin. Meski sudah ada rencana, lanjut dia pelaksanaannya terbentur anggaran yang masih belum ada. Untuk memenuhi hal ini, pihak Lapas Tabanan akan mencoba berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan. ‘’Mudah-mudahan terealisasi,’’ imbuh Murdiana. (kmb24)

Bali Post/ist

RAWAT - Salah satu napi lansia yang memerlukan perawatan medis karena sakit.

Bali Post/san

TUMPANG SARI - Tanam perdana jagung dan kedelai dalam rangka gerakan tanam tumpang sari yang berlangsung di Subak Kesiut, Kerambitan, Jumat (9/11) kemarin.

Gerakan Tanam Tumpang Sari

Solusi Atasi Defisit Jagung di Bali Tabanan (Bali Post) -

Pemerintah meluncurkan gerakan tanam tumpang sari di tahun 2018. Tujuannya meningkatkan produksi jagung dan kedelai. Untuk tahun ini, Tabanan merupakan salah satu kabupaten di Bali yang mendapatkan bantuan program ini. Diharapkan dengan gerakan tanam tumpang sari ini, defisit produksi jagung yang dialami Bali bisa teratasi. Hal ini diungkapkan Direktur Serealia Dirjen Tanaman Pangan, Bambang Sugiharto saat menghadiri tanam perdana gerakan tanam tumpang sari jagung dan kedelai di Subak Kesiut Desa Kesiut, Kerambitan, Jumat (9/11) kemarin. Ia menjelaskan, tahun 2018 target nasional untuk produksi jagung adalah 30 juta ton dan kedelai tiga juta ton. Untuk produksi jagung, menurut Sugiharto secara umum Indonesia sudah bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri. Hanya saja untuk Bali masih defisit jagung atau p rod uksinya t id ak men cukup kebutuhan Bali itu

BKPSDM Gelar Sosialisasi Revolusi Mental

Tabanan (Bali Post) – Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait pentingnya revolusi mental dalam membangun integritas serta meningkatkan pelayanan publik, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan menyelenggarakan sosialisasi di Gedung Mandala Mathika Subak Sanggulan, Jumat (9/11) kemarin. Sosialisasi ini juga dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke525 Kota Tabanan. Panitia Kegiatan Made Sondera menyampaikan, tujuannya menumbuhkan motivasi kerja yang positif terhadap ASN di lingkungan Pemkab Tabanan dan meningkatkan pemahaman akan pentingkan revolusi mental. ‘’Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan peserta yang terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemkab Ta-

Menwa Bali Salurkan Bantuan Sembako untuk Veteran kemarin. Kasdim 1619/Tabanan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Korps Menwa Provinsi Bali yang telah memberikan perhatian kepada para veteran di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, sebagai generasi muda dan penerus bangsa wajib menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawan yang dengan gigih berjuang mengorbankan harta benda, bahkan nyawanya untuk Merah Putih. Bantuan ini akan diserahkan Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Hasan Abdullah M.Si. (Han) M.P.M. pada upacara perin-

anggap belum memberikan keuntungan. Pada gerakan tanam inilah kita ubah cara pandang petani. Bahwa menanam jagung dan kedelai, terlebih saat musim kemarau secara tumpang sari malah memberikan keuntungan,’’ jelas Sugiharto. Tumpang sari ini sudah melalui kajian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Dari kajian ini membuktikan lahan pertanian akan lebih produktif dengan sistem tanam tumpang sari. Petani tidak hanya mendapatkan satu komoditi saja tetapi dua dalam satu kali tanam. Menurut Sugiharto, sistem tumpang sari ini juga san-

tumpang sari, yaitu efisiensi dari segi biaya karena dalam satu lahan dilakukan penanaman dua jenis tanaman sekaligus dalam hal ini jagung dan kedelai. Hasil pun lebih melimpah karena petani mendapatkan panen dua jenis tanaman. Kelebihan lain, kesuburan tanah bisa diperbaiki dan hama penyakit bisa dikendalikan. Sementara itu, Kabid Pengembangan Produksi Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suandra mengatakan, untuk gerakan tanam tumpang sari ini Tabanan mendapatkan bantuan seluas 212 hektar, di mana 52 hektar dialokasikan ke Subak Kesiut, Kerambitan. Sedangkan sisanya diberikan ke empat kelompok tani yang ada di Baturiti. Bantuan yang diberikan yaitu 1,3 ton bibit jagung per hektar dan 3,6 ton bibit kedelai per hektar. (kmb24)

Tingkatkan Pelayanan Publik

Peringati Hari Pahlawan

Tabanan (Bali Post) Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2018, sekaligus sebagai wujud penghormatan dan terima kasih kepada jasa-jasa para pahlawan, Menwa (Resimen Mahasiswa) Provinsi Bali melalui Kodim 1619/ Tabanan memberikan bantuan sembako kepada para veteran di Tabanan. Penyerahan bantuan itu dilakukan Ketua Korps Menwa Provinsi Bali Bagus Ngurah Rai dan diterima Dandim 1619/Tabanan yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Wayan Notes, S.Sos. di Makodim 1619/Tabanan, Jumat (9/11)

sendiri, dan masih tergantung kiriman dari daerah luar seperti Jawa, NTB dan NTT. ‘’Kalau untuk kedelai kita belum bisa memenuhi kebutuhan dan masih impor. Sebab, masih sedikit petani di Indonesia yang mau menanam kedelai. Untuk di Indonesia sentra kedelai ada di Jawa Timur,’’ paparnya. Karenanya, dengan adanya gerakan tanam tumpang sari jagung dan kedelai yang mulai dikenalkan ke petani tahun 2018, bisa meningkatkan produksi jagung dan kedelai dalam negeri. ‘’Petani terutama di Bali ini masih cenderung menanam padi. Jagung dan kedelai di-

gat tepat diterapkan pada lahan pertanian yang makin sempit dan mulai menyusut karena alih fungsi. ‘’Karena sistem tumpang sari ini memaksimalkan lahan dan menanam lebih dari satu jenis tanaman, sehingga petani bisa mendapatkan produksi yang maksimal,’’ ujarnya. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan, tantangan lahan pertanian di Bali sangat spesifik yaitu alih fungsi lahan sawah yang cukup tinggi, ketersediaan air dan perubahan iklim. Menurutnya sistem tumpang sari ini sebenarnya sudah diterapkan petani di Bali. Namun lewat kegiatan gerakan tanam tumpang sari, sistem ini lebih dikembangkan lagi. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan melakukan tanam

gatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan di Lapangan Alit Saputra Tabanan. Sementara itu, Bagus Ngurah Rai pada kesempatan tersebut menyampaikan kegiatan penyerahan bantuan sembako dari Menwa ini merupakan wujud kepeduliannya sebagai generasi muda terhadap para veteran. Adapun bantuan yang diserahkan mi, beras dan lainnya. (kmb24)

SEMBAKO - Bantuan sembako dari Menwa Bali diserahkan kepada Kodim 1619/Tabanan untuk diberikan kepada para veteran di Tabanan.

banan,’’ ujarnya. Dalam kegiatan juga akan dilakukan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada PNS Kabupaten Tabanan. Di mana berdasarkan Kepres Nomor 108/TK/Tahun 2018 tanggal 18 September 2018 sebanyak 307 PNS dianugerahi tanda kehormatan atas pengabdian, kejujuran, dan kedisiplinannya. Asisten III Tabanan I Made Sukada mengatakan, gerakan revolusi mental harus ditumbuhkan dari aspek yang paling mendasar, yaitu perubahan pola pikir gotong royong, sikap dan perilaku ASN yang berintegritas dan profesional. “ASN diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan visi misi Tabanan Serasi. Dengan menjalankan praktek perilaku yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, bekerja keras, optimis dan toleran yang diarahkan melalui upaya dalam merubah pola

Bali Post/san

SOSIALISASI - Sosialisasi Revolusi Mental, Jumat (9/11) kemarin di Gedung Mandala Mathika Subak Sanggulan. pikir serta cara kerja untuk merubah mindset dan cara kerja untuk membangun integritas, etos kerja dan gotong royong.” ungkapnya. Pihaknya berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan sosialisasi ini den-

gan sungguh-sungguh. Dikatakan, revolusi mental untuk pelayanan publik sangat penting dan ASN harus peka terhadap perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat. Dalam sosialisasi tersebut juga dilakukan

pemaparan materi/ceramah dari beberapa narasumber salah satunya adalah Sekretaris Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi Herman Suryatman. (kmb24)


BULELENG

8

Sabtu Wage, 10 November 2018

Alami Lakalantas

Pengendara Motor Tewas di Puskesmas

Singaraja (Bali Post) Nahas dialami seorang pengendara sepeda motor DK 4109 UAH, Jon Heri (50). Warga Banjar Dinas Batu Ampar Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak itu mengalami lakalantas saat melintas di Jalan Singaraja - Gilimanuk KM 65,500 wilayah Desa Pejarakan Jumat (9/11) kemarin. Akibat lakalantas itu, korban menderita luka parah kemudian meninggal dunia setelah sempat dirawat di Puskesmas Gerokgak II. Kasatlantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan telah terjadi lakalantas itu. Menurutnya, lakalantas itu terjadi ketika suasana lalu lintas normal. Korban berkendara dengan kecepatan sedang melintas dari arah Singaraja menuju Gilimanuk. Namun di lokasi kejadian, tiba-tiba korban mengambil haluan terlalu ke kanan. Nahas, saat itu dari arah Gilimanuk menuju Singaraja melintas kendaraan roda empat DK 1376 AN yang dikemudikan Gede Nada (32), warga Banjar Dinas Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Karena situasi panik, kedua kendaraan itu akhirnya bertabrakan. Pengendara sepeda motor terjatuh dari kendaraannya hingga mengalami luka parah. Warga yang melihat kejadian itu, berusaha menolong korban, dibawa berobat ke Puskesmas Gerokgak II. Akibat luka parah yang dialami, korban dinyatakan meninggal dunia di puskesmas. Sementara pengemudi roda empat dalam kondisi selamat. “Dari laporan Unit Lantas Polsek Gerokgak kami terima korban sempat dirawat, tetapi karena luka serius, korban akhirnya meninggal dunia,” katanya. Kata AKP Kurniawandari, dari pemeriksaan di lapangan berdasarkan keterangan saksi-saksi, diduga lakalantas ini karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor. Saat itu, ia kurang memerhatikan situasi di jalan raya, sehingga terjadi lakalantas itu. Meski demikian, untuk memastikan penyebab kecelakaan itu, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Kalau keterangan saksi dan pemeriksaan di lokasi kejadian, lakalantas itu karena kurang hati-hati si pengendara sepeda motor, sehingga terjadi lakalantas itu,’’ tegasnya. (kmb38)

Suara Buleleng Tunggu Janji Bupati Bangun Jembatan

SEMOGA pada pemerintahan kedua ini, janji bupati bisa merealisasikan pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Santal menuju Dusun Bada, Desa Bestala. Jembatan itu sangat diharapkan warga setempat. Pasalnya, sektor ekonomi di wilayah tersebut saat ini dinamikanya sangat pesat. Jalur itu dimanfaatkan warga untuk melakukan transaksi perdagangan dan mengirim hasil perkebunan ke kota. Pihak terkait diharapkan juga bisa menebang pohon yang ada di jalur jalan Dusun Santal sehingga tidak mengganggu warga yang melewati jalur itu. Ajik Bima, Banjar

Pelebaran Jalan Singaraja-Seririt

PEMBANGUNAN jalur jalan Singaraja-Seririt saat ini sudah sepatutnya dilakukan pelebaran. Alasannya, pengguna arus jalur itu sudah semakin ramai. Karena itu, ke depannya perlu dipikirkan bagaimana caranya melakukan pelebaran, sehingga pengguna jalur itu menjadi aman dan lancar. Gung Surya, Lovina

Hasil Musrenbang Seririt

HASIL Musrenbang ketika Camat Seririt dijabat I Gst. Ngurah Wiarsana sudah diusulkan pembangunan jalur jalan dari Desa Mayong tembus ke Desa Uma Anyar. Sayangnya, hingga kini belum juga terealisasi. Sangat berharap pemerintahan bisa mewujudkannya, sehingga jalan itu bisa dijadikan jalur alternatif agar lebih dekat aksesnya. Terkait, peringatan Hari Pahlawan sudah sepatutnya kita menanamkan jiwa kepahlawanan, patriotisme dan kebangsan kepada generasi muda tetap konsisten menjaga empat pilar kebangsaan itu yakni Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan tegaknya NKRI, tetap dikuatkan. Hal itu menjadi penting untuk mengikis perbuatan tercela generasi muda, seperti penggunaan narkoba yang merajalela di negara kita. Nang Mologan, Mayong

Teruskan Jalan Warisan Orba

SUDAH sewajarnya pemerintahan saat ini meneruskan pembangunan jalur jalan yang dibangun saat Orba. Pembangunan itu dipercaya mampu memberikan nilai ekonomis kepada warga setempat. Seperti jalur jalan di Dusun Celuk Buluh yang rencananya tembus ke wilayah Seririt. Sayangnya sampai saat ini rencana itu macet. Nyaris tidak ada perkembangannya. Padahal, pembebasan tanahnya sudah dilakukan sejak lama. Berharap jangan sampai tanah yang sudah dibebaskan, justru ditempati lagi oleh pihak lain, yang merasa memiliki tanah tersebut. Gede Merta, Celuk Buluh

Bongkar Senderan Diklaim Pribadi

KEPADA pihak BWS Bali agar segera mengeluarkan surat pembongkaran penyenderan lahan yang mencaplok sempadan sungai yang ada di Dusun Asah, Desa Kaliasem. Sudah sejak 2014 lalu sampai saat ini, tidak ada realisasinya. Padahal surat sudah dilayangkan kepada pihak BWS agar membongkar senderan itu sehingga jalur sungai tidak terhalang pembangunan senderan itu yang diklaim sebagai miliknya. Apakah penyenderan sempadan sungai itu sudah dibenarkan oleh UU? Hingga saat ini, pemilik lahan juga tidak bisa menunjukkan surat bukti kepemilikan tanah itu. Kasihan sempadan sungai itu dicaplok demi kepentingan pribadi. Berharap agar pihak BWS tegas dan segera pembangunan senderan dan membongkar senderan yang mengklaim sebagai milik sendiri. Nang Kocong, Buleleng

Pengelola Pasar Perhatikan Lingkungan

PEMBANGUNAN Pasar Banjar yang baru sudah dilengkapi ruang parkir untuk pengunjung pasar. Namun, mengapa pengungjung diperbolehkan membawa sepeda motornya masuk sampai ke lorong-lorong pasar? Sudah pasti hal itu mengganggu pengunjung lainnya. Mohon perhatian petugas parkir, agar tetap tegas. Selain itu, jangan lagi menambah pedagang lapak sehingga lingkungan dalam pasar jadi tambah sepi. Kepada pihak terkait juga diminta memerhatikan pembangunan irigasi di seputaran pasar itu agar tidak teronggok. Jadi, kesannya hal itu mengganggu warga ketika melakukan transaksi di dalam pasar. Apakah pembangunan saluran irigasi, sudah selesai atau belum. Mohon sisa pembangunan irigasi itu dibersihkan, sehingga pengunjung bisa lebih nyaman masuk ke dalam pasar. Ibu Suma, Banjar

Bali Post/kmb38

LPD – Dari 169 LPD yang berizin di Buleleng sampai tahun ini ada 22 LPD yang dikategorikan macet. Karena situasi sulit, puluhan LPD itu tidak bisa diaktifkan kembali.

Pembinaan Kurang Optimal, Puluhan LPD di Buleleng Macet Singaraja (Bali Post) – Di balik pesatnya perkembangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Buleleng, nampaknya kondisi itu ‘’dibayangi’’ maraknya LPD yang bermasalah. Buktinya, dari 169 LPD yang beroperasi di Bali Utara, sampai tahun ini tercatat 22 LPD dikategorikan macet. Bahkan, kondisi LPD itu nyaris tidak bisa aktif kembali, sehingga pemerintah daerah terpaksa membiarkan LPD itu bangkrut. Mencegah bertambahnya LPD bermasalah, pemerintah daerah bersama LP-LPD, BKS LPD dan PT Bank Pembanguna Daerah (BPD) Bali fokus melakukan pembinaan manajemen dan penguatan modal usaha. Berdasarkan izin yang diterbitkan, sesuai data yang dikumpulkan di Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Buleleng, yang tercatat di Pemprov Bali ada 169 LPD beroperasi di Buleleng. Dari ratusan LPD itu termasuk kategori sehat 99 LPD, cukup sehat 26 LPD, kurang sehat 16 LPD, dan tidak sehat 5 LPD. Sementara LPD yang dikategorikan macet tercatat 22 LPD. Khusus kategori macet ini pengurus tidak mampu menjalankan usahanya. Saking peliknya persoalan yang dialami, upaya membangkitkan kembali

LPD macet itu tidak bisa dilakukan. Kepala Bagian (Kabag) Ekbang Pemkab Buleleng Desak Putu Rupadi, Jumat (9/11) kemarin, mengatakan penyebab LPD macet itu tergolong beragam. LPD macet itu ada dipicu lemahnya manajemen usaha, permodalan, hingga konflik internal pengurus LPD bersangkutan. Sejak LPD macet itu ditemukan, pemerintah bersama LP-LPD, BKS-LPD dan koordinasi dengan BPD Bali sudah gencar melakukan pembinaan, semata-mata agar usaha LPD itu kembali diaktifkan. Hanya,

upaya itu gagal membuahkan hasil, sehingga sampai tahun ini puluhan LPD yang macet itu dibiarkan begitu saja. Tidak heran kalau LPD macet itu hanya tinggal gedung kantor dan izin yang masih tercatat di Pemprov Bali. ‘’Kami sudah tidak bisa berbuat banyak. LPD yang macet itu sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Sebelum situasi pelik dan sulit itu pembinaan di LPD itu sudah kami lakukan, tetapi tidak ada hasil positif,’’ katanya. Karena upaya pembinaan itu sudah tidak membuahan hasil, kata Desak Rupadi, pemerintah merencanakan mencabut izin LPD yang macet tersebut. Kalau tetap dibiarkan, malah justru akan menambah buruk citra LPD di daerahnya. Pembubaran LPD macet itu karena pertimbangan bahwa di desa bersangkutan sudah berkembang lembaga keuangan lain seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kalau LPD dibubarkan lalu diganti BUMDes maka pengelolaan ekonomi desa itu diyakini ma-

sih bisa di-handle BUMDes itu sendiri. Kewenangan Pemprov Upaya pembubaran izin LPD kategori macet itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemprov. Ini karena sesuai peraturan daerah (perda), izin operasional LPD diterbitkan Pemprov Bali. ‘’Pendekatan kami memang ada keinginan membubarkan LPD yang macet itu. Pertimbangannya di desa bersangkutan sudah berkembang BUMDes yang juga melayani simpan-pinjam sama dengan LPD, sehingga ada keigninan membubarkan LPD yang macet itu. Hanya, untuk mencabut izin kewenangannya ada di pemprov. Sejauh ini sudah kami koordinasikan ke provinsi,’’ katanya. Tidak ingin terus ada LPD macet, Desak Rupadi menegaskan, upaya pembinaan itu terus saja digalakkan. Bahkan, pembinaan dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) pengurus fokus menyasar LPD yang kurang sehat, dan tidak

Aparat Desa Kelabakan Kelola ADD, Perlu Diberdayakan ”Sekolah Desa’’ Kinerja perangkat desa di Buleleng belakangan ini terus digenjot. Evaluasi lemahnya kinerja parangkat desa di lapangan akibat seorang perangkat desa itu harus mengerjakan bidang tugas lebih dari satu jenis pekerjaan. Mereka itu bertambah terbebani sejak pemerintah mengucurkan Alokasi Dana Desa (ADD). Jadinya aparat desa itu relatif kelabakan harus mengelola ADD yang tergolong besar tersebut. Lalu apa solusinya agar aparat desa itu kinerjanya efektif dan juga optimal? TERHADAP permasalahan di lapangan itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng tahun ini menggulirkan ‘’Sekolah Desa’’. Program Sekolah Desa itu sudah dilangsungkan sejak dua bulan terakhir. Sekolah Desa itu menyasar para sekretaris desa (sekdes), bendahara desa dan para kepala urusan (kaur). Dengan mengikuti program ini, setiap perangkat desa di daerah ini diajarkan berbagai materi baik administrasi keuangan, penyusunan program, pertangungjawaban keuangan, hingga optimalisasi pengelolaan potensi desa. Transformasi melalui ‘’Sekolah Desa’’ itu penting untuk mendongkrak pembangunan ekonom i d i

desa lebih optimal. Program ini sudah diikuti oleh perangkat desa di sembilan kecamatan di Buleleng secara terjadwal. Para sekdes dan bendahara desa mengikuti materi yang diberikan pada ‘’Sekolah Desa’’ itu seperti administrasi pemerintahan, Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes), dan pertangungjawaban keuang a n . S e dan-

gkan untuk kaur materinya terkait bidang tugas dinas dari program kemasyarakatan, menjaga kondisi lingkungan desa, dan optimalisasi pengelolaan potensi desa. Khusus optimalisasi potensi desa ini memiliki peran penting. Pasalnya, potensi desa itu sendiri diyakini dapat menopang desa dalam menunjang roda pemerintahan. Kepala Dinas PMD Buleleng I Made Subur, Jumat (9/11) kemarin mengatakan, ‘’Sekolah Desa’’ ini sengaja digulirkan karena fakta di lapangan menunjukan tugas-tugas perangkat desa belakangan ini semakin berat. Kalau tidak diimbangi peningkatan kinerja sumber daya manusia (SDM) maka dikhawatirkan akan memicu hambatan dalam pelaksanaan program, pertangungjawaban anggaran, dan pengelolaan potensi desa. Untuk itu, ‘’Sekolah Desa’’ dinilai tepat mengajar setiap perangkat desa, sehingga tugastugas yang mereka emban itu bisa berjalan dengan baik. Tujuan akhirnya pelaksanaan program ‘’Sekolah Desa’’ itu sesuai perencanaan. Pemanfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat desa itu sendiri. ‘’Sering kita temukan perangkat desa itu harus mengerjakan lebih dari satu bidang tugasnya. Karena tidak menguasai, jadi otomastis kinerjanya tidak optimal. Apalagi pengelolaan keuangan desa sangat rumit. Jika tidak diimbangi penguasaan SDM mumpuni, maka memungkinkan terjadi pelanggaran yang berujung kasus hukum. Juga pemanfaatannya tidak optimal, sehingga hal itu dapat menghambat pemerintahan di desa,’’ katanya. (mud)

sehat itu. Penguatan kinerja agar pengurus LPD bisa mengelola usaha profesional. Hal itu penting dilakukan, pasalnya dari pengalaman, persoalan LPD hingga mengakibatkan situasi kolaps disebabkan lemahnya penguasaan menajemen secara menyeluruh. Selain itu, dukungan modal usaha yang memadai juga memperparah LPD mengalami kondisi pelik. Karena itu penguatan modal usaha ini penting. Diharapkan peran BPD sebagai mitra usaha LPD dapat menyokong modal usahanya. ‘’Kami tidak ingin kalau yang kurang sehat dan tidak sehat ini berkembang menjadi LPD macet, sehingga bersama LP-LPD, BKS-LPD dan BPD melalui forum formal kami mengharapkan adanya dukungan penguatan modal, sehingga bisa tercipta modal usaha termasuk menajemen professional. Jika demikian kami yakin LPD yang tadinya kurang sehat atau tidak sehat akan bisa aktif kembali,’’ jelasnya. (kmb38)

Diamankan, Residivis Curi Perhiasan Emas Singaraja (Bali Post) – Seorang residivis pencuri perhiasan emas Gede ES (23) asal Desa Tukadsumaga Kecamatan Gerokgak diamankan Satuan Reskrim Polres Buleleng setelah nekat mencuri perhiasan emas milik Putu Astika (42), warga sekampungnya. Gede ES itu jug a m e ng a m b i l s a t u ri m p i (kotak - red) taji milik korban. Akibat perbuatannya itu korban menderita kerugian material lebih dari Rp 2,5 juta. KBO Reskrim Iptu Dewa Putu Sudiasa seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, pelaku residi vis itu beraksi Senin (8/10) lalu sekitar pukul 09.00 Wita. Pelaku dengan mudah masuk ke dalam rumah korban, karena pintunya tidak terkunci. Di dalam rumah korban itu pelaku mengambil kemudian membawa kabur perhiasan emas dan satu rimpi taji. ‘’Yang bersangkutan masuk lalu mengambil taji dan kalung emas. Kalungnya dijual, sedangkan taji jika dijual harganya sekitar Rp 2,5 juta,’’ katanya. Pelaku yang suka judi tajen ini, kata Iptu Sudiasa, sudah lima kali keluar-masuk lembaga pemasyarakatan (lapas). Bahkan, sekitar enam bulan baru bebas setelah sempat tejerat kasus pencurian emas putih di sebuh vila. Atas perbuatannya itu polisi menjerat pelaku dengan pasal 362 KUHP, ancaman hukumannya lima tahun penjara. (kmb38)


GIANYAR

Sabtu Wage, 10 November 2018

9

Pemkab Matangkan Rencana Pembangunan Pasar Gianyar Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar terus mematangkan rancangan pembangunan Pasar Gianyar. Saat ini proses validasi pedagang tengah berlangsung. Meski prosesnya terbilang cukup panjang, namun Pemkab optimis bisa mewujudkan revitalisasi pasar tersebut. Dikonfirmasi Jumat (9/11) kemarin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba menyebutkan ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum pembangunan diwujudkan. Tahapan tersebut tidak mudah, mengingat pasar merupakan hajat hidup orang banyak. Seperti pada tahap validasi data pedagang dan sosialisasi yang tengah berlangsung saat ini. Pendekatan sosial harus diambil pemerintah, mengingat akan ada relokasi pedagang. Menurut rencana, pedagang akan direlokasi di wilayah Samplangan. Lokasi relokasi pun juga tengah dalam proses penjajakan. Suamba menegaskan, se-

mua tahapan ini harus dilakukan secara cermat dan memperhatikan kondisi pedagang. Jangan sampai proses ini dilakukan terburu-buru sehingga dapat menimbulkan kerugian sejumlah pihak. Terlebih mengingat jumlah pedagang di Pasar Gianyar mencapai hampir seribu. Begitu pula terkait pendataan toko dan kios. Pihaknya harus memastikan status penggunaan toko dan kios yang digunakan pedagang saat ini. Jumlahnya cukup banyak, yakni sekitar 65 toko dan 90 kios. “Intinya, semua masih proses. Ada schedule yang kita harus ikuti. Setelah ini baru nanti masuk perencanaan pembangunan. Tentunya pasar ini harus mengacu pada SNI,” jelasnya. Soal anggaran pembangunan, kata Suamba nilainya Rp 250 miliar. Rencananya sumber dana berasal dari pinjaman daerah. (kmb25) AKTIVITAS - Suasana aktivitas jual beli di Pasar Umum Gianyar.

Kisruh Pengelolaan Pura Tirta Empul

Dewan Minta Pemkab dan Desa Adat Duduk Bersama Gianyar (Bali Post) -

Kisruh pengelolaan tiket masuk Objek Wisata Pura Tirta Empul, Tampaksiring mengundang keprihatinan banyak pihak. Jika tidak diselesaikan dengan baik, persoalan ini dapat menimbulkan dampak ke berbagai sektor. Untuk itu, pemerintah, desa adat dan pihak terkait harus duduk bersama guna mencari solusi terbaik. Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta mengatakan, ada dua perspektif dalam polemik pengelolaan tiket Pura Tirta Empul. Pertama adalah soal hukum yakni OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli Gianyar terhadap petugas tiket yang menjual tiket berlogo Desa Adat Manukaya Let. Dalam hal ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke proses hukum. “Kita hormati proses hukum. Serahkan sepenuhnya kepada yang berwajib. Kami tidak mau ikut campur dalam hal ini. Pemerintah dan

dewan tidak boleh memengaruhi proses hukum yang berjalan,” kata Tagel Winarta, Jumat (9/11) kemarin. Politisi PDI-P asal Kecamatan Tampaksiring ini menambahkan, perspektif kedua berkaitan dengan kesepakatan antara pemerintah dan desa adat. Ini yang menurutnya masih bisa dibicarakan. Tujuannya, ada winwin solution baik bagi pemerintah maupun desa adat. Pemkab Gianyar dan Desa Adat Manukaya Let diminta membahas kembali perjanjian kerja

Bali Post/ist

FAVORIT - Pura Tirta Empul merupakan salah satu objek wisata favorit di Kabupaten Gianyar. Belum lama ini sejumlah delegasi IMF-WB berkunjung dan menyempatkan diri ‘‘malukat’’ di mata air suci pura tersebut.

sama mengenai pengelolaan tiket Objek Wisata Pura Tirta Empul. “Artinya, sambil proses hukum jalan, soal kerja sama dibicarakan lagi,” tegasnya. Tagel Winarta mengingatkan, kerja sama akan berkaitan dengan pembagian hasil. Hal ini yang biasanya memicu ketidakpuasan pihak tertentu. Maka dari itu, ia meminta semua pihak membicarakannya dengan iktikad baik demi kepentingan bersama. Terlebih lagi, saat ini sudah ada rencana kenaikan retribusi objek wisata. Nantinya tiket masuk objek wisata termasuk Pura Tirta Empul sebesar Rp 50 ribu per wisatawan mancanegara. Jelas akan ada kenaikan pendapatan, sehingga akan menguntungkan baik pemerintah maupun desa adat. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar menyatakan persoalan ini telah dilaporkan kepada Bupati Gianyar. Pihaknya siap melaksanakan keputusan Bupati, termasuk kemungkinan pertemuan antara Pemkab dengan Desa Adat Manukaya Let untuk mencari solusi. “Kita sekarang menunggu sikap Bupati. Pada intinya, kita berusaha agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan masalah lain yang lebih rumit,” tegasnya. Soal penangkapan dua petugas tiket Pura Tirta Empul, kata Ari Brahmanta, pemerintah menghormati dan menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak berwajib. (kmb25)

Pemkab Pertahankan Kerja Sama Pengelolaan Tirta Empul Gianyar (Bali Post) Perjanjian kerja sama antara Pemkab Gianyar dan Desa Adat Manukaya Let terkait pengelolaan Objek Wisata Pura Tirta Empul telah ada sejak tahun 1985. Namun pada tahun 2013 muncul aspirasi desa adat untuk mengelola sendiri objek wisata mata air suci tersebut, hingga mengeluarkan tiket berdasarkan pararem. Persoalan ini belum menemukan titik temu meski telah dibicarakan beberapa kali. Desa adat tetap menginginkan pengelolaan mandiri, sementara pemkab mempertahankan sistem kerja sama. Dikonfirmasi Jumat (9/11) kemarin, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Ari Brahmanta mengatakan, peran pemerintah baik terkait infrastruktur maupun promosi sudah ada sejak awal pengembangan Pura Tirta Empul. Objek wisata itu kemudian berkembang pesat dengan sistem kerja sama pengelolaan. Jumlah kunjungan wisatawan tiap tahunnya meningkat signifikan. “Ini yang lantas membuat desa adat ingin mengelola objek wisata itu secara mandiri. Termasuk melihat perkembangan desa adat lainnya dalam mengelola objek wisata. Contohnya seperti Desa Adat Padangtegal dengan Monkey Forest-nya,” katanya. Aspirasi hingga munculnya tiket dari desa adat telah dibahas beberapa kali oleh pemkab dan desa adat setempat. Pada sejumlah pertemuan dari tahun 2013, pemkab menegaskan, pajak dan retribusi merupakan kewenangan pemkab. Namun pihak desa adat tidak sependapat dengan pemkab. “Saya berusaha mengerem mereka dan

IKLH Gianyar Masuk Kategori Kurang Gianyar (Bali Post) Pemerintah melakukan evaluasi penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Gianyar Tahun 2017. Berdasarkan hasil perhitungan, IKLH Kabupaten Gianyar berada pada kategori kurang. Melihat kondisi ini, Pemkab Gianyar sudah melakukan upaya perbaikan, salah satunya pendirian kebun raya. Kabid Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar I Gede Wayan Astina mengatakan, ruang lingkup IKLH Kabupaten Gianyar meliputi analisis indeks kualitas air sungai, kualitas udara ambien, dan kualitas tutupan lahan pada wilayah Kabupaten Gianyar. “Berdasarkan hasil perhitungan IKLH Kabupaten Gianyar berada pada kategori kurang,” kata Astina, Jumat (9/11) kemarin. Menurut Astina, hal ini disebabkan nilai Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) masih berada di bawah nilai indeks yang ditargetkan, yakni baru sebesar 39,291 dari 60 poin yang ditargetkan. Meski IKLH masuk dalam kategori kurang, namun nilai Indeks Kualitas Air (IKA) di Kabupaten Gianyar sudah sebesar 68,630. Sementara nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) di kawasan seni ini sebesar 98,868. “Dua indeks ini sudah melampui target yang ditetapkan Kemente-

rian Lingkungan Hidup,” katanya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra menegaskan, sesuai amanat Pemendagri Nomor 82 Tahun 2017, penyusunan IKLH merupakan suatu keharusan. selama ini data kualitas lingkungan hidup hanya diperoleh melalui proses laboratorium ataupun sarana berbasis teknologi lainnya, misalnya citra satelit. “Hal ini sangat menyulitkan bagi masyarakat awam untuk memahami angka pengukuran karena dibutuhkan latar belakang berbasis keilmuan teknis,” katanya. Kujus Pawitra menjabarkan, indikator lingkungan hidup bisa diukur secara parsial, yaitu berdasarkan media seperti air, udara dan lahan. Sehingga sulit mendapatkan gambaran yang dapat mewakili kondisi lingkungan hidup secara utuh. “Sementara pemahaman akan kualitas lingkungan hidup ini sangat penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan melakukan aksi nyata dalam perlidungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” katanya. Kujus Pawitra menambahkan, penyusunan IKLH ini juga bisa sebagai dasar acuan dalam penyusunan program kebijakan pemerintah daerah yang berwawasan lingkungan. “Penyusunan ini juga bisa untuk membantu dalam

penentuan skala prioritas sesuai derajat permasalahan lingkungan, serta dapat menjadi alat penggerak keterlibatan publik dalam pengelolaan lingkungan,” katanya. Terkait dengan Indeks Kualitas Tutupan Lahan yang belum mencapai target, kata Kujus Pawitra, Pemkab Gianyar telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan membangun Kebun Raya Gianyar di Kecamatan Payangan yang awalnya merupakan hutan rakyat. Selain itu, program kegiatan yang berwawasan lingkungan dengan menggandeng seluruh komponen masyarakat telah banyak dilakukan Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan

Hidup. Seperti aksi bersih pantai serta penanaman pohon upakara di sejumlah wilayah melalui program Desa Sadar Lingkungan. Namun Gianyar mempunyai sedikit hutan yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sehingga upaya pemenuhan target dilakukan Pemkab Gianyar dengan memperluas proporsi Ruang Terbuka Hijau pada wilayah perkotaan melalui penataan dan pembangunan taman. “Kami juga mengimbau kepada pelaku usaha di Kabupaten Gianyar untuk turut menjaga lingkungan melalui program CSR dengan memperbanyak penanaman pohon,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

IKLH - Rapat Evaluasi IKLH Kabupaten Gianyar tahun 2017 di Ruang Rapat Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Jumat (9/11) kemarin.

memfasilitasi agar pengelolaan tiket tetap oleh petugas kami hingga pukul 18.00 Wita. Tapi kondisi di lapangan menyebabkan sistem itu tidak bisa dipertahankan,” jelasnya. Pengelolaan objek wisata secara mandiri sejatinya dilakoni banyak desa adat atau desa pakraman di Bali, khususnya Gianyar. Ari Brahmanta mengatakan, pemkab tidak mempersoalkan hal tersebut dan tidak ada niatan membelenggu hak-hak desa adat. Namun, beberapa hal perlu diperhatikan dan harus diikuti. Khusus pada Objek Wisata Pura Tirta Empul, aturan pengelolaannya telah tertuang dalam perjanjian kerja sama hingga perda. “Perlu kajian hukum. Interpretasi mengenai hukum ini yang penting. Harus dilihat pula dari aspek sosial dan ekonomi. Intinya, secara formal administrasi sudah kita sampaikan ke desa adat,” jelasnya. Berdasarkan perbup yang dikeluarkan tahun ini, kata Ari Brahmanta, akan ada kenaikan retribusi objek wisata. Untuk wisatawan mancanegara akan dikenakan tiket masuk senilai Rp 50 ribu atau jauh meningkat dibandingkan saat ini yang Rp 15 ribu. Otomatis akan ada peningkatan pendapatan dan bagi hasil. Momen ini kemudian digunakan pemkab untuk menyosialisasikan kembali kerja sama pengelolaan objek wisata, khususnya Pura Tirta Empul. “Sosialisasi kita lakukan 30 Oktober. Karena sebelumnya, pada 28 Oktober kita lakukan tatap muka dan pada 29 Oktober mereka bersurat menolak sistem kerja sama tersebut,” ungkap Ari Brahmanta. (kmb25)

Polisi Tangkap Pengoplos Elpiji Gianyar (Bali Post) Unit IV Satreskrim Polres Gianyar melakukan penangkapan pelaku pengoplosan gas elpiji sekitar pukul 20.00 Wita, Kamis (8/11) malam. Pelaku I Dewa Ketut Suparta diketahui selama ini kerap mengoplos elpiji di perumahan Banjar Tojan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh. Dari penyergapan itu, pelaku berusia 53 tahun beserta barang bukti ini langsung digiring ke Mapolres Gianyar. Kanit IV Satreskrim Polres Gianyar Iptu A.A. Gde Alit Sudarma mengatakan, polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana usaha penyimpanan atau niaga tanpa izin usaha sesuai Pasal 53 huruf C dan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. “Pelaku melakukan pemindahan isi gas dari tabung elpiji 3 kilogram ke tabung gas elpiji 12 kilogram,” kata Alit Sudarma sizin Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Jumat (9/11) kemarin. Alit Sudarma mengatakan, penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat bahwa di sebuah rumah di Banjar Tojan, Desa Pering sering dilakukan pengoplosan gas bersubsidi dari elpiji 3 kilogram ke tabung elpiji 12 kilogram. Aksi ini dilakukan dengan menggunakan pipa besi khusus yang dimodifikasi. “Berbekal informasi

Bali Post/kmb35

PEMERIKSAAN - Polisi melakukan pemeriksaan terhadap pelaku I Dewa Ketut Suparta di Mapolres Gianyar. ini, tim melakukan lidik dan memang benar ditemukan pelaku melakukan kegiatan tersebut di lorong belakang rumahnya,” katanya. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti 15 plastik bungkus es, dua tabung elpiji 3 kilogram dalam keadaan kosong, 20 tabung elpiji 3 kilogram dalam keadaan isi, lima tabung elpiji 12 kilogram dalam keadaan isi penuh, dua buah pipa besi alat untuk memindahkan isi elpiji dan satu unit mobil Suzuki pick-up warna putih dengan nomor polisi DK 9926 KW. “Semua barang bukti kita amankan di Mapolres,” kata Alit Sudarma. Pelaku saat diinterogasi

polisi mengaku sudah mengoplos gas elpiji sejak lima bulan lalu. Dalam aksi ini, setiap harinya pelaku mengoplos lima tabung elpiji 12 kilogram. Hasil ini lantas dijual ke warung-warung atau langganannya yang berada di seputaran Kecamatan Blahbatuh. “Diedarkan di seputaran Blahbatuh saja,” ujar Alit Sudarma. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Alit Sudarma pelaku dipasangkan Pasal 53 huruf C dan D UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. “Dari dua pasal itu, total pelaku diancam enam tahun penjara dan denda Rp 60 miliar,” tandasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Sabtu Wage, 10 November 2018

Sekaa Makepung Berharap Gubernur Cup Dihidupkan Lagi

Bali Post/kmb26

MAKEPUNG – Salah satu pasangan kerbau atraksi Makepung yang digelar beberapa waktu lalu. Sekaa berharap agar event Gubernur Cup kembali diselenggarakan setelah hampir 10 tahun vakum.

Negara (Bali Post) Selama hampir 10 tahun terakhir, para penggemar Makepung di Jembrana tak merasakan atmosfer Makepung Gubernur Cup. Even tahunan itu cukup lama dihapuskan padahal masih sangat didambakan para Sekaa Makepung. Kini para Sekaa Makepung berharap agar tradisi masyarakat agraris Jembrana ini kembali merasakan even Gubernur Cup. Koordinator Sekaa Makepung Jembrana I Made Mara ditemui Jumat (9/11) kemarin mengatakan, Gubernur Cup yang dulunya pernah ada masih didambakan masyarakat khususnya para pelaku Makepung. Semestinya event yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali ini kembali digelar guna menguatkan tradisi masyarakat Jembrana. Dalam beberapa kali rapat Sekaa Makepung, keinginan untuk diselenggarakan event Gubernur Cup itu mengemuka. Sebab, selain lebih banyak event juga lebih bergengsi. “Kami sangat berharap event itu dihidupkan, apalagi Makepung menjadi warisan dunia,” tandas Mara yang juga Perbekel Melaya ini. Saat ini untuk event Makepung yang sudah berlangsung adalah Bupati Cup dan Jembrana Cup. Event tersebut diselenggarakan pada bulan Agustus dan November. Pemerintah Daerah Jembrana menurutnya sudah sangat

Terkendala Soal Keyakinan Agama

Imunisasi MR Belum Capai Target

Bali Post/kmb

KEBAKARAN - Kebakaran yang terjadi di rumah pengopenan kopra di Melaya Krajan.

Rumah Pengopenan Kopra Terbakar Negara (Bali Post) Rumah sekaligus dapur dan pengopenan kopra milik Khaeran alias Masliha (50) di Banjar Melaya Krajan, Kelompok 1, Desa Melaya Kabupaten Jembrana terbakar, Jumat (9/11) siang kemarin. Dari informasi, sekitar pukul 13.30 Wita rumah tinggal, dapur dan pengopenan kelapa/ kopra, milik korban diketahui telah terbakar yang diduga disebabkan kelalaian saat proses pengopenan kopra. Kebakaran dilihat pertama oleh Edi Purwanto (27), kemudian melaporkan kejadian tersebut hingga ke Dinas PMK Pemkab Jembrana. Sekira pukul 13.20 Wita, tiga armada PMK dipimpin Kasi PMK Kade Bagus Darmawan, meluncur ke TKP dan langsung memadamkan api dengan menghabiskan sebanyak dua tangki air. Objek yang terbakar satu unit rumah tinggal, dapur dan ruangan proses pembuatan kelapa kopra, dengan luas yang terbakar 7 x 7 meter dan mengalami kerugian Rp 25.000.000. Kasi PMK Kade Bagus Darmawan dikonfirmasi membenarkan kebakaran tersebut. Api berhasil dipadamkan setelah menghabiskan dua tangki air. (kmb)

Negara (Bali Post) – Imunisasi Measless Rubella (MR) di Kabupaten Jembrana belum mencapai target 100 persen. Hingga akhir Oktober 2018 lalu, pencapaian imunisasi MR baru 94 persen. Keyakinan agama disebutkan menjadi salah satu kendala sehingga warga ngotot menolak diimunisasi MR. Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Oka Parwata, Jumat (9/11) kemarin, membenarkan target imunisasi MR ini masih di bawah target 100 persen. Hal itu dikarenakan masih adanya masyarakat yang susah dan memilih menolak vaksin MR. “Saat ini baru mencapai 94 persen. Kami harapkan masyarakat untuk tidak ragu dan membawa anaknya mengikuti vaksin,” terangnya. Menurutnya, penolakan itu juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Sejatinya waktu imunisasi MR ini sudah selesai, namun secara nasional waktunya diperpanjang sampai bulan Desember. “Karena belum mencapai target itu. Kita sudah berupaya kampanye vaksin MR ini,” tambah Oka. Salah satu faktor penyebab menurutnya terkait keyakinan. Karena itu p erlu d ukunga n d a ri lint as sektor khususnya Departemen Agama dan MUI. Dijelaskan lebih lanjut, di beberapa puskesmas yang mengalami penolakan di antaranya di Jembrana, Negara, Mendoyo dan Melaya. Lebih rinci, di Puskemas

Penelusuran Belasan Ribu Warga Tak Masuk DPT

Hampir 70 Persen Telah Meninggal Dunia

Negara (Bali Post) Masih adanya pemilih tercecer dalam pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) disikapi KPU Jembrana. Selain masukan dari partai politik (parpol) dan rekomendasi Bawaslu Jembrana, KPU Jembrana juga masih menelusuri ribuan orang yang direkomendasikan KPU terdata belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dari penelusuran awal, dari 14 ribu lebih orang yang tercatat non-DPT, ternyata 70 persen merupakan warga yang sudah meninggal. Namun, warga tersebut belum terhapuskan dari data di pusat. Sedangkan 30 persen sisanya memang ada pemilih baru, tapi juga ada yang ganda. “Sebenarnya sebagian besar yang meninggal sudah terhapus saat Pilgub lalu, tapi sekarang muncul lagi,” ujar Komisioner KPU Jembrana divisi Teknis Ni Putu Angelia, Jumat (9/11) kemarin. Saat ini untuk data tersebut masih dilakukan coklit di masingmasing kecamatan sebelum nantinya ditetapkan menjadi DPT Hasil Perbaikan (DPT-HP) 1. Sebelumnya KPU Jembrana menerima data pemilih non-DPT sebanyak 14 ribu untuk diperiksa kembali. Data tersebut diterima dari KPU RI yang sebelumnya diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri. Data non-DPT ini selanjutnya dikirimkan ke KPU Jembrana untuk diperbaiki. Sementara itu selain dari KPU RI, KPU Jembrana juga melakukan perbaikan terkait adanya pemilih tercecer yang merupakan masukan dari parpol dan rekomendasi Bawaslu. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede

Bali Post/kmb26

Rapat – Rapat sinkronisasi DPT HP di KPU Jembrana kemarin yang dihadiri dari perwakilan parpol. Ada sejumlah pemilih yang tercecer dan dimasukkan ke DPT perbaikan. Tangkas Sudiantara ditemui seusai Rapat Sinkronisasi DPT HP kemarin mengatakan, dari rekomendasi Bawaslu Jembrana ada 17 pemilih tercecer. Sedangkan dari Parpol ada 53 pemilih yang disebutkan tercecer. Selanjutnya dari hasil penelusuran untuk rekomendasi Bawaslu 17 pemilih itu, ada 6 orang yang sudah terdaftar. Sedangkan sisanya 11 orang, memang belum terdaftar dan dimasukkan dalam DPT-HP. “Kalau parpol 53 itu sudah ada 8 orang yang terdaftar di luar Bali. Sisanya 45 orang memang masih tercecer dan dimasukkan kembali,” ujar Tangkas Sudiantara. (kmb26)

memperhatikan keberlangsungan Makepung ini. Selain melalui event tahunan, juga perbaikan sirkuit-sirkuit. Menurut Mara, saat ini ada enam sirkuit yang aktif baik di Blok Barat maupun Blok Timur. Di Blok Timur di antaranya sirkuit Samblong, Delodberawah dan Mertasari. Sedangkan di Blok Barat, yakni Sirkuit Kaliakah, Pangkung Dalem dan Tuwed. “Tahun ini yang diperbaiki di Samblong, Mertasari dan Kaliakah. Kami harap ini bisa semakin menambah semangat para sekaa. Sebab, tanpa sirkuit, tidak bisa jalan,” terangnya. Dalam setiap event penggunaan sirkuit dilakukan bergantian untuk Blok Barat dan Blok Timur. Dari tahun ke tahun, jumlah pasangan kerbau yang berlomba juga terus bertambah. Dalam event terakhir ada 300 lebih pasang kerbau. 159 pasang untuk di regu Ijogading Barat dan 119 pasang di regu Ijogading Timur. Apabila nanti Gubernur Cup kembali diselenggarakan maka dalam setahun bisa tiga event tahunan yang digelar. Di luar Makepung Lampit yang merupakan atraksi Makepung di sawah. Merunut tradisi, penyelenggaraan Makepung ini diselenggarakan setelah masa panen tahunan. Antara bulan Agustus hingga Desember. Seusai para petani sudah panen raya. (kmb26)

Bawaslu Minta ”Simakrama” dan Pemasangan APK Diawasi Negara (Bali Post) Bawaslu Jembrana menggelar rapat koordinasi (rakor) pengawasan Pemilu tahun 2019 dengan Pengawas Pemilu Desa/Kelurahan (PPDK) se-Kabupaten Jembrana, Jumat (9/11) kemarin. Jajaran pengawas pemilu di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan diminta untuk mengawasi pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang mulai marak agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan. Selain itu simakrama yang dilakukan para caleg juga minta diawasi. Rakor dibuka Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana Pande Made Ady Muliawan. Dalam kesempatan itu juga hadir Komisioner bagian Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Bali Wayan Wirka, Mantan anggota Bawaslu Kabupaten Jembrana Wayan Murdika, Komisioner beserta staf Bawaslu Kabupaten Jembrana, dan Pengawas Pemilu Tingkat Desa/Kelurahan (PPDK) seKabupaten Jembrana. Pande Ady Muliawan mengatakan, dalam rakor ini pihaknya menekankan tugas pengawas di desa dan kelurahan agar mampu melaksanakan

tugas dengan baik di lapangan. Dijelaskan tentang pemasangan APK, sudah banyak terpasang di pinggir jalan, sehingga pihaknya minta kepada para pengawas khususnya yang ada di desa-desa harus tetap memantau pemasangan APK tersebut. Masalah lain dalam masa kampanye yang rentan terjadi pelanggaran adalah kegiatan pertemuan caleg yang dikemas dalam bentuk simakrama. Pande meminta agar PPDK mengawasi masalah simakrama yang dilaksanakan oleh caleg masing-masing parpol jangan sampai ada pelanggaran yang dilakukan oleh para caleg. PPDK diharapkan tetap hati-hati di dalam menjalankan tugas di lapangan, tetap berkoordinasi kepada rekan-rekan Parpol sehingga bisa melaksanakan tugas dengan baik. Sebelumnya pada Rabu (7/11) juga dilaksanakan rakor pengawasan pemilu dalam rangka tahapan Pemilihan Umum DPR, DPD, DPRD, DPRD Provinsi, Kabupaten/ Kota Serta Presiden dan Wakil Presiden. Kegiatan juga dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi Bali Ni Ketut Ariani. (kmb)

Bali Post/dok

Imunisasi – Salah satu kegiatan imunisasi yang dilakukan di Jembrana beberapa waktu lalu. Khusus untuk Imunisasi MR di Jembrana belum mencapai target. I Negara, Puskesmas 2 Negara, Puskesmas I Jembrana, Puskesmas 2 Jembrana, Puskesmas 2 Mendoyo, Puskesmas 1 Melaya dan Puskesmas 2 Melaya. Pemberian vaksin MR ini sangat penting bagi tumbuh kem-

bang anak guna mencegah virus Rubella. Dampaknya bila tidak mendapat vaksin ini, maka bisa terjadi wabah campak. Serta berlanjut dengan cacat bawaan pada anak bila orangtuanya terkena virus ini. (kmb26)

Bali Post/kmb

RAKOR - Bawaslu Jembrana menggelar Rakor pengawasan Pemilu tahun 2019 dengan Pengawas Pemilu Desa/ Kelurahan (PPDK) se-Kabupaten Jembrana, Jumat (9/11) .

Menengok Upaya Konservasi Jalak Bali

Mengajak Masyarakat Menjaga Habitat Melalui Penanaman Pohon Jalak Bali, burung endemik di Bali Barat termasuk satwa langka yang dilindungi karena populasinya kian berkurang. Berbagai upaya dilakukan untuk melestarikannya. Salah satunya melalui penangakaran dan pelepasliaran. Hasilnya, cukup menggembirakan. Selain populasi di alam liar bertambah, penyebaran burung curik Bali di Bali Barat juga meluas. Bahkan burung yang dilindungi ini sering terlihat terbang di Pelabuhan dan permukiman penduduk di Gilimanuk. Keberadaan jalak atau disebut juga curik Bali di kawasan pelabuhan dan pemukiman penduduk ini membuktikan konservasi burung bernama Latin Leucopsar Rohtscildi di habitat aslinya Bali Barat sudah mulai membuahkan hasil. Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Agus Ngurah Krisna Kepakisan, Jumat (9/11) kemarin, mengatakan populasi curik Bali di alam liar tahun ini mencapai 141 ekor. Jangkauan penyebaran burung juga cukup luas, bahkan hingga ke permukiman penduduk di Gilimanuk. “Dari pengamatan kami, sampai di Pantai Karangsewu hingga di Pelabuhan Gilimanuk. Artinya mereka sudah terbiasa tidak hanya di kawasan hutan saja,” tandas pejabat asal Buleleng ini. Hal ini menurutnya tidak lain karena juga kesadaran masyarakat penyanding TNBB untuk ikut menjaga satwa dilindungi ini di alam liar. Termasuk di Pantai Karangsewu yang saat ini ditata menjadi objek wisata, TNBB bersama masyarakat sekitar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan siswa-siswi berupaya menjadikan kawasan ini sebagai habitat curik Bali. Salah satunya dengan pena-

naman pohon yang dilakukan di sekitar pantai. Di Karangsewu yang berdampingan dengan permukiman masyarakat terdapat savanna dan hutan pantai. Sehingga TNBB bersama masyarakat melakukan penanaman tanaman yang sesuai dengan jenis hutan tersebut. “Partisipasi masyarakat penyanding sangat penting. Karena itulah kami ikutkan dalam penanaman sekaligus momen menjelang Hari Pahlawan. Kalau dulu kita melawan penjajah, sekarang kita melawan kerusakan lingkungan,” ujarnya. Sebelumnya juga dilakukan sosialisasi kepada warga penyanding TNBB, salah satunya di Pondok Pesantren Al-Masyhur, Klatakan, Kecamatan Melaya. Sosialisasi yang diberikan Kepala Seksi Pengelolaan Taman NasiPENANAMAN - Sejumlah stakeholder di sekitar TNBB melakukan penanaman di Karangsewu yang menjadi salah satu habitat curik Bali. Penyebaran burung dilindungi ini di alam liar semakin meluas.

onal (SPTN) Wilayah I Jembrana TNBB, Ali Purwanto, terkait dengan pengelolaan lingkungan. Selain siswa-siswi Ponpes Al Mansyur, penanaman juga melibatkan pokdarwis, Desa Pakraman Gilimanuk serta siswa-siswi Al-Mubarok Gilimanuk. Bendesa Gilimanuk Ketut Galung mengungkapkan selaku masyarakat penyanding, desa pakraman Gilimanuk mendukung upaya dalam pelestarian fauna serta menjaga lingkungan di Pantai Karangsewu ini. “Selain hubungan dengan manusia, kita juga harus menjaga keseimbangan hubungan dengan alam,” ujarnya. Sementara itu Ahmad Sodikin, pembina Ponpes Al-Masyur yang juga ikut melakukan penanaman bersama mengatakan selaku penyanding siswa-siswi ponpes sejak dini dita-

namkan untuk ikut menjaga lingkungan termasuk di sekitar TNBB. Salah satunya dengan penanaman dan menjaga flora dan fauna yang ada di dalamnya. Dari data terakhir, 2018 ini populasi curik Bali di alam liar sekitar TNBB sudah 141 ekor. Hampir mendekati jumlah populasi 1981 lalu, yakni 154 ekor. Jumlah itu akan terus bertambah apabila kembali dilakukan pelepasliaran. Di kandang pembiakan Unit Pengelolaan Khusus Pembinaan Jalak Bali (UPKPJB) terdapat 331 ekor. Hampir tiga dasawarsa sejak 1980-an, curik Bali di alam liarnya, Bali Barat, jumlahnya selalu kecil. Bahkan hanya bisa ditemui di dalam kawasan hutan TNBB. Curik Bali merupakan spesies burung endemik yang hidup di ujung Barat Pulau Bali. (olo)


Sabtu Wage, 10 November 2018

KARANGASEM

11

Gufran Ditemukan Tewas Mengambang Desa Adat Jaga Keutuhan NKRI SOSOK

MENCUATNYA kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) sangat disayangkan. Apalagi Tim Saber Pungli itu menciduk petugas pemungut karcis di Objek Wisata Pura Tirta Empul, Tampaksiring. Seharusnya, sebelum OTT itu, petugas kepolisian bisa lebih dulu mengoordinasikan hal itu kepada desa adat setempat. Bendesa Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Karangasem Dr. Wayan Artha Dipa mengatakan hal itu, Jumat (9/11) kemarin. Menurutnya, kasus OTT yang menimpa petugas pemungut karcis itu memang menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Pihaknya sangat menyangkan kasus ini terjadi di Bali. Sejatinya, sudah ada pararem-nya. Perarem itu seharusnya dihargai bersama khususnya warga dan desa adat di Bali. Desa adat memosisikan Bali sebagai padma bhuana. Artinya, satu-kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan. “Kekuatan di Bali itu berasal dari desa adat. Sejak zaman Empu Kuturan sudah dibentuk desa adat di Bali. Selama ini sudah banyak dilakukan desa adat demi menjaga keutuhan NKRI,’’ ujar Wakil Bupati Karangasem itu. Terkait permasalahan yang menimpa desa adat itu, seharusnya pemerintah dapat pengayomi sesuai Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tetang Desa. Di sana desa adat atau sebutan lainnya sudah dikategorikan bagian bingkai eksistensi NKRI. ‘’Keberadaan desa adat itu sesungguhnya sudah diakui pemerintah,” ujarnya. Setelah kasus itu, Artha Dipa akan mengusulkan ke Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali, supaya bisa ditindaklanjuti jika ada permasalahan seperti itu. “Dalam waktu dekat, kita akan koordinasikan ke MUDP Bali. Sehingga permasalahan ini bisa dibahas terkait eksistensi dan kekuatan pararem itu. Sebab, hal itu bisa jadi menimpa daerah kita nanti,’’ tegas Artha Dipa. (eka)

KPK Serahkan Bantuan Bencana Palu

Amlapura (Bali Post) Komunitas Photographer Karangasem (KPK) menyerahkan bantuan kepada para korban bencana Palu, Donggala, Sulawesi Tengah kepada PMI Karangasem, Jumat (9/11) kemarin. Bantuan itu merupakan hasil dari acara amal hunting foto untuk Palu di Objek Wisata Taman Soekasada Ujung beberapa waktu lalu. Ketua PMI Karangasem Gede Parwata Yasa mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan itu. Dia sangat mengapresiasi KPK karena sudah mengadakan amal sehingga dapat memberikan bantuan kepada para korban bencana tsunami di

Sulawesi Tengah. Ketua KPK I Made Adi Susila saat menyerahkan dana itu berharap bantuan itu dapat menolong para korban yang terkena musibah. Kegiatan yang dilaksanakan di Taman Soekasada Ujung berhasil menghimpun amal Rp 15 juta. Sekitar Rp 7 juta didapat dari kotak amal di lokasi, sisanya dikirim lewat rekening. KPK mengadakan acara amal dengan cara hunting foto bersama para fotografer dari seluruh Bali bersamaan hari Sumpah Pemuda. Pihak panitia mengundang para fotografer memotret model yang disiapkan panitia. (kmb41)

Sebelumnya, Tenggelam di Pelabuhan Padangbai

Amlapura (Bali Post) Gufran, korban yang nekat menceburkan diri di Pelabuhan Padangbai, Manggis, beberapa hari lalu, akhirnya ditemukan sudah jadi mayat. Laki-laki asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu berhasil ditemukan Kamis (8/11) malam. Mayat pria 38 tahun ini mengambang di laut dengan kondisi tertelungkup. Kapolsek Kawasan Laut Padangbai Kompol I Wayan Suberata mengungkapkan awalnya, pihaknya mendapat informasi ada sosok jenazah mengapung di laut. Jaraknya sekitar sepuluh meter dari bibir pelabuhan. Setelah menerima laporan itu, Kapolsek dan segenap jajaran turun ke lapangan kemudian mengangkat jenazah itu ke daratan. Jasad korban itu dalam posisi tertelungkup. Berdasarkan, hasil evakuasi yang dilakukan petugas, identitasnya sudah sesuai dengan orang hilang yang sebelumnya diduga melompat ke laut. Petugas gabungan sempat sebelumnya melakukan pencarian intensif selama dua hari. “Kasus itu masih dilakukan penyelidikan. Kita masih memeriksa beberapa saksi. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke laut. Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda terjadi kekerasan di tubuh korban,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan Basarnas Kararangasem, Polair Polres Karangasem, TNI-AL Candidasa sempat melakukan pencar-

ian menyisir seputaran pelabuhan. Akan tetapi, korban belum mampu ditemukan. Kronologisnya, Selasa (6/11) sekitar pukul 20.00 Wita, Zainudin tiba di Pelabuhan Padangbai bersama korban Gufran dengan menumpang truk dari Surabaya. Setelah tiba di Pelabuhan Padangbai, Zainudin bersama korban sembari menunggu keberangkatan kapal tujuan Lembar, sempat minum kopi. Setelah itu, korban meninggalkan Zainudin dari warung kopi itu. Namun, Zainudin sempat berupaya mencegah korban, namun tidak diindahkan. Karena kelelahan, Zainudin tertidur dan membiarkan korban pergi. Pukul 03.10 Wita setelah kapal Perdana Nusantara itu berangkat, Zainudin mendengar ada orang nyemplung ke laut. Mendengar hal itu, Zainudin berupaya mencari korban ke Dermaga 1 (satu), untuk mengecek kebenaran informasi itu. Mendengar itu, Zainudin jadi galau karena tidak menemukan Gufran, meski sudah dicari. Atas kejadian itu, Zainudin lalu melaporkan ke Polsek Kawasan Laut Padangbai, untuk mendapat penanganan lebih lanjut. KSOP Pelabuhan Padang-bai

I Ketut Gede Sudarma menjelaskan, berdasarkan informasi anggotanya memang di

lapangan pukul 03.10 Wita, ada laporan seseorang melompat dari dermaga ke arah kapal KM Perdana Nusantara, yang sudah lepas tali hendak ke Lembar. Penuturan Zainudin, korban itu memang mengalami stres setelah diberhentikan dari perusahaannya di Kali-

mantan. Rencananya, korban diantar pulang kampungnya di Lembar, NTB. “Berdasarkan informasi rekannya, korban memang sudah berapa kali berupaya melompat dari truk sepanjang perjalanan Surabaya ke Padangbai, Bali,” ujarnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

JENAZAH DIANGKAT - Jenazah korban tenggelam di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem saat diangkat petugas, Kamis (8/11) malam.

Masuki Musim Penghujan

Perkim Pangkas Pohon Perindang Amlapura (Bali Post) Sejak beberapa hari belakangan ini, hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Karangasem dan sekitarnya. Guna mencegah terjadinya pohon tumbang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permuki-

man (Perkim) Karangasem melakukan pemangkasan pohon perindang yang dinilai rawan tumbang. Upaya itu dilakukan guna mengantisipasi pohon tumbang yang dapat membahayakan masyarakat. Mandor Perindang Di-

nas Perkim Karangasem, I Nyoman Mawa, mengatakan, pemangkasan ranting-ranting pohon perindang ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang di musim penghujan. Pasalnya, belakangan ini, hujan lebat di-

sertai angin kencang mulai melanda wilayah Karangasem dan sekitarnya. Dengan upaya-upaya yang dilakukan, dipercayai pohon tidak berat ketika hujan. “Pemangkasan pohon ini kita lakukan di semua jalan di Karangasem ter-

masuk di Jalan Sudirman,” ujarnya. Pemangkasan, kata Mawa, akan terus dilakukan. Selain ranting-ranting pohon di pinggir jalan raya juga pohon yang berada di areal parkir di wilayah perkotaan. (kmb41)

Perayaan HUT Ke-35 SMAN 2 Amlapura

Digelar Berbagai Lomba dan Kegiatan Sosial SMAN 2 Amlapura merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35, Jumat (9/11) kemarin. Perayaan HUT itu dilaksanakan di halaman sekolah setempat. HUT yang mengambil tema “Peningkatan Karakter dalam Persaingan Global” itu dihadiri seluruh siswa dan para guru di lingkungan sekolah setempat serta undangan lainnya. Kegiatan apa saja yang dilangsungkan terkait HUT ke-35 sekolah tersebut? KEPALA SMAN 2 Amlapura I Nengah Miyasa mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan memperingati HUT ke-35 kali ini disinkronkan dengan agenda bulan bahasa. Waktu persiapan diakui relatif singkat. Namun, agar tidak menyita banyak waktu, kegiatan bulan bahasa itu disinergikan dengan HUT SMA ini. Khusus kegiatan bulan bahasa dilaksanakan sejumlah acara menarik seperti lomba bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa Bali, lomba debat dan lomba lainnya. Miyasa mengatakan, me-

meriahkan HUT tahun ini, diawali kegiatan jalan santai, yang juga dirangkaikan aksi bersih-bersih sampah plastik. Acara gembira lainnya juga dibuat yakni lomba tarik tambang antarsiswa dan antarguru di lingkungan SMAN 2 Amlapura, juga turnamen intern antarsiswa seperti lomba futsal antarkelas. Agar mereka lebih semangat, disiapkan juga hadiah door prize. Agenda menarik lainnya adalah pemilihan putraputri sampul. Kegiatan itu sebetulnya sebagai langkah awal persiapan jegeg ba-

gus, serta pemilihan Ketua OSIS. Untuk pemilihan Ketua OSIS, ada warna baru, yakni mengadopsi mekanisma sistem pemilu. Kegiatan itu mendapat dukungan KPU Karangasem sejak dari persiapan kotak suara dan surat suara. Pihak sekolah juga melaksanakan bakti sosial di Pura Penataran Agung Dusun Nangka, Kecamatan Bebandem. “Karena kebetulan karya di Pura Penataran Agung Nangka sudah di sineb, maka kita lakukan aksi bersih-bersih di areal pura tersebut,” ujarnya. Pihak sekolah kata Miyasa, juga menggelar aksi donor darah. Kegiatan kemanusiaan itu sudah dilakukan rutin setiap tahunnya. Donor darah ini diikuti keluarga di Lingkungan SMAN 2 Amlapura. Hanya, memang tidak semua siswa bisa ikut donor darah. Sebab, ada sejumlah siswa tensi dan HBnya rendah, sehingga mer-

eka itu tidak memungkinkan diambil darahnya. “Donor darah kali ini hanya mampu mengumpulkan 58 kantong darah. Tahun sebelumnya lebih banyak yakni di atas 90 kantong darah,” katanya. Lakukan Terobosan Jika dilihat usia berdirinya sekolah ini memang sudah cukup tua. Pada tahun yang ke-35 ini, pihaknya akan melakukan terobosanterobosan dalam upaya meningkatkan karakter siswa agar lebih siap dalam persaingan global. Karakter diyakini menjadi parameter penting dalam persaingan global. Dengan moto jujur, disiplin, dan berprestasi, itu diharapkan prestasi siswasiswi SMAN 2 Amlapura itu semakin bagus. Dengan memiliki sikap jujur, dan disiplin, maka prestasi akan datang dengan sendirinya. “Jadi, akan dibuat terobosan-terobosan guna men-

KPU Jaga Hak Pilih Lansia

Ni Wayan Klepon Usia 108 Tahun Tetap Aktif

Amlapura (Bali Post) KPU Karangasem terus melakukan penyempurnaan data pemilih. Tidak hanya pemilih usia produktif, tetapi juga mereka yang sudah renta alias lansia. Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana, menyebut sesuai data hasil pencermatan Bawaslu Karangasem, pihaknya telah menerima data pemilih di atas umur 70 tahun 29.045 pemilih untuk dilakukan pencermatan. Dari hasil coklit terbatas yang dilakukan bersama jajaran PPK dan PPS, ditemukan 142 orang. Di antaranya ada yang sudah meninggal dunia. Krisna menegaskan, KPU Karangasem ingin memaksimalkan upaya mencermatan data dengan mendatangi pemilih ke rumahnya untuk memastikan keberadaan pemilih bersangkutan. “Meski sudah lansia, hak pilihnya juga harus diperhatikan,” katanya, Kamis (8/11). Hasil turun langsung ke rumah-rumah warga, tidak sedikit pemilih yang berusia hingga 100 tahun lebih itu sempat dikunjungi tim coklit

dari KPU yang masih sehat. Meski usianya sudah lanjut, seperti pemilih atas nama Ni Wayan Klepon (108) asal Desa Ababi, Abang. Klepon mengaku tetap aktif menyalurkan hak suaranya setiap ada pemilihan. Baik pemilu oleh KPU maupun pemilihan perbekel di daerahnya. “Tiang tetap memilih,” ujarnya saat didampingi anaknya, I Made Saji (76), saat menerima kunjungan

tim coklit di rumahnya. Beda dengan Ni Ketut Mangku Karang, perempuan renta kelahiran 1918 yang kondisinya sudah agak sulit beraktivitas dan lebih banyak menghabiskan waktu terbaring di tempat tidur. Divisi Hukum dan Pengawasan Ngurah Gede Maharjana menambahkan, KPU Karangasem telah membentuk posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) b a ik d i sekret a ria t PPS

Bali Post/kmb31

KE RUMAH LANSIA - Proses coklit terbatas yang dilakukan bersama jajaran PPK dan PPS yang menyasar langsung pemilih ke rumah para lansia.

dan PPK maupun di Sekretariat KPU Kabupaten untuk menggugah kesadaran masyarakat yang masih tercecer dan belum terdaftar untuk melapor ke posko. Hasilnya, masyarakat yang mendatangi posko GMHP ini jumlahnya tidak banyak. Tercatat 22 orang yang belum tercatat dalam daftar pemilih. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Wayan Sumidia mengingatkan KPU Karangasem agar benarbenar melakukan pencermatan terhadap daftar pemilih. Hal itu mengacu pada DPT Pilgub lalu. Data pemilih itu disebutkan meninggal, padahal mereka masih hidup. Hal itu disampaikan, Kadisdukcapil, saat pencermatan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan(DPTHP-1) Pileg, dan Pilres, Kamis (8/11). Kata Sumidia, pihaknya sempat disodori pemilih sudah meninggal padahal mereka masih hidup. Hanya, dari faktor usia memang diakuinya sudah tua. Pengecekan dilakukan bersama aparatur desa untuk mengetahui daftar yang valid. (kmb31)

ingkatkan prestasi. Caranya potensi-potensi siswa dikondisikan secara lebih optimal. Untuk tujuan prestasi akademik, siswa-siswa itu kita kelompokkan malalui kelas cepat dan juga kelas lambat. Artinya, siswa yang cepat menerima materi pelajaran, akan terus dipacu oleh gurunya. Namun, bagi siswa yang lambat akan diberikan stimulus khusus, agar mereka bisa mengejar siswa yang cepat. Jadi untuk mendukung semua itu, sarana prasarana yang dimiliki kita optimalkan. Semata-mata tujuannya agar siswa itu bisa lebih nyaman menjalani proses belajar mengajarnya,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, visi dan misi sekolahnya adalah agar mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan bermutu. Selain itu, punya karakter yakni bertakwa, memiliki wawasan budaya, sehingga nantinya ketika pendidikan mereka

sudah tamat, akan mampu bersaing baik di bangku kuliah maupun dalam mencari pekerjaan. “Jadi, untuk mewujudkan itu harus dilakukan langkah-

langkah nyata. Sehingga apa yang didapat selama belajar di sekolah ini nantinya benar-benar bisa diterapkan secara membumi,” jelas Miyasa. (eka/k250)

Bali Post/kmb41

POTONG TUMPENG HUT - Kepala SMAN 2 Amlapura saat melakukan potong tumpeng dalam puncak HUT ke-35 yang dilakukan di halaman sekolah setempat, Jumat (9/11) kemarin.


KLUNGKUNG

12

Sabtu Wage, 10 November 2018

Lagi, Pohon Tumbang Akibat Hujan

Semarapura (Bali Post) Memasuki musim hujan, pepohonan di sekitar akses jalan umum, mulai membahayakan. BPBD Klungkung memperingatkan agar mewaspadai bencana pohon tumbang saat terjadi hujan lebat. Sebab, belakangan peristiwa ini sudah semakin sering terjadi. Seperti yang terjadi Jumat (9/11) kemarin, pohon tumbang terjadi di Banjar Dinas Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Pohon jenis nangka tumbang dan menghalangi akses jalan warga setempat. Beruntung tidak ada korban atau warga yang tertimpa pohon tumbang itu. Petugas BPBD Klungkung langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Sehingga, akses jalan kembali normal sebelum siang. Tidak hanya di Buayang, pohon tumbang akibat hujan lebat juga terjadi di Jaba Pura Puseh, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Pohon jenis beringin dengan ukuran besar tumbang menutup setengah akses jalan dan menimpa bangunan Bale Pesandekan. “Anggota segera kami turunkan. Total ada 16 anggota TRC BPBD Klungkung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada.

Penanganan juga dibantu Danramil bersama personel TNI Koramil 1610/Dawan, Bhabinkantibmas Desa Pikat, 10 tenaga kebersihan Desa Pikat, dan beberapa warga setempat. Petugas menerjunkan perlengkapan mobil resque BPBD Klungkung, 3 unit mobil milik BPBD Klungkung, 1 unit truk sampah milik tenaga kebersihan Desa Pikat dan menggunakan 5 unit gergaji mesin. Pohon tumbang saat itu juga sudah tertangani dan akses jalan sudah terbuka. Melihat situasi demikian, BPBD Klungkung kembali mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Apalagi kalau sedang di jalan terhadap bahaya longsor dan pohon tumbang serta banjir bandang, akan selalu mengancam. BPBD Klungkung juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon yang rimbun dan rapuh untuk dipotong. Masyarakat juga diminta agar memangkas rantingranting pohon yang dekat rumah, serta menggiatkan gotong royong membersihkan got atau selokan di sekitarnya. Ini untuk mencegah bahaya banjir yang kerap disebabkan tersumbatnya saluran drainase. (kmb31)

SOPIR TRUK - Para sopir truk saat mendatangi ruang rapat Bupati Suwirta, Jumat kemarin.

Sopir Truk Temui Bupati, Keluhkan Minimnya Trip ke Nusa Penida Semarapura (Bali Post) Sejumlah sopir truk dari Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida mendatangi Bupati Klungkung, Jumat (9/11) kemarin. Mereka mengeluh minimnya trip Kapal Roro Nusa Jaya Abadi dalam menyeberangkan truk dari dan ke Nusa Penida. Kondisi demikian menyebabkan antrean panjang truk, baik di Nusa Penida maupun Pelabuhan Padangbai.

TUMBANG - Petugas BPBD dibantu masyarakat setempat saat melakukan penanganan pohon tumbang.

Jalan Santai Kampanye KTR

Kehadiran ASN Minim, Bupati Suwirta Kecewa Semarapura (Bali Post) Kampanye KTR (Kawasan Tanpa Rokok) menjadi sasaran khusus serangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 tahun 2018. Untuk menguatkan upaya ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar jalan santai berhadiah, dengan maksud menarik perhatian warga, Jumat (9/11) kemarin. Namun, di tengah semarak acara, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sempat mengungkapkan kekecewaannya, setelah melihat minimnya kehadiran ASN di lapangan. Jalan santai dilepas Bupati Suwirta di depan Pendopo Puri Agung Klungkung. Ratusan peserta meramaikan kegiatan ini, mulai siswa, pegawai swasta dan masyarakat umum lainnya. Saat melihat barisan start inilah Bupati Suwirta dibuat kecewa, karena minim kehadiran ASN. “Coba para Kadis atau pimpinan OPD yang hadir maju ke depan. Saya ingin tahu siapa saja yang hadir,” tegas Bupati Suwirta seraya meminta para pimpinan OPD agar mengabsen para pegawainya. Siswa yang sebelumnya nampak membawa spanduk tentang bahaya rokok akhirnya diganti dengan jajaran para pejabat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bupati meminta ke depan dalam kegiatan serupa, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Termasuk dalam kegiatan car free day yang dinilai partisipasi atau kehadiran pegawai semakin hari semakin berkurang. Malah, pihaknya

menilai partisipasi masyarakat yang semakin meningkat dalam mengikuti kegiatan olahraga tersebut. “Ini kan aneh. Masyarakatnya makin rajin. Malah yang punya program tak mau antusias. Makanya ini harus dikoreksi,” tegasnya. Kampanye KTR dalam jalan santai berhadiah digelar serangkaian peringatan HKN ke-54 tahun 2018. Jalan santai menempuh jarak sekitar 2 kilometer. Mulai depan Puri Agung Klungkung ke timur menuju Catus Pata, ke utara Jalan Gajah Mada menuju simpang tiga Kantor Camat Klungkung, ke barat menyusuri Jalan Ngurai Rai, simpang lima ke timur menuju garis finish di lapangan Puputan Klungkung. Kadiskes Klungkung Made Adi Swapatni menyebutkan, kampanye ini sebagai tindak lanjut Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang KTR. Dimana terhitung mulai 1 Januari 2019, implementasi Perda tersebut akan diterapkan maksimal termasuk dengan sanksinya. Saat ini, penerapan KTR di Kabupaten Klungkung sudah mendapat dua penghargaan di tingkat nasional. Tetapi, dalam monitoring dan sidak yang dilakukan, Kadiskes Adi Swapatni mengaku masih menemukan adanya puntung rokok di beberapa OPD. “Sesuai arahan Bupati bahwa mulai 1 Januari 2019 Perda tersebut akan diterapkan maksimal termasuk dengan sanksinya,” katanya. Ini berarti tahun depan, bagi pelanggar KTR tak ada ampun lagi. Setiap pelanggar akan langsung dikenakan sanksi tegas. (kmb31)

JALAN SANTAI - Ratusan masyarakat Klungkung saat mengikuti jalan santai, start dari depan Pendopo Puri Agung Klungkung.

Para sopir dipimpin Made Mudra (53) diterima di ruang rapat Bupati Suwirta, bersama Kadishub Nyoman Sucitra dan Kasi Perkapalan Ketut Gede Sudiarta. Wakil Ketua DPRD Klungkung Wayan Buda Parwata, juga hadir mendampingi para sopir tersebut. Pada kesempatan itu, Mudra menyampaikan agar Bupati Suwirta bisa mendengar langsung keluhan mereka dan segera diambil tindakan. Jumlah sopir truk di Nusa Penida, kata Mudra, mencapai ratusan. Namun, karena minimnya trip, aktivitas penyeberangan

memanfaatkan Kapal Roro belakangan terhambat. Penyebabnya, karena terbatasnya trip penyeberangan Kapal Roro yang memberangkatkan truk. Sebab, dalam seminggu, Mudra mengatakan Kapal Roro hanya melayani penyeberangan truk seminggu sekali. Ini yang menyebabkan sopir truk harus antre berminggu-minggu untuk bisa menyeberangkan truknya. Situasi demikian juga terjadi pada Kapal LCT. Melihat persoalan tersebut, pihaknya memohon kepada Bupati, agar menambah jumlah trip penye-

berangan truk pada Kapal Roro. Minimal menjadi tiga kali dalam seminggu. “Kami berharap agar pemerintah bisa menambah ekstra trip,” kata Mudra. Jika tidak ditambah, kata Mudra, kemacetan akan semakin parah pada Pelabuhan Nusa Penida maupun di Pelabuhan Padangbai. Sementara itu, saat ini di lokasi penyeberangan sendiri sudah terjadi penumpukan barang yang tidak terangkut selama kondisi ini belum ada solusi. Sopir lainnya, Nyoman Warka, menambahkan agar

pemerintah daerah bisa mempertimbangkan Kapal LCT melayani pengangkutan truk, dengan mengutamakan truk yang antre lebih dulu. Pada kesempatan itu dia juga mengeluhkan makin banyaknya truk-truk berukuran besar (TB) masuk ke Nusa Penida. Situasi demikian dikhawatirkan menimbulkan kemacetan, karena tak sebanding dengan ukuran akses jalan. Bahkan, jalan bisa semakin cepat rusak. Menanggapi aspirasi para sopir tersebut, Bupati Suwirta meminta Kadishub Nyoman Sucitra untuk melakukan sinkronisasi. Berapa kebutuhan masyarakat Nusa Penida terhadap material dan sembako, berapa truk idealnya bisa diseberangkan ke Nusa Penida. Sehingga, dapat dipas-

tikan berapa trip penyeberangan yang harus disediakan pemerintah. “Segera lakukan sinkronisasi data. Nanti baru bisa dipastikan trip akan ditambah atau tetap,” tegasnya. Sementara terkait keluhan masuknya truk besar, Bupati Suwirta sejak awal memastikan tidak boleh ada yang masuk ke Nusa Penida. Dia meminta Kadishub mengecek kembali ke lapangan dan memastikan tak ada lagi yang terlihat di Nusa Penida. Jalanjalan di Nusa Penida sempit. Sebelumnya dikatakan sudah sering mobil biasa terpaksa harus rela mundur menghindar jika ada truk besar lewat. “Nanti saya akan bersurat resmi. Sekarang tindak lanjuti perintah lisan dulu. Agar, situasi tidak semakin kacau,” katanya. (kmb31)

Bupati Suwirta Minta Perbekel Tak Takut Manfaatkan Dana Desa Harus untuk Kesejahteraan Masyarakat

PEMANFAATAN Dana Desa yang bersumber dari APBN diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan indeks pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Para perbekel diharapkan untuk tidak takut dalam menggunakan Dana Desa, sepanjang tidak menyalahi aturan dan untuk kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri sosialisasi tentang Peran, Tugas dan Fungsi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam pengawasan pengelolaan Dana Desa di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Semarapura, Jumat (9/11) kemarin. Bupati Suwirta menilai sosialisasi ini sebagai motivasi kerja bagi para perbekel, bendesa dan kaur keuangan di masing-masing desa. Menurut Bupati Suwirta, dalam hal pelaporan penggunaan Dana Desa kekeliruan sering terjadi tanpa disengaja. Melalui sosialisasi ini, segala hal terkait penggunaan Dana Desa agar dikomunikasikan. Sehingga nantinya tidak terjadi kekeliruan dalam pemanfaatan Dana Desa tersebut. “Jangan merasa takut, pokoknya kita kerja. Ini sebagai motivasi sehingga nantinya bisa lebih mantap dalam pengelolaan Dana Desa ini,” ujar Bupati Suwirta. Kegiatan yang menghadirkan anggota VI BPK RI Prof. H. Harry Azhar Azis, M.A., PhD. dan anggota Komisi XI DPR-RI Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes. dengan Moderator Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra diisi dengan dialog terkait penggunaan Dana Desa. Sosialisasi yang diikuti camat, lurah, perbekel, bendesa dan kaur keuangan ini juga menghadirkan narasumber dari Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK RI, Dori Santosa, S.E., M.M. Menurut Dori Santosa, dalam penyaluran Dana Desa ada lima hal yang harus diperhatikan. Pertama ketepatan lokasi, ketepatan

syarat, ketepatan waktu, ketepatan jumlah dan terakhir ketepatan penggunaan. “Kunci pokok penyaluran Dana Desa harus ada laporan tahun sebelumnya,” sebutnya. Anggota Komisi XI DPRRI Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes. menyebutkan dalam pengelolaan keuangan desa, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah perencanaan, penatausahaan, pelaksanaan dan pelaporan dan pertanggungjawaban. Desa sangat diharapkan dapat mengelola Dana Desa dengan transparan untuk kesejahteraan masyarakat. “Dengan Dana Desa ini pemerintah desa agar mampu melakukan terobosan untuk meningkatkan pendapatan desa, dengan mengangkat potensi desa,” ujarnya. Di sisi lain, anggota DPR-RI Dapil Bali ini memberi apresiasi tentang dua program inovasi Pemkab Klungkung yang telah diakui nasional, yakni TOSS dan Bima Juara. Menurut Tutik, program inovasi tersebut akan diketoktularkan di

setiap wilayah yang dikunjunginya. Anggota VI BPK RI Prof. H. Harry Azhar Azis, M.A., Ph.D. menambahkan agar p a ra p erb e kel d a n ka ur

keuangan untuk mempelajari semua peraturan terkait pengelolaan Dana Desa ini. Menurut Harry Azhar, setiap rekomendasi yang turun dari BPK harus segera dis-

elesaikan saat para perbekel ini masih menjabat. “Karena Dana Desa adalah dana yang harus kita dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” ucapnya. (ad390)

CENDERAMATA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat memberikan cenderamata kepada anggota Komisi XI DPR-RI Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes.


Sabtu Wage, 10 November 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN

Asisten Rumah Tangga - Tinggal Dalam,Gaji:1,5Jt :085103167222

Dicari Admin 2 Org Min Tamatan SMEA.Hub:081338097333/9004879

Casa Kandara Your Eco-friendly Guesthouse Tandorotu-Waingapu NTT Memerlukan Hotel Manager. Lamaran Dikirimkan Via Email ke isetijobudi@gmail.com

Dicari Admin Data.WA CV ke 08123807171 atau Email ke: ikadekswanjaya@gmail.com

B.BP.001.11.18.0000262

Cr Customer service& Spa Traineer081999961157/081337327057 Cr Sopir Tahu Mesin,Kntr/Prbdi Hub.082144382345/081238827000

Dicari Driver SIM A,punya Motor Sendiri 089668043266

Dcr 1Adm 2Salestoko utk toko IT. Dps. Min.SMA/Sdrjt.Pnmpln mnrik. GJ UMP.4744193

Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655)

B.BP.001.11.18.0000191

B.BP.001.11.18.0000364

B.BP.004.11.18.0000339

Dcr Bag Admin,Wanita,Max 25th, Bagian Gudang,Laki,Max 28th.Jl Gn.Andakasa-Gatsu,081237811808

B.BP.001.11.18.0000371

Dcr Enginnering Staff Min Peng 1Th Krm E:hr@villakresna.com Jl.Sarinande 19 Seminyak

B.BP.001.11.18.0000388

Dcr Karyawati untuk Toko di Kuta Hub.081338010705

B.BP.154.11.18.0000385

Dcr Tk. Kebun & Pembantu Rmh Tangga.Tel/WA:0811398825

B.BP.004.11.18.0000382

B.BP.141.11.18.0000384

Distributor Bth: Salesman/Girl Penghasilan Mencapai 10Juta Rp Admin Wnt,Jl.Bedahulu IV No.12 Dps,Email:herryy.hr@gmail.com B.BP.004.11.18.0000372

Lowongan Staff Gudang,Min.SMA Rajin,Jujur & Bisa Bekerja dgn Team,Lamaran ke:PT.Standart Bali Jln. Marga Ayu No.1, Nakula Timur, Legian atau Telp:081239166865/03618947394 B.BP.004.11.18.0000328

DIJUAL MOBIL

Dcr Tng Cuci Tenda Usia Max 25 Gj UMR SMS 081936015543 Denbar

B.BP.001.11.18.0000326

Dibthkan Admin Sales, Pria / Wanita, Min SMA/K Mengerti Fotografi CV:sewakamera.com@gmail.com B.BP.004.11.18.0000330

Dibthkn Sgr Marketing,Delivery (L)& Admin Support Min D3.Krm: widyapubali@gmail.com/772683 B.BP.001.11.18.0000200

Dibutuhkan Teknisi Untuk Villas Kirim CV Ke : account@thebenoavillas.com B.BP.001.11.18.0000164

SERVICE

BIRO JASA

RUPA-RUPA BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.004.11.18.0000331

Dicari Admin,Waiter/waitris Engginer Resto Krobokan. Hp:0811399130 Kirim CV : www.mutiatrattoria@hotmal.com

B.BP.031.11.18.0000374

Dcr Krywn Kreatif Parcel, Lam. Orange T.Umar 48 H.08123891011

B.BP.001.11.18.0000263

PT.Kura Kura Membutuhkan Bus Driver,SIM B1 Umum,Gaji Menarik+Incentive,Lamaran + CV:eka_e@kura2bali.com Jl.Bypass Ngurah Rai No.88 Kelan Abian,Tuban - Kuta 0361 - 4464 551/4464 749

B.BP.004.11.18.0000329

B.BP.004.11.18.0000373

B.BP.001.11.18.0000368

Lounge & Resto in Kerobokan looking for:Waiter,Bartender, floor Manager,Bar Manager, Cleaner,Management Staff. OnlyEnglish SpeakingApplicants CV to sia.mac.pedari@gmail.com

B.BP.004.11.18.0000379

B.BP.004.11.18.0000294

B.BP.001.10.18.0000900

Therapist Spa dan Hair Stylist:Butuh Tng Wnt Max40Th, Pglmn Min 2Th,Menarik,Motivasi Kerja Tinggi,Komunikatif,bisa Bhs English.Fas:Gaji Pokok,UM, Bonus/Komisi,BPJS Kesehatan/ Tenaga Kerja,THR.Lam bw ke Expressions Bali Beauty Salon & Spa Jl.By Pass Ngr Rai 154 / WA 08152900354/0818555571

Dicari Sgr GuruLes Mat,Fis,Kim Bio,Bhs Ing,PGSD untuk Ngajar Daerah Jimbaran.Honor Istimewa Kirim CV,Scan Ijasah,Transkrip Nilai,Pas Foto.WA 085237138285

B.BP.031.11.18.0000327

Dicari Sopir Proyek & Pribadi Kontraktor PT.Thayama.Umur 20-35 Tahun,Min SMP,SIM B1 Umum.Hub:0361 8466235 / thayama.hrd@gmail.com Jl.Kertapura Segina No.25 Denpasar

B.BP.004.11.18.0000380

Travel Agent need urgently : Accounting staff, Able Compt MYOB,English speak & writing, Send your CV to: accounting@ govacation-indonesia.com

B.BP.004.11.18.0000334

Dicari Terapis Maria Spa Jln.Cemara No.30 Semawang Sanur Hub:082144091777 Dicari Tukang Jahit Kebaya Hub.087761623004 B.BP.001.11.18.0000358

Dcr Tng Srabtn Laki Pglm,niat Kerja max45 u/Resto 081337852561 B.BP.166.11.18.0000389

Dicr Tukang Jarit,Tukang Neci Hub.Prisma Garment.0361-287946 B.BP.001.11.18.0000369

B.BP.001.11.18.0000357

Distributor:Kepala Cabang/Supervisor,Pengalaman di Bid Sales Retail,Gaji&Insentif Menarik,Email:herryy.hr@gmail.com

Karyawati SMK/SMA Bs Komputer u/AreaTuban-Kuta.081558008188

B.BP.001.10.18.0000731

B.BP.001.11.18.0000361

Dist Prodk Nestle/KAO Cr:Sales TO/Spv/TF,Sopir SIM A/B1,Admin MD,Tng Srbt/Gdg u/Dps,Ngr,Klk. Kirim Jl.Ry Sempidi No.2 Dps

B.BP.001.11.18.0000362

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar G.05

Dicr:Therapist,P,Min SMU(2.5Jt +16Rb/JamInstv,Pengalaman.Lam ke Bodyworks Spa.Jln Kayu Jati No.2 Petitenget.Telp:735058.

B.BP.001.11.18.0000355

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818 G.01

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Supervisor Sales S1 Max 35Th Pglmn 1Th,10 Org Sales L/P,SMU Max 27Th,UMR,Komisi,Uang Oprasional,Bonus Thnan,Checker Brg Min SMU Max 30Th,Sopir SIM B1 Max 35Th.Lamaran/Interview:Jln Suwung Batan Kendal No.33 Dps

PENGUMUMAN

B.BP.001.11.18.0000321

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar

G.02

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar

G.03

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818

G.04

DIJUAL MOBIL HONDA

Honda Brio Matic’16 Satya E Grey Asli DK Bagus087861572012

B.BP.004.11.18.0000375

DIJUAL RUMAH Rmh2LtTengahKota,LT160m25KT Jl.P.Adi TeukuUmar 08179785354

B.BP.004.11.18.0000387

DIJUAL TANAH Djl Tanah 1,5A Buduk 2A Dalung lokasi bagus H.082147454248

B.BP.001.11.18.0000386

Tanah P.Saelus Cck u/Kost/Perumahan20A@550Jt.Hp:08123965532

B.BP.001.11.18.0000370

DIJUAL MOTOR LELANG

Dilelang Motor Megapro 9 Unit di Penerbit Erlangga, Jalan Imam Bonjol No.245 Dps (0361)484386,Kami Tunggu Surat Penawaran Tertutup, Seminggu Setelah Iklan ini Diterbitkan B.BP.004.11.18.0000333

Tnh 2,6 A Jl.Kresna G. Mada Dps.Hub:081237165665/Tnp Prntr

B.BP.001.11.18.0000363

DIJUAL GEDUNG J.Gedung&Gudang,SHM,LT.3.396 LB.2.089m2,Jl.By Pass Ngurah Rai 37, Denpasar.0818527700 / 081390199000 B.BP.004.11.18.0000289

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

SUZUKI

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

Dilelang Suzuki Ertiga’2014 AsliBali Hub.089619874461 B.BP.001.11.18.0000052

Suzuki Futura Box’08 Biru.Asli DK.KondBagusHub.087861572012 B.BP.004.11.18.0000376

B.BP.001.11.18.0000009

KEHILANGAN Hlg Paspor Asli No.B3431950 A.n William Pranata Wibowo,SE

B.BP.004.11.18.0000378


BANGLI

14

Sabtu Wage, 10 November 2018

Kenaikan Honor Sudah Dirancang Pemkab

Pimpinan OPD Berhak Pecat PTT dan GTT Malas Bangli (Bali Post) -

DPRD Bangli, Jumat (9/11) kemarin kembali menggelar rapat paripurna untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2019. Dalam rapat yang beragendakan jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi-fraksi kemarin, Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan bahwa kenaikan honor bagi guru tidak tetap (GTT) untuk tahun 2019 mendatang sudah dirancang Pemkab Bangli. Bupati juga mengatakan bahwa pimpinan OPD berhak untuk tidak memperpanjang SK kontrak bagi pegawai yang malas. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata tersebut, Bupati Made Gianyar mengatakan, terkait honor GTT untuk tahun 2019, sudah dirancang. Mengenai adanya usulan fraksi soal pemberian tunjangan profesi guru (TPG), dijelaskan TPG diberikan kepada guru yang telah lu-

lus sertifikasi (mempunyai sertifikat pendidik). Sertifikasi tersebut didapatkan melalui proses pendidikan profesi atau pensertifikasian. Proses sertifikasi guru diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang penetapan pesertanya didasarkan pada data pokok pendidikan (dapodik). “Di samping itu juga bagi guru non PNS (GTT) yang sudah tersertifikasi

diberikan langsung Kemendikbud RI,” kata Gianyar. Lebih lanjut disampaikan untuk menyikapi adanya PTT dan GTT yang ditenggarai malas dan tidak melaksanakan kewajibannya, langkah-langkah yang diambil Pemkab antara lain dengan mewajibkan semuanya membuat laporan harian kegiatan yang bersangkutan. Nantinya laporan harian itu akan mendapat pengawasan dan penilaian dari atasan masing-masing. Selama ini, Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM Kabupaten Bangli pada setiap melaksanakan pembinaan dan pengawasan disiplin ASN juga sudah memberikan arahan bahwa PTT dan GTT merupakan tanggung jawab pimpinan OPD masing-

masing. Karena penerbitan surat keputusan perpanjangan kontrak, khususnya PTT merupakan kewenangan dari pimpinan OPD yang bersangkutan, maka apabila ada oknum PTT yang malas dan tidak melakukan kewajibannya, pimpinan OPD berhak untuk tidak memperpanjang SK-nya. Selain menjawab pemandangan umum fraksi soal kenaikan honor GTT, dalam rapat paripurna kemarin Gianyar juga menjelaskan terkait program universal healt coverage (UHC). Disampaikan bahwa program UHC merupakan program strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) sesuai dengan instrukksi Presiden RI No. 8 Tahun 2017 tentang optimalisasi pelaksanaan program JKN. Mengenai usulan peningkatan status puskesmas menjadi rumah sakit tipe D, Gianyar mengatakan bahwa Pemkab masih akan melakukan kajian secara lebih teknis apakah hal tersebut memungkinkan ses-

uai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Ini memerlukan kajian yang lebih mendalam baik aspek persyaratan dan aspek teknis lainnya sehingga tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya. Ditambahkan Made Gianyar, dalam upaya meningkatkan aksesbilitas fasilitas pelayanan kesehatan secara universal ada beberapa strategi yang dapat dilakukan, antara lain penyediaan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan menjangkau (adil dan efektif) dengan cara peningkatan jumlah tempat tidur di fasyankes, peningkatan sarana prasarana infrastruktur fasyankes lainnya dan peningkatan serta mobilisasi tenaga kesehatan secara merata. Selain itu strategi dalam hal meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tiap tingkatan secara efektif dan edisien dan prioritas fasyankes baik FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama) dan FKTL (fasilitas kesehatan tingkat lanjutan). (kmb40)

Peringati Hari Pahlawan

Polres Anjangsana ke Sejumlah Rumah Veteran Bangli (Bali Post) Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan Kemerdekaan RI. Salah satunya dengan melaksanakan anjangsana ke rumah veteran. Seperti yang dilaksanakan Polres Bangli, Jumat (9/11) kemarin. Jelang peringatan Hari Pahlawan ke-73, Polres Bangli mengunjungi sejumlah veteran di Bangli. Adapun veteran Bangli yang dikunjungi Polres Bangli di antaranya I Nengah Keneh (90), I Wayan Jingga (90), I

Wayan Munju (89), I Nyoman Ubung (90), dan I Nyoman Puji (95). Mereka merupakan veteran kemerdekaan yang tinggal di lingkungan Penglipuran, Kelurahan Kubu. Beberapa pejabat Polres Bangli yang melaksanakan anjangsana ke rumah veteran di antaranya Kabag Sumda Polres Bangli AKP Ni Ketut Seni Paniyantini, Kapolsek Bangli Kompol Dewa Made Raka, Kasubbag Humas AKP Sulhadi, Kasipropam Ipda I Wayan Bawa, beberapa anggota Polres Bangli serta pengurus Bhayangkari Cabang Bangli.

Kasubbag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, kegiatan anjangsana tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November. Kegiatan anjangsana ini dimaksudkan sebagai bentuk silaturahmi kepada para veteran kemerdekaan yang ada di wilayah hukum Polres Bangli. Di samping bersilaturahmi, kunjungan ini dilaksanakan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para veteran yang dahulu ikut berjuang mere-

but dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. “Melalui momen ini kami bermaksud mempererat jalinan silahturahmi antara para veteran dengan Polres Bangli,” terangnya. Dikatakan Sulhadi, dalam kesempatan tersebut pengurus Bhayangkari Cabang Bangli menyerahkan bingkisan sebagai bentuk tali asih berupa sembako kepada para veteran. Selain itu dilaksanakan juga pemeriksaan kesehatan serta pemberian obat oleh Urkes Polres Bangli. (kmb40)

Bali Post/ina

KULIAH UMUM - Kegiatan kuliah umum di SKB Kayuambua, Jumat (9/11) kemarin.

Dukung Masyarakat Berkarier ke Luar Negeri

Bunga Dana Bergulir akan Digratiskan

Bali Post/ina

ANJANGSANA - Kegiatan anjangsana yang dilaksanakan Polres Bangli ke rumah sejumlah veteran di Lingkungan Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli, Jumat (9/11) kemarin.

Mulai Tahun Depan

Penyaluran Rastra Gunakan E-Warong

Nengah Sukarta

Bali Post/ina

Bangli (Bali Post) Mulai tahun 2019 mendatang, penyaluran beras sejahtera (rastra) bagi warga kurang mampu ke kantor desa rencananya akan dihentikan. Sebagai gantinya Pemkab Bangli akan menerapkan pemberian bantuan pangan non-tunai (BPNT). Dalam penerapan BPNT tersebut, nantinya masing-masing keluarga penerima manfaat akan diberikan kartu elektronik yang bisa digesek dan ditukarkan dengan beras dan telur di e-Warong. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta, Jumat (9/11) kemarin menjelaskan, selama ini rastra untuk keluarga kurang mampu rutin disalurkan pemerintah setiap bulan. Rastra dikirim ke kantor-kantor desa. Masing-masing keluarga penerima bantuan mendapatkan rastra sebanyak 10 kilogram tanpa dibebani biaya alias gratis. “Untuk penyaluran rastra pada November dan Desember tahun ini, rencananya akan dikirim segera dengan dirapel. Kita akan salurkan lebih awal,” ungkapnya. Lanjut dikatakan, sesuai yang direncanakan mulai tahun depan rastra tak lagi disalurkan ke desa-desa. Pemkab Bangli akan menerapkan BPNT. Tujuan utamanya adalah agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran.

Dengan BPNT ini bisa mengantisipasi munculnya masalah rastra dibagi rata atau dibagi secara bergilir di masyarakat. Dalam penerapan BPNT tersebut, masing-masing keluarga penerima manfaat akan diberikan bantuan nontunai dengan nilai Rp 110 ribu per bulan. Untuk mencairkannya, penerima manfaat akan diberikan kartu yang bisa digesek di warung-warung yang telah ditentukan pemerintah dinamakan e-Warong. “Nanti di e-Warong itu ada alat geseknya. Penerima bantuan nanti akan mendapat beras standar lokal sebanyak 10 kilogram dan telur,” jelasnya. Saat mencairkan bantuan di e-Warong, penerima manfaat tidak mesti melakukan pencairan sekaligus. Melainkan bisa dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan. “Bantuan tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang atau barang lainnya. Wajib dalam bentuk kebutuhan pokok,” terangnya. Sementara itu, jelang penerapan BPNT ini Dinas Sosial kini terus mematangkan persiapan. Sukarta mengatakan, untuk mendukung kelancaran penerapan BPNT ini, e-Warong akan disiapkan di seluruh desa. Masingmasing e-Warong nantinya akan melayani 200 penerima manfaat. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli selama ini memiliki program dana bergulir untuk pendidikan dan pembiayaan bagi masyarakat yang ingin berkarier ke luar negeri. Bunga program dana bergulir yang dikenakan cukup ringan yakni hanya 6 persen per tahun. Agar semakin banyak masyarakat yang bisa berkarier di luar negeri, Pemkab Bangli berencana akan menggratiskan bunga program dana bergulir tersebut. Hal ini disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar saat memberikan kuliah umum di Gedung SKB Kayuambua, Kecamatan Susut, Jumat (9/11) kemarin. Made Gianyar menjelaskan Pemkab Bangli selama ini sangat mendukung masyarakat Bangli yang ingin berkarier di bidang pariwi-

sata, khususnya perhotelan maupun kapal pesiar. Dukungan itu dibuktikan dengan adanya program pemberian dana bergulir untuk pendidikan dan pembiayaan ke luar negeri melalui Bank Pasar Bangli dengan bunga yang sangat ringan, yakni hanya 6 persen per tahun. Dalam program dana bergulir ini, Pemkab Bangli juga menggandeng beberapa sekolah pariwisata dan perhotelan di Bali. Dikatakan Made Gianyar, sejak digulirkan program tersebut cukup banyak diminati masyarakat. Meski bunga yang diberikan selama ini sudah sangat ringan, ke depan rencananya akan menggratiskan bunga dana bergulir itu. Tujuannya agar masyarakat semakin diringankan dan tidak terbebani. “Setelah digratiskan nanti, kita berharap masyarakat

yang mengakses program ini semakin banyak dan terserap di dunia kerja, baik di perhotelan maupun kapal pesiar,” katanya. Agar program ini bisa terus berlanjut serta dana bergulir ini agar tetap utuh dan terjaga, pada kesempatan itu, Ia juga mengimbau masyarakat Bangli yang sudah sukses bekerja untuk bisa segera mengembalikan dana bergulir. Dengan demikian dana itu menjadi dana abadi yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat lainnya. “Kita imbau masyarakat yang sudah sukses, bisa segera mengembalikan dana bergulir ini. Kalau sudah dikembalikan, tentu dana ini bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang lainnya,” kata Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini. (kmb40)


15

Sabtu Wage, 10 November 2018

Sidak Toko Tiongkok, Dewan Kecewa

PEDULI palu Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudarasaudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000. STD Bali dan New Media College SD Saraswati Tabanan Made Raka Suryati, Plawa 14 Denpasar Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp

17.763.300 4.447.000 500.000

Rp 22.710.300 Rp 581.273.070 Rp 603.983.370 $ 2.500

Satpol PP Tak Jalankan Instruksi Gubernur

Denpasar (Bali Post) Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana mengaku kecewa dengan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pasalnya, Satpol PP tak menjalankan instruksi Gubernur Bali Wayan Koster untuk menutup toko-toko jaringan Tiongkok yang tidak berizin dan berizin namun melakukan praktik bisnis tidak sehat, Jumat (9/11) kemarin. Hal ini terungkap saat dirinya turut dalam sidak gabungan yang digelar Satpol PP Provinsi Bali dan Satpol PP Kabupaten Badung, Jumat kemarin. ‘’Kami terus terang ikut hadir memantau dan melakukan pengawasan sangat kecewa. Karena sama sekali tidak ada terjadi seperti yang dibayangkan sebelumnya bahwa hari ini (kemarin) adalah melakukan penutupan,’’ ujarnya. Menurut Kariyasa, beberapa toko yang jelas-jelas tidak memiliki izin malah tetap

beroperasi. Kendati, toko-toko itu sudah diberikan Surat Peringatan (SP). Satpol PP justru tidak berani melakukan penyegelan dan dibiarkan begitu saja. ‘’Ketika turun, salah satu toko pura–pura tutup. Namun saat kami masuk, ternyata banyak nota tertanggal 8 November. Artinya kemarin saja

Hukum Negara

SUMBANGAN - Manajemen dan Staf STD Bali & New Media College menyerahkan titipan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami Palu sebesar Rp 17.763.300. Sumbangan diserahkan di Bali Post oleh Ketua STD Bali Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. didampingi karyawan dan mahasiswa STD Bali, Jumat (9/10) kemarin.

Bentuk Pemerasan

‘’Silakan saja polisi atau siapa yang memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan dalam bentuk pemerasan, bukan dalam bahasa hukumnya pungli. Tapi itu pemerasan yakni memungut dengan kekerasan tanpa dasar,’’ ujarnya, Jumat (9/11) kemarin. Menurut Jero Gede Suwena, perlu ada koordinasi dengan desa pakraman, majelis, ataupun keterangan dari ahli adat agar tidak menimbulkan keresahan. Mengingat, sasaran utama tim Saber Pungli sebetulnya adalah ASN atau pejabat publik yang menyalahgunakan wewenangnya yang merugikan rakyat. ‘’Jangan sampai tindakantindakan itu, kalau memang menyentuh adat murni ataupun pararem dan awig-awig desa pakraman disentuh dengan cara seperti itu, bisa menimbulkan masalah baru. Kalau salah melakukan tindakan, bisa menimbulkan kesan pelemahan desa adat,’’ imbuhnya. Kalau sudah demikian, lanjut Jero Suwena, desa pakraman bisa bergejolak. Kare-

nanya, MUDP segera mengadakan rapat untuk menentukan langkah yang harus diambil. Intinya, jangan sampai ada salah sasaran atau hanya mengobok-obok desa pakraman. Apalagi, MUDP sebetulnya juga dilibatkan sebagai salah satu anggota tim Saber Pungli di tingkat provinsi. ‘’Jangan sampai desa pakraman bergerak, itu jadi masalah nanti. Rasa simpati dan rasa kebersamaan seluruh desa pakraman di Bali kan bisa marah kalau misalnya ada hal-hal yang sudah menjadi keputusan desa tidak diakui, karena negara menghormati dan mengakui desa pakraman di Bali beserta hak-hak tradisionalnya,’’ paparnya. Dikonfirmasi terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan segera membuat payung hukum bagi desa adat/ pakraman untuk melakukan pungutan ataupun retribusi. ‘’Nanti kita akan buatkan peraturan dulu, sekarang ini kan kalau tanpa aturan, jadi tidak ada yang memayungi. Padahal itu kan sesuatu yang lumrah terjadi di desa adat. Jadi, ini harus kita tata ke depan,’’ ujarnya. (kmb32)

Kearifan Lokal ‘’Catat, saya tetap menghormati kegiatan-kegiatan culture di desa. Tetapi desa juga tidak boleh melanggar hukum positif diterapkan oleh negara. Saya adalah orang yang paling menghormati kearifan lokal, tetapi kita lihat bersama ada (kasus) sebelumnya juga menggunakan

cara ini untuk kepentingan pribadi. Saya apresiasi sama Kapolres melaksanakan OTT tersebut,’’ kata Golose. Pungutan ini juga ada keluhan dari orang lain, sehingga pihaknya melakukan penindakan. ‘’Jadi bukan inisiasi dari kita saja, tapi ada laporan dari masyarakat juga yang tidak menginginkan. Ini yang harus kita catat bersama,’’ tegasnya. (kmb36)

‘’Jangka pendek bisa dengan perdes, jangka menengah penguatan melalui perda, kemudian penguatan lebih tinggi lagi,’’ tambahnya. Rai Setibudi tak setuju kalau OTT itu dinilai sebagai langkah pelemahan desa adat. Sebab, ini masih dalam tataran hukum negara dalam penguatan asas legalitas. Karena dalam hukum pidana, hukum negara yang harus dijaga adalah asas legalitas. Ia juga menambahkan, apabila dilihat secara hukum negara, hal itu memang memenuhi syarat sebagai pungutan liar. Meski pungutan ini juga sebelumnya sudah melalui proses dari paruman di desa adat. Hal inilah yang masih menjadi perdebatan. Karena, di satu pihak mengatakan bahwa itu memang berdasarkan hukum adat yang didukung oleh Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP). Di lain pihak, lembaga penegak hukum dari Kepolisian, Kejaksaan secara hukum negara, hal itu memang melanggar. ‘’Kalau dengan hukum negara itu jelas tidak boleh,’’ katanya, Jumat (9/11) kemarin. Diakuinya, apabila pungutan itu memang punya dasar hukum adat berdasarkan kesepakatan desa pakraman, harus ada ketentuan berapa besar pungutan, kapan harus dipungut, petugas siapa yang memungut. Kemudian hasil pungutan itu disampaikan di forum adat dengan pertanggungjawaban yang baik dan masyarakat menerima, itu sebenarnya masih bisa. Selain itu, nilai pungutannya juga harus sesuai logika. Untuk itu pihaknya menyarankan, sebagai langkah jangka pendek, lebih baik dibuatkan peraturan desa dinas (perdes) bekerja sama dengan desa adat. Dengan payung hukumnya tetap di desa dinas, karena desa adat memang tidak memiliki payung hukum yang kuat untuk memungut retribusi, pajak

dan sebagainya. ‘’Kalau desa adat bekerja sama melalui perdes saya yakin ini bisa jalan. Perdes bekerja sama dengan desa adat bisa menjadi solusi,’’ ucapnya. Anggota DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra, Jumat kemarin, mengatakan kasus ini harus segera disikapi agar ke depan tidak lagi ada kasus OTT. Susruta menilai pungutan iuran masuk suatu wilayah, belum dilandasi payung hukum yang jelas. Terlebih, setelah munculnya Saber Pungli, pijakan hukum suatu tindakan itu menjadi keharusan. Karena itu, langkah yang mesti dilakukan yakni membuat perda. Setelah ada perda, teknis pemungutannya nanti bisa dilakukan oleh siapa saja, asalkan ada MoUnya. Seperti Perda Retribusi Parkir yang dibuat Pemkot Denpasar, kemudian pelaksanaannya diserahkan kepada PD Parkir. ‘’Nanti di objek wisata juga bisa seperti itu. Perdanya dulu bikin, nanti yang jadi tukang pungut bisa saja dari desa pakraman,’’ ujarnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda AAN Rai Iswara mengatakan sedang dalam upaya melakukan pengkajian untuk ke arah pembentukan perda. Karena dalam Permendagri No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat memungkinkan untuk itu. ‘’Ini sedang kita kaji dan dalami, seperti apa yang nanti bisa kita lakukan,’’ ujar Rai Mantra. Ia menambahkan, pada Pasal 2 Permendagri tersebut, kepala daerah melakukan pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat. Dalam kaitan itu, kepala daerah membentuk panitia masyarakat hukum adat. Strukturnya terdiri dari sekda sebagai ketua, kepala OPD terkait sebagai sekretaris dan kepala bagian hukum serta camat menjadi anggota. (kmb23/kmb12)

masih buka, padahal 2 November SP 1 diturunkan. Mestinya sudah tutup,’’ tegas politisi PDI-P ini. Kariyasa menambahkan, sidak juga menyasar travel agent yang diduga menjalankan praktik bisnis tidak sehat. Ada travel agent yang kedapatan tidak memiliki izin lengkap. Lagi-lagi, Satpol PP hanya

melakukan tindakan pemanggilan. ‘’Izin tidak lengkap aktivitas masih jalan, hanya dipanggil. Mestinya tutup sampai lengkap izinnya baru boleh buka. Atau dalam kondisi iktikad untuk tertib aturan, jangan seterusnya diberikan izin,’’ imbuhnya. Kariyasa berharap Gubernur Bali bisa turun langsung memimpin proses penindakan. Kalau tidak, upaya Gubernur untuk menata dan menyelamatkan pariwisata Bali akan sia-sia karena tidak diikuti oleh jajaran birokrasi di bawahnya. ‘’Jangankan yang berizin, yang tidak berizin saja tidak ditutup. Jika ingin tegas dan

masalah ini tuntas kami berharap agar Bapak Gubernur Wayan Koster langsung memimpin proses penertiban ini,’’ pungkasnya. Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan instruksi ditujukan kepada Bupati Badung agar menugaskan Satpol PP untuk menutup toko, artshop, ataupun unit usaha lainnya yang melakukan praktik tidak sehat, Kamis (8/11) lalu. Satpol PP Kabupaten Badung juga sudah diberikan instruksi secara lisan untuk langsung melakukan penutupan. Sedikitnya ada 16 toko yang harus ditutup, yang 4 di antaranya sudah dipastikan tak berizin. (kmb32)

Penerimaan Pajak di Bali Rp 7,8 Triliun Denpasar (Bali Post) Hingga akhir Oktober 2018, penerimaan pajak di wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah (DJP Kanwil) Bali telah mencapai 73,92 persen atau Rp 7,8 triliun. Capaian ini lebih tinggi dari capaian nasional yang mencapai 72,62 persen. Dengan kondisi Bali yang kondusif saat ini, DJP Kanwil Bali optimis penerimaan pajak bisa mencapai target 100 persen yaitu Rp 10,05 triliun. Kepala Bidang P2 Humas DJP Kanwil Bali Riana Budiyanti mengatakan, penerimaan DJP Kanwil Bali sudah di atas nasional. Sumbersumber penerimaan pajak pun sudah tergali sesuai dengan track-nya. Penerimaan pajak DJP

Kanwil Bali terbesar yaitu dari sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 23 persen, jasa keuangan dan asuransi sebesar 16,18 persen, penyediaan akomodasi sebesar 12,38 persen, administrasi pemerintahan sebesar 7,44 persen dan konstruksi sebesar 6,06 persen. Kelima sektor tersebut penyumbang terbesar penerimaan pajak DJP Kanwil Bali yaitu 65,07 persen. Ia optimis hingga akhir tahun 2018, penerimaan pajak bisa mencapai 100 persen dari target. Masih ada potensi setoran dari PPN (pajak pertambahan nilai) yang belum jatuh tempo. Jatuh temponya tanggal 15. Diakui potensi per item pajak tidak bisa ia lihat. Namun berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, di bu-

lan November dan Desember ada kenaikan pembayaran. ‘’Kita masih punya kesempatan November dan Desember. Biasanya kalau di akhir-akhir tahun, memang trendnya meningkat. Misalnya pembayaran pajak dari belanja pemerintah biasanya di akhir,’’ ungkap Riana saat Pekan Inklusi 2018 pada Jumat (9/11) kemarin di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti). Selain itu, Provinsi Bali termasuk wilayah kategori baik dalam hal pembayaran pajak. Apalagi dengan adanya IMF-WB dan beberapa event di Bali membuat kondisi ekonomi Bali kondusif, sehingga pembayaran pajak pun dinilai akan lancar. (kmb42)

Enam Ribu Ditambahkannya, kegiatan ini dilakukan lintas sektor di mana target peserta yang melakukan IVA Test dan Sadanis di Bali adalah 6.000 orang. Khusus untuk kegiatan yang dipusatkan di Wantilan Gedung Pers K. Nadha, ditargetkan 600 orang peserta. Untuk mengakomodasi target tersebut, pihaknya

telah bekerja sama dengan D i n a s Ke s e ha t a n K a b upaten Badung, Klungkung, Buleleng, Karangasem dan Kota Denpasar untuk menyediakan mobil kesehatan dalam melakukan pemeriksaan. Ia berharap sesuai dengan arahan Ketua TP PKK Provinsi Bali, kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini dapat diikuti oleh masyarakat luas, sehingga semakin banyak yang melakukan pemeriksaan

maka semakin terbukanya pengetahuan wanita Bali terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ketua Dharma Wanita Provinsi Bali, Ketua TP PKK se-Kabupaten/ Kota di Bali, dan undangan lainnya, tidak hanya dilakukan IVA Test dan Sadanis, juga ada kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI. (ad396)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Sabtu Wage, 10 November 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Djarum Sirnas 2018

Komang Ayu ke Final, Made Dinda Tersingkir Denpasar (Bali Post) -

Ni Kadek Meynanda

Bali Post/ist

Pebulu tangkis Bali yang dibina PB Djarum Kudus, Ni Komang Ayu Cahya Dewi, menantang Saifi Rizka Nur Hidayah (Mutiara Cardinal Bandung) pada babak final tunggal remaja Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Sabtu (10/11) ini. Komang Ayu lolos ke partai puncak setelah menundukkan rekan seklubnya Ovilia Riza Wulandari dengan skor 21-19, 2118, sedangkan Saifi Rizka menyingkirkan Made Dinda Windiasari (PB Djarum Kudus) 21-18, 21-16 pada babak semifinal, Jumat (9/11) kemarin.

Pebiliar Pelapis Diturunkan di Kejurnas Denpasar (Bali Post) Pengprov POBSI Bali akan menurunkan pebiliar pelapis dan muda guna menambah pengalaman pada Kejurnas Biliar 2018 di Click Square Bandung, Jabar, 24 November - 2 Desember mendatang. Mereka adalah Barry Stanly, Irwan Limardi, Made Marsel Tirta, Edi Wirawan (putra), Dhitya Octora, Pretty Septia Lestari dan Ni Kadek Meynanda (putri). Menurut Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno, pihaknya sengaja menampilkan atlet pelapis, sebab kejurnas ini sama sekali tidak ada kore-

lasi dan relevansinya dengan ajang yang lebih tinggi seperti PON. ‘’Kejurnas ini sekadar mengecek aktivitas Pengprov POBSI,’’ ujarnya di Denpasar, Jumat (9/11) kemarin. Ketujuh atlet mulai berlatih di Obrigado sejak kemarin hingga 20 November. Mereka ditangani pelatih Putu Pasek Swastawa. Penggenjotan fisik dilakukan di Lapangan Puputan Margarana, Renon. ‘’Meskipun menurunkan atlet pelapis, kami tetap mematok target, agar mereka tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik,’’ tambah Willy yang ditunjuk menjadi manajer tim di kejurnas. (022)

Tim Bulu Tangkis Junior Capai Target Toronto – Target lolos ke babak semifinal akhirnya berhasil dicapai oleh tim bulu tangkis Indonesia pada pertandingan beregu BWF World Junior Championships 2018. Indonesia melaju setelah memetik kemenangan 3-0 atas Denmark di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, Kamis (8/11). Manajer Tim Indonesia Susy Susanti menyatakan hasil melawan Denmark sesuai dengan harapannya. ‘’Yang perlu diperbaiki saat ini adalah fokus dan lebih riles lagi karena khususnya ganda campuran, saat sudah unggul malah tegang. Itu yang harus lebih diperhatikan lagi. Besok pastinya lawan akan lebih ketat. Semoga atlet-atlet kami bisa tampil lebih baik dan maksimal lagi,’’ katanya. Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi penentu kemenangan Merah Putih setelah mengalahkan Rasmus Esperen/Sebastian Gronbjerg dengan skor 21-14, 21-14 dalam waktu 32 menit. Sebelum Leo/Daniel, dua wakil yang menyumbangkan poin adalah Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay. Lolos ke semifinal, Indonesia akan berhadapan dengan Korea Selatan yang di laga lain menang 3-1 atas India. Semifinalis lainnya mempertemukan unggulan pertama Tiongkok melawan Jepang. Melihat kekuatan di atas kertas, Indonesia lebih difavoritkan menang dengan label unggulan kedua. Pada turnamen yang sama, Indonesia terakhir berhadapan dengan Korsel tahun 2016. Saat itu tim Merah Putih menang 3-0 di babak play-off. (kmb)

Piala AFF

Indonesia Ditaklukkan Singapura Singapura – Tim nasional sepak bola Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Singapura dengan skor 0-1 pada pertandingan pertama Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Jumat (9/11) malam kemarin. Gol kemenangan tuan rumah dicetak sang kapten Hariss Harun pada menit ke-37. Indonesia yang bertanding dengan seragam putih-putih dan menurunkan duet pemain naturalisasi Alberto ‘’Beto’’ Goncalves dan Stefano Lilipaly di lini depan, sejatinya menguasai pertandingan sejak menit pertama. Akan tetapi anak-anak asuh pelatih Bima Sakti kesulitan membongkar pertahanan Singapura. Tim tuan rumah pertama kali membuka peluang pada menit ke-9. Beruntung bola sepakan Ikhsan Ahmad di dalam kotak penalti berhasil ditepis dengan baik oleh kiper Indonesia Andritany Ardhiyasa. Tim Garuda bisa saja menorehkan gol pada menit ke-15 andai sundulan pemain Singapura yang mengarah ke gawangnya sendiri tidak membentur mistar gawang. Dalam pertandingan lainnya, juara bertahan Thailand sukses mencukur tuan rumah Timor Leste dengan skor 7-0. Hasil ini menempatkan Thailand di posisi teratas klasemen sementara Grup B diikuti Singapura dengan nilai sama 3. Indonesia di posisi ketiga (0) disusul Timor Leste (0) dan

Filipina yang belum menjalani pertandingan. Futsal Gagal Sementara itu, timnas futsal Indonesia gagal melaju ke final setelah ditekuk juara bertahan Thailand 2-3 pada laga semifinal AFF Futsal Champhionship 2018 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta. Pada babak pertama pertandingan berlangsung cukup alot. Berkali-kali Thailand melakukan serangan agresif ke pertahanan Indonesia, hingga pada menit ke-6 Apiwat Chaemcharoen leluasa menembakkan bola ke gawang yang dijaga Muhammad Nazil. Pada menit ke-12, kiper tuan rumah Muhamad Nazil melakukan kesalahan dengan membawa bola terlalu maju dan terjatuh. Bola langsung disambar oleh Apiwat Chaemcharoen dan memasukkannya ke gawang Indonesia. Andri Kustiawan berhasil mencetak gol perdana bagi Indonesia pada menit ke-22. Memasuki menit-menit terakhir, keberuntungan ada di pihak tuan rumah. Atas kesalahan yang dilakukan Thailand, wasit menjatuhi hukuman penalti. Subhan Fiadasa sukses mengeksekusi bola yang berujung perpanjangan waktu. Pada menit ke-49 Thailand mencetak gol kemenangan melalui Keattiyot Chalaemkhet sekaligus melenggang ke final. (ant/kmb)

Meski lolos ke final, Komang Ayu menilai penampilannya jelek. ‘’Saya terbebani harus menang, sebab dari segi usia kelahiran 2002, sedangkan Ovilia 2003. Saya bertekad tampil all-out pada laga pamungkas. Apalagi saya mampu menundukkan Saifi Rizkai di kelompok taruna pada babak 16 besar. Saya optimis bisa mengulang kemenangan,’’ kata juara tunggal remaja Sirnas Balikpapan kelahiran Denpasar ini. Saifi Rizka juga bertekad membalas kekalahannya. Apalagi dirinya pemegang juara tunggal remaja pada Sirnas Riau dan Tasikmalaya. Ia tidak mau membuang kesempatan setelah menang susah payah atas Made Dinda Windiasari. Saifi sempat keting-

galan 4-9, namun kemudian mampu unggul 17-16 dan menutup dengan kemenangan 21-18. Pada set kedua, ia makin mendikte permainan Made Dinda sehingga unggul 21-16. ‘’Pada set pertama saya sempat tertekan, namun mampu bangkit dan mengejar ketinggalan. Pada set kedua saya makin percaya diri,’’ tuturnya. Sementara Made Dinda menerangkan dirinya sempat menekan, namun balik ditekan. Pada set kedua pemain kelahiran Depok ini berupaya lepas dari tekanan Saifi Rizka, tetapi penampilannya merosot dan sering mati sendiri. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Saifi untuk merebut kemenangan. Ganda Unggulan pertama ganda taruna campuran asal PB Victory Bogor, Muhammad Juan Elgiffani/Windi Siti Mulyani, benar-benar memperlihatkan mental petarungnya saat menghadapi Ari Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) di semifinal. Juan/ Windi menang lewat pertandingan ketat 18-21, 21-12, 22-20. Juan/Windi yang tahun ini baru satu kali merasakan

tahta juara, berhadapan dengan Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila (Mutiara Cardinal Bandung) di final. Pertarungan ini akan menjadi laga final ulangan Djarum Sirnas Sulawesi Selatan Terbuka 2018 lalu. Saat itu, Juan/Windi dikalahkan oleh Alif/Rayhan. ‘’Pastinya kami mau membalas kekalahan yang terjadi di Makassar dan ingin juara di sini. Kami harus membenahi mental bertanding. Lawan siapa pun kalau mental bagus dan main tenang, pasti bisa menang,’’ tutur Juan/Windi, juara Djarum Sirnas Premier Li-ning Jabar Terbuka 2018. Pasangan ganda campuran dewasa Nugroho Andi Saputro/Tiara Rosalia Nuraidah (Mutiara Cardinal Bandung) memperlihatkan peningkatan performa selama berpasangan sejak dua kejuaraan terakhir. Berhadapan dengan Irfan Fadhillah/Shela Devi Aulia (Jaya Raya Jakarta) di semifinal, Nugroho/Tiara menang 21-17, 7-21, 21-16. Nugroho/Tiara akan berhadapan dengan pasangan kakak beradik Markis Kido/ Pia Zebadiah Bernadet (Jaya Raya Jakarta) yang unggul 21-15, 21-12 atas Agripina Primarahmanto Putera/Devi Tika Permatasari (PB Berkat Abadi Banjarmasin).

Bali Post/ist

FINAL - Ni Komang Ayu Cahya Dewi lolos ke final setelah mengatasi Ovilia Riza Wulandari dalam duel sesama pemain PB Djarum Kudus pada semifinal Djarum Sirnas 2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Jumat (9/11) kemarin. Tiara mengaku tak mau terlalu memikirkan partai final pada Sabtu (10/11) ini. Menikmati pertandingan dan bermain lepas akan menjadi acuannya demi melakoni laga

puncak. ‘’Enjoy sajalah. Lawannya juga partner sendiri di ganda putri (Pia Zebadiah). Menang kalah nomor dua, yang penting main maksimal,’’ jelasnya. (022)

Coki Buru Tiket ke Olimpiade

Bali Post/ist

KARATE - Cokorda Istri Agung Sanistya Rani alias Coki (tengah) bersama pelatih Nyoman Sumayasa (kiri) dan Binpres Inkai Bali Maryoto Subekti.

Denpasar (Bali Post) Karateka Inkai Bali Cokorda Istri Agung Sanistya Rani yang akrab disapa Coki baru saja pulang dari mengikuti kejuaraan karate internasional Premier League di Madrid, Spanyol. Hasilnya, peringkat Coki terus merangkak naik dalam World Karate-do Federation (WKF) sehingga diharapkan bisa berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Binpres Inkai Bali Maryoto Subekti di Denpasar, Jumat (9/11) kemarin mengemukakan, Coki yang meraih medali perunggu nomor kumite -55 kg pada Asian Games 2018, Agustus lalu, terus memburu poin dengan mengikuti berbagai turnamen tingkat

Bali United Incar Poin Lawan Persipura Gianyar (Bali Post) Bali United mematok target poin saat dijamu Persipura Jayapura dalam lanjutan kompetisi sepak bola Liga 1 Indonesia di Stadion Mandala Jayapura, Papua, Sabtu (10/11) sore ini mulai pukul 15.00 Wita. Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, menyadari Tim Mutiara Hitam sulit ditaklukkan di kandangnya. Kendati demikian, pihaknya tak gentar sebab dalam sepak bola segala kemungkinan bisa terjadi di lapangan hijau. ‘’Saya kira

Persipura menargetkan kemenangan dalam laga ini, tetapi kami juga memburu poin,’’ ucapnya di Jayapura, Jumat (9/11) kemarin. Menurutnya, persiapan timnya menyangkut taktik dan strategi sudah cukup. Meskipun tanpa diperkuat Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, Yabesroni, Ricky Fajrin dan Ahmad Agung Setia Budi, pasukannya siap meladeni Persipura. ‘’Siapa pun pemain cadangan atau yang jarang kami turunkan harus siap menampilkan permainan terbaik,’’ katanya. Widodo beralasan selama ini dirinya memberikan porsi latihan

yang sama kepada semua pemain. ‘’Mereka tinggal memerankan tugas dan fungsinya masing-masing,’’ tegasnya. Bek sayap Made Andhika Wijaya siap menjalankan instruksi sang pelatih. Ia bersama rekan setimnya berjanji tampil maksimal di lapangan demi pulang ke Bali membawa poin. Sementara itu, PSMS Medan mengalahkan ‘’tuan rumah’’ Persib Bandung dengan skor 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat malam kemarin. Felipe Martins mencetak gol tunggal kemenangan PSMS setelah mengoyak gawang Persib yang dikawal Made Wirawan pada menit ke52.

Dalam pertandingan lainnya, Madura United dipecundangi tamunya Bhayangkara FC dengan skor 1-2, sedangkan Mitra Kukar harus puas bermain imbang 1-1 kontra Persela Lamongan. (022)

dunia. ‘’Kami tetap mendukung dan semoga Coki terus mendapatkan poin hingga meraih tiket Olimpiade,’’ ujarnya. Ia minta karateka Inkai lainnya mampu mengukir prestasi di ajang Porprov Bali, Pra-PON dan PON. ‘’Kami harus berwawasan ke depan dan menyiapkan atlet untuk proyeksi PON XXI/2024 mendatang,’’ jelas Maryoto. Sekum Inkai Bali Gede Kusuma Wijaya menyatakan bangga dua karateka Inkai Bali Coki dan Made Budi Kertiyasa (kumite +84 kg) masuk skuad tim nasional Asian Games. ‘’Kami minta seluruh Pengkab dan Pengkot Inkai se-Bali rajin melakukan pembinaan dan mencetak karateka berprestasi,’’ ucapnya. Saat ini Inkai Bali mampu melahirkan karateka Krisna Dwi Antara. (022)

POIN – Bek sayap Bali United, Made Andhika Wijaya (merah), bertekad merebut poin dari Persipura di Stadion Mandala, Sabtu (10/11) sore ini.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 10 November 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu