terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 25 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Kunjungan Wisman Turun
Empat Kendaraan Tabrakan
Krisis Air Bersih Meluas
Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Badung mengalami penurunan. Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung berdalih hal tersebut diakibatkan kurangnya promosi pariwisata.
Empat kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Singaraja–Bedugul pada kilometer 9.00 Dusun Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Minggu (8/9) lalu. Kendaraan rusak berat, pengendara dan penumpang mengalami luka-luka BULELENG | HAL. 8
Krisis air bersih di Kabupaten Jembrana meluas. Bila sebelumnya terjadi di Pancardawa, Pendem, Desa Berangbang dan Desa Yehembang, sejak sepekan ini kondisi serupa dialami warga di Dusun Kombading, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.
BADUNG | HAL. 3
JEMBRANA | HAL. 10
Sinyal Terang Bandara Bali Utara Sejumlah prajuru adat Desa Kubutambahan, Buleleng, Minggu (8/9) mendatangi Jaya Sabha, rumah dinas Gubernur Bali dengan membawa surat persetujuan penggunaan tanah duwe seluas 370 hektar untuk Bandara Bali Utara. Sebelumnya, tim teknis dari Kementerian Perhubungan telah melakukan cek lokasi, menentukan posisi pasti bandara. Lalu, Senin (9/9) kemarin, Gubernur Bali dan Bupati Buleleng berangkat ke Jakarta, membicarakan lebih lanjut realisasi pembangunan lapangan udara yang diyakini akan mendongkrak perekonomian warga Denbukit. Ini sinyal terang Bandara Bali Utara. Selama bertahun-tahun sejak tahun 2010, Bandara Bali Utara selalu menjadi cerita. Silih berganti sejumlah pihak mengatakan akan segera direalisasikan, mulai dari gubernur, kepala dinas hingga investor. Semuanya seolah-olah meyakinkan masyarakat bahwa bandara yang akan membawa ribuan bahkan jutaan wisatawan ke Bali Utara ini tidak lama lagi terwujud. Namun, hingga tahun 2018, berarti hampi delapan tahun, sinyal pembangunannya masih redup bahkan gelap. Pernah sebuah cerita indah dibawa salah satu investor, yang bahkan dengan berani menyebut tanggal akan dilakukan ground breaking. Itu terjadi tahun 2017 lalu. Tanggal 28 -29 Agustus 2017, disebutkan akan menjadi hari bersejarah, pembangunan bandara di Kubutambahan akan dimulai. Dalam catatan Bali Post, in-
vestor bernama PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti benar menggelar upacara nuasen dan ngaturang pakelem terkait program pembangunan bandara di Buleleng, Senin 28 Agustus. Di balik upacara yang tergolong besar itu terselip sebuah doa agar pembangunan bandara bisa berjalan sesuai rencana. Namun kenyataan berkata lain, izin penetapan lokasi (penlok) tak kunjung turun, membuat mimpi memiliki bandara kembali ambyar. Jauh sebelum PT BIBU, ada pula PT PBM tahun 2014 yang disebutkan telah melakukan prakajian bandara Bbali Utara. Melalui sejumlah media, Kepala Dinas Perhubungan Bali ketika itu menyebutkan setidaknya tahun 2015 pembangunan bandara bisa dimulai. Bahkan paket akses jalan menghubungkan Bali Selatan dan Bali Utara guna mendukung bandara
Industri Arak Bali Didorong Tambah Kapasitas Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster nampaknya benar-benar serius mengembangkan indutri arak Bali. Buktinya, belum lama ini orang nomor satu di Pemprov Bali tersebut mengumpulkan lima perusahaan pengolah arak di Bali yang berizin dan dimiliki oleh masyarakat lokal. Yakni dua perusahaan atau industri arak di Karangasem, serta masing-masing satu di Buleleng, Tabanan, dan Bangli. Selama ini, kelima industri arak berizin tersebut kapasitas produksinya masih terbilang kecil. ‘’Karena kapasitas produksinya dibatasi selama ini, maka Dirjen Perindustrian sudah datang ketemu saya. Selagi menunggu perpres belum selesai (direvisi - red), saya diberikan ruang untuk mengajukan tambahan produksi,’’ ujar Koster di Denpasar, belum lama ini. Menurut Koster, tambahan kapasitas itu tetap disesuaikan dengan kemampuan produksi Bali. Selain itu, petani arak yang terbanyak ada di Karangasem juga diwadahi dalam koperasi. Pembentukan koperasi petani arak difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali tanpa biaya. ‘’Jadi, tidak boleh ada pungutan biaya. Petani jangan dibebani macam-macam,’’ jelasnya. Koster menambahkan, pengembangan industri arak Bali di Karangasem, Buleleng, dan Tabanan merupakan salah satu program prioritasnya dalam bidang pangan, sandang, dan papan. Selama ini, arak Bali masuk dalam daftar negatif list. Oleh karena itu, mantan anggota DPR-RI tiga periode ini mengajukan surat kepada Menteri Perindustrian agar merevisi Perpres No.39 Tahun 2014. Pengajuan revisi perpres itu pun sudah disetujui oleh Kementerian Perindustrian. ‘’Arak kita kok dibilang negatif list, tapi miras (minuman keras - red) bisa masuk ke Bali. Ini kan enggak bener regulasinya, jadi harus diperbaiki. Enggak adil dong kalau begitu. Masak produk petani kita tidak bisa dimanfaatkan, yang datang dari luar yang kita pakai,’’ terangnya. (kmb32)
telah disiapkan. Hingga tahun 2015 berakhir, tak ada pembangunan apa pun. Pascaterpilihnya Gubernur Bali Wayan Koster, cerita menjadi mulai berubah. Setidak-tidaknya sinyal-sinyal positif mulai menampakkan diri. Akses jalan yang mempercepat transportasi Bali Selatan dan Utara sebagai salah satu syarat dibangunnya bandara direalisasikan. Proyek tersebut bernama Shorcut MengwitaniSingaraja. Kemenangan Jokowi hingga hampir 92 persen menambah posisi tawar Bali meminta bandara baru. Kementerian Perhubungan pun diminta Presiden Jokowi segera merealisasikannya. Disebutkan tahun 2020 pembangunan akan segera dimulai. Sepertinya kali ini soal memiliki bandara bagi masyarakat Denbukit tak lagi hanya cerita pemberi harapan palsu (PHP). (ata)
Hentikan Provokasi di Papua Jakarta (Bali Post) – Kondisi di Papua dan Papua Barat diklaim sudah mulai kondusif, meski masih ditemukan sejumlah selebaran gelap untuk mendorong dan menghasut massa melakukan aksi. Mereka yang selama ini menjadi aktor intelektual di balik gerakan massa di Papua diminta menghentikan provokasi. Selanjutnya pemerintah akan melakukan upaya hukum tegas apabila provokasi terus dilakukan. Sementara untuk mahasiswa Papua yang memilih pulang kampung karena dicekam rasa takut, akan disediakan pesawat yang akan mengantarkan kembali ke kampuskampus di mana mereka berkuliah. Keamanan dan kenyamanan mereka pun dijamin.
Bali Post/ant
RAKOR - Menko Polhukam Wiranto (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (keenam kiri), Kepala BSSN Hinsa Siburian (kelima kiri) dan Kepala BIN Budi Gunawan (kedelapan kiri) mengikuti rapat koordinator terkait kondisi keamanan Papua di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (9/9) kemarin.
Imbauan menghentikan provokasi disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Ia secara khusus mengingatkan kepada eks WNI Benny Wenda cs. untuk menghentikan segala aktivitas dalam memprovokasi masyarakat Papua dan Papua Barat. ‘’Kita sudah menengarai dan memastikan bahwa terjadinya unjuk rasa dan kerusuhan, perusakan dan pembakaran dipicu dan diorganisir oleh
suatu kelompok,’’ kata Wiranto saat membuka rapat koordinasi tentang situasi perkembangan Papua dan Papua Barat, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (9/9) kemarin. Menurutnya, ada satu konspirasi antarkekuatan yang ada di luar, Benny Wenda cs. yang terus memprovokasi dan memberi informasi yang tidak benar dengan kekuatan yang di dalam yakni unsur AMP, KNPB dan sudah sangat jelas. Hal. 15 Berangsur Kondusif
Penolakan Revisi UU KPK Makin Menguat Jakarta (Bali Post) – Suara penolakan revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang akan dilakukan DPR, terus menguat. Ribuan dosen perguruan tinggi menyatakan dukungan penolakan. Sementara Presiden Jokowi telah memanggil Menteri Hukum dan HAM untuk mempelajari draf revisi UU KPK. Kalangan DPR menyatakan revisi dilakukan bukan untuk memperlemah melainkan menguatkan kedudukan KPK. Penolakan disuarakan 1.195 dosen dari 27 universitas di Indonesia. ‘’Hingga Senin pagi ini, telah kami terima dukungan dan pernyataan yang tegas dari
sekitar 27 kampus di berbagai wilayah di Indonesia menyatakan sikapnya menolak revisi UU KPK. Sekitar 1.195 dosen secara tegas menyatakan sikapnya tersebut,’’ kata Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Rimawan Pradiptyo melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (9/9) kemarin. Lebih lanjut, Rimawan menyatakan bahwa ada citacita luhur bangsa ini yang dirusak akibat korupsi yang merajalela. ‘’KPK sebagai tonggak utama dalam upaya melawan korupsi tersebut sekarang sedang diserang dan dilemahkan dari berbagai sisi,’’ ucap Rimawan. Oleh karena itu, katanya, pihaknya pun
meminta kepada Presiden Jokowi (Joko Widodo) untuk menolak revisi UU KPK yang menjadi inisiatif DPR tersebut. Suara penolakan juga disampaikan dosen dan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Penolakan tersebut disampaikan dalam bentuk pernyataan sikap serta penandatanganan petisi di lobi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Undip Semarang. Wakil Rektor I Undip Semarang Budi Setiyono mengatakan revisi UU KPK justru akan melemahkan lembaga tersebut. ‘’Padahal KPK merupakan amanah reformasi dalam upaya melawan korupsi,’’ katanya. Hal. 15 Menemui Presiden
Bali Post/ade
KARANGAN BUNGA — Sejumlah karangan bunga tanda dukacita menghiasi Gedung KPK. Karangan bunga tersebut dikirim sebagai bentuk penolakan atas revisi UU KPK dan seleksi Capim KPK yang dinilai meloloskan nama-nama bermasalah.
Indonesia Vs Thailand Harian Bisnis Bali Ancaman di Balik Ekspor Ekspor komoditas pertanian merupakan salah satu keberhasilan sekaligus untuk mencegah anjloknya harga jual saat panen raya. Sayangnya, di balik keberhasilan tersebut ada potensi ancaman yang merugikan. Apa itu?
www.bisnisbali.com
Garuda Wajib Menang
WAJIB MENANG - Pemain Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan resmi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (9/9) kemarin. Latihan tersebut untuk persiapan melawan Timnas Thailand pada Selasa (10/9) ini dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G zona Asia.
Jakarta (Bali Post) Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Thailand dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (10/9) hari ini. Kemenangan wajib diraih pasukan Simon McMenemy setelah di laga pertama kalah menyakitkan dari Malaysia. Kekalahan 2-3 atas Hari-
mau Malaya memang membuat Indonesia berada di dasar klasemen. Kondisi ini membuat Tim Garuda harus fokus dan meraih poin penuh saat menjamu Thailand. Namun pasukan Akira Nishino tak mudah dikalahkan kendati bermain di hadapan ribuan suporter Indonesia. Hal. 15 Menjadi Berbahaya
Selasa Pon, 10 September 2019
FIGUR Bangun ”Underpass” PESATNYA perkembangan pariwisata di Bali, terutama Bali bagian selatan menyisakan berbagai masalah. Selain sampah, kemacetan juga menjadi masalah yang signifikan. Walau pemerintah sudah berupaya meminimalisir kemacetan dengan membangun jalan underpass dan jalan tol, namun upaya tersebut belum berpengaruh signifikan terhadap penguraian kemacetan di Bali. Sehingga perlu dibangun beberapa underpass lagi, terutama di jalur padat atau perempatan yang sering mengalami kemacetan. Sebab, apabila kemacetan ini tidak bisa diatasi, maka lambat laun wisatawan tidak akan mau datang ke Bali. “Pembangunan jalan underpass di titik-titik kemacetan seperti di Simpang Enam dan Perempatan Gatsu Timur sangat perlu di bangun. Dalam rencana jangka pendek, underpass sangat efektif mengatasi kemacetan saat ini,” ujar Kepala BAPPSIK Universitas Warmadewa I Made Artawan, S.E.,M.M., Senin (9/9) kemarin. Pria kelahiran Bongkasa itu menambahkan, dalam rencana jangka panjang pemerintah Provinsi Bali harus membatasi kendaraan pribadi dan memperbanyak transportasi massal untuk mengatasi kemacetan. Meskipun secara ekonomi pajak dari kendaraan bermotor akan mengalami penurunan. Pengamat ekonomi ini menilai, bahwa semakin banyak kendaraan di Bali maka pendapatan dari segi pajak kendaraan bermotor akan meningkat. Oleh karenanya, saat ini pemerintah belum membatasi kendaraan bermotor di Bali. “Semakin banyak kendaraan maka pemerintah semakin untung. Sehingga dalam jangka pendek harus dibangun underpass di titiktitik kemacetan di Bali,” tandas Dosen Ekonomi Managemen Unwar ini. Apalagi, lanjut Artawan, bahwa Gubernur Koster dengan APBN telah menganggarkan untuk membangun shortcut ke destinasi wisata Bali Utara. Tentu kebijakan ini menjadi solusi jangka panjang untuk memperlancar transportasi ke Bali Utara, sehingga destinasi di Bali Utara semakin menggeliat dan perekonomian masyarakat di Bali Utara meningkat. (win)
Soal Satwa Dilindungi
Turis Belanda Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Cermat
Denpasar (Bali Post) Dakwaan atas dugaan penyelundupan kerajinan tangan yang terbuat dari tubuh dan kulit dari bagian satwa dilindungi, sudah dibacakan JPU Ni Luh Oka Ariani Adikarini. Atas dakwaan itu, pria asal Belanda yang duduk di kursi pesakitan, Eric Roer didampingi kuasa hukumnya Putu Suta Sadnyana, dkk., Senin (9/9) mengajukan pledoi. Pada pokoknya di hadapan majelis hakim pimpinan Heriyanti pihak terdakwa mengatakan bahwa dakwaan jaksa itu tidak cermat, kurang jelas dan tidak lengkap. Di depan persidangan, Suta Sadnyana menguraikan bahwa dakwaan jaksa tidak memenuhi syarat materiil. Dalam perkara ini, jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 21 ayat (2) huruf (b) juncto Pasal 40 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE). Dimana huruf b berbunyi “Menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan meperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati. Sedangkan huruf d berbunyi, “Memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.” Tim kuasa hukum terdakwa mengatakan bahwa jaksa tidak menguraikan dalam dakwaannya, siapa sebagai pembeli dan siapa sebagai penjual barang-barang yang dilarang tersebut. Sedangkan sambung Suta Sadnyana di depan persidangan, bahwa sudah disampaikan jaksa bahwa terdakwa mendapat pesanan dari Hans Timmers dari Belanda, dan disebutkan terdakwa dapat barang dari artshop. “Jadi, jelas di sini bahwa sebagai pembeli adalah Hans Timmers dan sebagai penjual adalah artshop. Sedangkan terdakwa hanyalah sebagai penghubung. Jadi bukan terdakwa sebagai pembelinya,” tandas Suta Sadnyana. Alasan lainnya bahwa dakwaan jaksa tidak cermat, kata pihak terdakwa karena tidak disebutkan satwa apa yang sudah mati. Melainkan, tandas kuasa hukum terdakwa hanya disebutkan bagian-bagian tubuh atau kulit satwa. Atas segala dalil dalam pledoi itu, pria asal Belanda yang berusia 56 terdakwa Eric Roer minta dibebaskan, dan dakwaan jaksa batal demi hukum. Sebelumnya, terdakwa Eric Roer diadili atas dugaan pengiriman barang dari Bali ke Belanda berupa barang kerajinan tangan dekorasi rumah dan patung kayu. Termasuk di antaranya berasal dari satwa yang dilindungi. Jaksa menyebut terdakwa memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati. Terdakwa sendiri mengirim kepada Hans Timmers selaku pemilik perusahaan Timmers Gems di Belanda, yang mana perusahaan itu memang bergerak di bidang kerajinan. (kmb37)
Penyelundup Baby Lobster Senilai Rp 16,2 Miliar Ditangkap Denpasar (Bali Post) Tim Ditpolairud Polda Bali mengungkap penyelundupan 36.000 ekor baby lobster (benur) mutiara dan 24.000 ekor benur jenis lobster pasir senilai Rp 16,2 miliar. Terduga pelaku adalah Eko Rizky Andika (26) asal Buleleng dan Agus Tri Haryanto (35) asal Jawa Tengah. Mereka ditangkap di penginapan di Jalan Bedugul, Sidakarya, Denpasar, Senin (9/9) kemarin. Sedangkan satu pelaku masih buron bernisial Ra alias Johan. Wadir Polairud Polda Bali AKBP Bambang Wiriawan menyampaikan, kasus ini diungkap Tim Unit Lidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Bali. Berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi baby lobster (benur) pada Senin. Petugas kemudian melakukan observasi sepanjang jalan dari Karangasem menuju Denpasar. Saat itu dicurigai mobil Daihatsu Ayla DK 1489 CH di seputaran Padanggalak, Denpasar. Polisi membuntuti hingga kendaraan tersebut parkir di penginapan di Jalan Bedugul, Denpasar Selatan. “Di dalam mobil anggota kami menemukan tiga tas berisi 110 kantong plastik yang di dalamnya berisi 24.000 ekor baby lobster jenis mutiara dan 36.000 ekor baby lobster pasir,” ujarnya. Saat diinterogasi, kedua pelaku mengaku baby lobster tersebut miliknya. Selanjutnya pelaku diamankan ke Kantor Ditpolairud Polda Bali guna proses pemeriksaan lebih lanjut. (kmb36)
Topik : SISWA SMP BERKELAHI DI JALAN
Bali Post/eka
TPS - Sebuah eskavator tengah menggali tanah di TPS Kereneng, Denpasar, Senin (9/9) kemarin.
TPS ”Underground” di Kereneng Mulai Digarap
Pembuangan Sampah Dialihkan ke TPS Yangbatu Denpasar (Bali Post) – Setelah TPS di Jalan Pulau Kawe, kini giliran TPS Kereneng yang akan menggunakan pola underground. Penggarapan TPS bawah tanah ini sudah mulai digarap yang diawali dengan membuat lobang. Satu alat berat berupa eskavator terlihat mengeruk tanah yang akan dijadikan TPS underground. Selama proyek berlangsung, pembuangan sampah dialihkan ke TPS Yangbatu. Selain itu juga disiapkan satu unit truk sampah di lokasi, sehingga masih bisa menampung sampah warga sekitar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada, Senin (9/9) kemarin mengatakan, TPS underground ini akan berkapasitas 30 meter kubik. Proyek
ini dikerjakan PT Ubung Raya dengan nilai kontrak Rp 535 juta lebih. Waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. Sumber dana dari APBD Denpasar 2019. Wisada mengatakan den-
gan dikerjakannya TPS di Kereneng ini, itu artinya saat ini akan ada dua TPS underground. Proyek pertama di TPS Jalan Pulau Kawe. TPS tersebut sudah mulai beroperasi sejak beberapa tahun lalu. “Proyek TPS underground ini akan terus berlanjut setiap tahun. Namun karena memerlukan biaya yang cukup besar, realisasinya akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya. Pemasangan TPS ini merupakan upaya penataan estetika kota agar tak ada sampah di atas tanah. Pihak swakelola yang membuang sampah
juga sudah disosialisasikan terkait proyek ini. “Sesuai arahan wali kota, TPS underground ini merupakan inovasi berlanjut di Denpasar untuk estetika kota,” jelas Wisada. Diharapkan Desember 2019 TPS ini sudah bisa dioperasikan. Secara keseluruhan pengadaan satu TPS underground menelan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar - Rp 4 miliar. Anggaran ini cukup besar, karena harus ada banker. Terlebih di Kereneng kondisi tanahnya cepat keluar air. Dalam beberapa meter saja digali sudah ada airnya. Karena itu, banker
harus benar-benar kedap air. TPS memiliki kedalaman empat meter dan mampu menampung dua banker. Satu TPS memang banyak komponennya sehingga biayanya Rp 3,5 – Rp 4 miliar. “Bankernya agak sulit karena posisi air di sini dangkal. Tiga meter saja sudah ketemu air. Sehingga buat banker kedap air mahal,” ujarnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Pemkot Serahkan Patung Pahlawan Kapten I.B. Putu Djapa
Berharap Jadi Wahana Literasi Pahami Nilai Sejarah Bangsa KOMITMEN Pemkot Denpasar dalam mewujudkan Denpasar Kota Peduli Veteran terus diwujudkan dengan aksi nyata. Kali ini Pemkot Denpasar menunjukkan kepeduliannya terhadap veteran pejuang dengan menyerahkan patung pahlawan Kapten I.B. Putu Djapa. Launching serta penyerahan patung yang juga dirangkaikan dengan launching Inovasi Veteran Berlebel ini dilaksanakan di Geria Puniawati, Banjar Bengkel, Denpasar, Senin (9/9) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang juga merupakan perwakilan keluarga. Juga Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua Mada LVRI Provinsi Bali I.B. Saputra, Ketua Macab LVRI Kota Denpasar Djero Wiladja, Putra Pahlawan Kapten I.B. Putu Djapa, I.B. Yadnya, keluarga besar Kapten I.B. Putu Djapa, serta OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar. Kepala Mada LVRI Provinsi Bali I.B. Saputra didampingi putra Kapten Anumerta I.B. Putu Djapa menjelaskan, bahwa dalam perjalanannya pahlawan Kapten I.B. Putu Djapa dikenal gigih dalam perjuangan. Sosok pemberani asal Griya Puniawati Banjar Bengkel ini merupakan tokoh penting dalam peristiwa serangan umum Kota Denpasar yang diperingati setiap 11 April. Peristiwa ini diawali dengan rapat para pejuang di tengah sawah Banjar Pagutan, Desa Padangsambian, pada 8 April 1946. Beberapa pejuang turut andil di dalamnya yakni Kapten Sudianyar, Letkol Heri Uchi, Letnan I.B. Putu Djapa, Made Wijayakusuma, Made Regog dan yang lainnya. Dari rapat tersebut disepakati untuk menyerang Tangsi
Militer Belanda di Denpasar pada 11 April pukul 03.00 Wita. Yang menjadi sasaran serangan adalah Tangsi Kayumas yang merupakan Pusat Tentara NICA, Tangsi Satriya dan Lapangan Terbang Tuban. I.B. Djapa bersama Letnan Kusuma Yuda dengan kekuatan 800 personel memimpin serangan dari arah timur. Dari serangan tersebut sebanyak 45 tentara NICA gugur dan 125 luka-luka. “Namun dari pihak pejuang gugur sebanyak tujuh orang, termasuk I.B. Putu Djapa yang dikenal dengan julukan Gatot Kaca. Adapun perjalanan perjuangan Kapten Anumerta I.B. Putu Djapa melewati perjalanan terpanjang. Mulai dari Markas Pagutan, Poh Gading, Tegeh Kuri, Pagan, Kelandis hingga Yangbatu,” jelasnya. Kasi Karangtaruna, Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Dinas Sosial Kota Denpasar I Ketut Sweta menambahkan, bahwa penyerahan patung pahlawan Kapten Anumerta I.B. Putu Djapa ini merupakan wujud penghargaan atas jasa dan perjuangannya terhadap bangsa dan negara. Tentunya ke depan kawasan Patung I.B. Putu Djapa ini akan disempurnakan dengan penambahan papan informasi yang memuat tentang sejarah Serangan Umum Kota Denpasar termasuk di dalamnya namanama pahlawan Kota Denpasar. Terkait dengan Inovasi Veteran Berlebel, Sweta menjelaskan bahwa inovasi ini dilaksanakan sebagai implementasi dari Diklat Pim IV Angkatan VI BKPSDM Provinsi Bali Tematik Kepariwisataan Tahun 2019. Dimana hal ini dilaksanakan secara sederhana dengan memberikan label pada gapura rumah veteran dan pahlawan di Kota Denpasar.
“Tentunya inovasi ini dilaksanakan untuk mempermudah dalam pencarian alamat sebagai bentuk pelayanan, pemberian bantuan serta informasi dan penghargaan atas jasa-jasa kepada bangsa dan negara,” terangnya. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyambut baik diberikannya penghargaan berupa patung bagi pahlawan Kota Denpasar. Tentunya selain sebagai bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan juga dapat menjadi literasi untuk meningkatkan pemahaman generasi muda di masyarakat guna memahami nilai sejarah bangsa. “Tentunya generasi muda ke depannya dapat memanfaatkan monumen sejarah ini sebagai bahan literasi untuk meningkatkan pemahaman tentang nilai sejarah bangsa, dan tentunya aura
positif serta semangat patriotisme perjuangan pahlawan, khususnya Kapten Anumerta I.B. Putu Djapa dapat tertanam di hati sanubari para generasi serta mampu menjadi destinasi pariwisata di Kota Denpasar,” papar Jaya Negara. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi putra I.B. Putu Djapa, I.B. Yadnya selaku perwakilan keluarga mengaku berterimakasih atas penghargaan yang diberikan terhadap Kapten I.B. Putu Djapa. Tentunya hal ini dapat menjadi spirit bersama dalam mengisi kemerdekaan. “Kami selaku perwakilan keluarga mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan apresiasi yang diberikan. Spirit ini dapat kita jadikan pedoman dan semangat bersama dalam mengisi kemerdekaan,” ujar Rai Mantra. (ad340)
Denpasar (Bali Post) Pengungkapan kasus skimming melibatkan komplotan warga Bulgaria dirilis Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho Senin (9/9) kemarin. Saat rilis, dihadirkan empat orang diduga pelaku yaitu Stoyanov Georgi Ivanov (43), Filip Aleksandrov (45), Boycho Angelov (41) dan Stoyan Vladimirov (37). Mereka ditangkap saat beraksi di wilayah Ubud, Kuta, dan Sanur. Namun saat sosok pelaku tersebut ditunjukkan ke media, salah satu pelaku protes dan menyatakan bahwa barang bukti (BB) itu bukan miliknya. Menanggapi protes tersebut, Kombes Yuliar menegaskan bahwa semua barang bukti diamankan di TKP. “Jadi barang bukti yang disita semua ada kaitannya dengan pelaku dalam kasus ini,” tegasnya. Menurut Yuliar, belakangan ini keamanan Bali terusik oleh oknum pelaku kejahatan kelas dunia yang terorganisasi (transnational organized crime) yang melakukan berbagai kejahatan. Para pelaku transnational crime pun memilih Bali sebagai salah satu tempat untuk berwisata dan sekaligus melakukan kejahatannya
dengan modus kunjungan wisata. Kejahatan yang sering dilakukan oleh warga negara asing salah satunya kejahatan siber (cyber crime). Untuk menjaga Bali agar tetap aman dan kondusif, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose membuat kebijakan membentuk satgas CTOC (Counter Transnational and Organized Crime) bertujuan untuk memantau dan menindaklanjuti informasi terkait adanya kejahatan transnasional dan terorganisir yang mencoba mengganggu keamanan Bali. “Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali sebulan terakhir mengungkap beberapa kasus cyber crime berupa ilegal akses (skimming) dan hijacking email (pembajakan email),” ujarnya. Pengungkapan kasus skimming tersebut berkat kerja sama dengan pihak bank di-back up Satgas CTOC Polda Bali. Pada Sabtu (28/8) dan Selasa (3/9) dilakukan penangkapan terhadap para pelaku di wilayah Ubud, Gianyar, Kuta, dan Sanur. Hasil olah TKP ditemukan beberapa aksesoris ATM yang rusak sehingga dilakukan pengecekan CCTV dan terlihat rekaman CCTV orang berke-
warganegaraan asing membongkar dan memasang alat pada lampu mesin ATM Bank. Setelah dilakukan pengecekkan ditemukan adanya kamera tersembunyi (hidden camera) yang merupakan alat yang digunakan oleh pelaku skimming. Selanjutnya digeledah tempat tinggal pelaku di wilayah Sanur, Denpasar Selatan. Hasil penggeledahan ditemukan beberapa kartu serupa ATM yang setelah dilakukan pengecekkan oleh pihak bank ternyata memuat data berupa nomor kartu yang berbeda atau tidak sesuai dengan data nomor kartu yang tertera di kartu. Kartu-kartu tersebut pernah digunakan oleh pelaku untuk melakukan transaksi ilegal di beberapa mesin ATM bank di wilayah Denpasar dan sekitarnya. Mereka beraksi di mesin ATM areal Restoran Bebek Bengil di Jalan Hanoman Ubud, Gianyar dan areal Villa Diana Bali di Jalan Kresna Ulun Tanjung, Seminyak, Kuta, Badung. Para pelaku ini menginap di vila di Jalan Tirta Nadi II, Sanur, Pondok Wisata Jalan Danau Tamblingan, Sanur dan hotel di Jalan Danau Poso, Sanur Kauh, Denpasar Selatan.
“Dalam aksinya pelaku memakai helm, jaket dan cadar. Jadi masyarakat mengira mereka vendor atau pegawai ATM. Terkait siapa dan asal korban, termasuk jumlah kerugiannya masih kami dalami,” sambung Kasubdit V (Siber) Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci. Menurut Suinaci, pelaku memasang beberapa hidden kamera untuk mengambil data pengguna ATM. Selanjutnya mereka menggandakan data nasabah untuk digunakan alat kejahatan skimming. Dari kasus ini disita barang bukti sembilan HP, paspor milik tersangka, empat hidden kamera, satu router, kartu kredit palsu 20 lembar, bungkus kartu flash BCA tanpa kartu 690 lembar, Rp 54 juta, 5.285 Euro, 223 Ringgit, 20 Dolar Amerika, satu cartreader, satu modem, satu mesin hitung uang, satu laptop, mobil Avanza, sepeda motor Yamaha NMax, helm dan plat kendaraan. Terkait kasus hijacking email (pembajakan email), menurut Direktur Reskrimsus pelakunya berinisial Sofani (34) asal Yogyakarta dan Ricardus (30) asal Jakarta Barat. (kmb36)
PATUNG - Launching dan penyerahan patung pahlawan Kapten Anumerta I.B. Putu Djapa di Geria Puniawati, Banjar Bengkel Denpasar, Senin (9/9).
Ditunjukkan BB, Pelaku ”Skimming” Protes
Selasa Pon, 10 September 2019
Kunjungan Wisman Turun Dispar Berdalih Kurang Promosi Mangupura (Bali Post) Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Badung mengalami penurunan. Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung berdalih hal tersebut diakibatkan kurangnya promosi pariwisata.
WISATAWAN - Wisatawan mancanegara mengunjungi Ground Zero, Legian.
Bali Post/dok
Kepala Dispar Kabupaten Badung I Made Badra mengatakan, mesti ada upaya besar untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan agar berkunjung ke Badung. Caranya tak lain berupa promosi pariwisata. Makanya kami akan genjot lagi promosi pariwisata,’’ ujar Badra, Senin (9/9) kemarin. Menurutnya, pihaknya sedang menyusun strategi dan rencana anggaran dengan Komisi II DPRD Badung. Anggaran ini untuk membuat program yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Badung. ‘’Kami genjot lagi untuk promosi agar Badung terus eksis sebagai destinasi favorit di dunia,’’ ungkapnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Badung ini justru menyoroti kondisi pariwisata secara umum di Bali. Sebab, sebagai salah daerah wisata dunia, Bali ternyata masih kalah jauh dari negara tetangga seperti Thailand. Malah Bangkok sebagai Ibu Kota Thailand baru-baru ini dinobatkan sebagai destinasi wisata paling populer di dunia tahun 2019, dalam peringkat tahunan oleh masterCard Inc. ‘’Bahkan Bali masih kalah populer dengan Paris, London, Dubai, Singapura, Kuala Lumpur, New York, Istanbul, Tokyo, Antalya. Posisi Bali hanya berada pada posisi 19,’’ kata Badra.
Berdasarkan data Dispar Badung, sejak Februari 2019 tingkat kunjungan wisman sudah menunjukkan tren penurunan. Pada Februari total kunjungan mencapai 451.436 orang, sementara pada Februari 2018 mencapai 474.663 orang. Begitu juga pada Maret 2019 total kunjungan sebanyak 445.083 orang, padahal Maret 2018 mencapai 520.118 orang. Pada April 2019 sebanyak 478.315 orang atau menurun jika dibandingkan April 2018 yang mencapai 551.611 orang. Pada Mei yakni 477.067 orang, atau menurun dibandingkan bulan yang sama pada 2018 yang mencapai 560.742 orang. Pada Juni 2019 turun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018. Pada Juni 2019 total kunjungan wisatawan sebanyak 558.996 orang, padahal Juni 2018 angkanya mencapai 593.304 orang. Tidak jauh berbeda, pada Juli 2019 kunjungan hanya 599.350 orang, sementara pada Juli 2018 angkanya tembus 661.352 orang. Ironisnya, pada Agustus 2019 kondisinya juga masih tidak mengalami perubahan. Pada Agustus 2019 total kunjungan sebanyak 544.809 orang, padahal pada Agustus 2018 mencapai 601.109 orang. Total kunjungan wisatawan baru mencapai sebanyak 4.009.157 orang pada Agustus 2019, sedangkan pada periode yang sama tahun 2018 mencapai 4.350.996 orang. (kmb27)
FIGUR Pertandingan Internasional TIDAK hanya sebagai destinasi wisata, Bali juga menjadi tujuan pelaksanaan event olahraga internasional. Seperti pada April 2020, Bali akan menjadi tuan rumah pertandingan internasional cricket yang diikuti peserta dari 16 negara. Untuk itu, berbagai persiapan mulai dilakukan. Seperti yang disampaikan Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Bali A.A. Bagus Tri Chandra Arka, selain dari sisi infrastruktur khususnya lapangan, persiapan atlet juga terus digenjot. Tujuannya agar Bali mampu menunjukkan prestasi gemilang. Diakuinya, saat ini Bali belum memiliki lapangan untuk olahraga cricket. Na-
mun pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Universitas Udayana (Unud) dalam hal pemanfaatan lapangan Unud. Pihaknya berharap ada titik terang dari Unud dalam pemanfaatan lapangan yang akan bekerja sama dengan PCI pusat. Sementara dalam pengembangan cricket, saat ini baru terbentuk enam pengurus di Bali. Ada tiga kabupaten yang belum membentuk pengurus yakni Tabanan, Bangli dan Karangasem. Pengurus harus segera dibentuk agar bisa mensosialisasikan olahraga cricket. ‘’Dengan sudah terbentuknya seluruh kabupaten di Bali, tentu ini bisa melahirkan bibit-bibit atlet yang dipersiapkan untuk event ke depannya. Bahkan atlet di Bali saat ini sudah memiliki grade secara nasional. Untuk itu, ini perlu ditingkatkan ke depannya,’’ tegasnya. (edi)
Warga Seminyak Tolak Proyek Tambang Pasir Mangupura (Bali Post) Forum Aksi Nyata (FAN) Seminyak, Minggu (8/9) lalu menggelar peringatan hari jadinya yang ke-3 di Balai Banjar Adat Seminyak. Selain mengadakan syukuran, forum ini juga menggelar diskusi terkait penambangan pasir yang akan dilakukan di sepanjang Pantai Kuta hingga Canggu yang masuk dalam penyusunan dokumen Rencana Zonazi Wilayah Perairan dan Pulaupulau Kecil (RZWP3K) Bali. Acara yang dihadiri berbagai organisasi yang berada di bawah desa adat itu juga diisi ikrar semua komponen yang hadir untuk menolak penambangan pasir yang akan dilaku-
kan di sepanjang Pantai Kuta hingga Canggu yang masuk dalam dokumen RZWP3K Bali. Di acara diskusi tersebut, Fan Seminyak melibatkan ForBali dan Walhi Bali guna memberikan pemahaman mengenai bahaya tambang pasir tersebut. Koordinator ForBali yang juga Dewan Nasional Walhi Wayan Gendo Suardana menjelaskan, Bali saat ini sedang melaksanakan penyusunan dokumen RZWP3K untuk menentukan tata ruang laut dalam radius 0 hingga 12 mil. Pada penyusunan dokumen RZWP3K ini, sangat banyak proyek perusak lingkungan yang diakomodir. Proyek dimaksud seperti reklamasi Teluk Benoa milik
PT TWBI seluas 700 hektar, reklamasi oleh Pelindo III yang sampai saat ini masih membatasi informasi dan telah menyebabkan mangrove mati seluas 17 hektar, reklamasi Bandara Ngurah Rai oleh Angkasa Pura dan proyek tambang pasir laut yang akan dilakukan di sepanjang Pantai Legian hingga Canggu seluas 1.916 hektar. Proyek tambang pasir laut yang masuk dalam dokumen RZWP3K yang semula seluas 1.916 hektar dapat berkurang menjadi 938,34 hektar akibat usaha dan perlawanan yang dilakukan oleh ForBALI dan Walhi Bali. ‘’Jarak titik tambang pasir ini kurang lebih
3 km dari Pantai Seminyak. Bayangkan saja apa yang akan terjadi apabila proyek ini dijalankan,’’ tegasnya. Bendesa Seminyak I Wayan Windu Segara mengaku mendukung agar masyarakat menolak proyek ini, terlebih mayoritas penduduk Seminyak memang menggantungkan hidupnya di pesisir. Begitu pun dengan Kepala Lingkungan Desa Adat Seminyak I Wayan Sunarta yang sangat mengapresiasi apa yang dilakukan ForBali dan Walhi Bali yang memberikan edukasi kepada masyarakat Seminyak, terlebih dalam penyusunan dokumen RZWP3K Desa Adat Seminyak tidak pernah dilibatkan. (kmb)
Mangupura (Bali Post) DPRD Badung menyoroti kasus Sky Garden di Legian, Kuta, Badung yang hingga kini belum melunasi kewajiban membayar pajak. Legislator meminta Sky Garden membayar tunggakan pajak yang belum dibayarkan sebesar Rp 12,5 miliar ke Pemkab Badung. Ketua DPRD Badung I Putu Parwata mengatakan, tunggakan pajak tersebut harus dilunasi dan mesti segera ditindaklanjuti. Sebab hal tersebut juga berkaitan dengan perizinan. ‘’Pola pembayarannya silakan disepakati. Kalau ingin melunasi semua utang pajak, bisa. Dan kalau dibayar secara mencicil juga bisa. Kalau pajak diselesaikan, maka izinnya silakan diproses,” ungkap Parwata, Senin (9/9) kemarin. Pihaknya telah menggali informasi di instansi terkait seperti Satpol PP, Badan Pendapatan (Bapenda)/ Pasedahan Agung Badung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung, mengenai kasus Sky Garden. Bahkan kemarin pihaknya telah melakukan pertemuan. ‘’Kami mencoba menggali dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) tadi (kemarin-red). Ternyata yang bersangkutan masih menunggak pajak. Jumlahnya kurang
lebih Rp 12,5 miliar. Izin operasionalnya juga sudah mati. Tapi ada beberapa izin masih hidup,’’ jelasnya. Dikatakan, pihaknya hanya ingin mensinkronkan data, karena penutupan adalah masalah pajak dan perizinan. Hal ini juga harus dituntaskan secara bersama-sama, baik oleh wajib pajak maupun instansi
terkait sehingga ada kesepahaman bersama. ‘’Yang penting bayar saja kewajibannya dalam hal ini tunggakan pajak, selesai sudah. Jadi, perizinannya bisa diproses,’’ tegas politisi asal Dalung, Kuta Utara ini. Lebih lanjut Parwata menilai, dari segi pendapatan daerah, pajak dari Sky Garden adalah potensi yang sangat
besar. Selain itu, dari sisi lainnya yakni ketenagakerjaan terdapat 700 karyawan yang tidak bekerja. Maka dari itu pihaknya akan membahas persoalan ini dengan pemangku kebijakan terkait guna mencari win-win solution. ‘’Untuk memastikan. Karena semua harus diberikan kepastian,’’ sebutnya. (kmb27)
Pajak Sky Garden Wajib Dilunasi
Bali Post/dok
PESAWAT - Selama Januari hingga Agustus 2019, jumlah pergerakan pesawat dan penumpang rute domestik mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2018.
Penumpang dan Penerbangan Domestik Menurun
Mangupura (Bali Post) Selama periode Januari hingga Agustus 2019, jumlah penumpang dari rute internasional yang melalui Bandara Ngurah Rai masih mendominasi dibandingkan penumpang domestik. Jumlahnya 9.116.229 penumpang internasional dan 6.603.528 penumpang domestik. Menurut General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, Herry A.Y. Sikado, jumlah penumpang rute domestik selama Januari hingga Agustus tahun ini masih mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun 2018 angkanya mencapai 7.367.260 penumpang. Jika dilakukan komparasi dengan catatan di periode yang sama tahun ini, maka terdapat penurunan sebesar 11 persen. Hal yang sama, kata Herry, turut terjadi pada pencatatan pergerakan pesawat udara. Dengan jumlah pergerakan di periode Januari hingga Agustus 2019 sebanyak 101.569 pergerakan. Hal ini menunjukkan penurunan sebesar lima persen dibandingkan dengan catatan di tahun lalu, dengan jumlah 107.338 pergerakan pesawat yang terlayani. ‘’Memang benar telah terjadi
penurunan jumlah pergerakan pesawat dan jumlah penumpang di rute domestik di periode Januari-Agustus 2019 dibanding dengan periode yang sama di tahun lalu. Namun demikian, penurunan ini tidak terlalu berdampak buruk pada operasional bandar udara, karena hal ini diimbangi dengan jumlah penumpang dan jumlah pergerakan pesawat pada rute internasional yang tercatat stabil, dan bahkan meningkat di tahun ini,’’ ucapnya. Namun lain halnya dengan rute internasional. Jumlah penumpang tahun ini mengalami pertumbuhan sangat positif, yaitu mencapai 10 persen. Hal ini tentunya merupakan dampak berantai dari maraknya maskapai yang membuka rute internasional tahun ini. Meski demikian, secara keseluruhan selama delapan bulan terakhir di 2019, jumlah total penumpang melalui Bandara Ngurah Rai sebanyak 15.719.757 penumpang. Jumlah ini, kata Herry, meningkat dibandingkan periode sama tahun 2018. Pada periode yang sama tahun lalu jumlah penumpang yang tercatat keluar masuk Pulau Bali melalui jalur udara adalah 15.640.887 penumpang. Dengan perbandingan tersebut, jumlah penumpang selama
periode Januari-Agustus 2019 mengalami pertumbuhan sebanyak 78.870 penumpang atau tumbuh sebesar 0,5 persen dibanding dengan periode pencatatan yang sama tahun 2018. ‘’Perlahan tapi pasti, jumlah penumpang di tahun 2019 ini mulai kembali mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan catatan di tahun 2018. Tentunya hal ini merupakan catatan yang cukup positif di tengah tahun 2019 ini,’’ katanya. Tahun ini Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali beserta sembilan bandar udara lain di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I (Persero) telah menerima akreditasi Airport Customer Experience dari Airport Council International (ACI). ‘’Akreditasi ini merupakan pengakuan dari dunia internasional tentang komitmen kami selaku pengelola bandar udara terhadap peningkatan layanan terhadap para pengguna jasa bandar udara. Ke depannya kami terus menerus mengevaluasi diri guna meningkatkan standar layanan, demi peningkatan kepuasan pelanggan yang pada akhirnya akan berdampak langsung terhadap tingkat kunjungan penumpang pesawat udara ke Bali,’’ ujarnya. (kmb23)
Selasa Pon, 10 September 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Berharap Dana Operasional
PHDI Gelar Audiensi ke Ketua DPRD Badung KETUA DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M., Senin (9/9) kemarin menerima audiensi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Badung. Pada kesempatan itu, PHDI berharap bisa memperoleh dana operasional sehingga lembaga tersebut bisa berjalan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada umat. Dari PHDI hadir Ketuanya Gede Rudia Adhiputra, Wakil Ketua Gusti Ngurah Wiadnyana, Bendahara I.A. Eka Dewi Wijaya dan sejumlah pengurus lainnya. Saat itu, Ketua DPRD Putu Parwata didampingi utusan dari Dinas Kebudayaan Badung. Sebelum ke substantif, Rudia Adhiputra sempat menyampaikan ucapan selamat kepada Putu Parwata selaku Ketua DPRD Badung. Dia pun berharap Parwata mampu menjalankan tugas-tugas sebagai pimpinan wakil rakyat di Badung. Selanjutnya, Rudia menegaskan posisi PHDI sangat strategis. Tugasnya yakni mengangkat kualitas umat sesuai dengan sradha bhakti. ‘’Selain itu, PHDI sangat berperan dalam kerukunan antarumat beragama,’’ tegasnya. Saat ini banyak kegiatan dan program yang digelar PHDI. Di antaranya sebagai pelayan umat tetap dilaksanakan sengan penuh rasa tanggung jawab. ‘’Namun kelemahannya, kami tak memiliki dana. Kas pun kosong,’’ tegasnya. Untuk kepentingan alat tulis kantor (ATK), pihaknya harus nebeng di instansi terkait. ‘’Kami belum pernah memperoleh dana operasional,’’ katanya. Ngurah Wiadnyana menambahkan, PHDI ibarat kendaraan. Untuk bisa berjalan, kendaraan perlu bahan bakar serta sopir. ‘’Untuk inilah kami berharap bantuan Ketua DPRD Badung
AUDIENSI - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Badung mendatangi gedung wakil rakyat, Senin (9/9) kemarin. Kehadiran jajaran PHDI ini diterima Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. untuk ikut membantu mengalokasikan dana operasional PHDI sehingga bisa menjalankan tugas-tugasnya lebih maksimal,’’ tambah mantan anggota DPRD Badung tersebut. Hal sama dikemukakan Bendahara PHDI Eka Dewi Wijaya. Selaku bendahara, Dirum PDAM Tirta Mangutama tersebut mengaku tak pernah memegang kas. Terhadap hal itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyatakan miris. Lembaga setingkat PHDI yang begitu strategisnya sampai tak memperoleh alokasi anggaran. PHDI, ujar politisi PDI Perjuangan asal Kuta Utara ini, berperan vital dalam rangka mengamankan program strategis Badung yakni adat, agama dan budaya sesuai prioritas keempat
PPNSB. ‘’Ini tak bisa ditawartawar lagi dan posisinya sama dengan program mandatori seperti pendidikan yang wajib dialalokasikan minimal 20 persen dan kesehatan 10 persen dari APBD,’’ katanya. Karena itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini akan mengupayakan anggaran PHDI bisa masuk pada APBD Induk 2020. ‘’Tolong segera masukkan proposal ke kami sehingga kami bisa perjuangkan sebelum APBD Induk 2020 ketok palu,’’ tegasnya. Saat ditanya apakah optimis dana PHDI bisa terealisasi, Parwata menyatakan sangat optimis. Anggarannya bisa berupa program yang diajukan kepada instansi yang menaungi atau bisa juga dalam bentuk hibah seperti halnya lembaga lainnya. (ad349)
Fakultas Farmasi Unmas Lepas 71 Lulusan RPL di Lombok DEKAN Fakultas Farmasi Unmas I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed.Apt. melepas 71 lulusan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) untuk wilayah Lombok, Sabtu (7/9). Lulusan yang dilepas dan dilantik semuanya dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Dengan demikian Fakultas Farmasi melepas 331 lulusan termasuk 175 lulusan Program Reguler dan 85 orang RPL di Bali yang telah dilantik dan disumpah pada 13 Agustus lalu. Hingga acara pelepasan kali ini, Fakultas Farmasi sudah memiliki 1.021 alumni. Dari hasil tracer study, Dekan I Made Agus Sunadi Putra menegaskan seluruh alumni Diploma 3 Fakultas Farmasi Unmas telah bekerja, dan sejumlah lulusannya bekerja sebelum menamatkan studi. Ini menunjukkan kepercayaan pengguna lulusan terhadap kualitas lulusan Program Diploma 3 Farmasi Fakultas Farmasi Unmas Denpasar. Saat itu, Agus Sunadi Putra didampingi Wakil Dekan I Putu Era Sandhi Kusumayuda, S.Farm., M.Phil.Apt., Dr. P. Santoso, S.Si., M.Biomed.Apt. dan Kaprodi D-3 I Gede Made Suradnyana, S.Si., M.Farm.Apt. menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik. Terbaik I diraih Ni Nyoman Tri Wahyuni (IPK 3,15), terbaik II oleh Ni Wayan Lingga Atmi Pratiwi (IPK 3,11) dan terbaik III I Gusti Made Waspha Prebawa (IPK 3,11). Dia menjelaskan mengapa ijazah menjadi Fakultas Farmasi Unmas terkait dengan berdirinya Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan Program Studi Diploma 3 Farmasi dan S-1 Farmasi berdasarkan SP Kemenristekdikti Nomor 150/KPT/I/2019 tentang Izin Penyatuan Akademi Farmasi Saraswati di Kota Denpasar dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing di Kota Denpasar ke Unmas Denpasar yang diselenggarakan Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat. Keluarnya izin
Yudisium Sarjana Ke-62 FH Unwar
Cetak Lulusan Advokat, Unwar Jalin Kerja Sama dengan Peradin MELEPAS sebanyak 52 calon Sarjana Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar upacara yudisium sarjana ke-62 di Grand Inna Bali Beach Sanur, Senin (9/9) kemarin. Dari 52 orang yudisiawan, sebanyak 17 orang (32,70%) lulus dengan predikat pujian (cumlaude), 31 orang (59,61%) dengan predikat sangat memuaskan, dan hanya 4 orang (7,69%) lulus dengan predikat memuaskan. Sementara itu, berdasarkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), 100% lulusan memperoleh di atas 2,75. Di mana sebanyak 49 orang lulus dengan IPK di atas 3,0 dan hanya 3 orang lulus dengan IPK di bawah 3,0. Sedangkan yudisiawan lulusan terbaik diraih Manaon Damianus Sirait dengan IPK 3.81 (cumlaude). Sampai saat ini jumlah lulusan FH Unwar bertambah menjadi 5.294 orang dengan student bodies 1.558 orang mahasiswa. Yudisium kali ini dihadiri Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. sekaligus melakukan penandatanganan MoU dengan Ketua Umum DPP Peradin (Persatuan Advokat Indonesia) Pusat Ropaun Rambe. Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. mengatakan tercapainya sasaran mutu lulusan pada yudisium kali ini tidak terlepas dari dukungan tenaga dosen, tenaga pendidikan dan sarana-prasarana pembelajaran, serta atmosfer akademik yang kondusif. Saat ini FH Unwar didukung tenaga dosen tetap sebanyak 58 orang, terdiri dari 3 orang guru besar, 27 orang doktor (S-3), 9 orang kandidat doktor, dan 19 orang dosen magister (S-2). Selain tenaga dosen tetap, terdapat juga dosen luar biasa dari unsur guru besar Unud, birokrat Pemda Provinsi Bali, serta praktisi penegak hukum. Dari segi sarana dan prasarana penunjang perkuliahan, FH Unwar telah dilengkapi dengan ruang laboratorium, sekretariat dan halaman parkir yang representatif, sehingga mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi sangat kondusif. Bahkan, FH Unwar telah berhasil mewujudkan Program Studi Magister Kenotariatan (MKn) dan diberikan gedung sekretariat baru berlantai empat yang sangat representatif
YUDISIUM - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. dan para Wakil Dekan melakukan penandatanganan MoU dengan Ketua Umum DPP Peradin Pusat Ropaun Rambe pada upacara Yudisium Sarjana ke-62 FH Unwar di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Senin (9/9) kemarin. oleh yayasan, dan telah digunakan sejak Februari 2018. Dari segi kurikulum, tahun 2019 kurikulum Prodi Ilmu Hukum sudah diperbarui. Di mana kurikulum yang dilaksanakan berbasis SNDikti yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang disebut Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT-Dikti). Dalam upaya meningkatkan lulusan FH Unwar, FH Unwar telah melakukan dan mengembangkan kerja sama dalam skala nasional maupun internasional. Dalam skala nasional, selain bekerja sama dengan Pemda Provinsi Bali dan kabupaten/kota juga dengan Mahkamah Agung (MA) dalam melaksanakan pendidikan mediator, dengan Peradi/AAI/Peradin dalam melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan dengan Kemenkum HAM melalui Badan Pembinaan Hukum Nasional dalam penyelenggaraan Pelatihan Legal Drafting, serta dengan Jimly School dalam pelaksanaan Contract Drafting dan Pelatihan Sertifikasi Mediator. Sementara itu, kerja sama internasional telah menjalin MoU dengan Charles Darwin University Australia, Tripura University India, Maharishi University Amerika Serikat, Neigata University Japan, Thammasat University ThailandBangkok, University Teknologi Mara Malaysia, University Dili Timor Leste, kerja sama dengan
empat universitas di Rusia, Hooge School dan Leiden University Belanda, Kun-Kuk University dan Younsang University di Korea, dan baru-baru ini dengan Vietnam National University di Vietnam dan Royal University Of Law And Economics di Cambodia. ‘’Dengan upaya ini kami yakin lulusan kami memiliki kualitas yang memadai dan mampu bersaing di era global. Apalagi, dengan diberlakukannya kurikulum KPT-Dikti mengacu KKNI tahun 2016 yang telah diperbarui dengan kurikulum tahun 2019 para lulusan kami wajibkan memiliki keterampilan kemahiran hukum yang profesional sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah, yaitu Profesi Advokat, Pelatihan Mediator, Pelatihan Legal Drafting atau Contract Drafting sebagai pendukung kompetensi lulusan,’’ ujar Dr. Budiartha, Senin (9/9) kemarin. Rektor Prof. Widjana berharap para lulusan sarjana Ilmu Hukum FH Unwar dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilannya di masyarakat untuk kemajuan bangsa, terutama pada bidang hukum. Apalagi setelah melakukan kerja sama MoU dengan Peradin, maka akan mempermudah bagi FH Unwar untuk melaksanakan Prodi Advokat. Sehingga FH Unwar akan menghasilkan advokatadvokat yang bermutu dan bisa melaksanakan hukum dengan baik. (ad342)
Penyetaraan Bidang Ilmu
Program Pascasarjana ISI Denpasar Beri Matrikulasi bagi Mahasiswa Baru
TERBAIK - Dekan Fakultas Farmasi Unmas I Made Agus Sunadi Putra dan Rektor Made Sukamerta bersama lulusan terbaik di acara pelepasan di Lombok. program baru S-1 Farmasi ini menjadi sebuah kebanggaan dan menjawab tantangan masyarakat terhadap kebutuhan tenaga kesehatan khususnya di bidang kefarmasian, baik secara kuantitas maupun kualitas. Berdasarkan UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, dinyatakan tenaga kesehatan berkualifikasi minimal diploma tiga. Untuk itu Fakultas Farmasi Unmas membuka peluang bagi masyarakat yang telah bekerja di instansi pemerintah maupun swasta dan berstatus lulusan sekolah menengah kefarmasian untuk dapat melanjutkan ke jenjang D-3. Izin belajar dari BKD mensyaratkan program studi yang dituju harus terakreditasi minimal B yang telah dipenuhi D-3 Fakultas Farmasi Unmas. Makanya pemerintah menunjuk Fakultas Farmasi Unmas penyelenggara program RPL berdasarkan Kepmenristekdikti Nomor 181/M/ KPT/2018. ‘’Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus kami jalankan dengan baik
sebagai penyelenggara RPL di Bali dan NTB,’’ tegasnya. Untuk RL di NTB, pihaknya sudah melakukan koodinasi dengan Poltekes Kemenkes Makassar. Mitra untuk pelaksanaan RPL di Provinsi NTB yaitu Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu, Lombok Tengah. Fakultas Farmasi Unmas sudah menjalin kerja sama dan meneken MoU dengan UNIQHBA. Soal kualitas, Fakultas Farmasi Unmas sudah teruji di tingkat nasional. Dosennya menghasilkan 38 judul penelitian dan 34 progam pengabdian kepada masyarakat. Prestasi mahasiswanya juga langganan juara di tingkat nasional. Hadir di acara itu Dekan Fakultas Farmasi UNIQHBA H. Manaf. Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. memuji pendidikan vokasi di Fakultas Farmasi yang diperlukan oleh dunia industri. Unmas akan terus menjalin kerja sama Tri Dharma dengan UNIQHBA dan segera membuka program profesi apoteker. (ad352)
PROGRAM Magister dan Doktor Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar memberikan matrikulasi pada mahasiswa baru mulai 9 – 10 September di Gedung Citta Kelangen, Kampus ISI Denpasar. Acara tersebut dibuka Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. Mahasiswa baru yang mengikuti materi matrikulasi terdiri dari 48 dari program Magister Seni dan 5 orang dari Program Doktor (S-3) Seni. Narasumber matrikulasi untuk program S-2 dan S-3 di antaranya Prof. Arya Sugiartha, Prof. Dibia, Made Arshiniwati, Gede Rai Remawa, I Nyoman Sedana, I Gusti Ngurah Seramasara, Made Gede Arimbawa, I Gede Mugi Raharja, I Nyoman Artayasa, I Ketut Sariada, Prof. I Made Bandem. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. menyampaikan, materi matrikulasi adalah penyetaraan pemahaman bidang ilmu, mengingat mahasiswa baru S-2 dan S-3 ini datang dari berbagai bidang ilmu S-1. Terutama mata kuliah prinsip seperti wawasan seni, metodologi penciptaan dan pengkajian seni. ‘’Bagaimana orang itu memiliki pemahaman sama karena mereka datang dari berbagai bidang ilmu S-1 yang berbeda-beda. Ada dari seni pertunjukan, seni tari, seni karawitan, seni rupa, desain, bahkan juga ada dari ilmu komputer. Namun sebenarnya sebagai objek material itu bisa didekati dengan objek-objek formal, kajian seni dan
MARTIKULASI - Foto bersama antara Rektor ISI Denpasar, dosen ISI Denpasar dan mahasiswa baru sebelum matrikulasi diberikan. penciptaan seni itu. Kita mengelola objek formalnya, sedangkan objek materialnya datang dari berbagai bidang ilmu tadi,’’ jelasnya usai membuka acara matrikulasi, Senin (9/9) kemarin. Di lembaga pendidikan tinggi seni, ilmu utamanya adalah estetika, sehingga menjadi bidang ilmu wajib di lembaga ini. Estetika pun telah berkembang ke mana-mana, dari estetika klasik, modern dan post modern. ‘’Mereka harus memiliki pemahaman yang sama, sebab sekarang S-3 sudah begitu liarnya dalam setiap bidang ilmu. Nah, sekarang kita ingin bagaimana penerapan estetika dalam bidang seni. Itulah yang akan kita berikan pada mereka sebelum nanti mereka menerima perkuliahan-perkuliahan dari para pengajar,’’ jelasnya. Pascasarjana ISI Denpasar saat ini memiliki dua program studi yaitu Program Magister Seni dan Program Doktor Seni. Ia sedang
mengusulkan dua program studi lagi untuk dibuka yaitu Program S-2 Desain dan S-2 Pendidikan Seni. Ia juga mengapresiasi para mahasiswa baru yang meneruskan studinya hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Karena ada Keputusan Presiden (Keppres) yang baru No. 17 Tahun 2019 yang menyatakan syarat pengangkatan dosen harus berkualifikasi S-3 (doktor). Namun dari sisi usia diberi kelonggaran hingga usia 40 tahun. ‘’Kalau dulu umur 35 tahun baru diangkat, sekarang umurnya boleh 40 tahun. Jadi yang dosen baru harus S-3 sedangkan ada konsekuensi untuk dosen lama yang masih berkualifikasi S-2. Sebab dosen kita itu 60 persen masih berkualifikasi S-2 yaitu sebanyak 150 orang,’’ ungkapnya. Ke depan, ia akan segera menata SDM dosen ini. Paling tidak dalam kurun waktu 10 tahun ia harapkan semua dosen di ISI Denpasar berkualifikasi S-3. (ad341)
harus selalu disesuaikan dengan hasil biakan kuman dan resistensinya. Karena itu untuk lini pertama pemberian antibiotik harus diberikan antibiotik spektrum luas, mencakup kuman Gram positif dan negatif (misalnya golongan sefalosporin), dikombinasikan dengan obat yang bermanfaat terhadap kuman anaerob (misalnya metronidazol).
nyembuhan luka. Umumnya diperlukan insulin untuk menormalisasi kadar gula darah. Status nutrisi harus diperhatikan dan diperbaiki. Nutrisi yang baik akan membantu kesembuhan luka. Jika dirasakan timbul masalah pada kaki atau muncul tanda-tanda ulkus diabetikum maka segera dikonsultasikan ke dokter untuk pengelolaan luka yang tepat seperti pemilihan obat untuk mengontrol kadar gula darah, pemilihan antibiotik, maupun tindakan operasi dan perbaikan status nutrisi.
Ulkus Kaki Diabetik ULKUS diabetik merupakan luka terbuka pada permukaan kulit yang muncul karena adanya komplikasi dari diabetes melitus yaitu gangguan saraf tepi (neuropati), serta penebalan dan penyempitan pembuluh darah (angipoati). Penderita kaki diabetik yang masuk rumah sakit umumnya disebabkan trauma kecil yang tidak dirasakan penderita akibat adanya gangguan saraf tepi, dan dapat berkembang menjadi infeksi yang disebabkan bakteri. Pasien yang menderita penyakit ulkus diabetikum memiliki gejala dan tanda sebagai berikut, sering kesemutan, nyeri kram atau gatal pada kaki saat ber-
jalan, nyeri saat istirahat, kerusakan jaringan seperti bengkak, kemerahan, iritasi, berbau dan mengeluarkan cairan. Ada banyak faktor yang berpengaruh dalam terjadinya kaki diabetik. Secara umum faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ulkus diabetikum yaitu kelainan bentuk kaki seperti tulang yang menonjol, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, infeksi di kulit (jamur), obesitas, tekanan berkepanjangan pada tumit saat berbaring lama, perawatan luka yang tidak benar, dan kadar gula darah yang tidak terkontrol. Pencegahan Dalam pengelolaan kaki dia-
betik, kerja sama multi-disipliner sangat diperlukan. Berbagai hal yang harus ditangani dengan baik agar diperoleh hasil pengelolaan yang maksimal dapat digolongkan sebagai berikut dan semuanya harus dikelola bersama. 1. Mechanical Control (Pressure Control) Daerah-daerah yang mendapat tekanan lebih besar (weight bearing) seperti tumit kaki akan rentan terhadap timbulnya luka. Berbagai cara untuk mencegah terjadinya perlukaan dapat dilakukan antara lain dengan pemilihan alas kaki yang baik seperti sepatu yang nyaman, berbahan lembut, dan dengan ukuran yang
benar. Serta segera ganti kaus kaki bila basah. 2. Wound control Pembersihan luka (debridement) yang baik dan adekuat akan sangat membantu mengurangi jaringan mati (nekrotik) yang harus dikeluarkan tubuh, dengan demikian akan sangat mengurangi produksi cairan/pus dari ulkus/ gangren. Selain itu pasien juga harus rajin mencuci kaki menggunakan sabun dan air hangat. Keringkan secara menyeluruh di setiap sela-sela jari kaki. 3. Microbiological Control (Infection Control) Antibiotik yang dianjurkan
4. Metabolic control Keadaan umum pasien harus diperhatikan dan diperbaiki. Kadar glukosa darah diusahakan agar selalu senormal mungkin, untuk memperbaiki berbagai faktor terkait hiperglikemia yang dapat menghambat pe-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
l dr. Simon Ganesya Rahardjo
Selasa Pon, 10 September 2019
Senator RI Bicara Kasus Papua Saat Acara Hikmahbudhi di Gedung MPR-RI
Hadiri ’’Hindu Youth Camp’’ di Gunung Salak, Arya Wedakarna Beri Pemahaman Radikalisme Berkedok Ekonomi TIDAK saja di Bali, tetapi kiprah dan dukungan Senator DPD-RI termuda dari Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terhadap organisasi kepemudaan di luar Bali tetap konsisten diberikan. Salah satunya dengan difasilitasinya organisasi mahasiswa Buddha yakni Hikmahbudhi untuk mengadakan kegiatan di Gedung MPR-RI di Kompleks Senayan, Jakarta. Atas dukungan Senator Arya Wedakarna (AWK), Himakbudhi menyelenggarakan kegiatan seminar dengan tema ‘’Peranan Pancasila Dalam Penyelesaian Persoalan Bagsa serta Memperkuat Persatuan Nasional’’ yang menghadirkan sejumlah narasumber yakni Arief Rosyid (Direktur Eksekutif Merial Insitute), Adi Kurniawan (Direktur Politik Ideologi NCBI) dan Twedy Ginting (Bendahara DPP KNPI). Dalam kegiatan yang berlangsung di ruang GBHN tersebut, Senator AWK menyampaikan sejumlah pandangannya terhadap eksistensi Pancasila, khususnya di era milenial ini yang justru dianggap memiliki tantangan terberat yakni melawan gerakan radikalisme dan gerakan separatisme. ‘’Saya rasa, saat ini khususnya di zaman milenial ini,
justru tantangan terberat anak muda Indonesia adalah menghadapi berita hoax atau kebohongan. Sejak Pilpres 2014, Indonesia sudah mulai babak baru dalam pertarungan ideologi yakni munculnya isu SARA yang akhirnya kebiasaan. Hal ini diperparah dengan kasus SARA dan hoax saat Pilkada DKI Jakarta dengan kekalahan Ahok, dan puncaknya di pilpres pada tahun 2019. Sebenarnya, biang keladi dari seluruh masalah di atas hanya itu-itu saja, kelompok manusia anti-Pancasila yang kerap menggunakan isu agama dalam menggapai kekuasaan. Akhirnya, kebiasan hoax, berita palsu dan juga fitnah keji menjadi the way of life anak muda Indonesia. Akibatnya bisa berlipat-lipat karena zaman ini munculnya media sosial. Selebihnya, masalah jadi besar karena pemerintah sebelumnya tidak pernah tegas menghadapi kaum radikalisme berkedok politik, ekonomi, budaya dan pendidikan. Termasuk kasus konflik Papua yang dimulai dari rasisme. Ini sangat berbahaya. Saya ingatkan, satu-satunya yang bisa menyembuhkan luka ini hanya nilai-nilai Pancasila,’’ kata Gusti Wedakarna. Ia pun meminta kepada Hikmah-
budhi untuk selalu menjadi garda terdepan, khususnya memberikan contoh umat Buddha mampu membela Pancasila. ‘’Umat Buddha Indonesia adalah komunitas yang juga terdampak dari berita hoax. Contohnya bagaimana sesama warga Indonesia tega membakar wihara yang ada di Tanjung Balai, Medan, Sumatera Utara, hanya gara-gara masalah sepele. Begitu juga bagaimana protes dengan keberadaan patung Dewa Perang di Tuban, Jawa Timur, oleh kaum radikalis dimasalahkan. Padahal patung itu ada di kawasan Klenteng. Ini harus dilawan dan tetaplah teguh umat Buddha Indonesia bersama komponen mahasiswa nasionalis religius untuk membela Pancasila,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Hal senada juga diungkapkan Senator AWK saat berbicara di Pura Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat dalam acara ‘’Hindu Youth Camp’’. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah narasumber dari tokoh elite Hindu dihadirkan yakni Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa (Danjen Kopassus), Ida Pandita Kumari (tokoh Hindu Dayak Nusantara), I Gusti Ngurah Putra (Dirut PT Waskita Karya), I Nyoman Marpa (pengusaha Hindu), KS Arsa-
Unhi Bakal Gelar Mukernas Perdana IKAMAHI
Alumni Punya Peran Strategis dalam Peningkatan Lembaga Pendidikan UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar bakal menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ikatan Alumni Mahasiswa Unhi (IKAMAHI) perdana pada Sabtu (21/9) mendatang. Untuk mematangkan rencana tersebut, panitia, Rektor, PHDI, pimpinan Yayasan Pendidikan Widya Kerti, serta puluhan alumni menggelar rapat persiapan, Jumat (6/9) lalu di kampus setempat. Inisiator Mukernas IKAMAHI I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H. memaparkan IKAMAHI terbentuk tahun 2013 silam oleh sejumlah mantan Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Unhi Denpasar yang lengkap dengan AD/ART-nya. Tujuannya untuk mewadahi pemikiran para alumni yang selanjutnya akan menjadi stakeholder dan bagian dari catur civitas akademika Unhi Denpasar. Pasca-mukernas diharapkan akan terbentuk kepengurusan IKAMAHI baru. Menurut Satria, alumni memiliki peran yang sangat strategis bagi lembaga pendidikan. Di antaranya membantu meningkatkan mutu dan pengembangan pendidikan, memengaruhi opini publik, menjadi role model (inspirasi) bagi mahasiswa, menjadi jejaring lembaga dan punya kaitannya terhadap akademik, khususnya saat akreditasi. Sebab, kualitas alumni berpengaruh pada nilai akreditasi suatu perguruan tinggi. Ia memberi contoh ikatan alumni perguruan tinggi lain yang sangat kompak dan mampu berbuat lebih bagi umat manusia. Salah satunya menggali dana untuk beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. ‘’Kami juga berharap IKAMAHI mampu seperti itu, apalagi Unhi akan membuka gerakan orangtua mahasiswa asuh,’’ ujar padharma wacana berprestasi nasional ini, Jumat (6/9). Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengugkapkan para alumni adalah produk
MUKERNAS - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Fhil. I Ketut Ardhana, M.A. dan Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tanaya beserta beberapa alumni saat melakukan rapat persiapan Mukernas I IKAMAHI, Jumat (6/9). perguruan tinggi sebagai kristalisasi kinerja lembaga. Kualitas alumni menjadi gambaran berjalannya proses Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, pihaknya mendukung penuh agenda IKAMAHI, tanpa mengintervensi organisasi alumni yang terdiri dari berbagai profesi tersebut. Apalagi, di era kepemimpinannya ini pihaknya telah mendirikan sejumlah prodi baru, yakni Sistem Informasi dan Hukum Adat untuk menjawab tantangan ke depan dan sesuai dengan napas Unhi. ‘’Kami juga telah merancang Prodi Magister Manajemen, sehingga kami berharap para alumni turut menyosialisasikan lembaga ini kepada masyarakat luas,’’ harapnya. Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Fhil. I Ketut Ardhana, M.A. mengingatkan, IKAMAHI yang notabene intelektual Hindu memiliki tugas yang berat ke depannya. Terutama memetakan pemeluk Hindu di Nusantara, sehingga mendapatkan angka yang jelas berapa jumlah umat Hindu secara nasional. Terbatasnya dokumen perkembangan kerajaan Hindu mulai dari Kutai Karthanegara, Kalimantan Timur, lalu ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Bali hingga Papua menyebabkan intelektual Hindu harus bekerja lebih keras melacak sejarah yang diperkirakan terjadi pada abad IV itu. IKAMAHI, lanjut Ardhana, diharapkan sebagai agen informasi bahwa Unhi Denpasar adalah lembaga pendidikan milik umat Hindu seluruh dunia. IKAMAHI juga mesti berperan sebagai tali pemersatu persaudaraan umat se-Nusantara. ‘’Saya harap begitu umat Hindu mendengar IKAMAHI, berarti dia menganggap suatu wadah umat Hindu. Perlu juga kita evaluasi nama IKAMAHI, sebab ada organisasi lain yang namanya sama,’’ tandasnya. Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tanaya menyambut baik rencana Mukernas I IKAMAHI tersebut. Mantan Pangdam IX/Udayana ini mengaku mendukung penuh dan mengawal langkah-langkah organisasi itu ke depan. ‘’Bila perlu nanti pertemuannya digelar di seluruh provinsi se-Indonesia, karena setiap provinsi pasti ada tokoh Hindu yang sukses, kita tinggal minta dukungan fasilitas. Ini menegaskan bahwa kita ada, mampu dan besar,’’ pungkasnya. (ad344)
Lulusan FP Undwi ’’Survive’’ di Era Revolusi Industri 4.0 Perdana Luluskan Sarjana Konsentrasi Pertamanan
FAKULTAS Pertanian Universitas Dwijendra (FP Undwi) Denpasar kembali menghasilkan human capital berkualitas bagi Bali, khususnya dalam bidang pertanian. Senin (9/9) kemarin, Dekan FP Undwi Ir. Ni Ketut Karyati, M.P. meyudisium 55 sarjana pertanian. Mereka adalah calon pengusaha sektor pertanian yang andal dan tangguh karena sebagian besar lulus dengan cumlaude dan sangat memuaskan. Acara yudisium juga dihadiri Pengawas Yayasan Dwijendra Wayan Astawa Jaya, S.H. dan Rektor Unversitas Dwijendra Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA. Saat itu Dekan Ketut Karyati didampingi Wakil Dekan Made Mika Mega Astuthi, S.P., M.P. menyerahkan penghargaan bagi lulusan berprestasi yang diraih Ni Made Sudiartini (3,94), Selamat (3,74), Dewa Swandana (3,65) Deminibus Sawe (3,48) dan Yulius Fulbektus Gombot (3,43). Hingga acara yudisium semalam, FP Undwi kini sudah menamatkan 707 sarjana. Hasil tracer study menunjukkan semua alumninya sudah bekerja dan sebagian besar bekerja mandiri. Bahkan masa tunggu lulusannya nol tahun. Yudisium kemarin adalah istimewa karena menjadi yudisium perdana bagi lulusan Prodi Agroteknologi FP Undwi. Prodi Agroteknologi konsentrasi pertamanan, katanya, sangat diperlukan di dunia kerja baik di hotel maupun pemerintah. Demikian juga Prodi Agrobisnis peluang masih terbuka lebar mulai dari sektor pertanian di hulu hingga hilir. Untuk itu, Dekan Ni Ketut Karyati terus berbenah guna meningkatkan kualitas lulusannya. Di antaranya melalui seminar, melakukan penyesuaian kurikulum dan mendorong dosen menyelesaikan
YUDISIUM - Dekan FP Undwi Ni Ketut Karyati didampingi Wakil Dekan Made Mika Mega Astuthi saat meyudisium sarjana pertanian FP Undwi. studi S-3. Untuk itu, dia lebih bangga kalau mendengar bahwa alumni FP Undwi banyak yang sukses menjadi wirausaha muda mandiri di bidang pertanian. ‘’Lebih baik menjadi job creator dibandingkan job seeker,’’ tegasnya. Bekal ilmu dan pengalaman sudah diberikan di dunia kampus, tinggal mereka mau mengasah keberanian dan kemampuan untuk bekerja mandiri. Untuk itu, dia berterima kasih kepada ketua yayasan dan rektor yang telah memberikan fasilitas pendukung yang memadai guna menghasilkan lulusan pertanian yang berkualitas dan mandiri. Lulusan FP Undwi harus survive di era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perubahan serba cepat dan persaingan yang tajam. Caranya dengan terus mengasah ilmu dan kompetensi di masyarakat. Rektor Undwi Dr. Gede Sedana menambahkan, pembangunan ekonomi
dan arus globalisasi memunculkan persaingan yang makin ketat. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dikuasai sarjana pertanian Universitas Dwijendra. Untuk menjadi pemenang, katanya, sarjana pertanian Undwi diarahkan membuka binsis inklusif. Mereka mengintegrasikan semua aktor bisnis dalam pertanian dari hulu hingga hilir di mana setiap aktor berbagi peran memperoleh nilai tambah dan profit sharing. Model pemasaran e-commerce guna mendigitalisasi bisnis pertanian guna mengantisipasi revolusi industri 4.0. Namun sarjana pertanian harus mengubah midnset bisnis menuju e-commerce. Sarjana konsentrasi pertamanan dengan akreditasi B ini sangat diperlukan di segala bidang di Bali. Untuk itu dia berpesan pemkab/ pemkot memberikan beasiswa kepada PNS guna memiliki SDM S-1 bidang pertamanan. (ad343)
na (Ketua Umum DPP Prajaniti) dan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Dirut Garuda Indonesia). Dalam kesempatan tersebut, Senator AWK seperti biasa membakar semangat anak muda Hindu yang berkumpul dari sejumlah provinsi di Indonesia ini, khususnya bagaimana kiat anak muda Hindu milenial berhasil dalam persaingan menuju kesuksesan. ‘’Satu-satunya cara membuat anak muda Hindu percaya diri adalah pendidikan. Maka kejarlah pendidikan setinggi-tingginya, karena hanya dengan pendidikan tinggi kalian bisa percaya diri menaklukkan globalisasi. Dalam agama Hindu, jnana atau pengetahuan menjadi pintu dalam mengarungi kehidupan di zaman kali ini. Tentu juga harus diikuti dengan keberanian dalam bersikap karena pemimpin itu pasti lahir dari proses keberanian dan mampu berpikir berbeda,’’ jelas Senator AWK. Dalam kesempatan itu, ia menyosialisasikan Piagam Tantular dengan studi kasus Bali sebagai ladang pertarungan ideologi Pancasila dan ideologi radikal, khususnya dalam bidang ekonomi. ‘’Zaman sekarang, perang itu dilakukan dengan kekuatan ekonomi. Bukan lagi dengan
SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna saat beracara bersama mahasiswa Buddha di Gedung MPR dan saat bersama anak muda Hindu di Gunung Salak, Bogor. kekuatan fisik. Perang dengan bom Bali sudah tidak populer lagi, tapi yang paling mudah adalah menghancurkan suatu bangsa dengan serbuan ekonomi asing yang belum tentu cocok dengan ideologi bangsa. Di Bali hal itu sudah terjadi. Tapi syukurlah, leluhur di Bali selalu mengingatkan
warih-nya untuk waspada dan setiap niat jahat menguasai Bali akan terbongkar dengan sendirinya. Ini yang dinamakan satyagraha. Jika mau bertahan, ya… umat Hindu harus kuasai ekonomi dulu,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang juga Ketua DPP Prajaniti ini. (ad346)
Puji Kemegahan dan Interior Balai Budaya
Komisi II Ajak Masyarakat Ikut Menjaga JAJARAN Komisi II DPRD Badung memuji kemegahan bangunan, interior dan ornamen Balai Budaya Giri Nata Mandala. Komisi yang diketuai I Gusti Anom Gumanti tersebut bahkan kagum dengan kecanggihan fasilitas yang ada di dalam balai budaya yang terletak di kawasan Puspem Badung tersebut. ‘’Semua sudah kami kelilingi, sangat megah dan representatif. Ornamennya tidak meninggalkan budaya Bali, tetapi dikemas dengan teknologi yang canggih. Luar biasa ide dan desain Bapak Bupati,’’ kata Anom Gumanti ditemui usai mengunjungi Balai Budaya, Senin (9/9) kemarin. Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat Badung ikut menjaga balai budaya yang digadang-gadang terbesar di Asia Tenggara tersebut. ‘’Kami tidak menyangka Bapak Bupati memiliki ide yang luar biasa ini. Masyarakat juga harus ikut menjaga, karena akan diwariskan kepada generasi penerus Badung,’’ ajaknya. Hadir pula dalam kunjungan tersebut sejumlah anggota Komisi II yakni Ida Bagus Made Sunartha, I Gusti Lanang Umbara, I Nyoman Dirga Yusa, I Wayan Luwir Wiana, IB Alit Arga Patra, I Nyoman Suka dan IGAA Inda Trimafo Yuda didampingi Kepala Dinas PUPR Badung I.B. Surya Suamba. Lanjut Anom Gumanti, sebagai dewan pihaknya juga memberikan saran terkait perawatan. Pihaknya sangat setuju jika gedung tersebut turut dikelola oleh pihak ketiga. Guna memaksimalkan pengelolaan, Anom Gumanti berharap gedung tersebut dikelola oleh orang-orang profesional. ‘’Gedung ini kan membutuhkan perawatan dari orang khusus. Apalagi interiornya ada yang didatangkan dari Jerman dan Italia, tidak bisa orang sembarangan yang merawatnya,’’ tuturnya. Gedung balai budaya itu, lan-
BERKUNJUNG - Jajaran Komisi II DPRD Badung seperti Ida Bagus Made Sunartha, I Gusti Lanang Umbara, I Nyoman Dirga Yusa, I Wayan Luwir Wiana, IB Alit Arga Patra, I Nyoman Suka dan IGAA Inda Trimafo Yuda didampingi Kepala Dinas PUPR Badung IB Surya Suamba mengunjungi Balai Budaya Giri Nata Mandala. jutnya lagi, perlu dikolaborasikan untuk tempat meeting center atau convention center. Terlebih, gedung ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap. ‘’Ada pertemuan kepala daerah, gedung ini sangat representatif. Apalagi bisa menampung 2.500 orang. Kalau orangnya sedikit, bisa gunakan outdoor. Kami juga tidak menutup kemungkinan untuk peningkatan PAD. Menjadi perspektif ekonomi untuk menunjang PAD. Terutama untuk biaya operasional gedung itu,’’ kata Anom Gumanti. Senada dengan Anom Gumanti, Ida Bagus Made Sunarta mengaku bangga Badung bisa memiliki gedung megah bertaraf internasional. Pemeliharaannya, harus direkrut orang khusus yang profesional. ‘’Bapak Bupati benar-benar memikirkan kemajuan daerah ke depannya, dengan megahnya gedung dan kecanggihan fasilitas di dalamnya,’’ kata politisi asal Sangeh itu. Lanang Umbara menambahkan,
agar pemerintah memperhatikan perawatan gedung, jangan sampai lokasi di sekitar kumuh. Dengan modal besar yang sudah ditanamkan, pihaknya berharap gedung itu bisa membawa dampak positif bagi Badung. ‘’Selain sebagai peningkatan pelestarian seni, adat dan budaya, kami harap gedung ini bisa membawa income bagi Badung. Misalnya dengan event internasional ke sini yang bisa memberikan dampak positif bagi Badung,’’ imbuh mantan Perbekel Pelaga itu. Usai mengunjungi balai budaya, Komisi II juga mengadakan rapat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan. Membahas mengenai program-program OPD terkait yang bisa memberikan feedback positif bagi masyarakat Badung. (ad348)
Magokoro College Siap Antarkan Anda Bekerja di Jepang
BAGI masyarakat Indonesia dan Bali pada khususnya yang ingin belajar dan bekerja di Jepang, kini telah dibuka Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Pendidikan Bahasa Jepang, Magokoro College. Magokoro College telah dibuka secara resmi pada 7 September 2019 dan siap menerima peserta didik baru. Magokoro College yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur, No. 238 B, Denpasar Utara, Kota Denpasar ini didukung tenaga pengajar native maupun lokal yang profesional dan berpengalaman di bidangnya. Apalagi, Magokoro College didukung penuh A.C.C. International Culture College di Jepang dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI). A.C.C. International Culture College merupakan lembaga pendidikan Bahasa Jepang yang berada di Shizuoka, Jepang. Selain sebagai lembaga pendidikan Bahasa Jepang bagi warga negara asing dengan program-program khusus sesuai dengan tujuan peserta didik, A.C.C. International Culture College juga memiliki rekanan perusahaan-perusahaan di Jepang dengan berbagai bidang usaha. Dengan menggunakan kurikulum dan metode pembelajaran dari A.C.C. International Culture College yang berbasis di Jepang, siswa-siswi kami bisa mendapatkan hasil yang lebih cepat dan efektif. Apalagi, kami tidak hanya mempersiapkan kemampuan bahasa Jepang, namun juga karakter handal untuk belajar maupun bekerja di Jepang secara profesional,’’ ujar Admin Staff Magokoro College, Nastya, Senin (9/9) kemarin. Selain itu, Magokoro College juga didukung oleh STPBI yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat sebagai lem-
PERESMIAN - Direktur PT Bali Duta Mandiri sekaligus Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun sebagai penyelenggara pendidikan tinggi STPBI Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. (2 dari kanan) bersama Konsultan Magokoro College Aikawa Shinji (kiri), Direktur A.C.C. International Culture College Yamashita Daisuke (tengah), dan Owner Magokoro College I Made Palayuta (kanan) pada peresmian Magokoro College, Sabtu (7/9). baga pendidikan tinggi di bidang perhotelan dan kepariwisataan. ‘’Kami bersama-sama membangun Magokoro College menjadi lembaga kursus dan pelatihan yang menjamin kualitas manajemen, pendidik, maupun peserta didik kami, dan juga dapat mengantarkan peserta didik kami untuk mencapai tujuan melanjutkan pendidikan di Jepang ataupun memperoleh pekerjaan sebagai pegawai perusahaan di Jepang,’’ tandasnya. Ada tiga program unggulan yang ditawarkan Magokoro College kepada masyarakat. Di antaranya, program bimbingan belajar bagi yang tertarik untuk mempelajari bahasa maupun kebudayaan Jepang, program belajar di Jepang bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan di Jepang ataupun ingin memper-
oleh pekerjaan sebagai pegawai di suatu perusahaan di Jepang dan program Tokutei Ginou yang merupakan program penerimaan pekerja asing berkemampuan khusus dan bekerja sama dengan PPTKIS PT Duta Mandiri. Sementara itu, dari segi pembiayaan, Magokoro College juga menyediakan dua jenis program. Yaitu program tiga bulan dengan lima kali pertemuan/minggu dan program lima bulan dengan tiga kali pertemuan/minggu dengan biaya yang sama, yakni Rp 3.000.000. Bahkan, Magokoro College memberikan diskon 30 persen bagi pendaftar peserta didik baru hingga bulan Desember 2019 mendatang. Untuk informasi lebih lanjut silakan mention di www.magokorocollege.com, IG: @ magokorocollege dan FB: magokorocollege. (ad345)
Selasa Pon, 10 September 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Revolusi Industri 4.0 Peluang untuk ’’Startup’’ REVOLUSI Industri 4.0 atau generasi keempat, kini menjadi perbincangan dunia. Bagi yang pesimis, ini menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan. Mengingat, revolusi industri generasi keempat ini ditandai dominannya pemanfaatan superkomputer, robot pintar, kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan berbagai kecanggihan lainnya. Dampaknya, terjadi pengurangan penggunaan tenaga manusia yang berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga meningkatnya angka pengangguran. Revolusi industri 4.0 sebenarnya sudah dimulai begitu teknologi informasi berkembang demikian dahsyatnya. Dengan kecanggihan teknologi informasi, berbagai data dikumpulkan dan dibagi-bagi untuk dimanfaatkan tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Berbagai data (big data) ini dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi canggih, terutama dengan adanya penemuan dan pengembangan intelegensi buatan di segala bidang. Dampaknya, seperti yang dikhawatirkan mereka yang pesimis, akan terjadi pengurangan pemanfaatan tenaga kerja manusia secara besar-besaran. Sebagai negara dengan populasi penduduk cukup besar, wajar ini menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan terutama meningkatnya angka pengangguran. Bagi yang optimis, revolusi industri 4.0 ini malah membuka peluang baru. Tinggal bagaimana menangkap dan memanfaatkan peluang yang ada, mengolahnya menjadi sebuah berkah. Mereka memanfaatkan teknologi informasi untuk mengakses berbagai data, lalu meramunya dalam aplikasi canggih menggunakan intelegensi buatan. Kemajuan teknologi informasi telah membuka peluang tiap individu bisa membuka gerai kuliner, fashion sampai jasa perawatan kuku tanpa harus menyewa tempat dengan harga mahal. Mereka cukup memajang dan menawarkan berbagai produk barang maupun jasa mereka di media sosial, dan konsumen yang tertarik akan segera melakukan transaksinya. Dari usaha rintisan (startup) ini, muncul dan berkembang beberapa unicorn (startup dengan valuasi 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14 triliun). Besarnya jumlah penduduk Indonesia, membuat negara ini memiliki unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Dari 7 unicorn di Asia Tenggara, 4 dimiliki orang Indonesia. Unicorn-unicorn ini rata-rata memanfaatkan peluang revolusi industri 4.0, memanfaatkan kecanggihan teknologi (informasi) berbasis jaringan. Berbagai produk barang dan jasa mulai dari pertanian, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bahkan untuk sekadar perawatan kuku dan sejenisnya, dipasarkan di jaringan maya yang tersebar ke seantero jagat. Apalagi dengan kecanggihan peralatan telekomunikasi smartphone sekarang ini, benar-benar dunia berada dalam genggaman. Siapa yang menguasai informasi dan mampu memanfaatkannya, dia akan menguasai dunia. Untuk mampu memanfaatkan peluang itu, pembangunan jaringan telekomunikasi utamanya internet, haruslah menjadi prioritas ke depan. Gencarnya pembangunan infrastruktur utamanya untuk keperluan dunia maya (internet), diharapkan dapat memacu laju pemasaran sekaligus distribusi barang dan jasa ke seluruh tanah air bahkan dunia. Diharapkan, ini menjadi peluang munculnya usaha-usaha rintisan (startup) untuk tumbuh dan berkembang menjadi unicorn-unicorn baru di Indonesia. Mereka yang kena PHK, bisa membuat usaha rintisan (startup) dari rumah masing-masing berbekalkan kecanggihan teknologi informasi. Penangguran yang dicemaskan dan dikhawatirkan, akan berubah menjadi startup-startup baru di Indonesia. Pembangunan infrastruktur terutama telekomunikasi, telah memacu perkembangan startup di Indonesia demikian pesat. Tiap tahun bahkan tiap bulan, bermunculan pemilik startup baru. Ini tidak lepas dari terus meningkatnya pengguna internet di Indonesia. Startup-startup inilah yang melahirkan unicorn, gerakan ekonomi yang bebas mandiri dengan basis jaringan seluas jangkauan internet.
S URAT PEMBACA Penanaman ’’Mangrove’’ Banyaknya pohon mangrove yang mati di kawasan Benoa hendaknya menjadi perhatian bersama. Iktikad Pelindo III meminta maaf mungkin hal yang baik pada era ini. Tetapi jika kita mencermati UU Lingkungan Hidup, hal ini tampaknya bisa diperkarakan. Karena, ada kerusakan lingkungan yang terjadi. Tetapi saya tak memasalahkan hal itu karena itu urusan lain. Saya hanya berharap ketika ada belasan hektar hutan mangrove yang mati, mesti segera dilakukan penanaman kembali. Penghijauan di kawasan Benoa ini mutlak dilakukan. Saya mohon Pemprov Bali melakukan langkah lanjutan setelah kawasan ini dijadikan kawasan koservasi. Saya berharap, Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemetaan yang jelas dan men-
TI sebagai Jangkar Kemajuan Lembaga Komunitas Adat Dengan membuat roadmap making Indonesia 4.0, pemerintah telah berfokus pada 5 sektor serta mendorong 10 prioritas nasional yang diharapkan dapat mengejar ketertinggalan dari perubahan revolusi industri ini. Kementerian Perindustrian melalui making program Indonesia 4.0 memuat 10 inisiatif nasional yakni: (1) Perbaikan alur aliran barang dan material, (2) Desain ulang zona industri, (3) Mengakomodasi standar-standar keberlanjutan (sustainability), (4) Memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), (5) Membangun infrastruktur digital nasional, (6) Menarik minat investasi asing, (7) Peningkatan kualitas sumber daya manusia, (8) Pembangunan ekosistem inovasi, (9) Insentif untuk investasi teknologi, (10) Harmonisasi aturan dan kebijakan.
Oleh Putu Krisna Adwitya Sanjaya
D
alam era digital seperti saat ini dibutuhkan kemampuan yang berbeda dibandingkan era sebelumnya. Penguasaan Teknologi Informasi (TI) menjadi sangat penting dalam era ini. Untuk menghindari dampak negatif yang mungkin terjadi, masyarakat mau tidak mau suka tidak suka harus mengimplementasikan teknologi informasi ke dalam kegiatan usahanya. Jika tidak maka akan semakin tertinggal jauh. Revolusi industri juga memunculkan ekonomi berbasis teknologi atau yang lebih dikenal dengan ekonomi digital. Untuk itu, pelaku usaha harus mulai menerapkan sistem digital dalam menjalankan kegiatannya. Banyak sekali peranan Teknologi Informasi di antaranya adalah dapat meningkatkan transformasi bisnis melalui kecepatan, ketepatan, dan efisiensi pertukaran informasi dalam jumlah yang besar. Penggunaan TI sudah sejak lama diimplementasikan dalam penyusunan laporan keuangan. Kombinasi teknologi informasi dan akuntansi kemudian melahirkan bahasan mengenai Sistem Informasi Akuntansi (SIA). SIA yang didesain dengan baik dapat menambah nilai organisasi dengan: (1) Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk atau jasa, (2) Meningkatkan efisiensi, (3) Berbagi pengetahuan, (4) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas rantai pasokan, (5) Meningkatkan struktur pengendalian internal, (6) Meningkatkan proses pengambilan keputusan yang tepat. Perkembangan teknologi informasi yang berkembang dewasa ini memberikan banyak kemudahan pada berbagai kegiatan bisnis karena teknologi ini menitikberatkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer se-
hingga teknologi informasi dapat memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat. Penggunaan teknologi komputer dalam akuntansi telah lumrah dan menjadi semakin penting terutama dalam menyongsong revolusi industri 4.0. Banyak software keuangan yang telah beredar dan dipergunakan oleh kalangan bisnis di Indonesia. Secara umum software dibuat untuk tujuan memudahkan pengguna untuk mencatat transaksinya, memudahkan membuat laporan keuangan, memudahkan melacak transaksi dan banyak kemudahan lainnya dengan menggunakan software keuangan tersebut. Dengan penggunaan software keuangan selain memudahkan pekerjaan pembukuan seperti yang dijelaskan di atas, juga dapat memberi kesan bisnis tersebut dikelola dengan profesional. Pencatatan utang dan piutang diorganisasi dengan baik, sehingga customer yang ingin mengonfirmasi data dapat dengan mudah dilakukan penelusuran data. Selain dapat menghindari adanya kerugian sebagai akibat dari buruknya pencatatan, hal ini juga akan memunculkan kepercayaan bagi lembaga tersebut. Dengan banyaknya keuntungan menggunakan software, diharapkan pemilik bisnis atau pengelola aktivitas usaha dapat menggunakannya. Keberadaan Lembaga Usaha Berbasis komunitas sebagai contoh Lembaga Keuangan Komunitas Adat (Baca: LPD) secara langsung maupun tidak langsung diharapkan mampu memberikan makna dalam kehidupan para prajuru-nya maupun krama adat yang merupakan nasabahnya. Melalui program deposito, kredit, dan tabungan, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) mampu menyerap dana krama desa adat untuk disimpan di lembaga ini serta
diharapkan mampu menjadi sarana meningkatkan denyut nadi perekonomian desa, mengingat LPD hingga Septermber 2018 asetnya sudah mencapai Rp 22 triliun lebih. Secara de facto kuantitas aset ini juga mengandung makna kepercayaan yang tinggi yang diberikan oleh krama bagi sebuah lembaga keuangan. Langkah strategis yang perlu dilakukan adalah pengembangan mutu sumber daya manusia berjiwa wirausaha, pengaktualisasian teknologi informasi terkini, akses pendanaan berbiaya rendah, dan pemasaran secara agresif. Kemudian, diikuti dengan upaya peningkatan efisiensi dan produktivitas secara berkelanjutan sedemikian rupa sehingga mampu membangkitkan daya saing. Pemberdayaan Lembaga Komunitas Adat merupakan salah satu terobosan inovatif yang harus terus digalakkan dan diperluas cakupan subtansinya demi upaya untuk pemerataan pendapatan, penurunan tingkat kemiskinan di Bali agar sesuai dengan buku III Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019. Sasaran pengurangan tingkat kemiskinan dalam buku III Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019 adalah 4,0 – 2,9 persen, sedangkan pada tahun 2013 tingkat kemiskinan di Provinsi Bali adalah 4,49 persen. Selama kurun waktu 2014-2019, Provinsi Bali harus menurunkan persentase penduduk miskin 1,05 poin persentase atau 0,18 poin persen per tahun. Teknologi informasi secara prinsipil adalah suatu item teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan berkualitas. Suatu sistem teknologi informasi wajib mendukung tujuan utama suatu
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
gumumkan kepada krama Bali kerusakan yang terjadi. Saya juga mendukung jika pemerintah pusat ikut menjaga kelestarian alam Bali. Jangan Bali terus-menerus dieksploitasi tanpa ada upaya melakukan pendampingan jika terjadi keruasakan lingkungan. Mudah-mudahan pascaterbangunnya kesadaran di Teluk Benoa, ke depan Bali tak lagi dijejali investasi yang tak ramah lingkungan, apalagi memaksakan investasi yang ditolak masyarakat. Wayan D. Arsana Gianyar, Bali
Mohon Penjelasan
Mendengar siaran televisitelevisi nasional di Bali setiap pukul 06.00 dan pukul 18.00 tentang Puja Tri Sandya dan juga lantunan desa pakraman di Bali, khususnya saya rasa masih ada yang salah atau keliru. Terdengar pada bait
keempat diucapkan Brahman Pundari Kasah sedangkan yang tertulis berbunyi Trahinam Pundari Kasah. Pertanyaan saya, apa sama brahman pundari kasah dengan trahinam pundari kasah. Saya mohon penjelasan kepada tokoh-tokoh agama Hindu dan yang terkait di Bali seperti jawatan agama, Parisada, majelis agama dan sebagainya. Terim kasih. I Dewa Ketut Japa Wiryawan Jl. Subali, No. 18 Tabanan
Pembangunan Menyasar DAS Sebagai sopir freelance, saya sering mengajak tamu melintasi objek-objek wisata di Gianyar. Objeknya mulai dari kawasan wisata Ubud, Sebali menuju Tegallalang. Bahkan, terkadang melintas di kawasan Payangan. Yang saya ingin sampaikan adalah di kawasan ini, tingkat pem-
bangunan fasilitas pariwisata sangat tinggi. Ada pembangunan vila, hotel dan terkadang ada vila-vila joglo. Yang saya ragukan, ada sejumlah pembangunan vila yang di depannya tak terlihat ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Biasanya sebuah proyek yang dibangun, ada pemasangan nomor IMB di depannya. Apakah pembangunan vila–vila ini sudah mengurus IMB atau belum, saya tidak tahu. Namum, mestinya ada pengawasan dari dinas terkait sebelum terjdi pelanggaran lebih parah. Tak hanya itu, pembangunan yang dekat dengan daerah aliran sungai (DAS) juga mulai marak. Mohon hal ini diperhatikan jika kita ingin menjaga keharmonisan alam Bali. Harus ada ketegasan dan berani menindak jika ada pembangunan yang melanggar peruntukan kawasan. I Made Sudarma Putra Denpasar, Bali
entitas bisnis yakni mencapai profit. Tujuan sistem informasi dari suatu entitas bisnis haruslah selaras dan terintegrasi sehingga sistem mampu mendukung tujuan yang ingin dicapai. Selanjutnya, informasi jadi bernilai apabila telah dianalisis dengan cermat. Perangkat lunak atau software yang digunakan untuk menghasilkan informasi harus mencocokkan dengan bisnis proses perusahaan yang dimaksud. Sistem informasi keuangan merupakan sistem informasi yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam organisasi atau perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan. Bagian item keuangan itu meruapakan semacam denyut nadi bagi entitas bisnis. Suatu manajemen keuangan bertujuan untuk mengelola sumber daya keuangan perusahaan menjadi optimal dan memberikan keuntungan yang maksimal serta mampu meminimalkan risiko yang akan terjadi. Keuangan perusahaan bila disimpan terus-menerus maka akan mengalami kerugian, sebaiknya keuangan ‘’dialirkan’’ kembali agar menghasilkan profit, sehingga sistem informasi keuangan yang berbasis teknologi akan sangat berperan dalam proses pengembangan entitas bisnis dalam hal ini lembaga keuangan (LPD). Struktur organisasi dari level manajemen puncak mampu melakukan proses pengolahan data menjadi informasi dan akhirnya menjadi pengetahuan (knowledge) yang dapat digunakan sebagai bagian dari proses untuk mengambil keputusan sehingga keputusan yang diambil terstruktur dan terarah (executive information system). Kecepatan menyajikan informasi yang tepat dan akurat juga menjadi alat bantu bagi manajemen dalam membuat keputusan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Tantangan paling berat adalah kesiapan tiap satuan entitas bisnis untuk menyiapkan rencana dan strategi untuk menghadapi persaingan yang lebih global. Peran sistem informasi keuangan terpadu dalam entitas bisnis sangat penting untuk mengetahui informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu entitas bisnis. Penerapan teknologi informasi sangat urgen untuk dilaksanakan mengingat teknologi informasi memiliki peran strategis bagi tata
kelola maupun pengembangan suatu entitas bisnis termasuk LPD, terutama dalam bidang keuangan. Peranan teknologi informasi dalam bidang keuangan diyakini mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas, mengembangkan kinerja perusahaan, untuk perlindungan aset dan meningkatkan produktivitas usaha, mempermudah pekerjaan serta diharapkan mampu menjadi jangkar perekonomian desa adat secara terkhusus. Penulis, dosen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Universitas Hindu Indonesia
POJOK Meluas, krisis air di Jembrana. - Segera solusi krisis air Bali. *** Krisis calon perbekel, dua desa di Tabanan perpanjang masa pendaftaran. - Semua lini krisis. *** Kunjungan wisman turun, Dispar Badung berdalih kurang promosi. - Taksu pariwisata Bali tidak diperhatikan.
Warung Global
Proteksi Petani Bali
MUSIM Kemarau panjang tahun ini menyebabkan 95,6 hektar tanaman padi di Bali mengalami puso. Kejadian ini terjadi di wilayah Buleleng, Jembrana, Karangasem. Sementara wilayah Tabanan dan Badung komoditas padi juga mengalami kerusakan akibat kekeringan. Menyikapi kondisi ini, Kawan Global menyarankan agar pemerintah beserta stakeholders terkait mengambil langkah sehingga kerusakan tanaman padi akibat kekeringan tidak semakin meluas, sehingga petani tidak banyak menderita kerugian. Seorang pendengar setia Radio Global 96,5 FM juga mengingatkan kembali akan pentingnya petani mengikuti Asuransi Usaha tani Padi (AUTP) jika dalam kondisi gagal panen tak begitu merugi. Berikut beberapa opini yang disampaikan dalam acara dialog Warung Global, Senin (9/9) kemarin selengkapnya.
Lama menggeluti profesi sebagai petani di kampung rantauan di Lampung, Suardana di Tabanan menyampaikan bahwa takdir menjadi petani seperti ini, ia mengajak agar tidak mengeluh, berdoa agar segera turun hujan. Kepada para ahli di bidang ini segera mengambil solusi. Bagaimana mengatasi puso ini. Selain karena memang musim kering, kekeringan juga diakibatkan maraknya alih fungsi lahan. Apakah mungkin membuat hujan buatan, demikian Ketut Mursi di Denpasar menyarankan. Ia optimis pasti ada solusinya. Proteksi petani dengan asuransi memang penting, demikian Bimasena di Gianyar. Tetapi lebih penting lagi jika pemerintah memproteksi tanah Bali, memproteksi lahan perairan Bali yang telanjur rusak, mangrove rusak akibat alih fungsi. Proteksi petani dengan asuransi itu bagus, sosialisasi harus dilakukan. 95,6 hektar tanaman padi di Bali mengalami puso, hanya bisa memetik pelajaran dari hal ini. Werdha di Tegallalang berharap pemerintah terus meberikan sosialisasi pentingnya mengikuti asuransi sebagai proteksi untuk petani, sehingga tak begitu merugi jika terjadi gagal panen akibat kekeringan atau hal lain. (sikha)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Pon, 10 September 2019
Pembangunan RS Nyitdah Pemkab Tunggu Dana Pusat Tabanan (Bali Post) Setelah sempat mengalami hambatan pembangunan karena tidak adanya dana, RS Nyitdah direncanakan kembali dibangun dengan dana bantuan pusat. Rencananya, tahun 2020 pemerintah pusat memberikan bantuan Rp 100 miliar untuk hal tersebut. Sembari menunggu dana ini, RS Nyitdah melengkapi akreditasi sebagai persyaratan melayani pasien JKN. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, untuk dana dari pusat ini sedang ditindak lanjuti pihaknya. ‘’Kami sedang koordinasi dengan pihak provinsi, karena mereka yang akan mengajukannya ke Kemenkes RI,’’ ujarnya. Jika semuanya lancar, lanjut Bupati Eka, dana tersebut akan dialokasikan di APBN 2020. Dana tersebut akan diberikan secara bertahap. Sambil menunggu dana untuk pembangunan ini, RS Nyitdah saat ini sedang bersiap untuk menjalani
Krisis Calon Perbekel Dua Desa Perpanjang Pendaftaran
Tabanan (Bali Post) -
Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Tabanan Wayan Carma, Senin (9/9) kemarin mengatakan, dari 98 desa di Tabanan yang mengikuti pilkel, ada dua desa yang melakukan perpanjangan penjaringan dan pendaftaran calon. ‘’Untuk peneta-
pan masing-masing calon tersebut ada di desa dan saat ini ada dua desa yang lakukan perpanjangan pendaftaran,’’ ujarnya. Menurutnya, di dua desa tersebut tahap penjaringan diperpanjang karena baru satu orang yang mendaftar sebagai calon perbekel. Untuk Desa Riang Gede, tahap
penjaringan diperpanjang sampai 19 September dan Desa Bongan sampai dengan 25 September. Perpanjangan penjaringan dan pendaftaran calon, kata Carma sudah sesuai dengan Perda. ‘’Apabila bakal calon untuk pilkel ini belum memenuhi persyaratan sebagaimana di-
maksud dalam Pasal 21 yaitu kurang dari dua orang, maka panitia pemilihan memperpanjang waktu pendaftaran selama 20 hari,’’ jelasnya. Sementara terkait desa yang calonnya lebih dari lima orang, sudah dilaksanakan seleksi dan penetapan calon perbekel. Desa yang sudah melaksanakan ini adalah Desa Antapan dan Desa Luwus di Kecamatan Baturiti. ‘’Dua desa ini sudah melakukan seleksi dan sudah melaksanakan tahapan selanjutnya,’’ tegas Carma. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan menargetkan 10.000 hektar lahan sawah di Tabanan ter-cover Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tahun ini. Langkah untuk mencapai ini, selain mendorong petani membayar premi 20 persen se-
cara swadaya, juga dilakukan dengan menanggung premi tersebut lewat APBD. Pencapaian 10.000 hektar ini diharapkan bisa terpenuhi pada musim tanaman OktoberMaret. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, Senin (9/9) kemarin, mengatakan sepanjang musim tanam April-September sudah terdata sebanyak 5.249,23 hektar lahan sawah untuk ter-cover AUTP. Dari jumlah ini,
sekitar 588,67 hektar preminya dibayarkan secara swadaya oleh petani. Sisanya ditanggung oleh Pemkab Tabanan melalui APBD 2019. Sementara untuk klaim, selama musim tanam April-September yang sudah dibayarkan untuk seluas 34.58 hektar. Klaim ini dikarenakan tanaman padi rusak akibat serangan tikus maupun kekeringan. Masih ada 19,79 hektar yang klaimnya masih dalam proses pengajuan. Wiadnyana melanjutkan, AUTP adalah program pemerintah pusat yang bertujuan memberikan perlindungan tanaman padi dari serangan hama maupun bencana, se hingga petani tidak mengalami kerugian
yang besar. Pemerintah pusat menanggung premi sebesar 80 persen, sementara 20 persennya ditanggung petani. Dari premi Rp 180.000, petani hanya membayar Rp 36.000. Meski premi sudah disubsidi pemerintah, masih banyak petani yang enggan membayar secara swadaya 20 persen, sehingga untuk meningkatkan luas lahan pertanian ter-cover AUTP, Pemkab Tabanan menanggung pembayaran premi 20 persen ini lewat dana APBD. ‘’Luas lahan yang ditanggung lewat dana APBD seluas 10.000 hektar,’’ ujarnya. Jika terjadi kerusakan terhadap tanaman padi, maksimal petani mendapatkan klaim ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektar. Ganti rugi ini tentu cukup membantu petani jika tanaman padinya mengalami gagal panen. (kmb24)
Tahapan pemilihan perbekel (pilkel) di Tabanan sedang berjalan. Beberapa desa bahkan sudah menetapkan calon perbekel dan melakukan pengundian nomor urut. Tetapi, dua desa di Tabanan yaitu Desa Bongan Kecamatan Tabanan dan Desa Riang Gede Kecamatan Penebel, justru memperpanjang tahapan penjaringan dan pendaftaran calon karena krisis calon.
Bali Post/san
SURVEI - Kondisi RS Nyitdah saat ini. Sambil menunggu pendanaan dari pusat, RS Nyitdah bersiap menjalani survei akreditasi agar bisa melayani pasien JKN.
survei akreditasi. Direktur RS Nyitdah dr. Nyoman Wisma Brata Senin (9/9) kemarin mengatakan, rencananya survei akreditasi akan berlangsung tanggal 3-5 Oktober mendatang. ‘’Simulasi survei akreditasinya sudah dilaksanakan Mei lalu. Untuk survei akreditasi yang sebenarnya akan dilakukan bulan Oktober ini,’’ katanya. Dalam menyiapkan diri untuk menjalani akreditasi ini, RS Nyitdah telah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Salah satunya membuka poliklinik untuk lima layanan dasar, yaitu poliklinik umum, penyakit dalam, kandungan, anak dan gigi. Sambil menunggu akreditasi, RS Nyitdah masih membuka layanan untuk pasien umum baik di IRD maupun poliklinik. R a t a - r a t a s e h a r i p a s i e n p oliklinik yang dilayani sebanyak lima pasien dan untuk IRD ratarata tujuh hingga 10 orang per hari. Masih sedikitnya pasien yang dilayani karena RS Nyitdah belum bisa menerima pasien JKN. ‘’Karena kami belum terakreditasi. Sebab, syarat melayani pasien JKN itu harus terakreditasi. Jika RS Nyitdah lulus akreditasi bulan Oktober nanti, maka sudah bisa menerima pasien JKN dan jumlah pasien akan meningkat,’’ jelas Wisma Brata. (kmb24)
Bali Post/ist
KEJAR PAKET - Pembukaan program Kejar Paket B dan C untuk warga binaan Lapas Tabanan.
Target AUTP Diharapkan Tercapai Oktober
Puluhan Napi Ikuti Kejar Paket B dan C
Tabanan (Bali Post) Niat menuntut ilmu tidak surut meskipun berada di dalam jeruji besi. Hal itu ditunjukkan oleh warga binaan Lapas Tabanan yang mengikuti program Kejar Paket B dan C sebagai lanjutan dari program Kejar Paket A. Program Kejar Paket B dan C merupakan kerja sama pihak lapas dengan Sistem Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kabupaten Tabanan. Program ini cukup banyak diminati warga binaan lapas. Pembukaan Kejar Paket B dan C digelar di aula Lapas Tabanan, Senin (9/9) kemarin. Sebanyak 30 warga binaan mengikuti program tersebut. Mata pelajaran yang diberikan yaitu IPA, IPS, PPKN, matematika, ba-
hasa Indonesia, Penjaskes, bahasa Inggris dan agama. Tenaga pengajarnya adalah empat pamong, dua tutor dari SPNF SKB Tabanan, dan dua tenaga pengajar khusus dari Lapas untuk mata pelajaran agama dan Penjaskes. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana menyatakan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Hal tersebut diamanatkan dalam UUD 1945. Dalam UU No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan juga diatur hak warga binaan untuk mendapatkan pendidikan. ‘’Jadi, pendidikan sangat penting diberikan kepada warga binaan agar mereka memiliki intelektual dan karakter yang semakin membaik dan meningkat. Apalagi banyak di antara mereka yang putus sekolah,
baik karena faktor ekonomi dan faktor sosial lainnya,’’ katanya. Program tersebut bukan sekadar jalan. Diharapkan warga binaan belajar dengan tekun sehingga nantinya bisa menjadi bekal setelah menuntaskan hukuman. Misalnya dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Sementara itu, Kepala SPNF SKB Kabupaten Tabanan Ikhsan, S.H. me nyampaikan, warga binaan Lapas Tabanan dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk terus menimba ilmu pengetahuan dan wawasan. Apalagi era saat sekarang ini yang sangat pesat dengan perkembangan teknologi dan informasi, jadi mau tidak mau kita harus meningkatkan standar SDM. (kmb24)
Wisata Air di Yeh Gangga
Tingkatkan Kunjungan Wisatawan dan Lestarikan Lingkungan Pantai Yeh Gangga yang berlokasi di Desa Sudimara menawarkan pemandangan pantai nan eksotis. Pantai ini cukup banyak dikunjungi wisatawan. Guna menambah daya tarik wisata, masyarakat setempat melalui Sekaa Demen membuka objek wisata baru berupa wisata air. Objek wisata ini menawarkan wahana perahu bebek dan jukung tradisional. Setelah sebulan berjalan, tempat wisata ini banyak diburu wisatawan, terutama pada akhir pekan. BENDESA Adat Yeh Gangga I Ketut Dolia mengatakan, meski sudah ada sejak sebulan lalu namun wisata air ini baru dibuka resmi Minggu (8/9). Wisata air ini dikelola oleh tujuh anggota Sekaa Demen. Adapun rute perahu bebek dan jukung ini yaitu melewati Sungai Yeh Empas atau loloan menuju Pantai Yeh Gangga, tepatnya sebelah timur pantai. Selain untuk menambah objek wisata, wahana air dikembangkan sebagai ajang untuk membersihkan sungai dan mewujudkan Pantai Yeh Gangga yang bebas sampah plastik. Dolia menerangkan, saat ini sudah ada tujuh jukung
dan enam perahu bebek yang dioperasikan dan dipastikan akan bertambah, khusus yang perahu bebek. Terkait dengan ongkos sewa, Dolia menginformasikan antara jukung dan bebek berbeda. Sewa jukung untuk dewasa dikenai biaya Rp 10 ribu per orang dan untuk anak-anak Rp 5 ribu per orang. Pemakaian jukung tidak dibatasi waktu. Kemudian untuk perahu bebek dikenai Rp 25 ribu untuk dua orang dengan durasi waktu 20 menit. Dia menegaskan, setiap masyarakat yang ingin bermain wahana tersebut sudah dilengkapi dengan pengaman berupa lifejacket. Sehingga
masyarakat diharapkan tidak takut dan ragu untuk mencoba wahan baru yang tujuannya juga untuk mempromosikan Pantai Yeh Gangga. Selain itu, karena sungai Yeh Empas dijadikan tempat perahu bebek dan jukung berlayar, tentunya pengelola dan masyarakat setempat menjaga kebersihan dari sungai ini sehingga layak menjadi tempat wisata. Dengan pembersihan secara rutin, ke depannya Pantai Yeh Gangga diharapkan bebas dari sampah, khususnya sampah plastik. Dolia menambahkan, sejak dibukanya wisata air ini, setiap sore Pantai Yeh Gangga ramai dikunjungi wisatawan. Pedagang yang ada disekitaran pantai untung, bahkan retribusi parkir yang masuk ke desa adat pun ikut menikmati manfaatnya. ‘’Kalau jumlahnya belum dihitung karena data belum ada. Yang jelas sangat ramai terlebih pada akhir pekan,’’ ujar Dolia. (san)
Bali Post/san
WISATA AIR - Wisata air yang baru dibuka di Pantai Yeh Gangga bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Selasa Pon, 10 September 2019
Mahasiswa Undiksha Ikuti Pertukaran Pelajar ke Jepang
Rektor: Jadikan Momentum Strategi Tingkatkan Daya Saing MAHASISWA Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang. Kompetisi ini membuahan hasil positif dengan lolosnya dua mahasiswi dari perguruan terbesar di Bali Utara itu. Kedua mahasiswi itu adalah Ni Nyoman Putri Noviyanthi dan Ni Luh Eka Gitasari. Baik Noviyanthi maupun Gitasari mengikuti pertukaran pelajar di Ohkagakuen University, Jepang selama enam bulan. Sebelum bertolak ke Jepang pada 11 September 2019, keduanya audiensi dengan Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. di ruang kerjanya, Senin (9/9) kemarin. Noviyanthi mengungkapkan sejak lama dirinya memiliki obsesi ikut seleksi pertukaran pelajar ke luar negeri. Salah satu alasannya mengikuti seleksi ketat itu sebagai bagian upaya penting
menambah wawasan, khususnya dalam bidang pendidikan yang diterapkan di Jepang. Model penerapan pendidikan di negeri Matahari Terbit itu sangat berbeda dengan di Indonesia. Menginjakkan kaki di Negeri Sakura itu bukan kali pertamanya bagi mahasiswi asal Desa Sudaji, Kecamatan Sawan itu. Sebelumnya, ia juga mendapat kesempatan mengikuti program magang di Marriot Hotel Okinawa selama enam bulan. Keiktusertaan pada program itu mendapat dukungan penuh keluarganya. Hal tersebut ditunjukkan dengan kesanggupan keluarganya menanggung biaya akomodasi. “Keinginan saya ke Jepang itu sebetulnya sudah sejak lama. Desain pendidikan di Jepang itu bagus. Saya ingin mengetahui lebih banyak tentang manajemen pendidikan di sana,” katanya. Sementara Gitasari mengatakan, proses seleksi mengikuti program itu tergolong singkat. Pada program terse-
but, ia tidak hanya berkutat pada kegiatan akademik. Tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Bali. “Berbeda dengan program magang. Mungkin karena beda tujuan. Pada program ini, kami juga harus menguasai bahasa Inggris. Karena bahasa internasional itu menjadi pengantar kuliah,” jelasnya. Sementara itu, Rektor Undiksha Prof Dr. Nyoman Jampel mengapresiasi keikutsertaan kedua mahasiswi tersebut dalam program itu. Pengalaman di Jepang dipercaya akan mampu memberikan wawasan internasional. Bukan saja menyangkut hal khusus tentang pendidikan juga terkait kebudayaan. “Kami sangat bangga ada mahasiswa yang bisa mengikuti program ke luar negeri. Ini penting sebagai bekal ketika sudah lulus kelak. Dengan modal pengalaman di Jepang, sudah pasti bisa meningkatkan daya saing ,” katanya. Sebagai perguruan tinggi,
Undiksha terus mengampanyekan konsep Tri Hita Karana kepada masyarakat. Falsafah Tri Hita Karana itu mengajak menjalin hubungan baik dengan Tuhan, sesame, dan lingkungan. Modal harmoni tiga hal itu diharapkan bisa diperkenalkan di Jepang. “Falsafah ini juga menjadi landasan mewujudkan visi Undiksha sebagai universitas unggul di Asia tahun 2045. Ini menciptakan keharmonisan. Jadinya harus diperkenalkan juga dengan mahasiswa,” tegasnya. Sebelumnya, empat mahasiswa dari prodi yang sama juga lolos dalam seleksi program intership di Jepang. Mereka adalah Putu Ratih Widyaningrum, Ni Luh Ayu Nirmala Santi, Ni nyoman Yuli Sri Mayanti, dan Ida Ayu Ika Dewi. Keempatnya mendapatkan pelatihan kerja bidang perhotelan di Vassel Hotel Okayama dari 4 Agustus 2019 dan dijadwalkan berakhir 1 Februari 2020. (ad 350)
PERTUKARAN PELAJAR – Dua mahasiswi Prodi Bahasa Jepang Undiksha atas nama Noviyanthi dan Gitasari lolos seleksi pertukaran pelajar ke Jepang.
Empat Kendaraan Tabrakan Beruntun di Gitgit Singaraja (Bali Post) Peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) beruntun terjadi di Jalan Singaraja – Bedugul pada kilometer 9.00 Dusun Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Minggu (8/9) lalu. Tak tanggung-tanggung, empat kendaraan terlibat kecelakaan beruntun itu. Akibatnya selain kendaraan itu rusak cukup berat, pengendara dan penumpang mengalami luka-luka hingga menjalani perawatan di rumah sakit. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, lalu lintas di lokasi kejadian berlangsung ramai lancar. Sekitar pukul 16.30 Wita, kendaran DK 1150 FY yang dikendarai Gede Sumanada (55) asal Desa Kubutambahan
melintas beriringan dengan tiga kendaraan masing-masing pick-up DK 8708 UV yang dikemudikan Made Teja (49), warga Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada. Kendaraan DK 1254 UW dengan pengemudinya Wayan Novi Arta Putra (32) asal Desa Umajero, Kecamatan Busungbiu, dan kendaraan DK 1201 EK
yang dikemudikan Nyoman Wiranata (29) warga Desa Bebetin, Kecamatan Sawan. Tiba di lokasi kejadian, kendaraan paling depan yakni DK 1150 FY berhenti di tengah jalan, karena lalu lintas macet akibat ada kendaraan mogok. Saat bersamaan, pickup DK 8708 UV yang saat itu posisinya di belakang gagal
berhenti, kemudian menabrak kendaraan di depannya. Selanjutnya, bagian belakang pick-up itu juga ditabrak kendaraan DK 1254 UW. Kendaraan ini kemudian ditabrak lagi oleh iringan kendaraan yang paling akhir DK 1201 EK. Keempat kendaraan itu bertabrakan secara beruntun. Tabrakan itu mengundang perhatian warga dan pengendara lainnya. “Ini kecelakaan beruntun. Empat unit kendaraan yang terlibat sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. Akibat kecelakaan ini, ada
empat orang korban lukaluka. Mereka harus menjalani perawatan di rumah sakit terdekat. Korban-korbannya adalah pengemudi pickup Made Teja yang sedang dirawat di RSUD Buleleng dan seorang penumpangnya Wayan Simin (44) asal Kintamani, Bangli dirawat di Rumah Sakit KDH Bros Singaraja. Kedua korban ini terluka karena benturan saat kejadian. Terkait penyebab lakalantas beruntun itu kata Kurniawandari, masih belum bisa dijawab lebih detail, karena masih diselidiki lebih lanjut. (kmb38)
Besok, 57 Pedagang Bermobil Direlokasi
Bali Post/ist
TABRAKAN BERUNTUN – Empat kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Jalan Singaraja – Bedugul kilometer 9.00 di Dusun Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada Minggu (8/9) lalu.
Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 57 pedagang bermobil mulai Rabu (11/9) besok akan direlokasi ke tempatnya yang baru. Lokasi yang disiapkan adalah di sisa lahan Kolam Nirmala Asri, Kelurahan Banyuasri, Singaraja. Kepastian relokasi itu diambil pada pertemuan tim internal Perusahaan Daerah (PD) Pasar dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin (9/9) kemarin. Menjelang hari H relokasi, PD Pasar mensosialisasikan kesepakatan itu kepada puluhan pedagang. Selain itu, tim juga dikerahkan untuk merancang skema pembagian lokasi yang diberikan kepada pedagang itu. Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Made Agus Yudi Arsana di ruang kerjanya mengatakan, sejauh ini, pihaknya belum memastikan apakah di lokasi yang sudah disiapkan itu, Dinas
Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) bisa menampung seluruh pedagang yang direlokasi. Ini karena secara pasti berapa luas areal yang sudah disiapkan itu belum diketahui. Di samping itu, pihaknya juga belum memastikan berapa ukuran kendaraan yang digunakan masing-masing pedagang itu. Untuk itu, setelah menyepakati hari relokasi, timnya ditugaskan mengukur lahan di kawasan Kolam Nirmala Asri yang sudah dipadatkan itu. Kalau dari jenis kendaraan yang dipakai pedagang, maka skema pembagian tempat itu satu deret kendaraan di sebelah timur dan satu deret lagi di sebelah barat. Di tengahtengahnya dijadikan tempat jalan kaki dan sepeda motor bagi pengunjung. Pembagian ini masih menyesuaikan dengan hasil akhir pengukuran. Seandainya tidak cukup, maka akses jalan di tengah-tengah itu
akan dipersempit. Sehingga bisa menampung parkir kendaraan pedagang dengan deret dari selatan ke utara. Sebanyak 15 pedagang ikan ditempatan pada deret paling timur persis di atas bantaran Sungai (Tukad) Banyumala. “Mulai hari ini (Senin 9/9) kemarin, tim kami bagi-bagi tugas. Satu menyasar pedagang untuk menginformasikan hari pemindahan. Satu lagi mengukur di tempat berjualan yang baru. Sebab, kami tidak tahu luasnya berapa dan ukuran kendaraan pedagang pun masih kita kumpulkan,” katanya. Pintu Masuk Terkait jalan masuk, Yudi Arsana menyebut, sesuai pemanfaatan tata ruang oleh PUPR, maka pintu masuk ke pasar ini berada tepat di ujung barat jembatan Banyuasri. Sedangkan, untuk pintu keluar pengunjung ke
arah barat sampai di pintu masuk Kolam Nirmala Asri. Dengan pembagian ini, diharapkan tidak meimbulkan kemacetan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Barat. Sementara itu, untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah dan limbah cair pedagang ikan, Yudi Arsana menyebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menempatkan kontainer sampah di lokasi pasar itu. Selain itu, menghindari pembuangan limbah cair ke sungai, di lokasi pasar dibuat lubang sementara. Lubang itu nantinya bisa digunakan pedagang untuk membuang limbah cair yang dihasilkan. “Itu kami serahkan kepada OPD terkait. Tadi sudah disepakati menyiapkan kontainer dan lubang untuk menampung limbah cair, sehingga lokasi pasar yang dekat sungai itu, tidak menimbulkan gangguan lingkungan,” katanya.
Berdasarkan registrasi pedagang, PD Pasar mencatat ada 57 pedagang bermobil. Puluhan pedagang itu sekarang berjualan di pinggir Jalan Ahmad Yani, Singaraja di depan Terminal Banyuasri. Setiap hari, pedagang berjualan menggunakan kendaraan tipe carry, truk engkel, dan tipe kendaraan L-300. Kendaraankendaraan itu parkir di bahu jalan. Akibatnya, kendaraan pedagang itu mengganggu arus lalu lintas. Tempat berjualan di terminal itu dijadikan pasar darurat menyusul revitalisasi Pasar Banyuasri yang mulai dilakukan tahun ini sampai 2020 mendatang. Setiap mereka beroperasi, PD Pasar memungut retribusi berdasarkan tipe kendaraan. Seperti carry dikenakan Rp 12.000, engkel Rp 21.000, dan L-300 dikenai retribusi Rp 18.000 untuk satu kali berjualan. (kmb38)
Lomba Unik ”Fishing Competition” Ikat Wisatawan agar Punya Fanatisme Sebanyak 73 pemancing dari berbagai kabupaten di Bali mengikuti Fishing Competition di Pantai Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, akhir pekan lalu. Puluhan mancing mania itu ambil bagian pada kompetisi yang sengaja digelar dalam rangka Festival Pasraja IV 2019 yang digulirkan Pemerintah Kecamatan Banjar. Beragam jenis umpan dan perlengkapan mancing disiapkan peserta sendiri. Apa sejatinya harapan panitia digelar Fishing Competition itu? DENGAN penuh semangat, para mancing mania itu menguji keberuntungan mereka beradu nasib di laut lepas. Mereka sudah pasti sangat berharap mata kail yang telah dikaitkan umpan itu dapat disantap ikan. Sehingga, harapannya mendapatkan ikan air laut sebanyak-banyaknya. Panitia membatasi waktu fishing competition, hanya 6 jam berada di tengah laut dan pada spot mancing yang telah ditentukan. Jadi, sekitar pukul 11.00 Wita, semua peserta harus kembali ke daratan. Ketua Panitia Fishing Competition Pasraja IV tahun 2019 Cok Aditya mengatakan, meski baru pertama kali menghelat kompetisi mancing, namun antusias peserta tergolong tinggi. Terbukti, pihaknya menerima 73 peserta lomba. Tidak hanya dari Buleleng, tetapi ada peserta yang datang dari Denpasar, Ba-
dung, bahkan wisatawan asal Malaysia dan Belanda mengikuti lomba kali ini. Lomba memancing itu sebagai suatu kegiatan yang sangat menarik dan bermanfaat. Selain itu, lomba ini diharapkan sebagai tujuan utama promosi wisata bahari seperti atraksi dolfin dan menanam terumbu karang di wilayah Kecamatan Banjar. “Lomba memancing unik ini tujuannya mengikat wisatawan agar mereka punya fanatisme, sehingga akan datang lagi menikmati pantai ke Buleleng tahun depannya,” katanya. Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Banjar itu menambahkan, sekitar 50 kilogram ikan berhasil ditangkap peserta lomba. Seperti ikan kerapu, amerjack, layur, tuna dan ikan lainnya. Kepada pemenang, panitia menyiapkan hadiah berkisar antara Rp 1 juta - Rp 2 juta dengan indikator penilaian
berat dari ikan itu. Jadi, siapa yang tangkapannya paling berat itulah yang keluar sebagai juara. “Baru pertama kali diadakan. Ini pengalaman kami mungkin konsepnya sedikit berbeda dari konsep festival. Jadi, tangkapan ikan hasil mancing akan diolah langsung sebagai makanan laut siap diolah kemudian disantap. Masakan ikan itu dapat dinikmati wisatawan yang datang ke Pantai Lovina,” jelasnya. Pemenang lombanya adalah Dedy Ardana, wakil dari North Bali Anglers. Dia berhasil menangkap ikan seberat 13,2 kilogram. Menurutnya, spot mancing di pantai Desa Kaliasem itu, punya tantangan tersendiri untuk gelaran lomba mancing itu. Terbukti, banyak ikan berhasil ditangkap. ‘’Ada teknik khusus menangkap ikan dengan berat 13,2 kilogram tersebut,’’ ujar Dedy Ardana. (mud)
Bali Post/kmb38
FISHING COMPETITION – 73 penghobi mancing mengikuti Fishing Competition menjajal pantai Desa Kaliasem akhir pekan lalu.
Selasa Pon, 10 September 2019
Disidak Dewan
Terkuak LPK Belum Kantongi Izin Magang ke Jepang
Gianyar (Bali Post) -
Bali Post/kmb35
LANSIA - Ketua K3S Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra saat kegiatan Lansia Berbasis Masyarakat di Desa Tegal Tugu Gianyar, Senin (9/9) kemarin.
K3S Gianyar Ajak Masyarakat Peduli Lansia
Gianyar (Bali Post) Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengajak seluruh lansia di Kabupaten Gianyar untuk selalu hidup sehat dan mandiri. Ia juga meminta agar di masing-masing desa membentuk kelompok lansia sebagai wadah untuk beraktivitas dan bersosialisasi. “Jangan anggap para lansia itu jompo, tidak mampu beraktivitas lagi. Kita harus dukung, biarkan mereka beraktivitas sesuai dengan kemampuannya. Hal ini akan membantu meningkatkan rasa percaya diri sehingga mampu mandiri di usia tuanya,” kata Adnyani Mahayastra saat kegiatan Lansia Berbasis Masyarakat di Desa
Tegal Tugu Gianyar, Senin (9/9) kemarin. Dikatakan, dengan adanya kelompok lansia di setiap desa, mereka nantinya dapat beraktivitas bersama, seperti senam, pesantian, tirtayatra hingga cek rutin kesehatan tiap bulan. Menurut Adnyani Mahayastra, para lansia tidak butuh materi yang melimpah, mereka hanya butuh diperhatikan oleh keluarga. K3S Gianyar bersama pemerintah maupun swasta melalui program CSR juga telah melakukan berbagai upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan para lansia di kawasan seni ini. Ditambahkan, kegiatan lansia berbasis masyarakat rutin diadakan setiap tahun dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia
melalui kepedulian dan peran keluarga serta masyarakat. Tahun ini dilaksanakan di Desa Tegal Tugu Kecamatan Gianyar dengan 60 lansia binaan. Meskipun belum menyasar seluruh lansia yang ada di Kabupaten Gianyar, namun Adnyani Mahayastra berharap kegiatan ini sebagai motivator bagi seluruh masyarakat untuk selalu peduli terhadap lansia yang ada di desa. “Dukungan Keluarga sangat penting, terutama dalam hal penguatan emosional. Kita sebagai anak, menantu maupun cucu harus mampu memberikan perasaan yang aman dan nyaman. Mereka dulu telah bekerja keras membesarkan anak-anaknya, kini giliran kitalah yang menjaga mereka dengan penuh kasih sayang,” tegasnya. (kmb35)
Sejumlah anggota legislatif melakukan sidak ke PT Mentari Keiichi Bali, Senin (9/9) kemarin. Sidak itu dilakukan karena perusahaan yang berkantor di Jalan Dharma Giri, Desa Bitera itu menyebarkan brosur terkait program magang ke Jepang. Sementara perusahaan yang merupakan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) itu belum mengantongi izin untuk menjalankan program tersebut. Adapun yang melakukan sidak tersebut seperti I Nyoman Parta yang sudah lolos di DPR RI dan DPRD Bali Ni Luh Yuniati. Sidak itu juga didampingi Dinas Tenaga kerja Gianyar dan Kesbangpol Gianyar. I Nyoman Parta yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya melakukan sidak ke PT Mentari Keiichi Bali Senin pagi kemarin, sekitar pukul 09.00 Wita. Sidak itu dilakukan guna memastikan perusahaan tersebut bodong atau tidak. Sebab, perusahaan tersebut sudah menyebarkan brosur magang ke Jepang. “Ternyata setelah kami di sana, perusahaan ini masih sedang proses melengkapi perizinan untuk pemberangkatan (magang ke Jepang-red),” ucapnya. Sementara terkait izin untuk pelatihan, perusahaan ini memang sudah lengkap. Meski demikian, Parta meminta perusahaan seperti ini agar tertib dalam mekanisme perizinan, sehingga tidak memicu masalah untuk warga Bali yang hendak keluar negeri.
Komisaris PT Mentari Keiichi Bali I Nyoman Artawa yang ditemui di gedung DPRD Gianyar membantah bila perusahaannya disebut bodong. Namun mantan anggota dewan priode 2014-2019 ini mengakui bila saat ini perusahaan tersebut hanya mengantongi izin Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Sementara terkait izin pengiriman tenaga kerja ke Jepang, sampai saat ini belum dikantongi. “Izinnya (pemagangan ke Jepang-red) memang belum keluar, itu masih diproses,” tegas Artawa. Diungkapkan, saat ini dokumen untuk mendapatkan izin magang ke Jepang masih dalam proses verifikasi Konjen RI di Osaka, Jepang. Verifikasi ini untuk memastikan user di Jepang bukan perusahaan bodong. Hasil verifikasi ini nantinya akan diserahkan ke Disnaker Bali, lalu diajukan sebagai rekomendasi izin penyaluran tenaga kerja di Kementerian Tenaga Kerja. Artawa optimis izin ini akan segera terbit, mengingat usernya
Bali Post/kmb35
SIDAK - Terlihat I Nyoman Parta melakukan sidak di LPK yang berlokasi di Jalan By-Pas Dharma Giri, Senin kemarin. merupakan bagian dari Osaka Restoran Asosiasi (ORA) yang membawahi 16 perusahaan besar di Jepang. Sementara yang saat ini sudah berjalan di perusahaan itu, hanya sebatas pelatihan kerja. Pelatihan itu dilaksanakan se-
lama dua bulan, usai pelatihan peserta akan dievaluasi terkait kelayakan untuk magang di Jepang atau tidak. “Kalau izinnya belum keluar, maka pemagangan ke luar negeri pun belum bisa dilakukan,” tandasnya. (kmb35)
Jelang Ngaben Massal
Warga Keluhkan Air PDAM ”Kecrat-kecrit”
Bali Post/kmb35
CUCI - Terlihat Klian Adat Banjar Pande Kaja, Pande Komang Widana bersama warganya yang mencuci prabotan menggunakan air yang sebelumnya disimpan di drum penampungan, Senin (9/9) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Warga Banjar Pande Kaja, Desa Tulikup, Gianyar mengeluhkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar yang sejak dua minggu kecrat-kecrit di seputaran banjar setempat. Warga berharap aliran air bisa lancar, terlebih dalam sebulan ini warga setempat akan menggelar ngaben massal. Klian Adat Banjar Pande Kaja Pande Komang Widana ditemui Senin (9/9) kemarin mengungkapkan bahwa aliran air PDAM Gianyar sudah sejak dua Minggu mengalamai gangguan. Air hanya mengalir saat menjelang malam, itu pun kecrat-kecrit. Sementara saat siang hari keran air hanya keluar angin saja. “kondisi ini sudah terjadi selama dua
Minggu. Siang tidak ada air kadang malam ada kadang tidak,” ungkapnya ditemui di Balai Banjar Adat Pande Kaja. Diungkapkan, yang paling menjadi persoalan saat ini adalah krama banjar adat setempat akan menggelar ngaben massal. Ngaben ini rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. “Untuk persiapan ngaben massal yang terpusat di wantilan balai banjar ini tentu kami sangat membutuhkan air,” katanya. Namun krama yang mulai ngayah sejak 5 Septermber 2019, masih mengalami kesulitan air untuk mempersiapkan perlengkapan ngaben massal ini. Pihaknya harus begadang setiap hari untuk mempersiapkan penyimpanan air dalam drum penampungan air. “Se-
tiap malam dari jam 19.00 Wita saya hidupkan keran untuk memenuhi drum. Satu drum itu baru terisi penuh sekitar pukul 23.00 Wita hingga pukul 00.00 Wita,” katanya. Lanjut dia, air kerap dibutuhkan untuk mencuci sejumlah sarana di dapur balai banjar, serta mencuci peralatan lainnya yang digunakan untuk upacara. “Jadi saat persiapan upacara seperti ini kebutuhan akan air tinggi,” sambungnya. Jika masalah ini tidak terselesaikan, maka warga dipastikan akan kesulitan dalam mempersiapkan perlengkapan upacara. Dan keluhan ini sudah disampaikan ke PDAM Gianyar. Syukurnya sudah mendapat respons pada Senin (9/9) kemarin. “Senin siang tadi petugas datang, setelah
Kesbangpol Ajak Masyarakat Rawat Kebinekaan Gianyar (Bali Post) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gianyar, Senin (9/9) kemarin menggelar bimbingan teknis pembauran kebangsaan di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gianyar, Dewa Gede Putra Amarta, mengatakan sebagai bangsa religius yang berideologi Pancasila selalu mengedepankan nilai kemanusiaan dalam kehidupannya. Namun belakangan ini banyak gejolak sosial yang terjadi. Diakui bahwa hal itu cukup mengganggu stabilitas keamanan nasional. ”Hal ini menjadi bahan introspeksi kita bersama, mengapa masih terus terjadi seperti itu,” ucapnya. Dewa Amarta melanjutkan, menurut Tap MPR tahun 2001 ada beberapa penyebab masalah kebangsaan yang menjadi pemicu, yaitu munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang sempit dan salah kaprah, sistem pemerintahan sentralistik, kemudian apresiasi terhadap bhineka belum berkembang, lemahnya penegakan hukum, meningkatnya media pornografi, prostitusi, judi, narkoba dan banyak masalah sosial lainnya. “Mengatasi itu, Presiden pertama RI Ir. Soekarno menyerukan untuk kembali membumikan nilai pancasila sebagai dasar negara. Juga sebagai sumber hukum, dan pandangan hidup
bangsa Indonesia. Keteladanan itu mesti dimulai dari seluruh pemimpin tertinggi, tokoh bangsa, politik, agama dan masyarakat,” ucapnya. Kini pihaknya bersama instansi lainnya berupaya menciptakan iklim kondusif yang memungkinkan adanya perubahan sikap, terutama mewujudkan kebinekaan dalam kehidupan berbangsa. “Mari secara bersama-sama kita merawat kebinekaan itu,” ajak Dewa Gede Putra Amarta. (kmb35)
Bali Post/kmb35
BIMTEK - Terlihat suasana Kesbangpol Kabupaten Gianyar saat menggelar Bimtek pembauran kebangsaan di Desa Buruan, Blahbatuh, Senin (9/9) kemarin.
itu airnya nyala, tumben siangsiang air lancar,” celetuknya. Pihaknya berharap air PDAM terus lancar dan tidak hanya terjadi dalam sehari. Namun bisa konsisten ke depannya. Terlebih dalam sebulan ini warga adat akan melakukan persiapan ngaben massal. “Ngaben massal ini puncaknya 26 September. Mudah-mudahan setelah ini tidak ada gangguan air lagi, sehingga persiapan upacara kami bisa berjalan dengan lancar,” tandas Pande Komang Widana. Dirut PDAM Gianyar I Made Sastra Kencana mengaku baru menerima laporan terkait ganguan aliran air di seputaran Banjar Pande Kaja, Desa Tulikup. Pascamenerima laporan,
pihaknya langsung menerjunkan personel untuk melakukan penanganan. “Laporan baru saya terima. Tidak ada ganguan. Hanya terkait pengaturan aliran air saja di sumber air Belah Pane,” ucapnya. Sastra memastikan aliran air ke Banjar Pande Kaja akan konsisten, karena sampai saat ini memang tidak ada perbaikan atau gangguan yang menghambat aliran air ke areal tersebut. “Hanya kita imbau masyarakat kalau ada mengalamai gangguan aliran air, tolong langsung mengadu ke kita atau lewat media sosial facebook PDAM Gianyar. Pengaduan itu akan langsung saya screenshot, dan minta petugas melakukan penanganan segera,” pinta sang Dirut PDAM Gianyar. (kmb35)
Selasa Pon, 10 September 2019
Sehari, Kebakaran di Dua Lokasi Negara (Bali Post) Dalam sehari, Senin (9/9) kemarin, terjadi dua kebakaran di Jembrana. Bahkan kebakaran di lahan Perkebunan Karet Pulukan di Kecamatan Pekutatan merupakan yang kesekian kalinya terjadi dalam dua pekan terakhir. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran lahan milik Perusda Bali ini. Senin pagi, kebakaran terjadi di sebuah gudang kayu milik warga di Jalan Sandat, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Beruntung api bisa cepat bisa dipadamkan sebelum merembet ke bagian gudang lainnya yang terdapat kayu-kayu mudah terbakar. Gudang kayu berukuran kurang lebih 3x3 meter terdapat banyak tumpukan kayu. Api nampak telah menghanguskan sejumlah gelondong kayu. Diduga pemicu kebakaran berasal dari dupa. Pemilik gudang, I Ketut Wirasa (57) mengaku titik yang terbakar itu berada dekat dengan dupa yang sebelumnya disulut dan saat itu masih keadaan menyala. Tak disadari, api merembet dan membesar hingga melalap kayu di dekat dupa. Kebakaran terjadi pada pukul 07.00 Wita, diketahui pertama kali I Komang Budiantara (53), salah satu warga setempat. Kobaran api terlihat dari dalam pagar gudang di sisi timur. Selanjutnya warga sekitar berupaya memadamkan api. Hingga mobil pemadam kebakaran datang dan memadamkan api. Api dapat dipadamkan sekitar 20 menit dengan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Sejumlah barang di dalam gudang korban sudah terbakar, seperti kayu-kayu siap jual di antaranya kayu jati.
Sementara itu, pada siang harinya kebakaran juga kembali melanda kebun karet di Pekutatan. Sekitar pukul 15.30 Wita, petugas dari Damkar mendapatkan informasi kebakaran kebun karet yang terletak di Sumbermis, Banjar Pasar, Desa Pekutatan terbakar. Sekitar satu hektar lahan terbakar dan hingga sore kemarin belum diketahui pasti penyebabnya. Petugas sempat kesulitan masuk lantaran medan yang cukup berat di lokasi kebakaran. Sehingga masyarakat bersama karyawan perkebunan ikut memadamkan api di lokasi tersebut. Kabid Perlindungan Masyarakat Bidang PMK Satpol PP Jembrana I Putu Prananjaya membenarkan dua kebakaran yang ditangani pemadam kebakaran di Baler Bale Agung dan Pekutatan tersebut. Di perkebunan petugas sempat kesulitan masuk ke lokasi karena medan yang tidak memungkinkan mobil damkar masuk. Namun, akhirnya api bisa dipadamkan melibatkan masyarakat dan pegawai. Kebakaran di Perkebunan Pulukan ini merupakan yang ketigakalinya terjadi selama dua pekan terakhir. (kmb26)
KEBAKARAN - Sejumlah kayu hangus terbakar akibat kebakaran yang terjadi di gudang kayu di Baler Bale Agung pagi kemarin. Dalam sehari, terjadi dua kebakaran, yakni di Perkebunan Karet Pekutatan dan gudang kayu di Baler Bale Agung, Negara.
Krisis Air Bersih Meluas Bali Post/olo
Negara (Bali Post) – Krisis air bersih di Kabupaten Jembrana meluas. Bila sebelumnya terjadi di Pancardawa, Pendem, Desa Berangbang dan Desa Yehembang, sejak sepekan ini kondisi serupa dialami warga di Dusun Kombading, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.
Wilayah yang Alami krisis air nPancardawa, Kelurahan Pendem nDesa Berangbang, Kecamatan Negara nDesa Yehembang nKombading, Desa Pengambengan Bali Post/olo
Distribusi – Sejumlah warga di Kombading berjejer mengantre mendapatkan pasokan air dari PDAM yang disuplai oleh BPBD Jembrana. Selama sepekan terakhir, ratusan warga tidak mendapatkan pasokan air dari PDAM.
Perusda Disoroti DPRD
Kondisi Perusda Jembrana yang terombang-ambing mendapat sorotan dari kalangan DPRD Jembrana. Perusda yang sebelumnya mengelola dua unit usaha, retribusi parkir dan pasar kini sudah tidak mengelolanya. Unit usaha itu telah diambil alih oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kondisi ini berdampak pada operasional Perusda, termasuk pembayaran gaji terganjal. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, I Wayan Suardika, Senin (9/9) kemarin mengatakan selaku legislatif, pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi perusahaan milik pemerintah ini. Untuk itu, setelah seluruh AKD rampung, DPRD akan mempertemukan Perusda Jembrana dengan eksekutif. Menurutnya, baik Perusda maupun eksekutif harus dimediasi guna menemukan titik temu apa per-
masalahan dan apa solusinya agar Perusda ini bisa bangkit. Dewan menurutnya juga memiliki misi yang sama membesarkan Perusda. Bilamana diperlukan adanya peremajaan manajemen, bisa menjadi solusi. Namun yang terpenting, Perusda harus memiliki ide bisnis yang inovatif. Semisal pengelolaan Peken Ijogading. Selain itu juga perlunya revisi terkait peraturan yang mengatur usaha Perusda. Karena saat ini sudah tidak relevan. Begitu pula terkait persoalan pendirian BPR Jembrana yang tak kunjung terealisasi juga akan dibahas. Ini menurutnya menjadi perhatian serius dewan, karena Perda itu juga berdasarkan inisiatif dari DPRD. Untuk mencari permasalahan dan solusinya, DPRD nantinya akan membentuk Panitia Khusus (Pansus). Secara khusus memang DPRD mendorong berdirinya BPR Jembrana. (kmb26)
Ratusan warga yang selama ini mendapatkan pasokan dari PDAM, sejak sepekan ini tidak bisa mendapatkan pasokan. Alhasil ratusan KK yang tinggal di permukiman dusun Kombading ini kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mandi dan cuci. Meskipun ada warga yang menggunakan sumur, namun air yang keluar asin. Pasalnya di sekitar lokasi tersebut dikelilingi aliran Sungai Ijogading yang bermuara di Pantai Perancak. Sehingga air sumur itu tidak bisa dikonsumsi. Kalaupun untuk keperluan mandi dan cuci juga tidak memungkinkan karena sudah tercampur air laut. “Sudah seminggu ini, dari tahun ke tahun memang terjadi tapi sekarang ini yang paling parah. Air tidak keluar sama sekali. Biasanya seharian (siang) mati, malam hidup meskipun kecil,” ujar Siti Qomariyah (40), warga yang ikut antre mendapatkan air, Senin (9/9) kemarin. Sehari-hari untuk mendapatkan air bersih mer-
eka meminta tetangga atau kerabat yang lokasi rumahnya lebih rendah maupun dusun terdekat. Beberapa lainnya juga mengaku membeli air galon untuk keperluan sehari-hari. “Ini hari pertama kita pasok air, atas perintah atasan (Kalak) kita alokasikan satu tangki. Ternyata masih kurang. Di sini dari laporan ada 200 KK yang terdampak,” ujar Noval, petugas BPBD Kabupaten Jembrana. Kepala Kewilayahan Kombading Mutamaqin membenarkan di lokasi Kombading ini memang hampir sebagian besar mengalami kekurangan air sejak sepekan lalu. Hal ini dipicu lokasi di dusun ini lebih tinggi dan sedikitnya ada 200 KK yang menetap di permukiman penduduk ini. “Yang paling terdampak di RT 2 dan RT 4. Ini karena kekeringan juga,” tandasnya. Dari pengamatan, di depan rumah-rumah warga banyak berjejer ember, galon air dan botol-botol yang sengaja ditaruh warga untuk
mendapatkan air dari BPBD. Beberapa galon besar ditaruh di depan balai dusun agar warga bisa mengambil air. Namun, truk juga berkeliling ke lokasi rumah warga. Dari data yang dihimpun krisis air bersih ini sudah dialami sejak dua bulan belakangan ini. Sejumlah lokasi yang telah dilayani BPBD Jembrana untuk pasokan air bersih dari PDAM, yakni Desa Yehembang, Desa Berangbang, Kelurahan Pendem dan teranyar Desa Pengambengan. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila AP mengatakan, dalam sehari kemarin BPBD telah mendistribusikan dua tangki air bersih ke Banjar Kombading, Desa Pengambengan, Negara. Dari informasi BMKG ada beberapa titik di Jembrana yang rawan adanya kekeringan. Namun, sejauh ini baru ada empat desa yang harus mendapatkan distribusi air bersih khususnya untuk kepentingan warga. Dari beberapa titik itu, daerah yang paling diwaspadai ada di Kecamatan Melaya. Wilayah yang kritis itu belum mengalami hujan selama empat bulan. Diprakirakan pada bulan Oktober baru ada hujan. (kmb26)
Panitia Pertanyakan Keabsahan Suket Pilkel Negara (Bali Post) – Menjelang pelaksanaan pemilihan perbekel (pilkel) serentak, Senin kemarin dilakukan rapat persiapan di Aula Jimbarwana, Pemkab Jembrana. Rapat yang dihadiri perwakilan panitia pilkel desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), pihak keamanan dan KPU Jembrana ini muncul sejumlah masukan. Seperti yang disampaikan Ketua Panitia Pilkel Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan terkait Surat Keterangan (Suket) bagi para pemilih. Selain itu juga teknis izin TPS menggunakan gedung sekolah. Termasuk soal pendampingan pemilih serta keabsahan surat suara setelah dilakukan pencoblosan. Asisten I Setda Jembrana I Nengah Ledang mengungkapkan terkait penggunaan suket, semua pemilih yang telah mempunyai hak pilih dan belum memiliki e-KTP dibenarkan mencoblos. “Panitia penyelenggara di tingkat desa harus jeli pada masyarakatnya. Kalau sudah mempunyai hak pilih meskipun belum memiliki e-KTP, solusinya segera buatkan Surat Keterangan (Suket) di Dinas Dukcapil. Itu sebagai pengganti e-KTP sah,” tegas Ledang. Sedangkan usulan salah satu desa yang meren-
canakan saat pencoblosan menggunakan gedung sekolah, Ledang berjanji segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Pada prinsipnya penggunaan gedung sekolah yang dipakai untuk TPS dalam pilkel dibolehkan. Asalkan tidak mengganggu proses belajar mengajar. “Tetapi kami akan koordinasikan pada Dinas Pendidikan terlebih dahulu,” tambah Ledang yang juga ketua panitia tingkat kabupaten. Selain menanggapi berbagai pertanyaan terkait teknis pilkel, Ledang juga menegaskan kepada para penyelenggara pilkel di desa dalam melaksanakan tugas untuk berpedoman dengan regulasi sesuai perda dan perbup yang ada. Apabila ada hal kecil dan ditemukan kendala di desa segera diselesaikan bersama camat. Pertemuan yang juga dihadiri Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanoq, Kepala Dinas PMD I Gede Sujana, serta perwakilan KPU Jembrana ini selain koordinasi juga mengantisipasi terjadinya persoalan sebelum dan sesudah masa pencoblosan. Dari 35 desa yang akan menggelar pemilihan terdapat 124 calon yang sudah siap bertanding. Sementara untuk tempat pencoblosan disiapkan 276 TPS. (kmb26)
Bali Post/olo
Rapat Pilkel – Rapat koordinasi terkait pelaksanaan pilkel serentak yang akan digelar beberapa hari lagi.
Kapolres Minta Siswa Papua Tak Terprovokasi
Bali Post/olo
TATAP MUKA - Kapolres Jembrana bersama jajaran bertatap muka dengan puluhan pelajar asal Papua yang belajar di sejumlah SMA Negeri di Jembrana, Minggu malam.
Negara (Bali Post) Merajut silaturahmi serta menjaga kondusivitas, Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih dan jajaran, Minggu (8/9) malam, melakukan tatap muka dengan puluhan pelajar asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Kabupaten Jembrana. Dalam pertemuan ini, Kapolres menyampaikan agar pelajar asal Papua yang sedang menempuh pendidikan untuk fokus belajar dan tidak terpengaruh dengan isu-isu dan berita hoax. Mengkhusus terkait dengan kerusuhan yang terjadi di Papua dan beredar di media social. “Saya berharap kepada adik-adik pelajar asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Kabupaten Jembrana untuk belajar sebaik-baiknya sehingga apa yang dicita-
citakan bisa tercapai. Pada kesempatan ini juga saya mengimbau kepada adikadik asal Papua agar tidak terpengaruh dan tidak mudah percaya dengan isu-isu dan berita hoax yang ada di medsos, terkait kerusuhan di Papua,” terang AKBP Budi. Di sela-sela pertemuan itu, Kapolres Jembrana juga menyampaikan bahwa akan menjamin keamanan para pelajar asal Papua selama menempuh pendidikan. Para pelajar yang menempuh jenjang pendidikan di SMA ini juga diajak untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Jembrana. “Kita sengaja mengadakan tatap muka ini, tidak lain untuk menjalin silahturahmi dengan adikadik asal Papua yang sedang belajar di Jembrana,” ujarnya sesuai acara.
Kapolres memaparkan, kendatipun masyarakat Indonesia berbeda suku, ras, agama, maupun warna kulit namun tetap saudara. Tetap menjalin persatuan dan kesatuan bangsa guna mewujudkan Indonesia maju. Salah seorang pelajar asal Papua menyampaikan bahwa dirinya merasa senang dan aman selama menempuh pendidikan di Bali, khususnya di Jembrana. Menurutnya masyarakat Bali dan Jembrana sangat ramahramah. Sedikitnya ada 28 orang pelajar asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Jembrana. Selain Kapolres, tatap muka juga dihadiri Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman, jajaran Kapolsek serta guru pendamping masing-masing sekolah. (kmb26)
Selasa Pon, 10 September 2019
Bali Post/kmb41
PALAWIJA - Petani sedang serius mencangkul mempersiapkan lahannya untuk menanam palawija.
5.000 Liter Air Bersih Didistribusikan ke Warga Tianyar Amlapura (Bali Post) Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan ke masyarakat Banjar Eka Adnyana, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu. Sejauh ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem terus memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat yang memerlukan air akibat musim kemarau yang cukup lama belakangan ini. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan, pendistribusian air bersih kepada warga itu sudah untuk kesekian kalinya. Sebelumnya, pihaknya juga sudah menyalurkan air bersih ke sejumlah desa di Karangasem. Bantuan air
bersih ke Desa Tianyar, Kubu itu sebanyak 5.000 liter. “5.000 liter air bantuan itu guna memenuhi 30 kepala keluarga (KK),” ujarnya. Arimbawa menambahkan, air yang disalurkan itu ditempatkan di salah satu cubang milik salah seorang warga. Pasalnya, cubang umum yang ada di sana, mengalami kebocoron, sehingga pasokan air itu tidak bisa ditampung di cubang tersebut. “Kami sudah mengarahkan warga supaya mengambil air di cubang milik warga yang dituju. Kalau memang, nantinya ada persoalan terhadap proses pengambilan air, maka kepala desa setempat
yang akan menyelesaikannya. Semoga saja tidak ada masalah seperti itu,” harapnya. Dikatakan pihaknya kembali mengimbau kepada pemerintah desa supaya bisa mendata warganya. Berapa jumlah warganya yang mulai kesulitan air bersih. Selanjutnya, permohonan itu diajukan ke BPBD untuk mendapatkan bantuan air bersih. “Kami tetap melakukan survei ke bawah. Apakah warga yang diajukan mendapat air itu, memang benar-benar krisis air bersih atau tidak. Kalau benar mereka layak mendapatkan bantuan air tersebut, sudah pasti akan kami bantu secepatnya,” janji Arimbawa. (kmb41)
Debit Air Mengecil
Petani Beralih Tanam Palawija Amlapura (Bali Post) Memasuki musim kemarau yang cukup lama, membuat sejumlah sumber mata air debitnya mengecil. Akibatnya, air yang mengalir ke sawah-sawah yang diusahakan para petani itu ada penurunan. Mengecilnya aliran air itu membuat para petani di Subak Uma Kaler Dusun Asak, Desa Pertima itu terpaksa menunda penanaman padi. Sebagai gantinya, para petani memilih menanam palawija. Salah seorang petani I Nyoman Sukri, Senin (9/9) kemarin mengungkapkan, memasuki musim kemarau ini, sejumlah lahan persawahan mulai kesulitan mendapatkan pasokan air. Pasalnya, sejumlah debit air mulai mengecil. Kondisi itu membuat sejumlah lahan pertanian tidak mendapatkan aliran air untuk menanam padi. Sukri menambahkan untuk lahan pertanian di Desa Pertima hanya mengandal-
kan air irigasi dari sungai. Saat ini, air yang mengalir sangat kecil. Atas kondisi itu, beberapa petani membiarkan lahan miliknya itu kosong. Lahan mereka ditelantarkan akibat tidak ada pasokan air. “Ada sebagian petani tidak menanam padi karena debit air kecil,” ujarnya. Dia menjelaskan, akibat debit air mengecil itu, saat ini sejumlah petani beralih menanam palawija. Seperti jagung, kacang panjang, dan kacang tanah. Mereka
beralih menanam komoditas itu, karena jenis tanaman itu tidak memerlukan air yang banyak untuk bisa tumbuh. Berbeda halnya dengan menanam padi yang memerlukan air sangat banyak. Sementara kenyataannya di lapangan, pasokan air tidak ada, maka otomatis padi itu akan sulit tumbuh. “Untuk menanam padi, jelas tidak bisa pasokan air minim. Kalau menamam jagung, palawija pasti masih bisa hidup. Sebab, tidak ter-
lalu banyak memerlukan air. Terpenting lahan itu tidak kosong dan bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman jenis lainnya,” katanya. Hal senada disampaikan petani lainnya, I Nyoman Murta. Dijelaskan akibat debit air itu terus mengecil, dirinya kemudian beralih menanam palawija. Sebab, dengan kondisi pasokan air minim, maka tidak memunginkan menanam padi. “Petani di Karangasem pada musim kemarau saat ini kesulitan air. Ketimbang lahan itu kosong, mendingan menanam palawija saja. Meskipun hasilnya tidak sebanyak menanam padi. Sebab, terpenting lahan itu bisa dimanfaatkan,” tegasnya. (kmb41)
Diduga ODGJ
Turis Belanda Mengamuk di Hotel Dasa Wana Candidasa
Bali Post/kmb41
AIR BERSIH - Petugas BPBD saat mendistribusikan air bersih kepada warga Desa Tianyar.
Amlapura (Bali Post) Turis asing asal Belanda, Sandra, diduga menderita gangguan jiwa. Karena kondisi mentalnya diperkirakan tidak stabil, Sandra tidak bisa dicegah lalu mengamuk di Hotel Dasa Wana Candidasa, Senin (9/9) kemarin. Lantaran tidak bisa dikendalikan dan pihak hotel tidak mau terjadi apa-apa, menghubungi petugas Satpol PP Karangasem untuk menangani turis yang diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) itu. Kabid Trantib Satpol PP Karangasem I Made Begananda mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari pihak hotel, bahwa ada tamu perempuan yang diduga mengalami ODGJ. Menerima adanya laporan itu, pihaknya bersama petugas lainnya langsung terjun ke lokasi untuk memastikan hal tersebut. “Seorang tamu (Sandra, red) diinformasikan mengalami gangguan jiwa. Tetapi,
setelah kami dalami informasi di lapangan, kalau Sadra sempat bertengkar dengan suaminya yang bernama Michele. Karena setiap keduanya bertemu, keduanya pasti ribut. Setelah itu, Sandra mengigau selama dua hari
pascakeributan tersebut,” ungkapnya. Dia menambahkan, rencananya, suami istri itu menginap selama tiga pekan di hotel tersebut. Sampai hari ini, dia baru menginap selama tiga hari. Atas kondisi itu,
tamu tersebut disuruh pulang ke negaranya. Dia mau pulang ke negaranya asal biaya selama dia menginap digratiskan. “Tamu itu diminta pulang agar dia lebih tenang dan tidak terjadi keributan lagi,” katanya. (kmb41)
TENANG - Sandra usai ditenangkan petugas Satpol PP.
Bali Post/ist
Di Desa Rendang
Kakak-Adik Bertarung, Rebut Kursi Perbekel Perhelatan pemilihan perbekel akan dilaksanakan secara serentak pada 24 September mendatang. Khusus di Desa Rendang, Kecamatan Rendang calon yang akan bertarung merupakan saudara kakak beradik yakni I Wayan Nujati dan I Nengah Kariasa. Mereka berkompetisi untuk memperebutkan satu kursi menjadi perbekel di Desa Rendang. Lalu, bagaimana kira-kira rivalitas mereka, apakah hubungan saudara kandung itu tetap biasa-biasa saja seperti sebelumnya?
MEMANG nantinya pemenang sudah pasti dari keluarga kedua pasangan itu. Namun, namanya bersaing merebut kursi empuk kepala desa, otomatis antara keduanya pasti akan ada kompetisi, saling mengalahkan antara satu dengan lainnya. Banyak, pihak berharap persaingan antarsaudara itu tidak menimbulkan permasalahan pascaperhelatan perebutan kepala desa itu. Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Rendang, Wayan
Sukerti, mengatakan, kalau dua calon yang berebut satu kursi menjadi perbekel di Desa Rendang itu memang masih saudara. Bahkan, kedua calon ini masih tinggal di satu pekarangan rumah yang sama. “Keduanya memang akan bersaing memperebutkan kursi empuk Perbekel Desa Rendang itu. Tetapi, sampai saat ini hubungan mereka masih harmonis. Sama seperti sebelumnya meski mereka sama-sama akan bersaing di pilkel nanti,” ungkapnya.
Banyak pihak berharap, pascapersaingan perbekel itu, keduanya tetap rukun bersaudara seperti sebelumnya. Pihaknya, tetap menginginkan kekalahan utamanya nantinya tidak memicu kekecewaan mendalam pada kompetisi itu. ‘’Semoga keduanya samasama mengerti dengan baik arti dari persaingan itu sehat dan tidak berdampak di kemudian hari,’’ harap banyak pihak. Sukerti menambahkan, untuk visi misi pada program
kerja yang akan disampaikan, sampai saat ini belum menunjukkan ada persaingan sengit dari kedua calon. Pasalnya, penetapan bakal calon perbekel itu baru Senin (9/9) kemarin. “Mengingat calon itu baru saja ditetapkan, maka masing-masing belum ada yang mengajukan program kerja baik menyangkut visi dan misinya,” katanya. Disinggung potensi keduanya siapa yang diperkirakan memenangkan Pemilihan Perbekel Desa Rendang itu,
Sukerti menegaskan terlalu dini untuk menjawab. Sebab, masing-masing sama-sama memiliki potensi. Pastinya mereka punya kelebihan selain juga ada kekurangan. Namun, yang jelas, keduanya samasama memiliki pengalaman birokrasi di Desa Rendang. “Adiknya yakni I Nengah Kariasa merupakan kepala wilayah di Banjar Langsat. Sedangkan kakaknya I Wayan Nujati merupakan incumbent. Jadi, peluangnya masih sama,” tegasnya. (nan)
Selasa Pon, 10 September 2019
Berdayakan Disabilitas, Suwirta Pastikan PLKP Berdiri Tahun Depan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memastikan pendirian Pusat Latihan Kerja dan Pemberdayaan (PLKP) Kabupaten Klungkung akan direalisasikan tahun depan. Selain sebagai pusat latihan dan pemberdayaan, lembaga ini juga sekaligus menjadi tempat produksi dan produk yang dihasilkan akan langsung dicarikan pasar jual. Hal itu disampaikan Bupati Suwirta saat mematangkan rencana pendirian PLKP di lahan TK Hindu Dharma Widya di Banjar Siku Desa Kamasan, Klungkung, Senin (9/9) kemarin. Menurut Bupati Suwirta, PLKP ini nantinya akan difokuskan untuk melatih para lansia dan penyandang disabilitas produktif. Tidak menutup kemungkinan juga dibuka apabila ada masyarakat lain yang berminat ikut dalam latihan kerja dan pemberdayaan ini. Untuk proses awal, Bupati Suwirta menugaskan Kepala Dinas PU Klungkung, A.A Gede Lesmana, agar tahun 2019 ini mem-
buat perencanaan menyeluruh dan mengecek terlebih dahulu apakah bangunan bekas SDN 3 Kamasan ini masih bisa dimanfaatkan atau harus direnovasi lagi. Sehingga, tahun 2020 nanti, program strategis pemerintah daerah sudah bisa berjalan. Sementara khusus untuk asetnya, Bupati Suwirta meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung I Gede Kusumajaya untuk segera mengurusnya. Termasuk bekas mess guru yang berada di depan TK Hindu Dharma Widya yang rencananya akan digunakan gedung kantor. “Nantinya pusat latihan dan pemberdayaan ini langsung menjadi tempat produksi,” ujar Bupati Suwirta. Selain melengkapi fasilitas penunjang, PLKP ini juga akan dilengkapi ruang perawatan bagi peserta pelatihan. Sarana ini dianggap cukup vital, sebagai antisipasi di lokasi pelatihan. Sebab, sebagian peserta nantinya adalah para lansia
dan penyandang disabilitas produktif. Sehingga, segala kemungkinan yang menyangkut kesehatan juga harus diperhatikan dan disediakan. PLKP ini sebagai jawaban atas hasil turun langsung ke lapangan, dimana banyak ditemukan penyandang disabilitas yang sesungguhnya punya niat kerja, tetapi tidak terlatih. Sehingga, selama ini menjadi terkesan tidak produktif. Sementara itu, TK Hindu Dharma Widya Kamasan yang saat ini masih menampung sekitar 50-an siswa. Rencananya, siswanya akan di-regrouping (penggabungan) bersama TK Kamasan. Sekolah ini rencananya akan dibangun di lahan bekas SDN 4 Kamasan seluas kurang lebih 23 are. Kepada jajaran Dinas Pendidikan, Bupati menugaskan agar segera menegerikan TK Kamasan, sehingga TK Hindu Dharma Widya segera bisa di-regrouping. “Setelah siap di sana baru regrouping. Kalau jadi satu bisa lebih optimal,” tegasnya. (kmb31)
TINJAU LOKASI - Bupati Suwirta saat meninjau lokasi rencana pendirian PLKP.
Bali Post/gik
Tagih Retribusi yang Belum Dibayar Kejari Minta Eksekutif Ajukan Permohonan Semarapura (Bali Post) -
Kejari Klungkung merespons adanya desakan agar turun langsung menyikapi nunggaknya pembayaran retribusi enam spead boat yang membawa penupang ke Nusa Penida. Kejaksaan bisa memberikan pertimbangan dan bantuan hukum, asalkan ada permintaan langsung dari eksekutif yang disertai surat kuasa khusus. Namun, hingga kini Bupati Klungkung Nyoman Suwirta belum menempuh upaya itu, untuk menagih tunggakan Rp 2,6 miliar. Demikian disampaikan Kasi Intel Gusti Ngurah Anom Sukawinata bersama Kasi Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara) Cokorda Gede Agung Indrasunu, seizin Kajari Klungkung, Senin (9/9) kemarin. Dalam hubungan Kejari Klungkung dengan eksekutif, memang Kejaksaan bisa memberikan pertimbangan dan bantuan hukum kepada pihak eksekutif, asalkan ada permintaan disertai surat kuasa untuk menangani piutang tersebut. “Kami sifatnya menunggu. Kalau ada permintaan, tentu kami proses,”
tegas Indrasunu. Upaya awal yang akan dilakukan, misalnya negosiasi. Selanjutnya, bila upaya tersebut gagal, maka bisa dilanjutkan ke penyelidikan. Disinggung mengenai sikap ke enam cruise ini, apakah bisa masuk ranah penggelapan atau tidak, Indrasunu menegaskan tidak serta merta langsung bisa diasumsikan demikian. Sebab, persoalan ini masih menyangkut indikasi pelanggaran perda, karena terkait utang piutang. Jadi, kalau persoalannya demikian, ini jelas masuk ranah perdata.
“Masuk ke ranah penggelapan bila sudah ada kerugian negara,” tegasnya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta berencana membawa permasalahan ini ke Kejari Klungkung. Sebab, upaya secara kelembagaan, dikatakan sudah mentok, setelah berulang kali bersurat tetap tidak ada respons. Sebelumnya, berbeda dengan pihak kejaksaan, Dewan Klungkung menilai ini sebagai upaya penggelapan uang negara, yang sudah jelas masuk ranah korupsi. Salah satu legislator, dari Partai Gerindra A.A. Gde Sayang
Suparta mengatakan sikap enam cruise demikian sudah jelas masuk ke ranah korupsi, karena sudah berulang kali disurati, tetapi tidak diindahkan. Dia pun meminta eksekutif jangan lembek menyikapi persoalan ini. Apalagi, sudah terjadi sejak September 2018, saat masih dengan tarif lama. Karena sudah masuk ranah penggelapan, semestinya eksekutif membawa permasalahan ini ke kejaksaan. “Tunggakan retribusi kepada pihak ketiga yang dipungut dari kunjungan wisatawan itu, sudah masuk dalam ranah korupsi, karena penggelapan uang negara. Jadi, eksekutif (Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah) seharusnya langsung berkordinasi dengan pihak kejaksaan untuk menagihnya. Ini su-
dah pernah saya sampaikan waktu saya rapat gabungan dengan Bupati,” kata Sayang Suparta. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta mengatakan, dari enam perusahaan tersebut, total tunggakan dananya yang belum disetorkan ke Dinas Pariwisata mencapai Rp 2,6 miliar. Jadi retribusi dari wisatawan itu, tidak disetorkan oleh pengusaha ke daerah, sejak September 2018 lalu. “Sebelum Juli 2019, penarikan retribusi terhadap wisatawan yang akan menuju Nusa Penida hanya dipungut di Pelabuhan Benoa. Jadi, masih memakai tarif lama. Menindaklanjuti ini, kami sudah tiga kali melayangkan surat ke pengusahanya, agar tunggakannya segera dilunasi. Tapi belum ada respons,” kata Sukasta. (kmb31)
Gusti Ngurah Anom Sukawinata
Bali Post/gik
Gerindra Tunjuk Wayan Baru Jadi Pimpinan Dewan
A.A. Gde Anom saat memimpin sidang paripurna.
Bali Post/gik
Semarapura (Bali Post)Setelah cukup lama menunggu nama unsur pimpinan dari Partai Gerindra, Ketua DPRD Klungkung Sementara A.A. Gde Anom akhirnya menerima surat resmi dari Gerindra. Isi surat tersebut langsung disampaikan dalam sidang paripurna di Ruang Sabha Nawa Natya DPRD Klungkung, Senin (9/9) kemarin. DPP Partai Gerindra resmi menunjuk Wayan Baru sebagai unsur pimpinan atau wakil ketua. Sementara kader lainnya, seperti Komang Suantara, didaulat langsung oleh DPP Gerindra sebagai ketua fraksi. Usai menyampaikan isi surat tersebut, Anom menyampaikan bahwa formasi unsur pimpinan
Siswa SMPN 1 Banjarangkan Berkelahi Kasek Panggil Kedua Orangtua Siswa Semarapura (Bali Post) Kasus perkelahian antarsiswa di Klungkung, kembali membuat heboh di media sosial. Dua siswa tersebut, rupanya diketahui bersekolah di SMPN 1 Banjarangkan. Pihak sekolah yang mengetahui perkelahian siswanya di luar jam sekolah itu, langsung memanggil kedua siswa berikut kedua orangtuanya, Senin (9/9) kemarin. Kedua siswa tersebut diketahui berinisial DG (14) dan SM (14). Keduanya terlibat duel ketika masih mengenakan seragam sekolah sepulang sekolah. Perkelahian tersebut berlangsung selama sekitar dua menit dan direkam langsung sesama siswanya. Dalam video tersebut tidak jelas apa yang memicu perkelahian tersebut. Tetapi, masyarakat Klungkung lantas tercengang, setelah siswa di sekitarnya terlihat mengenakan seragam SMPN 1 Banjarangkan. Kepala SMPN 1 Banjarangkan I Nengah Suradnya langsung bertindak cepat agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Sebab, persoalan ini begitu sensitif, karena bisa mencoreng citra pendidikan di Bumi Serombotan. Suradnya memanggil dua siswa yang terlibat duel, DG (14) dan SM (14) berikut kedua orangtua
masing-masing siswa tersebut, Senin (9/9) kemarin. Pertemuan itu juga dihadiri jajaran kepolisian dari Polsek Banjarangkan hingga Pengawas SMP Made Arnawa. Mereka lantas dikumpulkan di ruang kepala sekolah, dan mempertanyakan langsung kepada kedua siswa awal duduk persoalannya. Keduanya mengakui kalau aktor yang bertengkar hebat di video itu adalah mereka. Peristiwa tersebut sudah terjadi sejak Sabtu lalu, saat pulang sekolah. Dari pertemuan tersebut, terungkap kalau perkelahian siswa ini dipicu masalah sepele. Duel terjadi, setelah DG melempar sandal dengan tangannya, pada Kamis (5/9) lalu. Saat melempar, tidak disadari ada salah
satu temannya sendiri, yakni SM. Sandal tersebut langsung menyasar kepala SM. Peristiwa itu membuat SM marah, sehingga setiap beberapa kali ketemu, sempat terjadi ketegangan di antara keduanya. Sehingga terjadilah perkelahian itu di Jalan Semagung, Desa Tusan. Apes bagi kedua siswa dan sekolah, perkelahian itu justru direkam dan disebar di media sosial. Sehingga membuat SMPN 1 Banjarangkan menjadi sorotan banyak pihak. Akibat perkelahian tersebut, keduanya masing-masing mengalami luka pada wajahnya. “Kami ingin selesaikan persoalan ini di sekolah. Biar kami bina dulu. Mereka masih anak-anak,” kata Suradnya. (kmb31)
Bali Post/gik
Kepala sekolah saat memanggil siswa dan kedua orangtuanya.
sudah dinyatakan lengkap, antara lain A.A. Gde Anom (PDI-P), Tjokorda Gde Agung (Golkar) dan Wayan Baru (Gerindra). Sebagaimana amanat undang-undang, nama-nama ini selanjutnya harus segera disampaikan kepada eksekutif, untuk selanjutnya diajukan kepada Gubernur Bali. “Kami berharap ini segera diproses ke Gubernur untuk segera disahkan. Agar selanjutnya kami bisa bekerja melakukan rapatrapat dengan eksekutif,” kata Anom. Setelah keputusan pengesahan dari Gubernur Bali turun, proses selanjutnya baru dilakukan pelantikan. Setelah dilantik, baru unsur pimpinan ini definitif dan
sah secara undang-undang melakukan tugas-tugas untuk membahas APBD Perubahan maupun APBD Induk 2020. Ia menegaskan, September ini sudah bisa melakukan pembahasan. Sehingga, pihaknya menargetkan Oktober nanti APBD Perubahan sudah bisa disahkan alias ketok palu. “Biasanya yang jadi kendala adalah pada hibah bansos. Dengan keterbukaan yang sudah kami lakukan pada eksekutif, semoga eksekutif juga merespons, sehingga apa yang diharapkan kedua lembaga, bisa segera terlaksana,” tegasnya. Anom belum bisa memastikan, kapan pelantikan unsur pimpinan dilakukan. Sebab, cepat lambatnya
nama pimpinan dewan ini disahkan Gubernur Bali, tergantung cepat lambatnya respons eksekutif menyampaikannya ke Pemprov Bali. Sementara pengajuan ke Pemprov Bali, harus ada pengantar dari Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Sedangkan Bupati Suwirta, dikabarkan masih sedang dalam masa tugas ke luar daerah. “Kalau eksekutif cepat menyampaikan ke Gubernur, saya yakin gubernur akan cepat memprosesnya,” tegasnya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta masih berada di Jakarta untuk melakukan berbagai agenda kunjungan. Dia diperkirakan baru kembali ke Bali pada 12 September nanti. (kmb31)
Selasa Pon, 10 September 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.09.19.0000269
Butuh Staf produksi, utk peternakan lebah madu di Singaraja pglmn, Lmrn ke WA 087880497389 B.BP.031.09.19.0000332
Dcr Mekanik mobil Utk di Auto Bagus Utama Hub.082236182035 B.BP.001.09.19.0000325
Dcr Sopir u/ BPR Adiartha Sempidi. Hp. 0895413568886 B.BP.004.09.19.0000246
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
SERVICE
Cr sgr Krywn Suami Istri Srbtn bisa sopir diutamakan jujur & tanggung jwb.Hub.081999555821
B.BP.004.09.19.0000333
Cr: Waiter/ss u.RM di Legian. BisaInggris.Hp/WA:081236109808
B.BP.004.09.19.0000282
Dcr Admin Lk Min SMA u/Control Stock Prs Distbtr bs Comp.Himalaya Slt 6,T418531-08124646409
B.BP.001.09.19.0000326
Dcr Kasir Toko Wanita.min SMA, Umr max 25th Hub.Krisna MM Jl. Gn Catur Dps/WA.082145521880 B.BP.004.09.19.0000328
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Dcr Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah berpengalaman.Gaji 2,5juta SMA/WA 0816571027 B.BP.004.09.19.0000329
Dcr Sopir u/ Laundry di Kuta Jl.Kerobokan78XWA081236015546 B.BP.001.09.19.0000338
Dicari Karyawan u/Pabrik Tahu Hub:0361-484418/081338694667 B.BP.001.09.19.0000318
Dicari Sopir Berpengalaman SIM A,HP/WA:081347645888 B.BP.001.09.19.0000324
Dcr Admin min/SMA U/Grmnt diKerobokanH.081916672388(BuAnna) B.BP.154.09.19.0000337
Looking for Spa therapist n Beautician for a Spa In Country Maldives,salary negotiable,Interested pls contact Bu Ketut 08123890647 Email: reyyy_2003@yahoo.com B.BP.001.09.19.0000229
Dibutuhkan Segera Surveyor & Colector,Gj Pkk,Insntve,U.Mkn, Min.SMU,Max.30th, PT.Indohome Jl.Goa Gong No.9 Jmbrn,4724320 B.BP.001.09.19.0000327
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
TOYOTA
JEMBRANA
Toyota Kijang Reborn Th 2017 Hub Hp:08123950999
BUC TnhSwh 87A,38jt/A Kbn4A,55 jt/A dkt Jl Utm,081999886019Ng
B.BP.001.09.19.0000323
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Dikont.Sgr Rmh Type 36 Renovvila Tanah 2Are Bukit Jimbaran good view 200m barat RS Unud Blok B4 hub.0817564481 B.BP.001.09.19.0000330
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
DAIHATSU
DIJUAL TANAH
D.Sirion Automatic 2012 akhir AsDK, Sandat 22 Dps,0361234109
Djl Tnh 2Are Dalung,Rumah 1,5A 2ADalung,19ABdk,082147454248
B.BP.001.09.19.0000336
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.164.09.19.0000320
B.BP.001.09.19.0000331
RUPA-RUPA Puji Syukur Atas Terbukanya Novena 3 Salam Maria. Arief
B.BP.001.09.19.0000319
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.09.19.0000334
MESIN Djl 1bh Genzet Body Silent ex Caterpilar 80KVA kondisi sngt istimewa minat H.081338528811
B.BP.001.09.19.0000321
KEHILANGAN Hilang SHM No.M.497-Ungasan Luas:8.650m2 An.I Made Jedog, I Ketut Kunda,Ni Kundi dan SHM No.M.3852-Kutuh Luas:100m2 An. Ni Wayan Sarji (31/12/1935), I Nyoman Suwena(31/12/1957), I Made Suwendra(15/12/1960),I Md Madra(24/12/1966).H08123696407 B.BP.001.09.19.0000313
Hlg BPKB No.F1680302-O DK1987AG An.I Ketut Suartana B.BP.001.09.19.0000314
Hlg BPKB Nosin.M2K736954 DK524EL AN.I.B Rai Wiadyana SH B.BP.001.09.19.0000316
Selasa Pon, 10 September 2019
Tuntaskan Pembangunan Jembatan Mangkrak
Pemkab Anggarkan Dana Miliaran Rupiah Bangli (Bali Post) Pemkab Bangli tahun ini berupaya menuntaskan pengerjaan jembatan Kedui-Metra di Kecamatan Tembuku yang mangkrak. Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) akan kembali menganggarkan dana miliaran rupiah dalam APBD Perubahan 2019. Karena waktu yang tersisa sangat terbatas, Dinas PUPRPerkim pun pesimis kegiatan itu bisa dituntaskan akhir tahun. Sekretaris Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma dihubungi, Senin (9/9) kemarin mengatakan, jembatan Kedui-Metra saat ini masih kekurangan pengerjaan lagi 45 persen, meliputi badan jembatan dan senderan. Untuk menuntaskannya, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 4,5 miliar. Rencananya, kebutuhan dana tersebut akan diajukan dalam APBD Perubahan 2019. Untuk menuntaskan sisa volume pengerjaan tersebut, diperkirakan butuh waktu tiga bulan lebih. Dengan perkiraan tersebut, pihaknya
pesimis pengerjaannya tuntas hingga akhir tahun. Belum lagi, sebelum dikerjakan di lapangan proyek tersebut harus melalui proses lelang di ULP yang memakan waktu kurang lebih sebulan. “Kita lihat dulu nanti. Kalau September akhir ketok palu, bulan Oktober baru bisa proses,” kata Soma. Kalaupun bisa dikerjakan, ia berharap mudah-mudahan cuaca mendukung. Kalau hujan terus, tentu penuntasan proyek akan terhambat. “Kita harapkan pengesahan APBD Perubahan bisa segera diketok palu pertengahan September ini. Kalau pengesahan APBD Perubahan molor-molor terus, ya di sana kami susahnya,” ujarnya. Jika tahun ini gagal, pihaknya akan mengupayakan penuntasan jembatan Metra-Kedui dianggarkan kembali tahun depan. Disinggung mengenai nasib jembatan Belancan-Bukih di Kecamatan Kintamani yang juga mangkrak, Soma mengatakan, akan dituntaskan juga tahun ini. Biayanya akan dianggarkan dalam APBD Peruba-
Prajurit Kodim akan Lari Keliling Bali SEORANG prajurit TNI dari Kodim 1626/Bangli, Serka Dewa Gede Astawa, akan lari mengelilingi Bali dengan jarak tempuh sekitar 375 km. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-74 TNI, 5 Oktober mendatang. Kegiatan lari berkeliling Bali yang bertajuk Run For Bali tersebut diadakan Kodim Bangli. Dalam kegiatan itu, Serka Dewa Astawa akan berlari mengelilingi Bali selama lima hari mulai tanggal 1 hingga 5 Oktober. Jarak tempuh sepanjang 375 kilometer, akan dibaginya ke dalam empat etape. Mengambil start dari Kodam, anggota Babinsa Desa Buahan tersebut nantinya akan berlari hingga Karangasem. Selanjutnya dari Karangasem ke Sangalangit Gerograk, Gerokgak-Pekutatan Jembrana dan dari Jembrana kembali berlari hingga finish di Kodam. Ditemui di sela-sela latihannya di Penglipuran, Senin (9/9) kemarin, Serka Dewa Astawa mengatakan, kegiatan Run For Bali ini diprakarsai Komandan Kodim (Dandim) Bangli 1626/ Bangli Letkol Inf. Himawan Teddy Laksono dalam rangka menyambut HUT TNI. Tujuan lainnya adalah untuk mempererat persatuan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam kegiatan Run For Bali nanti, prajurit 44 tahun asal Banjar Tegal Suci, Kelurahan Kubu, Bangli itu akan berlari tunggal. Karena bukan perlombaan, dirinya akan mengatur irama berlarinya. Ia akan beristirahat setiap 100 kilometer. Untuk menempuh jarak 100 km, waktu yang dihabiskan diperkirakan 12 jam. “Saya sudah pernah coba, kalau 150 km sekitar 20 jam. Sedangkan 100 km saya target 12 jam,” ungkapnya. Jelang kegiatan Run For Bali, dirinya saat ini mulai mempersiapkan diri. Salah satunya latihan. “Tanpa latihan rutin, mustahil bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya. Untuk menjaga daya tahan tubuh tetap fit, istirahat dan asupan nutrisi yang seimbang baginya menjadi hal yang penting diperhatikan. Bagi ayah dua anak ini, berlari dengan jarak tempuh ratusan kilometer bukan hal baru. Selama beberapa tahun terakhir, ia sudah kerap mengikuti dan memenangi perlombaan lari. Terakhir kali dia berhasil keluar sebagai pelari tercepat dalam lomba lari di Riau 17 Agustus lalu. Ditemui di lokasi yang sama, Dandim Bangli Letkol Inf Himawan Teddy Laksono mengatakan, Bali For Run dilaksanakan untuk memberi warna baru menyambut hari jadi TNI. Jelang pelaksanan Bali For Run, persiapan berupa latihan dilaksanakan mulai kemarin bertepatan dengan hari olahraga Nasional. Bali For Run yang digagasnya ini, telah mendapat dukungan penuh dari Korem dan Kodam. Letkol Teddy mengatakan ada beberapa hal yang ingin ditekankan dari kegiatan ini. Pertama kegiatan ini untuk mendukung program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui tagline ‘SDM Unggul, Indonesia Jaya’. Di samping itu kegiatan ini untuk mendukung program Kementerian Pemuda dan Olahraga membudayakan olahraga. “Dengan kegiatan ini kita mempelopori mengajak masyarakat untuk berolahraga. Sehingga badan selalu sehat dan pikiran positif,” jelasnya. (ina)
Bali Post/ina
MEDALI - Serka Dewa Gede Astawa menunjukkan koleksi medalinya.
han 2019 senilai Rp 1,9 miliar. Jembatan Belancan-Bukih saat ini masih kekurangan pengerjaan lagi 15 persen. Karena sedikit, pihaknya optimis bisa diselesaikan akhir tahun. “Lagi sedikit pengerjaannya, tinggal ngaspal 300 meter di atas jembatan, pasang batu dan got,” pungkasnya. Sebagaimana yang diketahui, jembatan Metra-Kedui dan Belancan-Bukih dikerjakan tahun 2018. Namun, pengerjaannya tak tuntas, meski pihak kontraktor sudah diberikan perpanjangan waktu 90 hari. Atas kondisi itu, Dinas (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli pun memblack list dua kontraktor yang gagal menuntaskan proyek pembangunan jembatan Metra-Kedui dan jembatan Belancan-Bukih. Selain Metra-Kedui dan Belancan-Bukih, ada dua jembatan lainnya yang juga dibangun Pemkab Bangli di tahun 2018, yakni jembatan Batur-Gunung Kunyit dengan anggaran Rp 6,1 miliar, jembatan Gunung Bau-Binyan dengan anggaran Rp 6,5 miliar. (kmb40)
Bali Post/kmb40
JEMBATAN - Kondisi jembatan Metra-Kedui di Kecamatan Tembuku yang mangkrak.
Realisasi Pajak Air Bawah Tanah Rendah BKPAD Sebut WP Minim Pasang Watermeter
Bangli (Bali Post) –
Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Bangli dari sektor pajak air bawah tanah masih rendah. Hingga jelang akhir triwulan ketiga, realisasinya baru mencapai 36,78 persen dari target Rp 343 juta lebih yang ditetapkan tahun ini. Masih minimnya wajib pajak (WP) yang memasang watermeter disebut menjadi kendala Pemkab Bangli memenuhi target tersebut. Sekretaris Badan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli A.A. Trisnawijaya, Senin (9/9) kemarin mengungkapkan, dari Rp 343 juta lebih target pajak air bawah tanah di Kabupaten Bangli tahun ini, hingga akhir Agustus lalu capaiannya baru Rp 126 juta lebih. Penyebab masih rendahnya penerimaan pajak itu karena masih minimnya WP yang memasang watermeter, sehingga membuat pihaknya kesulitan untuk menghitung berapa pemakaian air bawah tanah dari masing-masing WP. Dia menyebutkan dari 31 WP air bawah tanah di Bangli, baru 5 WP yang sudah memasang watermeter. Pemasangan watermeter sejatinya merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengguna air bawah tanah. Terhadap WP yang belum memasang watermeter, pihaknya selama ini melakukan pemungutan pajak dengan cara menghitung perkiraan penggunaan air. “Kita pakai
kisaran. Berapa dia menggunakan air bawah tanah setiap bulannya,” ungkapnya. Izin penggunaan air bawah tanah, lanjut Trisnawijaya, selama ini dikeluarkan pemerintah provinsi. Sementara pihaknya di kabupaten hanya berwenang untuk memunguti pajaknya. Selain pajak air bawah tanah, realisasi beberapa jenis pajak lainnya juga diakuinya masih belum menggembirakan. Di antaranya pajak reklame, pajak hiburan dan pajak bumi dan bangunan (PBB). Untuk PBB, dari Rp 4,9 miliar lebih yang ditargetkan, hingga akhir Agustus baru terealisasi Rp 1,3 miliar (26,21 persen). Masih rendahnya realisasi PBB, menurut Trisnawijaya disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Banyak masyarakat yang belum paham kegunaan membayar pajak. “Fungsi pajak salah satunya adalah untuk pembangunan darah. Pajak yang dibayarkan ma-
syarakat ini akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk dana ke desa dan pembangunan infrastruktur,” jelasnya. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bayar PBB, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya jemput bola serta sosialisasi ke masyarakat melalui kepala desa masingmasing. Upaya itu pun kini akan terus digenjot. Meski saat ini penerimaan PBB serta pajak air bawah tanah, dan dua jenis pajak lainnya masih
rendah capaiannya, pihaknya optimis target yang dibebankan akan bisa terpenuhi hingga akhir tahun. Di sisi lain, Trisnawijaya menyebutkan berdasarkan data yang dimilikinya beberapa jenis pajak lainnya
penerimaannya tergolong tinggi hingga akhir Agustus kemarin. Seperti pajak hotel. Dari target Rp 170 juta, sudah tercapai Rp 138 juta (80,83 persen), pajak restoran/ rumah makan dari target Rp 2 miliar lebih sudah terealisasi Rp 1,5 miliar lebih (76,7 persen), pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dari target Rp 5,08 miliar lebih sudah terealisasi Rp 3,54 miliar (69 persen), pajak penerangan jalan dari target Rp 6,8 miliar sudah tercapai Rp 4,3 miliar lebih (63,78 persen). Bahkan untuk pajak parkir, realisasinya berhasil melampaui target. “Untuk pajak parkir dari target Rp 3,4 juta, realisasinya Rp 6,6 juta. Prosentasenya di atas 100 persen,” imbuhnya. (kmb40)
Gelapkan Uang Puluhan Juta, Pria Asal Malang Diamankan Bangli (Bali Post) – Iwan Sudarto, pria asal Malang, Jawa Timur diamankan aparat Polres Bangli. Ia ditangkap di wilayah Kintamani lantaran diduga melakukan penggelapan uang puluhan juta milik korban Haji Taufik. Kepada polisi, pria 43 tahun itu mengaku menggelapkan uang pembayaran jagung tersebut untuk bermain judi. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Senin (9/9) kemarin mengatakan, kronologis kasus penggelapan tersebut berawal saat pelaku Iwan Sudarto menginap di rumah I Wayan Rumen, di Desa Bayung Gede, Kintamani 19 Agustus lalu. Malam itu, pelaku menelepon Haji Taufik dan menanyakan jagung, setelah sebelumnya sempat membeli barang namun tidak dikirim oleh Haji Taufik. Dalam komunikasi itu,
Haji Taufik mengatakan akan segera mengirim barang itu keesokan hari. Kemudian pada tanggal 20 Agustus sekitar pukul 10.00 wita, pelaku bersama Wayan Rumen menerima jagung pesanannya sebanyak 12.125 kilogram di jalan By-pass Ida Bagus Mantra. Jagung itu kemudian dibongkarpindahkan dari truk asal Lombok ke dua truk yang disewa pelaku. Selanjutnya, belasan ton jagung itu dibawa pelaku bersama Rumen ke Banjar Paket, Kintamani untuk dijual. Namun, sekitar pukul 16.00 wita saat proses penurunan barang belum selesai, pelaku pulang ke Jawa. Pelaku saat itu menyerahkan penjualan jagung tersebut sepenuhnya kepada Rumen. Keesokan harinya, Rumen mentransfer uang hasil pen-
jualan jagung ke rekening tabungan pelaku sebesar Rp 40 juta. Tanggal 3 September ditransfer lagi sebesar Rp 500 ribu. “Total uang yang diterima pelaku sebesar Rp 40.500.000,” ungkap Sulhadi. Rupanya uang hasil penjualan jagung yang sudah ditransfer Rumen itu tidak dibayarkan pelaku ke Haji Taufik. Me-
lainkan digunakan untuk main judi dan memenuhi keperluan sehari-hari. Karena uang tak kunjung dibayarkan, pelaku pun akhirnya dilaporkan ke Polres Bangli dengan tuduhan penipuan dan penggelapan. “Dari laporan tersebut, petugas kemudian mengamankan pelaku Sabtu lalu di Kintamani bersama sejumlah barang
bukti,” ujarnya. Setelah diperiksa, pelaku yang bekerja sebagai wiraswasta itu langsung ditahan polisi. “Pelaku Iwan Sudarto diduga kuat telah melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan berupa uang sebagaimana dimaksud Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP,” kata Sulhadi. (kmb40)
OLAHRAGA
Selasa Pon, 10 September 2019
15
Pembukaan Porprov Bali Sasar Pelajar, BNNK Badung Gelar Seni Budaya P4GN Jadi Sarana Hiburan Masyarakat Tabanan (Bali Post) Antusiasme warga Tabanan menyaksikan pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali ke-14 tahun 2019 sangat besar. Hal ini terlihat saat acara yang diawali dengan defile pariwisata dan budaya, masyarakat tampak memenuhi jalur defile yang dimulai dari Kantor Bupati Tabanan hingga Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi (GWS). Salah satu warga Gerokgak Desa Dauh Peken, Tabanan, Ketut Suanda (65), mengaku sudah menunggu acara devile sejak pukul 14.00 Wita. Dia mengantarkan cucunya yang sangat ingin menonton. ‘’Ini soalnya hiburan yang jarang bisa disaksikan. Jadi cucu saya ingin sekali menonton,’’ ujarnya. Acara pembukaan Porprov dengan tema ‘’Sport, Tourism and Culture’’ ini memang menjadi hiburan sendiri bagi warga Tabanan. Sebab, dalam defile ini diisi oleh pentas kesenian dari Tabanan yang mengiringi kontingen masing-masing kabupaten/kota. Total peserta defile kurang lebih sebanyak 1.800 orang. Ketua Umum Panitia Induk Porprov Bali ke14 Dr. Komang Gede Sanjaya menyatakan, untuk menyebarkan spirit olahraga dan memperluas pelaksanaan Poprov sehingga terasa di seluruh lapisan masyarakat, pelaksanaan pertandingan tersebar di 24 desa yang ada di Tabanan. ‘’Tujuan penyebaran pelaksanaan pertandingan Porprov ini selain lebih meluaskan suasana Porprov juga sekaligus memperkenalkan pariwisata Tabanan,’’ ujar Sanjaya.
DIBUKA - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat melakukan penyalaan obor sebagai tanda dibukanya Porprov Bali, Senin (9/9) kemarin. Wagub Bali Cok Ace sebelum melakukan penyalaan obor sebagai tanda dimulainya Porprov ke-14 mengatakan, penyelenggaraan Porprov adalah kegiatan berkelanjutan dan komitmen bersama untuk meningkatkan prestasi seluruh Bali. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tabanan beserta jajarannya yang menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan menjadi tuan rumah Porprov ke-14. Cok Ace melanjutkan, Porprov merupakan acuan daerah untuk menyeleksi wakilnya ke ajang pertandingan yang lebih tinggi, salah satunya PON 2020 di Papua. Sehingga diharapkan pelaksanaan Porprov ini menghasilkan perwakilan yang berkualitas. (kmb24)
Berangsur Kondusif ‘’Kami minta agar mereka menghentikan aktivitas itu, menghentikan untuk provokasi dan menghasut masyarakat Papua dan Papua Barat,’’ tegas Wiranto. Wiranto pun menyebutkan bahwa situasi kondisi di Papua dan Papua Barat berangsur kondusif. ‘’Per 9 September ini, laporan yang saya terima seluruh kondisi Papua dan Papua Barat aman dan kondusif, aktivitas kemasyarakatan pun
berjalan normal,’’ kata Wiranto. Namun, lanjutnya, masih ada provokasi, selebaran-selebaran gelap untuk mendorong dan menghasut masyarakat melakukan unjuk rasa susulan. ‘’Ini kita sudah monitor dan kita sudah tahu betul siapa-siapa pelakunya itu,’’ tegas Wiranto. Keamanan Dijamin Selanjutnya Wiranto menyebutkan TNI akan menyiapkan pesawat Hercules untuk mengangkut pelajar dan mahasiswa Papua yang eksodus pulang kampung untuk kembali ke
daerah tempat belajarnya. ‘’Atas prakarsa Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, akan disiapkan pesawat Hercules untuk mengangkut mereka (pelajar) ke tempat belajar sebelumnya dengan jaminan tidak ada tekanan apa pun,’’ kata Wiranto. Bahkan, lanjutnya, pihaknya memberikan jaminan para pelajar dan mahasiswa yang belajar di luar Papua (daerah lain di Indonesia) tidak diganggu dan memperlakukan mereka seperti keluarga. (ant/kmb14)
Menemui Presiden Menurutnya, urgensi untuk merevisi UU KPK patut dipertanyakan di saat banyak permasalahan berkaitan dengan korupsi yang masih terjadi. Masih Mempelajari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Senin kemarin menemui Presiden Joko Widodo untuk membahas
Di pertandingan pertama, Thailand hanya bisa main imbang tanpa gol lawan Vietnam sehingga mereka butuh kemenangan di laga ini. Bagi Stefano Lilipaly,
draf revisi Undang-undang tentang KPK. ‘’Saya diberikan draf revisi Undang-undang KPK untuk saya pelajari. Itu saja dulu,’’ kata Yasonna yang ditemui di halaman Istana Negara. Menurutnya, pemerintah akan mempelajari draf revisi undang-undang tersebut. Yasonna menjelaskan, Presiden Jokowi mengarahkan pemerintah dalam mempelajari draf revisi itu harus berhati-hati.
Anggota Komisi III DPR-RI Masinton Pasaribu menegaskan bahwa usulan revisi UU KPK dilakukan semata-mata untuk menguatkan KPK ke depan. ‘’Tidak ada di sana satu pun kewenangan KPK yang ‘dipereteli’, yang ada malah ditambahkan. KPK diberikan kewenangan mengeksekusi putusan hakim dan penetapan peradilan,’’ kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini. (ant/kmb14)
Menjadi Berbahaya hasil yang didapat Thailand itu memang bisa menjadi berbahaya bagi Indonesia. Namun di sisi lain hasil tersebut menegaskan bahwa Thailand tetap punya kelemahan. ‘’Tidak akan mudah saat melawan Thailand karena
mereka salah satu tim terbaik. Tapi, mereka kemarin di kandang sendiri tidak bisa mengalahkan Vietnam. Saya percaya kami bisa mendapatkan hasil terbaik di pertandingan nanti,’’ kata Lilipaly, Senin (9/9) kemarin. (kmb33)
Selasa, 10 September 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pedanan lan Ngusaba Pitra (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus and Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Gatra Praja 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping
10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pedanan lan Ngusaba Pitra (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini
16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Catur Lawa Ida Ratu Dukuh 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita DW TV 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
MASA depan bangsa Indonesia bergantung pada upaya pembebasan kaum muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Mengingat hal tersebut, Badan Narkotika Kabupaten BNNK) Badung terus melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda khususnya pelajar. Salah satu upaya dilakukan yaitu bersinergi dengan SMA Negeri 1 Mengwi melaksanakan kegiatan Pagelaran Seni Budaya P4GN kepada pelajar, Senin (9/9) kemarin. BNNK Badung juga menggandeng Sekaa Bondres STI Bali melakukan langkah inovatif dalam menyebarkan informasi P4GN kepada pelajar. Kegiatan diawali dengan tari penyambutan oleh siswi SMAN 1 Mengwi. Setelah itu dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari Kepala SMAN 1 Mengwi dan memberikan ucapan terima kasih kepada BNNK Badung telah memilih sekolahnya sebagai lokus pelaksanaan P4GN di lingkungan pendidikan. Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H. menegaskan bahwa pementasan seni budaya tersebut tidak hanya menjadi hiburan semata, namun juga dapat menjadi media penyampaian
SENI BUDAYA - Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini saat menggelar Seni Budaya P4GN di SMA Negeri 1 Mengwi. pesan-pesan bahaya narkoba pada lawakan dan banyolan, sehingga informasi tentang bahaya narkoba lebih efektif. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran seluruh elemen di dunia pendidikan. Peserta didik sampai pendidik diharapkan turut
berperan serta dalam langkah pencegahan bahaya narkoba. ‘’Sehingga terbentuknya generasi muda yang sehat, cerdas, dan bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,’’ ujarnya. Kegiatan dilanjutkan dengan tukar kenang-ke-
nangan berupa plakat antara Kepala BNNK Badung dan SMA Negeri 1 Mengwi. Kegiatan diakhiri dengan pementasan Sekaa Bondres STI Bali yang membawakan banyolan dengan menggelorakan pesan-pesan antinarkoba. (ad351)
Fakultas Hukum UNR Melepas 107 Calon Wisudawan
Lulusan Dibekali Pelatihan Peradilan Semu dan Pelatihan Bahasa FAKULTAS Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) menggelar yudisium ke-37 pada Senin (9/9) kemarin di Harris Hotel, Jalan Cokroaminoto, Denpasar. Pada yudisium kali ini, FH UNR melepas 107 orang. Dari tahun ke tahun kualitas lulusan FH UNR menunjukkan progress yang signifikan. Dari sisi indeks prestasi nilai lulusan di atas 3,5. ‘’Secara kualitas mahasiswa lulusan kami hampir 90 persen indeks prestasinya di atas 3,5. Harapan kami tidak hanya mengejar kualitas secara akademik, tetapi bagaimana setelah dia lulus dapat mengisi terutama berkaitan dengan keprofesian, apakah dia mengikuti profesi advokat atau yang lainnya,’’ kata Dr. IWP Sucana Aryana, S.E., S.H., M.H., Dekan FH UNR, didampingi Wakil Dekan Cokorda Gede Swetasoma, S.H., M.H. dan Kaprodi I Made Artana, S.H., M.H. Pada yudisium kali ini, ada yang istimewa yaitu sebanyak lima orang calon wisudawan memperoleh IPK 3,95, selebihnya di atas 3,0. Sementara dari sisi lama studi, mahasiswa yang lulus pada periode kali ini 90 persen menempuh masa studi 4 tahun atau 8 semester. ‘’Yang lainnya bisa karena dia mahasiswa konversi sehingga lulusnya lebih cepat dan yang lainnya karena ada alasan pekerjaan sehingga ada keterlambatan penyelesaian studi,’’ imbuhnya.
LEPAS - Dekan, Wakil Dekan dan Ketua Program Studi FH UNR ketika melepas calon wisudawan ke-37. Tidak hanya di bidang akademik, FH UNR juga berupaya meningkatkan mutu pendidikan. Di antaranya peningkatan sarana dan prasarana, pelatihan bagi mahasiswa serta peningkatan kualitas dosen. Dalam hal peningkatan kualitas lulusan, FH UNR memberikan pelatihan peradilan semu. Para lulusan diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan. ‘’Dalam hal ini bukan berarti dia berdagang. Misalnya dia ikut kursus profesi advokat atau yang lainnya, sehingga setelah tamat itu bukan pencari kerja, tapi dia bisa menciptakan lapangan pekerjaan,’’ ujarnya. Calon lulusan juga dibekali penguasaan bahasa karena FH
UNR memiliki laboratorium bahasa. Selain lulus sebagai sarjana hukum, calon wisudawan dapat mengikuti kursus di kampus berkaitan dengan bahasa Inggris dan lainnya. ‘’Tujuannya semata–mata untuk meningkatkan kualitas lulusan,’’ tandasnya. Tenaga pengajar FH UNR juga terus ditingkatkan. Mengingat adanya peraturan baru untuk kualifikasi dosen harus S-3, FH UNR pun telah mempersiapkan ke arah itu. Selain mendorong para dosen berkualifikasi S-3, yayasan yang menaungi UNR pun memberikan bantuan dana sebesar Rp 50 juta untuk dosen yang mengikuti pendidikan S-3.
‘’Wajib, seorang dosen itu kualifikasinya S-3. Khususnya FH UNR setiap tahun sudah mulai ada peningkatan dan itu hukumnya wajib bagi setiap dosen untuk kuliah S-3. Kalau tidak, dia bisa dikembalikan sebagai tenaga kependidikan atau pegawai,’’ ucapnya. Meski saat ini secara persentase dosen FH UNR belum terlalu banyak berkualifikasi S-3, namun setiap tahun FH UNR menunjukkan progress dari sisi kualitas dosen. ‘’Setiap tahun ada peningkatan. Karena dari yayasan juga memberikan bantuan, setiap dosen yang melanjutkan S-3 dibantu Rp 50 juta,’’ ungkapnya. (ad347)
SELASA PON, 10 September 2019
Base Jam Nyanyikan Lagu Baru SELAIN lagu-lagu lawas, Grup Band Base Jam tampil membawakan satu lagu baru yang belum dipublis di panggung All Time Stage Soundrenaline 2019, Sabtu (7/9) malam. Gelar musik ini menjadi ajang reuni bagi personel Base Jam dengan para fansnya. Penampilan mereka diakui sangat spesial. Sebab, sambutan hangat penonton saat itu diakui membuat mereka merasa masih dirindukan oleh masyarakat musik Indonesia. Karena semangat itulah Base Jam mengaku sangat rindu kembali berkarya di belantika musik tanah air. ‘’Tahun ini sangat spesial bagi kami. Selain single baru, kami akan meluncurkan sebuah buku kenangan tentang 25 tahun Base Jam. Kemarin sudah soft launching, kita harap bisa segera dirilis,’’ kata sang vokalis Sigit Wardana. Yang tidak kalah spesial, band tersebut untuk pertama kalinya membawakan lagu baru yang belum dirilis. Single terbaru mereka dinyanyikan oleh Sigit dan Alvin yang langsung mengiringi dengan hanya menggunakan keyboard. ‘’Kami bersyukur masih bisa bikin lagu, walaupun kadang on dan off, kadang hits dan kadang tidak,’’ ujar Sigit. Tampil selama 30 menit dari pukul 20.00 Wita, band yang terbentuk tahun 1994 dan beberapa kali gonta-ganti personel itu, mampu membuat penonton terasa bernostalgia. Puncak momen tersebut terjadi pada saat band bergendre pop itu menyanyikan lagu ‘’Bukan Pujangga’’. Sang vokalis Sigit Wardana dan Alvin Kurniawan berkeliling kursi penonton melakukan live instagram. Beberapa kali penonton juga ikut menyanyikan lagu-lagu mereka yang hits pada zamannya. Euforia penonton sendiri sudah terasa saat Sigit Wardana dan Alvin Kurniawan pada vokal, Oni Fathoni pada gitar, Ardhini Sita Citrasari pada bass, Ardi ‘’Aris’’ Isnandar pada gitar, Jeane Phialsa ‘’Alsa’’ pada drum baru memasuki panggung. Suasana semakin pecah saat band yang kini genap berumur 25 tahun menyanyikan lagu-lagu andalannya seperti ‘’Angin’’, ‘’Hujan Tanpa Awan’’, ‘’Jatuh Cinta’’, ‘’Rindu’’, ‘’Takkan Berpaling Cinta’’, ‘’Bukan Pujangga’’. (edi)
Bali Post/lila
BARIS GEDE - Tari Baris Gede dipentaskan saat puncak pujawali di KJL Natar Sari Apuan, Baturiti, Tabanan, Sabtu (7/9) lalu.
Navicula Sampaikan Pesan Peduli Lingkungan
Jaga Bali dari Bahaya Sampah Plastik
TAMPIL pada ajang Soundrenaline 2019 di GWK, Minggu (8/9), band rock asal Bali, Navicula, menyampaikan pesan peduli lingkungan melalui tulisan ‘’Bali Bukan Pulau Plastik’’. Band ini selalu menyelipkan pesan peduli lingkungan dari atas panggung. Sebagaimana diketahui, ‘’Bali Bukan Pulau Plastik’’ adalah film tentang kampanye peduli lingkungan, khususnya Bali yang diprakarasi oleh Kopernik, Akar Rumput, Visinema Pictures dan didukung oleh Navicula. Kampanye peduli lingkungan pun digaungkan oleh Navicula dari atas panggung melalui lagu ‘’Bali Berani Berhenti’’. ‘’Kita jaga Bali dari bahaya sampah plastik. Kita mulai dari Bali,’’ teriak Robi (vokalis) dari atas panggung yang
disambut antusias ribuan penonton. Tidak hanya lewat lagu ‘’Bali Berani Berhenti’’, sebelum memulai lagu tersebut, keempat personel Navicula juga masing-masing membentangkan spanduk bertuliskan ‘’Bali Bukan Pulau Plastik’’. Navicula sendiri memang dikenal sebagai sebuah band dengan lirik-lirik lagu bertemakan pesan peduli lingkungan. Hal inilah yang membuat mereka dijuluki band bergenre The Green Grunge Gentlemen. Julukan tersebut juga diperkuat dengan aktifnya Robi sebagai salah satu aktivis muda asal Bali yang selalu terlibat dalam kegiatan-kegiatan bertema kampanye peduli lingkunga, baik itu di Bali, Indonesia hingga internasional. Un-
tuk mengampanyekan cinta tanah air, Navicula menyampaikannya lewat lagu ‘’Busur Hujan’’. ‘’Indonesia kaya dengan warna-warni yang beragam, suku budaya dan agama. Ini adalah kartu As-nya Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika,’’ teriak Robi sebelum akhirnya lagu ‘’Busur Hujan’’ digeber dari atas panggung. Membawakan kurang lebih tujuh buah lagu, penampilan Navucula ditutup dengan lagu ‘’Aku Bukan Mesin’’. Tampil mulai pukul 18.45 di Celebration Stage, band yang digawangi oleh Gede Robi (vokal/gitar), Dadang Pranoto (lead gitar), Falel Atmoko (drum) dan Krishnanda Adipurba (bass), sukses menghibur penonton. Mereka membawakan tujuh buah lagu. (edi)
Hotel Santika Kuta
Fasilitas Internasional dengan Sentuhan Tradisional HOTEL Santika Kuta merupakan salah satu hotel National Chain di bawah naungan manajemen Santika Indonesia Hotels & Resort. Hotel ini dilengkapi berbagai fasilitas standar internasional dengan sentuhan ornamen tradisional khas Indonesia. “Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda untuk tamu yang menginap di hotel kami,” ujar Intan, Public Relations Hotel Santika Kuta. Dia menambahkan, lokasi Hotel Santika Kuta di pusat hiruk-pikuk keramaian Kuta,
ditambah lagi banyaknya hotel membuat Santika Kuta harus memiliki daya tarik yang berbeda. “Semua fasilitas kami berstandar internasional, namun berbagai ornamen khas Indonesia khususnya Bali kami utamakan. Tujuannya agar tamu yang datang merasa bahwa mereka tinggal di hotel yang berada di Bali. Selain itu, kami berharap banyak repeater guest yang tinggal berkali-kali di hotel kami,” ujar Intan lagi. Selain itu, keramahtama-
han dari seluruh staf Hotel Santika Kuta juga memberikan nilai tambah tersendiri bagi tamu. Hotel bintang tiga ini ingin membuat tamu merasa nyaman dan aman sembari mereka menikmati liburan di Kuta. “Meski berada di tengah hiruk-pikuk Kuta yang sangat padat, kami tetap ingin membuat tamu nyaman untuk bisa beristirahat sehingga mereka segar pada hari berikutnya dan bisa kembali menikmati waktu liburannya,” tutupnya. (kmb33)
Anak Tukang ’’Suun’’ Belajar Buat Pastry SEJUMLAH anak tukang suun dari Yayasan Lentera Anak Bali (LAB) b ela ja r memb ua t p a stry yaitu brownies, risoles dan hotdog, Minggu (8/9) di Bali Pastry College, Jalan Hasannudin, Denpasar. Anak tukang suun ini berasal dari Karangasem yang ibunya bekerja sebagai tukang suun di Pasar Badung. Mereka diajak mengikuti pelatihan membuat kue. Tujuannya agar mereka termotivasi dan terinspirasi menjadi profesional dan memiliki cita–cita yang tinggi. Sebelumnya, pengurus LAB Luh Anggreni menyampaikan, ketika anakanak tersebut ditanyakan c i t a – c i t a n y a , ke-
banyakan menjawab menjadi tukang parkir dan tukang bangunan. Sedangkan anak perempuan bercita-cita menjadi pegawai spa. Cita– cita sederhana itu membuat banyak pihak tertegun dan berupaya untuk memotivasinya. Seperti Jimat Jewelery, Kunang Jewelery dan Pojok Baca Rusa. Mereka berkolaborasi mengajak anak–anak tukang suun mengikuti pelatihan membuat pastry dari Chef Bara Pattiradjawane. Creator Jimat Arie Triono mengungkapkan, ini merupakan program ketiga. ‘’Kami mengajak anak–anak kecil yang berusia
12–14 tahun, anak SD dan SMP. Ada yang sekolah dan ada yang tidak. Sehari– harinya mereka membantu orangtua bekerja sebagai tukang suun di Pasar Badung,’’ ujarnya. Hasil dari program membuat pastry itu membuat Chef Bara takjub karena hasil masakan mereka enak. ‘’Brownies kukusnya sangat enak dan mereka bisa menggoreng risoles dengan sangat bagus,’’ ungkapnya. Ia berharap dari program ini, anak–anak terinspirasi menjadi pengusaha atau membuka usaha kecil-kecilan seperti membuka warung, me- m a s a k
kue atau berjualan sendiri. ‘’Jadi mereka bisa menghasilkan uang dan akhirnya menghidupi ekonomi keluarganya di masa depan,’’ harapnya. Chef Bara juga membagikan pengalaman bahwa memasak itu dimulai dari rasa senang. Jika dilakukan dengan senang, hasilnya akan maksimal. Sebelumnya, anak–anak tersebut diajak membuat arang untuk menggambar charcoal bertempat di Cuh Cush Gallery. Tujuannya untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dan memotivasi mereka menggali potensi. Selain itu mereka juga diajak mengikuti workshop keramik di Tegallalang. (may)
TUKANG SUUN - Anak-anak tukang suun belajar membuat brownies kukus, risoles dan hotdog.
Bali Post/may