Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 82 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Enam Tokoh Dapat Gelar Pahlawan Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11) kemarin. Enam tokoh dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017 yakni almarhum Abdurrahman Bawesdan dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, almarhum Agung Hajjah Andi Depu dari Provinsi Sulawesi Barat, almarhum Depati Amir dari Provinsi Bangka Belitung, almarhum Kasman Singodimejo dari Provinsi Jawa Tengah, almarhum Ir. H. Pangeran Mohammad Noor dari Provinsi Kalimantan Selatan dan almarhum Brigjen KH Syam’un dari Provinsi Banten. Acara penganugerahan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2017. Tokoh almarhum Abdurrahman Bawesdan yang merupakan kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan merupakan tokoh yang memperjuangkan integrasi keturunan Arab menjadi bangsa Indonesia. Tokoh yang lahir 9 September 1908 di Surabaya dan besar di Yogyakarta ini terlibat dalam dunia pergerakan dengan mengusung cita-cita mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Perjuangan Abdurrahaman Bawesdan ini dilakukan melalui dunia jurnalistik dengan tulisan-tulisannya di surat kabar serta dalam kepartaian melalui Partai Arab Indonesia (PAI) dan juga menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Hal. 15 Sosok Perempuan Bali Post/dok

UNGGULAN - Desa wisata Panglipuran menjadi salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Bangli.

Desa Wisata di Bali

Antara Ada dan Tiada

Bali Post/ant

GELAR PAHLAWAN - Presiden Joko Widodo menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11) kemarin.

Petugas Imigrasi Bantu Pelarian Petinggi Lippo Jakarta (Bali Post) – Petugas Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan Duty Executive PT Indonesia Air Asia Yulia Shintawati disebut ikut membantu pelarian petinggi Lippo Group Eddy Sindoro dari Indonesia ke Bangkok. ‘’Dwi Hendro Wibowo alias Bowo memerintahkan Andi Sofyar selaku petugas Imigrasi Bandara Soetta untuk stand by di area Imigrasi Terminal 3 dan melakukan pengecekan status pencegahan/ pencekalan Eddy Sindoro,’’ kata jaksa penuntut umum KPK Abdul Basir dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (7/11). Terdakwa dalam perkara ini adalah Lucas yang berprofesi sebagai pengacara. Lucas adalah orang yang menyarankan Eddy melepas status warga negara Indonesia untuk membuat paspor negara lain yaitu agar lepas dari jerat hukum sejak Eddy ditetapkan sebagai tersangka pada 21 November 2016. Eddy yang ketahuan menggunakan paspor palsu di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 7 Agustus 2018 pun dikembalikan ke Indonesia pada 29 Agustus 2018. Hal. 15 Lucas Membantah

Kanker Serviks Bisa Sembuh Penyakit kanker serviks yang menjadi momok bagi wanita sebenarnya dapat dicegah, yaitu dengan melakukan IVA. IVA adalah pemeriksaan kelamin perempuan dengan menggunakan asam asetat. Hasilnya akan langsung terlihat. Jika ditemukan pada stadium awal, dengan operasi bisa sembuh. Halaman 2 BPJS Utang Rp 21 M di RSUD Mangusada BPJS menyisakan utang di RSUD Mangusada, Badung. Jumlah yang belum dibayarkan Rp 21,5 miliar. Direktur RSUD Mangusada Badung dr. Nyoman Gunarta, Kamis (8/11) kemarin tak menampik perihal tersebut. Halaman 3

Rumah Warga di Kukuh Tertimpa Longsor Hujan yang turun sejak pagi hingga sore, Rabu (7/11), kembali menimbulkan bencana. Salah satu rumah warga di Banjar Kukuh Kawan, Kerambitan, tertimpa longsor Halaman 7 27 Warga Penerima Bantuan Diperiksa Kasus biogas di Nusa Penida menyeret tiga orang jadi tersangka. Dalam pengembangan kasus itu, 27 orang di wilayah kepulauan itu dimintai keterangan dalam sehari secara maraton. Halaman 12

Pemerintah sedang menggenjot keberadaan desa wisata. Demikian pula di Bali. Sejumnlah desa wisata dibangun. Namun kondisinya antara ada dan tiada. Artinya belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dari segi produktivitas, perolehan tamu, dari segi benefit untuk masyarakat, belum mencapai target yang diinginkan.

Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Inda Trimafo Yudha mengatakan, keterlibatan masyarakat dan benefit yang diterima masyarakat dari desa wisata juga belum maksimal. ‘’Yang terjadi sekarang, desa wisata itu ada tapi tiada. Ada badan, kegiatannya memang ada yang ditunjuk, tapi secara pegerakan itu tidak signifikan. Kalau ada, ya... ada badannya, ada kegiatannya, ada diskusinya selalu ada,’’ tandasnya sembari menyebut kondisi ini mayoritas terjadi di semua desa wisata di Bali. Desa wisata, menurutnya, adalah aktivitas berbaur dengan penduduk. ‘’Mereka tinggal di rumah penduduk belum, beraktivitas di rumah penduduk belum, mandi di kali sama

penduduk belum,’’ selorohnya. Atas kondisi itu, ia pun mengingatkan, sebelum membuka desa wisata agar disiapkan masyarakat yang berada di desa tersebut, baik secara karakter, keterampilan dan mental. ‘’Jangan sampai desa itu dibuka sebagai desa wisata ternyata yang masuk investor, mendatangkan tamu nasional dan internasional sementara lokalnya tidak siap. Justru mereka menjadi penonton dan tergilas hanya berperan atau mendapat porsi yang sangat kecil di bidang keuntungannya. Itu agar diimbangi, siapkan dulu mental, karakter, keterampilan masyarakat setempat,’’ tegasnya lugas. Hal. 15 Investor Besar

JUMLAH OBJEK WISATA Klungkung

17

Karangasem

17

Jembrana

15 62

Gianyar Denpasar

26

Buleleng

38

Bangli

39 50

Badung Tabanan

24

Koster Instruksikan Tutup Toko Jaringan Mafia Tiongkok Denpasar (Bali Post) Praktik tidak sehat yang dilakukan toko-toko jaringan mafia Tiongkok masih menjadi atensi khusus Pemprov Bali. Sebuah rapat bahkan digelar secara tertutup di Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Kamis (8/11) kemarin, guna membahas penutupan toko-toko tersebut. Di Badung saja sedikitnya ada 16 toko yang akan ditutup. ‘’Saya hari ini mengeluarkan instruksi ditujukan kepada Bupati Badung agar menugaskan Satpol PP untuk menutup toko, artshop, ataupun unit usaha lainnya yang melakukan praktik tidak sehat,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster usai memimpin rapat tersebut. Koster menambahkan, Satpol PP Kabupaten Badung juga sudah diberikan instruksi secara lisan untuk langsung melakukan penutupan toko. Dari 16 toko yang dimaksud, 4 di antaranya sudah dipastikan tidak berizin. Namun, mantan anggota DPR-RI ini meminta agar ditelusuri kembali. Sekalipun ada yang sudah berizin, usaha yang dijalankan berbeda dengan izin yang dimiliki. ‘’Saya minta besok (hari ini - red) sudah ditutup. Instruksinya sama kepada bupati/wali kota se-Bali (menutup praktik usaha tidak sehat - red). Tadi yang muncul memang case di Badung,’’ tegasnya. Menurut Koster, praktik usaha tidak sehat yang dijalankan toko-toko jaringan Tiongkok tidak saja merusak

citra pariwisata Bali, juga berdampak buruk bagi citra pariwisata Indonesia. Ia mengaku tidak khawatir tindakan tegas penutupan akan menurunkan kunjungan wisatawan Tiongkok. Sebaliknya, wisatawan yang datang justru akan terseleksi dengan sendirinya. ‘’Enggak juga, yang cinta Bali kan banyak. Kita berharap yang datang ke Bali ini adalah orang-orang yang tertib, menjaga citra pariwisata, menghormati kearifan lokal, tradisi dan budaya yang ada di Bali, dan punya komitmen bersama-sama memajukan Bali,’’ jelasnya. Diwawancarai terpisah, Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, saat ini ada penurunan kunjungan wisatawan

negeri tirai bambu akibat penipuan yang dilakukan tokotoko jaringan mafia Tiongkok. Meski demikian, pihaknya tidak terlalu khawatir karena Tiongkok merupakan pasar yang sangat potensial. Dengan jumlah penduduk 1,5 miliar, negara ini berpotensi menyumbang jutaan wisatawan setiap tahunnya. ‘’Tapi yang kita sasar adalah middle up. Saat melakukan promosi ke Beijing dan Shanghai, kita sudah menandatangani MoU untuk 2 juta turis Cina ke sini. Tapi turis yang betul-betul punya duit, berkelas. Yang kita jaga kan image Bali yang dirusak karena harga sangat murah,’’ ujarnya. Hal. 15 Bayar Pajak

Bali Post/rin

TOKO BERJARINGAN - Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace saat memberikan keterangan terkait penutupan toko berjaringan mafia Cina, Kamis (8/11) kemarin.

Revolusi Industri 4.0

Belum Banyak Negara Sadari Manfaatnya

Bali Post/may

ACARA RCID - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat acara Regional Conference on Industrial Development (RCID), Kamis (8/11) kemarin.

Mangupura (Bali Post) Indonesia berkomitmen dalam membangun industri manufaktur berdaya saing global. Ini ditandai dengan inisiatif penerapan revolusi industri 4.0 sejak April 2018. Ketika itu Presiden Joko Widodo secara resmi menggulirkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Kebijakan ini memuat strategi seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan revolusi industri 4.0 di lima sektor industri prioritas yaitu makanan dan minuman, elektronik, otomatif, tekstil, alas kaki, dan kimia. Melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan penerapan revolusi industri ke-4 dapat

merevitalisasi dan mengakselerasi pertumbuhan sektor industri manufaktur, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mendorong ekspor produk industri, serta membuka 10 juta lapangan kerja baru yang bermuara pada mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar ke-10 di dunia pada tahun 2030. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, meski internet bukan lagi hal yang baru, namun belum banyak negara berkembang yang menyadari urgensi dan manfaat penerapan revolusi industri ke-4. ‘’Perlu disadari industri 4.0 tidak mengenal batas nasional, jika negara di Asia Pasifik tidak berpikir secara

regional, mereka akan kehilangan peluang dan gagal mengatasi tantangan yang terus mengiringi perkembangan industri 4.0,’’ ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kamis (8/11) kemarin. Dalam kaitan itu, Kementerian Perindustrian menggagas penyelenggaraan RCID (Regional Conference on Industrial Development) ke-1 di Hotel Anvaya, Bali pada 8 – 9 November. Hal ini sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran negara berkembang di kawasan Asia Pasifik akan potensi revolusi industri ke-4 dalam mendukung proses industrialisasi di kawasan. Ia menyasar partisipasi aktif perwakilan dari sedikitnya 27 negara berkembang di

kawasan Asia Pasifik dalam meningkatkan kesadaran penerapan revolusi industri ke-4. Pertemuan RCID ini diproyeksikan menjadi wadah pertukaran pengalaman, pandangan, pengetahuan dan langkah efektif dalam menjawab tantangan teknis penerapan revolusi industri ke-4. Terlebih lagi, pertemuan ini juga diharapkan menjadi platform di kawasan Asia Pasifik untuk mengakselerasi penerapan revolusi industri ke-4. Pertemuan ini akan mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kalangan akademisi, serta pemangku kepentingan terkait dalam mengakselerasi implementasi revolusi industri ke-4. (kmb42)


DENPASAR

2

Jumat Pon, 9 November 2018

FIGUR Toko Berjejaring DI BALI banyak tumbuh toko berjejaring. Namun, perannya masih kecil dalam menyerap produk UMKM khususnya UMKM Bali. Maka dari itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengusulkan toko berjejaring paling tidak memberi ruang di tokonya 20 – 30 persen untuk produk lokal, guna mengangkat perekonomian lokal. ‘’Selama ini belum dilakukan. Hampir tidak menyerap,’’ kata Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra, Kamis (8/11) kemarin. Kadin mengusulkan kepada Aprindo dan semua anggotanya, terutama yang berjejaring nasional dan internasional untuk memajang produk-produk UMKM dan produk-produk lokal minimal 30 persen. Pemerintah dalam memberikan izin pada toko-toko berjejaring juga harus memberi masukan atau mempersyaratkan agar toko berjeraring ini mau menyediakan 30 persen dari total space-nya untuk produk lokal atau UMKM. ‘’Menjamurnya toko berjejaring, terutama jaringan nasional itu sama sekali tidak mengadopsi produk lokal. Ini menjadi sorotan Kadin sekarang ini,’’ kata Caleg DPR-RI Dapil Bali ini. Selama ini, katanya, kendalanya adalah pemilik dan pengusaha toko berjejaring tidak mau memasukkan karena dianggap barang itu tidak segera laku. Tapi untuk mengadopsi local genius, maka itu harus dimasukkan ke dalam toko berjejaring. Menurutnya, pemilik toko berjejaring tidak memperhatikan bahwa produk lokal harus mereka himpun juga. Diharapkan di masing-masing daerah seperti kabupaten/kota ada perda yang mengharuskan toko berjejaring nasionalnya untuk menjual produk lokal. ‘’Kalau di mall ada (aturannya - red), tapi di toko berjejaring belum,’’ imbuhnya. Sementara produk lokal tidak bisa masuk ke toko berjejaring karena belum ada peraturan yang mengatur. Ini yang harus disiapkan untuk mengembangkan potensi lokal. ‘’Jadi, setiap toko berjejaring harus ada produk lokal, minimal 30 persen dari yang dijual di sana,’’ tegasnya. (may)

Bali Post/kmb12

PELATIHAN - Salah seorang petugas BPBD memberikan pelatihan pemadaman kebakaran pada simulasi penanggulangan bencana di Kejari Denpasar, Kamis (8/11) kemarin.

Denpasar Rawan Kasus Kebakaran

Denpasar (Bali Post) – Kasus kebakaran paling sering dialami Denpasar. Rata-rata setiap bulan terjadi 20 kali kasus kebakaran. Baik yang menimpa perumahan, kendaraan, serta lahan kosong. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar lebih gencar melakukan simulasi penanganan bencana kebakaran kepada komponen masyarakat. Kepala BPBD Denpasar I.B. Joni Ariwibawa mengatakan hal itu di sela-

sela simulasi bencana di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Kamis (8/11) kemarin. Denpasar yang memiliki penduduk cukup padat, kata Joni Ariwibawa, bencana yang rawan terjadi adalah kebakaran. Dari hasil pencatatan BPBD selama ini, kasus kebakaran paling banyak terjadi, bila dibandingkan dengan bencana lainnya. “Rata-rata setiap bulan terjadi 20 kasus kebakaran. Ini tersebar di semua kecamatan,” ujar mantan Camat Denbar ini.

Guna meminimalisasi dampak dari kerugian bencana serta memberikan kemampuan masyarakat dalam penanggulangan bencana, BPBD secara rutin memberikan pelatihan, seperti simulasi ini. Dengan kesiapsiagaan terhadap bencana, maka ancaman kerugian yang ditimbulkan bisa ditekan. Baik kerugian jiwa, materi, serta kerugian lainnya. “Kewaspadaan dan kesiapsiagaan diri sendiri menjadi hal utama dalam penanggulangan ben-

cana,” jelasnya. Joni Ariwibawa menambahkan, simulasi penanggulangan bencana di Kejari Denpasar juga merupakan salah satu upaya untuk memberikan pengetahuan kepada jajaran pegawai kejaksaan bila terjadi bencana. BPBD juga memberikan penjelasan terkait tata cara untuk memadamkan api bila terjadi kebakaran. Selain itu, petugas BPBD juga memberikan pengetahuan tata cara menggunakan Alat Pemadam

Ringan (APAR) bila terjadi kebakaran. Sementara itu, terkait musim hujan yang mulai turun, Joni Ariwibawa mengingatkan warga untuk tidak sembarangan membuang sampah. Terlebih, ke dalam saluran air atau sungai. Karena ketika hujan turun dan terjadi tumpukan sampah, maka akan timbul banjir. “Karena itu, kami tetap mengimbau agar warga tidak lagi membuang sampah ke sungai,” harapnya. (kmb12)

Kanker Serviks Dapat Dicegah dengan IVA Denpasar (Bali Post) -

Bali Post/eka

SELEBARAN - Kadiv Imigrasi Kanwil Kemenkum HAM Bali Agato P.P. Simamora menunjukkan bukti selebaran party bersama Maria Ozawa saat konferensi pers di Kanwil Kemenkum HAM Bali, Kamis (8/11) kemarin.

Heboh Miyabi

Akui Foto Bersama, Imigrasi Sebut Lakukan Operasi Intelijen Denpasar (Bali Post) Bintang film panas Maria Ozawa alias Miyabi sudah meninggalkan Pulau Bali. Yang heboh, manakala beberapa acara Miyabi batal dan disebut-sebut karena dibuntuti petugas Imigrasi Kelas 1 Denpasar. Kekecewaan itu kemudian terekspos secara luas. Merasa terpojok, Divisi Imigrasi Kemenkum HAM Bali melakukan klarifikasi atas pemanggilan Maria Ozawa yang sempat diperiksa Kantor Imigrasi Kelas 1 Denpasar pada Rabu (7/11) dini hari. Kadiv Imigrasi Agato P.P. Simamora didampingi Kepala Imigrasi Denpasar Wisnu Hidayat, Kamis (8/11) kemarin, menyampaikan dalam kasus ini pihak Imigrasi mengaku melakukan operasi intelijen. Di mana pihak Imigrasi sejak tiga minggu sebelumnya menerima selebaran yang melibatkan Barbie Nouva dan Maria Ozawa yang dibungkus dengan acara ulang tahun, yakni Tropical Boat Party, Tropical Pirates Boat Party dan Invitation Tropical Pirates Boat Party. Dalam selebaran itu diketahui ada beberapa paket tiket, mulai dari Rp 22 juta, lengkap dengan berbagai fasilitas termasuk ditemani wanita pendamping, dan lainnya. Selain itu, ada harga paket Rp 6 juta. Atas dasar itu, kata Agato, petugas Imigrasi mencari informasi pembenaran terhadap selebaran tersebut, termasuk melakukan konfirmasi pada Jumat 2 November lalu. Pihak Imigrasi juga sempat membeli paket Rp 6 juta untuk empat orang. Pembayaran ada nota dan ditandatangani Barbie Nouva. Harga tiket, sambung Agato, termasuk untuk dapat fasilitas satu botol minuman beralkohol, foto bersama Maria Ozawa dan akan ada pool party. ‘’Nah, saat itu memang ada petugas yang foto dengan Maria Ozawa, tetapi bukan selfie. Tetapi, kami dikatakan seolah-olah mengarang untuk foto selfie dengan Maria Ozawa,’’ kata Agato sembari mengatakan beda antara selfie dan foto bersama. Cara itulah yang dilakukan petugas Imigrasi Denpasar sebagai bentuk operasi intelijen. Yakni saat acara di sebuah vila di Jalan Sekar Tunjung, Kesiman, Denpasar, tim Imigrasi menyusup dan mengambil foto dan video. Kegiatan itu juga dilaporkan pada tim yang memantau di Kantor Imigrasi Denpasar. ‘’Terjadi validasi atas kegiatan tersebut. Dilakukan pembagian tugas, dan setelah acara selesai Maria Ozawa dipanggil ke Imigrasi,’’ sebut Agato. Saat itu, kata Agato, pihaknya mengakui sempat meminta paspor Maria Ozawa untuk dicocokkan, baik wajah maupun identitas lainnya. ‘’Kami sangat menolak statemen bahwa kami melarikan paspor Maria Ozawa,’’ jelasnya kembali. Agato menambahkan, pihaknya juga sempat mengonfirmasi siapa yang mengundang Maria Ozawa ke Indonesia, apa tujuannya, maksudnya apa, dan apa hubungannya dengan Barbie Nouva? ‘’Kami mendapatkan informasi, Maria Ozawa tidak mengetahui temannya yang bernama Barbie Nouva memungut tiket dalam acara itu. Tidak mengetahui juga perihal tiket beredar di media sosial. Dan Maria Ozawa (Miyabi) tidak menerima sepeser pun bayaran. Sehingga pihak Imigrasi meyakini dan karena kantongi visa kunjungan, maka Kepala Kantor Imigrasi melepaskan yang bersangkutan secara baik tanpa ada masalah. Karena tidak ada pelanggaran yang dilakukan Maria Ozawa,’’ katanya memaparkan. (kmb37)

819446 / 081337032965

Topik : Kanker Serviks Dapat Dicegah dengan IVA

Penyakit kanker serviks yang menjadi momok bagi wanita sebenarnya dapat dicegah, yaitu dengan melakukan IVA. IVA adalah pemeriksaan vagina perempuan dengan menggunakan asam asetat. Hasilnya akan langsung terlihat. Jika ditemukan pada stadium awal, dengan operasi bisa sembuh. Tetapi yang terjadi adalah pasien kerap datang pada stadium lanjut, sehingga pengobatan yang diberikan hanya bersifat supportif. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUP Sanglah dr. Made Bagus Dwi Aryana, Sp.OG.(K) mengatakan, tes IVA menggunakan metode see and treat. See (melihat) setelah serviks, kemudian dioleskan dengan menggunakan larutan asam asetat. ‘’Bila ada lesi segera dikrioterapi. Bila lesi luas dirujuk,’’ kata Dwi Aryana, Kamis (8/11) kemarin. Menurut Dwi Aryana, IVA merupakan alat deteksi dini. Semakin dini diketahui, tentu semakin baik kesembuhannya. ‘’Kalau IVA untuk pencegahan. IVA efektif sebagai pencegahan sekunder. Sedangkan pencegahan primernya dengan vaksin,’’ ujarnya. Jika hasil dari tes IVA normal, kata Dwi Aryana, maka dapat dilanjutkan dengan melakukan vaksin. Semakin awal ketahuan, semakin baik kemungkinan sembuhnya. ‘’Vaksin dapat mencegah terjadinya kanker serviks 80 - 90 persen. Namun jika pasien sudah dalam fase kanker, maka pemberian vaksin tidak ada gunanya,’’

katanya. Untuk mencegah terjadinya kanker serviks, ada dua pencegahan yaitu pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer yaitu menjaga perilaku seksual dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Yaitu makan seimbang, olahraga teratur dan pola seks yang sehat. Jika masuknya virus tidak bisa dicegah, maka daya tahan tubuh harus ditingkatkan. Sehingga pencegahan primer selanjutnya yang bisa dilakukan adalah vaksin. ‘’Pencegahan primer dicegah sebelum wanita terinfeksi virus. Kalau sudah terinfeksi, daya tahan tubuh harus ditingkatkan dengan vaksinasi,’’ jelas Dwi Aryana. Sementara pencegahan sekunder adalah pencegahan agar tidak memperparah kondisi. ‘’Jika sudah ada infeksi HPV sekarang tinggal deteksi ada kelainan jarinBerita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

gan atau tidak serviks itu,’’ jelasnya. Menurut Dwi Aryana, pencegahan sekunder dengan papsmear, IVA dan kriyo. Hanya, pap-smear memerlukan peralatan yang banyak, pengiriman hasil pap-smear sehingga butuh waktu dan tenaga untuk membaca hasilnya. ‘’Diperlukan banyak waktu dan equipment. Sehingga pasien sering hilang, apalagi demografi kita tidak mendukung sehingga alternatif kedua adalah tes IVA. Hasilnya segera diperoleh karena dapat melihat secara langsung kel a i n a n di serviks dan tidak memerlukan tenaga yang ahli asal s u d a h terlatih. Dengan demikian IVA sangat bagus u n t u k skrining massal,’’ katanya memaparkan.

Dwi Aryana menambahkan, di masing-masing puskesmas sudah ada fasilitas untuk terapi. Bila ditemukan tanda kanker serviks, dilanjutkan dengan kriyo didinginkan, sehingga pasien tidak hilang. Jika sudah dinyatakan kanker, maka pencegahan tersier bisa dilakukan untuk mengurangi morbiditas (kesakitan) p a s i e n . (kmb42)

Rayakan Dies Natalis XIV, IHDN Denpasar Harapkan Peningkatan Status Jadi Universitas Segera Terwujud Ari Dwipayana dan Sejumlah Tokoh Terima Penghargaan

INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar merayakan Dies Natalies XIV di Kampus IHDN Denpasar, Jalan Ratna Denpasar, Kamis (8/11) kemarin. Pada dies natalis kali ini, IHDN berharap peningkatan status dari institut ke universitas bisa cepat terwujud. Tidak hanya peningkatan status, IHDN juga ingin meningkatkan jaringan dan kerja sama, tidak saja di tingkat nasional tetapi juga internasional. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, harapan ketiga yang ingin diwujudkan setelah dies natalis adalah dosen dan mahasiswa bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri, terutama ke India. Sehingga kualitas dari dosen tidak hanya mendapatkan pengetahuan di dalam negeri tapi juga di luar negeri. ‘’Ini penting untuk menaikkan identitas dari kampus kita sendiri,’’ ujarnya. Sudiana menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pertukaran mahasiswa baik ke Cina, Belanda, Amerika. Saat ini pihaknya se-

PENGHARGAAN - Serangkaian Dies Natalis XIV, Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh. dang merancang dan kerja sama sudah dilakukan sehingga tahun depan sudah ada pertukaran mahasiswa dan dosen di luar negeri. ‘’Demikian juga tahun depan status kita tidak lagi Institut Hindu Darma, tapi menjadi Universitas Hindu Negeri,’’ tandasnya. IHDN juga akan menc-

etak buku untuk pedoman masyarakat seperti tentang tattwa, susila dan acara-nya. Sejak IHDN Press diterbitkan oleh Menteri, Februari lalu, sampai saat ini sudah ada 47 buku yang diterbitkan. ‘’Bulan ini akan tebit lima buku lagi, buku panduan dharma wacana, sehingga nanti yang melaksanakan

dharma wacana tinggal baca itu saja,’’ pungkasnya. IHDN juga baru mendapatkan penghargaan dari Dikti karena memiliki jurnal yang terakreditasi Dikti. Dies natalis kali ini juga memberikan nugraha pada para tokoh. Penganugrahan ini diberikan setelah dilakukan penilaian secara seksama. Tokoh tersebut yaitu Wisnu Bawa Tenaya, Dr. AAGN Ari Dwipayana, Bambang Ketut Gde Rawi, Drs. Cokorda Raka Krisnu, Drs. I Wayan Mandra Aryasa, M.A. dan Drs. I Nyoman Warjana (alm). Dirjen Binmas Hindu Kementerian Agama RI Prof. Dr. I Ketut Widnya berharap agar peningkatan akses di IHDN segera dituntaskan. ‘’Misalnya pembangunan sarana dan prasarana itu jangan terlalu lama mengambil waktu sehingga peningkatan mutu jadi terhambat,’’ ujarnya. Menurut Widnya, perguruan tinggi agama Hindu masih berkutat pada peningkatan akses seperti membangun gedung, membangun ruang kelas, sarana dan prasana. Namun juga yang

penting ke depan adalah meningkatkan mutu. ‘’Jadi, standar mutu sudah menjadi satu budaya kerja dalam perguruang tinggi. Ini yang kita pacu terus. Budaya mutu ini yang nanti akan meningkatkan daya saing, baik daya saing lulusannya, daya saing kompetensi jurusannya,’’ ungkapnya. Selain itu dalam rangka meningkatkan mutu ini, maka perguruan tinggi seperti IHDN diharapkan akreditasinya minimal B. ‘’Karena ini yang menjadi kontrak kerja kita dengan Menteri Agama,’’ imbunya. Ke depan, perguruan tinggi juga menghadapi suatu disrupsi peradaban. Disrupsi perubahan adalah perubahan yang sangat mendasar, di mana perubahan- perubahan ini biasanya terjadi pada industri. Perusahaanperusahaan ini jika tidak melakukan perubahan dalam manajeman dan sebagainya, maka akan punah. ‘’Jika perguruan tinggi kita asosiasikan seperti perusahaan, maka dia harus berkreativitas, menguasai teknologi, inovasi,’’ tegasnya. (ad348)


BADUNG

Jumat Pon, 9 November 2018

3

Lagi, Internet di Puspem Badung Ngadat Dewan Ragukan Struktur Gedung Mangupura (Bali Post) Kondisi jaringan internet di lingkungan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, lagi-lagi terganggu. Pascapemidahan perangkat jaringan dari gedung Dishubinfo ke gedung Badung Command Center (BCC), kerap kali mengalami masalah. Ironisnya, baru saja di-pelaspas Selasa (6/3) lalu gedung yang menjadi icon smart city di Gumi Keris ini mengalami kebocoran dan mengakibatkan sejumlah peralatan kena rembesan air hujan akibat plafon di lantai tiga jebol, Rabu (7/11). Saat ini masih dalam proses pengeringan. Selain itu, aliran listrik juga sengaja dipadamkan sebagian. Kepala Dinas Komuniksi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung I Wayan Weda Darmaja saat dikonfirmasi, Kamis (8/11) kemarin, membenarkan belum menyalakan jaringan internet untuk kebutuhan perkantoran di kawasan Puspem Badung. ‘’Kami menyampaikan permakluman karena jaringan internet masih mati. Hari ini (kemarin - red) masih proses mengeringkan alat-alat yang kena air, termasuk server juga masih kita keringkan menggunakan hairdrayer,’’ ungkapnya. Menurutnya, tim teknisi yang sejak Rabu melakukan penanganan, tidak ingin mengambil risiko sehingga listrik di lantai tiga belum dapat dinyalakan. Sambungan listrik, khususnya yang

ada di lantai tiga pun untuk sementara terpaksa belum dinyalakan karena kondisi belum kering sepenuhnya. Akibatnya, jaringan internet ikut mati. ‘’Besok mudah-mudahan bisa diuji coba dan bisa digunakan,’’ harapnya. Ditanya apakah alat-alat yang terkena air hujan masih bisa digunakan? Birokrat asal Desa Sembung, Kecamatan Mengwi itu belum berani memastikan. ‘’Belum kita coba, karena kami menunggu benar-benar kering dulu. Lagi pula aliran listrik juga masih mati,’’ tegasnya. Bocornya gedung BCC yang menghabiskan anggaran Rp 47.444.400.000 bersumber dari APBD Kabupaten Badung tahun 2017 itu mendapat perhatian wakil rakyat di DPRD Badung. Sebab, gedung yang terletak di belakang Gedung Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) akan segera dimanfaatkan. ‘’Ini perlu untuk keamanan kita bersama. Karena ini masih dalam proses pemeliharaan, kontraktor harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut,’’ ujar Ketua DPRD Badung I Putu Parwata. Politisi PDI-P ini meminta pihak terkait mengecek struktur yang telah selesai dan pekerjaan penunjang lainnya dengan menggunakan pihak ketiga yang independen. Jangan-jangan strukturnya juga lemah. (kmb27)

JEBOL - Plafon di lantai tiga gedung Badung Command Center (BCC) yang jebol kini telah diperbaiki.

Bali Post/dok

BPJS Sisakan Utang Rp 21 Miliar Lebih di RSUD Mangusada Mangupura (Bali Post) -

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) hingga kini masih menyisakan utang yang lumayan besar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangusada Badung. Berdasarkan informasi, jumlah utang yang belum dibayarkan hingga akhir 2018 mencapai Rp 21,5 miliar.

Bali Post/ist

KUNJUNGAN - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa foto bersama dengan rombongan delegasi Global Health Security Agenda (GHSA) saat kunjungan lapangan ke Puskesmas Abiansemal I di Blahkiuh, Kamis (8/11) kemarin.

Delegasi GHSA dan Kemenkes Kunjungi Puskesmas Abiansemal I

Wabup Suiasa Beberkan Inovasi Layanan Kesehatan Badung ROMBONGAN delegasi Global Health Security Agenda (GHSA) bersama Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kamis (8/11) kemarin mengadakan kunjungan lapangan ke Puskesmas Abiansemal I di Blahkiuh. Delegasi yang berasal dari 15 negara tersebut disambut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadis Kesehatan Badung dr. I Gede Putra Suteja, Kepala Puskesmas Abiansemal I drg. Rai Sukadani, Camat Abiansmal I Gusti Ngurah Suryajaya dan perbekel seAbiansemal. Kunjungan lapangan ini dipandu staf Kemenkes RI Bidang Layanan Kesehatan Monika Saraswati Sitepu. Tema yang diangkat adalah ‘’mencegah, mendeteksi dan merespons cepat berbagai penyakit menular berpotensi wabah’’. Dalam sambutannya, Wabup Suiasa mengatakan, untuk memenuhi

kebutuhan akan pelayanan kesehatan, Pemkab Badung memiliki satu rumah sakit pemerintah tipe B, 13 puskesmas yang semua terakreditasi dan 54 puskesmas pembantu (pustu). Dikatakan juga sejumlah inovasi dan terobosan yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, seperti layanan UGD 24 jam, vaksinasi kanker serviks untuk siswi SMP, SMA dan pegawai di lingkungan Pemkab Badung, deteksi dini kanker payudara mobile (mawas), program ‘’Badung Getting To Zero’’ dalam penanggulangan HIV/AIDS, layanan komprehensif berkesinambungan (LKB), dan layanan ambulans desa. Sejak Januari 2017 seluruh pelayanan kesehatan dijamin pemerintah daerah. Di mana setiap penduduk yang ber-KTP Badung dijamin kesehatannya dan saat ini sudah

universal health coverage (UHC). ‘’Pemkab Badung selalu berupaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan sesuai dengan siklus kehidupan manusia. Mulai dari dalam kandungan sampai lansia, b a hka n s a m p a i m e ni n ggal mendapatkan santunan yang dikenal dengan santunan kematian,’’ ujarnya. Nah, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia memiliki tingkat sensitivitasi yang cukup tinggi terhadap isu penyebaran berbagai penyakit menular, terlebih Kabupaten Badung adalah pintu masuk Bali. ‘’Terhadap hal ini, Pemkab Badung selalu memberikan perhatian dengan meningkatkan mutu dan akses pelayanan,’’ kata Suiasa. Di akhir kunjungan, para delegasi GHSA sempat meninjau secara langsung pelayanan yang dilakukan Pemkab Badung di Puskesmas Abiansemal I. (ad349)

Direktur RSUD Mangusada Badung dr. Nyoman Gunarta, Kamis (8/11) kemarin, tak menampik perihal tersebut. ‘’Tunggakan tahun lalu sih tidak ada, tapi ini yang belum dibayar adalah pada Juli dan Agustus, termasuk sisa tagihan di Januari,’’ ungkapnya. Menurutnya, tunggakan yang tercatat merupakan hasil verifikasi dari pihak BPJS. Hasil verifikasi inilah yang men-

jadi dasar dalam pembayaran klaim ke RSUD Mangusada. BPJS akan membayar berdasarkan klaim yang diajukan pihak rumah sakit. Setelah melewati proses verifikasi, pihak BPJS memiliki waktu 15 hari untuk melunasi. Jika terdapat kekurangan administrasi, pihak rumah sakit wajib untuk melengkapi. Bila ada beberapa pelayanan atau obat tidak ditang-

Badung (Bali Post) Meluwes Coffee Luwak Bali merupakan salah satu produk lokal yang ikut berpartisipasi dalam pameran The Soul of Bali. Pameran ini digelar serangkaian World Conference On Creative Economy (WCCE) 2018 di Creative Village, BNDCC, Nusa Dua sejak Rabu (7/11) lalu. Ada sejumlah pejabat yang mampir dan mencicipi kelezatan kopi luwak merek lokal ini. Mulai dari istri Gubernur Bali Ny. Putri Suastini Koster, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi hingga perwakilan delegasi WCCE dari berbagai negara. ‘’Antusiasme pengunjung dan peserta sangat bagus. Responsnya positif, bertanya tentang proses produksi, bagaimana kopi luwak itu kita dapatkan, bagaimana kopi luwak itu diproses,’’ ujar Owner Meluwes Coffee Luwak Bali Raka Santhi Harmini. Menurut Santhi, kopi luwak termasuk kopi termahal di dunia dan menjadi idola di ka-

langan penikmat kopi ‘’sehat’’. Pasalnya, kopi luwak rendah kafein lewat proses fermentasi dengan bantuan enzim luwak. Meluwes Coffee Luwak Bali utamanya menyasar pasar internasional. Di beberapa tempat yang di-support, penjualannya terhitung bagus. Begitupun nilai jual dan respons pasar yang dituju sangat positif. Kondisi ini memberikan harapan gemilang bagi petani kopi luwak. ‘’Kalau pasar utama kopi luwak adalah wisatawan yang datang ke Bali. Tapi beberapa negara tujuan ekspor kita ada di Florida, Polandia, Korea, Cina. Terakhir kita punya chanel juga di Rusia,’’ jelasnya. Salah satu pengunjung, lanjut Santhi, merupakan perwakilan dari Dubai yang akan menjadi tuan rumah WCCE 2020. Setiap tamu utusan negara juga diberikan cenderamata kopi luwak. Pihaknya berharap pemerintah dapat terus membantu dari sisi pemasaran dan rutin mengevaluasi kesehatan

gung BPJS, maka klaim tidak akan disetujui. ‘’Yang sudah terverifikasi pada Juli dan Agustus 2018 hampir Rp 20 miliar. Terus sisa tagihan Januari 2018 Rp 1, 5 miliar lebih. Sedangkan tagihan pada September dan Oktober belum terverifikasi pihak BPJS,’’ jelasnya. Keterlambatan pembayaran klaim dari BPJS, diakui dr. Gunarta, telah terjadi sejak

2017 lalu hingga 2018 ini. Padahal, untuk sejumlah pembayaran sudah akan jatuh tempo pada 5 Oktober lalu. ‘’Keterlambatan pembayaran klaim dari BPJS ini bukan yang pertama,’’ tegasnya. Sementara itu, Humas BPJS Kesehatan Kedeputian Bali Nusa Tenggara Arofah saat dikonfirmasi prihal tersebut berdalih tidak memegang data lantaran ada pada kantor cabang. ‘’Maaf, saya tidak tahu pasti angkanya karena data ada di kantor cabang. Nanti coba saya komunikasikan dengan teman cabang,’’ katanya. (kmb27)

Meluwes Coffee Luwak Bali Ikuti Pameran di WCCE

Bali Post /rin

PAMERAN - Pameran The Soul of Bali digelar serangkaian World Conference On Creative Economy (WCCE) 2018 di Creative Village, BNDCC, Nusa Dua sejak Rabu (7/11) lalu. luwak melalui dinas terkait. Selama ini kendala yang dihadapi saat ingin memperluas pasar adalah terbatasnya kuota kopi luwak yang dihasilkan. Di samping jumlah luwak yang masih terbatas. ‘’Pernah kita mencoba

melakukan, tetapi kami kalah di kuota karena mereka menginginkan 500 kg per bulan. Jadi 6 ton per tahun di Polandia. Itu sudah kita rintis selama tiga tahun, akhirnya gagal. Jumlah barang yang dia minta tak kami punya,’’ katanya. (kmb32)

Gunakan Teknologi Terbaru

Manajemen The Mulia Resort & Villa Perbaiki SOP Pengelolaan Limbah

Bali Post/edi

TINJAU - Kepala Dinas LHK Badung Putu Eka Merthawan didampingi Camat Kuta Selatan Made Widiana saat meninjau lokasi pengolahan limbah milik Hotel Mulia, Kamis (8/11) kemarin.

Mangupura (Bali Post)Setelah memberikan sanksi administratif kepada manajemen The Mulia Resort & Villa, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Kamis (8/11) kemarin melakukan peninjauan ke lokasi pengolahan limbahnya. Peninjauan ini untuk memastikan perbaikan yang sudah dilakukan pihak hotel terkait SOP pengelolaan limbah. Kepala Dinas LHK Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, dari hasil pengecekan, untuk pengolahan limbah di hotel tersebut sudah menggunaka teknologi terbaru yaitu membran bio reaktor dengan kapasitas 1.100 m 3 per hari. Bahkan partikel terkecil pun, katanya, bisa diolah dan dimanfaatkan. Menurutnya, ini

merupakan langkah bagus. Pihaknya berharap hal ini agar bisa ditiru oleh hotel lainnya. ‘’Kami berharap agar ini dijaga. Kami di sini sifatnya membina, tidak ada maksud lain,’’ katanya. Dijelaskan, selain sudah mengelola limbah dengan baik, pihak Hotel Mulia juga telah memiliki izin limbah pengolahan air tanah. Namun pihaknya berharap agar SOP pengelolaan limbahnya dilakukan dengan bagus. ‘’Kami akan cek setiap minggu. Kalau masih melanggar, akan kami beri sanksi lebih berat,’’ ucapnya. Untuk air sisa pengolahan limbah, lanjutnya, memang dari hasil lab sudah menunjukkan angka bagus. Semua sudah memenuhi ambang baku mutu. ‘’Kami kira ini perlu dipertahankan. Kalau

memang sudah menjalankan sesuai SOP, maka akan dicabut sanksi administratifnya,’’ pungkasnya. Dari manajemen Hotel Mulia sudah menyadari sebelumnya memang ada SOP yang kurang tepat. Setelah dicek pengolahan IPAL-nya sudah bagus dan satu-satunya di Bali. ‘’Dari penanggung jawab IPAL sudah menyadari. Saat ini SOP pengolahan limbah sudah diperbaiki,’’ terangnya. Manager General Affair Hotel Mulia Ngurah Raharja menyampaikan untuk yang sebelumnya, memang diakui ada sedikit permasalahan. Namun hal itu sudah dilakukan penanganan sesuai petunjuk dari DLHK. Bahkan, Kamis kemarin sesuai instruksi DLHK, di lokasi tersebut juga dilaku-

kan upacara bendu piduka untuk pembersihan secara niskala. ‘’Sebelumnya memang ada masalah teknis, SOP-nya yang perlu dibenahi. Itu pun sudah kami lakukan dan saat ini sudah semuanya bagus. Kami akan menjaga seterusnya untuk kelesatarian lingkungan,’’ pungkasnya. Sementara itu, Camat Kuta Selatan Made Widiana yang ikut meninjau ke lokasi pengolahan limbah itu sangat menyambut baik langkah yang diambil pihak Hotel Mulia. Dengan kontrol sosial sebelumnya, pihak hotel sudah sigap menangani. ‘’Kami mengapresiasi pihak hotel bisa menangani secepat itu, sehingga tidak berdampak ke masalah lain, terutama lingkungan,’’ terangnya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Dukung Bidang UMKM

BCA Kucurkan Dana Rp 30 Miliar untuk BPR Lestari DI TENGAH kondisi ekonomi yang lesu seperti saat ini, tidak menjadi halangan bagi BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) untuk tetap mendukung usaha UMKM, khususnya di Bali. Guna mendukung usaha tersebut dan mempersiapkan likuiditas yang cukup, tahun ini BPR Lestari Bali menjalin kerja sama dengan Bank BCA dalam penyaluran program linkage. BCA mengucurkan dana Rp 30 miliar kepada BPR Lestari Bali untuk disalurkan ke sektor tersebut. Penandatanganan kerja sama tersebut telah dilaksanakan pada Selasa (6/11) bertempat di BPR Lestari Teuku Umar. Dari pihak BPR Lestari dihadiri langsung oleh Komisaris Utama BPR Lestari Bali Alex P. Chandra dan Direktur Utama BPR Lestari Bali Pribadi Budiono dan dari pihak BCA dihadiri oleh Kepala Pengembangan Bisnis Cabang KCU Denpasar Ida Bagus Dwi Paryana dan Kepala SBK Denpasar Herman Salim. ‘’Tentu kami berharap ini menjadi loncatan dan bukti keseriusan kami dalam memperkuat bisnis di sektor ini,’’ kata Ida Bagus Dwi Paryana. Kerja sama antara BPR Lestari Bali dan Bank BCA bisa menjadi salah satu kerja sama strategis untuk mendukung berbagai program pembiayaan di sektor

UMKM di Bali. ‘’Kami percaya bahwa dengan adanya kerja sama ini, BPR Lestari dan BCA dapat bersinergi dalam mendorong penguatan sektor UMKM di Bali khususnya,’’ terang Pribadi. Angka penyaluran kredit BPR Lestari Bali mengalami pertumbuhan di triwulan ketiga tahun ini. Tumbuh sebesar 12,3% (YoY) dari angka Rp 2,481 triliun di tahun lalu menjadi Rp 2,785 triliun pada September 2018. Angka ini lebih baik dibanding pada triwulan kedua yakni sebesar 11% (YoY). Peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp 304 miliar ini membuat BPR Lestari Bali menguasai 27,5% market share kredit

BPR di Bali, meningkat dari 26,6% di akhir tahun 2017. ‘’Walaupun kondisi ekonominya masih sulit namun kami berhasil menjaga tren positif dalam ekspansi bisnis. Hal ini sejalan dengan keinginan kami untuk dapat terus berperan optimal dalam mendorong laju perekonomian khususnya di Bali. Dan kami berterima kasih kepada BCA yang telah menjalin kerja sama dengan kami dalam menyediakan likuiditas yang dibutuhkan UMKM di Bali. Sekaligus ini membuktikan bahwa bisnis proses yang kami lakukan di BPR Lestari memenuhi standar kelayakan bagi sebuah bank besar seperti BCA,’’ tutup Pribadi. (ad352)

Malam Ini, Seniman SMA Dwijendra Pentaskan ”Kaliyuga’’ di Nawanatya Bisa Disaksikan Masyarakat Umum

SMA Dwijendra Denpasar tak main-main jika diajak pentas seni karena sekolah ini dikenal sebagai gudangnya seniman muda berbakat. Sebanyak 60 seniman SMA Dwijendra Denpasar, malam ini Jumat (9/11) akan mementaskan tari kolosal ‘’Kaliyuga’’ dalam acara Nawanatya Bali Mandara 2018 di Taman Budaya Denpasar. Dipastikan seniman SMA Dwijendra ini akan tampil all out. Pementasan ini terbuka bagi masyarakat umum dimulai pukul 19.30 Wita. Menariknya tari kolosal ‘’Kaliyuga’’ ini juga melibatkan sejumlah penari warga binaan Lapas Kerobokan dengan art director Drs. Putu Arif Mahendra, S.Sn. Koreografer dipercayakan kepada Pande Putu Kevin Dian Muliarta, mahasiswa semester VII ISI. Kevin juga alumni SMA Dwijendra Denpasar. Pementasan ini, kata Kevin, bertema ‘’Kaliyuga’’. Pementasan berdurasi satu jam penuh diawali dari fenomena yang terjadi di zaman modern yang penuh dengan berbagai kejahatan. Muncullah tokoh kakek yang cinta tradisi dan nenek yang gaul, pakai HP dan sibuk shopping. Konflik seni tradisi dan modern ini dijadikan bahan dialog. Pertemuan kakek dan nenek ini disimpulkan sebagai perilaku manusia Kaliyuga. Puncaknya terjadi kehancuran, dan datanglah sosok Dang Hyang Dwijendra yang memberikan petuah bahwa boleh mengikuti zaman namun jangan lupa tradisi. Garapan ini dipersiapkan selama tiga minggu. Penanggung jawab Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya dan Wakil Penanggung Jawab Kepala SMA Dwijendra Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. Penata tabuh

Jumat Pon, 9 November 2018

Unud Gelar ”Bali International Tourism Conference’’

Bahas Pengembangan Pariwisata di Era Milenial UNIVERSITAS Udayana (Unud) kembali menggelar Bali International Tourism Conference di Kampus Unud Sudirman, Denpasar, 8-10 November 2018. Konferensi internasional dua tahunan ini sebelumnya digelar pertama kali pada 2016. Tema yang diangkat adalah ‘’Millenial Tourism’’, melihat era milenial saat ini membawa perubahan besar dalam perkembangan pariwisata. ‘’Kita tidak bisa pungkiri, kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan milenial saat ini, terutama adanya pasar generasi muda yang merupakan pasar utama,’’ ujar Ketua Panitia Konferensi Internasional Dr. Ir. A.A. Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc. Agung Suryawan menambahkan, generasi muda juga merupakan pemakai teknologi digital yang paling utama. Konferensi ini membahas tentang pengembangan pariwisata di era milenial dan berbagai upaya yang perlu dilakukan untuk bisa menyerap pasar tersebut. Di samping pasar-pasar konvensional yang sudah ada. Hal ini bertujuan untuk menambah kunjungan wisatawan, khususnya ke Bali. Sekaligus dapat menyerap pasar yang lebih berkualitas. Sementara dari segi akademis, konferensi internasional memang wajib dilakukan oleh akademisi untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman, serta membangun jaringan. ‘’Kita berharap konferensi ini menghasilkan suatu hasil diskusi dan masukan-masukan yang baik buat pariwisata ke depan. Termasuk pariwisata Bali juga, ke depannya seperti apa kita kembangkan menyesuaikan dengan era milenial ini,’’ katanya. Menurut Agung Suryawan, ada 78 abstrak yang dipresentasikan serta 54 partisipan biasa dalam konferensi internasional ini. Dari luar negeri, ada 10 peserta pembawa makalah di samping menghadirkan pembicara tamu sebagai keynote speaker dari Kanada, Australia, Cina, Thailand, dan Unud

GONG - Wakil Gubernur Bali Cok Ace memukul gong sebagai tanda dibukanya The Second Bali International Tourism Conference ‘’Millenial Tourism’’ yang digelar Unud. sendiri. Utamanya menampilkan pariwisata berbasis kemasyarakatan dan kondisi pariwisata di negara masing-masing dikaitkan dengan era milenial. Konferensi internasional akan ditutup dengan tour pada 10 November besok. Yakni mengunjungi beberapa objek wisata di Badung, termasuk ke desa wisata Bongkasa Pertiwi. ‘’Hasil konferensi ini merupakan sebuah kajian ilmiah, nanti akan diterbitkan dalam bentuk buku proceeding yang secara online akan kami taruh di website kami, bisa diakses oleh siapa saja yang berminat. Jadi gratis,’’ imbuhnya. Dekan Fakultas Pariwisata Unud Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si. mengatakan, pariwisata sangat kompleks dan dinamis. Ada banyak hal menarik yang muncul, tetapi juga dibarengi dengan isu dan permasalahan yang mesti dipahami. Seperti halnya generasi muda yang sekarang menjadi pasar potensial dalam pariwisata. Untuk bisa menggaetnya, dibutuhkan pemanfaatan TIK di bidang pariwisata. ‘’Dari konferensi akan dihasilkan banyak ide yang menarik dan komprehensif tentang pariwi-

sata milenial untuk mendukung pengembangan pariwisata menuju pariwisata berkelanjutan,’’ ujarnya mewakili Rektor. Pembukaan konferensi internasional ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini mengatakan, ada tiga ciri pariwisata di era milenial. Yakni, digerakkan oleh perempuan yang lebih banyak berperan menunjukkan arah pariwisata, dikuasai oleh anak-anak muda, dan lebih banyak menggunakan teknologi digital. ‘’Kalau kita tidak cermat mengikuti perkembangannya, ini akan menjadi kontradiktif dengan pariwisata budaya kita di Bali,’’ ujarnya. Acara pembukaan kemarin juga diisi dengan keynote speech oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata Kemenpar Prof. I Gde Pitana. Pitana mengatakan, pariwisata bukan sesuatu yang bisa di-trial dan error, tetapi kebijakannya mesti berbasis akademis. ‘’Kita banyak punya kajian, baik secara komprehensif di Bali sendiri, Indonesia sendiri, maupun secara komparatif dengan negara luar,’’ ujarnya. (ad351)

’’Fun Ride’’ Bersama CBR250RR

SENIMAN - Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya didampingi Oka Antara dan para kasek berfoto bersama dengan seniman SMA Dwijendra yang pentas di Nawanatya. Emon dengan pembina tabuh I Nyoman Susila, S.Pd., penata tari Pande Putu Kevin Dian Muliarta, Pembina sekaligus Art Director Putu Arif Mahendra. Kepala SMA Dwijendra Denpasar Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. mengungkapkan, ajang seni ini selain ditonton siswa dan alumni juga bisa disaksikan masyarakat umum. Dia yakin atraksi kolosal ini tak mengecewakan penonton. Inilah, katanya, ajang kreativitas anak muda Dwijendra sekaligus mengajegkan tari Bali. Soal biaya, dia mengaku menghabiskan Rp 20 juta, Rp 10 juta bantuan Disbud Bali dan Rp 10 juta bantuan dari Yayasan Dwijendra Denpasar. ‘’Syukur kami didukung yayasan agar bisa tampil maksimal,’’ ujarnya. Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Candra Jaya, M.Hum. memberi apresiasi tinggi terhadap semangat seniman anakanak SMA Dwijendra beserta warga binaan Lapas Kerobokan. Yayasan akan terus memberi ruang seluas-luasnya kepada anakanak untuk berkreativitas bidang

apa saja karena sangat penting untuk mencetak lulusan yang berkarakter. Makanya yayasan mendukung semua program sekolah di bidang seni budaya, akademik dan olahraga lewat program pengembangan diri. Hal ini disadari sangat penting untuk membuka cakrawala berpikir dan membuka hatinya karena lewat seni kita bisa memperhalus budi. ‘’Yang penting kita menanamkan keberanian dan menumbuhkan rasa percaya diri anak bangsa kita,’’ tegasnya. Yayasan Dwijendra bersama Komunitas Dwijendra juga berkolaborasi dengan warga binaan Lapas Kerobokan menggarap tari kolosal saat 17 Agustus lalu yang dipimpin Arif Mahendra. Ternyata garapan Arif Mahendra ini dikagumi semua tamu Lapas Kerobokan. Yayasan dan Lapas Kerobokan juga sedang merancang kerja sama membuat garapan menyambut Tahun Baru 2019. ‘’Arif adalah seniman kreatif. Dia aset Bali yang perlu diselamatkan sekaliber seniman Made Sidia,’’ ujarnya. (k.250)

SALAH satu cara untuk saling mendekatkan para bikers adalah dengan kegiatan touring. Begitu juga yang dilakukan oleh komunitas CBR250RR, dengan semangat bikers dan di-support oleh Astra Motor Bali, kembali mengadakan fun touring pada 7 November 2018 mengajak para pencinta sport khususnya CBR205RR. Tema touring kali ini adalah fun ride Bali Barat. Dengan titik start di halaman Astra Motor Cokroaminoto, sebanyak 25 rider berpartisipasi dalam touring ini. Sebelum memulai touring, seluruh peserta dibekali informasi keselamatan berkendara, perlengkapan berkendara, rambu lalu lintas, serta tidak lupa Cari Aman yang dijelaskan dari Tim Safety Riding Astra Motor Bali. Hal ini dilakukan guna mengedepankan keselamatan para riders maupun pengguna jalan yang lain. Serta turut menyebarkan kampanye safety riding. Rute yang ditempuh pada touring kali ini diawali dari Denpasar, Tabanan, Pura Rambut Siwi, Negara, dan Gilimanuk. Kemudian para riders rehat sejenak sambil menyantap makan siang. Lalu perjalanan dilanjutkan kembali dengan rute Gerokgak, Seririt, Banyuatis, Bedugul, dan rehat sejenak menikmati indahnya bukit Wanagiri lalu dilanjutkan menuju Baturiti, dan finis kembali di Denpasar. ‘’Kegiatan touring ini meru-

pakan cara untuk mempererat tali silaturahmi dan pula sebagai ajang bertukar informasi sesama riders. Juga sebagai ajang refreshing di sela-sela waktu kerja untuk menyalurkan hobi yang sama setelah melakukan banyak aktivitas,’’ ujar Wendi selaku Spv Marketing Area Astra Motor Bali. Meskipun perjalanan yang ditempuh sangat panjang, tidak menyurutkan semangat para riders. Karena Honda CBR250RR yang dikembangkan dengan konsep ‘’Total Control’’, melalui rangkaian komponen baru yang sangat kom-

pak dan mesin baru 250 cc liquidcooled 4-stroke DOHC 4-valve dan 2-cylinder berkonsep yang menghasilkan performa tinggi namun mudah dikendalikan untuk menghadirkan rasa aman dan percaya diri pengendara saat berkendara di berbagai kondisi jalan. Kecanggihan teknologi yang disematkan pada motor ini mengantarkan Honda CBR250RR mendapatkan award Best of the Best kategori Sport melalui raihan penghargaan tertinggi pada MotorPlus Award sebagai Bike of The Year 2018. (bns1)

Hadir pada Acara Arya Kepakisan Dauh Bale Agung dan Arya Kebon Tubuh

Sosialisasikan Piagam Tantular, Wedakarna Minta Umat Waspada Gerakan Radikalisme Berbungkus Ekonomi TOKOH muda Bali yang juga Senator DPD/MPR-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terus menggelorakan pentingnya kebersatuan umat Hindu Dharma dalam menghadapi persaingan globalisasi, terutama gerakan radikalisme yang sudah menyasar Pulau Bali. Ia berpendapat bahwa radikalisme bukan sekadar wujud teroris yang meledakkan bom sebagaimana Bom Bali 1 dan Bom Bali 2, tetapi radikalisme sudah memakai jubah politik, ekonomi, pariwisata dan juga pendidikan. Dan untuk mempertahankan Bali sebagai salah satu pilar utama dari Pancasila, Senator Arya Wedakarna menyampaikan pentingnya ketahanan krama adat Bali khususnya dalam menghadapi musuh-musuh Bali. Demikian diungkapkan Shri Arya Wedakarna di sela-sela menghadiri karya di Semeton Arya Kepakisan Dauh Bale Agung di Sibetan, Karangasem dan karya Semeton Dewa Yadnya di Yeh Em-

bang Kangin, Mendoyo Jembrana. Selain menyosialisasikan Piagam Tantular, ia juga memberi pesan agar warga desa di Bali untuk terus-menerus menggelorakan Satyagraha Bali yakni bagaimana Bali bisa berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya sebagai konsep Tri Sakti Bung Karno. ‘’Semeton Hindu Bali harus waspada, bahwa saat ini ada gerakan radikalisme berbungkus ekonomi. Mereka sudah ada di Bali, dan punya tujuan jahat yakni menguasai Bali dengan cara penguasaan tanah, properti, bisnis keuangan serta sektor real. Caranya sangat halus, dan mereka dibiayai oleh lembaga keuangan yang berjaringan internasional dan juga punya misi yang antiPancasilais. Maka dari itu, kita bentengi dengan Gerakan Ekonomi Satyagraha, gerakan mandiri berdikari dengan memberdayakan ekonomi kerakyatan. Ini pernah dicontohkan oleh Mahatma Gandhi saat menghadapi penjajah asing

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat diundang oleh semeton Arya Dauh Bale Agung dan Arya Kebon Tubuh.

di India, dan gerakan ini menginspirasi Asia dan Afrika, termasuk menginspirasi Bung Karno saat mencetuskan Konferensi Asia Afrika demi kedaulatan. Walau skupnya lebih kecil mempertahankan Bali, tapi semangatnya kita tiru. Bagaimana mengatur 3,7 juta umat Hindu di Bali agar mereka kreatif, bisa bersaing dan juga menguasai segala bidang kehidupan,’’ ujar Gusti Wedakarna. Ia pun secara apa adanya menyatakan bahwa ketertinggalan umat Hindu di Bali saat ini akibat kebijakan pemerintah pada rezim masa lalu, termasuk sisa-sisa status quo pada rezim saat ini. ‘’Jika saya ditanya, siapa yang paling bertanggung jawab terhadap kondisi tertinggalnya umat Hindu dalam persaingan ini, tentu yang paling bersalah adalah pemerintah. Kenapa? Karena pemerintah diberikan wewenang tinggi oleh Tuhan melalui kekuasaan eksekutif untuk bisa mengatur hajat hidup orang banyak. Penjualan tanah di Bali, karena ada pemimpin rakus.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Maraknya obral izin hotel-hotel di Bali juga akibat ada pemimpin korup. Begitu juga pasar-pasar di desa dikuasai oleh tamiu dan juga jaringan minimarket, itu akibat pemimpin di desa kurang selektif terhadap pendatang dan gampang memberikan izin sehingga daya saing krama adat menjadi lemah. Jadi yang salah adalah pejabat dan semeton kita. Maka dari itu ngiring mulat sarira, dan berbenah dari dalam. Tiang optimis, apa yang sudah hilang, akan bisa direbut kembali. Itu karakter Bali yang sesungguhnya. Ngiring jengah lan matangi,’’ ungkap Wedakarna. Ia pun memberikan semangat kepada warih semeton di mana pun, apa pun wangsa dan warnanya, untuk ikut membangun SDM dadia, panti, kawitan agar misi untuk membanggakan leluhur bisa tercapai. ‘’Wangsa Bali bisa maju hanya lewat jnana. Hanya lewat pengetahuan maka budaya kita akan bertahan,’’ pungkas Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. (ad353)


Daerah

Jumat Pon, 9 November 2018

5

Dipenuhi Lumpur dan Sampah

Kualitas Air Baku Dam Estuari Menurun Mangupura (Bali Post) Hujan yang mulai mengguyur beberapa hari terakhir, ternyata berdampak pada pasokan air baku milik PDAM Tirta Mangutama Badung. Pasalnya, akibat hujan yang cukup lebat, muara Dam Estuari dipenuhi sampah dan lumpur kiriman dari hulu mengakibatkan kualitas air baku menurun. Dikonfirmasi Kamis (8/11) kemarin, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama Ketut Golak membenarkan hal itu. Dikatakannya, akibat sampah dan lumpur kiriman dari hulu, pasokan air baku di Muara Dam Estuari menjadi terganggu. Akibat faktor alam, berpengaruh kepada produksi dan mutu air baku. Meski tidak dapat diprediksi, pihaknya tetap berusaha untuk menjaga agar kualitas bisa berjalan. ‘’Kami mohon maaf kerena faktor eksternal berpengaruh terhadap terganggunya pelayan untuk pelanggan,’’ ucapnya. Meski sempat terganggu, pihaknya menyampaikan, sejak Kamis kemarin pasokan air sudah kembali normal. Sampah dan lumpur sudah ditangani oleh pihak

Balai Wilayah Sungai (BWS) dan alat berat terus di stand-by di sana kerena sedang ada penataan. Antisipasi ke depan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BWS dalam melakukan pemeliharaan. Karena sebelumnya, pH air baku sempat turun. Penurunan pH ini disebabkan oleh lumpur yang tinggi sehingga membuat air menjadi keruh. Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau Situ Embung, Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Komang Antara, mengatakan antisipasi untuk menghindari air meluap pada saat banjir di waduk muara Nusa Dua atau Dam Estuari, memang disiapkan dua sistem pintu air eksisting sebagai regulator. Yaitu enam unit pintu radial dengan

lebar pintu 7.0 m dan dua unit Rubber Dam yang digunakan untuk melepaskan air waduk ke laut apabila terjadi banjir. Pada konstruksi yang sedang dilaksanakan, untuk posisi di hilir saluran pengarah buangan akan dibangun lagi empat segmen pintu dengan masing-masing bentang 5.0 m berupa konstruksi pneumatic crest gate (bendung gerak). Ini sebagai regulator pada saat banjir yang dapat dibuka dan diatur ketinggian untuk melepaskan air akibat banjir. Sehingga pintu regulator banjir yang mendukung keamanan waduk muara sebanyak tiga titik. Dikatakannya, dam estuari memiliki tampungan seluas 35 hektar dengan tampungan secara keseluruhan mencapai 770.000 meter kubik. Secara umum air yang datang pada saat banjir akan memenuhi tampungan terlebih dahulu kemudian baru dilimpahkan melalui bendung karet. ‘’Pada saat kondisi banjir dijamin pasokan air baku untuk PDAM tidak akan terganggu, justru lebih dari cukup, hanya kualitas air tersebut sedikit menurun,’’ pungkasnya. (kmb23)

Sejak 2000 hingga 2017

Tercatat 27 Kali Serangan Bom di Indonesia

KAPOLDA Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mewakili Kapolri Jenderal Polisi Prof. Muhammad Tito Karnavian menghadiri acara Indo Defence 2018 Expo & Forum yang digelar di Hall C3 JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/11) kemarin. Kehadiran Irjen Golose sekaligus sebagai pembicara dengan tema ‘’Menjamin Stabilitas Regional Melalui Kerja Sama dalam Penanggulangan Terorisme’’. Golose menyampaikan terorisme menjadi permasalahan global bagi negara-negara di dunia. Pasalnya berbagai kerugian, baik material maupun korban jaiwa harus ditanggung atas aksi terorisme yang terjadi, sehingga kerja sama melawan terorisme sangat penting dilakukan. Menurutnya, sejak tahun 2000 hingga 2017 terjadi 27 kali serangan bom besar di wilayah Indonesia. Sedangkan selama tahun 2018 telah terjadi 21 aksi teror. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, aksi teror tersebut dilakukan jaringan teror Jamaah Anshorut Daulah (JAD) dan sebagian besar targetnya adalah aparat kepolisian dan gereja. ‘’Saat ini jaringan kelompok terstruktur yang ada di Indonesia terbagi atas dua afiliasi yaitu ISIS dan Al-Qaeda,’’ tegasnya. Dari dua afiliasi tersebut, ada beberapa kelompok seperti Jamaah Anshorut Daulah (JAD), Jamaah Ansharut Khilafah (JAK), Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Jamaah Anshorut Syariah (JAS), dan Jamaah Islamiyah (JI). Kelompok-kelompok ini juga berhubungan dengan jaringan teror yang berada di Asia dan juga Irak dan Siriah. Lebih lanjut, jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini mengungkapkan terjadi perge-

Bali Post/ist

PEMBICARA - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menjadi pembicara acara Indo Defence 2018 Expo & Forum di Jakarta. seran modus operandi yang dilakukan oleh jaringan terorisme, antara lain propaganda yang sebelumnya secara konvensi melalui buku, majalah, poster, dan pamflet, menjadi mengeksploitasi dunia maya. Rekrutmen, sebelumnya mereka merekrut anggota dengan latar belakang pendidikan rendah dan ekonomi kelas menengah ke bawah, menjadi yang berpendidikan tinggi dan berasal dari kelas ekonomi atas dengan melibatkan anak-anak serta istri sebagai pelaku bom bunuh diri. Tidak hanya itu, pengadaan logistik hingga pendanaan juga terjadi perubahan. Terkait pengadaan logistik yang sebelumnya dilakukan secara konvensional berubah menjadi pendanaan melalui transaksi online. ‘’Melihat pergeseran modus operandi tersebut, perlu kerja sama seluruh stakeholder terkait dalam hal penanganan aksi

terorisme. Yang mana, aktivitas terorisme selalu berputar dan terhubung satu sama lain mulai dari recruitment, training, logistic provision, paramilitary formation, planning, execution of attack, hiding, fundraising hingga propaganda,’’ ucap Irjen Golose. Perkembangan aksi terorisme juga terjadi pada pergeseran metode, sasaran hingga penampilan para pelaku aksi teror. Kini mereka lebih mengedepankan metode aksi teror di mana para pelaku siap melakukan serangan dengan bom bunuh diri dan melakukan serangan sampai dibunuh oleh musuh, misalnya ditembak polisi. ‘’Mereka juga mulai menggunakan metode yang disebut unexpeted actors yaitu melibatkan anggota keluarga, perempuan dan anak-anak untuk melakukan aksi teror secara langsung seperti yang terjadi di

Surabaya. Ini merupakan aksi pertama yang terjadi di dunia,’’ kata jenderal bintang dua di pundak ini. Banyaknya jumlah warga negara Indonesia yang menjadi foreign terrorist fighters (FTF) dan bergabung dengan ISIS di Suriah, Irak dan Filipina Selatan, memunculkan ancaman antara lain frustrated traveler (FT) yaitu mereka yang ingin bergabung dengan ISIS di Suriah namun tidak tercapai karena dideportasi kembali ke Indonesia. Returnees adalah FTF yang kembali ke Indonesia dan bergabung dengan jaringannya. Terkait penanggulangan ancaman terorisme, jenderal yang hobi olahraga tembak reaksi ini mengungkapkan, Polri memiliki strategi yang berdasarkan pada persatuan bangsa yaitu empat pilar strategi penanggulangan terorisme dan ASEAN strategi dalam kegiatan pertemuan tingkat menteri tentang kejahatan transnasional. Dari kedua perangkat kerangka kerja hukum internasional tersebut, maka strategi nasional dalam penanggulangan terorisme terbagi menjadi dua strategi yaitu soft power yang terdiri dari kontraradikalisasi, kontra-ideologi, dan deradikalisasi. Sementara hard power dalam bentuk penegakan hukum dengan mengedepankan serangan preemtif yaitu penegakan hukum yang dilakukan untuk mencegah tindakan teror. Pada kesempatan tersebut, Kapolda berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat mempererat kerja sama baik di lingkup nasional, regional dan internasional dengan merumuskan langkah antisipasi serta pencegahan tindak pidana terorisme melalui efektif cooperation antarnegara. (kmb36)

Santunan Selama Operasi Zebra Rp 1 Miliar Lebih

Denpasar (Bali Post) Beberapa hari lagi pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2018 akan berakhir, tepatnya tanggal 12 November. Sejak dimulainya operasi hingga tanggal 7 November, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali menggelontorkan santunan Rp 1 miliar lebih dan paling banyak untuk korban luka. Kabagops PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali Triadi, Kamis (8/11) kemarin mengatakan, sejak Januari hingga Oktober 2018 pihaknya menyerahkan santunan kepada korban lakalantas Rp 37.488.443.366. Santunan tersebut paling banyak diberikan kepada korban luka-luka Rp 20,8 miliar. Ter-cover-nya semua korban lakalantas karena Jasa Raharja menerapkan sistem jemput bola. ‘’Jadi, setelah menerima laporan, tim khusus kami yaitu mobile service langsung mendatangi korban atau keluarganya dan rumah sakit. Semua proses melengkapi dokumen kami lakukan. Karena kami paham latar belakang pemahaman masyarakat tidak sama. Oleh karena itu kami lakukan upaya jemput bola, tanya permasalahannya dan berikan solusinya, sekaligus membantu penyelesaiannya,’’ ujarnya. Misalnya dalam hal korban meninggal dunia, pihaknya paham kondisi keluarga korban masih berduka. Belum lagi dalam pengurusannya harus dilengkapi dokumen yang di-

Triadi perlukan terkait keahliwarisan. ‘’Kami menyadari itu maka kami lakukan jemput bola, itu pun dilakukan sangat hati-hati. Misalnya tidak minta dokumen kepada ahli waris langsung, tapi berkoordinasi dengan perangkat desa dan keluarga dekat korban. Namun mereka punya akses membantu dalam hal kemudahan dalam pembayaran dalam melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

Bali Post/kmb36

Upaya jemput bola ini pun yang beretika karena memahani apa sedang dirasakan ahli waris ini,’’ ujar Triadi. Apakah ada upaya turut menekan angka lakalantas? Menurut Kabag ramah ini, memang tugas pokok Jasa Raharja adalah membayar santunan artinya pascakecelakaan. Namun keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga

pihaknya juga berperan aktif di dalam mengurangi angka kecelakaan. ‘’Wujudnya secara rutin kami berpartisipasi memberi bantuan diantaranya rambu-rambu lalu lintas kepada kepolisian karena sangat penting sebagai pengingat. Aktif memberikan sosialisasi langsung ke kelompok-kelompok masyarakat bersinergi dengan kepolisian dan Dishub. Intinya Jasa Raharja ikut mendukung program-program yang mengurangi angka kecelakaan,’’ ungkapnya. Sinergi tersebut dinilai penting karena berkaitan dengan penertiban dan keteraturan dalam berlalu lintas. Pada prinsipnya kecelakaan itu akan terjadi apabila ada pelanggaran. Hal inilah yang didorong dan didukung supaya jangan terjadi pelanggaran, di jalan beretika yang baik dan sopan santun, sehingga kemungkinan terjadinya pelanggaran diminimalisir sehingga angka kecelakaan turun. Sementara terkait transportasi laut, kata Triadi, sebelum membuka usaha, pemilik atau pengelola transportasi laut dalam hal ini speed boat sudah sadar akan tingkat tanggung jawabnya terutama dalam hal santunan. Banyak pengusaha menghubungi Jasa Raharja Cabang Bali untuk melakukan kerja sama meng-cover memberikan pelindungan kepada penumpang. ‘’Pembayaran iurannya juga lancar,’’ tandasnya. (kmb36)

Bali Post/kmb23

ITAEF - Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman (tiga dari kiri) saat pembukaan Indonesia Tourism Atraction Expo & Forum (ITAEF) 2018 di Kuta, Kamis (8/11) kemarin.

Pembangunan Pariwisata Diharapkan Bisa Tambah Manfaat Ekonomi Masyarakat

Mangupura (Bali Post) Pembangunan pariwisata selain bisa menambah jumlah kunjungan wisatawan, juga diharapkan bisa menambah nilai manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dalam artian, bisa menghapus kemiskinan, mengurangi pengangguran dan memberikan nilai ekonomi. Hal itu ditegaskan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman saat membuka Indonesia Tourism Atraction Expo & Forum (ITAEF) 2018 di Kuta, Kamis (8/11) kemarin. Selain itu, kata Dadang, dalam pembangunan pariwisata, perlu dilakukan penambahan nilai manfaat sosial budaya. Dengan adanya Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), keberadaan sosial budaya atau kearifan lokal harus tetap terpelihara seperti yang selama ini telah diterapkan di Bali. ‘’Tidak hanya itu, terhadap lingkungan juga perlu dilakukan dalam meningkatkan nilai manfaat pelestarian lingkungan hidup. Seperti memelihara lingkungan hidup, baik di sekitar destinasi ataupun secara keseluruhan,’’ harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra menyampaikan, sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa selain minyak dan gas bumi. Hal ini membuat pemerintah mengadakan sektor ini sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional, sehingga sektor pariwisata di Indonesia dapat berkembang ke arah lebih baik. Sektor pariwisata selama satu dekade tumbuh sebesar 19 persen. Hal ini berbanding lurus dengan kedatangan wisman yaitu sebesar 15 persen. Dari tahun 2010 jumlah kunjungan sebesar 1,7 juta dan 2017 sudah meningkat menjadi 5,6 juta lebih wisman. Dengan pertumbuhan jumlah wisman ini, pihaknya berharap destinasi harus terus dikembangkan. Bahkan pihaknya mendorong pengembangan desa wisata. Yang sebelumnya sudah ada 100 desa wisata, kini sudah bertambah menjadi 136 desa wisata. ‘’Saya sudah sampaikan di kabupaten/kota untuk mendata tempat rekreasi dan destinasi yang ada di daerah mereka. Dan bisa dipromosikan destinasi yang ada,’’ ujarnya. (kmb23)

Pelanggaran Disiplin ASN

Didominasi Terlambat Datang ke Kantor

Denpasar (Bali Post) – Dari sejumlah sidak yang dilakukan tim gabungan Pemkot Denpasar, masih terdapat beberapa oknum ASN atau PNS datang terlambat masuk kerja. Selain masuk kerja, penggunaan atribut juga banyak yang melanggar. Bagi mereka yang ditemukan melanggar ini akan dikenakan sanksi yang tegas. Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar I Ketut Mister ditemui usai melakukan rapat evaluasi hasil pelaksanaan Gerakan Disiplin Nasional (GDN), Kamis (8/11) kemarin di Kantor BKPSDM. Dari hasil GDN yang dilaksanakan selama bulan Oktober pada 25 OPD, sekitar 654, baik PNS maupun pegawai kontrak yang terlambat datang dari ketentuan jam kerja di Pemkot 07.30 Wita. Selain itu tim GDN masih menemukan pegawai yang melanggar jam kerja juga ditemukan ada pegawai yang melanggar dalam pengunaan atribut sebanyak 103 orang. Mister yang didampingi Sekretaris BKPSDM Wayan Sudiana menyebutkan, tim juga menemukan 11 orang pegawai yang menggunakan cat rambut yang tidak sesuai dengan ketentuan. ‘’Ada ditemukan pegawai yang rambutnya dicat merah, ini sudah tidak benar,’’ ujar Mister. Untuk meminimalisasi terjadinya pelang-

garan dan meningkatkan disiplin pegawai di Pemkot Denpasar sebagai abdi negara dan masyarakat diperlukan pembinaan dan pengawasan terus-menerus oleh para kepala perangkat daerah. Tim GDN akan terus secara kontinu melakukan sidak dan bagi perangkat daerah yang sudah pernah disidak tidak menutup kemungkinan akan dilakukan kembali sidak. ‘’Kita akan pantau apakah hasil temuan pertama ada perubahan atau malah sebaliknya,’’ ujarnya. Pejabat yang sudah memegang sertifikat assessor ini mengingatkan seluruh pegawai di lingkungan Pemkot untuk tetap melakukan aktivitasnya sesuai aturan yang ada. ‘’Jangan sampai terlambat masuk kerja dengan alasan yang tidak masuk akal, seperti jalan macet,’’ pungkas Mister. Sementara itu, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM AAN Oka Wiranata menjelaskan, mengacu pada PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil (PNS) dilakukan secara bertahap sejak pengangkatan, penempatan, pendidikan dan latihan, pemindahan, penghargaan, serta pemberhentian, dengan selalu mengacu kepada kode etik dan peraturan disiplin yang diberlakukan. Semua itu dilakukan dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja sumber daya aparatur. (kmb12)


OPINI

6

Jumat Pon, 9 November 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mentalitas Korup Mengelola Pemerintahan OPERASI Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mungkin merupakan salah satu cara menuju pemerintahan bersih dan murah. Cara lainnya adalah dengan memboikot politisi korup dan melawan pemerintahan yang dikelola dengan pendekatan publik, suap, dan cara-cara kotor untuk mengembalikan modal politik. Selama ini, pemerintahan dengan birokrasi berbelit-belit cenderung menjadi pemahaman publik. Walaupun ada upaya untuk menuju perbaikan dengan berbagai program dan strategi, namun kolusi, pungli, dan uang pelicin untuk semua urusan masih terjadi. Walaupun gejala itu dapat ditekan namun praktiknya masih saja ada budaya semacam itu. Untuk itulah, keberadaan KPK masih tetap diperlukan negeri ini. Sebagai rakyat tentu kita berharap KPK memang bekerja keras menyelamatkan uang rakyat meskipun ditentang oleh beberpa oknum legislator. Mencermati OTT belakangan ini, ada baiknya kita bedakan antara sistem politik dan mentalitas korup itu sendiri. Sistem pilkada langsung yang dilakukan setidaknya tiga periode belakangan ini mungkin sistemnya sudah akomodatif. Sistem ini memberikan ruang kepada rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung. Berbagai aturan pun sudah dibuat untuk menghindarkan sistem ini dari pola-pola transaksi suara. Bahkan, hukum juga telah berbuat untuk menindak pelaku kejahatan politik dalam pilkada langsung. Itu artinya, sistem pilkada langsung secara sederhana kita bisa katakan adalah sistem yang efektif dari sisi transparansi pelibatan publik. Kalaupun belakangan pilkada langsung dikatakan berkontribusi melahirkan pejabat korup, maka itu tak selalu benar. Biaya pilkada tergantung figurnya dan manajemen partai politiknya. Kalau calon yang diajukan berkualitas dan memang diawali dengan penjaringan aspirasi publik, tentu calon tak perlu melakukan politik uang untuk menang. Sering kali biaya pilkada tinggi tak berkorelasi dengan pemilih ‘’berbayar’’. Besar kemungkinan biaya operasional tinggi karena kandidat terlalu banyak memelihara tim sukses. Akibatnya, biaya tim sukses juga besar. Masalahnya, masyarakat juga sudah sangat paham, bahwa menang kalah sang kandidat, tim sukses tetap untung. Jadi, ada kontribusi lain dalam hal ini yang membuat biaya pilkada jadi mahal. Untuk itulah, ketika terjadi OTT dengan dalih biaya pilkada langsung mahal, perlu dilakukan kajian. Sistem jangan sampai dijadikan kambing hitam untuk membenarkan pejabat korup. Ada kecenderungan perilaku korup itu merupakan ambisi figur dan adanya target-target politik yang abnormal. Sering kali, korupsi dilakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan dari jabatan politiknya. Bahkan, baru brkuasa sudah membidik jabatan untuk periode kedua. Asumsinya, modal politik pun harus disiapkan lebih awal. Untuk menghindari terjadinya OTT, maka sangatlah penting bagi partai politik mempelajari perjalanan hidup figur yang akan direkomendasikan. Jangan sampai karena kepentingan yang sama, pilihan figur hanya berdasarkan selera elite politik. Maka, ketika KPU ingin mengkarantina calon-calon legislator yang tersandera kasus pidana korupsi, rakyat sebenarnya merespons positif. Namun, harapan positif itu berganti negatif manakala hukum belum berpihak pada kepentingan menjaring legislator bersih. Dalam konteks kekinian, sering juga terjadi pejabat publik korup karena ingin memberikan dana terima kasih kepada rekannya di legislator. Kasus suap pengesahan APBD membuktikan bahwa keserakahan dan korupsi yang terjadi dalam pengelolaan pemerintahan merupakan dampak dari tekanan legislator kepada eksekutif. Jadi, sistem pilkada langsung saat ini bukanlah satu-satunya kambing hitam -- untuk membuat kita harus paham -bahwa korupsi terjadi karena biaya politik mahal. Praktik pengelolaan negara yang selingkuh antara legislatif dan eksekutif justru lebih membahayakan. Untuk itu, mari kita berikan hukum moral kepada pejabat korup dengan menjadi pihak yang peka dengan kebijakan pemerintahan.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Tanggap Bencana Saat Musim Hujan Musim hujan mulai datang. Biasanya saat musim hujan, kita selalu gagal melakukan antisipasi. Drainase yang selama ini menjadi pemicu melubernya air juga tak kunjung dikelola dengan baik. Akibatnya, jalan-jalan menjadi lintasan air dan aspalnya mengelupas. Untuk itu, saya berharap pemerintah ke depan dalam membangun infrastruktur jalan melakukan pengawasan terhadap pembuatan drainasenya secara ketat. Jangan sampai proyek gorong-gorong dikerjakan asal-asalan mengingat risikonya sangat fatal. Selebihnya, masyarakat juga saya pikir perlu berpartisipasi menjaga lingkungannya. Setop membuang sampah ke alur sungai atau di ruang-ruang kosong yang berpotensi tersapu air. Masyarakat mestinya mendukung pemerintah melakukan penyelamatan lingkungan. Mari kita semua siaga menghadapi musim hujan yang terkadang berdampak pada terjadinya bencana di sejumlah lokasi. Di lain pihak, saya juga berharap pemerintah mulai mengingatkan agar BPBD di kabupaten/ kota lebih siaga. Masalahnya saat musim hujan, longsor dan pohon tumbang sering terjadi. Sering kali pohon tumbang melintang dan menghambat pengendara lalu lintas dan menimpa kabel listrik. Untuk itu, gerak cepat dalam penanggulangan bencana dalam musim hujan ini mohon disiapkan. Peralatan BPBD juga mohon dicek agar ketika diperlukan siap pakai. I Putu Sudana Badung, Bali

Bukan Salah Pilkada Langsung Drama operasi senyap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang berujung pada sebuah OTT (Operasi Tangkap Tangan) masih terus berlanjut. Sepanjang bulan Oktober 2018 ini saja, paling tidak sudah tercatat tiga kepala daerah yang terjaring OTT KPK. Sementara sejak Januari hingga Oktober 2018 sudah ada 19 kepala daerah tertangkap tangan KPK melalui operasi senyapnya. Belum lagi OTT KPK yang menjaring para anggota legislatif.

Oleh Agung Kresna

P

ara pejabat eksekutif maupun legislatif nampaknya tidak gentar dengan serangkaian OTT oleh KPK. Mereka dengan yakinnya tetap saja melakukan tindak pidana korupsi, dengan berbagai cara akal bulusnya. Tidak juga jera berbuat kurang terpuji, meski sudah terbukti bahwa KPK dalam melakukan OTT bukan merupakan tindakan dadakan. Namun, operasi senyap yang sudah dimulai sejak berbulan-bulan sebelum dilakukannya OTT. Banyak pihak beranggapan bahwa maraknya korupsi yang dilakukan oleh para kepala daerah maupun legislator, adalah akibat dari mahalnya biaya politik yang harus mereka tanggung dalam proses pemilihan kepala daerah (pilkada) maupun pemilihan legislatif (pileg) yang menggunakan metode pemilihan langsung oleh rakyat. Pemilihan langsung memang mengakibatkan para calon kepala daerah maupun calon anggota legislatif harus bekerja keras untuk merebut hati rakyat dan meyakinkan konstituen agar memilih dirinya. Namun juga tidak bisa dimungkiri bahwa pilkada langsung telah melahirkan banyak kepala daerah berkualitas dengan kompetensi tinggi dan memang benar-benar dikehen-

daki rakyat. Hal ini mustahil bisa terjadi pada saat kepala daerah dipilih oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Karena anggota DPRD akan cenderung memilih calon kepala daerah yang cukup disetujui oleh 40 – 50 orang anggota DPRD. Meski anggota DPRD dipilih langsung oleh rakyat, namun acap kali terjadi calon kepala daerah bukan figur yang dikehendaki masyarakat secara luas. Nilai Luhur Berpolitik Data Komisi Pemberantasan Korupsi tentang jumlah legislator dan kepala daerah yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi, membuat kita miris sekaligus mengernyitkan dahi. Bagaimana tidak, jika dari tahun 2004 hingga Juni 2018 tercatat 216 legislator (70 anggota DPR dan 146 anggota DPRD) yang menjadi tersangka korupsi dari total 867 tersangka korupsi yang dijerat KPK. Dari sejumlah tersangka korupsi tersebut juga tercatat ada 20 gubenur dan 75 wali kota/bupati. Ini tentu juga bukan angka yang kecil jika melihat jumlah provinsi di Indonesia yang hanya 34 provinsi. Biaya tinggi yang dikeluarkan selama proses pilkada oleh kepala daerah terpilih, sering dijadikan kambing hitam sebagai penyebab tindak

pidana korupsi yang dilakukan kepala daerah. Sering ada anggapan bahwa mereka harus “mengembalikan” biaya politik yang sudah mereka habiskan tersebut. Meski sebenarnya biaya tinggi tersebut lebih disebabkan karena sang calon kepala daerah belum memiliki reputasi yang baik di masyarakat atau malah belum dikenal sama sekali oleh para calon pemilihnya. Situasi ini adalah akibat tidak adanya figur calon yang cukup kuat (secara kualitas dan kompetensi) dari partai dan sudah terbukti kepemimpinannya dalam suatu catatan panjang porto folio politiknya, serta diakui oleh semua pihak. Akibatnya, calon kepala daerah harus melakukan kampanye besarbesaran dibanding pesaingnya agar lebih dikenal dan dipilih, yang tentu saja membutuhkan biaya tidak sedikit. Partai politik (parpol) yang merupakan institusi tempat bernaungnya para pelaku politik selama ini memang belum menjadi arena menggembleng calon-calon pemimpin negeri ini. Parpol di Indonesia selama ini masih sekadar menjadi kendaraan bagi para pelaku politik yang akan memasuki arena kepemimpinan daerah/pusat. Semata-mata memenuhi ketentuan dalam perundangan bahwa para calon pemimpin daerah/pu-

sat harus diusulkan melalui parpol yang ada. Situasi ini tentu tidak sehat bagi nilai luhur berpolitik di Indonesia. Berpolitik sejatinya adalah menjalankan profesi mulia dalam bidang tata pemerintahan, guna menciptakan kesejahteraan lahir batin bagi segenap warga bangsa Indonesia. Bukan sekadar hasrat berkuasa dengan menumpang parpol untuk mengantarkan ke mana mereka mau meraih kekuasaannya. Seharusnya, parpollah yang membawa pelaku politik menuju arah yang dibangun parpol untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Agar kondisi ini tidak berlanjut hingga membawa negeri ini ke arah yang salah, ada beberapa hal yang perlu kita pahami bersama. Pertama, parpol adalah wadah untuk membangun jenjang karier politik. Parpol adalah organisasi politik tempat para pelaku politik mengasah ketajaman membaca kehendak rakyat, menempa hati nurani guna merumuskan arah perjalanan bangsa. Parpol seharusnya menjadi wadah para pemikir bangsa dan melahirkan negarawan untuk negeri ini. Para pemimpin sudah seharusnya dilahirkan melalui parpol. Berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga menuju istana. Idealnya, tidak ada politikus yang mendadak duduk di singgasana istana. Kedua, mengembalikan marwah budaya nilai luhur berpolitik. Sudah saatnya politik dipahami dan dimaknai kembali secara benar. Politik sebagai hasil olah cipta, rasa, dan karsa manusia di bidang tata pemerintahan, tentu merupakan cerminan tidak langsung akan kehidupan masyarakat secara keseluruhan dalam suatu masa

tertentu. Politik Indonesia harus dikembalikan pada marwahnya yang bermartabat. Politik sudah seharusnya menjadi suatu bidang profesi bermartabat. Wajah keadaban politik mencerminkan peradaban suatu bangsa. Ketiga, kaderisasi pemimpin melalui partai politik. Pemimpin eksekutif maupun legislatif sudah saatnya lahir melalui partai. Parpol harus melakukan kaderisasi yang terstruktur, sehingga selalu terlahir pemimpin baru secara berkesinambungan. Sekaligus parpol akan terhindar dari oligarki partai. Undang-undang RI No. 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, sebenarnya telah mengamanatkan dengan tegas akan pentingnya kaderisasi. Budaya politik yang demokratis harus ditunjukkan melalui sikap dan perilaku partai politik dengan memiliki sistem seleksi dan perekrutan keanggotaan memadai. Metode pilkada langsung dahulu dipilih karena pilkada tidak langsung yang telah berlangsung puluhan tahun saat itu, terbukti hanya melahirkan kepala daerah yang semata-mata mengabdi kepada partai atau kelompok yang memilihnya. Melalui pilkada langsung, kepala daerah terpilih mau tidak mau harus bertanggung jawab langsung kepada rakyat yang memilihnya. Apa pun metode pilkada yang dipilih, sepanjang budaya nilai luhur berpolitik tetap ada dalam sanubari para calon kepala daerah, niscaya tindak pidana korupsi tidak akan dilakukan para kepala daerah terpilih. Penulis, arsitek, senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar

Peran Masyarakat Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan POJOK

Tujuan pembangunan berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) adalah agenda dunia yang berupa kesepakatan pembangunan baru yang ditentukan oleh Perserikatan BangsaBangsa (PBB) yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup. Indonesia sebagai anggota PBB berkomitmen untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam pasal 2 ayat (2) Perpres Nomor 59 Tahun 2017 dijelaskan bahwa tujuan dari TPB adalah untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup, serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Adapun ke-17 tujuan terse-

Oleh I Gede Yudi Arsawan but, yaitu: 1. Tanpa Kemiskinan, 2. Tanpa Kelaparan, 3. Kehidupan Sehat dan Sejahtera, 4. Pendidikan Berkualitas, 5. Kesetaraan Gender, 6. Air Bersih dan Sanitasi Layak, 7. Energi Bersih dan Terjangkau, 8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, 9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur, 10. Berkurangnya Kesenjangan, 11. Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, 12. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, 13. Penanganan Perubahan Iklim, 14. Ekosistem Lautan, 15. Ekosistem Daratan, 16. Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh dan 17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sebenarnya, tujuan pembangunan berkelanjutan dapat digunakan sebagai cerminan permasalahan yang terjadi di Indonesia, seperti tujuan pertama yang merupakan bentuk upaya pemberantasan kemiskinan. Saat ini, masih ada sekitar 25,95 juta orang yang tergolong sebagai masyarakat miskin di Indonesia. Tentu kemiskinan dapat diatasi dengan berbagai cara. Misalnya dalam jangka pendek dengan memberikan bantuan sosial kepada penduduk miskin atau pun dalam

jangka panjang melalui pemberian pelatihan keterampilan dan menyediakan lapangan pekerjaan. Permasalahan lain juga bisa dilihat pada tujuan ke-14 yaitu perlindungan terhadap ekosistem laut, berdasarkan hasil riset Jenna Jambeck, peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbanyak nomor 2 di dunia, dan menurut data INAPLAS dan BPS setiap tahunnya ada 3,2 juta ton sampah plastik yang dibuang ke lautan dan tentunya sampah plastik yang berakhir di lautan tersebut akan dapat merusak ekosistem laut serta juga membunuh biota laut. Tetapi hal ini sudah ditanggapi dengan serius oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang berkomitmen akan mengurangi 70% sampah plastik di lautan pada tahun 2025 mendatang, selain dari komitmen tersebut tentu juga diharapkan kesadaran dari masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian laut dan bisa dimulai dari hal terkecil yaitu membuang sampah pada tempatnya.

Begitu banyak permasalahan di Indonesia yang akan dapat diatasi bersamaan dengan terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan dan diharapkan ke-17 tujuan tersebut dapat dicapai secara global dan khususnya di Indonesia pada tahun 2030 mendatang. Memang untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut bukan merupakan hal yang mudah tetapi juga bukan merupakan hal yang mustahil, yang terpenting adalah dibutuhkan komitmen penuh dari pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk bekerja bersama-sama dan bahu-membahu dalam mewujudkan tujuan tersebut. Berbagi upaya dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mewujudkan tujuan tersebut, seperti misalnya menggunakan TPB sebagai acuan dalam beraktivitas melalui komunitas ataupun organisasi dan menyelipkan tujuan-tujuan tersebut ke dalam program kerja masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang dilakukan tetap saja merupakan bentuk kontribusi nyata untuk mewujudkan tujuan tersebut guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Gubernur Bali instruksikan tutup toko berjaringan mafia Cina. - Kok masih bandel ya. *** Keberadaan desa wisata di Bali antara ada dan tiada. - Maksudnya kalah bersaing. *** Petugas penjual tiket Tirta Empul kena OTT Saber Pungli. - Pungli oh pungli.

Penulis, Kabid Humas PC KMHDI Badung, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Pon, 9 November 2018

7

TABANAN

Hujan Lebat

Rumah Warga di Desa Kukuh Tertimpa Longsor Tabanan (Bali Post) -

Hujan yang turun sejak pagi hingga sore, Rabu (7/11) lalu, kembali menimbulkan bencana. Salah satu rumah warga yang berlokasi di Banjar Kukuh Kawan, Desa Kukuh, Kerambitan, rusak karena tertimpa longsor. Akibat kejadian ini, tiga bangunan yang terdiri atas dapur dan dua gudang hancur. Kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta. Pemilik rumah Kadek Adi Wirawan (30) dibantu anggota TNI dari Koramil 05 Kerambitan dan anggota kepolisian serta warga terlihat sedang membersihkan sisa reruntuhan. Menurutnya, kejadian longsor itu berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu, istri Adi, Ni Putu Ayu Oki Widiadani (24), sedang memandikan anaknya di kamar mandi. Kamar mandi itu berdekatan dengan lokasi longsor. ‘’Longsornya berasal dari kebun belakang rumah. Kemungkinan karena kemarau panjang menyebabkan tanah kebun labil dan akhirnya longsor. Hujannya juga seharian, dari pagi sampai sore,’’ jelas Adi. Sang istri yang sedang me-

Bali Post/san

Puluhan Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Agung Tabanan (Bali Post) Puluhan pelanggar terjaring Operasi Zebra Agung 2018 di Jalan By-pass Ir. Soekarno, Tabanan, Kamis (8/11) kemarin. Operasi yang dilaksanakan Satlantas Polres Tabanan bersinergi dengan Satpol PP, TNI, dan Dinas Perhubungan Tabanan ini setidaknya menahan puluhan SIM dan STNK serta kendaraan. Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari menjelaskan, operasi yang digelar ini adalah gabungan. Dalam operasi ini, pihaknya tidak hanya menyasar pengendara yang tidak membawa SIM maupun STNK, tetapi juga menyasar barang bawaan, dan pelat kendaraan. “Tetapi se-

lama operasi tidak ada barang bawaan yang mencurigakan,” ujarnya. Dalam operasi ini, juga ditahan kendaraan milik segerombolan anak muda yang nekat datang dari Solo dan hendak ke Gianyar. Mereka diketahui tidak membawa SIM, STNK, bahkan kendaraannya tidak menggunakan nopol. Hal ini pun sangat disayangkan karena bisa mengancam keselamatan dalam berlalu lintas. “Mereka ini anak-anak yang mau ikut klub vespa, tetapi sangat disayangkan tidak membawa apa pun. Terpaksa kendaraan kami tahan,” tegasnya. Oleh karena itu, ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, meski berkendaraan dengan

jarak dekat agar selalu menggunakan helm, membawa SIM dan STNK. Berdasarkan data, jumlah penindakan pelanggaran sebanyak 70 pelanggar. Dengan rincian, tanpa SIM 16 pelanggar, tanpa STNK 8, tidak mengenakan sabuk pengaman 33, menggunakan headset saat berkendaraan 14 dan tidak membawa SIM dan STNK tiga pengendara. Total barang bukti yang disita yakni roda empat sebanyak 1 unit, roda dua 3 unit, STNK 50, dan SIM sebanyak 20. Kepada para pelanggar diminta datang ke kejaksaan untuk mengambil sekaligus membayar denda pada 15 November 2018. (kmb24)

Kapolres ’’Simakrama’’ pada Keluarga Veteran I Dewa Nyoman Djahen Tabanan (Bali Post) – Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa, S.IK. masimakrama ke rumah ahli waris pejuang Veteran Ciung Wenara Ltd I Dewa Nyoman Djahen Wita di Banjar Dinas Lumajang Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan. Kapolres dan rombongan diterima langsung oleh I Dewa Made Wijaya beserta keluarga, Kamis (8/11) kemarin. Hadir dalam acara tersebut Waka Polres Tabanan beserta staf dan Pengurus Bhayangkari Cabang Tabanan, Kapolsek Kerambitan Kompol I Wayan Suana, S.H., Kanit Intelkam Polsek Kerambitan Iptu I Wayan Sukerta beserta para Kanit Polsek Kerambitan, Bendesa Adat Lumajang Dewa Gede Jana Yudi Wijaya. Kunjungan ini selain

Bali Post/kmb

MASIMAKRAMA - Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa, S.IK. dan jajaran ketika ‘‘masimakrama’’ ke rumah veteran I Dewa Nyoman Djahen Wita di Banjar Dinas Lumajang Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan. bentuk penghormatan pada jasa-jasa para pejuang kemerdekaan RI, juga menjaga hubungan baik antara

instansi kepolisian dengan keluarga veteran serangkaian Hari Pahlawan 10 November 2018. (kmb)

LONGSOR - Salah satu rumah warga di Banjar Kukuh Kawan Desa Kukuh, Kerambitan, kondisinya rusak akibat tertimpa longsor, Rabu (7/11) lalu.

mandikan anak mendengar suara seperti kayu tumbang dari arah kebun belakang. Istri Adi kemudian membawa anaknya keluar dari kamar mandi dan berlindung di jineng rumah yang lokasinya hanya sekitar sepuluh meter dari titik longsor. ‘’Dengar suara keretek-keretek. Langsung bawa lari anak ke jineng. Sampai sana, tanahnya sudah tergerus longsor,’’ ujar Adi. Longsoran ini menyebabkan tembok setinggi 2 meter dengan sepanjang 10 meter roboh. Robohan tembok menyebabkan genting kamar mandi mengalami kerusakan serta dua gudangnya. Beruntungnya robohan gudang tersebut tidak mencapai jineng, tempat istri dan anaknya berlindung. Akibat kerusakan ini, kerugiannya mencapai Rp 15 juta. Menurutnya, saat kejadian, tidak ada angin kencang ataupun petir. Namun, saat longsor ada air dengan volume cukup besar. Diduga air tersebut merupakan air bawaan dari atas yang tidak terserap tanah. (kmb24)

Empat Calon Sekda Lulus Administrasi Tabanan (Bali Post) Proses seleksi dan penjaringan calon Sekda Tabanan memasuki tahap seleksi administrasi. Keempat calon yang mendaftar dinyatakan lulus administrasi dan bisa mengikuti tahap seleksi selanjutnya. Kelulusan ini berdasarkan surat pengumuman nomor: 800/07/PANSEL-SEKDA/2018 tentang hasil seleksi administrasi seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (sekda) di lingkungan Pemkab Tabanan tertanggal 8 November 2018 ditandatangani Ketua Tim Seleksi, I Nyoman Wirna Ariwangsa.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) I Wayan Sugatra, Kamis (8/11) kemarin, mengatakan keempat pendaftar yang dinyatakan lulus administrasi yakni I Gusti Agung Rai Dwipayana, jabatan saat ini sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, I Gede Susila sebagai Kepala Dinas Pendidikan, I Wayan Kotio sebagai Kepala Dinas Persip, dan I Wayan Sarba sebagai Kasatpol PP. “Keempat calon memenuhi syarat administrasi sehingga semuanya berhak mengikuti tes selan-

jutnya,” sebutnya. Para calon yang lulus administrasi ini selanjutnya akan mengikuti proses seleksi assesment test dari tim asesor yang ditunjuk BKN. Pelaksanaan assesment test dilaksanakan pada 12-14 November. Tes yang akan diikuti yakni kompetensi manajerial dan sosiokultural. Seleksi akan dilakukan di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Setda Tabanan. Setelah tes tersebut, kandidat akan membuat tulisan tentang inovasi yang akan dilakukan kalau nanti terpilih

sebagai sekda. Mereka juga harus mempresentasikan karya tulisnya di hadapan tim asesor. “Peserta wajib membuat karya tulis dan dipresentasikan di hadapan tim asesor,” ujar Sugatra. Seperti diketahui, setelah I Nyoman Wirna Ariwangsa memasuki masa pensiun per 1 Februari 2018, dibuka pendaftaran Sekda Tabanan secara resmi. Hanya empat orang pejabat eselon IIB atau setingkat kadis dan badan yang mendaftar. Jumlah ini menjadi syarat minimal untuk proses seleksi bisa dilanjutkan ke tahap tes berikutnya. (kmb24)

Pendapatan BRSU dari JKN

Sebagian Digunakan untuk Bayar Utang Tabanan (Bali Post) Klaim pada Agustus untuk pasien JKN telah dibayarkan pihak BPJS kepada BRSU Tabanan. Total klaim yang dibayarkan pada bulan Agustus adalah Rp 8.889.646.000 yang terdiri dari tagihan rawat jalan Rp 4.265.007.800 dan tagihan rawat inap Rp 4.624.638.200. Tagihan pasien BPJS ini ternyata tidak semuanya dipakai untuk biaya operasional rumah sakit bulan berikutnya. Tetapi sebagian untuk membayar utang pembelian obat dan bahan habis pakai bulan sebelumnya. Posisi utang BRSU per 31 Oktober mencapai Rp 13.346.172.700,49. Direktur BRSU Tabanan, dr. Nyoman Susila, Kamis (8/11) kemarin, mengatakan untuk klaim JKN pada Agustus, baru saja terbayarkan dan langsung digunakan

membayar utang obat dan bahan habis pakai. Langkah ini, kata Susila, merupakan salah satu cara agar BRSU tetap bisa beroperasi dan memberikan layanan maksimal kepada masyarakat. Di samping membuat strategi dan terobosan agar bisa terus berkembang dan survive. ‘’Selain berutang, kami juga membuat strategi untuk survive yaitu melakukan peningkatan pendapatan, terutama di luar kerja sama BPJS. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan asuransi swasta. Langkah lainnya adalah melakukan efisiensi pelayanan dengan tetap menjaga keselamatan pasien seperti mencegah terjadinya piutang tak berbayar hingga efisiensi pemakaian air, listrik, dan telepon,’’ ujar Susila. Kepala Bagian Keuangan BRSU Tabanan, Nengah Ju-

liasa, menambahkan sejauh ini, BRSU masih dipercaya untuk menunggak pembayaran obat maupun bahan habis pakai oleh rekanan. Meski pembelian obat dan bahan habis pakai saat ini menggunakan e-katalog, namun dengan membuat surat keterangan penundaan pembayaran, pihak rekanan memberikan waktu untuk BRSU melakukan pembayaran. ‘’Tentu kami melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Jadi sejak akhir tahun lalu, kami mengundang rekanan dan memberikan penjelasan mengenai kondisi keuangan BRSU di era BPJS ini. Sampai saat ini masih dipercaya dan kami pun membayar tagihannya tepat waktu,’’ jelasnya. Untuk pendapatan pada Agustus, kata Juliasa selain dari klaim pasien JKN juga ada pendapatan lain BRSU seperti dari pasien umum, se-

hingga saldo kas pada Agustus mencapai Rp 13,5 miliar yang sebagian untuk membayar utang. Sementara sebagian untuk membayar jasa pelayanan dan membiayai kegiatan yang telah dianggarkan pada anggaran perubahan triwulan ke-4. ‘’Posisi utang per 31 Oktober sebanyak Rp 13 miliar lebih. Kami bayar dulu sebagian,’’ ujar Juliasa. Sementara untuk klaim JKN pada September belum dibayarkan BPJS. Total klaim mencapai Rp 8.250.179.900 dengan rincian untuk rawat jalan Rp 3.851.488.000 dan rawat inap Rp 4.398.691.000. Klaim JKN pada September ini mengalami penurunan sebesar 4,89 persen dari tagihan bulan Agustus. Menurut Juliasa, klaim JKN sejak Juli memang mengalami penurunan sebagai akibat semakin diperketatnya rujukan berjenjang oleh BPJS. (kmb24)

Marak, Tanda ’’Colek Pamor’’ di Desa Kukuh Tabanan (Bali Post) Peristiwa colek pamor rupanya juga marak terjadi di Tabanan. Kejadian ini terjadi di Banjar Adat Munggal, Desa Kukuh, Marga, Kamis (8/11) kemarin. Tanda colek pamor ini ditemukan di Merajan Gede milik Klian Banjar Adat Munggal, Komang Gede Renteg (47). Tidak hanya palinggih di Merajan Gede, colek pamor juga ditemukan di palinggih rumah dan pekarangan. Saat ditemui di rumahnya, Renteg menuturkan dirinya baru mengetahui hal itu sekitar pukul 08.00 Wita. ‘’Saya tahu ada informasi kejadian colek pamor di Bali. Katanya di Purapura ada tanda colek pamornya. Kebetulan pagi saya

singgah ke Pura Dalem untuk mengecek pekerjaan pembangunan di sana,’’ ujarnya. Mendengar informasi itu, ia pulang dan kemudian memerhatikan setiap palinggih di Merajan Gede. Semua palinggih yang berjumlah sebelas ini ada tanda goresan putih. Tidak hanya palinggih di merajan, tetapi ia juga menemukan tanda goresan di palinggih di sekitar rumah. Kejadian ini tidak hanya terjadi di rumahnya, tetapi juga di beberapa rumah warga lainnya. ‘’Saya upload kejadian ini ke media sosial (medsos). Dan beberapa warga komentar bahwa juga menemukan hal yang sama di

rumahnya,’’ ujarnya. Colek pamor ini, diakui Reteg, baru pertama kali dialami. Menurutnya, peristiwa ini merupakan sebuah petunjuk dari Yang Maha Kuasa untuk selalu waspada dan berbakti kepada-Nya. ‘’Kemungkinan ini petunjuk dari Beliau (Tuhan - red) agar kita selalu berbakti kepada-Nya. Tanda ini kita ambil sisi positifnya saja,’’ ujar Reteg. Meski colek pamor ditemukan di rumahnya, ia mengaku tidak ada rencana menggelar upacara. Lain jika semua rumah warga di Desa Kukuh mengalami hal yang sama. Sementara itu, Perbekel Desa Kukuh, Marga, Made Sugianto, membenarkan adanya kejadian colek pamor di

rumah salah satu warganya. Hanya, untuk kejadian di Pura Dalem Wisesa yang dilaporkan sempat ada, ketika dicek ternyata bukanlah colek pamor. ‘’Sudah dicek, ternyata bukan. Begitu juga dengan palinggih di rumah yang ada di depan Pura Dalem tersebut. Yang benar ada colek pamor di rumah Klian Adat Munggal,’’ ujarnya. (kmb24)

TUNJUKKAN - Klian Banjar Adat Munggal, Komang Gede Renteg (47), saat menunjukkan colek pamor di salah satu palinggih di Merajan Gede, Kamis (8/11) kemarin.

Bali Post/san


BULELENG

8

Jumat Pon, 9 November 2018

Nyaris Punah, Budi Daya Talas Kuning Digenjot Singaraja (Bali Post) –

Dulu, budi daya talas kuning itu memang banyak digeluti petani khususnya di Buleleng. Seiring budi daya tanaman itu tidak diapresiasi petani, sehingga talas kuning itu terancam punah. Petani tidak tertarik lagi menanam tanaman tergolong jenis umbi-umbian itu karena komoditas itu dianggap tidak menguntungkan secara ekonomis. Hal itulah yang menyurutkan semangat petani menanam talas kuning tersebut.

Bali Post/kmb38

TERANCAM PUNAH – Petani di Buleleng mulai diajarkan membudidayakan talas kuning. Komoditas ini terancam punah karena tidak banyak petani yang tertarik menanam.

Tidak ingin budi daya tanaman lokal Buleleng ini punah, sekarang ini, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng melestarikan talas kuning itu. Pemerintah berkepentingan agar petani melakukan budi daya talas kuning dengan harapan ingin menjaga ketahanan pangan nonberas. Mengawali budi daya talas kuning itu, Distan melakukan uji coba melalui Demontration Plot (Demplot) talas kuning. Media ini dibuka di Subak Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Demplot talas kuning ini dikembangkan pada lahan seluas satu hektar. Setelah ditanam beberapa bulan, talas kuning itu malah sudah memasuki masa panen. Dari lahan satu hektar, ternyata mampu menghasilkan 20 kuintal ubi talas kuning siap dijual. Dengan hasil uji coba itu, talas kuning potensial dibudidayakan apalagi ukuran ubinya tergolong besar. Selain itu, komoditas ini mengandung protein tinggi serta warna serat kuning menjadi keunikan talas kuning yang hanya ada di Buleleng. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Nyoman Genep, Kamis (8/11) kemarin, menjelaskan demplot ini dilakukan untuk merangsang minat petani membudidayakan talas kuning. Petani bisa mempelajari teknik budi daya dan membuktikan hasil panen dan pemasaran komoditas talas kuning itu. Dari pantauan di pasaran, harga jual talas kuning ini sangat bagus yakni mencapai Rp 10.000 tiap satu kilogram. “Dari uji coba kita lakukan sangat

Kejari Gaungkan Ikrar WBBM

Tak Tertutup Dijatuhkan Sanksi Pemecatan Singaraja (Bali Post) – Para jaksa dan PNS di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng menggaungkan semangat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang dilaksanakan di ruang rapat kejari, Kamis (8/11) kemarin. Komitmen itu ditunjukkan dengan cara penandatanganan pakta integritas yang dilakukan seluruh aparat penegak hukum, di lingkungan kejari. Seluruhnya, komit tidak mengingkari ikrar WBBM tersebut. Penandatanganan fakta integritas dan ikrar WBBM kemarin, dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng, Wayhudi. Diawali pembacaan beberapa poin ikrar. Kemudian menandatangani pakta integritas WBBM. Keseriusan mereka ditunjukkan semua pegawai, bahkan termasuk yang dalam kondisi sakit. Karena itu, tinggi apresiasi penegak hukum di daerah ini dengan ikrar WBBM itu. Kajari Buleleng Wahyudi mengatakan, dengan penandatanganan pakta integritas WBBM itu siapa pun jaksa atau Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk pegawai kontrak di lingkungan kejari, diingatkan agar selalu patuh dengan ikrar tersebut. Ini tidak

lepas dengan instruksi pimpinan lebih tinggi yang sebelumnya sudah digaungkan kepada aparat penegak hukum. Tidak ada alasan aparat penegak hukum itu harus melayani dan mengayomi setiap warga Indonesia. “Sekarang tidak ada alasan lagi, kita sudah berada dalam zona WBBM. Karena itu, semua pihak wajib harus taat menganyomi dan melindungi setiap warga negara,” katanya. Terkait temuan aparat melakukan indikasi pelanggaran, Kejari Wahyudi menyebut, setiap indikasi pelanggaran oleh jaksa atau ASN di lembaga yang dipimpinnya itu didasari aturan kepegawaian. Jika terbukti melanggar, maka tidak menutup kemungkinan pegawai itu dikenai sanksi terberat bahkan sampai pemecatan sebagai jaksa, atau ASN di lingkungan Kejari Buleleng. “Kami tetap mengacu kepada sanksi kepegawaian itu sendiri. Jika benar-benar terbukti, bukan hanya sanksi administrasi, malah bisa pemecatan. Jadi, kami ingatkan agar pegawai itu tidak melanggar ikrar WBBM itu,” tegasnya. Terkait penanganan kasus

Bali Post/kmb38

IKRAR WBBM – Jaksa dan ASN di Kejari Buleleng menandatangani ikrar Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kamis (8/11) kemarin. tindak pidana korupsi (tipikor), Kejari Wahyudi mengatakan, sesuai ikrar WBBM, perkara tipikor atau pidana umum lain akan tetap ditangani sesuai prosedur hukum, dan standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Pihaknya juga men-

jamin perkara yang masuk ke ranah kejari, akan ditangani tuntas. Terkait peran Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang dipimpin Kejari Buleleng, selama ini berjalan sesuai fungsinya. Demikian

juga instansi pemerintah di Buleleng juga tetap berkoordinasi dengan intens, bersama-sama memahami aturan hukum, sehingga penjabaran kebijakan pembangunan di daerah ini bisa berjalan baik. (kmb38)

19 Kelurahan Dijatah Dana Segar Rp 6,7 Miliar

BKD Tunggu Juknis dari Pemerintah Pusat Kebijakan Presiden Joko Widodo mengalokasikan dana kelurahan di Indonesia berimbas ke Buleleng. Tercatat 19 kelurahan di daerah ini dijatah dana kelurahan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAU) APBN. Jatah dana kelurahan itu sudah ditetapkan. Buleleng menerima alokasi dana Rp 6,7 miliar. Dipastikan, dana ini cair mulai tahun depan. Lalu, kira-kira masih menunggu apakah sehingga dana kelurahan itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan? MAYORITAS 17 dari 19 kelurahan di wilayah Den Bukit itu ada di Kecamatan Buleleng. Sedangkan, dua kelurahan sisanya masingmasing di Kecamatan Sukasada dan Seririt. Selama ini, kelurahan mendapat dana program pemerintahan via kecamatan terkait. Memang kelurahan itu sejak lama tidak menerima kucuran dana dari APBD murni. Akibatnya, pembangunan relatif berdampak di ibu kota kecamatan itu. Sebab, mereka hanya tergantung pengelolaan dana kecil dari kecamatan bersangkutan. Setelah bertahun-tahun tidak mendapatkan kucuran dana yang mencukupi, sekarang kelurahan di Den Bukit justru sudah bisa tersenyum sumringah. Alasannya, mu-

lai tahun depan, pemerintah pusat mengalokasikan dana khusus untuk kelurahan. Dana kelurahan ini dikucurkan setelah pemerintah pusat menambah alokasi DAU APBN tahun 2019. Setelah itu dipercaya kelurahan nantinya bisa menjalankan program pembangunan secara mandiri, sama seperti pemerintah desa yang lebih dulu menerima Alokasi Dana Desa (ADD). Operasional pemerintah kelurahan akan ditangani dana tersebut. Hanya, sampai sekarang, pemerintah pusat belum memberi petunjuk lebih lanjut terkait mekanisme pemanfaatan dana kelurahan itu. Petunjuk ini sebenarnya diharapkan terbit lebih awal. Hal itu penting, menghindari terjadinya masalah di lapan-

gan. Sebab, kelurahan itu justru tidak memiliki dasar regulasi memanfaatkan dana yang mereka dapatkan dari pemerintah pusat. Apalagi, sistem pengawasan dan pertanggungjawaban keuangan pemerintah saat ini super ketat. Seperti saat ini diperlukan pedoman pelaksanaan jelas, sehingga niat baik pemerintah pusat menggelontorkan dana untuk kelurahan diharapkan bisa tepat sasaran. Terpenting, bisa terhindar dari indikasi persoalan hukum di kemudian hari. Sudah Dialokasikan di RAPBD Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng, Bimantara, Kamis (8/11) kemarin, mengatakan kucuran dana kelurahan itu sudah dialokasikan dalam rancangan APBD Induk tahun 2019. Sesuai instruksi pemerintah pusat, tahun depan, pihaknya mendapat kucuran dana kelurahan yang bersumber dari DAU APBN Rp 6,7 miliar. Karena petunjuk pelaksanaan pemanfaatannya belum diterima, maka pihaknya belum berani mengalokasikan dana tersebut ke masing-masing kelurahan di daerahnya. Sejauh ini, BKD masih menunggu perhitungan dan juknis pemanfaatan dana kelurahan yang

diterbitkan pemerintah pusat. Sembari menunggu terbitnya juknis pemanfatan dana itu, Bimantara menyebut kemungkinan nilai jatah dana kelurahan itu ditentukan berdasarkan kondisi wilayah, jumlah penduduk, sebaran penduduk miskin dan pertimbangan lainnya. Selain itu, kucuran dana ini bisa saja melalui kecamatan kemudian diteruskan ke pemerintah kelurahan. “Anggarannya sudah kita pasang. Sekarang, kita menunggu juknis. Bisa saja pertimbangannya seperti jumlah penduduk, luas wilayah, dan kemiskinan,’’ ujar Bimantara. Dia berharap juknis dan pedoman terkait pemanfaatan dana kelurahan itu secepatnya diterbitkan, sehingga dalam pembahasan rancangan APBD Induk 2019 ini, BKD bisa membagi dana kelurahan kepada 19

kelurahan yang ada. “Kita masih tunggu dan kalau pembahasan APBD tahun 2019 usai, juknis belum terbit, ya kami akan tanyakan langsung ke pusat, sehingga dana yang sudah kami alokasikan pada RAPBD itu bisa terealisasi sesuai harapan pemerintah,” katanya. (mud)

baik, lebih-lebih harga jual di pasaran bagus karena ukuran cukup besar,” katanya. Birokrat asal Dusun Kelod Kauh Desa Panji, Sukasada ini menambahkan, talas kuning itu mempunyai nilai ekonomi relatif tinggi. Ubi dan daunnya bukan saja cocok diolah menjadi bahan makanan, juga obat. Bahkan, daunnya dan kulit ubinya itu dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Juga termasuk ikan yang bisa diberikan langsung maupun setelah diolah menggunakan teknik fermentasi. Selain itu, talas kuning ini juga dapat ditanam di lahan yang agak berair, sampai lahan kering. Cepat perkembangan talas kuning, karenanya diyakini cocok dengan kontur tanah di Bali Utara. “Selain untuk olahan pangan nonberas, limbahnya bisa digunakan untuk pakan ternak. Tanaman ini juga cocok di lahan kering, sehingga potensial kita budi dayakan di daerah,” jelasnya. Nyoman Genap menambahkan, demplot ini akan terus dilaksanakan untuk menarik minat petani, agar mereka mau membudidayakan tanaman ini untuk menambah penghasilan keluarga. Ke depan, pihaknya akan menyiapkan bibit agar bisa disumbangkan kepada masyarakat. Upaya ini terus digenjot, sebab selama ini petani hampir tidak ada yang mau menanam talas kuning itu. Tidak heran, kalau budi daya talas kuning itu nyaris punah. Relatif gencar dilakukan penanaman talas kuning itu, semata-mata untuk melestarikan varietas tanaman lokal yang sudah mulai langka itu. (kmb38)

Curi Belasan Ekor Burung Peliharaan

Masih Muda, Kasus Berulang, AJ Tetap Diproses Singaraja (Bali Post) – Seorang warga Desa Kaliasem Kecamatan Banjar Komang AJ (17) diamankan polisi. Pasalnya, dia nekat mencuri burung peliharaan milik warga. Anak masih di bawah umur itu, bukan saja menyasar satu ekor burung, tetapi terduga pelaku ini nekat mengambil burung peliharaan hingga sebelas ekor. Informasi di Mapolres Buleleng, Kamis (8/11) kemarin, kasus pencurian ini dilaporkan korban Ketut Sumenada (34) warga Banjar Dinas Witajati, Desa Selat, Kecamatan Sukasada 16 Oktober lalu. Sumenada saat itu meninggalkan rumahnya dalam kondisi kosong. Dia juga membiarkan burung peliharaannya ditinggal di rumahnya. Saat kembali, dia mengetahui pintu rumahnya telah dibobol orang tidak dikenal. Setelah dicek, burung peliharaannya itu raib digondol pencuri. Burung yang dicuri memiliki harga jual relatif mahal yakni ada yang laku dijual Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta seekornya. KBO Reskrim Iptu Dewa Putu Sudiasa seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, setelah melakukan penyelidikan di lapangan, polisi mencurigai Komang AJ mengambil burung milik korban tersebut. Setelah diperiksa, Komang AJ mengaku telah mengambil burung di rumah Sumenada. Burung hasil curian itu kemudian dijual dengan harga murah kepada penggemar burung peliharaan di Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan. Selain di Desa Selat, pencurian burung juga terjadi di Banjar Dinas Dangin Margi, Desa Pemaron. Kadek Suarjana (49) warga setempat kehilangan dua ekor burung Murai Medan miliknya. Dari hasil penyelidikan polisi, burung itu dicuri Alfian (21), warga Kelurahan Kaliuntu. “Jadi, pencurian burung ini satu terduga usianya 17 tahun jadi masih di bawah umur. Kendati demikian, AJ malah sudah pernah tertangkap mencuri burung. Namun, karena kasusnya berulang, maka kejadian tetap ditangani dan tidak ada diversi lagi untuk AJ,” katanya. Akibat perbuatannya, terduga pelaku Komang AJ melanggar pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan, terduga pelaku Alfian dikenakan pasal 362 KUHP. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. (kmb38)


GIANYAR

Jumat Pon, 9 November 2018

Buntut Laporan Palsu, Sukerti Jadi Tersangka

9

Hadapi Persaingan Global, Perajin Dituntut Berinovasi

Gianyar (Bali Post) Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sukawati, akhirnya Ni Wayan Sukerti (38) ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (8/11) kemarin. Namun, polisi belum melakukan penahanan terhadap wanita yang beralamat di Gang Walet, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati itu. “Sukerti sudah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” kata Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Winangun, S.H., Kamis kemarin. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, kata Winangun, polisi belum melakukan penahanan. Dalam hal ini, polisi juga mempertimbangkan aspek tersangka yang masih punya balita. “Kemarin, anaknya juga sempat sakit, jadi kita tidak tahan. Namun, tetap wajib lapor. Kalau nanti ada indikasi mau kabur, barulah langsung akan kita tahan,” katanya. Mantan Kanit Buser Polres Gianyar ini mengatakan, polisi sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan terhadap Sukerti dan sejumlah saksi. “Sukerti sudah beberapa kali diperiksa, termasuk juga tiga orang saksi yang saat kejadian berada di sekitar lokasi,” ujarnya. Polisi juga melakukan rekonstruksi di lapangan untuk menyinkronkan keterangan tersangka, saksi dan TKP. Akhirnya, polisi menemukan kejanggalan. “Setelah kita interogasi lagi secara perlahan, akhirnya Sukerti mengakui berbohong,” jelasnya. Winangun mengatakan, wanita asal Nusa Penida, Klungkung ini berbohong dengan tujuan menakut-nakuti anak nomor satunya yang sekolah di SDN 3 Batubulan Kangin. Selain itu, ibu dua anak ini terinspirasi berita-berita penculikan di medsos. Atas perbuatannya itu, ibu rumah tangga ini dijerat dengan pasal 220 KUHP tentang membuat laporan palsu. (kmb35)

PATUNG - Perajin di Kabupaten Gianyar tengah melakukan proses finishing patung buatannya.

Edarkan Tiket Berlogo Desa Adat

Petugas Tirta Empul Diamankan Tim Saber Pungli

Gianyar (Bali Post) Kemelut tengah melanda pengelolaan objek wisata Pura Tirta Empul, Tampaksiring. Selasa (6/11) lalu, Tim Saber Pungli Gianyar mengamankan dua petugas penjual tiket masuk ke objek wisata tersebut. Kedua petugas diduga melakukan pungli lantaran menjual tiket di luar tiket resmi yang dikeluarkan Dinas Pariwisata Gianyar. Namun, pihak desa adat membantah jika itu disebut pungli. Sebab, tiket yang diedarkan kedua petugas itu adalah yang dikeluarkan Desa Adat Manukaya Let dan berlaku pada jam tertentu. Kasus ini tengah diproses instansi terkait. Menurut informasi, Tim Saber Pungli Gianyar mengamankan petugas tiket objek wisata Pura Tirta Empul berinisial WG dan DPD pada Rabu sore. Kedua petugas tiket ini menjual tiket berlogo Desa Pakraman Manukaya Let. Tiket ini dijual dari pukul 15.00 Wita hingga 18.00 Wita. Sedangkan tiket resmi Pemkab Gianyar dijual pukul 07.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita. Selain dua petugas tiket, Tim Saber Pungli mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut, di antaranya uang tunai Rp 10.330.000, sebuah buku pencatatan hasil penjualan tiket, 5 bendel tiket yang sudah habis terjual, 7 bendel tiket yang masih utuh, 1 bendel tiket anak yang tersisa 63 lembar, 1 bendel tiket dewasa sisa 26 lembar, sebuah

kalkulator, sebuah bolpoin, selembar tabel untuk perkalian, buku jumlah tamu yang masuk, dan map daftar absen. Pemkab Gianyar melalui Dinas Pariwisata melakukan pungutan karcis masuk Pura Tirta Empul sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2010 dengan harga Rp 15 ribu per pengunjung dewasa dan Rp 8.500 untuk anak-anak. Dari hasil itu, pemkab memperoleh 60 persen dan pihak desa memperoleh 40 persen. Sedangkan Desa Adat Manukaya Let melakukan pungutan karcis masuk berdasarkan pararem nomor 4 tahun 2013 yang nilainya sama dengan tiket Pemkab Gianyar. Masih dari informasi yang beredar, sejak tahun 2013 pihak Desa Adat Manukaya Let mengedarkan tiket berlogo desa adat mulai pukul 15.00 Wita sampai 18.00 Wita. Padahal, ada perjanjian antara desa adat dengan Pemkab Gianyar yang menyatakan, tiket dari Pemkab Gianyar dijual dari pukul 07.00 Wita hingga 18.00 Wita. Dikonfirmasi Kamis (8/11) kemarin, Kapolres Gianyar AKBP Priyo Priyanto mem-

Bali Post/ist

WISATAWAN - Rombongan wisatawan mancanegara di-’’lukat’’ oleh pemangku sebelum memasuki areal utama Pura Tirta Empul. benarkan penangkapan dua petugas tiket itu. Disinggung terkait pelanggaran yang dilakukan petugas tiket, dia mengaku akan menjawabnya dalam jumpa pers. “Mereka masih diperiksa. Nanti akan ada waktu press rilis,” katanya. Sementara itu, Penyarikan Desa Pakraman Manukaya Let Made Kuntung mengaku masih menunggu proses hukum atas kasus terse-

but. Apalagi, ada petugas tiket dan barang bukti uang yang diamankan di Mapolres Gianyar. “Saya serahkan dulu ke proses hukum. Saya hormati proses. Seperti apa, kita hormati hukum,” ujarnya. Pihaknya mengakui selama ini, Pemkab Gianyar melalui Dinas Pariwisata melakukan pemungutan tiket dari pagi hingga siang. Sementara dari sore sekitar pukul 15.00 Wita hingga

pukul 18.00 Wita dilakukan pemungutan oleh pihak desa adat. “Yang tiket pagi itu pemda punya, yang sore desa adat. Kan admision V itu bukan tiket, semacam dana punia,” katanya. Kuntung menegaskan, objek wisata Pura Tirta Empul merupakan milik desa adat. “Yang resmi kan (Tirta Empul - red) desa adat punya, bukan milik pemda,” tegasnya. (kmb25/kmb35)

Gianyar (Bali Post) Permasalahan klasik yakni permodalan, promosi, dan pengemasan produk, masih menjadi kendala perajin di Kabupaten Gianyar dalam mengembangkan usahanya. Untuk itu, Dekranasda bersama dua organisasi perangkat daerah (OPD) yakni Disperindag serta Dinas Koperasi dan UKM Gianyar terus berupaya memotivasi dan memfasilitasi perajin agar mampu bersaing di pasar global. Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. I.A. Surya Adnyani Mahayastra mengungkapkan, untuk menghadapi persaingan ketat pada era globalisasi, mau tidak mau perajin harus terus berinovasi. Kemampuan perajin dalam menciptakan produk yang disukai pasar sangat diperlukan. Maka dari itu, desain produk harus menarik. “Dalam hal ini, kita rangkul desainer ternama agar bisa membantu perajin membuat desain yang menarik,” kata Surya Adnyani belum lama ini. Untuk permodalan, kata dia, pemerintah telah memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa diakses perajin atau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). KUR dengan bunga rendah akan sangat membantu pembiayaan produksi. Tinggal bagaimana perajin mampu memanfaatkan modal tersebut dengan baik. Dari sisi promosi, pihaknya memfasilitasi perajin mengikuti pameran dari skala daerah hingga nasional. Salah satu event yang cukup bergengsi yang kerap diikuti perajin adalah Inacraft. Sejauh ini, hasilnya cukup memuaskan. Respons pasar cukup baik. Namun, pihaknya tetap berharap ke depannya ada peningkatan. Selain promosi langsung, pemanfaatan teknologi informasi tak boleh diabaikan. Makanya pihaknya terus mengingatkan serta mengarahkan perajin melakukan promosi dan pemasaran secara online khususnya melalui e-commerce. “Ini kembali ke perajin, mau tidak memanfaatkan IT. Kalau di Gianyar, cukup bagus. Cukup banyak yang sudah memanfaatkan IT,” ujar Surya Adnyani. Terkait pengemasan produk, Surya Adnyani mengakui masalah ini cukup pelik. Masih banyak perajin yang belum menyadari bahwa kemasan yang menarik akan mampu memikat konsumen. Untuk itulah, pembinaan dari Disperindag soal kemasan gencar dilakukan. (kmb25)

Sudah Ada Perjanjian Kerja Sama KISRUH tiket masuk objek wisata Pura Tirta Empul, Tampaksiring, menuai reaksi masyarakat. Di media sosial, hal ini menjadi perbincangan. Ada yang mendukung tindakan tegas polisi, namun ada pula yang menyayangkan lantaran dinilai kurang mengakomodir hak desa adat atas pengelolaan objek wisata. Terkait polemik tiket Tirta Empul, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta angkat bicara. Dia mengatakan, sebenarnya sudah ada perjanjian kerja sama antara Pemkab Gianyar dengan Desa Adat Manukaya Let. Pada perjanjian, yang berhak menerbitkan dan memungut tiket dari pagi hingga pukul 18.00 Wita adalah pemerintah. Ari Brahmanta menyebutkan, perjanjian tersebut sudah disosialisasikan ke masyarakat. Sayangnya, desa adat justru bersikeras melakukan pungutan dari pukul 15.00 Wita. “Mereka bersikeras agar desa pakraman mengelola dari pukul 15.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita. Bupati juga sudah sosialisasi dan memanggil bendesa dan lain sebagainya, tapi sekarang ini sudah di ranah hukum,” ujar Ari Brahmanta, Kamis (8/11) kemarin. Dengan adanya OTT yang dilakukan aparat kepolisian serta mengamankan dua warga setempat, Ari Brahmanta berharap proses pemungutan tiket kembali dilakukan sesuai perjanjian kerja sama. “Dengan ini, kita tetap mengharapkan sesuai kerja sama, sampai pukul 18.00 Wita,” ujarnya. Meskipun kisruh tiket ini masuk ke meja hukum, Ari Brahmanta memastikan pelayanan pengunjung objek

Bali Post/ded

A.A. Ari Brahmanta

wisata Pura Tirta Empul tetap berjalan seperti biasa. Petugas yang menjual tiket masuk adalah dari Dinas Pariwisata. Untuk diketahui, Pura Tirta Empul merupakan objek wisata yang dikelola Pemkab Gianyar dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak. Tahun 2017, objek wisata ini membukukan kunjungan wisatawan 642.669 orang. Angka itu terdiri dari 505.529 wisatawan mancanegara dan 137.140 wisatawan domestik. Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 524.647 orang dan pada tahun 2015 sebanyak 450.120 orang. Di urutan kedua setelah Pura Tirta Empul adalah objek wisata Goa Gajah. Pada 2017 tercatat 370.222 wisatawan mengunjungi objek wisata di Bedulu ini. Disusul kemudian Pura Gunung Kawi Tampaksiring sebanyak 223.011 orang, objek wisata Pura Gunung Kawi Sebatu yang dikunjungi 37.487 orang, dan objek wisata Yeh Pulu sebanyak 8.511 orang. (ded)

Serius Penataan Taman

Pemkab Siapkan Rancangan Anggaran Rp 11 Miliar

PEMKAB Gianyar kini tengah serius memperindah pertamanan di Bumi Seni ini. Bidang Pertamanan Dinas PUPR Gianyar sudah belajar penataan taman kota ke Dinas Ruang Terbuka Hijau dan Kebersihan Pemkot Surabaya. Dari hasil studi itu, Pemkab Gianyar berencana meningkatkan anggaran untuk bidang pertamanan pada APBD Induk 2019, bahkan rancangan peningkatan itu sampai Rp 11 miliar. Kabid Pertamanan Dinas PUPR Gianyar I Wayan Jati ketika ditemui saat melakukan peninjauan di salah satu taman di Kota Surabaya mengatakan, untuk tahun ini, khusus untuk penataan taman kota anggaran yang dikelola pada bidang yang dipimpinnya sebenarnya hanya Rp 3 miliar. Angka itu ditambah dengan anggaran yang digunakan untuk operasional. Sedangkan pada APBD 2019, anggaran untuk Bidang Pertamanan sudah diajukan sekitar Rp 6 miliar. “Sudah kami ajukan peningkatan, karena selain untuk perencanaan taman kota, juga ada untuk rencana perbaikan mesin,

sarana, hingga lampu taman kota. Karena awalnya kami berencana mau mempercantik taman yang telah ada, dan perencanaan taman yang lain,” ujarnya. Ternyata, rencana itu disambut Bupati Gianyar. Meskipun pengajuan anggaran awal Rp 6 miliar dipotong dan menjadi Rp 5 miliar lebih, oleh orang nomor satu di Gianyar itu, Bidang Pertamanan dirancang anggaran floating lainnya sebesar Rp 6 miliar. Anggaran yang khusus untuk penataan taman. “Jadi, total Bidang Pertamanan itu dirancang dapat Rp 11 miliar lebih, yang Rp 6 miliar khusus penataan taman. Sisanya untuk operasional, lampu, perbaikan mesin, sarana dan prasarana lainnya. Namun, besaran itu belum ketok palu karena belum disahkan dalam APBD 2019,” terangnya. Sementara konsep taman yang akan diusung, kata dia, taman dirancang lebih mengarah ke alam, seperti bahan-bahan alam, hingga upaya mengurangi kesan semen atau beton. Kemudian tanaman yang digunakan di samping tanaman hias, tapi juga

tanaman untuk upakara. Tidak itu saja, bentuk lampu tamannya juga mengarah ke tradisi, misalnya menyerupai penjor, plus keberadaan air mancur lainnya. “Untuk pemeliharaan tetap mengoptimalkan sarana yang ada dulu. Kalau di Surabaya sudah ada kontrak, di Gianyar belum. Makanya, kita manfaatkan yang kita punya dulu. Tapi ke depan perlu dipikirkan itu. Sama seperti konsep CSR, kami mantapkan di OPD dulu, buatkan konsep, baru diusulkan ke Bapak Bupati. Jika disetujui, baru rancang regulasi,” katanya. Disinggung mengenai tamantaman dan median jalan mana saja yang akan ditata, Jati mengatakan, secara umum semuanya memang tengah dirancang konsultan. Tapi dengan rancangan anggaran itu, maka penataan taman kota untuk tahap awal diprioritaskan pada pusat kota, dengan Lapangan Astina Gianyar sebagai titik sentralnya. “Pertama itu dari Lapangan Astina ke barat Jalan Ngurah Rai, Jalan Ciung Wanara, sampai Jalan Astina Utara dilanjutkan ke ruas lainya,” tegasnya. (nik)

Bali Post/kmb25

WHDI - Suasana Muskab IV WHDI Gianyar dengan agenda utama pelantikan pengurus WHDI Gianyar.

Diana Dewi Agung Mayun Nakhodai WHDI Gianyar Gianyar (Bali Post) Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Gianyar, Rabu (7/11), menggelar Muskab IV di Kantor Bupati Gianyar. Salah satu agenda penting muskab berupa pelantikan I.A. Diana Dewi Agung Mayun sebagai Ketua WHDI Gianyar masa bakti 20182023 menggantikan I.A. Ambari Gaga Adi Saputra. Pelantikan dilakukan Ketua WHDI Provinsi Bali Bintang Puspayoga dan disaksikan Penasihat WHDI Gianyar I.A. Surya Adnyani Mahayastra. Pelantikan Ketua beserta pengurus WHDI Gianyar 2018-2023 tersebut berdasarkan surat keputusan Ketua WHDI Bali nomor: S.kep.24/WHDI-Prov/XI/2018, tertanggal

7 November 2018. Pelaksanaan Muskab IV WHDI Gianyar seharusnya dilangsungkan pada 2017. Namun, karena terdapat sejumlah hal, pelaksanaannya baru bisa pada tahun ini. Pada muskab tersebut, Ketua WHDI Provinsi Bali Bintang Puspayoga menyampaikan sejumlah harapan kepada jajaran pengurus WHDI Gianyar. Harapan tersebut antara lain, WHDI Gianyar mampu lebih bermasyarakat dan bermanfaat lagi bagi masyarakat. Untuk itu, pengurus WHDI Gianyar diminta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan organisasi. (kmb25)


JEMBRANA

10

Jumat Pon, 9 November 2018

Hasil Sembilan Hari Operasi Zebra Agung

Terjaring Ratusan Pelanggaran, Terbanyak Pemotor di Bawah Umur ]Negara (Bali Post) Selama sepekan pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2018, Satlantas Polres Jembrana telah mengeluarkan ratusan tilang. Jumlah pelanggaran lalu lintas dibandingkan operasi serupa di 2017 juga cenderung meningkat. Pelanggaran terbanyak anak di bawah umur yang mengendari sepeda motor. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko di sela-sela operasi di Pekutatan, Kamis (8/11) kemarin mengatakan, selama 9 hari, mulai dari tanggal 30 Oktober sampai 7 November sudah ada 635 pelanggaran dan sebagian besar ditindak dengan tilang. Jumlah pelanggaran ini juga cenderung meningkat dibandingkan 2017. Tahun sebelumnya dalam waktu yang sama jumlah pelanggaran 583, di antaranya ditindak tilang 553 dan 30 teguran. “Sampai tanggal 7 (November) kemarin, sudah ada 615 tilang dan 20 teguran. Ratarata pelanggaran yang terbanyak anak di bawah umur dan helm,” terangnya. Pelanggaran yang dominan selama razia di jalan ini pelanggaran helm bagi para pengendara sepeda motor. Jumlah pelanggaran tersebut bisa bertambah karena waktu pelaksanaan masih berlangsung

hingga 12 November ini. Selain memberikan penindakan tilang, selama operasi Zebra ini petugas juga melakukan tindakan penyuluhan dan pembinaan ke sekolah. Sementara itu, jumlah lakalantas selama pelaksanaan operasi mengalami penurunan, yakni satu kasus dengan korban dua, meninggal dunia (MD) 1 orang dan 1 luka ringan. Tahun 2017, ada dua kasus dengan jumlah korban 4 orang, di antaranya 1 MD, 1 luka berat dan 2 korban luka ringan. Ditambahkan AKP Yoga, dalam operasi ini ada tujuh sasaran prioritas pelanggaran. Pertama, pengemudi menggunakan ponsel, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tanpa helm, pengemudi yang mengkonsumsi narkoba/ miras dan terakhir pengemudi yang melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Diharapkan dengan adanya operasi ini dapat meningkatkan kesadaran berkendara sehingga terwujud keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamsebtibcar Lantas) (kmb26)

SAMPAH - Lautan sampah plastik di lahan TN Pengambengan Negara.

Jembrana Darurat Sampah

Dewan Minta Bupati Siapkan Penanganan Serius

Negara, (Bali Post) Buruknya penanganan sampah di Kabupaten Jembrana membuat sejumlah fraksi di DPRD Bumi Mekepung mendesak Bupati segera mengambil langkah serius. Kesan Jembrana darurat sampah bisa diamati dari membanjirnya sampah tidak hanya di sungai dan jembatan namun juga di wilayah pesisir.

Operasi Zebra - Operasi Zebra yang digelar di Jembrana dilakukan dari Pekutatan hingga Melaya. Dalam sembilan hari pelaksanaan polisi mengeluarkan ratusan tilang.

Koramil 1617-01/Negara Bantu Jambanisasi Buruh Tak Mampu Negara (Bali Post) Jajaran TNI di Jembrana terus melaksanakan program jamban untuk membantu warga tidak mampu. Kali ini Koramil 1617-01/ Negara membantu jamban untuk keluarga tidak mampu I Kadek Sudarmita (46), seorang buruh yang beralamat di Dusun Puana Desa Tegal Badeng Barat Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana. Kadek Sudarmita hanya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tidak menentu dan memiliki tiga orang anak. Danramil Negara Kapten Inf. I Wayan Yudana, Kamis (8/11) mengatakan, program jambanisasi yang di selenggarakan Koramil 1617-01/ Negara adalah bentuk program satuan dalam membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan

masyarakat melalui pembangunan sarana/prasarana dan fasilitas umum. Dandim Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok juga mengatakan, pembangunan jamban merupakan salah satu program Jambanisasi Kodim 1617/Jembrana guna membantu masyarakat yang kurang mampu dan belum memiliki jamban keluarga. Pihaknya berharap dengan sosialisasi pentingnya sanitasi lingkungan warga masyarakat bisa termotivasi untuk membangun jamban lebih layak. Program ini diprioritaskan bagi keluarga miskin untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, aman dan nyaman guna meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. (kmb)

Cuaca Buruk, Nelayan Selerek Pilih Libur Negara (Bali Post) Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini juga berdampak kepada nelayan. Masa panen tangkapan mereka terusik adanya badai yang terjadi di tengah laut terutama saat mereka melaut. Badai maupun hujan di tengah laut mengganggu aktivitas penangkapan ikan terutama kapal yang menebar jaring seperti perahu Selerek. Sejumlah nelayan Selerek, Kamis (8/11) kemarin mengaku terpaksa libur lantaran cuaca buruk terus terjadi. Badai yang terjadi di tengah tidak dapat diprediksi. Meskipun saat berangkat melaut cuaca cerah, namun ketika di tengah laut seketika berubah. “Khawatirnya kalau (kapal) sudah tebar jaring, arus kuat bisa rusak,” terang salah satu ABK perahu selerek, Opik (38). Bila jaring rusak, maka banyak biaya yang dikeluarkan untuk menggantinya. Belum lagi tidak ada tangkapan. Karena itu, tak sedikit nelayan yang memilih libur daripada rugi. Selain itu akibat harga ikan yang tidak cenderung turun, meskipun nelayan dapat banyak ikan tetap saja hasilnya rugi.

Madek (45), nelayan lainnya juga merasakan hal yang sama. Harga ikan juga sedang turun tidak seperti tangkapan sebelumnya. Saat badai datang, tinggi gelombang laut lebih tinggi dari perahu yang ditumpangi. Sehingga kapal terombang-ambing begitu juga para ABK juga tak bisa bekerja, meski sebenarnya mereka sudah terbiasa dengan kondisi di lautan seperti itu. Kondisi ini menurut mereka sering terjadi saat bulanbulan akhir tahun seperti November ini. Sebab, terjadi pergantian musim dan angin berubah. Yang paling besar, risikonya jika jaring rusak karena hempasan arus deras. Karena itu, nakhoda atau juragan panggung harus jeli sebelum terjadi arus kuat, harus segera menarik jaring meskipun masih kosong. Saat cuaca buruk, kapal hanya bisa menebar sekali jaring yang ukurannya cukup besar. Padahal biasanya dalam sekali melaut mereka bisa tiga sampai empat kali menebar jaring. “Kalau sudah cuaca buruk, dapat satu ton sudah syukur. Biasanya bisa 10 sampai 15 ton,” terang Saleh, nelayan lainnya. (kmb26)

Dari pengamatan beberapa hari belakangan ini sampah plastik masih berserakan di sungai dan juga pesisir selatan Jembrana. Seperti di pantai Ketapang Lampu Desa Pengambengan di mana hektaran lahan Tanah Negara (TN) menjadi lautan sampah plastik. Sampah plastik berserakan di hamparan lahan TN itu dan tidak ada penanganan. Menurut seorang pemulung hampir setiap hari sampah

dibuang begitu saja oleh warga dan tidak ada pemilahan. “Lumayan kami dapat sampah setiap hari. Ini sudah sejak lama dibuang di sini,” katanya. Selain rendahnya kesadaran masyarakat juga tidak ada fasilitas seperti kontainer atau TPS. Beberapa pandangan fraksi DPRD Jembrana juga menyoroti masalah sampah yang belum ditangani dengan serius. Sejumlah anggota dewan menilai Jembrana darurat

sampah karena di beberapa wilayah jadi lautan sampah. Partai Hanura dalam pandangan fraksi yang dibacakan Ferlinan Taifiq pada rapat paripurana beberapa hari lalu, mengharapkan agar Dinas LH agar lebih mengoptimalkan penanganan sampah yang selalu menjadi polemik sosial masyarakat karena selalu meninggalkan kesan jorok di wilayah terdampak sampah. “Bangunlah program pelatihan pemilahan dan pemanfaatan

sampah, sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomis pada sampah itu sendiri. Optimalkan peran bank sampah dan TPS 3R di tiap desa dan kecamatan,” katanya. Hal senada juga disampaikan Ketut Sadwi Darmawan mewakili Fraksi Gerindra. Pihaknya meminta penjelasan Bupati mengenai penganggaran yang disusun dan langkah-langkah konkret agar pengelolaan sampah bisa diatasi dengan mantap di tahun 2019. Sebisa mungkin untuk dilakukan keterlibatan berbagai pihak untuk menanggulangi sampah ini terutama pada keterlibatan pemerintah desa dalam penanggulangan

sampah dan stakeholder lainnya. Fraksi Demokrat diwakili Putu Kamawijaya lebih mengkhusus meminta agar keberadaan sampah di sungai Ijogading diperhatikan dengan serius serta dicarikan solusi untuk membersihkannya. Sehingga dalam menghadapi musim penghujan sampah tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat. H.M. Yunus mewakili Fraksi Kebangkitan Nasional juga mengharapkan agar sampah di sungai Ijogading perlu mendapat perhatian serius. Sehingga sungai dapat menjadi wahana wisata bagi masyarakat Jembrana. (kmb)

Terkena Puting Beliung

Bupati Artha Bantu Korban dan Imbau agar Waspada

NAHAS menimpa Wayan Soma, warga Banjar Tunjung Desa Delod Berawah. Rumahnya terkena puting beliung pada Rabu (7/11) dini hari sekitar pukul 00.30, yang menyebabkan atap rumahnya rontok. Hal tersebut mengundang keprihatinan Bupati Jembrana I Putu Artha yang hadir pada Kamis (8/11) pagi untuk memberikan bantuan moral dan material. Bupati Artha hadir didampingi Kepala BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jembrana, Ketut Eko Susilo Artha Permana, Kepala Dinas Sosial Wayan Gorim, Camat Mendoyo Gede Sujana dan staf. Wayan Soma menceritakan pada saat kejadian dirinya tengah tidur di rumah yang ditempati bersama istri, anak, menantu dan cucunya. Kemudian sekitar pukul 00.30 tiba-tiba terdengar suara gemuruh angin dan atap rumah-

nya rontok akibat di terjang angin puting beliung. Soma mengaku panik dan langsung menyelamatkan keluarganya. Akibat kerusakan tersebut, Soma mengaku menderita kerugian yang di perkirakan mencapai Rp 25 juta. Soma mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan Bupati Artha, kepada dinas di Pemkab Jembrana dan Kepala Desa Delod Berawah yang mengerahkan warga untuk bergotong royong membantunya. Pada kesempatan itu Bupati Artha menyerahkan bantuan uang tunai dan Kepala Dinas Sosial Wayan Gorim mengatakan, bantuan yang diberikan berupa sandang, pangan, dan peralatan dapur. Sedangkan dari BPBD Jembrana menyerahkan bantuan sembako. Kepala BPPD Jembrana, Ketut Eko Susilo Artha Permana menyampaikan korban bencana

bisa mengajukan permohonan perbaikan rumah dalam bentuk bantuan material bangunan. “Pengajuan bantuan bisa melalui Kepala Desa dan diajukan ke BPBD sesuai dengan jumlah yang di butuhkan” ungkapnya. Sementara itu, Bupati Artha mengimbau kepada warga Jembrana agar waspada akan perubahan cuaca akhirakhir ini. “Jelang terjadinya perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan, sering kali terjadi bencana seperti gempa, puting beliung dan hujan ekstrem. Saya berharap warga lebih waspada akan perubahan cuaca ini. Mulailah mengecek dan memperbaiki atap rumah, agar diperkuat. Selain itu saya berharap agar memperhatikan lingkungan sekitar, semisal jangan sampai ada saluran air yang tersumbat atau terganggu karena sampah,” ungkapnya. (ad350)

Serahkan bantuan - Bupati Artha menyerahkan bantuan kepada korban puting beliung di Banjar Tunjung, Desa Delodberawah, Mendoyo kemarin. Bupati meminta warga untuk waspada pada perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini.

Masuk Masa Peralihan Musim, Warga Diminta Waspada

Negara (Bali Post) Hujan deras yang mengguyur Jembrana sepekan ini menimbulkan sejumlah kerugian di masyarakat. Lebih dari 8 rumah warga di sejumlah titik mengalami kerusakan. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun warga diminta berhatihati.

Salah satu rumah yang mengalami kerusakan parah adalah milik Wayan Soma, warga Banjar Tunjung Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo. Rumah berukuran 5x6 meter hancur diterjang hujan disertai angin puting beliung. Selain di Delodberawah, beberapa rumah dan tem-

pat umum terdampak hujan tersebut. Bupati Jembrana I Putu Artha di sela-sela meninjau salah satu rumah korban, Wayan Soma mengimbau kepada warga Jembrana agar waspada akan perubahan cuaca akhir-akhir ini. “Jelang terjadinya perubahan cuaca dari kemarau ke

KunJUNGi Rumah - Bupati Artha bersama OPD terkait saat mengunjungi salah satu rumah yang terkena dampak dari angin puting beliung di Delodberawah kemarin.

musim hujan, sering kali terjadi bencana seperti gempa, puting beliung dan hujan ekstrem. Saya berharap warga lebih waspada akan perubahan cuaca ini,” terangnya. Warga juga diminta untuk memastikan atap rumah, agar diperkuat. Selain itu, dampak hujan yang perlu diwaspadai adalah banjir. Karena itu Bupati meminta jangan sampai ada saluran air yang tersumbat atau terganggu karena sampah. Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana Ketut Eko Susilo AP mengatakan, sejak akhir pekan lalu, dampak yang terdata mengalami kerusakan ada sembilan kejadian di rumah warga. Enam rumah rusak akibat puting beliung di Delodberawah, dua kejadian longsor di Medewi dan Yehembang serta satu rumah ambruk di Tegal Badeng Barat. “Yang paling parah satu rumah dampak puting beliung di Delodberawah. Dari perkiraan kita antara Rp 10 sampai Rp 15 juta,” terang Eko Susilo. Bantuan awal dilakukan pembersihan lahan oleh petugas BPBD serta sembako. Sedangkan selanjutnya warga bisa mengajukan

bantuan perbaikan rumah dalam bentuk bantuan material bangunan. “Pengajuan bantuan bisa melalui Kepala Desa dan diajukan ke BPBD sesuai dengan jumlah yang di butuhkan” ungkap mantan Camat Pekutatan ini. Selain rumah penduduk, juga dilaporkan tembok penyengker di Balai Lingkungan Jineng Agung, Gilimanuk dan SMP Negeri di Melaya yang ambruk. Pihaknya juga meminta warga terutama yang berada di bantaran sungai dan titik-titik banjir untuk waspada. Bukan tidak mungkin dampak dari hujan deras yang terjadi hampir setiap hari ini juga menyebabkan banjir. Namun ada baiknya warga mempersiapkan diri dan mengantisipasi untuk membersihkan saluran air agar tidak tersumbat dan menimbulkan banjir. Sementara itu Soma yang dikunjungi kemarin mengaku karena rumah atapnya rusak, maka untuk sementara ia tinggal di rumah kerabatnya. Ia juga menyelamatkan sejumlah barang miliknya yang ada di dalam rumah agar tidak basah terkena hujan. Pihaknya berharap segera bisa memperbaiki atap rumahnya tersebut. (kmb26)


Jumat Pon, 9 November 2018

Karangasem

11

SOSOK Tingkatkan Kewaspadaan MEMASUKI musim hujan, masyarakat mulai dikepung bencana. Ini sebagai dampak reaksi alam. Hujan lebat disertai angin kencang itu sudah mulai terjadi sepekan terakhir ini. Masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Itu penting, agar terhindar dari dampak bencana. Seperti banjir, pohon tumbang, maupun tanah longsor. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Ida Bagus Ketut Arimbawa, Kamis (8/11) kemarin. Secara lembaga, pihaknya juga sudah membuatkan surat yang disebarkan kepada seluruh warga. Sebagai antisipasi langkah-langkah awal, menekan dampak bencana. Contohnya, gotong royong membersihkan drainase atau got harus digencarkan. Dari hasil pengamatan dampak bencana terparah, terjadi Rabu malam. Banjir bahkan merendam sejumlah rumah akibat air got meluap tersumbat sampah. “Akibat meluapnya air ke jalan, khususnya di jalan-jalan utama, disebabkan kapasitas air yang datang tidak muat di drainase. Apalagi disertai drainasenya tersumbat karena ada sampah atau endapan tanah/pasir yang tidak sempat diangkat atau dibersihkan saat musim kemarau,” katanya. Gerakan gotong royong mesti dilakukan hingga ke tingkat desa-desa. Sebab, hari-hari ke depan, intensitas hujan diperkirakan semakin deras. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banjir itu tidak hanya terjadi di daerah perkotaan, tetapi juga di desa. “Masing-masing kelompok masyarakat harus mulai memerhatikan lingkungan sekitarnya. Kita sudah memasuki musim hujan. Harus kerja keras bersihbesih, agar dijauhkan dari bencana,” tegasnya. (gik)

Gunakan Sabu-sabu

Pengepul Batu Tabas Dibekuk di Rumahnya Amlapura (Bali Post) Polsek Kubu membekuk pelaku I Nengah Dangsing (45) karena penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Pria asal Dusun Tigaron, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu itu digerebek di rumahnya, Minggu (4/11) pukul 18.10 Wita. Dangsing yang sudah diincar sebelumnya sehari-hari sebagai pengepul batu tabas. Ketika dibekuk aparat, ia sedang fly menggunakan sabu-sabu. Dari penggeledahan yang dilakukan di rumahnya, polisi menemukan barang bukti sabu-sabu seberat 0,63 gram neto. Kapolsek Kubu AKP I Made Suadnyana yang dikonfirmasi, Rabu (7/11), mengungkapkan Dangsing resmi sebagai tersangka. Dari hasil uji laboratorium, barang yang diamankan anggotanya itu dipastikan sabu-sabu. Penangkapan itu disaksikan istri dan anakanak tersangka. “Tersangka sudah menjadi target operasi polisi. Sebelumnya, sudah sempat mau ditangkap, tetapi tidak ketemu. Baru Minggu kami bisa

temui di rumahnya,” ucap Suadnyana. Hasil pemeriksaan polisi, jelas AKP Suadnyana, tersangka mengonsumsi sabusabu itu alasannya biar tenang. Dia sudah mengonsumsi barang haram itu hampir dua tahun. Dia mendapatkan barang itu dari seseorang yang disebut-sebut berasal dari Badung. Ia tidak menggunakan sistem tempel. Seorang kurir langsung membawakan sabu-sabu ke tempat kerja tersangka. “Dia mengaku tidak kenal betul si penjual sabu-sabu itu. Nomor telepon juga tidak tahu. Biasanya pakai perkiraan. Sekarang dikasi barang, berarti beberapa hari lagi sudah habis. Tinggal dibawakan. Tidak perlu komunikasi,” imbuhnya. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. Kuat dugaan tersangka memiliki teman yang sama-sama pemakai. Polsek Kubu juga masih melakukan penyelidikan dugaan ada peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Kubu. (kmb41)

Bali Post/kmb41

GUNAKAN SABU-SABU - Kapolsek Kubu AKP I Made Suadnyana (tengah) bersama I Nengah Dangsing (45), pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

BANGUNAN ROBOH - Rumah makan sate kambing lawar di Peladung, Padangkerta, bangunannya roboh akibat tembok panyengker belakang jebol. Hal itu disebabkan tidak ada saluran air memadai di sekitarnya.

Dampak Hujan Lebat

Air Got Meluap, Banyak Rumah Terendam Banjir

Amlapura (Bali Post) Hujan lebat sejak sore hingga malam, Rabu (7/11) lalu, mengakibatkan sejumlah rumah terendam banjir. Itu terjadi karena banyak got di daerah perkotaan tersumbat. Akibatnya, air hujan itu justru hingga masuk ke rumah-rumah penduduk. Warga sekitar mulai diminta memerhatikan kebersihan lingkungan, sehingga tidak mengundang bencana, ketika memasuki musim hujan. BPBD Karangasem mencatat ada tiga titik banjir, setelah hujan lebat itu. Pertama, banjir terjadi di sekitar Kelurahan Padangkerta, Amlapura. Di sana, rumah warga I Gusti Ketut Sumantri (46) diterjang banjir, hingga teras rumah dan panyengker-nya jebol. Beruntung, penghuni rumah itu selamat dari bencana tersebut. Kedua, titik banjir juga terjadi di Jalan Untung Surapati, Amlapura. Banjir itu menggenangi rumah Ngurah, hingga rusak. Dalam posisi searah juga terjadi banjir di Jalan Lettu Alit, Lingkungan Karang Suwung, Kelurahan Karangasem.

Akibat hujan lebat, aliran air sungai meluap ke beberapa permukiman warga. Seperti di Banjar Sindu Saraswati, ada empat rumah yang tergenang air yakni rumah Bangun Jayadi, I Komang Budi Utama, I Kadek Budiarta, dan rumah I Komang Suarjana. Di rumah Budiarta, banjir itu membuat rumah setempat mengalami kerusakan panyengker jebol kurang lebih 30 meter. “Banjir juga membuat korsleting listrik. Tiang listriknya tiba-tiba dialiri listrik. Kami sudah berkoordinasikan dengan petugas PLN. Saat ini, masalah tersebut sudah tertangani dengan baik,” kata Kepala

BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, Kamis (8/11) kemarin. Arimbawa menambahkan, setelah melakukan assessment ke lapangan, penyebab tergenangnya rumah masyarakat dan fasilitas itu umumnya akibat kurang bagusnya saluran drainase. Hal itu memicu air meluap. Sedangkan sungai kecil/jembatan di Jalan Lettu Alit penuh sampah dan batang pohon kelapa nyangkut, karena intensitas hujan relatif tinggi. “Kejadian ini belum dikategorikan bencana, sehingga dana Belanja Tak Terduga (BTT), tidak bisa digunakan untuk membantu para korban,”

tegasnya. Arimbawa menambahkan, tiga hari terakhir, BPBD Karangasem disibukkan oleh dampak hujan yang deras. Sebelum terjadi banjir, sempat ada pohon tumbang. Hal itu menyebabkan akses jalan umum macet total. Beruntung malam itu langsung ditangani BPBD karena adanya tiang listrik yang rebah melintang di jalan dan tiang listrik miring. Malam itu juga tiangnya dipinggirkan demi keamanan pengguna jalan yang melintas. Bahkan, beberapa gardu listrik ada yang meledak. Hal itu menyebabkan aliran listrik di beberapa lokasi padam. Setelah koordinasi dengan PLN semua sudah ditangani. Pada hari kedua, penanganan pohon tumbang dan banjir akibat luapan air saluran drainase kurang baik. Hari ketiga yang paling parah, yakni adanya rumah yang tergenang

air, disebabkan posisi rumah lebih rendah dari jalan. Rumah terendam lantaran air drainase itu meluap ke rumah-rumah penduduk. Saluran air pembuangan jadi kurang memadai. Ada juga longsor dan tembok panyengker rumah jebol. Melihat situasi itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Apalagi kalau sedang di jalan. Hati-hati terhadap bahaya longsor dan pohon tumbang serta adanya banjir bandang. BPBD Karangasem saat ini sudah berkoordinasi dengan Dinas Perkim untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon yang rimbun dan rapuh agar dipotong. “Masyarakat juga agar memangkas ranting-ranting pohon yang dekat rumah. Giat gotong royong membersihkan got atau selokan di sekitar kita juga wajib ditingkatkan,” ujarnya. (kmb31)

Sumardi Bagikan Kursi Roda kepada Penyandang Disabilitas dan Lansia KETUA DPRD Karangasem, Nengah Sumardi, prihatin melihat penanganan penyandang disabilitas di Karangasem. Dalam hidup keterbatasan, mereka belum tersentuh bantuan pemerintah. Melihat realitas itu, politisi Golkar ini kemudian mendatangi langsung para penyandang disabilitas Kamis (8/11) kemarin. Bahkan, Sumardi langsung membagikan kursi roda kepada penyandang disabilitas ini, khususnya di Desa Pempatan, Rendang dan juga Desa Jungutan, Bebandem. Di Desa Jungutan, Sumardi mendatangi langsung penderita disabilitas dan lansia di Banjar Dinas Nampo. Mereka antara lain, I Putu Wardika, I Wayan Kariasa, dan Ni Ketut Susilawati. Masing-masing menerima sebuah kursi roda, untuk membantu aktivitas mereka seharihari. Melalui klian banjar dinas setempat, Ketut Latra, warga menyampaikan terima kasih

kepada Sumardi. Sebab, mereka sejak awal sangat membutuhkan perangkat ini. “Sudah lama kami menunggu bantuan ini. Akhirnya, penderita disabilitas dan lansia ini dibawakan malah oleh Pak Nengah Sumardi,” kata Latra bangga. Sementara di Desa Pempatan, Ketua Dewan Nengah Sumardi menyerahkan kursi roda kepada empat penyandang disabilitas dan lansia, yakni kepada I Nengah Yasa di Banjar Pemuteran, I Komang Cebol di Banjar Dinas Puragae, I Mangku Wastri di Banjar Dinas Geliang, dan I Komang Serengen di Banjar Dinas Alas Ngandang. Mereka sangat bersyukur menerima bantuan kursi roda ini. Seperti diungkapkan Klian Banjar Dinas Geliang, I Nengah Artana, mereka sama sekali tidak menyangka bantuan itu turun. Apalagi justru datang dari Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi.

Nengah Sumardi merasa terpanggil membantu para penyandang disabilitas dan lansia ini. Bantuan kursi roda ini spontanitas diserahkan Sumardi langsung, setelah menerima laporan beberapa warga setempat kesulitan memenuhi kebutuhan kursi roda itu. Upaya serupa sering dilakukan Sumardi, guna meringankan beban keluarga setempat, sekaligus agar para penyandang disabilitas dan lansia itu bisa hidup lebih layak. “Meski hidupnya serbaterbatas akibat kondisi, mereka juga punya hak hidup layak. Karena itu, wajib kita berikan bantuan,” kata Sumardi. Dia menyampaikan, penyandang disabilitas maupun lansia dengan kondisi serupa cukup banyak di Karangasem. Ini memperlihatkan lemahnya penanganan mereka itu di lapangan, akibat minimnya data lembaga terkait, seperti Dinas Sosial. Karena itu, pihaknya meminta

agar Dinas Sosial mampu menciptakan pola penanganan yang baik khususnya kepada para penyandang disabilitas dan lansia itu. Ini bisa terlaksana setelah pihaknya menjalin komunikasi dan kerja sama dengan desa setempat. “Dengan bantuan kursi

roda ini, kami ingin memotivasi dan membangun semangat mereka itu, bahwa masih ada yang peduli. Itu penting agar mereka tidak merasa sendirian. Pemerintah, khususnya legislatif sangat peduli dengan keberadaan mereka itu,” tegasnya. (ad354)

SERAHKAN KURSI RODA - Ketua DPRD Nengah Sumardi saat menyerahkan bantuan kursi roda kepada lansia di Desa Pempatan, Rendang.

Pura Lempuyang Gelar ’’Karya Panca Wali Krama’’ Puncaknya 20 Januari Tahun Depan

Upacara Panca Wali Krama akan dilangsungkan di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang. Selain itu juga digelar upacara Wana Kertih, melaspas Pura Pasar Agung, Segara Kertih, termasuk matetingkeb. Beberapa rangkaian karya, seperti Wana Kertih, sudah digelar mendahului. Sedangkan puncak karya utama, Panca Wali Krama akan dilaksanakan 20 Januari 2019 mendatang. Bagaimanakah persiapan panitia menyongsong Panca Wali Krama itu? PANITIA Karya Panca Wali Krama Pura Lempuyang Luhur, Wayan Artha Dipa, mengatakan dudonan Karya Panca Wali Krama itu akan diawali mapepada wewalungan 19 Januari 2019. Kemudian dilanjutkan masesapuh di Sanggar Tawang dan munggahang catur serta memben. Puncak Karya Panca Wali Krama dilangsungkan pada Redite Kliwon Pujut mulai pukul 08.30 Wita dengan berbagai tingkatannya. Upacara Panca Wali Krama Madia itu dipusatkan di Pura Lempuyang Luhur. Panca Wali Krama Alit dilaksanakan di Pura Pasar Agung Lempuyang dan Pura Telaga Mas Lempuyang. Sedangkan ritual Panca Wali

Krama Agung akan dipusatkan di Jaba Sisi Pura Penataran Agung Lempuyang.

Pada momen yang sama, juga digelar ritual Mapedanan di jaba tengah Pura Penataran Agung Lempuyang, Batara Tedun Mapeselang di Pura Penataran Agung dan Karya Panca Wali Krama Madia di Pura Pasimpenan Lempuyang. Setelah puncak karya ini, dilanjutkan ngaturang bakti penganyar 3 Maret 2019. Penganyar dilakukan di seluruh unit pura tempat dilaksanakannya Karya Panca Wali Krama, baik tingkat alit, madya, maupun agung. Setelah penganyar, baru dilaksanakan maguru piduka karya Wana Kertih, Segara

Kertih dan Panca Wali Krama, pada Redite Wage Uye, 10 Maret 2019 di Pura Penataran Agung Lempuyang. Agenda maajar-ajar, dilaksanakan setelahnya, yang waktu pelaksanaannya akan dibicarakan lebih lanjut. Khusus karya Segara Kertih, akan digelar sebelum karya Panca Wali Krama di atas, yakni 11 Januari. Karya Segara Kertih Mras Segara akan dipusatkan di Segara Amed. Karya Segara Kertih dilaksanakan bersamaan pralingga Ida Batara melasti. Sore harinya digelar mendak agung Ida Batara, rauh dari

melasti sekaligus mendak Ida Batara tirta. Nyukat genah sudah dilakukan sebagai persiapan karya Segara Kertih ini pada Saniscara Umanis Sungsang, 22 Desember 2018. Redite Wage Kuningan, 30 Desember 2018, dilanjutkan Nuur Batara tirta sebagai upesaksi Karya Panca Wali Krama ini. Nuur tirta dilakukan 28 pura yang ada di Bali. Antara lain di Pura Puncak Lempuyang Luhur, Pura Penataran Besakih, Pura Goa Lawah, Pura Andakasa, Pura Watukaru, Pura Pucak Mangu, Pura Ulun Danu Songan, Pura Batur Anyar, Pura Pasar

Agung Sebudi, Pura Pusering Jagat, Pura Penataran Tunggul Wesi, Pura Dalem Puri, Pura Goa Raja, Pura Kancing Gumi, Kancing Jagat, Pura Basukihan, Pura Sida Karya, Pura Tirta Segara, Pura Penataran Ped, Pura Dalem Ped, Pura Uluwatu, Pura Silayukti, Pura Tanjung Sari, Pura Dasar Buana, Pura Empu Semeru, dan Pura Tap Sai. Ada juga nuur tirta di dua pura di tanah Jawa, antara lain Pura Mandara Giri Semeru Agung dan Pura Penataran Gunung Bromo. Ada juga nuur tirta di Nusa Tenggara Barat, di antaranya di Pura Gunung Rinjani dan

PURA LEMPUYANG - Lokasi Pura Penataran Lempuyang, Pura Lempuyang Luhur, dan Pura Telaga Mas.

Pura Penataran Udaya Parwata Giri Tambora. Artha Dipa yang juga Wakil Bupati Karangasem ini berharap rangkaian karya agung itu bisa berjalan lancar. Dia juga memohon dukungan semua pihak yang terlibat, agar tidak ada satu pun tahapan karya terganggu. “Kita ingin semua umat nanti eling, kemudian pedek tangkil nunas karahayuan,” katanya. Sedangkan upacara Wana Kertih sudah berlangsung pada Buda Pon Watugunung 10 Oktober lalu di Pura Telaga Mas Lempuyang. (gik)

Bali Post/gik


KLUNGKUNG

12

Jumat Pon, 9 November 2018

Warga Penerima Bantuan Ikut Diperiksa Kasus Korupsi Proyek Biogas

Semarapura (Bali Post) Selain melakukan pemeriksaan saksi di Kantor Kejari, pihak kejaksaan juga melakukan pemeriksaan di wilayah Nusa Penida. Sebanyak 27 saksi di wilayah kepulauan tersebut, Rabu (7/11), diperiksa dalam sehari secara maraton. “Selain di sini (Kantor Kejari Klungkung), kami juga memang melakukan pemeriksaan terhadap 27 saksi di Nusa Penida. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida,” ujar Kasi Intel Kejari Klungkung, I Gusti Ngurah Anom Sukawinata ketika dikonfirmasi, Kamis (8/11) kemarin. Sama seperti pemeriksaan

saksi di Klungkung daratan, pemeriksaan terhadap 27 saksi di wilayah Nusa Penida juga dilakukan secara maraton. Rata-rata saksi yang dimintai keterangan, merupakan warga dari penerima bantuan dari proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 860 juta tersebut. Selain itu pihak kejaksaan belum mau membeberkan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap saksi. Begitupula ren-

cana pemanggilan tersangka. “Untuk sementara belum ada pemanggilan terhadap tersangka. Kita masih mendalami kasus ini dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi karena sekarang sudah memasuki penyidikan khusus,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Kejaksaan Negeri Klungkung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek biogas

Kunjungi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan

Bupati Minta ASN Lebih Kreatif dan Inovatif Semarapura (Bali Post) Kebutuhan ikan untuk pariwisata seperti di Nusa Penida yang terus meningkat, diminta agar dipenuhi dari potensi yang ada di Kabupaten Klungkung. Untuk itu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung agar lebih kreatif dan inovatif. Caranya dengan terus menggali potensi yang dimiliki, seperti penyediaan dan penjualan ikan nila, mujair, udang, kepiting dan sebagainya. Demikian disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kamis (8/11) kemarin, saat mengunjungi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung untuk memonitor kinerja ASN di sana. Kegiatan ini dilaksanakan Bupati Suwirta setelah sebelumnya menyampaikan visi dan misi kepemimpinannya bersama Wakil Bupati I Made Kasta periode 2018-2023 di hadapan seluruh pejabat eselon II hingga eselon IV di Balai Budaya beberapa waktu lalu. Suwirta kembali memotivasi kinerja para pegawai dari staf terbawah hingga kepala dinasnya. Langkah ini sengaja dilaksanakan bupati untuk memacu kinerja dan memberikan semangat kerja seluruh jajarannya agar bekerja lebih baik dan bermanfaat untuk masyarakat. “Jadikan pekerjaan itu hobi, maka akan terus ada inovasi dan termotivasi untuk semangat kerja setiap hari,” ujar Bupati Suwirta. Selain memberikan semangat, Bupati Suwirta juga meminta kepada seluruh ASN, khususnya di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan untuk terus menggali potensi yang dimiliki Kabupaten Klung-

KOLAM IKAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika memberikan makan ikan di kolam milik Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Kamis (8/11) kemarin. kung. Seperti penyediaan dan penjualan ikan nila, mujair, udang, kepiting dan sebagainya. Menurut Bupati, kebutuhan ikan di sektor pariwisata terus meningkat. Apalagi di restoran-restoran yang ada di Klungkung daratan dan Nusa Penida masih tergolong tinggi. “Di sinikan mempunyai lahan luas dan berisi kolam–kolam ikan, itu bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan ikan tersebut tanpa harus membeli keluar Klungkung,” katanya. Tak hanya itu, Bupati Suwirta yang didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma sempat berkeliling dan memberi makan ikan di kolam ikan milik dinas yang berada di belakang kantor setempat. Dia pun berharap agar visi misi bupati pada periode keduanya yang dimulai akhir tahun 2018 ini bisa diimpelementasikan oleh seluruh ASN di Kabupaten

Klungkung untuk kesejahteraan masyarakat. “Saya sebenarnya telah membuat progres untuk membuat kolam pancing yang nantinya diintegrasikan dengan rumah makan dan dikelola oleh koperasi PKK dengan harapan bisa menjadi tempat representatif yang di dalamnya berisi pemberdayaan dan bisa menjadi percontohan, dan ini akan diterapkan di sini,” terang Suwirta sambil sesekali melemparkan makanan ikan. Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan programprogram unggulan di bidang ketahanan pangan yang sejalan dengan visi misi Bupati tersebut. Salah satunya menguatkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat melalui pemberdayaan dengan meningkatkan ketahanan pangan. (kmb)

di Nusa Penida. Ketiga tersangka tersebut yakni oknum anggota DPRD Klungkung, Gede Gita Gunawan bersama istrinya, Tiartaningsih, dan satu lagi Made Catur Adnyana, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, dan KB (BPMPDKB) yang kini menjabat sebagai Kabid Pengkajian dan Pengembangan di Dinas Pariwisata. Penetapan ketiga tersangka tersebut sudah dilakukan pihak kejaksaan sejak, Senin (5/11) lalu. Namun Kasi Intel

Gusti Ngurah Anom maupun Kasi Pidsus Kadek Wira Atmaja belum mau secara gamblang mengungkapkan kasus tersebut. Mereka hanya mengatakan kalau penetapan tiga tersangka tersebut dilakukan karena pihak kejaksaan telah mengantongi dua alat bukti. Kasus ini berawal dari temuan BPK. Temuan tersebut menyatakan ada proyek tidak termanfaatkan di wilayah Nusa Penida. Setelah dicek ternyata proyek yang tidak termanfaatkan tersebut proyek biogas yang dikelola oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat,

Pemerintahan Desa dan KB (BPMPDKB) pada tahun 2014. Proyek tersebut dananya bersumber dari DAK Kementrian SDM senilai Rp 890 juta. Sedangkan Pemkab Klungkung dalam hal ini BPMPDKB hanya melakukan pendampingan sebesar 10 persen dari dana tersebut. Ada 40 titik proyek biogas yang dipasang di Nusa Penida dengan menyasar tiga Desa yakni Desa Kutampi Kaler, Kelumpu, dan Desa Sakti. Namun sayangnya yang terpasang hanya 38 unit. Parahnya proyek biogas ini setelah

dicek ternyata sama sekali tidak termanfaatkan. Padahal per satu unitnya, proyek tersebut dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp 22 juta. Bahkan dari hasil penyedikan petugas kejaksaan ditemukan sejumlah kejanggalan seperti halnya pembangunan yang tidak sesuai bestek. Harusnya menggunakan bata malah memakai batako dan lainnya. Dugaan ini kemudian diperkuat dari hasil pemeriksaan BPK. Yang mana proyek bernilai Rp 890 juta itu ternyata merugikan negara sebesar Rp 792.912.654. (kmb)

Tebing Longsor, Sempat Lumpuhkan Akses Klungkung-Gianyar Mobil BPBD Tertimpa Tiang Telepon Semarapura, (Bali Post) Hujan lebat yang melanda wilayah Klungkung sejak beberapa hari terakhir telah mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan tanah longsor. Rabu (7/11) petang, tebing di kawasan jalan raya Banjarangkan, Desa Tusan, perbatasan antara Kabupaten Klungkung dengan Kabupaten Gianyar longsor. Akibat kejadian tersebut akses jalan menjadi lumpuh dan menimbulkan kemacetan panjang terjadi hingga Kamis (8/11) kemarin. Informasi yang dihimpun di lapangan, tebing di sekitar Tukad Jinah tersebut longsor sekitar pukul 18.10 Wita. Saat itu hujan memang mengguyur wilayah Klungkung sejak pagi hari. Tim Reaksi Cepat (TRC)

BPBD Klungkung yang tiba di lokasi sempat kesulitan mengevakuasi material tanah dan juga dahan pohon yang ikut tertimbun. Lantaran hujan lebat dan kultur tanah juga masih labil. “Tim kami (BPBD) sempat kesulitan untuk menangani karena situasi hujan deras dan kontur tanah yang berada di atas jalan tersebut masih labil. Di lokasi juga kurang penerangan serta terbatasnya personel dan peralatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada kemarin. Menurut Putu Widiada, proses evakuasi material longsor berlangsung hingga kemarin sore. Untuk membersihkan longsoran, petugas akhirnya mengerahkan buldozer milik Dinas Pekerjaan Umum

Kabupaten Klungkung sehingga arus lalin berangsur lancar. “Sekarang sudah tertangani oleh dua operator dari Dinas PU dengan menggunakan satu unit buldozer milik Dinas PU,” imbuhnya. Selain peristiwa tanah longsor, di hari yang sama, tepatnya sekitar pukul 18.25 Wita, petugas BPBD juga menangani sebuah pohon waru yang tumbang di jalan Raya Takmung, tepatnya di Banjar Uma Salakan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan. Kejadian ini sempat membuat akses jalan sepanjang 100 meter di sebelah timur objek wisata Goa Jepang ini tertutup. Apalagi tumbangnya pohon waru yang berada di atas tebing sekitar 15 meter ini disertai tanah longsor. Dahan pohon juga menimpa

TERTIMPA TIANG - Petugas BPBD Klungkung dibantu personel TNI dan warga saat mengevakuasi mobil BPBD yang tertimpa tiang akibat longsor. Selain itu longsor juga menutupi akses jalan dan menyebabkan kemacetan, Kamis (8/11) kemarin.

tiang telepon, sehingga miring dan menimpa satu unit mobil resque milik BPBD Klungkung yang kebetulan akan melakukan proses evakuasi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebanyak 17 personel TRC BPBD Klungkung dikerahkan ke lokasi. Dibantu oleh warga setempat dan juga personel TNI, proses evakuasi pohon yang tumbang bisa dikerjakan dengan cepat. Hanya saja, mobil resque yang tertimpa tiang belum bisa ditangani, lantaran keterbatasan alat. Proses evakuasi dilanjutkan hingga kemarin siang dengan menerjunkan personel yang lebih banyak. Kali ini, 20 personel TRC dilibatkan, ditambah pula dengan personel TNI, Damkar, Dinas Perhubungan, serta alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum. “Sekarang sudah tertangani dan akses jalan sudah lancar dan kembali normal. Untuk mobil resque milik BPBD Klungkung yang tertimpa tiang beton penyangga kabel telepon dan dahan pohon yang tumbang juga sudah bisa dievakuasi,” imbuh Widiada. Sementara bencana tanah longsor dan pohon tumbang di wilayah Banjarangkan mendapat perhatian Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Bupati asal Ceningan ini sempat turun ke lapangan untuk meninjau proses pembersihan batang pohon dan longsoran tanah yang masih menutupi sebagian ruas jalan. Didampingi Kepala BPBD Putu Widiada dan Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Nyoman Mudarta, Bupati Suwirta juga mengamati sejumlah titik tebing yang dianggap berpotensi terjadi longsor, termasuk juga kawasan objek wisata Goa Jepang yang berada tidak jauh dari lokasi longsor. (kmb)

Bangkitkan Jiwa Seni pada Generasi Muda

Desa Pakraman Karangsari Siapkan Dana Pembinaan Rp 100 Juta Desa Pakraman Karangsari yang merupakan salah satu wilayah yang terletak di Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Potensi desa dengan jumlah penduduk 1.400 lebih jiwa ini memiliki generasi muda berbakat seni yang harus dikembangkan. Buktinya, tim kesenian mereka sempat tampil di berbagai ajang festival dan Pesta Kesenian Bali (PKB) di Art Center beberapa tahun lalu. Sayangnya, kini gairah generasi muda berkesenian mulai redup. Upaya membangkitkan kembali gairah seni pun mulai dilakukan. Bendesa Adat Desa Pakraman Karangsari Mangku Nyoman Yoga berkomitmen mendorong dan memberikan motivasi kepada generasi mudanya untuk belajar mengembangkan kesenian. Hal ini dilakukan untuk menciptakan regenerasi seniman di daerah ini. Desa Pakraman Karangsari yang terdiri dari 3 banjar, yaitu Banjar Pupuan, Karangsari dan Pidada ini lebih maju secara ekonomis dibandingkan daerah perbukitan yang ada di Nusa Penida. Sebab, selain letaknya di pesisir juga terdapat Kahyangan Jagat Pura Goa Giri Putri yang menjadi ikon wisata spiritual. Namun, nyatanya kesenian yang dilakoni sekaa trunatruni (STT) masih minim jika dibandingkan daerah lainnya di Nusa Penida, seperti STT di Desa Pakraman Jurang Pahit, Desa Kutampi Atas yang keseniannua, seperti magamel dan menari sudah diajarkan sejak anak-anak. “Inilah yang membuat saya selaku Bendesa (Desa Pakraman Karangsarired) mempunyai ‘rasa jengah’. Kenapa sekaa truna kita tidak bisa seperti mereka (Sekaa truna di Desa Pakraman Jurangpahit-red). Ini bukannya membandingkan, tetapi bagaimana generasi muda kita agar bisa melestarikan seni

dan budaya Bali, seperti bisa magamel, menari, bahkan bisa makidung. Sehingga, pada saat upacara bisa tampil dan menggantikan sekaa tua,” tandas Mangku Nyoman Yoga, Rabu (7/11) malam. Oleh karena itu, pihaknya

mendorong pemuda Karangsari untuk segera membentuk tim kesenian, baik tim seni tari, suara, maupun seni musik gamelan dan akan segera dicarikan pembina. Bahkan, pihak Desa Pakraman siapkan dana pembinaan hingga Rp 100 juta. Dengan harapan bakatbakat seni yang ada di dalam generasi muda bisa bangkit dan bisa melestarikan seni dan budaya Bali. Sementara itu, Ketua Sabha Desa Pakraman Karangsari Drs. I Nyoman Suarta, M.Si. menceritakan bahwa tim kesenian di Desa Pakraman Karangsari sempat bangkit pada STT generasi ke-3. Kala itu, pemuda Desa Pakraman Karangsari sangat aktif dalam seni tari, tabuh dan mageguritan. Bahkan, setiap piodalan dan upacara agama lainnya, anggota

STT sering tampil ngayah dalam prosesi upacara agama tersebut. Namun, setelah generasi STT ke-3 hilang, regenerasi kesenian di Desa Pakraman Karangsari mulai redup. Dengan motivasi yang diberikan ini, mantan Bendesa Adat Desa Suana ini berharap kepada

anggota STT agar serius dan totalitas belajar kesenian. Sehingga, ke depannya peran-peran tertentu di desa bisa diambil alih oleh anggota STT yang dapat meringankan beban para orang tua, seperti menari, magamel dan mageguritan pada saat upacara berlangsung. (win)

REJANG SARI - Tari Rejang Sari yang dibawakan anggota STT Manik Karana Karangsari pada saat Puja Wali di Pura Dalem Lempuyang Desa Pakraman Karangsari, Selasa (6/11) lalu.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Pon, 9 November 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Sebnyak2nya Krywan/ti, Admn,Kasir, U/SMS081999251555

B.BP.001.11.18.0000175

Cleaning service Kantor,Cewek 3x/Minggu,Krobokan 08123816794

B.BP.166.11.18.0000345

!!!Staf Serabutan Pria,Tgl Dlm Max 24Th,Rjn&Jjr.085238203818

B.BP.001.11.18.0000206

!Segera Bth Waiter Pria & Wanita Pglm/TdkMin.SMU,081999670006

B.BP.001.11.18.0000319

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.11.18.0000115

Cr Kasir Wnt Min SMA,17-25Th u/Wr.Babi Guling 081338665134 B.BP.001.11.18.0000341

Dbthkn Kasir &Mngr Store Jimbaran Perusahaan Multinasional Hp:087712597131/081808775515

B.BP.001.11.18.0000312

Dcari Adm Kantor bs Comp&Sopir Go Bike Rental, 08123844474

Dcr.Driver Bisa Matic Ditempatkan di Jimbaran.Krm CV ke Paul Ropp,Jl.Pengubengan Kauh No.1x Kerobokan,Bali Telp:0361-730023/731002 E:info@paulropp.com

B.BP.001.11.18.0000256

Dcr Tng SrbtnLaki Pglm,niat kerja max 45 u/Resto 081337852561

B.BP.166.11.18.0000343

Dibutuhkan Segera PT Jari Menari Bali’s Best Massage *Supervisor *Receptionist *Cleaning Service Kualifikasi: Pria,Pddk Min SMA,Umur Maks.35 Thn,Bhs Inggris Lbh Diutamakan Jujur & Bertanggungjawab. Kirim CV ke:hr@jarimenari.com/ Jl.Raya Basangkasa No.47 Seminyak Kuta Telp.736740

B.BP.004.11.18.0000324

Dibutuhkan Teknisi Untuk Villas Kirim CV Ke : account@thebenoavillas.com

B.BP.001.11.18.0000164

Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655)

Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar Hub.087898301403

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818

B.BP.001.11.18.0000169

Dicr Asisten Tukang Potong utk Garment Hub:08179728986 B.BP.001.11.18.0000336

G.04

Dicr Krywti/Admin Dasar Daerah Cargo Dps Hub:082236990615

Programmer ComputerSMK/S1/Diploma.Lamaran+CV+Gaji Diminta ke hari@esolindo.com (Segera)

B.BP.001.11.18.0000318

Supervisor Sales S1 Max 35Th Pglmn 1Th,10 Org Sales L/P,SMU Max 27Th,UMR,Komisi,Uang Oprasional,Bonus Thnan,Checker Brg Min SMU Max 30Th,Sopir SIM B1 Max 35Th.Lamaran/Interview:Jln Suwung Batan Kendal No.33 Dps

B.BP.001.11.18.0000233

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.11.18.0000342

B.BP.001.11.18.0000313

Jual Innova’13 J AsDK Hitam WA 082247008888 167 Jt Btbulan

Dcr Tng Cuci Tenda Usia Max 25 GjUMRSMS081936015543Denbar

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar

B.BP.001.11.18.0000326

G.05

G.03

G.02

Dcr Tenaga Admin Berpengalaman Wanita Max 30th.Kirim Lamaran ke:pancermaspersada@gmail.com B.BP.001.11.18.0000207

B.BP.001.10.18.0000900

DIJUAL RUMAH

BENGKEL LAS

BIRO JASA BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

DIJUAL RUMAH

SERVICE

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA

B.BP.154.11.18.0000332

Rmh Kost 13Kmr & Tanah 3&2 Are Daerah Unud Jmbrn,081338198878

B.BP.001.11.18.0000257

B.BP.001.11.18.0000347

Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A & 60jt/A Bs Kredit 087862450004

B.BP.001.11.18.0000316

26A Ss.Road Sminyk,Gatsu Brt 5,3A dkt Aston 085100867168

B.BP.001.10.18.0001155

Djl Tnh 3,2Are Lok.Pasar Anyar Sari Ubung Kaja.Tl:0361-231573 B.BP.001.11.18.0000254

DICARI MOTOR

Tanah 230M2 Di Jl Sutoyo Blkng BanjarGemehDps.Hb:0811399570

081 338 294 465 Beli Tinggi Mtr Bekas Sgl Merk

Tnh Batubulan 1Are,Pura Demak 4,5A,Kedonganan3A087759707809

B.BP.001.11.18.0000322

G.01

B.BP.001.11.18.0000315

Tnh 1,5Are Perum Bhayangkara BadungJl.5mtSHM,081338593219

Dijual Mobil Kijang Super 1995 Silver.Hubungi:0823 4088 2868

B.BP.001.11.18.0000346

DIJUAL RUMAH Djl Rmh Mnmlis Dalung Permai H.670 Nego Hub.085936154997

B.BP.166.11.18.0000344

PENGUMUMAN

Jl Rmh Kos2an 5KT, LT 106m2 Jl.Mataram Kuta 085965916902

Freed Psd’10Putih AC Digital BUC.087862700913

AvanzaG 2011 Hitam AsBali Mls Prbd,082341251453/081933610070

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar

B.BP.001.11.18.0000340

DIJUAL RUMAH Dijual Rumah LT2+Mobil&Motor LsT155M2,LB192,KT4,KM3,HrgNego 2,375M Jln.Tukad Citarum Gang FX No.1C Pnjer Dps 081337557675

DIJUAL TANAH

TOYOTA

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

HONDA

B.BP.001.11.18.0000337

B.BP.001.11.18.0000321

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.11.18.0000320

B.BP.001.11.18.0000311

DIJUAL RUKO Ruko Kertha Wijaya Blok A1 Bluh Indh 26C Dps 085100867168 B.BP.001.10.18.0001154

BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.11.18.0000008

RUPA-RUPA Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris) 085102796346

B.BP.001.11.18.0000335

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.10.18.0001152

KEHILANGAN BPKB No.I07793741-O DK 1638 JF A.n.I Wayan Kama

B.BP.001.11.18.0000314

HlgBPKBNo.4210932-ODK6405MP A.n Ni Made Kesumawati,Klkung B.BP.004.11.18.0000323 SINGARAJA

HlgBPKBNo.L.07091718-ODK8656 VX AN.Made Carwini Al.Br. Dsn KawananDsBilaKecKubutambahan

B.BP.009.11.18.0000325


BANGLI

14

Jumat Pon, 9 November 2018

Dewan Dukung Ide Bupati Bangun RS di Pasar Yangapi

Bali Post/ina

RAPAT - Bupati Bangli Made Gianyar berjabat tangan dengan Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata saat rapat paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangli Tahun Anggaran 2019, Kamis (8/11) kemarin.

Postur APBD 2019 Dirancang Berimbang Bangli (Bali Post) DPRD Kabupaten Bangli, Kamis (8/11) kemarin menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangli Tahun Anggaran 2019. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata tersebut terungkap postur APBD Tahun 2019 dirancang berimbang. Komposisi antara jumlah pendapatan dan belanja dirancang sama. Dalam pidato pengantar nota keuangan RAPBD 2019, Bupati Made Gianyar menyebutkan pendapatan daerah dalam RAPBD 2019 dirancang sebesar Rp 1,187 triliun lebih. Pendapatan daerah ini dirancang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 139 miliar lebih yang berasal dari penerimaan pajak daerah Rp 19 miliar lebih, retribusi daerah Rp 30 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 5 miliar dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 83 miliar lebih. Selain itu, pendapatan daerah juga dirancang bersumber dari dana perimbangan sebesar Rp 749 miliar yang berasal dari dana bagi hasil pajak dan bukan pajak Rp 18 miliar lebih, Dana Alokasi Umum

(DAU) Rp 584 miliar lebih, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 146 miliar lebih. Pendapatan daerah juga dirancang bersumber dari lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 299 miliar lebih yang berasal dari dana hibah Pemerintah Provinsi Bali Rp 30 miliar, dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya Rp 87 miliar lebih, dana penyesuaian dan otonomi khusus Rp 104 miliar lebih dan bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya Rp 78 miliar lebih. Dikatakan Made Gianyar, kebijakan belanja daerah pada RAPBD 2019 dirancang untuk membiayai belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung diarahkan untuk membiayai kegiatan yang berkaitan dengan kewajiban pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan belanja pegawai berupa gaji dan tunjangan PNSD, tambahan penghasilan PNS berbasis kinerja, pembayaran tunjangan profesi, belanja hibah kepada lembaga dan organisasi kemasyarakatan dan lainnya. “Sedangkan belanja langsung dirancang lebih banyak untuk membiayai pos-pos yang bersentuhan langsung kepada kebutuhan masyarakat,” jelasnya. Secara umum, disebutkan rincian belanja daerah pada

APBD 2019 dirancang sebesar Rp 1,187 miliar lebih. Untuk belanja tidak langsung dialokasikan sebesar Rp 747 miliar lebih yang terdiri dari belanja pegawai Rp 532 miliar, belanja hibah Rp 10 miliar lebih, belanja bantuan sosial Rp 900 juta lebih, belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/ kota dan pemerintah desa Rp 5 miliar lebih, belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten dan pemerintah desa sebesar Rp 197 miliar lebih dan belanja tidak terduga sebesar Rp 1 miliar. Sementara belanja langsung dirancang Rp 440 miliar lebih. “Pembiayaan daerah pada APBD 2019 tidak dirancang. Sehingga dari komposisi tersebut, kalau kita bandingkan antara jumlah pendapatan dan jumlah belanja, maka posisi RAPBD Tahun Anggaran 2019 dirancang berimbang,” kata Gianyar. Sementara itu, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata mengatakan, ekspektasi rakyat tahun 2019 tentu akan berbeda dengan tahun ini. Pihaknya memprediksi akan ada tuntutan yang makin besar pada program dan kegiatan pemerintahan yang berpihak pada rakyat, yang akan memberi harapan bagi pertumbuhan dan peningkatan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. (kmb40)

Masih di Bawah UMK

Dewan Dorong Pemkab Naikkan Honor GTT Bangli (Bali Post) Beberapa fraksi di DPRD Bangli mendorong Pemkab Bangli untuk menaikan honor bagi guru tidak tetap (GTT) yang sekarang nilainya masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Kenaikan honor dipandang perlu dilakukan mengingat beban kerja yang diemban GTT selama ini hampir sama dengan guru berstatus ASN. Adapun fraksi yang mendorong adanya kenaikan honor GTT yakni Demokrat. Melalui pembicaranya I Made Krisnawa disampaikan sesuai Permendikbud No. 15 Tahun 2018 tentang pemenuhan beban kerja guru dan dijabarkan dalam pasal 2 disebutkan bahwa beban mengajar guru 24 jam dalam seminggu. Mengingat beban kerja GTT di Bangli hampir sama dengan guru ASN, yakni mengajar 24 jam dalam seminggu, maka Demokrat meminta kepada eksekutif untuk meningkatkan gaji bagi para GTT sesuai UMK Bangli. Tak hanya itu, dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda tentang RAPBD 2019 kemarin, Demokrat juga mengusulkan agar eksekutif memberikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi para GTT. Dorongan terkait kenaikan honor GTT juga disampaikan Fraksi Golkar. Melalui pembicaranya, I Nyoman Budiada, Golkar menyatakan sangat mendorong adanya rencana Pemkab Bangli menaikan honor GTT dan PTT (pegawai tidak tetap). Namun sebelum kenaikan honor diberlakukan, eksekutif diminta untuk melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap keberadaan PTT dan GTT. Sebab ditenggarai ada banyak pegawai yang malas dan tidak melakukan kewajibannya, sehingga terkesan hanya makan gaji buta. “Bagi yang kondisinya seperti itu, hendaknya SK-nya tidak diperpanjang lagi,” kata Budiada. Golkar dalam pemandangan umumnya juga sekaligus mempertanyakan langkahlangkah yang akan diambil pemerintah menyikapi adanya pegawai yang malas. Selain soal honor GTT, dalam rapat

paripurna kemarin sejumlah fraksi juga mempertanyakan solusi pemerintah menyikapi sistem rujukan online berjenjang yang diterapkan BPJS. Seperti halnya pemandangan umum yang disampaikan Fraksi Golkar. Kepada Bupati, Golkar mempertanyakan solusi berkaitan dengan sistem rujukan BPJS yang dinilai sangat memberatkan masyarakat. Terlebih di tahun 2019 mendatang, Pemkab juga akan menjamin kesehatan masyarakatnya dalam program Universal Healt Coverage (UHC). Di mana dalam program itu ada sistem sharing anggaran yang akan menjadi beban APBD Bangli. “Kira-kira solusi apa yang akan diterapkan oleh Pemkab Bangli. Mohon penjelasan,” tanya Budiada. Sementara itu, Fraksi Gerindera melalui pembicaranya I Made Joko Arnawa mempertanyakan kemungkinan Pemkab Bangli meningkatkan status puskesmas menjadi setara dengan rumah sakit tipe D sebagai solusi menyikapi penerapan sistem rujukan berjenjang BPJS yang membingungkan masyarakat. “Apakah memungkinkan pemerintah daerah meningkatkan status puskesmas menjadi setara

dengan rumah sakit tipe D, dengan melengkapi sarana dan prasarana seperti peningkatan SDM dan penambahan dokter spesialis sehingga tidak perlu membangun rumah sakit yang baru dan PAD tidak keluar dari daerah,” tanya Joko Arnawa. Fraksi Demokrat dalam pemandangan umumnya meminta bupati melakukan kajian terlebih dahulu terkait program UHC yang anggarannya telah dirancang sebesar Rp 27 miliar. Hal itu mengingat sistem rujukan berjenjang yang diterapkan BPJS sangat menyulitkan masyarakat Bangli. “Kami berpendapat anggaran yang dirancang Rp 27 miliar ini lebih baik digunakan untuk meningkatkan status puskesmas menjadi rumah sakit tipe D. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik,” kata I Made Krisnawa. Sementara itu, Fraksi PDI-P menyarankan Pemkab Bangli konsistem melaksanakan program-program wajib pemerintah di bidang kesehatan sebesar 10 persen dari APBD 2019. Seperti pembangunan rumah sakit tipe D di Kecamatan Kintamani, agar masyarakat bisa mengakses pelayanan kesehatan lebih dekat. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Ide Bupati Bangli I Made Gianyar mengubah Pasar Yangapi di Kecamatan Tembuku, menjadi rumah sakit tipe C mendapat dukungan dari anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa. Wakil rakyat asal Desa Undisan Tembuku ini mengaku sepakat dengan ide bupati tersebut. Mengingat keberadaan rumah sakit tipe C di Kabupaten Bangli di tengah adanya pemberlakuan rujukan online berjenjang oleh BPJS, masih sangat terbatas. “Kami sangat mendorong rencana bupati bangun RS tipe C di sana. Sehingga masyarakat bisa mendapat akses kesehatan dengan mudah dan dekat,” kata Sudiasa, Kamis (8/11) kemarin. Menurutnya, ide membangun rumah sakit tipe C di Pasar Yangapi cukup memungkinkan untuk dilakukan. Terlebih keberadaan Pasar Yangapi selama ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pasar yang terdiri dari puluhan unit kios dan beberapa unit ruko tersebut sudah dua puluh tahunan lebih terbengkalai. Saat ini hanya ada beberapa pedagang yang masih berjualan di pasar tersebut. “Jadi nanti

Bali Post/ina

PASAR YANGAPI - Kondisi kios di Pasar Yangapi yang rusak dan terbengkalai. kalau pasar Yangapi dijadikan rumah sakit, pemerintah bisa membantu meningkatkan pasar-pasar desa lainnya sehingga bisa berkembang. Daripada seperti sekarang, Pasar Yangapi dibiarkan terbengkalai,” kata Sudiasa. Politisi Demokrat ini meyakini dengan dibangunnya rumah sakit di Pasar Yangapi, ke depannya akan berimbas pada menggeliatnya perekonomian masyarakat di wilayah sekitarnya. Namun demikian,

pihaknya tetap meminta kepada Pemkab Bangli untuk melakukan kajian secara matang jika rencana membangun rumah sakit di Pasar Yangapi serius akan dilakukan. Sebab di pasar tersebut saat ini masih ada toko-toko yang ditempati beberapa pedagang. Toko-toko tersebut juga memiliki masa kontrak yang harus diperhatikan pemerintah. “Perlu ada kajian yang matang. Jangan sampai rencana pembangunan rumah

sakit itu justru memunculkan masalah dan merugikan pedagang,” imbuhnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Bangli I Made Gianyar berencana membangun dua rumah sakit tipe C. Selain di wilayah Kintamani, rumah sakit tipe C akan dibangun di wilayah Tembuku. Adapun lokasi yang akan dibanguni rumah sakit tipe C yakni Pasar Yangapi yang selama ini mati suri. (kmb40)

Sejumlah Desa Rawan Longsor dan Pohon Tumbang Pemkab Siagakan Personel 24 Jam

Bangli (Bali Post) -

Hujan mulai melanda wilayah Bangli sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya tanah longsor dan pohon tumbang. Sebagaimana pemetaan BPBD Bangli, ada sejumlah wilayah atau desa di empat kecamatan yang rawan mengalami bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa, Kamis (8/11) kemarin, mengatakan wilayah yang rawan mengalami bencana longsor dan pohon tumbang ada di seluruh kecamatan. Di Kecamatan Bangli, disebutkan wilayah yang rawan longsor dan pohon tumbang ada di jalur Pengotan (Penyebeh dan Sunting), Desa Bunutin (Dusun Praya Bunutin), dan Kelurahan Cempaga (jalur Sidembunut menuju Tembuku). Sementara di Kecamatan Tembuku, wilayah yang rawan longsor dan pohon tumbang

ada di jalur Tembuku-Rendang. Di Kecamatan Susut, wilayah yang rawan bencana ada di Desa Demulih, Desa Susut (Penatahan-Selat) dan Jalur Bangli-Kayuambua. Sedangkan di Kecamatan Kintamani yang masuk rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang ada di Desa Abang Dinding, Desa Songan, Desa Batur Selatan, jalur hutan Suter, jalur hutan KintamaniSingaraja, jalur BelancanBayung Gede. Dikatakan Agus, dalam rangka menghadapi dampak musim penghujan yang diper-

kirakan berlangsung sampai awal tahun 2019, Pemkab Bangli telah membangun kesiapsiagaan dalam bentuk imbauan. Dalam imbauan Sekda Bangli, seluruh OPD terkait diminta untuk menyiagakan personel. Dinas PUPRPerkim diimbau untuk menyiagakan personel selama 24 jam, sarana dan prasarana kebencanaan (alat berat/loader) lengkap dengan dukungan operasional BBM. Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli juga diminta menyiagakan personelnya selama 24 jam

serta armada lengkap dengan dukungan operasioanal BBM. Demikian juga dengan BPBD Bangli. Selain itu, para camat juga diminta mengimbau warga di wilayah masingmasing untuk menata pohon yang rawan tumbang di sekitar pemukiman, tidak beraktivitas untuk sementara di tebingtebing yang rawan longsor. Dengan kondisi ini diharapkan terbangun kesiapsiagaan bersama, baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat. “Dari sisi pemerintah diharapkan agar lebih tanggap memberikan pelayanan kepada korban bencana, dan dari sisi masyarakat agar lebih peka dalam mengenali bahaya bencana sehingga dapat mengurangi risikonya,” imbuh Agus. (kmb40)

KPU Ajukan Permohonan Hibah Lahan ke Pemerintah Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli berencana membangun kantor baru di lokasi yang sekarang. Terkait rencana tersebut, pihak KPU telah mengajukan permohonan hibah lahan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan usai melakukan audensi dengan pimpinan DPRD Bangli, Kamis (8/11) kemarin mengungkapkan adanya rencana pembangunan kantor baru ini lantaran yang ditempati KPU Bangli saat ini kurang representatif. Ruangan yang ada di kantor KPU sekarang cukup sempit dan terbatas untuk menggelar kegiatan rapat maupun tempat penyimpanan dokumen-dokumen penting. Terbatasnya ruangan membuat banyak dokumen yang terpaksa disimpan dengan cara ditumpuk. “Dulunya kantor yang kami tempati ini adalah bekas rumah jabatan bupati. Pernah

Bali Post/ina

Putu Pertama Pujawan

juga jadi rumah dinas pimpinan DPRD sebelum kemudian dipinjampakaikan menjadi kantor KPU,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan Pujawan, untuk membangun kantor baru, pihaknya sudah mengajukan permohonan anggaran pembangunan gedung ke KPU RI. Sebagaimana arahan yang diterimanya, KPU RI akan

menurunkan anggaran pembangunan gedung jika lahan yang ditempati KPU saat ini sudah diHibahkan pemerintah daerah. “Berkaitan dengan itu, kami sudah melakukan audensi dengan Bapak Bupati Bangli belum lama ini. Kami sudah mengajukan permohonan Hibah tanah yang selama ini statusnya milik Pemkab Bangli,” terangnya. Pujawan mengungkapkan sejatinya pengajuan permohonan hibah tanah ke Pemkab Bangli bukan yang pertamakali dilakukan. Saat KPU masih dipimpin Nengah Mudana Atmaja dan Dewa Agung Lidartawan, permohonan serupa sudah sempat diajukan. “Berarti sudah lebih dari sepuluh tahun diajukan tapi belum dihibahkan. Saat ini kami mengajukan kembali permohonan hibah tanah agar bisa dibanguni gedung yang baru,” kata Pujawan. Selain ke bupati, Pujawan mengaku pihaknya juga akan

segera mengajukan surat permohonan yang sama ke lembaga DPRD Bangli, sebagaimana yang diminta pimpinan DPRD dan pimpinan komisi saat audensi. Komisioner Banjar Tegal, Kelurahan Bebalang ini menambahkan selain permohonan hibah lahan, pihaknya juga mengajukan permohonan bantuan hibah kendaraan untuk menunjang kinerja lembaga KPU. Saat ini KPU hanya memiliki 3 unit kendaraan mobil yang merupakan aset KPU RI. Dari tiga unit mobil yang ada, satu di antaranya kondisinya rusak parah pascamengalami kecelakaan, dan satu lainnya rusak ringan dengan usia yang sudah lebih dari 15 tahun. Untuk menunjang kegiatan operasional ketua dan komisioner, KPU Bangli menyewa dua unit kendaraan. “Mudah-mudahan Bapak Bupati mempertimbangkan permohonan kami,” harapnya. (kmb40)


15

Jumat Pon, 9 November 2018

Digital Media Asia 2018

Bahas Konten Berbayar

Bali Post/iah

MEDIA ASIA - COO WAN-IFRA Thomas Jacob memberikan sambutan saat pembukaan Digital Media Asia 2018, Kamis (8/11) kemarin. Hongkong (Bali Post) Digital Media Asia (DMA) 2018 dibuka secara resmi Kamis (8/11) kemarin di The Mira Hongkong. Pertemuan yang digelar setahun sekali

secara bergantian di Singapura dan Hongkong ini digelar World Association Newspapers and News Publishers (WAN-IFRA). Menurut COO WAN-IFRA

Sidang Perdana

Thomas Jacob, kegiatan tahunan diikuti sekitar 412 partisipan dari 40 negara. Dari Asia hingga Amerika Serikat (AS) berpartisipasi dalam pertemuan yang dise-

lenggarakan selama dua hari hingga Jumat (9/11) ini. Ia mengutarakan, DMA diselenggarakan pertama kali 10 tahun lalu ketika Barrack Obama memopulerkan penggunaan Twitter untuk kampanyenya dalam pemilihan presiden AS ketika itu. Saat ini tantangan melakukan transformasi digital bagi industri media cetak sangat besar, terutama dalam hal monetisasi. Dalam kegiatan dua hari ini, kata Jacob, dilangsungkan sejumlah diskusi panel yang mengangkat kisahkisah sukses dari perusahaan media. Para pembicara berasal dari Asia hingga AS. ‘’Dalam dua hari akan ada sejumlah topik yang dibahas, yakni iklan native, kerja sama dengan platform lain, konten berbayar, dan teknologi serta inovasi yang membantu media dalam memonetasi konten,’’ jelasnya. Salah satu kisah sukses yang didiskusikan setelah pembukaan DMA 2018 adalah reformasi digital South China Morning Post

Dililit Utang Puluhan Miliar Rupiah

(SCMP). CEO SCMP Gary Liu mengatakan proses transformasi digital SCMP berjalan mulai Januari 2016. Sejauh ini hingga September 2018, sudah cukup banyak perubahan yang terjadi. Ia menyebutkan perubahan itu terutama dalam hal penyampaian berita ke pembaca. Dari data yang dikumpulkan, terjadi peningkatan signifikan dalam konten berita video. Selain itu, terjadi peningkatan pembaca dari luar Hongkong yang saat ini komposisinya mencapai 90 persen. ‘’Pembaca kami 90 persen di luar Hongkong. Sekitar 30 persen lebih dari AS dan 30 persenan lainnya dari Asia Tenggara,’’ paparnya. Dalam melakukan transformasi digital, ada lima hal yang dilakukan, yakni newsroom, definisi baru untuk produk editorial, pengalaman baru dari pelanggan, pengayaan dari analisis digital, dan pengayaan teknologi. ‘’Dalam melakukan transformasi digital ini adalah keterlibatan dan interaksi komunikasi,’’ jelasnya. (kmb18)

Ismaya Langsung Sembahyang

Bali Post/kmb19

SEMBAHYANG - Terdakwa Ketut Ismaya Putra Jaya bersama rekannya melakukan persembahyangan sebelum sidang di PN Denpasar, Kamis (8/11) kemarin. Denpasar (Bali Post) Ratusan orang berpakaian adat sejak siang, Kamis (8/11) kemarin, sudah memadati areal Pengadilan Negeri Denpasar. Mereka memberi support kepada sekjen salah satu ormas yang sekaligus calon anggota DPD-RI I Ketut Putra Ismaya Jaya dan dua rekannya, I Ketut Sutama dan I Gusti Ngurah Edrajaya alias

Gung Wah. Mereka menjalani sidang perdana atas kasus yang membelitnya. Mereka menyambut kedatangan Ismaya. Tak lama setelah dimasukkan ke dalam sel di PN Denpasar, pria dengan ciri khas udeng poleng perpaduan merah, putih dan hitam itu meminta izin kepada petugas jaga untuk sembahyang di depan pintu pengadi-

Investor Besar

Ia khawatir, setelah desa dibuka untuk desa wisata, yang datang investor besar dan berhasil mendatangkan tamu di desa itu. Tetapi masyarakatnya tidak siap. Masyarakat justru tidak menjadi tuan rumah, tidak juga menjadi partner, tetapi hanya menjadi bagian kecil. Selain itu, menurutnya, infrastruktur untuk membuat desa wisata tidak melulu memakai jalan aspal atau paving. Justru desa wisata akan lebih terkesan dengan jalan alam. ‘’Biar kita yang beradaptasi dengan alamnya. Jangan diubah terlalu banyak alamnya. Misalnya jika tempat itu dipaving juga enggak akan elok lagi jadi offroad sepeda. Jadi biarkan saja,’’ bebernya. Contoh lainnya adalah palinggih tua. Palinggih itu ia harapkan tidak direnovasi terlalu banyak, cukup hanya memastikan strukturnya kuat, sehingga terkesan palinggih tersebut memang tua, natural. Contoh lain adalah pura yang berdiri sekian tahun atau bahkan ratusan tahun. Untuk merenovasinya pun diharapkan tidak full, karena justru akan menghilangkan nilai sejarahnya. (kmb42)

Bayar Pajak Menurut Rai Suryawijaya, pemerintah yang paling dirugikan dengan praktik ini. Terutama dalam hal pajak, lantaran pembayaran dilakukan memakai WeChat, sehingga transaksi langsung di Tiongkok. Oleh karena itu, pihaknya mendukung upaya Pemprov Bali untuk menutup toko-toko yang melakukan praktik usaha tidak sehat. (kmb32)

lan, yang di pojoknya berdiri Padmasana. Di sanalah dia bertemu dengan massa, kuasa hukum, orangtua, serta sanak keluarga dan teman lainnya. Pada kesempatan itu, Ismaya sempat mengaku bahwa sebelum ditahan di Lapas Kerobokan, ia diperlakukan seperti tahanan teroris. ‘’Tangan dan kaki saya diborgol,’’ sebutnya. JPU Made Lovi Pusnawan dan Kadek Wahyudi Ardika di hadapan majelis hakim pimpinan Bambang Eka Putra membacakan dakwaan untuk terdakwa Ismaya, I Ketut Sutama dan I Gusti Ngurah Edrajaya alias Gung Wah. Diuraikan jaksa, kasus ini berawal sekitar pukul 12.30 di Civic Center Renon di Jalan Cok Agung Tresna. Saat itu, kata jaksa, ada sepuluh personel Satpol PP Provinsi melakukan penertiban baliho, spanduk kedaluwarsa, tanpa izin dan rusak, maupun alat pengenalan diri (ADP). Saat penurunan dilakukan petugas Satpol PP, terdakwa I Ketut Sutama dan terdakwa I Gusti Ngurah Endrajaya alias Gung Wah berada di Civic Center Renon. Mereka melihat petugas Satpol PP menurunkan baliho calon DPD-RI atas nama Ketut Putra Ismaya Jaya atau Keris.

Gung Wah menanyakan kepada salah satu petugas yang berstatus sebagai Danki dengan kata-kata, ‘’Siapa yang menyuruh menurunkan baliho tersebut?’’ Oleh Danki Satpol PP itu dijawab bahwa penurunan baliho itu atas perintah kabid mereka. Gung Wah kemudian meminta baliho tersebut, lalu menghubungi Putra Ismaya. Sekitar pukul 15.30, Ismaya bersama temannya mendatangi Kantor Satpol PP Provinsi Bali. Di sana, kata jaksa, kembali ditanyakan soal penurunan baliho. Katakata itulah diduga ada kata nada ancaman. Kepala Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Damadi datang dan memberikan penjelasan. Termasuk soal dasar hukum dimaksud. Dewa Nyoman Rai Damadi, kata jaksa, kemudian membeberkan beberapa dasar hukum. Dari Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu dan rapat pada 9 Agustus 2018 di Satpol PP Bali dengan Biro Humas Pemprov Bali. Terkait rapat dengan Biro Humas Pemprov Bali, diputuskan bahwa mulai 13 Agustus

2018 agar dilakukan penurunan baliho di seluruh Bali pada ruas jalan protokol, jalan-jalan yang dilalui delegasi IMF, dan objek-objek wisata. Objek penertibannya antara lain baliho kedaluwarsa, tanpa izin, yang sudah rusak, atau yang tidak sesuai zona. Mendengar penjelasan itu, terdakwa Ismaya meminta bukti adanya rapat tersebut. Permintaan itu kemudian dituruti oleh Dewa Nyoman Rai Damadi dengan menunjukkan surat perintah dan hasil rapat yang disebutkannya tersebut. Dokumen-dokumen itu kemudian dibaca terdakwa Ismaya. Selanjutnya dia mengingatkan agar lain kali sebelum menurunkan baliho untuk menghubungi dirinya terlebih dulu. Selanjutnya, dia pergi dari Kantor Satpol PP Provinsi Bali. Kuasa hukum terdakwa yang dikoordinatori Wayan Mudita, Agus Samijaya dkk. berencana akan mengajukan eksepsi. Itu juga sesuai dengan keinginan kliennya. Terutama terdakwa Ismaya yang menilai kajian atas dakwaan tersebut juga harus disertai dengan Undang-undang Pemilu. Karena pihak terdakwa yakin bahwa kasusnya sengaja digeber karena dicurigai bermuatan politik. (kmb37)

Sosok Perempuan Sementara tokoh almarhum Agung Hajjah Andi Depu adalah pelaku sejarah Indonesia dan merupakan sosok perempuan yang telah memberikan dedikasi serta loyalitas yang tinggi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tokoh perempuan dari Sulawesi Barat yang lahir pada 19 Agustus 1908 ini memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan menggerakkan dan mengoordinasikan semangat para pemuda-pemudi untuk melawan penjajahan di Indonesia. Almarhum Depati Amir merupakan tokoh pemimpin perlawanan melawan Belanda pada 1830-1851 yang berhasil menyertakan gabungan warga lokal dan komunitas ‘’asing-pendatang’’ (penambang Tionghoa). Tokoh pahlawan yang diusulkan masyarakat Provinsi Bangka Belitung ini telah menerapkan perlawanan

melalui gerilya dengan Belanda selama 20 tahun. Almarhum Kasman Singodimejo merupakan tokoh Muhammadiyah ini merupakan pemersatu bangsa, yakni saat proses pengesahan UUD 1945, tepatnya rapat PPKI meluluhkan hati tokoh golongan Islam Ki Bagus Hadikusumo untuk menghilangkan tujuh kata terkait syariat Islam dalam sila pertama Pancasila, yakni ‘’Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Tujuh kalimat ini mendapat penolakan dari perwakilan Indonesia bagian timur jika tujuh kata tersebut tetap dipertahankan. Almarhum Ir. H. Pangeran Mohammad Noor adalah tokoh yang telah berjuang bersamasama rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan sejak kuliah di THS Bandung hingga terlibat menjadi anggota ‘’Jong Islamieten Bond’’. Sebagai Gubernur Kalimantan yang berkedudukan di Yogyakarta,

Mohammad Noor melakukan pelatihan militer kepada para pemuda untuk diterjunkan ke medan perang melawan Belanda di Kalimantan. Sementara almarhum Brigjen KH Syam’un adalah

tokoh yang berjuang melalui pendekatan pendidikan (mendirikan pesantren) dan mengangkat senjata melawan Belanda, yakni masuk jadi anggota PETA, Panglima BKR dan TKR. (ant)

Direktur PT KAS Kabur ke Jakarta Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar memburu Direktur PT Karya Andal Sejati (KAS) dan Kopwan Giri Kusuma Ni Desak Putu Suarningsih (53) dan berhasil ditangkap di Jalan Sumur Batu Raya Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (30/10) lalu. Sejak Mei 2018, Suarningsih masuk DPO terkait kasus penggelapan uang penjualan dan penggadaian mobil Honda CRV serta truk. Selain itu, pelaku juga dililit utang sekitar Rp 40,9 miliar. ‘’Pelaku dilaporkan untuk beberapa kasus ke Polresta Denpasar. Salah satunya kasus penggelapan uang penjualan dan penggadaian mobil tersebut,’’ ujar Waka Polresta Denpasar AKBP Nyoman Artana didampingi Wakasat Reskrim AKP Nyoman Darsana, Kamis (8/11) kemarin. AKBP Artana mengatakan, berawal saat pelaku sebagai Direktur PT KAS dan terjadi penyalahgunaan wewenang. Pelaku mengambil beberapa dokumen perusahaan tersebut, di antaranya BPKB truk dan Honda CRV. Dokumen dan mobil lalu digadaikan serta dijual di tempat lain. Pelaku mengaku telah mengambil

BPKB truk milik PT KAS lalu digadaikan di Koperasi Ema Duta Mandiri sebesar Rp 205 juta. Sedangkan BPKB Honda CRV digadaikan oleh pelaku Rp 50 juta di Koperasi Dana, Sanur. Sementara mobil CRV tersebut digadaikan kepada Ni Wayan Karcis seharga Rp 50 juta. Mobil tersebut diambil alih oleh pihak Koperasi Dana karena pelaku punya utang Rp 1,4 miliar. Pelaku juga menjaminkan sertifikat rumahnya di Pedungan, Denpasar Selatan. Hasil penyelidikan dan penyidikan, pelaku juga meminjam uang di PT KAS sebesar Rp 3,6 miliar dan kepada I Nyoman Tjager selaku pemilik PT KAS sebesar Rp 8,4 miliar dengan bunga 1 persen. Uang tersebut digunakan modal Kopwan Giri Kusuma. Namun seiring berjalannya waktu, utangnya membengkak sehingga tersangka tidak bisa membayar bunga. Selanjutnya, pelaku asal Tabanan ini menjaminkan sertifikat tanah milik nasabah di Kopwan Giri Kusuma untuk mendapat pinjaman Rp 3,5 miliar di BRI di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Uang tersebut digunakan membayar bunga utangnya kepada PT KAS dan Nyoman Tjager.(kmb36)

Lucas Membantah Lucas lalu mengatur agar saat Eddy mendarat di Bandara Soekarno-Hatta langsung dapat melanjutkan penerbangan ke luar negeri tanpa melalui proses pemeriksaan Imigrasi. Lucas menghubungi Dina Soraya untuk mengatur hal tersebut. Dina lalu menghubungi Dwi Hendro Wibowo alias Bowo. ‘’Bersamaan dengan mendaratnya pesawat AirAsia yang membawa Eddy Sindoro dengan Michael Sindoro (anak Eddy) dan Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie (warga negara Singapura), Bowo memerintahkan Staff Customer Service Gapura M Ridwan mencetak boarding pass atas nama Eddy, Jimmy dan Michael tanpa kehadiran yang bersangkutan untuk diperiksa identitasnya,’’ tambah jaksa. Bowo dan Yulia Shintawati lalu menjemput Eddy, Jimmy dan Michael di depan pesawat menggunakan mobil AirAsia langsung menuju Gate U8 terminal 3 tanpa melalui pemeriksaan Imigrasi, di mana Ridwan telah mempersiapkan boarding pass mereka. ‘’Sekitar pukul 09.23 WIB, Eddy Sindoro dan Jimmy dapat langsung terbang ke Bangkok tanpa diketahui pihak Imigrasi sebagaimana yang diinginkan terdakwa, sedangkan Michael Sindoro membatalkan penerbangannya,’’ ungkap jaksa. Lucas juga menginformasikan kepada Deborah Mailool yang merupakan istri Eddy Sindoro bahwa Eddy Sindoro sudah berada di luar negeri. Setelah Eddy Sindoro berhasil meninggalkan Indonesia, Bowo

memberikan sebagian uang dari Lucas kepada orang-orang yang telah membantunya yaitu: 1) Yulia Shintawati sejumlah Rp 20 juta. 2) M Ridwan sejumlah Rp 500 juta dan 1 ponsel Samsung A6. 3) Andi Sofyar sejumlah Rp 30 juta dan 1 ponsel Samsung A6. 4) David Yoosua Rudingan sejumlah Rp 500 ribu. Lucas lalu ditangkap penyidik KPK pada 1 Oktober 2018. Eddy Sindoro kemudian menyerahkan diri ke penyidik KPK pada 12 Oktober 2018. Sementara itu, Lucas membantah dakwaan jaksa. Ia mengatakan, bukan pengacara petinggi Lippo Group Eddy Sindoro yang membantu Eddy untuk keluar dari Indonesia secara ilegal. ‘’Eddy (Sindoro) sudah menyatakan melalui pengacaranya bahwa Lucas itu tidak terlibat dan bukan pengacara Eddy dan tidak pernah jadi penasihat hukum Eddy, itu tertuang berkas perkara Eddy,’’ kata Lucas. Lucas pun mengaku tidak terlibat dan tidak melakukan apa pun yang dituduh KPK. ‘’Tempat yang ditunjukkan bahwa mempunyai pertemuan tidak benar. Nanti akan kami buktikan dibuka persidangan saat saksi,’’ tambah Lucas. Ia pun merasa ada keanehan luar biasa saat membaca berkas perkara dan dakwaan. ‘’Eddy Sindoro dan kawankawan jelas terang benderang yang membantu Eddy, Jimmy dalam dakwaan demikian disebut dan dalam berkas perkara demikian. Pertanyaan besar dalam keadilan kenapa Jimmy tidak pernah dipanggil dan diperiksa KPK. Ada apa di balik ini semua?’’ ungkap Lucas. (ant)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Jumat Pon, 9 November 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kertha Wisesa Bali Juara Umum di Tegal

Denpasar (Bali Post) Kertha Wisesa Bali yang diwakili Ranting Bima Sakti, Jalan Agung, Denpasar, berhasil menjadi juara umum dalam Kejurnas Piala Pandu Samudra Terbuka I/2018 di GOR Kabupaten Tegal, Jateng, 3-4 November lalu. Bali membawa pulang 31 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu. Kontingen Kertha Wisesa menurunkan 34 pesilat yang seluruhnya mendapatkan medali. Sembilan pesilat SD dan 12 pesilat SMP menggondol emas, 11 pesilat SMA menyabet 8 emas, 2 perak dan 1 perunggu, serta dua mahasiswi menyumbang 2 emas. Atas prestasi ini, Kertha Wisesa Bali merebut piala bergilir, predikat atlet terbaik, kontingen terbaik dan ofisial terbaik. Pesilat SD yang mendulang emas yakni Sabrina Amelia Fitrianur Anindita (kelas C), Putu Gita Cahyani (D), Febria Tri Ningsih (E), Komang Suta Diatmika (D), Made Romeo Eka Agastia (E), Kadek Astika (F), Putu Sonia Dirta Ardiawan (G), Komang Agus Tripajina (I) dan Aris Putrawan (H). Emas tingkat SMP disabet Lingga Regina Puspayoni kelas (C), Made Cahyani Lestari (D), Made Shinta Cahyandini (F), Ni Putu Anggita Putri VRD (H), Made Reyna Prasetia (I), Ni Made Tina Astiti (G), Wayan Pasek Bima ©, Gede Yudi Arsana

(F), Putu Satria Wiguna (H), Wayan Agus Sugiantara (I), Komang Budiarta (J) dan Ketut Billy Savani Yasa (K). Emas kategori SMA dihasilkan Ni Luh Putu Andika Wahyuni (D), Tifani Fidiyah Ramadany (E), Kadek Juliarta (A), Kadek Putra Sudarma Yasa (B), Made Adi Yoga Adi Reswara (D), Gede Budi Dharma Prayoga (F), Gede Putra Widana (G) dan Made Juliantara (H). Dua perak dipersenmbahkan Ray Nawa Yoga (E) dan Ni Kadek Putru Pinatih (A), serta perunggu disumbangkan Made Adi Perwata (C). Sementara Ni Putu C. Rispasanti Dewi (seni tunggal) dan Kadek Jati Diantara Putra (A) memperoleh emas di tingkat mahasiswa. Tiga pesilat terbaik adalah Tifani, Made Adi Yoga Reswara dan Ni Putu C. Rispasanti. Menurut pelatih Nyoman Adi Suardika, Kamis (8/11) kemarin, masih banyak lagi atlet Kertha Wisesa yang menyandang predikat terbaik, sebab pengumumannya menyusul. ‘’Kekuatan pesilat kami makin diperhitungkan. Ini hasil latihan kami di Puskesmas Denpasar Utara,’’ katanya. Dewan Penasihat DPW Kertha Wisesa Bali Ketut Suarta menyatakan para pesilat dipersiapan selama dua bulan. Mereka diterjunkan dalam kejuaraan untuk mengetahui hasil latihan. (022)

Putra Tresna Dipermalukan PS Ngada Bali Post/wan

KEJAR - Made Dinda Windiasari (kanan) berusaha mengejar shuttlecock pengembalin Mutia Dita Ainul Baroroh pada perempatfinal tunggal remaja putri Djarum Sirnas 2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Kamis (8/11) kemarin.

Djarum Sirnas 2018

Komang Ayu dan Made Dinda ke Semifinal

Denpasar (Bali Post) Pebulu tangkis Bali yang bergabung di PB Djarum Kudus, Komang Ayu Cahya Dewi, sukses menjungkalkan unggulan kedua Gina Revina Aristy (Mutiara Cardinal Bandung) dengan skor 16-21, 21-9, 21-9 pada babak delapan besar nomor tunggal remaja Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2018 d GOR Lila Bhuana, Denpasar, Kamis (8/11) kemarin. Pada babak semifinal, Jumat (9/11) ini, Komang Ayu menghadapi rekan seklubnya Ovilia Riza Wulandari.

Ovilia yang merupakan unggulan ketiga melaju ke empat besar usai menaklukkan Shellin Salsabila Nur F. (Mutiara Cardinal Bandung) 21-15, 1921, 21-11. Ditanya peluangnya mengalahkan Ovilia, Komang Ayu menilai cukup terbuka. ‘’Semoga saja saya bisa mengalahkan rekan setim,’’ kata pemain yang akrab dipanggil Koming ini.

Meskipun dibina satu klub, Koming mengaku tidak pernah berlatih bersama Ovilia. Soalnya, atlet yang dibina PB Djarum Kudus sangat banyak dan pelatihnya berbeda-beda. ‘’Saya dilatih oleh Anjib dan Wahyu,’’ ujar putri ketiga pasangan Putu Kusdianto dan Ni Wayan Asih kelahiran Denpasar, 21 Oktober 2002 ini. Koming menjadi juara tunggal remaja Sirnas Balikpapan, September lalu. Ia direkrut PB Djarum Kudus melalui audisi di Surabaya pada 2016 silam. Dirinya pindah ke PB Djarum ketika duduk di bangku kelas III SMPN 1 Singaraja dan dibina klub Menang Kalah Sehat (MKS) Singaraja. Koming kini tercatat sebagai siswi kelas II IPS SMAK Kanisius Kudus. Komang Ayu juga turun di tunggal taruna, namun dikalahkan rekan setimnya Savitra Sandra Dewi 21-13, 18-21, 1421 pada perempatfinal. Sementara pemain Bali lainnya Made

Deco Setya Atmaja (Jaya Raya Jakarta) menundukkan unggulan keempat Kana Luthfan Naufal (Djarum Kudus) 14-21, 21-18, 21-14 di nomor tunggal remaja.

Made Dinda Tiket semifinal tunggal remaja putri direbut Made Dinda Windiasari (PB Djarum Kudus) setelah memenangi duel atas rekan satu klubnya Mutia Dita Ainul Baroroh dengan skor 21-12, 21-11. Dengan hasil ini, Dinda berharap bisa mengembalikan rasa kepercayaan dirinya yang sempat memudar pada beberapa kejuaraan terakhir. ‘’Bisa lolos ke semifinal rasanya bersyukur karena saya tak ada target. Apalagi tahun depan harus bermain di level taruna,’’ ungkap gadis cantik kelahiran Depok, 11 Juni 2002 ini. Pebulu tangkis yang bergabung dengan PB Djarum Kudus pada Juli lalu itu mengaku tak ingin kalah meski harus bertanding dengan rekan satu klub. Dinda punya motivasi tersendiri saat bertanding dengan lawan yang usianya berada di bawah dirinya. ‘’Kalau bertanding sama yang umurnya di bawah saya selalu ada tekanan untuk harus menang. Dari awal masuk lapangan saya sudah harus yakin, percaya sama

kemampuan sendiri dan main maksimal,’’ jelas Made Dinda. Di babak semifinal, Dinda berhadapan dengan unggulan pertama Saifi Rizka Nurhidayah (PB Mutiara Cardinal Bandung). Kedua pemain ini bertemu pada kejuaraan Djarum Sirnas Premier Jakarta Open 2018 lalu yang dimenangkan Saifi dua set langsung. ‘’Terakhir ketemu Saifi saya kalah. Mudah-mudahan saya bisa membalas. Saya harus menyiapkan diri lebih matang lagi, tingkatkan fokus dan tak boleh banyak mati sendiri. Saya juga harus siap kelelahan,’’ sebutnya. Pada nomor ganda dewasa campuran, pasangan unggulan Agripina Primarahmanto/ Devi Tika Permatasari (Berkat Abadi Banjarmasin) berhasil mengamankan tiket semifinal setelah mengandaskan pasangan Rizko Asuro/Keshya Nurvita Hanadia (Pertamina Fastron/Berkat Abadi) 21-14, 21-11. Di semifinal, Agripina/ Devi akan berhadapan dengan Markis Kido/Pia Zebadiahbernadet (Jaya Raya Jakarta) yang mengantongi tiket empat besar setelah menang atas pasangan juniornya Muhammad Fachrikar/Brigita Mercelia 21-19, 2119. Agripina/Devi yakin bisa menampilkan permainan terbaiknya dan berharap bisa menjadi juara di Pulau Dewata. (022)

Piala AFF 2018

Mangupura (Bali Post) Putra Tresna gagal mendulang poin di kandang sendiri. Juara Rayon Bali ini dipermalukan PS Ngada (NTT) dengan skor 0-2 (0-1) pada babak pendahuluan kedua putaran pertama kompetisi sepak bola Liga 3 Indonesia di Lapangan Beji Mandala, Pecatu, Badung, Kamis (8/11) kemarin. Gol pembuka kemenangan PS Ngada diciptakan bomber Richardus Bhara ketika pertandngan yang dipimpin wasit Ary Wicaksono (Sidoarjo) baru bergulir 10 menit. Gol ini berawal dari kesalahan pemain Putra Tresna Fajar

Bagus Saputra yang berniat menyelamatkan bola dengan mengoper kepada kiper Made Ricky Apri Astadi. Bola diserobot oleh Richardus yang membawa PS Ngada unggul 1-0 hingga turun minum. Di babak kedua, PS Ngada terus menekan benteng pertahanan Putra Tresna. Tiga menit menjelang bubaran, gawang tuan rumah kembali kebobolan dari titik putih. Wasit memberikan hadiah penalti kepada tim tamu setelah penjaga gawang Made Ricky melanggar penyerang PS Ngada di petak keramat. Eksekusi Yohanes Wilfianus

Gula sukses membuahkan gol kedua buat timnya. Kekalahan ini menyulitkan Putra Tresna, sebab harus melakoni partai tandang ke markas PS Ngada pada Kamis (15/11) nanti. Wakil Pulau Dewata ini harus menang 3-0 agar bisa lolos ke babak berikutnya. ‘’Tim kami memang kalah dan tak perlu mencari kambing hitam atau penyebab kekalahan di kandang. Saya kira lebih baik membenahi tim sebelum bertolak ke NTT,’’ ujar pemilik Putra Tresna, IGAN Anom Jaksa Saputra, usai pertandingan. (022)

Bali Post/ist

KETAT – Pemain Putra Tresna (putih) dijaga ketat pemain PS Ngada dalam laga Liga 3 Indonesia di Lapangan Beji Mandala, Pecatu, Badung.

Tim Bulu Tangkis Junior Melaju Jakarta (Bali Post) – Tim bulu tangkis junior Indonesia melaju ke babak perempatfinal BWF World Junior Championships 2018 di Ontario, Kanada, usai mengalahkan Inggris dengan skor 5-0 pada laga terakhir babak penyisihan Grup H, Kamis (8/11) kemarin. Di nomor ganda campuran, pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti menang 21-14, 22-20 atas Rory Easton/Hope Warner. Di nomor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani mengalahkan Freya Redfearn 21-14, 21-7. Sementara di nomor tunggal putra, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay unggul 21-15, 21-18 atas Harry Huang. Selanjutnya, di nomor ganda putri, Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti mengatasi Molly Chapman/Annie Lado 21-12, 21-10. Pasangan ganda putra Ghifari Anandaffa Prihardika/

Pramudya Kusumardana Riyanto menang 21-17, 21-13 atas Rory Easton/Zach Russ. Putri Kusuma Wardani menilai lawan yang dihadapinya tidak terlalu sulit. Ia mengaku cepat mempelajari kelemahan lawan, sehingga dapat memenangkan pertandingan. ‘’Lawan hari ini tidak terlalu susah, tapi pukulan kirinya cepat dan smes lurusnya umayan. Hanya, langkahnya lambat jadi kalau dijauhkan kesulitan sendiri,’’ katanya melalui laman badmintonindonesia.org. Sebelum mengalahkan Inggris, Indonesia lebih dulu menundukkan Austria, Makau dan Meksiko. Tim Garuda Muda berhasil menyapu bersih kemenangan 5-0 dalam setiap pertandingan di babak penyisihan tersebut. Pertandingan beregu campuran berlangsung 5-10 November, sedangkan perorangan digelar 12-18 November. (ant)

Indonesia Andalkan Kecepatan Sayap Bersandiwara, Sterling Minta Maaf Jakarta (Bali Post) – Tim nasional sepak bola Indonesia akan mengandalkan kecepatan pemain sayapnya untuk membongkar pertahanan Singapura dalam laga perdana Grup B turnamen Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11) malam ini mulai pukul 20.00 Wita. ‘’Kami memiliki pemain-pemain yang bagus di sayap. Mereka akan membantu kami membuat lebih banyak serangan,’’ ujar pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti dalam konferensi pers pralaga Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11) kemarin. Indonesia memiliki empat pemain sayap yakni Andik Vermansah, Irfan Jaya, Febri Hariyadi dan Riko Simanjutak. Meski demikian, Bima menegaskan bahwa skuadnya tidak bergantung dengan satu-dua nama karena memiliki 23 pemain yang bisa memberikan kontribusi. Semua pemain penting di setiap pertandingan. ‘’Bagi saya, semua pemain adalah tim inti. Seluruh pemain penting untuk laga kontra Singapura,’’ lanjut pelatih berusia 42 tahun itu. Kekuatan Indonesia di sisi sayap juga diutarakan oleh kapten sekaligus bek tengah timnas Hansamu Yama Pranata. Keempat nama pemain sayap tim Garuda dianggap membuat sisi lebar baik kanan maupun kiri Indonesia lebih seimbang karena kemampuannya yang hampir setara. Kondisi itulah yang dikatakannya menjadi pembeda timnas kini dengan timnas yang menjadi finalis

Piala AFF 2016. ‘’Banyak perubahan sejak Piala AFF 2016 terutama dari sisi transisi bertahan ke menyerang karena sekarang kami memiliki sayap yang cepat,’’ ungkap berumur 23 tahun ini. Sementara Andik Vermansah bertekad membawa pulang tiga poin dari laga tandang versus Singapura. Namun, walau menorehkan gol ke gawang Singapura dalam dua pertemuan Piala AFF sebel-

umnya, ia tidak terlalu berhasrat mengulanginya karena bagi dirinya kemenangan tim di atas segalanya. ‘’Kami siap menghadapi Singapura. Siapa pun yang diturunkan pelatih tidak masalah, yang penting Indonesia memenangkan pertandingan. Kami yakin suporter Indonesia akan berbondong-bondong hadir di Stadion Nasional untuk memberikan dukungan penuh kepada kami,’’ tuturnya. (ant)

Bali Post/ant

BERLATIH - Pemain Indonesia berlatih di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11) kemarin. Timnas Garuda melawan Singapura pada Jumat malam ini.

Manchester – Pemain sayap Manchester City Raheem Sterling menyampaikan permintaan maaf kepada wasit asal Hungaria Viktor Kassai karena penalti yang diberikan kepadanya hanyalah sebuah sandiwara saat timnya mengalahkan Shakhtar Donetsk 6-0 pada pertandingan Grup F Liga Champions di Stadion Etihad, Kamis (8/11) dini hari kemarin. Saat City unggul 1-0 pada babak pertama, Sterling melakukan serangan ke arena penalti dan menjatuhkan diri saat kiper Donetsk berusaha merebut bola. Sebenarnya tidak ada pelanggaran terhadap Sterling, apalagi kontak fisik, tetapi Kassai yang adalah wasit berpengalaman justru menunjuk titik putih. ‘’Saya berusaha mencongkel bola dan tidak tahu apa yang terjadi. Saya mohon maaf kepada wasit,’’ kata Sterling usai pertandingan. Pelatih City Pep Guardiola juga setuju bahwa wasit mengambil keputusan yang keliru. Insiden tersebut bisa mendorong agar sistem video alat bantu wasit (VAR) segera digunakan. ‘’Saya juga menyadari bahwa itu sebena-

rnya bukan penalti. Kami tidak suka mencetak gol dengan cara seperti itu,’’ ujarnya sambil menambahkan bahwa Sterling bisa berbicara kepada wasit pada saat itu. Gabriel Jesus mengemas trigol dalam kemenangan City, dua di antaranya lewat titik putih. Tiga gol lainnya disumbangkan David Silva, Raheem Sterling dan Riyad Mahrez. Hasil ini memantapkan posisi City di puncak klasemen Grup F dengan koleksi 9 poin, sedangkan Shakhtar (2) menjadi juru kunci.

United Perburuan tiket untuk mewakili Grup H ke babak 16 besar kian ketat setelah Manchester United (MU) menjungkalkan tuan rumah Juventus 2-1 di Stadion Allianz Arena, Torino. Kemenangan MU dicapai setelah lebih dulu tertinggal. United mencetak dua gol lewat situasi tendangan bebas dalam kurun waktu lima menit terakhir melibatkan dua pemain pengganti yang belum merumput 20 menit. Setelah Juventus unggul lewat gol Cristiano Ronaldo, United membalas melalui tendangan bebas Juan Mata

dan gol bunuh diri Alex Sandro yang berawal dari tendangan bebas Ashley Young. Hasil ini membuat tim besutan Jose Mourinho mengoleksi 7 poin dan tetap di bawah Juventus (9). Valencia (5) di posisi ketiga dan BSC Young Boys (1) menjadi juru kunci. Bayern Muenchen semakin mendekati putaran 16 besar berkat kemenangan 2-0 saat menjamu AEK Athens (Yunani). Tambahan tiga poin membawa pasukan Niko Kovac mengoleksi nilai 10, unggul dua poin atas Ajax Amsterdam yang mampu menahan tuan rumah Benfica 1-1. Benfica (1) di peringkat ketiga dan AEK Athens (0) di dasar klasemen. Real Madrid dan AS Roma memuluskan jalan menuju fase gugur berkat kemenangan pada laga Grup G. Madrid mencukur tuan rumah Viktoria Plzen 5-0 sekaligus merupakan kemenangan perdana di kompetisi Eropa di bawah asuhan Santiago Solari, sedangkan Roma unggul 2-1 saat dijamu CSKA Moscow. Madrid dan Roma menghuni dua posisi teratas klasemen dengan koleksi 9 poin, disusul CSKA (4) dan Viktoria (1). (ant/rtr)

Edisi Jumat 9 November 2018 | balipost.com  

Headline : Desa Wisata di Bali Antara Ada dan Tiada

Edisi Jumat 9 November 2018 | balipost.com  

Headline : Desa Wisata di Bali Antara Ada dan Tiada

Advertisement