Skip to main content

Edisi Minggu 9 Juni 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Wisata ke Luar Angkasa Segera Terwujud

81 Ribu Warga Indonesia Daftar ke Mars SABTU, 29 Juni 2019 akan menjadi babak baru wisata ke luar angkasa. Makanya ada benarnya pernyataan sejumlah tokoh nasional bahwa negara asing seperti AS sudah memikirkan mendapatkan pendapatan dari kemajuan teknologi tur ke luar angkasa, sementara masyarakat kita masih sibuk mempertentangkan perbedaan identitas.

Pada 29 Juni mendatang Antariks Roket milik perusahaan Amerika Serikat (AS) SpaceX akan diluncurkan di Florida. Roket membawa 2,5 ton peralatan NASA untuk berlabuh selama tiga hari dan 400 km di atas bumi di Stasiun Internasional Luar Angkasa (ISS). Proyek tersebut turut menjadi uji coba rencana SpaceX

mengirim manusia berwisata ke luar angkasa yang diumumkan beberapa tahun lalu. Roket itu bukan hal baru. Dua bulan lalu, roket serupa meluncurkan satelit NASA ke orbit selama dua bulan. Setelah beredar di antariksa, roket mendarat kembali di bumi di sebuah kapal tongkang di Samudra Atlantik dari Cape Canaveral.

Penerbangan pada saat itu akan menjadi misi ke-15 SpaceX untuk badan antariksa AS sejak 2012. Meski salah satunya meledak dalam penerbangan, misi tersebut turut mewujudkan rencana sang pendiri perusahaan, Elon Musk, menyediakan pariwisata ke luar angkasa. Hal. 11 Revolusi Wisata

TKN Tunggu Sikap Resmi Demokrat Merapat ke Jokowi

Jakarta (Bali Post) Partai Demokrat (PD) termasuk pintar melakukan manuver politik. Menjelang putusan MK atas sengketa hasil Pilpres 2019, PD merasa tidak lagi berkoalisi dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebaliknya, PD mengaku sangat mempertimbangkan jika diajak bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin. Atas sikap itu, TKN Jokowi-Ma’ruf mendorong PD terlebih dulu menentukan sikap politiknya secara resmi. “Kalau memang sudah merasa tidak berkoalisi, bagusnya disampaikan secara resmi sehingga menjadi firm dan bisa segera menentukan sikap ke depan tanpa ganjalan, apakah akan ke 01 atau 02,” kata Wakil Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma’ruf, Daniel Johan, kepada wartawan Sabtu (8/6) kemarin. Daniel mengatakan sikap politik suatu partai tak

I Wayan Santika

Dari Liku Jadi Penari Topeng Sidakarya

I Wayan Santika PERJALANAN berkesenian bagi seniman tidak pernah berhenti. Mereka mencoba melakukan variasi agar tidak monoton dengan menambah kemampuan seni lainnya. Adalah I Wayan Santika (51), seniman tari arja yang dulu eksis berperan sebagai liku dalam pagelaran arja muani juga terus berkreativitas. Pria asal Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan ini sudah berkecimpung di dunia seni panggung sejak tahun 2000. Usai merampungkan studinya di STSI Denpasar tahun 1992, dia awalnya tidak langsung mengembangkan bakat seni yang didapat di kampus. Baru mulai tahun 2000, terbersit keinginannya untuk meng-

geluti seni panggung. “Saat itu saya mulai berpikir, untuk apa belajar seni tari jika tidak dilanjutkan,” ucapnya. Santika pun kemudian bergabung pagelaran arja muani Sanggar Seni Bianglala, berperan sebagai liku. Santika pun mengakui mendapatkan tantangan saat memainkan peran liku, mulai dari cibiran ‘bencong’ dan gaya layaknya perempuan saat tampil di atas panggung. “Jujur pernah kesal, saat ada yang memanggil bencong saat berhias. Bahkan pernah saya tunjukin tato di lengan saya sembari mengatakan saya lelaki tulen,” terangnya. Tetapi bagi ayah dua orang putri ini, sampai saat ini peran liku kerap masih digunakan di areal kantor tempat dia bertugas. “Kadang saat jenuh, keluar candaan dengan gaya liku, biar semua tersenyum dan semangat lagi di kantor,” ucapnya. Setelah hampir empat tahun bergelut dalam kesenian arja muani, akhirnya Santika di tahun 2004 memutuskan berhenti dari aktivitas pentas arja dan beralih ke seni topeng. “Karena mungkin sudah faktor usia dan masih hobi menari, akhirnya saya pilih beralih ke seni topeng, khusus topeng wali Sidakarya sejak tahun 2004,” terangnya. Hal. 11 Geluti Seni Topeng

bisa disampaikan hanya oleh segelintir elite. Ke mana partai akan melabuhkan dukungan, kata dia, harus atas komando sang ketua umum dan secara organisatoris. “Tapi, sesama sahabat partai, kita menghargai apa pun keputusan Partai Demokrat. Itu adalah keputusan internal Demokrat sendiri, mereka yang paling paham keputusan terbaik untuk partainya,” ujarnya. Kendati demikian, Daniel mengatakan urusan bergabungnya sebuah partai ke

koalisi merupakan keputusan Jokowi dan masukan parpol koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). “Masalah gabung tergantung keputusan presiden terpilih dan masukan mitra koalisi,” kata politikus PKB itu. Sebelumnya, Partai Demokrat (PD) menyebut hubungannya dengan Koalisi Adil Makmur, yang mengusung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo SubiantoSandiaga Uno, terganggu. Demokrat pun merasa tidak lagi berkoalisi dengan 02.

Bali memiliki beragam warisan kesenian langka. Beberapa warisan adi luhung itu sekarang terancam punah akibat perkembangan kesenian modern di zaman milenial. Mengatasi kondisi sulit itu, harus ada rekonstruksi kesenian langka. Rekonstruksi kesenian ini salah satunya berupaya mencari regenerasi baru agar kesenian langka tidak punah, tapi dilestarikan.

agar kita tahu apakah bagian kostum penari, pakem gerakan atau tabuh karawitannya yang patut direkonstruksi,” jelasnya. Selain rekonstruksi Tari Cendrawasih direkonstruksi dengan dana APBN, tahun ini ada satu lagi tari Wiranjaya yang diciptakan oleh seniman dari Dauh Jung (Buleleng Barat-red) juga direkonstruksi. Hal. 11 Dua Kesenian

“Bagi kami, kami merasa tidak berkoalisi lagi dengan 02 saat ini. Kami sudah merasa tidak berkoalisi dengan 02. Kami sudah merasa tidak bersama-sama lagi dengan 02,” kata Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean Sabtu kemarin. Demokrat pun mengaku akan mempertimbangkan dengan sangat jika Jokowi meminang untuk bergabung, meski hingga saat ini belum ada ajakan dari paslon nomor urut 01 itu. (kmb)

Perlunya Rekonstruksi Seni Tradisi SAYANGNYA cara itu belum bisa dilakukan optimal karena pemerintah daerah masih kesulitan mendapat anggaran untuk membiayai rekonstruksi kesenian langka di daerahnya. Keterbatasan anggaran ini yang membuat rekonstruksi seni tradisi Bali yang langka belum berjalan optimal. Hal ini diakui Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Gede Komang, Sabtu (1/6) lalu. Rekonstruksi kesenian langka baru bisa dilakukan mulai tahun 2019. Sementara beberapa tahun sebelumnya belum diprogramkan rekonstruksi tersebut. Kondisi itu tidak bisa dihindari karena kesulitan anggaran. “Dari dulu belum direkonstruksi karena kesulitan anggaran, sebab untuk merekonstruksi suatu kesenian memerlukan dana mencapai Rp 100 juta,” katanya. Menurut birokrat asal

Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula ini, sejak ditugaskan sebagai Kadisbud, dia tidak patah semangat untuk merekonstruksi kesenian langka dari Den Bukit. Dengan pendekatan dan penyusunan proposal, mulai tahun ini dua kesenian tua di Buleleng mulai direkonstruksi. Selain berjuang mencari sumber pembiayaan, para seniman dari sanggar seni di Buleleng juga dilibatkan dalam rekonstruksi. Salah satu tokoh seniman yang dilibatkan dalam rekonstruksi kali ini adalah salah satu seniman tari Luh Menek dari Sanggar Teja Manik.

Rekonstruksi pertama adalah Tari Cendrawasih dengan memanfaatkan dana dari pemerintah pusat (APBN). Sebelum mulai tahapan rekonstruksi, tari ini akan dipentaskan dalam gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun ini. Tujuannya adalah untuk mengkaji aspek yang patut direkonstruksi. “Sebelumnya Tari Cendrawasih sudah dipentaskan di PKB Buleleng dan sebelum mulai direkonstruksi juga ditampilkan di PKB Bali,

Bangli Rekonstruksi Joged Gandrung, Peran Kampus dalam Karangasem Tari Rejang Lilit Rekonstruksi Seni Tradisi

JOGED GANDRUNG - Tari Joged Gandrung yang pernah ditarikan secara massal di Lapangan Kapten Mudita.

TARI Joged Gandrung adalah salah satu jenis kesenian tradisional yang dimiliki Kabupaten Bangli. Keberadaan tarian ini nyaris punah, namun akhirnya berhasil direkonstruksi tahun 2015. Sama seperti tari joged pada umumnya, tari joged gandrung merupakan jenis tari pergaulan. Bedanya, dalam tari joged gandrung, penarinya tidak mencari pengibing. Saat ini tari Joged Gandrung masih dilestarikan masyarakat di Desa Pengotan, Bangli. Tari

ini biasanya dipentaskan sebagai hiburan dalam acara-acara yang diselenggarakan di desa setempat. Nengah Gunawan, S.Sn., selaku prajuru di Desa Pengotan yang membidangi seksi kesenian mengungkapkan, dulunya, tari Joged Gandrung dipentaskan sebagai hiburan setiap habis panen padi. Tak hanya di wilayah Desa Pengotan, sering berkeliling menarikan tarian itu hingga ke desa-desa lain.

Seiring berkembangnya zaman, Joged Gandrung mengalami masa suram dan nyaris punah. Masyarakat Desa Pengotan pun kemudian berinisiatif membangkitkan kesenian ini dengan merekonstruksinya, menggandeng tokoh dan seniman tari yang terlibat pada masa jaya tari Gandrung. “Sampai sekarang tari ini masih dipentaskan setiap ada acara di desa,” terangnya. Hal. 11 Kostum Putih

Perguruan tinggi turut memiliki peran dalam upaya rekonstruksi seni-seni tradisi yang tergolong langka. Terutama seni langka yang lebih condong bersifat sakral. Salah satu perguruan tinggi yang cukup aktif melakukan hal tersebut adalah ISI Denpasar. Seperti di Peguyangan, yang baru-baru ini dilakukan merekonstruksi seni tradisi Legong Dedari. ‘’Jadi seni yang sebelumnya sakral itu direvitalisasi, dihidupkan kembali untuk dikembalikan

kepada pengusungnya (warga setempat, red),” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana. Pria yang akrab disapa Kun ini mengatakan, kesenian tersebut dapat dirangkai dalam ritual-ritual upacara keagamaan. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali memang memberikan ruang bagi perguruan tinggi, seperti ISI Denpasar untuk melakukan rekonstruksi. Hal. 11 Belum Ada Anggaran


2

Minggu Kliwon, 9 Juni 2019

Legalisasi Arak Bali untuk Berikan Nilai Tambah bagi Petani Denpasar (Bali Post) -

dr. Wayan Arya Putra Manuaba

BPM/san

Tak Pernah Hingga Dua Periode TIDAK seperti jabatan organisasi lainnya yang ketuanya bisa menjabat hingga dua periode. Jabatan Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Tabanan selama ini selalu hanya sampai satu periode yang lamanya tiga tahun. Untuk periode berikutnya bahkan sudah dipersiapkan tiga tahun sebelum resmi menjabat. ‘’Ini adalah ciri khas organisasi IDI, di mana untuk ketua periode berikutnya kita memilihnya sekarang. Ketua terpilih periode berikutnya sampai menjabat nanti akan menjadi pengurus inti pada periode saat ini,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) IDI Cabang Tabanan, Sabtu (8/6) kemarin. Suratmika mengatakan adanya aturan pemilihan dari IDI Pusat yang sudah merupakan hasil muktamar menjadikan pemilihan Ketua IDI untuk dua periode agak sulit. Selain itu, karena anggota IDI sangat dinamis dan orang yang pintar semua. Adapun Ketua IDI terpilih 2019-2022 pada Muscab tiga tahun lalu adalah dr. Wayan Arya Putra Manuaba. Sementara Ketua IDI terpilih tahun 2022-2025 yang dipilih pada Muscab Sabtu (8/6) kemarin adalah dr. Ida Bagus Tatwa Yatindra, Sp.U. Dokter Bagus Tatwa merupakan perwakilan dari BRSU Tabanan yang terpilih dari tiga kandidat calon kuat di mana dua calon lainnya adalah dr. I.G.A.G. Bayu Pasti mewakili unsur Dinkes, RS Nyitdah dan Puskesmas dan dr. Kt. Sumiarta, M.Kes. mewakili unsur RS swasta, klinik dan dokter praktik swasta. Ketua IDI Tabanan periode 2019-2022, dr. Arya men-

gatakan sesuai AD/ART, Musyawarah Cabang (Muscab) merupakan salah satu mekanisme organisasi IDI yang dilakukan tiga tahun sekali di tingkat cabang yang mewilayahi semua dokter umum dan spesialis dalam satu kabupaten/kota. Muscab tersebut dilakukan dalam rangka penggantian kepengurusan IDI tepatnya Ketua Pengurus IDI Cabang. Secara garis besar, Muscab IDI bertujuan untuk menilai pertanggungjawaban Ketua Pengurus IDI Cabang periode sebelumnya, memilih Ketua Pengurus IDI dan Ketua MKEK (Majelis Kode Etik Kedokteran) Cabang dan menetapkan program Kerja untuk kepengurusan tiga tahun ke depannya. ‘’Untuk Ketua MKEK periode 20192022 adalah dr.I Made Moloin Yudiarsa, M.A.R.S,’’ ujar dr. Arya. Ia menyampaian adapun gambaran garis besar program yang akan dilaksanakan IDI Cabang Tabanan untuk tiga tahun ke depan adalah penguatan database keanggotaan IDI, pembuatan sistem peringatan dini organisasi terkait iuran, KTA, akun IDI online, sertifikat kompetensi, STR dan SIP dengan maksud agar para dokter bisa mengetahui dan memersiapkan lebih awal terkait dokumen pengurusannya. Program lainnya adalah peningkatan kompetensi dokter melalui proses P2KB yang terprogram, pemberdayaan dan sosialisasi website IDI dan media sosial IDI untuk interaksi intern dan ekstern organisasi IDI dan menyempurnakan standar administrasi organisasi dan para anggota IDI terkait sistem akreditasi yang akan diterapkan oleh pemerintah ke depannya. (kmb24)

Pemkab akan Siapkan Dana untuk Pilkada Bangli Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli akan menyiapkan dana untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang. Besaran dana yang disiapkan disesuaikan dengan kemampuan daerah. Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra, Jumat (7/6). Giri Putra mengatakan, Pilkada merupakan program strategis nasional yang harus didanai dan wajib dilaksanaan. Berkenaan dengan kebutuhan dana yang telah diajukan KPU, Bawaslu dan Polres Bangli, maka untuk kelancaran pelaksanaan Pilkada tentunya Pemkab Bangli wajib menyiapkannya. “Akan tetapi, kita senantiasa menyesuaikan dengan kemampuan daerah. Prinsipnya wajib disiapkan,” terangnya. Dalam penyiapan anggaran Pilkada, lanjut Giri Putra, pihaknya nantinya membahas terlebih dahulu di TAPD. Selanjutnya, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan KPU, Bawaslu, dan Polres. Anggaran Pilkada akan disiapkan dalam APBD 2020. “Prinsipnya dipenuhi. Kembali nantinya disesuaikan atas pembahasan bersama dengan pihak legislatif. Kalau harapan kami bisa dipenuhi untuk kelancaran pelaksanaan Pilkada di Bangli,” katanya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, jelang Pilkada 2020, KPU, Bawaslu, dan Polres Bangli telah mengusulkan kebutuhan dana ke Pemkab Bangli. Besaran ke-

butuhan dana yang diusulkan KPU yakni Rp 21,4 miliar, Bawaslu Rp 6,9 miliar, dan Polres Bangli Rp 12,6 miliar lebih. Komisioner KPU Bangli, Ni Putu Anom Januwintari, yang dihubungi Kamis (6/6) lalu, mengungkapkan anggaran Rp 21,4 miliar yang diusulkannya tersebut dirancang untuk membiayai sejumlah kegiatan. Mulai dari sosialisasi, pengadaan logistik, hingga disiapkan untuk membiayai pemungutan suara ulang. “Yang banyak untuk sosialisasi Rp 1,7 miliar,” ungkapnya. Adapun yang menjadi pertimbangan pihaknya memasang anggaran sosialisasi hingga Rp 1,7 miliar karena pihaknya akan melakukan sosialisasi hingga ke tingkat paling bawah. Selain untuk sosialisasi, kegiatan yang membutuhkan biaya banyak yakni pengadaan logistik. Anom mengatakan, pada Pilkada nanti semua logistik seperti kotak suara, bilik suara dan lainnya harus pengadaan baru. Logistik kotak dan bilik suara berbahan kardus yang pengadaannya dilakukan pusat dan telah terpakai saat Pemilu lalu tak bisa digunakan lagi dan akan dilelang. Anom mengatakan, kebutuhan dana yang telah diajukannya tersebut, nantinya dibahas lebih lanjut oleh Pemkab bersama DPRD serta KPU. Pihaknya sangat berharap, pemerintah kabupaten bisa merealisasikan kebutuhan dana yang telah diajukan. Sehingga semua kegiatan yang telah dirancang bisa berjalan lancar. (kmb40)

Arak Bali sampai saat ini masih masuk dalam daftar negatif investasi. Oleh karena itu, legalisasi arak masih terus diupayakan lewat usulan revisi Perpres No. 39 tahun 2014. Dengan harapan, arak Bali dapat menjadi tuan di daerah sendiri di tengah maraknya minuman beralkohol impor. “Arak ini kan sudah diproduksi secara turuntemurun dari sejak zaman dulu. Di samping digunakan untuk ritual, pelestarian budaya, sekarang juga ada prospek ekonomi,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Putu Astawa, di Denpasar, belum lama ini. Menurut Astawa, prospek ekonomi yang dimaksud tidak lepas dari Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Sektor pariwisata seperti hotel dan

restoran banyak mendatangkan minuman beralkohol impor untuk wisatawan mancanegara. Hal ini tentu dilematis karena produk impor menjadi semakin merajalela di Bali. Sementara Bali sendiri tidak memiliki produk lokal yang bisa dijual di hotel dan restoran. “Padahal, tamu (wisatawan mancanegara, red) banyak yang nanya, apa sih minuman khas Bali. Kalau seperti Jepang ada sake, Korea ada soju, di negara

lainnya ada tequila, brendy, wisky,” jelasnya. Astawa menambahkan, aneka buah-buahan yang semestinya bisa diolah menjadi minuman beralkohol tradisional juga terbuang percuma. Terutama pada saat panen raya karena tidak mendapatkan izin. Padahal, buahbuahan yang diolah akan memberikan nilai tambah bagi petani yang overproduksi saat panen. Berbagai alasan inilah yang mendasari Pemprov Bali mengajukan usulan revisi

Perpres kepada pemerintah pusat. Menurutnya, alasanalasan yang menjadi dasar pertimbangan revisi tersebut sudah cukup masuk akal. “Arak ini kan diproduksi oleh petani kecil, orang miskin. Mestinya berpihak pada masyarakat yang lemah. Mudah-mudahan dengan alasan itu, Bapak Presiden bisa menyetujui,” harap mantan Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali ini. Terakhir, lanjut Astawa, telah diadakan pertemuan fasilitasi revisi Perpres No. 39 tahun 2014 terkait pengembangan industri minuman beralkohol tradisional. Pertemuan yang dipimpin Deputi V Kemenko Perekonomian itu dihadiri

BKPM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, BPOM, Wakil Gubernur Bali, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali dan Provinsi Sulawesi Utara. Utamanya menindaklanjuti surat Gubernur Bali dan Gubernur Sulawesi Utara tentang permohonan revisi Perpres 39. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, dikatakan sudah menyampaikan dasar pertimbangan Bali mengajukan revisi tersebut. “Menko Perekonomian ini kan sebatas memfasilitasi, nanti keputusan itu ada di presiden karena Perpres,” tandasnya. (kmb32)

PKL Mahasiswa ITEKES Bali Benar-benar Bermanfaat bagi Warga Kesiman Petilan SETELAH menjalani tugas selama enam minggu, 232 mahasiswa program pendidikan profesi ners Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali, Sabtu (8/6) kemarin, mengakhiri program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa Kesiman Petilan. Penutupan PKL ditandai dengan penyerahan mahasiswa oleh Perbekel Kesiman Petilan I Wayan Mariana kepada Puskesmas II, lanjut ke Sekcam, I Made Tirana kepada Rektor diwakili WR III Itekes Bali, Ns. I Ketut Alit Adianta, S.Pd., S.Kep., MNs. Acara penutupan diawali dengan musyawarah masyarakat desa (MMD) II. MMD II dipusatkan di Wantilan Pura Petilan diikut semua komponen masyarakat seperti STT, PKK, Karang Taruna, Jumantik, tokoh masyarakat seperti kadus dan klian banjar, hingga jajaran desa, puskesmas dan Kecamatan Denpasar Timur. Perbekel Kesiman Petilan, I Wayan Mariana, mengakui semua program PKL program ners ITEKES Bali direspons dan diterima dengan baik. Buktinya, masyarakat mera-

sakan banyak manfaat yang diperoleh warganya saat PKL ini. Di antaranya mengedukasi mencegah kebiasaan merokok, HIV/AIDS, mengaktifkan posyandu lansia, posyandu anak-anak, jalan sehat, hingga menanamkan pola hidup bersih dan sehat. Wayan Mariana mengacungkan jempol program PKL ini pas dengan masalah kesehatan warga perkotaan. ‘’Mahasiswa yang bekerja, warga kami yang mendapatkan hasilnya,’’ tegasnya. Hal serupa diungkapkan Sekcam Dentim, Made Tirana, bahwa mahasiswa ITEKES Bali ikut membantu warganya di desa memecahkan masalah kesehatan warga perkotaan. Termasuk membudayakan hidup bersih guna menekan angka penderita demam berdarah. ‘’Dentim termasuk paling rendah angka penderita DB tahun 2018, namun tahun ini mulai meningkat akibat cuaca,’’ tegasnya. Ketua Panitia PKL, A.A. Ayu Yuliati Darmini, S.Kep., MNS, didampingi Koordinator PKL, I Gede Oka Juniadi Merdita, mengungkapkan, 232 mahasiswa yang diterjunkan

di Kesiman Petilan sudah menjalankan tugas dengan baik selama enam minggu. Mereka mulai dilibatkan sejak penentuan lokasi PKL, survei lapangan hingga menemukan dan menjalankan musyawarah bersama hingga melakukan evaluasi program. WR III ITEKES Bali Ns. I Ketut Alit Adianta, S.Pd., S.Kep., MNs. menekankan bahwa program PKL kali ini menyasar peningkatan derajat kesehatan melalui keluarga sesuai visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Menjadi pelaku penggerak kesehatan masyarakat berdasarkan asas kemandirian dan kebersamaan. Makanya PKL ini sangat penting bagi mahasiswa belajar dari pengalaman di masyarakat. Makanya pada MMD II ini semua program dievaluasi sesuai model dari warga, oleh warga, untuk warga. Desa Kesiman Petilan dijadikan objek PKL oleh program ners ITEKES Bali menurut Alit Adianta sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian dunia perguruan tinggi terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan

DITUTUP - Perbekel Wayan Mariana, WR III Alit Adianta, pimpinan Puskemas dan Sekcam Dentim Made Tirana pada acara penutupan PKL ITEKES Bali di Kesiman Petilan. masyarakat. Selama ini, PKL digelar keliling di semua kecamatan. Apalagi, ITEKES berada di Denpasar. Agar program ini tak terkesan monoton, tiap tahun diadakan inovasi. Kali ini, mahasiswa menciptakan tongkat ajaib bagi para lansia guna membantu mereka beraktivitas. Ini, kata dia, bagian dari mengedukasi masyarakat menjadi keluarga sehat lewat

asuhan keperawatan keluarga. ‘’Jika desa ingin dijadikan objek PKL lagi, pada prinsipnya, kampus ITEKES Bali ingin berperan untuk masyarakat, bisa lewat PKL atau pengabdian masyarakat,’’tegasnya. Bagi yang ingin anaknya segera bekerja di bidang kesehatan, dia menyarankan bergabung ke ITEKES Bali yang sedang menerima pendaftaran untuk 10 program studi. (ad135)

ST. Pamuke Edukasi Masyarakat Sambut HUT Bersama Tahun 2019

Gelar Gowes Kampanyekan Peduli Lingkungan, Bagikan ’’Tote Bag’’ di Pasar Badung

SERANGKAIAN HUT Bersama ST. Pamuke yang ke-72, Lansia ke-13, Pecalang ke-19, IPK ke-68, dan TK Darma Putra Banjar Kedaton ke-44 yang diperingati setiap tanggal 10 Juni, tahun ini disambut meriah. Beragam kegiatan digelar guna menyambut hari jadi tersebut, mulai dari kegiatan lomba, jalan sehat,

hingga aksi peduli lingkungan, dan malam puncak yang akan dilaksanakan pada 10 Juni mendatang. Mengawali seluruh rangkaian tersebut, digelar gowes atau Sepeda Santai Kampanye Aksi Tentang Lingkungan (Sakti) yang mengambil start di depan Banjar Kedaton, Desa Sumerta Klod, Sabtu (8/6) kemarin.

HUT - Serangkaian HUT bersama ST. Pamuke, Lansia, Pecalang, IPK dan TK Kedaton yang jatuh pada tanggal 10 Juni besok, Sabtu (8/6) kemarin, digelar berbagai kegiatan di Pasar Badung.

Sejak sore hari, silih berganti baik anggota STT, elemen masyarakat serta penghobi sepeda turut meramaikan kegiatan ini. Mengambil start di depan Banjar Kedaton, seluruh peserta bergerak menuju Jalan Hayam Wuruk, Jalan Raya Puputan, Jalan Dewi Sartika, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanudin, Jalan MH Thamrin, Jalan Gajah Mada, dan berakhir di Pasar Badung Kota Denpasar. Setibanya di pasar terbesar Kota Denpasar ini, seluruh peserta turut membagikan tote bag (tas ramah lingkungan) kepada pedagang dan pengunjung pasar. Selain itu, juga dikampanyekan aksi peduli lingkungan di kawasan Taman Kumbasari Tukad Badung serta mengajak seluruh masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ketua Panitia Kegiatan, Gede Paramartha, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan serangkaian HUT bersama ST. Pamuke,

Lansia, Pecalang, IPK, dan TK Kedaton yang jatuh pada tanggal 10 Juni besok. Beragam kegiatan turut dilaksanakan yang salah satunya adalah bersepeda bersama yang juga dirangkaikan dengan pembagian 600 tote bag (tas ramah lingkungan) di Pasar Badung yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta. Selain kegiatan bersepada bersama dan pembagian tote bag ini, juga dilaksanakan kegiatan jalan sehat pada Minggu (9/6) dan puncak HUT pada 10 Juni besok dengan beragam pementasan seni dan budaya. Ketua ST. Pamuke, I Wayan Adi Darmawan, menambahkan bahwa adapun HUT tahun ini diperingati dengan tema besar yakni Mulat Sarira atau Introspeksi Diri. Hal ini difokuskan dengan kampanye untuk ikut mengurangi sampah plastik. Selain itu, kegiatan ini dilakasanakan guna mewujudkan sinergitas bersama pemerintah baik Kota Denpasar ataupun Provinsi Bali dengan mendukung Perwali nomor 36 tahun 2018 tentang pengurangan

kantong plastik. “Saat ini, banyak masyarakat yang menggunakan plastik secara berlebihan, dan sampahnya tentu memberikan dampak bagi kehidupan manusia, selain kesehatan, lingkungan yang kotor juga akibat dari sampah plastik, melihat kondisi itulah kami tergugah untuk membuat kegiatan yang memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya. Kepala Dusun Banjar Kedaton, I Gusti Ngurah Sumara Putra, mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Generasi muda sebagai tulang punggung pembangunan wajib ikut andil dalam kemajuan daerah, serta mendukung program pemerintah yang peduli terhadap lingkungan. “Tentu kami sebagai orang tua sangat mendukung, seingga dengan adanya gerakan bersama-sama yang masif besar harapan dapat memberikan pengaruh besar terhadap pengurangan atau penggunaan plastik demi kelestarian lingkungan bersama,” tandasnya. (ad136)

Dewan Soroti Pot Bunga di Trotoar

Denpasar (Bali Post) Upaya mewujudkan kota yang asri dan rindang dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya, yakni menempatkan sejumlah pot bunga di sejumlah titik strategis. Sayangnya, penempatan pot bunga juga ada yang berada di atas trotoar. Kondisi ini mulai disoroti anggota DPRD Denpasar. Anggota DPRD Kota Den-

pasar dari Fraksi Demokrat, A.A. Susruta Ngurah Putra, Jumat (7/6) lalu, menilai, penempatan pot bunga tersebut banyak dikeluhkan masyarakat. Karena trotoar digunakan untuk pejalan kaki. Kini, ketika trotoar diisi pot bunga, kenyamanannya mulai berkurang. “Pot bunga itu banyak menuai keluhan. Jadi, saya kira perlu ada evaluasi,”

ujarnya. Dikatakan, penempatan pot bunga di trotoar juga melanggar UU tentang Pelayanan Publik, yakni Undang-undang (UU) nomor 25 tahun 2019 tentang Pelayanan Publik. Menurut Susruta, dalam UU tersebut pada pasal 26 jelas dicantumkan melarang penggunaan fasilitas publik untuk halhal yang tidak sesuai fungsinya.

Oleh sebab itu, dengan adanya pot yang menghabiskan setengah trotoar tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Dengan kondisi tersebut, Susruta mengatakan, aturan yang sudah jelas tertera seharusnya dilaksanakan pemerintah dengan baik. Selain melanggar aturan, pot tanaman tersebut juga sering dikeluhkan masyarakat karena

menghalangi pejalan kaki. Ditambah warga yang berolahraga tidak mendapatkan ruang sesuai dengan trotoar yang tersedia. “Ini tiang sering dapat keluhan dari masyarakat. Karena ada fenomena saat ini, banyak penempatan pot bunga di trotoar. Kondisi ini sudah berkali-kali saya mendapat keluhan masyarakat,” ujarnya. (kmb12)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Kliwon, 9 Juni 2019

Jatuh Bangun Wayan Rubadiana, dari Pemborong Bangunan hingga Usaha Kerupuk Kulit Ikan Patin Impian harus digapai. Jatuh bangun itu biasa. Harus bangkit, jangan menyerah. Katakata itulah yang menjadi prinsip I Wayan Rubadiana (32) dalam membangun usaha. Ia pernah terpuruk, usahanya bangkrut, dan terlilit utang. Namun, ia mencoba bangkit. Banting setir menjadi pengusaha ayam potong. Gagal lagi, tetapi ia bangkit lagi. Kini, Wayan Rubadiana mencoba peruntungan di bidang kuliner dengan memproduksi kerupuk kulit ikan patin “Fish Skin”. Omzetnya mencapai Rp 200 juta per bulan. Usaha kerupuk kulit ikan patin yang dibangun Wayan tak hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga keluarga-keluarga lain di sekitar tempat tinggalnya di Desa Abiantuwung, Tabanan, Bali. Dua kali gagal dan terlilit utang, “Jangan berhenti sampai impian kita tercapai,” kata Wayan, yang juga biasa disapa Bli Ande, saat ditemui di sela Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu. Ia mengisahkan perjalanan usaha dan profesi yang pernah dijalaninya. Pada 2011, selepas menuntaskan kuliahnya di jurusan teknik, Bli Ande menjadi kontraktor bangunan dengan 180 pekerja. Dua tahun usaha ini ditekuninya. Namun, ia memutuskan “angkat tangan” karena tak menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Pada 2013-2015, ia beralih menekuni bisnis ayam potong. “Selama dua tahun bisnis ayam potong, harga pasar tidak pernah bagus karena banyak peternak merugi. Lumayan rugi juga saya waktu itu,” ujar Bli Ande. “Saya hampir putus asa di tengah keterpurukan dan banyak utang,” lanjut dia. Di tengah keterpurukan, pada awal 2016, Wayan melihat peluang ketika tetangganya menjual kerupuk ikan patin yang ternyata diminati. Ia pun penasaran, dan mencoba kerupuk ikan patin itu. Berbekal hobi kuliner dan memasak, Wayan kemudian mencoba meracik dengan resepnya sendiri. Setelah beberapa kali memproduksi sendiri, ia melakukan tes pasar. Kerupuk-kerupuk ikan patin yang dikemas dalam plastik dititipkan ke toko-toko dan penjual di pasar. Sekitar 200 kilogram kulit ikan patin dihabiskan Wayan saat percobaan awal produknya. Bahan baku didapatkannya dari Tulung Agung, Jawa Timur, karena

tak tersedia di Bali. Segala proses dijalaninya secara otodidak sejak awal. “Saya cari informasi di internet tentang

pabrikpabrik yang jual kulit ikan patin,” kata Wayan. Beberapa waktu berjalan, produk kerupuk kulit ikan patin Wayan mendapatkan tempat. Produksinya terus meningkat. Sejumlah pelatihan untuk pengembangan usaha pun diikutinya. Salah satunya yang diadakan Dinas Koperasi dan UKM Tabanan. Setelah itu, Bli Ande mendapatkan rekomendasi dan undangan pelatihan dari Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna pada Oktober 2018. Pelatihan yang diikutinya diselenggarakan oleh PPK Sampoerna bekerja sama dengan Yayasan Bedo, Tabanan. Dari pelatihan ini, ia mendapatkan pengetahuan tentang penataan kawasan produksi agar lebih bersih dan rapi. “Setelah pelatihan, saya terapkan di tempat produksi. Dan hasilnya, pekerja lebih nyaman dalam bekerja, pengaruhnya juga pada produksi. Sebelum ikut PPK, barang masih berantakan, setelah ikut pelatihan dikasi tahu penataan barang, jadi ruang tempat bekerja l e b i h luas dan

bekerja lebih nyaman,” kisah Bli Ande. Berikutnya, ia pernah mengikuti pelatihan kemasan. Pelatihan ini ses-

u a i dengan perencanaan Wayan karena ia ingin menembus pasar modern dan pasar online. Salah satu yang harus dipersiapkannya adalah mengemas produk dengan menarik. “Tidak bisa kemasan tradisional seperti yang saya lakukan, hanya dibungkus plastik biasa. Setelah ikut pelatihan, saya ganti kemasan dan bisa meningkatkan harga jual, besar sekali. Produknya jadi eksklusif,” kata dia. Punya 15 Pekerja Dua tahun berjalan, setiap harinya, Wayan memproduksi sekitar 1 ton kerupuk kulit ikan patin. Ia kini telah memiliki 15 pekerja yang merupakan warga di sekitar tempat tinggalnya. “Mereka ada kuli bangu-

nan, ibu rumah tangga, dan ada yang sebelumnya pengangguran di desa saya, Desa Abiantuwung, Tabanan,” kata dia. Ia berkomitmen untuk mensejahterakan para pekerja sehingga mendapatkan penghidupan yang layak. Dalam sehari, para pekerja itu mendapatkan upah minimal Rp 100.000 per hari. Wayan juga memberikan tunjangan hari raya dan bonus akhir tahun. “Kesejahteraan mereka, saya rasa cukup. Saya gaji mereka secara borongan, minimal dapat 100.000 per hari, ada THR, dan bonus akhir tahun,” ujar Wayan. Selain itu, Wayan juga mengikutkan para pekerjanya dalam sejumlah pelatihan, seperti pelatihan yang diadakan oleh dinas perikanan setempat. Produksi 1 Ton per Hari, Omzet Rp 200 Juta Setelah mendapatkan pelatihan pengemasan dari PPK Sampoerna, Wayan melakukan perubahan pengemasan. Pengemasan yang lebih eksklusif membuat harga jual semakin tinggi. Jika per bungkus biasanya dijual mulai Rp 1.000 (berat 10 gr); Rp 2.000 (berat 18 gram), dan Rp 25.000 (berat 250 gram), kini Fish Skin dijual dengan harga Rp 50.000 untuk berat 80 gram, termasuk sambal di dalamnya. Wayan juga menjaga kekhasan dan kualitas produksinya. Menurut dia, Fish Skin memberikan cita rasa berbeda dari produk lainnya yang sejenis. Lebih gurih dan lebih renyah. Omzetnya Kini Mencapai Lebih dari Rp 200 Juta per Bulan “Tetapi pemasaran masih pasar tradisional dan agenagen. Saya baru mau masuk pasar online,” ujar Wayan. Ke depannya, Wayan ber-

harap, usaha kerupuk kulit ikan patin ini akan semakin berkembang dan bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia serta merambah pasar luar negeri. “Saya juga berharap, banyak perusahaan seperti Sampoerna, membina UKMUKM yang belum tersentuh karena saya sendiri merasakan manfaatnya,” kata dia. (ad1102)


4

Minggu Kliwon, 9 Juni 2019

FILM - Workshop yang oleh Minikino dan Kelompok Pencinta Alam Kayoman Pedawa berhasil menyelesaikan dua film pendek. Masing-masing film dengan judul “Ara Ngidang Naanang” (Tak Bisa Tahan) dan “Salah Tampi” (Salah Paham). Kedua film pendek tersebut menggunakan bahasa asli Pedawa.

Minikino Ajak Desa Pedawa Lebih Eksperimental dan Kreatif

Kesan Desa Pedawa di wilayah Bali sisi utara, yang pernah identik dengan tindak kekerasan kini kian memudar, tergantikan keramah-tamahan namun tetap dibarengi kreativitas yang semakin berani dan eksperimental. Ini dibuktikan dari hasil workshop pembuatan film yang dilakukan oleh para remaja Desa Pedawa. Workshop yang dilaksanakan dua hari berturut-turut dari tanggal 1-2 Juni 2019, dalam waktu total 30 jam semuanya berlangsung lancar dan menarik. Seluruh peserta antusias mengikuti kegiatan ini, selain menjadi pemain di dalam film, mudamudi Desa Pedawa juga mengalami mulai dari menuliskan ide cerita, mengembangkan cerita itu sampai ke proses persiapan dan produksinya, bahkan hingga postproduksi. Workshop pembuatan film ini dilaksanakan secara swadaya oleh Minikino dengan menggandeng Kelompok Pencinta Alam Kayoman Pedawa, kelompok setempat yang aktif mendorong kegiatan-kegiatan kreatif di desa mereka. Kegiatan ini bertempat di rumah adat Bandung Rangki, Desa Pedawa, Buleleng, Bali. Lebih lanjut, workshop ini juga bukanlah sembarang workshop film. Minikino mengajak remaja Pedawa berkenalan dengan produksi film pendek dengan menggunakan teknik one-shot. One-shot adalah sebuah teknik produksi film dengan cara sekali rekam sampai akhir film. Walaupun terkesan sederhana, namun menggunakan teknik ini para peserta benarbenar ditantang untuk merencanakan dan mempersiapkan dirinya dengan ide cerita, rencana blocking, serta hal-hal teknis lainnya dengan selengkap-lengkapnya. Karena, kalau terjadi kesalahan ketika proses rekam berjalan, maka adegan terpaksa diulang kembali secara keseluruhan. Proses pengeditannya pun akan mengedepankan

teknik ini tanpa ada pemotongan, sehingga penonton dapat menyaksikan dan mengagumi kesinambungannya. One-shot adalah sebuah teknik yang sulit dan menantang tenaga dan kreatifitas semua yang terlibat. Mulai pengembangan cerita, kamera, perekam audio, serta kelihaian semua tim untuk mengatur adegan-adegannya. Semua peserta harus benar-benar memahami posisi mereka dan selalu bersiap untuk spontan mengatasi kendala yang tidak terkira sebelumnya. Pilih Fransiska Prihadi selaku direktur program Minikino menyampaikan “Tema one-shot ini memang secara sadar kami pilih, karena ingin menempa peserta untuk lebih serius, terutama diproses perencanaan dan persiapannya. Kalau ada yang cuma setengah-setengah, pasti merasakan akibatnya pada saat produksi,” tambah Fransiska. “Tentu saja pelatihan 30 jam ini hanya waktu yang pendek. Kami tidak mentargetkan sebuah hasil yang profesional, namun pengalaman ini dipastikan menjadi bekal berharga untuk semua peserta, kalau suatu hari mereka berinisiatif membuat produksi film lagi.” Workshop hari pertama diawali dengan pembekalan materi oleh Edo Wulia selaku direktur Minikino, menjelaskan tentang sejarah film pendek dan dasar elemen-elemen di dalam film. Peserta juga diberikan informasi perkembangan film pendek di

dunia saat ini, agar peserta menyadari apa yang mereka bisa lakukan dengan karya film pendek, dengan pemahaman yang lebih mendalam. Edo juga menyampaikan elemen-elemen dasar film, menekankan bagaimana elemen audio sangat berpengaruh di dalam film. Dalam sesi ini diperagakan bagaimana nuansa musik mampu mengubah persepsi penonton terhadap visual yang tampil di layar, bahkan sampai mempengaruhi jalan cerita di kepala penonton. Teknik Setelah itu, workshop dilanjutkan dengan pemberian materi dari Made Birus selaku direktur eksekutif Minikino. Made Birus menyampaikan teknik produksi one-shot serta memutarkan beberapa film hasil workshop Minikino terdahulu, yang juga menggunakan teknik one-shot. Hal ini memberikan referensi kepada para peserta tentang bagaimana teknik one-shot di dalam film, dan hasil yang ingin didapatkan. Para peserta juga diajak melakukan simulasi produksi untuk memahami tugas masingmasing dan blocking adegan. Sebelum istirahat, diskusi pengembangan penulisan cerita juga disambut dengan antusias. Setiap peserta saling menanggapi untuk memasukkan idenya ke dalam rencana cerita film. Gede Patra Santika, salah satu peserta one-shot filmmaking workshop menyatakan semangatnya. “Saya senang sekali bisa ikut karena selain menambah wawasan saya juga mendapat banyak hal baru, apalagi ini workshop film yang pertama kali pernah saya ikuti.” Workshop hari pertama ditutup dengan menonton layar tancap bersama. Setelah

matahari terbenam, layar tancap ini digelar untuk umum. Lebih dari dua ratus warga desa Pedawa dan desa-desa tetangganya berduyun-duyun hadir, menikmati filmfilm pendek pilihan. Film-film pendek yang diputar sangat beragam, mulai dari komedi hingga horor dan juga dokumenter. Ratusan penonton sesekali menjerit serentak karena terkejut dan sesekali tertawa bersama karena adegan yang lucu. Ada pun film-film yang diputar antara lain seluruh program Indonesia Raja 2015, serta seluruh hasil workshop one-shot Minikino yang sudah pernah dilakukan tahun 2016 lalu serta 2 film karya dari desa Pedawa sendiri yang berjudul Tangtu Kepunaan dan Seletin Luun Paguan, yang disutradarai Made Suisen. Yang unik dari 2 film karya Desa Pedawa ini adalah, mereka memakai bahasa asli Pedawa yang memiliki perbedaan dari bahasa Bali lainnya. Sebuah karya dari wilayah Bali utara juga ikut ditampilkan, berjudul Atma Tulah yang disutradarai Pasek Taksu North Bali. Kreativitas Menurut Sudarmaja selaku perbekel Desa Pedawa, kegiatan workshop ini sangat bagus, selain mendorong kreativitas warga desa khususnya anak muda, kegiatan seperti ini juga secara tidak langsung mengikis anggapan masyarakat tentang Desa Pedawa dulu. Wayan Sukarta selaku pemilik rumah adat tempat dilaksanakannya workshop, menambahkan, “Jika terus kegiatankegiatan seperti ini dilakukan, anak muda Pedawa akan memiliki lebih banyak lagi pilihan kreativitas untuk berkegiatan. Di desa ini kan ada kelompok olahraga dan beberapa kegiatan pemuda,” katanya dengan

penuh semangat. Pada akhirnya workshop ini berhasil menyelesaikan dua film pendek. Masingmasing film dengan judul “Ara Ngidang Naanang” (Tak Bisa Tahan) dan “Salah Tampi” (Salah Paham). Kedua film pendek hasil peserta workshop tersebut menggunakan bahasa asli Pedawa. Dijelaskan oleh salah satu pengurus Kelompok Pencinta Alam Kayoman Pedawa, I Made Suisen yang juga akrab dipanggil I Bonk, kedua film ini sengaja menggunakan bahasa asli Pedawa, selain untuk tujuan memperkenalkan bahasa ini untuk penonton lebih luas. “Tujuannya juga ingin memotivasi generasi muda Pedawa untuk menghargai kembali bahasa Pedawa agar nanti tak hilang ditelan zaman,” tambahnya. Film Minikino dan Kelompok Pencinta Alam Kayoman Pedawa menutup dua hari workshop dengan menonton bersama hasil film karya para peserta workshop. Walaupun masih sekadar hasil shooting yang belum dipoles apa-apa, peserta yang kelelahan pun kembali semangat dan antusias menonton dirinya di layar komputer. Komentarkomentar spontan terjadi di sela-sela pemutaran film, sesekali tertawa girang karena melihat ekspresi wajah mereka sendiri di layar. Selain itu keluarga dari para peserta workshop yang hadir pun tampak berbahagia dan terharu melihat wajah anak cucu mereka di layar. Peserta senang, panitia senang, penonton pun senang. Sebuah pengalaman yang hanya bisa diwujudkan melalui niat dan kerja nyata untuk menciptakan kebersamaan, dan semua ini dimungkinkan melalui semesta aktivitas film pendek. (osi)

Kenali Anemia Defiseinsi Besi dalam Kehamilan Dini Kehamilan adalah suatu keadaan dimana ibu membutuhkan zat besi lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janinnya. Kekurangan zat besi ini dapat berdampak buruk pada ibu dan janin, salah satu dampak yang cukup berbahaya yaitu anemia defisiensi besi.

ANEMIA - Gejala klinis anemia ringan dengan nilai Hb > 10g/ dl biasanya asimptomatik(tidak bergejala) ataupun dapat bergejala bila melakukan aktivitas berat. Jika anemia defisiensi besi ini menetap, dapat menyebabkan keluhan berupa nyeri kepala, pingsan, sempoyongan, lemah, letih, lesu, mudah lelah dan penurunan daya tangkap.

Kisara

Anemia defisiensi besi dalam kehamilan ini dapat disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan besi yang tidak diimbangi dengan intake makanan yang mengandung zat besi (semua makanan yang berasal dari tumbuhan) atau karena terdapat perdarahan. Beberapa makanan yang dapat memperkuat penyerapan zat besi pada tubuh yaitu daging, ikan, dan vitamin C sedangkan makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi yaitu gandum dan sereal lainnya, nasi, teh dan kopi. Diagnosis Anemia defisiensi besi dalam kehamilan tidak bergejala bila masih pada tahap awal dan diagno-

iksaan selanjutnya adalah pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan hematologi rutin seperti Hb,Ht, Eritrosit yang hasilnya akan menurun, selain itu juga dilakukan pemeriksaan nilai absolut eritrosit seperti MCV, MCH, MCHC dan hasilnya juga akan menurun, bila hasil pemeriksaan kurang jelas dan diagnosis belum dapat ditegakkan, dapat dilakukan pemeriksaan morfologi darah tepi, morfologi sumsum tulang, dan biokimiawi (Fe serum, TIBC, feritin, transferin). Gambaran hasil pemeriksaan morfologi darah tepi yang ditemukan pada anemia defisiensi besi dalam kehamilan adalah hipokrom mikrositer dan terdapat target cell, pencil

”Move On” Memang Tidak Mudah

“Halo Kak, salam kenal. Aku Sinta, 20th. Aku mau curhat Kak. Aku udah pacaran sama mantanku selama hampir 4 tahun dan akhirnya putus akhir Maret lalu. Jujur saja Kak, alasan kami putus pun gak jelas. Entah karena bosan atau memang gak cocok sama dia. Saat ini memang aku belum bisa move on dari dia, Kak. Bahkan setelah hampir 2 bulan aku masih belum bisa buka hati dan masih sering kangen sama dia. Nah Kak, bisa gak sih kasih tips move on buat aku Kak? Makasih Kak.” Halo Sinta. Salam kenal dan terima kasih sudah mau berbagi bersama Kisara. Empat tahun memang bukan waktu yang singkat dan tentunya tak semudah itu melupakan kenangan selama 4 tahun bersama dia. Mungkin bukan cuma Sinta, tetapi ada beberapa sahabat Kisara lain yang mungkin juga pernah merasakan hal yang serupa. Lalu gimana sih caranya

sis ini seringkali ditemukan ketika ibu sedang melakukan pemeriksaan laboratorium saat antenatal. Gejala klinis anemia ringan dengan nilai Hb > 10g/dl biasanya asimptomatik (tidak bergejala) ataupun dapat bergejala bila melakukan aktivitas berat. Jika anemia defisiensi besi ini menetap, dapat menyebabkan keluhan berupa nyeri kepala, pingsan, sempoyongan, lemah, letih, lesu, mudah lelah dan penurunan daya tangkap. Pemeriksaan fisik yang dapat ditemukan yaitu peningkatan denyut nadi atau tekanan darah rendah, pucat, terdengar suara abnormal pada jantung dan dapat terjadi peradangan pada kedua sudut bibir. Pemer-

cell, dll. Gambaran dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Penanganan Terapi anemia defisiensi besi pada kehamilan bertujuan untuk mengoreksi kurangnya zat besi pada tubuh ibu dan mendapatkan hasil akhir peningkatan produksi sel darah merah. Preparat besi oral yang menjadi pilihan utama adalah ferrous sulfate. Penggunaannya sebanyak 200mg/hari (2-3 mg/kg), untuk mencapai nilai Hb yang diharapkan butuh waktu rata-rata 1-2bulan, tetapi untuk mengembalikan simpanan besi butuh waktu berbulan-bulan. Efek samping yang dapat timbul dari pemberian besi oral adalah mual, tidak enak perut, sulit buang air besar dan diare. Efek samping tersebut menyebabkan banyak ibu tidak p a t u h d a l a m m e m i n um tablet besi, hal tersebut

agar cepat move on dari mantan? Putus cinta merupakan suatu kondisi yang sangat menyakitkan. Tak hanya sakit, putus cinta terkadang juga bisa membuat kita merasa putus asa, tak ada lagi gairah untuk bahagia dan tak ada lagi cara untuk berpikir kritis memakai logika. Tapi, rasa sakit ini tak akan terasa jika kita bisa menerimanya dengan la-

pang dada. Rasa sakit ini tak akan lagi menyiksa jika kita mampu berpikir lebih positif dan menyerahkan segalanya pada Sang Pencipta alam semesta. Oleh karena itu, saat patah hati penting sekali untuk kamu bersosialisasi dengan teman-teman kamu dan melakukan kegiatan-kegiatan positif agar pikiran kamu juga positif! Move on dan mengikhlaskan segala yang telah terjadi bukan suatu perkara yang mudah. Ini juga sering kali membuat kita merasa sangat lelah. Tapi, pastikan untuk tidak pernah putus asa dan menyerah dalam melakukannya. Tak perlu terburu-buru dan tergesa-gesa melupakan segala hal tentang mantan dan kenangan

bersamanya. Sadar atau tidak, semakin kamu berusaha melupakannya, itu justru akan membuat kenangan tersebut semakin kuat dan melekat di ingatanmu. Berusaha mengikhlaskan dan membuatnya santai serta melepasnya pergi, ini akan mengobati luka dalam dirimu sendiri. Kamu perlu menjadi pribadi yang lebih bahagia. Kamu perlu melangkahkan kakimu sendiri dan temukan seseorang yang benar-benar tulus mau mendampingimu untuk berjalan bersama di masa depan yang lebih baik. Terkadang harapan memang tak akan selalu sesuai dengan kenyataan. Tak perlu kecewa, tak hanya kamu yang pernah

merupakan salah satu fak tor yang dapat mengakibatkan respons tidak adekuat selain daya penyerapan zat besi yang buru dan tidak mampunya mentoleransi zat besi dalam bentuk tablet dan pemberian preparat besi parenteral dapat direkomendasikan. Jika Anda merasakan gejala atau tanda seperti yang disebutkan di atas, sekiranya lebih baik untuk memeriksakan diri ke dokter agar dapat diberikan penanganan sejak dini, karena anemia defisiensi besi dalam kehamilan yang terjadi pada trimester awal akan lebih rentan untuk terjadi komplikasi pada ibu maupun janin seperti persalinan prematur, pertumbuhan janin terhambat, dan lain-lain. Maka dari itu, penting sekali ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan laboratorium pada saat antenatal. ldr. Desak Sembah Laksmi Dewi

memiliki harapan lalu harapan tersebut tak sesuai dengan kenyataan. Ada banyak orang di luar sana yang bahkan pernah merasakan sakit hati lebih kejam dari apa yang pernah kamu rasakan. Tak perlu menangis dan berlarut-larut dalam kesedihan, buktikanlah pada mantan kamu bahwa kamu adalah sosok yang luar biasa. Pastikan kamu menjadi produktif setelah patah hati, agar mantanmu kamu menyesal karena ternyata sulit mencari pasangan seperti kamu. Move on memang susah-susah gampang. Susah kalau hanya dipikirin aja, gampang kalau sudah diusahakan. Iya, kan?


5

Minggu Kliwon, 9 Juni 2019

Capricorn Cukup sulit bagi manusia untuk bisa mengetahui kesalahan yang telah dibuatnya sendiri, maka dari itu perlu bantuan orang lain untuk selalu bisa mengkontrol tingkah laku diri sendiri. Jika dikritik sebaiknya bisa disikapi dengan hati yang lapang sekalipun kritikan itu tidak terkesan membangun. Ambillah hikmah dari semua itu bukankah tidak ada asap kalau tidak ada api. Asmara: Di minggu ini coba Anda atur jarak dengan siapa saja, tak perlu terlalu dekat karena hanya akan menimbulkan permasalahan baru saja. Aquarius Situasi sepintas tampak tenang, akan tetapi ancaman sewaktu-waktu akan datang mengusiknya. Maka dari itu jangan enak-enakan, segeralah persiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin agar di kala ada rintangan tidak sampai terlalu memusingkan. Asmara: Sikapnya akhir-akhir ini menjengkelkan, ada baiknya tak terlalu ditanggapi dengan emosi, bersabar sajalah dulu. Pisces Tak perlu ragu walau Anda baru saja melewati jalan berliku yang selama ini cukup merepotkan kini mulai normal kembali dan jalan lurus mulai terhampar dikelilingi suasana teduh dan tenang. Asmara: Semua masih berpangkal pada perbedaan pendapat, selama tidak ada yang mau berkorban maka tetap saja suasana akan seperti ini. Aries Tak perlu terburu-buru apalagi terlalu menuruti nafsu untuk segera mendapat untung besar. Jauhilah konfrontasi dengan siapa saja di minggu ini, sekalipun berada di pihak yang benar, tetap saja akan dapat masalah yang lebih memusingkan. Asmara: Masih sulit untuk menemukan ketenangan dalam hubungan asmara ini karena selisih pendapat masih menghiasi percintaan Anda berdua. Taurus Kejenuhan mulai melanda zodiak Taurus sehingga hari-hari yang akan dilalui terasa menyebalkan dan menjenuhkan. Di minggu ini sebenarnya peluang tetap terbuka lebar, sehingga sangatlah disayangkan jika Anda menuruti hawa malas ini. Asmara: Topik pembicaraan sangat menentukan tenang tidaknya suasana percintaan Anda di minggu ini. Gemini Tak perlu ragu karena posisi perbintangan Anda di minggu ini berada pada posisi yang bagus dan mujur. Apa yang Anda lakukan ada harapan untuk berhasil, hanya saja faktor keyakinan masih sangat dominan untuk mempengaruhi sukses tidaknya suatu rencana. Asmara: Hiasilah kisah-cinta Anda dengan canda tawa dan suasana yang damai dan romantis. Cancer Nada sumbang yagn terdengar di sekitar Anda, sebaiknya bisa disikapi dengan hati sabar dan tenang, tak perlu terpancing emosinya. Biarkan semua itu berjalan apa adanya, yang terpenting konsentrasi terhadap urusan yang sedang dihadapi tidak sampai terpecah. Asmara: Kepercayaan padanya akan lebih efektif mempertahankan cintanya daripada terus mengekang dan mengawasinya. Leo Berusahalah bersikap tenang dan selalu berpikiran jernih, agar sesulit apapun masalah akan dapat ditemukan jalan keluarnya. Bila ada bantuan datang, jangan keburu menolaknya, terima saja dengan tangan terbuka. Asmara: Mengakui kesalahan yang telah Anda lakukan tidak akan merugikan harga diri, justru akan menambah rasa kagum dan cintanya. Virgo Hambatan masih cukup besar menghadang Anda, sehingga mau tidak mau jika ada rencana besar sebaiknya dipikir seribu kali bila perlu ditunda dulu tunggu sampai momen yang tepat untuk bisa melaksanakannya. Asmara: Tak ada gunanya Anda menyimpan kebohongan padanya, karena dengan keterbukaan maka perasaan hati akan terbebas dari perasaan takut. Libra Usahakan untuk bisa mencerna segala yang menimpa diri Anda baik suka ataupun duka sebaiknya bisa disikapi dengan penuh kesabaran dan tak perlu menuruti hawa nafsu yang terkadang bisa membikin orang menjadi lepas kendali dan sulit untuk bisa berpikir yang benar. Asmara: Penuh kemesraan dan kedamaian jangan sampai bayang-bayang pertengkaran selalu menghiasi hubungan asmara Anda denganya. Scorpio Walau di suasana yang lagi santai ini sebaiknya tetap selalu melakukan kontrol kepada siapa saja sekalipun kepada bawahan Anda karena itu akan memperkuat karier Anda dari rongrongan orang yang tak bertanggung jawab. Di minggu ini coba Anda lebih teliti dan tidak begitu saja percaya dengan omongan orang sebelum mengetahui dengan mata kepala sendiri. Asmara: Jangan biarkan kesalahan di masa lalu terulang kembali di masa sekarang ini, karena itu akan lebih sulit untuk diselesaikan. Sagitarius Waspadalah bahwa dalam hati sulit diduga, untuk itu jangan mudah percaya kepada siapapun khususnya kepada orang yang baru Anda kenal. Terutama dalam mencari teman bicara sebaiknya Anda tetap menjaga batasan yang harus diungkapkan dan jangan semua Anda curahkan kepadanya karena hanya akan menimbulkan masalah di kemudian minggu saja. Asmara: Dengan mengekang dirinya itu akan mengikis rasa cinta dirinya pada Anda.

Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 9 - 15 Juni 2019

Derma Bukanlah ”Pemberian” datavyam iti yad danam diyate’nupakarine dese kale ca patre ca tad danam sattvikam smrtam (Srimad Bhagavad-gita 17.20)

“Kedermawanan (Danapunia) yang dilakukan dengan kesadaran sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan, yang dilakukan pada tempat (desa), waktu (kala) yang tepat serta orang (patra) yang memang patut diberikan, yang diberikan tanpa pamrih sama sekali, (ketahuilah bahwa) kedermawanan seperti itu dimengerti sebagai kedermawanan dalam sifat kebaikan (sattvika-dana).” Derma bukanlah “pemberian”. Derma bukan pula “donasi”. Derma adalah praktik Dharma, karena itu Dema adalah Danapunia. Derma adalah jalan Dharma karena itu ia adalah sebuah yadnya persembahan suci. Derma yang Dana-punia adalah sebuah pertapaan. Ia juga merupakan salah satu pelaksanaan jalan Yoga (Karma Yoga). Sebagai insan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, dan juga sebagai orang beragama dalam tuntunan ajaran-ajaran Veda, maka orang mempunyai kewajiban-kewajiban yang merupakan keharusan untuk dilakukan. Sebagaimana setiap orang mempunyai kewajiban terhadap anak, istri atau keluarga, kepada masyarakat, binatang, tumbuhan dan lain-lain, seperti itu pula orang mempunyai kewajiban untuk melakukan Dana-punia kepada yang lain. Mengingat Dana-punia adalah praktik Dharma maka ia tidak mudah dilakukan oleh sembarang orang, khususnya oleh mereka yang sangat terikat dengan harta benda. Dana-punia juga harus dilakukan dalam batasan tata cara dharmika, sesuai kutipan sloka Bhagavad-gita di atas, yaitu pemberian Dana-punia henda-

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

knya sesuai dengan desa, kala, dan patra. Dimana Dana-punia, kapan dilakukan, dan kepada siapa Dana-punia dilakukan/diberikan sangatlah menentukan nilai serta kesejatian Dana-punia. Misalnya, pemberian Dana-punia kepada seorang penjudi, seorang pemalas akan sangat berbeda dengan Dana-punia yang diberikan kepada seseorang yang benarbenar tidak punya atau sedang dalam keadaan kelaparan. Sangat berbeda signifikan Dana-punia yang diberikan kepada orangorang yang ditempatkan oleh para “agen” pengemis di daerah “ramai dermawan” atau di perempatan jalan di traffic light dengan Danapunia yang diberikan kepada para brahmana, orang-orang suci, Dana-punia diberikan untuk mencetak kitab-kitab suci Veda, Dana-punia dihaturkan di Pura, dan lain-lain. Kesejatian Dana-punia sangat ditentukan oleh batasan desa, kala dan patra serta dilakukan tanpa pamrih. Itulah persyaratan utama pelaksanaan Dana-punia sejati yang dinamakan Satvika Dana (Dana-punia dalam sifat kebaikan). Sekali lagi, selain desa, kala dan patra, persyaratan lain yang juga sangat diperlukan adalah ketulusan dan kebersihan hati (danam diyate’nupakarine) pada waktu memberikan Dana-punia. Orang-orang suci bijaksana, para Resi, Muni dan kitab-kitab suci Veda senantiasa memberikan bimbingan serta arahan kepada umat manusia untuk bertindak sedapat mungkin mendekati kesempurnaan tindakan sebagai insan Tuhan. Kejelian cara tangkap pesan-pesan serta arahan suci tersebut yang perlu ditingkatkan oleh manusia. Kalau tidak, pesan dan arahan tersebut hanya akan menjadi penghias bibir untuk

enak dituturkan. Tuhan “menitipkan” ribuan bahkan jutaan sifat-sifat indah kepada insan-Nya. Diperlukan kejelian untuk menerima dan menumbuhkembangkan sifat-sifat indah tersebut, yang orang bisa dapatkan dengan berdoa terus kepada Tuhan agar dirinya jangan dijauhkan dari jalan-Nya. Kata “titipan” yang dimaksud mengingatkan kita semua bahwa jikalau sifat-sifat mulia tersebut tidak dipelihara dan ditumbuhkembangkan oleh manusia, maka Tuhan akan mengambil kembali sifat-sifat mulia tersebut. Akhirnya orang akan menyesali keterlambatannya mengerti keutamaan sifat mulia tersebut. Setelah sifat-sifat mulia pergi meninggalkan dirinya, maka sifatsifat kebinatangan yang akan berkembang biak. Dalam keadaan seperti itu, orang akan menjadi apa yang orang-orang suci khawatirkan, yaitu “manusya-rupena mrgas caranti”, bahwa ia akan menjadi binatang berjalan-jalan dalam badan manusia. Salah satu sifat termulia dari sifat-sifat termulia manusia adalah sifat kedermawanan. Jika kata derma berasal dari kata dharma, maka ia menunjang arti dan makna serta keutamaan jiwa kedermawanan. Dharma berarti kewajiban suci sebagai umat manusia. Kewajiban suci terhadap kesempurnaan hidup material dan spiritual pribadinya, kewajiban suci terhadap Tuhan dan kewajiban suci terhadap lingkungan secara luas dan universal. Seperti halnya gunawan berarti orang yang memiliki jiwa baik (guna), demikian pula dermawan (dharmawan) berarti orang yang memiliki kewajiban suci memberi dan menyumbang demi kebaikan yang lain. Atharva Veda mengagungkan sifat kedermawanan “Om satahasta samahara sahasra-hasta samkira...”, -- kumpulkanlah harta kekayaan dengan ratusan tangan tetapi dermakanlah ia dengan ribuan tanganmu. Kata derma di dalam bahasa Sanskerta dan kitab suci Veda adalah Dana (a pada da adalah dirgha atau huruf panjang). Ber-

beda dengan Dhana yang berarti harta benda. Veda tidak mengajarkan berderma hanya dalam bentuk uang. Derma dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Derma dalam bentuk uang/harta benda dinamakan Artha-dana. Derma dalam bentuk ilmu pengetahuan dinamakan jnana-dana atau Vidya-dana. Derma dalam bentuk bekal moral spiritual dinamakan Dharma-dana. Derma dalam bentuk memberikan makanan kepada orang dinamakan Anna-dana. Derma dalam bentuk memberikan (mengawinkan) anak perempuan kepada lelaki yang pantas, bertanggungjawab dan suci dinamakan Kanya-dana, dan banyak jenis dana lagi. Puncak dari segala dana adalah Jivana-dana atau mendermakan keseluruhan hidup kepada Tuhan. Jivana-dana tidak berarti bunuh diri demi Tuhan melainkan mempersembahkan seluruh hidup dan kegiatannya hanya demi Tuhan YME (ity atmanam samarpaye). Berderma di dalam tradisi Veda adalah kewajiban. Derma adalah kegiatan mulia yang dilakukan dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih. Derma dilakukan hanya sebagai derma dan bukan demi pahala. Derma juga hendaknya dilakukan dengan kecerdasan yang baik. Derma yang diberikan kepada yang tidak tepat bahkan akan menjatuhkan hidup manusia. Derma yang sadar tanpa sadar mendukung orang bertambah malas, bodoh, jahat dan lain-lain bukanlah derma. Sesungguhnya, Derma yang dilakukan untuk mendapatkan dukungan suara dalam Pemilu pun bukanlah derma. Ia hanyalah sebuah jual-beli biasa, sebagaimana kita menyerahkan uang kepada orang sebagai pembayaran atas cabai atau benda lain yang kita ambil dari orang itu. Derma yang tepat diyakini akan memberikan kehidupan baik, mulia dan penuh rezeki kepada yang bersangkutan. Sebaliknya, derma yang tidak tepat bahkan akan menyebabkan orang merosot kepada kemiskinan. Lontar Wrehaspati Tattwa memberikan penegasan akan kepentingan derma sebagai bagian

terpenting dari Dharma/agama berdampingan dengan sifat-sifat mulia lainnya seperti menjaga tradisi suci yang mensejahterakan lahir batin umat manusia (sila), melaksanakan korban suci/Homa/Agnihotra (yajna), melakukan pertapaan (tapa), mempraktikkan yoga sampai pada pencapaian samadhi dan lain-lain (sila-yajnam tapo danam..... dharmasyeke vinirnayah). Manava Dharma Shastra bahkan menempatkan sifat derma sebagai kegiatan terpenting dilakukan pada zaman Kali-yuga (zaman Edan), yaitu jenjang waktu 432000 tahun, yang baru terlewatkan sekitar lima ribu tahunan (tapah param krta-yuge, tretayam jnanam ucyate, dwapare yajna evahur, danam ekam kalau yuge). Kitab-kitab Catur Veda menekankan bahwa orang-orang yang tekun berderma adalah orang-orang beruntung, bijaksana, dan akan memperoleh Surga setelah meninggal. Orang-orang rajin berderma tidak akan pernah menderita hidupnya. Mereka akan selalu berada di dalam lindungan Tuhan YME. Berderma merupakan cara terbaik untuk memanfaatkan harta kekayaan di jalan yang benar dan Tuhan akan menganugrahkan rezeki lebih kepada orang yang suka berderma. Mereka yang suka berderma tidak pernah menyesal dan putus asa. Mereka memberikan derma dengan perasaan tulus ikhlas dan yang menerima derma pun menerimanya dengan penuh rasa hormat, keduanya akan memperoleh Surga setelah meninggal (yo’rcitam pratigrhnati, dadaty arcitam eva ca, tavubhau gacchatah svargam). Sarasamuccaya memberikan banyak penjelasan tentang kesadaran berderma. Mereka yang tidak mempergunakan kekayaannya untuk berderma sesungguhnya adalah orang yang sudah mati, hanya bedanya ia masih bernafas. Derma yang dilakukan, hasilnya akan dinikmati oleh orang bersangkutan. Derma tidak pernah gagal. Dalam tradisi leluhur, berderma adalah salah satu cara untuk menyucikan diri.

MIMBAR AGAMA

Duan Yang / Peh Cun Hari Sarat Makna Spiritual Js. Ang Cuan Yen Wei De Dong Tian (Hanya Kenbajikan Tuhan Berkenan) BARU saja kemarin dan kemarin lusa (5 dan 6 Juni 2019) saya dan mungkin Anda turut merayakan kegembiraan Idul Fitri, 1 Syawal 1440 Hijriyah, hari kemenangan umat muslim setelah berpuasa ramadhan dengan bersilaturahmi dan makan ketupat lebaran. Hari kemarin pula, 7 Juni 2019 kita Umat Khonghucu merayakan Peh Cun, di hari peribadahan Duan Yang tanggal 5 bulan lima 2570 Kongzi Li, dengan mendirikan telur dan makan bakcang. Dua perayaan Duan Yang dan Peh Cun adalah hari suci, yang sarat makna namun sering kita lupakan hakekatnya. Hari Raya Duan Yang ialah hari suci bersujud kehadirat Tian / Tuhan, YME yang telah dilakukan Ujmat Khonghucu atau Ru Jiao sejak jaman purbakala. Di sini kita lebih mengenalnya dengan

Bangunlah dunia ini kembali! Bangunlah dunia ini kokoh dan kuat serta sehat! Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan! Bangunlah dunia yang sesuai dengan impian dan cita-cita umat manusia! ( “Membangun kembali dunia baru “, Ir. Soekarno, 30 September 1960) "Itulah kepingan kecil dari pidato setebal 70 halaman yang disampaikan Bung Karno di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, 30 September 1960. Pidato yang berjudul ‘To Build the World A New‘, sebenarnya merupakan kegusaran Presiden I Republik Indonesia atas suasana tidak aman akibat Perang Dingin yang berkecamuk akibat pertentangan ideologi antara dua negara adidaya, Amerika Serikat versus Uni Soviet. Karena persetujuan semakin menajam dimana AS memiliki negara-negara sekutu dan Soviet mempunyai negara-negara satelit yang saling ancam melontarkan peluru kendali berkepala nuklir.

nama Go Gwee Chee Go (Wuyue Chuwu) atau Hari Raya tanggal 5 bulan 5 Kongzi Li. Duan artinya lurus, terkemuka, terang, yang menjadi pokok atau sumber dan Yang artinya sifat positif atau matahari; jadi Duan Yang ialah saat matahari memancarkan Cahaya paling keras. Hari Raya ini dinamai pula Duan Wu. Wu artinya saat antara Pkl. 11.00 - 13.00 siang; jadi perayaan ini tepatnya ialah pada saat tengah hari. Pada saat-saat demikian pada hari Duan Yang, matahari benar-benar melambangkan curahnya rahmat Tuhan. Cahaya matahari ialah sumber kehidupan, lambang rahmat dan kemurahan Tian atas manusia dan segenap makhluk dunia. Maka saat Duan Yang ialah saat untuk bersuci, bermandi, bersujud menyampaikan sembah dan syukur kepadaNya. Pada saat Duan Yang kita rasakan sebagai saat paling besar Tian melimpahkan rahmat karuniaNya; khususnya pada saat Wu, saat tengah hari. Oleh karena itu timbul kepercayaan pada saat Duan Wu segala makhluk dan benda mendapat curahan karunia kekuatan pal-

ing besar. Orang-orang percaya bahwa ramuan obat-obatan yang dipetik pada saat itu akan besar khasiatnya. Karena letak matahari tegak lurus, orang percaya telur ayam pun bila ditegakkan saat itu akan berdiri tegak lurus. Hari raya ini disebut pula dengan nama Pek Cun yang artinya merengkuh dayung atau beratus perahu. Dinamai demikian karena pada hari itu sering diadakan perlombaan dengan banyak perahu. Demikian tertulis dalam buku Tata Agama dan Tata Laksana Upacara Agama Khonghucu yang bersumber dari kitab suci agama Khonghucu. Tentang perlombaan dengan perahu di sungai-sungai atau perlombaan dayung perahu naga berkaitan dengan suatu peristiwa yang dilakukan oleh Qu Yuan (339 SM–277 SM), seorang menteri negara Chu di Zaman Negaranegara Berperang pada hari Duan Yang dan tercatat dalam buku sejarah Shi Ji. Dari peristiwa tersebut kita mengenal Bakcang. Seperti kebanyakan hari-hari besar keagamaan Khonghucu lain yang telah membudaya, sekarang orang-orang lebih mengenal Peh Cun sebagai festival budaya dan

hura-hura, ketimbang Duan Yang atau Duan Wu yang sarat akan makna spiritual. Kita acap gagal memahami kedalaman makna dan rasa syukur atas limpahan rahmat Tian yang demikian luar biasa atas kehidupan sebagai manusia. Hari Duan Wu sejatinya bukanlah semata-mata tentang limpahan rahmat Tuhan dan kemujaraban obat-obatan jasmani yang kita petik pada saat Wu. Duan Wu adalah hari saat kita mendapat rahmat dan obat atas kekeringan spiritual kita dalam kehidupan yang serba sibuk, instan, dan terburu-buru. Saat Duan Yang, kita bersujud tafakur dengan tiga batang hio dan memanjatkan doa-doa kita, merasakan cahaya kebajikan Tian yang ada di dalam batin kita, gemilang memenuhi keempat anggota tubuh sehingga kita selalu berupaya berkarya di dalam jalan suciNya bagi kemanusiaan, berkelindan dengan limpahan cahaya matahari (sumber kehidupan) yang memberi kesadaran pada kita bahwa hidup kita perlu selalu bersyukur, eling, dan takwa bukan hanya mengikuti ambisi, keinginan dan hawa nafsu yang ekstrim. Alam ada di titik pa-

Juni adalah Bulan Bung Karno brolan BALE BANJAR ARIDUS Masyarakat dunia jadi galau dan khawatir, sedangkan PBB seperti tidak berdaya menciptakan perdamaian, malah ketidakmampuan itu berlangsung hingga sekarang. Seruan dan imbauan damai itu, menurut BK, merupakan resolusi lima dari Negara-Negara Non Blok yang lahir pasca Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Kelima negara tersebut adalah India, Ghana, Arab, Yugoslavia dan Indonesia. Malah BK menyarankan markas PBB cocoknya dipindahkan dari New York ke kawasan Asia, Afrika atau

Jenewa agar tidak terkooptasi oleh konflik. Lebih penting dari itu, BK mengusulkan agar dunia menerima Pancasila sebagai ideologi, Paham itu merupakan Dasar Negara dan filosofi bangsa Indonesia! Dengan bahasa Inggris yang fasih BK menjelaskan hakikat dan esensi Pancasila, bahkan menambahkan weltanschauung bangsa Indonesia tersebut, lebih lengkap daripada Declaration of Independence dan Manifesto Komunis, “ papar Rubag. “Luar biasa! Dipandang dari usia, Negara Kesatuan Republik Indonesia baru berumur 15 tahun saat BK berpidato di SU PBB, sedangkan yang diimbau atau disarankan, wakil-wakil negara yang negerinya sudah merdeka ratusan tahun, bahkan ada yang tidak pernah terjajah secara fisik. Penderitaan selama ratusan tahun diwarnai perang perlawanan terhadap para kolonialis, menyebabkan BK tidak rendah diri mengusulkan Pancasila sebagai ideologi dunia. Semua nilai-nilai yang terserap ke dalam lima sila diakui BK digali di Pertiwi Nusantara, karenanya dia tidak mengaku se-

bagai penciptanya, namun hanya penggalinya. Mungkin saja BK tidak hanya pintar menyarankan rakyatnya untuk tidak menjadi bangsa tempe yang terkungkung mental minder wadig inferioriteit kompleks alias rendah diri, namun harus berani duduk sama redah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa lain. Dia sudah menunjukkan sikapnya saat melontarkan pledoi di Pengadilan Hindia Belanda tahun 1929, kendati saat itu dia menjadi pesakitan yang dicap pemberontak. Pledoi yang sebenarnya pidato politik itu melahirkan buku ‘Indonesia Menggugat‘ yang akhirnya viral diterjemahkan ke berbagai bahasa di Eropa dan Amerika. Buku tersebut menyebabkan muka Belanda tertampar keras di luar negeri, sehingga saat ditangkap tahun 1933, BK langsung dibuang ke Ende, tanpa diadili, karena khawatir akan terbit lagi Indonesia Menggugat jilid II,“ komentar Made Surjanegara. “Benar, BK menyarankan bangsanya tidak rendah diri, namun rendah hati yang kalau menyampaikan sesuatu harus berani berdasar fakta dan realitas,

nas yang ekstrim, kita sebagai manusia eling dan takwa. Inilah persembahyangan Yue sesuai amanat dalam Shi Jing, Tian Bao. Persembahyangan Besar pada Sang Khalik. Lebih lengkap makna bila di saat Duan Yang, kita juga bersembahyang memberi penghormatan dan meneladani kesetiaan Qu Yuan, seorang yang rela mengorbankan nyawa untuk memegang teguh kebenaran di hari yang suci ini. Tak elok bila kita melupakan Duan Yang dan digantikan dengan Peh Cun, apalagi melupakan ibadah sarat makna spiritual dengan sekedar lomba dan hurahura, lalu sekarang kebablasan menyebutnya sekedar hari raya makan bakcang yang bikin perut gendut. Atau memang kita sudah terlalu buta dan materialistis, lebih mementingkan kepuasan jasmani dan sesuatu yang nampak oleh mata jasmani dibanding kesejatian diri dan nampak oleh kebeningan batin? Lebih mementingkan makan bakcang dan mendirikan telur ketimbang ‘’memakan” makanan rohani dan menegakkan diri?

bukan kebohongan, fitnah dan hujatan. Itulah ciri-ciri khas budaya Indonesia! Pernah saat diundang ke Gedung Putih, Washington 16 Mei 1956, BK sempat marah pada protokol istana dan mengancam hendak keluar dan pergi dari Gedung Putih. Itu lantaran Presiden Eisenhower tidak muncul menemuinya pada jam 10.00 sesuai dijanjikan, namun molor hingga setengah jam lebih. Tergopoh-gopohlah Sang Protokol menyampaikan kemarahan BK, sehingga Eisenhower berulang-ulang minta maaf atas keterlambatannya. Ternyata undangan itu tidak mampu menjebak BK untuk bergabung ke Blok Barat, bahkan Eisenhower dicap BK, lebih tertarik membicarakan masalah film-film Hollywood daripada masalah kenegaraan dan hubungan internasional. Hari berikut dalam kunjungan itu, BK diberi kesempatan berpidato selama 45 menit di depan Kongres AS. Dia bicara masalah revolusi Indonesia yang dikatakannya terinspirasi oleh revolusi AS, yang sama-sama menentang kolonialis.


Bali

6

Redité Kliwon, 9 Juni 2019

Dresta Siat Tipat

Patemon Purusa lan Pradana

BPM/dok

SIAT – Nyabran sasih Kapat, ring wewidangan Désa Pakraman Kapal ketah kamargiang dresta sané kawastanin Siat Tipat. Dresta inucap wantah pangapti krama mangda jagat sawewengkon désa pakraman irika setata gemuh raharja utamanipun ring carik.

Bencingah

Nganutin Kahanan PINAKA tetamian saking para panglingsiré nguni, sekancan dresta sané kadruénang jagi becik kamargiang nganutin kahanannyané. Indik pamarginnyané pastika kaadungang sareng kasidan, napi ké ageng utawi alit. Minakadi dresta siat tipat sané wénten ring wewidangan Désa Pakraman Kapal, Badung. I Ketut Sudarsana maosang, dresta siat tipat durung naen nénten kamargiang ring galah sané sampun kajantenang, sakéwanten agengnyané kémanten sané kadungang sareng kahanan ring pakraman tatkala punika. Minakadi tatkala wénten upacara yadnya ageng tiosan sané jagi kamargiang ring pakraman sinah krama Désa Pakraman Kapal mataki-taki tur nabdabang parikrama karya inucap. Yéning sampun asapunika sinah siat tipat kamargiang antuk pidabdab sané alit, matimpugan wantah kamargiang olih krama papilihan kémanten utawi sané kawastanin antuk krama parekan pura utawi krama parekan désa. Sakéwanten yéning nénten masikian sareng upacara ageng tiosan, pamargian siat tiap majanten pacang ageng sakadi sapatutné. Yadiastun akéh pisan kramané tatkala punika, nanging nénten dados krama saking dura Désa Pakraman Kapal sané nyarengin. Tetujonnyané mangda nénten wénten kapanggihn parikrama utawi kahanan kaon sané nénten kaaptiang taler kalintang baya tatkala punika. “Nénten naenin pidabdab sané kaon kapanggihin ring pamargin drestané puniki. Napi malih indik ngawigunayang tipat madaging batu ri kala matimpugan sakadi sané naenin kapirengang, nénten naenin kapanggihin parikrama inucap. Duaning dresta punika wantah dresta sané katengetang pisan olih krama, sampun majanten nénten wénten sané kayun ngaturang tipat madaging batu ka pura tur kanggén ring pamargin dresta puniki,” Sudarsana nugesang. (was)

BALI madué makatah soroh dresta sané macihna ring soang-soang wewidangan sané setata kamargiang utawi kalaksanayang ring galah sané sampun kajantenang. Dresta punika tan bina sakadi makatah parikrama budaya, wénten sané marupa plalianan tradisional, wénten pinaka kasenian, taler yéning becik kauratiang, akéh dresta sané kamargiang pinaka dudonan upacara yadnya sané madaging antuk makatah tetuek. Akéh pisan drestra sané wangunipun sakadi punika, sinalih tunggilnyané dresta Siat Tipat sané kamargiang ring wewidangan Désa Pakraman Kapal, Badung. Dresta siat tipat wantah dresta sané kamargiang awarsa apisan olih krama Désa Pakraman Kapal nepet ring bulan Oktober utawi sasih Kapat sané pamarginnyané mapaiketan ring upacara Majelih Lambih sané kamargiang ring raina Tilem Kapat. Manut I Ketut Sudarsana, budayawan taler Bendésa Adat Kapal, dresta inucap kamargiang ring jaba Pura Désa sané madampingan sareng Pura Puseh. Tetuek Pura Désa inucap ngeninin indik pakraman, yéning Pura Puseh wantah matetuek indik kasubakan. Ngeinin

AKSARA BALI

Maluang Tipat lan Bantal Antuk Matimpugan SAKADI sané sampun kadartayang i wawu, dresta siat tipat utawi sané mawasta Aci Tabuh Rah Pangangon wantah dresta sané macihna pisan saking Désa Pakraman Kapal, Badung. Dresta sané sampun kamargiang saking nguni punika wantah mapaiketan pisan sareng tetuek Agama Hindu, indik Purusa kalawan Pradana sané patemonipun ngamedalang karahayuan jagat lan sadagingnyané prasida becik miwah kerta raharja. Punika mawinan dresta sané ngeninin indik ring carik punika kantos mangkin kantun ngamargiang ring galah sané sampun kajantenang olih kramané yadiastun kahanané mangkin nénten akéh krama sané matani sakadi dumun. Nyabran dresta inucap kamargiang, majanten kramané jagi maturan saha ngaturang sembah pangubhakti. Ring banten sané kaaturang olih krama istri taler madaging antuk tipat lan bantal sané jagi kaaturang tur kaanggén ngamargiang siat tipat inucap. Wusan punika kirang langkung ring galah 15.00 Wita krama sané jagi ngamargiang dresta inucap jagi mapupulan ring Jaba Pura Désa Pakraman Kapal antuk panganggé adat madya. I Ketut Sudarsana maosang, pamilet dresta inucap wantah krama lanang ring sawewengkon Désa Pakraman Kapal. Tatkala wénten sané kacuntakan sinah nénten dados nyarengin parikrama punika sajabaning wantah nonton saking sisin kalangan kémanten. Asapunika taler tatkala wénten banjar sané kramanyané kalayusekaran utawi nénten kari, sinah banjar punika kémanten sané nénten nyarengin ka pura tur ngamargiang siat tipat. Risampuné kajantenang sapasira krama sané jagi nimpug antuk tipat tur sapasira antuk bantal saha genahnyané soang-soang,

raris dresta punika kamargiang. Irika taler kautsahayang olih kramané mangda tipat matudag inucap prasida matemu sareng bantal tatkala katimpugang sané niyasa saking patemon Purusa lan Pradana. “Risampuné puput pamargi matimpugan inucap, raris laad-laad tipat miwah bantal sané makacakan ring genah inucap kaambil, kapupulang tur kaicén ring kramané sami jagi kabebehang ring cariknyané soang-soang antuk tetujon mangda kahanan cariknyané

Dura désa

cokor

1. ecoek(o,

kaki

2.

colong

2. ecoel*o,

curi

3.

congah 3. eco\;,

4.

conto

4.

ecoenÓo,

contoh

5.

coong

5.

ecoeh*o,

pucat

6.

cor

6. ec(o,

sumpah

7.

corah

7. ecor;,

jahat

8.

corcor

8.

siram

9.

craki

9. cÉki,

kotak kayu

10. cucud/,

bertanya terus

10. cucud

ec(oec(o,

landuh,” baos dané. Ngeninin indik akéh krama sané jagi nyarengin dresta inucap, dané maosang yéning dresta sané kadabdabang olih krama désa miwah krama subak punika nénten wénten wates indik akéh sané nyarengin tur sapasira kémanten krama Désa Pakraman Kapal dados sareng. Punika mawinan tatkala parikrama punika kamargiang ramia pisan kahanan kalangan tur kramané irika, ngawit saking alit-alit, para yowana nyantos sané sampun lingsir. Makasami sané nyarengin punika maadukan tur nénten mapasah-pasahan, duaning tios saking cihna nunas merta gemuh raharja, dresta inucap taler parikrama becik kanggén nyikiang krama sawewengkon Désa Pakraman Kapal sané akéhnyané 18 banjar. “Sios punika, dresta puniki taler nyinahang sapunapi pangéling raga soang-soang krama. Punika mawinan nénten wénten krama sané marasa kapaksa ngaturang tipat wiadin bantal tatkala nyarengin dresta punika. Asapunika taler nénten wénten sesalahan saking désa pakraman majeng ring krama sajabaning wantah pawarah-warah kémanten saking banjar soang-soang makatah raina sadurung dresta punika kamargiang. Sané ketah kapanggihin wantah kramané marasa sebet tur kimud tatkala nénten prasida nyarengin dresta inucap,” dané nguningayang. (was)

TIPAT BANTAL – Sakadi arannyané, dresta sané pamarginnyané wantah matetimpugan punika masarana antuk tipat sirikan tur jaja bantal sané nénten tios pinaka niyasa Purusa lan Pradana.

Jangér Banyuwangi

Panyikian Budaya Bali lan Jawi

BAhAsa INDONESIA

1.

Sudarsana malih maosang, ngawigunayang sarana marupa tipat miwah jaja bantal sujatiné madaging tetuek sajeroning Agama Hindu. Tipat sirikan utawi tipat nasi sané sampun matudag ring tengahtengah ipun wantah niyasa saking Pradana utawi istri. Jaja bantal wantah niyasa saking Purusa utawi lanang. Dadosné makekalih sarana i wawu wantah niyasa saking Purusa lan Pradana, lingga lan yoni utawi luh kalawan muani sané kaaptiang pisan mangda prasida matemu utawi masikian. Duaning patemon Purusa lan Pradana inucap becik pisan tur majanten jagi ngamedalang wiwit kauripan sané becik tur mawiguna ring kauripané puniki. “Ring genah dresta inucap kamargiang, jaba Pura Désa Kapal, krama sané makta saha matimpugang nganggén tipat jagi magenah ring sisi kelod duaning manut tetuek Bebadungan punika wantah genah pasisi utawi niyasa saking Pradana. Sakéwanten yéning krama sané makta bantal jagi magenah ring sisi kaja duaning punika kajantenang genah saking gunung sané taler niyasa saking Purusa,” dané nartayang. (was)

Pidabdab Siat Tipat

Kruna Basa Bali

indik sejarahipun, dresta punika kakawitin ring warsa 1339 tatkala pangrauh Ida Patih Kebo Iwa sareng para pangiring Ida antuk tetujon ngamecikang kahanan Pura Sada ring Kapal. Sesampuné Ida rauh, raris kapanggihin kahanan krama ring Désa Pakraman Kapal sané keni gering taler tetanduran ring carik nénten wénten mupu. Sangkaning punika raris Ida ngelarang miasa tur polih nunas pawuwus saking Ida Bhatara sané malinggih ring Pura Sada yéning kramané patut ngelarang Aci Tabuh Rah Pangangon sané jagi katur majeng ring Ida Bhatara Siwa antuk prabawan Ida pinaka Sanghyang Rare Angon masarana antuk tipat miwah jaja bantal. Risampuné punika prasida kamargiang raris sakakidik kauripan krama irika ngamecikang, sapunika taler kahanan ring carik sayan becik . Punika mawinan dresta inucap kantun becik kamargiang olih krama kantos mangkin. “Sangkaning sarana sané kawigunayang wantah tipat lan jaja bantal, punika mawinan dresta inucap ketah kasengguh antuk dresta siat tipat yadiastun arannyané wantah Aci Tabuh Rah Pangangon,” baos dané.

malu

BPM/net

SATIOS ring Bali, kasenian teater jangér taler nglimbak ring wewidangan Banyuwangi. Kasenian inucap nyikiang kalih seni saking Jawi lan Bali sané masaih sareng peméntasan ketoprak miwah ludruk. Teater Janger utawi kasub antuk aran Damarwulan utawi Jinggoan puniki manados sinalih tunggil seni sesolahan krama Banyuwangi, Jawa Timur. Kasenian wiadin budaya Bali prasida kapanggihin saking busana, gamelan, miwah igelannyané, sakéwanten sané kacaritayang wantah indik carita budaya Jawa, basa sané kawigunayang taler basa Osing ri kala mabanyolan miwah Basa Jawa ri kala mabebaosan. Indik carita sané kawedar akéhan saking budaya Jawa minakadi Minakjinggo Mati, Cinde Laras, Damarwulan Ngarit, Damarwulan Ngenger, miwah sané tiosan. Wénten taler ngambil carita legenda rakyat minakadi Sri Tanjung. Sesolahan taler bebanyolan sajeroning Jangér Banyuwangi pangawitnyané metu saking sinunggil teater rakyat sané mawasta Andhé-Andhé Lumut. Kocap, pelopor Jangér Banyuwangi puniki wantah sinunggil dagang sampi mawasta Mbah Darji saking Dukuh Klembon, Singonegaran, Banyuwangi. Pinaka dagang sampi, ipun ketah bulak-balik ka Banyuwangi wiadin ka Bali sané mamuput kadaut sareng kasenian

Arja ring Bali. Ipun makenalan sareng seniman sané mawasta Singobali sané pamuput prasida ngwedar pepadonan seni teater Andhé-Andhé Lumut sareng unsur tari miwah gamelan Bali sané kawastanin Damarwulan Klembon itawi Jangér Klembon. Sesolahan inucap ngawi krama Banyuwangi kadaut, kantos akéh medal sekaa-sekaa Damarwulan ring Banyuwangi. Indik gamelan sané ngiringang taler wantah pepadonan saking gamelan tradisional Bali miwah gamelan suku Osing, Banyuwangi. Indik busana sané kawigunayang taler wantah pepadonan budaya Bali sareng Jawi. Satios punika, sesolahan sané pinaka pangiring peméntasan Jangér Banyuwangi taler akéh. Wénten kairingang antuk sesolahan Bali, minakadi; Baris, Léngong, Péndet, utawi sesolahan khas Banyuwangi, minakadi Jaran Goyang, Jejer Gandrung, Seblang, miwah sané tiosan. Pepadonan makudang-kudang budaya sané mawit saking Bali, suku Osing miwah Jawi puniki sujatiné pinaka asil kasenian sané kréatif. Pinaka utsaha ngukuhang saha nglimbakang dresta taler budaya sané kaduénang taler ngwedar kasenian anyar sakadi jangér puniki. (pusdat/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Kliwon, 9 Juni 2019 ADA ané takutin tiang. Apa ento? Kénkén panadiané mani puan, unduk tiang, idup tiang muah sahananing panyangkep ané setata nututin pajalan tiangé. Pepes tiang matakon kalaning negak di duur batu kaangé sambiang mabalih ombak macanda sahasa tusing peduli tekén apa ané kenehang tiang. Takonin matan ai ané ngeséng kauh tusing masaut. Kéto masi kedis-kedisé tuah mangindang tusing ngemaang jawaban. Kalangen tekén segarané jimbar, masawang gading sangkaning Hyang Surya jagi mawali ka pakoleman, margiang swadarma mani semeng buin nyunarin buana. Saja. Swadarma adané. Tiang lekad tuah nyalanang karma, ngamargiang swadarma, malaksana ané luung apang ngidaang idupé kayangé buin pidan nyak ngluungag tekéning jani. To ngudiang misi bas keras makeneh nganti inguh ngemasin puruh. Masuluh di telagané sebengé ucem kadi langit matangkeb gulem. Sing ada kenyem manis ané pidan biasa ngiasin mua ané bunter ené. Tusing ada kedék cara dugasé macanda saling ceburin di tukad tirta gantung ngajak timpal-timpal. Makejang ilang. Ané ada tuah rasa jejeh, takut yén tusing ngidaang ngisinin tetagihan idup ané nyansan wai nyansan ngebekang. Tondén tetagihan somah, pianak, mémé bapa, muah ané lénan. Yén ento bakat kenehang mirib lakar macedar tendasé. Mabalik tiang lakar mulih. Mara atindakan, anginé sada baret mlekut awak tiangé berag sahasa nundén tiang apang tileh nengil dini. Nimpalin ipun, mabalih yéh niman biasé di pasisi. Tiang malipetan. “Nggih, lakar timpalin tiang dini. Kéwala ada ané tagih tiang tekén jeroné, sautin patakon tiangé!” Mendep. Sepi jampi. Ané ada tuah pudak makrisikan sirsir angin. “Dadi ati tusing masaut cara anak kolok. Nyak sing nyautin patakon tiangé. Pang tusing rugi tiang dini nganti maakah jité negak. Tegarang masaut!” tiang nengkik. Makita misuh, nanging nyén lakar pisuh? Nak kamulan pasih tusing bisa ngomong, kéto masi anginé ané ngelut tunian tuah ngidaang ngulungang bunga midoriné tuh. Ngudiang bisa layu, tuh laut ulung? Tusingké ngidaang kembang seger nganti sakayang-kayang? Dina maganti dina. Sasihé masi masalin. Sabeh kagentosin panes. Panesé ngaplak malih ujan ané lakar nglanduhin makejang. Pantaraning galahé ento tiang ada ditu. Nyalanang idup ngamargiang swadarma. Lemah peteng magaé apang maan masi tristisan paican Ida Bhatara anggon nyambung idupé lara. Panes ujan

Carita Tepining Segara I Komang Alit Juliartha tusing karunguang. Kalinganké ujan yéh, ujan batu tusing rambang. Kéto semangaté ngalih pipis. Disubané makejang bakat, ngidaang masi nambunang diapin abedik, ditu marasa déwéké nyansan baat matindakan. Salantang jalan ané entasin, liu tepuk kalaraan. Sing ngelah pipis, kilit utang tusing ngidaang mayah ngema-

sin strés pamuput mati ulah pati. Ada ané buduh nglindeng di margané ulian kluargané tusing ngidasng ngejang di rumah sakit jiwa. Ada masi ané marebat ngajak panak ulian panak sing nyak nuutin pituduh reramané. Kéto masi panak nyagur bapanné, ngantem méménné ulian tetagihané tusing kaisinin. Kénkénang lakar ngisinin,

kadirasa lakar jakan anggo buin mani nu makékéh ngalih. Bin puanné, saget ada berita panakné mati ngantung iba di punyan melinjoné. Nyansan takut déwéké lakar majalan buin ka arep. Dot malipetan mulih ka tongosé pidan. Nanging yén mabalik kuri, tiang tusing lakar dadi apa, tusing lakar nepukin apa. Idupé lakar dadi cara anaké gerak jalan. Satu… dua… tiga… empat. Buin pidan lakar ngalih kutus? Kalingan kutus, ngalih angka lima jak nem dogén cara ngalih bintang aji lima. nyujuh tuara bakat-bakat. Tiang musti majalan. Tiang tusing dadi takut. Depang ombaké kedék ngikik, depang anginé ngulgul nombang tiang magedi, tiang sing peduli. Tiang majujuk laut magedi ngalahin makejang ané ada di pasisi. Pudak, midori, angin, segara muah kediskedis ané suba pada mangipi. Lakar lawanin dingin petengé. Lakar lawanin riris ujané ané nyansan malesang. Kéto masi mobil kalih montor masliweran cara tusing paduli tekén aturan berkendara. Saling salip, sing nyak ngalah yén lakar méngkol kalih nyebrang. Engsap nganti tekén pajalan kaki ané lakar nyebrang. Adéng-adéng tiang majalan. Genjang utawi banban, masi patuh lakar neked di tujuan. Tetujon? Apa sujatiné ane lakar alih tiang? Apa sekenné tetujoné tiang terus malajan? Tiang tusing nawang. Ané tawang tiang tuah majalan, majalan lan majalan. Ujané paketéltél deres masunar galang ulian lampu mobil muah motor ané masliweran. Tiang nyebrang. Sajan. Sing ada ané nyak ngalah, makejang saling ngemalunin apang énggal dogénan neked di tongos soangsoang. Suba tawang ujan, sing dadi paadéngin ngaba kendaraan ngemasin engsap tekén pejalan kaki ané lakar nyebrang. *** Brakkkkkkkk…………. Makejang marérén. Tuun laut magrunyungan cara buyung gadangé magriungan suud masangin basang siap. Ada ané nelpon polisi, kéto masi rumah sakit. Saling takonin, saling ngemang saran, mesuang ide, nanging tusing ada bani nyemak laut ngemang pertolongan pertama. Tolih tiang paningalan-paningalané, cara ngeling. Ah, sing ja ngeling. Ento tuah yéh ujan ané nepén pipinné. Sing ja ada ané seken-seken mangelingin ukudan tiangé. Sajaké? Tiang dot buin ka pasisi ngalih timpal ané sing taen ngemang tiang jawaban. Nlektekang ombak niman bias pasihé. Ningehang pudaké makrisikan. Mabalih angin ngulungang midori. -0-

I Ketut Putrayasa

Satua

Makarya Gurita Raksasa, Ulatan ”Ramah Lingkungan”

Pan Brengkak (4) Kaketus saking Satua-satua Bali (III) KACARITA buin maniné, nu nruput koné suba makejang pada bangun. Ada nyakan, ada ngracik basa, ada nyuang yéh, ada ngébat. Pan Brengkak teka koné ngaba tuak agoci. Suba koné kéto, suba ngantiang lebeng ébatan bé céléngé, lantas teka koné timpaltimpalné pada makejang ada ajaka adasa. Suba koné pada negak di ampikné, lantas makauakan koné Pan Brengkak, “Méméné, méméné, né tamiuné suba makejang teka, kénkén suba lebeng pada makejang?” “Suba,” kéto koné pasautné ané luh. Lantas Pan Brengkak buin koné makaukan, “Cening, cening Tai sagiang tamiuné, Enceh isin cekelé.” Wiréh tamiuné makejang tusing nawang adan pianak Pan Brengkaké kéto, kadéna déwékné laar baanga naar tai muah nginem enceh. Awanan makejang bangun kirig-kirig lakar mulih tan pasamodana. Lantas ngomong Pan Brengkak, “Né kénkén pada nyamané dadi magedi?” Antiang malu buin akejep dogén, nu sagianga.” Masaut tamiuné, “Ah, icang buung matuakan.” Lantas pesuan koné tamiuné makejang. Mara neked di kori patengahanné, lantas buin Pan Brengkak makaukan, “Cening, cening, Bedil, Tumbak, Pedang, Amuk, tutug tamiuné énggalang!” Mara koné dingeha tekén tamiuné munyin Pan Brengkaké kéto, lantas makejang koné ngangsarang malaib pati antep. Kadéna déwékné lakar bedila, tumbaka, pedanga muah amuka. Suba koné joh tamiuné makejang, lantas masuak koné Pan Brengkak, “Mbuh jani gantina i déwék betek ngamah bé nginem tuak.” Lantas ngomong koné ia tekén ané luh muah tekén pianakné, “Méméné, cening ajak makejang, jani waregang ibané naar bé. Lamun ada sisan daar, kema adep diwang di tenten. Jani tumbén awaké matresna tekén nyai muah tekén I Cening pada makejang.” Lantas madaar koné Pan Brengkak ajaka pianak somahné kanti betekan tur punyah nginem tuak. Sisané lantas adepa di tentena, maan koné madagang aji telung tali. Timpal-timpalné maan ayaban dogén, tekén tuyuh malaib pati antep. Misi buka sesonggané; buung cepak tulu cegem. (Puput)

I KETUT Putrayasa, S.Sn.,M.Sn., seniman patung pinaka konseptor karya seni instalasi marupa gurita raksasa. Patung ageng sané kakaryanin saking ulatan tiing puniki nénten wantah becik, nanging taler ngulangunin manah, taler becik kawigunayang pinaka genah péntas. Gurita rakasasa inucap pamuput ngamolihang penghargaan Rekor Muri daweg pamargin acara Berawa Beach Arts Festival (BBAF) sané sampun lintang. Kabaosang, gurita raksasa inucap kakaryanin sangkaning gurita pinaka biota laut kapikantenang becik tur artistik. Yéning wénten ring tengahing toya, wentuknyané setata masalin. Gurita punika oyogoyog sakadi masolah ring tengahing toya pasihé. “Tiang mautsaha ngwedar biota laut pinaka asil karya sané prasida kadadosang genah masolah wiadin péntas,” baos Putrayasa. I Ketut Putrayasa maosang, anggané makarya patung gurita raksasa puniki antuk ngulat. Satios ngwedar karya artistik sané unik, asil karyanipuné taler ramah lingkungan santukan ngawigunayang bahan saking alam. Ipun meled ngwedar asil karya sané ngawinang anak tios taler sareng ngwedar imajinasi. Satios punika, ngulat tiing taler pinaka sinalih tunggil kawagedan. “Tiang makarya kasenian puniki sangkaning meled ngwedar rasa seni, kaluihan, taler ngwedar piteket indik pendidikan,” wewehnyané. Sangkaning kaluihan asil karyanipuné punika, pamuput karyanipuné prasida ngamolihang Rekor Muri daweg pamargin acara Berawa Beach Arts Festival (BBAF) sané sampun lintang. Anggané makarya gurita raksasa punika wantah matetujon ngamedalang asil karya sané pinih becik. Molihang penghargaan Muri, punika pinaka apresiasi sané kalintang becik. “Penghargaan Muri boya tetujon sané utama. Punika wantah nilai plus, sané ngawinang atin tiangé bagia. Tiang nénten pacang marasa puas, tur

ring acara BBAF salanturnyané tiang nedeng nyayagayang karya sané anyar malih,” baosnyané makenyem. Satios makarya gurita raksasa, lanang sané embas ring Badung, 15 Mei 1981 taler naen nyarengin peméntasan Cak 5555 sareng sawitrannyané daweg BBAF kapertama. Ipun taler akéh pisan madué asil karya seni patung miwah lukisan sané ketah kawigunayang paméran. Ipun ketah ngwedar indik kawéntenan anak istri Bali nyabran paméran. Indik pamargin pameran, Putrayasa ketah ngamargiang pameran ring Bali, naen taler ring Jakarta, Bandung, Surabaya, miwah wewidangan tiosan. “Tiang naen paméran ring Belgia daweg warsa 2008 lintang. Tiang sujatiné meled dados pelukis, nanging risampuné nglanturang masekolah tiang sayan seneng ring seni tiga dimensi.” Lanang sané meneng ring wewidangan Jl. Raya Pantai Berawa, Banjar Tandeg, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung puniki ngwewehin, saking alit sampun seneng ngambar. Santukan punika, anggané nglanturang masekolah ring Sekolah Teknik Ukir (STU) utawi SMP. Salanturnyané ngranjing ring Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) ngambil jurusan patung. Tamat saking SMSR, ipun nglanturang kuliah ring PSRD Unud ngambil jurusan seni tiga deminsi, nglantur daweg ngambil pascasarjana ring ISI Denpasar taler mamilih jurusan patung. Kabaosang, karya seni tiga dimensi punika matiosan pisan sareng lukisan. Ring seni patung taler wénten nilai kejujuran, santukan ngwedar kasujatian saking napi sané kakaryanin. “Punika ngawinang tiang seneng ring seni tiga dimesi,” baos dané makenyem. (kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 6.pm\Сen,

Pamangkuné, \(cnkdim\ipi, ngarcana kadi mangipi, t)emãpisn/,

tembé pisan, m\áihinÙnr,

manggihin wanara, mbuluputi;Ïrew,

mabulu putih rerawé, mjmã¡lÐdimg)lu*,

majambul kadi magelung, mkÓbtukdimnik/,

makta batu kadi manik, w(xputi;miw;hb*,

warna putih miwah abang, kg)nh*mr&s\С,

kagenahang maring sangku, r&hj%hids*diy;,

ring ajeng Ida Sang Diah, rrisã¡dl/,

raris budal, winhê±ecokÞimt\i,

Winahyu Cokli matangi, kgêtÐyuen\nÓ)n*.

kagiat kayuné ngantenang.

Saking Langit Bali Matapel Léak Bungut ngucicak patikacuh, ngilukang layah élah aluh. mapeta jabag nemah misuh, tusing ngenot muani wiadin luh, mapangkat utawi majabatan lungguh. Munyi labuh kadi makecuh, ngempengin koping atiné inguh, tangkah kaborbor panes tuh, getih deres maluab labuh, ka polo mencar muncar ngabuhbuh. Bikas jelé nyapa kadi aku, brakapakan ngagu tuara masiku, panganggo putih tuara nglaku, maagama tuah pinaka baju, melahé di awaké turu. Solah tawah ngawé benyah, nantang perang matoh rupiah, ngambekang manah basang layah, krama jejeh ngtonin lemah, jagaté byuta masaih tekén Suriah. Ngenah sinah goba di sisi, kélangan tetuek manusa sujati, susila subudi matilar basmi, tuara ngitung kadang wargi, ulian tapel léaké mamurti. Leak kélangan rasa nagih nyempal, Leak layah nagih ngamah timpal, Leak katah makobér binal mégal, Leak lemahan malisah mulih kasingal, Leak mauk kélangan cayan Hyang Tingal. Jatiyasa


8

Minggu Kliwon, 9 Juni 2019

Lima Sajak I Ketut Sugiartha Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Kubaca Surat Undangan di Wajahnya

Senja di Pantai Tepi Kota

Ekor matanya menjeratkudepan pintu pekarangan berkabar tentang tiang listrikberdentang dipukul peronda larut malam Kubaca surat undangan di wajahnya

di bawah kolong langit adakah yang lebih bahagia dari aku senja ini? merunduk pamitpelintas hari pantai berdegup sebelum menitip mimpi

Lelaki tua di rumah itu berbagi setelah ia pergi Biduknya kandas, sang suami direnggut tanga nasib Entah suratan, ia berkayuh dengan sopir pribadi yang sudah beranak-pinak. Terhempas, ia pilih suapi buah hati seorang diri sembari siangi ladang yang terbengkalai

menyapa angin seperti karib yang lama tak bersua aroma jagung bakar mengibas rindu ke alamat silam gubuk tua pinggir hutan

Demi langit dan bumi aku bersaksi: Ia anggrek bulan yang tak lekang oleh prahara Wajah selicin porselendan hitamrambut melabuh hasrat kemudaandi teluk jantung Tapi aku yang berlumur garam meski papa tak serta-merta menyambut undangannya

tekukur-tekukur liar senantiasa setia berkabar tentang senja yang segera tandang dari balik rimbun rasamala di sini, di pantai tepi kota tak ada tekukur tapi camar kepaknya berlaksahasrat bak gemeretak jagung bakar dibalik tenda Windhu Sagara

Begitu perkasakah kutuk?

ku tak ingin ini cepat berlalu karena esok belum tentu milikku

Kita Rawat Negeri Ini meskitertatih-tatih bersama kuasa demokrasi kita rawat negeri ini dengan hati

Kepada Para Pendurhaka

bumi ini bukan milikmu pun bukan punyaku kita hanya pengelana sejenak singgah

Cinta

siapa memberimu hak mengklaim seakan ia milikmu kaidah apa memberimu wewenang mengekalkan kedurhakaanmu

aku tak menolak marajut kata membingkainaluri purba meski banyak tak sepaham seakan bahasa hati tak layak disulam

berkacalah padacermin jantungmu biarwajah tak terpapar luka sejarah teguklah air dari danau kalbumu biar mulutmu tak berbusa

atas namaangkasa yang tak putus asa mencumbu bumi dengan hujan atas nama sawah ladang yang tak lelah berbagi selapang dada

I Wayan Nuriarta

g

an

Sed

aku tak kan berpaling, tak pernah aku ada karenanya merenda hidup bersamanya pun kelak pergi penuhi panggilannya

ik

ud

m ng

a

pul

jangan biarkan begundal beraksi mengatasnamakan cinta negeri tapi dalam lipatan menggunting dengan cara anarkis

Tegar

Hamparan kecipak riak Menyihir gelegak kelenjar Terjun kedalamnya Tubuhnya hijau kilau Pucuk rasa membuncah Sambutan terumbu karang Tarian lentik anemone Bersangga pajang Aku ingin istirahat di sini Berselonjor kaki Bersenda dengan ikan badut Yang gendut menggemaskan Di luar terlalu silau dan gaduh Membutakan mata jiwa Mematahkan gendang telinga Di sini mata bening udang Rimbun menggenang lI Ketut Aryawan Kenceng

Apakah patut disesalkan Bila yang digenggam terlepas dari tangan Yang dinikmat hanyalah kepalsuan Yang diharap pula ialah tipuan Mencuri mata, hati, dan pikiran

Afrizal

Menyelam di Tulamben

Panglipuran

Apakah patut disesali Bila tiada kuda tuk dapat ditunggangi Kaki jua sanggup membawa lari Saat pikiran seteguh hati Gunung tertinggi kuasa didaki

Alir silir hutan bambu Partitur hijau mempertegas lagu Mengucup lentik tanah purba Semayam kelimun teduh seribu warsa

Bila ada gunung yang tak sanggup didaki Akan ada pula lautan yang tak dapat diselami Menghadap pada ketinggian dataran perlahan tenggelam Menyelam di kedalaman dataran tak direndahkan

Harum basah rumputan Mata embun berdesingan Menawan jejak, bait-bait rindu berdebur Kerahim sajak, baris-baris diksi menghambur

lI Gede Suwartama

lI Ketut Aryawan Kenceng

Fotografi ”Golden Hours”

Pencahayaan Terbaik dalam Fotografi kita potret terlihat dengan jelas dan indah dengan mata telanjang. Namun, hal itu bisa sangat berbeda jika dilihat melalui kamera. Objek cenderung terlihat lebih gelap, sehingga kita tidak bisa mengandalkan setting kamera dengan mode otomatis. “Setting” Kamera Saat golden hours, matahari seakan bergerak lebih cepat sehingga perlu teknik khusus agar tidak kehilangan momen indah tersebut. Setting kamera pada mode aperture priority agar tidak menghasilkan gambar yang terlalu terang (overexposure) atau terlalu

Sunrise in Karang Beach karya I Wayan Sumatika gelap (underexposure). Sebaiknya atur aperture sekitar f/16. Aturlah fokus lensa secara manual untuk mendapatkan titik fokus sesuai yang diharapkan. Yang juga perlu diperhatikan, saat golden hours biasanya level pencahayaan juga relatif lebih rendah, sehingga gam-

bar bisa akan terlihat lebih gelap ketimbang dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Untuk mengatasi hal itu, gunakan ISO yang lebih cepat yang disesuaikan dengan suasana yang diinginkan. Sejatinya, melakukan pemotretan saat golden hours bukan

monopoli para landscaper semata, tapi bisa diterapkan untuk semua genre fotografi. Sebagai contoh, mereka yang menekuni fotografi portrait juga seringkali memanfaatkan momen golden hours ini untuk mendapatkan background yang menarik dan terkesan hangat. (ian)

Misty Morning karya Agus Sunantara FOTOGRAFER yang menekuni fotografi landscape tentu tidak asing lagi dengan istilah golden hours atau magic hours. Bagi fotografer pemuja keindahan bentang alam, golden hours diklaim merupakan waktu pencahayaan terbaik untuk mendapatkan foto-foto yang memukau. Umumnya, golden hours terjadi saat matahari terbit sekitar pukul 05.00 hingga pukul 07.00 serta sebelum dan beberapa saat setelah matahari tenggelam sekitar pukul 16.00 hingga pukul 18.00. Rentang waktu tersebut disebut golden hours karena sinar ma-

tahari menerpa subjek foto dari sudut miring sehingga memberi dimensi dan tekstur yang kaya. Keistimewaan lalinnya, golden hours juga menciptakan warna yang terkesan hangat. Makanya, tidak berlebihan jika fotografer landscape rela bangun subuh dan menunggu berjam-jam agar momen golden hours tersebut tidak sampai terlewatkan. Namun harus diingat, memotret saat golden hours juga memerlukan teknik khusus yang bisa dikuasai dengan rajin berlatih. Terkadang, saat golden hours, objek yang akan

Simpang Susun Taman Anggrek karya John Hantoro Pudjoko

Golden Sunrise karya Tjandra Utama Kurniawan


Minggu Kliwon, 9 Juni 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA *Job Australi Korea Jepang WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali B.BP.166.06.19.0000137

Cr Spa Therapist u/ Org Asing bs Mani+Padicure,dll, Gj. bgs Brpnglmn,Sanur.Hub.08123972084 B.BP.004.06.19.0000122

Dcr Pembantu RT Utk Jaga Anak Hub. Desi 081916255457 Denpasar B.BP.001.06.19.0000131

Dibutuhkan Sgr Karyawati Butik KTP Bali Hub:081236966746 B.BP.001.06.19.0000134

Looking for Shop Attendant/F 4 stars Hotel Nusa Dua area fresh graduated SMA above WA 0819 0789 6058 B.BP.001.06.19.0000114

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

PROPERTY DIJUAL TANAH

1,5A Jl.Glogr Carik, G.Kangguru No.2 sdh tmbk kllg.085101818655

B.BP.154.06.19.0000138

Dijual Cepat Tanah 1000m2 Jl.Pantai Rening Baluk-Negara pagar tembok/PDAM/PLN 15.000 Watt, Telp: +62 811-1685-560

B.BP.001.05.19.0001085

BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.05.19.0001019

DIJUAL RUMAH

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id


10

Minggu Kliwon, 9 Juni 2019

Mendatar: 1. Nama lain widuri 5. Ahli pikir ; Cendikiawan 9. Jamban 10. Akademi militer nasional 11. Daging cincang pang- gang yang diberi sayuran lalu dipanggang seperti sate. 12. Semua 13. Kamu (Bali) 14. Gempar ; Ribut sekali 17. Orang terkemuka 20. Merek wafer stick 22. Bakat 24. Dasamuka 26. Kota di Kanada 30. Taman laut nasional di Sulawesi Utara 33. Parkir pesawat 34. Luka pada kulit bekas kena cambuk 37. Langgar 40. Udang kering 41. Titel sarjana tempo dulu 42. Termasuk burung yang dilindungi 43. Stasiun ruang angkasa Rusia 44. Salah satu cabang olahraga 45. Panca warsa 46. Kain penutup dada (Bali)

Penyelamat Telur Penyu di Pantai Padang Pariaman HAMPIR setiap malam Hendri memeriksa pasir di Pantai Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat dengan cahaya lampu motornya untuk mencari jejak penyu yang bertelur. Ditemani debur ombak Samudra Hindia, ia menyisir pantai sepanjang 14 kilometer di Kecamatan Batang Anai. Penyisiran akan berhenti jika melihat jejak induk penyu merangkak dari laut menuju daratan untuk mengeluarkan ratusan butir telur. Namun, hingga dini hari, Hendri belum juga melihat tanda-tanda yang dinantikan itu. Padahal sepanjang penyisiran tidak jarang hampir terjatuh karena medan yang ditempuh sulit. Belum lagi ditambah dengan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 30 ribu untuk sekali jalan. Tentu uang senilai itu dinilai besar baginya yang hanya seorang guru agama berstatus honorer di SDN 08 Batang Anai dengan menerima gaji Rp 450 ribu per bulan. Beruntung malam itu ia menemukan satu tempat bertelur penyu jenis lekang yang berisi puluhan butir telur yang baru saja ditinggalkan induknya. Setelah menyelesaikan penelusuran, telur-telur itu langsung dibawa ke konservasi penyu di Kota Pariaman. Telur penyu yang dibawanya dihargai senilai Rp 3.150 per butir. Harga itu tentu lebih rendah jika dibandingkan menjual telur-telur itu kepada oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia lebih memilih

menjual telur-telur itu kepada pihak konservasi penyu. “Saya hanya ingin ikut membantu pemerintah untuk melestarikan kehidupan penyu yang saat ini terancam punah,” kata pemuda usia 33 tahun itu yang memiliki nama lengkap Dedi Zulhendri. Menurutnya jika ia sudah memilih mengabdi kepada negara maka pengabdian itu harus maksimal. Hal yang ia lakukan itu telah dijalankannya semenjak 2009 lalu. Di awal konservasi dibuka, telur yang dia bawa dihargai Rp 3 ribu per butir dengan system pembayaran tunai. Namun sekarang harga telur tersebut naik Rp 150 per butir dengan sistem pembayaran nontunai. Menurut pengakuan Hendri, dalam beberapa tahun terakhir, telur yang ditemukan berkurang. Padahal pada 2009 dan 2010, dalam semalam dirinya dapat menemukan empat sampai delapan tempat bertelur induk penyu. Sekarang untuk menemukan satu saja sudah sulit, sedangkan orang yang khusus mencari telur seperti hal yang dijalaninya bisa dikatakan tidak ada. Dulu ia bisa mendapatkan uang Rp 7 juta untuk sekali pencairan namun sekarang hanya Rp 4 juta yang dikumpulkannya dalam beberapa bulan. Karena mulai sulit ditemukan, maka dia sesekali keluar dari lokasi pencarian yang biasa yaitu hingga Pantai Kota Pariaman. Risikonya, dia dihadang oleh sejumlah pemuda karena

KESIBUKAN perempuan dalam berkarier/bekerja itu pilihan hidup. Walaupun cara untuk hidup itu pilihan diri, semoga tidak melupakan kodratinya sebagai makhluk hidup sosial dan ber-reproduksi. Terkadang karena sudah merasa nyaman dengan diri dan kesendiriannya menjadi lupa. Semakin berkembangnya bidang pendidikan dan lapangan pekerjaan bagi perempuan menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan lebih banyak perempuan terlambat menikah, bahkan menunda memiliki anak sampai karier pasti atau hubungan terbina dengan kuat. Pendidikan dan pendapatan salah satu kunci penentu kesehatan. “Kewajiban” hidup manusia salah satunya adalah ber-reproduksi, menikah dan memiliki keturunan. Walaupun tidak semua pasangan “diizinkan” untuk memilikinya. Problema kehidupan, ada pasangan yang sangat menginginkan ke-

turunan tidak memperolehnya, ada pula yang sebaliknya. Ada yang dimudahkan, ada yang sulit mendapatkan. Tujuan hidup memang bukan hanya masalah keturunan. Faktor karier salah satu penyebab keengganan perempuan menikah dan memiliki anak, namun sayangnya keinginan baru timbul kembali ketika usia perempuan lebih dari 35 tahun bahkan ada yang melampaui usia ideal menikah dan memiliki anak. Ketika pasangan baru menikah setelah usia 35 tahun kemudian ingin memiliki anak sering dilematis, di satu sisi menjalankan kewajiban dan di sisi lain menghadapi risiko keguguran, kecacatan pada janin, dan peningkatan risiko pada proses kehamilan dan persalinan. Teoritis menikah dan memiliki kehamilan di usia reproduksi sehat (21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki) dapat meminimalisir terjadinya risiko buruk pada

mereka menganggap pantai tersebut adalah wilayahnya sehingga orang lain dilarang masuk untuk mencari telur penyu. Hal itu tidak membuat Hendri bergeming padahal dia tidak memiliki tanda pengenal dari pihak terkait yang memudahkannya dalam mencari telur. Hendri menyampaikan keberaniannya muncul karena ia meyakini masih banyak orang mencari telur penyu untuk dijual kepada oknum yang tidak bertanggung jawab. (ant)

Menurun: 1. Canggung ; Malu-malu 2. Manjatuhkan pemerin- tahan yang sah 3. Pasti ; Tentu 4. Dugaan akan kebenarannya 5. Pantau 6. Salah satu rukun Islam 7. Ukuran volume 8. Binatang jenis anjing bermoncong panjang 15. Tulang rusuk 16. Memakai ; Pakai 18. On the way 19. Sendiri (Inggris) 20. Penyesuaian dengan karma wasana masa lampau 21. Gangguan penglihatan 23. Utara (Jawa) 25. Bahtera (Inggris) 27. Pelumas 28. Ogan komering ulu 29. Kondisi yang terbaik 30. Lawak tradisional Bali 31. Benturkan 32. Jangan (Bali) 34. Buaya (Jawa) 35. Lepas ; Luput 36. Hasil terbaik ; Jumlah terbanyak 37. Kain sutra nilon 38. Babak pertandingan 39. Batal

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 401 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 15 Juni 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 23 Juni 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 399 Mendatar: 1. TELESKOP 5. PASTEL 8. AYO 9. OKLUSI 11. LAKNAT 12. ADOPSI 13. SERI 15. SEGERA 18. SAIS 19. RPG (ROCKET PROPELLED GRENADE) 21. KANABIS 22. BANGKOT

24. SGP 26. LAIR (RIAL) 28. RITUAL 31. AZAB 32. LANSIA 34. BARUNA 35. NYEKER 36. SBI 37. BAHARI 38. PEMANTIK Menurun: 1. TROPIS 2. LELANG 3. SISA 4. PALPASI

5. POLISI 6. TINTIR 7. LUTUNG 10. IDEA 14. ESENSI 16. ELANG 17. RUBELA 20. PRONA 23. PRINSIP 24. SEMBAB 25. PASRAH 27. ABLASI 28. RAIN 29. UNGKIT 30. LUDRUK 33. AYLA

Pemenang TTS No. 399 1. I Kadek Supartha Jl.Raya Pujung, Desa Batur Tengah, Kec. Kintamani, Kab.Bangli (HP:087-785-664-XXX) 2. I Wayan Murjana Br.Gunung, Desa Abiansemal, Kec. Abiansemal, Kab.Badung (HP:081-338-956-XXX) 3. I Gst. Ayu Nirmala Meru Putri SDN 1 Singapadu, Kec. Sukawati, Kab.Gianyar (HP:087-760-268-XXX) 4. I Wayan Deresta Jl.Dr.Sutomo No.106, Semarapura, Kab.Klungkung (HP:081-237- 910-XXX) 5. I Kadek Sutarwan Br.Bantas, Desa Baturinggit, Kec.Kubu, Kab.Karangasem (HP:081-999-745-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Gusti Ayu Seriudani Alamat : Tempekan Dalem, Desa Mayong, Kec.Seririt, Kab.Buleleng (HP:087-860-620-XXX)

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.

(Redaksi)

PERNIKAHAN Anak Agung Bagus Rudy Pratama, S.Sn. dan Ni Putu Desy Setianingsih,S.E., melangsungkan akad nikah, Jumat (7/6) lalu di Jero Tegeh, Kepisah, Pedungan. AAB Rudy Prattama adalah anak pertama Ketua Komite SMK PGRI 4 Denpasar Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Si., mempersunting Ni Putu Dessy Setianingsih, salah seorang guru di sekolah tersebut.

Bisakah Hamil di Usia 40 Tahunan? kehamilan, seperti: keguguran, kehamilan tidak berkembang, lahir prematur, kecacatan janin, kelainan bawaan/kromosom/down syndrome, dan lainlain yang keseluruhan akan menyisakan masalah tidak saja bagi ibu hamil, anak, juga keluarga, bahkan masyarakat. Kehamilan bisa terbentuk dari konsepsi, yaitu adanya pertemuan sel telur perempuan dan sel mani/sperma laki-laki di masa subur. Pertemuan ini hanya mungkin terjadi ketika sel telur dan sel sperma beserta saluran reproduksi perempuan dan laki-laki secara bentuk (anatomi) dan fungsi (fisiologi) dalam kondisi normal, artinya ketika perempuan masih memiliki haid teratur setiap bulan (rentang siklus haid teratur adalah siklus 21-35 hari, dengan lama haid antara 2-7 hari) masih berpeluang terjadi kehamilan. Bagaimana ketika usia ibu mencapai 40 tahunan. Jaw-

abnya jika masih memiliki haid tentu masih berpeluang hamil, namun pasangan yang menginginkan kehamilan di usia ibu ini hendaknya memahami terlebih dahulu akan adanya risiko terutama berkaitan dengan kecacatan pada janin dalam berbagai tingkatan. Walaupun kehamilan adalah hak reproduksinya yang tidak dapat diintervensi, namun jika boleh memilih sebaiknya menghindari kehamilan di usia lebih dari 35 tahun mengingat angka kesakitan dan kematian janin dan ibu hamil meningkat. Hal ini bukan saja masalah bisa atau tidaknya ibu hamil, namun lebih penting pada pemahaman akan risiko kehamilan dan persalinan di usia tersebut. Risiko memang tidak selalu terjadi, tetapi bisa terjadi, ibarat seseorang yang mengendari sepeda motor ada risiko untuk jatuh, walaupun tidak semuanya jatuh akan tetapi bisa jatuh. Demikian halnya

kehamilan yang terjadi di atas usia reproduksi bisa diprediksi kemungkinan terkena risiko kecacatan, keguguran, tidak berkembang, kematian janin bahkan ibu. Alangkah baiknya mencegah/menghindari faktor risiko untuk mendapatkan kehamilan dan persalinan yang sehat nantinya. Berdasarkan evidence base/bukti ilmiah peluang kehamilan di usia lebih 35 tahun sangat menurun drastis, dibandingkan di usia reproduksi sehat. Kualitas dan kuantitas sel telur menurun meningkatkan risiko keguguran dan kecacatan/kelainan bawaan pada janin akibat kelainan kromosom/genetik/gen, selain munculnya keluhan kesehatan, seperti: tekanan darah tinggi, diabetes. Kehamilan berisiko tinggi dapat menyebabkan ibu hamil dan/atau janinnya menjadi sakit/meninggal saat kehamilan dan/atau persalinan. Pada kehamilan di atas usia lebih dari 35 tahun sebaiknya

dilakukan pemeriksaan secara lebih intensif, berkonsultasi lebih detail dengan dokter, pemeriksaan darah, ultrasonografi khusus (USG Fetomaternal), pemeriksaan kromosom untuk memprediksi peluang risiko kecacatan. Setiap ibu hamil dan bersalin pada usia di atas 35 tahun disarankan lebih sering memeriksakan diri dan melakukan pemeriksaan kehamilannya pada dokter yang berpengalaman dan berkompeten dalam menangani sehingga meminimalisir tingkat kesakitan dan kematian pada kehamilan dan persalinan. Ada publikasi unik di Journal Population and Development Review; anak yang lahir dari ibu usia di atas 35 tahun cenderung lebih pintar, tinggi, dan di Journal of the American Geriatrics Society kemampuan otak anak meningkat dan bisa menekan risiko kepikunan atau demensia. Adanya fenomena hamil di atas usia reproduksi bukan tanpa risiko dan mitos.

Menurut konsultan kandungan dan kebidanan di Moolchand Fertility & IVF New Delhi India Dr. Shweta Gupta mengatakan, kehamilan yang terlambat tidak selamanya buruk dan berisiko bagi perempuan. Jadi hamil juga pilihan dan hak reproduksi pasangan, kenali keinginan dan kebutuhan dan jangan lupa memahami risiko yang bisa timbul. Semoga bermanfaat. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, BincangBincang Medis


Minggu Kliwon, 9 Juni 2019

Isi Libur Lebaran

Jokowi Borong Batik, JK Pulang Kampung

SWAFOTO - Presiden Jokowi saat berswafoto dengan pedagang di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Sabtu (8/6) kemarin. Yogyakarta (Bali Post) Libur Lebaran bukan cuma dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk

berlibur atau bercengkerama dengan sanak keluarga, juga diisi dengan acara keluarga oleh pemimpin negara baik

Presiden Joko Widodo maupun Wakil Presiden Jusuf Kalla. Presiden Jokowi mengisi

libur Lebaran dengan acara keluarga. Sabtu (8/6) kemarin, Presiden menikmati liburan di Yogyakarta. Kali ini tidak hanya dengan cucunya Jan Ethes namun juga kedua putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep serta menantunya Selvi Ananda. Presiden dan keluarga memang menginap di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta. Dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Bey Mahmudin, Presiden dan keluarga berjalan kaki menuju Pasar Beringharjo pukul 11.00 WIB. Masyarakat langsung menyambut dengan antusias. Sepanjang perjalanan, Presiden dan Iriana menyapa dan bersalaman dengan masyarakat. Tak sedikit pula masyarakat yang mengabadikan momen bertemu dengan Kepala Negara itu dengan berswafoto. Presiden kemudian menuju deretan kios yang menjual pakaian batik di los utara pasar lalu masuk ke salah satu kios. Di kios tersebut,

Presiden bersama Ibu Negara Iriana, memborong pakaian batik. Presiden memilih kemeja batik cokelat ukuran anakanak lalu mencocokkannya dengan ukuran badan Jan Ethes. Sementara Iriana tampak membelikan batik untuk cucu perempuannya, Sedah Mirah Nasution. Pukul 11.41 WIB, Presiden dan keluarga meninggalkan Pasar Beringharjo dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Solo. Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla berada di kampung halamannya, Makassar, Sulawesi Selatan. JK menggelar open house di kediamannya di Jalan Haji Bau. Ratusan warga antre untuk mendapatkan sedekah dari keluarga Wapres. Juru Bicara JK, Husain Abdullah, mengatakan, libur Lebaran 1440 H ini memang dimanfaatkan oleh Wapres JK untuk bersantai sejenak. Setelah sebelumnya, dia disibukkan dengan berbagai urusan kenegaraan. (ant/ kmb)

161 ribu nama. Terlihat jumlah sementara pendaftaran nama asal Indonesia untuk dikirimkan ke Mars. Indonesia menyertakan 81 ribu nama. Posisinya ada di urutan ke-14 yang jumlahnya lebih besar dari Arab Saudi 77 ribu nama, Jerman 75 ribu nama, Prancis 68 ribu nama, Rusia 58 ribu nama, Australia 57 ribu nama, maupun negara tetangga Malaysia 23 ribu nama dan Singapura 6,2 ribu nama. Perolehan nama dari berbagai negara masih bisa berubah, sebab, NASA baru menutup pendaftaran untuk dikirimkan ke Mars sampai 30 September nanti. Untuk mengirimkan nama, caranya terbilang mudah. Cukup dengan mengisi form

di website. Setelah itu, kalian akan mendapatkan suvenir tiket yang bisa dipamerkan dan juga poin frequent flyer hingga ratusan juta kilometer. Nantinya, nama akan ditulis menggunakan sinar elektron di atas mikrochip dengan ukuran yang sangat kecil, sehingga satu mikrochip mampu menampung satu juta nama. Mars 2020 akan mendarat di dalam kawah Jezero yang memiliki lebar sekitar 45 kilometer. Kawah ini dulunya sempat menjadi lokasi delta sungai. Robot penjelajah ini memiliki misi untuk mencari tanda-tanda kehidupan, mencari ciri geologi area tersebut, mencari es air yang terkubur dan berbagai pekerjaan lainnya. (berbagai sumber)

Revolusi Wisata Musk, pemilik perusahaan mobil Tesla dan penggemar antariksa, ingin membuat revolusi wisata luar angkasa. Perjalanan wisata luar angkasa diklaim semakin dekat seturut misi-misi pengiriman SpaceX. Untuk menikmati sensasi luar angkasa, seorang harus membayar US$ 250 ribu (Rp 3,5 miliar). Sementara, Blue Origin yang didirikan CEO Amazon Jeff Bezos akan menjual tiket wisata luar angkasa tahun depan menggunakan pesawat New Shepard yang dirancang membawa enam orang ke luar angkasa. Kedua kendaraan wisata itu tidak akan pergi dari or-

bit di sekitar bumi. Namun, memungkinkan penumpang mengalami penerbangan ke luar angkasa tanpa bobot selama beberapa menit sebelum kembali ke bumi. NASA juga tengah mengusahakan misi ke Mars dalam beberapa dekade mendatang di ISS. Mereka membangun kapsul Orion dan Sistem Peluncur Ruang Angkasa (SLS) untuk mengirim orang wisata mengelilingi bulan untuk kali pertama sejak 1972. Wisata ke Mars Bagi-bagi ‘tiket gratis’ ke Mars yang dilakukan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendapat respons positif dari publik. Program tersebut juga di-

minati orang Indonesia yang menempatkan negara ini jadi salah satu penumpang ke Mars terbanyak di dunia. Tiket gratis yang dimaksud berupa boarding pass yang sebelumnya harus diisi terlebih dulu, sebelum nantinya akan diterbangkan ke Mars menggunakan robot penjelajah Mars 2020. Diketahui, misi tersebut direncanakan meluncur musim panas 2020 dan mendarat di Planet Merah pada Februari 2021. Hingga Sabtu (8/6) kemarin, tercatat sudah ada 6,8 juta pendaftar yang masuk. Turki yang menempati paling terbanyak sekitar 2,4 juta. Disusul India 832 ribu nama, AS 736 ribu nama, China 177 ribu nama, Korea Selatan 166 ribu nama, dan Mesir dengan

Dua Kesenian Rekonstruksi kesenian itu setelah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. “Untuk pertama kali kita merekonstruksi dua

kesenian langka dan meski kesulitan anggaran ya kita harus menyusun program di luar pembiayaan dari APBD,” jelasnya. Di sisi lain pria yang juga penari Wayang Wong Tejakula ini mengatakan, masih ada beberapa kesenian langka di Buleleng yang patut direkonstruksi agar tidak tertinggal. Satu di anta-

ranya adalah Seni Gambuh dan Parwa. Gede Komang menyebut, dalam waktu 10 sampai 15 tahun ke depan kalau tidak direkonstruksi, maka warisan kesenian ini akan punah karena pelaku seninya sudah banyak yang lanjut usia (lansia) dan diperparah karena anak-anak dan generasi muda yang tidak mengerti, sehigga tidak

mencintai kesenian tersebut. “Seniman di Buleleng ini adalah yang paling tua di Bali dan masih banyak yang perlu direkonstruksi, dan agar tetap lestari dan dicintai generasi muda harus ada penggalian dari rekonstruksi dan ini perlu masuk program dalam APBD maupun lewat proposal ke pihak ketiga,” jelasnya. (mud)

Belum Ada Anggaran Mengingat saat ini belum ada anggaran yang disiapkan pemerintah, baik untuk melakukan rekonstruksi maupun mendukung pihak lain, seperti kampus untuk melakukan rekonstruksi seni tradisi. Tidak itu saja, pihaknya lebih banyak menggali lontarlontar yang ada di masyarakat, kemudian dialihaksarakan. Upaya pendataan bahkan su-

dah dilakukan lewat Bidang Dokumentasi Kebudayaan terkait dengan naskah kuno dan lontar tersebut. “Kalau seni pertunjukannya, rekonstruksi kebanyakan dilakukan oleh kampus,” jelas mantan Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP) di ISI Denpasar ini. Menurut Kun, setiap tahunnya ada dua jenis kesenian yang direkonstruksi di ISI Denpasar. Masing-masing, seni rupa dan

seni pertunjukan. Kendati saat ini belum ada anggaran yang disiapkan, namun ke depan tidak tertutup kemungkinan bila Dinas Kebudayaan juga turut mengambil peran itu lewat Bidang Kesenian. Ada dua pola yang bisa diterapkan, yakni pola untuk ruang perlindungan dan pengembangan seni tradisi, klasik, dan seni kerakyatan. Di samping itu ada ruang untuk mewadahi seniseni inovasi baru, modern, dan kontemporer. Bila seni tradisi

diwadahi dalam Pesta Kesenian Bali, maka seni modern lewat Festival Seni Bali Jani. “Jadi ini kan semacam ruang hilir dari proses yang sudah dilakukan masyarakat, kabupaten/kota, kita memfasilitasi ruangnya,” imbuhnya. Kun menambahkan, untuk seni tradisi yang sifatnya sakral harus dikembalikan pada lokusnya seperti Pura. Sebab, seni sakral tidak lepas dari ritual sehingga tidak berjalan sendiri. (rin)

Dijelaskan Gunawan, meski bernama tari joged, namun ada beberapa hal yang membedakan tari Joged Gandrung dengan tari joged pada umumnya. Dari segi kostum, salah satunya. Penari Joged Gandrung, mengenakan kostum putih berlengan panjang seperti kostum legong keraton. Sementara pada bagian kepala, memakai hiasan gelungan yang di belakangannya berisikan kain putih menjuntai seperti rambut. Selain itu, yang juga membedakannya dengan tari joged pada umumnya yakni pada gerakan tariannya. Tari Joged Gandrung memiliki pakem tersendiri. Tidak ada gerakan goyangan yang berlebihan dalam tarian ini. Dalam pementasannya, tari Joged Gandrung diiringi gamelan tradisional berbahan

Rejang Lilit Karangasem terus berupaya mengembangkan dan melestarikan kesenian-kesenian yang perlahan mulai punah. Tahun ini, Karangasem melakukan rekonstruksi Tari Rejang Lilit asal Desa Adat Purwayu Lempuyang. Untuk merekonstruksi tarian tersebut, Dinas Kebudayaan menganggarkan sebesar Rp 35 juta. Kadis Kebudayaan Karangasem, I Putu Arnawa, mengatakan, tahun ini pihaknya bakal merekontruksi dua

kesenian. Hanya saja, yang sudah pasti direkonstruksi adalah Tari Rejang Lilit. Tari ini direkonstruksi karena merupakan tari yang langka dan unik yang dimiliki Kabupaten Karangasem. Arnawa menambahkan, Tari Rejang Lilit ini hampir punah karena mulai lenyapnya atribut-atribut berupa gelungan dan yang lainnya. Di samping itu, kurang peminat dari generasi muda untuk menarikan tari tersebut. Sampai saat ini penarinya hanya tersisa dua orang. Itu pun usianya di atas 60 tahun. Kini tari ini sedang disosialisasikan kepada generasi muda betapa pentingnya untuk membangkitkan tarian tradisional tersebut. Hasilnya, sudah muncul generasi muda mau ngayah membawakan tarian tersebut. Sampai saat ini sudah ada sekitar 70 orang yang sudah berlatih untuk menari-

Minggu, 9 Juni 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya memungkah Ngenteg Linggih mendem pedagingan Tawur Balik Sumpah (6) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Aerobic Dance Athon-Russ Buldog Seputar Bali Pagi Akhir Pekan

09:00 Wita Kartun Ball Hanoman (3) 09:30 Wita Belajar Menggambar Membuat Art Paper Tikus 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 10:30 Wita Ocydia Home Shopping 11:00 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita DW TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pujawali Piodalan Catur (1) 12:30 Wita Ocydia Home Shopping 13:00 Wita Bali Channel Tourist TV 13:30 Wita Lejel Homeshopping 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Harmoni Bali

17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita

Apa Itu Periodontitis? Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Yudi Krisna 21:00 Wita Indi Band Generation Cirut Ardika 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Aswini Kembar Renon (3) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

kan Tari Rejang Lilit. Dia mengakui Tari Rejang Lilit memang langka dan unik. Dikatakan langka karena tari ini kalangan perempuan setelah Tumpek Kuningan yang dilakukan di Pura Pusah Kemuda, Desa Adat Purwayu, Lempuyang. Dan uniknya, tari ini khusus bentuk gelungan yang dipakai penari itu dibuat dari daun pucuk kembang sepatu yang telah dirangkai sedemikian rupa. Selain itu, penarinya diikat dengan benang berwarna putih di seluruh tubuhnya. Dari atribut itu, mengandung beberapa nilai yang dipetik. Yang pertama dari segi daun yang melambangakan sebuah kejujuran. Tari Rejang Lilit itu merupakan persembahan kejujuran dari masyarakat Purwayu kepada

Tari Telek Jumpai

Tampil Setiap Kajeng Kliwon KABUPATEN Klungkung menyimpan cukup banyak potensi seni dan budaya. Sebagai pusat peradaban Bali pada masanya, selain produk seni, banyak juga berupa tarian sakral. Seperti yang belakangan menjadi pembahasan, adalah Tari Telek Jumpai. Tarian sakral ini sempat dikemas langsung Pemkab Klungkung tampil secara kolosal melibatkan 2019 penari saat Festival Semarapura IV, beberapa pekan lalu. Koordinator Lapangan I Dewa Gede Alit, saat itu menyampaikan bahwa Tari Telek Jumpai merupakan tari wali yang dipentaskan hanya saat rahina Kajeng Kliwon di pura desa setempat. Para penari utamanya saat itu tidak menggunakan topeng sesuhunan atau yang disakralkan, namun menggunakan topeng duplikat. Dari uraian sinopsisnya, tari sakral muncul berawal dari kisah seorang kakek di Desa Jumpai, bernama Nang Turun. Saat memungut bongkahan kayu, tiba-tiba muncul bayangan berwujud rangda dan bersabda tempe kai tempe kai yang artinya tirulah aku. Nang Turun mengikuti perintah sabda itu dengan memahat kayu yang didapatkannya dengan pengutik. Belum selesai dengan sempurna, tiba-tiba bayangan rangda itu pun menghilang. Sehingga hasil pahatan rangda yang dibuat Nang Turun sampai sekarang tidak memiliki telinga. Ternyata kekuatan besar muncul dari dalam perwujudan itu. Ketika pertama kali digunakan masolah, gering

gerubug berkepanjangan pun melanda Desa Jumpai. Akibat dari peristiwa itu, banyak warga di setiap banjar di Desa Jumpai jatuh sakit dan meninggal. Akhirnya, penduduk setempat, membuang semua tapel itu ke laut. Anehnya, tapel-tapel itu justru muncul kembali dibawa oleh makhluk gaib dan dijejerkan di tepi pantai. Masyarakat Desa Jumpai sadar, bahwa tapel (topeng) ini adalah memang untuk masyarakat Desa Jumpai. Maka di-sungsung-lah di Gedong Penyimpanan. Sampai sekarang secara rutin dilakukan aci setiap hari penting, dan masolah secara bergantian setiap Kajeng Kliwon, yang dilakukan oleh krama banjar Jumpai Kawan dan Jumpai Kanginan. Dampaknya, wabah penyakit pun langsung hilang. Tari Telek di Desa Jumpai diperkirakan mulai berkembang sekitar tahun 1935 hingga sekarang. Tari Telek ini biasanya ditarikan 4 orang penari dan penarinya boleh laki-laki ataupun perempuan, yang terpenting masih anak-anak. Tarian ini tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa dirangkaikan dengan Tari Jauk, Tari Topeng Penamprat, Bhatara Gde (Barong), Rarung dan Batara Lingsir (Rangda). Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta menegaskan, potensi adat seni dan budaya wajib digali, dilestarikan dan dikenalkan kepada masyarakat. “Ini akan semakin mengukuhkan Klungkung, sebagai daerah dengan kekuatan seni dan kebudayaan yang adi luhung,” jelasnya. (gik)

Geluti Seni Topeng Meski sudah tidak lagi menggeluti seni arja, dirinya kerap mendapat penawaran untuk kembali manggung. Sayangnya karena karakter suara sudah mulai berubah, ia mengaku kesulitan untuk kembali ke arja, melainkan fokus menggeluti seni topeng. Bahkan salah satu dari dua putrinya juga memiliki bakat seni tari yang luar biasa, karena pernah tampil di luar negeri seperti Eropa, Jepang dan pernah juga ke Kalimantan. Ia melihat para generasi muda sudah banyak menggeluti dunia seni dan dominan seni tari, hanya saja kesempatan untuk tampil belum banyak. Ia yang kini menjabat Kasi Pementasan memiliki ide segera mengumpulkan seniman muda untuk diajak rembuk melestarikan

Kostum Putih bambu. Gunawan mengatakan saat ini penari Joged Gandrung yang ada di Desa Pengotan berjumlah 6 orang. Tiga di antaranya merupakan penari lawas. Untuk melestarikan tarian tersebut, pihak Desa Pengotan selama ini terus melakukan upaya dengan meregenerasi penari.

BPM/gik

TELEK - Penari Telek saat tampil kolosal dalam agenda Festival Semarapura belum lama ini.

Ida Batara yang malinggih di Pura Pusah untuk memohon kemakmuran dan kesuburan. Pura Puseh sebagai istana Dewa Wisnu dengan saktinya Dewi Sri dan Laksmi tempat memohon kesuburan dan kebahagiaan. Setelah daun, kata Arnawa kini masalah simbul benang tukelan. Arnawa menjelaskan, benang ini merupakan lambang akasa. Dengan diikatkan kepada para penari, maka seolaholah penari terbang di atas angkasa sebagai simbol para bidadari yang menyampaikan aspirasi dan permohonnan masyarakat kepada Ida Batara. Di samping sebagai lambang akasa, benang ini juga sebagai lambang kekuatan Dewa Iswara. (ina/nan)

khususnya tari sakral, agar tidak kehilangan arah dan jejak. Rekonstruksi Seni Santika pun mengakui di tengah banyaknya kesenian yang masih eksis saat ini, tidak dipungkiri ada pula kesenian yang nyaris punah. Salah satu factor, yakni tidak adanya generasi muda penerus kesenian yang melanjutkannya. Namun, belakangan ini kegiatan rekonstruksi kesenian yang nyaris punah sudah gencar dilakukan dinas terkait. Selaku seniman, dia sangat mengapresiasi hal tersebut. Karena menurutnya, tujuan rekonstruksi itu memang untuk membangkitkan kembali kesenian yang hampir punah tersebut, sehingga tidak hilang tergerus zaman. “Kegiatan ini juga agar gen-

erasi muda bisa tetap mencintai seni warisan leluhur. Sekarang saya melihat generasi muda semakin cinta seni tradisi/sakral,” ucapnya. Terkait rekonstruksi seni, Kabupaten Tabanan sudah melakukan sejak tahun 2017, dimana rata-rata dalam setahun Dinas Kebudayaan melakukan rekonstruksi sebanyak tiga kesenian. Dinas Kebudayaan Tabanan saat ini sedang mendata sejumlah kesenian khas Tabanan. Hal ini dilakukan untuk bisa dilakukan kegiatan rekonstruksi khususnya pada kesenian yang hampir punah maupun yang tanpa regenerasi lagi. Salah satu kesenian yang sudah dilakukan rekonstruksi, yakni kesenian Leko dan Gong Selonding dari Desa Tunjuk, Tabanan. (bit)


balipost http://facebook.com/balipost

@

Julio Banuelos Saez Resmi Menjadi Pelatih Persija

Madrid – Eden Hazard resmi berlabuh ke Real Madrid. Kepastian transfer ini diumumkan oleh klub asal ibu kota Spanyol itu, Sabtu (8/6) kemarin. Lewat akun Instagram, Madrid mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Chelsea terkait pembelian pemain asal Belgia itu. “Eden Hazard sekarang Madridista. Real Madrid dan Chelsea telah menyetujui transfer Eden Hazard,” bunyi pernyataan Madrid itu. Dalam lanjutan pernyataan tersebut, Hazard diketahui akan dikontrak dengan durasi lima tahun, sehingga ia akan menjadi bagian dari Los Blancos hingga tahun 2024 mendatang. Pernyataan resmi Madrid itu tidak membeberkan berapa m a h a r y a n g m e r e k a kel-

Final NBA

uarkan untuk menggaet Hazard dari Chelsea. Namun, diyakini transfer Hazard berada di kisaran angka 100 juta Euro atau sekitar Rp 1,6 triliun. Nilai Hazard melebihi Cristiano Ronaldo dan cuma kalah dari Gareth Bale. Gaji yang diterima pemain Belgia itu pun tidak main-main. Kabarnya Hazard akan menerima sekitar Rp 7,2 miliar per pekan. Hazard akan menggunakan nomor punggung tujuh di Real Madrid. Pihak klub juga mengonfirmasi bahwa Hazard akan diperkenalkan kepada publik Bernabeu pada tanggal 13 Juni waktu setempat. Sebelum diperkenalkan kepada publik, Hazard dijadwalkan menjalani tes medis terlebih dahulu di Sanitas Medical Center di Valdebebas. Sang pemain pun telah menulis salam perpisahan di akun medsosnya. “Untuk semua teman dan keluar-

gaku di Chelsea, kami tahu bahwa aku akan bergabung dengan Real Madrid,” kata Hazard. “Bukan rahasia lagi bahwa merupakan mimpiku untuk bermain bagi mereka sejak aku masih kecil, mencetak gol pertamaku. Aku berusaha sebaik mungkin agar diriku tak terganggu, juga dengan tim untuk melewati periode sulit dari spekulasi ini dan atensi media, terutama dalam enam bulan terakhir. Sekarang kedua klub sudah mencapai kesepakatan, aku berharap kalian memahami bahwa aku harus mengejar babak baruku, sama seperti yang harus Kalian semua lakukan saat mendapatkan kesempatan untuk mengejar mimpi Kalian. Meninggalkan Chelsea merupakan keputusan terbesar dan terberat dalam karierku,” dia menambahkan. Bersama Chelsea, Hazard menghabiskan waktu selama tujuh tahun. Dia membukukan 352 laga di semua ajang dengan sumbangan 110 gol. Sebanyak enam trofi berhasil disumbangkan, dua di antaranya merupakan gelar juara Liga Eropa. (kmb33/ afp)

Raptors di Ambang Gelar Juara Oakland – Toronto Raptors selangkah lagi menuju gelar juara NBA. Raptors kini unggul 3-1 dalam final NBA 2019 atas Golden State Warriors usai menang 105-92 di game 4. Dalam pertandingan di markas Warriors di Oracle Arena, Sabtu (8/6) kemarin, tuan rumah memulai laga dengan baik. Mereka mengungguli Raptors 23-17 di kuarter pertama. Namun, Raptors terus mendekat di kuarter kedua. Mencetak 25 poin, Raptors menipiskan skor menjadi 4246 saat half-time. Raptors tancap gas di kuarter ketiga. Tembakan tiga angka Serge Ibaka saat kuarter ketiga tersisa empat menit menjadi titik balik Raptors dengan berbalik unggul 64-61. Sejak saat itu, Raptors terus menjaga keunggulannya. Total 37 poin dihasilkan tim tamu di kuarter ketiga

untuk memimpin 79-67 atas Warriors. Dua tembakan bebas Stephen Curry membuat selisih poin jadi 10 angka di kedudukan 93-83 untuk keunggulan Raptors di kuarter keempat. Meski demikian, Warriors tetap tak mampu mengejar ketertinggalan dari Raptors. Kawhi Leonard jadi motor kemenangan Raptors dengan torehan 36 poin, 12 rebound, dan 2 assist. Serge Ibaka jadi penyumbang angka terbanyak kedua dengan 20 poin. Di kubu Warriors, Klay Thompson memimpin perolehan angka dengan 28 poin. Sementara Curry menyumbangkan 27 poin. Dengan kemenangan ini, Raptors tinggal perlu satu kemenangan lagi untuk mengamankan gelar juara NBA. Game 5 akan digelar di kandang Raptors di Scotiabank Arena pada Rabu (12/6) mendatang. (kmb33/afp)

Anthony Lawan Jonatan di Final Australia Terbuka 2019 Sydney – Jonatan Christie melangkah ke final Australia Terbuka 2019 setelah mengalahkan Chou Tien Chen. Jonatan akan menantang Anthony Sinisuka Ginting di laga pemungkas. Bertanding di Quaycentre, Sydney, Sabtu (8/6) kemarin, Jonatan menang atas Chou dalam pertarungan tiga gim 22-20, 13-21, 21-16. Duel antara Jonatan dan Chou berjalan ketat pada gim pertama. Jonatan yang sempat memimpin di awal-awal malah tertinggal 10-11 dari wakil Taiwan tersebut di interval. Jonatan dan Chou sempat berimbang 20-20, namun wakil Indonesia tersebut berhasil menutup gim pertama dengan kemenangan 22-20 dalam masa setting poin. Gim kedua berjalan kurang oke untuk Jonatan. Dia harus tertinggal 3-11 sampai interval, sebelum akhirnya bangkit menempel dengan skor 10-14. Chou mampu kembali lari kencang dari kejaran Jonatan. Gim kedua pun sukses direbut dari tangan Jonatan dengan skor 21-13. Pada gim ketiga berjalan sangat ketat. Jonatan dan Chou saling bergantian memimpin hingga berimbang

10-10 dan ditutup 11-10 oleh Jonatan pada interval. Chou sempat kembali menyamakan skor menjadi 1313, namun Jonatan langsung unggul lagi dengan skor 15-13 dan melebarkan jarak menjadi 18-14. Jonatan pun pada akhirnya sukses ke final setelah menang di gim ketiga dengan skor 21-16. Di laga final nanti, Jonatan akan berhadapan dengan Anthony. Ini sekaligus menjadi all Indonesian final. Anthony mendapat perlawanan cukup sengit dari Wang Tzu Wei di gim pertama. Tunggal putra unggulan kedua di turnamen tersebut sempat tertinggal dengan skor 2-4 dan 3-6. Anthony kemudian mampu menyamakan kedudukan dengan skor 6-6. Setelah itu, kerap terjadi susul-menyusul poin. Ginting pun memenangkan gim pertama dengan 21-17. Di gim kedua, pertarungan juga berjalan ketat. Tzu Wei sempat memberikan tekanan ketika unggul jauh 10-6 atas Anthony. Anthony perlahan bangkit mengejar. Gim kedua pun berhasil dia menangkan dengan skor 21-14, yang sekaligus memastikan tiket final Australi Terbuka 2019. (kmb33/ant)

JAKARTA – Pelatih asal Spanyol Julio Banuelos Saez resmi menjadi pelatih klub Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta, setelah menandatangani kontrak satu musim pada Sabtu (8/6) kemarin. CEO Persija Ferry Paulus mengatakan bahwa alasan penunjukan Julio, yang pernah menjadi asisten pelatih tim nasional U-23 Indonesia di Asian Games 2018, adalah karena memiliki kesamaan visi dengan klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. “Julio Banuelos resmi menjadi pelatih Persija Jakarta dengan durasi kontrak satu musim hingga akhir Desember 2019. Kami memilih Julio karena kami merasa dia memiliki kesamaan visi dengan kami dari manajemen Persija,” ujar Ferry. Dia melanjutkan, selama berkiprah di tim juara Liga 1 Indonesia tahun 2018 tersebut, Julio akan didampingi asisten Eduardo Perez yang juga pernah menjadi asisten pelatih timnas Indonesia selama era kepemimpinan juru taktik asal Spanyol Luis Milla. Saat aktif sebagai pemain, pelatih berusia 48 tahun tersebut merumput untuk klub-klub Spanyol. Tim terlama yang dibelanya adalah Deportivo Mirandes (1988-1990) dan Real Zaragoza B (1990-1993) di Segunda Division B, tingkat ketiga liga di Spanyol di bawah La Liga dan Segunda Division. Namun, sebelum menjadi pesepak bola profesional, pria yang berposisi sebagai bek ini sempat memperkuat tim muda klub ternama Spanyol, Real Madrid. Ketika berkarier sebagai pelatih, dia lama bekerja di Spanyol yakni sejak tahun 2001-2013. Setelah itu, dia pindah ke klub Siprus AEK Larnaca dan APOEL sebagai asisten pelatih. Di APOEL di musim 2016-2017, dia menjadi asisten pelatih kepala Thomas Christiansen dan sempat mencicipi kualifikasi Liga Champions Eropa dan 16 besar Liga Eropa. Julio pun kembali ikut bersama Thomas Christiansen yang pindah ke klub Leeds United di Inggris. Setahun di sana, pada tahun 2018, dia menerima pinangan PSSI untuk menggantikan posisi Eduardo Perez sebagai asisten pelatih tim nasional U-23 Indonesia. “Semoga ini bisa menjadi energi baru untuk Persija dalam mengarungi Liga 1 dan bisa membawa Persija meraih gelar juara Piala Indonesia agar bisa kembali bermain di kompetisi AFC,” kata Ferry Paulus. Persija butuh hasil bagus di Liga 1 Indonesia 2019 setelah tidak pernah menang di tiga pertandingan awalnya. Sementara di Piala Indonesia 2018-2019, Persija sudah berada di semifinal dan akan menghadapi Borneo FC. (kmb33/ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 9 Juni 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu