Skip to main content

Edisi 10 Januari 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 142 TAHUN KE 68

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (99rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu Wage, 10 Januari 2016

Neymar Tersandung Hukum

Madrid Para jaksa Spanyol telah mengambil langkah hukum melawan superstar sepak bola Brasil, Neymar, atas dugaan penipuan yang menyelimuti transfernya ke Barcelona. Langkah hukum juga ditujukan kepada ayahanda sang pesepak bola, Neymar Sr, dan juga bekas presiden klub Sandro Rosell dan penggantinya Josep Maria Bartomeu, serta dua bekas pejabat Luis Alvaro de Oliveira dan Odilio Rodriguez. Satu investigasi telah dibuka setelah ada aduan penipuan dan korupsi yang diajukan lembaga pengelola investasi Brasil DIS yang menguasai 40 persen hak

olahraga Neymar saat dia bermain di Santos. DIS yang juga mengajukan gugatan di Brasil, mengaku dicurangi dalam nilai keuntungan asli dari transfer Neymar pada 2013, yang disebutnya telah dikecilkan oleh Barca dan Santos. Kesepakatan transfer itu aslinya dinilai 57,1 juta euro oleh klub Catalan itu. Tetapi peradilan Spanyol memperkirakan nilainya paling sedikit 83,3 juta euro. Pengadilan Brasil telah membekukan 47 juta dolar AS aset milik Neymar menyusul tuduhan pengemplangan pajak antara 2011 dan 2013. (ant)

siwaratri

48 Napi Singaraja Keracunan Singaraja (Bali Post) Sebanyak 48 orang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Singaraja keracunan usai menyantap nasi bungkus. Peristiwa tersebut membuat geger petugas penjaga LP kemudian membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, Sabtu (9/1) kemarin pukul 08.00 wita. Salah satu korban bernama Made Suwirta mengatakan, ia tidak mengetahui kalau nasi bungkus yang dimakan malah membuat perutnya sakit. Perutnya merasa mules pukul 04.00 wita, diikuti dengan napi lainnya. Hal. 19 Sembahyang Bersama

BPM/ap

Dihentikan, Rencana Pengeboran Lapindo Jakarta (Bali Post) Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghentikan rencana Lapindo Brantas untuk mengebor sumur gas baru di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pengeboran berjarak sekitar dua kilometer dari pusat semburan lumpur Porong. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengatakan pihaknya harus mengevaluasi lagi sejumlah aspek terkait dengan rencana perusahaan Lapindo Brantas, termasuk aspek geologi dan aspek sosial. Menurutnya, untuk melakukan pengeboran, sebuah perusahaan harus melalui beberapa tahap. Tahap pertama, mendapatkan persetujuan work budget and program dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Kedua, mendapat izin Upaya Kelola Lingkungan

dari daerah. Ketiga, sebelum pelaksanaan, mendapat persetujuan keselamatan kerja pengeboran dan spud in dari oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Persetujuan keselamatan kerja pengeboran itulah yang belum dikeluarkan Ditjen Migas, Kementerian ESDM. “Kami sudah berkoordinasi dengan SKK Migas untuk saat ini (rencana Lapindo Brantas) dihentikan dulu, untuk ditinjau lagi. Karena kami lihat lagi berbagai risikonya, termasuk risiko sosialnya,” kata IGN Wiratmaja Puja, kepada BBC Indonesia, Sabtu (9/1) kemarin.

Ketika ditanya berapa lama proses peninjauan itu, Wiratmaja tidak bisa memastikan. “Kami tinjau lagi prosesnya, nanti kita lihatlah,” ujarnya. Rencana Pengeboran Pada Rabu (6/1), Lapindo Brantas mulai melakukan persiapan pengeboran sumur gas baru di Desa Kedungbanteng, Sidoarjo. Proyek yang letaknya 2,5 kilometer dari pusat semburan gas dan lumpur Porong itu, memakan lahan seluas 4.000 meter persegi, dengan lahan yang sudah dibebaskan seluas satu hektar.

Menyoal Anggaran Pendidikan

Bangli dan Karangasem di Bawah 20 Persen ANGGARAN yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten Bangli dan Karangasem untuk sektor pendidikan tahun 2016 ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, besaran anggaran yang dialokasi Pemkab Bangli dan Karangasem tahun ini ternyata masih jauh dari yang diamanatkan undang-undang yakni minimal 20 persen. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, Nyoman Suteja, saat dikonfirmasi Sabtu (9/1) kemarin,

mengatakan, untuk tahun 2016 ini, anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan yakni Rp 64 miliar. Angka tersebut naik hampir dua kali lipat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 39 miliar. Kendati mengalami kenaikan, pihaknya mengakui bahwa besaran anggaran pendidikan di Bangli masih jauh di bawah amanat undang-undang yang seharusnya minimal 20 persen dari total APBD. Hal. 19 Masih Minim

SEBAGAI sebuah kerajaan, Kesiman dikenal paling banyak memiliki pura. Sekitar 60 pura ada di wilayah Kesiman Petilan mulai dari pura dadia, pura manca hingga pangerob. Pada zaman kerajaan pura sekaligus dipakai sebagai benteng pertahanan baik secara sekala maupun niskala. Salah satu pura tua di Kesiman adalah Pura Malingkiuh. Pura ini berdampingan dengan Pura Mregan di Banjar Kedaton Kesiman. Sabtu (9/1) kemarin di Pura Malangkiuh diadakan upacara pemlaspas dan macaru Rsigana setelah tuntasnya pembangunan gedong dan tajuk. Upacara di-puput Ida Pedanda Gede Oka Timbul dari Griya Timbul Kesiman. Belum banyak yang tahu soal kebedaraan Pura Malingkiuh. Pengamat budaya dan seniman, Ida Bagus Gede Pidada, mengungkapkan naskah pura ini tertuang dalam Prasasti Dalem Kedewatan Sanur yang disimpan di Griya Gede Sanur. Prasasti ini selalu dibacakan setiap piodalan Nilem Kajeng di Pura Dalem Sanur. Hal. 19 Griya Timbul

Kepala Humas Lapindo Brantas, Arief Setya Widodo, mengklaim proyek pengeboran itu sudah mendapatkan izin dari SKK Migas dan pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Secara terpisah, SKK Migas mengamini bahwa izin pengeboran telah diberikan setelah dilakukan kajian aspek geologi dan geofisika di lokasi rencana pengeboran. Soal siapakah yang bertanggung jawab apabila ada kesalahan teknis, Kepala Humas SKK Migas, Elan Biantoro, mengatakan risiko operasional ada pada Lapindo Brantas. Rencana pengeboran sumur gas oleh Lapindo Brantas ini masih menuai pro dan kontra dari warga Desa Kedungbanteng dan Banjarasri. Sebagian menolak karena masih trauma dengan peristiwa Lumpur Porong pada 2006. (*)

Gianyar Bentuk Tim Infrastruktur Sekolah DUNIA pendidikan memang menjadi fokus Pemkab Gianyar, demi meningkatkan kualitas SDM serta mewujudukan Kota Layak Anak (KLA). Pada tahun ini, disiapkan anggaran pendidikan sekitar 30 %, dari APBD Kabupaten Gianyar 2016 yang dirancang Rp 1,667 triliun. “Dari APBD Rp 1,6 triliun itu, dianggarkan 30 % atau sekitar Rp 500 miliar untuk pendidikan di Gianyar,“ Kata Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Putu Gede Febriantara, Sabtu (9/1) kemarin. Pria asal Sukawati Gianyar ini mengatakan selain 30 % dari APBD itu juga disiapkan Rp 55 miliar untuk belanja langsung, yang ditujukan untuk peningkatan kualitas SDM pendidikan dan membenahi infrastruktur sekolah. Diterangkan, peningkatan kualitas tenaga pendidikan itu, akan meliputi pelatihan Guru Tidak Tetap (GTT). “Setelah GTT ini digaji melalui keuangan daerah, otomatis para guru ini akan terus kita bentuk kualitasnya, agar bisa menjadi seperti apa yang diharapkan eksekutif dan legislatif,“ ucapnya.

Anggaran Pendidikan Meningkat

Klungkung Fokus Pengentasan Buta Aksara Pemkab Klungkung melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung memfokuskan untuk mengentaskan buta aksara pada tahun 2016. Alasannya, banyak warganya yang menyandang buta aksara.

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

HUKUM - Bintang sepak bola Brasil, Neymar, (atas) kini harus berhadapan dengan hukum atas dugaan korupsi dalam transfer pemain.

JAGAT BALI

Pura Malingkiuh Kesiman

@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

KADISDIKPORA Kabupaten Klungkung, Nyoman Mudarta, mengungkapkan, untuk tahun 2016 terjadi peningkatan anggaran yang dialokasikan di Disdikpora Klungkung. Bila pada tahun 2015, anggaran belanja pendidikan di Klungkung mencapai Rp 321,980 miliar, pada tahun 2016 mengalami peningkatan dengan jumlah anggaran belanja Rp 235,255 miliar. Dari anggaran tersebut Disdikpora memfokuskan diri untuk melaksanakan pengentasan buta aksara dengan besar anggaran lebih dari Rp 300 juta. Kegiatan pengentasan buta aksara tersebut dilaksanakan dengan memberikan pengajaran kepada masyarakat yang tidak dapat membaca dan menulis baik anakanak atau pun orang tua. Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Informal

Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, Wayan Watra, menyampaikan, pada tahun 2015 juga telah dilaksanakan keaksaraan fungsional dasar. Kegiatan yang merupakan program pemerintah pusat untuk dilaksanakan untuk memberantas buta aksara. Kabupaten Klungkung pada tahun 2015 mendapat jatah 1.000 orang peserta dari pemerintah pusat. Jumlah tersebut terbagi di dua Kecamatan. 900 orang di Kecamatan Nusa Penida dan 100 orang di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. “Jumlah ini terbagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 10 orang,” ujar Watra. Dijelaskan, peserta program ini sebagian besar para orang tua yang tidak mengenal huruf atau tidak sekolah. Melalui kegiatan ini, para peserta diajarkan mengenal huruf,

membaca, menulis dan menghitung. “Setelah ujian, peserta akan mendapat surat keterangan melek aksara yang artinya sudah dianggap bebas dari buta aksara,” jelas Watra. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, masyarakat yang mengalami buta aksara harus segera dapat diatasi. Pasalnya, buta aksara ini dapat menjadi pemicu dari kemiskinan di masyarakat. “Pemerintah berkomitmen biar masyarakat jangan sampai tidak ada yang bisa membaca, menulis dan menghitung,” ujarnya. (dwa) BEKERJA - Anak usia sekolah yang terpaksa bekerja masih banyak ditemukan di Bali.

Pemerintah juga akan terus mengecek kondisi infrastruktur di setiap sekolah, guna meningkatkan kenyamanan peserta didik dalam proses belajar mengajar. “Kami tidak mau ada sekolah yang mengeluhkan kualitas pendidikan yang rendah karena infrastruktur. Kita juga sudah bagi tim di setiap kecamatan, untuk mengawasi dan mendengar informasi masyarakat bila ada keluhan mengenai infrastruktur sekolah,“ katanya. Ditambahkan, 2016 ini Dewan Gianyar juga akan terus memantau eksistensi transportasi tujuh bus sekolah, yang baru di-launching beberapa waktu lalu. Hal. 19 Tambahan Bus


DAERAH

2

Minggu Wage, 10 Januari 2016

FIGUR

Kendaraan Bermotor

SEKRETARIS Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bali, Prof. Dr. I.B. Raka Suardana, S.E., M.M., mengkritisi pertumbuhan kendaraan bermotor di Bali. Kondisi ini tercermin dari jalan-jalan di Kota BPM/par Denpasar, Kuta, Prof. Dr. I.B. Raka Nusa Dua dan sekiSuardana, S.E., M.M. tarnya selalu mengalami kemacetan. “Tentu secara ekonomis dan waktu, pengguna jalan mengalami kerugian. Kemacetan parah yang terjadi akibat pertumbuhan penggunaan motor dan mobil yang semakin hari semakin meningkat, bukan dalam hitungan bulan,” ungkap Raka di Denpasar, Sabtu (9/1) kemarin. Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan oleh meningkatnya golongan masyarakat Bali menjadi masyarakat kelas menengah yang diperkirakan sekitar 70 persen lebih di Bali. Masyarakat kelas menengah ini memiliki kemampuan untuk membeli kendaraan, paling tidak roda dua. “Nah, karena jumlah kendaraan yang semakin meningkat, maka jalan umum yang ada tak mampu lagi menampung pada saat jam sibuk, yang berakibat pada terjadinya krodit di mana-mana,” katanya. Terlebih lagi, kata dia, banyak keluarga yang memiliki kendaraan lebih dari satu, bahkan ada yang tiga unit hingga lima unit. Hal ini tentunya memperparah kemacetan yang terjadi jika berada di jalan raya. “Solusi yang diambil oleh pemerintah selama ini menurut saya kurang efektif, seperti menerapkan pajak progresif, atau mengatur rute dan lain sebagainya,” ujarnya. Dia berpendapat, solusi yang efektif adalah pihak eksektuif dan legislatif di Bali harus membuat perda tentang umur kendaraan, seperti yang berlaku di negara-negara maju. Di Singapura misalnya, kendaraan yang berumur lebih dari lima tahun, pajaknya sangat tinggi. “Nah, kita kan sebaliknya, semakin lama usia kendaraan, pajaknya semakin kecil,” sebutnya. Dia juga mengusulkan, pihak eksekutif dan legislatif membuat perda yang bisa menjadikan turn over jumlah kendaraan di Bali. “Misalnya, sepeda motor yang memasuki umur 11 tahun, pajaknya dikenakan cukup tinggi, misalnya Rp 6 juta atau bahkan mendekati setengah harga motor yang baru. Kalau mobil, pada saat memasuki umur 16 tahun, pajaknya dikenakan yang tinggi, misalnya mendekati uang muka harga mobil baru,” ujarnya. Dengan kebijakan itu, kata dia, akan terjadi perputaran yang baik. Motor dan mobil yang berumur lama akan dimutasi ke daerah lain (misalnya NTT atau tempat yang lain). “Jika kebijakan umur kendaraan tidak diterapkan, sampai kapan pun masalah kemacetan tidak akan terselesaikan. Coba kita lihat negaranegara maju, kebijakan seperti ini sudah diterapkan. Kalau di sana lebih ekstrem lagi. Umur kendaraan bisa lebih muda, seperti 5 tahun atau 8 tahun. Setelah melewati umur itu, pajak kendaraan yang dikenakan mendekati harga kendaraan baru,” tandasnya. (par)

TERBAKAR - Terlihat kebakaran yang terjadi di Vila The Mansion Baliwood Resort & Spa, di Banjar Kutuh Desa Sayan, Ubud, Sabtu (9/1) kemarin.

Renovasi Atap Kantin, Vila Terbakar

Gianyar (Bali Post) -

Bangli (Bali Post) Kasus percobaan bunuh diri kembali terjadi di Bangli. Kali ini dilakukan oleh Kadek Primadinata (22), pemuda asal Desa Sekardadi, Kintamani. Dia nekat menenggak racun hama hingga mengakibatkan sekarat dan harus dirawat di rumah sakit. Diduga aksi nekatnya itu dilakukan lantaran patah hati setelah terlibat permasalahan dengan pacarnya. Informasi yang dihimpun Sabtu (9/1) kemarin, menyebutkan, aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan korban pertama kali diketahui oleh bibinya I Ketut Resnyam. Kejadian bermula saat saksi menerima telepon dari korban sekitar pukul 11.00 wita. Dalam percakapannya di telepon, saksi sempat mendengar korban menangis. Namun saat ditanya, korban langsung menutup telepon secara tiba-tiba. Lantaran curiga dengan tingkah keponakannya itu, saksi pun bergegas ke toko obat untuk mengecek kondisi korban. Namun setibanya di toko obat milik korban di Jalan Raya Sekardadi, saksi Resnyam melihat toko keponakannya dalam keadaan tertutup. Saksi ketika itu bertemu dengan I Nengah Sawir yang sedari tadi berada di depan toko lantaran mendengar ada suara tangisan dari dalam toko. Untuk mengetahui kondisi di dalam toko, keduanya lantas sepakat untuk mendobrak rolling door. Kedua saksi terkejut lantaran menemukan korban dalam kondisi telanjang bulat sambil merintih kepanasan dan meminta air. Di sekitar tubuh korban, ditemukan adanya ceceran muntahan dan sisa racun hama. Oleh kedua saksi, korban langsung dilarikan ke sebuah rumah sakit di Bangli untuk mendapat pertolongan pertama. Kanit Reskrim Polsek Kintamani AKP Dewa Gde Oka seizin Kapolsek Kompol Dewa Mahaputra saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pemuda di Sekardadi itu. Dikatakan Dewa Oka, setelah mendapat laporan tersebut pihaknya langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian, sekaligus menyita barang bukti berupa sisa racun yang diduga sempat ditenggak korban. “Saat ini, korban sudah dirujuk ke RS Sanglah untuk mendapat perawatan lebih lanjut,” terangnya. (kmb40)

Suhardy, menerima informasi dari para karyawan bahwa api muncul dari atap ruang meeting yang terbuat dari ilalang. Saat dicek, para karyawan pun sudah terlihat sedang berusaha memadamkan api menggunakan

hidyrant dan mesin pompa air, namun api tetap membesar dan merembet ke bangunan atap gedung gym dan bangunan garasi yang terbuat dari ilalang. Api yang tidak bisa dipadamkan juga merembet ke bangunan sanggah milik Made Luka dan sanggah milik Wayan Kardana. I.B. Winarka yang bekerja sebagai tukang las di belakang ruang meeting yang terbakar itu mengatakan, bahwa ia memang sedang melakukan reno-

vasi pembuatan atap kantin dari besi baja menggunakan las listrik. “Sebelum melaksanakan pengelasan saya sudah mewantiwanti, agar buruh las yang lainnya berhati-hati karena di lokasi pengelasan itu dekat dangan atap bangunan ruang meeting yang terbuat dari ilalang dan mudah terbakar,“ ucapnya saat diinterogasi polisi. Sementara Kapolsek ubud Kompol Ketut Widiada yang dikonfirmasi membenarkan adan-

ya kebakaran tesebut, dikatakan sebelum kebakaran di lokasi itu memang ada renovasi menggunakan las listrik. “Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 11.30 wita, dominan yang terbakar ini bangunan yang menggunakan atap ilalang,“ ucapnya. Dikatakan api sudah bisa dipadamkan beberapa jam kemudian, setelah empat mobil pemadam kebakaran mendatangi lokasi sekitar pukul 12.00 wita. (kmb35)

itu. Dikatakan timnya dari Balawista ikut terjun mengevakuasi mayat korban bersama Basarnas Karangasem, kepolisian membantu keluarga korban. Subrata sudah biasa memancing dengan kail di atas pantai berbatu karang itu. Kemarin, dia mulai memancing bersama seorang pamannya Made Sugita dan anak Sugita, Soni. Subrata dapat ikan cukup banyak. Tiap kali dapat ikan, karena dungki atau tempat ikannya agak jauh, ikan jenis lemuh yang baru didapat digigit sementara dengan mulutnya. Sembari dia mema-

sang umpan di kailnya. Namun, saat sibuk memasang umpan, tiba-tiba ikan di mulut ternyata masih hidup dan meronta keras. Rupanya tanpa sengaja, tutur pamannya Sugita, ikan lemuh itu masuk mulut dan tertelan. Korban tersedak. Korban sempat menarik ikan itu, tetapi tak bisa karena terhalang sirip berduri Korban dalam keadaan panik sesak napas dan akhirnya lemas. Korban langsung tewas di TKP di atas batu karang bergerigi runcing yang menjorok ke laut. Sugita mengatakan keponakannya itu dari agak jauh

di atas batu karang sempat melambaikan tangan. Korban dalam keadaan panik hendak minta tolong. Namun dia tak bisa mendekat cepat, karena lokasi berbatu karang sangat membahayakan. Mayat keponakannya dibantu Doni dibaringkan dekat budi daya kerang mutiara di pantai itu. Mayat ditunggui Doni, sementara Sugita ke darat mencari bantuan warga dan melapor ke polisi. Dia panik dan juga menghubungi keluarganya. Setelah warga berdatangan, mayat korban hendak digotong

naik ke darat melalui bukit. Namun ada warga yang melarang, karena di sana ada pura yang sangat disucikan. Balawista dan pihak Basarnas lantas minta bantuan satu speed boat milik Polairud yang terparkir di markasnya di Padangbai. Mayat korban dievakuasi dari TKP dan langsung didaratkan di Pantai Batudawa. Di sana, warga dan keluarga korban sudah menunggu. Istri korban asal Seraya tak kuasa menahan tangis. Apalagi pasutri itu baru beberapa hari usai ngotonin atau upacara enam bulan anak pertamanya. (013)

Kebakaran hebat terjadi di Vila The Mansion Baliwood Resort & Spa, di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Sabtu (9/1) kemarin. Dalam insiden itu, api melahap ruang meeting, ruang gym, garasi kendaraan, dua kamar, sanggah milik I Made Luka dan sanggah milik Wayan Kardana. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 09.00 wita, karyawan The Mansion Baliwood Resort & SPA Ubud melaksanakan kerja bakti. Pukul 11.30 wita, HDR Mansion Baliwood Resort & Spa, Nyoman

Amlapura (Bali Post) Nasib apes menimpa seorang pemancing ikan, Ketut Subrata (28), Sabtu (9/1) kemarin. Saat usai melepas ikan sebesar tiga jarinya dari kailnya, ternyata ikan itu secara tak sengaja tertelan. Korban langsung tewas di atas batu karang Pantai Peselatan, Desa Labasari, Karangasem. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem I.B. Ketut Arimbawa, kemarin membenarkan kasus tewasnya ayah satu anak asal Banjar Batudawa Kaja, Tulamben, Kubu

Ikan Tertelan, Pemancing Tewas

Usulan Pemindahan Lapas ke TPA Suwung

Diduga Patah Hati

Pemuda Tenggak Racun Hama

BPM/nik

Denpasar (Bali Post) Usulan untuk memindahkan Lapas Kelas II A Denpasar atau Lapas Kerobokan ke TPA Suwung masih akan dibahas lebih mendalam lagi. Pasalnya, usulan tersebut baru kesepakatan secara lisan saat gubernur menerima audiensi Dirjen Kemasyarakatan, Kemenkum dan HAM, I Wayan Kusmiantha Dusak, beberapa waktu lalu. Demikian disampaikan Plt. Kepala Biro Humas Setda Bali, Drs. I Ketut Teneng, SP., M.Si., di Denpasar, Sabtu (9/1) kemarin. “Hal ini masih perlu pembahasan mendalam dan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Perlu Pembahasan Mendalam

Teneng menambahkan, kewenangan pembangunan Lapas ada di bawah Kemenkum dan HAM. Sementara Pemprov Bali hanya menyediakan lahannya. Lokasi TPA Suwung diusulkan karena dari lahan seluas 30 hektar, masih tersisa lahan yang dapat dimanfaatkan untuk dibangun lapas. “Usulan tersebut baru kesepakatan secara lisan dan tidak otomatis berjalan begitu saja,” lanjutnya. Namun, bila usulan itu diterima, kata Teneng, maka akan dapat dibangun lapas dengan daya tampung 1.000 sampai 1.500 warga binaan. Bangunan lapas pun akan dibuat dengan

konsep modern dilengkapi dengan sistem keamanan berbasis IT, untuk mengawasi penuh kondisi keamanan lapas dan areal sekitarnya secara ketat. “Jadi, dipastikan ini dapat mengantisipasi terjadinya halhal yang tidak diinginkan, seperti gesekan antarnapi yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” tambahnya. Selain jauh dari permukiman penduduk, lanjut Teneng, lokasi TPA Suwung juga masih dekat dengan areal perkantoran pemerintahan sehingga relatif mudah untuk dikontrol. Menanggapi kekhawatiran akan image dari warga binaan menjadi sam-

pah masyarakat jika direlokasi ke areal yang berdekatan dengan TPA, Teneng menepisnya dan menegaskan hal ini sangat tidak beralasan. “Meski letaknya dekat TPA, bukan berarti para penghuninya akan jadi sampah masyarakat. Di lapas, mereka kan dibina untuk jadi lebih baik, dibekali keterampilan agar bisa mandiri dan diterima oleh masyarakat. Selain itu, namanya kan Lapas Kelas II A Denpasar, jadi lokasinya harus di Denpasar,” tegasnya. Sebelumnya, Plh. Kepala Lapas Kerobokan, Kusbiyantoro, menilai lokasi di dekat TPA Suwung tidak sehat un-

tuk dibanguni lapas. “Kalau yang sekarang di Suwung kan tempat pembuangan sampah nanti dikira narapidana dianggap benar-benar sampah masyarakat jadinya. Namanya tempat pembuangan sampah kan tidak sehat. Nanti kalau isinya 900 sakit semua, diare semua? Makanya cari tempat yang layak juga, mereka kan juga manusia, warga Bali juga,” ujarnya. Kusbiyantoro menambahkan, saat ini Lapas Kerobokan telah overkapasitas hingga 300 persen. Kapasitas yang seharusnya 332 warga binaan, malah terisi 972 orang. (kmb32)

Pengendara Motor Tewas Tertimpa Cabang Pohon

Negara (Bali Post) Seorang pengendara sepeda motor dengan nopol P 4179 ZX, Herudy Hartono (28), dari Dusun Purwosari Desa Benculuk Kecamatan Kuningan Banyuwangi tewas setelah tertimpa cabang pohon, Jumat (8/1) malam di Jalan Umum Desa Yeh Sumbul Kecamatan Mendoyo. Dari informasi kejadian ini berawal ketika truk kontainer B 9066 WX di Km 75-76 jurusan Denpasar - Gilimanuk melintas ke barat kemudian menabrak cabang pohon yang menjorok ke jalan. Kemudian cabang pohon jatuh dan menimpa pengendara motor. Akibatnya, pengendara sepeda motor Herudy Hartono mengalami luka berat dan meninggal dunia. Kerugian materi akibat kejadian itu Rp 700.000. Kejadian tersebut juga sempat memacetkan arus lalu lintas, namun setelah ranting pohon perindang dipindahkan dan korban dievakuasi, arus lalu lintas kembali lancar. Kasat Lantas Polres Jem-

brana AKP Gede Sumadra Kerthiawan seizin Kapolres Jembrana dikonfirmasi Sabtu (9/1) kemarin, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga berharap agar pohon perindang yang menjorok ke jalan ditebang karena selain kejadian Jumat malam sebelumnya juga ada pengendara motor yang meninggal karena tertimpa cabang pohon perindang yang rapuh dan tiba-tiba jatuh. Sumadra mengatakan di sepanjang jalan Denpasar Gilimanuk banyak cabang pohon yang menjorok ke jalan dan cabangnya sudah rapuh sehingga patah. Selain itu hendaknya bagi pengendara motor dan mobil agar waspada jika sudah ada pohon perindang yang menjorok ke jalan dan cabangnya patah apalagi jika ada truk di depan maupun angin kencang,” harapnya. Kepala Kantor LHKP Pemkab Jembrana, I Wayan Darwin, mengatakan penanganan pohon perindang tersebut merupakan wewenang Dinas Kehutanan Provinsi. Dikatakannya keberadaan

pohon-pohon perindang di Kabupaten Jembrana bagaikan buah simalakama. Menurutnya, pohon-pohon yang kebanyakan berjenis trembesi tersebut sudah sering memakan korban ketika tumbang. Terakhir, seorang pengendara

motor, Dewa Ketut Mutrem (52) meregang nyawa saat tertimpa pohon trembesi yang tumbang karena sudah rapuh pada 19 Mei 2015 lalu. Darwin mengatakan di Jembrana ada 60 titik yang rawan pohon perindang tumbang.

Menurutnya pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena itu wewenangnya ada di Dinas Kehutanan Provinsi. Namun pihaknya sudah berkoordinasi untuk memangkasnya saja namun tidak menebang secara keseluruhan. (kmb)

BPM/kmb

PANGKAS - Pohon perindang yang membahayakan belakangan ini dipangkas tim terpadu. Namun, pemangkasan ini belum maksimal karena dari 60 titik pohon perindang yang rawan hanya beberapa yang dipangkas.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha  Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Sekretaris Redaksi: Sugiartha  Redaksi: Daniel Fajry,Dira Arsana,Mawa, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra  Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto  Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/ Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta,  Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


daerah

Minggu Wage, 10 Januari 2016

3

Pameran Felice Jewellery

Batu Mulia Ditawarkan Mulai Rp 15 Jutaan FELICE Jewellery masih melanjutkan pameran perhiasan emas dan berlian di Business Center Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Pameran digelar mulai, Sabtu (9/1) kemarin, hingga Rabu (13/1) mendatang. Kali ini Felice menawarkan beragam batu mulia keluaran terbaru dengan desain limited edition. “Keaslian batu terjamin karena kami juga memberikan sertifikat. Setiap pameran kami selalu mengeluarkan desain baru agar customer tidak bosan. Jadi, satu desain untuk satu model,” ujar Sales Felice Jewellery Ni Kadek Widnyani dikonfirmasi, Jumat (8/1) lalu. Kadek menambahkan, Felice lebih banyak mengeluarkan desain klasik atau abadi yang selalu cocok dipakai kapan saja dan tidak membosankan. Desain batu mulia yang dipaketkan dengan emas putih ini pun tidak hanya sebatas untuk pria, tapi juga wanita. Terdiri dari blue sapphire, jamrud, cat eye, dan rubi, yang didatangkan dari Sri Lanka dan Kolombia. “Batu mulia ini kami jual dengan harga spesial, mulai dari Rp 15 jutaan,” imbuhnya. Menurut Kadek, Felice juga menyediakan perhiasan berlian fashion keluaran terbaru, seperti pendant, earring, solitare dan ladies ring. Dapatkan pula harga spesial untuk pembelian satu set perhiasan berlian yang terdiri dari cincin, anting, dan liontin. “Kami juga memberikan diskon 20 sampai 30 persen untuk perhiasan yang harganya di bawah Rp 10 juta,” jelasnya. Kadek menjelaskan, Felice ingin menghilangkan kesan bahwa berlian itu mahal. Tapi bukan berarti harga murah yang ditawarkan. Ini murahan karena Felice selalu menjaga kualitas batu mulia dan berlian yang dijual. Selama ini Felice mendatangkan berlian dari Afrika yang memakai cutting atau potongan Belgia. Sementara desainnya dibuat di Hongkong. “Berlian Felice diasah dengan teliti dan indah, hingga memancarkan sinar gemerlap meski berlian berukuran kecil,” tandasnya. (br957)

MACET - Sejumlah wisatawan melintas di dekat Shuttle bus yang terjebak macet, di kawasan Legian, Kuta, Sabtu (9/1) kemarin.

BPM / Wan

Pemkab Buleleng Rancang Rekrut 600 Tenaga Guru Kontrak Singaraja (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Buleleng, tahun ini merancang perekrutan tenaga guru kontrak sebanyak 600 orang. Hal ini dilakukan, mengingat tingginya kebutuhan guru pengajar Sekolah Dasar (SD), terutama di pelosok desa. Rapat persiapan pun akan direncanakan pekan depan. Sekretaris Disdik Buleleng I Made Ngadeg, S.Pd., M.Pd., Sabtu (9/1) kemarin mengaku guru kontrak di Buleleng

sangat diperlukan untuk mengantisipasi kekurangan tenaga pengajar di tingkat pedesaaan. “Kami memang

berencana melakukan rektrutmen guru kontrak sebanyak 600 orang tahun ini. Kami fokuskan dulu untuk tenaga kontrak guru SD. Jika memungkinkan ditunjang guru SMP. Sasarannya sekolahsekolah di desa atau di perkotaan, yang membutuhkan tenaga guru pengajar,” ujar Ngadeg. Ia menjelaskan sesuai hasil tinjauan di lapangan di beber-

apa daerah sering ditemukan guru merangkap mengajar, sehingga mereka terlihat kewalahan. “Menyikapi kondisi tersebut, kami memang baru akan melakukan rapat pekan depan. Kalau sudah ada hasilnya dan siap melakukan perekrutan, maka secepatnya akan diumumkan,” papar Ngadeg. Lebih lanjut dikatakan, meski upah guru kontrak

diberikan masih di bawah Upah Minimum Kerja (UMK) Buleleng, rekrutmen tetap akan dilakukan Februari 2016. Dan penandatanganan kontrak dilakukan Juli hingga Desember 2016. “Jika tidak ada halangan, Februari 2016 sudah dibuka. Kami targetkan ada 600 orang berkualifikasi Strata 1 (S-1) atau D-4, dengan linier di bidang pendidikan,” tegasnya. (kmb34)

“Giving Back to the Community”

ELEGAN - Felice Jewellery menyediakan cincin bertahtakan batu mulia yang elegan dan berkelas serta dijamin keasliannya, bahkan sudah bersertifikat Internasional Laboratorium.

BIROKRASI

Berawal dari Coba-coba

MENEKUNI sebuah usaha hingga mampu berkembang pesat biasanya harus direncanakan secara matang sejak awal. Namun ada juga suskesnya usaha berawal dari sikap coba-coba. Seperti halnya yang dilakukan Kadek Sudanco salah satu pengusaha akar bambu di Kabupaten Bangli. Potensi bambu di bumi berhawa sejuk ini sangat tinggi. Tumbuhan berbuku ini disulap menjadi sejumlah kerajinan yang bernilai tinggi. Misalnya, sokasi, kotak lampu dan tempat sampah yang sangat diminati hotel maupun vila. Akan tetapi usaha yang berkembang itu belum ada yang memanfaatkan akar bambu. Jika ini diolah menjadi kerajinan, pria kelahiran 12 Desember 1970 ini meyakini akan memiliki nilai jual tinggi. Berbekal keterampilan mengukir, sejak 2004 lalu dirinya mulai mencoba mengaplikasikan idenya untuk menjadikan akar bambu itu sebagai topeng dan patung. Ternyata langkah yang diambil ini tak sia-sia. Hasil jerih payahnya terbayarkan dengan banyaknya pesanan dari pasar seni. “Awalnya hanya coba-coba. Akar bambu yang ada di sekitar tempat tinggal saya kumpulkan dan dipahat jadi patung dan beberapa jenis kerajinan lainnya. Itu cukup laku di pasar,” ujar Sudanco belum lama ini. Pembuatan kerajinan ini hanya dilakukan sendiri. Goresan pahat masingmasih patung ataupun topeng hampir sama. Selama sebelas tahun berjalan, karyanya tak lagi merambah pasar lokal dan nasional. Namun sudah go international. Secara silih berganti pesanan itu datang dari Jerman, Prancis, Australia dan Amerika. “Yang penting usaha dulu, kalau sudah serius pasti sukses,” pungkas pria asal Banjar Penida Kelod, Kecamatan Tembuku ini. (sos)

Pacto Ltd dan PT Baliprima Holidays Melakukan Aksi Sosial Sehari

PACTO Ltd. dan PT Baliprima Holidays melakukan charity day (hari aksi sosial) 2016, Sabtu (9/1) kemarin. Pacto Ltd. dan PT Baliprima Holidays merupakan satu grup perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata. Charity day yang bertemakan “Giving back to the community” dilakukan di beberapa tempat di Bali yaitu di Desa Adat Tenganan, Pegeringsingan, Karangasem, Tirta Empul, Tampaksiring, dan Yayasan Cahaya Mutiara Ubud. Aksi sosial yang dilakukan di Tenganan berupa penanaman pohon kamboja sebanyak empat buah dan pemberian tong sampah sebanyak 12 unit. Begitu juga dengan aksi sosial yang dilakukan di Tirta Empul yaitu pemberian tong sampah. Sedangkan aksi sosial yang dilakukan di yayasan yaitu memberikan keperluan yang dibutuhkan untuk anak-anak penyandang cacat di yayasan tersebut. General Manager PT Baliprima Holidays Rika Larasati mengatakan, charity day merupakan program berkelanjutan

sebagai wujud kepedulian Pacto dan Baliprima untuk lingkungan Bali. “Kami hidup di Bali dan juga dari pariwisata, sehingga menjadi tanggung jawab kami menjaga kelestarian Bali itu sendiri. Semoga bantuan ini dapat dipergunakan dengan baik,” paparnya saat memberikan sambutan di Desa Adat Tenganan. Ia berharap agar Desa Tenganan tetap asri, nyaman dan tetap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. “Semoga bisa menjadi desa wisata favorit,” imbuhnya. AA.Ngurah Rai Sapta Wibawa, Finance Administration Manager Pacto Ltd., mengatakan sesuai dengan tema charity day, Pacto dan Baliprima berusaha mengembalikan apa yang didapatkan pada masyarakat maupun lingkungan. “Di Tirta Empul karena merupakan objek wisata dan kita mendatangkan tamu ke sana, jadi kita memberikan donasi berupa tempat sampah,” imbuhnya. Bendesa dan pengelola tempat tersebut sangat antusias dengan bantuan tersebut, karena Pacto Ltd. adalah travel agent

SIMBOLIS - Rika Larasati, General Manager PT Baliprima Holidays memberikan simbolis bantuan tempat sampah kepada Kepala Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, Karangasem. yang pertama kali memberikan sumbangan seperti itu. “Belum ada travel agent lain yang memberikan seperti itu. jadi, kita dianggap sebagai pioner,” ujarnya. Selain itu, Pacto Ltd. juga sebagai pioner dalam memberikan satu paket wisata yaitu program malukat. Sebelumnya malukat hanya dilakukan masyarakat lokal.

Namun, dengan adanya program tersebut Warga Negara Asing (WNA) pun dapat ikut malukat. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut. Mr. Umberto Cadamuro, Chief Operating Officer Inbound of Pacto Ltd., mengatakan charity day merupakan program tahunan yang tidak

hanya dilakukan di Bali saja. Namun juga dilakukan di seluruh kantor Pacto di Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan komitmen dari Pacto Ltd., perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata ini mempunyai visi 360 derajat. Visi Pacto Ltd. adalah membuat perusahaan lebih besar dan baik setiap tahunnya. Begitu juga dengan kesejahteraan karyawan, namun tidak lupa pada lingkungan dan masyarakat mengingat untung perusahaan juga berasal dari situ. “Maksudnya kita mau perusahaan maju, staf kita maju, semua karyawan dapat hidup lebih baik. Namun, kita juga mempunyai visi untuk selalu ingat kepada masyarakat karena masih banyak tempat dan lingkungan perlu bantuan,” paparnya. Pacto Ltd. yang merupakan perusahaan travel agent pertama di Indonesia dapat dikatakan leading the way dalam setiap kegiatan, tidak hanya berpikir profit, namun juga berpikir agar perusahaan sehat, karyawan sehat, lingkungan juga sehat. (ad450)

Unhi Rayakan Hari Suci Siwaratri

Berlangsung Khidmat, Diisi Dharma Tula

Kadek Sudanco

SUDAH menjadi tradisi tiap tahun keluarga besar Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, merayakan hari raya Siwaratri, Jumat (8/1) malam. Perayaan hari suci itu dilaksanakan di Pura Mahawidya Mandira Kampus Unhi. Ida Pedanda Wayahan Keniten dan Ida Resi muput upacara ini pukul 18.00 Wita, dilanjutkan dengan persembahyangan pertama. Persembahyangan kedua dilaksanakan pukul 24.00 atau tengah malam. Hadir pada upacara ini Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A., Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Dr. A.A. Ngurah Gde Sadiartha, S.E., M.M., WR I Prof. Dr. Ketut Suda, M.Si., WR III Dr. Ir. E. Dewi Yuliana, M.Si., Direktur Pascasarjana Unhi Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. beserta jajarannya , seluruh Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, dosen, pegawai,

dan mahasiswa. Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika dalam sambutannya mengharapkan seluruh civitas akademika Unhi dapat memaknai Hari Siwaratri dengan keteguhan hati dan selalu berbuat baik. Diharapkan pula mampu pengamalan ajaran agama, baik di kampus maupun di luar kampus dan mampu menjadi panutan bagi keluarga, masyarakat sekitar, dalam menjalani hidup dan kehidupan di masa datang. Dalam lontar “Lubdhaka” yang ditulis oleh Mpu Tanakung, kata Ida Bagus Dharmika dijelaskan bahwa Siwaratri berarti malam renungan suci atau malam peleburan dosa. Hari Siwaratri jatuh pada purwaning tilem Kapitu yaitu sehari sebelum bulan mati atau tilem Kapitu.”Pada hari ini mestinya umat Hindu melakukan puasa dan yoga samadhi dengan maksud untuk

memperoleh pengampunan dari Hyang Widhi Wasa atas dosa yang diakibatkan oleh awidya (kegelapan) dalam diri setiap umat,” ujarnya. Ada tiga jenis brata pada hari raya Siwaratri. Brata utama yaitu melaksanakan monabrata (berdiam diri dan tidak berbicara), upawasa (tidak makan dan tidak minum), dan jagra (berjaga, tidak tidur). Brata madhya yaitu melaksanakan upawasa dan jagra. Sedangkan brata kanista yaitu hanya melaksanakan jagra. Hari Siwaratri kadang kala disebut juga hari pejagran. Karena pada hari ini Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) yang bermanifestasikan sebagai Ciwa dalam fungsinya sebagai pelebur, melakukan yoga semalam suntuk. Karena itu, pada hari ini kita memohon kehadapan-Nya agar segala dosa-dosa kita da-

pat dilebur. Untuk itu, setelah persembahyangan pertama UKM Yoga Unhi (para dosen dan mahasiswa) melaksanakan Dharma Tula (diskusi agama) semadi, mejagra, membaca kitab suci rembug sastra tentang Siwaratri serta pemu-

jaan tengah malam, mohon ampunan dan peleburan dosa. Sehingga dalam menghadapi kehidupan kita lebih mantap setelah menjalankan salah satu ajaran agama yang kita anut dengan penuh keyakinan masing-masing individu. (ad992)


PERNIK

4

Minggu Wage, 10 Januari 2016

SASTRA BALI - Ruang bagi kritikus sastra kini sama luasnya dengan sastrawan. Media segala rupa telah menyediakan sasana yang begitu luas. Media cetak tiap minggu nyaris “kehausan” menanti tulisan kritikus sastra menyumbangkan pemikirannya. Terlebih media online yang serba tiada berbatas ruangnya. Namun, patut diakui bahwa yang kurang adalah ruang diskusi sastra Bali. Pada ruang-ruang diskusi inilah sejatinya dapat disemai benih-benih kritikus yang handal, sebab dengan saling berdiskusi, pemikiran-pemikiran baru dan kritis akan kian terasah.

Kritik Sastra dalam Sastra Bali Modern Sastra adalah sebuah oase jiwa yang kelahirannya merupakan pergumulan panjang sastrawan dengan dunia imaji serta dunia intelektualitasnya. Selepas tercipta, karya sastra kemudian dinikmati pembaca dengan berbagai latar belakang. Dalam genggaman pembacalah karya sastra memiliki arti, memiliki fungsi, memiliki makna, serta dalam genggaman pembacalah karya sastra ditentukan masa depannya. Lalu bagaimana dengan pengarang sebagai kreator?

Pengarang dianggap “mati” dan karya adalah objek otonom yang tak berkait lagi dengan sang pencipta. Pada fase ini, karya sastra benar-benar memberi ruang bagi pembaca untuk menelanjanginya, maka hadirlah pembaca aktif dan pembaca pasif. Pembaca pasif hanya akan menikmati karya sastra untuk pemenuhan hasrat membaca dan kenikmatannya sendiri. Sastra sebatas hiburan pengisi waktu jeda antara rutinitas jamak lainnya. Sementara di sisi lain, pembaca aktif memberikan reaksi atas sastra yang telah dinikmatinya. Pembaca aktif inilah yang kemudian merespon karya sastra dengan melakukan telaah lebih mendalam pada hasil bacaannya. Karya sastra tidak semata menjadi selingan pengisi jeda waktu rutinitas, namun karya sastra adalah rutinitasnya. Tipe pembaca ini yang kemudian menjadi kritikus atau pembedah karya sastra secara lebih komprehensip. Akibat karya sastra adalah sebuah ruangan yang bebas tafsir, maka tiap individu kritikus akan menghasilkan tanggapan yang berbeda pula atas sebuah karya sastra. Dan hal ini bersifat sangat individu namun juga seharusnya sangat obyektif. Damono (1983) mengungkapkan bahwa, “dua orang kritikus tidak mungkin menghasilkan kritik-kritik yang persis sama meskipun mereka telah bertemu dengan sajak yang sama. Atas dasar itulah, ketika semakin banyak hadir kritikus dalam sebuah dunia sastra, maka akan semakin beragam pula hasil pemikiran yang

akan tercipta atas karya sastra. Sayangya, Belakangan nampaknya dunia kritikus sastra tampak sepi peminat, tampak lengang tanpa riak. Terlebih dalam dunia sastra Bali modern yang kini sedang semarak dengan lahirnya begitu banyak sastrawan-sastrawan muda penuh gairah berkarya. Sepanjang perjalan sastra Bali modern, kritik sastra mengambil peran yang tidak begitu besar, sebab memang tidak banyak yang “berminat” mengambil peran sebagai kritikus sastra Bali modern. Memang tidak dipungkiri, bahwa dunia kritik sastra Bali modern adalah dunia yang “sepi”, tiada mungkin berharap finansial dan popularitas berlebih dari dunia ini. Namun bagaimana pun juga, dunia sastra Bali modern harus memiliki kritikus yang getol pada dunia ini. Nyoman Tusthi Eddy, Nyoman Darma Putra, IDG. Windhu Sancaya, dan Wayan Suardiana adalah sedikit orang yang berada dalam lingkaran kritik sastra Bali modern selama ini. Mereka hadir dengan ulasan-ulasan tajam atas karya-karya sastra Bali modern. Tusthi Eddy sempat menjadi juri Sastra Rancage, dan kini digantikan oleh Nyoman Darma Putra. Kritik Kritik sastra Bali modern menjadi penting di tengah semaraknya tumbuh sastrawan muda. Perkara kuantitas, sepertinya sastra Bali modern saat ini tengah berada pada puncak energinya, bagaimana tidak, dalam dua tahun belakangan telah

lahir ratusan karya sastra yang bertebaran di media masa maupun media sosial. Seolah mencipta karya telah menjadi menu keseharian generasi muda sastrawan Bali modern. Dalam rubrik berbahasa Bali di sejumlah media masa, nama-nama muda selalu hadir disetiap penerbitannya. Generasi terdahulu sepertinya telah mendapat penerus yang begitu aktif. Sementara media sosial lain lagi memberi ruang yang begitu luas, melalui blog, wordpress, facebook, mereka mengisi ruang-ruang ini dengan karya yang segar. Jiwa muda yang penuh semangat dan gairah adalah sebuah modal besar dalam kehidupan berkarya. Namun betapapun bersemangat, jiwa muda ini mesti dituntun, diarahkan pada arah yang semakin baik. Disinilah peranan besar kritikus sastra Bali modern sesungguhnya, kritikus memberikan pandangan, menjadi timbangan, menjadi gelas takar yang secara objektif memberikan penilaiaan terhadap kualitas sebuah karya sastra. Sehingga sebuah karya betul-betul lahir untuk bermanfaat, tidak sekadar hadir lalu lewat begitu saja. Karya sastra Bali modern yang kini telah banyak terpublikasi nyaris tanpa sentuhan kritikus. Karya tersebut bebas lepas di pasaran tanpa ada yang melakukan telaah lebih jauh, tanpa sentuhan kritik, tanpa “celaan”. Jika hal ini dibiarkan berlangsung lama, bukan tidak mungkin akan lahir karya-karya yang tanpa takar. Keadaan ini membangun atmosfir yang kurang sehat

bagi seluruh komponen sastra Bali modern, pengarang, pembaca, dan karya sastra Bali modern. Pengarang menjadi mudah puas dan merasa karya mereka telah berterima di masyarakat tanpa ada “perlawanan” dari pembaca. Hal ini jelas saja berdampak pada rasa mudah puas dari sastrawan sehingga enggan meningkatkan kualitas diri, malas belajar dan cenderung berhenti mencari kesejatian. Pada akhirnya, semua akan bermuara pada sebuah fase dimana karya akan nampak monoton, tanpa ide dan gagasan baru, semua karya akan terlihat sama, tak berkarakter, yang lebih parahnya adalah plagiat akan kian menjamur. Kehadiran kritikus menjadi mutlak di sini! Ruang bagi kritikus sastra kini sama luasnya dengan sastrawan. Media segala rupa telah menyediakan sasana yang begitu luas. Media cetak tiap minggu nyaris “kehausan” menanti tulisan kritikus sastra menyumbangkan pemikirannya. Terlebih media online yang serba tiada berbatas ruangnya. Namun, patut diakui bahwa yang kurang adalah ruang diskusi sastra Bali. Pada ruang-ruang diskusi inilah sejatinya dapat disemai benih-benih kritikus yang handal, sebab dengan saling berdiskusi, pemikaran-pemikiran baru dan kritis akan kian terasah. Berdiskusi mampu menjadi pemantik api kritik, bahkan tak jarang diskusi melahirkan penelanjangan yang sehat terhadap sebuah karya sastra dan pengarangnya. Dan hal ini sepertinya masih jauh dari dunia sastra Bali modern saat ini.

Karya Menjadi kritikus memang tidak mudah, sama halnya dengan menjadi penulis karya sastra. Keduanya memiliki tingkat kesulitan tersendiri, dan banyak orang bilang keduanya adalah hasil persilangan antara genetika (bakat alam) dan keseriusan belajar. Antara penulis dan kritikus memiliki ruang tersendiri yang sejatinya berhimpitan dekat, bahkan nyaris tanpa sekat. Sebabnyalah, pengarang dapat saja menjadi kritikus, dan kritikus dapat pula menjadi pengarang. Tapi apakah mungkin berdiri dalam koridor berbeda dengan objektif dan efektif? tak banyak yang mampu melakukannya, dalam sastra Indonesia, kita punya Sapardi Djoko Damono. Lalu siapa yang tepat menjadi kritikus sastra Bali modern? Siapa saja bisa menjadi kritikus sastra Bali modern, hanya saja yang dibutuhkan adalah keseriusan dan kekusyukan. Perguruan tinggi khususnya yang memiliki jurusan sastra dan bahasa Bali adalah instansi yang seharusnya mencetak kritikus-kritikus sastra Bali modern. Hal ini berkaitan dengan bidang keilmuan yang memang dipelajari insan akademis sastra Bali diperguruan tinggi. Saat ini di Bali terdapat lima perguruan tinggi yang memiliki jurusan bahasa dan sastra Bali, yang kesehariannya bergelut dengan urusan sastra dan bahasa Bali. Setiap tugas maupun tugas akhir (skripsi) menggunakan objek yang berkaitan dengan bahasa dan sastra Bali. Mereka sejatinya telah dilatih serta

dididik untuk menjadi orang yang kritis melihat sebuah objek, namun entah mengapa semuanya hanya berhenti pada tugas akhir. Tidak ada yang lebih lanjut dan lebih dalam menggali potensi diri untuk menjadi kritikus sastra Bali modern. Apa mereka terlelap dalam ungkapan “eda ngadén awak bisa” yang selama ini disalahpersepsikan?entahlah. Pilihan menjadi kritikus sastra memang bukan pilihan yang mudah, karena ini sekali lagi adalah dunia yang “sepi” dan masih jadi “sekte”(meminjam istilah Oka Rusmini) yang minim pengikut. Namun peranan seorang kritikus terlampau besar untuk menjaga hidup matinya sastra Bali modern. Kritikus menjadi penyeimbang antara kualitas dan kuantitas karya sastra yang hadir, menjadi penakar layak tidaknya karya menyebar. Seorang kritikus yang baik akan memberikan pandangan yang baik pula terhadap karya yang dibacanya. Artinya, memberikan ulasan dan tanggapan yang sehat serta bertanggung jawab. Dasar keilmuan, teori, serta kecerdasan menangkap setiap anasir dalam karya sastra menjadi penentu kedalaman sebuah kritik sastra. Sebabnyalah, akademisi yang lahir dari embrio sastra Bali menjadi individu yang tepat untuk dunia ini. Secara teori mereka seharusnya cukup paham, secara sosial budaya mereka adalah individu yang memiliki modal kuat, sepertinya tidak ada alasan untuk mengingkari hal ini. lI Gede Gita Purnama Arsa Putra

Waspadai Kondisi Krisis Hipertensi Kebiasaan Buruk yang Menghancurkan Karier yang Mengancam Jiwa

Masyarakat masih banyak menganggap remeh kondisi hipertensi. Kondisi ini harus diwaspadai karena bisa menyebabkan krisis hipertensi. Seperti apakah kondisi krisis hipertesi tersebut? Apa komplikasi yang ditimbulkan? Hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pelayanan primer kesehatan dan masih merupakan masalah kesehatan yang utama dengan angka kejadian yang tinggi, yaitu sebesar 26,5% menurut riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013. Pengontrolan hipertensi saat ini masih belum adekuat, meskipun obat-obatan yang efektif untuk menurunkan tensi telah tersedia tetapi masih banyak masyarakat yang kurang menyadari pentingnya mengontrol tekanan darah. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah naik secara mendadak, dengan tekanan darah sistolik lebih dari 180 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 120 mmHg yang disebut sebagai

kondisi krisis hipertensi. Krisis Krisis hipertensi dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu hipertensi emergensi dan hipertensi urgensi. Hipertensi emergensi adalah suatu keadaan yang ditandai meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari 180 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 120 mmHg secara mendadak disertai bukti adanya kerusakan target organ. Hipertensi urgensi adalah situasi meningkatnya tekanan darah lebih dari 180 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 120 mmHg secara mendadak tanpa gejala yang berat atau kerusakan target organ. Kerusakan target organ meliputi otak, mata, jantung, ginjal, dan pembuluh darah. Sehingga hipertensi emergensi tidak jarang mengakibatkan ensefalopati, penglihatan kabur, gagal jantung akut, gagal ginjal akut, maupun stroke. Penderita krisis hipertensi menunjukkan berbagai gejala b erupa nyeri kepala, lem as, pandangan kabur, pandangan berkunang-kunang, nyeri dada, sesak maupun kencing berwarna kemerahan. Penderita biasanya memiliki riwayat hipertensi yang sudah lama terjadi, tetapi tidak

HIPERTENSI - Terjadinya krisis hipertensi dapat dicegah dengan menerapkan pola gaya hidup seperti mempertahankan berat badan pada kisaran indeks masa tubuh 18,5-22,9 kg/m2, banyak mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, serta produk yang mengandung susu rendah lemak, mengurangi asupan garam seharihari, meningkatkan aktivitas fisik aerobik secara teratur, dan tidak merokok.

teratur minum obat antihipertensi sehingga tekanan darah tidak pernah mencapai target normal. Oleh sebab itu perlu diwaspadai pada penderita yang mempunyai riwayat hipertensi yang mengalami gejala seperti di atas, untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Pada penderita hipertensi emergensi harus ditanggulangi dalam satu jam pertama dengan menggunakan obat yang disuntikkan melalui pembuluh darah intravena, kemudian setelah tekanan darah mencapai target bisa dilanjutkan dengan obat yang diminum. Sedangkan pada penderita hipertensi urgensi membutuhkan penurunan tekanan darah dalam waktu 24 jam sehingga masih bisa menggunakan obat yang diminum atau diisap. Kedua kondisi tersebut memerlukan pegawasan di ruang perawatan intensif untuk monitoring tekanan darah secara ketat. Penanganan Kondisi Krisis Hipertensi dapat dicegah dengan memberikan penangan hipertensi yang tepat terutama pada pelayanan kesehatan primer. Untuk mencegah terjadinya krisis hipertensi, masyarakat harus menerapkan pola gaya hidup seperti mempertahankan berat badan pada kisaran indeks masa tubuh 18,5-22,9 kg/m2, banyak mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, serta produk yang mengandung susu yang rendah lemak dengan kandungan lemak tersaturasi dan lemak total rendah, mengurangi asupan garam sehari-hari yaitu tidak lebih dari satu sendok teh garam dapur, meningkatkan aktivitas fisik aerobik secara teratur seperti jalan cepat secara kontinyu selama minimal 30 menit, dengan frekuensi 4-6 kali/ minggu, dan tidak merokok. Penting untuk minum obat antihipertensi secara teratur agar tekanan darah terkontrol sesuai dengan target. Keberhasilan pengendalian hipertensi akan menurunkan angka kejadian krisis hipertensi. Hipertensi yang terkendali akan mengurangi beban ekonomi dan sosial bagi keluarga, masyarakat, dan pemerintah terhadap beban yang diakibatkannya. ldr. I Made Adi Satria Darma

Mendapatkan pekerjaan sesuai impian memang menyenangkan. Akan tetapi kadang kita bertingkah laku yang tanpa kita sadari akan menghancurkan karier. Akibatnya, kita sering mengeluh mengapa tidak mendapat promosi padahal kita rajin, mengapa bos tidak peduli, kenapa gaji tidak naik dan seterusnya. Bagimana pun perusahaan tempat kita bekerja tentulah menilai perilaku kita walaupun kadang tidak kita sadari. Nah, apa saja kebiasaan buruk yang dapat menghancurkan karier?

Kebiasaan Cari Muka Tanpa kita sadari terkadang kita terlalu banyak memuji sesuatu, misalnya mengatakan “Kamu kelihatan cakep lho pakai pakaian itu,” “Wah kerjaanmu bagus ya,” atau bahkan di depan bos kita mengatakan, “Untuk Bapak apa sih yang tidak saya lakukan,” atau “Apa yang bisa saya bantu Pak,“ padahal kita telah banyak menumpuk pekerjaan. Rasanya kalimat-kalimat seperti itu biasa-biasa saja, tetapi jika terlalu banyak kita lontarkan justru akan dituduh suka cari muka. Tak ada seorang pun senang dengan orang cari muka. Terlalu banyak memuji di kantor akan mendapatkan reputasi seperti ini. Mengatakan ya pada segala sesuatu yang diminta orang-orang yang punya jabatan bisa membuat rekan-rekan benci dengan antusiasme kita. Bahkan lebih buruk lagi bos menganggap kita sebagai penganggu ketimbang tim yang konstruktif. Jika kondisinya demikian, lalu bagaimana sikap kita? Jujurlah apa yang mampu kita kerjakan, jadi beranilah berkata “tidak” untuk menunjukkan pada rekan-rekan dan atasan bahwa kita bukan pengecut. Kajilah lagi, apakah opini bos atau tugas di kantor memang mampu kita kerjakan di tengah tumpukan tugas yang lain? Berkatalah dengan jujur. Kebiasaan Banyak Alasan Kita lupa membawa rancangan presentasi tapi tidak mau mengakuinya. Kita tidak tahu jawaban untuk atasan, tetapi mencoba bicara. Hasilnya pembicaraan asal ucap saja tanpa data yang jelas, akibatnya kita hanya buang waktu untuk diri sendiri, kolega dan bahkan atasan kita. Sebaiknya atur waktu minimal 10 menit sebelum rapat dimulai untuk menyiapkan kertas dan

presentasi yang akan diberikan. Cara ini lebih efektif untuk mengecek kembali kesiapan kita daripada 20 menit berkilah di depan kolega.

Kebiasaan Sering Menolak Tugas Saat kita diberi pekerjaan kita bilang, “Itu tidak ada dalam diskripsi tugas saya”. Menentukan terlalu banyak batasan di tempat kerja apakah itu menolak pekerjaan atau pekerjaan yang kita pikir itu bukan tanggung jawab kita atau datang pukul 09.00 dan pulang pukul lima kurang satu menit, kita akan dianggap terlalu membatasi diri dan tidak peka dengan keadaan kantor. Padahal kita harus fleksibel dalam bekerja, sesekali menerima pekerjaan tambahan atau lembur adalah hal yang lumrah dalam bekerja. Jika kita terlalu keras dengan aturan kita sendiri, maka pendapat ini akan merugikan diri sendiri sebab atasan tentu menilai kita orang yang kaku dan sulit bekerja sama dengan tim. Akibatnya, karier mandek. Kebiasaan Cepat Marah Pegawai yang cepat marah, adalah pegawai yang berbahaya. Atasan tentu sangat khawatir jika punya pegawai yang cepat marah. Jika tekanan darah kita seringkali naik setiap komputer ngadat atau asisten langsung pergi ketika kita masuk ruangan, maka cek lagi perilaku kita. Rekan yang tidak nyaman akan sulit bekerja sama dengan kita. Maka untuk menghilangkan reputasi pemarah lakukan jeda sebelum bereaksi pada situasi yang menegangkan. Caranya, berdiamlah sejenak, tarik napas dalam-dalam beberapa kali dan hindari mengeluarkan unek-unek pada rekan kerja tanpa pikir panjang. Jika semua ini gagal, ca-

rilah orang yang bisa dipercaya untuk curhat, mungkin kemarahan ini bukan karena pekerjaan saja. Kebiasaan Mencuri di Kantor Jika ada pulpen atau mug orang lain yang ada di meja kita, kemungkinan kita punya masalah dengan peminjaman. Pergi membawa pensil, stapler, atau cangkir kopi favorit tak akan membuat kita disukai. Padahal secara tidak sadar kita memakai milik orang lain. Cara menghentikannya, labeli barang kita sendiri atau gunakan pulpen merek tertentu yang mudah dibedakan. Kita mungkin mengaggap hal ini sulit dilakukan, tetapi begitu kita lihat pulpen di meja merek lain, maka kita akan secara sadar mengingat-ingat kalau itu punya siapa dan mengembalikannya. Kebiasaan Gaya Aneh Kita memang punya style sendiri, tapi ingat kita tengah bekerja di kantor. Kalau kita dinilai bergaya aneh yang dipertanyakan itu bukan personal style. Misalnya, atasan bertanya apakah penampilan kita sesuai dengan klien, berarti busana kita bertentangan dengan kantor yang membuat kita tidak dipromosikan. Itulah sebabnya, bayangkan busana orang yang paling kita kagumi di kantor. Bagaimana mereka berpakaian dan mengapa itu cocok untuk perusahaan? Bayangkan busana kerja mereka. Lalu belanja dengan contoh yang kita pikirkan. Misalnya, jika mengenakan seragam, pakailah walaupun itu membuat kita gerah, carilah aksesori yang minimal tetapi mencerminkan style kita, mudah kan? Lupakan sejenak gaya kita yang terlalu aneh, kenakan saja saat kita jalan-jalan di akhir pekan atau pas liburan! l Asti Musman

BPM/ist


JENDELA

Minggu Wage, 10 Januari 2016

Resensi Buku

Membaca Manusia Bali Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Perempuan Shakti : IBM. Dharma Palguna : Sadampaty Aksara : Agustus, 2014 : 77 halaman BUKU ini berisi beragam catatancatatan yang menarik tentang kehidupan sehari-hari. Ditulis oleh seorang penulis yang khatam arti dan makna kakawin dan geguritan. Halhal yang rumit dan njlimet pun menjadi sederhana dan bagi pembaca yang biasa membaca teks-teks filsafat, buku ini terasa getir, satire. Kita mencoba dengan kepala batu mentertawakan diri sendiri. IBM. Dharma Palguna, doktor yang mencicipi asam garam di Fakulteit der Letteren, Rijksuniversiteit Leiden (1992-1999) mencoba menggali-gali teks-teks kuno yang dibenturkan dengan kehidupan modern. …sudah sejak kapan bumi (baca:tanah) disebut Ibu di dalam banyak kebudayaan manusia di dunia. Sebaliknya belum pernah saya membaca atau mendengar tentang seorang ibu yang dipanggil Bumi atau dipanggil Tanah… (hal 1) Atau … Kalau bumi itu representasi ibu, lalu ayah itu apa? (hal 19) Palguna juga menulis tentang hiruk-pikuk peradaban teks dengan gayanya yang jenaka: Kebudayaan literer menjadi sangat maju, ketika sebuah teks disambut oleh kelahiran teks-teks berikutnya…. Teks Calonarang disambut geguritan Basur… Akhirnya kita tidak sekadar berhutang kepada pengarang, kita juga merasa berhutang kepada masyarakat yang tidak serta merta mengamuk ketika teks pegangannya dihadang oleh teks yang bertolak belakang… (hal.47) Buku yang wajib dikoleksi di tengah negeri yang hiruk-pikuk dan panas ini. Buku sederhana, dengan cetakan yang apa adanya, mampu memberi ruang untuk kita menarik napas. (osi)

Kemegahan Turki dan Teror Pamuk Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Salju : Orhan Pamuk : PT Serambi Ilmu Semesta : Agustus,2015 : 665 halaman

ORHAN Pamuk, pemenang hadiah nobel 2006 ini memang piawai membuat teror. Novelnovelnya selalu memikat dan membuat masyarakat pembaca di luar Turki merasa berada di dalamnya. Ikut berkelindan dan menjadi tokohtokohnya dalam cerita-cerita yang dibuatnya. Novel ini menawarkan tentang potret Turki. Kelicikan, kejahatan, dan potret kemanusiaan yang makin kabur dan tidak jelas terpapar telanjang dalam novel ini. Salju mulai turun ketika seorang wartawan dan penyair bernama Ka tiba di Kars, sebuah kota kecil di perbatasan Turki. Diawali keinginannya untuk menyelidiki kasus bunuh diri yang semakin mewabah di kalangan wanita muda kota itu, juga hasrat untuk menemukan cinta masa lalunya, tanpa sadar Ka terseret di dalam gejolak kemelut Kars. Konflik antargerakan Islam, pertikaian antara agama dan sekularisme, serta aparat penguasa yang bertindak sewenang-wenang hanyalah segelintir persoalan di tengah gunung es masalah di kota yang terisolasi selama berkecamuknya badai salju yang ganas itu. Novel ini adalah sebuah kisah tentang kesulitan yang dihadapi oleh sebuah bangsa yang terbelah antara tradisi, agama, dan modernisasi. Di tangan Pamuk, seluruh permasalahan itu tersaji menjadi sebuah kisah thriller politik yang mencekam dan meninggalkan kesan mendalam. Yang layak kita bandingkan dengan hiruk-pikuk negeri ini. (osi)

CERPEN

5

Tentang Lelaki yang 14 Tahun Menghantuiku Oleh Wina Bojonegoro

Overseas call itu menghantarkan selarik suara sedikit sengau berbau bariton, dengan logat melayu. Suara yang merambat dari separuh bumi, melesat melalui satelit, merayap di kelenjar kabel telepon rumahku. Suaranya mengalirkan rasa aneh ke dalam dadaku, berdesir rapi namun berpotensi meluap. Rasa yang sulit kunamai, namun eksistensinya terasa. Ini tentangmu. Ketika pertama kali kau menelponku dari belahan bumi yang lain. Imagimu memenuhi udara pagi hingga petangku, selama dua tahun itu. Itulah waktumu ketika kau terasing di sebuah negara yang matahari hanya tampil beberapa jam saja. Menjadi minoritas adalah sebuah siksaan, hingga kau perlu membunuh waktu dengan mencari seseorang yang sanggup meladenimu bersilat kata. Kita harus berterimakasih kepada teknologi yang menjadikan semua itu mungkin. Kau mendapatiku sebagai lawan tangguh dalam banyak hal, kita membahas gosip selebriti, para koruptor, reformis palsu, bahkan hal-hal cabul yang membuat kita tergelak bersama dan kata LOL berkali-kali meluncur di layar monitor. Hingga waktu yang kutunggu itu: kepulanganmu. Kembali ke tanah air, adalah mimpi panjangmu yang tertunaikan dan aku menunggumu berkabar. Tetapi, waktu yang tinggal beberapa minggu itu berubah menjadi sesuatu yang menyebalkan. Kau menyublim. Kadang aku berpikir, antara kita seharusnya terikat tali tak kasat mata yang jauh. Sebuah ikatan yang layak ditandai oleh telepon yang mengabarkan jadwal kepulanganmu, meski bukan di kotaku. Kemudian berbulan-bulan aku menemukan diriku terkapar oleh rasa marah. Gundah yang menyadari kau hanyalah dua jam penerbangan dariku, tetapi amboy, terasa benar jauhnya. Mendadak aku benci diri sendiri, menyadari kekhilafanku. Ya, bersetia padamu beberapa tahun tanpa wujud nyata itu khilaf. Mungkin kata bodoh terlalu sopan untuk menembak diriku sendiri. *** Januari adalah bulan yang menawarkan banyak puisi. Beberapa bait pernah kau tulis tentang hujan dan salju yang kau gambarkan sebagai jutaan jarum langit. Kau bukan seniman atau penyair, namun kau dapat menggambarkan saat-saat kesepianmu di kota asing itu dengan baik. Mungkinkah ini salah satu alasan kekagumanku padamu, bagaimana bahasa begitu indah di jemarimu, sementara sekolahmu adalah teknologi.? “Aku ingin menikmati sore di kotamu, dengan secangkir kopi dan suara hujan.” Sebuah pesan pendek tanpa nama menjabani ponselku. Meskipun bgitu, aku tahu itu kau. Ah, betapa cinta selalu memiliki mata ketiga. Duniaku berubah seketika. Hariku yang semula tenang dan datar mendadak sontak bergelombang dan riuh. Di sinilah kita. Delapan tahun sejak kau kenal namaku pertama dulu.

Menghirup kopi dan saling menatap penuh gejolak. Wajahmu persis sama seperti dalam foto-fotomu, hanya sedikit uban membedakannya. Kini sepasang matamu nan pekat itu dapat kunikmati dengan mata telanjang, pun bibirmu yang beraroma madu. Kubiarkan kau banyak bicara agar dapat kulahap seluruhmu. Kau tumpahkan hal-hal yang tertunda sekian lama, seolah semalam tak pernah cukup, dan memang tak pernah. Kita berbincang hingga pagi, tertawa lepas untuk halhal sederhana tidak penting. Bahkan seorang profesor sepertimu pun butuh menjadi manusia biasa, yang terlihat norak di depan perempuan. Hanya semalam. Begitulah rupanya, keindahan selalu terasa singkat. Sungguh tak sepadan dengan penantianku yang begitu lama. Pergimu meninggalkan rasa sakit di tubuhku, meski kau tak menyentuhku. Di akhir perjuampaan kita, kau menyitir sepenggal puisi Dante yang termashur: ingatlah malam ini, karena ini adalah awal dari selamanya. Meski kita kembali terhubung dengan berbagai media canggih dalam genggaman masing-masing, hubungan kita kembali maya. Kau kembali menikmati duniamu, aku dengan duniaku. Sesekali suaramu menyapaku, seperlunya. Dan aku bertahan. Agak menakjubkan bahwa aku tetap menyimpan namamu dengan baik, mematri

wajahmu tanpa cela, didalam bilikkku paling rahasia. Kurasa tak perlu berlaku bodoh dengan berpura-pura tidak merasakan sesuatu. Sesekali kau mengejutkanku, dengan membaurkan jadwal ‘kita’ diantara jadwal seminarmu, atau kuliah umum yang sengaja kau pilih di kotaku. Kita berlama-lama di kedai kopi sudut kota, tempat yang sama ketika pertama kali kau mengunjungi kota ini. Kau pun tidak melakukan sesuatu terhadapku, hanya berbicara dan menyecap sesuatu. Namun sesekali kau mencuri tatap ke dalam mataku, yang efeknya sangat terasa bagiku: dadaku terserang halilintar. “Terima kasih untuk kesetiaanmu selama 14 tahun ini.” Katamu kemudian. Memangnya kau tahu aku setia padamu? Kau tidak tahu bagaimana saat-saat tertentu aku begitu membencimu. Kemudian meletakkan karaktermu sebagai pembunuh dalam karyaku, atau membuat namamu sebagai laki-laki bajingan yang mengencani pelacur jalanan dalam sebuah cerita. Saat itulah aku merasa pembalasan dendamku padamu setimpal. Sore bermandikan hujan mengantarmu kembali ke bandara, masih di bulan Januari. Sehari bersamamu selalu tak pernah cukup, kau seperti air laut, makin banyak kusesap, makin haus aku. “Biarkan saja begini,” Katamu,

“Biarkan hal-hal sederhana terjadi, tanpa rencana, menikmati apa yang bisa dinikmati, melupakan halhal yang bisa dilupakan, tak pernah menyesali hal-hal yang terjadi” Mungkin memang harus begitu, hanya sebuah catatan kecil yang kau tinggalkan di udara kotaku, catatan tentang perjalanan 14 tahun kita. Aku tak berani menatapmu pergi, perut Boeing 747 menelanmu dan membawamu kembali ke kotamu yang sunyi. Kembali pada kesetiaanr kosong, pada kenaifan seolah kaulah pangeranku dan takdirku. Bertahun-tahun kulalui hanya dengan mengingat namamu, sambil menyadari bahwa lelaki lain itu tak sepadan denganmu. Mereka yang datang padaku hanyalah kualitas rendah, atau jikapun kualitas setara, mereka tak memiliki apa yang selama ini kau miliki: debar yang ajaib. Debar yang mendadak mewujud saat aku memikirkanmu. Memikirkanmu selalu demikian indah. Melahirkan berbait-bait puisi. Memerdukan seluruh lagu di jagad raya. Aku lupa bahwa faktanya kembali aku sendiri, bergelut dengan hiruk dan derap yang kuharap sanggup menghapus kenangan tentangmu. Sebab kau bukan milikku. Kau milik seseorang, atau sesuatu yang selama ini mengakuisisi waktu dan hidupmu. Kembali ke rumah, kembali pada dunia nyata: kesunyian. Senja baru mulai, dan aku tak akan membiarkan diriku dihantui oleh kehadiranmu selama 24 jam ini. Segelas kopi, kudapan dan sebuah buku tebal, senjata andalanku malam ini untuk membunuhmu. Sofa empuk yang nyaman, dan komposisi Rachmaninof sebagai pelengkap. Entah berapa lama tenggelam, hingga kusadari sebuah percakapan hadir dalam ruangku. “Bagaimana mungkin sebuah pernikahan hanya bertahan tiga bulan?” “Kami bertengkar enam hari seminggu.” Ada nada getir dalam suara itu. “Karena itu kau memasukkan fotofoto pernikahan kalian dalam peti?” “Apa boleh buat.” Suara itu kukenali... “Kita senasib. Isteriku pergi justru ketika karirku sedang bagus dan jadwalku begitu sibuknya. Ia kesepian, dan mengataiku laki-laki egois.” “Kau memang egois, bahkan mengatakan rindu saja tidak pernah.” O, bukankah itu suaraku sendiri? “Haha...!” Orang itu tertawa seraya memelukku dari samping. “Maaf telah memasuki rumahmu tanpa ijin, menurutmu kejutan ini manifestasi apa?” Aku membuka mata, laki-laki itu memang ada. Bukankah seharusnya dia ada di dalam perut Boeing 747 sekarang? Ingatlah malam ini, karena ini adalah awal dari selamanya. Kemudian aku lupa, bahwa aku pernah melalui saat-saat kosong dan hampa selama 14 tahun belakangan ini. Lupa bahwa hidup pernah demikian menyebalkan dan absurd.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Adi Wiryadarma Windhu Segara

Y. Anang Jatmiko

W.G. Sumarta

Achmad Cholid


DIMENSI

6 ramalan

Minggu Wage, 10 Januari 2016

bintang

Capricorn Peruntungan: Jangan pernah berhenti untuk terus berkreasi, apalagi peruntungan perbintangan Anda di minggu ini sudah cukup mujur, sehingga sangatlah disayangkan jika Anda terlalu bersikap hati-hati dalam menyikapi setiap peluang yang muncul. Karier: Jangan membangkang perintah atasan jika tak ingin Anda kena cap pembangkang. Apalagi rekan Anda ada yang ingin menggeser posisi Anda. Kesehatan: Tenaga terasa kurang prima. Cobalah diimbangi dengan makanan bergisi dan istirahat yang cukup tak perlu memaksakan diri untuk terus beraktifitas. Keuangan: Bila ada dana lebih ada baiknya disimpan saja jangan digunakan untuk membeli barang yang kurang begitu penting. Asmara: Tidak perlu takut bila merasa benar, yang terpenting bagaimana caranya mengatur omongannya, sehingga si dia tidak sampai tersinggung. Aquarius Peruntungan: Jangan biarkan peluang hilang begitu saja hanya karena diri Anda yang tak bisa lepas dari hawa malas yang cukup kuat di minggu ini. Cobalah Anda bisa konsisten dengan rencana yang telah Anda buat sendiri. Tak perlu ingin berubah haluan karena hanya akan buang-buang waktu saja. Karier: Jagalah kepercayaan yang telah diberikan atasan pada diri Anda jangan sampai membuat dirinya kecewa. Kesehatan: Jangan tidur terlampau malam karena kondisi Anda kurang begitu bagus dan terus menurun. Bila perlu aktivitas yang kurang begitu penting, sebaiknya dihindari dulu untuk sementara waktu. Keuangan: Pemasukan masih tetap mengalir dan cukup bikin hati lega walaupun kebutuhan tampak tinggi di minggu ini. Asmara: Segalanya bisa diselesaikan secara baik-baik, tidak perlu harus dengan emosi agar suasana bisa tetap terjalin mesra. Pisces Peruntungan: Jangan pesimis meski pAndangan Anda terhadap masa depan tampak suram dan gelap, tidak perlu menerawang kosong walaupun apa yang Anda rasakan saat ini masih belum menggembirakan dan rasanya sulit untuk meraih sukses besar dimasa mendatang. Yakinlah, hanya dengan kerja keras dan dedikasi tinggi, maka tidak sulit untuk merubah keadaan gelap tersebut. Karier: Kesabaran merupakan kunci untuk melewati situasi yang cukup sulit bagi karier Anda. Kesehatan: Jika sudah bersin-bersin itu berarti kondisi badan harus benar-benar dijaga, hindari keluar malam apalagi kalau hanya urusan untuk ngobrol-ngobrol saja. Keuangan: Bila ada keinginan untuk membeli barang sebaiknya dikondisikan dulu dengan keuangan Anda. Asmara: Jangan sepelekan masalah yang timbul karena jika tidak diselesaikan maka akan merembet kemana-mana. Aries Peruntungan: Suasana tenang dan jauh dari tekanan akan bisa Anda rasakan diminggu ini. Permasalahan berat seakan menyingkir sehingga Anda bisa lebih enjoy dalam beraktifitas tanpa harus terganggu dengan bayang-bayang ketakutan. Karier: Usahakan untuk menyelesaikan segala urusan dengan sepenuh hati, agar hasilnya bisa benar-benar maksimal. Kesehatan: Hindari makanan pedas jika tak ingin kondisi perut Anda terganggu kembali, begitu juga dengan kebiasaan jajan makanan diluaran sebaiknya jangan terlalu sering-sering. Keuangan: Tidak ada problem yang terlalu berat menghadang semuanya masih lancar-lancar saja. Asmara: Bicaralah yang baik-baik saja, bila perlu yang dapat menyenangkan hatinya, jangan malah bikin sakit dan jengkel perasaannya. Taurus Peruntungan: Usahakan untuk tidak macam-macam di awal bulan ini, carilah safe-nya saja. Karena jika dipaksakan akan percuma saja hasilnya, bisa-bisa malah akan membikin rugi dan pusing. Karier: Urusan yang membosankan sebaiknya tetaplah dijalani dengan biasa-biasa saja, jangan sampai Anda biarkan begitu saja. Kesehatan: Pikiran tak perlu tegang cobalah lebih santai lagi, apalagi suasana di minggu ini relatif lebih tenang. Jaga porsi makan Anda jangan sampai terlalu banyak agar kebugaran tubuh Anda tetap terjaga dengan baik. Keuangan: Tak perlu mencemaskan kebutuhan tinggi karena income terus mengalir dan tak ada hambatan. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah bila berada disampingnya, agar tidak semakin menambah pusing dirinya. Gemini Peruntungan: Jangan cepat patah semangat dalam menghadapi berbagai rintangan yang tiba-tiba datang menghadang. Hadapi dengan tenang dan semangat, sehingga bisa cepat teratasi. Karier: Usulan dari luar sebaiknya jangan cepat diterima mentah-mentah begitu saja. Ulas dan pertimbangkan dulu sebelum memulai langkah yang baru. Kesehatan: Nikmati menu makanan yang ada di rumah. Kalau boleh coba ganti dengan menu yang lain. Yang penting selera makan di rumah terus bertambah. Keuangan: Pengeluaran masih sulit untuk dikendalikan, sehingga jika dibiarkan maka pemborosan ini akan menyulitkan Anda sendiri. Asmara: Bagaimana pun juga yang namanya bunga kehidupan itu pasti ada. Jadi, bila hubungan lagi memanas jangan lantas cepat ambil keputusan penting. Cancer Peruntungan: Apa sulitnya mengalah demi kemenangan. Itu adalah langkah yang tepat dan harus dipikirkan di minggu ini. Tidak perlu memaksakan diri, jika keadaan mengharuskan Anda untuk mengalah dulu, ya lakukan saja. Karier: Jangan ambil tindakan berisiko tinggi dulu. Ada baiknya jika Anda mengamatinya dengan seksama dan hati-hati. Kesehatan: Jangan makan yang terlalu pedas dan masam agar tidak timbul masalah di seputar pencernaan Anda. Olahraga yang terlalu berat sebaiknya Anda hindari agar kesehatan Anda tidak semakin terpuruk saja karenanya. Keuangan: Inilah saatnya bagi Anda untuk dapat meraih keuntungan lebih di minggu-minggu ini. Asmara: Suasana di minggu ini tetaplah ceria dan hampir tidak ada gangguan yang harus dikhawatirkan. Leo Peruntungan: Jangan segan untuk mem-follow up kembali janji-janji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Sekalipun di minggu ini minggu libur, akan tetapi kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan hasil besar masih terbuka lebar selama Anda masih ada motivasi untuk mau meraihnya. Karier: Teruslah berjalan dengan konsep-konsep yang telah Anda buat. Kesehatan: Lakukan pemijatan urat. Itu akan cukup berkhasiat untuk memulihkan kondisi badan Anda. Tak perlu minum obat jika memang tak terlalu berat dan fatal. Keuangan: Berhati-hatilah di minggu ini. Semua tak semudah seperti yang Anda bayangkan. Asmara: Berhati-hatilah karena mulai ada yang ingin mengobokobok hubungan Anda dengannya yang mulai mesra dan rukun. Virgo Peruntungan: Anda harus lebih tanggap dengan situasi yang ada agar hasil yang teraih bisa lebih besar dari perkiraan Anda sebelumnya. Rencana luar kota bisa diwujudkan dan ada hasil yang memuaskan. Karier: Ada berita gembira yang datang meski terbilang terlambat, tetapi cukup membawa hikmah. Kesehatan: Makan dan istirahatlah yang teratur dan jauhkan dari begadang sampai larut malam. Kondisi badan Anda masih jauh dari normal sehingga perlu sekali menjaga stamina yang ada. Keuangan: Bersikaplah fleksibel terhadap kemauan pasar yang sering berubah-ubah. Agar tetap bisa mendapatkan peluang dan celah yang menguntungkan. Asmara: Masalah timbul justru dari saudara Anda sendiri, maka dari itu berhati-hatilah dalam memberikan komentar. Libra Peruntungan: Boleh-boleh saja berambisi meraih hasil semaksimal mungkin. Akan tetapi, sikap lapang dada juga sangat diperlukan seAndainya hasil yang Anda terima ternyata jauh dari harapan. Di minggu ini kemujuran masih memayungi perbintangan Anda. Hanya saja kemungkinan terburuk bisa juga timbul secara mendadak. Karier : Jangan pernah berhenti untuk terus mendekati atasan, walau entah bagaimana caranya. Kesehatan: Tetaplah disiplin dalam menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. Ingatlah bahwa kondisi badan Anda semakin terpuruk saja saat ini sehingga perlu kesabaran untuk selalu menjaganya. Keuangan: Tak perlu cemas, karena pemasukan masih cukup lancar dan menjanjikan. Asmara: Cobalah untuk diam, agar suasana bisa kembali mencair dan dingin.

SIWARATRI - Krama Bali belajar membaca sloka Bhagawad Gita pada pelaksanaan malam Siwaratri di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Denpasar, Jumat (8/1). Siwaratri bagi umat Hindu di Bali merupakan malam perenungan dosa diri, yang biasanya dilakukan sambil begadang hingga pagi hari.

Wayang Klasik Buleleng Bermukim di Belanda Singaraja (Bali Post) Yayasan Pelestarian Budaya Bali Utara (YPBBU), Kabupaten Buleleng, Bali menyebutkan beberapa wayang klasik Bali bagian utara justru kini berada dan bermukim di Belanda sejak ratusan tahun silam. “Kami hanya memiliki peninggalan berupa foto saja dan itu pun diberikan pihak Belanda,” kata Made Parwija, salah satu petugas Museum Buleleng milik YPBBU, Sabtu (9/1) kemarin. Ia mengatakan, beberapa koleksi sejenis foto-foto wayang khas buatan masyarakat Buleleng di masa silam, konon sejak

zaman penjajahan koleksi-koleksi terkumpul hanya sebatas foto selama ini. “Kami di sini cuma diberi fotonya saja. Yang memasang di sini orang Belanda langsung. Katanya, foto ini supaya ada bukti, kalau peninggalan asli milik Buleleng ada di Belanda. Selain foto, ada lukisan dan bendabenda bersejarah,” paparnya. Sayangnya, selain foto beragam jenis benda-benda bersejarah minim sentuhan perawatan. Museum Buleleng berada dalam satu lingkungan dan berdampingan dengan UPTD Gedong Kirtya, serta kalangan terbuka

Sasana Budaya. Lokasinya yang strategis di tengah-tengah Kota Singaraja, sejatinya memiliki potensi terpendam dan lama belum terjamah perbaikan oleh pihak yayasan pengelola. Ia memaparkan, sedikitnya ada 37 jenis benda bersejarah di zaman Paleolitikum dan Megalitikum di museum tersebut dan beberapa benda di antaranya sejenis patung sederhana, kapak penatak, kapak berimbas, periuk, serpih, pecahan gerabah, beliung, pahat genggam, gelang perunggu, tojok perunggu, pentagona, nekara, manik-manik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan, pihaknya tidak menampik ada foto dan lukisan asli Buleleng telah disimpan di museum di Belanda. “Ada salah satu guru besar dari salah satu universitas di Belanda dan menunjukan kepada saya ada banyak lukisan-lukisan asal Buleleng tersimpan di Belanda dan kami ditunjukan langsung melalui laptopnya, dan konon lukisan berusia cukup lama di masa zaman pemerintahan Belanda,” ujar Suyasa. (ant)

MIMBAR AGAMA

Tahun Yubileum Agung Kerahiman

“Semoga warta kerahiman menjangkau setiap orang, dan semoga tidak seorang pun acuh tak acuh terhadap panggilan untuk mengalami kerahimanNya. Dengan penuh harapan saya menyampaikan undangan untuk bertobat kepada orangorang yang perilaku hidupnya menjauhkan mereka dari rahmat Allah” (Paus Fransiskus dalam bulla “Misericordiae Vultus” No. 19).

MELALUI Pesta Pembaptisan Tuhan hari ini, marilah kita saling mengajak menanggapi undangan untuk mengalami kerahiman ilahi. Pada 13 Maret 2015, perayaan syukur dua tahun diangkat sebagai pimpinan tertinggi Gereja, Paus Fransiskus mengumumkan tahun 2016 sebagai Tahun Suci (Tahun Yubileum) Luar Biasa Kerahiman Allah. Tahun Suci ini dimulai pada 8 Desember 2015 dan akan berakhir pada 20 November 2016. (8 Desember adalah Pesta Maria Dikandung tanpa Noda dan 20 November 2016 adalah Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam). Pemakluman resmi dilakukan oleh Paus Fransiskus pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi, 11 April 2015, dengan mengeluarkan bulla (dekrit petunjuk resmi) yang berjudul “Misericordiae Vultus” (Wajah Kerahiman). Tahun Suci berasal dari tradisi perjanjian lama. Setiap 50 tahun, Tahun Suci dirayakan untuk mengembalikan keseimbangan hidup bersama sebagai umat Allah. Gereja mengambil alih tradisi ini dan sejak tahun 1475 merayakannya setiap 25 tahun. Tahun Suci Biasa terakhir dirayakan

pada tahun 2000, ketika umat maRedaktur nusia memasuki Khusus milenium yang ketiga. Di sampMIMBAR ing Tahun Suci KATOLIK Biasa, Gereja juga merayakan Ignatius Tahun Suci Luar Biasa. Tahun Suci Luar Biasa terakhir dirayakan pada 1983, untuk mengenangkan seribu sembilan ratus lima puluh tahun karya penebusan Kristus. Apa alasan yang mendorong Paus Fransiskus untuk memaklumkan tahun 2016 sebagai Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah? Dalam bulla pemakluman Tahun Suci Luar Biasa ini, Paus antara lain menyatakan, “Janganlah jatuh ke dalam pola pikir yang mengerikan, yang beranggapan bahwa kebahagiaan bergantung pada uang; dan jangan pula beranggapan bahwa, dibandingkan dengan uang, semua yang lain tidak ada nilainya. Kekerasan yang ditimpakan kepada orang lain demi menimbun kekayaan yang berlumuran darah tidak akan mampu membuat seorang pun berkuasa atau tidak mati” (MV No. 19.1). Paus juga menyinggung gejala korupsi: “Korupsi merupakan dosa berat. Luka-luka akibat korupsi ini berteriak keras ke surga untuk mendapatkan pembalasan. Sebab, korupsi itu merongrong dasardasar kehidupan pribadi dan masyarakat. Korupsi membuat kita tidak mampu melihat masa depan dengan penuh harapan, karena kerakusannya yang lalim itu menghancurkan harapan-harapan kaum lemah dan menginjak-injak orang yang

paling miskin di antara kaum miskin. Korupsi adalah skandal publik yang berat” (MV No. 19.2). Kerahiman Suharto Allah dialami melalui tindakan-Nya yang nyata, sebagaimana diwartakan oleh Nabi Zefanya. . Pertama, Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atas umat-Nya (cf. Sef 3:15). Ia memerdekakan manusia dari belenggu dosa yang menyebabkan manusia tidak lagi mengenal dan mengakui Allah yang seharusnya meraja dalam hidup manusia. Manusia merdeka adalah dia yang menempatkan Allah di atas segala-galanya. Kedua, Ia hadir di tengah-tengah umat-Nya (cf. Sef 3:17); kehadiran yang menyatakan kesetiakawananNya. Kehadiran ini mampu memberi arti baru bagi hidup manusia, dan dengan demikian membuatnya menjadi manusia yang merdeka. Ketiga, Ia membarui umat dengan kasih-Nya (cf. Sef. 3:17). Kehadiran, kasih dan kerahiman-Nya mempunyai daya yang membarui kehidupan dan memerdekakan. Kerahiman Allah itu menjelma dan masuk ke dalam sejarah umat manusia dalam diri Yesus Kristus. Dialah wajah sempurna kerahiman Allah. Pengalaman akan kerahiman Allah ini dengan sendirinya akan mendorong pertobatan dan pembaharuan hidup. Inilah yang ditegaskan oleh Paus Fransiskus dengan mengatakan seperti yang kami kutipkan untuk mengawali tulisan ini.

Selanjutnya Paus Fransiskus menyebut pihak-pihak tertentu yang secara khusus diundang untuk menjalankan pertobatan, antara lain para pelaku dan organisasi-organisasi kriminal, para koruptor, orang-orang yang menjadikan uang sebagai berhala baru. Kita semua pun diajak untuk bertobat, memperbarui haluan hidup dan mewujudkannya dalam tindakan nyata. Seperti orang banyak di dalam kisah Injil, kita diajak untuk selalu berbagi kehidupan (cf. Luk. 3:10-11); seperti para pemungut cukai, kita diundang untuk mengembangkan sikap hidup yang tulus dan jujur dalam menjalankan tugas (cf. Luk 3:12-13); seperti para prajurit, kita dituntut untuk tidak pernah menggunakan kekerasan dalam bentuk apa pun demi tujuan apa pun (cf. Luk 3:14). Apa pun yang baik dapat kita lakukan untuk mewartakan kerahiman Allah yang membaharui kehidupan. Itulah yang kiranya dimaksudkan oleh Rasul Paulus dengan mengatakan “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang” (Flp. 4:5). (Sumber: Ucan Indonesia Newsletter 2015-12-13) Marilah kita sambut Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah ini dengan penuh syukur dan dengan mengikuti anjuran Paus Fransiskus, serta menanggapi Visi 2012-2016 Keuskupan Denpasar sebagai persekutuan umat katolik yang berkualitas, dialogistic dan transformatif untuk membuat wajah Yesus bersinar di dunia; dan menanggapi Misi Keuskupan Denpasar 2016: Membuat wajah Yesus bersinar melalui keluarga Katolik. Selamat Tahun Baru 2016.

PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Scorpio Peruntungan: Posisi perbintangan Anda semakin bagus saja meskipun rintangan masih saja datang menghadang. Order cukup banyak dan menguntungkan sehingga Anda bisa ambil keuntungan besar di minggu ini. Karier: Masih ada jenjang yang lebih tinggi yang bisa Anda tuju kearah sana, untuk itu tingkatkan motivasi kerja Anda. Kesehatan: Meski hati lagi kesal sebaiknya jangan terlalu lama dipendam dalam hati. Cobalah Anda lebih bisa sabar dan bijaksana dalam menyikapi persoalan hidup. Keuangan: Pandai-pandailah mengatur uang pemasukan agar tak habis dengan percuma. Asmara: Suasana yang semakin harmonis ini, jangan sampai terganggu hanya karena masalah sepele saja, bersikaplah lebih dewasa lagi. Sagitarius Peruntungan: Positive thinking sajalah. Tidak perlu beranggapan yang macam-macam. Apalagi situasi seperti ini diharuskan untuk berpikir cepat, agar kesempatan yang datang tidak hilang begitu saja hanya akibat keragu-raguan. Karier: Bila ada yang mencoba untuk menghalangi, dilibas saja jangan takut untuk mengambil sikap tegas. Kesehatan: Masih sering pusing dan sulit untuk dihilangkan dengan obat seperti biasanya, untuk itu segera saja diperiksakan ke dokter dan tak perlu menundanya lagi. Keuangan: Pemasukan masih cukup baik dibanding minggu kemarin sehingga segala kebutuhan masih akan bisa Diasuh Oleh terpenuhi di minggu ini. Asmara: Suasananya Putri Wong Kam Fu sudah membaik sehingga di minggu ini kerindBerlaku uan akan terobati dan harapan-harapan indah 10-16 Januari 2016 bisa menjadi kenyataan.

Putri ke-2 A.A. Ngr Oka Wiradiksa dengan Adi Trisnayanti, A.A. Sagung Jegeg Vira Mahesani-- Jung Jegeg, merayakan ulang tahun ke-5 pada 6 Januari 2016 di sekolah TK Saraswati 3 Denpasar kelas A2. Terima kasih kepada guru pembimbing TK Saraswati 3 Denpasar Ibu Nyoman dan Ibu Komang atas bantuannya sehingga acara berjalan dengan lancar dan Jung Jegeg merasa sangat bahagia dapat merayakan ultah bersama teman-temannya.

Purnama Sasih Kapitu, Jumat (25/12) lalu, I Putu Dhiyo Mahatma Ari Purnama melaksanakan upacara otonan. Sebelumnya, Dhiyo -begitu akrab dipanggil- telah melaksanakan prosesi malukat di Pura Campuhan Windu Segara, Padanggalak Sanur. Siswa kelas V SD 17 Dauh Puri Lumintang ini akan merayakan ultahnya yang ke-11 pada 21 Januari 2016 nanti. Dengan semangat belajar yang tinggi, cucu dari Nyoman Ginaka dan Onengyuningsih ini bercita-cita menjadi pengusaha sukses. Selamat ya Dhiyo, semoga tercapai cita-citanya.


Redité Wagé, 10 Januari 2016

Bali L e m b a r

Bencingah

Ni Made Nurjiati

Manah Degdeg, Modal sané Utama SAKANCAN jadmané janten setata mautsaha mangda prasida nagingin sakancan pangptiné. Wénten sané meled kadagingin amangkinan tur wénten taler sané patut kadagingin kasuén-suén utawi riwekasan. Punika mawinan sakancan utsaha miwah pakaryan sané kamargiang majanten sampun kadagingin antuk tetimbang sané sumeken. Sakéwanten akéh kahanan sané nénten manut utawi lémpas saking tetimbang i wawu. Punika sané pacang ngawinang krama sungsut ring kayun miwah nénten prasida becik malih ngamargiang utsaha utawi pakaryan. Sujatinné patut pisan kramané negdegang manah sapunapi ja pamargi sané kapanggih miwah setata nunas paica saking Ida Hyang Paramakawi mangda Ida lédang micayang pamargi sané becik. Pikayunan asapunika sané kanggén dasar Ni Made Nurjiati ri kala ngamargiang kauripanné saraina. Ni Made Nurjiati, sinunggil pangadol souvenir sané saraina maadolan ring wewidangan Pasar Kumbasari, Denpasar. Dané maosang kahanan pariwisata miwah ekonomi ring Bali sané kirang becik sakadi mangkin janten ngiusang kawéntenan utsaha sané kamargiang. Napi malih sakadi sané kapiragiang dané indik “bisnis kerajinan” sané sayan-sayan nénten becik kahananipun ring warsa 2016 puniki, sinah ngawinang dané sareng pangadol souvenir siosan marasa sebet. Sakéwanten dané mautsaha nincapang pikayunan mangda setata degdeg miwah alon-alon nepasin sakancan pikobet sané kapanggih, mangda nénten sué sebet tur gelis matangi ri kala manggihin pakéwuh. “Modal kapertama sané patut kadruénang olih krama pangadol utawi pedagang wantah manah degdeg miwah setata nunas pamargi becik saking Ida Sang Widhi Wasa. Tiang ngwiaktinin pisan yéning manahé sampun degdeg sinah sakancan pakéwuh prasida katepasin,” baosnyané makenyem. Dané sané sampun maadolan 30 warsa punika ngélingang pisan yéning bisnis Pariwisata sané mangkin akéh manggihin pikobet. Matiosan ring sadurung warsa 2003. Malih kabaosang ring warsa 1985, nyatos ngawit warsa 2000-an, kahanannyané becik pisan, saraina marasa seneng maadolan. Duaning tatkala punika tamiuné ramia pisanmatumbasan. Sakéwanten sasukat Bom Bali I miwah II kahanannyané matungkalikan, araina prasida nénten wénten tamiu sané rauh matumbasan. Katakénin indik ngamargiang utsaha siosan, ibu sané seneng mabanyolan puniki maosang yéning dané durung mapikayunan jagi ngentosin utsahané antuk utsaha siosan napi malih antuk utsaha “kuliner” sané kocap jagi nglaisang ring warsa 2016 puniki. Duaning ring pikayunan dané, ngamargiang utsaha anyar napi malih utsaha “kuliner” ngaptiang modal sané nénten akidik, sios punika dané patut ngruruh pegawé malih sané taler jagi nelasang prabéa. Sané taler mabuat pisan, ngrereh genah anyar sajabaning sampun madué genah ring sisin margi mangda becik kacingak olih krama sané jagi matumbasan. “Sios saking kahanan modal tiang sané akidik, tiang taler marasa yéning utsaha maadolan souvenir puniki wantah payuk jakan tiangé sané patut, punika mawinan tiang nénten mamanah jagi makarya utsaha siosan. Dadosné ring “Tahun Monyet” sané kocap patut kamargiang antuk pikayunan optimis puniki tiang ngawiaktinin miwah setata nunas ica mangda pamargi sané kapaicayang sayan ngamecikang malih,” asapunika dané sané embas ring warsa 1954 puniki ngaptiang. (wan)

(9)

B a s a

7

B a l i

Saking Panguntat Warsa 2015

Tamiu sané Malilacita ka Bali Akéhan Toris Doméstik SASUKAT kadadosang genah wisata olih pemerintah Hindia Belanda ring warsa 1924, Bali sayan sering karauhin turis dura negara sané meled malilacita utawi mawisata. Kahanan punika kantun kapanggih nyantos mangkin, napi malih wénten tamiu sané majanten rauh ka Bali nyabran ipun ka Indonesia. Punika ngawinang Pariwisata dados parindikan sané mabuat pisan ring kauripan krama Bali sinarengan indik maani miwah madolan sané taler kamargiang krama. Nénten wantah krama saking dura negara kémanten sané meled malancaran utawi malilacita ka Bali, taler krama saking makudang-kudang genah ring Indonesia makayunan lunga ka genahgenah sané ngangobin manah pacang ngaksiang kalewihan adat miwah budaya Baliné. Punika kasinahang saking makéhnyané wisatawan doméstik utawi tamiu saking makudang-kudang genah ring Indonesia rauh ka Bali ri kala wénten kapanggih galah “libur panjang”. Sios punika wénten taler alit-alit siswa sekolah utawi perguruan tinggi ring sajabaning Bali rauh ka Bali malancaran ka genah-genah wisata ring Bali. Ri kala nguntatin warsa 2015 nyantos ngawitin warsa 2016 puniki, sané rauh malancaran utawi malilacita ka Bali akéhan turis domestik sané kapanggih ring genah wisata utamanipun ring genah-genah maadolan souvenir utawi kerajinan Bali. Asapunika taler sané kabaosang olih I Ketut Ribek Ariawan, sopir sinalih tunggil travel agent ring Denpasar. Dané maosang ring panguntat warsa 2015 sané wawu lintang puniki pangrauh toris saking Eropa, Amerika, miwah panégara siosan ka Bali prasida kabaosang

sepi, duaning kocap akéhan krama dura negara ngamargiang wanti warsa anyar ring panégaranyané soang-soang. Dané malih maosang akéhan kawéntenan tamiu doméstik ring Bali punika kapanggih nyantos pangawit warsa 2016, wusan punika ring tengahing bulan Januari wawu tamiu-tamiu saking Asia rauh malancaran ka Bali duaning nganinin indik raina Waisak ring bulan Februari. “Toris utawi tamiu saking Eropa miwah Amérika akéhan rauh ka Bali ring bulan Maret nyantos April, sios punika wénten taler rauhnyané ring bulan September. Sakéwanten yéning sané wénten ring Bali tatkala panguntat warsa sané lintang akéhan wantah tamiu Eropa miwah Amerika sané sampun saking abulan lintang mesen “pakét tour” malancaran ring Bali,” baos lanang sané embas ring Singaraja 19 September 1983 puniki. Ni Komang Sutriyani pangadol lukisan ring Pasar Seni Guwang taler maosang, nyabran panguntat warsa nyantos pangawit warsa anyar seringan tamiu sané rauh wantah tamiu doméstik. Sakéwanten sakadi sané sampun kapanggih sesampuné 15 warsa maadolan ring Pasar Seni Guwang, pangrauhipun nénten teteg tur nénten pateh nyabran warsa. “Sané majanten panggihin tiang kawéntenanipun setata ngidikang sesukat kawéntenan Bom Bali I miwah II. Sios punika tamiuné taler matumbasan antuk matawahan ring pangarga sané kirang becik, nénten pateh sareng tamiu sané rauh sadurung Bom Bali sané matawahan antuk pangarga becik, nénten ngamudahang pisan,” asapunika Sutriyani nartayang. (wan)

BPM/wan

TAMIU - Nénten wantah tamiu saking dura negara kémanten nanging tamiu Indonesia utawi domestik taler akéh malancaran ka genah-genah wisata sane wénten ring Bali, utamanipun murid-murid sané rauh ri kala masan-masan libur masekolah taler malancaran ka Bali.

Pangrauh Tamiu sané Nincap

Durung Majanten Kramané Akéh Polih Maadolan

SOUVENIR - Sios saking meled ngaksiang kalewihan Jagat Bali taler seni miwah budayané, para tamiu akéh rauh ka Bali sangkaning meled ngrereh utawi numbas makudangkudang wangun souvenir Bali sané kakaryanin tur kaadol olih krama.

dura negara miwah domestik sané rauh ka pasar seni tradisional prasida kabaosang akéh. Sané kapanggih ring pasar-pasar seni tradisional, tamiu sané rauh mrika akéh sakéwanten wantah akidik sané matumbasan. Janten indiké punika ngawinang para pangadol souvenir irika marasa sebet. Napi malih kawéntenan pasar oleh-oleh Bali modern sayan ngakéhang, majantén sampun ngawinang sayan kidik tamiuné rauh matumbasan ring pasar seni tradisional. I Komang Aryana, pangadol lukisan ring Pasar Seni Sukawati maosang, kawéntenan pasar tradisional pinaka genah matumbasan sané madaging antuk parikrama matetawahan punika sayan kasaingin tur kagentosin olih kawéntenan pasar oleh-oleh modérn sané sampun nagingin “label” pangargan ring sakancan barang sané kaadol. Sios punika pangrauh tamiu sané akéh sakadi mangkin akéhan doméstik taler ngawinang pangargan barang dados ngamudahang saking sapatutné. Duaning tatkala punika tamiuné sayan waged tur celih matawahan miwah jagi matilar

napkala pangargan sané katurang olih krama pangadol kapikayunin kirang becik. Pamuputné barang jagi kadol mudahan mangda polih magarus. Tatkala pasar nénten bes ramia sinah tamiuné nénten gegeson matumbasan tur barang kadolang antuk pangargan sané nénten sanget mudah. “Tatkala ramia tamiuné mapikayunan yéning pangadolé sampun ngamaelang pangargan barang-barangé, nanging sujatiné pangargan ipun kantun pateh, nénten kamaelang. Napi malih antuk kawéntenan teknologi informasi sané sayan nglimbak sakadi mangkin, krama sané matumbasan jagi matawahan antuk pangargan mudah pisan duaning sampun éling ring pangargan dasar barang. Punika mawinan yadiastun kahanan tamiuné ramia, pangargan barangé sayan ngamudahang, nyantos nénten wénten tamiu sané matumbasan,” baos Aryana sebet. Nénten sios saking kahanan i wawu, Ni Made Nurjiati, pangadol souvenir ring wewidangan Pasar Kumbasari maosang ring panguntat warsa 2015 nyantos pangawit warsa 2016, kahanan

madolan souvenir sepi. Akéhan sané rauh wantah macecingak kémanten tanpa matumbasan. Yadiastun kénten dané nénten mrasidayang ngamudahang pangargan barang-barang sané kaadol mangda ngakéhang tamiu sané rauh duaning pangargan lakar barang punika nénten ngamudahang. Pamuputné pangargan kantun sakadi dumunan antuk bati sané prasida kapolihang nénten akéh sakadi dumun. “Sering tiang marasa bingung souvenir napi men adol tiang malih mangda tamiuné meled matumbasan. Sakadi sané akéh cingak tiang ring TV utawi Koran, kahanan ring dura negara pateh kéwuhné sareng ring Indonesia. Duaning nénten akidik tamiu bisnis souvenir sané dumun sering numbas barang ring genah tiangé mangkin sampun ngadol toko duaning kahanan ekonominyané kirang becik. Wénten taler sané wusan maadolan sangkaning kawéntenan teror bom ring Paris sané kapanggih makudang-kudang bulan sané lintang puniki,” asapunika Bu Made midartayang. (wan)

“AAAH ngomong gén, Cang sing majanji ajak Arniek. Untung ia tepukin dini ngajak Sudiari, dadinné ada masih ajak ngobrol,” pasaurné Ngurah Jelada nyledétin Madé Sudiari. “Naah yén lakar ngrumpi ngajak pasangan, engsap tekén timpal,” Suwarni nyebeng. “Sujatinné Cang sing nawang nak majanji. Iseng ja makita milu mai? Tawang kéto sing SMS Cang Luh Adé pang milu. Di jalan malah nepukin Putu Galang ngajak Sulasih masih lakar mai. Ngenahné cara anak majanjian,” Swandéwi marasa iwang tan pasadok. “Nguda nguyutang kéto, melahan jani iraga mandus malu di luanan. Depang céwékcéwéké pada ngrumpi dini. Asal ingetang mani masuk ka sekolahan,” baosné Ngurah Jelada ngraris ngaduluang sareng Putu Galang lan Lanang Geria mandus ring tibuané. Soré usan masiram sami munggah ngojog motorné soang-soang. Ngurah Jelada ngambil sepédané.

ngrujak mara ningalin pohé pagelayut,” raosné Luh Suwarni lan Sudiari sinarengan. Ngurah Jelada menék ngalap poh mengkel dipunya lelima, lantas ka pawaregan ngambil panyantokan saha cerakén basa-basa baktana ka ampiké. “Nah, né basanné uyeg gaé padidi. Tiang ngelasin. Pang jaenan né tiuk pangobédan anggon nyisir pohé. Lamun perlu misi cuka, ada masih,” baosné Ngurah Jelada ngayahin. Luh Suwarni ngénggalang ngeracik basa lantas uliga. Sudiari ngobéd pohé tipis-tipisanga. Ajaka telu payu mapestaan rujak poh misi cuka saling siutin bujuh naanang lalah. Bibihné barak ngentirah cara nganggon gincu, pipinné milu bengah ngawé jegégné sayan manis. “Béééh, ada tamiu jumah sagét ngrujak, tiang milu bedik,” Gusti Ayu Jeladi sareng ibunné rauh saking tenten numbas minyak gas, raris sareng ngambil tékor nyicipin rujak. “Tiang rauh saking mememan ring tukadé, jag nyud gati

cara ngidam ningalin pohé, lantas nunas basa sapisanan ngrujak deriki. Ampura nggih Tu Biang,” raosné Luh Suwarni. “Yén keto matimpal mara Ibu demen. Sing dadi kimudkimud,” pandikan ibunné. Ngantos jam nem soré bajangbajangé makekalih wau mapamit saking irika, sangonina nyambuér putih sami maplastik ring Ayu Jeladi. “Niki anggon ngilangang lalah mbok.” Madé Sudiari lan Luh Suwarni angob ring renes tetanduran sarwa woh-wohané ring jeronné Ngurah Jelada nged mawoh yadiastun ring anaké siosan durung masanné. Napi marabuk? Rauh jumahné malih Luh Suwarni ngrujak nyambuér sareng mamakné. Manis lan seger. Bénjangné murid SMP kelas III-né sami ngranjing gumanti ningalin pangumuman pikolihan nilai Ujian Nasional sané nentuang indik pendaftarané ka SLTA. Yéning indik nilai STTB malih kagapulang antuk nilai

rapor utawi ulangan sekolahnyané soang-soang. Sesampuné Kepala Sekolahé magiang Nilai Ébtanas Murni (NÉM) ring para sisiané, akéhan sané masuryak katimbang sané sedih. Sapunika taler grupné Ngurah Jelada samian sumringah. Sami ngajumang Ngurah Jelada lan Luh Suwarni nilainé rata-rata kutus lebih. Kepala sekolahé nyalamin muridné sami saha angayubagia nénten wénten murid ngamuk, santukan sami lulus yadiastun wénten sané molihang nilai rata-rata nem pas, nanging lulus. “Nah, Cening ajak makejang siagaang ragané naftar ka SLTA ané demenin Cening. Dumadak sida nglanjutang makejang. Jaman jani kéweh ngalih gaé yén sing dadi sarjana. Ané marasa tunaan biaya sekolah, lanjutang ka SMK. Buin pidan yén suba maan gegaén, buin tutugang kuliahé. Sing ada istilah tua malajah,” pandikan Kepala sekolahé negesang. (Masambung)

SAKADI sané sampun kauningayang indik Pariwisata wantah parindikan sané mabuat pisan ring kahanan ekonomi Bali. Punika mawinan kahanan palemahan, adat, miwah budayané setata kajegang mangda Bali setata prasida dados genah tetujon wisata sané kasenengin toris utawi tamiu. Sios punika indik sané karuruh tamiuné ka Bali nénten kalewihan jagat miwah parikrama seni

budayané kémanten, nanging taler makudang-kudang soroh kerajinan utawi souvenir sané kakaryanin olih kramané sané taler prasida nincapang pangrauh toris ka Bali. Kahanan inucap nénten kantun prasida becik sakadi pangaptin kramané i wawu, duaning mangkin nénten akéh souvenir sané prasida kaadol utawi katumbas olih tamiu yadiastun tamiu

BPM/wan

“Ayo majalan maluan, tiang madéng-adéngan apang tusing buin pesu peluh suud mandus,” baosné Ngurah Jelada kalem nundén timpal-timpalné dumunan mamargi. “Bééh ampurayang Rah, tiang malunan nggih?” pasangan Lanang Geria lan Putu Galang mamargi. Suwarni lan Sudiari marasa rémbat majalan ngamaluin Ngurah Jelada. Ngurah Jelada malon-alonan nulak sepédanné ngaduluang ring Gesing cliak-cliuk nyalip truké makéhkéh baat makta bias. Saking mula sampun biasa tan marasa sagét sampun rauh ring jeronné. Dapetanga Luh Suwarni lan Sudiari sampun ngantosang ring pamedalé. “Béh, cepet masih Tungurah nutug tiang,” raosné Luh Suwarni milu nutug macelep. “Yén suba sesai entasin, rasanné biasa-biasa dogén Niek. Kénkén payu ngalih poh, apa lakar ngrujak malu dini,” Ngurah Jelada nanjénin timpalné saha maekin punyan pohé. “Tiang sampun nyud gati


8 Bebantenan Tattwa Kauripan ring Banten Tataban Alit SAMPUN ketah kapidartayang, upacara Manusa Yadnya punika sinalih tunggil untengnyané natab banten Tataban Alit. Banten Tataban Alit punika marupa banten Peras, Panyeneng, Tulung, miwah Sesayut. Sinalih tunggil suksman banten manut Lontar Yadnya Prakerti inggih punika; “Sahananing bebantenan pinaka raganta tuwi”. Artosnyané, Sami bantené punika waluya niyasa padéwékan i manusa. Banten Tataban Alit punika waluya kawéntenan padéwékan manusia sekala miwah niskala. Banten Tataban Alit waluya niyasa padéwékan i manusa. Banten Peras niyasa tetuek urip i manusa wantah ngruruh sidhaning don utawi urip prasidha. Manut Lontar Wrehaspati Tattwa 21, tetuek urip jaga prasida yéning ring kauripané puniki i manusa prasida nabdab Guna Sattwam miwah Guna Rajah imbang ngwisesa manah idepé. Guna Sattwam jaga ngardi idep utama tur Guna Rajah sané jaga ngamargiang idep utamané punika. Dadosné, yéning meled tetujon uripé sidhaning don, tincapang kawisésan Guna Sattwam miwah Guna Rajahmangda ngwisésa kayun ida danéné. Pamargi nincapang Guna Sattwam miwah Guna Rajah akéh wénten panuntun ring sastra agama Hinduné. Banten Panyeneng taler sampun ketah kapidartayang. Nyeneng punika artosnyané urip. Urip sané utama mangda imbang antuk nabdabang urip sekala miwah urip nikala. Yéning sampun imbang pantara urip sekala miwah niskala, mangda kanggén ngardi sané patut kakardi (Utpati), ngupapira sané patut ka upapira (Sthiti), mralina utawi ngicalang sané patut kaicalang (Pralina). Santukan Utapati, Sthiti, miwah Pralina nénten dangan kamargiang. Punika mawinan ring soang-soang Désa Pakraman ring Bali kawéntenang Pura Kahyangan Tiga. Tetujon Kahyangan Tiga punika waluya pura genah ngaturang bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa ri kala Ida maprabhawa Bhatara Tri Murti. Mangdé prasida ngardi sané patut kakardi (Utapati), matur bhakti ring Ida Bhatara Brahma. Matur Bhakti ring Ida Bhatara Wisnu mangda prasidha ngupapira sané patut ka upapira. Mralina sané patut pralina taler dahat sukil méweh, nika mawinan patut nunas panuntun ring Bhatara Iswara miwah Bhatara Rudra. Banten Tulung waluya sinalih tunggil banten tataban sané masuksma mangda ring kauripané puniki sami parajanané saling tulung ring sajeroning kauripan ring jagaté puniki. Sané mawasta manusa nénten wénten sané paripurna. Sinah wénten kirang langkungnyané. Punika mawinan i manusa mabuat pisan ring kauripané puniki saling tulung ri kala ngardi sané patut kakardi, ngupapira sané patut kaupapira, miwah mralina sané patut kapralina. Salanturnyané wénten banten Sesayut. Ring kauripané puniki tan dados kadropon (tergesa-gesa) ngamargiang kauripan. Sami kamargiang antuk dabdab antuk rerincikan sané becik. Punika mawinan tatakan utawi sané kawastanin kulit sesayut punika maiseh antuk lakaran selepan. Kulit sesayuté maiseh wantah niyasa mangda ring kauripané puniki dabdab utawi wénten rencana sané kadasarin antuk kayun sané mawiwéka. Uning sané patut, sané tan patut, sané ring arep, sané ring ungkur, sané becik, sané nénten becik. Yéning punika sampun kadabdabin antuk idep sané wisésa, yéning idepé sampun anggén ngardi rencana ring kauripané puniki sinah munjuk munsur ring kauripané prasida ngruruh karahayuan. Santukan sesayaut punika suksmanyané ngruruh “ayu” utawi rahajeng sekala niskala. (I Ketut Wiana)

Upacara

Redité Wagé, 10 Januari 2016

Makélingin Tumpek Wariga, Ngentenin Krama Ngupapira Palemahan MAWIT rainané mangkin, ring kalénder Bali sampun ngranjing wuku Wariga. Malih nem raina nepet Saniscara Kliwon Wariga, krama Hindu sampun malih pacang makélingin rainan Tumpek Wariga utawi sané ketah kawastanin Tumpek Pangatag. Antuk ngamargiang rerainan sané rauhnyané nyabran 210 raina puniki taler mateges ngamanggehang malih umaté mangda sayan éling ngemit jagat, palemahan, miwah sadagingnyané. Rainan Tumpek Wariga kacihnayang pamekasnyané olih krama Hindu antuk ngaturang banten ring palemahan, pakarangan, tegalan, miwah sarwa tumuwuh makacihna kramané ngaturang sembah bhakti majeng déwaning sarwa tumuwuh, Sang Hyang Sangkara. Agamawan Drs. I Ketut Wiana, M.Ag., maosang, makélingin Tumpek Wariga sujatiné metuéling krama mangda ngupapira jagat, palemahan. Kramané maurip sangkaning kasokong olih palemahan sané becik. Mawit palemahan sané becik, metu kahanan sané landuh, urip i manusa landuh, daging jagat taler enduh. “Punika mawinan, agama Hindu nyabran nem bulan apisan setata metuéling mangda krama makélingin rainan Tumpek Landep, pinaka pangenten krama ngupapira palemahan,” baosnyané. Dané ngwewehin, malarapan

makélingin Tumpek Wariga umat taler kaajahin mawali nyemertiang ajah-ajahan Tri Hita Karana, inggian paiketan becik sareng Hyang Widhi Wasa, paiketan becik pantara manusa, miwah paiketan becik sareng palemahan sané kapakélingin ring rainan Tumpek Wariga. Sajeroning ajah-ajahan agama Hindu wénten tigang teges ring pakéling Tumpek Wariga sané patut kauningin, luiré; widang upacara, étika, miwah filosofi. Dané negesang, katilik saking widang upacara, tumpek wariga kacihnain umat Hindu malarapan ngaturang banten ring sanggah abian utawi ring abiané ngastawa déwaning abian, Hyang Sangkara. Mungguing saking étika, makacihna ngajiang sarwa tumuwuh, daging abiané. Kramané nénten kadadosang ngawag ngebah daging abian, inggian punika taru wiadin ngalap asil mula-mulan. Yéning teges filosofi, umat Hindu mangda sayan ngélingin yéning jagat punika banget maguna, dagingnyané rumasuk sarwa tumuwuh banget kabuatang mangda manusa prasida urip landuh taler sukerta. “Kaaptiang kramané sayan ngélingin saha mautsaha ngemit palemahan, nglestariang palemahan, miwah tetaruan. Mawit taru ngamedalang toya miwah angin (oksigén) sané banget kabuatang sarwa mauripé, rumasuk taru mawali muatang angin inucap,” baosnyané. (yan)

BPM/dok

MIARA- Ngupapira palemahan muatang uratian miwah utsaha krama. Nénten wantah numbuhang tetanduran kémanten sané méweh, utsaha miara taler mabuat, nénten masang iklan ring tetaruan ring margi taler rumasuk sinunggil utsaha miara palemahan.

Ngajiang Palemahan Antuk Utsaha Sekala “Dadong, Dadong, buin selaé dina Galungané rauh, I Kaki anak kija?” “I Kaki ia anak gelem.” “Gelem kenapa?” “I Kaki gelem mabuah, nged…nged…nged…” Sakadi punika ketah kapirengang ri kala kramané ngaturang banten metuéling rainan Tumpek Wariga utawi sané ketah kasambat Tumpek Bubuh utawi Pangatag. Tumpek Wariga pangrauhnyané setata kalaksanayang umat Hindu sawilang raina Saniscara Kliwon Wuku Wariga. Upacara puniki pangrauhnyané pateh sareng rahinan tumpek siosan minakadi Tumpek Kandang, Krulut, Landep, Kuningan miwah Tumpek Wayang,

nganem bulan apisan utawi 210 raina manut kalénder Bali, wantah wukunyané sané matiosan. Ring raina Tumpek Wariga sané pacang kapakélingin malih nem dina mawit mangkin ring Saniscara Kliwon Wariga, tanggal 16 Januari 2016 puniki, Umat Hindu Bali makasami abot nginkinang miwah nglaksanayang upacara otonan majeng sarwa tumuwuh, taru-taruan (sakancan pamula-mulan) sané katandur ring tegalan miwah ring sawah soang-soang. Manut Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali, Tumpek Wariga pinaka sinalih tunggil kearifan lokal sané katamiang olih para leluhur nguni mangda krama

setata ngemit, ngupapira palemahan. Indik mantra sané ketah kawigunayang sajeroning Tumpek Wariga, Ida ngandikayang, sesambatan Nini utawi Dadong sajeroning rainan inucap katujuang ring Ida Sang Hyang Widhi sajeroning pragayan Ida pinaka Déwa Sangkara sané sampun ngardi tur miara sarwa tumuwuh sané wénten ring sajebag jagaté. “Mangda Ida ngicén waranugraha majeng tetanduran sané ngasilang buah digelis ngasilang,” baos Ida daweg kacunduk duk raina Wraspati lintang ring griyanidané, Griya Kusuma Sebali, Pashraman Sari Mandala Wangi, Tembawu, Denpasar. Manut Ida, rainan Tumpek

Wariga mapaiketan pisan ring rainan Galungan sané jagi rauh malih selaé raina yéning wilangin ngawit Saniscara Kliwon Wariga. Antuk mantra sané ketah kauncarang sajeroning ngaturang banten Tumpek Wariga, kramané ngaptiang mangda tetaruan sané ngasilang buah digelis tasak tur nged buahnyané mangda prasida kanggén sarana marainan Galungan. “Tios punika taler metuéling para yowana mangda kayun nandur woh-wohan sané kabuatang nuju rainan. Mangda nénten wantah numbas, nanging prasida ngasilang tur prasida ngadol, nika lewih becik,” Ida metuéling. Ida negesang, tetuek Tum-

pek Wariga wantah ngajiang palemahan, santukan sami kapolihang saking palemahan, ring rainan puniki malih katurang majeng palemahan. Ngajiang palemahan boya wantah kamargiang saking niskala kémanten, nanging lewih antuk utsaha sekala. Samian patut kapikenohin becik, miankadi nginkinang sarana upacara majalaran matetanduran, napiké nandur tetanduran sané ngasilang minakadi buah taler sekar, mawinan pinaka krama Bali sané ketah ngamargiang upacara nénten méweh ngruruh piranti upacara. Sapunika taler para yowana mangda mautsaha nglestariang palemahan antuk matetanduran. (uma)

Nglestariang Palemahan

BPM/ist

NANDUR--Majalaran utsaha sekala ngupapira palemahan antuk nandur sakatah tetanduran sané kabuatang anggén sarana upacara minakadi tenanduran pisang.

BHUWANA agung taler maurip. Dané éling tur prasida ngrasayang napi sané sampun kabuatang majeng déwéknyané (bhuwana agung). Yéning becik antuk ngupapira palemahan, pastika janten iraga pacang seneng ngatonang kaasrian palemahané. Nanging yéning sawaliknyané, bencana sané pacang kapanggihin. Palemahan sané nénten kaupapira becik, pastika ngwetuang pikobet marupa bencana sané ageng. Ngrabas alas miwah parilaksanan i manusa sané ngusak-asik palemahan wantah parilaksana kaon sané ngutamayang kepentingan néwék. Kasujatiannyané, palemahan marupa bhuwana agung (alam) sampun kroda majeng manusa. Palemahan kroda santukan parilaksana kaon i manusa sané ngrusak kaasrian palemahan sajeroning ngawigunayang Sumber Daya Alam. Yéning parilaksana kaon punika nerus kamargiang, pastika pacang ngwetuang pikobet sané ageng tur kawéntenan palemahan pacang sayan usak. Santukan punika, sajeroning ngupapira kaasrian palemahan utawi bhuwana agung puniki i manusa patut mautsaha mangda kawéntenan palemahané prasida tetep lestari tur mawiguna majeng kauripan ring kapungkur wekas. Ring agama Hindu, utsaha nglestariang palemahan miwah sarwa tumuwuh mapaiketan ring raina Tumpek Wariga. Boya wantah ngupacarain sarwa tumuwuh kémanten, nanging mangda kaupapira kawéntenannyané. Sajeroning Lontar Manawa Swarga pasal 18 taler kaunggahang, duké nguni, sira kémanten sané ngrabas sarwa tumuwuh tan paijin raja, pacang keni denda limang tali kepeng. Kala punika, sarwa tumuwuh kaupapira tur kaajiang pisan. Kawéntenané mangkin matiosan pisan. Sarwa tumuwuh nénten wénten sané nguratiang. Sarjana Pertanian kémanten nénten kayun dados petani. Punapiang antuk ngardi jagat Baliné dayuh yéning ngupapira sarwa tumuwuh kémanten nénten kayun? Pinaka krama Bali ngiring sareng-sareng nyaga kalestarian palemahan Bali miwah urati ring palemahan sané kadruénang. Krama taler mangda urati ring sarwa tumuwuh sané wénten ring soang-soang wewidangannyané. Krama patut kayun nglimbakang tur nglestariang kawéntenan sarwa tumuwuh mangda jagat Baliné sayan dayuh. Ring sakancan sané maurip, wantah sarwa tumuwuh sané pinih santina, sangkaning wantah madué éka pramana, wantah madué bayu kémanten. Sangkaning wantah madué bayu, ngawi punyanpunyané jenek nyaga pertiwiné. Punika awinan pidabdab nylametang pertiwi patut kakawitin antuk nandur punyan-punyanan utawi mamulan-mulan. Duaning wantah sangkaning matetanduran, mamula-mulan ngawi pertiwiné tan makisid, toya utawi apahé tan ngayudin, téjané tan muunin miwah prasida maguna, miwah akasané lemuh dayuh. Uning ring kawéntenan kadi punika minab para leluhur Baliné nguni nganikayang pidabdab matetanduran punyan-punyanan pinaka mamula-mulan, inggih punika nandur sané patut kadadosang pangawit kauripan. Yakti, sakadi pamargin jagaté, kocap punyan-punyanan sané kapertama, wawu raris beburon, sané pinih ungkur wawu i manusa. Duaning i manusa miwah beburon minab nénten pacang maurip yéning nénten wénten pamula-mulan utawi sarwa tumuwuh. Wantah sangkaning kadruakan jadmané sané ngawi pamula-mulan miwah beboroné lampus. Punika awinan, yéning iraga pinaka jadma meled mangda jagaté dayuh, iraga patut ngajiang kawéntenan sarwa tumuwuh antuk ngupapira kaasrian palemahan sané kadruénang. IGA. Uma Dewi

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU WAGE, 10 JANUARI 2016

9

Kobe Masih Memimpin HAL 12

MU Pertimbangkan Pengganti Van Gaal Manchester –

BPM/rtr

MASKOT - Maskot Exeter City bersalaman dengan pelatih Liverpool Jurgen Klopp jelang laga Piala FA antara kedua tim.

Nyaris Tumbang

Klopp Soroti Kondisi Lapangan Exeter – Liverpool nyaris dibuat gigit jari oleh Exeter City di laga babak ketiga Piala FA, sebelum kemudian berhasil pulang dengan hasil imbang. Juergen Klopp mengakui timnya kalah tangguh, namun juga menyoroti kualitas lapangan. Bertandang ke St. James Park, Sabtu (9/1) kemarin, Liverpool dua kali tertinggal sebelum memaksakan hasil imbang 2-2. Di menit ke-9 mereka dibobol Tom Nichols, lalu menyamakannya lewat Jerome Sinclair di menit ke-12. Di akhir babak pertama Liverpool kembali tertinggal saat Lee Holmes mencetak gol spektakuler. Bola hasil tendangan sepak pojoknya langsung masuk ke gawang. Liverpool lantas menyelamatkan diri kala Brad Smith mencetak gol terakhir di laga ini pada menit ke-73. Klopp mengakui anak asuhnya yang didominasi para pemain muda kalah tangguh secara fisik dari para pemain Exeter. Buruknya lapangan membuat situasi kian tak menguntungkan. Lapangan St. James Park sendiri memang tampak botak di beberapa bagian. “Jelas apa yang harus kami pelajari ke depannya. Kami harus lebih tangguh lagi. Ini adalah lapangan yang menyulitkan. Exeter tampil sungguh baik,” ujar Klopp. “Mungkin mereka tahu bagian lapangan yang mana untuk bermain sepak bola. Hari ini sangat sulit untuk kami. Di situasi satu lawan satu, mereka lebih tangguh dari pada para pemain kami.” Gol pertama itu kami tidak beruntung, itu adalah serangan pertama mereka. Saya tidak akan mengatakan apapun soal gol kedua. Saya tidak percaya kami harus memainkan laga lainnya sekarang,” terang manajer asal Jerman itu. Hal menarik lainnya dari laga kemarin adalah sesi wawancara pasca pertandingan. Jika di stadion lain dilakukan di mixed zone lorong stadion, maka di Exeter digelar di dapur tempat membuat teh dan kopi. Exeter merupakan klub League Two dan markas mereka St. James Park terbilang berukuran sangat kecil. Liverpool kini akan menjalani laga ulangan kontra Exeter di Anfield. Klopp patut waspada, karena timnya sudah kalah tiga kali dari lima pertemuan terakhir dengan tim dari divisi lebih rendah saat melakoni laga ulangan babak ketiga Piala FA. (ant/ap)

Setelah mengalami hasil buruk di periode pertama musim ini, Manchester United dikabarkan tengah menyiapkan sosok untuk menggantikan posisi Louis van Gaal. Sebelumnya pelatih kenamaan asal Spanyol Josep Guardiola yang digadang-gadang akan merapat ke Old Trofford. Di bawah arahan Van Gaal United, seperti kehilangan kemampuan untuk mencetak gol musim ini. Bahkan dari lima pertandingan terakhir, Wayne Rooney dan kawankawan hanya mampu melesatkan lima gol. Bahkan Manchester Merah harus tersingkir lebih awal di ajang Liga Champions setelah hanya menempati posisi ketiga di akhir peyisihan Gurp B. Di partai pamungkas, United menyerah 2-3 dari Wolfsburg pada pertandingan yang berlangsung di Volkswger Arena, 9 Desember lalu. Menurut harian setempat, Sabtu (9/1) kemarin, selain Guardiola, manajemen klub juga tengah mempersiapkan nama lain untuk menjadi suksesor LvG. Nama tersebut adalah pelatih berpaspor Prancis yang kini menukangi Paris-Saint Germain (PSG),

Laurent Blanc. Namun sepertinya langkah United untuk mendapatkan tanda tangan Blanc tidak akan berjalan mulus. Sebab pemilik PSG Nasser Al-Khelafi bulan lalu sudah menyodorkan kontrak jangka panjang untuk pelatih 50 tahun tersebut. Selain itu ada beberapa nama lain yang menjadi pertimbangan. Gary Neville yang menukangi Valencia salah satunya. Keputusan Neville mencoba petualangan baru sebagai pelatih dapat sambutan hangat dari MU. BBC Sport melaporkan jika Neville sukses selama melatih Valencia, MU berniat memakai jasa mantan komentator itu sebagai manajer menggantikan Louis van Gaal. MU menyiapkan Neville sebagai suksesor Van Gaal di tahun 2017. MU juga dikabarkan se-

dang mempertimbangkan Massimiliano Allegri sebagai pengganti potensial. Allegri saat ini masih melatih klub raksasa Italia, Juventus. Allegri duduk di kursi pelatih menggantikan Antonio Conte pada 2014. Pria 48-tahun itu berhasil membawa ‘Nyonya Tua’ meraih dua trofi, Serie A dan Coppa Italia, serta sukses menembus final Liga Champions. Namun apakah Van Gaal pantas dipecat? Performa United cukup lumayan di Liga Inggris. Jika dibandingkan dengan rival sekota mereka Manchester City yang berada di posisi ketiga klasemen, anak asuh Louis van Gaal tidak jauh berbeda. Sepanjang 20 pekan ini, City dan United kalah sebanyak 5 kali. Perbedaannya United memang lebih banyak mendapat hasil imbang ketimbang

Liga Inggris No Team

M

M

S

K

SG

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20

13 11 12 9 9 8 9 8 8 8 6 7 6 6 6 5 4 4 4 1

3 7 3 9 6 8 4 6 5 5 9 5 6 5 5 6 7 5 3 5

4 2 5 2 5 4 7 6 7 7 5 8 8 9 9 9 9 11 13 14

34-18 37-25 39-21 34-16 24-17 30-23 23-19 22-24 25-22 21-21 36-29 20-25 26-24 26-29 23-32 22-34 17-26 19-35 22-39 16-37

ArsenalArsenal Leicester CityLeicester City Manchester CityManchester City Tottenham HotspurTottenham Hotspur Manchester UnitedManchester United West Ham UnitedWest Ham United Crystal PalaceCrystal Palace LiverpoolLiverpool WatfordWatford Stoke CityStoke City EvertonEverton West Bromwich AlbionWest Bromwich Albion SouthamptonSouthampton ChelseaChelsea Norwich CityNorwich City AFC BournemouthAFC Bournemouth Swansea CitySwansea City Newcastle UnitedNewcastle United SunderlandSunderland Aston VillaAston Villa

Nilai 42 40 39 36 33 32 31 30 29 29 27 26 24 23 23 21 19 17 15 8

BPM/rtr

CALON - Pelatih Juventus Massimiliano Allegri menjadi calon potensial pengganti Louis van Gaal di Manchester United. City dan lebih sedikit meraih kemenangan. United hanya mampu menang 9 kali, sementara City mampu menang 12 kali. Bersama Arsenal dan Tottenham Hotspurs, United juga menjadi salah satu tim yang paling sedikit kebobolan musim ini, hanya dengan 17 gol. Namun cara van Gaal meramu lini depannya memang patut dipertanyakan. Wayne Rooney cs baru memasukan 24 gol dari 20 pertandingan, bahkan kalah jauh dari West Ham yang berada di bawah mereka dengan torehan 30 gol. Hanya saja kegagalan van Gaal mempersembahkan kemenangan dalam 8 pertandingan terakhir memang menjadi catatan tersendiri. Parahnya lagi, dari enam laga itu tiga laga terakhir berakhir dengan kekalahan. Setelah disingkirkan Wolfsburg dari Liga Champions, setan merah meraih dua kekalahan di Liga

Inggris dari Bournemouth dan Norwich City dengan skor sama 2-1. Satu hal yang terlihat jelas dari delapan pertandingan terakhir adalah kegagalan van Gaal menemukan formasi terbaik bagi United. Dari enam pertandingan itu, pelatih 64 tahun itu menggunakan empat skema yang berbeda, mulai dari 4-2-3-1, 4-5-1, 3-5-2, 4-4-2, hingga 4-3-3. Eksperimen seperti ini tentu saja seharusnya tak diperlukan oleh van Gaal. Dia seharusnya sudah mengenal karakter anak asuhnya, karena sudah menangani tim ini sejak setahun lalu. Lain ceritanya jika dia baru menangani Manchester United selama beberapa bulan. Untung MU menang pekan lalu. Ini memutus rentetan hasil buruk Setan Merah. Patut ditunggu keputusan manajemen klub dalam waktu dekat ini. (kmb33/rtr)

Van Gaal Tolak Mundur Yaya Toure

BPM/ap

Gagal, Yaya Toure Marah Paris – Gelandang asal Pantai Gading Yaya Toure, marah karena gagal menjadi Pemain Terbaik Afrika edisi tahun 2015. Penyerang milik Borussia Dortmund Pierre-Emerick Aubameyang dinobatkan sebagai pemain Afrika terbaik untuk tahun kemarin. Sementara itu Yaya hanya berada di posisi kedua dan diikuti oleh Andre Ayew. Yaya sendiri sebelumnya selalu mendapatkan penghargaan tersebut selama empat tahun berturut-turut, alias sejak tahun 2011 lalu. Awalnya saat hadir di seremoni penghargaan itu gelandang yang memperkuat Manchester City tersebut tak mengatakan apa-apa. Ia justru memuji Aubameyang. Akan tetapi ketika diwawancarai oleh sebuah stasiun radio Prancis, RFI, ia menunjukkan kemarahannya. Ia mengaku kecewa gagal jadi yang terbaik untuk kelima kalinya, dan akhirnya justru mengkritik federasi sepak bola Afrika, CAF. “Saya merasa sangat, sangat kecewa. Sungguh sedih melihat Afrika bereaksi seperti ini. Mereka tak menganggap pencapaian pemain Afrika tak penting,” katanya, (Sabtu(9/1) kemarin. “Saya rasa ini memalukan bagi Afrika, karena bertindak seperti itu sungguh tak pantas. Tapi apa yang bisa kita lakukan soal itu? Kami orang Afrika, kami tak menunjukkan bahwa Afrika penting di mata kami sendiri. Kami lebih memilih melihat apa yang ada di luar negeri ketimbang di dalam benua kami sendiri. Itu menyedihkan,” tutup adik dari Kolo Toure ini. (kmb33/afp)

Louis van Gaal

BPM/rtr

Manchester – Louis van Gaal menegaskan tidak mundur dari posisinya sebagai pelatih Manchester United (MU), kendati tim asurahannnya tidak tampil baik dalam beberapa pertandingan terakhir. Sebaliknya Van Gaal justru optimistis akan tetap mendapat dukungan dari jajaran klub, kendati Manchester United belum juga menghasilkan kemenangan pada delapan laga terakhir. “Saya hanya bekerja dengan pemain dan anda melihat bahwa para pemain berjuang untuk saya dan mereka berkinerja baik,” kata Van Gaal, Sabtu (9/1) kemarin. “Bahkan setelah hasil ini

fans bertepuk tangan, jadi saya tidak bisa mengatakan bahwa kondisi saya sedang sangat memprihatinkan,” imbuhnya. “Namun saya berkeyakinan penuh kepada dewan klub dan pemain. Ketika para pemain

yang di bawah tekanan bisa memberikan kinerja seperti ini, maka tidak ada alasan bagi saya untuk mengundurkan diri,” jelas Van Gaal. “Mungkin media ingin saya mundur, tapi saya tidak akan melakukan

itu. Ini bukan jawaban untuk bertahan, ini untuk memenuhi kontrak saya,” kata mantan pelatih Ajax tersebut. Van Gaal pun optimis akan ada perubahan di pertandingan-pertandingan lainya. (kmb33/ap)


BOLA MANIA

10

Falcao Kian Terpuruk

Aubameyang Bantah ke Arsenal

Dortmund – Penyerang Borussia Dortmund Pierre-Emerick Aubameyang, membantah isu bahwa ia akan bergabung bersama Arsenal. Ia mengaku masih betah bermain di Signal Iduna Park. Pemain Timnas Gabon itu tampil impresif bersama Die Borussen dengan mencetak 27 gol dalam 27 penampilannya di semua kompetisi. Beberapa klub Premier League, terutama The Gunners lantas tertarik mendapatkan jasanya pada bursa transfer Januari 2016. Arsenal, Manchester United dan Liverpool serius mengamati perkembangan mantan pemain AC Milan tersebut. Bahkan mantan pelatihnya Jurgen Klopp tertarik ingin membawanya ke Anfield Stadium. Namun Aubameyang yang belum lama ini meraih penghargaan sebagai Pemain Terbaik Afrika 2015 membantah akan hengkang. “Saya tidak ingin pergi ke Arsenal. Saya tidak akan pergi dari Dortmund dalam waktu dekat,” ucap Aubameyang, Sabtu (9/1) kemarin. Performa impresif tersebut membawa Aubameyang meraih penghargaan sebagai pemain terbaik Afrika edisi 2015, memenangi persaingan dengan bintang Manchester City Yaya Toure. Sementara itu Chief Executive Borussia Dortmund Hans-Joachim Wazke, angkat bicara tentang rumor transfer yang menerpa striker mereka. Wazke enggan panik dengan rumor Arsenal tengah berusaha mendapatkan Aubameyang. Dia percaya diri dengan kemampuan Dortmund mempertahankan para pemain pentingnya, tak terkecuali Aubameyang. “Kita tidak harus membuat kesalahan untuk percaya bahwa klub seperti Dortmund tidak tergantung kepada pemain. Kami tidak tergantung kepada siapapun,” jelas Wazke. “Ketika Robert Lewandowski pergi, kami mendapat solusi dan Aubameyang bahkan mencetak tiga gol lebih banyak dari Lewa. Sekarang kami dalam posisi yang bagus, di mana kami punya solusi alternatif lagi dan lagi,” imbuhnya. Santer disebut-sebut bahwa Arsenal menyiapkan dana sebesar 42 juta pounds untuk memboyong superhero Dortmund itu ke Emirates Stadium. Namun Wazke menekankan, kebersamaan menjadi alasan kuat mengapa Aubameyang akan bertahan di Signal Iduna Park. “Target tim kami adalah tetap bersama-sama. Kami tidak punya banyak uang seperti yang ditawarkan kepada bintang-bintang Premier League. Tapi kami memiliki banyak hal yang ditawarkan, seperti ketika para pemain kami merayakan Natal,” tutupnya. (kmb33/rtr/ap)

Minggu Wage, 10 Januari 2016

London – Manajer sementara Chelsea Gus Hiddink mengaku sangat khawatir dengan kondisi Radamel Falcao. Kekhawatiran tersebut dipicu dengan munculnya kabar yang mengaitkan kepergiannya dari Chelsea. Saat ini striker berusia 29 tahun itu sedang dalam kondisi terpuruk bersama Chelsea. Ia hanya mampu mencetak satu buah gol dalam 11 penampilan, dan sering dilanda berbagai masalah cedera baru-baru ini, Falcao mengalami cedera paha. “ S a y a sedikit khawatir dengan situasi Falcao saat ini, ketika ia cedera ia mengalami banyak kemunduran,” kata Hiddink, Sabtu (9/1) ke-

marin. “Melihat kondisinya yang kian mengkhawatirkan, saya memberikan waktunya untuk memulihkan diri. Jadi kami akan lihat perkembangan apa yang akan terjadi terhadap dirinya setelah itu,” imbuhnya. Jika dilepas The Blues, maka Falcao kabarnya akan kembali ke Monaco. Setelah dibeli Monaco dari Atletico Madrid pada musim panas 2013, striker Kolombia itu lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan akibat cedera parah, sehingga hanya tampil di 19 laga Monaco dengan menyumbang 11 gol di musim pertamanya. Falcao lantas menghabiskan musim 2014-2015 bersama Manchester United

sebagai pemain pinjaman. Namun kesuksesan belum juga memayungi pesepakbola 29 tahun itu, karena hanya mencetak empat gol dalam 26 penampilan di Premier League sebelum dipinjamkan lagi ke Chelsea pada musim ini. Bersama Chelsea Falcao tidak hanya gagal bersaing dengan Diego Costa dan Loic Remy, tapi juga masih kerap dirundung cedera. Falcao baru menyumbang sebuah gol untuk The Blues dan belum lagi bermain sejak akhir Oktober akibat cedera. Falcao mengunjungi Monaco pada awal pekan ini untuk memeriksakan cedera pahanya sebelum kembali ke pusat latihan Chelsea, Rabu (6/1) dan hadir pada keesokan harinya. Meski begitu Falcao

diyakini sedang mempertimbangkan untuk kembali ke Monaco. Belum lama ini Falcao menyebut dirinya butuh waktu bermain lebih banyak yang nyatanya tidak kunjung didapatkan di Chelsea. Oleh karenanya, apabila manajer interim Chelsea Gus Hiddink tidak bisa menjamin bahwa Falcao akan mendapatkan kesempatan bermain di sisa musim ini, maka dia akan memilih pulang ke Monaco, di mana kontraknya akan habis pada 2018. Beberapa pihak juga menyatakan Falcao mungkin akan melanjutkan kariernya ke MLS. Colombus Crew diyakini berminat mendapatkan Falcao, tapi musim mereka baru akan dimulai pada Maret mendatang. Sementara Monaco ingin mengetahui kondisi Falcao lebih lanjut sebelum melego sang pemain. (kmb33/rtr)

Insiden Kontra Espanyol

Suarez Dihukum Dua Laga

Barcelona – Penyerang Barcelona Luis Suarez telah dihukum selama dua pertandingan. Hukuman tersebut diterima Suarez lantaran ia diduga berselisih dengan pemain Espanyol, saat tengah berjalan di terowongan Camp Nou. Pada pertandingan Copa del Rey yang diselenggara-

kan, Rabu (6/1) lalu, Barca berhasil menang dengan skor 4-1 atas Espanyol. Menurut wasit Juan Martinez Munuera, Suarez menunggu pemain Espanyol di ruang ganti untuk memprovokasi perkelahian. “Saya menunggu anda di ruang ganti agar tidak membuang-buang waktu,” ucap Munuera sembari menirukan perkataan Suarez, Sabtu (9/1) kemarin. Barcelona mendapatkan pemberitahuan dari RFEF bahwa Luis Suarez dihukum dua pertandingan, lantaran insiden yang terjadi di lorong Camp Nou dalam pertandingan Copa del Rey melawan Espanyol. Barcelona akan segera mengajukan

banding. Jika hukuman ini tetap ada, Suarez akan absen dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar dan leg pertama perempat final, jika Barca lolos. Dalam banding nanti, Barca berargumen bahwa Suarez bersikukuh tidak mengucapkan kata-kata kasar seperti yang ditulis wasit. Klub juga menilai Suarez tidak menggunakan kata-kata yang menyinggung dan memicu terjadinya perkelahian. Pertandingan Barcelona melawan Espanyol memang berlangsung sangat panas. Dua pemain Espanyol dikartu merah akibat pelanggaran keras terhadap para pemain Barca. (ant/afp)

GAGAL - Radamel Falcao gagal menunjukkan performa terbaiknya di Chelsea.

Pemain Termahal Eropa

Ronaldo Tidak Masuk 3 Besar

Pierre-Emerick Aubameyang

BPM/rtr

Giovinco Ingin Kembali ke Juve

Toronto – Penyerang Toronto FC Sebastian Giovinco, menyatakan dirinya akan kembali ke Juventus jika memiliki kesempatan bermain di eropa. Giovinco menjadi bagian Bianconeri sejak Juni 2012, hingga Februari 2015. “Kembali ke eropa? Saya akan kembali ke Juve. Saya sangat senang dengan apa yang sudah saya lakukan di Juve, meskipun sebenarnya saya bisa melakukan lebih dari itu. Tapi itu bukan suatu kegagalan,” ujar mantan pemain Parma tersebut, Sabtu (9/1) kemarin. Bersama Si Nonya Tua, Giovinco berhasil mempersembahkan dua gelar scudetto serta dua piala Super Copa Italia. Tapi sepertinya karier pemain

Timnas Italia itu bersama juve tidak terlalu baik. Di musim pertamanya berseragam Putih-Hitam, pemain berkepala plontos tersebut hanya mampu mencetak dua gol dari 31 pertandingan. Bahkan dua musim selanjutnya Giaovinco tidak mendapat banyak kesempatan bermain dari pelatih Antonio Conte kala itu. Giovinco akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Major League Soccer (MLS) dan memilih Toronto FC sebagai pelabuhan selanjutnya. Bersama Toronto, pemain dengan tinggi 164 sentimeter itu seolah kembali menemukan permainan terbaiknya. Giovinco mampu mencetak 22 gol sepanjang 2015. (kmb33/rtr)

Sebastian Giovinco

BPM/rtr

London – Pada bursa transfer musim dingin 2015-2016 ini, Football Observatory kembali merilis daftar harga pemain di pasar jual beli pemain, Sabtu (9/1) kemarin. Dari daftar tersebut, megabintang Real Madrid Cristiano Ronaldo rupanya tak masuk posisi tiga besar pemain termahal di Eropa. Ronaldo yang pernah memiliki status sebagai pemain termahal dunia, kali ini duduk di tempat keempat. Nilai jual pemain berkebangsaan Portugal tersebut adalah 114 juta euro (sekitar Rp 1,7 triliun). CR7 kalah jauh dari megabintang Barcelona Lionel Messi, yang bertengger di posisi pertama. Nilai La Pulga (julukan Messi) di pasar transfer kali ini adalah sebesar 250,7 juta euro (sekira Rp 3,8 triliun). Di bawah Messi ada rekan setimnya Neymar da Silva yang kali ini memiliki nilai sebesar 152,7 juta euro (sekira Rp 2,3 triliun). Sementara posisi ketiga kali ini ditempati oleh bintang Chelsea Eden Hazard. Nilai Hazard jauh meningkat menjadi 130,5 juta euro (sekira Rp 1,9 triliun). Selain Messi dan Neymar, masih ada satu pemain Barca lain yang masuk daftar 20 besar. Ia adalah Luis Suarez. Pesepakbola berpaspor Uruguay itu duduk di posisi delapan dengan nilai sebesar 86,3 juta euro (sekira Rp 1,3 triliun). Hasil survey ini membuat para fans CR7 berang. Mereka menganggap pemain pujaanya itu masih yang terhebat dan termahal di dunia. Meski tidak mempersembahkan gelar, namun Ronaldo mencetak toal 61 gol di akhir musim, lebih banyak dari pemain manapun di jagat ini. Namun Football Observatory menyatakan bahwa ada banyak faktor yang menjadi tolak ukur dalam membuat daftar tersebut. Faktor tersebut diantaranya usia pemain, performa, level kompetisi, panjang kontrak dan pencapaian klub di mana sang pemain bernaung. Faktor tersebut membuat Hazard lebih mahal dari CR7. Hazard 6 tahun lebih muda dan memiliki kontrak 2 tahun lebih panjang dari Ronaldo. Meski tampil gemilang, namun usia Ronaldo sudah tidak muda lagi untuk ukuran seorang pemain sepak bola. (kmb33/ap)

BPM/rtr

Cristiano Ronaldo

BERSITEGANG - Dua pemain Barcelona Luis Suarez (kiri) dan Gerard Pique bersitegang dengan kiper Espanyol Pau Lopez.

BUSINESS INVESTOR CLUB (BIC) Komunitas bisnis dan hobby investasi

ONE WORLD - ONE CONCEPT John Sadewa ( I Wayan Sukarja)

08113801502 Pin.59529854

ONE COIN

www.johnsadewa.blogspot.co.id www.onecoin.eu/signup/johnsadewa C.0000050-rpa


Minggu Wage, 10 Januari 2016

GELANGGANG

11

KONI Denpasar Anggarkan Dana Atlet PON Denpasar (Bali Post)Jika KONI Badung sudah menerima gelontoran dana sebesar Rp 3 miliar dari pemkab Badung, untuk kegiatan olahraga tahun 2016. Sementara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Denpasar justru baru membahas terkait anggran itu. “Kami masih membahas terkait anggaran olahraga untuk tahun ini,” ungkap Humas KONI Denpasar, Dewa Gede Rai, Sabtu (9/1) kemarin. Dewa Rai mengatakan dalam pembahasan anggaran itu, KONI Denpasar mengusulkan anggaran dana bagi atlet Denpasar yang lolos memperkuat kontingen Bali di PON XIX Bandung, Jawa Barat, September mendatang. “Atlet Denpasar yang lolos ke PON tetap kami usulkan program dana untuk memotivasi atlet supaya nantinya mampu meraih hasil terbaik bagi Denpasar dan Bali,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk nominal dana yang akan diberikan nanti kepada atlet, Dewa Rai tidak mau membeberkan berapa besarnya nanti. “Untuk besarannya sekarang ini masih dalam proses pembahasan,” ungkap Dewa Rai (kmb41)

Delapan Pecatur Badung Mundur dari Aliansi Atlet Mangupura (Bali Post)Delapan pecatur Badung yang sebelumnya bergabung dalam aliansi atlet justru menyatakan mundur. Mereka adalah Putu Widiari, Octo Dami, Sinta Kartika Sari, Suyud Hartoyo, Laksana Agusta, Budi Harjo, Era Susanti, serta Maya Audia. Ketua Pengkab Percasi Badung Wayan Suanda, mengakui dirinya selama ini memilih bungkam sebab dilarang mengomentari soal aliansi atlet oleh KONI Badung, supaya permasalahannya tidak makin runyam. “Maaf, sebenarnya saya ini tak boleh berkomentar oleh KONI Badung, supaya tidak berpolemik di media massa,” kilah Suanda, Sabtu (9/1) kemarin. Akan tetapi, saat didesak seputar pembagian bonus Porprov. Suanda malah bersemangat untuk buka-bukaan. “Pembagian nominal bonus Porprov. sama sekali tidak ada yang keberatan. Buktinya mereka menerima semuanya,” tegasnya. Oleh sebab itu, pihaknya menegaskan supaya kedelapan pecatur Badung yang memutuskan mundur dari aliansi atlet membubuhkan tanda tangan di atas materei. Tujuannya supaya mereka terbuka dan sadar untuk keluar dari aliansi atlet. “Saya akui gara-gara kasus ini nama Percasi Badung ikut tercemar,” ujarnya. Sementara tiga pecatur Badung yang masih bertahan di aliansi atlet, pihaknya siap berembuk guna mengeluarkan segala unek-uneknya dalam pertemuan, Minggu (10/1) ini. “Saya persilakan mereka buka-bukaan supaya tuntas permasalahan ini,” ungkap dia. Disebutkan tim Porprov. Badung berkekuatan 15 atlet dan keluar sebagai juara umum dengan merebut 12 keping emas dari total 16 emas yang diperebutkan. Dalam perjalanannya, 11 pecatur bergabung dalam aliansi atlet. Akan tetapi kini delapan atlet menyatakan keluar dari aliansi. “Saya sendiri tidak tahu latar belakang pembentukan aliansi atlet tersebut. Apakah gara-gara pembagian bonus, pecatur terus protes,?” tanya Suanda. Ia berharap dalam pertemuan pengurus Pengkab Percasi Badung dengan pecatur diharapkan mampu menyelesaikan kasus ini, agar tidak berlarut-larut. (022)

BPM/wan

TERJANG - Pesepak bola tuan rumah Pesanku (atas) harus menerjang lawannya dari Putra Mumbul dalam upaya perebutan bola pada turnamen Pesanku Cup U-18, di Lapangan Samudra Kuta, Sabtu (9/1) kemarin.

Putra Mumbul Juara III Mangupura (Bali Post)-

Kesebelasan Putra Mumbul keluar sebagai juara III dalam turnamen Pesanku Cup U-18 2015, usai menundukkan tuan rumah Pesanku Kuta dengan skor 1-0, di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Sabtu (9/1) kemarin. Satu-satunya gol kemenangan Putra Mumbul hasil tendangan bebas kapten Aldi, saat pertandingan yang dipimpin wasit Nyoman Nesa baru bergulir 15 menit. Aldi yang melesakkan tembakan mengarah ke gawang, tak mampu dihalau kiper Pesanku Gede Dida Diyatmika. Tertinggal 0-1, Pesanku berupaya bangkit. Berkali-kali serangan yang digalang kapten Warih Sentanu, Andika Otong

Wijaya, dan Enap mampu dipatahkan barisan belakanga Putra Mumbul Sujana, Oka, dan Kadek Arya. Hingga turun minum, Putra Mumbul unggul 1-0. Memasuki babak kedua, Pesanku terus berupaya menyamakan kedudukan lewat serangan Warih, namun lagilagi mampu dipatahkan lini belakang Putra Mumbul. Bahkan kiper Putra Mumbul Hendra tampil cukup sigap.

Dalam laga 2x40 menit tersebut, skor akhir Putra Mumbul tetap unggul 1-0. Pelatih Putra Mumbul Nyoman Jono Wirawan menegaskan pihaknya puas, asuhannya bermaterikan pemain lokal, hasil pembinaan mampu menaklukkan tim sebesar Pesanku. “Saya bangga sekali tim kami mampu mengalahkan Pesanku,” ucap Nyoman Jono Wirawan. Diakui timnya berkali-kali

menciptakan peluang emas, namun kokohnya benteng pertahanan Pesanku yang digalang Alfian, Lutfi dan Kadek Pasti, asuhannya seperti Bima, Gus Widi, dan Rudi belum mampu menambah pundi-pundi gol. “Penampilan kiper Pesanku Gede Dida juga cekatan di bawah mistar,” ucap Nyoman Jono. Pada bagian lain, Ketua Umum Pesanku Komang Merta mengakui pemain Pesanku mampu mendominasi permainan. Bahkan tercatat beberapa kali menciptakan peluang emas. Namun lemahnya penyelesaian akhir (finishing)

membuat pemain Pesanku tak mampu mencetak gol ke gawang Putra Mumbul. Menurut Komang Merta, pasca perhelatan Piala Pesanku U-18, pihaknya berniat menggulirkan turnamen U-15 melibatkan tim Badung dan Denpasar. “Kami juga akan menggelar kejuaraan sepak bola senior, melibatkan tim sepak bola se-Bali April mendatang,” jelas Komang Merta. (022) Jadwal Minggu (10/1) Purnama vs Uluwatu Putra

Tim Basket Putri Bali U-14 Bertekad Pertahankan Gelar

BPM/022

TUNJUK - Ketua Umum Pengkab Percasi Wayan Suanda menunjukkan bukti-bukti delapan pecatur Badung yang menyatakan mundur dari aliansi atlet.

Denpasar (Bali Post)Tim basket putri U-14 pernah meraih gelar juara dalam Kejurnas 2013 silam. Kini tim putri Bali kembali mematok target merebut gelar juara nasional dalam Kejurnas Basket U-14, di GOR Lokasari, Jakarta, 17-23 Januari mendatang. Bendahara Pengprov Perbasi Bali Deddy Setiawan di Denpasar, Sabtu (9/1) kemarin, menerangkan tim putri bersaing dengan DKI, Jabar, Jatim, Jateng, Banten, DIY, Sumsel, dan Sulsel. Sedangkan di sektor putra, kontestannya dari DKI, Jabar, Jatim, Jateng, DIY, Banten, Sumsel, dan Lampung. “Kami hanya mengirimkan tim putri, berkekuatan 10 pebasket,” jelas Deddy. Dia menyebutkan, pebasket yang mengusung bendera Bali pada ajang Kejurnas U-14, seperti Rania, Rania Calista, Mita, Della, Adista, Dita, dan Tricia. “Tricia ini ikut andil membawa tim Bali

juara nasional pada Kejurnas U-14 2013 silam,” ucapnya. Menurut dia, skuad tim Bali U-14 yang berlaga di kejurnas, berasal dari Denpasar, Badung, Tabanan, dan Bangli. “Beberapa pebasket juga dijaring melalui Kejuaraan Merpati Cup U-15,” kata Deddy. Diakuinya, tim pesaing yang tangguh berdatangan dari Jawa, seperti DKI, Jatim, Jateng, dan Jabar. “Namun kami tetap optimis bisa merebut gelar juara,” ungkap dia. Tim basket putri Bali U-14 mulai berlatih 4 Januari lalu, ditangani duet pelatih Ade Setiawan (Denpasar), dan Kadek Darmawan (Gianyar), serta manajer tim Deddy Suhadi. Sebelumnya materti pebasket Bali yang merebut gelar juara nasional antara lain Eka, Dian, dan Putri. “Rombongan tim basket putri Bali U-14 bertolak ke Ibu Kota pada 15 Januari nanti,” terang Deddy. (022)

KONI Siap Kucurkan Dana Pra-PON Sepak Bola Denpasar (Bali Post)Pelaksanaan pertandingan Pra-PON cabang olahraga (cabor) sepak bola tidak ada kejelasan kapan akan dihelat, pasca dihentikan lantaran tidak mendapat izin dari pihak kepolisian Oktober 2015 lalu. Namun sempat terdengar jika pertandingan itu bakal di gelar awal 2016, tetapi ada pula yang menyatakan dihelat Agustus. Kini tersiar kabar, jika pertandingan Pra PON sepak bola bakal digeber, di Bandung, Jawa Barat, Maret mendatang. Kenyataannya, kabar pelaksanaan pertandingan cobor paling bergengsi ini juga belum akurat. Mengingat, pihak dari Asprov PSSI Bali dan KONI Bali belum ada informasi apalagi menerima surat resmi apa pun. Jika nanti pelaksanaannya itu benar, maka KONI Bali selaku induk olahraga siap kembali membantu dari segi pendanaan. Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi di konfirmasi, Sabtu (9/1) kemarin, mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi dari Asprov PSSI Bali maupun dari PB

PON terkait rencana itu. Suwandi menambahkan, jika nantinya tim sepak bola Pra-PON Bali dari PSSI Bali siap, maka pihaknya akan siap membantu dari segi pendanaan, asalkan semuanya harus jelas. Pasalnya, pertandingan yang sudah mau dijalankannamun tiba-tiba dibatalkan. “Kami tidak mau seperti itu lagi. Semuanya harus jelas dan nantinya tidak ada masalah lagi yang muncul,” tegas mantan Ketum KONI Badung itu. Di bagian lain, Sekum Asprov PSSI Bali Gede Gepeng Subrata mengutarakan pihaknya belum mendapatkan kabar pasti terkait rencana pelaksanaan Pra-PON sepak bola. Sementara kabar sebelumnya dari manajer tim Pra PON sepak bola Bali Putu Ngurah Ardika menjelaskan kabar atau informasi terakhir yang diperolehnya, bahwa pra PON sepak bola bakal langsung penyisihan, di Jabar. “Memang kabar yang saya dapat jika cabor sepak bola langsung lolos PON. Hanya saja sifatnya langsung penyisihan,”kata Ngurah Ardika (kmb41)

BPM/wan

TUNGGU - Pemain sepak bola Pra-PON Bali (kanan) masih harus menunggu jadwal sesungguhnya perhelatan Pra-PON. Asprov PSSI Bali bersama KONI Bali sedang menunggu jadwal kepastiannya sambil turunnya surat resmi agenda Pra-PON.

BPM/wan

DRIBEL - Pebasket Bali putri U-14 sedang mendribel bola pada sesi latihan di GOR Merpati, Sabtu (9/1) kemarin. Tim basket putri Bali U-14 mematok target juara pada Kejurnas Bola Basket Putri U-14, di GOR Lokasari, 17-23 Januari nanti.


LAGA

12 PSG Menang Lagi

ParisParis Saint Germain (PSG) memulai paruh kedua musim Liga Prancis dengan kemenangan. Gol-gol dari Thiago Motta dan Maxwell membawa pasukan Laurent Blanc untuk menang 2-0 atas Bastia, Sabtu (9/1) kemarin. PSG memasuki musim dingin dengan keunggulan 19 angka, rekor baru menjelang Natal di Prancis. Dua gol pada babak pertama membawa mereka unggul 22 angka atas AS Monaco dan mempertahankan rekor tidak terkalahkan mereka di semua kompetisi domestik sejak Maret silam. “Kami merupakan tim yang hanya sedikit berpikir mengenai masa depan,” kata Blanc. “Itu adalah pertandingan-pertandingan berat pada Januari, namun kami memiliki tujuan-tujuan besar untuk Februari, Maret, April dan Mei. Anda harus bekerja keras pada Januari, kondisi cuaca mungkin tidak bagus. Itu merupakan satu alasan mengapa pertandingan malam ini memberi saya banyak kepuasan,” imbuhnya. Bastia hanya unggul tiga angka dari zona degradasi, namun mereka hanya kalah satu kali pada enam pertandingan terakhirnya. Blanc memilih untuk memainkan pemain sayap asal Brazil Lucas Moura sejak awal, dan bukan Edinson Cavani serta Kevin Trapp sebagai penjaga gawang. Bagi Bastia, Brandao kembali ke Parc de Princes di mana pada 2014 ia menanduk Motta yang membuatnya menjalani skors selama enam bulan. Tim tamu memulai pertandingan dengan bagus. Namun pada menit ke-30 Angel Di Maria mengirim tendangan sudut dari kanan yang gagal diantisipasi pertahanan Bastia, untuk kemudian disundul Thiago Silva dan dimasukkan ke gawang oleh Motta. Di Maria itu menjadi jantung dari gol kedua tuan rumah sepuluh menit berselang. Umpanya dijadikan gol oleh bek kiri Maxwell. (ant/afp)

Minggu Wage, 10 Januari 2016

Voting ”NBA All Star”

Kobe Masih Memimpin

New York – Fans NBA tampaknya ingin memastikan legenda hidup kompetisi basket di Amerika Serikat Kobe Bryant tampil untuk terakhir kalinya di ajang NBA All Star.Itu terbukti dengan hasil voting sementara seleksi pemain NBA All Star 2016, yang bakal digelar di Air Canada Centre di Toronto, Kanada, 14 Februari mendatang. Dari rilis NBA, Sabtu (9/1) kemarin, Bryant memimpin voting dengan perolehan suara 1.262.118 orang. Guard LA Lakers itu menjadi satu-satunya pemain yang sementara sudah menembus angka satu juta pemilih. Hanya guard Golden State Warriors, Stephen Curry yang mendekati suara Bryant, 925.789. Kobe sendiri gagal membawa Lakers mengalahkan Sacramento Kings dalam lanjutan kompetisi NBA. Namun, Bryant berhasil mencatatkan rekor apik. Tambahan 28 poin Kobe di laga itu membuat pebasket 37 tahun itu mencatatkan 33.010 poin. Sebuah catatan yang manis bagi sang shooting

guard yang akan pensiun akhir musim ini. Catatan 33.010 poin ini sebenarnya sudah diincar Kobe dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Namun dia harus absen di tiga laga sebelumnya akibat cedera bahu. Kini ia pun tercatat sebagai orang ketiga dalam sejarah NBA yang mampu menembus 33.000 poin. Sebelumnya ada nama Kareem Abdul-Jabbar dengan torehan 38.387 poin dan Karl Malone dengan 36.928 poin. Kobe pun kini tercatat sebagai pemain aktif yang paling banyak mengemas poin. Di bawahnya ada Dirk Nowitzki yang hampir menyentuh

29.000 poin “Kobe sungguh menakjubkan. Aku angkat topi untuknya. Dia memiliki permainan besar dan memberi apa yang diinginkan tim,” puji shooting guard King Ben McLemore, yang sepanjang pertandingan menjaga Kobe. “Menjaga dia dalam pertandingan terakhirnya di Sacramento adalah sebuah kehormatan. Ini sesuatu yang akan saya ingat selamanya,” imbuh Ben. Selain mengemas 28 poin, Kobe juga mencatatkan 2 rebound, dan 3 assist. NBA All Stars di Toronto ini merupakan All Star ke-65, dan untuk pertama kalinya digelar di luar AS. (ant/rtr)

Minggu, 10 Januari 2016

BPM/ap

BEREBUT - Thiago Motta (kiri) dan pemain Bastia Yannick Cauzac berebut bola saat PSG menjamu Bastia, Sabtu (9/1) kemarin.

05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Sehat & Bugar 07.05 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Warna-warni Pagi 08.05 Klip Bali 08.35 I Got It 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari TK Tunas Mekar Sari (1) 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Boga Dewata 10.30 Pelangi Kehidupan

11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 BCTTV/Glimpse Of The Island 13.00 Dunia Kita 13.30 Lejel Home Shoping 14.30 Dw TV 15.30 Gita Shanti SS. Perhimpunan Werda Sejahtera (1) 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Round Up The Wirld 17.30 DW TV 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali

19.00 Banjar Bali Quis 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Sematra Artis Bali 21.00 Lintas Manca Negara 21.30 Sekila Berita 21.35 Ajeg Bali Sanghyang Penyalin dan Sanghyang Jaran Desa Bugbug 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita Prembon Cupak Ke Suargan (1) 23.00 Lila Cita Wayang Wong Batuan (6) 23.30 Bali Channel Tourist TV 00.00 Lila Cita Calonarang Kuta (2)

Sebastien Loeb

BPM/rtr

Loeb Kecewa di Etape 6 Salta – Pereli legendaris Sebastien Loeb, harus melalui etape keenam dalam ajang Reli Dakar 2016, dengan hasil yang buruk. Sempat memimpin 0,35 detik, pria asal Prancis itu gagal mempertahankan momentumnya dan disalip rekan setimnya, yakni Stephane Peterhansel. Loeb sangat gusar melihat performanya. Pereli berusia 41 tahun itu membeberkan faktor yang membuatnya gagal melanjutkan momentum untuk terus tampil apik dalam gelaran Reli Dakar 2016. “Kami melalui balapan yang buruk. Kami sempat memulai balapan dengan

cukup baik, namun segudang kesialan menimpa kami saat memasuki kilometer 80, dan itulah yang menjadi titik balik penampilan kami hari ini,” ucap Loeb, Sabtu (9/1) kemarin. Meski begitu Loeb masih optimis mampu meraih hasil yang lebih baik pada etape ketujuh. Ia pun bertekad untuk dapat memperbaiki penampilannya. “Apabila melihat dari seluruh penampilan kami dalam beberapa etape awal, saya masih cukup yakin mengenai peluang kami di sini. Kini tugas kami adalah untuk tetap tenang, fokus, serta dapat memperbaiki kekurangan kami di etape sebelumnya,” katanya. (ant/rtr)


Sastra

Redité Wagé, 10 Januari 2016

I Kaki Dengkil

Ngalih Tutur

SAMPUN kudang raina minab I Kaki Dengkil clamang-clamang ring Kuthanegara. Ngawit saking pasalin warsa masehiné sané lintang. Nganginngauhang, ngaja-ngelodang, ipun mamargi tan patujon. Ring sabilang marginé panggihina makéh brayané saking Tepisiring dados tukang parkir. Raris tuturina: “Ngudiang dadi gegéndong kakéné? Pagaéné ené tusing melahan tekén gegéndong, natakang lima tekén anaké. Yén baanga siu rupiah duang tali rupiah, Cai ngaturang suksma. Yén tusing baanga ngupet-upet! Da Cai mapuangkid, mara tuturin, laut Cai ngaku sedekan ngelarang brata wiku sanyasin? Mimih… joh para ené, kondén aklamaran bawang Cai nawang agama suba nagih nyalanang brata wiku sanyasin? Majalan ngelodang sambilang ngagéndong?” Asapunika I Kaki Dengkil lantang mlémad nuturin kadangé saking Tepisiring sané makarya dados tukang parkir. Wawu jagi makemikan masaur, I Kaki Dengkil saharsa banggras malih mapitutur. “Yén tuah natakang lima cara kakéné tusing ja pagaé adané. Kamula ada dadua gegaén wilangané. Gegaén mapeluh-peluh nganggon bayu, tekén gaé nganggo jnana! Né… tukang parkir? Tusing gegaén adané! Uling tukang parkir tusing lakar nyidaang dadi pagawé tukang parkir, apa buin dadi direktur tukang parkir? Da ngipi Ci…” I Kaki Dengkil ngupet-upet brayané saking Tepisiring, aéngan ring nuturin sanak kadangé padéwékan. “Awak bisa nukangin, gaén tukang tembok apa alih gegaéné. Da pelihanga nyanan gaén tukangé jemaka tekén brayané uling dauh tukad! Yén dadi tukang, makelo-kelo bisa dadi mandor. Yén pagaéné dadi mandor suba pascat, makelo-kelo dadi kliang proyék. Suba kéto, yén bayuné gedé, modalé pepek, bisa dadi pemborong durian!” Asapunika I Kaki Dengkil nuturin brayané saking Tepisiring sané dados tukang parkir sambilanga ngléngos mamargi. Sesampuné I Kaki Dengkil mamargi, tukang parkiré punika ngrémon padéwékan. “Tusing wilangina apa pagaéné ené paling melaha? Sai-sai maan pipis. Yén aget sesubané anggon meli nasi, ada ané cingkremang anggon ngotonin panaké durian. Né suba pagaé paling melaha, lamun tedun sangkep kalain mulih. Apa buin yén ada gegaén gedé di désa, sakeneh prai tusing ada nelémékin. Adat-budayané apang majalan, basangé tusing layah, tur nyidaang ngotonin panak! Apa alih pagaéné aluhan tekén dadi tukang parkir? Lamun jani bos-bosé sengguhanga korupsi, pastika tiang tusing milu!” Tukang parkiré ngrémon asapunika sambilanga keprat-keprit nagih ongkos parkir. I Kaki Dengkil mangkin mamargi ka Pasar Badung. Irika panggihina makéh naler brayané saking Tepisiring dados tukang suun. Ngudiang dados tukang suun? Ipun érang ngamanahang. “Apa dadi pangayah tukang, dadi jongos, dadi tukang sampat apa alih gegaéné apang tusing kenyel kakéto?” Asapunika Ipun nakénin silih sinunggil tukang suuné. “Béh Kaki, da liunan tutur. Pagaéné ené paling melaha. Tusing ké Kaki nuturin, yén tusing ngelah kabisaan, luungan ngalih gaé ben bayu, ben mapeluh-peluh. Kenyelé da suba wilangina. Kuala kanti amoné tiang tusing taén gelem. Tusing taén mabuaka olah raga, sambilang ngalih pipis suba mabesikan ajak olah raga.” Asapunika Ni Luh Remen pisagané saking Tepisiring masaut sambilanga iteh nyuun bodag madaging bablanjaan tukang bantené saking Kesiman. I Kaki Dengkil mapangenan santukan kasaurin asapunika antuk luh-luhé saking Tepisiring sané ngruruh mertha dados Tukang suun ring Pasar Badung. Mangkin Ipun wawu séngah, wantah ring Tepisiring kantun makéh bangketé, sinah sané dados tukang suun jagi ngedikang. Asapunika naler tukang parkiré jagi akidikan. “Saja ké kakéto? Apa tusing awanan liunan jlema di Tepisiring kanti kuangan tongos magaé?” I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan manggihin brayané saking Tepisiring makarya sor-sor ring Kuthanegara. Sesampuné sué ngamanahang, I Kaki Dengkil mangkin mapangenan nénten prasida antuka ngamanahang. Ngudiang makéh wargi Tepisiringé ngruruh karya ring Kuthanegara? Napi ring Tepisiring sampun nénten wénten pakaryan sané sandang karyanina? Kenjekan mamanah asapunika, rauh Tualén nganampekin, tur kisi-kisi ring kupingné. “Kaki, kamula kéweh urip buka tiangé. Apang maan mayadnya sawai-wai, ngitungang madat-budaya sabilang kijepan. Tedun sangkep tur ngayahang banjar, magambel, ngigel, ngodalin, mupuk padagingan, ngusaba désa, ngusaba nini, ngotonin, majenukan, kundangan ngantén. Makejang apang bakat gaé. Buina apang nyidaang magaé ngruruh mertha? Kénkénang apang tusing ngalih gaé ané aluh, saluh-aluhné? Lén Kaki, tuah saisai ngalih tutur, ambat aluhné? I Tualén nénten dados tambakin kisi-kisi ring kupung I Kaki Dengkilé, waluya I Kaki Dengkil kelad-kelid mangda nénten miragi. Pamuputnyané, I Kaki Dengkil nénten dohdoh ngalih tutur. Mangkin ipun sampun polih tutur. Tuturé kocap nénten doh saking déwékné padéwékan. (Jelantik)

Wakbajraning Ibu I Madé Suarsa YADIASTUN magadang kantos jam siki jam kalih majejahitan utawi muputang Perencanaan Pembelajaran PAUD, jeg jam pat persis Gusti Ayu Madé Arwati pastika matangi, otomatis. Punika wantah pula-pali saraina-raina ngawit maparabian kumantos mangkin makekalih putrané sampun sarjana. Malinggih ajebos ngwacénin Bali Post, sadurung makupuk ring pawaregan, masepuk nyolahang lémat-tiuk sendok-sinduk, basa genep intuk-intuk, sega sapanci

payuk cublik, kacang krutuk, kripik-krupuk, jangan samuncukmuncuk, ulan mapupuk sakasidan antuk. Gusti Ayu sibuk Gusti Aji uyuk-uyuk matangi glantak-gluntuk mangda tan keni amuk. Semeng punika seleg Gusti Ayu Arwati ngwacénin carita cutet Bengkung Bekung. Nyaritayang Luh Sleneg lintang dasa warsa makurenan, durung mrasidayang molihang anak alit. Minabko sumpah pastu méménipuné luihing mangan sidhi, sangkaning kaubat-abit, ten icéna beneh

13

katemah pisuh. Tan sida antuka nganggek, wastu macempléng pastunnyané. “Ih… Sleneg. Nyén kadén Nyai Icang? Mémén Nyainé, dané ngadut nglekadang, nyegsegang bungut Nyainé nasi sai-sai. Dong kéné-kéné pangwales Nyainé tekén rerama. Pongah juari Nyai nemah misuh Icang. Yan kénékéné solah Nyainé, sing ja beneh idup Nyainé bin pidan. Madak bekung polon Nyainé.” Napi kasambat Mén Sleneg, jakti mabukti. Luh Sleneg bekung tan dados ngelah panak. Mén Sleneg pamuput nyelsel déwék, nanging sami sampun telat. Yén minyak labuh, dados malih teltel duduk nganggén kapas, nanging yéning raos labuh punapiang malih nuduk. Ngeri Gusti Ayu Arwati ngenyetang mangan, sidhi, sakti, wakbajraning raos sang sinanggeh Ibu majeng ring pianak. Aget Biang dané nénten pisan naenin patikacuh mabaos, malah setata tulus lan sayang mabaos, ngicénin pamargi asing-asing sané kakaryanin, lamakana sida sidaning don. Dané taler rahat bakti ring anak lingsir, bilih-bilih risampuné Guti mantuk riinan. Nepék tanggal 22 Désémber, Gusti Ayu Arwati nyelap nartayang carita Si Malin Kundang ring sisia PAUD, mapaiketan ring Hari Ibu. “Ya anak-anak, begitulah jadinya kalau anak berbuat kasar, jahat, dan tidak baik kepada ibunya. Bagaimana, anak-anak mau menjadi batu seperti Si Malin Kundang?” “Tidaakkkkk….” “Anak-anak hormat kepada Ibu?” “Hormaaaattt….” “Sayang?” “Sayaaaang…..” Luh Anjalini sépanan malaib ngelut Gusti Ayu Arwati saha mepes yéh paningalan. Kausapusap bok anaké alit, lantur matakén alus. “Luh kenapa?” “Bu Guru Cantik, saya tidak punya ibu tidak punya ayah.” “Ya, Ibu Guru sudah tau. Ibu Guru anggap ibumu ya nak!” Dumun, amatra nénten wénten munggah jroning kayun Gusti Ayu Arwati dados guru. Dané

Payudan ring Pasametonan (6) Olih : I K. Satria, S.Ag IDA Sang Yudhistira malih nyawis antuk pikayunann sané engsek pisan sangkaning parindikané punika. “Patut pisan sakadi punika Paman Sanjaya. Sakémaon sané ngawinang pikayunan titiangé engsek wantah parindikan kawéntenan titiang sareng sameton titiangé, napiké pacang salanturnyané titiang meneng iriki ring Upaplawya? Tios punika, titiang sareng sameton titiangé sampun sapatutnyané nuénang napi sané patut duénang titiang sakéwanten kajarah olih Ida Sang Duryodhana. Paman, durusang mangkin Paman Sanjaya mawali ka Astinapura tur aturang indik pikayunan titiangé puniki. Yéning titiang nénten molihang sané sampun dados duén titiangé, taler titiang pacang nerus meneng iriki ring Upaplawya, titiang nénten cumpu. Durusang aturang bebaosan titiangé puniki majeng Sang Prabhu ring Astinapura. Kekalih pamargi sané aturang titiang, nyujuh santi antuk ngwaliang sané patut duénang titiang utawi mayuda.” Risampuné mirengang daging pikayunan Ida Sang Yudhistira sakadi punika, Ida Sang Sanjaya nunas mapamit nuju Astinapura. Ring Astinapura, Ida Sang Prabhu nénten pisan prasida merem sangkaning pikayunanidané kaliput sungsut. Pikayunanidané ebek sangkaning rasa ajerih tur nénten sayaga ngarepin biyuta. Sangkaning kawéntenané sakadi punika, Ida Sang Prabhu ngraris mamargi nuju genah Ida Sang Widura pinaka tanda mantri sané banget kasihin pacang nunas tetimbang taler pikayunanidané ri kala ngarepin kahanan sakadi puniki. “Uduh Paman Sang Widura, pikayunan titiangé dahat engsek mikayunin indik pamargin Ida Sang Sanjaya matemu ring Panca Pandawa, napiké jagi becik panampén Panca Pandawa napi sapunapi?” Antuk dredha bhakti Ida Sang Widura nyawis, “Nawegang titiang Ida Sang Prabhu, pikayunan punika wantah medal sangkaning kasungsutan pikayunan I Ratuné kémanten. Wénten lelima paridikan sané ngawinang pikayunané nénten degdeg, luiré; sangkaning mikayunin stri anak tiosan, ngambil duén anak tiosan, sungsut sangkaning pikayunan, setata mikayunin pacang jaya, miwah mapikayunan paling sakti tur ngangken anak tiosan nénten mawiguna. Parindikané punika sané ngawinang pikayunan Ida Sang Prabhu nénten degdeg tur pacang uyang ring pamereman. Samian wantah pikayunan I Ratu sané ngawinang I Ratu nénten mrasidayang merem.” “Uduh Paman Arya Widura, napiké titiang iwang mikayunin putran titiangé sané mautama? Néntenké sapatutnyané titiang mikayunin kahanan Ida Sang Duryodhana?” Sakadi punika panyawis Ida Sang Prabhu Dhrastarastra. “Boya ja sakadi punika Ida Sang Prabhu. Nagingin pinunas antuk ngicén napi sané sampun dados duén Ida Sang Yudhistira wantah pinaka kapatutan, santukan asapunika sapatutnyané. Yadiastun asapunika, Ida taler mikayunin Ida Sang Duryodhana. Yéning kamanah antuk titiang, sampun sapatutnyané I Ratu ngicén sané sampun kaduénang Ida Sang Yudhistira. Yéning Ida Sang Prabhu kantun ngandikain Panca Pandawa nyeneng ring Upaplawya, pateh ring I Ratu nundung Panca Pandawa saking silib saking Astinapura. Élingang, Panca Pandawa wantah putran Ida Sang Pandu, sameton I Ratu. Napiké I Ratu mapikayunan meled nuénang Astinapura puniki preragan kémanten tanpa urati ring sameton?” Sang Prabhu Dhrastarastra malih ngandika, “Yéning kamanah antuk titiang, nénten wénten panegara sané kapucukin kekalih maharaja. Durus ja pikayunin Paman. Titiang ngaptiang Sang Sanjaya gelis rauh makta orti sané negdegang pikayunan titiangé.” “Ha… ha…ha…. Ampurayang titiang Ida Sang Prabhu, kawéntenané punika dahat nénten becik manut titiang. Sakadi pikayunan titiangé, titiang sampun manggihin samian putran Ida Sang Pandu setata kabencanén antuk laksana-laksana sané nénten becik olih Ida Sang Duryodhana, sakéwanten Panca Pandawa dahat degdeg ring pikayunan nam-

pén parindikané punika. Titiang banget nunas ring I Ratu, durusang margiang atur titiangé puniki, waliang napi sané dados duén Panca Pandawané tur utamayang ngruruh karahayuan antuk nunggalang kautaman Indraprasta miwah Astinapura. Samian punika pacang ngawinang I Ratu bagia, bungah, tur degdeg pikayunan I Ratuné.” Sakadi punika bebaosan Sang Arya Widura cutet. Ida Sang Prabhu mawali nuju pamereman, yadiastun Ida nénten prasida merem. Bénjang semenang, Sang Surya masunar galang nyunarin kawéntenan Astinapurané. Ida Sang Sanjaya rauh saha gelis matur majeng Sang Prabhu Dhrastarastra. Ida matur antuk manah sané becik tur ngandap antuk bebaosan sané nyunyur manis. “Nawegang Ida Sang Prabhu, titiang sampun ngaturang majeng Pandawa sakadi sané uduhang I Ratu. Ida Sang Yudhistira taler mapikayunan mangda yudané nénten mamargi. Sakémaon, pamarginé nuju santi punika mangda becik kamargiang, nénten ngawinang Panca Pandawa sakadi gegéndong sané nglanturang urip sangkaning welas asih anak tiosan. Napiké I Ratu lali yéning Panca Pandawa wantah pinaka putran I Ratune?” Wawu mirengang bebaosan Ida Sang Sanjaya sakadi punika, Ida Sang Duryodhana dahating kroda. Ida mabaos antuk suara sané dahat sumbung, “Sampun dados kapatutan Ida Sang Yudhistira sareng sametonnyané ngagéndong ring anggan titiangé, duaning Panca Pandawa sampun kaentungang ka tengahing alas duké dumun. Napi malih sané patut baosang, cutet Sang Prabhu patut ngandikain Panca Pandawa mawali malih ka tengahing alas.” Mirengang bebaosané punika, Ida Bhagawan Drona ngadeg saha ngandika, “Yening sang sujana sané wenang mapupul tur ngwilangin, wantah pinaka kapatutan Panca Pandawa sampun puput ngelarang tapa ring tengahing alas. Kawéntenané punika patutné sampun mamargi duk payudané majeng Ida Sang Wirata. Yéning I Déwa kantun sakadi punika mapikayunan, majanten payudané nénten prasida kaimpasin. I Déwa pacang kasor,” baos Dang Guru Drona. Bangga Ida Sang Duryodhana nyawis, “Ha… ha…ha…. Mawit pidan Ida Sang Guru ajerih sakadi punika? Minab kawisésan Panca Pandawa sampun tegeh sangkaning polih wantuan saking Wirata, Pancala, Yadu, miwah sané tiosan. Sakéwanten titiang madué prajurit sané nénten prasida kasor. Sawitran titiangé Radhéya taler pacang ngwantu titiang. Ha…ha…ha….” Samian meneng mirengang bebaosan Ida Sang Duryodhana sakadi punika. Ida Sang Prabhu taler sakadi caket, nénten prasida malih mabaos napi-napi sangkaning ageng tresnanidané majeng ring putra. Indiké punika ngasorang kawibawanidané pinaka raja. Wawu Ida Bhagawan Bhisma pacang matur, Ida Sang Duryodhanan sampun dumunan malih matur, “Uduh Sang Guru, titiang ngicén panegara majeng Panca Pandawa? Ten pisan! Yéning manahin titiang, Panca Pandawa nénten madué kapatutan molihang panegara puniki. Sané patut kamargiang Panca Pandawa wantah ngelarang tapa ring tengahing alas, mabusana kulit kayu tur ngajeng woh-wohan sané wénten ring tengahing alas madurgama. Patut kauningin, titiang nénten pacang ngicén panegara majeng Panca Pandawa. Titiang nyaratang pisan Ida nyeneng ring Upaplawya. Ida nénten dados nyaratang napi sané wénten ring Astinapura. Ha…ha…ha….” Ngandika Ida Sang Prabhu, “Uduh Paman Sanjaya, durus mawali malih ka Upaplawya tur baosang mangda Panca Pandawa nyeneng irika ring Upaplawya taler ngelarang tapa ring tengahing alas.” Mireng pangandikan Ida Sang Prabhu sakadi punika, Ida Sang Sanjaya mawali nuju Upaplawya jaga maosang daging pikayunan Ida Sang Prabhu Dhrastarastra. Ring sapanjang margi, pikayunanidané dahating sebet, mikayunin kawéntenan Panca Pandawa sané kalunta-lunta. (Puput)

malah antipati ring guru, doning daweg punika sami guru keraskeras, tenget-tenget, judes-judes, tan gigisan ngampleng ngemplagin yéning murid iwang utawi tan sida nyaurin pitakén guru. Sayan mantep aswadharmaning aguron-guron, bilih-bilih ring PAUD, mapan sisia PAUD papojolan, jujur, lan baud. Kadi sanganan gilingan, ring sisi putih, kantos ka tengah putih. Nénten sakadi taluh, ring sisi putih, nanging ring tengah kuning. Sayangé sategeh gunung salinggah pasih ring putra, mawinan banget makesiab dané nyingak ibu lan putra ring marginé saling batbat, saling pisuh. “Timpal-timpalé makejang masuk negakin montor, Icang dogén negakin sepéda. Lek Cang nawang.” “Dija Mémé nyemak pipis anggon meli montor Dééé…?” “Dija ya patutné.” “Gedéé… Gédé....” “Ah Mémé, ngaé panak mara dueg. Dadi ben gaé dogén?” “Cai mula jlema temah pitra. Bani-bani tekén anak tua. Ngentungang tas ring méja, tan panglukar busana, jeg mapangsegan Gusti Ayu Arwati ring korsiné, nekep panyingakan antuk Koran. Khrisna lan Wahyu Nugraha putrané kalih sedek ngajeng, ngenahang ajengan, alon nampekin biangnyané. Khrisna malinggih ring tengen, Wahyu malinggih ring kiwa, ngapit biangnyané, soang-soang ngambil tangan kiwa tengen. “Napi iwang titiang Ibu, dados Ibu rauh-rauh nangis?” “Nggih Ibu, napi iwang Wahyu?” Katakénin sakadi punika, Gusti Ayu Arwati malah sayan nyangetang nangis, ngelut amekul putrané kalih. “Khrisna, Wahyu, ten wénten sané pelih. Ibu tengkejut kémanten. Wawu di marginé wénten ibu lan putrané magerengan kantos saling pisuh. Ibu bagia pesan, Gus sareng kalih bakti ring Ibu, ten taén malaksana boya-boya. “Pastika Ibu. Yéning amunika ageng yasa kértin Ibu ring titiang ring kulawarga, napi lakar anggén titiang naur?” “Yén ten bakti ring Ibu?” Wareg tan paneda, bungah

tani nganggo Gusti Ayu Arwati nampénin subaktin putrané makekalih, wastu sida lédang dané masanekan ring pamereman sinambi mirengang acara gita santi ring radio indik pakéing Hari Ibu, putra suputra bakti ring Ibu antuk Pupuh Durma Lawe. Uduh nanak haywa ta ktia langgana/ento te mahawinan, eda pesan cening bani-bani, bobad, lan langgana; Majeng maring bibi aji/majeng ring yayahrena sané ngréka lan ngrupaka anggan i déwané; Pamekas ibunta/bilih-bilih majeng ring Ibun i déwané; Déwa sekala ikang rat/Biang i déwané ento saksat déwa sekala di jagaté; Ujarira tajep siddhi/ labuh baos Biang i déwané wakbajra siddhi mantra sat pamastu; Swarga neraka, sangkéng Ibu karanania/punika sami sangkaning labuh baos pawuwus sang rumaga Ibu, kanon becik utawi swarga kalawan neraka. Sayan paripurna caritané ring radio kawewehin wirama lan parwa. Wirama indik pamargin Sang Wibisana setata nangkil ring biang nunas pawuwus sadurung ngamargiang swadarma, bilih-bilih jagi nyarengin peparuman sareng rakanidané Sang Prabhu Rahwana. Parwa indik pamargin Sang Panca Pandawa sané kalintang bakti ring biangidané Dewi Kunti. Kadi punapi jua labuh baos Dewi Kunti, pastika kalaksanayang, taler ritatkala ngandikayang ngedum Dewi Drupadi sareng lelima, doning wantah kapireng “padi” olih anaké lingsir, boya ja “Drupadi”. Resres, jering-jering bulun kalong Gusti Ayu Arwati mirengang sesantiané punika. Maklebet dané éling ring lengkara sané naen kawacén inggih punika , “kata-kata ibu, baik atau buruk kepada anak, pada hakikatnya adalah sebuah doa.” Punika mawinan sering ida nyobyahang kasuksman lengkarané punika ring sameton lan sraya kanti ida, mangda pinaka ibu, nénten ngulah-ulah, ngawag-awag nglabuhang baos ring putra, doning baosé pastika jagi madaging lan ngalapin. Boyaké sorga ada di telapak kaki ibu.

Saking Langit Bali Selem Barak

selem warnan i sidem embah-embahan yéh saking langit tedun ka tanah linggih Ida Bhatara Wisnu barak warnan semut api panes api mamurti saking tanah nyujuh langit linggih Ida Bhatara Brahma selem barak yéh api di awak yéhé mangetisin panes apiné mangangetin dingin selem barak tatwan tanah langit selem barak tatwan kauripan matemu maring sarira tunggil masikian ring rah warna kadi api rupa kadi yéh Tudékamatra

Putih Kuning

putih kuning aksara ening warnaning kuaca ngranjing ka pura surya candra palebur mala putih kuning warna celing pangenteg ajeg manahé jegjeg laksana dharma manggih utama putih kuning eneng enung suéca angga ngeret indria satya manah jagra genah putih kuning ening celing mademang peteng ngalap galang subhakarma tuhu nyujur rahayu putih kuning pangéling-éling éling ring raga ngélingin sang atma saking sunar mawali ka sunar Tudékamatra


Kruna

14

Pandé Putu Damae Anggis Dewaki

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa miwah aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;sienom/,

Pupuh Sinom 5.Ámæury*rtutitê*,

ampurayang ratu titiang,

tiitêp\Ð;mil)tåwi, titiang pangkah milet ngawi,

rrisã\unß\witin/, raris bangun mangawitin, tinÓk$testnßri, tinta kertasé tan mari,

mruppirnÓihsu*,

marupa piranti asung,

hs&gbguæmit)ls/,

asing gabag sami telas,

tulusã)e\*okdiktik/, tulus bengong kadi katik, kitkÐituk, kitak-kituk, ktk)e\o\Ðk ) s ß y ( U êk. kataké ngongkék masuryak. 6.mli;m\i\uæir*epol;,

malih mangingsirang polah,

p2;pli;r&pirnÓi, paleh palih ring piranti, purunålálãr*hz(, purun ngalgal barang anyar,

zwisÀnÓ¡kÓ)hÂikÇ\ái;,

nyawis antuk téhnik canggih,

c\À;hilß¡kdim\Ðin/, canggah ilmu kadi mangkin, m\Ðkßpimpisdu,

mangkak mapi-mapi sadu,

side\oenku×sÓÉwy;,

sida ngonék sastra wayah,

\Ùyekomæut)rissi, ngwaya komputerisasi, ]]i;dlu,

sasih dalu,

kdelonåwitßzurt/.

kadalon ngawit manyurat.

Bali Kantun sané Pinih Becik NAGINGIN libur akhir semester ganjil antuk malancaran ka dura negara, pamekasnyané sakatah kota ageng ring Hongkong, majeng Anggis–sapunika yowana sané embas ring Dénpasar, 28 Nopémber 2002 puniki sering kasambat banget ngulangunin. Dané meled nampek ngaksi sakatah parindikan sané salami puniki wantah kapiragi saking anak sios, katonton ring TV, miwah internet. Pinih nénten, antuk ngaksi kawéntenan sané janten, siswa kelas VIII B Gandhi Memorial Internasional School, Dénpasar puniki pacang molihang akéh pikenoh sané pacang maguna. Dané sané madué aran jangkep Pandé Putu Damae Anggis Dewaki nyelehin akéh pisan parindikan sané patut kaplajahin saking dura negara. Utamannyané rasa éling krama indik karesikan kota miwah tertib lalu lintas. Rumasuk penegakan hukum sané tegas. Aparat tegas sareng pelanggar. “Dura negara madué akéh pisan kainggilan, nanging Bali tetep dados sané pinih becik. Kajantenannyané tamiu akéh sané rauh ka Bali. Titiang setata bangga dados putri Bali,” baos raka saking Pande Made Gede Kanha Rejaya Meranggi bangga. Era globalisasi miwah digitalisasi galahé mangkin ngawinang Anggis madué selah nguningin panglimbak masa ring dura negara. Napimalih rerama miwah kulawarga agengnyané madué pamineh sané pateh nginkinang masa depan dané miwah arinnyané. Anggis kirang cumpu sareng panampén anak tiosan sané nyelehin yéning malilacita ka dura negara pinaka gaya hidup sané ngutang-ngutang artha. Majeng Anggis, malilacita untengnyané nénten ngutang-ngutang artha, nanging dané meled malajah saking kainggilan sané kapolihang ring dura negara. Siosan punika, sajeroning ngwewehin pangweruhan miwah pengalaman sané kabuatang pisan galahé mangkin miwah riwekas. “Ring kulawarga, titiang nénten naen kaurukang gaya hidup sané nyelenéh. Pinaka jatma Bali, patut nginggilang ajah-ajahan leluhur sané sampun katamiang,” baos putri I Wayan Gede Utama Manik Meranggi miwah Ni Kadek Yunita sumeken. Anggis rumasuk aget, embas tur kelih ring kulawarga sané nénten kirangan artha. Nanging ajah-ajahan idup sederhana tetep dados baga pasarainannyané. Anggis setata éling sareng tutur krama sané nyayangin dané, yéning artha brana punika wantah titipan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané patut kanggén sabecikbeciknyané. Sapunika pitutur pekak, ninik, miwah reramannyané yéning pendidikan sané becik punika banget mabuat kawekas. Sapunika taler sareng kawagedan sané kaduénang prasida dados bekel paweweh kawekas. Salami dané malilacita ring dura negara, ngawi Anggis éling indik ratepnyané sesaih kawekasan. Era kesejagatan miwah MEA ngawi krama Bali patut matangi saking rasa mayus miwah marasa bangga pinaka daérah tetujon wisata dunia. Era MEA ngawinang krama lianan molihang keleluasaan makarya ring Indonésia rumasuk Bali. Sampun nénten prasida katawah-tawah malih, yowana Bali pamekasnyané nénten dados malih marasa mayus. Sapasira ugi nénten pacang meled yéning krama Bali dados buruh ring wewengkonnyané padidi. Krama Bali patut sayaga macentok. Rumasuk yowana Bali mangda nénten malih mayus-mayusan. Yowana Bali patut sareng macentok ngrebut selah makarya. Sinunggilnyané ring widang jasa miwah pariwisata, sané salami puniki dados bebanggan krama Bali. “Malancara ka dura negara sinunggil paplajahan punika sané polihang titiang. Titiang marasa termotivasi nginkinang déwék. Nénten wantah ring bidang akademis taler ring widang lianan,” baos peraih juara kaping tiga lomba lagu pop Bali PSR Kota Dénpasar daweg pertengahan 2015 lintang. Anggis wawu puniki merilis album kompilasi Bali Kumara Generasi kedua, sedek sibuk nginkinang album solo sané pangrencanannyané pacang launching. (ast/yan)

Isin Gumi Arga PDAM Buléléng Pacang Nincap KAPERLUAN toya inum ring Buléléng pungkuran puniki sayan nincap. Kawéntenen inucap prasida kapanggihin saking akéhnyané krama sané ngamerluang toya PDAM nyabran raina. Rencanané, PDAM pacang nincapang arga ngawit bulan Februari sané jagi rauh. Tarif dasar toya inum PDAM sadurungnyané nincap 10 persén. Parindikan punika kabaosang mangda anut ring panincapan material miwah sangu makarya. Manut Dirut PDAM Made Lestariana, parindikan punika sampun madasar Perbup indik “penetapan tarif air minum perusahaan daérah”. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 6 Januari 2016 lintang.

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

gebeh

1. g)b);,

1. tempayan

2.

jijih

2.

jiji;,

2. gabah

3.

kaula

3.

khul,

3. rakyat

4.

kualon

4.

kÙelon/,

4. saudara tiri

5.

langsé

5.

le\uæ,

5. tirai

6.

mumbul

6.

mumã¡l,

6. memancar

7.

ngruak

7.

\ɱwk/,

7. membongkar

8.

pretisentana

8.

pÊtis)nÓn,

8. keturunan

9.

romon

9.

eroemon/,

9. jorok

10. ruyud

Redité Wagé, 10 Januari 2016

10. ruyud/,

Bahasa Indonésia

10. tua renta

Kaki Dukuh, Tangguwisia Tiang nyokong nincapnyané arga PDAM inucap salami prasida katerima olih krama. Tunas titiang, rerincikan punika kasarengin antuk pelayanan sané sayan becik. Majeng krama taler kaaptiang prasida ngatur ri kala ngawigunayang toya inum, utamannyané ri kala jam-jam puncak minakasi semeng miwah sore. Gung Surya, Lovina Indik rerincikan punika, titiang cumpu kémanten. Sampunang kémanten kantos meratin krama. Parindikané punika pastika sampun kapikayunin sadurungnyané olih pihak PDAM. Tios sangkaning nincapnyané material sané mapaiketan ring kawéntenan miwah pamiaraan PDAM mangda tetep becik. Gede Merta, Celuk Buluh Indiké punika wantah patut kémanten riantukan nyabran warsa pastika sampun wénten panincapan prabéa operasional PDAM. Tunas titiang taler mangda katincapang kualitas miwah kuantitas pelayanan pelanggan ring warsa 2016 puniki. Yéning ayah-ayahan sampun becik sinah krama nénten pacang pakrimik. Gung Dé, Jalan Ngurah Rai, Singaraja Pastika sampun PDAM pacang nincapang arga, santukan perékonomian krama mangkin nginutin jaman. Yéning panincapan antuk kepentingan krama, titiang cumpu kémanten. Tunas titiang indik pengaturan kauratiang olih PDAM, utama ri kala masan panes, mangda pelanggan ring tebénan ngatur ngawigunayang toya, mangda sané tiosan tetep ngamolihang toya. Pak Putu, Bubunan Manut titiang, biasa yéning PDAM nincapang arga. Doh sadurungnyané janten sampun kapikayunin, tios madasar Perbup, pastika wénten dasar tiosan. yadiastun asapunika, sakadi orti sané piragi titiang, arga PDAM ring Buléléng kantun lewih mudah sahihang ring kabupatén tiosan ring Bali. (ama)

Ida Ketut Suteja

Nglanturang Tetamian Leluhur PENSIUNAN guru SD, Ida Ketut Suteja sané jenek ring Geria Demung Culik sesukat kantun alit sampun nyarengin ajinnyané ngaryanin rontal tepesan utawi rontal tulis nglanturang warisan para leluhur. Masameton sareng kutus diri, Ida Ketut Suteja pinaka oka kaping kalih sané katamiang kawagedan ngarya rontal tulis saking ajinnyané Ida Pedanda Gede Ketut Telaga. Sané mangkin Ida Ketut Suteja sané nglanturang kawagedan leluhurnyané ngarya rontal. Ngarya rontal tulis manut Ida Ketut Suteja nénten dangan, wanengnyané muatang galah kantos awarsa. Siosan punika, nénten samian don ntal dados anggén rontal tulis. Manut Ida, ring sawewengkon Seraya, Bunutan, Amed, Tulamben, Tianyar, kantos perbatasan Buléléng akéh wénten wit ntal. Yéning umpami wénten wit ntal panyatusan, tambistambis wantah limang puun wit ntal sané dados kanggén rontal tulis. Wit ntal wénten kalih soroh, inggih punika wit ntal jangat miwah wit ntal taluh. Wit ntal jangat nénten becik anggén rontal tulis. Wit ntal taluh donnyané becik pisan kanggén rontal tulis. Indiké punika santukan wat-wat ntal taluh geles tur lemuh. Wit ntal sané donnyané pacang kanggén rontal tulis patut kakeker utawi nénten karereh tuaknyané miwah donnyané taler nénten kaampung antuk sarana tiosan. “Ngampung don ntal jagi kanggén rontal tulis patut nganggén déwasa ri kala sasih Kadasa,” baos Ida. Pula-pali ngarya rontal manut kakiang kutus putu puniki, kakawitin antuk ngicalang usukan wawu don ntal kajemuh. Sesampun punika raris don ntal kaunun ring punapi, risampuné kaunun wanengnyané kirang langkung asasih raris rontal inucap ma kum makerem ring enduté ngemu toya sawatara pitung raina. Salanturnyané malih kajemuh, sawusan kajemuh raris malablab. Ring panglablaban kadagingin isin rong wayah utawi rempah-rempah taler kadagingin bungsil makikih sareng kunyit mangda warnan rontal ngemu gading. “Yéning sampun gading punika cihna rontal sampun rateng,” baos Ida. Raris ring panglablaban kadagingin jagung utawi pantun. Yéning jagungé utawi pantuné sampun rateng mateges nglablab rontal sampun dados kapuputang. Salanturnyané rontal malih kajemuh, risampun punika raris kablagbag wanengnyané sawatara awarsa langkung, tetujonnyané mangda rontal inucap nénten ngloping. Ri sampun sué mablagbag raris katugel-tugel manut ukuran. Panjang rontal taler matios-tiosan. Manut Ida, panjang rontal Ramayana sawatara nem dasa senti meter, Mahabrata miwah Bratayudha sawatara séket lima senti, usadha patsasur sénti, miwah sané lianan. Pula-pali pinih untat, tepin rontal kaserut tur kamplasin kaicén cat nganggén warna barak. “Warna barak kapilihmangda Ida Hyang Tri Murti (Brahma, Wisnu, Iswara) malingga ring rontal inucap. Rontal mawarna putih, suratannyané mawarna selem tur tepinnyané mawarna barak,” baosnyané makenyung. Wénten sané matiosan manut Ida indik ngarya lontar dumun miwah mangkin. Yéning dumun para panglingsiré ngarya rontal kanggén ngaraga. Kanggén nyalin lontar sané sampun usak miwah nyalin sasuratan sastra. Yéning mangkin akéh anaké rauh numbas rontal tulis kantos kawalahan nyayagayang, tambistambis wénten sané kantos matempah awarsa sadurungnyané. “Titiang urati ngarya rontal tulis wantah nglanturang tetamian para panglingsir titiang sané waged ngarya rontal. Titiang meled mangda seni sastra Baliné sayan ajeg,” baos Ida bagia. (Giur Dipta)

Leh SIRA sané nénten seneng leh? Manawita makasami seneng nyingakin sarwa leh. Leh sangkaning nénten wénten leluu ring pakarangan. Leh sangkaning nénten wénten mis mabrarakan ring marginé. Leh sangkaning busanané ten kumel. Leh riantukan nénten wénten daki neket ring angga sariran iraga. Sayuakti punika sané mawasta leh. Akéh anaké maosang indik pabuat leh. Leh ring raga taler leh ring wewidangan genah iraga meneng. Leh ring raga santukan sampun nyabran raina masiram. Sapunika taler inggihan busana sampun ngraina kapanting. Indik mua sampun nyabran semeng miwah sadurung sirep kabersihang. Untu taler kadi asapunika. Miwah sané tiosan sampun becik pakantenané. Yéning leh mapaiketan ring wewidangan genah iraga nglaksanayang sahananing pamargi kauripan patut taler leh sakadi angga sariran iraga. Napi mawinan patut leh? Riantukan wewidangané sané leh punika satios kanggén genah meneng, makarya, miwah sané lianan, taler sané pinih mabuat wantah anggén nepasin sakancan panyungkan. Minakadi ring paumahan. Patut kasampatang nyabran raina mangda kedas. Leluu pamekas mis platik digelis kaentungang ring tong sampah ring sisin marginé.

Sampunang ngantos madugdug, napi malih sué nénten kauratiang. Punika sané ngawinang akéh wénten buyung teka. Yéh taler mangda nénten wénten makembengan. Mangda nénten leguné sayan ngakéhang. Yéning sampun buyung miwah leguné akéh, sinah iraga gelis pacang keni panyungkan. Leh ring raga taler leh ring wewidangan gumanti banget mabuat pisan risajeroning mamargi ring kauripan puniki. Sakémaon satios ring leh makakalih punika, patut elingang wénten taler leh sané pinih mabuat. Leh punika nénten ja tios wantah leh ring pikayunan iraga. Nénten mamanah sané ngawinang anak tiosan nemu kaduhkitan. Nénten mapikayunan kaon ring sesamén manusa. Nénten taler mapikayunan jagi ngutsahayang mangda digelis sugih miwah sané lianan antuk malaksana sané mimpas ring ajah-ajahan agama, pamekasnyané agama Hindu. Melahang pisan ngelehang karang manah. Riantukan makasami sané wénten gumanti wantah metu saking manah iraga. Becik laksanan iraga metu sangkaning manahé suci. Asapunika taler kaon parilaksanané santukan nénten mrasidayang nyaga tur miara karang manahnyané mangda sida setata leh. (I Komang Alit Juliartha)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Wage, 10 Januari 2016

BPM/mer

Pilihan Jalan Pembebasan

Mencermati Massalisasi Siwaratri

l Membaca Ajaran Kesadaran Siwaratri (4)

KABAR terelok dari ajaran kesadaran Siwaratri adalah bahwa manusia yang secara sosial dicap paling berdosa, paling hina, selayaknya si pemburu yang membunuh-bunuh itu pun dalam hidupnya ini tetap disambut dan diterima langsung oleh Siwa, sang Maha Pencipta Maha Agung. Di ujung kisahnya masingmasing, para tokoh utama pelaku yang telah menjalani dan menjalankan ajaran kesadaran Siwaratri pada momentum yang pas tepat dan benar disuratkan mencapai lapisan terpuncak sang Mahasadar. Jiwa Suswara dalam Santiparwa mencapai Siwa, namun masih mesti menjalani sisa karma lampaunya dengan menjadi Raja Citrabhanu. Perjalanan jiwa Lubdhaka atau Nisada dalam kakawin Siwaratrikalpa pun diguratkan oleh Mpu Tanakung berakhir berbahagia di Siwaloka. Bukan surga, apalagi neraka, tapi pembebasan final sang jiwa. Itulah cita-cita, tujuan, ataupun visi terpuncak ajaran kesadaran Siwaratri. Para penyurat teks dengan jelas dan tegas memastikan: urusan pembebasan final sang jiwa tidak hanya menjadi monopoli para kaum brahmana. Pembebasan jelas-jelas sanggup,

mampu, dan/atau dapat dicapai oleh sosok manusia papa sekelas Suswara, Nisada, maupun Lubdhaka, sepanjang dilakukan dengan tata cara, tata aturan, dan tata susila yang tepat. Dia yang melakukan praktik disiplin sadhana dengan tepat itulah dinamakan sadhaka. Sadhaka yang melakukan sadana dengan tepat sekaligus tepet, rahasya (rahasia), dan suksma (halus) itulah yogin, sang pemraktik yoga sejati-seutuhnya. Pemraktik yoga sejati adalah dia yang pikiran, ujaran, dan tindak-lakunya senantiasa terhubung, diabdikan, dan dipersembahkan kepada sang Maha Pencipta Mahaagung. Dia mengakui, menyadari, dan menerima Semua Ini adalah sang Maha Pencipta Mahaagung—dan karenanya menjadi tiada lagi keterikatan maupun kemelekatan atas ego-milik. Dia yang pikiran, ujaran, dan tindak-lakunya senantiasa terhubung, diabdikan, dan dipersembahkan seutuhnya kepada sang Maha Pencipta Mahaagung serta mengakui, menyadari, dan menerima Semua Ini adalah sang Maha Pencipta Mahaagung, tiada lagi kemelakatan ego-milik, inilah orang suci. Orang suci sekelas inilah yang bertemu Siwa. ldeprabas

Olle Taneyan Puisi, Olleng Puisi Taneyan Belajar Berenang (1).... lProses dari Kampung di Ujung Timur Madura

SEJAK KECIL saya tak pernah membayangkan akan menjadi seorang penulis, lebih-lebih menulis karya sastra. Saya lahir dan besar di lingkungan teramat sangat tidak akrab dengan dunia tulismenulis: buku, pensil dan pulpen; tiga benda yang hanya boleh dimiliki dan dipegang oleh kalangan elit desa, orang-orang yang lahir hidup dan besar di lingkungan pesantren. Untuk memegang tiga benda itu saya harus menyiapkan mental kalau-kalau paman dan teman-teman sepermainan ‘’menyadarkan’’ saya yang tak lebih, tak kurang adalah keluarga nelayah. ‘’Duhm Cong. untuk apa pegang buku, kamu anak seorang nelayan. Pegang dayung dan pancing saja’’! ujarnya. ‘’Kau bukan anak kalebun (kepala desa), bukan keturunan orang-orang pintar, bukan keturunan Kiai, Suahlah, sana belajar berenang.’’ UNGKAPAN-ungkapan bernada pesimistis baik dari teman-teman maupun paman tentu saja tidak pernah terungkap dari Eppak (kapak) saya sendiri. Meskipun Eppak seorang pelaut seperti sembilansembilan puluh persen penduduk desa Legung lainnya. Tapi ayah tak pernah setuju kalau keturunan nelayan harus menjadi nelayan juga.

li kadek surya kencana mengenang rumah ibu, baturiti : alit Indrayani

apa yang masih bisa kita bicarakan malam ini hujan, angin, bunga--bunga kering Pohon Bambu, tangis di televisi, valentino rossi, ibu yang setia menawari rasa nasi, ataukah penelepon kuis yang begitu mudah memenangkan satu juta rupiah saat kita tak lagi bisa membedakan badai dan gerimis, harapan dan kepastian? apa yang masih bisa kita bicarakan malam ini? orang-orang yang pernah kita kenal tak lagi meminta anak-anak menunggu jalan air, mengumpulkan buah-buah yang jatuh sebelum subuh, memelihara rambut, melubangi telinga, menampung air hujan untuk kebutuhan rumah tangga atau sekadar mengajari diri menari di bawah matahari menari tanah, menari air menari tanah air baturiti. api yang tak kunjung padam di dapur ibu selalu meyakinkanku bahwa hidup adalah puisi yang tiba-tiba datang dan pergi. seperti sayur-mayur menumbuhkan musim hujan yang tiba-tiba datang dan pergi seperti sayur-mayur menumbuhkan musim hujan bagi tanah-tanah yang dijual dengan harga murah bagi anak-anak petani baturiti yang gelisah melihat orang tua mereka menyembah sawah. apa yang masih bisa kita bicarakan malam ini? aku hanya ingat cubitan ibu juga bintang abu-abu yang membentuk beragam wujud binatang kesayanganmu dan orang-orang yang pernah kita kenal tak lagi meminta anak anak menebak arah angin masih adakah tubuh yang belum mengenal rasa lapar? masih adakah hati yang mau mendengar? masih adakah kupu-kupu yang betah singgah di bunga ungu rumah ibu dan sawah-sawah yang ditinggalkan pemilik tanah? apa yang bicarakan malam ini selain luka tanah dan tangis seorang ibu?

‘’Buku tak cukup membuatmu mempelajari asin-tawarnya hidup. Belajarlah pada alam semesta niscaya kamu akan tahu arti hidup.’’ Demikian Eppak berkata ketika kami bersiap tidur di atas taneyan dengan tubuh separuh terkubur ke dalam pasir putih. ‘’Tapi itu bukan alasan kamu untuk tidak belajar, untuk tidak membaca buku. Cukup eppak yang tidak bisa baca tulis. Anak eppak harus sekolah. Harus bisa membaca dan menulis.’’ MALAM-MALAM Eppak selalu terjaga ketika tiga bintang kejora berpindah dari arah barat daya ke arah timur laut, sambil berucap pelan Eppak mengitari taneyan tiga sampai tujuh kali, ‘’sudah jam 12 malam, sebentar lagi air surut’’ Itu mengagumkan bagi saya. Untuk mengetahui waktu Eppak tak perlu melihat jam, ia cukup tengadah ke langit atau cukup mendengarkan suara samar riak ombak. ‘’Jadikan alam sebagai gurumu’’, kata Eppak sambil mengelus kepalaku. DI TANEYAN, Eppak seringkali mendedah kisah perjalanan hidupnya sebagai pelaut. Dikisahkan kepada saya ketika Eppakterombang-ambing di lautan lepas hingga terkapar ke kepulauan Masalembu dan Bugis, lantaran perahunya kehabisan solar. Dari atas taneyan itu pula Eppak dengan berlinangan air mata menumpahkan seala kemarahannya lautan tak bisa berbicara dengan bahasa Indonesia, bahasa sebagaimana mereka ucapkan. Eppak hanya bisa mengangguk dan menggelenggelengkan kepala.’’ mata Eppak nyalang memandang ke langit. ‘’Eppak tak mau kamu tidak bisa membaca dan menulis. Tuntutlah ilmu.’’ pngkaasnya sembari mengelus kepalaku yang sudah dipenuhi pasir. SEJAK MALAM itulah saya jadi mengerti mengapa Eppak selalu melarang dan membatasi saya bermain di pantai bersama teman-teman sekampung. Bahkan Eppak tak tanggung-tanggung menghukum ketika ketika suatu h ari saya bolos dari sekolah sehingga Eppak tak

lJoshua Igho Kutaruh Segenap Rapuh kutarun segenap rapuh di atas daun yang luruh biarlah dia pergi bersama angin dan jangan pernah kembali hatiku masih teguh menatap segala keruh sebab hidup harus terus kukayuh dan doa bukan sekadar keluh

lBerto Tukan Hujan Turun Terus Malam Ini hujan tuurun terus malam ini di luar berlombalomba mereka ritmis tanpa jeda membelah lubang telinga tidak, hanya hujan dan harapan hujan turun terus malam ini ia vie en rose tersumbat satusatu tersangkut di atap terbawa jauh ke got got tidak. tak ada sepi hanya ada suaramu berpura-pura menangisi kematian hujan turun terus malam ini hujan terus turun malam ini aku teringat sebuah kalimat dari sebuah puisi entah entah daru penyair siapa barangkali juga dari igauku tidak, kesengajaanmu membangunkan guntur dan kilat di kepalaku dan aku belum berani purapura sengaja hujan turun terus malam ini hujan terus turun malam ini dan kukira seribu orang telah menulis tentang hujan dan hujan terus terus turun malam ini dan malam malam selanjutnya dan selanjutnya

l Membaca Ajaran Kesadaran Siwaratri (6)

Rahasia yang Tetap Dirahasiakan l Membaca Ajaran Kesadaran Siwaratri (5)

AJARAN Kesadaran Siwaratri bukanlah pelajaran umum, memang. Siwaratri adalah ajaran rahasia perjalanan final sang jiwa yang menubuh, untuk akhirnya menjadi Mahajiwa yang bebas Merdeka-Murni dari belenggu keterikatan-kemelekatan tubuh. Justru karena kerahasiaannya itu maka ketika ajaran tersebut dibabarkan lewat suratan susastra prosaik maupun puitik, maka rahasia itu pun tetap dirahasiakan. Begitulah, memang, karakter utama ajaran tua Tantra. Karena Siwaratri merupakan bagian dari pembabaran ajaran tua Tantra, maka karya suratan-suratan susastra yang disampaikan ke publik, ke khalayak luas, niscaya tidak bakal mengungkapkan rahasia terahasia dari ajaran rahasia itu. Yang disuratkan, diteruskan, dan dikunyah-kunyah publik itu hanyalah sebatas kulit, baru sebatas sampul dan kata pengantar buku. Adapun daging, isi-inti ajaran, bukan hanya masih nun jauh di dalam kedalaman terdalam, melainkan memang tidak bakalan ada dalam teks tertulis. Kisah Suswara, Nisada, dan Lubdhaka tetap hanya sebatas kulit pembungkus terluar. Daging-isi-inti ajaran pembebasan final jiwa yang hendak dibabarkan itu tetap mesti ditimba langsung dari sang Guru yang telah mempraktikkan dengan penuh disiplin ajaran itu. Amat sangat tidak cukup hendak ditimba, dipahami, lewat bacaan semata, karena ajaran itu bukanlah semata-mata pelajaran. Di sinilah titik awal pendangkalan, dan juga kekeliruan itu terjadi pada era industri kapitalistik belakangan ini: ajaran dalam tradisi murni yang rahasia dan dirahasiakan dengan menimba langsung dari sang Guru itu justru diperlakukan sejajar dengan pelajaran semata-mata. Akibatnya, banyak orang yang mengaku sudah mampu, padahal hanya baru sebatas membaca, membaca, dan membaca barisan huruf-huruf di atas kertas. Baru sampai pada sebatas tahu, tapi mengira sudah mampu. Padahal, dalam tradisi ajaran, tahu dan mampu itu mesti menyatu: orang dikatajadi berangkat melaut. Eppak tak segansegan mengikat tubuh sya pada pohon di samping rumah ‘’mulai besok kamu yang ganti pekerjaan eppak. Melaut Eppak akan bersekolah’’ SEHARI setelah malam ‘’penyiksaan’’ saya langsung diantar dan dititipkan kepada Nyai Mada, seorang guru mengaji yang sangat bijaksana. Oleh Nyai Mada saya diperkenalkan dengan sebuah kitab Nadzom Aqidatul Awam, karangan Syekh Ahmad Al-marzuqi. Ada pun isi dari kitab itu adalah ajaran-ajaran dasar tauhid. Saya senang membacanya dengan cara disenandungkan. Mungkin dari Nadzom Aqidatul Awam itulah benih benih kepeyairan saya tumbuh. Untuk itulah, kumpulan puisi Taneyan ini saya persembahkan kepada beliau, Nyai Mada, yang memperkanalkan saya dengan kitab legendaris itu. LIMA TAHUN saya berada dibawah bimbingan Nyai Mada sebelum akhirnya pindah ke Pondok Pesantren Atta’’ Awun. Di pondok Pesantren Atta’ yang diasuh oleh Kiai Rasyidi Abdurraman, saya lebih banyak bermain bola dan berenang ketimbang ikut pengajian. Lokasi pondok Pesantren Atta’’ Awun. yang berdekatan dengan pantai itu membuat saya semakin naman melanggar jadwal pengajian. Nyaris setiap malam saya keluar dari lingkungan pondok, menyepi di tepi pantai. lMahwi AT Matawaiya

lMoh. Ghufron Cholid Mengakrabi Daun : Salmiah Ismail

mengakrabi daun ada yang berbaris mencubit kalbu cokelat daun urat-uratnya mengakar menjalari sukma betapa diri tersentil ketamakan memusnahkan segala yang tersisa hanya airmata yang tak bisa tertahan waktu yang semakin uban

lSubaidi Pratama Asap Mengepung Kota-kota Asap yang mengepung kota-kota Adalah sebab kelaian menjaga kelestarian Meski ribuah air mata doa dilendingkan Dengan cara yang tak diajarkan kitab tabah yang penuh Tidak mungkin bakal memadamkan kebakaran Tapi Tuhan musti tahu nasib baik dan buruk pada dirimu Ini bukan sebuah persoalan tapi segenap penyelesaian perlahan Agar kembali pada hutan hati yang rimbun ditumbuhi angkara Dari kejauhan kusaksikan mata api merambah langit Melahirkan serdadu asap yang mengepung keangkuhan kota Lalu kami yang lemah hanya mampu mengucap keluh aduh Lembaran doa-doa melumpuh luruh dan menjauh tak tertempuh Sebab di dalam peta semesta Surga hanya akan menjelma puing-puing sejarah Bagi kami yang penuh serakah

DIAWALI dari diskusi-diskusi terbatas kelompok pecinta susastra Purnama Badrawada di Pura Jagatnatha, Denpasar, tahun 1980-an, Siwaratri pun kian lama kian dikenal publik di Bali. Tulisan-tulisan ulasan perihal Siwaratri lantas terus dimunculkan di media massa cetak maupun elektronik. Ceramah mengenalkan Siwaratri sebagai hari pemujaan Siwa pun kerap digelar. Buku berisi teks lengkap kakawin Siwaratri dalam bahasa Jawa Kuno dengan arti bahasa Bali beraksara Bali juga diterbitkan. Ada pula yang menerbitkan teks kakawin gubahan Mpu Tanakung ini ke dalam huruf Latin. Dalam perjalanan yang melintasi tiga dasawarsa itu, Siwaratri memang telah menjadi kian memassal. Sekolah, kampus, hingga belakangan diikuti kantorkantor pemerintah daerah di Bali pun ramai-ramai menggelar perayaan hari Siwaratri. Saat Siwaratri tanggal 8 Januari yang baru saja lewat, sahabat-sahabat Hindu di Bali kian ramai memadati pura. Di Nusa Penida, misalnya, saya menyaksikan langsung remaja, dewasa, hingga orang tua memadati Pura Pucak Mundi, Gua Giri Putri, terlebih lagi Pura Panataran Ped. Ada yang begadang sambil ngobrol, ada yang begadang sambil membaca susastra Bhagawadgita, ada yang sembahyang cara Bali, dan sangat sedikit yang duduk meditasi. Yang paling banyak: tidur. Ada tidur di wantilan, di bawah pohon, hingga di natar pura di bawah naungan terbuka lang-

sung sang langit biru benderang. Antrian orang yang bergiliran masuk di depan pintu pura pun kian memanjang, menjelang pukul 00.00. “Adakah ini gejala yang membaik?” seorang sahabat bertanya. Saya tidak menjawab. Bukan karena sedang menjalankan monabrata (diam tidak menggerakkan lidah) atau upawasa (puasa). Sejujurnya, karena belum memahami sebenar-benarnya: adakah ini cerminan kerinduan jiwa-jiwa dalam badan untuk mencapai pembebasan final? Atau, ini sekadar gradag-grudug, ikut-ikutan semata, menyusul upaya sosialisasi Siwaratri yang kian gencar dari tahun ke tahun sejak tiga dasawarsa lalu? Sebelum 1980-an, Siwaratri memang cenderung hanya dilakoni oleh kalangan tertentu, yang menekuni olah-jiwa, seperti pandita dan pinandita. Itu karena inti-hakikat Siwaratri dipahami sebagai ajaran rahasia yang memerlukan dasar kematangan mental dan olah-jiwa. Bukan sekadar melek, begadang. Kini, bahkan siswa sekolah dasar pun ramai begadang pada hari Siwaratri. Tentu kian elok bila gairah massal ini tidak dibiarkan berhenti pada ritual begadang semata, melainkan dikelola dengan metode pendalaman makna, penghayatan, dan tata pelaksanaannya yang tepat. Tanpa itu, alih-alih mencapai pembebasan jiwa final, massalisasi pelaksanaan ajaran kerohanian Siwaratri bukan mustahil malah bakal berujung pendangkalan dan pemrofanan. ldeprabas

run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy

Coming on Age in Balidwipamandala ...

16 Agustus 2015

kan tahu ajaran apabila dia sudah mampu melaksanakan ajaran itu. Dalam tradisi ajaran, orang yang sebatas membaca ajaran itu dikatakan baru se-

16 Agustus 2018

batas nawang (kenal), namun belum sampai pada tahapan bisa (mampu), apalagi sampai ke tahapan dadi (boleh menjadikan), pantes (pantas), dan patut (benar). ldeprabas

Perjuangan Tak Berujung Kaum Tani (1)… lGambaran Perlawanan Masyarakat Tradisional

TANAH, bukan sekadar menjadi sumber kehidupan masyarakat petani yang melulu dieksploitasi. Namun, anah menjadi bagian dari identitas sosial budaya. Mereka pun menyucikan tanah dengan menggelar ritual setiap kali mengawali masa tanam maupun panen. Karenanya, merampas tanah petani, sama saja menghilangkan identitas, memangkas akar budaya, dan menghimpit ruang kehidupan mereka. INDONESIA adalah negara agraris nan subur yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Di puncak para petani, keberlanjutan hidup penghuni di negeri ini bergantung. Petani bertanggungjawab memasok pangan guna mengencangkan diameter perut jutaan manusia. Karenanya, menyingkirkan petani dapat dapat mengancam pasokan pangan, yang pada akhirnya rawan memicu bencana kemanusiaan. Karenanya, menyingkirkan petani dapat mengancam pasokan pangan, yang pada akhirnya rawan memicu bencana kemanusiaan. Sayang, nasib kaum tani di negeri ini tidak berbanding dengan banyaknya bulir padi dan seikat sayuran yang dipanen dari peluhnya, lalu kita santap setiap harinya. Kaum tani hingga kini tak pernah terbebas dari beragam persoalan. Mereka semakin termarginal. Kemiskinan menjadi potret masyarakat petani ini negara ini akibat pemerintah melakukan membiarkan, bahkan turut menciptakan ketimpangan structural lewat kebijakankebijakan yang membuka celah perampasan hak-hak pengelolaan tanah petani demi kepentingan industry. DATA Badan Pusat Statistik (BPS) 2014 menunjukan, dari 28, 28 jiwa penduduk miskin di Indonesia, hampir mencapai 90 persen dialami masyarakat petani. Kemiskinan akibat minimnya kepemilikan tanah, membuat sebagian besar buruh tani

lAlyanto Noersi Pantai Biru Gelap pernah terkapar di tempat ini gemetar ada di tangan dan kaki serenada biru dendangkan lagu-lagu biru bangkitkan gelora darahku Alpaku ada di sesalmu kau terkulai dalam lesu

lKim AL Ghozali AM Repetisi Tiga sunyi ini terus memburuku bagai laron di musim cahaya, terbakar menjadi abu tangan membeku tak mampu sentuh bayangmu antara kita, mengalir sungai di kedalaman samudera sunyi ini terus memburuku bagai laron di musim cahaya, terpanggang tak tersisa kuselaraskan tembang dengan detak jantungku antara kita, langit tersalib bumi terbelah sunyi ini terus memburuku bagai laron di musim cahaya: musnah tanpa tanda

di Indonesia mulai beralih profesi menjadi buruh bangunan, pabrik, sopir, atau profesi informal lainnya. Tingkat kepemilikan lahan bagi petnai di Indonesia dari waktu ke waktu makin menyusut Kini, rata-rata kepemilikan lahan hanya sekitar 0,3 hektare per rumah tangga petani, berbeda jauh dibandingkan rumah tangga petani di Thailand yang ratarata menguasai lahan hingga mencapai sekitar 3 hektare. PETANI tidak diam. Mereka melakukan perlawanan, menggalang gerakan dengan terus menyuarakan gugatan atas hak-hak kepemilikan tanahnya yang dirampas pemilik modal maupun perusahaan milik negara. Namun, perjuangan mereka seringkali berbenturan tembok kokoh yang dilapisi angkuhnya moncong senjata dan ketidakberpihakan pemerintah. Laju industrilisasi pertanian yang sulit dibendung juga membuat mereka gagap, baik secara sosial maupun budaya. Dan pada akhirnya mereka pun makin tersingkir, lantaran tak mampu bersaing karena minim pengetahuan, modal, dan teknologi yang mendukung untuk berproduksi. Belum lagi serbuan produk pangan impor yang makin membanjiri pasar domestic, membuat petani makin merugi, tidak percaya dirri, yang pada akhirnya enggan bercocok tanam. DI INDONESIA, gerakan kaum petani melewati sejarah panjang. Gerakan itu tumbuh sejak zaman kerajaan. Namun, petani hingga kini, masih sebatas bermimpi tentang kesejahteraan, meski setiap tanggal 24 September diperingati Hari Tani Nasional. SEJARAH perjalanan gerakan tani, tidak terlepas dari realitas kemiskinan akibat penindasan dan marginalisasi hak-haknya, baik secara politik, ekonomi maupun sosial. Kisah perlawanan kaum tani yang menjadi catatan penting dalam sejarah pergerakan kaum tani di Indonesia, salah satunya adalah peristiwa Geger Cilegon tahun 1888. lRatu Selvi Agnesia

lWinar Ramelan SENJA DI KUTA Biru muda tersulam merah jingga ungu Gradasi yang memukau Lukisan semesta bergambar sempurna Abstrak yang memesona Duduklah di pinggiran pantai kuta Bersama sang pemuja sunser berbikini ria Nikmati rona pada bentang langit barat Bola jingga kan menukik di bibir cakrawala Nikmati aroma pantai yang wangi Dan sejuknya tirta sang Baruna Buatlah janji dan tulis pada putihnya pasir ‘’Titip semua duka semua luka di sini’’ Sang pantai kan berbaik hati Menyirnakan semua dukamu Menyepuh semua lukamu Janjimu kan terhapur gelombang bersama jejakmu Melangkah dengan pasti Jadikan kuta sebagai saksi bahwa kehidupan tetap berjalan dengan sempurna Meskipun sengketa terjadi di mana mana…


NASIONAL

16

Minggu wage, 10 Januari 2016

Arjuna Puja Mahadewa dengan Api Suci Homa

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Seratus Enam Puluh Tiga)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

SUBHADRA dengan lebih tenang kemudian mengatakan, ‘’Oh nak biarlah daerah tujuan akhir itu menjadi milikmu. Tujuan itu dicapai oleh orang bijaksana. Orang yang mengendalikan diri. Istri-istri orang mencari persahabatan hanya dengan istri yang baik. Pada waktu yang tepat, oh nak, biarlah daerah tujuan akhir itu, menjadi milikmu. Daerah itu milik mereka yang sayang kepada semua makhluk. Orang yang memiliki pandangan perdamaian. Milik mereka yang tidak pernah menyakiti orang lain. Milik mereka yang selalu memaafkan. Oh nak, biarlah daerah tujuan akhir itu menjadi milikmu yang adalah milik mereka yang pantang terhadap madu, daging, anggur, kebanggaan, dan ketidakbenaran. Milik mereka yang menahan diri terhadap keinginan menyakiti orang-orang lain. Biarlah daerah tujuan itu menjadi milikmu. Didapatkan mereka yang rendah hati. Mereka mengetahui semua kitab Suci. Orang yang

berpengetahuan dan milik mereka yang mampu mengendalikan nafsu.’’ Dan, ketika Subhadra yang sangat sedih itu dirundung kedukaan. Dia sedang larut dalam ratapan seperti itu. Putri Panchala Draupadi ditemani putri Virata (Uttara) datang kepadanya. Semuanya dalam keadaan sangat sedih. Mereka menangis secara berlebihan dan larut dalam ratapan hati terkoyak-koyak. Mereka seperti orang-orang kehilangan akal sehat oleh kesengsaraan. Mereka pingsan dan jatuh ke tanah. Kemudian Sri Krishna yang berdiri siap dengan air. Dengan sedihnya memerciki adik perempuannya yang sedang menangis, tak sadar dan gemetar itu. Benar-benar menusuk di hati dan berkata apa yang harus dikatakan dalam sebuah kejadian seperti itu. Orang bermata seperti bunga lotus itu, berkata, ‘’Jangan bersedih, oh Subhadra! Oh Panchali, hiburlah Uttara! Abhimanyu adalah banteng di

antara para ksatria, dia telah mendapatkan daerah tujuan sangat terpuji. Oh engkau yang bermuka cantik, biarlah semua manusia lain yang masih hidup di keluarga kita mendapatkan daerah tujuan itu, apa yang Abhimanyu sangat tenar itu telah dapatkan. Diri kita sendiri dengan semua teman kita, ingin mencapai tempat yang suci itu. Prestasi yang dicapai putramu itu, ksatria kereta perkasa itu telah mencapainya tanpa bantuan siapa pun.’’ Setelah Krishna menghibur adik perempuannya, Draupadi dan Uttara, penghukum musuh-musuh yang berlengan perkasa Krishna itu kembali ke tempatnya Partha. Kemudian Krishna, setelah menyalami raja-raja, teman-teman dan Arjuna, memasuki apartemen dari tendanya yang belakangan. Sementara raja-raja itu juga pergi ke tempat tinggalnya masing-masing. Sanjaya berkata, Kemudian Kesava, yang matanya seperti kelopak bunga lotus itu setelah

memasuki tenda mewah milik Arjuna yang tidak ada bandingannya, ia membawa air dan kemudian Krishna mencipratkan air suci ke Arjuna yang tidur di tempat tidur rumput kusa yang sangat baik. Corak warnanya lapis lazuli. Setelah menyimpan senjatasenjata di sekitar tempat tidur itu. Arjuna malam itu, dengan sungguh-sungguh menggunakan kalung bunga dan padi kering, minyak wangi dan bahan-bahan yang baik lainnya memuja Mahadewa, dengan upacara api suci homa. Setelah itu Partha juga me-

nyentuh air, para penjaga yang penurut dan patuh membawa kurban suci pada malam itu untuk Dewa bermata tiga, Mahadeva. Kemudian Partha, dengan jiwa gembira, setelah mengusapi Madhava dengan minyak wangi dan dihiasi kalung bunga, lalu mempersembahkan kepada Mahadeva persembahan suci pada upacara yagya malam itu. Kemudian Govinda, dengan sedikit senyum, menyapa Partha ‘’Terberkatilah engkau Partha. Baringkanlah dirimu sendiri istirahat, aku akan instirahat meninggalkan pondok ini.’’ (bersambung)

Sloka 4.25 Daivam evapare yajnam yoginah paryupasate brahmagnav apare yajnam yajnenaivopajuhvati. Sementara yogin (para pemuja) mempersembahkan sesajen kepada para dewa, tetapi ada juga sementara yogin yang mempersembahkan ‘diri’ mereka ke api nan agung.

Tradisi ’’Macakcakan’’ di Sambirenteng

Singaraja (Bali Post) – Desa Pakraman Sambirenteng di Kecamatan Tejakula menggelar tradisi macakcakan Sabtu (9/1) kemarin. Tradisi warisan leluhur ini lebih dikenal dengan adu ayam di Sanggah Desa Sambirenteng. Ritual unik ini berlangsung khusyuk dan meriah dihadiri seluruh krama desa setempat.

Klian Desa Pakraman Sambirenteng Jro Bendesa Nengah Mas mengatakan, tradisi macakcakan merupakan tradisi yang telah dilaksanakan turun-temurun. Upacara ini sesungguhnya merupakan rangkaian pecaruan di desa setempat. Seluruh krama adat wajib menyerahkan seekor ayam aduan kepada pihak panitia. Bagi krama yang tidak menyerahkan ayam aduan dapat diganti dengan uang. Ayam milik krama adat tersebut kemudian diadu di areal Sanggah Desa. Keunikan ritual ini karena ayam yang diadu ini tidak diizinkan warga yang menonton untuk memasang uang taruhan (metoh ­red), sehingga ritual ini bebas dari kesan judi. Ayam yang kalah atau bisa disebut dengan pecundang dagingnya dimasak bersama- sama dijadikan bahan sarana upakara. Sisanya dipakai untuk makan bersama atau magibung di areal Pura Bale Agung. “Ritual ini warisan leluhur yang sudah kami terima dan wajib digelar setiap tahun,” katanya. Menurut Mas, dari pendahulu leluhurnya ritual macakcakan ini digelar setiap memasuki Tilem Sasih Kepitu. Tujuan dan makna dari ritual ini sebagai sarana bakti krama dalam mempersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah memberikan kerahayuan jagat khususnya di Desa Sambirenteng. Tujuan lainnya melalui ritual ini untuk menjaga keseimbangan alam dari berbagai pengaruh negatif. “Dari pendahulu kami menyebutkan kalau ritual ini sejatinya persembahan kepada Tuhan dan menjaga keseimbangan alam di wilayah kami,” imbuh Nengah Mas. (kmb38)

TELEPON PENTING RUMAH SAKIT RSUP Sanglah : 227912-15 PMI/RSUP Sanglah : 227911 RSAD Udayana : 228061 RSU Wangaya : 222141 RSU Manuaba : 426393 RSUD Badung : 9006813 9006812 RSU Surya Husada : 235041 : 233786 : 233787 RSU Puri Raharja : 222013 RSU Saidharma : 227220 RSU Kasih Ibu Denpasar : 223 036 BaliMed Hospital : 484748 RSU Dharma Yadnya : 462629 : 462488 Fax. : 462488 RSU Dharma Usadha : 227560 : 234824 RSU Bina Atma : 425744 RSU Khusus Bedah Graha Usadha : 423467 : 426492 Klinik SOS Gatot Kaca : 223555 RS Bhakti Rahayu : 430270 : 403245 RS Bhayangkara : 234670 RSU Sari Darma Jl. Pulau Seram No.1 : 226866 RSU Prima Medika Jl.P.Serangan No.9X : 236225 (Hunting) Fax : 236203 Bali Royal Hospital Jl. Letda Tantular No. 6 Renon : 247499 RSU Wisma Prashanti, Tabanan : 819601 RSU Bintang Jl. Ngurah Rai 10, Klungkung : (0366) 25241 Fax. : (0366) 22819 Rumah Sakit Bersalin Harapan Bunda : 265533 34 Layanan Psikiatri Jl. Belimbing 74 Dps. : 249488 Polda Bali : 236494 Posko Bantuan Tourist Police : 224111 Nusa Dua Clinik : 771324 Klinik Mas (Jl. Raya Mas-Ubud) : 974573 Batu Bulan

Medical Clinic : (0361) 8884000 Markas PMI Cabang Badung Jl. Imam Bonjol Denpasar : 484305 Pelayanan Abulance Gawat Darurat PMI Cab. Badung : 484305 Pelayanan Usaha Transfusi Darah (PUTD) PMI Cabang Badung d.a. RSUP Sanglah Denpasar : 227224 : 227915 : 227911 s.d. 227915 UGD Jiwa 24 Jam RSJP Bangli

: (0366) 91008, 91052 RSU Graha Asih : 764860 RSIA Puri Bunda : 0361- 437999 Fax. : (0361) 433988 Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam (Posko PSC Dinas Kesehatan Propinsi Bali) : 7805498 Pesawat 118 Informasi AIDS : 239191 Yayasan Peduli Keluarga/ Narkoba : 259597/ 08123988429 Dinas Kebakaran Kota Denpasar : 113.1 Dinas Kebakaran Kab. Badung : 113.2 Gangguan PLN : 123 STB-N : 262872 Gangguan PDAM : Kodya Denpasar : 240749 PDAM Badung : 421845 Layanan Informasi & Pengaduan PT. Pertamina (Persero) : 232222 : 0800-13- 55555 (Bebas Pulsa) : 08155800 5555 (SMS) Call Center Safe Community Kota Denpasar : (0361) 223333 dan SMS (0361) 8022232

BPM/kmb38

MACAKCAKAN - Krama Desa Pakraman Sambirenteng menggelar ritual macakcakan bertepatan dengan Tilem Sasih Kepitu Sabtu (9/1) kemarin.

Di Badung, Anggaran Pendidikan di Atas 20 Persen

CONCERN Kabupaten Badung memajukan masyarakatnya dari sisi pendidikan patut ditiru. Terbukti, pada tahun anggaran 2016, kabupaten terkaya di Bali ini memasang anggaran di atas 20 persen. Wakil rakyat di DPRD Badung menilai porsi anggaran pendidikan pada tahun

2016 sudah rasional, karena menyangkut hak dasar rakyat. Itu disampaikan anggota dewan dari Fraksi Gerindra, I Made Wijaya. Menurut Wijaya tidak dimungkiri pendidikan yang berkualitas saat ini membutuhkan dana yang tidak kecil. “Sehingga bila anggaran pendidikan

tercukupi maka akan mampu meningkatkan kualitas SDM,” ungkapnya. RAPBD tahun 2016 Badung mengalokasikan dana 24,19 persen dari Rp 4 triliun lebih. Itu Artinya, kata Nyoman Karyana dari Fraksi Golkar memandang Badung telah menjalankan undangundang yang mengamanat-

kan minimal 20 persen untuk pendidikan, bahkan telah melampaui. “Belanja (pendidikan) tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di Kabupaten Badung,” tegasnya. Di sektor pendidikan, Fraksi Golkar berpandangan perlu dilakukan pem-

banguna gedung sekolah SMA/SMK di Kuta Utara, khususnya di Canggu, Tibubeneng, dan juag di daerah Kuta Selatan. “Untuk guru non-PNS, mohon menjadi perhatian ke depan terkait nafkah mereka, sehingga tida menjadi beban orang tua murid,” terangnya. (par)

Tabanan Anggarkan Rp 7 M untuk Pendidikan Usia Dini ANGGARAN pendidikan di Tabanan berkisar Rp 138 miliar pada tahun 2016 ini. Untuk pendidikan dasar 9 tahun dialokasikan Rp 67 miliar dan Rp 37 miliar untuk pendidikan menengah. Pemkab Tabanan juga memberikan pos anggaran pendidikan untuk anak usia dini yang dialokasikan Rp 7 miliar. Sisanya program penunjang urusan pendidikan. Dana tersebut bersumber baik dari dana alokasi khusus dan APBD murni serta dana pendidikan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Putu Santika, Sabtu (9/1) kemarin, menjelaskan tantangan pendidikan di Tabanan saat ini yakni kemajuan teknologi dan informasi pada era globalisasi di dunia pendidikan seperti pisau bermata dua. Selain memberikan pengaruh positif, juga memberikan efek negatif jika digunakan dengan tidak bijak. Dalam menangkal pengaruh negatif dengan kemajuan teknologi pada era globalisasi, Tabanan menerapkan kegiatan budaya dalam dunia pendidikannya. Kegiatan budaya itu diselipkan dalam kegiatan ektrakurikuler. Salah satu kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Tabanan secara rutin setiap tahun adalah kemah budaya. Dalam kemah budaya ini selain mendidik anak untuk mandiri, juga diisi berbagai kegiatan mulai dari workshop yang diisi tokoh budaya serta melakukan pentas budaya baik dari segi drama, kesenian maupun tarik suara. Dengan kegiatan budaya, lanjut Santika, selain mempertahankan dan mengenalkan budaya lokal pada siswa sekaligus menyalurkan kegiatan positif untuk menangkal efek negatif dari perkembangan globalisasi. (san)

BPM/dok

USIA DINI - Pendidikan anak usia dini mendapat anggaran lumayan banyak di Tabanan.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Wage, 10 Januari 2016

17

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris

!!!Dicari Kasir,Adm utk di Dalung Hub.081246079164

B.BP.166.01.16.0000446

Dcr Sgr Karyawan Serabutan untuk Salon Mbl Hub/Lam Jl.Gn. Agung 183(Auto Nyaman)T.424390

B.BP.141.01.16.0000418

Dcr Sgr Pegawai Laundry di Ubud bs Naik Motor,08123874947

A.BP.001.01.16.0001044

A.BP.001.01.16.0000604

AB Travel di Kuta membutuhkan Segera:Front Office Wanita, Driver pariwisata,Staff Admin, Staff Accounting,manager Restaurant dan Waitress,Telp. 08579737822/082237413225

Dbthkn Marketing utk Kantor Internet Hub:081999888006

B.BP.004.01.16.0000114

Dbthkn Sgr Operational(OP)&Office Boy(OB).Pria max27Th,Pnya Kndraan Sndri&SIM C(OB)+SIM A (OP).Mampu Bkrja dlm tim, krm Lmr+CV:info@baliexpatservices. com/0361-733744

A.BP.001.01.16.0000661

Dcr PRT & Pengasuh Anak Utk Denpasar Gaji 1Jt-1,2Jt Hub.081999977991

A.BP.001.01.16.0000979

Dcr PRT Tidur dalam KTP Bali. SMS 0812 385 4425

B.BP.004.01.16.0000406

Dcr PRT Wanita,Domisili Bali, Bisa Masak Hub.08124665455

A.BP.001.01.16.0000995

Bth Cpt Cwek/Cwok Utk Jaga Bilyar Wil Dps Hub.0818535290

Dicari Sgr:Tkg Potong Rambut Kolektor dan Sopir max 35Thn Hub:082146269490/081734760 Tunjung Danu 3 Dps,0361-464286

Dibth Sgr Sushi Cook/Cook Helper Masakan Jepang Penglmn min 1Thn CV Lengkap ke: viva.dyah@ gmail.com No Telp.08113888500

Dicari Spv.Accounting(Kode:Spv -Acc)Pria,Pngalaman Accounting 3 th Kirim Lamaran ke:Dewata Transport,Jl.GunungAgung No201 Dps hrd@dewatatransport.com

A.BP.001.01.16.0000961

B.BP.004.01.16.0000284

Dibthkan Trainer brpnglm&Fasih English utk mengajar group Class&Personal training utk motion fitness Bali CV krm ke foodorder@motionfitnessbali.com Phone 08135334510

Dbthkn:-SPB/G,pria/Wnt Max25Th Dcr Satpam Brsrtfikat 4org.Lam Jl.Batuyang 109X Batubulan Gyr SMA,-Security Pria Max35Th SMA A.BP.001.01.16.0000535 B.BP.141.01.16.0000196 A.BP.001.01.16.0000699 -Gudg,pria/Wnt max30Th Bs Komp Dcr Sgr Adm,CS,Sopir Lamaran A.BP.001.01.16.0000910 Dicari Secepatnya orang -OB Pria/Wnt Max 35Th Lmrn Krm Bth Cepat Staff produksi jus ke Wirasana Resntcar Jl.Bypas Tropical Group Bali Looking semangat untuk posisi waitress A.BP.001.01.16.0000965 Jl.Teuku Umar No.6 Dps/ diDalung,bs motor,bs lgs kerja Ngr Rai 162 Sanur.083119387961 Dicari 1PRT Tinggal Dalam & 1 For Accounting Spv,Accounting Harus bisa kerja didalam hrd@ptska.com/085749937004 hub.082144221116 A.BP.001.01.16.0000997 Staff,Purchasing Staff.Send CV team,semangat&ceria,gaji Karyawati Toko H:081916370805 B.BP.004.01.16.0000162 A.BP.001.01.16.0000968 Dcr Sgr Driver,Security,Admin, riamarista@gmail.com A.BP.001.01.16.0001008 yang menarik kirim foto+CV: Bth Manager Barman,Cashier, Dbthkn:Tkg Jarit,Tkg Kebun,utk CSO.Syrt.Pend Min SMA,Lmrn Bw Ph:0361-775211 Ext 101 Dicari 2 SPG Di Seminyak B.Ing golfrid@revolverespresso.com / waiter/ss Berpengalaman Vila Prbdi Bs Nyetir Mobil Lbh Lsg ke BEC Jl.Teuku Umar 180 B.BP.101.01.16.0000422 Aktratif,Good Looking Krm CV Tlp.0815100181005 Ketupat Resto.Dewi Sri 9 Kuta diutamakan Hub:0361-4731663 Denpasar Hub: 0361-255080 Cr 2PRT+1B.Siter Gj1,8Jt Tdr info@frankensteinslaboratory. B.BP.145.01.16.0000371 A.BP.001.01.16.0000889 /0811392894 Interview langsung A.BP.001.01.16.0000989 Need ASAP HRD With Admin Dlm 081999776071/082237496717 net Dcr Acc/Sales Lls SMA/D1 BrpeB.BP.154.01.16.0000429 Dcr Sopir Pribadi Kuta Beach B.BP.135.01.16.0000445 B.BP.004.01.16.0000368 Background Min.Age 30 Yrs old nglman Hub.Graha Kita 18 416088 Cafe in Seminyak is looking Club Hotel Jl.Singosari 81 Dcr Pelaks Pry di Canggu.Lam Dicari Bbrp Spa therapist hub. A.BP.001.01.16.0000683 Send CV to:hrd@buddhawear.com ke gekmang.utari@yahoo.co.id for HR Officer.Must have Exp. Kuta 0361 751140 Beji Ayu Spa Ubud 08123993244 Dcr Accounting min.S1 Pglm A.BP.001.01.16.0000010 at Cafe/Resto Min.3 Yrs.Able A.BP.001.01.16.0000902 B.BP.154.01.16.0000434 B.BP.120.01.16.0000319 !!Bth Resepsionis Wanita D3/S1 min 2th Kirim Lam Dcr Accounting Wnt,D3 Exp 2th to work Immediately.Good English. Dcr Sopir,Serabutan Prshn FurDicari HRD Koperasi Max40Th Penglmn Tdk Perlu,Lam:Neohair dharmaintikarya@gmail.com Email:dapurindo.ho@gmail.com niture,Hub:08113880884/8491442 Berpengalaman Hub:0361-771010 CV to p.jeanny@gmail.com B.BP.135.01.16.0000440 Jl.Nakula Timur B3 Ph.8947040 A.BP.001.01.16.0000925 B.BP.817.01.16.0000116 Jl.SokasatiKesiman/Cekomaria Ext 143 Nusa Dua Dcr Adm Proyek,QS,Pelaksana B.BP.004.01.16.0000382 Dicari Purchasing (Kode:Purc) Cocobistro Restaurant Looking A.BP.001.01.16.0000703 B.BP.004.01.16.0000383 !!Dicari:Driver,Sales, Ptgs MEP Hub:419677 Pria/Wanita,Pengalaman Dcr Staf Publik Area Shift Mlm For:RestaurantMgr,Captain,Sous Dicari Karyawati Buat kue Pie A.BP.001.01.16.0000899 Gudang,Mekanik&Admin Hub. Purchasing 3th Kirim Lamaran & Sopir SIM A Hub.08124611456 Susu Brpengalaman,082158791777 Chef,Waiter/s(DW)Cook,Cleaning Dcr Bartender;Waitress;Cook;Bs Jl.Gatsu Brt 100 Dps(0361)9004767 A.BP.001.01.16.0000860 ke: hrd@dewatatransport.com Service.SendCV:riamarista@gma A.BP.001.01.16.0000988 Inggris Lam Lgsg ke PAD Bar n B.BP.141.01.16.0000389 Dcr T.Sipil/Arst/STM Bangunan A.BP.001.01.16.0000844 Dicari MEP Berpengalaman il.com PH:0361-775211 Ext 101 Bth Sgr Waiter/es,Steward, Grill Jl.Legian 162 Hub.Jl.Merpati 26B Monang “Dicari Assistant Cook B.BP.101.01.16.0000421 Hub.081246468225 B.BP.154.01.16.0000432 Cleaning Serv,Utk Rest, Kirim Maning Tlp.0361486572 Hubungi 087862117244" Dbth:Captain Waiter/Captain A.BP.001.01.16.0000941 Dcr Karyati Boutique Lok Sanur CV ke Madam Tan Rest Jl.Cok B.BP.004.01.16.0000360 A.BP.001.01.16.0001009 Dicari Sales & Driver untuk Waitress/Bartender.Krm:Jl.Laksma- G.2Jt+Bonus Bs Inggris 282574 Dcr Waitress Lokasi Seminyak Agung Tresna No.55 Renon-Dps. *Segera!Bth Cook,Waiter/s.Min. na 11A Basangkasa (Wah_Burger Distributor Aqua Area Dps.Krm B.BP.135.01.16.0000439 SMU Pengalaman/Tidak. Jl.Tukad Hub.081380880069 (no SMS) Ph.0361-4723435 Lamaran+CV Ke Jl.Gatsu Timur Dcr Kasir dan Waitress.Bawa CV Restaurant) / 085792447998 A.BP.001.01.16.0000720 Batanghari 36 Dps,081233333833 B.BP.154.01.16.0000430 250X Hub:08113432507 ke Arena Pub&Rest Jl.Bypas Ngr email:ariwibawaimade@gmail.com A.BP.001.01.16.0001022 Dbthkn Segera Staff Sales/ Dcr kary Kost2an Bule Single A.BP.001.01.16.0000766 A.BP.001.01.16.0000561 Rai 115 Sanur Tlp.287255 Marketing Memiliki Kendaraan, Dcr Krywan/ti Sbg Cook Teranglam Krm Jl.Tambak Sari 30A Snr Japanes Restoran Ramen 7 Tori Dcr Karyawan u/waiter/ss,Cook A.BP.001.01.16.0000571 Mau Belajar dan Menguasai A.BP.001.01.16.0000969 bulan Royal diwarung Besanur Samurai Jl.Sunset Road Kuta Dcr Marketing pglmn Agen Tnggl Jl.Mertanadi No.34 Kerobokan Sedikit Excel,Bhs.Inggrs CV ke Dcr kryw min SMA/STM.Toko Jam Renon Jl.Tantular 99 Renon Dicr Staf Kitchen n Hold Krm E:mertanadi_wulan@yahoo.co Lem,Amplas,Dll.GP,UM,U.Kos,U. supimport99@yahoo.co.id Bali Permai Kuta, tlp 753335 Hub.081238553557/081227601463 Max.30Th Hub:081220319666 Bensin,Kmsi,Bns,085102210555 .id Hub:081337800221 !!!3-8Jt=Gj+Kmsi+Mkn Terapis Spa Wnta,085100801168

B.BP.001.01.16.0000357

Dicari Reservation,Security Housekeeping,terapis,berpengalamn 085739146168,087861979031

A New Guest House in Jl.Pantai Berawa is looking for Sales & Supervisor (1 Person).Fluent in English and target oriented Send CV: y14pratiwi@gmail.com

A.BP.001.01.16.0001018

B.BP.154.01.16.0000436

A.BP.001.01.16.0000832

B.BP.004.01.16.0000232

A.BP.004.01.16.0000933

A.BP.001.01.16.0000831

A.BP.001.01.16.0000843

Dicari Teknisi Foto Copy/Pria Tamatan SMK/SMU Hoby Teknik UD.Sari Pertiwi HP:08123807249

A.BP.001.01.16.0000413

Dicari Tenaga Mekanik dan Kasir Jl.Tukad Badung No.94 Renon Hub:081239652333

A.BP.001.01.16.0001031

Dicari Tk.Maintenance & Engeneering Pengalaman untuk Kerja di Villa-Hotel Daerah Seminyak.Sms:081999830058

B.BP.004.01.16.0000363

Dicari Tukang Massage.Harus Mau Bljar Dg Rajin & Mau Krj Setian & lama 081237583152

A.BP.001.01.16.0000666

Dicari:Sopir,Sales dan Admin Hub: 085100692929

A.BP.001.01.16.0000672

Dicari:barista,Berpengalaman Email:coffeenbar@gmail.com

A.BP.001.01.16.0000511

Distributor Building Material Mbthkn Admin,Spv,Auditor,Sales Gatsu Barat 376 Dps bit.hrd.ga@gmail.com

A.BP.001.01.16.0000416

Jasa pengurusan Kerja di USA Gaji 20-40Jt/bln 082162878888

B.BP.154.01.16.0000431

Job Australia Prkbnan & Rest, Biaya 50% Ptng Gj,Brgkt Cpt, Gji Bsr,Resmi,Trbts! Hub Bu Dinapertiwi.SH, Indopowerpt. Hp.081 217 127 822 Segera

Dcr Marketing Eksekutif dan Kolektor. Syarat : pria/wanita, berpenampilan menarik, mampu bekerja dgn target, usia maks. 30 tahun, pend. Min Diploma segala jurusan. Kirim lamaran ke Jl. Kepundung No. 61 A

A.BP.001.01.16.0000559

Looking for E-comerse Basic Tourism Industry Sent CV to Jl.By Pass Ngurah Rai 340 Sanur 283595

G.01

A.BP.001.01.16.0000812

Perusahaan distribusi ban& oli membutuhkan Salesman & Supervisor kirim CV ke Toko Hero Jl.Cokroaminoto no.1 Dps T.427355

Looking for Guest Relation Officer,must be Expert&Good English both in Written&Oral,Salary Starting from 3 Million H.0361-8497275/082134356114

B.BP.004.01.16.0000230

Reclaimed Wood Business Seeking Production Manager,min 8 year Exp,Willing to Work in Gianyar E:info@kaltimber.com

A.BP.001.12.15.0002598

Luxury&Tranquility SpaGroup at Nusa Dua.Looking For:Spa Therapist,SMK/SMA min 1yr Exp or B.BP.004.01.16.0000366 Fresh Graduated.Send:riamarista@ Residence di Canggu Mmbthkan: gmail.com P:0361-775211 Ext101 Public Area(Jjur,Mau Bkrj Krs) B.BP.101.01.16.0000420 FO(SMA/SMK,Bhs.Ing,Kmptr)Waker Need Mrktng,Enginering,Rsrvasi (Jg Mlm).Cp:081246537657/Email Hotel,Jembrana,Hp 0818771962 rud.reniutamidewi@gmail.com B.BP.031.01.16.0000387 A.BP.001.01.16.0000660 PT.G2N.Dbthkan Security unt Hotel.Hub Lina 087862390044 Snowman Ice Cream Bth Kryw Max B.BP.004.01.16.0000370 25Th,Pnglmn,SMS:081246928818 Pengalaman Kerja Dapur Resto A.BP.001.01.16.0000738 MasakanIndo/Makassar/Jawa Spr SIM A/B Pglm,SMA sdrjt Hub Lelaki Rajin Jujur Semangat Bintang Asia Wr.Supratman80 Dps Gaji 1,5K-1,6K Hub.0818304215 A.BP.001.01.16.0000932 A.BP.001.01.16.0000382 Supir Brpnglaman utk Travel bs Perusahaan Building material Inggris H.723293/087860729594 supplier butuh staff logistik, A.BP.001.01.16.0001000

min.SMU,diutamakan D1/D3/S1, P/W,bs inggris.office boy & Supir,min.SMU Hub:PT.Austindo, By Pass Simp Siur Samping Hotel Harris,Tel:0361 767571, 0817 353 072, E-mail: bali@austindo.id

Villa di Canggu Bth Asst Mngr & Adm Keuangan Hub:villakawungca nggu@gmail.com/085795341677 A.BP.001.01.16.0000771

Maya Sayang Villa Required Staff/DW:Waitress(berpenampilan Menarik),Steward Kitchen, Security,Sales&marketing CV Send to:info@mayasayang-bali. com Ph.732230

B.BP.004.01.16.0000361

Bth Accounting,Adm.Pajak&Sales (Rokok)Hub.PT.Dwiniaga Jl.P Moyo 2 Pedungan Dps T.720882

A.BP.817.01.16.0000528

A.BP.001.01.16.0000982

A.BP.001.01.16.0000811

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

NISSAN

BUC Dijual Taruna CL 2002 Nissan March 2011,TP,Orange Br.Menak Beringkit Dangin Pura Metalik,Mulus Hub:081338649788 A.BP.001.01.16.0000872 Hub.Ngurah Anom (085237899369) A.BP.001.01.16.0001041

Xenia R Sporty’2013 Putih Krd 136Jt Bs Tukar,085100856999

B.BP.141.01.16.0000416

SUZUKI

Avanza G11 Silver DK Dps,Mulus Istimewa Pribadi 082144708109

B.BP.166.01.16.0000449

Dijual Alphard’05,MercyE200’05 APV’06 Hrg Nego,H.081239293301

A.BP.001.01.16.0000920

APV Arena GX’10 AsBali 110Jt,085100856999 Pribadi

B.BP.141.01.16.0000435

Inova’2012 Diesel Putih DK,Hrg 210JtNg,Brg Prbdi,081936282100

A.BP.001.01.16.0000715

Dijual Mobil Xenia Hitam Li’09 SX4 Matic’2008Silver Tgn1 Kijang PU’2003 AsBali HitamOrs Hrg.95Jt Nego Hub.08123808443 Asli Bali VR18 Hb:081999925143 Ada AC,H75Jt 087861871989BUCpt B.BP.164.01.16.0000409 A.BP.001.01.16.0001042 B.BP.135.01.16.0000437 Jl Taft Th’86 4x2 Gagah Hub: Splash’10 Slv Pjk/Ban Baru KIA 081999873116 Sesetan BUC Orsn L/D Prbd DK, 081239907101 KIA Visto’02 Zip Drive Hitam A.BP.001.01.16.0000816 A.BP.155.01.16.0001039 Taruna CSR’00 EFI Tgn I dari X-Road’08 Orange TV3 AsBali Sgt Istimewa,085100966802 Prbd B.BP.141.01.16.0000444 Baru H.66Jt(Ng)Hp.085103861616 Matic Sgt Bagus H.087860002341 A.BP.001.01.16.0000980 B.BP.141.01.16.0000419 DICARI MOTOR Xenia Li Deluxe Plus’08Slvr, As BU APV’05 Silver 80jt Nego “081916157168” Bali Smst+Ban Br,085101978746 Hp.08123873879 Beli Tinggi Motor Bekas Dijmpt A.BP.001.01.16.0001035 A.BP.001.01.16.0000958 A.BP.001.01.16.0000581 Djl Grand Vitara Wrn Hitam Thn FORD **Dibeli Motor Bekas Dijemput Ford Escape’06 AT AsBali BsKrd 2008 Rp.150Jt HP:0289520154371 HP:082340857099 / 087860002630 A.BP.001.01.16.0000711 Dp50Jt/Bs Tukar,087860856999 A.BP.001.01.16.0000999 Grand Vitara’08 JLX Hitam Asli B.BP.141.01.16.0000417 DK ex:dr Low KM H:08123927007 HONDA DIJUAL RUMAH A.BP.001.01.16.0000990 Djl Honda CRZ’13 Sport 2 pintu *Kos Elit 2A Lt2 Mahndrdata 11 Murah Splash Silver’2012 Wrn Pth Mutiara,Istm,KM 4000 Hrg.104Jt Hub:081213672655 Kmr F.Frnish 2,2M 087761348011 Hub.081337009900 B.BP.166.01.16.0000448 A.BP.001.01.16.0000973 A.BP.001.01.16.0000975 BUC!Rmh Baru Perum GTT Dalung TOYOTA Honda Jazz RS’2009 162 Jt Nego Fas Lgkp H.975Jt.08123808231 Dalung Permai Hub.081999331530 Agya Putih TRD S Manual Th’14 A.BP.001.01.16.0000966 A.BP.001.01.16.0001005 DK Asli Kodya Dps,081805307706 Dijual Rmh Tinggal & 9Kmr Kost B.BP.141.01.16.0000414 MERCEDEZ Lengkap Furnitur.Hrg 2M850jt **Mercy SLK250 Th’13 KM.10Rb AN Avanza G’13 Slvr,Manual,Air (Nego).Kost Full,L.Tnh 229m2 ATPM Hub.464168,08123907168 Bag,Mulus,Terawat,08179730701 SHM,Tmp Perum Kuta Permai IV/ A.BP.001.01.16.0001036 A.BP.001.01.16.0001023 18 Kuta.Lokasi Strategis Dkt Avanza 2005 G Silver Samsat Mercy SLK 200 Th’11/Htm KM4000 Airport Ngr Rai,Matahari Hub.0361-464168/081353696360 Baru Tinggal Pake 081237585597 Galeria Hub.085338711973 B.BP.141.01.16.0000427

SERVICE

A.BP.001.01.16.0000898

RUPA-RUPA

A.BP.001.01.16.0000963

Djl Rmh Br 2Lt Lok.Prum Dalung Dikont Rmh Jl.Imam Bonjol Permai LT100m2 LB171m2 890jt Perum Pesona Wisata Blok IIA Hub.081315832747/08123949180 No.7 3Kmr Tidur H.081338966605 A.BP.001.01.16.0000532

Djl Rumah di Jl.Sentanu I Peguyangan Kaja Lt.2,5Are,3KT, Garasi Luas Hub.081237328579

A.BP.001.01.16.0000649

Djl Rumah di Sibang Gede,Tnh 1 Are Telp.08113881311

A.BP.001.01.16.0001010

Jl Kost LT4Are Kmr18 Jl.Tk.Petanu G.KakakTua 1D,081236371117

A.BP.001.01.16.0000704

Rmh Br Minimalis Tp.65/100 3KT 1KM Siulan Dps Tmr 08123833999

A.BP.001.01.16.0000904

Rmh Dlm Kota Tabanan 60/100 KT 3 RT1 KM1 500JtNg 081999612227

A.BP.001.01.16.0001013

Rmh LT 195m2 LB 90m2 Jl.A.Yani Gg.Ken Umang V/3, 081338718995

A.BP.001.01.16.0000815

A.BP.001.01.16.0000810

Dikontrakan Rmh 3 Kmr Tidur JlBung Tomo Ubung 082144778920

A.BP.001.01.16.0000065

Dikont Rmh 2KT,KM,Dpr,Grs Puri Kampial 17Jt/th.08123638506

B.BP.101.01.16.0000424

Dikont Rumah di Kerobokan/Kuta Hub.0361-223003

A.BP.001.01.16.0000861

Dikont.Rmh Jl.Suli84 LT.2,8Are Bangunan 1,8Are List Telp. Smr Bor Hub.08124629294

A.BP.001.01.16.0001019

Dikontrakkan Rmh LT5A LB1A, Bagus utk Klrg,Jl.Nangka Utara Hub.085338544424

A.BP.001.01.16.0001029

Dikontrakn Rmh Pgr Jl 20 Jt/Th Nego H08179709984/085333305225

Rmh Type 40/75 Pinish 275Ng bs A.BP.001.01.16.0000871 Krd KT2 RT1 Tbnan 081999612227 Dkont.Rmh Lok Renon,Tkd.Badung A.BP.001.01.16.0001016 4KT,2KM,Grase,AC,085100584428 Rmh br di Jl.Sekar Tunjung A.BP.001.01.16.0001032 Gatsu Tmr&Jl.Nusa Indah Dps Rmh Nyaman LT.200m2 LB.250m2, LT146m2,LB145m2 Hp:08123861163 Frnture,Satpam,Klm Rnang,110Jt A.BP.001.01.16.0000945 /Th 08123861163,08123838674 Sgt Murah Rmh T50/75 Jl5m Pav A.BP.001.01.16.0000942 680Jt Ng Pamogan 085338412447 DIJUAL TANAH A.BP.001.01.16.0001037 **Jual Tnh Kav Murah di DISEWAKAN RUMAH Dktrkn Rmh Br Kdri Tbn 2KT,1KM Areal Kota Negara 085738167478 Dpr 081339590500/087862986661

A.BP.001.01.16.0000998

Rmh Jl.Menuri II/7 Br.Kertalangu Kesiman Dps 081338309059

A.BP.009.01.16.0000612

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

A.BP.001.01.16.0001043

BU Jl.Tnh SHM Lok Bdg Sltn Br Kutuh Bukit L.4,5Are Hrg.500/ Are Nego Hub.08123983641 A.BP.001.01.16.0000708

BIRO JASA

Djl Cepat Sebidang Tnh TP Djl Tnh 2A Perum Cemara Giri Tnh Kav Siap Bangun 225JtNg Bs LT 1,5Are (150m2) Djl Global Graha Dalung Hub.081338528004 Krd UM30% Tabanan,081999612227 A.BP.001.01.16.0000556 A.BP.001.01.16.0001015 750Jt Lok: Jl.Mekar Blok CI Djl Tnh 3,5are Pnggr Jl.Utama Tnh Kvl di Mengwi 70Jt/A Bs KrePemogan Dps Hub.087761724888 ByPass Sanur, 085101783994 dit & Kvl 150Jt/A 087862450004 A.BP.001.01.16.0001038 A.BP.001.01.16.0001033 A.BP.001.01.16.0000359 Djl Sebidang Tnh Siap Bgn Djl Tnh Jl.Ayani Gg Leci 1,20A Seluas 7,25A Lok Strtgs Akses TABANAN H.087861187778/085935133288 Jl5mtr Lok Jl.Sedap Malam Gg.I BUC Tnh 5,25&1,75Are Pinggr A.BP.001.01.16.0001021 Ksm Hrg Ng Lgs,081339801417 Jl.Utm 500Jt/A, 087861527536 TP Djl Tnh Kav Mrh di Jln Kaswari A.BP.001.01.16.0000996 B.BP.141.01.16.0000428 Hub.081338182006/081999831595 Tanah Kebun Jati 40Are;di A.BP.001.01.16.0000856 DISEWAKAN TOKO Negara ds Mendoyo-08174752668 Jl Tanah 3Are Babakan Canggu Over Contract Viedi Shop B.BP.154.01.16.0000442 Toko Ukuran 9x6m2 Jl.Mertanadi *Kargo 1,6Are Lbr10m H:580Jt/ SHM Lingk Vila BUC082146256094 B.BP.135.01.16.0000441 Are Jl.6m Hdp Brt 087761760444 Jl Tnh 1H,View Wisata Tbnn Pene- Hub.085714073073,081285463477, B.BP.166.01.16.0000447 085256744148 Djl Lahan Pgr Pantai 79A Kwsn bel 087861089155,082147059797 A.BP.001.01.16.0000788 A.BP.167.01.16.0000983 Wisata 35Jt/A Ng,081237886688 Jl Tnh Kav 16&17A Vew Laut di DISEWAKAN RESTORAN B.BP.001.01.16.0000377 Pante Saba H.Ng H.087861662065 Disewakan Restaurant Min 5 Thn Djl Tnh Kav 75Jt/Are di Pusat A.BP.001.01.16.0000934 Fasilitas Lengkap,Parkir Luas Kota Negara H.081237886688 Jual tnh 1,5A Jl.Bung Tomo B.BP.001.01.16.0000378 Up to 300PAX,Andri081238503154 No.25B Hub:08123994200 TP A.BP.001.01.16.0000813 Murah Jl Cpt Timur Puspem Bdg A.BP.001.01.16.0000835 1-2A Jl5m Pav.081337332121Nego DISEWAKAN GUDANG A.BP.001.01.16.0000305 Kav Baru Btbulan Kangin H200Jt 1,38Hktr Bkt Ungasan View Laut Ng Jln Spd Mtr T:081237911705 Gudang Jl.P.Moyo35 LT600m2,Bgn Dkt Pantai 08123665040 Maaf TP A.BP.001.01.16.0000172 300m2 0361-234430/082144736771 A.BP.001.01.16.0000150 A.BP.001.01.16.0000180 T. Kvl 1Are Jln. Juwet Sari 1-2A SHM Jl.Batuyang Gg.Elang PENGINAPAN Pemogan H.085100888379 B.Bln 0811399266 Mbl Msk Aspal B.BP.135.01.16.0000438 Dikont Penginapan 15Kmr Min 10 A.BP.001.01.16.0000459 Tanah Unggasan 3Are & 3,8Are Thn Hub:0361487792/08174797723 Dijual Tanah 1Are di Dalung A.BP.001.01.16.0000709 Perumahan GTT 081338486887 350Jt/Are Nego,BUC 0818771962 B.BP.031.01.16.0000386 DIJUAL VILLA A.BP.001.01.16.0001020 Tnh 4A Badak Agung XVII Djl Cepat Villa Kutat Lestari Dijual Tnh 9Are 150jt/A Negara 081237921517 TP (Pmlk) Hub:0361-289329/087860183220 Lok.Strategis Hub.085739537120 A.BP.001.01.16.0000590

Djl Kav Baru 1 Are Bitra Gianyar Jln 5 Mtr Hub:081999025757 A.BP.001.12.15.0001634

BIRO JASA

Jl Villa Lt 2,6;LB170m;Branda Mumbul By Pass Ngr Rai;NusaDua Mahoni Raya 9A,081808080205

B.BP.154.01.16.0000433

RUPA-RUPA Disewakan Wedding Gown Murah 600Rb-2Juta Hub:081236228652 B.BP.101.01.16.0000425

Djl Alat2 Salon keadaan masih 90% H.081338365796 A.BP.001.01.16.0000847

Djl Cpt Joglo Jati Asli 3 Unit Dtg Lsg Jl.Danau Poso 1A Sanur Hub.Pak Andri 081238503154 A.BP.001.01.16.0000814

KEHILANGAN Hlg BPKB No.K-06770138-O1 STNK An.I Putu Nuryana Pande A.BP.001.01.16.0000839

Kehilangan SHM Nn 1204 dan 1205 An Wyn Nandra Nym Landra Ketut Mendra Hub.0812199123821 A.BP.001.01.16.0001014

HEWAN Greatdane(Scoobydoo)Jtn Btn Stbm Vskn HtmMantle08568096639 B.BP.141.01.16.0000415

KESEHATAN Loloh pak Oles,Organik Brkwlts Rp.10.000/Botol(330Ml)MelancarA.BP.001.01.16.0000833 kan Pencrnaan,Sehat & Tokcer, A.BP.001.01.16.0000546 Tnh 6,8Are Jl.Utama Toyaning 2 Vila Full Furniture+Pool+Taman Hub:Konter-Jl.P.Komodo No.38 Ungasan 325/Are H:08123859713 2,7M Ng TamanGriya,08123808231 Dps Tlp.0361224917-262854 B.BP.101.01.16.0000423

BIRO JASA

A.BP.001.01.16.0000967

BIRO JASA

A.BP.001.01.16.0000512

SALON

KSP CREA BALI Jl. Tukad Yeh Ho II/3 Renon

SIMPANAN 700 JUTA 1. Rumah siap huni di kota Tabanan GRATIS seharga 450 juta 2. Biaya AJB/Notaris di tanggung 3. Dana disimpan selama 5 tahun T. 0361-4722312, HP. 081337380202 PIN. 541132F8, WA. 081916380202 C.0000727-rpa

SERVICE

RUPA-RUPA

BIRO JASA

BIRO JASA

BUKU BARU

TelahTerbit PUSTAKA BALI POST KAMUS BALI - INDONESIA - ENGLISH, INDONESIA - BALI - ENGLISH

SERVICE TV PANGGILAN

KURSUS

TV

SI

N RA GA

BIRO JASA

SEGALA MERK

082 144 495 421 081 5470 9697 C.0001740-SRV

TUNGGAL JAYA KULKAS M.CUCI SOWKES CHEELER W.HEATER FREZER

G A R A N S I Kerja Ditempat

AC

TOYOTA

Penyusun : Drs. I Made Wiguna, M.Ag Tebal : vi + 54 Hal Harga : Rp 19.000,Kamus ini menerjemahkan kata-kata dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. Begitu pula menguraikan bahasa Bali alus serta bahasa Bali kasar, yang dilengkapi dengan cara membaca dalam bahasa inggris. Keberadaan kamus dapat membantu para siswa dalam menerjemahkan bahasa, serta dapat membantu para guide ketika membimbing para tamunya.

PROMO TAHUN BARU DISKON

50 JT

S/D

PROMORINGAN SPECIAL BUNGA

Ready Stock GRAND NEW AVANZA

KREDIT S/D 6 TH FREE ACCESORIES BISA TUKAR TAMBAH

081999111542,082144420026

085205873333 / 087861553892

C.0000725-srv

C.0000744-mbl

Hub : Pustaka Bali Post, Jl. Kepundung No. 67 A, Telp. (0361) 225764 atau Toko - Toko Buku Terdekat di Kota Anda Cdr.3kol.rpa.buku baru bp1809


18

REKREASI

Minggu Wage, 10 Januari 2016

Pertanyaan Mendatar: 1. Ilmu Pasti 4. Pentolan atau jagoan 7. Triwulan 8. Pegang erat-erat 10. Kerabat kerja 11. Obat Batuk Hitam 12. Remang-remang 14. Salah satu batu mulya 15. Selesma 20. Keadaan tubuh yang beruas-ruas 24. Bahan bangunan dari asbes 25. Maharsi dari india yang tinggal di Indonesia 27. Acute Myeloblastic Leukemia, sejenis kanker darah (Singkatan) 28. Inpres Daerah Tertinggal 29. Yang tahu sopan santun dan pandai bergaul 31. Hujan rintik-rintik 32. Perbuatan atau laku 33. Neokolonialisme

2

3

4

7

8

10

Masyarakat mempunyai peran yang besar dalam menjaga awig-awig tersebut karena Tenganan memiliki lembaga yang mengawal perjalanan awig-awig tersebut. Masyarakat pun antusias dan menyatu dengan aturan yang dibuat oleh leluhur. Terbukti Tenganan masih bertahan sampai sekarang dan tetap eksis mempertahankan apa yang dimiliki. “Ketika dilarang menjual

atau menggadaikan lahan, itu menguntungkan kita. Kalau tanpa awig-awig, bisa kita bayangkan, barangkali kita sudah bubar,” selorohnya. Kepala Desa Tenganan Putu Yudiana, menjelaskan, awig-awig yang sempat terbakar tahun 1841 tersebut ditulis kembali berdasarkan ingatan para tetua tahun 1843. Pada awig-awig tersebut dijelaskan tentang pola tata ruang yang dibagi menjadi lahan untuk

pemukiman, lahan kering, dan sawah. “Lahan kering itu bukan tanahnya kering, tapi tegalan dan hutan,” jelasnya. Tenganan memiliki luas 917,2 ha. Dari 917,2 ha, 255 ha merupakan lahan sawah. Dengan adanya awig-awig tersebut, kecil kemungkinan untuk merubah pola tata ruang. “Tidak mungkin dari tegalan berubah fungsi jadi sawah atau sawah berubah fungsi jadi pemukiman,” ungkapnya. Kecuali,

untuk tegalan dapat digunakan untuk rumah tinggal bagi penyakab, mengingat yang tinggal di tegalan adalah orang dari luar Desa Tenganan yang mencari penghidupan di Tenganan sebagai penggarap sawah milik warga Desa Tenganan dengan sistem bagi hasil. Selain pola tata ruang, warga Desa Adat Tenganan juga tetap melestarikan upacara dan kain tenun Pegeringsingan warisan leluhurnya. Kain tenun Pegeringsingan dibuat dalam jangka waktu yang tidak singkat, minimal 2 tahun. Kain Pegeringsingan juga diupacarai sesuai dengan tradisi leluhurnya. “Tanggal 23 Januari nanti kain tradisional dikeluarkan, bahkan kain yang berumur puluhan

6

9

11 12

13 14

15

16

17

19

18

20

21

22

23

24 25

26

27 29

30

28 31

32

33

KUPON TTS No.228 Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No 228 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 16 Januari 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 24 Januari 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 226 Mendatar 1. Barkas 5. Lantur 8. Adepa 9. Sajeng 11. Kolaborasi 13. Akaren (neraka) 15. Clara 18. Sia 20. Comot 21. Divider 23. Obedian 24. Siaga 26. DKI 28. Relai 30. Adagio

33. Batuklotok 36. Ambrol 38. Arnal 39. Geblek 40. Inkaso Menurun 1. Blok 2. Kinagro (Organik) 3. Sawo 4. Kerani 5. Lasia 6. Tie 7. Regenerasi 10. Jua 12. Owl

14. Kaviar 15. Calonarang 16. Acne 17. Amfibi 18. Stand 19. Adesi 22. Dual 25. Gelodok 27. Kutang 29. Aso 31. Gir 32. Oblak 34. Kili 35. Keto 37. BAB

Kuatnya Awig-awig Desa Adat Tenganan AWIG-AWIG Desa Adat Tenganan hingga kini tetap kuat dijaga masyarakat Tenganan, Karangasem. Hal itu berdampak pada lestarinya budaya serta alam di sana. Bendesa Adat Tenganan, Sudiastika saar ditemui, Sabtu (9/1) kemarin mengatakan, awig-awig tersebut pastinya menguntungkan bagi masyarakat Tenganan karena segala sesuatu yang diwariskan oleh leluhur dapat bisa dilestarikan. “Buktinya dari dulu sampai sekarang, Tenganan tetap eksis dipertahankan oleh Desa Adat. Ini membuktikan bahwa awig-awig bisa tetap menjaga keberadaan kita di desa sehingga segala sesuatunya bisa kita lestarikan,” paparnya.

5

SPT2016

Menurun 1. Kemampuan menggugah rasa 2. Ukur (Bali) 3. Nama Pulau di NTT 4. Ombak 5. Lebah (Inggris) 6. Cenderung Mudah menangis 8. Teka-teki atau permainan tebak kata (Inggris) 9. Perkataan 13. Dibalik Dusta (Inggris) 16. Bentuk pemerintahan dimana beberapa Negara bagian membentuk kesatuan 17. Tes untuk mengetahui kemampuan murid 18. Kenangan manis dimasa silam 19. Gobang, uang tembaga dijaman Belanda 21. Secara besar-besaran atau padat (Inggris) 22. Dibalik : kekuatan negatif alam semesta 23. Masa Lima Tahunan atau panca warsa 26. Di balik : Selamat (Bali) 30. Rontok (Bali)

1

TTS Bali Post

bahkan ratusan tahun juga dikeluarkan nanti,” ungkapnya. Mengingat sistem kalender yang digunakan berbeda dengan kalender masyarakat Bali pada umumnya sehingga hampir setiap bulan dilakukan upacara adat. Desa Adat Tenganan yang terbagi menjadi tiga banjar yaitu Banjar Kauh, Banjar Tengah, dan Banjar Pande tersebut kini sedang menata parkir untuk wisatawan mengingat pada waktu-waktu tertentu, antrian parkir panjang hingga sampai desa tetangga. Meskipun pendapatan terbesar warga Desa Adat Tenganan berasal dari pertanian, namun dari sektor pariwisata juga membantu perekonomian warga. (kmb42)

TRADISIONAL - Suasana depan memasuki Desa Tenganan yang masih tradisional.

Pemenang TTS No. 226 1. I Gede Nadia Banjar Sila Dharma Mengwitani, Mengwi Badung 2. I Dewa Ketut Budiantara Br. Dinas Pondok Desa Beraban. Kecamatan Selemadeg Timur Tabanan 3. I Dewa Putu Nusawan Br. Tusan Desa Tusan Banjarangkan Klungkung 4. Pt Gd Purna Wijaya Pos Sar Karangasem Jl. Raya Jasri – Amlapura 5. Triasta Sulaksana (Oming) SMP Negeri 3 Denpasar 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Jayanti Gunaswari Alamat : SMP Negeri 7 Denpasar, Monang-Maning


19

Minggu Wage, 10 Januari 2016

Hari Ini, Mega Pidato Politik di Rakernas PDI-P PAN Bantah Minta Jatah Menteri

Jakarta (Bali Post) Hari ini, Minggu (10/1), Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus peringatan ulang tahun ke-43 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta. “Presidan Jokowi dipastikan hadir,” kata Ketua Panitia Pengarah Rakernas I PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, di Jakarta, Sabtu (9/1) kemarin. Menurut Andreas, acara pembukaan Rakernas I dan peringatan ulang tahun ke-43 PDI Perjuangan akan dihadiri sekitar 4.000-an orang terdiri dari DPP, badan-badan, sayap partai, DPD dari seluruh Indonesia (ketua, sekretaris, dan bendahara), dan DPC dari seluruh Indonesia (ketua, sekretaris, dan bendahara). Tamu undangan yang hadir meliputi Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden M. Jusuf Kalla, pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara, para menteri kabinet kerja, tokoh masyarakat, pimpinan dan tokoh senior partai politik, para inetelektual, akademisi, pimpinan media massa, wartawan senior, dan kader partai. Andreas menjelaskan, pada acara pembukaan tersebut Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, akan menyampaikan pidato politik terkait dengan sikap partai perkembangan isu aktual.

Tak Ngotot Sementara itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengatakan partainya tidak pernah mengusulkan apalagi menyodorkan kadernya menjadi calon menteri pada kabinet Presiden RI Joko Widodo. “Kader kami ada tujuh juta dan pengurus ada ribuan. Jadi, siapa yang bilang bahwa PAN sudah menyiapkan kadernya untuk menjadi calon menteri,” kata Zulkifli di Sukabumi, Sabtu kemarin. Dia menyatakan siapa pun yang mengatakan PAN sudah menyodorkan kadernya untuk menjadi calon menteri adalah tidak benar dan offside karena dia sendiri tidak pernah mencalonkan kadernya untuk menjadi menteri. Zulkifli menyatakan dia sudah lama duduk di pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif, sehingga sudah paham tata negara, apalagi reshuffle adalah hak presiden yang tak bisa diintervensi siapa pun. “Sudah saya tegaskan sejak lama, isu reshuffle yang terus berkembang ini PAN tidak pernah menyodorkan nama menteri, apalagi meminta presiden untuk memasukkan kader kami duduk di kabinet, walaupun partai kami ini sudah bergabung dengan koalisi pemerintah,” kata Zulkifli. Dia juga membantah dirinya bakal menjadi menteri karena dia sudah lebih nyaman duduk menjadi Ketua MPR RI yang berstatus sejajar dengan presiden. (ant)

Sembahyang Bersama Dari Hal. 1

Suwirta mengaku sebelumnya, puluhan napi melakukan sembahyang bersama merayakan Siwaratri. Saat begadang, mereka menyempatkan diri makan nasi bungkus tanpa menaruh rasa curiga terhadap nasi tersebut. “Nasinya enak dan saya makan tanpa ada lauk yang basi. Saya makan sama temanteman sampai habis,” ujar Suwirta. Kemudian pukul 01.30 wita, ia dan napi lainnya tidur. Namun, perlahan satu per satu napi mengalami sakit perut, tepatnya pukul 04.00 wita, rasa mual tidak dapat ditahan lagi. Mereka merasakan perut mengalami keanehan karena perut tibatiba mules dan sakit. “Perut tiba-tiba saja mengalami mual dan sakitnya enggak bisa ditahan. Sebagian besar muntah-muntah. Tadinya saya kira, mual itu karena biasa habis makan-makanan pedas dan enggak ada rasa curiga. Ini malah didiamkan setengah jam, lalu perut

saya makin sakit. Semua napi merasakan sakit,” paparnya. Ia lantas menuju ke kamar mandi, tapi lebih dahulu mengalami muntah-muntah keluar nasi yang sebelumnya sempat dimakan. Melihat satu per satu tahanan muntah-muntah, petugas LP menggunakan mobil bergegas membawa napi LP menuju perawatan di UGD RSUD Buleleng. Setelah dirawat tiga jam, kondisi napi LP mulai membaik. Kepala LP Kelas II B Singaraja, Sutarno, mengatakan puluhan nasi bungkus diketahui dibeli dari luar LP Singaraja. Nasi tersebut, Jumat (8/1) pukul 21.00 Wita, datang dan dibawa ke tengah LP. Dikatakan bahwa para napi membeli nasi atas inisiatif sendiri. “Pihak LP tidak ada menyediakan nasi bungkus di luar jam kerja. Ini karena konsumsi nasi dipesan dari luar, itu inisiatif mereka sendiri bukan dari kami. Di LP sudah disediakan jatah makanan sendiri sesuai jadwal,” kata Sutarno.

Hingga Sabtu malam, sejumlah napi masih mendapat perawatan intensif di RSUD Buleleng. Napi yang dinyatakan telah membaik, dikembalikan ke LP dengan dikawal petugas. Sutarno menegaskan, kasus keracunan napi akibat nasi bungkus ini akan dijadikan pelajaran berharga. Pihak LP akan memperketat dan meneliti menerima nasi untuk napi dari luar lingkungan LP. Sementara itu, Kepala Dinkes Buleleng, IGN Mahapramana, mengatakan keracunan makanan baru pertama terjadi di LP Singaraja. Ia telah mengambil sampel nasi bungkus, untuk segera dilakukan uji lab di Laboratorium Denpasar. “Segera akan dilakukan uji lab, untuk mengetahui apa penyebab keracunan massal. Sampel nasi bungkus sudah dibawa petugas Dinkes dan segera dilakukan uji lab. Kami belum dapat pastikan apa penyebab puluhan napi keracunan,” ujar Mahapramana. (kmb34)

BPM/kmb34

KERACUNAN - Sebanyak 48 napi keracunan di Buleleng. Napi yang sudah membaik dikembalikan ke Lapas Kelas II B Singaraja, Sabtu (9/1) kemarin.

Griya Timbul

Dari Hal. 1

Ida Bagus Pidada mengungkapkan pura ini diperkirakan didirikan ketika jumeneng Ida Bagus Anom Ngurah dari Griya Gede Sanur. Berdirinya pura ini juga berkaitan dengan keberadaan Griya Timbul, Briung dan Meranggi serta Tangtu. Saat itu, Kesiman dikuasai oleh Sanur pada era zaman kejambean. Namun belakangan justru Sanur masuk kekuasaan Kesiman. Dikatakan para tetua di Kesiman bahwa sebelum ada upacara ngerebong di Pura Petilan Kesiman sekarang, upacara ngerebong

pernah diadakan di Puri Agung Kesiman di mana para pengerob dan prasanak Dalem ikut lunga ke puri. Sedangkan saat upacara Nilem Kajeng di Sanur, Ida Batara Malingkiuh wajib lunga dan mengikuti prosesi upacara. Pemangku Gede Malingkiuh, Jero Mangku Ebuh menambahkan selain Pura Malingkiuh ada di lokasi saat ini, juga berdiri pura yang sama di kawasan Padanggalak. Pura ini juga tuntas dipugar sebagai cikal bakal berdirinya Pura Malingkiuh di J. WR. Supratman No. 201 sekarang. Di utama mandala pura ini terdapat palinggih ge-

Tambahan Bus

Dari Hal. 1

Bila transportasi ini bisa diminati masyarakat, pihaknya pun berjanji akan memperjuangkan untuk diadakan penambahan bus serupa pada tahun 2017 nanti. “Ini juga komitmen bapak Bupati mewujudkan

KLA, agar tranportasi siswa khususnya SD dan SMP menjadi tanggung jawab kabupaten, sehingga siswa dapat berangkat ke sekolah dengan aman dan nyaman,“ ucapnya. Di Kota Denpasar, anggaran pendidikan Rp 550.212.645.995 atau 23

dong agung, tajuk sedaan dan tajuk pemayun. Juga ada palinggih sedaan agung, sedaan maketel, sedan manca, palinggih pemade putra, pemade agung, palinggih penyarikan dan gedong ibu. Di jaba dalem juga terdapat bale pemangku sementara di jaba sisi terdapat palinggih pangrurah. Puncak piodalan di Pura Malingkiuah dilaksanakan setiap Wrespati Kliwon, Warigadian. Pura ini juga dipercaya dalam tatanan dresta di Kesiman sebagai juru ngaturan hidangan ke segara bersama Pura Pangabang saat Ida Batara makabehan di Kesiman melasti di Segara Padanggalak. (sue)

persen pada APBD 2016. Dari jumlah itu, untuk belanja tidak langsung Rp 458.753.782.300., sedangkan untuk belanja langsung Rp 91.458.872.695. Prioritas pembangunan di bidang pendidikan pada 2016 ini, yakni peningkatan kualitas pendidikan. (nik/ara)

C.0001936-sln

Masih Minim Dari Hal. 1

Sementara itu meski secara umum alokasi anggaran pendidikan di Bangli masih minim, namun pihaknya mengaku tetap akan berupaya keras untuk meningkatkan pendidikan di Bangli melalui sejumlah kebijakan dan terobosan yang sudah dirancangnya. Pada tahun 2016 ini, pemkab akan meningkatkan pendidikan di Bangli melalui peningkatan pelayanan terhadap publik dengan berlandaskan hati nurani. Selain itu, berupaya meningkatkan kompetensi guru dan siswa. Dalam setiap kegiatan yang dilakukan, pihaknya akan mengharuskan guru untuk melaksanakan dengan sistem kerja tuntas. Pihaknya pun akan menggelorakan pendidikan jasmani untuk seluruh guru maupun siswa. “Kenapa kita gelorakan pendidikan jasmani, karena pada prinsipnya, di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” terangnya. Pada tahun ini, dia mengaku akan meningkatkan pendidikan melalui peningkatan pendidikan karakter. Setiap sekolah juga akan digenjot agar bisa menghasilkan minimal satu prestasi. Untuk menekan angka putus sekolah di Bangli, mantan Kepala Bidang Pendidikan

Menengah (Kabiddikmen) ini juga mengaku akan mengembangkan program Oka Anyar. “Nanti dalam Oka Anyar ini yang akan menjadi orang tua asuh tidak berhenti di kepala sekolah saja, tapi saya akan arahkan seluruh guru bisa terlibat untuk melakukan punia, sehingga bisa menekan angka drop out,” ujarnya. Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang asri sehingga membuat siswa bisa belajar baik, pihaknya juga merancang sekolah berbunga. Sementara itu, anggaran pendidikan di Karangasem baru sekitar 8 persen atau sekitar Rp 80 miliar. Itu anggaran belanja langsung seperti untuk membeli buku, beasiswa serta alat tulis kantor. Namun kalau termasuk gaji dan tunjangan atau belanja tak langsung maka anggaran pendidikan terlihat besar bahkan mencapai 45 persen atau mencapai Rp 400 miliar dari APBD Karangasem tahun ini yang mencapai Rp 1,3 triliun. Anggota Komisi D yang membidani pendidikan, Gede Dana, mengatakan perlunya menambah anggaran pendidikan untuk belanja langsung. Hal itu penting agar angka putus sekokah dan angka buta huruf bisa dientaskan. (ina/013)

TELEPON PENTING Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali (BNNP) :(0361) 232472, 7800179, 263860 Fax :(0361) 263860 RUMAH SAKIT RSUP Sanglah : 227912-15 PMI/RSUP Sanglah : 227911 RSAD Udayana : 228061 RSU Wangaya : 222141 RSU Manuaba : 426393 RSUD Badung : 9006813 9006812 RSU Surya Husada : 235041 : 233786 : 233787

RSU Puri Raharja : RSU Saidharma : RSU Kasih Ibu Denpasar : BaliMed Hospital : RSU Dharma Yadnya : : Fax. : RSU Dharma Usadha : : RSU Bina Atma : RSU Khusus Bedah Graha Usadha : : Klinik SOS Gatot Kaca : RS Bhakti Rahayu : :

222013 227220 223 036 484748 462629 462488 462488 227560 234824 425744 423467 426492 223555 430270 403245


balipost (99rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu Wage, 10 Januari 2016

@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

FILM

Tragedi Angeline Difilmkan TRAGEDI pembunuhan gadis cilik di Bali, Engeline, siap difilmkan. Meski persidangannya tengah bergulir, pembuatan film ini sudah mendapat izin resmi dari Hamidah, ibu kandung Engeline. Judulnya ‘‘Untuk Angeline’’. Namanama para tokoh memang sengaja disamarkan, misalnya Hamidah (ibu kandung yang sebenarnya dari Engeline) menjadi Midah yang diperankan oleh Kinaryosih. Sedangkan Engeline sendiri dipercayakan pada pendatang cilik bernama Naomi Ivo (keponakan penyanyi Astri Ivo). Dan Roweina Umboh berperan sebagai Margriet (ibu tiri Engeline) yang disamarkan menjadi Terry. Lokasi syuting 90 persen dilakukan di Bali, dan sisanya di Jakarta, sedang acara pemakaman di Banyuwangi diambil dari stok shot. Niken Septikasari, produser film ini berharap film ‘‘Untuk Angeline’’ bisa diputar bulan April 2016. Kinaryosih mengaku, agak lama menerima tawaran main film ‘‘Untuk Angeline’’. “Aku ibu seorang anak, dan aku enggak menyangka terpilih berperan sebagai Hamidah, ibu kandung Engeline. Aku coba mendalami karakternya. Dia sosok yang sederhana, hidupnya pas-pasan,” urai Kinaryosih. “Ketika aku bertemu dan berdialog dengan ibu Hamidah, jujur, aku bisa gila. Kok ada perempuan sekuat

ibu Hamidah. Ending-nya, kita nangis bareng,” cerita Kinaryosih. Kinaryosih melanjutkan, dia tak bisa menahan tangis. “Baca skenarionya, sampai proses reading dan syuting minggu pertama t a h u n 2016, saya tersedusedu menangis,” paparnya. Produser Niken Septikasari menjelaskan, film ‘‘Untuk Angeline’’ memang terinspirasi dari kisah nyata Engeline. “Inti cerita film ini hanya berfokus pada hubungan ibu dan anak yang berpisah lama. Dan ini tanpa menyinggung peradilan. Ini kekuatan sosialisasi film ‘‘Untuk Angeline’’ yang punya misi pentingnya melindungi anak-anak dari kekerasan orang tua di dalam rumahnya sendiri,” ungkap Niken. Untuk melindungi proses pembuatan film sampai beredarnya film ini, Niken Septikasari memercayakan masalah hukumnya (jika ada pihak-pihak yang menggugat) kepada DR. Prastopo, S.H., M.H. “Kasus ini sangat inspiratif bagi penonton terutama orang tua anakanak. Skenarionya aman diangkat ke layar putih,” tutur Prastopo yang ikut nimbrung. Film ‘‘Untuk Angeline’’ juga dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Paramitha Rusady, Dewi Hughes, Ratna Riantiarno, Emma Waroka, Hans deKreker dan lain-lain. Sutradara ditangani Djito Bayu. (pik)

BPM/eka

SUARA - Paduan suara SMAN 4 Denpasar menyemarakkan acara Penganugerahan Anugerah Pers K. Nadha Nugraha di Wantilan Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar, Selasa (5/1) lalu.

Joged Giri Swara Pertahankan Tradisi

DI Kota Denpasar, keberadaan sekaa joged bisa dihitung dengan jari. Makanya jika krama Denpasar mau ngupah joged bisanya mendatangkan sekaa joged dari Tabanan seperti Kerambitan, Baturiti, Perean atau Bangli dan Jembrana. Kini di Banjar Gunung, Penatih Dangin Puri dikenal memiliki sekaa joged berkualitas. Sekaa Joged Giri Swara didirikan sejak enam tahun lalu mampu mengisi kerinduan warga Denpasar akan joged yang sebenarnya yakni pelestarian seni tradisi. Joged Giri Swara bisa ditebak asal usulnya yakni giri berarti gunung yakni dari Banjar Gunung, Penatih. Swara berarti suara atau gegendingan. Luar biasanya, sang pemimpin sekaa joged ini, Made Sukiarta alias Jefry, mampu mengkolaborasikan gamelan stil joged bebadungan dan daerah lainya seperti Jembrana dan Sunda. Ma-

kanya joged ini selain dilengkapi dengan rindik, juga ada kendang jaipongan dan seperangkat jegog khas Jembrana. Sekaa ini kebanyakan didukung seniman muda banjar setempat.

brolan BALE BANJAR ARIDUS diatur-Nya, agar semua ciptaan-Nya bisa hidup sesuai fitrahnya. Nah, di situlah aku terketuk membaca keputusan hukum Pengadilan Negeri Palembang yang memvonis bebas pembakar hutan seluas 20.000 hektar. Alasannya, membakar hutan tidak merusak lingkungan hidup karena pohon bisa ditanam lagi. Alasan lain, penuntut yakni pemerintah Republik Indonesia yang diwakili Menteri Lingkungan Hidup tidak mengajukan bukti-bukti yang kuat atas perusakan lingkungan yang dimaksud. Wah, nggak keliru kalau seorang wakil rakyat mengatakan kalau hakim yang memutuskan perkara perdata itu menggunakan kacamata kuda. Artinya, hakim hanya terpaku pada pasal-pasal hukum tanpa mengindahkan aspek sosiologis, psikologis, dan filosofis hukum. Juga menutup mata atas yurisprudensi atas kasus serupa di Aceh sebelumnya di mana Mahkamah Agung mengabulkan gugatan pemerintah atas PT Calista di Aceh sebesar Rp 336 miliar,” tutur Rubag. “Busyet, wajah hukum

Indonesia kian rusak karena unsur moral dan nurani tersingkir dari meja hijau. Mereka lupa, kendati kedaulatan hukum bebas dari intervensi namun keputusan hukum tidak jatuh di ruang hampa dan buta terhadap keadilan. Banyak sekali kata bijak yang terlontar dari khazanah hokum. Namun, semua itu kini jadi sampah yang menyesakkan dada. Hukum adalah sarana untuk mencari keadilan, katanya, ternyata hukum dijadikan pisau dapur untuk memotong ke bawah, tumpul ke atas. Praktik hukum yang membunuh rasa keadilan ini sekaligus menghilangkan makna wacana, semua orang diperlakukan sama di hadapan hukum. Busrin di Probolinggo, Jawa Timur harus meringkuk 2 tahun di penjara dan bayar denda Rp 2 miliar subsider sebulan hukum kurungan karena menebang 3 pohon mangrove untuk kayu bakar. Kendati nenek Susilowati, istri Busrin meraung-raung mohon keringanan hukuman bagi penggali pasir itu, namun hakim menyatakan putusannya sudah minimal, karena hukuman maksimal untuk kejahatan lingkungan hidup 10 tahun penjara. Untung saja pembelaan segala lapisan masyarakat terutama Netizen menggebu-gebu terhadap Asyani alias Bu Muaris (63) dari Situbondo, Jatim, yang dituduh mencuri kayu milik Perhutani. Padahal mendiang suaminya menebang pohon yang tumbuh di halaman rumah mereka beberapa tahun silam, lalu saat ditangkap

BPM/sue

SEKAA JOGED - Sekaa joged Giri Swara dari Banjar Gunung Penatih Dangin Puri.

Hakim-hakim dari Langit BINATANG pengerat kecil itu mulut dan wajahnya memang seperti tikus, namun anggota tubuh terutama cakar dan ekornya seperti tupai. Gerakan tubuh yang lincah, lari kencang bahkan bisa melompat seperti terbang dari pohon ke pohon, membuat dia survive di belantara lebat. Sebab, binatang buas yang bertubuh lebih besar, terutama ular mengincarnya untuk santapan. Selain daun muda dan segala jenis buah di rimba raya, hewan mungil yang disebut tikus pohon tersebut juga memangsa segala jenis insek, jangkrik, kecoa dan belalang untuk menyambung hidup. Tikus pohon yang berkembang biak pesat tersebut, juga menyumbangkan kotoran buat menyuburkan kehidupan nabati di hutan yang sangat hijau alami itu. “Ekosistem yang berlangsung mulus kendati berbasis The Survival of The Fittest kutonton di stasiun TV swasta baru-baru ini. Mengasyikkan sekaligus mendebarkan melihat upaya binatang kecil mempertahankan hidup, karena hukum rimba membenarkan hanya yang besar dan kuat berhak hidup. Bukan berarti yang kecil dan lemah tidak berhak hidup, sepanjang mereka menggunakan kecerdasan dan kemampuan melindungi diri seperti yang dilakukan tikus pohon itu. Melihat tayangan menarik itu, keyakinanku terhadap kekuasaan Tuhan semakin besar. Ekologi diciptakan-Nya dan mekanisme kehidupan yang alami bernama sistem

Menurut Jefry, mereka ini adalah sekaa tabuh andalan sehingga sangat cepat menyesuaikan irama tabuh dengan karakter tari para pengibingnya. Sementara untuk penari joged dia perintahkan sesuai

nenek itu membawa kayu berupa papan itu ke tukang mebel untuk dijadikan kursi dan meja. Syukur Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, yang mungkin memerhatikan protes ribuan warga atas hukum yang tidak adil itu, menjamin Asyani tidak melarikan diri dan menghilangkan alat bukti, sehingga bebas dari penahanan. Akhirnya, nenek itu luput dari penjara, meski divonis masa percobaan,“ papar Wayan Wijaya. “Thomas A. Wartowski mengatakan, agar efektif hukum harus memiliki dukungan dari mayoritas rakyat dan dukungan itu didapat bila hukum dapat dilaksanakan dan diterapkan secara adil, juga dipahami serta konsisten dengan nilai-nilai komunitasnya. Kalau menyimak paparanmu tentang Busrin dan Asyani tadi, hukum yang diterapkan seolah-olah seperti melayang-layang di ruang hampa. Malah ketika Asyani memaparkan kisah kayu yang dimilikinya, penggugat mengubah gugatannya dari pencurian menjadi kayu ilegal karena tidak ada izin dari pihak berkompeten. Juga Busrin yang penggali pasir, hidup keluarganya sangat miskin sehingga untuk masak biasa menggunakan kayu bakar, karena tidak mampu membeli elpiji. Hal serupa juga dilakukan kebanyakan keluarga di Kampung Pesisir, tempat mereka berdomisili. Sayang hakim yang memutus perkaranya, mungkin tidak hirau dengan tesis Wartowski, sehingga hatinya pun tidak lirih dan miris mend-

engar raung duka Susilowati yang tulang punggung keluarganya mendekam di penjara. Lalu, keputusan hakim di PN Palembang, bagiku, malah tidak ambil pusing pada aspek psikologi, filosofi dan sosiologi sehingga vonisnya menggegerkan nyaris seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air. Bila hukum hanya mengacu ke kitab hukum an sich, apa gunanya mahasiswa fakultas hukum membuang waktu belajar sosiologi, psikologi dan filsafat hukum, yang akhirnya tidak berperan dalam setiap keputusan hokum?“ tanya Nyoman Karya mengakhiri argumentasinya. “Kita kebanyakan memang buta hukum, namun tahu rasa keadilan kendati sifatnya subjektif. Bila hati nurani dan moralitasnya diizinkan ikut bicara para hamba hukum pun sangat tahu makna keadilan yang sebenarnya. Hukum berupa pasal dan ayat serta penjelasannya dibuat manusia agar kelestarian semua manusia terpelihara. Itu berawal dari kontrak sosial, di mana semua manusia harus mengurangi kebebasannya sebagai modal bersama untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Keputusan bebas bagi para pembakar hutan seluas ribuan hektar, menurutku, sangat bertentangan dengan hakikat kontrak sosial itu, juga memperkosa cita-cita luhur konstitusi. Kitab hukum Indonesia, baik pidana maupun perdata disepakati seluruh komponen bangsa, adalah untuk melindungi seluruh tumpah darah dan bangsa negeri ini. Juga memajukan kesejahteraan umum. Mungkin hakim-hakim yang memutus perkara di Palem-

dengan karakter pengibing, namun bukan termasuk joged porno. Dia tetap mempertahankan pakem seni joged dan gandrung di Bali. Hanya sekali-kali diisi hentakan jaipongan dan suara penabuh agar seuasana tambah semarak. ‘’Kami tetap kuat dengan pakem, sehingga kami tak mau dicap joged seronok,’’ ujarnya. Berkat kreativitasnya berkesenian, kini sekaa joged Giri Swara banyak penerima pesanan. Salah satu acara yang dia anggap paling berkesan ketika menghibur jamuan makan malam Bali Post di Gedung Pers K. Nadha di Bali TV. Tugas itu dia anggap berat agar tak sampai muncul kesan joged Bali penuh dengan pornografi. Makanya dia saklek dengan pakem joged bebadungan yang mengedepankan tarian dan hiburan. Hasilnya, tamu wartawan sedunia ini pun asyik ngibing. (sue)

bang itu tinggal di atas langit saat hutan hampir seluruh Sumatera dijilat api, sehingga mereka tidak tahu, 500 ribu masyarakat bernapas dalam asap. Konon, puluhan warga meninggal karena sesak napas. Nah, saat terduga pembakar hutan disidangkan dan dituntut secara perdata sebesar Rp 7,9 triliun, barulah para hakim tersebut diterjunkan dari langit. Makanya tidak aneh bagi mereka memvonis bebas para tergugat, karena menurut mereka, membakar hutan tidak merusak lingkungan. Dalihnya, hutan bisa ditanami kembali dengan pohon akasia. Putusan yang sangat simpel tapi koplaaakkk,“ komentar Gus Bawa. “Ha ha ha hakim dari langit yang jarang menginjak bumi! Vonis koplak dan tidak berhati nurani itu

menjadi viral di dunia maya. Meme dengan nada mengejek setiap hari mengalami perubahan kalimat meski semuanya mengacu pada dalih vonis. Membakar hutan tidak merusak lingkungan hidup, karena pohon-pohon bisa ditanam lagi. Membakar rumah hakim itu pun tidak kriminal karena rumah bisa dibangun kembali. Meme yang lebih sadis, membakar hakim tidak merusak sistem peradilan, karena masih bisa pilih hakim baru lagi. Bila dipikir-pikir, hukum rimba seperti di hutan tempat tikustikus pohon hidup terkesan lebih adil daripada hukum yang memvonis Asyani, Busrin, dan pembakar hutan itu. Semoga Mahkamah Agung bisa meluruskan pengadilan yang sesat ini!“ harap Gede Kasna. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 10 Januari 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu