Skip to main content

Edisi Selasa 10 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 201 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

selasa kliwon, 10 Maret 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

15 Kapal Pesiar Batal ke Benoa

Pedagang Pasar Petang Temui Dewan

Pelempar Mobil Diringkus Polisi

Merebaknya virus Corona (Covid-19) menyebabkan sejumlah kapal pesiar batal bersandar di Pelabuhan Benoa. Ada sekitar 30 kapal yang harusnya bersandar di Pelabuhan Benoa. Namun, sampai Maret ini ada pembatalan sebanyak 15 kapal.

Para pedagang di Pasar Petang mendatangi Gedung DPRD Badung, Senin (9/3) kemarin. Belasan pedagang ini mengeluhkan adanya kenaikan retribusi hingga 100 persen yang dinilai memberatkan pedagang.

Komplotan remaja belasan tahun yang kerap melempari mobil lewat di sejumlah TKP di Gianyar dan Denpasar diringkus polisi. Para pelaku dibekuk setelah melempari mobil milik anggota Polri.

BADUNG | HAL. 3

DENPASAR | HAL. 2

GIANYAR | HAL. 6

Bupati Eka ’’Nuwek’’ Bagia Pula Kerti Tandai ’’Nyineb’’ Karya Agung Pangurip Gumi NYINEB Karya Agung Pangurip Gumi 2020 di Pura Luhur Batukau, Wangaya Gede, Penebel, Tabanan, pada rahina Purnama Kasanga, Senin (9/3) kemarin, ditandai dengan upacara Nuwek Pamemben Bagia Pula Kerti oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama Jro Kebayan dan Tjokorda Anglurah Tabanan. Sebelum digelar ritual nuwek, terlebih dahulu dilangsungkan persembahyangan bersama yang di-puput Ida Pedanda Putra Jumpung Geria Jumpung Sesandan, Mangku Gede Pura Luhur Batukau dan sulinggih lainnya. Selain Bupati Eka, ritual ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Sebelum persembahyangan dilakukan, cuaca terbilang sangat bersahabat, sehingga persembahyangan berjalan dengan khusyuk dan khidmat. Bagia Pula Kerti perlambang inti sari dari segala perbuatan baik, yang merupakan akumulasi selama berlangsungnya rangkaian Karya Agung Pangurip Gumi 2020. ‘’Nuwek ini merupakan simbol pengesahan karya. Artinya sekarang semua

simbol isi bumi sudah paripurna semua mapendem, maka disahkan dengan nuwek pamemben bagia pula kerti ini,’’ jelas I Wayan Arya selaku Ketua Panitia I Karya Agung Pangurip Gumi 2020 usai acara. Ia melanjutkan, pamemben bagia pula kerti ini berbeda-beda jenis, seperti pamemben bagia pula kerti di Pura Luhur Batukau dan pura di wilayah jajar kemiri Batukau tidaklah sama jenisnya. Arya menjelaskan, dari sekian bagia pula kerti tersebut memiliki makna yang berbedabeda. ‘’Agar makna itu sah, maka pamemben bagia pula kerti disahkan dengan ritual nuwek oleh yang berwenang. Maka dari itulah disahkan oleh Jro Kabayan, Tjokorda dan pemerintah, kasarengin lan kasaksiang oleh Ulu Desa. Dan ritual ini telah menandakan bahwa karya ini sudah paripurna,’’ imbuhnya. Ia menambahkan, diadakannya Karya Agung Pangurip Gumi ini adalah bertujuan untuk pelestarian alam. Setelah karya ini paripurna, ia berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah bersama-sama dengan masyarakat agar menyikapi tentang pelestarian alam agar Karya Agung Pangurip Gumi yang dijalankan tidak

Pasien Positif Corona Menjadi 19 Orang Jakarta (Bali Post) – Jumlah pasien positif Corona di Indonesia terus bertambah. Kementerian Kesehatan mencatat ada 13 pasien baru terinfeksi virus Corona menjadikan total 19 pasien terkonfirmasi virus Corona, hingga Senin 9 Maret 2020. ‘’Ada beberapa kasus positif lagi yang bisa kita dapatkan. Pertama kita identifikasikan sebagai kasus 07, perempuan 59 tahun,’’ kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, Senin (9/3) kemarin. Sebagian besar pasien dirawat di Jakarta dan beberapa di luar Jakarta. Selain di Indonesia, ada dua WNI yang dinyatakan positif Covid-19 di Australia dan Singapura. ‘’Untuk WNI di Australia yang dinyatakan positif Covid-19 sudah kami komunikasikan kemarin dengan KBRI di sana dan mereka menyampaikan bahwa memang agak panjang riwayat perjalanan. Setelah berangkat dari Jakarta sampai di sana memang mengunjungi banyak tempat di antaranya beberapa kali di rumah makan Vietnam dan di sana banyak sekali orang Asia Tenggara yang makan,’’ kata Yurianto. Selanjutnya muncul sejumlah keluhan dan akhirnya dites dan dinyatakan positif oleh otoritas setempat. ‘’Sekarang kondisinya stabil dan sedang dirawat oleh fasilitas kesehatan yang ditunjuk oleh otoritas kesehatan Australia. Keberadaannya saat ini dipantau oleh KBRI. Jadi kita yakini bahwa sebenarnya kontaknya tidak di Indonesia,’’ ungkap Yurianto. Pihak berwenang Negara Bagian Victoria, Australia, melaporkan perempuan berusia sekitar 50 tahun itu datang dari Jakarta. Dia dikabarkan sakit ketika mengunjungi Perth pada bulan lalu. Perempuan itu terbang dari Jakarta menuju Perth pada 27 Februari 2020 dan mengalami gejala Covid-19 dua hari setelahnya atau sekitar 29 Februari ketika masih berada di Perth. Hal. 11 Sebelum Berkunjung

berakhir sia-sia. ‘’Setelah karya ini, mari kita bersama-sama, yakni pemerintah, masyarakat bagaimana kita menyikapi memelihara alam ini. Yang paling utama, saya minta agar kita melestarikan taman sari Ida Batara yakni sawah kita. Ini kan ada di dua ranah, yakni pemerintah dan masyarakat,’’ ujarnya. Kembali ditegaskan oleh Arya, adanya sawah yang masih terjaga serta alam yang hijau menandakan alam yang masih lestari demi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah, khususnya Kabupaten Tabanan sebagai lumbung berasnya Bali agar tetap mempertahankan predikat tersebut bersama-sama dengan masyarakat, karena menyangkut kesejahteraan hidup masyarakat Tabanan. ‘’Kalau kebijakan pemerintah tidak melindungi taman sari Ida Batara, maka sia-sia karya ini. Begitupun dengan masyarakat, kalau tidak ikut andil dalam pelestarian ini maka sia-sia juga. Untuk itu, mari kita bersama-sama pemerintah dan masyarakat serta unsur lainnya agar bersinergi melestarikan alam ini,’’ tegasnya lagi. (ad250)

NUWEK - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Jro Kebayan dan Tjokorda Anglurah Tabanan saat prosesi ‘’Nuwek’’ Bagia Pula Kerti menandai Nyineb Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Senin (9/3) kemarin.

Saatnya Bali ’’Bersih-bersih’’ Atasi Dampak ’’Overtourism’’

PARIWISATA Bali sekarang memang tengah terpuruk dengan adanya wabah virus Corona atau Covid-19. Tetapi kondisi ini sekaligus bisa menjadi momen untuk berbenah dan introspeksi diri. Mengingat sebelumnya, ada kesan Bali sudah overtourism hingga membawa dampak negatif dari sisi sosial, lingkungan, dan ekonomi. ‘’Dampak sosial, secara aspek budaya di beberapa tempat terjadi komodifikasi budaya yang intens. Misalnya, banyak budaya kita yang diubah untuk keperluan konsumsi pariwisata,’’ ujar Ketua BTB atau GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana dalam Diskusi Strategis Tahunan Ke-5 kerja sama MarkPlus Tourism dengan Bali Tourism Board (BTB) di Kantor BTB, Senin (9/3) kemarin. Untuk dampak lingkungan, lanjut Partha, ada sampah plastik, serta degradasi lingkungan dan biota laut. Kemudian dampak ekonomi, terjadi kebocoran yang tinggi akibat banyaknya barang impor dan investasi asing. Sebagai contoh, hotel bintang 5 yang luxury justru menyediakan makanan impor. Kemudian investasi asing, keuntungannya tidak ada di Bali melainkan dibawa ke negaranya. ‘’Selama ini memang, buat apa bisnis kita ramai tapi material semua kita lebih banyak impor. Devisa kita kalah,’’ jelasnya. Partha menambahkan, sudah saatnya Bali ‘’bersih-bersih’’ untuk mengatasi ketiga dampak negatif akibat overtourism itu. Utamanya menuju sustainability tourism paling tidak 10 tahun ke depan. Apalagi, Presiden RI Joko Widodo juga sudah menyarankan agar pariwisata mengarah pada quality tourism. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace mengatakan, quality tourism adalah pariwisata yang lebih banyak memberikan manfaat kepada masyarakat pendukungnya. Di Bali, misalnya, budayalah yang menjadi daya tarik atau core pariwisata. Hal. 11 Wisata Buatan

OPINI

Corona, Melasti dan Pawai Ogoh-ogoh Oleh: GPB Suka Arjawa VIRUS Corona telah menimbulkan kepanikan di manamana. Hampir seratus ribu orang di seluruh dunia telah terjangkit virus ini dengan tiga ribu lebih yang meninggal dunia. Negara-negara telah mengambil segala macam kebijakan. Tidak semua kebijakan yang dilakukan oleh negara itu sama. Harus dipahami, mau tidak mau berbagai pertimbangan harus dilakukan. Tetapi tujuan utamanya adalah demi menyelamatkan warga dari negara yang bersangkutan dari serangan virus mematikan ini. Sangat menarik melihat kebijakan-kebijakan dari negara-negara tersebut. Ada perubahan yang sangat mendasar yang dilakukan demi mencegah penularan ini menuju manusia. Perubahan sosial tersebut bahkan menyentuh hal yang paling dekat dengan diri manusia, menyangkut kebiasaan, tradisi bahkan nilai-nilai yang sudah melekat. Hal. 11 Paling Penting

’’Selama ini memang, buat apa bisnis kita ramai tapi material semua kita lebih banyak impor. Devisa kita kalah.’’ I.B. Agung Partha Adnyana Ketua BTB atau GIPI Bali

’’Ketika budaya ditinggalkan (karena pendukungnya tidak sejahtera) maka sustainable kita sudah hilang. Kita akan bergeser pada pariwisata yang sebenarnya kita tidak rancang sebelumnya, apakah pariwisata buatan dan sebagainya.’’ Cok Ace Wakil Gubernur Bali

Menunggu Aksi Nyata ’’We Love Bali’’ Movement Pemerintah Provinsi Bali bergerak cepat dalam mengantisipasi dampak wabah virus Corona. Gubernur Bali Wayan Koster mencanangkan apa yang disebut sebagai ‘’We Love Bali’’ Movement, atau gerakan bersama mencintai Bali. Setelah diluncurkan, langkahlangkah berupa aksi nyata harus segera dilakukan agar langkah penyelamatan Bali berdampak jangka panjang. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengakui akibat isu Covid-19 itu terjadi penurunan kunjungan wisman hingga 60 persen. Ini memperlihatkan bahwa pariwisata sangat riskan, sehingga harus selalu siap dengan alternatif lain. ‘’Jangan

bertumpu pada satu sektor ekonomi. Jangan pula terlena dengan dampak yang ditimbulkan. Tetapi tetap harus bangkit. Pasang-surut itu biasa,’’ kata Bupati Suwirta. Sejalan untuk bangkit ini, pihaknya mengaku siap bersinergi dengan program Pemprov Bali ‘’We Love Bali’’ Movement, untuk menggairahkan kembali pariwisata Bali. Sebab, pada prinsipnya Pulau Bali masih sangat aman untuk dikunjungi. Jadi, kampanye Bali aman harus terus dilakukan. Pemkab Klungkung tidak tinggal diam, upaya-upaya recovery itu terus dilakukan, agar pariwisata segera pulih. ‘’Saya selalu ingatkan kepada masyarakat

Nusa Penida, ‘Ingat sepi saat ramai’. Itu sebuah pesan, agar tidak tergantung pada sektor pariwisata. Jadi, harus selalu ingat dan kuat dengan sektor ekonomi lain,’’ tegasnya. Langkah selanjutnya setelah peluncuran ‘’We Love Bali’’ Movement adalah mewujudkan berbagai aksi nyata dari berbagai komponen. Aksi nyata strategis, tidak hanya berkaitan langsung dengan sektor pariwisata, juga sektor lain yang selama ini menjadi pendukung pariwisata Bali. Salah satu aksi nyata dapat berupa penguatan pertanian dan industri kecil. Hal. 11 Penggerak Ekonomi

’’Jangan bertumpu pada satu sektor ekonomi. Jangan pula terlena dengan dampak yang ditimbulkan. Tetapi tetap harus bangkit. Pasangsurut itu biasa.’’ Nyoman Suwirta Bupati Klungkung


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020

15 Kapal Pesiar Batal Berlabuh di Benoa Viking Sun Bertolak ke Kolombo

Denpasar (Bali Post) -

Merebaknya virus Corona (Covid-19) menyebabkan sejumlah kapal pesiar batal bersandar di Pelabuhan Benoa. Menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Agustinus Maun, ada sekitar 30 kapal yang harusnya bersandar di Pelabuhan Benoa. Namun sampai Maret ini ada pembatalan sebanyak 15 kapal. Pembatalan tersebut, menurutnya, karena alasan yang bervariasi. Ada karena penyebaran virus Corona, persoalan teknis, dan operasional kapal. ‘’Jadi kurang lebih sudah ada 16 kapal yang bersandar,’’ ungkapnya. D i k a t a k a n , s e l a i n V iking Sun, sebuah kapal pesiar dari Darwin, Aus-

tralia yakni MS Colum bus sudah bersandar di Pelabuhan Benoa sejak pukul 06.00 Wita, Senin

(9/3) kemarin. Kapal pesiar MS Columbus ini membawa 1.008 penumpang dengan 622 kru. Menurutnya, kapal ini diberikan izin bersandar setelah dilakukan pengecekan pada penumpang dan kru kapalnya. Ia menegaskan, WHO dan IMO (International Maritime Organization) memiliki standar dan sudah ditegaskan juga dengan surat edaran oleh Kementerian Perhubungan lewat Dirjen Perhubung a n Laut k e tika

wabah penyakit menular seperti sekarang ini terjadi. ‘’Kapal asing yang masuk tidak akan diizinkan masuk dan bersandar di dermaga sebelum melakukan karantina yang jaraknya 2 mil dari pelabuhan. Itu diterapkan ke semua kapal pesiar yang masuk di Indonesia,’’ ungkapnya. Sementara itu, kapal Viking Sun bertolak ke Kolombo, Sri Lanka, Senin (9/3) sore. Agustinus Maun mengatakan Viking Sun dijadwalkan berangkat pada pukul 18.00 Wita. Data yang diterima sebanyak 470 penumpang dan 450 kru akan ikut dalam perjalanan ini. Ia memaparkan, dari data awal pada saat tiba di Pelabuhan Benoa penumpangnya 738 orang. Dari total penumpang, 375 orang di antaranya sudah kembali ke negaranya melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah

Rai. ‘’Perjalanan wisata selesai di Benoa dan mereka kembali ke negaranya dengan menggunakan pesawat udara,’’ jelasnya. Untuk keberangkatan ke Kolombo, ada penumpang yang bergabung sebanyak 107 orang yang akan mengikuti perjalanan wisata Viking Sun. Logistik sudah dilakukan prosesnya sejak bersandar di dermaga pukul 01.00 Wita. Sebanyak 107 penumpang yang baru bergabung di Benoa, ia mengutarakan mereka pasti sudah mendapatkan pengecekkan dari Bandara Ngurah Rai. Mereka diberi health alert card, dan juga dicek lagi saat di Benoa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), kemudian saat masuk kapal juga akan dicek lagi oleh pihak kapal. (kmb23) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Jual Nama Pejabat Kepolisian Dikenal Disiplin dan Perhatian Pelaku Menangis Dituntut Empat Tahun Inmemoriam Ir. I Gde Budiartha

MANTAN Ketua Gapensi Denpasar, Ir. I Gde Budiartha, berpulang Kamis (5/3) pukul 21.00 lalu. Kepergiannya menyisakan kenangan mendalam. Selama memimpin Gapensi Kota Denpasar dua periode, sikap yang paling menonjol adalah sangat disiplin dan perhatian, baik terhadap organisasi, kegiatan sosial maupun keagamaan. Ketua Gapensi Kota Denpasar Ir. I Gusti Ngurah Raka Winaya menuturkan, almarhum Budiartha merupakan putra dari motor pendiri Gapensi di Bali yaitu Made Soekoe (alm) dan adik dari Ketua Gapensi Kodya Denpasar pertama yaitu Yasa Terawa. Lebih dari 20 tahun almarhum Budiartha mengabdi di Gapensi, terutama di Gapensi Kota Denpasar. Almarhum pernah menjabat Wakil Ketua II Gapensi Kota pada 19972001, Bendahara Gapensi Denpasar periode 2001-2005, Ketua Departemen Litbang BPD Gapensi Bali periode 2007-2011,

Bali Post/ist

Ir. I Gde Budiartha (alm)

Ketua Gapensi Denpasar pada 2009-2014, Ketua Gapensi Denpasar pada 2014-2019, Ketua Pengawas Gapensi Denpasar pada 2019-2024. Setiap perusahaan yang mengajukan sebagai anggota baru Gapensi wajib dikunjungi oleh pengurus, di samping mengecek validasi data perusahaan, juga supaya lebih mengenal dan menambah ke-

akraban dengan anggota. ‘’Rasa kekeluargaan beliau sangat tinggi,’’ ujar Raka Winaya, Senin (9/3) kemarin. Almarhum memiliki kemampuan dan sikap berorganisasi yang baik. Almarhum selalu menyediakan waktu untuk kepentingan organisasi dan anggota, tak pernah dilupakan. Rapat–rapat yang sudah terjadwal dalam setahun selalu diselenggarakan. ‘’Hal–hal paling penting yang beliau tekankan adalah dalam hal laporan keuangan. Beliau memiliki kemampuan manajemen keuangan yang baik dan juga selalu menjaga hubungan dengan instansi/lembaga terkait,’’ tutur Raka. Raka Winaya juga salut dengan sikap spiritual dan sosial almarhum yang baik. Untuk menambah keakraban dengan pengurus dan keluarga, almarhum sering mengadakan kegiatan bersama, seperti melakukan tirtayatra atau kegiatan yang bersifat sosial. (kmb42)

Antisipasi Penurunan PAD Pemkot Lirik Pajak Reklame

Denpasar (Bali Post) Dampak virus Corona cukup luas dirasakan pemerintah saat ini. Termasuk Pemerintah Kota Denpasar. Mengingat kunjungan wisatawan semakin sedikit, sehingga berdampak pada perolehan PAD di tahun mendatang. Menghadapi penurunan PAD, Pemkot Denpasar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengintensifkan pajak-pajak lainnya, salah satunya pajak reklame. Wakil Ketua Komis II DPRD Kota Denpasar I Wayan Gatra, Senin (9/3) kemarin, mengatakan virus Corona

akan berdampak cukup besar bagi perolehan PAD Denpasar. Karena itu perlu ada inovasi lain agar perolehan PAD bisa stabil. Seperti salah satunya optimalisasi pajakpajak daerah lainnya, seperti reklame. Apalagi saat ini pajak reklame masih stagnan cukup lama. Kali ini waktunya untuk menggarap lebih serius. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapenda Denpasar I Dewa Nyoman Semadi mengatakan memang reklame ini menjadi sorotan. Pihaknya sebelum ada moratorium pajak reklame ini, pihaknya

mendapat pendapatan paling tinggi dari reklame sebesar Rp 17,5 miliar tahun 2013. Ia menambahkan, saat ini terkait reklame masih digodok kembali di Dinas PUPR Kota Denpasar. Pihaknya mengaku hanya boleh memungut pajak dari reklame yang sudah berizin. Untuk target pajak hotel dan restoran bulan Januari dan Februari tahun 2020 ini, lebih besar dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. ‘’Tapi untuk bulan Maret kami tidak tahu, nanti tanggal 20 baru tahu,’’ kata Dewa Semadi. (kmb12)

Komisi III Usulkan Buat Regulasi Penataan Tiang Fiber Optic Denpasar (Bali Post) Keberadaan tiang fiber optic dan telepon kabel yang dipasang masing-masing provider semakin banyak dikeluhkan. Mengingat dalam satu titik bisa terdapat puluhan tiang yang sama. Kondisi ini menjadi perhatian jajaran Komisi III DPRD Denpasar. Dalam menyikapi masalah ini, Komisi III mengundang jajaran Dinas PUPR dan Dinas Kominfo untuk melakukan pembahasan bersama dalam rapat kerja. Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Denpasar Eko Supriadi, Senin (9/3) kemarin, juga dihadiri Kepala Dinas PUPR Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta, Kadis Kominfo Dewa Gede Agung. Eko Supriadi dan anggota Komisi III

A.A. Susruta Ngurah Putra menyoroti pemasangan tiang fiber optic dan telepon yang terkesan semrawut. Kondisi ini mencederai wajah kota. Karena itu, perlu ada penataan yang komprehensif agar tidak lagi ada pemasangan tiang fiber optic yang semakin banyak. “Teknologi kita perlu, tetapi jangan sampai mengurangi penataan kota. Jangan sampai menimbulkan kesan semrawut, karena di satu titik bisa terdapat 22 tiang,” ujar Eko Supriadi. Kepala Dinas PUPR Denpasar, Nyoman Ngurah Jimy Sidarta, mengaku sejak tahun 2014 telah dilakukan penataan dengan dasar regulasi izin dari Kementerian Kominfo. Pihaknya hanya bisa mengeluarkan reko-

Topik : Pemilik hotel tak perpanjang kontrak karyawan

mendasi teknis penggalian di jalan-jalan kabupaten saja. Sedangkan untuk jalan berskala provinsi dan nasional, bukan menjadi kewenangan kota. Dikatakan, dalam rekomendasinya, PUPR hanya mengizinkan ada lima tiang. Sejak 2014, sampai saat ini pihaknya hanya mengeluarkan rekomendasi teknis sebanyak 22. Karena sejak 2019 pihaknya sudah melakukan pembatasan untuk pemasangan tiang di jalur krodit. Sementara itu, Kadis Kominfo Denpasar Dewa Gede Agung mengakui saat ini pihaknya tidak lagi memiliki kewenangan dalam menangani pemasangan tiang fiber optic. Namun, pengaduan soal pemasangan tiang ini cukup banyak masuk ke pos pengaduan Kominfom, yakni Denpasar Pro. Melihat kendala itu, Komisi III berharap agar Pemkot segera membuat regulasi untuk bisa menata tiang fiber optic tersebut. Pihaknya berharap setelah ada regulasi yang jelas, akan dilakukan penataan dan ditanggung oleh pihak provider. “Kami berharap agar Pemkot membuat regulasi dulu, baik Perda maupun perwali untuk bisa menata keberadaan tiang fiber optic,” jelas Eko Supriadi. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Dua orang yang didakwa atas dugaan penyebaran berita bohong, yakni menjual nama pejabat kepolisian dalam penanganan perkara, terdakwa Naufal Ibrahim Antonie (29) dan Poppy Christiane V (43) asal Jakarta Selatan, Senin (9/3) kemarin dituntut pidana masing-masing selama empat tahun penjara dan denda masing-masing Rp 100 juta, subsider enam bulan kurungan. JPU Made Dipa Umbara di hadapan majelis hakim pimpinan Kimiarsa dalam sidang di PN Denpasar menyatakan bahwa kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Yakni menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang menyebabkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. Terdakwa oleh jaksa kemudian dijerat Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45 A UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Mendengar tuntutan itu, Poppy tampak menangis dan menyesal serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya sehingga dia meminta keringanan hukuman dari majelis hakim. Diuraikan dalam surat tuntutan, pada 21 Oktober 2019 bahwa terdakwa mengaku menerima WhatsApp (WA) dari seseorang yang mengaku AKBP Bambang Tertianto, Wadir Reskrimsus

Polda Bali. WA itu diinfokan saat berada di Jalan Dewi Sri Kuta. Intinya, meminta bantuan karena Wadir Reskrimsus akan melakukan gelar perkara di Bareskrim Jakarta. Juga dalam WA yang diterima saksi I Putu Oka Semadi, AKBP Bambang Tertianto mengaku sedang bersama Wakapolda Bali, minta bantuan biaya operasional untuk ke Mabes Polri. Rekening yang dikirim atas nama terdakwa Naufal Ibrahim Antonie, dan disebut Naufal adalah Bagian Operasional. Saksi korban awalnya mengirim Rp 5 juta. Oka Semadi mengirim bukti transfer ke pelaku. Si pelaku menyampaikan akan menyampaikan ke Wakapolda Bali, dan Wakapolda akan menelepon Oka Semadi. Malamnya orang yang mengaku Wakapolda Bali mengirim WA ke Oka Semadi. Intinya, terima kasih atas bantuan yang telah diterima Wadir Reskrimsus Polda Bali Bambang Tertianto. Walau berterima kasih, Wakapolda kata WA itu, mengaku kecewa dan tersinggung terhadap saksi Oka Semadi. Sehingga malam itu juga dikirim lagi Rp 20 juta ke rekening atas nama Naufal. Pada 22 Oktober 2019 kembali ditelepon via WA yang mengaku sebagai Wakapolda Bali dengan nomor 081707969***. dan mengirim foto gelar perkara dan di sana terlihat foto Kapolri dan Presiden Jokowi. Di WA itu disampaikan jika ada kepentingan tolong dibantu. Tak lama Wakapolda gadungan itu kembali

Bali Post/asa

MENANGIS - Terdakwa Poppy Christiane menangis didampingi terdakwa Naufal Ibrahim Antonie usai dituntut empat tahun penjara. ngirim WA dan mengatakan minjam uang Rp 45 juta. Jika sudah ke Bali, dana akan dikembalikan oleh anggotanya. Dana itu diminta dikirim via BCA milik Murtiarani, dengan alasan agar tidak terlacak oleh BPK-RI. Uang pun ditransfer oleh Oka Semadi. Tak berselang lama orang yang mengaku Wakapolda Bali kembali minta ditransfer Rp 25 juta agar genap Rp 70 juta dan korban pun manggut-manggut karena

nama besar Wakapolda Bali. Masih di bulan Oktober, ayah kandung terdakwa (dalam penuntutan terpisah) meminta rekening terdakwa, karena akan dikirim uang. Namun ayah terdakwa mengaku menerima dana Rp 20 juta, selanjutnya ditransfer ke beberapa rekening lain. Selain itu, ayah Naufal yang bernama Stevanus juga minta rekening Poppy. Transaksi inilah terbongkar semuanya, hingga komplotan ini ditangkap polisi. (kmb37)

BNNP Bali Musnahkan 1,7 Kg Narkotika Denpasar (Bali Post) BNNP Bali kembali memusnahkan barang bukti kasus narkotika, Senin (9/3) kemarin. Kali ini BNNP membakar sabu-sabu (SS) 1.791,23 gram dan ekstasi 741 butir. Pembakaran dilakukan menggunakan mesin incinerator, disaksikan perwakilan kejaksaan, pengadilan, Labfor Denpasar, dan Polda Bali. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa menyampaikan,

dasar pemusnahan barang bukti tersebut UU No.35 Tahun 2009 Pasal 31 yang menyatakan satu minggu setelah mendapat penetapan jaksa penuntut umum maka barang bukti tersebut harus dimusnahkan. Selain itu, berdasarkan Peraturan Kepala BNN RI No. 8 Tahun 2013. “Tujuannya menghindari penyalahgunaan barang bukti oleh penyidik dan staf. Selain itu, agar tidak terjadi penyusutan dan terpenting menghindari kesalahan

teknis dalam penyimpanan barang bukti. Paling utama demi keamanan,” ujarnya. Penyitaan barang bukti tersebut, kata jenderal bintang satu asal Desa Gulingan, Mengwi, Badung ini, dari penangkapan dua tersangka. Pada Senin (9/3) pukul 16.50 Wita, Tim Berantas BNNP menangkap dua wanita, tersangka Ikaria Suci Rahmadhani (22) dan Putri Sinta Liliana (28) saat mengendarai sepeda motor Honda Scoopy di Jalan Polonia,

Tuban, Kuta. Petugas menggeledah motor yang dikendarai tersangka Putri Sinta Liliana (28) dan ditemukan narkotika. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamar pelaku di Jalan Tukad Musi IIIB, kamar lantai 2, Denpasar. Dari tersangka Ikaria diamankan SS 837,66 gram neto dan ekstasi 92 butir, sedangkan barang bukti milik tersangka Putri Sinta Liliana (28), yaitu SS seberat 978,79 gram dan ekstasi 693 butir. (kmb36)

Bali Post/rah

DIBAKAR - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa memusnahkan barang bukti narkotika dengan cara dibakar.


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020

Dewan Badung Terima LKPJ Bupati 2019 DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Senin (9/3) kemarin menerima Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Badung. Laporan terhadap pelaksanaan APBD 2019, diserahkan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Badung I Made Wira Dharmajaya dan diterima langsung Ketua DPRD Badung Dr. Drs. I Putu Parwata, M.K., M.M. didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, S.H., Sekretaris Dewan Badung I Gusti Agung Made Wardika. Ditemui usai menerima

LKPJ Bupati, Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengapresiasi Bupati dan Pemkab Badung yang sudah tepat waktu menyelesaikan dan menyerahkan LKPJ kepada DPRD. Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati atas APBD Badung 2019 ini akan segera dibahas di DPRD. ‘’Kami apresiasi pemerintah daerah telah menyerahkan LKPJ tiga bulan setelah tahun anggaran selesai dan kami akan jadwalkan lebih lanjut untuk pembahasannya,’’ ungkapnya. Menurutnya, pihaknya akan melakukan pembahasan-pembahasan dengan

detail mengenai program yang telah terlaksanakan sesuai dengan APBD yang telah disepakati. ‘’Pelaporan LKPJ merupakan amanat undang-undang yang harus dipenuhi, karenanya kami akan membentuk Pansus (Panitia Khusus - red) apa yang sudah disepakati apa sudah dilaksanakan akan kami bahas,’’ ucapnya. Dikatakan, pansus akan mengevaluasi setiap program yang telah disepakati secara detail. Hal ini berfungsi mengetahui apakah program yang telah dicanangkan di tahun 2019 telah terealisasi atau belum. ‘’Nanti akan ada ko-

reksi-koreksi, catatan-catatan dan rekomendasi, setelah itu baru diparipurnakan dalam sidang,’’ tegasnya. (ad246) LKPJ - Ketua DPRD Badung Dr. Drs. I Putu Parwata, M.K., M.M. didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, S.H., Sekretaris Dewan Badung I Gusti Agung Made Wardika menerima LKPJ Bupati 2019 yang diserahkan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Badung I Made Wira Dharmajaya, Senin (9/3) kemarin.

Keluhan Tak Ditanggapi

Pedagang Pasar Petang Datangi Dewan Mangupura (Bali Post) – Para pedagang di Pasar Petang mendatangi Gedung DPRD Badung, Senin (9/3) kemarin. Belasan pedagang ini mengeluhkan adanya kenaikan retribusi hingga 100 persen yang dinilai memberatkan pedagang.

RETRIBUSI - Anggota DPRD Badung Nyoman Suka menunjukkan kitir retribusi di Pasar Petang.

Adanya kenaikan retribusi sejatinya telah dikeluhkan sejak lama. Mereka protes kenaikan retribusi hingga 100 persen lebih tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Selain di Pasar Petang, keluhan serupa juga disampaikan pedagang tradisional di Pasar Kuta 1. Lama tidak mendapatkan jawaban, para pedagang akhirnya mendatangi gedung dewan dan diterima oleh Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I Wayan Suyasa. Turut hadir anggota dewan lainnya yakni Nyoman Suka, Made Retha, dan Gusti Ngurah Saskara.

TUGAS dan fungsi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) di antaranya community protector, yaitu melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya khususnya narkotika. Oleh karena itu, Bea Cukai (BC) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersinergi dalam menjalankan operasi untuk mencegah barang-barang narkotika yang berasal dari luar negeri. Hal ini terungkap saat Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT menggelar Lokakarya Pengawasan Narkotika Tahun Anggaran 2020 di Balai Wisma Bima II, Kuta, Senin (9/3) kemarin. Tujuannya untuk meningkatkan kesiagaan dan meningkatkan kompetensi pegawai bidang pengawasan terhadap pemasukan ilegal narkotika, psikotropika, prekursor (NPP) dan bahan adiktif lainnya. Selain itu, guna menyegarkan

Presiden Republik Indonesia dalam pemberantasan peredaran narkotika dengan melaporkan kepada aparat penegak hukum jika menemukan adanya upaya penyelundupan narkoba sekecil apapun. ‘’Kerja sama dan peran aktif dari kedua lembaga antara Bea Cukai dan BNN selama ini telah berjalan dengan baik dalam bentuk kegiatan intelijen. Namun, peran aktif masyarakat untuk memberantas narkoba adalah sangat penting untuk penegakan hukum,’’ tegas mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. Menurutnya, peran Bea Cukai dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) sebagai garda terdepan dalam keluar masuk barang. Di samping itu, turut berkomitmen dan bertanggung jawab menjaga keamanan di areal pintu masuk wilayah. (rah)

Bali Post/kmb27

BNN-BC Tingkatkan Kemampuan Perangi Narkoba dan memberdayakan satuan tugas Customs Narcotic Team (CNT). Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT Sutikno. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. diundang sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, Brigjen Suastawa menyampaikan, masuknya narkotika internasional dari beberapa negara yang menjadikan Indonesia sebagai transit. ‘’Saat ini beredar 899 NPS di dunia. Ada 76 jenis NPS teridentifikasi beredar di Indonesia, sedang 71 jenis sudah masuk di Permenkes tahun 2020,’’ ungkapnya. Oleh karena itu, diperlukan sinergi positif kedua instansi penegak hukum ini. Selain itu merupakan langkah nyata dalam pelaksanaan arahan

Salah seorang pedagang, Ngurah Mayun, mengatakan sangat keberatan dengan kebijakan retribusi dan pungutanpungutan lainnya yang cukup fantastis. ‘’Saat ini setelah kenaikan, pedagang dikenakan sekitar Rp 429.000. Ini berarti di atas 100 persen,’’ ujarnya. Kendati mengaku tidak keberatan atas retribusi tersebut, namun pihaknya menyayangkan kenaikannya terlalu tinggi di tengah lesunya transaksi di Pasar Petang. Retribusi yang sebelumnya dikenakan Rp 7.000 per hari, kini naik menjadi Rp 12.000. Selain itu, pedagang juga dikenakan sewa kios Rp 7.000 per meter persegi per bulan, dan pungutan sewa tanah Rp 4.000 per meter per bulan. Dia merinci, sebelum kenaikan setiap pedagang ratarata kena Rp 210.000 per bulan.

‘’Kami sepakat ada kenaikan, tetapi kenaikannya jangan terlalu tinggilah,’’ katanya. Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengatakan akan segera menindaklanjuti aspirasi pedagang dengan mengundang direksi dan dewan pengawas Perumda Pasar Mangu Giri Sedana. ‘’Kami akan menfasilitasi apa yang menjadi harapan pedagang,’’ tegasnya. Anggota DPRD Badung Dapil Petang, Nyoman Suka, berpendapat lonjakan iuran ini sangat tidak masuk akal di tengah lesunya situasi pasar. Kebijakannya ini dipertanyakan karena keberpihakan PD Pasar terhadap masyarakat, khususnya pelaku UMKM tak jelas. ‘’Kami tidak mengerti, kenapa direksi mengambil kebijakan ini di tengah lesunya pasar

Petang saat ini,’’ tegasnya. Menurutnya, saat ini Direksi PD Pasar belum saatnya menaikkan iuran. PD Pasar harusnya melakukan kreativitas serta kegiatan-kegiatan yang mampu mendatangkan pembeli ke Pasar Petang. ‘’Jika pasar sudah ramai, pedagang dapat hasil berjualan lebih, barulah menaikkan iuran atau retribusi,’’ sebutnya. Anehnya, jajaran Direksi dan Pengawas Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dalam waktu yang sama berada di gedung dewan tepatnya di ruang Sekwan Badung. Hal ini terkesan Perumda Pasar yang hadir lengkap, yakni Dirut Made Sukantra, Dirops Wayan Astika, dan Dirum Wayan Mustika menghindar dari para pedagang yang datang ke gedung tersebut. Setelah pertemuan dengan pedagang usai, Ketua DPRD Badung didampingi Wakil Ketua Wayan Suyasa memanggil Direksi dan Pengawas Perumda Pasar Mangu Giri Sedana.

Pada kesempatan itu, Parwata mengonfirmasi keluhan para pedagang. Dirut Perumda Pasar tetap mengatakan tak ada kenaikan retribusi kepada pedagang. ‘’Yang ada hanya pola pemungutannya disatukan, sehingga kelihatannya besar. Dulu ada item biaya WC, sampah maupun listrik dipungut secara terpisah,’’ katanya. Dalam kesempataan itu, Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa secara tegas meminta kepada Direksi dan Badan Pengawas Perumda Pasar Mangu Giri Sedana untuk menunda kenaikan retribusi dan tarif yang dibebankan kepada pedagang di Pasar Petang. ‘’Kami minta kenaikan retribusi ini ditunda dulu menunggu situasi membaik. Pemerintah melalui Perumda Pasar harus mampu memfasilitas pedagang sehingga bisa tetap eksis dan berkembang dengan baik. Karena itu, semua pihak harus mampu memberi atensi,’’ tegasnya. (kmb27)

Bali Post/edi

DISINFEKTAN - Aktivitas penyemprotan disinfektan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Senin (9/3) kemarin.

Kantor Diskes Bali Disemprot Disinfektan

Bali Post/ist

NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa diundang sebagai narasumber Lokakarya Pengawasan Narkotika digelar Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT.

SELAIN melakukan disinfeksi di sejumlah fasilitas publik, Senin (9/3) kemarin seluruh areal Kantor Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali juga dilakukan penyemprotan disinfeksi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus. Kepala Diskes Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, men-

gatakan kegiatan disinfeksi ini dilakukan sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali. “Dalam hal ini, kita semua harus mengutamakan upaya-upaya pencegahan. Salah satunya yaitu melalui pelaksanaan disinfeksi masal. Selain juga upaya higiene sanitasi pada diri dan

Kembangkan Ekonomi Kreatif

Komisi II DPRD Badung Kunker ke Pemkab Sidoarjo KOMISI II DPRD Badung mengunjungi Pemkab Sidoarjo, Kamis (5/3) lalu. Kunjungan kerja (kunker) tersebut dalam rangka koordinasi terkait Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif. Kunjungan dipimpin langsung Ketua Komisi II, I Gusti Anom Gumanti. Turut mendampingi Wakil Ketua I I Nyoman Dirga

Yusa, Wakil Ketua II I Wayan Luwir Wiana, Sekretaris I I.B. Made Sunartha, dan Sekretaris II I.B. Alit Arga Patra. Demikian pula anggota I Gusti Lanang Umbara, IGAA Inda Trimafo Yudha, I Nyoman Karyana, I Nyoman Suka, dan I Made Wijaya, serta jajaran Komisi III yang dipimpin Putu Alit Yandinata. Kedatangan dewan diterima Staf Pemerintahan Kasiatun dan lainnya. Ketua Komisi II, I Gusti Anom Gumanti, saat dihubungi Senin (9/3) kemarin, mengatakan pihaknya ingin berkoordinasi ter-

kait usaha ekonomi kreatif yang ada di Sidoarjo. ‘’Sebagaimana diketahui, usaha ekonomi kreatif di Tanggulangin sudah sangat terkenal. Kami ingin tahu bagaimana bentuk dukungan pemerintah Sidoarjo untuk pengembangan usaha tersebut,’’ ujarnya. Di sisi lain, politisi PDI-P asal Kuta ini juga ingin mendapat informasi besaran kontribusi sektor koperasi dan UKM dalam pembentukan PDRB Sidoarjo. ‘’Demikian pula persentase alokasi anggaran yang ditujukan

pada sektor ini,’’ jelasnya. Pada kunjungan yang juga bentuk silaturahmi antarkabupaten tersebut dilaksanakan pula penyerahan cenderamata. ‘’Tentu dalam kunjungan ini kita berharap silaturahmi yang terjalin tetap terjaga,’’ tandas Anom Gumanti. (ad247) MENGUNJUNGI - Guna mengembangkan ekonomi kreatif, Komisi II DPRD Badung mengunjungi Pemkab Sidoarjo, Kamis (5/3) lalu.

keluarga kita,” katanya. Terkait hal itu, kata Suarjaya, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang ada di lokasi fasilitas publik, seperti hotel, restoran, bandara, pelabuhan, rumah sakit, puskesmas, kantor, dan bahkan di rumah. Diharapkan untuk terus melakukan upaya kebersi-

han dan sanitasi lingkungan. Pihak Pemprov Bali sudah melakukan secara serentak kegiatan disinfeksi di beberapa tempat public, terutama yang banyak dikunjungi wisatawan, Sabtu (7/3) lalu. Pihaknya juga mengimbau seluruh kabupaten/kota untuk ikut melakukan disinfeksi ini. (edi)


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menggugah Kesadaran tentang Kepariwisataan KAPAL pesiar Viking Sun akhirnya bersandar di Bali setelah sebelumnya dinyatakan ditunda. Penumpang Viking Sun pun akhirnya merapat dan jalan-jalan di sejumlah objek di Bali. Toleransi inilah yang patut dipertanyakan. Ketika banyak negara lebih mengutamakan keselamatan warganya, kita justru membangun toleransi pada waktu yang tidak tepat. Bagaimanapun kita harus lebih mengutamakan kesehatan warga ketimbang hanya mengejar duit wisatawan. Tidaklah keliru jika memang harus sepi dulu dari wisatawan untuk sementara. Memaksakan wisatawan masuk ke Bali semata-mata karena blingsatan akibat virus Corona, sama saja dengan pikiran bingung. Kekosongan sementara ini penting, untuk menyelamatkan warga dari paparan virus mematikan tersebut. Kita tidak harus merasa rugi dengan berkurangnya wisatawan. Dengan filosofi ‘’nyepi’’ justru masyarakat akan dapat mulatsarira, berpikir, mengontemplasi diri apakah pariwisata itu benar-benar menguntungkan kita sebagai keluarga, lingkungan, budaya, agama, bahkan juga pertanian. Atau kita dapat berpikir, jika hendak bergulat dengan pariwisata, bagaimana manajemen yang baik, sehingga dapat menguntungkan masyarakat setempat. Apakah harus wisata dengan basis budaya, atau cukup sampai dengan wisata keindahan alam saja. Betulkah ribuan hotel yang menjejali Bali bagian selatan itu telah memberikan pemerataan kepada masyarakat. Atau apakah masyarakat Bali telah mengerti bagaimana mengelola dampak mendadak seperti virus Corona ini. Maka, jika diambil sisi lainnya, dampak virus Corona ini akan memberikan kesempatan berpikir kepada masyarakat untuk kreatif memilih pekerjaan dan profesinya. Tidak mestilah menjejali pikiran orang Bali sebagai petani saja. Namun, dengan dukungan teknologi seperti sekarang masyarakat harus kreatif. Orang menyebutkan sebagai start-up. Mungkin itu boleh dilakukan. Tetapi masyarakat juga harus melirik etos profesional, entah sebagai bengkel yang profesional, tukang cukur profesional, tukang jahit profesional, insinyur, ahli pada bidang konstruksi listrik, ahli bangunan dan seterusnya. Jika sudah ahli dan profesional, mereka tidak saja dapat menguasai pekerjaan di Bali, tetapi keluar kandang dan menguasai pekerjaan di luar daerah, bahkan di dunia. Jadi, tidak harus hanya bekerja di kapal pesiar saja. Sepinya wisatawan ini juga harus mampu mencambuk orang Bali yang terkesan banyak gengsi untuk mengambil pekerjaan tanpa pilihpilih. Juga harus memberikan pelajaran kepada para petinggi agama dan budaya agar mampu menyederhanakan upacara, agar masyarakat Bali lebih banyak punya waktu untuk bekerja. Terkadang para pekerja bangunan kita psikologis dan semangatnya terganggu manakala sedang serius mengerjakan pekerjaan, tibatiba dijeda dengan ngayah. Semangatnya mengendur dan harus dipulihkan lagi, sementara pekerjaan telah diambil alih. Inilah yang harus diperbaiki. Dalam bahasa yang sederhana, kita harapkan masyarakat dapat sadar terhadap begitu besarnya dampak dari virus Corona ini kepada masyarakat. Sekali lagi tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia yang terancam. Kita percaya ke depan virus ini akan dapat dikendalikan, dan mudah-mudahan juga secara perlahan wisatawan itu kembali mau datang ke Bali. Tetapi harus diingat bahwa pariwisata bukanlah segala-galanya. Serangan virus Corona ini telah memberikan pelajaran besar kepada kita semua, menggugah kesadaran kita.

POJOK Ditunggu aksi nyata program ‘’We Love Bali’’ Movement. - Semua mesti bergerak. *** Bupati Jembrana sebut kasus Corona belum berpengaruh. - Tetap waspada. ***

Kontroversi Viking Sun

KAPAL pesiar Viking Sun bikin heboh masyarakat Bali. Ditolak di Surabaya dan Semarang, kapal yang mengangkut 848 penumpang dan 460 kru tersebut justru diizinkan merapat di Pelabuhan Benoa, Bali. Bahkan, penumpang juga sempat mengunjungi sejumlah objek wisata di Denpasar. Kontan hal ini sangat disayangkan masyarakat hingga Pemkot Denpasar. Sebagian besar netizen yang mengomentari pemberitaan ini di akun Facebook @balipost mengaku heran atas keluarnya izin sandar kapal tersebut. Meski pengecekan kesehatan bagi penumpang dan kru kapal sudah dilakukan, tetap saja netizen khawatir akan penularan virus Corona. Namun apa daya, nasi telah menjadi bubur. Izin telanjur diberikan. Netizen pun kini hanya menginginkan yang terbaik bagi Bali. Mereka berharap hasil pemeriksaan yang menyatakan seluruh penumpang dan kru kapal negatif Corona benar-benar akurat. Untuk ke depannya, pemerintah dan instansi berwenang diingatkan kembali akan pentingnya keselamatan masyarakat Bali. Jangan hanya demi mengais dolar di masa paceklik wisatawan, keselamatan Bali dikorbankan. Berikut komentar sejumlah netizen. Nyoman Ariyasa Plinplan. Ditolak di mana-mana, malah di sini berlabuh. Ingat, Corona tanpa gejala masa inkubasi. Ammie Watson Viking Sun ditolak berlabuh di semua dermaga di Indonesia yang mereka lalui, lalu kenapa diizinkan di sini? Dek Ono Tetap saja meragukan. Sugama Komang Di daerah lain menolak tapi kenapa di Bali diberikan izin?

Agung Wedha Saya percaya sama dinas terkait, mereka pasti sudah menghitung baik buruknya. Intinya, mati tidak menunggu sakit dulu. Kapan saja bisa terjadi. Virus Corona hadapi tapi jangan berlebihan.

tedun, tidak bisa bilang apa-apa lagi.

Yasa Tolong utamakan keselamatan masyarakat Bali, semoga tidak hanya karena mengejar pariwisata. Jika sampai terjadi yang tidak diharapkan, pejabat harus mundur.

Nym Sanur Mudah-mudahan sehat semua dan penduduk Bali dijauhkan dari virus. Tapi kalau nanti ada sesuatu, tolong berani bertanggung jawab.

Agung Bram Kalau sudah sang hyang dolar

S URAT PEMBACA Angkutan untuk Anak Sekolah Belakangan sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak. Ini tentu sangat memprihatinkan. Kejadiannya bahkan tergolong tinggi, apalagi sekarang anak-anak SMP juga sudah sangat terbiasa bawa sepeda motor ke

Komang Suryawan Katanya ditolak? Ya semoga aman, damai dan sejahtera. Rahayu sameton.

Ida Bagus Putra Suhadi Semoga para penumpang atau wisatawan akhirnya turut dapat

melihat dan menikmati Pulau Bali dari dekat serta bebas virus Corona yang dikhawatirkan. Sutama Wayan Bagi pegiat pariwisata tentunya menginginkan hal yang seimbang. Biar sama-sama jalan pariwisata dan kesehatan aman. Walaupun saya hanya seorang tukang serabutan saya juga berpikir seperti itu. Tapi lagi-lagi rasa takut yang membuat saya harus menginginkan Bali diisolasi karena saya takut screening itu tidak efektif dalam mendeteksi. Doa kita semua dan harapan pasti ingin yang terbaik.

Semoga alat pendeteksi Corona bisa bekerja dengan baik. Made Widana Kita jangan bisa komen negatif saja. Kita percayakan saja sama pemerintah. Semoga Bali tetap aman. Swandi Yasa Sabar pak, jangan negatif ya sama kapal pesiar. Dewak Rama’Rendra Tidak semua kapal pesiar seperti yang kalian kira. Di kapal juga ada dokternya. Kalau ada, pasti dilapor.

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. sekolah. Bahkan, di luar jam sekolah, banyak anak-anak dibiarkan orangtuanya menggunakan sepeda motor. Ini jelas berisiko. Mudah-mudahan ada pendekatan yang lebih intensif untuk menekan kasus lakalantas yang melibatkan anak-anak usia sekolah. Saya sebagai orangtua sebenarnya sangat mengapresiasi ketika kabupaten di Bali mulai meluncurkan armada

angkutan yang khusus mengantar anakanak masuk dan pulang sekolah. Ini terobosan sekaligus bentuk kepedulian pemimpin terhadap anak-anak sekolah. Jika memungkinkan hal ini mestinya dijadikan program wajib. Atau setidaknya, sekolah-sekolah yang lokasinya jauh dari permukiman penduduk memiliki armada angkut yang jelas. Ini juga akan mengurangi beban orangtua yang harus

mengantar dan menjemput anaknya. Mereka bisa fokus bekerja. Jadi lewat kolom Surat Pembaca Bali Post ini saya berterima kasih kepada kepala daerah yang telah menjaga keselamatan anakanak sekolah saat menuju dan pulang dari sekolah. Desak Putri Sutini Denpasar, Bali

Kesehatan

Penyakit Kutu pada Manusia Harus Diwaspadai dr. Annisa Widyawati Kurnia SKABIES (penyakit kutu, budukan, krek): penyakit kulit manular akibat infeksi dan reaksi alergi terhadap Sarcoptes Scabiei var Hominis. Skabies merupakan ‘’The Great Imitator’’: gambarannya menyerupai penyakit kulit yang lain. Ditandai dengan gatal malam hari, mengenai sekelompok orang, paling sering pada lipatan kulit. Skabies memerlukan waktu 4-6 minggu sampai menimbulkan gejala. Siklus hidup S. Scabiei dari telur sampai menjadi kutu memerlukan waktu 8-12 hari. Skabies merupakan

salah satu penyakit kulit tersering di negara berkembang. Prevalensi skabies menurut World Health Organization 0,2% - 71%, pada anak 5-10%, di Indonesia mencapai 51,6%. Faktor yang memengaruhi prevalensi skabies adalah kemiskinan, hygiene kurang, akses air sulit, kepadatan hunian. Penularan scabies melalui kontak langsung; kulit ke kulit (jabat tangan, hubungan seksual, tidur bersama); penularan tidak langsung melalui benda (pakaian, handuk, seprei). Skabies termasuk penyakit tropis yang terabaikan

karena tidak mengancam jiwa sehingga prioritas penanganannya rendah. Skabies kronis dan berat menimbulkan komplikasi berbahaya, karena lesi yang sangat gatal akibatnya penderita sering menggaruk menyebabkan infeksi sekunder akibat bakteri yang dapat menyebabkan peradangan pada ginjal. Gejala skabies yaitu gatal pada malam hari, bintik-bintik di bagian lipatan kulit yang tipis, hangat, dan lembab (sela jari tangan dan kaki, lipatan bawah payudara, ketiak, bokong kemaluan). Biasanya skabies menyerang sekelompok orang. Pengobatannya dilaku-

kan bersamaan dengan orang yang tinggal dalam satu tempat; meliputi pengertian dan perjalanan penyakit, siklus hidup kutu, cara penularan dan eradikasi, pemberian obat dan menjaga higiene. Pemberian obat mengikuti siklus hidup kutu (diulang 1 minggu sekali) sehingga butuh waktu lama untuk sembuh (3-4 minggu). Obat harus efektif terhadap semua stadium kutu, tidak berbau, tidak mengotori pakaian, tidak toksik; yang sering dipakai: permethrin 5%, dioleskan seluruh tubuh, didiamkan hingga esok hari, benda yang dipakai pada malam dicuci dengan air panas dan kasur dijemur.

Reuni I Temu Kangen Alumni

Skabies dapat dicegah dengan menghindari kontak langsung dengan orang/ benda yang digunakan oleh orang yang terinfeksi. Perlu dilakukan edukasi tentang penyakit skabies, penularan, eradikasi, dan

pengobatannya. Kita harus mewaspadai penyakit skabies jika timbul gejala tersebut, segera ke dokter spesialis kulit untuk memastikan serta mendapat pengobatan yang tepat. (ad237)

Prodi MIH Unwar Gelar Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan dan Strategi

PROGRAM Studi Magister Ilmu Hukum (Prodi MIH) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan dan Strategi yang dirangkai dengan Reuni I Temu Kangen Alumni Prodi MIH,

Mahkamah Agung akhirnya batalkan kenaikan iuran BPJS. - Bela ‘’wong cilik’’.

Kaprodi MIH Unwar Dr. Simon Nahak, S.H., M.H.

Sabtu (7/3) lalu. Dalam kesempatan tersebut juga diadakan ramah tamah, serta pemilihan Ketua Alumni Prodi MIH Pascasarjana Unwar. Kaprodi MIH Unwar Dr. Simon Nahak, S.H., M.H. mengatakan, Prodi MIH Unwar adalah salah satu dari 7 prodi yang ada pada Program Pascasarjana Unwar. Prodi yang berdiri sejak 2012 ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh Prodi MIH pada universitas lainnya di Indonesia. Sebab, Prodi MIH Unwar concern pada bidang pertanahan dan investasi yang merupakan penjabaran dari Pola Ilmiah Pokok Unwar berbasis Ekowisata. ‘’Keistimewaan Prodi MIH Unwar

merupakan satu-satunya Prodi MIH se-Indonesia yang memiliki konsentrasi hukum pertanahan dan investasi, sehingga membuat MIH Unwar selalu diminati oleh masyarakat. Bahkan, setiap penerimaan mahasiswa baru selalu melebihi kuota yang ditargetkan. Tidak pernah di bawah 70 orang,’’ ujar Dr. Simon Nahak. Praktisi hukum asal NTT ini menjelaskan bahwa persoalan tanah sangat kompleks. Terlebih di Bali yang notabene hukum adatnya sangat kuat. Hal ini menyebabkan potensi sengketa tanah, seperti penyerobotan, sertifikat ganda serta penyalahgunaan hak orang lain sangat besar. Untuk itu, pihaknya siap

mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu menyelesaikan sengketa tersebut di jalur hukum untuk memenuhi rasa keadilan pihak bersengketa. Selanjutnya, potensi konflik pada sektor investasi juga tidak kalah besar. ‘’Tanah dan investasi ini tidak bisa dipisahkan. Investasi pasti dilakukan di atas tanah. Jadi kami betul-betul serius mendidik mahasiswa untuk menguasai kedua bidang tersebut,’’ tandasnya. Berdiri sejak tahun 2012, MIH telah meluluskan lebih dari seribu alumnus yang berlatar belakang anggota Polri, Badan Pertanahan, advokat, jaksa, pegawai pemerintah, dan para praktisi hukum lainnya. Secara

tidak langsung alumnusnya turut serta menyukseskan pembangunan di negeri ini, karena tersebar di seluruh daerah di Tanah Air. Lebih lanjut dikatakan bahwa Prodi MIH Unwar tidak takut menapaki persaingan dengan perguruan tinggi lainnya. Mengingat, MIH Unwar memiliki banyak keunggulan atau ciri khas yang tidak dimiliki PT lain. Salah satu keunggulan yang paling menonjol, seluruh pengajarnya bergelar doktor, bahkan empat di antaranya profesor (guru besar). Direktur Pascasarjana Unwar Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si. mengatakan, dari tahun ke tahun peminat masyarakat mengenyam

pendidikan pada Prodi MIH Pascasarjana Unwar terus meningkat. Rata-rata mahasiswa baru yang diterima mencapai 60 orang sesuai dengan target. Untuk menjaga konsistensi tersebut, kegiatan sosialisasi visi, misi, tujuan dan strategi, serta temu alumni sangat penting dilakukan. Tujuannya, agar para alumni ikut berperan dalam memberikan masukan terhadap implementasi visi, misi, tujuan dan strategi Prodi MIH ke depan. Selain itu, para alumni juga ikut berpartisipasi dalam menyosialisasikan visi dan misi Prodi MIH kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat bisa menlanjutkan pendidikannya di Pascasarjana Unwar. (ad233)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020

Pendidikan ’’Road To 60th Diamond Years Jubileum Mahendradatta University 2023’’

Mahasiswa Unmar Adakan Kersos di Desa Adat Asak Kecamatan Karangasem

UNIVERSITAS Mahendradatta sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tertua di Nusa Tenggara yang berdiri tanggal 17 Januari 1963 itu dahulunya bernama Universitas Marhaen (Unmar). Universitas Mahendradatta memiliki komitmen utama, bagaimana selalu dapat berkontribusi semaksimal mungkin terhadap upaya pembangunan bangsa dan negara, serta menjaga nilai-nilai Trisakti Marhaenisme. Konsepsi Trisakti Marhaenisme merupakan filosofi dasar setiap aktivitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh civitas akademika Universitas Mahendradatta (Unmar). Dalam sejarahnya, Universitas Mahendradatta didirikan atas cetusan ide Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno. Pada kesempatan yang baik itu, Universitas Mahendradatta (Unmar) kembali

menggelar kegiatan kerja sosial (kersos) berlangsung di Desa Adat Asak, Desa Pertima, Kecamatan/Kabupaten Karangasem. Kersos itu mengangkat tema ‘’Eksistensi Desa Asak dalam Dinamika Budaya Bali’’. Acara pembukaan kersos dipusatkan di Balai Saba Desa Adat Asak yang diawali menyanyikan lagu ‘’Indonesia Raya’’. Kemudian dilanjutkan laporan Ketua Panitia Mardiki Supriadi, S.T., M.T. sekaligus penyerahan mahasiswa kersos dari Wakil Rektor III Universitas Mahendradatta Drs. Abdul Samad, M.M. kepada Bupati Karangasem yang diwakili oleh Wakil Bupati Karangasem Dr. I Wayan Artha Dipa, S.H., M.H. Ikut mendampingi Ida Bendesa Adat Asak, unsur Muspida, dan prajuru desa adat lainnya. Kersos merupakan kegiatan yang diagendakan setiap tahun oleh universitas atau perguruan tinggi. Kersos sebagai wujud

implementasi dan pembelajaran secara praktikum bagi masyarakat. Dengan demikian mahasiswa dapat terjun langsung serta menuangkan pembelajaran yang diperoleh selama di bangku kuliah dengan bimbingan dosen. Selain itu, kegiatan kersos ini diharapkan menjadi wujud bakti dan pengabdian terhadap masyarakat dalam implementasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seperti diungkapkan oleh Ketua Panitia Kersos Universitas Mahendradatta. Dipilihnya Desa Adat Asak merupakan komitmen Unmar dalam setiap pelaksanaan kersos diadakan di desa yang memang memiliki nilai sejarah dan budaya yang kental di tengah kehidupan masyarakat yang dinamis saat ini. Adapun kegiatan kersos itu dilaksanakan selama tiga hari, yang diikuti Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, serta Fakultas Teknik. Kegiatan diisi acara pemberian bantuan fasilitas bak sampah, acara diskusi dan sosialisasi, kerja bakti, persembahyangan bersama, dan kegiatan observasi data mengenai profil Desa Asak yang dilakukan bersama mahasiswa dan segenap dosen. Universitas Mahendradatta yang memiliki Prodi Pascasarjana yaitu Magister Ilmu Hukum dan Magister Ilmu Administrasi Pemerintahan, dalam hal ini Unmar telah membuka pendaftaran bagi seluruh masyarakat serta mahasiswa-mahasiswi yang ingin melanjutkan ketingkat MH dan MAP. Pendaftaran dilaksanakan di Gedung Pancasila/Gedung Magister Hukum di Jalan Pegangsaan Timur, tepatnya di depan Kantor BPJS Renon, Denpasar. (ad256)

Tabanan (Bali Post) Pengembangan dan pemanfaatan aset milik daerah, khususnya di sektor pariwisata terus coba dioptimalkan oleh Dinas Pariwisata Tabanan. Ada tiga aset yang menjadi sorotan kalangan dewan saat kunjungan lapangan belum lama ini. Aset itu dinilai pengembangannya belum dikonsep secara optimal. Di samping DTW Bedugul, juga lahan di areal pantai Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, termasuk lahan di Desa Pangkung Tibah dekat pantai. Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Gede Sukanada, Senin (9/3) kemarin, mengatakan dari tiga aset itu

khusus kawasan DTW Bedugul, Baturiti, yang sebelumnya dikelola pihak ketiga saat ini sudah dikonsentrasikan pada pemerintah daerah sebagai eksekutor dan pengelolaannya. Ini dilihat dari beberapa anggaran yang sudah banyak dialokasikan untuk penataan kawasan wisata yang sempat berjaya di era tahun 80-an. Tahun 2020 kembali dapat kucuran anggaran pusat sebesar Rp 1 miliar untuk kelanjutan penataan kawasan. ‘’Selain dana APBD, dana pusat atau DAK tahun ini dapat Rp 1 miliar rencananya untuk pembuatan menara pandang dan gasebo,’’ terangnya. Konsep yang tengah dirancang untuk DTW Bedugul adalah rest area dan sport tourism, serta kuliner. Ini dimaksudkan agar terintegrasi dengan objek wisata lain yang ada di sekitarnya. Misalnya saja The Bloom Garden dengan wisata bunganya, DTW Ulundanu Beratan dengan keindahan pura yang ada di tengah danau. Serta DTW Bedugul nantinya dengan rest area serta kulinernya. ‘’Jadi tidak saling menjatuhkan melainkan pariwisata yang dikelola terintegrasi dengan baik. Saat ini kami merancang grand design pengembangan

pariwisata terintegrasi dan satu pintu,’’ terangnya. Sementara aset di Nyanyi, kata Sukanada, saat ini masih tahap penjajakan payung hukum di Tanah Lot. ‘’Seandainya pengelolaannya diberikan pada desa adat, tentu payung hukumnya harus jelas. Sehingga Tanah Lot bisa terintegrasi dengan Pantai Nyanyi, karena merupakan satu-kesatuan. Mudah-mudahan tahun ini rampung, sehingga tahun depan bisa dikerjasamakan dengan yang dianggap lebih layak,’’ terangnya. Dan satu aset lagi di Desa Pangkung Tibah, Kediri. Aset di sana masih terkendala tidak adanya akses jalan. Sehingga ke depan ada rencana atau gagasan mendorong untuk pembangunan pengamanan pantai sepanjang 5-10 meter dari pesisir pantai. Artinya, selain sebagai pengaman pantai dan jalan umum masyarakat, sepadan pantai nantinya tidak diambil alih oleh investor yang tidak bertanggung jawab. ‘’Di samping itu, salah satu yang bisa memungkinkan di sini (aset di Pangkung Tibah - red) adalah cotage untuk para peselancar, karena beberapa kali peselancar sudah masuk ke ranah ini,’’ terangnya. (kmb28)

FOTO BERSAMA - Para dosen dan mahasiswa Unmar serta tokoh masyarakat melakukan foto bersama di Desa Asak.

’’Grand Design’’ Pariwisata Disiapkan Terintegrasi Satu Pintu

Bali Post/kmb28

I Gede Sukanada

AMBRUK - Kondisi atap bangunan SDN 1 Babahan yang ambruk akibat diguyur hujan.

Bali Post/kmb28

Diguyur Hujan Lebat, Atap SDN 1 Babahan Ambruk

Tabanan (Bali Post) -

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan, Senin (9/3) dini hari, menyebabkan atap kelas VI SDN 1 Babahan di Banjar Babahan Kanginan, Kecamatan Penebel ambruk. Kondisi bangunan yang memang sudah relatif tua itu, setelah diguyur hujan lebat seharian membuat bagian atap sekolah ambruk dan tidak bisa digunakan lagi. Seluruh siswa sementara belum bisa melakukan proses belajar mengajar, mengingat satu deret bangunan belum aman untuk ditempati. Dari informasi yang dihimpun, robohnya atap kelas VI di SDN 1 Babahan terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Peristiwa itu diketahui pihak sekolah pagi hari, menjelang proses belajar mengajar. Diduga penyebabnya karena bangunan sudah tua. Kemudian bangunan tidak kuat setelah diguyur hujan lebat. Akibat kejadian itu, seluruh siswa yang berjumlah 80 orang sementara melakukan kegiatan belajar di luar ruangan. Mendapatkan laporan atap sekolah ambruk, Kepala Dinas Pendidikan bersama Tim Teknis Dinas

PUPR-PKP Tabanan langsung turun meninjau gedung tersebut. Saat dilakukan pengecekan, meski hanya satu kelas atapnya roboh, namun sangat tidak aman ruangan lainnya ditempati. Pasalnya, gedung lainnya terletak satu deret dari kelas I hingga kelas VI. Agar proses belajar mengajar tidak berhenti, pihak Dinas Pendidikan membuat kebijakan, para siswa melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah terdekat, yakni SDN 4 Babahan. Sekolah tetangganya terletak di Bolangan. Namun anak-anak terpaksa masuk sekolah pada sesi sore hari. ‘’Memang setelah gedung itu kondisinya dicek, tidak aman digunakan. Karena itu proses belajar mengajar anak-

anak dipindahkan ke sekolah lain yang terdekat,’’ ungkap Kepala Dinas Pendidikan I Nyoman Putra, Senin (9/3) sore. Dari pantauan, bangunan yang ambruk itu hanya satu kelas yakni ruangan kelas VI. Namun setelah dicek, kondisi bangunan lainnya dari kelas I-V ternyata juga sudah tidak aman. Alasannya, ruangan itu berada dalam satu deret alias nyambung. Sehingga, katanya, demi keamanan bersama gedung tidak diperbolehkan sementara dipakai menjalankan proses belajar mengajar. ‘’Karena kondisi bangunan lainnya juga sudah tak aman, proses belajar mengajar seluruh siswa dialihkan ke sekolah terdekat. Namun proses belajar mengajarnya dilakukan sore hari,’’ tegasnya.

Nyoman Putra menyebutkan, satu kelas panjangnya 7,25 x 7,5 meter, sehingga luasnya sekitar 46 meter. Pihak Dinas PU juga sudah mengecek dengan cara diukur kembali. Pengecekan itu agar bisa memprediksi berapa kerugian dan biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan sekolah itu nantinya. Terkait perbaikan, pihak sekolah rencananya bersurat ke Dinas Pendidikan dan BPBD Tabanan. Caranya membuat pernyataan bahwa atap kelas VI di SDN 1 Babahan memang ambruk akibat bencana alam (hujan). Setelah itu, pihak dinas akan membantu membuat telaah untuk pimpinan agar perbaikannya dibantu melalui anggaran tidak terduga. ‘’Nilai kerugiannya masih belum bisa dikalkulasi. Mungkin segera menyusul estimasi biayanya. Intinya kami berproses sembari menunggu perbaikan gedung selesai,’’ terang Nyoman Putra. (kmb28)

Jual Produk Lokal, Perusda Kebanjiran Order Tabanan (Bali Post) Produk lokal seperti beras hitam, merah, dan kopi laris manis diorder warga sebagai bagian paket hari raya Galungan, Kuningan, dan juga Nyepi. Keuntungan penjualan paket itu diharapkan mampu membiayai operasional Perusahaan Daerah Dharma Santika yang dihidupkan sejak 2017. Sebab, Perusda Darma Santhika masih keteteran biaya operasional. Manager Unit Bisnis Retail Perusahaan Umum Dharma Santhika Tabanan, I Wayan Nonok Aryasa, mengatakan sejak bulan Januari hingga Maret permintaan paket bingkisan hari raya sudah lebih 3.000 unit baik dari perbankan, koperasi, maupun hotel. Harga per paketnya tergantung permintaan.

Kisarannya per paket dari Rp 100 - 200 ribu. Paket yang disediakan itu murni berisi produk lokal asli petani Tabanan. Seperti beras Pertiwi Bali, beras merah, maupun kopi. “Paket ini dikemas dengan tas kain berlogo instansi dari bisa juga atas nama pemohon,” terangnya, Senin (9/3) kemarin. Menurutnya, banjirnya permintaan paket lebih banyak saat hari raya Galungan dan Kuningan. Saat itu mencapai 1.000 paket. Sedangkan permintaan saat Nyepi ada penurunan 200 paket yakni 800 paket. Terkait ketersediaan stok beras isian paket itu, Nonok menegaskan, stok beras lokal dan juga beras merah relatif aman, meski harga untuk beras konvensional

mengalami kenaikan. Terkait keberadaan beras hitam, dikatakan, masih angkih-angkih untuk bisa memenuhi order sebanyak dua ton per bulan. “Untuk beras hitam, stok kita sebulan ada di angka 1,5 ton. Untuk memenuhi permintaan maksimal dua bulan masih bisa, karena harus menunggu. Sebab, petani saat ini baru mau menanam. Mereka baru tahu beras hitam justru banyak peminatnya,” ucapnya. Selama ini pemenuhan permintaan beras hitam baik ke toko modern maupun paket berasal dari sejumlah petani di wilayah Kecamatan Penebel, Kediri, dan Marga. Seperti dari Jatiluwih, Tajen, Banjar Pagi, Mengesta, Bengkel, Ri-

ang, dan Belayu. “Stok belum memadai karena petani masih berpikir beras hitam tidak ada pasarnya. Total keseluruhan produk per bulan paling banyak 1,5 ton. Itu pun telah habis untuk permintaan satu bulan,” ucapnya. Untuk tetap bisa memenuhi permintaan toko modern, pihaknya akan terus melakukan pembinaan pada petani yang sudah terbiasa menanam beras hitam agar tetap menanam varietas sama. “Kebetulan petani di Riang Penebel dan Bengkel Kediri, sudah menanam beras hitam lagi. Selain itu, dari Mengesta dan Jatiluwih di Penebel juga sudah jalan, mudah-mudahan permintaannya terus sambung menyambung,” harapnya (kmb28)

Upaya Tingkatkan PAD

Dewan Gencar Data Aset ’’Tidur’’ Milik Pemkab POKJA Aset Pansus VI DPRD Tabanan belakangan ini gencar melakukan pengumpulan data aset. Terutama aset milik Pemkab Tabanan yang belum tergarap maksimal. Upaya ini dilakukan agar aset itu nantinya bisa segera dikelola untuk meningkatkan pendapatan daerah. Jika sebelumnya menyasar aset pasar dan sejumlah terminal, Senin (9/3) kemarin dewan turun melihat aset di areal Pantai Nyanyi, Desa Beraban, seluas 1,55 hektar. Selain itu aset seluas 2,25 hektar di Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri. Bagaimanakah idealnya aset-aset itu dilakukan sebelum disewakan atau dikerjasamakan dengan pihak lain? Rombongan Pokja Aset Pansus VI itu dipimpin langsung Ketua Pansus, I Nyoman Arnawa. Turun ke lapangan dengan jajaran Pokja Aset, seperti I Gusti Nyoman Omardani, I Gusti Komang Wastana, I Gusti Ngurah Mayun, dan Putu Yuni Widyadnyani, beserta OPD terkait. Pertama kali rombongan mengecek aset di areal Pantai Nyanyi yang sebelumnya terjadi saling klaim oleh Pemkab Tabanan dan salah satu anggota dewan. Setelah terus berproses, aset seluas 1,55

hektar itu terbukti benar milik pemerintah daerah. Dari informasi Dinas Pariwisata Tabanan, di lokasi itu kini sudah ada dua pengajuan permohonan pengelolaan aset, yakni dari Desa Adat Beraban untuk dijadikan wahana air. Kemudian permohonan sewa dari perseorangan seluas 10 are yang rencananya dikelola sebagai restoran. Terkait hal itu, koordinator Pokja Aset Pansus VI Gusti Nyoman Omardani mengatakan, kalangan dewan hanya bisa memberikan

pertimbangan pada OPD terkait agar selalu melakukan kajian dengan baik segala sesuatunya terkait pengelolaan aset milik daerah itu. ‘’Jangan sampai ada intervensi kepentingan. Apakah nanti akan dikerjasamakan atau disewakan. Hal itu harus dikaji matang. Tentunya bisa memberikan kontribusi pendapatan daerah dalam jangka panjang,’’ terangnya. Di samping juga khusus aset di areal Pantai Nyanyi ini, kata Omardani, keberlangsungan para nelayan yang sudah lama memanfaatkan lokasi ini juga harus diperhatikan. ‘’Mereka (nelayan) banyak yang menyandarkan perahu di lokasi itu. Jadi mereka tetap diberikan akses agar tidak sampai merugikan masyarakat nelayan. Terpenting polanya diatur dengan baik,’’ ucapnya. Sementara di lokasi kedua yakni aset seluas 2,25 hektar di Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri. Jajaran Pokja Aset juga melihat sama sekali belum ada perencanaan dari awal karena tidak

ada akses jalan masuk ke tanah pemkab. ‘’Kami minta OPD menyiapkan perencanaan meski tidak ada akses. Terkait aset itu, perlu diketahui apa kelemahan dan kelebihannya. Kalau tidak ada perencanaan, bagaimana pengembangan kawasan itu ke depannya,’’ ucapnya. Di samping itu, OPD terkait diharapkan membuat regulasi atau payung hukum masing-masing tempat wisata. Hal itu penting untuk mengatur keberadaan DTW. Misalnya di Bedugul, Tanah Lot, dan DTW lainnya. Ketua Pansus VI DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa mengatakan dua bagian Pansus yakni Pokja Aset dan Pendapatan, belakangan ini memang ditugaskan turun mengecek kebenaran aset tersebut. Yang diperiksa adalah luasnya, lokasinya di mana, baik yang sudah memiliki sertifikat maupun yang belum. ‘’Setelah data terkumpul, barulah penggunaannya dikaji terkait pendapatan. Apakah aset itu layak dikerjasamakan, atau malah

Bali Post/kmb28

KUNJUNGAN LAPANGAN - Pokja Aset Pansus VI DPRD Tabanan kunjungan lapangan ke sejumlah aset milik daerah yang belum tergarap maksimal, Senin (9/3) kemarin. dibangun atau dimanfaatkan agar pendapatan tidak hanya melulu berkutat pada hal yang sudah ada. Jadi, asetaset yang tidur itu dikembangkan lagi,’’ terangnya. Nyoman Arnawa yang akrab disapa Komet itu menegaskan agar eksekutif selalu

berkoordinasi dengan dewan terkait sewa-menyewa ataupun dilakukan kerja sama pengelolaan aset milik daerah. ‘’Jangan sampai ada intervensi oknum tertentu. Karena yang saya dengar, yang ingin bekerja sama pengelolaan aset di Nyanyi justru oknum

yang sebelumnya mengklaim aset itu milik pribadi. Dalam hal ini, apa pun bentuk kerja sama itu mungkin sewa dilakukan eksekutif, maka harus berkoordinasi dengan dewan. Alasannya, rekomendasi itu asalnya dari dewan,’’ tegasnya. (kmb28)


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020

Sikapi Kasus Covid-19

Dewan Gianyar Gelar Rapat Lintas Komisi DPRD Gianyar berupaya meyikapi keresahan masyarakat terkait kasus Covid-19. Upaya ini diawali dengan rapat lintas komisi di Aula DPRD Gianyar, Senin (9/3) kemarin. Dalam rapat itu, eksekutif diminta menyiapkan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat menyikapi kasus Covid-19. Ketua Komi IV DPRD Gianyar Ni Made Ratnadi mengatakan, rapat kerja lintas komisi ini digelar untuk mengetahui lebih detail terkait Covid-19, meliputi edukasi hingga kesiapan antisipasi penyebaran virus mematikan ini, hingga dampaknya ter-

hadap sektor pariwisata di Kabupaten Gianyar. ‘’Sebenarnya kami belum puas dengan penjelasan tadi. Hanya sejumlah langkah sudah dilakukan oleh eksekutif, walau belum dilakukan secara real,’’ katanya. Dikatakan, sampai saat ini langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan Gianyar baru sebatas gagasan, berupa wacana akan melakukan hal ini dan itu. Dewan pun mendorong agar eksekutif secepatnya menyampaikan informasi terkait antisipasi Corona kepada masyarakat. ‘’Sosialisasi itu penting, kita ingin masyarakat paham,

aman dan nyaman. Jadi, kami ingin menjaga masyarakat, serta agar masyarakat tidak terlalu panik,’’ katanya. Ratnadi pun berkaca dari kasus di DKI, masyarakat yang panik karena kurang teredukasi akhirnya dimanfaatkan oleh sejumlah oknum yang menjual masker dengan harga tinggi. ‘’Jadi, kita tanyakan sedetail mungkin, siapa saja yang harus pakai masker, sehingga tidak berebut beli masker,’’ katanya. Pihaknya pun sudah meminta eksekutif menyiapkan brosur yang mengedukasi masyarakat terkait mengantisipasi Covid-19. Pihaknya

meminta brosur tersebut dirampungkan minggu ini. ‘’Sudah kami minta eksekutif menyiapkan brosur bagaimana mencuci tangan yang benar, lalu bagaimana etika kalau batuk. Kami minta informasi itu. Minggu depan kami cek brosur itu, setelah kami kira sip, baru kami sosialisasikan ke seluruh masyarakat,’’ katanya. Komisi II DPRD Gianyar I Wayan Suartana mengatakan, tujuan rapat lintas komisi bisa mengedukasi masyarakat, terutama masayarakat Gianyar yang dominan bergelut di sektor pariwisata. ‘’Supaya nantinya pariwisata yang ada

KOMISI - Rapat kerja lintas komisi dengan eksekutif di Aula DPRD Gianyar, Senin (9/3) kemarin. di Gianyar ini termasuk nyaman,’’ katanya. Ia juga meminta Dinas Kesehatan Gianyar menyiapkan call center supaya pelaku

pariwisata dapat menyampaikan sebatas mana kondisi virus ini. Hal ini dinilai penting guna mengantisipasi informasi hoax. ‘’Supaya tidak

baru mendengar berita saja sudah heboh. Supaya tidak begitu, kami ingin pariwisata di Gianyar ini nyaman,’’ tegasnya. (ad240)

BNNK Gianyar Lakukan Tes Urine terhadap Anggota Kodim 1616

TES URINE - Sejumlah anggota Kodim 1616 Gianyar saat mengikuti tes urine.

SEBAGAI wujud nyata pelaksanaan instansi pemerintah yang sehat bebas narkoba, Kodim 1616 Gianyar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar melaksanakan kegiatan tes urine. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Maret 2020 pukul 07.30 Wita, yang merupakan wujud nyata langkah pencegahan peredaran gelap narkotika di lingkungan anggota Kodim 1616 Gianyar. Acara diawali apel pagi di halaman Kodim 1616 Gianyar, dilanjutkan dengan pengarahan umum tentang tata cara tes urine serta berbagai program kerja ke depan yang bisa disinergikan BNNK Gianyar dengan Kodim 1616 Gianyar. Tes urine menggunakan metode random sampling dengan menunjuk anggota Kodim Gianyar secara acak guna mengikuti tes. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang terus dilaksanakan antara Kodim 1616 Gianyar dengan BNNK Gianyar sebagai bentuk keseriusan instansi pemerintah dalam mewujudkan lingkungan bebas narkoba. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan akan menjadi salah satu bentuk pencegahan bagi anggota Kodim 1616 Gianyar agar menjauhi penyalahgunaan narkotika dan selalu mendukung program pemerintah dengan menciptakan suasana hidup sehat. Ke depan kegiatan akan terus dilaksanakan secara berkala dan mandiri, dan tentunya juga bersinergi dalam pelaksanaan kegiatan. (bns)

Guru Honor Terancam Tak Terima Gaji Gianyar (Bali Post) Guru honor untuk jenjang pendidikan SD hingga SMP se-Kabupaten Gianyar sampai awal Maret ini belum menerima gaji. Hal ini terjadi karena guru tersebut tidak memiliki Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan (NUPTK). Sementara itu, Dinas Pendidikan Gianyar yang melihat kondisi ini sudah menyiapkan anggaran melalui BOS pendamping APBD. Dikonfirmasi Senin (9/3) kemarin, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gianyar I Wayan Sadra mengungkapkan, gaji guru honor sekolah yang tidak memiliki NUPTK saat ini memang tidak bisa dibayar dari dana BOS reguler. “Saya kira para guru sudah menyadari bahwa mereka dari persyaratan sudah kurang,” katanya. Melihat kondi-

si ini, Pemkab Gianyar menyiapkan anggaran melalui Bos pendamping APBD. Dana inilah yang disiapkan mengganti dana Bos reguler tersebut. “Mengantisipasi hal itu, Pemkab Gianyar akan membayarkan dari BOS APBD untuk guru honor yang selama ini dibayar berdasarkan surat keputusan kepala sekolah,” katanya. Dikatakan, anggaran pada APBD untuk pembayaran tersebut sudah ada, hanya kini pihaknya masih mempersiapkan petunjuk teknis terkait pembayaran tersebut.

“Kami dari Dinas Pendidikan tinggal menyiapkan regulasi yang jumlahnya untuk SMP Rp 180 ribu per siswa, untuk SD per sekolah Rp 10 juta. Itu jumlah dana BOS pendamping,” katanya. Akibat kondisi tersebut, kata Sadra, hingga awal Maret 2020 ini gaji guru tersebut belum dibayar. Pihaknya kini bergerak cepat menuntaskan juknis, sehingga dalam waktu dekat gaji guru honor tersebut dapat dibayar. “Masih menunggu regulasi, sedang diproses,” katanya. Lantas, bagaimana cara guru honor agar memiliki NUPTK? Sadra mengatakan, guru tersebut harus mengajukan permohonan dan harus ada keputusan pejabat daerah dalam hal ini Bupati atau Wakil Bupati. Namun pihaknya lebih berharap pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan terkait hal ini. “Kita hanya bisa berharap agar mereka memenuhi syarat mencari NUPTK,” tegasnya. (kmb35)

I Wayan Sadra

DITAHAN - Pelaku kasus pelemparan mobil dan pencurian ditahan di Polsek Sukawati, Gianyar.

Bali Post/ist

Terlibat Kasus Pelemparan Mobil

Komplotan Remaja Diringkus Polisi Gianyar (Bali Post) Komplotan remaja belasan tahun yang kerap melempari mobil lewat di sejumlah TKP di Gianyar dan Denpasar diringkus polisi. Para pelaku dibekuk oleh Tim Opsnal Polsek Sukawati, Senin (9/3) kemarin. Komplotan yang dominan berstatus sebagai pelajar ini berinisial KB (14), NW (13), MJ (14), YR (16), AG (14), dan BWB (13). Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan saat dikonfirmasi membenarkan pelakunya sudah ditangkap. ‘’Mereka beraksi di wilayah Denpasar dan Gianyar,’’ tegasnya. Selain melempari mobil, komplotan ini juga terlibat kasus pencurian. Saat ini pelaku ditahan di Polsek Sukawati. Mereka dibekuk setelah melempari mobil milik anggota Polri Ida Bagus Gede Suwastina (33) bersama Ida Bagus Putu Kresna Yuda (35) beralamat di Asrama Polisi (Aspol) Kereneng, Denpasar Timur. Kronologinya, kata Kombes Andi Fairan, pada Minggu (8/3) pukul 22.30 Wita, korban

mengendarai mobil Daihatsu Terrios DK 1516 IB. Saat melintas di Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Banjar Manyar, Desa Ketewel, Sukawati, mobil korban dilempari batu. Korban langsung melapor ke Polsek Sukawati. Tim Opsnal Polsek Sukawati dipimpin Kanitreskrim Iptu I Gustu Ngurah Jaya Winangun langsung melakukan penyelidikan di TKP. Keterangan beberapa saksi-saksi diperoleh informasi jika pelaku sekelompok ABG. ‘’Anggota Unit Opsnal Polsek Sukawati awalnya berhasil menangkap tiga orang di seputaran TKP. Saat diinterogasi ketiga orang tersebut mengakui perbuatannya itu. Selanjutnya

dilakukan pengejaran pelaku lain dan berhasil menangkap pelaku di wilayah Gatsu (Gatot Subroto) Barat, Denpasar,’’ ungkap Kombes Andi. Hasil penyelidikan, para pelaku ini terlibat pelemparan mobil pakai batu dan pencurian. Adapun TKPnya yaitu beberapa kali di Jalan Raya Ida Bagus Mantra tepatnya di timur Pasar Biaung dengan melempari truk, Avanza, Fortuner dan Ayla. Selanjutnya di Jalan Gatot Subroto barat, mereka melempari truk pakai batu dan di Jalan Ida Bagua Mantra, Ketewel, Sukawati, dengan melempari mobil Terrios pakai batu. Mereka juga terlibat kasus pencurian di

warung sate kambing di Jalan Ida Bagus Mantra, Ketewel, Sukawati, melakukan pencurian dan perusakan CCTV di Kantor PT Prodin Denpasar Timur, mencuri uang di warung dan ayam di seputaran di Pantai Biaung serta mencuri HP di rumah warga di Jalan Nangka, Denpasar. Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra menyampaikan, kasus pelemparan mobil di By-pass Ngurah Rai dan Jalan Gatot Subroto timur dekat Perum Teras Ayung, pelakunya diduga mereka. ‘’Sudah ditangkap Polsek Sukawati,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku kejahatan jalanan semakin beringas. Sabtu (7/3) lalu, mobil Ketut Budi Aryawan (30) dilempar batu oleh empat anak baru gede (ABG) di By-pass Ngurah Rai, tepatnya di depan Gang Kerta Pura, Denpasar Timur (Dentim). (kmb36)

Politik

Reses, Made Urip Resmikan Pabrik Penyosohan Beras Senilai Rp 3 Miliar Giliran Sambangi Petani dan Krama Subak di Jembrana SETELAH turba atau turun ke bawah menyerahkan secara simbolis bantuan alsintan, Program KBR (Kebun Bibit Rakyat), Program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dan pabrik UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) di Kabupaten Buleleng dari APBN tahun anggaran 2019 senilai Rp 1,036 miliar, Minggu (8/3), kini giliran petani dan krama subak di Kabupaten Jembrana disambangi oleh anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Lagi-lagi anggota DPRRI lima periode yang dijuluki wakil rakyat sejuta traktor ini membawa oleh-oleh bantuan, sekaligus meresmian Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) senilai Rp 3 miliar yang ditandai dengan penguntingan pita oleh Made Urip. Selain menyerahkan

bantuan pabrik penyosohan beras berkapasitas 10 ton tersebut, juga secara simbolis menyerahkan bantuan 5 ribu bibit unggul, berupa pohon buah-buahan yang langsung ditanam bersama di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Senin (9/3) kemarin. Klian Subak Tibu Beleng I Nyoman Teknis sangat terharu dengan kedatangan Made Urip yang jauh-jauh ke pelosok desa untuk bertemu dan membantu petani dan krama subak di Jembrana. Salah satunya pabrik pengering dan penyosohan beras dengan teknologi modern ini sudah terasa sangat membantu sektor pertanian dari hulu penanaman, hingga pascapanen. Di sisi lain, Perbekel Desa Penyaringan I Made Dresta

berkata sama. Apalagi progam bantuan Made Urip ini menjadi sebuah kebanggaan sangat luar biasa untuk subak di Desa Penyaringan. Sementara itu, Bupati Jembrana diwakili Asisten III bidang Asisten Administrasi Umum Setda Jembrana Drs. I Ketut Kariadi Erawan saat membacakan sambutan mengakui bantuan SP3T ini berkat perjuangan Made Urip ditingkat pusat, untuk menjawab tantangan ke depan menjadikan pertanian di Jembrana makin maju dan modern dengan meningkatkan hasil produktivitas sektor pertanian dari hulu ke hilir hingga ke pemasaran. ‘’Kita mengucapkan terima kasih kepada Pak Made Urip yang telah menginisiasi bantuan sampai di Jembrana. Kita berharap melalui bantuan ini bisa meningkatkan hasil

produktivitas pertanian dan produksi beras di Jembrana,’’ ucapnya. Pada saat reses tersebut, Made Urip mengakui selama menyambangi pertanian di Jembrana, kini sudah bisa melihat perjuangan bersama dan atas inisiatif krama subak mengajukan bantuan untuk penanganan pascapanen dalam bentuk SP3T yang bisa direalisasikan tahun 2019. Apalagi ada lahan 600 hektar di Jembrana sebagai kawasan sentra padi yang mampu menunjang pertanian di Bali. Bantuan ini akan menjawab persoalan pascapanen, baik dari sisi produksi dan kualitasnya, sehingga Jembrana bisa memiliki produk unggulan dengan brand lokal di Bali. ‘’Jangan sampai keluar Bali produknya, tapi balik lagi ke Bali. Jadi, dengan alat ini bisa bermanfaat untuk

meningkatkan produktivitas, sekaligus menegakkan kedaulatan pangan dari padi, jagung dan kedelai. Kita jangan hanya mengandalkan pangan dari luar dan harus berswasembada,’’ sebut Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode ini. Ia menambahkan, selama ini pertanian di Bali selalu dianaktirikan dan mengagungagungkan sektor pariwisata. ‘’Tapi sekarang kan kena Corona, jadi sektor pariwisata sangat tinggi resistensinya. Untuk itu, kita mendorong agar kelestarian subak dijaga jangan sampai beralih fungsi dengan adep sana adep sini (jual sana dan sini - red). Ini kan tanah-tanah kelas satu, dimana nanti mencari penggantinya, sehingga harus dijaga betul. Sekali properti masuk imbasnya luar biasa. Saya sangat apresiasi Subak

BANTUAN - Anggota Komisi IV DPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. saat peresmian bantuan SP3T senilai total Rp 3 miliar, Senin (9/3) kemarin. Tibu Beleng ini bisa mempertahankan kelestarian subak. Ke depan akan kita carikan bantuan lewat APBN, karena APBD Jembrana sangat kecil, sehingga harus cari ke pusat.

Apalagi sudah punya wakil di pusat untuk mencari program pertanian seperti ini,’’ tandas politisi asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ini. (ad257)


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020

Pramuwisata Banting Setir Jadi Petani Rumput Laut, Buruh dan Nelayan Semarapura (Bali Post) -

Menurunnya kunjungan wisman ke daerah kepulauan Nusa Penida hingga 60 persen, sangat dirasakan kalangan pegiat pariwisata setempat. Sebelum merebak virus Corona, setiap hari rata-rata kunjungan wisman mencapai 10 ribu orang. Tetapi saat ini rata-rata hanya sekitar 500 orang. Situasi sepi itu membuat kalangan pramuwisata di Nusa Penida mulai cemas. Tidak heran, pramuwisata banting setir menjadi buruh tani, petani rumput laut termasuk nelayan. Sejak merebaknya isu Covid-19 beberapa minggu terakhir, banyak speed boat hanya parkir di sepanjang tepi pantai. Biasanya boat ini sibuk melayani penumpang dari Tiongkok dan Korea Selatan. Namun, minimnya kunjungan wisatawan itu membuat banyak boat tak beroperasi lagi. Hanya beberapa yang bisa beroperasi melayani penumpang dari masyarakat lokal dan wisatawan domestik. Selain itu, jalanan di Nusa Penida juga lengang. Padahal, biasanya disibukkan aktivitas kendaraan yang ramai untuk mengangkut wisatawan. Sejumlah objek wisata juga tidak seramai biasanya, ketika high season penuh dengan wisatawan dari Tiongkok. Salah satu pramuwisata di Nusa Penida, I Wayan Nata, Senin (9/3) kemarin mengakui banyak angkutan wisata yang tidak beroperasi lagi, khususnya yang mengandalkan wisman Tiongkok dan Korea Selatan.

Angkutan wisata yang masih bertahan masih mengandalkan wisatawan dari india, Rusia dan Australia. Dia sendiri mengaku dua minggu lalu sempat sama sekali tidak mendapatkan wisman. Karena itu, situasi seperti ini membuatnya cemas terhadap keberlangsungan pariwisata di Nusa Penida. Namun, rasa optimisnya mulai muncul lagi, setelah mulai minggu ini makin bertambah kunjungan wisatawan dari negara non-Tiongkok. ‘’Satu minggu terakhir sudah mulai mengangkut wisman tiga kali. Tapi belum pulih. Biasanya dulu bisa mengangkut setiap hari berkeliling objek wisata di Nusa Penida,’’ katanya. Akibat wisatawan sepi, salah satu warga di Nusa Penida, Nyoman Galung, mengatakan banyak beralih mencari pekerjaan baru. Awalnya bekerja di hotel, pramuwisata dan kegiatan pariwisata lainnya, kini menjadi buruh tani, nelayan

hingga kembali menekuni bertani rumput laut. Galung mengaku harus beralih, agar tetap bisa bertahan sambil menunggu situasi kembali normal. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Wayan Sukasta, mengakui turunnya kunjungan wisman mencapai 60 persen. Situasi ini sudah disikapi dengan segera memaksimalkan agenda festival. Seperti Festival Semarapura dan Festival Nusa Penida. Agenda rutin ini dianggap mampu mempercepat proses recovery kunjungan wisata ke Klungkung. ‘’20 April nanti siap digelar Festival Semarapura. Setelah itu baru Festival Nusa Penida. Promosi akan terus kami lakukan,’’ tegas Sukasta. (kmb31) TAMPAK LENGANG Parkiran fast boat di sekitar Pelabuhan Rakyat Sampalan, Nusa Penida, nampak lengang.

Kunjungan Wisman Turun 60 Persen

Bupati Bersinergi dengan ’’We Love Bali’’ Movement Semarapura (Bali Post) Kunjungan wisatawan selain dari Tiongkok, masih ramai berkunjung ke Nusa Penida. Ini masih terlihat dari sejumlah objek wisata yang dipadati wisman. Namun, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, mengakui akibat isu Covid-19 itu, terjadi penurunan kunjungan wisman hingga 60 persen. Ini memperlihatkan pariwisata sangat riskan, sehingga masyarakat harus selalu siap dengan alternatif lain. ‘’Jangan bertumpu pada satu sektor ekonomi. Jangan pula terlena dengan dampak yang ditimbulkan. Tetapi, tetap harus bangkit. Pasang-surut itu biasa,’’ kata Bupati Suwirta. Sejalan untuk bangkit ini, pihaknya mengaku siap bersinergi dengan program Pemprov Bali ‘’We Love Bali’’ Movement untuk menggairahkan kembali pariwisata Bali. Sebab, pada prinsipnya Pulau Bali masih sangat aman dikunjungi. Jadi, kampanye Bali aman harus terus dilakukan. Pemkab Klungkung tidak tinggal diam, upaya-upaya recovery itu terus dilakukan, agar pariwisata segera pulih. Bupati Suwirta menegaskan, gerakan ‘’We Love Bali’’ Movement akan disinergikan

dengan sejumlah program yang sudah disusun Pemkab Klungkung. Seperti Festival Semarapura, Festival Klungkung, Festival Nusa Penida, Festival Goa Jepang, Festival Goa Lawah dan lainnya. Seluruh pelaksanaan festival itu disingkronisasi dengan gerakan ‘’We Love Bali’’ Movement, yang dilaunching langsung Gubernur Bali Wayan Koster. ‘’Saya selalu ingatkan kepada masyarakat Nusa Penida. ‘Ingat sepi saat ramai’. Itu sebuah pesan, agar tidak tergantung pada sektor pariwisata. Jadi, harus selalu ingat dan kuat dengan sektor ekonomi lain,’’ tegasnya. Sektor ekonomi lain seperti bertani rumput laut terus digenjot agar menjadi fondasi yang kuat dalam menopang sektor ekonomi lokal warga setempat. Seperti di Desa Lembongan, warga setempat kian optimis dengan perkembangan rumput laut. Warga yang menekuninya sudah semakin bertambah, sejalan dengan hasilnya yang kian menjanjikan. Bahkan, menurut penuturan Perbekel Lembongan, I Ketut Gede Arjaya, belum lama ini, sudah ada sekitar 200 KK warga

Desa Lembongan yang terjun langsung melakukan budi daya rumput laut itu. Dari warga yang sudah terjun langsung ke pertanian rumput laut, dikatakan, sudah mulai berproduksi. Hasil produksinya bervariasi. Ada yang menghasilkan rata-rata 300 kilogram sampai 500 kilogram per bulan dalam musim panen terakhir. Bahkan, kalau musimnya bagus bisa menghasilan 700 kilogram per bulan. (kmb31)

GOR Nusa Penida Bocor Pertandingan Bola Voli Terganggu Semarapura (Bali Post) Kejuaraan bola voli HPPNP PORNUS 2020 beberapa kali terganggu. Pasalnya, GOR Nusa Penida yang dipakai sebagai lokasi turnamen itu ternyata bocor. Akibatnya, lapangan pertandingan tergenang air saat terjadi hujan lebat. Tidak pelak, situasi seperti itu sangat disayangkan pihak penyelenggara HPPNP (Himpunan Pegiat Pariwisata Nusa Penida). Ketua HPPNP Putu Gede Sukawidana, Senin (9/3) kemarin mengatakan, turna men antarklub se-Kecamatan Nusa Penida itu sudah dilaksanakan sejak 14 Februari lalu. Memasuki musim hujan, GOR Nusa Penida mulai memperlihatkan masalahnya, karena ada beberapa titik atap bocor. Beberapa pertandingan harus terganggu

karena lapangan tergenang air. Situasi demikian, jelas tidak memungkinkan melanjutkan pertandingan. ‘’Ada sekitar enam pertandingan, selalu dihentikan beberapa menit sampai hujan reda. Karena ada beberapa titik atap bocor. Selain bocor, konstruksinya tidak bagus. Air cucuran atap masuk lagi ke pintu,’’ katanya. Dia berharap persoalan ini dapat segera ditangani. Mengingat atensi klub-klub dari semua desa di Kecamatan Nusa Penida itu cukup semangat mengikuti turnamen itu. Camat Nusa Penida, Komang Widyasa Putra, ditemui Senin (9/3) kemarin, mengaku sudah menerima laporan panitia penyelenggara. Perawatan GOR Nusa Penida itu memang menjadi tanggung jawab Kecamatan Nusa Penida. Dia

mengaku akan mengecek lebih dulu titik mana saja yang bocor, sehingga bisa diketahui seberapa besar kerusakannya. Namun, dia mengaku belum tahu apakah Kecamatan Nusa Penida itu memiliki dana pemeliharaan untuk GOR Nusa Penida di Desa Sampalan ini. ‘’Saya cek dulu berapa anggaran pemeliharaannya. Kami belum tahu seberapa besar kerusakannya,’’ katanya. Kalau kerusakannya besar, pihaknya mengaku siap menyampaikan usulan dana untuk pemeliharaan, agar kerusakannya segera tertangani. Dia berharap keberadaan GOR Nusa Penida itu bisa lebih diberdayakan lagi. Tidak hanya untuk cabang olahraga bola voli, tetapi juga memungkinkan untuk cabang olahraga lainnya. (kmb31)

PERTANDINGAN - GOR Nusa Penida yang menjadi lokasi pertandingan.

Bali Post/kmb31

Kesehatan

Bibir Sumbing Oleh Dr. Devyana Enggar Taslim

KASUS bibir sumbing pada bayi masih menjadi masalah serius di Indonesia. Perkembangan bahasa anak akan terpengaruh karena bentuk bibir dan langit-langit mulut yang berbeda. Bibir sumbing merupakan kelainan berupa celah pada bibir atas. Celah ini bisa terjadi pada bagian langit-langit rongga mulut (cleft palate), bisa juga pada bagian bibir saja (cleft lip). Kelainan ini dapat diketahui melalui prosedur USG dari trimester pertama kehamilan. Saat itu, Anda bisa melihat jika ada gangguan pada proses perkembangan area wajah – termasuk langitlangit rongga mulut. Itulah sebabnya kondisi ini digolongkan sebagai cacat sejak lahir. Sampai saat ini penyebab bibir sumbing itu masih belum diketahui. Namun, penelitian menunjukkan, bahwa proses terbentuknya kelainan ini sudah dimulai sejak minggu-minggu awal kehami-

lan. Para ahli menduga gabungan antara faktor genetik dan lingkungan ikut berpengaruh. Jika orangtua menderita bibir sumbing, maka risiko anak memiliki kelainan bibir sumbing itu akan semakin tinggi. Faktor lingkungan diyakini dapat memicu bibir sumbing pada bayi itu, disebabkan gaya hidup ibu selama kehamilan. Misalnya, karena efek samping obat-obatan, penyakit atau infeksi yang diderita ibu. Selain itu merokok atau mengonsumsi minuman

beralkohol selama hamil. Bahkan, kekurangan asam folat itu juga dapat memicu terjadinya kelainan. Gejala utama bibir sumbing itu dapat langsung terlihat, yakni adanya celah pada bibir atas atau atap rongga mulut. Selain itu, ada juga beberapa gejala lainnya, seperti: sulit mengisap ASI, kesulitan berbicara, gangguan pendengaran, masalah pernapasan, gangguan pertumbuhan rahang dan gigi. Penanganan anak dengan bibir sumbing itu me-

merlukan tim dokter khusus. Tim tersebut terdiri dari dokter gigi spesialis bedah mulut, dokter spesialis bedah plastik, ahli terapi bicara, audiologist (ahli pendengaran), dokter spesialis anak, dokter gigi spesialis gigi anak, dokter gigi spesialis ortodonti, psikolog, dan ahli genetik. Meski kebanyakan kasus bibir sumbing itu tidak dapat dicegah, risikonya dapat diturunkan dengan cara makan makanan bergizi. Di samping itu berhenti merokok dan minum beralkohol. Lakukan konsultasi dengan dokter kandungan secara rutin untuk pemantauan. Selain itu berolahraga secara rutin, tidur dan istirahat cukup. Hindari stres berlebih, konsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang. konsumsi makanan yang mengandung asam folat. Seperti brokoli, gandum dan hati, konsultasikan jika memiliki riwayat keluarga bibir sumbing. Segera beritahu saat konsultasi dengan dokter. (ad238)


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020

Bupati Mas Sumatri Setujui Dua Materi Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan serta Perlindungan dan Pemberdayaan Petani DUA materi ranperda yang diajukan DPRD Karangasem, yakni terkait Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, serta Perlindungan dan Pemberdayaan Petani disetujui Bupati Karangasem. Persetujuan itu terlihat saat pemandangan umum jawaban Bupati Karangasem terhadap kedua ranperda inisiatif dewan itu dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (9/3) kemarin. Dalam jawaban Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, I Wayan Artha Dipa, mengatakan kedua materi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, serta Perlindungan dan Pemberdayaan Petani berdasarkan amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar

Tahun 1945, bahwa pembangunan sektor perikanan dan pertanian diarahkan untuk peningkatan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan nelayan dan petani. ‘’Selama ini para nelayan dan petani telah memberikan kontribusi besar pembangunan perikanan dan pertanian serta pembangunan perekonomian. Karena pembangunan ekonomi di Karangasem berbasis keluatan, perikanan dan pertanian secara langsung dan tidak langsung dilaksanakan untuk kesejahteraan masyarakat,’’ ujarnya. Guna dapat memenuhi segala hak dasar nelayan dan petani, kata Artha Dipa, diperlukan upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan secara terencana, tera-

rah, dan berkelanjutan, guna mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Hidup nelayan dan petani sangat tergantung akan sumber daya alam, kondisi lingkungan, sarana-prasarana, kepastian usaha, akses permodalan, dan teknologi informasi. ‘’Pentingnya dilakukan perlindungan pemberdayaan nelayan dan petani dalam rangka menumbuhkembangkan kelompok nelayan dengan kesejahteraan, dan kehidupan yang lebih baik dalam menjalankan usaha yang mandiri, produktif, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,’’ katanya. Artha Dipa menjelaskan, sebelum kedua ranperda itu dibahas lebih lanjut, pihaknya meminta agar DPRD Karangasem memberikan penjelasan materi muatan

dari kedua ranperda agar tetap mengacu kewenangan sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Beberapa materi pasal untuk memperlihatkan aspek legal drafting agar sesuai dengan pedoman pembentukan produk hukum daerah yang diatur dalam Undang-undang Nomor 15 Tahun 2019. ‘’Untuk ranperda petani, ada beberapa yang perlu dikoreksi seperti definisi yang perlu disempurnakan, termasuk apa yang menjadi dasar hukumnya,’’ tegasnya. Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, mengatakan pembuatan perda inisiatif dari DPRD Karangasem sebagai salah satu keberpihakan lembaga yang dipimpinnya terhadap para nelayan dan

RANPERDA - Pemandangan umum jawaban Bupati Karangasem terhadap kedua ranperda inisiatif dewan dalam Rapat Paripurna DPRD Karangasem, Senin (9/3) kemarin. petani di Karangasem. Dia menjelaskan, Karangasem memiliki pantai yang cukup panjang, sehingga memiliki

potensi perikanan yang sangat besar. Termasuk di sektor pertanian Karangasem cukup memiliki potensi yang sangat

besar untuk dikembangkan. ‘’Inilah yang perlu mendapat perlindungan,’’ tegasnya. (ad243)

Pembangunan Tangga Menuju Pura Lempuyang Luhur Mulai Digarap

Bali Post/kmb41

MATERIAL - Personel Polres Karangasem saat ngayah mengangkut material terkait pembangunan tangga menuju Pura Lempuyang Luhur melalui Pura Penataran Pucak Gunung Kembar Kenusut di Banjar Jumenang, Desa Bukit.

Amlapura (Bali Post) Pembangunan tangga di jalur Pura Lempuyang Luhur melalui Pura Penataran Pucak Gunung Kembar Kenusut di Banjar Jumenang, Desa Bukit, Karangasem mulai digarap. Sabtu (7/3) lalu, ratusan anggota Polres Karangasam ngayah mengangkat material ke lokasi pembangunan tangga tersebut. Dikonfirmasi, Senin (9/3) kemarin, Inisiator 1.000 Tangga Bahagia I Putu Gede Mahendra Giri mengatakan, pembangunan tangga sudah mulai dilakukan. Proses pembangunan tangga lebih dulu digarap di kondisi jalan yang terjal di bagian paling atas. ‘’Sekarang tangga yang dibangun panjangnya baru beberapa meter. Pengerjaan tangga akan dilaku-

Okupansi Turun Drastis

Pemilik Hotel Tak Perpanjang Kontrak Karyawan Amlapura (Bali Post) Penyebaran virus Corona di sejumlah negara sangat berdampak signifikan terhadap keberlangsungan pariwisata, khususnya Kabupaten Karangasem. Kondisi itu mengakibatkan tingkat kunjungan wisatawan dan hunian atau okupansi hotel menurun drastis. Dampaknya, sejumlah pemilik hotel terpaksa tidak memperpanjang kontrak karyawannya akibat tingkat hunian hotel turun drastis. Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem I Wayan Tama mengakui sejumlah pemilik hotel dan restoran terpaksa tidak memperpanjang kotrak karyawan akibat kondisi tersebut. ‘’Mereka tak diperpanjang sifatnya sementara. Apabila kondisi membaik dan tingkat hu-

nian hotel kembali meningkat, mereka kembali akan dipanggil. Saya berharap kondisi ini segera membaik,’’ ujar Tama, Senin (9/3) kemarin. Tama menambahkan, beberapa pemilik hotel mengambil langkah tersebut karena minimnya pemasukan. Sebab, pendapatan yang diperoleh dari hunian

hotel hanya cukup untuk biaya operasional, seperti untuk membayar air, listrik dan membeli bahan makanan, serta membayar gaji sebagian pegawai. ‘’Sejak merebaknya kasus virus corona yang melanda sejumlah negara di dunia, tingkat hunian hotel turun drastis. Kalau dirata-ratakan, kamar yang terisi hanya 20

persen, bahkan ada hotel tingkat huniannya di bawah 20 persen,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, mengatakan melihat kondisi sekarang ini, pihaknya berusaha mengembalikam tingkat kunjungan wisatawan untuk menginap di Karangasem. ‘’Kami tetap melakukan promosi lewat brosur, digital serta kegiatan lain. Termasuk, telah memberikan promosi atau diskon 30 sampai 50 persen bagi wisatawan mancanegara dan domestik yang hendak menginap,’’ tegasnya. (kmb41)

Pasar Amlapura Barat Di-’’pelaspas’’

Pengelola Diminta Akomodasi Kepentingan Masyarakat Amlapura (Bali Post) Setelah proses pengerjaannya rampung, Pasar Amlapura Barat akhirnya di-pelaspas, Senin (9/3) kemarin. Upacara itu di-puput Ida Pedanda Gede Putu Cau dari Geria Cau. Selanjutnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem segera merelokasi pedangang ke dalam pasar tersebut. Kepala Disperindag Karangasem, I Wayan Sutrisna, mengatakan pem-

bangunan Pasar Amlapura Barat merupakan bagian pelaksanaan dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat. Ditegaskan, dengan pembangunan pasar ini, nantinya berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. ‘’Di dalam pasar ada ruang pengelola pasar, ruang media center, ruang kesehatan, ruang bermain anak, ruang LSM, ruang menyusui atau laktasi dan toilet. Untuk kios sebanyak

62 unit dan los sebanyak 268,’’ ujarnya. Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, pembangunan pasar ini diharapkan menciptakan rasa aman dan nyaman dalam bertransaksi baik bagi pedagang maupun pembeli ke depannya. ‘’Kami berharap, pasar ini juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak-hak masyarakat akan layanan publik yang berkualitas untuk kesejahteraan bersama,’’ katanya.

Sumatri meminta pihak pengelola pasar memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan sehingga kesan pasar tradisional yang kumuh dan kotor, bisa dihindari. ‘’Kami minta pengelola benar-benar memperhatikan aspek pendayagunaan dan pemeliharaannya. Sehingga pasar diharapkan mampu mengakomodasi berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat,’’ tegasnya. (kmb41)

kan secara bertahap disesuaikan dengan material yang sudah diangkut ke lokasi. Kami juga melihat kondisi cuaca di lapangan. Bila cuaca cerah dan tidak hujan, maka pengerjaan tangga akan dilakukan. Kalau hujan lebat, terpaksa ditunda dulu pengerjaannya,’’ ujarnya. Mahendara Giri menambahkan, untuk pengangkutan material ke lokasi, ratusan personel Polres Karangasem ngayah bersama warga. ‘’Petugas ikut mengangkut material secara estafet berupa pasir, batako dan batu kali yang menjadi bahan pembangunan seribu tangga tersebut. Rencananya, pada 15 Maret nanti kembali dilaksanakan kegiatan gotong royong oleh warga untuk pengangkutan material,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelum-

nya, pembangunan tangga tersebut dilakukan mengingat saat ini akses jalan menuju Pura Lempuyang Luhur melalui Pura Penataran Pucak Gunung Kembar Kenusut merupakan jalan tanah dan sangat terjal. Melihat kondisi itu, pembangunan tangga menuju ke pura tersebut dinilai sangat urgen. ‘’Ada empat jalan menuju ke pura. Tapi yang rencananya kita bangun tangga ini dari sisi timurnya. Karena kondisi jalan saat ini masih berupa tanah dan terjal sekali. Rencananya jalan yang bakal dibuat tangga sepanjang 1,5 kilometer. Pembangunan tangga ini untuk mempermudah akses jalan bagi pamedek yang tangkil untuk melakukan persembahyangan,’’ jelas Mahendra Giri. (kmb41)

Mabuk Saat Pesta Miras

Buruh Bangunan Sayat Leher Rekan Kerja Amlapura (Bali Post) Kasus penganiayaan dengan cara menyayat leher terjadi di wilayah Jasri Kelod, Kelurahan Subagan, Karangasem, Minggu (8/3) dini hari. Hendrik Talu Popo asal Sumba Barat, NTT tega menyayat leher rekan kerjanya, Rangi Hukapati, hingga terluka. Tersangka melakukan aksi itu diduga saat mabuk setelah pesta minuman beralkohol. Kini tersangka sudah diamankan oleh petugas Polres Karangasem. Berdasarkan informasi, sebelum kejadian, pada Sabtu (8/3) sekitar pukul 11.30 Wita, tersangka berangkat dari Denpasar menuju lokasi proyek pembangunan vila di wilayah Jasri, Kelurahan Subagan. Sekitar pukul 14.30 Wita, tersangka tiba di lokasi proyek. Di sana tersangka ketemu dengan korban yang sedang bekerja mengerjakan proyek. Namun, tersangka tidak ikut bekerja dan langsung beristirahat. Sekitar pukul 17.00 Wita, korban selesai bekerja. Pada pukul 19.00 Wita, tersangka dan korban mulai minum-minum sambil mendengarkan musik di sebuah bedeng. Sekitar pukul 20.00 Wita, teman saksi Harto, Mesak, Putra dan Mertus ikut bergabung untuk minum tuak. Pada Minggu pukul 00.00 Wita, Harto, Putra dan Bertus selesai minum dan akan beristirahat, sedangkan tersangka dan korban masih minum berdua. Agar tidak mengganggu teman-temannya yang sedang beristirahat, beberapa saat kemudian dilanjutkan minum di luar bedeng. Ses-

aat setelah minum di luar bedeng, korban menerima telepon dan meninggalkan tersangka bersama dengan Mesak. Sementara tersangka dan Mesak kembali melanjutkan minum. Tidak berselang lama, Mesak juga berhenti minum dan meninggalkan tersangka seorang diri. Setelah itu, tersangka masuk ke dalam bedeng untuk berbaring. Karena tak bisa tidur, kemudian tersangka bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk buang air kecil. Saat menuju ke kamar mandi, tersangka melewati dapur bedeng. Saat melewati dapur, tersangka melihat ada sebuah pisau yang tergeletak di atas triplek. Setelah selesai buang air kecil, tersangka langsung mengambil pisau yang ada di dapur bedeng tersebut. Setelah mengambil pisau tersebut, tersangka mencoba mencari-cari sayur untuk dimasak karena merasa lapar. Karena tidak menemukan sayur, maka tersangka membawa pisau tersebut ke lokasi proyek. Di lokasi proyek, tersangka melihat korban sedang tertidur di lantai beralaskan tikar. Entah kenapa, tersangka tiba-tiba menyayat leher korban dengan pisau yang dibawanya. Setelah itu, karena lehernya merasa sakit, maka korban terbangun. Korban melihat tersangka di dekatnya sambil membawa pisau yang masih berisi darah. Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Losa Lusiono Araujo, Senin (9/3) kemarin mengatakan, berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan oleh petu-

gas, tersangka mengaku tidak ada masalah apa-apa dengan korban. Dikatakan, tersangka menyayat leher korban ketika korban tertidur. Pelaku berasil dibekuk petugas di depan Polsek Manggis. Pihaknya bekerja sama dengan anggota Polsek Manggis untuk mengghentikan mobil pick-up dengan nopol DK 8892 BB. ‘’Pengakuan tersangka, tidak ada permasalahan apa. Dugaan sementara, tersangka melakukan aksi itu karena mabuk setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Tapi, kita akan dalami kasus ini untuk mencari kepastian tersangka sampai nekat menyayat leher korban. Akibat sayatan itu, leher korban harus dijarit. Masalah berapa jaritannya kita belum tahu,’’ ucapnya sembari mengatakan, rekan korban, Mesak, sempat mengingatkan tersangka untuk tidak ke Denpasar karena sudah malam. Namun, tersangka mengancam Mesak akan dibunuh dengan pisau yang dibawanya. Araujo menambahkan, pihaknya berencana memanggil korban untuk dimintai keterangan. Hanya, pihaknya masih menunggu sampai kondisi korban bisa diajak berkomunikasi untuk meminta keterangan lebih lanjut. ‘’Sebelumnya korban sempat dirawat di rumah sakit akibat luka yang dideritanya. Tapi, infonya korban sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Kami segera melakukan pemanggilan terhadap korban untuk dimintai keterangan,’’ jelasnya. (kmb41)

Selamatkan Generasi Muda dari Jerat Narkoba dan Seks Bebas

Ketua DPRD Gede Dana Ikut Sampaikan Bahaya kepada Masyarakat

SOSIALISASI - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana saat melaksanakan sosialisasi narkoba dan HIV/AIDS.

KEGIATAN sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS dilaksanakan, Sabtu (7/3). Kegiatan sosialisasi yang dihadiri ratusan siswa SMA/SMK, OKP, dan mahasiswa di Kabupaten Karangasem dan mendatangkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem dibuka langsung Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana.

Gede Dana mengatakan, sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/ AIDS sangatlah penting dalam upaya mencegah dan menyelamat generasi muda bangsa dari jeratan narkoba dan pergaulan bebas. Dikatakan, di era keterbukaan informasi dan teknologi yang serba canggih seperti sekarang ini, semua dibuat serba mudah. Maka dari

itu, tentu saja akan ada dampak positif dan negatifnya, sehingga untuk mencegah hal-hal negatif perlu dibentengi dengan pemahaman tentang bahaya narkoba dan seks bebas. ‘’Saya berharap para generasi muda dapat ambil bagian sebagai corong untuk ikut menyebarluaskan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS terhadap teman-teman yang ada

di lingkungan sekolah, keluarga maupun kepada masyarakat,’’ katanya. Gede Dana menegaskan, kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu program serangkaian HUT ke-47 PDI Perjungan Provinsi Bali. Di mana, sebelumnya telah melaksanakan kegiatan Festival Kuliner Khas Bali di Lapangan Candra Bhuana beberapa waktu lalu. (ad239)


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020

Bupati Soroti Siswa Belajar di Teras Bangli (Bali Post) –

Kerusakan ruang kelas di SDN 4 Songan, Kintamani hingga memaksa puluhan siswa belajar di teras sekolah itu, direspons Bupati Bangli, I Made Gianyar. Untuk memastikan kondisi bangunan di sekolah tersebut, Made Gianyar mendatangi langsung SD yang ada di Banjar Peradi itu, Senin (9/3) kemarin. Di sana Bupati meninjau langsung kondisi ruang kelas yang plafonnya jebol. Kebetulan saat Bupati datang, seluruh siswa di sekolah itu sudah pulang. Kedatangan orang nomor satu Bangli itu didampingi Kadisdikpora Nengah Sukarta, yang juga meninjau kondisi ruang kelas lainnya. Menurut Made Gianyar meski plafonnya jebol, ruang kelas yang dipakai siswa kelas I dan II itu masih layak dipakai tempat belajar. Namun, ia tetap memerintahkan sekolah itu merehab plafon jebol yang kini telah dibersihkan itu, dengan menggunakan sebagian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana CSR yang diberikan badan pengelola pariwisata Batur UNESCO Global Geopark (BUGG). “Kalau masih kurang ya nanti lapor ke bupati melalui kadis, sehingga anak-anak paling lama satu bulan ini jangan sampai ada yang belajar lagi di teras,” terangnya. Kalau dana tersebut tidak mencukupi sampai pemasangan plafon, lanjut Made

Gianyar, paling tidak kayukayu yang dimakan rayap itu agar diganti. Dalam kesempatan itu, Made Gianyar juga menanggapi kekurangan guru di SD setempat. Diakuinya, secara umum Bangli memang kekurangan guru. Rasio guru dengan jumlah siswa di Bangli 1:17. Untuk menyiasati kekurangan guru, Pemkab Bangli selama ini banyak mengandalkan guru pengabdi. Made Gianyar sejatinya sangat ingin bisa memberikan imbalan atas jasa para guru pengabdi tersebut dengan layak. Karenanya pihaknya menaikkan alokasi dana ke Disdikpora itu. “Sekarang program hotmix sudah jalan. Jadi tinggal lagi sedikit beban kita. Sehingga langkah berikutnya kita alokasikan dana lebih ke disdikpora untuk memberikan imbalan jasa bagi guru pengabdi,” ujarnya. Pihaknya akan terus memperjuangkan agar guru yang sudah lama mengabdi itu bisa mendapat prioritas ikut seleksi CPNS. Kadisdikpora Bangli Nen-

SOSOK

gah Sukarta mengatakan rehab ruang kelas di SDN 4 Songan itu akan segera dilakukan. Rehabnya menggunakan dana BOS dan dana CSR senilai Rp 15 juta. “Akan segera diambil (diperbaiki) karena musim hujan ini kan mengkhawatirkan. Kayu yang dimakan rayap itu akan diganti,” terangnya. Dalam kunjungannya kemarin, kata Sukarta, kondisi ruang kelas yang plafonnya jebol itu sudah bersih. Plafon yang rusak sudah dilepas. “Sebenarnya sekarang tidak masalah kalau belajar di dalam. Tidak ada yang bocor. Cuma memang kelihatannya ada rayap dan beberapa kayunya usang,” ujarnya. Kepala SDN 4 Songan, I Ketut Baru, mengatakan kerusakan plafon ruang kelas yang selama ini dimanfaatkan siswa kelas I dan II itu sebenarnya sudah mulai terjadi sejak tiga tahun lalu. Namun tanggal 22 Januari lalu kerusakannya bertambah parah, hingga jebol. Karena dianggap membahayakan, demi keselamatan pihaknya terpaksa

Bali Post/kmb40

CEK PLAFON - Bupati Made Gianyar mengecek plafon ruang kelas di SDN 4 Songan. memindahkan siswanya belajar di teras. “Sampai sekarang para siswa masih belajar di luar. Tetapi mulai besok akan lakukan kegiatan belajar di kelas

lagi. Namun tetap kami memperhatikan situasi. Kalau hujan deras kami akan ajak belajar di luar lagi. Kalau cuaca bersahabat seperti sekarang kami tetap di kelas,” katanya.

Menindaklanjuti arahan yang diterimanya, kerusakan plafon tersebut akan diperbaiki menggunakan sebagian dana BOS dan CSR. Perbaikan akan diupayakan secepat-

nya untuk menghindari siswa belajar di luar kelas. “Kami akan mengecek bagian ruang kelas lainnya yang rusak seperti yang sudah disarankan,” tandasnya. (kmb40)

Hadiri Karya di Pura Penataran Agung Desa Adat Sidembunut

Antar-Jemput Saksi KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Bangli kini punya layanan antar-jemput saksi yang dinamai Pande Aksi. Layanan itu dibuat untuk memfasilitasi saksi yang susah dihadirkan di pengadilan karena terkendala alat transportasi. ‘’Saksi yang memang tidak punya kendaraan, kami layani antar-jemput. Ini sudah beberapa kali kami lakukan sejak Januari lalu,’’ ungkap Kepala Kejari Bangli, Nur Handayani, Minggu (8/3). Selain untuk saksi yang terkendala alat transportasi, layanan itu juga disediakan untuk saksi yang enggan datang ke pengadilan karena takut. Nur mengakui masih ada beberapa masyarakat awam merasa risi hadir ke pengadilan sebagai saksi. Karenanya saat pihaknya mengirimkan surat panggilan untuk menjadi saksi di pengadilan, pihaknya sekaligus memberikan pemahaman kepada mereka agar bersedia hadir, sehingga perkara yang ditangani bisa tuntas dan terang. ‘’Ada yang enggan hadir jadi saksi karena takut ditanyai macam-macam. Padahal tidak. Yang ditanyai sesuai berita acara waktu pemeriksaan di polisi,’’ ujar wanita asal Bengkulu, Sumatera itu. Penjemputan saksi ada yang dilakukan menggunakan sepeda motor. Kalau saksi yang dijemput banyak, pelayanannya dilakukan dengan mobil. Kesibukan terkadang membuat masyarakat enggan menggambil barang bukti, sehingga menyebabkan barang bukti menumpuk di Kejari. ‘’Karenanya kami buat layanan antar barang bukti supaya mereka tidak lagi harus datang ke kantor. Jadi kami yang antar ke rumah,’’ ujar jaksa yang sebelumnya sempat bertugas di Kejati Jawa Barat itu. (ina)

Bupati Made Gianyar Serahkan Dana GGS BUPATI Bangli, I Made Gianyar, menghadiri Karya Pangusaban Ida Batara Turun Kabeh dan Ngusaba Nini di Pura Penataran Agung, Desa Adat Sidembunut, Bangli, Senin (9/3) kemarin. Dalam kesempatan itu, Bupati Made Gianyar menyerahkan bantuan serta penandatanganan prasasti Gerbang Gita Santi (GGS) di wantilan pura setempat. Turut hadir dalam acara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli I Dewa Agung Riana Putra, dan Kabag Protokol I Putu Maha Edi. Bupati Made Gianyar menyerahkan bantuan itu untuk meningkatkan rasa bakti masyarakat kepada

Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Menurutnya, dana GGS ini adalah dana yang memang khusus dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Dana itu bukan saja bisa digunakan untuk pembangunan, juga bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan yadnya. Bupati Made Gianyar mengingatkan kepada panitia karya agar mempergunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya dan bisa dipertanggungjawabkan. ‘’Kita tidak ingin amerta matemahan wisya. Apalagi kaitannya dengan yadnya, harus clear and clean. Clear dalam arti tuntas pertanggungjawabannya. Sedangkan clean tidak ada masalah di kemudian hari,’’ pinta Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu. Ia mengharapkan kepada

Bangli (Bali Post) – Komisi II DPRD Bangli mengadakan rapat kerja dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, Senin (9/3) kemarin. Salah satu hal yang dibahas, yakni soal kasus kematian babi di beberapa tempat. Dewan meminta Dinas PKP agar membantu peternak yang merugi lantaran babinya mati. Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, yang memimpin rapat kerja kemarin mengapresiasi upaya yang su-

dah dilakukan Dinas PKP Bangli selama ini, dalam menangani kasus kematian babi. Ia pun mendorong agar dinas PKP meningkatkan koordinasi lintas sektoral dalam menangani suatu permasalahan. Soal kasus kematian babi yang banyak terjadi di Desa Dausa itu, Carles yang mengaku prihatin dengan kejadian itu meminta Dinas PKP membantu peternak berupa pemberian insentif. Terlebih ada peternak yang babinya habis hingga harus menanggung

masyarakat Desa Adat Sidembunut agar dalam pelaksanaan yadnya itu tidak hanya mendoakan keselamatan warga Sidembunut saja, melainkan juga keselamatan warga Bangli dan seluruh dunia. Sementara itu Jero Mangku Jasa selaku wakil ketua panitia karya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Bangli di bawah kepemimpinan Bupati Bangli I Made Gianyar. Bantuan yang telah diberikan itu sangat bermanfaat dalam pelaksanaan karya suci ini. ‘’Bantuan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat kami,’’ ujarnya. Bantuan dana GGS yang diserahkan Bupati itu diterima langsung Dulu Ageng dan Manggalaning Karya I Putu Kalpika. (ad248)

KARYA PANGUSABAN - Bupati Bangli I Made Gianyar menghadiri Karya Pangusaban Ida Batara Turun Kabeh dan Ngusaba Nini di Pura Penataran Agung, Desa Adat Sidembunut, Bangli, Senin (9/3) kemarin.

Banyak Merugi Akibat Babi Mati Dinas PKP Diminta Bantu Peternak kerugian puluhan juta. Sementara itu, agar peternak tidak resah di tengah merebaknya isu ASF, Ketua Komisi II Ketut Mastrem meminta Dinas PKP ke depannya bisa lebih gencar melakukan pembinaan ke desa. Terlebih sampai sekarang penyebab kematian babi itu belum diketahui pasti karena hasil lab belum keluar. Dikonfirmasi usai rapat kerja kemarin, Kepala Dinas PKP, I Wayan Sarma, mengatakan pemberian dana insentif ke-

pada peternak babi itu, tidak bisa dilakukan. Insentif baru bisa diberikan kalau penyebab kematiannya sudah dipastikan akibat ASF. “Soal uji lab, sampai saat ini belum ada keluar. Apa hasilnya nanti menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi untuk menyampaikannya,” terangnya. Dia menyebutkan sejauh ini sudah ada 62 ekor babi milik warga yang mati. Kejadian itu terjadi di enam desa. Ciri-ciri kematiannya hampir sama seperti yang terjadi di Desa

Dausa. Untuk mencegah bertambahnya kasus kematian babi di Bangli, peternak diminta melakukan upaya pencegahan. Apabila dalam satu kandang semua ternak babi sudah habis karena mati, maka kandangnya harus dibersihkan. Selain itu disemprot dengan cairan disinfektan. “Kandang itu harus dikosongkan minimal enam bulan,” ujarnya. Kalau masih ada babi yang sehat, maka harus dipisahkan di kandang isolasi. (kmb40)

Harga Bahan Baku Jamu Melambung HARGA bahan baku jamu tradisional seperti jahe dan kencur melambung tinggi, khususnya di Bangli. Kenaikan harga itu terjadi sejak komoditas tersebut banyak diburu, bukan saja masyarakat lokal tetapi juga dari luar daerah. Pasalnya, bahan-bahan jamu itu sangat dipercaya masyarakat ampuh menangkal berbagai virus, termasuk Corona. Karena dampak virus Corona, bagaimanakah permintaan jamu kemasan di Bangli? Seorang produsen jamu tradisional kemasan di Bangli, I Wayan Widana, mengungkapkan kenaikan harga

temu-temuan itu dirasakan mulai terjadi sejak hampir sebulan terakhir ini. Kencur salah satunya, mengalami

Bali Post/ina

JAMU - Aneka jenis temu-temuan dibersihkan sebelum diolah menjadi jamu.

kenaikan dari Rp 60 ribu per kilogramnya menjadi Rp 105 ribu per kilogram. Sedangkan jahe juga naik dari harga normal Rp 22 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram. Sementara jahe merah naik dari Rp 15 ribu menjadi Rp 67 ribu per kilogram. Kenaikan harga itu juga terjadi pada komoditi temulawak, dari Rp 6 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Widana mengatakan aneka bahan baku jamu itu selama ini didapatkannya dari petani lokal, yang merupakan binaannya. Namun, ada juga yang didatangkan dari luar Bali. ‘’Sempat di Metra temulawaknya waktu itu gagal panen, sehingga saya harus mengorder ke Malang,’’ ujarnya, Minggu (8/3). Naiknya harga bahan baku jamu itu, menurutnya, terjadi akibat dampak mewabahnya virus Corona di beberapa negara. Di Indonesia banyak masyarakat yang mempercayai jamu tradisional itu ampuh sebagai penangkal virus termasuk Corona. Hal itulah yang kemudian memengaruhi harga beberapa jenis temu-temuan itu naik saat ini. Widana mengungkapkan dalam sehari, dirinya bisa mengolah temu-temuan menjadi jamu hingga puluhan kilogram. Diakuinya, dengan naiknya harga bahan baku jamu itu, keuntungan yang didapat dari hasil penjualan jamunya kini sangat tipis. Meski harga bahan

baku naik, ia memilih tak mengangkat harga produk jamunya. ‘’Saya memilih bertahan dulu. Tidak mengangkat harga. Kasihan juga orang sakit diobok-obok dengan kenaikan harga,’’ ujarnya. Di sisi lain, pria yang

tinggal di Desa Demulih, Susut itu mengungkapkan, permintaan produk jamu kemasan buatannya belakangan ini mengalami peningkatan. Malah permintaan banyak datang dari luar Bali. Seperti Jakarta, Makassar, Lumajang, Bima, Aceh

hingga Kalimantan. ‘’Masih banyak lagi, walau pesannya hanya satu dua paket, tetapi lumayan banyak. Kalau dulu reseler-nya yang gencar menawarkan. Tetapi sekarang orang pada pesan langsung,’’ terangnya. Banyaknya permintaan

jamu tradisional kemasan saat ini, menurut Widiana, karena dianggap praktis. Meski permintaan banyak, keuntungan dari penjualan itu tidak dirasakan meningkat. ‘’Karena harga semua bahan baku melambung tinggi,’’ tandasnya. (ina)


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020

Menghilang Dua Hari Suhu Tubuh Warga Sekolah Dicek Sri Asih Tewas di Sungai Tangkal Covid-19

Singaraja (Bali Post) -

Menghilang sejak dua hari, Nyoman Sri Asih (58), warga Lingkungan Bakung, Kelurahan/Kecamatan Sukasada, ditemukan tewas di sungai, Senin (9/3) kemarin. Kematian korban diduga karena penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh. Informasi dikumpulkan di lapangan menyebut, korban meninggalkan rumahnya se-

jak Sabtu (7/3) lalu. Pihak keluarga berusaha mencari korban, namun tidak dite-

mukan. Bahkan keluarganya sempat menanyakan kondisi korban kepada orang pintar

Bali Post/ist

EVAKUASI - Petugas Pos SAR Buleleng mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan tenggelam di Sungai Bakung, Senin (9/3) kemarin.

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Bth Marketing,SIM C,Komputer Hub:(0361)484526 PT.Ayu Orchid

Bth Staf Produksi, Llsan Teknologi Pangan/Kimia, utk Pabrik di Tabanan.CV: info@tsbali.com

B.BP.004.03.20.0000254

PROPERTY

B.BP.001.03.20.0000236

Dcr segera karyawati bersih2 utk villa Rental di Legian Parttime(4jam)Hub.081337967727 B.BP.001.03.20.0000231

Dibutuhkan SMK/SMA/D3/S1 Hubungi: 0817344224

DIJUAL TANAH

KEHILANGAN

B.BP.004.03.20.0000218

Dana PMI Diminta Dikelola Profesional

Singaraja (Bali Post) Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng mengumpulkan donasi melalui Bulan Dana PMI Rp 264.352.875. Realisasi pengumpulan dana itu dipresentasikan dalam Musyawarah Kerja PMI Buleleng tahun 2020 belum lama ini. Dana yang terkumpul itu diminta agar dikelola profesional, sehingga

terhindar pemanfaatan dana yang tak tepat sasaran. Ketua PMI Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan dana yang sudah terkumpul ini menunjang program dan tugas kepalangmerahan. Pihaknya meminta agar dana yang telah diperoleh ini bisa dikelola dengan profesional sesuai dengan peruntukannya,

Bali Post/kmb38

DANA PMI - Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menerima realisasi Bulan Dana PMI Buleleng.

sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Buleleng. Di sisi lain, Wakil Bupati asal Desa Bontihing Kecamatan Kubutambahan ini menambahkan, pemerintah mengalokasikan dana hibah Rp 600 juta yang akan diserahkan kepada PMI Buleleng. Dana ini untuk menunjang pelaksanaan Jumbara V se-Provinsi Bali yang akan digelar di Buleleng. “Kegiatan yang cukup besar ini tentu membutuhkan alokasi dana yang cukup besar pula, dengan dana hibah pemkab dapat mendukung Jumbara di Buleleng,” katanya. Ketua Panitia Bulan Dana PMI Buleleng, Ni Made Rousmini, mengatakan dana yang terkumpul akan dimaksimalkan kembali meskipun ada beberapa sektor di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang belum optimal, sehingga realisasinya ditingkatkan kembali pada Bulan Dana PMI tahun ini. (kmb38)

PENGUMUMAN

B.BP.001.03.20.0000229

B.BP.001.03.20.0000244

dengan simulasi mencuci tangan yang baik dan benar. ‘’Sesuai kesepakatan dengan komite sekolah kami melakukan pencegahan wabah Covid-19. Ini akan berlanjut sembari kita melakukan pencegahan lain, sehingga warga sekolah tetap nyaman dan sehat,’’ katanya. Tidak itu saja, Karnadhi menyebutkan, pihak sekolah melalui KKR dan guru IPA melakukan praktikum pembuatan hand sanitizer menyikapi langkanya pembersih di pasaran. (kmb38)

B.BP.001.03.20.0000202

B.BP.001.03.20.0000228

B.BP.004.03.20.0000242

Job Luar Negeri Pesiar dan darat pria wanita pembiayaan dibantu unt semua usia/Pasutri 082146165889

Ni Putu Karnadhi, mengatakan pemeriksaan suhu tubuh akan dilakukan intensif selama sebulan untuk mengetahui kondisi warga sekolah. Selain itu, pengecekan dilakukan kepada tamu yang berkunjung. Jika ditemukan siswa dengan suhu badan di atas normal, maka sekolah akan memanggil orang tua siswa untuk memastikan kesehatan anak tersebut. Selain melakukan pengecekan suhu tubuh, sekolah juga melakukan sosialisasi terkait pencegahan Covid-19

BIRO JASA

Hlg BPKB No.L01025413-O DK 17 97 AL AN.Rosfanda/085668740700

B.BP.009.03.20.0000251

Tnh Kav di Beringkit Gadon Cash/Kredit WA 0895630478555

Bali Post/kmb38

SUHU TUBUH - Guru, siswa dan pegawai di SMPN 1 Singaraja mengikuti pemeriksaan suhu tubuh mencegah penyebaran Covid-19.

Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155

Kami Dari PT.CIMB Niaga Auto Finace di Jl.Ry Puputan 3A Rnn Dps memanggil Debitur an.Moh. Ali Mansur,No KTP 351005131087 0005,da Sumber Kepuh RT/RW 001 /001 Kedungwungu-Bwi Guna membahas kewajibannya plg lbt 3hr sjk panggilan dimuat apabila tdk ada pnylesaian kami berhak mlakukan tindakan sesuai hukum

BU Jual Tanah dekat Pelabuhan Celukanbawang Hub:087819155241

(balian). Karena kebingungan, keluarganya pun meminta bantuan kepada petugas Pos SAR Buleleng. Keluarga dibantu warga dan petugas SAR Buleleng kemudian melakukan penyisiran. Berbekal keterangan keluarga, petugas fokus melakukan pencarian di bantaran sungai. Alhasil, korban ditemukan di dasar sungai dalam kondisi sudah tak bernyawa sekitar pukul 06.00 Wita. Setelah dipastikan mayat itu adalah korban, petugas bersama keluarga kemudian mengevakuasinya dari lokasi kejadian. Kepala Pos SAR Buleleng, Dewa Putu Hendri Gunawan, mengatakan dari hasil penyisiran, pihaknya memperkirakan korban sempat menyusuri bantaran sungai. Diduga korban terseret arus ketika sedang berjalan. Karena korban tidak mampu berenang dan ada dugaan korban menderita penyakit epilepsi, korban akhirnya tenggelam dan tewas di lokasi kejadian. ‘’Kita terima informasi dan langsung melakukan operasi pencarian. Korban kita temukan di dasar sungai dalam kondisi tewas,’’ jelasnya. Sementara itu, Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, dari pemeriksaan TKP dan keterangan saksi di lapangan menyebutkan, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Selain itu, dari salah satu kerabatnya menyebutkan, kalau korban memiliki riwayat menderita epilepsi. Diduga saat akan mencari barang bekas (rongsokan), penyakitnya kambuh, sehingga korban terseret arus sungai. Pihak keluarga mengikhlaskan kepergian korban. Jenazah korban sekarang disemayamkan dan lanjut diupacarai. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) Siswa, guru dan pegawai SMPN 1 Singaraja mengikuti pemeriksaan suhu tubuh, Senin (9/3) kemarin. Langkah ini untuk mencegah penularan virus Corona alias Covid-19. Sejak pagi siswa yang tergabung dalam Kader Kesehatan Remaja (KKR) bersiap di depan tiga pintu masuk sekolah dengan membawa termometer von contact untuk mengecek suhu tubuh warga sekolah. Satu per satu sambil mengantre warga sekolah dicek suhu tubuhnya melalui alat yang didekatkan di dahi dan mata. Hasil pengecekan suhu, seluruh siswa masih dalam kategori normal. Ketua OSIS SMPN 1 Singaraja, Komang Witarya Wiradharma, mengatakan pemeriksaan suhu tubuh untuk mencegah penyebaran virus Corona. Dengan pengawasan suhu badan, pihak sekolah bisa mendeteksi sejak dini kondisi kesehatan setiap warga sekolah. Kalau pemeriksaan suhu badan tinggi, maka pihak sekolah dapat melakukan pencegahan dengan memeriksakan warga sekolah ke rumah sakit. Kepala SMPN 1 Singaraja,

SERVICE

RUPA-RUPA

BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM

www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL

}

PAKET

1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020

Pariwisata Jembrana Tidak Terpengaruh Isu Corona MEREBAKNYA virus Corona yang memukul sektor pariwisata nampaknya tidak begitu berpengaruh bagi pariwisata Jembrana. Kendati sempat dirasakan pelaku wisata gumi mekepung karena isu global, tetapi dampaknya tidaklah terlalu signifikan. Hal ini mengingat pasar Jembrana lebih banyak tamu asing dari Eropa. ‘’Tidak signifikan, pariwisata Jembrana masih baik-baik saja. Tamu yang datang juga masih banyak. Tidak ada penurunan drastis,’’ ujar Nengah Alit, Kepala Dinas Pariwisata Budaya Jembrana, seusai memimpin apel rutin PNS, di halaman Kantor Bupati Jembrana, Senin (9/3) kemarin. Berbagai agenda kepariwisataan yang telah disusun juga jalan terus. Tidak ada pembatalan event atau festival. Namun langkah waspada tetap dilakukan Pemkab Jembrana.

Di antaranya memberikan rasa aman bagi wisatawan dengan senantiasa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jembrana. Langkah mitigasi itu bentuk antisipasi isu virus itu ke Jembrana. Di antaranya mensinergikan dengan kegiatan internal Dinas Kesehatan terhadap tempattempat wisata dengan fogging maupun perbaikan sanitasi lainnya. Koordinasi ini, disebut Alit, sangat penting sebagai langkah antisipasi. Untuk meyakinkan bahwa Bali dan Jembrana khususnya masih aman dikunjungi, dinasnya aktif melakukan kegiatan promosi. Di antaranya melalui pelaksanaan event wisata, festival seni dan budaya maupun sport tourism. Berbagai event itu, katanya, juga digelar rutin dan terjadwal. ‘’Kemarin digelar kejuaraan surfing di Yeh Sumbul serta offroad di Pekutatan. Event itu juga ba-

Wisata Buatan Makin Berkembang Itu artinya, para pendukung budaya tersebut yakni masyarakat Bali harus mendapatkan kesejahteraan dari pariwisata. Termasuk di dalamnya petani. ‘’Ketika budaya ditinggalkan (karena pendukungnya tidak sejahtera), maka sustainable kita sudah hilang. Kita akan bergeser pada pariwisata yang sebenarnya kita tidak rancang sebelumnya, apakah pariwisata buatan dan sebagainya,’’ ujarnya. Saat Bali terseret pada atraksi buatan atau core di luar budaya, lanjut Cok Ace, maka pulau dewata akan kesulitan untuk bertahan. Sebab, banyak negara lain yang bergerak di wisata buatan itu dengan modal finansial cukup kuat. Oleh karena itu, Bali harus tetap berpegang pada budaya sekaligus memberikan kesejahteraan bagi para pelaku atau pendukung budaya tersebut. Berdasarkan penelitian, sekarang telah terjadi pergeseran

pariwisata dari services tourism yang pernah jaya di era tahun 90-an menjadi knowledge atau experience tourism. Ini menjadi peluang besar bagi Bali. Justru sekarang menjadi kesempatan yang baik dengan adanya desa wisata, serta kekayaan budaya, seni hingga kuliner khas Bali. ‘’Ini menarik sekali. Ketika kita bicara pengalaman atau experience, ini harus ada perbedaan. Tidak mungkin kita mendapat pengalaman apabila tidak ada perbedaan,’’ katanya. Menurut Cok Ace, perbedaan dari segi budaya utamanya yang harus dijaga untuk bisa memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi wisatawan. Sedikitnya ada tujuh unsur kebudayaan universal, termasuk di dalamnya agama, kesenian, dan mata pencaharian masyarakat. ‘’Oleh sebab itu, menjadi keniscayaan, keharusan bagi kita mengelola perbedaan ini dengan sebaikbaiknya kalau kita memang ingin tetap mempertahankan devisa negara dari pariwisata,’’ jelasnya. (kmb32)

Sementara dari Singapura dilaporkan seorang WNI terkonfirmasi positif mengidap Covid-19 sebagai kasus ke-147. Pemerintah Singapura menduga WNI itu terjangkit sebelum melakukan kunjungan ke Singapura. WNI berusia 64 tahun dan berjenis kelamin laki-

laki itu tiba di Singapura pada 7 Maret 2020 dan dinyatakan positif pada 8 Maret 2020 dan dirawat di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura. ‘’WNI di Singapura itu kita sinyalir sakitnya di sana dan ada di sana, dirawat di sana. Mereka merawat dengan baik, dan KBRI mengikutinya. Dia diperkirakan tertularnya di sana,’’ ungkap Yurianto. (ant)

Sebelum Berkunjung ke Singapura

12:30 Wita 13:00 Wita

Selasa, 10 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Padudusan Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Ngusaba Desa (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Indonesia Network Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Berita Terkini Halo Kamtibnas Berita Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Bali TV Shop Lutut Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Padudusan Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Ngusaba Desa (5)

13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:05 Wita

Berita Siang Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Berita Terkini Klip Bali Ocydia Home Shopping Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Upakara Dunia Kita Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Hypnotheraphy Codesname Berita Terkini Lila Cita Calonarang Madri Duta, Desa Adat Tegaltamu (2) Berita Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam

gian promosi wisata melalui kegiatan olahraga,’’ terang Alit. Disinggung adanya perubahan target kunjungan pascaisu Corona merebak, Alit mengatakan tidak ada perubahan. Target kunjungan disusun Disparbud Jembrana masih sama dan tidak ada revisi target. Ia berharap kunjungan wisatawan ke Jembrana nanti lebih banyak bisa menggenjot sektor domestik. ‘’Kita semua berharap isu Corona tidak berpengaruh pada pariwisata Jembrana. Saya mengimbau masyarakat tetap tenang, tetap ngastiti, sekala niskala, agar virus ini tidak merambah ke Jembrana dan segera berakhir,’’ papar Alit. Demikian juga halnya kepada ASN, Alit juga mengimbau mereka membantu pemerintah agar situasi tetap kondusif. ‘’Percaya pada sumber resmi pemerintah. Apabila dapat informasi hoaks dan belum

jelas sumbernya, cukup dibaca saja jangan diteruskan,’’ pungkasnya. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha juga menegaskan bahwa saat ini Jembrana bebas Corona. Tetapi, Bupati Artha meminta jajarannya untuk waspada dan menyiapkan langkah antisipasi dan kesiagaan. Kepada para pelaku pariwisata di Jembrana, Bupati Artha juga minta untuk lebih meningkatkan upaya promosi kepariwisataan yang ada di Jembrana. ‘’Memang saat ini kondisi pariwisata kita (Bali) Jembrana pada khususnya sedang mengalami cobaan akibat mewabahnya virus Corona. Namun demikian, kita pastikan Jembrana sampai saat ini masih tetap aman dan kita harapkan selamanya juga aman. Untuk itu, silakan berwisata di Jembrana namun tetap ikuti prosedur kesehatan,’’ pungkasnya. (ad255)

BUKA FESTIVAL - Bupati Jembrana I Putu Artha saat membuka Sumbul Boardriders Surfing Festival yang digelar akhir pekan lalu. Bupati Artha menegaskan bahwa saat ini Jembrana bebas virus Corona. Tetapi, Bupati Artha meminta jajarannya untuk waspada dan menyiapkan langkah antisipasi dan kesiagaan.

Diamankan, Kapal Ikan Tak Berizin

Negara (Bali Post) Jajaran Satpolair Polres Jembrana mengamankan kapal tangkap ikan yang beroperasi tanpa izin di Selat Bali. Kapal Mulya Bahari yang dinakhodai Icuk Sugiarto (33) asal Kelurahan Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu diamankan petugas saat operasi bersama Satpolair dan Kesyahbadaran PPN Pengambengan pada Rabu lalu di perairan Selat Bali.

Kapal - Barang bukti kapal yang diamankan Satpolair Polres Jembrana.

Dari pemeriksaan kapal berbahan kayu dengan jumlah ABK 30 itu diketahui berlayar tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh Syahbandar. ‘’Ya kasus ini sudah kita limpahkan ke Kejari Jembrana Senin 2 Maret lalu,’’ ujar Kasat Polair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo, Senin (9/3) kemarin.

Dari kegiatan patroli gabungan menggunakan kapal polisi XI-1016, kapal itu ditangkap pada posisi kordinat S.8.23’17.2356. E. 114. 33”36.036’. Dan setelah disidik lebih lanjut, surat izin yang belum dimiliki di antaranya Surat Persetujuan Berlayar (SPB), Surat Laik Operasi (SLO), Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), dan Sertifi-

Kesehatan Perayaan HUT Ke-18

RS Mata Bali Mandara Menuju RS Berstandar Internasional

RUMAH Sakit (RS) Mata Bali Mandara, Provinsi Bali, Senin (9/3) kemarin memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18. Bertempat di halaman kantor setempat, perayaan HUT ke-18 ini diawali dengan apel pagi. Bertindak sebagai pembina upacara yakni Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. Pada kesempatan tersebut, Dewa Made Indra mengatakan, RS Mata Bali Mandara dengan usia yang ke-18 tergolong masih muda. Namun capaian yang sudah diwujudkan hingga saat ini sangat luar biasa. RS ini sudah memberikan pelayanan berstandar internasional. ‘’Jadi sertifikatnya sudah bagus, pelayanan bagus, bahkan boleh dikatakan untuk komplain hampir tidak ada. Peralatan tenaga medis sudah memenuhi standar yang sangat tinggi untuk bisa memberikan pelayanan sebaikbaiknya,’’ katanya. Harapan ke depan, RS ini

akan terus dilengkapi peralatannya, terus ditingkatkan kualitas manajemennya, tingkatkan terus kualitas SDM-nya. ‘’Tingkatkan terus kualitas tata kelolanya untuk menjadikan RS Mata Bali Mandara ini menjadi RS berstandar internasional. Itu visi kami ke depan. dan ibu direktur sedang mengerjakan untuk menuju ke sana,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, RS ini sudah berada pada status wilayah bebas dari korupsi (WBK). Diakuinya, untuk di Bali, belum ada instansi yang mendapat posisi ini dan RS Mata Bali Mandara satu-satunya yang meraih WBK. Menurutnya, ini merupakan capaian yang luar biasa. Tapi posisi ini tidak boleh hanya sertifikat belaka, namun harus direfleksikan dengan cara berpikir dan cara berperilaku. ‘’RS ini tidak boleh berhenti hanya di WBK saja. Mamun terus bergerak maju menuju wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Ini

penting sekali bukan sekadar sertifikat namun harus direfleksikan di dalam dan di luar,’’ harapnya. Direktur RS Mata Bali Mandara dr. Ni Made Yuniti, M.M. mengatakan, meski baru berumur 18 tahun, namun sejumlah capaian sudah berhasil diraih. Salah satunya yakni pertama dan satu-satunya organisasi perangkat daerah (OPD) yang bisa mendapat WBK. Kemudian, RS Mata Bali Mandara juga sudah berhasil menurunkan angka kebutaan di Bali. Karena tidak hanya memiliki kegiatan di dalam gedung, juga kegiatan di luar gedung untuk membantu masyarakat yang tidak bisa menjangkau pelayanan kesehatan. ‘’Inovasi tersebut pun sudah masuk ke PBB karena sudah membantu masyarakat yang tidak mampu,’’ ujarnya. Ke depan pihaknya tidak akan berhenti sampai di sini, namun harus lebih maju. Pi-

Target jangka menengah dan panjang aksi nyata bersama mencintai Bali adalah terjadinya harmonisasi berbagai sektor penggerak eko-

nomi Bali. Artinya terjadi keseimbangan antara sektor pariwisata dengan sektor lainnya. Di Klungkung, sektor ekonomi lain seperti bertani rumput laut terus digenjot agar menjadi fondasi yang

kuat dalam menopang sektor ekonomi lokal warga setempat. Seperti di Desa Lembongan, warga setempat kian optimis dengan perkembangan rumput laut. Warga yang menekuninya sudah semakin bertambah,

sejalan dengan hasilnya yang semakin menjanjikan. Belum adanya kepastian kapan krisis akan berakhir, tentunya menjadi perhatian bagi semua pihak untuk fokus melakukan aksi nyata dalam gerakan ‘’We Love

Bali’’ Movement. Langkah segera tanpa harus saling menunggu, akan menjadi kunci keluar dari krisis. Jangan sampai ‘’We Love Bali’’ Movement hanya berhenti pada tataran wacana. (gik)

bagaimana sebuah kebiasaan yang demikian intim, tiba-tiba harus diulang. Tidak mudah untuk mengubah kebiasaan ini. Diperlukan keputusan politik untuk mengubah kebiasaan yang demikian intim tersebut karena yang ‘’diserang’’ oleh virus itu adalah yang paling vital dari kehidupan manusia, yaitu hidup manusia itu sendiri. Diperlukannya keputusan politik ini, menandakan bahwa fenomenanya sudah demikian berat. Dunia tahu bagaimana disiplinnya Iran dan Arab Saudi menjalankan hal keagamaannya. Di sini kelihatan bahwa praktik keagamaan itu dijalankan oleh manusia dan manusialah yang kemudian membuat keputusannya terhadap praktik tersebut jika kemudian dilihat ada ancaman yang nyata terhadap nyawa manusia (hal paling mendasar pada eksitensial umat manusia). Yang ditakutkan pemerintah dari negara-negara tersebut di atas, juga para penyelenggara event olahraga, adalah kerumunan. Ahli mengatakan

bahwa virus Corona ini tidak menular melalui udara, tetapi melalui cairan atau percikan (droplet) yang tersentuh langsung oleh badan atau tangan manusia. Juga yang mendarat, menempel pada benda-benda di sekitar kita. Jadi, kerumunan merupakan hal yang paling mudah menyebarkan Corona. Salah satu ciri kerumunan adalah ketidaksadaran dan kedekatan fisik. Orang tidak sadar bersalaman, orang tidak sadar bersin bahkan mengeluarkan dahak. Juga tidak sadar menyentuh badan atau pakaian orang lain yang kemungkinan terpapar. Jarak fisik paling aman menghindari sebaran percikan batuk dan sejenisnya adalah enam sampai delapan meter. Kerumunan tidak akan dapat menjaga jarak seperti itu. Bagaimana dengan Bali? Dalam waktu dekat ini secara kebetulan masyarakat Hindu Bali akan melaksanakan ritual yang mempunyai ciri kuat kerumunan yaitu Melasti dan pawai ogoh-ogoh. Ada hal yang mengkhawatirkan ten-

tang kerumunan ini. Jelas masyarakat bersyukur bahwa Bali masih dinyatakan negatif Covid-19, mengapresiasi upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan wisatawan dengan berbagai kiatnya. Tetapi suarasuara tersembunyi (mungkin saja dapat dikatakan rumor) dari anggota masyarakat tetap ada kekhawatiran soal merebaknya virus itu. Masalahnya, ujung tombak pariwisata ada di pantai. Dan pantailah yang menjadi kunjungan wisatawan mancanegara, yang kita sulit mengetahui ke mana sebelumnya mereka berwisata, dan kemudian bersin atau batuk di pantai. Pantai adalah tujuan melasti. Dalam pawai ogohogoh, bisa saja ada nyelinap turis yang menonton. Baik ntuk melasti maupun pawai ogohogoh, sulit untuk melakukan pemindaian suhu tubuh, seperti yang disyaratkan pemerintah. Masyarakat Bali mempunyai banyak kearifan lokal yang tidak ternilai harganya. Kearifan itu membentang, berhadapan langsung dengan

masyarakat. Ia dapat melekat pada kalimat, juga menempel dalam bentuk artefak, ritual, seni pertunjukan bahkan pada topografi. Sayang sekali banyak pihak dan orang yang membiarkan pesan kearifan lokal itu menghampar belaka tanpa diterjemahkan, dan apalagi dipraktikkan. Padahal kearifan lokal itu merupakan sumber daya yang mampu mengefektifkan kehidupan sosial masyarakat Bali. Namanya kearifan lokal, ia merupakan intisari petunjuk dari generasi terdahulu yang sengaja dipesankan kepada generasi mendatang, bahkan pada generasi yang mengaku paling modern pun. Menerapkan kearifan berarti menghargai generasi terdahulu, menghormati leluhur kita, merawat pemikiran mereka dan kemudian men-state of the art-kan pemikiran mereka menuju fenomena modern. Mengabaikan kearifan itu, berarti juga mengabaikan pemikiran leluhur. Mungkin kita akan dipandang sebagai

generasi angkuh yang hanya memandang hal kekinian saja. Ibaratnya kita diberikan warisan tanah yang begitu banyak tetapi membiarkan warisan itu terbengkalai atau dimanfaatkan oleh orang lain. Salah satu kearifan itu adalah konsep ngubeng. Beberapa pihak menafsirkan ngubeng itu sebagai berjalan di tempat atau berputar di tempat. Mungkin baik juga untuk memperhatikan dan mencermati konsep ini. Kearifan lokal, sekali lagi, merupakan kekayaan lokal yang kalau diterapkan, akan mampu melintasi apa yang dilakukan oleh pihak negara di luar negeri. Dengan demikian, ada baiknya juga diterapkan untuk sementara selama masih ada kekhawatiran terhadap virus Corona ini. Mungkin melasti dapat dilakukan dengan cara ngubeng di areal sekitar tempat sembahyang.

RS MATA - Direktur RS Mata Bali Mandara dr. Ni Made Yuniti, M.M. menyerahkan potongan tumpeng kepada Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat puncak peringatan HUT ke-18 RS Mata Bali Mandara, Senin (9/3) kemarin. haknya sudah menargetkan sesuai dengan visi di tahun 2020, bisa mendapat sertifikat internasional. Terkait layanan, RS Mata Bali Mandara merupakan pusat rujukan untuk wilayah Indonesia Timur. Dalam menyambut acara

Penggerak Ekonomi Bali

Paling Penting Keselamatan Manusia

Tidak menutup kemungkinan apabila di masa depan, kebudayaan (dan akhirnya peradaban) akan diubah demi menghindar dari ancaman virus ini. Sesungguhnya itu tidak masalah karena yang paling penting adalah keselamatan manusia, tidak yang lain. Manusialah melalui pikiran dan kecerdasannya akan kembali dapat membuat pola hidup kebiasaan yang baru, kemudian menyarikannya menjadi nilai, lalu pada kebudayaan dan akhirnya memunculkan peradaban baru. Tidak apa-apa bangkrut untuk sementara, tetapi jangkauan perubahan ke masa depan akan terjangkau. Satu jiwa yang diselamatkan, bukan tidak mungkin akan mampu memberi sumbangan pikiran kepada dunia. Iran sudah lebih dari sekali menunda sembahyang Jumat. Ratusan dari warga Iran telah terpapar virus Corona. Bahkan wakil presiden dan puluhan

anggota parlemennya terpapar, dengan dua anggota parlemen yang sudah meninggal akibat virus ini. Dilihat dari gambar tayangan televisi, ada kemungkinan paparan itu terjadi disebabkan oleh gaya salaman. Kita tidak tahu apakah benar atau tidak. Arab Saudi menunda warganya sendiri untuk sembahyang umroh. Liga Inggris melarang pemain bola untuk melakukan salaman. Pada konteks kemasyarakatan, kehidupan sosial harus ditunda dulu (bukan dihentikan). Itulah yang terjadi di Italia ketika sekolah diliburkan, liga sepak bola ditunda, lomba MotoGP dijadwal ulang. Palestina menghentikan aktivitas universitas dan lain sebagainya. Ada pilihan yang lebih baik, yaitu mengucapkan salam dengan mencakupkan dua tangan di dada, atau cukup melambai saja. Tiongkok memberikan upah Rp 20 juta (jika dirupiahkan) jika ada warganya yang melapor dan terbukti terpapar. Dari konteks itu saja,

kat Pengawakan Kapal yang dikeluarkan oleh Syahbandar. Nakhoda yang melayarkan kapalnya juga mengetahui bahwa kapal tersebut tidak laik laut. Polisi menjerat kasus ini dengan Undang-undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal 323 jo Pasal 219 ayat (1). Barang bukti kapal yang diamankan disandarkan di Gilimanuk. (kmb26)

HUT RS Mata Bali Mandara pada tanggal 28 Februari 2020 RS Mata Bali Mandara mengadakan berbagai acara. Di antaranya seminar, donor darah, aksi bersih sampah, mengunjungi panti asuhan dan family gathering. (ad249)

Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana


Selasa Kliwon, 10 Maret 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali Desa Adat Cempaga Buat ’’Pararem’’

Lindungi Krama dari Bahaya Narkoba

NARKOBA kini telah menjadi musuh bersama. Sebab, bahayanya dapat merusak generasi dan masa depan krama Bali. Menyadari hal itu, Desa Adat Cempaga, Bangli kini berupaya membentengi seluruh krama-nya dari bahaya narkoba melalui pembuatan pararem. Seperti apa pararem yang dibuat tersebut? Sanksi adat apa yang diberikan kepada krama-nya yang terlibat narkoba? Ditemui di rumahnya di Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bendesa Adat Cempaga I Wayan Nyepek mengungkapkan, pihaknya telah membuat pararem terkait narkoba. Dalam pararem itu diatur sanksi tegas bagi krama yang berani terlibat kasus narkoba. Baik sebagai pengedar maupun pemakai. Sanksi adatnya yaitu diber-

hentikan sebagai krama bagi mereka yang menjadi pengedar. Sedangkan bagi yang secara hukum dinyatakan positif sebagai pemakai, akan dikenakan sanksi berupa ngaturan banten di Pura Kahyangan Tiga desa adat setempat. ‘’Syukurnya sejauh ini belum pernah ada krama kami yang berani terlibat narkoba,’’ katanya, Senin

(9/3) kemarin. Desa adat yang terdiri atas tujuh banjar dan memiliki 1.400 kepala keluarga (KK) tersebut selama ini juga sangat peduli dengan pelestarian seni. Upaya pelestarian yang dilakukan di antaranya dengan mengadakan pelatihan seni bagi generasi muda sejak dini di masing-masing banjar. ‘’Di sini sedari masih

anak-anak, kami ajarkan magambel. Kami carikan panguruk (pelatih). Ini supaya pelestarian seni bisa terus berlanjut. Jangan sampai putus,’’ ujarnya. Selama ini, krama di Desa Adat Cempaga terbilang sering ikut terlibat dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) mewakili Bangli. Seperti dalam lomba gong kebyar. Tak hanya itu, pria yang juga Kian Adat Banjar Pande itu mengungkapkan bahwa pihaknya juga terus mengembangkan seni tari. T a h u n lalu, sebuah tarian sakral yang dinamai tari

Baris Pugpug dilahirkan. Tari Baris Pugpug tersebut ditarikan oleh sejumlah penari laki-laki. Tarian itu dibuat khusus sebagai pelengkap ritual pujawali di Pura Dalem Gede Selaungan, yang ada di desa adat setempat. Pengelolaan Sampah Dalam bidang lingkungan, Desa Adat Cempaga juga segera mengimplementasikan pergub tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Seluruh krama di-

arahkan memilah sampah organik dan nonorganik. Sampah organik akan dikelola untuk pupuk, sementara sampah plastik disetor ke bank sampah. Agar pergub tersebut bisa terimplementasikan dengan maksimal, pihaknya akan menerapkan strategi baru dengan menggerakkan ibu-ibu PKK. Mantan Kepala Seksi di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli itu sangat mengapresiasi perhatian dan

kebijakan serta program Gubernur Bali Wayan Koster. Dengan diterbitkannya pergub tentang penguatan desa adat, desa adat kini lebih mendapat perhatian. Kata Nyepek, keberadaan desa adat di Bali selama ini sudah banyak berkontribusi untuk Bali. Namun baru sekarang mendapat reward. ‘’Apa pun yang diprogramkan Bapak Gubernur harus kita respons dan implementasikan dengan bukti nyata,’’ kata Nyepek. (ina)

Dalam pararem itu diatur sanksi tegas bagi krama yang berani terlibat kasus narkoba. Baik sebagai pengedar maupun pemakai. Sanksi adatnya yaitu diberhentikan sebagai krama bagi mereka yang menjadi pengedar. Sedangkan bagi yang secara hukum dinyatakan positif sebagai pemakai, akan dikenakan sanksi berupa ngaturang banten di Pura Kahyangan Tiga desa adat setempat. Syukurnya sejauh ini belum pernah ada krama kami yang berani terlibat narkoba.

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS

Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dampak pembatalan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diputuskan Mahkamah Agung (MA) masih akan ditinjau ulang. ‘’Ya, ini kan keputusan yang memang harus dilihat lagi implikasinya kepada BPJS ya. Kalau dia secara keuangan akan terpengaruh, nanti kita lihat bagaimana BPJS Kesehatan akan bisa sustain,’’ kata Sri Mulyani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/3) kemarin. MA mengabulkan judicial review Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 24 Oktober 2019. Judicial review ini diajukan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI) yang keberatan dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Dalam putusannya, MA membatalkan kenaikan iuran BPJS yang sudah berlaku sejak 1 Januari 2020. ‘’Menyatakan Pasal 34 ayat (1) dan

(2) Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,’’ demikian bunyi amar putusan. Putusan tersebut diputuskan oleh hakim MA Supandi selaku ketua majelis hakim bersama Yosran dan Yodi Martono Wahyunadi masingmasing sebagai anggota. Majelis memutuskan pada 27 Februari 2020. Sementara itu, BPJS Kesehatan sampai saat ini belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung terkait dengan pemberitaan yang beredar, bahwa Mahkamah Agung mengabulkan judicial review terkait Perpres 75 Tahun 2019 tentang perubahan iuran BPJS Kesehatan. Hal ini disampaikan Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf. “Sampai saat ini BPJS Kesehatan belum menerima salinan hasil putusan Mahkamah Agung tersebut, sehingga belum dapat memberikan komentar lebih lanjut,’’ kata Iqbal, Senin kemarin.

Iqbal menambahkan, saat ini BPJS Kesehatan belum bisa mengonfirmasi kebenaran isi putusan MA tersebut dan mempelajari hasilnya jika sudah diberikan. Apabila hasil konfirmasi sudah didapatkan dan teruji kebenarannya, BPJS Kesehatan akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Pada prinsipnya BPJS Kesehatan akan mengikuti setiap keputusan resmi dari pemerintah,” tandas Iqbal. (ant/kmb42)

Gek Angel

’’Eling Ngaturang Bakti’’

KEHADIRAN penyanyi pop Bali cilik terus bermunculan. Kebanyakan dari mereka hadir dengan lagu-lagu yang bertemakan pelestarian seni dan budaya Bali. Salah satunya Gek Angel yang akan menginjak usia 11 tahun pada bulan Juni ini. Pemilik nama lengkap Desak Nyoman Gadis Angelive Artha ini mencoba hadir dengan lagu perdananya berjudul ‘’Eling Ngaturang Bakti’’. Bahkan, lagu ciptaan artis senior pop Bali Dwi Negari (Jero Eling) ini telah resmi di-launching lengkap dengan video klipnya beberapa hari lalu, dan tampil juga di youtube https://youtu.be/ UhnaZfcCpaU. Melalui lagu ‘’Eling Ngaturang Bakti’’, gadis belia kelahiran Los Angeles, Amerika Serikat, 2 Juni 2009 ini mengajak semeton Bali untuk selalu ingat dan melakukan persembahyangan guna mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang lebih baik, sehingga jagat Bali selalu damai (shanti). Ayah Gek Angel, I Dewa Ketut Sugiartha, mengatakan kehadiran putrinya di belantika musik

pop Bali anak-anak untuk meramaikan musik di Bali. Di samping juga ikut melestarikan lagu-lagu Bali yang bertemakan religi dan budaya Bali. Selaku orangtua, ia bersama istri Ni Ketut Kencanawati akan terus men-support bakat yang dimiliki putrinya, sehingga bisa menjadi bekal saat dewasa nanti. ‘’Kami selaku orangtua men-support bakatnya, agar Gek Angel bisa lebih sukses dan berkembang. Apalagi, dengan anugerah potensi suara yang dimilikinya saat ini akan menjadi bekal untuk dia di masa depan, sehingga menjadi orang yang berguna. Doa kami semoga lagu ‘Elingan Ngaturang Bakti’ ini dapat diterima dan menghibur masyarakat Bali,’’ ujar Dewa Ketut Sugiartha, Minggu (8/3). Gek Angel yang saat ini masih duduk di bangku kelas V SDN 2 Dalung, Badung ini mulai senang bernyanyi sejak duduk di bangku kelas III SD. Dia sempat didaulat bernyanyi di sekolah pada saat pelepasan murid kelas VI tahun lalu dan pernah juga mengikuti lomba menyanyi lagu pop Bali ‘’Bungan Jepun’’ di Badung tahun 2019 lalu. Bahkan, beberapa waktu lalu ia berhasil meraih juara

I gugus dan juara III lomba Macepat Tembang Bali tingkat SD se-Kecamatan Kuta Utara. (win)

Bali Post/may

BERKUNJUNG - Perbarindo Badung saat berkunjung ke kantor Bali Post, Senin (9/3) kemarin.

Perbarindo Badung Garap Market Milenial PERHIMPUNAN Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Badung semakin gencar membangun bisnisnya untuk sustainability ke depan. Salah satu fokus market yang digarap adalah kaum milenial. Ketua DPK Perbarindo Badung Agus Prima Wardana mengatakan, Perbarindo Badung akan menyasar milenial, karena mereka inilah yang merupakan calon nasabah masa depan. ‘’Untuk itu, Perbarindo Badung membangun kerja sama dengan berbagai pihak termasuk Bali Post untuk melaksanakan kegiatan literasi dan edukasi. Tujuannya untuk meningkatkan inklusi keuangan di

Badung,’’ ujarnya saat berkunjung ke kantor Bali Post, Senin (9/3) kemarin. Ia sangat memahami kondisi bisnis perbankan ke depannya. Anak muda menjadi pangsa pasar yang sangat potensial yang harus digarap. Namun dituntut peran industri BPR itu untuk meningkatkan kemampuannya meramu apa yang menjadi kebutuhan kaum milenial agar mereka tertarik dengan produk–produk yang ada di BPR. ‘’Strategi yang dilakukan mulai dari penguatan IT, permodalan, SDM-nya untuk meramu dan memformulasikan kebutuhan dari market milenial ini, dan kita sudah menuju ke sana,’’ tandasnya. (kmb42)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 10 Maret 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu