Skip to main content

Edisi Rabu 10 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Bali Post/ant

ALAT BUKTI - Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (9/7) kemarin menggelar sidang perdana beragenda pemeriksaan pendahuluan atau memeriksa kelengkapan dan kejelasan materi permohonan serta pengesahan alat bukti.

260 Kasus Pileg Maju ke MK, Termasuk Bali

Jakarta (Bali Post) Mahkamah Konstitusi (MK) memulai sidang perdana sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pemilu Legislatif 2019, Selasa (9/7) kemarin. Sidang dimulai dengan agenda pemeriksaan perkara hingga 12 Juli 2019. MK telah meregistrasi sengketa pileg mulai 1 Juli lalu. Dari 340 permohonan, hanya 260 yang diregistrasi oleh MK karena banyak permohonan yang diketahui ganda. ‘’Putusan akan dibacakan antara tanggal 6 sampai 9 Agustus 2019, semoga tanggal 9 sudah kelar,’’ ungkap Juru Bicara MK Fajar Laksono di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (9/7) kemarin. Dia menjelaskan, untuk agenda perdana KPU menghadapi sidang pendahuluan

PHPU legislatif untuk pemeriksaan lima provinsi yaitu Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Provinsi Maluku Utara dan Papua. Untuk Provinsi Bali, MK telah mengagendakan pemeriksaan permohonan perkara pada Jumat, 12 Juli 2019. Pada pemeriksaan di hari terakhir nanti itu, selain Bali, MK juga memeriksa perkara di 10 provinsi lainnya yaitu Provinsi Jambi, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu dan Riau, Kalimantan Selatan. Untuk mempercepat proses persidangan, tiap gugatan akan disidangkan oleh tiga panel hakim yang masingmasing panel terdiri dari tiga orang hakim.

Tiap panel ini akan menangani sengketa yang berbeda sesuai wilayah masing-masing. Panel I yang terdiri dari hakim Anwar Usman, Enny Nurbaningsih, dan Arief Hidayat akan menangani 82 perkara DPRD/ DPR dan tiga perkara DPD Kemudian panel II yang terdiri dari hakim Aswanto, Saldi Isra, dan Manahan Sitompul akan menangani 86 perkara DPRD/ DPR dan tiga perkara DPD. Sementara panel III terdiri dari hakim I Dewa Gede Palguna, Suhartoyo, dan Wahiduddin Adams menangani 82 perkara DPRD/DPR dan empat perkara DPD. Sebelumnya MK telah meregistrasi sengketa pileg mulai 1 Juli lalu. Dari 340 permohonan, hanya 260 yang diregistrasi oleh MK karena banyak permohonan yang diketahui ganda. (kmb4)

Jakarta (Bali Post) – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan gugatan kasasi kedua yang mengatasnamakan pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi ke Mahkamah Agung (MA), tanpa sepengetahuan partainya dan Prabowo-Sandi. ‘’Saya sudah konfirmasi ke Pak Sandiaga, beliau tidak tahu soal itu karena yang dipakai kuasa yang lama,’’ kata Dasco, di Jakarta, Selasa (9/7) kemarin. Dia mengatakan, kasasi kedua itu merupakan perkara yang sebelumnya ditolak MA karena persoalan administrasi. Menurutnya, kasasi kedua itu menggunakan kuasa yang lama dan tanpa sepengeta-

huan pihaknya memasukkan kembali gugatan. ‘’Kuasa hukum dengan kuasa yang lama tanpa sepengetahuan kami memasukkan kembali gugatannya,’’ ujarnya. Sebelumnya, ketua kuasa hukum pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widowo dan KH Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan pasangan caprescawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali mempermasalahkan pelanggaran TSM dalam penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, PrabowoSandi mengajukan kasasi sekali lagi ke Mahkamah Agung dan telah diregister dengan Perkara Nomor 2P/PAP/2019 tanggal 3 Juli

2019. ‘’Perkara ini kini sedang diperiksa MA yang tengah dalam proses menunggu tanggapan KPU dan Bawaslu selaku termohon,’’ kata Yusril. Menurutnya, pengajuan perkara kasasi kedua kalinya ini dilakukan seminggu setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Prabowo dan Sandiaga tentang kecurangan dan pelanggaran TSM dalam Pilpres 2019. Perkara tersebut, menurut Yusril, sebelumnya telah diajukan ke Bawaslu oleh Ketua BPN Prabowo Sandiaga, Djoko Santoso, namun dinyatakan perkara pelanggaran administrasi TSM itu tidak dapat diterima atau N.O (niet ontvanklijk verklaard). (ant)

Gugatan Kasasi Kedua Tanpa Sepengetahuan Prabowo-Sandi

Kasus BLBI, MA Bebaskan Syafruddin Temenggung Jakarta (Bali Post) – Terdakwa kasus BLBI mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung dinyatakan bebas dari segala tuntutan hukum oleh majelis hakim Mahkamah Agung (MA), Selasa (9/7) kemarin. Pernyataan ini disampaikan Kepala Biro Hukum Humas Abdullah pada jumpa pers di media center MA, Jakarta Pusat. ‘’Melepaskan terdakwa tersebut dari segala tuntutan hukum, memulihkan hak terdakwa dalam kemampuannya, kedudukan dan harkat serta martabatnya. Memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari tahanan,’’ ucap Abdullah saat membacakan amar putusan kasasi. Berdasarkan surat putusan tersebut menyatakan bahwa Syafruddin terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan namun perbuatannya dinyatakan bukan suatu tindak pidana. ‘’Ini baru amarnya, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya nanti putusan lengkapnya akan dibacakan, karena memang baru diputuskan hari ini

langsung kami sampaikan,’’ tambah Abdullah. Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat vonis Syafruddin menjadi 15 tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar dalam perkara korupsi penghapusan piutang Bantuan Langsung Bank Indonesia (BLBI) terhadap Bank Dagang Nasional Indonesia

(BDNI). Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta itu lebih berat dibanding putusan majelis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 24 September 2018 yang menjatuhkan vonis 13 tahun penjara ditambah denda Rp 700 juta subsider tiga bulan kurungan kepada Syafruddin Arsyad Temenggung. (ant)

Jakarta (Bali Post) – KPK menilai putusan bebas mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung oleh Makmamah Agung (MA) tergolong ‘’aneh bin ajaib’’. ‘’Pertama KPK menghormati putusan MA. Meski demikian, KPK merasa kaget karena putusan ini ‘aneh bin ajaib’ karena bertentangan dengan putusan hakim PN (Pengadilan Negeri) dan PT (Pengadilan Tinggi),’’ kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (9/7) kemarin. Adapun majelis kasasi terdiri atas hakim Salman Luthan selaku ketua dengan anggota

hakim Syamsul Rakan Chaniago dan Mohamad Asikin. ‘’Ketiga hakim kasasi berpendapat bahwa Syafruddin Arsyad Temenggung dianggap terbukti melakukan perbuatan sebagai mana didakwakan kepadanya. Tapi para hakim MA berbeda pendapat bahwa perbuatan terdakwa yaitu perbuatan pidana (hakim Salman Luthan), perbuatan perdata (Syamsul Rakan Chaniago) dan perbuatan administrasi (Mohamad Askin). Ketiga pendapat yang berbeda seperti ini mungkin baru kali ini terjadi,’’ tambah Laode. Ketua majelis Salman Luthan sependapat djudex factii

pengadilan tingkat banding. Hakim anggota I, Syamsul Rakan Chaniago, berpendapat bahwa perbuatan terdakwa merupakan perbuatan hukum perdata. Sedangkan anggota 2 berpendapat bahwa perbuatan terdakwa merupakan perbuatan hukum adminsitrasi. Laode mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu putusan lengkap dari MA untuk memutuskan langkah hukum selanjutnya meski tetap akan membebaskan Syafruddin dari rumah tahanan gedung KPK. ‘’Sekarang kami sedang pikirpikir dan menunggu putusan lengkap dari MA, tapi KPK harus tunduk pada putusan pengadilan (untuk melepaskan Syafruddin Arsyad Temenggung),’’ ungkap Laode. (ant)

Tiga Hakim Beda Pendapat

PENGUMUMAN SBMPTN 2019/2020 DI HALAMAN 4 - 5

Bali Post/ant

TINGGALKAN RUTAN - Syafruddin Arsyad Temenggung mengangkat jempol saat meninggalkan Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK, Jakarta, Selasa (9/7) kemarin.


DENPASAR

2

Rabu Umanis, 10 Juli 2019

Wakil Gubernur Bali Hadiri ”Nyiramin” dan ”Ngeringkes” Ratu ring Puri Tegeh Kori

FIGUR Lirik ”Sport Tourism” DINAS Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali melirik peluang pengembangan bidang keolahragaan menjadi sebuah destinasi pariwisata atau sport tourism. Setidaknya event bertaraf internasional di bidang keolahragaan bisa diselenggarakan di Bali. “Jika di Lombok dengan kawasan Mandalika saja bisa menjadikan daerahnya sebagai sport tourism, Bali yang mempunyai potensi kepariwisataan juga mempunyai peluang untuk pengembangan olahraga bertaraf internasional,” ujar Plt. Kepala Dispora Provinsi Bali Drs. I Made Rentin AP, M.Si. seusai rapat program kegiatan Dispora Bali, Selasa (9/7) kemarin. Menurutnya, dulu di Kabupaten Jembrana sempat muncul gagasan pembuatan sirkuit bertaraf internasional seperti Formula 1. “Bisa saja hal itu nanti kita jajaki dan gali lagi bersama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jembrana,” ujarnya. Dalam penjajakan pengembangan sport tourism, katanya, pihaknya akan segera mengumpulkan Dispora kabupaten/kota se-Bali untuk duduk bersama membahas pengembangan destinasi sport tourism di Bali. “Kami juga akan duduk bersama dengan Dinas Pariwisata, difasilitasi Wagub Bali yang juga Ketua PHRI, ingin bergandengan tangan dalam pengembangan potensi sport tourism ini. Potensi prasarana olahraga di Bali juga tidak kalah dengan daerah lain,” tegasnya. Dalam waktu dekat ini, katanya, kegiatan internasional bidang olahraga yang akan digelar Bali adalah lari marathon Maybank. Mungkin saja dengan keindahan lautnya nanti bisa diadakan event selam, surfing dan lainnya. Pihaknya juga memberikan apresiasi destinasi Kampung Bola Desa Adat Kutuh. Mesti dilaksanakan oleh desa adat, namun kegiatan tersebut menjadi kegiatan olahraga bertaraf internasional. (dar)

Diduga Depresi Pria Paruh Baya Rusak Gereja

Denpasar (Bali Post) Kericuhan terjadi di Gereja St. Yoseph di Jalan Kepundung Nomor 12, Denpasar Timur (Dentim), Selasa (9/7) kemarin. Pelakunya Abdi (50), diamankan di Polsek Dentim. Diduga Abdi mengalami depresi dan langsung merusak barang-barang gereja tersebut. Kapolsek Dentim Kompol Nyoman Karang Adiputra mengatakan, kejadiannya pukul 09.45 Wita. Dari keterangan saksi, Cristo Nahak (26), pelaku yang beralamat di Jalan Gajah Mada, Denpasar ini tiba di TKP pukul 09.00 Wita. Waktu itu dia datang bersama istrinya, Camelia, untuk melaksanakan kebaktian. Berselang beberapa saat kemudian, pelaku menangis lalu mengamuk di atas mimbar kebaktian. ‘’Saat itu saksi (Cristo - red) tidak berani mendekat karena pelaku membawa kayu,’’ ujarnya. Cristo lalu keluar gereja untuk meminta bantuan kepada warga. Saat itu dilihat petugas Unit Yanmas Polda Bali berjaga di sekitar TKP. Cristo langsung minta tolong polisi dan pelaku berhasil diamankan. ‘’Saat itu di TKP sedang sepi karena Romo Mandia dan pengurus lainnya fokus melakukan kegiatan di Gereja St. Yoseph di Ubung,’’ ujar Karang Adiputra. Akibat kejadian ini, kata Karang Adiputra, tiga jendela kaca samping kanan pecah dan tempat lilin rusak. Pelaku juga merusak enam kursi, sarana persembahyangan, dua buah meja mimbar kebaktian, satu patung malaikat, dua patung kecil, empat mic, meja tempat air suci, satu buah lampu abadi, satu buah salib dan satu lonceng kuningan. ‘’Kami masih menyelidiki kejadian ini. Rencananya akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku,’’ katanya. (kmb36)

”Diabhiseka Ngaskara” Bergelar Ratu Niang Ayu Hari Ini ”Palebon” Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry

SEBELUM menentukan aedan karya proses upacara Pitra Yadnya yang digelar oleh Puri Tegeh Kori ring Badung untuk menghormati mendiang Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Wedastera Suyasa, panitia karya telah melaksanakan proses Nunas Baos, Matur Pakeling ke geria lan Bhagawanta untuk semakin menyempurnakan yadnya. Sebagaimana terekam dalam kegiatan pada Senin (8/7) di Puri Tegeh Kori Denpasar, ratusan undangan sejak pagi hingga malam hari telah memenuhi area upacara Puri Tegeh Kori untuk menyaksikan sejumlah rangkaian acara yakni Nyiramin Layon, Ngeringkes, Ngajum serta Ngaskara yang langsung dipimpin oleh Ida Sulinggih Sri Bhagawan Dalem Agra Sagening (Geria Tegeh Kori Sanggulan Tabanan). Sejumlah tokoh Bali hadir, di antaranya Cok Ace (Wakil Gubenur Bali/Puri Ubud Gianyar), Senator DPD-RI Cok Ratmadi (Panglingsir Puri Satria Denpasar), Prof. Ketut Widnya (Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI), Panglingsir Jero Mambal, Jero Agung Pengastulan lan tokoh Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori

PITRA YADNYA - Shri IGN Arya Wedakarna MWS III, Shri IGN Wira Wedawitry WS, Shri IGN Bhisma Vedanta Wiswakarma SWS IV, Ida Ayu Supari menyambut kehadiran Cok Ace (Wakil Gubernur Bali) dan Cok Ratmadi (Panglingsir Puri Satria Denpasar) di Puri Tegeh Kori ring Badung. (PANDBTK) serta undangan lainnya. Dalam rilis resmi pihak puri, disampaikan bahwa upacara ini dilaksanakan

sesuai dengan petunjuk Ida Anak Lingsir dan tahapan yang diambil adalah tingkatan mautama. Sebagaimana disampaikan oleh Shri I Gusti

Ngurah Wira Wedawitry WS (Pengrajeg Karya) bahwa sebagaimana wasiat mendiang, upacara Pitra Yadnya harus diselesaikan secara cepat, sederhana dan tanpa harus merepotkan banyak pihak, dan amanat itu dilaksanakan dengan baik oleh warih. “Semua karya dilaksanakan secara detail sesuai dengan tradisi puri, di samping juga sesuai petunjuk saat nunas baos dan dipastikan tingkatan mautama yang dimaksud bukan dari segi sarana upakara, tapi lebih kepada proses tattwa dan juga mantram-mantram yang digunakan selama upacara. Dan kita lihat, dalam prosesi tadi, yang bisa dilihat adalah kegembiraan, rasa suka cita karena atman sudah terbebas dari keterikatan duniawi dan tidak ada sama sekali rasa sedih. Fondasi ini telah ditanamkan oleh orangtua kami (swargi) Shri Wedastera Suyasa dan (swargi) Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry. Apalagi beliau adalah seorang bakta Sri Krisna walau mengagumi sosok Durga Dewi,” ungkap Turah Wira Weda Witry. Dalam karya Ngaskara, telah dipilihkan nama Abhiseka secara sunya oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang merupakan putra ter-

tua mendiang, dan gelar sunya yakni “Ratu Niang Ayu” ini langsung disampaikan dalam proses Sabda Pandito Ratu pada tengah malam. “Mulai saat ini, secara niskala, gelar abhiseka beliau adalah Ratu Niang Ayu, sesuai dengan karakter, sifat dan juga bagaimana Ratu Biang adalah sosok yang sangat pemurah, dan menyukai keindahan. Ini sebuah wujud penghormatan dari pratisentana Puri Tegeh Kori,” ungkap Turah Wira Weda. Rabu (10/7) hari ini akan diselenggarakan puncak dari Karya Pitra Yadnya, Palebon Agung yang akan diadakan di Setra Bantas, Desa Adat Sumerta dengan menggunakan sarana bade dengan cihna simbolik tumpang 11 dan lembu putih sebagai simbol Dalem. “Kami mengikuti dresta dan hasil Mahasabha dari PANDBTK yakni menggunakan atiwa-tiwa warih Dalem salah satunya dengan ciri-ciri Dalem. Apalagi beliau Ratu Gusti Arya Wedakarna adalah salah satu panglingsir di Pasemetonan Tegeh Kori, sehingga sangat perlu menjadi teladan kepada pratisentana. Mohon doa restunya,” ungkap Turah Wira yang juga Ketua Umum Yayasan Universitas Mahendradatta ini. (ad383)

Bawakan Tari Baris Kekupu

Sekaa Gong Kebyar Wanita Puspasari Banjar Lebah Pukau Penonton SEKAA Gong Kebyar Wanita Puspasari Banjar Lebah, Desa Sumerta Kaja, Kecamatan Denpasar Timur sebagai duta Kota Denpasar tampil apik pada Parade Gong Kebyar Wanita serangkaian Pesta Kesenian Bali XLI dengan membawa tari Baris Kekupu di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Senin (8/7) malam. Dalam Pagelaran Parade Gong Kebyar Wanita itu tampak hadir Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara. Diawali dengan persembahan Tabuh Kebyar Dang yang diciptakan I Wayan Berata (alm), Sekaa Gong Kebyar Wanita Puspasari Banjar Lebah tampil memukau dengan riuh tepuk tangan penonton. Kemudian Sekaa Gong Kebyar Wanita Puspasari Banjar Lebah me-

nampilkan tari Baris Kekupu yang merupakan tarian ikon dari Banjar Lebah. Tari Baris Kekupu merupakan sebuah tarian tradisional yang berasal dari Banjar Lebah, Desa Sumerta Kaja, Kota Denpasar. Tari ini diciptakan tahun 1930 oleh I Nyoman Kaler (alm), seorang seniman kekebyaran yang terkenal pada masanya, yang juga menciptakan berbagai tarian Bali klasik, seperti tari Margapati dan tari Demang Miring. ‘’Tari Baris Kekupu ini menggambarkan gerakgerik kupu-kupu berwarnawarni yang beterbangan bebas dan saling bercengkrama di taman bunga dengan riang gembira mencari madu bunga, keindahan taman selalu menarik apabila ada kupu-kupu yang terbang bergulung-gulung menambah asrinya taman,’’ ujar Koordinator Sekaa Gong Kebyar Wanita Puspasari Banjar Lebah I Wayan Murda. Tari ini pada awalnya diciptakan untuk keperluan upacara Mamukur (upacara untuk menyucikan roh/ atma), karena kupu-kupu

dipercaya dapat mengantarkan atma/roh lepas dari unsur Panca Maha Bhuta menuju alam Swarga Loka/ Siwa. ‘’Tari Baris Kekupu memiliki berbagai gerakan dasar, seperti ngagem, sledet, miles, dan lain-lain. Gerakan khusus dalam tari ini, seperti gerakan nimpah (posisi kaki menyilang dan salah satunya menyentuh lantai),’’ ujarnya. Murda menambahkan, tari ini diciptakan oleh I Nyoman Kaler (alm) lalu diubah dan dikembangkan oleh Wayan Rindi (alm) yang juga pencipta tari Pendet setelah dokumentasinya hilang lama, lalu dipopulerkan kembali oleh maestro dari Banjar Lebah yaitu Ni Ketut Arini dan kembali bangkit hingga sekarang menjadi ikon Banjar Lebah Sumerta. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sangat mengapresiasi pementasan yang ditampilkan Sekaa Gong Kebyar Wanita Puspasari Banjar Lebah. Semangat yang ditunjukkan sekaa gong, penari hingga

BERSAMA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara saat berfoto bersama dengan Sekaa Gong Kebyar Wanita Puspasari Banjar Lebah, Desa Sumerta Kaja, Senin (8/7) malam. persiapan yang dilaksanakan seluruh krama banjar serta tim sangat patut diapresiasi. ‘’Menjaga seni budaya dan tradisi warisan leluhur merupakan keharusan di dalam melestarikan kebudayaan sebagai bentuk benteng moral

dan pedoman di dalam menjalankan hidup. Karena di tangan merekalah nantinya kelangsungan seni budaya di Kota Denpasar akan terjaga,’’ ujarnya sembari bercengkrama dengan sekaa gong seusai pagelaran. (ad379)

Jaya Negara Jadi Pembicara pada Asia Pasific City Summit and Mayors Forum Tahun 2019 Paparkan Beragam Inovasi, Perkenalkan Budaya hingga Promosikan Pariwisata Denpasar

Bali Post/ist

DIAMANKAN - Perusak gereja, Abdi, saat diamankan polisi.

AGENDA PKB XLI–2019 Rabu, 10 Juli 2019

Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Gong Kebyar, Sekaa Gong Kebyar Lansia Werdha Merdangga Sandhi, Yayasan Pembangunan Sanur, Kec. Denpasar Selatan dengan Sekaa Gong Kebyar TamanKanak- kanak Kumara Swara Pascima IGTKI, Kec. Denpasar Barat, Duta Kota Denpasar Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Workshop Patung Tradisi

Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : Joged Bumbung, Sekaa Joged Karya Remaja Sari Mekar, Duta Kabupaten Buleleng Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Lagu Daerah Bali Anak-anak dan Remaja: - Sanggar Kumara Widya Suara, Duta Kabupaten Jembrana - Sanggar Vokalis Kencana Nada, Duta Kabupaten Klungkung - Gita Music Study Tabanan, Duta Kabupaten Tabanan - Sanggar Belog Ajum, Griya Bukit, Duta Kabupaten Bangli

819446 / 081337032965

HEKTAR LAHAN PERTANIAN Topik : SERIBU TERANCAM KEKERINGAN

ASIA Pasific City Summit and Mayors Forum kembali digelar pada tahun 2019 ini. Kota Brisbane, Australia pun didapuk menjadi tuan rumah pertemuan kepala daerah dari negara-negara se-Asia Pasifik ini. Ratusan kepala daerah dari berbagai negara tampak hadir untuk mengikuti konferensi yang telah dibuka, Minggu (7/7) dan berlangsung hingga Rabu (10/7) hari ini. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mendapat kehormatan menjadi salah satu pembicara pada Plenarry Session yang dilaksanakan di Brisbane Convention Center, Senin (8/7). Wakil Wali Kota Jaya Negara menjadi pembicara bersama utusan dari tiga daerah di kawasan Asia Pasifik. Yakni Lord Mayor City of Wollongong, Mayor City of Mandurah, dan Ambassador for International Relation Busan City. Turut mendapingi dalam kesempatan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Kepala Bappeda Kota Denpasar Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmi Saraswati, dan Kabag Perekonomian

PEMBICARA - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat menjadi pembicara serta berfoto bersama dengan Lord of Mayor Brisbane Mr. Graham Quirk beserta jajaran pemerintah Kot Brisbane, serangkaian Asia Pasific City Summit and Mayors Forum di Kota Brisbane, Australia, Senin (8/7). dan SDA Setda Kota Denpasar I Made Saryawan. Dalam paparannya, Wakil Wali Kota Denpasar Jaya Negara merinci satu per satu inovasi pembangunan Kota Denpasar. Seperti halnya dalam bidang pelayanan bagi masyarakat yakni Mal Pe-

layanan Publik (MPP) Sewaka Dharma, Damamaya Cyber Monitor, Pelayanan Rakyat Online (PRO Denpasar), Layanan kesehatan berbasis home care (Damakesmas), Cal Center 112, Bus Sekolah Gratis, Santunan Kematian Online, Pelayanan bagi orang

Kasus Pengelolaan Keuangan di Desa Dauh Puri Kelod

Bendahara Diperiksa hingga Sore Denpasar (Bali Post) Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Denpasar menggenjot penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi terkait dugaan pengelolaan keuangan desa atas sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2017. Selasa (9/7) kemarin yang diperiksa adalah mantan bendahara, saksi Luh Putu Ariyaningsih. Menurut Kasi Intel Kejari

Denpasar Agung Ary Kesuma, saksi mantan bendahara tersebut diperiksa mulai pukul 09.00 Wita. Hingga pukul 17.30 Wita, yang bersangkutan masih diperiksa. “Sempat break tadi sebentar. Target kami, periksa bendahara sampai pukul 18.00 Wita,” ujarnya. Ary Kesuma menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk menambah berkas sekaligus meng-cross check data, dengan

penyitaan dokumen yang dilakukan beberapa waktu lalu. Salah satunya, soal penagihan. Pihak jaksa ingin mengetahui apakah itu sesuai atau tidak. Selain memeriksa saksi, pihak Kejari Denpasar juga sudah bersurat ke BPKP. Namun, pihaknya masih menunggu jawaban, kapan pihak BPKP akan mengundang kejaksaan. Setelah ada koordinasi dengan BPKP, pihaknya akan

dengan gangguan jiwa melalui Rumah Berdaya, pelayanan Antar Jemput Jenazah Gratis (Pantastis), Heritage Pasar Tradisional, serta Program Sungai Bersih. Di Kota Denpasar juga terdapat ruang ekspresi bagi pemuda di Denpasar Youth Park, Taman Air Mancur menari, Taman Tematik, Ekstrem Park, Pojok Seni, Kegiatan mengisi libur sekolah berbudaya, serta beragam festival guna mewadahi ekspresi dan kreativitas masyarakat. ‘’Berbagai inovasi yang telah kita laksanakan dalam mendukung visi misi Kota Denpasar yang kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan turut kami sampaikan, sehingga dapat memperkenalkan berbagai inovasi dan terobosan Kota Denpasar kepada dunia internasional, khususnya dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kebahagiaan masyarakat,’’ jelas Jaya Negara. Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Jaya Negara turut memperkenalkan tradisi, budaya dan pariwisata di Kota Denpasar. Seperti halnya tradisi Melayangan, Festival Ogoh-ogoh, Kawasan Pantai

Sanur, Tukad Bindu, Taman Kumbasari Tukad Badung, Ecotourism, Prasasti Balanjong, kawasan Heritage Gajah Mada, Patung Catur Muka yang juga sempat dikunjungi delegasi IMF World Bank dan OWHC. ‘’Tentunya momentum ini kami manfaatkan juga sebagai ajang promosi pariwisata untuk memperkenalkan kebudayaan serta tradisi di Kota Denpasar, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Dennpasar,’’ jelasnya. Sementara itu, Lord of Mayor Brisbane Mr. Graham Quirk beserta jajaran Pemerintah Kota Brisbane turut mengundang delegasi Kota Denpasar pada Courtsy Call serta program kemitraan yang dilaksanakan di Sky Lounge Brisbane Convention Room. Dalam acara tersebut, Lord of Mayor Brisbane menyampaikan rasa terima kasih kepada delegasi Kota Denpasar yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. ‘’Kami mengucapkan terima kasih serta berharap dapat terus menjalin kemitraan bersama Kota Denpasar,’’ ujarnya. (ad380)

melakukan ekspose. Salah satu tujuannya apakah hasil audit BPKP ada kerugian keuangan negara atau tidak. Dari sana barulah bisa menentukan calon tersangka. Sebelumnya, pihak kejaksaan sudah memeriksa saksi seperti Perbekel, mantan Perbekel Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat I Gusti Made WN, staf dan mantan staf kantor desa di sana. Seperti diberitakan sebelumnya, belasan petugas dari penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Denpasar melakukan penggeledahan Kantor Perbekel Desa Dauh Puri Kelod di Jalan

Serma Repot Nomor 15, Denpasar Barat. Hasilnya, ratusan berkas/dokumen disita dari kantor di dekat P a s a r Sanglah tersebut. (kmb37)


BADUNG Bupati Giri Prasta Hadiri Ngaben Massal di Belok Sidan

3

Rabu Umanis, 10 Juli 2019

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara ngaben dan nyekah massal di Desa Adat Bon, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Selasa (9/7) kemarin. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta sekaligus menyerahkan dana hibah sebesar Rp 500 juta. Turut mendampingi Bupati, Camat Petang I Gede Eka Sudarwitha beserta unsur tripika kecamatan, calon anggota DPRD terpilih I Gusti Lanang Umbara, IGAA Inda Trimafo Yudha, Perbekel Desa Belok Sidan

dan tokoh masyarakat Desa Adat Bon. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, pemerintah menyerahkan hibah kepada masyarakat guna meringankan beban umat Hindu setiap melaksanakan upacara adat. ‘’Dari pemerintah saya berikan hibah sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan urunan terkait kegiatan adat yang ada di Kabupaten Badung,’’ katanya. Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi upacara atiwa-tiwa, atma wedana, sawa prakerti yang sudah

mencakup Manusa Yadnya, Pitra Yadnya dan Dewa Yadnya. ‘’Gotong royong merupakan ciri khas kita hidup di desa. Kegiatan keagamaan seperti ini sebagai salah satu penggerakan gotong royong masyarakat Bali yang kuat,’’ ujar Bupati asal Desa Pelaga, Petang itu. Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Dewa Nyoman Darmawan menyampaikan terima kasih atas kedatangan Bupati Badung yang telah memberikan bantuan dalam setiap kegiatan upacara agama. ‘’Kami berharap kedatangan Bapak

Soal Laptop Hibah Raib dan Rusak

Dewan Segera Rapat dengan Disdikpora

Mangupura (Bali Post) -

Hilangnya puluhan laptop hibah yang diberikan Pemkab Badung kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), mendapat atensi DPRD Badung. Komisi IV DPRD setempat segera merapatkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Badung guna mengkaji kondisi tersebut. ‘’Nanti rencananya kami akan rapat dengan Disdikpora, karena laptop yang rusak dan hilang itu perlu kita kaji,’’ ungkap Ketua Komisi IV DPRD Badung A.A. Ngurah Ketut Nadhi Putra, Selasa (9/7) kemarin. Menurutnya, pihaknya ingin mengetahui kronologi hilangnya dan pemicu kerusakan puluhan laptop bantuan pemerintah tersebut. ‘’Apakah memang sudah saatnya rusak atau memang ada unsur kesengajaan. Dari dua hal ini kalau kerusakannya

memang tidak ada unsur kesengajaan, menjadi tanggung jawab pemerintah dan sudah ada anggaran pemeliharaannya,’’ jelasnya. Meski demikian, jika sengaja laptop bantuan pemerintah tersebut dirusak atau hilang di rumah siswa penerima, ini harus menjadi tanggung jawab penerima. ‘’Terkait sering terjadinya kehilangan laptop ini perlu kiranya kita mempunyai tempat penyimpanan yang memenuhi standarisasi dan perlu juga di sekolah-sekolah

ditambahkan penjaga sekolahnya untuk meminimalisir terjadinya kehilangan,’’ jelasnya. Seperti diberitakan, bantuan laptop yang diberikan Pemerintah Kabupaten Badung kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) banyak yang raib dan rusak. Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat 33 unit laptop yang dilaporkan hilang dan 48 unit dinyatakan rusak untuk SD dan untuk SMP rusak tercatat 12 unit. (kmb27)

Kodam Waspadai Bencana Gunung Berapi

BALI sebagai destinasi wisata dan dunia serta banyak dikunjungi tamu VVIP, Kodam IX/Udayana melakukan evaluasi dan simulasi pengamanan. Simulasi pengamanan tersebut di antaranya pengamanan tamu VVIP saat terjadinya erupsi gunung berapi dan gempa bumi. Hal ini disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. usai upacara pembukaan latihan pengamanan VVIP Kodam IX/ Udayana tahun anggaran 2019 di Lapangan Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar Selatan, Selasa (9/7) kemarin. “Simulasi banyak tempat dilakukan yang sering dikunjungi para pejabat negara. Kalau di Bali kan sasarannya objek wisata. Kami juga melakukan simulasi menghadapi becana gunung berapi dan gempa bumi,” ujar Pangdam. Dalam melaksanakan tugas pengamanan VVIP, Pangdam berharap tidak ada celah sedikit pun kesalahan. Karena yang diamankan adalah kepala pemerintahan dan kepala negara. Oleh karena itu, tidak ada toleransi terhadap kekurangan apalagi kesalahan. “Untuk menghindari itu kami selalu selalu melakukan latihan. Momentum latihan ini untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi selama ini. Jangan bosan melakukan latihan, penyempurnaan diri

Bali Post/rah

LATIHAN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P. saat upacara pembukaan latihan pengamanan VVIP di Lapangan Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar Selatan, Selasa (9/7) kemarin. dalam rangka menjadikan diri kita dan organisasi profesional dalam melaksanakan tugas,” ucap Mayjen Benny Susianto. Diakui personel Kodam dan jajarannya sering melakukan pengamanan VVIP ini. Namun saat dilakukan evaluasi, selalu ditemukan ketidaksempurnaan atau kekurangan. Untuk mengatasi hal itu harus sering melakukan latihan. “Pimpinan TNI menekankan kepada kami tidak boleh ada cacat sedikit pun dalam pelaksanaan tugas ini. Dari tahap perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan,” kata jenderal bintang dua di pundak ini. Latihan tersebut dinilai

sangat penting dilakukan, mengingat salah satu wilayah Kodam IX/Udayana yaitu Bali sering dipakai tempat penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional yang dihadiri kepala negara, kepala pemerintahan, serta pejabat setingkat. Oleh karena itu diperlukan pengamanan yang sifatnya very-very important person (orang yang sangatsangat penting). Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dan satuan jajaran Kodam IX/ Udayana dalam melaksanakan tugas pengamanan VVIP baik berskala nasional dan internasional. (kmb36)

dari realisasi Dana Desa pada tahap pertama dan kedua. Hal ini supaya pencairan Dana Desa tahap ketiga bisa segera dilakukan,’’ ujar Gede Sridana, belum lama ini. Birokrat asal Kota Denpasar ini menyatakan, SPJ untuk realisasi Dana Desa tahap satu dan dua penting, sebab Dana Desa tahap ketiga baru cair setelah SPJ disetorkan oleh masing-masing perbekel. ‘’Kalau SPJ sudah selesai, nanti pencairan Dana Desa tahap ketiga akan langsung masuk ke rekening desa,’’ katanya. Terkait dengan sumber pendapatan yang lain, yakni dari penyisihan 10 persen pajak daerah, penyisihan 10 persen restribusi daerah, Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari dana perimbangan, Gede Sridana mengungkapkan, ses-

uai dengan aturan baru cair per tiga bulan sekali. ‘’Semestinya bulan ini (Juli 2019) juga pencairannya, tetapi belum ada petunjuk lagi,’’ ucapnya. Seperti diketahui, total Dana Desa yang bersumber dari pemerintah pusat untuk 46 desa se-Kabupaten Badung senilai Rp 52.584.767.000. Dari 46 desa yang ada di Kabupaten Badung, Desa Pelaga Kecamatan Petang mendapat dana terbesar yakni Rp 21.758.529.825, sedangkan yang terkecil diperoleh Desa Kuwum Kecamatan Mengwi senilai Rp 11.713.246.302. Di mana dana tersebut sudah cair pada tahap pertama bulan April 2019 sebesar 20 persen, dan tahap kedua pada bulan Mei 2019 sebesar 40 persen, dan terakhir tahap ketiga yang rencana akhir Juli ini sebesar 40 persen. (kmb27)

Dana Desa Cair, PMD Surati Perbekel Mangupura (Bali Post) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Badung menyurati para perbekel untuk segera merampungkan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dana desa tahap pertama dan kedua. Pasalnya, pemerintah pusat telah mencairkan kembali dana desa pada akhir Juli 2019. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Badung I Putu Gede Sridana mengatakan di Kabupaten Badung total penerima bantuan dari pemerintah pusat ini sebanyak 46 desa yang satu sama lain perolehannya berbeda. Pencairan ini merupakan tahap ketiga yang besarannya 40 persen. ‘’Sudah memberitahukan kepada para perbekel untuk segera menyelesaikan SPJ

Bupati memberikan kami motivasi agar bisa melaksanakan upacara ngaben dan nyekah massal. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 22 Mei 2019 hingga 13 Juli 2019,’’ terangnya. (ad382) NGABEN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara ngaben dan nyekah massal di Desa Adat Bon, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Selasa (9/7) kemarin.

Terkait Pembangunan Bali Sport Hub

Dishut akan Lakukan Kajian

Mangupura (Bali Post) Rencana Pemkab Badung membangun sport centre yang dinamakan Bali Sport Hub di kawasan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, akan mengorbankan tanaman mangrove yang ada di kawasan tersebut. Terkait hal itu, pihak Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Bali mengaku belum mengetahui rencana ini. Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali Ir. I Made Gunaja, M.Si. mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima permohonan terkait rencana pembangunan Bali Sport Hub

di kawasan Tanjung Benoa. Kalau memang ada, pihaknya mengatakan akan melakukan kajian. Dikatakannya, tentu diketahui dulu, bagaimana kegiatan itu bisa jalan, apakah pas atau tidak dengan zona yang ada. ‘’Kalau di kawasan Banjar Terora kan memang zonanya zona lindung, blok perlindungan. Ini yang harus kita sikapi ke depannya,’’ katanya saat ditemui di sela kegiatan penanaman mangrove dan bersih sampah di kawasan hutan mangrove, Banjar Terora, Tanjung Benoa, Selasa (9/7) kemarin. Sementara untuk normal-

Mangupura (Bali Post) Sertijab tiga kasat dilakukan di Mapolres Badung, Selasa (9/7) kemarin. Pejabat yang sertijab yaitu Kasatreskrim, Kasatbinmas dan Kasatlantas. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta memerintahkan kepada Kasatreskrim yang baru segera mengungkap kasus menonjol, di antaranya pembunuhan wanita Tiongkok dan perampokan minimarket. Adapun yang melaksanakan sertijab, yaitu Kasatreskrim Polres Badung dari AKP I Made Pramasetia kepada AKP Leorens Rajamangapul H., Kasatbinmas dari AKP Ni Nyoman Sri Utami kepada AKP Ni Luh Wirati dan Kasatlantas dari Iptu Kanisius Franata kepada Iptu Ni Putu Wila Indrayani. ‘’Pada siang ini (kemarin - red) Polres Badung melaksanakan upacara sertijab tiga jabatan kasat. Jadi mutasi ini merupakan perintah Bapak Kapolda dalam rangka penyegaran dalam pelaksanaan tugas dan memberikan promosi dari masing-masing pewira,’’ kata Kapolres Yudith. Dia berharap pejabat baru segara menyesuaikan diri den-

gan tugasnya dan lingkungan di Polres Badung. Karena karakteristik Polres Badung beda dengan polres lain. Khusus kepada Kasatreskrim yang baru AKP Leorens, Yudith menyampaikan ada beberapa pekerjaan belum selesai agar segera dituntaskan. Beberapa kasus menonjol harus mendapatkan perhatian khusus. Kasus menonjol tersebut, di antaranya pembunuhan wanita asal Tiongkok Wu Yali (51) di Vila Ombak, Desa Cemagi, Mengwi, Badung tanggal 4 Januari 2018. Selain itu, kasus perampokan Alfamart di Jalan Kesambi dan Circle K di Jalan Raya Kerobokan belum terungkap sampai sekarang. Sertijab juga dilaksanakan di Polresta Denpasar dipimpin Kapolresta Kombes Ruddi Setiawan. Adapun pejabat yang diganti, yaitu Kasatintelkam dari Kompol I Gde Arya Wibawa kepada Kompol Anak Agung Oka Kusuma, Kasatresnarkoba dari Kompol Aris Purwanto kepada AKP Mikael Hutabarat, Kasatbinmas dari Kompol Anak Agung Made Oka Kusuma kepada Kompol

isasi pantai, diakuinya, memang belum ada kegiatan. Kalau itu akan dilakukan tentu harus dilihat dulu, apakah itu menyangkut kawasan hutan atau tidak. Sedangkan untuk pemanfaatannya, tergantung nanti, apakah bisa dengan mekanisme pinjam pakai atau mekanisme lain. Kalau untuk pemerintahan, katanya, biasanya dengan mekanisme pinjam pakai. Namun, ditambahkannya, kalau itu sifatnya bisnis, tentu akan ada skema kerja sama, skema izin pemanfaatan yang bisa dikembangkan. ‘’Tergantung nanti skema apa yang

akan dilakukan. Apa yang akan dilakukan, apa ada bisnis atau yang lainnya, harus kita lihat,’’ pungkasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung I.B. Surya Suamba menerangkan, terkait rencana pembangunan Bali Sport Hub akan memanfaatkan lahan hasil normalisasi kawasan pesisir sekitar 50 hektar. Dengan lahan tersebut, Pemkab dapat lebih banyak ruang untuk merealisasikan sport centre. Seluruh bangunan di kawasan ini dirancang terhubung satu sama lain. (kmb23)

Kapolres Perintahkan Segera Ungkap Kasus Pembunuhan

Bali Post/rah

SERTIJAB - Sertijab Kasatreskrim, Kasatbinmas dan Kasatlantas Polres Badung dipimpin Kapolres AKBP Yudith Satriya Hananta. Ni Putu Utariani, Kapolsek Denpasar Barat dari AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan kepada AKP I Gusti Agung Ayu Udayani Addi, Kapolsek Kuta Selatan

dari AKP Doddy Monza kepada AKP Yusak Agustinus Sooai, Kapolsek Kawasan Laut Benoa dari Kompol Ni Made Sukerti kepada Kompol Abdus Salim. (kmb36)


U.0000374


OPINI

6

Rabu Umanis, 10 Juli 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Dari Konsumen Jadi Produsen ILMUWAN mengatakan perang hanya lahir dari pikiran manusia. Demikian juga untuk mengakhiri perang juga dimulai dari pikiran manusia. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China kini memasuki era baru, namun tetap saja memanas. Sebab, apa yang berlaku di perang militer juga berlaku di perang dagang ekonomi. Semuanya ingin menang dan menang. Ini juga demi gengsi nation alias negara. Kini, AS dan China saling menerapkan tarif bea masuk tinggi terhadap berbagai produk dari negara rivalnya itu. Teranyar, China berbalik menerapkan pajak barang AS mulai 1 Juni 2019 usai AS menaikkan tarif barang China 25 persen. Presiden AS Donald Trump bahkan mendeklarasikan larangan masuknya produk Huawei, sebuah perusahaan teknologi asal China yang berbuah ‘‘cerainya’’ kerja sama bisnis Google dan Huawei dengan alasan ancaman keamanan nasional AS meski belum ada bukti yang menunjukkan ke arah sana. Tensi perang dagang AS-China yang kian memanas ini membuat ekonomi dunia pun ikut terdampak. International Monetary Fund (IMF) bahkan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 ke posisi 3,3 persen karena adanya ketegangan seperti perang dagang AS-China. Pada Januari 2019, misalnya, IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 akan menyentuh angka 3,5 persen tahun ini. Pimpinan negara di dunia mendesak kedua negara menemukan jalan tengah untuk mengatasi perang dagang, karena hal tersebut memengaruhi perekonomian secara global. Jika ketegangan terus meningkat, akan memicu gangguan besar terhadap jaringan suplai global. Kita di Bali merasakan turunnya daya beli masyarakat karena pariwisata juga terdampak dengan ketegangan ini. Kedua, budaya masyarakat kita sudah dipelajari oleh China dan AS yakni sebagai konsumen produk-produk mereka. Kita mengenal China sangat pintar dalam imitasi dan meniru teknologi secanggih apa pun dengan biaya lempar ke konsumen jauh lebih murah dari produk AS. Makanya China masih memiliki seribu cara guna menghadapi tekanan AS. Salah satu cara kita terutama kalangan UMKM Bali dalam mengatasi masalah ini yakni mendidik secara perlahan masyarakat beralih dari konsumen menjadi produsen. Intinya, kita harus lebih banyak menjadi eksportir daripada importir. Untuk ukuran seni dan budaya, Bali masih menjadi produsen. Di sektor lain, kita banyak menjadi konsumen. Dampak dari perang dagang ini terutama akan dirasakan oleh negara-negara berkembang alias emerging market. Sebab, China merupakan negara yang menjadi hubungan industri dari banyak negara berkembang. Terguncangnya ekonomi China sudah barang tentu bakal merembet ke negara berkembang, terutama negara-negara yang punya hubungan dagang langsung dengan negara Tirai Bambu itu. Kalau kita lihat dari China salah satu hubungan terpenting di Asia, dan di mana most of emerging market itu sangat bergantung dengan China. Cara ini bisa membantu RI keluar dari perlambatan ekspor dari negara mitra dagang saat ini atau mitra dagang tradisional. Mestinya Indonesia belajar dari Vietnam soal menangkap peluang perpindahan basis industri imbas perang dagang antara AS-China ini. Vietnam mengeluarkan banyak kebijakan dalam menyambut investasi asing berupa ketersediaan kawasan ekonomi khusus. UMKM harus dibangkitkan terutama yang berhubungan dengan ekonomi kreatif. UMKM tak hanya menyasar konsumen domestik juga untuk ekspor.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mengantisipasi Krisis Air Belakangan saya sempat baca di harian Bali Post, Bali berpotensi krisis cadangan air bersih. Ini tentu layak dan harus menjadi perhatian kita bersama. Selama ini, kita masih merasa aman-aman saja terhadap cadangan air. Investasi yang menjamur pun kita masih beri ruang sesuka hati. Untuk itu, ke depan, investasi yang menyasar kawasan hulu hendaknya dibatasi. Bahkan, jika mungkin investasi di kawasan hulu hendaknya ramah lingkungan. Penyedotan air bawah tanah untuk kepentingan investasi hendaknya juga dibatasi. Izin-izin pengeboran hendaknya benar-benar didasari kajian yang jelas. Artinya, mari kita bersama-sama melakukan kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga kawasan hulu. Kita harus bertanggung jawab kepada generasi muda Bali mendatang dalam hal ketersediaan dan keberlanjutan cadangan air. Saya juga mengusulkan selain gerakan menjaga kebersihan Bali, kita juga hendaknya mulai membudayakan gerakan menanam. Gerakan ini mungkin bisa kita mulai dari keluarga. Setiap orang di lingkungan keluarga hendaknya memiliki satu tanaman yang sifatnya bisa menyarap air. Setelah itu, gerakan ini bisa kita mulai dari lingkungan sekolah dan kelompok masyarakat. Gerakan menanam hendaknya menjadi semacam budaya ketika banyak lahan kita ubah peruntukannya untuk akomodasi. Ini jelas akan membatasi ruang resapan air. Mudah-mudahan generasi mendatang di Bali tetap bisa hidup berkecukupan air dan nyaman. Ni Putu Dian Gianyar, Bali

Dampak Perang Dagang terhadap UMKM Perang dagang Amerika dengan Tiongkok yang merupakan dua raksasa ekonomi dunia dipastikan akan memberikan perubahan-perubahan yang mendasar yang terjadi pada era globalisasi saat ini. Dengan demikian, diperlukan pemetaan dan pengkajian ulang terhadap sistem ekspor dan impor bagi produk-produk barang dan jasa yang ada korelasinya dengan Amerika maupun Tiongkok. Adapun produk barang dan jasa yang digerakkan oleh usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang merupakan bagian dari kekuatan ekonomi rakyat, ternyata sampai saat ini belum dirasakan begitu besar pengaruhnya, karena sebagian besar produksinya menggunakan bahan baku lokal dan bahan substitusi impor yang semuanya merupakan potensi sumber daya lokal yang mudah untuk ditumbuhkembangkan di negara kita.

Oleh Bambang Gede Kiswardi

B

agi negara sebesar dan sekaya Indonesia, terlalu banyak yang bisa dilakukan dan dibuat, baik untuk kebutuhan industrialisasi maupun kebutuhan secanggih teknologi apa pun sangat boleh jadi kita hadirkan. Namun, bukan itu yang harus dipenuhinya, justru masalah yang serius kita hadapi adalah bagaimana menguatkan potensi yang kita miliki bagi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Untuk itulah, kita mengembangkan industri dan pengutamaan ekspor guna menopang pemulihan dan pembangunan ekonomi nasional. Hakikat dari industrialisasi jauh dari sekadar jajaran pilarpilar pabrik yang menyemburkan asap maupun pilar-pilar tambang yang memorakperandakan alam semesta yang indah, juga bukan pula sosok kecanggihan teknologi, lebih dari itu diharapkan industrialisasi adalah suatu proses rekayasa sosial yang memungkinkan suatu masyarakat siap menghadapi transformasi di berbagai bidang kehidupan untuk mampu meningkatkan harkat dan martabat kehidupannya sebagai makhluk sosial di tengah perubahan dan tantangan-tantangan yang selalu muncul silih berganti dalam era perdagangan bebas saat ini. Adapun industrialisasi dalam

arti luas, bisa kita pahami sebagai suatu proses yang tidak bisa dihindari menuju masyarakat industrial untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimiliki suatu masyarakat dalam upayanya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Jadi, industrialisasi bukan sekadar membangun fisik, melainkan juga membentuk masyarakat untuk siap menghadapi realitas baru serta mengembangkan seperangkat infrastruktur yang menopang kehidupan industrial yang semakin pelik dan multidimensional. Secara riil, isu perang dagang Amerika dengan Tiongkok sampai saat ini belum dirasakan dampaknya terhadap kegiatan ekonomi usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), justru dampak utama dari proses globalisasi ekonomi adalah berubahnya konsep perdagangan internasional dalam menentukan pola perdagangan dan produksi suatu negara yaitu: Pertama, pola perdagangan diarahkan menjadi spesialisasi berdasar vertical division of labor. Dalam konsep ini, terjadilah pembagian pola produksi yang sifatnya vertical. Negara berkembang seperti negara kita yang kaya akan sumber daya alam dan tenaga kerja kurang terampil akan menspesialisasikan diri pada produksi bahan mentah dan barang manufaktur yang padat karya, sementara negara indus-

tri yang kaya modal, teknologi dan tenaga kerja terampil memproduksi barang manufaktur padat modal dan teknologi. Kedua, pola produksi lebih ditentukan berdasarkan horizontal division of labor. Hal ini berarti suatu produk akhir akan diproduksi dari berbagai sumber daya, sehingga akan memengaruhi biaya-biaya, harga (cost - price ) produksi termasuk kualitas dan ketepatan waktu produksi. Berdasarkan pola perdagangan dan produksi tersebut, dalam hal ini peran dan strategi UMKM (ekonomi rakyat) lebih mengutamakan mengolah bahan baku lokal dan bahan substitusi impor sebagai produksi unggulan yang berorientasi ekspor. Dengan demikian, ketika terjadi isu perang dagang Amerika dengan Tiongkok yang memengaruhi ketidakpastian ekonomi dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan sebagainya, diyakini tidak akan memengaruhi kegiatan UMKM (ekonomi rakyat). Maka dari itu, diperlukan perhatian dan peran pemerintah secara bersama-sama dengan stakeholder terkait untuk memberikan kebijaksanaan baik dalam kemudahan bea ekspor, pembiayaan modal, pajak, perizinan dan lainnya. Dengan demikian, ekonomi rakyat dalam hal ini UMKM mampu memiliki daya saing yang kuat dan kompetitif dalam menghadapi persaingan

global maupun dampak terhadap perang dagang dunia. Sejalan dengan daya saing komoditas ekspor, di mana UMKM (ekonomi rakyat) harus menerapkan strategi pola keunggulan kompetitif dan produk substitusi impor yang diharapkan mulai menunjukkan kecenderungan ke arah yang sesuai dengan proporsi faktor produksi negara kita, yang ditandai oleh relatif melimpahnya sumber daya alam dan tenaga kerja. Akibatnya, secara alamiah komoditas unggulan ekspor negara kita pascakebijakan promosi ekspor adalah barang-barang yang padat tenaga kerja dan padat sumber daya alam yang mampu bersaing di pasar perdagangan bebas. Berdasarkan kajian tersebut, dengan adanya isu perang dagang Amerika dengan China diharapkan kondisi UMKM (ekonomi rakyat) mampu menjawab tantangan dan ketidakpastian ekonomi dunia dengan strategi: 1) Pengembangan produksi dan pengolahan, dilakukan dengan: a) meningkatkan kemampuan manajemen serta teknik produksi dan pengolahan, b) meningkatkan kemampuan rancang bangun dan perekayasaan, c) memberikan kemudahan dalam pengadaan sarana produksi dan pengolahan bahan baku, bahan penolong, dan kemasan. 2) Pengembangan pemasaran, baik dalam maupun luar negeri dilakukan dengan: a) melaksanakan penelitian dan pengkajian pemasaran, b) meningkatkan kemampuan manajemen dan teknik pemasaran, c) menyediakan sarana serta dukungan promosi dan uji coba pasar, d) mengembangkan lembaga pemasaran dan jaringan distribusi, e) memasarkan produk unggulan berbasis sumber daya lokal dan kearifan lokal. 3) Pengembangan sumber daya nanusia (SDM) UMKM (ekonomi rakyat) dilakukan dengan: a) memasyarakatkan dan membudayakan jiwa wirausaha, b) meningkatkan keterampilan teknis manajerial, c) membentuk dan mengembangkan lembaga

Merajut Mimpi ke Luar Negeri

MUNGKIN sudah banyak masyarakat yang tahu mengenai apa saja kelebihan dari kuliah ke luar negeri. Banyak pula yang sudah mencicipinya. Sebut saja aktris dan penyanyi Maudy Ayunda yang lulus Oxford University dan sempat diterima di dua universitas ternama Harvard University dan Stanford University untuk program magisternya. Lagi, aktor dan penyanyi Iqbaal Ramadhan mengenyam perkuliahan di Monash University dan sempat diterima di empat universitas di Australia sebelumnya. Selain artis, banyak pejabat negara yang merupakan lulusan universitas luar negeri. Salah satunya Menteri keuangan RI, Sri Mulyani yang pernah menimba ilmu di University of Illinois at Urbana-Champaign. Pengusaha sukses juga banyak yang lulus dari luar negeri. Salah satunya pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim, yang meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School. Mereka hanya sebagian kecil dari banyak masyarakat Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri. Dengan pendidikan yang mereka dapat di luar negeri, mereka dapat menjadi influencer yang memiliki spesialisasi di bidangnya dan memotivasi masyarakat untuk lebih giat untuk mengembangkan kemampuannya guna

Oleh Gardin Muhammad Andika Saputra meraih kesuksesan. Meski demikian, masih banyak juga masyarakat Indonesia yang enggan untuk berkuliah ke luar negeri. Hal ini disebabkan masih banyak yang memercayai hal-hal kurang tepat mengenai kuliah ke luar negeri dan hal ini perlu diluruskan, termasuk apa saja kelebihan berkuliah di luar negeri. Pertama, merasakan suatu hal yang berbeda. Mungkin banyak dari kita yang setiap harinya hidup di lingkungan yang begitu-begitu saja, ingin merasakan menjadi minoritas di negeri orang dan merasakan musim salju yang tidak bisa dirasakan di Indonesia. Kuliah di luar negeri bisa menjadi salah satu alternatifnya. Di sana, kita bisa merasakan tata cara hidup yang berbeda. Kedua, mempelajari budaya dan bahasa baru. Saat kita berada di luar negeri, pastinya bahasa yang digunakan juga bahasa yang berbeda. Misalnya saja, saat kita kuliah di Jepang, pastinya kita mempelajari bahasa Jepang agar dapat berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Ketiga, menambah relasi di tingkat internasional. Kuliah di

luar negeri pastinya menambah kenalan kita, yang biasanya hanya mentok sesama orang Indonesia, kini bisa merambah dari berbagai negara. Keempat, meningkatkan kemandirian. Kuliah di luar negeri pastinya hampir semua bakal berangkat sendiri. Kita tidak membawa anggota keluarga. Dari yang biasanya bergantung pada keluarga, akhirnya belajar untuk mengerjakan berbagai hal secara mandiri. Kelima, semakin cinta tanah air. Dengan jauh dari tanah air, biasanya banyak orang jadi rindu kehangatan dan kebersamaan dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat. Budaya, tradisi, dan segala keberagaman Indonesia yang tidak ada di luar negeri akan membuat kita sadar akan kekayaan bangsa. Hal ini akan membuat kita semakin mencintai Indonesia. Tak bisa dimungkiri, biaya kuliah di luar negeri sangat besar dan ini menjadi kendala umum bagi orang-orang. Alhasil, banyak orang pada akhirnya menyerah. Untungnya, di era sekarang ini sudah banyak beasiswa yang dapat dicoba. Ada banyak tawaran beasiswa seperti beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola

Dana Pendidikan), AAS (Australia Awards Scholarships), Erasmus+Scholarships, Monbukagakusho Scholarships, CGS (Chinese Government Scholarships), Fulbright Scholarships, Chevening Scholarships, DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) Scholarships, Türkiye Scholarships, MORA Scholarships. Masih ada banyak lagi beasiswa yang ditawarkan selain yang disebutkan di atas karena untuk menulis semua beasiswa yang ada mungkin bisa puluhan halaman atau bahkan ratusan halaman. Tugas kita sekarang adalah mempersiapkan diri agar memenuhi kualifikasi yang ditentukan oleh para pemberi beasiswa. Hal mendasar adalah usahakan indeks pencapaian akademik atau nilai studi kita berada di atas rata-rata, memiliki prestasi serta pengalaman organisasi yang cukup, memiliki jiwa dan pengalaman kepemimpinan (leadership), memiliki kemampuan bahasa (lebih bagus lagi apabila sudah memiliki sertifikat profisiensi), serta berlatih dalam membuat berbagai naskah yang diperlukan dalam mendapatkan beasiswa seperti motivation letter dan study plan.

pendidikan, pelatihan, dan konsultasi, d) menyediakan tenaga pendampingan dan konsultan bagi UMKM (ekonomi rakyat). 4) Mengembangkan teknologi dilakukan dengan: a) meningkatkan kemampuan di bidang teknologi produksi dan pengendalian mutu, b) meningkatkan kemampuan di bidang penelitian untuk mengembangkan desain dan teknologi baru, c) memberikan insentif kepada UMKM (ekonomi rakyat) yang menerapkan teknologi baru, melestarikan lingkungan hidup dan melestarikan kearifan lokal, d) meningkatkan kerja sama dan alih teknologi, e) meningkatkan kemampuan memenuhi standardisasi teknologi, f) menumbuhkan dan mengembangkan lembaga penelitian dan pengembangan desain dan teknologi bagi UMKM (ekonomi rakyat). Dengan penumbuhan iklim usaha yang kondusif dan pemberdayaan bagi UMKM (ekonomi rakyat) diharapkan mampu memberikan ketahanan dan memperkuat kondisi perekonomian nasional baik secara mikro ekonomi maupun makro ekonomi. Di samping itu, UMKM harus bergotong royong membangun kekuatan ekonomi kreatif menggunakan potensi lokal dan berbasis kearifan lokal, juga mengembangkan produk unggulan lokal berorientasi ekspor, dan memberikan insentif yang sebesar-besarnya bagi UMKM. Ini berarti perang dagang Amerika dengan Tiongkok tidak berpengaruh signifikan terhadap UMKM, yang terpenting masyarakat kita mau dan siap memanfaatkan dan menggunakan hasil produk-produk Indonesia, dengan tidak membanggakan dan menggunakan produk-produk dari luar negeri. Dengan demikian, perekonomian kita akan menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan oleh negara-negara lain di dunia pada umumnya dan asia pada khususnya. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan

POJOK

Seribu hektar lahan pertanian di Tabanan terancam kekeringan. - Terancam lumbung beras Bali. *** Krisis air, Karangasem distribusikan air bersih ke dua kecamatan. - Tuntaskan solusi air bersih di Karangasem. *** Jokowi-Ma’ruf disarankan mencari menteri muda dan berpengalaman. - Muda dan tua tetap untuk rakyat.

Penulis, mahasiswa Prodi Teknik Material, Institut Teknologi Bandung (ITB)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Umanis, 10 Juli 2019

7

TABANAN

Seribu Hektar Lahan Pertanian di Seltim Terancam Kekeringan Tabanan (Bali Post) -

Musim kemarau yang melanda sejumlah daerah, khususnya di Kabupaten Tabanan mengakibatkan sejumlah lahan pertanian terancam kekeringan. Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, kekeringan berpotensi terjadi hampir di seluruh kecamatan, namun luas lahan yang paling banyak terjadi di Kecamatan Selemadeg Timur yakni sekitar 1.000 hektar. Sementara kecamatan lainnya persentase ancamannya masih sangat kecil.

Bali Post/bit

KERING - Kondisi Subak Aseman Kecamatan Selemadeg Timur yang terancam kekeringan akibat kemarau panjang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura I Wayan Suandra seizin Kepala Dinas Pertanian I Nyoman Budana mengatakan, kurang lebih 1.000 hektar lahan pertanian yang berpotensi kekeringan terjadi di Subak Aseman 2, Subak Aseman 3 dan Subak Aseman 4, dari total luas lahan pertanian di wilayah tersebut 2.400 hektar. Di mana pascapanen April lalu, Subak Aseman memang tengah melakukan pola tanam palawija jenis jagung dan baru berumur dua sampai tiga minggu. ‘’Ada potensi kekeringan, jika tidak turun hujan dalam waktu dekat ini, karena untuk sumber air di subak tersebut debit airnya kecil,’’ ucapnya, Selasa (9/7) kemarin. Untuk sumber air, lanjut Suandra, berasal dari Bendungan Gadungan Lambuk. Hanya memang dengan kondisi kemarau seperti saat ini debit air mengecil. Namun, jika sudah memasuki musim penghujan biasanya di bulan Oktober sampai dengan Januari, lahan pertanian di

wilayah tersebut relatif subur, khususnya untuk tanaman padi. Dan kondisi ini memang sudah menjadi langganan para petani tiap tahunnya sehingga ada penerapan jadwal pola tanam. ‘’Di bulan-bulan itu biasanya para petani sepenuhnya bercocok tanam padi, setelah panen lanjut ke palawija jenis jagung. Memang jenis lahan di Subak Aseman relatif subur hanya kekurangan air,’’ terangnya. Menyikapi ancaman kekeringan di Subak Aseman, Selemadeg Timur, belum lama ini Dinas Pertanian bersama dengan pihak TNI-AD yang langsung melalui Dandim 1619/ Tabanan juga telah mengusulkan pembuatan 10 buah sumur bor lewat anggaran APBN. ‘’Jadi kami sudah mengusulkan ke Kementerian Pertanian melalui rapat mitigasi kekeringan belum lama ini di Jakarta, semoga disetujui,’’ ucapnya. Keberadaan 10 sumur bor lewat dana APBN tersebut rencananya akan dibuat di sejumlah titik di Su-

bak Aseman dengan harapan bisa mengantisipasi kekeringan yang sudah menjadi langganan tiap tahun. ‘’Kami masih menunggu informasi lebih lanjut, semoga usulan kami disetujui oleh pemerintah pusat,’’ pungkasnya. Menurut pengakuan salah seorang petani Subak Aseman, Agung, asal Banjar Beranjingan, usai panen memang sudah menjadi kebiasaan menanam palawija jenis jagung. Apalagi musim kemarau memang rutin debit air mengecil, sehingga memilih menanam tanamam yang memerlukan air lebih sedikit. ‘’Tahun ini kami dapat bantuan bibit jagung dari pemerintah,’’ ucapnya. Dia melanjutkan, hasil yang diterima dari menanam jagung memang tidak sebanyak dengan musim tanam padi. ‘’Di sini (Subak Aseman) setiap tahun hanya sekali musim tanam padi. Itu biasanya pada akhir tahun hingga bulan April saja, barulah beralih ke palawija,’’ ujarnya. (kmb28)

Pembangunan RPHU Modern Bantuan Mesin Pengolahan Sampah Organik Masih Diproses Dilarang Suplai ke Pasar Tradisional

Bali Post/bit

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia

Tabanan (Bali Post) Rencana adanya bantuan mesin pengolahan sampah organik dari pemerintah Jepang untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, sampai saat ini masih terus

berproses. Jika tidak ada kendala, ditargetkan tahun 2020 bantuan tersebut sudah bisa terealisasi. Seperti disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia, hingga saat ini pemerintah Jepang sedang melakukan lelang untuk pengadaan mesin tersebut. ‘’Ibarat seperti di Indonesia, saat ini masih tahap pengajuan lelang di sana (Jepang),’’ ucapnya, Selasa (9/7) kemarin. Rencananya, pabrik pegolahan sampah organik akan dibangun di atas lahan seluas 25 are milik Pemkab Tabanan yang terletak di Desa Buwit Kecamatan Kediri. Anggaran untuk pembangunan tersebut saat ini sedang dilakukan perencanaan. Subagia menjelaskan, pihak Toyama saat ini sedang menunggu persetujuan dari pihak pemerintah Jepang untuk kelanjutannya. Karena dalam pengajuannya, di Jepang menggunakan sebuah

sistem, dan jika memang sudah lolos target tahun 2020 sudah terealisasi. ‘’Masih menunggu persetujuan dari pihak pemerintah Jepang untuk selanjutnya dihibahkan ke Tabanan,’’ terangnya. Terkait lokasi penempatan mesin bantuan Jepang tersebut nantinya, dikatakan Subagia, sudah ada lahan milik pemkab yang siap dibangun dan sedang merancang anggaran untuk pembangunan gedungnya. ‘’Persiapan tempat tinggal menginisiasi anggaran untuk pembangunan gedungnya saja. Dan jika sudah lolos tahun ini, tahun depan pasti jalan,’’ ucapnya. Seperti diketahui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan berencana membangun pabrik pengolah sampah organik (kompos) untuk mengurangi tumpukan sampah, yang diperkirakan jumlahnya mencapai 17 ton. Di mana kiriman sampah ke TPA Mandung per harinya mencapai 80 ton. (kmb28)

Bali Post/ist

ECOBRICK - Salah satu inovasi pemanfaatan Ecobrick sebagai hasil karya artistik.

Disdik Terbitkan Surat Edaran Pembuatan Ecobrick

Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan melalui Dinas Pendidikan mengeluarkan surat edaran berisi ajakan agar para pelajar maupun PNS di lingkungan Pemkab Ta banan membuat satu buah Ecobrick (bata ramah lingkungan dari limbah sampah plastick - red) sebagai salah satu solusi mengatasi timbunan sampah plastik. Nantinya Ecobrick tersebut akan dikumpulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup, rencananya akan difungsikan untuk membuat karya artistik. Salah satunya untuk tembok panyengker SD Negeri 1 Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur yang juga merupakan inovator pembuatan Ecobrick. Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Made Subagia mengatakan, gerakan membuat Ecobrick ini merupakan turunan dari program Taktik (Tabanan Anti Sampah Plastik). Cara pembuatannya pun mudah, yakni memadatkan limbah plastik dalam satu buah botol mineral. Ecobrick bisa dimanfaatkan menjadi beragam hasil karya, seperti bisa menjadi bangku taman dengan bentuk-bentuk yang unik, untuk dekorasi taman, dinding, dan lainnya. Sebagai langkah awal, Ecobrick akan

dimanfaatkan sebagai tembok panyengker. ‘’Jadi semacam membuat kerajinan berbahan dasar sampah plastik, inovasi pertama untuk pembuatan tembok panyengker di SD Negeri 1 Mambang,’’ terangnya, Selasa (9/7) kemarin. Lanjut Subagia, untuk tembok panyengker tersebut paling tidak membutuhkan 30 ribu botol Ecobrick. Bahkan untuk memperkenalkan Ecobrick, DLH juga sudah mendahului pembuatannya sebanyak 400 botol dan sudah terpasang. ‘’Ini juga mendapat respons yang baik dari pimpinan, karena merupakan salah satu solusi mengatasi sampah plastik,’’ ucapnya. Di mana, laporan dari kebijakan strategis daerah untuk persampahan, adalah bagaimana menata sampah yang diperkirakan sebanyak 15 ton. Jika satu Ecobrick beratnya 0,5 kilogram, maka jika terkumpul dengan estimasi 30 ribu botol itu artinya sebanyak 15 ton limbah sampah plastik di Tabanan bisa diatasi dan berjejer sebagai hasil karya. ‘’Sampah plastik tidak akan ke mana-mana dan tertampung dalam botol mineral itu selama dipakai tembok, dan kita sudah cari tukangnya yang sudah bisa memasang, dan dananya dari

dana sosial serta sumbangan untuk biaya tukang,’’ pungkasnya. Dihubungi terpisah, Plt. Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Miarsana mengatakan, Ecobrick menjadi solusi masalah sampah plastik yang sederhana. Selain ramah lingkungan, juga mempunyai berbagai manfaat dan mudah dibuat. ‘’Membuat Ecobrick ini akan bisa membina anak-anak membebaskan diri dari sampah plastik,’’ terangnya. Bahkan sebelum adanya surat edaran juga telah dilakukan pembinaan bagi para guru jajaran PAUD. ‘’Lambat laun dan bertahap akan bisa membiasakan anak-anak mengumpulkan sampah plastik, intinya jangan sampai di sekolah masih ada sampah plastik berserakan. Sebab sampah sudah menjadi persoalan,’’ terangnya. Dan terkait ajakan gerakan membuat Ecobrick, kata Miarsana, akan dilakukan secara berkelanjutan dan diharapkan bisa terus diakomodir oleh DLH selaku dinas terkait. ‘’Kami di jajaran pendidikan tentu sangat mendukung kegiatan DLH dalam upaya bersama perangi sampah plastik, khususnya pembinaan di kalangan generasi muda,’’ pungkasnya. (kmb28)

Denpasar (Bali Post) Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) modern di Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, akhirnya diresmikan, Selasa (9/7) kemarin. Keberadaan RPHU milik Charoen Pokphand Indonesia (CPI) ini disebut-sebut akan menguntungkan. Terutama pada saat terjadi kelebihan suplai unggas, khususnya ayam. Meski demikian, CPI dilarang menjual ayam-ayam tersebut ke pasar tradisional karena bisa mengganggu stabilitas harga. ‘’Keberadaan dari RPHU ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi kita manakala terjadi oversuplai. Memang selama ini RPHU tidak ada yang representatif, pemerintah pun juga belum membangun,’’ ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardiana saat mewakili Gubernur untuk meresmikan RPHU. Menurut Mardiana, rumah potong unggas selama ini hanya ada di kalangan masyarakat kecil. Itu pun produksinya tidak higienis dari segi sanitasi. Sejalan dengan terbitnya Pergub No.99 Tahun 2018, keberadaan RPHU modern diharapkan mampu mendorong para peternak di Bali untuk bisa berkiprah di tingkat yang lebih tinggi. Jadi, tidak hanya sebatas di pasar tradisional atau pasar becek. Tapi mampu menembus hotel, restoran, dan catering. ‘’Untuk RPHU ini, produksinya tidak akan dijual ke pasar tradisional. Manakala nanti dia menjual ke pasar tradisional, maka disitulah kami dari pemerintah akan memberikan

sanksi dan izinnya kita larang,’’ tegasnya. Terlebih sebelum dilakukan pembangunan RPHU, lanjut Mardiana, perusahaan sudah berjanji dan membuat pakta integritas tidak akan melempar produksinya ke pasar tradisional. Sebab, hal itu akan mengganggu kestabilan harga ayam. Belum lagi di pasar tradisional ada peternak-peternak kecil atau mandiri yang memasarkan produksinya. Pemerintah akan mengawasi dengan meminta laporan pemasaran dan mengecek langsung ke lapangan. ‘’Karena mereka (CPI red) kan peternak besar sebagai integrator, bahwa mereka ada bermitra,’’ imbuhnya. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. I Ketut Diarmita, M.P. mengatakan, suplai ayam berlebih mestinya tak lagi menjadi sumber konflik. Kelebihan suplai justru sangat penting untuk dipakai sebagai cadangan. Misalnya, terjadi outbreak penyakit atau tiba-tiba ada wabah yang menyebabkan ayam mati. Bila tidak ada stok, tentu menjadi masalah. ‘’“Berarti pemda, para bupati sedapat mungkin harus mempunyai cold storage. Ini keuntungan bagi Pemda Tabanan untuk bisa lebih mendorong masyarakat melakukan kerja sama di sini,pp ujarnya. Diarmita menambahkan, setiap kemitraan selanjutnya akan diawasi pemerintah. Artinya, tidak ada lagi kemitraan yang bebas dari pengawasan sehingga pemerintah benarbenar hadir sebagai wasit. ‘’Mana yang main-main, kan biasanya yang kecil dikalah-

Bali Post/rin

RPHU - Suasana peresmian rumah potong hewan unggas modern di Banjar Tireman, Desa Bengkel Sari, Selemadeg Barat, Tabanan. kan. Nah ini jangan sampai begitu. Jadi kita harus benarbenar hadir di tengah masyarakat kecil, supaya kehidupannya terangkat,’’ jelasnya. Sementara itu, Presiden Direktur CPI Thomas Effendy mengatakan, RPHU di Tabanan merupakan RPHU keenam yang dimiliki CPI. Kapasitas produksinya mencapai 2.000 ekor per jam dengan menjalankan 1 shift selama 7 jam. Produksi dapat ditingkatkan seiring peningkatan kebutuhan hingga 28.000 ekor per hari selama 14 jam. Untuk fasilitas pendingin atau cold storage, berkapasitas 45 ton untuk ayam segar, 50 ton untuk ayam beku, dan 50 ton untuk Food Process Product. Kehadiran RPHU diharapkan dapat menunjang tuntutan kebutuhan daging ayam yang aman, sehat, utuh, dan halal

(ASUH) di Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. ‘’Semua peternak kita adalah peternak mitra. Jadi kita yang membimbing secara teknis, membimbing secara finansial. Mereka beternak dan selanjutnya ayam itu kita beli kembali dengan harga yang sudah ditetapkan,’’ ujarnya yang mengaku tak hapal dengan jumlah peternak mitra CPI saat ini. Menurut Thomas, suplai ayam sudah sangat cukup dari Bali saja. Pihaknya memang lebih mengutamakan peternak mitra, karena perlu ada standarisasi di budidaya. Jika input-nya kurang benar, maka akan berpengaruh pada output yang dihasilkan. ‘’Dari proses budidaya, kita juga melakukan pembinaan terkait kesehatan unggas, dari situ kita yakin peternak punya produk siap,’’ jelasnya. (kmb32)

Tabanan (Bali Post) Bengkel Panca Dana yang berlokasi di Jalan Pulau Batam, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan, Selasa (9/7) kemarin mendadak ramai lantaran seorang sopir Pertamina kedapatan tak sadarkan diri di dalam tangki mobil. Korban mengalami keracunan diduga karena menghirup bau sisa BBM yang masih berada dalam tangki mobil, walaupun tangki mobil dalam keadaan kosong atau tidak berisi BBM. Dari informasi yang dihimpun, sopir Pertamina bernama I Nyoman Nita (46) asal Banjar Dinas Asak Kawan Desa Pertima Kabupaten Karangasem datang ke bengkel untuk mengecek proses perbaikan mobil tangki Pertamina. Di mana pada Jumat (5/7), ia bersama rekannya I Ketut Astawa (kondektur) datang ke bengkel untuk memperbaiki mobil tangki karena mengalami kerusakan pada bagian mesin. Kedatangannya kali ini seorang diri sekitar pukul 09.00 Wita. Dan sekitar pukul 14.20 Wita korban pun naik ke atas dan masuk ke dalam tangki mobil yang dalam keadaan kosong. Beruntung saat itu sempat dilihat oleh pekerja bengkel I Gede Putu Sutawijaya (saksi).

Karena korban tidak keluar dari dalam tangki, saksi memanggil-manggil korban namun tidak keluar. Merasa curiga saksi naik ke atas mobil tangki dan melihat korban dalam posisi tidak sadarkan diri tersandar dalam dinding mobil tangki. Saksi pun teriak minta tolong dan melaporkan ke Pos Lantas Adipura Tabanan dan diteruskan ke Polsek Tabanan. Mendapat laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tabanan bersama Pawas dan Piket Fungsi mendatangi TKP, kemudian melakukan evakuasi atau mengeluarkan korban dari dalam tangki mobil dan membawa ke BRSU Tabanan. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta mengatakan, korban masuk ke dalam tangki mobil seorang diri dengan maksud memperbaiki klep atau karet penutup tangki. Karena tidak tahan dengan bau di dalam tangki, menyebabkan korban tidak sadarkan diri. ‘’Korban mengalami keracunan/ trauma hirup karena diduga menghirup bau sisa bagian BBM yang masih berada dalam tangki mobil,’’ ucapnya. Lanjut dikatakan Budiarta, korban sudah sadar dan masih menjalani observasi di BRSU Tabanan. (kmb28)

Hirup Sisa BBM, Sopir Pingsan di Dalam Tangki Mobil Pertamina

Bali Post/bit

KORBAN - Petugas saat mengevakuasi tubuh korban yang tidak sadarkan diri di dalam tangki mobil Pertamina.


BULELENG

8

Rabu Umanis, 10 Juli 2019

Dewan Usulkan Pembahasan RDTR Dipercepat Singaraja (Bali Post) –

Meskipun Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) telah diundangkan, namun sampai saat ini, Buleleng belum membentuk Perda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Kondisi ini menjadi sorotan DPRD Buleleng karena kalau regulasi turunan ini tidak dibentuk, dikhawatirkan terjadi pembiaran pelanggaran pemanfaatan tata ruang di Bali Utara. Untuk itu, dewan pun mendesak eksekutif memprioritaskan pembahasan RDTR.

Ketut Susila Umbara

Bali Post/kmb38

Wakil Ketua DPRD Buleleng Ketut Susila Umbara, beberapa waktu lalu, menyampaikan pemerintah pusat sudah menerbitkan regulasi tentang RTRW, diikuti oleh RTRW Provinsi Bali, dan terakhir RTRWK. Regulasi tersebut sudah resmi diundangkan dan mengamanatkan pembentukan regulasi turunan berupa Perda RDTR.

Hanya, setelah diundangkan beberapa tahun lalu, pemerintah belum menindaklanjuti dengan membentuk RDTR-nya. Regulasi turunan RTRWK yang belum disusun ini, dikhawatirkan pemerintah daerah tidak bisa melakukan pengendalian pemanfaatan tata ruang di wilayahnya. Apalagi dicabutnya perda tentang jalur

hijau, seakan memberikan kesempatan pemanfaatan serta pengelolaan tata ruang tidak terkendali dan rawan pelanggaran. Untuk itu, pihaknya minta agar pemerintah daerah secepatnya membahas dan membentuk perda RDTR. ‘’Dari RTRW di pusat, RTRW Bali, dan RTRWK sudah diundangkan, tapi RDTR-nya

yang belum. Kami usulkan ini pembahasannya dipercepat dan segera diundangkan Perda RDTR, sehingga ada acuan jelas dalam kebijakan pemanfaatan tata ruang di wilayah kita,’’ jelas politisi Partai Golkar asal Dusun Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada ini. Menanggapi usul tersebut, Asisten Administrasi Umum Putu Karuna sependapat untuk pembahasan RDTR diprioritaskan. Dia mengatakan, selama ini pemerintah bukan sengaja tidak membahas Perda RDTR, tetapi karena sifatnya situasional. Ini karena penyusunan Perda RTRW di pemerintah

pusat berlanjut RTRW Provinsi Bali dan RTRW kabupaten secara berjenjang dan tidak boleh bertentangan. RTRW Provinsi Bali sedang direvisi, sehingga menunggu revisi itu tuntas baru ditindaklanjuti dengan pembahasan RDTR. ‘’Tidak ada membiarkan. Buat apa kita grasa-grusu menyusun tapi kalau nanti bertentangan dengan aturan di atasnya, kan ditolak. Kita tunggulah revisi RTRW Provinsi Bali rampung, baru membahas RDTR. Sehingga pembahasan yang membutuhkan biaya mahal tidak mubazir,’’ jelasnya. (kmb38)

Sidang Kasus Pembunuhan

Terdakwa Dituntut 10 Tahun Penjara Singaraja (Bali Post) – Kasus pembunuhan di Jalan Singaraja – Bedugul, D e s a G i t g i t , Ke ca m a t a n Sukasada, memasuki masa persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Selasa (9/7) kemarin. Terdakwa Nyoman Tri Antika Subandi Awantara alias Gunik (33) dituntut hukuman 10 tahun penjara. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Ni Luh Suantini didampingi hakim anggota I Made Gede Trisna Jaya dan Anak Agung Ngurah Budhi Dharmawan. Sidang ini mengagendakan pembacaan tuntutan jaksa. Jaksa penuntut umum (JPU) I Gusti Nyoman Widana saat membaca dakwaannya menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban Ikram Tauhid (37) asal Tuban, Denpasar, pada 3 Maret 2019. Hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatan terdakwa menimbulkan kematian dan membuat duka yang mendalam bagi keluarga korban. Selain itu, terdakwa maupun keluarganya tidak ada upaya untuk meringankan beban keluarga korban. Sementara yang yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya secara terus terang sehingga memperlancar jalannya sidang.

Selain itu, terdakwa juga belum pernah dihukum. Dengan pertimbangan itu, JPU menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP. Penasihat hukum terdakwa, Gede Suryadilaga, langsung mengajukkan pembelaan lisan. Penasihat hukum mengaku keberatan dengan tuntutan yang diajukan JPU. Dia meminta agar majelis memberi hukuman seringanringannya. Suryadilaga juga mengajukan pertimbangan kepada majelis karena terdakwa sudah mengakui dan menyesali perbuatannya dan memiliki tanggungan untuk menafkahi keluarganya. “Yang bersangkutan (terdakwa - red) tidak memiliki niat menghilangkan nyawa korban dan menyesali perbuatannya serta menjadi tulang punggung keluarga, sehingga kami mohon hukuman seringan-ringannya,” tegasnya. Sementara terdakwa mengajukan permohonan yang sama. Di hadapan majelis dia mengaku menyesal telah melakukan perbuatan melawan hukum. Majelis hakim kemudian menutup sidang dan melanjutkan kembali 30 Juli mendatang, dengan agenda pembacaan putusan. (kmb38)

Cegah Persaingan Tidak Sehat Antarpemilik ’’Homestay’’ Singaraja (Bali Post) – Upaya antisipasi sejak dini dilakukan Dinas Pariwisatara (Dispar) Buleleng, di antaranya mencegah persaingan antarpemilik homestay. Salah satu upaya tersebut adalah membentuk Kepengurusan Buleleng Homestay Association (Buhsa). Asosiasi ini dikukuhkan Selasa (9/7) kemarin di Aula Dispar Buleleng. Ketua Buhsa, Dini Andiani, mengatakan, bisnis akomodasi wisata yang dijalani aggotanya menyewakan kamar tidak lebih dari lima unit. Di bawah Buhsa dipastikan tidak terjadi persaingan yang tidak sehat antara sesama pebisnis homestay. Sehingga keberadaan homestay menjadi satu kesatuan dalam mendukung pariwisata di Buleleng. “Ini wadah bagi kami dalam berbagi informasi dalam penge-

lolaan homestay. Organisasi ini membawa misi untuk mempersatukan dan menghindari munculnya persaingan tidak sehat,” ujarnya. Kepala Dispar Nyoman Sutrisna menyampaikan, hadirnya Buhsa sebagai mitra pemerintah dalam mengelola potensi wisata Bali Utara. Untuk itu, pihaknya berharap agar organisasi ini menjadi wadah setiap pebisnis homestay dalam mengembangkan dan mengelola industri wisata di daerah. “Ini sangat positif dan akan menjadi mitra pemerintah. Kami sarankan setiap pengelola ini bisa menampilkan local genius masing-masing, untuk menghindari kesan persaingan tidak sehat. Tapi justru berjalan bersama dan dalam merebut pasar dengan mengandalkan local genius itu sendiri,” tegasnya. (kmb38)

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt Polsek Busungbiu Polsek Gerokgak KP3 Celukan Bawang Pospol Wisata Lovina Pospol Pancasari Siaga Reskrim Siaga Intel

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450 92126 92999 92842 41010 25755 27511 29973

Bali Post/ist

SIDANG – Sidang mediasi sengketa tanah Desa Pakraman Dharmajati Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Selasa (9/7) kemarin. Majelis hakim menolak eksepsi tergugat.

Sengketa Tanah di Tukadmungga

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Tergugat Singaraja (Bali Post) – Mediasi sengketa tanah di Desa Pakraman Dharmajati Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, memasuki sidang dengan pembacaan putusan sela. Dalam sidang di Pengadian Negeri (PN) Singaraja, Selasa (9/7) kemarin, majelis hakim menolak eksepsi tergugat. Majelis memutuskan untuk melanjutkan gugatan terkait sengketa tanah antara Desa Pakraman Dharmajati Tukadmungga dengan Wayan Angker. Sidang dipimpin ketua majelis hakim A.A. Sagung Yuni Wulantrisna didam-

pingi hakim anggota I Gede Karang Anggayasa dan A.A. Ayu Merta Dewi. Penggugat dihadiri Klian Desa Pakraman Dharmajati Tukadmungga Jro Ketut Wicana didampingi kuasa hukumnya, Ketut Suartana. Sedangkan tergugat Wayan Angker mengutus tim kuasa hukumnya, Ketut Ngurah Sentanu. Ketua majelis hakim Wulantrisna saat membacakan keputusannya menyatakan menolak eksepsi tergugat. Menyatakan PN Singaraja berhak mengadili gugatan sengketa tanah di Desa Pakraman Dharmajati Tukadmungga, melanjutkan

pemeriksaan pokok perkara, dan menangguhkan biaya perkara hingga putusan akhir. Sesuai putusan itu, majelis hakim menyatakan perkara No. 187/Pdt.G/2019/ PN Sgr dapat dilanjutkan sidang dengan agenda penyampaian pembuktian surat oleh penggugat. Sidang lanjutan dijadwalkan Selasa 16 Juli 2019 mendatang. Atas putusan itu, kuasa hukum tergugat Ketut Ngurah Sentanu menjelaskan, jika dalam eksepsinya menyesuaikan dengan isi dari gugatan yang dilayangkan oleh pihak penggugat. Pasalnya, dalam gugatan dise-

butkan untuk membatalkan sertifikat. Sesuai kompetensi dan kewenangan yang berhak untuk membatalkan sertifikat adalah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). ‘’Majelis tadi menolak, jadi kami akan ikuti sidang. Apakah akan mengajukan banding, tentu setelah ada putusan dari majelis hakim,’’ tegasnya. Sementara itu, kuasa hukum penggugat Ketut Suartana mengaku optimis dapat memenangkan sidang sengketa tersebut. Pihaknya mengaku memiliki beberapa bukti yang akan diajukan dalam persidangan. Dia

mencontohkan, salah satu bukti yang dimiliki adalah Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) terhadap tanah yang sekarang disengketakan. Selain itu, sejumlah saksi akan menguatkan kalau Desa Pakraman Dharmajati Tukadmungga menguasai tanah tersebut untuk kepentingan umum. ‘’Sertifikat kami tidak punya, tetapi kami akan ajukan enam orang saksi hidup yang pernah tinggal di tanah itu. Mereka yang merabas tanah itu yang menunjukkan bahwa tanah itu dikuasai desa pakraman,’’ ujarnya. (kmb38)

Sampel Kerangka Manusia Dikirim ke Mabes Polri Singaraja (Bali Post) – Sampel kerangka manusia yang ditemukan di Desa Tegal Lenga, Kecamatan Seririt, mulai diidentifikasi. Berhubung keterbatasan bahan uji, penyelidikan ini akan dilakukan di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri. Sempel kerangka manusia itu dikirim ke Labfor Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/7) kemarin. Pengambilan sampel kerangka tersebut dilakukan di kamar jenazah RSUD Buleleng. Prosesnya berlangsung sekitar 30 menit, disaksikan Kanitreskrim Polsek Seririt Iptu Putu Edy Sukaryawan. Sampel tersebut dikirim ke Mabes Polri lantaran cairan kimia milik Labfor Denpasar tidak tersedia. Sampel kerangka manusia itu dikirim bersamaan dengan barang bukti kasus penemuan mayat dalam kardus di Tabanan. Selain mengambil sampel dari tengkorak dan tulang belulang, Tim Labfor Denpasar juga menguji noda yang terdapat di karung pembungkus tulang tersebut. Hasilnya, noda tersebut bukan darah, melainkan cairan kulit korban. Kanitreskrim Sukaryawan seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan, Tim Labfor Denpasar juga menemukan sehelai rambut dengan pan-

jang sekitar 30 sentimeter. Helai rambut itu menempel di dalam karung plastik putih. Meski berukuran cukup panjang, belum dapat dipastikan apakah rambut tersebut milik wanita atau pria. Sukaryawan menambahkan, saat ini pihaknya sudah mendengarkan keterangan beberapa saksi yaitu penemu pertama kali, Made Artika (59), dan Perbekel Kalisada Nyoman Bagiarta. Saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan tambahan dari aparat pemerintah desa setempat dan desa tetangga untuk mencari tahu apakah ada salah satu warganya yang hilang. ‘’Kasusnya masih diselidiki dan kami menunggu sampai hasil labfor keluar, sehinga diketahui identitas kerangka manusia itu,’’ tegasnya. Perbekel Kalisada Kecamatan Seririt Nyoman Bagiarta mengatakan, pascapenemuan kerangka manusia itu, prajuru desa adat memutuskan akan menggelar upacara pacaruan manca sata. Upacara macaru dilakukan untuk membersihkan aura negatif di lokasi penemuan dan wilayah desa pakraman. ‘’Rencananya tanggal 15 (Juli - red), macaru manca sata. Nanti akan dirapatkan lagi terkait persiapan dan pelaksanaannya,’’ jelasnya.

Bali Post/ist

KERANGKA-Sampel kerangka manusia yang ditemukan di Desa Tegal Lenga, Kecamatan Seririt, dikirim ke Labfor Mabes Polri, Jakarta. Sebelumnya, kerangka manusia ditemukan di kebun milik warga, Senin (8/7) lalu. Kerangka manusia itu

ditemukan pertama kali oleh Made Artika. Tidak jauh dari lokasi penemuan, Artika menemukan karung

plastik yang sudah robek. Karung tersebut terdapat no d a y a n g m i r i p b e r ca k darah mengering. (kmb38)


GIANYAR

Rabu Umanis, 10 Juli 2019

9

KPU Tunda Penetapan Anggota Dewan

Bali Post/kmb35

PEMUSNAHAN - Unsur Muspida Gianyar melakukan pemusnahan barang bukti perkara yang sudah inkrah di halaman belakang Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar, Selasa (9/7) kemarin.

