Skip to main content

Edisi Selasa 9 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Dana Festival Berawa Rp 1,2 M Belum Cair Honor Seniman dan Pendukung Belum Dibayar Mangupura (Bali Post) -

Sejumlah seniman dan pendukung Festival Berawa mengeluh. Pasalnya, honor yang semestinya sudah mereka terima, hingga saat ini justru belum ada. Hal ini memunculkan pertanyaan besar, mengingat pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata senilai Rp 1,2 miliar. Tidak hanya honor seniman, pembayaran untuk juara lomba dan produksi karya juga belum dibayarkan. Salah seorang seniman yang ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut membenarkan kondisi ini. Sampai saat ini ia mengaku belum menerima pembayaran itu. Ia juga berharap dana dari Pemkab

Badung bisa segera cair mengingat event tersebut juga melibatkan masyarakat. Terkait hal itu, Ketua Panitia Berawa Festival I Made Dwijantara menyampaikan permakluman kepada peserta dan partisipan. Dia mengakui dana dari instansi terkait belum turun. Untuk itu pihaknya akan kembali berkoordinasi agar dana bisa cair. ‘’Kami sampaikan permakluman kepada seluruh partisipan. Kami akan koordinasikan lebih lanjut,’’ katanya saat dihubungi, Senin (8/7) ke-

marin. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Badung A.A. Yuyun Hanura Enny membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, anggaran Festival Berawa saat ini sedang proses SPJ. Dia menegaskan, pencairan dana festival tersebut diprioritaskan. ‘’Untuk SPJ-nya sudah lengkap, tinggal menunggu dananya,’’ tegasnya. Dijelaskannya, total anggaran festival sebesar Rp 1,2 miliar. Anggaran itu akan diserahkan full alias

t id a k a d a p eng ura ng a n. ‘’Untuk Festival Berawa akan diprioritaskan. Yang belum jalan memang yang dirasionalisasi saja,’’ ungkapnya. Seperti diketahui Festival Berawa dibuka 23 Mei. Festival yang berlangsung hingga 26 Mei dibuka Bupati Badung Giri Prasta. Pameran menyuguhkan berbagai pertujukan seni, kompetisi pembuatan patung, pameran lukisan dan workshop tentang seni dan budaya. (kmb23)

SENI INSTALASI - Salah satu seni instalasi yang menjadi ikon Festival Pantai Berawa yang digelar Mei lalu. Sampai saat ini, dana Rp 1,2 miliar dari Pemkab Badung untuk pelaksanaan kegiatan tersebut belum cair.

Bali Post/edi

PDI-P Inginkan MPR Jadi Lembaga Tertinggi Negara Lagi Bali Post/ant

KUNJUNGI KAMPUS - Megawati Soekarnoputri berkunjung ke kampus Tsinghua University, Beijing, Senin (8/7) kemarin didampingi Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun (kiri) dan Sekjen Forum Perdamaian Dunia (WPF) Yan Xuetong.

Mega Ingatkan Kembali Gagasan Bung Karno

Beijing Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengingatkan kembali gagasan Proklamator RI Soekarno soal perdamaian dunia. Diingatkan, pada pidato Bung Karno di PBB tahun 1960, mengajak seluruh negara di dunia untuk bergandengan tangan bersama mewujudkan perdamaian dunia. Megawati Soekarnoputri mengatakan hal itu saat menjadi pembicara kunci pada acara World Peace Forum (WPF) VIII di Tsinghua University, Beijing, China, Senin (8/7) kemarin, seperti dikutip tim PDI Perjuangan melalui siaran persnya. Menurut Mega, Soekarno sebagai bapak bangsa Indonesia pernah menyampaikan gagasan perdamaian dunia melalui pidatonya di PBB tahun 1960. Melalui pidato berjudul ‘’To Build the World Anew’’ tersebut, Soekarno menyerukan soal stabilisasi tatanan dunia baru yakni pertanggungjawaban bersama, manajemen bersama, dan saling menguntungkan. ‘’Melalui pidato tersebut, Bung Karno mengatakan bahwa adalah tidak adil mengucilkan suatu negara dari pergaulan antarbangsa,’’ katanya. Hal. 15 Secara Terbuka

Jakarta (Bali Post) Untuk mengembalikan marwah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memosisikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara. Sebab, sebagai penjaga ideologi negara sudah selayaknya MPR menjadi lembaga teratas dibandingkan dengan lembaga negara lainnya. Persoalan tersebut mengemuka dalam diskusi di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,

Senin (8/7) kemarin. Anggota MPR/DPR-RI Hendrawan Supratikno mengakui amandemen UUD 1945 yang telah diubah hingga empat kali ini bukan hanya telah melucuti sejumlah kewenangan MPR, tetapi juga telah memosisikan MPR sejajar dengan delapan lembaga negara lainnya yaitu hanya sebagai lembaga tinggi negara. ‘’Jadi MPR melucuti dirinya sendiri sampai seorang ahli tata negara mengatakan tugas MPR sekarang han-

ya satu, melantik presiden setelah itu tidur nyenyak. Nanti bangunkan lagi ketika ada upacara pelantikan lagi,’’ kelakar politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini. Atas dasar itu, Hendrawan mengungkapkan kegelisahan itu ditangkap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang kemudian memerintahkan kadernya di MPR untuk mendorong perlunya dibuat Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) melalui amademen kelima

dan akan diberikan kepada MPR, sehingga republik ini benar-benar memiliki haluan yang akan menjadi pedoman bagi siapa pun presidennya. ‘’MPR saat ini hanya melakukan sosialisasi amandemen saja, itu sebabnya Ibu Ketua Umum PDI-P menggulirkan pentingnya negara mempunyai haluan negara,’’ ungkap Hendrawan. Bagi PDI-P, menurut anggota Komisi XI DPR ini, garis partai telah jelas untuk memperjuangkan agar MPR bisa

kembali menjadi pengawal Pancasila sebagai ideologi negara. ‘’Tekad PDI Perjuangan untuk menjadikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara sudah sangat nyata. Dalam Rakernas PDI-P tanggal 19 Juni lalu, Ibu Ketua Umum kembali menegaskan MPR harus menjadi lembaga tertinggi negara dalam Undang-Undang Dasar negara kita, agar ada struktur ketatanegaraan yang jelas,’’ ujarnya. Hal. 15 Distribusi Kekuasaan

2019, Puluhan Hakim Kena Sanksi

Dari Perilaku Tak Adil sampai Selingkuh

Jakarta (Bali Post) – Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) sepanjang Januari-Juni 2019 menggelar sidang majelis kehormatan hakim (MKH) yang menyebabkan tiga orang hakim menerima sanksi berat. Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Sukma Violetta dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/7) kemarin, mengatakan hakim yustisial di Pengadilan Tinggi Tanjung Karang

berinisial MYS pada Selasa (30/4) diberhentikan dengan tidak hormat karena terbukti memasukkan perempuan ke dalam rumah dinasnya di Pengadilan Negeri Menggala. Kemudian berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, hakim MYS terbukti mengonsumsi narkoba jenis metamphetamine. ‘’Ada hakim yang diberhentikan melalui sidang MKH karena terbukti

mengonsumsi narkoba, sabusabu,’’ tutur Sukma Violetta. Kemudian hakim berinisial RMA yang merupakan hakim di PN Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (14/2) dikenakan sanksi berupa penurunan pangkat selama tiga tahun. Hakim RMA diajukan ke MKH atas laporan telah memberikan konsultasi hukum kepada para pihak yang berperkara. Padahal saat itu, hakim RMA juga sedang menjalani sanksi

berat dari Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA) berupa nonpalu selama dua tahun, terhitung Januari 2018. Terakhir, hakim PN Stabat, Sumatera Utara berinisial SS juga dijatuhi sanksi penurunan pangkat pada tingkat lebih rendah selama tiga tahun, karena dilaporkan melakukan pernikahan siri hingga akhirnya memiliki anak dari pernikahan tersebut, tanpa izin dari istri yang sah. Baru tiga hakim tersebut

yang ditindaklanjuti, sementara selama Januari-Juni 2019, KY merekomendasikan penjatuhan sanksi kepada 58 hakim terlapor. Rekomendasi KY didominasi sanksi ringan, yakni terhadap 43 hakim terlapor berupa teguran lisan terhadap delapan orang hakim, teguran tertulis terhadap 12 orang hakim dan pernyataan tidak puas secara tertulis terhadap 23 hakim. Hal. 15 Kenaikan Pangkat

Sembilan Tahun Komitmen Munculkan Regenerasi Penenun Endek

Disperindag dan Dekranasda Denpasar Kembali Gelar Pelatihan Tenun

PELATIHAN penenun endek menjadi konsentrasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya tenun ikat endek. Bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar melalui pembinaan kemampuan teknologi industri dengan pelaksanaan pelatihan bagi tukang tenun endek yang tahun ini memasuki tahun ke-9. Pelaksanaan pelatihan tahun ini dibuka secara resmi Ketua Dekranasda Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Senin (8/7) kemarin di Jalan Pidada XII No. II A, Kelurahan Ubung, Denpasar. Pelatihan melibatkan 15 orang peserta yang berasal dari pengusaha/perajin di Kota Denpasar. Di samping itu peserta yang terlibat dari guru SMKN 3 Denpasar dan SMKN 4 Denpasar dengan narasumber I Gusti Made Arsawan dan Ni Kadek Susiani yang berlangsung dari tanggal 8 sampai dengan 15 Juli mendatang. Ketua Dekranasda Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan perkembangan fashion sekarang ini didukung dengan majunya teknologi informasi yang menunjukkan perkembangan kain-kain tradisional/ tenun ikat makin semarak dari berbagai daerah di Nusantara. Bali, khususnya Kota Denpasar, memiliki potensi untuk memajukan dan mengembangkan kain tradisional Bali khususnya endek dengan berbagai kreativitas dan inovasi. Sehingga dapat menghasilkan produk tekstil tradisional yang sesuai dengan tuntutan pasar yang berkembang pesat.

Menurut Ny. I.A. Selly, saat ini permasalahan yang dihadapi Industri Kecil Menengah (IKM) khususnya endek kurangnya SDM yakni penenun endek dalam pengembangan proses produksi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas. ‘’Saya menyambut baik dan mendukung kegiatan pelatihan tenun ini, terlebih pelaksanaannya sudah kesembilan kalinya dalam melakukan regenerasi penenun endek. Karena pembinaan berkelanjutan diharapkan dapat mengatasi masalah yang dihadapi IKM, dan tentunya akan berdampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat,’’ ujarnya. Lebih lanjut, menurut Ny. Selly, tujuan dari kegiatan pelatihan penenun endek ini untuk dapat melestarikan dan mengembangkan tenun endek di Bali khususnya di Kota Denpasar. Seperti diketahui bersama bahwa permintaan tenun ikat endek sangat tinggi di Kota Denpasar, sehingga produksi diikuti dengan pelatihan penenun dikembangkan lewat inovasi promosi melalui fashion show endek setiap tahunnya. Langkah ini diharapkan memberikan inovasi dan warna baru dari kain endek yang tidak saja dapat dipergunakan sebagai kain untuk persembahyangan, namun terbukti lewat fashion endek mampu berkembang menjadi trand fashion yang modis seperti T-shirt kolaborasi endek, celana panjang hingga pakaian pesta. Mendorong penggunaan endek pada generasi muda juga telah dilakukan lewat pembentukan duta endek Kota Denpasar. Dari pemilihan ini telah mampu membangkitkan wirausaha bagi generasi muda dalam kreativitas

produksi endek. ‘’Produksi endek yang berlimpah tentunya dapat diikuti dengan fashion, sehingga permintaan dan produksi dapat seimbang berjalan beriringan dan menjadi gairah baru IKM yang ada,’’ ujar Ny. Selly. Salah satu narasumber I Gusti Made Arsawan mengatakan, Kota Denpasar sebagai fashion-nya endek membutuhkan berbagai varian produk endek. Sehingga pelatihan penenun ini sangat tepat sekali dilaksanakan Pemkot dan Dekranasda Denpasar untuk peningkatan SDM menenun dari dasar hingga teknik dalam meningkatkan kualitas produk. Kegiatan ini dapat terus dilakukan secara kontinu dalam pemasaran bersama pemerintah, baik dalam bidang fashion maupun dalam meningkatkan produksi ke depannya. (ad358)

Saya menyambut baik dan mendukung kegiatan pelatihan tenun ini, terlebih pelaksanaannya sudah kesembilan kalinya dalam melakukan regenerasi penenun endek. Karena pembinaan berkelanjutan diharapkan dapat mengatasi masalah yang dihadapi IKM, dan tentunya akan berdampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Ny. I.A. Selly Ketua Dekranasda Denpasar

TINJAU - Ketua Dekranasda Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra saat meninjau langsung pelaksanaan pelatihan tenun yang melibatkan 15 peserta, Senin (8/7) kemarin di Jalan Pidada XII No. II A, Kelurahan Ubung, Denpasar.


2

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

Penambahan Ruang Kelas dan Sekolah Baru Tergantung Niat PENAMBAHAN ruang kelas bahkan sekolah baru sejatinya selalu muncul sebagai solusi dalam permasalahan PPDB setiap tahunnya. Namun, tak pernah diwujudkan hingga sekarang. Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta menyebut realisasinya tergantung pada niat. ‘’Ya, tergantung niatnya,’’ ujar Parta usai menerima aspirasi puluhan orangtua siswa di Wantilan DPRD Bali, Senin (8/7) kemarin. Terkait persoalan PPDB SMA/SMK, Parta meminta para orangtua untuk menunggu hingga pengumuman PPDB sesuai SE Gubernur, Selasa (9/7) hari ini. Pihaknya mengaku belum tahu berapa jumlah siswa yang masih tercecer setelah dilakukan optimalisasi daya tampung. ASPIRASI - Komisi IV DPRD Bali saat menerima aspirasi para orangtua calon peserta didik SMA/SMK di Wantilan DPRD Bali, Senin (8/7) kemarin.

Pakai Syarat Nilai UN

Termasuk berapa jumlah siswa yang sudah diterima di sekolah swasta pasca-PPDB gelombang pertama. ‘’Sehingga dari jumlah yang besok (hari ini - red), kita akan mengambil keputusan solusi I, solusi II, dan solusi III,’’ jelasnya. Menurut Parta, solusi pertama adalah menambah ruang kelas baru. Kalau memang ruangan tidak cukup, solusi lainnya adalah sekolah sore. Solusi selanjutnya, membangun sekolah baru. Namun, solusi terakhir itu masih akan dikoordinasikan dengan Gubernur Bali. Agar tidak melanggar Permendikbud, ada cara yang sudah disiapkan. Namun, Parta enggan membeberkannya. Seluruh alternatif solusi tersebut juga dikatakan tidak lagi dikonsultasikan dengan Kemendikbud. ‘’Tidak, sudah urusan di daerah. Kan Kemendikbud sudah mengeluarkan zonasi. Ternyata hasilnya seperti ini. Kita selesaikan di daerah,’’ tegas politisi PDI-P asal Guwang, Gianyar ini. Parta berharap siswa yang

sudah diterima di sekolah swasta tidak lagi memaksa untuk bisa masuk ke negeri karena akan menambah ruwet. Hanya, pihaknya tidak mau membuka data jumlah siswa yang lolos dan tidak lolos pada PPDB gelombang pertama. Namun yang jelas, sebagian yang tidak lolos sudah masuk ke swasta. Sisanya mengikuti jalur nilai UN pascakeluarnya SE Gubernur. Untuk kuota jalur nilai UN mencapai 400-an seBali. Bagi siswa yang sudah masuk ke swasta, pihaknya menjanjikan dana pendamping BOS. ‘’Pendamping BOS pasti kita anggarkan di tahun 2019 untuk membantu sekolah swasta yang tidak mandiri, karena banyak juga yang mandiri atau tidak mau dana BOS. Ada yang memang sangat perlu pendamping BOS, yang ada di pedesaan kita banyak,’’ paparnya. Parta yang terpilih menjadi anggota DPR-RI ini berjanji akan memperbaiki sistem zonasi dalam PPDB. Apalagi ia sudah mengetahui seabrek persoalan PPDB di daerah, khususnya Bali. (rin)

SE Gubernur Gagal Tampung Siswa Tercecer Denpasar (Bali Post) Puluhan orangtua bersama sejumlah calon peserta didik SMA/SMK mendatangi Kantor DPRD Bali, Senin (8/7) pagi kemarin. Mereka diterima jajaran dewan, khususnya Komisi IV, di wantilan setempat. Para orangtua masih mengeluhkan anak-anak mereka belum diterima di sekolah manapun. Jika dulu mereka terkendala zonasi, kini malah terganjal oleh nilai Ujian Nasional (UN). Ini sesuai persyaratan dalam Surat Edaran (SE) Gubernur No. 422.1/36200/ BPTEKDIK/DISDIK terkait optimalisasi daya tampung sekolah negeri yang dikeluarkan pascapengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK, Jumat (5/7) lalu. ‘’Sekitar 300 orang tercatat belum mendapatkan sekolah. Di samping itu, beberapa sekolah swasta juga sudah tutup,’’ ujar salah

seorang perwakilan orangtua siswa, Gede Indrajaya. Indrajaya meminta dewan dan Dinas Pendidikan (disdik) Provinsi Bali segera mencari jalan keluar. Apalagi hasil seleksi calon peserta didik pascakeluarnya SE diumumkan, Selasa (9/7) ini. ‘’Jadi kalau bisa, diputuskan sekarang (kemarin - red) mau dibawa ke mana siswa yang belum diterima. Itu harapan kami,’’ imbuhnya. Salah satu orangtua, I Nyoman Sukarja, mengatakan SE Gubernur Bali justru men-

Berkelahi, WNA Pecahkan Pintu Kaca Toko

Denpasar (Bali Post) Keributan terjadi antarsesama Warga Negara Asing (WNA) di depan Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar Selatan (Densel), tepatnya depan Gallery Shop Blink, Minggu (7/7) lalu. Akibat perkelahian itu, kaca pintu galeri tersebut pecah. Dikonfirmasi Senin (8/7) kemarin, Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti informasi kejadian itu dengan memeriksa saksi-saksi. Dari keterangan bagian oprasional Gallery Shop Blink, Ike Dyan Arias Tanti mengaku tidak mengetahui kronologis WNA ribut di depan toko tempatnya bekerja. Pada Senin pagi, ia ditelepon teman yang kerja di dekat TKP. Ike diberi tahu pintu kaca tempat kerjanya pecah. Pukul 09.00 Wita, Ike menemui orangtua turis yang memecahkan kaca tokonya, Jayne M. (51) asal Selandia Baru yang menginap di salah satu hotel di Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur. Jayne mau ganti rugi kerusakan tersebut dan menyerahkan uang Rp 4,5 juta. ‘’Walau belum ada laporan, kami langsung menindaklanjuti informasi tersebut. Untuk motifnya belum jelas karena yang ribut sudah balik ke negaranya,’’ ujar Kompol Wirajaya. Sedangkan menurut sumber, seorang turis remaja dikeroyok beberapa WNA. Keributan tersebut langsung dilerai warga setempat dan beberapa WNA, termasuk pecalang langsung ke TKP. (kmb36)

AGENDA PKB XLI-2019 Selasa, 9 Juli 2019

Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Prembon, Sanggar Sere Lemo, Desa Peninjoan, Kec. Tembuku, Duta Kabupaten Bangli Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Taman Penasar, Sanggar Seni Penyandang Cacad “Rwa Bhineda”, Kota Denpasar Pukul : 16.30 Wita Tempat : Areal Taman Budaya Kegiatan : Ngelawang : Sanggar Natya Praja, Br. Saraswati, Desa Bajra, Kec. Selemadeg, Duta Kabupaten Tabanan

Pukul : 19.30 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Wayang Kulit, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Daerah Bali Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Lagu Daerah Bali Anak-anak dan Remaja : -Sanggar Giri Anyar, Br. Celuk, Desa Buruan, Kec. Blahbatuh, Duta Kabupaten Gianyar-Sanggar Eka Mahardika, Kec. Abiansemal, Duta Kabupaten BadungDemores Rumah Musik Singaraja, Desa Pemaron, Kec. Buleleng, Duta Kabupaten Buleleng-Sanggar Musik Catur Muka Swara, Duta Kota Denpasar

Topik : DANA FESTIVAL BERAWA BELUM CAIR

arik banyak anak yang sudah diterima di sekolah swasta kembali lagi mendaftar ke sekolah negeri. Utamanya anak-anak yang meraih nilai UN tinggi, sehingga mengurangi kesempatan anak-anak yang belum mendapat sekolah. Mengingat yang diterima dalam mekanisme seleksi sesuai SE Gubernur adalah berdasarkan perankingan nilai UN. Sekalipun salah satu persyaratannya sudah jelas, yakni calon peserta didik harus menandatangani surat pernyataan tidak

mendaftar di sekolah swasta. Pihaknya mempertanyakan bagaimana cara sekolah mengetahui bahwa anak yang sudah menandatangani surat pernyataan itu memang tidak mendaftar di swasta. ‘’Kenyataan sekarang masih banyak anak didik yang nilai UN-nya sebenarnya berani bersaing di sekolah tersebut tidak diterima. Jadi, kami sebagai orangtua merasa korban untuk kedua kalinya,’’ ujarnya. Orangtua lainnya, Eli Setyawati, menilai PPDB tahun lalu lebih fair lantaran ada jalur nilai UN, selain zonasi. Setidaknya masih ada penghargaan terhadap anak yang sudah berjuang mengikuti les atau pengayaan

di sekolah untuk bisa meraih nilai UN tinggi. Sementara PPDB tahun ini yang tidak lagi memakai nilai UN, dikhawatirkan membuat anakanak ke depan akan semakin menyepelekan pendidikan. Walaupun Gubernur Bali sudah mengeluarkan SE terkait PPDB dengan seleksi nilai UN, justru banyak anak yang sudah diterima di swasta malah ikut lagi mendaftar ke negeri. ‘’Sedangkan tujuan dari pengoptimalisasian kemarin kan untuk menampung anak yang belum mendapatkan sekolah. Saya sama sekali belum mendaftar ke swasta. Sekarang ke mana akan sekolah,’’ ujarnya. Di sisi lain, lanjut Eli, pemerintah ingin mewu-

judkan pemerataan lewat jalur zonasi. Kenyataannya sekarang kualitas sekolah negeri dan swasta berbeda. Belum lagi dari segi biaya, di sekolah swasta cukup mahal. ‘’Kami ingin sekolah swasta. Tidak apa, asal sama dengan negeri tidak ada bayar,’’ imbuhnya. Anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana yang turut bersama Komisi IV menerima aspirasi orangtua siswa mengatakan, Pemprov Bali lewat Dinas Pendidikan wajib menyikapi masalah jomplangnya kualitas sekolah negeri dan swasta. Dengan harapan, tidak ada lagi sekolah swasta yang hanya sekadar memungut uang tetapi tidak memiliki

standar pendidikan yang sesuai. ‘’Swasta wajib memiliki kualitas memadai. Tugas dan kewajiban Dinas Pendidikan untuk memastikan hal tersebut. Kalau tidak baik, agar dilikuidasi sehingga tidak menipu masyarakat,’’ ujarnya. Selain itu, Adhi Ardhana juga mengkritik sekolah swasta yang kini sudah menutup pendaftaran siswa baru. Menurutnya, itu salah besar dan tidak menunjukkan komitmen pada pendidikan. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Semester I Disita 10 Ribu Ekstasi

Bali Post/eka

NARKOTIKA - Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali menyampaikan data pengungkapan kasus narkotika selama satu semester di Mapolda Bali, Senin (8/7) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Hasil evaluasi pengungkapan kasus narkoba semester I tahun 2019, Ditresnarkoba Polda Bali beserta jajarannya mengungkap sebanyak 469 kasus. Barang bukti yang paling banyak disita ekstasi sebanyak 10.304 butir, disusul sabu-sabu (SS) 7.898,76 gram. ‘’Barang bukti ganja yang diamankan sebanyak 3.277, 47 gram, kokain 1.016, 08 gram, tembakau gorila 470,63 gram dan heroin 77,7 gram. Ada juga barang bukti uang Rp 48.376.000,’’ ujar Kabag Binopsnal Ditresnarkoba Polda Bali AKBP I Gede Sujana didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas AKBP I G.A. Yuli Ratnawati, Senin (8/7) kemarin. Sujana mengklaim Polda Bali beserta jajarannya mampu menekan peredaran narkoba di Pulau Dewata ini. Sedangkan pengungkapan paling banyak dilakukan Satresnarkoba Polresta Denpasar sebanyak 237 kasus, disusul Ditresnarkoba Polda Bali 87 kasus dan Satresnarkoba Polres Badung 66 kasus. ‘’Pengungkapan paling sedikit adalah Polres Bangli dan Karangasem, sama-sama lima

kasus,’’ tegasnya. Berapa jumlah warga negara asing (WNA) terlibat kasus narkoba? Menurut Sujana, selama semester I tahun ini ditangkap 31 WNA. Rinciannya, 27 WNA laki-laki dan empat WNA wanita. ‘’Terkait penangkapan WNA ini, Polda Bali bekerja sama dengan pihak Bea Cukai Ngurah Rai,’’ ujar Sujana. Untuk profesi para pelaku narkoba tersebut, PNS/DPRD satu orang, swasta 370 orang, wiraswasta 76 orang, petani 6 orang, mahasiswa 18 orang, pelajar 9 orang dan buruh 15 orang. Untuk data berdasarkan TKP, kata Sujana, rumah kos 136 kasus, jalan umum 241 kasus, hotel/vila/bungalo 18 kasus, karaoke/kafe sembilan kasus, restoran/warung 36 kasus, bandara/pelabuhan 10 kasus dan lapas/ kantor/kampus 19 kasus. ‘’Jadi dominan transaksi masih sistem tempel. Maksudnya, paket narkoba ditempel atau ditaruh di suatu benda misalnya tiang listrik,’’ ujar Sujana. Menurut Sujana, Polda Bali beserta jajarannya akan terus berupaya menekan peredaran narkoba di Pulau Dewata ini. (kmb36)

Pembukaan Sidang Paripurna Ke-9 DPRD Kota Denpasar

Pemkot Ajukan Lima Ranperda untuk Ditetapkan Menjadi Perda

SIDANG Paripurna ke-9 DPRD Kota Denpasar tahun 2019 yang mengambil agenda usulan rancangan peraturan daerah (ranperda) digelar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (8/7) kemarin. Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede ini dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandira, A.A. Ketut Asmara Putra, I Made Mulyawan Arya, anggota DPRD Kota Denpasar, serta Forkompinda Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Denpasar selaku eksekutif mengajukan lima ranperda untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (perda). Adapun kelimanya yakni Ranperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 20182029, Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pemilihan Perbekel. Selanjutnya, Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung, Ranperda tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sewakadarma, dan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Denpasar Tahun Angaran 2018. Dalam kesempatan tersebut, DPRD Kota Denpasar turut mengusulkan Ranperda Inisiatif tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam pidato pengantarnya merinci satu per satu usulan lima ranperda tersebut. Mengingat pengajuan dan perubahan atas perda dilandaskan pada aspek kemanfaatan bagi masyarakat Kota Denpasar. Seperti halnya Rencana Induk Pembangu-

nan Kapariwisataan Daerah memiliki peranan penting sebagai pedoman pengembangan pariwisata daerah. Di mana, dengan adanya pedoman ini dapat memberikan arah terhadap kebijakan, strategi dan program untuk dapat tercapainya visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan kepariwisataan. Rai Mantra menjelaskan, Perda tentang Pelaksanaan Pemilihan Perbekel penting untuk dilaksanakan. Hal ini lantara penyelenggaraan pemerintahan desa sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan Kota Denpasar. Khusus untuk Perda Bangunan Gedung, diperlukan adanya perubahan untuk memberikan kenyamanan dan rasa keadilan bagi masyarakat untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Hal ini dilaksanakan dengan tetap berpedoman pada landasan Tri Hita Karana serta konsep penataan ruang yang sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Rai Mantra menambahkan, untuk Perda Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sewakadarma yang beroperasi sejak tahun 1997 ini diharapkan terus memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Dengan adanya perubahan bentuk perusahaan ini diharapkan senantiasa memberikan pelayanan maksimal berdasakan prinsip penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang baik. Sedangkan untuk Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Denpasar Tahun 2018, Rai Mantra merinci bahwa pendapatan daerah yang direncanakan sebesar Rp 2,06 triliun lebih dapat direalisasikaan sebesar Rp 2,12 triliun lebih. Sedangkan belanja daerah dan transfer yang direncanakan sebesar Rp 2,36 triliun lebih terealisasi sebesar

SIDANG - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat Pembukaan Sidang Paripurna ke-9 DPRD Kota Denpasar Tahun 2019 di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (8/7) kemarin. Rp 2,09 triliun lebih. Dari laporan TA 2018, Pemkot Denpasar pun mampu membukukan silpa sebesar Rp 323,36 miliar lebih. ‘’Di tahun 2018, pendapatan daerah Kota Denpasar dapat direalisasikan melebihi target yang telah ditetapkan, pun demikian pada belanja daerah dapat dilakukan penghematan dengan melaksanakan efisiensi dengan tetap berpedoman pada prinsip efisiensi, efektivitas dan ekonomis, serta tentunya kami berharap hasil yang terbaik dalam mendukung suksesnya pembangunan Kota Denpasar di segala lini guna mencapai peningkatan taraf hidup masyarakat menuju kesejahteraan rakyat,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua DPRD

Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede menjelaskan, Perda Inisiatif tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega ini diusulkan kepada jajaran eksekutif mengingat kelestarian bendega harus terus dilaksanakan. Hal ini mengingat Denpasar secara geografis memiliki garis pantai yang cukup panjang. Selain itu, keberadaan bendega merupakan sebuah profesi yang identik dengan kearifan lokal masyarakat Bali. ‘’Bendega merupakan istilah bagi nelayan Bali, dan pelestarian bendega sebagai kebudayaan Bali harus tetap kita dukung, mengingat banyak cara dan strategi tradisional yang harus kita jaga sebagai cikal-bakal ilmu melaut masyarakat Bali,’’ paparnya. (ad350)


Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

BADUNG

3

Lanjutkan Rencana Pembangunan Stadion Mengwi

PIP Badung akan Kunjungi Palembang DALAM rangka melanjutkan rencana pembangunan stadion bertaraf nasional di Mengwi, Badung, Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Kabupaten Badung akan berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan. Kunjungan dilaksanakan 9 hingga 12 Juli. Kabupaten Badung yang telah dikenal sebagai tempat penyelenggaraan MICE Internasional, tentunya melalui pelaksanaan events olahraga tingkat nasional maupun internasional akan dapat menambah daya tarik pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan. ‘’Demikian pula beberapa waktu lagi, Kabupaten Badung akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Porprov Bali tahun 2021,’’ ujar Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta

dalam pembukaan PIP Badung 2019 yang digelar di ruang pertemuan Rumah Jabatan Bupati Badung, Senin (8/7) kemarin. Pembukaan PIP dilakukan langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Bupati I Ketut Suiasa dan anggota DPRD Badung Ida Bagus Alit Argapatra. Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesra Ida Bagus Yoga Segara, Kepala Dinas PUPR Badung Ida Bagus Surya Suamba, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung serta sejumlah awak media. Lebih lanjut Thomas Yuniarta menyampaikan, Pemkab Badung terus berbenah mempersiapkan diri, termasuk dalam hal infrastruktur olahraga. Berkenaan dengan hal tersebut, dipandang perlu untuk mencari daerah studi

banding mengenai teknik dan strategi pembangunan stadion berstandar nasional maupun internasional. ‘’Dari hasil curah pendapat dengan rekan-rekan media, diperoleh masukan untuk meninjau Jakabaring Sport City di Palembang,’’ ungkapnya. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, pembangunan Stadion Mengwi tetap harus menjadi prioritas karena tahun 2021 Badung akan menjadi tuan rumah Porprov Bali. ‘’Saya mau Stadion Mengwi dibangun dengan bagus. Gunakan arsitektur Bebadungan. Konsepnya dikolaborasikan dengan hasil kunjungan di Jakabaring nanti. Tribunnya, teraseringnya jangan gunakan beton saja, tidak akan bagus,’’ katanya. Tak hanya itu, mantan Ket-

ua DPRD Badung itu menegaskan, setiap kecamatan, bahkan desa di Badung harus memiliki sarana olahraga untuk mendukung pengembangan bidang kepemudaan dan olahraga. ‘’Misalnya di selatan sudah ada lapangan sepak bola dua, buatkan lapangan voli, termasuk lapangan tenis. Yang jelas, sarana olahraga tiap kecamatan kita harus punya,’’ katanya. Seperti diketahui, Pemkab Badung berencana memperluas GOR Mengwi menjadi stadion bertaraf nasional dengan kapasitas 15 ribu penonton. Pembangunan stadion ini diperkirakan menelan dana Rp 250 miliar. Stadion megah ini diproyeksikan sebagai tempat penyelenggaraan Porprov Bali tahun 2021. Di ajang olahraga tersebut, Badung akan menjadi tuan rumah. (ad351)

BUKA PIP - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa membuka PIP Badung di ruang pertemuan Rumah Jabatan Bupati Badung, Senin (8/7) kemarin.

Pembangunan ”Sport Centre” di Kuta Selatan

Direncanakan Gunakan Lahan Normalisasi Pesisir Tanjung Benoa Mangupura (Bali Post) -

Pemkab Badung akan membangun sport centre yang dinamakan Bali Sport Hub di kawasan Kuta Selatan. Menurut rencana, sebagian lahannya memanfaatkan normalisasi kawasan pesisir barat Tanjung Benoa. Saat ini Pemkab tengah memproses perizinan proyek tersebut.

Bali Post/edi

TANJUNG BENOA - Kawasan Tanjung Benoa, Kuta Selatan difoto dari udara. Pemkab Badung berencana membuat Bali Sport Hub di sisi barat Tanjung Benoa.

Transaksi di FBP Capai Rp 1 Miliar Lebih

Mangupura (Bali Post) – Festival Budaya Pertanian (FBP) Kabupaten Badung ke-8 secara resmi ditutup, Minggu (7/7) malam, di areal Jembatan Tukad Bangkung, Pelaga. Pada kegiatan yang berlangsung selama empat hari sejak 4 Juli itu, terjadi transaksi mencapai Rp 1 miliar lebih. Plt. Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Ketut Sudarsana mengatakan, selama empat hari pelaksanaan FBP, sudah dilaksanakan 12 jenis lomba yang seluruhnya berjalan dengan baik. Pemkab Badung dalam hal ini membantu 49 tenda dan telah berkembang menjadi 93 tenda. ‘’Ini artinya secara tidak langsung event FBP ini mempunyai daya tarik tersendiri. Kami berharap ke depan akan bertambah lagi sehingga betul-betul dirasakan bahwa event ini memberikan dampak ekonomi yang luar biasa,’’ ujarnya. Menurutnya, sejak dibuka hingga 7 Juli pukul 15.00 Wita, telah terjadi transaksi sebesar Rp 1 miliar. Capaian ini tergolong luar biasa. Sebab, hanya dalam empat hari memperoleh hasil signifikan. Untuk itu, ke depannya event serupa harus dirancang lebih baik lagi untuk peningkatan pendapatan masyarakat. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama panitia yang sudah bekerja keras dan para peserta lomba dalam keikutsertaannya mensukseskan FBP ke-8 ini. Semoga FBP tahun selanjutnya bisa lebih meriah lagi,’’ katanya. (kmb27)

Bali Post/dok

LAPTOP - Puluhan laptop bantuan Pemkab Badung hilang dan rusak. Pemberian laptop untuk siswa kelas VI SD negeri dilaksanakan tahun 2016 sebanyak 8.986 unit. Kemudian untuk kelas IV, pengadaannya dilakukan tahun 2017 sebanyak 8.950 unit.

Pada pembukaan Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Kabupaten Badung, Senin (8/7) kemarin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung I.B. Surya Suamba menerangkan, Bupati Badung telah bersurat ke Pemprov Bali terkait penataan pesisir untuk pengembangan sport tourism berskala internasional tersebut. Saat ini perizinan tengah diproses berbarengan dengan pengajuan izin pembangunan jalan lingkar barat Tanjung Benoa. Terkait rencana penyiapan lahan, Surya Suamba menyatakan nantinya akan ada normalisasi dan pendalaman alur. Sedimentasi hasil normalisasi inilah yang akan dipadatkan untuk lahan Bali Sport Hub tersebut. Lahan hasil normalisasi kawasan pesisir itu diperkirakan sekitar 50 hektar. Dengan lahan tersebut, Pemkab dapat lebih banyak ruang untuk merealisasikan sport centre. Seluruh bangunan di kawasan ini dirancang terhubung satu sama lain. Berbagai fasilitas disediakan. Fasilitas national stadium

direncanakan berkapasitas 55.000 orang, indoor stadium berkapasitas 12.000 orang, stadion akuatik berkapasitas 6.000 orang, indoor stadium berkapasitas 3.000, pusat olahraga air, Sport Hub Badung Museum and Library, skate park and theatre, pusat perbelanjaan dan restoran serta ditunjang oleh pembangunan infrastruktur jalan lingkar barat Tanjung Benoa. ‘’Bali Sport Hub dibangun untuk menyiapkan fasilitas olahraga terlengkap dengan kapasitas memadai serta sebagai destinasi dan pusat penyelenggaraan event olahraga internasional. Ini sebagai upaya peningkatan daya saing kepariwisataan Bali dan Badung khususnya,’’ ujarnya. Jika izin sudah dikantongi, maka pihaknya akan melangkah ke tahapan izin pelaksanaan, feasibility stud, perencanaan dan pematangan lahan. Kegiatan tersebut berproses sekitar 2 tahun melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). KPBU ini sistemnya sama seperti tender, tetapi melalui pemerintah pusat. (kmb25)

Mangupura (Bali Post) Bantuan laptop yang diberikan Pemkab Badung kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) banyak yang sudah rusak, bahkan raib. Berdasarkan data yang terhimpun, Senin (8/7) kemarin, di tingkat SD terdapat 33 unit laptop yang dilaporkan hilang dan 48 unit rusak. Sedangkan di tingkat SMP, laptop yang dilaporkan rusak sebanyak 12 unit. Seperti diketahui, Pemkab Badung memberikan bantuan laptop untuk siswa kelas VI SD negeri pada tahun 2016 sebanyak 8.986 unit. Kemudian untuk kelas IV pengadaannya dilakukan tahun 2017 sebanyak 8.950 unit. Selanjutnya, untuk siswa kelas VII SMP negeri pengadaan laptop dilakukan tahun 2018 sebanyak 7.749 unit. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika tak menampik adanya laporan kehilangan laptop hibah Pemkab Badung tersebut. ‘’Kabid sudah menindaklanjuti laporan itu (kehilangan laptop). Orangtua siswa tidak harus mengganti laptop yang hilang, sepanjang kasus kehilangannya

dilaporkan ke polisi,’’ ujarnya. Menurutnya, tidak ada sanksi yang memberatkan orangtua siswa yang menghilangkan atau merusak aset milik negara tersebut. Hal ini ditegaskannya lantaran ada rumor ijazah siswa yang kehilangan laptop akan ditahan dan uang ganti rugi senilai Rp 9 juta. ‘’Tidak ada ganti rugi, apalagi ijazah siswa akan ditahan. Apa pun alasannya, sekolah tidak boleh menahan ijazah anak-anak. Jadi saya tegaskan, tidak ada penahanan ijazah anak-anak,’’ katanya. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara menjelaskan, siswa yang telah lulus diwajibkan mengembalikan laptop tersebut. Sebab, laptop tersebut akan diberikan ke siswa kelas V dan VI. Hal senada disampaikan Kabid Gedung dan Prasarana Disdikpora Badung I Putu Roby Widya Harsana. Pihaknya telah menerima laporan adanya kehilangan laptop pemberian Pemkab Badung. ‘’Laporannya kami sudah terima. Yang kehilangan laptop juga sudah melaporkannya ke polisi, dilengkapi dengan laporan kehilangan,’’ terangnya. (kmb27)

Raib, Puluhan Laptop Hibah Pemkab

Ratusan Mahasiswa dari Sejumlah Negara Ikuti Kompetisi Debat

Bali Post/edi

DEBAT - Bali Australia Debate Championship 2019. Kompetisi debat ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai negara di Asia dan Australia.

Mangupura (Bali Post) Sebanyak 350 mahasiswa dari berbagai negara di Asia dan Australia mengikuti lomba debat, Bali Australia Debate Championship 2019. Lomba mengangkat berbagai isu hangat, baik sosial, ekonomi hingga pariwisata dunia. Peserta merupakan perwakilan dari kampuskampus di sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Korea, Hongkong, Vietnam, Australia dan Indonesia. Ketua Panitia Bali Australia Debate Champion-

ship 2019 Giovanni Reynaldo menjelaskan, ajang ini sebelumnya juga pernah digelar di Bali. Tahun ini pihaknya mencoba menaikkan standar event dengan keikutsertaan tim-tim dan tim juri. ‘’Kali ini ada 350 mahasiswa dari Asia dan Australia yang mengikuti debat,’’ katanya, Senin (8/7) kemarin. Dipilihnya Bali sebagai lokasi kegiatan internasional ini, karena banyak warga Australia dan Asia umumnya sangat mengetahui Pulau Dewata yang terkenal dengan pariwisatanya. Selain itu, pihaknya

ingin memberikan pengalaman berbeda kepada peserta melalui turnamen ini dengan kemasan lebih rileks, sehingga lokasinya dipilih di hotel yang tidak jauh dari pantai. Salah satu juri debat, Vincentius Michael, menjelaskan ajang ini tentunya akan memberikan manfaat bagi mahasiswa. Selain diajarkan critical thinking dan juga menjadi masyarakat yang makin peduli terhadap isu-isu penting, mereka juga diajarkan cara menyampaikan pendapat dan mengomunikasikan pendapat terutama dilakukan dalam

medium bahasa Inggris. Hal penting lainnya yaitu adanya pelatihan skill, membangun kepercayaan diri di depan publik, juga kemampuan membangun suatu kasus dalam waktu yang sangat terbatas, hanya 30 menit. Selama jangka waktu tersebut, mereka tidak boleh menggunakan akses internet. ‘’Adapun topik yang diangkat dalam debat ini, dipilih secara random. Jadi, mereka tidak mengetahui tema yang nantinya dipilih tim juri untuk kemudian dipresentasikan,’’ ujarnya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Ketua Yayasan Dhyana Pura Lantik Rektor Periode 2019-2023 KETUA Yayasan Dhyana Pura I Gusti Ketut Mustika, S.Sos., M.M. melantik Rektor terpilih Universitas Dhyana Pura periode 2019-2023 Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A. menggantikan Rektor periode sebelumnya 2015-2019 Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS. yang masa jabatannya sudah berakhir. Acara dihadiri dan disaksikan Ketua LLDikti Wilayah VIII, para sesepuh, pembina, pengurus, pengawas Yayasan Dhyana Pura, serta tamu undangan lainnya, bertempat di Aula Gedung E Kampus Undhira, Kuta Utara, Badung, Senin (8/7) kemarin. Pada kesempatan yang sama, dilantik pula yang mengisi jabatan wakil rektor yakni Dr. Ni Made Diana Erfiani, S.S., M.Hum. sebagai Wakil Rektor bidang Akademik, Dr. Drs. R.T.P. Budi Santoso, M.M. sebagai Wakil Rektor bidang Operasional dan SDM, dan Dr. I Wayan Damayana, S.Th., M.Si., M.M. sebagai Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Usai dilantik, Rektor Undhira Dr. Rai Utama memaparkan moto dan program kerja Undhira yakni gerakan ‘’Undhira 1.000’’ yang akan dijalankannya pada titik mulai yang jatuh pada tanggal 02/02/2020 untuk menyiapkan akreditasi insitusi dan mencapai target penerimaan mahasiswa baru. Di samping itu, untuk mewujudkan visi universitas teladan dan unggulan melalui implementasi tujuh karakter yakni percaya diri, integritas, keberagaman, kewirausahaan, kepemimpinan yang melayani, profesionalitas dan wawasan global.

LANTIK - Acara pelantikan rektor terpilih Universitas Dhyana Pura periode 2019-2023 di Aula Gedung E Kampus Undhira, Kuta Utara, Badung, Senin (8/7) kemarin. Sementara itu, Ketua Yayasan Dhyana Pura I Gusti Ketut Mustika, S.Sos., M.M. mengatakan siap mendukung Undhira dalam meningkatkan daya saing guna memberikan layanan pendidikan yang berkualitas untuk mendukung visi teladan dan unggulan. ‘’Di tengah persaingan yang semakin ketat dan masyarakat yang mengejar mutu, kami berharap rektor yang telah dilantik dapat menjadi nakhoda untuk empat tahun ke depan yang semakin maju,’’ paparnya dalam sambutannya. ‘’Tujuh karakter yang kita bangun dan banggakan akan sungguh menjadi pijakan seluruh civitas akademika sehingga semua akan taat pada statuta, dan aturan yang ada, hingga akhirnya dalam semua dinamika, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar,

semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji dapat terwujud,’’ tambahnya. Universitas Dhyana Pura merupakan perguruan tinggi yang terakreditasi ‘’B’’ yang sarat prestasi, antara lain predikat Mahasiswa Berprestasi LLDikti Wilayah VIII. Undhira memiliki 15 program studi yang semuanya telah terakreditasi. Fakultas Ekonomika dan Humaniora menaungi Program Studi S-1 Manajemen, S-1 Akuntansi, S-1 Sastra Inggris, S-1 PAUD, S-1 Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga, D-4 Manajemen Perhotelan, dan D-3 Manajemen Pemasaran. Sementara Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains, dan Teknologi menaungi S-1 Perekam dan Informasi Kesehatan, S-1 Kesehatan Masyarakat, S-1 Fisioterapi, S-1 Psikologi, S-1 Ilmu Gizi, S-1 Bioteknologi, S-1 Teknik Informatika, dan S-1 Sistem Informasi. (ad346)

Unhi Gelar Dharma Tula ’’Pengembangan Infrastruktur ICT bagi Desa Adat’’ SEBAGAI perguruan tinggi berbasis agama dan kebudayaan, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar terus berkomitmen melestarikan adat, seni dan budaya Bali. Terlebih saat ini Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat. Untuk menguatkan, mengembangkan dan memajukan eksistensi perda tersebut di era revolusi industri 4.0, Unhi Denpasar di bawah naungan Yayasan Pendidikan Widya Kerthi menggelar Dharma Tula dengan tema ‘’Pengembangan Infrastruktur ICT bagi Konsolidasi Potensi dan Akselerasi Kemajuan Desa Adat’’ di Ruang Rapat Lantai II Gedung Indraprastha Unhi Denpasar, Senin (8/7) kemarin. Dharma tula ini menghadirkan beberapa narasumber yang ahli pada bidangnya masing-masing, di antaranya Dr. Made Sadguna yang mendiskusikan tentang lembaga ekonomi komunal berbasis adat yang sesuai dengan adat dan budaya Hindu Bali, Dr. Nyoman Marpa dan Made Sukarsawa (Chief Financial Officer CT Cirps/ Grup Trans TV). Kegiatan dibuka oleh Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. yang dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. Ketut Ardhana, M.A. Melalui dharma tula ini diharapkan tercipta keseimbangan dan konektivitas antara lembaga desa adat dan umat melalui teknologi di era revolusi industri 4.0. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, dharma tula ini tidak hanya membahas tentang pengembangan infrastruktur ICT (Information and Comunication Technology) untuk penguatan desa adat, namun juga bagaimana kesiapan Unhi Denpasar untuk mendukung pengembangan dan peningkatakan kualitas SDM desa adat. Apalagi, Unhi Denpasar saat

DHARMA TULA - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (tengah) didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. Ketut Ardhana, M.A. berfoto bersama narasumber dan peserta dharma tula. ini telah siap menerima calon mahasiswa baru untuk Program Studi (Prodi) Hukum Adat. Prodi Hukum Adat akan mencetak SDM umat Hindu yang memahami tentang tata kelola desa adat berbasis teknologi. ‘’Bagi umat Hindu yang ingin memperdalam tata kelola desa adat, datanglah ke Unhi untuk memperdalamnya. Karena hampir 1.500 sekian desa adat minimal ada satu SDM paham tentang tata kelola desa adat. Apalagi yang terlibat menjadi staf pengajar tidak hanya tenaga pengajar dari Unhi, tetapi juga praktisi-praktisi dari luar yang ahli di bidang desa adat,’’ ujar Prof. Damriyasa. Dikatakannya, saat ini yang dibutuhkan desa adat adalah SDM yang memiliki keterampilan. Terutama keterampilan mengelola keuangan desa adat, tata kelola pemerintahan desa adat dan ba-

gaimana membuat awig-awig/ pararem desa adat. Semua keterampilan tersebut harus didukung dengan keterampilan teknologi informasi. Apalagi Bali saat ini telah mendesain ‘’Bali Smart Island’’ yang basic sistem pemerintahannya berbasis elektronik. Ke depan, selain meningkatkan kualitas kelembagaan dan lulusan SDM, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan prodi-prodi yang relevan dengan kebutuhan umat Hindu. Jadi, antara kualitas dan relevansi bisa tetap berjalan beriringan dengan tetap memegang teguh basis Unhi Denpasar yaitu agama, seni dan kebudayaan. ‘’Artinya, agama, seni dan budaya ini akan berdifusi dengan bidang-bidang lain. Inilah yang akan mewarnai Unhi Denpasar sebagai perguruan tinggi milik krama Bali,’’ pungkasnya. (ad352)

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

’’Workshop’’ Penyempurnaan Pedoman Tesis dan Disertasi Pascasarjana IHDN Denpasar SEBUAH hasil karya ilmiah mahasiswa Pascasarjana baik dalam bentuk tesis maupun disertasi, kualitasnya ditentukan dari pedoman yang sesuai dengan perkembangan keilmuan saat ini serta peraturan perundang-undangan yang ada. Karenanya, agar karya ilmiah baik dalam bentuk tesis maupun disertasi berkualitas serta tidak menyimpang dari akademi keilmuannya, Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar Workshop Penyempurnaan Pedoman Tesis dan Disertasi Pascasarjana. Acara dibuka oleh Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. di aula Gedung Pascasarjana IHDN Denpasar, Senin (8/7) kemarin. Usai membuka acara, Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, selama ini hasil karya ilmiah mahasiswa Pascasarjana IHDN Denpasar selalu mengikuti pedoman yang ada. Hanya, sebuah pedoman harus terus disempurnakan serta disesuaikan dengan perkembangan keilmuan dan peraturan perundangan yang ada. ‘’IHDN Denpasar telah melakukan penyempurnaan pedoman ini pada 2016 lalu. Itu sudah tiga tahun, sehingga dipandang penting melakukan penyempurnaan lewat workshop ini. Sebab, keilmuan terus berkembang serta banyak hal dan permasalahan yang perlu dibicarakan dan dicari pemecahannya,’’ ujarnya. Adanya kegiatan Workshop Penyempurnaan Pedoman Tesis dan Disertasi Pascasarjana ini, diharapkan membuat hasil karya ilmiah mahasiswa ke depan baik mulai dari pengajuan proposal, dalam bentuk proposal atau pohon keilmuan yang akan

BUKA - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. saat membuka acara Workshop Penyempurnaan Pedoman Tesis dan Disertasi Pascasarjana IHDN Denpasar, Senin (8/7) kemarin. diajukan, secara akademis jelas dan tidak menyimpang dari pedoman-pedoman keilmuannya. ‘’Penyempurnaan ini juga penting, sehingga dosen-dosen yang membimbing dan menguji pun jadi sreg,’’ katanya. Berbicara soal kualitas karya ilmiah mahasiswa Pascasarjana IHDN Denpasar selama ini baik dalam bentuk tesis maupun disertasi, menurut Sudiana, berkualitas baik dan bersaing. Ini bisa dilihat dari banyaknya karya ilmiah mahasiswa yang dijadikan buku atau ditulis di jurnal lokal, baik dalam bentuk cetak maupun e-jurnal. Bahkan, dari 16 jurnal yang menampung hasil karya ilmiah mahasiswa IHDN, tiga jurnal mendapatkan akreditasi nasional dari Dikti dan satu jurnal bertaraf internasional. Dalam meningkatkan dan

menjaga kualitas tulisan karya ilmiah mahasiswa ini, diakui Sudiana, pihak IHDN Denpasar belum memiliki alat pengecekan plagiarisme. Sebuah karya ilmiah murni tanpa plagiarisme dipandang sangat penting. Oleh karena belum memiliki alatnya, selama ini pihak IHDN Denpasar menggunakan aplikasi dari Google. Ia berharap alat untuk mengecek plagiarisme ini akan terealisasi tahun 2020 mendatang, sehingga pihak IHDN Denpasar dapat lebih mudah mengecek keaslian karya ilmiah dari mahasiswa. Acara Workshop Penyempurnaan Pedoman Tesis dan Disertasi Pascasarjana IHDN Denpasar diikuti 55 peserta. Workhsop akan berjalan selama tiga hari hingga Rabu (10/7). (ad353)

IKIP PGRI Bali Susun Kurikulum Baru

Jangan Remehkan Ancaman Robot Gantikan Guru dan Dosen SEBAGAI LPTK penghasil guru berkualitas dan profesional, IKIP PGRI Bali terus melakukan review kurikulum agar output dan outcomes-nya sesuai dengan tuntutan kekinian guna menyongsong era revolusi industri 4.0 dalam dunia pendidikan. Untuk itu, semua dosennya dikumpulkan guna mengikuti Workshop Peninjauan Kurikulum IKIP PGRI Bali, Senin (8/7) kemarin. Workshop dibuka Ketua LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, M.Si., menghadirkan narasumber Prof. Dr. I Made Suparta (Unud) dan Afriyudianto, S.Tp., M.M., Kasi Kurikukum dan Pendidikan Akademik Belmawa Dikti. Acara juga dihadiri sejumlah kepala sekolah dan pimpinan PTS di Bali. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. mengungkapkan, IKIP PGRI Bali akan menyusun kurikulum berbasiskan prodi. Usai dibahas di tingkat prodi, dosen diajak workshop lagi pada Agustus mendatang, sehingga pada tahun ajaran baru IKIP PGRI Bali sudah menerapkan kurikulum baru. Tuntutan SDM dosen IKIP PGRI Bali harus berubah, dinamis dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) tak boleh ketinggalan zaman. Kinerjanya akan dievaluasi oleh Tim Audit di bawah Badan Penjaminan Mutu. Jika ada dosen masih mentok dengan pembelajaran berbasiskan TI, ada dua jalan yang ditawarkan, yakni belajar lagi atau meninjau bakat menjadi dosen. Ditegaskannya, calon guru yang dicetak IKIP PGRI Bali ditentukan oleh SDM dosennya. Makanya dia mengatakan mutu lembaga ditentukan oleh SDM

KURIKULUM - Ketua LLDikti VIII Prof. Dasi Astawa bersama Rektor Made Suarta dan narasumber Workshop Kurikulum IKIP PGRI Bali. dosen. Dosen yang memiliki ciri– ciri revolusi industri 4.0 yakni cepat, responsif dan ilmunya selalu terbarukan guna menghasilkan output berkualitas. Ketua LLDikti VIII Prof. Dasi Astawa menekankan tiga kunci sukses perguruan tinggi yakni taat asas dan hukum, apa yang direncanakan itulah yang dikerjakan serta menyusun kurikulum TMS (terstruktur, masif dan sistematis). Kurikulum tak hanya jadi kumpulan ide tanpa makna. Kurikulum adalah jembatan menghasilkan output berkualitas berbasiskan market atau pengguna lulusan. IKIP PGRI Bali juga wajib menyesuaikan kurikulum menuju era revolusi industri 4.0, tak hanya menghasilkan SDM berkualitas namun juga memiliki kecepatan. Era sekarang dosen mengajar sudah berbasis internet dan big data dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Makanya dosen jangan meremehkan ancaman robot

masuk kampus. Jika dosennya tetap lambat dan ilmunya tak terbarukan, kemungkinan besar robot masuk kampus menggantikan tugas dosen atau guru. ‘’Jangan selamanya menganggap guru tak bisa digantikan oleh robot. Di luar negeri sudah terjadi hal ini, termasuk dalam pelayanan kesehatan,’’ ujarnya. Prof. Nengah Dasi juga mengingatkan di era sekarang bukan zamannya lagi bicara kuantitas, mewisuda 1.500 orang, namun sedikit yang bekerja. Yang penting lagi ada follow-up usai peninjauan kurikulum dan dilakukan uji publik. Dengan demikian tujuannya tercapai yakni melahirkan SDM guru yang bermutu. Afriyudianto juga menekankan kurikulum perguruan tinggi yang berbasiskan KKNI agar lulusannya memiliki kompetensi sesuai tuntutan zaman. Apalagi lulusan perguruan tinggi langsung bertemu dengan tuntutan industri. (ad348)

Pola Produksi dan Konsumsi Cabai Mesti Diatur Denpasar (Bali Post) Pasokan cabai dari luar Bali seret. Hal ini menyebabkan harga cabai melambung, karena pasokan cabai di Bali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warganya. Akibatnya, Bali harus memasok dari luar pulau. BEP petani cabai adalah Rp 15.000– Rp 20.000 per kilogram. Harga yang ideal di pasaran (end user) adalah Rp 20.000–Rp 25.000, sedangkan saat ini harga cabai mencapai Rp 50.000–Rp 75.000. Demikian disampaikan Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bali I Wayan Sunarta, Senin (8/7) kemarin. Menurutnya, pola produksi dan konsumsi mesti diatur. Pola produksi sulit diatur karena berkaitan dengan musim. Jadi, yang perlu dioptimalkan pengaturannya adalah pola konsumsi. ‘’Kita mestinya menanam cabai saat musimnya agar biaya produksinya rendah, supaya tidak menggunakan bahan berlebihan,’’ tandasnya. Sementara untuk mengurangi

dampak fluktuasi harga cabai, lanjutnya, yang harus diubah adalah pola konsumsi. Ketika cabai sedang berlimpah hendaknya dapat diolah menjadi cabai kering atau cabai bubuk, sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Bila produksinya kurang, diharapkan mengurangi konsumsi cabai. ‘’Kita memberikan alat pada kelompok–kelompok tani untuk mengolah cabai yang berlimpah. Selama ini ibu–ibu belum berpikir menggunakan produk–produk olahan itu,’’ ujarnya. Sebagai gambaran, produksi cabai besar pada Mei 2019 sebanyak 1.293 ton, sedangkan kebutuhan di Bali 746 ton per bulan. Sementara produksi cabai rawit Mei 2019 tercatat 824 ton, sedangkan kebutuhan 840 ton per bulan. Pola tanam petani cabai di Bali tidak hanya monokultur menanam cabai. Ia tidak menyarankan menanam cabai terus–menerus, karena tanaman jenis lainnya harus ditanam secara bergilir. ‘’Di lahan kering tidak boleh tanaman sejenis, tomat atau grup solanum,’’

jelas Sunarta. Sentra cabai merah besar ada di Bangli, Tabanan dan Badung, sedangkan sentra cabai rawit di Gerokgak Timur, Buleleng, Pakisan, Buleleng Timur, Tabanan, Badung, Sukawati, Tegallalang, Tampaksiring, Gianyar, Klungkung dan Karangasem. Juli ini merupakan waktu yang tepat untuk menanam cabai karena musim kemarau. Jika menanam cabai saat musim hujan, ada risiko penyakit yang merugikan petani. Pemerintah pun sedang mengembangkan klaster tanaman cabai seluas 205 hektar di Buleleng, Tabanan, Gianyar, Klungkung, Bangli dan Karangasem. Saat ini sudah ada petani yang mulai menanam cabai dengan bantuan yang diberikan pemerintah. Pemerintah memberikan bantuan berupa benih dan pupuk serta likat kuning untuk perangkap hama. Dalam rangka menuju Bali Pulau Organik, Dinas TPHP Bali pun membantu untuk mengurangi biaya produksinya. (kmb42)

CABAI - Pedagang cabai di Pasar Badung.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Bali Post/kmb42


DAERAH

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

5

Ditabrak Mobil, Bocah Tewas

Denpasar (Bali Post) Bocah berusia 16 bulan berinisial DR tewas setelah ditabrak mobil, Minggu (7/7) lalu. Korban ditabrak saat bermain di garasi rumahnya di Jalan SMA Negeri 3, Gang III No.8, Denpasar Timur. Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo, Senin (8/7) kemarin, menyatakan korban mengalami pendarahan dari hidung dan telinga. Korban sempat dibawa ke RS Puri Raharja, tetapi meninggal dunia pukul 17.30 Wita. Kronologinya, sekitar pukul 17.00, I Gede Sony Novianto (42) mengendarai mobil Nissan Juke DK 1755 SM melaju dari selatan. Setibanya di TKP, mobil tersebut belok ke timur. Pada saat bersamaan, korban bermain di garasi rumahnya. ‘’Korban

bergerak dari utara di halaman garasi di sisi timur jalan. Saat itulah terjadi lakalantas tersebut,’’ ungkapnya. Akibat tabrakan tersebut, bocah yang lahir 13 Maret 2018 ini terkapar. Dari hidung dan telinganya keluar darah, sedangkan dahi dan pelipis kanannya lecet. Terkait kejadian tersebut, anggota Unitlaka Satlantas Polresta Denpasar mengamankan mobil dan Sony yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Gang Merak, Perum Ita Graha Peguyangan, Denpasar Utara. ‘’Pemeriksaan saksisaksi sudah kami lakukan. Kami mengimbau pengendara kendaraan lebih hati-hati, apalagi saat melintas di permukiman. Para orangtua agar mengawasi anak-anaknya,’’ ucap AKP Adi. (kmb36)

Ngaben Massal Desa Bungbungan Diikuti 63 ’’Sawa’’ Semarapura (Bali Post) Dua banjar di Desa Bungbungan sedang mempersiapkan seluruh sarana ngaben massal, yang akan digelar pada Rabu (10/7) besok. Total ngaben massal kali ini diikuti 63 sawa. Dengan konsep ngaben massal, sangat membantu meringankan beban krama setempat dalam memenuhi kewajiban terhadap anggota keluarga yang telah meninggal. Bendesa Bungbungan Ida Bagus Ngurah Suparnata, Senin (8/7) kemarin, mengatakan persiapan upacara ngaben massal ini sudah dimulai sejak sebulan lalu. Untuk di Banjar Kaleran 22 sawa, masing-masing sawa dikenai biaya urunan Rp 10 juta. Sedangkan di Banjar Baleagung ada 41 sawa, dengan biaya urunan Rp 5 juta per sawa. Sehingga total dari kedua banjar ini diikuti 63 sawa. Ketua Panitia di Banjar Kaleran Dewa Putu Alit Suarjaya menambahkan, rangkaian pelaksanaan ngaben massal sudah dimulai sejak Senin (17/6) lalu, dengan prosesi matur piuning. Selanjutnya pada Minggu (7/7) lalu dilakukan prosesi nunas dan ngagah. Puncak upacara akan dilaksanakan pada Buda Umanis Julungwangi,

Rabu (10/7) besok. Setelah itu, dilanjutkan dengan upacara ngeroras pada Saniscara Wage Julungwangi, Sabtu (13/7) serta prosesi mendak nuntun pada Anggara Paing Sungsang, Selasa (16/7) nanti. Di sela-sela persiapan ngaben massal, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta sempat hadir melihat langsung persiapan masyarakat setempat. Dia menyampaikan apresiasi khususnya kepada masyarakat Desa Adat Bungbungan, yang telah mampu melaksanakan upacara Pitra Yadnya langsung ke Dewa Yadnya. Upacara ngaben massal ini selain sangat berguna untuk meringankan beban biaya, juga dapat meringankan beban pekerjaan dan meningkatkan rasa gotong royong. Ini tentu mampu merekat ka n rasa kekeluargaan antarwarga desa. ‘’Upacara ngaben massal merupakan utang yang harus dibayar untuk sang Pitra (yang sudah meninggal). Upacara ini adalah yadnya suci yang harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan didasari hati yang tulus mendoakan sang Pitra agar mendapatkan tempat yang terindah di sisi-Nya,’’ ujar Wabup Kasta. (kmb31)

Bali Post/kmb

TERBAKAR - Kawasan hutan TNBB terbakar karena diduga ada oknum yang membakar sampah.

Semak Belukar di TNBB Terbakar Negara (Bali Post) – Kebakaran terjadi di wilayah Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Kabupaten Jembrana, Senin (8/7) siang kemarin. Informasi yang diperoleh, kebakaran dipicu oleh oknum yang membakar sampah kemudian ditinggalkan. Api meluas dan

merambat karena angin sangat kencang ditambah di sana merupakan kawasan hutan dan semak belukar kering. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Surya Adi Saputra, seorang anggota Perhubungan Kabupaten Jembrana, yang patroli di belakang

terminal kargo dan SPBU Gilimanuk. Dia melihat ada kobaran api dan meluas ke hutan semak belukar. Khawatir api merambat ke SPBU Gilimanuk, Surya Adi Saputra langsung menghubungi Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kepala Seksi Damkar Kade Bagus Darmawan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kawasan itu, menurutnya, merupakan wilayah Taman Nasional Bali Barat. Areal yang terbakar seluas 3 are. Pihaknya menerjunkan dua damkar untuk memadam-

kan api selama 1,5 jam. ‘’Kami harapkan pada musim kemarau dan angin kencang seperti ini warga berhati-hati jika membuang puntung rokok, membakar sampah atau melakukan aktivitas lainnya karena rawan kebakaran,’’ ujarnya. (kmb)

masyarakat yang beralih ke angkutan darat. Meskipun Galungan dan Kuningan tidak terlalu berdampak terhadap inflasi, BI tetap melakukan antisipasi terkait keterjangkauan harga, ketersediaan barang dan kelancaran distribusi serta komunikasi. Sebab, pengalaman sebelumnya, penyumbang inflasi yaitu dari komponen volatile food, dan BI mengantisipasi dengan pengaturan pola tanam. Namun, perlu kebijakan dan pengaturan di tingkat pusat, karena volatile food

distribusinya antardaerah. ‘’Pola tanam juga menjadi salah satu hal yang kita dorong. Misalnya bawang, jangan pada saat musim tertentu, petani semua menanam bawang, diselingilah. Misalnya di Tegal, Jawa lagi panen, mungkin kita tidak usah menanam dulu. Pada saat di sana musim hujan, di sini agak terang baru tanam, gantian seperti itu. Ini perlu koordinasi di level atas. Jika distribusinya antardaerah, harus koordinasi Bima, Tegal, Songan,’’ beber Iman Karana. (kmb42)

BI Antisipasi Inflasi Jelang Galungan

Denpasar (Bali Post) -

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali telah melakukan upaya antisipasi inflasi menjelang hari besar keagamaan Hindu yaitu Galungan dan Kuningan pada akhir Juli nanti. Antisipasi yang dilakukan dengan memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi dan komunikasi. Kepala BI KPw Bali Causa Iman Karana mengatakan, inflasi Juni lebih rendah dibandingkan Mei (m t m). Penyebab utama inflasi pada Juni adalah volatile food. Inflasi Bali masih di bawah inflasi nasional. Sementara itu prediksi inflasi Juli yaitu 1,70 persen–2,10

persen (y o y) dan secara m t m 0,20 persen–0,40 persen. Menurutnya, perayaan Galungan dan Kuningan tidak banyak berdampak terhadap inflasi di Bali. ‘’Inflasi di Bali sampai Juni masih aman,’’ ujarnya di Denpasar, Senin (8/7) kemarin.

Pada Juni lalu yang menjadi kekhawatiran BI adalah kenaikan harga tiket pesawat udara. Terkait hal itu pihaknya sudah melakukan upaya–upaya, namun yang terjadi justru inflasi di angkutan darat. Ini membuktikan ada perubahan pola

Warung Global

Besakih Tempat Suci, Kunjungan Wisatawan Jangan Ditarget POTENSI wisata di Besakih mesti dikelola dan ditata dengan baik agar dapat meningkatkan perekonomian, sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Kita harus melestarikan serta menjaga kesucian lingkungan dan objek wisata agar kunjungan wisatawan ke Pura Besakih tetap ramai, sehingga perekonomian Bali tetap lancar karena kebanyakan masyarakatnya bertumpu pada sektor pariwisata. Demikian pendapat Bu Vera di Tabanan dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Menurut Febri di Denpasar, tak perlu cemas kalau kunjungan wisatawan menurun karena Pura Be-

sakih bukan tujuan wisata, tetapi merupakan tempat suci yang harus disakralkan. Alangkah baiknya kalau

Bali Post/kmb31

PERSIAPAN - Masyarakat Desa Bungbungan saat melakukan persiapan upacara ngaben massal.

Hanya Rp.100 JUTA Per Unit Villa

Miliki Sekarang!!

VILLA Pinggir Pantai dengan pasir putih di SANUR BALI

TYA 081237675135 www.7lazvillas.com

C.0000344-BGN

Pura Besakih tidak dijadikan tempat kunjungan wisata dan tidak dipromosikan. Penjaga objek wisata di sana perlu dilatih dan dibina demi keamanan dan kenyamanan wisatawan. Kunjungan wisatawan ke Besakih, lanjut Budiada di Tabanan, dipengaruhi oleh bencana alam erupsi Gunung Agung. Namun, Tuhan sangat asah, asih dan asuh, sehingga erupsi tidak besar yang membuat wisatawan tetap berkunjung ke Pura Besakih. Ini patut disyukuri. Kunjungan ke Besakih tak perlu ditarget karena merupakan tempat pariwisata

spiritual. Widana di Mengwi minta semua instansi pariwisata terintegrasi, tidak hanya untuk kepentingan sendiri dan promosi. Yang perlu diproteksi yakni pariwisata budaya serta keamanan dan kenyamanan agar tetap terjaga. Keseriusan pemerintah perlu dikedepankan dan paket pariwisata harus mengutamakan wisata budaya. Pariwisata ada karena budaya kita. Kita sebagai masyarakat Bali terlena dengan pemasukan yang diraih dari pariwisata tetapi tidak mengembangkan SDM. De-

mikian masukan dari Arjun di Kaba-kaba. Lain lagi pendapat Sunita di Denpasar yang mengusulkan agar objek wisata Pura Besakih distop. Wisatawan menstruasi yang masuk pura sulit dipantau, hal ini akan membuat kesakralan dan kesucian Bali berkurang. Inilah yang menyebabkan pariwisata budaya kurang diminati karena taksu-nya sudah luntur. Wisatawan akhirnya lebih suka dunia gemerlap yang rentan peredaran narkoba dan miras yang ujungnya berimplikasi kepada moral sekala dan niskala warga Bali. (dika)


OPINI

6

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menyamaratakan Fasilitas Sebelum Sistem Zonasi KISRUH dalam penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2019, menyedot perhatian publik. Bahkan, menuai protes hingga pengaduan ke Ombudsman. Banyak yang menilai penerapan sistem ini tidak adil, karena merampas hak mereka yang meraih prestasi akademik bagus untuk mengenyam pendidikan di sekolah negeri yang diinginkan. Prestasi akademis mereka harus terempas, dikalahkan oleh mereka yang beruntung memiliki rumah dekat sekolah negeri. Sampai-sampai ada yang menyebut ‘’pinterpinter dikalahkan jarak meter’’. Kekisruhan PPDB sistem zonasi memunculkan diskresi kebijakan. Kuota sekolah dioptimalisasi yang berarti jumlah siswa baru yang diterima ditambah untuk tingkat SMP maupun SMA negeri. Ternyata ini memicu masalah baru, sekolah swasta terancam tidak mendapatkan siswa bahkan terancam gulung tikar. Sistem zonasi ini pun lalu diusulkan untuk dievaluasi lagi, bahkan ada yang menolak diberlakukan pada PPDB mendatang. Meski, Kemendikbud telah merevisi Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB khusus terkait persentase jalur prestasi. Mendikbud Muhadjir Effendy menilai sistem zonasi merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Karena itu, pihaknya akan melanjutkan sistem zonasi ini. Sistem zonasi diharapkan secara perlahan akan menghapus dikotomi antara sekolah unggulan/favorit dan non-unggulan/non-favorit. Untuk tujuan ini, akan dilakukan rotasi dan distribusi guru berbasis zona. Termasuk, memetakan ketersediaan jumlah sekolah negeri di seluruh Indonesia. Sistem zonasi akan mengubah kompetisi dari antarindividu menjadi antarsekolah. Bahkan, akan terjadi persaingan antarzona dan anarpemerintah daerah. Hanya sayang, kemampuan masyarakat masing-masing zona dan masing-masing pemerintah daerah tidaklah sama. Di Bali sebagai contoh, kemampuan masyarakat di daerah pariwisata seperti Kuta, Sanur, Nusa Dua, Ubud, tidaklah sama dengan kemampuan masyarakat di daerah lain di Bali. Demikian pula kemampuan anggaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) Badung tidaklah sama dengan pemda lain di Bali. Kondisi ini memicu persaingan tak seimbang antarzona maupun wilayah (daerah). Terkecuali, pemerintah (pusat) mampu memeratakan fasilitas (kemampuan) semua sekolah agar sama semua. Jika kondisi fasilitas dan dukungan terhadap sekolah di Indonesia masih seperti sekarang, penerapan sistem zonasi hanya memicu kisruh baru berkelanjutan. Langkah awal yang mutlak harus dilakukan pemerintah sebelum menerapkan sistem zonasi ini secara penuh, adalah menyamaratakan fasilitas sekolah di seluruh Indonesia. Sepertinya, hal ini perlu waktu lumayan panjang dengan anggaran tidak sedikit pula. Karena jika dikembalikan pada dukungan masyarakat zona dan pemda setempat, akan terjadi persaingan yang tidak sepadan. Kasusnya akan mirip penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jika diterapkan serentak di seluruh Tanah Air. Mengingat, belum semua sekolah memiliki fasilitas komputer/laptop dan jaringan internet memadai sebagai prasyarat UNBK. Boleh saja pemerintah menempuh cara merotasi guru berdasarkan zonasi untuk mempercepat penerapan sistem ini. Logikanya, jika para guru sudah dilakukan sertifikasi maka otomatis tidak ada perbedaan kualifikasi di masing-masing zona. Terlebih, sertifikasi tidak saja berujung pada peningkatan kualitas guru yang sama, tetapi juga tunjangan yang diterima. Tinggal sebaran mereka yang harus merata di semua zona. Tetapi, apalah daya dan guna guru dengan sertifikasi dan kualifikasi sama jika tanpa didukung fasilitas semacam laboratorium, alat bantu ajar dan sarana belajar mengajar lain yang kualifikasi dan standarnya sama dan merata. Tujuan sistem zonasi memang mulia, menghilangkan dikotomi dan ‘’pengkultusan’’ sekolah unggulan dan favorit yang terjadi selama ini di masyarakat. Alangkah bijak, langkah mulia dan besar ini didahului dengan penyiapan fasilitas pendidikan yang sama dan merata di seluruh negeri. Ini sekaligus menghindari kesan ada pembedaan (‘’penganaktirian’’) antarzona dan wilayah. Sistem zonasi memang membangkitkan dan meningkatkan rasa memiliki masyarakat zona terhadap lembaga pendidikan di daerahnya. Tetapi harus diingat, rasa kepemilikan ini juga akan memicu dan memacu persaingan jorjoran yang tidak sehat antarzona dan antarwilayah jika pemerintah (pusat) belum bisa menyamaratakan fasilitas pendidikan di semua zona.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Penambahan Kuota Siswa Gubernur Bali telah memberikan kuota tambahan kepada sejumlah sekolah dalam menerima siswa baru tahun ajaran 2019/2020. Mudahmudahan penambahan kuota ini bisa mengobati keresahan para orangtua siswa yang anaknya belum bisa terakomodasi di SMA/SMK negeri. Saya berharap, penambahan kuota ini juga dibarengi dengan berbagai penjelasan informasi yang memungkinkan membuat para orangtua lebih mudah mengikuti prosedurnya. Saya juga berharap untuk PPDB tahun depan agar sejak dini dilakukan persiapan. Jangan sampai setiap tahun, urusan penerimaan siswa baru menjadi beban orangtua siswa. Pemerintah hendaknya punya sistem yang valid untuk hal ini. Gede Sumajaya Tabanan, Bali

Pendidikan Berbasis Masyarakat Protes penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi yang pada intinya mempersoalkan kecilnya persentase jalur prestasi akademik merepresentasikan pemahaman dangkal orangtua terhadap perubahan-perubahan paradigma pendidikan. Yang juga secara lebih ekstrem seperti kata-kata Paulo Freire. Freire telah mengingatkan dengan tegas bahwa setiap orang harus berjuang untuk menjadi manusiawi. Maksudnya, mampu membebaskan diri dari kesadaran penindasan yang dikonstruksikan oleh kalangan atas. Yang mana pemerintah ingin merealisasikan pemikiran Freire, tetapi segelintir masyarakat yang merasa berkuasa dan kalangan atas, dengan menolak PPDB zonasi, ingin melakukan penindasan bagi siswa kelas bawah.

Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

M

ereka tetap memandang bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mencapai prestasi berupa daftar angka sempurna di buku rapor atau ijazah. Kurikulum 2013 telah mengubah pelaporan hasil belajar siswa, dari kuantitatif menjadi kualitatif. Jauh sebelum ini di sekolah-sekolah berkembang paradigma keseimbangan otak kanan dan kiri karena sebelumnya pendidikan hanya menghargai otak kiri. Tujuan pendidikan sejatinya holistik (nalar, tindakan, dan sikap). Pada dasarnya setiap sekolah mendidik anak agar menjadi anggota masyarakat yang berguna. Namun, pendidikan di sekolah sering kurang relevan dengan kehidupan masyarakat. Dan, tujuan pendidikan hanya parsial, yakni pada segmentasi nalar (kognitif). Hal itu memang dipicu sejak lama oleh kurikulum di sekolah yang kebanyakan berpusat pada mata pelajaran yang tersusun secara logis dan sistematis yang tidak nyata hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Apa yang dipelajari tamapaknya hanya perlu untuk kepentingan sekolah untuk ujian dan bukan untuk membantu anak agar hidup lebih efektif dalam masyarakatnya.

‘’Kisruh’’ PPDB zonasi juga menunjukkan bahwa sekolah dipandang oleh masyarakat sebatas tempat belajar untuk ranah nalar. Masyarakat memahami tujuan pendidikan sangat sempit. Pandangan ini melandasi tuntutan masyarakat terhadap sekolah. Yang aneh, sekolah dan para guru mengikuti kesalahpahaman masyarakat, tidak mau menjelaskan bahwa tujuan pendidikan bukan hanya prestasi kuantitatif, yang mana menurut Freire, para murid diperlakukan sebagai objek teori pengetahuan yang tidak berkesadaran terhadap realitas di sekelilingnya. Pembangunan pendidikan selama ini yang berbasis pada sekolah ternyata kurang melibatkan masyarakat. Sekolah sama sekali tidak berperan secara sosial dan dipandang sebagai institusi ‘’asing’’ dan tertutup. Hal ini hendak diganti dengan pengembangan sekolah berbasis suatu kawasan atau wilayah. Sekolah dihadirkan di tengah-tengah wilayah permukiman. Tahap awal pendekatan baru ini adalah menerima siswa dari zona sekolah, sehingga sekolah benar-benar ada untuk masyarakat tersebut dan masyarakat ikut memiliki. Satu contoh nyata zonasi adalah di SMPN 2 Singaraja. Kini pada jam masuk dan keluar sekolah,

jalanan kota dipenuhi oleh siswa yang pergi sekolah berjalan kaki. Artinya, sekolah ini dijangkau oleh siswa dengan jalan kaki dan meringankan tugas orangtua harus antar-jemput anaknya. Sebelum zonasi, saat jam menjemput jalan di depan sekolah ini macet karena dipenuhi oleh para penjemput. Sayang sekali, paradigma pembangunan pendidikan berbasis suatu kawasan atau zona, kurang dipahami secara mendalam dan luas oleh masyarakat. Jika masih gandrung bicara prestasi, sekolah di suatu zona pun akan berkembang ke arah itu, yang sangat bergantung kepada potensi atau kualitas siswa di kawasan ini. Prestasi sekolah untuk saat ini masih ditentukan oleh kualitas siswa, bukan oleh sistem belajar dan guru-guru. Karena itu, prestasi sekolah harus dibangun bersama masyarakat yang terlibat secara aktif dalam proses belajar. Hal ini belum terjadi. PPDB zonasi adalah langkah awal untuk melakukan perubahan paradigma pendidikan, dari yang berbasis institusi atau sektoral menjadi berbasis wilayah dan masyarakat. Karena itu, masyarakat harus merasa memiliki sekolah karena yang mana sudah jelas anak-anak mereka belajar di dalamnya dalam waktu yang cukup lama. Sekolah dan masyarakat tidak

dapat dipisahkan. Sekolah akan menjadi kuat ketika keluarga dan komunitas terlibat aktif dalam pendidikan. Keragaman siswa di sekolah sangatlah banyak di antaranya: gender, sosial-ekonomi, agama, etnis, dan lain-lainnya. Minoritas dan mayoritas tidak begitu dipertimbangkan di sekolah dan untuk itu seorang guru harus memahami masyarakat, bekerja sama dengan orangtua secara efektif akan meningkatkan keniscayaan siswa menjadi sukses tidak hanya secara akademis di sekolah (padamu pendidikan Indonesia, ‘’Sekolah dan Masyarakat’’). Hubungan sekolah-masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan, kepedulian, kepemilikan, dan dukungan dari masyarakat baik dukungan moral maupun finansial. Masyarakat di sini meliputi masyarakat setempat di mana sekolah itu berada, orangtua murid, masyarakat pengguna yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Dalam konsep pendidikan diperlukan kerja sama antara sekolah dan masyarakat yang dimulai dengan komunikasi. Dalam komunikasi satu sama lain diperlukan inisiatif dari kedua belah pihak. Komunikasi interaktif menempatkan semua pihak sama penting. Diharapkan mampu menyampaikan pesan yang berhubungan dengan kebutuhan belajar anak. Komunikasi yang interaktif perlu dilanjutkan dengan tindakan partisipatif, yakni mengembangkan hubungan kerja sama sekolah, orangtua, dan masyarakat untuk menjadikan lingkungan kondusif dalam menunjang efektivitas pembelajaran anak. Pendidikan berbasis masyarakat menjadi sebuah gerakan penyadaran masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat dalam mengatasi tantangan kehidupan yang berubahubah dan semakin berat. Secara konseptual, pendidikan berbasis

Meningkatkan Kunjungan Wisata SEKTOR pariwisata merupakan sektor nomor tiga penyumbang terbesar devisa negara, sesudah minyak kelapa sawit dan migas. Oleh karena itu, sangat pantas bila pemerintah membuka mata selebar-lebarnya melihat pariwisata kita agar dibenahi sebaik mungkin. Terutama dari panorama sekitar harus terawat dan kebersihan juga dijaga. Selain itu, hal penting lainnya adalah penyediaan transportasi. Transportasi adalah alat yang digunakan menuju tempat wisata, jika tidak tersedia, maka wisatawan tidak akan dapat sampai ke tempat wisata. Karena itulah, penting adanya kerja sama dan keseriusan semua pihak terutama pemerintah. Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyorot tiket pesawat yang mahal sebagai pemicu rendahnya kunjungan wisata. Kita melihat beberapa bulan ini, harga tiket pesawat tidak turun atau stabil seperti biasa. Peran pemerintah belum optimal, sehingga harga tiket terus saja mahal. Hal inilah pemicu wisatawan enggan dan malas untuk berwisata. Padahal, target kunjungan wisatawan mancanegara hingga 20 juta. Pertanyaannya, kalau tiket mahal, bagaimana target itu tercapai? Kita realistis saja. Baru-baru ini muncul kebijakan pemerintah menggerakkan pariwisata. Tiket pesawat berbiaya rendah diturunkan harganya hingga 50 persen. Namun, untuk mencegah perusahaan pener-

Oleh Juandi Manullang bangan gulung tikar, penurunan harga-harga berlaku untuk hari kerja pada jam penerbangan yang rendah, yakni pukul 10.00 hingga 14.00. Apa yang dilakukan oleh pemerintah ini patut kita syukuri karena paling tidak masyarakat mendapat kemudahan atas murahnya harga tiket pada hari tertentu. Geliat pariwisata pun akan seiring meningkat seperti sedia kala. Kita apresiasi langkah tersebut, sekaligus keamanan dan kenyamanan juga terjamin oleh pihak maskapai penerbangan. Selanjutnya, kita berharap bahwa pemerintah bisa menjaga harga tiket pesawat ini agar tidak kembali naik atau semakin mahal. Kita menginginkan adanya jaminan pada masyarakat agar harga tiket pesawat ini dapat ditekan stabil. Semoga saja harapan masyarakat dapat direalisasikan demi kebaikan bangsa. Koordinasi antara pemerintah dan pihak maskapai penerbangan pun harus terus jalan. Kebijakan apa yang ingin dilakukan pemerintah terkait transportasi udara, wajib berkomunikasi dengan pihak maskapai dan lainnya. Pihak maskapai pun harus mendapat untung dari setiap kebijakan pemerintah agar tidak tutup atau bangkrut. Praktik kartel yang terjadi di maskapai penerbangan wajib di-

hindari. Karena kartel tersebutlah yang membuat persaingan usaha tidak sehat, sehingga berdampak pada naiknya harga tiket pesawat. Jadi, patut pula ada pengawasan terhadap persaingan usaha agar tidak ada oknum-oknum yang memanfaatkannya dengan cara yang tidak baik. Pemerintah harus membuat aturan main yang lebih jelas terkait penerbangan dengan koordinasi tadi, agar tidak merugikan pihak-pihak terkait seperti maskapai dan juga masyarakat. Saatnya ada aturan, sehingga proses pemerintahan sekaligus perekonomian berjalan stabil. Dengan demikian, percayalah akan berdampak bagi peningkatan kunjungan wisata di Indonesia. Kita jangan tinggal diam dan membiarkan mahalnya harga tiket pesawat ini yang menyengsarakan rakyat. Mau beraktivitas dalam jarak jauh pun tidak lagi memakai pesawat terbang, tetapi ada yang memakai bus dan kapal laut. Kalau begitu, proses perjalanan menjadi lama dan lambat, sehingga berdampak pula pada efektivitas dan efisiensi. Apalagi, yang pekerjaannya selalu keluar kota atau antarprovinsi, kalau memakai bus atau kapal laut karena tiket pe-

sawat mahal, sudah pasti terhambat proses pekerjaan karena waktu. Jadi, dampak buruk dari mahalnya harga tiket pesawat begitu terasa bagi masyarakat. Masyarakat menginginkan tiket pesawat ini tidak naik secara drastis dari biasanya. Seharusnya, kenaikan harga tarif penerbangan tidak terlalu signifikan. Dan, tetap keselamatan dan keamanan tidak dilupakan juga. Karena itulah hal utama yang harus dijaga dan diminta oleh masyarakat. Bagi penulis, terima kasih kepada pemerintah karena sudah berbuat dan bekerja keras menurunkan harga tiket pesawat, meski dalam hari-hari tertentu. Semoga niat baik tersebut dipuji masyarakat dan dapat lebih meningkatkan wisatawan berkunjung ke Indonesia. Kita menginginkan perekonomian kita berjalan stabil. Keselarasan antara turunnya harga tiket pesawat dan kunjungan wisatawan berjalan lurus dan saling menguntungkan. Niat baik pemerintah dengan bekerja keras mencari solusi agar tiket pesawat turun tentu akan membuahkan hasil, terutama dari sektor pariwisata yang ada di Indonesia semakin dominan dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Penulis adalah Alumnus Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara dan penulis lepas tinggal di Medan

masyarakat adalah model penyelenggaraan pendidikan yang bertumpu pada prinsip ‘’dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat’’. Pendidikan ‘’dari masyarakat’’ artinya pendidikan memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat. Pendidikan ‘’oleh masyarakat’’ artinya masyarakat ditempatkan sebagai subjek/pelaku pendidikan, bukan objek. Pada konteks ini, masyarakat dituntut peran aktifnya dalam setiap program pendidikan. Adapun pendidikan ‘’untuk masyarakat’’ artinya masyarakat diikutsertakan dalam semua program yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Secara singkat dikatakan, masyarakat perlu diberdayakan, diberi peluang dan kebebasan untuk mendesain, merencanakan, membiayai, mengelola, dan menilai sendiri apa yang diperlukan secara spesifik di dalam, untuk dan oleh masyarakat sendiri. Sejalan dengan itu, Freire menginginkan proses belajar sebagai bentuk investigasi kenyataan. Maksudnya, proses pendidikan itu melibatkan indentifikasi permasalahan yang terjadi di masyarakat. Konteks pendidikan negara agraris, misalnya, kurikulum pendidikannya juga harus melibatkan realitas permasalahan pertanian di dalamnya. Sehinga ‘’Pendidikan merupakan upaya untuk memajukan budi pekerti (karakter, kekuatan batin), pikiran (nalar) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya’’ (Ki Hajar Dewantara); akan terwujud. Penulis, dosen Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja

POJOK Dekranasda Denpasar terus berupaya tingkatkan kualitas kain endek. - Belum terlambat majukan endek. *** Tidak dapat siswa, tiga SMA swasta di Tabanan terancam tutup. - Kemajuan atau kemunduran pendidikan Bali? *** Dianggarkan Rp 1,2 miliar, dana Festival Berawa, Badung belum cair. - Festival di tengah krisis.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN Masih Ada Toko Modern Sediakan Kantong Plastik Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

Tabanan (Bali Post) Gubernur telah mengeluarkan Pergub No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Pada Pergub telah dinyatakan, produsen, distributor dan pelaku usaha dilarang menggunakan kantong plastik sekali pakai, styrofoam (polisterina) dan sedotan plastik. Namun faktanya, masih ada oknum pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut. Untuk memastikan implementasi peraturan tersebut,

tim kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan belum lama ini menggelar sidak ke sejumlah toko modern. Hasilnya, ditemukan toko modern yang menyediakan kantong plastik dengan dalih menghabiskan stok kantong plastik. Terhadap toko modern tersebut, langsung diberikan pembinaan, mengingat dalam Pergub memang tidak ada penekanan terkait sanksi bagi yang kedapatan melanggar. ‘’Tim kami turun bersama dengan tim dari Satpol PP

Tabanan. Kami fokus pada sejauh mana sudah implementasi Pergub tersebut, dan buktinya memang masih ada toko modern yang menggunakannya. Itu sudah langsung kami bina,’’ ucap Kepala DLH Tabanan I Made Subagia, Senin (8/7) kemarin. Terkait sosialisasi Pergub, kata Subagia, sudah terus dilakukan. Bahkan manajemen toko modern telah diundang ke DLH, begitu juga DLH telah mendatangi langsung tempat usaha, agar bisa segera merealisasikan Per-

gub tersebut. ‘’Selain ada yang masih kedapatan menggunakan kantong plastik, namun sebagian besar sudah bisa melaksanakan Pergub dengan baik. Itu sangat kami apresiasi sebagai upaya bersama untuk mengurangi sampah plastik,’’ terangnya. Terkait edukasi pengurangan penggunaan kantong plastik, menurutnya akan dilakukan dalam acara Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik yang diagendakan tiap sebulan sekali.

Pada 14 Juli mendatang akan dilangsungkan di Pasar Bajera serta jalur nasional. ‘’Intinya, secara perlahan terus merubah budaya masyarakat melalui pembinaan. Namun khusus bagi toko modern, memang sudah menjadi kewajiban yang harus ditaati,’’ tegasnya. (kmb28) SIDAK - Tim DLH Tabanan saat sidak penggunaan kantong plastik di salah satu toko modern.

Tak Dapat Siswa, Tiga SMA Terancam Tutup

Bali Post/ist

Tabanan (Bali Post) -

Penerapan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak serta merta dirasakan manfaatnya oleh sekolah swasta, khususnya jenjang SMA. Di Kabupaten Tabanan, setidaknya ada tiga SMA yang tidak dapat siswa pada tahun ajaran 2019/2020. Satu di antaranya bahkan terancam ditutup. SMA swasta yang tidak mendapatkan siswa tahun ini yakni SMA PGRI 6 Bajera, SMA TP 45 Tabanan, dan SMA Kertha Wisata.

Bali Post/bit

TAK DAPAT SISWA - SMA Kertha Wisata, salah satu sekolah yang tidak mendapatkan siswa pada tahun ajaran 2019/2020.

Kepala SMA Kertha Wisata I Gede Wayan Arka saat dihubungi Senin (8/7) kemarin, membenarkan bahwa dalam PPDB tahun ini sekolahnya tidak dapat siswa. Bahkan untuk kelas II dan kelas III juga sudah tidak ada lagi tahun ini. ‘’Kelas III sudah tamat tahun ini 12 orang. Jadi, kami putuskan tidak menerima siswa lagi,’’ ujarnya, Senin (8/7) kemarin. SMA Kertha Wisata, kata Arka, sudah ada sejak tahun 1987. Sekolah ini sempat mengalami masa kejayaan di tahun 2000. Bahkan saat itu SMA Kertha Wisata mendapatkan siswa baru sampai enam kelas. ‘’Sudah 33 tahun sekolah kami dan menamatkan siswa sampai 3.000 lebih,’’ tegasnya. Terkait kondisi sekolah yang minim siswa ini sudah disampaikannya ke pihak yayasan. Soal dilanjutkan atau ditutupnya sekolah ini, dia menyatakan sejauh ini belum ada kepastian. ‘’Semua tergantung yayasan. Saya belum tahu apa keputusannya. Apakah nanti akan ditutup

Marak, Pencurian Sapi di Selemadeg Tabanan (Bali Post) Warga Desa Antap Kecamatan Selemadeg dan sebagian desa di Kecamatan Selemadeg Barat, belakangan ini dibuat resah dengan maraknya kasus pencurian sapi. Sejumlah warga pun sudah melaporkan kasus ini ke polisi. Dari informasi di lapangan, setidaknya sudah ada enam sapi yang hilang selama kurun waktu dua bulan terakhir. Ada yang hilang di tegalan, adapula saat diikat di dalam kandang. Disinyalir, pencurian sapi dilakukan saat tengah malam dan dini hari. Polisi pun mencurigai aksi ini dilakukan sekelompok orang profesional. Sejauh ini polisi belum menemukan petunjuk terkait kasus tersebut. Mantan Perbekel Antap I Ketut Wastika mengatakan, kasus sapi hilang terjadi di sejumlah banjar. Tidak hanya di Desa Antap, ada di desa lainnya, seperti Selabih dan Lalanglinggah. ‘’Kalau di Antap ada sekitar enam ekor sapi yang hilang,’’ ucapnya, Senin (8/7) kemarin. Wastika melanjutkan, para pelaku hanya mengambil sapi dewasa. Kejadian terakhir terjadi di pinggir jalan. Ada tiga ekor sapi yang hilang. Atas kejadian itu, ma-

syarakat resah dan berharap kepolisian segera menemukan pelakunya. ‘’Saya juga sempat jadi saksi atas kehilangan salah satu ekor sapi warga. Kami berharap polisi segera mendapat petunjuk untuk mengungkap kasus ini,’’ katanya. Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Budi Astawa mengatakan, pihaknya telah menerima dua laporan warga yang kehilangan sapi. Laporan terakhir pada Mei lalu. ‘’Memang benar ada dua kali laporan, itu pun kejadian di Selemadeg dan Selemadeg Barat. Semua di bulan Mei, tapi saya tidak hapal datanya,’’ jelasnya. Agar bisa segera menemukan pelakunya, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran polsek lainnya, termasuk di Kabupaten Jembrana. ‘’Kami sudah terus melakukan penyelidikan dengan berbagai cara, seperti juga menyebar informasi ke masyarakat, tapi juga belum ada arah untuk identifikasi pelaku,’’ terangnya. Dugaan sementara, kata dia pelaku cukup profe sional dan dilakukan secara kelompok. ‘’Olah TKP dan penyelidikan sudah kami lakukan. Tapi sampai saat ini masih belum menemukan petunjuk,’’ imbuhnya. (kmb28)

atau tidak, saya belum tahu,’’ terangnya. Kondisi serupa terjadi di SMA TP 45 Tabanan. Sekolah yang berlokasi tepat di seberang SMAN 1 Tabanan ini juga minim siswa. Seperti dikatakan Kepala SMA TP 45 Tabanan I Made Purna, jumlah yang mendaftar tidak sesuai standar atau kurang dari 20 orang, sehingga tahun ini pihaknya tidak akan menerima siswa. ‘’Ini terkait pembiayaan. Kalau kurang dari standar, tidak kami terima,’’ jelas Arka. Meski demikian, SMA TP 45 Tabanan masih memiliki siswa kelas III sebanyak delapan orang. Diakui Arka, selama proses pendaftaran baru satu orangtua saja yang menanyakan pendaftaran, itu pun hanya sekadarnya. ‘’Ya hanya satu orang saja yang bertanya, kami pasrah saja,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kepala SMA PGRI 6 Bajera I Putu Adi Adnyana Negara menjelaskan, sesuai hasil rapat yayasan dan komite, di tahun pembelajaran 2019/2020 pihaknya

tidak menerima siswa. Hal ini lantaran tidak ada siswa yang mendaftar. Diterangkannya, selama proses pendaftaran sama sekali belum ada siswa yang mendaftar. Kalau pun nantinya ada yang mendaftar, jika jumlahnya kurang dari standar, siswa tersebut tidak akan diterima. ‘’Kalau kurang dari itu percuma, karena tidak akan masuk dalam dapodik,’’ ucapnya. Di tahun ajaran 2018/2019, SMA PGRI 6 Bajera kebagian siswa hanya enam orang. Para siswa telah disarankan pindah ke sekolah negeri, sehingga tahun 2018 tersebut tidak ada siswa kelas II. ‘’Sekarang kami hanya punya siswa kelas II saja 21 orang,’’ imbuhnya. Menurut Negara, di era 1998 hingga 2009, siswa yang mendaftar cukup banyak. SMA PGRI 6 Bajera kala itu bisa mendapatkan siswa sebanyak dua kelas. Namun, mulai tahun 2010 siswa yang berminat ke SMA 6 PGRI Bajera terus berkurang. (kmb28)

Melaut Saat Cuaca Buruk, Dua Nelayan Nyaris Tenggelam

JUKUNG - Kondisi jukung yang digunakan dua nelayan di Lalanglinggah.

Bali Post/ist

Tabanan (Bali Post) Dua nelayan asal Desa Lalanglinggah Kecamatan Selemadeg Barat nyaris tewas digulung ombak setelah jukungnya hancur diterjang ombak besar di Pantai Batu Mejan, Minggu (7/7). Beruntung keduanya selamat, meski sempat terombang-ambing di tengah laut sekitar dua jam. Dari informasi yang dihimpun, cuaca buruk yang terjadi belakangan ini tidak menyurutkan niat I Made Ardika (41) alias Soleh dan rekannya, I Made Santika (45) alias Markik, untuk tetap melaut. Nahas, saat berada di tengah laut, saat akan melewati ombak, tiba-tiba mesin jukung mati. Kala itu jukung dihantam gelombang sehingga terbelah. Kedua nelayan tersebut kemudian berusaha berenang ke tepian. Beruntung kedua nelayan ini selamat dan jukungnya berhasil dievakuasi oleh para kerabat. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan Ketut Arsana Yasa mengatakan, belakangan ini cuaca buruk berlangsung di perairan Bali khususnya Tabanan. Pihaknya sudah memberikan imbauan baik melalui pesan singkat dan lisan, agar seluruh nelayan laut selatan BaliJawa sementara waktu tidak melaut. Pihaknya juga mengimbau nelayan mengamankan alat tangkap, menjauhkan jukung dari pantai dan meminta masyarakat umum tidak beraktivitas di perairan pantai selatan untuk sementara waktu. ‘’Beruntung kedua nelayan tersebut selamat. Memang Sasih Karo masih sering terjadi gelombang tinggi. Nanti Purnama Kasa kita akan gelar petik laut, menghaturkan sesaji untuk nunas paica lan karahayuan,’’ ucapnya, Senin (8/7) kemarin. Upacara petik laut merupakan tradisi leluhur yang rutin dilaksanakan setiap Purnama Kasa. (kmb28)

Satpol PP Tertibkan PKL di Bedugul Tabanan (Bali Post) Pembinaan dan patroli rutin Satpol PP Kabupaten Tabanan ternyata tidak menyurutkan niat sejumlah oknum pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di kawasan terlarang, khususnya di objek wisata Bedugul. Maraknya PKL pun terus saja dikeluhkan masyarakat dan pelaku pariwisata lantaran memicu kemacetan dan membuat kawasan semrawut. Menanggapi keluhan masyarakat, Senin (8/7) kemarin tim yustisi Pemkab Tabanan melakukan penertiban PKL di sejumlah titik di Bedugul, Kecamatan Baturiti. Pener-

tiban dilakukan di trotoar pinggir Danau Beratan dan sekitar Hutan Taman Tanda. Saat penertiban tersebut, puluhan pedagang lari tunggang langgang membawa barang dagangannya. Ada pula yang memilih meninggalkan barang dagangannya, sehingga hanya dua pedagang yang berhasil terjaring. ‘’Banyak yang lari. Kemungkinan informasi bocor. Barang dagangan yang ditinggalkan tetap kami angkut semua. Bahkan dua truk yang kami bawa penuh,’’ ucap Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba. Pedagang yang berhasil

terjaring langsung didata dan akan dipanggil pada 30 Juli mendatang. ‘’Banyak wajahwajah lama, tetapi ada pula wajah baru. Jumlahnya sudah mulai banyak, sampai puluhan tadi yang lari,’’ terangnya. Sarba lebih lanjut menjelaskan, penertiban dan penindakan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran semua pihak agar mentaati aturan. Pedagang diharapkan tidak lagi berjualan di tempat yang dilarang karena dapat mengganggu ketertiban umum, merusak estetika objek wisata dan kenyamanan wisatawan. (kmb28)

PENERTIBAN PKL - Petugas Satpol PP Tabanan melakukan penertiban PKL di kawasan Bedugul.

Bali Post/ist


BULELENG

8

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

Soal Lelang Jabatan

Pansel Tetapkan Peraih ’’Ranking’’ Tiga Besar Singaraja (Bali Post) – Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan tinggi pratama telah menyelesaikan semua tahapan seleksi. Hasilnya, pansel menetapkan tiga peserta yang masuk ranking tiga besar untuk masing-masing jabatan yang dilelang. Dari ranking tiga besar itu, di setiap jabatan tersebut kemudian dipilih satu nama yang diajukan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana untuk mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Data yang dihimpun di Sekretariat Pansel Lelang Jabatan, Senin (8/7) kemarin, untuk jabatan Kepala Dinas Pertanian (Distan) ranking tiga besar masing-masing Ir. Made Sumiarta (jabatan saat ini Sekretariat Distan), Ir. Ni Made Nuryantini (jabatan lama Kepala Bidang Penyuluhan Distan), dan I Gede Suadnyana, S.P., M.MA. (jabatan sekarang Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan). Jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yakni Drs. Komang Sumertajaya (sekarang menjabat Sekretaris Kesbangpol), Drs. I Gusti Ngurah Suradnyana (saat ini sebagai Camat Sawan), dan Dewa Ketut Surawijaya, S.H., M.M. (sekarang menjabat Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol). Jabatan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yaitu Nyoman Agung Jaya Sumpena (saat ini sebagai Kepala Bagian Umum Setda Buleleng), Putu Dewi Puspitawati (saat ini menjabat Sekretaris Arsip dan Perpustakaan Daerah), dan I Wayan Duala Arsyasa (sekarang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Buleleng). Sedangkan jabatan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Koperasi-UKM) ranking tiga besar masing-masing Drs. Dewa Made Sudiarta (jabatan lama Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Litbang), Luh Sutraeni, S.E., M.M., (saat ini sebagai Wakil Direktur Keuangan RSUD Buleleng), dan Dra. Luh Teryy Yuliandriani Seputra (saat ini aktif sebagai

Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali). Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa, Senin (8/7) kemarin, mengatakan, nama-nama yang masuk ranking tiga besar tersebut berdasarkan nilai semua tahapan seleksi setiap peserta lelang jabatan. Setelah nama tersebut diketahui, Pansel melaporkan kepada Bupati Putu Agus Suradnyana. Sesuai kewenangan, bupati berhak memilih satu dari tiga nama peraih ranking tiga besar untuk masing-masing jabatan yang dilelang. “Benar, tiga ranking besar di setiap jabatan yang kita lelang itu sudah keluar nama-nama peraih ranking satu sampai tiga. Ini sesuai hasil penilaian setiap tahapan seleksi dan Pansel sudah melaporkan kepada pimpinan untuk dipilih satu nama di setiap jabatan yang dilelang,” katanya. Menurut mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng ini, nama peserta yang dipilih oleh bupati itu akan diajukan ke KASN di Jakarta. Tahapan ini wajib dipenuhi agar calon kepala dinas yang dipilih bupati itu mendapat rekomendasi dari KASN. Rekomendasi ini menyangkut kesesuaian dokumen dan hasil penilaian selama mengikuti seleksi masing-masing calon pejabat yang dipilih bupati. Setelah rekomendasi terbit, maka tahapan lelang selesai dan dilanjutkan dengan pengesahan kepala dinas definitif hasil lelang jabatan. “Semua ini pilihan pimpinan dan kami memfasilitasi sesuai regulasi. Kami targetkan dalam bulan ini, rekomendasi terbit dan persiapan untuk pengesahan pejabat definitif,” jelasnya. Selain pengesahan pejabat definitif hasil lelenag jabatan, akan digulirkan mutasi dan pergeseran jabatan. Ini tidak lepas karena ASN yang memenangkan lelang jabatan otomatis meninggalkan jabatan baru. Sehingga harus ada pergeseran untuk mengisi kursi jabatan yang lowong itu. Tidak menutup kemungkinan dalam pergeseran ini ada kursi jabatan dibiarkan lowong karena pemkab krisis pejabat akibat memasuki masa pensiun. Meski demikian, jabatan lowong itu untuk sementara akan diisi dengan pejabat pelaksana tugas (plt). (kmb38)

Gede Wisnawa

Bali Post/kmb38

Ditinggal ke Rumah Sakit Rumah Terbakar

Singaraja (Bali Post) – Warga Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan dikejutkan dengan peristiwa kebakaran Senin (8/7) kemarin. Dalam kejadian itu, rumah permanen milik Made Daning (44) ludes terbakar dan tinggal menyisakan puing-puing. Selain perlengkapan rumah tangga, sepeda motor milik korban juga ikut terbakar. Informasi yang dikumpulkan, sebelum peristiwa itu terjadi, rumah yang berukuran 4 x 6 m itu dalam kondisi kosong. Penghuni yang biasa tinggal di rumah tersebut dikabarkan sedang menunggu anggota keluarganya yang opname di rumah sakit. Sekitar pukul 16.30 Wita, warga tiba-tiba melihat kobaran api yang muncul di salah satu kamar. Tidak berselang lama, kobaran api dengan cepat

membesar. Api melalap seisi bangunan. Upaya penyelamatan barang berharga milik korban gagal dilakukan. Dikhawatirkan api merembet ke bangunan lain, aparat desa setempat melaporkan kejadian itu sembari meminta bantuan pemadaman. Tidak berselang lama dua unit mobil PMK tiba di lokasi. Petugas melakukan pemadaman dan api bisa dikuasai pukul 17.35 Wita, setelah menghabiskan satu tangki air. Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Kebakaran dan Investigasi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng, Ketut Cantyana, mengatakan, setelah mendapatkan laporan, dia bergegas menerjunkan anggotanya. Saat itu, api sudah membesar dan membakar seluruh bangunan dan perlengkapan rumah

tangga korban. Beberapa saat kemudian, api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain. Hanya, perlengkapan rumah tangga dan satu unit sepeda motor milik korban gagal diselamatkan. Sepeda motor tersebut sebelumnya diparkir di teras rumahnya. Atas peristiwa itu, korban ditaksir mengalami kerugian Rp 60 juta. Setelah kejadian ini, aparat kepolisian melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi yang diduga melihat kebakaran tersebut. Keterangan awal, sebelum kejadian, korban dan keluarganya meninggalkan rumah. Pemilik rumah yang seharihari menjadi pekerja serabutan itu meninggalkan rumah untuk menunggui anggota keluarganya yang opname di rumah sakit. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TERBAKAR – Rumah permanen berukuran 4 x 6 m di Desa Kerobokan Kecamatan Sawan terbakar, Senin (8/7) kemarin.

Bali Post/kmb38

DIFASILITASI - Warga Desa Pakraman Dharmajati Tukadmungga Kecamatan Buleleng mendatangi gedung DPRD Buleleng, Senin (8/7) kemarin. Warga meminta dewan memfasilitasi penyelesaian sengketa tanah antara desa pakraman dengan warga yang menyertifikatkan tanah desa pakraman.

Minta Difasilitasi Soal Sengketa Tanah

Warga Desa Tukadmungga Datangi DPRD Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Warga Desa Pakraman Dharmajati Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Senin (8/7) kemarin, mendatangi gedung DPRD Buleleng. Warga menuntut agar DPRD memfasilitasi penyelesaian sengketa tanah milik Desa Pakraman Dharmajati Tukadmungga yang disertifikatkan oleh pihak perorangan. Sengketa kedua belah pihak tersebut sedang menjalani mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Warga dengan berpakaian adat madya yang datang menaiki truk dan kendaraan pribadi, tiba di gedung dewan sekitar pukul 09.00 Wita. Untuk memberi semangat, rombongan warga juga diiringi tabuh baleganjur. Tiba di halaman parkir, warga membentangkan spanduk yang berisikan tentang keberatan terhadap penyertifikatan tanah milik desa pakraman oleh warga atas nama Wayan Angker. Selain itu, warga melakukan orasi dengan membacakan tiga poin tuntutan yakni, warga ingin menyelamatkan aset desa pakraman yang juga berstatus tanah negara (TN). DPRD diminta agar palemahan (tanah - red) yang dikuasi seseorang dikembalikan ke desa pakraman. Palemahan yang menjadi objek sengketa itu untuk kepentingan warga dalam melaksanakan ritual keagamaan di desa pakraman. Setelah orasi, 20 orang perwakilan warga diizinkan bertemu dengan pimpinan DPRD

Buleleng. Sedangkan, warga lain menunggu di halaman parkir gedung dewan. Perwakilan ini kemudian diterima Ketua Dewan Gede Supriatna didampingi Wakil Ketua Ketut Susila Umbara, Made Adi Purnawijaya, dan Ketut Wirsana. Dalam dialog itu, warga menyerahkan sejumlah bukti yang menunjukkan penguasaan tanah oleh desa pakraman sejak tahun 1979 silam. Klian Desa Pakraman Dhamarjati Tukadmungga, Jro Ketut Wicana, mengatakan, setelah sengketa dimediasi pihak PN Singaraja, Wayan Angker bersikukuh menguasai tanah yang telah memiliki sertifikat hak milik (SHM). Selain itu, selama mediasi di PN belum menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan sengketa di luar jalur peradilan. Karena mediasi gagal mengambil kesimpulan, agar tanah itu dikembalikan sebagai milik desa pakraman, sehingga warga menempuh jalur lain. Yakni meminta dewan sebagai wakil rakyat untuk memfasilitasi

penyelesaian sengketa ini. “Setelah kami dimediasi di PN itu hasilnya mentok dan pihak lawan (Wayan Angker -red) tetap menempuh jalur hukum. Kami belum tahu hasil keputusan sela PN dan apa pun itu hasilnya kami minta dewan membantu menyelesaikan sengketa ini,” tandasnya. Wicana menambahkan, selama mediasi bergulir, situasi di desa pakraman mulai muncul kekecewaan warga terhadap Wayan Angker yang menguasi tanah desa pakraman menjadi hak milik dengan bukti sertifikat. Atas kondisi itu, dirinya khawatir kalau kesabaran warganya hilang, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan, desa pakraman pun sempat merencanakan akan menjalankan aturan desa pakraman terhadap perbuatan Wayan Angker. “Kami tetap sabar dan menunggu keputusan dengan harapan tanah itu dikembalikan ke desa pakraman. Ada rencana kasus ini diselesaikan dengan aturan desa pakraman, namun

itu belum kami putuskan dan harapan itu tidak dilakukan. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga kami minta Pak Wayan Angker legowo mengembalikan tanah untuk kepentingan warga secara umum,” jelasnya. Menanggapi tuntutan warga, Ketua Dewan Gede Supriatna mengatakan, proses mediasi yang sudah ditempuh warga dalam menyelesaikan sengketa tanah ini sudah tepat. Akan tetapi, dewan tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri apalagi mengintervensi penyelesaian sengketa ini. Untuk itu, pekan depan, Supriatna berjanji memediasi pihak desa pakraman dengan Wayan Angker. Melalui mediasi ini, dewan mencoba penyelesaian sengketa dengan jalur kekeluargaan. “Saya kira tidak ada salahnya kita mencoba untuk mengundang para pihak untuk mediasi. Kalau DPRD dihormati, siapa pun para pihak dalam sengketa ini akan memenuhi undangan mediasi yang kami tawarkan,” jelasnya. Mendapat penjelasan itu, warga desa pakraman dapat menerima dan berjanji kembali menghadiri undangan mediasi tersebut. Warga kemudian bubar dengat tertib meninggalkan gedung dewan. (kmb38)

Pemdes Dituntut Tingkatkan Serapan ADD Singaraja (Bali Post) Pemerintahan desa (pemdes) di Buleleng diingatkan untuk menuntaskan realisasi Anggaran Dana Desa (ADD) dicairkan tahap pertama dan tahap kedua. Serapan di kedua tahapan itu dijadikan pedoman pengajuan anggaran yang sama pada tahapn ketiga tahun 2019. Untuk itu, desa dituntut merealisasikan ADD minimal 75 persen dari total pagu anggaran yang sudah disalurkan pemerintah. Data yang dihimpun di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menyebutkan, Buleleng menerima kucuran ADD 2019 ini Rp 124 miliar lebih. Dari jumlah itu, realisasi tahap pertama (Januari 2019) Rp 24,8 miliar atau 20 persen. Kemudian tahap kedua (Mei 2019) mencapai Rp 49,6 miliar atau 40 persen. Realisasi tahap ketiga ditargetkan tuntas Agustus 2019 mendatang sebesar Rp 49,6 miliiar atau 40 persen. Sampai akhir Juni 2019 lalu, rata-rata penyerapan ADD di seluruh desa baru mencapai 64,37 persen. Persentase itu sudah termasuk penyerapan Silpa ADD tahun 2018. Memasuki akhir bulan ini, serapannya dipastikan mendekati 75 persen. Ini sesuai pengalaman serapan tahun sebelumnya yang mencapai 81 persen pada akhir Juli 2018. Kepala Dinas PMD Made Subur, Senin (8/7) kemarin mengatakan, sampai akhir Juni 2019, realisasi ADD di beberapa desa masih di bawah 50 persen. Ini terjadi karena ada beberapa kendala yang dihadapi pemerintahan desa, seperti berakhirnya masa jabatan perbekel di beberapa desa. Kendala lain, sejumlah perbekel definitif harus melaksanakan cuti saat mengikuti tahapan pemilihan perbekel (pilkel) serentak tahun ini. Pelaksana harian perbekel sebenarnya berwenang menjalankan kebijakan pemerintahan desa yang sudah disusun dalam APBDes. Hanya, hal itu harus melalui sejumlah prosedur administrasi. Tak

pelak, kondisi itu berdampak pada tersendatnya realisasi anggaran di desa. “Memang beberapa desa realisasinya di bawah 50 persen dan ini karena situasional di desa seperti perbekel cuti dan desa harus mengikuti tahapan Pilkel serentak. Namun, kami minta itu tidak dijadikan alasan dan perbekel kami minta berupaya agar serapan ADD sampai akhir bulan ini mencapai 75 persen,” katanya. Birokrat dari Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini menambahkan, selama ini, Dinas

Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) memfasilitasi desa dalam realisasi ADD yang diterima. Serapan ADD sudah sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 8 Tahun 2016, maka pemerintah pusat akan melakukan transfer dana desa ke RKUD. Selanjutnya, Pemkab Buleleng melalui BKD akan mentransfer ADD ke masing-masing rekening kas desa sesuai dengan pagu yang ditetapkan bupati. Selain itu, evaluasi serapan anggaran rutin dilaporkan ke Kementerian Keuangan

(Kemenkeu) mulai tahap pertama dan kedua. Menghindari pemerintahan desa dikenakan sanksi, penundaan transfer Dana Alokasi Umum (DAU), pihaknya meminta perbekel desa dan perangkatnya meningkatkan kinerja, sehingga target serapan pada akhir bulan ini sebesar 75 persen bisa dicapai. “Bila rata-rata serapan ADD di bawah 75 persen, bisa dikenakan sanksi dengan penundaan kucuran DAU pusat ke daerah,” jelas birokrat penggila motor trail ini. (kmb38)


GIANYAR

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

9

Sekretaris Panitia Bupati Gianyar Cup Jadi Tersangka

Kejari Geledah Kantor KONI Gianyar Gianyar (Bali Post) -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar akhirnya menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi turnamen sepak bola Bupati Gianyar Cup 2016. I Ketut Suasta ditetapkan sebagai tersangka, yang saat turnamen itu digelar bertindak sebagai sekretaris. Guna memperkuat alat bukti, Kejari Gianyar melakukan penggeledahan ke Kantor KONI Gianyar, Senin (8/7) kemarin.

Bali Post/kmb35

PENGGELEDAHAN - Aparat Kejari Gianyar melakukan penggeledahan di Kantor KONI Gianyar didampingi Ketua KONI Gianyar Pande Purwata yang juga mantan Ketua PSSI Gianyar.

Kasi Pidsus Kejari Gianyar Putu Gede Darmawan didampingi Kasi Intelijen Felly Kasdi mengungkapkan, tersangka Suasta dinilai berperan besar di PSSI dan di turnamen tersebut. ‘’Dia menjadi sekretaris, seluruh uang dia yang pegang,’’ ujar Darmawan seizin Kajari Gianyar. Darmawan mengatakan, awalnya dana yang dikucurkan Pemkab Gianyar untuk turnamen itu sebesar Rp 500 juta. Selanjutnya Suasta memanfaatkan jabatannya sebagai Sekretaris PSSI. ‘’Pada intinya, ada tiga peran yang diambil Suasta,’’ katanya. Peran pertama, tersangka diduga telah memangkas honor pemain. Misalnya untuk pemain top skor (pencetak gol terbanyak - red) semestinya mendapat Rp 3 juta. ‘’Namun yang diberikan cuma Rp 2 juta kepada pemain top skor itu,’’ jelasnya. Peran kedua, ada tim kesehatan fiktif. Dikatakan,

tersangka pada catatan dianggarkan tim kesehatan, namun nyatanya tidak ada tim tersebut. Peran terkahir, ada anak gawang yang honornya dipotong. ‘’Tidak hanya itu, beberapa anak gawang juga dibuat fiktif,’’ bebernya. Disinggung adanya keterlibatan tersangka lain dalam kasus ini, Darmawan mengatakan sementara memang hanya satu tersangka yang ditetapkan. Apabila nanti dalam persidangan terungkap fakta baru, maka pihaknya akan melanjutkan penyelidikan. ‘’Masih pendalaman. Sementara yang melakukan baru sekretarisnya itu, sejauh ini belum ditemukan (tersangka lain - red),’’ katanya. Guna menguatkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, jajaran Kejari Gianyar dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Putu Gede Darmawan bersama Kasi Intelijen Felly Kasdi mendatangi kantor

Masuk Top 10 Ajang Putri Remaja Indonesia 2019

Wakil Bali Diah Pradnya Maharani Sabet Gelar Putri Remaja Indonesia Intelegensia WAKIL Bali Putu Diah Pradnya Maharani masuk dalam top 10 ajang pemilihan Putri Remaja Indonesia tahun 2019. Bahkan, putri Bupati Gianyar ini berhasil menyabet gelar Putri Remaja Indonesia Intelegensia pada Grand Final di Balairung Soesilo Sudarman Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta, Minggu (7/7) lalu. Remaja yang akrab dipanggil Gek Diah ini mengungkapkan kebahagiaan sekaligus rasa bangganya mampu membawa harum nama Bali dan juga Gianyar dalam ajang bergengsi ini. Putri kelahiran Gianyar, 30 Oktober 2002 ini merupakan anak pertama pasangan Bupati Gianyar Made Mahayastra dan I.A. Ketut Surya Adnyani Mahyastra, mengaku tampil percaya diri bersaing dengan 45 peserta perwakilan masing-masing provinsi di Indonesia. Kriteria sebagai remaja Indonesia yang smart, behavior, beauty dan inspiring melekat kuat pada sosok remaja lulusan Gandhi Memorial Intercontinental School Denpasar ini. Maka tak heran predikat Putri Remaja Indonesia Integensia disematkan pada Gek Diah. ‘’Putri Indonesia itu tidak hanya semata-mata cantik fisik saja, tapi juga harus cerdas memiliki kepercayaan diri tinggi dan memiliki rasa

Putu Diah Pradnya Maharani

cinta tanah air yang tinggi,’’ ujar Gek Diah. Merunut ke belakang, Gek Diah menuturkan sebelum tampil mewakili Bali dalam Putri Remaja Indonesia 2019, dirinya lebih dulu terpilih sebagai Remaja Putri Bali 2019. Tidak hanya mengandalkan tubuh tinggi langsing bak peragawati, sulung dari tiga bersaudara ini juga memiliki kecerdasan dan kecantikan budi pekerti (inner beauty) yang patut ditiru. Deretan prestasi pernah diraihnya, seperti masuk semifinalis Olimpiade Kimia tingkat SMP se-Bali dan medali perunggu untuk Olimpiade Kimia tingkat SMP se-Bali tahun 2018. Tidak hanya itu, Gek Diah yang mengaku akan melanjutkan studi strata satu di Singapura jurusan Hubungan Internasional ini juga berhasil meraih juara I Siswa Berbudi Pekerti tingkat SMP Doremi Excellent School. Tidak hanya mumpuni di bidang science saja, Gek Diah juga menguasai beberapa tarian tradisional Bali sebagai wujud kecintaannya pada seni dan budaya Bali. Namun terlepas dari semua prestasi yang diraihnya, Gek Diah Pradnya Maharani mengaku tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan kedua orangtua dan keluarga yang sangat dicintainya.

‘’Prestasi yang saya raih ini saya persembahkan khusus untuk orangtua, keluarga dan seluruh masyarakat yang mendukung saya melalui vote-nya, sehingga saya bisa seperti sekarang ini. Terima kasih banyak,’’ ucap Gek Diah penuh rasa terima kasih. I.A. Surya Adnyani Mahayastra, ibu dari Gek Diah, ketika dihubungi secara terpisah mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih putri sulungnya. Menurutnya, Gek Diah sejak kecil memang hobi menari, modeling, travelling menikmati keindahan alam. Sebagai orangtua, dirinya bersama sang suami Made Mahayastra hanya men-support dan mengarahkan saja, semua terserah pada anak-anak. ‘’Kami selaku orangtua hanya men-support anak-anak saja, apa yang terbaik buat mereka karena mereka yang akan menjalani kehidupannya kelak. Yang penting itu tidak menyimpang dari agama dan norma-norma sosial,’’ tegasnya. Untuk ke depannya, I.A. Adnyani Mahayastra berharap semoga Gek Diah dapat mengamalkan semua ilmu yang didapatnya selama mengikuti proses pemilihan Putri Remaja Indonesia untuk kepentingan orang banyak. (ad347)

Gudang Kayu di Peliatan Terbakar Gianyar (Bali Post) Gudang kayu di Jalan Cok Rai Pudak Desa Peliatan, Kecamatan Ubud terbakar, Senin (8/7) dini hari. Material di dalam gudang yang terbuat dari kayu membuat api cepat menyebar. Akibat kejadian tersebut, pemilik gudang diperkirakan menderita kerugian puluhan juta rupiah. Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar I Made Watha membenarkan adanya kebakaran di lokasi tersebut pada Senin dini hari sekitar pukul 04.00 Wita. Pihaknya yang menerima laporan kebakaran tersebut langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam. “Setelah menerima laporan, kendaraan langsung meluncur ke lokasi kejadian,” ujarnya. Menurut Watha, petugas tiba di lokasi kejadian sekitar lima menit setelah laporan itu diterima. Proses pemadaman berlangsung cukup lama, yakni sekitar dua jam. Kondisi ini terjadi karena banyaknya material yang mudah terbakar pada gudang tersebut. “Kami memadamkan api selama dua jam,” jelasnya. Kebakaran pada gudang kayu berukuran sekitar 6x10 meter itu akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku dengan api. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam musibah itu. “Pemilik gudang menderita kerugian kurang lebih Rp 30 juta,” jelasnya. Watha menambahkan, penyebab kebakaran secara pastinya perlu diselidiki. Namun, ada dugaan kebakaran dipicu api dari puntung rokok. “Diperkirakan sisa dari puntung rokok,” ujarnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

MEMADAMKAN API - Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api yang melalap gudang kayu di Desa Peliatan, Senin (8/7) kemarin.

Curi BPKB, Beruk Diringkus Polisi Gianyar (Bali Post) I Wayan Sudiasa alias Beruk harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Blahbatuh, Senin (8/7) kemarin. Pelaku diketahui telah mencuri BPKB milik korban Yogi pada April 2019. BPKB itu selanjutnya digadaikan senilai Rp 7 juta di seputaran Kuta, Badung. Polisi kini masih melakukan pemerik-

saan terhadap pelaku asal Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh itu. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, awalnya korban Yogi meminta keponakannya, Ahmad Jufrianto, untuk mengambil BPKB sepeda motor Honda DK 2582 KAF itu. Pemuda berusia 17 tahun itu mengatakan BPKB tersebut su-

dah diambil oleh Beruk pada April 2019. Alasannya, kala itu Beruk sudah mendapat izin dari Yogi. Sontak Yogi terkejut dengan keterangan keponakannya itu. Sebab, ia tidak ada mengizinkan Beruk meminjam BPKB tersebut. Lantaran khawatir dengan keberadaan sepeda motornya yang tanpa surat-surat, akhirnya Yogi

memilih melapor ke aparat kepolisian. Unit Opsnal Reskrim Polsek Blahbatuh bergerak cepat memburu pelaku. Hingga didapat informasi keberadaan Beruk bekerja di sebuah perusahaan laundry di seputaran Kuta. Saat didatangi polisi, Beruk tidak dapat berkelit. Ia langsung mengakui telah mengambil BPKB milik ko-

rban. Kini BPKB tersebut sudah digadaikan Rp 7 juta. Kapolsek Blahbatuh Kompol Dwikora membenarkan adanya penangkapan pelaku. Dikatakan, saat ini Beruk masih ditahan di Mapolsek Blahbatuh. ‘’Pelaku langsung ditahan. Kami kenakan pasal 362 tentang pencurian. Sekarang masih diperiksa polisi,’’ katanya. (kmb35)

KONI Gianyar, Senin pagi pukul 09.00 Wita. Proses penggeledahan itu didampingi Ketua KONI Gianyar Pande Purwata. ‘’Penggeledahan itu juga terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi dana turnamen Bupati Cup yang digelar PSSI Gianyar tahun anggaran 2016,’’ ujarnya. Dalam penggeledahan yang berlangsung satu jam lebih itu, petugas Kejari Gianyar membongkar seisi ruangan KONI Gianyar. Alhasil, ada beberapa data yang disita oleh jaksa. ‘’Ada data yang tadinya hanya fotokopi, sekarang kami temukan bukti asli,’’ jelasnya. Data hasil penggeledahan tersebut akan menguatkan keterlibatan tersangka Ketut Suasta saat menjadi Sekretaris PSSI Gianyar yang merangkap sekretaris panitia turnamen. Kejari kini tengah menyiapkan berkas-berkas untuk mengusut tuntas kasus tersebut. ‘’Kami akan meneliti

dulu, lalu dilanjutkan P21,’’ jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gianyar Pande Purwata membantah kedatangan Kejari sebagai bentuk penggeledahan. ‘’Kalau penggeledahan sih tidak. Saya sudah jelaskan bahwa ini Kantor KONI dari 2017. Jadi kalau data pada tahun 2016 itu kan di kantor lama, waktu ada di Stadion Dipta,’’ ujarnya. Purwata mengatakan, kasus tersebut berada di tingkat Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Gianyar, bukan di KONI Gianyar. ‘’Itu (kasusnya - red) PSSI, biar tidak salah. Kegiatan Bupati Cup yang dulu. Jadi, tidak ada kaitannya dengan KONI. Itu KONI pada 2016,’’ ujar mantan Ketua PSSI Gianyar ini. Purwata menambahkan, selama KONI dipimpin dirinya, administrasi sangat ketat. ‘’Kalau sekarang saya memimpin KONI itu sangat ketat, terstruktur. Bahkan urusan keuangan, kami sesuaikan dengan prosedur yang ada,’’ tegasnya. (kmb35)

SOSOK Berdayakan Lansia USIA tua bukan berarti langsung berhenti beraktivitas. Hal inilah yang kini sedang ditanamkan oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar Drs. I Made Watha, S.H., M.M. Selaku pemerintah, pihaknya melakukan sejumlah upaya untuk memberdayakan warga yang lanjut usia (lansia). Seperti penyerahan bantuan mesin rajang (pengolahan bumbu Bali) multifungsi kepada para lansia potensial, Senin (8/7) kemarin. Pria yang saat ini juga menjabat Kepala Satpol PP Gianyar ini menjelaskan, bantuan mesin rajang multifungsi ini bertujuan untuk memberdayakan lansia yang masih potensial. Diharapkan, mereka bisa memanfaatkan peralatan itu dengan baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Usia boleh tua, tapi mereka dari segi fisik masih potensial untuk beraktivitas. Sehingga dengan diberikan mesin ini, mereka punya kegiatan daripada bengong-bengong menghabiskan hari tua,” jelasnya. Seperti namanya, mesin rajang multifungsi ini punya banyak kegunaan. Mesin ini bisa untuk menggiling daging, merajang bumbu rempah, memarut kelapa dan memotong nangka maupun pepaya. Saat ini mesin tersebut cukup diminati oleh masyarakat Bali. “Kalau biasanya sewa di tempat lain, sekarang kan bisa sewa alat atau bayar jasa perajangan pada lansia yang punya mesin ini,” ujarnya. Selain itu, para lansia ini juga diharapkan mampu menangkap peluang membuka usaha pembuatan bumbu rajang. “Di pasaran kan sekarang lagi ramai, bumbu rajang dijual dengan kemasan kecil. Jadi, itu potensi usaha guna meningkatkan taraf hidup,” tegasnya. (nik)


JEMBRANA

10

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

Perbaikan Jembatan Penyaringan Dianggarkan Rp 4 Miliar Negara (Bali Post) – Jembatan di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo yang putus akibat terjangan banjir bandang Desember lalu dipastikan diperbaiki dalam waktu dekat. Bahkan pengerjaan jembatan sepanjang 100 meter itu masuk tahap akhir tender. Proyek prioritas dari APBD 2019 dengan nilai pagu Rp 4.000.000.000 ini dimenangkan CV Pelita Utama dengan harga Rp 3.459.868.760. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin sebelumnya mengungkapkan pada tahun ini jembatan penghubung Banjar Sembung dan Banjar Penyaringan ini diharapkan bisa selesai. Dinas sudah membuat gambar yang nantinya dirancang lebih tinggi satu meter dari jembatan sebelumnya. Selain itu, konstruksi jembatan juga akan dibuat beton pratekan seperti di jalan jembatan shortcut di Tabanan. Hal ini menurutnya untuk menjamin agar jembatan tidak terdampak banjir seperti sebelumnya. Panjang jembatan juga masih sama, menggunakan dua girder. Namun, kemungkinan lokasi jembatan mengambil tanah lebih ke utara. Dinas menurutnya juga sedang memastikan lahan yang digunakan karena sebagian masuk lahan kebun warga. Seperti diketahui, jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 10 meter yang menghubungkan dua banjar di Penyaringan roboh, aktivitas warga di kedua banjar itu terganggu. Padahal jembatan penghubung Banjar Anyar Tengah dan Banjar Penyaringan ini sangat dibutuhkan warga untuk mempercepat akses transporatasi. Setelah jembatan ini roboh pada Desember lalu, jalur transportasi warga di kedua banjar tersebut terpaksa memutar dengan melewati jalan utama Denpasar-Gilimanuk. Selain itu juga terowongan saluran air untuk irigasi juga ikut tersumbat akibat material yang masuk terbawa banjir. Banjir bandang yang menerjang Sungai Tukad Biluk Poh akhir tahun lalu selain terjangan air besar juga menyapu kayu-kayu besar. Kayu-kayu pohon yang masih utuh dan besar diduga penyebab robohnya jembatan penghubung antarbanjar di Penyaringan itu. (kmb26)

Bali Post/olo

PENGAWASAN – Pengawasan petugas dari Dinas Koperindag Jembrana terkait bahan makanan berbahaya. Di beberapa pedagang, petugas masih mendapati adanya penjualan bahan boraks dan rhodamin B.

Hasil Sidak Dinas Koperindag

Masih Ditemukan Penjualan Rhodamin B dan Boraks

Negara (Bali Post) – Sejumlah bahan berbahaya kembali ditemukan dijual di pasar tradisional di Jembrana. Seperti saat petugas dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana melakukan pengawasan makanan dan minuman di pasar umum selama sepekan ini. Dari hasil pengawasan tersebut, di sejumlah pasar umum tradisional masih ditemukan zat pewarna tekstil yakni rhodamin B. Bali Post/olo

PUTUS - Jembatan Penyaringan yang rusak dan putus akibat bencana banjir bandang akhir tahun lalu, tahun ini sudah mulai dikerjakan dengan beton pratekan.

Kepala Dinas Koperindag Jembrana, I Komang Agus Adinata, Senin (8/7) kemarin mengatakan, dari hasil

Peringati Operasi Lintas Laut

Bupati Artha Ajak Teladani Nilai-nilai Perjuangan Peringatan operasi lintas laut digelar di Monumen Perjuangan Lintas Laut Cekik Gilimanuk, Senin (8/7). Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Jembrana I Putu Artha, juga dihadiri Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bali Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, S.H., M.Tr.Hanla., M.M., Ketua DPRD Ketut Sugiasa, Sekda Jembrana I Made Sudiada, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jembrana serta OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Jembrana. Dalam peringatan yang rutin tiap tahun itu, Bupati Artha mengajak seluruh peserta untuk meneladani nilai-nilai peristiwa sejarah perjuangan yang terjadi di Selat Bali 4 April – 4 Juli 1946 silam. “Kita hadir bersama di tempat ini untuk mengenang, membayangkan betapa dahsyat dan mencekamnya pertempuran tersebut. Namun yang patut kita petik dan teladani, semangat perjuangan pelaku sejarah, yang berjuang dengan gigih, tak kenal menyerah tanpa memandang suku agama serta keterbatasan kala itu,” ucap Artha. Pada momen peringatan itu, Artha juga mengucapkan terima kasih setinggitingginya kepada para veteran pejuang kemerdekaan

PERINGATAN – Bupati Artha saat upacara peringatan operasi lintas laut di Cekik kemarin. dan pelaku sejarah yang tulus berjuang mempertahankan kemerdekaan. “Kita generasi penerus sepantasnya siap melanjutkan perjuangan itu. Jangan goyah karena hasutan, jangan terpecah belah hanya perbedaan aspirasi dan pilihan. Tetap bersatu padu dan manyama braya dan isi kemerdekaan dengan kreativitas serta inovasi,”tegas Artha. Di akhir upacara, Bupati Artha didampingi Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa turut menyerahkan secara simbolis bantuan sarana paket belajar kepada siswa-siswi SD dan SMP kurang mampu se-Jembrana. Bantuan itu berasal dari keluarga besar Almarhum Bapak Markadi, salah satu

pelaku sejarah dalam pertempuran laut di Selat Gilimanuk. Untuk tingkat SD dibantu sebanyak 80 paket serta tingkat SMP sebanyak 40 paket, yang berisi perlengkapan sekolah. Peristiwa Operasi Lintas Laut sendiri berawal pada tanggal 4 April 1946 ketika sepasukan Tentara Keamanan Bagian Laut (TKR Laut) yang dikenal dengan Pasukan M di bawah pimpinan Kapten Laut Markadi, melakukan pertempuran sengit dengan pasukan patroli Belanda. Pertempuran yang berlangsung 15 menit, namun sudah cukup untuk mengalahkan musuh. Hingga kini tercatat sebagai pertempuran laut pertama dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. (ad355)

pengawasan langsung ke beberapa pedagang di pasar umum maupun di luar, petugas masih mendapati adanya

bahan makanan berbahaya yang dijual. Bahan berbahaya yang dimaksud menurutnya zat pewarna yang mengandung rhodamin B. Selain itu petugas juga menemukan boraks yang dikandung dalam garam bleng. Upaya pengawasan langsung dari Dinas Koperindag ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Sekda Jembrana No. 497/2019 serta Pergub Bali No. 11/2019 tentang Penyalahgunaaan Bahan Ber-

bahaya pada Pangan. “Kita lakukan sidak langsung pengawasan ke pedagang atau pasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ini kita lakukan rutin,” terangnya. Selain dengan menerjunkan langsung staf, petugas yang melakukan pengawasan juga mengambil tindakan seperlunya. “Yang terpenting adalah mensosialisasikan bahan-bahan berbahaya yang di antaranya mengandung

zat berbahaya seperti boraks dan rhodamin B ini,” tambah mantan Camat Negara ini. Dari hasil temuan sejumlah bahan makanan yang berbahaya itu, petugas juga melakukan pemusnahan secara swadaya. Selain tindakan, petugas juga memberikan imbauan ke masyarakat tersebut untuk tidak menjual lagi bahan-bahan berbahaya itu. Pengawasan ini menurutnya akan dilakukan rutin menindaklanjuti SE. (kmb26)

Rapat Paripurna IV

DPRD Jembrana Tetapkan Dua Ranperda

RAPAT Paripurna IV Masa Persidangan III Tahun Sidang 2018/2019 dilaksanakan pada Senin (8/7) di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Jembrana. Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa mengesahkan dua Renperda menjadi Perda yang ditandatangani Bupati Jembrana I Putu Artha dan Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa. Kedua Ranperda yang disahkan menjadi Perda yaitu Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemilihan Perbekel. Hadir juga dalam Rapat tersebut Bupati Jembrana I Putu Artha, Anggota Forkopimda, wakil–wakil ketua DPRD, anggota DPRD, kepala–kepala OPD Pemkab Jembrana. Wakil Ketua Banggar DPRD Jembrana I Kade Darma Susila dalam laporannya mengatakan, berdasarkan atas penyampaian Bupati atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018, mereka berpendapat bahwa apa yang sudah dilaksanakan oleh Bupati beserta jajaran sudah berjalan dengan baik, dimana Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Jembrana telah disajikan secara wajar dan telah sesuai dengan Standar Akutansi Pemerintah.

SAHKAN DUA PERDA – Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa didampingi Wakil Ketua DPRD Kade Darma Susila dan Wayan Wardana berjabat tangan dengan Bupati Jembrana I Putu Artha usai pengesahan dua Ranperda. Darma Susila menambahkan berkenaan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan oleh BPK kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana, mereka menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati beserta seluruh jajaran atas raihan terbaik selama lima tahun berturut-turut dan berharap prestasi ini dapat dipertahankan di tahun-tahun berikutnya. “Memperhatikan semua pertimbangan di atas, kami, Badan Anggaran sepakat pada kesimpulan bahwa Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 dapat diterima dan kami usulkan kepada Paripurna DPRD yang terhormat ini untuk dapat ditetapkan menjadi Peraturan

Daerah,” ucapnya. Sementara terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemilihan Perbekel yang digodok oleh Komisi A, Ketua Komisi A Ni Made Sri Sutharmi menyampaikan berdasarkan hasil pembahasan dalam rapat kerja antara Komisi A dengan Bupati Jembrana atau pejabat yang mewakili dan fasilitasi dari Gubernur Bali, Komisi A sepakat pada kesimpulan bahwa Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pemilihan Perbekel, kami usulkan ke hadapan Paripurna untuk dapat disahkan menjadi Peraturan Daerah dengan sejumlah penyempurnaan.

Bupati Artha dalam pendapat akhirnya menyampaikan apresiasinya kepada DPRD Jembrana dan ASN di lingkungan Pemkab Jembrana atas capaiannya hingga ke tahap pengesahan. Berbagai tahapan baik rapat paripurna maupun rapat kerja yang tentunya memerlukan dedikasi, integritas dan kerja keras dari segenap anggota DPRD Kabupaten Jembrana dan ASN. “Untuk itu saya haturkan terima kasih kepada segenap pimpinan, ketua komisi, fraksi, seluruh anggota DPRD Kabupaten Jembrana dan seluruh aparatur pemerintahan atas semua kontribusi, pengorbanan serta darma bakti yang telah diberikan,” ucapnya. Khusus untuk pelaksanaan pemilihan perbekel serentak tahun 2019, Bupati Artha berharap dukungan dari semua pihak, agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar dan sukses berdasarkan asas–asas demokrasi, sehingga dapat menghasilkan pimpinan pemerintahan desa yang berintegritas. Dengan telah ditetapkannya Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemilihan Perbekel, pelaksanaan pemilihan perbekel akan dapat dilaksanakan dengan baik. Sebab Perda ini dapat lebih menyempurnakan keberadaan landasan normatif pelaksanaan pemilihan perbekel di Jembrana. (ad354)


Karangasem

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

11

Pertanyakan Bantuan Bedah Rumah

Ratusan Warga Tianyar Barat Datangi Kantor Bupati Karangasem

Amlapura (Bali Post) Ratusan warga dari Desa Tianyar Barat, Senin (8/7) kemarin, mendatangi Kantor Bupati Karangasem. Kedatangan mereka untuk menanyakan sekaligus menuntut bantuan bedah rumah lewat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemkab Badung. Mereka tidak ingin bantuan tersebut dibawa ke desa lainnya. Di samping itu, pemerintah juga diharapkan segera merealisasikan hal tersebut. Warga mulai berdatangan ke Kantor Bupati Karangasem sekitar pukul 09.30 Wita. Mereka datang mengendarai sepeda motor dan mobil. Ratusan warga yang datang tidak hanya laki-laki, tapi ibu rumah tangga juga ikut menggeruduk kantor bupati. Melihat banyak warga yang datang, mereka dikumpulkan di Lapangan Tanah Aron untuk diberikan penjelasan terkait bantuan bedah rumah tersebut. Perbekel Desa Tianyar Barat I Gede Agung Pasrisak Juliawan mengungkapkan,

sebelum memberikan penjelasan kepada masyarakat, lebih dahulu Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menggelar rapat dengan sejumlah OPD terkait dan Ketua Forum Perbekel Bali I Gede Pawana. Kata dia, dari hasil rapat tersebut Bupati menyetujui 400 bantuan bedah rumah untuk Desa Tianyar Barat. ‘’400 unit bedah rumah ini diusulkan tahun 2018 lalu dan rencananya pencairannya akan dilakukan tahun 2019 ini. Bantuan itu merupakan BKK dari Badung. Untuk memastikan itulah, mereka langsung datang ke sini dan ingin tahu bagaimana hasilnya. Dan hasil rapat, Bupati sudah menyetujui bahwa tahun ini akan direalisasikan,’’ ujarnya. Ketua Forum Perbekel Bali I Gede Pawana mendorong pemerintah menyetujui BKK Badung untuk menyelesaikan persoalan di Desa Tianyar Barat. ‘’Tahun ini bisa digarap satu desa dulu. Untuk desa-desa yang lainnya bisa dilakukan di tahun

berikutnya,’’ tandasnya. Kadis Perkim Karangasem I Made Suama menjelaskan, kedatangan ratusan warga ini bertujuan untuk memastikan terkait rencana bantuan bedah rumah yang akan diberikan kepada mereka. Kata dia, jatah bantuan yang diberikan kepada warga sebanyak 400 unit dari BKK Pemkab Badung. Terkait hal ini, Bupati sudah langsung melaksanakan rapat dengan instansi terkait. Hasil rapat bahwa dalam pemberikan bantuan ini harus hati-hati. Dan dari yang memberikan bantuan, dalam hal ini Pemkab Badung, rencananya diberikan ke satu desa yakni Tianyar Barat. ‘’Karena pemberian bantuan difokuskan di desa pinggiran. Dan untuk selanjutnya bisa diarahkan ke desa yang lain dan sudah disepakati bahwa bantuan diarahkan ke Desa Tianyar Barat. Itu sudah diberikan penjelasan bahwa disepakati bantuan 400 bedah rumah dan diarahkan ke Desa Tianyar Barat,’’ tegas Suama. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PERAMPOK – Salah satu perampok yang berhasil ditembak dan diamankan, ketika hendak dibawa ke RSU Trijata, Denpasar.

Komplotan Perampok Ditembak Polisi

Amlapura (Bali Post) Jajaran Satreskrim Polres Karangasem bekerja sama dengan Polsek Abang berhasil meringkus komplotan perampok yang juga berstatus buronan Polda Bali, Seni (8/7) dini hari kemarin. Namun sayang, hanya satu pelaku yakni I Putu Juniawan alis Mendik (31) yang berhasil diamankan setelah dihadiahi timah panas. Polisi menembak lengan kiri perampok ini. Sementara tiga rekannya berhasil melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran petugas kepolisian. Bali Post/kmb41

PENJELASAN - Ratusan warga dari Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem saat diberikan penjelasan di Lapangan Tanah Aron di depan Kantor Bupati Karangsem, Senin (8/7) kemarin. Kedatangan mereka untuk menuntut bantuan bedah rumah dari Pemkab Badung.

Maksimalkan PAD

Dewan Minta Minimalisasi Kebocoran Retribusi Pariwisata dan Galian C

Amlapura (Bali Post) Sektor pariwisata menjadi salah satu andalan Kabupaten Karangasem untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Guna memaksimalkan pendapatan tersebut, dewan meminta Dinas Pariwisata meminimalisasi terjadinya kebocoran retribusi. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, belum lama ini mengungkapkan, sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang PAD terbanyak di samping sektor yang lainnya. Untuk memaksimalkan PAD dari sektor tersebut, pihaknya meminta supaya Dinas Pariwisata bisa meminimalisasi terjadi kebocoran retribusi sektor pariwisata tersebut. Sebab, selama ini, kebocoran retribusi dinilai lumayan besar. ‘’Dinas Pariwisata harus dapat meminimalisir kebocoran retribusi ini. Mereka harus meningkatkan pengawasan agar ke depannya kebocoran dapat diminimalisir. Bahkan kalau bisa tidak ada kebocoran lagi, sehingga pendapatan dari sektor pariwisata bisa maksimal,’’ ujarnya dalam rapat paripurna, baru-baru ini. Sumardi menambahkan, pihaknya juga meminta supaya memerha-

tikan sektor-sektor yang lainnya seperti Pajak Hotel dan Restoran (PHR) juga harus mendapatkan pengawasan ketat, sehingga pendapatan dari PHR benar-benar maksimal. ‘’Kami rasa selama ini masih banyak terjadi kebocoran. Ini mesti diatensi secara serius agar ke depannya hal seperti ini tidak terjadi. Ini kan juga berpengaruh terhadap PAD,’’ Tegasnya. Selain itu, pihaknya juga meminta kebocoran dari sektor galian C juga harus diminimalisasi. Pasalnya, belakangan ini uang yang hilang dari sektor galian C cukup tinggi mencapai Rp 50 miliar. Itu terjadi lantaran perusahaan galian C tidak mengantongi izin. Ditambah lagi, banyak galian C yang ilegel alias belum memiliki izin. Untuk itu, bagi galian C yang belum mengantongi izin ini, terus didorong supaya segera mengurus izin operasi. ‘’Pada intinya, sumber-sumber penyumbang PAD yang berpotensi terjadinya kebocoran supaya bisa diminimalisir. Dan selalu bisa berinovasi untuk terus meningkatkan PAD lewat sektor-sektor yang sejauh ini belum digarap. Karena di sektor pariwisata banyak objek yang belum digarap secara maksimal. Kalau itu bisa digarap maksimal, maka berpotensi untuk meningkatkan PAD,’’ tegas Sumardi. (kmb41)

I Nengah Sumardi

Bali Post/kmb41

I Putu Juniawan alis Mendik diamankan di Jalan Jurusan Desa Abang, tepatnya di depan setra Abang, sekitar pukul 01.00 Wita dini hari kemarin. Sebelum di-dor timah panas, petugas terlebih dahulu melakukan penghadangan. Diduga setelah perampok melihat ada petugas melakukan penghadangan, Mendik mencoba manarik mundur mobil Suzuki Ertiga DK 1684 EQ yang dikendarai dari arah Singaraja. Dan saat menarik mundur mobil, lengan kiri pelaku langsung ditembak oleh petugas. Selanjutnya, pelaku langsung diamankan dan dibawa ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan perawatan secara intensif dari tim medis. Sementara tiga rekannya yang sebelumnya berada di dalam mobil berhasil

melarikan diri. “Pelaku mengalami luka tembak di lengan kiri. Selain itu, pelaku mengalami patah kaki bagian kanan,“ ujar salah seorang tenaga medis RSUD Karangasem. Kapolres Karangasem, AKBP IGA Ngurah Panji Anom mengatakan, pelaku sudah melakukan pencurian di sejumlah tempat di Bali. Khusus untuk di wilayah Karanagsem, dia mencurigai pelaku melakukan aksinya di tiga lokasi berbeda. Lanjut Kapolres, petugas gabungan akhirnya mampu menangkap satu pelaku setelah melakukan pengintaian terhadap mobil yang dikemudikan. Petugas dari Polsek Abang melakukan pencegatan di wilayah Abang. Saat pelaku mengetahui adanya operasi, mereka berusaha kabur dan

menabrak mobil patroli kepolisian dan sepeda motor milik petugas. “Karena apa yang dilakukan sudah membahayakan petugas, maka petugas menembak pelaku dengan timah panas. Sementara tiga rekannya berhasil melarikan diri,” ujarnya. AKBP Panji Anom menambahkan, saat ketiganya kabur, mereka sempat mencuri sepeda motor Vespa Piagio milik salah seorang warga dari Abang Kaler. Motor itu juga sekaligus dipergunakan melarikan diri menuju arah Kubu jalur ke Singaraja. Mengetahui pelaku kabur mengarah ke daerah Kubu, petugas dari Polsek Kubu melakukan pencegatan. Namun, pelaku ternyata cerdik. Melihat petugas kepolisian melakukan pencegatan, pelaku meninggalkan sepeda motor

vespa yang dicurinya di pinggir jalan dan selanjutnya mereka kabur ke kebun warga. Perwira asal Buleleng itu menjelaskan, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti (BB) dari hasil pencurian dan juga alat yang dipakai mencuri. Petugas menyita kapak, linggis, dan sepeda motor Vespa Piagio yang diperguakan kabur oleh pelaku. “Motor Piagio akan kita kembalikan ke pemiliknya. Untuk pelaku yang lainnya masih dalam pengejaran petugas kami. Dan kita sudah kantongi ciri-ciri pelaku. Bagi warga yang melihat pelaku bisa segera melaporkan ke petugas kepolisian,” pinta Panji Anom. I Wayan Darpa, orangtua I Wayan Agus Arsana si pemiliki sepeda motor Vespa Piagio, menuturkan dia tidak ada firasat kalau sepeda motor Piagio miliknya dibawa kabur oleh pencuri. “Saya terkejut setelah mendengar ada suara tembakan. Sepeda motor itu baru saya beli dua hari yang lalu,” jelasnya. (kmb41)

Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah untuk Suti

Berharap Bisa Dijadikan Motivasi untuk Menjalani Kehidupan KETUA Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Anak Agung Gede Oka Wisnumurti melakukan peletakan batu pertama program bedah rumah yang diberikan kepada warga kurang mampu Ni Made Suti di Banjar Kauhan, Desa Pesedahan, Manggis, Karangasem, Senin (8/7) kemarin. Dalam peletakan batu pertama tersebut, turut disaksikan Camat Manggis, Perbekel Pesedahan, Ketua Yayasan Universitas Warmadewa, Direktur Operasional BPD Bali, warga yang menerima bantuan, serta undangan lainnya. Dalam kesempatan itu, Anak Agung Gede Oka Wisnumurti mengungkapkan, kegiatan bantuan sosial berupa bedah rumah yang dilakukan ini adalah dalam rangka memperingati HUT ke-35 Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali. Kata dia, selain bedah rumah, pihaknya juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan serangkaian HUT tersebut. ‘’Kegiatan seperti ini rutin kita laksanakan setiap tahunnya,’’ ujarnya. Oka Wisnumurti menambahkan, yayasan memiliki tiga misi khusus. Pertama yakni di dunia pendidikan, kesehatan dan di bidang sosial. Khusus di bidang sosial ini, pihaknya melaksanakan program bedah rumah untuk warga kurang mampu yang bekerja sama dengan Universitas Warmade-

wa dan BPD Bali untuk menyalurkan bantuan ini. ‘’Program bedah rumah yang kita lakukan ini dalam upaya untuk membantu pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan yang ada di Bali, khususnya Karangasem. Karena Kabupaten Karangasem merupakan daerah penyumbang kemiskinan tinggi di Bali disusul Buleleng dan Bangli,’’ tandasnya. Atas dasar itu, Wisnumurti berharap dengan bantuan yang diberikan ini, dapat memotivasi dan kepercayaan diri yang tinggi bagi penerima bedah rumah, agar ke depannya bisa berbuat

sesuatu untuk menjalani kehidupan ini. Bagaimana mereka bisa sehat, bisa kerja kalau rumah pun mereka tidak punya. ‘’Jadi, kita harap mereka bisa memiliki pemikiran jernih dan motivasi untuk bekerja untuk menyambung hidup,’’ harap dia. Direktur Operasional BPD Provinsi Bali Ida Bagus Gede Setia Yasa menjelaskan, BPD Bali sudah menjalin kerja sama dengan yayasan untuk menyalurkan kegiatan sosial. Salah satunya program bedah rumah ini. Jelas dia, pihaknya berharap dengan program bedah rumah ini, nantinya dapat

PELETAKAN BATU PERTAMA - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Anak Agung Gede Oka Wisnumurti melakukan peletakan batu pertama program bedah rumah yang diberikan kepada warga kurang mampu, Ni Made Suti, di Banjar Kauhan, Desa Pesedahan, Manggis, Senin (8/7) kemarin.

lebih mendekatkan masyarakat dengan BPD Bali. ‘’Kita memiliki tugas dalam membantu masyarakat yang membutuhkan lewat bantuan sosial seperti ini. Kita harap ke depannya, kita terus bisa bekerja sama dengan yayasan untuk membangun Bali yang lebih baik,’’ kata Setia Yasa. Perbekel Desa Pesedahan I Wayan Astawa mengucapkan banyak terima kasih kepada yayasan yang sudah membantu warganya yang kurang mampu, untuk mendapatkan bantuan bedah rumah ini. Kata dia, karena sejauh ini ada sekitar 15 KK yang warganya kurang mampu yang belum memiliki rumah layak huni. Sementara, bantuan yang diberikan masih sangat minim. Sejauh ini, baru empat unit bedah rumah yang diterima oleh warga kurang mampu di Desa Pesedahan yakni 1 dari provinsi dan 3 kabupaten. ‘’Kita harap lewat bantuan yang diberikan ini dapat membantu warga kami yang kurang mampu agar kehidupan mereka tidak terbebani lagi. Dengan bantuan ini, warga kami kini bisa tidur dengan layak karena sudah memiliki rumah yang layak huni. Dan kami berharap ke depannya ada lagi pemerintah maupun pihak ketiga yang memberikan bantuan bedah rumah seperti ini,’’ harap Astawa. (ad349)


KLUNGKUNG

12

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

Permudah Pemungutan Retribusi Wisata Nusa Penida

Seluruh Pengelola ”Fast Boat” Diminta Segera Teken MoU Semarapura (Bali Post) Sejumlah pengelola fast boat mulai sepakat dengan pemerintah daerah, dalam konsep pungutan retribusi wisatawan ke Nusa Penida. Satu per satu mereka langsung menjalin MoU dengan Dinas Pariwisata, agar pemungutan retribusi menjadi satu saat pembayaran jasa fast boat di loket masing-masing. Hingga Senin (8/7) kemarin, total ada tujuh pengelola fast boat yang sudah menjalin MoU dengan pemerintah daerah. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta, Senin (8/7) kemarin mengatakan, dari 12 pengelola fast boat yang sempat dihubungi langsung oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, tujuh di antaranya sudah sepakat menjalin kerja sama. Antara lain, Nirvana, Marlin, Gangga, Sekarjaya, Nacha, Rocky dan Bali hai. Sementara, sisanya Anecha, PT.Rasha, Semaye One, L Ray Yunior, Lembongan Fast Cruise dikatakan masih mempelajari isi MoU tersebut. “Kami masih menunggu yang lain, untuk bekerja sama. Tim kami juga terus bergerak melakukan pendekatan,” kata Sukasta. Selain ke-12 pengelola speed boat yang sudah dihubungi langsung Bupati Suwirta, Dinas Pariwisata juga sedang mengejar pengelola

speed boat yang lain. Sebab, diperkirakan masih banyak pengusaha lain, khususnya yang melakukan penyeberangan dari Sanur, yang belum masuk daftar dan perlu dilakukan pendekatan. Sesuai data Dinas Perhubungan Klungkung, tercatat ada 44 perusahaan fast boat yang tiap hari lalu-lalang di Nusa Penida. Di antaranya, Gangga Ekspres, Sekarjaya, Penida, Semabu Hill, Mola Mola, Idola, Putri Island, Maruti, Sri Rejeki, Prasi Sentana, Angel Billabong Lunury, El Rey Junior, Dwi Manunggal, Gugun Express, Fantasi, Crown, Caspla, Wahana Giri Ocean, Samala, Yamuna, The Angkal, Sari Nusa eksplorer, Sea Tech, Crystal Ocean Seven dan Sgening. S i s a nya, seperti Blue Star, Semaya One, Sugriwa

Ekspres, Rocky Fast Boat, Glory Prime, Scoat, Sanur Express, De Camel, Nacha, Artha Mas, Sri Rejeki, D Star, Sunrise Fast Cruises, Marlin, Lembongan Paradise, Tanis, Dream Beach, Tamarin dan Eka jaya. “Pada intinya, MoU ini isinya untuk mempermudah proses pemungutan retribusi, karena bisa langsung dibayar di loket tiket. Belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai prosentase pembagian apapun,” katanya. Pihaknya menargetkan sementara ke-12 pengelola fast boat yang sudah dihubungi Bupati Suwirta, bisa segera menjalin MoU. Sementara sisanya akan terus dikejar. Dengan demikian, ini akan mengurangi beban proses pembayaran retribusi di seluruh pos pemungutan yang sudah disediakan.

Saat ini, Dinas Pariwisata masih memanfaatkan enam pos pemungutan. Antara lain di Balai Desa Jungut Batu, Pelabuhan Banjar Nyuh 1, Pelabuhan Banjar Nyuh 2, Pelabuhan Buyuk, Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Tanjung Sang Hyang Lembongan. “Rencana kami memang segera menambah jadi delapan pos pemungutan. Tetapi, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut untuk wilayah lain. Sementara ini, keenam pintu masuk ini yang paling padat,” katanya. Untuk diketahui, penerimaan PAD dari retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga sampai dengan 7 Juli 2019, sudah mencapai sebesar Rp 1.958.969.000, dari target sebesar Rp 7 miliar. Capaian ini tidak terlepas dari diberlakukannya Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga di Kecamatan Nusa Penida. (kmb31)

JALIN MOU-Salah satu fast boat saat sandar di Jungut Batu. Seluruh pengelola fast boat yang membawa penumpang ke kepulauan Nusa Penida diminta segera menandatangani MoU untuk pemungutan retribusi wisatawan.

Dewan Gelar Rapat Paripurna I Ranperda Pertanggungjawaban APBD TA 2018

”Bade Tumpang Pitu” Menyusuri Pantai

Desa Adat Karangsari, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung menggelar prosesi upacara Pitra Yadnya (ngaben) massal, Minggu (7/7) lalu. Upacara lima tahunan ini berjalan aman dan lancar. Uniknya, Bade (wadah) tumpang pitu (tujuh) yang tingginya mencapai 9 meter ini diarak menyisiri pantai. Meskipun melewati rintangan air laut, namun krama Desa Adat Karangsari bahu-membahu mengangkat bade yang berisi 48 sawa tersebut hingga jarak 400 meter menuju tempat pembakaran.

DPRD Klungkung menggelar Sidang Paripurna I terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2018 di Ruang Sabha Nawa Natya, Senin (8/7) kemarin. Sidang dipimpin langsung Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru bersama Wakil Ketua Nengah Arianta dan Wayan Buda Parwata. Ranperda disampaikan langsung Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, dilanjutkan dengan pemandangan umum fraksi-fraksi. Bupati Suwirta menyatakan, laporannya itu sudah diverifikasi BPK dan mendapat penilaian WTP. Pencapaian berkat kerja sama dan ketekunan semua pihak di dalam mengelola keuangan dengan baik. Diakui, tantangan ke depan semakin berat untuk terus bisa mempertahankan opini WTP tersebut. Koordinasi dan komunikasi dalam mengelola keuangan terus ditingkatkan agar selalu tertib hukum, tertib administrasi dan tertib waktu. Terkait rekomendasi DPRD atas tindak lanjut LHP BPK, eksekutif sudah mengambil langkah-langkah strategis sebagai pelaksanaan dari rencana aksi. Begitu juga terhadap rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Klungkung TA 2018 telah ditindaklanjuti, sesuai surat nomor 050/300/Baperlitbang tanggal 23 Mei 2019 lalu. Secara umum realisasi APBD TA 2018 disampaikan PAD ditargetkan sebesar Rp 1,13 triliun lebih, sampai dengan

akhir tahun anggaran, realisasinya mencapai sebesar Rp 1,10 triliun lebih atau terealisasi sebesar 98,46 persen. Komponen pendapatan tersebut terdiri dari PAD, realisasinya sebesar Rp 186 miliar lebih atau 94,32 persen dari target anggaran sebesar Rp 198 miliar lebih. Sementara pendapatan transfer dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, realisasinya mencapai 98,43 persen atau sebesar Rp 841 miliar lebih, dari jumlah yang dianggarkan sebesar Rp 855 miliar lebih. Sedangkan pendapatan lain yang sah, terealisasi sebesar Rp 71 miliar lebih atau mencapai 82,85 persen dari anggarannya sebesar Rp 86 miliar lebih. Belanja daerah TA 2018 setelah perubahan, dianggarkan sebesar Rp 1,21 triliun lebih, sampai dengan akhir tahun anggaran, realisasinya mencapai Rp 1,14 triliun lebih atau terealisasi sebesar 92,42 persen. Pada sidang kedua, Rapat Paripurna DPRD Klungkung yang dilanjutkan sekitar pukul 13.00 Wita, diisi penyampaian fraksi-fraksi. Pertama, dari Fraksi Gerindra melalui A.A Gede Sayang Suparta. Selanjutnya dari Fraksi PDI-P melalui Ni Ketut Suwerni, dari Fraksi Hanura melalui Ketut Srinada, dan Fraksi Golkar lewat Wayan Mardana. Sedangkan dari Fraksi Demokrat oleh Gede Artison Andarawata serta Fraksi Persatuan Nasional oleh Nyoman Sukirta. Suparta dalam pandangan fraksinya meminta kepada

eksekutif agar menindaklanjuti persoalan Perusda Nusa Kerta Kosala yang jalan di tempat, serta pembangunan jalan yang realisasinya kurang di lapangan. Sementara Suwerni, menyoroti jalan-jalan yang ada di Nusa Penida banyak yang bergelombang yang perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah. Mereka juga menyoroti belum jelasnya aset Kerthagosa sampai saat ini, termasuk menyoroti keberadaan parkir di Pasar Galiran yang dianggapnya semrawut. “Pada intinya kami mengapresiasi realisasi dalam ranperda laporan pertanggungjawaban ini. Tetapi, kami juga berharap, sorotan setiap fraksi dalam pandangan umunnya, juga agar dapat dituntaskan,” kata Ketua Dewan Wayan Baru. (ad357)

PARIPURNA - Sidang Paripurna DPRD Klungkung terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2018.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!Dcr 2Karyawati, 2Cheker Pria Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran (Dekat SPBU)

Dcr Cook,Waitres/ss Min SMA/ Sdrjt U/Kedins Cafe Popies 1 Kuta Tlp 4752220 B.BP.001.07.19.0000273

Dcr sgr! SPG Gj 2.5jt+Bonus di Toko Syang Jl.Monkey Forest Ubud Telp Pak Leo-082145548444

B.BP.004.07.19.0000334

Dcr Sales Semen dan Cat berpengalaman,Hub.081333359022

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799

Cari PRT Pribadi Tinggal dalam T.UmarTlp/SMS/WA:081999038555

Dcr Sgr Krywan u/Krm Air Galon SIM A/C.Hub:081236461168

Cari segera 1 Sopir jujur u/ kantor di Taman Griya Jimbaran Hubungi 0851-0044-4884

Dicari Administrasi Jl.Tunjung Biru No.3 Gatsu Timur PT.KSM Hub:081236046677/0361-4712630

Dcr Sopir Box Max 30th.Gaji 2,5Jt+Insentif.Hub.0361-427881

B.BP.004.07.19.0000338

B.BP.001.07.19.0000319

B.BP.031.07.19.0000067

Dbthkn Sopir,Cl Service,Satpam &PerekamMedis.Hb:081339760308

B.BP.001.07.19.0000318

Dibthkan krywan salon utk di Jl.Raya Buduk Dalung benefit Gaji Komisi Kesehatan yg berminat Hub:08123969370

B.BP.004.07.19.0000206

B.BP.004.07.19.0000250

B.BP.001.07.19.0000328

B.BP.001.07.19.0000194

Dcr karyawati Notaris Lamaran dikirim ke Jl.Pidada XII/1 Dps B.BP.001.07.19.0000223

Kop Ijin lengkap n ber ISO bth ManagerUSP,Dagang,Dana,Managr Operasional,hnr menarik,bpglmn Hub:tugasbali@yahoo.com B.BP.001.07.19.0000276

B.BP.001.07.19.0000239

Dicr Waitres & Bartender/Barista u/New Restaurant di Canggu Lam Kirim ke WA:085858547660 B.BP.001.07.19.0000324

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.07.19.0000320

Dicari: Asisten Rumah Tangga Gaji diatas 1juta pulang-pergi Hub: 081933024999

B.BP.004.07.19.0000337

Dicari:Staff Accounting Min D3 Akuntansi,Pengalaman Min 2th Bisa Excel WA CV:0818346548

B.BP.001.07.19.0000323

Tukang Bersihkan Kolam di Ubud Area.Hub:289104/081236700405

B.BP.001.07.19.0000325

KONTRAKTOR BIRO JASA

RUPA-RUPA

DIJUAL RUMAH

KEHILANGAN

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

Rumah100M2,3KT,Dpr,1RT,2KM, Garasi,Lokasi Strategis Belakang Citraland.Hubungi:085253633843

Dijual Tnh Kav Lovina Bllng DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433

Hlg HM 10874-Kerobokan Ls438M2

B.BP.001.07.19.0000321

Rumah,LT4Are Jl.Gajahmada Gang Kunti No.9 B Sgr. 081911846415

B.BP.001.07.19.0000316

PROPERTY DIJUAL TANAH

HONDA

Tnh 1Ha di Kristal Bay View Nusa Penida SHM, 081236296636

Dilelang Honda Brio’18 Asbal Hub:089619874461 B.BP.001.07.19.0000236 TOYOTA

Innova G’05 As DK KM 102 Rb + Kjng LGX’01 Desel,087862547783 B.BP.001.07.19.0000333

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

DIJUAL MOBIL

ALUMINIUM

BENGKEL LAS

PROPERTY

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.07.19.0000331

Djl Tnh 3,2A hrg.1M/A lok Lap. Tenis Jaya Giri H.085100492291 B.BP.001.07.19.0000167

Tnh110m2&160m2Perum.Permata Anyar Sempidi H.081337141817

B.BP.001.07.19.0000339

B.BP.004.07.19.0000085

HM 10877-Kerobokan Ls635M2, HM 10876-Kerobokan Ls1200M2 AN.I Nyoman Wadi.Surat tersebut

PROPERTY

Hilang Seputaran Br.Kajeng

DISEWAKAN TANAH

Pemogan Menuju Pandak Bandung-

Disewakan Tnh 6,3A murah,Jl.Tk BadungutamaHub.081338218877

Tabanan.Hub:082145788451

B.BP.001.07.19.0000330

KEHILANGAN Hlg BPKB DK 2980 GAA No.N-0283 1583-O an.Ida Bgs Md Surya W

B.BP.001.07.19.0000317

Hlg IMB No:1533 th2012 an.Roni Rosmeri M.Prum.CangguAsri C/43 B.BP.001.07.19.0000329

Hlg BPKB No.L-1242313-0 DK1728 UK An I Wayan Suartha,Buleleng

Hlg SHM No.596 luas 600m2 Kec Kuta,Pecatu A.n. I Wayan Sultra 082237436784 (Nyoman Suparni)

B.BP.004.07.19.0000336

B.BP.004.07.19.0000335

B.BP.167.07.19.0000343


BANGLI

14

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

Disperindag Undi Kios Pasar Loka Çrana Bangli (Bali Post) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli melakukan pengundian kios Pasar Loka Çrana, Senin (8/7) kemarin. Pengundian kios kemarin khusus untuk pedagang lama. Kasi Ketersediaan dan Penyaluran Disperindag Bangli, Dewa Ketut Kantor mengatakan, pedagang yang ikut serta dalam pengundian kios terdiri atas 51 orang pedagang kain, 10 orang pedagang aksesoris, dan 13 orang pedagang sepatu dan sandal. Mereka merupakan pedagang lama yang selama ini berjualan di Pasar Kidul. Dijelaskannya pengundian yang dilakukan kemarin mengkhusus untuk pedagang lama. Sementara untuk pedagang baru, pengundian akan dilakukan menyusul. Sepanjang masih sisa tempat di Pasar Loka Çrana. “Ini kami prioritaskan untuk pedagang lama yang betul-betul membuka dagangannya setiap hari, serta berkontribusi dengan rajin membayar retribusi,” jelasnya didampingi Kasi Bina Usaha dan Sarana Perdagangan I Wayan Sukarta. Lanjut dikatakannya, setelah nantinya menempati Pasar Loka Çrana, para pedagang ikut pengundian tersebut tak mempunyai hak lagi untuk menempati kios di Pasar Kidul. Karena itu pihaknya akan melakukan pembongkaran terhadap kios yang telah ditinggalkan. Selanjutnya Disperindag akan melakukan penataan di Pasar Kidul. Pedagang yang saat ini masih menempati lantai dasar akan segera dinaikkan ke lantai dua. Dikatakan, hingga saat ini ada sekitar 70-an pedagang kain di Pasar Kidul yang belum mau pindah. Karenanya, pengundian pedagang baru akan dilakukan setelah tuntasnya pengundian pedagang lama. “Kita masih mengutamanya bagi pedagang lama. Karena khawatirnya masih ada pedagang lama yang tercecer, yang saat ini masih ragu untuk pindah. Jadi kita masih sediakan tempat untuk jaga-jaga. Sehingga untuk pedagang baru, kita tunggu koordinasi lebih lanjut dari pimpinan,” imbuh Sukarta. Pihaknya berharap sebelum hari raya Galungan, persoalan tersebut sudah bisa dituntaskan. (kmb40)

Empat Pejabat Polres Bangli Dimutasi

Bangli (Bali Post) Empat pejabat Polres Bangli dimutasi. Upacara serah terima jabatan dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Bangli, Senin (8/7) kemarin. Empat pejabat yang terkena mutasi yakni Kapolsek Bangli, Kapolsek Susut, Kasat Sabhara dan Kasat Polair Polres Bangli. Upacara sertijab yang dipimpin Langsung Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, dihadiri para pejabat utama, para perwira, anggota, ASN Polres Bangli dan Bhayangkari Cabang Bangli. Serah terima jabatan ditandai dengan penanggalan dan pemasangan tanda jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru, pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan fakta integritas. Kompol Dewa Raka yang beberapa tahun terakhir menjabat Kapolsek Bangli dimutasi sebagai Kasubbag TIK Bagbinopsnal Dit Lantas Polda Bali. Posisinya digantikan oleh AKP I Nengah Rata yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolsek Bangli. AKP Ida Bagus Ketut Kariawan yang selama ini menjabat sebagai Kapolsek Susut kini menempati jabatan baru sebagai Kasat Sabhara Polres Bangli. Jabatan Kapolsek Susut digantikan AKP I Made Ariawan yang dulunya menjabat sebagai Panit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Bali. Kasat Sabhara Polres Bangli AKP Dewa Gede Oka, S.Sos., S.H., M.H. diberi kepercayaan menjabat Kasat Res Narkoba Polres Klungkung. Kasat Pol Air Polres Bangli yang selama ini dijabat AKP I Made Redha kini digantikan AKP I Dewa Made Rencana yang dulunya menjabat sebagai Kasubbag Logistik Bag Sumda Polres Bangli. Sementara AKP I Made Redha saat ini menduduki jabatan baru sebagai Wakapolsek Bangli. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo dalam sambutannya menyampaikan, mutasi merupakan kebutuhan organisiasi dalam rangka restrukturisasi. Diharapkan dengan ini ke dapan Polri semakin profesional dalam melaksanakan tugas. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama yang telah berdedikasi terhadap tugas-tugas yang diemban demi kemajuan Polres Bangli. Kepada pejabat baru pihaknya berharap dapat membawa suasana baru serta dapat memajukan Polres Bangli. (kmb40)

Bali Post/kmb40

SERAH TERIMA - Upacara serah terima jabatan di Polres Bangli, Senin (8/7) kemarin.

Pencuri Ayam Diciduk Polisi Bangli (Bali Post) Seorang anak baru gede (ABG) asal Desa Sukawana, Kintamani diciduk tim opsnal Polres Bangli. I Kadek S (16) ditangkap lantaran mencuri dua ekor ayam jago milik seorang warga di desanya. Kepada polisi, pria tamatan SMP tersebut mengaku nekat mencuri lantaran tak punya uang untuk membiayai kebutuhannya sehari-hari. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Senin (8/7) kemarin mengungkapkan, penangkapan pelaku bermula dari adanya laporan korban I Made Pujayasa, yang mengaku kehilangan dua ekor ayam di Subak Batu Kandik, Banjar Kubu Salya Desa Sukawana, Kintamani 3 Juli lalu. Berdasarkan hasil penyelidikan, keterangan saksi-saksi, dan hasil olah TKP, tim berhasil mengantongi identitas pelaku dan menangkapnya di jalan raya Kintamani, Minggu (7/7) sekitar pukul 18.00 Wita. Dari pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang ada kaitannya dengan tindak pidana yang dilakukan. Berupa satu ekor ayam jago, uang tunai Rp 500 ribu, satu unit sepeda motor yang dipakai pelaku saat melakukan aksinya, dua sangkar ayam dan tas plastik jinjing. Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengakui telah mencuri dua ekor ayam jago milik korban pada Sabtu (29/6) sekitar pukul 22.30 Wita. Modusnya dengan mengambil dua ekor ayam yang tersimpan dalam sangkar kemudian memasukannya ke dalam sebuah kampil yang telah disiapkannya dari rumah. Kepada petugas, pelaku mengaku telah menjual salah satu dari ayam curiannya de-

ngan harga Rp 1 juta di arena sabung ayam di wilayah Angantaka Badung. Sementara satu ekor ayam curian lainnya belum sempat dijual dan masih disimpan di sebuah kos di wilayah Desa Mambal, Badung. “Saat ini pelaku masih diperiksa oleh Sat Reskrim dengan didampingi orang tuanya, mengingat pelaku masih di bawah umur,” terangnya. Atas perbuatannya pelaku disangkakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun. (kmb40)

Bali Post/kmb40

RAPAT - Suasana rapat kerja Komisi I DPRD Bangli dengan BKD-PSDM.

Bangli Dapat 131 Formasi CPNS dan PPPK Dewan Usul Tenaga Pengabdi Diprioritaskan

Bangli (Bali Post) Komisi I DPRD Bangli, Senin (8/7) kemarin menggelar rapat kerja dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Bangli. Salah satu yang dibahas, yakni soal jatah formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang kembali diberikan pusat untuk Kabupaten Bangli tahun ini. Dalam rapat tersebut, Komisi I meminta BKD-PSDM Bangli mengupayakan agar tenaga pengabdi yang telah lama mengabdi di Bangli mendapat prioritas dalam perekrutan CPNS dan PPPK tahun ini. Kepala BKS-PSDM Kabupaten Bangli Ni Putu Koesalireni mengungkapkan dari 2.853 formasi kebutuhan pegawai yang telah diusulkan ke Kemenpan-RB beberapa waktu lalu, Kabupaten Bangli pada tahun ini mendapat jatah merekrut CPNS dan PPPK sebanyak 131 formasi. Dengan rincian 39 CPNS dan 92 PPPK. Formasi yang diberikan meliputi tenaga guru dan kesehatan. Terkait hal itu, Bupati Bangli, kata Koesalireni, berkeinginan agar dalam rekrutmen nantinya tenaga pengabdi di Bangli bisa mendapat prioritas

untuk mengikuti seleksi rekrutmen CPNS/PPPK. Atas adanya keinginan bupati tersebut, pihaknya pun mencoba menindaklanjutinya dengan melakukan konsultasi ke Kemenpan-RB. Hasilnya, tidak bisa. Formasi CPNS/PPPK yang diberikan untuk Kabupaten Bangli dibuka untuk seluruh masyarakat umum. “Kami sudah sampaikan hal itu kepada Bupati,” terangnya. Lanjut dikatakan Koesalireni, setelah pihaknya berkonsultasi ke Kemenpan-RB, Bupati selanjutnya mendisposisi pihaknya agar bersurat ke

DPRD untuk meminta aspirasi dan rekomendasi dewan. Apakah sepakat akan mengambil jatah formasi dari pusat itu atau tidak. Jika iya, maka tentu proses rekrutmen yang dilakukan nanti harus tunduk dengan seluruh ketentuan Kemenpan. Formasi CPNS/PPPK bisa diikuti seluruh masyarakat umum dari Bangli maupun luar Bangli. “Kami harapkan ada rekomendasi secepatnya. Karena bila tanggal 12 ini kami tidak menggugah di SCCN, berarti Bangli tidak mengambil formasi ini,” kata Koesalireni. Disampaikan juga bahwa terkait adanya 226 formasi CPNS yang sempat diberikan pusat tahun 2018 lalu, saat ini formasi tersebut sudah tidak bisa lagi diminta Bangli. Karenanya jika tahun ini Kabupaten Bangli tidak mengambil jatah formasi yang diberikan sebanyak 131, maka kebutuhan pegawai di Bangli akan semakin bertambah. Menanggapi penyampaian tersebut, Ketua Komisi I DPRD Bangli Satria Yudha mengatakan, bahwa pihaknya di

DPRD memiliki keinginan yang sama dengan Bupati, yakni agar tenaga pengabdi di Bangli bisa mendapat prioritas dalam rekrutmen CPNS/PPPK tahun ini. Karena itu pihaknya pun meminta BKD-PSDM mengupayakan mencari celah sehingga tenaga pengabdi bisa diutamakan untuk ikut seleksi. Misalnya, dengan membuat syarat administrasi yang bisa memberikan peluang lebih besar bagi tenaga pengabdi untuk ikut seleksi, atau memberikan peluang saat tahapan tes wawancara. Harapan serupa juga disampaikan anggota Komisi I, Nengah Darsana. Pihaknya mengusulkan agar masyarakat Bangli bisa mendapat prioritas dalam rekrutmen CPNS/PPPK yang akan datang ini. Menurut Darsana, keputusan untuk membuka atau menunda kembali rekrutmen CPNS/PPPK ibarat bola panas. Keputusan itu akan menjadi kebijakan politis baik di pihak Bupati maupun DPRD. Mengenai rekomendasi yang diminta Bupati, pihaknya akan melaporkan terlebih dahulu ke

pimpinan dewan. Menjawab usulan Satria Yudha mengenai pembuatan syarat administrasi yang bisa memberikan peluang lebih besar bagi tenaga pengabdi untuk ikut seleksi, Koesalireni mengatakan, hal itu tidak bisa dilakukan. Menurutnya dengan sistem rekrutmen sekarang, semua tahapan seleksi dirancang secara online. Sehingga tidak ada kesempatan BKD untuk menyeleksi langsung peserta. Sementara itu, selain membahas soal jatah formasi CPNS/ PPPK, dalam rapat kemarin komisi I bersama BKD-PSDM juga membahas soal aspirasi forum penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB) non PNS di Bangli yang berharap bisa diberikan peluang diangkat menjadi tenaga pusat. Salah satunya dengan memprioritaskan PLKB ikut dalam seleksi PPPK jalur khusus. Terkait hal tersebut Komisi I menyatakan siap memperjuangkan aspirasi tersebut ke pusat, setelah forum PLKB telah melengkapi syarat yang dibutuhkan. (kmb40)

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-59 dan HUT XIX Ikatan Adyaksa Darmakartini

Bupati Made Gianyar Lepas Peserta Jalan Santai BUPATI Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum. melepas peserta jalan sehat yang digelar Kejari Bangli serangkaian Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 tahun 2019 dan HUT XIX Ikatan Adhyaksa Darmakarini tahun 2019, Jumat (5/7). Kegiatan jalan sehat yang mengambil start di depan Kantor Bupati Bangli, diikuti Kajari Bangli Nur Handayani, Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, Kasdim 1626/Bangli, Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, anggota TNI/Polri, ASN di Lingkungan Pemkab Bangli, Perwakilan Pengadilan Negeri Bangli serta seluruh pegawai Kajari Bangli. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangli Nur Handayani, S.H., M.H. mengatakan, peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 dan HUT XIX Ikatan Adhyaksa Darmakarini tahun 2019, diawali dengan persembahyangan bersama yang diikuti oleh seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Bangli di Pura Kehen, 3 Juli 2019. Dilanjutkan dengan kegiatan jalan sehat. Ke-

giatan jalan sehat mengambil rute start di depan Kantor Bupati Bangli ke utara, lalu ke barat menuju LC Aya. Selanjutnya ke selatan menuju utara SPBU dan finish di depan Kantor Bupati Bangli. Di akhir kegiatan jalan sehat, digelar doorprize dengan hadiah utama 2 buah sepeda gunung. Ditambahkan Nur Handayani, selain jalan sehat, Kejari Bangli juga menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Pemkab Bangli, PMI, Polres Bangli, Kodim 1626/ Bangli. Dalam kegiatan itu, berhasil terkumpul sebanyak 31 kantong darah. Pada kesempatan itu Bupati Bangli, Kajari Bangli dan sejumlah Kepala Seksi dan Kasubag Pembinaan Kejari Bangli juga turut mendonorkan darahnya termasuk sejumlah anggota Polres Bangli, anggota Kodim 1626/ Bangli dan ASN di lingkungan Pemkab Bangli. Selain kegiatan tersebut juga dilaksanakan kunjungan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang

ada di Kabupaten Bangli. Nur Handayani, menyampaikan bahwa kunjungan sekaligus anjangsana ini tidak hanya merupakan kegiatan rutin dalam rangka hari Bhakti Adhyaksa ke-59 dan HUT XIX Ikatan Adhyaksa Darmakarini tahun 2019 tetapi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyambungkan tali asih dan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yang selama ini ditampung di beberapa LKSA di Kabupaten Bangli. Bantuan yang diberikan berupa sejumlah bahan sembako yang dirasa perlu untuk menunjang aktivitas LKSA. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, jalan sehat yang diadakan ini selain memeriahkan Hari Bhakti Adhyaksa dan HUT XIX Ikatan Adhyaksa Darmakarini juga menjadi ajang kebersamaan dan sinergitas antara pegawai Kejari Bangli dengan ASN serta TNI/Polri. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi

DONOR DARAH - Bupati Bangli I Made Gianyar berfoto bersama Kajari Bangli Nur Handayani saat kegiatan donor darah. kepada Kajari Bangli yang sudah memberikan paket sembako ke LKSA, dan juga

melaksanakan kegiatan sosial yang berupa donor darah. (ad356)


OLAHRAGA

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

Kalahkan Amerika Serikat

Meksiko Juara Piala Emas untuk Kali Ke-11 Chicago Sebuah pencapaian luar biasa ditorehkan Timnas Meksiko di Piala Emas 2019. Mereka berhasil menjadi tim terbaik di Amerika Tengah setelah mengalahkan Amerika Serikat di partai final Piala Emas CONCACAF dengan skor tipis 1-0. Pada pertandingan yang digelar di Soldier Field, Chichago itu, Timnas Meksiko mendapatkan perlawanan yang sengit. Timnas Amerika Serikat yang bermain di depan puluhan ribu pendukung mereka mencoba untuk mempertahankan gelar juara mereka. Namun setelah duel sengit yang panjang, kebuntuan di pertandingan itu pecah di menit ke-73. Adalah Jonathan Dos Santos yang berhasil membawa Meksiko unggul setelah tembakan kerasnya membobol gawang Zack Steffen. Amerika Serikat yang men-

coba menaikkan tempo permainan mereka gagal untuk menyamakan kedudukan, sehingga Meksiko dinobatkan sebagai juara Piala Emas 2019. Pencapaian ini merupakan sebuah pencapaian yang istimewa bagi Laz Aztecas. Pasalnya, mereka menjadi tim dengan trofi Piala Emas terbanyak sepanjang sejarah, dengan raihan delapan trofi. Jika ditotal dengan perolehan trofi mereka di CONCACAF Championship (nama Piala Emas sebelum 1991) maka mereka sudah mengumpulkan total 11 trofi sepanjang sejarah. Jumlah ini unggul jauh dari pesaing mereka, Amerika Serikat, yang baru memiliki enam trofi juara. Tampil Perkasa Timnas Meksiko mengawali perjalanan mereka di Piala

Emas 2019 dengan tergabung di grup A. Mereka tampil sempurna di babak ini, di mana mereka memetik tiga kemenangan dari tiga laga yang tersedia, sehingga mereka keluar sebagai juara grup A. Di babak perempatfinal, mereka sempat dibuat kesulitan saat ditahan imbang 1-1 oleh Kosta Rika hingga babak tambahan waktu. Alhasil pemenang pertandingan ini harus ditentukan melalui babak adu penalti, di mana Meksiko menang dengan skor 5-4. Di babak semifinal, Meksiko kembali mendapatkan kesulitan saat menghadapi Haiti, di mana skor 0-0 bertahan hingga waktu normal selesai. Beruntung, Raul Jimenez mampu mencetak gol di menit ke-93 sehingga mereka lolos ke partai final dan menghadapi Amerika Serikat. (kmb33/afp)

Badung Dominasi Olahraga HUT Kodam

Denpasar (Bali Post) Badung mendominasi pertandingan olahraga mulai panahan, karate Inkai dan kabaddi pada HUT ke-62 Kodam IX/ Udayana. Klub Gandawa Archery Badung juara panahan, juara II Bali Archery School dan juara III Arrow Archery. Sedangkan tim Inkai Badung juara umum karate, disusul Buleleng dan Tabanan. Untuk cabor kabaddi juara tim putra Badung, kemudian Klungkung dan juara III Gianyar. Di sektor putri juaranya tim Klungkung, juara II Gianyar dan juara III Denpasar. Pangdam IX/Udayana

Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. usai menutup pertandingan olahraga HUT ke-62 Kodam IX/Udayana di GOR Praja Rakçaka, Senin (8/7) kemarin, menjelaskan animo peserta pertandingan olahraga yang digelar 26 Juni – 07 Juli lalu cukup banyak. Dia mencontohkan, kejuaraan Inkai terbuka melibatkan 500 karateka dari Bali, NTB, NTT dan Jatim. Sementara kejuaraan panahan terbuka antarklub diikuti 300 atlet lebih termasuk DIY. Hebatnya lagi, atlet panahan yang mengandalkan bidikan jitu dan tepat sasaran

ini tidak dipengaruhi postur tubuh. ‘’Pertandingan olahraga HUT Kodam ini sebagai panggung untuk menampung atlet dalam berkompetisi dan meraih prestasi,’’ ujarnya. Selain itu, Pangdam Benny Susianto mengajak para generasi muda dan anak bangsa agar biasa berkompetisi guna mewujudkan impian yang setinggi–tingginya. ‘’Pertandingan olahraga HUT Kodam ini bekerja sama dengan KONI Bali,’’ ucapnya. Ke depan, dirinya berharap pertandingan olahraga ini menjadi event tetap yang tiap tahun digulirkan. (022)

Distribusi Kekuasaan Anggota MPR/DPR dari Fraksi Partai Demokrat Mulyadi mengakui hingga saat ini tidak ada formula baku dalam merumuskan komposisi pimpinan MPR. Oleh karena itu, ia mengusulkan ada baiknya formula yang dibuat adalah dengan menjadikan komposisi pimpinan MPR sebagai sarana mendistribusikan kekuasaan, dengan mengedepankan aspek religius dan nasionalis. Ia mengusulkan agar pemilihan Ketua MPR-RI Taufik Kiemas pada 2009-2014 lalu

secara aklamasi bisa terjadi lagi. Menurut Wakil Sekjen Partai Demokrat ini, kursi partainya ketika itu paling banyak hampir dengan menguasai 20 persen kursi MPR. Tetapi, partainya memberikan kursi itu kepada Taufik Kiemas dari PDI-P yang partainya berseberangan dengan Demokrat. ‘’Jadi sebaiknya fungsi kekuasaan ini didistribusikan secara lebih merata. Saya tentu lebih cenderung berpendapat, sebaiknya yang sudah mendapat kursi di DPR, bisa memperioritaskan yang belum di MPR,’’ katanya. Pakar hukum tata negara Margarito Kamis berharap

pemilihan ketua MPR mencari figur perekat yang mampu mengintegrasi berbagai kepentingan politik, dinilai menjadi pertimbangan utama yang harus dikedepankan dalam memilih ketua MPR-RI. Pertimbangan ini sangat penting untuk mendorong terciptanya perpolitikan yang kondusif dan proses rekonsiliasi di antara partai politik yang sempat terpecah. ‘’Ini bisa dicairkan sedikit oleh ketua MPR andaikata dia memiliki kekuatan, sebut saja kekuatan integratif. Selemah apa pun kekuatan itu, menurut saya perlu kita lakukan,’’ saran Margarito. (kmb4)

16 Pejudo Bali Lolos PON Selasa, 9 Juli 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku dalam Pelayanan Umat (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus And Friend Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Halo Kamtibmas Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Parameter Taksu Dewa Rai Budiasa, Seniman Tari yang Melalang Buana Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku dalam Pelayanan Umat (6) Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Folk Song Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Upakara Lila Cita Sanggar Kundalini (1) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Dialog Nuansa Property Lipsus Pengembangan Sentra Produksi Bawang Putih di Kintamani, Menuju Swasembada Bawang Putih Tahun 2021 Sansekerta Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Cetik Durga Maya (5) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel

Denpasar (Bali Post) Bali hingga kini meloloskan 16 pejudonya ke PON XX/2020 di Papua. Mereka yang mengantongi tiket PON berdasarkan perolehan poin yang diikuti pejudo selama berlaga pada event kejurnas, seperti Piala Kartika, Piala Wismoyo, dan Piala Kapolri. Formasi yang dihimpun dari KONI Bali, Senin (8/7) kemarin, menyebutkan ke-16 pejudo yang lolos adalah Komang Wibawa Kusuma (-55 kg), I Made Arianta (-60 kg), I Putu Sukarya Yasa (-66 kg), I Kadek Ari Wirawan (-73 kg), Putu Wiradamungga Adesta (-81 kg), Kadek Rakyanda Adyatma (-90 kg), Gede Ganding Kalbu S (100 kg), I Made Adhi Putra S (+100 kg), Ni Kadek Desi Kartika Sari (-45 kg), I Gusti Agung Diah Cahya Ningrat (-48 kg), Ni Made Apriningsih (-52 kg), Ni Kadek Anny Pandini (-57 kg), Kadek Ayu Indah Lestari (-63 kg), Putu Dewi Ayu Sakura (-70 kg), Ni Luh Ade Swandewi Putri (-78 kg), dan I Dewa Ayu Mira Wedari (+78 kg). Wakil Ketua I Pengprov PJSI Bali Nengah Sudiartha yang dikonfirmasi kemarin menjelaskan pengumpulan poin bagi atlet yang lolos PON dimulai sejak event kejurnas 2017 silam. Sudiartha mengemukakan peluang pejudo Bali yang lolos PON bisa bertambah, mengingat Piala Kartika akan digelar di DIY pada akhir Juli mendatang. ‘’Kami akan menurunkan pejudo full team namun tergantung dananya,’’ ujarnya. Menurutnya, pada PON di Bumi Cendrawasih tahun depan, tiap kelas dimeriahkan delapan pejudo, tetapi tiap provinsi hanya boleh mengirimkan satu atletnya. Woodball Sementara itu cabor woodball yang sedang menyelenggarakan Pra-PON di Lapangan Serpong, Tangerang, Banten, Bali mendulang 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. (022)

15

Brazil Juara Copa America 2019

Rio de Jeneio –

Brazil berhasil menjadi juara Copa America 2019 dengan mengalahkan Peru di final. Tim Samba menang dengan skor 3-1 pada laga yang digelar di Stadion Maracana, Senin (8/7) dini hari kemarin. Selain menjadi juara Copa America 2019, dominasi para pemain Brazil berlanjut ke penghargaan individu turnamen dengan tiga pemainnya menyabet gelar pribadi. Laga seru di final Copa America 2019 antara Brazil kontra Peru diwarnai dengan empat gol, satu kartu merah, dan dua penalti. Tiga gol Brazil dicetak Everton menit ke-15, Gabriel Jesus menit ke-45+3, dan Richarlison menit ke-90. Sementara satu gol Peru diciptakan kapten Paolo Guerrero pada menit ke-44 melalui eksekusi penalti. Hasil tersebut sekaligus membuat Brazil juara Copa America dengan koleksi 9 trofi turnamen bergengsi di Amerika Latin. Meski berhasil menambah koleksi gelar Copa America menjadi sembilan kali, pencapaian timnas Brazil itu terbilang masih jauh dari dua rival abadi mereka di Amerika Latin. Uruguay memimpin raihan trofi Copa America dengan 15 gelar, sedangkan Argentina menyusul dengan raihan 14 trofi. Selain menjuarai Copa America 2019, para pemain timnas Brazil juga mendominasi raihan penghargaan idividu turnamen. Top skor gelaran Copa America 2019 ini diraih dua pemain yang sama-sama bertarung di laga final. Mereka adalah Everton asal Brazil dan Paolo Guer-

rero asal Peru. Dua pemain ini, Everton (Brazil) dan Paolo Guerrero (Peru), meraih gelar top skor setelah mengantongi total 3 gol sepanjang turnamen Copa America 2019. Tambahan gol dua pemain ini tercipta di laga final Copa America 2019. Khusus bagi Paolo Guerrero, ini merupakan bola emas ketiga yang didapatnya selama mengikuti Copa America. Kecam Messi Pelatih Brazil Tite melontarkan kecaman terhadap Lionel Messi usai bikin gaduh dengan tuduhan-tuduhannya.

Tuduhan itu dilontarkan Messi setelah dikartu merah dalam kemenangan Argentina 2-1 atas Chile dalam perebutan tempat ketiga. Hukuman tersebut memang controversial, karena La Pulga tidak melakukan respons yang berlebihan dalam pertikaian dengan pemain Chile Gary Medel. Kemarahan Messi juga terkait kekalahan Albiceleste 0-2 dari Brazil di semifinal. Bintang Barcelona itu turut menuduh Brazil sudah diatur untuk menjuarai turnamen itu. Tite merespons Messi.

Menurut suksesor Dunga itu, Messi seharusnya bisa menerima kekalahan. ‘’Messi saya anggap sebagai seorang pemain yang luar biasa. Namun dia harus memiliki sedikit lebih banyak rasa hormat dan memahami serta menerima ketika dia kalah,’’ ujar Tite. ‘’Kami juga dirugikan oleh wasit di beberapa pertandingan. Kami bermain sportif melawan Argentina sepanjang waktu,’’ imbuhnya. Tuduhan Messi tidak dibiarkan begitu saja oleh CONMEBOL. Menurut mereka, tuduhan Messi tidak berdasar dan tidak bisa diterima. Kapten Argentina itu pun kini terancam sanksi larangan bertanding selama dua tahun. (kmb33/afp)

balipost/afp

JUARA - Presiden Brazil Jair Bolsonaro turut bergembira merayakan keberhasilan negaranya menjadi juara Copa America 2019, Senin (8/7) kemarin.

Secara Terbuka Megawati menjelaskan, melalui pidato tersebut, Soekarno secara terbuka memperjuangkan keanggotaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di PBB, memperjuangkan penyatuan kembali rakyat di Korea, Vietnam, dan Afrika yang dipecah-belah oleh imperialis, juga memperjuang-

kan kemerdekaan Aljazair, serta kemerdekaan ekonomi bagi Kuba dan Laos. ‘’Bung Karno mengajarkan bahwa perdamaian tidak dapat dipisahkan dari kemerdekaan,’’ kata Megawati. Ketua Umm DPP PDI Perjuangan ini menambahkan, Soekarno mengajarkan bahwa kemerdekaan adalah buah dari semangat pembebasan. ‘’Spirit yang harus selalu hidup, tidak hanya untuk bangsa

sendiri, tetapi juga bagi bangsa-bangsa lain. Maka, tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat kita membantu memperjuangkan kemerdekaan dan perdamaian. Perjuangan untuk kedua hal tersebut senantiasa dibenarkan dan senantiasa benar,’’ katanya. Di hadapan para peserta Forum Perdamaian Dunia VIII, Megawati pun mengajak agar semuanya bersedia menjadi bagian dari perjuangan

untuk mewujudkan cita-cita tersebut. ‘’Senandungkanlah nyanyian perdamaian di hati dan jiwa kita. Mari bergandengan tangan dalam semangat persaudaraan dan solidaritas. Yakinlah, suatu hari kelak, pasti akan terbit matahari perdamaian, matahari emansipasi yang membawa terang ke seluruh penjuru dunia. Dunia baru tanpa penindasan,’’ tandasnya. (ant)

Kenaikan Pangkat Untuk sanksi sedang direkomendasikan diberikan kepada 10 hakim terlapor berupa penundaan kenaikan gaji berkala paling lama

satu tahun terhadap lima orang hakim, penundaan kenaikan pangkat paling lama satu tahun terhadap satu orang dan hakim nonpalu paling lama enam bulan terhadap empat orang. Untuk sanksi berat, KY

memutuskan rekomendasi pemberhentian dengan hormat terhadap dua orang dan pemberhentian tidak hormat terhadap tiga orang. Adapun kualifikasi perbuatan hakim yang dinyatakan terbukti melanggar

kode etik didominasi oleh perilaku tidak profesional sebanyak 36 orang, tidak berperilaku adil sebanyak 13 orang, tidak menjaga martabat hakim sebanyak tujuh orang dan selingkuh dua orang. (ant)


@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Selasa Kliwon, 9 Juli 2019

MAKEPUNG - Tari Makepung garapan Sanggar Suar Agung Jembrana di Gedung Kriya, Taman Budaya, Minggu (7/7) malam.

Bayu Pramana

PESTA KESENIAN BALI KE-41

SANGGAR Suar Agung Jembrana menampilkan tari Makepung di Gedung Kriya, Taman Budaya, Minggu (7/7) malam. Gubernur Bali Wayan Koster tampak menyaksikan pementasan tersebut. Usut punya usut, sang istri yang juga Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster rupanya ikut menari dalam pementasan serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI tersebut. Putri Suastini Koster memang telah dikenal sebagai seniman profesional multitalenta, bahkan sejak masih muda. Pada tahun 1984, ia pernah tampil dalam pementasan yang sama. Tari Makepung yang dibawakannya, menceritakan tentang sekawanan kerbau yang harus menunggu makanan pemberian dari si penggembala. Setiap kata dari si penggembala itu pun menjelma sebagai suatu perintah yang harus dilaksanakan bagi kawanan kerbau tersebut. Tarian ini diciptakan oleh maestro Jegog asal Jembrana I Ketut Suentra pada tahun 1984, yang berawal dari keinginan menjadikan Jembrana

Bali Post/ist

Disaksikan Gubernur

Sanggar Suar Agung Tampilkan Tari Makepung

semakin dikenal. Pementasan diawali dengan alunan Jegog berupa tabuh Teruntungan Dhamar Hyang yang merupakan alat musik khas Jembrana. Kemudian tari Putri Bambu, berlanjut dengan lantunan instrumen musik dari bambu yakni tabuh Darmakusuma yang juga karya dari I Ketut Suentra. Berikutnya dipersembahkan pementasan tari Suar Agung, tabuh Mebarung, tabuh Pengungkab Sabda dan diakhiri dengan penampilan tari Pringgraha. Usai pementasan, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, masyarakat Bali termasuk generasi muda harus terus membangun, memelihara dan mencintai seni dengan segala pesan yang terkandung di dalamnya. Terlebih, di tengah derasnya modernisasi yang penuh dinamika agar Bali tetap bisa eksis dan lebih maju dalam menghadapi arus globalisasi ke depan. ‘’Kita terus bangun kesejahteraan masyarakat melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali era Baru,’’ ujarnya. Menurut Koster, seni budaya meru-

pakan roh pariwisata Bali yang menjadi tulang punggung perekonomian Pulau Dewata. Oleh karena itu, masyarakat harus semakin kuat mencintai seni budaya warisan leluhur, dengan cara tetap melestarikan, mengembangkan dan mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini sekaligus untuk menghadapi tantangan kemajuan modernisasi kekinian. Terkait pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI, sebagai bagian pelestarian seni budaya Bali akan ditutup pada tanggal 13 Juli nanti. Koster mengharapkan keterlibatan masyarakat dalam memberikan evaluasi berupa kritik dan saran yang konstruktif. Koreksi dari masyarakat akan dipakai untuk membenahi pelaksanaan PKB dari segi substansi maupun tata cara pelaksanaan agar semakin berkualitas. ‘’Penyelenggaraan PKB kali ini merupakan yang pertama di era kepemimpinan saya bersama pasangan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mohon dikritisi, yang baik katakan baik,

yang kurang katakan kurang, agar pelaksanaan PKB tahun depan bisa kita tingkatkan lagi kualitasnya,’’ jelasnya. Sementara itu, pemilik Sanggar Suar Agung, Oka Arta Negara, menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Bali yang telah memberikan kesempatan untuk tampil pada ajang seni budaya terakbar di Bali tersebut. (rin) Bali Post/eka

Peningkatan Kualitas PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-41 tinggal hitungan hari, usai. Ditutup pada Sabtu (13/7) mendatang. Berbagai materi sudah disajikan para seniman. Tokoh seni yang Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A. sempat mengamati pelaksanaan PKB yang bertema ‘’Bayu Pramana: Memuliakan Energi Angin’’ ini. Ditemui belum lama ini di Taman Budaya, Art Center, mantan Rektor ISI Denpasar ini menyampaikan, PKB masih tetap memiliki magnet yang kuat. Pengunjung selalu ramai. Ada peningkatan kualitas PKB dari tahun ke tahun. Membanggakan, anak-anak banyak yang terlibat dalam hajatan seni tersebut. Ini ajang strategis untuk mendekatkan anak-anak pada dunia seni sejak dini. Dengan demikian, kesenian Bali akan selalu lestari. Memang, PKB salah satu ajang untuk melestarikan kesenian warisan budaya leluhur, di samping untuk mengembangkan kesenian. Dikatakannya, budaya Bali merupakan identitas masyarakat Pulau Dewata. Identitas atau kearifan lokal tersebut merupakan salah satu kebanggaan. Melalui PKB, identitas itu digali, dilestarikan dan dikembangkan.

Upaya itu telah dilakukan sejak awal PKB digelar, 41 tahun lalu. Hasilnya, berbagai kesenian, mulai yang hampir punah, hingga kesenian yang sudah dikembangkan dapat disaksikan dalam PKB. Melalui PKB dengan tema payungnya yang berbeda setiap tahunnya, mendorong para seniman terus berkreasi. Seperti pada PKB ke-41 yang bertema ‘’Bayu Pramana: Memuliakan Energi Angin’’, seniman didorong mengimplementasikan tema itu ke dalam garapan. Hasilnya, banyak garapan sudah sesuai dengan tema PKB. Bahkan ISBI Tanah Papua juga berupaya menerjemahkan tema tersebut dalam garapannya berjudul ‘’Isosolo’’ pada pawai PKB. Garapan tersebut dikolaborasikan dengan fashion show berbasis ekologi Papua. Pihaknya menginterpretasikan tema PKB ‘’Bayu Pramana’’ sesuai kearifan lokal Papua. Dalam kearifan lokal Papua, angin adalah sebuah kekuatan alam untuk hidup dan kehidupan. Garapan ‘’Isosolo’’ terinspirasi dari sebuah tradisi di Sentani. Masyarakat setempat menggunakan kekuatan angin untuk membawa makanan atau kayu dari satu kampung ke kampung lain pada saat ada upacara adat. Masyarakat Papua percaya bahwa angin itu akan membawa mereka ke tempat tujuan, sehingga angin betulbetul dimuliakan. (lun) Prof. I Wayan Rai S, M.A.

KULINER

PREMBON - Duta Kabupaten Gianyar menampilkan parade topeng prembon pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI di Taman Budaya, Denpasar, Senin (8/7) kemarin.

KainKESEHATAN Songket Sutra Gunakan Pewarna Alami TOP IN VASI

BERBAHAN benang sutra diwarnai pewarna alami, kain songket banyak dilirik masyarakat, utamanya kaum perempuan. Tak heran jika harga jualnya mahal. Selembar kain songket sutra ini dihargai Rp 9 juta hingga Rp 15 juta, tergantung dari kerumitan motifnya. Perajin kain songket I.A. Ngurah Puniari dari Banjar Gede Batuan Sukawati, Gianyar menyampaikan, bahan baku benang sutra diperoleh dari Klungkung. Selanjutnya sang suami, I.B. Made Adnyana, akan melakukan pewarnaan benang-benang ini menggunakan bahan pewarna alami. Warna merah dibuat dari mengkudu, warna cokelat dari pohon mandep dan biru dari daun tarum. Benang-benang sutra yang sudah diwarnai ini selain dite-

nun sendiri, juga penenun asal Sidemen, Karangasem. Motif yang diambil untuk kain songket sutra ini dominan tokoh-tokoh pewayangan. Pengerjaannya bisa mencapai seminggu bahkan sampai sebulan lebih sesuai dengan kerumitan motifnya. ‘’Ada yang sampai tiga bulan pengerjaannya. Harganya untuk ini mencapai Rp 15 juta dan sudah laku,’’ ujar Puniari saat ditemui di stan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41. Ongkos menenun juga disesuaikan dengan lama tenun dan tingkat kerumitan motifnya. ‘’Rata-rata perajin kami berikan Rp 3,5 juta untuk hasil tenunnya,’’ ujarnya. Sementara kain songket sutra ini awalnya hanya dibeli oleh wisatawan asal Amerika, Jepang dan Belanda, namun lama-kelamaan masyarakat lokal pun mulai melirik kain ini. Sebab, selain teksturnya ringan, kain ini pula memiliki cici-ciri sendiri per helainya. (san)

WONDERFUL BALI

BUDAYA

Bali Post/lun

KARYA - Narasumber menunjukkan karya lukisnya yang sudah dibuat cukup lama tetapi warnanya masih bagus seperti baru.

Seni Lukis Gaya Kamasan di Kalangan Ayodya

DUA orang warga negara asing duduk paling depan di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Art Center Denpasar, Senin (8/7) kemarin. Mereka tampak serius menyimak penjelasan narasumber dalam workshop seni lukis gaya Kamasan, Klungkung serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 . Mereka sesekali minta penjelasan dari penerjemah yang duduk di sampingnya. Sementara itu di tengahtengah kalangan, narasumber Drs. I Made Yasana, M.Erg. menjelaskan sepintas tentang sejarah senirupa klasik gaya Kamasan, kemudian menunjukkan teknik pembuatan gambar wayang klasik Bali. Mulai dari pembuatan mata, alis, hidung, mulut, kumis, muka, hiasan telinga, gelung, perut atau badan dan gelang kana.

Selain Made Yasana, tampil narasumber yang pelukis wayang Kamasan, Mangku Wayan Muliarsa. Workshop tersebut dipandu dosen ISI Denpasar Ni Made Rinu. Mangku Muliarsa menyebut lukisan wayang Kamasan memiliki karakter dan pakem sendiri. Ini yang membedakan dengan lukisan pada umumnya. Lukisan ini berkembang di Desa Kamasan secara turuntemurun. Bahkan, Mangku Muliarsa adalah keturunan pelukis wayang Kamasan. Dikatakan, lukisan wayang Kamasan dibuat melalui proses yang cukup lama, dari pembuatan kanvas menggunakan kain blacu, sket lukisan, mewarnai dan nyawi. Warna yang digunakan dari bahan alami, salah satunya batu pere. Batu ini digosok sehingga menghasil-

kan warna tertentu. Diakui, warna alami ini bertahan berpuluh-puluh tahun. Itu ditunjukkan dari salah satu karya lukisnya yang dibuat sekitar 20 tahun lalu. Teknik pembuatan warna dari batu pere itu pun dijelaskan kepada peserta workshop. Termasuk asal muasal batu pere itu. Kendati pesertanya tidak terlalu banyak, tetapi yang hadir memang betul-betul ingin mendapatkan wawasan baru tentang lukisan klasik gaya Kamasan. Mereka tampak serius menyimak penjelasan kedua narasumber. Bahkan, sejumlah peserta bertanya banyak hal tentang lukisan gaya Kamasan, mulai dari keberadaan warna alami yang digunakan dalam lukisan itu, prospek perupanya, dan sebagainya. (lun)

PENDIDIKAN

SENIMAN

Songket sutra

Bali Post/san


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 9 Juli 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu