Bali Post
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
EVAKUASI - Petugas gabungan melakukan evakuasi terhadap korban longsor di Banjar Sasih, Sukawati, Gianyar.
Satu Keluarga Tertimbun di Banjar Sasih
Ayah Kritis, Ibu dan 3 Anaknya Meninggal Gianyar (Bali Post) Hujan lebat yang terjadi pada Sabtu (8/12) dini hari kemarin, membuat rumah milik Made Oktara Dwi Paguna di Gang Taman Beji IV, Banjar Sasih, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar longsor. Satu keluarga tertimbun bangunan di sungai. Sang ayah Made Oktara Dwi Palguna (30) alias Ade masih kritis, sedangkan sang ibu Ni Made Lintang Ayu Widi Merti (31) bersama tiga anaknya, Ni Putu Deta Vania Larasati (6), Made Dian Aditya Palguna (4), dan Nyoman Adi Anggaran Palguna (2), ditemukan sudah meninggal. Longsor pertama kali diketahui oleh warga setempat Nyoman Martani pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Kala itu ia hendak mengaturkan sesajen di tempat suci, tanpa diduga mendapat rumah tetangganya amblas ke ping-
gir sungai di lokasi tersebut. Kejadian ini pun lantas disampaikan ke warga lainnya. Selanjutnya, petugas gabungan meluncur ke lokasi melakukan evakuasi. Hal. 11 Cukup Lama
Nenek Selamat karena ’’Mabanten’’
BANYAK cerita yang muncul tentang tertimbunnya keluarga I Made Oktora Dwi Palguna (Ade) di Banjar Sasih, Batubulan. Selama tiga jam tertimbun longsoran bangunan, empat jenazah yakni ibu dan ketiga anaknya ditemukan petugas Basarnas di bawah spring bed. Semuanya tertimbun material bangunan dalam keadaan sudah meninggal. Anak di atas dan sang ibu
ditemukan di bawah. Kakek sepupu dari Ade, Komang Sumiarna, sempat melakukan pertolongan penyelamatan terhadap cucunya. “Waktu saya lihat tertimbun tanah, saya perkirakan tidak ada harapan cucu saya selamat,” kata Sumiarna. Dia pun sempat membawa korban ke RSAD. Hal. 11 Bersikukuh
NI Nyoman Martani hanya bisa menangis mengenang tiga orang cucu, anak, dan menantunya terperangkap di reruntuhan rumah yang amblas tergerus longsor, Sabtu (8/12) pagi kemarin. Nenek 53 tahun ini pun menjadi saksi mata, saat rumahnya yang berlokasi di Gang Taman Beji IV Banjar Sasih, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati longsor ke jurang di tepi sungai dengan kedalaman sekitar 20 meter. Ditemui Sabtu siang kemarin, Ni Nyoman Martani hanya bisa menangis, sembari menyebut nama cucunya yang terperangkap di material longsor. “Cucu saya masih kecil semua,” ucap nenek 53 tahun ini dengan Isak tangis. Dikatakan pada Jumat malam, saat hujan lebat, salah satu cucunya, I Made Adin Radita Palguna, memang tidak mau tidur. Bocah tiga tahun itu hanya menangis, bahkan beberapa kali meronta-ronta di lantai. Hal. 11 Sempat Rewel
MUSIBAH rumah longsor di Banjar Sasih, Batubulan hingga menelan korban jiwa sangat menyentuh hati kita bersama. Bukan salahnya hujan deras, Jumat malam hingga Sabtu pagi, namun karena salahnya manusia. Pengamat tata ruang Bali yang juga Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) Ir. I Wayan Mahardika geleng-geleng kepala dengan kejadian ini. Bahkan, bencana serupa akan mengancam warga Bali lainnya yang bermukim di pinggiran
sungai. Ini semua akibat keserakahan manusia, sampaisampai lahan untuk resapan air semakin hilang. Bahkan jelas-jelas lahan sempadan sungai kini dibangun untuk permukiman. Wayan Mahardika menilai perlunya kehadiran pemerintah guna menata semua kawasan di Bali. Jangan berpikir asal tanah laku dijual, urusan selesai dan pemerintah mendapatkan pajak dari situ. Pengurus Kadin Bali ini menilai selama ini tidak adanya sinkronisasi antara Pemkab dan BPN terhadap
bantaran sungai. Bahkan, Balai Wilayah Air Bali mengaku sudah lelah bersurat kepada pihak terkait, namun tak ada yang menggubris. Bagi Mahardika, mesti ada ketegasan semua komponen. Pihak BPN mesti melihat kondisi di lapangan bahwa tanah warga tersebut sudah menjadi bantaran sungai (walaupun dahulu milik pribadi). Sementara pemda harus tegas IMB tidak bisa diterbitkan jika melanggar ketentuan sempadan sungai. Hal. 11 Tindakan Tegas
Sudah Diingatkan Segera Jual Rumah Itu
MENANGIS – Nyoman Martani hanya bisa menangis.
Hilangnya Resapan Air, Sempadan Sungai Jadi Bangunan
BPM/desak made asri
BERSAMA - Made Oktara Dwi Palguna ketika bersama istri dan anak-anaknya.
I Wayan Mahardika
Priyanto Priyo Hutomo
Karies Gigi pada Anak-anak Kerusakan Gigi-geligi dan HIV Para orangtua mesti mengawasi jenis makanan anakanaknya. Anak-anak yang sering makan dan minum banyak mengandung gula dan cokelat, makin cepat munculnya karies pada gigi. MAKANAN anak-anak kini banyak mengandung gula. Gula tersembunyi di sekitar gigi ini yang menyebabkan penyakit karies alias gigi berlubang. Dekan FKG Unmas Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. menjelaskan gula ini diperoleh dari minum dan makanan dan snack yang banyak mengandung gula. Hal ini membuat keasaman gigi meningkat dan membuat gigi berlubang. Untuk pencegahan dini, dia mengingatkan biasakan anak menyikat gigi tiap pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Kedua, periksakan gigi setiap enam bulan sekali. Di Badung juga banyak anak mengalami karies gigi. Padahal, kondisi gigi saat anak-anak berupa gigi susu menentukan kondisi gigi permanen saat dewasa. Maka dari itu, perawatan gigi susu penting
dilakukan. Salah satunya dengan menjaga kebersihan gigi dan makan makanan yang bergizi. Ketua Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Badung Drg. I Agus Sundia Atmaja, M.Erg. mengatakan, karies gigi adalah kerusakan jaringan keras pada gigi bisa mengenai anak-anak dan juga orang dewasa. Anak-anak kerap mengalami karies gigi terutama pada gigi depan yaitu pada bagian servikal (leher gigi). Lama-kelamaan leher gigi patah sehingga tinggal akar gigi. “Pada orang dewasa jarang terjadi seperti ini karena orang dewasa sudah bisa membersihkan sendiri giginya,” tandasnya. Penyebabnya adalah kurangnya kebersihan dalam rongga mulut akibat sisa makanan. Hal. 11 Sisa Makanan
DALAM dunia kedokteran gigi, dokter gigi menjalankan praktik untuk melayani masyarakat akan kesehatan gigi secara umum. Namun, kesehatan mulut secara umum dapat kita cermati adanya berbagai macam kelainan sistemik yang memberikan gejala sedini mungkin. Hal ini tidak terkecuali adanya penyakit HIV/AIDS yang akhirakhir ini sangat hebat penyebarannya hingga ke pelosok desa. Khusus di bidang pelayanan kesehatan gigi yang mengkhwatirkan untuk terjadinya penularan itu melalui jarum suntik, tindakan invasive seperti cabut gigi, scaling atau pembersihan karang gigi, penambalan, yang dapat membuat virus menempel pada alat. Tidak hanya HIV saja namun virus-virus lain seperti hepatitis juga akan dapat tertular, di mana virus hepatitis juga tidak kalah bahayanya dan lebih
bandel. Hal ini agar tidak terjadi infeksi silang antara pasien dengan dokter, mahasiswa (kedokteran dan kedokteran gigi) maka dipandang perlu tenaga medis (dokter dan dokter gigi) dan mahasiswa untuk imunisasi kedua virus tersebut. Menurut penelitian Dr. drg. Irna S, Sp.PM., banyak kelainan di rongga mulut yang dapat mengindikasikan pasien tersebut terinfeksi virus berbahaya ini. Beberapa di antaranya adalah ditandai dengan munculnya infeksi jamur yang disebut oral candidiasis atau oral hairy leukoplakia yaitu bercak putih di pinggir lidah yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Hal. 11 Peradangan Gusi
2
Minggu Pon, 9 Desember 2018
Terseret Air Saluran Subak, Bayi Tewas Mangupura (Bali Post) Warga Banjar Darmayasa, Desa Gulingan, Kecamatan, Mengwi, Badung, Sabtu (8/12) kemarin, heboh. Pasalnya, bayi Komang Ridi Wiguna berusia 13 bulan jatuh ke saluran subak di Jalan Ayodya, lalu terseret arus air hingga 100 meter. Akibat kejadian itu, Ridi meninggal dunia. Kapolres Badung AKBP Yudith Satria Hananta mengatakan, kejadiannya pukul 06.30 Wita. Korban tergelincir, lalu jatuh, tenggelam, dan hanyut ke dalam telabah Subak Bukti Batan Badung di Banjar Darmayasa, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. “Ayah korban bernama I Made Widiarti usia 45 tahun, dagang lumpia asal Kubu, Karangasem. Sebenarnya, orangtua korban kos di Munggu,” ujarnya. Kronologinya, kata Kapolres, sebelum kejadian, Ridi diajak jalan-jalan menggunakan kereta bayi oleh keponakan ayah korban, Komang Lt (16). Mereka sambil bermain
memungut batu-batu kecil dan melempar batu-batu kecil tersebut ke saluran subak tersebut. Kebetulan saat itu airnya besar dan deras karena malamnya hujan lebat. “Saat Komang Lt memungut batu-batu kecil, kereta bayi tersebut tergelincir ke saluran subak bersama korban dan hanyut. Air sungai cukup deras dengan kedalaman sedalam lutut orang dewasa dan lebarnya sekitar 130 sentimeter,” ungkap Yudith. Parahnya, semakin ke hilir dari TKP saluran subak tersebut tertutup dengan beton (gorong-gorong) dan melewati permukiman warga. Sekitar pukul 08.30 Wita, korban bersama keretanya ditemukan di Jalan Drowati Gang Soka 1. Bayi malang ini langsung dievakuasi. Kapolsek Mengwi AKP Gede Eka Saputra Astawa mengatakan, saat ditemukan di Gang Soka, korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya langsung dibawa ke RSUD Mangusada, Kapal, Badung. (kmb36)
310 Pedagang di Pasar Kumbasari Terendam
BPM/ist
EVAKUASI - Petugas BPBD Denpasar bersama instansi terkait lainnya saat melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir.
Denpasar Dikepung Banjir
Denpasar (Bali Post) -
Bencana pada musim hujan kembali terjadi. Setelah hujan dengan intensitas cukup besar mengguyur Denpasar dan sekitarnya, bencana banjir dan longsor tidak terelakkan lagi. Selain jalan, kawasan permukiman, sekolah, hingga pasar pun terendam banjir.
BPM/ist
EVAKUASI - Komang Ridi Wiguna saat dievakuasi dari saluran subak.
Kaget Dengar Suara Petir, Warga Selat Meninggal Amlapura (Bali Post) Hujan lebat disertai dengan kilatan petir yang terjadi pada Sabtu (8/12) dini hari kemarin, memakan korban jiwa di Karangasem. Ni Wayan Cenik (45), warga dari Dusun Babakan, Desa Peringsari, Selat, Karangasem meninggal dunia karena kaget mendengar gelegar suara petir. Korban diketahui mempunyai riwayat penyakit jantung. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban sehari-hari berprofesi sebagai pedagang serombotan dan jajanan Bali di wilayah Selat tepatnya di depan Cahaya Wirama Minimarket. Adanya hujan deras sekitar pukul 02.30 Wita membuat korban terbangun dan hendak melihat cucunya. Dan saat itu tiba-tiba terdengar suara petir sangat keras. Mendegar suara petir yang cukup keras tersebut, membuat korban mengalami sesak napas. Melihat kondisi korban jatuh, pihak keluarga langsung bergegas mengajak korban menuju Puskesmas Selat. Nahas, sampai di puskesmas saat diperiksa tim medis, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, di Puskesmas Selat terlihat sejumlah keluarga, kerabat serta anak-anak korban menunggui korban. Sejumlah kerabat perempuan nampak
menangis melihat kondisi korban. Begitu juga anak korban terus menangis seakan belum rela melihat kepergian orangtuanya. Salah seorang keluarga korban, I Made Kerta (45), menjelaskan jika selama ini korban memang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Maka dari itu, ketika mendengar petir korban kaget. Dia menjelaskan, pas kejadian di Selat memang turun hujan lebat disertai kilatan petir. Karena hujan, korban hendak melihat cucunya. Namun, nahas ketika membuka pintu kamar, tiba-tiba langsung terdengar suara petir begitu kerasnya. “Korban katanya sempat memanggil keluarganya. Setelah itu, korban langusung jatuh ke lantai,” katanya. Kapolsek Selat AKP Made Sutirta mengatakan, pascamendapakan informasi ada orang meninggal akibat kaget mendegar petir, pihaknya langsung melakukan pendataan di Puskesmas Selat. “Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis di puskesmas, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga korban meninggal akibat kaget mendengan petir dan gemuruh, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya. (kmb41)
BPM/kmb41
TITIP - Korban saat masih dititipkan di Puskesmas Selat.
Pantauan dari Tim Save Community Denpasar yang terdiri dari Dinas PUPR, DLHK, BPBD Denpasar, Damamaya Cyber Monitor dan Damakesmas, Sabtu (8/12) kemarin, menyebutkan terdapat 21 titik yang harus mendapatkan penanganan khusus. Hingga siang hari, petugas terus membantu masyarakat yang terkena musibah banjir. Beruntung dalam musibah kemarin tidak sampai terjadi korban jiwa. Banjir terjadi di kawasan Monang Maning, Jl. Ken Arok, Kelurahan Peguyangan, Jl. Siulan, Jl. Pulau Biak, Jl. Kenyeri, Jl. Bukit Barisan, Jl. Tukad Ijo Gading, dan Jl. Gunung Tangkuban Perahu. Di samping itu, beberapa laporan yang masuk dan sudah mendapatkan respons cepat dari Tim Save Community Denpasar seperti tembok pinggir sungai ambruk di kawasan Gang Kaliasem, tembok rumah jebol di Jl. Ken Arok, tembok jebol di SDN 11 Peguyangan, hingga di SD 17 Pemecutan yang sempat terendam. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat memantau kondisi banjir menginstruksikan pihak kecamatan, desa/kelurahan, dan OPD terkait untuk melakukan
respons cepat. Instruksi ini juga disebarkan Rai Mantra melalui program respons cepat Denpasar Damamaya Cyber Monitor, Dinas Komunikasi dan Informatika Denpasar. Pemantauan dari laporan masyarakat dan langkah Tim Save Community Denpasar juga dicermati Wali Kota Rai Mantra. “Kami instruksikan seluruh camat, desa/kerlurahan dan OPD terkait untuk sgera melakukan langkah-langkah antisipasi membantu masyarakat,” ujar Rai Mantra. Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar I.B. Joni Arimbawa mengatakan, langkah-langkah yang telah dilakukan seperti pembersihan kawasan, dan penyedotan air yang menggenangi beberapa kawasan. “Langkah evakuasi dan membantu masyarakat yang terkena musibah terus dilakukan, hingga Minggu siang, Tim Save Community Denpasar terus melakukan pemantauan,” ujarnya. Di samping itu, armada seperti perahu karet juga diturunkan untuk mengevakuasi warga yang rumahnya mengalami genangan. Bantuan berupa sembako, bantuan fami-
li kit, pemerikasaan kesehatan juga dilakukan yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan hingga Dinas Sosial Kota Denpasar. “Ini sebagai langkah awal antisipasi yang tentunya kami terus melakukan pemantauan dan tindak lanjut dengan menerjunkan sejumlah armada untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, dari data yang telah masuk dan evakuasi yang telah dilakukan, seperti tembok rumah warga jebol, air menggenangi sekolah, trotoar jebol, hingga air menggenangi taman budaya Art Centre. Di samping itu, intensitas hujan tinggi ini juga merusak jembatan dan palinggih di Pura Taman Beji, Lingkungan Tagtag Kelurahan Peguyangan. Luapan air Tukad Badung juga memasuki rumah warga tepatnya di belakang Kantor Lurah Dauh Puri. Ia juga menginformasikan kepada masyarakat untuk dapat memantau bersama dan mengantisipasi. “Diharapkan, langkah-langkah dan respons cepat yang telah dilakukan ini dapat mempercepat pemulihan kawasan setempat dan warga masyarakat dapat beraktivitas kembali,” ujarnya. (kmb12)
Pura Taman Beji Buduk Rusak Parah Mangupura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur Bali dan sekitarnya, Jumat (7/12) petang hingga Sabtu (8/12) pagi, mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Badung diterjang bencana alam. Tak hanya air gorong-gorong yang meluap ke jalan, tingginya curah hujan juga menimbulkan bencana longsor, pohon tumbang hingga memakan korban jiwa. Salah satunya, Pura Taman Beji di Desa Adat Buduk, Kecamatan Mengwi, rusak parah karena terjangan banjir. Akibatnya, tembok panyengker Pura Taman Baji roboh sepanjang kurang lebih sepuluh meter. Tidak itu saja, bagian fondasi tembok panyengker ikut tergerus air, hingga Bale Pesandekan yang juga ada di Pura Taman Beji pun rawan roboh. Menurut informasi warga, air sungai yang mengalir dari utara meluap menyusul hujan deras yang terjadi pada dini hari. Posisi Pura Taman Beji bersebelahan langsung dengan aliran sungai, maka saat aliran air sungai sedang deras seketika menerjang tembok panyengker. Selain itu, diperparah dengan ikut meluapnya aliran sungai dari areal persawahan yang ada di sebelah barat Pura Taman Beji. Tidak saja tembok panyengker yang roboh, tanah yang berada di sebelah barat Pura Taman Beji pun ikut longsor. Alhasil, longsoran tanah menyebabkan Bale Piasan roboh. Perbekel Desa Buduk I Ketut Sudarsana mengatakan, banjir yang menerjang Pura Taman Beji ini bukan kali per-
BPM/eka
AMBROL - Seorang warga melihat kondisi tembok panyengker Pura Taman Beji Desa Adat Buduk, Badung yang ambrol tergerus air, Sabtu (8/12) kemarin. Selain di tempat ini, sejumlah tempat di Badung terendam air akibat hujan deras yang sempat mengguyur selama beberapa jam. tama terjadi. Dikatakan, pada tanggal 10 Desember 2017, banjir besar juga menyebabkan kerusakan cukup parah saat itu. “Untuk banjir yang kedua kalinya ini terjadi pada dini hari tadi. Tapi bukan karena aliran sungai dari utara saja, air dari sungai yang ada di sebelah barat pura juga meluap,” ujar Ketut Sudarsana, Sabtu kemarin. “Syukurlah bencana pohon tumbang di Pura Dalem Solo tidak menyebabkan korban jiwa,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung dr. Ni Nyoman Ermy Setiari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, hingga Sabtu siang, bencana alam yang ditimbulkan akibat hujan lebat disertai angin kencang mencampai sebelas kejadian. Di antaranya banjir yang mengakibatkan
jebolnya garasi dan tembok rumah di Perumahan Dalung Permai Blok NN. Banjir di Pasar Kerobokan yang merendam beberapa kios dan mobil. Anak hanyut di sungai saluran irigasi di Banjar Darmayasa, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi. Pohon tumbang di Desa Pangsan, Kecamatan Petang, banjir di Perumahan Tirta Graha di Banjar Anyar Kaja, Kelurahan Kerobokan. Pohon tumbang di Pura Dalem Solo di Banjar Tambak Sari, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi. Senderan jebol mengakibatkan longsor di Pura Beten Bingin, tanah longsor di Banjar Sekarmukti, Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Pohon tumbang di Desa Kuwum, senderan jebol di kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, dan tanah longsor di Pura Taman Beji Dewa Yadnya, di Banjar Sengguan, Desa Buduk, Mengwi. (kmb27)
HUJAN deras yang mengguyur Denpasar dan sekitarnya, Sabtu (8/12) dini hari kemarin, menyebabkan sejumlah lokasi terendam banjir. Bukan saja kawasan permukiman dan sekolah, tergenang banjir, pasar pun tak luput dari terjangan banjir. Seperti yang menimpa para pedagang di Pasar Kumbasari, Jalan Gajah Mada. Pasar ini terendam hingga setinggi 1,25 meter akibat air Tukad Badung yang meluap. Sedikitnya 310 kios pedagang yang ada di lantai I terendam sejak pukul 02.45 Wita dan air baru surut pkl. 05.30 Wita. Salah seorang penjaga kios, Ayung, mengatakan peristiwa serupa sudah empat kali terjadi. Namun, kejadian kali ini terbilang cukup cepat surut. Sebelumnya, air sampai melewati rak tempat memajang barang dagangannya. “Banjir seperti ini sudah sering terjadi saat musim hujan tiba,” ujar penjaga toko Eka Jaya ini. Direktur PD Pasar Denpasar A.A. Yuliarta yang ditemui di sela-sela memantau pedagang mengatakan, dari sekitar 730 pedagang yang ada di Pasar Kumbasari sedikitnya 310 pedagang terdampak banjir. Akibat kejadian ini, kerugian yang dialami pedagang sekitar Rp 95 juta. “Kain-kain perada yang terkena air tentu tidak bisa digunakan lagi. Itu yang menyebabkan pedagang rugi,” kata Yuliarta. Dikatakan, air masuk ke kios pedagang ini melalui saluran dari drainase tengah. Karena posisinya lebih rendah, maka air sungai masuk ke dalam. Biasanya saluran itu berfungsi untu membuang air yang ada di dalam. Kalau dari sungai masuk halaman, tidak bisa karena temboknya cukup tinggi. Menyikapi kondisi ini, anggota Komisi III DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra yang memantau banjir di pasar itu kemarin, mengatakan perlu adanya penataan kembali pasar tersebut. Misalnya dengan menjadikan lantai I ini tempat parkir, sehingga pedagang tidak terus mengalami bencana seperti ini. Selain di Pasar Kumbasari, banjir juga melanda sejumlah lokasi. (ara)
BPM/ist
TERENDAM - Kondisi Pasar Kumbasari yang kembali terendam banjir pada Sabtu (8/12) kemarin.
Di Karangasem
Terjadi Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem pada Sabtu (8/12) dini hari kemarin, memicu terjadinya bencana alam tanah longsor dan pohon tumbang. Atas kejadian itu, memaksa BPBD Karangasem harus bekerja ekstra keras untuk menangani kejadian tersebut. Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa, Sabtu (8/12) kemarin mengungkapkan, jika hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem Jumat (7/12) malam sampai Sabtu (8/12) dini hari, mengakibatkan sejumlah bencana, yakni pohon tumbang yang terjadi di Jalan Raya Sanghyang Ambu Amlapura, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem yang mengakibatkan terjadinya kemacetan. Kejadian ini sudah ditangani dan akses jalan kembali normal. Kemudian, di Banjar Dinas Tumbu, Desa Tumbu, juga terjadi pohon tumbang menimpa akses jalan yang mengakibatkan sedikit kemacetan, di Banjar Dinas Pangi, Desa Adat Karangasem pohon tumbang menimpa kabel listrik milik PLN dan tertutupnya akses jalan raya. Arimbawa juga menambahkan, tak hanya itu di Banjar Dinas Bugbug Kelodan, Desa Bugbug, juga terjadi pohon tumbang menimpa akses jalan raya dan saat ini sudah dapat ditangani. Di Banjar Dinas Telaga, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, pohon tumbang menimpa setengah badan jalan raya, di Banjar Dinas Tenggang, Desa Seraya, pohon tumbang menimpa rumah milik I Komang
Karya (65), dan sudah dapat dilakukan penanganan dibantu juga oleh PMI Karangasem beserta masyarakat setempat. Di Banjar Dinas Tegal Bengkak, Desa Bhuana Giri, Bebandem, pohon tumbang menimpa rumah milik I Nengah Warta (50). “Petugas sudah melakukan penanagan terkait bencana tersebut. Dan saat ini petugas masih melakukan penangan di sejumkah titik. Karena pohon tumbang yang terjadi cukup banyak. Sehingga kita harus bekerja ekstra keras untuk menangani ini,” ungkapnya. Dia menambahkan, pihaknya memang menemukan sejumlah kendala dalam melakukan penanganan tersebut. Anggota cukup terbatas untuk menangi banyaknya pohon tumbang yang terjadi. Tak hanya itu, Arimbawa juga menegaskan, jika pihaknya juga mengalami keterbatasan peralatan untuk melakukan pemotongan pohon. “Kondisi itu membuat kita kewalahan. Kita juga masih kekurangan alat pemotong kayu chain shaw. Jadi untuk penanganan pohon tumbang ini, harus kita lakukan secara bergilir,” jelas Arimbawa. Sementara itu, warga yang rumahnya tertimpa pohon, Nengah Warta, menuturkan, kalau pohon tumbang menimpa rumahnya sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu di wilayahnya memang terdapat hujan deras. “Saat kejadian, tempat tidur saat kebetulan kosong sehinga tidak ada korban jiwa. Pohon yang menimpa rumah adalah pohon nangka dengan panjang sekitar 15 meter,” ujarnya. (kmb41)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Pon, 9 Desember 2018
Paguyuban SRC Bali Gelar Undian Gebyar 2018
Diharapkan Mampu Tingkatkan Jumlah Pelanggan dan Bisa Bersaing dengan Toko Modern PAGUYUBAN Sampoerna Retail Community (SRC) Bali melaksankan kegiatan program pengundian gebyar SRC 2018 yang dilaksanakan di Balai Banjar Jasri, Kelurahan Subagan, Sabtu (8/12) kemarin. Dalam kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota SRC di seluruh Bali ini, merupakan kegiatan untuk meningkatkan loyalitas para pelanggan, meningkatkan daya saing dengan toko modern serta meningkatkan omzet. Regional Relation & CSR Armytanti Kasmito mengungkapkan, sebenarnya SRC merupakan retail binaan dari Sampoerna. Di mana pihaknya melihat banyak potensi toko-toko binaan retail yang dimilik perseorangan khususnya yang ada di Bali untuk terus dikembangkan. Sebab, dia tidak dapat memungkiri jika belakangan ini semakin banyak tokotoko modern yang tumbuh. Maka dari itu, pihaknya tidak ingin toko-toko yang milik perseorangan ini kurang dilirik oleh konsumen. Untuk itulah, pihaknya melaksanakan program kegiatan ini guna meyakinkan konsumen untuk berbelanja di toko-toko milik perorangan ini. “Untuk itulah kita buat kegiatan yang manarik, yakni pengundian SRC ini. Kita harapkan dengan kegiatan ini nantinya mampu untuk meningkatkan omzet. Kegiatan ini kita tidak hanya mementingkan peningkatan omzet saja. Tapi kita juga mementingkan komunikasi yang baik serta ingin sharing dengan toko-toko yang belum berkembang. Sehingga nantinya mereka bisa secara
SRC - Paguyuban Sampoerna Retail Community (SRC) Bali melaksankan kegiatan program pengundian gebyar SRC 2018 yang dilaksanakan di Balai Banjar Jasri, Kelurahan Subagan, Sabtu (8/12) kemarin. bersama-sama maju dengan Paguyuban SRC ini,” ujarnya. Dia menjelaskan, jika memang sebuah toko kesulitan untuk dapat mengembangkan usaha yang mereka jalani, maka mereka bisa mencari solusinya di Paguyuban ZRC ini. Merka dapat meminta masukan-masukan atau ilmu supaya usaha yang dijalani bisa maju, berkebang serta dapat bersaing dengan toko modern. “Dengan begitu, maka ke depannya semakin banyak lagi muncul pelakupelaku usaha UKM. Sehingga ke depannya diharapkan bisa maju dan berkembang serta dapat mengikuti persaingan sekarang ini yang semakin sulit,” katanya. Ketua SRC Bali I Ketut Gede Bayu Yuda mengatakan, sampai saat ini jumlah anggota SRC yang tersebar di seluruh Bali mencapai 1.024.
Dan jumlah ini diyakini ke depannya akan terus bertambah. Untuk itu, pihaknya bakal mencari kualitas untuk meningkatkan jumlah anggota SRC. “Pada intinya kita ingin membantu warungwarung tradisional di Bali supaya ke depannya tidak kalah bersaing dengan tokotoko modern yang belakangan ini terus menjamur,” katanya. Dia menjelaskan, untuk bisa bersaing lagi ke depannya, pihaknya bakal berencana membuat aplikasi belanja online yang diberi nama Ayo SRC. Rencananya program tersebut bakal di-launching tahun 2019 di seluruh Bali. “Upaya itu dilakukan untuk menambah omzet. Di samping itu juga untuk meningkatkan loyalitas para pelanggan guna meningkatkan daya saing dengan toko modern yang lainnya. Karena sebagai retail
tradisional yang ingin lebih dikenal oleh masyarakat,” jelas Bayu Yuda. Ketua Panitia Kegiatan I Made Sudnyana menjelaskan, untuk di Karangasem memiliki sebanyak 62 SRC. Dalam memajukan dan mengembangkan SRC ini, selama ini telah mendapatkan pembinaan dari Sampoerna dalam bentuk wawasan dalam pengembangan usaha retail baik fisik maupun nonfisik di tengah kompetisi industri retail modern saat ini. ”Kita ingin menunjukkan eksistensi dan kemandirian dalam bentuk gebyar yuk belanja ke SRC. Kita harapkan lewat kegiatan ini SRC dapat menyebarluaskan ilmu dan manfaat yang bertujuan menggali untuk mendorong roda perekonomian di daerah maupun nasional. Untuk itu kita juga berharap program ini juga dapat memberikan dampak positif dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk memberikan kontribusi positif dalam peningkatan prokdutivitas ekonomi kerakyatan,” jelasnya. Ketua SRC Denpasar Wayan Sukamahadi menerangkan, pihaknya berharap anggota STC terus berkembang atau bertambah. Dimana pada tahun 2019 pihaknya mengharapkan jumlah SRC meningkat menjadi 2.000 toko yang tersebar di seluruh Bali. Nantinya 2.000 toko di bagi seluruh kabupaten/kota di Bali. “Untuk produk-produk yang dijual, yakni semua produk food dan non-food. Nantinya akan ada program seperti pasar murah di tokotoko SRC di waktu-waktu tertentu seperti Galungan dan Kuningan,” jelasnya. (ad322)
Astra dan The Bali Hope Gelar ”Swimrun” Pertama di Asia Tenggara-Australia SEBANYAK 20 pelari dari enam negara yaitu Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand, dan Swedia mengikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Sabtu (8/12) kemarin. Kegiatan berenang dan lari atau yang biasa disebut swimrun ini merupakan olahraga yang sedang berkembang pesat di Swedia. Untuk kali ini, para peserta menempuh jarak lari 20 km dan berenang sejauh 3 km. Menurut Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk, Boy Kelana, The Bali Hope Swimrun ini merupakan kegiatan berenang dan lari pertama kali di Asia Tenggara dan Australia. Ini sekaligus menjadi ajang menggalang dana untuk melindungi lingkungan di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dari polusi sampah plastik serta edukasi lingkungan dalam bahasa Inggris di 6 sekolah di Nusa Lembongan melalui Bali Children Foundation. “Kedua pulau ini merupakan destinasi yang dikunjungi oleh ribuan wisatawan setiap harinya,” ujarnya. Diungkapkannya, lebih dari empat dekade lalu, PT Astra International Tbk. telah melakukan kontribusi sosial berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar instalasi Astra berada. Kini, Astra semakin fokus pada empat pilar kontribusi sosial yaitu kesehatan, pendidikan, pemberdayaan UKM dan ling-
kungan. “Astra berperan dalam kegiatan kesehatan, pendidikan dan lingkungan di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Bali, melalui The Bali Hope Swimrun pada 5-9 Desember 2018,” ucapnya. Sementara di pilar lingkungan, Astra juga mengembangkan Kampung Berseri Astra untuk menuju Desa Sejahtera Astra. Kampung Berseri Astra saat ini mencapai 77 di 34 provinsi dan 304 Desa Sejahtera Astra di 22 provinsi di seluruh Indonesia. “Pada prinsipnya, apapun kegiatan yang dilakukan Astra harus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Hal
ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,” tambahnya. Selain the Bali Hope Swimrun, ada juga kegiatan berbagi pengalaman menjaga lingkungan dari sampah oleh penerima Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2010. Yakni Amilia Agustin serta bersih-bersih pantai. Seluruh kegiatan tersebut melibatkan masyarakat setempat di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan sebagai tuan rumah. Amilia merupakan satu dari 245 penerima SATU Indonesia Awards tingkat nasional dan provinsi dari periode tahun 2010 hingga 2018.
Sementara itu, Perbekel Lembongan Ketut Gede Arjaya pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas suport dari pihak Astra terhadap kegiatan ini. Dengan adanya acara seperti ini, pihaknya yakin Nusa Lembongan akan lebih dikenal lagi di mancanegara. Untuk itu, melalui program yang digalakkan pihak Bali Children Foundation bersama Friends of Lembongan, pihaknya berharap kawasan Lembongan akan lebih bersih lagi dari sampah plastik. “Say no to plastic. Kami berharap acara seperti ini bisa terus berlanjut kemudian hari,” harapnya. (bns1)
ASTRA - Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk, Boy Kelana, saat melepas peserta The Bali Hope Swimrun, di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Sabtu (8/12) kemarin.
BPM/ist
JUARA - Kajari Denpasar Sila H. Pulungan saat menerima penghargaan Juara Harapan I Kejaksaan Negeri Terbaik se- Indonesia.
Promosi Setelah Raih Penghargaan
BEBERAPA hari setelah mendapatkan penghargaan menjadi Kejaksaan Negeri terbaik di Indonesia, persisnya menyabet juara Harapan 1 seIndonesia, Kajari Denpadar Sila H. Pulungan kini mendapatkan promosi jabatan yang lebih tinggi. Oleh Kejaksaan Agung RI, dia dipercaya menjabat sebagai Asisten Tindak Pidana Umum pada Kejati Sulawesi Selatan di Palembang. “Ya, saya dimutasi menjadi Aspidum di Kejati Sulsel,” ucap Kajari Denpasar Sila H. Pulungan, Sabtu (8/12) kemarin. Selama setahun menjabat, banyak hal dia lakukan khususnya dalam pembenahan di internal kejaksaan. Baik itu pembangunan fisik kantor
kejaksaan, hingga sekarang wajah Kejari Denpasar yang beralamat di Jalan PB Sudirman, begitu nyaman dikunjungi masyarakat. Penataan ruangan kerja, ruangan penyandang disabilitas, ruangan ramah anak, ruangan menyusui, semua tersaji di kejaksaan. Tak pelak, kejaksaan yang dipimpinnya saat Rakernas Kejaksaan RI di Hotel Bali Beach di Sanur dua pekan lalu, Sila H Pulungan menerima penghargaan Juara Harapan 1 Kejari seluruh Indonesia. Dan pascapemberian penghargaan, Jaksa Agung M Prasetyo menyempatkan diri mendatangi langsung Kejaksaan Negeri Denpasar. Dan kedatangan orang nomor satu
di korps Adyaksa RI memberikan kesan tersendiri karena memang banyak perubahan yang dilakukan oleh Sila H Pulungan, dalam mengelola kejaksaan. Dan kini, pria yang juga sempat mendedikasikan dirinya di luar negeri sebagai wakil jaksa di sana mendapatkan promosi jabatan sebagai Aspidum di Palembang. Sebelum meninggalkan Denpasar, sempat mengadakan lomba pidato tingkat SMP se-Kota Denpasar. Selain itu, juga akan dilakukan pemusnahan barang bukti perkara pidum yang telah berkekuatan hukum tetap. Dan pada Kamis (13/12) mendatang akan meresmikan gedung barang bukti Kejari Denpasar. (asa)
Wisuda Ke-129
Unud Lepas 902 Wisudawan
SEBANYAK 902 wisudawan dilepas Rektor Universitas Udayana (Unud) pada upacara wisuda ke-129, Sabtu (8/12) kemarin di Gedung Auditorium Widya Sabha kampus Bukit Jimbaran. Para wisudawan tersebut dari 635 orang Sarjana, 88 orang Profesi, 35 orang Dokter Spesialis, 134 orang Magister, dan 10 orang Doktor. Sehingga jumlah kesluruhan wisudawan Unud hingga kini sekitar 88.913 orang Wakil Rektor Bidang Akademik Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. menyampaikan laporan bahwa jumlah wisudawan kali ini didominasi kaum laki-laki. Namun dari sisi prestasi akademik, IPK wisudawan perempuan lebih baik dibandingkan laki-lakinya. Rata-rata IPK perempuan 3,53 dan rata-rata IPK lakilaki 3,39. Selain itu lama studi yang ditempuh wisudawan perempuan lebih singkat dibandingkan wisudawan laki-laki. Dalam wisuda kali ini terdapat 21 wisudawan yang merupakan penerima beasiswa bidikmisi. Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor berharap agar melalui pendidikan yang telah ditempuh, para wisudawan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan saja, tetapi juga mampu berkehidupan yang cerdas dengan tata krama yang santun dan berguna bagi masyarakat. Dalam sambutan, Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). menyampaikan bahwa sebagai institusi pendidikan, Unud berupaya untuk terus berbenah agar
WISUDA - Rektor Unud mewisuda sejumlah lulusan terbaik pada wisuda ke-129 di Auditorium Widya Sabha kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (8/12) kemarin. menghasilkan lulusan yang profesional, unggul, mandiri, dan berbudaya. Serta selalu mendorong fakultas untuk memotivasi mahasiswanya agar dapat lulus tepat waktu. Program internasionalisasi telah dilakukan, melalui pembinaan beberapa program studi untuk mengikuti sertifikasi internasional, seperti AUN-QA. Unud juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi baik dalam maupun luar negeri untuk mendukung program tersebut. Selain itu, perbaikan tata kelola juga telah dilakukan, yakni dengan menyiapkan beberapa layanan untuk mengikuti sertifikasi ISO 9001:2015 dan telah dilaksanakan implementasi penerapannya. Tidak hanya itu, melalui pusat pengembangan karier dan kewirausahaan juga telah digelar Udayana career days. Ini merupakan bursa lowongan kerja bagi alumni
melalui kerja sama dengan beberapa perusahaan swasta. Sebagai salah satu upaya dalam memperoleh umpan balik dari para alumni untuk perbaikan serta pengembangan kualitas dan sistem pendidikan, maka Unud melakukan tracer study. Rektor Unud menambahkan, nantinya setelah kembali ke tengah-tengah masyarakat diharapkan para wisudawan mampu menjadi SDM yang unggul. Dengan kompetensi yang dimiliki mampu bersaing dan terus mengembangkan diri. Memiliki rasa tanggung jawab atas keilmuan yang dimiliki, dan mampu memecahkan masalah. “Selain unggul, mandiri, tentu juga berbudaya. Menekankan tentang pentingnya nilai-nilai yang berkaitan dengan ahklak, moral. Karena budaya akademik adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran,” pesan Raka Sudewi. (ad148)
HUT Ke-72 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar
Canangkan Penyatuan AFS dan STIBA ke Unmas PERGURUAN Rakyat (PR) Saraswati Pusat Denpasar sebagai perguruan tertua di Bali menggelar resepsi HUT ke-72 secara semarak, Sabtu (8/12) kemarin. Puncak HUT sebenarnya diawali dengan apel bendera, namun dibatalkan karena lapangan SLUA Saraswati kebanjiran akibat hujan deras semalam.
BPM/wan
HUT- Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Bagus Ketut Lodji, bersama pengurus potong tumpeng saat puncak HUT ke-72 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar.
Puncak resepsi HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng HUT oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. bersama Ketua Badan Pembina IGB Yudhara, MBA., Sekretaris I Dewa Sukanada, B.A. dan pimpinan PT Sementara maklumat Saraswati dibacakan WR I Unmas Dr. Nengah Landra, S.E., M.M. Acara juga dihadiri pimpinan cabang Saraswati di Bali dan Lombok. Acara semakin semarak karena dipentaskan aneka seni tradisi Bali dari siswa dan mahasiswa. Dalam sambutannnya, Bagus Ketut Lodji mengaku bangga dalam usia 72 tahun semua unit, yakni 18 sekolah
dan perguruan tinggi di bawah Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar tetap eksis dan menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Ini semua berkat perjuangan keras para pendiri Gusti Putu Mertha dan I Gusti Made Tamba. Makanya pengurus yayasan bertekad menjadikan Saraswati tetap eksis di Bali dan menjadi yang terbaik, diminati oleh masyarakat karena mutunya. Tiga hal yang dia tekankan, yakni wujudkan rasa kebersamaan sehingga tercipta suasana yang kondusif. Kedua, tingkatkan rasa wirang agar Saraswati tetap ajeg. Ketiga, tingkatkan disiplin serta etos kerja sehingga Saraswati menjadi lembaga yang mampu menghasilkan lulusan yang
cerdas dan berkarakter. Saat itu Bagus Ketut Loji juga mencanangkan penyatuan dua PT di Sarasati, yakni Akademi Farmasi Saraswati (AFS) dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati disatukan ke Unmas. Dengan demikian AFS akan menjadi Fakultas Farmasi dengan prodi S-1 Farmasi dan STIBA menjadi Fakultas Bahasa Asing. Dengan demikian Unmas makin kuat dan menjadi PT yang hebat. Dasar inilah dipakai alasan Bagus Ketut Lodji untuk memotivasi sivitas akademika Yayasan PR Saraswati untuk tidak gentar menghadapi persaingan berat di masa depan. Termasuk adanya kebijakan wajib belajar 12 tahun karena sejak awal sudah dilawan Saraswati dengan proses, ouput dan outcome yang berkualitas. Dia juga mengingatkan warga Saraswati untuk mengembangkan visi dan misi menghasilkan lulusan yang cerdas dan berkarakter. Semua komponen Saraswati harus menjadi
insan-insan yang cerdas dan berbudaya. Untuk semua guru harus mampu menghasilkan lulusan yang cerdas dan manusia hebat Bali masa depan. Saat itu Bagus Ketut Lodji mengucapkan terima kasih kepada sponsor dan Pimpinan KMB Satria Naradha yang ikut terlibat sejak jalan sehat dan Bali Post Goes to School. Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar kelahirannya dibidani alm. Gusti Putu Mertha dan Gusti Made Tamba pada 8 Desember 1946. Sekolah tertua di Bali ini pertama didirikan di Kaliungu, kemudian pindah ke Tainsiat dan kini beroperasi di Jl. Kamboja. Ibu Desak Gede Raka Nadha (alm) termasuk menjadi guru inti dan mengabdi bertahun-tahun di sekolah ini. Ketua Panitia HUT PR Saraswati Dra. Desak Made Asri, M.Psi., menjelaskan, serangkaian HUT keluarga besar PR Saraswati mengelar jalan santai, Bali Post Goes to School, ziarah ke Makam Pahlawan Pancakatirtha dan sembahyang bersama. (sue)
4
Minggu Pon, 9 Desember 2018
Remaja Milenial Rawan Depresi
Perlu Tempat Curhat
MILENIAL - Di era milenial ada kecenderungan remaja mengalami introvert karena pengaruh sosial media. Remaja sekarang lebih sering membandingkan tubuhnya. Mereka menargetkan dirinya cantik, tinggi, putih, dan gaul. Contoh kasus yaitu remaja yang melihat instagram dalam waktu 5 menit. Melihat berbagai akun seperti akun liburan, makanan lezat, akun teman dengan pasangannya. Dalam waktu 5 menit remaja yang melihat akun-akun tersebut akan merasa diri kurang dan minder. Hal ini juga akan membuat remaja depresi. Remaja disarankan untuk tidak membandingbandingkan kehidupan dirinya dengan orang lain di media sosial. Karena yang di media sosial belum tentu sesuai dengan kenyataannya. Remaja dikhawatirkan memendam permasalahan yang dihadapi sehingga timbul gangguan-gangguan psikis seperti kecemasan dan depresi ringan bahkan depresi berat. Maka dari itu remaja membutuhkan tempat menuangkan cerita atau curahan hati (curhat) dan butuh pengawasan ekstra dari orang tua dalam setiap kegiatannya, termasuk memilih tayangan di TV dan media sosial. Demikian diungkapkan Psikolog dari RSUD Wangaya Nena Mawar Sari. Ia menuturkan, di usia remaja (13 - 20 tahun) perlu melakukan jalinan hubungan dengan lingkungan, baik teman sebaya, teman lawan jenis, dan lingkungan sosial. Sementara tugas utama remaja adalah mengembangkan diri. Ada beberapa hal yang membuat remaja depresi atau stres, yaitu karena kurangnya support system. “Support system adalah orang di belakang layar yang siap sedia menerima dia apa adanya, yang mau mendengarkan ceritanya, yang mau mengingatkan kalau dia salah, memuji kalau dia berhasil. Itu yang mungkin tidak semua remaja punya,” bebernya. Support system ini meliputi, jalinan komunikasi dengan keluarga, teman sebaya, sekolah.
USIA remaja merupakan usia yang labil, emosional belum kuat dan mudah terpengaruh. Apalagi saat ini pembelajaran di sekolah semakin padat. Remaja yang hidup di era milenial juga mudah terkena pengaruh. Sehingga timbul permasalahan-permasalahan perasaan dan hati dalam dirinya.
Sistem Selain support system dari luar, juga ada support system dari dalam diri. Namun hal ini tergantung dari pola asuh yang didapatkan dari orang tua. “Kalau orang tua membentuk pola asuh remaja menjadi lebih rapuh, tidak berdaya, mengalihkan ke hal-hal negatif, masalah dianggap sebagai kutukan atau hal-hal yang membuat dia hidupnya berakhir, nah itu tergantung dari pola asuh apa yang dilihat dari orang
tua. Orang tua kalau punya masalah, lalu cepat bilang mau mati, gampang sekali bilang putus asa. Si remaja ini menjadi punya role play si orang tuanya,” jelasnya. Remaja terkadang meniru apa yang dilakukan orang tua, bukan bawaan tapi pola asuh. Penyebab remaja mengalami gangguan psikis hingga depresi: 1. Ketidakseimbangan hormonal. 2. Tekanan lingkungan sosial seperti di-bully. 3. Genetik, misalnya orang tuanya juga mengalami gangguan psikis. 4. Kurang komunikasi dalam keluarga atau memang remaja tersebut sudah memiliki bakat introvert (tertutup). Ada tiga tipe kepribadian yaitu introvert (tertutup), ekstrovert (ekstrovert), dan ambivert (kadang mau terbuka, terkadang tertutup). Kita tidak bisa menentukan orang tersebut introvert, ekstrovert dan ambivert. “Zaman sekarang susah mendeteksi orang introvert, ekstrovert, atau ambivert. Sering orang ngobrol di kafe. Dia orangnya ekstrovert tapi bisa jadi dia orang depresi yang menenggelamkan diri dalam suasana keramaian,” ujarnya. Introvert Penyebab orang mengalami introvert bisa karena trauma. Misalnya, sebelumnya pernah curhat ke orang namun tidak mendapatkan tanggapan yang baik. Selain itu juga disebabkan lingkungan ramai yang membuatnya tidak nyaman. Karena mungkin ketika di lingkungan ramai dia diejek, di-bully atau ditertawakan. Penyebab lainnya yaitu ketika curhat dengan seseorang, malah hal itu dijadikan bahan ejekan. “Sehingga orang yang tadinya mau curhat, engga jadi dan memilih me-
nyendiri,” imbuhnya. Di era milenial ada kecendrungan remaja mengalami introvert karena pengaruh sosial media. Remaja sekarang lebih sering membandingkan tubuhnya. Mereka menargetkan dirinya cantik, tinggi, putih, dan gaul. Contoh kasus yaitu remaja yang melihat instagram dalam waktu 5 menit. Melihat berbagai akun seperti akun liburan, makanan lezat, akun teman dengan pasangannya. Dalam waktu 5 menit remaja yang melihat akun- akun tersebut akan merasa diri kurang dan minder. Hal ini juga akan membuat remaja depresi. Remaja disarankan untuk tidak membanding-bandingkan kehidupan dirinya dengan orang lain di media sosial. Karena yang di media sosial belum tentu sesuai dengan kenyataannya. “Remaja curhatnya di sosial media. Makanya saya juga buat edukasi lewat sosial media. Supaya remaja mau cerita, jangan sampai nunggu depresi tapi dia sudah berani cerita ke psikolog melalui konten- konten yang ada di sosial media,” bebernya. Figur Untuk bisa bercerita, remaja butuh figur, seperti figur guru BP. Guru BP diharapkan tidak hanya mengurus soal rok pendek, rambut remaja, merokok tapi juga menjadi sahabat bagi remaja sehingga remaja merasa punya tempat yang nyaman untuk bercerita. Selain peran sekolah melalui guru BP, juga perlu kelompok teman sebaya yang peduli. Bagi remaja yang hidup di era milenial, basic keluarga sangat penting. Keluarga perlu mendampingi dan bercerita dengan remaja, bahwa mensyukuri apa yang dimiliki saat ini. lmay
Mengapa ”Bongol”? Seorang pasien lanjut usia sudah agak lama merasakan ada yang tidak beres pada kedua telinganya. Kedua telinganya kurang mendengar suara orang apalagi dalam suasana ramai dan ada suara mendenging. Bila pasien itu berbicara, suaranya sangat keras sehingga dianggap seperti membentak oleh orang yang diajak berkomunikasi. Pasien memiliki riwayat pada masa kecil pernah mengalami sakit telinga dan demam yang beberapa lama kemudian sembuh tanpa diobati. Namun, selanjutnya dirasakan dari liang telinga kanan sering keluar cairan putih kekuningan kadang jernih sampai kental. “Telinga Bapak akan saya periksa”, kata dokter ahli THT-KL yang dikunjunginya sore itu. “Liang telinga Bapak bersih namun gendang telinga kanan Bapak berlubang, saya perlu memeriksa tajam pendengaran kedua telinga Bapak”, dokter menyampaikan kepada pasien dengan suara lembut. Dengan sabar dokter menjelaskan hasil analisis pemeriksaan tajam pendengaran dengan alat khusus yang disebut audiometer. Hasilnya dalam bentuk grafik yang menggambarkan kemampuan dan ketajaman pendengaran kedua telinga. Lama pemeriksaan kurang lebih selama sepuluh menit. Simpulan hasil pemeriksaan, pasien mengalami gangguan pendengaran pada kedua telinga. Telinga adalah salah satu dari organ panca indera. Melalui indera pendengaran kita terhubung dengan dunia luar, kita dapat mengetahui keadaan lingkungan sekitar seperti suara panggilan, merdunya sebuah lagu atau riuhnya angin kercang yang menggoyang pepohonan. Suara dari dunia luar diserap melalui getaran gelombang suara yang ditangkap oleh organ pendengaran. Tuli Persepsi kurang mendengar akibat adanya gangguan dalam penghantaran gelombang suara melalui organ pendengaran atau proses asosiasi di otak disebut tuli. Di Bali, tuli lazim disebut bongol. Salah satu penyebab bongol yang tersering adalah liang telinga tersumbat oleh kotoran telinga dalam bahasa kedokteran adalah
serumen. Sumbatan akan menghalangi penjalaran masuknya gelombang suara untuk menggetarkan gendang telinga. Dalam Ilmu kedokteran, gangguan pendengaran atau ketulian berdasarkan penyebab dapat dibagi dalam beberapa jenis. Gangguan Pendengaran Konduktif Pada gangguan pendengaran jenis ini, penjalaran gelombang suara yang berasal dari lingkungan luar tidak dapat mencapai telinga tengah. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa gangguan atau lesi pada saluran telinga luar, tulang pendengaran dan ruang telinga tengah. Pada bentuk gangguan pendengaran konduktif yang murni (tanpa komplikasi) biasanya tidak terdapat kerusakan pada telinga bagian dalam maupun jalur persarafan pendengaran yaitu saraf vestibulokoklearis (Nervus VIII). Gejala yang ditemui pada gangguan pendengaran jenis ini meliputi riwayat keluarnya cairan dari telinga atau riwayat infeksi telinga sebelumnya, perasaan seperti ada cairan dalam telinga tengah dan seolaholah cairan bergerak dangan perubahan posisi kepala, dan dapat disertai tinnitus (suara mendengung). Pada gangguan pendengaran jenis ini, penderita akan mendengar suaranya lebih keras pada sisi yang sakit. Pada pemeriksaan fisik telinga atau otoskopi, bisa dijumpai serumen pada kanal telinga luar, perforasi gendang telinga, atau keluar cairan dari telinga tengah. Pada tes fungsi pendengaran, biasanya penderita tidak dapat mendengar suara bisik pada jarak sekitar 5 meter dan sulit untuk mendengar kata-kata yang mengandung nada rendah. Pada tes dengan garpu tala (penala) dijumpai (istilah dalam THT) yaitu tes Rinne negatif, tes Weber didapati lateralisasi ke arah yang sakit dan tes Schwabach didapati hasil memanjang. Gangguan Pendengaran Jenis Sensorineural Gangguan pendengaran jenis ini umumnya irreversible (sulit menjadi normal). Gejala yang ditemui pada gangguan pendengaran jenis ini adalah suara percakapan penderita
Kisara
biasanya lebih keras dan memberi kesan seperti suasana yang tegang dibanding orang normal. Perbedaaan ini terlihat lebih jelas bila dibandingkan dengan suara yang lembut dari penderita gangguan pendengaran jenis konduktif. Penderita biasanya lebih sulit untuk mendengar atau mengartikan suara atau percakapan dalam suasana gaduh dan ramai dibandingkan suasana sunyi. Pada pemeriksaan fisik telinga atau otoskopi dapat dijumpai kelainan atau tidak pada gendang telinga. Pada tes fungsi pendengaran penderita tidak dapat mendengar percakapan bisik pada jarak lima meter dan sulit untuk mendengar kata-kata yang mangandung nada tinggi. Pada tes garpu tala terdapat Rinne positif dimana hantaran udara lebih baik daripada hantaran tulang, tes Weber terdapat lateralisasi ke arah telinga sehat, dan tes Schwabach ada pemendekan hantaran tulang. Gangguan Pendengaran Jenis Campuran Gangguan pendengaran jenis ini merupakan kombinasi dari gangguan pendengaran jenis konduktif dan sensorineural. Mula-mula gangguan pendengaran jenis ini adalah jenis hantaran (misal otosklerosis), kemudian berkembang lebih lanjut menjadi gangguan jenis sensorineural. Dapat pula sebaliknya, awalnya gangguan pendengaran jenis sensorineural, kemudian diikuti dengan gangguan jenis hantaran. Kedua jenis gangguan tersebut juga bisa terjadi bersamaan seperti trauma atau benturan kepala yang berat kemudian mengenai telinga bagian tengah dan telinga dalam. Pada pemeriksaan fisik telinga atau otoskopi dapat dijumpai kelainan atau tidak pada gendang telinga. Pada tes bisik penderita tidak dapat mendengar suara bisik pada jarak lima meter dan sulit mendengar katakata baik yang mengandung nada rendah maupun nada tinggi. Pada tes garpu tala ditemukan tes Rinne negatif, tes Weber lateralisasi kearah yang sehat, dan tes Schwabach memendek. Demikian pentingnya pendengaran kita
l dr. Pande Nyoman Bayu Tirtayasa, S.Ked.
BONGOL - Persepsi kurang mendengar akibat adanya gangguan dalam penghantaran gelombang suara melalui organ pendengaran atau proses asosiasi di otak disebut tuli, di Bali lazim disebut bongol. Salah satu penyebab bongol yang tersering adalah liang telinga tersumbat oleh kotoran telinga dalam bahasa kedokteran adalah serumen.
Serba-serbi Depresi
“Halo Kisara! Aku Bagus mau berbagi masalah sedikit nih, mohon solusinya ya. Aku punya sahabat, sebut aja namanya Putra. Jadi Putra baru aja putus dari pacarnya, dan akhir-akhir ini sering banget ngepost instastory soal depresi, ngelike postingan soal depresi juga, dan kemarin dia ngomong ke aku kalau dia itu depresi. Tapi aku masih belum terlalu paham Kak, sebenernya depresi itu apa? Memang sih, aku ngerasa akhir-akhir ini Putra jadi suram banget. Aku harus gimana ya Kak, supaya Putra bisa ceria dan nggak depresi lagi? Pengen banget sih ngebantu dia, tapi aku takut salah dan malah ngebuat dia tambah sedih. Terima kasih Kak!” “Halo Bagus. Kisara salut akan niatmu yang ingin membantu temanmu untuk keluar dari depresinya. Sebelumnya, mari kita mengenal apa sih itu depresi? Nah, menurut WHO, depresi ini merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan susasana hati yang terus tertekan atau kehilangan minat dalam beraktivitas,yang bisa menurunkan kualitas hidup sehari-hari secara signifikan. Penyebab depresi bisa jadi karena beberapa faktor, misalnya stres yang berkepanjangan dan juga akibat faktor genetik.
sebagai media interaksi sosial, sehingga harus dijaga dengan sebaik-baiknya melalui upaya-upaya sederhana salah satunya mengurangi kebisingan dan menjaga kesehatan telinga. Semoga bermanfaat.
Depresi ini berbeda dengan stres ya! Gejala depresi jauh lebih rumit dibandingkan gejala stres. Seseorang yang depresi biasanya menunjukkan gejala seperti sulit berkonsentrasi, suka menyendiri, mengalami demotivasi atau perasaan seperti ingin menyerah, dan bahkan adanya pikiran untuk bunuh diri. Langkah awal yang perlu kamu lakukan adalah mencoba mencari tahu, apakah temanmu benar-benar mengidap depresi atau mengalami stres? Namun, apapun nantinya kondisi yang dialami temanmu,
tentunya kamu sudah sadar bahwa saat ini temanmu sedang berada di titik rendahnya. Bersedialah untuk mendengarkan ceritanya, dan jangan menghakimi atau memberi saran tanpa diminta. Ingat, ia hanya perlu didengar. Ajak temanmu untuk mengeluarkan emosinya, ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya mengajaknya melakukan kegiatan sesuai hobinya, berolahraga, atau bermeditasi. Emosi yang ada di dalam dirinya sangatlah penting untuk dikeluarkan, bukannya dipendam sendiri. Maka dari itu, selalu bersiaplah untuk menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan curhat teman mungkin merupakan suatu cara agar temanmu bisa merasa lega setelah bercerita. Eits, tunggu dulu. Sebelum itu, pastikan kamu paham apa yang tidak boleh kamu lakukan selama temanmu sedang curhat. Yang pertama, ingat untuk selalu menjadi pendengar yang baik. Usahakan untuk tidak melakukan kegiatan lain
di saat teman bercerita, karena itu bisa saja membuat temanmu merasa tidak didengar. Kedua, jangan membicarakan hal yang membuat dia sedih atau selalu dia hindari untuk dibicarakan. Ini bisa membuat dia mengingat kembali hal yang sudah membuat dia sedih berlarut-larut. Jika menurutmu saat ini temanmu sudah terlalu lama berlarut-larut dalam kesedihannya, dan menurutmu kamu sudah tidak bisa membantunya, kamu bisa tawarkan dia untuk menyelesaikan masalahnya lewat jalur klinis. Saat ini, depresi bisa ditangani oleh psikolog dan pskiater. Nah, jadi itu yang bisa Kisara sarankan untuk Bagus, semoga bisa menjadi solusi untuk permasalahanmu ya. Jika masih ada yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk bertanya di sosial media Kisara ya! Yuk chat personal dengan add line Kisara @ozy7685j . Ditunggu pertanyaan berikutnya, yaaaa! lAnya Darmika
5
Minggu Pon, 9 Desember 2018
Capricorn Berbuat baik karmanya tentu akan baik, untuk itu tak perlu terpengaruh orang-orang yang suka usil. Di minggu ini pointnya jangan khawatir karena bintang masih bersinar dengan terangnya, sehingga ada harapan untuk meraih hasil yang memuaskan. Asmara: Kerinduan terobati, namun selanjutnya jangan disakiti lagi hatinya Aquarius Suasananya masih sibuk dan banyak tugas yang menjadi tanggung jawab Anda. Oleh sebab itu jangan sampai mudah emosi. Jika ingin sukses minggu ini harus tetap tenang dan segala sesuatunya dipikir dengan kepala dingin jangan grusa-grusu alias sembrono. Asmara: Pucuk dicinta ulam tiba, melambangkan bahwa cinta Anda tak bertepuk sebelah tangan. Kemujuran: Ke arah utara. Pisces Jauhi perselisihan kerena hanya buang energi saja dan sebaiknya meningkatkan prestasi kerjanya. Cari kemajuan dan keuntungan mumpung di minggu ini sikon perbintangan Anda sangat mendukung sekali. Dengan tekad bulat dan penuh keyakinan maka sesuatu yang tak mungkin terjadi bisa terbukti. Asmara: Cinta ya cinta, tapi jangan buta, sebab itu akan menjadi beban yang berat dan risikonya pun akan merugikan diri sendiri jika tidak pegang aturan. Aries Waspada saja di minggu ini ada udang di balik batu, sebab keberhasilan Anda selama ini banyak menarik perhatian dan menimbulkan iri-hati, untuk itu jangan terlalu mudah percaya dan cepat memutuskan sesuatu yang masih berupa janji manis di atas kertas. Asmara: Belum saatnya mikir sesuatu yang muluk, lebih baik lihat kenyataan yang ada dan menerima dulu apa adanya. Taurus Problem itu datang silih berganti, kususnya di minggu ini ada-ada saja masalah yang timbul menjengkelkan. Soal keuangan jika tidak dijaga ketat bisa ambrol tidak tertolong. Upayakan tiada penborosan tak berguna selama seminggu ini. Asmara: Suasana yang sudah berjalan dengan damai dan bahagia bisa berubah bak perang dunia ketiga, gara-gara perkataan yang menyinggung hatinya. Untuk itu hati-hati dalam bicara agar hubungan tetap mesra. Gemini Minggu ini banyak income yang masuk namun sayangnya pengeluarannya pun tidak kalah besarnya dengan penghasilannya. Oleh sebab itu berusahalah untuk menghindari semua kegiatan yang bisa mengakibatkan pemborosan tak terduga. Asmara: Apa salahnya meningkatkan perhatian dan kasih sayang padanya sekalipun selama ini si dia diam saja tak pernah menuntut . Cancer Walaupun dengan perjuangan yang berat dan penuh liku-liku namun di minggu ini alhamdullilah impian menjadi kenyataan dan Anda pun bisa tersenyum bahagia menikmati keberhasilan. Asmara: Berpura-pura itu baik saja asalkan tujuannya positif bagi keutuhan hubungan Anda. Leo Jalinlah korespodensi dengan siapapun juga dan berusahalah untuk tidak membeda-bedakan status ataupun derajat, karena bagaimanapun juga Anda pasti akan membutuhkan sesuatu dari hubungan yang baik itu. Selami apa keinginan dan kepandaian mereka, karena hanya dengan itulah Anda bisa tetap meraih kesuksesan. Asmara: Jangan remehkan kerikil-kerikil yang cukup tajam itu, segera cari solusinya. Virgo Ada berita yang cukup mendadak dan memusingkan kepala, walau begitu cobalah untuk tetap menahan diri dan berusaha untuk tenang, sehingga pikiran dan ide-ide cemerlang bisa tetap muncul. Asmara: Tetaplah membina hubungan yang baik dengannya Libra Kreativitas tidak boleh berhenti hanya karena kegagalan di masa lalu, tunjukkan bahwa diri Anda masih mampu berdiri dari kejadian pahit di masa itu. Jadikan hal itu sebagai cambuk untuk meraih kesuksesan di masa mendatang. Asmara: Jangan hanya memikirkan indahnya untuk saat ini saja, akan tetapi kepentingan di masa depan itu yang lebih penting. Scorpio Di minggu ini cukup banyak peluang dan jebakan, untuk itu jangan cepat tergoda dengan sesuatu yang kelihatannya menguntungkan, sebab jika sembrono maka kerugian besar harus siap-siap Anda tanggung. Asmara: Ada sedikit cekcok mulut dan jika tidak ada yang mau saling mengalah, maka akan tetap seperti itu-itu saja. Sagitarius Berhati-hatilah dalam mengeluarkan statement jangan sampai menimbulkan gejolak yang tentu saja akan mengganggu kestabilan dan keharmonisan di lingkungan kerja Anda. Asmara: Cukup tenang dan cekcok mulut sudah tidak begitu sering terdengar.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 9 - 15 Desember 2018
Menggelar Keburukan di Kaki Tuhan api cet su-duracaro bhajate mam ananya-bhak sadhur eva sa mantavyah samyag vyavasito hi sah (Bhagavad-gita 9.30)
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
“Walau orang yang paling berdosa sekali pun datang kepada-Ku, memuja-Ku dengan penuh rasa bhakti tanpa menyimpang, maka orang seperti itu hendaknya diterima sebagai orang suci karena ia memiliki tekad yang mantap.” Di sini dipergunakan kata api cet, yang artinya walaupun, meskipun. Kata ini secara tidak tertulis biasanya diikuti oleh kata seperti: (walaupun) dia begini, dia begitu. Selanjutnya kata api cet diikuti oleh kata su-duracarah. Kata acara berarti tingkah laku atau perbuatan, dur berarti buruk, jahat, jelek atau tidak pantas, dan su berarti amat, atau sangat. Su-duracaro berarti tingkah laku yang teramat sangat buruk/jahat/ jelek. “Bhajate mam ananya-bhak” - (tetapi) ia datang dan memuja Tuhan (bhajate mam), ananya, tanpa mendua. An berarti tidak atau tanpa, dan anya berarti yang lain atau mendua. Sedangkan kata bhak berarti menyatu, tulus, ikhlas. Bhajate mam ananyabhak menunjukkan orang yang berkelakuan tidak baik atau mempunyai masa lalu yang gelap tetapi akhirnya datang dan berbhakti kepada Ida Hyang Parama Iswara tanpa mendua dan dalam kepasrahan totalitas serta tulus ikhlas. Contoh diberikan oleh sastra kuna adalah Lubdhaka dan Ratnakar. Keduanya memiliki sejarah gelap tetapi Lubdhaka setelah meninggal mendapatkan moksa ke Sivaloka dan Ratnakar berubah total “dari bandit menjadi pandit agung” bergelar Maharesi Valmiki yang kemudian menulis karya maha agung, Ramayana Valmiki. Baris berikutnya menjelaskan
bagaimana status orang yang perbuatannya sangat jahat tetapi kemudian datang berlindung pada Tuhan dan mempersembahkan bhakti yang tulus, terfokus pada Hyang Maha Tunggal tanpa mendua. Sadhur eva sa mantavyah; sadhu berarti orang suci, mantavyah, dimengerti sebagai (sadhu). Penyerahan diri secara totalitas pada kaki padma Tuhan Yang Maha Esa (atma-samarpanam), sadhur eva sa mantavyah berarti orang seperti itu (eva) harus dipahami sebagai orang yang berhati bersih dan suci. Samyag vyavasito hi sah, karena ia memiliki tekad yang mantap tidak tergoyahkan dalam bhakti yang murni pada Hyang Parama Iswara. Sloka ini mengajarkan bahwa bagaimanapun buruknya latar belakang kehidupan seseorang, tetapi apabila kemudian dia mencapai kesadaran spiritual dan memiliki bhakti yang tulus murni serta tekad yang kuat kepada Tuhan maka dia harus diterima sebagai orang yang mulia, orang yang memiliki jiwa yang suci. Bhakti yang murni dan tulus kepada Tuhan bukanlah sekadar melakukan upacara, sembahyang, atau melakukan perbuatan-perbuatan baik. Ketika segala upacara, sembahyang, atau perbuatanperbuatan baik dilakukan demi suatu tujuan material maka itu bukanlah bhakti yang tulus. Itu adalah bhakti yang berisi pamrih, penuh dengan keinginan material, selalu menginginkan hasil atas setiap perbuatan yang dilakukan. Memuja Tuhan tanpa mendua (ananya) tidak berarti meniadakan pemujaan pada para Dewa/ Dewi dan Leluhur. Ananya juga berarti tidak menjadikan yang bukan Tuhan sebagai Tuhan.
Ketika memuja Dewa/Dewi atau Leluhur, mereka tidak menempatkan semuanya pada tempat yang lebih tinggi dari Tuhan yang dipuja, atau pun pada level yang sama dengan Tuhan. Siapa pun Tuhan pujaan (Ista Dewata), itulah Tuhan yang harus ditempatkan pada posisi tertinggi. Para Dewa/Dewi dan Leluhur dipuja sebagai pancaran sinar-sinar suci yang berasal dari Tuhan, tetapi bukan sebagai Tuhan itu sendiri. Walaupun sesungguhnya secara pengetahuan Ketuhanan lebih mendalam (tattva-jnana), semua pada akhirnya adalah Tuhan itu sendiri (aham brahmasmi). Jangankan para Dewa/Dewi, Avatara, atau Leluhur, semut pun kita hormati. Bhagavad-gita menyebutkan, sarva-bhuta-stham atmanam sarva-bhutani catmani, iksate yoga-yuktatma sarvatra sama-darsanah: Di mana-mana ia melihat dalam pandangan persamaan, dan di dalam kesadaran samadhi ia melihat Aku berada di dalam setiap makhluk hidup, dan seluruh makhluk hidup juga berada di dalam Aku (Bhagavadgita 6. 29). Kalau semut itu tidak mengganggu, maka kita tidak perlu mengganggu mereka. Dalam diri semut pun ada atma yang berasal dari Paramatma, tetapi cara menghormati semut tentu berbeda dengan menghormati Sang Hyang Paramatma sendiri. Berbhakti kepada Tuhan secara tidak mendua juga berarti memuja Tuhan bukan karena alasan material, keinginan atau harapan-harapan material, baik yang bersifat kasat mata ataupun yang halus. Harapan kasat mata misalnya ingin mendapatkan kemakmuran yang lebih, ingin mendapatkan jabatan, mengharapkan kesehatan, dan lain-lain. Sedangkan harapan yang sifatnya halus misalnya, rajin sembahyang karena ingin dilihat sebagai orang yang taat, munculnya kebanggaan karena rajin meditasi atau aktif dalam organisasi keagamaan ini dan itu, dan lain-lain. Orang yang tulus berbhakti kepada Tuhan seperti orang yang tulus mencintai kekasihnya. Ia
rela mengorbankan waktu dan segala miliknya demi membahagiakan sang kekasih. Mereka yang tulus berbhakti kepada Tuhan akan rela mengorbankan waktu, kemampuan, dan segala miliknya demi bhaktinya pada Sang Maha Pencipta. Ia akan melakukan halhal yang menyenangkan Tuhan dan menjauhi kegiatan-kegiatan yang tidak disukai Tuhan. Dengan cara penyerahan diri totalitas (atma-samarpanam) seperti inilah seseorang yang pada awalnya memiliki masa lalu kelam atau kehidupan sangat buruk bisa menjadi orang suci yang selalu hidup di jalan Dharma, jauh dari kehidupan adharma. Bhakti yang tulus dan murni meminggirkan kepentingan-kepentingan pribadi. Dalam bhakti yang murni, seseorang tidak akan peduli pada apa pun kata dunia tentang dirinya. Ia tidak akan peduli pada omongan orang lain. Ia tetap tekun dalam bhaktinya. Itulah sebabnya orang yang memiliki bhakti yang tulus dan murni dikatakan sebagai orang yang memiliki tekad yang mantap, memiliki ketegaran hati. Bhakti yang tulus dan menyatu tidak dipengaruhi oleh keadaan. Dalam suka, ia berbhakti, dalam duka pun ia berbhakti. Memuja Tuhan tidak hanya ketika berada dalam kesulitan, tidak hanya ketika sakit, bukan hanya ketika berada dalam cengkeraman problem-problem. Masalah yang orang pada umumnya sering hadapi adalah ketika bersenang-senang orang cendrung “meminggirkan” Tuhan, tetapi ketika mendapat kesulitan barulah “memanggilmanggil” Tuhan, atau bahkan “menyalahkan” Tuhan atas segala kedukaan yang dihadapinya. Dalam praktik bhakti yang tulus dan murni, dilandasi oleh tekad yang kuat, maka orang yang dengan latar belakang jahat sekali pun (su-duracaro) akan segera menjadi orang suci (sadhu). Dalam sloka 31 disebutkan ksipram bhavati dharmatma, ia dengan segera menjadi orang yang sangat mulia. Sedangkan orang yang tidak bertekad kuat untuk berbhakti
secara tulus murni tanpa mendua, walaupun hidupnya “lurus”, ia hanya akan menjadi orang biasabiasa saja. Tekad yang kuat untuk berbhakti dengan tulus dan murni pada Tuhan hanya bisa muncul dari dalam diri sendiri tanpa paksaan orang lain. Orang lain bisa saja memberi tuntunan, memberi wejangan-wejangan, akan tetapi tanpa panggilan dari dalam hati orang yang bersangkutan, mustahil akan ada tekad yang kuat untuk berbhakti dan menyerahkan diri secara totalitas kepada Tuhan. Perjalanan hidup seseorang dipengaruhi oleh karmaphala masa lalunya, tetapi hidup ini juga dipengaruhi oleh karmaphala masa sekarang. Karmaphala hidup lalu menggiring orang dalam jalan hidup yang harus dilalui sekarang. Sedangkan sikap orang dalam menghadapi jalan hidup sekarang ini menciptakan karmaphala masa yang akan datang. Pergaulan dan lingkungan keluarga sangat mempengaruhi cara menghadapi hidup yang dijalani. Akibat pergaulan dan sikap keluarga bisa saja membentuk seseorang menjadi orang yang hidup dalam “kegelapan”, hidup yang menyimpang dari ajaran-ajaran spiritual, hingga pada suatu ketika sebuah keadaan menyadarkan dirinya dan mengembalikan dirinya ke jalan Dharma Sanatana, jalan indah dharma yang penuh dengan segala kemuliaan. Melalui sloka ini, orang diajarkan untuk menghargai mereka yang sedang berusaha kembali ke jalan Dharma walau hidup sebelumnya mereka “tenggelam dalam lumpur”, menjadi “sampah masyarakat”, pembuat kerusuhan maupun keresahan, dan sebagainya. Apapun alasannya, orangorang seperti itu harus dihormati dan diberikan kesempatan meniti jalan indah spiritual. Mereka termasuk orang-orang yang saleh, yaitu orang-orang yang sedang mencari Tuhan. Kalau bukan kita yang menerima, siapa lagi? Kalau kita menolak dan mencemoh, bisa-bisa mereka berbalik badan kembali ke dalam “kegelapan”.
umatnya adalah sikap mendasar dari kepribadiannya. Contoh yang fenomenal adalah saat beliau menghadapi masyarakat dari daerah Thaif, yang mengejek dan menyerang beliau hingga berdarah-darah. Justru beliau maafkan dan beliau doakan orang-orang Thaif yang telah menentang dan menzalimi beliau itu. “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (Q.S. al Ahzab [9]: 128). Rasulullah SAW sendiri menegaskan bahwa beliau lebih mencintai umatnya, ketimbang ibu yang telah melahirkannya. Ya, beliau lebih mencintai diri kita dibanding ibu kita sendiri. Entah sudah berapa banyak air mata beliau tumpah saat memikirkan dan mendoakan diri kita. Kelak pun, pada pengadilan di hari kiamat, saat semua orang lari meninggalkan kita, namun tidak bagi Rasulullah SAW yang siap menjadi pembela umatnya. Bilal bin Rabbah r.a., muadzin pertama dan utama pada masamasa awal perjalanan sejarah Islam, “memergoki” Rasulullah SAW sedang menangis hingga
air mata beliau membasahi janggutnya. Bilal pun menghadap Rasulullah SAW dengan ekspresi keheranan penuh tanda tanya. “Bukankah Engkau telah diberi jaminan oleh Allah SWT dengan surga wahai Rasulullah. Mengapa menangis?”, tanya Bilal yang merasa tidak tega melihat kekasih hatinya bersedih. Sebagaimana biasa, dengan nada penuh kelemahlembutan, Rasulullah SAW mencoba menepis keheranan sahabat yang dia kasihi itu. “ummati, ummati... (Umatku, umatku..)”. Ujar Rasul yang mulia itu seraya tangannya menunjuk “jauh” ke suatu masa. Semalaman, Rasulullah SAW mengulang-ulang dalam shalat malamnya sebuah ayat yang membuat air mata beliau terus berderai: “Apabila Engkau menyiksa mereka, se-sungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan kalau Engkau mengampuni mereka, sesungguhnyalah Engkau Maha Kuasa dan Maha Bijaksana.” (Q.S. al-Maidah [5]: 118). Cinta dan kasih sayang Rasulullah SAW kepada kita sebagai umatnya tentu tidak perlu diragukan lagi. Yang perlu dicermati adalah, sudah sedemikian seriuskah diri kita dalam mencintai Baginda Rasulullah SAW? Cinta diri kita kepada Rasulullah SAW tentu saja perlu dibuktikan. Banyak berselawat kepada Nabi yang ummy itu, adalah salah satu bukti cinta
kita kepada beliau. Bersungguhsungguh meneladani syariat dan akhlak beliau yang terpuji itu, juga merupakan bukti cinta kepada beliau yang perlu terus diasah dan dimantapkan sebagai bukti dari kesungguhan kita. Mengikuti jejak beliau yang begitu mencintai anak-anak yatim dan orang miskin adalah hal penting yang perlu kita lakukan. Begitupun meneladani beliau dalam bersifat sabar, bersyukur, menebarkan kasih sayang, rendah hati dan pemaaf, sudah selayaknya kita teladani akhlak beliau yang agung itu. Sehingga keberadaan diri kita pun dapat bermanfaat bagi orang lain. “Yang paling baik di antara kamu adalah yang dapat memberi manfaat bagi manusia”, begitu sabda beliau. Sebagaimana perbuatan baik lainnya, wajar jika ada kendala saat kita melakukannya, termasuk saat kita berupaya serius meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW. Siapkah diri kita untuk bersikap santun, rendah hati dan memaafkan kesalahan orang lain? Dengan pertolongan Allah SWT mudah-mudahan diri kita dimampukan untuk meneladani Rasulullah SAW yang, betapapun “buah” dari kesungguhan meneladani beliau itu akan kembali, kita “petik” untuk kebaikan diri kita juga, baik di dalam kehidupan di dunia yang singkat ini, maupun kelak dalam kehidupan di akhirat yang selama-lamanya.
“Kalau boleh kutafsir, abad ke-19 adalah awal mulainya gaya hidup narsis yang kemudian berkembang menjadi hedonisme, yang lebih mencintai daging daripada roh. Gaya hidup ini menarik gerbong lain bernama konsumerisme, buat menyayangi tubuh dengan kemewahan. Hedonisme dan konsumerisme menabrak tembok batas antara kebutuhan atau needs dan keinginan atau wishes, sehingga tidak bisa membedakan antara keduanya. Celakanya, ketika finansial tidak mencukupi buat mengikuti keinginan, segala cara ditempuh. Hari ini atau sekarang dirayakan terus-menerus, karena dianggap paling realistis, sedang masa lampau dianggap usang dan masa depan adalah urusan belakang. Makanya tidak perlu heran atas meruyaknya kebohongan, penipuan hingga tindakan kriminalitas kian meningkat demi nowism atau paham kesekarangan. Bahkan rasa malu pun kian menghilang dari kalbu. Coba saksikan wajah mereka yang berstatus elite mengenakan rompi orange yang dikenakan KPK. Rata-rata berwajah sumringah dan bangga mengenakan simbol kriminal itu. Akhirnya ada
yang memplesetkan semboyan olahraga abad ke-19 itu menjadi mens sana in corupsino, sebab rata-rata tahanan KPK tersebut bertubuh tambun dan tampak sehat raga,“ komentar Nyoman Sudiantara. “Benar, mendengar komentarmu, berarti di tubuh yang sehat bersemayam jiwa yang brengsek dan tidak kenal malu! Sekarang di bidang olahraga juga ada mafia yang melakukan match fixing atau pengaturan skor. Aku prihatin nonton acara Mata Najwa di sebuah stasiun TV swasta nasional, Rabu (28/11) lalu. Aku memang bukan pecinta sepak bola, namun merasa ikut berbangga bila Timnas atau klub lokal yang menggunakan nama Bali di cabang sepak bola menang dalam pertandingan. Menonton acara malam itu, aku jadi gemas, mangkel dan ingin memaki. Apalagi para pecandu sepak bola yang rupanya tertipu oleh para bandar judi dan runner atau makelar penghubung suap. Akhirnya aku jadi maklum, Timnas kita sulit menjadi juara di tingkat Asean sekalipun! Sebab mental mereka sudah dirusak permainan skor yang konon sudah berlangsung se-
jak lama. Aku jadi teringat praktik serupa dalam sabungan ayam atau tajen di Bali. Penjudi atau bebotoh tajen ada yang bermain curang dengan mengorbankan ayam jago, kawan-kawan dan orang yang memihaknya dalam bertaruh. Ayam yang bertubuh sehat dengan ules atau ciri-ciri pemenang, yang dalam latihan bertarung atau mabombong punya gedig atau serangan mematikan, sengaja dibikin tidak berdaya. Sehari sebelum diadu, kaki ayam direndam di ember berisi minyak tanah agar gemetaran dan gerakannya lamban. Si pemilik ayam hanya pasang taruhan sedikit untuk ayamnya, namun dia bertaruh berkali-kali lipat di musuh ayamnya dengan memperalat orang lain atau runner untuk bertaruh. Meski tampak sedih karena ayamnya kalah dan mati, di rumah dia akan menerima hasil kemenangan berjibun dari runner yang diperalatnya. Praktik ini disebut Pakangraras atau Blolong dalam tajen. Praktik seperti ini kurasa, juga terjadi dalam politik. Wah, banyak orang sudah tidak punya rasa malu, perasaan juga tidak peduli lagi dengan karma phala,“ keluh Anom Wijaya.
MIMBAR AGAMA
Pribadi yang Memesona
H. Kusnadi Musthofa TIDAK ada seorang manusia pun di muka bumi ini yang segala tingkah lakunya dicatat sedemikian mendetail, kecuali Muhammad Rasulullah SAW. Keberadaan puluhan ribu hingga ratusan ribu Hadis membuktikan hal itu. Dari kehidupannya saat pagi sampai matahari terbit kembali. Saat sendiri maupun saat bersama para sahabatnya. Dari hal-hal yang membuat beliau berduka sampai berbagai peristiwa yang membuat beliau gembira, juga hal-hal yang menegangkan yang terjadi dalam medan peperangan, semuanya tercatat dengan baik. Tentu saja yang paling mengagumkan mengenai Baginda Rasulullah SAW adalah budi pekerti atau akhlaknya yang mulia. Ketinggian akhlak beliau itulah yang tiada putus-putusnya dibicarakan oleh banyak orang dari masa ke masa di berbagai belahan bumi ini. Dari masyarakat awam hingga ilmuwan. Sedangkan Allah SWT menegaskan, “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Q.S. al Qolam [68]: 4).
Pakangraras Orandum est ut mens, mens sana in corpore sano! (Sepatutnya seorang lelaki berikhtiar agar berpikiran sehat, karena pikiran sehat bersarang di tubuh yang sehat). “Kalimat tersebut ada dalam karya sastra penyair Romawi abad ke-2 Masehi, Decimus lunius Juvenalis, bertajuk “Satire X“. Sama sekali tidak berkaitan dengan olahraga, melainkan sindiran terhadap akhlak dan moral masyarakat saat itu. Namun pria Inggris, John Hulley pendiri Liverpool Athletics Club, pada 1861 memutilasi bagian kalimat itu, dimana ‘mens sana in corpore sano ‘ dijadikan semboyan untuk memuja olahraga. Pengertiannya pun diputar menjadi ‘dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat‘. Bukan seperti aslinya yang lebih mementingkan pikiran daripada tubuh. Padahal Rene Descartes, filsuf ilmu pengetahuan mentesiskan ‘Cogito ergo sum‘ atau ‘Karena berpikir aku ada‘.
Kalau “diranking” dari segian banyak orang-orang yang sabar yang pernah hidup di dunia ini, maka Muhammad Rasulullah SAW-lah yang paling sabar. Begitupun mengenai akhlak mulia lainnya, seperti sifat pemaaf, dermawan, rendah hati, penyayang dan sebagainya, beliaulah juaranya. “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam.” (Q.S. al Anbiyaa’ [21]: 107). Rahmat (kasih sayang), adalah inti dari akhlak beliau yang begitu agung. Melalui kepribadian beliau yang memesona itulah berbagai prestasi gemilang yang pada akhirnya mampu merubah peradaban ke arah yang lebih baik. Maka tidaklah mengherankan benar manakala seorang pakar dari Amerika Serikat, misalnya, yaitu Michael J. Hart, setelah melakukan sejumlah penelitian yang panjang menyimpulkan bahwa orang nomor satu dalam memberikan andil positif pada peradaban manusia adalah: Muhammad SAW. Ikhwal sifat Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang, baik kepada umatnya yang menentang, yang memusuhi, maupun yang belum menerima kerasulan beliau, rasa cinta dan sifatnya yang penuh kasih sayang kepada
brolan BALE BANJAR ARIDUS Ya, hasil mutilasi Hulley berkembang menjadi semboyan olahraga dan mendunia, terlebih Olimpiade berawal di era yang sama. Malah di Inggris pada abad ke-19, konon di sekolah anak-anak orang kaya dan para bangsawan, selain mengasah intelektualitas, pendidikan jasmani juga diutamakan. Aku sudah disuruh guru menghafal kalimat berbahasa Latin tersebut saat masih duduk di kelas 2 sekolah rakyat. Karena tidak paham bahasanya, agar mudah menghafal aku kaitkan dengan bahasa Bali buat mengingatnya. Men Sana ngaba koper Pak Yono! “ tutur Rubag.
Bali
6
Redité Pon, 9 Desember 2018
Ngrebeg miwah Rejang Sutri
Wangun Dresta Nyabran Sasih Kanem SAKADI sané sampun kauningayang tur ketah kapanggihin ring sajeroning pakraman Hindu utamannyané ring Bali, pidabdab magama ipun kamargiang sangkaning makudang-kudang dasar utawi pariindikan tur nénten prasida lempas saking upakara wiadin parikrama upacara manut saking alit, madya miwah utama. Nénten wantah asapunika, nanging sané taler kamargiang tur katamiang saking para panglingsir i nguni wantah makudang-kudang dasar saking pangrauh rerainan inucap. Minakadi sané rauh ipun sangkaning sasih, wuku utawi pawukon, Saptawara sareng Pancawara miwah Triwara miwah sané siosan. Tatkala maosang indik pangrauh sasih, ketah kapanggihin rerainan ipun tur wénten taler pidabdab makudang-kudang parikrama manut saking dresta sané sampun kataminin olih krama madasar antuk dresta miwah désa mawacara ipun. Minakadi ritatkala rauh Sasih Kanem sané wawu lintang puniki. Pariindikan punika prasida kacingak minakadi ring sajeroning wewidangan krama banjar adat wiadin désa pakraman sané nyungsung utawi madué sungsungan marupa Patapa-
kan Ida Bhatara sané marupa barong wiadin rangda. Tatkala ngranjing ring sajeroning Sasih Kanem inucap, krama banjar wiadin désa irika ketah jagi ngamargiang parikrama ngalungaang ngrebeg utawi ngiring Ida Bhatara lunga ring sajebag wewidangan banjar wiadin désa adatnyané. Sakadi sané kamargiang ring wewidangan Desa Blahkiuh manut pabaos saking Jro Mangku Wayan Masna inggih punika Jero Mangku ring Pura Dalem Majapahit. Dané maosang napkala Tilem Sasih Kanem makasami Patapakan Ida Bhatara Sasuhunan ring wewidangan irika katedunang jagi kairing lunga ngunya utawi mamargi nyantos ring wates-wates Desa Blahkiuh utawi nyatur ka tanggun désa saha kairing antuk gegambelan baleganjur. Inggih punika tanggu kelod nyantos ring dangin lapangan Blahkiuh, tanggu kangin ring wates Désa Punggul, tanggu kaja nyantos ring wates Désa Sangeh tur pinih kauh inggih punika nyantos ring Désa Ayunan. Asapunika taler kamargiang ring wewidangan tiosan sakadi ring wewidangan Banjar Nyelati, Kuwum sané taler nyungsung patapakan Ida Bhatara asapunika. Jero
Bencingah
Nyengker Jagat NYABRAN rauh sasih Kanem, krama Hindu utamanipun ring Bali ngamargiang makudang-kudang dresta miwah upacara manut pidabdab sané sampun katami saking para panglingsirnyané. Minakadi conto ring makudang-kudang wewidangan sané kramanipun nyungsung patapakan Ida Bhatara Sesuhunan marupa barong wiadin rangda sinah jagi ngamargiang parikrama ngiringang Ida Bhatara lunga ngrebeg ring wewidangan banjar adat wiadin désa pakraman sané nyungsung patapakan inucap. Jero Mangku I Ketut Sutiyasa maosang, pidabdab ngrebeg punika ketah kamargiang ri kala nyaluk sasih Kanem, ring raina Redité Kajeng Kliwon, Tilem, miwah raina siosan manut adat soang-soang wewidangan. Parindikan punika kamargiang antuk tetujon nyengker jagat utawi nreptiang kahanan niskala ring wewidangan banjar utawi désa saking panyungsung Ida Bhatara irika. Santukan sakadi sané kajantenang olih krama Bali utamanipun ring wewidangan banjar adatipuné, sasih Kanem wantah sasih sané kaucap baya tur prasida ngawinang kramané ngamanggihin bencana miwah kahanan sané kirang becik sekala miwah niskala. Punika mawinan pidabdab lunga tan kairingang antuk gamelan kamargiang olih krama irika mangda jagaté setata rahayu tatkala nglintangin sasih Kanem. Tetujon lunga malancaran ring raina Galungan sané pinaka pidabdab Ida macecingak ring panjaknyané mabinayan pisan sareng malancaran sané kamargiang ring sasih Kanem puniki. Ngeninin indik galahnyané kamargiang, dané Jero Mangku maosang ketah kakawitin saking sandikala utawi 18.30 Wita kantos puput. Yéning daweg dumun, naenin taler kamargiang saking tengahing lemeng kantos puput. “Yadiastun pinaka dresta sané sampun kamargiang saking nguni, nanging ring masanné nguni parikrama inucap naen nénten kamargiang. Sangkaning punika raris iur pakrimik kramané saha kapanggih kawéntenan ring carik sané gering tur nénten akidik krama sané keni sungkan,” dané nartayang. (was)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
baag
1.
bhg/,
2.
baah
2.
bh;,
3.
baak
3.
bhk/,
4.
baang
4.
bh*,
5.
baat
5.
bht/,
6.
babad
6.
bbd/,
7.
babah
7.
bb;,
8.
babak
8.
bbk/,
9.
babandaran
9.
bbnÑrn/,
10.
babang
10. bb*,
Mangku I Ketut Sutiyasa inggih punika Pamangku ring Pura Dalem Harum Nyelati maosang yéning parikrama inucap ketah kamargiang olih kramané tatkala ngranjing ring sajeroning Sasih Kanem utawi ring rerainan sané becik antuk sengker galah ngawit saking Tilem Sasih Kalima nyantos Tilem Sasih Kanem. Punika jagi kakawitin antuk macaru ring lebuh soang-soang paumahan sané kamargiang olih soang-soang krama asapunika taler ring tanggun-tanggun banjar, désa wiadin pateluan miwah pempatan antuk caru ayam brumbun. Risampunné ngranjing ring galah sandikala, raris ngiring ngrebeg inucap kamargiang nyantos sajebag tanggun-tanggun wewidangan banjar irika. “Sané mabinayan ring sajeroning parikrama ngrebeg inucap wantah kamargiang tan pairingang antuk gegambelan antuk tetujon mangda prasida nyinahang kahanan sané sepi wiadin sunya,” baos dané. Mabinayan malih sané kamargiang olih krama ring sajeroning wewidangan Desa Pakraman Batuan, Sukawati, Gianyar inggih punika ngamargiang sesolahan Rejang Sutri ring wantilan Pura Desa druén Désa Pakraman Batuan. Ma-
BPM/was
KANEM – Sakadi sané kapanggih ring makudang-kudang genah ring Bali, kramané jagi ngamargiang makudangkudang dresta napkala rauh sasih kanem sakadi sané sampun kataminin saking para panglingsir i nguni. Minakadi ngamargiang pidabdab ngiring patapakan Ida Bhatara Sasuhunan lunga ngrebeg wiadin ngamargiang rejang sutri nut pabaos I Made Djabur inggih punika Jero Bendésa saking Désa Pakraman Batuan, pidabdab parikrama inucap kamargiang ngawit saking Sasih Kanem nyantos Sasih Kasanga tur kauntatin antuk upacara ritatkala Ngembak Geni. Dresta sané kamargiang sarahina ngawit saking galah 20.00 Wita nyantos 22.00 Wita punika kasolahang antuk kirang langkung krama istri 40 diri awenginyané utawi limang diri matimbalan sak-
ing soang-soang banjar sané nyungsung pura inucap. Inggih punika krama saking Banjar Peninjoan, Dlodtunon, Jungut, Pekandelan, Puaya, Dentiyis, Jeleka miwah Banjar Tengah. Malih dané maosang yéning dresta punika kocap sampun kamargiang saking i nguni inggih punika kirang langkung warsa 1600an utawi kocap tatkala wusan I Gede Mecaling kasor saking pacentokan tur ngungsi ka genah siosan saha masemaya jagi rauh ma-
lih tur ngulgulin krama Désa Batuan. Mangda kramané irika nénten mrasa takut antuk semaya ipun, raris krama lanang lan istri nangkil ka pura nunas paica karahayuan saha ngamargiang sesolahan rejang sutri nyantos kalemah antuk pangapti mangda ipun angob ngaksiang sesolahan sané kagelar tur lali antuk tetujonnyané rauh ka Batuan manut sakadi pasumayanyané i nguni. Pamuputné parikrama inucap manados dresta sané
setata kamargiang napkala rauhnyané Sasih Kanem tur ngawinang kramané nénten malih ngrasayang takut sakadi sané dumun. “Ring raina biasa krama sané masolah mapanganggé adat madya kémanten utawi panganggé ka pura, sakéwanten tatkala rerainan minakadi kajeng kliwon miwah sané siosan krama sané masolah jagi mapanganggé adat utama utawi pepayasan mapeed,” asapunika dané nartayang. (was)
Ketékan Sasih
Kadasarin antuk Surya Chandra, Payogan Para Dewata SAMPUN kawedar i wawu yéning gagulikan sasih ring awarsanyané wantah sinalih tunggil dasar pangrauh rerainan ring sajeroning kauripan krama Hindu utamanipun ring Bali. Sangkaning punika sinarengan antuk kramané becik ngamargiang makudang-kudang dresta Bali punika taler kasarengin antuk nguratiang pinanggalan maséhi wiadin pangrauh rerainan antuk tatatiti pinanggalan tradisional. Tetujonnyané wantah ngélingang pangrauh sasih, pawukon wiadin rerainan inucap mangda kramané prasida mataki-taki tur nyiagayang sakancan sarana wiadin upakara sané jagi kawigunayang tatkala punika. Sakadi sané sampun kawedar i wawu
inggih punika pamargi makudang-kudang soroh parikrama manut saking dresta ring soang-soang genah napkala rauh Sasih Kanem. Minakadi wénten sané ngamargiang ngrebeg tur wénten taler sané ngamargiang parikrama rejang sutri. Sios saking punika wénten taler pangrauh sasih sané kasarengin antuk rerainan, minakadi Sasih Kapitu sané kadagingin antuk rerainan Siwaratri miwah Tilem Sasih Kasanga sané pinaka dina Pangrupukan tur bénjangnyané kalanturang antuk rerainan Nyepi. Ngeninin indik akéh sasih sané wénten ring sajeroning warsanyané, inggih punika wénten roras diri. Minakadi Sasih Kasa utawi kasengguh antuk Srawana sané rauh
ipun ring Bulan Juli, Sasih Karo utawi Bharadrawada ring Bulan Agustus, Katiga utawi Asuji ring Bulan September, Sasih Kapat utawi Kartika ring Bulan Oktober, Kalima utawi Marggasirsa ring Bulan November, kalanturang antuk Sasih Kanem utawi Posya ring Bulan Desember, Sasih Kapitu utawi Magha ring Bulan Januari, Sasih Kaulu utawi Palguna ring Bulan Ferbruari, Sasih Kasanga utawi Caitra ring Bulan Maret, Sasih Kadasa utawi Waisaka ring Bulan April taler Sasih Desta utawi Jyesta ring Bulan Mei miwah Sadha utawi Asadha ring Bulan Juni tur raris mawali malih ring Sasih kasa inggih punika ring Bulan Juli. Malarapan antuk daging sastra Wariga miwah pananggalan Caka, wénten
BPM/was
CECIHNAN – Sakadi sané kauningayang taler kataminin saking panglingsir i nguni, pangrauh sasih prasida taler kauningayang malarapan antuk makudang-kudang cecihnan ring palemahanné. Minakadi kawéntenan angin ngalinus wiadin makéh tetanduran sané nglimbak saha mabunga
soroh-soroh kaketékan Sasih. Inggih punika Sasih Wuku utawi kaketékan sasih sané nganutin saking gagulikan tigang dasa wuku sané rauh ipun antuk sue 210 dina utawi 6 bulan Bali tur wusan punika raris mawali malih ring wuku kapertama. Kaketékan ipun inggih punika 2 x 210 dina tur dados 420 dina sané malih kabagi 12 sasih tur kapolihang asil soang-soang sasih akéh suényane wantah 35 dina. Wénten taler kadasarin antuk kaketékan Surya miwah Chandra. Yéning kaketékan Surya inggih punika nganutin saking pidabdab gumi ngiterin matan ai awarsanyané inggih punika 366 dina utawi 365 dina 5 jam 43 menit 46 detik antuk sué abulannyané 30 utawi 31 dina tur Sasih Kaulu wantah 26 utawi 29 dina. Sakéwanten yéning kaketékan Chandra sinah nganutin saking pidabdab bulan ngiterin gumi antuk sué 354 utawi 355 dina tur tuuh abulannyané inggih punika 30 dina utawi 29 dina 12 jam 44 menit 9 detik. Nénten wantah amunika, nanging sasih inucap taler kauningayang pinaka galah payogan saking Déwatané makasami saha madué pidabdab becik soang-soang ring sajeroning pariindikan utamanipun indik matetanduran sakadi sané munggah ring sajeroning Lontar Lebur Gangsa. Inggih punika Sasih Kasa wantah payogan saking Ida Bhatara Sri tur ring sasih puniki wantah galahnyané sakancan don-donan
ulung tur beburonanné mataluh. Sasih Karo utawi galahnyané tanah tuh miwah kapuk madon wantah payogan saking Ida Bhatara Gangga, Sasih Katiga utawi galah umbi-umbian miwah palawija wantah payogan Ida Bhatara Wisnu. Ring sajeroning Sasih Kapat utawi galah tetanduran kapuk mabuah wantah payogaan saking Ida Bhatara Brahma, Sasih Kalima utawi ring masan sabeh wantah payogan saking Ida Bhatara Iswara tur ring Sasih Kanem utawi masan woh-wohan wantah payogan saking Ida Bhatari Durga taler ring Sasih Kapitu sané ketah kasengguh antuk masan angin nglinus wantah galah payogan saking Ida Bhatara Guru. Kalanturang malih antuk Sasih Kaulu sané ketah kawastanin antuk masan palawija, tetanduran miwah beburonan nglimbak wantah payogan saking Ida Bhatara Parameswara, Sasih Kasanga utawi ketah kasengguh antuk masan beburonan alit masuara wantah galah payogan saking Ida Bhatari Uma tur Sasih Kadasa utawi masan pantun miwah beburonan beling wantah payogan saking Ida Bhatara Narasinga. Yéning Sasih Jyestha utawi kasengguh antuk masan kedis ngicénin pianaknyané tetedan wantah galah payogan saking Ida Bhatara Sangkara tur pinih untat utawi Sasih Sadha sané ketah kasengguh antuk masan dingin wantah payogan saking Ida Bhatara Anantaboga. (was)
Dura désa
Kaasrian Taman Narmada
Nyinahang Kawéntenan Gunung Rinjani TAMAN Narmada magenah ring Lombok. Aran taman sané kawangun olih Raja Anak Agung Ngurah Karangasem daweg warsa 1727 Masehi puniki kambil saking aran sinalih tunggil sungai ring India, inggih punika Sungai Narmanadi. Taman Narmada kawangun sangkaning Sang Prabu sampun kalintang lingsir, nénten prasida malih ngaturang pakelem ka puncak Gunung Rinjani sané tegehnyané kantos 3.726 meter. Antuk punika, Ida Sang Prabhu nguduhang para undagi kerajaan ngwangun taman antuk nuansa Gunung Rinjani saha madaging Telaga Segara Anakan ring taman inucap. Antuk punika, Taman Narmada kasub kasengguh miniatur Gunung Rinjani. Konsep taman puniki macihna pisan sakadi kahanan ring Gunung Rinjani, wentuknyané sakadi gunung, kahanannyané asri ngulangunin. Ring genah pinih sor wénten tetiga kolam utawi telaga, pateh sakadi tetiga telaga Segara Anakan sané wénten ring puncak Gunung Rinjani. Ring genah pinih tegeh, wénten wangunan pura sané mawasta Pura Kalasa. Yéning pacang ka pura inucap, krama sané rauh
patut nglintangin makudang-kudang undag. Kakaryanin sakadi punika mangda kahanannyané pateh sakadi munggah ka puncak Gunung Rinjani. Sané pinih tawah saking taman sané magenah ring Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat puniki wantah kawéntenan telaga sané toyannyané mawit saking Gunung Rinjani. Telaga inucap kawastanin telaga Padmawangi. Nampek saking genah telaga wénten wangunan alit sané kawastanin bale patirtan. Ring bale patirtan puniki wénten klebutan toya sané kaprecaya prasida ngawi krama sayan awet muda. Carannyané wantah nginum utawi maraup antuk toya inucap. Toya sané wénten ring balé patirtan wantah campuhan saking tetiga genah klebutan toya, luiré klebutan Lingsar, Suranadi, miwah Narmada. Toya puniki sané kasuciang olih umat Hindu. Wénten taler balé agung miwah balé loji. Daweg dumun, balé agung puniki kawigunayang pinaka genah parum para raja. Yéning balé loji kawigunayang pinaka genah senjata. (pusdat/ berbagai sumber)
BPM/net
NARMADA - Kaasrian taman Narmada sané magenah ring Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Nyastra
Redité Pon, 9 Desember 2018 DI malun jendela apartemén ané suba tongosina kutus tiban, ditu Putu Arnawa negak mabalih langit. Bintangé nguracak. Bulané ngenah asibak sawiréh mara penanggal kapitu. Nanging, langité masawang galang ulian kebyahan sunaran lampu kota metropolitan tongosné ngoyong. Saja kotané ramé pesan, nanging kenehné Putu Arnawa marasa suung. Kota New York anaké ngorahang. Indik lelanguan apa ané tusing ada di kotané ené? Putu Arnawa enu iteh ngambar peteng. Patuh tekén selaé tiban ipidan ané taén rasaanga. Ditu di tongos déwékné nyumunin ngambar peteng. Di tongos ané ngajain déwékné nawang babuk lan dalem. Tongos ané ngajain déwékné pait lan manis idup. Kanti déwékné jani ngoyong di dura negara ané joh ajak tongosné ipidan nyumunin malajah ngambar peteng. Kesiran anginé macelep uling sisi jendela ané kaampakang. Ngesisir kadi natunin keneh. Putu Arnawa enu tileh negak ditu. Ningalin peteng. Ngambar peteng. Sagét kenehné maampakan. Sekancan indiké ané ipidan kajalanin selaé tiban suba liwat, ngenah gegambaranné di langité. Apa langit di New York patuh ajak langit tongosné pidan dugas cenik. Miribang patuh, tileh enu peteng dedet. Nanging Putu Arnawa jani suba ngrasayang galang, yadiastun mara agigis. Galang ulian sunar lampu di sisi. Sunar peteng ané utama kondén bakatanga kayang jani. Dija sunaré ento? Dija lakar alih? Kénkénang apang tepuk? Gumanti sunaré ento ané arepanga, yadiastun jani idupné suba tusing kuangan arta brana. Apa buin jani suba magaé di tongos ané luung. Di tongos pipisé matambun. Saja Putu Arnawa suba dadi pagawé Bank di New York. Putu Arnawa suba biasa ngisiang dolar. Suba biasa mlanjaang dolar. Yéning Putu Arnawa mulih, ngabé dolar acekel bisa dadi akoper. Apa kuangan buin? Apa ané tusing nyidayang belina jani? Tuah abesik ané tusing nyidayang belina, ento ané sesai gambara. Ditu di langité sabilang peteng. Dugas cenik Putu Arnawa nongos di umah bibinné. Ditu Putu Arnawa nempungang déwék. Apang nyidayang tetep masekolah. Ulian tuara. Ulian jumah tusing ngelah apa. Saja tusing ngelah apa. Makejang ilang. Makejang tusing gelahang. Mula saja ulian tulis gidaté nyemah. Nongos di jumah bibinné, Putu Arnawa setata jemet magaé. Nulungin bibinné ngubuh siap. Teka uling sekolahan, Putu Arnawa suba nyutsut grémbang wadah bé siap ituni anggona madangang ajak bibinné. Suud ento maang ngamah siap ané ubuha. Ngedasin kandangné ajak nyusut wadah yéh lan ngenti yéhné. Geginan ané tusing taén mapuikan ajak padéwékané. Sesai kalaksanayang. Suba pragat ento mara bani nyinduk nasi di paon. Yéning tusing kéto kadirasa sok-sokan nasiné misi mata. Mula saja Putu Arnawa jlema ané matilesang déwék. Marasa tekén déwék tiwas, suba aget dini ajaka baanga ngidih awaregan basang. Putu Arnawa kapah maan malajah nyemak buku ulian ijekné magaé. Nglemahang jam telu, Putu Arnama suba bangun nampah siap, mutbutin lan ngedasin lakar abana ajak
Ngambar Peteng I Nyoman Agus Sudipta bibinné semengan ka peken. Apa buin nuju rahinan, anaké teka meli siap ramé pesajan. Mantas akijapan tusing maan marérén apa buin maan nyekolang ejit. Ento suba biasa kajalanin. Nuju rahinan jagat Galungan lan Kuningan, répoté tusing katulungan. Tatkala panampahan Galungan, pesenan bé céléng ajak bé siap begeh sajan. Ditu Putu Arnawa ajak buruh bibinné magarapan. Tusing ngitungang kenyel. Tusing ngitungang kiap, apa buin bancang sakit. Ené suba patut kajalanin, yadiastun déwékné anak cenik mara mayusa dasa tiban. Nikul konséntrat amahan siap mabaat séket kilo nyidayang baana. Apa buin baat laran idupné, suba biasa katikul. Sesai. Taén ulian kenyel lan kiapné, Putu Arnawa jam telu semengan kondén bangun. Lantas bibinné teka ngaba yéh acédok anggona nundun apang enggal bangun. Saja prajani matané ngedat. Tundunné gesit ulian yéhé ané maliah melusin galeng lan kasur atebih cenik sedengan awakné makiselan. Yéning tusing inget nyemuhin, nyanan petengné pules pasti masaput gesit, ulian dingin kasuré ané belus. Abesik geginané ané tusing taén engsapanga tatkala lakar pules, tuah ngambar peteng. Uling nyumunin nongos ditu di umah bibinné, Putu Arnawa setata ngambar peteng. Apa buin tongosné pules di gudang tongos ngejang konséntrat amahan siap. Madinding triplék, maraab séng malampu bulan lan bintang. Yadiastun tusing taén malajah lan maca buku, nanging Putu Arnawa tusing belog. Peplajahan ané teranganga
ajak guruné enu nyidayang kaingetang. Yéning peplajahan matematika apa ento perkalian, pembagian, pengurangan lan penambahan jeg aluh gaénina. Sawiréh Putu Arnawa suba biasa ngitung yéning ada anak meli siap.Akuda baat siapé kalianga ajak akuda ajinné akilo suba sesai itungina tusing nganggo kalkulator. Sujatiné guru-guru di sekolahné madalem Putu Arnawa. Pepes guruguruné nundén Putu Arnawa mablanja, lantas susukné banga ngidih. Mula Putu Arnawa jlemané jemet tur guruné demen ngorain mablanja sawiréh beblanjaanné tusing taén kacék apa buin pelih ngitungang. Kéto masih ada guru ané maang ngidih baju ané tusing buin kanggoanga ajak panakné. Lega pesan kenehné Putu Arnawa. Yadiastun pangganggoné ento suba lad anggoan, nanging Putu Arnawa tusing lek nganggo, ulian matilesang déwék. Lacuré suba macolék pamor di awakné. Dugas mara nyumunin ngoyong di umah bibinné, Putu Arnawa setata sedih. Di gudang tongosné pules, Putu Arnawa nyumunin ngambar peteng ulian jejehné. Apa buin ortan buruh bibinné ané ngorahang di gudangé ento pepes ada bojog. Apa buin nuju pamagpagan kajeng kliwon, pepes bojog jadi-jadian ditu nglekas. Ulian jejehné, mantas akijapan Putu Arnawa tusing maan pules. Peliatné joh sawat, kadi ngaé geguratan di langité ané peteng dedet. Geguratanné ento mula ada di kenehné ané patuh, peteng. Ngetél yéh paningalan kadi damuh peteng melusin pipi lan galengné. Tileh geguratanné
ento tusing taén pragat. Enu kagambar di langité ané peteng. Kanti siapé makruyuk nundun ri kala semeng, Putu Arnawa tusing maan maseliekan. Enu iteh ngambar peteng aji yéh mata. Nyansan makelo Putu Arnawa suba tusing jejeh. Ulian sesai ngambar peteng, rasa jejehné ilang. Sabilang peteng geginané ngambar peteng. Kanti tusing karasa gegambaranné ngenah di ipian. Suba ada atiban, Putu Arnawa ngoyong di umah bibinné. Geginan ané jemaka suba lapah kagarap. Awakné kadi kapurbarus. Tulang lan kulitné kadi atep. Miribang ulian tuyuhné magarapan. Nanging tusing ada ngenah rasa kenyel di muané. Egar pesan pangenahné. Nanging makejang saru ulian ijekné magarapan. Putu Arnawa ané negak di malun jendélan apartemenné ngrasayang ada ané ulung ngetel. Kadi ketélan damuh peteng ipidan ané rasananga. Ngénggalang Putu Arnawa nyemak sapu tangan di kantong celanané. Usapiné pipiné. Tingalina buin gegambaran ané gaéna uling pidan, di langité. Buin Putu Arnawa inget unduk ané tusing taén kaengsapang. Dugas déwékné tegakanga ajak bibi lan pamanné di ruang tamu. Putu Arnawa sesed pesan takonina. Nanging tileh déwékné tusing ngaku. Putu Arnawa tusing nawang. Mula saja tusing nawang, sawiréh tusing taén kemu. Kaléngen lakar kemu, ulian ijekné magarapan. Nanging misané ngorahang, ia ningalin Putu Arnawa ané macelep ka kamar bibinné. Lantas Putu Arnawa magedi uling kamaré ento nylebseb pesu. Kéto pesadun misanné. Ukana uyut lan nantangin misané masumpah dugasé ento. Nanging kenehné ento engkebanga. Tanema dalem-dalem di kenehné. Edot masadu, kija laku. Edot ngeling maguyang tusing nyidayang. Kenehné matatu dalem sajan. Sebetné tusing nyidayang nuturang. Déwékné kadi ka sidang. Bibinné galak lan ngomong kasar ngubat-abit makejang ané suba taén baanga. Makejang ento clegekanga ka kenehné Putu Arnawa. Bibihné caket. Sirahné nguntul. Kupingné panes. Kenehné engsek. Putu Arnawa lantas ngidih pelih lan budal uling tongosé ento. Ditu di kandang siapé Putu Arnawa bengong nolihin pitiké ané girang macanda lan betek ngamah setata kaayahin. “Aget pesan idup cainé, nanging suba gedé cai katampah,” keto Putu Arnawa ngrenggeng di kenehne. Lantas Putu Arnawa majujuk, nuduk wadah yéh siapé lakar sutsutiné. Tusing karasa sagétan suba peteng. Putu Arnawa suba mragatang gagaéné. Ancul-ancul Putu Arnawa nuju ka gudang tongosné nganasang bancang. Kesiran angin karasa nyusup uling tembok ané madinding triplék. Buin Putu Arnawa nulengek langit ané nyansan peteng. Rasa ané ada di kenehné katuturang. Nadak sara gegambaran ané sesai gaéna sabilang peteng, tuun maekin déwékné ané nylantah ditu. Geluta uling duri, usuhina sirahné, lantas ngomong. “Mai jalan magedi...” -0-
Putu Nayika Sari Patra
Satua
Seneng ring Kahanan sané Asri
I Raré Angon (2) Kaketus saking Satua-satua Bali (I) KACARITA jani petengé mara I Raré Angon pules lantas ia ngipi. Ia ngipi katurunan bhatara, ngandika koné Ida Bhatara tekén I Raré Angon, “Cai Raré Angon, eda cai sebet. Ené rurungé ngaja kanginang tuut, tepuk I Lubang Kuri.” Tuah amonto pangandikan bhatarané lantas Ida mlesat. Mani semengané, tuturanga lantas ipianné tekén méménné tur ia maorahan lakar luas. Épot méménné ngaénang bekel. Disubané pragat, lantas I Raré Angon majalan. Pajalanné ngaja kanginang, nganti joh pesan. Tuun gunung menék gunung, megat-megat pangkung grémbéngan, nepukin lantas ia padukuhan. Ditu lantas ia singgah jumah Jero Dukuhé. Jero Dukuh nyapa, “Sapasira Jero Alit, dados mriki preragan?” Masaut I Raré Angon, “Inggih titiang I Raré Angon, mawinan titiang mriki, titiang ngutang déwék, né mangkin tiang nunasica ring Jeroné genah madunungan.” “Nah dini Cening nongos, apang ada ajaka adin ceningé, pianak bapané dini makeengan!” Jero Dukuh ngelah koné oka luh bajang adiri. Kacarita suba makelo I Raré Angon ditu, lantas pagélananga tekén okanné. Sedek dina anu maorahan koné I Raré Angon tekén Jero Dukuh saha matur, “Awinan tiang rauh mriki ngutang-ngutang déwék, tiang kapangandikayang antuk Ida Anaké Agung ngrereh anak luh sané madan I Lubang Kuri. Kedeh pesan pakayunanidané, yan tiang tuara nyidayang manggihin I Lubang Kuri, tiang pacang kapademang.” Masaur Jero Dukuh, “Eda Cening kéweh, Bapa matujuin Cening tongos I Lubang Kuriné, ditu di pucak gunungé kaja kangin. Ditu suba tongosné Cening, nanging sengka pesan pajalané kema. Krana I Lubang Kuri kagebag baan soroh buron ané galak-galak. Mapangka-pangka tongos gebagané, tanggu betén macan pagereng, basa duuran soroh lelipi ané gedé-gedé, ané tanggu duur rangsasa dadua luh muani, ento pangalang-alang anaké kema. (Masambung)
ALIT-alité mangkin akéhan seneng ring parindikan sané “praktis”, asapunika taler ngeninin indik ajeng-ajengan. Sangkaning punika, mangkin sampun sayan ngakéhang sané seneng matumbasan ajengan “siap saji” tan paéling ring sapunapi vitamin sajeroning ajengan inucap. Mabinayan sareng Putu Nayika Sari Patra, ipun sampun seneng maratengan. Sangkaning punika tatkala ibunnyané maratengan, Naya – asapunika ipun ketah kasambat majanten nyarengin ring paon. Pianak kapertama I Nyoman Krisna Prananda, S.E., A.k., – Putu Widayanti, A.E., A.k., puniki taler maosang, maratengan wantah pakaryan sané ngawinang liang, napi malih yéning sané kakaryanin kaucap jaen tur kasenengin olih kulawarga miwah timpal-timpalnyané. “Cutetné pakaryan maratengan wantah pakaryan sané ngawinang liang. Ngolah lakar matah mangda dados ajengan wantah ngawinang manah tiangé liang pisan,” baosnyané makenyem. Naya malih nyatuayang, sios seneng maratengan, ipun taler seneng malancaran sareng kulawarga. Sakéwanten boya ja malancaran ring ge-
nah-genah ramia sané wénten ring kota utawi genah-genah matetumbasan sané agengageng, nanging ipun seneng malancaran ring wewidangan désa sané doh saking kahanan ramia taler doh saking suaran mesin montor sané ngawinang empeng antuk andusné sané ngawinang kahanan udarané cemer. Wewidangan désa inucap taler kasenengin duaning kahanannyané kantun asri, tis, sios punika taler kapirengang suaran makudangkudang soroh kedis miwah buron sané siosan. Sangkaning seneng malancaran ring genah sakadi punika, sinah ngawinang dané meled pisan nembangang tembang sané nyinahang kahanan sakadi asapunika. Punika mawinan yadiastun sampun akéh prestasi sané kapolihang ring widang fashion miwah magending, Naya taler meled prasida sareng ngamedalang album antuk tetujon mangda i p u n prasida nembang a n g t e m bang indik kaasrian
kahanan ring désa. Satmaka titah Hyang Widhi, pangapti inucap prasida kamedalang duaning Naya sané molihang sokongan saking reramannyané puniki prasida ngamedalang album kompilasi risampuné ipun nyarengin alit-alit Bali Kumara Generasi Keempat. Ring tembang kompilasi sané mamurda “Dewi Gangga” punika, Naya nembangang tembang antuk mamurda Désa Asri Lestari. Tembang sané karipta olih Gus Saka puniki nyinahang kahanan désa sané asri, madaging antuk carik linggah miwah tlabah sané toyannyané ning tur resik. Kasinahang ring tembang inucap, alit-alité maplalianan ring pundukan cariké. “Majanten sampun prasida kaélingang sapunapi liang bagia manah iraga tatkala prasida ngamanggihin tur meneng ring kahanan désa sakadi punika. Sakéwanten durung majanten kawéntenan genah sané asri kantun akéh kapanggihin ring kahanané sakadi mangkin,” baosnyané makenyem. Tembang sané apik kaaransemén olih Wiwit Setyawan punika prasida nyinahang sapunapi kahanan désa sané asri tur setata lestari kantos riwekasan. Mawit saking tembang punika Naya taler ngaptiang mangda alitalit satuuhnyané setata éling tur tresna ring kahanan désa sané asri. Yéning ring galah libur sekolah patut setata ngwéntenang galah mangda polih budal ka désa saha ngaptiang mangda désané prasida becik kajagra saha prasida lestari riwekasan. Mangda toya ring tlabah sané ning nénten kacemerin antuk leluu miwah tanah cariké nénten magentos dados wewangunan.
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 34.somæunÓ¡tugÓig*w)\i,
Sampun tutug tigang wengi, rrisßsyuetãykl,
raris masayut béakala, m\Ñpuputæz)b)el, mangda puput panyebelé, mnÓ¡kÐj)eromk)rb/,
mantuk ka jero makerab, puputuæpisnßjhumn/, puput sapisan majauman, mpmitÉ&yy;hibu, mapamit ring yayah ibu, nunsÀiw*r&k)muln/. nunas iwang ring kemulan.
Saking Langit Bali Tenget Amah Ngetnget Kocap sastra luwih mautama Masari jnana ring angga sarira Kuranto bolong buda kacapi Pingitang ring jro lan puri Ringkesan angkus prana maimbuh sidhi Ingkup sikiang dados panca geni Niki sastra luwih anggén maekin widhi Sakéwala lacur sastrané jani pingit gati Tingkahé tusing nawang smerti Tiosan nengetang lontar né katami Minehang lakar tulah né katampi Pinih untat lakar ngetnget ané nampi Sastra mautama patut pingitang Sakéwala da engsap mretékaang.
Suplir
Saru Cliak cliuk kalu Mapi-mapi sadu Mendep-mendep nyuluh Kelem-kelem nguluh Saru mamucu Masang bubu Nyau nyapu Basangé munju I Ketut Aryawan Kenceng
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
8
Minggu Pon, 9 Desember 2018
Lahir… Secangkir Kopi
TIGA minggu ini Jon melakukan perjalanan kesana-kemari dengan kereta, bis dan kapal. Berpuluh-puluh jam Jon harus mendera telinga dengan lagu-lagu yang diputar oleh para pemandu perjalanan. LAGU lagu itu hampir seluruhnya ekor kelatahan sesudah Madu dan Racun, Singkong dan Keju, atau apa yang kemudian melahirkan berpuluhpuluh lagu pop yang mirip–mirip rumus nadanya , iramanya,
syairnya dan segala nuansanya. TELINGA Jon bukan telinga aristokrat, tapi pasti tidak cukup tahan terus-terusan mendengarkan serlera rendah. JON merasa sebentar lagi, Insya Allah akan muncul kesegaran baru, lagu baru, penyanyi baru, selera baru, citarasa baru, irama baru, pola dan kecenderungan baru. Kalau tidak, tega nian sejarah membiarkan citarasa budaya kita membusuk sampai sedemikain rupa… lEmha Ainun Nadjib
runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail
Coming on Age in Balidwipamandala...
16 Agustus 2018
16 Agustus 2020
l Ternyata 3 Baris Puisi Besar SP-1928, 90 tahun membelai dan dibelai Nafas Kita... l Spirit
Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an
Desember-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27
l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Fotografi
Visualisasi Asta Brata dalam Fotografi Ekspresi kedewaan dari delapan dewa yaitu Dewa Indra, Dewa Yama, Dewa Surya, Dewa Candra, Dewa Bayu, Dewa Kuwera, Dewa Baruna, dan
lebih dikenal sebagai digital imaging,” katanya. Edy Erawan menambahkan, teknik yang digunakan adalah teknik pencitraan digital dengan gaya surealis. Asta Brata sendiri terdiri dari delapan ajaran yang masing-masing sarat akan nilai di antaranya pengayoman, keadilan, kesejahteraan, kasih sayang, transparansi, kewibawaan, pengawasan, dan keberanian. “Sifat utama para dewa itulah yang ingin saya visualisasikan dalam karya fotografi ekspresi ini.
Chandra Brata karya I Komang Edy Erawan
Afrizal
KREATIVITAS seorang seniman memang tak pernah stagnan. Selalu saja ada ide dan inovasi baru untuk menciptakan karya-karya seni yang penuh pukau, sehingga sangat layak untuk diapreasi. Hal itu ditunjukkan oleh seniman fotografi I Komang Edy Erawan, S.Sn. dalam rangkaian karya fotografi yang bertajuk “Visualisasi Asta Brata dalam Fotografi Ekspresi”. Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mencoba menvisualisasikan sifat-sifat utama para dewa dalam ajaran Astra Brata ke dalam karya fotografi ekspresi.
Yama Brata karya I Komang Edy Erawan
Agni Brata karya I Komang Edy Erawan Dewa Agni. “Dengan diciptakannya karya ini diharapkan akan bermanfaat sebagai sumbangan pemikiran tentang Asta Brata, dan sebagai suri teladan bagi setiap pemimpin, baik pemimpin suatu kelompok maupun pemimpin atas dirinya sendiri.
Dalam kultur masyarakat Hindu Bali, seorang pemimpin yang ideal itu harus menumbuhkembangkan ajaran Asta Brata itu sebagai pedoman utama dalam memimpin,” ujarnya.
Indra Brata karya I Komang Edy Erawan Dalam karya-karya fotografi ini, kita akan mengamati bagaimana laku utama dari delapan dewa dalam Asta Brata tersebut yang dapat dijadikan suri teladan bagi pemimpin,” katanya memaparkan inspirasi penciptaan karyanya. (ian)
Umi Lestari
Vayu Brata karya I Komang Edy Erawan
Surya Brata karya I Komang Edy Erawan
I Dewa Komang Mahadewa
Edy Erawan mengatakan, Asta Brata merupakan suatu ajaran yang memberikan pedoman tentang kepemimpinan yang tak pernah lekang oleh waktu. Senantiasa kontekstual di setiap zaman. Asta Brata mengajarkan kita untuk meneladani delapan sifat
Varuna Brata karya I Komang Edy Erawan
Edy Erawan menambahkan, dia mencoba menerjemahkan kedelapan sifat utama dari para dewa dalam ajaran Asta Brata tersebut kedalam sebuah karya fotografi ekspresi. Dikatakan, fotografi ekspresi adalah aliran fotografi yang memungkinkan bagi dirinya untuk mencurahkan ekspresi keindahan dengan melakukan kegiatan transfer pesan secara visual. “Dalam penciptaan karya fotografi ini, saya menggunakan teknik pencitraan digital atau di ranah fotografi
Kuwera Brata karya I Komang Edy Erawan
Minggu Pon, 9 Desember 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dicari Tenaga Security Sebyk 3 Orang Hub.082111032679 Lsg ke:Jl.Danau Poso 35 Sanur
B.BP.004.12.18.0000241
!Admin Min.SMA-S1 CV:personaliagrosir@gmail.com
B.BP.001.12.18.0000225
Dcr FO & Room Boy laki2 untuk Hotel Hub.08123912010
B.BP.001.12.18.0000319
Dcr Kasir & Pramuniaga untuk Toko Dapurku.Info:081939084292
B.BP.001.11.18.0001163
Dcr Tng(P) u/Cuci Mobil,(W) u/ Fotcopy,081805514000(SMS)Btbln
Dicari Tukang Jahit Kebaya Hub.087761623004
Dcr(1)Admin Sales (2)Sales Spv min.D3(12) menguasai Kmptr(12) max:30Thn(1)35Thn(2)mmlki SIMC (2) menguasai wlyh Bali&NTB(2) Hub:081999711468
Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.
B.BP.001.12.18.0000318
B.BP.001.12.18.0000276
Dicari Admin&Kasir Lam Bawa ke Toko Sinar Abadi Jln.Imam Bonjol No.384 (0361) 499090 B.BP.004.12.18.0000068
Dcr Sopir Pribadi&Sopir Kantor Pelabuhan Benoa,H.081999660972
DibthknBranchManager&Kep.Depo S1,Pglmn Sale Marketing.Hub: PT.Oasis Waters Internasional Jl Raya Yeh Gangga,Br Tonja,Ds Gubug Tbn.Phne:0361-4790525-26 Pos 82115.Up. Ibu Yudek Email:oasis_owibali@yahoo.com
RUPA-RUPA
SERVICE
Dcr S1 Smua Jursn,S1 Ekonmi/S1 Sipil brsdia dtmptkn di Manado NTB & Banyuwangi,Gaji UMP.Krm Lam: kjpp.shr.bali@gmail.com
B.BP.004.12.18.0000317
B.BP.001.12.18.0000270
B.BP.001.12.18.0000311
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.12.18.0000288
G.05
Dibutuhkan 3 Org Wanita Mengerti Bhs Inggris utk Admin, Akunting Utk Travels,1 Orang Utk Assisten Manager Diutamakan yg Bisa setir Sendiri.Hub:0361721768 / 725953 / 081237777772
B.BP.001.12.18.0000235
Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.02
Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818
G.04
Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
G.01
Dibutuhkan Therapist yg Berpengalaman untuk Salon&Spa di Kerobokan Hub.081293799814
B.BP.031.12.18.0000292
Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818
G.03
Dicari Segera Karyawati Admin Max.30thn Min.SMA/SMK. Kirim Lamaran ke CV.Surya Buana Jln.Sekar Sari No.23 Kesiman Kertalangu Hub.081337070443
B.BP.001.12.18.0000050
Dicari Karyawati Adminitrasi u/Kantor.Hubungi:081236700973
B.BP.001.12.18.0000286
Staf Akuntansi Diploma/S1 Lamaran+CV+Gaji hari@esolindo.com
B.BP.001.12.18.0000324
Housekeeping (girl) experience villa/hotel, English speaking motorbike &SIM C. Good salary tlp. 081805596048 B.BP.145.12.18.0000334
DIJUAL MOTOR KAWASAKI
Jual KLX’2015 Akhir Hub.081999434355 B.BP.001.12.18.0000333
RUANG USAHA Djl Bangunan 2Lantai, Jl.Raya Jemursari Sby Strategis cocok u/Kntr Cab,BU Hub.08123321223
B.BP.031.12.18.0000291
DIJUAL RUMAH
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dijual Rumah Perum Ratana Graha C2,LT 100 m2,LB 66 m2 Lks T.Perahu Dps (TP) 08129668673 (Uli) B.BP.004.12.18.0000242
Dijual Rmh LT 214M2,Hrg 1,450M Lok.Green Kori Ubung Pinggir Jln,Strategis Hub.081237868532
Djual Tnh Kapling Belakang Rmh Sakit Internasional Jl.Kutat Lestari Sanur Hub:08123619079 B.BP.001.12.18.0000283
Tnh 2A Dalung Dukuh BU dkt Jln Hotmix 900Jt Hub.082147454248 B.BP.164.12.18.0000325
B.BP.001.12.18.0000312
Rmh LT 2,5Are,P.Sula dkt Cak Asmo cck Bgn Kost,08154708900 B.BP.001.12.18.0000332
DIJUAL TANAH
20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud-Bali Cp+6281318685007,NoBrokerage B.BP.004.12.18.0000243
Cocok utk Villa 5,15are, 850jt Sukawati Hp.087862813158 B.BP.001.12.18.0000315
RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.12.18.0000328
KEHILANGAN BPKBMHFE2CJ2JEK048116,DEV 6520DK877BIAn.NyomanPramaita B.BP.001.12.18.0000274
BIRO JASA
Rmh LT 3Are Jl.Tkd. Pancoran, IMB,PAM,PLN,6Kmr,08154708900
Tnh Swh 18Are 35,5Jt/A Sekar Taji Tabanan Hub.088219124095
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.12.18.0000331
B.BP.001.12.18.0000165
B.BP.001.12.18.0000197
10
Minggu Pon, 9 Desember 2018
Mendatar: 1. Pendidik 5. Tanah datar dan luas 8. Muncul 10. Masakan daging kambing berkuah gulai 11. Kakek 13. Bagan ; Kerangka rancangan 15. Salah satu suku Indian 17. Yang terkandung dalam suatu benda 19. Ejaan yang disempurnakan 20. Segi delapan 23. Sejenis zat beracun 26. Rumah penginapan (Inggris) 27. Balai benih ikan 29. Penghargaan (Inggris) 30. Tembang mecapat yang tiap baitnya terdiri dari sembilan baris 31. Sesuai dengan yang seharusnya ; Cocok 33. Kumpulan karya tulis pilihan 36. Pukul dengan kayu, bambu, dsb (Bali) 37. Koordinator lapangan 38. Alga Menurun: 1. Kuat hingga tak mudah lepas 2. Kembarnya Ipin 3. Film animasi drama fantasi garapan 20Th Century Fox 4. Hancur sama sekali 5. Anggota pramuka senior 6. Ruang besar 7. Gurun pasir di RRC 9. Anak (Bali) 12. Tidak nunggak ; Bukan kredit 14. Alat musik gesek 15. Penambahan secara terus menerus 16. Kegemaran 17. Akrab ; Karib 18. Tidak bersungguh-sungguh 21. Tongkat kendali 22. Spesialis penyakit kandungan 24. Terus menerus tanpa henti 25. Penggerak dan penghasut rakyat demi memperoleh kekuasaan 28. Bola 30. Kota Kecil di Belgia, memiliki sumber mata air yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh 31. Kelompok kecil orang tanpa struktur formal yang punya tujuan dan kepentingan bersama 32. Gulai ayam 34. Orang dengan HIV/AIDS 35. Lebar ; Bidang (Bali)
Ketentuan Menjawab
Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 376 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 15 Desember 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 23 Desember 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 374 Mendatar: 1. SODOMI 5. TANDUR 8. MUANI 9. GELI 10. ECER 11. GOD 12. PLAKET 13. IMBANG 15. NAUSEA 17. NYALI 19. TEGUH 21. SISIA 24. ELBA
26. SUSILA 27. AKSARA 28. PENITI 29. GUS 30. APES 31. TIPU 32. ATASE 33. DENSUS 34. NATUNA Menurun: 1. SELEBRITIS 2. OKER 3. IMIGRAN 4. PANDEGA
5. TIMPANI 6. NARASUMBER 7. RAUT 9. GERING 14. NYAI 16. ANTAKESUMA 18. LAIK 20. UTILITAS 21. SANITAS 22. SANGKAR 23. ASISTEN 25. LAMPU 28. PAAD 30. APIT
Pemenang TTS No. 374 1. Putu Tangkas Kusuma Wardana Br.Penarungan, Desa Penarukan, Kec. Buleleng, Kab.Buleleng (HP:081-999-404-XXX) 2. Ni Luh Made Dwipayani Br.Tihingan, Kec,Banjarangkan, Kab.Klungkung (HP:085-237-463-XXX) 3. Ni Luh Sukarmi Jl.Nangka Utara No.5, Tonja, Denpasar Utara (HP:081-999-744-XXX) 4. Wilhelmina Buik Nahak Br.Candra Asri, Desa Batubulan, Kab.Gianyar (HP:081-236-231-XXX) 5. I Kadek Arianjaya Br.Belong, Desa Karangasem, Kec. Karangasem, Kab. Karangasem (HP:085-238-316-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Wayan Leni Marlina Alamat : Jl.By-Pass I Gusti Ngurah Rai No.XX, Tuban, Kuta, Kab.Badung (HP:085-237-199-XXX)
Pelaku Perdagangan Sisik Trenggiling Diringkus
BPM/ist
LANGKA - Belum semua masyarakat memahami bahwa salah satu jenis hewan purba ini masuk dalam kategori satwa yang dilindungi undang-undang karena keberadaannya yang mulai langka.
Pejuang Penyu di Pesisir Sumatera
SIAPA yang tidak kenal dengan penyu? Salah satu spesies hewan laut yang dapat berusia puluhan dan bahkan ratusan tahun. Akan tetapi, belum semua masyarakat memahami bahwa salah satu jenis hewan purba ini masuk dalam kategori satwa yang dilindungi undang-undang karena keberadaannya yang mulai langka. Terdapat berbagai faktor yang menjadi penyebab kenapa hewan yang satu ini berada di ambang kepunahan, mulai dari eksploitasi oleh manusia hingga faktor alam. Keberadaan penyu yang hampir punah tidak hanya menjadi persoalan lokal atau dalam negeri, akan tetapi sudah menjadi isu internasional, di mana penyu dikenal sebagai hewan penjelajah samudera. Di Indonesia, perlindungan terhadap keberlangsungan hidup penyu diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Adanya regulasi itu diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap hewan langka tersebut, sebab pada umumnya wilayah pesisir pantai di Indone-
sia merupakan kawasan yang sering dijadikan lokasi pendaratan oleh berbagai jenis penyu. Selain itu, alasan pentingnya menjaga kelestarian penyu ialah karena dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia, enam di antaranya dapat ditemukan di perairan Indonesia. Enam spesies tersebut adalah penyu hijau (Chelonia Mydas), penyu pipih (Natattor Depressus), penyu belimbing (Dermochelys Coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta Caretta), dan penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea). Upaya untuk melestarikan penyu tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah selaku pemangku kepentingan semata, akan tetapi keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam upaya tersebut. “Di daerah saya, dahulu masyarakat masih mengonsumsi daging dan telur penyu dan bahkan daging dan telur tersebut juga diperjualbelikan,” ujar salah seorang pegiat konservasi penyu, Syahbudi Sikumbang. Pria yang sehari-hari bergiat bersama kelompok Konservasi Pantai Binasi Kabupaten
Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tersebut menuturkan, hal itu kemudian membuatnya ingin menyelamatkan telur penyu agar tidak lagi dicuri dan dikonsumsi. Sejak dulu di daerah tersebut merupakan lokasi pendaratan penyu, setelah penyu mendarat pada malam hari untuk bertelur, maka esok harinya ia akan menyaksikan telur serta penyu tersebut diperjualbelikan. Berangkat dari hal itu, maka ia pun ikut ambil bagian untuk mengambil telur-telur tersebut. Bukan utuk diperjualbelikan, melainkan untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman agar terlur itu dapat menetas. Ketika pertama kali menyelamatkan telur penyu, pria yang akrab disapa Budi itu belum mengetahui bahwa penyu merupakan salah satu hewan langka yang keberadaannya dilindungi undang-undang. Awal mula ia mengetahui bahwa penyu merupakan hewan yang dilindungi adalah ketika ia mengurus izin kelompok, tepatnya ketika bertemu dengan pejabat desa setempat. Secara tidak langsung, ia menyebutkan tenyata pihaknya telah melakukan konservasi terhadap hewan tersebut. (ant)
SEORANG pelaku perdagangan satwa jenis trenggiling yang dilindungi UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya diringkus Tim Sub Direktrorat 4. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kombes (Pol) Mahyudi Nazriansyah, di Pontianak, Kamis (6/12) mengatakan, pada Rabu pukul 15.45 WIB, personel Tim Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kalbar yang dipimpin Ipda Rachmad meringkus seorang pelaku penjualan satwa dilindungi jenis Trenggiling. “Pelaku yang diamankan tersebut berinisial DA (29). Pelaku ditangkap terkait dengan kepemilikan dan perdagangan sisik trenggiling sebanyak 10,8 kilogram,” ujarnya. Pelaku ditangkap di Jalan Lintas Malenggang, Desa Balai Karangan 4, Kecamatan
Sekayam, Kabupaten Sanggau, bersama dengan barang bukti sebanyak 10,8 kilogram sisik Trenggiling. “Selain itu, kami juga mengamankan satu buah timbangan dengan kapasitas 30 kilogram dan satu lembar nota penjualan sisik trenggiling tersebut,” kata Mahyudi. Pelaku diancam UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pasal 21 ayat (2) huruf d, Jo pasal 40 ayat (2) dengan ancaman penjara maksimal lima tahun, dan denda maksimal Rp 100 juta. “Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan ke Mako Polda Kalbar guna proses sidik lebih lanjut,” ujarnya. Mahyudi mengimbau, kepada masyarakat untuk proaktif melaporkan berbagai informasi, termasuk soal satwa yang dilindungi UU tersebut. Sebab, hal ini penting, guna upaya penyelamatan satwa dilindungi yang ada di bumi Khatulistiwa. (ant)
Minggu Pon, 9 Desember 2018
PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.
Win Gunadi Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp
100.000
Rp 100.000 Rp 639.777.488 Rp 639.877.488
PEDULI Palu Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudarasaudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000. SMK Rekayasa Denpasar Arya Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp 2.372.000 Rp 50.000 Rp 2.422.000 Rp 622.466.370 Rp 632.839.370 $ 2.500
Sisa Makanan “Kalau bisa setiap sehabis makan kita bersihkan gigi kita,” ujarnya. Karies gigi bukan disebabkan oleh penggunaan dot tapi sisa makanan yang menempel. Penggunaan dot susu justru menyebabkan gigi tonggos. Dia juga menyarankan anak- anak dilarang makan permen, cokelat, cake, atau makanan yang lengket karena makanan itu banyak mengandung gula dan karbohidrat yang tinggi. Hasil oksidasi asam ini yang menyebabkan gigi rapuh. Gigi permanen tumbuh pertama pada usia anak 6 tahun. Itu perlu dirawat di samping gigi susu. Meski
demikian, gigi susu juga perlu dirawat agar anak tidak mengalami sakit gigi. Jika sakit gigi, nafsu makan anak akan berkurang padahal anak membutuhkan gizi. Gigi susu penting juga dirawat untuk mempertahankan gigi susu agar tanggal tepat waktu. Jika gigi susu utuh dan diganti oleh gigi permanen, bagus. Sehingga gigi permanen tidak terpengaruh oleh kebusukan gigi susu itu. “Kadang juga gigi susu yang mengalami karies kemudian diganti oleh gigi permanen, gigi permanennya akan tumbuh dengan karies supervisial, berupa spot putih kecil, itu yang menyebabkan karies kalau dia sudah tumbuh gigi permanen,” ujarnya. (may)
Cukup Lama Evakuasi dilakukan oleh BPBD, Basarnar Brimobda Polda Bali, personel Polsek Sukawati, Koramil Sukawati, dan masyarakat sekitar.
‘‘Proses evakuasi kelima korban ini berlangsung cukup lama, bahkan hingga Sabtu pukul 09.30 Wita, baru I Made Oktara Dwi Palguna yang berhasil dievakuasi. Sementara istri dan tiga orang anaknya masih tertimbun
Tindakan Tegas Selanjutnya, jika ada bangunan di bantaran sungai pihak pemda harus tegas melakukan tindakan. Tindakan tegas ini, kata owner Sinar Group asal Klungkung ini, juga untuk menyelematkan pemilik dan warga lain dari bencana yang sewaktuwaktu dapat terjadi. Ketiga, warga dan calo tanah juga bisa mengerem diri untuk tidak menjual lahan resepan air apalagi di kawasan sempadan sungai. Hasil pengamatan Bali Post menunjukkan kawasan Banjar Sasih hingga Ketewel, Batubulan adalah kawasan yang paling dikejar para pengembang. Lokasinya strategis yakni berbatasan dengan Kota Denpasar. Banyak tanah produktif milik warga kini menjadi permukiman. Rumah milik Ade di Gang Taman Beji IV, Banjar Sasih, Batubulan yang amblas akibat longsor mendapat sorotan sejumlah pihak. Pasalnya, rumah ini diduga berada di jalur sempadan sungai, terlebih posisi rumah tersebut tegak lurus dengan sungai. Pihak
kepolisian pun dipastikan akan menyelidiki hal ini dengan memanggil sejumlah saksi. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, hasil pemeriksaan sementara dari keterangan sejumlah saksi, diketahui bahwa faktor penyebab tanah longsor ini karena cuaca ekstrem. “Selain itu, posisi rumah yang berada di sempadan sungai yang tanahnya labil,” ujarnya. Kepolisian juga akan memanggil sejumlah saksi. Di antaranya para warga yang tinggal di sempadan sungai, pemilik tanah, serta pengembang yang melakukan pembangunan rumah tersebut. “Kita akan telusuri proses sertifikat lahannya dan pembangunan rumahnya. Kenapa bisa dibangun di sempadan sungai, yang jelas saat ini sampai terjadi korban meninggal dunia,” ungkap Kapolres Priyo Hutomo. Polres Gianyar juga mencatat ada sekitar empat rumah lain yang posisinya berada di sempadan sungai dan berbahaya. Diungkapkan, pemilik lahan maupun pengembang yang melakukan pembangunan rumah di
Siswa SD di Tabanan Banyak Alami Gigi Berlubang
Tabanan (Bali Post) Anak-anak SD di Tabanan paling banyak mengalami kasus gigi berlubang. Hal ini dikarenakan masih kurangnya perhatian orangtua terutama dalam hal mengajarkan pemeliharaan gigi sejak dini. Hal ini dipaparkan dokter gigi Puskesmas Tabanan III, drg. I Putu Alit Windiarsa. Menurutnya, penyebab gigi berlubang pada anak-anak di Tabanan faktor utamanya adalah kurangnya perhatian dan pengetahuan orangtua mengenai pemeliharaan ke-
“Tidak tahu kenapa, selama hujan semalam Dita rewel, tidur sama mamanya tidak mau, minta tidur sama nenek katanya,” kenangnya. Tidak berselang lama, Dita pun mau tidur di kamar sang nenek. Nah memasuki Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 Wita, Martani pun melakukan aktivitas seperti biasa yakni mabanten. “Memang saya sering mabanten di depan rumah tepat di ujung gang, ada yang ngasi tahu begitu karena ini rumahnya di pinggir sungai,”
sumsi makanan ini tidak diiringi dengan pemeliharaan kesehatan gigi, yaitu gosok gigi dua kali sehari yaitu pagi setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur. “Orangtua jarang memerhatikan hal ini dan kurang membiasakan anak-anak
serta sariawan. Selain itu, orangtua juga harus menghentikan pemakaian botol susu pada anak setelah usianya setahun dan mulai mengajarkan minum menggunakan gelas. Sebab, idealnya anak-anak lepas dari botol susu saat usianya setahun. Kalau dibiarkan lebih lama akan mengubah struktur rahang pada anak dan bisa menyebabkan tonggos atau monyong. (kmb24)
Kenalkan Anak Sedini Mungkin dengan Dokter Gigi Bangli (Bali Post) – Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan giginya ke dokter, masih rendah. Kebanyakan masyarakat baru datang ke dokter gigi saat sudah dalam kondisi sakit. Padahal, memeriksakan kesehatan gigi secara rutin ke dokter minimal enam bulan sekali sangat penting dilakukan, terutama pada anak-anak. Dokter Gigi RSU Bangli, drg. Sri Artiningsih, mengakui selama ini banyak masyarakat yang mengajak anaknya untuk datang ke
dokter gigi saat sudah mengalami keluhan. Seperti gigi berlubang dan urusan cabut gigi. Jarang masyarakat yang mau datang ke dokter gigi untuk melakukan perawatan rutin. Menurut dokter gigi yang akrab disapa Nuning ini, kondisi itu disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi. Sakit gigi masih kerap dianggap sepele bagi sebagian besar orang. Padahal, sakit gigi yang tak ditangani serius, bisa memicu berbagai penyakit lainnya mulai dari
sakit perut hingga sakit jantung. “Kedua, karena banyak masyarakat menilai perawatan gigi mahal. Sehingga mereka berpikir kalau belum sakit sekali, untuk apa harus ke dokter gigi,” ungkapnya. Dijelaskannya bahwa memeriksakan kesehatan gigi ke dokter sangat penting untuk diperhatikan. Terutama pada anak-anak. Memeriksakan kesehatan gigi semestinya rutin dilakukan minimal enam bulan sekali. Dikatakan drg. Nuning, anak-anak seharusnya mu-
lai dikenalkan dengan dokter gigi sedini mungkin. Mulai usia 3-4 tahun, saat giginya sudah tumbuh lengkap. Dengan terbiasa diajak ke dokter gigi secara rutin, maka kesehatan gigi anak akan selalu terjaga sejak kecil dan meminimalisasi masalah kesehatan gigi. “Saat orang tuanya periksa ke dokter gigi, anaknya bisa diajak periksa. Maksudnya untuk pengenalan, biar terbiasa, tidak takut. Sehingga suatu saat ketika usianya 6-7 tahun saat harus cabut gigi, atau giginya berlubang, anak itu tidak takut
lagi,” kata Nuning. Demikian juga ketika anak-anak mengeluh sakit, para orangtua diharapkan untuk memerhatikan keluhan tersebut dan segera memeriksakannya ke dokter gigi ataupun puskesmas. Sehingga, keluhan gigi yang dialami anak bisa mendapatkan penanganan yang tepat. “Jangan dibiarkan atau diobati sendiri. Karena kalau terlalu banyak mengonsumsi obat tanpa sepengetahuan dokter tentu akan memengaruhi kesehatan selanjutnya,” imbuhnya. (kmb40)
Banjir dan Sejumlah Pohon Tumbang HUJAN lebat Jumat hingga Sabtu (8/12) pagi kemarin, memakan kor ban. Peristiwa paling tragis terjadi di Banjar Sasih, Batubulan. Satu keluarga tertimbun akibat rumahnya longsor. Cuaca ekstrem kemarin, juga menimbulkan berbagai dampak. Air Sungai Tukad Badung meluap, 310 kios di Pasar Kumbasari terendam banjir. Banjir juga mengepung sejumlah ka-
wasan di Denpasar hingga menggenangi sekolah, dan permukiman. Banjir terjadi di kawasan Monang Maning, Jl. Ken Arok, Kelurahan Peguyangan, Jl. Siulan, Jl. Pulau Biak, Jl. Kenyeri, Jl. Bukit Barisan, Jl. Tukad Ijo Gading, dan Jl. Gunung Tangkuban Perahu. Tembok pinggir sungai ambruk di kawasan Gg. Kaliasem, tembok rumah jebol di Jl. Ken Arok, tembok jebol d i SDN 1 1 Peg uy a nga n,
hingga di SD 17 Pemecutan yang sempat terendam. Di Badung tembok panyengker Pura Taman Beji, Buduk roboh tergerus air. Hujan deras disertai angin juga mengakibatkan pohon tumbang di Pura Dalem Solo, Kelurahan Kapal. Banjir terjadi di Perumahan Dalung Permai Blok NN, Pasar Kerobokan, anak hanyut di saluran irigasi di Banjar Darmayasa, pohon tumbang di Desa Pangsan,
Petang, banjir di Perumahan Tirta Graha, longsor di Pura Beten Bingin, pohon tumbang di Desa Kuwum, dan tanah longsor di Pura Taman Beji Dewa Yadnya, Buduk. Hal serupa juga terjadi di Karangasem. Sejumlah pohon tumbang seperti di Jalan Raya Sanghyang Ambu, di Banjar Dinas Tumbu, Desa Tumbu, dan d i B a n j a r B u g b u g K e l odan. Di Banjar Dinas Teng-
gang, Desa Seraya, pohon tumbang menimpa rumah milik I Komang Karya sedangkan di Tegal Bengkak, Bebandem, pohon tumbang menimpa rumah milik I Nengah Warta. Sementara Ni Wayan Cenik (45) warga dari Dusun Babakan, Desa Peringsari, Selat, Karangasem meninggal karena kaget mendengar gelegar suara petir. Korban diketahui mempunyai riwayat penyakit jantung. (timbp)
material longsor. Baru sekitar pukul 13.30 Wita keempatnya ditemukan dalam kondisi meninggal,’’ tegas Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun. Ade adalah karyawan BRI yang lahir dan besar di Lombok. Bahkan ibu Ade, Hartini, masih bertugas di
BBPOM Lombok. Sementara ayah Ade, Komang Rudi,sedang sakit dan tinggal di Banjar Jawa, Singaraja. Ade pindah ke Bali dan melanjutkan SMP hingga kuliahnya di Bali. Saat ini Made Oktara masih dirawat di RSUP Sanglah. Kasubbag Humas RSUP
Sanglah I Dewa Ketut Kresna menyampaikan, korban diterima pada pukul 10.20 Wita, rujukan dari RS Dharmayadnya, Tohpati, Denpasar. Rencananya jenazah korban akan dikremasi di Yayasan Pasek, Cekomaria, mengingat mereka adalah keluarga perantauan.
Siswi SD Saraswati Sementara itu, keluarga besar Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar yang sedang merayakan HUT, diwarnai berita duka. Ni Putu Deta Vania Larasati, salah satu korban meninggal, adalah siswa kelas I-A SD Saraswati 5 Denpasar.
Kepala SD Saraswati 5 Denpasar Dra. Desak Made Asri, M.Psi. bersama wali kelasnya usai HUT langsung ke RS Dharma Yadnya melihat jenazah Deta. Dia pun sedih kehilangan siswa yang sehari-harinya sangat kalem dan pintar di kelas. (kmb35/kmb42/wan)
sempadan sungai melanggar pasal 359 KUHP dengan ancaman penjara selamalamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun. Sementara itu, anggota DPRD Bali Nyoman Parta yang datang ke lokasi tersebut mengatakan insiden ini harus dijadikan pelajaran dalam pemanfaatan ruang. “Setiap orang harus sadar, bahwa sempadan sungai, pantai dan jurang tidak boleh untuk membangun,” tegasnya. Parta juga mengingatkan eksekutif agar benar-benar melakukan penelitian ke lapangan, dalam menanggapi setiap permohonan IMB. Ia juga meminta setiap desa di Bali agar memiliki tim IMB. Tim ini yang bertugas melakukan pemetaan dan pemeriksaan administrasi. Jika ada yang mengajukan IMB. Sementara itu, pemilik lama, Dewa Anom Susila Negara, mengaku sejak masih menjadi miliknya, lokasi lahan tersebut memang berbatasan dengan tebing curam dan sungai. Karena tidak memiliki biaya membangun senderan, ia akhirnya memilih menjual lahan tersebut. (025/kmb35)
Sempat Rewel ucapnya. Saat Martani mabanten itulah, tiba-tiba ia merasa tanah bergetar seperti gempa. Tidak berselang lama ia melihat rumahnya bergerak. “Lho kok tembok rumah turun, saya terkejut, dan spontan saya menjauh dari bangunan,” ucapnya. Melihat hal itu, Martani pun shock dan hanya bisa menangis, terlebih ia mengingat tiga cucunya yang masih di dalam rumah. “Cucu saya semua masih di dalam,” pekiknya. Sejumlah tetangga yang tinggal di seputaran gang itu pun berhamburan keluar
sehatan gigi sejak dini. Asupan gizi yang tidak terjaga sampai pada jenis makanan anak-anak saat ini. Lanjut Putu Alit, makanan yang memicu gigi berlubang adalah makanan dengan pewarna, mengandung gula dan bertekstur lembek. Kon-
untuk melakukan sikat gigi sejak dini,” ujarnya. Dia mengatakan pemeliharaan gigi seharusnya sudah dilakukan bahkan sebelum gigi anak-anak tumbuh. Hal yang harus dilakukan orangtua adalah rutin melakukan pembersihan gusi dan lidah anak setelah minum susu. Karena bekas susu baik ASI maupun formula jika tidak dibersihkan akan menimbulkan jamur dan menyebabkan radang
rumah. Mereka pun terkejut melihat rumah yang sebelumnya berdiri di sudut timur itu, kini rusak luluh-lantah di bawah jurang tepatnya pinggir aliran sungai. Martani mengaku shock dengan kejadian yang tak terduga ini. Cucu pertamanya, Ni Putu Deta Vania Larasati ,baru masuk Sekolah Dasar. Ia juga kembali mengenang cucunya yang paling kecil I Nyoman Aldi Anggara Palguna yang baru akan memasuki usia dua tahun pada 27 Desember ini. “Cucu saya yang paling kecil, padahal Desember ini ulang tahun,” katanya. (kmb35)
Bersikukuh
Sumiarna mengaku beberapa kali menyarankan agar rumah tersebut segera dijual, namun Ade bersikukuh tinggal
di tempat tersebut. “Beberapa kali saya sudah curhat bahkan saya sudah takut-takutin. Kalau kamu tinggal di sini nanti kamu bisa dicari kuntilanak yang datang dari sungai. Alasannya, di belakang rumah itu
ada Pura Beji,” katanya. Dia menjelaskan, rumah tersebut kurang dari satu are hanya terdiri dua kamar berukuran 3 x 3 meter. Ade membeli rumah tersebut dua tahun lalu. Awalnya, rumah itu dikontrak
Peradangan Gusi
Selanjutnya, adanya peradangan di gusi penderita dengan tanda berwarna merah dan bentuk pita memanjang yang disebut linear gingival erythema. Walaupun penelitian telah menunjukkan bahwa HIV ditemukan pada saliva (air liur), tetapi kemungkinan penularan sangat kecil, karena pada saliva mengandung komponen-komponen yang dapat menghambat kemampuan HIV untuk dapat berkembang dan menginfeksi sel di dalam rongga mulut. Yang perlu diwaspadai adalah ketika pasien tersebut tidak mempunyai tanda khusus atau dalam tahap laten, pasien sudah minum obat dan tanda HIV/AIDS tidak terlihat jelas. Tetapi jika lebih teliti, pada tahap laten
infeksi HIV dapat dijumpai adanya kelainan sebagai efek samping dari obat antivirus. Seperti pigmentasi hitam pada mulut, ulkus mukosa yang luas dan akut disebut drug-induced oral ulceration, oral wart yaitu pertumbuhan jaringan berlebih di mulut akibat infeksi Human Papillomavirus. HIV/AIDS merusak sistem imun kita, sehingga menurunkan kekebalan daya tubuh sehingga muncul penyakit bakteri, jamur, parasite dan virus yang bersifat oportunistik di rongga mulut. Penularan HIV/AIDS ini selain hubungan seksual, jarum suntik, ibu dengan anak (dalam kandungan, persalinan, menyusui) juga dapat terjadi melalui peralatan gigi yang terpapar percikan darah pasien dan tidak dilakukan steril dengan baik. Adanya bercak
darah yang menempel pada peralatan gigi seperti dental unit, instrumen perawatan gigi, pemakaian hand scund di mana perawat gigi sangat berperan dalam memutus rantai penularan HIV/AIDS di bidang kedokteran gigi. Dengan fenomena itu, masyarakat yang belum terpapar HIV/AIDS khususnya anak-anak maka pemeriksaan rongga mulut serta pemeriksaan gigi-geligi sangat diperlukan dengan secara rutin sehingga bila terjadi gejala-gejala HIV/AIDS bisa kita obati dengan cepat. Dewasa ini kerusakan gigigeligi pada anak-anak masih sangat tinggi (80%) sehingga kerusakan itu tempat bersarangnya berbagai macam kuman termasuk HIV. Untuk menjaga agar kerusakan gigi-geligi pada anak-anak, maka dianjurkan pada orang tua memberikan pembelaja-
Ade dua tahun dengan harga Rp 14 juta per tahun. Setelah itu, rumah itu dibeli seharga Rp 80 jutaan. Padahal, tiga unit rumah di kawasan tersebut sebelumnya juga sempat mengalami jebol. (wan)
ran bahaya kerusakan gigi, bagaimana cara menjaga kesehatan gigi, serta secara rutin untuk memeriksakan gigi dan rongga mulut minimal enam bulan sekali. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar kini memiliki Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) didukung oleh para dokter gigi spesialis di semua bidang (dokter gigi spesialis bedah mulut, periodonsi, konservasi gigi, prostodonsi, penyakit mulut, orthodonsi, pedodonsia, radiologi kedokteran gigi) siap memberikan pelayanan sesuai dengan kelainan gigi yang diderita oleh masyarakat. Khusus untuk penderita HIV/AIDS kita siap memberikan konseling dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut secara humanis. Penulis, Dekan FKG Unmas Denpasar
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu Pon, 9 Desember 2018
Juve Ungguli Inter
Buah Taktik Jitu Allegri
Turin –
Juventus mengukuhkan diri sebagai calon terkuat juara Liga Italia musim ini dengan mengalahkan satu di antara tim rival, Inter Milan, Sabtu (8/12) dini hari kemarin. Bermain di markas sendiri, Allianz Stadium, Juventus menang 1-0 berkat gol Mario Mandzukic di menit ke-66. Pelatih Juventus Massimiliano Allegri membeberkan taktik jitunya mengalahkan Inter Milan. ‘’Saya memindahkan Mandzukic ke kiri. Paulo Dybala bermain lebih baik, dan kami tampil sangat berbeda dalam hal intensitas dan tekanan,’’ ujar Allegri usai
pertandingan. Juventus dan Inter Milan bermain imbang di babak pertama. Nerazzurri beberapa kali mengancam gawang Juventus yang dijaga Wojciech Szczesny. Satu di antara peluang Inter Milan lahir di menit ke-29. Roberto Gagliardi-
ni hampir saja membobol gawang Juventus andai tendangannya tidak membentur mistar gawang. Juventus lalu coba menyerang balik lewat Giorgio Chiellini. Namun, sundulan Chiellini masih bisa dimentahkan kiper Inter Milan Samir Handanovic.
Allegri mengakui Inter Milan memang cukup merepotkan pertahanan timnya di babak pertama. Salah seorang pemain Inter Milan yang membuat kerepotan adalah Matteo Politano. ‘’Polittano membuat kami dalam tekanan. Jadi, saya menukar bek sayap untuk membuat karakter kami keluar dan bertahan ketika dibutuhkan,’’ ujar Allegri. Lebih lanjut, Allegri menuturkan, dua hal lain yang jadi keberhasilan
ISSI Gelar Bali Kriterium Terbuka di Renon
Balap sepeda kriterium. Denpasar (Bali Post) Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Bali menggelar kejuaraan balap sepeda kriterium terbuka atau Bali Open Cri-
BPM/ist
terium di seputaran jalan raya Renon, 14-16 Desember nanti. Event ini melibatkan pembalap sepeda dari lokal Bali, nasional sampai mancanegara.
Ketua Pengprov ISSI Bali Wayan Mariyana Wandhira, di Denpasar, Sabtu (8/12) kemarin, menyatakan pihaknya berharap lomba ini diikuti sekitar 300 pembalap, bahkan banyak pembalap luar yang sudah konfirmasi seperti dari Jepang, Singapura, dan Kazhakstan. ‘’Kejuaraan ini menggunakan standar internasional, melibatkan wasit nasional dan internasional, termasuk mendatangkan petugas khusus pencatat waktu dari Filipina,’’ tuturnya. Ketua Panpel Wayan Kertayasa mengemukakan, kejuaraan kriterium terbuka dibagi dalam kategori pemula (14-16 tahun), junior (17-18 tahun), elite (19-30 tahun), serta master (30-50 tahun), putra dan putri. Event yang didukung Kemenpora ini, diharapkan
rutin dihelat tiap tahun. ‘’Kami ini penyelenggaraan tahun depan, lebih bergengsi lagi,’’ jelasnya. Di sisi lain, Wakil Ketua Panpel Nyoman Kertiyasa menambahkan, peserta lomba dilepas dari garis start dan finis di Jalan Raya Puputan, mengitari Renon berjarak 2,6 km tiap lapnya. ‘’Peserta bisa menempuh jarak 12 laps, dan dihitung catatan waktu terbaiknya, dan finisher pertama belum tentu juara,’’ ucap Kertiyasa. Dijelaskannya, selama lomba jalan sekitar Renon steril, dan tidak boleh kendaraan lalu-lalang. ‘’Kami menutup jalan, tetapi cuma tiga jam,’’ terangnya. Pembalap kriterium lokal Bali yang turun seperti Kevin Maulana, dan Batista, serta beberapa pembalap nasional dari klub Kondang. (022)
Julio ke Semifinal Kejurnas Tinju
Julio Bria
BPM/ist
Denpasar (Bali Post) Petinju Bali Jul Bria yang turun di kelas bantam (56 kg) melaju ke babak semifinal pada Kejurnas Tinju di GOR Saburai, Bandarlampung, Lampung, setelah menaklukkan lawannya atlet pelatnas Orlando Lemahelu (Sulut) dengan kemenangan angka, Sabtu (8/12) kemarin. Selanjutnya Juli akan meladeni lawannya, Gill (DKI), pada babak empat besar, Minggu (9/12) ini. Pada babak penyisiban, Julio sempat memukul roboh Kuri A Ramar (Papua Barat) pada ronde kedua. Pelatih Yulianus Leo Bunga yang dikontak, kemarin, menerangkan pihaknya bangga petinju asuhannya mampu mengalahkan petinju pelatnas Orlando. ‘’Partai ini merupakan ajang balas dendam, sebab Julio dikalahkan ketika Piala Kapolri di Manado,’’ ujarnya. Yulianus juga optimis Julio bakal mampu menjungkalkan Gill, mengingat Julio juga pernah menundukkan Gill di ajang Piala Kapolda DKI. ‘’Kami harapkan Julio kembali mampu menekuk Gill,’’ ucapnya. Petinju Bali lainnya, Rispinus Mariano W., di kelas layang ringan (46 kg) mengalahkan Wahyu Fitra (Jambi), serta Sarlan (Sulteng). Kornelis Kwangu Langu di kelas layang (49 kg) mengalahkan M. Sadikin (NAD) dan Wahyu Firmansyah (Maluku Utara), kemudian Ferdinandus Seran di kelas tebang (52 kg) menaklukkan Nico da Costa (Sumsel) serta menang atas Ilhan Tapajati (Babel). Selanjutnya, Jekri Riwu di kelas ringan (60 kg) menang atas Abdullah Sinaga (Kepri) serta Matias S (Kalsel), sedangkan Gregorius Gheda Dende di kelas welter ringan (64 kg) mengalahkan Ahmad Sobari (Riau). (022)
timnya menang. Menurut mantan pelatih AC Milan ini, efisien dan efektif menjadi kunci kemenangan Juventus. ‘’Saya meminta pemain bermain efisien dan efektif. Kami hanya menunjukkan setengah hal itu di periode pertama, tapi setelah itu kami mulai menguasai bola dengan sabar, terorganisasi dan solid,’’ ujar Allegri. Berkat kemenangan ini, Juventus kukuh di puncak klasemen dengan total 43
poin. Bianconeri juga berhasil memperpanjang catatan tak terkalahkannya menjadi 14 pertandingan. Berkat kemenangan ini, Juve kini menyamai rekor start terbaik dalam 15 pertandingan di lima liga top Eropa di era tiga poin. Satu-satunya hasil kurang memuaskan Juve pada musim ini terjadi ketika mereka bentrok dengan Genoa, di mana mereka membuang dua poin alias ‘’cuma’’ bermain imbang
pada 20 Oktober silam. Start terbaik Juve ini menyamai catatan milik Paris Saint-Germain, yang juga mengumpulkan 43 poin jelang laga kontra Strasbourg yang berakhir imbang pada Rabu lalu. PSG telah memenangkan 14 pertandingan pertama di Ligue 1 musim ini sebelum ditahan imbang Bordeaux di laga ke-15. Lalu hasil serupa terulang kala bentrok dengan Strasbourg di partai ke-16 mereka. (kmb33/afp)