Pemusnahan Barang Bukti Didominasi Perkara Narkotika Gianyar (Bali Post) -

Kejaksaan Negeri Gianyar menggelar pemusnahan sejumlah barang bukti tindak pidana, Selasa (9/7) kemarin. Barang bukti dari puluhan kasus tersebut didominasi perkara narkotika dan tindak pidana lain yang sudah inkrah di Pengadilan Negeri Gianyar. Proses pemusnahan yang diikuti Muspida Kabupaten Gianyar ini digelar di halaman belakang Kantor Kejari Gianyar. Kepala Kejari Gianyar Agung Mardiwibowo, S.H. menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil tindak pidana sejak pertengahan 2018 lalu hingga pertengahan 2019 ini. “Yang dimusnahkan sudah inkrah, memiliki kekuatan hukum tetap,” jelasnya didampingi Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun. Menurut Agung Mardiwibowo, pemusnahan barang bukti kali ini didominasi oleh narkotika jenis sabu sabu, yang terdiri 26 perkara dari jumlah BB sabu sebanyak 72 paket dengan berat keseluruhan 123,94 gram. “Di Gianyar ini seperti saya pertama kali melakukan pemusnahan BB, di mana kasus tertinggi itu penyalahgunaan narkotika,”

katanya. Barang bukti yang terbanyak berupa satu paket narkotika jenis sabu-sabu seberat 115,70 gram bruto atau 111,70 gram neto. Narkoba itu milik terpidana I Dewa Gede Krisna Paranata yang sudah divonis 20 tahun penjara. “Itu sangat tinggi. Kemarin terdakwanya yang sudah selesai disidangkan dengan putusannya hampir 20 tahun,” katanya. Barang bukti lain yang dimusnahkan seperti produk kosmetik tak berizin, seperti cream putih tanpa label 180 pot, cream kuning tanpa label 200 pot, cream pagi 44 pot, cream pemutih 23 pot, cream malam 24 pot, sabun transparan 10 bungkus, pot kosong 100 pot dan botol kosong sebanyak 45 botol. Sejumlah obat atau jamu

tradisional yang tidak memiliki izin BPOM. Selain pemusnahan, juga dilakukan pengembalian barang bukti tindak pidana korupsi atas nama terdakwa I Nyoman Jaya berdasarkan Putusan pengadilan Tipikor Denpasar nomor: 6/PID.SUS-TPK/2019/ PN DPS tanggal 5 Juni 2019. Kejari Gianyar mengambalikan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 25.691.100 kepada Ni Made Wirani selaku pengurus LPD Desa Adat Pacung. Pengembalian barang bukti berupa bendel surat-surat juga dikembalikan kepada I.B. Swastika selaku LPLPD Kabupaten Gianyar dan Wayan Mudiarta selaku Kepala Lingkungan Pacung. Agung Mardiwibowo menambahkan, pada kesempatan

itu juga dilakukan penyetoran uang pengganti sebesar Rp 142.928.529 ke kas negara melalui bendahara khusus Kejari Gianyar. Kejari juga menggelar penyerahan denda sebesar Rp 50.000.000 yang akan disetorkan ke kas negara oleh keluarga terdakwa melalui bendahara khusus Kejari Gianyar. Melihat cukup banyaknya kasus dan BB narkotika di Gianyar dalam kurun waktu setahun, Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun yang hadir dalam pemusnahan BB tersebut mengingatkan seluruh masyarakat untuk hati-hati dan menjauhi narkoba. Selain merugikan diri sendiri, juga dapat meresahkan masyarakat. “Saya ingatkan masyarakat Gianyar jangan pernah coba-coba melakukan pelanggaran, apalagi bermasalah dengan narkotika. Sekali kita kena akan susah untuk kembali. Narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tapi juga akan menggangu kehidupan kita dalam bermasyarakat,” tegasnya. (kmb35)

Kasus Korupsi Bupati Gianyar Cup 2016

Mantan Ketua Persegi Kecewa Gianyar (Bali Post) Penetapan tersangka terhadap mantan Sekretaris Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Gianyar, Ketut Suasta, membuktikan bahwa sportivitas olahraga di Gumi Seni, Gianyar telah dicederai oleh oknum. Kasus yang terjadi 2016 itu pun memicu kekecewaan berbagai kalangan. Salah satunya, mantan Ketua Persatuan Sepak Bola Gianyar (Persegi) Ida Bagus Nyoman Rai, S.H., M.Si. Dikonfirmasi Selasa (9/7) kemarin, politisi yang akrab disapa Gus Rai ini menilai kasus yang

kini sedang didalami pihak Kejaksaan Negeri (kejari) Gianyar itu tidak sesuai dengan semangat olahraga. Ia pun mengenang upaya keras menghidupkan sepak bola Gianyar pada era 2000-an, di tengah berbagai keterbatasan. ‘’Kalau dulu tidak ada uang, tetapi semangatnya besar,’’ ujarnya. S a a t belum ada PSSI, kata Gus Rai, untuk mencari dana k e

Ida Bagus Nyoman Rai, S.H., M.Si.

Bali Post/kmb37

pemerintahan sangat sulit. Di tengah kesulitan itu, para pengurus harus berjibaku mencari sponsor demi bergeraknya sepak bola di Gianyar. ‘’Dulu kami mengajukan 10 proposal, hanya dapat satu. Sisanya pengurus, kami cari sponsor,’’ jelasnya. Menurut Gus Rai, para pengurus dulu sangat ikhlas bekerja. Bahkan tidak jarang para pengurus justru merogoh kocek pribadi untuk mendanai pertandingan. ‘’Kalau urusan konsumsi, jangan dibilang lagi. Sangat banyak keluar dana pribadi,’’ kenangnya. Ia teringat ketika membangun Persegi dari awal. Dikatakan, dari Divisi III harus susah payah mencari dana. Setelah naik ke Divisi II menuju Divisi I barulah sejumlah partisipan mulai muncul menjadi sponsor. ‘’Mulai Divisi II menuju Divisi I itu baru kelihatan yang berpartisipasi. Ada yang membantu dari segi sponsor,’’ jelasnya. Sementara kini, bantuan untuk sepak bola cukup mudah didapat dari pemerintah. Nilainya juga sangat besar. Seperti saat Piala Bupati Cup 2016, dana yang dikucurkan pemerintah mencapai Rp 500 juta lebih. ‘’Sangat disayang-

kan, ketika dana besar justru diseplit untuk kepentingan pribadi,’’ keluhnya. Gus Rai berharap kasus yang kini masih ditangani Kejari Gianyar itu agar dijadikan pembelajaran. Ia berharap PSSI ke depan bisa menjadi lebih baik. ‘’Ini jadi pembelajaran, bukan saja cabor sepak bola. Yang lain juga lebih waspada dan transparan,’ pintanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kejari Gianyar Agung Mardiwibowo enggan menjabarkan detail terkait kasus ini. Namun, ia memastikan akan melanjutkan kasus itu secara bertahap. ‘’Sekarang no comment dulu. Nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut, kami sampaikan lagi,’’ ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnnya, Kejari Gianyar menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi turnamen sepak bola Bupati Gianyar Cup 2016. I Ketut Suasta ditetapkan sebagai tersangka yang saat turnamen itu digelar bertindak sebagai sekretaris. Berdasarkan penghitungan kerugian negara, tersangka telah merugikan negara sekitar Rp 135 juta dari dana turnamen sebesar Rp 500 juta. (kmb35)

Diduga Depresi

WNA Dilarikan ke RSJ Bangli Gianyar (Bali Post)Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA), Anna Ivanova, Selasa (9/7) kemarin. Turis berusia 30 tahun asal Rusia ini diamankan karena mengamuk di vila tempatnya menginap di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Turis cantik yang diduga mengalami depresi ini lantas dilarikan ke RSJ Bangli. Anggota Satpol PP Gianyar Wayan Nasta menerangkan, awalnya petugas Satpol PP di

tingkat Kecamatan Sukawati menerima laporan ada turis mengamuk, Selasa sore sekitar pukul 15.30 Wita. Laporan awal, turis itu mengamuk tanpa sebab. “Kami dapat laporan, turis itu mengamuk di hotel,” katanya. Menerima laporan itu, Regu II Satpol PP langsung diterjunkan ke lokasi mencari Anna. Saat ditemui petugas, Anna tampak terdiam di kursi panjang. “Kami temukan dia sedang bengong. Langsung kami bujuk pelan-pelan,” ujarnya.

Saat dibujuk, turis itu sempat tidak menanggapi. Akhirnya atas perintah Kepala Satpol PP, Anna diamankan paksa. Pakaian turis itu juga dimasukkan ke dalam koper. Selanjutnya, turis itu beserta kopernya diangkut ke dalam mobil Satpol PP Gianyar. Ia langsung diantar ke RSJ Bangli. “Sepanjang jalan, di dalam mobil dia tidak mau diam. Kakinya nendang-nendang petugas, ” jelasnya. Sampai di RSJ Bangli, petugas RS langsung berkoordinasi

dengan instansi terkait. Mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dan pihak Provinsi Bali. “Karena ini orang asing, yang jadi penjamin di RS Bangli adalah Satpol PP Provinsi Bali,” jelasnya. Nasta menduga turis tersebut mengalami depresi berat. Hal seperti ini kerap dilakukan oleh turis yang kehabisan uang. “Ia sudah dua minggu menginap di Sukawati. Ia sama temannya. Kemungkinan dia kehabisan bekal,” ujarnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Kimisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar akhirnya menunda penetapan anggota DPRD Kabupaten Gianyar yang awalnya diagendakan, Kamis (4/7) lalu. Penundaan ini sudah disampaikan kepada seluruh partai politik dan instansi terkait lainnya. Hingga Selasa (9/7) kemarin, belum diketahui sampai kapan penundaan ini akan berlangsung. Ketua KPU Gianyar Putu Agus Tirta Suguna mengatakan, penundaan itu sesuai Instruksi KPU-RI Nomor 986/2019, tentang Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih hasil Pemilu DPRD Provinsi dan Kabupaten 2019 pascapencatatan nomor registrasi perkara pada MK. Ditegaskan, penundaan itu dilakukan sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. ‘’Intinya, KPU-RI belum menerima surat resmi dari MK. Yang terdapat permohonan PKPU. Maka diinstruksikan untuk menunda penetapan calon terpilih, sampai diterimanya secara resmi dari MK,’’ ujarnya. Akibat penundaan itu, kata Agus Tirta Suguna, KPU Gianyar yang sempat mengundang para pihak terkait kembali membuat surat

Putu Agus Tirta Suguna untuk seluruh partai, bahwa acara batal karena instruksi pusat tersebut. Mengenai pembatalan Hotel Rumah Luwih yang sudah terlanjur dipesan, kata dia tidak ada masalah. ‘’Kami sudah langganan di sana. Tidak ada masalah mereka,’’ terangnya. Agus Tirta Suguna mengatakan, KPU Gianyar memang tidak diperkarakan di MK. Namun sesuai instruksi itu, penetapan seluruh Indonesia ditunda. Hingga kini, KPU Gianyar tetap akan menanti perkembangan dari pusat. ‘’Kami wajib menunggu instruksi KPURI,’’ jelasnya. Sesuai jadwal sidang di

Bali Post/kmb35

MK, kata Agus Tirta Suguna, keputusan final sekitar tanggal 6-9 Agustus 2019. ‘’Itu keputusan final tentang perselisihan hasil pileg. Paling lambat Agustus sudah final. Setelah itu, MK tetap menyampaikan ke KPU-RI,’’ ungkapnya. Sementara itu, Sekretaris DPRD Gianyar Wayan Artana mengaku masih menunggu keputusan KPU. Dikatakan, batas akhir masa jabatan DPRD Gianyar pada 11 Agustus 2019. ‘’Kalau berkaca pada keputusan final MK yaitu 6 Agustus, maka kami masih ada waktu menyiapkan acara pelantikan tersebut,’’ jelasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

MENABRAK - Mobil Avanza yang menabrak pick-up dan tiga motor di Jalan Raya Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Selasa (9/7) kemarin.

Sopir Mengantuk

Avanza Tabrak ’’Pick-Up’’ dan Tiga Motor Gianyar (Bali Post) Pengguna jalan dikejutkan dengan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) beruntun yang terjadi di Jalan Raya Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Selasa (9/7) kemarin. Pada lakalantas itu, sebuah mobil Toyota Avanza DK 1147 OK menabrak mobil pick-up DK 8281 PO dan tiga sepeda motor yang melintas. Sejumlah korban dari kejadian ini mengalami luka-luka. Ditemui di lokasi kejadian, sopir Avanza Ngurah Sudana menuturkan, awalnya ia yang mengendarai mobil dengan lima orang penumpang itu meluncur dari timur di Jalan Raya Kemenuh. Saat kejadian itu, pria yang juga guru di salah satu SMK di Gianyar ini mengaku mengantuk, sehingga kendaraan yang dikemudikannya oleng ke kanan atau agak mengambil haluan kendaraan dari arah berlawanan. ‘’Saya tidak ngebut. Mungkin agak mepet,’’ jelasnya. Saat itu, dari arah barlawanan meluncur mobil pick-up

DK 8281 PO yang dikendarai Komang Ariawan. Tiba di lokasi kejadian, dekat perempatan Pura Dalem Kemenuh, bagian depan mobil Avanza menyenggol mobil pick-up tersebut. Senggolan itu menyebabkan bodi bak pick-up bagian kanan penyok. Bahkan pick-up tersebut terprosok ke lahan kosong di utara jalan. Usai tabrakan, mobil Avanza tetap melaju dan menabrak tiga motor. Pertama, menabrak motor Honda Scoopy warna putih hitam DK 2773 PO. Kemudian menabrak Yamaha Mio warna merah DK 4042 KL yang dikendarai pembawa pakan dan ayam boiler. Laju Avanza itu berakhir setelah menabrak Yamaha Mio warna hijau DK 5330 NK yang dikendarai pasangan suami-istri. Sepeda motor berwarna hijau itu tergencet bagian depan Avanza yang menabrak pohon perindang jalan tersebut. ‘’Suami-istri itu terpelanting. Mereka luka di kaki. Pengendara lainnya juga sama, hanya mengalami luka,’’ ujar

Ngurah Sudana. Pada kesempatan itu, Ngurah Sudana langsung mendekati para korban termasuk pengemudi pick-up. Ia mengakui kesalahannya dalam kejadian tersebut. ‘’Saya yang salah. Sekarang saya minta damai. Bagaimana caranya ini, biar sama-sama,’’ pintanya. Pengemudi pic- up Komang Ariawan mengaku saat kejadian meluncur dari arah barat, hendak mengambil kayu. ‘’Dari arah berlawanan, saya sudah lihat Avanza itu mengambil haluan ke kanan. Saya sampai belokkan setir ke kiri. Ternyata masih juga tertabrak,’’ keluhnya. Lakalantas ini sempat menjadi perhatian warga yang melintas, mereka yang menonton juga membantu mengevakuasi kendaraan yang terlibat. Avanza yang menghadang separuh badan jalan, diangkat ramai-ramai ke pinggir. Sementara Satuan Lalu Lintas Polres Gianyar yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan. (kmb35)


JEMBRANA

10

Rabu Umanis, 10 Juli 2019

SOSOK Evaluasi Trayek Angkutan SEPINYA terminal dari penumpang yang menggunakan angkutan umum khususnya angkutan desa (angdes) dan angkutan kota (angkot) akan dievaluasi. Salah satunya terkait izin trayek akan disesuaikan dengan jalur baru yang diyakini lebih efektif menggaet penumpang. Izin trayek itu nantinya tertuang dalam Rencana Induk Lalu Lintas Angkutan Jalan. ‘’Kami evaluasi trayek angkutan umum baik angdes maupun angkot di Jembrana, kecuali Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP),’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa. Pejabat yang hobi memancing ini menyatakan, dalam perencanaan itu akan dibuka jalur baru menggantikan jalur lama yang sudah tidak efektif. Dengan trayek baru ini diharapkan jalur yang dilintasi akan mengakomodir penumpang dan angkutan umum baik angkot maupun angdes di Jembrana sehingga bisa bertahan. Ia mengakui masyarakat dewasa ini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi. Kendaraan umum lambat laun ditinggalkan. Ditoleh pun tidak apalagi digunakan. Karena itu, pemerintah berupaya agar angkutan umum ini tetap bertahan. Beberapa trayek angkot atau angdes yang selama ini kurang banyak menarik penumpang akan dibuatkan trayek baru. Namun, bukan berarti trayek lama yang masih efektif ikut diganti. Trayek yang masih efektif bagi transportasi umum tetap dipertahankan. Di samping untuk efektivitas angkutan umum yang beroperasi di wilayah Jembrana, juga guna menyesuaikan dengan terminal baru di Baluk. Trayek baru ini rencananya diterapkan pada 2020 mendatang. (olo)

Korban Banjir Bandang Dapat Bedah Rumah Negara (Bali Post) – Banjir bandang yang terjadi di Sungai Biluk Poh, Tegalcangkring dan Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, akhir tahun 2018 lalu masih menyisakan kisah pilu bagi para korban. Salah satunya Nyoman Neri (80) yang kini masih tinggal di rumah keponakannya di Banjar Anyar, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Rumah Nenek Neri hanyut beserta tanahnya dan kini berubah jadi muara. Atas usulan pihak desa, Nenek Neri kini sudah mulai dibuatkan bedah rumah. Nenek Neri yang mengalami cacat fisik karena tertimpa pohon pisang puluhan tahun lalu dan susah berjalan, dibuatkan rumah di tanah milik keponakannya. “Bersyukur saya dibantu bedah rumah, sehingga ada tempat bernaung,” katanya dalam bahasa khasnya, Selasa (9/7) kemarin. Bupati Jembrana I Putu Artha sebelumnya mengatakan, program bedah rumah ini merupakan upaya pengentasan kemiskinan yang terus dilakukan Pemkab Jembrana. Bentuk prioritas dan anggaran untuk program ini tiap tahun terus ditingkatkan. Pada tahun 2019, Pemkab Jembrana menargetkan program bedah rumah sebanyak 91 unit. Per unit dianggarkan Rp 30 juta. Jumlah itu naik dari sebelumnya Rp 25 juta/unit. Diharapkan masyarakat kurang mampu (KK miskin) di Kabupaten Jembrana terus berkurang melalui pemenuhan kebutuhan dasar yakni rumah layak huni. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin, tahap pertama diprioritaskan bagi tujuh KK miskin di Kecamatan Mendoyo. Ketujuh KK miskin itu berasal dari Kelurahan Tegalcangkring, Desa Penyaringan dan Mendoyo Dauh Tukad. (kmb)

Bali Post/kmb

RUMAH - Korban banjir bandang, Nyoman Neri, di Banjar Anyar, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, dibuatkan rumah.

PEDAGANG CABAI - Salah satu pedagang cabai di pasar tradisional di Jembrana melayani pembeli.

Bali Post/kmb26

Harga Cabai di Pasar Tradisional Terus Melonjak Negara (Bali Post) – Diduga dipicu pasokan produksi petani berkurang, belakangan harga cabai di pasaran melonjak drastis. Hasil pengamatan di sejumlah pedagang di beberapa pasar umum tradisional di Kabupaten Jembrana, Selasa (9/7) kemarin, ada kenaikan harga komoditi cabai. Menurut informasi, sejak sepekan terakhir beberapa komoditi bumbu untuk menimbulkan rasa pedas itu harganya naik. Di antaranya cabai merah besar dan kecil. Sejumlah pedagang cabai mengatakan, dalam seminggu ini harga cabai melonjak dua

kali. Dari semula Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 50 ribu rupiah per kilogram. Sementara kemarin, kembali melonjak menjadi Rp 55 ribu per kilogram. Ni Nengah Sueni, salah seorang pedagang bumbu dan sayur di Pasar Umum Negara, menyatakan harga

terus merangkak naik. Dalam empat hari, harga yang semula Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu dan terakhir Rp 55 ribu per kilogram. ‘’Semua sama, cabai besar atau kecil naik. Kondisi ini dikeluhkan oleh para pembeli. Yang langganan tiap hari harus kami jelaskan,’’ ujarnya.

Rata-rata pembeli langganan cabai di tempatnya merupakan pedagang warung atau makanan. Mereka menggunakan cabai untuk keperluan bumbu makanan yang dijual. Ia berharap harga cabai bisa menurun meskipun bertahap. Menurutnya, kenaikan ini menyesuaikan dengan pemasok cabai yang biasanya langsung ke pedagang. Dari informasi yang didapat, komoditi ini mengalami kenaikan karena ket-

erbatasan produksi petani. Banyak petani cabai yang terdampak kekeringan dan gagal panen. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada pasokan sehingga mau tidak mau harga naik menyesuaikan pasar. Beberapa pedagang berharap kondisi ini bisa segera diatasi. Apalagi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, biasanya permintaan akan berbagai komoditi termasuk cabai meningkat. (kmb26)

Perlu Kesadaran Masyarakat

Puluhan Lontar Tak Dapat Diidentifikasi karena Rusak SEJAK beberapa tahun terakhir ini dilakukan upaya konservasi dan identifikasi lontar di Kabupaten Jembrana. Perawatan lontar dengan cara membersihkannya dilakukan secara bertahap di sejumlah desa oleh tim pelestarian Penyuluh Bahasa Bali yang dipelopori Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jembrana dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Hingga tahun 2019 ini, tercatat 80 cakep lontar berbagai jenis telah diidentifikasi dan dikonservasi, sedangkan sekitar 30 cakep lontar sudah rusak dan tidak bisa diidentifikasi. Belum lagi banyak masyarakat yang enggan mengizinkan lontarnya dibersihkan. ‘’Kami lakukan bertahap dan terus gali informasi. Intinya menjaga keberadaan lontar di masyarakat agar tidak rusak. Di beberapa tempat kami dapatkan 30 cakep lontar sudah rusak,’’ ujar I Putu Wahyu Wirayuda, Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Jembrana. Selama ini, pengetahuan masyarakat tentang perawatan lontar masih tergolong kurang. Lontar hanya diupacarai, jarang dirawat secara fisik karena adanya anggapan sakral atau bisa dibilang terlalu disakralkan. Karena tidak dirawat, maka banyak ditemukan lontar di masyarakat dalam keadaan rusak parah, sehingga tidak bisa diselamatkan lagi.

Wahyu mengungkapkan, pihaknya sudah berjalan di beberapa lokasi di tiap kecamatan di Kabupaten Jembrana. Mulai dari Kelurahan Gilimanuk dan Nusa Sari di Kecamatan Melaya. Selanjutnya di Desa Baluk (Kecamatan Negara), Desa Batuagung dan Dangintukadaya (Kecamatan Jembrana), Desa Yehembang (Kecamatan Mendoyo) dan Desa Pangyangan (Kecamatan Pekutatan). Dari upaya yang dilakukan sejak Januari hingga Juni 2019, berhasil dikonservasi dan diidentifikasi sekitar 80 cakep lontar. Tetapi masih ada sekitar 30-an cakep lontar yang tidak dapat dikonservasi dan diidentifikasi karena dalam keadaan rusak parah. Penyebab lontar rusak rata-rata karena jarang dibuka, ditaruh di tempat penyimpanan yang lembab atau dimakan lalat. Dalam konservasi ini dibutuhkan waktu, kesabaran, ketelitian dan keuletan. Hal ini untuk menjaga kondisi

lontar agar tetap bisa dibaca. Perawatan lontar difokuskan pada pembersihan dari debu dan kotoran. Selanjutnya diolesi larutan minyak sereh yang dicampur alkohol dengan kadar 95%. Setelah itu dianginanginkan agar kering dan kembali disimpan. ‘’Fungsi minyak menjaga lontar agar tidak dicari lalat atau serangga lain yang dapat merusak,’’ terangnya. Pihaknya juga melakukan identifikasi lontar, yakni menentukan identitas yang dibaca meliputi judul, jenis, panjang dan lebar, jumlah halaman, serta isi singkat. Hasil identifikasi lantas dibuatkan katalog dan diserahkan kepada pemilik. Tim juga menindaklanjuti

dengan melakukan digitalisasi atau pemotretan lontar untuk mengarsipkan lontar dalam bentuk digital. Seandainya lontar rusak atau hilang, masih ada arsip digitalnya. Dalam mencari keberadaan lontar-lontar, tim mendatangi langsung lokasi pemilik lontar atau mendapatkan informasi dari tokoh masyarakat. Tetapi tidak semua berjalan mulus. Sebab, upaya yang dilakukan baik identifikasi maupun konservasi lontar bergantung izin pemiliknya. ‘’Sebenarnya masih banyak lontar, tapi keberadaannya tersembunyi karena masyarakat pemilik tidak mengaku mempunyai lontar. Ada juga yang tidak

mengizinkan lontarnya dibersihkan, sebab disakralkan,’’ tambahnya. Hal itu bukan menjadi halangan untuk melakukan upaya konservasi dan identifikasi lontar. Menurut Wahyu, ke depan akan tetap dilakukan upaya mencari informasi tentang keberadaan lontar di Jembrana yang belum tersentuh. Tidak kalah pentingnya menyadarkan masyarakat pemilik lontar agar lontarnya bisa dibersihkan. Teranyar, tim melakukan upaya konservasi di Desa Nusasari, Melaya. Di desa tersebut, diidentifikasi 26 cakep lontar berbagai jenis, seperti lontar Usada, Kawisesaan, Pengiwa, Tutur dan Mantra. (olo)

Bali Post/olo

KONSERVASI LONTAR – Upaya konservasi dan identifikasi lontar yang dilakukan Penyuluh Bahasa Bali Jembrana di Desa Nusasari, Melaya, belum lama ini.


Rabu Umanis, 10 Juli 2019

Karangasem

11

Lontar di Museum Pustaka Dukuh Penaban Didigitalisasi Amlapura (Bali Post) Berbagai upaya dilakukan pengelola Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban untuk menyelamatkan dan melestarikan keberadaan lontar yang ada hingga saat ini. Salah satunya dengan melakukan digitalisasi lontar. Tujuannya untuk penyelamatan keberadaan lontar tersebut. Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya, Selasa (9/7) kemarin mengungkapkan, dalam pelaksanaan digitalisasi lontar tersebut, pihaknya menjalin kerja sama dengan ISI Surakarta. Kata dia, apa yang dilakukan tersebut untuk penyelamatan keberadaan lontar dan mengikuti perkembangan zaman di era digital. Saat ini, akan dilakukan pemotretan lontar dan nantinya dimasukkan ke website. “Semua naskah dan lontar yang ada di Museum Pustaka Lontar akan disajikan secara online. Karena kami ingin mengemasnya sesuai dengan perkembangan zaman saat ini dan selalu menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi terus mengalami perkembangan yang lebih baik dalam pelestarian lontar. Nantinya, lontar-lontar ini akan diterjemahkan ke aksara dan bahasa. Sehingga nantinya bisa diakses lewat online. Kalau tidak bisa membaca lontarnya, maka bisa dibaca bahasanya,” ujar Suarya. Suarya menambahkan,

lontar yang bakal digitalisasi nantinya yakni lontar yang sudah diregistrasi. Saat ini, lontar yang sudah diregistrasi sebanyak 313-315 cakep. “Lontar yang digitalisasi berbagai jenis lontar,” ucapnya. Menurut Suarya, digitalisasi ini dilakukan untuk menjaga dan menyelamatkan lontar yang ada. Sebab, lontar-lontar ini sudah berumur, sehingga kondisi fisiknya rawan mengalami kerusakan akibat terlambat dalam perawatannya. “Lontar ini banyak mengandung ilmu pengetahuan, sehingga harus diselamatkan. Bila lontar ini rusak, maka kami bisa mencetak yang baru karena sudah ada digitalnya,” jelasnya. Dia menambahkan, saat ini museum sedang berkonsentrasi pada konten atau isi dari museum. Sedangkan untuk bagunan fisik akan dibangun secara bertahap. Jelas dia, semua kegiatan fisik maupun konten bersumber dari donasi. Karena Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban adalah museum yang dimiliki oleh desa adat yang dibangun oleh

krama Adat Dukuh Penaban. ”Untuk pembangunan fisik akan kami lakukan sambil berjalan,” ujar Suarya. Lebih lanjut, kata dia, museum dalam misi sosial ini telah membentuk klinik lontar. Pembentukan klinik lontar itu untuk membantu masyarakat yang memiliki kesulitan berkaitan dengan lontar. ”Sekarang sudah ada 315 cakep lontar yang sudah teregistrasi dan 3.967 naskah yang sudah dalam bentuk huruf latin,” tegasnya. Sementara itu, dosen Program Studi Fotografi ISI Surakarta, Solo, Agus Heru Setiawan, mengatakan untuk melakukan kegiatan ini pihaknya mengajak sejumlah rekanan dari ISI Surakarta. Dengan kegiatan ini, pihaknya bisa berkolaborasi untuk menambah ilmu pengetahuan dalam pelestarian lontar. “Di Bali baru pertama kali untuk mendigitalisasi lontar. Kalau sebelumnya, kami sempat melakukan digitalisasi naskah kuno di Pustaka Surakarta, Perpusnas, dan Arsip Nasional,” ujar Setiawan. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PEMOTRETAN - Pemotretan lontar untuk proses digitalisasi di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban.

Belasan Pejabat Dirotasi, Tiga Pimpinan OPD Kosong Amlapura (Bali Post) Sebanyak 19 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Karangasem dirotasi. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri di Wantilan Kantor Bupati, Selasa (9/7) kemarin. Namun hingga saat ini masih ada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum ada pimpinannya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menjelaskan, rotasi jabatan untuk pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Karangasem sebagai upaya penyegaran dan optimalisasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Selain itu, dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan karier secara kontinu berdasarkan prestasi kerja. “Kami berharap, momen ini bisa dimaknai sebagai wujud bentuk ASN yang profesional, bersih, dan berwibawa dalam memberikan segala pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat,” ujarnya. Sumatri menambahkan, pihaknya berharap kepada pejabat yang dirotasi ini, ke depannya terus meningkatkan kemampuan diri dan semangat dalam bekerja untuk memberikan pelayanan maksimal

kepada masyarakat. Selain itu, selalu melakukan perbaikan kinerja secara efektif dan efisien. “Pejabat yang dirotasi ini, kami harapkan mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi dalam pembangunan di Karangasem. Karena dengan kemampuan yang dimiliki akan lebih mudah memahami dan menjalankan tugas di jabatan yang baru,” tegas Bupati Sumantri. Terkait masih ada pimpinan OPD yang kosong, Sumatri menegaskan, saat ini, ada tiga OPD yang masih kosong yakni

Staf Ahli I, Disperindag, dan Bapelitbangda. Kata dia, ketiga jabatan ini masih kosong karena belum ada SDM yang tepat untuk mengisi kabatan tersebut. Pasalnya, jabatan tersebut harus diisi orang yang memiliki visi dan misi. “Kita masih mencari orang yang mau di sana,” jelas Sumatri. Sementara itu, Kepala BKSDM I Gusti Gede Rinceg mengungkapkan, sejatinya pihaknya mengajukan 23 pejabat dimutasi. Namun dari jumlah itu, hanya 19 pejabat yang layak dimutasi. Sementara sisanya belum layak untuk

Bali Post/kmb41

SUMPAH JABATAN - Pejabat yang dimutasi sedang melakukan sumpah jabatan dipimpin Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri, Selasa (9/7) kemarin.

dirotasi dengan berbagai pertimbangan. “Tolok ukur rotasi ini adalah uji kompetensi yang digabung dengan hasil wawancara dari pansel,” tegasnya. Ke-19 jabatan yang dirotasi tersebut, di antaranya I Wayan Sutapa sebelumnya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyak diangkat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), I Ketut Wage Saputra sebelumnya menjabat Kasatpol PP dimutasi sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB. I Made Sosiawan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dirotasi menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan. Sementara I Nengah Toya sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan dimutasi sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, I Gede Ngurah Yudiantara sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah sekarang dipercaya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, I Nyoman Tari sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup kini menjabat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. (kmb41)

Kembangkan Pantai Blue Lagoon

Dispar Sarankan Dibentuk Pokdarwis Amlapura (Bali Post) Pantai Blue Lagoon merupakan destinasi yang belakangan ini menjadi daya tarik wisatawan. Untuk mengembangkan objek tersebut, Dinas Pariwisata Karangasem menyarankan supaya dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) supaya ke depannya lebih mudah menata kawasan tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Karangasem I Wayan Astika, Selasa (9/7) kemarin menggungkapkan, Pantai Blue Lagoon merupakan destinasi yang menjadi daya tarik wisatawan, khususnya mancanegara. Pasalnya, pantai tersebut merupakan destinasi yang ada di kawasan Padangbai. ”Banyak wisatawan berkunjung ke sana. Jika ditata lebih bagus, maka ke depannya akan lebih banyak lagi pengunjung yang berlibur ke Pantai Blue Lagoon ini,” ujar Astika.

Astika menambahkan, untuk mengembangkan dan mempromosikan destinasi wisata tersebut, pihaknya mendorong pihak desa membentuk Pokdarwis. Kata dia, dengan dibentuknya Pokdarwis, akan lebih mudah di dalam pengelolaan kawasan tersebut. Hanya, sampai saat ini, warga setempat belum banyak berperan dalam pembangunan kepariwisataan di sana. Seharusnya, kata Astika, masyarakat yang memiliki kawasan destinasi wisata ini lebih aktif dan bersemangat dalam pengembangan objek tersebut. Apalagi Pantai Blue Lagoon sudah mempunyai branding. “Sekarang tinggal bagaimana cara mengemasnya untuk menjual destinasi tersebut kepada pengunjung. T a p i m a s y a ra ka t b e l um mengetahui potensi yang dimiliki. Ke depanya, itu harus dipikirkan dan dikembang-

kan sehingga masyarakat setempat dapat menikmati dari hasil itu,” tegas Astika. Untuk mengembangkan destiansi itu, menurut Astika, pihaknya siap mensupport jika sudah terbentuk Pokdarwis. Pihaknya siap mengadakan pelatihan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang bersinergi dengan stakeholder terkait. Sedangkan untuk promisi secara khusus, memang belum bisa dilakukan oleh pemerintah daerah. Sebab, pemerintah bisa memungut retribusi ketika sudah menjalin kerja sama dan bisa membangun fasilitas seperti tempat parkir kendaraan, toilet, tempat ganti dan fasilitas pendukung yang lainnya. “Sekrang, kami sarankan bagi masyarakat yang memiliki lahan, supaya bisa dijadikan lahan parkir termasuk toilet dan kamar ganti. Banyak pengunjung akan datang sehingga bisa memberdayaan perekonomian masyarakat setempat,” tandasnya. (kmb41)

Krisis Air Bersih di Dua Kecamatan

Bali Post/kmb41

AIR BERSIH - BPBD mendistribusikan air bersih kepada warga di Banjar Dinas Pandan, Desa Dukuh, Kubu, Karangasem, Selasa (9/7) kemarin.

Amlapura (Bali Post) Warga di Kecamatan Abang dan Kubu saat ini mengalami krisis air bersih. Terkait kondisi tersebut, Selasa (9/7) kemarin, BPBD Karangasem mendistribusikan air bersih ke dua kecamatan tersebut. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan, pihaknya mendistribusikan air bersih ke Banjar Dinas Panda, Desa Dukuh, Kubu. Selain itu, pendistribusikan air bersih dilakukan kepada sejumlah warga di wilayah Nawekerti, Kecamatan Abang. “Air yang kami distribusikan 5.000 liter dengan memakai mobil tangki ke Kubu. Sementara untuk ke Abang kami sudah koordinasikan PDAM dan PMI,” ujarnya. Arimbawa menambahkan,

pendistribusian air tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima permintaan dari masyarakat. Namun, pihaknya tidak langsung memenuhi permintaan tersebut karena harus melakukan kajian dulu. Tujuannya untuk memastikan apakah benar daerah tersebut kekurangan air atau tidak. Karena pendistribusian yang dilakukan tidak ke sumur milik perorangan tapi milik umum. “Kalaupun didistribusikan ke cubang (sumur - red) perorangan, permohonan harus dilengkapi surat dari kepala desa dan nantinya diajukan ke Dinas Sosial, PMI, dan BPBD. Itu pun kembali harus dikaji lagi ke lapangan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya keributan,” ujarnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

BLUE LAGOON - Pantai Blue Lagoon merupakan destinasi pariwisata di Padangbai, Manggis.


KLUNGKUNG

12

Rabu Umanis, 10 Juli 2019

Maksimalkan PHR, Bupati Suwirta Percepat Penerbitan Izin Bersyarat Semarapura (Bali Post) Semakin menjamurnya hotel dan restoran membuat Pemkab Klungkung bergerak cepat dalam memaksimalkan potensi PHR (Pajak Hotel dan Restoran). Salah satunya dengan mempercepat proses penerbitan izin bersyarat. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta minta OPD terkait segera menyiapkan perbup dan ditarget tuntas dalam waktu dua minggu. Pariwisata Nusa Penida membuat akomodasi berbagai jenis terus bertumbuh, baik itu berupa homestay maupun hotel bintang satu hingga bintang tiga. Bupati Suwirta segera menyikapi ini dengan Tim Perizinan Terpadu (TPT). “Kami harus berani melakukan diskresi agar akomodasi pariwisata di Nusa Penida yang cukup banyak belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan, segera diberikan izin,” kata Bupati Suwirta saat rapat dengan TPT di kediamannya di Banjar Siku, Desa Kamasan, Selasa (9/7) kemarin. Dia menegaskan, akomodasi pariwisata akan berikan izin bersyarat mengacu pada perda dan peraturan menteri terkait pengaturan zonasi RDTR di masing-masing kabupaten. Izin

bersyarat ini adalah pemberian izin kepada pemilik usaha yang selama ini izinnya tidak dikeluarkan, karena ada beberapa hal yang tidak dipenuhi, sehingga menyebabkan hotel-hotel tersebut tidak memiliki izin. Terkait percepatan dikeluarkan izin bersyarat ini, pihaknya menugaskan tim perizinan untuk segera melakukan kajian. “Saya berikan waktu dua minggu untuk Tim Perizinan Terpadu menyelesaikan perbupnya,” ujarnya. Bupati Suwirta berharap semua akomodasi pariwisata di Kepulauan Nusa Penida yang menjadi kewenangan kabupaten, segera dikeluarkan izin dan diberikan keputusan sesuai hasil kajian, apakah yang bersangkutan layak diberikan izin bersyarat atau tidak.

Dengan begitu, ke depannya semua pengusaha yang ada di Nusa Penida tidak saling berdalih menyalahkan untuk membenarkan diri sendiri kenapa izinnya belum keluar. “Nanti semua pengusaha akan mendapatkan kepastian izin,” tegasnya. Menurutnya, izin bersyarat itu penting diberikan agar ke depannya lebih gampang dalam pemungutan pajak. Sebab, proses pemungutan pajak hotel dan restoran nantinya akan dilakukan secara online melalui e-PHR. Sekda Klungkung Gede Putu Winastra belum lama ini menyampaikan, pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan pihak desa setempat, sehingga proses yang dilakukan Tim Intensifikasi Pajak

Semarapura (Bali Post) Mutasi besar-besaran terjadi di internal Polres Klungkung, Selasa (9/7) kemarin. Tercatat enam perwira masuk dalam daftar mutasi. Sebagian besar perwira yang dimutasi mendapat posisi baru yang strategis di Mapolda Bali. Proses sertijab dilangsungkan di halaman depan Mapolres Klungkung. Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana mengatakan, meski terkesan besar-besaran, mutasi merupakan hal biasa. ‘’Ini juga merupakan upaya penyegaran dan peningkatan kinerja,’’ katanya seraya berharap sertijab ini akan membawa perubahan yang lebih baik khususnya bagi seluruh personel di Polres Klungkung. Jabatan Kabag Sumda Kompol I Made Sudantha diserahkan kepada pejabat baru Kompol Ni Made Mindriwati. Jabatan Kapolsek Dawan diserahterimakan dari pejabat lama AKP I Kadek Suadnyana kepada AKP I Putu Raka Wiratma. Jabatan Kapolsek Banjarangkan diserahterimakan dari AKP Ni Luh Wirati kepada AKP Ketut Suaka Purnawasa. Jabatan Kasat Intel diserah-

terimakan dari AKP I Wayan Sueca kepada Iptu Ni Wayan Adnyani Prabawati. Jabatan Kasat Lantas diserahterimakan dari AKP Taufik Rizaldi kepada AKP Made Teja Dwi Permana. Jabatan Kasat Narkoba diserahterimakan dari AKP I Gusti Ngurah Yudistira kepada AKP Dewa Gede Oka. Kompol I Made Sudanta selanjutnya menjabat sebagai Kasubbagrenminops Bagbinop-

snal Dit Lantas Polda Bali. Kabag Sumda Polres Klungkung Kompol Ni Made Mindriwati sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagbinlatops Bagbinops Roops Polda Bali. Kapolsek Dawan yang lama AKP I Kadek Suadnyana selanjutnya menjabat sebagai Panit 4 SATPJR Ditlantas Polda Bali. Pejabat baru AKP I Putu Raka Wiratma sebelumnya menjabat sebagai Wakapolsek Negara Polres

Daerah berjalan maksimal. Upaya mencermati kembali wajib pajak baru ini menyusul sorotan BPK-RI Perwakilan Bali atas hasil LHP Tahun Anggaran 2018, khususnya pada aspek Sistem Pengendalian Intern. Temuan tersebut meliputi adanya pengusaha pariwisata yang belum ditetapkan sebagai wajib pajak yang berakibat optimalisasi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan tidak tercapai. Uji petik yang belum ditetapkan sebagai wajib pajak tercatat 13 pengusaha tahun 2016, delapan pengusaha pada 2017 dan 23 pengusaha tahun 2018. Selain itu, ditemukan adanya denda pajak hotel yang belum ditetapkan terhadap 18 pengusaha hotel. Ini berpotensi hilangnya PAD Rp 4,01 miliar. Demikian juga temuan lainnya mengenai denda pajak restoran yang belum ditetapkan terhadap 18 pengusaha hotel. Ini berpotensi terhadap hilangnya PAD Rp 5,3 miliar. (kmb31)

Enam Perwira Menengah Duduki Jabatan Baru

Bali Post/kmb31

SERTIJAB - Kapolres AKBP Sudana saat melakukan proses sertijab di halaman depan Mapolres Klungkung.

Jembrana. Kapolsek Banjarangkan yang lama AKP Ni Luh Wirati selanjutnya menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Badung. Pejabat baru AKP Ketut Suaka Purnawasa sebelumnya menjabat sebagai Kanit 4 SATPJR Ditlantas Polda Bali. Kasat Lantas Polres Klungkung yang lama AKP Taufik Rizaldi selanjutnya menjabat sebagai PS Spripim Polda Bali. Pejabat baru AKP Made Teja Dwi Permana sebelumnya menjabat sebagai Kanit 2 Subditgakkum Ditlantas Polda Bali. Kasat Intel Polres Klungkung yang lama AKP I Wayan Sueca selanjutnya menjabat sebagai PS Kanit 5 Subdit 5 Ditintelkam Polda Bali. Pejabat baru Iptu Ni Wayan Adnyani Prabawati sebelumnya menjabat sebagai Kanit 1 Satintelkam Polresta Denpasar. Kasat Satresnarkoba Polres Klungkung yang lama AKP I Gusti Ngurah Yudistira selanjutnya menjabat sebagai Kapolsek Singaraja Polres Buleleng. Pejabat baru AKP Dewa Gede Oka sebelumnya menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Bangli. (kmb31)

Bupati Suwirta Minta Koperasi Kendalikan Inflasi Semarapura (Bali Post) Pemerintah daerah mulai mengantisipasi adanya kenaikan harga-harga atau inflasi menjelang hari raya, seperti Galungan. Semua pihak dim-

inta mendukung pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi agar tidak memberatkan masyarakat. Salah satunya dari unsur koperasi sebagai lembaga keuangan

Bali Post/kmb31

PENGURUS - Pengurus koperasi se-Klungkung saat hadir di Ruang Rapat Praja Mandala.

mikro di setiap desa. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta minta seluruh koperasi membantu mengendalikan inflasi. Hal itu ditekankannya di hadapan pengurus koperasi se-Klungkung ketika berbicara dalam seminar perkoperasian di Ruang Rapat Praja Mandala, Senin (8/7) lalu. Koperasi diminta membantu pemerintah daerah mengantisipasi dan bersinergi dengan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah). Menurut Bupati Suwirta, selain menguatkan komitmen bersama membangun koperasi, pengurus juga diharapkan menguatkan prinsip-prinsip koperasi. Koordinasi antara pengurus dan anggota harus ada kerja sama yang baik. Ini bertujuan agar segala program kegiatan di kop-

erasi bisa berjalan dengan baik. “Koperasi harus dapat mendukung program pemerintah. Misalnya, mengenai Reformasi Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0, program pengurangan timbunan sampah plastik, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan program pemerintah lainnya,” tegasnya. Ketua Dekopinda Klungkung Ngakan Made Nata menyatakan selalu siap bersinergi dengan pemerintah. Seminar ini sebagai salah satu cara terus menjalin kerja sama yang baik dalam segala bidang ekonomi. Seminar ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke72 Koperasi yang puncaknya akan dilaksanakan pada 26 Juli nanti di Pura Kentel Gumi. (kmb31)

Jelang Karya Agung

”Mapepada Wewalungan” di Pura Tangkas Kori Agung

Semarapura (Bali Post) Pangempon Pura Pangeran Tangkas Kori Agung Trah Sira Arya Kanuruhan, Desa Akah, Klungkung, menggelar upacara mapepada tawur semua jenis wewalungan (hewan sarana upacara), jelang Karya Tawur Agung Tawur Balik Sumpah, Melaspas, Mendem Padagingan, Pasupati Pralingga dan Karya Pangingkup, Selasa (9/7) kemarin. Mapepada bertujuan untuk menyucikan seluruh sarana hewan untuk upacara, sebelum digunakan untuk kelengkapan sarana upacara. Ada cukup banyak jenis wewalungan, seperti kerbau, sapi, anjing, kambing, angsa, ayam, bebek dan penyu. Upacara di-puput Ida Ratu Gede Putra Abah dari Geria Akah. “Mapepada digelar bertujuan untuk menyucikan semua hewan sarana

upacara sebelum dipergunakan dalam upacara Tawur Agung Tawur Balik Sumpah, Melaspas, Mendem Padagingan, Pasupati Pralingga, dan Karya Pangingkup yang diselengga-rakan Rabu (10/7). Upacara ini merupakan rangkaian dari Karya Agung Mamungkah, Nubug Padagingan lan Ngenteg Linggih di mana puncak karya akan dilaksanakan pada Rahina Wraspati Wage Sungsang, 18 Juli 2019. Pangenter Upacara Wayan Budarsana mengatakan dalam upacara ini seluruh hewan ini akan disucikan melalui upacara Mapepada dengan prosesi purwa daksina. Di mana hewan ini diupacarai, didoakan dan dituntun berjalan melingkar searah jarum jam mengelilingi area pura sebanyak tiga kali. Dengan upacara, hewan-hewan

ini akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik kelak jika mengalami kelahiran kembali. Wakil Bupati Klungkung Made Kasta

yang merupakan pemangku/ pendeta dan sekaligus panglingsir di pura tersebut turut serta dalam prosesi tersebut. (gik)

MAPEPADA - Wewalungan yang diikutkan dalam proses mapepada di Pura Pangeran Tangkas Kori Agung.

Bali Post/kmb31

AKOMODASI - Deretan akomodasi pariwisata di daerah Jungut Batu, Nusa Penida.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Umanis, 10 Juli 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!Dcr 2 Karyawati, 2Cheker Pria Mekar Abadi Bangunan,Jl.By Pass 777 Jimbaran (Dekat SPBU)

B.BP.004.07.19.0000338

Dcr Cook, Waitres/ss Min SMA/ Sdrjt U/Kedins Cafe Popies 1 Kuta Tlp 4752220 B.BP.001.07.19.0000273

Dcr Krywn Laki2 SIM C,Rajin,Jl. Gatsu Tgh 322 Dps.081338324935 B.BP.001.07.19.0000322

Dcr sgr! SPG Gj .2.5jt+Bonus di Toko Syang Jl.Monkey Forest Ubud Telp Pak Leo-082145548444

B.BP.004.07.19.0000334

Dibthkan krywan salon utk di Jl.Raya Buduk Dalung benefit Gaji Komisi Kesehatan yg berminat Hub:08123969370

*4Jt/Bln A/O Dana utk Koperasi P/W SMK/Msh Klh Banyak Relasi Target Orientd WA:081239011111

Dcr Sgr 2 Karyawati Villa yg Brpnglmn Kerja,Hp.087862832544

Cr Satpm bs Nyetir,R.Boy,Sopir Asst RT(tngl luar) u Abiansrama Htl & Spa-Sanur 288415/288792

Dcr Staf Quality Control utk perusahan Perak, Jln.Pantai Brawa,Canggu Tlp.0361-8446108 B.BP.001.07.19.0000362

B.BP.004.07.19.0000364

Dbthkn Sopir,Cl Service,Satpam &PerekamMedis.HB:081339760308

Dcr SPG bs Bhs Mandarin, Energik Hub.085100619419

Dicr:Pengawas Proyek punya SIM C&A,Security Hub:081236258886

B.BP.001.07.19.0000371

B.BP.001.07.19.0000370

B.BP.001.07.19.0000359

B.BP.001.07.19.0000293

B.BP.001.07.19.0000318

B.BP.001.07.19.0000363

B.BP.004.07.19.0000206

Dibthkan Therapist, Reception utk di Chillax Canggu bagi yg berminat Hub: Ibu Eri di 081805462407 / 0817777302

BENGKEL LAS Free

Dicr Waitres & Bartender/Barista u/New Restaurant di Canggu Lam Kirim ke WA:085858547660 B.BP.001.07.19.0000324

Dicari Tenaga Akunting yang bisa Komputer Scan dan email utk Developer Hub.082145368344 B.BP.004.07.19.0000369

Tukang Bersihkan Kolam di Ubud Area. Hub:289104/081236700405

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

KONTRAKTOR

n

Desig

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

ALUMINIUM

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

TOYOTA

Avanza Veloz th 2014 hitam Tgn I Hub.08123605780

B.BP.001.07.19.0000372

LEXUS

Dijual Lexus RX 270 A/T, Hitam Asli Bali, 99% seperti baru, Cash/Kredit, Jl.Gn.Agung 183. B.BP.803.07.19.0000367

B.BP.001.07.19.0000325

Money Back Guarantee �

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Djl Rmh Lt.2 Kmr tdr 4. Jln.Tkd. Balian Renon H.085100888379 B.BP.004.07.19.0000368

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL TANAH

Dijual Kav Pancasari Tbn view DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.07.19.0000086

PROPERTY DISEWAKAN TANAH

Disewakan Tnh 6,3A murah,Jl.Tk Badung utama Hub.081338218877 B.BP.001.07.19.0000330

RUPA-RUPA *15%/Th Jasa Simpanan Koperasi Aman S&k Brlaku H.081239011111 B.BP.001.07.19.0000360

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.06.19.0000788

KEHILANGAN

Hlg BPKB DK 9750 GQ No F 42043 040-O AN.I Wayan Mahendrajaya B.BP.167.07.19.0000365

KONTRAKTOR

Hlg SHM No.596 luas 600m2 Kec Kuta,Pecatu An I Wayan Sultra 082237436784 (Nyoman Suparni)

AdityaDesignBangun/RenovR.Tinggal Vila Ruko IMB 081237911954

Hlg SHM No:HM 00200 L.1.300M2 an.I Wyn Riyin, Br.Dajan Rurung

PROPERTY

B.BP.166.07.19.0000376

B.BP.004.07.19.0000335

B.BP.001.07.19.0000361


BANGLI

14

Rabu Umanis, 10 Juli 2019

Harga Cabai Naik Bawang Merah Turun

BAWANG - Petani di Kintamani sedang memanen bawang.

Bali Post/kmb40

Dewan Pertanyakan Hasil Evaluasi Kinerja PTT Bangli (Bali Post) –

Komisi I DPRD Bangli mempertanyakan hasil evaluasi yang dilakukan Pemkab Bangli terhadap kinerja pegawai tidak tetap (PTT). Mengingat pada tahun 2018 lalu, Pemkab sempat mewacanakan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh tenaga PTT sebelum kenaikan gaji diberlakukan di awal tahun 2019. Anggota Komisi I DPRD Bangli Nengah Darsana dalam rapat kerja Komisi I bersama Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Bangli, Senin (8/7), mengungkapkan dari sekian banyak tenaga PTT di Bangli, tidak semua kinerjanya memuaskan. Beberapa PTT diketahuinya masih ada yang tidak disiplin dalam bekerja. Karena itu, ia pun mempertanyakan hasil evaluasi yang telah dilakukan selama ini. “Sebelum kenaikan gaji diber-

lakukan, ada rencana untuk melakukan evaluasi. Ada tidak hasilnya?” tanya Darsana. Menurut Darsana, evaluasi penting dilakukan mengingat anggaran daerah yang tersedot untuk membayar gaji PTT tidak sedikit. Jika memang ada yang tidak disiplin, Pemkab, menurutnya, harus memberi sanksi tegas dengan tidak memperpanjang kontraknya. “Kalau masih tidak disiplin untuk apa buangbuang duit daerah untuk memberi gaji buta,” katanya. Sementara itu, Kepala

BKD-PSDM Kabupaten Bangli Ni Putu Koesalireni menyampaikan, jumlah tenaga PTT di Bangli mencapai 1.700an. Ia menjelaskan, evaluasi terhadap kinerja PTT itu menjadi tugas dan tanggung jawab melekat masing-masing pimpinan OPD. Sebab, Bupati telah mendelegasikan seluruh pimpinan OPD untuk mengevaluasi kinerja PTT di lingkungan kerjanya masingmasing. Khusus di OPD yang dipimpinnya, Koesalireni mengklaim telah melakukan evalu-

asi terhadap seluruh pegawai yang ada termasuk PTT yang berjumlah lima orang. Setiap apel pagi, seluruh PTT wajib absen. Jika tidak hadir, akan dicatat untuk menjadi bahan evaluasi. Ia juga mengaku pernah memberikan sanksi terhadap pegawai yang absennya kosong beberapa hari. Dikatakannya, sesuai kontrak perjanjian kerja, termuat bahwa jika ada PTT yang tidak bekerja satu minggu berturut-turut, maka pimpinan OPD bisa melakukan pemutusan kontrak secara sepihak. “Mengenai hasil evaluasi terakhir, semua diusulkan untuk diperpanjang kontraknya. Tidak ada yang tidak diperpanjang,” katanya. (kmb40)

Sembilan Guru Ditugaskan Mengajar di SMP Satap Subaya Bangli (Bali Post) Pemkab Bangli pada tahun ajaran baru ini akan kembali mengaktifkan SMP Satap di Desa Subaya, Kintamani. Terkait rencana itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) tengah menyiapkan sembilan guru untuk ditugaskan mengajar di sekolah setempat setiap harinya. Kepala Disdikpora Bangli Nyoman Suteja, Selasa (9/7) kemarin mengatakan, untuk mengaktifkan kembali SMP Satap di Subaya, pihaknya telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kepala SMPN 7 Kintamani. Sebab guru-guru yang diberikan surat tugas mengajar di SMP Satap di Desa Subaya dua tahun lalu, semuanya berasal dari sekolah tersebut. “Saya sudah perbaharui surat tugasnya. Saat ini suratnya masih dalam proses pengetikan di Disdikpora. Total ada 9 guru yang saya buatkan surat tugas,” terangnya. Dalam koordinasi itu, pihaknya juga telah meminta SMPN 7 Kintamani untuk mengatur administrasi pelaksanaan pembelajaran. Di antaranya menyusun jadwal pembelajaran, pelaksanaan masa orientasi siswa dan lain sebagainya. Sehingga pada

tahun ajaran baru mendatang, anak-anak tamatan SD di Subaya sudah bisa dilayani di SMP Satap. “Kami juga sudah usulkan segera penetapan Plt. Kasek kita. Karena kasek sebelumnya, sempat kita tarik menjadi guru biasa,” kata Suteja. Disampaikannya bahwa dari total 19 anak tamatan SD di Subaya tahun ini, sebagian di antaranya sudah ada yang mendaftar di SMPN 7 Kintamani. Beberapa orang lainnya juga ada yang mendaftar ke SMPN 1 Kintamani. “Sementara sisanya yang masih ada di kampung ditambah tamatan tahun lalu yang tidak melanjutkan sekolah, akan kita laksanakan pembelajarannya di Satap Subaya. Jumlahnya ada sekitar 12 orang,” ujarnya. Pejabat asal Kelurahan Sidembunut itu menjelaskan bahwa SMP Satap di Desa Subaya sudah tidak aktif selama dua tahun terakhir. Penyebab tidak aktifnya SMP Satap itu bukan karena gurunya yang enggan mengajar ke sana. Melainkan karena hampir seluruh anak-anak di Subaya memilih bersekolah ke SMPN 7 Kintamani. “Masalahnya bukan enggan gurunya. Anak-anak kita yang 9 orang itu ada yang sudah ke SMP

Nyoman Suteja

Bali Post/kmb40

7 langsung. Lalu di sana (di Subaya) tinggal 4 orang. Nah, 4 orang ini kita kesulitan untuk mengajar ke sana. Karena itu guru-guru kita di SMP 7 meminta mereka semua naik sekalian ke atas (SMPN 7 Kintamani). Jadi bukan karena keengganan guru,” pungkasnya. Sebelumnya diberitakan, sejumlah anak di Desa Subaya enggan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP meski sudah ada SMP Satap. Selain karena faktor ekonomi, alasan

utama sepuluh siswa tersebut memilih putus sekolah lantaran alasan transportasi. Dimana jarak antara rumah dengan SMPN 7 Kintamani cukup jauh. Terlebih selama ini tidak ada kendaraan umum yang melintasi jalur ini. Menyikapi laporan tersebut Bupati Bangli I Made Gianyar bersama Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Bangli I Nyoman Suteja, Kamis (4/7) lalu turun langsung ke Desa Subaya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Petani di kawasan kaldera Batur Kintamani kini tengah menikmati tingginya harga jual cabai. Per satu kilogramnya, cabai merah besar laku dijual Rp 50 ribu. Salah seorang petani di Banjar Dalem, Desa Songan I Nyoman Gede Parwata, Selasa (9/7) kemarin mengaku kenaikan harga cabai kali ini tentu membuat petani untung. Kenaikan harga jual cabai ini sudah dirasakan terjadi sejak 20 hari terakhir. “Kalau cabai yang kecil atau tabia Bali lebih mahal lagi, Rp 60 ribu per kilogramnya. Tapi di sini jarang ada yang menanam. Di balik bukit ada,” ungkapnya. Dikatakan Parwata, sebelum mencapai harga Rp 50 ribu per kilogram, harga cabai merah besar di tingkat petani berkisar Rp 20-25 ribu per kilogram. Naiknya harga cabai saat ini, menurutnya, kemungkinan terjadi karena seretnya pasokan dari Pulau Jawa. Di samping juga karena dampak cuaca akhir-akhir ini yang menyebabkan produksi cabai tidak maksimal. Meski demikian, berbanding terbalik dengan cabai, Parwata mengungkapkan harga beberapa komoditas pertanian lainnya justru menurun. Bawang merah salah satunya.

Pasar Loka Çrana

Ia mengatakan seminggu lalu harga bawang merah di tingkat petani Rp 20 ribu per kilogram. Namun kini turun menjadi Rp 17 ribu per kilogram. Dengan harga sekarang, untung yang didapat petani sangat tipis. “Normalnya Rp 20 ribu–Rp 25 ribu. Kalau harga segitu petani bisa dapat untung. Kalau Rp 15 - 17 ribu untungnya tipis karena harga pestisida dan pupuk sekarang mahal,” ujarnya. Menurutnya, penyebab turunnya harga bawang merah saat ini terjadi karena pasokan dari luar daerah melimpah di pasaran. Ia tak bisa memastikan kapan harga bawang akan naik kembali. Semuanya tergantung pasokan di pasaran. “Sekarang saya ada sisa hasil panen lagi satu ton. Diminta Rp 17 ribu per kilo, tidak saya kasi. Saya tunggu lagi seminggu mudah-mudahan harganya naik,” ujarnya. Selain bawang merah, harga tomat di tingkat petani juga mengalami penurunan seribu hingga Rp 2 ribu per kilogramnya. Saat ini tomat hanya laku dijual Rp 8.000 per kilogram. Meski mengalami penurunan, Parwata mengaku harga Rp 8.000 masih dirasakan lumayan bagus bagi petani. “Kalau harga jualnya di atas Rp 5 ribu masih bagus buat petani,” imbuhnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Pemungutan Retribusi Pasar Dirancang Sistem Elektronik Bangli (Bali Post) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli kini tengah merancang pemungutan retribusi pasar dengan sistem elektronik (e-retribusi). Untuk menerapkan sistem tersebut, Disperindag akan melakukan kerja sama dengan Bank BPD. Kasi Ketersediaan dan Penyaluran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli, Dewa Ketut Kantor, Selasa (9/7) kemarin mengungkapkan, penerapan eretribusi dirancang dalam upaya transparansi. “Sekarang kan sudah era digital. Kita tidak ingin ada lagi petugas yang bersentuhan dengan uang. Kalau masih ada yang bersentuhan dengan uang langsung akan ada potensi untuk ‘bermain’,” terangnya. Di samping itu, dengan penerapan e-retribusi ini, akan mampu meringankan pekerjaan petugas pasar. Lanjut dikatakannya, untuk menerapkan e-retribusi ini pihaknya sejauh ini sudah melakukan penjajakan kerja

sama dengan Bank BPD sebelum melakukan MoU. Dijelaskannya, pembayaran retribusi secara elektronik nantinya menggunakan kartu semacam ATM. Pedagang akan diwajibkan mengisi saldo untuk bisa melakukan pembayaran. “Nanti pembayarannya tinggal digesek,” ujarnya. Sebelum menerapkan e-retribusi, saat ini pihaknya masih perlu menyiapkan kejelasan besaran retribusi berdasarkan kios yang ditempati pedagang. Termasuk ketentuan mengenai

waktu pembayarannya. Nantinya penerapan e-retribusi rencananya akan diawali di Pasar Loka Çrana. Setelah itu dilanjutkan ke seluruh pasar yang ada di kabupaten. “Loka Çrana ini akan kami jadikan percontohan dulu. Karena di sana sudah jelas luasnya, serta tidak ada pedagang musiman,” kata Kantor. Ditambahkannya, rencana penerapan e-retribusi ini akan difinalkan setelah seluruh proses pemindahan pedagang ke Pasar Loka Çrana tuntas. (kmb40)


gaan mlah alam

Rabu Umanis, 10 Juli 2019

INFO SEREMONIAL

Dadang Hermawan Dilantik Jadi Rektor ITB STIKOM Bali

DILANTIK - Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan (depan tengah) bersama para pejabat struktural ITB STIKOM Bali usai dilantik oleh Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si.Ak. di Auditorium ITB STIKOM Bali. DOKTOR Dadang Hermawan resmi menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali periode 2019-2023. Upacara pelantikan dan pengambilan janji rektor dan 34 pejabat struktural ITB STIKOM Bali dilakukan Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si.Ak. di Auditorium ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Selasa (9/7) kemarin. Dadang Hermawan yang menjabat sebagai Ketua STMIK STIKOM Bali sejak pertama kali berdiri pada 10 Agustus 2002, kemudian berubah menjadi ITB STIKOM Bali per 7 Mei 2019, untuk pertama kalinya dilantik menjadi Rektor ITB STIKOM Bali. Dadang dibantu oleh Dr. Muhammad Rusli sebagai Wakil Rektor I, Ni Luh Putri Srinadi, S.E., M.M.Kom. sebagai Wakil Rektor II, I Made Sarjana, S.E., M.M. sebagai Direktur Kerja Sama, Pemasaran dan Informasi, Ida Bagus Suradarma, S.E., M.Si. sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu, dan Dian Pramana, S.Kom., M.Kom. dipercayakan sebagai Dekan Fakultas Teknologi. Pembina Yayasan WDS Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. dalam sambutannya tak lupa menyampaikan rasa harunya karena perjuangan selama dua tahun untuk perubahan status dari STMIK STIKOM Bali akhirnya terwujud dengan

penyerahan SK ITB STIKOM Bali oleh Sekjen Kemenristek Dikti bulan lalu. ‘’Satu hal yang penting dari pelantikan dan pengukuhan jabatan ini adalah untuk kepentingan perbaikan kinerja kita dan kepentingan ITB STIKOM Bali, agar lebih berkontribusi bagi pengembangan teknologi dan bisnis untuk kesejahteraan masyarakat. Pada usia 17 tahun STMIK STIKOM Bali hingga menjadi ITB STIKOM Bali saat ini sudah tentu membutuhkan sumber daya manusia, khususnya para pejabat yang memiliki kesanggupan dan kemampuan manajerial, berwawasan luas, memiliki visi yang jelas, dalam mengelola bidangnya masing-masing. Hal itu disertai kemampuan membangun kerja sama yang baik, merupakan keniscayaan yang dibutuhkan oleh ITB STIKOM Bali, dalam rangka mengukuhkan eksistensi ITB STIKOM Bali makin dekat pada cita-cita sebagai pendidikan tinggi berkelas dunia,’’ urai Prof. Bandem. Ia mengingkatkan para pejabat yang dilantik untuk melakukan empat hal, yakni (1) menata sistem pendidikan tinggi ITB STIKOM Bali, (2) meningkatkan kualitas dan relevansi ITB STIKOM Bali dengan dunia kerja (link and match), (3) membangun akademik atmosfir ITB STIKOM Bali yang kondusif, (4) mempertahankan dan meningkatkan prestasi baik nasional maupun

internasional yang pernah dimiliki kampus ini sebelum bertransformasi menjadi ITB STIKOM Bali. Menurut Prof. Bandem, kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai terletak pada penataan sistem di atas dan memerlukan dukungan serta partisipasi seluruh civitas akademika. Dalam kaitan ini, pada tataran kebijakan operasional, sangat mendesak diterapkannya manajemen operasional dalam bingkai paradigam baru yakni manajemen mandiri sejak dini. ‘’Kami harapkan bapak rektor berperan sebagai fasilitator dan katalisator. Karena itu, setiap lembaga di bawahnya dapat mengembangkan diri secara mandiri, bertanggung jawab dan profesional. Dalam manajemen seperti itu, profesionalisme menjadi kata kuci yang menentukan, sekaligus akan mengantar pada keberhasilan kinerja dan kemandirian,’’ pungkasnya. Dalam koferensi pers usai dilantik, Dadang Hermawan mengatakan, saat ini dunia telah memasuki era digital dan revolusi industri 4.0. Mau tidak mau semua kegiatan di ITB STIKOM Bali mengarah ke sana. ‘’Makanya ada perubahan bentuk atau status dari sekolah tinggi menjadi institut. Ini diperjuangkan selama dua tahun. Tujuannya untuk mengantisipasi dinamika masyarakat yang memasuki revolusi industri 4.0,’’ ujar Dadang. Saat ini ITB STIKOM Bali memiliki empat program studi (prodi), yakni Sistem Informasi (S-1), Sistem Komputer (S-1), Teknologi Informasi (S-1) dan Manajemen Informatika (D-3). Keempat prodi ini di bawah lingkup Fakultas Teknologi Informasi. ‘’Ke dapan kami akan membuka prodi baru di bawah naungan Fakultas Bisnis, yang disesuaikan dengan perkembangan dan situasi terkini, seperti digital bisnis dan digital perpajakan. Tidak menutup kemungkinan segera direalisasikan e-tourism dan hal-hal baru yang berbau digital,’’ tutur Rektor ITB STIKOM Bali. Hadir dalam acara pelantikan, Ketua Aptisi Wilayah Bali Dr. Drs. Made Sukamerta, M.Pd., Pengurus Yayasan WDS, pimpinan 23 anak perusahaan STIKOM Bali Group dan seluruh karyawan ITB STIKOM Bali. (ad381)

Kesehatan

Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium untuk Pasien Demam Berdarah

DEMAM berdarah (DB) banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DB setiap tahunnya. Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968 hingga 2009, World Health Organization (WHO) mencatat Indonesia sebagai negara dengan kasus DB tertinggi di Asia Tenggara. Berdasarkan data dari Kemenkes, secara nasional jumlah kasus hingga 3 Februari 2019 sebanyak 16.692 kasus dengan 169 orang meninggal dunia. Kasus terbanyak ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTT. Untuk wilayah Bali dikutip dari balipost.com, total kasus DB selama lima bulan pertama tahun 2019 sebanyak 2.119 kasus berdasarkan data dari Dinkes Provinsi.

Penyebab Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. DB ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus . Diagnosis Gambaran gejala penyakit DB bervariasi, sehingga WHO menyusun kriteria diagnostik secara klinis dan laboratoris. Penyakit ini berbahaya dan seringkali berakibat fatal, sehingga perlu didiagnosis secara dini. Mengingat penyakit ini sudah menyebar ke seluruh provinsi yang ada di Indonesia, maka suatu pemeriksaan laboratorium yang tepat dan cepat sangat diperlukan untuk menunjang diagnosis dan tindak lanjut terhadap penderita DB. Untuk itu, diperlukan sarana-prasarana dan keterampilan laboratoris yang memadai, agar kasus DB dapat di-

tangani dengan baik. Gejala DB pada umumnya ditemukan sindrom trias, yaitu demam tinggi, nyeri pada anggota badan, dan timbul ruam (rash). Demam berlangsung lebih dari tiga hari, tidak turun setelah pemberian obat penurun panas, kadang disertai perdarahan spontan dari mulut, hidung atau tempat lain yang tidak biasa. Demam yang disertai dengan tanda bahaya DB seperti muntah-muntah yang sering, sakit perut hebat atau buang air kecil yang berkurang atau tidak ada dalam 4-6 jam terakhir. Dari hasil pemeriksaan laboratorium rutin, abnormalitas hematologi umum yang didapat adalah leucopenia (penurunan nilai sel darah putih (WBC) di bawah normal, trombositopenia/penurunan nilai trombosit (PLT) di bawah normal. Pada penderita DB, penurunan jumlah trombosit di bawah 100.000 biasanya ditemukan mulai hari ketiga dari sakitnya. Selain itu ditemukan juga nilai hematokrit (HCT) yang normal atau meningkat. Pemeriksaan Hematokrit tujuannya untuk mengetahui adanya hemokosentrasi yang terjadi pada penderita DB. Peningkatan hematokrit menandakan meningkatnya kepekatan darah. Ini juga bisa menandakan adanya kebocoran plasma, suatu masalah utama dan berbahaya pada DB yang kerap kali berakibat fatal. Pada penderita DB hematokrit bisa meningkat sampai lebih dari 20%. Para dokter biasanya memakai peningkatan hematokrit untuk menentukan tingkat keparahan penyakit DB. Akhir-akhir ini dikembangkan pemeriksaan Antigen protein NS-1 Dengue (Ag NS-l) yang diharapkan memberikan hasil yang lebih cepat

dibandingkan pemeriksaan serologis lainnya karena antigen ini sudah dapat terdeteksi dalam darah pada hari pertama dari demam. Selain itu pengerjaannya cukup mudah, praktis dan tidak memerlukan waktu lama. Dengan adanya pemeriksaan Ag NS-l yang spesifik terdapat pada virus dengue ini diharapkan diagnosis infeksi dengue sudah dapat ditegakkan lebih dini. Penanganan Pengobatan paling penting dan utama dalam tatalaksana pasien dengan DB adalah menjaga sirkulasi cairan. Jika demam atau merasa nyeri sendi diberikan parasetamol dan jika mual diberikan obat antimual. Tentu obat-obat ini diberikan sesuai indikasi dan bersifat sementara sesuai dengan gejala yang timbul. Hasil pemer iksaan laboratorium akan sangat bermanfaat jika terdapat suatu parameter laboratorium tertentu yang dapat memperkirakan perjalanan penyakit DB sehingga kasus tersebut dapat diberikan perhatian lebih. Pemeriksaanpemeriksaan tersebut di atas dapat dilakukan di berbagai laboratorium, bahkan di puskesmas. l dr. I Dewa Komang Agung Cahyadi

15

Disnaker Denpasar Gelar ’’Job Fair’’ Ke-15

Tersedia 40 Perusahaan dengan 2.888 Lowongan

DINAS Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi (Disnaker) Kota Denpasar menyelenggarakan Job Fair 2019 di Parkir Utara Taman Kota Lumintang, 9-11 Juli. Kegiatan rutin setiap tahun ini merupakan Job Fair ke-15 kalinya. Sebanyak 40 perusahaan mengikuti pameran Bursa Kesempatan Kerja Kota Denpasar ini, baik yang bergerak di bidang keuangan, perdagangan, jasa, industri, komunikasi, rumah makan maupun hotel. Total lowongan yang tersedia sebanyak 2.888. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar Drs. IGA Rai Anom Suradi, M.M. mengatakan, pelaksanaan Job Fair ini untuk memfasilitasi pencari kerja guna mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan keterampilan yang dimiliki. Selain itu, membantu perusahaan pengguna tenaga kerja untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan persyaratan jabatan, mengetahui tren/kecenderungan kualitas pencari kerja, jenis pekerjaan dan lowongan pekerjaan yang tersedia serta mengurangi angka pengangguran melalui peningkatan penempatan tenaga kerja. Job Fair juga bertujuan mempertemukan antara pencari kerja dan pihak pengguna tenaga kerja atau perusahaan melalui sistem antarkerja secara langsung guna mempermudah proses penempatan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dari 40 perusahaan tersebut, 14 baru pertama kali mengikuti pameran dengan total lowongan seban-

BUKA JOB FAIR - Sekda Kota Denpasar membuka Job Fair 2019 dengan pemukulan gong didampingi Kepala Disnaker Kota Denpasar dan Kepala Disnaker Provinsi Bali. yak 2.888. Sementara perusahaan yang belum bisa ambil bagian dapat memanfaatkan website bursa kerja Disnaker dan Sertifikasi Kompetensi Denpasar secara online. Menurut Anom Suradi, dengan memanfaatkan Job Fair, angka pengangguran di Denpasar dapat terus dikurangi setiap tahunnya. Pada 2016 angka pengangguran mencapai 3,54 persen, tahun 2017 bisa ditekan menjadi 2,63 persen dan tahun 2018 berkurang menjadi 1,82 persen. Pihaknya juga memberikan pelatihan menggunakan dana APBD seperti pelatihan perbaikan AC, servis sepeda motor, perbaikan alat–alat rumah tangga dengan pemanfaatan

anak muda di desa. ‘’Pemuda– pemuda desa kami rekrut dan latih sebanyak 75 orang,’’ bebernya. Sekda Kota Denpasar Rai Iswara menyampaikan dukungan dan menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini sebagai salah satu implementasi dan komitmen pemerintah daerah bersama pihak swasta secara terpadu dalam upaya menekan angka pengangguran dan menerapkan sistem rekrutmen tenaga kerja secara terbuka dan kompetitif. Rai Iswara mengharapkan ada indikator–indikator arah dan tujuan dilaksanakan Job Fair ini. Oleh karena, ia minta keberhasilan dan kekurangan kegiatan ini diinventarisasi dan diidentifikasi. (ad379)

Bangun Peran Perempuan Dalam Mitigasi Bencana Melalui Gerakan Nasional Peduli Mangrove

BERSAMA - Perwakilan OASE, Bintang Puspayoga, dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali Ir. I Made Gunaja, M.Si. berfoto bersama peserta Gerakan Nasional Peduli Mangrove. DALAM rangka membangun peran perempuan dalam mitigasi bencana dan perubahan iklim di wilayah pesisir, dilaksanakan kegiatan penanaman mangrove dan bersih pantai di Banjar Terora, Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Selasa (9/7) kemarin. Gerakan Nasional Peduli Mangrove dengan tema ‘’Tumbuhkan Mangrove, Tumbuhkan Harapan, Selamatkan Kehidupan’’ ini digelar bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang dilakukan secara serentak di 12 provinsi di Indonesia. Perwakilan OASE, Bintang Puspayoga, yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan Gerakan Nasional Peduli Mangrove ini sesuai dengan arahan Pembina Ibu Negara Iriana Jokowi, yaitu memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap lingkungan, baik melalui penanaman mangrove maupun dengan penanganan sampah plastik. Menurutnya, peran perempuan

sangat penting dan sangat besar dalam memberikan perhatian terhadap lingkungan. Sebab, lingkungan terutama yang berkaitan dengan mangrove sangat bermanfaat. ‘’Ini juga tentu berdampak, baik langsung maupun tidak langsung terutamanya bagi masyarakat pesisir,’’ ungkap Bintang Puspayoga. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali Ir. I Made Gunaja, M.Si. menyatakan aksi atau gerakan penanaman mangrove merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh OASE Kabinet Kerja sebagai bentuk dukungan para pihak untuk percepatan pemulihan rehabilitasi kawasan konservasi mangrove, melalui pengembangan peran perempuan untuk peduli lingkungan dan penguatan peran kelompok kerja mangrove tingkat nasional dan daerah. Gerakan ini juga merupakan salah satu dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangu-

nan Semesta Berencana. Kegiatan ini, menurutnya, merupakan upaya pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir dan laut Bali melalui gerakan penanaman mangrove secara masif pada lokasi yang sesuai dan akan dapat mempercepat upaya peningkatan kualitas lingkungan pesisir dan laut di Provinsi Bali. Dari data yang ada, ekosistem hutan mangrove yang ada di Bali seluas 2.446 hektar atau 0,7% dari luas hutan mangrove di Indonesia. ‘’Mangrove sangat besar perannya untuk menjaga lingkungan yaitu menahan erosi, abrasi, tsunami, kepunahan dan hilangnya beberapa jenis flora dan fauna. Mangrove juga menguntungkan masyarakat karena dapat dimanfaatkan untuk produksi sampo, sabun dan produk makanan,’’ ucapnya. Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Unda Anyar Dr. Ir. Titik Wurdiningsih, M.Si. mengungkapkan, sumber daya yang ada misalnya hutan, tanah dan air sangat terbatas. Jadi, perlu ada pengelolaan yang terintegrasi dan terpadu supaya tetap lestari. Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan ini mulai dari hulu sampai hilir. Penanaman mangrove berfungsi menahan abrasi oleh angin, abrasi oleh air laut, mencegah intrusi air laut, mengurangi dampak tsunami dan meningkatkan ekonomi. Dengan terjaganya kawasan ini, tentu akan banyak hidup biota laut yang ada di bawah mangrove. ‘’Semoga apa yang kita lakukan di sini bermanfaat untuk semua demi kelestarian di daerah bagian hilir,’’ ujarnya. (ad315)


@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

RABU UMANIS, 10 JULI 2019

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

PREMBON - Duta Kabupaten Bangli menampilkan parade topeng prembon pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI di Taman Budaya, Denpasar, Selasa (9/7) kemarin.

Bali Post/eka

Sanggar Seni ’’Rwa Bhineda’’ Pentaskan Tari Prembon

MEMILIKI keterbatasan penglihatan atau tunanetra, tidak menyurutkan semangat Sanggar Seni ‘’Rwa Bhineda’’ Kota Denpasar mengekspresikan bakat seninya. Hal ini dibuktikan dengan menampilkan sebuah garapan seni tabuh mengiringi tari Prembon pada PKB ke-41 di Kalangan Ang-

soka, Taman Budaya, Selasa (9/7) kemarin. Layaknya orang normal, sekaa sanggar yang didominasi para tunanetra ini mampu menyajikan tabuh yang mengiringi penari Prembon yang dibawakan 5 orang penari dengan apik. Para penabuh yang terdiri dari 16 laki-laki

Miliki Cagar Budaya Blanjong Tempat Spiritual MENDENGAR nama Blanjong, pikiran masyarakat akan tertuju pada tempat lokalisasi. Padahal Blanjong yang terletak di Desa Sanur Kauh Kecamatan Denpasar Selatan ini memiliki Prasasti Blanjong yang merupakan tonggak sejarah Pulau Bali. Di sana ada Pura Blanjong yang merupakan pura pertama di Bali, bahkan sebelum adanya Pura Besakih. ‘’Ini yang belum diketahui masyarakat. Ini adalah peninggalan cagar budaya yang kita miliki,’’ ujar Made Sudiana, keturunan dari juru kunci Pura Blanjong, Minggu (7/7). Prasasti dan Pura Blanjong inilah yang ingin dibangkitkan Desa Sanur Kauh untuk menarik wisatawan datang. ‘’Di sana ada tonggak sejarah Bali yang sama sekali belum diketahui masyarakat luas. Kalau mendengar kata Blanjong, konotasi masyarakat cenderung ke tempat esek–esek, padahal di sana ada tempat spiritual yang luar biasa,’’ ungkapnya. Berdasarkan penelitian dari beberapa ahli mengatakan, prasasti itu bertuliskan angka tahun 813 Masehi. Penelitian itu juga menunjukkan Prasasti dan Pura Blanjong merupakan pura pertama di Bali karena di pura itu tidak mengenal konsep Padmasana. ‘’Justru yang ada di sana konsep pemujaan lingga-yoni,’’ ungkapnya. Palinggih yang ada di sana terdiri atas lingga-yoni, batu (tempat pemujaan zaman dulu), dan punden berundak. Di sana juga terdapat banyak arca seperti arca Ganesha dan arca Nandini. Meski letaknya di Desa Intaran, namun pangempon pura tersebut justru dari Desa Adat Renon, Cerancam, dan Lantang Idung, Sukawati. Kini keberadaan Prasasti dan Pura Blanjong telah mampu menarik wisatawan datang setelah dilakukan upaya promosi dan penggalian informasi terhadap situs itu. Per bulan kunjungan wisatawan asing lebih dari 50 orang. ‘’Dua bulan lalu bahkan ada dari OWHC (The Organization of World Heritage Cities) dari Rusia khusus mengunjungi Prasasti Blanjong sebagai agenda utama mereka untuk promosi wisata di negara mereka di Rusia,’’ tuturnya. Tempat tersebut juga ditata oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Masuk ke area pura dan prasasti, pengunjung dapat melakukan scan barcode yang menjelaskan tentang situs tersebut. Perbekel Desa Sanur Kauh I Made Ada, S.Sos. mengatakan, tempat Prasasti Blanjong sebenarnya terbuka untuk dikunjungi masyarakat umum. ‘’Sebelum saya menjadi perbekel, tidak banyak yang mengetahui bahkan nama cagar budaya tidak isi,’’ tuturnya. Sering sekali orang menafsirkan Banjar Blanjong itulah yang merupakan Prasasti Blanjong, padahal tidak. Ia menduga tafsiran itu karena Banjar Blanjong dan Prasasti Blanjong berdekatan. Saat ini kunjungan tidak dipungut retribusi. Prasasti Blanjong dan Pura Blanjong merupakan dua area yang berbeda dibatasi dengan tembok, namun terakses satu sama lain. (may)

dan 2 perempuan ini begitu piawai memainkan gamelan Bali. Bahkan, nyaris tanpa kesalahan. Pementasan mereka pun mendapat apresiasi dari para penonton. Bahkan para penonton tak mau beranjak dari tempat duduknya sebelum penampilan mereka usai. Sebelum tampil, para penabuh tunanetra ini dilatih selama kurang lebih tiga bulan. Meskipun bagi mereka terbilang singkat, karena dalam satu minggu hanya sekali latihan, namun karena sering tampil ngayah pada upacara keagamaan tertentu membuat hasil garapan mereka tidak mengecewakan. Setiap

tabuh yang ditampilkan selalu mendapat tepuk tangan dari penonton. Sekaa Sanggar Seni Penyandang Cacat ‘’Rwa Bhineda’’ ini sejati sudah ada sejak tahun 1997. Namun, mulai dilatih secara intensif tahun 1998. Tidak mudah melatih orang berkebutuhan khusus. Bahkan, di awal-awal sangat sulit. Bagitu yang dirasakan oleh I Made Gde Mandra, S.Sn. selaku Pembina Sanggar Seni Penyandang Cacat ‘’Rwa Bhineda’’ Kota Denpasar. Para seniman penyandang cacat ini dilatih di rumahnya di Jalan Batuyang, Batubulan Kangin, Sukawati, Gianyar. ‘’Pada awal-awal tahun 1998

itu, manangis saya melatih mereka, gak kuat melihat keadaan mereka. Saya berpikir kenapa orang-orang ini (tunanetra) memiliki niat ikut menjaga dan melestarikan seni. Akhirnya mereka juga mengajarkan saya teori bagaimana cara menghadapi dan melatih orang-orang seperti mereka. Lama-kelamaan tantangan itu hilang, bahkan saat ini sama sekali tidak ada kesulitan untuk melatih mereka,’’ ujar I Made Gde Mandra. Tarian Prembon yang dipentaskan mengangkat kisah ‘’Wak Prana’’ yang menceritakan tentang pengorbanan cinta seorang wanita kepada pasangannya demi kejayaan kerajaan. (win)

Bali Post/eka

TAMPIL - Sanggar seni penyandang disabilitas ‘’Rwa Bhineda’’ Denpasar tampil pada PKB XLI di Taman Budaya, Denpasar, Selasa (9/7) kemarin.

BBF 2019 Usung ’’Classic Rock Celebration’’

Bali Post/win

BBF - Persiapan BBF 2019 yang akan digelar di Pulau Peninsula, Nusa Dua, 13-14 Juli. FESTIVAL musik kelas dunia bergenre blues, Bali Blues Festival (BBF), kembali digelar pada 13-14 Juli 2019. Festival musik tahunan ini digelar di The Nusa Dua, Badung sekaligus menjadi penutup gelaran Nusa Dua Light Festival yang diselenggarakan sejak

30 Mei 2019. Event BBF 2019 yang digelar ITDC dengan menggandeng Pregina Art Showbiz ini, mendapat dukungan penuh dari Pemkab Badung, Pemprov Bali dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dengan dukungan Kementerian Pariwisata, BBF

2019 menjadi salah satu kegiatan dalam 100 Calendar of Events Wonderful Indonesia tahun ini. Serta menjadikan Bali menjadi barometer event blues terbesar di Indonesia, bahkan di Asia. Apalagi, BBF 2019 kali ini mengangkat tema ‘’Classic Rock Celebration’’ yang akan mampu membius penonton dengan tampilan maestro musik yang mempunyai ciri khas tersendiri dan dipadu keindahan Pulau Peninsula. Hal ini tentunya akan manjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk menikmati atraksi festival musik dan pengunjung Nusa Dua Light Festival. ‘’Ini adalah event ke-5. Jadi event ini harus memiliki kualitas terbaik, sebab setiap tahun kita ditantang untuk terus lebih baik dam tentunya berkualitas, apalagi event ini digelar setiap tahun,’’ ujar Managing Director Nusa Dua ITDC I Gusti Ngurah Ardita, Selasa (9/7) kemarin. Sederet artis akan menggebrak BBF 2019 yang telah memasuki tahun ke-5 ini dan dimeriahkan sejum-

lah musisi blues dan artis ternama di Tanah Air. Di antaranya Gugun Blues Shelter ft. Emmy Tobing, Endah N Rhesa, Nosstress ft. Made Mawut, Balawan & Maxell Reunion, Bali Blues Brother, Suradipa & Gus Teja, Glambeer, The Bardogs, Crazy Horse ft. Joni Agung, The Ratrocker, Blues Community. Dengan melibatkan sejumlah komunitas lokal Bali, ajang BBF ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Bali, khususnya Kabupaten Badung. Sehingga semua pihak dapat mendukung dan meramaikan penyelenggaraan event ini. CEO Pregina Art Showbiz yang sekaligus penggagas BBF, Bagus Mantra, menambahkan bahwa line-up artis BBF 2019 yang terlibat akan menampilkan kombinasi blues dan classic rock, serta kolaborasi artis setiap harinya. Hari pertama BBF akan ada sajian khusus oleh Nyi Pelet Berbluesria, Roxanne Blues, Winnie The Blues, Glambeer Blues, Rivaba, Balawan ft. Maxell Reunion serta Endah & Rhesa.

Rumah Luwih

Tamu Diperlakukan Seperti Bangsawan KEDATANGAN saudagar Tionghoa di abad ke-7, kemudian masuknya kolonialisme Belanda di abad ke-16, telah meninggalkan pengaruhnya pada kebudayaan Bali, termasuk dalam sisi arsitektur. Percampuran budaya yang menggugah ini kemudian dihidupkan kembali melalui arsitektur yang menakjubkan dari Rumah Luwih. Resor mewah yang dibuka sekitar empat tahun lalu di kawasan Pantai Lebih, Gianyar ini dirancang oleh arsitek Indonesia ternama, Hadiprana. ‘’Desain dari Rumah Luwih terinspirasi dari istana air Taman Ujung yang megah yang terletak di Karangasem. Merupakan tempat kediaman para raja dan bangsawan, istana air ini termasyhur dengan arsitekturnya yang indah,’’ ujar Agus Suananda, CHA., General Manager Rumah Luwih. Dia menambahkan, resor yang menempati lahan hijau

seluas 3,2 hektar ini dirancang sedemikian rupa untuk menjadi tempat kediaman raja di mana para tamu diperlakukan seperti kaum bangsawan yang sedang menghabiskan waktu di suaka tropis mereka sendiri. Untuk makan dan minum, ruang makan utama Andrawina menawarkan pengalaman bersantap ala bangsawan di restoran bergaya kolonial cantik ini. Sarapan, makan siang dan makan malam dapat dinikmati di ruang makan yang mewah atau di selasar tepi kolam renang, di mana Anda dapat menikmati makanan ditemani dengan angin laut yang berdesir tenang. ‘’Dengan taman yang luas, akomodasi yang mewah dan pemandangan Samudera Hindia, Rumah Luwih merupakan pengalaman menginap di destinasi baru yang patut dikunjungi. Kami memahami tiap tamu berasal dari latar belakang dan memiliki kisah berbeda yang menjadikannya unik.

Sedangkan hari kedua akan diisi oleh The Ratrocker, Singaraja Blues Community, The Bardogs, Bali Blues Brothers ft. Gus Teja ft. Suradipa, Crazy Horse ft. Joni Agung, Nostress ft. Made Mawut dan Gugun Blues Shelter ft. Emmy Tobing. Gus Teja yang akan tampil dalam kolaborasi unik dan etnik dengan Suradipa dalam Bali Blues Brothers mengaku terkejut berkolaborasi dengan musik bergenre blues. Selama performnya hingga ke mancanegara, Gus Teja belum pernah berkolaborasi dengan musik bernuansa blues. Tentu hal ini menjadi tantangan baginya. Bahkan, ia tidak sabar untuk tampil pada hari pertama pergelaran BBF 2019 nanti. ‘’Saya terkejut berkolaborasi dengan musik blues, sebab selama ini saya belum pernah berkolaborasi dan ini menjadi tantangan bagi saya. Nanti saya akan bawakan musik tradisional Bali yang dikemas dengan musik blues. Dan komposisi ini unik sekali,’’ pungkas Gus Teja. (win)

KULINER

KESEHATAN

TOP IN VASI

WONDERFUL BALI

BUDAYA PENDIDIKAN

Komitmen kami adalah menyediakan pelayanan tiada duanya dan memperhatikan masing-masing tamu agar merasa seperti berada di

rumah sendiri,’’ katanya lagi. Rumah Luwih berlokasi hanya 5 menit berkendara dari Bali Safari & Marine

SENIMAN

Park, 25 menit dari Sanur dan hanya 30 menit dari kota Ubud yang terkenal dengan seni, budaya dan gastronominya. (gie)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 10 Juli 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu