Skip to main content

Edisi Jumat 10 Mei 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Gubernur Koster Harap Penggunaan Produk Lokal Tekan Angka Inflasi PEMANFAATAN produk lokal memiliki pengaruh dengan terpenuhinya ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, seperti produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi angka inflasi di Bali. Penegasan itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bali Nusra di The Anvaya Beach Resort Bali, Badung, Kamis (9/5) pagi. Selama ini, kata Koster, kebutuhan bahan pokok kebanyakan dipasok dari luar dengan jumlah yang tidak menentu. Kekurangan pasokan juga terkadang menyebabkan naiknya angka inflasi. Untuk itu, peningkatan produksi produk lokal

Bali sangat penting. Mengingat selama ini sektor pertanian belum mendapat perhatian secara optimal. Untuk mengatasi hal itu, Gubernur Bali telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. ‘’Kita tahu Bali sebagai tujuan wisata dunia. Tapi sayangnya selama ini para petani tidak menerima manfaat pariwisata Bali secara langsung. Untuk itu, saya telah mengeluarkan peraturan tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Saya ingin antara pariwisata dan pertanian harus dipertemukan, diberdayakan dan disinergikan sebagai

strategi dalam membangun perekonomian Bali guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani, nelayan, dan pelaku serta pegiat industri lokal Bali,’’ ujar Gubernur Koster. Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menambahkan, dengan memanfaatkan produk lokal maka kebutuhan akan produksi daerah sendiri bisa terus meningkat, sehingga tidak perlu mendatangkan suplai dari luar. Dengan demikian, angka inflasi di Bali bisa tetap stabil. ‘’Mari kita cintai produk dalam negeri dan gunakan produk daerah sendiri. Ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,’’ katanya. Hal. 15 Bank Indonesia

’’Mari kita cintai produk dalam negeri dan gunakan produk daerah sendiri. Ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

RAPAT TPID - Gubernur Wayan Koster foto bersama peserta Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bali Nusra di The Anvaya Beach Resort Bali, Badung, Kamis (9/5) pagi.

Peta Kantong Suara 4 Besar DPD-RI

Wedakarna Kuat di Seluruh Bali Bambang Santoso Lemah di Bangli Perolehan Suara DPR-RI Dapil Bali

GOLONGAN KARYA

PDI-P

1.257.590

GOLKAR

382.607

DEMOKRAT 118.830 GERINDRA 109.600 102.966 NASDEM HANURA

PARTAI NURAI RAKYAT

PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

PARTAI KEADILAN

SEJAHTERA

HANURA PSI PKB BERKARYA

84.012

PKS

39.024

PERINDO PPP GARUDA PKPI PAN PBB

55.399 49.695 42.158 36.467 12.195 8.825 8.136 3.417 2.445

Denpasar (Bali Post) Perolehan suara tertinggi untuk pemilihan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI dari Provinsi Bali mencapai 742.781 suara. Dukungan suara tertinggi diraih calon DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK). Perolehan 742.781 suara menempatkannya pada posisi teratas di seluruh Bali, kecuali di Kabupaten Badung. Suara terbanyak Arya Wedakarna diperoleh di Kabupaten Gianyar (130.139 suara), disusul Kota Denpasar (118.781 suara), Karangasem (102.498 suara), Buleleng (96.179 suara), Badung (95.773 suara), Tabanan (63.625 suara), Jembrana (53.817 suara), Bangli (42.956 suara), dan Klungkung (39.773 suara). Hal tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dari masing-masing daerah pemilihan di kabupaten/kota se-Bali yang dilakukan KPU Bali di Prime Plaza Hotel, Rabu (8/5) malam. Di Badung, Wedakarna berada di posisi kedua, sebab dukungan untuk calon DPD-RI di Kabupaten Badung

lebih banyak diberikan kepada Panglingsir Puri Mengwi A.A Gde Agung. Disusul kemudian Tabanan (34.022 suara), Denpasar (27.213 suara), Gianyar (21.156 suara), Buleleng (20.679 suara), Karangasem (9.243 suara), Jembrana (8.641 suara), Bangli (5.426 suara) dan Klungkung (4.921 suara). Akan tetapi, total perolehan suara mantan Bupati Badung itu sebanyak 229.675 suara, hanya mampu menempatkannya pada peringkat ketiga dari empat besar. Posisi kedua diraih Made Mangku Pastika dengan perolehan 269.790 suara. Mantan Gubernur Bali ini meraup suara terbanyaknya di Kabupaten Buleleng (92.777 suara), disusul Den-

Perolehan Suara DPD-RI

pasar (32.830 suara), dan Karangasem (32.822 suara), Gianyar (31.764 suara), Tabanan (22.760 suara), Bangli (18.105 suara), Badung (17.141 suara), Klungkung (13.443 suara), Jembrana (8.148 suara). Haji Bambang Santoso meraih dukungan 126.100 suara. Penyumbang suara terbanyak di Kota Denpasar dengan 36.954 suara. Terbanyak kedua di Kabupaten Jembrana (26.963 suara), Buleleng (24.932 suara), Badung (13.430 suara), Karangasem (10.091 suara), Tabanan (6.672 suara), Klungkung (3.439 suara), Gianyar (2.364 suara), dan Bangli (1.255 suara). (kmb16)

AWK

Mangku Pastika

742.781 269.790

AA Gde Agung

229.675

H.Bambang Santoso

126.100

Di Bali, Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Capai 2,1 Jutaan

JOKO WIDODO MA’RUF AMIN

2.351.057

Suara Sah

2.564.472

Tidak Sah

52.338

Jumlah Suara

2.616.810

PRABOWO SUBIANTO SANDIAGA UNO

213.415

PASANGAN calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)– Ma’Ruf Amin menang telak atas pasangan nomor urut 02, Prabowo–Sandi. Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, sesuai hasil rekapitulasi KPU Bali atas penghitungan perolehan suara pemilu untuk pasangan capres dan cawapres, pasangan Jokowi–Ma’ruf meraih 2.351.057 suara. Sedangkan pasangan Prabowo–

Kabupaten/Kota

Jokowi Ma’ruf

Prabowo Sandi

Buleleng Denpasar Gianyar Badung Tabanan Karangasem Jembrana Bangli Klungkung

383.571 338.019 318.539 312.813 302.441 274.861 153.126 149.453 118.237

46.161 39.455 12.627 23.357 18.013 20.549 33.829 8.938 10.486

Sandi meraih 213.415 suara. Terdapat selisih suara kedua pasangan capres dan cawapres tersebut mencapai 2.137.642 suara. ‘’Dalam rekapitulasi penghitungan suara, Rabu (8/5), kemenangan yang diraih pasangan Jokowi–Ma’ruf mencapai 92 persen,’’ jelas Lidartawan. Kemenangan pasangan nomor 01 terjadi di seluruh kabupaten di Bali. Perolehan suara di Jembrana sebanyak 153.126 suara, Badung 302.441 suara, Gianyar 318.539 suara, Klungkung 118.237 suara, Bangli 149.453 suara, Karangasem 274.861 suara, Denpasar 338.019, dan Singaraja 383.571 suara. Sedangkan pasangan 02, di Jemberana 33.829 suara, Tabanan 18.013 suara, Badung 23.357 suara, Gianyar 12.627 suara, Klungkung 10.486 suara, Bangli 8.938, Karangasem 20.549 suara, Denpasar 39.455 suara, dan Singaraja 46.161 suara. Jumlah pemilih dalam pilpres baik yang tercatat dalam DPT maupun DPTb dan DPK sebanyak 3.220.479 orang. Sedangkan pengguna hak pilihnya mencapai 2.616.810 orang, sehingga untuk angka golputnya mencapai 603.669 orang. Untuk suara tidak sah dalam pemilihan presiden mencapai 52.338 suara, sedangkan untuk suara sah sebanyak 2.564.472 suara. (kmb16)

I Dewa Agung Gede Lidartawan

Kota Denpasar Raih Penghargaan Terbaik Nasional Perencanaan Pembangunan Daerah 2019

PEMKOT Denpasar kembali meraih penghargaan di tingkat nasional. Pada awal bulan Mei 2019 ini Denpasar meraih penghargaan di bidang Perencanaan dan Pencapaian terbaik peringkat II besar nasional dalam anugerah Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2019. Penghargaan dalam bentuk piala ini diserahkan langsung Presiden Joko Widodo yang diterima Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (9/5) kemarin pada pembukaan Musrenbangnas 2019, RKP 2020 di Shangri-La Hotel Jakarta. Penghargaan ini atas penilaian dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI yang menyatakan Kota Denpasar telah mampu melakukan perencanaan pembangunan dan pencapaian pembangunan terutama dalam bidang smart

city, penataan sungai, hingga penurunan angka kemiskinan. Hadir pula dalam penyerahan penghargaan tersebut Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Bambang S. Brojonegoro, para menteri Kabinet Kerja, gubernur, bupati dan wali kota seluruh Indonesia. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, banyak tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan Visi Indonesia 2045 (100 tahun Indonesia merdeka). Semua daerah harus menyambungkan titik-titik kawasan industri, kawasan wisata, sentra industri kecil, pusat produksi pertanian dan perkebunan. Reformasi birokrasi dan reformasi struktural harus betul-betul dijalankan. Kelembagaan dan perizinan di pusat dan daerah harus dipotong. Lembaga yang tidak efisien dan yang tidak memberikan kontribusi pada negara akan dihapus. Semakin

simpel dan sederhana organisasi akan semakin cepat dan fleksibel dalam pelayanan dan memutuskan kebijakan. ‘’Jangan teruskan pola dan tradisi lama,’’ ujar Joko Widodo. Sementara itu, Wali Kota Denpasar Rai Mantra yang didampingi Plt. Kepala Bappeda Wisnu Wijaya Kusuma dan Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai usai menerima penghargaan mengatakan, proses perencanaan pembangunan daerah yang telah dilaksanakan sudah melalui sistem e-planning. Sistem ini juga disebut Denpasar Plan dan sudah terintegrasi dengan sistem penganggaran Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD), serta telah menerapkan sistem Elektronik Cascading untuk memfokuskan perencanaan yang efektif dan efisisen. Dalam inovasi program pelayanan kepada masyarakat

telah dilaksanakan berbagai inovasi seperti bidang kesehatan dengan meluncurkan program Damakesmas, Vaksinasi Kanker Serviks untuk anak sekolah, Denpasar Safe Community dengan hotline layanan 112. Ada pula Program PANTASTIS yakni Pelayanan Antar Jenazah Gratis, Program Denpasar Inklusi, Rumah Berdaya bagi penyandang Skizofrenia, layanan autis, bus sekolah, revitalisasi pasar rakyat hingga revitalisasi sungai. ‘’Fokus kami saat ini yakni melaksanakan program mengurangi sampah plastik dengan menerbitkan Perwali No. 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Intinya program dan inovasi yang kami lakukan di Kota Denpasar harus mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat secara luas,’’ kata Rai Mantra. (ad421)

PIALA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima piala penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) 2019 dari Presiden Joko Widodo di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (9/5) kemarin.


DENPASAR

2 ’’Jangan Pergi’’

’’Single’’ Ketiga Nadia untuk Kado Ultah sang Ayah

KEBAHAGIAAN kini tengah menyelimuti penyanyi remaja Putu Nadia Nevita (14). Setelah menyelesaikan Ujian Nasional (UN) dan bersiap melangkah ke jenjang pendidikan SMA, Nadia siap merilis single terbarunya berjudul ‘’Jangan Pergi’’. Ini merupakan single ketiga setelah sebelumnya sukses dengan single berjudul ‘’Tresna Nak Sekolah’’ dan ‘’Kasmaran’’. Menariknya, s i n g l e berbahasa Indonesia ini dirilis ke publik bertepatan dengan hari ulang tahun sang ayah, Jumat (10/5) hari ini. ‘’Jika single pertama (‘Tresna Nak Sekolah’ - red) dirilis saat ulang tahun Nadia dan single kedua (‘Kasmaran’ - red) dirilis pas ultah mama, kini single terbaru ‘Jangan Pergi’ ini merupakan kado ultah untuk ayah tercinta saya,’’ ujarnya, Kamis (9/5) kemarin. Putri pasangan I Wayan Budi dan Desak Made Ambarini ini menambahkan, single ‘’Jangan Pergi’’ yang diciptakan dan diaransemen musisi Gede Kurniawan ini digarap sejak enam bulan lalu. Namun karena terkendala persiapan UN, Nadia memilih rehat sejenak untuk konsentrasi belajar. ‘’Kini Nadia bisa bernapas lega, UN sudah selesai dan single terbaru juga sudah rampung,’’ ujar siswi SMPN 3 Denpasar ini. Sementara itu, Yong Sagita yang bertindak selaku produser mengaku plong karena single anyar Nadia sudah siap dirilis ke publik melalui akun YouTube-nya. ‘’Mulai besok (hari ini - red), single ‘Jangan Pergi’ plus video klipnya bisa disaksikan di akun YouTube saya dan Nadia Nevita Official Channel,’’ ujarnya.

Menurut Yong Sagita, Nadia yang ditanganinya sejak single pertama merupakan penyanyi remaja yang penuh talenta. Nadia tidak hanya mampu membawakan lagu berbahasa Bali dengan baik, tetapi juga dalam bahasa Indonesia. ‘’Terbukti, respons publik terhadap dua single sebelumnya cukup bagus. Di salah satu radio di Denpasar, lagu ‘Kasmaran’ mencapai puncak tangga. Sedangkan di Singaraja, ‘Tresna Nak Sekolah’ dan ‘Kasmaran’ masuk anak tangga. Saya yakin untuk single ‘Jangan Pergi’ yang berbahasa Indonesia ini juga demikian,’’ katanya. Saat ini Yong Sagita mengaku sedang mempersiapkan mini album untuk Nadia. ‘’Juni 2019, mini album ini ditargetkan siap dirilis. Jadi,

mohon doanya,’’ ujar penyanyi legendaris Bali ini. (win)

Komplotan Curanmor Sasar Pelabuhan Tradisional Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Denpasar Selatan (Densel) mengungkap kasus curanmor lintas kabupaten (Denpasar, Klungkung dan Gianyar) akhir April lalu. Pelakunya enam orang asal Sumba, NTT. Komplotan ini sudah mencuri 23 sepeda motor. Mereka khusus menyasar pelabuhan tradisional di Pantai Kusamba, Klungkung, dan Pantai Matahari Terbit, Sanur. Para pelaku yaitu Petrus Piro Mete (28), Paulus Pati Kondo (27), Yohanes Helu Ngara (23), Ruben Bali Mema (31), Markus Tanggu (27) dan Steven Kaldo (16). Tersangka Ruben terpaksa ditembak oleh petugas karena kabur dan bersembunyi di bawah tebing di wilayah Ketewel, Gianyar. Dikonfirmasi Kamis (9/5) kemarin, Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika mengatakan, komplotan curanmor ini beraksi sejak delapan bulan lalu. TKP yang baru diketahui yaitu di Jalan Hangtuah depan Warung Mak Beng, Sanur, Warung Kusamba di Pantai Matahari Terbit, Sanur, di Jalan Tukad Banyuning Gang Buntu Nomor 1A Panjer, dan di depan ATM Mandiri Pantai Sanur di Jalan Hangtuah. ‘’Korban menitipkan sepeda motornya di TKP. Selanjutnya mereka menyeberang ke Nusa Penida atau Nusa Lembongan. Saat kembali, motornya sudah hilang,’’ ujarnya. Berdasarkan laporan tersebut, kata Wirajaya, Tim Opsnal dipimpin Panit 2 Reskrim Iptu I Nyoman Laba melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap orangorang yang mencurigakan di seputaran areal parkir di TKP. Pertengahan April lalu ditangkap tersangka Petrus dan Paulus karena gelagat mereka mencurigakan di areal parkir Pantai Sanur. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan beberapa STNK dan kunci sepeda motor di dalam tas pinggang yang dibawa pelaku. ‘’Kasus curanmor sangat meresahkan. Kami baru mengamankan enam pelaku dan ada

indikasi pelaku yang lain. Dalam proses pengembangan, kami akan melakukan penangkapan lagi. TKP-nya cukup banyak karena beraksi di kabupaten lain, sehingga kami ungkap ada 11 TKP di Klungkung, Ubud 2 TKP dan 10 TKP di Densel,’’ kata mantan Kapolsek Kuta ini. Saat diinterogasi, kata Wirajaya, Petrus dan Paulus mengakui melakukan pencurian di daerah Pantai Sanur. Sepeda motor yang mereka pakai juga hasil curian. Selain itu, mereka mengaku beraksi bersama Ruben, Markus dan Steven. Polisi langsung menuju ke daerah Ketewel, Gianyar. Dari pengakuan tersebut, petugas menggerebek tempat tinggal pelaku. Alhasil, Markus, Yohanes, dan Steven berhasil ditangkap. Sementara Ruben melarikan diri dan turun ke dasar tebing. Padahal petugas sudah meletuskan tembakan peringatan ke udara tapi tak digubris. ‘’Anggota kami terpaksa menembak pelaku (Ruben) dan kena pinggang kirinya. Kami melakukan tindakan tegas karena para pelaku ini membawa belati. Kami amankan juga dua belati sebagai barang bukti,’’ tegasnya. Hasil pencurian sepeda motor tersebut, rencananya dikirim ke Sumba, NTT. Ada juga yang dijual di daerah Nusa Dua dan Imam Bonjol dengan harga Rp 2 juta per motor. Saat beraksi, pelaku tidak menggunakan kunci T. Modusnya memutus kabel kontak dari sepeda motor, kemudian disambung kembali untuk menghidupkan sepeda motor tersebut. ‘’Masing-masing pelaku punya peran, ada bagian mapping terutama mencari pelabuhan-pelabuhan tradisional, seperti di Kusamba dan Pantai Matahari Terbit. Ada yang ahli menggetok nomor mesin dan rangka. Motor curian ini disimpan di gudang khusus di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Di sana nomor mesin dan rangka diketok. Setelah itu baru dikirim ke Sumba,’’ kata mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini. (kmb36)

I.B. Gede Laksana

Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

DRIVER STORY

”Driver” Gojek yang Ketagihan Ngojek IDA Bagus Gede Laksana (29), salah satu driver Gojek yang kini sedang menekuni pekerjaan tersebut merasa bersyukur mengenal Gojek. Karena sejak mengenal Gojek, hidupnya berubah. Taraf hidupnya menjadi lebih baik. Itulah yang membuatnya ketagihan ngojek hingga saat ini. Tadinya, ngojek hanya menjadi pekerjaan sampingannya, namun sekarang menjadi pekerjaan utamanya, karena ia merasa dari Gojek dapat mencukupi kebutuhan keluarga sehingga ia dapat membeli motor dan membangun rumah di kampungnya di Bangli. Pria yang akrab disapa Gusde ini kini memilih fulltime menjadi mitra Gojek Denpasar, di mana ia sebelumnya menjadi Floor Coordinator di salah satu department store terkemuka di Bali. “Awalnya saya enggak tertarik jadi driver Gojek. Tapi di akhir bulan, gaji saya selalu kurang sewaktu bekerja di salah satu department store itu,” ungkapnya. Ditemui Kamis (9/5) kemarin, ia menuturkan mulai menjadi driver Gojek sejak Mei 2015. Ia masuk menjadi driver di angkatan kedua dan menjadi 300 driver pertama. Bisa dibilang, ia menjadi pelopor driver Gojek di Bali. Saat itu Gojek belum begitu dikenal masyarakat dan belum dimanfaatkan jasanya. Begitu juga aplikasi yang dimiliki saat itu belum sebagus saat ini. Pernah dalam sehari, ia hanya mendapat dua orderan kala itu. Ia pesimis dan ingin berhenti ngojek. Namun, fasilitas yang diberikan Gojek cukup banyak seperti HP, jaket, dan helm. Ia pun merasa tidak enak pada manajemen Gojek karena sudah diberikan fasilitas yang cukup banyak. Sempat ingin berhenti menjadi driver, namun dikatakan oleh pihak Gojek akan ada promo. “Mereka bilang jangan berhenti dulu karena bakal ada promo sebulan lagi Rp 10.000 ke mana saja. Jadi, disubsidi sama Gojek,” ujar ayah dua anak ini.

Setelah ada promo itu, orderan Gojek banyak berdatangan. Gojek mulai booming. Aplikasi pun sudah lebih baik dan pemberitahuan langsung masuk ke HP driver. Setelah dua bulan berjalan, penghasilannya cukup besar menjadi driver. “Saya mulai berpikir, kok dari tukang ojek saja hasilnya melebihi gaji saya,” ungkapnya. Awal adanya promo Gojek, ia bisa mengantongi Rp 400.000 per hari. Dalam sehari, pernah ia tidak bekerja di tempatnya semula demi ngojek dari pagi sampai sore. Alhasil, penghasilannya sehari Rp 1.000.000. Dari sanalah ia berpikir untuk berhenti di pekerjaan utamanya dan fokus di Gojek. Selama empat tahun di Gojek, banyak hal yang telah dimiliki. Yang jelas, taraf hidupnya lebih baik, waktu untuk keluarga lebih banyak, bahkan untuk manyamabraya pun bisa dilakukan. “Utang nikah saya juga lunas, saya bisa ambil motor satu. As-

tungkara, saya juga bisa bangun bale dangin,” katanya sumringah. Ia teringat saat anak pertamanya masih bayi, kesulitan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya termasuk membeli susu untuk anaknya. “Dulu waktu masih kerja di department store itu, untuk pulang kampung saya malu. Pulang enggak pernah bisa bawa apa-apa karena gaji sudah habis untuk kebutuhan bayar utang dan kebutuhan di Badung, anak masih bayi dulu. Kalau sekarang mau pulang kampung, tinggal ngojek saja paginya, pasti dapat Rp 150.000-Rp 200.000, sorenya pulang bisa bawa oleh-oleh,” kenangnya. Kini, per hari ratarata penghasilan yang diperolehnya dari ngojek bisa mencapai Rp 400.000. (ad232)

BBPOM Musnahkan Produk Senilai Rp 1,2 Miliar Denpasar (Bali Post) Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar memusnahkan produk obat dan makanan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) di halaman kantor setempat, Kamis (9/5) kemarin. Total nilai produk yang dimusnahkan pada hari itu sebesar Rp 1,2 miliar. Kepala BBPOM di Denpasar Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. mengatakan, ada 3.530 item dengan 65.485 pcs yang menjadi temuan pihaknya dari hasil operasi sepanjang Juli 2017 hingga Desember 2018. Total nilai produk TMK tersebut mencapai Rp 1.269.378.600. Temuan ini lebih banyak dibanding tahun 2016-2017, yakni 2.661 item dari 54.777 pcs, dengan prakiraan harga Rp 823.351.242. Dikatakan, produk obat dan makanan yang TMK mengalami peningkatan di Bali dapat mengancam pariwisata di Pulau Dewata. ‘’Mereka (produsen dan distributor obat dan makanan TMK) memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat. Makanya temuan makin meningkat,’’ ujarnya. Adhi Aryapatni mengatakan, apabila kondisi ini dibiarkan, terutama pada produk makanan, tentu akan berbahaya bagi keberlangsungan pariwisata di Bali. Dari hasil temuan tersebut, temuan

Bali Post/eka

PEMUSNAHAN - Petugas BBPOM di Denpasar melaksanakan pemusnahan barang sitaan secara simbolis di Kantor BBPOM di Denpasar, Kamis (9/5) kemarin. terbanyak ada pada produk kosmetika tanpa izin edar (TIE) yang mengandung bahan terlarang dengan total 1.496 item dengan 28.059 pcs. ‘’Ini artinya, konsumen terutama ibu-ibu banyak yang masih termakan iklan. Sehingga masih banyak ada permintaan. Ini perlu ada edukasi secara terus menerus. Ditemukan produk kosmetika yang mengandung merkuri

dan hidroquinon. Kandungan ini menyebabkan gangguan kesehatan, seperti kanker kulit dan penyakit lainnya,’’ katanya mengingatkan. Selain produk kosmetika TIE, kata Adhi Aryapatni, juga ditemukan produk pangan TIE, obat tradisional TIE yang mengandung BKO, suplemen kesehatan TIE mengandung BKO, serta obat keras yang

ditemukan di sarana ilegal. ‘’Obat keras ini yang ditemukan di warung-warung. Itu kan tidak boleh, karena harus pakai resep dokter,’’ imbuhnya. Menurut Adhi Aryapatni, sejumlah temuan ini akan dimusnahkan di Mojokerto, tepatnya di PT Putra Restu Ibu Abadi dengan menggunakan incenerator. ‘’Secara simbolis, kami musnahkan sedikit di sini.

Sisanya kami bawa ke Jawa untuk dimusnaskan, karena di Bali belum ada alat (insinerator - red) yang berizin untuk memusnahkan temuan sebanyak ini,’’ tegasya. (kmb42)

Denpasar (Bali Post) Merebaknya pengedaran narkoba di kalangan pelajar makin mengkhawatirkan. Penyebaran narkoba saat ini dapat diantisipasi dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk guru ketika para pelajar berada di sekolah. Oleh karena itu, BNNP Bali mengumpulkan siswa SMA, Kamis (9/5) kemarin. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. hadir sebagai narasumber workshop penggiat antinarkoba di lingkungan pendidikan. Dia didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) AKBP I Ketut Suandika, S.H., M.H. Kegiatan yang dilaksanakan

di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar tersebut diikuti 30 pelajar SMA, terdiri dari PurnaPaskibraka dan KSPAN. ‘’Tantangan generasi milenial ke depan adalah lapangan kerja sempit, kebutuhan hidup yang semakin tinggi, kesenjangan kepercayaan diri, sikap yang semakin individualistis, lingkungan alam yang semakin rusak dan perilaku madat di kalangan remaja,’’ tegas Suastawa. Menurut Suastawa, peran guru harus dapat membuat anak didiknya memiliki kepercayaan diri dan berani menolak pemberian apa pun dari orang yang tidak dikenal. Jenderal bintang satu ini memaparkan, saat Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada 26 Juni 2016 lalu, BNNP Bali bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali meluncurkan kurikulum terintegrasi tentang bahaya narkoba. Materi pelajaran tersebut terintegrasi

dalam lima mata pelajaran untuk tingkat SMP dan SMA/ SMK se-Bali. ‘’Bali merupakan provinsi kedua setelah Jawa Timur yang menerapkan kurikulum terintegrasi pemberantasan narkoba sejak di bangku sekolah,’’ ungkapnya. Untuk tingkat SMP, ia berharap kurikulum tersebut diterapkan di mata pelajaran Agama, IPS, Bahasa Indonesia, PPKN dan Penjaskes. Sementara untuk tingkat SMA/SMK akan diterapkan pada mata pelajaran PPKN, Sejarah, Bahasa Indonesia dan Penjaskes. ‘’Kami mengundang adik-adik (pelajar) untuk mengikuti workshop ini untuk membekali mereka agar peduli terhadap pemasalahan narkoba di lingkungan pendidikan. Selain itu, mensinergikan program pemberdayaan masyarakat antinarkoba, memetakan calon penggiat antinarkoba yang akan dibekali untuk pengembangan kapasitas P4GN,’’ tegasnya. (kmb36)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Cegah Narkoba, BNNP Kumpulkan Siswa SMA

Topik :

Bali Post/ist

WORKSHOP - BNNP Bali mengundang siswa SMA dalam acara workshop penggiat antinarkoba di lingkungan pendidikan.


Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

Terseret Mobil Mahasiswa Tewas

BADUNG 3 Kapolda Bali Resmikan Kantor Polsek Kuta Selatan

Denpasar (Bali Post) -

Mayat seorang pria ditemukan tergeletak di sisi barat jalan Underpass Patung Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kamis (9/5) kemarin. Setelah polisi melakukan olah TKP, pria tersebut diketahui bernama Marrio Jerry Loba (23) asal Sumba, NTT dan berstatus mahasiswa. Dari keterangan saksi, korban terseret mobil hingga di TKP. ‘’Korban ditemukan pukul 03.50 Wita oleh warga yang melintas di sana. Untuk mobil tersebut sedang kami selidiki,’’ kata Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Adi Sulistyo. Saksi Dedi Setyawan mengungkapkan, ketika itu dia datang dari tempat kerjanya di Jimbaran dan hendak pulang ke Legian. Sesampai di TKP, dia melihat korban dalam posisi tengkurap dan dari kepalanya mengalir darah. Selain itu, baju, celana dalam dan celana pendek yang dikenakan korban compangcamping. Terdapat luka lecet pada bagian paha atas kiri dan luka lecet pada rusuk atas sebelah kiri.

Sementara petugas Bea Cukai Didi Hermanto (36) mengatakan, pukul 03.40 Wita dia hendak sembahyang. Setibanya di median Kelan, Tuban, dia melihat korban terseret mobil dari arah Nusa Dua. Posisi korban di roda depan sebelah kanan. Didi berusaha mengejar mobil tersebut. Namun karena gerimis, Didi menghentikan pengejaran tersebut. Beberapa menit kemudian korban ditemukan tergeletak di TKP. Hasil olah TKP, korban ditemukan dalam posisi telungkup setengah telanjang. Mengenakan baju singlet hitam dan jaket kain warna hitam lengan panjang dengan kondisi compang-camping. Di saku

Mangupura (Bali Post) Satpol PP Badung menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring) di kantor Desa Pererenan, Mengwi, Kamis (9/5) kemarin. Tidak hanya menyidangkan penduduk pendatang (duktang) tanpa kartu identitas, pembangunan yang melanggar aturan juga tak luput dari tindakan hukum tersebut. Sidang yang digelar Satpol PP Kabupaten Badung tersebut dipimpin hakim Pengadilan Negeri Denpasar Kony Hartanto, jaksa PT Gede Juli Arsana dan panitera Ketut Adiun. Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, sidang tipiring ini merupakan salah satu langkah untuk melakukan tindakan tegas berikutnya. Dalam kaitannya dengan pelanggaran usaha, apabila pengusaha masih membandel dan tidak mau melakukan pengurusan IMB atau izin operasional, maka dapat dilakukan sidang tipiring kembali dengan denda lebih besar atau bisa dengan

penyegelan tempat usaha bersangkutan. ‘’Dengan pernah dilakukan tipiring, langkah selanjutnya bisa dilakukan penyegelan hingga pembongkaran. Tipiring sebagai dasar untuk melakukan penindakan,’’ tegasnya. Dipaparkannya, sebanyak 28 duktang tanpa identitas, tujuh orang pemilik bangunan yang berada di kawasan jalur hijau, dan lima orang pengelola vila tanpa IMB dan Izin Operasional, disidangkan kemarin. Khusus pelanggaran jalur hijau dan vila bodong, telah ditemukan tiga bulan lalu. Pengusaha telah membuat pernyataan untuk mengurus izin. Namun hingga sekarang atau setelah diberikan surat peringatan, izinnya belum juga diproses. Untuk itulah pihaknya menggelar sidang tipiring. Diungkapkannya, sebagai aparat penegakan peraturan daerah pihaknya wajib mendorong para pihak yang berinvestasi di Kabupaten Badung menaati aturan. (kmb23)

Pelanggar Perizinan Bangunan Ditipiring

Bali Post/ist

LUMBA-LUMBA - Lumba-lumba jenis Stenella Attenuata ditemukan dalam kondisi mati di tepi Pantai Bengiat, Nusa Dua, Kamis (9/5) kemarin.

Lumba-lumba Terdampar di Pantai Bengiat

Mangupura (Bali Post) Seekor lumba-lumba jenis Stenella Attenuata ditemukan dalam kondisi mati di tepi Pantai Bengiat, Nusa Dua, Kamis (9/5) kemarin. Oleh kelompok nelayan setempat, bangkai lumba-lumba tersebut kemudian dipindahkan ke kantor Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Menurut penuturan Ketua Paguyuban Yasa Segara Bengiat Nusa Dua I Ketut Koder, lumba-lumba dengan panjang 250 cm dan lebar 55 cm itu ditemukan oleh kelompok nelayan dalam kondisi sudah mati. Nelayan kemudian menghubungi ITDC untuk proses pemindahan bangkai lumba-lumba tersebut. Kepala Divisi Operasional ITDC Nusa Dua Made Pariwijaya menjelaskan, lumbalumba yang terdampar di Pantai Bengiat itu dibawa ke kantor ITDC. Selanjutnya, BKSDA Bali melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian. ‘’Tindak lanjut masih menunggu keputusan BKSDA,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah,

Kepala BKSDA Bali Budhy Kurniawan menerangkan, bangkai lumba-lumba tersebut saat ini sudah dibawa ke Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan. Bangkai tersebut akan diidentifikasi dengan melakukan otopsi atau pembedahan untuk mengetahui penyebab kematian. ‘’Proses otopsi kemungkinan selama satu hari. Jadi besok (hari ini-red) saya rasa sudah ada hasilnya,’’ ungkapnya. Dijelaskannya, seperti temuan-temuan sebelumnya, terdamparnya lumba-lumba dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti gelombang laut hingga kemampuan adaptasi terhadap suhu. ‘’Temuan lumba-lumba terdampar memang bukan pertama kali. Kondisi serupa pernah terjadi setahun lalu,’’ ujarnya. Dari data yang disampaikan Kepala Seksi Wilayah (SKW) I BKSDA Bali Made Mastra, bangkai lumbalumba Spotted Dolphin jenis Stenella Attenuata tersebut berjenis kelamin jantan dengan usia diperkirakan 5 tahun atau sudah dewasa. (kmb23)

celananya ditemukan dompet berisi KTP, kartu ATM BNI, kartu ATM BRI, kartu Ikamy, kartu RS Bethesda, kartu ATM Mandiri, kartu Taruna Akademi Maritim Yogyakarta, dan uang 1 ringgit, 10 ringgit serta 10 yuan. Pada saku celana juga ditemukan satu HP Oppo. Barang bukti berupa pakaian, dompet beserta isinya dan satu unit HP diamankan Satlantas Polresta Denpasar. Selanjutnya mayat korban dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulan. ‘’Sepeda motor diduga milik korban sudah diamankan. Tapi posisi atau titik ditabraknya masih diselidiki,’’ tegas Adi. (kmb36)

GEDUNG baru kantor Polsek Kuta Selatan diresmikan oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Wakapolda Bali Wayan Sunartha, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suisa, Kapolresta Denpasar Ruddi Setiawan, Kodim Badung Handoko Yudho Wibowo, Kajari Badung Sunarko, Kabag Humas Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Kuta Selatan Made Widiana beserta unsur Tripika Kecamatan, Rabu (8/5). Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menyampaikan, kantor Polsek tersebut sangat bagus dan megah. Sebagai Kapolda Bali sangat amat berterima kasih kepada Bupati Badung Nyoman Giri Prasta beserta jajarannya, terutama jajaran Pemkab Badung. ‘’Tidak gampang untuk mengeluarkan anggaran dalam rangka pembangunan

infrastruktur. Itu ada prosesnya, karena ini uang rakyat yang dibagikan kembali untuk kepentingan rakyat. Untuk itu, saya selaku Kapolda Bali mengharapkan seluruh personel Polda Bali, khususnya Polsek Kuta Selatan, Polresta Denpasar yang menempati gedung baru ini agar bekerja dengan pendekatan hati nurani, tegas menindak kejahatan dan pelanggaran yang meresahkan masyarakat,’’ ungkapnya. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Bali, sebab selama ini jajaran Polda Bali benar-benar melaksanakan tindakan cipta kondisi, melakukan pembinaan hukum dan penegakan hukum. ‘’Kita harus riil, salah satu contoh bagaimana pembinaan preman, narkoba no way. Jelas ini dilakukan kepada siapa pun yang melanggar,’’ katanya. Diungkapkannya lebih lanjut, dalam kaitannya dengan sarana dan prasarana,

MENANDATANGANI - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose disaksikan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menandatangani prasasti saat peresmian kantor Polsek Kuta Selatan, Rabu (8/5). Pemkab Badung akan selalu memberikan dukungan. Terlebih regulasi memungkinkan dan memperbolehkan Pemkab Badung membantu lembaga vertikal. ‘’Jangankan kepolisian, kejaksaan juga kami bantu dari lahan sampai bangunannya. Kenapa ini kami lakukan, karena kita di Bali butuh aman. Kita di

Bali butuh nyaman serta butuh percepatan pelayanan hukum kepada masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Badung. Kami tidak berhenti di sini, Polsek Petang sudah selesai, Polsek Kuta Selatan sudah selesai dan semua infrastruktur akan kami penuhi,’’ ungkapnya. (ad416)


info seremonial

4

A RDP DPD-RI Terkait Pemerasan Wisatawan Asal Nepal di Imigrasi K Wedakarna Siap Rekomendasi Mutasi Pejabat T jika Ditemukan Pungli dan Antrean Panjang I leisure. Jadi tindakan interogasi itu berlebihan. Saya kira mengada-ada. Apalagi pakai tepuk-tepuk bahu atau punggung wisatawan yang nanti malah dikira V penganiayaan. Jika ini terjadi, jelas Bali rugi karena Indonesia sudah habis triliunan rupiah untuk promosi I pariwisata. Tapi begitu turis tiba dipersulit masuk. Saya akan bawa isu ini ke nasional,’’ ungkap Gusti Wedakarna. T Hal lain yang jadi sorotan adalah bagaimana seringnya ada counter kosong di saat jam-jam sibuk, khususnya tengah malam, sehingga DPD menerima aspirasi A adanya antrean sampai 2 hingga 3 jam wisatawan untuk proses stempel paspor. ‘’Ya, saya rasa memalukan S saja hal-hal teknis seperti ini sampai masuk ke DPDS E R E M O N I A L P R O F I L E

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Kanwil Hukum HAM RI Provinsi Bali dan Asita, PHRI, Polda Bali, Polsek Airport serta petugas Imigrasi saat RDP. MASALAH dugaan pungli oleh oknum Imigrasi di Airport Ngurah Rai kepada sepuluh wisatawan asal Nepal yang sempat viral di dalam dan luar negeri, membuat kecewa Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Bagaimana tidak, usaha yang dilakukan parlemen khususnya DPD-RI untuk membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo agar target wisatawan mancanegara ke Indonesia, akhirnya tercederai dengan dugaan tindakan yang tidak patut oleh oknum petugas Imigrasi, khususnya di Airport Ngurah Rai. Apalagi di tahun sebelumnya sudah pernah terjadi oknum petugas Imigrasi telah dihukum pidana oleh kepolisian karena pemukulan turis Cina yang juga sempat ditangani DPD-RI Bali. Demikian terekam dalam acara pertemuan di Kanwil Kementerian Hukum dan HAM RI Provinsi Bali yang diadakan Komite I DPD-RI Bidang Hukum Senator Arya Wedakarna (AWK). Tampak hadir Sutrisno (Kakanwil Hukum dan HAM RI Bali), Amran Aris, S.Sos. (Imigrasi), Hajar Aswad (Airport), Putu Subada Kusuma, S.H. (PHRI Bali), I Ketut Ardana (Asita Bali), Saparini, S.H., M.M. (Polda Bali), A.A. Made Suantara, S.H. (Polsek Airport). ‘’Tadi saya sudah diklarifikasi dari Imigrasi, memang benar ada proses pemisahan sepuluh orang wisatawan Nepal dari counter Imigrasi yang umum ke tempat khusus. Saya sudah tanya apa maksud dan tujuan memisahkan? Apalagi kan ini turis grup, pasti sudah rapi organize-nya, dan ada operator lokal. Lagian turis Nepal ini kan biasanya penganut Hindu yang datang ke Bali untuk hal spiritual selain

RI, tapi sudahlah. Tugas kami sebagai pengawas UU jelas memiliki kewenangan. Tadi Kepala Kanwil sudah memberikan instruksi ke anak buah beliau agar mulai hari ini tidak ada lagi counter kosong di jam-jam sibuk. Termasuk jika ada petugas Imigrasi menjalankan ibadah agar digantikan dengan petugas lain yang available di counter. DPD juga berpesan agar bisa menempatkan petugas Imigrasi yang ramah, murah senyum tapi tetap tegas. Ini Bali, Pulau Dewata, orang datang untuk berlibur bukan melihat muka cemberut. Kalau ada oknum Imigrasi yang kebetulan bukan putra daerah alias pendatang yang mungkin belum paham akan konsepsi Tri Hita Karana Bali, ya… saya minta dari kementerian dan stakeholder pariwisata untuk bantu breafing, this is Bali, berbeda dengan daerah wilayah lainnya,’’ jelas Senator AWK. Lalu apa yang akan dilakukan DPD-RI untuk menindaklanjuti hal ini, mengingat masalah yang melibatkan Imigrasi ini sudah cukup sering terjadi. ‘’Sesuai dengan kewenangan baru menurut UU MD3 Tahun 2018, DPD-RI kini bisa mengevaluasi kinerja aparat di daerah berdasarkan pengaduan masyarakat. Secara politik saya selaku legislatif boleh dong merekomendasikan pejabat dan petugas untuk bisa dipertahankan atau malah dimutasi ke luar Bali. Zaman sekarang sangat mudah masyarakat merekam tindak-tanduk dari ASN. Lainnya, tadi sudah saya minta kepada Asita dan PHRI agar mengimbau kepada anggotanya untuk merekam (capture) foto jika ada layanan airport, khususnya Imigrasi yang tidak maksimal. Misalnya banyak counter kosong, ya… silakan kirim saja bukti foto ke Instagram @aryawedakarna atau ke DPD-RI. Saya akan sidak langsung, termasuk jika ada pengaduan dari agen asing. Jangan sampai Presiden kerja... kerja... kerja dan kerja, Menteri Hukum juga komitmen akan Bali, tapi ada aparat Imigrasi yang tidak sepaham dengan visi Tri Sakti. Saya beri waktu untuk memperbaiki hal ini. This is Satyagraha,’’ imbuh Gusti Wedakarna. Selain terkait dengan SDM Imigrasi, Senator AWK juga menyetujui pembangunan counter supervisor di area kedatangan internasional agar ke depan penanganan kasus ringan terkait dokumen bisa dilaksanakan di tempat terbuka (open counter), tidak di dalam ruangan tertutup sehingga menghindari dugaan pungli seperti yang dituduhkan. (ad416)

Darma Suyasa Dilantik Jadi Rektor Itekes Bali Gelar Seminar Internasional Pelayanan Kesehatan

C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

SEMINAR - Ketua YP2LPK Bali Ida Bagus Arka bersama pengurus dan Rektor Gede Putu Darma Suyasa bergambar dengan pembicara dari Thailand Somnuk Sakunhngsophon. SETELAH menjadi Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali, Kamis (9/5) kemarin Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka melantik Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kep. M.Ng., Ph.D. Saat itu juga dilantik tiga wakil rektor dan sejumlah pejabat struktural di lingkungan Itekes Bali. Ida Bagus Arka menegaskan pejabat yang dilantik adalah mengemban amanah serta merupakan pilihan hidup untuk lebih banyak mengabdi demi masa depan yang lebih baik. Karena ini amanah, dia minta para pejabat berkarma baik untuk pengembangan lembaga karena tanggung jawabnya kepada Tuhan. Saat itu, Ida Bagus Arka juga mengumumkan Belanda melamar 500 lulusan ners Itekes Bali untuk bekerja di sana. Mereka yang berminat diberikan kursus bahasa Belanda secara gratis selama enam bulan. Jika lulus mereka bekerja di

Belanda dengan tawaran gaji Rp 50 juta per bulan. Sementara itu, Rektor Itekes Bali Darma Suyasa usai dilantik langsung membuka seminar internasional bertajuk ‘’Community Health Services Improvement Through Health Innovation’’. Seminar diikuti 500 peserta, enam mahasiswa Saint Louis College, Thailand, 450 mahasiswa dan staf dosen Itekes Bali dan 45 orang dari institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan di Bali. Darma Suyasa mengungkapkan seminar bertujuan memberikan pemahaman yang benar mengenai community health services dan penatalaksanaannnya pada kurikulum dan praktik klinik. Dengan adanya seminar dan workshop ini juga diharapkan peserta mampu menyebarkan informasi yang benar tentang community health services ke lingkungan terdekatnya, khususnya keluarga maupun ke lingkungan sekitarnya atau masyarakat

secara umum. Para pembicara kali ini merupakan para ahli di bidangnya. AAA Yuliati Darmini, S.Kep., Ns., M.NS. membawakan materi tentang pencegahan TBC di Indonesia, I Gede Satria Astawa, S.Kep., Ns., M.Kes. tentang terapi komplementer, Komang Ayu Purnama Dewi, S.Si.T., M.Kes. tentang the power of yoga pada kehamilan dan Somnuk Sakunhngsophon tentang perawatan komunitas di Thailand. Seminar ini sebagai awal untuk melaksanakan tiga agenda konferensi dan seminar internasional dalam waktu dekat akan diselenggarakan Itekes Bali. Pada 5 Agustus 2019, Dr. Urgel dari Centro Escolar University di Filifina akan memberikan materi tentang Women’s Health, 12-14 Juli 2019 konferensi International the First Bali Biennial International Conference on Health Sciences dengan tema ‘’Heatlh Care Innovation for Better Health’’. Pada 14 Agustus Prof. Sanada dan tim dari Tokyo University akan memberikan materi tentang perawatan luka. Pembicara Satria Astawa menekankan pentingnya tenaga kesehatan memiliki kompetensi tambahan pelayanan komplementer seperti lewat yoga, meditasi dan akupresur. Sedangkan Yuliati Darmini memaparkan masih banyak penderita TBC di Bali yang belum melapor ke puskesmas dan luput dari pelayanan. Di sinilah diharapkan peran tenaga kesehatan menumbuhkan kesadaran penderita untuk melapor dan berobat di pelayanan kesehatan terdepan. Kasus TBC baru di Bali, katanya, juga dipicu karena penderitanya mengidap HIV/AIDS. (ad422)

Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

Ujian Promosi Doktor

Nyoman Suparta Angkat Ritual ’’Wewalungan Tawur Gentuh’’ di Besakih PROFESOR Dr. Ir. Nyoman Suparta, M.S., M.M. mengikuti ujian promosi doktor di IHDN Denpasar pada Kamis (9/5) kemarin. Ia kembali melanjutkan studinya meski telah berada pada tingkatan tertinggi dalam pendidikan. Kali ini, Prof. Suparta mengikuti pendidikan Doktor Ilmu Agama Program Pascasarjana IHDN Denpasar. Dalam disertasinya, ia mengupas soal ritual wewalungan tawur tabuh gentuh di Pura Besakih. Prof. Suparta mengatakan penelitian ini bertujuan memahami makna teologis, menganalisis pelaksanaan ritual wewalungan pada tawur tabuh gentuh di Pura Besakih. Begitu juga menganalisis implikasi ritual wewalungan tawur tabuh gentuh terhadap kehidupan sosial kultural dan ekonomi warga Desa Adat Besakih. Berdasarkan data, observasi faktual dan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini, dapat dirumuskan temuan yaitu kurban wewalungan masih tetap dipegang teguh sebagai sarana persembahan kepada bhuta kala, berlandaskan kitab Raja Purana Besakih. Tidak ada seorang pun yang bisa mengubahnya atau menguranginya. Proses penyembelihan wewalungan pada tawur tabuh gentuh di Pura Besakih tidak bertentangan dengan tradisi, etika teologis teknologis dan kesejahteraan hewan. Ritual wewalungan tawur tabuh gentuh di Pura Besakih berfungsi psikoterapis bagi warga Desa Adat Besakih. Ritual wewalungan memiliki unsur-unsur filosofis teologis dan psikoteknologis, aspek psikoteologis yantra, mantra dan tantra, serta aspek

Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta sains dan teknologi. Ritual ini masih kuat tradisinya menggunakan kurban wewalungan berdasarkan alasan praktis, psikologis, teofilosofis, dan biologis serta bhisama Raja Purana Besakih. Dan juga berimplikasi terhadap meningkatkan kehidupan sosial kultural dan ekonomi warga Desa Adat Besakih dari aspek parahyangan, pawongan dan palemahan. Meski sudah memiliki gelar profesor, Nyoman Suparta tetap ingin belajar. Menurutnya, pendidikan dia dulu yang berkutat di peternakan tidak jauh berbeda dengan kajian disertasinya. Karena peternakan, dari sisi teori ilmiah yang telah dipelajarinya lebih dulu ketika diaplikasikan untuk upacara agama berkaitan satu sama lain. ‘’Bidang peternakan juga mempelajari mengenai binatang. Saya mengambil kuliah di IHDN ini juga berkaitan dengan upacara yang meng-

gunakan hewan sebagai bagian yang utama dari tawur tabuh gentuh,’’ ujarnya. Ia tertarik mempelajari agama karena terdapat beberapa upacara yang berkaitan dengan sosial kultural dan keagamaan, termasuk juga bidang ekonomi, dalam hal ini peternakan. Bidang peternakan itu dikaitkan dengan upaya untuk bisa menghasilkan ritual wewalungan tawur tabuh gentuh, karena dalam tawur ada unsur penggunaan wewalungan dari kaki dua dan kaki empat. Ia berharap pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bimas Hindu dan Buddha serta jajarannya terus mendorong umat agar dapat menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta secara sekala (fisik-material) dan niskala (metafisik-spiritual) melalui sikap dan perilaku mulia serta gerakan pelestarian alam berdasarkan filosofi Tri Hita Karana serta konsep sradha dan yajna. (ad418)

80 Persen Lulusan SMAN 6 Denpasar Diterima di PTN Kasek Minta Siswa Jangan Konvoi Rayakan Kelulusan

KEPALA SMAN 6 Denpasar Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd., Kamis (9/5) kemarin melepas 301 siswa kelas XII. Acara pelepasan dilakukan secara sederhana dihadiri tokoh masyarakat Sanur dan Perbekel Desa Sanur Kaja I Made Sudana. Acara pelepasan kelas XII angkatan ke-31 ditandai dengan pengalungan gordon dan penyerahan siswa oleh Kasek Nyoman Mudita kepada Wakil Ketua Komite I Ketut Sukanata. Mudita mengungkapkan rasa bangganya karena lulusan SMAN 6 Denpasar angkatan ke-31 ini banyak mempersembahkan prestasi bagi lembaga. Mereka adalah SDM cerdas, baik intelektual, spiritual, emosional dan sosial. Pendeknya, SMAN 6 Denpasar mencetak insan cerdas dan berkarakter. Makanya dia menyebut lulusan SMAN 6 Denpasar adalah calon pemimpin masa depan. Karena acara pelepasan dilakukan Kamis kemarin, Kasek Mudita menggunakan sambutan bahasa Bali. Dia menegaskan, hasil pelacakan alumni menunjukkan 80 persen lulusannya diterima di PTN, baik di Bali dan luar Bali. Sisanya kuliah di PTS dan bekerja. Sekalipun bukan target utama mengantarkan siswanya bekerja, namun tetap diberikan materi kewirausahaan. Diakatakannya, pada SNMPTN 2019 sebanyak 22 orang lulusannya diterima di PTN. Masih ada kesempatan di jalur UBKPTN dan mandiri. Untuk itu, lulusan SMAN 6 Denpasar diharapkan menunjukkan prestasi di tempat melanjutkan dan di tempat bekerja. Dia juga meminta saat pengumuman kelulusan pada 13 Mei mendatang siswanya jangan merayakan dengan cara hura-hura, konvoi dan aksi corat-coret yang bisa mengganggu ketertiban umum.

PELEPASAN - Kasek I Nyoman Mudita dan Wakil Komite Ketut Sukanata saat melepas siswa kelas XII SMAN 6 Denpasar. Sebab, perjuangan anak-anak lulusan SMA masih panjang hingga disebut sukses. Lebih baik baju seragam yang dimiliki siswa di-punia-kan kepada yang memerlukan. Kasek Nyoman Mudita juga mengingatkan agar lulusan cerdas menentukan studi lanjut dengan mempertimbangkan peluang kerja. Sebab, ketepatan memilih studi di usia emas ini akan menentukan kesuksesan mendatang. Wakil Ketua Komite Ketut Sukanata berterima kasih anakanak didiknya secara berkualitas di SMAN 6 Denpasar. Tugas alumni nanti adalah menjaga nama baik alamater dan terus meningkatkan kualitas diri. Mudita didampingi para Waka Drs. Nyoman Sumahendra, Drs. I Nyoman Sudiarta, I Wayan Subiakta, S.Pd., Drs. I Wayan Arta dan Drs. Jerokum juga memaparkan sejumlah sswanya yang tamat tahun ini banyak menyumbang prestasi. Di Porjar, SMAN 6 Denpasar meraihi 9 emas, 2 perak dan 12 perunggu. Gede Arjun Mulia Mahar-

dika meraih perak di India, special award dari Sri Lanka, medali perak di ajang Innopa Internasional. Ni Luh Gede Kusumasari meraih perak di India dan perunggu di Jakarta. Gaika Pandunata meraih perak di Innopanternasional. Sementara I Made Suarnata banyak menyumbang piala dan prestasi di bidang budaya. Saat itu juga diumumkan siswa periah nilai UNBK terbaik. Untuk kelompok IPA tiga terbaik masing-masing diraih I Wayan Sugiana, I Putu Dinda Wijayanthi Putri, Luh Shashi Pramasvari Gayatri dan Komang Puspa Meitriyana. Tiga terbaik UNBK IPS diraih Sang Ayu Kayana Mancika, Ni Made Ayudya Pramesthi Putri, Made Darma Suadnyana dan Ni Wayan Putri Cening. Siswa lainnya dinyatakan lulus, selain memenuhi syarat bermoral dan berbudi pekerti baik, mereka juga dinyatakan lulus UNBK dan ujian sekolah. Pas dengan motto SMAN 6 Denpasar ‘’Hettu Prjna Paramitha Prbhawam’’ yakni dengan ilmu pengetahuan manusia menuju kecermelangan. (ad423)

PHDI Bersurat ke Bupati

Minta Kaji Ulang Gumitir Dijadikan Maskot Bangli

Bali Post/kmb40

PARUMAN - Suasana paruman di Kantor Sekretariat PHDI Bangli, Kamis (9/5) kemarin

Bangli (Bali Post) – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli akan bersurat ke Bupati Bangli untuk meminta agar rencana penggunaan bunga gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli dikaji ulang. Surat rekomendasi tersebut dibuat setelah PHDI mendapat banyak masukan dari sejumlah sulinggih, pemangku, tokoh geria, tokoh puri dan tokoh pemuda serta masyarakat di Kabupaten Bangli yang tak setuju dengan ide Bupati Bangli tersebut. Ketua PHDI Bangli Nyoman Sukra mengatakan, sesuai hasil paruman, Kamis (9/5) kemarin, ada banyak masukan yang muncul terkait rencana Bupati menjadikan bunga gumitir sebagai maskot

Bangli. Pada intinya hampir semua tokoh yang hadir tak sepakat dengan rencana pemilihan gumitir jadi maskot Bangli. Alasannya karena dari sisi historis dan folosofi, bunga gumitir tidak ada kaitannya dengan Bangli. Meski bunga gumitir ada disebutkan dalam beberapa sumber sastra. ‘’Sementara kalau maskot sendiri kan harus ada kaitannya dengan Bangli,’’ katanya saat ditemui usai menggelar paruman di kantor Sekretariat PHDI Kabupaten Bangli. Dalam paruman kemarin, lanjut Sukra, sulinggih dan para tokoh yang hadir dominan mengusulkan bunga tunjung (teratai) sebagai maskot Kabupaten Bangli. Pertimbangannya, karena bunga tunjung secara prinsip dianggap

bunga suci, linggih (stana) para dewa. Bunga tunjung juga dinilai cocok dijadikan maskot karena bisa tumbuh di tiga dimensi kehidupan. Hal itu tepat digunakan untuk membangkitkan semangat masyarakat. ‘’Bunga tunjung itu kan tumbuhnya di lumpur. Betul-betul dari kondisi yang terjelek. Bisa tumbuh menerobos air dan kemudian bunganya bisa kembang di udara. Jadi tumbuh di tiga dimensi,’’ terangnya. Di samping itu, hal yang menjadi pertimbangan lain diusulkannya bunga tunjung karena Bangli sebagai pusatnya Pulau Bali, sesuai dengan filosofi bunga tunjung dalam Hindu sebagai konsep padma. Selain menampung banyak ma-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

sukan tentang opsi bunga lainnya, pihaknya dalam paruman kemarin juga mendapat usulan terkait pembentukan tim untuk mengkaji maskot yang cocok untuk Bangli. Diharapkan nantinya dalam proses pemilihan maskot, Bupati bisa melakukan kajian dari berbagai sisi baik sejarah, maupun filosofinya serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Sehingga maskot yang dibuat bisa benar-benar menjadi kebanggaan dan memacu semangat masyarakat Bangli. Sementara itu, dari pantauan paruman kemarin, sejumlah tokoh mengharapkan agar pemilihan maskot dilakukan dengan kajian yang mendalam. Sebab, maskot tidak hanya dipakai sesaat melainkan selamanya. (kmb40)


Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

DAERAH

5

Penumpang Rute Domestik Menurun 11 Persen Mangupura (Bali Post) Jumlah penumpang rute domestik melalui Bandara Ngurah Rai mengalami penurunan dalam empat bulan (Januari-April 2019) belakangan ini. Penurunan ini terlihat jika dibandingkan dengan tahun 2018. Kondisi ini berbanding terbalik dengan penumpang rute internasional. Menurut General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, dari total jumlah penumpang selama JanuariApril 2019 yaitu sebanyak 7.282.145 orang. Rute internasional menyumbang sebanyak 4.190.987 penumpang. Sedangkan penumpang rute domestik sebanyak 3.091.158 orang. Untuk penumpang rute domestik, diakui, memang terjadi penurunan dibanding dengan periode JanuariApril 2018. Jumlah penumpang di periode yang sama di tahun ini mengalami penurunan sebanyak 363.161 orang atau turun 11 persen. Sementara pergerakan pesawat di rute domestik juga mengalami penurunan sebanyak 2.662 atau turun sebe-

sar 9 persen. Sedangkan pergerakan pesawat rute internasional justru naik sebanyak 714 atau tumbuh 3 persen dibanding dengan periode pencatatan Januari-April 2018. Meski demikian, dalam catatan statistik penumpang, tercatat selama empat bulan pertama tahun 2019, sebanyak 7.282.145 penumpang keluarmasuk Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Sementara dalam pencatatan pada periode yang sama di tahun 2018 lalu, jumlah penumpang yang terlayani adalah sebanyak 7.141.604 Dengan komparasi pada kedua pencatatan penumpang ini, pada periode Januari-April 2019 ini, terdapat kenaikan jumlah penumpang sebanyak 140.541 penumpang atau naik sebesar 2 persen jika dibandingkan dengan periode pencatatan Januari-April 2018. ‘’Untuk periode Januari-April tahun 2019 ini, kami kembali mencatat terdapat kenaikan jumlah penumpang yang kami layani yaitu sebesar 2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu,’’ katanya, Rabu (8/5). (kmb23)

BANDARA - Suasana di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung. Terlihat sejumlah penumpang sedang naik ke pesawat.

Baleg DPRD Bali Usulkan Ranperda Sistem Pertanian Organik Denpasar (Bali Post) -

Badan Legislasi (Baleg) DPRD Bali mengusulkan Ranperda tentang Sistem Pertanian Organik. Hal ini berkaitan dengan komitmen untuk mewujudkan Bali sebagai Pulau Organik. Yakni dengan mengubah mindset petani agar kembali memakai pupuk organik seperti kompos dan mengembalikan lagi kejayaan petani dan varietas-varietas unggul yang sempat hilang. “Setelah adanya perubahan sistem yang diterapkan oleh petani dengan menggunakan teknologi karena ingin mendapatkan hasil yang lebih cepat ini, varietasvarietas unggul kita hilang semua. Tahun 1970-1980-an, masyarakat punya produkproduk itu walaupun secara

produksi agak lambat tetapi hasilnya sangat bagus dan disegani oleh orang luar,” ujar Ketua Baleg DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta, belum lama ini. Menurut Budiarta, negara-negara seperti Thailand banyak belajar ke Bali tentang sistem pertanian terda-

hulu. Namun setelah tersentuh teknologi, petani Bali malah berjalan mundur alias tidak bisa sejahtera. Dengan kembali pada sistem pertanian organik yang disebut berbiaya murah, petani diyakini bisa lebih cepat menuju kesejahteraan. Peran pemerintah juga diharapkan dalam

Warung Global

’’Guide’’ Ilegal Diharapkan Segera Mengurus KTPP DISIDANGKANNYA tiga guide ilegal dan dikenakan denda Rp 25 juta diharapkan jadi ‘’pintu masuk’’ untuk tertib identitas atau lisensi para pramuwisata di Bali. Yang belum memiliki Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP) supaya segera mengurusnya di Dinas Pariwisata Provinsi Bali agar semua guide di Bali legal. Demikian harapan pendengar Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global, Kamis (9/5) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya. Jika mau cek ke lapangan dengan rutin, pasti banyak ditemukan guide yang ilegal. Hal ini dikatakan Ketut Mursi dan Febri di Denpasar. Seharusnya semua guide yang beroperasi di Bali melengkapi identitas atau lisensi yang legal. Kemudian pemerintah memberikan kemudahan jalur untuk memperoleh KTPP itu. Sebelum menyidangkan hendaknya diberikan sanksi berupa peringatan terlebih dulu. Apa yang disampaikan Kawan Global sebelumnya memang benar. Demikian di-

ungkapkan Werdha di Tegallalang. Ia berharap tiga guide ilegal ini menjadi ‘’pintu masuk’’ dilakukan penertiban terhadap para pramuwisata di Bali. Dengan ini pariwisata Bali semakin membaik dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Agar tak salah memaparkan dan memberikan penjelasan kepada wisatawan, seorang guide, menurut Budiada di Tabanan, haruslah berkompeten dan memiliki wawasan yang baik tentang Bali beserta adat dan budayanya. Ia menyarankan jangan guide-nya saja yang

didenda karena ilegal, tetapi travel agent yang memakai jasa guide itu juga diberikan sanksi. Denda Rp 25 juta, bagi Wayan Beratayasa di Sangeh, sudah cukup besar dan bisa memberikan efek jera. Meski demikian, sanksi ini diberlakukan bagi siapa saja yang tak memiliki legalitas jelas. Jangan hanya jadi ‘’macan kertas’’. Ia juga melihat di lapangan tak sedikit guide yang mengantar turis memberikan penjelasan yang salah akibat kurang paham dengan budaya Bali. Guide di Bali wajib hukumnya memiliki wawasan tentang Bali dan segala isinya. Sementara Arya di Denpasar menyarankan sebaiknya di pintu masuk seperti bandara langsung dicek mengenai warga yang masuk Bali. Terlebih mereka yang menjadi guide. Cek KTPP-nya. (sikha)

memberikan insentif atau subsidi kepada petani di awal pelaksanaan sistem pertanian organik. “Sekarang kita berpikir mengubah sistem dulu, yang kedua, nanti terkait dengan harga produksi kita akan serahkan kepada Pemprov Bali karena di dalam perda ini juga akan ada lembaga yang mengatur. Baik itu terkait dengan awal dia berproduksi menggunakan sistem ini, maupun sampai pascapanen,” jelas politisi PDI-P asal Denpasar ini.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, pertanian organik merupakan idaman Bali sebagai daerah pariwisata. Namun tantangannya memang cukup berat karena harus berhadapan dengan kapitalisme yang menguasai pestisida. “Kedua akan berhadapan pula dengan kebiasaan masyarakat yang selama ini cenderung sudah menggunakan pestisida. Tentu ada konsekuensi pada hasil yang didapat

pada tahun-tahun pertama. Akan ada cost yang begitu besar, sehingga petani perlu dibantu atau diberikan ganti rugi hasil panen,” ujarnya. Kendati demikian, Kariyasa optimis Bali bisa mewujudkan pertanian organik yang nantinya akan menjadi nilai tambah bagi pariwisata. Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan, persoalan yang dihadapi petani sebetulnya bukan di produksi, melainkan kepastian untuk mendapatkan hasil pada saat

panen. Mengingat saat ini menjadi petani di Indonesia terkadang “dimusuhi” oleh negara. Sebagai contoh saat harga satu komoditas naik, pemerintah malah buru-buru melakukan operasi pasar untuk menurunkan harganya. “Kalau tidak ada subsidi hasil, petani segini-segini saja terus. Kita tidak akan bisa mengerem alih fungsi lahan, karena petani yang tertinggal hanya yang sudah berumur. Sementara yang muda tidak ada,” katanya mengingatkan. (kmb32)


OPINI

6

Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Memastikan Integritas Penegakan Hukum KORUPSI dan pungli masih menjadi tugas berat pemerintah untuk memberantasnya. Ada banyak langkah dan cara yang sudah dilakukan. Mulai dari penyetoran daftar kekayaan, hingga gerakan pemerintah bersih (clean goverment) dibudayakan. Namun, kasus korupsi, pungli, suap, gratifikasi, bahkan transaksi jabatan masih saja menjerat para penguasa dan penegak hukum. Bahkan, mutasi kini menjadi salah satu sumber pendapatan untuk mengembalikan biaya politik. Bahkan, komisi dalam berbagai proyek juga ditengarai masih menjadi lahan empuk untuk mendapatkan uang. Maraknya kasus korupsi dan terus berulangnya pejabat tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuktikan bahwa rakyat juga gagal mencermati kualitas calon pemimpinnya saat pemilihan. Rakyat selaku pemilih sering tersandera janji-janji politik pragmatis dari para calon. Perilaku buruk pemilih dengan mengedepankan transaksi juga patut dicatat sebagai celah lahirnya pemimpin korup dan rakus. Untuk itu, filter terpilihnya pemimpin yang berkualitas hendaknya lahir dari rakyat, bukan semata-mata menyalahkan pejabat yang korup. Jika merujuk deretan bupati, gubernur, bahkan pejabat negara yang terjerat korupsi, semestinya kita segera menyadari bahwa pejabat publik yang kita pilih dengan anggaran negara yang banyak tak menjamin kita akan mendapatkan pemimpin jujur. Kuatnya kepentingan personal dalam mengelola kekuasaan membuat para penguasa menjadi culas. Ia selalu mencari celah untuk bermain. Yang tertangkap melakukan korupsi dan menerima gratifikasi, mungkin saja baru sebagian kecil dari praktik korupsi yang terjadi di lingkungan birokrasi dan pemerintahan. Untuk itu, negeri ini harus tegas kepada pejabat korup. Jangan hanya dipenjara, bila perlu hukuman sosial harus diterapkan. Jika di luar negeri pejabat korupsi dibunuh, maka setidaknya di negeri ini pejabat korup harus dimiskinkan dan dikenai hukuman sosial. Sebagian besar perilaku korup juga dikondisikan oleh adanya ruang bermain oleh para koruptor. Fasilitas mewah dan layanan khusus di sejumlah lembaga pemasyarakatan terhadap koruptor juga sering kita dengar. Ini membuktikan bahwa koruptor setelah dipenjara pun masih bisa hidup nikmat. Hal inilah yang juga patut dievaluasi. Artinya, kecenderungan pejabat publik berani melakukan tindakan korupsi karena mereka mungkin meyakini dengan uang yang dimilikinya, koruptor bisa hidup nyaman di semua ruang termasuk di penjara. Untuk itulah, mentalitas penegak hukum harus juga dibenahi jika ingin negeri ini aman dan tegas dalam menekan perilaku korupsi. Kita jangan takut memecat pejabat korup termasuk memecat penegak hukum yang bermain-main dengan tugas dan kewenangannya. Ke depan, sistem perekrutan pejabat publik termasuk pejabat birokrasi hendaknya dilakukan secara lebih profesional dan terukur. Lelang jabatan yang kini menjadi semacam proses internal, kemungkinan besar masih disusupi kepentingan-kepentingan pragmatis ekonomis penguasanya. Harapan kini tertuju kepada Komisi Pembe-rantasan Korupsi dan penegak hukum. Ketegasan dalam menindak pejabat korup harus menjadi semacam janji setia penegak hukum kepada negara. Akan sangat berisiko juga jika penegak hukum justru main mata dengan koruptor. Untuk itulah, integritas penegak hukum dalam menekan perilaku korup hendaknya menjadi salah satu syarat utama. Jika penegak hukum tak memiliki integritas, sebagus apa pun aturan maka korupsi akan jalan terus. Banyaknya hakim yang terseret kasus korupsi dan gratifikasi dalam memutus perkara membuktikan ada yang perlu dibenahi secara serius dalam penegakan hukum.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Membangun Bali Setelah Pemilu Pemilu di Bali damai. Kalapun ada halhal kecil yang mengganggu jalannya pemilu sifatnya kasuistis dan itu tak membuat pesta demokrasi tersendat. Melihat tingkat partisipasi pemilih yang sedemikian besar pada pemilu kali ini, saya berharap politisi di Bali lebih sering turun ke desa-desa. Jika saat Pilgub gerakan one island one management digaungkan, kini saatnya peluang itu lebih terbuka untuk diwujudkan. Sinergi harus dibangun secara bermartabat tanpa harus membedakan warna politik dan kepentingan politik. Mudah-mudahan dengan adanya pemikiran untuk bersama-sama membangun Bali, krama Bali merasa lebih terayomi dalam mengelola budaya dan melakukan pewarisan budaya secara utuh. Saya hanya berharap jangan terjebak konflik kepentingan dalam mengelola kekuasaan. Selebihnya, selain para anggota DPRD terpilih, saya juga berharap anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih juga segera membaur dengan masyarakat Bali. Walaupun secara nyata tak berkorelasi dengan kepentingan politik, tapi saya meyakini para anggota DPD terpilih memiliki kedekatan dengan partai-partai tertentu. Mari kita jaga Bali dengan penuh rasa kebersamaan, jangan lagi tersekat oleh golongan atau kepentingan–kepentingan kelompok yang berpotensi merugikan perjuangan menuju Bali yang mandiri. Ni Putu Rindrawati Denpasar, Bali

Menyoal Maraknya Korupsi Transaksi Jabatan Problematika jual-beli jabatan di negeri ini tidak pernah sepi. Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Kementerian Agama beberapa waktu lalu menjadi salah satu contoh wajah buruk birokrasi Indonesia. Tentu, ini bukan sekadar menempati posisi jabatan tertentu, tetapi juga masalah etika dan moral kepada bangsa. Jabatan itu sejatinya untuk melayani bukan menguasai.

Oleh Mohammad Ali, S.E. irisnya, jualbeli jabatan dianggap sebagai tradisi lama. Ini terbukti dari kasus jual-beli jabatan sudah masif dan sistematis. Fenomena ini sangat menyedihkan, karena sukses tidaknya sebuah birokrasi negara, tercermin dari mental dan moral dari abdi negara itu sendiri. Ketika pejabat publik menganggap jabatan sebagai pengabdian, ini akan membawa birokrasi yang baik dan bersih dari korupsi. Sebaliknya, ketika jabatan diartikan sebagai mata pencaharian, maka ini akan merusak tatanan moral dan reformasi birokrasi yang sudah lama dibangun. Jual-beli jabatan tidak hanya terjadi di Kementerian Agama yang baru ini terjadi. Data sebelumnya menunjukkan ada beberapa kepala daerah yang juga tersangkut kasus jual-beli jabatan. Salah satunya Bupati Klaten Sri Hartani

dengan kasus jual-beli jabatan kepala SMP, SMA, mutasi serta promosi PNS di Setda hingga kepala dinas dengan nilai suap Rp 12,887 miliar dan divonis 11 tahun penjara. Taufiqurahman, Bupati Nganjuk, dengan kasus jual-beli jabatan posisi kepala SD, SMP, dan SMA dengan nilai suap Rp 298 juta dan divonis 7 tahun penjara. Sunjaya Purwadisastra, Bupati Cirebon, dengan kasus jual-beli jabatan lurah, camat, dan kepala dinas dengan nilai suap Rp 100 juta untuk kepala dinas dan puluhan juta untuk lurah, ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 25 Oktober 2018. Nyono Suharli Wihandoko, Bupati Jombang, dengan kasus jual-beli jabatan Kepala Dinas Kesehatan dengan nilai suap Rp 275 juta dan vonis 3,5 tahun penjara. Ini sangat memilukan dan jauh dari nilai demokrasi. Kalau sistem birokrasi ini tidak

diperbaiki, maka ini akan sulit untuk memperbaiki masa depan negara yang seharusnya melayani masyarakat. Ini hanya sebagian kasus yang terekspos di media. Ada banyak kasus korupsi jual beli jabatan yang sedang ditelisik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dilansir oleh CNN Indonesia 27-03-2019, diketahui bahwa Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi mengatakan ada 13 kementerian dan lembaga yang sedang dalam pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tren kasus jual-beli jabatan diprediksikan akan terus naik. Hal ini disebabkan oleh belum adanya sanksi berat bagi pelaku dan UU pidana saat ini yang masih masuk angin. Sungguh menyedihkan, perbaikan sistem birokrasi yang tidak diikuti moral dan sanksi, akan terus menambah rentetan kasus jualbeli jabatan.

Ada banyak upaya untuk mencegah dan menghindari terjadinya kasus jual-beli jabatan. Pertama, keterbukaan informasi baik itu terkait perekrutan, keuangan dan lainnya, serta adanya transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat. Ini merupakan syarat mutlak dari reformasi birokrasi. Kedua, adanya digitalisasi sistem di mana semua layanan berbasis digital, misalnya e-data, e-service, e-budgeting. Upaya ini dapat menutup celah terhadap terjadinya kasus korupsi jual-beli jabatan. Minimnya anggaran bukan penghalang dalam penerapan digitalisasi sistem. Salah satu daerah yang patut dicontoh adalah Kabupaten Bojonegoro yang menerapkan sistem digital. Digitalisasi sistem seperti e-government sukses diimplementasikan. Digitalisasi sistem di Bojonegoro tersebut berhasil meskipun anggaran daerahnya jauh lebih kecil dibandingkan DKI Jakarta. Dikutip dari Kompas 30-8-2017 Kabupaten Bojonegoro kini menjadi satu di antara tiga daerah penelitian Perkumpulan Prakarsa yang memiliki proses paling lengkap dalam penerapan egovernment. Ketiga, adanya tindakan tegas bagi pejabat publik, apabila melakukan kecurangan dan penyalahgunaan jabatan. Tidak

Nasib Ojol pada Era Kepemimpinan Baru PUNCAK Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah usai. Tahapan kini masuk rekapitulasi penghitungan suara. Iklim politik masih memanas khususnya terkait pilpres. Masing-masing kubu masih mengklaim kemenangan. Kepastian hasil pemilu masih menunggu keputusan resmi KPU. Siapa pun pemimpin yang terpilih mesti dihormati dan dikritisi kebijakannya. Salah satunya terkait ojek online (ojol). Sebelum pemilu, telah keluar Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KP 348 Tahun 2019 tanggal 25 Maret 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Tarif berlaku sejak 1 Mei 2019. Regulasi tarif baru ojol menjadi langkah baru bagi industri jasa transportasi online tersebut. Regulasi sebelumnya, banyak dikeluhkan karena belum berada ada titik optimal atau adil antara konsumen serta pelaku ojek konvensional maupun online. Kepmenhub mengatur rinci biaya jasa sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi. Biaya terdiri dari biaya jasa batas atas, biaya jasa batas bawah, dan biaya jasa minimal. Biaya jasa batas atas, biaya jasa batas bawah, dan biaya jasa minimal sebagaimana dimaksud merupakan biaya jasa yang sudah mendapatkan potongan biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi. Besaran biaya jasa batas bawah, biaya jasa batas

Oleh Ribut Lupiyanto atas, biaya jasa minimal, ditetapkan berdasarkan sistem zonasi. Zona I meliputi wilayah Sumatera dan sekitarnya; Jawa dan sekitarnya selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi; serta Bali. Biaya jasa batas bawah Rp 1.850/km. Biaya jasa batas atas Rp 2.300/km. Biaya jasa minimal rentang biaya jasa antara Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000. Zona II meliputi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Biaya jasa batas bawah Rp 2.000/km. Biaya jasa batas atas Rp 2.500/ km. Biaya jasa minimal rentang biaya jasa antara Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000. Zona III meliputi wilayah Kalimantan dan sekitarnya; Sulawesi dan sekitarnya; Kepulauan Nusa Tenggara dan sekitarnya; Kepulauan Maluku dan sekitarnya; serta Papua dan sekitarnya. Biaya jasa batas bawah Rp 2.100/km. Biaya jasa batas atas Rp 2.600/ km. Biaya jasa minimal rentang biaya jasa antara Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000. Selanjutnya, biaya tidak langsung berupa sewa penggunaan aplikasi dari perusahaan aplikasi ditentukan paling tinggi 20 persen. Besaran biaya jasa dapat dievaluasi paling lama setiap 3 (tiga) bulan. Beragam tanggapan datang atas intervensi pemerintah berupa regulasi tarif baru ojol ini. Pengemudi ojek online sebagian besar cukup puas dengan besaran tarif yang ditetapkan

oleh Kementerian Perhubungan. Sedangkan perusahaan aplikasi masih menyatakan akan mengkaji mendalam regulasi baru ini. Grab Indonesia, misalnya, menyebut kebijakan ini akan berdampak signifikan kepada para pengguna dengan daya beli terbatas. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyambut baik kebijakan batas tarif atas dan tarif bawah ojek online yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Tanpa campur tangan pemerintah dikhawatirkan akan terjadi eksploitasi hak-hak konsumen sebagai pengguna ojol atau bahkan hak-hak pengemudi sebagai operator ojol. Skema tarif dengan batas atas dan batas bawah merupakan hal yang lazim ditemui, meski status hukum ojek online bukan sebagai angkutan umum. Batas atas untuk menjamin agar tidak terjadi eksploitasi tarif pada konsumen yang dilakukan oleh aplikator, dan tarif batas bawah untuk melindungi agar tidak ada banting tarif dan atau persaingan tidak sehat antaraplikator. YKLI meminta Kementerian Perhubungan bersinergi dengan Kementerian Kominfo untuk melakukan pengawasan agar tidak ada pelanggaran, baik oleh pengemudi atau aplikator. Banyak kepentingan yang mesti diakomodasi melalui implementasi regulasi. Antara lain kebutuhan masyarakat atau konsumen, iklim kompetisi sehat,

jaminan keamanan, dan lainnya. Kuncinya adalah optimalisasi pelaksanaan regulasi melalui kesadaran sekaligus penegakan. Apresiasi diberikan kepada pemerintah yang baru akan menerapkan pada bulan Mei. Artinya, ada kesempatan mempelajari, menyesuaikan, dan mengawasinya. Pihak terkait penting duduk bersama membahas penyamaan persepsi serta optimalisasi pelaksanaan di lapangan. Antara lain pemerintah, wakil masyarakat, pihak ojol, pihak ojek konvensional, akademisi, dan lainnya. Seiring dengan pengaturan ojol, pemerintah juga penting memastikan dan mengatur ojek konvensional. Ojek ini mesti ditingkatkan kualitas layanan, kemudahan, dan infrastrukturnya. Ke depan, sinergi ojek konvensional dan ojol menjadi keniscayaan. Ojek konvensional penting memikirkan penerapan sistem daring ke depannya sebagai tuntunan zaman. Kepastian tidak adanya pungutan-pungutan liar terhadap ojol juga harus dijamin. Identitas yang jelas menjadi pintu yang memudahkan terjadinya tindak negatif tersebut. Pemerintah mesti menjamin adanya pengawasan internal yang dapat diyakini publik. Ketidakamanan terhadap ojol seharusnya diminimalisasi dan ditiadakan. Pola-pola pengaturan sepihak di lapangan oleh pelaku ojek konvensional harus ditindak. Apalagi disertai adanya tindakan main hakim sendiri.

hanya hukuman disiplin namun juga pemecatan. Uapaya ini akan memberikan efek jera kepada para abdi negara. Pejabat publik sejatinya memberikan contoh dalam melayani masyarakat, karena mereka digaji dengan uang rakyat. Mereka juga tetap menjaga norma dan nilai dalam berbangsa dan bernegara. Disparitas tuntutan dan hukuman bagi koruptor memang masih menjadi persoalan di negeri ini. Bagaimana tidak, operasi tangkap tangan sudah kerap kali terjadi dan menghiasi layar kaca pemberitaan tanah air. Aktor atau pelakunya pun selalu berasal dari pejabat dan pegawai di lingkungan pemerintah baik pusat maupun daerah. Ini tentu sangat mengkhawatirkan. Idealnya, operasi tangkap tangan membuat koruptor jera, karena di samping ada sanksi hukuman, juga ada sanksi sosial dari masyarakat. Kasus seperti ini perlu adanya reformasi hukum. Vonis hukuman koruptor tidak boleh lebih ringan dari hukuman yang diterima pencuri sandal jepit, pencuri kakao, dan kasus-kasus kecil dari rakyat kecil yang viral pada waktu-waktu yang silam. Penulis, mahasiswa Magister Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta

POJOK

Gubernur Koster harapkan pariwisata dan pertanian maju bersama. - Bukan mematikan pertanian. *** Hasil rekapitulasi KPU, JokowiMa’ruf raih dukungan 92 persen di Bali. - Ditunggu dukungan Jokowi selamatkan alam Bali. *** Denpasar raih penghargaan terbaik nasional perencanaan pembangunan daerah. - Semoga terbaik juga untuk rakyat.

Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

Program Hortikultura

Bibit Bawang Putih Didatangkan dari Luar Bali

Bali Post/san

BAWANG - Petani bawang di Baturiti. Tabanan masih belum bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan bibit bawang putih sehingga harus mendatangkannya dari luar Bali.

Tabanan (Bali Post) Tabanan tahun ini mendapatkan bantuan untuk pengembangan hortikultura bawang putih. Luasannya mencapai 225 hektar yang akan disebar di tiga kecamatan yaitu Pupuan, Baturiti dan Penebel. Rencananya bibit bawang putih untuk kebutuhan tahun 2019 ini disuplai dari program hortikultura bawang putih tahun 2018. Tetapi karena hasilnya kurang bagus dan tidak bisa dijadikan bibit, Dinas Pertanian Tabanan mengambil langkah membeli bibit bawang putih dari luar Bali. Saat ini pengadaannya dalam proses lelang. Kepala Bidang Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suandra, Kamis (9/5) kemarin mengatakan, tahun 2018 Tabanan juga kesulitan mendapatkan bibit untuk program hortikultura. Hal ini dikarenakan daerah penghasil bawang putih kebanyakan

20 Persen Caleg Berisiko Stres

memproduksi bibit untuk keperluannya sendiri. Karena kesulitan mendapatkan bibit bawang putih itulah, target 200 hektar hanya bisa terpenuhi seluas 50 hektar. ‘’Karena terlambat mendapatkan bibit, waktu tanamnya mundur. Banyak petani yang tidak berani menanam bawang putih dari program ini, sehingga dari 200 hektar realisasinya hanya 50 hektar pada tahun 2018 kemarin,’’ ujar Suandra. Untuk mengatasi kesulitan mendapatkan bibit, rencananya hasil penanaman bawang putih seluas 50 hektar yang dipusatkan di Baturiti, ini akan dijadikan bibit untuk memenuhi permintaan program hortikultura tahun 2019. Tabanan mendapatkan bantuan penanaman bawang putih seluas 225 hektar. Sayangnya, kata Suandra hasil panen bawang putih dari program hortikultura 2018 tidak begitu bagus karena hujan yang terus menerus. Agar ti-

dak rugi, petani memutuskan panen muda, sehingga tidak bisa memproses hasil panennya menjadi bibit. Suandra melanjutkan, guna memenuhi kebutuhan bibit bawang putih untuk program hortikultura 2019, pihaknya sudah melakukan lelang pengadaan. ‘’Pemenuhan bibitnya dari daerah luar Bali. Sudah lelang. Pagunya adalah Rp 34 juta per hektar. Itu anggaran untuk beli bibit sekaligus pupuk organik,’’ jelasnya. Diharapkan dengan terpenuhinya bibit bawang putih, penanaman akan mulai dilaksanakan pada Juni mendatang. Jika hasilnya baik, tentu akan bisa dijadikan bibit untuk program hortikultura tahun berikutnya, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan bawang putih yang harganya kerap naik-turun sesuai ketersediaannya di pasaran. Lewat program hortikultura ini diharapkan kestabilan harga untuk bawang putih terus terjadi di masyarakat. (kmb24)

Tabanan (Bali Post) -

Pleno Pemilu 2019 di Kabupaten Tabanan sudah dilakukan Minggu (5/5) lalu. Gambaran siapa-siapa saja yang menduduki kursi legislatif sudah terlihat. Ketatnya persaingan meraih suara ditambah tidak mendapatkan kursi, tentu berefek terhadap psikologis para calon legislatif (caleg) yang gagal. Di Tabanan, dari ratusan caleg yang menjalani tes kesehatan di BRSU Tabanan pada Juli 2018, diprediksi sekitar 20 persennya berisiko stres. Hal ini dipaparkan Psikiater BRSUD Tabanan dr. I Gusti Ngurah Bagus Mahayasa, Sp.KJ. Ia mengatakan, 20 persen caleg yang berisiko mengalami stres ini adalah caleg yang baru terjun di dunia politik. ‘’Mungkin saja mereka ikut pencalegan untuk memenuhi kuota. Karena saat itu tes kesehatan dilakukan sebelum penetapan DCT. Bali Post/san Ini yang menyebabkan dr. I Gusti Ngurah Bagus Mahayasa, Sp.KJ. mereka berisiko alami

stres jika gagal,’’ ujar Mahayasa. Meski demikian, pascapleno belum ada caleg yang berkonsultasi karena stres. Hal ini bisa disebabkan karena saat Tes Kesehatan Mental Indonesia (TKMI) di BRSU Tabanan pada Juli 2018 telah diberikan manajemen mengantisipasi stres. ‘’Sampai saat ini belum ada calon legislatif yang konsultasi karena stres. Ini mungkin karena saat mereka menjalani tes kesehatan sebelum ditetapkan sebagai DCT, khusus

bagi calon yang berisiko sudah diberikan cara untuk mengantisipasi stres,’’ ujarnya. Mahayasa melanjutkan, manajemen untuk mengantisipasi stres diberikan tergantung risiko yang muncul. Sebab saat itu ada kecenderungan para caleg yang berisiko menjadi cemas, depresi dan emosional yang tidak stabil. ‘’Tetapi di Tabanan saat ini masih aman. Mudah-mudahan terus aman,’’ tegasnya. (kmb24)

Kurangi Residu Sampah Plastik

Bali Post/ist

PEMAPARAN - Kasat Binmas Polres Tabanan AKP Ni Made Lestari memberikan pemaparan tentang bahaya terorisme.

TPA Mandung Bekerja Sama dengan Pemulung

Tabanan (Bali Post) Guna mengurangi residu sampah plastik di TPA Mandung, dilakukan pemilahan untuk sampah plastik yang masih memiliki nilai jual. Untuk itu, pengelola TPA melakukan kerja sama dengan 13 pemulung. Berdasarkan data, pengumpulan sampah plastik di TPA Mandung tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018. Berdasarkan data pengumpulan sampah plastik yang dilakukan 13 pemulung di TPA Mandung, pada November 2018 sampah plastik yang dikumpulkan sebanyak 3.471 kilogram yang terdiri dari sampah plastik jenis ember atau campuran sebanyak 1.883 kilogram, gelas plastik 468 kilogram, botol plastik 666 kilogram dan kantong plastik sebanyak 454 kilogram. Pada Desember, sampah plastik yang dikumpulkan sebanyak 2.304 kilogram, dengan rincian, ember sebanyak 1.739 kilogram, gelas plastik 180 kilogram, botol plastik 165 kilogram dan kantong plastik sebanyak 220 kilogram. Tahun ini jenis sampah plastik yang dikumpulkan pemulung bertambah satu jenis lagi, yaitu plastik bening. Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini, Kamis (9/5) kemarin mengatakan, sejak Januari 2019 pemulung yang bertugas memilah sampah di TPA Mandung mulai memilah plastik bening yang tahun lalu

dibiarkan atau tidak dipilah. ‘’Dari informasi, plastik bening ini sudah ada yang mau membeli sehingga mereka pun memilah plastik bening yang biasanya tidak dipilah karena tidak laku,’’ ujarnya. Dari data Januari 2019, sampah plastik yang dikumpulkan berjumlah 4.570 kilogram dengan rincian 1.600 kilogram sampah plastik jenis ember, gelas plastik sebanyak 970 kilogram, botol plastik 935 kilogram, plastik bening 620 kilogram dan kantong plastik sebanyak 445 kilogram. Pada Februari, sampah plastik yang dikumpulkan sebanyak 4.125 kilogram. Rinciannya, sampah ember atau campuran sebanyak 1.725 kilogram, gelas plastik 740 kilogram, botol plastik 770 kilogram, plastik bening 580 kilogram dan kantong plastik sebanyak 310 kilogram. Sementara untuk Maret, totalnya 4.369 kilogram dengan rincian, ember sebanyak 1.750 kilogram, gelas plastik 570 kilogram, botol plastik 850 kilogram, plastik bening 696 kilogram dan kantong plastik sebanyak 503 kilogram. Sukartini berharap, pembelian plastik bening terus berlanjut. Sehingga ke depan residu plastik di TPA Mandung semakin berkurang. Mengenai kerja sama TPA Mandung dengan pemulung, setiap penjualan sampah plastik yang dipilah keuntungann diberikan ke pemulung. (kmb24)

Pengelola DTW Diimbau Aktif Cegah Terorisme

TPA MANDUNG - Penataan sampah di TPA Mandung.

Bali Post/san

Tabanan (Bali Post) Perkembangan terorisme sangat masif dan terstruktur. Sebab, dengan kemajuan teknologi jaringan teroris mudah menyusup di masyarakat. Paham radikal yang menjadi pemicu terorisme, terus berkembang. Ini harus diantisipasi oleh seluruh komponen masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Kasat Binmas Polres Tabanan AKP Ni Made Lestari, S.H., M.H. pada pelatihan dan pembekalan kepada manajemen dan karyawan DTW Tanah Lot, Rabu (8/5). Pelatihan dibagi tiga sesi dengan materi tentang bahaya terorisme dan etika pelayanan publik. Pada kesempatan tersebut, AKP Ni Made Lestari memaparkan informasi tentang perkembangan terorisme dan upaya pencegahannya. Menurutnya, penyebaran radikalisme paling efektif adalah melalui media sosial (medsos). Sebab penggunaan medsos tidak kenal waktu dan tempat. ‘’Siapa saja, kapan saja, dan di manapun orang bisa akses dengan mudah hanya dengan modal handphone serta paket internet,’’ ujarnya. Upaya pencegahan terorisme, kata dia, tidak bisa

hanya oleh pemerintah atau aparat keamanan. Semua elemen masyarakat harus mengambil peranan. ‘’Dimulai dari diri sendiri dan keluarga terdekat. Kita semua harus terlibat aktif karena perkembangannya sangat cepat,’’ ucapnya. Dia mencontohkan untuk lingkungan tempat tinggal. Jika ada gerak-gerik seseorang yang mencurigakan, maka lebih baik dilaporkan ke aparat terdekat agar bisa dicek lebih lanjut. Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan bisa mencegah terjadinya aksi teror. Selain itu, dari pemerintah juga melakukan deradikalisasi terhadap orang-orang yang pernah berhubungan atau terlibat dengan paham radikal maupun aksi teror. ‘’Jadi, jika diterapkan di DTW Tanah Lot, maka semua elemen baik itu karyawan, pedagang, masyarakat sekitar harus antisipatif untuk mencegah aksi terorisme. Karena DTW Tanah Lot sudah terkenal sampai tingkat dunia. Jika sekali saja kejadian, maka efeknya akan sangat luar biasa. Jadi, mari kita jaga bersama demi keamanan, kenyamanan, serta kelangsungan ke depannya,’’ jelasnya. (kmb28)

Sidak, Satpol PP Temukan Enam Usaha Diduga Bodong Tabanan (Bali Post) Meski telah rutin dilakukan pembinaan, masih ada saja oknum pengusaha yang membandel, tidak melengkapi usahanya dengan izin lengkap. Terbukti, saat tim Buru Sapa Satpol PP Tabanan sidak di tiga kecamatan Rabu (8/5), petugas menemukan enam proyek dan usaha yang diduga tidak berizin alias bodong. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba, Kamis (9/5)

kemarin mengatakan, operasi yang dilakukan tim Buru Sapa Satpol PP Tabanan itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya sejumlah bangunan yang tidak dilengkapi izin. Atas dasar tersebut dilakukan penyisiran. Hasilnya, ditemukan sejumlah pelanggaran. Dari tiga kecamatan yang disasar yakni Kecamatan Tabanan, Kerambitan dan Selemadeg, enam usaha diduga

tidak mengantongi izin. Terdiri dari tiga pembangunan gudang, satu pabrik pemecah kayu dan dua usaha minimarket. ‘’Sudah kami beri surat panggilan dan diminta datang ke kantor besok (Jumat - red) untuk diberikan pembinaan dan peringatan jika memang benar tidak berizin,’’ ucapnya. Kata Sarba, operasi ini bersifat non yustisi atau hanya pembinaan. Selain menyasar usaha tanpa izin, kemarin tim patroli

wilayah Satpol PP Tabanan juga melakukan pembinaan terhadap pedagang kaki lima di seputaran Jalan Mawar, Tabanan. Ini dilakukan untuk mewujudkan Tabanan kota yang tertib dan tentram. Tak hanya PKL, Sarba menegaskan, pengusaha minimarket yang tetap membandel tidak melengkapi perizinan, akan ditindak tegas. Pihaknya tidak segan-segan akan menyegel usaha bersangkutan. ‘’Di-

harapkan kesadaran masyarakat ketika membangun dan berusaha agar terlebih dahulu mengurus perizinannya sesuai perda yang ada, sehingga tidak kucing-kucingan dengan petugas,’’ tegasnya. (kmb28) MENERTIBKAN - Petugas Satpol PP Kabupaten Tabanan saat menertibkan PKL yang berjualan di tempat terlarang.

Bali Post/ist


BULELENG

8

Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

16 Desa di Buleleng Belum Bentuk BUMDes

Buat PT Masih Terkendala Badan Hukum Singaraja (Bali Post) – Kendati pemerintah pusat menginstruksikan setiap desa wajib membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Faktanya di Buleleng masih ada desa yang belum membentuk lembaga ekonomi tersebut. Sampai tahun ini, di Bali Utara masih ada 17 desa yang belum membuat BUMDes sebagaimana instruksi pemerintah pusat itu.

Bali Post/kmb38

FORUM BUMDES – Dinas PMD mengukuhkan Forum BUMDes Buleleng di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, Kamis (9/5) kemarin.

Forikan Dorong Jaga Gizi Anak Bangsa

Kantin Sekolah Diminta Sediakan Penganan Ikan Singaraja (Bali Post) – Konsumsi ikan di kalangan anak sekolah di Bali terus digenjot. Dalam upaya meningkatkan angka konsumsi ikan terutama di kalangan siswa, setiap pengelola kantin sekolah diinstruksikan menyediakan penganan siap saji sehat terbuat dari ikan. Selain itu, pemerintah juga terus menggenjot produksi ikan segar. Caranya, budi daya ikan air tawar digalakkan. Itu terungkap pada acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, Rabu (8/5). Acara itu melibatkan 200 siswa SD di kota Singaraja. Pencananganan gerakan ini dihadiri Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Bali Ny. Putri Suastini Koster didampingi Kepala Dinas Perikanan Kelautan (DKP) Bali I Made Sudarsana, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik Putu Tastra Wijaya, dan Kepala Dinas Perikanan Buleleng Ni Made Arnika. Lebih jauh, Putri Suastini Koster mengatakan, satu pertimbangan mengapa gemar ikan ini dikampanyekan di kalangan anak-anak sekolah.

Alasannya untuk menjaga kesehatan generasi muda dengan asupan gizi lengkap. Salah satunya mengonsumsi olahan ikan. Ikan segar itu diyakini dapat menjaga asupan gizi. Sehingga tumbuh kembang siswa pada usia emas agar terjaga dan kebal dari berbagai serangan penyakit. “Kita bersama pemerintah fokus menyasar anak-anak di usia emas dengan gemar ikan ini karena kalau anak di usia emas gizinya buruk maka ancaman terkena penyakit semakin tinggi. Untuk itu, gerakan ini dikampanyekan dengan sasaran anak-anak gemar makan ikan yang memang baik untuk tumbuh kembang anak itu sendiri,” katanya. Mendukung gerakan ini, Putri Suastini Koster menginstruksikan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), ibu-ibu PKK, dan pengelola kantin di sekolah agar menyediakan olahan makanan siap saji dengan bahan ikan. Ini baik dilakukan karena selama ini, kantin sekolah kebanyakan menyediakan panganan yang kandungan gizinya masih kurang dan cenderung menggunakan cam-

puran bahan yang tidak baik untuk kesehatan anak-anak. Kepala Dinas Perikanan Kelautan Provinsi Bali I Made Sudarsana didampingi Ketua Panitia Gemarikan A.A. Gde Agung Sanjaya mengatakan, tingkat konsumsi ikan di Bali sebesar 33,26 kilogram/kapita/ tahun. Pemerintah sejatinya ingin menaikkan tingkat konsumsi ikan, namun hal itu masih sulit dilakukan. Pasalnya, di pasaran tidak saja menyediakan ikan, namun peredaran daging seperti ayam dan babi begitu besar. “Menaikkan satu digit angka konsumsi ikan ini masih sulit karena selain ikan masyarakat terbiasa mengonsumsi daging. Perlahan dengan gemar ikan dan dan Forikan yang sudah terbentuk di kabupaten dan bahkan di kecamatan sudah terus semakin masif dikampanyekan gemar ikan,” katanya. Meski demikian, Sudarsana mengatakan, pemerintah berusaha keras untuk meningkatkan konsumsi ikan bekerja sama dengan pelaku UMKM untuk menjual panganan berbahan ikan atau menyediakan ikan segar yang memadai. (kmb38)

Bali Post/kmb38

GEMARIKAN - Ketua Forikan Bali Ny. Putri Suastini Koster mencanangkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, Rabu (8/5).

Mengapa belasan desa ini belum membentuk BUMDes? Sebab, desa bersangkutan belum memasukkan program BUMDes dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng Made Subur mengatakan hal itu Kamis (9/5) kemarin, pada acara pengukuhan pengurus Forum BUMDes di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja. Forum BUMDes ini diketuai Made Rincim Astawa dengan Wakil Ketua Edy Susena, Sekretaris Gede Hendri Ari Susila, dan Bendahara Nyoman Sugana. Potensi pertanian, perkebunan dan pariwisata di Buleleng kata Made Subur, memungkinkan dikelola BUMDes itu. Tidak saja mengelola keuntungan di lembaga BUMDes, tetapi BUMDes juga mampu menyerap tenaga kerja dari masing-masing desa. Meskipun memiliki peluang besar, namun masih ada desa yang terkesan tidak tertarik membentuk BUMDes. Selama ini, 113 desa, sudah membentuk BUMDes. Sebagian besar desa yang sudah punya lembaga itu setelah desa itu mendapatkan bantuan dana Gerbang Sadu dari pemerintah.

Salah satu syaratnya, dana itu harus dikelola BUMDes. Beberapa desa juga ada yang membentuk BUMDes dengan modal yang dikeluarkan oleh desa bersangkutan. Desa yang sama sekali belum membentuk BUMDes itu tercatat 16 desa. Dari pendekatan dan sosialisasi, pihaknya menemukan hambatan mengapa desa itu tidak membentuk BUMDes. Banyak yang belum memasukkan pada dokumen BUMDes itu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Pembentukan BUMDes itu dituangkan dalam dokumen itu, karena terkait pernyertaan modal BUMDes dalam APBDes.“Kalau dibandingkan jumlah desa memang sudah sebagian besar desa membentuk BUMDes. Kenyataanya masih ada yang belum. Kita tidak menyalahkan desa, namun desa bersangkutan belum membahas pembentukan BUMDes dalam RPJMDes dan RKPDes karena di sana akan diatur bentuk dan nilai penyertaan modalnya,” katanya. Ditarget Akhir 2019 Meskipun masih ada desa yang tidak memiliki BUMDes, kata Subur, pihaknya menar-

getkan agar 16 desa itu sudah membentuk BUMDes akhir 2019 ini. PMD terus menggenjot sosialisasi dan mendampingi desa agar pembentukan lembaga ini bisa dipercepat. Upaya ini telah membuahkan hasil. Beberapa desa yang semula belum menyusun program pembentukan BUMDes, sekarang sudah mulai membahas bersama perangkat desa terkait dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “Tahun ini, kami targetkan semua desa sudah ada BUMDes-nya. Kami lakukan pendampingan dan beberapa desa sudah mulai membahas pembentukan BUMDes itu,” jelasnya. Agar BUMDes yang sudah terbentuk keberadaannya semakin eksis pihaknya kata Subur, membentuk Forum BUMDes. Lembaga ini dibentuk sebagai wadah organisasi dalam memajukan BUMDes yang ada. Selain mewadahi melalui forum, PMD juga mengembangkan BUMDes yang ada menjadi sebuah Perseroan Terbatas (PT) yang berbadan hukum. Kalau ini diwujudkan, maka tidak saja bisa dilakukan kerja sama antar-BUMDes, tetapi juga bisa bersaing merintis unit usaha lainnya. Dia mencontohkan di bidang pertanian, BUMDes

dapat menjadi penyedia pupuk, obat-obatan, dan peralatan pertanian kepada petani. Selain itu, usaha jasa seperti pengembangan pariwisata, pengelolaan hutan desa dan bisnis penjualan sepeda motor di pedesaan. Hal itu bisa digeluti BUMDes itu sendiri. Selain itu, kalau BUMDes sudah bernaung dalam PT, maka bisa membuka usaha penjualan bahan bakar. Seperti SPBU di setiap desa. “Banyak bisnis yang bisa digeluti lewat BUMDes itu, namun ini masih terkendala badan hukum. Maka setelah kami membentuk forum ini akan dibentuk PT, sehingga BUMDes baik secara kabupaten dan desa bisa merintis bisnis apa pun. Tujuan besarnya bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pengentasan kemiskinan di desa,” jelasnya. Hal senada diungkapkan Ketua Forum BUMDes Buleleng Made Rincim Astawa. Ketua BUMDes Sepang, Busungbiu itu mengatakan, selama ini BUMDes belum berkiprah optimal. BUMDes, katanya terganjal badan hukum. Kendala ini membuat BUMDes tidak mampu bersaing seperti bisnis yang dikelola perorangan yang berbentuk PT atau CV. Untuk itu, dengan pembentukan forum, ke depan BUMDes bisa bernaung dalam PT, maka lembaga ini akan semakin eksis dan mampu bersaing dengan usaha baik lingkup di kabupaten dan di desa. (kmb38)

Di RSUD Buleleng

Tunggakan Pengobatan Pengungsi Gunung Agung Rp 142 Juta Singaraja (Bali Post) – Pascamenerima pengungsi erupsi Gunung Agung, beberapa waktu lalu, sekarang RSUD Buleleng masih menunggu realisasi pembayaran biaya perawatan pengungsi Gunung Agung yang sempat dirawat di RSUD. Berdasarkan data yang ada, RSUD tercatat memiliki piutang biaya perawatan pengungsi dari Kabupaten Karangasem itu senilai Rp 142.768.900. Pascapengungsi kembali ke Karangasem, RSUD mengajukan permohonan pembayaran biaya perawatan kepada Pemkab Karangasem. Permohonan itu kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Setelah lama tidak jelas kapan tunggakan pengobatan itu akan dilunasi, RSUD telah

mendapat surat dari Pemkab Karangsem diminta hadir pada rapat pembahasan pembayaran perawatan pengungsi minggu depan. Direktur Utama (Dirut) dr. Gede Wiartana, M.Kes., Kamis (9/5) kemarin, membenarkan kalau rumah sakit memiliki piutang biaya perawatan pengungsi Gunung Agung. Sejak pengungsi bertahan di Buleleng kata Wiartana, pihaknya sempat merawat pasien yang masuk ke rumah sakit saat mengungsi ke Buleleng. Perawatan itu tercatat periode pertama, dari 18 September sampai 1 Oktober 2017. Periode kedua, tanggal 2 Oktober sampai 15 Oktober 2017. Periode ketiga, dari 16 Oktober sampai 29 Oktober 2017. Periode keenam, dari 27 November sampai 10 Desember 2017. Periode ketujuh, dari 11 Desember sampai 24 Desember 2017.

Seain itu, susulan periode pertama dari 18 September sampai 1 Oktober 2017, susulan periode ketujuh dari 18 September sampai 1 Oktober 2017. Periode delapan, terhitung 25 Desember 2017 sampai 7 Januari 2018, periode kesembilan, pada 8 Januari sampai 21 Januari 2018 dan periode kesepuluh, dari 22 Januari sampai 20 Februari 2018. “Pada periode itu ada 80 kasus kami tangani. Rinciananya biaya sudah diajukan ke Pemkab Karangasem, untuk ditindaklanjuti,” kata Wiartana didampingi Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara Setelah mengusulkan permohonan pelunasan biaya perawatan itu, pihaknya tambah Wiartana, diundang mengikuti rapat membahas realisasi pembayaran perawatan korban erupsi Gunung

Agung minggu depan. Dari informasi awal yang diterimanya, sebelum usulan biaya perawatan itu disetujui, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan memverifikasi usulan yang diajukan 14 rumah sakit di Bali termasuk RSUD Buleleng. Konon, hasil verifikasi itu menentukan status pasien dan usulan biaya perawatan yang dinyatakan layak dilunasi. Ini karena, antara usulan dari rumah sakit yang merawat pengungsi dengan ketersedian anggaran hal itu tidak sebanding, sehingga dipastikan ada biaya yang tidak dilunasi pemerintah. “Kami tidak tahu apakah usulan kita disetujui atau tidak. Dari info awal yang kita terima itu tidak semua usulan itu dilunasi karena biaya yang tersedia dan usulan rumah sakit itu tidak mencukupi,” tegasnya. (kmb38)

Wajib Dilengkapi Naskah Akademik

Pembahasan Ranperda PT Bank Buleleng 45

Tidak ingin terjadi tarik ulur berkepanjangan, Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Rancangan Perda (Ranperda) PT Bank Buleleng 45 (Perseroda) dan eksekutif melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (9/5) kemarin. Hasilnya, jika ranperda dibahas dan diserahkan pada masa sidang kedua 2019, maka harus dilengkapi naskah akademik (NA - red). Apakah pertimbangannya naskah akademik itu menjadi demikian penting pada Ranperda PT Bank Buleleng 45 itu? MENGAPA Ranperda PT Bank Buleleng 45 itu perlu naskah akademik (NA – red)? Alasannya, pembahasan ranperda itu bersinggungan dengan beberapa regulasi yang lebih tinggi bahkan berbedabeda. Konsultasi pansus itu dipimpin Ketua DPRD Gede Supriatna bersama Ketua Pansus Putu Tirta Adnyana. Sedangkan sebagai anggota pansus adalah Direktur PD Bank Buleleng 45 Nyoman Suarjaya, dan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekkab Buleleng Bagus Gede Bratha. Rombongan selanjutnya berdiskusi dengan narasumber Kepala Seksi BUMD Lembaga Keuangan dan Aneka Usaha Wilayah II Dirjen Bina Keuangan Daerah Gustian Harianto. Ketua Pansus Putu Tirta Adnyana mengatakan, konsultasi ini dilakukan setelah dalam pembahasan sebelumnya antara pansus dengan eksekutif masih terjadi beda pendapat. Pansus di satu sisi menyarankan ranperda itu perlu dilengkapi naskah akademik. Pasalnya, ranperda itu

bersinggungan dengan banyak regulasi yang lebih tinggi. Di sisi lain, pihak eksekutif berpandangan karena hanya mengubah kelembagaan, maka hanya diperlukan penjelasan, sehingga tidak perlu lagi didasari naskah akademik. Setelah berdiskusi panjang lebar dengan narasumber di Kemendagri, maka agar ranperda bisa dibahas lebih lanjut, memang diperlukan penyusunan naskah akademik. Pansus juga mendapat pertimbangan mengapa naskah akademik itu penting disusun. Pasalnya, ranperda yang dibahas nantinya berkaitan dengan beberapa regulasi di atasnya. Dengan demikian, nomenklatur pasal per pasal dalam rancangan itu harus sesuai dan mengikuti regulasi di atasnya. “Sekarang, semua sudah terjawab. Karena memang berkaitan dengan banyak regulasi di atasnya. Mekanismenya, naskah akademik itu memang diperlukan. Hasil ini akan kami jadikan catatan. Kemudian agar ditindaklanjuti pada pembahasan ranperda

selanjutnya,” pintanya. Direktur Perusahaan Daerah (DP) Bank Buleleng 45 Nyoman Suarjaya mengatakan, saran melengkapi naskah akademik itu secepatnya akan ditindaklanjuti. Dia mengaku, naskah akademik itu sudah dipersiapkan dan tinggal menyempurnakan kemudian membahasnya bersama dewan. Pihaknya juga berpendapat, naskah akademik itu bukan karena ranperda ini berkaitan dengan regulasi di atasnya saja. Kajian teknis dengan naskah akademik itu diperlukan, karena ada perubahan dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Hal itu jelas berdampak pada nilai aset dan modal usaha. Kedua hal ini juga menentukan susunan direksi perusahaan itu sendiri. “Sudah kami siapkan. Karena itu, sekarang sudah jelas ranperda ini perlu secepatnya disetorkan naskah akademik, sehingga pembahasan di dewan tidak lagi terganjal terkait dokumen itu,” tegasnya. (mud)

Bali Post/kmb38

KONSULTASI – Pansus Ranperda PT Bank Buleleng 45 (Perseroda) berkonsultasi ke Kemendagri, Kamis (9/5) kemarin.


Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

GIANYAR

9 Bayar Kaul

Wakong Gunduli Kepala dan Jalan Kaki Sejauh 14 Kilometer

WAYAN Sama alias Wakong menggelar aksi unik untuk membayar kaul atas lolosnya Caleg DPR-RI Dapil Gianyar dari PDI-P I Nyoman Parta. Pria berusia 40 tahun asal Desa Batuan, Kecamatan Sukawati ini membayar kaul dengan menggunduli kepalanya, kemudian berjalan kaki sejauh sekitar 14 kilometer menuju Gedung DPRD Gianyar. Pria bertubuh gempal ini mengawali perjalanannya dari depan Balai Banjar Wangbung, Desa Batuan sekitar pukul 04.00 Wita. Wakong berjalan kaki menuju Kantor DPRD Kabupaten Gianyar melewati Desa Sukawati, BERJALAN - I Wayan Sama dengan kepala gundul berjalan menuju Gedung DPRD Gianyar, Kamis (9/5) kemarin.

Nasib Berbeda Dua Mantan Tersangka OTT

Mudana Terima SP3, Sukarja Diberhentikan Jadi PNS Gianyar (Bali Post) Sempat sama-sama ditetapkan sebagai tersangka kasus operasi tangkap tangan (OTT) Polda Bali, Nyoman Sukarja yang merupakan mantan Kepala Bidang Perizinan B di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu Gianyar mengaku ikhlas menerima nasib berbeda dengan Ketut Mudana. Sukarja yang kasusnya berlanjut ke meja hijau ini sudah menuntaskan masa hukuman sesuai ketok palu majelis hakim. Sementara Ketut Mudana yang juga sempat menjadi tersangka, justru menerima Surat Pemberhentian Penyidikan Perkara (SP3). Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/5) kemarin, Sukarja awalnya enggan berkomentar terkait nasib yang diterimanya. Sukarja yang telah menjalani masa hukuman satu tahun penjara ini kini menerima apa adanya. Bahkan dia pun tidak merasa menjadi korban atas kasus itu dan juga tidak menyalahkan siapapun. “Ya biarlah semua itu, iklaskan saja,” ujarnya. Kini Sukarja yang telah diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Gianyar dan punya kesibukan baru. “Saya buka usaha bengkel dan servis elektronik,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Sukarja sebelumnya merupakan bawahan Ketut Mudana yang saat itu merupakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu Gianyar. Sedangkan Sukarja merupakan Kabid Perizinan B. Saat kejadian OTT pada 16 Juni 2017, Sukarja diciduk jajaran Polda Bali karena investor yang mengurus perizinan. Ada barang bukti uang Rp 15 juta yang disita polisi dengan beberapa berkas. Sukarja pun ditetapkan sebagai tersangka. Tak lama kemudian Mudana ikut terseret sebagai tersangka. Polda Bali sempat menggelar jumpa pers terkait kedua tersangka tersebut. Namun hanya berkas Sukarja yang naik ke meja hijau. Sukarja sudah divonis bersalah pada 23 Januari 2018, dan menjalani hukuman. Sedangkan Mudana yang awalnya sama-sama menyandang status tersangka akhirnya memperoleh SP3. Berbekel SP3 itu, Mudana telah kembali menjadi pejabat eselon II dengan posisi Kepala Dinas Kebudayaan. Mudana dilantik oleh Bupati Gianyar bersamaan dengan sekitar 80 pejabat lainnya pada 2 Mei 2019. (kmb35)

Telepon Penting gianyar Kantor Bupati

- 943056

PMI Gianyar

DPRD

- 8958414

- 943144

KONI Gianyar

- 947261

BPBD - 7844717/7844718

BNN Kab. Gyr.

- 946122

PMK

PLN

- 947166

- 943113

Kantor Satpol PP - 944436

Kodim 1616 Gyr - 943069

RSUD Sanjiwani - 943020

Koramil Gianyar - 942289

PDAM

Koramil Blahbatuh - 941167

- 944225/943233

KPA Gianyar

- 942184

Koramil Tegallalang - 974792

korban yang mengalami kerugian jutaan rupiah akibat kejadian ini lantas melapor ke Mapolsek Payangan. Polisi yang menerima laporan ini langsung mendeteksi jejak pelaku. Tidak berselang lama, polisi mendapat informasi pelaku ada di wilayah Denpasar. “Ada jejak ditinggalkan berupa identitas dan ponsel, sehingga pelaku berhasil kami tankap di jalan kebo Iwa Denpasar pada Rabu malam,” katanya. Saat akan ditangkap inilah pelaku mencoba melakukan perlawanan untuk melarikan diri. Polisi yang tidak mau kehilangan pelaku, lantas mengeluarkan pistol dan menembakkan timah panas ke kaki kiri pelaku. “Pelaku mencoba melarikan diri, sehingga polisi mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki kiri pelaku,” jelasnya. Pelaku lantas diinterogasi di Mapolres Gianyar. Pelaku mengaku menjual motor tersebut ke penadah, Lamri (21). Dari hasil interogasi lebih lanjut, polisi mendapati sepeda motor Supra warna biru DK 4886 HI di seputaran Tabanan. Hasil curian ini dijual ke penadah, Mulyono (29). “Hasil penelusuran kami, ternyata pelaku sudah beraksi pada enam sampai tujuh TKP di wilayah Denpasar, Tabanan, maupun Gianyar,” katanya.

ini sudah diucapkan sekitar tujuh bulan lalu. Motivasinya sampai melontarkan ucapan itu lantaran ikut terbakar kobaran semangat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali. “Saya merasa ikut semangat melihat perjuangan Pak Man Parta. Pak Man juga mendidik masyarakat agar tidak pragmatis, tidak melulu soal uang,” jelasnya. Karena I Nyoman Parta diprediksi sudah lolos ke “rumah rakyat” di Senayan, meski belum penetapan oleh KPU-RI, Wakong memutuskan untuk membayar kaulnya, Kamis kemarin. Dipilihnya tujuan Gedung DPRD Kabupaten Gianyar, karena pada dasarnya Wakong juga mensyukuri kemenangan paket satu jalur. “Janji harus ditepati, maka saya buat aksi ini,” tegasnya. (nik)

Cemburu, Suartama Aniaya Istri dan Teman Dekatnya Gianyar (Bali Post) Terbakar api cemburu, I Gede Suartama nekat menganiaya istrinya, Ni Luh Yudiani, di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pudak Harum, Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Rabu (8/5) malam. Pelaku berusia 29 tahun asal Buleleng ini juga menganiaya teman istrinya, Ni Kadek Cariani. Akibat penganiayaan menggunakan senjata tajam, korban Ni Kadek Cariani yang diduga menjadi teman dekat istrinya ini mengalami luka serius, dan menjalani perawatan intensif di RSUP Sanglah Denpasar. Dikonfirmasi Kamis (9/5) kemarin, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, penganiayaan ini dilakukan oleh tersangka I Gede Suartama. Penganiayaan ini dilatarbelakangi kecemburuan tersangka terhadap istrinya. “Tersangka cemburu karena selama dua setengah bulan mengajak istrinya berhubungan badan, namun sang istri tidak mau melayaninya. Karena penolakan itu, tersangka curiga bahwa ada sesuatu terhadap istrinya,” jelasnya. Tersangka berupaya menelepon istrinya, namun Ni Luh Yudiani selalu mengaku masih berada di kampungnya di Karangasem. Tersangka merasa curiga terhadap teman istrinya Ni Kadek Cariani yang kerap berjualan di pasar di seputaran Sanur. Rabu malam sekitar pukul 20.30 Wita, tersangka membuntuti Ni Kadek Cariani hingga akhirnya mengarah ke rumah kontrakan di seputaran di Jalan Pudak Harum, Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. “Tersangka mengintip, dan benar istrinya ada di rumah tersebut,” kata Deni Septiawan. Menurut Deni Septiawan, saat itu tersangka mendengar sapaan istrinya “Sayang baru datang” kepada Ni Kadek Cariani. Sapaan inilah yang membuat I Gede Suartama terbakar api cemburu, dan langsung melabrak masuk

ke dalam rumah tersebut. Di dalam rumah itu, tersangka sempat menanyakan keberadaan istrinya, namun dikatakan tidak ada oleh Ni Kadek Cariani. “Akibat kata sayang itu, tersangka langsung masuk dan menganiaya korban dengan cara menusuk menggunakan senjata tajam berupa pisau dapur,” katanya. Akibat kejadian itu, Ni Kadek Cariani mengalami empat luka tusuk di tubuhnya. Tusukan pertama diarahkan tersangka ke bagian perutnya, leher, tengkuk dan punggung. Akibat tusukan itu, korban yang bersimbah darah langsung roboh di lantai. Belum puas menganiaya korban, tersangka lantas mengarah ke istrinya yang baru keluar dari kamar mandi dalam keadaan masih memakai handuk. Tersangka juga berupaya menusuk istrinya, namun Ni Luh Yudiani berhasil mengelak. Tersangka lantas memukul istrinya berulang kali menggunakan kedua tangannya. ”Sampai sekarang kondisi kedua korban masih kritis dan menjalani perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar,” kata Deni Septiawan. Terkait hubungan antara istri tersangka dengan korban masih didalami polisi. Apalagi saat ini korban Ni Kadek Cariani belum sadarkan diri dan masih mendapat perawatan di rumah sakit. “Sementara ini kami hanya meminta keterangan dari tersangka yang

Pencuri Motor Ditembak Polisi

Gianyar (Bali Post) Dicky Darma Saputra yang mengalami luka tembak di kaki-kiri hanya bisa berjalan terpincang-pincang saat kasusnya dirilis di halaman Mapolres Gianyar, Kamis (9/5) kemarin. Pria berusia 23 tahun asal Semarang ini ditangkap polisi di Denpasar, Rabu (8/5) lalu. Pelaku ditangkap karena kasus pencurian sepeda motor di Desa Kelusa Kecamatan Payangan pada April lalu. Kini pelaku dengan dua orang penadah diamankan di sel tahanan Mapolres Gianyar. Waka Polres Gianyar Kompol Adnan Pandibu menerangkan, kasus pencurian kendaraan bermotor di Desa Kelusa, Payangan ini terjadi 11 April lalu. Warga setempat I Wayan Japa yang menjadi korban dalam kejadian tersebut kehilangan sepeda motor Vario DK 6807 KB. “Tersangka Dicky ini pura-pura bekerja di pencucian motor di Desa Kelusa. Ia mulai bekerja hari Senin, tiga hari kemudian tepatnya Kamis 11 April datang korban ke tempat itu, kemudian motor ini ditinggal di sana untuk dicuci. Korban akan mengambil motornya setelah dicuci, namun korban mendapati pelaku sudah kabur dengan membawa motornya,” katanya. Menurut Adanan Pandibu,

Desa Batuan, Desa Batuan Kaler, Desa Kemenuh, Pasar Blahbatuh ke utara menuju By-pass Dharmagiri. Wakong tiba di depan Gedung DPRD Gianyar sekitar pukul 08.57 Wita. Artinya, ia menempuh waktu sekitar lima jam. Menariknya, di setiap catuspata wilayah yang dilewatinya, Wakong selalu menghaturkan empat buah canang. Total ada sekitar 100 buah canang yang disiapkannya dari rumah. Dalam perjalanan, Wakong sempat beristirahat untuk makan nasi jingo di Pasar Blahbatuh. Ia dijamu warga yang salut dengan aksi tersebut. Ditemui di sela-sela perjalanan, Wakong mengaku memotong rambutnya hingga gundul, Rabu (8/5) lalu. Dikatakan, sesangi atau janjinya untuk magundul dan berjalan kaki ke Gedung DPRD Gianyar

Bali Post/kmb35

DIPAPAH - Dicky Darma Saputra yang mengalami luka tembak di kaki kiri berjalan terpincang-pincang, dipapah dua temannya di halaman Mapolres Gianyar, Kamis (9/5) kemarin. Adanan Pandibu menambahkan, di seluruh TKP pelaku menggunakan modus serupa, yakni berpura-pura minta bekerja kemudian melarikan sepeda motor. Guna memper-

tanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian dan dua penadah hasil curiannya dikenakan pasal 480 KUHP tentang penadah. (kmb35)

Bali Post/km35

TERSANGKA - Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan menunjukkan barang bukti dan tersangka penganiayaan di Mapolres Gianyar, Kamis (9/5) kemarin. mengaku melakukan aksi ini karena cemburu kepada Ni Kadek Cariadi,” kata Deni Septiawan. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Deni Septiawan, tersangka dikenakan pasal 351 ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Namun, jika korban sampai meninggal akibat penganiayaan tersebut, polisi akan menggunakan pasal 338 tentang pembunuhan. “Kalau misalnya sampai meninggal, tentunya akan dikenakan pasal 338 pembunuhan. Tapi kami lihat dulu perkembangan kondisi korban,” katanya. Sementara itu, tersangka I Gede Suartawan mengaku masih marah dengan dugaan

perselingkuhan istrinya dengan Ni Kadek Cariani. Ia mengaku siap bertanggung jawab atas aksi penganiayaan yang dilakukannya. “Saya pisah ranjang sejak dua bulan.

Saya memang cemburu. Kalau dia (Ni Luh Yudiani - red) normal, tidak mungkin dia tidur sama cewek yang namanya Kadek Cariani ini,” katanya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

Bali Masuk Empat Besar Penyalahgunaan Rhodamin B

BBPOM Sidak Penjual Makanan Berbuka dan Pasar Negara Negara (Bali Post) Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar bersama Dinas terkait Jembrana, Rabu (8/5) sore, melakukan pengawasan jajanan untuk berbuka puasa yang dijual di Jembrana. Selain untuk memastikan keamanan makanan selama bulan puasa, pemeriksaan juga didasarkan pada data bahwa Bali termasuk empat besar dalam daerah yang menyalahgunakan rhodamin B untuk makanan. Dari hasil pemantauan di dua lokasi pasar dadakan di Loloan Timur dan Loloan Barat, petugas mengambil sejumlah sampel makanan dan minuman yang bentuk dan warnanya mencurigakan mengandung bahan berbahaya. Sekurangnya ada 24 sampel makanan dan minuman yang dicek dari 10 pedagang kaki lima yang berjualan. Sampel tersebut langsung diuji Laboratorium oleh tim dari BPOM. Dari hasil pengujian, ke semua makanan itu tidak mengandung bahan berbahaya. Baik itu formalin, rhodamin B, boraks maupun Metanol Yellow. Kepala BBPOM Denpasar I GA Adhi Aryapathi menyatakan, dari 24 sampel

yang diuji tidak ditemukan mengandung zat berbahaya (negatif) dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi. Petugas hanya mengambil sampel yang mencurigakan seperti warna mencolok. “Dari pengecekan pada sampel makanan itu, kandungan formalin, rhodamin B dan metamin yellow ternyata negatif,” ujarnya. Selain itu petugas juga mendapati 33 produk serbuk minuman kedaluwarsa dan sudah langsung dimusnahkan oleh pedagangnya. Ditambahkannya penggunaan rhodamin B pada makanan masih marak ditemukan di Bali. Karena itu pengawasan rutin selalu dilakukan. Seperti yang di-

Siswa SDN 1 BB Agung Raih Prestasi OSN

Negara (Bali Post) Jembrana kembali memastikan salah seorang siswanya lolos dalam ajang seleksi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Sekolah Dasar (OSN-SD) Tingkat Provinsi Tahun 2019 yang telah dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2019. Di Bidang Matematika, I Made Kayana Wira Adanya, siswa kelas V SD Negeri 1 Baler Bale Agung mampu mencatatkan namanya pada urutan ke-6 rangking nasional dari 136 finalis yang akan mengikuti seleksi di tingkat nasional. Kayana menjadi salah satu dari lima orang siswa asal Bali yang sukses maju dalam OSN Nasional merujuk Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0779/ D2/KP/2019. Olimpiade Sains Nasional, adalah salah satu ajang lomba bergengsi yang bertujuan menyediakan wahana kompetisi dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bagi peserta didik jenjang SD/MI sebagai bagian dari upaya komprehensif dalam penumbuhkembangan budaya belajar, kreativitas dan motivasi berprestasi peserta didik. Kepala Dinas Dikpora Nengah Wartini didampingi Kabid Dikdas Nyoman Wenten dikonfirmasi, Kamis (9/5) kemarin, membenarkan atas pencapaian salah satu siswa SD Negeri di Jembrana itu. Dinas merasa bangga atas capaian prestasi itu. “Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi sekolah lainnya membangun budaya mutu demi kemajuan pendidikan di bumi Makepung Jembrana,” tandas pejabat asal Pangyangan ini. (olo)

Bali Post/kmb26

CEK MAKANAN - Sejumlah petugas dari BBPOM dan Dinas Perindagkop Jembrana melakukan pengawasan jajanan untuk berbuka di Jembrana. lakukan kemarin di sentra pedagang. Menurutnya Bali merupakan empat besar penyalahgunaan rhodamin B pada makanan. Karena itu, ma-

syarakat diimbau selalu teliti ketika membeli makanan dan obat. Dengan cek kemasan, izin edar dan cek kedaluwarsa. Bila masyarakat cerdas

dan tidak mau membeli makanan apalagi yang sudah kedaluwarsa atau izin edarnya tidak jelas, pedagang juga akan berpikir menjual produk tersebut.(kmb26)

Boraks Masih Dijual di Pasar Umum Negara

Bali Post/kmb26

BORAKS – Boraks merek Bleng Kristal yang ditemukan dijual di sejumlah pedagang di dalam Pasar Umum Negara kemarin diamankan petugas gabungan dari Loka POM Buleleng, Dinas Perindagkop dan Dinas Kesehatan.

SELAIN penyalahgunaan rhodamin B, penggunaan bahan berbaya, seperti boraks untuk makanan juga masih banyak terjadi. Buktinya dalam sidak pedagang di Pasar Umum Negara, Kamis (9/5) kemarin ditemukan krupuk mengandung boraks. Sidak dilakukan petugas dari Loka POM Buleleng bersama Dinas terkait di Kabupaten Jembrana. Petugas juga mendapati penjualan puluhan kilogram boraks di pasar tradisional terbesar di Jembrana ini. Boraks merek Bleng Kristal yang biasanya digunakan untuk bahan pembersih lantai ini ditemukan petugas terbungkus kemasan 1 Kg. Petugas mendapati bungkusan itu di tiga pedagang dari total 10 pedagang yang disasar. Di tiga pedagang itu, petugas

mendapati 28 bungkus boraks yang dijual. Selain itu, tim gabungan juga mengambil sejumlah sampel makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya untuk selanjutnya diuji laboratorium. Salah satu petugas LokaPOM Buleleng, Melissa mengatakan, dari uji lab yang dilakukan pada 23 sampel makanan dan minuman ,seperti bermacam jajan Bali, kue basah, tahu, ikan asin, cendol dawer, cincao, serta krupuk, hanya satu yang positif boraks. Yakni bahan krupuk bleng. “Dari 23 sampel hanya satu yang positif, yakni krupuk bleng. Kita berikan pembinaan kepada pedagang untuk tidak menjualnya karena berbahaya bagi konsumen,” terangnya. Sementara petugas juga

mengamankan 28 bungkus boraks bleng kristal. Menurutnya, merek ini sejatinya sudah dilarang dan izin edarnya sudah ditarik BBPOM. Terkait boraks, sebelumnya di Jembrana sempat adanya peredaran boraks cap Jago. Tetapi berkat kesigapan petugas serta dinas terkait, lambat laun terbebas dari boraks itu. Namun belakangan kembali ditemukan boraks jenis lainnya. Terkait temuan ini, akan ditindaklanjuti lebih lanjut oleh Dinas terkait seperti dengan pengawasan akan peredaran makanan yang mengandung boraks, metanil yellow, formalin dan rhodamin B. Khususnya para pedagang yang pernah kedapatan menjualnya. “Kita berikan edukasi kepada mereka (pedagang). Agar tidak menjual itu,” terangnya. (olo)

FKUB Apresiasi Pelaksanaan Pemilu di Jembrana Negara (Bali Post) – Pascapelaksanaan pleno rekapitulasi Pemilu Presiden dan Pemilihan Legislatif di tingkat kecamatan hingga kabupaten di Jembrana relatif berlangsung aman. Meskipun selama pelaksanaan, khususnya di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Negara sempat tegang, namun hasil akhir sudah mencerminkan yang terjadi. Keinginan para saksi-saksi peserta pemilu juga diakomodir dari pihak penyelenggara hingga dengan membuka kotak suara dan penghitungan ulang. Suhu politik yang relatif aman dalam pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Jembrana ini mendapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat

dan tokoh agama. Sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jembrana di sela-sela rapat di Kantor FKUB, Kamis (9/5) kemarin menyampaikan, apresisasi pelaksanaan pemilu damai sekaligus mengimbau umat beragama untuk tidak terprovokasi isu yang bisa memecah belah. Ketua FKUB Jembrana I Komang Arsana didampingi tokoh agama lain mengatakan, dengan telah selesainya tahapan KPU Jembrana hingga rekapitulasi tingkat kabupaten, FKUB mengungkapkan apresiasinya. Menurut Ketua PHDI Jembrana ini, tahapan pemilu sudah berjalan secara transparan, jujur, adil dan demokratis. Meskipun dalam pelaksanaan

dalam rekapitulasi ada kendala, namun bisa diselesaikan dengan baik sesuai dengan mekanisme yang berlaku. “Kami apresiasi, pelaksanaan telah selesai dan kendala yang ada bisa diselesaikan tidak sampai berlarut,” ujar Arsana. FKUB Jembrana secara bersama mengungkapkan syukur dan terima kasih pada masyarakat telah berpartisipasi dengan menggunakan hak pilihnya sehingga pemilu serentak 17 April dapat terlaksana dengan lancar dan aman serta damai. Setelah pelaksanaan pemilu di Jembrana yang sudah berakhir ini, masyarakat khususnya umat beragama di Jembrana diajak untuk merajut kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Jangan terprovokasi

FKUB – FKUB Kabupaten Jembrana dari PHDI, MUI, Walubi, MPUK dan DPPSP Negara menyerukan masyarakat dan umat merajut kebersamaan serta persatuan dan kesatuan pascapemilu yang berlajan lancer. dengan isu-isu yang menyebabkan perpecahan. “Lancarnya pemilu ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat, petugas KPPS, hingga petugas yang

terlibat di dalamnya, termasuk sinergitas TNI-Polri dalam melakukan tugas pengamanan di setiap tahapan Pemilu 2019,” pungkasnya. (kmb26)

I Made Kayana Wira Adanya


Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

Karangasem

11

Diterjang Ombak, Perahu Wisata ’’Diving’’ Terbalik

Tiga Wisatawan, Pemandu, dan Nakhoda Selamat

Amlapura (Bali Post) Perahu yang sedang mengangkut tiga wisatawan setelah melakukan diving (menyelam - red) di Pantai Blue Lagun diterjang ombak besar sekitar 40 meter dari bibir pantai. Akibatnya, perahu itu oleng kemudian terbalik, di Banjar Subagan, Desa Sengkidu, Manggis, Karangasem, Kamis (9/5) kemarin. Perahu itu pun hancur berantakan. Beruntung tiga wisatawan, pemandu, dan nakhoda perahu selamat dari maut karena sudah dekat dari pesisir pantai.

Bali Post/kmb41

ANGKAT BANGKAI PERAHU - Petugas kepolisian bersama warga setempat mengangkat bangkai perahu untuk dibawa ke pinggir pantai.

Asuransi Cairkan Anggaran Rp 1,6 M ke Kas Daerah

Gedung Pemerintahan Rusak akibat Gempa Lombok akan Direnovasi Amlapura (Bali Post) Sejumlah gedung pemerintahan di Lingkungan Pemkab Karangasem yang rusak akibat diguncang gempa Lombok beberapa waktu lalu segera direnovasi. Perbaikan gedung gedung itu menyusul telah dicairkannya anggaran dari pihak asuransi Rp 1,6 miliar ke kas daerah. Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem I Nengah Mindra, Kamis (9/5) kemarin mengatakan, dana asuransi

yang telah dicairkan akan dipakai untuk perbaikan sejumlah gedung pemerintahan. Seperti rumah jabatan bupati, wakil bupati, sekda, Kantor UKM Center, Civic Center, dan gedung pemerintahan yang rusak lainnya. Mindra menambahkan, kendati anggaran yang diberikan dari asuransi umum Bumi Putera Muda mencapai Rp 1.673.403.668, akan tetapi dana itu dinilai masih kurang. Apalagi dipergunakan untuk perbaikan semua

gedung yang rusak tersebut. Pihaknya kembali menganggarkan di APBD Induk 2019. “Kita belum dapat merinci tambahan anggaran perbaikan tersebut,’’ ujarnya. Plt. Asisten I Setda Pemkab Karangasem Wayan Sutapa menambahkan, sejauh ini, perbaikan itu masih tahap lelang. Pihaknya meyakini awal Juni sudah bisa dilakukan revonasi itu. “Kita dorong supaya segera dilakukan perbaikan. Dengan harapan rumah dinas

bupati, wakil bupati, sekda, serta UKM Center di bagian atas itu bisa segera ditempati dan juga dioperasikan,” harapnya. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi mendorong eksekutif agar dapat segera memperbaiki kerusakan gedung pemerintahan itu. Bila terus dibiarkan seperti itu, maka kerusakan akan semakin parah saja. “Semoga perbaikan itu segera bisa dilakukan,” ujar Sumardi. (kmb41)

Pengamanan Laut Jelang Lebaran

Satpolair Gelar Patroli di Perairan Karangasem Bersamaan dengan bulan puasa terutama menjelang Lebaran, Satpolair Karangasem kembali melaksanakan giat patroli di wilayah perairan laut Karangasem. Patroli mengelilingi laut dan pesisir kabupaten tertimur di Pulau Bali itu dilakukan, Kamis (9/5) kemarin. Pada agenda patroli laut itu, petugas juga memeriksa sejumlah kapal yang sedang berlayar. Lalu, bagaimanakah patroli laut itu dilakukan, apa ada hal-hal mencurigakan ditemukan saat digelar patroli rutin itu? KASAT Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama mengungkapkan, kegiatan patroli laut yang dilakukan itu dalam rangka bulan puasa sekaligus menyambut hari raya agama Islam yakni Lebaran. Giat patroli itu memang rutin dilakukan menjelang pelaksanaan hari-hari raya besar termasuk saat pemilu. Tujuan melakukan patroli itu untuk memantau keamanan di wilayah perairan laut Karangasem khususnya. ‘’Dalam pengamanan melalui patroli laut itu, kita melibatkan sembilan personel. Giat di laut itu mulai dilakukan pukul 09.00 Wita. Setelah keliling ke wilayah laut Karangasem kemudian patroli dihentikan pukul 14.00 Wita,’’ jelas Wartama sembari menambahkan, dalam giat patroli itu, petugas fokus memberikan imbauan kepada kapal-kapal penumpang supaya dalam melakukan pelayaran, mereka harus memenuhi syarat keamanan dan keselamatan kapal sekaligus penumpang. Karena itu, beberapa peralatan standar harus disediakan. Alat-alat keselamatan itu harus cukup dan memadai. Hal itu sesuai ketentuan aturan SOLAS 74 (Safety Of Life At Sea 1974). Upaya optimal dilakukan terkait tindakan pencegahan terjadinya laka laut menjelang hari raya Lebaran. Normalnya, ditandai adanya kenaikan sejumlah

penumpang menggunakan transportasi laut itu. ‘’Dari sejumlah kapal yang diperiksa, semuanya membawa dokumen kapal dan muatan lengkap. Selain itu, peralatan standar lainnya seperti alat keselamatan di kapal-kapal yang diperiksa itu juga sudah memenuhi persyaratan sesuai regulasi. Bahkan, kondisi peralatan itu masih baik,’’ jelas Wartama. Pihaknya juga mengingatkan kepada kapten kapal,

agar hati-hati. Ketika diberikan tanggung jawab dalam bertugas, harus konsentrasi. Sebab, ketika bertutas sebagai nakhoda, beban tanggung jawab yang dipikul sangat berat. Bukan saja atas keselamatan alat transportasi itu, terutama adalah jiwa-jiwa yang memanfaatkan sarana penghubung laut itu juga harus dijaga

dengan baik. Kiatnya, dari segi sarana dan prasarana harus lengkap. Kapal jangan sampai membawa beban overload. ‘’Karena tindakan nekat di laut itu benar-benar berbahaya. Substansinya harus hormat dan taat atas semua aturan dan regulasi yang dipersyaratkan di laut itu,’’ ujar AKP Made Wartama. (nan)

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, perahu yang dipergunakan mengantar wisatawan itu sudah pulang dari diving. Setelah dihantam ombak, perahu itu hancur. Evakuasi puing-puing perahu 40 meter dari tepi pantai itu dibantu puluhan warga setempat, nelayan dan petugas Polsek Manggis serta sejumlah karyawan hotel ikut bergotong royong. Salah seorang warga, Ketut Dana, menuturkan perahu itu terbalik sekitar pukul 12.00 Wita. Perahu itu membawa tiga wisatawan setelah melakukan aktivitas diving. Ketika hendak mendarat sekitar 40 meter dari bibir pantai, perahu itu terbalik akibat diterjang ombak besar. “Perahu sudah mau mendarat ke bibir pantai. Sudah balik dari mengantar wisatawan diving. Kira-kira sekitar 40 meter dari bibir pantai, perahu terlihat berbelok ke sebelah kiri, sehingga ombak yang datang langsung menghantam perahu hingga terbalik,’’

ujar warga. Beruntung, semua yang ada di perahu itu selamat. Hanya, perahu mengalami kerusakan berat. Hampir semua badan perahu hancur. Puing-puing perahu sudah diangkat menuju ke pesisir pantai oleh warga yang dibantu nelayan termasuk petugas kepolisian dan karyawan hotel. “Banyak alat yang ada di perahu hilang. Tetapi, mesin perahu masih dapat diamankan,” katanya. Perbekel Desa Sengkidu I Wayan Darpi mengatakan, pihaknya menerima ada kejadian sekitar pukul 12.00 Wita. Wisatawan yang melakukan diving itu menginap di Hotel Candi Beach Resort and Spa. “Sem u a y a ng a d a d i d a l a m perahu itu selamat. Sekarang tiga wisatawan sudah di hotel,” katanya. Kapolsek Manggis Kompol I Nengah Subangsawan mengungkapkan, tiga wisatawan itu berangkat melakukan aktivitas diving di Blue Lagun sekitar pukul 08.30 Wita. Kembali ke bibir

pantai sekitar pukul 11.30 Wita. Tetapi setelah hendak menepi sekitar 40 meter di bibir pantai, perahu itu diterjang ombak besar sehingga terbalik. Di dalam perahu itu, kata Subangsawan, ada lima orang yakni satu nakhoda kapal, instruktur diving, dan tiga wisatawan. “Perahu itu dikemudikan nakhoda Gede Reza Suartawan. Instruktur diving-nya dari Jerman Andreas. Tiga wisatawan yang diving itu akni Susan, Alex, dan Bean,” katanya. Perwira menengah asal Singarata, Rendang itu menjelaskan, untuk menolong kelima orang ini dibantu para nelayan. ‘’Bangkai perahunya sudah diangkat, kemudian ditaruh di bibir pantai menggunakan tali. ”Pengangkatan dilakukan secara gotong royong oleh petugas kepolisian, warga, nelayan, dan karyawan hotel. Sekarang bangkai perahu itu sudah diangkat. Bagian perahu yang rusak berat itu ditaruh di bibir pantai,” jelas Subangsawan. (kmb41)

MUDP Apresiasi Pilpres dan Pileg Berlangsung Transparan, Aman dan Damai Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan tahapan Rekapitulasi Penghitungan dan Perolehan Suara Pilpres dan Pileg di Kabupaten Karangasem telah selesai dengan baik. Dengan telah berlangsung lancar dan tanpa kendala berarti, Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Provinsi Bali mengapresiasi pelaksanaan secara baik itu. Alasannya, baik Pilpres maupun Pileg telah berjalan transparan, jujur, dan aman. Ketua MUDP Provinsi Bali Jro Gede Putus Suwena Upadesa mengungkapkan hal itu, Kamis (9/5) kemarin. “Kami sangat mengapresiasi pihak penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu telah bekerja dengan baik. Demikian juga TNI-Polri telah mengawal dan mengamankan jalannya Pemilu 2019, sehingga lancar, aman, dan transparan,“ ujarnya. Purnawirawan Polri ini mengajak masyarakat Bali dan Indonesia bersamasama menunggu hasil resmi penghitungan KPU. Bagaimanapun hasilnya, maka itu harus dihormati. Sebab, itulah sejatinya pilihan rakyat secara luber. Warga wajib menghormati jalannya demokrasi itu yang telah ter-

bangun secara baik di negeri ini. “Kami menolak dan mengecam keras jika ada tindakan-tindakan inkonstitusional terhadap hasil Pemilu 2019. Hal itu sama saja merusak citra demokrasi Indonesia, yang selama ini sudah berjalan baik dan damai”, tambahnya. Khususnya kepada masyarakat Bali, Putus Upadesa mengimbau agar kembali menjalin kasih dalam persaudaraan yang baik dan damai seperti sebelum pemilu. ‘’Mari bergandengan bersama membangun lagi. Hilangkan segala hal yang mungkin ada tak harmonis, akibat perbedaan pendapat dan pilihan,’’ harapnya. Semua pihak diminta bersatu menjalin silaturahmi agar Bali yang kita cintai ini benar-benar jadi Bali yang shanti. ‘’Bali yang jagathita, aman damai, dan sejahtera seperti sejuknya Bali yang alami itu sendiri,” katanya. Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom mengatakan, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut andil menyukseskan pelaksaan Pilpres dan Pileg di Karangasem sehingga berjalan aman, lancer, dan damai. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PATROLI DI LAUT - Petugas Satpolair Polres Karangasem saat melakukan patroli di perairan laut Karangasem menjelang Lebaran.

Jro Gede Putus Suwena Upadesa

Bali Post/kmb41


KLUNGKUNG

12

KoDe Bali Soroti Tingginya Suara Tak Sah Dalam Pemilu Semarapura (Bali Post) Pelaksanaan pemilu serentak telah berlangsung aman dan lancar. Partisipasi pemilih juga tinggi, melewati target 80 persen. Tetapi, setelah ditelusuri, angka suara tidak sah juga tinggi mencapai 19 persen. Tertinggi, angka suara tidak sah terjadi pada pemilu DPR-RI mencapai 19,06 persen. Sekretaris Komite Demokrasi (KoDe) Bali Made Kariada, Kamis (9/5) kemarin, mengatakan tingginya suara tidak sah mengindikasikan penyelenggara pemilu gagal dalam menerapkan metode sosialisasi. Suara tidak sah itu, mayoritas karena salah coblos atau tidak dicoblos. “Kalau dilihat dari data, partisipasi pemilih bukanlah persoalan surat suara isi foto atau tidak. Soalnya, surat suara DPD yang sudah isi foto, suara tidak sahnya justru lebih tinggi daripada suara tidak sah DPRD Kabupaten,” kata Kariada. Dia skeptis terhadap partisipasi pemilih yang menyatakan mencapai 82 persen. Sebab, 19 persen di antaranya merupakan suara tidak sah. Jadi, menurutnya, angka partisipasi yang sah itu yang benar hanya 63 persen. Malah, angka suara tidak sah setara dengan suara golput yang mencapai 18 persen. Mantan Ketua KPU Klungkung ini menyayangkan tingginya suara tidak sah ini. Padahal, masyarakat sudah antusias datang ke TPS untuk nyoblos. Tetapi, surat suara malah tidak sah. Semestinya, PPK dan PPS dibekali spesimen surat suara yang lengkap dengan isi nama-nama caleg. Kemudian, lima spesimen surat suara tersebut semestinya bisa ditempelkan di setiap banjar, balai desa dan tempat-tempat publik. Sehingga masyarakat tahu model surat suara dan calon-calonnya. PPS inilah yang melakukan sosialisasi ke banjar-banjar secara berkala. Tetapi, pada pemilu serentak ini, PPK dan PPS tidak dianggarkan dalam sosialisasi tersebut. Padahal, dalam UU Nomor 7 Tahun 2017, sosialisasi itu adalah tugas PPK dan PPS. “Kualitas calon berpengaruh besar terhadap partisipasi pemilih. Tetapi, tata cara pencoblosannya berpengaruh terhadap sah atau tidak sahnya surat suara. Jadi, semestinya datang ke TPS,

benar cara mencoblos, benar pula memilih calonnya,” tegasnya. Sesuai dengan data KoDe Bali, suara tidak sah tertinggi terjadi pada DPR-RI mencapai 19,06 persen atau 25.369 suara dari total jumlah pemilih 162.335 orang. Disusul suara tidak sah DPD mencapai 23.924 suara, suara tidak sah DPRD Provinsi 15,70 persen atau 20.889 suara, baru suara tidak sah DPRD kabupaten, 6,74 persen atau 2.662 suara. Suara tidak sah untuk pilpres terendah hanya 3,37 persen atau 4.485 suara. Sebelumnya, KPU Klungkung menyatakan partisipasi pemilih Kabupaten Klungkung secara keseluruhan mencapai 82,06 persen. Melebihi target yang dipatok KPU sebesar 80 persen. Menurut salah satu Komisioner KPU Klungkung Divisi Teknis Penyelenggaraan, I Gede Suka Astreawan, tingginya partisipasi pemilih menunjukkan semakin tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. Angka partisipasi pemilih sebesar Rp 82,06 persen itu, rinciannya di Kecamatan Klungkung 82,97 persen, Kecamatan Dawan 81,10 persen, Ke ca m a t a n N us a Penida 81,36 persen Bali Post/kmb31 dan Kecamatan Banjarangkan 82,62 persen. Kualitas calon berpengaruh besar terDi seluruh kecamatan, memperlihatkan parti- hadap partisipasi pemilih. Tetapi, tata cara sipasi pemilih mampu melebihi target. “Ke- pencoblosannya berpengaruh terhadap sadaran masyarakat sah atau tidak sahnya surat suara. Jadi, seKlungkung datang ke TPS dan memberikan mestinya datang ke TPS, benar cara menhak suaranya sudah coblos, benar pula memilih calonnya. semakin tinggi,” kata Sekretaris KoDe Bali Suka Astreawan. (kmb31) Made Kariada

”

”

Purnasis Madya SMA Pariwisata Saraswati

Semarapura (Bali Post) Suasana berbeda nampak di halaman SMA Pariwisata Saraswati Klungkung, Kamis (9/5) kemarin. Para siswa kelas XII berias layaknya yudisium mahasiswa. Mereka mengikuti acara pelepasan siswa yang dikemas melalui acara Purnasis Madya. Setelah melepas siswa kelas XII sebanyak 418 siswa, kini SMA swasta ini justru sudah ditunggu sekitar 570 siswa lulusan SMP, untuk diseleksi menjadi siswa baru di sekolah itu. Sepertinya ini menjadi pelepasan siswa terbanyak di Klungkung. Sebab, total ada sebanyak 418 siswa dari sembilan kelas, mengikutinya dari tiga jurusan MIPA, IPS dan IPB serta empat program keahlian berbeda. Seperti Tata Graha 110 siswa, Tata Boga 136 siswa, Tata Hidangan 141 siswa, Front Office 8 siswa dan SPA 23 siswa. Proses pelepasan berlangsung meriah dengan berbagai hiburan persembahan siswa setempat. “Semua proses kami pusatkan di sekolah. Kami manfaatkan sarana yang ada. Kabar baiknya, satu siswa kami, Kadek Ririn Sinthya Dewi, diterima di Unud lewat program bidik misi di Fakultas Ekonomi,” kata Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung Gusti Made Subrata. Pelepasan siswa ini cukup menunjukkan eksistensi SMA Pariwisata Saraswati sebagai sekolah swasta. Sebab, di tengah gempuran sekolah negeri, dimana di daerah lain membuat sekolah swasta kolaps bahkan akhirnya tutup, tetapi SMA Pariwisata Saraswati justru tetap mampu bersaing sampai sekarang. Malah untuk tahun ajaran 2019/2020, sudah ada sekitar 570 siswa yang mendaftar untuk sekolah di sekolah swasta ini. “Daya tampung kami hanya sekitar 400 siswa, tentu kami harus seleksi lagi,” katanya. Rupanya, SMA Pariwisata Saraswati cukup matang menerapkan program keahlian pariwisata. Lewat empat program keahlian itu, banyak siswa di Klungkung lebih memilih SMA Pariwisata Klungkung, agar setelah lulus langsung siap kerja. “Setelah mengikuti purnasis madya, saya optimis, semua lulusan kami sudah siap kerja,” katanya. Keseriusan mengelola plus pariwisata ini dengan sasaran yang jelas, membuat banyak siswa memilih SMA Pariwisata Saraswati.

Pariwisata adalah tumpuan generasi muda lulusan SMA, untuk terserap langsung dalam dunia kerja. Sehingga, konsep sekolah ini semaksimal mungkin memberikan bekal kemampuan yang total mendukung sasarannya. “Kualitas proses pembelajaran kita, akan terlihat dari seperti

apa lulusan kita mampu mengamalkan seluruh ilmunya di lapangan kerja. Sejauh ini, setiap lulusan semuanya selalu terserap tanpa ada komplin dari penyedia pekerjaan. Saya berharap 418 siswa ini pun seluruhnya mampu terserap di dunia kerja,” tegasnya. (gik)

PELEPASAN - Salah satu pengisi acara saat pelepasan siswa SMA Pariwisata Saraswati.

Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

Hakim Tolak Keseluruhan Gugatan Keluarga Candra

Semarapura (Bali Post) Gugatan keluarga mantan Bupati Klungkung Wayan Candra kepada Kejari Klungkung soal perampasan aset, akhirnya divonis dalam sidang perdata di Pengadilan Negeri Semarapura, Kamis (9/5) kemarin. Majelis hakim memutuskan menolak semua keseluruhan gugatan tersebut, untuk gugatan dari penggugat Nengah Nata Wisnaya. Sementara untuk gugatan lainnya, seperti gugatan Ketut Rugeg, baru akan diproses minggu depan. Demikian disampaikan Kasi Datun Kejari Klungkung Cokorda Indrasunu usai pelaksanaan sidang putusan gugatan perdata tersebut di Pengadilan Negeri Semarapura, kemarin. Dia mengatakan saat sidang, majelis hakim menyatakan, pokok gugatan yang menyatakan perampasan aset itu tidak memiliki kekuatan hukum, tidak dapat dikabulkan. Sebab, proses penyataan aset terpidana kasus TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) Wayan Candra, sudah didasari adanya surat perintah penyitaan kepada Kejari Klungkung. “Surat perintah penyitaan inilah dasar kami melakukan penyitaan,” katanya. Atas seluruh gugatan itu, pihak Kejari Klungkung sebagai pihak yang tergugat sudah memberikan jawaban. Sehingga najelis hakim PN Semarapura menyatakan menolak seluruh gugatan perkara untuk seluruhnya. Dengan adanya keputusan tersebut, maka Kejari Klungkung dapat mempertahankan aset atau proses perampasan aset hasil dari kasus TPPU Wayan Candra, sebagai aset negara. “Sementara tadi setelah ada vonis gugatannya ditolak semua, penasihat hukumnya tadi menyatakan pikir-pikir,” katanya. Cokorda Indrasunu menambahkan, vonis majelis

hakim ini baru atas satu gugatan Nengah Nata Wisnaya saja. Sementara gugatan kedua dari penggugat Ketut Rugeg, atas perkara serupa, dikatakan akan diproses minggu depan. Atas gugatan itu, pihaknya menegaskan tetap siap menghadapi seluruh gugatan itu. Dengan adanya vonis tersebut, memperlihatkan bahwa semua proses pembuktian mengenai proses penyitaan aset ini, sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Dengan nomor surat penyitaan, Sprint 13/P.1.12/ FD.1/07/2014 dan berita acara pemeriksaan tertanggal 6 November 2014. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kedua penggugat kerabat Candra, yakni I Nengah Nata Wisnaya dan I Ketut Rugeg, mulai melayangkan gugatan tersebut, setelah proses perampasan aset sedang berlangsung secara bertahap. Daftar aset yang masuk dalam rampasan negara itu, antara lain, ada di Desa Bunga Mekar seluas 9.450 meter persegi, di Desa Desa Ped seluas 10.000 meter persegi, di Desa Tojan seluas 850 meter persegi, di Desa Dawan Kaler seluas 14.200 meter persegi, Puri Cempaka (tanah dan bangunannya) di Desa Gunaksa, aset tanah dan bangunan di Kelurahan Dauh Puri Denpasar Barat seluas 35 meter persegi,

aset lainnya di Kelurahan Dauh Puri Denpasar Barat seluas 12 meter persegi, aset di Kelurahan Dauh Puri Kauh Denpasar Barat seluas 47 meter persegi, dan di Kelurahan Tonja Denpasar Timur seluas 200 meter persegi. Ada juga di Seminyak, Badung seluas 87 meter persegi. Kedua penggugat asal Banjar Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan ini, melalui kuasa hukumnya menyampaikan bahwa kasus gugatan terhadap upaya perampasan aset yang sebelumnya sudah masuk daftar sita dari putusan inkracht itu, ada di wilayah hukum yang berbeda. Kliennya mulai keberatan dengan adanya upaya perampasan terhadap aset yang disita, khusus aset atas nama keduanya. Bahkan, dia menyatakan pihak kejaksaan selama ini keliru menyusun daftar aset yang masuk dalam daftar sitaan. Dari daftar putusan aset yang akan dirampas oleh negara, antara lain empat objek aset milik Nata Wisnaya dan lima objek aset milik Rugeg. Dalam proses gugatan ini, pihaknya ingin meluruskan kalau daftar aset tersebut, katanya murni adalah milik kedua penggugat, bukan dari terpidana TPPU Wayan Candra. (kmb31)

Pokdarwis Desa Paksebali

Andalkan ”Dewa Masraman” hingga Kerajinan

PARIWISATA menjadi andalan setiap daerah. Pembangunan pariwisata kini merambah ke desa. Setiap desa yang menyadari ragam potensinya, berupaya mengelolanya dalam wadah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Seperti di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, desa wisata yang digarapnya mengandalkan empat potensi besar untuk menarik wisatawan. Apa saja? Empat potensi yang dimiliki itu ada dalam bentang alamnya, budayanya, berbagai kerajinan dan sistem pengelolaan lingkungan. Desa Paksebali cukup dikenal masyarakat karena memiliki tradisi yang cukup unik. Seperti ritual Dewa Masraman di Banjar Panti Timbrah. Ritual yang digelar setiap Kuningan, selalu menyodot perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Perbekel setempat, Putu Ariadi, Kamis (9/5) kemarin, mengatakan ritual Dewa Masraman ini menjadi salah satu potensi budaya khas Paksebali. Sehingga, ini menjadi andalan yang membedakan Desa Paksebali dengan desa wisata yang lain. Selain Dewa Masraman, Desa Paksebali juga memiliki

ritual khas lainnya seperti tradisi lukat gni, menggunakan sarana prapak yang dipentaskan saat malam pangerupukan. Selain itu, juga atraksi barong landung dan topeng hingga atraksi nongnongkling yang sedang dipersiapkan untuk menyempurnakan potensi budayanya. Desa Paksebali sebagai desa wisata, juga cukup dikenal dengan berbagai kerajinan khas daerahnya. Seperti kerajinan tedung, prada, endek dan gamelan. Sebagai pusat kerajinan, Desa Paksebali cukup dikenal dengan kerajinan tedungnya. “Untuk melengkapi potensi ini, kami juga mengembangkan sistem pengolahan sampah terpadu. Ini salah satu kegiatan kami menjawab persoalan sampah dengan menjadikannya kompos,” kata Putu Ariadi, saat ditemui di Resto Kali Unda, Paksebali, saat Desa Wisata Paksebali mendapat penilaian dari Pemprov Bali, Kamis (9/5) kemarin. Desa Wisata Paksebali juga menawarkan potensi alamnya yang masih asri, dilengkapi dengan jalur trekking. “Kami juga sedang menata Segening, yang kami kemas dalam wisata

spiritual,” tegasnya. Kabid SDP (Sumber Daya Pariwisata) Klungkung Tjokorda Romy Tanaya mengatakan, Desa Wisata Paksebali menjadi salah satu andalan bagi Klungkung. Potensi Paksebali sering menjadi bidikan para fotografer, karena keindahan tempatnya. Bahkan, menjadi tempat favorit prawedding di sekitar Kali Unda. Pihaknya berharap Desa Paksebali konsisten dengan konsep pengembangan desa wisata ini. Agar, ke depan potensi pariwisata setempat dapat tergarap dengan maksimal dan berkontribusi bagi pariwisata Klungkung

secara menyeluruh. Klungkung saat ini memiliki 18 desa wisata. Namun, baru sembilan di antaranya yang memiliki Pokdarwis. Pihak mendorong desa wisata lain yang belum memiliki Pokdarwis, agar lebih serius menghimpun masyarakatnya membentuk Pokdarwis. Sebab, Pokdarwislah yang dapat meningkatkan peran masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan. “Di sinilah awal bagi desa untuk memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata,” katanya. (gik)

Bali Post/gik

POTENSI - Salah satu potensi desa wisata di Desa Paksebali, berupa Kali Unda yang banyak menyedot wisatawan.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Cr PRT wanita tidur dalam gaji 1,5Jt keatas Tel.081529343788

!!Dcr 2 Karyawati, 2 Cheker Pria Mekar Abadi Bangunan By Pass 777 Jimbaran(Slatan SPBU)

Dbthkn Adm & Mrkting,P/W,Min SMA/SMK,Hub:Jl.Tkd Musi 7X Denpasar.Telp: 233123

B.BP.004.05.19.0000402

Cr Admin Wanita Min SMA Lok.Jl Raya Cargo Dps T.0361-428473 B.BP.001.05.19.0000311

Dcr Tng STM Mesin u/di Bandara lam.Email:dayapioneercontrolma tic@yahoo.com Telp.728939

Sales Marketing,Tekhnisi Las Lstrik,Rsepsionis:085103167222

B.BP.001.05.19.0000409

B.BP.801.05.19.0000312

Dcr PRT & Tk bersih tdr luar Lok. Kerobokan H.081236700700 B.BP.001.05.19.0000407

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

B.BP.001.05.19.0000414

B.BP.001.05.19.0000398

Dicr Sgr Sales Marketing Tiki & Sopir Jln.Letda Regug No.1 Dps.Hubungi HP/WA:08123933318 B.BP.001.05.19.0000393

Prshn Retail bth sgr tng Sales Staff Wnt/Pria,penampln mnarik min.SMU sdrjt max27th, bs Inggrs Lam ke Jl.Umalas Lestari Br. Umalas Kauh Krobokan Kelod,Kuta Utara Badung Telp.0361-4735440 B.BP.164.05.19.0000401

G.01

BIRO JASA

BENGKEL LAS

DIJUAL MOBIL BIRO JASA

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

DIJUAL RUMAH

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

SERVICE

BALI JAYA TEKNIK KULKAS M. CUCI FREZZER W.HEATER

Service panggilan BERGARANSI

082331838863 C.0000936-SRV

Dicari segera pembantu RT,berpengalaman bisa masak Gaji 1,8 -2jt di Denpasar, 082143136632 B.BP.001.05.19.0000396

DIJUAL MOBIL ISUZU

Panther LS’05 DK+ Inova Diesel ’15 V AT Pth 087862547783/Krdt

B.BP.001.05.19.0000413

TOYOTA

Avanza Tahun 2011,Silver Hub:081 657 0592 B.BP.001.05.19.0000358

PROPERTY DIJUAL HOTEL

Dijual Hotel Negari Klungkung DP 10% Bunga Krd 0.83% / Bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.04.19.0000533

PROPERTY DIJUAL TANAH

Dijual Murah 3,6M Kavling SHM 480m2 Taman Griya Jimbaran Nusa Dua.Hub Rini 08119707272 B.BP.004.04.19.0000943

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

26A Ss.Road Sminyk. Gatsu Brt 5,3A dkt Aston 085100867168 B.BP.004.05.19.0000425

PROPERTY DIJUAL RUKO

Dijl Ruko Kertawijaya Blok A1/ BuluhIndah26CDps,085100867168 B.BP.004.05.19.0000426

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Djl Rmh Lok.Dalung Permai,T50 hrg.690Jt Ngo 085936154997 B.BP.166.05.19.0000417

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.05.19.0000204

KEHILANGAN Hlg BPKB No.884628-O DK 6860 GA a.n I Gusti Putu Alit B.BP.001.05.19.0000005

Hlg Buku KIR Truck DK 9571 EQ, An.PT.Gema Abadi,Tk Unda 10 Dps B.BP.001.05.19.0000394


14

Jumat Kliwon, 10 Mei 2019


Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

Candra Gupta Pimpin Askot PSSI Denpasar Denpasar (Bali Post) Sebagaimana diprediksi sejak awal, Ketua Umum Klub Damar Cakti AAN Garga Candra Gupta melenggang mulus menduduki kursi Ketua Umum Asosiasi Kota (Askot) PSSI Denpasar masa bakti 2019-2023. Pria yang akrab dipanggil Turah Mantri ini memperoleh dukungan 12 suara dalam Muskot PSSI Denpasar, Kamis (9/5) kemarin. Kandidat lainnya, A.A. Putu Sudirka Yoga Semadi, yang biasa disapa Agung Civics mendapatkan dukungan 7 suara dari 19 suara sah. ‘’Total 21 suara dalam muskot ini, namun dua surat dukungan klub dianggap tidak sah,’’ ujar Pimpinan Sidang Pemilihan Ketum Askot PSSI Denpasar I Gede Made Anom Prenatha. Turah Mantri diberi kesempatan selama dua pekan guna menyusun kepengurusan Askot PSSI Denpasar. Sementara Agung Civics dipastikan menjabat Wakil Ketua Umum Askot PSSI Denpasar. ‘’Saya tidak ada ambisi menjabat Ketum Askot PSSI Denpasar, namun bertekad memajukan persepakbolaan Denpasar. Saya bersyukur karena klub–klub mendukung dan menyiapkan segalanya,’’ tuturnya. Candra Gupta yang juga manajer tim futsal Denpasar mematok skuad futsal dan sepak bola Kota Denpasar merebut medali emas pada Porprov Bali 2019 di Tabanan yang berlangsung September mendatang. (022)

Garuda-Tunas Muda di Semifinal

Gianyar (Bali Post) Kesebelasan Garuda Peliatan menantang Tunas Muda Ubud pada babak semifinal turnamen sepak bola memperebutkan Piala Bupati Gianyar 2019. Semifinalis lainnya mempertemukan Port Celuk dengan Blahbatuh FC. Kesebelasan Blahbatuh melaju ke semifinal setelah bertarung ketat melawan Porba Batubulan, Rabu (8/5) lalu. Blahbatuh FC melenggang berkat kemenangan tipis 4-3 atas Porba Batubulan melalui babak adu penalti. Pertandingan babak empat besar akan digelar di Lapangan Abiamsekamas pada 14-15 Mei mendatang. Turnamen Piala Bupati Gianyar melibatkan tim-tim U-21 yang diperkuat tiga pemain senior berusia hingga 28 tahun. Ajang ini untuk merekrut pemain-pemain terbaik yang diproyeksikan memperkuat Gianyar pada Porprov Bali 2019 di Tabanan, September mendatang. (022)

Bank Indonesia

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali selaku Kepala Bank Indonesia wilayah Bali Nusra Causa Iman Karana melaporkan jika pada triwulan I tahun 2019 Bali Nusra mengalami inflasi sebesar 2.06%, lebih rendah dibandingkan inflasi pada triwulan IV tahun 2018 sebesar 3.13%. Secara spasial, melandainya inflasi tahunan pada triwulan I tahun 2019 dibanding triwulan IV tahun 2018 terjadi pada ketiga provinsi, baik di Provinsi Bali, NTB, dan NTT. ‘’Inflasi yang masih terjadi di wilayah Bali Nusra pada triwulan I tahun 2019 secara tahunan, terutama disebabkan oleh tekanan kenaikan harga yang tejadi di kelompok bahan makanan dengan komoditas antara lain daging ayam ras, daging babi, telur ayam ras serta bawang merah. Selain itu, tekanan kenaikan harga di Bali Nusra pada periode laporan juga didorong oleh kelompok komoditas transportasi dengan komoditas berupa angkutan udara,’’ ujar Causa Iman. Ditambahkan Causa Iman, dalam upaya mewujudkan in-

flasi yang stabil untuk mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan seluruh tingkatan masyarakat, diperlukan upaya seluruh pihak untuk dapat bersinergi bersama-sama menjaga pergerakan inflasi di wilayah Bali Nusra, termasuk pada saat hari besar keagamaan. ‘’Kita identifikasi risiko inflasi pada saat hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idul Fitri saat ini serta perumusan strategi pengendalian inflasi untuk menjaga inflasi tetap terkendali,’’ katanya. Hadir pada kesempatan itu, beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Bali, TPID Nusa Tenggara Barat, TPID Nusa Tenggara Timur, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Iskandar Simorangkir, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan RI Maria Kristi Endah Murni, dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar Ida Bagus Raka Suardana. (kmb)

OLAHRAGA Liga Champions

Tottenham Ukir Sejarah

Amsterdam – Lucas Moura membawa Tottenham Hotspur melaju ke babak final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah mencetak hattrick gol dan memastikan kemenangan 3-2 atas Ajax pada semifinal kedua di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Kamis (9/5) dini hari kemarin. Ajax memimpin 1-0 pada pertandingan pertama di London pekan lalu, mencetak dua gol di babak pertama melalui sundulan kapten tim Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech. Skor ini membawa Ajax unggul total 3-0 yang membuat Tottenham mustahil bisa mencetak tiga gol. Tetapi, Moura mencetak dua gol dalam waktu empat menit di babak kedua dan mengarahkan tembakan rendah yang gagal ditangkap kiper Ajax Andre Onana pada menit ke96, sehingga Spurs maju ke final melawan Liverpool di Madrid bulan depan berkat keunggulan gol tandang. Hasil itu mirip dengan drama malam sebelumnya di Anfield saat Liverpool mencukur Barcelona 4-0 untuk membalikkan defisit 0-3 di laga pertama. ‘’Final Liga Champions adalah impian saya. Sejak kecil saya memimpikannya. Ini adalah momen terbaik dalam hidupku, karierku. Kami perlu menikmatinya,’’ kata Moura yang disingkirkan PSG pada Januari 2018 menyusul kedatangan Neymar sebagai pemain termahal dunia.

17:30 Wita Seputar Bali Malam 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Ketut Marianta 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Folk Song 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Rarung Duta,Desa Pakraman Pemogan (4) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

Moura kemungkinan besar tidak berada di lapangan jika striker Harry Kane tidak mengalami cedera ligamen pergelangan kaki. Nyatanya, pemain asal Brazil itu berhasil mengantarkan Spurs ke ambang terbesar dalam sejarah klub. ‘’Tanpa Harry Kane banyak orang berbicara tentang Son (Heung-min), tetapi hari ini Lucas Moura yang mencetak tiga gol. Itu menunjukkan tim lebih penting daripada nama apa pun. Ketika seseorang tidak ber-

main, yang lain bermain,’’ ungkap pelatih Mauricio Pochettino yang menangis usai pertandingan. ‘’Semua kredit diberikan kepada Lucas karena telah membuat sejarah bagi klub. Dia pantas mendapatkannya karena memiliki mental yang luar biasa dan saya pikir itu adalah kisah balas dendam yang bagus untuknya. Dia mempunyai kualitas dan dapat berkembang bersama kami,’’ ujar Hugo Lloris, kiper dan kapten Tottenham. Bangga Pelatih Ajax Erik ten Hag menyatakan bangga atas perjuangan pemainnya meski akhirnya dikalahkan Tottenham. ‘’Saya sangat bangga terhadap mereka dan keberhasilannya sejauh ini. Kami telah menjalankan yang hebat,’’ jelasnya. Setelah menyingkirkan Real M a drid dan Juventus dalam dua putaran sebelumnya, Ajax berada di ambang penampilan final Liga Champions pertama bagi klub dalam 23 tahun, tetapi semuanya sirna oleh penampilan gemilang Moura. ‘’Kami mencoba menutup permainan namun tidak berhasil. Sangat sulit menemukan kata-kata yang tepat di saat seperti ini. Kami harus menanggung kekejaman sepak bola, tetapi harus melanjutkan,’’ tandas ten Hag. Ajax telah memenangkan Piala Belanda musim ini dan bersaing dengan PSV Eindhoven di puncak Eredivisie dalam dua pertandingan terakhir. Mereka menjamu Utrecht pada Senin nanti, artinya hanya ada sedikit waktu untuk berkubang dalam kekalahan. ‘’Kami harus mendapatkan kembali ketenangan. Kami berutang kepada diri sendiri dan para penggemar. Kami memiliki musim yang hebat dan kelompok pemain sangat ulet,’’ tambah pelatih berkepala plontos itu. (afp/kmb)

Bucks ke Final Wilayah Timur

Los Angeles – Milwaukee Bucks menjadi tim pertama yang mencapai final NBA setelah mengalahkan Boston Celtics dengan skor 11691 pada pertandingan kelima putaran kedua atau semifinal Wilayah Timur, Kamis (9/5) kemarin. Bucks unggul total 4-1 sehingga tidak perlu menjalani dua laga tersisa. Bucks membalas tujuh kekalahan atas Celtics pada putaran pertama musim lalu. ‘’Luar biasa, itu adalah upaya tim. Kami tidak main-main dengan permainan. Kami melakukan pekerjaan, membela dan memindahkan bola. Itulah bagaimana kami bisa menutup pertandingan,’’ kata bintang Bucks Giannis Antetokounmpo. Untuk pertama kalinya sejak 1983 Bucks memenangkan seri playoff melawan Celtics yang memenangkan pertandingan pertama tahun ini sebelum takluk empat kali berturutturut. Di final Wilayah Timur, Bucks menghadapi pemenang duel Toronto Raptors melawan

Jumat, 10 Mei 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Upacara Rsi Yadnya (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Adi Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Talk Show Merah Putih Menanti Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Upacara Rsi Yadnya (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Legong Bidadari (1) 17:00 Wita Lila Cita Sanggar Sri Kencana & Rimantaka (3)

15

DIKONTRAKKAN tanah kavling, jl Mahendradata, sebelah utara Bali Med, Lok. Jl. Padang Getas Maksimal 20thn langsung. Hub. 082 146 600 663, 081 997 673 488 BP.0000463-bp

Philadelphia 76ers. Raptors unggul sementara 3-2 atas Sixers. Antetokounmpo mencetak 20 poin, 8 rebound dan 8 assist untuk Bucks. Khris Middleton menambahkan 19, Eric Bled-

soe 18, George Hill 16, Nikola Mirotic 10 dan Ersan Ilyasova 10 poin untuk Bucks. Guard Malcolm Brogdon yang kembali dari cedera tumit mencetak 10 poin dalam 17 menit. Di Wilayah Barat, Golden

State Warriors meraih kemenangan 104-99 atas Houston Rockets untuk mencetak keunggulan 3-2. Klay Thompson selesai dengan 27 poin, Stephen Curry 25 dan Kevin Durant 22 untuk Warriors. James Harden

menjadi pencetak angka terbanyak Rockets dengan 31 poin. Durant menderita cedera betis kanan dan diperkirakan menjalani pemindaian MRI untuk menentukan tingkat keparahannya. (afp/kmb)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Jumat Kliwon, 10 Mei 2019

Keraguan Saksi Terjawab dengan Pembukaan Kotak Suara

Denpasar (Bali Post) Keraguan atas penjumlahan perolehan suara yang dilakukan di TPS 03 Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang membuat saksi salah satu partai terus melakukan interupsi, akhirnya terjawab. Kesangsian atas kinerja penyelenggara pemilu yang ada dibuktikan KPU Bali dengan mendatangkan langsung kotak suara dari Karangasem, yang dikawal oleh KPU, Bawaslu dan Kepolisian, Rabu (8/5) malam. Setelah dibuka, hasilnya semua penjumlahan benar adanya.

TUNJUKKAN DAA - Komisioner KPU Bali menunjukkan DAA kepada saksi Gerindra. Hal ini dilakukan karena saksi Gerindra meragukan data dari KPU Karangasem.

Mantan Bidan Lolos Jadi Anggota DPRD Bangli Jalani Masa Kampanye dalam Kondisi Hamil

BEBERAPA wajah baru dipastikan akan mengisi kursi DPRD Bangli periode 2019-2024 mendatang. Salah satu di antaranya Ni Wayan Indrawati, A.Md.Keb. Bidan muda yang memutuskan untuk ikut nyaleg di Pemilu 2019 itu, berhasil lolos di daerah pemilihan (dapil) Susut dengan mengantongi 1.305 suara. Indrawati maju sebagai caleg dari PDI Perjuangan. Sebelum memutuskan nyaleg, wanita asal Penglumbaran Kawan yang menikah ke Banjar Pengiangan Kangin, Desa Susut itu merupakan seorang bidan pengabdi di Puskesmas Bangli Utara. Dia mengaku tak pernah sedikit pun terbayang ikut terjun ke perhelatan pileg tahun ini. Apalagi di usianya saat ini yang terbilang masih cukup muda. Wanita kelahiran 11 November 1994 ini menuturkan dirinya maju dalam pileg ini setelah didatangi dan ‘’dipinang’’ menjadi caleg secara langsung oleh Ketua DPC PDI-P Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di rumahnya. Dengan dukungan keluarga, dirinya pun akhirnya memutuskan dan memantapkan diri untuk menerima ‘’pinangan’’ itu. ‘’Karena banyak dukungan keluarga, akhirnya saya putuskan untuk jalan,’’ ujarnya. Kondisinya yang tengah hamil, kata Indrawati, tak pernah menyurutkan semangatnya untuk turun ke masyarakat. Selama masa kampanye, dirinya mengaku rajin melakukan simakrama. Semua dijalaninya dengan tulus tanpa beban. ‘’Saat awal-awal memang saya merasakan gugup. Tapi tetap saya jalani, sambil belajar, akhirnya semua bisa saya lalui,’’ terangnya. Ke depan dirinya berharap bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak. Saat nantinya resmi dilantik dan duduk di kursi DPRD Bangli, istri dari I Nengah Dwipayana Putra ini mengaku akan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Salah satunya di

bidang kesehatan. Utamanya masalah pelayanan. Menurutnya, saat ini masih banyak puskesmas yang belum lengkap fasilitasnya. Ke depan hal itu akan diperjuangkannya, sehingga pelayanan yang diberikan puskesamas kepada masyarakat bisa terus meningkat. Sebagai caleg muda yang sudah dipastikan bakal duduk di kursi dewan, Indrawati kini berupaya untuk terus mengisi diri. Saat ini dirinya mengaku sedang mendaftar untuk melanjutkan pendidikan dengan mengambil jurusan hukum. ‘’Saya ingin mengabdi ke masyarakat dengan sungguh-sungguh,’’ pungkasnya. (kmb40)

Ni Wayan Indrawati, A.Md.Keb.

Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, keberatan-keberatan saksi-saksi partai politik terhadap hasil rekapitulasi perolehan suara di kecamatan kini sudah terjawab. Keraguan saksi atas adanya coretan dari model C menjadi DAA, kami memang buktikan dengan melakukan pembukaan kotak yang didatangkan langsung dari Karangasem. Namun setelah dicek, memang jumlahnya tidak ada yang salah. ‘’Kami ingin menunjukkan bahwa apa yang disangsikan atau diragukan dalam kinerja penyelenggara pemilu adalah tidak benar. Makanya kita tunjukkan di hadapan semuanya bahwa kita tidak main-main,’’ katanya. Setelah dilakukan pengecekan langsung kepada saksi yang keberatan dan melihat langsung kebenarannya, hingga Rabu malam, pukul 22.30 Wita, akhirnya penghitungan rekapitulasi perolehan suara tingkat DPR-RI dapil Karangasem akhirnya bisa diterima dan dinyatakan sah oleh pimpinan sidang. Sementara itu, saksi Ger-

Puluhan Polisi Tetap Siaga di Kantor KPU

Denpasar (Bali Post) Meski rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 di tingkat provinsi telah usai, namun polisi masih siaga khususnya di Kantor KPU dan Bawaslu. Terkait pengamanan tersebut, Polresta Denpasar mengerahkan puluhan personel di sana. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kabag Ops Kompol I Nyoman Gatra, Kamis (9/5) kemarin menjelaskan, pihaknya mengamankan Kantor KPU dan Bawaslu Denpasar serta Kantor KPU dan Bawaslu Badung. ‘’Setiap shift kami kerahkan sekitar 20 personel. Kami tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu anggota terus disiagakan di sana,’’ tegasnya. Kompol Gatra menambahkan, di Pos Pengamanan Terpadu KPU Badung disiagakan 29 personel dan di Pos Pengamanan Terpadu Renon 14 orang. Selanjutnya di Kantor KPU Badung ditugaskan 4 anggota Polresta Denpasar dan 6 anggota Polres Badung. Sedangkan di Kantor KPU Denpasar disiagakan 4 personel. Tiga anggota diperintahkan menjaga keamanan Kantor Bawaslu Denpasar. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali atas terselenggaranya pemilu dengan aman, damai dan sejuk. Kami juga mengapresiasi dukungan para tokoh masyarakat dan agama,’’ kata Ruddi, mantan Kapolres Badung ini. Terkait aman dan lancarnya pemilu serentak 2019, panglingsir Puri

Bali Post/ist

CEK ANGGOTA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengecek anggotanya yang jaga di Kantor KPU Denpasar. Jro Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya menyampaikan proses pemungutan suara hingga rekapitulasi surat suara berjalan dengan transparan, lancar, jujur, adil dan demokratis. Walau ada beberapa kendala, tetapi dapat diakomodir dan diselesaikan dengan baik sesuai mekanisme yang ada. Kepada seluruh warga Bali, ia berharap agar dapat menjaga kembali persatuan dan kesatuan dengan melupakan perbedaan selama pilpres dan pileg. ‘’Saya ucapkan banyak terima kasih kepada aparat TNI dan Polri yang telah mengawal proses Pemilu 2019 hingga terselenggara dengan aman dan tertib,’’ ujarnya.

I Dewa Putu Mayun selaku Ketua Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Denpasar Utara mengatakan tidak sia-sia kerja keras para penyelenggara Pemilu 2019, khususnya di PPK Denpasar Utara. Hasilnya bukan hanya berjalan aman dan kondusif, namun juga sangat transparan, jujur adil dan demokratis. ‘’Saya pantau terus dan sempat langsung datang ke tempat penghitungan suara tingkat PPK Denpasar Utara. Ternyata pengamanannya begitu ketat dari pihak kepolisian, TNI maupun Satpol PP, sehingga yang bekerja di ruang penghitungan suara bisa tenang dan nyaman,’’ tegasnya. (kmb36)

Gurita Raksasa di Berawa Unhi Denpasar Satu-satunya Universitas Kembangkan Beach Arts Festival Kesehatan Ayurweda di Asia Tenggara

BERAWA Beach Arts Festival (BBAF) kembali digelar di Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung. BBAF yang kedua kalinya ini berlangsung 23-26 Mei 2019 mendatang. Direktur Artistik BBAF I Ketut Putra Yasa, M.Sn., Kamis (9/5) kemarin menyampaikan, festival kali ini bertemakan ‘’Pasisi Lango: Deep Blue Sprit’’. Ada sejumlah kegiatan menarik ditampilkan, di antaranya pergelaran seni monumental bertajuk ‘’Giant Octopus Monumental Art’’. Pagelaran ini menampilkan sebuah patung gurita raksasa anyaman bambu dengan tinggi 20 meter dan panjang 300 meter. Karya instalasi bambu terbesar di Indonesia ini akan tercatat dalam rekor Muri. Selain itu juga ada workshop tentang bagaimana meningkatkan rasa peduli terhadap lautan. Juga ada berbagai kompetisi seperti pindekan tradisional, pahat pasir dan surfing. ‘’Karya seni instalasi gurita raksasa akan menjadi ikon festival kali ini. Karya rupa itu saat ini sedang proses pengerjaan, melibatkan puluhan pekerja seni,’’ ujar Putra Yasa. (08)

Bali Post/08

GURITA - Dalam gambar tampak proses pembuatan kerangka karya seni instalasi gurita raksasa dengan tinggi lebih dari dua puluh meter.

UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar yang merupakan perguruan tinggi berbasis agama Hindu di Bali terus diminati masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi. Hal ini tidak terlepas dari kiprah Unhi Denpasar yang berorientasi kekinian. Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Unhi Denpasar selalu berhasrat sekaligus penuh semangat menjawab tantangan keumatan dengan mengakomodasi tuntutan real. Di antaranya menyangkut pentingnya pelayanan bidang kesehatan berbasis Hindu.

Atas dasar itu, Unhi Denpasar satu-satunya perguruan tinggi di Asia Tenggara mengembangkan Fakultas Kesehatan dengan Program Studi (Prodi) Ayurweda. Bahkan, Unhi Denpasar telah memiliki Klinik Griya Sehat Ayurweda yang memadukan sistem pengobatan Ayurweda dab Usada Bali. Klinik ini mempunyai dua fungsi, selain sebagai Griya Sehat juga sebagai tempat pendidikan bagi mahasiswa kesehatan tradisional pada Prodi Ayurweda. Dibukanya Klinik Griya Sehat Ayurweda memberi kesempatan kepada masyarakat memilih alternatif berobat yang baru. Sekaligus tidak

indra Cornelis Fabian yang melakukan interupsi mengatakan bahwa apa yang dilakukannya ini merupakan bagian dari hak partai politik dalam menjaga proses demokrasi. Interupsi yang dilakukannya selama proses rekapitulasi tidak bermaksud mendiskreditkan penyelenggara negara. ‘’Ini ruang yang diberikan pada kita sebagai partai politik untuk proses pemilu tetap berintegrasi bagi generasi berikut,’’ katanya. Sebelumnya, Fabian melakukan interupsi dan menyodorkan C1 plano TPS 03 Desa Datah, Kecamatan Abang yang dimiliki partainya dengan formulir DA1 dan DAA 1 di tingkat kecamatan. Berdasarkan C1 plano yang dimiliki partainya, jumlah suara sah partai dan calon sebanyak 54 suara, namun pada formulir DA1 DPR-RI dan DAA1 DPRRI jumlahnya 64 suara. Dari perbedaan tersebut setelah dibuka kotak suara tidak ada masalah, sehingga hasil rekapitulasi perolehan suara disahkan KPU Bali, tanpa ada catatan. (kmb16)

perlu khawatir dengan efek samping yang ditimbulkan oleh obat resep dokter pada umumnya yang mengandung bahan kimia. Sebab, dengan Griya Sehat Ayurweda, penggabungan sistem pengobatan Ayurweda dan Usada Bali menjadi peran utama dalam proses pengobatan pasien. Sehingga efek sampingnya pun tidak ada, karena semua obat dibuat dengan bahan alami. Sistem pengobatannya diadopsi dari India dan juga pengobatanpengobatan tradisional. ‘’Saya kira satu-satunya program studi kesehatan tradisional di Indonesia yang dilengkapi dengan fasilitas yang hampir sama dengan rumah sakit

pendidikan adalah di Unhi Denpasar,’’ ujar Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S., Kamis (9/5) kemarin. Adapun fasilitas yang tersedia di Klinik Griya Sehat Ayurweda mendapat dukungan penuh dari ICCS India dan kurikulum yang ada merupakan kombinasi dari Ayurweda dan Usada Bali. Oleh karenanya pengobatan di Griya Sehat Ayurweda bersifat tradisional, di mana metode pengobatannya berbeda dengan rumah sakit modern dengan obat medis, sehingga lebih banyak ke penyakit psikis. ‘’Intinya kami ingin menghidupkan sistem pengobatan tradisional yang lebih banyak menggunakan obat yang berasal dari tumbuhan dan tidak ada efek sampingnya,’’ imbuh Prof. Damriyasa. Selain itu, untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Bali dalam penguatan tata kelola desa adat di Bali, Unhi Denpasar segera membuka Prodi Hukum Adat. Bahkan, saat ini Prodi Hukum Adat telah diusulkan lewat Kementerian Agama melalui

Pendidikan

Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerti Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. Dirjen Bimas Hindu. Prodi ini dinilai sangat penting, sebab kajian tentang hukum adat menjadi terpinggirkan setelah hukum adat hanya masuk program kekhususan dalam kurikulum Fakultas Hukum. ‘’Kami merancang prodi ini untuk menguatkan desa adat dan agama Hindu. Karena roh adat kita adalah agama Hindu,’’ tegasnya. Sementara itu, dalam upaya menjadi perguruan tinggi modern berbasis digital di era Revolusi Industri 4.0, Unhi

Denpasar telah menerapkan Sistem Informasi Universitas Terintegrasi (Sruti). Sruti Unhi Denpasar menawarkan kekuatan integrasi, fleksibilitas, dan kemudahan dengan misi memperkuat tata kelola universitas, pendukung utama dalam transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan universitas. Di samping untuk memperkokoh fondasi universitas untuk mewujudkan pelayanan yang profesional, bermartabat, cepat, optimal dan modern.(win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook