20 HALAMAN
NOMOR 23 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
minggu Pon, 10 september 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Ribuan Krama Bali Deklarasikan Kebhinekaan
BPM/eka
TARI KOLOSAL- Tari Amertha Sri Bhumi dari Sanggar Pancer Langiit mengisi pesta rakyat “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” serangkaian HUT ke-69 Bali Post di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Sabtu (9/9) malam.
Denpasar (Bali Post) Ribuan krama Bali yang menyaksikan pesta rakyat “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” serangkaian HUT ke-69 Bali Post di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Sabtu (9/9) malam kemarin, mengikuti Deklarasi Kebhinekaan.
Merger Bukan Paksaan
BANYAKNYA resistensi dari sejumlah PTS gurem atas kebijakan Kemenrisetdikti perlunya merger bagi universitas yang memiliki mahasiswa kurang dari 1.000 orang m e n d a p a t t a ng g a p a n santai dari Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si. Dia menegaskan merger itu bukan suatu paksaan tapi diimbau agar PTS menjadi lebih bermutu. Bagi dia tak perlu resistensi, jika tidak berkenan dan merasa mampu untuk menjalankan operasional PTS dengan tetap concern pada mutu tidak ada masalah. ‘’Tak perlu takut dengan imbauan merger,’’ ujarnya. Dia memberi pemaparan bahwa PTS dengan jumlah mahasiswa kurang dari 1.000 mahasiswa, apalagi berbentuk universitas. Menurut Permenristekdikti 100/2016 bahwa universitas wajib memiliki minimum 10 prodi dengan minimum eksakta 6 prodi, maka diduga universitas itu jika hanya mengandalkan pembiayaan dari uang SPP semata, diduga sulit berkembang untuk meningkatkan mutu. Hal. 19 250 Mahasiswa
Sambil mengepalkan tangan kanan, krama Bali menyerukan “Saya Indonesia. Saya Pancasila. Kita Semua Bersaudara’’. Deklarasi Kebhinekaan tersebut dipimpin langsung Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama Danrem 163 Wirasatya, Kol. Arh. I Gede Widiyana, S.H., Perwakilan PoldaBali, AKBP I Wayan Supartha, Wakil
Ketua DPD Bali, Alit Putra, bupati dan wali kota se-Bali serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali. Ikut hadir Pemimpin KMB, Satria Naradha, Dr. I Putu Gede Ary Suta, Reike Diah Pitaloka dan pimpian DPRD se-Bali. Hal. 19 Hiburan Rakyat
Jakarta (Bali Post) Pansus Hak Angket KPK di DPR kembali mengeluarkan pernyataan yang memperlemah posisi KPK. Anggota Pansus dari PDI-P, Henry Yosodiningrat, mendesak agar KPK dibekukan. Kontan saja membuat empat parpol menolak desakan tersebut.
Henry menyatakan itu dilandasi temuan-temuan yang sudah didapat pansus angket sejauh ini. “KPK tidak boleh berpolitik, ketika nanti, umpama ada wacana pemerintah bersama dengan DPR untuk merevisi UU, nggak usah sewot. Hal. 19 Laksanakan UU
Merger Perguruan Tinggi Dikritisi Adanya wacana Menristek Dikti Mohamad Nasir yang meminta agar perguruan tinggi atau kampus dengan jumlah mahasiswa kurang dari 1.000 untuk menggabungkan diri dengan kampus lain (merger), dikritisi pelaku pendidikan tinggi. KETUA Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar, Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H., mengkritisi merger antarperguruan tinggi tersebut. Dia mengatakan, secara teoretis kemungkinan Perguruan Tinggi (PT) dimerger dengan alasan agar lebih solid dan mampu mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas mungkin saja terjadi. Namun, kemungkinan merger tersebut tentu memerlukan beberapa prakondisi sebelum bisa dilaksanakan, yakni kerelaan dari para pihak PT itu sendiri. Kedua, tidak ada unsur keterpaksaan atau pemaksaan jika memang secara objektif kondisi PT itu sesungguhnya baik-baik saja dan masih sangat dipercaya oleh masyarakat. Apalagi, untuk mengukur kriteria PT berkualitas atau tidak, bukanlah dilihat dari besar kecilnya PT itu yang hanya berdasarkan dari jumlah mahasiswanya. Tetapi, bagaimana PT tersebut bisa semaksimal mungkin mengelola PT dengan lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan dari PT lainnya. “Bahkan, kita bisa lihat dan cek peringkat mutu perguruan tinggi se-Indonesia. Apakah PT yang lebih besar pasti lebih berkualitas daripada yang lebih kecil. Belum tentu. Apakah yang mengelola lebih banyak program studi pasti
Hidup Segan Mati Tak Mau
KEBIJAKAN pemerintah pusat menyarankan perguruan tinggi (PT) yang minim mahasiswa untuk digabung (merger -red) mendapat dukungan positif. DPRD Buleleng menyatakan kebijakan ini sangat tepat dilakukan mewujudkan pendidikan yang tidak saja unggul secara kuantitas mahasiswanya, tetapi juga unggul dalam manajemen lembaganya. Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Gede Wisnaya Wisna mengatakan jika tidak digabungkan, kampus atau yayasan yang memiliki mahasiswa sedikit dan manajemen lembaganya terkesan tidak profesional, sehingga dikhawatirkan merugikan mahasiswa itu sendiri. Lebih jauh, politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini mengatakan, belakangan ini dirinya menemukan beberapa kampus atau yayasan yang tumbuh dengan marak. Setiap musim penerimaan mahasiswa baru, pengelolanya bersaing dengan keras dengan harapan mendapat mahasiswa yang diinginkan. Dalam promosinya kampus atau yayasan ini dengan lugas mengiklankan biaya pendidikan yang relatif murah, namun siap memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Upaya ini dilakukan hanya untuk mendapat mahasiswa, sehingga lembaganya bisa berkembang. Karena kampus atau yayasan semakin banyak muncul, sehingga otomatis mendapatkan mahasiswa harus dilakukan dengan cara apa pun termasuk perang tarif biaya pendidikan. Hal. 19 Tidak Profesional
Empat Parpol Tolak Bekukan KPK
lebih bermutu daripada yang punya lebih sedikit? Juga belum tentu,” tandas Radendra Sabtu (9/9) kemarin. Apalagi, kata dia, tidak perlu semua PT harus besar untuk bisa menunjukkan dirinya berkualitas. Saat ini, banyak bukti bahwa PT yang lebih besar belum tentu lebih baik daripada PT yang berskala lebih kecil yang memang lebih sehat dan lebih bermutu. Sebab, regulasi di bidang pendidikan tinggi juga tidak mengharuskan bahwa suatu PT harus besar baru dianggap berkualitas, tetapi diukur dengan berbagai kriteria, tolok ukur, atau parameter kualitas PT, bukan hanya berdasarkan jumlah mahasiswa. Selain itu, lanjut Radendra, klasifikasi dan kriteria PT pun ada bermacam-macam, seperti universitas, institut, dan sekolah tinggi serta akademi. “Artinya, regulasi pendidikan tinggi pun tidak melihat persoalan mutu secara simplistik dan dangkal. Lebih bagus sebuah PT mengelola beberapa prodi, namun solid dan berkualitas, daripada berambisi menjadi PT besar, namun ukurannya hanya kuantitas program studi dan mahasiswa, tetapi tidak mampu menjaga kualitas,” tandas Radendra. Hal. 19 Perbandingan APK
Menyoal Merger Perguruan Tinggi
Benarkah akan Membunuh PTS Gurem? Dalam dunia pendidikan merger atau bergabung sudah tak asing lagi di telinga kita. Dulu, sejumlah SD melakukan regrouping, nama lain merger. Program ini diperuntukkan bagi SD yang kekurangan siswa akibat berhasilan program KB. Kini, Kemenristek Dikti mengeluarkan kebijakan merger bagi PT yang gurem alias kecil. Benarkah merger akan membunuh PTS gurem.
SEJUMLAH pelaku dan pengamat pendidikan menilai merger pasti diperuntukkan bagi PTS gurem. Mereka yang kena program ini pasti yang memiliki mahasiswa di bawah 1.000 orang. Tak mungkin menyasar PTN melainkan PTS yang sejak berdirinya sudah berperan banyak mencerdaskan anak bangsa. Apalagi merger universtas harus diawali dengan merger yayasan. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., mengakui ketika dia menjabat sebagai Koordinator Kopertis VIII, merger sudah disarankan bagi PT yang kurang efisien. Saat itu, banyak muncul penolakan dengan alasan bagaimana nasib aset dan pengurus yayasan. Hal. 19 Taat Asas
Ketut Arnawa
Made Suarta
Ketut Lodji
2
Minggu Pon, 10 September 2017
Bali Collection Festival
Beri Ruang UKM Memproduksi Kain Tenun Mangupura (Bali Post) Sebagai upaya untuk menarik kunjungan wisatawan nusantara dan asing ke kawasan wisata Nusa Dua, Sabtu (9/9) kemarin, digelar Bali Collection Festival 2017 di kawasan ITDC Nusa Dua. Pada event ini akan menampilkan pementasan seni, musik dan peragaan busana. Menurut Senior Manager Marketing and Leasing Bali Collection, Gita Sunarwulan, event ini merupakan ajang bergengsi, sehingga wisatawan maupun masyarakat yang mengunjungi kawasan Nusa Dua akan mendapatkan suguhan menarik. Di ajang ini juga digelar parade dan peragaan busana, termasuk juga kompetisi desain busana. Dikatakannya, dengan adanya kompetisi desain busana tersebut, maka kesempatan untuk menggunakan bahan tenunan lokal lebih terbuka. Sehingga, kolaborasi hasil desain tersebut nantinya diharapkan bisa memberi ruang bagi usaha kecil menengah (UKM) dalam memproduksi kain tenun. “Dalam kompetisi kain tenun mengedepankan bahan tenun ikat endek. Kain tersebut menjadi salah satu tren bagi para desainer untuk mengkombinasikan dengan kain lainnya, sehingga menjadi mode tren baru,” ujarnya. Sementara, perwakilan dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Denpasar, Dwi Iskandar, mengakui, bahwa pada ajang Bali Collection Festival 2017, dalam kompetisi desain, akan menonjolkan rancangan busana berdasar kain endek. Menurutnya, dalam kegiatan festival ini, untuk kompetisi desainer juga diikuti peserta dari Jawa Timur dan tuan rumah Bali. “Kegiatan Ini juga sebagai upaya meningkatkan citra pariwisata, khususnya Bali dan kawasan Nusa Dua. Karena dengan dengan peragaan busana, dan juga kompetisi desain busana tersebut juga membantu mempromosikan bahan tenunan lokal,” ujar Dwi Iskandar. (kmb23)
BPM/kmb23
PEMBUKAAN - Pembukaan Bali Collection Festival 2017 di kawasan ITDC Nusa Dua.
Tabanan Kites Festival 2017
Lestarikan Layangan Pecukan Khas Tabanan
Tabanan (Bali Post ) Ajang Tabanan Kites Festival 2017 untuk pertama kalinya digelar di Tabanan. Acara yang berlangsung di barat Pura Pekendungan, Desa Beraban, Kecamatan Kediri ini resmi dibuka Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Sabtu (9/9) kemarin. Kegiatan yang dikhususkan bagi para rare angon atau pencinta olahraga layangan ini dibuka dengan penyerahan dana bantuan sebesar Rp 5 juta diberikan kepada Ketua Panitia I Made Edi Wirawan yang juga merupakan anggota DPRD di Kabupaten Tabanan. Edi Wirawan dalam laporannya mengatakan, Tabanan Kites Festival ini mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari sekaa layang-layang di seluruh Bali. Ini terbukti dari jumlah peserta yang mencapai 1.500 orang. “Responsnya luar biasa, lebih dari 1.500 peserta. Ini jumlah terbanyak yang pernah ada dalam lomba layang-layang dibanding di tempat lain,” ungkapnya. Pihaknya menambahkan dalam Tabanan Kites Festival ini memperebutkan piala bergilir Tabanan yaitu kategori layangan Pecukan. “Layangan sudah menjadi tradisi turun-menurun dari nenek moyang. Apalagi Layangan Pecukan merupakan khas Kabupaten Tabanan, yang patut dilestarikan,” ucapnya. Sementara untuk peserta lomba terdiri dari anak-anak, remaja dan orang tua. Mereka sangat bergembira dalam mengikuti Tabanan Kites Festival 2017. Pihaknya menambahkan festival ini akan dilaksanakan selama dua hari. Para pemenang Tabanan Kites Festival 2017 ini akan mendapatkan total hadiah Rp 100 juta, doorprize Honda Scoopy yang terbaru dan 100 hadiah hiburan lainnya seperti kulkas, televisi dan lain lain. (BPM/bit)
BPM/bit
PEMBUKAAN - Pembukaan Tabanan Kites Festival 2017.
Larangan Tak Digubris
Dua Pengunjung Pantai Terseret Arus Negara (Bali Post) -
Diduga karena asyik mandi, dua orang pengunjung pantai Dangin Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan terseret arus laut pada Jumat (8/9) petang lalu. Dua korban yang terseret arus tersebut Suryadewi (30) dan Misaroh (28) yang keduanya tinggal di Dusun Dangin Pangkung Desa Pekutatan Kecamatan Pekutatan. Dari informasi, kedua korban saat itu jalan-jalan di pinggir pantai sambil mandi. Karena asyik mandi, tibatiba ombak besar datang menghantam korban. Kedua korban terseret ke tengah laut. Melihat ada yang terseret arus, korban ditolong oleh warga yang saat itu berada di pantai. Saksi yang menolong korban di antaranya Mohamad Sumarep (24) dari Desa Madura dan Wayan Ardika (38) dari Pekutatan. Korban berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke Puskesmas Pekutatan I. Setelah diadakan pemeriksaan oleh tim dokter, korban Misaroh dirujuk ke RSU Negara karena korban muntah-
muntah. Sedangkan korban Suryadewi masih menjalani perawatan di Puskesmas I Pekutatatan, dan belum bisa dimintai keterangan karena masih trauma dengan kejadian tersebut. Dari informasi, Misaroh bekerja sebagai karyawan salah satu kafe di Pekutatan. Nyoman Sudiarta (42) yang mengaku sebagai pemilik kafe ditemui di Sal D RSU Negara, Jumat (8/9) malam mengatakan korban memang sudah sering main ke pantai kalau sedang tidak ada pekerjaan. Sudiarta mengatakan karena tidak ada di mes dia mengira pekerjanya itu sedang jalan-jalan di pantai. Tiba-tiba ada warga yang mengabarkan bahwa ada orang yang tenggelem di pantai. Namun setelah dilihat ternyata korban tenggelam tersebut anak buahnya yang baru dua bulan bekerja.
Dikatakan Sudiarta, nelayan yang melihat korban sebelumnya sudah melarang mandi di pantai tersebut, namun larangan tersebut tidak digubris dan hanya pindah tempat tidak jauh dari lokasi pertama. Larangan tersebut bukan tanpa alasan, karena lokasi tempat korban mandi sudah sering terjadi terseret arus dan tenggelam. “Untung saat itu pertolongan segera datang. Nelayan yang sedang menjaring ikan menarik Misaroh yang sudah terseret arus dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Nelayan kemudian memberikan pertolongan pertama dengan menekan pada bagian perut untuk mengeluarkan air laut yang masuk,” katanya. Korban langsung dilarikan ke RSU Negara dalam kondisi lemas. Hingga saat ini, korban dirawat di RSU Negara. Kapolsek Pekutatan Kompol Putu Suprama dikonfirmasi membenarkan adanya dua pengunjung pantai terseret arus saat mandi. Kini, kedua korban masih dalam perawatan. (kmb)
BPM/kmb
KORBAN - Salah seorang korban terseret arus di Pantai Dangin Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan.
Lakalantas
Sejak Jadi Ekowisata
Anggota TRC BPBD Buleleng Meninggal Dunia Jalan Desa Nyambu Mulus
Singaraja (Bali Post) – Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) bentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan Singaraja-Seririt Km 6.300 wilayah Desa Anturan, Kecamatan Buleleng. Akibatnya, korban anggota TRC I Gede Aryana (46) meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka parah yang dialaminya. Sebelum kejadian, korban melaksanakan tugas di Posko Siaga Bencana BPBD Buleleng. Lakalantas ini terjadi Jumat (8/9) malam pukul 22.20 wita. Sebelum kejadian, korban Aryana meminta izin untuk pulang ke rumahnya di Banjar Dinas Labuanaji, Desa Temukus, Kecamatan Banjar. Dari kantor BPBD, dia mengendarai sepeda motor dinas DK 4442 U dengan kecepatan sedang. Dalam perjalanan dari timur, korban berusaha mendahului sepeda motor DK 2882 UT yang dikendarai Made Wirna (64) warga Desa Penarukan, bersama Tuminah (42) dari Desa Kaliasem. Diduga, karena kurang hati-hati sepeda motor korban serempetan dengan sepeda motor di depannya. Korban terjatuh ke jalan sebelah utara. Saat bersaman, melintas mobil pick-up DK 9930 UL yang dikendarai Dewa Putu Satwika (28) dari Kelurahan Penarukan, Singaraja. Pengemudi pick-up yang datang dari arah barat menuju timur itu tidak mampu menghentikan kendaraan hingga menabrak sepeda motor dan korban hingga terluka parah. Korban yang terkapar dengan penuh luka parah itu berusaha ditolong oleh
warga yang melihat lakalantas itu. Akan tetapi, korban sudah lebih dulu meninggal dunia sebelum mendapat perawatan di rumah sakit. Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) AKP Adi Sulistyo seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya Sabtu (9/9) kemarin, mengatakan, dari pemeriksaan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) lakalantas ini terjadi akibat kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor DK 4442 U. Saat kejadian karena tidak memerhatikan kendaraan di depannya, kendaraan korban serempetan dengan sepeda motor di depannya, hingga korban terjatuh dan saat bersmaan pick-up melintas dari arah berlawanan dan terjadi laka.
Korban sendiri mengalami luka robek pada pipi hingga di pelipis kiri. Luka robek bahu kiri, luka pada kepala kiri, tangan kiri patah, paha kanan patah, dan luka lebam pada dada kiri yang diduga akibat benturan keras. Pengendara sepeda motor DK 2882 UT Made Wirna dan rekan yang diboncengnya, Tuminah, mengalami luka serius hingga kedua korban dirawat di rumah sakit. “Kasus ini masih kita selidiki dan barang bukti sudah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari penyelidikan awal ini murni karena kurang hati-hati pengendara yang meninggal dunia saat menyalip karena serempetan kemudian jatuh ke utara dan ditabrak pick-up,” jelasnya. (kmb38)
BPM/kmb38
KORBAN – Salah satu korban lakalantas mengalami luka serius dirawat di rumah sakit di Buleleng.
Denpasar (Bali Post) Sejak dua tahun terakhir, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan mulai dikenal. Desa terpencil itu justru terkenal dengan ekowisatanya. Sebelum desa itu terkenal, warga kerap menyebut dirinya berasal dari Desa Kaba-kaba karena pada waktu itu Kaba-kaba lebih populer. Namun Desa Nyambu kini dikenal tidak hanya oleh warga Bali, tapi juga warga asing. Direktur Yayasan Wisnu, Made Puriati atau yang akrab disapa Denik menuturkan, selama menjadi pendamping Desa Nyambu, banyak perubahan terjadi di desa tersebut. Tidak hanya perubahan infrastruktur, perubahan sosial dan mindset masyarakat juga ia rasakan. Semula, akses jalan menuju Desa Nyambu rusak parah, namun setelah mengajukan konsep perencanaan desa wisata, pemerintah mulai membangun infrastruktur jalan di Desa Nyambu. Selain itu, dengan berkembangnya desa wisata itu, warga Desa Nyambu menjadi lebih terbuka pada orang asing, yang sebelumnya tertutup, masyarakat juga dilatih berbahasa Inggris, dan dilatih menerima tamu. Wilayah dengan luas sekitar 300 hektar itu, sebelumnya terkenal dengan pengobatan tradisional. Hal itu karena, warga sekitar mempercayai sebuah bet yang diyakini merupakan stana orang suci. Sehingga setiap pelaksanaan karya di tempat tersebut tidak boleh di-puput oleh Ida Pedanda, melainkan memakai air suci (tirta) dari tempat bet tersebut. Masyarakat pun berduyun-duyun berobat ke sana. Desa Nyambu yang terletak di perbatasan Kabupaten Badung dan Tabanan itu memiliki banyak potensi alam yang indah seperti sawah, mata air. Ada 22 mata air di Nyambu, salah satunya, pancoran Sudamala. “Banyak orang dari luar desa ke sana. Ada juga pancoran untuk sakit upas (sakit kulit),” ungkapnya saat acara presentasi tentang Desa Nyambu sebagai ekowisata. Selain itu, ia mengungkapkan ada sebuah pancoran khusus monyet, karena di waktu pagi menjelang siang, monyet mulai turun ke pancoran tersebut. (kmb42)
Karya Agung Penyegjeg Bhumi di Pura Gria Tegallalang
Tawur Pedanaan Harmonisasi Alam ’’Sekala – Niskala’’ DESA Pakraman Tegallalang, Gianyar menggelar karya agung Penyegjeg Bhumi di Pura Griya Desa Adat Tegallalang. Prosesi karya ini dimulai sejak 23 Juni 2017 yang diawali dengan nunas suba dewasa. Karya yang didukung oleh tujuh banjar adat di wilayah Desa Pkaraman Tegallalang ini puncaknya akan digelar Selasa (12/9) mendatang. Sedangkan, Sabtu (9/9) kemarin, dilangsungkan tawur pedanaan di jaba pura. Tawur pedananan dengan tingkatan utamaning utama ini di-puput oleh tujuh sulinggih. Menurut Bendesa Adat Tegallalang Drs. I Made Jaya Kasuma, M.M. didampingi Ketua (Manggala) I Karya Drs. I Wayan Mupu, M.Pd. H., karya agung ini bertujuan untuk mengharmoniskan alam dan mohon kesejahteraan bagi umat manusia. ‘’Pelaksanan karya ini berdasarkan pemutus parum agung desa pakraman,’’ ujarnya. Selama prosesi karya, tujuh banjar adat yang ada di wewidangan desa pakraman—Banjar Gagah, Pejengaji, Tegallalang, Triwangsa, Banjar Tegal, Banjar Tengah dan Banjar Penusuan terlibat dalam mempersiapkan dan melaksanakan semua rangkaian karya. Menggala Karya Drs. I Wayan Mupu menambahkan sebelum puncak karya, telah dilakukan berbagai tahapan yadnya di
antaranya ngaturang bhakti pakalem ke segara danu di Batur dan di Gunung Batur, melasti ke segara Masceti serta termasuk melakukan tawur Rsi Gana. Sedangkan, Jumat (8/9) dilakukan prosesi mendak Ida Batara Bagia di Pura Duurbingin, Tegallalang. ‘’Sedangkan Sabtu kemarin, krama adat melangsungkan bhakti tawur pedanaan yang dihadiri sejumlah undangan baik dari pemerintahan, jero mangku, tokoh puri dan sejumlah bendesa adat dan tokoh masyarakat,’’ jelasnya. Drs. Wayan Mupu menjelaskan tawur pedananan ini melibatkan krama dari semeton catur desa yakni Desa Adat Keliki, Desa Adat Pujung Sari, Desa Adat Sapat, dan Desa Adat Manuaba. Prosesi pedanaan ini di-puput oleh tujuh sulinggih yakni Ida Pedanda Yadnyamana dari Gria Aan Klungkung, Ida Pedanda Selat Duda, Ida Pedanda Gria Sanur, Pejeng, Ida Pedanda Gria Peling, Baleran, dan Ida Pedanda Gria Peling, Delodan, Ubud, Ida Pedanda Budha Gunung Sari (Peliatan) dan Sri Mpu dari Gria Angkling. Dijelaskannya Ida Betara Tirta Gunung Raung, Taro dipendak sebagai Batara Pangrajeg. Ida Batara Tirta ring Pura Gunung Raung, Taro nyejer di Pura Gria. Dijelaskan pula, karya ini mendapat dukungan
dari Puri Ubud, Puri Peliatan, Puri di wewidangan Tegallalang serta para bhakta. Sedangkan bantuan pemerintah datang dari Pemda Gianyar dan Provinsi Bali. Bertindak selaku pangrajeg karya Panglinsir Puri Peliatan Tjokorda Gede Putra Nindia, S.H., M.H. dan Tjokorda Raka Kerthyasa,S.Sos., M.Si. dari Puri Ubud. Dalam penjelasan, Tjokorda
Raka Kerthyasa mengatakan tawur pedanaan yng dilakukan krama Desa Pakraman Tegallalang ini sebagai bentuk bhakti krama untuk menjaga keharmonisan alam sekala dan niskala. Karya ini juga bentuk penguatan etika dan sradha bhakti dalam menjaga keharmonisan hubungan antara sesama krama. ‘’Tawur pedanaan ini esensi untuk menjaga keharmonisan
alam sekala dan niskala. Yadnya ini juga memupuk etika dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manausia dengan Tuhannya,’’ jelasnya. Untuk itu, ia berharap ke depan umat Hindu tetap mengedepankan srada bhakti dan etika untuk menjaga keharmonisan di tanah Bali yang vibrasinya bisa menjaga keutuhan NKRI. (dir)
KARYA - Karya agung Penyegjeg Bhumi di Pura Griya Desa Adat Tegallalang.
BPM/dir
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Pon, 10 September 2017
seremonial
3
Baksos FE Unmas Waspadai Gejala Diabetes dengan ’’Wellness Prediabetes” Jadikan Desa Kutuh Objek Penelitian PREDIABETES adalah istilah untuk tahap penanda awal dari penyakit diabetes tipe 2 ketika level gula darah mulai melebihi batas normal, namun belum terlalu tinggi untuk dapat dikategorikan sebagai penyakit DM tipe 2. Pada kondisi prediabetes, tubuh menjadi resisten terhadap kerja insulin dan tidak mampu “membersihkan” gula dari aliran darah. Bila berlangsung lama berisiko diabetes dan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke juga meningkat. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) prevalensi prediabetes di Indonesia cukup tinggi, yaitu sekitar 10,2 persen sehingga diperkirakan 24 juta penduduk Indonesia adalah penderita prediabetes. Atas akar permasalahan tersebut, Laboratorium Klinik Prodia berusaha mengkampanyekan pencegahan prediabetes bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan roadshow, talkshow di 22 kota besar. Talkshow kali ini diadakan di Denpasar, dengan tema “Wellness Prediabetes”. Narasumber yang hadir pada talkshow ini adalah DR. dr. Made Ratna Saraswati, Sp.PD., KEMD., FINASIM., dan Made Putra Semadhi, S.Si. Melalui talkshow ini diharapkan masyarakat mengenali tanda prediabetes serta memahami tindakan untuk mencegah terjadinya prediabetes.
DIABETES - Suasana seminar kesehatan Welness Prodiabetes di Rama Sita Room Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Sabtu (9/9) kemarin. Laboratorium Klinik Prodia menyediakan pemeriksaan terkait prediabetes, yaitu Glukosa Puasa dan HbA1c. Pemeriksaan Glukosa puasa dilakukan untuk menilai kadar gula darah puasa, sedangkan HbA1c merupakan cerminan ratarata kadar gula darah dalam waktu + 2-3 bulan sebelum melakukan pemeriksaan. Memasuki era Next Generation Medicine, Lab. Klinik Prodia bertranformasi dengan meluncurkan
visi baru di tahun 2016, yaitu “Layanan Kesehatan Terpercaya Menunjang Pengobatan Generasi Baru”. Demi mencapai visi ini, Prodia mengembangkan berbagai teknologi dan aplikasi baru, antara lain di bidang diagnostik molekuler, Mass Spectrometry dan teknologi multiplex di laboratorium klinik, dengan didukung oleh sistem validasi metode yang kuat. Semua ini adalah persembahan Prodia untuk Indonesia. (ad610)
Jajal Bali Utara
Astra Motor Bali Gelar ’’Fun Touring” SEBAGAI bentuk kebersamaan dan mempererat keakraban antar anggota komunitas Honda CBR250RR Bali mengadakan fun touring yang kali ini mengambil rute kawasan Bali Utara. Sebagai agenda rutin, sebanyak 50 komunitas Honda CBR250RR ambil kesempatan pada touring yang dilepas di hal Astra Motor Cokroaminoto, Sabtu (9/9). Dalam perjalanannya peserta melintasi kawasan Bunut Bolong dilanjutkan menuju kawasan wisata Lovina. Setelah istirahat, perjalanan akan dilanjutkan menuju Desa Wanagiri tepatnya di Warung Bukit Hexon melewati jalur Banyuatis-Munduk. Di sini peserta akan melakukann makan siang sebelum nantinya melanjutkan perjalanan menuju Denpasar. Octa Wendy selaku PIC type Motor Sport Astra Motor Bali mengatakan, touring merupakan salah satu kegiatan yang menjadi ciri khas komunitas motor dan untuk menjaga komunikasi sekaligus ajang sharing mengenai banyak hal yang berkaitan dengan otomotif. Acara ini dikemas di weekand sehingga anggotanya memiliki waktu untuk berpartisipasi menyalurkan hoby touring. “Kegiatan ini merupakan agen-
PENGABDIAN - WR IV Unmas I Ketut Arnawa didampingi Dekan Kepra Marini dan wakil dekan saat melepas pengabdian ke Desa Kutuh. nya, sekarang memberi penguatan pada manajemen pengelolaan BUMDes dan BUMDa. Termasuk dalam membuat pelaporan keuangan dan akuntansinya agar tak sampai terjadi penyelewengan. Ini sesuai dengan visi FE Unmas ‘’Menjadi PT yang menghasilkan SDM yang menguasai ilmu ekonomi yang bermutu, berbudaya dan berdaya saing baik nasional dan global’’. Dua program penguatan manajemen dan akuntansi ini, kata dia atas permintaan desa. Mereka memerlukan bantuan sistem manajemen dan akuntansi yang akuntable. Di sisi lain, mahasiswa tetap menggarap sektor kewirausahaan dengan cara memberi pendampingan bagi pedagang di Pantai Pandawa. Hasil survei enam bulan lalu menunjukkan pedagang di kawasan ini masih lemah dalam memberikan pelayanan dan penataan
loyout produk yang ditawarkan, sedangkan dari segi kebersihan sudah bagus. WR IV Unmas Dr. I Ketut Arnawa menegaskan, langkah FE Unmas dinilai sangat tepat karena pemberdayaan ekonomi kerakyatan memerlukan sentuhan tangan-tangan terampil mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa dan dosen bukan saja melakukan pengabdian dan berwisata di Desa Kutuh, namun lebih banyak dijadikan proses pembelajaran. Mahasiswa dan dosen bisa menjadikan Desa Kutuh sebagai objek penelitian sehingga makin banyak lahir proposal penelitian soal desa ini. Sebab sekarang saja desa wisata ini banyak diteliti oleh warga luar Bali dengan mengambil keunggulan manajemen berbasiskan kearifan lokal. Desa ini baru lahir sudah menjadi besar dengan penerimaa miliaran rupiah tiap tahunnya. (bns2)
Pembinaan Guru
Bupati Suwirta Minta Pendidikan Karakter di Ditingkatkan
HONDA - Komunitas Honda CBR250RR Bali mengadakan fun touring dengan rute kawasan Bali Utara, Sabtu (9/9) kemarin. da rutin yang kami lakukan setiap satu bulan sekali, untuk mempererat hubungan antar anggota dan juga sekaligus bentuk apresiasi kami kepada pemakai Honda CBR250RR,” ungkapnya. Honda CBR250RR merupakan produk premium di type Sport 250,
mengusung konsep berkendara dengan manuver yang menyenangkan bagi pecinta motor sport premium. Model ini dikembangkan dengan filosofi dasar “Total Control” sebagai motor supersport terbaik di kelasnya yang sangat mudah dikendarai. (bns1)
BNI Lanjutkan Penyaluran Bansos PKH di Denpasar
Denpasar (Bali Post)PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., atau BNI kembali menyalurkan dana bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk tahap ke-3 di Kecamatan Denpasar Timur. Bertempat di Wantilan Kelurahan Penatih, Jumat (8/9) BNI bekerja sama dengan Dinas Sosial setempat menyalurkan dana Bansos tersebut secara non tunai kepada 250 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan Denpasar Timur. Terdapat total 1.417 KPM di Kota Denpasar yaitu 817 KPM di Kecamatan Denpasar Timur dan 600 KPM di Kecamatan Denpasar Selatan yang akan menerima penyaluran dana bansos PKH di tahap ke-3 ini dengan nilai total lebih dari Rp 700 juta. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dirjen Perlindungan dan Jaminan
FAKULTAS Ekonomi (FE) Unmas Denpasar ikut mengedukasi masyarakat Bali. Sabtu (9/9) kemarin, sebanyak 500 mahasiswa dan dosen diterjunkan mengikuti program bakti sosial (baksos) pengabdian masyarakat terpadu di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung selama dua hari. Pelepasan peserta pengabdian masyarakat dilakukan Rektor Unmas diwakili WR IV Unmas Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P., Ketua Panitia Dr. Drs. I Ketut Setia Sapta, S.E., M.Si., mengungkapkan, pengabdian masyarakat kali ini bertemakan ’’Kita Tingkatkan Kepedulian dalam Manajemen Berbasis THK di Desa Kutuh’’. Kegiatan pengabdian masyarakat diisi dengan persembahyangan bersama dan aksi kebersihan di Pura Gunung Payung, serta membuat penjor serangkaian upacara piodalan. Juga diisi dengan penyuluhan manajemen BUMDes (desa dinas) dan BUMDa (desa adat). Dipilihnya objek pengabdian di Desa Kutuh, Kuta Selatan, karena adanya kerja sama antara Unmas FE Unmas dan Desa Kutuh dalam penguatan kawasan desa wisata. Apalagi desa ini meraih juara nasional desa wisata. Dekan Fak. Ekonomi (FE) Unmas Denpasar Dr. Putu Kepra Marini, S.E., M.M., didampingi WD I Dr. I Nengah Landra, S.E., M,M., WD II A.A. Dwi Widyani, S.E., M.M., dan WD III Dr. Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M., menegaskan FE Unmas akan menggarap Desa Kutuh secara komfrehensif sebagai desa binaan FE Unmas Denpasar. Enam bulan lalu Desa Kutuh digarap khusus dalam manajemen para pedagang-
Sosial Kemsos-RI Harry Hikmat, Direktur Jaminan Sosial keluarga Nur Pujianto, Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Saat ditemui awak media kemarin, Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali NTB & NTT Putu Bagus Kresna mengungkapkan bahwa penyaluran dana bantuan sosial PKH yang dilakukan secara non tunai tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI dalam mendukung Program Literasi Keuangan, di mana setiap bantuan sosial dan subsidi agar diintegrasikan dalam satu kartu serta disalurkan secara non tunai dengan menggunakan sistem perbankan. Sistem tersebut dimaksudkan untuk memudahkan kontrol, pemantauan dan memenuhi syarat penyaluran, yaitu tepat sasaran, tepat waktu dan tepat jumlah. Penyaluran dana bantuan sosial PKH tersebut tanpa dipungut biaya atau zero cost.
Kepada setiap KPM kami berikan buku tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang juga sekaligus berfungsi sebagai Kartu Debit ATM,” ungkapnya. Penyaluran bansos melalui sistem perbankan juga dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat untuk menabung dan menggunakan uang seperlunya saja. BNI juga menyiapkan Agen46 (agen laku pandai) untuk memudahkan penerima Bansos dalam melakukan pencairan dana Bansos tersebut. Pantauan di lokasi penyaluran terlihat distribusi bansos kepada para KPM berjalan sangat lancar. Warga KPM yang didominasi perempuan itu tampak dengan tertib mengikuti setiap petunjuk dan layanan yang diberikan oleh BNI pada proses penyaluran bansos tersebut. Tampak senyum mengembang terlihat di raut wajah KPM setelah mereka menerima bansos PKH tersebut. (kmb42)
BPM/may
bansos - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., atau BNI kembali menyalurkan dana bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH)
KESERIUSAN Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk membangun dunia pendidikan dengan mewujudkan generasi muda yang cerdas dan berkualitas tak hanya berhenti pada pembinaan kepada Guru TK dan Paud. Namun juga dilanjutkan pada guru SD di Kecamatan Klungkung, Dawan dan Banjarangkan. Hal tersebut berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Sabtu (9/9) kemarin. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, pembinaan ini tak hanya sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Lebih dari itu, juga untuk melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter melalui penanaman nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari tatanan bangsa. “Pentingnya pendidikan karakter harus selalu ditanamkan dan ditingkatkan kepada seluruh murid-murid di sekolah,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Dewa Gde Darmawan kepada seluruh guru. Bupati asal Nusa Ceningan ini juga menjelaskan makna lagu “Gema Santi” kepada seluruh peserta. Lagu yang menjadi kebanggaan bumi serombotan ini berisi ajakan kedamaian dan cinta serta untuk bersama-sama membangun Kabupaten Klungkung. Laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, sehingga anak-anak bisa memiliki sikap dan karakter yang baik, kreatif dan cerdas. “Makna dari Lagu Gema Santi harus selalu di tanamkan di masing-masing sekolah,” harapnya. Pada kesempatan itu, seluruh guru juga diminta dan harus bisa memberikan motivasi dan me-
GURU - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memberikan pembinaan kepada guru SD di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Sabtu (9/9) kemarin. mompa semangat anak-anak agar semakin rajin untuk ke sekolah. Selain sisi SDM, peningkatkan kualitas pendidikan di desa-desa juga menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Klungkung. Salah satu langkah strategisnya dengan pengadaan 1 TK negeri di setiap desa. Hal ini tengah dikaji. Jika program dapat terealisasi di 2018, diharapkan ke depan tidak ada lagi anakanak di desa yang tidak masuk TK. “Kajiannya sedang berlangsung di tahun 2017 ini, semoga bisa terealisasi dengan baik di tahun 2018 mendatang,” ujar Bupati Suwirta optimis. Selain itu, Bupati juga meminta agar di masing-masing sekolah selalu menjaga peraturan tentang merokok. Kepada Kepala Sekolah maupun masing-masing guru pengajar agar bisa membuat sistem
dan inovasi yang kuat di sekolah. “Sistem yang kuat akan memudahkan kita untuk menjalankan tugas dan tupoksi masing-masing dengan baik,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawan menyampaikan pembinaan guru merupakan salah satu fungsi dari manajemen SDM pendidikan. “Kepada semua sekolah dari tingkat Kelompok Bermain, PAUD, TK, SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Klungkung supaya melaksanakan program Pemerintah Kabupaten Klungkung “Gema Santi”, bagaimana nantinya sekolah bisa melaksanakan gagasan ini dengan santun dan inovatif, sehingga sekolah dapat bangkit dan maju di segala bidang,” tandasnya. (ad609)
Navicula Tampil ’’All Out” di Hari Pertama ”Soundrenaline” PERHELATANAN musik Soundrenaline 2017 resmi digelar, Sabtu (9/9) di Garuda Wisnu Kencana (GWK). Sebanyak 70 musisi dalam dan luar negeri siap gebrak panggung Soundrenaline. Event ini akan dilaksanakan selama dua hari (hingga Minggu (10/9) hari ini). Salah satu musisi Bali seperti Navicula yang tampil di hari pertama mampu menggetarkan panggung A Stage, area Soundrenaline. Navicula yang digawangi Robi (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass), Gembull (drum) tampil all out untuk menghibur penonton yang memadati area Soundrenaline 2017. Dengan membawakan sejumlah lagu salah satunya Mafia Hukum yang yang merupakam lagu ktitik terhadap perilaku korupsi di negara ini. Selain penampilan band lokal Bali, dihari pertama juga dimeriahkan oleh penampilan grup band nasional, seperti Andra&Thebackbone, Naif, Seringai, Base Jam serta musisi luar negeri yaitu Jet.
MUSIK - Perhelatan musik Soundrenaline 2017 resmi digelar, Sabtu (9/9) di Garuda Wisnu Kencana (GWK). Penyelenggaraan Soundrenaline tahun 2017 ini, merupakan penyelenggaraan yang ke-15 sejak tahun 2002 silam. Dengan mengusung tema “United We Loud”, ini
menjadi momen untuk menyerukan semangat persatuan, di mana Go Ahead People diajak untuk merayakan keragaman ekspresi dan karya. (bns3)
4
Minggu Pon, 10 September 2017
GURU - Kreativitas seorang guru dalam proses pembelajaran amat diperlukan sehingga kejenuhan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran semakin berkurang. Pengenalan potensi dan kompetensi peserta didik akan bisa terwujud jika suasana kelas tercipta secara kondusif. Pembelajaran yang menantang, menyenangkan, menggembirakan, dan menciptakan kompetisi bersaing sebagai bagian dari upaya pembelajaran yang kondusif. Di tangan guru-guru yang kreatif, pembelajaran kondusif akan terwujud.
Menciptakan Pembelajaran yang Kondusif
Sebuah pembelajaran dikatakan berhasil jika peserta didik bisa menemukan dan memperoleh manfaat dari pembelajaran. Harus diakui tidak semua peserta didik mampu menemukan dan mendapatkan hasil dari pembelajaran.
Beberapa faktor sebagai penyebabnya, misalnya: 1) Suasana kelas atau pengelolaan kelas yang dirancang guru tidak berterima dengan suasana batin peserta didik. 2) Guru belum mengoptimalkan proses pembelajaran atau masih terpaku dengan model-model yang konvensional dan model itu menjadikan dirinya nyaman dalam mengajar hingga proses penggaliannya menjadi kurang optimal. 3) Pemahaman kondisi kelas dipandang sama dengan sebelumnya, padahal pergerakan perubahan terus berjalan. 4) Kurang disadari bahwa kelas selalu berubah setiap saat. 5) Peserta didik dianggap memiliki problematika yang sama, padahal setiap peserta didik memiliki keunikan tersendiri.
Untuk menyikapi hal di atas, guru perlu terus menggerakkan dan membangkitkan kondisi kelasnya sehingga proses pembelajaran semakin kondusif. Membangun pembelajaran kondusif akan membangkitkan kreativitas peserta didik dalam belajar. Guru memegang kendali agar suasana kondusif selalu tumbuh dalam sebuah proses pembelajaran hingga roses pembelajaran secara alami berlangsung dalam diri peserta didik.
Upaya Mengondusifkan Pembelajaran Peserta didik pastilah akan selalu berupaya optimal agar bisa memahami dan menemukan manfaat dari sebuah pembelajaran hingga setelah meninggalkan kelas ada yang tersimpan dalam memorinya. Untuk itu, diharapkan guru selalu berupaya menciptakan pembelajaran yang kondusif dalam pengelolaan kelasnya. Japa (2017) menyatakan bahwa pengelolaan kelas amat memengaruhi prestasi dan hasil belajar peserta didik. Guru yang menguasai materi pelajaran
Kenali Sejak Dini �Artritis Gout�
ADA sedikit salah kaprah di masyarakat mengenai asam urat. Banyak orang menyamakan asam urat dengan penyakit. Padahal asam urat merupakan senyawa alami yang diproduksi tubuh. Selama bisa menjaga kadar asam urat normal, tidak akan menimbulkan masalah. Yang berbahaya adalah ketika kadarnya tinggi karena dapat memicu berbagai penyakit seperti penyakit ginjal dan artritis gout. Artritis gout atau yang sering disebut penyakit asam urat adalah kelompok penyakit heterogen sebagai akibat penumpukan kristal monosodium urat pada jaringan tubuh atau akibat supersaturasi asam urat di dalam cairan ekstraselular. Penyakit ini didominasi pada pria dewasa dibandingkan wanita. Â Gejala Gejala pada stadium artritis gout akut yaitu radang yang timbul sangat cepat dalam waktu singkat, biasanya pada saat bangun pagi terasa sakit yang hebat dan tidak bisa berjalan. Keluhan ini terutama hanya pada satu sisi anggota tubuh, disertai nyeri, bengkak, terasa hangat, merah dengan gejala sistemik seperti demam, menggigil dan merasa lelah. Lokasi yang paling sering adalah pada jempol kaki yang biasanya disebut podagra. Apabila proses ini berlanjut dapat terkena sendi lain yaitu pergelangan tangan/kaki, lutut dan siku. Pada serangan yang akut dan tidak berat biasanya keluhan-keluhan tersebut dapat hilang dalam beberapa jam atau hari. Pada serangan akut berat dapat sembuh dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. Â
dengan baik, menggunakan metode dan media yang tepat mampu menumbuhkembangkan motivasi belajar peserta didik lebih-lebih didukung oleh situasi belajar peserta didik. Dari pandangan di atas dapat dikatakan betapa pentingnya kondisi belajar bagi peserta didik. Situasi dan kondisi belajar yang kondusif ini mempercepat proses pembelajaran berlangsung dalam diri peserta didik. Guru perlu kreatif dalam mengelola kelas dan mengelola ilmu pengetahuannya hingga transfer keilmuannya berjalan secara maksimal. Upaya-upaya yang bisa dilakukan, misalnya: 1) tidak terpaku pada satu metode atau satu model pembelajaran. Ini memungkinkan kreativitas belajar anak yang variatif akan terlayani. 2) Berdiskusi dengan peserta didik mengenai metode maupun model yang dipilih. Hal ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan kelebihan dan kekurangannya mengenai gaya belajarnya karena tidak semua peserta didik memi-
Pemeriksaan Untuk benar-benar memastikan apakah seseorang tersebut menderita penyakit asam urat, dokter perlu melakukan tes khusus untuk mengukur kadar asam urat atau melihat keberadaan Kristal-kristal zat tersebut di dalam sendi. Salah satu jenis tes yang bisa mendeteksi keberadaan kristal asam urat adalah tes cairan sendi. Dokter akan mengambil sampel cairan sinovial di dalam sendi menggunakan jarum dan menelitinya melalui mikroskop. Jika pasien menderita penyakit asam urat biasanya kristal-kristal natrium urat hampir selalu terlihat pada sampel cairan sinovialnya. Metode pemeriksaan ini juga membantu dokter untuk memastikan bahwa gejala tidak disebabkan oleh penyakit lain. Â Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan yang dapat dilakukan sedini mungkin pada penyakit gout ini adalah dengan mengurangi makanan yang mengandung purin seperti kacang-kacangan, jeroan dan seafood. olahraga yang teratur dan menghindari stress agar kadar asam urat dalam darah tidak tinggi. Jika sudah terlanjur mengalami gejala gout atritis maka sebaiknya segera konsultasikan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Tujuan pengobatan adalah mengobati serangan akut, meredakan nyeri dan inflamasi dengan cepat dan aman, mencegah serangan dikemudian hari dan mencegah komplikasi seperti pembentukan benjolan keras (tofus), batu ginjal dan kerusakan sendi permanen. Dengan pengobatan dini serta perilaku hidup yang sehat prognosis umumnya baik. Â Â l dr. I Putu Bayu Triguna, S.Ked
ASAM URAT - Untuk benar-benar memastikan apakah seseorang tersebut menderita penyakit asam urat, dokter perlu melakukan tes khusus untuk mengukur kadar asam urat atau melihat keberadaan kristal-kristal zat tersebut di dalam sendi. Salah satu jenis tes yang bisa mendeteksi keberadaan kristal asam urat adalah tes cairan sendi.
liki gaya belajar yang sama. Peserta didik ada cepat dengan gaya belajar audio, ada yang visual bahkan ada yang audio-visual. Guru perlu memahami gaya-gaya belajar peserta didik. Kreativitas Kreativitas seorang guru dalam proses pembelajaran amat diperlukan sehingga kejenuhan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran semakin berkurang. Membangun upaya ini diperlukan sebuah proses yang terusmenerus dilakukan oleh guru sehingga proses pembelajaran selalu terbarukan. Membangun suasana kondusif dalam pembelajaran menjadi sebuah keharusan bagi seorang guru. Peserta didik menemukan yang akan dikembangkan dalam dirinya. Pengenalan potensi dan kompetensi peserta didik akan bisa terwujud jika suasana kelas tercipta secara kondusif. Pembelajaran yang menantang, menyenangkan, menggembirakan, dan menciptakan kompetisi bersaing
sebagai bagian dari upaya pembelajaran yang kondusif. Di tangan guru-guru yang kreatif, pembelajaran kondusif akan terwujud. Mengkreatifkan pembelajaran sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran kondusif. Guru yang mampu mengondusifkan kelas belajarnya akan menumbuhkan keingintahuan peserta didik terhadap sebuah problematika. Tantangan-tantangan belajar tercipta dan diciptakan oleh guru bersama peserta didik. Peserta didik yang sedari dini belajar dalam suasana kondusif akan mendapatkan manfaat dari sebuah pembelajaran. Pembelajaran terasa tanpa beban dan peserta didik termotivasi untuk selalu belajar. Jika ini terwujud, proses pembelajaran bisa dikatakan berhasil. Keberhasilan proses pembelajaran perlu kerja keras dari guru bersama-sama dengan peserta didik. Kelas yang kondusif tercipta sebagai bagian untuk mencapai tujuan belajar peserta didik. l IBW Widiasa Keniten
RUAM - Ruam popok biasanya paling sering terjadi akibat iritasi karena kontak dengan bahan dari popok atau bisa karena gesekan dan adanya luka lecet yang diakibatkan karena popok terlalu ketat. Selain itu terdapat beberapa penyebab lain iritasi karena produk bayi yang digunakan misalnya sabun, bedak, detergen, ataupun pelembut pakaian, bisa juga akibat kulit yang terus menerus bersentuhan dengan urine dan feses yang jarang dibersihkan sehingga higenitas kulit tidak terjaga. Infeksi jamur akibat kulit yang cenderung lembab sehingga meningkatkan kemungkinan tumbuhnya bakteri dan jamur. Apabila lokasi ruam berada di lokasi selain yang ditutupi popok, mungkin ruam ini berkaitan dengan kelainan lain di kulit akibat alergi, seperti dermatitis atopi. Ruam akibat alergi berhubungan dengan makanan yang dikonsumsi oleh anak.
Mengatasi Ruam Popok pada Si Kecil Pernahkah Anda mendapati warna kulit kemerahan pada bokong atau lipat paha bayi Anda? Mungkin bayi Anda sedang menderita ruam popok. Ruam popok atau dalam istilah kedokterannya sering dikenal dengan diaper rash atau dermatitis popok merupakan reaksi peradangan pada kulit bayi di area yang tertutup dengan popok. Ruam popok sering terjadi pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Kulit yang mengalami ruam ini akan tampak kemerahan. Bagian tubuh yang sering terkena dalah daerah bokong, lipatan paha dan sekitar alat kelamin bayi. Biasanya bayi akan menangis atau bertambah rewel saat bagian yang tertutup popok disentuh. Ruam Ruam popok biasanya paling sering terjadi akibat iritasi karena kontak dengan bahan dari popok atau bisa karena gesekan dan adanya luka lecet yang diakibatkan karena popok terlalu ketat. Selain itu terdapat beberapa penyebab lain iritasi karena produk bayi yang digunakan misalnya sabun, bedak, detergen, ataupun pelembut pakaian, bisa juga akibat kulit yang terus menerus bersentuhan dengan urine dan feses yang jarang dibersihkan sehingga higenitas kulit tidak terjaga. Infeksi jamur akibat kulit yang cenderung lembab sehingga
meningkatkan kemungkinan tumbuhnya bakteri dan jamur. Apabila lokasi ruam berada di lokasi selain yang ditutupi popok, mungkin ruam ini berkaitan dengan kelainan lain di kulit akibat alergi, seperti dermatitis atopi. Ruam akibat alergi berhubungan dengan makanan yang dikonsumsi oleh anak. Untuk menghindari terjadinya ruam popok terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan: * Segera mengganti popok yang kotor sesering mungkin. * Perawatan kulit dilakukan secara rutin. Kulit yang mengalami ruam dapat dibersihkan dengan cara dibilas dengan air bersih, kemudian membersihkan dan mengeringkan area bokong dengan menggunakan kasa atau kapas bayi sebelum memakai popok baru. Sebelum dan sesudah mengganti popok harus diingat orang tua untuk selalu mencuci tangan. * Gunakan popok yang sesuai dengan ukuran bayi Anda. Jangan menggunakan popok yang terlalu ketat. * Hindari penggunaan produk bayi seperti sabun, tissue basah atau bedak yang mengandung pewangi atau alkohol karena dapat memicu iritasi pada kulit dan dapat memperparah ruam pada kulit. * Jika menggunakan popok kain, ganti popok kain sesering mungkin dan
cucilah popok sampai bersih. Hindari penggunaan pewangi pakaian. * Oleskan krim atau salep pencegah ruam popok tiap mengganti popok bayi Anda. Obat oles yang umumnya memiliki bahan dasar zinc oxide juga berguna mengatasi ruam popok. (konsultasikan ke dokter jika perlu) * Jarangkan penggunaan popok karena kulit bayi perlu bernapas. Semakin jarang menggunakan popok, risiko terjadinya ruam popok juga semakin berkurang. Penanganan Penanganan sedini mungkin sangat penting bagi anak yang mengalami ruam popok. Apabila orang tua telah melakukan langkah-langkah di atas, ruam popok biasanya akan sembuh sendiri tanpa perlu penanganan lebih lanjut. Namun jika ditemukan tanda dan gejala seperti berikut ruam popok tidak membaik setelah dirawat selama 2-3 hari, muncul luka yang bernanah dan terasa nyeri, terdapat demam, serta ruam tampak berwarna merah terang dengan bintik-bintik kemerahan di bagian tepi, kemungkinan ruam popok telah mengalami infeksi sekunder dan bayi anda harus segera dikonsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.  l dr. Dewa Ayu Desy, S.Ked.
5
Minggu Pon, 10 September 2017
Resensi Buku
Hukum yang Mudah Dipahami
Judul Buku : Hukum Acara Perdata
Penerbit: Pustaka Bali Post
Penulis : I Ketut Artadi
Tahun Terbit : 2009
Jumlah hal. : 504 hal.
BUKU ini memuat kumpulan peraturan perundang-undangan hukum acara perdata (positif) Indonesia yang menjadi pegangan sehari-hari bagi penegak hukum dalam praktik di pengadilan. Meskipun perundang-undangan Acara Perdata Raad Van Justitie en Hooggrechtshp/RV tidak berlalu lagi, aturan hukum tersebut dapat dipakai oleh hakim untuk menemukan hukum dengan interpretasi historis, manakala dalam kasus tertentu tidak ada aturannya dalam hukum Acara Perdata positif misalnya menyangkut pensitaan terhadap pesawat terbang dan lain-lain. Buku yang layak disimak oleh praktisi hukum dan pemerhati hukum lainnya. (osi)
Berlari dan Murakami
Judul Buku : Rasa Sakit Itu Tak Terelakkan, Tapi Penderitaan Adalah Pilihan
Penulis : Haruki Murakami
Tahun Terbit : 2016
Penerbit: Bentang
Jumlah hal. : 197 hal.
PENULIS satu ini adalah penulis paling tersohor di dunia, Haruki Murakami, lahir di Kyoto pada 12 Januari 1949, merupakan penulis kontemporer asal Jepang. “Rasa sakit itu tak terelakkan. Tapi penderitaan adalah pilihan”. Itu judul untuk buku yang unik dan bicara soal yang remeh tetapi kekinian. Konon, kalimat ini didapat Haruki Murakami ketika ia serius dengan kegiatan berlarinya. Kalimat ini merupakan mantra yang biasa dirapal oleh pelari untuk memberikan semangat. Setelah mendedikasikan dirinya untuk menjadi penulis, Haruki Murakami mulai giat berlari supaya tetap fit. Apa yang semula hanya bertujuan sebagai olahraga berubah menjadi kegiatan yang membuatnya terobsesi. Saat berlari, ia tak hanya menemukan kebebasan, tapi juga pemikiran-pemikiran baru. Pada akhirnya, Murakami memutuskan untuk ikut dalam maraton di Kota New York tahun 2005. Tak hanya berlatih dan bersiap untuk mengikuti maraton, Murakami pun menuliskan pengalamannya tersebut. Hasilnya adalah memoar yang indah tentang obsesinya terhadap menulis dan berlari. Dan, siapa yang menyangka kalau menulis dan berlari punya banyak kesamaan. Lucu, unik, dan menarik untuk dibaca. (osi)
CERPEN
Air Matanya Kembali Menyiram Dadaku Oleh Risen Dhawuh Abdullah
Aku mengenalnya berawal dari lambaian tangannnya—kala itu ia berdiri di depan gerbang utama universitasnya. Waktu itu aku sendiri tidak tahu, apa yang membuatnya berdiri di situ dan aku memang tidak mau tahu. Toh itu urusannya. Ia seperti menanti seseorang, tapi tak datang-datang. Kuberhentikan andongku ketika tahu ia melambaikan tangan kepadaku. Ke mana? Tanyaku. Ia menjawab, ke bla… bla… bla… Tempat yang ia sebutkan lumayan jauh juga. Dan kemarin gadis itu mengirim pesan via WA— kami memang pernah saling meminta nomor hp. Ia menyuruhku untuk melintas kembali di depan universitasnya. Katanya, ayahnya tak bisa menjemput. Sampai saat ini aku heran, kenapa ke kampus tidak berangkat sendiri menggunakan sepeda motor atau mobil? Padahal anak muda sekarang paling malu kalau ke mana-mana bersama orangtuanya. Kudaku masih menikmati daun tumbuhan kacang di Malioboro, juga menikmati polusi yang kian hari kian parah. Sementara aku malah bersantaisantai menikmati angin siang, seolah pesan itu tak pernah ada. “Hallo? Mas?” Suara dari seberang terdengar lembut di telingaku, setelah sebuah panggilan kuangkat. “Ya.” “Kok lama sekali sih? Sudah baca pesanku yang kemarin kan, Mas? Aku kemarin minta jam berapa? Ini jam berapa? Atau jangan-jangan Mas tidak bisa jemput? Kalau tidak bisa jemput bilang dong, Mas,” katanya mirip orang mengomel. Kubayangkan raut wajahnya yang kesal, menunggu kedatanganku, yang tak datang-datang. “Aku lupa kalau kemarin kamu mengirim pesan kepadaku. Maaf, ya…. Aku akan segera ke sana. Kamu tidak terburu-buru untuk pulang kan?” Diam tak ada respon. Yang ada hanya suara ramai kendaraan. Dia mungkin marah. Aku malah tersenyum. Terbayang bagaimana bentuk wajahnya. “Marah?” “Tidak,” ucapnya, di telinga ini nada suaranya tertangkap lugu. “Lalu sekarang aku harus bagaimana?” “Jemput akulah, Mas. Masa iya aku tidak pulang, kamu biarkan aku abadi di sini. Kan tidak lucu.” “Gombal! Dasar mahasiswa sastra!” Memang benar gadis itu adalah mahasiswa sastra, sastra Indonesia tepatnya. Ia sudah menginjak semester empat. Umurnya lebih muda empat tahun dari umurku. Ia dua puluh satu tahun, aku dua puluh lima. Aku segera menjalankan andongku. Menerobos kucuran sinar matahari, kaki-kaki kudaku bertarung dengan panasnya aspal. Aku sudah berjanji di dalam diriku sendiri, jika nanti ada penumpang yang menyetop andongku, aku tidak melayani. Hanya demi gadis itu. Suara derap kuda yang penuh seni terus menghiasi perjalananku. Beginilah hari-hariku. Telinga ini sudah kebal dengan yang namanya derap kuda. Mata ini setiap hari menatap bokong kuda yang setiap kali akan berangkat, selalu kubersihkan, dengan kata lain kumandikan. *** “Lama ya?” Aku bertanya. “Tidak,” katanya sembari melompat ke atas andong, aku mencium bau kebohongan dari mulutnya. Kali ini ia tidak duduk di belakang, melainkan di sampingku, sama-sama menatap pantat kuda. Sebelum berjalan kulontarkan sebuah pertanyaan, “kenapa duduk di depan?”. Ia hanya tersenyum, memunculkan gigi gingsulnya—aku suka saat ia tersenyum. “Pulang kan?” “Tidak.” “Ke mana?” “Tidak tahu.” “Lho?” “Terserah, Mas, mau bawa aku ke mana.” “Serius aku, jangan bercanda!” “Aku tidak bercanda, Mas,” ujarnya sedikit membentak. Apa yang sebenarnya menyesaki pikiran gadis itu? Kok tiba-tiba aneh? Aku belum juga menggerakan andongku. Gadis itu menunduk. Ingin aku menyentuh pundaknya, tapi jiwa agrarisku segera muncul di permukaan. “Kenapa tidak jalan-jalan, Mas?” Tanpa berkata, kujalankan andongku. Gadis itu dengan tak bergairah menangkap layar hp. Sepi menghampar di antara kami. Ia bukan yang biasanya, batinku.
Pada akhirnya aku tak tahan juga dengan suasana yang cenderung menggerus hati ini. Aku cairkan suasana dengan berbagi kisah-kisah hidupku, bahkan yang pernah kuceritakan padanya, kuceritakan kembali. “Mas ini unik.” “Unik?” Aku mengerutkan kening. “Pengalamannya macam-macam. Aku senang bisa kenal, Mas.” “Namanya hidup, ya pasti banyak mengalami berbagai hal.” “Tapi hal dalam hidup yang dialami, Mas, berbeda dengan yang lainnya.” “Kita ke mana jadinya?” “Aku tadi bilang apa? Terserah, Mas, kan?” Berarti memang gadis ini serius. Seketika aku merasa, aku adalah Rahwana yang membawa pergi Sinta. Bedanya kalau Rahwana menculik Sinta dengan paksaan, sedangkan kalau aku tidak. Justru ia yang menyerahkan dirinya padaku. Tapi aku akan memulangkannya. Dan ia langsung protes, setelah andongku berbelok di sebuah perempatan.
Suatu hari, gadis itu mengirimkan pesan kepadaku di suatu sore yang cerah. Ia menyuruhku untuk menjemput di universitasnya. Ia menambahkan kalimat pada pesannya, bahwa tidak usah tergesa-gesa. Posisiku sendiri sedang dalam perjalanan mengantar seorang penumpang dengan tujuan Malioboro. Sambil mengendalikan kuda, aku membalas pesannya. *** “Kok tumben, sore-sore. Semakin sibuk di kampus, ya?” tanyaku, menyambutnya dengan cerah. Gadis itu mendekatkan lengannya padaku. Begitu santainya. “Tidak juga, Mas.” Seperti yang sudah-sudah. Sepanjang perjalanan diisi dengan obrolan-obrolan kenangan. Acap kali gadis itu tertawa lepas, kadang pula ia mencubiti pundakku, kadang juga memukuliku. Aku kerap menggelinjang dibuatnya. Hari ini ia terlihat bahagia, lebih bahagia dari hari-hari sebelumnya. “Tapi Mas nanti mampir ke rumahku lho, ya?” “Mampir?” “Mas ini langgananku lho, masa iya tidak pernah menyempatkan diri untuk sekedar mampir?” “Jangan lama-lama, ya? Ada siapa di rumah?” “Kebetulan sendiri, Mas.” “Sendiri?” Ia mengangguk-angguk kecil. Aku sangat menyukai gerak kepalanya yang persis seorang penari. ***
“Mas ini bagaimana sih? Aku tadi bilang terserah, mau bawa aku ke mana! Bukan bawa aku pulang!” “Kan kamu bilangnya terserah. Ya, terserah aku dong.” “Pokoknya harus putar balik. Aku tidak mau pulang! Titik!” “Kenapa? Kok kamu jadi aneh begini?” “Aku tidak mau melihat kondisi isi rumah yang berantakan! Aku tidak kuat melihat ayah yang semakin parah bermain perempuan dan mabukmabukan. Aku tidak kuat melihat ayah yang terus saja menyiksa ibu.” Mendengar penuturannya, aku terkejut. Aku menghentikan andongku. Gadis itu menenggelamkan kepalanya di dadaku tanpa canggung. Ia menangis. Aku tidak menyangka, ternyata di balik senyumannya, tersimpan sebongkah penderitaan. “Pulang, ya?” “Tidak mau, Mas! Aku tidak mau kembali ke rumah.” “Lho? Kalau begitu namanya bukan mengatasi permasalahan. Malah menambah masalah!” “Itu karena ayah yang semakin tidak karuan!” Lalu aku memberikan rentetan kata-kata, yang aku harap dapat membesarkan jiwanya. Kukatakan sekali lagi, pergi dari rumah tidak akan mengatasi masalah, justru menambah masalah. ***
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Rumahnya memang mewah, aku menyebutnya istana. Awalnya aku hanya ingin singgah di teras, tapi gadis itu ingin aku duduk di dalam. Kuturuti saja. Saat aku menunggunya, yang katanya berganti pakaian terlebih dahulu, mendadak ada suara memanggilku dari dalam. Suara gadis itu. Tibatiba jantungku mempercepat geraknya. Darahku mendesir. Kakiku ragu-ragu untuk melangkah, walaupun pada akhirnya melangkah juga menghampiri sumber suara yang mana aku tidak menyangka sama sekali. “Cepat, Mas. Buka saja pintunya.” Suara dari dalam begitu memekik telingaku, mungkin ia kesal denganku, aku tak kunjung datang. Kubuka pintu dengan perlahan sesuai instruksi. Hampir saja aku akan menutup pintu kala aku melihat gadis itu yang hanya mengenakan pakaian dalam yang tipis. “Sini, Mas!” perintahnya. Gugup. Gigil. Segala ketakutan menguasaiku. “Kenapa masih berdiri di situ sih, Mas?” Aku masih berdiri di bingkai pintu. Gadis itu menyeretku, mendorongku hingga aku terjerembab di ranjang. Pintu masih terbuka! Bau tubuh perempuan masuk ke hidungku. “Aku akan jujur, Mas. Sebenarnya cerita soal ayahku yang main perempuan dan suka mabukmabukan itu tidak benar. Aku hanya mengarang,” ucapnya dibarengi tangannya yang bergentayangan di tubuhku. Aku dengan refleks langsung menepisnya. “Apa-apaan ini?” Gadis itu cepat-cepat memelukku. Aku kembali mengenyahkan pelukannya dari tubuhku. Ia menangis. Kepalanya ia tenggelamkan pada dadaku. Entah mengapa, aku tak kuasa untuk memberontak. “Aku sama sekali tidak bermaksud menjatuhkan harga dirimu, Mas,” katanya penuh penyesalan. Masih memelukku. Masih menangis. Aku tak bergeming. “Sungguh. Sekali lagi, kutegaskan, Mas. Yang pernah kukatakan soal ayahku itu hanya kebohongan semata. Sesungguhnya bukan itu yang menjadi penyebabku enggan pulang ke rumah ini.” “Lalu apa?” Aku berusaha menghindar dari cengkeraman monster lembut itu. “Aku dipaksa oleh ayahku untuk menikah dengan seorang lelaki yang aku tahu persis dia adalah lelaki mata keranjang. Dan ayahku selalu marah saat kukatakan perihal sesungguhnya siapa lelaki itu. Aku malah dianggapnya mengada-ada… Kiranya Mas paham, mengapa aku melakukan ini…” Sebelum ia melanjutkan tuturannya, aku memerintahkannya untuk mengenakan pakaiannya kembali agar jiwa lelakiku bisa sedikit terkendalikan. Kami pun keluar dari dalam kamar. Otakku masih belum juga dapat melupakan lengannya yang mulus. Ia kembali berbicara banyak, hingga air matanya kembali menyiram dadaku yang bidang. Bantul, 2017
Khamidi Dewa Komang Mahadewa
K. Ngurah
Windhu Segara Wied. N
Adi Wiryadarma
6 Capricorn Peruntungan: Jangan patah arang, kesempatan masih terbuka lebar. Jangan panik terhadap berbagai persoalan yang sekilas memang cukup rumit, jika Anda tetap tenang maka tidak akan sulit untuk menemukan jalan keluarnya. Karier: Tak perlu takut untuk melakukan inovasi, walaupun itu cukup aneh orang menganggapnya selama Anda yakin dengan semua itu maka jalan saja. Kesehatan: Cukup sehat dan terjaga. Sehingga tak perlu ragu untuk melakukan aktivitas yang berat sekalipun. Keuangan: Tetap terjaga, aliran pemasukan tetap lancar-lancar saja. Asmara: Suasana indah dan romantis bisa saja tercipta di minggu ini selama Anda tidak melakukan perbuatan yang bisa merusak suasana. Aquarius Peruntungan: Bersabar dan terus bersabar. Begitulah kunci yang harus dijalankan untuk menjawab berbagai permasalahan yang bermunculan di minggu ini. Karier: Tak perlu berhenti teruslah berjalan dengan penuh kewaspadaan dan kehati-hatian. Kesehatan: Suasana hati akan mempengaruhi kondisi badan Anda saat ini. Walaupun goncangan-goncangan cukup berat, tetapi dengan kesabaran maka segalanya akan bisa terlalui. Keuangan: Ada saja pengeluaran yang harus Anda lakukan di minggu ini, sedangkan pemasukan lagi seret. Asmara: Walaupun si dia lagi menjengkelkan, kata-kata sabar dan manis perlu diterapkan. Pisces Peruntungan: Jalani saja keadaan saat ini dengan hati yang tenang dan sabar sambil menunggu saatnya nanti ada kesempatan yang bagus untuk bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Karier: Tak perlu melirik ke kanan ke kiri, tetap pandang lurus ke depan jika Anda ingin terus bertahan. Kesehatan: Godaan yang paling berat adalah sulitnya menghindari makanan yang menjadi selera Anda walaupun itu sebenarnya merupakan pantangan yang dianjurkan oleh dokter untuk sebisa mungkin dihindari. Keuangan: Walaupun suasana sudah lebih bagus akan tetapi alangkah baiknya jika Anda tidak melakukan spekulasi ataupun ekspansi yang terlalu berisiko dulu. Asmara: Jangan selalu bersikap ingin menangnya sendiri dan tidak mau mengalah. Aries Peruntungan: Di minggu yang cukup santai ini usahakan hati selalu sabar dan tak perlu ditanggapi omongan orang yang memanaskan hati itu agar masalah tidak semakin bertambah panjang saja, dan suasana tenang tetap terjaga. Karier: Jauhi bertindak tanpa pikir panjang apalagi kalau hanya mengikuti panasnya hati saja. Kesehatan: Aktivitas yang cukup berat dan padat, sehingga jika tidak diimbangi dengan makan dan istirahat yang benar maka bukan tidak mungkin kesehatan Anda menjadi mudah terganggu. Keuangan: Kebutuhan di minggu ini lumayan tinggi belum lagi masalah datang secara mendadak dan cukup bikin kacau keuangan Anda. Asmara: Jangan memaksakan kehendak yang tidak disukainya karena hanya akan menimbulkan pertentangan yang tiada habis-habisnya. Taurus
Peruntungan: Jangan mudah membicarakan masalah pribadi kepada siapa saja karena bisa-bisa mereka akan ambil keuntungan dari permasalahan yang Anda hadapi saat ini. Ingatlah bahwa ancaman datang justru dari orang yang selama ini Anda kenal akrab. Karier: Tetaplah waspada sekalipun banyak yang bermuka manis saat ini. Kesehatan: Berpikirlah yang santai agar hidup ini akan terasa lebih ringan dan tidak sampai memusingkan dan kondisi badan tetap dapat terjaga dengan baik. Keuangan: Tak perlu menuruti gaya hidup seseorang yang belum tentu cocok dengan kepribadian Anda, karena hanya akan menghabiskan uang Anda saja. Asmara: Usahakan jika ada masalah jangan sampai bocor keluar karena hanya akan menambah rumit permasalahan saja. Gemini Peruntungan: Usahakan untuk lebih percaya diri dan tak perlu ragu dengan keputusan yang telah ataupun akan Anda ambil, karena keraguan hanya akan membikin langkah Anda menjadi terhambat dan membikin orang lain tidak respek dengan kemampuan Anda. Karier: Tidak ada yang tidak mungkin selama Anda masih ada motivasi untuk bisa bangkit kembali. Kesehatan: Tetaplah berolahraga secara teratur walau tak terlalu berat akan tetapi itu sudah cukup untuk membuat tubuh Anda selalu segar dan prima. Keuangan: Income di minggu ini masih cukup tinggi dan segala kebutuhan penting dapat teratasi sehingga Anda bisa lebih tenang dan tak perlu cemas. Asmara: Pertahankan suasana yang baik ini dengan selalu menghargai segala pendapatnya. Cancer Peruntungan: Zodiak bintang Anda tampak bersinar dengan terangnya dan berada pada posisi yang cukup bagus, sehingga sesulit apapun permasalahan itu akan dapat ditemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Karier: Segala sesuatunya sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan atasan jangan sampai Anda mengambil keputusaan sepihak. Kesehatan: Hindari jajan makanan diluaran jika tak ingin ada masalah kesehatan nantinya. Keuangan: Pemasukan cukup bagus tinggal bagaimana Anda memanagenya dengan baik. Asmara: Apa gunanya suka nimbrung dengan orang yang tidak disukainya karena hanya akan menyakiti hatinya saja. Leo Peruntungan: Jangan suka omong besar dan mengobral janji walaupun disaat itu Anda merasa mampu untuk melaksanakannya. Karena jika sekali saja tidak kesampaian maka akan besar pengaruhnya terhadap kredibilitas Anda, untuk itu berhati-hatilah. Karier: Berhatihatilah karena posisi Anda kini semakin rawan terhadap goyangan dari sana sini. Kesehatan: Relatif baik hanya saja suasana hati yang terkadang memang runyam dan jika dibiarkan maka dampaknya akan besar terhadap kondisi badan Anda. Keuangan: Walau itu orang kepercayaan Anda sekalipun sebaiknya kalau sudah urusan uang anda harus lebih hati-hati dan usahakan segalanya berada di atas surat perjanjian. Asmara: Pengalaman pahit jangan sampai terulang kembali. Bukankah pengalaman merupakan guru yang paling baik dalam hidup ini. Virgo Peruntungan: Walau disuasana yang lagi santai ini sebaiknya tetap selalu melakukan kontrol kepada siapa saja sekalipun kepada bawahan Anda sekalipun karena itu akan memperkuat bisnis Anda dari rongrongan orang yang tak bertanggung jawab. Karier: Omongan negatif sebaiknya tak perlu dimasukkan hati. Kesehatan: Segala sesuatunya dikondisikan dengan badan Anda, sehingga kondisi badan tetap terjaga dan tidak sampai timbul permasalahan dikemudian minggu. Keuangan: Pemasukan masih lumayan lancar hanya saja terhadap orang yang minta pinjaman sebaiknya jangan diberi dulu agar keuangan Anda tidak sampai timbul persoalan. Asmara: Jangan biarkan kesalahan di masa lalu terulang kembali di masa sekarang ini, karena itu akan lebih sulit untuk diselesaikan. Libra Peruntungan: Cukup sulit bagi manusia untuk bisa mengetahui kesalahan yang telah dibuatnya sendiri, maka dari itu perlu bantuan orang lain untuk selalu bisa mengkontrol tingkah laku diri sendiri. Jika dikritik sebaiknya bisa disikapi dengan hati yang lapang. Karier: Ambillah hikmah dari semua itu bukankah tidak ada asap kalau tidak ada api. Kesehatan: Terkadang badan masih sering pegal-pegal terutama disekitar kaki dan semua itu bisa teratasi dengan terapi pemijatan yang bisa Anda lakukan. Keuangan: Simpanlah dana yang cukup berlebih dan jangan diobral begitu saja karena masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Asmara: Selama Anda bisa menyelami hatinya, maka perasaan jengkel dan benci kepadanya akan cepat hilang. Scorpio Peruntungan: Masih ada support yang cukup membantu Anda lolos dari lubang kesulitan. Yang penting Anda harus mau mendengarkan omongan orang dengan mengedepankan sikap mesra dan hangat. Karier: Jangan sampai hanya karena masalah kecil berujung pada pertengkaran yang akhirnya menuntun kearah kehancuran. Kesehatan: Kondisi badan masih cukup baik apalagi jika Anda selalu rajin mengkonsumsi buah-buahan segar. Keuangan: Pemasukan cukup lancar akan tetapi masalah yang datang terkadang cukup membuat kacau keuangan Anda. Asmara: Tak ada gunanya cerewet karena hanya akan bisa membikin suasana menjadi tak tenang saja. Sagitarius Peruntungan: Tetaplah tenang dan sabar serta bijak terutama dalam menyikapi semua persoalan tersebut. Walaupun suasana kacau cobalah untuk tetap postif thinking agar keputusan yang diambil tidak sampai merugikan diri sendiri. Karier: Jangan indahkan omongan orang kalau hanya akan membikin semangat Anda menjadi turun. Kesehatan: Jika sudah menginjak waktu istirahat usahakan pejamkan mata dengan tenang dan kosongkan pikiran Anda. Keuangan: Walaupun pemasukan masih lancar tetapi jika tidak dimanage dengan baik maka bukan tidak mungkin pemborosan akan membikin Anda pusing di minggu Diasuh Oleh ini. Asmara: Apa sih sulitnya Putri Wong Kam Fu berbicara lebih halus lagi agar pertentangan tidak sampai ter- Berlaku : 10 - 16 September 2017 jadi terus menerus.
DIMENSI
Minggu Pon, 10 September 2017
Menghancurkan Kedukaan Melalui Yoga Yuktāhāra-vihārasya yukta-ceṣṭasya karmasu yukta-svapnāvabodhasya yogo bhavati duḥkha-hā (Bhagavad-gītā 6.17) “Kesempurnaan yoga yang mampu menghancurkan segala jenis kedukaan ini dapat dicapai oleh mereka yang mengatur dirinya dengan baik dan benar dalam hal makanan, rekreasi, dalam pelaksanaan tugas kewajiban yang baik, termasuk pula dalam pengaturan tidur dan jaga yang cukup.” Yogo bhavati duḥkha-hā, - yoga sejatinya dimaksudkan untuk membunuh segala jenis kedukaan. Seperti itulah yoga yang diajarkan di dalam kitabkitab yoga khususnya dalam Bhagavad-gῑtā. Praktik-praktik yoga yang banyak berkembang pada masa sekarang ini seperti yoga untuk pelangsingan badan, penyembuhan dari berbagai penyakit dan lain-lain sepantasnya memang diarahkan kembali menuju pada tujuan tersebut. Berkembang pula praktik-praktik yoga yang diarahkan kesana-kemari tanpa arah yang jelas. Belakangan ini, dari dunia Barat merembet ke dunia Timur, bahkan ke negara pusat yoga itu sendiri yaitu India, yoga sudah berkembang menjadi sebuah “industry” perdagangan. Perkembangan tersebut bukan lagi kecurigaan atau tuduhan melainkan sudah diakui oleh dunia bahwa perkembangan yoga sudah mengarah ke bisnis. Ini tentu merupakan fenomena yang tidak diharapkan oleh para yogi dan maharesi karena sejak awal yoga itu sendiri diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan disebarluaskan oleh orang-orang suci untuk menjadi jalan pencapaian kemuliaan umat manusia dan bukan sekadar untuk kebugaran dan lain-lain tujuan duniawi. Carin Gorrell, Pemred dari Yoga Journal mengomentari hasil survey yang dilakukan oleh “Yoga Journal and Yoga Alliance” di Amerika menyebutkan “Semakin banyak orang dari berbagai kelompok usia semakin menyadari manfaat yoga, mulai dari menghilangkan stres hingga fleksibilitas hingga kesejahteraan menyeluruh. Yoga adalah industri yang berkembang dan berkembang.” Tentu saja usaha mengembangkan yoga pada zaman ini tidak akan bisa terlepas dari perkembangan “bisnis”. Sebab perkembangan yoga sebagai bisnis sudah sedemikian meluas sehingga orang merasa tidak sreg datang kepada pelatihan yoga yang tidak berbayar.
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa Yoga di dalam Bhagavad-gῑtā adalah yoga yang “duḥkha-hā”, yaitu yoga yang membasmi segala jenis kedukaan duniawi untuk membimbing umat manusia demi mencapai kebebasan (mokṣa). Arah tujuan sejati dari yoga memang adalah untuk mengendalikan kerlap-kerlip pikiran (yogaś citta-vṛtti niroḍhaḥ). Seorang Yogῑ mempraktikkan yoga dalam pengontrolan pikiran yang baik dari kerlap-kerlip dan lonjakanlonjakan emosi yang tajam sereta kuat. Walaupun orang mempraktikkan yoga dengan keras sampai berpuluh-puluh tahun tetapi jika pikiran masih belum terkontrol dengan baik, maka itu berarti ia belum memasuki medan yoga. Yogo bhavati duḥkha-hā, bahwa yoga itu untuk membunuh kedukaan. Semua makhluk hidup di dunia material ini pasti selalu ditemani oleh kedukaan. Ia tidak datang sendirian melainkan selalu ditemani oleh kesukaan. Keduanya, yaitu suka dan duka datang menyapa orang setiap hari tanpa gagal. Mahābhārata menyebutkan putaran silih berganti suka duka itu begitu sempurnanya. Ia datang bergantian dengan begitu rapi sesuai dengan bawaan karma setiap orang. Kedukaan selalu diikuti oleh kehadiran suka, dan ketika orang mengalami kesukaan ia hendaknya tidak bergembira melonjaklonjak karena kesukaan tersebut segera pula akan diikuti oleh kedukaan (duḥkhasyānantaraṁ sukham, sukhasyānantaraṁ duḥkham). Kehadiran suka atau duka tidak pernah sendirian; duka tidak pernah hanya duka saja, suka tidak pernah hanya suka saja. Oleh karena itu, ketika orang mengalami kedukaan hendaknya tidak terlalu berduka karena kedukaan pasti segera disusul oleh kesenangan atau kesukaan. Demikian pula ketika orang mendapatkan berbagai jenis kesenangan, ia hendaknya tidak bergembira berlebihan dengan menyadari bahwa kedukaan segera pula akan datang menyusul segala kesenangan duniawi tersebut. Barangkali orang mempraktikkan tapa, brata, yoga, samādhi dengan baik dan besungguhsungguh tetapi hendaknya orang tidak berpikir bahwa segera
dirinya akan terbebaskan dari kedukaan. Yogi yang sudah maju dalam praktik yoga dan meditasi pun tidak mungkin hidup sepenuhnya tanpa kedukaan. Penderitaan dan kedukaan akan selalu menemani walaupun orang sudah belajar yoga dan meditasi selama bertahun-tahun. Ketika orang menanam padi, maka kakinya pasti terkena lumpur. Ketika orang hidup di dunia, maka pasti dirinya akan terkena oleh penderitaan. Bahkan di Surga pun orang masih mengalami kedukaan. Hanya saja kedukaan di Surga sifat dan keberadaannya sangat halus, sehingga dapat dikatakan di Surga tidak ada kedukaan. Begitu orang “turun” dari surga, masuk ke dunia, maka orang terkena sentuhan dunia dan terpengaruh oleh hukum alamnya. Oleh karena orang tidak dapat menghindari kedukaan bahkan di Surga pun, maka yang dapat dilakukan adalah bukan lari dari kedukaan melainkan bagaimana agar orang menjadi “lebih kuat” dan lebih tabah dalam menghadapi datangnya kedukaan. “Yogo bhavati duḥkha-hā” mengajarkan cara menghadapi suka-duka, yaitu dengan cara menempatkan diri di garis batas suka dan duka; tidak akan bergembira berlebihan ketika mendapat kesukaan, dan tidak akan bersedih berlebihan ketika mengalami kedukaan. Orang mampu tetap menjadi tenang damai dan tabah dalam menghadapi suka maupun duka. Keadaan tersebut dinamakan taṭastha bhāva. “Yogo bhavati duḥkha-hā” sebagai yoga untuk membunuh kedukaan demi mencapai pembebasan yang kekal abadi (mokṣa) mengantarkan sang yogi kepada keadaan taṭastha bhāva tersebut. Praktik-praktik yoga yang ekstrim sama sekali tidak dianjurkan dan tidak menjamin pencapaian tujuan. Yukta-ceṣṭasya karmasu, - orang hendaknya secara perlahan berusaha menata perbuatan-perbuatannya. Orang berusaha menata aktivitas sehari-harinya dalam takaran yang tepat sesuai dengan kemampuan diri. Pertama-tama ia akan selalu memastikan “ko’ham” (siapa sejatinya aku) dan “kaḥ śaktiḥ” (seberapakah kemampuanku), lalu kedua hal itu akan ia pertemukan dengan medan perbuatan. Dengan demikian orang akan berhasil menata perbuatan atau pelaksanaan tugas kewajibannya dengan baik dan pas. Mereka tidak akan melakukan aktivitas terlalu berlebihan, dan juga tidak akan terperangkap dalam kemalasan, kelambanan, atau pun kebodohan. Seluruh aktivitas yang dilakukannya akan
selalu berada dalam kontrol kecerdasan yang sempurna. Yukta artinya pas takaran. Seperti halnya kita membuat makanan seperti lawar, maka untuk pas takaran, semua bumbu disesuaikan dengan bahan yang ada. Harus juga dibedakan apakah bahan tersebut dari impor atau lokal, sehingga pas dengan takaran. Sama seperti ketika kita memiliki uang, jika memiliki uang sedikit maka kita hanya tersenyum biasa, sedangkan jika kita mempunyai uang banyak maka secara otomatis senyum kita lebih lebar. Begitu pula duka dan suka, disesuaikan dengan takarannya agar tidak berlebihan. Yuktāhāra-vihārasya, - pas takaran ketika kita makan dan rekreasi. Tidak berlebihan dalam hal makan dan juga tidak kurang. Yoga apa pun yang orang lakukan, baik Bhakti Yoga, Karma Yoga, Jñāna Yoga, Raja Yoga, haruslah dilakukan dengan takaran yang pas. Dalam hal makan, “yuktāhāra” atau pas takaran makan sangat penting diperhatikan. Teknik makan “pas takaran” tersebut dinamakan mithāhara. Mitha artinya pas dan ahara artinya makanan. Memasukkan makanan sebatas yang diperlukan oleh tubuh m e r up a ka n l a ng ka h ce rd a s material dan spiritual. Sering orang tidak mengontrol diri dalam hal makanan. Orang makan sampai terlalu kenyang, bahkan sampai muntah karena kepenuhan. Makan yang benar adalah tidak terlalu penuh dan juga tidak kurang. Vihārasya menunjukkan bahwa orang juga memerlukan hiburan. Hindari kebiasaan mengurung diri hanya berkutat di dapur saja, di kamar saja, di kantor saja dan lain-lain. Perlu juga ada refreshing, jalan-jalan bersama keluarga atau kenalan, menikmati pemandangan dan suasana di luar rumah seperti pantai atau tempat rekreasi lainnya. Akhirnya, “yuktasvapnāvabodhasya” - menunjukkan pentingnya pengaturan waktu beristirahat dan juga waktu untuk jaga. Ilmu kesehatan pun tidak menganjurkan pengabaian waktu tidur yang cukup bagi yang menginginkan kesehatan yang baik. Ayur Veda memastikan bahwa setengah penyakit dapat dihalau oleh tidur yang cukup. Akhirnya yoga sendiri juga menganjurkan hal yang sama, yaitu bagi yang menginginkan pencapaian tujuan yoga yang sejati, mereka harus mengatur waktu tidur yang cukup dan juga waktu jaga yang cukup. Kesempurnaan yoga bukanlah untuk mereka yang tidak mengatur waktu tidur dan waktu jaga.
MIMBAR AGAMA
Menjadi Timotius Masa Kini Redaktur Khusus
KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. T i m o t i u s adalah anak Paulus yang sah dalam iman (1:2 dan 18: Paulus menyebut Timotius sebagai anaknya). Layaknya anak yang sah dalam pernikahan, Paulus juga merasa memiliki tanggung jawab untuk mendidik dan membesarkan Timotius. Hanya karena statusnya adalah anak yang sah dalam iman, maka Paulus bertanggung-jawab untuk mendidik dan membesarkan iman Timotius. Timotius adalah pelayan di Jemaat Kristen di Efesus (1:3). Jika dalam konteks modern kita, istilah pelayan telah menggunakan nama Pendeta. Timotius adalah golongan orang muda seperti disiratkan dalam Kis 16 yang menyatakan bahwa ia adalah seorang murid. Ditambah pula dalam surat Paulus kepada Timotius ini menyatakan bahwa adanya kesenjangan umur yang cukup jauh antara Paulus dan Timotius yang dinyatakan melalui sapaan anak. Kita juga perlu memahami bahwa surat Timotius ini disebutkan sebagai surat penggembalaan. Dikatakan demikian sebab surat ini banyak membahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan gereja dan organisasinya ditinjau dari sudut hamba Tuhan. Selain itu, kedua surat ini merupakan penekanan, penerangan dan penjelasan mengenai tugas-tugas dari Paulus kepada Timotius yang dulu pernah disampaikan secara lisan untuk memimpin jemaat di Efesus. Ada yang perlu dijauhi dan ada yang perlu dikejar. Ayat 11 ini merupakan penekanan yang Paulus sampaikan kepada Timotius mengenai tantangan-
tantangan yang akan dihadapinya dalam jemaat di Efesus. Paulus mengatakan: “jauhilah semuanya itu...”. Beberapa hal yang harus Timotius jauhi adalah: ajaran sesat (1:4), penyakit bersilat kata (6:4) dan cinta uang (6:10). Ketiga tantangan tersebut layaknya sebuah proses yang membawa umat pada akhir dari imannya, kemurtadan. Paulus mengatakan dalam ay 10a, “akar dari segala kejahatan ialah cinta uang”. Mengapa Paulus memberikan statemen demikian? Karena Paulus sangat paham bagaimana hidup orang yang cinta akan uang. Orang yang cinta uang tidak akan dapat sungguh-sungguh mengasihi Allah. Siapa pun dia. Memang hal ini benar. Kita ambil contoh Yudas Iskariot yang adalah salah satu murid Yesus. Namun, demi uang 30 keping perak tega mengkhianati gurunya, Yesus. Entah berapa harga 30 keping perak itu sekarang, tapi jika ada seseorang Yudas masa kini yang tega mengkhianati sahabatnya dan digantikan dengan nominal uang (berapa pun itu), maka jelaslah bahwa sikap tersebut adalah sikap yang dimaksudkan oleh Paulus. Lanjutan kisah dari kecintaan terhadap uang tersebut akan membawa umat pada praktek bersilat kata. Dalam 6:4 mengatakan bahwa ia yang bersilat kata akan berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Kesoktahu-annya itu akan membawa dirinya pada dengki, cidera, fitnah, curiga, percekcokan dan akhirnya kehilangan kebenaran. Tentang ajaran sesat yang terjadi di konteks pelayanan Timotius di Efesus, ada tiga golongan pengajar sesat yang ada pada saat itu. Yang pertama, golongan Kristen Yahudi yang mengajarkan tentang penerapan Hukum Taurat namun diterjemahkan secara harafiah, baik itu tentang sunat, persembahan, juga tentang mitos-mitos dan dongeng-dongeng dari nenek moyang (1:4 & 4:7).Golongan yang kedua adalah golongan asketik, mereka mengajarkan
tentang kesucian badani yang diterapkan dengan tidak kawin dan mengharamkan makanan (4:3). Golongan yang ketiga, jika pada masa kini, mereka dikatakan sebagai golongan kapitalis. Mereka menganggap bahwa ibadah sebagai suatu sumber pencarian keuntungan. Semua golongan itu adalah golongan yang sudah mulai kehilangan kebenarannya. Dan di saat ia sudah mulai kehilangan kebenaran, praktek-praktek ajaran sesat yang akan dilakukannya, meskipun secara kasat mata yang dilakukannya adalah pelayanan/ ibadah. Pada akhirnya, Paulus menekankan pada Timotius untuk mengutamakan keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Namun, semuanya itu didasari oleh hati yang suci dan murni serta iman yang tulus ikhlas (1:5). Sebab, tanpa landasan hati dan iman yang demikian, maka ekspektasi negatiflah yang akan menyusupi setiap praktek beriman tersebut. Terkhususnya harapan-harapan glamour karena kecintaannya terhadap uang sehingga ia dapat mengira bahwa ibadah dalam hidupnya adalah suatu sumber keuntungan (6:5). Pertandingan dan mahkota hidup yang kekal. Paulus mengumpamakan ibadah/praktek beriman yang harus Timotius lakukan adalah sebagai sebuah pertandingan iman yang benar. Pertandingan tersebut Timotius lakukan untuk melawan segala tantangan yang menjadi peringatan Paulus untuk dijauhi, yaitu cinta uang, bersilat kata dan ajaran sesat. Pertandingan itu juga harus dimenangkan oleh Timotius untuk meraih hadiah utama, yaitu hidup yang kekal. Terkadang dalam pertandingan iman kita masing-masing, tanpa sadar kita dapat terjerumus ke dalam berbagai cobaan yang menyesatkan hidup pelayanan kita. Di saat kita mulai merasakan bahwa keberadaan uang menjadi prioritas, melarikan persembahan pun tidak menjadi halangan untuk kita
memiliki prioritas tersebut. Beralasan untuk membelikan jemaat inventaris, berdalih untuk mengurus pembangunan gedung gereja, akhirnya permainan dalam anggaran dimulai. Prinsip yang harusnya dipegang adalah kesalahan tetaplah kesalahan. Kata “tapi” atau pembelaan hanya diperuntukkan bagi peringanan hukuman terhadap kesalahan. Tidak ada “tapi” yang dapat membenarkan suatu kesalahan. Namun, demikianlah realitanya, secara tidak sadar, panggilan khusus yang Allah berikan kepada para pelayan-Nya diselewengkan menjadi ajaran sesat yang berasal dari kebenaran pribadi, bukan kebenaran ilahi seperti yang Paulus nyatakan dalam 1:11. Ayat 14-16 merupakan sebuah peringatan yang bersifat ajakan dari Paulus kepada Timotius. Timotius diajak untuk menuruti semua perintah tersebut tanpa cacat dan cela hingga Yesus kembali datang untuk kedua kalinya. Ajakan dari sosok orang tua kepada anaknya itu menggambarkan kasih yang tulus dalam kekeluargaan. Sang ayah tidak sanggup melihat jika anaknya harus menderita di masa penghakiman jika anaknya itu tidak menuruti setiap ajaran yang telah diperingatkan kepadanya. Pernyataan Paulus kepada Timotius dalam suratnya yang dapat menjadi refleksi bagi kita sekalian terdapat dalam ayat 12 tadi adalah, “... untuk itulah engkau telah dipanggil ...”. Pernyataan tersebut bermakna sangat dalam jika kita hayati. Kita semuadipanggiluntuk melaksanakan berbagaibentuk pertandingan iman, kita akan diterpa banyak tantangan, baik itu kecintaan terhadap uang, persilatan kata, dan ajaran sesat. Namun kita harus tetap bertahan tanpa cacat dan cela hingga Tuhan kembali menyatakan diriNya. Itulah yang dapat kita pelajari dari Timotius di masa lalu.Sanggupkah kita menjadi Timotius-Timotius masa kini?
Redité Pon, 10 September 2017
Bali L e m b a r
Bencingah Jero Mangku Pasek
Ngutamayang Rasa Bhakti SINALIH tunggil pangaptin krama Hindu wantah prasida madué genah ngaturang sembah pangubakti ring kulawarga soang-soang sané marupa merajan. Sakéwanten nénten akidik kahanan ekonomi krama sané ngawinang nénten prasida ngwangun merajan sané ngawinang krama inucap marasa sebet. Jero Mangku Pasek sané sampun sué nelebin makudang-kudang sastra lontar maosang, sujatiné manut tutur Gong Besi, sapunapi ja kahanan lacur krama Hinduné yadiastun nénten prasida madué merajan, sinah Ipun kantun prasida ngaturang sembah pangubakti. “Punika sané kawastanin antuk kasuksman duaning sané kautamayang wantah rasa bhakti tur lascarya nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Yéning sampun kadasarin antuk rasa bhakti tur lascarya saha kahanan ekonomi sampun becikan, majanten krama inucap mautsaha ngwangun sanggah utawi merajan ring paumahan soang-soang,” baos dané. Kawewehin, manawita karang paumahan krama nénten madaging parahyangan sakéwanten madampingan sareng pateluan margi, sinah Ida Sang Hyang Widhi prasida kasungsung irika antuk prabawan Ida dados Sang Hyang Sapuh Jagat. Manawita madampingan sareng pempatan margi, sinah irika Ida kasungsung dados Sang Hyang Catur Bhuana. Yéning ring sétra dados kasinggihang pinaka Durga Dewi, ring pangulun setra dados kasungsung antuk prabawan Ida pinaka Ida Hyang Mrajapati. Sakéwanten yéning nénten wénten parahyangan, pateluan margi, pempatan miwah setra sané nampek saking genah paumahan inucap tur wantah wénten langit kémanten, sinah prasida nyungsung Ida Sang Hyang Widhi antuk prabawan Ida pinaka Sang Hyang Taskarapati. (was)
I Made Bandem
Tutur Kala Kirthimuka
SAKADI sané sampun kabaosang, soang-soang pura sané wewidanganipun jimbar majanten kadagingin antuk candi bentar, candi kurung miwah sané siosan. Irika taler kapanggih makudangkudang wangun ukirukiran Bali. Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., budayawan taler mantan Rektor ASTI/STSI Denpasar 1981-1997 puniki maosang, ring sakancan candi kurung ring genah-genah suci Agama Hindu utamanipun sané kantun malakar antuk bata barak, majanten kadagingin antuk pepayasan marupa tapel Boma utawi sané ketah kabaos antuk tapel Kala Kirthimuka. Parindikan punika nénten kapanggihin ring Bali kémanten, nanging taler kapanggihin ring candi-candi Siwa sané wénten ring Jawi. “Yéning kauratiang, ngeninin indik wangun miwah iconografi saking tapel Boma punika, sinah wangun dasar tapel inucap wantah prerai singa,” baos dané. Guru Besar ring College Of The Holy Cross Boston, USA 2007-2015 puniki malih maosang, pepayasan tapel Boma sujatiné kadasarin antuk tutur utawi satua sané mamurda Kala Kirthimuka. Irika kasatuayang yéning wénten raksasa sané kawastanin antuk Rahu ngulgul Ida Bhatara Siwa sané ngamargiang tapa brata. Sangkaning punika Ida Bhatara Siwa krodha ring Rahu tur ngamedalang sunar sané mawasta Kala Kirthimuka saking Trinetran Ida sané sahasa ngeseng Raksasa Rahu inucap. Sakéwanten sadurung padem, ipun sampun nunas pangampura antuk kaiwangannyane tur nunas mangda kapaicayang urip malih, nanging pangawaknyané sampun ical sajabaning sirah taler tlapakan tangannyané kémanten sané kantun. “Ida Bhatara Siwa kayun mapaica waranugraha kahuripan ring Rahu sané kantun sirah kémanten. Ipun kanikain ngemit candi-candi Siwa antuk rupa tapel Boma inucap,” asapunika pangripta sesolahan Anoman ring Sendratari Ramayan puniki nartayang. (was)
(93)
B a s a
7
B a l i
Candi Bentar miwah Candi Kurung
Niyasa Panyucian Pikayunan Tatkala Nangkil ka Pura SAKADI sané sampun kauningayang krama Hindu Nusantara sané wénten ring Bali miwah genah siosan majanten uning tur muatang pisan antuk kawéntenan Pura. Wewidangan suci pinaka genah krama Hindu ngaturang sembah pangubakti punika majanten kapanggih ring makudang-kudang genah utamanipun ring wewidangan banjar adat wiadin désa pakraman. Irika majanten makudang-kudang pura kasungungsung pinaka Parahyangan ring wewidangan punika utamanipun sané marupa Pura Kahyangan Tiga. Sané kapanggih ring pura minakadi, makudang-kudang palinggih miwah gedong manut kawigunanipun. Wénten taler parindikan sané arang pisan kauratiang olih krama inggih punika Candi Bentar miwah Candi Kurung. Ring pura sané genah wewidanganipun ka pah dados tri mandala, luire; nista, madya miwah utama mandala majanten jagi kapanggihin kawéntenan candi bentar miwah candi kurung. Genah candi bentar punika satmaka paselat saking nista mandala sareng madya mandala wus punika wawu kapanggih candi kurung sané kagenahang satmaka dados paselat saking madya mandala sareng utama mandala. Jero Mangku Pasek, jero mangku sané taler nelebang sastra lontar saking Br. Dukuh Sari, Kerobokan, Kuta, Badung maosang, makekalih punika madaging antuk tattwa tur boya ja wantah kawangun antuk parikrama seni kémanten. Candi bentar mawit saking kruna
BPM/was
CANDI – Ring pura sané wewidanganipun kapah dados tigang mandala inggian nista, madya, miwah utama mandala majanten kapanggihin wangunan candi bentar miwah candi kurung pinaka genah ngranjing wiadin medal. “bentar” sané mateges “palas” dadosné punika matetuek mangda krama sané pedek tangkil ka pura, lanang wiadin istri mangdané masahang utawi malasang sekancan parindikan kaon saking padéwékan saha ngranjing ka pura tur nangkil ring ajeng Ida Bhatara pinaka jadma sané embas sangkaning patemon Angkara utawi lanang miwah Ahkara utawi istri antuk manah sané ning suci nirmala. Wusan punika wawu ngranjing ring candi kurung sané tattwanipun ngawindu inggih punika kramané sané sampun wusan nangkil mangdané muletang utawi ngulengang manahnyané jagi ngardi kabecikan utawi kahanan sané jagadhita pinaka tattwa saking Ida Sang
Hyang Widhi Wasa. “Sapatutné iraga ngicalang rasa gedeg miwah krodha manados degdeg risampuné wusan nangkil miwah ngaturang sembah pangubhakti ring pura. Duaning punika wantah kabaosang antuk nyengker pikayunan ring padéwékan mangda manah miwah pikayunan dados becik,” baos dané. Parindikan punika taler kabaosang I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd.H., budayawan sané taler akéh ngripta bukubuku budaya Bali. Dané maosang yéning candi bentar wantah niyasa malasang sekancan parindikan kaon ring padéwékan. Candi kurung utawi sané ketah kabaosang antuk candi gelung wantah niyasa windu
sané mateges suci nirmala. Dané maosang yéning soangsoang mandala jagi kabelat antuk tembok panyengker miwah paduraksa. Punika matutek mangda triguna ring sekancan padéwékan prasida kategul. Paduraksa wantah niyasa bayu, sabda miwah idep sané sampun manunggal. Sakéwanten sané manados cecihnan saking pura sané kawangun ring masan nguni inggih punika kapanggihin kawéntenan pepayasan ring candi kurung sané marupa tapel raksasa antuk tlapakan lima sané makebatan. Punika kawastanin antuk tapel Boma sané tetuek pun pateh sakadi Dwarapala inggih punika mateges Kala utawi Galah. Manut
Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., budayawan Bali sané taler mantan rektor ASTI/STSI Denpasar 1981-1997, tapel Boma punika ketah kabaosang antuk tapel Kala Kirthimuka sané yéning kacingak masaih utawi wangun pangawit saking barong Két sané ring pakraman Bali kauningayang pinaka wangun sekala saking Banaspati Raja utawi Ratuning Alas sané pinih sakti. “Ring India ketah kasengguh antuk Simhamukha utawi Kirthimuka. Tetujonnyané nyelehin singa duaning beburon inucap kajantenang pinaka buron sané wicaksana tur prasida ngasorang sekancan parindikan kaon,” asapunika Prof, Bandem maosang. (was)
Balé Kulkul ring Pura
Magenah ring Bhuta Raksa SAKADI sané sampun kauningayang, ring pura sané kasungsung olih krama Hindu, majanten kapanggih makudangkudang wangunan antuk kawigunannyané soang-soang. Minakadi makudang-kudang soroh palinggih, candi bentar miwah candi kurung majanten kapanggihin kawéntenanipun ring pura sané wewidangannyané jimbar tur kapah dados tigang wewidangan. Wénten taler wangunan sios ring wewidangan pura, minakadi balé kulkul sané majanten madaging antuk tetuek miwah katattwan. Kulkul taler balé kulkulnyané wantah masikian sané majanten mabuat pisan kawéntenanipun ring wewidangan pura. Manut Jero Mangku Pasek, kulkul utawi sané ring sastra kabaosang antuk gendongan wantah patinget utawi piranti mapaungu ring sekala miwah niskala. Sakadi sané munggah ring sastra, kulkul taler pinaka linggih Sang Hyang Iswara Suréngrana antuk wadwa bhutanidané mawasta Sang Kala Gégératna sané jagi ngamdelang pawarah-warah malarapan antuk sarana kulkul inucap. Ngeninin indik tali sané kawigunayang dados pangantungan kulkul,
dané maosang beciknyané ngawigunayang tali duk miwah tali guntung. Duaning duk wantah niyasa Ida Bhatara Wisnu, tali guntung wantah niyasa Ida Bhatara Brahma. Sangkaning punika, tali kulkul sané pinih becik patut malakar antuk tali duk miwah tali guntung, yéning nénten wénten akéh sinah tali duk miwah tali guntung punika dados kanggén jejatonan kémanten. Sios punika, ngeninin indik genah kulkul taler balénnyané, dané maosang yéning ring pura patut kagenahang ring Bhuta Raksa utawi Kelod Kauh ring wewidangan jaba tengah pura. “Ring wewidangan Kelod Kauh wantah genah Sang Bhuta Gégératna, dadosné irika patut dados genah balé kulkul,” baos dané. Satios punika, I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd. taler maosang, ring katattwannyané, kulkul wantah linggih Sang Hyang Iswara tur mawiguna horizontal miwah vértical. Yéning ring horizontal, kulkul ring pura dados sarana mapiungu utawi mapatinget ring krama pangempon pura utamanipun sané jagi ngamargiang ayah-ayah. Yéning vertical wan-
tah tatkala kulkul kasuarayang, sinah Ida Sang Hyang Iswara taler katedunang. Dané malih maosang, gendongan taler kawigunayang pinaka sinalih tunggil Panca Gita. Parindikan inucap taler kabaosang I Wayan Subagia, sangging kulkul saking Br. Denjalan, Batubulan Gianyar. Dané maosang, parikrama ilén-ilén upacara yadnya sampun kabaosang puput yéning sampun kadagingin antuk Panca Suara utawi Panca Gita minakadi suaran genta Ida Pedanda utawi pamangku, suaran mantra sané kauncarang, suaran kekidungan utawi kekawin, suaran gambelan tur pinih untat suaran kulkul. Punika satmaka dasar sané patut kajangkepang sajeroning upacara yadnya. Dané malih maosang, tatkala makarya kulkul patut nganutin sapunapi déwasa sané patut tur pinih becik kanggén ngawitin makarya kulkul utawi ngawitin ngetok kayu. Déwasa punika wantah Kala Gégér sané rauh nganem bulan ping kalih, ring rahina Wraspati Pon Wuku Wariga miwah Saniscara Kliwon Wuku Wariga. Manawita makarya saraina utawi dados pakaryan sakadi nyetém ge-
“NAAH, ngwalesang jani. Napi tiang taén kéto Bi? Aaeh Tungurah nakal ten kalah ngraos... nééh rasanin,” Arniek gregetan nyigit lan makpak tangan gélanné saking sayang. “Naah suud uyut, lamun lakar kangen-kangenan mrika di meja makan ngajeng malu, nyanan apang ten sanjaan budal ka Bangli,” baos bibikné getar saking sayang ring Arniek. Ngurah Jelada nuut manten dandana ring Arniek ka duri. Bik Marlien kenyem-kenyem. Di méja makan tan urungan Ngurah Jelada nyerah di pelukan gélanné ngaras mawanti-wanti. “Nggih dong ngayun, ngujang bengongin ajengané? Napi perlu tiang majengin?” “Sing kéto Ar... Sayang. Berat rasanné Beli ngalahin mulih, yén inget tekén candén iragané jani. Dumadak sing nganggu konsentrasi iragané malajah,” baosné Ngurah Jelada. “Ooh, kadén Tungurah nuturin. Madasar tresna lan satya iraga pasti jemet malajah. Kocap otaké tan bina kadi kamar-ka-
mar sané mapintu. Yén sedeng malajah kamaré lénan tutup. Yén sedeng pacaran ayo kamaré lénan undebang ha ha ha ?” saurné Arniek bungah. Sang kalih mangkin seleg ngajengang yadiastun ulamné amung capcay lan fuyunghay. Usan ngajengang Arniek ngambil pakéan dalem gélanné ring panyemuhané raris setrikana mangda nyidaang baktana mantuk. Jam kalih ngantos jam pat Bibi Marlien biasa nutup tokonné ajebos mangda polih istirahat. Demen manahné ningalin Arniek terampil nampedang bebaktaan gélanné, nampedang tas wiadin bungkusan jaga budal ka Taman Bali. “Bibi, matur suksma tiang sampun ngrépotin lan nunas nasi driki. Mangkin lakar mapamit apang ten bas soré teked jumah,” baosné Ngurah Jelada raris ngandong tasné. “Ngiring Tungurah, élingang yén wénten galah mriki malali kapah-kapah mangda Luh Suwarni ten kasepian. Cingakin ja mangkin sebengné égar sumrin-
gah,” atur bibikné. “Aah Bibik yapin ten mriki, diudara tetep nyambung ten kénten Tungurah Sayang,” baosné saha nututin gélanné rauh ring pamedalé. Tan lali taler cipika-cipiki madaag daag. Ngurah Jelada matekep botol nyrengseng beneh kalér tutuga antuk paliatné Arniek sendu. *** Rarianang dumun nuturang pamarginné Ngurah Jelada mantuk saking malila cita. Mangkin mawali miarsayang rerembugan reramanné sareng Luh Méga ring Taman Bali. Sapaninggal Ngurah Jelada mantuk, Luh Mégantari kapah medal. Yén wenginé usan nonton televisi sareng reramanné ngelisang masaré. Yéning latihan Pramuka setata sareng misanné. Naen Ibunné ngintip Luh Méga nonton sépak bola padéwékan. Kabenengan kantun ngaso molas menit ngantos babak keduané. Luh Méga bengong sakadi kebo mabalih gentuh. Panyawangné madoh ka langit-langité. Toyan panonné padlengdeng ngelut galeng guling.
BPM/was
KULKUL – Balé kulkul sané wénten ring pura majanten magenah ring jaba tengah. Balé kulkul kawangun ring Bhuta Raksa utawi genah Kelod Kauh. gambelan, genta miwah piranti suara sané siosan sinah karereh dewasa Karna Sula sané majanten kapanggihin pangrauhipun nyabran sasih.
Yadiastun prasida kamargiang ri kala Purnama, nanging kautsahayang mangda prasida ngamolihang déwasa Kala Gégér utawi Karna Sula. (was)
“Luh, nguda sepi. Kadén melah lelucon bolané? Lamun kiap melahan ja masaré.” “Ooh Ibu, tiang sajan marasa kasepian. Napi malih yén siang kalahin Ibu ajak Bapak masuk, jumah jeg sepi samun ten ada Tungurah. Kéné ko rasanné padidi ten ngelah nyama.” “Ipidan dugasé tondén ada Tungurah kadén Iluh masih jumah padidi, sing kakéné?” “Sajan Bu, mangkin mara tiang marasa madan idup, ngelah ukudan ané dadi anggon mayadnya nyalanang catur margané. Ngelah keneh ané tan lémpas uli budi satwam, rajah lan tamah. Inget ngelah swadarma dadi manusa. Mirib niki ané madan mara nawang awak.” “Mula kéto Luh. Jani Cening suba kelih. Bisa miara raga, gunanné sing ada lén tuah apang anaké demen ningalin. Sataning manusa ILuh masih demen ningalin ané melah, asri, jegég utawi bagus. Ulian ento ngwetuang rasa tresna. Yén tresna tekén lawan jenis, ento kadanin kama indria utawi méndra. Sing pelih
yén Luh makeneh ngelah timpal curhat, cara janiné pacaran. Nanging ati-ati milah-milah lan milihin gegélan apang tusing salah pilih. Sujatinné nyén sih Arjunané ané dadi idola keneh ILuhé?” pitakén ibunné alon makenyem. “Aah Ibu, sagét ngenehang gegélan. Cara bungané tiang mara kepit, enu pusuh.” “Naah ento sangkala marasa enu pusuh melahang ngempu sari, apang tusing kausak-asik i kekupu utawi si kumbang jalang. Dadi luh mula kéweh, yén melah baan masolah dadi luwih. Nanging yén salah abedik bisa dadi luu, sampah masyarakat,” pitutur ibunné. “Nggih Bu, tiang ten pacaran. Nanging marasa leket, sulit rasanné mapasahan ajak Tungurah Jelada. Kénkén kadén jeg ten marasa aman majalan yén ten bareng raganné. Napi baané taén kasengkalan ipidan dadi setata trauma?” baosné Luh Méga ngalem ibunné. (Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Sira sané Kasengguh Bhatara Guru? BHATARA Guru (Bhatara Hyang Guru; Sang Hyang Pramesti Guru) wantah guru sané pinih sujati, sajeroning Lontar Sundarigama kaunggahang, rainan Pagerwesi wantah raina payogan Sang Hyang Pramesti Guru. Pinaka rasa suksmaning manah saking Ida Bhatara Surya pinaka sinalih tunggil sisyanidané, Bhatara Siwa kaicén gelar pinaka Bhatara Guru, santukan Ida wantah guru saking samian déwata. Sajeroning Lontar Tutur Gong Besi, Bhatara Guru wantah Ida Bhatara Siwa sané kasengguh pinaka Ida Bhatara Dalem. Ida Bhatara Dalem wantah Bhatara Guru pinaka Sang Hyang Parama Wisésa. Ida wantah wit kahuripan, Ida sané ngupapira jagat puniki, Ida taler sané ngwasa jagat patiné, mawinan Ida taler kasengguh Sang Hyang Pamutering Jagat. Mapaiketan ring sembah pangubakti majeng Ida, patut kauningin dumun Ida maprabhawa sira utawi sira jejuluk-Idané. Santukan Ida pinaka panguttpati, sthiti, miwah pamralina, Ida molihang makéh gelar, makéh aran nganutin genah Ida malinggastana. Ri kala Ida Bhatara dalem malingga ring Pura Puseh, Sang Hyang Triyodasa Sakti wastanidané. Ri kala malingga ring Pura Desa, Sang Hyang Tri Upasedhana wastanidané. Ring Pura Balé Agung, Ida kastawa pinaka Sang Hyang Bhagawati. Ring pempatan margi, Ida kastawa pinaka Sang Hyang Catur Bhuwana. Ri kala Ida malingga ring pateluan margi, Ida kasengguh pinaka Sang Hyang Sapuh Jagat. Ida Bhatara Dalem ri kala malingga ring sétra, Ida kaastawa pinaka Bhatari Dhurga. Ri kala Ida malingga ring patunon utawi pamuwunan, Ida kaastawa pinaka Sang Hyang Bherawi. Ri kala kaastawa ring Pura Pangulun Setra, Ida mapeséngan Sang Hyang Mrajapati. Ring pasih, Ida Bhatara Dalem kaayat pinaka Sang Hyang Mutering Bhuwana utawi Sang Hyang Waruna. Matilar saking segara saha nyujuh langit, Ida kaastawa pinaka Bhuwana Taskara Pati. Taskara wantah surya utawi matan ai, pati wantah bulan. Ri kala Ida malingga ring Gunung Agung, Ida kasengguh Sang Hyang Giri Putri, Giri pinaka gunung, Putri wantah anak istri, inggih punika saktin Ida Bhatara Guru sané malinggastana ring Sanggar Penataran, Panti Parahyangan, miwah ring samian parahyangan. Yéning Ida malinggastana ring Gunung Lebah, Ida kasengguh Dewi Danu. Ri kala Ida malingga ring pancoran toya, Ida kasengguh Sang Hyang Gayatri. Yéning ring telabah, Ida kasengguh Bhatari Gangga. Bhatara Dalem ri kala malingga pinaka pangayom para petani sané wénten ring carik/ uma, Ida kaastawa pinaka Bhatari Uma. Ring jineng utawi lumbung padi Ida kaastawa pinaka Bhatari Sri, ring genah beras/pulu Ida kaastawa pinaka Sang Hyang Pawitra Saraswati. Ring genah nasi Ida kaastawa pinaka Sang Hyang Tri Merta. Ring palinggih/Sanggar Kamimitan (Kamulan) pinaka genah suci kulawarga, Ida Bhatara Dalem kaastawa pinaka Sang Hyang Aku Catur Bhoga. Aku maraga lanang, istri, miwah banci. Masikian dados Sang Hyang Tuduh utawi Sang Hyang Tunggal, ring Sanggar pahrayangan linggastanan Ida. Kasengguh taler Ida pinaka Sang Hyang Atma, ring Kamulan Tengah wantah raganta pinaka atman sané dados yayah lan ibu sané pamuputné pacang mawali budal tur matunggalan dados Sang Hyang Tunggal. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Pon, 10 September 2017
Sanggah Kamulan
Palinggih Sang Hyang Tri Atma KRAMA Bali pamekas sané magama Hindu ngastawa Ida Sang Hyang Widhi antuk samian prabhawainidané miwah bakti ring Dewa Hyang utawi Déwa Pitara. Satios nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi, sajeroning wéda kapatutang taler nyinggihang Déwa Hyang (Déwa Pitara). Antuk punika, krama ngwangun palinggih pinaka genah pangayatan. Palinggih yéning kasorohang manut kawigunannyané prasida kapah dados kalih, luiré; pinaka genah ngayat Ida Bhatara (Dewa Pratistha) miwah genah ngayat Déwa Hyang/Déwa Pitara (Atma Pratistha). Genah ngayat Atma Déwa Hyang/Déwa Pitara (leluhur) ketah kasengguh merajan. Wentuk palinggih ring merajan kasorohang dados kalih, luiré palinggih utama miwah palinggih panyangkep. Palinggih utama kawastanin sanggah kamulan, palinggih panyangkep minakadi palinggih taksu, anglurah, padma sari, Sajeroning Lontar Ciwagama kabaosang, “… Bhagawan Manohari, Ciwapaksa sira, kindwa kinon de Cri Gondarapati, umaryanang Sadkahyangan, manista Madya motama, mamarista swadarmaning wang kabeh. Lyan Swadadyaning wang saduluking wang, kawan dasa kinon magawe pangtikrama. Wang setengah bhaga rwang puluhing saduluk, sanggarpratiwi wangumen ika, kamulan panunggalanya sowing”. Artosnyané: Bhagawan Manohari pangiring Bhatara Ciwa kauduhang olih Sri Gondarapati ngwangun Sad Khayangan alit, madya, wiadin ageng. Sané pinaka kewajiban samian umat. Tios kewajiban krama sané langkungan ring petang dasa kulawarga patut ngwangun pura panti. Atehang saking punika utawi kalih dasa kulawarga patut ngwangun pura Ibu. Alitnyané, 10 kulawarga ngwangun Pratiwi, miwah kamulan pinaka genah pamujaan sané patut kawangun olih
soang-soang kulawarga. “Saking kutipan inucap, majanten pisan nyabran krama sané sampun makulawarga (grehasta) sané sampun magenah ring pakarangan paumahan ngraga patut ngwangun sanggah kamulan,” baos Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali. Ida ngwewehin, Sanggah Kamulan mawit saking kruna Sanggah miwah Kamulan. Sanggah wantah pauwahan saking kruna “Sanggar” sané maartos “pemujaan”. Kamulan mawit saking kruna “Mula” sané mateges akah, dasar, wit. Antuk punika, Sanggah Kamulan wantah genah pemujaan wit (Hyang Kamulan utawi Hyang Kamimitan). Mawinan sané kaayat ring palinggih Sanggah Kamulan nénten tios wantah Hyang Kamulan utawi Hyang Kawitan pinaka wit krama inucap. Kamulan utawi Kawitan wantah wit krama inucap. Manusia sajeroning basa Bali alus kasengguh jadma sané mateges atma sané embas, antuk punika manusa mawit saking atma. Sajeroning Lontar Usana Dewa kabaosang: “Ring Kamulan ngaran Ida Sang Hyang Atma, ring Kamulan tengen Bapa ngaran Sang Paratma, ring Kamulan kiwa Ibu ngaran Sang Ciwatma, ring Kamulan tengah ngaran raganya, yaitu Brahma, dadi meme, bapa meraga Sang Hyang Tuduh”. Artosnyané, ring Sanggah Kemulan Ida kasengguh Sang Hyang Atma, ring rong Kemulan kenawan Bapa, wastannyané Sang Hyang Paratma. Ring rong Kemulan kiwa Ibu, kasengguh Siwatma, ring rong Kamulan tengah wantah Ida pinaka Brahma, manados purusa-pradana, pinaka Sang Hyang Tuduh/Sang Hyang Tunggal. “Antuk punika, sané malinggih ring Sanggah Kamulan wantah Sang Hyang Tri Atma, luiré Paratma, Siwatma miwah Sang Hyang Tunggal/ Tuduh,” Ida nguntatin. (uma)
Piolihan Pengrajin Sanggah Kayu Nedunang RING sadoh margi By Pass Ida Bagus Mantra makanten majéjér asil kerajinan, ngawit asil kerajinan tiing, batu, gerabah, miwah asil kerajinan kayu. Kerajinan punika majéjér rapi. Kantos mangkin akéh krama sajebag Bali rauh numbas kerajinan punika. Sanggah pinaka genah suci umat Hindu Bali wantah sinunggil asil kerajinan sané kaadol ring wewidangan inucap. Ngawit sanggah malakaran batu, semen, paras, kantos kayu makanten majéjér irika. Nanging pateh sakadi sané sedek kaarepin olih pengrajin sanggah batu, pengrajin palinggih kayu taler maosang parindikan sané pateh inggih
punika omsét sané nedunang. Minakadi sinunggil pengrajin palinggih kayu mimitan Kecamatan Kubu, Karangasem, I Wayan Jenet (39). Dané maosang pungkuran akedik pisan polih ngadol palinggih. “Tiang nénten uning napi sangkaning ékonomi sané durung tegteg, napi sangkaning pangarsan krama sané nedunang, yéning sangkaning persaingan, nika pasti,” baosnyané. Ring genah dané maadolan ring wewidangan Jalan By Pass IB. Mantra makanten majéjér sakatah sanggah kayu sané sampun satengah jadi. Sanggah kayu sané kakaryanin minakadi sanggah kamulan, sanggah taksu,
BPM/dok
CAT- Makanten sanggah kayu rong telu sané sedek kaicén cat ring ukirannyané, mangda asilnyané becik pula-pali ngecat musti rapi.
BPM/dok
KAMULAN - Palinggih Kamulan rumasuk sinalih tunggil palinggih sané patut wénten ring merajan soang-soang paumahan.
miwah sanggah rong kalih. Makarya sareng kalih diri ring genahnyané sajeroning a bulan dané ngangken prasida mragatang a unit sanggah. “Nika sangkaning proses-nyané lami tur mapanta-panta taler manut ukuran, iriki wantah nyetél utawi ngrakit kémanten,” baosnyané. Indik proses ngukir, manut dané kakaryanin borongan olih tukang ukir ring umahnyané soang-soang. Ngukir kakaryanin borongan santukan pakaryan ngukir muatang kawagedan ngukir. Tetujonnyané mangda sanggah kayu ukiran prasida digelis kapuputang. Jenet sané ngambil pakaryan pinaka pengrajin sanggah kayu ngawit warsa 2007 tur wawu petang warsa pungkuran madué genah pakaryan ngraga puniki maosang, sajeroning muputang sanggah kayu, sanggah kamulan sané kakaryanin pinih lami santukan ukirannyané pinih méweh. Dané sané ngicén tokonnyané aran Jenet Sari puniki ngangken sampun biasa ngirim sanggah kayu ukir ka sajebag Bali. Ngadol sanggah ukir manut dané taler patut madué kawagedan ngraabin sanggah, duaning wénten krama panumbas sané ngarsayang pengrajin langsung ngraabin sanggah sané katumbas ring genah krama panumbas. Maosang indik pikobet, manut dané salami pinaka pengrajin sanggah kayu nénten naen manggihin pikobet sané méweh pisan, wantah pangarsan krama kémanten sané manut dané sering nincap tur tedun. (uma)
Satua
Déwata lan Manusa Olih : Madé Taro SANG Hyang Widhi Wasa ngajum reriptan para déwatané punika. Ida makenyem bungah manggihin kahanan jagaté. Saking langité kanten mawarna-warni sangkaning sarwa tetaruan lan sarwa sekaré ngawinang asri lan dayuh. Warnan pasihé pelung lan kasunarin matanai, ngawiang sayan asri pakantenané. Tios punika Ida taler manggihin sarwa buroné macanda girang, saling uberin. Di langité kabekin sarwa kedis mangindang. Busan-busan panggihina beburon ageng sakadi macan lan buaya ngrebut mamahané. Kala wengi, wantah panggihina bintangé pakenyitnyit. “Samian mararian,” baos Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané kala punika nedeng ngaksiang kalewihan jagaté ri kala wengi. Makudang-kudang raina, Ida Sang Hyang Widhi mawali ngarepang mangda Bhatara Catur Lokapala rauh ka genahidané. “Para Déwata! Yukti-yukti asri lan ngulangunin pisan pakardinidané punika. Sakéwanten Gelah marasa padalem yéning I Déwa bolak-balik tedun ka jagaté miara samian pakardiné ento. Jani, melahan I Déwa ngardi malih sané kawastanin manusa. Manusa sané prasida mapikeneh, ngardi sarwa sané anyar. Manusa sané kapungkuran miara sadaging jagat. Pantaraning pakardin I Déwané, manusa sané ngelah tegak paling tegeh. Mawinan, kardi malih sakadi pangaptin Gelah.” Sang Catur malih marembug, Ida cumpu ngripta manusa sakadi pangaptin Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sakéwanten rupannyané sukil kapikayunang. Napiké rupané sakadi sampi, bojog, kedis, utawi sané tiosan. “Ampurayang, Ratu!” baos Sang Catur punika sinarengan. “Titiang boya nulak, sakéwanten sukil mikayunin sapunapi rupan manusa punika. Santukan punika, kantos mangkin titiang sareng pat durung prasida ngardi manusa.” “Yéning buka kéto, I Déwa patut nunas tulung ring Sang Citra Gopta, Bhatara ané wikan ngarya patung. Yéning wentuk manusa ento suba pragat, Gelah sané bakal ngidupang.” (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
Minggu pon, 10 SEPTEMBER 2017
9
AS Terbuka Nadal ke Final
SPORT
HAL 12
Mimpi Suriah Tetap Terjaga
Damascus – Suriah semakin dekat mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang sudah lama menderita akibat perang sipil. Teriakan sukacita dikumandangkan para penggawa Suriah setelah mencatatkan hasil imbang 2-2 dalam lanjutan babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2018, kala menghadapi tuan rumah Iran. Memang sekadar hasil imbang, tapi itu berarti lebih bagi para pemain dan tentunya masyarakat Suriah secara keseluruhan. Raihan satu angka di Tehran tersebut memastikan mimpi mereka untuk bisa tampil di Piala Dunia untuk kali pertama tetap terjaga. Takdir seperti tak berpihak pada Suriah pada mulanya, terlebih Iran nyaris menyegel kemenangan dengan keunggulan 2-1 mereka sempat bertahan hingga menit akhir permainan. Namun tanpa diduga, Omar Al Somah mengejutkan publik Azadi Stadium dan sebaliknya membuat masyarakat Suriah bersorak kegirangan setelah mencetak gol penyeimbang beberapa detik jelang wasit meniup peluit panjang. “Gol kedua! Gol kedua bagi tim kami! Siapa yang mencetak gol itu? Siapa? Somah! Itu adalah Somah! Itu adalah Somah!” teriak seorang komentator Suriah yang tak kuasa membendung air mata bahagianya. “Maafkan saya! Tapi saya sudah kehilangan kendali emosi, tidak ada yang bisa menghentikan mereka!” katanya lagi. Sudah lebih dari enam tahun lamanya Suriah menderita akibat adanya perang saudara yang terjadi di negara Asia Barat tersebut, dan selama itu pula tawa dan canda menjadi barang yang sangat langka di sana. Tapi kini, melalui sepak bola setidaknya mereka punya alasan untuk sejenak bersuka cita dan merayakan hasil perjuangan tim nasional mereka. Hasil imbang tersebut juga menodai kesempurnaan Iran sepanjang babak kualifikasi berlangsung. Sebelum dibobol Tamer Haj Mohamed di menit ke-13, Iran menggenggam rekor impresif dengan selalu mencatatkan clean sheet dalam 13 pertandingan kompetitif terakhir mereka, tepatnya selama 1,121 menit atau lebih dari 18 jam secara keseluruhan. Perjalanan Suriah hingga sejauh ini sungguh luar biasa, karena mereka tempuh dengan segala kekurangan yang ada. Situasi dalam negeri yang tak kondusif membuat mereka terusir dan harus menjadi tim musafir yang menjamu lawan-lawan di negara lain. Mereka harus pergi jauh ke timur hanya untuk menggelar partai kandang di Malaysia. Kualitas tim Suriah sendiri sama sekali tak terpengaruh kendati suhu sosial dan politik mereka memecah belah pandangan insan sepak bola. Skuat Qasiun Eagles sempat ditinggal beberapa pemain kunci, seperti striker veteran Firas Al Khatib misalnya pernah memboikot timnas sebagai bentuk protesnya kepada rezim Bashar Al Assad. “Saya takut, saya takut. Di Suriah jika Anda bicara menyampaikan opini maka seseorang akan membunuh Anda atas apa yang Anda kemukakan, pikirkan dan bukan atas apa yang Anda lakukan,” tutur Khatib, Sabtu (9/9) kemarin. Namun di tengah situasi dilema, sang pemain berusia 34 tahun yang menghabiskan sebagian besar kariernya di Kuwait mengesampingkan egonya sekaligus mengambil risiko dengan kembali bergabung dan kembali menggemban ban kapten timnas yang berarti akan melukai perasaan sebagian besar penduduk Suriah yang awalnya mendukung langkahnya memberontak pada pemerintah. “Di Suriah, ada banyak pembunuh. Tak hanya satu atau dua. Dan saya benci mereka semua. Tapi apa pun yang terjadi, 12 juta masyarakat Suriah akan mencintai saya, meski 12 juta lainnya tentu ingin membunuh saya,” tegas Khatib. Kembalinya Khatib ke Timnas Suriah mendapat kecaman dari berbagai rekannya. Ia bahkan sampai menghapus nomor handphone-nya yang terpampang pada facebook pribadinya. Hal itu dikarenakan banyak pesan masuk bernada ancaman pada dirinya. Salah seorang temannya, Nihad Saadeddine mengatakan jika Khatib kembali dia akan diturunkan ke “tempat sampah sejarah bersama dengan semua orang yang mendukung penjahat Bashar al-Assad.” Saadeddine berjanji untuk tidak berbicara lagi dengan Khatib. Dilema bagi Khatib jelang timnas berlaga. Apabila ia bergabung, ia akan dijadikan kapten dan menjadi pemain yang dihormati. Namun, jika menolak maka cap sebagai pemberontak akan disematkan pada dirinya. Bahkan saat itu Assad kerap menggunakan cap ISIS bagi mereka yang memberontak kepadanya. Keputusan berani Khatib tersebut terbayar meski belum secara penuh. Suriah kini hanya tinggal berjarak empat pertandingan dari panggung tertinggi Piala Dunia. Australia akan menjadi tantangan pertama mereka dalam dua pertemuan play-off zona Asia sebelum nantinya ditunggu pemenang play-off zona Amerika Utara dan Tengah (CONCACAF), guna memperebutkan satu tiket menuju Rusia. Akankah takdir akan membawa Suriah mewujudkan mimpi Piala Dunia? Apa pun hasil akhir yang dicapai pada akhirnya nanti, setidaknya kisah heroik mereka yang berjuang di tengah keterbatasan di dunia sepak bola bisa menjadi tamparan bagi negara-negara yang memiliki nasib lebih baik termasuk Indonesia. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
RAYAKAN - Pendukung timnas Suriah merayakan keberhasilan negaranya lolos ke babak play-off Piala Dunia 2018.
Harapan Baru di Tengah Perang London –
Perang dan konflik telah lama menjadi isu yang menghantui sepak bola di Asia. Tetapi di balik kehancuran dan penderitaan yang terjadi, sering kali dongeng tercipta lewat penampilan hebat para pemainnya yang bisa mengangkat negaranya keluar sejenak dari kesedihan. Beberapa negara seperti Vietnam Selatan kini sudah tak ada lagi. Negara lainnya, seperti Lebanon terpengaruh perang saudara begitu dalam, sehingga sulit membayangkan kondisinya akan kembali normal. Suriah yang saat ini dihajar oleh konflik saudara yang begitu kompleks, juga masuk dalam kategori yang terakhir. Negara di mana sepak bola sangat jauh dari penting. Meski begitu, tim nasional mereka yang didukung secara antusias oleh presiden negara tersebut, Bashar Al Assad bisa lolos hingga ke fase terakhir kualifikasi Piala Dunia zona Asia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Mereka bahkan mampu lolos hingga fase play-off level AFC dan akan bertemu dengan Australia pada 5-10 Oktober nanti untuk menentukan siapa yang layak menjadi wakil Asia dalam laga play-off level inter-kontinental melawan wakil CONCACAF. Ini seharusnya menjadi masa yang bagus, masa yang membangun optimisme dan bisa dianggap sebagai pertanda bahwa sesuatu yang baik akan datang bagi negara ini. Omar Al Somah telah tampil luar biasa di liga Arab Saudi selama dua musim terakhir untuk tim dari Jeddah, Al Ahli, di mana ia mengakhiri musim lalu sebagai top skor liga dan melanjutkan performa bagusnya di Liga Champions Asia. Meski begitu, Al Somah lima tahun tidak bisa memperkuat negaranya. Setelah terang-terangan menyuarakan dukungannya terhadap faksi Anti-Assad, Al Somah salah satu pemain tertajam di Timur Tengah saat ini tidak pernah dipanggil lagi ke skuat Suriah sejak 2012 lalu. Saya selalu merasa sedih ketika mengingat Suriah,” kata Al Somah kepada pers Arab Saudi tahun lalu. “Saya kehilangan begitu banyak teman dan keluarga karena krisis di sana. Saya sedih dengan situasi di negeri tersebut, dan
saya berharap hal ini akan segera berakhir dan negara saya bisa kembali seperti sediakala.” Al Somah yang sebelumnya juga bermain di tanah airnya sebelum pindah ke Kuwait dan Arab Saudi, telah membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang paling ditakuti di Timur Tengah. Ia mencetak 22 gol di musim 2014/2015 dan begitu impresif dengan memadukan kekuatan fisik dan skill-nya. Ia adalah salah satu dari banyak pemain sepak bola yang berasal dari negaranegara di Asia yang dihantui oleh perang dan harus menyingkirkan pikiran soal kondisi di negara mereka untuk bisa berkembang sebagai pesepak bola. Tetangga Suriah, Irak, berada dalam berbagai kon-
disi perang sejak tentara Saddam Hussein menginvasi Kuwait pada Agustus 1990. Namun konflik sebetulnya telah menghantui negara ini sejak tahun 1980-an dan sejak awal Perang Tujuh Tahun dengan Iran. Sejak tentara Saddam dipaksa untuk mundur dari perbatasan negara mereka sendiri, mereka harus menghadapi berbagai konflik: baik itu dalam bentuk serangan udara, sanksi PBB, invasi atau perang sektarian. Hanya sedikit negara yang harus menghadapi begitu banyaknya turbulensi, seperti yang dihadapi Irak selama tiga dekade terakhir. Namun negara ini terus menghasilkan beberapa pesepak bola paling mengesankan di sepak bola Asia. Ada satu pemain Irak sudah masuk dalam daf-
tar 50 pemain Asia Terbaik tahun ini, sementara tahun lalu ada dua nama. Bagi pemain-pemain seperti mereka, situasi yang menegangkan di tanah air justru digunakan sebagai motivasi bagi mereka untuk bisa memberikan kegembiraan bagi rakyatnya dengan penampilan mereka di atas lapangan hijau. Ali Adnan telah menjadi standar bagi generasi baru pemain Irak yang terinspirasi oleh kesuksesan luar biasa negaranya untuk menjuarai Piala Asia 2007, bersama talenta-talenta bagus lainnya dalam diri Humam Tariq, Dhurgham Ismail dan Mohammad Abdulraheem. Adnan telah tampil impresif sejak pindah ke tim Serie A, Udinese pada musim panas lalu dan akan menjadi bagian penting bagi timnas Irak yang berusaha lolos ke putaran final Piala Dunia di Rusia. Bukan hal yang aneh jika ia ingin memberikan kegembiraan bagi rakyat
negaranya lewat penampilannya di atas lapangan. “Kami akan terus memburu tiket ke Piala Dunia hingga akhir kualifikasi Piala Dunia dan saya yakin kami akan mampu merebutnya,” katanya kepada majalah resmi FIFA baru-baru ini. “Irak baru pernah lolos ke putaran final Piala Dunia 1986, jadi ini adalah waktunya kami ke sana lagi. Kami juga berhutang pada rakyat kami yang telah diasosiasikan dengan perang dan kekerasan dan bukan hal lainnya selama bertahun-tahun,” imbuhnya. Betapa pentingnya olahraga kadang-kadang memang dilebih-lebihkan, tetapi bagi para pemain ini terinspirasi dan didorong oleh situasi mengerikan di negaranya, sepak bola memberikan rasa kegembiraan dan harapan, distraksi dan keinginan untuk selamat yang mendorong mereka ke level yang tak akan pernah mereka capai tanpa sepak bola. (kmb33/rtr)
OLAHRAGA
10
Minggu Pon, 10 September 2017
La Liga akan Beda Tanpa Barcelona
ANDALAN - Pemain muda baru andalan AC Milan, Patrick Cutrone.
BPM/rtr
Lazio Vs Milan
Tim Tamu Tebar Ancaman
Roma – Sebuah partai panas akan tersaji di giornata ketiga Serie A musim ini. Dua tim kuat Italia, Lazio dan AC Milan akan saling berduel di Olimpico Stadium malam nanti. Revolusi Milan di bursa transfer musim panas kemarin nampaknya mulai menunjukkan hasil yang bagus. Tim besutan Vincenzo Montella itu sukses meraih dua kemenangan di dua laga perdana Serie A musim ini, sehingga pasukan Rossonerri bertekad untuk melanjutkan momentum apik ini di giornata ke tiga yang jatuh pada akhir pekan ini. Namun kualitas permainan Milan sesungguhnya akan diuji pada akhir pekan ini. Mereka akan menghadapi tim asal ibu kota Italia, Lazio. Lazio sendiri bisa dikatakan tim yang konsisten berada di papan atas klasemen Serie A. Mereka sukses mengawali musim ini dengan cemerlang setelah mengalahkan juara bertahan Serie A, Juventus di partai Supercopa Italiana dengan skor 2-3. Mereka juga tidak terkalahkan di dua partai perdana Serie A musim ini, sehingga kubu Biancoceleste dipastikan akan menjadi lawan yang berat bagi pasukan Il Diavolo Rosso. Dalam enam pertemuan terakhir kedua tim berakhir sama kuat. Lazio memenangkan dua pertandingan, AC Milan memenangkan dua pertandingan sementara dua partai sisanya berakhir imbang. Namun Milan memiliki
sejarah yang buruk saat menghadapi Lazio di Olimpico, di mana mereka hanya mampu menang satu kali dari enam lawatannya ke ibu kota Italia tersebut. Oleh karenanya Lazio akan memanfaatkan fakta ini untuk kembali mempecundangi Rossonerri. Pada laga ini pelatih Simone Inzaghi dikabarkan tidak memiliki masalah cedera yang berarti. Hanya Felipe Anderson satu-satunya pemain La Aquilotti yang absen pada laga ini karena mengalami cedera. Inzaghi sendiri kemungkinan akan memainkan skema 3-51-1, di mana Sergej MilinkovicSavic akan bertugas sebagai playmaker untuk menopang pergerakan Ciro Immobile di lini serang Lazio. Sosok Thomas Strakosha juga akan kembali dipercaya mengawal gawang Lazio, sementara Stefan Radu, Stefan De Vrij dan Wallace akan bertugas mere-
dam lini serang AC Milan. Immobile akan menjadi pemain yang diandalkan di lini depan Skuat Elang Muda. Pemain berusia 27 tahun ini berhasil menyumbangkan gol saat Lazio berhasil mengalahkan Chievo Verona 2-1 pekan lalu. Berbekal penampilan apiknya pekan lalu, pemain yang musim lalu mencetak 12 gol ini kemungkinan besar akan kembali diduetkan dengan Luis Alberto. Di kubu tim tamu, pelatih Vincenzo Montella juga memiliki masalah cedera yang kecil pada timnya. Andrea Conti dan Giacomo Bonaventura diperkirakan harus absen pada laga ini karena kondisi mereka belum pulih benar dari cedera. Montella diprediksi akan memainkan skema 4-3-3, di mana Andre Silva akan diturunkan bersama Fabio Borini dan Suso di lini serang Rossonerri. Mantan pemain Lazio, Lucas Biglia akan mengatur aliran bola Milan bersama dengan Hakan Calhanoglu dan Franck Kessie, sementara gawang mereka akan dikawal oleh kiper muda tangguh, Gianlugi Donnarumma. Biglia baru gabung Milan dari Lazio musim panas ini. “Laga melawan Lazio? Saya rasa ini bukan ujian sebenarnya bagi kami. Kami sudah bermain melawan beberapa tim yang keras kepala, baik di Italia maupun Eropa,” kata Biglia, Sabtu (9/9) kemarin. Kembali ke Olimpico bersama Milan, Biglia sepertinya bakal mendapatkan sambutan yang kurang ramah dari publik tuan rumah. Meski demikian, Biglia menegaskan itu tak akan mengubah perasaannya terhadap Lazio yang sudah dia bela selama periode 2013-2017. “Sambutan di laga melawan Lazio. Saya rasa tak jadi sambutan yang menyenangkan, tapi itu tidak mengubah pendapat saya tentang Lazio,” sambung pemain
asal Argentina tersebut. Lebih lanjut, pesepak bola 31 tahun tak mau berbicara mengenai peluang scudetto Rossoneri musim ini. Dirinya hanya ingin fokus di setiap pertandingan untuk bisa meraih hasil sempurna. “Musim lalu Lazio finis di atas Milan. Mereka tim dengan organisasi permainan yang sangat rapi, jadi wajar saja. Milan? Kami punya tim berkualitas, tapi sekarang kami belum bisa bicara scudetto,” ujarnya. Giacomo Bonaventura juga angkat bicara. Gelandang Milan tersebut mewaspadai lawannya itu dan mengatakan I Biancocelesti adalah lawan yang berbahaya. Musim ini saja Lazio mampu mengalahkan Juventus pada perebutan Piala Super Italia 2017. “Lazio adalah tim yang menakutkan, mereka bermain sepak bola dengan hebat tahun lalu, dan saat mengalahkan Juve mereka tunjukkan permainnya. Kita harus pandai membuat persaingan tingkat tinggi,” ujar Bonaventura. “Mungkin ada sedikit relaksasi setelah kemenangan besar melawan Shkendija, tapi Lazio akan melakukan permainan yang hebat, akan sulit bagi kami dan kami akan melakukan yang terbaik untuk menang,” lanjut pemain bernomor punggung 5 itu. Milan sedang dalam optimisme yang tinggi. Pasalnya, anak asuhan Vincenzo Montella itu meraih kemenangan telak atas klub asal Makedonia, Shkendija, 6-0. Sedangkan Lazio berhasil mengalahkan Chievo dengan skor 2-1. Namun, Milan lebih diunggulkan. Dari tiga pertemuan terakhir, Lazio tak pernah menang melawan klub yang bermarkas di San Siro itu. Pertemuan terakhir kedua klub ini juga berakhir imbang 1-1 di kandang Lazio. Terakhir kali Milan mengalahkan Lazio di Stadion Olimpico yaitu pada 2015 lalu. Kala itu mereka menang 3-1. Bonaventura turut menyumbangkan dua assist dalam laga itu. Andrea Bertolacci, Philippe Mexes, dan Carlos Bacca menjadi pencetak gol bagi Milan, sedangkan gol bagi Lazio diciptakan oleh Ricardo Kishna. (kmb33/rtr)
Countinho Enggan Bela Liverpool
Liverpool – Memasuki pekan keempat Liga Inggris 2017-2018, Liverpool masih tidak akan dibela oleh gelandang andalan mereka, Philippe Coutinho. Gelandang asal Brasil itu merasa tidak puas dengan keputusan timnya lantaran tak melepasnya ke Barcelona pada bursa transfer musim panas 2017. Sempat diberitakan sebelumnya bahwa Coutinho mengalami cedera punggung, sehingga tak bisa membela Liverpool di tiga laga pertama Liga Inggris musim ini. Meski begitu, ketika memasuki jeda internasional, Coutinho justru turut bermain membela Timnas Brasil. Namun demikian, ketika Liga Inggris kembali bergulir, gelandang 25 tahun itu tetap menyatakan keengganannya membela kubu The Reds. Menyikapi kondisi tersebut, manajer Liverpool Jurgen Klopp mengungkapkan bahwa segala sesuatunya baik-baik saja. Mantan pelatih Borrussia Dortmund itu menjelaskan bahwa merupakan keputusan yang tepat mempertahankan
Coutinho di bursa transfer musim panas 2017. Klopp juga mengaku bahwa ia telah melakukan pembicaraan dengan Coutinho. Dan meskipun akan tampil tanpa gelandang andalannya itu saat melawan Manchester City, Klopp tetap optimis karena Liverpool masih dihuni pemain hebat lainnya. “Itu bukanlah waktu yang termudah, tapi itulah bursa transfer. Namun itulah satusatunya waktu di mana kami bisa membuat transfer. Ini bukan pertama kalinya, juga bukan yang terakhir yang akan terjadi. Saya kira kami menanganinya dengan sangat baik,” jelas Klopp, Sabtu (9/9) kemarin. “Namun tidak ada sesuatu yang saya sadari tidak bisa dimaafkan. Dia datang kemarin, kami berbicara tentang situasinya dan kami harus menggunakan situasi sekarang. Kami memiliki pemain hebat sekarang yang prima dan ingin bermain untuk klub. Tidak ada masalah, saya sepenuhnya baik-baik saja dengan situasinya,” tutup Klopp. (kmb33/rtr)
Philippe Coutinho
BPM/rtr
Barcelona – Wacana pemisahan diri Catalunya dari Spanyol berimbas pada aspek sepak bola. Salah satu yang paling besar adalah potensi keluarnya Barcelona dari La Liga, mengingat FIFA dan UEFA tidak mengizinkan ada klub dari satu negara mengikuti kompetisi domestik negara lain. Ada beberapa pengecualian, seperti AS Monaco namun jumlahnya sangat sedikit. Gerakan pemisahan diri dari Spanyol memang terus mendapatkan momentum di Catalunya. Namun Presiden La Liga, Javier Tebas lebih memilih untuk fokus pada potensi kepergian Barcelona. Tebas mengingatkan, jika Barcelona ikut memisahkan diri dari La Liga, maka kekuatan mereka akan berkurang. Tebas juga mengakui bahwa La Liga juga akan rugi besar jika Barcelona nantinya harus pindah liga di negara baru. “Saya mengkhawatirkan masa depan Barcelona dan La Liga jika nanti catalunya merdeka. Tapi sebenarnya itu urusan warga Catalunya sendiri. Jika mereka berencana untuk membentuk Liga Catalan atau ikut ke Ligue 1 melawan klub-klub Prancis, saya pastikan mereka tidak mungkin bisa melakukannya. Itu lelucon,” ujar Tebas Sabtu(9/9) kemarin. Tebas mengingatkan kembali bahwa Barcelona mendapatkan dana hak siar televisi yang luar biasa besar dari La Liga. Barca dan Real Madrid memang mendapatkan keistimewaan untuk menegosiasikan sendiri jumlah uang hak siar mereka. Jika meninggalkan La Liga, uang yang didapat Barca tidak akan sebesar itu.
STADION - Camp Nou, stadion milik Barcelona. Mereka pun pada gilirannya akan mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan para raksasa Eropa lainnya. “Benar atau salah, pasti akan ada perlawanan nantinya. Ini masalah internal orangorang Catalan. Jika mereka menggelar Liga Catalan, saya bisa pastikan uang hak siar televisinya tidak akan sebesar La Liga. Barcelona perlahanlahan akan mengalami kemunduran di Eropa,” imbuhnya. Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane juga berharap Barcelona tetap berada di La Liga. Dia tak bisa membayangkan kompetisi tertinggi di Spanyol tanpa kehadiran rival utama klubnya tersebut. Barcelona memang bisa saja meninggalkan La Liga. Ini menyusul keputusan Catalan yang memilih untuk berdiri secara independen ketim bang gabung bersama Spanyol. Keputusan bertahan atau perginya Catalan akan diputuskan oleh parlemen. Mereka akan memutuskan itu melalui
BPM/rtr
sebuah referendum yang bakal digelar pada tanggal 1 Oktober 2017 mendatang. Selain Barcelona, Espanyol juga bisa meninggalkan LaLiga. Kabar beredar bila keduanya pergi dari La Liga, maka diterima bermain di kompetisi Ligue 1 Prancis. Walau begitu, Zidane mengaku tak bisa membayangkan La Liga tanpa kehadiran Barcelona. Menurutnya, hal tersebut bisa merugikam LaLiga. “Saya tak bisa melihat liga Spanyol tanpa Barcelona. Itulah yang semua bisa saya katakan sebagai penggemar sepak bola, penggemar olahraga ini,” kata Zidane. “Saya tak akan membahas masalah itu lebih dalam lagi, karena ada orang-orang yang menginginkan hal tersebut terjadi dan ada yang tidak. Saya hanya tidak bisa melihat liga Spanyol tanpa kehadiran mereka,” sambungnya. Tinggal menunggu bagaimana keputusan salah satu klub terbesar di dunia tersebut. (kmb33/rtr)
Cukur Metz
PSG Cetak Sejarah Metz – Sejarah baru tercipta saat Paris Saint Germain (PSG) mengantongi kemenangan kelima di Liga Prancis (Ligue 1). Adalah FC Metz yang menjadi korban keberingasan anak asuh Unai Emery saat dipermalukan dengan skor 1-5 di Stade Saint-Symphorien Sabtu (9/9) kemarin. Trio MNC (Mbappe, Neymar dan Cavani) menyumbangkan gol di pertandingan ini. Pesta gol dimulai dari Cavani di menit 31. Tuan rumah baru bisa membalas sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Emmanuel Riviere (37’). Selepas turun minum, Mbappe menandai debutnya bersama PSG dengan mengesankan. Pemain yang dipinjamkan dari AS Monaco itu berhasil memperdaya kiper Metz melalui tendangan keras. Gol kedua PSG seperti membangkitkan mental para pemain. Tiga gol tambahan lainnya pun tercipta melalui sumbangan Neymar (75’), Edinson Cavani (88’), dan Lucas Moura (88’). “Saya selalu ingin bermain dengan
pemain hebat dan saya sudah memiliki kesempatan bermain sejak masih muda. Saya akan mencoba mempelajari pergerakan dan profesionalisme dari mereka dan itu nantinya saya akan terapkan saat berada di lapangan,” tutur Mbappe. Ketika disinggung mengenai perasaan gol pertama bersama PSG, Mbappe menjelaskan itu tidak bisa diungkapkan. “Itu adalah gol yang bagus, saya ingin memberikan umpan akurat kepada Neymar, tapi bek berhasil membloknya. Namun reaksi saya lebih cepat dari pada lawan, sehingga saya memaksakan bola masuk ke gawang Metz,” imbuhnya. Ini adalah kali pertama MbappeNeymar-Cavani (MNC) bermain bersama. Cavani sudah memperkuat PSG sejak 2013, sementara Mbappe dan Neymar adalah dua pemain anyar yang direkrut lewat transfer gila-gilaan. Mbappe dipinjam dari AS Monaco dengan opsi pembelian 180 juta euro, sementara Neymar bernilai 222 juta euro ketika pindah dari Barcelona.
Kehadiran trio MNC di lini depan PSG rupanya benarbenar menjadi momok bagi Metz. Tiga pemain itu berperan dalam terciptanya empat gol Les Parisiens dan membantu timnya menang telak. Cavani menyumbangkan dua gol, Neymar satu gol dan satu assist, sedangkan Mbappe juga satu gol dan satu assist. “Mbappe dan Neymar adalah pemain-pemain hebat,” puji Cavani yang musim ini sudah mencetak tujuh gol untuk PSG, seusai pertandingan. “Kami punya pemahaman yang baik. Saya harap kami akan terus membaik,” katanya. Berkat kemenangan ini PSG makin memperkuat posisinya di puncak klasemen sementara Ligue 1 dengan raihan 15 poin. Sementara Metz terjebak di urutan terbawah dengan belum mengemas sebiji poin. Trio MNC milik PSG akan kembali beraksi pada tengah pekan depan pada laga melawan Celtic di Liga Champions. Apakah mereka akan menjadikan klub Skotlandia itu sebagai mangsa berikutnya? (kmb33/rtr)
Manchester – Klub-klub Inggris sepakat untuk menutup bursa transfer lebih awal. Keputusan itu dinilai akan merugikan klub-klub Premier League. Sebanyak 14 klub sepakat untuk menutup bursa transfer sebelum kompetisi dimulai. Sementara saat ini, aktivitas jual-beli pemain selesai pada akhir Agustus. Salah satu klub yang menolak penutupan transfer lebih awal adalah Manchester United. Manajer Setan Merah, Jose Mourinho menyebutkan bahwa lebih banyak kerugian dibandingkan keuntungan dari keputusan itu. Sebabnya, klub-klub Inggris tak akan bisa memberikan respons andai ada pemain pilarnya yang digaet oleh tim dari liga negara lain. “Pendapat saya berasal dari sudut pandang seorang pelatih. Jelas saya mendukung penutupan bursa transfer lebih awal, karena saya hanya fokus pada proses pelatihan, tentu saja saya ingin mempunyai skuat saya dan bekerja dengan mereka serta melakukan menjalani pramusim bersama mereka, saya tak ingin menunggu keputusan di saatsaat terakhir,” kata Mourinho, Sabtu (9/9) kemarin. “Itulah perspektif pelatih. Ada perspektif lain, di mana saya juga bisa mengaitkan diri saya. Saya harus berbagi masalah dengan para petinggi klub. Sudah jelas bahwa keputusan itu tak seragam di segala penjuru Eropa, jelas bahwa kita hal tersebut bisa merugikan klub Inggris dan itulah alasan mengapa Manchester United memilih untuk tak melawan-
nya. Mereka bisa datang ke klub Inggris dan membeli pemain, serta meninggalkan mereka tanpa adanya kemungkinan untuk melakukan respons cepat. Ini merupakan elemen kelemahan. Saya berharap bahwa klub saya cukup kuat, bahwa saat kami menutup pintu, kami menutup bursa transfer untuk jual-beli. Saya berharap klub saya bisa bertindak seperti itu. Tapi klub Inggris lainnya akan menghadapi risiko,” imbuh manajer asal Portugal itu. Klub-klub Premier League sepakat mengubah waktu penutupan bursa transfer musim panas. Mulai musim depan, bursa transfer akan tutup sebelum kompetisi dimulai. Kesepakatan itu tidak mutlak. Dalam voting yang melibatkan 20 klub Premier League, 14 di antaranya setuju dengan usulan penutupan bursa transfer sebelum kompetisi dimulai. Manchester United, Manchester City, Watford, Swansea City dan Crystal Palace menolak usulan tersebut. Sementara itu, Burnley abstain. Kesepakatan ini hanya berlaku untuk pembelian pemain baru saja. Klub-klub Premier League nantinya diizinkan membeli pemain baru hingga Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 17.00 waktu Inggris. Setelah batas waktu itu terlewati, klubklub Premier League masih diizinkan untuk menjual para pemainnya ke liga-liga lain. Kesepakatan ini juga hanya mengikat klub-klub Premier League dan tak berlaku untuk kompetisi di level bawahnya. “Bursa transfer musim pa-
nas akan berakhir sebelum awal musim mulai 2018/2019 dan seterusnya setelah klubklub Premier League menyetujui perubahan aturan hari ini,” tulis Premier League dalam pernyataan di situs resminya. Usulan untuk mempersingkat bursa transfer musim panas muncul setelah sejumlah pemain top mengalami ketidakjelasan terkait masa depannya. Pemain-pemain seperti Alexis Sanchez, Philippe Coutinho dan Diego Costa masih gelisah memikirkan masa depannya ketika Premier League sudah dimulai. Mereka bertiga akhirnya gagal pindah klub ketika bursa ditutup. Presiden UEFA Aleksander Ceferin mendukung ide tersebut. Namun keputusan itu tentunya akan lebih efektif apabila diterapkan tidak hanya di Premier League, tapi juga di seluruh liga-liga Eropa. Di sinilah dukungan Ceferin akan krusial. “Saya sadar ada diskusi serius di Eropa mengenai pemendekan bursa transfer musim panas dan kami mengikutinya,” ujar Ceferin. “Menurut saya, tak bagus ketika para pesepakbola bermain untuk satu klub ketika liga dimulai dan main untuk klub lainnya ketika bursa transfer ditutup,” katanya. “Ada banyak ketidakpastian dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, saya akan mengatakan bahwa bursa transfer mungkin terlalu lama dan saya akan mendukungnya untuk dipersingkat,” tutup pria asal Slovenia itu. (kmb33/rtr)
Pemotongan Bursa Transfer Lemahkan Tim Inggris
Minggu Pon, 10 September 2017 Perolehan Medali Porprov Bali Sementara 1. Badung 2. Gianyar 3. Denpasar 4. Karangasem 5. Tabanan 6. Buleleng 7. Klungkung 8. Jembrana 9. Bangli
9 6 5 1 1 1 0 0 0
5 1 9 2 1 0 2 1 0
5 5 5 3 4 1 3 7 1
11
GELANGGANG
Petarung Badung Borong Tujuh Emas Gianyar (Bali Post)-
Para petarung Badung sukses mendulang tujuh keping emas, dua perak dan tiga perunggu pada Porprov Bali XIII di GOR Kebo Iwa, yang berakhir Sabtu (9/9) kemarin. Prestasi itu sekaligus menobatkan Badung sebagai juara umum sekaligus juara ketujuh kali beruntun, dalam hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali untuk cabor tarung derajat.
BPM/wan
BIDIK — Para petembak membidik sasarannya dalam Porprov Bali XIII di Lapangan Tembak Bhayangkara Polda Bali, Tohpati, Sabtu (9/9) kemarin.
Petembak Badung dan Denpasar Sabet Dua Emas
Denpasar (Bali Post)Petembak Badung dan Denpasar sama-sama mendulang dua keping emas pada hari pertama Porprov Bali cabor tembak di Lapangan Tembak Bhayangkara Polda Bali, Tohpati, Sabtu (9/9) kemarin. Dua keping emas Badung dipersembahkan petembak Kadek Dwi Putri Pertiwi di nomor air rifle 10 meter,dan air rifle beregu 10 meter yang menurunkan Kadek Dwi Putri Pertiwi/Ni Wayan Marika Kusuma D/Yuni Cristina Pereira. Petembak Denpasar yang menyabet emas adalah Kadek Rico Vergian Dinatha di nomor pistol perorangan 50 meter, dan Kadek Rico Vergian Dinatha/Kadek Diana Putra/Ketut Sudiana, di nomor pistol beregu 50 meter. Satu emas diperoleh petembak Ni Ketut Eni Meinawati (Buleleng) di nomor air rifle hunting 10 meter, disusul Ida Ayu Kinanthi Kusuma (Badung) merebut perak dan perunggu diraih Ida Ayu Ratna Komala Dewi (Klungkung). Untuk peraih perak air rifle 10 meter, yakni Made Ayu Pramita Suari (Klungkung), dan perunggu diraih Ni Wayan Marika Kusuma D (Badung). Nomor air rifle beregu 10 meter medali perak direbut Made Ayu Pramita Suari/Ida Ayu Manik Handayani/Ida Ayu Agung Cintya Avitri (Klungkung) dan perunggu diraih Helga Riftiana/I Gusti Agung Ayu Diah Pramesty/A.A Trisya Nirmala Sari (Denpasar). Peraih perak di nomor pistol perorangan 50 meter adalah Kadek Diana Putra (Denpasar), dan perunggu diraih Dwi Wahyono Budianto (Badung). Peraih perak beregu pistol 50 meter adalah Dwi Wahyono Budianto/Dewa Putu Yadi Suteja/Makno (Badung) dan perunggu diraih Aries Stepanus Pengan/Gusti Made Suabudhi/ Ketut Suteja Negara (Jembrana). Pascamenyabet emas, Kadek Dwi Putri Pertiwi menyatakan dirinya optimis menyabet emas perorangan dan beregu. ‘’Sebab, kami berlatih tiap hari di Cilodong menjelang Porprov ini,’’ terang anggota Kowad yang berdinas di Rindam Jaya, Codet, Jakarta ini. Sementara untuk perebutan pada Minggu (10/9) ini, dipastikan makin seru. Pasalnya, Badung dan Denpasar sama-sama optimis bakal mendulang emas. Asisten Manajer Badung Isro Firdaus, menegaskan, Badung mengincar emas di nomor free rifle tiga posisi 50 meter perorangan dan beregu. Badung menerjunkan petembak Dewa Putu Yadi Suteja, Dwi Wahyono dan Teguh Rosadi. Termasuk tiga posisi beregu menurunkan Thomas Leo, Kadek Bagiarta, dan Putu Suardika. Di sisi lain, pelatih Denpasar Putu Iriantini juga mematok emas di nomor air pistol 10 meter yang memasang petembak Ketut Sudiana, Kadek Diana Putra dan Putu Angga. Denpasar juga pasang target di nomor free rifle tiga posisi 50 meter yang menyiapkan petembaknya Putu Purwo Prayoga, Sucipto, serta Romadoni Adita Wibowo. (022)
Jabar Juara Piala Menpora U-16 Magelang (Bali Post)Tim Fanshop FC Bandung yang mewakili Provinsi Jawa Barat menjadi juara Liga Sepak Bola Pelajar (LSP) U-16 Piala Menpora 2017, usai menaklukkan perwakilan Sumatra Selatan SYSA Sekayu dengan skor 4-1. Tiga gol Jawa Barat di laga final yang digelar di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (9/9) kemarin ditorehkan oleh penyerang Ilham Mahfudzillah di menit ke-8, 39 dan 66. Satu gol tambahan dibuat oleh Padli Bisma di menit ke-23. Sementara gol dari Sumatra Selatan dilesakkan oleh Arland Agma di menit ke-65. Menurut pelatih Fanshop FC Bandung Asep Suherman, kemenangan diraih karena timnya berlaga sesuai dengan rencana. Asep menginstruksikan tim untuk menekan sejak menit awal, dan itu berhasil setelah Fanshop membuat gol cepat. “Permainan lawan pun jadi tidak berkembang,” ujar dia. Meski menang, Asep menyebut kondisi kebugaran anak-anak asuhnya sebenarnya tidak terlalu fit untuk laga final. Alasannya, sebelum final mereka menjalani pertandingan yang padat, karena harus bertanding dua kali dalam sehari. “Jadi masukan saya, ke depan penyelanggara harus memerhatikan kondisi para pemain,” kata dia. Selain menjadi juara LSP U-16 Piala Menpora, tim perwakilan Jawa Barat juga mencatatkan prestasi melalui penyerangnya Ilham Mahfudzillah yang berhasil menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen dengan 13 gol. Ilham sangat senang dengan prestasinya dan menyebut gelar individu itu dipersembahkan untuk orangtuanya. “Ini semua berkat dukungan orangtua saya yang datang jauh-jauh dari Aceh ke Magelang, untuk memberikan dukungan,” tutur pemuda berusia 15 tahun yang juga pemain Persib U-19. (ant)
Ketujuh keping medali emas Badung dipersembahkan I Gede Dicky Handika Putra kelas 55,158 kg putra, kemudian berturutturut I Made Ardi Arimbawa kelas 61,1-64 kg putra, Alfendy Naufal Kurniawan kelas 70,1-75 kg putra, I Wayan Dedi Wirantanu kelas 75,1-80 kg putra, Ni Kadek Trisnawati kelas 45,1-50 kg putri, Ni Made Cindy Agustina Dinata kelas 50,1-54 kg putri dan Ni Made Ratna Suwari kelas 54,1-58 kg putri. Lalu dua perak didapat Komang Wardika kelas 58,1-61 kg putra serta pasangan seni gerak I Putu Andre Maha Putra/I Gede Yogas Widiarsa Putra. Selanjutnya, tiga perunggu oleh I Made Panji Ambara Putra kelas 49,152 kg putra, Putu Bagus Adi Anggara kelas 67,1-70 kg putra dan Made Vicky Prillio kelas +80 kg putra. Koordinator pelatih Badung I Gusti Agung Ngurah Dedy Priyatna, usai penyerahan medali mengatakan sangat mengapresiasi kerja keras serta semangat para petarung Badung. Hasil
ini menurut dia merupakan kejutan. “Target kami awalnya mempertahankan emas saat Porprov Bali 2015, yakni sebanyak lima keping emas. Tambahan dua ini merupakan hal yang benar-benar di luar dugaan. Kami salut dengan perjuangan keras para atlet, pelatih, ofisial, dukungan pengurus Kodrat Badung, serta KONI Badung yang telah mensupport,” tegasnya sembari menyebut Badung berkekuatan 15 petarung dan enam pelatih. Ketum KONI Badung Si Putu Raka Arnaya didampingi Ketua Kontingen I Made Sutama menyebut prestasi dari tarung derajat Badung untuk tahun ini begitu luar biasa. “Kembali meraih juara umum dan berturut-turut selama tujuh kali adalah suatu hasil yang begitu luar biasa. Kami harap penampilan mereka, khususnya petarung agar tetap konsisten. Dan untuk pengurus Kodrat Badung, kami berikan apresiasi luar biasa selama proses pembinaannya,” tandas Raka Arnaya
BPM/wan
TENDANG — Seorang petarung melakukan tendangan kepada lawannya pada Porprov Bali XIII di GOR Kebo Iwa, Gianyar. Cabor tarung derajat telah berakhir Sabtu (9/9) kemarin, dengan mengantarkan Badung keluar sebagai juara umum berturut-turut tujuh kali. dan Made Sutama. Sementara juara umum II diraih tuan rumah Gianyar dengan koleksi empat emas dan lima perunggu disusul Kota Denpasar dengan raihan dua
emas, delapan perak dan tiga perunggu yang harus puas dengan juara umum III. Kontingen selanjutnya yakni Tabanan (1 emas, 1 perak, 4 perunggu), Karangasem (2 perak, 2 per-
unggu), Klungkung (1 perak, 2 perunggu), Jembrana (6 perunggu) lalu Buleleng dan Bangli diurutan selanjutnya dengan masing-masing satu perunggu. (kmb)
Wasit Panjat Tebing AG Dijamin Adil Cikole (Bali Post)Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memberi jaminan pertandingan panjat tebing di Asian Games (AG) 2018, akan berlangsung adil meski menggunakan wasit dan juri asal Indonesia. Hal itu tercermin dalam gelaran uji coba (test event) panjat tebing Asian Games 6-10 September 2017 di Cikole, Bandung Barat, Jawa Barat, tidak menyertakan wasit dan juri dari luar Indonesia. “Kemungkinan memang seperti test event ini wasit dan juri di Asian Games akan dari lokal, tetapi kami jamin dalam pelaksanaannya akan berlangsung fair,” kata Manajer Kompetisi panjat tebing Asian Games 2018 Pontas Sitanggang di Cikole, Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (9/9) kemarin. Pontas mengatakan wasit dan juri dalam negeri yang akan
bertugas di Asian Games 2018 sudah memiliki sertifikasi internasional. Selain itu, lanjut dia pimpinan lomba atau presiden juri dan technical delegate akan ditunjuk khusus dari luar Indonesia yang mewakili Federasi Olahraga Panjat Internasional (IFSC), sehingga bisa mengontrol jalannya lomba bahkan memutuskan penghentian lomba jika ada indikasi kecurangan. “Kami berani menjamin dalam Asian Games 2018 berlangsung fair, karena posisi vital yaitu pimpinan lomba dan technical delegate tetap ditunjuk dari luar negeri, yakni mewakili federasi sport climbing internasional. Paling tidak kami akan minta tiga orang perwakilan internasional,” katanya. Pantauan di lokasi test event perangkat pertandingan utama yaitu juri dan wasit sebagian besar dari dalam negeri, beserta
tiga pengawas dari IFSC regional Asia termasuk Presiden IFSC Asia Anthony Seah dan Wakil Presiden IFSC Asia Francis Lo Shu-chung. Selain uji coba Asian Games 2018 di Cikole, IFSC Asia menekankan setidaknya ada satu turnamen semi kompetisi di Palembang untuk menguji kesiapan panitia di lokasi aslinya. “Sejauh ini tim panitia sudah siap, namun akan lebih baik dilaksanakan juga di Palembang untuk mengetahui kondisi di lokasi aslinya, karena ajang yang akan diselenggarakan adalah yang besar yakni Asian Games,” kata Presiden IFSC Asia Anthony Seah. Test event panjat tebing Asian Games 2018 digelar bersamaan Seri Kejuaraan Nasional yang pertama untuk tahun 2017. Seri Kejuaraan Nasional 2017 yang pertama itu memperebutkan hadiah senilai total Rp 250 juta. (ant)
Keluarga Korban Kembang Api Tak Larut dalam Duka
Jakarta (Bali Post)Keluarga Catur Yuliantono, korban meninggal dunia akibat terkena kembang api suar (flare) usai laga Timnas Indonesia versus Fiji (2/9), menolak untuk terus larut dalam duka. “Saya rasa semua sudah selesai dan kami ingin kembali melanjutkan hidup sehari-hari,” ujar mertua Catur, Nur Hasan dalam keterangan tertulis Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jakarta, Jumat (8/9) malam. Hasan mengatakan pihak keluarga juga merasa tidak ada lagi yang perlu dipertentangkan dengan PSSI terkait meninggalnya sang menantu. Sebaliknya, keluarga justru berterima kasih kepada PSSI yang dengan segera mengambil tindakan sejak awal kejadian
hingga Catur dimakamkan. “Kami menyampaikan terima kasih kepada PSSI yang ikut mendampingi keluarga hingga proses berakhir,” tutur Hasan. Tersangka pelempar petasan ditangkap polisi pada Senin (4/9) atau dua hari setelah kejadian. Tersangka berinisial ARP alias Rico ditangkap di sebuah perumahan di daerah Bekasi Timur. “Apresiasi kepada pihak kepolisian yang sudah bekerja keras dari mulai hari kejadian sampai akhirnya bisa menangkap pelaku. Sinergi antara Polri dan PSSI kami harap bisa ditingkatkan demi sepak bola yang lebih baik,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha. Catur Yuliantono, warga Duren Sawi berusia 32 tahun suporter di pertandingan per-
Sagan Rayakan Kemenangan Ke-100 di GP Quebec QuebecJuara dunia Peter Sagan dari tim Bora-Hansgrohe merayakan kemenangan ke-100 saat ia menjuarai Grand Prix (GP) de Quebec dengan cara yang mengesankan pada Sabtu (9/9) kemarin. Pembalap asal Slowakia itu, yang juga memenangi balapan tahun lalu meninggalkan juara Olimpiade Greg van Avermaet (BMC Racing) asal Belgia yang finis pada urutan kedua di Quebec untuk ketiga kalinya. Pembalap Australia Michael Matthews (OricaScott) menempati posisi ketiga. Sementara pembalap sepeda asal Kolombia Rigoberto Uran yang menempati posisi kedua secara keseluruhan di Tour de France pada bulan Juli sempat menyodok ke barisan depan pada dua kilometer tersisa, dengan harapan bisa mengulang kemenangannya pada tahun 2015. Akan tetapi pembalap Cannondale-Drapac tersebut berhasil dikejar Sagan yang akhirnya memenangkan sprint terakhir dengan nyaman. Grand Prix de Quebec akan dilanjutkan dengan Grand Prix de Montreal pada Minggu (10/9) ini. (ant/rtr)
sahabatan internasional Indonesia versus Fiji di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/9), meninggal dunia karena terkena kembang api yang diterbangkan dari tribun selatan ke tribun timur stadion, persis usai laga. Terkait peristiwa itu, PSSI pun menyatakan terus berusaha membenahi manajemen keamanan pertandingan sepak bola atau football security. “Pengamanan sepak bola saat Indonesia versus Fiji sebenarnya merupakan uji coba pertama penempatan 130 petugas keamanan, terlatih di sekitar stadion. Namun, layaknya pertandingan sepak bola lainnya, ada hal-hal tidak terduga yang akhirnya terjadi,” tutur Ratu. (ant)
Ketut Wisna (kiri) bersama IGN Jaka Pratidnya.
BPM/022
Perlu Pemerataan Pembinaan Petarung Gianyar (Bali Post)Penprov Kodrat Bali berharap terjadinya pemerataan pembinaan petarung, hingga muncul bibit-bibit petarung andal dari kota dan kabupaten se-Bali. Bahkan, jika perlu diagendakan kejuaraan rutin per tiga bulan atau enam bulan, bertujuan mengukur sejauh mana keberhasilan pembinaan selama ini. Itu dilontarkan Ketua Umum Pengprov Kodrat Bali IGN Jaka Pratidnya di selasela Porprov Bali XIII di GOR Kebo Iwa, Gianyar, Sabtu (9/9) kemarin. Diakuinya, selama ini pembinaan tarung derajat menggeliat di Denpasar, Badung dan Gianyar. ‘’Saya kira perlu pemerataan Pembinaan di semua daerah,’’ ujar pria yang akrab disapa Tu Rah Joko ini. Dikemukakan, sebelumnya Buleleng melakukan pembinaan petarung, namun belakangan pembinaan berikut prestasinya tak segencar dulu lagi. Oleh sebab itu, perlu digelorakan lagi pembinannya di Buleleng. ‘’Kami akan menggelar ujian kenaikan tingkat di Buleleng, bertujuan menggairahkan kembali tarung derajat di
Buleleng,’’ tuturnya. Selain itu, Tu Rah Joko juga ingin kabupaten dan kota menambah satuan latihan (satlat), sebagai upaya sosialiasi olahraga bela diri, termasuk merambah ke sekolah-sekolah. ‘’Saat ini Bali juga mengirimkan petarung ke Popnas di Semarang, Jateng, 14-17 September,’’ jelasnya. Tu Rah Joko menambahkan, hasil Porprov Bali XIII ini diharapkan terbentuk tim bayangan Pra-PON. ‘’Sedangkan pembentukan tim Pra PON definitif, nanti pasa Porprov Bali XIV di Tabanan 2019 mendatang,’’ sebut dia. Sementara Dewan Pelatih Ketut Wisna menyatakan, teknik bertarung pada petarung Bali yang berlaga di ajang Porprov mengalami kemajuan pesat, dan hal ini diakui Perguruan Pusat (PP) Kodrat. Terbukti beberapa petarung Pra-PON dan PON bisa tumbang pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali ini. ‘’Kalau ada kabupaten dan kota minta tambahan teknik petarungnya, kami di Dewan Pelatih siap membagi ilmu, seperti yang kami lakukan kepada petarung Tabanan,’’ tukasnya. (022)
Laga Sampdoria Vs Roma Ditunda Akibat Cuaca Buruk Roma – Sampdoria dan AS Roma batal bertanding pada akhir pekan ini. Cuaca buruk yang menyelimuti kota Genoa menjadi alasan di balik penundaan laga ini. Sampdoria sedianya menjamu Roma di Stadio Luigi Ferraris, Sabtu (9/9) kemarin. Laga ini merupakan salah satu laga di giornata 3 Serie A. Namun laga tersebut urung digelar sesuai jadwal. Pemerintah kota Genoa memutuskan untuk menunda laga setelah adanya peringatan cuaca oranye. Prakiraan cuaca menunjukkan kota Genoa berpotensi diguyur hujan badai pada hari pertandingan antara pukul 14.00 hingga 23.59 waktu
setempat. Laga Sampdoria vs Roma sendiri harusnya digelar mulai pukul 20.45. Demi keselamatan para suporter dan masyarakat umum, laga itu pun ditunda hingga waktu yang akan diumumkan kemudian. Penundaan ini sebenarnya cukup menguntungkan bagi Roma. Giallorossi jadi memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri menjelang laga Liga Champions melawan Atletico Madrid, Selasa (12/9) mendatang. Roma tadinya akan berangkat ke Genoa pada Jumat (8/9) malam. Namun mereka kini akan tetap berlatih di Trigoria pada akhir pekan ini. (kmb33/rtr)
12
LAGA
Minggu Pon, 10 September 2017
Hamilton Optimis Juara
Rafael Nadal
BPM/rtr
AS Terbuka
Nadal ke Final
New York – Rafael Nadal mencapai final AS Terbuka untuk kali keempat. Tiket ke partai puncak dia raih setelah mengalahkan Juan Martin del Potro. Dalam pertandingan yang dilangsungkan Sabtu (9/9) kemarin, Nadal mengalahkan Del Potro dalam duel empat set berdurasi dua jam dan 30 menit. Petenis nomor satu dunia itu menang 4-6, 6-0, 6-3, dan 6-2. Meski kehilangan gim pertama, Nadal tampil dominan di sepanjang pertandingan semifinal tersebut. Dia mencatatkan 42 winner dan hanya membuat 19 unforced error. Ini menjadi final Grand Slam ketiga untuk Nadal di 2017. Dia sebelumnya juga masuk partai puncak Australia Terbuka (kalah dari Roger Federer) dan Prancis Terbuka (juara dengan mengalahkan Stan Wawrinka). Di final Nadal akan berhadapan dengan Nadal Kevin Anderson. Petenis unggulan bawah itu mengukir sejarah sebagai orang Afrika Selatan pertama yang masuk final Grand Slam dalam 30 tahun terakhir. “Setelah melewati beberapa tahun yang berat
ini merupakan tahun yang emosional. Tapi bisa kembali ke lapangan yang luar biasa ini dan berada di hadapan penonton yang luar biasa ini, punya kesempatan merebut gelar adalah hal yang luar biasa untuk saya,” ucap Nadal usai pertandinga. Nadal sebelumnya masuk final AS Terbuka pada 2010, 2011, dan 2013. Pada seluruh pertemuan itu dia berhadapan dengan Novak Djokovic dan menjadi juara pada edisi 2010 dan 2013.
San Marino – Pebalap tim Repsol Honda, Marc Marquez yakin Honda bisa bersaing dengan tim Ducati yang dalam beberapa balapan terakhir mendapatkan hasil bagus. Dalam MotoGP Austria dan Inggris, Andrea Dovizioso berhasil keluar sebagai pemenang. Kemenangan tersebut membuat Andrea Dovizioso menggusur Marc Marquez dari puncak klasemen pebalap MotoGP. “Saya sudah mengatakan bahwa sekarang kami harus berhenti berbicara tentang ini trek Ducati atau tidak, karena Ducati bekerja dengan baik di mana saja,” kata Marc Marquez Sabtu (9/9) kemarin. Pada balapan di Silverstone, Marc Marquez gagal mendulang poin karena harus mengakhiri balapan lebih awak akibat kegagalan mesin. “Ketika saya di belakang Andrea Dovizioso di Austria, di Silverstone sangat sulit untuk mencari titik lemahnya saat itu. Mereka telah menemukan keseimbangan yang sangat baik dan mereka kuat di mana saja dan di sini bahkan Michele Pirro, tes rider mereka bisa melaju
sangat cepat,” imbuhnya. Dovi juga menganggap kinerja motornya dalam keadaan baik saat ini. “Itu terlihat seperti motor bekerja dengan baik, tapi motor kami juga bekerja sangat bagus, jadi saya pikir kami dalam level yang bagus untuk bertarung melawan mereka,” ujarnya. Pada latihan bebas MotoGP San Marino yang di gelar pada hari Jumat (8/9) kemarin, Marc Marquez menjadi yang tercepat pada FP1, namun pada FP2 harus puas berada di posisi kelima. Marquez tak masalah dengan penurunan waktunya di sesi kedua hari pertama, karena sudah nyaman dengan kondisi trek. “Hari ini (Jumat-red) cukup bagus. Saya merasa bagus dengan motor dan sore ini kami mencoba banyak hal, karena pagi ini saya langsung merasa sangat bagus, jadi di sore hari kami memilih untuk mencoba mempelajari beberapa hal lain, tapi itu tak berjalan baik dan saya terjatuh,” kata Marquez. “Saya merasa nyaman di sirkuit dan kami bekerja dengan sangat baik. kami harus mencoba ban karena sore ini saya melahap lebih
Sejarah Kevin Anderson mencatat sejarah baru untuk tenis Afrika Selatan. Sosok kelahiran Johannesburg, Afrika Selatan (Afsel), 18 Mei 1986 itu menjadi petenis Afsel pertama
dalam 30 tahun yang lolos ke final AS Terbuka. Anderson harus memeras keringat untuk menyingkirkan pesaingnya asal Spanyol, Pablo Carreno Busta pada semifinal di Arthur Ashe Stadium, New York, Jumat (8/9) atau Sabtu (9/9) pagi WIB. Sempat tertinggal 4-6 di set pertama, namuan Andeerson bangkit dan menang 7-5, 6-3, 6-4 di tiga set berikutnya. Anderson juga tercatat sebagai pemilik peringkat terendah (32 dunia) pertama yang lolos ke final tunggal putra sejak pemeringkatan tenis dimulai pada 1973. Torehan terbaik Anderson di AS Terbuka pada edisi 2015, lolos ke perempat final sebelum dihentikan Stan Wawrinka. Anderson mengikuti jejak
Kevin Curren yang mencapai final Wimbledon 1985 tiga bulan setelah menjadi warga negara AS, dan Johan Kriek yang membuat final AS Terbuka pada tahun 1980. Kedua pria itu bermain di semifinal Grand Slam pertama mereka setelah melewati setengah bagian bawah undian. Di final Anderson akan menghadapi petenis nomor satu dunia Rafael Nadal. Kebahagiaan terpancar di wajah Anderson seusai membungkam Carreno Busta. Setelah meraih match point, Anderson langsung merayakan suksesnya bersama keluarga dan timnya. “Saya tidak tahu apakah pelukan tim tepat setelah laga semifinal, tapi rasanya hal itu benar untuk dilakukan,” katanya. “Grand Slam ini sungguh sulit, kami berhadapan dengan beberapa pemain terbaik dalam sejarah dan bagus sekali mereka memberi kami kesempatan,” tutupnya. (kmb33/rtr)
Monza – Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton menjadi juara F1 GP Italia, pekan lalu. Pembalap asal Inggris tersebut melahap 53 putaran Sirkuit Monza dengan catatan waktu 1 jam 15 menit 32 detik. Kendati demikian, Hamilton berjanji akan tetap berjuang lebih keras tidak akan meremehkan pembalap lain. Diakui Hamilton. persaingan di F1 bakal lebih ketat. “Saya harus tampil konsisten dan menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Saya tertinggal 20 poin di bulan Juli dan sekarang kami telah mengubahnya,” ujar Hamilton Sabtu (9/9) kemarin. Hamilton menjelaskan, tahun ini timnya jauh lebih solid, karenanya hal itu menjadi salah satu kunci keberhasilan pembalap Mercedes dalam bertanding. “Ada solidaritas dan persatuan sejati di tim kami tahun ini. Hal ini menjadi pemicu semangat kami merebut podium,” ungkapnya. Hamilton senang karena para teknisi Mercedes berhasil menemukan jawaban atas setiap masalah yang ada. “Jika saya yakin dan mengatakan saya bisa melakukan semua ini, maka saya yakin bisa melakukannya,” kata dia. Hamilton kini memimpin puncak klasemen sementara dengan selisih tiga poin dari Sebastian Vettel setelah memenangkan Grand Prix Italia 2017, akhir pekan lalu. Balapan yang tersisa tujuh seri lagi membuat masing-masing tim, baik Mercedes maupun Ferrari melakukan berbagai strategi untuk mendukung jagoannya menjadi juara dunia tahun ini. Seperti tim Kuda
Lewis Hamilton Jingkrak yang terlihat mengerahkan semua kekuatannya di belakang Vettel. Bahkan Kimi Raikkonen seperti dijadikan pembalap nomor dua yang juga mempunyai tugas membantu Vettel meraih juara. Akibatnya Raikkonen kini hanya berada di posisi kelima, terpaut 100 poin dari Hamilton. Hal berbeda justru terlihat di tim Mercedes. Lewis Hamilton dan Valterri Bottas diperlakukan setara. Bottas mampu membayangi Vettel di peringkat ketiga klasemen F1 dengan selisih 38 poin. Dengan hasil yang dimiliki itu, Bottas tentu bisa membantu Lewis Hamilton untuk mendapatkan gelar juara dunia lebih mudah. Namun ternyata Hamilton mengaku tidak menginginkan pembalap Finlandia tersebut membantunya. “Saya pribadi belum pernah membicarakan hal ini dengan tim. Itu bukan pekerjaan saya, pekerjaan saya adalah tiba dan melakukan pekerjaan terbaik
BPM/rtr
yang saya bisa. Itu juga bukan hal yang saya inginkan,” kata Hamilton. Menurutnya, di tahap tertentu tim Mercedes tentu akan membuat keputusan sendiri. “Saya pikir kita memiliki orang baik yang memimpin tim, orang-orang seperti Niki (Lauda) dan Toto (Wolff) yang mudah-mudahan akan tahu pada titik yang tepat apa yang terbaik untuk tim,” katanya. Hamilton merasa telah mendapatkan semua dukungan yang dibutuhkannya. Dalam sebuah balapan, kadangkadang Valtteri Bottas meraih hasil lebih baik, tapi di lain waktu dia mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. “Ini musim pertamanya bersama tim dan dia sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia akan menjadi lebih kuat dan kuat sepanjang tahun ini. Tujuan saya adalah terus menjadi kuat juga untuk mencoba dan tetap di depan,” kata Hamilton. (kmb33/rtr)
Marquez Yakin Bisa Bersaing dengan Ducati
Marc Marquez
BPM/rtr
banyak lap dengan ban depan yang lebih soft. Jadi saya mencoba lebih banyak lap dengan kompon yang lebih keras seperti yang lain dan membandingkannya,” sang juara bertahan menambahkan. Emosi Marquez sempat tersulut emosinya saat akan menjalani sesi latihan bebas kedua di Sirkuit Misano. Ini berkaitan dengan kelakuan Andrea Iannone yang diduga sengaja menyeruduk ban belakang RC213V yang ditunggangi The Baby Alien. Marquez lantas meluapkan kekesalannya kepada Iannone. Akibat insiden kecil itu, pembalap Repsol Honda kehilangan konsentrasi dan gagal mencatatkan waktu tercepat di FP2. Marquez yang terjatuh jelang akhir FP2 mengatakan, mungkin Iannone terlalu bersemangat dan ingin bermain-main dengannya. Tapi dia bersikeras ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda, karena pemilik nomor 93 itu ingin menjaga peluang juara dunia MotoGP di musim ini. “Saya sedikit marah karena saya kehilangan waktu
terbaik pada saat menjalani latihan kedua. Mungkin dia terlalu bersemangat atau dia ingin bermain-main dengan saya. Sayangnya saya tidak mau bermain sekarang, karena tujuan saya sekarang adalah memperjuangkan gelar juara,” sesal Marquez. Ditambahkan, setiap rangkaian sesi latihan bebas sangat penting. Karena setiap pembalap memerlukan waktu untuk menemukan kecepatan yang ideal pada mesin. Dikatakan lagi, semua data itu nantinya akan dicocokkan dengan latihan sebelumnya dan ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum menjalani balapan yang sebenarnya. Sehingga, kata Marquez ini bukan waktu yang tepat untuk bermain-main. “Sangat penting untuk memulai latihan dengan fokus yang besar karena Anda perlu menyesuaikan banyak hal. Saya keluar dengan motor hanya untuk berlatih. Tapi oke, ini bukan waktunya. Dengan Iannone kami selalu bermain sedikit, tapi sekarang saya tidak mau bermain, karena saya ingin berkonsentrasi di kejuaraan,” tutupnya. (kmb33/rtr)
Conor McGregor
BPM/rtr
Tyson Sarankan McGregor Naik Ring Tinju Lagi Los Angeles – Setelah sempat menganggap remeh Conor McGregor, Legenda tinju kelas berat dunia Mike Tyson kini mengacungkan jempol untuk petarung asal Irlandia tersebut. Dia kagum akan penampilan MCGregor meladeni Mayweather sampai ronde 10. Meski Tyson sempat ragu. karena duel di T-Mobile Arena Las Vegas, Minggu (27/8) lalu mengikuti aturan tinju, bukan MMA (Mixed Martial Art), namun hal tersebut tidak membuat penampilan McGregor lemah. “Dia hebat. McGregor layak dapat nilai A. Seorang pria yang tidak pernah melakukan itu sebelumnya dan dia meladeni Mayweater hingga 10 ronde,” ujar Mike Tyson Sabtu (9/9) kemarin. Tyson menyarankan, jika McGregor mau bertarung lagi di ring tinju, dia bisa melakukan-
nya. “Saya rasa dia mampu melakukannya. Dia bisa bertarung lagi jika dia mau. Anda mendapatkan lebih banyak uang tinju,” kata dia. Seperti diketahui, duel bertajuk “The Phenomenal Fight” tersebut dimenangkan Juara tinju Floyd Mayweather Jr dengan kemenangan TKO. Penampilan McGregor diapresiasi dan mendapat banyak sorotan dari berbagai penjuru dunia. McGregor juga mampu melesatkan banyak pukulan terhadap Mayweathe. Usai pertarungan, McGregor merilis pengalaman pertarungan yang menakjubkan tersebut. Dia mengaku mendapat banyak pelajaran, dan memberikan pujian atas performa apik Mayweather. “Saya selalu mengatakan jika dia bukan seorang petarung tapi seorang petinju,” “Tapi setelah berbagi ring
tinju dengannya, tentu dia adalah seorang petarung yang tangguh,” kata McGregor. McGregor pun memuji teknik yang digunakan Mayweather saat bertarung melawan dirinya. Bahkan menurut McGregor, Floyd Mayweather punya modal yang cukup untuk terjun ke ajang Mixed Martial Arts (MMA). Meski begitu Conor McGregor tetap mendoakan agar Mayweather bisa pensiun dengan tenang. “Saya berharap dia akan baik-baik saja di masa pensiunnya,” ujar McGregor. Pertarungan ini memang tak mudah bagi McGregor. Sebab, aturan yang dipakai saat pertandingan menghadapi Mayweather adalah aturan tinju. Sehingga kerap membuat dia tidak terbiasa. Beberapa kali McGregor refleks ingin memakai teknik MMA. (kmb33/rtr)
Sastra
Redité Pon, 10 September 2017
I Kaki Dengkil
Sang Wijayasastra 22 SORÉNÉ puniki, I Kaki Dengkil kanten mamargi nguntuk sambilanga sapisan-pisan ngambil batu buleh. Kocok-kocokanga batuné punika, manahanga jagi panggihina wénten batu makocok. Sakadi dagangé mantuk saking pasar sambilanga nguntuk sawiréh ngarepang jagi polih nuduk jinah. Sira uning wénten anak kicalan jinah anggéna nuptupang batiné madolan sané ngraina sayan kirang. Minab té I Kaki Dengkil naler asapunika, ngarepang polih pica batu makocok ring marginé. Sawiréh sampun makudang-kudang raina nakti, nanging nénten polih pica. Kantos benggul-benggul awakné maukud rebut legu dawegé nakti tan pakrisikan ring bongkol taru puléné di abian kepuhé. “Béh... yén kéné, kadéna nyanan awaké ngalih batu makocok mara nuduk batu di Tukad Unda. Tusing tawanga gelahé ngalih batu bulitan satus kutus lakar anggon nyabat I Kala Sunya di sémér Pura Watu Klotoké. To pinaka ngicalang sekancan mala di awaké!” I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan sakadi punika. Dong asapunika ké? Béh, pitanaang ja I Kaki Dengkil munduhang batu bulitan makocok jagi anggéna sabuk mangda teguh tan keni sekadan senjata. Dong punika pabuaté mamargi sambilang nuduk batu bulitan? Jagi anggéna nimpug I Kala Sunya ring séméré mangda sekadan malané mlesat makeber ka ambara. Nyak rasané sakadi Krama Selamé nimpug jumbroh ring Padang Aropah? “Sing ja cara Krama Selamé nimpug jumbroh di Padang Aropah! Da pesan pada-padaanga! Tusing ké suba tawang baosé tan wenang amada-mada? Sing ada agama patuh, ulian mabinaan té agamané dadi malianan! Yén patuh buina, tusingké tusing ada makudang-kudang agama? Dini mara tuah nem-nem agamané tawang. Gama Selam, Gama Katolik, Gama Kristen, Gama Budha, Gama Hindu, muah Gama Konghucu paling untat. Buin pidan lakar ngaliunang nyen lakar tepuk!” Asapunapi minab kranané, I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan sambilanga nglanturang mamargi. I Kaki Dengkil wantah nangkil ka Pura Klotok rihiné nénten sakadi mangkin. Ipun ngentasin marginé alit mabuk sambilanga kalangen ngaksinin bangketé gadang madaging pantun madon lom-lom. Mangkin, sesampuné wénten margi agung sané linggah tur mabeton becik, Ipun rauh saking kangin ngélahin. Santukan jimbar tur dangsah marginé sané lintangina. Wawu tatas mangkin, sané manahanga antuk I Kaki Dengkil wenginé puniki wantah sané kabaos tan wenang amada-mada. Minakadi gagelasan Sang Wijayasastra sané kalintang mabuat pisan. Santukan katah sané mangkin parajana, para danéswara, muang Sang Angawaraté ngawicarayang indik pamada-madaan agama Hinduné ngenénin indik matrisandyané kocap sané nginutin agama siosan. Asapunika naler pancasradané kocap sané nginutin sakadi gama lianan. Napi malih Sang Hyang Wédané kapatehang mangda kabaos madrué kitab sakadi gama samantané. Nénten ingan pabligbagané sakadi punika. Riantukan sané maosang pamucuk seka agama Hinduné. Durung malih Sang Angawaraté setata sabilang galah maosang indik upakarané agengageng sané tan paguna. “Kanggoang maupakara cenik-cenikan, masé patuh kasuksmannyané!” Asapunika baos Sang Angawaraté. Ngojong Pura Watu Klotiok, I Kaki Dengkil nyrengseng ngruruh sémér. Ngraris dégdaganga keras-keras batu bulitané ka séméré. Usan punika, jeg magésonan mabhakti ring Padmasanané. Raris malih ka séméré nimba toya sané anggéna nyiam sirah tur awakné kantos belus licig. Ngerger langgéripun wenginé puniki. Sesampuné maséh, ngraris negak masila lémpéh ring Balé Pasandekané. “Babedag poléng jelemané ento! Ngudiang patuh-patuhanga agaman déwéké ajak agama lénan? Lamun suba patuh, kema dadiang déwéké kiyayi, pastur, pendéta, biksu, utawi ané lénan. Nyak? Kénkénang lauta, bes liu panawangé kanti mingmang padidi. Melahan suba jeg tekekang antengé, kenehang agamané padidian, da bareng-bareng ngenahang agama anak lénan! Ané madan gagelaran Sang Wijayasastra, melahang malajah ningehang. Da makejang ané papak dingehanga gugu! Apa buin mara panawangé abuku, jeg suba melihang agama padidian! Dija ada anak melihang agamané padidian? To tulih I Amak, waluya tuara buina tuna, jeg tekekanga pesan agamané padidian!” Lantang malémad I Kaki Dengkil ngupet-upet asapunika, waluya ring pura, nénten surud Ipun ngamedalang isin basangné. Mangkin sampun nyansan ngwengiang. Saking doh kanten I Kaki Dengkil pakemikmik sakadi wénten ajaka mabaos. Sampun nunas paneduh, nanging kantun kémanten kanten bengar-béngor bibihné masesambatan. Sapisanpisan ingkel-ingkel kedék ngrékék. Minab I Bikul Putih, I Lalipi Poléng, tur I Penyu macolék pamor sekadan unén-unén Ida Bhatarané ajaka marerasan. Napi bala-bala Dalem Pédé sayagaanga mangda numpas Sang Angawarat sané nilar gagelaran Sang Wijayasastrané? Sira uning? Wantah bénjang wénten orti Sang Angawarat mangkat, minab punika sayuwakti! (Jelantik)
Buah di Tangkah Padidi I Madé Suarsa SAKING jaman pis bolong empet, saking satepak betén waton, lumrah, ketah, bebaktan manusa saking kadituané tui tuah, ten pasah, ten mauah. Ulap ring gelah anak, engsap ring gelah awak. Nyumbungang druén anak, nyimbingang drebén awak. Ngutamayang gelah pisaga, nganistayang gelah iraga. Padang pisaga gadang, padang iraga gading. Padang pisaga meg, padang iraga mel. Padang pisaga becik, padang iraga burik. Padang pisaga lemuh, padang iraga letuh. Padang pisaga nyalig, padang iraga luglig. Gelah pisaga langsing, gelah iraga langsung. Buah pisaga nyang-
kih, buah iraga tingkih. Nyingak pianak anak, inget pianak padidi. Nyingak somah anak, engsap somah padidi. “Padidi kanggoang matekap di carik nah Beli, tiang jumah matanding!” “Béérééés. Nekapin carik atebih, cé gé té, cenik gaé to. Ibi sanja duang tebih nekapin carik Luhé, tuntas tas… tas….” “Gé ér. Ngeres!” “Ngeres-ngeres dik kan jaen. Dot slusuh tenggala bin?” “Tidong-tidong tua.” “Tua-tua sampat, kekehé nyén makatang?” “Ajum. Kén pisé, beliang buah?”
13
“Suba ngelah buah, bin meli buah.” “Kén?” “To di tangkah Luhé.” “Badah.” “Nah teka ulik carik, jeg ada buah. Buah apa tagih? Dané kénkén tagih? Amongkén nagih? Pragaaaatttt… ha… ha…ha….” Ibi sandé menang nyalonarang, ngruak duk bek, ngruek segara rupek, ngurek song sepek, mauan-uanan nebek, silang desek saling dangsek ring pasaréan opek mlekpek, kantos klepek-klepek; bégak kadi Patih Agung manah Bapa Pugeg suir-suir ninggal somah, nilar umah; nandan sampi, negen tenggala ayat matekap; nylepit kampil nyelet arit, ayat nylupsup tukad likad, jréjéng jurang, lengkung pangkung, nriping abing. “Aba siap ijo bangkarna ka Dalem Pa. Né klau dadi masé! Macaru jani.” Madé Géwar nyandak ring catus pata. “Né ijo ba adepa. Né klau ba pangganga anggon maturan.” Botoh tajen let, sampun medem-bangun ring Pangrébongan Pamedilan, wastu apal Madé Géwar daging Lontar Pangayam-ayam, jaya-kaon ayam aduan ring Soma Wagé. Nuju Soma Wagé, raja: ijo biru mata selem bangkarna; Jaya: klau, srawah kedas mata bang; kaon: biing papak mata putih wangkas, brumbun. “Laguté bisa, makejang gaéné jemak. Suba negen tenggala, nadtad sampi, ngaba kampil, misi nyelet arit.” “Matekap Dé. Sambilang ka pangkung abingé, ngalih-alih buah dik, buah apa ya maan anggon maturan.” “Ha…ha…ha… anaké suba glincak-glincak di Bulan, Bapa nu kisah-kisah di pangkungé. Apel, pir, sunkist, anggur, buah naga suba maliah, Bapa nu ngalih sentul, tibah, cremé, badung, mundeh, pakél, utu, jrungga, salak, silik, kem, manas, wani, araaah ….” Tan ngrungu panyadcad Madé Géwar, Bapa Pugeg ngéncolang pajalan nyarik carik. Madaging pangacepnyané, matekap pragat, buah bakat. Amunapi kadén liang manah Luh Rabig, ningalin somahnyané magrégotan akampil makta buah. “Bih déwa ratuuu… dueg
tanah padidi lestariang!” “Suba dingeh? Buah di tangkah padidi, tawang? Tibantibanan pakpak sing telah.” “To dogén rambang Beli.” Saling pategehin ibu-ibu makarya aturan, saling paakéhan madaging buah dura negara mael-mael, Apel Amerika, Jeruk Australi, Buah Naga Vietnam, Durian Bangkok, Pir Afrika, Anggur China, katekaning Léngkéng Slandia Baru, maweweh minum-minuman kaléng. Yén tlektekang, boya cumpu ngaturang Ida Bhatara sesaji becik, nanging mangda polih lungsuran dedemenan ati. Luh Rabig tios. Nata aturan antuk woh-wohan Bali kui. Pinih sor madasar manas, wus punika materap-terapan sentul, manggis, kaselag dodol wajik, satuh makojong, badung, mundeh, sampian gonjér, canang sari. Ungkur pisang maijasan, ajeng ayam mapanggang. Toris sané nonton, ten wénten renga ring gebogan mawohwohan dura negara, gebogan Luh Rabig masarana woh lan sanganan asli Bali kacumpuang. Sami cumpu ring gelah Luh Rabig, doning madaging woh-wohan soléh, ten naenin panggihin ipun ring guminnyané. “E…e…e ini buah apa dia punya nama Bu…?” “Buah sentul Tuan.” “Kalau ini…?” “Mundeh Tuan. Ini badung, ini silik, dan ini tibah Tuan.” “Buah Bali bagus-bagus ya…?” Seneng pisan Bapa Pugeg Luh Rabig miragiang pamuji torisé. Sareng kalih ngicalang kenyel ring pasaréan, wengi punika tan surud-surud Bapa Pugeg kadi tuké anyud grapagrépé ngajum somahnyané jegég lemuh magoléran, masesimbing sakadi pitakén torisé ring pura inuni soré. “E…e…e ini buah apa dia punya nama Bu…? Kalau ini, ini, ini, ini…?.” Apak-apak pecika olih Bapa Pugeg. “Beli ngaé-ngaé dogénan. Buah apa?” “Buah di tangkah padidi.” “Tiang kenyel.” “Beli sing.” “Tampeh sémbéné Beli!” ***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Ring Jagat Dwaraka
Eda Ngadén
Olih : I K. Satria, S.Ag SALANTURNYANÉ kacaritayang Ida Sang Prabhu Janamejaya mapitakén ring Ida Maharsi Waisampayana. Sakadi puniki pitakénidané; Sesampuné ngicén panugrahan ring Ida Maharsi Untaka, salanturnyané napi sané kamargiang olih Ida Sang Prabhu Krishna?” Ida Sang Prabhu mapitakén antuk pikayunan sané dahat pranamya gumanti sarat Ida nguningin. Sesampuné sakadi asapunika pinunas Sang Prabhu Janamejaya, Ida Brahmana Waisampayana nyawis antuk satua ring sor puniki. Sesampuné sakadi asapunika, Ida Sang Prabhu Krishna raris kairing Ida Sang Satyaki nglanturang pamargi nuju Jagat Dwaraka. Sekancaning danu, tukad agung miwah wana sané dahat madurgama, gunung miwah bukit sané sami asri-asri pisan kalintangin. Tan karasayang Ida sampun jumujug ring Jagat Dwaraka sané sampun kawangun antuk pamargi madasarin antuk pakebat sastra, ngawinang jagaté punika dahat becik kaksiang saha madué taksu sané mautama. Tatkala punika, pamargi sakadi yadnya miwah upacara sané mapaiketan ring panyuksma majeng ring Ida Sang Hyang Widhi sedek kamargiang olih parajanané irika. Asapunika taler Bukit Raiwataka taler sampun kabecikang saha ngwetuang kautaman sané dahat. Sami kawarnain antuk warni sané dahat utama sakadi warnin kencana, sekancaning sekar sané miik-miik sané wénten irika taler sekancaning taru ageng sané ngwetuang buah mawiguna taler sampun becik kapikantenang. Yéning kapikantenang winaluya sakadi taru sané wénten ring genah Ida Bhatara Indra. Makasami telagané sampun karesikin saha kadagingin sekancaning dipa sané mawarnawarni sané becik pisan kapikantenannyané, dahat neduhin saha ngulangunin pisan. Kawéntenané punika memargi siang ratri ring Jagat Raiwataka, Dwaraka. Ring tengah goané sampun wénten toya sané medalnyané saking sekancaning genah nébrés, becik pisan kawéntenannyané. Irik taler sampun kadagingin dipa sané taler masuaran galang pisan, sida ngawinang becik kapikantenang. Ring tepi marginé samian kadagingin umbul-umbul sané ring puncuknyané kadagingin gongseng sané ngwetuang suara ri kala ampehang angin. Saluiring kakidungan, kekawin miwah palawakya sampun kawacén antuk pamargi sané becik sané ngwetuang genahé punika ngulangunin manah sang sané nyaksiang. Kawéntenan Bukit Raiwatakané sampun becik pisan pakenyor-nyor ngendih kawéntenannyané sané ngawinang sida kadaut parajanané nyaksiang.” Kawéntenané tatkala punika dahat ramya sangkaning sayaga nyanggra yadnyané sané pacang kamargiang ring genahé punika. Sami dahat angayubagia, magegirang antuk gegendingan sané suarannyané jagih-jangih. Wénten sané ageng miwah alit suarannyané. Suarané becik punika tan bina sakadi suaran sunari sané ngriung ngawénang seneng sané mirengang. Karamyannyané wénten suaran anak alit, para yowana miwah para grehastiné sané matemu sinambi mabebaosan. Kawéntenan ramyané punika taler ngawinang bukité dahat ngangobin asing-asing sané manggihin. Wénten taler sané madolan irika, wénten sané ngadol loloh, ngadol sanganan miwah ajengan sané katujuang majeng ring parajanané sané rauh. Wénten taler brana sané kadol irika luirnia sesongkétan, prada, emas, slaka miwah sekancaning kwaca miwah wastra sané warninnyané anyar-anyar pisan. Suaran gong miwah gambelan taler katabuhang ring genahé punika. Saluiring ajengan miwah
sajan kurenan tiangé ngalap buah.” “Pengalaman….” “Da dini-ditu ngalap buah nyén!” “Ah buah damping, joh-joh alih.” “Dija?” “To buah di tangkah Luhé.” “Sing ada lénan orahang?” “Nah, buah mantuné san orahang. Juang nyonyoné… Juang nyonyoné….” “Wiiihhh… da milu-milu. Depang aukud dogén ada Dolar di guminé…!” “Okana miluk sik.” “Kén buahé?.” Mabyayagan woh-wohan ring plangkané katéngkogang olih Bapa Pugeg. Tengkejut Luh Rabig ngaton. Ngarep-arep tumbasanga durén, apel, pir, sankist, anggur, ééé… malah polih manas, sentul, mundeh, badung, silik, woh-wohan Bali ilu sami mapriretan. “Beli… Beli. Buah kéné-kéné tiang bang Beli, kuno, engkokengkil, kudiang tiang nanding gebogan Beliii…?” “Né suba buah tetamian adat kuno tawang?” “Beli ketinggalan jaman. Jani sing nu nak ngaé gebogan nganggon buah kéné-kéné Beli. Jani kebut durén, apel, pir, sankist, buah naga, anggur luar negeri. Ah tiang sing nyak maturan nganggon buah kuno. Buung maturan.” Miragiang mémé-bapannyané magencalan, Luh Putu Suastini éncol pesu saking kamar manyagjag. “Mé, beneh raos Bapané busan. Da setata ulap tekén luar negeri. Yan sing iraga nglestariang buah-buah wohwohan Baliné, nyén buin? “To padingehang munyin panaké!” “Tondén karuan buah-buah luar negeri melahan tekén buah Bali. Buina buah-buah luar negeri to misi pangawét Mé.” “Ba dingeh Méméné?” “O kéto Luh. Mémé sing nawang.” “Beneh Mé. Tiang nawang pesan unduké totonan. Suud ja Mémé ulap tekén buah-buah luar negeri. Yén sing Mémé ngugu tiang, sing ngapung Mémé nguliahang tiang di Fakultas Pertanian. Cara baos Ida Pedanda Sidemen, karang awaké tandurin. Buah di tangkah padidi tohang, buah di
kinum taler wénten irika. Akéh parajanané sané ngamargiang dana punia majeng ring parajanané sané buta, sané cedangga miwah sané lingsir tur nénten prasida ngamargiang karya. Indiké punika sané ngawinang karya ageng sané kamargiang ring Dwaraka dahat mautama tur manut ring sastra. Wénten genah suci sané kakaryanin ring bongkol bukité pinaka genah mautama sané kanggén pinaka genah para brahmana suci, sané sampun pradnyan, suci tur wicaksana. Para ksatriané taler wénten rauh ring upacarané punika. Antuk kawéntenan sakadi asapunika, ngawinang genahé punika kasengguh sakadi genah Ida Bhatara Indra utawi suargan. Sapangrauh Ida Sang Prabhu Krishna taler ngawinang genahé punika sayan luih sangkaning kawibawan miwah kautaman Ida Sang Prabhu sané sampun kaloktah ring jagaté. Sesampuné polih panyembrahma sané kapatutang, Ida Sang Prabhu Krishna mamargi nuju genah linggih sané sampun kacumawisang irika, genahnyané becik pisan manut sakadi kawibawan Ida Sang Prabhu Krishna tatkala punika. “Ida Sang Satyaki taler nuju genah sané sampun kacumawisang antuk manah sané dahat garjita pisan. Ida Sang Prabhu Krishna dahat angayubagia sangkaning prasida ngrauhin kawéntenan karyané, sangkaning sampun sué kawéntenanidané nénten naenin sareng ngamargiang yadnya sangkaning sareng sajeroning pamargin Bratayudha. Para ksatria mawit saking wangsa Bhoja, Wrshni miwah Andakasa sampun. Irika raris Ida Sang Prabhu Krishna masaduajeng ring makasami ksatriané punika saha mapitakén indik kawéntenan ksatria antuk bebaosan sané dahat neduhin pisan. Kalanturang rarsi Ida ngaturang sembah majeng ring yayah renanidané sané sampun wénten irika, sami sampun matemu antuk asih bhakti. Sesampuné punika sami malinggih saha lédang ngambil sanganan miwah sarwaning pala sané wénten sinambi mabebaosan indik pamargin yudané sané sampun mamargi. Ring kawéntenan karya ageng sané kamargiang ring Bukit Raiwataka punika, Ida Sang Wasudéwa ngandika. “Uduh Cening ksatria mautama saking wangsa Wrishni, wyakti sampun sering Aji nguningin tur mirengang orti indik kautaman payudané sané memargi pinaka bebaosan jagaté punika. Sané mangkin Aji merihang pisan mangda Cening sané nyatuayang kapining Aji mangda tatas antuk Aji nguningin indiké punika. Indik payudan sané kamargiang olih Pandawa miwah Satus Korawa. Punika sané mawinan banget Aji nyaratang mangda Cening bagus nyatuayang. Durusang satuayang makasami majeng ring Aji, mangda sida Aji nguningin pamargin payudané sané mautama punika. Asapunapi pamarginé sané patut tur mamargi ri kala payudan Pandawané mayuda nyiatin Ida Bhagawan Bhisma, Bhagawan Kripa, Bhagawan Drona miwah Sang Prabhu Salya taler ksatriané sané tiosan sané wénten irika mélanin Korawa. Durusang sané mangkin I Déwa nyatuayang pamargin payudané sané ngantos mangkin sampun kasub ngejerang jagaté. Lianan punika, payudané puniki taler sampun ngawigunayang makasami retune ring jagaté sané yukti sampun ngawigunayang daya upaya sané mautama sajeroning mayuda, durusang Cening sané mangkin nyatuayang kapining Aji!” sakadi asapunika Sang Wasudéwa mapinunas ring putranidané. (Masambung)
Eda ngadén déwék bisa Sakondén tatas anacaraka Nawang sastra nawang basa Anggén dasar niti dresta Sakondén tatas tata krama Eda nulad i dongkang kipa Mapi sida mabar tali kunda Doh para nemu bagia Eda nantang baya Eda nundun biyuta Rahayuné sanggra Madé Sukara
Margarana Ngurah Rai wantah putra Bali Embas ring Puri Carangsari Tan ajerih pacang mabéla pati Nindihin gumi mélanin Ibu Pertiwi Wéh cai Welanda, magedi iba Ené karang gumi gelah kaka Dong pongah juari cai cunguh barak Mai ka Bali ngadokang mrekak Dot lakar ngebutin karang awak Sing buungan cai lakar katumbak Bala Ciung Wanara satya wacana Pedang kléwang tamiang pada tragia Nabengin angga kala mayuda Ciung Wanara sumeken kroda Tan urungan ngrejek i Welanda Tan péndah kadi kebo buta Yadiastun lina kantun wimuda Mahardika! Puputannn!! Madé Sukara
Kruna
14
Ni Ketut Budiasih
Cerakén
Bagia Prasida Dados Guru
Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
NÉNTEN iwang yéning wénten sané maosang nénten setata méweh tatkala ngrereh bagia, sakadi sané karasayang Ni Ketut Budiasih. Duaning saking sekancan parikrama kahuripan sané sampun kalintangin dané, tan kapikayunin yéning dané prasida manados guru SD honor sekolah antuk honor sané nénten akéhan saking Rp 250.000,- abulan. Anak istri sané meneng ring Banjar Tunjuk Kelod, Désa Tunjuk, Tabanan puniki maosang, yadiastun asapunika dané sampun marasa bagia pisan tatkala prasida nyarengin alit-alit sané sarat pisan malajah tur nelebin sekancan paplajahan sané kaicén. Pakedék pakenyung macanda miwah sumeken nagingin parikrama “tatap-muka” sané saraina kamargiang dané pinaka pendidik utawi guru. “Tiang marasa bagia pisan tatkala wénten tur prasida nyarengin alit-alit inucap,” baosnyané. Istri sané sampun matuuh “kepala empat” puniki nyatuayang sekancan parikrama sané sampun kalintangin sané ngawinang dané pamuputné manados guru. Tatkala SD dané masekolah ring SD No. 5 Buahan, Désa Tunjuk, Tabanan. Punika lantas kalanturang dané antuk masekolah ring SMPN 1 Marga tur ring SMA Saraswati Tabanan. Risampuné polih ijazah SMA, dané makarya ring sinalih tunggil “swalayan” ring Kota Denpasar dados kasir antuk gaji sané kaucap becik tatkala punika. Sakéwanten sangkaning swadharma dados kurenan miwah rerama miwah kahanan Bom Bali I miwah II, majanten ngawinang ekonomi Bali kaon sakadi sané taler karasayang olih Budiasih. Sangkaning patut prasida nagingin pangaptin kulawarga sinah kurenan saking I Ketut Santa Adnyana puniki makarya dados pangepul moté sané tatkala punika akéh pisan madué pagawé sané ngambil-ngambil pasuhan. Sakéwanten sangkaning malih mote punika sepi sané ngrereh sinah Budiasih manados karyawan bank swasta ring Tabanan. Sangkaning ulet tur becik makarya sinah ibu saking tetiga pianak istri puniki ngamolihang posisi sané becik tur manados sinalih tunggil pimpinan. “Tatkala makarya tiang majanten jagi sumeken mapidabdab mangda asil sané kapolihang prasida becik. Ngeninin indik penghargaan punika boya sané utama sajabaning wantah nganutin saking sapunapi pikayunan
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Pangkur 19.titê*kdu*mnu\ál*,
Titiang kadung manunggalang, picnÀid,
pican Ida, senkwsÓninßti, sané kawastanin mati, mkmulnuæk&hidup/,
makamulan saking idup, mwinenÙnÓ)næur,
mawinan wénten pura, d2méwi,
Dalem Jawi, npis)sudukæuniku,
napi sesuduk puniku, d2mÀi\rné)ero,
Dalem ingaran Jero, jwienwnÓ;r&pi\á^.
Jawiné wantah ring pinggir. 20.mli;ewnÓ)nébt)\;,
Malih wénten jaba tengah, kdirs,
kadi rasa, ÁtßnÓitêe\ni\álin/,
atman titiangé ninggalin, sk&jbtitê*rhu;,
saking jaba titiang rauh, gumnÓipc*kt)\;,
gumanti pacang ka tengah, j)eronã)li, jeron Beli,
stßkpsukÞnÙ)tu, satmaka pasuk lan wetu,
pimpinan utawi atasan tiangé,” baos dané. Sakéwanten nadak sara meled manah dané mangda prasida dados guru tur nyelehin dados guru honor sekolah ring SD No. 2 Marga sané magenah ring Banjar Ole, Désa Marga, Dauh Puri, Tabanan. Sangkaning punika Budiasih becik nabdabang galah embangnyané antuk nglanturang kuliah PGSD ring Universitas Terbuka sinambi nglanturang hobby tata rias miwah busana adat Bali sané katincapang ring Kursus Kecantikan Agung sané wénten ring Jalan Anggrek, Denpasar. Aget Budiasih madué kurenan sané “demokratis“ tur nénten nembahang sekancan parikrama sané kamargiang yéning sampun prasida becik nagingin sesana utamanyané dados kurenan miwah rerama. Asapunika taler maketetiga pianak istrinnyané setata nyarengin tur ngiringang pisarat ibunnyané. Budiasih setata nyuksmayang sekancan sané sampun kapolihang sakadi mangkin dané prasida dados guru tur madué utsaha salon kecantikan sané kamargiang napkala dané sampun budal saking sekolah. Duaning risampuné pangaptin manahnyané dados guru sampun prasida kamargiang, nanging dané patut réalistis minakadi pianaknyané sami ngaptiang prabéa sekolah utawi patut nyarengin kurenannyané tatkala nagingin pangaptin kulawarga saraina sané kapolihang saking kawagedan dane ring ngamargiang parikrama salon. “Ring manah tiangé, kahuripan punika patut pisan kamargiang antuk manah sané setata semangat, sakadi tiang sané semangat dados guru yadiastun honornyané nénten akéh tur status tiang wantah guru honor sekolah. Nanging tiang rumasa bagia nyidayang ngamargiang punika,” asapunika ibu saking Luh Gde Mita Laksmi Susanti, Ni Made Fortuna Ayi Wasanti miwah Ni Nyoman Wikan Larasanti maosang. Kasuén-suén antuk status dané dados guru honor punika dané malih dados instruktur nasional duaning prestasi beciknyané tatkala nyarengin UKG. Dané taler setata nyantenang yéning nénten wénten karma melah sané nénten jagi ngamedalang mapikolih becik ring kahuripanné puniki. (ast/was)
kerisé manjing warangka, pt)munÓitêe\r&b)li.
patemun titiangé ring Beli.
Buléléng Dados ”Destinasi Wisata Kapal Pesiar” malila cita ring Buléléng. Nengah Sudik, Seririt Makudang-kudang wacana ketah pisan kawedar ring Buléléng, minakadi Bandara Internasional, jalan shortcut, saha mangkin wéntennyané kapal pesiar ukuran ageng pacang singgah malabuh iriki. Yéning dados tunas titiang, wacana inucap mangda siki-siki dumun kapuputang kantos tuntas. Jejehin titiang samian punika wantah sawates wacana, tan wénten kasujatiannyané. Kémahon titiang pinaka krama setata ngaptiang mangda samian wacana punika prasida nincapang perékonomian krama.
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
damuh
1.
dmu;,
1.
embun
2.
dana
2.
dn,
2.
pemurah
3.
danda
3.
dnÑ,
3.
denda
4.
dangan
4.
d\n/,
4.
gampang
5.
dayuh
5.
dyu;,
5.
teduh
6.
demit
6.
d)mit/,
6.
kikir
7.
depdepan
7.
d)pÑ)pn/,
7.
mengigau
8.
durjana
8.
du(jn,
8.
penjahat
9.
dursila
9.
du(sil,
9.
jahat
10.
dut,
10.
duta, utusan
10. duta
Bahasa Indonésia
”Runner Up” Bagus Cilik Kota Denpasar
KAWERUHAN punika mabuat pisan majeng iraga pinaka dasar nguningin iwang patut sajeroning ngamargiang kahuripan saraina. Kawagedan taler penting pinaka dasar ngruruh sané kaaptiang. Pantara kaweruhan miwah kawagedan nénten pacang wénten gunané yéning nénten kasarengin antuk kawanénan utawi rasa percaya diri. “Rasa percaya diri punika mabuat taler mangda iraga sayan mawibawa, sayan becik nyinahang napi sané kamargiang,” baos Anak Agung Ngurah Bramanda Maha Saputra puniki kalem. Lanang sané kantun malinggih ring kelas VI SD Saraswati 5 Denpasar puniki yukti nénten naen kedakeda ri kala ngamargiang parikrama sané karasayang anut tur becik. Napi malih ri kala masolah ring kalangan, anggané setata percaya diri. Baosang kémanten ri kala pemilihan Jegeg Bagus Kota Denpasar, Maret 2017 lintang. Antuk busana sané anut adung, dané majalan ring kalangan sinambi makenyem bungah, mawinan dané prasida dados Runner Up Bagus Cilik Kota Denpasar. “Tiang seneng pisan ring asil inucap,” baosnyané makenyem. Gung Bram, sapunika dané ketah kasambat maosang, ri kala seleksi, dané nembangang Lagu Jempiring Putih, satios nyarengin tés ilmu pengetahuan umum tiosan. Dané taler nyinahang kawagedan tiosan sané prasida kasinahang. “Yukti pangawit marasa jejeh, takut nénten lolos yadiastun sami sampun kasayagayang. Nanging aget samian prasida becik
santukan tiang marasa percaya diri,” ucapnyané. Lanang sané embas ring Denpasar 31 Januari 2006 satios pinaka Runner Up Bagus Cilik Kota Denpasar, dané taler naen ngamolihang juara II Lomba Fashion Show Pakaian Endek Sekolah sajeroning pakéling HUT Kota Denpasar 2016. Ring widang olah vokal, dané sané seneng magending miwah magitaran puniki taler naen dados juara II Lomba Paduan Suara Tingkat SD. “Tiang taler sareng ring album Bali Kurama 4, sampun kantos puput rekaman. Mangkin kantun ngantosang launching album ké-
Mawit ”Hobby” Dados ”Profesi”
Isin Gumi
Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 6 Septémber 2017 lintang. Gung Surya, Lovina Pinaka krama ring wewidangan Lovina, puniki sampun sané jantosang tiang. Akéh pisan pacang imbasnyané antuk malabuhnyané kapal pesiar iriki, napi malih maukuran ageng miwah akéh makta wisatawan. Sinah samian akomodasi pariwisata ring Buléléng ngamolihang ius saking rauhnyané para toris inucap. Samian krama pamekas ring Buléléng mangda nyanggra becik parindikan inucap, antuk nyaga katreptian salami para wisaman
Anak Agung Ngurah Bramanda Maha Saputra
Ni Komang Orhitra Sari
k)riesmzé&wr\Ð,
BULÉLÉNG kadadosang sinalih tunggil genah “destinasi wisata kapal pesiar” Dream Cruise. Kapal pesiar mawit saking Asia puniki pacang singgah ring Buléléng salami warsa 2017 kantos 2018. Kepala Dinas Pariwisata Buléléng, Nyoman Sutrisna maosang, Bali pacang karauhin kapal pesiar maukuran “jumbo” sané makta panyiuan wisatawan mancanegara (wisman). Sapisan malayar, Dream Cruise prasida makta 5.000 diri rumasuk wisman miwah kru. Buléléng taler wawu kapertama pacang karauhin kapal pesiar maukuran panjang 330 meter puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi
Redité Pon, 10 September 2017
Gung Dé, Singaraja Malabuhnyané kapal pesiar ageng sané makta panyiuan wisatawan mancanegara sujatiné becik pisan miwah ngawi krama pamekas ring Buléléng marasa bangga. Sané patut kasayagayang pemerintah daérah ingih punika sarana miwah prasarana mapaiketan ring nyanggra kapal pesiar inucap. Minakadi pelabuhan sané representatif taler sarana panyokong tiosan mangda jaktijakti layak dados genah malabuhnyané kapal pesiar ageng inucap. Tanaya, Kampung Tinggi Antuk rauhnyané kapal pesiar ageng punika janten makta ius sané becik majeng para pelaku wisata miwah krama ring wewidangan irika. Mawinan samian angganing pariwisata ring Buléléng mangda nincapang rasa aman miwah nyaman mangda toris inucap kayun sué ring Buléléng. Pelaku wisata taler tetep mangda santun ri kala nyanggra tamiu inucap. Mologan, Mayong Galah puniki patut kawigunayang sabeciknyané pinaka galah nguningayang (promosi) indik kawéntenan genah-genah wisata ring wewidangan Buléléng. Santukan para toris punika risampun mawali ka negarannyané, pastika pacang nguningayang indik kahanan Buléléng ring dura negara. Mawinan samian kahanan ring wewidangan genah malabuhnyané kapal pesiar inucap patut nguratiang karesikan soang-soang objék wisata. (ama)
NELEBIN sinalih tunggil kasenian Bali, yéning nénten sangkaning hobby utawi kasenengan, pastika sangkaning embas ring kulawarga seniman. Pateh sakadi Ni Komang Orhitra Sari, S. Pd. Santukan kasenengannyané ring widang kasenian Bali, kasuén-suén kasenengan inucap mauwah dados profesi. Yowana lulusan IKIP PGRI Bali jurusan Sendratasik puniki maosang, boya krama sané mawit saking kulawarga seniman kémanten sané prasida dados seniman. Krama sané teleb malajahin kasenian taler kasuén-suén prasida dados seniman sané umandel. “Makasenian wantah kasenengan tiang saking kantun alit, risampuné teleb kaplajahin kasuén-suén kawagedan seni puniki dados profesi tiang,” baos pragina Desak Rai ring sekaa Arja Widyaksara IKIP PGRI Bali puniki makenyem. Pinaka pragina sané nyolahang Desak Rai sajeroning sesolahan arja, Orhi–sapunika dané ketah kasambat maosang, akéh pakéweh sané karepin, inggian ri kala latihan miwah ri kala péntas. Pakéweh punika mawit saking malajah nembangang pupuh, makekawin, nelebin watak tokoh/karakter tokoh manut pakem arja. “Sajeroning nyolahang tokoh arja, pakéwehnyané lewih ageng saihang ring ngigel biasa. Santukan sajeroning peméntasan arja, pinaka pragina patut bisa ngigel, matembang, makekawin, ngartos, mabebaosan, saha mabanyolan,” baos pragina Galuh Liku Arja Remaja Kabupaten Badung warsa 2017 puniki. Satios sibuk pinaka pragina, yowana sané embas ring Badung, 11 Mei 1993 puniki taler sibuk pinaka guru tari miwah tukang payas. Salami nelebin widang kasenian Bali pamekas seni sesolahan, makéh paplajahan saha pengalaman sané kapolihang. Mawit prasida kacunduk sareng pragina-pragina senior, miwah akéh parindikan anyar sané prasida kaplajahin pinaka dasar panuntun kahuripannyané. “Akéh parindikan miwah paplajahan sané polihang titiang, inggian saking para dosén ring IKIP PGRI Bali, Sanggar Cahya Art, Gases Bali, Sanggar Citta Usadhi Mengwitani, miwah pragina-pragina senior lawak, senior-senior arja miwah kacunduk sareng pragina-pragina sané sampun kasub,” baosnyané makenyem. Pianak I Gede Parsa-Ni Ketut Cawiani mapangapti mangda sayan akéh yowana Bali sané kayun nelebin kasenian Bali saha nglestariang kasenian puniki. Satios punika, dané taler mapangapti setata molihang galah malajahang raga saha sayan akéh molihang pengalaman pinaka bekel ngamargiang kahuripan salanturnyané. “Dumogi sida dados jadma maguna, ngawi seneng rerama, setata lascarya ngayah miwah akéh molihang pengalaman,” aptin dané nguntatin. (uma)
manten,” baos Gung Bram makenyem bungah. Oka saking dr. Agung Dwipelita Putra Sp.OG. IGst Ayu Alit Dewi Darmayanti, SE., puniki mangkin sibuk magitaran. Dané sibuk malajahin gitar klasik sané lewih sumeken malajahin indik teknik miwah penjiwaan lagu. Yadiastun sibuk ring makéh kegiatan, Gung Bram ngangken nénten naen lali malajah. Satios ring sekolahan, dané taler nyarengin les paplajahan ring genah tiosan. “Malajah punika nomer satu, santukan tiang meled dados dokter spesialis kebidanan miwah kandungan,” tegesnyané. (bud/uma)
15
Minggu Pon, 10 September 2017
Idul Fitri Wisanggeni… l Pertapaan Ramadlan (6)
TULISAN ‘’Presiden Mohon Maaf Kepada Rakyat’’ saya tunda, ganti yang ini. Mungkin sebagian orang memerlukan sekali, tiga kali atau sepuluh kali membaca. Mungkin sehari, sebulan atau bertahun-tahun memahami. Apalagi harus detail dan teliti, bahkan per kata. Tetapi inilah apa adanya dialog itikaf dengan anak-anakku. BISA DELETE SAJA. Atau masukkan file-nya ke sistem agung dalam kepala. Biarkan ia menentukan sendiri kapan loading dan seberapa jauh dan mendalam daya akses dan kompatibilitasnya terhadap kehidupan dan langkah-langkah sejarah di mana engkau berdomisili. Atau boleh juga simpan saja dulu teks ini. Kapan-kapan dibaca. Sekarang lebih utama bercengkerama dengan keluarga itu standar makna mudik. ‘’Ketika engkau beri’tikaf, di mana letak Dunia?’’ ‘’Kupikul di pundakku’’ ‘’Di mana letak Indonesia?’’ ‘’Kugendong di tangan kananku’’ ‘’Kaki melangkah ke mana?’’ ‘’MEMASUKI GERBANG PERADABAN BARU. Globalisme sudah senja. Ummat manusia sedang digerakkan memasuki gelembung yang lebih besar. Peta Besar Global akan menjadi bagian dari Peta Agung. Manusia yang merasa sangat menguasai dunia, tidak bisa mengelak dari zat-zat supra-mikro yang muncul dari dalam diri mereka sendiri. Zat-zat itu ditumbuhkan dari dalam dan ditaburkan dari atas. Secara rahasia oleh para petugas dari Sang Maha Gelembung. Penduduk Bumi sedang terdesak untuk memasuki Evolusi Hari ke-5 penciptaan, karena stagnasi dalam ketertipuan oleh egosentrisme kemanusiaan Evolusi Hari ke-4 tiba di puncaknya.’’ ‘’UMMAT ISLAM HENDAKNYA SEGERA mengubah haluan berpikirnya dari oriantasi kekuasaan Ummat Islam ke berlakunya Islam pada software kejiwaan ummat manusia. Peradaban sedang mengalami revolusi samar amun semakin nyata, dari fase ‘Insan’ ke fase ‘Hamba Allah’ untuk bersiap berhijrah seterusnya ke ‘Khalifah Allah’. Manusia akan tahu bahwa cahaya tak kelihatan, yang mereka lihat adalah partikel yang ditimpa cahaya. Bahwa kebenaran, kebaikan, keindahan, kemuliaan, Islam, kamukten, karamah, apalah Tuhan: tidaklah kasat mata’’ ‘’APA YANG TERJADI PADA INDONESIA di gendongan tanganmu? Bukankah ia semakin dikepung oleh berbagai cengkeraman dunia bahkan yang dari utaranya utara pun sudah mulai ikut bermain mengatur dua tahun ke depan dan seterusnya? Bukankah rakyatmu tak kunjung beranjak dari posisi dipermainkan, dijadikan batu pijakan, diperdaya, dikelabui dan ditilap?’’ ‘’ITU KEKALAHAN PADA POLA HITUNGAN HARI KE-4 , tetapi itu modal besar pada posisi Hari ke-5, dan menjadi awal kemenangan pada Hari ke-6. Engkau, kita, dan siapapun yang memusuhi dan menjajah, sebaiknya mulai berhitung dengan spektr4um, analisis, perhitungan, metodologi dan strategi Hari ke-6. Segera lewati garis batas Globalisasi. Dan secara tertahap mulai kenalilah pelakupelaku baru untuk sejarah baru, yang sama sekali ‘min haitsu ia yahtasibu’, titidak dihitung dan tidak tertera di buku-buku Hari ke-4. Sesudah Idul fitri ini segera mateg-aji: kalian bukan lagi makhluk lokal, regional, nasional atau pun global. Kalian adalah bagian dari tata galaksi agung, yang default, maupun kejutan custom meteor-teor tak teratur dalam keteraturan Sang Maha Gelembung’’. ‘’MOHON IZIN KUPAKAI SIMBOLISME WAYANG. Aku tidak meremehkan wayang, demi keindahan inovasi dan ijtihad. Aku tak membenci apapun, supaya tidak terlalu bodoh. Aku tidak membuang siapapun, demi rahasia ilmu dan kerendahan hati. Secara wayang, stagnasi Hari ke-4 akan dipecah oleh Semar dan Wisanggeni. Cara dan jalannya: Semar mensinergikan Bumi dengan Langit. Wisanggenti tidak boleh ikut bermusuhan, apalagi terjun ke medan perang’’ ‘’wisanggeni berasal dari sifat Allah ‘’Wasi’ Ghoniy: Maha Luasa dan Maha Kaya. Wisanggeni mengelilingi Bumi untuk
perjungan kemuliaan. Di dalam kemuliaan berlangsung harmoni antara kebenaran, kebaikan dan keindahan. Wisanggeni sangat kuat dan sakti, tetapi dilarang menggunakan kekuatan. Wisanggeni tidak merebut kekuasan, tidak melakukan revolusi fisik, tidak membakar gedung-gedung, tidak menyantet tokoh-tokoh, memandang tindakan radikal hanya efektif sebagai pemuas dendam dan penawar penderitaan.’’ ‘’JADI WISANGGENI TERUS DIAM SAJA?’’ Aku terus menyerap. ’’Puasa itu melakukan ‘’tidak’ justru untuk makna dan fungsi yang sangat’iya’’ ‘’WISANGGENI DIDADAR untuk berlatih menyayomi dan menyayangi. Digembleng untuk meyakini cjnta dan kemuliaan ilmu, sebagai tali terkuat pengikat ummat manusia. Jalannya pasti sangat panjang. Maka Wisanggeni tajam peka menemukan sesungguhnya aspirasi Hari ke-5 dan ke-6 sudah banyak dilangsungkan di seantero bumi di Hari ke-4. Hanya saja para pelakunya melaksanakan dengan naluri dan logika alamiahnya, belum dengan spectrum cinta dan kemuliaan ilmu Hari ke-6’’. ‘’BANGSA DI NEGERI INI sedang kabur kanginan, kepaten obor, menjadi buih kintir ke tengah lautan ketidakmenentuan. Sebenarnya Indonesia bukan yatim piatu, tapi sejak hamper sebad silam dipsahkan dari Ibu Bapak dan Nenek Moyangnya. Padahal mereka punya semua itu. Indonesia tidak hanya terampil men-Cangkul dan tangguh bersilat Pedang, tapi juga memiliki Keris Pusaka, tetapi dicuri dan disembunyikan oleh Kerajaan Barat dan Utara’’ ‘’KAMI MENYEBAR KE SELURUH NUSANTARA untuk menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia memiliki semua, sehingga harus segera dimulai menyusun cita-cita masa depan yang lebih besar dan panjang ke depan disbanding Revolusi Chaebol, bahkan berkaliber seagung Pendekar Dua Tanduk…’’ ‘’APAKAH TUHAN akan turun tangan langsung? Di mana Ia berada sekarang?’’ ‘’IA MENYATAKAN ‘AKU BERSEMAYAM DI ATAS ARASY’’, tapi itu hanya ungkapan untuk memudahkan pencapaian akal kita. Apapun Allah tidak berada di atau dalam apapun. Justru ia adalah Maha Wadah, Maha Gelembung, di mana apapun, termasuk kita dan jagat raya, terletak di dalam-Nya. Kalau mau lebih bernuansa: kita adalah kanakkanak yang bermain di taman cinta dan kasih sayang-Nya’’ ‘’KENAPA WAJAH dan aroma-Nya adalah cinta dank ash sayang?’’, aku mengejar, Anak itu menjawab: ‘’Sebab semua ini soal cinta. Hidup adalah menikmati kemesraan dan menempuh kerinduan untuk menyatu kembali dengan Maha Kekasih. Allah melambaikan tangan agung-Nya” ‘’Hai, siapa saja yang merindukan perjumpaan dengan-Ku, berbuatlah saleh di dunia, penuhilah Bumi dengan kasih sayang dan kemuliaan.’’ Ia menitipkan pesan melalui Kinasih Utama-Nya, Muhammad awal mula cahaya: ‘’Katakan kepada mereka, Muhammad: ‘’Kalau kalian sungguh-sungguh mencintai Allah, maka melangkahlah berjalan di jejakku. Anakku lainnya menambahkan: ‘’Demikianlah perjalanan khilafah. Khalifatullah adalah asanu taqwim (makhluk utama) yang berjalan di belakang Allah dan Muhammad kekasih-Nya, menuju meeting point, arena kemesraan cinta, yang telah diperjanjikan olehnya dengan setiap manusia sebelum menyamar jadi bayi dan tahap transformasi bilogis. Jarak meeting pointitu bukan hanya tidak jauh, bahkan ‘’lebih dekat dari utar lehermu sendiri.’’ Yang jauh adlaah kesabaran dan keihlahannya, istigawmah dan muthimaninnahnya. Para ahsanu taqwim berthawaf, mengelilingi titik yang tu-itu juga untuk menekuni kesabaran rindu dan ketahanan cintanya. Semua yang berthawaf membangun ‘sulthan’, energy puncak yang dihimpun sebelum menginjakkan sukma di meeting point. Semua yang berthawaf tidak bisa merasa lebih dahulu atau ketinggalan dari lainnya. Tidak bisa merasa lebih benar, lebih b aik, lebih hebat atau lebih berprestasi disbanding lainnya, sebab parameternya berada di rahasia qalbu Allah, yang manusia hanya bertugas menempuh rindu dan merawat kesetiaan.’’
Dia yang Berbadankan Aksara (1)
PAMERAN LUKISAN, PERNIKAHAN PUISI Nyoman Wirata - Alit S. Rini Sore ini pukul 17 : 00 wita 10 September 2017 di Taman Kriya Taman Budaya Denpasar start here with love and life and poetry that remains us of what we are ... PADA HARI MUNCUL WACANA dari Pemerintah untuk membubarkan HTI dill, malam itu bersama Kiai Kanjeng dan lebih 10 ribu massa kami ‘’maiyahan’’ di halaman Polres Malang Raya. Didokumentasi dengan baik oleh pihak Polres saya menjelaskan ‘’peta pengetahuan dan ilmu’’ tentang Khilafah. Sikap dasar Maiyah adalah pengambilan jarak yang terukur untuk tidak mencintai secara membabi-buta atau membenci dengan mata gelap dan amarah. PADA HARI LAIN sesudahnya berturutturut di Yogya saya menerima tamu dari DPP HTI, kemudian Kapolda DIY, sesudah itu rombongan para perwira tinggi dari Mabes Polri. Tema pertemuan itu meskipun lebaran variabelnya berbeda, tetapi fokusnya tetap seputar khlafah. Pengetahuan saya sangat terbatas, sehingga apa yang saya kemukakan kepada HTI maupun Polri sama saja. Policy peciptaan Tuhan atas manusia yang dimandati Khilafah, epistemologinya, koordinatnya dalam seluruh bangunan Syariat Allah, mosaic tafsir-tafsirnya, dialektika sejarahnya dengan berjenis-jenis otoritas pada kumpulan manusia, termasuk tidak adanya regulasi penggunaan kata yang terbiaskan di antara substansi, filosofi, branding, jargon politik, icon eksistensi, merek dagang dan pasar yang di dalam Islam disebut fenomena ‘’aurat’’. BELUM ADA DISKUSI PUBLIK antara berbagai kalangan, termasuk pada Kaum Muslimin sendiri, misalnya apakah mungkin biki Warung Tempe Penyet ‘’Islam Sunni’’, Kesebelasan ‘’Ahlus Sunnah wal Jamaah’’, Geng Motor ‘’Jihad fi Sabillilah’’, Bengkel Mobil ‘’25 Rasul’’, produksi Air ‘’Nokafir’’’, atau Jagal Sapi ‘’Izroil’’. Tapi memang ada Band Group ‘’Wali’’, Bank ‘’Syariah’’ dan ‘’Muamalat’’, Sekolah Dasar Islam, atau Islamic Fashion. Meskipun saya tidak kawatir akan muncul ‘’Coca Cola Rasulullah Saw’’, Paguyuban ‘’Obama Atina Fiddurnya Hasanah’’, atau Kelompok Pendatang Haram ‘’Visa Billlah’’, tetapi saya merindukan ada sekolah ‘’Daun Hijau’’, Universitas ‘’Pohon Pisang’’ atau merek rokok ‘’Hisab Akherat’’. BELUM ADA DISKUSI STRATEGIS yang menganalisis kalau ada T-Shirt bertuliskan ‘’Islam My Right, My Choice, My Life,’’
AKU MENGEJAR: ‘’Bukankah Idul fitri adalah hari kemenangan? Tertutupkah konstelasi kalah menang? Harus ada yang kalah, kalau ada yang menang….’’ TERNYATA DIJAWAB OLEH ANAKKU YANG LAIN: ‘’ Aku menjumpai ada empat kemenangan/. Pertama, kemenangan untuk tidak kalah oleh kesumpegan, kekalutan, ruang sempit, bau busuk, kebingungan, kebuntuan dan keputusasaan. Kedua, kemenangan berupa kemenangan berupa kemampuan menemukan jalan keluar dari kebuntuan. Ketiga, kemenangan taqarrub dan qurban. Engkau enteng saja meningngalkan kerajaanmu, sawah kebunmu, kekayaan dan harta bendamu, dama harum dan akses keduniaanmu – menempuh perjalanan berpuluh tahun, dengan agenda yang dunia tak bisa memahaminya. Apa itu? Ialah tidak ikut merusak. Tidak ikut menyembah dunia. Tidak ikut berebut barang curian. Tidak ikut diperbudak nafsu. Tidak ikut menghina martabat kemanusiaan. Itu aja sudah sukar dipercaya oleh kebanyakan manusia: mau menyelam ke lubuk dan ufuk agenda sejatinya? ANAK YANG LAIN MENIMPALI: ‘’Kalau kau punya tujuan dunia, kau panggul ada agenda politik, cita-cita kekuasaan, ambisi mencengkeramkan apa yang kau anggap benar ke semua penghuni bumi - maka kau akan patah di tengah jalan. Kau kebabisan napas. Pasti. Cepat atua lambat. Pandanglah perubahan peta kekuatan dunia hari ini’’ ‘’KEMENANGAN YANG KEEMPAT?’’, aku mengejar. ‘’Kemenangan mengalahkan dirimu sendiri,’’ si pengurai kemenangan menjawab, ‘’Ibu kemenangan Wisanggeni. Kalau ia mau terjun ke medan perang, akan terjadi over-destruksi. Tapi ia berpuasa. Apalagi mbah Bodronoyo, sebab ia adalah Panembahan Ismaya: ia Bapak pengayom kita semua. Dan yang lebih utama: kemenangan puasa itulah jalan tak terduga untuk menjadi kaya raya-asalkan kita pelajari betapa kayanya wujud dan formula kaya raya menurut spectrum Hari ke-6.’’ l Emha Ainun Nadjib Yogya, 24 Juni 2017
l Tidak Termusnahkan, Tidak Terkalahkan
AWAL dan akhir perjalanan manusia dalam visi peradaban Bali Tradisi adalah Akshara. Visi ini menjadikan setiap tahapan fase penting nan utama kehidupan manusia Bali senantiasa ditandai serta dilingkupi oleh dan dengan Akshara. Apakah Akshara dalam visi Bali? Akshara adalah “yang tidak termusnahkan”. Apakah “yang tidak termusnahkan” itu? Dia Yang Langgeng Abadi. Apa dan siapakah “Dia Yang Langgeng Abadi” itu? Hidup—itulah jawaban tegas nan jelas Bali Tradisi. Apakah Hidup itu? Hidup adalah Dharma. Apakah Dharma itu? Dharma adalah Dia Yang Langgeng Abadi. Karena Dharma itu Langgeng Abadi, maka Dharma menjadi tidak terkalahkan. Yang Tidak Terkalahkan dengan sendirinya niscaya Tidak Termusnahkan. Bagaimana hendak dimusnahkan jika dikalahkan saja tidak mungkin? Jangankan hendak dikalahkan, bahkan sekadar ditandingi saja tidak mungkin. Dia Yang Tidak Terkalahkan dan dengan sendirinya Tidak Termusnahkan itu tentu dengan sendirinya juga berarti Senantiasa Jaya, Senantiasa Menang, Senantiasa Unggul. Karena Senantiasa Jaya, Senantiasa Menang, maka Dia Yang Tidak Terkalahkan dan dengan sendirinya Tidak Termusnahkan
l Anggur
itu dengan sendirinya Tidak Terhalangi, Tidak Terintangi, Tidak Terbatas, apalagi hendak dibatasi. Karena Tidak Terbatas, maka dengan sendirinya menjadi Memenuhi Semua, Melingkupi Segala. Tidak ada yang tidak bisa dimasuki, disusupi, diresapi oleh Dia Yang Tidak Terkalahkan dan dengan sendirinya Tidak Termusnahkan itu. Karena Dia Memenuhi Semua Melingkupi Segala, lantas bagaimana hendak sanggup dihindari, bagaimana mampu dihindarkan, apalagi ditampik kehadirannya? Akshara dan Dharma itu, dalam visi Bali Tradisi, angebek ring bhuwana agung mwang bhuwana alit, maha memenuhi seluruh jagatraya maupun jagat diri ini. Begitulah Akshara serta Dharma itu senantiasa Hidup, senantiasa Menang. Bila demikian halnya, lantas bagaimana manusia merasa mampu, apalagi kuasa, menghindari maupun menghindarkan Akshara serta Dharma dalam semesta kehidupan? Menghindari Akshara dan Dharma berarti menghindari Hidup. Menghindari Hidup berarti Mati. Yang Mati itu berarti bukan Hidup. Yang bukan Hidup berarti bukan Akshara, bukan pula Dharma. l deprabas
Merah Bali Utara Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 Dalam 72…
Tongkat Perpu dan Tongkat Musa apakah pemakainya sedang meyakinkan dirinya sendiri yang belum yakin dengan Islamnya. Ataukah ia untuk gigi kepada orang lain. Ataukah ia bagian dari ‘ ‘’aurat’’, sesuatu yang terindah dan sacral sehingga justru sebaiknya ditutupi, sebahaimana bagian kelamin dan payudara. Sampai pada getolnya HTI dengan kata ‘’Khilafah’’ sampai menyebar jadi kesan umum bahwa HTI adalah Khilafah, Khilafah adalah HTI, yang bukan HTI bukan Khilafah. Padahal NU, Muhammadiyah, semua ummat manusia adalah Khalifatullah di Bumi. HTI MEMERLUKAN SATU DUA ERA untuk penggulirandiskusi publik tentang Khilafah, yang diwacanakan dengan komprehensi ilmu selengkah-lengkahnya, dan menghindari keterperosokan untuk menjajdi jargon politik, bendera ideologi atau wajah identitas yang bersifat ‘’padat’’, yang membuat semua yang di sekitarnya merasa terancam. Saya sempat kemukakan kepada teman-teman HTI: ‘’Bagamana mungkin Anda menawarkan Khilafah Tanpa kesabaran berproses menjelaskan kepada semua pihak bahwa Khilafah bukanlah ancaman, melainkan tawaran solusi bagi problem ummat manusia. Kalau kita masukkan makanan ke mulut orang, tanpa terlebih dulu mempersiapkan pemahaman tentang makanan itu, pasti akan dimuntahkannnya. Dan kalau yang Anda cekoki itu Penguasa, maka batang leher Anda akan dicengkeram oleh tangan kekuasaannya.’’ KEPADA TEMAN-TEMAN polri saya mohon ‘’jangan membenci HTI, karena mereka menginginkan kehidupan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia. Mestinya Anda panggil mereka untuk dialog, symposium 3-5 sessi supaya matang. Kalau langsung Anda berangus, nanti ada cipratannya, akan membengkak, serbuk serbuknya akan malah melebar ke organ-organ lain. Mohon Anda juga jangan anti – khilafah, kita jangan cari masalah dengan Allah, sebab Khilafah itu gagasan paling dasar dari qadla dan qadar-Nya. Kita punya keluarga dan anak cucu, mari hindarkan konflik laten dengan Tuhan.’’ PANDANGAN SAYA tentang Khilafah berbeda dengan HTI. Bagi HTI Khilafahl itu ‘’barang jadi’’ semacam makanan yang sudah matang dan sedang dinegosiasikan untuk diprasmanankan di atas meja Al-Maidah (hidangan). Sementara bagi saya Khilafah itu benih atau bujih. Ia akan berjodoh dengan kondisi tanah yang berbeda –beda, cuaca dan sifatsifat alam yang berbeda. Benih Khilafah akan menjadi tanaman yang tidak sama di medan kebudayaan dan peta antropologis-sosiologi yang berbeda. Kesuburan dan jenis kimiawi tanah yang berbeda akan menumbuhkan khilafah juga tidak sama. Termasuk kadar tumbuhnya: bisa 30%. 50% 80%. Saya bersyukur andaikan kadar Khilafah hanya 10. Saya belum seorang yang lulus di hadapan Allah sebagai Muslim Maka saya selalu mendoakan semua manusia dengan segala kelemahan dan kekurangannya, mungkin keterpelesetan dan kesesatannya, kelak tetap memperoleh kedermawanan hati Allah untuk diampuni. BIJIH KHILAFAH bisa tumbuh menjadi pohon Kesultanan, Kekhalifahan, Kerajaan, Republik, Federasi, Perdikan, Padepokan, atau Komunitas saja, ‘’small is beautiful’’ saja. Allah menganjurkan ‘’Masuklah ke dalam Simi setotal-totalnya’’ (kaffah). Dan Allah bermurah hati tidak menyatakan ‘’Masuklah ke dalam Islam kaffah’’. Kelihatannya itu terkait dengan kemurahan hati Tuhan tentang batas kemampuan manusia. Allah tidak membebani manusia hal-hal yang melebihi kuasanya. Dunia bukan Sorgan. Dunia bukan kampong halaman, melainkan hanya tempat transit beberapa lama. Tidak harus ada bangunan permanen di tempat transit. Kalau bangunan peradaban di Bumi bukan system bear Khilafah Islam, melainkan hanya sejauh ikhtiar-ikhtiar Silmi, yang nanti dihitung oleh Allah adalah usaha per-individu untuk menjadi Khalifah-Nya. KALAU ORANG MASIH MAU MANDI, maka minum dan buang air bear maupun kecil, masih tak keberatan untuk berpakaian, membangun rumah dengan taat gravitasi, memasak air sampai mendidih, tidak keberatan untuk tidur berselang-seling dengan kerja keras menghidupi keluarga – itu sudah khilafah, di mana manusia mematuhi asas kebersihan, kesehatan dan kemashlahatan. Kalau hokum diterkkan, kesehatan dan kemashlahatan. Kalau hokum ditegakkan, ketertiban sosial dirawat bersama, Pemerintah bertanggungawab kepada rakyatnya, secara substansial itu sudah Khilafah. KHALIFAH ADALAH ORANG YANG
BERJALAN di belakang membuntuti yang di depannya. Yang di depannya itu adalah kemauan Tuhan yang mengkonsep seluruh kehidupan ini selurhya. Maka Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Sila Pertama. Karena Boss Nasional dan Global kita adalah Tuhan. Sebab semua kekayaan Tanah Air ini milik-Nya, kalau mau menggali isi tambang, mau mengenyam hasil saawah dan perkebunan, rakyat dan Pemerintah Indonesia bilang permisi dulu kepada Tuhan, kemudian bilang terimakasih sesudah menikmatinya. Cara berpikir Negara Pancasila adalah menyadari posisi Tuhan sebagai The Only Owner, Kepala Komisaris, dan inspirator utama Dirut serta pada Manager. Itulah Khilafah. KEPADA HTI maupun Polri sudah saya ungkapkan lebih banyak dan luas lagi. Khilafah itu ilmu dan hidayah utama dari Tuhan. Kita bersabar memahaminya, menyusun bagan dan forulanya. Yang utama bukan apa aplikanya, melainkan efektif atau tidak untuk membangun kemashlahatan bersama, rahmatan Lil’alamin dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita pastikan tidak ‘’merusak bumi dan menumpahkan darah’’ (definisi dari Allah SWT), saling melindung harta, martabat dan nyawa satu sama lain (criteria dari Rasul Muhammad saw). SAYA MERASA tak banyak gunaya, tapi saya nekad ungkapkan tentang Enam Tahap Evolusi di mana Globalisme sat ini berada pada Evolusi Empat. Spektrum filosifi dan pemikiran manusia memangkas dri dan mandeg sejak awal Masehi. Manusia diredusir hanya pada ilmu dan teknologi. Bluluk, Cengkir, Degan dan Kelapa di empat-kan, padahal ia satu yang berevolusi. Dunia sekarang bertengkar, saling dengki dan membenci antara Peradaban Bluluk, Peradbaan Cengkir dan Peradaban Degan, yang bersama-sama memusuhi Peradaban Kelapa. Para pelaku Wacana Kelapa juga kebanyakan masih berpikir secara Degan, berlaku secara cengkir, bahkan jumud dalam semangat Bluluk. BANYAK LAGI SPEKTRUM NILAI yang saya nekad kemukakan. Khusus kepada teman-teman Polri saya mohon agar ‘’jangan terlalu garang dan melotot kepada rakyat’’’. Saya kutip An-Nas yang berisi anjuran Tuhan tentang pengelolaan sosial. Default tugas mereka adalah kasih sayang dan pengayoman (Rububiyan, ‘’qul a’udzu bi Rabbinnas). Kalau tidak sangat terpaksa jangan sampai pakai ‘’Malikinanas’’ (Mulukiyah, kekuasaan) apalagi ‘’Ilahinnas’’ (Uluhiyah, kekuatan politik dan militeristik) di mana aspirasi rakyat yang tidak sejalan dengan kemauan penguasa dibanting, dihajar dengan Tongkat Perpu, dipaksa ‘’ndlosor’’, menyembah Penguasa. Kapan-kapan Indonesia perlu punya Pemimpin yang ‘’Rububiyah’’. TERMASUK TERMINOLOGI tentang Radial, Fundamental, Liberal, Moderat: afala ta’qilun, tidak engkau olahkah dengan akalmu, kenapa engkau telan begitu saja? Apalagi salah tuding tentang yang mana yang radikal. Tetapi kemudian saya menyadari bahwa seluruh proses Indonesia ini tidak memerlukan apalun dari saya. Kalimat-kalimat kasih sayang saya ‘’blowing in the wind’’, kata Bob Dylan, ‘’tertiup di angin lalu,’’ kata Kang Iwan Abdurahman, atau ‘’bertanyalah kepada rumput yang bergoyang’’, kata adik kesayangan saya Ebiet G Ade. TETAPI INDONESIA SUNGGUH PERLU banyak-banyak berpikir ulang. Maslaah tidak cukup diselesaikan dengan kekuasaan. Waktu terus bergulir dan seribu kemungkinan terus berproses. Apalagi banyak ‘’talbis’’ dan ‘’syayathinil-insi’’. Tidak semua hal bisa divover oleh kekuasaan. Bhinneka Tunggal Ika adalah tak berhenti belajar mencintai dan saling menerima. Cinta plus Ilmu = kebijaksanaan, Cinta Minus Ilmu = Membabi – buta. Cinta pus Kepentingan’ kapal dan Penyanderaan. Kebencian plus Kepentingan = Otoritarianisme alian Firaunisme. Dan masa depan Firaun adalah kehancuran. Di ujung turnamen nanti Tongkat Perpu Firaun akan ditelan oleh Tongkat Musa. BANGSA INDONESIA INI SUBJEK BESAR di muka bumi. Ia punya sejarah panjang tentang kebijaksanaan hidup dan peradaban karakter manusia. Bangsa Indonesia ini Garuda, bukan bebek dan ayam sembnelihan. Indonesia adalah Ibu Pertiwi, bukan perempuan pelacur. Indonesia adalah Hamengku-Bumi, pemangku dunia, bukan ekor globalisasi. Barat diruwat, Arab digarap, kata penduduk Gunung Merapi. Indonesia adalah dirinya sendiri. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 25 Juni 2017
Dia yang Berbadankan Aksara (2) l Tak Meninggalkan, Tak Ditinggalkan
BALI TRADISI memang senantiasa mengingatkan supaya para pejalan di tanahair Bumi Kehidupan ini berusaha sepanjang hayat di kandung badan menemukan lalu menyatu dengan Dia Yang Senantiasa Hidup. Dia Yang Senantiasa Hidup itulah inti-saripati hakikat substansi Kehidupan. Karena Senantiasa Hidup, maka Dia Yang Senantiasa Hidup itu tidak pernah mati. Tidak pula pernah dimatikan dan tidak termatikan. Karena tidak pernah mati, tidak pernah dimatikan, dan tidak termatikan, maka Dia Yang Senantiasa Hidup itu senantiasa hidup. Hanya dan hanya Dia Yang Senantiasa Hidup itu yang senantiasa hidup. Selain Dia Yang Senantiasa Hidup itu niscaya mengalami mati, dimatikan, dan/atau termatikan. Karena mengalami mati, dimatikan, dan/atau termatikan, maka selain Dia Yang Senantiasa Hidup itu niscaya mengalami meninggal, tertinggal, ditinggalkan, atau malah meninggalkan. Berbeda dengan Dia Yang Senantiasa Hidup itu: tidak pernah sekali pun meninggal atau meninggalkan. Tidak pula mampu ditinggalkan, apalagi tertinggal. Dia Yang Senantiasa Hidup itu tidak mampu ditinggalkan karena telah senantiasa memenuhi segala titik tempat sekaligus memenuhi
segala saat. Memenuhi berarti mengisi dengan penuh. Penuh berarti tidak ada yang tersisa tidak diisi. Semua terisi oleh Yang Senantiasa Hidup itu. Karena Dia Yang Senantiasa Hidup itu telah senantiasa memenuhi mengisi segala titik tempat dan saat, maka dengan sendirinya tidak mungkin tertinggal, tidak pula mungkin ditinggalkan. Dia Yang Senantiasa Hidup itu telah dengan sendiri-Nya Ada dan Hadir di tempatnya semula. Bali Tradisi menamakannya jalan mula, ya di tempat dan saat semula Dia Ada Hadir. Dia Yang Senantiasa Hidup itu tidak pernah ke mana-mana, meskipun Ada Hadir di mana-mana mengisi memenuhi segalanya. Tidak ada tempat dan saat yang tidak diisi dipenuhi-Nya. Begitulah yang dinamakan Akshara. Begitulah yang dinamakan Dharma. Hanya yang belum terbuka selubung gelap pikirannya-lah yang merasa sanggup meninggalkan dan menanggalkan Dia Yang Senantiasa Hidup itu. Yang belum terbuka selubung gelap pikirannya merasa kuasa melupakan, menghindari, menghindarkan, bahkan merasa dengan begitu mudah mampu mematikan Dia Yang Senantiasa Hidup itu. l deprabas
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l
Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan
September-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27
Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!
Hari Ulang Tahun Seniman September : Ida Bagus Dharmadiaksa, Abu Bakar, Lek Dah, Yanusa Nugroho, Asa Jatmiko (Penyair), Satmoko Budi Santosa, Muda Wijaya, Dewi Pradewi, Ngurah Dibia, Made Supena (Pelukis), Lany Koroh, Sri Jayantini, Marhalim Zaini, Kiki Sulistyo, Agung Brawida, Ahmadun Yosi Herfanda, Fakhrunas Ma Jabbar, Ibw Keniten, Made Kaek (Pelukis), Kadek Surya Kencana, Dhenok Kristianti, Koniherawati (Perupa), Wayan Westa, Ni Luh Putu Putri Suastini, Didit Alamsyah (Teater), Ib Putra Adnyana (Fotografer), Hasta Indriyana SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam September, Sampai-jumpa di Taman Kriya sore ini
NASIONAL
16
Minggu Pon, 10 September 2017
Dhritarashtra Tanyakan Ksatria-ksatria Kuru yang Masih Hidup
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta ( Edisi Kesembilan)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
PUTRA Virata, Sankha, sebagaimana juga Pangeran Uttara yang besar kekuatannya, setelah menyelesaikan prestasi-prestasinya yang sangat sulit, telah pergi ke tempat tinggalnya Dewa Yama. Hal yang serupa juga diderita Satyadhrituti dari keluarga Matsya. Selain Madiraswa yang energinya besar dan Suryadatta yang memiliki keberanian besar. Ksatria-ksatria utama yang memikah Pandava itu telah dibantai Guru Drona dengan panah-panahnya. Srenimat, oh baginda, setelah bertarung dengan keberanian besar dan menyelesaikan prestasiprestasi yang sangat sulit telah pergi ke tempat tinggalnya Dewa Yama. Kepala keluarga Magadha itu membantai pahlawan-pahlawan bermusuhan. Dia yang dilengkapi energi besar dan mengetahui senjata-senjata paling sakti itu tergeletak di medan pertempuran. Pahlawan hebat itu dibantai kakek Bhishma. Sedangkan Vasudana setelah membuat sebuah penyembelihan besar-besaran dalam pertempuran, telah dikirim ke tempat tinggalnya Dewa Yama oleh putra Bharadwaja setelah dirinya sendiri berusaha dengan keberanian besar. Semua ini dan banyak prajurit kereta perkasa
lainnya dari pihak Pandava telah dibantai Guru Drona setelah dirinya sendiri berusaha bertempur habis-habisan menggunakan energinya yang dahsyat. Hamba sekarang sudah menceritakan kepada paduka semuanya yang paduka telah tanyakan. Dhritarashtra berkata, ‘’Ketika semua yang utama dari para prajuritku, oh Sanjaya, telah dibinasakan. Aku tidak berpikir sisa-sisa bala tentaraku tidak akan dibinasakan! Ketika kedua pahlawan utama pemanah-pemanah perkasa itu di pihak Kuru yakni Bhishma dan Drona telah dibantai. Lalu apa gunanya aku lebih lama menjalani hidup ini? Aku juga tidak dapat membiarkan kematian putra Radha, perhiasan pertempuran itu yang memiliki kekuatan lengan-lengan sebesar sepuluh ribu ekor gajah! Oh yang utama dari para pembicara. Katakan kepadaku sekarang, oh Suta, siapa saja yang masih hidup dari bala tentaraku setelah kematian semua pahlawan yang utama itu! Engkau telah menceritakan nama-nama dari mereka yang telah jatuh. Itu kelihatannya bagiku semuanya hampir mati!’’ Sanjaya berkata, pahlawan itu, oh raja, kepada siapa Drona,
yang utama dari para brahmana itu menanamkan banyak senjata surgawi berkobar. Senjata yang kuat terdiri dari empat macam, prajurit kereta perkasa itu yang memiliki keterampilan dan kelincahan tangan-tangan. Pahlawan itu juga memiliki pegangan kokoh. Senjatanya sangat sakti didukung panahpanah kuat, putra Drona yang berbudi luhur, Aswathaman, itu masih mampu menembakkan panah-panahnya dari jarak jauh. Dia masih tetap berada di medan pertarungan. Dia berjuang habishabisan dalam pertempuran demi kepentingan paduka. Penghuni negeri Anarta, putra Hridika, prajurit kereta perkasa itu merupakan orang utama di antara keluarga Satwata. Kepala orang-orang Bhoja itu, Kritavarma, yang sempurna dalam senjata-senjata, ia masih tetap ada di medan laga. Putra Artayana, dia tanpa takut-takut itu masih berada di pihak paduka. Dia, yang meninggalkan putra-putra dari adik perempuannya sendiri, para Pandava untuk membuat katakatanya sendiri benar adanya. Pahlawan itu yang dilengkapi gerakan-gerakan hebat itu berjanji di hadapan Yudhishthira bahwa dia dalam pertempuran
itu akan mengacaukan semangat bangga dari Karna. Raja Shalya yang tak terkalahkan itu adalah setara dengan Sakra sendiri dalam energi. Dia masih tetap berada di medan tempur, terus berjuang demi kepentingan paduka. Didukung kekuatan pasukannya sendiri yang terdiri dari orang-orang Ajaneya, Saindhava, orang-orang gunung, para penghuni daerah-daerah pinggir sungai, Kamboja, Vanayu, Raja Gandhara itu masih ada di medan pertempuran untuk kepentingan paduka. Putra Sharadvata yang dipanggil Gautama, oh raja, yang dilengkapi lengan-lengan kuat dan mampu bertarung menggunakan berbagai macam senjata dalam cara-cara indah masih mampu menahan sebuah busur
indah dan besar. Dia juga mampu menahan tekanan tinggi itu masih berada di medan, menginginkan kemenangan pihak Kuru. Prajurit kereta perkasa putra penguasa Kaikeya, yang mengendarai sebuah kereta yang baik. Dia yang dilengkapi tiang bendera dan kuda-kuda mampu berlari cepat. Tetap berada di medan tempur. Oh kepala keturunan Kuru, dia berjuang demi kepentingan paduka. Putra paduka yang utama dari pahlawan-pahlawan keturunan Kuru, Purumitra, oh raja, yang mengendarai kereta indah dan memiliki kemegahan api atau matahari, bertempur all out di medan, seperti matahari itu sendiri bersinar berkilauan di langit tanpa awan-awan. (bersambung)
Sloka 14.19 Nanyam gunebhyah kartaram yada drastanupasyati gunebhyas ca param vetti mad-bhavam so ‘dhigacchati Bila seseorang melihat dengan sebenarnya bahwa dalam segala kegiatan tiada pelaku lain yang bekerja selain sifat-sifat alam tersebut dan ia mengenal Tuhan Yang Maha Esa, yang melampaui segala sifat tersebut, makak ia mencapai alam rohani-Ku.
Pansus Hak Angket Bukan untuk Bubarkan KPK
Jakarta (Bali Post) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menegaskan bahwa sejak awal Pansus Angket KPK dijalankan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan DPR bukan untuk membubarkan atau membekukan lembaga antirasuah tersebut.
Hasto Kristiyanto
BPM/ant
“Pansus Angket KPK sebagai bagian dari pengawasan DPR guna meningkatkan kinerja KPK serta mendorong kerja sama antarlembaga penegak hukum sehingga efektivitas pemberantasan korupsi dapat ditingkatkan,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto untuk meluruskan adanya pernyataan anggotanya terkait pembekuan sementara KPK, di Jakarta, Sabtu (9/9) kemarin. Hasto menegaskan, partai politik tidak berada pada posisi meminta pembubaran atau pembekuan KPK. “Rekomendasi yang dipersiapkan partai tetap bertitik tolak pada tugas KPK di dalam mencegah dan memberantas korupsi,” jelas Hasto. Dengan kewenangan yang sangat besar, dan pengalaman di masa sebelumnya terlihat bahwa KPK ternyata bisa dipengaruhi oleh kepentingan di luarnya. “Atas dasar hal tersebut, PDI Perjuangan menegaskan pentingnya penguatan pengawasan internal, termasuk mendorong akuntabilitas dalam keseluruhan proses hukum pemberantasan
korupsi agar sesuai dengan standard operating procedure yang ada,” tambah Hasto. Mengingat kewenangan KPK yang sangat besar tersebut, maka mekanisme pengawasan yang efektif terhadap kinerja KPK niscaya penting. Utamanya untuk memastikan pencegahan dan penegakan hukum yang berkeadilan dalam rangka pelembagaan budaya tertib hukum. Pada kesempatan yang sama, Hasto mengatakan PDI Perjuangan menginstruksikan kepada seluruh anggota Pansus dari Fraksi PDI Perjuangan untuk lebih mengedepankan berbagai gagasan positif terkait dengan fungsi pengawasan dan peningkatan kinerja KPK. “Saya minta anggota Pansus dari PDI Perjuangan agar mengedepankan fungsi pengawasan dan peningkatan kinerja KPK,” kata Hasto. Sebelumnya, anggota Pansus Angket KPK dari Fraksi PDI Perjuangan, Henry Yosodiningrat, meminta agar KPK dibekukan. Permintaannya dilandasi temuan-temuan yang sudah didapat pansus angket sejauh ini. (ant)
SLUA Saraswati 1 Denpasar
Gelorakan Gemar Membaca Lewat Taman Bacaan
Denpasar (Bali Post) Ketika program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) anak sekolah menurun, SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar justru sedang gencar–gencarnya mengampanyekan gerakan membaca lewat taman bacaan. Selain itu, siswanya tak pernah berhenti mengukir prestasi. Dalam sebulan ini, banyak prestasi yang diraih siswanya di budaya, akademik dan olahraga hingga tingkat regional. Marching Band (MB) Gema Ganesa sukses meraih tiga predikat terbaik di lomba MB tingkat nasional. Prestasi itu antara lain juara II Aransemen, juara II General Effect dan juara III Wind Brass and PIT’s Ensamble Contest. Siswa SLUA Saraswtai 1 Denpasar juga meraih juara III lomba Vlog se- Denpasar. Prestasi ini diukir I Wayan Bagus Kusuma Suarsana, Bagus Mahendra Adiputra dan Komang Putra Nurata Wijaya
dari kelas XI-Mia-1. Kusuma mengaku baru kali lomba langsung juara. Mereka dibina oleh Bagus Putu Pramana Putra, S.Kom., M.Si. Selain itu, siswanya meraih juara III kategori Pelajar Bali Arts Festival Photo Competition 2017. Prestasi itu diukir oleh I Gede Aksel Pratama ( XII-Mia-6). Ini prestasi pertamanya sehingga berhak atas piala Gubernur Bali. Selain itu, Sispala SLUA meraih juara III speed perorangan putri Wali Kota Cup 2017, dan juara III lomba outbond SMA dan SMK dalam rangka Jambore KSPAN Kota Denpasar 2017. KSPAN Ganesma juga pernah meraih juara III KSPAN se-Bali dan juara I di Kota Denpasar. Kepala SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, Ir. I Made Budiadnyana mengaku sebagai sekolah swasta pihaknya selalu memotivasi siswanya mencetak prestasi di akademis dan
non-akademis. Ke depan, MB Gema Ganesha akan diterjunkan di lomba nasional dan internasional di luar Bali. Kemudian memperkuat prestasi di bidang fotografi dan multimedia (IT). Budi Adnyana didampingi Wakasek Dra. I.A. Kendran, Drs. Nyoman Musten, Drs. I Made Resika, dan Ni Nyoman Jani Artini, S.S. menambahkan sekolahnya kini juga sedang semangat menanamkan gerakan gemar membaca. Di setiap pojok kelas dan ruangan terbuka di luar kelas disiapkan taman bacaaan. Hal ini dilakukan guna memotivasi siswa gemar membaca baik buku fiksi, pelajaran dan hiburan. Taman bacaan ini, kata dia, bisa dipakai siswa belajar, membaca dan mengerjakan tugas sekolah secara berkelompok. Taman bacaan ini sekaligus sebagai media sosial bagi anak-anak sehingga guru juga mudah mengawasi aktivitas siswa di luar kelas. ‘’Tujuan uta-
manya adalah meningkatkan minat baca, termasuk majalah Wiyata Mandala tetap dijadikan sumber belajar,’’ ujarnya. Hal lain yang mendukung visi dan misi SLUA Saraswati, kata Budi Adnyana juga diselipkan dengan berbagai program pendidikan karakter. Di antaranya siswa diwajibkan melakukan pembiasaan membersihkan telajakan dan lingkungan tiap hari, lomba non-akademis, membuat gebogan dan uparangga. Hal ini juga didukung penuh oleh Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., memberi apresiasi atas kreativitas SLUA Saraswati menggelorakan minat baca lewat taman bacaan. Program ini sangat bagus untuk mengimbangi budaya remaja yang lebih suka narsis di Hp daripada membaca sumber bacaan. (025)
BPM/kmb40
PEMANDANGAN - Pengunjung sedang menikmati pemandangan dari atas anjungan di Dukuh Hill.
Bangli Miliki Objek Spot Foto Unik
Bangli (Bali Post) Ingin menghabiskan waktu dengan bersantai menikmati pemandangan alam sambil foto-foto, Bangli kini memiliki tempat wisata baru yang bisa dikunjungi. Namanya Dukuh Hill. Tempat wisata baru yang berlokasi di Desa Peninjoan Kecamatan Tembuku ini menawarkan pemandangan alam yang masih alami dan spot-spot cantik yang cocok untuk menambah koleksi foto di Instagram. Untuk menuju Dukuh Hill tidaklah terlalu sulit. Lokasinya pun tak jauh dari pusat Desa Peninjoan. Tak seperti tempat wisata pada umumnya, belum banyak papan petunjuk arah untuk menuju Dukuh Hill. Maklum saja, tempat wisata ini baru dibuka secara resmi beberapa hari yang lalu. Di Dukuh Hill, pengunjung akan disambut sebuah tempat nongkrong dan beberapa bale bengong yang
desainnya cocok bagi kalangan muda. Di dalamnya ada pengunjung disuguhkan beberapa spot cantik yang khusus dibuat untuk wisatawan yang suka berfoto selfie. Salah satu spot itu berbentuk jembatan dengan latar belakang lembah hijau. Ada juga spot foto lainnya berbentuk rumah pohon, anjungan bambu dan rangkaian bunga berbentuk hati. Bagi yang datang bersama pasangan, tersedia spot foto cantik berupa ayunan kayu yang dinamakan ayunan cinta. Penjaga tempat wisata Dukuh Hill Agus Widiana mengatakan, Dukuh Hill hadir berawal dari hobi yang dimiliki pemiliknya Wayan Mudiasa yakni berwisata dan foto-foto. Sebelum disulap menjadi tempat wisata, Dukuh Hill dulunya berupa tegalan. Widiana mengatakan, sejak opening lima hari lalu, Dukuh Hill sudah
cukup banyak dikunjungi pengunjung. Biasanya tujuan utama pengunjung yang datang ke Dukuh Hill adalah untuk berfoto. “Walaupun baru opening, pengunjungnya cukup lumayan sekitar 15 orang per hari,” ujarnya. Dijelaskan Widiana, ada dua waktu yang paling pas untuk berfoto di anjungan maupun spot lainnya yang ada di Dukuh Hill. Yakni pada pagi hari sekitar di bawah pukul 10.00 wita dan sore hari sekitar pukul 16.00-18.00. Waktu itu menurutnya pas untuk berfoto karena bertepatan dengan waktu terbit dan tenggelamnya matahari. “Kalau sore kita bisa lihat sunset. Jadi bagus sekali untuk foto-foto,” terangnya. Selain menyuguhkan spotspot berfoto yang indah, ke depannya pihak pengelola Dukuh Hill juga akan menyuguhkan fasilitas camping keluarga. (kmb40)
Minggu, 10 September 2017
BPM/sue
TAMAN BACAAN - Anak-anak SLUA Saraswati Denpasar sedang membaca di taman bacaan. Sementara anakanak berprestasi di akademis dan non-akademis.
05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Dharma Kauripan Berdasarkan Tri Hita Karana (1) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari PAUD Sae Prema Kumara 09.30 Belajar Menggambar
Menggambar Pembatas Buku 10.05 Education On Bali TV 11.00 Bali Channel Tourist TV 11.30 Dunia Otomotif Tukad Bangkung Adventure 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Dharma Kauripan Berdasarkan Tri Hita Karana (2) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Karmoni Bali 17.00 Inovator
17.30 Githa Santhi Sekaa Santhi Pucuk Semara (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Kuis Cerebrovit 19.30 Kris 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Sanggar Dewi Sinta Br. Pengerebongan Kauh Kerobokan (1) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Kautus Rarung Tabanan (3) 23.00 Lila Cita Calonarang Negari Klungkung (2)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Pon , 10 September 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dcr Baby Sitter Brpnglaman/ Sertifikat.Speak English,Vila Pribdi,Sanur,Kadek085238199920
Sardine Restaurant Looking for Hostess,Waitress, Security,Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp:733617 Mail:sardine@sardinebali.com
B.BP.004.09.17.0000518
B.BP.141.09.17.0000531
Dibutuhkan Attendant, Engineering,Gardener,Security utk Villa.Diutamakan Domisili Pecatu.Kirim CV ke om@balivillamanagement.com
BPR KAS Mencari Office Boy Pngalaman 2Th Hub.081339403582
B.BP.001.09.17.0000440
!Dcr PRT Gaji 2Jt tinggal Luar /Dlm Hub:081239045656
B.BP.166.09.17.0000611
B.BP.004.09.17.0000570
Dcr House Keeping Fulltime Wanita, Berbahasa Inggris, Sangat Bagus,daerah Seminyak, Gaji Bagus, Tlp.081236313813
“Dcr Sgr!!! SPG & Adm Gj 2.250 + Bns, Seminyak Tlp.082145548444 (Pak Leo)”
B.BP.004.09.17.0000514
Dibutuhkan Sgr Stylist Theraphist utk di tempatkan Salon Ayana Hotel Jimbaran,Gaji 2,2 Juta+Komisi T.082247506365
B.BP.001.09.17.0000563
B.BP.001.09.17.0000144
‘Dicari Runner utk distribusi majalah. Bhs Inggris Tlp/WA 081339569922"
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Cri Krywti Bersih2 di Kuta Rmh Tangga 08123961293
Dcr Admin&Bagian Umum Pria,Min Dicari Cook untuk Kopi Shop di New Travel Lok.Sanur(Japan & SMU Bsa Komputer Berpengalaman Kuta.Lam/CV krm ke rudikamade@ China)Bth Staff Operation&Acct B.BP.001.09.17.0000572 Lam Jl.Mahendradata 97B Dps gmail.com / 08123907997 pglmn min 1th,08123971396 atau Dbthkn karywati utk Galery,Hub B.BP.004.09.17.0000348 B.BP.141.09.17.0000577 B.BP.154.09.17.0000602 CV fumiadairyo@hotmail.com Ibu Ratna di HP:08123657243 *Kabag Dana Koperasi wanita S1 Dcr Gr Mat,Fis,Kim,Bio,B.Ing, Dcr Tkg Jarit dan Tkg Patrun B.BP.001.09.17.0000583 B.BP.001.09.17.0000566 Bnyk Relasi pengalaman di Bank B.Bali,IPS H.08174761592 utk Boutique International Dibthkan Trps ABK Fisioterapi B.BP.001.09.17.0000591 Hub.08113800492,08113899556 Gaji 5Jt+Komisi H.081239011111 Dcr 1Bagian Depan,3bagian FiniTrps Wicara dan Okupasi D3 Dcr Sls Wnt & Pria Us Mx 30Th B.BP.001.09.17.0000608 shing,Butik Kebaya,08123619551 B.BP.001.09.17.0000603 dan Staf Admin SLTA Coco Group Looking for: B.BP.001.09.17.0000557 Dcr therapist wnt pglm, Ari Pend Min SMA pny Kend Sdnri Lmran Yamet Child Development 1.Asst.Accounting Manager Dcr Acc Staff Wnt u/Rest,fresh Putri Hotel.Jl.Cemara Sanur Pnmpiln Mnrik Gj 3Jt Centre Hub.0818559999 2.Asst.HR Manager graduated are welcome krm CV: B.BP.001.09.17.0000341 08976778714 Hub.085238050721 3.Asst.Internal Audit Manager Dibutuhkan Segera Reservasi B.BP.004.09.17.0000229 accounting@theplumbersarms.com B.BP.004.09.17.0000516 4.Accounting Supervisor Jl.Ry.Br.Anyar8,WA087860176040 Dibthkan Tng Pelaksana Proyek Untk Fast Boat Hub:08123918373 Dcr Sopir,Teknisi/Tamat SMK, B.BP.001.09.17.0000560 B.BP.166.09.17.0000612 Min.1 Year Experience In The Khusus utk di Lembongan Hub: Cleaning Service,Telp.723593/ Dicari:Pegawai Salon daerah Dicari Staff Maintanance sudah Same Position 081339193193(WA) Bpk Putu 723637/087862070935 Jimbaran (deket GWK) baik yang B.BP.803.09.17.0000415 Pengalaman untuk Kerja di B.BP.001.09.17.0000419 Send CV at pengalaman atau tidak . InterVilla-Hotel Daerah Seminyak Dicari Leader Kitchen,Waitriss Dcri Karyawan Laundry di Petihrd@cocogroupbali.com Or view telp ke no 081-337507588 SMS ke Nomor 087861916870 tenget Kuta Utara 082147086628 Hub.Jazz Grille 0361285892 hrm@cocogroupbali.com B.BP.803.09.17.0000217
B.BP.004.09.17.0000573
B.BP.001.09.17.0000582
B.BP.001.09.17.0000569
Dicari Staf Admin,Pria/Wanita Min.SMK/SMU Hub.08123806372 WA.081999575838
B.BP.001.09.17.0000580
Dicari pengepul Tk Sablon dan Tt jarit kaos dan rayon sebanyak2nya Hub.08113867250
DAIHATSU
Feroza’99 Sporty Ban 33 Audio 65jt Jl.P.Berawa, 081999270475
B.BP.001.09.17.0000585
B.BP.001.09.17.0000607
Djl Avanza’2014 Type G(Tgn 1) Asli Bali Hp.0895332221167
B.BP.001.09.17.0000574
HONDA
Djl Honda Jazz Th’2008 Silver stone mulus,081338476145 prbdi
Inova G’08 Asli Bali Silver Istmwa TV Audio Trwt,08123900272
SUZUKI
Yaris S’08 AT AsBal FulVar Jok Klt Audio,Prbd,081239907101
B.BP.001.09.17.0000604
APV X’2005 Gold Smst jauh Jok asli AC dgn 70ng 087765757907
B.BP.001.09.17.0000605
Jimy97pth,ors,51,5jt dpn Green School Sibang 081558696987
B.BP.001.09.17.0000590
Splash Putih’2013 Manual H.118Jt 085100871119 Pribadi
B.BP.001.09.17.0000593
B.BP.001.09.17.0000576
Yaris TRD Sportivo Tangan1 Plat DK Hub.085100460496
B.BP.001.09.17.0000600
DICARI MOBIL Cr Mbl:Avanza,Xenia,Rush,Yaris Jaz,dll,Cas/O.Krd,085100880349
DIJUAL RUMAH
SALON
AGUNG TOYOTA AVANZA INNOVA
13JT-an
DP
SIENTA
DISKON
s/d 33 JUTA
Kredit cukup KIPEM/KTP pasti OK ! Bunga ringan *Tukar tambah Proses cepat dan mudah semua merk
PROMO DAHSYAT
081936034598 082237752039
BIRO JASA
B.BP.001.09.17.0000498
DISEWAKAN TANAH DIJUAL RUKO Jual tnh kav 1+2A Lok Canggu BU ovr Kontrak Tnh+Rmh 2A 15th Hr 380jt H.081999270475 P.Jimy Ruko 3+Rumah Penamparan 6Are B.BP.001.09.17.0000584 Hub.082144002999, 195Jt Nego Bs TT Rmh,085100871119 Pemilik Tnh 35,65 are dkt Goa Maria & B.BP.001.09.17.0000447 B.BP.141.09.17.0000578 Bendungan Palasari,08123916968 DIJUAL TANAH B.BP.001.09.17.0000542 RUPA-RUPA Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A DIJUAL RUMAH Dekorasi Balon Badut Sulap Top 60Jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.09.17.0000398 Dijual Rumah,SHM,2Lt,5Kmr Tdr, Murah Meriah HP:081338544255 Ls Tanah 2 Are,Sanur dekat RS. Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih B.BP.001.09.17.0000303 PondokCitra Pmogan 08123871809 Bali Mandara Hub:081337785806 KEHILANGAN B.BP.001.09.17.0000400 B.BP.001.09.17.0000185 Rmh 1Lt 3KT 2KM Luas Tanah 1,5 Hilang BPKB No.M 08142352-O DK 30A isi Duren dll Soka Tbn dkt Are Jln.Siulan.081936039292 1873CF An.Sardi,T.081353234268 Jl Raya 37Jt/A Ng 087761604899 B.BP.001.09.17.0000601
B.BP.001.09.17.0000586
INTERIOR
BIRO JASA
BALI JAYA TEKNIK
ANTI MAMPET
Service panggilan BERGARANSI
082331838863 087761462063 C.0000395-SRV
TOUR
B.BP.001.09.17.0000556
SERVICE
KULKAS M. CUCI FREZZER W.HEATER
Balinesse Body Spa 2 jam 150.000 Chocolate Sensational Spa 2 jam 120.000 Perawatan Miss V 80.000 Jl. Jaya Giri III / 22 Renon, 089527788120 Jl. Hang Tuah 11X Sanur, 0361 289 481 C.0001467-SLN
ALUMINIUM
Jual Tanah di Luwus Luas 8 Are Pinggir Jln 450Jt, H:0817559157
DISEWAKAN RUMAH Over Kontrak Rumah Jl.Saridana Cargo permai Hub:085100535516
B.BP.001.09.17.0000477
PROMO
DIJUAL MOBIL
B.BP.135.09.17.0000599
B.BP.001.09.17.0000594
B.BP.164.09.17.0000538
B.BP.141.09.17.0000579
BUC Jual Tanah 2,36A 550Jt/A Jln Kerta Dalem III TP, 081529309177
DICARI MOTOR 081999595921 Beli Motor Bekas Segala Merk
SERVICE
GARANSI
TOYOTA
Avanza’2004 H.85Jt Hub.Watu Renggong IV/7 tlp.221077
081 239 534 731
C.0000596-BRJ
BIRO JASA
SERVICE PANGGILAN KERJA DITEMPAT BERGARANSI
POMPA AIR KULKAS MESIN CUCI WATER HEATER, KOMPOR GAS HUB. GARUDA SERVICE Jl. WR. Supratman No. 9, Denpasar
Telp. 085100493221 C.0000236-SRV
C.0000397-mbl
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
C.0000340-mbl
MAGISTER KENOTARIATAN (MKN) Pendaftaran Gelombang II Angkatan II Pendaftaran dimulai Tes Tulis Tes Wawancara Pengumuman Hasil Tes
: 1 Juli - 19 September 2017 : dilaksanakan tanggal 22 September 2017 : dilaksanakan tanggal 23 September 2017 : 25 September 2017
TEMPAT PENDAFTARAN : Sekretariat : Gedung H Program Pascasarjana Lantai II Universitas Warmadewa Atau kunjungi website Program Pascasarjana Universitas Warmadewa: www. warmadewa.ac.id (pendaftaran secara online)
INFORMASI : Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. (08123853102) Dr. Luh Putu Sudini, S.H., M.Hum. (08123973355) Mengetahui Direktur, ttd
Universitas Warmadewa Program Pascasarjana Magister Kenotariatan Ketua, Ttd
Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. NIK. 230500041
Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. NIK. 230330112 C.0001869-pend
B.BP.004.09.17.0000427
Segera Dibutuhkan TukangPotong Dicari:*Receptionist,*Waitress Rambut Pria & Wanita yang Ber*RoomBoy,H:752270/081237680007 pengalaman di Bidangnya.Alamat B.BP.001.09.17.0000559 T.082144445778 Quantity Surveyor u/Kontraktor Bedugul-TabananB.BP.001.09.17.0000490 Proyek Hotel/Villa bisa ACAD Ymh Bisma Dicr 1.OB,2.Mekanik, Maks.30th Hp.081809248588 3.Supir SIM B1,4.SMA/SMK/SMEA B.BP.001.09.17.0000545 Hub.T.Umar 142 Dps Segera! Butuh Therapist Reflexi B.BP.001.09.17.0000145 pria di Dps gj menarik+bonus+ Sales Girl Toko diving Bs.Bhs. lembur+THR Hub.0811239621123 Inggris Hub.087852252294
B.BP.004.09.17.0000587
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DIJUAL MOBIL
B.BP.001.09.17.0000595
Red Carpet Champgne Bar Mencari Maintenance. Gaji Bagus,Service Charge, BPJS dan Uang Makan.CV Kirim ke: jakko@redcarpetchampagnebar. com
B.BP.001.09.17.0000168
B.BP.004.09.17.0000166
REKREASI
18
Minggu Pon, 10 September 2017
TTS Bali Post
Pertanyaan Mendatar: 1. Kelereng 4. Mempunyai budi bahasa yang baik ; berlaku sopan 7. Tulang rusuk 8. Hidangan yang diberikan 11. Kendaraan bermotor bertutup berfungsi tempat tinggal 13. Sekolah asisten apoteker 15. Orang yang berpindah tinggal ke pulau lain 17. Salam khas Hawai 18. Bukan profesional 21. Arti menurut huruf, kata demi kata 23. Pola 25. Bukan bangsawan ; bukan hartawan ; jelata 26. Kecemerlangan 30. Missing in action (Dibalik) 31. Alat musik petik dari Timor 33. Tidak memberi suara/tidak menentukan sikap 35. Nama huruf ke-25 abjad Arab 36. Kurang percaya atau ragu-ragu terhadap keberhasilannya 37. Batu asahan yang berputar
Dari Melihat-lihat Hingga “Canoe Clean Mangrove” Made Sumasa, Ketua Kelompok Nelayan Wana Sari, Desa Adat Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung telah menunggu kedatangan Bali Post. Siang itu matahari agak terik untuk menyusuri jalan kayu di antara pohon bakau di atas laut. “Orang tua kami kehidupannya di laut,” kata Sumasa membuka percakapan, Jumat (8/9). Sumasa adalah anak seorang nelayan. Ayahnya sekaa grombong, perkumpulan pembuat batu kapur. Sekaa grombong mengambil batu karang di tengah laut kemudian dipotong kecil-kecil. Batu tersebut dibakar dengan menggunakan batang pohon mangrove kemudian dijadikan kapur sebagai pengganti semen. Sedangkan ibunya adalah seorang dari sekaa uyah, perkumpulan membuat garam di pesisir tahura (taman hutan rakyat). Ketika air surut, mereka ke banjang untuk menangkap ikan di tengah laut. Seiring perkembangan zaman, dari generasi ke generasi membuat terhimpitnya ekonomi nelayan. Akhirnya tahun 2009, profesi nelayan kembali digalakkan. “Cuma konsep kami di sini memperhatikan lingkungan, tidak boleh menebang pohon, tidak boleh mengambil terumbu karang. Intinya bertolak belakang dengan kehidupan orang tua kami,” tuturnya. Di tengah majunya pariwisata, hutan bakau harus tetap dijaga, karena ia menyadari bakau adalah kehidupan masyarakat pesisir. Tahun 2009 itu juga, kelompol nelayan Wana Sari mulai membudidayakan kepiting. Hasil panen kepiting awalnya lancar, namun tahun 2012 nelayan harus mengalami kejadian pahit karena tertipu supplier kepiting. Hasil panen tidak dibayar supplier yang mengirim kepiting ke luar negeri. Gairah nelayan pun lesu. “Supaya tidak menjadi krisis mental, mem-
buat inovasi dengan membuat tracking di sekitar keramba kepiting yang kita kemas dengan ekowisata,” tandasnya. Harapannya datang ke sana, kemudian pulang membawa oleh-oleh kepiting. Semakin berkembang, banyak permintaan untuk mengolah kepiting dan menikmatinya di tempat itu. Lalu tahun 2013 mereka kembali berinovasi membuat gazebo untuk beristirahat. Kelompok Nelayan Wana Sari yang beranggotakan 93 orang juga menjaga bakau yang merupakan tempat berlindung kepiting bakau. Sumasa yang telah lama hidup di laut, memahami bakau adalah kehidupan masyarakat pantai. Ia bersama kelompok nelayan kemudian membuat bibit bakau untuk dibagikan gratis kepada siapa saja yang ingin menanam bakau. Sementara keramba kepiting dibangun di lahan seluas 10 hektar. Tidak hanya melihat-lihat bakau dan kepiting, pengelola juga menawarkan paket tur mangrove, fishing, canoe clean mangrove. Canoe clean mangrove adalah wisata bermain kano sambil memungut sampah. Sekretaris Kelompok Nelayan Wana Sari, Agus Diana mengatakan, tamu yang berkunjung kebanyakan anak-anak sekolah terutama sekolah internasional. Bahkan mahasiswa dari berbagai universitas juga kerap datang untuk penelitian atau untuk melakukan aksi sosial. Pementasan menjadi center poin ketika tamu sedang menikmati makanan olahan kepiting. Kecak, fire dance, dan musik biasa mengiringi makan para tamu. Kunjungan bisa mencapai 3.000-4.000 orang setiap bulannya. Dari 3.000-4.000 kunjungan itu, 25 persennya merupakan wisatawan mancanegara. Sekadar untuk melihat-lihat, pengelola tidak mengenakan biaya. Kecuali paket tur menjadi pilihan pengunjung. (may)
3
4
5
6
7 8
9
11
10
12
14
13
16
15
17 18
19
20 21
22 24
23 25 26
27
28
29
30 31
32
33
34
35 36
37
SPT2017
Ekowisata Kampoeng Kepiting
Menurun: 1. Bayar kontan 2. Ekonomi, keuangan dan industri 3. Rintik-rintik atau gerimis 4. Tempat menampung air 5. Pengembang 6. Ningrat 9. Sebuah universitas di Lombok 10. Rasa cinta 12. Harapan 14. Rasa takut/fobia terhadap kekerasan seksual 16. Raja (Bali) 18. Keluhan saat ini dan riwayat sakit sebelum-sebelumnya 19. Paham yang menentang setiap kekuatan negara 20. Perihal 22. Kepercayaan kepada diri sendiri (Inggris) 24. Organisasi radio amatir republik Indonesia 27. Unit gawat darurat 28. Nenek (Bali) 29. Amati dari jarak jauh 32. Seratus gram 34. National basketball association
2
1
KUPON TTS No.312 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 312 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 16 September 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 24 September 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 310 Mendatar: 1. Capek 6. Intan 9. Endemis 10. Nobel 11. Ler 12. Limau 13. Kerud 15. Andalas 17. Kompi 20. Pintas 23. Santi 25. Kantun 28. Lelap 31. Niskala 33. Istal 34. Staff
35. Nus 36. Entip 38. Retselp (Plester) 39. Siram 40. Sikas Menurun: 1. Congkak 2. PUB 3. Keledai 4. IdulAdha (Idul Adha) 5. Amoral 6. Isolasi 7. Trompet 8. Notulis
BPM/may
BIBIT - Petugas pengelola menunjukkan bibit mangrove.
14. Rim 16. Api 18. Oka 19. Pet 21. Nye (Nyenye) 22. Ana 23. SNI 24. Transfer 25. Kristus 26. Narator 27. Uniform 28. Laiseps (Spesial) 29. Lot 30. Pelipis 32. Sonata 37. Tok
Pemenang TTS No. 310 I Md Sudarma Yadnya Kantor BMKG Wilayah III Denpasar, Jl. Raya Tuban, Kuta, Badung 80362 Ni Wayan Mandri Jln. Serma Natih, Lingk. Susuan, Kec./Kab. Karangasem, Amlapura 80811 Pt Adi Sayoga Dusun Bunutin, Desa Bunutin, Kec. Kintamani, Kab. Bangli 80652 I Wayan Sutaya Jln. Saraswati Gg. Cempaka No.03 Bajera, Kec. Selemadeg, Tabanan 82162 I Wayan Wira Perum Puri Bagus Blok B No.3, Padangkerta, Karangasem 80811 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Nyoman Mayoni Alamat: Jl. Pulau Moyo XI No.3 Pedungan, Denpasar 80222
19
Minggu Pon, 10 September 2017
Laksanakan UU Dari Hal. 1
DPR mesti mengundang instansi yang menggunakan UU itu. Sebagai pelaksana UU, ya laksanakan UU yang sudah dibuat pemerintah bersama DPR,” ujar Henry. Dia juga berharap pemerintah mau menerima rekomendasi yang diberikan pansus angket KPK. Termasuk apabila ada rekomendasi soal pembekuan KPK. “Kalau perlu sementara bekukan deh misalnya. KPK setop. Ini tidak mustahil,” imbuh Henry. Lantas soal tindakan pemberantasan korupsi, menurut Henry bisa dikembalikan ke penegak hukum yang juga memiliki kewenangan sama seperti Polri dan Kejaksaan. PPP yang pertama dengan tegas menolak usulan tersebut. “PPP akan secara konsisten menolak setiap wacana atau usulan untuk membekukan, membatasi umur, ataupun membubarkan KPK,” kata anggota Pansus Angket KPK dari Fraksi PPP, Arsul Sani, kepada wartawan, Sabtu (9/9) kemarin. Sekjen PPP ini mengingatkan para anggota Pansus Angket KPK tentang tujuan awal Pansus, yakni memperbaiki kelembagaan dan tata kelola KPK, baik terkait SDM, anggaran, maupun hal-hal terkait pelaksanaan kewenangan dalam penegakan hukum di bidang pemberantasan korupsi. PPP setuju bergabung dengan Pansus karena kesepakatan awal bahwa tujuan Pansus sebatas perbaikan kelembagaan dan tata kelola tersebut. “Jika ternyata menyimpang jauh dari itu, misalnya memasukkan soal pembekuan, pembatasan umur, atau pembubaran, maka PPP akan menyatakan menolak rekomendasi Pansus, baik dalam rapat internal Pansus maupun dalam rapat paripurna DPR nantinya terkait pengambilan keputusan hasil dan rekomendasi Pansus,” ujar Arsul. “Soal ini, PPP tidak kompromi karena, bagi PPP, persoalan KPK pada dasarnya bukan soal eksistensi kelembagaannya dihadapkan dengan Polri dan Kejaksaan, tapi lebih pada persoalan segelintir orang di KPK pada level bukan pimpinan,” ujarnya. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menolak pembekuan KPK yang diucapkan anggota Pansus Hak Angket KPK Henry Yosodiningrat. Menurut
Idrus, biarkan saja Pansus menuntaskan pekerjaan mereka terlebih dahulu. “Saya kira tidak boleh tibatiba membekukan, ada temuan perlu klarifikasi biar Pansus bekerja jadi keputusan DPR. Kalau dibekukan, Golkar tidak dalam posisi menyetujui itu,” ujar Idrus usai acara di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu kemarin. Meski begitu, Idrus menilai Henry Yosodiningrat mempunyai hak menyampaikan pendapat soal pembekuan KPK. Namun, kata Idrus, perlu dilihat rekam jejak KPK sebelum memutuskan untuk membekukan KPK. “Saya ingin mengatakan bahwa ini negara demokrasi, karena itu, setiap orang bebas berwacana dan beraspirasi. Tetapi apabila kita kaitkan dengan gagasan sendiri, tentu perlu melihat bagaimana KPK sebuah lembaga penegak hukum lahir,” kata Idrus. Gerindra dengan tegas menolak usulan politikus PDI-P Henry Yoso membekukan KPK melalui rekomendasi Pansus Hak Angket KPK. Gerindra menyebut Henry tak paham maksud dan tujuan pembentukan Pansus. “Menurut saya, itu adalah rekomendasi yang di luar rencana Pansus awalnya. Tapi saya memaklumilah, Pak Henry ini kan baru ikut di Pansus, dia nggak ngerti,” ujar anggota Komisi III DPR Desmond J. Mahesa. Desmond mengatakan usulan Henry melenceng dari kerja Pansus yang ingin memberantas pribadi-pribadi di tubuh KPK yang abuse of power. Jika benar rekomendasi Pansus adalah pembekuan KPK, Gerindra dengan tegas menolak. “Kalau itu sampai dibekukan, itu sesuatu yang menurut saya, kami di Gerindra pasti menolaknya,” tegas dia. Partai Demokrat (PD) juga menentang usulan Henry. “Biarkan saja statemen itu. Kami ingin, tetap ingin mendukung KPK dan kami mengajak semua masyarakat mendukung KPK agar lebih baik mendukung pemberantasan korupsi,” kata Sekjen Demokrat Hinca Panjdaitan di Cikeas, Bogor, Sabtu kemarin. Demokrat tak ingin ikut campur soal Pansus Angket KPK dan hasil rekomendasinya nanti. Demokrat balik menunggu sikap Presiden Jokowi terhadap hasil rekomendasi Pansus. (kmb)
Perbandingan APK Dari Hal. 1
Terkait dengan perbandingan APK dengan negara lain dengan yang hanya melihat rasio antara jumlah PT dengan jumlah mahasiswa, menurutnya bukanlah hal yang tepat. Sebab, setiap negara punya kondisi dan latar sejarah berbeda. “Jika orientasi hanya dititikberatkan pada peningkatan angka partisipasi dengan memaksa PT merger, maka parameter yang harus digunakan harus lebih komprehensif dan objektif sesuai kondisional masing-masing PT. Bukan parameter yang dangkal sebatas jumlah mahasiswa saja sebagaimana dipahami sebagian masyarakat selama ini,” ujar Radendra. Bidang Kesehatan Tawaran untuk merger ini banyak akan ditolak dari lembaga pendidikan khusus yakni berbasis agama seperti Hindu dan bidang kesehatan. Keduanya memiliki peminat dan pasar yang relatif khusus. Jika wacana merger perguruan tinggi swasta nantinya menjadi suatu keharusan untuk merger, diharapkan nantinya ada upaya pembinaan secara terus-menerus. Di Bali semakin tahun ada program studi kesehatan yang mulai berkurang peminatnya yaitu kebidanan. Bahkan ada yang hanya mendapat 2-3 mahasiswa. Nah
penggabungan program ini harus diawali dengan merger institusi atau yayasan yang menaungi. Hal itu dibenarkan Ketua Stikes Wira Medika Bali, Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M., Sabtu (9/9) kemarin. Seperti halnya aturan dosen minimal berpendidikan S-2, maka mau tidak mau aturan tersebut harus dilaksanakan. Begitu juga merger ini, jika untuk kualitas pendidikan yang lebih baik, maka merger ini harus diikuti. “Tapi memang tidak mudah tapi harus diupayakan,” tandasnya. Ia berharap ke depan ada perubahan terhadap generasi bangsa dengan merger perguruan tinggi swasta ini. Namun sebelum merger itu dilakukan, harus dilakukan pembinaan terlebih dahulu. Proses pembinaan secara intensif, pengawasan secara intensif sehingga betul-betul perguruan tinggi yang memang belum sehat itu menjadi sehat. Bagi dia, perguruan tinggi kesehatan bisa saja merger dengan perguruan tinggi nonkesehatan, namun SDM dan pengelolanya harus memahami tentang kesehatan. “Kebijakan ini harus didukung sebagai suatu kebijakan yang strategis tapi harus dipersiapkan sedemikian rupa. Pengelola harus sinkron dan pembinaan harus dilakukan secara terus-menerus, intensif,” imbuhnya. (win/may)
Hiburan Rakyat Dari Hal. 1
Sebelum deklarasi acara hiburan rakyat terlebih dulu dibuka Tari Amertha Sri Bhumi dari Sanggar Pancer Langiit. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi hiburan rakyat yang diisi Deklarasi Kebhinekaan serta drama kolosal “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” ini. Bali Post sebagai koran tertua di Bali dikatakan telah turut berkontribusi penting dalam pembangunan daerah. Utamanya di tengah tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. “Bali Post harus dapat hadir menegakkan nilai-nilai luhur sebagai fondasi tegaknya Pancasila dan UUD 1945, harmoninya Bhinneka Tunggal Ika, dan kokohnya NKRI sesuai misinya sebagai pengemban pengamal Pancasila,” ujarnya. Pastika menambahkan, perayaan HUT ke-69 Bali Post yang puncaknya diisi dengan hiburan rakyat ini adalah momentum untuk evaluasi. “Dari perayaan malam ini saya berharap ada makna penting yang diperoleh untuk meningkatkan semangat pengabdian seluruh keluarga besar Kelompok Media Bali Post serta makna kebersamaan membangun Bali dan Nusantara dari seluruh komponen masyarakat Bali,” imbuh Mantan Kapolda Bali ini. Pastika pun mengajak seluruh masyarakat Bali untuk meningkatkan persaudaraan, serta menjaga persatuan dan kesatuan dari Pulau Dewata. Manyama braya adalah filosofi yang dapat menuntun masyarakat hidup rukun berdampingan, penuh rasa kebersamaan, toleransi, saling mengasihi serta saling memberi dan menerima. Bali Post juga seluruh media di Bali diajak untuk berpartisipasi aktif serta berkontribusi optimal
bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Libatkan 200 Seniman Sedikitnya, 200 orang seniman Bali dan Nusantara turut menyemarakkan pergelaran yang mengkolaborasikan unsur seni tari, musik, komedi dan kostum karnaval semalam. Di samping menampilkan karya-karya kreatif Pancer Langiit yang dikemas dalam gerak tari nan atraktif, panggung paling prestisius di Bali yang berbentuk bulat sabit itu juga disemarakkan dengan penampilan atraktif kesenian Ebeg Turangga Manunggal Laras Banyumasan, Paguyuban Seni Reog Ponorogo Sardulo Mbalelo, Yayasan Eling Nusantara dan Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana. Selain itu, juga tampil sejumlah penyanyi pop Bali dan band ternama seperti Ray Peni, Dek Ulik, Widi Widiana, Ayu Saraswati, Ayu Wiyastuti, Mirah Prayoga, Anggis Devaki, Puja HPI dan Leeyonk Sinatra. Untuk menghangatkan suasana, juga tampil pelawak kondang Cedil, Sekdut Junior, Rare Kual dan Gedebong Goyang. Ratusan seniman Bali dan Nusantara itu tampil sepanggung dengan kemasan dramatari kolosal dengan alur cerita yang utuh. Jadi, pergelaran ini merupakan sebuah kolaborasi berbagai jenis kesenian tapi tetap dipersatukan dalam bingkai cerita yang utuh. Pergelaran “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” terasa makin megah dengan tampilnya sejumlah kostum karnaval khas Pancer Langit yang diperagakan oleh mantan finalis Jegeg Bagus Badung. Tentunya, kostum yang ditampilkan tersebut sudah diselaraskan dengan tema atau cerita yang diangkat sekaligus menggambarkan keragaman kekayaan alam, seni dan budaya yang tumbuh dan berkem-
250 Mahasiswa Dari Hal. 1
Dia mengilustrasikan universitas dengan 10 prodi dan mahasiswa 1.000 orang, maka per angkatan hanya punya mahasiswa 250 mahasiswa, jika dibagi 10 prodi, maka masing-masing prodi per tahun hanya punya mahasiswa 25 orang. Itu artinya total mahasiswa per prodi punya mahasiswa 100 orang. Bila per prodi wajib minimum dosennya 6 orang punya NIDN (dosen tetap) dan ditambah lagi dosen tidak tetap serta tenaga administrasi, maka pendapatan per prodi itu sangat berat menutupi biaya gaji. Berbeda jika yayasan atau badan pengelola punya sumber pendapatan lain dan dipergunakan untuk membiayai operasional PTS tak menjadi masalah.
Jika masing-masing mahasiswa membayar SPP per semester Rp 3 juta saja, berarti setahun per prodi punya pendapatan Rp 600 juta dan dibagi 12 bulan, maka per bulan hanya mendapatkan Rp 50 juta. Jika menggaji dosen tetap per bulan Rp 5 juta, maka total per bulan diperlukan Rp 30 juta, belum untuk membayar dosen honor, tenaga admistrasi, tunjangan jabatan, dan biaya operasional lainnya. Jadi, kesimpulan merger tidak diharuskan, asalkan mampu meningkatkan mutu. Dia juga meluruskan soal takutnya yayasan bergabung terkait hilangnya aset. Dasi Astawa menegaskan aset yayasan bukan milik yayasan sendiri, melainkan sudah menjadi aset masyarakat dan negara. Ini sesuai dengn UU
Taat Asas
Dari Hal. 1
Kini, program merger kembali diembuskan. Bagi Bagus Ketut Lodji, merger ini dinilai pas untuk menyiapkan PT yang benar-benar berkualitas, taat asas dan sehat, sedangkan yang tak sehat alias sakit harus segera disembuhkan dengan merger. Hanya, disarankan tak sampai menyentuh penggabungan fisik aset yayasan. ‘’Kuncinya kita tetap berpikir positif, namun suara PT gurem juga perlu didengar,’’ tegasnya. Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum., menilai merger adalah proram bagus pemerintah. Ini dikaitkan dengan perbandingan penduduk di Tiongkok yang lebih besar dari Indonesia hanya memiliki sekitar 1.200 PT, sedangkan di Indonesia memiliki 4.500 lebih PTN dan PTS. Hanya, jumlah mahasiswan-
ya sangat sedikit. Dipastikan tawaran merger ini ada yang menolak ada yang menerima. Semua tergantung pola pikir pengelolanya. Jika berpikir maju ke depan dan demi kemajuan pendidikan nasional, merger adalah sebuah solusi. Jika berpikir gengsi, merger adalah sebuah kemunduruan. ‘’Apalagi sejumlah yayasan bergabung, rasanya sulit menyatukan dari hati ke hati menjadi satu,’’ tegasnya. Hal itu dibenarkan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.Hm. M.Pd., bahwa pasti ada yang tak puas jika dua atau lebih yayasan digabungkan. Beda dengan PT yang bergabung dalam satu atap yayasan. Dia mendukung program merger asalkan dilakukan secara profesional. Pengamat pendidikan yang juga WR IV Unmas, Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P., sepakat
bang di Bumi Nusantara. Sebagai contoh, kostum “Jalak Dewata” yang terinspirasi dari keindahan dan kecantikan Jalak Bali yang merupakan satwa endemik Indonesia karena habitat alaminya hanya tersebar di kawasan hutan Bali Barat dan sekitarnya. Selain itu, juga ditampilkan kostum “Mystical of Gorga” yang sukses meraih penghargaan The Best National Costume pada perhelatan Miss ASEAN Friendship 2017 di Vietnam. Kostum ini terinspirasi dari keindahan motif batik khas Gorga Batak yang merupakan salah satu karya seni masyarakat Batak di bidang seni rupa yang biasanya terdapat pada bagian luar (eksterior) rumah adat Batak, alat kesenian dan sebagainya. Menurut Pimpinan Yayasan Pancer Langiit A.A. Gde Agung Rahma Putra yang juga bertindak sebagai art director dalam pergelaran ini menegaskan, pihaknya juga sengaja mengundang sejumlah komunitas seni non-Bali untuk menunjukkan keindahan di negeri yang bernama Bhinneka Kertharaharja tersebut. Keragaman yang indah itu akan dipresentasikan ke dalam bentuk tarian Nusantara seperti tarian Ebeg Banyumasan, Reog Ponorogo, tarian Sunda, Betawi, Aceh (Saman), Melayu, Dayak dan tarian khas Papua. Sementara warna Bali dicuatkan lewat penampilan Barong Bali dan musik Okokan yang ritmis, dinamis dan heroik. “Di samping menampilkan kesenian khas Bali, kami juga sengaja menampilkan beragam tarian dari pulau-pulau di Nusantara itu untuk menegaskan bahwa segala perbedaan itu justru akan menjadi sangat indah jika dipersatukan layaknya pelangi. Satu elemen warna saja tidak ada, maka keindahan itu akan berkurang dan tidak lagi menjadi pelangi,” katanya. (rin/ian)
Yayasan terbaru. Bahkan, dia mengatakan saat ini sudah ada tiga perguruan tinggi yang mengusulkan diri bergabung menjadi Universitas Triatma Mulya. Makanya dia menyarankan jika tak mau merger, dia pastikan PT yang kecil akan mati pelan-pelan. ’’Jadi, kalau mau bertahan silakan, kalau merger alangkah baiknya,’’ ujarnya. Program merger ini juga memberi edukasi kepada masyarakat. Program ini diperuntukkan bagi PT yang mulai ditinggal oleh calon mahasiswa baru. Kedua, manajemennya tak lagi sanggup menanggung beban biaya operasional dan PTS yang akan tutup secara perlahan-lahan. Dengan merger branding-nya akan meningkat. Kepercayaan masyarakat juga semakin meningkat. (sue)
merger yang ditawarkan Kemenristek Dikti adalah untuk mewujudkan pendidikan bermutu. Hanya, dia mengakui program ini pasti ada yang menolak dan menerima. Sebab urusan merger bukan perkara gampang karena di situ ada aset, karyawan, dosen, dan lain-lain. Makanya prodi yang menerima kurang dari 50 mahasiswa tiap tahun perlu dievaluasi untuk merger. Hanya saja, kata dia, jika dikaitkan dengan budaya gengsi orang Bali, tawaran merger ini tak akan berjalan mulus. Gengsi sosial ini akan menghambat dalam menentukan struktur kepemimpinan yayasan dan PT. Untuk itu, dia mengakui semuanya tergantung pada keikhlasan. Jika semua pihak ikhlas membentuk manajemen yang ramping namun kaya fungsi seharusnya merger dijadikan solusi. (sue)
Tidak Profesional Dari Hal. 1
Kampus ini hanya menerima mahasiswa yang tidak diterima di perguruan tinggi negeri atau swasta ternama. Bahkan, lembaga seperti ini manajemen pengelolaannya sangat tidak profesional. Keberadaan lembaganya mirip dengan kata pepatah “Hidup segan mati tak mau”. Jika ini dibiarkan, dikhawatirkan mahasiswa itu sendiri yang akan menjadi korbannya. Sebab, karena kampus hanya berusaha mendapatkan mahasiswa. Sementara pengelolaan manajemen lembaganya belum tentu bisa dilakukan dengan profesional. “Seperti berlomba mencari mahasiswa dan kalau ini dibiarkan, saya khawatir mahasiswanya akan dirugikan. Mereka bisa saja tidak mendapat layanan pendidikan yang tidak berkualitas. Apalagi kalau kampus atau yayasan saat mencari mahasiswa dengan cara perang tarif biaya, kalau diakreditasi saya yakin tidak akan dapat izin,” katanya. Dewan asal Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja ini menilai positif rencana kebijakan penggabungan perguruan tinggi atau yayasan yang tidak mendapatkan mahasiswa sesuai standar. Mahasiswa juga mendapat transfer ilmu pengetahuan secara profesional dan lembaganya legal mengikuti regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Terkait kebijakan penggabungan ini mematikan kampus atau yayasan, Wisnaya menyatakan hal tersebut tidak akan terjadi. Justru, kampus atau yayasan yang tidak mendapat mahasiswa sesuai standar yang sudah digariskan itu baiknya digabungkan menjadi perguruan tinggi baru. Sementara pengelolaan lembaganya dilakukan dengan prinsip profesionalisme dan senantiasa mengikuti regulasi yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat. Dengan demikian, Wisnaya yakin bukan hanya lembaganya legal, akan tetapi kualitas pendidikan dijamin dan diakui berdasarkan regulasi yang ada. “Tidak mematikan, tetapi bersinergi membangun kampus yang baik dan tidak sekadar papan nama. Kalau membangun perguruan tinggi bikinlah yang baik dan pengabungan ini
akan menyelamatkan mahasiswa dan mendapat kualitas pendidikan yang dijamin dan diakui secara aturan pemerintah,” tegasnya. Bidang Dikdasmen Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Buleleng Gede Suyasa menyatakan, sebenarnya kebijakan merger tidak saja di tatanan perguruan tinggi, akan tetapi tingkat pendidikan dasar (SD) dan pendidikan menengah (Dikdasmen) terutama SMP juga diinstruksikan untuk melakukan penggabungan. Ini dilakukan untuk menyelamatkan peserta didik itu sendiri dan keberadaan sekolahnya. Apalagi, kalau sekolahnya dianggap tidak memenuhi standar peserta didik, maka akan bergabung. Kalau tidak, risikonya pemerintah akan mencabut izin oprasionalnya. “Sesuai Permendikbud No. 17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) standar ini sudah diatur untuk SD dan SMP. Nah kalau tidak memenuhi standar siswa yakni SD 20 orang per kelas dan SMP 28 anak, maka sekolahnya digabung,” katanya. Sementara itu, pasca-PPDB tahun ajaran 2016/2017 yang lalu, Disdikpora sekarang masih melakukan pendataan ke lapangan untuk menelusuri sekolah utamanya SD yang tidak mendapat siswa sesuai standar. Dari hasil penelusuran ini, pihaknya akan mengkaji dan melaporkan kepada lembaga terkait di atasnya untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut. Jika jumlah siswanya tidak memenuhi standar, namun sekolahnya masih diperlukan, maka dilakukan penggabungan. Sebaliknya, jika jumlah anaknya tidak standar dan sekolahnya tidak ingin digabung, maka bisa saja pemerintah akan mencabut izin operasionalnya. “Kami masih mendata dan hasilnya akan dilaporkan untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut. Dengan PPDB ini pemerataan siswa sudah dapat dicapai, tapi kami masih perlu mendapatkan data riil jangan sampai ada temuan sekolah siswanya di atas standar hingga overload dan sekolah terjadi kekurangan ruang belajar,” jelasnya. (mud)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Pon, 10 September 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
”Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja”
Rajut Kebinekaan, Perteguh Persaudaraan KREATIVITAS seniman memang tidak mengenal istilah stagnan. Dari kepekaan olah cipta, rasa, dan karsa mereka, selalu saja lahir inovasi-inovasi baru yang menggairahkan seni pertunjukan di Bali. Persembahan yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga sarat dengan pesan-pesan moral yang dikemas dalam “bahasa” seni. Aura itulah yang mencuat dalam pergelaran dramatari kolosal “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” serangkaian peringatan HUT ke-69 Bali Post yang ditampilkan di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Sabtu (9/9) malam.
BPM/eka/wan
PESTA RAKYAT - Gubernur Bali Mangku Pastika bersama para tokoh saat deklarasi kebhinekaan. Sementara itu ratusan seniman terlibat dalam tari kolosal “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” serangkaian peringatan HUT ke-69 Bali Post yang ditampilkan di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Sabtu (9/9) malam.
Gedebong Goyang
Menyatukan Kebinekaan Melalui Seni GRUP Gedebong Goyang sukses menampilkan sesuatu yang berbeda dalam Pesta Rakyat HUT ke-69 Bali Post yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Sabtu (9/9) malam. Dalam event bertajuk “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” tersebut, Gedebong Goyang berkolaborasi dengan beberapa seniman di antaranya Cedil dan Sekdut Junior. “Kami sangat senang diberikan kesempatan tampil dalam pergelaran kolosal ini. Apalagi, kami berada satu panggung dengan Cedil dan Sekdut Junior. Inilah pertama kali kami berkolaborasi dengan seniman lainya. Biasanya kami tampil sendirian di atas panggung,” ujar Rucina Ballinger alias Gedebong Biyu Batu. Menurut Rucina Ballinger, tampil berkolaborasi menjadi sebuah pengalaman dan tentunya tantangan baru bagi Gedebong Goyang. “Di luar dugaan, kami bisa bekerja sama dengan baik bersama Cedil dan Sekdut Junior,” katanya. Dua anggota lainnya yakni Antonella De Santis alias Gedebong Biyu Susu dan Suzan Kohlik alias Gedebong Biyu Dang Saba juga meyakini hal tersebut. Bahkan, Antonella menambahkan bahwa
penampilan mereka kali ini sangat berbeda dari sebelumsebelumnya. “Ini menjadi kesempatan yang bagus bagi kami untuk mencoba berkolaborasi dan memberikan warna baru bagi Gedebong Goyang. Siapa tahu ke depan, konsep kolaborasi ini bisa sering kami tampilkan,” imbuhnya. Sementara itu, Suzan Kohlik menjelaskan bahwa konsep menyatukan kebhinekaan me-
lalui seni adalah konsep cerita yang sangat menarik. Konsep itulah yang membuat mereka ingin ambil bagian dalam pesta rakyat kolosal itu. “Gedebong Goyang terdiri dari tiga orang wanita dari berbagai negara kemudian kami bersatu di Bali karena menikah dengan orang Indonesia. Nah, hal yang terjadi dengan kami itu sangat mirip dengan konsep sekarang. Perbedaan adalah warna yang
menarik seperti pelangi yang ada untuk dinikmati,” katanya. Suzan Kohlik menegaskan, kesenian menjadi salah satu metode untuk menjembatani
perbedaan-perbedaan tersebut. “Yang jelas, kesenian akan dapat mempersatukan kita. Hal ini bisa dilihat dalam pergelaran ini,” katanya. (gik)
Pergelaran dengan durasi sekitar 2,5 jam yang didukung Komunitas Seni Pancer Langiit berkolaborasi dengan ratusan seniman Bali dan Nusantara ini memang sarat perenungan. Menggugah kesadaran para penonton tentang betapa pentingnya memaknai, menghargai, dan menghormati perbedaan yang ada di bumi ini. Selanjutnya, kesadaran itu diharapkan mampu menggerakkan semangat para penonton untuk merajut perbedaan itu menjadi jalinan persaudaraan dan persatuan yang teguh dan kuat. Secara singkat, daramatari kolosal “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” mengisahkan tentang sebuah negeri bernama Bhineka Kertharaharja. Sebuah sebuah negeri yang kondisi masyarakatnya sangat majemuk atau heterogen. Berbagai etnis, suku, ras dan agama hidup bersama dalam suasana penuh kerukunan, ketenteraman dan perdamaian. Perbedaan justru membuat negeri ini tampak indah. Namun, sebentuk prahara kemudian datang mendera negeri tersebut, mencabik-cabik segala keindahan hidup rakyatnya yang telah terbangun selama berpuluh-puluh tahun. Kekacauan terjadi di mana-mana. Rakyat ribut, berkelahi dan bertikai satu sama lain. Penjarahan terjadi di mana-mana yang membuat kehidupan rakyat dicekam ketakutan. Ternyata, kekacauan tersebut dipicu oleh gerombolan gamang. Mereka menebar fitnah dan provokasi sehingga membuat rakyat terpecah belah. Manyaksikan hal itu, Raja Negeri Bhinneka Kertharaharja menghadap Dewi Saraswati untuk menanyakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kekacauan tersebut. Sang Dewi memberikan petunjuk kepada Raja untuk bisa kembali mengajegkan negeri yang kacau. Raja diminta mengumpulkan seniman dari seluruh semesta. Raja kemudian memerintahkan sejumlah pengawalnya untuk mengundang seniman dari seluruh semesta untuk membuat sebuah pergelaran rakyat. Setelah pergelaran berlangsung, rakyat Negeri Bhineka kembali tenteram dan hidup rukun di atas segala perbedaan yang mereka miliki. (ian)