Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Jokowi Pastikan Jatah Menteri untuk Bali Denpasar (Bali Post) Presiden Jokowi memastikan jatah kursi menteri untuk putra daerah Bali. Kepastian tersebut disampaikannya saat Kongres V PDI-P. Hal ini juga merespons permintaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang tiba-tiba meminta jatah menteri kepada Presiden RI Joko Widodo. Meskipun tidak menyebut jumlah, Mega juga memberi penekanan agar jatah menteri untuk PDI Perjuangan harus yang terbanyak. ‘’Di dalam kongres partai, kami meminta dengan hormat bahwa PDI Perjuangan akan masuk ke dalam kabinet dengan jumlah menteri yang harus terbanyak,’’ ujarnya saat menyampaikan pidato politik dalam pembukaan Kongres V PDI Perjuangan, Kamis (8/8) kemarin. Menjawab hal tersebut, Presiden RI Joko Widodo memastikan bahwa PDI Perjuangan pasti akan mendapat jatah menteri yang terbanyak. Khusus untuk Bali juga disebut akan ikut mendapat jatah tersebut. Dikatakan bila kabinetnya mendatang aka nada 34 kementrian. ‘’Ya... yang jelas dari Bali pasti ada,’’ ujarnya. Di sisi lain, Jokowi mengaku belum bertemu dengan ketuaketua partai koalisi. ‘’Belum ketemu. Kalau ketemu, kita akan bicara nanti mengenai tambahan koalisi, yang berkaitan dengan menteri,’’ jelasnya. Sebelum pembukaan kongres, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan Kongres V PDI Perjuangan tidak membahas susunan nomenklatur kabinet pemerintahan lima tahun ke depan. Namun hanya berbicara tentang garis politik negara yang dijabarkan di dalam desain kabinet. ‘’Sehingga kami tidak berbicara tentang seluruh struktur kabinet. Tetapi hal-hal yang penting secara ideologis, yang menjabarkan dari konsepsi Tri Sakti itu,’’ ujarnya kepada awak media di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis kemarin. Hasto mencontohkan tentang kebudayaan dan pendidikan yang sangat penting diberikan penguatan ditinjau dari ideologi partai terkait Tri Sakti Bung Karno. Itu akan terkait dengan tugas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Berkaitan dengan posisi strategis di dalam kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin, partai dikatakan memiliki kepentingan strategis untuk menempatkan kader-kadernya. ‘’Tetapi kami berbicara menteri itu melalui pembahasan yang mendalam, tidak langsung berbicara orang. Berbicara desain, kriteria, agenda strategisnya, baru berbicara tentang orang,’’ jelasnya. Menyangkut orang yang nantinya duduk dalam kabinet, lanjut Hasto, akan disampaikan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri kepada Joko Widodo dalam momentum yang tepat. Yakni melalui sebuah dialog, tidak menyodorkan nama dalam kertas. Dialog tersebut akan dilakukan di luar kongres. ‘’Masih ada waktu. Segala sesuatunya ada waktunya,’’ pungkasnya. (kmb32)
PEMBUKAAN KONGRES -- Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri), Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri (ketiga kiri), Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin (kedua kanan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir pada pembukaan Kongres V PDI-P di Sanur, Bali, Kamis (8/8) kemarin.
Pancasila Dalam Ancaman Kepunahan
Denpasar (Bali Post) Indonesia kini tengah mengalami gejala akan karamnya semangat toleransi. Padahal, toleransilah yang selama ini menjelma sebagai demokrasi. Namun saat pemilu serentak 2019 lalu, justru memperlihatkan adanya fenomena disintegrasi yang muncul secara sistematis. Pancasila berada dalam ancaman kepunahan, sehingga harus segera diselamatkan. Jajaran PDI-P diinstruksikan agar mengambil langkah strategis yang dibahas dalam Kongres V. Demikian disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pembukaan Kongres V PDI Perjuangan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis (8/8) kemarin. ‘’Fenomena tersebut hampir saja mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa. Bagi P D I Perjuangan, hal ini merupakan suatu isu serius yang tidak bisa dimungkiri dan tidak boleh diabaikan,’’ ujar Megawati dalam pidato politiknya. Menurut Presiden ke-5 RI ini, persatuan dan kesatuan adalah syarat mutlak bagi sebuah bangsa. Jika sam-
pai terjadi perpecahan atau ‘’perang saudara’’ maka tidak ada satu pun kebaikan yang dapat dicapai. Itu sebabnya, ia memutuskan agar Kongres PDI Perjuangan dipercepat karena sikap politik, langkah dan strategi partai untuk mencegah disintegrasi bangsa harus diputuskan dalam rapat tertinggi partai tersebut. ‘’Saya secara pribadi pun melakukan perenungan yang dalam atas fenomena disintegrasi pada Pemilu 2019,’’ imbuhnya. Megawati mengingat pesan sang ayah, Ir. Soekarno, dalam amanat 17 Agustus 1954 menjelang pemilu pertama tahun 1955. Bung Karno kala itu sudah berkalikali mengingatkan agar pemilu jangan dijadikan arena pertempuran politik hingga membahayakan keutuhan bangsa. Tanpa toleransi, demokrasi akan karam. Seluruh
kader PDI Perjuangan diminta untuk meresapi kata-kata Bung Karno, bahwa toleransi dan demokrasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam berpolitik. ‘’Jika sikap perilaku intoleransi digunakan dalam kampanye pemilu, maka demokrasi Pancasila yang dicita-citakan akan musnah,’’ jelasnya. Megawati menambahkan, kemusnahan juga akan terjadi pada persatuan bangsa, kekuatan bangsa, serta kejayaan semangat gotong royong. Sementara yang tersisa hanya teror dan anarki, kekacauan dan kepedihan. Di sini bukan kaum elite yang menderita, melainkan rakyat. Sementara dalam demokrasi Pancasila, demokrasi mestinya dijadikan alat untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Sedangkan pemilu adalah alat untuk menyempurnakan demokrasi
itu. Jangan sampai pemilu malah dijadikan alat untuk menyeret bangsa ini meninggalkan Pancasila. Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo mengatakan, PDI Perjuangan juga mengamini pidato Megawati terkait isu intoleransi. ‘’Pada periode yang kedua ini, pekerjaan dan tantangan yang kita hadapi akan bertambah berat. Isu intoleransi, radikalisme menjadi kekhawatiran. Ekonomi global mengalami pelambatan, termasuk perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, serta revolusi industri 4.0,’’ ujarnya. Setelah fokus pada pembangunan infrastruktur, Jokowi mengaku akan fokus pada pembangunan SDM dalam lima tahun ke depan. Kualitas SDM harus mulai dibangun sejak dalam kandungan, sehingga tidak boleh lagi ada stunting. Kualitas pendidikan dasar hingga
perguruan tinggi juga harus ditingkatkan. Bukan hanya untuk melahirkan generasi muda yang pintar dan mampu berkarya, tetapi juga generasi yang Pancasilais, toleran, dan kokoh. ‘’Dengan dunia yang serba cepat, kita juga perlu menerjemahkan nilai-nilai dasar bangsa kita, nilai-nilai dasar ideologi kita, nasionalisme dalam konteks kekinian,’’ jelasnya. Selain 1.671 utusan dan 255 peninjau, pembukaan Kongres V PDI Perjuangan juga dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin, sejumlah menteri Kabinet Kerja, serta pimpinan partai politik termasuk Prabowo Subianto. Tak ketinggalan kader baru seperti Basuki Tjahaja Purnama dan mantan Ketua KPK Antasari Azhar hadir pula dalam pembukaan kongres. (kmb32)
Dhamantra Dijemput KPK di Bandara Jakarta (Bali Post) – Anggota DPR-RI asal Bali Nyoman Dhamantra diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat baru saja tiba dari Bali di Bandara Soekarno-Hatta. Penjemputan KPK ini terkait dengan tertangkap tangannya asisten Dhamantra dalam dugaan suap impor bawang putih. Asisten Dhamantra termasuk dalam 11 orang yang di-OTT KPK, Rabu (7/8) malam, di Jakarta terkait suap untuk anggota DPR-RI. ‘’Yang pasti satu orang ini perjalanannya diduga dari Bali kemudian ke Jakarta dan kami jemput di Bandara SoekarnoHatta. Jadi tim langsung ditugaskan ke sana dan dibawa ke kantor KPK,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/8) kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggota Komisi VI
DPR-RI yang dimaksud adalah Nyoman Dhamantra dari Fraksi PDI-P. Lebih lanjut Febri Diansyah mengatakan bahwa pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk di antaranya bukti transaksi perbankan yang diduga menggunakan money changer dengan lebih dari Rp 2 miliar. ‘’Jadi, ada transfer yang menggunakan fasilitas money changer yang kami indikasikan itu ditujukan untuk salah satu anggota DPR-RI di Komisi VI terkait dengan impor bawang putih,’’ kata Febri Diansyah. Bukti uang dalam bentuk dolar AS diamankan dari orang kepercayaan anggota Komisi VI DPR-RI tersebut. ‘’Ada uang dalam mata uang asing dolar AS yang juga kami amankan dari salah satu pihak yang diamankan kemarin malam. Nanti kami sampaikan lagi update jumlahnya berapa karena
KPK juga harus mengidentifikasi lebih lanjut uang yang dibawa tersebut itu terkait dengan spesifik perkara ini atau hal-hal yang lain,’’ ucap Febri. Sampai saat ini, katanya, KPK telah menangkap 12 orang, termasuk anggota Komisi VI DPR-RI tersebut yang dibawa tim KPK dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis. Sebelumnya, 11 orang telah terlebih dahulu ditangkap di Jakarta, Rabu (7/8) malam hingga Kamis pagi, terdiri atas unsur swasta, importir, sopir, orang kepercayaan anggota DP- RI, dan pihak lainnya. ‘’Sebanyak 12 orang yang kami amankan sampai dengan siang ini. Barusan ada satu orang yang kami amankan dari Bandara Soekarno-Hatta, kemudian dibawa ke kantor KPK. Sekarang sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut,’’ kata Febri. (ant)
Otomatis Dipecat KABAR mengenai anggota DPR-RI Fraksi PDI-P I Nyoman Dhamantra yang dijemput KPK terkait OTT rencana impor bawang putih ke Indonesia, tentu mengejutkan. Apalagi di internal PDI-P sendiri sudah ditegaskan bila kader yang terbelit kasus korupsi otomatis diganjar sanksi pemecatan. Hal yang sama juga dipastikan berlaku bagi Dhamantra, jika memang nantinya oleh KPK dinyatakan
dinaikkan statusnya menjadi tersangka. ‘’PDI Perjuangan partai yang antikorupsi. Kalau sampai ada, itu langsung dipecat dan tidak diberikan bantuan hukum. Itu dari dulu, sudah otomatis,’’ ujar Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat yang juga Ketua SC Kongres V PDI Perjuangan, Kamis (8/8) kemarin. Menurut Djarot, kader partai yang korupsi tidak bisa direhabilitasi. Dikatakan,
bila tujuan berpartai bukan untuk menjadi kaya. Tetapi bagaimana bisa membantu yang lemah, dan memecahkan persoalan wong cilik. Kalau melakukan tindakan menyimpang seperti korupsi, berarti bukan lagi watak PDI-P. ‘’Partai politik itu kan alat untuk mencapai tujuan mewujudkan keadilan sosial, meningkatkan kesejahteraan rakyat, memerangi kebodohan,’’ jelasnya. (kmb32)
Wakil Bali yang Vokal Nyoman Dhamantra sebelum menggeluti dunia politik adalah pengusaha. Pernah menjabat sebagai Direktur Rims Energy Oil Company. Ketertarikannya ke dunia politik didasarkan pada cita-cita idealnya untuk menyelamatkan Bali dari gempuran investor asing. Bali, menurut Dhamantra, lebih banyak dieksploitasi secara ekonomi. Dhamantra pun merintis karier politiknya dari bawah hingga akhirnya ia sukses menjadi anggota DPR-RI Komisi VI tahun 2009 untuk urusan perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan standardisasi nasional. Dari sejumlah wakil rakyat Bali di Senayan, Dhamantra termasuk salah satu yang vokal menyuarakan kepentingan Bali. Tekad tersebut dituangkannya dalam visi-misi ‘’Berjuang Merebut Hak Bali’’,
dengan membentuk Dhamantra Centre. Wacana yang cukup gencar didengungkan Dhamantra adalah soal rivisi UU Provinsi Bali dengan memasukkan beberapa poin yakni Dana Bagi Hasil (DBH) yang lebih proporsional dan pengaturan yang jelas dan tegas mengenai pelestarian budaya yang lebih harmoni. Selain itu, soal kejelasan posisi antara dinas dan adat (pakraman) diusulkan masuk dalam revisi UU Pemprov Bali. Diduga akibat tidak all out dalam mendukung cagub dan cawagub yang diusung PDI-P dalam Pilgub Bali 2018, Dhamantra terpental dari daftar tetap caleg dari PDI-P. Kesempatannya untuk duduk kembali di kursi DPR di Senayan dalam Pileg 2019 pupus. Kini di masa menjelang akhir jabatannya, Dhamantra tersandung kasus. (kmb14)
2
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
Hari Ini, Penetapan Caleg Terpilih Denpasar (Bali Post) Sengketa pemilu legislatif (pileg) yang juga terjadi di Denpasar sudah diputus MK. Karena itu, penetapan calon legislatif (caleg) yang lolos ke kursi dewan bisa ditetapkan. Penetapan caleg terpilih di Kota Denpasar dijadwalkan, Jumat (9/8) hari ini. Dikonfirmasi Kamis (8/8) kemarin, Ketua KPU Denpasar Wayan Arsa Jaya mengakui jika KPU-RI sudah menurunkan Surat Edaran (SE) Nomor 1027 tentang Penetapan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon Terpilih. Hal ini juga diperkuat dengan surat dari MK Nomor 1844 beserta lampirannya. Arsa Jaya mengatakan, sesuai PKPU tahapan terbaru, maka disebutkan KPU di masing-masing daerah punya waktu lima hari sejak diterimanya surat KPU-RI tersebut. Mengacu pada ketentuan itu, maka pihaknya akan menjadwalkan penetapan calon terpilih dan perolehan kursi hari ini. “Kami akan melakukan penetapan caleg terpilih dan perolehan suara partai, Jumat (hari ini - red),” ujarnya. Seperti diketahui, mundurnya penetapan caleg terpilih di KPU Denpasar akibat adanya gugatan yang dilakukan partai politik ke
MK. Dalam SE KPU dan surat MK tersebut dinyatakan bagi daerah yang masih ada sengketa, penetapan caleg dilakukan setelah ada putusan dari MK. Kini Mahkamah Konstitusi (MK) telah mementahkan gugatan perkara sengketa hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 yang berasal dari Provinsi Bali. Gugatan perkara tersebut diajukan oleh Partai Gerindra dan Partai Berkarya. Gerindra menggugat penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara di daerah pemilihan 1 atau Kota Denpasar. Pertimbangan MK mementahkan gugatan perkara itu karena dalil tidak beralasan menurut hukum, sehingga permohonan ditolak maupun tidak memenuhi syarat formal sehingga permohonan dinyatakan tidak dapat diterima. MK menilai pemohon tidak menyebutkan dalil penggelembungan maupun pengurangan suara di TPS mana, di Dapil Bali 1 atau Denpasar untuk pemilihan anggota DPRD Provinsi Bali. Arsa Jaya menambahkan, pihaknya berterimakasih kepada tim yang sudah bekerja dengan baik sehingga mampu membuktikan bahwa KPU bekerja dengan transparan dan jujur pada Pemilu 2019 lalu. (kmb12)
DENPASAR & SEKITARNYA
Dialog Interaktif
BALI TV bekerja sama dengan The Marhaenisme Institute menggelar Dialog Interaktif Bulanan bersama narasumber Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (Senator DPD-RI dan Senator Terpilih 2019-2024). Untuk edisi Jumat, tanggal 9 Agustus 2019 pukul 16.00-17.00 Wita, akan mengambil tema “Kepentingan Bali Pasca Jokowi Menang di Pilpres 2019”. Bali kembali menjadi sorotan dengan angka hampir 92 persen terkait kemenangan Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019–2024 melalui Pemilu 2019 yang berlangsung demokratis. Kini menjelang Pelantikan Presiden pada Oktober 2019, Bali kembali menjadi pusat perhatian, khususnya dengan adanya komitmen Jokowi untuk membantu pembangunan Provinsi Bali, salah satunya di bidang infrastruktur. Maka dari itu, Senator AWK memiliki pandangan bahwa Bali harus berani merebut kue pembangunan secara maksimal, baik politik anggaran dan
politik kebijakan, termasuk bagian maksimal dari anggaran APBN senilai lebih dari Rp 2.000 triliun. Dan sejumlah agenda perjuangan Bali tentu memerlukan sinergi politik antara pemerintah pusat, pemprov, pemkab/ pemkot dan juga Parlemen DPD-RI, DPR-RI, serta DPRD. Lalu apa saja yang merupakan skala prioritas dari Bali dalam menyambut tawaran pemerintah pusat pascakemenangan Jokowi 2019? Bagaimana dengan nasib UU Provinsi Bali yang saat ini tertunda, termasuk konsepsi One Island Management yang sempat menguat beberapa waktu lalu? Dan juga peran Bali dalam melawan gerakan radikalisme di Indonesia. Semuanya akan dibahas oleh AWK dalam konteks Tri Sakti Marhaenisme. AWK sendiri adalah pemenang dari Pemilu 2019 dengan pencapaian angka fantastis yakni 742.781 suara yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah caleg Parlemen Pusat di Bali. (r)
CITY TOUR - Para mahasiswa dari 20 negara saat menikmati objek city tour di kawasan Denpasar, Kamis (8/8) kemarin.
Bali Post/kmb12
Mahasiswa dari 20 Negara Kunjungi Objek ”City Tour” Kumbasari, hingga mengelilingi Pasar Badung yang merupakan pasar rakyat terbesar di Bali. Ketua Harian Badan Kreatif Kota Denpasar Putu Yuliarta didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar Wayan Hendaryana mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan Pemkot Denpasar dalam membangkitkan kawasan heritage di Kota Denpasar. Kedatangan mahasiswa dari berbagai negara tersebut menjadi langkah promosi serta memberikan ide-ide kreatif yang bisa diadopsi dalam menjaga serta menjadikan kawasan heritage Denpasar mendunia. “Kegiatan ini merupakan salah satu program ber-
sama STD di dalam mengenalkan kawasan heritage di Kota Denpasar. Kemudian kami juga menyerap ide dari pelaksanaan kegiatan ini, sehingga ke depan melalui kegiatan serupa dapat mempromosikan kawasan heritage di Kota Denpasar,” ujarnya. Menurut Yuliarta, pihaknya berkolaborasi dengan beberapa pihak, seperti kampus di Bali untuk mempromosikan heritage di Denpasar dengan kearifan lokal serta mengenalkan Kota Denpasar dari sisi arsitektural yang sudah ada sejak dulu. “Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menjadikan kawasan heritage sebagai salah satu objek wisata yang diminati wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara,” katanya.
Sementara itu, salah satu mahasiswi yang berasal dari Jerman, Georgia (20), mengaku sangat kagum dengan masyarakat yang ramah serta arsitektur yang ada di kawasan heritage Denpasar. Ia mengaku sangat senang dapat mengeksplorasi kearifan lokal serta keberadaan bangunan- bangunan kuno di kawasan tersebut. “Saya sangat senang dan merasa beruntung dapat mengelilingi kawasan heritage ini, apalagi bisa naik dokar. Selain itu, arsitektur yang ada di bangunan bersejarah ini sangat bagus. Kami harap dari pemerintah di sini dapat menjaga dan melestarikannya, karena ini bisa jadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi,” katanya. (kmb12)
Denpasar (Bali Post) Sebesar 65 persen energi listrik Bali berasal dari pembangkit yang ada di Bali. Sedangkan 35 persen energi listrik dipasok dari Jawa. Pembangkit di Bali yang terbesar yaitu dari Celukan Bawang. Jika pembangkit ini mengalami gangguan, maka sistem kelistrikan di Bali juga akan mengalami gangguan.
Namun, jika gangguan terjadi di Jawa Timur, kata Giri Antari Bali dipastikan juga akan terdampak. “Tapi kita masih lebih aman dari daerah lain karena kita punya pembangkit yang stand by, seperti di Celukan Bawang memiliki daya terpasang 426 MW. Kemudian ada pembangkit lain juga,” ungkapnya. Namun, jika gangguannya terjadi di Bali, kata Giri Antari, itu yang akan menjadi masalah. Misalnya pembangkit terbesar Bali yaitu Celukan Bawang yang mengalami masalah, dan pembangkit besar yang dari Jawa tidak mampu membawa energi karena kapasitasnya terbatas, maka sistem kelistrikan di Bali akan terganggu. Menurut Giri Antari, kapasitas transmisi dari Jawa hanya 400 MW, sedangkan pembangkit terbesar penyuplai listrik Bali adalah Celukan Bawang sebesar 426 MW. “Kalau
supply transmisi tergantung kapasitas transmisinya. Kalau sudah maksimum 400 MW, ya tidak bisa lebih dari itu lagi. Kecuali disiapkan lagi jalur transmisi yang baru,” tegasnya. Jika Bali membutuhkan lebih banyak daya dari Jawa, maka jalur transmisinya juga harus disiapkan. Upaya untuk memasok lebih banyak energi lagi adalah dari Jawa Bali Crossing (JBC). “JBC adalah untuk kehandalan listrik Bali, memang itu sebenarnya. Untuk menghindari kondisi seperti di Jakarta, karena Jakarta kan suplainya hanya dari satu tempat saja,” ujar Giri Antari. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) Membangkitkan city tour Kota Denpasar telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun, sejumlah kendala masih ditemui untuk bisa menggaet kunjungan wisatawan. Kini upaya tersebut mulai tampak menggeliat. Seperti yang terlihat Kamis (8/8) kemarin. Sedikitnya 55 mahasiswa dari 20 negara berkesempatan berkunjung ke sejumlah objek city tour Denpasar. Kegiatan yang bertajuk Student Summer School tersebut dipusatkan di Pasar Badung Denpasar. Perjalanan para mahasiswa ini diawali dengan naik dokar mengelilingi kawasan heritage di Jalan Gajah Mada menuju ke Pura Maospahit, Pura Tambangan Badung, Taman
Sistem Kelistrikan di Bali Tergantung Pembangkit di Celukan Bawang
Bali Post/ist
Penghargaan - Perwakilan anggota Polri yang tergabung dalam Bharaduta Dpandiga Dewata menyerahkan penghargaan kepada Yonita Djaralodu di Polsek Dentim.
Perampok ”Money Changer” Ternyata Penjudi Denpasar (Bali Post) Penyidik Polsek Denpasar Timur (Dentim) mendalami keterangan perampok berpistol, Rohmat Yeni Rianto (47). Ternyata, gajinya sebagai karyawan kapal pesiar habis dipakai berjudi. Karena kecanduan judi tapi tidak punya uang, akhirnya Rohmat melakukan perampokan tersebut. “Pengakuannya seperti itu (berjudi - red). Karena tidak punya uang, makanya dia merampok,” tegas Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra, Kamis (8/8) kemarin. Karang Adiputra mengungkapkan, dulu pelaku sempat menjadi nakhoda tapi sekarang jadi karyawan biasa. Sedangkan terkait pistol airsoft gun, ia membenarkan pelaku membeli lewat online. Pelaku membeli senjata tersebut beberapa minggu lalu. “Dibeli seharga Rp 3,5 juta. Dia membeli senjata tersebut memang untuk merampok,” tegasnya. Terkait aksinya di Money Changer PT Azzahra Maulana di Jalan WR Supratman, Dentim, menurut mantan anggota Sepripim Polda Bali ini, sudah direncanakan. Maka dari itu, saat beraksi pelaku mengenakan jaket dan helm supaya wajahnya tidak kelihatan. Selain itu, dicari money changer yang tidak begitu ramai. “Kasus ini masih kami kembangkan. Siapa tahu pelaku juga beraksi di tempat lainnya,” ujar perwira melati
satu di pundak ini. Atas keberanian karyawan money changer Yonita Djaralodu merampas senjata airsoft gun pelaku, mendapat apresiasi dari anggota Polri yang tergabung dalam Bharaduta Dpandiga Dewata. “Apa yang dilakukan Yonita tergolong sangat berani dan membantu tugas kepolisian,” kata perwakilan Bharaduta Dpandiga Dewata Bripka I Ketut Bina Wartawan. Menurut Bina Wartawan, tidak semua wanita mempunyai keberanian seperti ini. Keberaniannya inilah patut diapresiasi. “Semoga ini bisa dicontoh oleh masyarakat lain bahwa keamanan itu adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, aksi perampokan kembali terjadi di wilayah Denpasar. Kali ini Money Changer PT Azzahra Maulana di Jalan WR Supratman, Denpasar Timur (Dentim) disasar perampok berpistol, Rohmat Yeni Rianto (47) asal Pati, Jawa Tengah, Selasa (6/8) lalu. Pelaku yang bekerja sebagai karyawan kapal pesiar ini sempat menembak kaca kasir menggunakan pistol airsoft gun. Namun karyawan money changer Yonita Djaralodu (26) dan Aprianus Huru Hadi (26) merebut pistol tersebut dan akhirnya pelaku berhasil ditangkap warga. (kmb36)
Topik : P ANCASILA DALAM ANCAMAN KEPUNAHAN
Akademisi Teknik Elektro Universitas Udayana (Unud) Prof. I.A. Giri Antari mengatakan, penyuplai energi listrik ke Bali, yaitu dari pembangkit di Jawa dan pembangkit-pembangkit yang ada di Bali. Pembangkit terbesar di Bali ada di Celukan Bawang, yaitu dengan daya terpasang 426 MW dan daya mampu 380 MW. Jika pembangkit ini mengalami gangguan, maka pembangkit yang lain di Bali harus bisa menyuplai semuanya. “Kalau misalnya tidak ada penyuplai yang lain dan daya dari pembangkit di Bali tiba-tiba masuk, itu juga akan
bisa terjadi gangguan, bergoyang istilahnya karena dia belum sinkron, belum sejalan semuanya. Jika sudah begitu, suplai dari Jawa itu yang kita andalkan,” jelas Giri Antari. Jika transmisi dari Jawa kuat, sistem kelistrikan di Bali dinilai aman jika terjadi gangguan. “Kalau gangguannya terjadi di Jawa, Bali juga aman karena kita sudah memiliki pembangkit. Makanya tidak boleh 100 persen pembangkit listrik dari satu tempat. Risikonya akan sangat besar,” kata Giri Antari mengingatkan.
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Ratusan Jamban untuk Keluarga Kurang Mampu Denpasar (Bali Post) Warga kurang mampu ternyata masih banyak di wilayah Denpasar dan Badung. Bahkan banyak di antara mereka tidak memiliki jamban. Kondisi ini jelas berdampak negatif pada kesehatan lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, pada Semester I (Junuari-Juni) 2019 Kodim 1611/Badung membangun 480 jamban di rumah keluarga kurang mampu di wilayah Denpasar dan Badung. “Program Karya Bhakti Jambanisasi Kodim 1611/ Badung ini dilaksanakan berkelanjutan. Untuk Semester II yaitu Juli sampai Desember 2019, targetnya juga sama yaitu 480 jamban untuk warga kurang mampu,” tegas Plh. Pasiter Kodim 1611/Badung Kapten Inf. I Wayan Suara, Kamis (8/8) kemarin. Kamis kemarin Kapten Suara secara simbolis menyerahkan bantuan jamban kepada Ketut Mudalara (44) di Jalan Gunung Lumut Gang Bima No. 4, Banjar Jabapura, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat. Melalui program ini, kualitas kesehatan dan perilaku hidup sehat masyara-
kat diharapkan meningkat. “Kegiatan ini juga salah satu wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya. Menurut Suara, pihak Kodim Badung berupaya mengajak dan mendorong masyarakat agar senantiasa dapat membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat. Selain itu, warga diharapkan meninggalkan kebiasaan yang kurang baik sebelumnya, seperti buang air sembarangan. Hal ini tentunya guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. “Apabila pelaksanaan program ini didukung oleh seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah, kami yakin ke depannya seluruh rumah warga terutama yang berdomisili di wilayah Kota Denpasar dan Badung punya jamban,” ujarnya. Dengan demikian, kata Suara, kualitas hidup dan kesehatan yang lebih baik serta lingkungan yang bersih dan sehat dapat diwujudkan. “Pengerjaan jamban tersebut dilaksanakan personel Kodim 1611/Badung beserta jajarannya yang memiliki kemampuan khusus pertukangan,” tandasnya. (kmb36)
Bali Post/ist
BANTUAN - Plh. Pasiter Kodim 1611/Badung Kapten Inf. I Wayan Suara secara simbolis menyerahkan bantuan jamban kepada Ketut Mudalara (44), Kamis (8/8) kemarin.
3
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
CMYK
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Istana Mancawarna Serahkan Lampu Kristal ke Sejumlah Puri dan Banjar Adat
Shri Arya Wedakarna Diminta Terus Jadi Simbol Pemersatu Warih dan Wangsa Bali ISTANA Mancawarna Tampaksiring secara resmi menyerahkan sejumlah cihna dalem kepada sejumlah pihak serangkaian dengan peringatan Sugeng Wiyosan Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan ke-39 yang jatuh pada Agustus 2019. Setelah mengunjungi Jero Pengaji ring Payangan Banjar Pengaji Desa Melinggih Kelod Kecamatan Payangan, Gianyar, pihak Istana Mancawarna Tampaksiring mengundang Panglingsir Puri Gede Sibang Badung dan Klian Adat Banjar Tingkadbatu Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli dan Klian Adat Banjar Kawan Desa Mas Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar untuk menerima cihna berupa lampu kristal chandelier bergaya Eropa sebagai wujud dari kekerabatan dan kekeluargaan pihak Istana Mancawarna dan Puri Tegeh Kori kepada semeton. Demikian diungkapkan Kepala Rumah Tangga Istana Mancawarna Tampaksiring Jevon Sarmav. Ia menyatakan lampu kristal ini diharapkan menjadi tanda abadi hubungan kekerabatan yang dijalin Shri Arya Wedakarna. ‘’Dalam sejarah, biasanya para raja dan ratu di masa lalu mengadakan tradisi bermuhibah dan memberikan cenderamata kepada mereka yang dihormati. Pertukaran cenderamata antaristana, keraton dan puri adalah hal yang biasa. Kita berharap ini bertahan ratusan tahun. Dalam agama Hindu, lambang penerangan bermakna seperti Deepa (Cahaya) yakni pertanda rezeki, kemakmuran, kekayaan sebagai manisfetasi Dewi Laksmi. Semoga dengan dihiasinya puri dan balai banjar dengan cihna dari Shri Arya Wedakarna, memberikan teladan kepada generasi muda milenia,’’ kata Jevon. Hal senada juga diungkapkan Dewa Rai Budiarsa dari Jero Pengaji Payangan Banjar Pengaji Desa Melinggih Kelod Kecamatan Payangan, Gianyar, yang menyatakan selama ini sosok Shri Arya Wedakarna telah banyak menginspirasi kaum muda Bali. ‘’Sebagai senior, dan juga melanjutkan persahabatan leluhur kami yang sama-sama tokoh PNI, Jero Pengaji ikut angayubagia atas suksesnya perjuangan adinda
ISTANA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS II bersama Panglingsir Puri Gede Sibang, Klian Adat Banjar Kawan Ubud, Klian Adat Tingkadbatu Tembuku (atas) dan Panglingsir Jero Pengaji Payangan, Gianyar. Wedakarna dalam Pemilu 2019 dengan suara mutlak tertinggi 742.781. Ini modal baik untuk menjadi pemimpin Bali. Masyarakat di Payangan ikut bangga dengan sosok pemimpin seperti beliau,’’ ungkap Dewa Rai Budiasa, sesepuh Golkar Bali ini. Sementara itu, I Gusti Agung Gede Narmada Abady (Panglingsir Puri Gede Sibang, Abiansemal, Badung) menyatakan Shri Arya Wedakarna adalah sosok langka di Bali, khususnya tentang keberaniannya dalam nindihin jagat Bali. ‘’Saat jelang pemilu beliau (AWK) hadir di Puri Gede Sibang, dan mendapatkan restu dari kami. Beliau sosok anak muda yang humble, dan jadi teladan. Pantas beliau menang mutlak di Pemilu 2019 lalu. Kami doakan semoga perjuangan beliau menjaga ideologi Pancasila dan tanah air Bali diberkati para leluhur. Tiang ikut angayubagia,’’ ucap Agung Abady. Selain memberikan kepada puri, cihna juga diserahkan kepada kedua balai banjar yakni Balai Banjar Kawan Mas, Ubud, Gianyar, Balai
Banjar Tingkad Tembuku, Bangli yang mana sebelumnya Senator AWK sudah berkunjung ke balai adat tersebut. Dalam acara di Istana Mancawarna, harapan akan semakin bersatunya umat Hindu Bali terus digelorakan Shri Arya Wedakarna. ‘’Pemimpin itu dalam sastra Hindu akan meninggalkan legacy berupa pemikiran, ajaran dan perbuatan. Kami sebagai warih ingin generasi kami dikenang oleh sejarah. Tugas kami sebagai ksatria adalah pengayom. Semoga melalui tanda mata ini hubungan Istana Mancawarna dan puri serta banjar adat menjadi rekat. Jika umat Hindu kuat, maka lawan-lawan Bali akan kalah. Itu ide besar sebenarnya,’’ jelas Gusti Wedakarna. Sebelumnya pihak Wedakarna telah menyerahkan lampu kristal chandeliers ke sejumlah puri yakni Puri Agung Klungkung, Puri Serongga Gianyar, Puri Siangan Gianyar, Puri Kaba Kaba Gianyar, Puri di Marga Tabanan dan akan berlanjut ke seluruh puri di Bali. (ad251)
POM FIB Unud Lepas 83 Calon Wisudawan
Lulusan Terserap di Berbagai Instansi PERSATUAN Orangtua Mahasiswa (POM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menggelar upacara pelepasan calon wisudawan periode ke-132 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kamis (8/8) kemarin. Sebanyak 83 orang calon wisudawan yang terdiri 73 orang mahasiswa Program Sarjana (S-1), 4 orang mahasiswa Program Magister (S-2) Prodi Ilmu Linguistik dan 6 orang mahasiswa Program Doktor (S-3) dilepas Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. Para calon wisudawan akan diwisuda Rektor Unud di Auditorium Widya Sabha Unud, Sabtu (10/8) besok. Lulusan terbaik calon wisudawan periode ke-132 ini diraih Intan Peonnyta Oktaviani Putri, S.S. dari Prodi S-1 Sastra Indonesia dengan IPK 3.92 (cumlaude), Novita Mulyana, S.S., M.Hum. dari Prodi S-2 Ilmu Linguistik dengan IPK 4.00 (cumlaude), dan Dr. Gede Astawa, S.Pd., M.Hum. dari Prodi S-3 Ilmu Linguistik dengan IPK 3.88 (cumlaude). Jumlah alumni FIB Unud sampai saat ini sebanyak 9.892 orang. Dekan FIB Unud Prof. Sutjiati Beratha mengatakan meskipun alumni FIB Unud telah terserap di berbagai instansi, baik negeri maupun swasta, pihaknya berharap para calon wisudawan agar terus berkontribusi untuk meningkatkan martabat bangsa melalui keunggulan daya saing dan kemampuan inovasinya. Apalagi, para calon wisudawan telah diberikan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang berkualitas yang menjadi salah satu target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
LEPAS - Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. didampingi para Wakil Dekan FIB Unud melepas calon wisudawan periode ke-132 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kamis (8/8) kemarin. Di samping juga dibekali kemampuan bekerja melalui mata kuliah big data, data analytics, entrepreneurship, dan lainnya yang kini tengah dikembangkan oleh universitas-universitas ternama di dunia dan telah dilakukan beberapa kampus di Tanah Air. Selain itu, untuk meningkatkan daya saing pendidikan tinggi, FIB Unud telah terakreditasi A (unggul). Daya saing para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa terus dikembangkan melalui peningkatan literasi pada data, teknologi, dan literasi pada manusia (human). ‘’Urusan kemanusiaan menjadi sangat penting dalam menghadapi kompleksitas era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Kemajuan teknologi menandakan majunya pendidikan dan ilmu pengetahuan yang tetap harus memartabatkan manusia dan kesejahteraan manusia dan bangsa Indonesia,’’ ujar Prof. Sutjiati Beratha. Pada kesempatan tersebut,
pihaknya mengajak seluruh civitas akademika FIB Unud beserta alumni saling bahu-membahu dengan niat tulus dan jiwa pengabdian yang tinggi untuk bersama-sama meningkatkan kualitas FIB Unud yang merupakan fakultas tertua di Unud ke depannya. Sebab, FIB Unud mempunyai tanggung jawab untuk mencetak lulusan yang berdaya saing di dunia kerja, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Di samping juga mampu menghasilkan SDM berkualitas yang berperan besar dalam perjalanan bangsa menuju bangsa yang mandiri, kuat, dan hebat. Apalagi, FIB Unud telah siap menampung dan memberi tambahan ilmu pengetahuan bagi alumni melalui program magister (S-2) dan doktor (S-3) agar lebih unggul, mandiri dan profesional di dunia kerja dengan keahlian masing-masing yang tetap berlandaskan etika budaya. (ad253)
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
Unhi Denpasar Resmikan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali & Nusa Tenggara dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di kampus setempat, Kamis (8/8) kemarin. Peresmian dirangkai dengan seminar pasar modal di Auditorium Unhi Denpasar. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Ni Luh Putu Candrawati dari OJK Regional VIII Bali & Nusa Tenggara, Agus Andiyasa, S.E., M.M. selaku Kepala BEI Perwakilan Bali, dan Branch Manager Phillip Sekuritas Indonesia, Bali Cahaya Paramananda. Dibuka Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T., seminar ini dihadiri anggota Komisi XI DPR-RI Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes., Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional VIII Bali & Nusa Tenggara Rochman Pamungkas, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia Laksono W. Widodo, Sekretaris Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Kol. (Purn) Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H. serta seluruh civitas akademika Unhi Denpasar. Wakil Rektor Wayan Muka mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan PT Bursa Efek Indonesia dengan diresmikannya Galeri Investasi BEI di Unhi Denpasar. Sebab, dari 4.300 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia baru membuka Galeri Investasi BEI Kampus di 406. Unhi Denpasar menjadi kampus ke-407 dibukanya galeri tersebut. ‘’Ini menjadi suatu kebanggaan buat kami di Unhi Denpasar. Sebab, mendapat kepercayaan ini tidaklah mudah. Selain persiapan SDM, juga perlu kesiapan sarana dan
POTONG PITA - Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. (2 dari kiri) bersama Ketua Galeri Investasi BEI Unhi Denpasar Putu Nuniek Hutnaleontina, S.E., M.Si. memotong pita tanda diresmikannya Galeri Investasi BEI Unhi Denpasar, Kamis (8/8) kemarin. prasarana, serta persyaratanpersyaratan khusus dan sinergisitas,’’ ujar Wayan Muka. Wayan Muka mengatakan tujuan dibukanya galeri ini untuk memberikan pemahaman bagaimana cara bergelut di investasi pasar modal. Sebab, yang dibutuhkan dalam berinvestasi tidak hanya kemampuan akademiknya dan material, tetapi semangat dan keberanian untuk mencoba. Meskipun di dalamnya terdapat unsur kegagalan. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk memberikan peluang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuannya di bidang investasi. Apalagi mahasiswa Unhi Denpasar telah diberikan skill entrepreneur melalui inkubator bisnis (inbis), sehingga mereka bisa menjadi wirausaha. Bahkan setelah lulus mereka mampu menciptakan lapangan peker-
jaan bagi orang lain. Sehingga lulusan Unhi Denpasar tidak hanya hebat di bidang akademik, tetapi hebat dalam bidang wirausaha. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia Laksono W. Widodo berharap dengan dibukanya galeri, mahasiswa Unhi Denpasar dapat melakukan praktik secara langsung mengenai proses jual-beli saham di BEI. Apalagi, Galeri Investasi BEI Unhi Denpasar merupakan ke-22 yang diresmikan di tahun 2019, Galeri Investasi Kampus ke-18 yang diresmikan tahun 2019, dan Galeri Investasi BEI ke-440, serta Galeri Investasi Kampus ke-407 yang diresmikan sejak awal oleh PT Bursa Efek Indonesia. Sedangkan untuk di Bali, Unhi Denpasar menjadi kampus ke-11 diresmikannya Galeri Investasi BEI. (ad250)
PMI Badung Silaturahmi ke Para Veteran di Sobangan
PALANG Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung menggelar silaturahmi dan pemeriksaan kesehatan para veteran di Sobangan, Badung, Kamis (8/8) kemarin. Silaturahmi yang digelar di rumah Nyoman Sasih tersebut dihadiri Ketua Umum PMI Badung Kompyang R. Swandika, Nyoman Wijaya, Wayan Kamia, Tjok Gst Agung, Wayan Wardika, perwakilan Kecamatan Mengwi, Perbekel Sobangan, sejumlah veteran dan lainnya. Menurut Ketua Umum PMI Badung Kompyang Swandika, silaturahmi ini merupakan salah satu bentuk penghormatan, penghargaan pada para veteran. Dalam silaturahmi ini dilakukan juga pemeriksaan kesehatan dan pemberian sembako. Sobangan sendiri diketahui sebagai basis perjuangan di Badung dalam mempertahankan kemerdekaan. Jadi, banyak veteran ada di desa ini. Banyak pemikiran dan saran dari para veteran yang menjadi inspirasi untuk generasi penerus. Untuk pemeriksaan kesehatan, Kompyang Swandika menerangkan bahwa pemeriksaan dilakukan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Badung. Di mana difokuskan pada pemeriksaan tensi. Itu dikarenakan di usia tersebut para veteran rentan akan tensi rendah. Sehingga dengan diketahui kondisi tensinya, pihak PMI Badung membantu dengan beberapa obat-obatan. ‘’Rata-rata karena sudah lansia tentu mungkin tensinya rendah. Untuk itu kita membantu dengan vitamin dan obat-obatan lainnya. Harapan kita setelah ini ada pengobatan lanjutan, kemudian beliau-beliau ini tetap sehat, bugar dan panjang umur. Dan bisa terus memberikan keteladanan, nasihat dan bimbingan kepada kita semua untuk melaksanakan
SILAHTURAHMI - Ketua Umum PMI Badung Kompyang R. Swandika bersama jajaran silaturahmi ke para veteran di Desa Sobangan, Badung, Kamis (8/8) kemarin. tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat,’’ harap Kompyang Swandika. Ditambahkan, silaturahmi ini merupakan kegiatan rutin PMI Badung yang juga dalam rangka menyambut HUT Provinsi Bali dan HUT RI. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan untuk membantu veteran yang ada di Badung. Dan kegiatan ini didukung, difasilitasi oleh Pemkab Badung beserta seluruh jajarannya. Dengan adanya kunjungan PMI Badung, veteran Nyoman Sasih mengucapkan rasa terima kasih karena adanya perhatian dari pemerintah baik berupa materi maupun nonmateri. Walaupun, Nyoman Sasih mengakui kalau para veteran juga telah mendapatkan santunan dari pemerintah pusat. ‘’Dari PMI pemerintah daerah, kami sangat berterima kasih atas kunjungan beliau dan perhatiannya terhadap kami-kami veteran yang sudah
renta seperti kami-kami ini,’’ ucap Nyoman Sasih. Senada dengan keterangan Nyoman Sasih, Perbekel Desa Sobangan I Ketut Tirtayasa mengucapkan rasa terima kasih atas perhatiannya pada warga Desa Sobangan, khususnya para veteran. Desa sobangan merupakan basis dari para pejuang kemerdekaan. Di desa ini sekarang tercatat ada sekitar 168 orang veteran. Bagaimanapun Sobangan merupakan basis perjuangan, sehingga hampir semua warga desa turut dalam perjuangan. Bahkan pada masa penjajahan Belanda, seluruh warga desa sempat dihukum karena tindakan melindungi pejuang. ‘’Intinya kami selaku warga Desa Sobangan mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian PMI, juga Pemerintah Kabupaten Badung, dan Bapak Bupati khususnya Bapak Nyoman Giri Prasta,’’ tutup Tirtayasa. (ad252)
Mengenal Penyakit Refluks Gastroesofageal PENYAKIT refluks gastroesofageal/gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu kondisi naiknya asam lambung kembali ke kerongkongan (esofagus). Pada pencernaan normal, makanan dari mulut akan melalui kerongkongan yang berbentuk seperti tabung untuk masuk ke lambung. Pada bagian bawah dari kerongkongan terdapat suatu katup sebagai pemisah kerongkongan dengan lambung. Katup ini akan terbuka ketika makanan akan masuk ke lambung dan menutup kembali setelahnya untuk mencegah asam lambung naik ke atas. GERD terjadi ketika katup di kerongkongan tersebut me-
lemah sehingga tetap terbuka meskipun tidak sedang makan. Akibatnya asam lambung dapat naik dan mengiritasi kerongkongan sehingga timbul rasa seperti terbakar (heartburn) di dada dan kerongkongan. Sebenarnya, naiknya asam lambung merupakan hal yang normal terjadi pada banyak orang, terutama setelah makan, namun kondisi ini dapat berubah menjadi GERD jika sering terjadi. Seseorang dikatakan memilki GERD jika keluhan dialami setidaknya dua kali dalam seminggu. Beberapa gejala yang sering muncul adalah rasa terbakar pada dada yang biasanya muncul setelah makan dan memberat saat malam hari,
nyeri dada, rasa seperti ada makanan yang menyangkut di kerongkongan, sulit menelan, timbul rasa asam atau pahit di mulut, dan adanya makanan atau cairan yang terasa asam naik ke mulut. Gejala lain yang dapat dialami adalah sering bersendawa, sakit tenggorokan, dan batuk kering lama. Keadaan ini biasanya memburuk dengan berbaring atau membungkuk. GERD dapat dialami oleh siapa saja, namun risiko untuk mengalaminya cenderung lebih tinggi pada kondisi sebagai berikut, obesitas, hamil, perokok, kelainan jaringan ikat pada tubuh (skleroderma), dan gangguan pengosongan lambung.
Beberapa hal juga dapat memperburuk keluhan seperti makan dalam jumlah banyak sekaligus, jarak waktu makan dengan tidur yang terlalu dekat, makan makanan berlemak, minum alkohol atau kopi, dan mengonsumsi beberapa jenis obat tertentu seperti aspirin. Pengobatan untuk GERD sendiri dapat diawali dengan perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan, tidak langsung berbaring setelah makan (beri jeda 2-3 jam setelah makan), meninggikan posisi kepala saat tidur dengan bantal yang ditumpuk, berhenti merokok, makan secara perlahan, dan hindari makanan atau minuman yang memicu GERD.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Jika dengan perubahan gaya hidup keluhan masih sering dirasakan maka diperlukan obat untuk menetralkan atau menurunkan asam lambung. Jenis obat bebas untuk menetralkan asam lambung yang paling umum dan dapat dibeli sendiri adalah antasida. Sedangkan untuk obat lain sebaiknya dikonsumsi atas petunjuk dokter. Jika gejala terus memberat meskipun telah meminum obat-obatan maka umumnya dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan untuk menentukan penyebab pasti dari keluhan. ldr. Christina Permata Shalim
DAERAH
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
Pembunuh SPG Diburu ke Luar Bali Denpasar (Bali Post) Perburuan pembunuh sales promotion girl (SPG) kendaraan Ni Putu Yuniawati (39) sedang dilakukan Tim Resmob Polresta Denpasar. Polisi telah mengantongi ciri-ciri pelaku dan saat ini sedang diburu ke luar Bali. ‘’Masih (pelaku - red) dikejar. Mohon doanya supaya pelaku cepat ditangkap. Mudah-mudahan secepatnya terungkap,’’ kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Kamis (8/8) kemarin. Terkait diamankannya mobil Suzuki Ertiga, menurut Kompol Arta, itu milik keluarga korban. Mantan Kapolsek Kuta Utara ini enggan menjelaskan lebih detail. Apakah korban sudah diautopsi? ‘’Masih menunggu,’’ tegasnya. Sementara sumber di lapangan menjelaskan, kuat dugaan, identitas pelaku sudah dikantongi polisi. Pasalnya Tim Resmob Polresta sedang melakukan pengejaran ke luar Bali. ‘’Informasi perkembangan terakhir seperti itu,’’ tegas sumber yang namanya tak mau dikorankan. Sementara itu, Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono, Rabu (7/8) lalu menegaskan jika SPG itu merupakan korban pembunuhan. ‘’Ya, korban pembunuhan. Untuk luka atau penyebab kematiannya, kami masih menunggu hasil autopsi,’’ ungkapnya. Terkait kasus ini, mantan Koorsepripim Polda Bali ini menyatakan penyidik telah memeriksa lima saksi. Saksi tersebut dari keluarga korban dan karyawan penginapan. ‘’Anggota kami sedang bekerja menyelidiki kasus ini. Kami mohon doanya supaya cepat terungkap. Kami berharap pelakunya lebih baik menyerahkan diri,’’ tegasnya. Sebelumnya, di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwa Utara, Padangsambian
Bali Post/dok
Kompol I Wayan Arta Ariawan
Kaja, Denpasar Barat, dihebohkan penemuan mayat di kamar nomor 8, Senin (5/8) pukul 21.30 Wita. Mayat tersebut tak lain Ni Putu Yuniawati (39). Diduga Yuniawati dibunuh karena dari mulutnya keluar darah segar dan dibekap handuk. Sekitar pukul 18.00 Wita, korban tiba di TKP bersama laki-laki berusia sekitar 40 tahun, perawakan kurus, pakai sandal, baju kaos abu-abu, celana kain abu-abu, lengan kanan penuh tato dan mengendarai mobil. (kmb36)
Tak Hanya Kunjungan ’’Spending’’ Wisman Juga Turun
Denpasar (Bali Post) Tidak hanya penurunan jumlah kunjungan, pariwisata Bali juga menghadapi tantangan turunnya spending rata-rata wisatawan mancanegara. Berdasarkan hasil survei perilaku wisman yang dilakukan Bank Indonesia (BI), diperoleh hasil spending rata-rata wisman mengalami penurunan, dari Rp 13,47 juta di tahun 2016, menjadi Rp 12,45 juta per orang per kunjungan. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali Trisno Nugroho memaparkan data ini sejalan dengan data dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, rata-rata spending wisman menurun dari USD 143,45 pada 2016 menjadi USD 118,98 per orang per hari. Penurunan spending ini tentunya akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Bali secara keseluruhan. Kondisi ini akan diperparah jika tidak ada penambahan kapasitas pintu masuk Bali yaitu di Bandara Ngurah Rai. Keterbatasan
Trisno Nugroho
Bali Post/may
kapasitas optimum Bandara Ngurah Rai akan terjadi pada 2026 bila tidak dilakukan upaya pengembangan dan peningkatan kapasitas. ‘’Padahal hampir 95 persen kunjungan wisatawan, khususnya wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Kondisi ini tentunya menjadi tantangan pariwisata Bali dari sisi akses,’’ ungkapnya. Mengatasi tantangan itu, ia mengusulkan agar Bali juga menggarap pariwisata minat khusus seperti MICE, sport tourism, retired tourism, dan medical tourism. Selain itu, zonasi destinasi wisata salah satu kebijakan yang patut dilaksanakan dengan mendorong pemerataan pariwisata pada seluruh kabupaten/kota di Bali. ‘’Tentunya sesuai dengan karakter dan keunggulan dari masing-masing daerah dan dalam satu-kesatuan koordinasi di tingkat provinsi, one island one management,’’ ungkapnya. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong optimalisasi pengembangan dan penataan pariwisata Bali. Pada akhirnya kesinambungan pertumbuhan ekonomi akan terjadi. Kebijakan ini diharapkan juga dapat mengurangi ekses dari over tourism yaitu kemacetan dan sampah yang dikeluhkan selama ini oleh para wisman. Pengembangan pasar-pasar potensial wisman secara selektif juga perlu untuk dilakukan melalui upaya promosi secara efektif dan efisien. Beberapa negara potensial wisman antara lain Eropa Tengah, Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. Sementara di internal Bali sendiri mengalami masalah over supply kamar. Over supply kamar ini juga memengaruhi kondisi sektor properti di Bali. Sedangkan di sisi lain, investasi masih tetap dibutuhkan Bali. Maka dengan konsep one island one management, ia berharap gubernur dan bupati perlu bersinergi untuk menentukan kebutuhan di mana perlunya dibangun pariwisata. Karena Bali tidak hanya ada Denpasar dan Badung, tetapi ada tujuh kabupaten lainnya, sehingga pembangunan Bali tidak hanya terkonsentrasi pada dua atau tiga kabupaten. Bisa ke tempat lain yang juga bagus untuk dikembangkan. (kmb42)
Hari Ini, Motor Teranyar Honda ADV150 Hadir di Pulau Dewata SETELAH resmi diperkenalkan PT Astra Honda Motor (AHM) pada Juli lalu, kini produk teranyar Honda ADV150 hadir menyapa masyarakat Bali. Kehadiran skutik penjelajah jalanan yang canggih ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya wilayah Bali yang memiliki aktivitas tinggi dalam melintasi berbagai kondisi jalan raya. Mengambil lokasi di Mall Bali Galeria, selama tiga hari mulai 8-10 Agustus 2019, Astra Motor Bali sebagai main dealer sepeda motor Honda wilayah Bali menggelar exhibition Honda ADV150 yang dapat dinikmati konsumen dan berbagai program menarik yang ditawarkan saat pembelian on the spot. Selain itu, konsumen juga dapat merasakan performa responsif Honda ADV150 di lokasi parkir Mall Bali Galeria yang telah tersedia di booth Riding Test. Berbagai hiburan akan mewarnai kehadiran produk teranyar Honda ini di antaranya band competition, dance competition, games seru, fotography contest, dan juga akan kedatangan Yudist Ardhana, youtuber yang sedang digandrungi anak muda, untuk saling sharing berbagai hal tentang media sosial dan youtube. Tidak ketinggalan komunitas Honda pun akan turut meramaikan kehadiran Honda ADV150. Dan puncak acara tidak tanggung-tanggung artis nasional Andra and The Back
Bone akan menghiasi kemeriahan hadirnya Honda ADV150. Hadir dengan desain bodi yang futuristik dan manly, Honda ADV150 sesuai dengan karakter pengendara yang aktif. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP (enhanced Smart Power) yang menyuguhkan performa responsif untuk penggunaan harian maupun beraktivitas dengan menyenangkan dalam mengeksplorasi pengalaman baru setiap saat. Berbagai fitur canggih yang disematkan pun menjadikan Honda ADV150 sebagai partner berkendara terbaik dalam penyaluran hobi dan aktualisasi diri di jalan raya. Honda ADV150 dipasarkan dengan dua tipe, ABS-ISS dan CBS-ISS dengan total 6 varian warna yang futuristik dan manly. Tipe ABS-ISS dipasarkan Rp 38.050.000 (On The Road Bali) ini tersedia dalam dua
warna yakni Advance Red dan Advance White. Sementara itu tipe CBS-ISS yang dipasarkan seharga Rp 35.250.000 (On The Road Bali) mendapat empat pilihan warna yakni Tough Matte Brown, Tough Silver, Tough Matte Black, dan Tough Red. ‘’Dengan hadirnya Honda ADV150 dapat menjawab penasaran konsumen yang menginginkan sepeda motor dengan tampilan futuristik dan manly. Kami optimis produk teranyar Honda ini akan diterima masyarakat Bali dan dapat menjadi kebanggaan dalam berkendara, baik melalui desain yang tampil beda mengadopsi gaya motor besar, penyematan fitur-fitur canggih, kenyamanan berkendara saat melibas jalanan maupun performa responsif mesin eSP,’’ ungkap Wahyudi Saputra selaku Region Head Astra Motor Bali. (bns1)
5
Wakil Rakyat ’’Sejuta Traktor’’ Gelontorkan Bantuan Alsintan Rp 700 Juta
Rangsang Generasi Milenial Geluti Sektor Pertanian
ANGGOTA Komisi IV DPRRI dari PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. yang dijuluki sebagai Bapak Pertanian di Bali ini, kembali menggelontorkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp 700 juta. Sebelumnya, ia juga memperjuangkan bantuan Program UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) dan Bank Pesona senilai Rp 550 juta yang diserahkan secara simbolis di UPPO Kelompok Tani Ternak Sarwa Nadi Mandiri, Banjar Kebayan, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan, Senin (5/8). Berkat kerja keras anggota dewan yang juga dikenal sebagai wakil rakyat ‘’sejuta traktor’’ ini, bantuan alsintan bisa diserahkan secara simbolis di Desa Bongan, Tabanan, Selasa (6/8) untuk 29 kelompok tani di Kabupaten Tabanan, berupa 10 unit power threser (Rp 160 juta), 8 unit power threser multiguna (Rp 160 juta), 10 unit corn shener (Rp 240 juta), 1 unit combine harvester (Rp 140 juta), 1 unit SP3T (Rp 140 juta), 1 unit RMU (Rp 140 juta) dan 1 unit vertical driyer jagung (Rp 140 juta). Kehadiran anggota Badan Anggaran (Bangar) MPR-RI ini disambut Kadis Pertanian Tabanan, Perbekel Desa Bongan, Ketua Forum Perbekel se-Kecamatan Tabanan bersama kelompok tani penerima
bantuan. Saat bertatap muka, Pengelolaan Unit Usaha Penggilingan Subak Bengkel Pande Putu Widya Paramarta mengaku kagum dengan perhatian Made Urip yang sudah sangat banyak program dan bantuan yang turun dan diterima petani. Program bantuan ini sudah berjalan sangat baik selama ini, seperti usaha penggilingan gabahnya yang sudah bisa memberikan harga lebih mahal, bahkan melebihi harga pasar. ‘’Bantuan ini kami rasakan sangat memberikan semangat, karena bisa membantu para petani meningkatkan produktivitasnya,’’ katanya seraya ditambahkan Pekaseh Pengembungan I Made Muliana yang mengungkapkan para petani mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Made Urip. ‘’Diharapkan ke depan Pak Urip bisa terus meningkatkan bantuan di sektor pertanian untuk menggugah generasi penerus pertanian. Kita minta bantuan ini terus dilanjutkan,’’ imbuhnya. Hal senada diungkapkan Pekaseh Timan Agung I Nyoman Warta yang mengakui sepak terjang perjuangan Made Urip tidak perlu diragukan lagi. ‘’Kita selama ini terus diberikan bantuan oleh Pak Made Urip. Nilainya sudah bermiliaran diturunkan Pak Made Urip. Kita ucapkan suksma,’’ tan-
BANTUAN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. yang dijuluki sebagai Bapak Pertanian di Bali saat memberi makan sapi bantuan Program UPPO Kelompok Tani Ternak Sarwa Nadi Mandiri, Banjar Kebayan, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan.
ALSINTAN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. saat menggelontorkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai total Rp 700 juta di Kabupaten Tabanan. dasnya. Pada kesempatan itu, Kadis Pertanian Tabanan I Nyoman Mudana juga menegaskan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Made Urip ini sangat menarik bagi para petani, terutama generasi muda agar terangsang menggeluti sektor pertanian. Bantuan APBN yang difasilitasinya ini juga sangat banyak dibantu dan disalurkan, khususnya ke Kabupaten Tabanan. ‘’Sangat luar biasa perhatian Pak Urip, khususnya di Kabupaten Tabanan,’’ harapnya. Di sisi lain, Made Urip menyampaikan bantuan alsintan dari APBN tahun 2019 kali ini untuk merangsang generasi muda milenial menggeluti pertanian, khususnya di Tabanan. Apalagi selama ini, berkat dukungan para petani, kontrak Made Urip diperpanjang memasuki periode kelima di DPR-RI, sehingga memperoleh suara terbesar di Bali. Bahkan tujuh suara terbesar secara nasional. ‘’Namun untuk tahun 2019, hanya bisa segitu bantuan yang diperjuangkan, karena adanya penurunan alokasi anggaran di tingkat pusat, seperti jumlah traktor menurun tahun ini. Tapi jika setelah APBN 2020 anggaran kembali normal. Misalnya untuk bantuan KWT, program UPPO dan lainnya,’’ papar Ketua DPP PDI Perjuangan dua periode ini. Termasuk memperjuangkan
bantuan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Bali agar bisa meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga ke depan bisa menstimulus anak muda menekuni sektor pertanian dengan cara-cara bisnis dari hulu ke hilir. ‘’Misalnya dari menanam, termasuk panen sampai dipasarkan karena hasilnya itu sangat luar biasa. Bahkan gaji DPR saja kalah hasilnya,’’ sentilnya, sembari berharap ke depan pertanian di Bali ini harus lebih maju dengan penguatan SDM yang menjadi tugas pemerintah, termasuk PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Pertanian yang menjadi tantangan karena jumlahnya terus menyusut. ‘’Jalannya seperti keong penambahan jumlah PPL kita. Karena itu, sinergitas ini juga harus terus dibangun, karena tidak bisa mengandalkan APBD saja, seperti akses bantuan modal. Mudahmudahan bantuan berupa alsintan seperti ini bisa dimamfaatkan dengan baik. Karena sebelumnya, bantuan traktor agak besar sehingga susah dimanfaatkan. Tapi sekarang sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan bisa digunakan dengan baik. Ke dapan akan lebih banyak bantuan APBN yang akan kita perjuangkan termasuk subsidi pupuk, subsidi benih, bantuan irigasi dan lainnya,’’ tutup Made Urip. (ad249)
OPINI
6 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memudahkan Akses Dunia Pendidikan DUNIA pendidikan setiap awal tahun menjadi perhatian publik. Bukan karena prestasi dan mutu pendidikannya yang diperdebatkan. Publik justru memperdebatkan akses untuk bisa diterima di sekolah. Fakta ini memang sulit dicarikan solusi ketika kemelut mengakses dunia pendidikan sedang panas. Kini ketika situasi sudah landai dan waktu untuk mengatasi masalah lebih banyak, ada baiknya para pihak melakukan dialog. Mendesain sebuah sistem mengakses dunia pendidikan yang berpihak kepada kepentingan anak dan orangtua siswa sangatlah mendesak untuk dilakukan. Jangan lagi membuang waktu dengan berbagai alasan. Sistem penerimaan siswa baru, mungkin satu hal mendesak dan harus segera dirumuskan lebih awal. Sistem baku yang memberikan hak dan kewenangan insan pendidikan secara lebih terbuka tampaknya juga perlu dikaji dan dipertimbangkan. Mungkin juga otonomi sekolah bisa dipertimbangkan untuk menentukan pola dan model perekrutannya. Saat ini memang kita merasa tak ada kepentingan mendesak untuk membicarakan sistem zonasi karena proses pembelajaran sudah dimulai. Tetapi ketika kita melihat dampak zonasi bagi siswa dan orangtua siswa, maka tanggung jawab moral harus dibangun. Pemerintah harus bertangung jawab terhadap keresahan publik yang ditimbulkan oleh sistem ini. Sepanjang waktu itu terbuka dan ada, ada baiknya kita mulai mengingat kembali betapa ribetnya penerimaan siswa baru pada awal tahun ajaran 2019-2020. Kita tentu tak ingin terjebak lagi pada situasi semacam itu. Maka ada baiknya segeralah menata diri saat situasi aman dan nyaman untuk memikirkan solusi atas dampak zonasi sistem pendidikan. Mungkin juga menyiapkan infrastruktur pendidikan bisa dirancang lebih awal. Ini agar kita tak bicara keperluan gedung, bangku dan tenaga pendidik saat masalah itu ada di hadapan kita. Saat ini sudah dapat kita petakan berapa kebutuhan ruang kelas, daya tampung, dan potensi anak tak tertampung tahun depan. Dengan estimasi itu, kita harus bergerak menyiapkan solusi dan antisipasinya. Jika ini dilakukan lebih awal, maka potensi keresahan bisa dipetakan sejak dini dan bisa dicarikan jalan keluarnya. Cerdas merancang sistem yang berpihak pada kepentingan anak didik adalah sebuah kewajiban bagi para pihak yang terlibat di dalamnya. Pemerintah harus mampu meyakinkan anak didik bahwa fasilitas pendidikan ke depan bisa mereka akses dengan cara-cara yang terukur dan transparan. Kita jangan selalu menjadikan pendidikan nasional ajang uji coba. Sedikit-sedikit hasil studi banding di luar negeri sudah dijadikan acuan untuk mengubah sistem. Ada baiknya kita merumuskan sistem sesuai situasi dan kondisi kita di negeri ini. Cara-cara yang lebih riil dan sejalan dengan kondisi kita dalam merumuskan aturan tentu akan lebih diterima di masyarakat. Jangan melakukan perombakan sistem tanpa melihat daya dukung dan infrastruktur yang ada. Semua hendaknya didasari studi lapangan dan kepekaan menyerap aspirasi publik. Kita jangan sampai memaksakan ambisi dan target dalam merumuskan sistem dalam dunia pendidikan. Semua harus bergerak secara terencana dan masalahnya tetap harus diurai dengan solusi yang berpihak kepada persamaan hak mendapatkan pendidikan yang layak. Inilah yang harus diperhatikan bersama. Selama ini, sistem dan perubahannya kurang diinformasikan. Kalaupun informasi itu ada, waktunya sangat mepet dengan pelaksanaannya. Jadi, budaya komunikasi dalam mengelola dunia pendidikan juga sangat diperlukan. Informasi dan komunikasi hendaknya juga menjadi bagian dalam merumuskan pola baru dalam mengatasi dampak zonasi pendidikan.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menjaga Kualitas Udara Bali Kualiatas udara Jakarta kini sedang dimasalahkan banyak pihak. Kualitas udara yang buruk diyakini akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama dan kita harus punya strategi menjaga kualitas udara. Sebagai orang Bali, saya juga berharap kualitas udara yang sehat agar dipertahankan. Jangan sampai gara-gara tingginya volume kendaraan di Bali kualitas udara Bali menjadi taruhannya. Mobil-mobil pariwisata juga harus dipastikan polusinya di bawah ambang batas. Di jalur-jalur padat mobil hendaknya dipasangi monitor kualitas udara. Saya berharap gerakan menjaga kualitas udara menjadi perhatian kita bersama. Produkproduk yang tak ramah lingkungan dan memiliki potensi menimbulkan polusi agar dibatasi. Petunjuk-petunjuk pengukuran kualitas udara di setiap sudut kota hendaknya juga dipasang. Kualitas udara yang buruk hendaknya segera ditanggulangi dengan penghijauan dan menjaga kawasan hulu. Taman kota hendaknya juga dibangkitkan kembali. Kita jangan abai terhadap lingkungan dan hanya fokus mengejar keuntungan finansial. Saya berharap gerakan Bali bersih yang kini digulirkan di Bali, mendapat apresiasi yang positif. Produk-produk inovatif ramah lingkungan hendaknya diberikan ruang. Termasuk produk inovatif tembakau yang belakangan banyak dibicarakan agar diberikan ruang. Produk-produk olahan tembakau yang ramah lingkungan merupakan salah satu solusi untuk tetap menjaga kualitas udara Bali tetap bersih. I Wayan Sumadiana Gianyar, Bali
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
Menjawab Tantangan Zonasi Pendidikan Hiruk-pikuk zonasi nampaknya sudah mulai surut. Meski demikian, masih ada kekecewaan di sana-sini terutama dari orangtua yang putra-putrinya tidak diterima di sekolah yang diinginkan. Dalam upaya mendorong pelaksanaan penerimaan peserta didik baru yang nondiskriminatif, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan, sejak tahun 2017, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan sistem zonasi dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Zonasi pendidikan ini dimaksudkan untuk mempercepat pemerataan akses dan kualitas pendidikan nasional, di mana anak-anak pintar diharapkan tidak hanya menumpuk di sekolah-sekolah unggulan, melainkan tersebar di berbagai sekolah sehingga semua sekolah dapat bersaing dengan sekolah unggulan.
Oleh Ganes Deatama Musyafi’ elalui kebijakan ini, tampaknya pemerintah ingin mengubah paradigma tentang sekolah favorit yang sudah lama dianut oleh masyarakat Indonesia, sehingga hanya beberapa sekolah yang dianggap sebagai sekolah yang berkualitas. Seolah terjadi pembentukan “kasta” di antara sekolahsekolah yang memisahkan antara sekolah “uggulan” dan sekolah “buangan”. Peningkatan kualitas pendidikan demi terwujudnya kehidupan manusia Indonesia yang lebih berkualitas telah menjadi salah satu target pemerintah yang termaktub dalam Nawa Cita Presiden Joko Widodo sejak tahun 2016. Hal ini didukung pula dengan Permendikbud No.19 Tahun 2016 bahwa Program Indonesia Pintar mendukung pelaksanaan pendidikan menengah universal/rintisan wajib belajar dua belas tahun. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka harapan lama sekolah anak usia 7 tahun di Bali adalah 13,23 tahun. Artinya, secara ratarata anak di Bali usia 7 tahun yang masuk ke jenjang sekolah formal pada tahun 2018 memiliki peluang untuk dapat bersekolah selama 13,23 tahun atau setara dengan sekolah hingga jenjang Diploma 1. Jika harapan itu dapat terwujud di Bali, maka target pemerintah untuk mencapai wajib belajar 12 tahun tentunya dapat terwujud.
Berdasarkan data Susenas 2018, penduduk Bali usia 25 tahun ke atas rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,65 tahun atau hampir menamatkan sekolah kelas IX (setara dengan kelas 3 SMP). Hal ini diketahui dari data rata-rata lama sekolah Provinsi Bali tahun 2018 yang berada pada angka 8,65 tahun. Untuk dapat mencapai lama sekolah yang diharapkan (bersekolah hingga jenjang Diploma 1), paling tidak diperlukan fasilitas sekolah SD, SMP, dan SMA yang memadai bagi anakanak usia sekolah, baik dari sisi jumlah infrastrukturnya maupun keterjangkauan jarak dan biaya. Penerapan sistem zonasi membatasi penerimaan jumlah siswa berprestasi dan lebih banyak kuota untuk jalur zona kawasan tempat tinggal hingga minimal 90 persen dari jumlah siswa yang diterima. Kuota zonasi 90 persen sudah termasuk peserta didik yang tidak mampu dan penyandang disabilitas pada sekolah yang menyelenggarakan layanan inklusif. Lalu, apakah infrastruktur yang ada sudah mampu untuk menjawab tantangan dari penerapan sistem zonasi pendidikan tersebut? Pada jenjang pendidikan SD sederajat, pendataan Potensi Desa (Podes) yang dilakukan oleh BPS pada tahun 2018 lalu mencatat bahwa terdapat 709 sekolah SD sederajat yang aktif di Provinsi Bali, sedangkan jumlah desa/kelurahan yang ada Bali adalah 716 desa/ kelurahan.
Artinya, sebagian besar desa/kelurahan di Bali telah memiliki sarana pendidikan SD sederajat, meski ada 7 desa/kelurahan yang belum memilikinya. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, data Podes 2018 mencatat ada 311 sekolah SMP yang masih aktif di Bali. Artinya lebih dari separuh (56,5 persen) dari total desa/kelurahan di Bali belum memiliki sarana pendidikan SMP di desa/kelurahannya sehingga lulusan SD di desadesa tersebut harus mencari sekolah SMP di desa lain jika ingin melanjutkan pendidikan. Secara rata-rata, mereka harus menempuh jarak sekitar 4,9 km menuju SMP terdekat. Jika dirasiokan antara jumlah sekolah SMP dengan jumlah desa/kelurahan, satu sekolah SMP digunakan untuk menampung anak didik di 2 desa/ kelurahan terdekat. Sedangkan pada jenjang SMA, data Podes 2018 mencatat bahwa terdapat 135 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan 124 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau satu sekolah SMA/SMK untuk 5 desa/kelurahan di Bali. Untuk jenjang SMP dan SMA, pada umumnya sekolah menumpuk terletak di pusat kecamatan maupun di desa-desa terdekat dari pusat kecamatan. Dengan adanya sistem zonasi, anak-anak yang tinggal di desa yang jauh dari pusat kecamatan, tentunya akan semakin sulit menjang-
kau sekolah karena kalah bersaing dengan anak-anak yang tinggal dekat dengan sekolah. Bagi mereka yang berprestasi mungkin masih ada peluang, meski kuota jalur prestasi juga hanya lima persen. Imbasnya, anak-anak yang tinggal jauh dari pusat kecamatan dan tidak dapat tertampung di sekolah negeri, hanya punya pilihan bersekolah di sekolah swasta yang notabene membutuhkan biaya lebih mahal dibandingkan biaya sekolah negeri. Hal ini tentunya semakin membebani orangtua murid, di samping biaya transportasi sekolah yang besar, bahkan biaya kos bagi mereka yang memilih untuk kos di dekat sekolah. Biaya sekolah yang semakin besar sedikit banyak memengaruhi keputusan orangtua murid di desa-desa yang jauh dari pusat kecamatan untuk menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang SMP bahkan SMA sederajat. Tidak dapat dimungkiri bahwa tingkat pendidikan orangtua dapat memengaruhi pola pengambilan keputusan dalam hal menyekolahkan anak. Data Susenas tahun 2018 menyebutkan bahwa 56,64 persen penduduk Bali berumur 15 tahun ke atas adalah mereka yang memiliki ijazah terakhir SMP ke bawah. Dapat dikatakan sebagian besar penduduk usia 15 tahun ke atas di Bali berlatar belakang pendidikan SMP ke bawah. Tentunya butuh waktu bagi masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sistem penerimaan peserta didik baru. Terutama bagi masyarakat perdesaan yang berlatar belakang pendidikan rendah, dikhawatirkan dapat mengurungkan niat untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi karena kurangnya pengetahuan akan perubahan sistem yang terjadi. Lebih lanjut, hal ini akan berpeluang meningkatkan jumlah angka putus sekolah, terutama di wilayah perdesaan. Berdasarkan data Susenas, pada tahun 2018 sebanyak 26,39 persen dari penduduk Bali usia 7-24 tahun tercatatat
tidak bersekolah lagi. Persentase penduduk usia 7-24 tahun yang tidak bersekolah lagi tertinggi ada di Kota Denpasar yakni sebesar 31,03 persen, disusul oleh Kabupaten Bangli (27,72 persen) dan Kabupaten Tabanan (27,57 persen). Penerapan sistem zonasi pendidikan dimaksudkan untuk mendekatkan siswa dengan lingkungan sekolah. Namun, agaknya dibutuhkan kajian yang lebih mendalam terkait ketersediaan infrastruktur sekolah mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat sampai ke pelosok negeri. Jika ingin mencapai rata-rata lama sekolah yang sesuai dengan lama sekolah yang diharapkan, yakni minimal hingga tingkat Diploma I, maka kiranya perlu dipertimbangkan untuk menambah jumlah infrastruktur sekolah dan memberikan subsidi biaya pendidikan SMA baik untuk sekolah negeri maupun swasta agar tidak ada lagi anak putus sekolah karena keberatan biaya ataupun karena rumahnya jauh dari sekolah. Terutama untuk desa-desa yang jauh dari pusat kecamatan dapat dipertimbangkan membangun sekolah baru mulai jenjang SD hingga SMA dengan fasilitas yang memadai, keberadaan tenaga pengajar yang cukup berkualitas, serta subsidi peralatan sekolah bagi mereka yang tidak mampu. Sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Undangundang No. 20 Tahun 2003 bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, dan mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat maka pemerataan jumlah dan kualitas infrastruktur pendidikan hingga ke seluruh pelosok negeri merupakan kebutuhan mutlak yang hendaknya disediakan oleh negara. Tak hanya harus dekat dengan siswa, pendidikan juga harus murah dan terbuka untuk semua. Penulis, statistisi di BPS Kabupaten Buleleng
Wartawan ’’Freelance’’, Siapakah Itu? BERKUALITAS tidaknya seseorang yang menamakan diri wartawan atau jurnalis, pada akhirnya ditentukan oleh produk yang dihasilkannya. Jadi, bukan lantaran di mana dia bekerja (pada media pusat atau media lokal), dan apakah yang bersangkutan menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atau bukan, pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) atau bukan. Tulisan-tulisan seorang freelance yang dimuat, itulah yang nantinya menjadi ukuran penilaian masyarakat. Jika kita memang mampu menulis, dalam arti tulisan kita “dibaca” oleh banyak orang, secara otomatis keberadaan kita di masyarakat literasi akan memperoleh pengakuan. Ungkapan singkat ini pernah terlontar dari seorang pakar komunikasi Drs. Tjipta Lesmana, M.A. (kini sudah profesor) dalam suatu seminar pers di Jakarta. Menurut dia (Tjipta), siapa saja yang mau mencoba menjadi wartawan freelance agar terus mengasah kemampuan, terus menulis, dan meningkatkan kualitas tulisannya. Ada baiknya bagi seorang freelance untuk tidak semata-mata menulis berita (straight news atau berita lempang). Cobalah menulis news analysis-nya atau yang lazim disebut berita opini (opinioted news). Wartawan tak perlu khawatir dengan pembatasanpembatasan bahwa fakta tak boleh dicampuradukkan dengan opini, sebagaimana yang tersirat dalam Kode Etik Jurnalistik. Dalam dunia kepenulisan (jurnalistik) pada zaman kekinian atau yang sering disebut zaman now, fakta bercampur aduk dengan opini memang tidak bisa dihindarkan. Hanya wartawan-wartawan di negara komunislah dalam menulis berita semata-mata bersandar pada fakta. Dan, info seperti ini, konon, terjadi sudah lama berlalu. Jangan-
Oleh Romi Sudhita jangan kini kondisinya sudah jauh berbeda. Dengan semakin banyak menulis berita opini, kecakapan menganalisis suatu objek garapan tentu saja semakin dipertajam. Pada saatnya nanti akan mampu menjadi pengulas atau pengamat bahkan menjadi seorang kolumnis. Antara freelancer dan kolumnis ibarat saudara kandung. Yang membedakan keduanya adalah tingkatan atau statusnya. Seorang kolumnis barang kali menikmati status lebih tinggi ketimbang seorang freelance. Tentu saja untuk bisa sampai ke situ, penulis atau wartawan harus terus-menerus meningkatkan kecakapan intelektualitasnya, antara lain lewat belajar secara autodidak (self study) seperti yang pernah dilakoni oleh Harmoko yang mantan Menteri Penerangan, dan Adam Malik sang pendiri Kantor Berita Antara. Oleh karena itu, wartawan mutlak harus banyak mendengar, membaca, dan mencatat, lebihlebih si wartawan freelance. Banyak Membaca Tentang perlunya wartawan banyak membaca, pernah disitir oleh seorang guru besar, Prof. Dr. Sumarsono, dalam makalah yang disajikan pada sebuah seminar dengan topik bahasan “Jurnalistik Sekolah’’, puluhan tahun silam. Memang harus diakui, bahwa wartawan (tidak semua) kurang mampu membeli buku. Namun, kenyataan ini tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak meningkatkan kecakapan intelektualnya serta menambah wawasannya. Kalau toh si wartawan merasa ada hambatan di dalam menjalankan tugasnya, mungkin saja hambatan itu terletak pada penguasaan bahasa as-
ing terutama bahasa Inggris secara aktif. Yang penting, masalah itu jangan dibiarkan tapi harus dicarikan solusi berupa strategi dan teknik agar yang bersangkutan tidak didera terus dengan masalah tersebut. Peluang karier bagi wartawan freelance tidaklah kecil dan bagi mereka itu tidak semestinya malu menyandang predikat kekurangmampuan berbahasa asing secara aktif. Selama ini kan ada pepatah “banyak jalan menuju Roma’’. Pihak organisasi wartawan semisal PWI sudah saatnya memberikan pengakuan tentang eksistensi wartawan freelance, atau mungkin sudah seperti yang diharapkan (?). Kata sang pakar komunikasi-terapan, Tjipta Lesmana, seorang wartawan freelance bisa saja menjadi anggota PWI asalkan yang bersangkutan mendapat dua rekomendasi dari media yang berbeda di mana ia biasa menulis. Dengan demikian, apa yang dipertanyakan pada judul tulisan ini sudah terjawab sebagaimana yang diungkapkan oleh Tjipta Lesmana. Namun, sekali lagi, letak “kehebatan” seorang wartawan freelance bukan pada persyaratan formal seperti itu melainkan pada jati diri bahwa yang bersangkutan cerdik cendekia, memiliki banyak kesanggupan mendengar, membaca, dan mencatat tentang sesuatu yang hendak dijadikan bahan tulisan. Ada kalanya yang merusak citra wartawan Indonesia bukanlah wartawan freelance itu sendiri melainkan mereka yang mengaku-ngaku wartawan dan bernaung pada organisasi wartawan tertentu akan tetapi sejatinya ia itu adalah wartawan gadungan alias wartawan muntaber
(muncul tanpa berita). Yang demikian itu motivasinya sudah pasti yaitu mengincar sesuatu (duit dan/atau fasilitas tertentu) dengan cara main gertak dan main todong. Apakah wartawan tetap ada yang berlaku curang atau mungkin menyalahgunakan profesinya? Jawabannya tentu saja ada. Siapa mereka? Penulis pernah beberapa kali membaca di koran tentang wartawan yang suka nyambi memanfaatkan profesinya, misalnya dengan merangkap sebagai pengedar narkoba, pengedar uang palsu, dsb. Maaf, untuk kali ini penulis belum bisa menunjukkan bukti tentang hal itu, lantaran bendel arsip kliping yang masih sulit dicari. Tapi penulis berkeyakinan, masih ada wartawan “beneran” yang nyambi bekerja dengan ngajet-ngaper (nyari ceperan, maksudnya). Tentu saja harapan penulis, kepada para pegiat pers agar tidak melakukan perbuatan yang terlarang dan kurang humanis tersebut. Tunjukkan jati diri, tingkatkan prestasi, dan mantapkan idealisme, sebagai pejuang pers Indonesia yang benar-benar bermartabat. Pekerjaan apa pun yang dilakoni seseorang asalkan dengan sungguh-sungguh niscaya bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak, termasuk juga pekerjaan di bidang tulis-menulis yang digeluti para wartawan freelance. Dengan semakin majunya teknologi informasikomunikasi yang melahirkan banyak piranti komunikasi semisal smartphone dan gadget, orang semakin leluasa dapat menyalurkan maksud dan niatnya lewat media sosial seperti facebook, whatsapp, instagram, dan lain-lain. Mereka yang memosting suatu peristiwa acap juga dijuluki sebagai wartawan freelance lantaran yang bersangkutan memiliki kebebasan (free) untuk men-
gunggah suatu informasi. Kini, hal itu berpulang pada Anda, apakah benar yang demikian itu disebut juga wartawan freelance? Mudah-mudahan saja Anda seperti saya yang gemar menulis tapi dari segi kualitasnya belum layak disebut penulis berkualitas. Anggota “Sekaa demen’’, begitulah orang menyebut. Penulis, pemerhati pendidikan dan pegiat pers
POJOK Megawati sebut Pancasila dalam ancaman kepunahan. - Indonesia pun terancam punah. ***
Jokowi pastikan jatah menteri untuk Bali. - Pastikan perhatian khusus untuk Bali. ***
Pembinaan bahasa Bali diharapkan berkelanjutan. - Bahasa Bali hilang manusia Bali musnah.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
Pembinaan Bahasa Bali Diharapkan Berkelanjutan Tabanan (Bali Post) -
Penggunaan gadget pada anak-anak khususnya pelajar tingkat SD tak masih harus mendapat perhatian. Sebab, jika tidak ada pengawasan, dikhawatirkan akan menggerus budaya lokal. Dari hasil monitoring Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Kabupaten Tabanan, banyak ditemukan siswa SD yang sudah mulai melupakan budaya Bali seperti berbahasa Bali ataupun nyurat aksara Bali.
Bali Post/bit
NYURAT - Kegiatan nyurat aksara Bali di Sekretariat Dewan Pendidikan Kabupaten Tabanan sebagai upaya pelestarian budaya.
Polisi Awasi Pelaksanaan APBDes Tabanan (Bali Post) Dana yang dikelola pemerintah desa saat ini sangat besar. Penyimpangan pun rawan terjadi. Terlebih pemahaman perangkat desa dalam menjalankan APBDes masih minim. Guna mencegah penyimpangan anggaran, polisi khususnya Bhabinkamtibmas kini ikut mengawasi pelaksanaan APBDes. Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Aiptu I Ketut Mardika. Selain pengawasan terhadap proyek yang sum-
ber dananya dari Dana Desa, kegiatan turun langsung ke masyarakat itu juga dalam rangka menjalin silaturahmi dengan warga desa binaan, baik dalam kapasitas perorangan, kelompok maupun umum. Contoh kegiatan, Aiptu I Ketut Mardika bersinergi dengan pendamping desa untuk memantau pembangunan senderan jalan adat di Banjar Pangkung Tibah dan senderan di kuburan Banjar Langudu yang pengerjaannya dengan swakelola oleh masyarakat. Dana proyek bersumber dari Dana Desa
tahap I dan II tahun anggaran 2019. ‘’Jadi, hampir semua Bhabinkamtibmas memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama di wilayah mereka masing-masing,’’ ucap Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta, Kamis (8/8) kemarin. Menurutnya, para Bhabinkamtibmas juga telah memberikan imbauan agar dalam pengerjaan proyek yang sumber dananya berasal dari Dana Desa supaya sesuai dengan aturan maupun ketentuan dan selesai tepat waktu. (kmb28)
Tim Yustisi Sasar Pekerja Malam Tabanan (Bali Post) Meski petugas telah gencar melakukan pembinaan administrasi kependudukan hingga di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan, masih ada saja penduduk pendatang yang tidak mengantongi diri dengan identitas kependudukan. Hal ini tentu saja menjadi perhatian serius Tim Yustisi Pemkab Tabanan. Tim terus mengantisipasi keberadaan penduduk ilegal yang dikhawatirkan menimbulkan hal-hal negatif atau mengganggu ketertiban masyarakat. Seperti pada Kamis (8/8) kemarin, Tim Yustisi mengobok-obok puluhan tempat kos di Tabanan. Target mereka adalah para pekerja malam yang tengah beristirahat. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba mengatakan, operasi yustisi digelar pihaknya dengan menggandeng unsur kejaksaan, kepolisian dan Disdukcapil. Petugas berhasil menjaring 10 pelanggar dari sekitar 50 tempat kos yang berlokasi di kawasan Pasar Kodok, Desa Dauh Peken, Jalan Pulau Nias dan Jalan Anyelir. ‘’Petugas menyisir langsung ke tiga lokasi tersebut dan ditemukan masih ada yang tidak bisa menunjukkan identitas sebanyak 10 orang,’’
Bali Post/ist
PNS Perempuan Bertanding Futsal apa kegiatan yang digelar, salah satunya lomba futsal wanita antar-OPD. Ada 16 tim futsal wanita yang berlomba memperebutkan juara I, II dan III. Tim yang mendapatkan juara akan memperoleh piala dan dana pembinaan. ‘’Sebenarnya bukan juara yang dicari, tetapi keseruan menyambut Hari Kemerdekaan. Kalau futsal laki-laki sudah biasa. Tidak ada heboh dan gereget di lapangan. Berbeda dengan futsal perempuan, lebih ramai yang nonton,’’ ucapnya, Kamis (8/8) kemarin. Menurut Yelada, lomba futsal wanita ini juga sebagai bentuk emansipasi wanita. Pegawai perempuan juga ikut berpartisipasi dalam menyambut hari kemerdekaan tidak hanya sebagai penonton saja. Me-
nariknya, selama perlombaan seluruh tim tampak antusias dengan kekuatan masing-masing. ‘’Rata-rata mereka tidak bisa bermain futsal. Di sinilah keseruan meraih bola bagi orang awam,’’ tutur Yelada. Selain lomba futsal, lanjut kata Yelada, juga diselenggarakan lomba penjor antar-OPD serta kegiatan jalan santai. Jalan santai akan diselenggarakan Jumat (9/8) pagi ini di Desa Wisata Munduktemu Kecamatan Pupuan melibatkan seluruh OPD dengan membawa perwakilan minimal 10 orang. ‘’Jalan santai ini untuk memperkenalkan Desa Munduktemu sebagai desa wisata. Ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk pengembangan pembangunan mulai dari desa,’’ tegasnya. (kmb28)
peserta laki-laki lebih sedikit. ‘’Ada satu kecamatan yang tidak memiliki peserta laki-laki,’’ ujar Madra. Pemenang lomba akan mendapatkan piala dan dana pembinaan. Namun untuk dana pembinaan, Dewan Pendidikan mengharapkan agar diarahkan untuk pembelian buku bahasa Bali untuk kepentingan pembelajaran serta prestasi yang mereka dapatkan bisa diakui untuk mencari sekolah di jenjang SMP. ‘’Kami juga menyarankan agar guru terus melakukan pembinaan tidak hanya sebatas saat lomba saja,’’ tegasnya. Kegiatan rutin yang berkaitan dengan upaya pelestarian budaya Bali oleh Dewan Pendidikan, diapresiasi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Miarsana. Dikatakannya, lomba semacam ini merupakan metode meningkatkan kompetensi dan kapasitas anak-anak secara berkelanjutan. Selain itu, ini sebagai upaya menjaga kelestarian sastra Bali. ‘’Sastra Bali banyak dipergunakan diberbagai dokumen khususnya yang berkaitan dengan budaya. Seperti awig-awig adat, sastranya harus sastra Bali. Di sana ada sastra latin untuk memudahkan,’’ terangnya. Dia menegaskan, upaya pelestarian budaya Bali tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Swasta pun bisa ikut mengambil peran. (kmb28)
Sidak Kependudukan
FUTSAL - Pertandingan futsal perempuan di Lapangan Sagida, Tabanan.
Tabanan (Bali Post) Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kerap identik dengan beragam kegiatan lomba. Di Kabupaten Tabanan, Pemkab Tabanan menggelar kegiatan yang melibatkan para PNS perempuan, yakni lomba futsal. Lomba ini dilangsungkan di lapangan Sagida, Tabanan mulai Selasa (6/8). Penampilan tim dari masing-masing perangkat daerah ini pun cukup menyedot perhatian publik. Lomba ini menarik karena tak jarang diwarnai tingkah lucu peserta. Banyak di antara peserta yang sama sekali belum pernah bermain futsal. Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Tabanan I Wayan Yelada mengatakan, menyambut Hari Kemerdekaan RI, ada beber-
Terkait hal itu, selama tiga tahun terakhir Dewan Pendidikan Tabanan telah membuat beragam kegiatan untuk melestarikan budaya Bali. Salah satunya, lomba nyurat aksara Bali untuk siswa SD. Sayangnya, meski jumlah peserta telah mengalami peningkatan, namun para peserta cenderung asal comot dari sekolah untuk bisa mewakili kecamatan. ‘’Semestinya diawali dengan seleksi baik di sekolah ataupun kecamatan, karena lomba semacam ini pasti akan rutin dilakukan. Tahun ini sudah yang ketiga kalinya,’’ ucap Ketua Dewan Pendidikan I Wayan Madra didampingi Ketua Klinik Pendidikan I Wayan Kawi, Kamis (8/8) kemarin. Seleksi di sekolah ataupun di tingkat kecamatan, lanjut Madra, merupakan salah satu bentuk pembinaan berkelanjutan sebagai upaya melestarikan budaya Bali. ‘’Jangan hanya terputus di tingkat kabupaten saja, tetapi bagaimana setelah lomba pembinaan serupa di tingkat sekolah ataupun kecamatan bisa terus berkelanjutan. Apalagi SD merupakan pendidikan dasar yang sangat pas untuk memperkenalkan budaya sejak dini,’’ terangnya. Lomba nyurat aksara Bali tahun ini diikuti 99 peserta dari 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan. Sayangnya dari jumlah tersebut keterlibatan
CMYK
ucapnya. Para pelanggar kemudian digiring ke Terminal Pesiapan untuk disidang tipiring. Pelanggar diwajibkan membayar denda rata-rata Rp 50 ribu. Diterangkan Sarba, kegiatan ini rutin dilakukan untuk menegakkan perda administrasi kependudukan dan menjaga keamanan dan ketertiban umum. Karena diakuinya, meski kerap diberikan peringatan, masih ada warga yang terkesan cuek dengan dokumen kependudukan. ‘’Akan terus kita sasar, supaya mereka benarbenar mengikuti perda administrasi kependudukan,’’ ucapnya. Lebih lanjut dikatakannya, bagaimanapun ketatnya penjagaan di pintu-pintu masuk menuju Bali, seperti di Gilimanuk, selalu saja masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran kependudukan. Maka dari itu, pihaknya harus meningkatkan kewaspadaan. ‘’Kita tidak kaku atau mengekang. Ini wilayah NKRI. Di mana pun boleh tinggal dan mencari kehidupan, sepanjang prosedur dan aturan-aturan yang mengikat harus ditaati. Dari asal dan tempat tinggal yang baru, harus dilaporkan,’’ tegasnya. (kmb28)
Bali Post/ist
PENERTIBAN - Tim Yustisi mendatangi tempat kos untuk melakukan penertiban administrasi kependudukan.
BULELENG
8
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
Ditempati Pedagang Pasar Tumpah
Penimbunan Areal Kolam Nirmala Asri Dipercepat Singaraja (Bali Post) – Mulai satu minggu terakhir ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng mempercepat penimbunan sisa lahan yang sudah dibangun Kolam Renang Nirmala Asri, Banyuasri. Percepatan penataan ini karena lahan itu dalam waktu dekat rencananya difungsikan untuk menampung sementara pedagang bermobil yang sekarang berjualan di pinggir Jalan Ahmad Yani sampai ke barat. Jika masih ada sisa lahan, pedagang di pasar tumpah yang ada di lambung timur terminal itu juga akan disebar ke lokasi yang baru ini. Dengan cara itu diharapkan dapat mengurangi kepadatan pedagang.
Bali Post/kmb38
PERCEPAT PENIMBUNAN – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng mempercepat penimbunan areal kolam renang Nirmala Asri yang akan digunakan untuk parkir pedagang bermobil. Saat ini, pedagang bermobil itu beroperasi dari depan Terminal Banyuasri hingga ke barat.
Pantauan di lapangan nampak satu unit eksavator dikerahkan untuk menimbun areal yang jauh di bawah. Tanah galian itu pun didatangkan dari berbagai lokasi galian di Bali Utara. Lokasi pedagang pasar tumpah di sebelah timur itu berbatasan dengan bantaran Sungai (Tukad) Banyuasri. Topografi lahan ini berada di bawah, sehingga PUPR memerlukan tanah galian sekitar 3.000 meter kubik. Kepala Dinas PUPR Ketut Suparta Wijaya, Rabu (7/8), mengatakan penimbunan areal itu sengaja dipercepat karena dalam waktu dekat pedagang pasar tumpah yang kini menempati badan Jalan Ahmad Yani itu akan dipindahkan ke lokasi yang baru. Pemindahan ini bukan saja karena mengganggu arus lalu lintas (lalin), namun menghindarkan terjadi kesemrautan. Diperkirakan kemacetan akan bertambah
parah ketika nanti pemerintah membongkar areal Pasar Banyuasri yang sekarang sudah mulai dikosongkan. Pelaksanaan pembongkaran itu secepatnya sebab revitalisasi Pasar Banyuasri itu menjadi pasar semimodern itu dipastikan juga mulai dikerjakan. “Kami masih menimbun lahan itu. Tidak terlalu lama, pedagang pasar tumpah yang pakai mobil itu akan dipindah, sehingga penimbunan areal di kolam itu dipercepat,” katanya. Selain menimbun areal yang lebih rendah, PUPR akan memperbaiki konstruksi senderan tebing Sungai Banyumala yang mengalami kerusakan. Penguatan senderan tebing sungai itu juga mendesak dilakukan karena di lokasi itu akan difungsikan untuk parkir pedagang bermobil yang selama ini berjualan di depan Terminal Banyuasri. Untuk pekerjaan proyek
itu Suparta Wijaya menyebut, dana yang diperlukan Rp 74 juta. Dana sebesar itu untuk membiayai perbaikan senderan bantaran sungai yang panjangnya 15 meter dan tinggi 4 meter. Paket pekerjaan ini awalnya akan dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida. Akan tetapi, karena batas waktu mepet dan areal di atasnya secepatnya akan d im anfaat kan, sehingga PUPR mengambil kebijakan untuk menggunakan dana APBD. Namun, dana itu dikatakan tidak menggangggu proyek revitalisasi Pasar Banyuasri. “Anggaran kecil, kita memang masih memungkinkan pakai dana APBD melalui pos anggaran pemeliharaan. Sebab kalau menunggu dana di BWS jelas tidak bisa segera dikerjakan. Padahal, lahan itu akan dimanfaatkan dalam waktu dekat ini,” jelasnya. (kmb38)
Terdesak Biaya Berobat
’’Driver’’ Ojek Online Nekat Mencuri HP Singaraja (Bali Post) – Seorang driver ojek online, Ariansyah alias Ari (29), terpaksa berurusan dengan polisi. Pasalnya, Ari yang beralamat Jalan Diponegoro Gang Menara No. 3 Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja itu nekat mencuri HP milik Martina Widyastuti, warga Jalan Diponegoro, Singaraja. Mirisnya, aksi itu dia lakukan lantaran terdesak biaya berobat di rumah sakit. Kapolsek Kota Singaraja AKP I Gusti Ngurah Yudistira seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (8/8) kemarin, mengatakan kasus ini berawal ketika korban Martina melaporkan kehilangan HP miliknya pada 16 Juli 2019 lalu, sekitar pukul 17.30 wita. Sebelum hilang, korban menaruh HP tersebut di atas meja di ruang tamu rumahnya. Setelah ditinggal beberapa menit, korban terkejut tidak menemukan HP kesayangannya itu. Korban sempat berusaha mencari, namun tetap saja HP itu tidak ditemukan. Merasa kehilangan, korban melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kota Singaraja. “Korban memang meninggalkan HP
di kamar tamu. Ketika HP itu mau diambil, sudah tidak ada. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek,” katanya. Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian mendapatkan bukti kalau HP korban itu diambil tersangka Ari. Ini dikuatkan keterangan saksi yang tidak sengaja menggadai HP milik korban. Setelah dicocokkan, ternyata korban mengenali kalau HP itu memang benar miliknya. Dari petunjuk itu, polisi kemudian menangkap tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. Saat diperiksa, tersangka Ari mengakui telah mencuri HP korban. “Kita dapat keterangan kalau saksi pernah menggadai HP dari seorang driver ojek online. Setelah kita dalami ternyata benar HP itu milik korban, sehingga tersangka langsung kami tangkap tanpa perlawanan,” jelasnya. Tidak saja mengakui mencuri HP, polisi sempat mendapatkan keterangan dari tersangka Ari bahwa yang bersangkutan telah menggunakan narkoba. Ketika diperiksa lebih intensif, tersangka Ari membantah kalau HP curiannya itu akan dijual untuk membeli
Bali Post/kmb38
MENCURI HP – Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja menangkap tersangka pencurian HP, Kamis (8/8) kemarin.
narkoba. Justru, rencananya HP itu dijual kemudian uangnya untuk biaya berobat di rumah sakit. Polisi belum puas, dan sempat melakukan tes urine. Namun, hasil sampel urine tersangka Ari itu dinyatakan negatif dari pengaruh narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya. “Tersangka sempat mengaku menggunakan narkoba. Kita tes urinenya negatif. Mengapa yang bersangkutan mencuri, mengaku terdesak biaya berobat di rumah sakit,” jelasnya. Tersangka Ari mengaku mengambil HP korban dengan mudah. Saat itu, dia bermaksud datang ke rumah korban untuk meminta bantuan biaya berobat. Waktu itu, tersangka Ari tidak menemukan tuan rumah. Saat masuk ke dalam rumah, dirinya menemukan HP korban dan langsung diambil. Setelah itu, HP korban digadaikan kepada temannya sesama driver ojek online Rp 500.000. Di sisi lain, tersangka Ari membantah bahwa ia tidak ada niat mencuri lalu menjual HP itu untuk membeli narkoba. Karena dia sejak lama telah berhenti memakai narkoba. “Tidak ingin mencuri, tapi saya ke sana maunya minta bantuan seadanya saja. Saya panggil-panggil tidak ada yang menyahut. Namun, saya lihat HP kemudian langsung saya ambil,” katanya. Meski telah menyesali perbuatannya itu, namun tersangka Ari terpaksa harus berurusan dengan polisi. Dia pun dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini, tersangka Ari bersama barang bukti HP dan sepeda motor yang digunakan saat mengantar HP yang digadaikan kepada rekannya itu diamankan untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut. (kmb38)
Bali Post/kmb38
FORUM KEMITRAAN – Mengatasi permasalahan pelaksanaan BPJS Kesehatan di lapangan, pemerintah daerah membentuk forum kemitraan, Kamis (8/8) kemarin.
Bentuk Forum Kemitraan Tangani Permasalahan Jaminan Kesehatan
Singaraja (Bali Post) – Untuk memberikan jaminan layanan kesehatan, Pemkab Buleleng mengintensifkan koordinasi dengan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Singaraja. Sebagai wujud keseriusan koordinasi, pemkab kemudian membentuk Forum Kemitraan BPJS kepada semua pemangku kepentingan di Buleleng. Forum ini melibatkan stakeholders terkait. Forum ini mencapai persamaan pemahaman tentang penyelenggaraan program kesehatan dan koordinasi antar-instansi dalam menyelesaikan masalah di lapangan. Forum ini dipimpin Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ni
Made Rousmini. Kamis (8/8) kemarin digelar koordinasi awal yang dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singaraja Elly Widiani dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Buleleng. Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ni Made Rousmini mengatakan, pemerintah daerah tetap serius pada komitmennya memberikan jaminan kesehatan. Termasuk menyiapkan anggaran wajib yang dialokasikan penuh pada anggaran APBD perubahan 2019. Sampai bulan ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 28 miliar. Jumlah ini dipastikan mengalami perubahan karena pemutakhiran data
kepesertaan BPJS terbaru. Hal itu untuk menanggung warga yang sebelumnya data kepesertaannya dinonaktifkan. Sejauh ini, pemerintah masih melakukan validasi. Hasil validasi itu nantinya akan ditindaklanjuti penyiapan anggaran untuk membiayai warga yang sebelumnya telah dinonaktifkan itu. “Pemkab Buleleng sudah siap melakukan progres atau tindakan-tindakan terbaik harus dilakukan untuk mengatasi kendala dalam jaminan kesehatan,” katanya. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singaraja Elly Widiani mengatakan, sebelumnya forum koordinasi ini sudah dibentuk. Tetapi tujuan pembentukannya berbeda dari forum sekarang. Forum
pertama ditugaskan memastikan cakupan kepesertaan dan forum kedua memastikan kualitas pelayanannya. Sedangkan forum ketiga ini untuk memastikan ketersediaan anggaran yang wajib disiapkan pemerintah. Forum ini juga untuk mengetahui mekanisme pembayaran kewajiban dari Pemkab Buleleng. “Ada anggaran yang harus disiapkan pada anggaran perubahan. Hal itu untuk memastikan masyarakat bisa dijamin sampai akhir tahun. Forum ini ditugaskan mengawasi, sehingga jika terjadi kendala maka nantinya bisa ditangani. Dipastikan, tidak sampai menimbulkan gejolak di masyarakat,” jelasnya. (kmb38)
Sambut HUT Kemerdekaan RI
Puluhan Perahu Layar Beradu Cepat Selain menggelar lomba gerak jalan, salah satu tradisi yang rutin dilaksanakan serangkaian perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun di Buleleng, adalah lomba perahu layar. Dalam HUT Kemerdekaan tahun ini tercatat 70 perahu layar yang didesain cantik beradu cepat di laut Bali Utara Kamis (8/8) kemarin. Lalu, bagaimanakah antusiasme peserta dan kesemarakan kompetisi lomba perahu layar yang sudah menjadi agenda wajib tahunan itu? TAMPAK puluhan perahu layar dari berbagai kelompok nelayan (KN) di daerah ini melakukan perlombaan. Lomba adu cepat itu menempuh jarak sekitar 15 kilometer. Start dilakukan di pantai Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan sedangkan finisnya di pantai Binaria Lovina, Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng. Puluhan peserta lomba
perahu layar itu berasal dari kelompok nelayan tujuh kecamatan yang ada di pesisir Buleleng. Setiap tim terdiri dari dua orang. Seorang bertugas menjadi nakhoda (joki) dan satu orang sebagai anak buah kapal (ABK). Peserta memang sengaja dibatasi. Alasannya, terkait keamanan agar mudah dalam pengawasannya. Peserta lomba ini dilepas
Sekkab Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mewakili Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Buleleng Ni Made Arnika, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sekkab Dewa Ketut Puspaka mengatakan, kendati saat ini kewenangan pengelolaan laut berada di pemerintah provinsi, namun Pemkab Buleleng t et ap m em punyai kewajiban memberdayakan masyarakat yang bergerak di sektor kalautan dan juga perikanan itu. Karena itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Buleleng agar tetap menjaga dan memelihara potensi laut yang dimiliki dengan baik. Pemkab Buleleng, lanjutnya, akan terus mencari terobosan dan ide-ide kreatif. Sasarannya untuk membangun sektor kelautan dan perikanan ini dengan produktif. “Gelora yang dahulu kita
kenal Jalesveva Jayamahe harus tetap menjiwai kita semua. Pastinya peserta lomba harus memiliki motivasi lebih,” katanya. Kepala Diskan Buleleng Made Arnika menjelaskan, lomba perahu layar ini merupakan lomba rutin digelar pemerintah daerah dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI. Tujuannya menumbuhkan jiwa bahari seluruh lapisan masyarakat di Buleleng. Selain itu, adu cepat perahu layar ini kesempatan untuk mengasah keterampilan nelayan dalam berlayar di laut lepas. Selain itu, sebagai atraksi wisata. “Sudah rutin lomba perahu layar ini kita gelar. Hal ini menjadi tradisi saat HUT Kemerdekaan dan tujuan besarnya untuk membangkitkan jiwa bahari dan sebagai atraksi wisata,” katanya. Salah satu peserta, Ketut Sulaksana, mengatakan, sejak pertama kali dige-
lar, dia rutin mengikuit lomba ini. Bahkan, sejak Sulaksana masih duduk di bangku SMP. Alasan ikut lomba perahu layar ini semata-mata ingin berpartisipasi memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Selain menyiapkan perahu, layar, dan perlengkapan lain, pria asal Banyuning ini juga menyiapkan fisiknya dengan baik di samping mengasah kemampuan mengendalikan layar. Persiapan itu dilakukan sejak dua minggu sebelum lomba digelar. Setelah mengikuti reli bahari, peserta Rahmad Hidayat dan Yudi Kristiadi utusan Kelompok Nelayan Sinar Bahari, Kecamatan Banjar berhasil mencapai garis finis pertama. Sedangkan, posisi kedua direbut Kelompok Nelayan Bhineka Samudra, Kecamatan Sawan dengan pasangan andalannya Edi Kasim dan Ketut Budiasa. Wakil dari
Kelompok Nelayan Sinar Bahari, Kecamatan Banjar Ardiansyah dan Syamsuri berhasil menduduki posisi ketiga. Kepada para pemenang bukan saja mendapat piala, juga piagam termasuk uang pembinaan masing-masing Rp 6 juta untuk pemenang
pertama, juara dua Rp 5 juta, dan juara tiga Rp 4 juta. Sebelum lomba, dilakukan pelepasan tukik oleh sejumlah pejabat yang hadir. Sedangkan di garis finis, juga digelar lomba yang tidak kalah seru yakni menangkap itik di laut. (mud)
Bali Post/kmb38
ADU CEPAT - Tujuh puluh perahu layar beradu cepat di laut Bali Utara, Kamis (8/8) kemarin.
GIANYAR
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
9
Serangkaian ’’Karya Dirgayusa Bumi’’ Desa Adat Beng dan Gianyar
Krama Gelar ’’Tawur Agung lan Pedanan’’ di Pura Dalem
KARYA - Suasana Nedunang Ida Batara Sesuhunan serangkaian Karya Tawur Agung lan Pedanan di Pura Dalem lan Pura Prajapati Desa Pakraman Beng-Desa Pakraman Gianyar, Kamis (8/8) kemarin.
Bimtek Penggiat Antinarkoba di Lingkungan Pendidikan
GURU sebagai pendorong dunia pendidikan haruslah memiliki karakter tanggap, tanggon, dan trengginas. Dimana, tanggap berarti memiliki intelektualitas yang tinggi, keahlian, kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme. Tanggon memiliki mental yang membaja, tangguh. Sedangkan trengginas memiliki fisik dalam arti luas bisa mengemban tugas-tugas di berbagai medan, situasi, diberbagai keadaan. Guru harus tanggap karena dituntut profesionalismenya. Ia harus mempunyai intelektual yang tinggi dan terampil di bidang yang menjadi tanggung jawabnya, yakni mendidik. Itu sebabnya ia mendapat predikat profesional. Ketanggonan dan trengginas terpancar secara fisik dan mental karena guru yang baik harus senantiasa menjadi pendamping siswa di setiap situasi pembelajaran yang berbeda. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kepala Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Antinarkoba di Lingkungan Pendidikan di Kabupaten Gianyar dengan tema “Mewujudkan Generasi Muda Bali yang S e h a t , U n g g u l d a n B e rprestasi Tanpa Narkoba” yang dilaksanakan oleh BNN Kabupaten Gianyar di Hotel Gianyar, Kamis (8/8) kemarin. Peserta berjumlah 30 orang yang berasal dari lingkungan pendidikan, yaitu guru dari lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Gianyar. “Enam tantangan generasi milenial yaitu di-
mana lapangan kerja semakin sempit, kebutuhan hidup yang semakin tinggi, kesenjangan kepercayaan diri, sikap yang semakin individualistis, serta terakhir lingkungan alam yang semakin rusak serta perilaku madat di kalangan remaja,” ujar Suastawa. Menurut Suastawa, BNNP Bali telah me-launching Kurikulum Terintegrasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tingkat SLTP dan SLTA pada tanggal 26 Juni 2016, bertepatan dengan Hari Antinarkotika Internasional (HANI) 2016, serta penyusunan pararem/ peraturan desa. Peran guru dalam P4GN terbagi dalam empat garis besar. Pertama, sebagai pendidik, guru memiliki wibawa, tanggung jawab, moral dan sosial. Kedua, sebagai pembimbing, guru dapat membimb ing pendidikan berdasarkan pengetahuan. Ketiga, guru sebagai penasehat, dapat berbicara secara terbuka, problem solving, bimbingan konseling. Terakhir, sebagai model atau teladan, menjadi panutan bagi pelajar. Tantangan pendidik di era Revolusi Industri 4.0 saat ini adalah pertama perubahan cara belajar siswa yang saat ini lebih menggunakan teknologi internet. Kedua, guru sebagai pendidik harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan zaman agar mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi digital selama proses pembelajaran. Ketiga, menyiapkan pembelajaran yang dapat menciptakan SDM yang siap bersaing, intelektual yang cerdas, unggul dan berpikir kreatif serta peran guru semakin kompleks sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan orangtua siswa. (bns)
KRAMA Desa Adat Beng Kelurahan Beng dan Desa Adat Gianyar Kelurahan Gianyar Kecamatan Gianyar menggelar Karya Dirgayusa Bumi di Pura Dalem dan Prajapati yang di-empon dua desa adat setempat. Serangkaian karya itu, ribuan krama antusias mengikuti prosesi Tawur Agung lan Pedanan yang berlangsung di Pura Dalem dan Prajapati Desa Pakraman Beng dan Gianyar, Kamis (8/8) kemarin. Manggala Utama Desa Pakraman Gianyar Dewa Made Sutanaya didampingi Manggala Utama Desa Pakraman Beng I Wayan Sudamia menerangkan, Pura Dalem dan Prajapati ini memang di-emong oleh dua desa pakraman, yakni Desa Pakraman Beng dengan enam banjar dan Desa Pakraman Gianyar dengan 12 banjar. ‘’Dengan jumlah KK seluruhnya sebanyak 2.973 KK,’’ katanya. Menurut Sutanaya, esti-
masi biaya yang dipergunakan untuk keseluruhan rangkaian upacara ini sebesar Rp 3,8 miliar. Dikatakan, dana itu bersumber dari urunan masing-masing pangempon sebesar Rp 1 juta. ‘’Di luar itu merupakan upaya panitia melalui punia dari pemerintah serta sejumlah donatur,’ katanya. Sutanaya mengatakan, upacara ini merupakan Karya Dirgayusa Bumi, Tawur Agung, Pedanan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Ngusaba Dalem lan Pitra ring Pura Dalem lan Pura Prajapati Desa Pakraman Beng dan Gianyar. Karya ini bertujuan meningkatkan kesadaran umat agar selalu dianugerahi kesucian, kedamaian, kebahagiaan, kemakmuran dan cinta kasih oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa. ‘’Harapannya agar seluruhnya yang ada, tidak hanya di Beng atau Gianyar, namun lebih luas lagi, itu memperoleh kerahuyuan,’’
katanya. Karya ini dilaksanakan setelah penataan bangunan dan palinggih di Pura Dalem dan Pura Prajapati setempat. Dikatakan, terakhir kali upacara serupa sempat digelar pada 1966 silam. ‘’Yang jelas, terakhir karya serupa digelar 53 tahun lalu. Itu sekitar tahun 1966,’’ ujar Sutanaya. Rangkaian upacara pada karya ini sudah diawali dengan matur piuning saat Buda Umanis Perangbakat (27/3). Sejumlah prosesi upacara pun terus terlaksana serangkaian karya Dirgayusa Bumi ini, hingga pelaksanaan Mapekelem di Gunung Agung, Karangasem dan di Ulun Danu, Bangli yang dilaksanakan pada Saniscara Kliwon, Kuningan (3/8). Keesokan harinya dilaksanakan prosesi Mendak Ida Batara di Pura Desa Adat Gianyar dan Desa Adat Beng. Tahapan ini disertai dengan Ngamedalang Pratima Ida Batara Dalem, serta ngias
Polisi Tangkap Pemilik Tambang Batu Padas Ilegal Gianyar (Bali Post) -
Penambangan batu padas ilegal di Kabupaten Gianyar nampaknya tak kunjung berakhir. Padahal kegiatan ini banyak dikeluhkan masyarakat. Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Gianyar mengamankan seorang pemilik tambang batu padas ilegal, Desak Made Muliati, yang beraksi di kawasan Tukad Petanu, Gianyar. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denni Septiawan dalam jumpa pers Kamis (8/8) kemarin, mengatakan pelaku melakukan penambangan ilegal pada sebidang tanah berukuran 25 meter persegi di aliran Tukad Petanu, Banjar Teruna, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Lahan yang dikontrak oleh pelaku ini lantas dilaporkan oleh warga setempat. “Masyarakat melapor telah terjadi penambangan batu padas liar yang meresahkan,” kata Denni Septiawan didampingi Kanit IV Sat Reskrim Polres Gianyar Iptu A.A. Gde Alit Sudarma. Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, Unit IV Tipiter Sat Reskrim Polres Gianyar terjun ke lapangan dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan sejumlah alat untuk menambang batu padas, seperti satu buah mesin sensor, satu buah mesin circle, satu buah cangkul, dan 200 biji batu padas hasil tambang. “Penambangan batu padas dilakukannya sejak 2018 dengan cara sembunyisembunyi karena tidak memiliki izin
dari pemerintah,” katanya. Menurut Denni Septiawan, tersangka mempekerjakan dua orang pekerja untuk melakukan penambangan batu padas yang ada di pinggir sungai. Ukuran batu padas yang ditambang sebesar 27 cm x 15 cm x 8 cm. “Tersangka mengaku menyewa lahan tersebut atau membeli padas yang ada di lahan tersebut sampai habis digali sebesar Rp 12 juta,” ujarnya. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Denni Septiawan, pelaku dikenakan pasal 158 Undangundang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batu Bara dengan ancaman hukuman 10 tahun dan atau denda sebanyak Rp 10 miliar. “Untuk wilayah Gianyar memang tidak ada izin untuk penambangan, baik itu pasir, padas ataupun yang lain tidak diizinkan,” katanya. Denni Septiawan mengakui, aktivitas penambangan ilegal ini memang banyak dikeluhkan masyarakat. Bahkan ada lokasi-lokasi lahan milik masyarakat yang longsor dan juga ja-
Bali Post/kmb35
PELAKU - Polisi menunjukkan pelaku penambangan batu padas ilegal dengan mesin yang digunakan untuk melakukan penambangan, Kamis (8/8) kemarin. lan umum yang jebol akibat aktivitas ini. Dikatakan, pihak kepolisian kini berupaya melakuakn pencegahan dengan memasang banner larangan menambang. “Kami dari Sat Reskrim
Bali Post/nik
ANYAMAN - A.A. Raka Yudi Pratama sedang mengerjakan anyaman dengan bahan baku slepan atau daun kelapa hijau.
Dekorasi Barong di Kongres PDI-P Karya Seniman Gianyar
NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Antinarkoba di Lingkungan Pendidikan di Kabupaten Gianyar, Kamis (8/8) kemarin.
(merias) pratima. Krama juga sudah menggelar upacara Malasti ke Pantai Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh pada Soma Pahing Langkir, Senin (5/8). Pada Wrespati Kliwon Langkir atau Kamis (8/8) kemarin, dilaksanakan upacara ngaturang pakeling Tawur Agung lan Pedanan. Rangkaian karya ini diikui antusias oleh ribuan krama sejak Kamis pagi. Rangkaian upacara akan dilanjutkan dengan Mapepada Murwa Daksina yang berlangsung pada Soma Wage Medangsia (12/8) mendatang. Sementara puncak karya akan berlangsung pada Buda Umanis Medangsia (14/8). Rangkaian upacara puncak karya ini akan dirangkai dengan Mendak Siwi Piodalan Padudusan, puncak Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung Ngikup, Mapeselang Majejiwan, ngidang lan mamasar pada Rabu sore. (ad254)
KARYA seniman asal Gianyar menghiasi arena Kongres V PDI-P di Hotel Grand Inna Bali Beach (GBB), Sanur. Karya seni yang menarik perhatian banyak peserta kongres itu adalah dekorasi Barong Ket berbahan anyaman slepan (daun kelapa hijau), janur dan rangkaian bunga. Dekorasi berbahan organik ini dibuat oleh seniman Gianyar asal Desa Sayan, Kecamatan Ubud, A.A. Raka Yudi Pratama. Pria yang akrab disapa Gung Raka ini ternyata bukan seorang kader partai ataupun anggota partai. Ia justru baru didatangi untuk membuat dekorasi itu saat menjelang Galungan. “Saya baru dicari dan diminta membuat dekorasi barong ini menjelang Galungan. Sementara dekorasi yang lain, saya lihat sudah tahap pengerjaan,” ujar pemilik Sri Melanting Baliness Art and Decoration ini, Kamis (8/8) kemarin. Menggarap dekorasi ini, Gung Raka dibantu 11 rekannya. Mulai dari membeli bahan
berupa slepan, janur, bunga ratna, serta perlengkapan lainnya. Jika dihitung, slepan yang digunakan mencapai sekitar 50 papah (cabang). “Bahan bakunya semuanya membeli, ada suplayernya karena saya sering ambil,” ujarnya. Sesuai permintaan, dekorasi barong yang kini dipasang pada panggung utama outdoor itu dibuat dengan panjang sekitar 8 meter dan tinggi 5 meter. Membuat dekorasi ini, Gung Raka mengaku melakukan pengerjaan dalam enam bagian di rumahnya. Selanjutnya, baru dirangkai di TKP. Akhirnya, dekorasi ini rampung dalam dua hari. “Sehari saya kerjakan modulnya, sehari pasang di tempat acara. Jadi, cuma perlu waktu dua hari,” jelasnya. Dekorasi dengan desain Barong Ket ini sudah terpasang sejak Selasa (6/8) lalu. Gung Raka mengakui, dekorasi ini sedikit berbeda degaan yang selama ini dibuatnya. Bedanya, dekorasi barong ini tidak menggunakan bunga kenikir atau gumitir. “Biasanya di mana pun saya
buat dekorasi pasti pakai bunga gumitir. Kali ini diminta agar tidak pakai gumitir, saya hanya pakai bunga ratna,” jelasnya. Disinggung terkait harga, Gung Raka enggan menyebutkan. Sebab, karya seni itu menurutnya relatif tergantung penempatan. “Kalau untuk dekorasi di pura, biasa saya hanya nunas (minta - red) untuk membeli bahan. Bahkan kadang ngayah total jika bahan disediakan. Kalau wedding beda, untuk kegiatan partai juga harus beda. Tapi nominal berapa, tidak usah saya sebut ya,” terangnya. Menurut Gung Raka, sehari-hari ia biasa menerima order membuat dekorasi untuk acara di mall, dekorasi pernikahan, maupun acara lainnya. Lulusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha Singaraja ini mulai membuat dekorasi berbahan alami sejak pertengahan 2017 lalu. Kini ia sedang bersiap mengerjakan dekorasi untuk Sanur Festival yang akan digelar akhir Agustus 2019. (nik)
CMYK
Polres Gianyar akan memasang banner larangan penambangan disepanjang aliran Sungai Petanu dan wilayah yang ada potensi galian,” tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
Taman Latih Anjing Jarang Digunakan Negara (Bali Post) Taman Latih Anjing yang dibangun di sebelah Kantor KPU Jembrana, Jalan Udayana, hingga kini belum termanfaatkan. Taman ini sudah dilengkapi sarana latih anjing. Lantaran tak pernah digunakan, taman ini terkesan kumuh dan tak terawat. Seperti yang terlihat Kamis KUMUH - Taman latih anjing di pinggir Jalan Udayana jarang dimanfaatkan sehingga terkesan kumuh.
Bali Post/olo
(8/8) kemarin, sampah berserakan di lahan yang sebelumnya berdiri Gedung Kesenian. Di sekeliling taman rumput tumbuh tinggi. Bangunan terbuka yang dikelilingi pagar besi serta jogging track ini terlihat sudah mulai keropos. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Wayan Sudiarta, Kamis kemarin mengungkapkan, pengelolaan taman anjing itu sudah menjadi tanggung jawab komunitas yang dulunya memohon dibangun di sana. Fungsi pembangunan taman latih anjing ini memang dikhususkan bagi komu-
nitas pencinta anjing agar tidak bercampur dengan pengunjung di Taman Pecangakan dan areal Gedung Kesenian Bung Karno. Selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan vaksinasi hewan khususnya anjing. Akan tetapi, sampai saat ini belum dimanfaatkan. Semestinya komunitas yang memanfaatkan setelah taman itu selesai dibangun. “Kita tidak mesti menganjurkan lagi agar tempat itu dimanfaatkan, sebab dulunya kominitas sendiri yang memohon tempat itu, berikut bangunannya,” terang Sudiarta. (kmb26)
Anggaran Turun, Panwascam Tak Jadi Sewa Kantor Negara (Bali Post) Anggaran Pilkada Jembrana tahun 2020 senilai Rp 27 miliar. Dari jumlah itu, dialokasikan Rp 4,33 miliar untuk Bawaslu Jembrana. Jumlah ini turun dua kali dari rancangan semula, yakni Rp 7,1 miliar. Rasionalisasi anggaran tersebut mengharuskan penyelenggara termasuk Bawaslu mengikuti. Dengan turun Rp 3 miliar itu sejumlah kegiatan yang direncanakan akhirnya dilakukan penyesuaian. Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan, Kamis (8/8) kemarin mengatakan, anggaran yang dihapus dan disesuaikan di antaranya kegiatan rutin juga sewa gedung kantor untuk Panwascam. Sewa itu termasuk biaya listrik dan air serta operasional. “Kita mengurangi dan menghapus beberapa anggaran yang
tidak perlu hingga menjadi Rp 4,3 miliar,” terangnya. Sewa kantor Panwascam dihapuskan dan nantinya masing-masing Panwascam berkantor di kantor camat. Hal tersebut dinilainya juga lebih efektif karena panwascam bisa lebih mudah berkoordinasi dengan sekretariat yang merupakan pegawai kantor camat. Diakuinya, ada rasionalisasi Bawaslu rancangan semula anggaran Rp 7,1 miliar. Turun menjadi Rp 5 miliar dan terakhir anggaran Rp 4,33 miliar. Anggaran itu nantinya mencakup biaya yang dibutuhkan penyelenggaran Banwaslu termasuk perekrutan Panwascam, PPL hingga petugas TPS. Jumlahnya ratusan orang, di antaranya Panwascam 15 orang, PPL 51 orang dan pengawasan TPS berjumlah 520 orang. (kmb26)
Awasi Penangkapan Benih Lobster Tujuh Jaring Diamankan Negara (Bali Post) – Aktivitas penangkapan benih lobster di perairan Selat Bali masih berpotensi terjadi. Faktor ekonomi (harga jual) baby lobster yang masih sangat tinggi, membuat nelayan tergiur menangkap menggunakan alat tangkap tradisional. Seperti yang didapati Satuan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Jembrana di Pengambengan beberapa waktu lalu. Sebanyak tujuh set jaring pocong (khusus menangkap benih lobster) diamankan dari nelayan yang sedang bersandar di dermaga Pengambengan. Jaring tersebut sengaja digunakan untuk menangkap benih Lobster yang banyak ditemukan di perairan timur Jembrana. Satwas pun menyita alat tangkap dilarang tersebut dan memberikan pembinaan pada nelayan asal Pengambengan. “Sekarang sudah mulai berkurang, tapi potensi masih ada. Sehingga tetap menjadi pengawasan kami,” ujar pengawas Satwas SDKP Jembrana Nopen Setiawan, Kamis (8/8) kemarin. Menurutnya, sejumlah upaya pengawasan rutin dilakukan baik lewat patroli di perairan maupun di darat.
Dari penelusuran, khusus di Jembrana ada beberapa wilayah pesisir yang nelayannya menangkap lobster. Seperti di Medewi, Kecamatan Pekutatan dan Air Kuning, Kecamatan Jembrana. Pascakeluarnya Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan RI Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan Pengeluaran Lobster, nelayan harus selektif menangkap dan menjual lobster. “Kalaupun dapat tangkapan minimal berat dua ons per ekor, di bawah itu dilarang. Apalagi masih benih,” tandasnya. Sejak diterapkan tahun 2016 lalu, hampir sebagian besar para nelayan lobster sudah memahami dan mengikuti aturan Menteri KP itu. Tapi tindak pelanggaran masih berpotensi terjadi. Apalagi harga jual masih tinggi di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 46 ribu. Dalam sekali tangkap menggunakan jaring pocong itu, nelayan bisa mendapatkan sampai ratusan bahkan ribuan benih. Selain penangkapan secara diam-diam, penjualan juga dilakukan di pasar gelap. Saat ini barang bukti jaring pocong tersebut masih diamankan di Kantor Satwas SDKP Jembrana lengkap dengan bukti serah terima. (kmb26)
Bali Post/olo
BERSANDAR - Kapal penumpang yang melayani penyeberangan Gilimanuk-Ketapang bersandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk menunggu muatan.
Jumat Ini, Diprediksi Jumlah Kendaraan Keluar Bali Meningkat Negara (Bali Post) Menjelang hari raya Idul Adha diperkirakan arus kendaraan keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk meningkat. Diprediksi, pengguna jasa meningkat pada Jumat (9/8) hari ini dan Sabtu (10/8) besok atau akhir pekan ini. Selain warga yang hendak merayakan hari raya ke Jawa, juga diperkirakan rombongan Kongres PDI-P di Bali yang kembali melintas lewat jalur darat. Dari pengamatan di Pelabuhan Gilimanuk, arus kendaraan yang hendak ke Jawa cenderung masih lengang. Namun kendaraan umum seperti bus dan travel masih normal. “Masih relatif lengang dan normal seperti hari-hari biasa. Tapi penumpang bus sudah mulai banyak, kendaraan pribadi
belum,” ujar Dwi, salah seorang pengurus bus. Kendati ada kenaikan, berkaca pada momen serupa tahun-tahun sebelum-
nya, tidak sepadat saat arus mudik Lebaran ataupun Natal dan Tahun Baru. Sementara itu, Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP Gusti Nyoman Sudarsana dikonfirmasi mengatakan, untuk pengamanan keluar Bali petugas tetap disiagakan sesuai protap baik di pintu masuk maupun pintu keluar pelabuhan. Dari pengamatannya, arus kendaraan pribadi yang keluar Bali, Kamis kemarin, masih normal. Belum ada peningkatan arus kendaraan. Bahkan tergolong masih sepi. Tetapi
diprediksi dua hari menjelang hari raya, Jumat (9/8) hari ini, sudah mulai ada peningkatan. “Meski ada kenaikan dipastikan tidak seperti Lebaran,” terang Sudarsana. Sementara itu, Manager Operasional ASDP Gilimanuk Agus Supriyatno terpisah mengatakan, untuk Idul Adha tidak ada persiapaan khusus terkait angkutan jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Kapal yang beroperasi seperti hari normal, 32 kapal. “Sekarang masih normal, malah kapal menunggu muatan,” ujarnya. (kmb26)
Tabrak Pohon dan Mikrobus Pengemudi Innova Tewas
JARING POCONG - Jaring pocong yang diamankan Satwas SDKP Jembrana dari salah satu jukung nelayan di Pengambengan beberapa waktu lalu.
Kecelakaan yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Dusun Klatakan, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Kamis (8/8) pagi kemarin. Sebelum bertabrakan dengan kendaraan lain, Toyota Kijang Innova P 1336 WC yang dikemudikan Tri Wahyu Oktavianti (30) asal Lumajang, Jawa Timur menabrak pohon perindang di pinggir jalan. Pada saat bersamaam datang microbus Toyota Hi Ace P 7154 Q yang dikemudikan Badrul Minasa (32) asal Banyuwangi. Akibatnya tabrakan pun tak bisa dihindari. Dari informasi kecelakaan berawal ketika mobil Toyota Kijang Innova P 1336 WC bergerak dari timur. Pada situasi jalan tikungan landai, pengemudi Toyota Kijang Innova P 1338 WC tidak dapat menguasai kendaraannya kemudian oleng ke kanan dan
menabrak pohon perindang yang ada di sebelah utara jalan. Saat bersamaan bergerak dari timur kendaraan mikrobus Toyota Hi Ace P 7154 Q dan sudah melakukan pengereman namun karena jaraknya sangat dekat akhirnya terjadi tabrakan. Akibat kecelakaan itu Tri Wahyu Oktavianyi mengalami pendarahan pada mulut, lecet pada pelipis, patah pada bahu kanan dan meninggal dunia dalam perjalanan ke puskesmas. Sementara Badrul selamat. Toyota Kijang Innova P 1336 WC mengalami kerusakan pada bodi. Kaca utama pecah, bodi sebelah kanan ringsek. Mobil mikrobus Toyota Hi Ace juga mengalami kerusakan pada bumper. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko seizin Kapolres Jembrana dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. (kmb)
Bali Post/kmb
MENINGGAL - Tri Wahyu Oktavianti, pengemudi mobil Innova, meninggal dunia dan kendaraannya hancur pascamenabrak pohon dan tabrakan dengan kendaraan lain.
Karangasem
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
11
Festival Tulamben
Dispar Targetkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan
Amlapura (Bali Post) Sektor pariwisata kian menjanjikan, di tengah geliat pariwisata Karangasem yang semakin berkembang. Salah satu parameter muncul perkembangan dengan adanya eksistensi sejumlah objek baru. Momentum ini dimanfaatkan Dinas Pariwisata, dengan menggelar berbagai event untuk menarik kunjungan wisatawan. Seperti ragam potensi lomba di Tulamben, Dinas Pariwisata mengemasnya dalam agenda tahunan dalam wujud Festival Tulamben yang I Ketut Sedana Merta akan dibuka
SOSOK Objek Sengketa Pilkada MESKI pelaksanaan Pilkada Karangasem masih tahun depan, 2020, tetapi riak-riak politik sudah semakin terlihat di permukaan. Terutama, manuver sejumlah partai politik dalam menyusun kekuatan. Namun, pihak penyelenggara pemilu sudah mempersiapkan tahapannya. Selain itu, pengawas pemilu yakni Lembaga Bawaslu Karangasem juga tak kalah gesit mempersiapkan langkah-langkah antisipasi. Khususnya, terkait pemetaan objek potensi sengketa pilkada. Langkah- langkah dini secara sistematis harus dilakukan. Sehingga, ketika terjadi sengketa pilkada, Bawaslu bisa memberikan mekanisme penyelesaiannya dengan elegan. Tujuannya, tentu pelaksanaan pilkada tahun depan lancer, mengalir sesuai tahapannya. Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Karangasem Putu Suastrawan saat ditemui di kantornya, Kamis (8/8) kemarin. Menurutnya, pemetaan potensi sengketa pilkada ini sangat penting. Sebab, dari seluruh tahapan yang sudah disusun KPU, ada cukup banyak celah yang bias menimbulkan potensi kekisruhan. “Secara umum, potensi sengketa yang mungkin ada itu adalah masalah DPT, proses pencalonan, dan lainnya,” katanya. Suastrawan menerangkan, misalnya saat pencalonan, potensi sengketanya ada calon lain yang mempermasalahkan lolosnya calon tertentu. Bisa jadi dianggap berkasnya masih ada yang kurang. Contoh lainnya, misalnya dalam syarat dukungan calon independen, KPU meloloskan melalui SK yang diterbitkan KPU. Sedangkan calon lainnya merasa atau menilai syarat dukungan calon bersangkutan masih kurang. Menurutnya, ini juga bisa jadi objek sengketa. Bahkan, DPT juga bisa menjadi menjadi objek sengketa. Demikian juga kegiatan kampanye, juga bisa ada sengketanya. Sehingga, pemetaan ini penting untuk mengantisipasi semua potensi kontra produktif itu. “Rapat dengan parpol dan stakeholder lainnya, tentu untuk mengantisipasi agar potensi-potensi seperti itu tidak terjadi. Kalaupun sengketa itu akhirnya terjadi, agar parpol dan stakeholder tahu dan paham mekanisme penanganannya,” tegas Suastrawan. (gik)
Jumat (9/8) ini sampai Sabtu (10/8) besok. Kepala Dinas Pariwisata I Ketut Sedana Merta mengatakan, rencananya Festival Tulamben ini dipusatkan di Pantai Banjar Tukad Abu, Desa Tulamben. Selama ini, wisatawan yang datang sebatas menikmati wisata menyelam di Pantai Banjar Tulamben, dengan objek bangkai Kapal Liberty yang tenggelam tahun 1941. Usai menyelam, wisatawan kembali ke tempatnya menginap di luar Karangasem. Adanya Festival Pesona Tulamben 2019 itu, diharapkan selama festival wisatawan menginap di sejumlah hotel di Tulamben. Sehingga berdampak pada tingkat hunian hotel dan restoran di wilayah setempat. Ketut Sedana Merta menjelaskan, Festival Pesona Tulamben itu diisi kegiatan jukung race dan fishing tournament (lomba memancing). Pembukaannya direncanakan di Central Parkir Objek Wisata Tulamben.
Sebelum berlomba, seluruh jukung dihias agar menarik wisatawan yang menyaksikan dari pinggir pantai. Ia menambahkan, Festival Pesona Tulamben itu juga bertujuan mengedukasi nelayan terkait pelestarian terumbu karang. Sebab, terumbu karang warna-warni berikut ikan hiasnya itu dipercaya sebagai daya pikat wisatawan menyelam. Selayaknya terumbu karang itu dilestarikan agar terbebas dari ancaman pengeboman ikan. Festival ini masuk di program event tahunan. Anggarannya sekitar Rp 1,3 miliar lebih. Selama ini, Sedana Merta mengatakan, event itu cukup efektif mendongkrak kunjungan wisatawan. Sebab, kunjungan wisatawan mampu mengalami peningkatan pascadigelar kegiatan tahunan. Dari data kunjungan hingga Juni 2019, kunjungan wisman itu mencapai 314.840 orang. Sedangkan wisatawan domestik sekitar 236.285
Bawaslu Petakan Potensi Sengketa Pilkada 2020
Amlapura (Bali Post) Mengawali langkah pengawasan menjelang Pilkada Karangasem 2020 tahun depan, Bawaslu Karangasem melakukan pemetaan potensi sengketa. Ini sebagai upaya antisipasi iklim politik yang semakin dinamis dan memerlukan konsentrasi tinggi dalam pemantauan pemilu. Upaya ini dikemas ke dalam bentuk diskusi terbatas. Diskusi di RM Kurnia, Amlapura, Kamis (8/8) kemarin itu menghadirkan pimpinan partai politik yang partainya memperoleh kursi pada pemilu legislatif ini. Selain itu, juga dari unsur Kesbangpolinmas Karangasem. Berdasarkan tahapan yang disusun KPU, tanggal 23 September 2020 akan menjadi puncak perhelatan
Pilkada serentak di Bali. Untuk mengawal pesta demokrasi daerah itu, Bawaslu Karangasem mulai
melakukan persiapan. Gol persiapan itu pada akhirnya Pilkada Karangasem bisa berjalan lancar dan damai.
Bali Post/kmb31
SENGKETA PILKADA - Suastrawan saat berbicara mengenai pemetaan potensi sengketa Pilkada 2020.
Pendapatan Retribusi Daerah Baru 22 Persen
Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem sedang mengejar target PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang tahun ini dipasang Rp 276,3 miliar. Sejumlah pos pendapatan memiliki progres capaian relatif baik. Namun, khusus untuk sumber pendapatan dari Pos Pendapatan Retribusi Daerah, capaiannya paling rendah yakni hanya 22,45 persen. Hal itu tercatat pada data hasil retribusi daerah kurun waktu triwulan kedua. Data yang diperoleh dari BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Karangasem, untuk Pos Pendapatan Retribusi Daerah, tercatat baru tercapai Rp 5,8 miliar dari target tahun ini Rp 26,2 miliar. Tidak hanya Pos Pendapatan Retri-
busi Daerah, sumber lainnya seperti Pos Pendapatan Pajak Daerah juga masih cukup rendah. Padahal, target yang dirancang tahun ini mencapai Rp 149,1 miliar, Namun, sejauh ini baru tercapai Rp 42,8 miliar atau baru 28,73 persen. Sementara pos pendapatan lainnya, seperti Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan, capaiannya cukup menggembirakan. Dari target Rp 11,05 miliar sudah tercapai Rp 10,4 miliar atau 94,4 persen. Demikian juga dari Pos Pendapatan Asli Daerah lainnya yang sah, sudah tercapai Rp 57,9 persen, atau Rp 52,1 miliar alias targetnya sudah tercapai 89,9 persen. Namun, total
orang. Kunjungan tahun 2019 meningkat dibandingkan tahun lalu. Tidak hanya ke Tulamben, wisatawan rata-rata berkunjung ke Tirta Gangga, Pura Besakih, Amed, Tulamben, Telaga Waja, Yeh Malet, Tenganan Pegringsingan, Candidasa, Padangbai, Labuan Amuk, Bukit Surga Nampo, Taman Edelwis, Puri Agung Karangasem, Bukit Asah, Purwayu, Taman Soekasada. “Jumlah kunjungan wisatawan alami peningkatan tiap tahun. Sayangnya, wisatawan yang menginap di Karangasem itu belum begitu banyak. Misalnya wisatawan yang diving di Tulamben relatif banyak tiap hari. Hanya yang nginap di Tulamben sedikit,” tambahnya. Sedana Merta yang baru menjabat Kepala Dinas Pariwisata beberapa hari ini, berjanji berupaya ekstra meningkatkan kunjungan terutama agar wisatawan itu mau menginap di Karangasem. (kmb31)
PAD yang sudah terealisasi baru 40,2 persen atau Rp 111,3 miliar. Kepala BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Karangasem, Made Sujana Erawan, Kamis (8/8) kemarin, mengakui rincian capaian pendapatan pada triwulan kedua itu. Tetapi, dia enggan menjelaskan lebih jauh terkait lambatnya progres capaian dua pos pendapatan yang nilainya masih rendah itu. Khususnya pada pos pendapatan retribusi daerah dan pos pendapatan pajak daerah. “Pendapatan yang kurang-kurang kami segera maksimalkan,” janji Sujana Erawan yang saat ini merangkap sebagai Plh. Sekda Karangasem ini. (kmb31)
Ketua Bawaslu Karangasem, I Putu Gede Suastrawan, mengatakan, pemetaan potensi sengketa pilkada itu telah dilaksanakan Rabu (7/8) lalu. Pertemuan yang sekaligus ajang evaluasi kegiatan Divisi Sengketa Bawaslu Karangasem Pemilu 2019 itu juga dihadiri Koodinator Divisi Sengketa Bawaslu Bali, I Ketut Rudia. Suastrawan menegaskan, mengacu UU Nomor 7 Tahun 2017 yang mendasari Bawaslu Kabupaten/Kota menjadi lembaga permanen, Bawaslu termasuk Bawaslu Kabupaten/Kota berwenang menangani sengketa proses yang terjadi antara peserta pemilu dengan penyelenggara pemilu. Dalam kaitan ini, KPU yang bersengketa dengan peserta pemilu. Meski penyelenggaraan Pilkada diatur dalam perundangan yaitu UU Nomor 10 Tahun 2016, namun pada prinsipnya Bawaslu Kabupaten/ Kota memiliki kewenangan yang sama dalam menangani sengketa proses. “Sehingga, kami pun mencoba memetakan sengketa itu yang berpotensi terjadi pada pelaksanaan tahapan Pilkada itu,” kata Suastrawan, pejabat asal
Tabanan yang juga Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Karangasem ini. Dalam diskusi terbatas yang dihadiri pimpinan parpol dan Kesbangpolinmas Karangasem itu, Bawaslu memperoleh sejumlah masukan. Termasuk potensi sengketa dalam penyelenggaraan Pilkada Karangasem 2020. Seluruh masukan ini akan menjadi bahan bagi Bawaslu Karangasem untuk mematangkan langkah-langkah pengawasan potensi sengketa Pilkada itu. “Saat ini, kami sedang melakukan pengawasan terhadap kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan,” ujarnya. Kordiv Sengketa Bawaslu Bali Ketut Rudia yang sekaligus melakukan supervisi atas kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu Karangasem. Menurutnya, hasil diskusi itu akan dibahas dan dikaji dalam rapat-rapat di tingkat Bawaslu Provinsi Bali. “Pemetaan potensi sengketa kita lakukan di keenam Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada pada 2020. Nanti akan kita lakukan pengkajian di tingkat provinsi,” katanya. (kmb31)
Bali Post/gik
DISKUSI TATA RUANG - Bupati Mas Sumatri saat diskusi dengan jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional.
Pemetaan Potensi Kerawanan Bencana Diminta Tidak Hambat Investasi
Kementerian Agraria dan Tata Ruang - Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) RI memberikan perhatian khusus terhadap Karangasem. Terutama menyepakati Pokok Muatan Mitigasi Bencana dalam Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Karangasem. Pihak Kementerian bertemu dengan sejumlah pejabat terkait di Pemkab Karangasem. Pertemuan itu dipusatkan di Hotel Rama Candidasa Resort, Kamis (8/8) kemarin. Lalu, bagaimanakah substansi pertemuan terkait pembahasan Pokok Muatan Mitigasi Bencana di RTRW itu?
Bali Post/kmb31
POTENSI RETRIBUSI - Salah satu lokasi rafting di Telaga Waja Kecamatan Rendang, sebagai salah satu potensi pendapatan retribusi di Karangasem.
PERTEMUAN dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional itu sebagai tindak lanjut serangkaian kegiatan penyusunan master plan KRB Gunung Agung di Karangasem. Master plan itu sejatinya sudah menghasilkan peta Zona Ruang Rawan Bencana (ZRB). Selain itu, rekomendasi teknis penyempurnaan/revisi rencana umum
tata ruang daerah dari aspek mitigasi bencana letusan gunung api, gempa bumi dan tsunami, banjir dan longsor. Namun, fokus penanganan risiko bencana yang terjadi di Karangasem itu ditekankan dalam Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung. Bupati Karangasem, Gusti Ayu Mas Sumatri, menyampaikan pemetaan ini akan digunakan sebagai arah kebi-
jakan untuk mendukung peningkatan PAD Karangasem, tanpa mengurangi aspek mitigasi bencana. Selanjutnya, Bupati Mas Sumatri mengharapkan, Kementerian ATR/BPN segera memberikan persetujuan substansi RTRW mengingat sudah berproses selama tiga tahun. “Kami sangat mengharapkan pemetaan potensi kerawanan bencana di Karangasem ini, tidak menjadi penghambat investasi. Tetapi, justru menjadi pendorong investasi yang sehat dan aman bagi siapa saja,” harapnya. Bupati Mas Sumatri juga menekankan dalam pengaturan yang dituangkan pada Revisi RTRW Karangasem, agar dapat memberikan arahan dan kebijakan yang mendukung peningkatan PAD Karangasem, tanpa mengurangi aspek mitigasi bencana. Pihak Kementerian ATR/
BPN RI yang diwakilkan Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Abdul Kamarzuki, mengatakan, agenda ini merupakan tahapan tindak lanjut dari penyusunan Master plan Penataan Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung di Karangasem. Sehingga, pihak kementerian sengaja turun ke Karangasem, guna mempercepat proses ini. Ia menambahkan, telah membuat peta multipotensi bencana di Karangasem untuk rekomendasi revisi RTRW Karangasem. Khusus Zona Rawan Bencana Gunung Agung, ditetapkan 6 km sesuai rekomendasi Badan Geologi. Namun, untuk pemanfaatannya diatur melalui rekomendasi yang ditetapkan melalui regulasi yang lain. Pastinya sangat memerhatikan kepentingan pengembangan potensi daerah. (gik)
KLUNGKUNG
12
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
TMMD Ditutup, Target Tercapai Maksimal Semarapura (Bali Post) Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 1610/ Klungkung di Desa Nyanglan, Banjarangkan, Klungkung yang berlangsung sejak 10 Juli 2019 lalu ditutup Irdam IX/ Udayana Kolonel Kav. Taufik Budi Santoso di Lapangan Pau, Banjarangkan, Klungkung, Kamis (8/8) kemarin. Amanat Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. yang dibacakan Taufik Budi Santoso mengatakan, berbagai sasaran kegiatan telah selesai dilaksanakan dalam TMMD ke-105 tahun 2019 ini. Kegiatan tersebut terdiri dari sasaran fisik dan nonfisik. Untuk sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur atau sarana prasarana yang benar-benar dibutuhkan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Terutama untuk membuka isolasi suatu daerah terpencil, seperti pem-
bukaan jalan baru, perehaban tempat ibadah dan rumah tidak layak huni, pembuatan bak penampungan air, MCK dan fasilitas umum lainnya. Sedangkan untuk kegiatan nonfisik diarahkan dalam rangka mendorong tumbuhnya inovasi kreativitas masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam membangun daerah menuju kehidupan sosial yang lebih maju, sejahtera dan mandiri. Selain itu juga dilaksanakan penyuluhan yang sangat penting untuk menggugah dan memupuk komitmen persatuan dan kesatuan bangsa. Usai acara, Irdam IX/Udayana mengatakan, TMMD merupakan kegiatan yang bersinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Klungkung dan masyarakat. Irdam mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang berjalan lancar dengan target sasaran yang dikerjakan tercapai dengan baik dan mak-
Tata Perbatasan Disiapkan Dana Rp 2 M Wajah pintu masuk ke sebuah kabupaten sering diabaikan. Apalagi perbatasan itu letaknya jauh dari pusat kekuasaan. Rupanya hal itu menjadi catatan Pemkab Klungkung. Pemkab pun terus melakukan penataan terhadap wajah kabupaten. Kali ini penataan akan dilakukan di perbatasan Kabupaten Klungkung dan Gianyar di Desa Tusan, Banjarangkan. Tak tanggung-tanggung anggaran yang disiapkan mencapai Rp 2 miliar pada tahun 2019. Terlebih kondisi perbatasan antara Kabupaten Klungkung dan Gianyar terlihat mulai kumuh dan dikeluhkan warga sekitar. Kondisi kumuh ini terlihat jelas pada kondisi tapal batas antara Kabupaten Klungkung dengan Kabupaten Gianyar di sisi timur jembatan pada Tukad Melangit. Saat ini di sekitar tapal batas tersebut terdapat bangunan rusak yang ditumbuhi semak belukar sehingga lingkungan di sekitarnya menjadi kumuh. Kondisi ini pun sempat dikomentari Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Rabu (7/8). Kepada wartawan, Suwirta mengatakan bahwa penataan perbatasan di wilayah Tusan tersebut akan dilakukan tahun ini. Namun, penataannya akan dilakukan secara bertahap. ‘’Sebenarnya penataan perbatasan di wilayah Tusan, Banjarangkan secara keseluruhan menghabiskan anggaran lebih dari Rp 7 miliar. Tapi kami lakukan bertahap dengan dana Rp 2 miliar dulu,’’ ujar Suwirta. Hal senada juga dikatakan Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Wilayah Pemukiman A.A. Duarasona. Ia mengatakan, penataan perbatasan Kabupaten Klungkung dan Gianyar di Desa Tusan tahun ini dianggarkan sekitar Rp 2 miliar. Penataan akan difokus-
kan pada penataan taman di sekitar monumen tapal batas. Termasuk pembangunan saluran air di atas tebing di sisi timur Tukad Melangit. ‘’Di perencanaan memang penataan secara menyeluruh, dan anggarannya lebih dari Rp 10 miliar. Ini sudah termasuk membangun dinding penahan tanah tebing di sisi timur Tukad Melangit, yang kerap longsor. Tapi karena keterbatasan anggaran terbatas, maka pembagunannya dilakukan bertahap,’’ ungkapnya. Menurut A.A. Duarasona, dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar tersebut, nanti akan dibangun rest area di sekitar perbatasan. Termasuk memasang tulisan ikonik, beserta patung-patung sebagai penghiasnya. Sementara di atas tebing yang rawan longsor di sekitar perbatasan, juga dibuatkan saluran air sepanjang kurang lebih 80 meter agar tebing tidak rawan longsor. ‘’Sebelumnya telah kami cek, ternyata air hujan yang salurannya langsung ke tebing membuat tanah di sekitarnya labil dan mudah longsor sehingga penataan ini juga akan kami gunakan untuk membangun saluran air di atas tebing,’’ jelasnya. Setelah tahap pertama selesai, penataan akan dilanjutkan secara bertahap, meliputi pembangunan dinding penahan tebing. Termasuk mampercantik aliran sungai di sekitar perbatasan, sehingga dapat menjadi objek wisata. ‘’Perencanaan memang kita buat sekalian, tapi pembangunan bertahap. Bahkan di anggaran induk 2020 sudah kami pasang lagi anggarannya. Namun nanti tergantung tim anggaran apakah disetujui atau tidak. Tapi komitmen kami tentu sama, untuk mempercantik wajah Klungkung,’’ ujar pejabat asal Desa Banjarangkan ini. (kmb)
Bali Post/kmb
SEGERA DITATA - Kondisi perbatasan Klungkung dan Gianyar di wilayah Tusan, Banjarangkan yang akan ditata tahun 2019 dengan dana sekitar Rp 2 miliar.
simal. Secara khusus, ia mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam bergotong royong dan adanya kerelaan untuk menyerahkan tanah milik warga dalam rangka pembangunan jalan. Diharapkan, hasil TMMD kali ini dapat dipelihara kesinambungannya, ditingkatkan kualitas jalannya dari diperkeras menjadi diaspal, termasuk penyelesaian administrasinya bagi tanah yang sudah diserahkan untuk pembangunan jalan. Sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Sekretaris Daerah Klungkung Gede Putu Winastra mengatakan, Pemerintah Kabupaten Klungkung sangat berterima kasih dan mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-105 di Desa Nyanglan. Diakuinya, TMMD telah memberikan banyak hal yang sangat positif dalam penyiapan infrastruktur yang dibutuhkan dan dapat meningkat-
kan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kegiatan non fisik dalam berbagai bentuk penyuluhan juga mampu untuk membangun wawasan kebangsaan masyarakat dan berbagai pengetahuan lainnya. Sementara itu, Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi. Paulus Joni Simbolon mengatakan, TMMD merupakan proses buttom-up yang merupakan usulan dari masyarakat yang ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung bekerja sama dengan TNI dalam hal ini Kodim 1610/ Klungkung. Pengerjaan sasaran utama yang dilakukan adalah dengan pembangunan jalan sepanjang 2.060 meter untuk menghubungkan dua desa, yaitu Desa Nyanglan dengan Desa Tihingan. Termasuk di dalamnya membuka akses jalan menuju ke lokasi Air Terjun Tirta Tiyasa Udayana yang baru ditemukan kembali dalam pelaksaan TMMD ini. (win)
Bali Post/win
BEDAH RUMAH - Irdam IX/Udayana Kolonel Kav. Taufik Budi Santoso beserta seluruh jajaran saat berkunjung ke warga penerima bedah rumah di sela-sela penutupan TMMD ke-105 Kodim 1610/Klungkung di Desa Nyanglan, Banjarangkan, Klungkung, Kamis (8/8) kemarin.
BPK Minta Guru Tekankan Pendidikan Karakter
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta membuka Kegiatan Sosialisasi untuk Memberikan Edukasi Terkait Pemahaman Peran BPK di Bidang Pendidikan di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) bersama Nusa Penida, Kamis (8/8) kemarin. Rombongan Tim Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Bali dipimpin Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali Dr. Drs. Sri Haryoso Suliyanto, M.Si. serta dihadiri Inspektur Daerah Kabupaten Klungkung I Made Seger, Kepala Dinas Pendidikan Dewa Gede Darmawan serta Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA dan SMK se-Kecamatan Nusa Penida.
Bali Post/ist
BPK - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat acara sosialisasi terkait peran BPK di bidang pendidikan di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) bersama Nusa Penida, Kamis (8/8) kemarin.
Bupati menegaskan, kedisiplinan harus ditegakkan sejak awal. Tak hanya siswa, juga para pendidik harus memberi contoh. Ia juga menekankan kepada dinas terkait agar menginventarisir dengan baik sarana dan prasarana fasilitas yang ada di masing-masing sekolah khususnya di Nusa Penida. “Jangan sampai ada sekolah yang sarana dan prasarananya kurang baik,” Tegas Bupati Suwirta. Bupati asal Nusa Ceningan ini juga mengimbau terkait dengan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sudah diterapkan di Kabupaten Klungkung agar para pengajar tidak merokok di areal sekolah dan jaga lingkungan sekolah dengan cara tidak melanggar aturan yang sudah berlaku. “Saya tidak melarang orang merokok, tetapi mari bulatkan niat untuk patuhi Perda KTR ini bersama-sama dengan baik dan jangan sampai ada yang
melanggar aturan,” harap Bupati Suwirta. Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali Dr. Drs. Sri Haryoso Sulisyanto, M.Si. menyampaikan tujuan dari kegiatan ini yakni untuk memberikan informasi dan pemahaman terhadap aspek pendidikan dalam rangka membangunan Indonesia lebih baik lagi. “Pendidikan berkarakter harus selalu dijaga dan ditanamkan sejak dini di sekolah dengan baik,” pesan Sri Haryoso Sulisyanto kepada para peserta. Menurut Sri Haryoso Sulisyanto, Kabupaten Klungkung sudah memiliki konsep pembangunan yang sangat jelas. Ia juga mengaku perkembangan pariwisata khususnya di Nusa Penida juga sangat luar biasa. “Semoga sosialisasi ini bisa nantinya memberikaan dampak yang positif baik itu di bidang pendidikan maupun di bidang pariwisata,” harapnya. (win)
Gerak Jalan 17 K
Pembangkit Semangat Dukung Pembangunan Daerah Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta mewakili Bupati Klungkung didampingi Sekda I Gede Putu Winastra melepas peserta lomba Gerak Jalan 17 K di depan Puri Agung Klungkung. Lomba digelar serangkaian menyambut peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 RI tahun 2019. Lomba diawali dengan pelepasan regu dari Kepala Perangkat Daerah dan regu Paskibra sebagai peserta kehormatan. Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Negah Sudiartha menyatakan, dalam Gerak Jalan 17 K ini diikuti oleh tingkat SMA/SMK, karang taruna/sekaa teruna/organisasi masyarakat, antar OPD, guru, instansi pemerintah
swasta kategori putra, peserta berjumlah 17 orang tiap regu, termasuk danton. Kriteria penilaian meliputi keutuhan dan kerapian barisan serta waktu tempuh 170 menit. Peserta yang mengikuti lomba Gerak Jalan 17 K ini, berjumlah 72 Regu. Dalam lomba Gerak Jalan peserta juga diwajibkan menyanyikan lagu perjuangan sepanjang rute. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta mengatakan agar lomba yang rutin digelar setiap tahun ini tak hanya sebatas seremonial. Namun, diharapkan dapat sebagai ajang pembangkitan semangat masyarakat dan menumbuhkan sikap pejuang dalam rangka mendukung pembangunan daerah. (win)
GERAK JALAN - Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta mewakili Bupati Klungkung didampingi Sekda I Gede Putu Winastra melepas peserta lomba Gerak Jalan 17 K di depan Puri Agung Klungkung, Kamis kemarin.
penyeberangan Sanur - Nusa Penida pada Selasa (30/7) sekitar pukul 10.30 wita. Penangkapan Novi ini dilakukan setelah petugas menemukan adanya bukti transaksi narkoba di HP milik Darmawan (oknum PNS) dengan Novi. Menindaklanjuti petunjuk tersebut, tim opsnal Sat Res Narkoba Polres Klungkung yang dipimpin AKP Dewa Gde Oka menelusuri jaringan Darmawan yang berada di Denpasar. ‘’Setelah melakukan penyelidikan akhirnya anggota menangkap Novi di pantai Sanur. Bahkan saat dilakukan pemeriksaan dari tangannya ditemukan satu paket SS yang disimpan di dalam kaleng alat kecantikan,’’ ujar Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana dalam jumpa pers, Kamis (8/8) kemarin. Menurut Kapolres, satu paket SS yang didapat dari tangan Novi rencananya akan dikirim ke Nusa Penida. Namun Novi
mengelak kalau barang haram tersebut miliknya. Satu paket SS tersebut dikatakan milik pacarnya, yakni Komang Sukartawan yang diajak ngekos di Jalan Mekar Jaya, Pedungan, Denpasar Selatan. ‘’Berdasarkan keterangan Novi tersebut maka anggota kami menangkap pacarnya (Sukartawan) yang kebetulan menunggu di toko kue di jalan by-pass,’’ ungkap Kapolres. Setelah Sukartawan ditangkap, petugas kemudian melakukan penggeledahan di kamar kosnya di wilayah Pedungan. Dari hasil penggeledahan yang dilakukan, petugas kemudian menemukan tiga paket SS, timbangan digital, alat hisap (bong), serta HP yang digunakan tukang ojek online ini untuk transaksi narkoba. ‘’Jadi total barang bukti sabu- sabu dari hasil pengembangan di Denpasar ini sebanyak empat paket dengan berat 10,60 gram bruto atau 9,31 gram netto,’’
beber Kapolres. Namun, dari hasil pengembangan yang dilakukan petugas terhadap kedua tersangka (Novi dan Sukartawan) terputus. Pasangan kekasih ini memilih bungkam menjelaskan dimana barang haram tersebut didapat. Kapolres hanya mengatakan, kalau modus yang mereka lakukan dengan cara sistem tempel. Tapi berdasarkan bukti-bukti dan gelar perkara yang dilakukan keduanya sebagai pengedar. Apalagi dari tangan oknum PNS yang ditangkap di Nusa Penida, petugas mengamankan uang sekitar Rp 30 juta. ‘’Apakah uang yang diamankan itu termasuk transaksi, ini yang masih dikembangkan,’’ katanya. Kapolres Komang Sudana yang didampingi Kasubag Humas, AKP Putu Gede Ardana dan Kasat Narkoba AKP Dewa Gede Oka, menegaskan, bahwa ketiganya bakal dijerat Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU
Bali Post/win
Dua Pemasok SS Ditangkap, Ternyata Sepasang Kekasih
Polisi menangkap pemasok narkoba jenis sabu-sabu, yakni Sang Ayu Made Noviani alias Novi (23) asal Kintamani, Bangli bersama kekasihnya, Komang Sukartawan alias Mang Apel (27) asal Busungbiu, Buleleng. Keduanya merupakan pemasok SS untuk ter-
sangka I Kadek Darmawan, oknum PNS di Klungkung. Sepasang kekasih ini ditangkap di Denpasar di lokasi berbeda. Novi yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko di pasar oleh-oleh di Kuta ini ditangkap di pantai Sanur, tepatnya di dermaga pelabuhan
Bali Post/kmb
DIAMANKAN - Tiga pengedar SS diamankan petugas Sat Narkoba ke Mapolres Klungkung, Kamis (8/8) kemarin.
RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. Sementara oknum PNS Kadek Darmawan mengaku baru empat kali melakukan transaksi narkoba di Nusa Penida. Pria yang sehari-hari bertugas di UPT Kebersihan di Nusa Penida ini mengaku baru kenal Novi tiga bulan. Setelah mendapat barang tersebut dia kemudian menjualnya kepada warga lokal dengan harga Rp 300 ribu per paket. ‘’Saya baru dua bulan menjualnya. Saya menjualnya biar bisa dapat pakai sendiri, tidak lebih,’’ ujar Darmawan. Dengan suara pelan, Darmawan juga mengaku baru setahun memakai narkoba jenis sabu-sabu. Hal itu pun dilakukan agar kuat magadang. Tapi
apa alasannya dirinya magadang tidak dijelaskan. Bapak tiga anak ini juga mengelak telah menjual narkoba kepada wisatawan maupun di tempatnya bekerja. ‘’Saya pakai sendiri, barang itu saya puter biar dapat beli juga,’’ katanya. Untuk diketahui, Darmawan alias Pakeng ditangkap petugas di sebuah bengkel mobil di Jalan Raya Ped-Toya Pakeh pada Minggu (28/7) sekitar pukul 16.40 wita. Dari tangannya, petugas menemukan enam paket SS yang disimpan di saku celananya. Setelah dilakukan penggeledahan di rumahnya di Desa Ped, petugas juga menemukan tiga paket SS, timbangan digital dan uang tunai serta peralatan untuk mengkonsumsi sabu yang disembunyikan di mesin cuci. Jadi total barang bukti yang diamankan dari tersangka sebanyak sembilan paket dengan berat total 3,75 gram bruto atau 3,31 gram netto. (kmb)
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Karyawan/ti kerja serabutan Hub.081338085868
B.BP.001.08.19.0000091
Dicari Sopir bisa Alphard Matic. Untuk rumah Dps. SMS WA data ke 0816571027
BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.08.19.0000046
Dcr Pelaksana Proyek Lap&Sopir Pengalaman 4Th.min SMK kirim lam.ke adhigrahajaya@gmail.com atau hub.085225972222
Dcri Kary Laki Bag.Pengiriman Gn.Andakasa max35th.Hub.081237 811808 (jam kerja) Jaya Bersama
B.BP.001.08.19.0000175
Dibthkan Sopir SIM A & Drafter Hub.082113195951 / 461350 email: nuansabali1@yahoo.com
B.BP.001.08.19.0000224
Dcr Pembantu Rmh Tangga niat kerja,jujur Hub.081236760188
Dibutuhkan 2org Admin,laki/wnt Umr 23-30th ditjkan ke PT Dua Berjaya Jl.Gurita Utama No.22 Sesetan Denpasar Selatan Hub. Hp.081237777772(Lmr diBw Lsg)
“Dcr Driver & Sales Counter bs Bhs.Inggris hub.Merrys Tour 08123837314
Dcr Sgr QS/Estimator fresh graduate utk kontraktor min.D1 Bangunan Hub.081805585472/Email: hakersenbali@yahoo.co.id
Dibutuhkan Karyawan untuk jaga Toko Lukisan,Bisa Bhs Inggris Jln.Basangkasa No.19 Kuta Hub:081916018025
Adm Gdg Wnt,AA,D3 Farm bs Comp Jl.Bajataki III/3 T.03618947700
Dcr Tukang Sablon Brpengalaman H:Jl.Laksmana I/6:085333892339
Dibutuhkan Staff Administrasi tamatan SMEA Akuntansi dan Sopir Lam.Ke PT.BSM Alamat Jl.Diponegoro.Komp Diponegoro Blok C4 Dps Telp:081236652305
B.BP.004.08.19.0000245
Dicari Cleaning Service di Jln. Petitenget 082210090909
B.BP.004.08.19.0000243
Dcr Sales&Sopir kanvas L300 Gaji,UM+Instv Hub:081338085868
B.BP.001.08.19.0000092
B.BP.004.08.19.0000202
B.BP.001.08.19.0000241
B.BP.001.08.19.0000205
B.BP.004.08.19.0000200
B.BP.001.08.19.0000204
B.BP.001.08.19.0000123
Dcr Pegawai Salon, Jl.Hangtuah 11 Sanur Telp/WA:085237836645
Dicari Guru SD & OB Max. 30Th Bs Kerja Team.Hub:082145707300
B.BP.001.08.19.0000167
B.BP.001.08.19.0000147
RUPA-RUPA
B.BP.001.08.19.0000172
B.BP.001.08.19.0000230
B.BP.001.08.19.0000227
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL SERVICE
Dicari Sales & Pelaksana D3/S1 Sipil.Hub:PT.KSM(081236046677) B.BP.001.08.19.0000117
Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar Hub:087898301403 B.BP.001.08.19.0000231
Dicari segera Pengepul Sequin Jl.Imam Bonjol No.607 T.755204 B.BP.004.08.19.0000240
Garmen Bth Sgr Sopir Brpnglman SIM A & Tng Prod Pria Sbnyk2nya Hub.08179728394,237757 B.BP.001.08.19.0000165
Sopir u/Spa (antar jemput tamu) Hub.081246400852/081529427339 B.BP.001.08.19.0000206
Turtle Rest at Kuta look for Waitress Call/WA 081338702266 B.BP.154.08.19.0000246
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Innova Tipe J manual th 2013 silver ,mulus,terawat,Tgn I Hub 085109004445
B.BP.004.08.19.0000244
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL TANAH
Jl Tnh 4A,Jl.Sekar Tunjung XIV GatotSubrotoTmr H.081236382355
B.BP.001.08.19.0000242
Jual Tnh Lok.Strategis Daerah Kintamani Hub.085101930950
B.BP.001.08.19.0000114
Tanah 2,21 Are Jl.Lapangan Celuk (Jalan 6 Meter) Harga 490Jt/Are Nego H:081237044471 B.BP.001.08.19.0000236
Dijual Rmh 2,6 are Jl.Anyelir No.49 Kel.Sumerta Dps Timur Hub.0811388354/0817388354Nego
Tanah 2HA/Payangan,BuahanKaje Gnyr Rp.85Jt/Are Hp:0811398154
PROPERTY
Tnh 19 are di Buduk, aspek perumahan. Hub:081236877147
B.BP.001.08.19.0000247
DIJUAL TANAH
Dijual Tnh Kav Kaliasem Sgrj DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.07.19.0000068
Jual Tanah 3.5A di Tegal Cupek Kerobokan.Cck unt Villa @Rp 900Jt/A Hub:08179965168
B.BP.001.08.19.0000233
B.BP.001.08.19.0000160
B.BP.004.08.19.0000238
PROPERTY DIJUAL VILLA
RUPA-RUPA *Freelance Marketing Deposito Komisi 1% - 3% WA:081239011111 B.BP.001.08.19.0000157
Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.08.19.0000059
KEHILANGAN Hlg Buku Kiur Pick Up DK9727BK An.PT.Cahya Surya Bali Indah B.BP.001.08.19.0000228
Hlg Sertifikat Tanah No.3153 L.250M2 AN.I Made Suarya B.BP.004.08.19.0000239
Hlg Sertifikat Tnh No.HM00213LS.1.795M2 An.Pura Dalem Desa Adat Abiansemal B.BP.001.08.19.0000229
Jual Villa 2lt di Pererenan 3Kmr Tdr Bsr/Pool/Open Liv Kitc/Garden/Garase/LT274/ LB300-SHMIMBHub:08179965168
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.08.19.0000232
B.BP.001.08.19.0000162
BIRO JASA
BANGLI
14
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
Beri Pemahaman Korupsi dan Gratifikasi kepada Anggota Dewan
KPK Tampilkan Kondisi Ruang Tahanan
Bangli (Bali Post) -
Bali Post/ina
BALEGANJUR - Penampilan salah satu sekaa baleganjur di areal parkir Pasar Seni Geopark, Kamis (8/8) kemarin.
Sekaa Baleganjur Unjuk Kebolehan di Pasar Seni Geopark
BELASAN sekaa baleganjur unjuk kebolehan di areal parkir Pasar Seni Geopark, Penelokan, Kintamani, Kamis (8/8) kemarin. Mereka tampil dalam acara bertajuk Festival Kintamani Baleganjur. Kegiatan festival yang diisi dengan penampilan fragmentari tersebut berhasil menarik perhatian wisatawan yang sedang berkunjung ke Kintamani. Total ada 13 sekaa baleganjur perwakilan desa-desa seKecamatan Kintamani yang menampilkan kebolehannya. Festival Kintamani Baleganjur yang dilaksanakan Kecamatan Kintamani, Kamis kemarin adalah yang ketiga kalinya digelar. Kegiatan ini juga disaksikan sejumlah
undangan dari Forkompinda dan Jero Gede Batur Duuran. Camat Kintamani Wayan Dirgayusa yang sekaligus ketua panitia penyelenggara mengatakan, Festival Kintamani Baleganjur ini dilaksanakan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-74 RI. Di samping juga untuk melestarikan seni dan budaya, serta untuk meningkatkan kemampuan seni tabuh dan seni tari muda-mudi dan seluruh komponen seni di Kintamani. Ia mengatakan, kegiatan Festival Kintamani Baleganjur yang diselenggarakan dari tahun ke tahun telah terjadi peningkatan secara kualitas penyelenggaraan. Pihaknya berharap penyelenggaraan
kegiatan ini ke depan bisa melibatkan komponen-komponen pendukung pariwisata sehingga terjadi keserasian dalam penyelenggaraan dengan program pengembangan pariwisata di Kecamatan Kintamani dan Bangli pada umumnya. Disampaikan juga bahwa waktu yang diberikan kepada masing-masing peserta untuk menampilkan kreasi tabuh baleganjur dan pragmentari yakni 20 menit. Unsur penilaiannya meliputi keutuhan tabuh, suara gambelan, gegebug/tetekes dan kostum. Sedangkan kriteria penilaian tari seperti tandang, tangkep, tangkis, keserasian tabuh dan tari serta bentuk garapan, judul, dan kreasi. (ina)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kamis (8/8) kemarin, mengunjungi Gedung DPRD Bangli. Dalam kunjungan KPK serangkaian program road show tersebut, para anggota dan calon anggota DPRD Bangli diberi pemahaman tentang korupsi dan gratifikasi. Pada kesempatan itu, KPK juga menampilkan foto kondisi ruang tahanan KPK yang selama ini dihuni para koruptor. Selain anggota dan calon anggota DPRD Bangli, sosialisasi antikorupsi tersebut juga diberikan KPK kepada perwakilan partai politik di Kabupaten Bangli. Acara sosialisasi dibuka Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata. Penasihat KPK RI Sarwono Sutikno menjelaskan, sesuai UU 31 Tahun 1999 jo UU 20 Tahun 2001, korupsi dapat dikategorikan menjadi 30 jenis tindak pidana korupsi. Dari 30 tindak pidana korupsi itu selanjutnya dapat diklasifikasikan menjadi tujuh. Di antaranya kerugian keuangan negara, suap menyuap, pemerasan, penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi. Disampaikan bahwa korupsi terjadi karena tidak
adanya integritas dalam diri. Yang dimaksud integritas adalah tidak ada kesepahaman antara ucapan, tindakan, pikiran dengan hati nurani. KPK menyebutkan pelaku tindak pidana korupsi selama ini cukup banyak dari kalangan anggota legislatif dan partai politik. Karenanya KPK mengingatkan kepada seluruh wakil rakyat yang ada di Bangli untuk tidak melakukan praktik korupsi dan berhatihati dalam menerima sesuatu yang berpotensi mengarah pada gratifikasi. Gratifikasi, dijelaskan Sarwono, memiliki pengertian sebagai pemberian dalam arti luas. Bisa berupa hadiah, pinjaman, diskon, fasilitas penginapan, tiket perjalanan atau fasilitas lainnya. Penerimanya bisa pegawai negeri atau penyeleng-
gara negara. “Setiap pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima gratifikasi berhubungan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak melapor ke KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterima, maka masuk dalam unsur pasal gratifikasi. Hukumannya apa? Penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar,” jelasnya. Selain menyampaikan soal sanksi, dalam kesempatan kemarin KPK juga menampilkan foto kondisi ruang tahanan di KPK. Dalam satu ruangan, bisa dihuni 4-5 orang. Tempat tidurnya dibuat dari semen dilapisi kasur tipis. Kamar mandinya cuma satu dengan kondisi terbuka. “Kira-kira seperti itu
gambaran rutan KPK yang sekarang juga sudah hampir penuh, sehingga kita pinjam ke rutan polisi militer untuk menampung koruptor-koruptor baru,” terangnya. Ketua DPRD Kabupaten Bangli Ngakan Kutha Parwata usai acara sosialisasi antikorupsi kemarin sangat mengapresiasi kunjungan KPK ke Bangli. Menurutnya, acara sosialisasi antikorupsi ini sangat penting dan bermanfaat mengingat kasus korupsi yang ditangani KPK pelakunya banyak orang politik. “Saya sebagai pimpinan sangat berharap sosialisasi ini betul-betul bisa dimaknai anggota dewan dalam menjalankan tugas dari partai atau sebagai wakil rakyat,” kata Kutha Parwata. (kmb40)
Hadiri ”Road Show” Bus KPK 2019
Bupati Made Gianyar Komitmen Dukung Program Pencegahan Korupsi
BUPATI Bangli I Made Gianyar berkomitmen dan mendukung penuh upayaupaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam mencegah terjadinya korupsi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bangli. Hal ini disampaikan Bupati Made Gianyar saat menghadiri Road Show Bus KPK 2019 dengan tema “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” di Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli, Kamis (8/8) kemarin. Dari KPK RI hadir Penasihat KPK RI Bidang IT, Audit dan Keamanan Informasi Sarwono Sutikno, Direktur LHKPN KPK RI Isnaini dan Koordinator Wilayah KPK Asep Rahmat Suwanda. Bupati Made Gianyar mengatakan, langkah nyata Pemkab Bangli dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Kabupaten Bangli, yakni dengan membentuk Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Bangli. Selain itu, Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Pemkab Bangli juga sudah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Bangli
dan Kepolisian Resort Bangli dalam pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pemerintah daerah, serta rutin melaksanakan sosialisasi mengenai masalah pungli dan gratifikasi yang melibatkan seluruh komponen seperti ASN, kepala desa, bendesa adat, sekolah-sekolah serta tokoh masyarakat. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemkab Bangli dari awal juga sudah berkomitmen melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terjadinya penyimpangan-penyimpangan. Salah satu upaya pencegahan yang sudah dilakukan, yakni melalui kegiatan Koordinasi Suvervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) dengan KPK. Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan Pemkab Bangli dalam kegiatan-kegiatan Korsupgah, antara lain dengan memulai proses perencanaan dan penganggaran APBD dengan menyiapkan aplikasi di bidang prencanaan berupa Simda-perencanaan sebagai langkah awal penerapan e-Planning. Sedangkan dari aspek pengadaan barang dan jasa, Pemkab Bangli su-
KPK - Bupati Bangli I Made Gianyar bersama Penasihat KPK RI Bidang IT, Audit dan Keamanan Informasi Sarwono Sutikno, Direktur LHKPN KPK RI Isnaini, dan Koordinator Wilayah KPK Asep Rahmat Suwanda saat hendak meninjau Bus KPK di Desa Penglipuran Bangli.
CMYK
dah menerapkan e-Procurement sehingga dapat meningkatkan kinerja, efektivitas, efisiensi dan transparasi, serta untuk meningkatkan tata kelola dana desa menjadi lebih akuntabel, sejak tahun 2016, desa-desa di Bangli sudah mengimplementasikan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), dan menjadi kabupaten pertama di Bali yang menerapkan sistem/aplikasi dalam tata kelola keuangan desa. Pada kesempatan itu, Bupati Made Gianyar juga menyampaikan ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih, karena Kabupaten Bangli sudah dipilih sebagai salah satu tempat pelaksanaan Road Show Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi. Ia berharap, kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat terwujud sesuai dengan harapan, yakni menjadikan Kabupaten Bangli lebih baik lagi ke depan. “Selamat datang dan terima kasih kami sampaikan kepada KPK yang sudah berkenan hadir di Kabupaten Bangli. Mudah-mudahan kehadiran KPK di Kabupaten Bangli, bisa memberi manfaat bagi kemajuan Bangli,” harapnya. Sementara itu, Penasihat KPK RI Sarwono Sutikno mengatakan, tujuan dari Road Show Bus KPK 2019, Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi adalah untuk membumikan isu-isu pemberantasan korupsi di masyarakat, menghadirkan KPK secara riil di tengah-tengah masyarakat, mensosialisasikan programprogram antikorupsi KPK, mengumpulkan masukan serta feedback tentang KPK. Ia juga mengatakan, selama ini peran KPK lebih dikenal oleh masyarakat dalam hal penindakan. Lebih dari itu KPK juga melakukan program-program pencegahan korupsi. (ad248)
KPK - Acara sosialisasi antikorupsi KPK di DPRD Bangli, Kamis (8/8) kemarin.
Bali Post/kmb40
Dewan Segera Dilantik
Belum Ada Kesepakatan Soal Pakaian Bangli (Bali Post) – Acara pelantikan anggota DPRD Bangli periode 20192024 tinggal hitungan hari. Namun, hingga Kamis (8/8) kemarin belum ada kesepakatan terkait pakaian yang akan digunakan para anggota dewan terpilih saat acara pelantikan nanti. Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata mengakui, sampai Kamis sore kemarin belum ada kesepakatan terkait pakaian saat acara pelantikan dewan nanti. Masih ada silang pendapat antarfraksi soal pakaian yang akan digunakan. Internal Fraksi PDI-P mengusulkan menggunakan pakaian adat Bali, sementara ada fraksi lainnya tidak sepakat dan ingin menggunakan pakaian sipil lengkap (PSL) sesuai SE Mendagri. Untuk menemukan kesepakatan, pihaknya mengaku sudah sempat melakukan rapat koordinasi antarfraksi. Namun, hasilnya nihil karena banyak yang tidak hadir. “Ada yang sepakat dan ada yang tidak. Karena kita nanti bertemu dalam event rapat paripurna istimewa, saya selaku pimpinan DPRD dan sebagai pengundang, perlu mendapat dukungan konkret dari teman-teman semua fraksi,” terangnya. Meski belum ada kesepak-
atan soal pakaian, namun undangan untuk acara pelantikan dewan sudah dicetak. Hanya dalam undangan tersebut tidak dicantumkan perihal pakaian yang digunakan. “Kami masih kosongkan karena menunggu koordinasi. Kalau ada kesepakatan pakai pakaian adat, akan kami sesuaikan. Kalau tidak, pakaian yang digunakan disesuaikan dengan surat edaran Mendagri,” kata Kutha Parwata. Sebagaimana yang diketahui, acara pelantikan anggota DPRD Bangli periode 2019-2024 akan digelar di Gedung DPRD Bangli, Senin (12/8) mendatang. Total anggaran yang disiapkan pihak Sekretariat DPRD Bangli untuk membiayai acara pelantikan anggota dewan baru mencapai Rp 600 juta. Anggaran tersebut nantinya akan
dipergunakan untuk membiayai beberapa pos kegiatan. Di antaranya untuk pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) bagi 30 anggota dewan yang akan digunakan saat pelantikan nanti. Untuk pengadaan satu stel PSL, masing-masing anggota dewan disiapkan anggaran Rp 4 juta. Jika dikalikan seluruh jumlah anggota dewan, total anggaran untuk pengadaan PSL mencapai Rp 120 juta. Selain pengadaan PSL, anggaran tersebut sebagian juga dialokasikan untuk pembuatan lencana/insigne emas untuk masing-masing anggota dewan. Total anggaran yang disiapkan untuk pembuatan lencana sebesar Rp 270 juta. Tak hanya itu, masing-masing anggota dewan nantinya juga akan dibuatkan satu buah papan nama. Untuk pengadaan
Bali Post/kmb40
Ngakan Kutha Parwata
papan nama tersebut, pihak Sekretariat Dewan menganggarkan Rp 1 juta per satu buah papan nama. Anggaran tersebut juga akan digunakan untuk membiayai konsumsi, sewa tenda, sewa meja kursi, dan lainnya. (kmb40)
Jumat Umanis, 9 Agustus 2019
OLAHRAGA
15
Potensi Kejutan Papan Bawah
Bali United Pantang Remehkan Lawan Gianyar (Bali Post) – Meski akan melawan Semen Padang yang tengah berkutat di papan bawah, Bali United wajib waspada. Kekalahan mengejutkan Madura United di kandang sendiri kontra PSS Sleman merupakan gambaran betapa berbahayanya meremehkan lawan. Kewaspadaan dan konsentrasi tinggi wajib Bali United yang akan menjamu Semen Padang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (9/8) hari ini. Kekalahan Madura United dari PSS Sleman jauh dari prediksi. Di atas kertas, mereka yang bermodalkan statistik lebih bagus, akan menang mudah. Nyatanya, PSS bisa membalikkan prediksi berkat gol tunggal Irkham Zahrul Milla. Kondisi tersebut kini menjadi pelajaran penting bagi Bali United. Kapten Bali United, Fadil Sausu, menilai kekuatan 18 kontestan musim ini sejatinya tak jauh beda, termasuk Semen Padang yang notabene calon lawan timnya. Meski baru mengoleksi empat poin, mereka tetap memiliki potensi untuk bangkit. ‘’Sebuah tim kalau sedang terpuruk di papan bawah pasti ingin menang. Apa-
lagi kalau bertemu tim papan atas, para pemain lebih bersemangat. Melawan tim mana pun pantang anggap remeh. Kami harus bekerja keras seperti biasanya,’’ ucap Fadil, Kamis (8/8) kemarin. Fadil Sausu juga melihat posisi Bali United saat ini belum aman. Hal ini karena kompetisi baru melewati pekan ke-12 sehingga masih banyak waktu bagi tim-tim lawan untuk meramaikan persaingan di papan atas klasemen Shopee Liga 1 2019. ‘’Putaran pertama saja belum lewat, jadi masih prematur sekali. Kami belum bisa memprediksi siapa yang bisa bersaing di jalur juara,’’ ucap pesepak bola kelahiran Palu, Sulawesi Tengah tersebut. Hal senada diungkapkan bek Gunawan Dwi Cahyo. ‘’Mewakili rekan-rekan pemain lainnya, bisa saya sampaikan bila kami sudah siap menghadapi pertandingan
besok. Kami punya tekad bila saat bermain di kandang, kami bisa meraih 100 persen kemenangan. Kami juga ingin tetap berada di papan atas,’’ ujar Gunawan. ‘’Saya rasa semua pemain Semen Padang sangat berbahaya ketika masuk ke pertahanan kami. Kuncinya kami harus kompak di pertandingan besok. Ketika mereka bermain dengan kolektif, tapi juga kami bermain kompak, pastinya kami akan mampu mengantisipasi permainan mereka,’’ tutup Gunawan. Gunawan Dwi Cahyo sendiri tampil cukup apik setidaknya dalam dua pertandingan terakhir saat menghadapi Persib Bandung dan PSM Makassar. Kolaborasinya dengan Leonard Tupamahu sukses membuat pertahanan Bali United tampil solid dengan mampu mencatatkan dua kali cleansheet di dua laga tersebut. (kmb33)
Piala AFF U-18
Garuda Muda Menang Telak
Bali Post/ant
GOL - Sutan Zico, pencetak gol keempat timnas U-18, saat melawan Timor Leste.
Hanoi – Timnas Indonesia memetik kemenangan kedua di ajang Piala AFF U-18 2019. Garuda Muda menang 4-0 atas Timor Leste. Di Go Dau Stadium, Hanoi, Vietnam, Kamis (8/8) kemarin, Indonesia unggul 3-0 di babak pertama. David Maulana, Mohammad Salman Alfarid, dan Beckham Putra pencetak golnya. Di babak kedua ada satu gol tambahan. Sutan Zico yang menjadi pencetak gol tambahan untuk tim asuhan Fakhri Husaini. Indonesia vs Timor Leste selesai 4-0. Namun pertandingan sempat diwarnai kericuhan. Pada
menit ke-89 Supriadi dijegal kemudian diinjak pemain Timor Leste Salvador Da Silva. Para pemain Merah Putih langsung geram dan mengejar Da Silva. Para pemain Timor Leste lainnya pun mencoba melerai. Wasit akhirnya memberi kartu merah Da Silva. Insiden ini tidak mengubah hasil apa pun. Indonesia tetap menang 4-0. Dengan kemenangan ini, Indonesia ada di posisi pertama Grup A klasemen Piala AFF U-18 2019. Indonesia mengumpulkan enam poin dari dua kali bertanding, raihan poin Timor Leste masih tiga poin. (kmb33/ant)
Jumat, 9 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung Manawa Ratna Tawur Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini(2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Sabha Parwa(2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Talk Show Merah Putih Menjaga Keseimbangan
Lingkungan Hidup di Bali Melalui Wirausaha Inovatif 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung Manawa Ratna Tawur Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini(3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Interaktif
Arya Wedakarna 17:00 Wita Ocydia Home Shopping 17:30 Wita Kartun Sabha Parwa(3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Solusi Alternatif Reiki Ling Chi 21:00 Wita Bali Now Agus Mertayasa 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Empu Ender Tengkulak Kelod (1) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
REBUT BOLA - Pesepak bola Bali United Leo Tuoamahu (kiri) menendang bola yang berusaha direbut oleh pesepak bola PSM Makassar Ferdinand Sinaga dalam pertandingan Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (1/8) lalu. Bali United menang atas PSM Makassar dengan skor 1-0.
Gateball Target 3 Besar di Pra-PON Denpasar (Bali Post) – Tim gateball Bali memancang target lolos 3 besar pada pra-PON gateball di Pulau Samosir Sumatera Utara, November mendatang. Target 3 besar tersebut dipancang karena sudah cukup untuk bisa lolos ke PON XX/2020 di Papua. ‘’Target 3 besar di pra-PON nanti sudah cukup bagi tim gateball Bali lolos ke PON Papua, karena untuk lolos ke PON Papua aturannya harus tembus 5 besar tidak termasuk tuan rumah Papua yang lolos langsung,’’ kata
Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Pergatsi Bali Dewa Putu Susila, Kamis (8/8) kemarin. Target lolos 3 besar tersebut juga bukan secara umum, melainkan di masing-masing 11 nomor yang dipertandingkan. edangkan nomor yang dipertandingkan sementara ini double campuran, triple campuran dan beregu campuran. ‘’Kami juga masih mengusulkan untuk tambahan dua nomor yakni tunggal putra dan beregu putra. Tapi masih menunggu kepastian
dari keputusan PB Pergatsi. Semoga usulan kami bisa diterima nantinya,’’ tambah pria yang juga pengurus KONI Bali bidang hubungan luar negeri dan sport tourism itu. Menyoal pesaing Bali nantinya, bakal datang dari Jawa Timur dan Sulawesi Utara (Sulut) yang merupakan juara umum Bali Open di Bali lalu. Meski demikian, dirinya optimis jika tetap Bali akan mampu merealisasikan target dan lolos PON Papua. ‘’Tim kami berkekuatan 22 atlet putra dan putri. Namun
karena untuk menghemat biaya ke pra-PON maka mereka bakal turun merangkap di beberapa nomor. Sebab, jika tidak merangkap atlet bisa mencapai 36 atlet. Makanya kami pangkas jumlah atlet tersebut,’’ urai Dewa Susila. Tim gateball Bali tersebut juga sudah fix merupakan tim definitif meski nantinya masih ada Porprov Bali. ‘’Tapi tetap mereka kami pantau pada helatan Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan nanti, terkait perkembangan teknik dan fisiknya,’’ tutup Dewa Susila. (022)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
Jumat umanis, 9 agustus 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Pasraman Siswa dan Guru Ajeg Bali
Siapkan Generasi Penyelamat Bali
BALI dalam segala hal sedang mengalami situasi kritis. Hal ini perlu disikapi bersama dalam menyelamatkan generasi penerus Bali. Salah satunya adalah dengan membentuk karakter generasi penerus untuk Bali yang terus langgeng dari sisi agama, adat istiadat dan budaya. Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha menegaskan hal itu saat pembukaan kegiatan Pasraman Ajeg Bali bagi para nominasi Guru dan Siswa Ajeg Bali tahun 2019 di Pasraman Dalem Ketut, Lumajang, Samsam, Tabanan, Kamis (8/8) kemarin. Sebanyak 36 orang nominator Siswa Ajeg Bali (SAB) dan Guru Ajeg Bali (GAB) 2019 mengikuti pasraman hingga Minggu (11/8) mendatang. Nominator SAB dan GAB terdiri atas guru SD, SMP dan SMK/SMA. Masingmasing tingkatan pesertanya enam orang. Dikatakannya, program
pemilihan guru dan siswa ajeg Bali ini bertujuan menjalankan swadharma, bagaimana Bali yang ada manusia, alam dan budaya serta kehidupannya, berlandaskan agama Hindu bisa tetap berlangsung dari generasi ke generasi berikutnya. Selama di pasraman, para guru dan siswa ajeg Bali ini diajarkan bagaimana membangun karakter secara alami, bagaimana cara menghadapi kehidupan yang akan datang secara alami, sehingga benar-benar memiliki karakter budaya Bali. Dengan demikian nantinya mampu melanjutkan penyelamatan pada alam, manusia dan agama serta budayanya. Tantangan Bali ke depan cukup berat. Kegiatan pasraman guru dan siswa ajeg Bali ini merupakan fondasi atau dasar dalam menghadapi tantangan tersebut. Hal ini harus dipersiapkan sejak dini. Kalau tidak dipersiapkan dari sekarang, maka akan hilang di tengah situasi perkemban-
gan internal dan eksternal Bali sendiri. Sementara itu, I Gusti Ketut Suwela, GAB 2004, menyambut baik pernyataan Pimpinan KMB. Di era globalisasi saat ini sangat dibutuhkan penguatan karakter
generasi penerus dalam menjaga Bali. Melalui kegiatan positif seperti ini (Pasraman Ajeg Bali), kiranya mejadi benteng kita sebagai orang Bali, pemeluk agama Hindu dalam menghadapi persaingan. (dar)
Melatih Disiplin dan Pengendalian Diri PASRAMAN Siswa dan Guru Ajeg Bali dimulai sejak Kamis (8/8) kemarin di Pasraman Dalem Ketut Lumajang, Samsam, Tabanan. Pada hari pertama 36 peserta diajak malukat ke Pura Beji dan sembahyang bersama. Selanjutnya peserta mengikuti meditasi Bali Usadha. Guru Ajeg Bali Drs. Gusti Ketut Suwela mengungkapkan Pasraman Siswa dan Guru Ajeg Bali sebagai benteng diri khususnya dalam pembinaan mental. Ibarat kambing yang mengejar dedaunan, dia akan sembarangan mematahkan kayu. Nah jika kayu ini goyah dia akan mudah dimakan kambing. Untuk itu pasraman diisi dengan meditasi dan yoga guna memperteguh iman serta melatih pengendalian diri. Dia menekankan selama empat hari peserta pasraman menjalani mona brata yakni puasa berbicara pada saatsaat tertentu. Kata Gusti Ketut Suwela, karena salah bicara bisa mendapatkan kematian. Lidah ini bukan main perannya. Di sinilah perlunya pengendalian diri. Apalagi pada zaman demokrasi ini orang bebas berbicara namun tetap ada aturan yang patut dijalani. Mantan Kasek SMPN 2 dan guru SMAN 2 Semarapura ini lanjut melakukan meditasi guna terus menggembleng dan perenungan diri. Untuk bisa menggembleng orang lain kita harus sukses dulu menggembleng diri sendiri. Untuk itu konsep Pasraman Ajeg
Bali ini perlu dikembangkan ke keluarga, sekolah dan masyarakat agar Bali ini ajeg selamanya. Hal yang sama diungkapkan Guru Ajeg Bali, Drs. I Nyoman Musna. Dia mengakui derasnya serangan globalisasi bukan main bahayanya. Hal ini harus dihadapi SDM Bali yang penuh disiplin dan berkarakter. Meditasi dan yoga untuk membangkitkan energi tubuh. Jika iman lemah, fisik akan lemah. Kekuatan batin ini sangat penting, itulah yang disebut energi. Guru Ajeg Bali Drs. Ida Bagus Pawana Suta menegaskan bahwa mengajegkan Bali tak bisa sendiri-sendiri, melainkan dilakukan secara bersama-sama. Karena itu dia yakin, banyak hal positif di pasraman siswa dan guru ajeg Bali yakni mencerdaskan secara emosional, sosial dan spiritual. Makna Persembahyangan Di bagian lain, Gusti Ketut Suwela memaparkan makna persembahyangan. Dia membagi tiga persembahyangan yakni mantra persembahyangan yang didengar oleh orang banyak, hasilnya sangat kecil. Mantram yang didengar oleh diri sendiri hasilnya sedang, yang tertinggi jika mantram dan doa itu dalam hati itu yang utama. Sembahyang pun ada tiga yakni pertama sembah raga di mana badan fisik ada di tempat suci, namun pikirannya di mana-mana. Kedua, sembah rasa dan ketiga sembah dengan hati yakni masuk dalam hati yang membuat kita nyaman dan senang. Kita merasakan getaran frekuensi palinggih yang ada. Ida Bagus Pawana mengatakan, banyak hasil yang diperoleh selama di pasraman karena ada meditasi dan yoga dan pembentukan karakter. Ini yang ia katakan peserta diajak mabersihbersih. (sue)