Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Gempa Susulan 6,2 SR

Evakuasi Sempat Terhenti Dwikorita Karnawati, di Tanjung, Lombok Utara, Kamis kemarin. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar menghindari bangunan rusak atau pun tebing dan dataran tinggi yang berpotensi longsor. ‘’Jadi masyarakat sebaiknya menjauhi bangunan yang kondisinya rusak, begitu juga dengan tebing-tebing,’’ ujarnya. Menurut analisis BMKG, gempa susulan masih terdeteksi di Pulau Lombok. Meskipun sifatnya fluktuatif, Dwikorita menyatakan potensi tsunami sudah tidak muncul lagi. ‘’Sekarang itu isunya sudah geser, tidak ada tsunami. Tsunami itu bisa terjadi saat baru gempa,’’ ucapnya. Gempa susulan yang kembali terjadi pada Kamis siang pukul 13.25 Wita, terdeteksi dengan amplitudo 6,2 SR. Gempa yang tergolong tektonik itu terpusat di 6 km barat laut Lombok Utara dengan kedalaman 12 km. (kmb)

Bali Post/ant

Jakarta (Bali Post) –

KH Ma’ruf Amin dipilih Jokowi sebagai cawapres pada Pilpres 2019. Jokowi menyebutnya sebagai pasangan yang nasionalis-religius. ‘’Kami ini saling melengkapi. Nasionalis-religius,’’ kata Jokowi dalam jumpa pers setelah pertemuan dengan para petinggi partai politik Koalisi Indonesia Kerja, Kamis (9/8) petang. Ia mengatakan, konsep nasionalis-religius itulah yang akan ditawarkan kepada masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air. Jokowi menambahkan, target pemilihnya bukan daerah per daerah melainkan seluruh rakyat Indonesia. ‘’Seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,’’ katanya. Pada kesempatan itu pula, Jokowi menyampaikan bahwa seluruh petinggi sembilan

partai politik Koalisi Indonesia Kerja telah menandatangani secara utuh kesepakatan yang sudah dibahas sebelumnya. ‘’Dan selanjutnya besok pagi jam 9 kami akan mendaftarkan ke KPU berangkat dari Gedong Djoang 45 menuju KPU beserta para ketua umum dan sekjen dan seluruh relawan,’’ kata Jokowi. Hal. 15 Tokoh Bijaksana

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan untuk memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya menjadi calon wakil presiden. Pria yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini merupakan ulama multitalenta. Tidak hanya bergelut di bidang agama, ia juga pernah menjadi wakil rakyat di Parlemen dan penulis buku. Lelaki kelahiran Tangerang, Banten, 11 Maret 1943 tersebut memulai pendidikannya di Sekolah Rakyat sekaligus Madrasah Ibtidaiyyah di Tangerang yang diselesaikan pada tahun 1955. Pesantren

Tebuireng Jombang, Jawa Timur dipilihnya untuk meneruskan pendidikan selanjutnya hingga 1961. Kemudian menamatkan sarjana di Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun Bogor pada 1967. Ia merupakan putra dari KH Mohamad Amin, ulama besar di wilayah barat Tangerang dan cicit dari Syaikh Nawawi al-Bantani. Syaikh Nawawi al-Bantani seorang ulama asal Banten yang sangat dihormati di kalangan intelektual Islam, utamanya di Mekkah. Hal. 15 Tidak Heran

Penulis Buku Melawan Terorisme

Jokowi bersama KH Ma’ruf Amin.

Bali Post/ant

Cawapres Masih ’’Tarik-Ulur’’

Prabowo Kembali Temui SBY

Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. Rp 4.608.100 Rp 1.000.000 Rp 501.767 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 200.000 Rp 200.000 Rp 200.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 50.000 Rp 50.000 Rp 30.000 Pakaian layak pakai Rp 9.639.867 Rp 1.570.000 Rp 11.209.867

Sehat Itu Murah

SAAT menulis artikel ini, saya baru selesai mengurus saudara menjalani pemasangan ring untuk jantung di sebuah rumah sakit ternama di Denpasar. Ketika itu saya terkejut ketika disodorkan kuintasi yang harus ditandatangani mencapai angka Rp 300 juta. Itu baru sekali tindakan pemasangan dua ring, karena penyumbatan di pembuluh jantung tak bisa dilakukan sekali tindakan. Tabungan dari menjual rumah pun harus dicairkan. Bagi warga yang tak mampu jelas ini masalah besar. Belum lagi direpotkan dengan kesibukan ngurus ini dan ngurus itu. Tarif ini belum termasuk biaya rumah sakit, tentunya. Sementara rekan

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Jokowi Tawarkan Paket ’’Nasionalis-Religius’’

WARGA SAKIT - Sejumlah WNA mengangkat seorang warga yang sakit di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB, Kamis (9/8) kemarin.

SMA Negeri 1 Kuta IGN Indra Andhika Yanthi Nuryanthi I Made Dwi S I Nyoman Murtha K. Andry Kristy Ady Anak Agung Ayu Candrakasih I Ketut Darna I Wayan Rebek, Supratman Dps Ni Putu Ayuni Yaya NN 081239521** Ni Luh Putu Ok I Wayan Adi Resmaw Ni Luh Wayan Sakay I Nyoman Sudana Kadek Widayanti I Wayan Sudia Ibu Satria Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

GEMPA susulan yang kembali mengguncang Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/8) kemarin sekitar pukul 13.25 Wita dilaporkan dengan kekuatan 6,2 skala Richter menimbulkan kepanikan di Lombok Utara. Selain itu, proses evakuasi sempat terhenti beberapa saat, namun dilanjutkan lagi beberapa saat kemudian. Saat gempa mengguncang, terlihat kepanikan warga yang berlarian ke ruas jalan bercampur dengan padatnya arus kendaraan. Teriakan dan tangis perempuan dan anak-anak terdengar di sana-sini. Sementara itu, Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi (BMKG) mengimbau masyarakat yang berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) agar tetap waspada terhadap gempa susulan. ‘’Kita mengharapkan masyarakat tenang, namun tetap waspada. Karena masih ada gempa susulan seperti tadi (6,2 SR),’’ kata Kepala BMKG

16 HALAMAN

NOMOR 336 TAHUN KE 70

Prabowo

Bali Post/dok

Jakarta (Bali Post) – Prabowo, Ketua Umum Gerindra, rencananya Kamis (9/8) malam pukul 19.00 WIB mengumumkan calon wakilnya. Namun hingga pukul 22.00 WIB, tanda-tanda deklarasi belum kelihatan. Bahkan petinggi PAN Hanafi Rais menyatakan deklarasi calon pendamping Prabowo akan diumumkan Jumat (10/8) pagi ini, sebelum mendaftar ke KPU. Di tengah desakan masing-masing parpol yang mengunggulkan kadernya, Prabowo Subianto kembali mendatangi kediaman SBY di Mega Kuningan. Prabowo meninggalkan kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan sekitar pukul 21.10 WIB. Usai Prabowo pergi, Wakil Ketua Dewan Pembina Sandiaga Uno juga meninggalkan lokasi. Belum diketahui apa yang akan dibahas Prabowo dalam kunjungannya kali ini. Namun santer beredar, calon pendamping Prabowo adalah Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI. Sementara partai pendukung tetap mengajukan petinggi partainya sebagai pendamping Prabowo. Tanda-tanda Sandiaga akan mendampingi Prabowo dapat dilihat dari aktivitasnya akhir-akhir ini. Salah satunya dia sudah mencari surat keterangan tidak pailit ke PN Jakarta Pusat. Selain Sandiaga, Joko Widodo dan Prabowo Subianto juga mencari surat yang sama sebagai syarat menjadi calon presiden dan wakil presiden. ‘’Sampai pukul 11.00 WIB yang sudah mengajukan keterangan tidak pailit adalah Jokowi, Prabowo dan Sandiaga,’’ kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jamaludin Samosir, di Jakarta, Kamis kemarin. Munculnya nama Sandiaga me-

mantik reaksi dari pengurus Partai Demokrat. Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyatakan bahwa Sandiaga Uno telah membayar mahar kepada PKS dan PAN masing-masing senilai Rp 500 miliar agar Sandiaga didukung menjadi calon wakil presiden Prabowo. Namun, hal itu dibantah Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi DKI Jakarta M. Taufik, yang menilai pernyataan Andi Arief itu merupakan pendapat pribadi, dan yang menentukan masa depan koalisi bukan Andi Arief. Sebelumnya, Pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menemui Prabowo Subianto di kediamannya untuk menanyakan keputusan akhir terkait calon wakil presiden (cawapres). ‘’Kami mau menanyakan keputusan akhirnya bagaimana,’’ kata Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Martak, Kamis kemarin. Dia mengatakan, GNPF Ulama ingin menanyakan secara langsung kabar yang beredar terkait nama-nama yang kemungkinan akan menjadi cawapres termasuk Sandiaga Uno. Yusuf enggan berspekulasi soal peluang Sandiaga mendampingi Prabowo karena harus ditanyakan secara langsung terlebih dahulu. ‘’Justru saya ingin mendengar langsung, nanti ya, sabar dulu,’’ ujarnya. Dia menegaskan bahwa GNPF Ulama akan mengambil sikap ketika Prabowo mengambil keputusan terkait sosok cawapres. Sebelumnya, ijtima ulama merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai capres 2019-2024, selain itu dua nama yang direkomendasikan sebagai cawapres adalah Salim Segaf Aljufri dan Ustad Abdul Somad. (ant)

Partai Demokrat Rapat Darurat Gerindra Bantah Ada Mahar Rp 1 Triliun

dokter yang lain mengatakan biaya pemasangan ring jantung di luar negeri seperti di Malaysia justru lebih murah. Hal. 15 Buatan Jerman

Jakarta (Bali Post) – Petinggi Partai Demokrat menggelar rapat darurat di kediaman SBY di Jakarta, Kamis (9/8) kemarin. Kabarnya rapat ini membahas sikap Demokrat ketika koalisi Prabowo telah memutuskan wakilnya pada Pilpres 2019. Sejumlah politisi Partai Demokrat yang ikut rapat memilih tutup mulut soal pembahasan rapat darurat yang berlangsung mulai 12.30 WIB tersebut.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin saat keluar dari kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, mengatakan tidak dapat memberikan informasi apa pun terkait pertemuan tersebut. ‘’Sekali lagi jangan dipaksa memberikan pernyataan yang kami sudah sepakat tidak berkomentar, dan saya tidak diberi kewenangan untuk berkomentar,’’ ujar Amir Syamsuddin. Sementara itu, Sekretaris

Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyatakan bahwa Sandiaga Uno telah membayar mahar kepada PKS dan PAN masing-masing senilai Rp 500 miliar agar Sandiaga didukung menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo. ‘’Saya rasa itu tidak benar,’’ kata Muzani di kediaman Prabowo, Rabu malam. Dia mengatakan apa yang

disampaikan Andi Arief bukan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat. Karena produktivitas pembicaraan Gerindra dengan Demokrat sangat baik dan bagus, sehingga pihaknya akan membicarakan dahulu dengan pimpinan Demokrat. ‘’Ini kan Andi Arief yang berbicara, bukan SBY, nanti saya cek dulu pembicaraan dengan pimpinan teras Demokrat,’’ ujarnya. Ketua DPD Partai Gerin-

dra Provinsi DKI Jakarta M. Taufik menilai pernyataan Andi Arief itu merupakan pendapat pribadi dan yang menentukan masa depan koalisi bukan Andi Arief. Dia membantah pernyataan Andi Arief kalau Sandiaga memberikan mahar politik kepada PAN dan PKS masing-masing Rp 500 miliar. ‘’Ini kan masing-masing parpol sedang rapat pimpinan, selesai rapat maka hasilnya dibawa,’’ katanya. (ant)


DENPASAR

2

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

Wujudkan Karakter Mahasiswa Berbudaya MAHASISWA sebagai aset bangsa merupakan kelompok masyarakat yang terdidik dalam berbagai bidang keilmuan dan keterampilan. Oleh karena itu, BNNP Bali bersama jajarannya berupaya agar mahasiswa mampu membentengi diri dari pengaruh narkoba, untuk wujudkan karakter mahasiswa yang unggul, mandiri dan berbudaya. Ada tiga peran penting mahasiswa di dalam masyarakat, yaitu sebagai agent of change, social control dan iron stock. Sebagai agent of change, kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, mahasiswa harus mampu memperjuangkan perubahan-perubahan menuju perbaikan di bidang sosial kehidupan masyarakat. Sebagai social control, ma-

hasiswa diharapkan mampu menjadi penengah antara pemerintah dan masyarakat, di mana mahasiswa berperan sebagai pengontrol peraturan, kebijakan dan kegiatan pemerintah. Sedangkan sebagai iron stock, mahasiswa diharapkan menjadi manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia sebagai generasi penerus bangsa. “Tiga fungsi inilah yang harus diarahkan untuk menguatkan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba atau P4GN,” ujar Suastawa saat menjadi narasumber seminar di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, Rabu (8/8) lalu. Menurut Suastawa, kampus sebagai wadah pengembangan karakter mahasiswa harus

Bali Post/ist

NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat menjadi narasumber seminar di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar.

terus menggiatkan kegiatan positif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang program P4GN. Dengan mengadakan kegiatan seminar, diharapkan mampu membuka wawasan para mahasiswa sebagai agent of change. “Jangan pernah mencoba-coba menggunakan narkoba jenis apapun. Jika mengonsumsi narkoba, maka 10 persen otak manusia sudah rusak. Sifat narkoba ada tiga, yaitu habitual, toleran dan adiktif. Fenomena saat ini, pecandu yang sedang menjalani rehabilitasi bahkan 30 persen relaps,” ungkapnya. Saat ini, 800 narkotika jenis baru di telah beredar di dunia, di mana 71 jenis telah masuk Indonesia. Baru 68 jenis narkoba yang telah diatur dalam Permenkes Nomor 7 Tahun 2018 tanggal 6 Maret 2018. Prevalensi Bali di Indonesia tahun 2017 menempati urutan 23 tingkat kerawanan penyalahgunaan narkotika, di mana populasi Bali yang menjadi pecandu dengan rentang usia 10-59 tahun sebanyak 59.539, jumlah ini menurun sebanyak 11.918 dari tahun 2016. Data rehabilitasi di tahun 2018 sebanyak 39 orang telah menjalani rehabilitasi narkoba di BNN. Dengan memahami dampak negatif narkoba, diharapkan para mahasiswa mampu menanamkan sikap tegas agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Mewujudkan peran penting ini, dituntut usaha bersama antara BNN dengan kampus, masyarakat serta pemerintah. “Mahasiswa yang sedang mengikuti KKN, saya harapkan agar turun ke lapangan menggerakkan desa pakraman di lokasi KKN-nya untuk memberdayakan masyarakat, khususnya dalam membuat pararem tentang P4GN. Gerakan pecalang sebagai relawan narkoba,” tegasnya. (rah)

Bounty Cruise Salurkan Bantuan ke Gili ATM dan Lombok Utara Denpasar (Bali Post) Setelah melakukan evakuasi dengan beberapa kapal, kini Bounty Cruise Group akan menyalurkan bantuan ke Gili ATM (Gili Air, Gili Trawangan, Gili Menuk) dan Lombok Utara. Bantuan akan disalurkan, Jumat (10/8) hari ini sekitar pukul 10.00 Wita. Bantuan akan dikirim menggunakan Kapal Patagonia Express milik Bounty Group. Tidak hanya menangani evakuasi wisatawan, Bounty Cruise Group juga membantu masyarakat Lombok khususnya dalam menghadapi bencana gempa ini. Dewan Penasehat Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) I Gede Wiratha sekaligus pemilik Bounty Cruise, mengatakan bantuan tersebut untuk meringankan beban masyarakat. Bantuan tersebut berasal dari AMPB dan masyarakat umum. Sumbangan dalam bentuk apapun akan disalurkan. Bantuan akan dikirim secara bertahap ke pos-pos pengungsian. Hal ini dilakukan karena ia menyadari sebagai masyarakat industri pariwisata harus saling bantu membantu dalam kondisi yang seperti ini. “Bisa memberikan sumbangan apa saja. Itu benar-benar dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita saling bantu-membantu dalam kondisi seperti ini,” ujar Wirata. Dunia pariwisata yang sangat rentan dengan isu keamanan, bencana alam, dan kesehatan akan sangat berpengaruh dengan adanya gempa ini. Indonesia pun

tidak luput dari isu-isu tersebut. Dengan tindakan ini, menunjukkan semua komponen pariwisata memang harus bersatu bersama pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk selalu siap bekerja bersama-sama menjaga pariwisata. Wirata berharap, tindakan ini bisa menjadi cermin yang membuktikan pada dunia bahwa tamu yang datang ke Indonesia khususnya ke Bali merasa diperhatikan dan Pemerintah Indonesia bertanggung jawab terhadap wisman yang berlibur ke Indonesia. Hal ini juga bentuk dukungan dan motivasi untuk masyarakat yang terdampak gempa agar bebannya menjadi lebih ringan. Sementara itu, Ketua AMPB Gusti Kade Sutawa

menegaskan, AMPB yang terbentuk sejak peristiwa bom Bali menyadari pariwisata sangat penting sehingga harus dijaga keberlangsungannya. AMPB bersama komponen pariwisata yang lain bahu-membahu ketika ada masalah seperti gempa di Lombok untuk mengevakuasi wisatawan dari Gili sampai Bali. Tidak hanya itu, AMPB juga turut serta dalam memberikan sumbangan dalam bentuk apapun kepada masyarakat Lombok yang terdampak gempa. Sutawa berharap, jika ada masalah seperti ini lebih banyak orang peduli sehingga akan lebih ringan. Tidak hanya pekerjaan dan tanggung jawab pemerintah, tapi semua pihak diharapkan ikut berkontribusi. (kmb42)

Bali Post/wan

BANTUAN - Bounty Cruise Group akan menyalurkan bantuan ke Gili ATM dan Lombok Utara. Sebelumnya, Bounty Cruise Group juga ikut menangani evakuasi wisatawan.

Bali Belum Bebas Campak dan Rubella Denpasar (Bali Post) Bali belum terbebas dari penyakit campak dan infeksi virus rubella. Penyakit campak masih menyerang anak-anak balita. Bahkan, campak juga menyerang anak SMP dan SMA. Kasus terakhir yang muncul yaitu pada akhir tahun 2016 di Nusa Penida, beberapa warga terserang campak dan rubella. Tahun 2016, dari 144 kasus, 46 orang dinyatakan positif campak. Di tahun yang sama dengan jumlah kasus sama, 27 orang positif terinfeksi rubella.

Sedangkan tahun 2017, dari 385 kasus, 34 dinyatakan positif campak dan 15 positif rubella. Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes. mengatakan, pemerintah mengintensifkan program kampanye imunisasi Measles Rubella (MR). Target imunisasi MR di Bali adalah 962.810 anak berusaia 9 bulan sampai 15 tahun. Hingga 8 Agustus 2018, total cakupan imunisasi MR di Bali telah mencapai 23,27 persen. Sementara itu, Dokter spe-

Topik : Bapenda Kembali Lakukan Pemutihan PKB

sialis Anak Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis RSUP Sanglah dr. I Wayan Gustawan, M.Sc., Sp.A. mengatakan, program vaksin campak dan rubella kembali digencarkan lantaran kasus campak dan rubella sampai sekarang masih ada. Selain itu, cakupan vaksin pun tidak merata di seluruh Indonesia. Terutama di luar Pulau Jawa dan Bali sehingga kasusnya masih banyak. Sejak tahun 2016, kata dia dilakukan surveilans khusus rubella yang disebut surveilans CRS (congenital rubella syndrome). Ada 13 rumah sakit di seluruh Indonesia yang melakukan survei CRS. Hasil sementara, temuan kasus CRS tertinggi di Jawa Timur. Sedangkan di Bali yaitu RSUP Sanglah sebagai tempat surveilans dari Januari hingga Juni 2017 ditemukan dua kasus. Dalam survei itu, gejala penderita CRS yaitu kelainan jantung, katarak kongenital dan tuli permanen. “Setiap tahun, di RSUP Sanglah ada saja penemuan kasus baru rubella,” ujarnya. (kmb42)

Bali Post/eka

KENDARAAN - Kendaraan antre untuk melintas di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar. Tahun ini, Bapenda Provinsi Bali kembali melakukan pemutihan PKB.

Bapenda Kembali Lakukan Pemutihan PKB

Denpasar (Bali Post) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali kembali melakukan pemutihan pajak. Yakni, pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pemutihan yang diatur dalam Pergub Nomor 55 Tahun 2018 ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Agustus hingga 14 Desember mendatang. “Kami berharap, kesempatan ini dimanfaatkan seluasluasnya oleh masyarakat yang selama ini menunggak pajak khususnya di Pajak Kendaraan Bermotor,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha, Kamis (9/8) kemarin. Menurut Santha, kebijakan ini kembali diberlakukan terkait HUT ke-60 Provinsi

Bali pada 14 Agustus mendatang. Pemprov memberikan insentif kepada para wajib pajak, terutama yang masih menunggak. Mereka diberi kesempatan untuk menyelesaikan urusannya tanpa kena denda dan bunga pajak lima tahun terakhir. Selain itu, pemutihan juga dilakukan dalam rangka pemutakhiran data atau validasi database kendaraan bermotor. Dengan demikian, pihaknya bisa menghitung potensi wajib pajak aktif untuk proyeksi PKB. “Kemudian berikutnya juga dalam rangka menekan tunggakan atas Pajak Kendaraan Bermotor,” imbuhnya. Santha menargetkan sekitar 200 ribu unit kendaraan bisa mengikuti pemutihan kali ini. Dari jumlah itu, hampir 90 persen merupakan kendaraan roda dua dengan nilai tunggakan pajak sekitar Rp

90 miliar lebih. Sementara hingga semester I tahun 2018 pendapatan dari PKB baru tercapai 48 persen dari target Rp 1,2 triliun lebih untuk satu tahun anggaran. Setelah masa pemutihan berakhir, pihaknya akan menggelar razia besarbesaran di awal tahun 2019. “Kami akan melakukan razia besar-besaran dan razia door to door. Kami juga sudah mempersiapkan rancangan tagih paksa,” jelasnya. Santha mengatakan, pemutihan kali ini baru berlaku untuk PKB saja. Sementara pemutihan untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) masih belum bisa dilakukan, lantaran baru diusulkan dalam rancangan revisi Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pajak Daerah. Rancangan ini sedang disampaikan ke DPRD Bali agar dapat dibahas bersama-sama.

Selain pemutihan BBNKB khususnya BBNKB 2 terkait mutasi kendaraan, rancangan perda juga memuat tentang persiapan tagih paksa. “Kalau bicara rancangan Perda, itu nanti akan dikombinasikan dengan perubahan Perda Lalu Lintas Angkutan Jalan yang ranahnya di Perhubungan. Isi materinya umur kendaraan yang beroperasi, dan kendaraan luar Bali yang beroperasi di Bali,” paparnya. Menurut Santha, kendaraan luar yang sudah berpindah menjadi kendaraan pelat Bali tentu akan menambah pundi-pundi pendapatan daerah karena potensinya yang cukup besar. Dari hasil uji petik selama tiga bulan, pihaknya menemukan 1.700 kendaraan pelat luar Bali. Sebanyak 1.200 kendaraan sudah melakukan mutasi ke pelat DK. (kmb32)

47 Bacaleg Tidak Memenuhi Syarat

Denpasar (Bali Post) –

KPU Denpasar telah melakukan penelitian kelengkapan berkas perbaikan bakal calon anggota legislatif (bacaleg). Hasilnya, ada beberapa yang belum lengkap. Dari 457 bacaleg yang didaftarkan di KPU Denpasar, sedikitnya 47 bacaleg dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) alias gugur, karena mereka sudah tidak bisa lagi melakukan perbaikan berkas kelengkapannya. Komisioner KPU Denpasar Wayan Arsa Jaya menegaskan hal itu di kantornya, Kamis (9/8) kemarin. Menurut Arsa Jaya, waktu perbaikan berkas sudah berakhir. Setelah dilakukan penelitian, masih ada 47 bacaleg yang belum lengkap. Oleh karena itu, hasilnya sudah disampaikan kepada masingmasing partai politik. Penyebab TMS tersebut, di antaranya tidak melengkapi Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat kesehatan, formulir DB, surat pernyataan, dan ada pula yang belum menyetorkan

surat keterangan dari PN. “Salah satu kelengkapan tidak ada, maka kita nyatakan TMS,” tegasnya. Arsa Jaya mengatakan, 47 bacaleg yang TMS itu berasal dari tiga partai. Di antaranya, Partai Hanura satu bacaleg di Dapil 5, Partai Garuda lima bacaleg dari dapil 3, 4, dan 5. Lima bacaleg itu, tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan. Sedangkan Partai Berkaya cukup banyak dan hanya menyisakan satu

Denpasar (Bali Post) Satresnarkoba Polresta Denpasar mengungkap kasus peredaran kokain yang menyasar wisatawan asing, Sabtu (4/8) lalu. Tiga pelaku ditangkap, yaitu Brandon (43) warga Australia bersama pacarnya, Remi (43) dan Bena (20). Ironisnya, tersangka Bena saat ini mengandung dengan usia kandungan lima bulan. Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa Bena sering menggunakan narkoba di tempat kosnya di Jalan Intan Permai, Kerobokan, Badung. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan. Sekitar puluk 20.00 Wita Sabtu (4/8) lalu, dilakukan penggerebekkan di tempat kosnya. Hasil penggeledahan, polisi mengamankan satu paket kokain di kantong celana yang dipakai Bena, dua paket di dalam pembalut wanita yang baru dan satu paket di dalam bantal. “Saat diinterogasi, pelaku mengaku mendapat barang berupa kokain tersebut dari temannya bernama Remi pada Jumat (3/8) lalu, dan tran-

saksinya di Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta,” ujar Hadi Purnomo didampingi Wakasatresnarkoba AKP Gusti Putu Darmanata, Kamis (9/8) kemarin. Kasus ini langsung dikembangkan dan petugas menggerebek tempat tinggal Remi di Jalan Mataram, Kuta. Pada saat dilakukan penggerebekkan, di dalam kamar kos tersebut ditangkap tersangka Remo dan Brandon. Selain itu, ditemukan 13 paket kokain seberat 11,6 gram di dalam dompet yang disembunyikan di kardus. Brandon mengakui kokain itu adalah miliknya dan dibelinya dari seorang laki-laki yang biasa dipanggil Made di Jalan Legian, Jumat (3/8) seharga Rp 40 juta. Bradon dan Remi mengaku tidak tahu di mana keberadaan Made saat ini, karena HP-nya tidak aktif lagi dan mereka mengaku tidak tahu alamatnya. Jika barang terlarang tersebut habis terjual, maka turis yang beprofesi sebagai arsitek ini mendapat uang Rp 51 juta. “Kasus ini masih kami kembangkan dan diupayakan melacak keberadaan Made. Sindikat ini khusus menyasar warga asing yang liburan di Bali. Selain digu-

dapil saja. Bacaleg dari partai ini yang TMS sebanyak 26 laki-laki dan 15 orang perempuan. “Bacaleg yang dinyatakan TMS ini tidak lagi bisa melakukan perbaikan, sehingga gugur untuk bisa ikut Pileg,” jelasnya. Arsa Jaya juga mengingatkan kepada para bacaleg yang masih berstatus ASN, pegawai BUMD, dan dosen PTN agar segera menyerahkan SK pengunduran diri. Paling lambat sehari menje-

lang pengumuman DCT, SK itu harus ada. “Artinya, per 19 September mendatang SK tersebut sudah harus diserahkan. Bila SK itu belum ada, maka bacalegnya dinyatakan gugur,” tegasnya. Pada saat Daftar Calon Sementara (DCS), para bacaleg yang masih berstatus ASN maupun pegawai BUMD, dan dosen PTN masih bisa tidak menyetorkan SK tersebut. Namun, ketika sudah masuk DCT, SK itu sudah harus ada. “Kami akan menyampaikan DCS ini per 12 Agustus ini,” kata Arsa Jaya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Jadi Pengedar Kokain, Warga Australia Ditangkap

Bali Post/eka

NARKOBA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo menunjukkan barang bukti narkoba dan tersangkanya di Mapolresta Denpasar, Kamis (9/8) kemarin. nakan sendiri, kokain rencananya dijual,” kata Hadi Purnomo. Pengakuan tersangka Remi, ia menjual empat paket kokain milik Brandon kepada Bena Rp 12 juta, tapi pembayarannya setelah habis terjual. Bena yang sedang berbadan dua ini mengaku baru sekali ini menjalani bisnis ilegal

ini, tapi dia mengonsumsi ekstasi sejak dua tahun lalu. Sementara itu, Brandon dan Remi mengaku sudah lima tahun menggunakan kokain dan mengaku belum pernah dihukum. “Kami berupaya mengembangkan kasus ini, mudah-mudahan bandarnya secepatnya ditangkap,” tegas mantan Kapolres Gianyar ini. (kmb36)


BADUNG

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

3

Kera Liar Resahkan Warga Gulingan

Mangupura (Bali Post) –

Bali Post/kmb23

Pascagempa Lombok

Sejumlah Maskapai Lakukan Penerbangan Tambahan

Mangupura (Bali Post) Gempa kembali terjadi, Kamis (9/8) kemarin. Data BMKG menyebut gempa berskala 6,2 SR ini terjadi pukul 13.25 Wita dengan lokasi 8.36 LS, 116.22 BT, dan kedalaman 12 km di Sumbawa. Gempa yang cukup keras ini dirasakan hampir di seluruh Bali. Namun demikian, aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai masih berjalan normal. Hal itu ditegaskan Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Kamis kemarin. Diakuinya, pascagempa yang melanda Lombok sejak Minggu (5/8) lalu, jadwal penerbangan dari dan menuju Lombok, tidak ada mengalami perubahan. ‘’Tidak ada pembatalan jadwal penerbangan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai,’’ ujarnya. Namun, kata Arie, pascaterjadinya gempa pada Minggu lalu, memang ada sejumlah

maskapai penerbangan melakukan penerbangan tambahan. Hingga Rabu (8/8), sebanyak 13 penerbangan tambahan sudah dilakukan maskapai penerbangan. Dengan rincian, tanggal (6/8) maskapai Lion Air dua penerbangan tambahan dan Garuda Indonesia sebanyak dua penerbangan. Sedangkan Selasa (7/8), Lion Air melakukan empat penerbangan tambahan dan Garuda Indonesia dua penerbangan. Sementara pada Rabu (8/8), sebanyak tiga penerbangan tambahan dari dan menuju lombok. Yakni Lion Air dua penerbangan dan Batik Air sebanyak satu penerbangan tambahan. ‘’Ada 10 penerbangan tambahan mulai dari tanggal 6 sampai 7 Agustus 2018, dan sebanyak tiga penerbangan tambahan pada Rabu (8/8). Sehingga total ada 13 penerbangan tambahan hingga Rabu,’’ pungkasnya. (kmb23)

Masyarakat di Desa Gulingan, Mengwi, dibuat resah oleh kehadiran kera liar. Mereka khawatir adanya hewan mamalia ini dapat merusak lahan pertanian dan tempat ibadah. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama saat dikonfirmasi, Kamis (9/8) kemarin, menyatakan akan menerjunkan tim ke lokasi guna menindaklanjuti keluhan warga terkait keberadaan kera liar. ‘’Kami sudah melakukan penyisiran, tapi akan dilakukan kembali besok (hari ini). Kami juga belum mengetahui kera itu berasal dari mana,’’ ungkapnya. Pihaknya akan melakukan penangkapan apabila hewan tersebut mengganggu dan meresahkan masyarakat. Masuknya kera liar ke perkampungan sudah beberapa kali terjadi, namun di tempat yang berbeda. ‘’Bisa monyet dipelihara warga kemudian lepas. Namun kami akan tangkap dengan menggunakan obat bius,’’ tegasnya. Pihaknya berharap setelah monyet liar tertangkap, ada warga yang mau memelihara monyet tersebut. ‘’Mudah-

Bali Post/ist

KERA LIAR - Kehadiran kera liar di Desa Gulingan, Mengwi mulai meresahkan warga. mudahan ada yang mengadopsinya. Tapi kalau tidak ada yang bersedia memelihara, maka nanti kita akan pikirkan,’’ ucapnya. Berdasarkan informasi di lapangan, kera liar terdeteksi di wilayah Banjar Tengah Kaler dan Tengah Kelod. Warga setempat berharap pihak terkait segera melakukan langkah antisipasi sebelum banyak monyet liar masuk perkampungan dan semakin meluas. Perbekel Gulingan I Made Sudarsana mengaku sudah ada warga melaporkan munculnya monyet liar di Gulingan,

terutama di Banjar Tengah Kaler dan Tengah Kelod. ‘’Ada informasi dari warga begitu (ada monyet liar), mereka khawatir monyet-monyet tersebut mengganggu pertanian maupun tempat ibadah,’’ ujarnya. Dia mengakui, telah menyampaikan keresahan masyarakat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung untuk meminta bantuannya dalam penanganan. ‘’Mudahmudahan bisa segera ditangani sebelum menimbulkan keresahan warga,’’ pungkasnya. (kmb27)

Bupati Apresiasi Evaluasi Implementasi Tata Kelola Tim ANRI Serahkan E-Arsip Aplikasi Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes SIKD kepada Pemkab Badung Wujudkan Penyelenggaraan Arsip yang Baik

WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta dan Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung Ni Wayan Kristiani menerima Tim Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang dipimpin Kepala Pusat Jasa Kearsipan ANRI Amieka Hasraf di Puspem Badung, Kamis (9/8) kemarin. Kehadiran Tim ANRI ini dalam rangka pendampingan dan penyerahan e-arsip dengan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD). Wabup Suiasa sangat mengapresiasi program dari ANRI yang memberikan aplikasi softwere SIKD kepada Kabupaten Badung. Hal ini akan sangat mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan penyelenggaraan arsip yang baik menuju pemerintahan yang baik dan akuntabel. Lebih lanjut dikatakan, pada era globalisasi ini, informasi merupakan hal penting dalam berbagai kegiatan yang dilakukan organisasi pemerintahan. Berbagai macam dokumen dan media telah tercipta dalam menyimpan, mencari dan menyebarkan informasi. Arsip mempunyai nilai sangat penting, selain sebagai informasi, arsip juga sebagai bahan bukti akuntabilitas kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dijelaskan bahwa langkah ANRI mengembangkan aplikasi SIKD yang merupakan softwere sistem pengelola manajemen kearsipan secara elektronik ini, sejalan dengan kebijakan Pemkab Badung

E-ARSIP - Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung Ni Wayan Kristiani disaksikan Wabup Badung I Ketut Suiasa menandatangani berkas penyerahan e-arsip dengan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis di Puspem Badung, Kamis (9/8) kemarin. dalam menciptakan tertib arsip dan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi. ‘’Dengan sistem ini kami harapkan proses surat menyurat dapat dilaksanakan secara elektronik sehingga lebih cepat, aman dan sesuai prosedur. Sistem ini agar segera dapat diimplementasikan di masing-masing perangkat daerah,’’ jelas Suiasa. Kepala Pusat Jasa Kearsipan ANRI Amieka Hasraf menjelaskan, pendampingan dan penyerahan aplikasi SIKD merupakan bagian dari kebijakan dan kegiatan pembinaan ANRI seiring dengan perkembangan TIK. Kegiatan arsip dinamis juga mendukung pelaksanaan e-government dan percepatan reformasi birokrasi. Melalui pendampingan ini, di-

harapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan di bidang kearsipan khususnya mengubah cara konvensional menjadi berbasis TIK. Selain itu mencapai kesepahaman dan kesamaan sudut pandang tentang arsip, menciptakan SDM yang kompeten di bidang kearsipan dan membangun sistem kearsipan yang mampu menyediakan arsip yang cepat dan akurat. ‘’Aplikasi yang kita kembangkan ini sangat memudahkan dalam pencatatan arsip-arsip yang tercipta di lingkungan OPD. Dukungan dari pemerintah daerah bersama DPRD serta keseriusan dari pimpinan OPD akan sangat menentukan suksesnya pelaksanaan aplikasi SIKD ini di Badung,’’ terangnya. (ad478)

Perlu Distandardisasi

Berbagai Bidang Dalam Pariwisata

Mangupura (Bali Post) Bali selama ini mengandalkan industri pariwisata sebagai sumber ekonomi. Karena itu, Bali perlu menerapkan industri 4.0 di bidang pariwisata. Menurut Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, Bali sebagai tujuan wisata nomor satu di dunia, ke depan akan terus berkembang ke arah yang lebih baik. Untuk itu, langkah paling mendesak yang akan diambil yaitu melakukan standarisasi di berbagai bidang pariwisata. Seperti untuk transportasi yang berkaitan dengan traveling, mobilnya harus distandarisasi. Misalnya usia kendaraan, tingkat kenyamanannya, desain eksterior dan interior. Bahkan, kebutuhan ban-

gunan dan infrastruktur juga akan distandarsisasi. Tidak hanya itu, sumber daya manusia (SDM) perlu juga dilakukan standarisasi. Mulai dari guide, sopir dan SDM lainnya. Standarisasi yang dimaksud adalah menyangkut kemampuan teknis, profesi, etika, dan estetika sesuai dengan bidangnya. ‘’Tujuannya agar layanan pariwisata di Bali benar-benar standar secara menyeluruh,’’ kata Koster usai menyampaikan paparannya terkait Tourism Industry in Digital Era pada International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM), di Kuta, Kamis (9/8) kemarin. Standardisasi ini sebenarnya strategi untuk membangun pariwisata yang berkuali-

Bali Post/kmb23

ICMEM - Wayan Koster saat International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM), di Kuta, Kamis (9/8) kemarin.

tas ke depan. Harapannya, dengan layanan yang berkualitas, wisatawan yang datang ke Bali juga berkualitas. ‘’Mereka datang ke Bali dan tinggal lebih lama di Bali. Secara otomatis mereka mengeluarkan biaya yang lebih besar,’’ ucapnya. Dalam penetapan standardisasi ini, kata Koster, akan diawali dengan pembentukan aturan. Mulai dari peraturan gubernur atau peraturan daerah. Selama ini, diakuinya, memang belum ada standardisasi yang dimaksud. Karena itu hal ini akan menjadi program kerja untuk lima tahun ke depan. ‘’Untuk semua standardisasi yang kami rencanakan ini, kami laksanakan sesuai dengan kebutuhann nanti. Ada yang direalisasikan lebih awal dan ada yang menyusul,’’ tambahnya. Sementara itu, ICMEM diselenggarakan oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) dengan mengambil tema ‘’Digital Integration and Business Sustainability in Emerging Markets’’. Kali ini ICMEM digelar bersamaan dengan International Business Engineering Conference (IBEC) ke-2, sebuah program dari the Associationfor Business Engineering Professionals (IABEP). IBEC 2018 mengangkat tema ‘’Business Engineering and Industry 4.0 in a Global Economy’’. (kmb23)

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta membuka Workshop Evaluasi Implementasi Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes dengan tema ‘’Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang Partisipatif, Transparan dan Akuntabel dengan Aplikasi Siskeudes’’, Kamis (9/8) kemarin di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. Workshop dihadiri anggota DPR-RI Komisi XI I Gusti Agung Rai Wirajaya, Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP Pusat Gatot Darmasto, Plt. Kepala Perwakilan BPKRI Prov. Bali I Gusti Ngurah Satria Perwira, Kasubdit Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati dan Sekda Badung Adi Arnawa beserta jajaran SKPD terkait dilingkungan Pemkab Badung. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi kepada DPR-RI khususnya Komisi XI yang bekerja sama dengan BPKP Pusat Perwakilan Bali dan BPK-RI Perwakilan Bali serta unsur kepolisian, dalam ini Polda Bali karena telah bersama-sama menyelenggarakan workshop Evaluasi Implementasi Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes. Kegiatan ini betul-betul memberikan pemahaman kongkret kepada para Perbekel beserta staf dan kaurnya. ‘’Jika sistem ini dilaksanakan dengan baik, maka desa akan maju dan menjadi desa berdikari yaitu desa yang berdiri di atas kakinya sendiri, termasuk tingkat kebahagiaan akan muncul dengan sendirinya karena pola ini bisa dilakukan mulai dari sisi

perencanaan, pelaksanaan, tata kelola dan pelaporan,’’ jelasnya. Diharapkan Sistem Siskeudes ini dapat diterapkan secara online di Kabupaten Badung, sehingga transparansi APBDes bisa dilakukan dengan baik untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. ‘’Siskeudes ini merupakan sistem keuangan desa yang pasti akan bersentuhan dengan hukum, maka untuk menghindari dari permasalahan hukum itu yaitu jangan dilanggar,’’ tambahnya. Anggota DPR-RI I Gusti Agung Rai Wirajaya menyampaikan, selama ini sistem keuangan desa harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabilitas, sesuai Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. ‘’Undang-undang ini dalam implementasinya bagaimana menghidupkan desa yang juga sesuai dengan program nawacita Presiden RI Joko Widodo, yaitu membangun desa menuju kota di mana ekonomi desa ditingkatkan agar masyarakat desa dalam melakukan komunikasi maupun distribusi pengiriman bahan baku pangan ke kota dapat berjalan dengan baik meskipun banyak desa jaraknya jauh dan terisolir,’’ katanya. Lebih lanjut dijelaskan, Komisi XI DPR-RI bersama BPK-RI dan BPKP-RI berkeinginan bagaimana mensinergikan laporan keuangan desa di seluruh Indonesia dengan sistem yang sama. Sehingga dibuatkanlah sistem keuangan desa yang hampir sama, mudah dibaca, digunakan, dipelajari dan mudah diimplementa-

CENDERAMATA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan cenderamata saat Workshop Evaluasi Implementasi Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes di Puspem Badung, Kamis (9/8) kemarin. sikan dalam pelaksanaannya serta penyusunan dan pelaporan keuangannya. Dalam waktu dua tahun telah dibina dan dibimbing oleh BPKP untuk menyusun sistem keuangan desa. ‘’Di tahun 2018 akan diawasi dan diperiksa oleh BPK-RI untuk melihat implementasi dari apa yang telah dilaksanakan oleh para kepala desa, apakah ada kelemahan dan kekurangan yang perlu disikapi dari sistem keuan-

gan desa ini, karena banyak desa yang membangun ekonominya melalui BUMDes dan disarankan untuk membuat aplikasi yang namanya sistem informasi dan akuntabilitas keuangan BUMDes, di mana program ini sudah di-launching di tahun 2016,’’ jelasnya. Ke depan berharap BUMDes pun melaporkan keuangan secara transparan dan akuntabilitas sehingga akan terhindar dari permasalahan hukum. (ad472)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Ceramah Umum FH Unwar

”Legal Drafting’’ Tingkatkan Pemahaman Lulusan Soal Perumusan Peraturan

MENJELANG tiga hari penutupan kegiatan Pelatihan Pelaksanaan Penyusunan Peraturan Perundang-undangan (Legal Drafting) Tingkat I, Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar Ceramah Umum ‘’Problema Legilasi Nasional’’ di Ruang Sidang Sri Ksari II FH Unwar, Kamis (9/8) kemarin. Ceramah yang menghadirkan narasumber Guru Besar FH Universitas Trisakti Jakarta Prof. Dr. Philipus M. Hadjon, S.H. ini diikuti 100 mahasiswa FH Unwar. Pelatihan Legal Drafting FH Unwar yang dilaksanakan selama 12 hari merupakan kerja sama dengan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dan Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali. Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. mengatakan, untuk menjalankn amanat kurikulum, FH Unwar senantiasa berbenah guna meningkatkan kompetensi lulusan. Untuk merealisasikannya, semua lulusan FH Unwar diwajibkan memiliki sertifikat pendamping ijazah. Di antaranya, sertifikat Profesi Advokat, sertifikat pelatihan Mediator, dan sertifikat pelatihan Legal Drafting. Pelatihan Legal Drafting dijadikan sebagai penunjang untuk memberi pemahaman lebih kepada peserta dalam menyusun peraturan perundang-undangan. Diharapkan mahasiswa FH Unwar mampu memiliki kompetensi yang baik dalam menyusun peraturan perundang-undangan, baik peraturan tertinggi sampai yang terendah. Apalagi, ke depan

LEGAL DRAFTING - Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. (5 dari kiri) didampingi Wakil Dekan I, II, III FH Unwar serta para dosen dan mahasiswa FH Unwar berfoto bersama narasumber Prof. Dr. Philipus M. Hadjon, S.H. (6 dari kiri) seusai Ceramah Umum Pelatihan Legal Drafting, Kamis (9/8) kemarin. segala inovasi baru tentang ilmu hukum akan terus bermunculan. Oleh karena itu pemahaman tentang peraturan hukum sangat penting untuk dikuasai mahasiswa FH Unwar. ‘’Kami berharap ceramah ini bisa memberikan pemahaman tentang perumusan peraturan undang-undang kepada mahasiswa kami, sehingga lulusan FH Unwar mampu bersaing di dunia kerja secara regional, nasional, dan bahkan internasional,’’ tandas Budiartha. Prof. Dr. Philipus M. Hadjon, S.H. mengatakan, pelatihan Legal Drafting untuk menyusun peraturan telah diatur dalam UU. Selain UU yang mengatur dalam penyusunannya, masih banyak sisi lain yang menjadi indikator. Dijelaskan, sesuai dengan teori, dalam merumuskan UU harus

sesuai dengan norma yang berlaku. Sebab, norma yang berlaku di masyarakat harus sesuai dengan aspek logika. Sehingga hubungan antara logika dan norma dalam menyusun UU harus ditekankan secara seimbang. ‘’Jadi logika dan norma yang jelas merupakan landasan dasar dalam menyusun segala peraturan,’’ ujar Prof. Hadjon. Kegiatan ceramah umum dibuka langsung Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. dan dihadiri Wakil Dekan I FH Unwar Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H., Wakil Dekan III Ketut Sukadana, S.H., M.H. dan dosen di lingkungan FH Unwar, serta peserta Legal Drafting FH Unwar. (ad470)

Stikes Bali Lepas 187 Lulusan Ners

Ditargetkan Lulus 100 Persen di Ukom Nasional 2018 SELAMA tiga hari ini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali kembali melahirkan human capital berupa tenaga kesehatan berkualitas bagi Bali. Kamis (9/8) kemarin, Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. melepas dan melantik 187 lulusan ners. Yang membanggakan, 87 persen lulusan ners lulus dengan pujian, sisanya lulus dengan sangat memuaskan. Hadir dalam pelantikan Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka. Prestasi lulusan terbaik masingmasing diraih Putu Atika Parwati (4,0), I Gusti Putu Ngurah Arya Mahendra (4,0) dan Ni Luh Putu Lusiana Devi (4,0). I Gede Putu Darma Suyasa menegaskan, lulusan ners yang dilantik sudah terbukti memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional. Sukses ini diraih berkat kerja keras, disiplin, semangat pantang menyerah, serta berkat dukungan dari para orangtua. Terakhir mereka mengikuti PKL di Desa Tegal Harum yang mendapat respons sangat positif dari kades dan camat serta Puskesmas I Denpasar Barat. Perjuangan menjadi perawat profesional belum usai karena lulusan ini harus mengikuti Uji Kompetensi Nasional (Ukom) seperti yang telah diamanatkan UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan. Ukom periode III tahun 2018 akan diselenggarakan tanggal 19-21 Oktober 2018 dan ditargetkan lulus 100 persen. Tahun lalu pada Ukom periode II, angka kelulusan first taker ners Stikes Bali mencapai 85 persen.

NERS - Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa saat melantik lulusan program ners. Sebelum Ukom pada 30 Agustus Bagus Arka menegaskan, luluakan dilaksanakan angkat sumpah san ners Stikes Bali harus tampil periode II terhadap 465 lulusan yang percaya diri. Tak ada alasan tak telah diwisuda oleh ketua organisasi mampu lulus 100 persen di Ukom. profesi. Sebab, secara akademik mereka Saat itu Ketua Stikes Bali Putu sudah digembleng dengan berbagai Darma Suyasa menandatangani keilmuan dan keterampilan dengan MoU dengan tiga rumah sakit yakni lab modern. Ini juga yang menyeRS BIMC, RS Ganesha Gianyar babkan pada rekrutmen RS baru, dan RS Ari Canti. Tujuan MoU lulusan Stikes Bali selalu diterima guna memfasilitasi peserta didik karena meraih nilai tinggi berkat mendapatkan pengalaman lebih keunggulan salah satunya dalam dalam melakukan praktik-praktik bahasa Inggris. keperawatan. Di samping itu agar Ketika ditanya apakah siap lulus ada mutual benefit di mana ma- 100 persen, semua menjawab siap. hasiswa mendapatkan gambaran Ida Bagus Arka juga menjawab kebagaimana situasi kerja di semua san mahal di Stikes Bali. Timnya suRS tersebut, dan jika RS tersebut dah melakukan komparasi ternyata membutuhkan tenaga kesehatan, SPP di Stikes Bali paling rendah agar lulusan Stikes Bali bisa diteri- daripada di negeri dan swasta lainma menjadi tenaga terampil dan nya. Hanya Stikes Bali menerapkan profesional di RS-RS tersebut. budaya bayar di awal dan tak ada keKetua YP2LPK Bali Drs. Ida naikan SPP di tengah jalan. (ad475)

SMP Wisata Sanur Dikunjungi Asisten Deputi KPPPA Dipersiapkan Jadi Sekolah Ramah Anak

SMP Wisata Sanur sangat serius mempersiapkan diri menjadi sekolah ramah anak. Sejumlah persyaratan sekolah ramah anak mulai diperkuat sekolah ini, terutama menjadikan siswa sebagai sahabat. Kamis (9/8) kemarin sekolah ini dikunjungi Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan Kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Evi Hendrani. Evi diterima Kepala SMP Wisata Sanur Drs. Gusi Made Raka didampingi Wakasek Ni Nyoman Sutini, I.B. Made Suardika, S.Pd.H., Drs. I Wayan Suta dan Kaur I.A. Krisna Ari, S.Pd., Dra. Luh Griya Putu Sulastri, dan Made Suami, S.Pd. Juga oleh Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag., Pengurus Yayasan Sanur Drs. I Nyoman Mudita, ketua komite dan unsur BKBN. Begitu tiba di SMP Wisata Sanur, Evi disuguhi aneka ekstrakurikuler di antaranya magender wayang, ngerindik, menabuh, tari, baleganjur, melukis dan drum band. Dia juga disuguhi atraksi nyurat aksara Bali dalam bentuk tradisi dan komputer, serta sempat berdialog dengan siswa. Bahkan, Evi juga meneliti kebersihan toilet dan kesehatan kantin sekolah. Kasek Gusi Made Raka mengungkapkan mulai tahun ini warga sekolah diajak berbuat untuk memenuhi syarat sekolah ramah anak dengan konsep BARIISAN yakni sekolah yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan nyaman. Selain itu sekolah tanpa kekerasan pada perempuan dan

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

Senator RI Soroti Kasus Tenaga Kerja di Hotel ”W’’ Seminyak

Ingatkan Keseimbangan Menjaga Nama Baik Perusahaan dan Hak Serikat Pekerja DALAM dunia bisnis, perlawanan karyawan apa pun bentuknya baik demonstrasi, aksi simpatik dan juga gugatan ke sejumlah pihak adalah sesuatu yang sangat harus dihindari. Dunia industri terlebih faktor jasa pariwisata sangat tergantung pada persepsi keamanan dan stabilitas usaha, dan seyogianya setiap masalah bisa diselesaikan secara internal. Hal ini diingatkan oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir di Hotel W Seminyak untuk menindaklanjuti aspirasi dari I Wayan Agus Sarwatama yang dulunya adalah karyawan Hotel W sekaligus Ketua Serikat Pekerja Mandiri (SPM) Hotel W Bali Seminyak. Dalam kesempatan tersebut, Senator Wedakarna disambut oleh General Manager, HRD, Pengurus Suka Duka Hindu serta jajaran lainnya. Sebelumnya pada 25 Juni, Senator DPD-RI telah mengadakan pertemuan dengan pengurus SPM di Kantor Lurah Kerobokan Kelod, Kuta. Dari hasil pertemuan tersebut, pihak DPD-RI Utusan Bali mempersilakan pekerja yang merasa dirugikan untuk melanjutkan hak–haknya termasuk mengajukan peninjauan kembali pada Pengawas Tenaga Kerja di bawah Dinaskaer Provinsi Bali jika benar adanya bukti–bukti baru untuk meninjau rekomendasi dari Disnaker Bali termasuk jika ingin mengadakan aksi ke Kantor DPRD Bali. ‘’Kami mendapat laporan bahwa pada tanggal 7 Juni 2018 telah terjadi aksi demonstrasi di depan Hotel W Seminyak, yang dilanjutkan dengan pertemuan dengan DPD-RI Bali pada 25 Juni. Kemudian pada 21 Juli

ARAHAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat memimpin pertemuan di Hotel W Seminyak, Kuta, Badung. ada aksi di Gedung DPRD Bali. Dan kini saya selaku DPD-RI hadir di Hotel W untuk mendengar langsung penjelasan dari manajemen terkait masalah ini, sekaligus penanganannya seperti apa. Di satu sisi saya ingin semua pihak mengedepankan jalan tengah, karena jika masalah ini dibawa ke ranah hukum, sama saja membuka kelemahan masing– masing. Ini penting saya ingatkan karena bisnis hotel adalah bisnis yang sangat mengedepankan nama baik,’’ ungkap Senator Wedakarna. Pada kesempatan itu, Senator Wedakarna juga menyampaikan pandangannya khususnya perusahaan dengan skala besar bahwa membentuk Serikat Pekerja adalah hak dari karyawan Indonesia dan sudah diatur UU. ‘’Setiap perusahaan di Indonesia khususnya di Bali, jangan sekali-sekali menganggap Serikat Pekerja (SP) adalah saingan atau lawan dari manajemen. Justru jika ada Serikat Pekerja, maka perusahaan dapat membina

pekerja dengan sebaik-baiknya. Saya amati banyak aspirasi pekerja menjadi liar dan tidak terkontrol justru karena tidak adanya SP. Ini sangat manusiawi sekali dan belajar menjadikan SP adalah aset perusahaan, bukan sebaliknya menjadikan sebagai ancaman. Tapi di satu sisi, kelompok karyawan juga tidak boleh asal membentuk SP tanpa restu serta tata krama dari perusahaan,’’ ungkap Senator Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF–PBB ini. Apresiasi DPD-RI Bali terhadap FSPM dan sosok Agus Sarwatama. ‘’Saya senang dengan sosok Agus Sarwatama yang sempat diundang ke Jeneva, Swiss untuk menjadi tokoh muda Indonesia dalam perjuangan hak-hak pekerja. Terlepas dari benar dan salah, sosok Agus Sarwatama sudah menjadi ikon pergerakan pekerja di Bali. Semoga semua bisa diselesaikan dengan baik dan secara internal,’’ ungkap Arya Wedakarna (ad477)

Menjelang Ubud Village Jazz Festival 2018

Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Tuan Rumah Malam Musikal

UBUD Village Jazz Festival (UVJF) kembali hadir di bulan Agustus ini. Menjelang acara yang sangat dinantikan ini, Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali menjadi tuan rumah acara makan malam khusus yang menampilkan pertunjukan musik eksklusif, Rabu (8/8) malam. UVJF 2018 berlangsung pada tanggal 10-11 Agustus dengan mengumpulkan beberapa musisi berkelas yang menunjukkan aksinya selama dua hari dengan balutan latar belakang indah kebudayaan Bali. Restoran bernuansa modern di Mövenpick Resort & Spa Jimbaran menyelenggarakan acara musik tahunan ini dengan pengalaman alunan indah jazz bersama para musisi ternama untuk para tamu, ditemani sajian makan malam sensasional di Anarasa dengan suasana tropis. M. Ade Irawan’s jazz collective, The Good Fellas tampil secara eksklusif. Lahir dengan keterbatasan penglihatan, M. Ade Irawan adalah seorang pianis otodidak dan komposer berbakat yang telah tampil tunggal di panggung-panggung ternama, seperti di Sydney Opera House. Penampilannya pada malam itu, menampilkan legendaris termasuk pemain terompet asal Belanda Gerard Kleijn, Saxophonis asal Kuba Skowronski, Pramono Abdi and Norman King, drummer Piergiorgio Marchesini, dan the Panji Baskoro Trio. Pada pembukaan juga tampil vokalis dan pianis ternama asal Australia Emilia Schnall yang terkenal sebagai ‘’Sugar Mama’’ di Band The Mamas. Artis dengan banyak penghargaan ini tampil bersama dengan

JAZZ - M. Ade Irawan’s jazz collective, The Good Fellas tampil secara eksklusif pada pra-Ubud Village Jazz Festival 2018 di Restoran Anarasa, Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali, Rabu (8/8) malam. Kate Ceberano dan Ari Hoenig. Para tamu pun menikmati dan larut dalam alunan musik jazz dengan sajian prasmanan Latino Jazz di Anarasa Restaurant. Barbeque yang berlimpah dengan makanan laut yang lezat, daging pilihan dan hidangan lainnya dengan suasana interior yang indah. ‘’Di Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali, misi kami adalah memberikan kombinasi pelayanan kelas dunia dengan tetap menjaga kearifan budaya lokal. Kami bangga mendukung acara seperti Ubud Village Jazz Festival dengan memamerkan kreativitas Bali dan keragamannya. Mengikuti sukses di tahun 2017 pada makan malam perdana, kami menantikan untuk menjadi tuan rumah lagi pada kesempatan gemilang tahun ini,’’ ujar Horst Walther-Jones, General

Manager Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali. Ubud Village Jazz Festival yang diluncurkan pada tahun 2013 merupakan acara musik dengan menonjolkan sekitar 100 musisi bermain 20 kali di tiga panggung yang berbeda selama dua hari. Pertunjukan berlangsung dalam beberapa jenis musik jazz, termasuk pertunjukan internasional, artis-artis Indonesia dan artis pendatang baru. Acara ini ditemani dengan festival makanan. Pembiayaan melalui sponsor, iklan dan tiket penjualan membawa festival ini menjadi keuntungan yang signifikan untuk komunitas lokal sejak didirikan. Acara ini diperkirakan akan menarik setidaknya 5.000 penonton dan memberikan dukungan bagi ekonomi Ubud. (ad471)

Kunjungi Diklatpim Tk. 2

Pastika Harap Peserta Belajar Jadi Pemimpin ”Agent of Change’’ TINJAU - Evi Hendrani dari KPPPA didampingi Kasek Gusi Made Raka, Agung Wiratama dan Nyoman Mudita saat meninjau SMP Wisata Sanur. anak. Bentuk pelayanan guru pun berbeda. Di mana guru datang ke sekolah lebih awal, saat siswa baru masuk sekolah langsung dijemput gurunya. Kebijakan kasek ikut mendukung program ini yakni memberi pelayanan penuh kasih sayang dan menyiapkan berbagai jenis ekstra guna mengisi waktu luang siswa. Model pendekatan kasih sayang sangat menonjol di sekolah ini. Ketika siswa pulang, para siswa wajib menyalami semua gurunya. Sementara siswa yang tak masuk dikomunikasikan dengan keluarganya. Bahkan semua ekstra melahirkan prestasi. Tidak hanya intelektualnya diasah, tetapi juga kesehatan fisik, mental, emosi dan spiritual didukung fasilitas yang disiapkan oleh Yayasan Sanur. Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama mengakui anak-anak SMP Wisata Sanur banyak mengukir prestasi hingga ke tingkat na-

sional. Disiplin menjadikan mereka siap sebagai calon sekolah ramah anak. SMP Wisata Sanur kini sudah menjadi sekolah kebanggaan masyarakat Sanur dan Bali. ‘’Inilah bagian dari sekolah ramah anak, anak menjadikan sekolah sebagai rumahnya,’’ ujarnya. Sementara itu, Evi Hendrani mengaku kagum dengan berbagai jenis kreativitas siswa SMP Wisata Sanur. Ini menunjukkan mereka banyak memiliki kegiatan di luar belajar. Kedua, siswa dan guru mengetahui sasaran atas kesepakatan bersama menuju sekolah ramah anak. Dia mengungkapkan, salah satu tugas terberat guru untuk menjadi sekolah ramah anak adalah menjadikan siswa sebagai sahabat. Hukuman bersifat langsung tak dibolehkan, melainkan sifatnya pembenahan. Misalnya, jika terbukti membuang sampah, disuruh menaruh pada tempatnya. (ad474)

DI SELA-SELA kesibukannya sebagai Gubernur Bali yang sebentar lagi akan berakhir, Made Mangku Pastika menyempatkan diri meninjau pelaksanaan Diklat Kepemimpinan Tk. 2 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (9/8) kemarin. Dalam acara ramah tamah bersama para peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia, Pastika berharap para peserta bisa menjadi pemimpin perubahan. Karena, menurutnya, perkembangan teknologi informasi begitu cepat, sehingga para pemimpin harus tanggap akan perubahan yang terjadi. ‘’Mari kita jadi agent of change,’’ tegasnya yang dalam kesempatan itu turut juga didampingi oleh Kepala BPSDM Provinsi Bali I.B. Sedawa serta Kepala Biro Humas dan Protokol yang sekaligus menjadi peserta diklat I Dewa Gede Mahendra Putra. Selain itu, Mangku Pastika juga menyatakan jika pelatihan ini bukan hanya untuk membuat para peserta pintar, namun semua ilmu yang didapat harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. ‘’Kita sudah dibiayai negara, kita berutang kepada negara, jadi segala ilmu yang didapat harus diaplikasikan. Jadi

kita harus bayar ke masyarakat,’’ jelasnya. Ditambahkannya, ke depan para pemimpin juga harus bekerja secara efektif dan efisien. Lebih lanjut, ia juga mengatakan jika pendidikan ini selain untuk menambah ilmu, juga bisa digunakan untuk menambah teman ataupun jaringan. ‘’Jadi gunakan hal ini sebaik-baiknya, belajarlah dari teman di sini, bangun jaringan juga karena suatu saat kita pasti akan memerlukan,’’ imbuhnya. Apa-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

lagi, masih menurut Pastika, para peserta kali ini datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Jadi ia berharap kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya. ‘’Inilah kesempatan kita belajar satu sama lain. Di sini juga kita belajar tentang NKRI dan Bhinneka Tungga Ika,’’ tandasnya. Acara peninjauan itu pun diakhiri dengan acara ramah tamah dengan makan bersama Gubernur Pastika bersama para peserta diklat. (ad476)


Jumat Paing, 10 Agustus 2018

daerah

5

Ratusan Kerabat dan Sahabat Jemput Jenazah Kompyang Raka

TIBA - Jenazah A.A. Kompyang Raka saat tiba di kediamannya dari RSAD Udayana, Denpasar.

Peduli Korban Gempa Lombok, Unud Beri Bantuan Tenaga Medis Denpasar (Bali Post) Gempa berkekuatan Magnitudo 7,0 yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8) lalu, mengundang perhatian seluruh elemen masyarakat dan institusi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, data sementara korban meninggal sebanyak 131 orang dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka. Akibat gempa tersebut, 42.239 rumah dan 458 unit sekolah turut mengalami kerusakan. Sebagai wujud kepedulian terhadap bencana gempa, Universitas Udayana (Unud) memberikan bantuan kepada masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tim Medis Fakultas Kedokteran serta Tim Mitigasi Bencana Universitas Udayana bergerak cepat memberikan bantuan. Tim yang terdiri dari residen bedah bersama tim disaster RSUP Sanglah, 3 residen anestesi, 2 orang spesialis ortopedi, dan 2 orang spesialis bedah berangkat menuju Lombok pada Senin (6/8) lalu. Tim Mitigasi Bencana Universitas Udayana Dr. Nyoman Sutarja mengatakan, bantuan telah diberikan kepada masyarakat, baik berupa tenaga medis maupun bantuan dana. ‘’Bantuan yang diberikan adalah tenaga medis, dokter, dan obat-obatan di RSUP Mataram, serta bantuan dana ke masyarakat,’’ ujar Sutarja. Di samping itu, Tim Mitigasi Bencana Universitas Udayana juga memberikan bantuan logistik, serta pos-pos pelayanan kesehatan untuk membantu merawat korban yang mengalami luka-luka. ‘’Kami memberikan pelayanan kesehatan berupa multitrauma. Untuk fraktur terbuka kita penanganan awal, bersihkan dan pasang back slab, kemudian dirujuk ke rumah sakit provinsi,’’ imbuh dr. Wiargita selaku Koordinator Program Studi Bedah Umum Universitas Udayana yang turut terjun ke lapangan. Tim dari Universitas Udayana secara periodik terus bergantian memberikan bantuan kepada korban bencana gempa di Lombok. Aksi tanggap bencana ini merupakan tanggung jawab Universitas Udayana kepada masyarakat dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. (win)

Bali Post/ara

Denpasar (Bali Post) – Ratusan kerabat dekat almarhum A.A. Kompyang Raka, S.H. ikut menjemput di RSAD Udayana, Denpasar. Jenazah anggota DPRD Bali ini sempat disemayamkan semalam di RSAD, karena di banjarnya sedang ada piodalan. Kamis (9/8) kemarin, jenazah bapak dua anak ini akhirnya disemayamkan di rumah duka, Jro Gede Abiantimbul, Intaran, Sanur. Perjalanan dari RSAD Udayana menuju kediamannya di Jro Gede Abiantimbul, Sanur diikuti ratusan krama, rekan sejawat, serta teman-temannya di partai politik, PDI-P Denpasar. Iring-iringan perjalanan menuju rumah duka dikawal puluhan petugas Dinas Perhubungan, pecalang, serta kepolisian. Penjemputan jenazah almarhum di RSAD dilakukan anggota keluarga besarnya. Tidak ketinggalan, Sekretaris DPD PDI-P Bali yang juga Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara ikut hadir dalam penjemputan kemarin. Tampak pula beberapa rekan seperjuangannya, di antaranya Ketua Fraksi PDI-P DPRD Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa bersama sejumlah anggota fraksinya, sejumlah anggota

Tanyakan Perkembangan Penyidikan

Korban Kapal Terbakar di Benoa Datangi Polresta Denpasar (Bali Post) Korban terbakarnya sejumlah kapal di Pelabuhan Benoa beberapa waktu lalu mulai menimbulkan keresahan. Bahkan, salah satu pemilik kapal yang terbakar, Herman, harus mendatangi Polresta Denpasar untuk menanyakan progres penyelidikan yang dilakukan polisi. ‘’Ya, kami datang ke penyidik Polresta Denpasar untuk menanyakan perkembangan penyelidikan terbakarnya kapal saya,’’ ucap Herman didampingi kuasa hukumnya, Agus Sujoko dan Pande Sugiarta, Kamis (9/8) kemarin. Herman mengatakan, akibat terbakarnya kapal miliknya dia menderita kerugian hingga Rp 2,5 miliar. Oleh

karenanya dia berharap penyidik concern dalam menangani perkara ini. ‘’Saya hanya ingin mencari keadi-

lan. Saya yakin ada kapal lain yang menyebabkan kapal saya terbakar,’’ tegasnya. Mengenai hasil koordinasi dengan penyidik kepolisian saat mendatangi Polresta Denpasar tersebut, Herman didampingi Pande Sugiarta mengatakan ada beberapa hal dijelaskan polisi. Yakni pihak penyidik masih menunggu hasil lab forensik untuk mengetahui penyebab terbakarnya tujuh kapal (kebakaran pertama) di Pelabuhan Benoa. Kedua akan

memeriksa saksi-saksi tambahan, termasuk saksi dari pemilik kapal lain yang ikut terbakar. Yang menarik, seiring pemantauan Menko Kemaritiman soal kondisi Pelabuhan Benoa, pihak Herman juga akan membawa kasus terbakarnya ini ke Menteri Susi Pujiastuti. ‘’Ya, saya ingin mencari keadilan. Saya juga akan membawa kasus ini ke Menteri Susi,’’ tegas Herman, pemilik kapal KM Zulfana Jaya Baru yang ludes terbakar di Pelabuhan Benoa. (kmb37)

Rumah di Jalan Plawa Terbakar

Berusaha Padamkan Api, Satriana Alami Luka Bakar

CURANMOR - Polsek Denbar merilis pengungkapan kasus curanmor.

Bali Post/rah

Kedua Kaki Pelaku Curanmor Ditembak

BERI PERTOLONGAN - Tim Medis Fakultas Kedokteran serta Tim Mitigasi Bencana Universitas Udayana saat memberikan pertolongan kepada korban gempa bumi di Lombok.

Dewan Depasar periode 2004-2009, serta ratusan kerabat almarhum. Perwakilan keluarga almarhum, A.A. Bagus Amerta Jaya, mengatakan setelah jenazah almarhum tiba di kediamannya, hanya dilakukan pembersihan. Belum ada upacara yang digelar kemarin. ‘’Besok (hari ini - red) baru akan kita mohon petunjuk kepada para sulinggih yang ada di Intaran ini untuk menanyakan aed karya serta jenis upakara apa yang akan dilakukan,’’ ujar Bagus Amerta Jaya. Meninggalnya Kompyang Raka membuat beberapa rekannya terkejut. Terlebih, dalam kesehariannya almarhum cukup energik. Tidak pernah mengaku lelah dalam setiap mengikuti kegiatan. ‘’Kita sangat kaget mendengar beliau masuk rumah sakit. Saat itu kita juga sempat menjenguknya. Namun, apa yang dilakukan ternyata Tuhan berkehendak lain,’’ ujar rekan almarhum, Made Kondra. Sementara itu, pantauan di rumah duka, ratusan karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa berjejer di sepanjang jalan di depan kediaman almarhum. Sejumlah kerabatnya juga mulai terlihat berdatangan untuk melayat. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Pelaku curanmor dan penipuan yang beraksi di wilayah Denpasar serta Badung, I Nyoman Untung Astawa (47), akhirnya ditangkap, Selasa (7/8) lalu. Terkait kasus ini diamankan 13 sepeda motor. Polisi terpaksa menembak kedua kaki Untung karena melawan saat diajak mengembangkan kasus tersebut. ‘’Kami menangkap pelaku di kamar kosnya di Jalan Singosari Utara Gang Melati, Denpasar Utara, sekitar pukul 02.00 Wita. Pelaku sejak lama kami cari,’’ kata Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) Kompol Adnan Panibu, Kamis (9/8) kemarin. Kompol Adnan mengatakan,

pelaku merupakan penjahat yang profesional. Dalam aksinya, pelaku menyasar warungwarung yang ada di wilayah Denpasar Utara. Bila ada motor baru yang diparkir dan kuncinya nyantol, langsung dibawa kabur. Modus lainnya, pelaku purapura meminjam sepeda motor korbannya dengan alasan motornya kehabisan bensin atau dengan alasan mengantar anak. Selanjutnya motor korban langsung dibawa kabur. ‘’Hasil penyelidikan dan penyidikan kami, di wilayah Denbar ada 9 TKP, rinciannya 5 kasus curanmor dan 4 kasus penipuan. Tujuh korban sudah melapor dan TKP terakhir di Jalan Ahmad Yani, Peguyan-

gan,’’ terangnya. Sementara di TKP luar wilayah Denbar, pelaku beraksi sebanyak 5 TKP yaitu 1 TKP wilayah Denpasar Timur dan 4 kasus di wilayah Mengwi, Badung. Terkait kasus ini, polisi mengamankan barang bukti sepeda motor 13 unit. Perburuan terhadap pelaku dilakukan sejak lama oleh tim dipimpin Panit I Ipda Nengah Seven Sampeyana. Pelaku ini terbilang lihai dan tidak pernah pulang karena merasa diburu polisi. ‘’Pelaku mengaku menjual satu unit motor Rp 2 juta. Uang tersebut digunakan biaya hidup sehari-hari dan foyafoya,’’ ungkap mantan Kapolsek Denpasar Timur ini. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Kebakaran rumah terjadi di Jalan Plawa Gang XV A No.15, Sumerta Kauh, Denpasar Timur (Dentim), Kamis (9/8) kemarin. Selain rumah ludes terbakar, Kadek Satriana (31) juga mengalami luka bakar di tangan, kaki, punggung dan dada. Kebakaran ini, kata Kapolsek Dentim AKP Nyoman Karang Adiputra, terjadi sekitar pukul 07.20 Wita. Pengakuan Satriana, saat itu dia dibangunkan oleh bibinya bahwa di atas rumah keluar asap. Selanjutnya dia bangun dan bergegas keluar serta melihat api sudah mulai membesar. Sambil berteriak minta tolong, Satriana memadamkan api dengan alat seadanya. ‘’Kemungkinan korban (Satriana) kurang berhati-hati sehingga terkena lelehan kabel. Korban mengalami luka bakar di bagian tangan, kaki, punggung dan dada. Empat mobil pemadam dan satu ambulans dikerahkan ke TKP,’’ ujarnya. Akibat kejadian tersebut, pakaian tari berbagai jenis, satu set peralatan makanan prasmanan, kulkas, televisi, lemari kayu dan jok sepeda motor juga ikut terbakar. ‘’Penyebab kebakaran masih kami selidiki dan saksi-saksi sudah diperiksa,’’ ungkapnya. (kmb36)

Bali Post/ist

PADAMKAN API - Petugas sedang memadamkan api yang membakar rumah di Jalan Plawa, Dentim.


OPINI

6

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengelola Keseimbangan dan Harapan Pascabencana TANGGAP menghadapi bencana. Wacana ini kini menjadi pemikiran strategis bersama. Pemikiran ini menguat karena kita sedang takut, khawatir bahkan trauma terhadap dampak bencana. Yang pasti, bencana yang terjadi belakangan ini membangkitkan kesadaran kita untuk berada pada posisi tanggap bencana. Namun, jujur pula kita akui, gerakan tanggap bencana ini cenderung memudar bahkan tak terasakan ketika kita mulai memasuki fase nyaman. Ketika bencana jarang terjadi dan risikonya tak terlalu fatal, kita justru abai membangun kesadaran diri tanggap bencana. Ini mungkin sudah kebiasaan kita sebagai manusia. Dan umumnya memang kita sering merasa nyaman ketika tak diingatkan, bahwa kita berada di zona rawan bencana. Mestinya tanggung jawab tanggap bencana memang menjadi gerakan publik dan harus berkelanjutan. Ini semata karena bencana, khususnya gempa bumi jarang bisa diteksi, kapan datangnya. Tak hanya tanggap bencana, tentu kita juga harus membangun solidaritas menghadapi dan membantu rekan kita yang kena bencana. Solidaritas ini penting menjadi kasadaran diri kita, mengingat bencana tak mengenal karma. Bencana tak membedakan orang baik, orang jahat, orang sakit, atau orang sehat. Bencana juga tak membedakan orang kaya dan miskin, pejabat ataupun rakyat. Ketika bencana datang, semua orang yang berada di radiusnya akan meraskan dampaknya. Untuk itulah, sangatlah penting bagi kita membangun kepedulian, kebersamaan, dan memupuk rasa gotong royong untuk meringankan beban sesama kita yang tertimpa musibah. Itu artinya, apa yang sudah kita lakukan selama ini sebenarnya bisa dikategorikan tanggap bencana, peduli terhadap sesama. Gerakan spontan menolong sesama korban yang terdampak sebernarnya tinggal kita budayakan menjadi kebiasaan. Dan ini tentu akan lebih efektif, jika kita bisa menjadi fasilitator ikut meringankan beban mereka pascabencana berlangsung. Kita mestinya menghibur dan membangkitkan rasa kepercayaan diri para korban. Biasanya, ketika mereka merasa sudah kehilangan harapan, mereka akan menganggap hidup ini sia-sia. Dalam konteks inilah kita harus bisa hadir memberikan dukungan moral dan motivasi untuk menatap hari esok. Masih ada harapan baru dan keseimbangan baru pascabencana. Jika merujuk bencana yang terjadi belakangan ini, mulai dari air pasang, gempa, dan angin kencang, maka hal mendasar yang perlu kita bangun adalah kesadaran kita untuk tanggap bencana. Yang paling utama adalah memastikan langkah-langkah efektif masyarakat ketika menghadapi bencana alam. Dalam hal ini, upaya mitigasi demi menciptakan masyarakat terampil, cekatan, dan terlatih dalam menolong dirinya sendiri saat terjadi bencana juga perlu dilakukan. Hal penting mengenai kesadaran tanggap bencana adalah peran masyarakat. Publik tentu menjadi pemangku utama kesadaran tersebut. Bagaimanapun seriusnya pemerintah melakukan perlindungan kepada masyarakat, tetapi jika tidak diimbangi kesadaran oleh warganya maka menjadi tidak berimbang. Kita semua berarti seluruh masyarakat tanpa terkecuali, dengan semangat tanggap bencana berbasis komunitas. Terkait dengan tanggap bencana yang berbasis komunitas, belakangan ini memang telah ada banyak lembaga yang bergerak di bidang itu. Kemensos telah membentuk Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Kampung Sadar Bencana (KSB). Lembaga-lembaga inilah yang perlu kita dukung dan kembangkan, agar kita benar-benar tanggap bencana.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Nasionalisme dan Politik Kekuasaan Rasa nasionalisme nyaris sepanjang tahun diperdebatkan. Wacana ini biasanya menguat pada bulan Agustus. Umumnya, mereka mengkritisi bahwa rasa nasionalisme menurun. Betulkah? Saya sebagai warga negeri ini justru merasa tak pernah menurunkan rasa nasionalisme. Justru saya sangat mendukung jika ada pihak-pihak yang getol membangkitkan rasa nasionalisme. Bangsa ini tentu harus diingatkan bahwa kita beragam. Itu artinya, paham yang ingin menyatukan kita dalam satu bentuk layak disebut menjauh dari rasa nasionalisme. Untuk itulah, generasi muda di negeri ini jangan sampai tercekoki pemikiran-pemikiran haus kekuasan yang berkedok pada kepentingan-kepentingan agama. Terkait rasa nasionalisme, tentu ada baiknya politisi di negeri ini berpikir jernih. Perjuangkanlah kepentingan bangsa diatas kepentingan kekuasaan. Jangan hanya berorientasi untuk menang lalu segala cara dilakukan. Sebagai warga negeri ini, saya pastikan akan tetap pada jalan nasionalisme dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Mari kita sadarkan pihak-pihak yang dengan gayanya selalu berbicara soal penyelamatan bangsa namun pada praktiknya hanya mengejar kekuasaan. Sangat ironis ketika orang banyak bicara penyelamatan bangsa namun praktiknya hanya memperjuangkan kepentingan pribadi dan keluarganya. I Putu Jayantara Denpasar, Bali

Strategi Terapi Traumatik Masyarakat Lombok Pascagempa Terkait dengan strategi terapi masyarakat Lombok pascagempa yang melanda wilayah mereka, tampaknya metode asosiasi bebas yang dikembangkan Freud ini dapat digunakan untuk membantu meringnkan beban psikologis yang dialami para penderita. Caranya, sebagaimana telah disinggung dalam uraian sebelumnya para terapis dapat meminta para penderita untuk mengungkapkan segala pengalaman pahit yang mereka alami saat gempa terjadi.

G

Oleh Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si.

empa bumi berkuatan 6,4 skala richter yang mengguncang Lombok, Bali, dan Sumbawa pada Minggu (29/7) pagi menyebabkan ratusan bangunan di dua kecamatan Lombok Timur bagian utara, yakni di Kecamatan Sembalun dan Sambelia porak-poranda. Gempa yang berpusat di kedalaman 10 km, sekitar 28 kilometer wilayah barat laut Lombok Timur, juga berdampak pada masyarakat yang berdomisili di wilayah Lombok Utara. Gempa susulan yang justru lebih kuat dengan skala 7,0 SR juga meluluhlantakkan sebagian wilayah Lombok. Gempa pada Minggu (5/8) malam itu, geterannya terasa hingga ke Bali dan Jawa Timur. Dua bencana ini menjadi catatan khus kegempaan di Lombok dan di tanah air. Menurut keterangan Kepala Balai Besar MKG Denpasar Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl.SEIS. (Bali Post, 30/7:1) sampai pukul 20.30 WIB, hasil monitoring BMKG menun-

jukkan telah terjadi 171 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=5,7 pada pukul 9.16 WIB, dan lima di antaranya adalah gempa dirasakan. Dengan kondisi demikian, hampir dapat dipastikan secara psikologis masyarakat di dua kecamatan tersebut mengalami traumatik luar biasa atas kejadian tersebut. Hal ini terbukti masyarakat di dua kecamatan itu, rela tidur beralaskan karpet seadanya di atas tenda darurat yang disiapkan pemerintah setempat, karena dia trauma untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Terkait kejadian gempa bumi yang menimpa masyarakat Lombok beberapa waktu lalu, yang menarik untuk dikaji adalah bagaimana menerapi masyarakat Lombok yang mengalami traumatik akibat kejadian tersebut, sehingga masyarakat tidak berlarut-larut dengan penderitaan psikologis yang mereka alami. Untuk menerapi aspek psikologis masyarakat yang mengalami traumatik akibat bencana alam,

apa pun bentuknya, tampaknya metode yang dikembangkan Freud yang disebutnya metode asosiasi bebas (free asossiation method) tepat digunakan. Metode ini dikembangkan oleh Freud setelah dirinya tidak puas dengan metode yang dikembangkan oleh gurunya Breuer dan Charcot, yakni metode hipnosis untuk menangani orang yang mengalami histeria. Metode asosiasi bebas (free association method) yang dikembangkan Freud ini sangat berbeda dengan metode hipnosis yang dikembangkan oleh dua guru Freud sebelumnya. Jika metode hipnosis beranaggapan bahwa pengalaman-pengalaman traumatik yang ada pada pasien histeria perlu dan hanya bisa diungkapkan dalam keadaan si pasien tidak sadar (baca: di bawah pengaruh hipnosis), sedangkan metode asosiasi bebas beranggapan bahwa pengalaman-pengalaman traumatik (pengalaman yang menyakitkan) yang dimiliki penderita

trauma karena kejadian yang telah menimpa dirinya bisa diungkapkan dalam keadaan sadar. Artinya, metode asosiasi bebas sebagaimana dikembangkan Freud meminta para penderita untuk mengemukakan secara bebas hal apa saja yang terlintas dalam pikirannya saat itu. Bagi para terapis penderita trauma, dapat menggali berbagai informasi terkait dengan apa yang sedang dialami oleh penderita, sebagai bahan untuk melakukan terapi. Asumsi dasar dari metode asosiasi bebas ini menekankan bahwa berbagai informasi yang dikemukakan oleh si penderita trauma ini dapat dijadikan bahan untuk menggali dan mengungkap ingatan-ingatan atau pengalaman-pengalaman yang sifatnya traumatis dari alam tak sadar si penderita. Hal terpenting dari pengembangan metode asosiasi bebas ini adalah simpulan yang menyatakan bahwa ketaksadaran memiliki sifat dinamis, dan memegang peranan penting dalam mengatasi terjadinya gangguan neorotik seperti histeria (E.Koswara, 1986:30). Terkait dengan strategi terapi masyarakat Lombok pascagempa yang melanda wilayah mereka, tampaknya metode asosiasi bebas yang dikembangkan Freud ini dapat digunakan untuk membantu meringnkan beban psikologis

Siswa Tanggap Hadapi Bencana

Terletak di tengah-tengah daerah Cincin Api Pasifik, jalur gempa Sabuk Alpide, serta di atas beberapa lempengan tektonik, termasuk punya banyak gunung berapi, Indonesia adalah salah satu daerah paling aktif secara seismik di muka bumi. Dan kejadian gempa 7,0 SR di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8) mengingatkan kita atas hal tersebut. Pengetahuan masyarakat yang baik tentang bagaimana mengantisipasi, menyelamatkan diri, dan penanganan bencana sangat membantu mereka ketika menghadapi bencana karena mereka akan tahu harus melakukan apa secara cepat dan tepat. Terlebih lagi, apabila mereka pernah melakukan simulasi bencana secara sungguh-sungguh, sehingga ada keyakinan diri mampu karena sudah mendapatkan pembekalan yang berguna. Selama ini, simulasi bencana telah dilakukan organisasi-organisasi kemanusiaan, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana, tim relawan ataupun lembagalembaga lain yang memiliki kepedulian terkait kebencanaan. Namun, hal ini nampaknya hanya mampu menyentuh sebagian kecil masyarakat Indonesia, sehingga masih banyak yang belum dapat memanfaatkan pendidikan kebencanaan tersebut, termasuk juga di sekolah-sekolah.

Oleh I Made Nuryata, S.Pd., M.Pd. Sekolah merupakan tempat anak-anak belajar demi bekal hidupnya sebagai generasi penerus bangsa. Di sekolah terdapat ratusan bahkan ribuan orang beraktivitas. Di sana ada siswa, guru, pegawai sekolah, satpam, penjual di kantin, serta tamu sekolah. Bahkan, para siswa menghabiskan waktunya di sekolah kurang lebih tujuh jam dalam sehari (jam ini bervariasi menurut kebijakan sekolah masing-masing). Di sisi lain, kejadian bencana atau kedaruratan tidaklah mengenal waktu dan bisa saja terjadi pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hal ini mengakibatkan para siswa panik, begitu juga dengan orang tua mereka pada kebingungan dan berusaha untuk mendapatkan informasi mengenai nasib buah hatinya di sekolah. Jika kita amati bangunan sekolah di sekitar kita, ternyata masih banyak yang belum memenuhi kriteria keamanan dan keselamatan gedung, seperti tidak adanya tangga darurat, akses keluar dan masuk bangunan yang sempit, serta tidak tersedianya peralatan darurat, seperti alat pemadam api (portable fire extinguishers) dan yang lainnya.

Ditambah lagi, kebanyakan dari mereka yang bekerja dan beraktivitas di sekolah tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan darurat/bencana atau penyelamatan diri, serta tidak adanya manajemen pencegahan dan penanggulangan kebakaran dan manajemen penanganan bencana/darurat lainnya (gempa bumi, angin puting beliung, badai, dan lain sebagainya sesuai ancaman di daerah sekolah tersebut). Dalam menciptakan sekolah yang aman dan siap menghadapi bencana, semua komponen yang ada di sekolah mesti terlibat. Komponen yang dimaksud yaitu di dalam lingkungan sekolah dan di sekitar sekolah. Komponen di dalam lingkungan sekolah yang harus terlibat adalah manajemen sekolah, yaitu kepala sekolah dan jajarannya, guru, siswa, dan pegawai. Sekolah harus memiliki dan menyediakan fasilitas penyelamatan diri yang siap digunakan dan mudah dijangkau oleh warga sekolah. Sekolah sebaiknya memiliki Tim Keselamatan yang bertanggung jawab atas kegiatan sekolah terkait dengan keamanan dan kesiapan dalam menghadapi bencana sekolah. Sekolah juga diharap-

kan selalu mengupayakan penyebaran informasi mengenai keselamatan, kesiapsiagaan, upaya pengurangan risiko dan tanggap darurat kepada seluruh warga sekolah melalui penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, serta simulasi. Komponen lingkungan sekitar sekolah yang perlu dilibatkan dalam menciptakan sekolah aman dan siap menghadapi bencana adalah warga sekitar sekolah atau warga yang tinggal di sekitar sekolah. Mengapa warga sekitar sekolah harus terlibat? Sederhananya mereka adalah penolong bagi warga sekolah bila ada sesuatu di sekolah. Sebaliknya, sekolah kerap dijadikan tempat mencari aman bila terjadi bencana atau kedaruratan, yang dalam kalimat bencana disebut sebagai tempat mengungsi atau pengungsian. Penguatan upaya menciptakan sekolah aman dan siap menghadapi bencana adalah melalui kerja sama dan sinergi antara sekolah dan lingkungan sekitar sekolah. Pihak sekolah harus aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan lingkungan sekitar sekolah, termasuk juga seluruh stakeholder. Demikian pula semua komponen yang ada dalam lingkungan sekolah harus terlibat dan dilibatkan secara aktif.

yang dialami para penderita. Caranya, sebagaimana telah disinggung dalam uraian sebelumnya, para terapis dapat meminta para penderita untuk mengungkapkan segala pengalaman pahit yang mereka alami saat gempa terjadi. Kemudian informasi yang berhasil digali dijadikan bahan untuk mengungkap ingatan-ingatan atau pengalaman-pengalaman yang sifatnya traumatis dari alam tak sadar si penderita. Freud kemudian mengembangkan alam ketaksadaran seseorang sebagai ‘’kawasan terbesar’’ dari kehidupan psikisnya yang di dalamnya terdapat suatu unsur atau sistem yang berisikan naluri-naluri. Pada gilirannya, melalui mekanisme represi, keinginan-keinginan yang sulit dipuaskan akan dikembalikan ke kawasan tak sadar ini, dan dipenjarakan bersama-sama dengan pengalaman-pengalaman tertentu yang sifatnya traumatik atau yang menyakitkan bagi individu yang mengalami. Jika metode asosiasi bebas yang dikembangkan Freud ini dapat diterapkan dalam membantu menyembuhkan traumatik yang diderta oleh masyarakat korban gempa Lombok, niscaya penderitaan psikologis yang dialami masyarakat pascagempa tersebut setidaknya dapat diringankan. Penulis adalah Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

POJOK Pascagempa, siswa SD 1 Tiyingtali belajar di tenda darurat. - Semangat belajar. *** Jokowi akhirnya memilih Ketua Umum MUI sebagai cawapres. - Strategi jitu. *** Jelang pengumuman cawapres Prabowo, PD rapat darurat. - Gawat darurat atur strategi.

Penulis, guru SMKN 1 Manggis, Karangasem

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

Perkuat Kawasan Nikosake

Dewan Gagas Ranperda Inisiatif Tabanan (Bali Post) -

Pemerataan pembangunan mendapat perhatian serius Kabupaten Tabanan. Pasalnya, sampai saat ini pembangunan di sepuluh kecamatan yang ada dirasa belum seimbang. Seperti disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani, belum lama ini. Pihaknya melihat ada keterbelakangan dalam konteks pengembangan pembangunan di Tabanan Barat, karena sektor pertanian yang hanya bisa dikembangkan di wilayah tersebut. Agar pembangunan bisa merata, tentunya diperlukan inovasi baru pada potensi pertanian yang dimiliki. “Kalau hanya dikem-

bangkan pertanian, sepertinya tidak maksimal hasilnya. Kami di dewan melihat pertanian ke depan bisa menjadi bagian dari destinasi wisata baru,” ucapnya. Terkait potensi tersebut, yang dijual bukan alam dan pemandangan pertanian saja, melainkan pertanian secara utuh, baik itu dari hulu ke hilir. Misalnya dari sisi adat budaya teknik pengolahan pertanian serta pengolahan hasil produk. “Itu yang ingin kita jual sebagai bagian destinasi wisata,” terangnya. Seperti diketahui, Pemkab Tabanan menetapkan lima desa dan dibranding dengan nama kawasan “Nikosake”.

Sudah ditetapkan dalam keputusan Bupati tentang lokasi pembangunan kawasan Nikosake sebagai pengembangan agribisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata. Kawasan Nikosake ini sebagai ikon Pariwisata baru yang lebih menekankan pada activity tourism. Agribisnis terintegrasi ini mempunyai tujuan utama mengembangkan perekonomian masyarakat di bidang pertanian. Menggerakkan ekonomi masyarakat terlebih dahulu ,dan setelah ekonomi berjalan otomotis pariwisata bergerak. Kelima desa tersebut yakni Desa Wanagiri Selemadeg dengan potensi salak, Desa

Belimbing Pupuan dengan niranya, Desa Sanda Pupuan dan Desa Munduk Temu dengan kopi, serta Desa Lumbung Kauh Selemadeg Barat dengan komoditi kelapa. Kelima desa ini sudah siap, baik dari SDM ataupun dukungan lainnya seperti struktur kelembagaan, karena di sana BUMDes sudah bisa berjalan dengan baik, serta pemberdayaan petani terkait pengembangan kawasan juga telah berjalan baik. Contohnya saja di Desa Munduk Temu dengan pengolahan kopi, Desa Lumbung Kauh dengan VCO, Desa Wanagiri dengan olahan salak dan Desa Belimbing dengan olahan nira. Namun dikatakan Omardani, selain lima desa kawasan tersebut, Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Raya memiliki 23 desa yang masuk kawasan prioritas perdesaan nasional. Artinya, program ini selaras dengan program

pemerintah pusat. “Kita upayakan kegiatan ini juga bisa diterapkan di 23 desa dan seluruh desa yang memiliki potensi sama,” terangnya. Memperkuat kegiatan guna menyeimbangkan pembangunan tersebut, kalangan dewan pun menyiapkan perda inisiatif untuk memberikan payung hukum dalam pemberdayaan dan kegiatan di kawasan tersebut, sehingga kegiatan tersebut bisa berjalan optimal. “Ini inisiatif Ketua DPRD yang ditindaklanjuti Komisi I. Payung hukum ini nantinya tidak hanya untuk kelima desa, tetapi seluruh desa yang berpotensi sama,” pungkasnya. Dijelaskannya, yang diatur dalam perda tersebut nantinya seperti kriteri terhadap kawasan yang berpotensi untuk kawasan Nikosake, serta terkait tentang pemberdayaan, kelembagaan, dan pembiayaan. (kmb28)

Peduli Lombok, Kodim Tabanan Kirim Sembako Tabanan (Bali Post) Rasa peduli terhadap para korban gempa Lombok datang dari berbagai pihak. Seperti yang dilakukan jajaran Kodim 1619/ Tabanan dengan mengumpulkan bantuan untuk korban gempa. Bantuan yang sudah terkumpul berupa beras, mi dan air mineral tersebut selanjutnya akan dikumpulkan ke Korem 163 Wirasatya sebelum dikirim ke Lombok lewat jalur laut. Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) 1619/ Tabanan Mayor Inf. Wayan Notes menyampaikan, bantuan yang sudah terkumpul merupakan solidaritas dari seluruh ang-

gota TNI Kodim Tabanan. “Ini adalah bantuan dari anggota seikhlasnya,” ungkap Mayor Notes, Kamis (9/8) kemarin. Hingga Kamis kemarin setidaknya sudah terkumpul bantuan beras sebanyak 500 kilogram, 40 dus mi instan dan 130 dus air mineral kemasan. “Setelah terkumpul langsung kami kirim, lebih cepat lebih bagus. Jika besok ada dari anggota mau nyumbang lagi, akan kami kumpulkan lagi,” terangnya. Selain mengumpulkan bantuan dari anggota, pihaknya juga menerima bantuan dari masyarakat ataupun komunitas lain terkait

fasilitas distribusi. “Tetap kami terima bantuan lain, sekarang sudah ada bantuan dari kominitas lain yang akan dikirim ke kami,” tegasnya. Salah satu komunitas yang akan bekerja sama dengan Kodim Tabanan adalah Ikatan Keluarga Besar Lombok (IKBL) yang sudah bergerak untuk mengumpulkan bantuan. Saat ini bantuan sudah terkumpul berupa mi instan, air mineral, baju layak pakai, selimut dan galon kosong. Bahkan sejumlah warga juga turun ke jalan di sekitar posko yang dibuat di By-pass Ir. Soekarno, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. (kmb28)

IMUNISASI - Pelaksanaan imunisasi MR di Desa Lalang Linggah, Selemadeg Barat, kemarin.

Bali Post/kmb24

Capaian Imunisasi MR Masih di Bawah 50 Persen

Tabanan (Bali Post) Capaian imunisasi measles rubella (MR) atau vaksin untuk campak dan rubella di Kabupaten Tabanan per 9 Agustus masih di bawah 50 persen. Hal itu karena baru dimulai awal Agustus lalu. Namun diyakini, capaian imunisasi MR bisa sesukses imunisasi JE beberapa waktu lalu yang melebihi target, yaitu 100,52 persen dari target 100 persen. Imunisasi MR berlangsung dari Agustus hingga September mendatang. Kepala Bidang Pencega-

han Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Tabanan dr. Ketut Nariana mengatakan, jumlah sasaran imunisasi MR mencapai 84.272 anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. Dari data terakhir, capaian imunisasi MR sebanyak 25.250 orang atau 29,96 persen dengan rincian Puskesmas Tabanan 1 (3.144), Puskesmas Tabanan II (823), Puskesmas Tabanan III (2.400), Puskesmas Kerambitan I (1.025), Puskesmas Kerambitan II (1.345), Puskesmas Selemadeg (1.790),

Puskesmas Selemadeg Barat (683), Puskesmas Selemadeg Timur I (540), Puskesmas Selemadeh Timur II (349), Puskemas Pupuan I (409), Puskemas Pupuan II (681), Puskesmas Penebel I (1.265), Puskesmas Penebel II (1.208), Puskesmas Marga I (898), Puskesmas Marga II (1164), Puskesmas Baturiti I (448), Puskesmas Baturiti II (1.297), Puskesmas Kediri I (3.475), Puskesmas Kediri II (1.326) dan Puskesmas Kediri III (980). Dikatakannya, imunisasi

MR bisa mencegah dua penyakit sekaligus yaitu campak dan rubella. Mulai tahun ini imunisasi MR akan menjadi imunisasi wajib dan akan mulai diberikan pada anak usia sembilan bulan untuk imunisasi pertama dan dilakukan booster atau imunisasi lanjutan saat usia 18 bulan dan enam tahun. ‘’Jadi imunisasi ini diberikan tiga kali. Pertama usia sembilan bulan. Lalu booster-nya di usia 18 bulan dan terakhir saat usia enam tahun,’’ jelas Nariana. (kmb24)

Satu-satunya di Indonesia

Bali Post/kmb28

BANTUAN - Bantuan dari anggota Kodim 1619/Tabanan siap dikirim ke Lombok, Kamis (9/8) kemarin.

Pasar Murah Elpiji Sasar Delapan Kecamatan

Tabanan (Bali Post) Bali sempat mengalami krisis elpiji dikarenakan kapal pengangkut beberapa kali mengalami gagal sandar akibat cuaca ekstrem. Meski sudah ditangani dengan suplai darurat dan cuaca berangsur membaik, langkah antisipasi dengan menggelar pasar murah serentak di Bali tetap dilakukan, Kamis (9/8) kemarin. Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ekayana mengatakan, untuk Tabanan ada delapan kecamatan yang disasar, yakni Kediri, Tabanan, Kerambitan, Penebel, Selemadeg, Selemadeg Timur, Marga dan Baturiti. Kouta elpiji 3 kg dalam pasar murah ini sebanyak 150 tabung. Harganya sesuai HET yaitu Rp 14.500 per tabung. Meski tujuan pasar murah untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga elpiji, namun di Tabanan sendiri belum terjadi kenaikan harga signifikan maupun kelangkaan. ‘’Pasar murah ini juga sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi karena elpiji merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi

inflasi,’’ ujar Ekayana. Menurutnya, dari pantauan selama ini, tidak ada kelangkaan elpiji di Tabanan. Hargapun masih sama yaitu di tingkat eceran masih berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 20.000. ‘’Dengan adanya pasar murah ini, meskipun tidak terjadi kelangkaan tetapi membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan elpiji, khususnya tabung 3 kg dengan harga HET,’’ katanya. Sementara itu, Koordinator Elpiji Tabanan I Gusti Ngurah Siwa Genta menyampaikan, pasar murah ini digelar serentak di seluruh wilayah Bali karena dalam periode tiga pekan terakhir sempat terjadi krisis suplai elpiji akibat faktor alam. ‘’Karena cuaca buruk, kapal elpiji gagal sandar dan tidak bisa dibawa ke Depot LPG Manggis. Meski sudah ada langkah antisipasi dengan menjalankan pola suplai emergency, yaitu mengalihkan pengisian ke Depot LPG Banyuwangi, namun waktu tempuh menjadi dua kali lebih lama,’’ ujarnya. Karena waktu tempuh yang lebih lama ini menyebabkan sempat terjadi pembatasan elpiji dari SPPBE ke agen. Namun seir-

ing waktu dan cuaca yang sudah membaik, suplai elpiji sudah memasuki tahap recovery. Kapal sudah bisa bersandar dan suplai normal dalam hal ini melalui Depot Elpiji Manggis sudah bisa kembali dilakukan. ‘’Dalam masa recovery ini dan memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat akan elpiji, maka Pertamina mengadakan pasar murah elpiji 3 kg secara serentak di wilayah Bali dengah harga HET Rp 14.500,’’ ujarnya. Dari pantauan, pasar murah digelar mulai pukul 09.00 Wita. Rata-rata setengah truk elpiji habis pada pukul 10.00 Wita. Ditambahkan Genta, pembelian elpiji 3 kg di pasar murah dibatasi. Satu KTP hanya bisa membeli dua tabung. ‘’Kami juga turut bawa beberapa bright gas ke lokasi jika ada masyarakat yang membeli,’’ imbuhnya. Salah seorang warga, Ni Komang Suryani, mengaku senang dengan adanya pasar murah tersebut. Sebab, dia bisa membeli elpiji 3 kg seharga Rp 14.500 per tabung. Biasanya di warung harganya Rp 20.000. ‘’Lumayan harganya murah,’’ terangnya. (kmb24)

Disdukcapil Tabanan Luncurkan Aplikasi D’Paon Serasi MEMUDAHKAN pelayanan administrasi kependudukan serta mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tabanan (Dukcapil) melakukan inovasi dengan meluncurkan aplikasi Dukcapil Pelayanan Online dan Terintegrasi atau D’Paon Serasi, Kamis (9/8) kemarin di Wantilan Pura Pucak Padang Dawa Baturiti. Peluncuran aplikasi tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Hadir dalam acara tersebut Ketua Ombudsman Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab, Kadisdukcapil Provinsi Bali I Wayan Sudana, Camat Baturiti dan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tabanan I Gusti Agung Rai Dwipayana menjelaskan, D’Paon Serasi merupakan pelayanan online dan terintegrasi yang berbasis IT. Dengan aplikasi ini, pelayanan akan menjadi lebih cepat dan efisien. Masyarakat tinggal mengunduh aplikasi tersebut dan dapat menggunakannya di mana saja. “Masyarakat tidak perlu datang ke Dukcapil. Aplikasi ini bisa diakses di rumah dan gratis. Tinggal log in dengan memasukkan nomor NIK dan nomor HP. Terdapat paket pilihan di dalamnya, seperti Paket

APLIKASI - Bupati Tabanan saat peluncuran aplikasi D’Paon, ditandai dengan penekanan tombol. Serasi 1, 2 dan lainnya,” jelasnya. Dijelaskan, program D’Paon Serasi ini akan dilaksanakan dalam jangka pendek, selama kurang lebih dua bulan. Dipilih empat desa, dengan pertimbangan desa terjauh, desa yang ada di kota dan desa yang proaktif dalam pengurusan administrasi kependudukan. “Keempat desa tersebut antara lain Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan, Desa Sembung Gede Kecamatan Kerambitan, Desa Bangli Kecamatan Baturiti dan Desa Karyasari Kecamatan Pupuan,” ungkapnya. Selain peluncuran aplikasi ini, pihaknya juga melakukan sosialisasi terkait layanan D’Paon Serasi. Diharapkan Pemerintah Kabupaten Tabanan serta semua pihak untuk mendukung dan mensukseskan

GISA dan juga aplikasi D’Paon Serasi ini. Sementara itu, Bupati Eka memberikan apresiasinya atas peluncuran aplikasi D’Paon Serasi. Dikatakannya, di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, sudah menjadi tantangan untuk mewujudkan sistem administrasi kependudukan yang efektif dalam meng-cover jumlah penduduk yang terus meningkat. “Saya sangat bangga dengan diluncurkannya D’Paon serasi ini, sehingga administrasi kependudukan bisa dilakukan dengan cepat. Program ini harus berjalan terus dan bersinergi dengan program Tabanan lainnya serta dapat melayani seluruh masyarakat. Aplikasi ini juga harus selalu dipantau dan dievaluasi sehingga

bisa diperbaiki jika ada kekurangannya,” ungkapnya. Bupati Eka juga berpesan kepada para OPD agar selalu memberikan yang terbaik dalam pelayanan publik dan memberikan inovasi. Terlebih saat ini perkembangan IT sangat pesat dan masyarakat menginginkan sesuatu yang praktis dan efisien. “Kita tidak boleh ketinggalan zaman dalam pelayanan publik. Semua harus bisa membuat inovasi dan mengikuti perkembangan zaman. Pelayanan tidak mengenal kata lelah, kita investasi hati, karma tidak pernah salah alamat, asal kita tulus pasti akan berbuah hasil,” ujarnya. Bupati Eka kemudian s e c a r a l a n g s u n g m e n c oba aplikasi D’Paon Serasi. Dalam kesempatan tersebut dilakukan kerja sama berupa MoU penandatanganan pemanfaatan KIA oleh Bupati Eka dengan Anemone Reading School Indonesia, Agro Puncak Bukit Catu, UD Sastra Mas Tabanan, serta MoU Penandatanganan One Day Service Penerbitan Akta Kelahiran oleh Bupati Eka dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak Cahaya Bunda. PKS penandatanganan pemanfaatan data kependudukan dan PKS Penanda Tangan One Day Service Penerbitan Akta Kelahiran, juga dilakukan oleh Kepala Dinas Dukcapil dengan pihak-pihak terkait. (ad473)


BULELENG

8

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

Bapek Sidangkan Enam PNS

4 Bercerai, 1 Indisipliner, dan 1 Dipensiunkan Singaraja (Bali Post) – Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek) menggelar sidang disiplin terhadap enam orang PNS Kamis (9/8) kemarin. Dari sidang itu, empat orang PNS disidangkan akibat mengajukan permohonan perceraian. Seorang PNS dinyatakan melanggar indisipliner dan satu orang lagi dipensiunkan karena sakit parah. Sidang ini dilakukan setelah sebelumnya Bapek melakukan upaya pembinaan terhadap keenam abdi negara tersebut. Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. didampingi Kepala Badan Kepegawaian PengembanBali Post/kmb38 gan Sumber Daya Manusia Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. (BKPSDM) Gede Wisnawa, S.H. mengatakan, Bapek sesuai kewenangan yang dimiliki melakukan sidang disiplin itu setelah sebelumnya melakukan pembinaan. Dalam pembinaan itu, Bapek sudah sempat menjatuhkan sanksi peringatan hingga sanksi penurunan pangkat kepada PNS yang “nakal” itu. Pembinaan dan sanksi tersebut rupanya belum membuat PNS sadar dan menaati disiplin sebagai abdi negara, yang ditugaskan melayani publik. Atas kondisi itu, sanksi berat akhirnya diputuskan pada sidang itu. Kalau sanksi berat itu tidak dijatuhkan, maka dikhawatirkan akan menimbulkan kesan kurang baik di mata publik. Bahkan, bisa jadi PNS menjadi contoh buruk bagi masyarakat. “Sidang itu dilakukan karena PNS yang sudah pernah dibina itu melanggar disiplin PNS, sesuai regulasi yang ada. Tindakan tegas itu kami lakukan agar PNS itu tetap bisa menjaga disiplin. Mereka juga wajib memahami tugas-tugas dan loyal dengan tanggung jawab yang diemban,” katanya. Sekkab Dewa Ketut Puspaka mengatakan, dari enam PNS yang disidangkan itu empat orang tercatat mengajukan perceraian. Sementara itu, seorang PNS yang sehari-hari bertugas di Dinas Ketahanan Pangan I Gede SY diputuskan diberhentikan dengan hormat tanpa permintaan sendiri alias dipecat. PNS ini dijatuhkan sanksi berat karena dua kali telah menjalani pembinaan belum juga ada perubahan. Pernah juga menerima sanksi penurunan pangkat. Dari sanksi sebelumnya itu, Gede SY tidak menunjukkan perubahan disiplin ke etika kerja lebih baik. Malah justru nekat tidak melaksanakan tugas-tgas tanpa alasan jelas. Tidak ingin menimbulkan kesan buruk, kemudian Gede SY dipecat. Sementara seorang guru, I Gede SJ, dijatuhi sanksi pensiun sebelum waktunya. Ini karena PNS yang ditugaskan sebagai guru di SDN 3 Suwug, Kecamatan Sawan tidak melaksanakan tugasnya karena mengalami sakit parah. Lantaran tidak melaksanakan tugas dengan optimal, Gede SJ pun dipensiunkan secara dini. Untuk PNS Gede SY, tidak akan mendapatkan hak berupa pensiunan, karena sudah diputuskan dipecat akibat indisipliner. Satu-satunya hak yang tetap diterima adalah Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen). Sedangkan hak untuk Gede SJ, tetap mendapatkan pensiunan, namun nilainya tidak full seratus persen. (kmb38)

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penebasan Singaraja (Bali Post) – Jajaran Reskrim Polsek Sukasada menangkap terduga pelaku penebasan korban Gede Sila Arta (36) yang beralamat di Lingkungan Bantang Banua, Kelurahan Sukasada. Terduga pelaku itu adalah MA alias Agus (21) dari Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Terduga pelaku itu ditangkap di rumahnya Kamis (9/8) dini hari sekitar pukul 02.30 Wita. Polisi sejauh ini masih mengejar satu lagi terduga pelaku yang disebut-sebut terlibat pada penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka tebas di leher dan tangan tersebut. Pelaku yang masih kabur itu diduga memukul korban Gede Sila. Kapolsek Sukasada Kompol Gede Juli seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, sebetulnya keberadaan terduga pelaku sudah diendus sejak Rabu (8/8) lalu. Namun, polisi berusaha dulu mengumpulkan bukti-bukti, sekaligus melakukan crossceck dan mengonfirmasi. Hasilnya, polisi akhirnya mendapatkan bukti dan kesimpulan kuat, sehingga terduga pelaku ini ditangkap. Sebelum kejadian, kata Kompol Gede Juli, antara terduga pelaku dan korban sudah saling mengenal. Bahkan, korban dengan mudah mengenali pelaku karena sebelumnya sering bertemu. Konon, pelaku melakukan hal tersebut, karena salah paham dengan korban. Hanya, polisi masih mendalami penyebab mengapa terduga pelaku itu salah paham dengan korban. Saat diinterogasi polisi, pelaku Agus juga mengaku dirinya hanya melakukan pemukulan pada korban. Sementara aksi penebasan itu, kata Agus, dilakukan oleh seorang rekannya yang sekarang belum diketahui keberadaannya. Akibat perbuatannya, terduga pelaku itu melanggar pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. “Setelah dapat laporan itu, kami melakukan pemetaan wilayah dan hasilnya mengarah pada keterlibatan terduga pelaku dan langsung kami tangkap,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Gede Sila Arta (36) yang beralamat di Lingkungan Bantang Banua, terkena sabetan benda tajam. Kejadian ini dialami korban ketika melintas di Jalan Singaraja-Sukasada. Terduga pelaku melintas dari arah selatan dengan membonceng temannya. Belum diketahui pasti apakah sebelumnya terjadi perkelahian atau tidak dalam peristiwa itu. Namun, korban mengalami luka di leher dan tangannya. Saat ini, korban sedang dirawat di RSUD Buleleng. (kmb38)

Bali Post/kmb38

RUMAH RUSAK BERAT – Akibat gempa yang berpusat di Lombok, NTB, sejumlah rumah warga di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan rusak berat. Warga pun terpaksa tinggal sementara di rumah kerabat atau mendirikan tenda darurat dengan atap terpal plastik.

Stok BPBD Sudah Dibagikan

Kosong, Logistik Korban Bencana di Buleleng Singaraja (Bali Post) –

Stok logistik korban bencana alam di Buleleng sekarang ini justru kosong pascagempa yang berpusat di Lombok, NTB, Minggu lalu. Hal itu karena, stok logistik korban bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, sudah habis dibagikan kepada korban bencana banjir bandang awal tahun lalu. Kondisi ini diperparah lagi karena gudang tempat penyimpanan di Posko Siaga Bencana di BPBD sempat dilanda banjir bandang. Akibatnya, banyak stok logistik itu rusak dan tidak bisa dimanfaatkan kembali. Kepala Pelaksana BPBD Ida Bagus Suadnyana, S.H. yang dihubungi, Kamis (9/8) kemarin, mengakui kalau stok logistiknya kosong. Dia mengatakan, malah krisis stok logistik ini terjadi sejak tiga bulan terakhir. Memang sempat masih ada sedikit saja. Tetapi stok logistik sisa itu telah habis didistribusikan kepada warga di Dusun Kelandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan yang menjadi korban gempa Minggu (5/8) lalu. Karena itu, untuk kor-

ban di desa lainnya seperti di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, dan beberapa desa, hingga kemarin, mereka belum mendapat bantuan logistik sama sekali dari BPBD. “Kalau stok logistik kami sudah habis saat banjir lalu. Terakhir sempat kami bagikan untuk warga Desa Pakisan, berupa terpal dan bantuan paket sembako,” katanya. Mantan Kepala Satuan

(Kasat) Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu mengatakan, untung saja krisis logistik itu dapat diatasi. Pihaknya hanya mengandalkan bantuan logistik dari Dinas Sosial (Dinsos) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Buleleng. Selain paket sembako dan makanan siap saji, Dinsos, PMI dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng membagikan terpal dan tenda kepada warga yang rumah mereka rusak dan tidak bisa ditinggali. Sep-

erti kemarin, sejumlah terpal dibagikan kepada warga di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan. Berdasarkan pendataan BPBD, tercatat 21 kepala keluarga (KK) warga di desa ini masih ketakutan tinggal di dalam rumah mereka. Warga itu tersebar di Dusun Kanginan dan Kawanan masingmasing 8 KK, serta di Dusun Rendetin ada 13 KK warga masih tinggal di tanah lapang dengan dibangun tenda darurat dari terpal plastik. “Untuk sementara, kami Dinsos dan PMI bersamasama mendistribusikan logistik untuk korban gempa. Kami juga sudah mengajukan logistik ke BPBD provinsi. Mudah-mudahan segera kita dapat tambahan logistik,” katanya.

Pascagempa susulan yang terjadi siang kemarin, Ida Bagus Suadnyana mengatakan pihaknya belum menerima laporan kerusakan bangunan atau fasilitas umum (fasum) dari beberapa desa di Buleleng. Namun, tetap siaga dan senantiasa mengimbau kepada warga terutama di beberapa desa di wilayah Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sukasada, dan Buleleng yang sebelumnya terjadi kerusakan akibat gempa pertama agar tetap waspada mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan. “TRC kami siaga dan memang tadi terjadi gempa susulan yang juga terasa di daerah kita. Kami harapkan warga tetap waspada mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginan,” jelasnya. (kmb38)

Akibat Gempa

Tembok Rumah Roboh Timpa ’’Merajan’’ Singaraja (Bali Post) – Gempa susulan 6,2 skala Ricther (SR) terasa di sejumlah desa di Buleleng. Akibat guncangan gempa, Kamis (9/8) kemarin sekitar pukul 13.25 Wita itu bahkan menimbulkan kerusakan pada rumah warga. Ini terjadi di Desa Bontihing Kecamatan Kubutambahan. Tembok rumah permanen milik warga itu ambruk saat gempa. Akibatnya, rumah permanen itu kini mengalami kerusakan. Hal itu juga menyebabkan tiga orang penghuni rumah itu untuk sementara tinggal di rumah kerabatnya. Perbekel Desa Bontihing, Kubutambahan, Gede Ardika, mengatakan rumah

yang mengalami kerusakan akibat gempa susulan itu milik keluarga Nyoman Rai Natih (70) dan juga Made Ratih (67), warga Dusun Kawanan Desa Bontihing. Saat kejadian, keluarga ini sedang berada di luar rumah. Tidak disangka tembok rumah di sisi barat dengan tinggi sekitar 2,7 meter dan panjang sekitar 3 meter itu ambruk. Malah bongkahan beton itu kemudian menimpa bangunan merajan milik Gede Ngurah Putra Yasa. Saat tembok rumah itu runtuh, tidak jauh dari lokasi itu, tetangganya sedang berkumpul. Karena itu, beberapa orang nyaris saja tertimpa bongkahan beton. Beruntung, mereka

dengan cepat bisa menghindar, sehingga tidak terjadi korban jiwa. ‘’Kebetulan di sekitar rumah itu ada orang sedang bekerja merehabilitasi bangunan rumah di sana. Saat itu pemilik rumah sedang duduk di sana. Tiba-tiba gempa dan tembok itu ambruk. Untung kami cepat berlari jadi tidak ada korban jiwa,’’ jelasnya. Pascakejadian itu, kata Gede Ardika, pemilik rumah bersama cucunya saat ini memilih tinggal sementara di rumah kerabatnya. Alasannya, karena tembok rumahnya mengalami retaretak. Mereka kawatir tembok itu yang rawan ambruk akan benar-benar ambruk

Bali Post/kmb38

RUMAH RUSAK - Rumah Nyoman Rai Natih (70) dan Made Ratih (67), warga Dusun Kawanan Desa Bontihing, rusak akibat gempa susulan, Kamis (9/8) kemarin. jika terjadi gempa kembali. Sejauh ini sudah didata kerusakan akibat gempa itu. Warga berharap segara bisa mendapat bantuan dari pemerintah daerah. ‘’Kami tidak berani lagi

tinggal di rumah itu karena memang rawan roboh. Temboknya juga sudah retakretak, sehingga sementara keluarga kami tinggal bersama kerabat,’’ jelasnya. (kmb38)

Dibangun Ulang Jembatan ”Tua” Desa Pemaron

Tak Ada Jembatan Darurat, Warga Cari Jalan Alternatif Jembatan “tua” di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng tahun ini dibangun ulang oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng. Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1989 silam itu sebelumnya berlubang dan beberapa bagian konstruksinya rusak. Atas kondisi itu, lewat anggaran APBD murni, PUPR membangun ulang jembatan yang menelan anggaran Rp 1,1 miliar lebih. Apakah pertimbangan pembangunan jembatan itu tidak menggunakan jembatan darutat, yang otomatis mewajibkan warga yang hendak lewat harus putar haluan mencari jalan alternatif? PROYEK pembanguan jembatan baru tersebut sudah diumumkan Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa. Bahkan, pemenang tender proyek itu telah ditetapkan. Rekanan CV Arya Dewata Utama telah menandatangani kontrak

No. 620/9549/VII/2018 tanggal 30 Juli 2018. Selama 150 hari, rekanan mengerjakan proyek ini dan serah terima pekerjaan akan dilakukan 26 Desember 2018 mendatang. Sejak penandatanganan kontrak, pihak rekanan sudah memulai tahapan penger-

jaan konstruksi. Jembatan lama itu malah sudah mulai dibongkar hingga akses lalu lintas kendaraan dari arah Desa Pemaron menuju Desa Tukadmungga dan ke Dusun Lebah Siung, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada ditutup total. Ini karena pihak rekanan tidak membangun jembatan darurat. Atas kondisi seperti ini, untuk sementara pengguna jalan yang biasanya lewat di situ, diminta memakai jalur alternatif. Pertama di Desa Pemaron ke arah utara menuju jalan Singaraja – Seririt. Demikian juga akses dari Dusun Lebah Siung dan Desa Tukadmungga, diarahkan ke jalan desa setempat ke utara sampai di jalan Singaraja –

Seririt atau lurus ke barat lewat jalan tengah menuju Lovina dan sekitarnya. Kepala Dinas PUPR Buleleng, Ketut Suparta Wijaya, mengatakan kenapa rekanan tidak menyiapkan jembatan darurat. Alasannya, ada beberapa pertimbangan penting. Di antaranya sulitnya mencari lahan membuat jembatan darurat itu. Fakta di lapangan, pada ruas jalan ini sudah memiliki jalan alternatif. Situasi seperti itu juga sudah dipermaklumkan kepada warga desa yang sering melintas di jalan tersebut. Di samping itu, tanpa membuat jembatan darurat, maka Dinas PUPR bisa menghemat anggaran dari pembangunan proyek ini.

“Sudah kami sosialisasikan dan aparat di desa ditugaskan mempermaklumkan agar warga menggunakan jalur alternatif yang sudah ada selama proyek itu berlangsung,” jelasnya. Terkait konstruksi, Suparta Wijaya mengatakan jembatan ini dibangun dengan struktur beton bertulang. Panjang jembatan ini eksisting (lama -red) 7 meter ditambah 10 meter. Sedangkan, ketinggian jembatan tetap, karena jika dibangun lebih tinggi, maka akan memengaruhi konstruksi jalan yang ada saat ini. Meskipun ketinggian jembatan tidak ditambah, Suparta Wijaya menjamin kalau jembatan yang dibangun sekarang ini bebas dari

luapan banjir yang berasal dari sungai yang membatasi Desa Pemaron dengan Desa Tukadmungga dan Dusun Lebah Siung, Desa Panji Anom tersebut. “Semua konstruksi dengan struktur beton bertulang dan jembatan kita buat lebih panjang dari jembatan sekarang. Biar tidak memengaruhi kondisi jalan, ketinggiannya tetap sama. Dari kajian kami, jembatan ini kecil kemungkinan terendam banjir karena alur sungai normal,” jelasnya. Perbekel Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Putu Mertayasa, mengatakan, dari sosialisasi yang diikutinya, rekanan tidak membangun jembatan darurat selama

pengerjaan proyek itu. Sebenarnya, dia ingin mengusulkan agar tetap dibangun jembatan darurat minimal bisa dilintasi sepeda motor. Karena akses jalan di wilayahnya itu tergolong padat. Selain itu, dirinya khawatir akses menuju kuburan (setra) dan pura dalem di desa setempat terganggu, akibat posisi kuburan dan Pura Dalem itu hanya beberapa meter di sebelah barat lokasi proyek jembatan saat ini. “Kami juga belum tahu kalau nantinya ada warga yang menggelar upacara kematian atau upacara ngaben di setra dan Pura Dalem ya terpaksa lewat jalan memutar lewat Jalan Singaraja – Seririt,” jelasnya. (mud)


GIANYAR

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

9

Dampak Cuaca Buruk di Pesisir

Okupansi Hotel di Ubud Meningkat Gianyar (Bali Post) Cuaca buruk di kawasan pesisir berimplikasi terhadap kunjungan wisata ke Ubud. Berdasarkan data terakhir, okupansi atau tingkat hunian hotel dan homestay di kampung turis ini meningkat hingga mencapai 90 persen lebih. Bahkan, sejumlah wisatawan tidak memperoleh kamar sejak awal Agustus ini. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta mengatakan hal itu, Rabu (8/8) lalu. Menurut pria yang akrab disapa Gung Ari ini, kunjungan ke Ubud terus mengalami peningkatan. Salah satunya memang karena Agustus ini meerupakan momen high seasson, sehingga jumlah wisatawan yang berlibur megalami peningkatan cukup signifikan. “Sejak Juli lalu, kunjungan dan okupansi hotel dan homestay terus meningkat di Ubud,” ujarnya. Kendati demikian, Ari Brahmanta mengakui jika lonjakan kunjungan wisatawan dan okupansi hotel tersebut juga dipicu faktor lainnya, yakni cuaca di wilayah pesisir yang kurang mendukung dalam beberapa pekan terakhir. Sehingga wisatawan lebih memilih berwisata ke kawasan wisata desa seperti Ubud. “Bisa kita lihat sekarang dengan kondisi ombak demikian, kurang memungkinkan wisatawan untuk beraktivitas di pantai. Sehingga mereka akhirnya memilih ke Ubud,” katanya. Ari Brahmanta mengatakan, pihaknya tidak menduga okupansi hotel dan homestay di wilayah Gianyar, khususnya di kawasan Ubud bisa menyentuh 90 persen, bahkan mendekati penuh. “Ya,

okupansi sekarang memang 90 persen lebih. Jadi, tinggi sekali antusiasme wisatawan memilih menghabiskan liburan di Ubud,” ujarnya. Ari Brahmanta menambahkan, pihaknya banyak menerima laporan terkait wisatawan yang kesulitan memperoleh kamar. “Cukup banyak saya dapat laporan dari pengelola akomodasi yang tidak bisa menerima wisatawan karena kamar sudah penuh,” ungkapnya. Disinggung terkait limpahan wisatawan ke Ubud dari Gili Trawangan, Lombok, pejabat asal Ubud ini mengaku belum menerima laporan terkait hal tersebut. “Belum ada laporan terkait itu, karena mereka turun di Pelabuhan Benoa. Jadi, kemungkinan masih menginap di kawasan Denpasar atau Badung selatan,” katanya. Ia menambahkan, tingginya okupansi hotel dan homestay di Ubud tidak semata-mata karena cuaca buruk di kawasan pesisir. Namun, juga disebabkan sejumlah event yang memang digelar pada Agustus ini, seperti Ubud Jazz Festival, dan event lainnya. “Selain itu kan ada juga event hajatan budaya, seperti palebon di seputaran Ubud yang secara tidak langsung menjadi daya tarik wisatawan untuk menyaksikannya,” tegasnya. Sebelumnya, Ketua Ubud Home Stay Asosiasi (UHSA) I.B. Wiryawan mengatakan, tingkat okupansi hotel dan homestay yang tinggi tersebut diperkirakan akan bertahan sepanjang Agustus ini. “Kami juga mengecek lama tinggal para wisatawan, artinya sampai Agustus mendatang,” katanya beberapa waktu lalu. (kmb35)

Bali Post/kmb35

WISATWAN - Sejumlah wisatawan menyeberang jalan di kawasan Catus Pata Ubud.

Diguncang Gempa, Sejumlah Bangunan Rusak Gianyar (Bail Post) Belum sempat melakukan perbaikan akibat dampak gempa sebelumnya, bencana serupa kembali terjadi, Kamis (9/8) kemarin. Bencana ini juga memicu kerusakan sejumlah bangunan, seperti yang terjadi pada Merajan Gede Guwang, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar Anak Agung Oka Digjaya mengatakan, guncangan gempa yang terjadi Kamis kemarin terasa cukup kuat di seluruh kawasan Gianyar. Hingga Kamis sore, pihaknya menerima satu laporan kerusakan. “Pamedal dan bale kukul di Merajan Gede Guwang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa,” katanya. Syukurnya, saat gempa terjadi tidak ada warga yang beraktivitas di areal pemerajan tersebut. Sehingga dipastikan tidak ada korban jiwa maupun korban lukaluka. “Kerusakan bangunan saja,” ujarnya. Mengenai kerusakan tersebut, kata Oka Digjaya, ditanggulangi dengan cara membersihkan puingpuin bangunan. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Sementara dari rekapitulasi yang dilakukan terhadap gempa sebelumnya yang memiliki kekuatan 7,0 SR, tercatat kerusakan terjadi pada puluhan lokasi. “Dari Bali Post/ist hasil pendataan, ada sekitar 96 lokasi kerusakan akibat gempa yang GEMPA - Kerusakan pada bagian candi di Merajan terjadi Minggu (5/8) lalu,” katanya Gede Guwang, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati akibat gempa, Kamis (9/8) kemarin. memaparkan. (kmb35)

Peserta Bertumbangan, KPPAD Minta Kegiatan Gerak Jalan Dievaluasi

Gianyar (Bali Post) -

Tumbangnya sejumlah peserta gerak jalan dalam rangka memeriahkan HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI mendapat sorotan dari Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa. Panitia lomba dinilai harus mengkaji kembali atau mengevaluasi kegiatan tersebut. Apalagi beberapa hari lalu juga ada kejadian tragis, di mana seorang siswi SMK meninggal dunia sesuai mengikuti latihan gerak jalan. Ariasa mengungkapkan, tingginya jumlah peserta yang tumbang ini terjadi saat gerak jalan indah putri tingkat SMP, Rabu (8/8). Bahkan, empat di antaranya kondisinya cukup mengkhawatirkan sehingga harus dilarikan ke IGD RS Sanjiwani Gianyar menggunakan mobil ambulan. “Kasihan anak kita sampai seperti ini mengikuti kegiatan gerak jalan,” kata Ariasa, Kamis (9/8) kemarin. Apabila masih ada peserta yang tumbang seperti ini, bahkan hingga dilarikan ke IGD, Ariasa menilai kegiatan gerak jalan tersebut wajib dievaluasi. Komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud ini juga mendesak Pemkab Gianyar mempertimbangkan hal ini agar tidak ada korban lainnya. Apalagi lomba ini masih berlangsung hingga puncak acara.

“Lomba ini masih berlangsung, ini harus menjadi pelajaran. Tapi pantauan saya, tim kesehatan sudah sigap. Namun tetap masih ada peserta berjatuhan,” ujarnya. Ariasa juga sangat menyayangkan meninggalnya seorang siswa SMK Kesehatan Maharsi seusai mengikuti latihan gerak jalan. Ditegaskan, kejadian tragis seperti ini seharusnya bisa dicegah oleh instansi terkait. “ Sebagian pasti sepakat ini merupakan takdir. Tapi di balik itu semua, setiap kejadian pasti ada penyebabnya, baik itu sakit kecelakaan atau lainnya. Penyebab ini harusnya bisa dicegah,” katanya mengingatkan. Sesuai pantauan pihak KPPAD, peserta gerak jalan ini seluruhnya beraksi di tengah jalan raya. Asap dari kendaraan truk, termasuk su-

Bali Post/ist

PERAWATAN - Peserta gerak jalan harus mendapatkan perawatan setelah tumbang saat mengikuti kegiatan. ara klakson juga meramaikan suasana. Melihat kondisi ini, Ariasa menilai pihak panitia harus mempertimbangkan masalah kepadatan lalu lintas saat menggelar gerak jalan di jalan raya. “Kesiapan panitia terkait penetapan jalur lalu lintas bisa menjadi salah satu poin penting untuk dievaluasi. Pasalnya, udara penuh polusi sangat berpengaruh pada kesehatan,” tegasnya. Ariasa juga meminta panitia untuk membangun koordinasi dan kerja sama dengan aparat kepolisian,

dalam menjamin keamanan dan kenyamanan para peserta gerak jalan. “Selama ini panitia belum menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan yang tujuannya sangat baik ini,” jelasnya. Ariasa kembali meminta panitia dan Pemkab Gianyar melakukan evaluasi lebih detail terkait kegiatan ini, dengan memperhatikan aspek keamanan hingga kesehatan para peserta gerak jalan. “Kami minta agar penyelenggara kegiatan mengevaluasi secara mendalam,” tegasnya. (kmb35)

Perluasan SMAN 1 Blahbatuh

Disdik Minta Pemprov Siapkan Bangunan Pengganti SDN 3 Blahbatuh

Gianyar (Bali Post) Perluasan SMAN 1 Blahbatuh dengan mengambil lahan SDN 3 Blahbtuh, sudah mendapat dukungan sejumlah pihak. Namun, terkait perluasan ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Gianyar meminta Pemprov Bali menyiapkan bangunan sebagai pengganti sekolah dasar yang bersebelahan dengan SMA berjulukan Blasman itu. “Kalau Pemprov menginginkan sekolah itu (SDN 3 Blahbatuh-red), kami berharap Pemprov menyiapkan bangunan sebagai pengganti SDN 3 Blahbatuh,” ujar Kepala Disdik Gianyar Made Suradnya, Kamis (9/8) kemarin. Menurut Suradnya, lahan yang bisa didirikan bangunan untuk sekolah dasar baru ini masih ada pada lingkup Banjar Pande, Desa Blahbatuh. Jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi SDN 3 Blahbatuh saat ini. “Itu memang lahan milik Pemkab. Luasnya sekitar 17 are,” katanya. Suradnya mengatakan, di SDN 3 Blahbatuh ini baru saja didirikan ruang kelas baru melalui DAK. Ia menyayangkan jika setelah diperjuangkan pembangunan kelas baru, justru harus diambil alih atau dibongkar lagi. “Nanti apa alasannya kalau kami mendirikan bangunan sekolah dasar baru lagi? Karena baru saja mendirikan bangunan baru di SDN 3 ini lewat anggaran DAK,”

ujarnya. Suradnya mengungkapkan, saat ini Pemkab Gianyar sedang melakukan rasionalisasi anggaran. Pemotongan anggaran terjadi hampir di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pendidikan Gianyar. ”Apalagi sekarang (APBD induk 2018 - red) saja sudah dipotong dana kita Rp 30 Miliar. Itu semua rencana anggaran berupa fisik,” katanya. Melihat kondisi ini, pihaknya tidak berani menjanjikan bisa merealisasikan pembangunan sekolah dasar baru sebagai pengganti SDN 3 Blahbatuh. Selain itu, dalam perencanaan APBD induk 2019, pihaknya juga mengagendakan fokus pada pembangunan SMPN 3 Blahbatuh. “SMPN 3 Blahbatuh ini kan baru berdiri menggunakan lahan SDN 2. Meski baru berdiri tahun ajaran ini, jumlah siswanya sudah banyak yakni mencapai lima kelas. Tahun depan rencananya ini yang akan difokuskan,” tegasnya. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Blahbatuh Ketut Sulatra mengaku sudah mendapat dukungan untuk melakukan perluasan dengan mengambil lahan SDN 3 Blahbatuh. “Dari desa juga sudah memberikan dukungan, termasuk dari pihak Pemprov, baik itu legislatif maupun eksekutif,” katanya. Jika melihat kondisi SMAN 1 Blahbatuh saat ini,

Bali Post/kmb35

Made Suradnya

kata Sulatra perluasan tersebut memang cukup urgent. Pasalnya, dari seribu lebih siswa di sekolah ini, hanya bisa memanfaatkan 20 ruang belajar. ”Peminat di SMA kami sangat tinggi meski ruangan terbatas. Akhirnya kami harus menggelar sistem belajar double shift,” ujarnya. Sulatra mengatakan, pada awal berdirinya SMAN 1 Blahbatuh, pemerintah dan pihak desa setempat menyediakan dua lahan. Lahan pertama adalah yang ditempati saat ini seluas 26 are. Lahan tambahannya ada di seberang selatan jalan yakni seluas 13 are. “Karena waktu itu sekolah baru berdiri, jadi kita hanya memanfaatkan lahan yang sekarang. Sementara lahan di seberang dibiarkan kosong sementara,” ujarnya. Namun, lahan seluas 13 are tersebut akhirnya dibanguni SDN 3 Blahbatuh. Sementara SMAN 1 Blahbatuh yang ter-

us melejit, kini kekurangan lahan untuk membangun ruang kelas baru. Terlebih ada imbauan baru dari Kemendikbud bahwa SMA negeri tidak diperbolehkan menerapkan sistem double shift untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Hal ini membuat pihak sekolah kebingungan. “Saya sudah sempat menyampaikan kondisi ini ke pihak terkait. Tapi sampai saat ini belum ada realisasi,” ujarnya. Ditemui terpisah, Perbekel Desa Blahbatuh I Gusti Ngurah Agung Pidada mengaku memberikan dukungan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran di SMAN 1 Blahbatuh. Termasuk menjadikan lahan SDN 3 Blahbatuh sebagai bagian dari sekolah berjulukan Blasman tersebut. “Kami mendukung sepenuhnya, dengan catatan kepentingan SD tetap tercover, karena selama ini baik anak maupun orangtua sudah nyaman menyekolahkan anaknya di SD tersebut,” katanya mengingatkan. Agung Pidada mengatakan, di seputaran Banjar Pande memang ada aset milik Pemkab Gianyar seluas 17 are. Namun, kawasan itu diperuntukan untuk PAUD. “Kalau memungkinkan dicarikan tempat atau lokasi yang dekat. Bila perlu masih di Banjar Pande. Salah satunya, lahan Pemkab yang 17 are di Banjar Pande itu cukup bagus,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PASAR MURAH - Suasana pasar murah yang digelar di Desa Lebih, Kamis (9/8) kemarin.

Antisipasi Kelangkaan Elpiji

Disperindag Gelar Pasar Murah Gianyar (Bali Post) Mengantisipasi kelangkaan elpiji karena cuaca buruk serta memastikan keamanan pasokan elpiji 3 kilogram bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro, Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan PT Nusantara Selaras menggelar pasar murah di Pasar Desa Lebih, Kamis (9/8) kemarin. Menurut Kepala Disperindag Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba, di wilayah Kecamatan Gianyar khususnya Desa Lebih sempat mengalami kelangkaan elpiji. Kondisi ini terjadi lantaran

cuaca buruk yang menyulitkan pendistribusian. “Makanya kami menggelar pasar murah. Pasar murah yang dilaksanakan di Pasar Desa Lebih tersebut menyediakan sekitar 300 tabung elpiji untuk membantu kebutuhan warga setempat,” katanya. Suamba mengimbau masyarakat setempat agar tidak resah akan ketersediaan stok elpiji. Pihaknya akan terus berupaya dan memastikan bahwa ketersediaan elpiji selalu aman. “Pasar murah ini juga dilaksanakan untuk membantu perkembangan UMKM, mengingat masyarakat Desa Lebih banyak sebagai pelaku UMKM,”

ujarnya. Sementara itu, Kepala Dusun Lebih Beten Kelod Wayan Wirta Saputra berharap, pasar murah bisa dilakukan secara kontinyu, karena mayoritas pelaku UMKM di Dusun Lebih Beten kelod menggunakan elpiji. Dikatakan, pasar murah ini sangat membantu masyarakat. “Setelah mendapat informasi dari Disperindag, kami langsung menyosialisasikan kepada masyarakat. Syukurnya, antusiasme warga sangat tinggi. Bagaimana tidak antusias, harganya lebih murah dari harga pasaran,” tegasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10 SOSOK Hidupkan STT SEKAA Teruna Teruni (STT) menjadi wadah kepemudaan untuk berorganisasi dan berkreasi dalam adat budaya Bali. Namun, di tengah arus globalisasi dan modernisasi, di sejumlah banjar kawasan perkotaan khususnya, perkumpulan para generasi muda ini cenderung vakum. Padahal sejatinya melalui organisasi kepemudaan tersebut merupakan akar menjadikan banjar dan desa pakraman kuat baik sosial, kultur dan budaya. Para anggota STT inilah yang nantinya juga menjadi penerus. ‘’STT Semara Santhi ini sempat vakum hampir 10 tahun. Sekarang kami bersama para tokoh di banjar adat berupaya menghidupkan lagi. Ini penting karena mereka nantinya merupakan para generasi penerus,’’ ujar Klian Adat Terusan, Lelateng, I Ketut Sudarma. Banjar Terusan yang memiliki permukiman padat penduduk ini, peran desa dan banjar pakraman sangat penting. Dengan menggerakkan STT, berkontribusi dalam sejumlah kegiatan, baik di adat maupun di banjar. Begitu juga semakin memperkuat desa pakraman. Selain itu juga aktif dalam berbagai kegiatan yang bernuansa muda seperti ogoh-ogoh, lomba layang-layang, baleganjur serta kegiatan kesenian lainnya. ‘’Dalam wadah itu ada interaksi antara teruna-teruni, kami juga sangat berharap seluruh STT yang ada di perkotaan bisa bangkit,’’ terang Sudarma. Selain dalam kegiatan seni dan budaya, melalui STT ini juga menjadi wadah memupuk nasionalisme mereka. Seperti dalam kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI maupun event nasional lainnya. Selama tiga tahun menjabat, Sudarma juga berinisiatif menghidupkan sejumlah lembaga di banjar. Hal ini, menurutnya, dilakukan untuk menghidupkan peran adat di banjar, apalagi di Banjar Terusan dengan 543 KK. Satu-satunya banjar adat di Desa Pakraman Lelateng yang memiliki gambelan gong kebyar. (olo)

Terdakwa Kepemilikan Ganja 12 Kilogram Divonis 12 Tahun

Negara (Bali Post) -

Terdakwa kasus kepemilikan narkoba jenis ganja, Erik Iswanto (29) asal Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (9/8) kemarin akhirnya divonis 12 tahun penjara. Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara itu juga menyertakan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun kurungan. Putusan hakim ini lebih ringan tiga tahun dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya 15 tahun pidana penjara. Dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan yang dipimpin hakim ketua R.R Diah Poernomojekti dibeberkan pertimbangan, baik yang memberatkan maupun yang meringankan terdakwa asal Banyuwangi itu. Hal yang memberatkan yakni tindakan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Sementara hal yang meringankan terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya. Selain itu, terdakwa selama persidangan berperilaku sopan. Terdakwa yang menyelundupkan ganja sebanyak 12 kilogram terbukti melanggar Pasal 115

ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa divonis 12 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan. Menanggapi putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut. Sementara JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana Ni Wayan Mearthi menyampaikan masih pikirpikir. Kasus ini terungkap dari pemeriksaan rutin barang di Pos II Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (28/2) lalu. Anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang melakukan pemeriksaan mencurigai kardus yang dibawa tersangka di atas motor. Kardus yang dibungkus

Gempa, Pasien Sempat Dirawat di Lorong Negara (Bali Post) – Gempa yang kembali mengguncang Bali, khususnya di Jembrana, Kamis (9/8) siang kemarin, membuat warga panik. Getaran gempa berkekuatan 6,2 SR yang berpusat di Lombok Utara itu terasa hingga di kota Negara dan sekitarnya. Saat kejadian, sejumlah aktivitas, terutama di gedung-gedung masih berlangsung. Termasuk juga di RSU Negara, para pasien sempat dievakuasi dan dirawat di lorong. Upaya ini merupakan prosedur yang dilakukan kepada pasien di rumah sakit. Saat gempa terjadi, sejumlah pasien tampak dievakuasi keluar ruangan. Para pasien yang dikeluarkan merupakan lanjut usia (lansia). Selanjutnya setelah di luar, oleh petugas medis ditempatkan di lorong depan ruangan masing-masing. Mereka baru kembali masuk ke ruangan setelah kondisi dirasa aman. Para tenaga medis mengaku mengantisipasi dengan mengevakuasi pasien yang dirawat di dalam ruangan tersebut untuk meminimalisir dampak gempa. Terutama para pasien yang tidak bisa berjalan sendiri. Selain di RSU Negara, sejumlah pegawai di Pemkab Jembrana yang bekerja di lantai atas juga langsung berhamburan

Bali Post/olo

DIRAWAT – Sejumlah pasien di RSU Negara sempat dirawat di lorong saat gempa terjadi, Kamis (9/8) siang kemarin. lari keluar gedung. Sementara itu, gempa ini juga membuat siswa-siswi SMP dan SMA panik. Satria, salah satu siswa SMA di Jembrana, mengungkapkan saat gempa terjadi ada beberapa siswa yang berada di ruangan kelas. Saat itu menjelang pulang dan hampir sebagian besar siswa keluar. Kasi Observasi dan In-

formasi Stasiun Klimatologi Kelas II Jembrana Agit Setiyoko mengatakan, gempa tektonik yang terasa di wilayah Jembrana ini berpusat 6 km barat laut Lombok Utara, NTB dengan kedalaman 12 km. Gempa ini berkekuatan 6,2 skala Richter. Namun, getaran dirasakan sampai di Jembrana pada Skala III MMI selama 1 menitan. Ge-

taran ini juga terasa sampai di Jember, Jawa Timur. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana mengatakan, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan seperti sebelumnya. Diakui gempa tersebut sempat membuat warga panik. (kmb26)

Kotor, Kondisi Toilet Umum di Alun-alun Dikeluhkan

Bali Post/olo

KOTOR – Toilet umum di Lapangan Negara yang dikeluhkan warga karena kondisinya kotor dan jorok.

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

Negara (Bali Post) Kebersihan tempat merupakan salah satu hal yang mesti perlu diperhatikan. Salah satunya toilet umum. Toilet yang dipergunakan banyak orang ini tentu tak terlepas dari kesan kotor dan jorok. Seperti kondisi toilet di Lapangan Umum Negara (alunalun). Banyak warga mengeluhkan keberadaan toilet tersebut. Sebab, selain kotor juga mengeluarkan bau tak sedap. Salah seorang warga, Ambar, Kamis (9/8) kemarin, mengku kaget melihat kondisi toilet tersebut. Kondisinya yang kotor dan bau mengesankan bahwa toilet tersebut tak pernah dibersihkan. Warga asal Melaya ini akhirnya urung menggunakan toilet untuk umum itu. ‘’Sangat kotor dan bau,’’ katanya. Kotornya toilet itu tentunya akan mengundang penyakit. Ia pun menyayangkan jika toilet umum itu tak terawat. Selain kondisi dalam toilet, bagian wastafel yang disediakan juga terlihat sama. Bagian bawahnya menghitam dan sampah-sampah juga

berserakan. Dari tiga ruang toilet yang tersedia, semua kondisinya kotor. ‘’Semestinya ada yang membersihkan. Sayang sampai kotor seperti itu,’’ tandasnya. Lebih disayangkan lagi, toilet itu berada dekat dengan Kantor Kelurahan Banjar Tengah. Toilet itu dibangun untuk melengkapi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), khususnya di alun-alun Negara. Dari informasi, toilet ini dikelola oleh desa adat setempat. Sebelumnya memang ada tukang bersih-bersih. Tetapi tidak berani memungut uang kebersihan lantaran takut kena kasus pungli. Padahal untuk biaya perawatan juga perlu. Sementara itu, Lurah Banjar Tengah Ketut Jaya Wirata mengatakan, Lapangan Umum Negara itu dipertanggungjawabkan pihak Kecamatan Negara. ‘’Jadi bukan kelurahan yang tanggung jawab. Tapi pihak LHKP juga punya andil dalam kebersihan di Lapangan Negara. Kalau kami hanya membantu dalam kebersihan di lingkungan,’’ ucap Jaya Wirata. (kmb26)

karung dan diangkut menggunakan sepeda motor Mega Pro warna hitam dengan nopol P 2640 YI itu terdapat 15 paket bungkusan oval berisi ganja kering. Total beratnya mencapai 12,30 kilogram. Penyelundupan ganja ke Bali ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan Erik. Rencananya paket ganja bernilai lebih dari Rp 100 juta itu akan dibawa ke Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Dari pengiriman tersebut terdakwa mendapatkan upah Rp 1 juta. Pengungkapan penyelundupan paket ganja belasan kilogram ini merupakan penangkapan dengan barang bukti terbanyak selama penanganan narkoba di Polres Jembrana. (kmb26)

Bali Post/olo

SIDANG - Terdakwa penyelundupan ganja 12 kilogram saat sidang di Pengadilan Negeri Negara, Kamis (9/8) kemarin.

Polsek Melaya Razia Kos, Penginapan dan Hotel

Negara (Bali Post) – Selain kendaraan bermotor (ranmor) di jalan raya, jajaran Polsek juga melakukan operasi yustisi ke tempat tinggal sementara. Selain tempat kos, rumah kontrakan dan mes karyawan perusahaan, polisi juga menyambangi hotel atau penginapan. Seperti yang dilakukan jajaran Polsek Melaya, Kamis (9/8) kemarin. Razia yang dipimpin Iptu I Made Maharta itu menyasar sejumlah kos-kosan di Banjar Tirta Kesuma, Desa Candikusuma. Di tempat kos ini, petugas mendapati sejumlah penghuni asal Jawa Timur. Petugas meminta KTP mereka untuk didata. Selanjutnya duktang yang bertujuan untuk bekerja ini diberikan pesan-pesan untuk ikut menjaga kamtibmas lingkungan tempat tinggal atau kerja. Selain di tempat kos, polisi juga menyasar sejumlah penginapan. Upaya tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman kepada pengunjung dan mencegah aksi premanisme, pemerasan atau pemalakan. Kapolsek Melaya AKP I Ketut Wijaya Kesuma mengatakan, razia di tempattempat tinggal sementara ini selain untuk pendataan penduduk pendatang (duktang) dan tertibnya administrasi juga sikap antisipasi dalam

Bali Post/olo

OPERASI – Petugas Polsek Melaya saat melakukan operasi yustisi di salah satu penginapan di Melaya, Kamis (9/8) kemarin. penyebaran ajaran sesat/ intoleransi dan gangguan kamtibmas lainnya. ‘’Kegiatan rutin ini untuk menjaga situ-

asi kamtimas tetap kondusif, khususnya di wilayah hukum Polsek Melaya,’’ tandas Wijaya Kesuma. (kmb26)


Karangasem

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

11

Kibarkan Bendera Merah Putih di Laut

Warga Difabel Tewas Setelah ’’Diving’’

Bali Post/kmb41

BELAJAR DI TENDA - Siswa SDN 1 Tiyingtali, Desa Tiyingtali, Abang, Karangasem saat menjalani proses belajar mengajar di tenda darurat yang dibangun di halaman sekolah setempat.

Gedung Rusak Berat

Siswa SDN 1 Tiyingtali Belajar di Tenda Darurat Amlapura (Bali Post) Ratusan siswa di SDN 1 Tiyingtali, Desa Tiyingtali, Abang, Karangasem terpaksa harus menjalani proses belajar mengajar di tenda darurat yang dibangun di halaman sekolah setempat. Proses belajar itu dilakukan di dalam tenda, menyusul seluruh ruang kelas tempat mereka belajar tidak bisa digunakan akibat rusak berat setelah guncangan besar gempa di Lombok yang terjadi Minggu malam. Kepala SDN 1 Tiyingtali, Desa Tiyingtali Sang Putu Swandiyasa, Kamis (9/8) kemarin, mengatakan jika semua gedung yang biasanya dipergunakan siswanya belajar tidak bisa lagi difungsikan untuk melangsungkan proses belajar mengajar. Sebab, semua gedung rusak sangat parah. Dikatakan, semua kelas, flafon gedung, semuanya roboh termasuk atap dan temboknya juga mengalami retak-retak, sehingga gedung tidak bisa dipergunakan lagi karena jika dipergunakan akan sangat membahayakan siswa. “Bangunan memang tidak semunya roboh. Tapi sewaktuwaktu semua bangunan berpotensi roboh. Apalagi kembali diguncang gempa pasti akan roboh. Jadi, kami lebih memprioritaskan keselamatan anakanak. Karena itu, gedung tidak difunggsikan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya. Karena gedung itu tidak lagi bisa digunakan, kata Swandiyasa, agar proses belajar mengajar siswa bisa tetap berlangsung, maka dibangun dua tenda darurat untuk menampung siswa agar bisa belajar. Kata dia, hanya dengan belajar di dalam tenda proses belajar mengajar tidak bisa

berjalan baik. Para siswa tidak bisa belajar maksimal. “Jelas dengan kondisi ini, anak-anak tidak bisa belajar dengan maksimal. Karena kalau siang kondisi di dalam tenda panas. Hal itu membuat siswa tidak nyaman mengikuti pelajaran yang diberikan. Sementara kalau turun hujan maka air akan masuk ke dalam tenda,” ujarnya. Memberikan solusi kondisi seperti itu, pihaknya telah mengumpulkan seluruh orang tua siswa. Mereka diajak rembuk bersama agar anak-anak bisa menjalani proses belajar dengan nyaman. Dari hasil rembuk itu, diputuskan akan dibangun wewarungan di halaman sekolah oleh pihak sekolah yang akan dibantu orang tua siswa. “Wewarungan yang nanti kita bangun seluas halaman sekokah. Rencana atapnya menggunakan kelangsah (daun kelapa dianyam) yang di atasnya diisi terpal. Penyangganya, rencananya dipergunakan beton. Karena kalau memakai bambu akan cepat rusak. Maka dari itu, kita akan dicarikan donatur. Dengan dibangunnya wewarungan itu, anak-anak agar bisa lebih sejuk belajar. Pembangunannya secepatnya akan kita lakukan,” jelasnya.

Guru kelas, Ni Made Dwi Aripusparini, mengungkapkan siswa itu mulai belajar di dalam tenda sejak Selasa. “Kasihan anak-anak belajar di tenda yang kondisinya panas. Jika hujan air masuk membasahi lantai. Sehingga agar bisa belajar di dalam harus menunggu sampai kering. Tapi meskipun belajar di tenda anak-anak tetap semangat menjalani proses belajar mengajar itu,” katanya. Salah satu orangtua siswa, I Gede Wirata, menerangkan rencana membangun wewarungan untuk pengganti tenda itu, pihaknya siap membantunya. Ia kasihan melihat anakanak belajar di tenda itu, tidak bisa optimal. “Saya selaku orangtua siswa tidak masalah membantu pembangunan wewarungan ini. Saya siap membantu. Sesungguhnya membuat wewarungan itu tidak perlu waktu lama. Tiga hari saja sudah bisa diselesaikan. Apalagi sebagian besar orangtua siswa itu berkecimpung di proyek. Jadi cepet bisa diselesaikan,” tegasnya. Seorang siswa, I Komang Rudiana, mengaku kurang nyaman belajar di tenda. “Lebih senang belajar di dalam kelas. Karena di kelas menggunakan meja. Tapi di tenda tidak,” ucap siswa kelas V itu. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Hidup dan mati seseorang memang sulit ditebak. Seperti yang menimpa seorang warga penderita difabel yakni Ni Wayan Parwati alias Anjeli (37). Wanita asal Banjar Rame, Desa Kusamba, Dawan, Klungkung itu tewas usai diving setelah mengibarkan bendera Merah Putih yang diselenggarakan ‘’My Trip My Adventure’’ salah satu program TV swasta nasional yang dilakukan komunitas Difable Love Mother Nature Difable Dive Club di laut perairan depan kawasan wisata Liberty Tulamben, Banjar/Desa Tulamben, Kubu, Kamis (9/8) kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun kemarin, pukul 09.00 Wita, sebelum melaksanakan giat diving, I Nengah Mangku Putu selaku guide instruktur memberikan penjelasan kepada peserta diving. Pukul 10.00 wita, para peserta diving itu melaksanakan diving dalam rangka pengibaran bendera Merah Putih. Ketika berada di kedalaman enam meter saat itu dilaksanakan pengibaran bendera Merah Putih selama tiga belas menit. Namun, korban dengan kode diving menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi baik-baik saja. Kemudian, malah korban berkeliling di seputaran areal pengibaran bendera selama sepuluh menit. Setelah pengibaran bendera Merah Putih, korban juga tidak ada masalah. Para

PASAR DIPUGAR - Pasar Bebandem menjadi salah satu pasar desa tersibuk di Karangasem. Tahun ini, pasar di jantung kota Kecamatan Bebandem ini sudah dirobohkan dan segera berdiri gedung baru. Pasar desa ini dipugar melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) senilai Rp 1,6 miliar. Alat berat sudah nampak melakukan pengerjaan. Proyek ini direncanakan bisa rampung selama 120 hari, sejak dikerjakan pada 9 Juli lalu.

Bali Post/ist

USAI DIVING TEWAS - Usai mengibarkan bendera Merah Putih dengan cara diving di dalam laut, Ni Wayan Parwati tewas. Sudarma mengatakan, sebelumnya, ia sempat mengajak korban komunikasi dan menyatakan baik-baik saja. Namun, setelah sampai di permukaan air, pihaknya mengajak ngomong korban, saat itu Ni Wayan Parwati tidak menyahut karena sudah lemas. “Parwati sempat dilarikan ke puskesmas guna mendapat pertolongan pertama. Setelah sampai di puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ucap Sudarma. Dokter Puskesmas Kubu I, dr. Ketut Agus Muliadi, mengatakan kalau korban saat tiba di puskesmas, sudah dalam

keadaan meninggal dunia. “Disebutkan, korban itu meninggal karena kekurangan oksigen,” ucapnya. Kapolsek Kubu AKP Made Suadnyana mengatakan, pascamenerima laporan itu, petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TPK. Dikatakan, keluarga korban mengikhlaskan kepergian korban. Sehingga keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi. ‘’Hal itu juga dikuatkan dengan surat pernyataan dari keluarga korban yang dalam hal ini diwakili suami korban sendiri I Wayan Sugianto,” ucap Suadnyana. (kmb41)

Akibat Gempa 6,2 SR

Pasien di RSUD Kembali Dirawat di Selasar

”Saya selaku orangtua siswa tidak masalah membantu pembangunan wewarungan ini. Saya siap membantu. Sesungguhnya membuat wewarungan itu tidak perlu waktu lama. Tiga hari saja sudah bisa diselesaikan. Apalagi sebagian besar orangtua siswa itu berkecimpung di proyek. Jadi cepet bisa diselesaikan.” Orangtua siswa, I Gede Wirata

instruktur --guide pendamping -- mengajak korban lalu naik. Sempat lagi diberi kode, dan korban menyatakan baik-baik saja. Akan tetapi, setelah sampai di permukaan air, I Ketut Sudarma bertanya tentang kondisi korban, namun korban tidak menjawab. Korban pun selanjutnya diajak naik ke darat. Saat dipegang kondisi korban sudah lemas. Sudarma lalu meminta bantuan kepada guide pendamping lainnya membantu mengevakuasi korban menuju pantai agar korban dapat pertolongan pertama. Setelah itu, korban langsung dievakuasi ke Puskemas Kubu I dan ditangani tim medis. Sesaat setelah diperiksa, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Guide pendamping I Ketut

Bali Post/kmb41

DIRAWAT DI SELASAR - Puluhan pasien kembali dirawat di selasar.

lumnya, pasien tersebut sudah pernah dirawat di selasar saat gempa Minggu malam. “Kita terpaksa kembali merawat pasien itu di selasar demi keamanan pasien. Setelah situasinya cukup kondusif, ada rencana akan dibuatkan dinding menggunakan terpal di selasar itu,” katanya. Ketua DPRD I Nengah Sumardi mengatakan, penanganan orang sakit yang sifatnya emergency, mau tidak mau harus secepatnya bisa dilakukan. Selain itu, juga diupayakan pembangunanan tenda yang memadai. Jika memang memungkinkan, supaya di selasar, tempat pasien ini dirawat, bisa diberikan dinding dari terpal. Itu penting agar pasien tidak kedinginan. “Tidak cukup pemberian dinding saja. Sarana dan prasarana penunjang yang memang diperlukan harus juga disiapkan,” pintanya. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Gempa berkekuatan 6,2 SR di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali terjadi Kamis (9/8) kemarin. Gempa itu membuat warga Karangasem menjadi panik. Khusus di RSUD Karangasem puluhan pasien terpaksa kembali dirawat di selasar akibat gempa tersebut. Direktur RSUD Karangasem, Wayan Suardana, mengatakan pascaterjadinya gempa di Lombok yang berkekuatan 6,2 SR, pihak rumah sakit kembali menerima empat pasien akibat gempa tersebut. “Kita menerima empat pasien baru akibat gempa yang terjadi belakangan. Dua pasien mengalami luka-luka ringan pada bagian kepala dan juga kakinya. Dua pasien trauma,” ujarnya. Akibat guncangan gempa itu, kata Suardana, pihaknya terpaksa kembali merawat puluhan pasien dari gedung Jaya Kusuma dan ruangan lainnya. Sebe-

Diterjang Banjir

Putus, Akses Jalan Geriana Kangin-Kauh Amlapura (Bali Post) Jalan yang menghubungkan Banjar Geriana Kauh dan Geriana Kangin, Desa Duda, Selat, Karangasem putus akibat diterjang banjir, Selasa (7/8) lalu. Putusnya jalan di sana membuat aktivitas warga setempat terganggu. Warga setempat, I Wayan Putu, Rabu (8/8) lalu mengatakan, pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 Wita, jalan itu sudah mulai terg-

erus banjir akibat sungai Panti meluap. Hanya, kala itu jalan masih bisa dilalui sepeda motor. Namun, setengah jam berselang, jalan sama sekali tidak bisa dilintasi kendaraan, karena terputus. “Padahal, akses jalan baru disambung beberapa waktu lalu. Sebelum disambung, jalan sempat menggunakan titi bambu. Sayangnya jalan baru itu kembali putus,” ungkapnya.

Dengan putuskan akses jalan itu, mengakibatkan aktivitas warga menjadi terganggu. Termasuk anakanak yang hendak ke sekolah menaiki sepeda motor maupun berjalan kaki juga ikut terganggu. “Anak-anak SD yang jalan kaki terpaksa melompati jalan yang putus agar mereka bisa lewat. Kalau sepeda motor sama sekali tidak bisa melintas. Jadi, harus melewati jalan alter-

natif yang jaraknya sedikit lebih jauh,” paparnya. Pihaknya tidak tahu kapan jalan ini kembali bisa dilintasi kendaraan. Sebagai warga, ia hanya bisa berharap jalan tersebut kembali disambung sehingga dapat dilintasi secara normal lagi. “Saya harap jalan itu segera diperbaiki. Sehingga aktivitas warga bisa kembali normal,” harap Putu. (kmb41)

Pasca-erupsi Gunung Agung

Perajin Batu Tabas Mulai Menggeliat Bencana erupsi Gunung Agung sejak September 2017 memang sempat menghentikan segala aktivitas usaha warga di kaki Gunung Agung. Setelah belakangan ini gejolak Gunung Agung mulai menurun, derap ekonomi warga setempat mulai menggeliat lagi. Salah satunya usaha batu tabas khas Karangasem yang ada di Kecamatan Selat. Mereka saat ini sudah mulai bekerja memenuhi pesanan pasar seperti biasa. Bagaimanakah kegiatan keseharian para pekerja batu tabas tersebut? PARA perajin batu tabas belakangan ini sudah mulai bisa memenuhi pesanan pelanggannya. Meski tidak terlalu besar, para pengusaha setempat tetap berupaya mengambil order. Mereka tampak bangkit lagi setelah sempat terpuruk oleh erupsi Gunung Agung. Setelah mulai bisa menggeliat lagi, para pengusaha kecil setempat

kembali menghadapi persoalan klasik di antara sesama pengusaha. “Kita sama-sama kembali bangkit, tetapi belakangan ini terjadi persaingan tidak sehat soal harga,” keluh salah satu pengusaha kecil, Ketut Bawa, belum lama ini. Sebagai pengusaha kecil, jelas sulit bersaing dengan pengusaha yang sudah besar.

Sebab, ketika ada persaingan mengambil suatu proyek, kalangan pengusaha kecil setempat sudah kalah duluan oleh pengusaha besar yang datang dari luar. Pengusaha luar berani memasang harga jauh lebih murah dari standar harga di kalangan pengusaha kecil setempat. “Perang tarif tak masuk akal seperti ini membuat kami sulit berkembang. Persaingan tak sehat seperti ini membuat kami yang baru merintis usaha lagi sejak terjadi erupsi Gunung Agung menemui kendala agar bisa maju,” keluh pengusaha kecil batu tabas asal Geriana Kangin, Kecamatan Selat. Sebagai pengusaha kecil, dirinya kesulitan modal memadai agar bisa mengambil peluang usaha yang cukup besar. Seperti saat ini, bahan baku batu tabas mencapai

Rp 10 juta per truknya. Sebagai pengusaha kecil, dirinya memohon agar ada solusi sehingga persaingan harga tak terkendali itu paling tidak agar bisa segera diatasi. Itu penting, agar warga lokal selaku pengusaha kecil seperti dirinya bisa bangkit lagi setelah sempat terpuruk akibat bencana erupsi Gunung Agung. Hal serupa juga disampaikan warga setempat lainnya, Wayan Putra. Menurutnya, situasi yang kurang sehat terkait persaingan itu membuat perajin yang baru kembali merintis usaha seperti dirinya tentu kalah saing, menghadapi pengusaha yang lebih bermodal. Selain itu, setelah usaha ini kembali menggeliat, ada juga oknum pengusaha yang tidak bertanggung jawab. Aksinya, mereka justru merugikan

nama baik pengusaha setempat. Sebab, setelah mendapat uang muka, malah proyek yang sudah disepakati justru tidak dikerjakan. “Kesan seperti ini berdampak kepada kita juga. Jadi, menjadi pengusaha batu tabas itu memang tidak mudah,” tegasnya. Setelah Gunung Agung mulai tenang, dia mengaku sudah mulai ada sedikit pesanan. Meski tidak banyak, tetapi cukup membuat usaha batu tabas perlahan kembali menggeliat. Pihaknya berharap situasi seperti ini terus bisa membaik. Tidak ada lagi embusan asap, gempa bumi, dan bencana alam lainnya dari aktivitas Gunung Agung, sehingga warga di kaki Gunung Agung seperti dirinya bisa hidup tenang dan bekerja seperti biasa. (gik)

Bali Post/gik

BATU TABAS - Pengusaha kecil batu tabas khas Karangasem di Geriana Kangin, Kecamatan Selat, saat melakukan olah bahan dasar.


KLUNGKUNG

12

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

Diduga Memanipulasi Laporan Pajak

Ratusan Hotel dan Restoran Segera Diaudit

Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung memastikan untuk melakukan audit terhadap hotel dan restoran kelas melati di Nusa Penida yang ditengarai menyampaikan laporan tak sesuai dengan kondisi riil alias manipulasi. Tindakan yang direncanakan berlangsung setelah Agustus ini menyasar sekitar 60 persen dari jumlah keseluruhan yang mencapai 399 unit.

Bali Post/sos

HOTEL - Bangunan hotel dan restoran di Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida yang terlihat semakin banyak. Pemkab segera melakukan audit menindaklanjuti temuan BPK terkait dugaan adanya manipulasi laporan pajak.

“Seharusnya Juli sudah dilakukan. Tetapi karena cuaca buruk, jadi ditunda. Dilaksanakan setelah bulan ini,” ucap Kepala Bidang Penagihan, Keberatan, Penelitian dan Pelaporan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Klungkung, Cokorda Raka Sudarsana, Kamis (9/8) kemarin. Ia mengatakan adanya dugaan manipulasi laporan pajak masuk dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BKP). Ini direkomendasikan ke pemkab untuk bisa ditindaklanjuti. “Hasil audit tahun ini keluar Mei lalu. Ini pasti kami tindak lanjuti,” sebutnya. Sejauh ini, sambung Sudarsana BPKPD belum memiliki auditor secara khusus. Tetapi ini tak menjadi persoalan. Saat turun nanti

akan dikerjasamakan dengan Inspektorat Klungkung. Sesuai peraturan, besaran pajak yang harus disetorkan ke pemkab sebesar 10 persen dari total pendapatan. Hal ini sudah sering ditekankan kepada pemilik. “Aturannya sudah jelas. Berapa harus bayar,” tegasnya. Selain manipulasi laporan, sejumlah hotel juga tercatat masih menunggak pajak. Sesuai data Desember 2017, besarannya mencapai Rp 804.225.811,09. Sementara untuk restoran Rp 891.178.097,81. Pemungutannya telah diupayakan bisa tuntas secepatnya. Namun, beberapa pengusaha ada yang berdalih belum bisa melunasi karena pendapatannya lesu. “Penagihan terus berlanjut. Beberapa yang dulunya menunggak, sudah ada yang

bisa mulai bayar,” ungkap Cok Sudarsana. Tak dipungkiri, tunggakan juga terjadi pada Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Sesuai data per Desember 2017, jumlahnya tergolong tinggi, sebesar Rp 26.760.418.485. Itu ada limpahan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) pada 2014. Memastikan itu, sejak 2015 dilakukan validasi ke lapangan. Mengantisipasi munculnya hal-hal demikian, pejabat asal Gianyar ini mengaku akan memaksimalkal sosialisasi dan menerapkan pelaporan secara online. “Laporannya harus lebih rinci. Sesuai dengan penjualannya. Jangan ada rekayasa. Itu yang kami tekankan,” sebutnya. (kmb45)

Ditabrak Ertiga, Remaja Tewas Semarapura (Bali Post) Keinginan remaja asal Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan, Klungkung, Ni Putu Vera Desianti (19), untuk mengurus kelengkapan administrasi kuliah harus pupus. Ia tewas tertabrak minibus Ertiga yang dikendarai mantan gurunya ketika duduk di bangku SMP, Ni Nyoman Sulasmi (56), di pertigaan Jalan Sawo Kabeh Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kamis (9/8) kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun di TKP, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 08.55 Wita. Kronologinya, kendaraan Honda Beat nopol DK 6830 MQ yang dikendarai

Ni Made Aris Swati (18) dengan membonceng korban datang dari utara dan akan berbelok ke barat menuju Puskesmas Dawan II. Saat itu mereka hendak mencari surat keterangan sehat untuk keperluan pendaftaran kuliah di Denpasar. Pada waktu bersamaan, datang Sulasmi mengendarai mobil Suzuki Ertiga nopol DK 1083 LS dari timur. Tak bisa mengendalikan mobilnya, tabrakan pun tak terelakkan. Kedua remaja yang telah berteman lama itu langsung terdorong. Korban terpental dan terbentur pada trotoar jalan menuju Desa Dawan Klod. Tragedi itu menyebabkan korban mengalami

cedera kepala berat. Melihat kondisi korban yang sangat memperihatinkan, sejumlah warga sekitar TKP langsung menolongnya. Korban pun dilarikan ke RSUD Klungkung. Namun sayang, dalam perjalanan korban mengembuskan napas terakhirnya. Hal tersebut membuat keluarganya tak kuasa menahan tangis. Rasa kehilangan sangat terpancar dari wajahnya. Beberapa juga ada yang histeris. Sementara itu, Aris Swati mengalami bengkak pada betis kaki kiri dan memar pada punggung. Kesedihan juga terpancar dari Sulasmi ketika dimintai keterangan Satuan Lalu Lintas

Polres Klungkung. Sesaat setelah kejadian, polisi langsung melakukan oleh TKP. Menurut Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Taufan Rizaldi, kejadian itu diduga akibat kelalaian pengendara Honda Beat. “Dia kurang hati-hati. Saat berlalu lintas tidak memberikan hak utama bergerak kepada pengguna jalan di jalan utama,” jelasnya. Sementara itu, Kanit Laka Ipda I Gusti Made Mahendra mengatakan, belum ada penetapan tersangka. Hal tesebut masih perlu keterangan saksi. “Untuk kendaraanya sudah diamankan,” katanya. (kmb45)

Tangani Jaringan Listrik di Lombok

PLN Distribusi Bali Kerahkan Seratusan Relawan

Semarapura (Bali Post) Gempa yang mengguncang Lombok Utara beberapa hari lalu tak hanya menimbulkan kerusakan bangunan. Namun juga memutus jaringan listrik. Hal tersebut menjadi perhatian PLN Distribusi Bali dan turut menerjunkan relawan untuk penanganan. Pelepasannya berlangsung di Kantor PLN Area Bali Timur, Klungkung, Kamis (9/8) kemarin. General Manager PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa mengatakan, relawan yang dilepas sebanyak 40 orang, lebih sedikit jika dibandingkan Senin lalu yang mencapai 67 orang. Jadi total relawan yang sudak dikerahkan mencapai 107 orang. Mereka tak hanya karyawan PLN, tetapi juga ada dari mitra kerja di seluruh Bali, seperti Asosiasi Kontraktor Listrik

Indonesia, Persatuan Kontraktor Listrik Indonesia dan PT Karya Dewata Abadi. “Kami selalu bekerja sama. Ada yang memberikan kendaraan. Ada juga peralatan kelistrikan,” katanya. Gerakan yang dilakukan ini menjadi rutinitas ketika suatu daerah terlanda bencana dengan harapan bisa meringankan beban masyarakat maupun tenaga PLN di wilayah terdampak. “Ini secara sukarela dan bergerak cepat mempersiapkan tim untuk segera diberangkatkan,” ungkapnya. Disampaikan lebih lanjut, berdasarkan informasi yang diterima, seluruh penyulang listrik di Lombok, termasuk tiga gili sudah normal. Relawan tinggal menormalkan gardu dan jaringan ke rumah penduduk maupun pengungsian. “Begitu juga jaringan listrik untuk air bersih akan turut diperbaiki,” sebut pria asal Kecamatan Seririt,

Kabupaten Buleleng ini. Ditambahkan, penugasan relawan dari sejumlah daerah ini menyesuaikan dengan situasi di lapangan. Jika sudah membaik,

penarikan dilakukan bertahap. “Konsen kami bagaimana sebagai insan PLN bisa meringankan beban masyarakat,” imbuhnya. (kmb45)

Bali Post/sos

BERAS - Beberapa buruh sedang mengangkut beras. Untuk menjaga kestabilan harga, Bupati Klungkung mewacanakan pembentukan holding company.

Tekan Inflasi, Bupati Wacanakan Bentuk ”Holding Company” Bali Post/sos

RELAWAN - PLN Distribusi Bali melepas relawan untuk membantu penanganan dampak gempa di Lombok Utara, Kamis (9/8) kemarin.

Menoleh ”Sekaa Manyi”

Melahirkan Harmonisasi dari Sepetak Sawah SEKAA manyi masih bertahan di Kabupaten Klungkung. Meskipun perkembangan teknologi pertanian semakin pesat. Sekaa yang juga beranggotakan kaum perempuan ini memiliki cerita tersendiri. Seperti apakah itu? Padi di Subak Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan tumbuh subur. Daunnya masih hijau, namun buahnya sudah kuning. Sangat merunduk, pertanda kualitasnya bagus. Bergoyang-goyang terhempas angin laut yang cukup kencang. Sejumlah orang pun menyerbu. Mengenakan capil krucut berbahan bambu. Lengkap pula dengan slop kaki, baju dan celana lengan panjang. Mereka akan memanen. Dimulai dari pinggir. Den-

gan sabit bergigi, tiap rumpun padi dipotong. Pangkalnya disisakan setengah. Hanya diambil dari pangkal daun saja. Gerakan tangannya cepat. Ketika genggamannya penuh, dikumpulkan menjadi satu. Kemudian digiling dengan mesin. Daun dan buahnya keluar terpisah. Ada yang menarik dari aktivitas mereka. Tak terus-terusan fokus menyabit padi. Tetapi juga menyelingi dengan obrolan soal berbagai hal. Sesekali juga muncul tawa. Muncul

Bali Post/sos

PANEN - Sekaa manyi tengah panen padi di Subak Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, baru-baru ini.

sebuah harmonisasi dari sepetak sawah. Seolah lupa akan sinar matahari yang semakin menyengat maupun rasa gatal digerogoti rerumputan. Salah satu dari mereka, Made Sarniti, berbagi cerita. Pekerjaannya ini sudah dilakoni sejak 9 tahun. Saat anak pertamanya masih kecil. “Sudah lama kerja seperti ini. Sebelumnya hanya menenun selendang,” tuturnya, baru-baru ini. Berangkat ke sawah dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Serempak dengan anggota lainnya. Sore, sekitar pukul 17.00 Wita, baru kembali ke rumah. Rasa lelah sudah pasti dirasakan. Apalagi ketika lokasi panen jauh dari jalan raya yang mengharuskan memikul padi lebih lama. “Untung untuk penggilingan sudah pakai mesin. Jadi lebih ringan. Kalau dulu waktu pakai alat manual, lebih lelah lagi,” ucapnya. Pekerjaannya ini tak dilakoni setiap hari. Tetapi menyesuaikan dengan musim panen. Ia pun tak pusing lagi memikirkan sawah siapa yang dituju. Hanya mengikuti permintaan panebas (tengkulak). “Tinggal menunggu kabar saja,” kata perempuan berkulit sawo matang ini. Upah yang didapatkan bukan dihitung harian. Tetapi berdasarkan jumlah panen. Untuk 1 ton kisaran Rp 650 ribu. Itu tak masuk kantong sendiri. Tetapi dibagi dengan enam sampai tujuh orang lainnya. “Cukup untuk menambah kebutuhan

di rumah,” terangnya. Ia pun mengaku bergabung sekaa ini bisa mendapatkan teman curhat. Berbagai cerita bisa dibagi. “Kalau di rumah kan tidak ada yang diajak. Jadi di sini sama yang lain,” imbuhnya. Cerita lain diutarakan Wayan Tlabah. Pria yang kulitnya sudah mengkriput ini mengaku ikut manyi karena untuk menutupi penghasilan sebagai petani, di samping mengisi waktu luang. “Sekarang padi sendiri kan belum panen. Jadi ikut di sini. Untuk nambah penghasilan. Ini sudah lama,” tuturnya. Ia pun menceritakan hasil panen padi garapannya tak cukup untuk bekal hidup. Setiap musim hanya dapat bagian Rp 1 juta. Itu pun harus menunggu selama tiga bulan. Jika cuaca buruk, gagal panen kerap menghantui. “Sulit jadi petani sekarang,” pungkasnya. (sos)

Semarapura (Bali Post) Gejolak harga kebutuhan pokok sangat rentan terjadi, terlebih ketika berhadapan dengan cuaca buruk. Hal ini berpotensi berimbas pada peningkatan inflasi daerah. Mengantisipasi hal itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mewacanakan pembentukan holding company. Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini menjelaskan, nantinya ada perusahaan induk yang bisa membentuk anak perusahaan yang bergerak dari hulu, hilir, ataupun jasa penunjang. Sistem ini akan memotong pendistribusian suatu barang dari pabrik hingga sampai ke konsumen. Sehingga biaya dapat ditekan dan harga barang menjadi lebih murah, termasuk untuk di Kepulauan Nusa Penida. “Penanganan inflasi harus terkonsep dengan baik. Pemerintah harus berinovasi dan menciptakan suatu sistem yang bisa mengendalikan,” ucapnya, belum lama ini. Strategi ini juga dinilai sebagai bentuk perlindungan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena persaingan harga bisa semakin sedikit. “Ini efeknya banyak. Masyarakat juga menikmati keterjangkauan harga kebutuhan,” imbuh-

nya. Kabag Ekonomi Setda Klungkung I Ketut Sena mengatakan, sejauh ini tidak ada kajian soal inflasi di bumi serombotan. Yang dijadikan parameter hanya Denpasar dan Kabupaten Buleleng. “Namun begitu, Pemkab Klungkung memiliki peran untuk menekan itu. Ini dalam

satu kesatuan. Masuk bagian Bali,” katanya. Pejabat asal Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan ini mengakui pembentukan holding company sempat diutarakan bupati. Namun, itu perlu kajian lebih lanjut. “Belum ada pembahasan. Memang sempat diwacanakan,” imbuhnya. (kmb45)


Jumat Paing, 10 Agustus 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Tkg Jahit,Tkg Beading,Tkg Checking & Tng Harian Wanita Jl.Tk .Balian 146 Renon T.221666

B.BP.001.08.18.0000442

Akunting u/di Jimbaran,CV Krm: novie@exotik-villas-bali.com

Dcr Steward u/Jemme Restaurant Hub.085237416330(Ketut Sueca) B.BP.001.08.18.0000369

Dibthkan Pembantu/Serabutan Laki,Tidur dlm, Mahendradata 08123923020

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com G.04

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com

B.BP.004.08.18.0000397

G.05

B.BP.001.08.18.0000432

Bella Vista Coffee & Juice Bar Look for Waiter/ss, Barista, DW, CookHelper,Pastry.SendCVDirect to Padma Utara No.2 Legian Bali

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.08.18.0000461

Dcr 2Satpam,3Tk.Kbn,3bersih Villa/msk HUb.Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Krbkn, Ph.4731979

Dicari Supir SIM B1,Jl.Gatsu Timur No.266 Telp:(0361) 413068

B.BP.001.08.18.0000436

Garmen Bth Segera Sopir SIM A Rajin & Jujur HP:087860964775

B.BP.154.08.18.0000340

Dcr Karyawan/ti Fotocopy/Print Wineebali,Jl.Hayam Wuruk 71 D Hub.(0361)4747671/081936247579

B.BP.001.08.18.0000446

Sopir Srbt Bs Matik+PRT Wnt Bs Naik Mtr,Tggl Dlm,085238127777

B.BP.001.08.18.0000430

B.BP.004.08.18.0000448

Dcr SPG u/Gallery di Ubud,Bisa Bhs Inggris,Fslts Gaji Pokok + Komisi2%.PHone/WA:081211050760

Sopir,Desain Grafis,D3 T.Sipil Hub:Jl.Gadung No.81 KrenengDps B.BP.001.08.18.0000328

B.BP.001.08.18.0000381

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Dicari Staff Driver Sudah Pengalaman untuk kerja di Villa -Hotel daerah seminyak harus bisa Bahsa Inggris SMS ke Nomer087861916870

G.01

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL TANAH

DIJUAL TANAH

T.2Ha SHM Jlr Kepantai u/Villa LksTabanan 40Jt/A 085257539923

Djl Tnh Kav SHM No7105 Ls162m2 Jl.Tunjung Tutur Ubung Kaja Dps Utr,087860986059/085935227211

B.BP.167.08.18.0000437

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809 B.BP.001.07.18.0000043

G.08

Dibthkan Sgr Karyawan SPBU Bw Lam Lngsg:CV.Bumi Santosa,Jl T. Umar Brt 148 Dps/082177439576 B.BP.001.08.18.0000322

Dcr Tng utk Tkg Potong Ayam + Sopir serius Hub.081916196888

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com G.06

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com G.07

B.BP.001.08.18.0000385

SPA

DIJUAL RUMAH

SERVICE

DIJUAL MOBIL

SERVICE

DIJUAL MOBIL

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

DIJUAL HOTEL

FORD

B.BP.004.08.18.0000457

DISEWAKAN TEMPAT

B.BP.001.08.18.0000445

Ovr Kntrk Tmp Usaha&Gdng Ls 6A Jl.Antasura Dps, 081236352148

HONDA

Honda Mobilio RS Putih Mulus Thn 2016 Bln 12.Samsat Aktif Hrg.185Jt Nego HP.085935141316

B.BP.001.08.18.0000460

RUPA-RUPA

B.BP.001.08.18.0000452

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

SUZUKI

Karimun GX’03 Asli Bali Hitam Jl.Buluh Indah 60,081236809809

B.BP.001.07.18.0001578

KEHILANGAN

B.BP.001.08.18.0000458

BPKBNo.H05357360-ODK1876EM An. I Dewa Made Dwiastika

TOYOTA

AvanzaG 2011 Silver AsBali Mls Prbd,082341251453/081933610070

B.BP.001.08.18.0000443

BPKB No.O04493948-O DK 2140 AAP An.Rini Hidayati

B.BP.001.08.18.0000466

BIRO JASA

G.03

BIRO JASA

B.BP.001.08.18.0000444

DIJUAL RUMAH

Hlg Sertifikat Tnh AN.I Wayan Mundi Atmaja dgn No M:5299 NIB:01062 SU:00044/2000 081353368968/WA.081238083099

Dijual Rumah di Jl.Utama Tukad Badung Dps,LT570m2,SHM & IMB, Pemilik Langsung,085238311111 B.BP.001.08.18.0000450

B.BP.001.08.18.0000449

Djl Rmh 6are Lt.2 Jl.Gelogor Carik Pemogan Hub.081338882895 B.BP.004.08.18.0000285

FOTO COPY

DISEWAKAN TANAH Over Kont Tnh&Bgn Seluas ±3A di Jln Buluh Indah Gg.III/27B Dps,087860986059/085935227211

Djl Hotel 3Lt. Jln Melasti Legian Kuta Hub.085100888379

Subaru Forester A/T Putih 2012 2.5cc DK 175Jt Hub.08123969166

Dijual/Disewakn Rumah Baru Jl. Sekar Jepun VI Gatsu Timur 4KT 3KM LT 1,3are Hub.085237295884

B.BP.001.08.18.0000386

B.BP.001.08.18.0000387

G.02

B.BP.004.08.18.0000467

B.BP.001.08.18.0000431

Dicari PRT,Baik,Jujur,Wnt,Tdur Dlm,Gaji 1,3Jt,HP:082145530990 Dicari Pembantu Gj1,5 yg antar dpt 500 T.487706/488315 Dijmpt

B.BP.004.08.18.0000456

B.BP.004.08.18.0000468

Dicari IT Support,Pendidikan D3 Tehnik Computer,peng min 1 th dibidangnya.Lam CV&Foto,Krm ke:hr@lotus-enterprises.com

Dcr tenaga,SPG & SPB, SMK/SMU, blm kawin, umur maks.25thn. Lam ke Kop. Krama Bali Jl.Kepundung 61A Dps / Email : kkb_pusat@yahoo.com

B.BP.004.08.18.0000243

B.BP.001.08.18.0000439

Cr Pembantu Villa Cwek Tgl dlm Biasa Krj d Villa 081946555765

Dcr Sopir Pribadi Tdr Dlm Bujangan Bisa Mbl Matic, Jl. Cokroaminoto No.65 Dps Hp:081999660972

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

B.BP.001.08.18.0000379

B.BP.154.08.18.0000465

Dicari staff maintenance untuk Swimming pool and Garden sudah pengalaman untuk kerja di Villa -Hotel daerah seminyak SMS ke Nomor 08179731679

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

Informasi pasang iklan Telepon

Dijl Tnh Kav/Rmh Lks.Sempidi, Pemogan Jimbaran,Tnh Sawah 20A di Ds.Angantaka/081337630666

Hlg BPKB Mtr DK 9745 GO NoBPKB A 6992518-O AN Made Suartika

Dijual/Dikont Tanah 26Are Lokasi Strategis,Banjarangkan Klungkung.081219181828

Hlg Bk KIUR DK 9598 AQ BPKB No 7352140-O An.Desak Putu Sri Wahyuni,SE.Jl Setiaki Gg.II Dps

B.BP.001.08.18.0000273

B.BP.001.08.18.0000464

RUPA-RUPA

B.BP.154.08.18.0000404

B.BP.167.08.18.0000455

B.BP.001.08.18.0000435


BANGLI

14

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

SOSOK Optimis Raih Emas DI usianya yang masih belia, Ni Made Mega Sri Wahyuni, siswi SMAN 1 Susut, selama ini telah sukses mengukir sederet prestasi gemilang dalam olahraga pencak silat. Gadis 16 tahun asal Banjar Serai Desa Penglumbaran ini tak hanya menunjukan prestasinya di tingkat provinsi, namun beberapa kali pernah tampil menjadi juara di tingkat nasional. Dalam waktu dekat, Mega, sapaan akrab pesilat ini akan kembali mewakili Bali dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Yogyakarta, 16-22 September mendatang. Ditemui di sekolahnya belum lama ini, siswi yang kini duduk di kelas XI MIA ini mengaku sudah menekuni olahraga silat sejak kelas V SD. Baginya silat, adalah olahraga yang mengasyikan. Tak hanya membuat tubuh sehat, silat juga dapat melatih mental lebih stabil. “Dari silat juga mendapat banyak teman,” ujarnya. Sejak aktif menekuni dunia silat, ia sudah beberapa kali tampil dalam berbagai ajang silat mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional. Di tingkat provinsi, putri kedua dari pasangan I Wayan Suasta dan Ni Wayan Rednyi ini tercatat pernah tampil menjadi juara dua dalam ajang Porjar dan juara tiga dalam ajang Porprov. Di tingkat nasional, ketika masih duduk di bangku SMP, Mega pernah meraih perak dalam ajang O2SN di Makassar. Selain itu dia juga pernah meraih juara empat dalam ajang Popnas, dan juara I dalam ajang Kejurnas yang diselenggarakan di TMII 2012 lalu. Untuk bisa tampil maksimal dalam ajang O2SN di Yogyakarta, September mendatang, Mega mengaku saat ini dirinya terus memantapkan diri dengan berlatih secara intens. Dirinya optimis bisa meraih prestasi kembali dalam ajang tersebut mengalahkan pesaing dari provinsi lainnya. “Target dapat meraih emas,” katanya. (ina)

RUANGAN - Kondisi ruangan kelas VII D SMPN 4 Bangli yang kini tak bisa digunakan lantaran ambruk pada bagian atapnya.

Bali Post/kmb40

Pascadiguncang Gempa

Tembok Ruang Kelas SMPN 4 Bangli Membahayakan Kasat Binmas dan Kasat Bangli (Bali Post) –

Intelkam Dimutasi

Bangli (Bali Post) Dua pejabat utama Polres Bangli, yakni Kasat Binmas dan Kasat Intelkam dimutasi. Acara serah terima jabatan dua perwira tersebut dilaksanakan di lapangan apel Mapolres Bangli, Kamis (9/8) kemarin. Dipimpin Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, acara serah terima jabatan ditandai dengan penanggalan tanda jabatan pejabat lama dan penyematan tanda jabatan pada pejabat baru. Sesuai Surat Telegram Kapolda Bali sesuai Nomor: STR/833/VII/ OTL.1.1.3/2018 tanggal 26 Juli 2018, Kasat Binmas Polres Bangli Kompol I Gede Sudiana yang segera memasuki masa pensiun dimutasikan sebagai Pamen Polres Bangli. Posisinya digantikan AKP I Made Adi Suriawan yang sebelumnya menjabat sebagai Ka Induk III PJR Gilimanuk Polda Bali. Sementara Kasat Intelkam AKP I Made Dayuh dimutasikan sebagai Kanit I Subbit I Dit Intelkam Polda Bali. Posisinya digantikan

oleh AKP I Made Dayendra yang dulunya menjabat sebagai Kanit Intelkam Polresta Denpasar. Usai pelaksanaan acara serah terima dilanjutkan dengan acara kenal pisah pejabat lama dan pejabat baru di gedung Sasana Bhayangkara Polres Bangli. Dalam kesempatan tersebut Kapolres mengatakan, mutasi merupakan hal yang lumrah di lingkungan Kepolisian. Hal tersebut merupakan langkah restrukturisasi organisasi dalam rangka penyegaran. Kapolres menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasinya selama ini. Kepada pejabat baru, Kapolres menyampaikan selamat datang dan memerintahkan untuk segera menyesuaikan diri dengan lingkungan di Polres Bangli. “Masih banyak agenda kamtibmas ke depan yang akan kita hadapi. Untuk itu kepada pejabat baru agar segera beradaptasi dengan pekerjaan dan lingkungan,” kata AKBP Agus. (kmb40)

Bali Post/kmb40

SERAH TERIMA - Acara serah terima jabatan dua kasat dilaksanakan di lapangan apel Mapolres Bangli, Kamis (9/8) kemarin.

Kondisi dua ruang kelas di SMPN 4 Bangli membahayakan pascadiguncang gempa, Minggu (5/8) lalu. Ruang kelas yang masih ditempati puluhan siswa kelas VII B dan VII C tersebut mengalami banyak retak pada bagian tembok. Bahkan beberapa sisi tembok terancam ambruk karena terlepas dari tiang penyangga bangunan. Berdasarkan pantauan Kamis (9/8) kemarin, dua ruangan kelas yang mengalami retak tersebut berada pada lantai satu gedung di sisi barat sekolah. Sementara pada lantai dua yang selama ini ditempati siswa kelas VII D, kondisinya sudah rusak berat. Ruangan yang dulunya merupakan ruang laboratorium itu kini sama sekali tak bisa ditempati siswa lantaran atap dan plafonnya jebol. Kepala SMPN 4 Bangli I Made Mulyawan mengatakan, kerusakan bangu-

Wabup Sedana Arta Gelorakan Yel-yel Kebangsaan PERINGATAN HUT ke73 RI di Kabupaten Bangli disemarakkan dengan acara gerak jalan ketepatan waktu bernuansa merah putih yang diikuti puluhan regu dari siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Acara yang mengambil start di Tugu Pahlawan Penglipuran Bangli, Kamis (9/8) kemarin dilepas Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Sebelum melepas peserta gerak jalan, Wabup Sendana Arta juga meneriakkan yel-yel kebangsaan “Siapa kita Indonesia. Saya Indonesia. Saya Pancasila. NKRI Harga Mati” yang diikuti oleh semua peserta. Acara gerak jalan tersebut disaksikan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bangli dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangli. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta pada kesempatan itu mengimbau semua pihak untuk selalu menyerukan yel-yel kebang-

Toko Modern Diingatkan Tak Beroperasi wilayah Kelurahan Cempaga tersebut sejauh ini baru hanya mengantongi izin prinsip. Sementara izin operasionalnya, pihaknya mengaku belum menerima tembusannya. “Izin prinsipnya sudah keluar. Izin operasionalnya belum ada disampaikan ke kami, apa sudah keluar apa belum,” terangnya. Dikatakan Suryadarma, izin operasional wajib dikantongi pihak pengusaha toko modern untuk bisa beroperasi. Pihaknya mengaku sudah mengingatkan pemilik usaha untuk tidak beroperasi sementara waktu, sebelum nantinya seluruh dokumen perizinan lengkap dikantongi. “Sejauh ini toko itu belum beroperasi. Dan kita sudah ingatkan untuk jangan beroperasi dulu sebelum mendapatkan izin operasional. Kalau nanti sudah bisa menunjukkan izin operasional, kita tidak ada alasan untuk melarang orang berusaha,” jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten

lain mengakibatkan ruangan kelas VII D hancur, guncangan gempa yang cukup keras mengakibatkan ruang kelas VII B dan VII C yang berada di lantai bawah gedung tersebut mengalami retak-retak. Bahkan beberapa sisi tembok, ada terlepas dari tiang penyangganya. Meski diakui kondisinya cukup membahayakan karena sewaktuwaktu bisa ambruk, namun Mulyawan mengatakan, dua ruangan kelas tersebut sampai saat ini masih tetap digunakannya untuk kegiatan

memerger kelas akan dilakukan. Jika dalam beberapa waktu ke depan, upaya ini tidak memungkinkan untuk dilanjutkan, pihaknya berencana akan menerapkan double shift (kelas pagi-sore). Siswa kelas VII akan belajar sore hari, sementara kelas VIII dan IX belajar pagi hari. Agar proses belajar mengajar bisa kembali normal, pihaknya berharap kerusakan ruangan kelas di sekolahnya bisa segera mendapat penanganan dari pemerintah. Karena kerusakannya tergolong berat diharapkan perbaikan bisa dilakukan dengan cara dibangun ulang. “Kalau perbaikan tambal sulam, rasanya tidak akan bertahan lama,” imbuhnya. (kmb40)

Lepas Gerak Jalan Ketepatan Waktu SMP

Izin Belum Lengkap

Bangli (Bali Post) Keberadaan toko modern berjaringan di Kabupaten Bangli terus bertambah. Yang terbaru berdiri di lingkungan Gunaksa, Kelurahan Cempaga. Meski terpantau sudah siap beroperasi, sampai saat ini toko modern yang berlokasi di timur jalan tersebut ternyata belum mengantongi izin lengkap. Pemkab Bangli pun mengingatkan toko modern tersebut untuk tidak beroperasi sebelum seluruh dokumen perizinan keluar. Berdasarkan pantauan, Kamis (9/8) kemarin, toko modern yang proses pembangunannya beberapa bulan lalu sempat dihentikan petugas Satpol PP karena sama sekali tak mengantongi izin itu, nampak sudah siap beroperasi. Beberapa orang terlihat sudah mulai memasukkan barangbarang ke dalam toko tersebut. Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma saat dikonfirmasi siang kemarin mengatakan, keberadaan toko modern berjaringan baru di

naan kelas akibat guncangan gempa Minggu lalu, cukup mengganggu kegiatan belajar mengajar. Agar kegiatan belajar bisa tetap berjalan terutama kelas VII D yang ruangan kelasnya hancur, pihaknya terpaksa memerger (menggabung) beberapa kelas. Siswa kelas VII D yang total keseluruhannya berjumlah 28 siswa dimerger/ dibagi ke kelas VII A, VII B dan VII C. “Itu terpaksa kami lakukan agar kegiatan belajar bisa efektif,” terangnya. Dikatakan Mulyawan, se-

belajar. Itu dilakukan lantaran tak ada pilihan ruangan kelas lain yang bisa dipakai. “Sesungguhnya dua ruangan kelas ini sudah sangat tidak layak. Sangat mengkhawatirkan,” kata Mulyawan. Terkait kerusakan beberapa ruangan kelas di sekolahnya, Kasek asal Desa Peninjoan Tembuku ini mengaku sudah melaporkannya ke Disdikpora dan BPBD Bangli. Untuk merenovasi gedung tersebut, pihaknya telah diminta membuat rancangan anggaran biaya (RAB). “Mengenai kerugiannya, masih dihitung. Kerusakannya tergolong berat,” ucapnya. Mulyawan menambahkan pihaknya tidak bisa memastikan sampai kapan langkah

Bangli I Made Alit Parwata mengatakan, sejauh ini keberadaan toko modern baru di Kelurahan Cempaga tersebut baru mengantongi beberapa izin, yakni izin prinsip membangun dan izin pendaptaran penanaman modal (TDP). Untuk Izin lingkungan masih dalam proses pengurusan. Demikian juga izin mendirikan bangunan (IMB) masih dalam proses dan tinggal menunggu rekomendasi tim teknis dari Dinas PUTRPerkim. Setelah nantinya keempat izin tersebut beres, barulah pihaknya bisa mengeluarkan izin usaha toko modern (IUTM) untuk toko modern itu. “Pengurusan izinnya pararel,” jelasnya. Lantaran izin yang dikantongi pihak pengusaha toko modern masih belum lengkap, Alit Parwata mengatakan pihaknya sudah mewanti-wanti pemilik usaha untuk tidak beroperasi. “Sekarang ini dia belum bisa beroperasi. Kita sudah mewanti-wanti pemilik usaha untuk jangan beroperasi dulu sebelum IUTM keluar,” imbuhnya. (kmb40)

saan. Menurutnya, hal ini sangat penting mengingat belakangan bangsa Indonesia sedang mengalami cobaan, dengan masuknya paham-paham yang bertentangan dengan ideologi pancasila. Jelas dia, jika paham seperti ini dibiarkan, akan sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa. Untuk itu, Wabup Sedana Arta menyerukan agar semua pihak selalu menyerukan yel-yel kebangsaan untuk meningkatkan semangat dan kecintaan kepada bangsa dan negara. “Belakangan banyak masuk paham-paham radikal yang mengancam keutuhan bangsa. Untuk itu kita harus selalu menggelorakan yel-yel kebangsaan untuk menambah kecintaan kita pada bangsa ini,” pintanya. Terkait dengan pelaksanaan gerak jalan ketepatan waktu, Wabup asal Desa Sulahan Susut ini men gatakan gerak jalan merupakan kegiatan yang sangat positif karena dapat melatih

kekompakan, kebersamaan dan mengajarkan jiwa disiplin bagi generasi muda. Selain itu, ia juga berharap, generasi muda khususnya di Bangli bisa memaknai spirit gerak jalan yang mengedepankan kekompakan dan kebersamaan dalam gerak, dalam memajukan Kabupaten Bangli. “Melalui kegiatan ini kita ingin generasi muda bisa memaknai spirit gerak jalan yang menekankan ke ko m p a ka n d a n ke b e r samaan untuk mencapai kesuksesan bersama,” harap Wabup Sedana Arta. Sementara itu panitia penyelenggara Sang Nyoman Nada dalam laporannya menyampaikan, gerak jalan ketepatan waktu tingkat SMP kali ini diikuti oleh 51 regu terdiri dari 25 regu laki-laki dan 26 regu perempuan dari perwakilan SMP se-Kabupaten Bangli. Masing-masing regu, jelas dia, diisi oleh 17 orang personel dan diwajibkan menggunakan atribut bernuansa merah putih. Lebih lanjut

GERAK JALAN - Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat melepas peserta gerak jalan ketepatan waktu bernuansa merah putih tingkat SMP di Tugu Pahlawan Penglipuran Bangli, Kamis (9/8) kemarin. disampaikan, gerak jalan ketepatan waktu menempuh jarak kurang lebih 8 km dengan durasi waktu 90 menit. Sedangkan kriteria penilaian meliputi kerapian barisan, keserasian, keutuhan barisan, stamina dan yang paling penting adalah ketepanan regu menyentuh

garis finish. Adapun rute gerak jalan itu mengambil start dari halaman parkir tugu pahlawan Penglipuran, menuju Jalan Nusantara, Jalan Pura Kehen, LC Bukal, Jalan Merdeka, Patung Adipura menuju utara dan finish di depan Kantor Bupati Bangli. (ad469)


15

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

LPD dengan Aset Rp 1 M Wajib Ikut Sertifikasi Denpasar (Bali Post) LPD dengan aset Rp 1 miliar ke atas wajib mengikuti sertifikasi, khususnya kepala LPD. Hal ini dalam rangka untuk menghadapi financial technologi (fintech). Karena fintech tidak hanya masuk ke masyarakat perkotaan, tetapi juga sampai ke masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, LPD sebagai lembaga keuangan yang ada di desa khususnya di Bali, LPD harus bersiap menghadapi tantangan tersebut dengan melakukan pelatihan dan sertifikasi terhadap SDM yang ada di LPD. Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. mengatakan, targetnya 800 kepala LPD dapat tersertifikasi. Utamanya LPD dengan aset di atas Rp 1 miliar. Ia berharap semua komponen LPD nantinya bisa tersertifikasi. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini merupakan

tindak lanjut dari apa yang direncanakan sejak bulan Mei oleh komite, tim perumus, tim verifikasi. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap LPD yang merupakan milik krama desa. Selain itu juga untuk menghadapi persaingan dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lain. ‘’Seperti sekarang dengan adanya fintech juga masuk pedesaan kita juga harus menyiapkan diri dengan ikut pelatihan-pelatihan seperti ini,’’ ujarnya. Dana pelatihan dan sertifikasi ini bersumber dari dana pemberdayaan yang disetor oleh masing-masing LPD yaitu 5 persen dari keuntungannya setiap tahun. ‘’Ini sebagai bukti bahwa dana itu kita gunakan untuk dikembalikan lagi ke LPD untuk peningkatan SDM,’’ tandasnya. Bukan hanya sertifikasi, pelatihan di tingkat prajuru, pengawas di kabupaten/kota seluruh Bali

Buatan Jerman Dari Hal. 1 Sementara alkes untuk satu ring buatan Jerman yang dikatakan terbaik di dunia sekitar Rp 36 juta. Lalu di mana timbulnya biaya besar tersebut? Namun bukan itu persoalannya. Penyakit muncul karena perilaku hidup kita yang belum sehat. Inilah yang membuat sehat itu menjadi mahal. Kata orang sangat gampang kita melihat orang sehat yakni dari menu makan yang dipilih. Mereka yang sehat selalu berpikir untuk sehat dengan memilih makanan yang tak berisiko terkena penyakit. Demikian juga sebaliknya, mereka yang suka makan-makanan berlemak, mengandung kolesterol tinggi dan makan serba instans diyakini orangnya sedang ‘’sakit’’. WHO mengeluarkan rilis ada 10 jenis penyakit paling sering menjadi penyebab kematian di Indonesia. Pertama, pecahnya pembuluh darah di otak pada pasien stroke, jantung iskemik, diabetes melitus dengan komplikasi, TBC, hipertensi, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), liver atau hati, akibat kecelakaan lalu lintas, radang paru-paru dan diare gastro-enteritis yang berasal dari infeksi. Data tersebut menunjukkan ada peningkatan peringkat Penyakit Tidak Menular (PTM) atau sering juga disebut sebagai penyakit degeneratif. Semua ini akibat pola makan dan perilaku hidup sehat kita yang masih kurang. Terkait dengan berbagai macam penyakit itu membuat saya berpikir betapa mahalnya harga predikat sehat itu. Saudara saya ini mengeluhkan betapa sengsaranya saat sakit. Dada nyeri, napas ngos-ngosan, bahkan sampai mimpi dijemput orang besar. Berbaring berharihari di rumah sakit juga tak

nenggenakkan. Kini paradigma sehat itu mahal, harus kita ubah menjadi sehat itu murah. Untuk bisa sehat, kita harus menyadari berawal dari ketekunan kita menjaga tubuh karena kesehatan itu sendiri tak bisa dinilai dengan uang. Apalagi nilai suatu kehidupan. Dia teramat mahal dan pantang disia-siakan. Apa gunanya kita memiliki harta melimpah apabila tubuh ini sudah terbaring tak berdaya. Kata dokter, semua penyakit bersumber dari otak kita. Makanya wajar dokter mengatakan 50 persen penyakit tergantung pada pikiran. Nah, ketika stres, pikiran kalut mempercepat terjadinya psikosomatis. Selanjutnya jika tak ditangani segera bisa mengalami komplikasi. Jika sudah demikian kematian hanya menunggu waktu saja. Secara akademik, otak dikatakan sebagai benda yang paling rumit dan sulit dimengerti manusia. Maka kata kuncinya, jika dari pikiran memunculkan sakit, dari pikiranlah kita memulai menghindari sakit. Lepaskan pikiran negatif seperti benci, sedih, curiga, dendam, dll. untuk menjaga kesehatan mental kita. Ini pekerjaan murah namun tidak gampang. Sudah saatnya kita meninggalkan kerakusan dengan makanan, diganti dengan ketekunan kita menjaga kesehatan. Kedua, ingat bergerak dan olahraga serta menghindari merokok. Soal yang terakhir ini ada fakta mengejutkan soal kebiasaan merokok. Justru 90 persen warga miskin di Indonesia menghabiskan uang belanja bulanannya untuk membeli rokok. Kata orang, hidup dan mati ada di tangan Tuhan, tetapi tubuh ini perlu dijaga sebaik mungkin. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati. * I Made Sueca

Jumat, 10 Agustus 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pelayanan Sebagai Rasa Tanggung Jawab (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Khrisna Sudama Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Pagi Talk Merah Putih Sampah Ancaman Pariwisata Bali DW TV FOLK SONG Bali Channel Tourist TV Mahadewi Yoga Untuk Kesehatan Puja Trisandya Dharma Wacana Ngaben Ngerit dan Manusa Yadnya (1)

12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Lila Cita Gong Kebyar Wredha Sancayate, Br. Tatasan Kaja, Tonja Dps (2) 17:05 Wita Lila Cita Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now 21:00 Wita Banjar Bali Show 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Drama Gong Cupak Grantang (4) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:05 Wita Bali Channel

juga sudah dilakukan. Ini juga wujud subsidi silang antar-LPD yang maju dengan LPD yang kurang maju atau tidak maju. Ketua LP LPD Provinsi Bali I Nyoman Arnaya, S.E. menyampaikan, ada lima materi yang disampaikan kepada kepala LPD pada pelatihan itu. Yaitu, penerapan manajemen SDM, penerapan sistem administrasi LPD, penerapan pengelolaan keuangan dan kinerja LPD, manajemen risiko untuk LPD, menyusun rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan belanja LPD. Pelatihan yang diikuti angkatan pertama kepala LPD ini akan dilanjutkan dengan pelatihan berikutnya sampai angkatan ketiga. Namun pada pelatihan tahap I akan dilanjutkan dengan uji kompetensi pada tanggal 22 - 23 Agustus. Pada bulan September akan dilanjutkan dengan pelatihan angkatan berikutnya (kmb42)

Perdagangan Tiongkok Solid, Picu Pelemahan Dolar AS Jakarta (Bali Post) –

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank, Kamis (9/8) sore, bergerak menguat sebesar 10 poin menjadi 14.396 dibanding sebelumnya 14.406 per dolar AS. Kepala Riset monex Investondo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis kemarin, mengatakan pergerakan dolar AS cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah menyusul data ekonomi Tiongkok yang positif. ‘’Data perdagangan Tiongkok yang solid membuat permintaan untuk dolar AS cenderung mereda,’’ katanya. Ia mengemukakan, ekspor Tiongkok selama Juli tahun ini mengalami kenaikan 12 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, kebijakan bank sentral Tiongkok (PBOC) yang menaikkan reserve requirement juga turut menjadi salah satu faktor yang menahan laju dolar

Tidak Heran Dari Hal. 1 Maka tidak heran bila KH Ma’ruf Amin juga merupakan salah seorang intelektual muslim yang menjadi rujukan terkait dengan fatwa-fatwa agama. Ia juga menulis banyak buku antara lain ‘’Prospek Cerah Perbankan Syariah’’, ‘’Meluruskan Makna Jihad’’, ‘’Mencegah Terorisme’’, ‘’Melawan Terorisme dengan Iman’’, ‘’Fatwa Dalam Sistem Hukum Islam’’, ‘’Produk Halal: Melindungi dan Menentramkan’’, ‘’Harmoni Dalam Keberagaman: Dinamika Relasi Agama-Negara’’, ‘’Era Baru Ekonomi Islam Indonesia: Dari Fikih ke Praktik Ekonomi Islam’’.

Sementara di bidang politik, KH Ma’ruf Amin pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta, Pimpinan Komisi A DPRD DKI Jakarta. Ia juga pernah menjadi politikus Partai Kebangkitan Bangsa. Di partai yang didirikan oleh mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut, ia menjabat Ketua Dewan Syuro yang pertama. Perjuangannya di PKB mengantarkannya menjadi anggota MPR-RI, Ketua Komisi VI DPR-RI dan ketua Komisi VI DPR-RI. Sementara anggota Dewan Pertimbangan Presiden telah diembannya sejak 2009 hingga 2014. (kmb4/ant)

Tokoh Bijaksana Dari Hal. 1 Jokowi juga menyatakan Ma’ruf Amin adalah tokoh agama yang bijaksana. ‘’Prof. Kiai Haji Ma’ruf Amin adalah sosok tokoh agama yang bijaksana, beliau duduk di legislatif sebagai anggota DPRD, DPRRI, MPR-RI, Wantimpres, Rais Aam PBNU, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia, dalam kaitannya dengan kebinekaan, Prof. Dr. Kiai Haji Ma’ruf Amin juga menjabat Dewan Pen-

garah Badan Pengembangan Ideologi Pancasila,’’ katanya. Ia mengatakan, pemilihan Ma’ruf Amin setelah melalui perenungan mendalam dan mempertimbangkan masukan-masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat. ‘’Saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan partai koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampini saya sebagai cawapres 20192024 adalah Profesor Kiai Haji Ma’ruf Amin,’’ katanya. (ant)

AS terhadap hampir semua mata uang dunia. ‘’Dolar AS yang cenderung melemah itu memperkuat rupiah di pasar valas domestik,’’ katanya. Sementara itu indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis kemarin, ditutup melemah sebesar 29,57 poin di tengah antisipasi pasar terhadap politik di dalam

negeri. IHSG ditutup melemah 29,57 poin atau 0,49 persen menjadi 6.065,25. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,81 poin atau 0,50 persen menjadi 960,14. Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Kamis kemarin, mengatakan bahwa pelaku pasar

saham melanjutkan aksi lepas saham seraya mencermati situasi politik di dalam negeri. ‘’IHSG melanjutkan pelemahan di tengah antisipasi investor terhadap pengumuman pasangan calon presiden dan wakilnya,’’ katanya. Menurutnya, pengumuman itu penting bagi investor sebagai acuan kebijakan investasinya ke depannya. Salah satu yang paling dinanti investor yakni program kerja ke depannya. ‘’Harapannya, program infrastruktur masih terus berlanjut siapapun pemimpinnya karena dapat menopang ekonomi,’’ katanya. (ant)

WARUNG GLOBAL

Penyebar ’’Hoax’’ Harus Ditangkap MEDIA sosial semestinya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan informasi positif. Namun faktanya, beberapa pihak memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif. Bahkan banyak pula informasi yang hoax, informasi yang diputarbalikkan dan informasi ‘’sampah’’. Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan seluruh elemen masyarakat. Saat ini pemerintah berupaya mencegah penyebaran hoax dengan menyusun undangundang yang di dalamnya mengatur sanksi bagi pengguna internet yang menyebarkan konten negatif. Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika ikut mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital. Tujuannya, membentuk generasi muda Indonesia agar mempunyai kecerdesaan literasi digital yang tinggi, sehingga tidak gampang dipengaruhi oleh berita-berita hoax yang dapat melunturkan persatuan dan kesatuan bangsa. Menyebarkan atau memberikan informasi buruk di internet bisa terancaman pidana Pasal 310 dan 311 KUHP dan Undang-undang ITE. Cek dulu informasi yang ingin disebar-

kan, apa dapat merugikan orang lain, jangan sampai bersinggungan dengan hukum. Sebelum mencerdaskan masyarakat ada baiknya jika aparatlah yang harus cerdas terlebih dahulu, demikian saran salah satu kawan global dan beberapa pendengar Radio Global 96,5 FM dalam acara Warung Global, Kamis (9/8) kemarin. Sugik di Mambal, Fera di Tabanan dan juga Ayu di Petang menyampaikan bahwa bijak dalam mencerna berita itu sangat penting, dengan mengetahui sumber berita yang jelas, kebenaran, akurasi nya sehingga tidak berdampak negatif nantinya seperti meresahkan, memecah belah tali persaudaraan dan persatuan bangsa kita. Saat ini kecanggihan teknologi, khusus dalam ber-

media sosial sepertinya banyak disalahgunakan oleh kepentingan oknum tertentu. Untuk itu sanksi juga harus tegas, ketika ada berita hoax yang tersebar, cepat bisa ditanggulangi, pelaku penyebar jangan dibiarkan begitu saja. Dulu ada istilah Mulutmu Harimaumu, demikian Werdha di Gianyar. Akibat mudah tersulutnya emosi, berita juga mudah dipercaya dan tersebar begitu saja tanpa dicek kebenarannya. Ia berharap sebelum mencerdaskan masyarakat soal hoax ini, aparat harus lebih cerdas terlebih dahulu. Agar berita hoax bisa ditangkal, tidak luas tersebar, harus segara dihapus. Telusuri sumber berita hoax tersebut dan kenakan sanksi karena sudah diatur dalam UU ITE. (sikha)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Jumat Paing, 10 Agustus 2018

Indonesia Vs Thailand di Final

Piala AFF U-16

Sidoarjo (Bali Post) – Tim nasional sepak bola Indonesia akhirnya lolos ke babak final Piala AFF U-16 setelah mempecundangi Malaysia dengan skor 1-0 (0-0) pada semifinal di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (9/8) malam kemarin. Gol tunggal kemenangan tim Merah Putih dihasilkan oleh striker Amirudin Bagus Kahfi dari titik penalti pada menit ke-71.

Bali Post/ant

CETAK GOL - Striker Timnas Indonesia Amirudin Bagus Kahfi (dua dari kiri) mencetak gol tunggal kemenangan atas Malaysia pada semifinal Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (9/8) kemarin. Indonesia berjumpa Thailand di final.

Dalam perebutan gelar juara nanti, Indonesia berjumpa Thailand yang lebih dulu melaju ke final setelah membekap Myanmar juga dengan skor 1-0 pada pertandingan pertama di tempat yang sama. Gol tunggal timnas Gajah Putih diciptakan kapten tim Thanarin Thumsen pada menit ke-46. Tuan rumah Indonesia mendapat hadiah penalti setelah penyerang sayap M. Supriadi dijatuhkan oleh penjaga gawang Malaysia. Bagus Kahfi yang bertindak sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan datarnya ke sudut kiri gawang dapat dibaca dan mengenai tangan kiper lawan, namun sulit dihentikan karena bola melaju sangat kencang. Kemenangan ini sesuai prediksi pelatih timnas Indonesia Fakhri Husaini yang sudah mengetahui pola permainan dan kelemahan Malaysia. Ia tidak mau pasukannya bernasib seperti Timnas Indonesia U-19 yang disingkirkan Malaysia di semifinal melalui adu penalti di tempat yang sama bulan lalu.

Lolosnya Timnas U-16 ke partai puncak Piala AFF 2018 disambut gembira oleh pencita sepak bola yang memenuhi stadion. Mereka mengelu-elukan para pemain masa depan itu saat mengelilingi stadion dan melingkari garis tengah lapangan. Sejumlah pemain yang tampak menangis begitu wasit meniup peluit panjang, larut dalam kegembiraan bersama pelatih dan ofisial timnas. Indonesia banyak membuang peluang, baik pada babak pertama maupun kedua. Tiga kesempatan mencetak gol gagal dimanfaatkan oleh anak-anak Merah Putih pada 40 menit awal. Hal yang sama terjadi di babak kedua. David Maulana dan kawan kurang tenang di depan gawang Malaysia, sehingga kesempatan membuat gol terbuang begitu saja. Tuan rumah banjir peluang emas karena menguasai jalannya pertandingan hampir sepanjang laga. Agresivitas Indonesia memaksa pemain Malaysia lebih banyak bertahan. Tim tamu hanya mengandalkan serangan balik. (052/ant)

Maria Londa Ingin Jual Courtois, Chelsea Pinjam Kovacic Futsal Kemitraan Kembalikan Lompatan Terbaik Pendam-Insan Pers

Denpasar (Bali Post) Guna mempererat jalinan kemitraan dengan insan pers, Penerangan Kodam (Pendam) IX/Udayana menggelar pertandingan futsal di Lapangan Futsal Warung Be Jangki, Renon, Denpasar Timur, Kamis (9/8) kemarin. Tujuan kegiatan itu selain menjaga kebugaran, juga untuk meningkatkan sinergitas dalam menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif di wilayah Provinsi Bali melalui media komunikasi publik. Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. J. Hotman Hutahaean dalam sambutannya yang dibacakkan Mayor Caj. I.B. Santika menyampaikan, olahraga bersama ini merupakan kegiatan yang sangat positif untuk menjaga dan memelihara kesehatan serta kebugaran guna mendapatkan fisik yang selalu prima. Paling penting maksud kegiatan ini adalah menjalin tali silaturahmi, meningkatkan kemitraan dan kerja sama yang baik antara Pendam IX/Udayana dan insan media. ‘’Seiring semakin pentingnya produk informasi dalam membangun realitas sosial dan membantu meningkatkan akselerasi pembangunan dalam kehidupan masyarakat, maka media massa senantiasa dituntut menunjukkan profesionalitas dalam bidangnya,’’ ujarnya. Untuk itu, Kapendam berharap acara olahraga bersama ini dapat semakin mempererat hubungan kerja sama dan kemitraan antara Kodam dan insan media. ‘’Manfaatkan kegiatan ini sebagai sarana untuk saling mengenal dan bertukar informasi tentang segala hal, terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas sesuai perkembangan situasi dan kondisi wilayah,’’ ungkapnya. Mengakhiri sambutannya, Kolonel Hotman mengajak seluruh undangan yang hadir menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan warga yang terkena musibah gempa bumi di NTB dan Bali. ‘’Semoga keluarga, saudara, orang-orang terdekat kita dan masyarakat tetap dalam lindungana-Nya serta diberikan kekuatan dan ketabahan,’’ ucapnya. (kmb36)

London – Chelsea setuju menjual kiper Thibaut Courtois ke Real Madrid. El Real membayar 40,7 juta dolar AS untuk merektrut penjaga gawang tim nasional Belgia yang tampil cemerlang di Piala Dunia 2018 itu. ‘’Kami menyetujui perjanjian dengan Real Madrid untuk transfer Thibaut Courtois. Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Mateo Kovacic bergabung ke Chelsea sebagai pemain pinjaman satu musim,’’ kata Chelsea melalui Twitter, Kamis (9/8) kemarin. Courtois (26) sudah main 154 kali untuk Chelsea sejak bergabung di Stamford Bridge tahun 2011. Ia sempat tiga tahun dipinjamkan ke Atletico Madrid pada 2011-2014. Media Inggris melaporkan, Courtois yang tercatat 65 kali memperkuat timnas Belgia, dalam dua hari terakhir ini tidak terlihat latihan bersama Chelsea, diduga sebagai cara untuk memaksakan kepindahannya dari klub itu. Sebaliknya, Chelsea mengontrak

Lomba Senam Aerobik ”Bali Post’’

penjaga gawang Spanyol Kepa Arrizabalaga dari klub Athletico Bilbao dengan transfer rekor dunia untuk seorang kiper, yaitu 80 juta euro (92,8 juta dolar AS). The Blues merekrut Kepa yang berusia 23 tahun sebagai pengganti dadakan setelah Courtois bergabung dengan Madrid. ‘’Kiper internasional Spanyol itu tiba menjelang awal musim Liga Primer baru setelah menandatangani kontrak tujuh tahun di Stamford Bridge,’’ kata klub Chelsea dalam sebuah pernyataan. Menurut Direktur Chelsea Marina Granovskaia, Kepa telah menunjukkan kualitas dan konsistensi yang luar biasa dan akan menjadi bagian besar dari keberhasilan Chelsea di tahun-tahun mendatang. ‘’Kontrak jangka panjangnya mencerminkan keyakinan yang kami miliki padanya. Kami melihat musim mendatang dengan rasa optimistis yang sangat besar,’’ ujarnya. Kepa telah memainkan 53 pertandingan La Liga bersama Athletic Bilbao sejak bergabung pada tahun 2016. ‘’Ini adalah keputusan yang sangat penting bagi saya, untuk karier dan untuk kehidupan pribadi saya. Begitu banyak hal menarik saya bergabung dengan klub ini, semua gelar yang dimenangi klub, pemain lain, kota dan suasana di Liga Primer Inggris. Ini adalah akumulasi banyak hal. Saya sangat senang Chelsea memutuskan mempercayai dan merekrut saya,’’ tandasnya. (ant/rtr)

Peserta Lepas 70 Balon Merah-Putih

Denpasar (Bali Post) Para peserta lomba senam aerobik memperebutkan Piala Bali Post diberi kesempatan melepas 70 balon berwarna merah dan putih serangkaian HUT ke-70 Bali Post di halaman Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Denpasar, Minggu (12/8) lusa. Ketua Panpel Adolfina Grace Tangkudung di Denpasar, Kamis (9/8) kemarin, mengatakan bersyukur animo masyarakat mengikuti lomba senam aerobik cukup tinggi. Terbukti, hingga kini peserta yang mendaftar mencapai 100 orang lebih. Lomba senam yang digelar berkat kerja sama Lala Studio bersama Asosiasi Intstruktur Aerobik dan Fitnes Indonesia (Asiafi) Bali ini diawali senam bersama atau senam massal. Senam bersama dipimpin instruktur Lala Studio yang menampilkan gerakan Ayo Olahraga, kemudian poco-poco, aerobik dangdut dan tobelo. ‘’Peserta wajib berbusana olahraga merah dan putih. Panitia akan menobatkan seorang menjadi peserta merah-putih yang disediakan trofi berikut uang Rp 250.000,’’ jelas Grace. Peserta yang keluar sebagai juara umum berhak membawa pulang trofi bergengsi Piala Bali Post. Peserta ditetapkan menjadi juara umum jika meraup poin tertinggi dari berbagai kategori lomba yang diikuti. (022)

Bali Pos/dok

LEPAS — Peserta lomba senam aerobik diberi kesempatan melepas 70 balon merah dan putih serangkaian HUT ke-70 Bali Post di halaman Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Denpasar, Minggu (12/8) lusa.

Denpasar (Bali Post) Atletik merupakan cabang olahraga (cabor) terukur yang bisa dilihat dari catatan waktu serta jauhnya lompatan dan lemparan. Akan tetapi di nomor lompat jauh tetap saja terdapat faktor keberuntungan, utamnya saat atlet menginjak papan lompatan. Lebar papan tumpuan hanya 20 cm dan seandainya kaki atlet melewati papan tumuan sedikit saja, otomatis lompatannya didiskualifikasi. ‘’Jadi, percuma saja walaupun lompatan mencapai 9 meter, kalau didiskualifikasi tetap tak diakui,’’ kata atlet lompat jauh Bali Maria Natalia Londa di Denpasar, Kamis (9/8) kemarin. Maria menceritakan, saat terjun pada Asian Games 2014 di Korea Selatan dan sukses meraih emas, baru lompatan ketiganya diakui dan langsung menembus babak final. Ia melompat sejauh 6,55 meter. ‘’Jadi, faktor keberuntungan tetap ada di cabor atletik,’’ ujar wanita yang kini berusia 28 tahun ini. Maria bersaing ketat dengan atlet Viet-

nam Bhuititou sejak remaja hingga junior. Pada SEA Games 2015 di Singapura, ia melompat sejauh 6,70 meter untuk menyabet emas dan atlet Vietnam meraih perak. Pada SEA Games 2017 di Malaysia, Bhuititou mendulang emas, Maria merebut perak. ‘’Pesaing di lompat jauh berdatangan dari atlet Filipina, Cina, India, Vietnam, termasuk Kazhakstan dan Usbekistan yang prestasi lompatannya tidak terpantau,’’ tutur atlet yang memilih pelatnas di Bali ditangani Ketut Pageh. Menurutnya, seluruh atlet ingin meraih hasil terbaik di Asian Games 2018 termasuk dirinya. ‘’Saya ingin mengembalikan lompatan terbaik yakni 6,70 meter,’’ ungkapnya seraya berharap ada regenerasi atlet nasional karena dirinya tak muda lagi. Bali juga menerjunkan dua pelarinya di Asian Games yakni Gusti Ayu Mardili Ningsih dan Dewi Agung Ayu Kurniayanti. Ayu Kurniayanti turun di nomor lari 400 meter dan estafet 4 x 400 meter bersama Mardili Ningsih, Sri Mayasari (Sumsel) dan Marcelina (NTT). ‘’Saya hanya ingin mempertajam catatan waktu,’’ terang Ayu Kurniayanti. (022)

Maria Natalia Londa (kanan) dan Dewi Agung Ayu Kurniayanti.

Kabaddi Tak Berani Patok Emas di AG Denpasar (Bali Post) Cabang olahraga (cabor) kabaddi belum berani menargetkan meraih medali emas pada Asian Games (AG) 2018 di Jakarta dan Palembang. Pasalnya, dua tim tangguh yakni India dan Pakistan dipastikan ambil bagian serta mengincar medali. Manajer Tim Kabaddi Indonesia Ida Bagus Gana Putra menyadari timnas Merah-Putih sulit bisa menaklukkan India dan Pakistan saat ini. Meski demikian, target medali tetap dicanangkan cabor kabaddi. ‘’Entah medali apa,’’ katanya di Denpasar, Kamis (9/8) kemarin. Cabor kabaddi indoor hanya mempertandingkan satu nomor tim putra dan putri. Menurut Ketua Umum Pengkot Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Kota Denpasar ini, selama berlatih di Kota Haryana Bhiwani, India, sekitar tiga pekan, timnas kabaddi mengalami kemajuan pesat. Tiap hari timnas meladeni tim lokal berbeda dengan

kemenangan mencapai 70 persen. Sementara pelatih timnas kabaddi Chhajju Ram Goyat mengakui Indonesia baru pertama kali menerjunkan cabor kabaddi di ajang Asian Games. Ia menilai prestasi asuhannya lumayan, utamanya dalam hal pertahanan. ‘’Biasanya anakanak terlalu asyik menyerang, akhirnya lupa pertahanan. Tetapi sekarang benteng pertahanan mereka makin kokoh,’’ ucapnya sembari menyatakan memperhitungkan kekuatan India, Pakistan dan Iran. Di sisi lain, kapten timnas putri Komang Ariningsih mengatakan akan berupaya dan berjuang maksimal untuk meraup medali buat kontingen Indonesia. ‘’Doakan agar kami bisa meraih medali,’’ ujar atlet asal Badung ini. Pemain kabaddi Bali mendominasi skuad timnas Indonesia di Asian Games 2018. Di antara 12 pemain putra, delapan asal Bali, sedangkan di sektor putri, dari 12 pemain timnas 10 berasal dari Bali. (022)

Bali Post/ist

ASIAN GAMES - Para pemain timnas kabaddi putri Indonesia siap berlaga pada Asian Games 2018.

Edisi Jumat 10 Agustus 2018 | balipost.com  

Headline : Gempa Susulan 6,2 SR Evakuasi Sempat Terhenti

Edisi Jumat 10 Agustus 2018 | balipost.com  

Headline : Gempa Susulan 6,2 SR Evakuasi Sempat Terhenti

Advertisement