Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
GUBERNUR KOSTER BERHARAP YAYASAN DWIJENDRA BERKONTRIBUSI MAJUKAN SDM BALI ’’Saya berharap segenap komponen Yayasan Dwijendra segera berkonsolidasi dan kembali kepada citacita pendiri untuk mewujudkan sumber daya manusia Bali yang mumpuni.’’ TINJAU SISWA - Gubernur Bali Wayan Koster meninjau kegiatan siswa usai memberikan kuliah umum serangkaian Dharma Shanti Tahun Baru Çaka 1941 Yayasan Dwijendra dengan tema ‘’Membangun Pendidikan untuk Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Senin (8/4) kemarin.
Wayan Koster Gubernur Bali
SETELAH membantu menyelesaikan masalah kepengurusan Yayasan Dwijendra, Gubernur Bali Wayan Koster berharap segenap komponen yayasan segera berkonsolidasi dan kembali kepada citacita pendiri untuk mewujudkan sumber daya manusia Bali yang mumpuni. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster di sela memberikan kuliah umum serangkaian Dharma Shanti Tahun Baru Çaka 1941 Yayasan Dwijendra dengan tema ‘’Membangun Pendidikan untuk Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ di aula atas Yayasan Dwijendra Denpasar, Senin (8/4) kemarin. Kepada wartawan, Gubernur Koster mengatakan dengan selesainya permasalahan di pengurus Yayasan Dwijendra diharapkan yayasan beserta lembaga penyelenggara pendidikannya akan bergerak normal kembali bisa melayani pendidikan dengan baik kepada masyarakat. Yayasan Dwijendra, menurutnya, merupakan satu lembaga yang melayani cukup banyak anakanak didik mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK sampai universitas. ‘’Saya berharap dengan demikian pendidikan di sini kondisinya akan kondusif, solid semua kembali pada cita-cita pendiri Yayasan Dwijendra ini dengan nama yang kita muliakan kita sucikan yaitu Ida Batara Dang
Hyang Dwijendra,’’ katanya. Ia menambahkan, kesadaran terhadap cita-cita pendiri dan nama besar Dang Hyang Dwijendra harus menjadi semangat pengabdian untuk penyelenggaraan pendidikan di Yayasan Dwijendra. Sebelumnya dalam sesi kuliah umum, Gubernur Koster menyampaikan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang di dalamnya di bidang pendidikan adalah mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Ketua PDI Perjuangan Provinsi Bali ini juga berharap Yayasan Dwijendra sebagai salah satu lembaga pendidikan besar di Bali bisa berkontribusi untuk mewujudkan cita-cita ini. Yayasan Dwijendra beserta lembaga-lembaga pendidikan lainnya di Bali diharapkan bisa menjadi jembatan untuk menarik dana-dana pusat di bidang pendidikan, sehingga kontribusi Bali sebagai daerah pariwisata juga bisa kembali ke Bali dalam bentuk pengembangan sumber daya manusia. Ketua Yayasan Dwijendra I Ketut Wirawan dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap program Gubernur Bali Wayan Koster yang kembali menghidupkan kebudayaan Bali sebagai identitas lokal. Yayasan Dwijendra sendiri telah mengajak anak didik untuk turut serta melestarikan kesenian, sastra dan bahasa Bali. (ad340)
Di RSUP Sanglah 3 Koloni Kuman Capai 8 CFU/M
Denpasar (Bali Post) Tingkat kultur udara atau koloni kuman di RSUP Sanglah, Denpasar berdasarkan pengukuran terakhir yang dilakukan Instalasi Sterilisasi Sentral (ISS) RSUP Sanglah mencapai 8 CFU per meter kubik (m3). Sementara ambang batas atas koloni kuman berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 7 Tahun 2019 adalah 10 CFU per meter kubik. Kepala ISS RSUP Sanglah Ners I Gede Made Arnata, S.Kep., MARS. mengatakan, mengacu pada Permenkes terbaru yaitu Nomor 7 Tahun 2019, kultur udara rumah sakit dilihat koloninya tidak boleh lebih dari 10 koloni per meter kubik. ‘’Kalau di sini (RSUP Sanglah), selama diperiksa itu enggak pernah ada masalah, karena kita melakukan pembersihan secara rutin. Kemarin ketemu terakhir 8 koloni. Kalau 0 tidak mungkin,’’ tandasnya, Senin (8/4) kemarin. Tingkat koloni di RSUP
Sanglah ini, dikatakan, masih aman. Menurutnya, kultur udara di RSUP Sanglah tidak pernah mencapai di atas 10 CFU per meter kubik. Itu pun yang sering terjadi peningkatan koloni adalah di kamar operasi. Namun juga tergantung AC dari ruang tersebut. ‘’Seperti kemarin, chiller-nya down, kelembaban meningkat, koloninya kita cek meningkat. Kalau ada kejadian seperti itu operasi batal,’’ ungkap Ketua Himpunan Sterilisasi Sentral Indonesia (HISSI) Provinsi Bali ini. Chiller udara yang rusak
menyebabkan proses filtrasi udara tidak berjalan dengan baik. Kelembaban yang meningkat, menyebabkan koloni kuman meningkat. ‘’Kelembaban meningkat artinya air di udara tinggi, karena air itu media tumbuhnya kuman,’’ jelasnya. Sterilisasi ruangan rumah sakit yaitu hanya berupa pembersihan permukaan. Sekarang tidak ada lagi istilah fogging dan UV, karena RSUP Sanglah tidak lagi melakukan hal tersebut untuk mensterilkan ruangan. ‘’Kita sekarang setelah pembersihan ruan-
gan itu kita rutin melakukan pemeriksaan kultur udara,’’ imbuhnya. Sterilisasi sangat penting dilakukan di rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya untuk mencegah dan menurunkan angka infeksi, sehingga sterilisasi ini sangat penting. Selain ruangan, RSUP Sanglah juga melakukan sterilisasi pada alat–alat medis. Alat medis tersebut ada dua jenis yaitu alat yang bisa dibersihkan dan digunakan kembali (reuseable) ada yang hanya sekali pakai (disposable). (kmb42)
DIBERSIHKAN - Petugas ISS RSUP Sanglah sedang membersihkan alat medis reuseable.
Ironi di Kampung Seni Gianyar
Bagikan 63 Mobil ke Perbekel, Tetap Minta BKK di Badung
PENGADAAN puluhan mobil Expander dan sepeda motor PCX di Kabupaten Gianyar, menjadi pergunjingan di masyarakat. Pengadaan 64 sepeda motor PCX hitam dan 63 mobil Expander hitam untuk perbekel ini, dinilai jor-joran dan bukan menjadi skala prioritas. Di tengah bagi-bagi mobil dan motor, Gianyar justru mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Kabupaten Badung. Bantuan ini meliputi tujuh bidang, yaitu pariwisata, kebudayaan, pendidikan, pendapatan asli daerah, pertanian, teknologi informatika dan pekerjaan umum (infrastruktur). Berdasarkan informasi, bantuan tersebut akan diserahkan langsung oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Rabu (10/4) besok. Bantuan yang diberikan pun tak main-main mencapai puluhan miliar. Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta membenarkan jika Bupati Badung mengagendakan menyerahkan BKK untuk Kabupaten Gianyar pada Rabu (10/4) besok. ‘’Ya, Rabu besok bapak rencananya menyerahkan bantuan BKK di Tampaksiring, Gianyar. Kalau tidak salah bantuan yang diserahkan Rp 30 miliar,’’ ungkapnya. Ditanya apakah bantuan yang diberikan tidak bertolak
belakang dengan keberadaan Gianyar yang jor-joran membeli mobil untuk perbekel, Ngurah Thomas enggan menjawab. ‘’Yang jelas Rabu diberikan (bantuan BKK),’’ ucapnya singkat. Berita sebelumnya, Pemkab Badung dan Pemkab Gianyar telah menjalin kerja sama. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan yang melandasi kerja sama ini adalah Undangundang tentang Pemerintahan Daerah. Penandatanganan kerja sama ini dalam rangka meningkatkan koordinasi dan komunikasi, demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih optimal, dan infrastruktur daerah yang lebih baik. Selain itu kerja sama ini juga dimaksudkan untuk lebih memantapkan hubungan sinergis antardaerah, menyerasikan pembangunan daerah, mensinergikan po-
tensi antardaerah serta meningkatkan pertukaran pengetahuan dan teknologi masingmasing. ‘’Maksud pelaksanaan kesepakatan bersama ini yaitu meningkatkan keterpaduan pengelolaan berbagai program kegiatan pembangunan daerah dalam meningkatkan pelayanan masyarakat, perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,’’ ungkap Giri Prasta. Penandatanganan kesepakatan ini merupakan satu bentuk penguatan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam rangka ikut serta menyukseskan tujuan pembangunan nasional, yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. ‘’Saya berharap implementasi dari
kesepakatan ini dapat saling bersinergi dengan programprogram pemerintah, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat secara optimal,’’ kata Giri Prasta. Sebelumnya, Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra juga mengatakan bahwa dengan adanya MoU dengan Badung, minimal dapat merealisasikan harapan masyarakat yang segera ingin memiliki jalan yang bagus, wantilan, balai banjar, pura, kesehatan, pendidikan yang bagus. Mewujudkan
hal tersebut diperlukan inovasi, kerja keras untuk menggali potensi dana dari pajak dan retribusi. ‘’Ini menunjukkan komitmen Bupati Badung bahwa tidak hanya membangun Badung, beliau telah memikirkan Bali. Tentunya peluang ini kami maksimalkan. Mudahmudahan di 2019 nanti kita bisa wujudkan,’’ jelasnya seraya menambahkan, bantuan ini nantinya dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK). (kmb27)
Dana Desa Tak Boleh untuk Beli Kendaraan DANA Desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat utamanya digunakan untuk infrastruktur dan pemberdayaan. Khusus infrastruktur, yang dimaksud adalah infrastruktur dasar dan infrastruktur sosial dasar. Namun, masyarakat kerap salah mengartikan infrastruktur dasar dengan membuat taman, patung, atau tugu memakai Dana Desa. Padahal yang dimaksud infrastruktur dasar adalah infrastruktur yang dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Seperti pembangunan poliklinik, pasar desa, dan jalan usaha tani. Tujuannya untuk mendorong pergerakan ekonomi di desa. Selain itu, Dana Desa juga tidak boleh dipakai untuk membeli kendaraan seperti sepeda motor dan mobil. Baru-baru ini beredar kabar jika Dana Desa di Gianyar justru dipakai untuk membeli mobil operasional bagi para kepala desa. Ketika ditanyakan mengenai hal ini, Senin (8/4) kemarin, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali Ketut Lihadnyana membantah kabar tersebut. ‘’Itu bukan Dana Desa dipakai, itu adalah 10 persen pajak retribusi daerah. Untuk urusan itu, diatur melalui peraturan bupati masing-masing,’’ ujarnya. Penggunaan Dana Desa yang dialokasikan dari APBN, lanjut Lihadnyana, diatur
dalam Peraturan Menteri Desa, yakni untuk peningkatan pelayanan sosial dasar dan pemberdayaan ekonomi. Untuk tahun 2019 ini sudah disalurkan Dana Desa tahap pertama dengan alokasi 70 persen. Sementara tahap kedua sedang berproses dan diharapkan cair Mei mendatang. Anggota Komisi I DPRD Bali I Nyoman Oka Antara mengatakan, Dana Desa mestinya dipakai untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Salah satunya dengan membangun infrastruktur secara bergilir di desa. ‘’Jangan sampai itu yang melanggar karena Dana Desa ini tanggung jawabnya berat juga. Sudah banyak yang kena, biar lebih berhati-hati. Kepala desa tidak boleh mementingkan diri sendiri,’’ ujarnya. Sebelumnya, anggota Komisi XI DPR-RI I Gusti Agung Rai Wirajaya mengaku sudah sering mengingatkan kepala desa di seluruh Bali terkait pemeriksaan Dana Desa oleh BPK-RI. ‘’Saya dengar ada selentingan Dana Desa digunakan untuk membeli kendaraan sepeda motor maupun mobil. Ini tidak boleh, ini benar-benar melanggar. Saya katakan sekarang tolong itu jangan dilakukan untuk kepala desa di seluruh Bali. Kalau itu dilakukan, saya mohon maaf, anda siapsiap masuk ke dalam sebuah pelanggaran,’’ ujar politisi PDI-P ini. (kmb32)
2
Selasa Wage, 9 April 2019
FIGUR Menjadi ”Job Creator” MENGHADAPI tantangan yang semakin kompleks dan dinamis di era Revolusi Industri 4.0 ini, sinergi dalam kepemimpinan merupakan energi yang penting untuk menjawab tantangan tersebut. Apalagi sinergi kepemimpinan yang dilakukan guna menghasilkan SDM berkualitas internasional, memiliki kemampuan akademik dan vokasi yang kreatif, efisien, dan mandiri. Selain itu, proses transformasi suatu lembaga pendidikan juga dituntut untuk melakukan perubahan secara cepat di berbagai aspek. “Kami memiliki keyakinan bahwa untuk bisa menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 yang memiliki karakteristik adanya disrupsi di berbagai aspek kehidupan, diperlukan adanya kolaborasi dan integrasi dari semua pemangku kepentingan dengan kerangka pentahelix (akademisi, pelaku usaha, pemerintah, masyarakat, dan media). Oleh sebab itu, kerja sama yang telah terjalin dengan pemangku kepentingan akan terus ditingkatkan baik pada tingkat lokal Bali, regional, nasional dan internasional,” ujar Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed., belum lama ini. Dikatakan, di era globalisasi seperti saat ini lulusan perguruan tinggi tidak hanya sebagai pencari kerja (job seeker) yang sesuai dengan kompetensinya, tetapi harus mampu menciptakan lapangan kerja (job creator). Oleh karenanya, kurikulum di setiap prodi wajib memuat mata kuliah kewirausahaan dan perguruan tinggi harus memiliki inkubator bisnis (inbis) untuk memfasilitasi bakat dan minat mahasiswa untuk berwirausaha. Sehingga mahasiswa memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang peluang berwirausaha di tengah masyarakat. Selain itu, sinergi dengan berbagai himpunan para pengusaha, seperti HIPMI Bali merupakan salah satu kerja sama strategis di bidang pendidikan dan pelatihan kewirausahaan dalam rangka mewujudkan lulusan yang nantinya mampu menjadi pencipta lapangan kerja. (win)
Penjaga Lalai, Tahanan Berstatus Residivis Kabur Denpasar (Bali Post) Dua tahanan Polresta Denpasar, Christoni Kaledi Bonung alias Toni (21) dan Jemmy Sinaga (38), kabur dari ruang tahanan Piket Siaga Reskrim, Minggu (7/4) lalu. Kasus ini terjadi diduga karena penjaga tahanan lalai. Tersangka Christoni merupakan residivis dan kaki kirinya sempat ditembak. “Dua tahanan Polresta Denpasar kabur. Mereka dititipkan di ruang tahanan Siaga Piket Reskrim. Ini anggota yang jaga lalai,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Senin (8/4) kemarin. Menurut Ruddi Setiawan, kedua pelaku kasus pencurian tersebut kabur lewat pintu tahanan dengan cara merusak kunci gemboknya. Awalnya pintu digembok semua, terus anggota jaga ke belakang. “Ini akibat kelalaian anggota jaga piket Reskrim,” ungkapnya. Tersangka Christoni alias Toni ditangkap bersama Marten Saingu Poti Alias Aten (19), Minggu (10/2) lalu. Karena melakukan perlawanan, kaki kiri kedua pelaku ditembak polisi. Tahun 2017 Toni melakukan pencurian di sebuah tempat kos di daerah Mumbul, Nusa Dua dan ditangkap anggota Polsek Kuta Selatan. Terkait kejadian itu, tersangka Toni dihukum penjara selama satu tahun tiga bulan di Lapas Kerobokan. Sedangkan tersangka Jemmy baru saja ditangkap bertepatan dengan Operasi Sikat Agung 2019. Jemmy ditangkap terkait kasus pencurian. (kmb36)
Bali Post/eka
LAPAK - Beberapa pedagang tengah menyiapkan lapak dagangannya di areal eks Tiara Grosir, Denpasar.
Pasar Eks Tiara Grosir
Besok, Pedagang Pelataran Digeser ke Dalam
Denpasar (Bali Post) Setelah pedagang Pasar Badung yang ada di gedung eks Tiara Grosir pindah, kini pedagang di tempat tersebut mulai ditata. PD Pasar akan memaksimalkan lahan yang ada di dalam gedung. PD Pasar Denpasar memastikan pedagang pelataran yang ada di sana semua digeser ke dalam. Lahan parkir akan difungsikan secara penuh untuk parkir. Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata didampingi Direktur Umum AAN Yuliarta mengatakan hal itu, Senin (8/4) kemarin. Kompyang Wiranata mengatakan, pedagang akan digeser ke dalam gedung, Rabu (10/4) besok. “Kami akan
geser semua pedagang ke dalam gedung. Tidak ada lagi yang berjualan di luar, karena di luar akan difungsikan untuk parkir,” ujarnya. Setelah ada lahan parkir, kata Kompyang Wiranata, kondisi jalan di depan pasar akan bisa lebih lancar. Karena parkir kendaraan semua akan masuk ke areal parkir. Tidak ada lagi parkir di jalan. “Kami berharap dengan adanya lahan parkir, kondisi jalan di depan akan bisa lebih lancar. Tidak krodit lagi,” katanya. Terkait jam buka pedagang, mantan Ketua Komisi II DPRD Denpasar ini mengatakan, untuk sementara masih tetap buka sore hari. Belum ada ren-
cana untuk membuka secara penuh. Memang diakui, beberapa pedagang sudah mengusulkan untuk buka sehari penuh. Artinya, buka mulai pagi. Namun pihaknya belum berani memberikan izin. “Kami akan kaji dulu. Untuk sementara tetap masih buka sore hari,” jelasnya. Sebelum digeser ke dalam, para pedagang pelataran di eks Tiara Grosir telah dilakukan pengundian tempat, Jumat (5/4) lalu. Sedikitnya 387 orang pedagang ikut pengundian tempat ini. Dipindahkannya para pedagang ke bagian atas, sebagai upaya untuk mengefisienkan tempat yang ada. Bagian bawah yang sebelumnya ditempati oleh
pedagang akan dimaksimalkan untuk lahan parkir. “Parkir akan lebih leluasa ke dalam, sehingga kemacetan pun akan mampu dikurangi,” ungkapnya. Disinggung soal pemusatan pedagang bermobil ke eks Tiara Grosir, Kompyang Wiranata mengatakan masih dalam proses penataan tempat. Saat ini area dalam eks Tiara Grosir yang direncanakan akan digunakan untuk tempat pedagang bermobil sudah bersih dan lenggang. Hanya saja membutuhkan dibukanya bagian depan untuk akses masuk mobil. “Pedagang meminta agar semua dibuka, namun kami masih membutuhkan pengkajian ke depan,” terangnya. (kmb12)
Jelang Pencoblosan, Pencari Formulir A5 Membeludak
Denpasar (Bali Post) – Menjelang hari pencoblosan pemilu serentak 17 April mendatang, warga semakin antusias. Bahkan warga yang sudah tercatat sebagai pemilih, namun tinggal di tempat berbeda, berusaha untuk bisa memilih. Terlebih KPU memberikan peluang adanya pemilih yang pindah memilih. Kondisi ini terjadi di KPU Denpasar. Pantauan Senin (8/4) kemarin, warga yang mencari formulir A5 cukup banyak. Terlebih KPU membuka tambahan waktu untuk pencari A5. Warga yang masih bisa mencari formulir A5 kali ini, yakni mereka yang mendapat penugasan kantor, menjadi korban bencana alam, tahanan atau narapidana, dan mengalami perawatan atau sakit. Ketua KPU Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya mengatakan, pihaknya memberikan perpanjangan waktu pendaftaran bagi warga luar Denpasar pencari formulir A5 setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 20/ PUU-XII/2019, tanggal 28 Maret 2019 lalu yang dilanjutkan dengan surat edaran KPU-RI untuk melaksanakan perpanjangan pendaftaran A5 khusus untuk empat kondisi
tersebut yang dilaksanakan hingga H-7 pemilihan umum. KPU Denpasar, kata Dia membuka pendaftaran dari tanggal 2 April 2019 sampai tanggal 10 April 2019 pukul 16.00 Wita. Setiap hari mereka menerima ratusan pendaftar yang nantinya diproses dengan persyaratan khusus. Menurut Arsa Jaya, persyaratan yang harus mereka bawa untuk melakukan pendaftaran pindah TPS yakni fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga, print out bukti sudah terdaftar di DPT dengan mengecek pada lindungihakpilihmu.kpu.go.id atau pemilihpintar khusus untuk DPT Provinsi Bali. Khusus bagi yang pindah karena tugas, mereka harus memperlihatkan surat tugas dari instansi yang menugaskan mereka sebagai bukti mereka diberikan kebijakan untuk bisa memilih di tempat mereka bertugas.
Bali Post/kmb12
KPU - Suasana Kantor KPU Denpasar yang dipadati warga untuk mencari formulir A5. Selain itu, untuk yang pindah karena sakit juga wajib melampirkan surat keterangan dari rumah sakit/dokter yang merawat, atau surat keterangan sebagai KPPS/PTPS/saksi atau surat tugas dari instansi atau perusahaan terkait.
Sebelumnya, pemilih yang sudah mengajukan pidah memilih (umum) per tanggal 17 Maret 2019 sebanyak 4.594. Sedangkan pemilih yang keluar Denpasar sebanyak 2.270 orang. Kini KPU memberikan waktu untuk pemilih yang pindah
karena empat kategori itu hingga Rabu (10/4) besok. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Terlibat Curanmor, Pecatan Kementerian LHK Belum Polisi Dituntut Enam Bulan Validasi Dokumen KLHS Revisi Perda RTRWP
Bali Post/eka
KETERANGAN - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan memberikan keterangan terkait tahanan kabur di rumah tahanan Polresta Denpasar.
Topik : PERBEKEL DI GIANYAR BAGI-BAGI MOBIL
Denpasar (Bali Post) Revisi Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali harus mendapatkan persetujuan substansi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN sebelum diketok palu. Namun dari 14 persyaratan yang harus dipenuhi, rupanya masih ada satu yang masih berproses. Yakni Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), lantaran belum mendapatkan validasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Dokumennya sudah diserahkan ke sana (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, red), tinggal menunggu hasil validasi. Setelah mendapatkan persetujuan untuk validasi, baru kami akan daftarkan ke Kementerian ATR untuk dilakukan pembahasan-pembahasan di sana sehingga bisa diterbitkan satu rekomendasi,” ujar Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi dalam rapat pembahasan revisi Perda RTRWP Bali di Ruang Banggar DPRD Bali, Senin (8/4) kemarin. Menurut Astawa Riadi, pembahasan nantinya dilakukan bersama lintas sektor Kementerian. Pansus dan eksekutif di Pemprov Bali akan diundang untuk memberikan penjelasan terkait revisi Perda RTRWP Bali. Setelah mendapatkan rekomendasi, barulah revisi Perda RTRWP Bali bisa ditetapkan. “Ini kan tidak daerah saja, harus mengikuti aturan pusat
(tata ruang nasional, red) supaya tidak saling bertabrakan, sehingga perlu ada persetujuan dari Kementerian ATR untuk substansi,” jelasnya. Kelompok Ahli Pemprov Bali I Made Arca Eriawan mengatakan, kebijakan rencana program yang memiliki pengaruh terhadap lingkungan memang harus memiliki KLHS sebagai bentuk kontrol dari sisi lingkungan. Sebab, KLHS juga memuat rekomendasi apa yang mesti dilakukan. “Kadang bisa merubah muatan. Kalau jalan tol banyak mengambil hutan, kalau bisa keluar dari hutan. Begitu misalnya, jalannya diubah. Seperti itu,” jelasnya. Menurut Arca Eriawan, KLHS dibuat secara umum untuk seluruh program yang ada di RTRWP Bali. Di antaranya, program membangun sistem kota, jalan, hingga penyediaan air bersih. Kendati tidak semua program sejatinya merusak lingkungan. Namun program-program yang diindikasikan merusak lingkungan dinilai lebih lanjut dalam KLHS. Dikatakan, lobi-lobi intens merupakan kunci untuk bisa segera mendapatkan validasi KLHS dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Lama dan tidak itu kan tergantung respons yang membuat dan yang menilai. Kalau kita penting, ya kita harus sering ke sana. Banyak faktor, kok. Kalau disuruh perbaiki, cepat diperbaiki. Kalau tidak ada yang memperbaiki setahun, ya nyangkut dong,” tegasnya. (kmb32)
Denpasar (Bali Post) I Gusti Nyoman Darma (52), pecatan polisi yang juga sempat bikin heboh atas kasus percobaan pembunuhan di wilayah Tabanan, Senin (8/4) kemarin menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Mantan polisi itu diadili kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Jaksa penuntut umum (JPU) Ika Lusiana Fatmawati menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama enam bulan. Dalam kasus ini, jaksa menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah melakukan pencurian dengan pemberatan, sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat 1 ke-5 KUHP. Pertimbangan yang memberatkan, terdakwa sudah pernah dihukum. Yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan sopan dalam menjalani persidangan. Diuraikan jaksa dari Kejari Denpasar ini, pada 28 November 2018 terdakwa jalan kaki menuju areal parkir tajen Ngayasan, Jalan Danau Tempe, Sanur. Siang itu terdakwa yang merupakan pecatan polisi melihat sepeda motor DK 2635 KW milik Putu Sarjana parkir di lahan kosong. Saat itu terdakwa mencoba menghidupkan dengan kunci motor miliknya dan ternyata motor itu nyala. Lalu motor itu dibawa. Selanjutnya, terdakwa menelepon
Bali Post/kmb37
TUNTUTAN - Terdakwa Gusti Nyoman Darma seusai menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar. Made Rundi yang sebelumnya pernah minta dicarikan sepeda motor dengan harga miring. Motor tersebut dijanjikan akan dibawakan ke tempat saksi di Tanjung Benoa. Namun apes, terdakwa akhirnya ditangkap polisi. (kmb37)
BADUNG
Selasa Wage, 9 April 2019
3
’’Ngenteg Linggih’’ di Pura Ulun Desa Banjar Telengis Desa Bengkel Tabanan
Wabup Suiasa Serahkan Hibah Rp 1,3 Miliar Lebih
U SAI pemugaran dan pembangunan beberapa palinggih di Pura Ulun Desa, Banjar Adat Telengis, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, dilaksanakan upacara Ngenteg Linggih. Acara dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Bupati Tabanan I Komang Sanjaya, para tokoh adat dan masyarakat Desa Bengkel, serta krama dan pangemong pura tersebut, Senin (8/4) kemarin. Ketua Panitia Pembangunan I Wayan Kandri mengatakan, pihaknya atas nama masyarakat Desa Bengkel mengucapkan terima kasih, di antaranya kepada Pemerintah Provinsi B a l i , P e m e r i n t a h K a b upaten Badung, Pemerintah
Kabupaten Tabanan dan para donatur yang telah ikhlas memberikan bantuan. Berkat dukungan berbagai pihak, pembangunan Pura Ulun Desa yang diempon 60 KK tersebut bisa terselesaikan. Dituturkan Kandri, pembangunan pura berdasarkan rembuk krama, karena jumlah pangemong kian bertambah. Perluasan diawali dengan membeli 2 hektar tanah di lokasi pura tersebut seharga Rp 130 juta. Sementara membangun palinggih menghabiskan Rp 900 juta. ‘’Untuk pembangunan dan penataan pura, kami mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Tabanan dan bantuan BKK dari Pemkab Badung sebesar Rp 500 juta, serta para donatur lainnya,’’ ungkapnya.
Dikatakan pula, pembangunan dimulai dari tahun 2017. Sementara pelaksanaan Ngenteg Linggih dimulai Februari 2019 dengan puncak karya pada 10 April. ‘’Biaya upacara dan pembangunan menghabiskan kurang lebih Rp 1 miliar. Kekurangan dari biaya tersebut kami tutupi dengan urunan bersama,’’ jelasnya. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dalam sambutannya mengatakan, pemberian bantuan ini merupakan implementasi prinsip ‘’Badung Angelus Bhuana’’ yang berarti Badung Berbagi, dari Badung untuk Bali. Program ini telah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Bali yang ditujukan ikut membangun manusia Bali dengan mengajegkan adat, seni, dan
budaya Bali. ‘’Dengan pembangunan pura dan pelaksanaan upacara ini, telah menunjukkan jati diri umat se-dharma untuk tetap melestarikan seni, adat, dan agama Hindu,’’ ungkapnya. Pihaknya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Bengkel yang telah melaksanakan swadharmaning agama dengan pembangunan pura serta melaksanakan upacara dengan gotong royong dan hati yang tulus ikhlas. ‘’Semoga dengan dilaksanakannya upacara ini masyarakat mendapat karahajengan dan kesejahteraan oleh Ida Batara-Batari yang malinggih di pura ini. Dengan yadnya-lah kita bisa tunjukkan rasa terima kasih kepada Hyang Parama Kawi, agar kita selalu diberikan kesejahteraan,’’ jelasnya.
SERAHKAN HIBAH - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyerahkan bantuan hibah di Pura Ulun Desa, Banjar Adat Telengis, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, Senin (8/4) kemarin. Senada dengan Wabup Suiasa, Wakil Bupati Tabanan I Komang Sanjaya juga memberikan apresiasi. Pihaknya merasa bangga kepada warga Desa Bengkel dapat melaksanakan pembangunan dan melakukan upacara Ngenteg Linggih dengan pakedek-pakenyum. ‘’Kami berharap ini tetap terus terjaga demi generasi
Pusat akan Garap 14 Infrastruktur di Bali
Pemerintah pusat merancang 14 proyek infrastruktur berskala besar di Bali pada periode tahun 2010 hingga 2024. Proyek tersebut meliputi jalan tol Gilimanuk-Denpasar, pembangunan SPAM hingga terkait pengelolaan sampah dan air minum. Hal itu diungkapkan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto di sela-sela pembinaan pembiayaan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan tahun 2019, Senin (8/4) kemarin, di Kuta.
Eko D. Heripoerwanto
ini dilaksanakan secara bersama-sama dan tulus ikhlas,’’ tegasnya. Sebelum melaksanakan persembahyangan bersama, secara simbolis Wabup Suiasa menyerahkan hibah sebesar Rp 1,3 miliar lebih dan secara pribadi mapunia Rp 5 juta yang diterima langsung oleh panitia pembangunan. (ad328)
12 April, KPU Distribusikan Logistik Pemilu ke Desa
Mangupura (Bali Post) -
Menurut Eko, dari 14 proyek tersebut, ada yang akan dibiayai APBN dan diserahkan ke swasta. Tentu nantinya tergantung pihak swasta, mana yang akan diprioritaskan untuk digarap. ‘’Untuk investor sebagian besar dari dalam negeri. Khusus di Bali, dari 14 proyek, memang belum banyak investor swasta. Untuk itu, Bali menjadi tempat prioritas untuk melakukan pembinaan ini,’’ jelasnya. Dijelaskannya, di Indonesia pada 2020 hingga 2024 proyek infrastruktur yang akan dilaksanakan pemerintah dirancang senilai Rp Bali Post/edi 2.058 triliun. Dari nilai proyek terse-
muda ke depan,’’ imbuhnya. Sementara itu, Wagub Bali Tjokorda Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace menegaskan, yadnya merupakan tanggung jawab bersama sebagai umat Hindu kepada Hyang Parama Wisesa. ‘’Pelaksanaan upacara ini tentu telah membawa energi yang positif kepada kita semua. Apalagi upacara
but, sebesar 30 persen akan dibiayai APBN, sedangkan sisanya akan ditawarkan untuk dikerjasamakan dengan swasta. Eko menyebutkan, proyek yang akan dikerjakan tersebut dibagi berdasarkan beberapa bidang. Pertama, terkait sektor sumber daya air untuk pembangunan waduk, bendungan, saluran irigasi dan sebagainya akan ada sebanyak tujuh proyek. ‘’Sementara untuk infrastruktur jalan dan jembatan meliputi jalan tol, jalan nasional, dan jembatan akan ada sebanyak 83 proyek,’’ katanya. Dari 83 proyek tersebut, sebarannya yaitu 11 proyek non-trans Jawa, 8 proyek Jabodetabek, 2 proyek Sumatera, 19 proyek Kalimantan, 29 proyek Sulawesi dan di Bali sebanyak 14 proyek. Kemudian, bidang perumahan sebanyak 10 proyek untuk membangun rumah susun umum, rumah susun khusus, dan rumah susun negara. Sementara untuk bidang permukiman terkait infrastruktur air minum, pengelolaan air limbah, sistem pengelolaan resapan akan ada sebanyak 20 proyek. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) Pendistribusian logistik pemilu ke seluruh desa/ kelurahan di Kabupaten Badung akan dilakukan 12 April. Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat telah menyelesaikan pengepakan logistik. Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta mengatakan, logistik pemilu akan dititipkan di kantor desa/kelurahan. Logistik baru diperbolehkan untuk didistribusikan ke masing-masing TPS pada hari pemungutan suara. ‘’Jadi, sebelum hari pencoblosan logistik harus tetap berada di kantor desa/kelurahan, dengan penjagaan ketat pihak terkait, melibatkan KPU Badung, Bawaslu, dan aparat keamanan,’’ ujar Semara Cipta, Senin (8/4) kemarin. Menurutnya, packing logistik telah dimulai sejak 31 Maret. Packing logistik langsung dilakukan di kantor KPU Badung di Jalan Kebo Iwa Nomor 39 Denpasar. Dalam proses packing, satu kotak terdiri dari sejumlah logistik, di antaranya formulir C1 plano, berisi daftar hasil perolehan suara dari peserta pemilu yang dihitung di TPS nanti, kemudian formulir C2 adalah keberadaan untuk para saksi, formulir C3 untuk pendamping orang yang berkebutuhan khusus memilih. ‘’Masih banyak lagi, termasuk sampul dan yang terpenting surat suara,’’ ucapnya. Diterangkan, setiap TPS akan menerima lima kotak logistik sekaligus. Sebab, pada pemilu serentak kali ini sekaligus untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. ‘’Pendistribusian kami targetkan hingga tanggal 16 April 2019, karena setiap hari satu varian yang akan kami distribusikan,’’ katanya seraya menambahkan, akan menggelar rapat membahas rute pendistribusian logistik guna memudahkan pengiriman di lapangan. (kmb27)
Atasi Kekroditan di Jalan Legian Dishub Minta Masukan ’’Stakeholders’’ Mangupura (Bali Post) Kekroditan arus lalu lintas (lalin) di Jalan Legian yang kembali dikeluhkan warga, mulai mendapatkan atensi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Badung. Dishub akan segera menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan semua stakeholder guna mencari solusi atas persoalan tersebut. Kabid Lalu Lintas Dishub Badung Tofan Priyanto, Senin (8/4) kemarin mengatakan, pihaknya akan mengundang stakeholder baik dari Desa Adat Kuta, kepolisian, LPM, Lurah dan Camat, untuk bersama-sama mencari solusi dalam menyikapi masalah
tersebut. Apalagi diduga kekroditan lalin diakibatkan operasional taksi di kawasan setempat. Diakuinya, cukup sulit untuk menyikapi operasional taksi. Pasalnya, izin operasional taksi merupakan kewenangan Pemprov, tetapi operasionalnya di wilayah kabupaten/kota yang notabene 80 persen taksi yang ada di Bali beroperasi di Badung Selatan, khususnya Kuta. Untuk itu Pemprov selaku pemegang regulator taksi diharapkan meninjau kembali operasional taksi, sebab keluhan itu sebenarnya sudah dari dulu muncul dan sudah disam-
paikan pihaknya. ‘’Sebentar lagi Kepala UPT LLAJ Badung Selatan akan dipanggil Pak Kadis, sambil kita bicarakan masalah itu kita akan bahas internal dulu. Setelah itu baru kita mengundang yang lain. Sebab, masalah ini bukan hanya kewenangan Dishub, tapi juga menyangkut sisi keamanan, perizinan taksi dan semua pihak yang terlibat,,, katanya. Menurutnya, kemacetan di Jalan Legian tersebut sifatnya insidental, terutama pada saat wisatawan pulang dari tempat hiburan malam. Karena ada permintaan yang meningkat, maka supply angkutan taksi
mengikuti kebutuhan saat itu. Saat itulah dampak kemacetan sangat dirasakan masyarakat. Lebih lanjut dia menyampaikan, kesadaran pengendara taksi memang perlu ditingkatkan. Sebab, upaya untuk mengatur operasional taksi sudah coba diterapkan pihaknya baik melalui zona mengangkut dan menurunkan taksi (drop zone) dan pemasangan rambu. Dikonfirmasi terpisah, Camat Kuta Nyoman Rudiarta berharap rakor yang akan difasilitasi Dishub tersebut bisa menghasilkan solusi dalam mengurai persoalan kemacetan yang beberapa kali dikeluhkan masyarakat. (kmb23)
KRODIT - Kekroditan lalin Jalan Legian.
Bali Post/edi
Perkuat Perekonomian Masyarakat
Ketua DPRD Badung Berikan Bantuan Modal UMKM KETUA DPRD Badung Putu Parwata terus menepati janjinya dalam merealisasikan pembangunan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Badung. Politisi asal Dalung, Kuta Utara tersebut Senin (8/4) kemarin kembali menggelontorkan dana motivasi untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bagi masyarakat Badung. Ada dua warga yang dibantu dana motivasi penguatan UMKM tersebut, mereka adalah Ni Luh
MODAL USAHA Ketua DPRD Badung Putu Parwata memberikan dana penguatan modal UMKM untuk dua warga asal Dalung, bertempat di gedung DPRD Badung, Senin (8/4) kemarin.
Nariati dan Ni Ketut Adnyani. Putu Parwata mengatakan, pemberdayaan masyarakat melalui penguatan modal UMKM ini adalah bagian terpenting dalam menjaga stabilitas perekonomian kabupaten. ‘’Kegiatan ini adalah peran pemerintah dalam meningkatkan masyarakat berusaha untuk berdaya saing. Pemberian penguatan modal ini juga menghindari para pengusaha kecil ini meminjam dana dari rentenir dan mereka pun tidak terlilit utang oleh rentenir,’’ ujarnya. Lebih lanjut alumni Program Doktor Ekonomi Pembangunan Unud ini juga mengatakan, nanti untuk periode keempat pihaknya akan memberikan lagi bantuan untuk warung serta industri rumahan untuk 15
orang. ‘’Merupakan salah satu kiat untuk menekan jumlah kemiskinan. Jika kesempatan berusaha ada, tentu saja masyarakat memiliki pendapatan untuk menjalani hidup,’’ papar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung tersebut. Selain lewat dana motivasi yang bersumber dari dana operasional Ketua DPRD Badung, tegasnya, bantuan permodalan juga dapat diperoleh dari hibah, corporate social responsibility (CSR) serta program yang disusun di organisasi perangkat daerah. Selain itu, Pemkab Badung masih bisa memberikan rekomendasi bagi pelaku UMKM untuk memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan BPD Bali dengan bunga hanya tujuh persen. ‘’Khusus KUR hingga Rp 25 juta, tidak kena syarat
agunan,’’ tegasnya. Pihaknya bisa memberikan rekomendasi, kata Parwata, karena Pemkab Badung merupakan pemegang saham tertinggi di BPD Bali. Karena itu, tak ada alasan BPD tak mau menyalurkan KUR kepada UMKM di Badung. Sementara salah satu penerima bantuan penguatan modal dari Ketua DPRD Badung, Ni Luh Nariati menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Badung Putu Parwata yang sangat memperhatikan para pengusaha kecil seperti dirinya. ‘’Bantuan ini nantinya saya gunakan untuk menambah usaha yang sedang digeluti saat ini. Mudahmudahan bantuan ini bisa terus berlanjut dan menambah motivasi masyarakat untuk membangun usahanya,’’ ungkapnya. (ad323)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Sambut Made Urip, Ribuan Krama Tegallinggah Deklarasi ’’Satu Jalur’’ Target 100 Persen Memenangkan Jokowi-Amin
RIBUAN krama Desa Tegallinggah kompak menyatakan deklarasi untuk mendukung dan memilih calon legislatif (caleg) paket ‘’satu jalur’’ dari kader PDI Perjuangan. Selain itu, juga siap memenangkan 100 persen untuk calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin atau Jokowi-Amin serta calon anggota DPD-RI Dapil Bali I Nengah Wiratha nomor urut 35 pada Pemilu 17 April 2019. Deklarasi kebulatan tekad tersebut tercetus secara spontanitas, saat Koordinator Pemenangan nomor 01 Jokowi-Amin Dapil Bali, Drs. I Made Urip, M.Si., yang terus terjun langsung bersama Ketua DPRD Bali yang juga Caleg DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama serta Ketua Fraksi PDI-P DPRD Tabanan selaku Caleg DPRD Tabanan Nyoman Arnawa alias Komet dan calon anggota DPD-RI Nengah Wiratha di Wantilan Desa Adat Tegallinggah, Penebel, Tabanan, Minggu (7/4). Pada kesempatan itu, juga hadir Wakil Bupati Tabanan selaku Ketua DPC PDI-P Tabanan Komang Gede Sanjaya yang turun ke bawah atau turba untuk mengamankan kemenangan Jokowi-Amin dan Caleg PDI Perjuangan. ‘’Kita seratus persen mendukung dan memilih paket satu jalur, seperti Pak Urip, Pak Adi dan Pak Komet di nomor urut 1 dan calon anggota DPD-RI nomor 35 serta Pak Jokowi. Seluruhnya akan kompak mendukung dari 4 banjar adat dengan sekitar 1.400 pemilih siap satu jalur,’’ tegas Bendesa Adat Tegallinggah Nyoman Wiyarsa, S.H. didampingi sejumlah Prajuru Desa Adat Tegalinggah seraya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Made Urip bersama Adi Wiryatama dan Nyoman Komet serta Nengah Wiratha. ‘’Besok (17 April 2019 - red) memilih paket Pak Jokowi, Pak Made Urip, Pak Adi Wiryatama dan Pak Komet dan lagi satu Pak Nengah Wiratha nomor urut 35,’’ tegasnya lagi. Calon-calon wakil rakyat tersebut dikatakan keinginan dari rapat adat sekaligus kesepakatan dari dua kali rapat adat yang sepakat seratus persen memilih paket tersebut. ‘’Karena Pak Made Urip sangat rajin sekali, setiap dihubungi selalu datang. Termasuk Pak Adi dan Pak Komet serta Pak Nengah Wiratha,’’ ujarnya seraya memohon
DEKLARASI - Ribuan krama Desa Tegallinggah deklarasi mendukung dan memilih paket ‘’satu jalur’’ dari kader PDI Perjuangan serta Jokowi-Amin di nomor 01 dan calon DPD-RI nomor 35. bantuan kebo Yus Merana kepada Made Urip sekaligus Ketua Lansia Jara Abinaya Ni Nyoman Suratni menyampaikan seluruh lansia juga siap memangkan paket satu jalur termasuk Jokowi dan Nengah Wiratha. ‘’Karena program Pak Jokowi sangat disukai masyarakat, termasuk Pak Made Urip dan yang lainnya, sehingga kita siap mendukung untuk memenangkan paket satu jalur,’’ ungkapnya. Di sisi lain, selaku Ketua DPP PDI Perjuangan, Made Urip mengakui kesepakatan bersama Desa Adat Tegallingah untuk mendukung paket 1 jalur sangat solid dan bersatu tidak perlu diragukan lagi dan tinggal dibuktikan 17 April 2019. Namun pemilu serentak pertama kalinya berbarengan pileg dan pilpres ada tambahan baru untuk memilih presiden, sehingga akan sangat membingungkan. Jadi secara teknis agak rumit Pemilu 2019, apalagi banyak partai politik yang ikut pemilu. ‘’Namun tidak semua partai yang bisa lolos, karena ada syarat ambang batas 4 persen, khususnya di DPR-RI. Seperti halnya PDI-P dipastikan bisa tembus 4 persen, dibandingkan dengan partai gurem yang calegnya bisa tidak akan lolos di DPR-RI,’’ tandas anggota Komisi IV DPR-RI empat periode ini. Karena itu, disebutkan, konsep satu jalur yang akan membantu menjembatani untuk kepentingan desa pakraman, daripada memilih
caleg dari partai yang tidak lolos ambang batas. ‘’Termasuk daripada memilih caleg yang membayar seratus ribu atau lima ratus ribu, kalau tidak lolos tidak akan ada yang memperjuangkan aspirasinya selama lima tahun,’’ sentil wakil rakyat sejuta traktor itu, dan meminta krama desa adat mendukung paket 1 jalur dari PDI Perjuangan, sekaligus mengamankan negara dan bangsa dengan memilih Jokowi untuk periode kedua kalinya. ‘’Harus 100 persen untuk Pak Jokowi, sehingga bisa mengamankan bangsa dan negara. Termasuk paket satu jalur ini nyerahang dewek untuk membangun bersama,’’ kata anggota Bangar MPR-RI itu. Selaku petugas partai, Komang Gede Sanjaya juga menegaskan selama ini kader PDI-P yang selalu eksis membantu masyarakat. ‘’Itu asas manfaat memilih PDI Perjuangan yang sesuai proses dan impian masyarakat. Jadi itulah alasan memilih PDI Perjuangan. Misalnya untuk membangun bale gedong di Desa Tegallinggah ini akan dibantu Rp 300 juta,’’ jelasnya. Karena itu, Pemilu 17 April 2019 semuanya harus satu jalur dan memilih Paslon 01 untuk Jokowi Presiden sekali lagi. Sebagai kata penutup, Nengah Wiratha mengucapkan terima kasih atas kekompakan krama Tegallinggah untuk memilih calon DPD-RI nomor 35 bersama paket satu jalur termasuk Jokowi di nomor 01. (ad335)
Selasa Wage, 9 April 2019
AWK42 Panen Dukungan di Denpasar dan Badung
Rakyat Jangan Pilih Caleg yang Sebar Uang dan Muncul Hanya Jelang Pemilu SENATOR DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III panen dukungan di Kuta Selatan dan juga Kota Denpasar saat acara kampanye Pemilu 2019 di sejumlah titik. Sejumlah pesan disampaikan Senator Arya Wedakarna (AWK) terhadap situasi politik yang kian memanas menjelang pencoblosan yakni 17 April 2019. ‘’Pada zaman perjuangan Bung Karno, saat PNI menang Pemilu 1955, di sana pemilu menjadi ajang pendidikan politik. Ajang kaderisasi pemimpin-pemimpin tingkat pusat hingga anak ranting dan juga pemilu menjadi ajang kegembiraan. Padahal, di tahun 1955 yang bertarung itu ada partai nasionalis, partai agamais dan partai komunis salah satunya. Tapi kenapa Pemilu 1955 yang digelar pemerintahan Bung Karno disebut sebagai pemiu paling demokratis dan terbaik hingga saat ini. Sebab, pemilu saat itu adalah bebas hoax, bebas intimidasi dan bebas money politics. Jadi harapan dari pemerintah agar Pemilu 2019 ini bebas hoax, bebas SARA dan bebas money politics sebenarnya bukan barang baru. Tapi mari kita belajar dari sejarah bahwa Indonesia punya kenangan hebat tentang Pemilu 1955,’’ kata Arya Wedakarna. Ia menambahkan, saat ini masih diduga terjadi praktik kecurangan, termasuk politik sebar uang yang dilakukan sejumlah caleg dan harapan agar masyarakat tetap teguh pada pilihannya. ‘’Rakyat khususnya kaum milenial harus tegas, jangan sampai memiliki caleg yang dari awalnya sudah bermental curang. Salah satu wujud kecurangan itu adalah caleg yang doyan menebar uang ke kantong-kantong desa atau banjar. Jika sampai masyarakat Bali mendukung caleg seperti itu, maka masyarakatlah yang bisa disalahkan. Apalagi, saat ini sudah ada UU yang melarang, bahwa penerima dana dan juga pemberi bisa dipidana. Tiang minta agar berhatihati manten,’’ ungkap AWK. Namun, ia memuji dari hasil kunjungannya ke seluruh Bali. Ia telah menemukan ada perubahan karakter positif dari masyarakat Bali terkait dengan pilihan politik, di mana masyarakat kini tidak bisa diatur dengan imbauan-imbauan
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat bersama semeton Jimbaran dan semeton Swasti di Denpasar. dari desa atau ormas terkait pilihan politik. ‘’Di Bali ini banyak partai politik yang mengimbau kepada kadernya untuk memilih calon A atau B. Begitu juga ada ormas yang mengimbau agar memilih calon A atau B, bahkan ada juga pimpinan desa adat yang meminta agar memilih si A dan B. Tapi kita lihat saja, rakyat akan membelot dari arahan-arahan seperti itu. Ibaratnya, rakyat sudah muak dengan intervensi politik penguasa dan juga ormas. Justru semakin diarahkan, maka rakyat semakin memberontak. Ini perlu tiang ingatkan karena situasi psikologi pemilih saat ini berbeda dengan yang lalu. Kita bisa kasi contoh, bagaimana saat pemilihan Gubernur Bali tahun 2018 lalu kan? Ada penguasa yang sombong menargetkan 70 persen suara, tapi justru pencapaiannya di bawah harapan. Bahkan bisa dikategorikan tipis. Maka dari itu, ngiring, jadilah politisi santun, pemimpin yang mengutamakan Jnana Yadnya dan pemimpin yang berdiri di atas semua golongan. Itu tujuan pemilu sesungguhnya,
sebagai ajang evaluasi,’’ ucap Gusti Wedakarna yang merupakan peraih suarat tertinggi di Pemilu DPD tahun 2014 ini. Dari pengamatan di lapangan, antusiasme rakyat Badung dan rakyat Denpasar terhadap AWK sangat terlihat di setiap acara yang dihadirinya. Rakyat Denpasar dan Badung berkomitmen untuk mengulang lagi kesuksesan AWK menjadi pemenang pemilu di tahun 2019 sebagai harapan dari Sang Sarka (Koordinator GPM). ‘’Tahun 2014, saat itu AWK belum banyak berbuat. Selama periode 2014-2019 menjadi Senator, AWK mampu menjadi tokoh sentral wakil rakyat yang sangat aktif dalam kegiatan. Jadi logika saja, pasti suara beliau akan terjaga dengan baik. Apalagi AWK adalah sosok netral, nonpartai politik dan masih muda. Artinya, memilih AWK seperti tidak ada beban. Beda misalkan kalau rakyat memilih caleg lainnya yang mantan atau bekas pejabat, beban politiknya besar dan belum tentu bersih juga,’’ ungkap Sang Sarka. (ad338)
Semut Production Gelar Artpril Moving ’’Titik Temu Koreografer’’#2 Program Studi Perhotelan Akpar Denpasar Divisitasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Melestarikan Tradisi dalam Seni Tari Kekinian
DALAM rangka pelaksanaan akreditasi tahun 2019, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melaksanakan asesman lapangan terhadap Program Studi Perhotelan pada Program D-3 Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar. BAN-PT adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi, menilai, dan menetapkan status serta peringkat mutu program studi dan institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, tujuan dan manfaat akreditasi program studi dan institusi perguruan tinggi adalah memberikan jaminan bahwa program studi dan institusi perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan BAN-PT. Dengan demikian mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar. Sebagai Tim Asessor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yakni Budi Setiawan, A.Md.Par., S.E., M.M. dari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid, dan Dr. Diena Mutiara Lemy, M.M. dari Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan. Pelaksanaan asesmen lapangan dimulai dari tanggal 31 Maret 2019 sampai dengan 2 April 2019. Tim Asesor diterima langsung di Kampus Akpar Denpasar oleh Drs. Putu Bagus Wisnuwardhana, M.Si. selaku Ketua Yayasan Pendidikan
BERSAMA - Tim Asessor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi foto bersama saat pelaksanaan asesman lapangan terhadap Program Studi Perhotelan pada Program D-3 Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar. Kertha Wisata, I Wayan Sukita, S.Sos., M.Pd. selaku Direktur Akpar Denpasar dan AAA Ribeka M. Purwahita, S.E., M.Par. selaku Ketua Prgram Studi Perhotelan beserta seluruh civitas akademika Akpar Denpasar. Direktur Akpar Denpasar I Wayan Sukita, S.Sos., M.Pd. mengatakan pelaksanaan akreditasi merupakan reakreditasi yang ketiga bagi Program Studi Perhotelan yang sebelumnya memperoleh nilai B, dan saat ini akan berusaha memperoleh nilai A. Pelaksanaan akreditasi dapat berjalan dengan lancar dan sukses berkat dukungan semua pihak, terutama tim asesor yang begitu banyak membina dan memberikan masukan bagaimana cara mengelola sebuah perguruan tinggi yang menguta-
makan budaya mutu. Akpar Denpasar adalah lembaga pendidikan tinggi pariwisata yang sudah diakui kualitasnya dan menghasilkan lulusan yang berkualitas, sehingga saat ini mahasiswa Akpar berasal dari seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Akpar Denpasar berdiri sejak tahun 1970 dan saat ini mengelola dua program studi yaitu D-3 Program Studi Perhotelan dan D-3 Program Studi Usaha Perjalanan Wisata. Keduanya telah terkakreditasi B dan saat ini dalam proses akreditasi institusi. Tahun akademik 2019/2020, Akpar Denpasar telah menerima mahasiswa baru mulai 2 Januari 2019 sampai dengan 24 Mei 2019. Tes seleksi akan dilaksanakan pada 27 Mei 2019. (ad326)
ALUMNI Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang tergabung dalam Semut Production kembali menggelar sebuah seni pertunjukan Artpril Moving ‘’Titik Temu Koreografer’’ #2 dengan tema ‘’Tubuhku Saat Ini’’ di Level 21 Mall, Minggu (7/4) malam. Seni pertunjukan yang ditampilkan berfokus pada kesenian yang bergerak, berpindah, berkembang dan pusat pertemuan koreografer dari segala usia. Di antaranya menampilkan Ni Made Wiratini yang merupakan pensiunan dosen ISI Denpasar yang sudah puluhan tahun terjun di bidang tari dan telah berkeliling dunia dengan tariannya, K. Samudhi Rangika Jayasinghe yang merupakan koreografer asal Sri Lanka, dan I Komang Adi Astawa dari anggota Semut Production. Tidak hanya mementaskan tiga karya seni tari, pada kesempatan tersebut pengunjung Level 21 Mall juga diberikan pengetahuan tentang seni tari kekinian dalam bincang karya seni oleh para kurator seni. Yaitu Dr. I Gusti Ngurah Sudibya, S.ST., M.Sn. dan Dra. Diyah Kustiyanti, M.Hum. Kegiatan Artpril Moving #2 ini juga dihadiri para seniman dari perwakilan kabupaten/kota se-Bali. Ketua Semut Production I Nyoman Krisna Satya Utama menjelaskan, Artpril Moving ‘’Titik Temu Koreografer’’ #2 merupakan ruang pergerakan seni di bulan April yang berbasis pada seni pertunjukan tari untuk melihat pergerakan dan perkembangan tari sebagai wadah bagi koreografer berpengalaman maupun pemula. Penyajian tari di
SENI TARI - Salah satu karya seni tari ‘’Tubuhku Dalam Kenangan’’ yang dibawakan pensiunan dosen ISI Denpasar Ni Made Wiratini pada pergelaran Artpril Moving ‘’Titik Temu Koreografer’’ #2 di Level 21 Mall, Minggu (7/4) malam. Artpril Moving ini berbeda dengan ruang pertunjukan tari lainnya di Bali. Sebab, karya tari yang disajikan bersifat kekinian, tidak hanya sebatas sebagai hiburan visual yang estetis, tetapi juga mengajak penonton untuk berpikir, berdiskusi, dan ikut terlibat dalam dunia perkembangan tari. ‘’Artpril Moving ‘Titik Temu Koreografer’ saat ini merupakan project ke-2 kami. Sebelumnya Artpril Moving telah dilaksnakan ISI Denpasar pada tahun 2017 lalu dengan tema ‘Cermin Sebagai Refleksi Diri’. Dan tahun ini kami mengangkat tema ‘Tubuhku Saat Ini’,’’ tandas Krisna Satya Utama, Minggu (7/4) malam. Dijelaskan, tema ‘’Tubuhku Saat Ini’’ diangkat dalam Artpril Moving ‘’Titik Temu Koreografer’’ kali ini, karena tari tidak lepas dari tubuh yang berperan terhadap perkembangan tari. Sebab,
tubuh dapat melihat, memahami, merespons, dan memaknai situasi di lingkungannya. Dengan Artpril Moving ini, diharapkan mampu menarik simpati masyarakat umum untuk meningkatkan minat apresiasi terhadap seni pertunjukan, khususnya seni tari. Apalagi, tujuan dari Artpril Moving ini adalah untuk memproduksi karya tari yang bersifat kekinian. ‘’Selain kami melestarikan tradisi (seni tari - red), kami juga melakukan pengembanganpengembangan yang masih berpijak pada tradisi tubuh kami. Sehingga tradisi itu terus hidup dan berkembang, tidak hanya stagnan begitu saja. Misalnya saya adalah penari Bali, jadi basic saya adalah penari Bali, meskipun saya mengembangkan tari tersebut lebih kekinian,’’ pungkasnya. (win/k250)
SMA Darma Praja Denpasar
Tak Naikkan SPP, Ruangan Ber-AC dan Bertaburan Prestasi SMA Darma Praja sejak lama dikenal sebagai sekolah bermutu serta berbasis budaya Bali. Sekolah ini ada di bawah Yayasan Darma Praja milik Pemkab Badung. Makanya biaya pendidikan di sekolah ini sangat terjangkau. Bahkan, tahun ini sekolah ini tak menaikkan SPP guna membantu masyarakat Bali. Sekolah ini menggratiskan semua biaya porjar, perpisahan hingga tirtayatra. Bahkan, studi tur disubsidi hanya bayar Rp 700 ribu selama lima hari di Yogyakarta. Siswa hanya dikenakan SPP Rp 425.000450.000/bulan. Tahun ini, 149 siswa kelas XII SMA Darma Praja yang akrab disebut Daprasma mengikuti UNBK mandiri hingga Senin (8/4) kemarin. UNBK dipusatkan di dua lab komputer dengan kapasitas 90
unit dibagi dalam tiga shift. Kepala SMA Darma Praja Denpasar I Gede Bagus Arsawikanta, S.Pd. menegaskan, sekalipun UNBK bukan menentukan kelulusan, guru tetap memotivasi siswa meraih nilai UN tinggi. Sementara standar kelulusan minimal ditetapkan 75 setara dengan sekolah negeri. Arsawikanta didampingi Wakasek Kurikulum Drs. I Wayan Pageh, M.Pd., Wakasek Sarpras Drs. I Wayan Murja, Wakasek Kesiswaan Drs. I Made Yasa dan Waka Humas I Gst Made Widiarta, B.A. juga bersyukur 9 siswanya diterima di Unud dan setiap tahun ada diterima di FK Unud. Ini artinya sekolah sukses memproses siswa menjadi lulusan berkualitas. Untuk menjaga komitmen dalam mutu, tahun ini SMA
Darma Praja Denpasar membatasi menerima calon siswa baru yakni 216 siswa. Sudah banyak calon siswa baru melihat-lihat sekolah terbaik dalam kebersihan ini serta bertaburan prestasi. Bahkan, kini semua ruang kelas ber-AC. Mereka menilai SMA Darma Praja dikenal dengan model pendidikan disiplin serta pendidikan karakternya. Sekolah ini juga dikenal banyak menyisihkan calon siswa karena terbatasnya kursi. Untuk pengembangan diri, kata Bendahara MKKS SMA ini, sekolah menyiapkan 23 ekstra seperti olahraga, KIR dan seni budaya. Soal yang terakhir ini, 18 April digelar ‘’Daprasma Natya Parasanti’’, semua aktivitas seni siswa ditampilkan secara all out. Kasek Arsawikanta membe-
narkan saat ini sekolah di Jalan Raya Gatsu ini memiliki 19 ruang belajar. Dengan demikian semua siswanya bisa masuk pagi. Selain itu semua kelas ada LCD, miliki dua lab komputer, IPA dan lab pariwisata karena sekolah ini SMA plus pariwisata. Ini bukti sekolah ini juga dikenal mempersiapkan lulusannya bekerja. Semua siswa diberi kompetensi tambahan bidang pariwisata seperti front office, house keeping, bartender dan akomodasi perhotelan. Juga ditambah dengan penguatan lima bahasa asing yakni bahasa Inggris, Jepang, Prancis, Jerman dan Mandarin. Hebatnya, semua program ini tanpa ada tambahan biaya. Soal prestasi, sekolah ini dikenal bertaburan prestasi. Di antaranya meraih juara I LKTI Nasional di Surabaya oleh Fir-
UNBK - Kepala SMA Darma Praja Denpasar I Gede Bagus Arsawikanta didampingi wakasek saat meninjau kesiapan siswa sebelum mengerjakan UNBK. mansyah, Krisna Mamang dan A.A. Gede Krisna Murti. Juara II LKTI di UGM oleh Ni Putu Rita Primayuni dan juara III oleh Ni Kadek Yunia Puspitasari. Di olahraga tak usah diragukan. Di Porjar langganan ranking enam, borong juara. Siswanya, Auy Puspawati, meraih juara I nasional tenis meja. Dia adalah atlet andalan Bali yang banyak menyumbangkan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
medali bagi sekolah. Kasek Arsawikanta mengakui setiap siswa SMA Darma Praja yang mendulang prestasi disiapkan bonus masing-masing Rp 1,5 juta untuk peraih medali emas, Rp 500 ribu peraih medali perak dan Rp 250.000 peraih perunggu. Bahkan, dia menargetkan SMA Darma Praja pada posisi ketiga besar di Porjar tahun ini. (ad325)
DAERAH
Selasa Wage, 9 April 2019
AWK42 Panen Dukungan di Kabupaten Bangli dan Karangasem
5 Panudiana Kuhn
Wedakarna Yakinkan Perjuangan RUU Provinsi Bali Fokus Pendidikan dan Peningkatan Kualitas SDM sebagai Pengganti Otsus akan Berhasil Asal Solid SEJARAH mencatat, di tahun 1999 saat harga diri Bali dilecehkan oleh seorang menteri, masyarakat Bali mulai menggelorakan gerakan Bali merdeka yang bermakna menuntut kesejajaran dalam hak sebagai bagian dari NKRI hingga terjadi Bom Bali di tahun 2002 dan 2005 yang akhirnya memunculkan gerakan ‘’ajeg Bali’’, Provinsi Bali masih belum mendapatkan perhatian seimbang. Cita-cita para aktivis Bali hingga kini juga belum mencapai hasil maksimal. Pergantian kepemimpinan rezim pemerintahan, baik presiden demi presiden di tingkat nasional, hingga gubernur ke gubernur tidak mampu memberikan solusi bijak terkait keinginan rakyat Bali agar Provinsi Bali mendapatkan status khusus. Di awal tahun 2009-2014, perjuangan Bali untuk memperjuangkan otsus hampir berhasil dengan keputusan aklamasi secara politik di Gedung DPD-RI Senayan, Jakarta. Sayangnya, pengajuan draf otsus Bali untuk diundangkan terkendala karena faktor X. Kini di awal tahun 2019, perjuangan untuk mengganti UU lama Provinsi Bali peninggalan tahun 1958 semakin menguat kembali dan memerlukan kerja sama dari seluruh stakeholder politik, baik dari nasional hingga daerah. Sikap optimisme akan berhasilnya perjuangan RUU Provinsi Bali disampaikan Senator DPDRI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di hadapan masyarakat saat kampanye Pemilu 2019 di Bangli dan Karangasem. ‘’Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu untuk menebarkan rasa optimisme. Bukan sebaliknya. Untuk skup Bali, perjuangan tertunda, apa yang disebut Bung Karno sebagai revolusi yang belum selesai harus dihidupkan semangatnya. Apa pun yang diinginkan Bali harus diperjuangkan secara politik dan Hindu Dharma memiliki politik suci. Itu dinamakan sebagai politik Satyagraha,’’ kata Arya
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama masyarakat di Tribhuwana, Karangasem dan Tembuku, Bangli. Wedakarna (AWK). Ia menyampaikan saat ini adalah momentum yang tepat agar perjuangan Bali sebagai pulau khusus yang dibangun dengan nilai-nilai adat dan budaya Hindu secara politik dan undang-undang dapat diwujudkan. ‘’Pengesahan Perda Desa Adat Bali minggu lalu adalah satu sinyal baik. Karena Perda Desa Adat tentu harus selaras dengan RUU Provinsi Bali. Dari sisi geopolitik, posisi partaipartai pendukung pemerintah pusat juga sangat solid, baik di Jakarta dan di Bali. Ini tentu sangat banyak membantu dan saya akui ‘Jokowi Effect’ sangat memengaruhi pergerakan Bali saat ini. Jika momentun ini dijaga dan hasil pemilu nanti kekuatan ini bersatu padu dan menang lagi, maka Bali akan sangat mudah untuk meminta bagian perhatian dari pusat, baik perhatian dari politik kebijakan atau dari politik anggaran,’’ jelas AWK. Terlepas dari momentum politik, Senator AWK masih tetap optimis di sisa masa kerja
parlemen, baik DPR-RI, DPD-RI dan juga masa jabatan Presiden RI hingga Oktober 2019, perjuangan Bali di legislasi ini akan berhasil. ‘’Kita harus optimis, tidak ada yang tidak mungkin. Dengan restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan jika sudah karmanya Bali berdaulat secara Tri Sakti, maka akan mendapatkan hak-haknya. Semua perlu usaha, dan perlu kebersatuan. Terakhir kali saat DPD-RI, DPR-RI, gubernur, DPRD, bupati/wali kota bertemu di Kantor Gubernur Bali untuk hal ini, semua dalam suasana yang sangat bersatu. Tiang yakin, dan ngiring semeton percaya dengan Guru Wisesa (pemerintah),’’ ungkap AWK yang meraih nomor urut 42 di Pemilu 2019 ini. Dari pantauan, saat melaksanakan kegiatan simakrama dan roadshow di Bangli dan Karangasem, setiap acara yang dikunjungi AWK selalu mendapatkan perhatian positif dari masyarakat. Hal ini ditandai dengan membeludaknya antusiasme masyarakat di lokasi acara. (ad337)
SEBAGAI pengusaha, Panudiana Kuhn yang mencalonkankan diri sebagai Caleg DPRD Provinsi Bali Daerah Pemilihan (Dapil) Badung dari Partai Golkar nomor urut 6, sangat prihatin dengan kualitas pendidikan di Bali yang banyak lulusannya hanya berkeinginan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain itu, ia juga menyayangkan, banyak generasi muda saat ini yang malu melakoni usaha dari nol. Banyak yang hanya memanfaatkan kebesaran atau usaha orangtua mereka dan jarang sekali mau memulai dari yang kecil. Untuk itu, selain pembangunan infrastruktur, masalah pendidikan memang menjadi prioritas baginya. Kabupaten Badung dengan PAD yang cukup besar, mestinya memiliki pendidikan yang bagus dan kompeten. ‘’Nantinya dengan pendidikan yang kompeten, akan bisa meningkatkan kualitas dari SDM yang ada,’’ tegasnya saat ditemui, Senin
(8/4) kemarin. Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM, Kuhn yang sudah memulai usaha sejak tahun 1980-an di Bali ini memiliki target membuka training center. Sasarannya, generasi milenial yang memiliki keinginan kuat untuk menciptakan peluang kerja. Mereka akan diajarkan bagaimana menghasilkan uang melalui bisnis oleh mentormentor dari pengusaha yang sudah sukses. Sosok Panudiana Kuhn sangat tepat dijuluki sebagai pengusaha from zero to hero. Menurut penuturannya, dirinya merintis usaha dari sebuah toko kecil hingga berkembang menjadi garmen besar dengan nama PT Dian Tina Ayu. Usaha ini berjaya di era 1980-an hingga 2000-an. Jumlah karyawannya kala itu mencapai 1.000 orang dengan menempati gedung baru yang luas di Jalan Griya Anyar, Simpang-siur Kuta.
Panudiana Kuhn Produk-produk yang dihasilkanya berorientasi ekspor dan menjadi primadona ekspor Bali. Atas kerja keras dan preastasinya itu, Panudiana Kuhn mendapat penghargaan dari tiga Presiden yakni Soeharto, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai usaha kecil terbaik dan pengusaha yang taat membayar pajak.
Untuk itu, kepada kaum milenial, pihaknya mengajak untuk tidak golput pada pemilu tahun ini. Salurkan hak suara untuk menentukan pemimpin terbaik. ‘’Gunakanlah kesempatan untuk memilih, pilih pemimpin yang sudah berpengalamam dan terbukti dengan hasil kerjanya,’’ ajaknya. (ad322)
Dhamantra Dukung Gung Tri
Lanjutkan Perjuangan Rebut Hak Bali Denpasar (Bali Post) Politisi senior PDI Perjuangan Nyoman Dhamantra mendukung I Gusti Agung Putri Astrid K, M.A. alias Gung Tri yang akan maju sebagai Calon DPR-RI PDI Perjuangan Dapil Bali nomor urut 3. Dia sekaligus minta agar perjuangan dengan slogan ‘’Merebut Hak Bali’’ bisa dilanjutkan. ‘’Ini harus ada yang melanjutkan dan saya percaya Gung Tri bisa melakukan hal itu,’’ tegasnya usai berdiskusi dengan Gung Tri di Denpasar, Minggu (7/4) lalu. Perjuangan itu masih relevan karena sejumlah hal yang belum bisa diwujudkan seperti dana yang lebih besar untuk pelestarian adat dan budaya Bali dari pemerintah pusat, adanya dana bagi hasil pariwisata untuk peningkatan kapasitas sumber daya banusia (SDM) Bali dan berbagai hak Bali lainnya. ‘’Gung Tri tentu kita harapkan dapat meneruskan perjuangan menolak reklamasi
dan investasi-investasi lain yang bisa merusak alam Bali,’’ tegas Dhamantra. Yang menarik dalam diskusi ini, Dhamantra menegaskan, hak Bali bukanlah berarti Bali dijadikan sebagai daerah yang eksklusif dan menolak pendatang. Hak Bali itu harus bertumpu pada peningkatan kapasitas dan kualitas SDM yang siap bersaing, bahkan sampai ke tingkat global. ‘’Tidak ada ceritanya suatu bangsa bisa bertahan dengan cara menutup diri. Itu justru akan makin membuat kita tertinggal,’’ bebernya. Menanggapi dukungan itu, Gung Tri mengaku siap melanjutkan perjuangan seniornya. ‘’Selama ini kami memang sering berkomunikasi. Hanya memang masih harus banyak belajar pada beliau,’’ tegasnya. Gung Tri menjelaskan bahwa visinya selama ini ‘’Menjaga Taksu Bali’’ sebenarnya senada dengan perjuangan Dhamantra. ‘’Saya pun percaya taksu itu
Bali Post/kmb
DISKUSI - Nyoman Dhamantra saat diskusi dengan I Gusti Agung Putri Astrid alias Gung Tri di Denpasar, Minggu (7/4) lalu. adalah kekuatan yang memancar dari potensi yang kita miliki dan kita asah terus-menerus,’’ tegasnya. Mengenai sikap terhadap reklamasi Teluk Benoa, Gung Tri menyatakan sejak awal menolak karena mengancam
lingkungan dan menjadi ancaman bagi pariwisata Bali yang berbasis kerakyatan dan adat budaya. ‘’Jangan sampai kita hanya menjadi penonton, sementara semuanya dikuasai pemodal besar,’’ tandasnya. (kmb)
Cara Bekendara yang Baik dan Benar
URCC Diberi Pelatihan ’’Safety Riding’’ dari Honda
DIAMANKAN - Pengambil sesari, MJM dan IL, diserahkan ke Polsek Dentim.
Bali Post/ist
Dua ’’Pemburu’’ Sesari di Padanggalak Diamankan Polisi
Denpasar (Bali Post) Menindaklanjuti maraknya orang-orang yang mengambil sesari saat upacara di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur (Dentim) dan viral di medsos, polisi langsung menindaklanjutinya. Pada Minggu (7/4) diamankan dua remaja di bawah umur berinisial MJM (15) dan IL (13) oleh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali terkait kasus tersebut. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, dari pengakuan MJM asal Lombok Barat, NTB, pada Senin (4/3) pukul 15.00 Wita saat ada umat Hindu melaksanakan
persembahyangan (melis) di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur, dia mengambil uang sesari dengan total Rp 1.350.000. Sedangakan saat upacara melis pada Minggu (7/4), dia mendapatkan uang Rp 25 ribu. Terkait dengan video viral saat melis sebelum hari raya Nyepi, ABG beralamat di Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Denpasar ini mengakui itu dia. Adapun uang hasil pengambil sesari tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara IL asal Jember, Jawa Timur ini mengakui ikut mengambil uang yang ada di sesajen saat masyarakat
melakukan melis di Pantai Padanggalak. Dia mendapatkan uang sebesar Rp 500 ribu. ABG bekerja sebagai pemulung dan tinggal di Jalan Jagung 1, Padanggalak ini mengatakan kalau perbuatannya itu atas kemauannya sendiri dan tidak ada yang mengoordinir. ‘’Pelaku mengaku uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Yang bersangkutan menyesali perbuatannya dan mengaku tidak akan mengulanginya lagi,’’ ujarnya sembari mengatakan pada Minggu kemarin, IL mendapatkan sesari sebesar Rp 9.000. (kmb36)
Potensi Suara di RSUP Sanglah Capai 1.400 Tidak Ada Disediakan TPS Khusus
Denpasar (Bali Post) Menjelang pencoblosan pada 17 April nanti, di RSUP Sanglah tidak ada TPS khusus yang disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Meski demikian, bagi pasien dan keluarga pasien atau karyawan RSUP Sanglah yang akan melakukan pencoblosan akan ada petugas KPPS terdekat yang akan datang ke RSUP Sanglah. Untuk itu, pihak RSUP Sanglah menyediakan tempat di ruang tunggu poliklinik menaruh kotak suara dan melakukan pencoblosan di sana. ‘’Untuk pasien yang tidak bisa bangun dari bed, akan didatangi ke ruangan rawat inap,’’ kata Dewa Ketut Kresna, Kepala Sub-Bagian Humas RSUP Sanglah, Senin (8/4) kemarin. Pencoblosan ini hanya bisa dilakukan pemilih yang sudah mengurus form A5 sebelumnya. ‘’Semua yang sudah mengurus form A5 bisa mencoblos di RS,’’ imbuh-
Dewa Ketut Kresna nya. Mengingat pengurusan form A5 terakhir pada 10 April, maka ia mengimbau masyarakat, khususnya yang akan melakukan pengobatan di RSUP Sanglah pada hari tersebut, agar segera mengurusnya,’’ jelasnya. Menurutnya, pencoblosan ini lebih banyak dimanfaatkan pasien dan keluarga pasien karena selama rawat
inap mereka tidak bisa pergi dari area rumah sakit. Sedangkan karyawan bisa saja mendatangi TPS dengan mengatur waktu shift mereka dengan sesama temannya. Dewa Kresna menambahkan, RSUP Sanglah merupakan rumah sakit yang besar dengan jumlah bed 765. Apalagi BOR (Bed Occupation Rate) atau tingkat keterisian bed RSUP Sanglah mencapai 90 persen. Ditambah dengan penunggu pasien sekitar 1 – 2 orang. Maka dari itu potensi suara yang bisa didapat di RSUP Sanglah sangat banyak. Jika dihitung, 765 bed ditambah masing-masing penunggu 1 orang, berarti ada lebih dari 1.400 suara yang berpotensi hilang jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, RSUP Sanglah selain dalam misi kemanusiaan, juga turut ambil andil dalam menyukseskan pemilu dengan memfasilitasi pasien dan keluarga pasien untuk melakukan pencoblosan. (kmb42)
UNIT Reaksi Cepat Community (URCC) merupakan komunitas yang bergerak di bidang penanganan kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang bersifat sosial. Mereka mendapatkan pelatihan safety riding dari Honda. Mengambil tempat di gudang Megati, Tabanan, sebanyak 25 anggota URCC mengikuti edukasi yang digelar pada Minggu (7/4) lalu. Edukasi dikemas menarik dengan beragam pengetahuan berkendara dengan aman, baik saat berkendara sendiri maupun berkelompok. Dimulai sejak pagi, kegiatan yang dipandu Tim Safety Riding Astra Motor Bali ini diawali dengan sesi teori keselamatan berkendara. Pada sesi ini para peserta diajarkan cara bekendara yang baik dan benar serta cari aman di jalan raya. Pemahaman peserta pun ditambahkan dengan pemutaran video safety riding. Peserta terlihat bersemangat saat sesi tanya jawab dengan berbagai hadiah menarik. Untuk memantapkan teori
safety riding yang telah dijelaskan, pelatihan dilanjutkan dengan tes praktik. Pada sesi ini peserta diberikan pengetahuan mengenai postur tubuh saat berkendara, dimulai dari posisi tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Selain itu, para peserta juga diajarkan teknik cara melakukan pengereman yang benar. Peserta juga diajak melakukan slalom course yaitu cara berbelok dengan baik dalam kecepatan tinggi dan kecepatan rendah. Setelah mencoba teori dan praktik tersebut, peserta diberikan tantangan berupa games Low Speed Section. Di mana dalam games ini para peserta dituntut untuk berkendara melewati rintangan berupa cone rambu jalan tanpa mengenainya. Setiap peserta yang mencoba langsung dinilai dan dievaluasi. Dan peserta dengan nilai terbaik mendapat hadiah berupa helm dari tim safety riding. ‘’Kami berkomitmen menjalankan program safety riding secara konsisten karena
edukasi ini tidak boleh putus hingga lebih banyak orang yang menjadi duta keselamatan di jalan raya,’’ kata Ngurah Iswahyudi selaku Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali. URCC yang merupakan komunitas bersifat sosial dibentuk atas dasar keprihatinan terhadap musibah kecelakaan yang sering terjadi di jalan raya. Dengan konsep penanganan
cepat, pembentukan URCC ini dipelopori oleh 35 anggota yang berasal dari berbagai komunitas maupun perseorangan di Bali. ‘’Pengetahuan safety riding ini sangat penting buat kami, harapannya dengan edukasi ini, menjadi bekal buat kami dalam menciptakan kondisi aman baik bagi diri sendiri ataupun pengguna jalan lainnya,’’ ungkap Edi Waseso selaku wakil ketua URCC. (bns1)
Warung Global
Gerakan Bali Mareresik Diharapkan Terus Berlanjut SAAT ini, permasalahan kantong plastik tengah menjadi pusat perhatian di seluruh belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Pemerintah Provinsi Bali resmi mengeluarkan larangan penggunaan plastik sekali pakai beberapa waktu lalu. Larangan ini meliputi penggunaan sedotan, wadah plastik, dan sterofoam. Dengan pelarangan ini, maka Bali bisa mengurangi sampah hingga ribuan ton tiap tahunnya. Larangan ini disahkan Gubernur Bali Wayan Koster pada 24 Desember 2018 lewat Peraturan Gubernur Nomor 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Aturan ini secara ketat melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai, sterofoam (polisterina), dan sedotan plastik oleh produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh Bali. Kini Gubernur Koster meluncurkan gerakan Bali Mareresik pada Minggu (8/4) lalu. Diharapkan gerakan ini berkelanjutan sehingga Bali bebas sampah plastik bisa diwujudkan. Demikian harapan Kawan Global yang bergabung dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Berikut rangkuman selengkapnya. Menurut Ketut Sadam di Tabanan, kegiatan ini merupakan gerakan yang sangat positif. Sebab, sampah plastik begitu sangat berbahaya bagi kehidupan kita dan lingkungan. Selain mengubah perilaku dan sadar diri, ia juga mengusulkan dibuatkan peraturan bagi pembuang sampah sembarangan agar dikenakan denda. Bagi Arya di Denpasar, gerakan mareresik ini dinilai tidak optimal. Justru dinilai setengah-setengah. Sebab, butuh cara ekstrem untuk mengurangi, bahkan menghilangkan sampah plastik ini dengan cara menutup pabrik plastik.
Gerakan serempak untuk mengurangi sampah plastik mendapat apresiasi dari salah seorang warga Abiansemal, Ketut Dawi. Ia berharap agar pabrik-pabrik bisa mengolah atau memproduksi plastik yang ramah lingkungan sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Sementara sebagai salah seorang pedagang di Pasar Tabanan, Fera menyampaikan ini sebuah program yang baik dan tentunya berjalan jika masyarakat semua sadar akan bahaya plastik. Sebab, butuh bertahun-tahun supaya plastik itu bisa terurai. Jadi intinya
adalah kesadaran diri saja. Sementara Mursi menilai gerakan ini bagus. Akan tetapi supaya program ini berjalan dan sukses mesti terus digemakan. Ireng di Bajera menilai ini akan menjadi ide yang konyol ketika tidak dibarengi dengan imbauan sekaligus adanya sanksi. Kemudian Werdha di Gianyar menilai gerakan semacam ini bagus karena baru jadi. Hasilnya pun masih belum dirasakan, namun ia berharap gerakan ini berkesinambungan. Gus Gong di Tabanan juga sepakat dengan usulan Werdha. Mewujudkan Bali bebas
sampah plastik juga harus didukung aparat pemerintah bawah sehingga semua menjalankan program gubernur ini. Sementara Nyoman Mastra di Gianyar menilai program ini hanya seremonial saja. Masyarakat Hindu telah memiliki konsep Tri Hita Karana, jalankan itu saja. Beda dengan pendapat Made Bimasena di Gianyar. Menurutnya, pemerintah tak bisa hanya menyuruh masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik, tetapi perusahaan/ pabrik plastik ini juga harus diintervensi. Wayan Beratayasa di Sangeh menyatakan plastik memang sangat berbahaya dan sangat sulit hacur. Jalan keluarnya adalah setiap rumah tangga agar memisahkan sampah plastik dengan sampah lainnya. Sementara itu, Ketut Suastika di Baturiti menyampaikan, menuju Bali bebas sampah plastik tidak mesti dengan menutup pabriknya. Ia yakin penggunaan plastik lambat laun akan menurun. Begitu juga dengan pabrik akan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. (sikha)
OPINI
6
Selasa Wage, 9 April 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Budaya Agraris sebagai Jiwa Pariwisata Bali BUDAYA agraris (pertanian) berlandaskan agama Hindu merupakan cikal bakal berkembangnya pariwisata di Bali. Berbagai adat istiadat dan kesenian yang berkembang, semua bersumber dari budaya agraris berlandaskan nilai-nilai agama Hindu. Budaya, adat dan kesenian khas ini tidak ditemukan di daerah lain di dunia. Keunikan inilah yang membuat wisatawan dari berbagai belahan dunia tertarik datang berlibur ke Bali. Bahkan ada menganggap Bali sebagai pulau surga dan ingin menghabiskan sisa hidup mereka di pulau yang mendapat julukan Pulau Seribu Pura ini. Kini, sektor pariwisata telah menjadi tulang punggung perekonomian Bali. Semua menyadari, ini berkah keunikan seni budaya dan adat istiadat yang bersumber dari kehidupan agraris itu. Pemerintah pun telah menetapkan pariwisata yang dikembangkan di Bali adalah pariwisata budaya. Hanya, pariwisata budaya ini mulai diragukan dengan munculnya berbagai atraksi wisata yang tidak mencerminkan adat dan budaya Bali. Semua tidak lepas dari meningkatnya jumlah wisatawan yang datang. Terlebih, pemerintah terus meningkatkan target kunjungan wisatawan yang datang ke Bali. Untuk menampung dan mendukung membeludaknya wisatawan yang datang sesuai yang ditargetkan pemerintah, berkembang pesat pula berbagai akomodasi pariwisata di daerah ini. Tak bisa dihindarkan, lahan-lahan pertanian produktif pun ‘’dipaksa’’ beralih fungsi untuk akomodasi pariwisata. Gemerincing dolar dari pariwisata telah pula membius generasi muda Bali berbondong-bondong meninggalkan sektor pertanian beralih ke sektor pariwisata. Budaya agraris pun jadi terputus tidak ada regenerasi. Apalagi, lahan yang harus garap telah menyusut pula. Sementara penghasilan dari sektor pariwisata dinilai lebih menjanjikan dibandingkan di sektor pertanian. Lahan yang menyusut, regenerasi petani yang terputus di tengah gempuran atraksi wisata modern yang sama sekali tidak mencerminkan budaya Bali, tanpa disadari namun pasti, telah mengarahkan terjadinya pergeseran tema besar pariwisata yang diusung Bali. Bagaimana mungkin masih mengusung pariwisata budaya jika budaya agraris sebagai fondasi awal berkembangnya pariwisata di Bali telah hilang terputus? Budaya agraris seperti matekap (membajak sawah menggunakan sapi), mabiukukung (upacara yang menandai mulai berbuahnya padi yang ditanam), serta berbagai atraksi seni budaya lainnya kini sudah sangat susah ditemui seiring menyusutnya lahan pertanian. Berbagai atraksi budaya itu kini hanya ditemui dan telah dikemas menjadi atraksi wisata yang dikolaborasikan dengan berbagai budaya asing yang masuk lewat permintaan pariwisata. Jika memang Bali ingin tetap mengusung pariwisata budaya maka semua pihak haruslah menjaga sumber-sumber budaya Bali. Sudah jelas budaya Bali adalah budaya agraris bernapaskan agama Hindu, maka komponenkomponen terkait haruslah selalu dijaga dan dipelihara dengan baik. Aliran subak janganlah dipotong pembangunan perumahan baru. Lahan pertanian produktif janganlah diberangus jadi tumpukan akomodasi pariwisata. Harus ada regenerasi SDM pertanian. Untuk itu, haruslah ada perlakuan khusus atau semacam intensif yang diberikan. Dananya bisa dan harus diambil dari devisa pariwisata. Pungutan kepada wisatawan untuk menjaga adat dan budaya Bali, seperti dicetuskan Gubernur Bali Wayan Koster, merupakan hal wajar. Dengan catatan, harus benar-benar dikembalikan dan diperuntukkan bagi pelestarian adat, budaya dan alam Bali. Jangan seperti pungutan PHR (pajak hotel dan restoran) yang banyak bocor dan mengendap di mana-mana dan peruntukannya banyak yang tidak tepat sasaran. Jika sampai budaya Bali yang adiluhung dan unik ini hilang maka kepariwisataan Bali tinggal menunggu waktu untuk dikubur.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Makelar Suara dalam Pileg Bisnis suara dalam pesta demokrasi mendatang hendaknya benar-benar diatensi pihak berwajib. Ada kecenderungan untuk meloloskan calon DPRD dan DPD ada banyak pihak yang melakukan politik uang. Ini agar diatensi oleh Bawaslu, sehingga Pileg dan Pilpres kali ini mulai dengan pendekatan rasional dan nurani. Saya meyakini juga ada banyak pihak yang akan melakukan aksi sebagai makelar suara. Biasanya oknum ini menyanggupi permintaan dari sejumlah calon lalu bergerilya menjelang H-1 Pileg mencari pendukung. Biasanya transaksi juga dilakukan. Perlu disiapkan kontak pengaduan khusus untuk melaporkan aksi politik uang ini. Masyarakat harus terus diedukasi agar menggunakan hak pilihnya secara bermartabat sehingga pascaPileg dan Pilpres merasa aman. Mudah-mudahan Pileg kali ini benar-benar melahirkan figur yang berkualitas bukan figur itu-itu saja sepanjang pesta demokrasi digelar. I Ketut Suana Badung, Bali
Pertanian dalam Perekonomian Bali Seperti apa kira-kira masa depan pertanian Bali. Sebagai bagian dari budaya, banyak sudah pihak yang khawatir akan masa depan pertanian di Bali. Semakin terang dalam amatan bahwa hampir tidak ada lagi ‘’anak muda’’ yang mau menekuni pertanian. Apa pun jenis pertaniannya. Baik itu pertanian tanaman pangan (padi, jagung), hortikultura (sayur, buah-buahan), perkebunan (kopi, tebu), kehutanan (jati, sengon), peternakan (sapi, babi, ayam) maupun perikanan (budi daya, tangkap). Tidak banyak (atau tidak ada) lagi orangtua petani yang mampu mengajak anaknya ke ‘’sawah’’. Anak-anak muda Bali itu sekarang lebih suka menjadi pekerja hotel/kapal pesiar, pelayan toko/restoran. Bahkan, menjadi tukang parkir di keramaian lebih dipilih daripada kembali ke pertanian. Agaknya gemerlap dan ingar-bingar, kemeriahan atau kemegahan lebih mengundang mereka daripada cipratan lumpur dalam keheningan. Atau mungkin tidak sesederhana itu permasalahannya, sekalipun yang itu juga tidak bisa disebut sederhana.
Oleh Adi Nugroho
Y
ang jelas, data PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Bali menunjukkan bahwa sumbangan sektor pertanian (kategori A; pertanian, kehutanan, dan perikanan) terlihat terus menurun. Sekurangnya sejak 2010, yang ketika itu tercatat 17,2 persen. Sudah kurang dari seperlima (20 persen) sumbangan sektor pertanian pada tahun itu dan sudah kurang mencerminkan Bali sebagai daerah agraris. Padahal kemudian, sumbangan itu masih terus menurun lagi hampir secara konsisten setiap tahun. Menyisakan 13,8 persen pada PDRB Bali 2018 yang diumumkan Februari 2019 lalu. Sudah kurang dari sepertujuh saja sumbangannya. Dan jika semua dibiarkan berlangsung seperti biasa saja, maka tidak terlalu sulit membayangkan bahwa sumbangan nilai tambah sektor pertanian akan semakin meredup di Bali dan akan semakin menyulitkan upaya pelestarian budaya Bali melalui pertanian. Padahal sebagai bagian dari pengejawantahan tri hita karana, di Bali pertanian biasa dipandang tidak saja sebagai mata pencaharian penyumbang perekonomian, tetapi
juga sebagai peribadatan. Data Sensus Pertanian juga menegaskan bahwa jumlah rumah tangga pertanian di Bali mengalami penurunan secara nyata. Yaitu dari 492.394 rumah tangga yang tercatat pada Sensus Pertanian 2003 (ST2003), tersisa menjadi 408.233 rumah tangga yang tercatat pada Sensus Pertanian 2013 (ST2013). Sebesar 17,09 persen berkurang dalam 10 tahun, atau secara ratarata 8.416 rumah tangga (sekali lagi rumah tangga, bukan orang/ petani) setiap tahunnya. Angka ini sekaligus juga menegaskan bahwa pelaku pertanian di Bali sudah (atau sedang) kehilangan antusiasmenya. Cukup nyata jumlah mereka yang meninggalkan pertanian dalam setiap tahunnya. Denpasar adalah wilayah yang tercatat paling dalam penurunan rumah tangga pertaniannya, yaitu sebesar 46,56 persen dalam rentang 10 tahun tersebut. Seluruh kabupaten yang lain juga menunjukkan penurunan, termasuk Kabupaten Bangli yang tercatat turun paling rendah 3,58 persen. Dan itu setara dengan 159 rumah tangga yang meninggalkan pertanian setiap tahunnya di Bangli. Jika ditinjau menurut subsektornya maka data Sensus Pertanian 2013 menunjukkan bahwa
subsektor Jasa Pertanian adalah penyumbang terdalam menurunnya jumlah rumah tangga pertanian di Bali dalam rentang waktu antara dua sensus tersebut. Dengan penurunan 78,42 persen, subsektor tersebut mencatatkan 1.900-an rumah tangga per tahun yang drop out dari usaha pertanian di Bali. Subsektor jasa pertanian adalah subsektor yang dihuni oleh mereka yang bekerja pada sektor pertanian, tetapi tidak secara langsung mengusahakan pertanian. Contoh sederhananya adalah para buruh tani dan mereka yang misalnya menyewakan traktor atau alat/sarana penunjang usaha pertanian lainnya. Tetapi hampir bisa dipastikan bahwa rumah tangga terbesar penghuni subsektor jasa pertanian di Bali adalah rumah tangga mereka para buruh tani. Dan jika anggapan bahwa buruh tani adalah mereka yang paling rentan pada sektor pertanian dapat diterima, maka tingginya tingkat drop out pada kalangan mereka di Bali bisa dijadikan landasan dugaan, bahwa usaha pertanian secara umum sudah/ sedang tidak menggembirakan, sekurangnya pada rentang waktu antara tahun 2003 hingga 2013 lalu. Memang ada catatan positif yaitu meningkatnya rumah tangga
subsektor budi daya ikan (+4,07 persen) dan kehutanan (+29,20 persen) dari hasil Sensus Pertanian 2013 di Bali. Tetapi kabar baik dari mereka yang hanya 36,05 persen dari total rumah tanngga tani, belum cukup menutupi muramnya gambaran sektor pertanian di Bali. Pernah mendengar istilah ‘’petani gurem’’? Yaitu rumah tangga tani pengguna lahan yang hanya menguasai (tidak harus memiliki) lahan kurang dari 5.000 meter persegi (kurang dari setengah hektar). Di Bali yang ternyata 99,09 persen rumah tangga pertaniannya adalah pengguna lahan (ST2013), maka keberadaan petani gurem juga perlu ditengok. Dan ternyata, angkanya juga tidak menggembirakan, karena dari 404.507 petani pengguna lahan yang tercatat, lebih dari separuhnya (63,58 persen) adalah mereka yang tergolong sebagai petani gurem. Sudah agak lama petani kategori ini mendapat perhatian, karena skala usaha yang ditekuninya dianggap sulit untuk bisa mencapai efisiensi yang menguntungkan. Kebetulan, jika dibandingkan dengan hasil ST2003, jumlah rumah tangga petani gurem di Bali menurun 17,86 persen. Akan tetapi, gambaran itu tidak bisa langsung disimpulkan sebagai kabar baik, karena berkurangya angka tersebut tidak serta merta menggambarkan naiknya status petani gurem. Apalagi data penguasaan lahan di atas setengah hektar juga tercatat mengalami penurunan 14,52 persen. Yang lebih mungkin terjadi adalah mereka yang sebelumnya tercatat sebagai petani gurem, pada ST2013 sebagian sudah keluar dari statusnya sebagai rumah tangga tani (drop out). Apakah sudah tidak ada harapan lagi bagi sektor pertanian pada perekonomian Bali? Sekali lagi, jika semua dibiarkan berlangsung seperti biasanya saja, maka apa yang diisyaratkan oleh data
Perilaku Asertif dalam Pemilu 2019 MESKIPUN pemilu merupakan wujud nyata implementasi demokrasi, tidak selamanya pemilihan bersifat demokratis. Oleh karenanya, pemilu sebagai salah satu aspek demokrasi juga harus diselenggarakan secara demokratis. Selama ini terdapat tiga hal yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menilai apakah pemilu diselenggarakan secara demokratis atau tidak, 1) ada tidaknya pengakuan, perlindungan, dan pemupukan hak asasi manusia; 2) terdapat persaingan yang adil dari peserta pemilu; 3) terbangunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemilu yang menghasilkan pemerintahan yang legitimate. Ketiga hal ini menjadi satu kesatuan yang tidaklah dapat terpisahkan untuk mewujudkan pemilu yang demokratis di sebuah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Terbangunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemilu sehingga menghasilkan pemerintahan yang legitamate akan dengan sendirinya terbangun manakala tidak terjadi pelanggaran dan permasalahan terhadap hasil dari pelaksanaan pemilu. Kalaulah kemudian terjadi kemungkinan adanya pelanggaran-pelanggaran pemilu dan perselisihan hasil pemilu, hal tersebut mampu diselesaikan secara demokratis dan proporsional melalui mekanisme hukum agar pemilu tetap legitimate. Atas dasar ini kemudian bangsa Indonesia terus memperbaiki sistem pemilu dan sistem politik yang ada, dengan harapan tujuan berdemokrasi secara perlahan-lahan dapat tercapai. Pemilihan umum merupakan instrumen demokrasi yang dilaksanakan untuk mewujudkan kedaulatan
Oleh I Ketut Merta Widana, S.Si., M.Si. rakyat, membetuk pemerintahan yang legitimate serta sebagai sarana mengartikulasikan aspirasi dan kepentingan rakyat. Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 merupakan pesta demokrasi pertama di Indonesia yang akan dilaksanakan secara serentak selain untuk memilih anggota parlemen (DPR dan DPRD), serta anggota DPD dan memilih pasangan presiden/wakil presiden sekaligus. Pemilu 2019 yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari, merupakan ujian demokrasi Indonesia untuk masa-masa mendatang sekaligus menjadi ikon pesta demokrasi dunia. Selama ingar-bingar menjelang Pemilihan Umum 2019, setidaknya, ada tiga kalangan yang melukiskan karakter orang dari menyimak berbagai media, baik media arus utama ataupun media sosial, kecenderungan tiga kalangan ini kian mengemuka, selama musim kampanye, bahkan masa tenang. Perilaku itu bisa diidentifikasi dari ungkapan dan tindakan. Ada kalangan yang agresif. Jujur dan terbuka, namun acapkali cara mengungkapkan tidak tepat. Cenderung keras dan memaksakan kehendak. Bernada menyalahkan dan menjatuhkan orang lain, sehingga tidak jarang menimbulkan ketegangan. Berbeda halnya dengan kalangan yang digolongkan pada perilaku submisif. Kalangan ini cenderung menghindari konflik, dikuasai rasa takut, dan cenderung bereaksi di belakang. Sosok calon presiden yang dijagokan sudah dikantongi.
Namun, enggan mengungkapkan secara terbuka. Kalangan ini selalu terhambat untuk menyuarakan isi hati, lantaran dibayangi kekhawatiran melukai perasaan orang. Kalangan yang ketiga dipandang berhasil mengawinkan perilaku agresif dan submisif, yakni perilaku asertif (assertive). Perilaku ini bersikap terbuka, berani mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan memerhatikan pikiran dan perasaan orang lain. Perilaku asertif selalu memerhatikan perasaan diri sendiri, tetapi juga menghargai hak orang lain. Perilaku asertif bisa dimaknai sebagai keterampilan antarpersonal, di mana Anda mempraktikkannya percaya diri dalam keadaan sehat. Mampu membela diri dan hakhak Anda, sembari menghormati hak orang lain. Perilaku asertif merupakan penangkal terhadap perilaku submisif dan perilaku agresif. Perilaku asertif adalah perilaku yang merupakan ekspresi/pernyataan dari minat, kebutuhan, pendapat, pikiran, dan perasaan, yang dilakukan secara bijaksana, adil, dan efektif, sehingga hak-hak kita bisa dipertahankan tanpa melanggar hak orang lain. Perilaku asertif membuat seseorang menjadi lebih percaya diri dan merasa berharga, memiliki konsep diri yang tepat, meningkatkan pengendalian diri (self-control) dalam kehidupan sehari-hari, serta memperoleh hubungan yang adil dengan orang lain.
Perilaku asertif hendaknya dibudayakan pada masyarakat Indonesia yang culture-nya beraneka ragam. Karena masyarakat yang berperilaku asertif dapat menolak pendapat atau ajakan orang lain selama tidak bertentangan dengan moral yang ada. Dalam pergaulan, sikap asertif diperlukan agar kita dapat belajar untuk menghargai pendapat orang lain dan tidak membuat orang lain tersinggung sehingga kita semua dapat mengerti satu sama lain. Perilaku asertif dapat menumbuhkan keberanian pada masyarakat untuk say no pada money politics, untuk tidak menggadaikan masa depan negara/daerahnya demi uang puluhan ribu rupiah bahkan jutaan rupiah. Dalam Pemilu mendatang ini, hendaknya warga pemilih untuk dapat memilih pemimpin terbaik dari para calon yang ada. Perilaku asertif sejalan dan seirama dengan pasal 450 Undangundang Pemilu No. 7 Tahun 2017, yang mendelegasikan pengaturan ke dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 10 Tahun 2018 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Dalam pasal 19 mengatur bahwa, dalam penyelenggaraan partisipasi masyarakat, masyarakat wajib: menghormati hak orang lain; bertanggung jawab atas pendapat dan tindakannya dalam berpartisipasi; menjaga pelaksanaan partisipasi masyarakat sesuai dengan asas pemilu dan menjaga etika dan sopan santun berdasarkan budaya masyarakat.
bukan mustahil akan terwujud. Yaitu ketika antusiasme petani terus menurun, regenerasi petani mandek, sumbangan nilai tambah sektor pertanian akan terus merosot. Maka tidak lebih dari 30 tahun dari sekarang, petani Bali yang rata-rata sudah berumur 50 tahun atau lebih (62,48 persen), akan habis dan habis pula sumbangan sektor pertanian pada perekonomian Bali. Apalagi jika kita juga memperhitungkan desakan alih fungsi lahan pertanian yang turut memperberat tantangan sektor pertanian Bali, yang memang tidak mudah dikendalikan. Meskipun, kemungkinan lain yang tidak tercermin dari data yang diuraikan selalu terbuka peluang terjadinya. Sedikit harapan tersisa yang diisyaratkan oleh data adalah bahwa di tengah begitu banyaknya gambaran muram, nilai tambah sektor pertanian pada PDRB Bali masih selalu tumbuh positif. Bahkan konsisten setiap tahun. Meskipun pada kisaran pertumbuhan yang relatif rendah antara 1 hingga 5 persen per tahun, sinyal ini menandai bahwa sektor pertanian sesungguhnya masih menyimpan potensi untuk bisa diajak bersaing dengan sektor ekonomi lainnya di Bali. Tinggal bagaimana memainkannya, bagaimana mengembalikan antusiasmenya. Termasuk bagaimana mengajak anak muda Bali untuk kembali bersedia menekuni usaha pertanian. Kita ingat ketika terjadi krisis ekonomi tahun 1998, ketika semua sektor ekonomi formal terpuruk, sektor pertanian (bersama dengan apa yang oleh media disebut sebagai sektor informal) adalah yang menyelamatkan perekonomian Indonesia dengan pertumbuhan yang tetap positif. Dari sana kiranya kita bisa belajar menghayati bahwa sektor pertanian adalah sektor yang strategis, baik secara budaya maupun ekonomis. Penulis, Kepala BPS Provinsi Bali
POJOK Pemkab Gianyar bagi-bagi 63 mobil dan 64 motor untuk perbekel. - Kerja untuk sejahterakan rakyat. *** Anggota dewan di Bangli sudah disiapkan uang jasa pengabdian. - Wakil rakyat lebih dari pahlawan bangsa. *** Jelang hari pencoblosan, pencari formulir pindah nyoblos membeludak. - Tentukan nasibnya ke depan.
Penulis, PNS pada Badan Pusat Statistik Provinsi Bali
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Selasa Wage, 9 April 2019
Data Pertanian Tak Sinkron Kebijakan Pemerintah Berbasiskan Laporan Subak Tabanan (Bali Post)-
Data pertanian di Tabanan tidak sinkron. Masih terdapat perbedaan data yang dimiliki Dinas Pertanian dengan instansi lainnya. Alhasil, sejak tahun 2018 Pemkab Tabanan merumuskan kebijakan pertanian berdasarkan basis data subak yang kurang akurat. Meski demikian, Pemkab mengklaim persoalan sumber data bukanlah kendala dalam merumuskan dan melaksanakan program pembangunan di sektor pertanian. Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana seizin Kepala Dinas Pertanian I Nyoman Budana mengatakan, pihaknya sampai sekarang masih melakukan sinkronisasi data pertanian dengan instansi terkait. Sinkronisasi ini penting agar data benar-benar valid dan menunjukkan kondisi riil di lapangan. ‘’Ada perubahan data yang masih harus disamakan,’’ terangnya, Senin (8/4) kemarin. Menurut Wiadnyana, pen-
Bali Post/dok
SAWAH - Sawah di Kabupaten Tabanan. Data pertanian di Tabanan masih belum sinkron, sehingga pemerintah memanfaatkan data dari subak untuk merumuskan kebijakan.
Harga Manggis Kembali Turun Tabanan (Bali Post) Harga jual manggis saat ini kembali mengalami penurunan. Jika sebelumnya buah super dihargai Rp 13.000 per kg, kini hanya Rp 9.000 per kg. Sedangkan buah kualitas BS masih di kisaran Rp 5.000 per kg. Pemerintah sejatinya terus mendorong petani untuk membuat produk olahan manggis sebagai solusi saat harga manggis terjun bebas. Namun sayang, produk olahan manggis belum banyak diminati. Salah satu petani asal Desa Blatungan, Pupuan, Ketut Alit Dwiyasa, Senin (8/4) kemarin mengatakan, saat ini di Desa Blatungan sedang memasuki musim panen manggis dan diperkirakan panen raya terjadi pada akhir April. Ketua Kelompok tani Jongkok Praktiasa ini menyebut, luas lahan kelompoknya mencapai 23 hektar yang ditanam dengan metode tumpang sari, salah satunya manggis. Jika hasilnya baik, satu pohon bisa menghasilkan 50 kg hingga 100 kg. Kondisi buah manggis saat ini lebih baik daripada panen Desember lalu. Ini berkat cuaca yang tidak panas terus menerus. ‘’Pada panen Desember lalu cuacanya panas sehingga banyak buah yang kualitasnya turun dan tidak memenuhi syarat ekspor,’’ ujarnya. Jika cuaca terus baik seperti saat ini, Alit memprediksi per-
bandingan buah super dengan buah BS untuk panen kali ini adalah 3 banding 1. Meski pertumbuhan buah bagus, namun tidak diiringi bagusnya harga jual untuk buah kualitas super. ‘’Bulan Desember lalu, kualitas buahnya yang tidak bagus tetapi harga untuk buah supernya bagus. Sekarang giliran panennya bagus, harga untuk kualitas super malah turun,’’ ujarnya. Petani manggis lainnya, Komang Suarsana dari Desa Bantiran, Pupuan, mengatakan, harga manggis baik untuk pasar ekspor maupun pasar lokal, sama-sama mengalami penurunan. Padahal per Februari 2019 harga buah kualitas ekspor bisa mencapai Rp 30.000 ribu per kg. Turunnya harga manggis di tingkat petani dikarenakan pada waktu yang sama terjadi panen manggis di Thailand yang merupakan negara pemasok manggis untuk Tiongkok. Hal ini menyebabkan manggis dari Indonesia kuota ekspornya ke Tiongkok berkurang karena kalah saing. Berkurangnya kuota ekspor menyebabkan jumlah manggis di dalam negeri berlimpah. Menyikapi itu, petani terpaksa mengobral hasil panen. Buah yang biasanya diekspor, sekarang turun kelas dengan masuk ke pasar lokal. ‘’Terpenting bagi saya hasil produksi
atau buah manggis ini ada yang beli. Itu saja saya sudah bersyukur,’’ ujarnya. Guna menyikapi harga produk pertanian yang naikturun, pemerintah sedang gencar mendorong petani untuk mengolah produk pertaniannya menjadi produk yang lebih bernilai jual. Untuk manggis, sebenarnya sudah ada pelaku UMKM yang mengolah buah manggis menjadi jus. Sayangnya permintaan masih terbatas. Direktur PDDS Tabanan Putu Sugi Darmawan mengungkapkan, produk olahan manggis masih berupa jus yang dihasilkan di Desa Jelijih Punggang dan Desa Bantiran, Pupuan. ‘’Sayangnya permintaan masih stagnan hanya di satu outlet saja. Permintaan 50 botol per bulan,’’ ujarnya. Stagnannya penjualan jus manggis lantaran peminatnya masih sedikit. Selain itu, persaingannya cukup banyak dan diproduksi oleh farmasi besar. ‘’Market share produk ini hanya orang-orang yang peduli kesehatan, dan saat ini memang masih sangat kecil. Tetapi untuk jangka panjang, potensinya besar karena akan semakin banyak masyarakat yang peduli kesehatan,’’ papar Sugi. Karena itu ia berharap dinas terkait bisa mendorong UMKM yang menghasilkan jus manggis ini untuk mendapatkan izin dari BPOM. (kmb24)
Bali Post/san
MANGGIS - Harga manggis di tingkat petani kembali turun.
Kader Senior PDI-P Tabanan Bertekad Menangkan Jokowi-Ma’ruf
Bali Post/ist
DEKLARASI - Suasana deklarasi di Jojo Jalan Rajawali, Kecamatan Tabanan, Minggu (7/4). Tabanan (Bali Post)Melihat suasana Pilpres 2019 yang dikhawatirkan memicu pergolakan ideologi bangsa, para senior ban-
teng di Kabupaten Tabanan merasa perlu untuk bangun dari tidur panjangnya dan ikut menggelar aksi nyata mengantarkan kemenangan
Terbanyak terjadi di enam kecamatan, yakni Tabanan, Kediri, Selemadeg, Selemadeg Timur, Selemadeg Barat dan Kerambitan. Namun jumlah tersebut tak serta-merta untuk permukiman maupun pembangunan akomodasi pariwisata, melainkan lebih banyak beralih fungsi menjadi peternakan. Alih fungsi lahan menjadi perumahan dan akomodasi pariwisata rata-rata dalam setahun hanya 0,25 persen. Wiadnyana menegaskan, untuk mengantisipasi alih fungsi lahan di Tabanan terutama sawah menjadi bangunan, memang harus segera ditetapkan Perda RTRW Kabupaten Tabanan. Jika sudah ada payung hukum, seluruh masyarakat serta instansi terkait harus menaati Perda RTRW. (kmb28)
Tak Punya Siswa SMA TP 45 Tabanan Tidak Gelar UN
Ideologi Bangsa Terancam
pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dalam deklarasi pemenangan di Jojo Jalan Rajawali, Kecamatan Tabanan, Minggu (7/4). Acara yang dilaksanakan secara spontan tersebut dirangkaikan donor darah yang juga diikuti sejumlah kader PDI-P dan senior PDI-P, seperti Gusti Arya Surya Putra, I Made Arimbawa, I Nyoman Putra Astawa, Gusti Putra Wirasana, Made Suryantara Putra dan kader banteng senior lainnya. Kader senior PDI-P Tabanan I Gusti Made Suryanta Putra menjelaskan, deklarasi para senior PDI-P itu dilakukan secara spon-
dataan terdahulu didapatkan dari laporan para petani yang dinilai kurang akurat. ‘’Karena berkaitan dengan program bantuan pertanian seperti pupuk, jadi misal ada laporan satu subak punya lahan 22 are, terkadang dibulatkan menjadi 25 are. Itu baru pengakuan satu orang petani saja. Kalau banyak laporan sejenis, artinya ada banyak penambahan data. Ini salah satu faktor terjadinya perbedaan data yang ada,’’ jelasnya. Hal lainnya seperti data alih fungsi lahan di Kabupaten Tabanan. Sejak tahun 2018, Dinas Pertanian belum memiliki data riil tentang hal itu. Yang ada hanyalah data alih fungsi sejak tahun 2011 sampai dengan 2017. Pada rentang waktu tersebut, ratarata per tahun alih fungsi mencapai ratusan hektar.
tanitas sebagai bentuk keperihatian. Karena ia melihat para caleg dan cabang pemenangan PDI-P di Tabanan tidak ada menyelenggarakan deklarasi JokowiMa’ruf Amin di Tabanan. ‘’Hanya sebagian kecil caleg yang berbicara tentang Pilpres, karena hampir semua caleg hanya fokus pada diri sendiri. Saya maklum itu, tetapi untuk pemilihan presiden tidak boleh gegabah,’’ ucapnya. Apa yang telah dilakukan para senior banteng ini rupanya mendapat sambutan antusias dari kader banteng lainnya. Terbukti, usai melakukan deklarasi pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jojo Jalan Rajawali,
kegiatan serupa akan digelar di sejumlah wilayah lainnya, seperti di Desa Beraban Kecamatan Kediri. Sejauh ini diperkirakan Jokowi-Ma’ruf Amin akan menang di Tabanan mencapai 86 persen. Namun p ihaknya menginginkan untuk Tabanan dan Bali bisa meraih suara 90 persen. ‘’Kita juga sudah melihat kerja nyata dari Bapak Jokowi, sehingga jangan ragu,’’ tegasnya sembari menambahkan, untuk memperjuangkan Jokowi menang telak di Tabanan, pihaknya bersama dengan banteng senior lainnya akan terus menggelar deklarasi sebelum memasuki masa tenang. (kmb)
Tabanan (Bali Post) Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA berakhir Senin (8/4) kemarin. Di Kabupaten Tabanan, ada satu sekolah swasta yang tidak bisa menggelar UN lantaran tidak memiliki siswa kelas XII yakni SMA TP 45 Tabanan. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Tabanan Drs. I Made Jiwa mengatakan, ada 17 sekolah SMA di Tabanan telah menggelar UNBK. Secara umum, UNBK berjalan lancar. Meski diakuinya ada sekolah yang masih menumpang di laboratorium komputer sekolah lain lantaran minimnya sarana dan prasarana ujian. Dari laporan yang diterimanya, selama tiga hari pelaksanaan UNBK, tercatat tiga siswa tidak bisa mengikuti ujian dengan beragam alasan. Ketiga siswa tersebut yakni I Gede Ariyanayasa yang siswa SMA Surya Wisata dengan alasan berhenti karena sakit, selanjutnya Milanti Anggraeni siswi MA Raudlotul Huffadz berhenti
dan pindah domisili ke Jawa, dan I Gede Made Surad Karunia dari SMAN 2 Tabanan sakit lantaran menjalani operasi prostat. ‘’Secara keseluruhan seluruh siswa mengikuti UNBK dengan baik. Jumlah peserta ujian sebanyak 2.738 siswa,’’ ucapnya. Tidak hanya siswa, untuk pelaksanaan UNBK tahun ini juga tercatat satu SMA swasta yang tidak menggelar UN lantaran tidak memiliki siswa kelas XII yakni SMA TP 45 Tabanan. Sejak 2015 tidak ada siswa mendaftar di sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Agung, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan ini. Kepala SMA TP 45 Tabanan I Made Purna membenarkan jika tahun ini sekolah yang dipimpinnya tidak menggelar UN. Bahkan tahun sebelumnya pelaksanaan UNBK hanya diikuti oleh delapan siswa, itupun gabung di SMAN 2 Tabanan. ‘’Tahun ini hanya ada kelas XI saja, jumlahnya pun hanya delapan siswa,’’ terangnya. (kmb28)
BULELENG
8
Selasa Wage, 9 April 2019
Terganjal Jaringan Internet
Tiga SMP di Busungbiu Belum Bisa Gelar UNBK
Singaraja (Bali Post) –
Tiga SMP di Kecamatan Busungbiu dipastikan tidak melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 ini. Penyebabnya, lantaran lokasi tiga sekolah itu tidak terjangkau jaringan internat. Atas fakta ini, siswa di ketiga sekolah itu, harus puas mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Dari data yang dihimpun di lapangan Senin (8/4) kemarin, sekolah yang lokasinya di aeral blank spot adalah SMPN 2 Busungbiu. Sekolah di Desa Tista, Kecamatan Busungbiu ini berada di Jalan Pupuan-Pekutatan. Tidak jauh dari sekolah itu, ada dua tower telepon seluler. Anehnya, tidak ada provider yang mampu menyediakan koneksi internet agar cepat dan stabil di kawasan itu. Kepala SMPN 2 Busungbiu Made Kariadi mengatakan, sejak kebijakan UNBK itu digulirkan, pihaknya ingin menggelar UNBK di sekolahnya. Tim dari Dinas Pendidi-
kan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) melakukan penjajakan ke sekolahnya untuk mempersiapkan fasilitas komputer di sekolah itu. Dari perencananya itu, SMPN 2 Busungbiu akan mendapat bantuan komputer untuk kebutuhan dua kelas. Menyusul rencana itu, siswa sudah sangat siap mengikuti UNBK. Sayangnya, karena fasilitas tidak siap, 130 siswa kelas IX terpaksa mengikuti (UNKP) tahun ini. “Kalau ruang dan daya listrik kami siap. Rupanya modal itu tidak cukup, sebab daerah itu belum terjangkau sinyal internet dengan cepat
dan stabil. Mudah-mudahan program Pemprov Bali tentang Bali Smart itu terwujud, sinyal internat bisa masuk sekolah kami, sehingga UNBK dapat digelar,” harap Made Kariadi. Persoalan sama juga terjadi di SMPN 3 Busungbiu. Siswa di sekolah yang berada di Desa Sepang itu, belum bisa mengikuti UNBK tahun ini. Selain itu, SMPN 5 Busungbiu di Desa Pucaksari juga terpaksa masih melaksanakan UNKP. Pasalnya itu tadi ada masalah sinyal internat. Hal itu membuat siswa di sekolah ini tidak bisa mengikuti UNBK. Sekretaris Disdikpora
Buleleng I Made Astika mengakui kalau masih ada sekolah di daeahnya belum bisa melaksanakan UNBK tahun ini. Bukan saja masalah jaringan internet, kata Astika, tetapi kesiapan sarana dan prasaran juga menjadi hambatan sekolah itu tidak bisa melaksanakan UNBK. Dia mencontohkan, garagara koneksi internet yang belum siap, pengadaan perangkat komputer SMPN 2 Busungbiu ditunda. Untuk mempercepat masalah ini, Astika berharap Dinas Komunikasi Informatika Persandian (Kominfosandi) memecahkan masalah ini. “Kalau jaringan internat bagus, ruangan komputer ada, maka kami pastikan akan dapat bantuan perangkat UNBK, tetapi karena daerahnya blank spot, otomatis bantuan komputer UNBKnya ditunda,” katanya. (kmb38)
Sikapi Pengurangan Keberatan PBB P2 Sesuai Prinsip Kepatutan dan Keadilan Singaraja (Bali Post) – Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng mulai mengkaji pengajuan keberatan Wajib Pajak (WP) atas kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB P2) tahun 2019. Dari kajian awal terungkap, keberatan yang diajukan itu segera ditindaklanjuti. Keputusan pengurangan pajak. Pengurangan it u b e rd a sa rka n p rinsip kepatutan dan keadilan. Ini karena, regulasi yang sudah direvisi itu sudah diundangkan, sehingga aturan itu wajib dilaksanakan. Demikian terungkap dalam koordinasi antara BKD, Bagian Hukum, dan Inspektorat Daerah Buleleng pada rapat BKD Buleleng,
Senin (8/4) kemarin. Rapat dipimpin Sekretaris BKD Ni Made Susi Adnyani mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BKD Gede Suyasa. Susi Adnyani mengatakan, dari pembahasan awal BKD baru menyusun draf pengurangan. Draf yang disusun itu menindaklanjuti keberatan yang diajukan wajib pajak. Penyusunan draf ini berdasarkan pertimbangan yang memenuhi prinsip kepatutan dan berkeadilan terhadap regulasi yang mengatur. Ini karena, pungutan PBB P2 berdasarkan undang-undang (UU) diikuti peraturan daerah (perda) dan turunan regulasi lainnya. Regulasi ini sudah diundangkan, sehingga wajib
diterapkan. Selain itu, BKD menempuh upaya untuk berkoordinasi ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ini karena saat pembahasan penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP) terdahulu, BKD difasilitasi lembaga itu. Karena itu, draf pengurangan ini perlu dikoordinasikan agar keputusan yang akan diambil nantinya tidak bertentangan dengan regulasi yang lebih tinggi. “Kami baru melakukan rapat awal. Pada dasarnya, setiap keberatan itu kita tindak lanjuti. Keputusan dalam penetapan keberatan pajak itu sesuai prinsip kepatuhan dan berkeadilan,” katanya. Menurut Susi, sejak Surat Pemberitahuan Pajak Teru-
tang (SPPT) didistribusikan ke setiap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di setiap kecamatan, pihaknya telah menerima beberapa jenis keberatan. Secara detail berapa wajib pajak yang mengajukan keberatan belum dirinci. Meski demikian, Susi menyebut kebanyakan wajib pajak itu keberatan atas kenaikan NJOP. Sedangkan, keberatan karena nilai pajaknya naik dibandingkan tagihan pajak tahun terdahulu belum banyak yang masuk ke BKD. “Umumnya, keberatan kenaikan NJOP dan keberatan PBB-nya naik belum banyak. Ini masih berproses paling lambat seminggu ini sudah ada keputusan pengurangan pajak,” jelasnya. (kmb38)
LKPJ APBD 2018 Realisasi BKK Nol Persen Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2018 mulai dibahas DPRD Buleleng. Dari pembahasan tingkat komisi, terungkap pos dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Kabupaten Badung itu realisasinya justru nol persen. Padahal, dalam APBD program itu, dianggarkan dengan nilai total lebih dari Rp 22,5 miliar. Sejak ditetapkan anggaran itu sebetulnya merupakan BKK. Namun, penjabaran di APBD dana itu justru berubah menjadi bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai. Mengapa bisa realisasi BKK itu justru nol persen, malah berubah menjadi Bansos uang tunai? NILAI bansos yang diberikan kepada setiap Kepala Keluarga (KK) penerima itu sebanyak Rp 50 juta. Rinciannya, Kecamatan Seririt 60 unit, Kubutambahan 68, Gerokgak 65, Sukasada 41, Tejakula 48, Sawan 55, Banjar 52, dan Kecamatan Busungbiu 51 unit. Anggota Komisi III yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng Putu Tirta Adnyana di gedung dewan Senin (8/4) kemarin, mengatakan, tidak terealisasinya BKK setahun lalu itu menunjukkan pemerintah daerah kurang cermat menyusun perencanaan anggaran. Tak hanya itu, saat pembahasan di lembaga dewan pihaknya tidak dapat penjelasan terperinci mulai alokasi anggaran, siapa penerima manfaat dan pelaksanaannya. Anggarannya sendiri tidak terealisasi, memasuki pelaksanaan anggaran perubahan. Seharusnya, pemerintah sudah menyampaikan kepada dewan agar hal itu dibahas. Namun kenyataannya, setelah pelaksanaan APBD berakhir dan memasuki pembahasan LKPJ, pemanfaatan BKK itu baru diketahui tidak bisa direalisasikan karena
nol persen. “Perencanaan anggaran di APBD 2018 itu dicantumkan. Bagaimana pelaksanaan, siapa penerima manfaat selama kami ditugaskan di Banggar ini tidak pernah ada anggarannya. Setelah kami pelajari LKPJ dan disusul APBD 2018 BKK itu, realisasinya malah nol persen,” katanya. Selain realisasi BKK nol persen, legislator asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula itu menyebut, “jatah” anggaran BKK yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Kabupaten Badung tersebut setelah dijabarkan dalam pelaksanaan APBD 2018 justru diubah menjadi Bantuan Sosial (Bansos) dalam skema pemberian uang tunai. Atas perubahan ini, Tirta mengaku heran mengapa anggaran yang sudah ditetapkan dalam bentuk BKK, justru bisa disulap menjadi bansos. Pasalnya, pos anggaran dalam bentuk BKK itu sifatnya kepentingan khusus. Dan jenis kegiatannya sudah ditetapkan. BKK itu dimohon berdasarkan proposal penerima yang diajukan pemer-
intah daerah. Sedangkan makanisme bansos itu sifat bantuannya tidak dilakukan secara terus menerus. Penentuan siapa pihak yang berhak menerimanya ditentukan secara selektif. “Kalau di perencanaan dan penjabaran APBD tercantum BKK, tetapi dalam LKPJ lalu berubah menjadi bansos. Saya tidak tahu mengapa hal itu terjadi. Itu baru saya ketahui setelah membaca dokumen keuangan ini,” katanya. Di sisi lain, Tirta Adnyana mengatakan, setelah membahas dengan anggota komisi
dan tim pakar, kata Tirta Adnyana, realisasi BKK nol persen. Perubahnya BKK itu menjadi bansos itu dipertanyakan dalam jadwal pembahasan LKPJ selanjutnya. Setelah pembahasan ditingkat komisi bersama tim pakar, pembahasan berlanjut di tingkat gabungan komisi-komisi. Poin pertanyaan dari pihak komisi yang membidangi itu dipertanyakan dalam pembahasan bersama eksekutif. Sedangkan, pembahasan final dijadwalkan 26 April 2019. Dewan akan menerbitkan rekomendasi terhadap LKPJ APBD Buleleng Tahun 2018. (mud)
Bali Post/kmb38
TABRAK TEBING - Hindari mobil lain, bus nopol AG 7005 UV yang dikemudikan Gede Suka Laksana akhirnya menabrak tebing di Pancasari.
Hindari Mobil Lain
Bus Tabrak Tebing di Pancasari Singaraja (Bali Post) – Bus dengan nomor polisi (nopol) AG 7005 UV mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) ketika melintas di Jalan Singaraja – Bedugul Km 22 Dusun Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Senin (8/4) kemarin. Ketika melintas di lokasi kejadian, bus itu kehilangan kendali. Menghindari menabrak kendaraan lainnya, bus itu akhirnya justru ditabrakkan ke tebing di pinggir jalan. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan bus itu dikemudikan Gede Suka Laksana (49) asal Desa Mekar Sari, Kecamatan Putra Rumbia, Lampung. Bus
itu melintas dari arah Singaraja menuju Denpasar. Setelah melewati tikungan tajam dan memasuki lokasi kejadian, tiba-tiba bus itu kehilangan kendali. Sebetulnya pengemudi bus itu sudah mencoba menghentikan laju kendaraannya untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan lainnya yang datang dari arah berlawanan. Namun, kemudian pengemudi nekat menabrakkan ke tebing sehingga bagian depan kiri bus itu rusak. Bus akhirnya berhenti setelah bagian depan bus itu membentur tebing terjal. Atas peristiwa itu pengemudi bus dalam kondisi sehat. Demikian juga sarana-prasana jalan di lokasi itu tidak ada yang
rusak, sehingga kasus ini tidak dilakukan penanganan lebih lanjut. ‘’Dari laporan Unit Lakalantas di Pos Polisi Pancasari benar terjadi lakalantas. Saat bus itu memasuki tanjakan justru tidak bisa dikendalikan. Kemudian pengemudi ingin menghentikan kendaraan agar tidak menabrak kendaraan lain, bus itu justru ditabrakkan ke tebing. Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu, pengemudi selamat,’’ katanya. Setelah peristiwa itu, bus dievakuasi dengan cara ditarik oleh kendaraan lain dari lokasi kejadian. Setelah bus itu ditarik, arus lalu lintas dari kedua arah kembali normal. Sebelumnya sempat terganggu beberapa menit. (kmb38)
898 Personel Amankan 2.146 TPS
Singaraja (Bali Post) – Persiapan pengamanan terus ditingkatkan seiring kian dekatnya pencoblosan dan penghitungan suara pada laga Pemilu 17 April 2019. Untuk memberikan pemahaman tentang pelaksanaan pemilu, 898 personel pengamanan ambil bagian dalam pembekalan akhir pekan lalu. Mereka akan bertugas mengamankan 2.146 TPS di Buleleng. Sedangkan, materi pembekalan itu dibawakan Kapolres Buleleng AKBP Suratno, bersama Ketua Badan
Pengawas Pemilu Putu Sugi Ardana, dan Perwakilan KPU Buleleng. Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, untuk mengamankan pencoblosan dan penghitungan suara, ratusan personel itu ditugaskan melakukan pengamanan di 2.146 lokasi tempat pemungutan suara (TPS) di Buleleng. Selain pelatihan tentang teknis pengamanan sesuai prosedur tetap (protap) dari pimpinan, personel pengamanan juga diberikan pemahaman tentang pemilu.
Ini penting agar setiap personel pengamanan ini mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Dengan demikian, saat pencoblosan dan penghitungan suara situasi kamtibmas tetap kondusif. Artinya, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Sejak awal tahapan sampai mendekati hari H, situasi di daerah masih kondusif. Situasi ini harus dijaga dengan baik sampai pemilu berakhir menghasilkan para pemimpin bangsa sesuai pilihan rakyat,” katanya. (kmb38)
GIANYAR Kader Posyandu Kabupaten Gianyar Dilatih Penganekaragaman Pangan untuk PMT dan Spa Bayi Selasa Wage, 9 April 2019
PARA kader posyandu, khususnya di desa binaan dan kader posyandu di desa lokus stunting di Kabupaten Gianyar, mendapatkan keterampilan tambahan dengan mengikuti pelatihan pengolahan pangan menjadi PMT (pemberian makanan tambahan) dan spa bayi. Pelatihan yang diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Gianyar, bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Gianyar ini dilaksanakan di Gedung Wisata Mandala Samuantiga, Desa Bedulu Gianyar, Senin (8/4) kemarin. Ketua Panitia dari DPMD Gianyar A.A. Sri Sruti Sundari mengatakan, para kader yang berjumlah sekitar 404 orang itu diberikan pelatihan selama dua tahap. Untuk tahap pertama pelatihan pengolahan pangan menjadi pemberian makanan tambahan
(PMT) dilaksanakan selama tiga hari (8-10 April). Sedangkan untuk pelatihan spa bayi dilaksanakan selama empat hari (15-18 April). Menurut A. A. Sri Sruti Sundari, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menambah pengetahuan dari para kader terutama dari desa binaan dan desa lokus stunting tahun 2019 dalam membuat makanan tambahan bagi balita dan meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan spa bayi. Pelatihan pengolahan pangan menjadi PMT sangat penting, terutama dalam penganekaragaman menu untuk PMT. Jika selama ini hanya disediakan menu bubur kacang hijau, kue, dan jajanan lainnya, lewat pelatihan ini para kader diharapkan mampu mengolah menu menjadi lebih beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Menurut Sri Sruti Sundari,
pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar dan TP PKK Kabupaten Gianyar. Para kader posyandu diajarkan bagaimana mengolah menu (PMT) untuk balita mulai usia 1–5 tahun. Seperti pengolahan ikan yang memang sudah terbukti merupakan salah satu bahan makanan dengan daya cerna tinggi, itu artinya asam amino yang tersedia dalam ikan termasuk lengkap dan mudah diserap oleh usus. Kandungan asam lemak dan Omega3 di dalamnya juga termasuk tinggi, sangat cocok untuk perkembangan dan pertumbuhan otak anak. Dengan bahan yang telah disiapkan, para kader dilatih membuat menu kroket mie dengan bahan dasar ikan tuna, bakso goreng ikan krispi, dan sup ubi macaroni. Selain
itu, untuk snack atau jajanan, para kader dilatih untuk membuat pudding roti tawar, bolu kacang hijau, pudding lumut dan beraneka jenis jajanan yang bergizi lainnya. Sementara itu, sambutan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar yang dibacakan oleh Sekretaris PKK Kabupaten Gianyar Ni Wayan Sriyani menjelaskan, TP PKK Kabupaten Gianyar dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengoptimalisasian kader posyandu, telah bekerja sama dengan OPD terkait dalam upaya mencegah terjadinya stunting. Menurut Wayan Sriyani, melalui 10 program pokok PKK, pelatihan diharapkan mampu untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam berinovasi khususnya untuk kegiatan penganekaragaman konsumsi pangan. (ad334)
Ledakan Tabung Elpiji Jebol Dapur Satu Warga Luka Bakar
Gianyar (Bali Post) Warga di Kelurahan Bitera, Gianyar, Senin (8/4) kemarin digegerkan dengan suara ledakan yang berasal dari dapur rumah Wayan Kicen. Warga sempat menduga ledakan itu berasal dari bom. Namun, ternyata ledakan yang menjebol tembok bangunan dapur itu akibat tabung elpiji yang meledak. Selain merusak bangunan, Nyoman Catri (60), istri pemilik rumah, ini mengalami luka akibat ledakan itu, sehingga harus mendapat perawatan di IGD RSUD Sanjiwani Gianyar. Informasi yang dihimpun di lapangan, ledakan ini terjadi Senin pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Sejumlah warga sempat kebingungan dengan sumber ledakan. Setelah ditelusuri, ternyata ledakan itu berasal dari dapur milik Wayan Kicen. Ledakan itu menjebol sisi timur dan utara tembok rumah korban. Selain itu, ledakan tabung elpiji di ruangan berukuran 2x4 meter itu juga merusak Palinggih Sedaan Karang yang berada di sisi utara bangunan tersebut. Material bangunan akibat ledakan ini pun berserakan hingga ke jalan yang ada di sisi timur. “Saat itu saya masih tidur dan terbangun karena terkejut mendengar suara ledakan,” kata pemilik rumah, Wayan Kicen. Kicen menuturkan, usai mendengar ledakan ia langsung berlari ke luar dan mendapati ruang dapur rumahnya sudah jebol. Sementara istrinya, Nyoman Catri, terkapar dengan luka bakar di tubuhnya. “Istri saya kaki dan tangannya terbakar. Langsung saya larikan ke rumah sakit,” katanya sembari menunjukan baju korban yang terbakar. Ditemui dalam perawatan di IGD RSUD Sanjiwani Gianyar, Nyoman Catri tampak masih diobservasi. Terlihat bagian wajah korban tampak menghitam setelah kena paparan api. Sedangkan lengan kanan dan kiri serta bagian perut hingga kaki tak bisa banyak digerakkan karena masih diobservasi. Lengan kiri tampak pula dibalut perban karena mengalami luka terbuka akibat sambaran api. Bagian rambut depan, alis dan bulu mata juga tampak keriting kena paparan api. Catri menuturkan, sejam sebelum kejadian dirinya memang menghidupkan kompor guna memasak nasi dengan dandang. Dalam posisi menunggu nasi matang, korban pergi ke Pasar Bitera membeli lauk-pauk. Sekembalinya dari pasar, Catri menuju dapur. Namun baru membuka pintu, dapur itu langsung meledak dan dirinya disambar api dari ledakan itu. “Saya kaget, begitu buka pintu langsung disambar api,” katanya. Korban lari ke halaman rumah minta pertolongan. Saat itu ledakan elpiji menyebabkan tembok dapur bergetar hingga roboh. “Apinya tidak merembet, tapi tembok roboh,” ujarnya. Penyebab terjadinya ledakan tersebut diduga akibat adanya kebocoran pada tabung gas disertai kondisi Bali Post/kmb35 dapur yang tidak layak dengan sirkulasi udara atau JEBOL - Seorang warga mengecek bangunan dapur yang jebol ventilasi yang tidak bagus. (kmb35) pascaledakan di Kelurahan Bitra, Senin (8/4) kemarin.
PELATIHAN - Suasana pelatihan yang diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Gianyar di Gedung Wisata Mandala Samuantiga, Desa Bedulu, Senin (8/4) kemarin.
KPU Kembali Sortir Surat Suara Rusak
Gianyar (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar memastikan akan menyortir kembali ribuan surat suara rusak. Surat suara yang robek akan diganti dengan surat suara cadangan. Hal ini diketahui setelah KPU Gianyar menerima surat keputusan dari KPU-RI. Dikonfirmasi Senin (8/4) kemarin, Ketua KPU Gianyar Putu Agus Tirta Suguna mengatakan, KPU Gianyar sudah menerima keputusan dari KPU-RI mengenai nasib surat suara yang sempat dinyatakan rusak. Berdasarkan petunjuk, akhirnya surat itu disortir kembali dan ada yang masih bisa digunakan. “Surat suara yang rusak itu dipilih kembali. Untuk kerusakan hanya berupa bercak bekas tinta tapi tidak tembus, bisa digunakan. Sedangkan untuk kerusakan yang parah seperti robek, tetap tidak bisa digunakan,” ujarnya. Menurut Agus Tirta Suguna, surat suara yang benar-benar rusak itu tetap akan disimpan, namun nanti akan dimusnahkan. Selain menyortir surat suara yang masih bisa dipakai, KPU juga memanfaatkan surat suara cadangan. “Sebagai antisipasi, sudah ada cadangannya. Itu kami pakai memang untuk mengantisipasi hal begini,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, KPU Gianyar mulai melakukan pelipatan surat suara untuk caleg DPRD Kabupaten Gianyar. Sebelumnya KPU juga sudah melakukan penyortiran surat suara. Dari proses itu ditemukan ribuan surat suara rusak. Mengenai surat suara yang rusak, telah disisihkan di lantai dua Kantor KPU Gianyar. Sedangkan untuk surat suara yang tampak bagus tetap dilipat. Untuk pelipatan, KPU melibatkan tenaga dari masyarakat umum. (kmb35)
BUMDes Bersama Geliatkan Desa Wisata
Gianyar (Bali Post) Sebanyak 15 desa di Gianyar berkomitmen membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama. Selanjutnya, secara bersama mereka akan menggeliatkan desa wisata dalam upaya meningkatkan pendapatan asli desa. Hal tersebut terungkap saat pertemuan di Ruang Candra Sabha Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Senin (8/4) kemarin. Perbekel Batubulan Dewa Gede Sumertha mengatakan, pembentukan desa wisata merupakan upaya peningkatan kesejahteraan serta pengembangan daerah wisata di Gianyar. Sehingga masing-masing desa mampu mengoptimalkan potensi demi mewujudkan desa yang mandiri. ‘’Kerja sama tersebut dapat diwujudkan dengan membentuk kerja sama antardesa. Salah satu upaya kerja sama tersebut bisa diwujudkan dengan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama,’’ katanya. Ketua Yayasan Desa Wisata Akademi Jro Mangku Kandia mengatakan, pertemuan yang difasilitasi Perbekel Batubulan ini merupakan langkah awal mewujudkan perkembangan pariwisata Gianyar yang melibatkan kerja sama antardesa. Kerja sama juga dilanjutkan dengan melibatkan pihak swasta yang akan membantu memasarkan paket desa wisata di internet. ‘’Pihak swasta ini membuat kerja sama dengan BUMDes Bersama untuk membantu memasarkan paket wisata yang tersedia. Jadi, kami memasarkan potensi wisata di desa-desa dengan cara yang lebih modern,’’ ujarnya.
Koordinator Program Provinsi P3MD dan PID Provinsi Bali Kadek Suardika mengatakan, sudah ada pihak swasta yang siap bekerja sama dengan BUMDes Bersama ini. Terlebih ada sejumlah potensi yang tepat untuk dikembangkan. ‘’Kelayakan potensi wisata budaya Gianyar memiliki ciri khas tersendiri, sehingga akan menjadi daya tarik,’’ katanya. (kmb35) PERTEMUAN - Suasana pertemuan membahas BUMDes Bersama di Ruang Candra Sabha Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Senin (8/4) kemarin.
9
Putu Agus Tirta Suguna
Bali Post/kmb35
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM
- 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233
JEMBRANA
10
Selasa Wage, 9 April 2019
Soal Spanduk Kampanye Caleg
Bawaslu Tak Tindak Lanjuti Laporan Negara (Bali Post) Dua pengaduan terkait dugaan pelanggaran pemilu yang disampaikan ke Bawaslu Jembrana gugur. Bawaslu memutuskan tidak melanjutkan dua laporan yang berkaitan dengan spanduk calon legislatif (caleg) itu lantaran tidak lengkap. Sejumlah syarat laporan seperti bukti materiil dan formil tidak dapat dipenuhi dua pihak yang melaporkan. Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan, Senin (8/4) kemarin mengungkapkan, laporan dari Partai Perindo dan tim kuasa hukum PDI Perjuangan terkait alat peraga kampanye (APK) spanduk itu tidak bisa ditindaklanjuti. Namun, pihaknya menilai pengaduan itu dijadikan informasi a w a l g u n a selanjutnya ditindaklanjuti investigasi. Permintaan b u k t i materiil dan formil yang harusnya dipenuhi selama tiga h a r i
kerja, tidak dipenuhi oleh pihak pelapor. Padahal, pengaduan itu disampaikan pada Selasa (2/4) lalu. Sehingga sudah lebih dari tiga hari kerja belum dilengkapi. Berdasarkan informasi awal itu, diduga dugaan pelanggaran ini berkaitan satu sama lain. Namun diketahui, keduanya tidak ada bukti materiil. Bawaslu juga sudah menyampaikan hal tersebut ke masing-masing pelapor. “Meskipun demikian, ini kami jadikan informasi awal. Kita akan investigasi mencari fakta dan buktinya,” terang Pande. Seperti diberitakan sebelumnya, dua pengaduan disampaikan dalam sehari ke Bawaslu Jembrana. Permasalahannya terkait spanduk yang diduga saling berkaitan. Dari pihak tim kuasa hukum PDIP keberatan karena terpasangnya spanduk caleg parpol lain yang menyebutkan nama caleg dari PDI-P untuk DPRD Jembrana dapil 5 Jembrana. Sedangkan parpol lainnya yakni Perindo keberatan adanya dugaan spanduk mereka diturunkan tanpa sepengetahuan. (kmb26)
Bali Post/kmb26
KESEPAKATAN – Sejumlah warga Gilimanuk yang tergabung dalam Paguyuban Transportasi Sampan di Teluk Gilimanuk bertemu dengan pihak investor terkait protes mereka.
Pembangunan Wahana Air di Teluk Gilimanuk
Takut Tersingkirkan, Paguyuban Transportasi Sampan Protes
Negara (Bali Post) Adanya rencana pengoperasian wahana wisata air di Teluk Gilimanuk oleh investor menuai protes sejumlah pemilik akomodasi yang sudah terlebih dulu ada. Salah satunya paguyuban transportasi (sampan) di Teluk Gilimanuk. Bahkan saat acara ground breaking wisata air, Senin (8/4) kemarin, nyaris terjadi kericuhan. Apalagi diketahui, sejumlah izin yang harus dilengkapi belum sepenuhnya dikantongi oleh investor. Seperti kerja sama pengelolaan dan izin pengelolaan kawasan perairan Teluk Gilimanuk.
Dua Pasien Sambar Petir Dipulangkan Negara (Bali Post) – Dua pasien korban disambar petir (sander krebek) yang dirawat di RSU Negara, Senin (8/4) kemarin akhirnya dipulangkan. Mereka dinyatakan telah pulih dan bisa dirawat jalan setelah dirawat tiga hari di Sal D RSU Negara. Kedua pasien, masing-masing Dewa Kade Wibawa asal Banjar Wali Desa Yehembang, Mendoyo dan Sayu Putu Nami asal Yehembang. Mereka sebelumnya mengalami luka yang paling parah dibandingkan enam rekanannya yang juga terdampak. Direktur RSU Negara Gusti Ngurah Bagus Oka Parwata kemarin membenarkan, kedua pasien korban petir itu kemarin sudah pulang. “Sudah pulang, kondisinya sudah pulih dan dokter sudah membolehkan pulang,” terangnya. Mereka merupakan dua dari delapan korban selamat dari musibah tersambar petir di persawahan Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Jumat (5/4) lalu. Dua rekan mereka, Ni luh Niarti (50) dan Ni Luh Mi (41), didapati meninggal dunia di lokasi. Diah Raini Purnami asal Banjar Wali yang berhasil selamat mengungkapkan ia bersama 11 orang rekannya sekitar pukul 12.00 Wita beristirahat siang setelah memotong padi di sawah milik Dewa Kade Jember di Tembles. Menurut Diah, ia dan sembilan orang temannya beristirahat dalam satu gubuk. Sedangkan dua orang teman lainnya beristirahat di gubuk satunya. “Jarak gubuk kami dengan gubuk tempat dua orang teman saya istirahat sekitar 300 meter,” ujarnya ditemani suaminya Taman Adi. Saat mereka asik makan, tiba-tiba turun hujan deras dan tidak lama kemudian petir mulai menggelegar. Tiba-tiba gubuk yang mereka tempati disambar petir. Semuanya terlempar, dan gubuknya hancur. Dikatakan semuanya terlempar dan terbanting ke tanah. “Justru dua orang yang meninggal posisinya berdiri saat kejadian,” tuturnya. Menurutnya, dia tidak tahu kejadian selanjutnya. Tidak lama kemudian datang pertolongan termasuk sejumlah polisi mengevakuasi dirinya dan teman-temannya. Diah mengaku selamat dari maut setelah gubuk tempatnya berteduh bersama 9 orang temannya sesama buruh potong padi tersambar petir lantaran sempat menyelam di air. Saat dirinya dan teman-temannya terlempar, dia merasakan telinganya mendengung keras dan kedua kakinya panas. Tanpa pikir panjang dia langsung menyelam dalam air yang menggenangi petak sawah di dekat gubuk. Sehingga rasa panas pada kakinya hilang. (kmb26)
Ditemui kemarin, sejumlah anggota kelompok menyampaikan kekhawatiran aktivitas mereka akan tersingkirkan lantaran adanya usaha yang bernilai miliaran rupiah itu. Warga mengaku selama ini belum menerima informasi detail terkait beroperasinya wahana wisata yang kemarin dihadiri dari Pemkab Jembrana dan muspida. “Intinya kami was-was, transportasi yang sudah ada ini tersingkir. Apalagi infonya akan menutup sebagian areal Teluk Gilimanuk,” terang I Made Dwi Guna. Hal serupa juga diungkapkan Jamalam Siburian, perwakilan paguyuban yang mengaku sempat emosi saat dimulainya
kegiatan kemarin karena selama ini tidak ada sosialisasi. “Sebenarnya kami sangat bangga (ada wahana) di waterbee ini, tadi memang kami sempat emosi, karena selama ini belum ada sosialisasi dan perusahaan belum mengumpulkan kami,” tegas salah satu pemilik sampan ini. Namun setelah acara kemarin, paguyuban akhirnya bertemu dengan investor tersebut dan membuat kesepakatan. Paguyuban sampan yang berjumlah belasan dan melayani touring mangrove Teluk Gilimanuk ini berharap agar mereka tidak dimain-mainkan. Investor agar tetap konsekuen dalam MoU yang sudah disepakati dan bila perlu paguyuban
selaku mitra dalam setiap kegiatan diikutsertakan. Sekda Jembrana I Made Sudiada membenarkan terkait penggunaan perairan dan kawasan Teluk Gilimanuk oleh investor ini baru sebatas MoU saja. Sedangkan untuk detail terkait penggunaan aset pemerintah dan retribusi pengelolaan perairan masih menunggu dari tim appraisal. Termasuk terkait masalah kerja sama retribusi akan diatur dalam kerja sama pengelolaan. “Tidak ada unsur KKN di sini, betul-betul profesional kita,” tegas Sekda Jembrana. Sementara itu, pihak investor, Yudiansah Yosal mengakui adanya misinformasi dengan masyarakat terkait kegiatan perusahaannya itu. “Ini patut dimaklumi karena tidak tiap hari kita di lapangan. Mereka merasa adanya (kegiatan) perusahaan kami, (mereka) tersingkir. Padahal dari awal kita tekankan, kami tidak akan pernah mengganggu pengusaha ataupun pelaku usaha yang ada di Teluk Gilimanuk,” terangnya. Pihaknya juga sudah langsung
bertemu dengan paguyuban dan akan mengutamakan orang-orang yang ada di Teluk Gilimanuk. Kapal-kapal yang sudah ada difungsikan dengan standar dan pemasaran yang lebih profesional. “Rute dan alur sudah jelas, harga juga jelas. Ini perusahaan hanya pelaku agar semuanya harmonis, tidak ada agenda tertutup mengambil keuntungan terbesar misalnya,” ujarnya. Terkait izin, pihaknya juga sangat mengapresiasi Pemkab Jembrana karena menuntun sesuai alur perizinan yang jelas. “Kalau mau membangun sekarang kami bisa, tapi kami mengikuti aturan yang ditentukan,” ujarnya. Wahana air di Teluk Gilimanuk ini rencananya merupakan yang terbesar dari yang ada selama ini. Bahkan pihak investor mengklaim akan mendaftarkan ke Guinnes World Record sebagai wahana air terbesar di dunia. Investasi yang dikeluarkan awalnya memang sekitar Rp 2 miliar, namun setelah mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah, ditambah menjadi 10 kali lipat. (kmb26)
Tujuh Buah Spesifik Jembrana Peroleh Sertifikasi dari Kementerian Pertanian RI
TUJUH buah asli Jembrana memperoleh sertifikasi dari Kementerian Pertanian RI. Ketujuh buah itu antara lain; kawista, pisang kayu, pisang lumut, kelapa (nyuh gading merah), kelapa genjah hijau, jeruju serta salak gatri penyaringan merah. Sertifikat tanda pendaftaran buah lokal itu diterima langsung oleh Bupati Jembrana I Putu Artha saat menerima audiensi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Senin (8/4), di Ruang Rapat Bupati Jembrana. Dalam acara itu hadir Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali Dr. Drh. I Made Adijaya, M.P. didampingi Kadis Pertanian Pangan Jembrana I Wayan Sutama. I Made Adijaya mengatakan, BPTP punya tugas mendata dan mendaftarkan varietas buah spesifik di masing-masing wilayah.
Tidak hanya di Jembrana, tapi juga daerah lainnya di Bali. Pendataan itu dilakukan mengingat setiap wilayah Indonesia kaya akan sumber daya genetik, baik itu tanaman atau hewan. “Contohnya kawista hanya ada di Jembrana. Demikian juga jeruju selama ini dikenal obat herbal untuk bisul dan kanker. Itu yang kita lindungi, agar tidak diklaim dan ke depan mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat lokal,” kata Adijaya. Secara legal, tambah Adijaya, buah-buahan itu juga sudah didaftarkan dan dilindungi pusat perlindungan varietas. Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha menyatakan, terima kasih kepada Kementerian Pertanian melalui BPTP Bali atas perhatian terhadap perlindungan potensi hayati Jembrana. Sertifikasi dinilai
penting guna melindungi komoditas buah asli Jembrana. “Ini bagian perlindungan akan potensi perkebunan dan buahbuahan Jembrana, yang dapat bernilai ekonomi suatu saat, dan yang lebih penting adalah sumber daya ini telah terlindung secara formal, jadi tidak diklaim,” ujar Bupati Artha. Artha juga berharap kekayaan hortikultura itu wajib dilestarikan dan dikembangkan sebagai kekayaan hortikultura asli Jembrana. Selain ketujuh buah tadi, rencananya Pemkab Jembrana kembali akan mensertifikatkan buah lokal Jembrana, yakni jambu air Budeng. Dikatakan Kadis Pertanian Pangan Jembrana I Wayan Sutama, Jambu Budeng sangat potensial dan karakteristik buah yang khas, rasa manis dan daging buahnya yang tebal warna cokelat. Buah ini hanya
Negara, (Bali Post)Jalan poros yang menghubungkan Desa Nusasari dan Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana sejak beberapa tahun belakangan ini rusak di beberapa titik. Salah satu titik di Desa Nusasari sebelum kantor desa terdapat kerusakan yang cukup parah sejak enam bulan belakangan ini. Dari pengamatan Minggu (7/4) sore, jalan yang sejatinya hotmix tersebut rusak parah sepanjang 50 meter
DIRAWAT - Salah satu korban dirawat di RSU Negara karena tersambar petir di Tembles akhir pekan lalu. Dua pasien yang dirawat akhirnya dipulangkan.
Bali Post/kmb RUSAK - Jalan Provinsi Nusasari-Ekasari rusak di beberapa titik dan di Desa Nusasari ini paling parah sepanjang 50 meter karena terdapat lubang yang dalam dan lebar.
SERTIFIKASI – Bupati Jembrana I Putu Artha menerima seritifikasi tujuh buah spesifik asal Jembrana dari Kementerian Pertanian RI. hidup dan berkembang di Desa Budeng, sehingga dikenal dengan nama Jambu Budeng. Tidak bisa hidup di daerah lain, karena tergantung kontur tanah dan
iklim. “Karena spesifikasinya itu, Jambu Budeng ini sangat layak untuk kita daftarkan ke pihak Kementerian Pertanian,“ ujar Sutama. (ad329)
lebih. Bahkan jalan seperti amblas dan berlubang. “Jika malam gelap dan sudah banyak korban jatuh di sini. Mobil yang lewat juga harus pelan-pelan dan hati-hati. Jika tidak waspada, bisa terjerembab apalagi pas lubang jalan penuh isi air pascahujan,” kata beberapa warga. Warga mengatakan, jalan tersebut sudah rusak hampir delapan tahun lalu namun belum ada perbaikan. Pernah diperbaiki dengan cara ditambal dengan beton saja namun tidak bertahan lama bahkan menjadi retak dan makin membahayakan. “Sepanjang jalan poros ini rusak ada sekitar 8 titik. Tapi yang terparah di sini. Kami harapkan segera diperbaiki. Karena membahayakan,” harapnya. Sementara itu Perbekel
Nusasari Wayan Ardana dikonfirmasi, Senin (8/4) mengakui kerusakan jalan itu. Menurutnya jalan itu merupakan jalan Provinsi Bali. Pihaknya sudah melaporkan kerusakan jalan itu ke Kabupaten Jembrana. Demikian juga sudah mengajukan surat permohonan perbaikan. “Kemarin kami sudah ajukan surat,” katanya. Pihaknya juga berharap jalan tersebut segera diperbaiki sehingga tidak semakin parah. Jalan itu tanahnya labil dan juga terendam air saat hujan karena lubang jalan yang cukup dalam dan lebar. “Mudah-mudahan segera diperbaiki,” harapnya. (kmb)
Selasa Wage, 9 April 2019
KARANGASEM
11
Latihan Calistung untuk Warga Buta Aksara Amlapura (Bali Post) Warga yang menderita buta aksara masih cukup tinggi. Guna meminimalisasi angka buta aksara di Bumi Lahar itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) akan memberikan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) kepada warga buta aksara tersebut. Kasi Kurikulum dan Pembinaan PAUD Disdikpora Karangasem Nengah Surita mengungkapkan, pihaknya akan memberikan kegiatan calistung itu kepada 1.500 warga yang mengalami buta aksara. Kegiatan itu nantinya digelar di Kecamatan Bebandem. “Pelatihan calistung yang kita lakukan untuk menekan
angka buta aksara di Karangasem,” ujarnya. Jumlah warga Karangasem yang menderita buta aksara, kata Surita, 8.666 orang. Tahun ini diprogramkan pelatihan 1.500 orang, maka warga yang menderita buta aksara tinggal 7.166 orang. Selain memberikan pelatihan membaca, menulis, dan berhitung, pihaknya juga telah membangun tiga Pusat Kegiataan Belajar Masyarakat (PKBM). Pembangunan PKBM itu untuk mengakomodir warga yang menderita buta aksara. Kepala Disdikpora Karangasem, Gusti Ngurah Kartika, menjelaskan, pihaknya telah menganggaran Rp 1,4 miliar untuk melaksanakan kegiatan pelatihan calistung itu. (kmb41)
Serangkaian HUT Ke-21 Kementerian BUMN
Salurkan Bantuan dan Beri Pelatihan Cara Membuat Aneka Kue
DALAM rangka memperingati HUT ke-21 Kementerian BUMN di Bali, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersinergi dengan Perum Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo, PT Perusahan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Industri Sandang Nusantara (ISN). Agenda sinergi itu diwujudkan dengan cara membuat aksi bersih-bersih sampah. Kegiatan itu dilaksanakan di Balai Banjar Telun Wayah Duuran, Desa Tri Eka Bhuana, Sidemen, Karangasem, Senin (8/4) kemarin. Acara itu dihadiri Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa. Sedangkan dari PT Industri Sandang Nusantara Wilton Molumbot selaku Direktur Operasional, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Anton Mart Irianto, selaku Direktur Perdagangan Dalam Negeri, Perum Jamkrindo Sugiyono se laku Pimpinan Wilayah VII Denpasar, Ibu Prita Widy Wardani selaku Kepala Bagian Bisnis 6, PT Permodalan Nasional Madani, M.Q. Gunadi selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Umar Luthfi selaku Kepala Divisi PPM dan Iman Sewaka yang merupakan Pemimpin Cabang PNM Bali. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko M.Q. Gunadi menegaskan, kegiatan itu dirangkaikan dengan HUT ke-21 Kementerian BUMN yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Banyak kegiatan dilakukan, di antaranya memberikan pelatihan membuat kue kepada ibu-ibu,
menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat mulai pemberian bantuan alat pertanian, alat kebersihan, alat peraga pendidikan untuk anak-anak usia dini, pemberian sembako dan banyak lainnya. “Kita juga melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik bersama generasi milenial dari muda-mudi Desa Tri Eka Bhuana. Selain itu, kita juga memberikan bantuan bibit kelapa genjah sebanyak 800 pohon serta penanaman pohon,” ujarnya. Gunadi menambahkan ke depan, pihaknya siap memberikan bantuan kepada warga Karangasem. Pasalnya, di Karangsem terdapat 78 desa dan kelurahan. Sehingga, berbagai kegiatan PNM bisa dilasanakan. Mulai dari permodalan usaha, alat-alat pertanian. Semua dipercaya akan tidak ada masalah. ”Kini tinggal menjalin kerja sama dengan pemerintah Karangasem agar secara bersama-sama ikut menyejahterakan masyarakat,” katanya. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa mengatakan, pemkab sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Kementerian BUMN yang dikaitkan dengan peringatan HUT-21 di Kecamatan Sidemen ini. Pihaknya menekankan keberadaan BUMN jangan hanya mencari untung, akan tetapi juga ikut memerhatikan dan berperan aktif menyejahterakan masyarakat khususnya warga Karangasem. “Hubungan sinergitas antara Pemerintah Karangasem ke depannya harus terus
ada relasi yang baik dengan BUMN. Sehingga nantinya dilakukan kerja sama untuk membantu pembangunan di Karangasem. Dengan begitu, kami berharap tantangan dan permasalahan yang dihadapi Karangasem dapat diminimalisasi lewat bantuan CSR dari BUMN itu,” jelasnya. Artha Dipa menambahkan, pihaknya juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Bahkan agar aksi konstruktif seperti ini terus berlangsung dengan menyasar desa-desa lainnya. Utamanya desa-desa yang angka kemiskinannya masih tinggi. Di Karangasem terdapat 78 desa dan tiga kelurahan. Diharapkan, nantinya desa-desa ini bisa tersentuh bantuan seperti ini. Lebih lanjut, Arta Dipa kemudian mengucapkan selamat ulang tahun ke-21 kepada BUMN. Pihaknya pada HUT tahun ini berharap BUMN semakin jaya ke depannya. Bila MUMN itu jaya, maka masyaralat Indonesia khususnya Karangasem bisa terus mendapatkan bantuan seperti ini untuk kesejahteraan masyarakatnya. Karena itu, pihak pemkab bakal terus menjalin komunikasi yang baik dengan BUMN. “Kita harap program-program seperti ini bisa terus digulirkan. Karena kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat. Jadi, kami harap lewat kegiatan ini mampu mengubah perekonomian masyarakat khususnya Karangasem menjadi lebih baik lagi,” harap Arta Dipa. (ad331)
SERAHKAN BANTUAN - Pihak Kementerian BUMN saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Desa Tri Eka Bhuana, Sidemen, Karangasem, Senin (8/4) kemarin.
Bali Post/kmb41
EDUKASI KEBENCANAAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem saat memberikan kegiatan sosialisasi dan edukasi penanggulangan kebencanan di Kantor Desa Seraya, Karangasem, Senin (8/4) kemarin.
Agar Paham Mitigasi Bencana
BPBD Gelar Edukasi Penanggulangan Kebencanaan
Amlapura (Bali Post) -
Potensi bencana di Kabupaten Karangasem sejatinya relatif tinggi. Guna memberikan pemahaman tentang kebencanaan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem melaksanakan sosialisasi dan edukasi penanggulangan kebencanan di Kantor Desa Seraya, Karangasem, Senin (8/4) kemarin. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan, kegiatan itu diikuti sekitar 50 peserta mulai perangkat Desa Seraya, masyarakat, siswa SMA 3 Amlapura, ORARI Karangasem dan RAPI. Materi sosialisasi yang diberikan terkait kesiapsiagaan penanggulangan bencana. Seperti, pemahaman gempa bumi, tsunami,
dan upaya mitigasinya. Arimbawa menambahkan, sesungguhnya sosialisasi kegiatan kebencanaan itu, sangat penting diberikan kepada masyarakat. Dengan banyak peserta terlibat, diharapkan nantinya dapat digetoktularkan kepada keluarga atau masyarakat lainnya saat pelaksanaan paruman di bali banjar, maupun dalam
kegiatan-kegiatan di masyarakat. Anak-anak sekolah diharapkan dapat meneruskan kepada rekan-rekannya di lingkungan sekolahnya termasuk para guru. ‘’Apa saja faktor dan item ancaman bencana yang ada di wilayahnya itu. Kemudian bagaimana cara mitigasinya serta tindakan apa yang harus dilakukan saat ada ben-
cana itu,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan sosialisasi kebencaana itu terus akan dilakukan pihaknya. Selain menyasar masyarakat, nantinya juga akan ditujukan ke sekolah-sekolah yang ada di Karangasem untuk diberikan kegiatan sosialisasi kebencanaan itu. “Sebelumnya, kita sudah memberikan sosialisasi kebencanaan di SMPN 2 Rendang. Nanti, kita akan sasar sekolah lainnya, sesuai jadwal yang telah ditentukan,” tegas Arimbawa. (kmb41)
Jaga Kondusivitas Jelang Pemilu
Bupati Mas Sumatri Tekankan Kinerja Kesbangpolinmas BUPATI Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengingatkan kepada seluruh ASN maupun non-ASN di Kesbangpolinmas agar senantiasa menjaga kondusivitas saat pelaksanaan Pemilu 17 April nanti. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Gedung Lantai I Civic Center Amlapura, Senin (8/4) kemarin. Dalam arahannya, Mas Sumatri mengatakan, potensi konflik serta kerawanan saat pelaksanaan Pemilu nanti cukup besar. Dengan cara penanganan secara dini dibantu Forkompimda dan juga aparat kepolisian, TNI, potensi yang cukup besar itu, diharapkan dapat dicegah dengan baik. “Kami harap peran tim terpadu Kesbangpolinmas dapat menciptakan kondusivitas daerah. Hal itu perlu dilakukan dengan metode pengawasan yang efektif guna mencegah terjadinya konflik saat pencobosan,” pinta Bupati. Selain itu, Mas Sumatri menegaskan, Permendagri Nomor 11 Tahun 2019 menerbitkan tentang perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. Dalam regulasi aturan itu, Pemkab Karangasem diminta menyesuaikan nomenklatur Kesbangpolinmas dengan Keputusan
BERIKAN ARAHAN - Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, memberikan arahan kepada seluruh ASN maupun non-ASN di Kesbangpolinmas agar senantiasa menjaga kondusivitas saat pelaksanaan Pemilu 17 April nanti. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Gedung Lantai I Civic Center Amlapura, Senin (8/4/) kemarin. Menteri Dalam Negeri Nomor 100 - 441 Tahun 2019. Sekaligus mengevaluasi lembaga Kesbangpol Kabupaten itu sebagaimana diatur pada Keputusan Menteri Nomor 100-440 Tahun 2019 paling lambat tahun 2020. “Kalau secara aturan, Kesbangpolinmas saat ini masih di level B. Namun setelah dicek langsung, kita temukan tugas-tugasnya begitu padat, tetapi orangnya sedikit. Maka perlu dikoordinasikan lagi, antara Kesbangpolinmas dengan bagian organisasi itu untuk mengkaji rancangan perdanya,” tegasnya. Terkait Permendagri terbaru, Kepala Kesbangpolin-
mas Kabupaten Karangasem I Ketut Kanginan Subandi menyampaikan, telah membuat kajian intern lebih lanjut pemetaan skor tipologi Kesbangpolinmas. Sementara, diperoleh hasil 830. Artinya, dimungkinkan menjadi OPD tipe A yang segera ditindaklanjuti menjadi rancangan perda. Tujuannya, agar bisa lebih memaksimalkan kinerja Badan Kesbangpolinmas sesuai kebutuhan daerah. Terkait pemilu serentak, Kanginan Subandi menegaskan, pihaknya sudah melaksanakan kegiatan pemantauan pelaksanaan Pemilu di delapan kecamatan. Sampai saat ini, perkembangan Pe-
milu di Karangasem masih kondusif. Dalam kegiatan ini, Kesbangpolinmas terus berkoordinasi dengan Polres, Satpol PP, KPU, dan Bawaslu. Sedangkan terkait penanganan konflik, telah dimediasi serta dikoordinasikan dengan melibatkan para tokoh adat. “Kita juga akan melakukan penyuluhan politik menjelang pelaksanaan Pemilu 2019. Sasarannya, para pemilih pemula dan beberapa unsur organisasi kemasyarakatan. Karena itu merupakan program yang sudah diagendakan Kesbangpolinmas untuk menjaga kondusivitas jelang Pemilu 2019,” katanya. (ad330)
Hanya Tunanetra dan Tunadaksa Bisa Diwakilkan Mencoblos di TPS Para saksi partai politik yang hadir saat bimbingan teknis (bimtek) masih banyak yang bingung terkait mekanisme mencoblos di TPS pada Pemilu yang akan dilaksanakan secara serentak pada 17 April mendatang. Karena itu, banyak yang bertanya tentang boleh tidaknya pencoblosan di TPS itu diwakilkan. Lalu, khusus kepada siapakah – dalam kondisi bagaimanakah -- pencoblosan di TPS itu boleh diwakilkan pada Pemilu mendatang? MUNCULNYA pertanyaan para saksi partai politik itu langsung direspons secara cepat oleh pihak Kadiv Hukum dan Informasi Bawaslu, Kadek Puspa Jingga. Ditegaskan, tidak boleh pencoblosan itu diwakilkan. Alasannya, karena hal itu bertentangan dengan undang-undang yang berlaku. Sesuai udangundang, dilarang pencoblosan itu diwakilkan. Tetapi memang ada pengecualian. Pengecualian itu khususnya kepada penyandang
disabilitas tunanetra (orang buta -red) dan juga tunadaksa (tak punya tangan). ‘’Ya hanya kepada orang yang ada keterbatasan itu, disabilitas tunanetra dan tunadaksa itu bisa diwakilkan di TPS,’’ tegasnya. Karena itu, kepada pihak yang tidak mengalami kendala seperti itu, jelas tidak boleh diwakilkan. Pada bimbingan teknis kemarin, masih tetap saja kesadaran para saksi partai politik (parpol mengikuti bimbingan teknis (bimtek)
sangat rendah. Itu dibuktikan, dengan minimnya saksi parpol mengikuti kegiatan bimtek pada hari kedua yang dilaksanakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem. Kadek Puspa Jingga menambahkan pada hari kedua pelaksanaan bimtek itu dikatakan memang minim kehadiran para saksi dari masingmasing parpol. Atas kondisi itu, pihaknya lagi-lagi sangat menyayangkan hal itu. Karena banyak saksi parpol yang tidak hadir, hal itu membuat snack dan nasi terpaksa kembali diberikan kepada warga. Kemarin, pelatihan saksi partai Golkar dan Demokrat. “Kita lagi-lagi memberikan snack itu kepada masyarakat akibat banyak saksi yang tak hadir. Bahkan di Bebendem, nasi itu kita berikan kepada
warga kurang mampu,’’ tambah Puspa Jingga. Ketimbang nasi itu mubazir, lebih baik diberikan kepada masyarakat, sehingga jadi lebih bermanfaat. Jingga menambahkan, sejatinya momentum bimtek untuk para saksi ini seharusnya wajib dihadiri masingmasing parpol. Kenyataannya terjadi hal sebaliknya. Saksi parpol sedikit yang hadir. Semestinya, kegiatan yang dilaksnakan Bawaslu ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh saksi parpol. Kehadiran itu penting terkait penyamaan pemahaman dalam pengawasan saat pencoblosan nanti. “Seharusya, parpol itu bisa proaktif mengarahkan para saksinya agar mereka bisa hadir saat bimtek ini,” tegas Jingga. (nan)
Bali Post/kmb41
SAKSI MINIM HADIR - Lagi-lagi Bawaslu terpaksa memberikan snack dan nasi kepada warga akibat saksi parpol minim yang hadir saat bimtek.
KLUNGKUNG
12
Dewan Terima LKPJ Bupati 2018
KANDIDAT
I Wayan Buda Parwata, S.P.
Pengalaman dan Merakyat Menjadi Pilihan Masyarakat MENJELANG pemilu serentak, 17 April nanti, para caleg kian agresif turun ke tengah masyarakat untuk mendulang perolehan suara. Banyak program dan janji yang diungkapkan kepada konstituen, sebagai pertimbangan untuk memilih dirinya. Namun, ada satu poin penting yang menjadi pembeda para tokoh yang bertarung menjadi caleg, yakni faktor pengalaman. Ini menjadi modal berharga, bagi para caleg, khususnya para incumbent. Salah satunya adalah I Wayan Buda Parwata, S.P. Sebagai caleg DPRD Klungkung, tokoh masyarakat Klungkung asal Banjar Tengah, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan ini membuktikan komitmennya dalam lima tahun terakhir, dia tidak hanya fokus pada konstituennya saja. Tetapi, kepada seluruh masyarakat Klungkung. Sebab, ketika sudah berada di dalam lembaga maka mutlak seorang legislator adalah representasi masyarakat Klungkung, sesuai tupoksinya pada pimpinan dan setiap komisi, bukan lagi bicara daerah pemilihan (dapil). “Maka dari itu, pilihlah yang sudah berpengalaman sebagai bukti kinerjanya, bukan yang hanya baru bisa janji. Yang sudah berpengalaman, jelas sudah memahami masalah dan menguasai pemeca-
Selasa Wage, 9 April 2019
hannya,” kata politisi muda ini, Senin (8/4) kemarin. Sesuai dengan marwah Hanura, yang memilih visi membangun desa, maka Buda Parwata menegaskan pihaknya selalu berupaya memberi warna berbeda pada setiap pembangunan di desa. Maka, apapun program dari setiap desa, sepanjang itu positif, tentu harus didukung penuh legislator sebagai refresentasi masyarakat. Pengalaman Buda Parwata sebagai politisi cukup panjang. Ia merupakan anggota DPRD Klungkung sejak periode 2009-2014 dan periode 2014-2019. Karier politiknya kian melejit sejak tahun 2018 setelah merangsek menjadi Wakil Ketua DPRD Klungkung. Pada periode 2019-2024 ini, Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Klungkung ini, kembali bertarung dari dapil Kecamatan Banjarangkan dari Partai Hanura, dengan nomor urut 1. Mantan wartawan senior ini menjadi wakil ketua menggantikan politisi asal Takmung, Ida Ayu Made Gayatri, yang di-PAW oleh induk partainya. Pergantian wakil pimpinan dewan saat itu, juga berimbas pada mengisian kekosongan posisinya yang kemudian ditempati Ketut Srinada sebagai anggota DPRD Klungkung. Kini, dalam karier politiknya, ia juga kembali dipercaya menjadi Sekretaris Tim Pemenangan Daerah, JokowiMa’ruf Klungkung. Ini untuk kedua kalinya, dia dipercaya sebagai tim pemenangan daerah, setelah sebelumnya juga menjadi Sekretaris Tim Pemenangan Daerah JokowiJK. Dia optimis, JokowiM a ’ r u f mampu memenangkan pemilihan presiden tahun ini. (gik)
KETUA DPRD Klungkung I Wayan Baru menerima penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Klungkung 2018 di Gedung Sabha Nawa Natya, Senin (8/4) kemarin. Ini sebagai kewajiban eksekutif untuk menyampaikan hasil kinerja pembangunan secara menyeluruh dalam satu tahun terakhir. Setelah penyampaian ini, baru lembaga dewan akan bersikap secara resmi melalui pendapat umum fraksi-fraksi. Wayan Baru menyampaikan, rapat paripurna istimewa ini kuorum karena sudah dihadiri lebih dari setengah anggota DPRD Klungkung. Para pimpinan dewan pun semua hadir. Selain Wayan Baru, juga hadir Wakil Ketua Nengah Ariyanta dan I Wayan Buda Parwata. Wayan Baru menegaskan, penyampaian LKPJ Bupati Klungkung 2018, selain memenuhi kewajiban konstitusi, juga dimaksudkan sebagai upaya membangun transparansi dan memperkuat checks and balances antara Pemkab Klungkung dengan lembaga dewan. Setelah menyatakan sidang paripurna terbuka, pi-
LKPJ - Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru saat menerima penyampaian LKPJ 2018 dari Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. haknya mempersilakan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta untuk menyampaikan sambutan di hadapan pejabat legislatif maupun eksekutif yang memenuhi ruang rapat Sabha Nawa Natya. Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta menyampaikan bahwa LKPJ ini memuat tentang berbagai capaian kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah. Bupati Suwirta menyampaikan pertumbuhan ekonomi mencapai sebesar Rp 5,34 persen, di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar Rp 5,07 persen.
PDRB atas dasar harga, berlaku selama tiga tahun terakhir, mengalami kenaikan yaitu dari Rp 6,412 triliun tahun 2015 menjadi Rp 7,850 triliun. IPM Klungkung juga meningkat menjadi 70,13. Angka harapan hidup juga naik menjadi 70,45. Angka harapan lama sekolah juga meningkat, menjadi 12,94. Demikian juga angka ratarata lama sekolah meningkat menjadi 7,46 tahun. “Kondisi ini menunjukkan bahwa target sembilan tahun wajib belajar, sesungguhnya masih menghadapi tantangan berat.
Motor Hilang, Pengawasan Parkir Pelabuhan Banjar Bias Diperketat Semarapura (Bali Post) Adanya kasus kehilangan sepeda motor milik beberapa warga, membuat pihak pengelola Pelabuhan Rakyat Banjar Bias, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, memperketat proses penerimaan dan pengawasan parkir pelabuhan. Sementara, sejumlah personel kepolisian terus melakukan penyelidikan, siapakah pelaku yang nekat melakukan itu. Kasubag Humas Polres Klungkung, AKP Putu Gede Ardana, Senin (8/4) kemarin, belum bisa memberikan detail informasinya, karena polisi masih melakukan penyelidikan. Sejumlah korbannya mengaku sudah melaporkan kasusnya ke Polsek Dawan. Korban yang enggan namanya ditulis itu menyampaikan, kejadian kehilangan tersebut baru diketahui, Sabtu pagi (5/3) lalu. Ada dua orang pemilik sepeda motor yang menjadi korbannya. Kedua warga itu sebelumnya menitipkan sepeda motornya, karena menyeberang ke Nusa Penida. Sementara itu, Kapolsek Dawan AKP Made Suadnyana dimintai konfirmasi, belum bisa memberikan penjelasan. Sementara, di lokasi, Senin (8/4) kemarin, beberapa kepolisian datang ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Beberapa kali petugas dari Polsek Dawan dan Polres Klungkung meminta keterangan petugas parkir dan warga setempat. “Motor yang hilang ada dua, yaitu Yamaha Jupiter dan Mio,” ujar sumber yang bertugas sebagai tukang parkir di lokasi penitipan sepeda motor di Pelabuhan Banjar Bias. Kasus ini pun baru pertama kali terjadi di Pelabuhan Banjar Bias, Kusamba. Akibat kejadian ini, penitipan kendaraan di Pelabuhan Banjar Bias lebih diperketat. Selain harus menunjukkan bukti parkir, para pengendara yang menitipkan kendaraannya juga harus menunjukkan STNK. Sebab, selain ada motor hilang, ada juga sepeda motor yang dicongkel sadelnya, dan hanya dicuri CDI (Capacitor Discharge Ignition) sepeda motornya. Polisi nampaknya sudah mengantongi pelakunya, karena saat mengambil dari parkiran, terekam CCTV. Anggota DPRD Klungkung Dapil Kecamatan Dawan, Komang Ludra, Senin (8/4) kemarin, mendesak pihak kepolisian segera mengungkap siapa pelakunya. Sebab, kasus ini begitu meresahkan masyarakat dan membuat kesan masyarakat tak aman lagi saat parkir di sana, ketika masyarakat melakukan penyeberangan ke Nusa Penida. “Saya yakin, dengan kapasitas jajaran Polsek Dawan, pelakunya akan segera terungkap,” tegas politisi senior ini. (kmb31)
Sehingga perlu mendapatkan prioritas penanganan yang lebih tinggi,” kata Bupati Suwirta. Sementara, terkait kebijakan pengelolaan keuangan, realisasi pendapatan daerah 2018 mencapai Rp 1,126 triliun atau 97,70 persen. Sementara realisasi belanja mencapai Rp 1,146 triliun, antara lain realisasi belanja tidak langsung mencapai Rp 644, 619 miliar dan realisasi belanja langsung Rp 502,145 miliar. “Kami sudah bangun enam unit pasar, 80 unit bedah rumah dan 47 unit rehab rumah. Tahun depan, target bedah rumah dan rehab rumah sudah tuntas,” tegas Suwirta. Wayan Baru menegaskan, dewan menyadari eksekutif juga terbatas dalam menyelesaikan programnya. Pihaknya siap mendukung dan bekerja sama, membangun partisipasi aktif semua pihak, bersinergi mencari solusi untuk memecahkan segala persoalan. “Capaian eksekutif, merupakan kerja keras bersama. Dia berharap eksekutif tetap menjalin hubungan yang lebih harmonis, guna terwujudnya Klungkung yang unggul dan sejahtera,” tegas Baru. (ad332)
Bali Post/kmb31
BMKG - Jajaran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Sanglah, Denpasar, saat di ruang kerja Bupati, Senin (8/4) kemarin.
Antisipasi Bencana
BMKG Pasang Seismograf di Nusa Penida
Semarapura (Bali Post) -
Intensitas bencana alam di Bali memperlihatkan tren meningkat. Mengantisipasi dampak bencana, BMKG Stasiun Geofisika Sanglah, Denpasar, berencana memasang dua seismograf, antara lain di wilayah Kepulauan Nusa Penida. Sementara satu lagi akan dipasang di Bangli.
Bali Post/kmb31
PARKIR - Areal parkir Pelabuhan Banjar Bias nampak lengang, usai kejadian kasus pencurian sepeda motor.
Ini terungkap saat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Sanglah, Denpasar bertemu Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di kantornya, Senin (8/4) kemarin. Pemasangan seismograf berfungsi sebagai alat sensor perekam deteksi getaran gempa bumi. Kepala Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar Ikhsan mengatakan, Bali merupakan daerah yang rawan bencana gempa bumi. Sehingga, pemerintah melakukan penguatan peralatan pencatatan gempa bumi di seluruh Indonesia. “Tahun ini rencananya akan dipasang 100 sensor (seismograf) tersebar di seluruh pelosok Indonesia,” katanya. Ikhsan menegaskan, seismograf di Nusa Penida akan dipasang di dekat Kantor Perbekel Batukandik dan Kantor
Perbekel Klumpu. Pihaknya berharap, titik lokasi sudah ditentukan, yakni di lahan atau tanah milik pemerintah. Selain seismograf, BMKG juga menambahkan sembilan alat seismometer, tersebar di seluruh Klungkung. Lima lokasi di Kepulauan Nusa Penida dan empat di Klungkung daratan. Pemasangan alat seismograf akan mampu mengetahui kedangkalan sedimen getaran yang dihasilkan akibat pergeseran kerak bumi, setelah mendapatkan tambahan sensor seismograf dalam jaringan Ina-Tews di wilayah Bali. Getaran besar maupun kecil tergantung kerusakan di muka bumi disebabkan oleh besar kecilnya gempa tersebut. Tambahan sensor dengan jarak sudut yang mengecil, maka analisa dan
penyebaran informasi gempa bumi di wilayah Klungkung dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mendukung penuh pemasangan alat tersebut. Dia menegaskan siap membantu memfasilitasi ketersediaan lahan yang dibutuhkan BMKG. Pemkab
akan langsung mensurvei tanah milik pemerintah yang berdekatan dengan titik lokasi yang diinginkan BMKG. Sehingga proses pemasangan alat tersebut cepat terealisasi. “Kami akan berusaha mencarikan tanahnya. Ukuran tanahnya sekitar 10x10 meter dengan bangunan dan pagar. Kalau itu tanah milik desa, kami akan berkoordinasi dengan desa setempat,” ujar Bupati Suwirta, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Wage, 9 April 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Cpt 2PRT+1B.Sister Gj.2Jt,Tdr Dlm, Hb.082237995324
B.BP.001.04.19.0000298
Dcr:FO,Housekeeping,Security, Laundry,Engineering.Email: new arenahotelkutabali@gmail.com
B.BP.164.04.19.0000249
*Job Australi Korea Jepang WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali
B.BP.166.04.19.0000321
Admin,Kasir&Serabutan Wnt.GP, UMkn,TKes. Lam Jl.G.Andakasa 35 Gatsu Brt 9004805/08123817910
B.BP.001.04.19.0000317
Cr Sopir Srbt bs Matik+PRT Wnt bs Masak,Tdur dlm,085238127777
B.BP.004.04.19.0000306
Cr,Sales,Admin D3/S1,Kolektor. Gj tinggi 081558096445/4745296
B.BP.001.04.19.0000319
Dcr 2 Tenaga Wanita u/Kerja di Kantin Kampus.Hub:081936254320 B.BP.001.04.19.0000292
SERVICE
Dcr Adm online,Sopir B1,Teknisi Gj+Bns+Kms+BPJS. Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7,Dps B.BP.821.04.19.0000305
Dcr Admin,Tk Lobang Kancing, T.Serabutan WA.08123823758 B.BP.154.04.19.0000314
B.BP.004.04.19.0000310
Dcr pembantu wanita bw KTP tdr dlm lok Gatsu 0811394465
Dcr Pegawai untuk Rumah Makan Pria/Wnt.Bawa CV ke:MD Warung Jl.Betngandang 1 No.3A Sanur
Dcr sgr 2 Stylist dan 8Kapster u/ Nyky Salon Hub.085857281945
B.BP.001.04.19.0000284
B.BP.001.04.19.0000198
Dcr Serabutan&Operator Bordir Jl.Gn Soputan 9A,085103190707 B.BP.001.04.19.0000293
Dcr Sgr Admin Wanita, max 25th bisa komp. Hub.087 860 560 187 B.BP.001.04.19.0000197
Dcr Srbtan P/W&Set Film Sablon Jl.Patih Nambi 7A,085100061049 B.BP.001.04.19.0000294
Dcr Staf RentCar Laki2,SIM A&C bs B.Inggris Lam Jl.Werkudara Utara 536 Legian,087861388699 B.BP.001.04.19.0000318
B.BP.004.04.19.0000304
Dicari Asisten Rumah Tangga Hub.082144534255 Segera B.BP.001.04.19.0000289
Dicari SPG yang bisa Berbahasa Inggris Aktif untuk Ditempatkn di Toko Baju di Uluwatu Padang PadangPengalamanMin2Th.Interview akan diadakan di Denpasar Email Lamaran Lengkap CV, ID, Pas Photo, No Tlpn yang bisa Dihubungi dan Surat Pengalaman Kerja ke:lostinparadise639@gmail.com B.BP.001.04.19.0000320
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
SERVICE BIRO JASA
SERVICE
Dcr Waitress,Penddkn SMA/Sdrjt untuk Restaurant di Jimbaran, girisuparta@yahoo.com / WA.085100225276
Dicari Staf CSO SMA/sedrjat/D3 Purwacaraka Music Studio Bali Hubungi:087861673760
B.BP.001.04.19.0000295
Dicr tng kirim lele (pake spd mtr) H.081246682139/0818503603 B.BP.004.04.19.0000302
Sopir Pariwisata,Dom Dps,Jujur & basic English WA:08123841130 B.BP.004.04.19.0000300
Teknisi listrik (pabrik Tabanan) SMK/Diploma listrik Hub.Dewi 081236222509 B.BP.004.04.19.0000301
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rmh Jl.Imam Bonjol Perum Mutiara, 087860846839/081805531078 B.BP.164.04.19.0000307
Rmh 60/100 Klaci,Celuk,Sukawti Hrg 650 Jt Nego. HP:082145245345 B.BP.001.04.19.0000299
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tanah Kav 29A 225A Buduk Uma Kepuh Hub.082147454248 B.BP.164.04.19.0000308
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Avanza Veloz 1.5cc AT Th’2014 Tgn 1 Hitam Hub.082145966331 B.BP.001.04.19.0000316
DICARI MOTOR Dicari SPM Kymco Grand Ding Th Bebas Hub.081272617705 B.BP.001.04.19.0000287
Dijual Tanah Kavling di Buduk dan Sempidi Hub.081337141817 B.BP.001.04.19.0000297
Djl Tnh Jln.Batuyang Gg.Pipit Utama Batubulan, H : 085762244751 B.BP.001.04.19.0000281
Gratis Tanah Timbunan Vol ± 20000 m3 Lokasi Jl.ByPass Ngurah Rai Kuta Hub.087863430869 B.BP.001.04.19.0000315
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Jl Tnh 2,5are SHM Lokasi Perum Taman JimbaranHub.08123709049 B.BP.001.04.19.0000291
T.12A SHM300m Tepi Pantai Kelecung Tbn.Full View085257539923 B.BP.167.04.19.0000312
KEHILANGAN Hilang BPKB No.L12127785-O DK 9934 BO An.I Nengah Artana B.BP.001.04.19.0000285
Hilang BPKB No:MH8CF4EBAAJ2627 46 AN : Pande Putu Sena Hub.081218931850 B.BP.014.04.19.0000311
Hilang IMB NO.319 Th 2011 An.Ni Made Utari Asih B.BP.001.04.19.0000288
KERJASAMA Bule yg punya Toko Bagus di Jl.Mertanadi.Cari Parthner sama Modal 300Jt untuk Bikin Bisnis Makanan Hub.081239655350 B.BP.154.04.19.0000309
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUP NPWP 081338344155 B.BP.001.03.19.0000752
ARSITEKTUR Arsitek:Design,3D,Konstruksi, RAB :0361-4701242/081916144249 B.BP.001.04.19.0000009
BANGLI
14
Selasa Wage, 9 April 2019
Anggota Dewan Disiapkan Uang Jasa Pengabdian
PLAFON - Kondisi plafon di lantai tiga Pasar Seni Geopark, Kintamani.
Bali Post/kmb40
Plafon Pasar Seni Geopark Jebol
Disperindag Siapkan Anggaran Renovasi Rp 1 Miliar
Bangli (Bali Post) -
Sejumlah bagian bangunan Pasar Seni Geopark, Kintamani mulai mengalami kerusakan. Salah satunya pada bagian plafon di lantai atas. Untuk memperbaiki kerusakan pada bangunan pasar tersebut, Disperindag Kabupaten Bangli telah menyiapkan anggaran Rp 1 miliar. Berdasarkan pantauan, kerusakan terjadi pada plafon lantai tiga pasar Seni Geopark khususnya pada ruangan di sisi utara yang pernah ditempati sebagai kantor Disparbud. Beberapa titik plafon tampak jebol. Lis plafonnya juga sudah banyak yang berjatuhan. Sementara material plafon yang jebol berserakan di lantai.
Pasar yang rampung dibangun pemerintah tahun 2014 lalu itu menelan anggaran miliaran rupiah. Selain mengalami kerusakan, lantai serta dinding bangunan pasar yang dibiarkan kosong bertahun-tahun itu juga tampak sangat kotor. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dis-
perindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya tak menampik adanya kerusakan pada bagian plafon pasar Seni Geopark. Menurutnya, kerusakan itu terjadi karena pengaruh usia bangunan yang sudah beberapa tahun dan cuaca daerah setempat yang dingin. Dikatakannya bahwa pada tahun ini pihaknya
telah merencanakan renovasi di pasar itu. Untuk merenovasinya, Disperindag Bangli telah menyiapkan anggaran Rp 1 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Perindustrian. Selain merenovasi beberapa bagian yang rusak seperti plafon termasuk toilet, Sudibya mengatakan, akan melakukan penataan interior. Sesuai perencanaan, Pasar Seni Geopark tersebut nantinya akan dijadikan sebagai pusat promosi barang kerajinan. “Untuk
penataan pasar seni itu kita gunakan jasa konsultan perencanaan. Bagaimana penataannya, penempatan produknya,” terangnya. Nantinya setelah selesai direnovasi, pengelolaan Pasar Seni yang berlokasi di Penelokan itu rencananya akan diserahkan ke Badan Pengelola Pariwisata. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli telah menyiapkan uang jasa pengabdian untuk para anggota dewan yang akan mengakhiri masa pengabdiannya. Berdasarkan data dari Sekretariat DPRD Bangli, besaran anggaran yang disiapkan untuk 30 anggota dewan tersebut yakni Rp 290 juta. Sekretaris DPRD Bangli Anak Agung Panji Awatarayana, Senin (8/4) kemarin mengungkapkan, penganggaran uang jasa pengabdian bagi anggota dewan, disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), yang telah dijabarkan dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 8 Tahun 2017. Adapun besaran uang jasa pengabdian yang diterima masingmasing anggota dewan, disesuaikan dengan masa
baktinya. Untuk anggota dewan yang masa baktinya kurang dari atau sampai dengan satu tahun, berhak menerima uang jasa pengabdian sebesar satu bulan uang representasi. Sementara untuk masa bakti sampai lima tahun, mendapat uang jasa pengabdian sebesar 5 bulan atau paling banyak 6 bulan uang representasi. Disebutkannya, nilai uang representatif anggota dewan berbeda-beda. Untuk Ketua, nilai uang representatifnya Rp 2.100.000, sementara Wakil Ketua Rp 1.680.000. Sedangkan anggota hanya Rp 1.575.000. Jika dihitung dengan masa baktinya sampai lima tahun, maka Ketua Dewan akan menerima Rp 12.600.000, sementara Wakil Ketua Rp 10.080.000 dan anggota Rp 9.450.000 per anggota. Agung Panji mengatakan, dari 27 anggota, terdapat satu orang yang masa baktinya setahun. Dia adalah Wayan Artom, yang merupakan PAW dari alm. Made Bawa. Karena itu, dia hanya berhak atas uang jasa pengabdian sebesar 1 kali uang representatif. Mengenai pencairannya, Agung Panji mengatakan akan dilakukan setelah masa bakti anggota dewan berakhir. “Masa bakti anggota dewan berakhir bulan Agustus 2019,” ujarnya. (kmb40)
Anak Agung Panji Awatarayana
Bali Post/kmb40
Soal Menara Pandang
Dewan Nilai Pembangunannya Kurang Perencanaan
Bali Post/kmb40
SOSIALISASI - Puluhan pasien RSJ antusias mengikuti sosialisasi pemilu, Senin (8/4) kemarin.
Puluhan Pasien RSJ Diajarkan Mencoblos
Bangli (Bali Post) – Jelang pemilihan umum (pemilu), puluhan pasien rumah sakit jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Kabupaten Bangli diberikan sosialisasi tentang tata cara mencoblos surat suara, Senin (8/4) kemarin. Dalam sosialisasi yang dibawakan KPU Bangli tersebut, para pasien terlihat cukup antusias. Bahkan tak sedikit dari mereka yang aktif bertanya langsung tentang cara mencoblos agar suara yang diberikan sah. Sosialisasi digelar di wantilan RSJ. KPU Bangli memperkenalkan dan menjelaskan secara detail tentang lima jenis surat suara serta cara mencoblos yang benar. Berbagai pertanyaan diajukan para pasien. Mulai dari berapa kali mereka boleh mencoblos pada satu surat suara, cara mencoblos agar suara yang diberikan sah, hingga menanyakan berapa surat suara yang didapatkan bagi pemilih luar Bangli dan Bali. Beberapa pasien juga aktif menjawab beberapa pertanyaan yang disampaikan pihak KPU. Sebagian besar dari mereka sudah mengetahui bahwa pemilu akan dilaksanakn pada 17 April mendatang. Direktur RSJ Provinsi Bali dr. I Dewa Gede Basudewa, Sp.K.J. mengatakan, sosialisasi yang dilaksanakan bersama KPU merupakan bagian dari upaya menjaga hak dan martabat para pasien RSJ. Menurutnya, sosialisasi tentang tata cara mencoblos ini penting bagi para pasien. Sebab mereka memiliki hak yang sama dengan orang sehat saat pemilu nanti. “Mereka tadi terlihat sangat aktif bertanya, mengkritisi, bahkan secara detail waktu pemilihannya mereka ingat. Mereka juga tahu hak dan kewajibannya, seperti menjaga rahasia untuk tidak menyampaikan hasil pilihannya,” terangnya.
Basudewa menyebutkan dari total 260 pasien yang menjalani rawat inap di RSJ Bangli, yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 72 orang dan daftar pemilih tetap tambahan (DPTb) 9 orang. Dijelaskannya, gangguan jiwa pasien tidak akan kambuh dalam jangka waktu satu bulanan sepanjang stresor sudah dapat dikendalikan, serta konsumsi obat dilakukan secara rutin. Menjaga ketenangan pasien, serta menyiapkan istirahat dan makan serta minum pasien dengan baik, juga membantu mereka tidak stres.
Mengenai lokasi mencoblos saat 17 April nanti, Basudewa mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan Gedung Diklat sebagai TPS. Para pasien nantinya akan diantar oleh pendamping masing-masing ruangan ke TPS. Sementara itu, Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan kemarin bertujuan untuk mengenalkan kepada para pasien tentang surat suara yang akan digunakan saat Pemilu nanti dan tata cara memilih yang benar. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma mengapresiasi langkah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli membangun menara pandang sebagai objek wisata alternatif untuk menikmati keindahan panorama Gunung dan Danau Batur di Kintamani. Namun, dia menilai pembangunan menara pandang di kawasan hutan taman wisata alam (TWA) Penelokan itu kurang kajian yang matang. Sebab dari lantai menara pandang itu, wisatawan tak begitu bisa leluasa menikmati keindahan pemandangan alam lantaran terhalang rimbunnya pepohonan di hutan. Diwawancara Senin (8/4) kemarin, Basma mengaku sudah sempat masuk ke dalam menara pandang tersebut belum lama ini. Dirinya menyoroti kondisi bangunan menara yang dinilainya terkesan seperti belum tuntas dibangun. Karena selain lantai bangunan yang
masih berupa beton, masih banyaknya sisa material yang berserakan di dalam bangunan itu juga membuatnya bertanya-tanya tentang penyelesaian bangunan itu. “Saya pikir belum selesai. Tapi setelah saya tanya ke warga, katanya sudah selesai. Apa betul penyelesaiannya sebatas itu?” tanyanya. Menurut Basma, jika memang benar sudah selesai, mestinya material yang ada dibersihkan oleh pihak rekanan. Pembersihan itu harusnya sudah selesai dilakukan sebelum di-pelaspas. Politisi asal Desa Suter ini juga menilai bahwa pembangunan menara pandang itu kurang perencanaan matang. Menara pandang yang semestinya bisa digunakan wisatawan untuk melihat secara leluasa panorama keindahan Gunung dan Danau Batur, justru terhalang banyaknya pepohonan di hutan yang dikelola BKSDA. Karena itu, pihaknya mempertanyakan
fungsi dari keberadaan menara pandang tersebut. “Saya pikir itu memang kurang kajian. Harapan kita kan bisa melihat panorama keindahan alam dari menara, tapi ternyata justru lebih indah dipandang dari bawah tanpa biaya apa-apa, kan begitu jadinya,” ungkapnya. Ketua Lokal Working Group (LWG) Abang Erawang Nengah Suratnata diwawancara terpisah mengatakan, bangunan menara pandang itu pengelolaannya telah diserahkan dari Disparbud ke Badan Pengelola Batur Unesco Global Geopark. Selanjutnya pihak badan pengelola meminta Pokdarwis Abang Erawang untuk membantu memeliharanya. Diakuinya bahwa bangunan itu memang belum ram-
pung. Oleh Pemkab Bangli, rencananya pembangunan menara itu akan dilanjutkan tahun ini. Terutama bagian lantai dan pembangunan kantor pokdarwis dan BKSDA pada lantai satu. Sementara itu, Kabid Bina Objek Disparbud Kabupaten Bangli I Wayan Bona ditemui kemarin mengatakan, bahwa pada perencanaan awal menara pandang itu rencananya dibangun agak ke barat dari lokasi sekarang. Namun karena ada bangunan gazebo milik kehutanan yang tidak boleh dibongkar, terpaksa pembangunan menara pandang digeser sedikit ke timur. Dampaknya pembangunannya hanya bisa tuntas seperti yang ada saat ini. (kmb40)
Selasa Wage, 9 April 2019
Kejuaraan Tinju Nasional di Canggu Mangupura (Bali Post) – Pengkab Pertina Badung bekerja sama dengan Bali Boys Boxing akan mengadakan kejuaraan tinju level nasional. Ajang ini digelar untuk terus meramaikan olahraga tinju di Bali dan mengarah ke sport tourism. Ketua Harian Pertina Badung Pino Bahari di Mangupura, Senin (8/4) kemarin, menyatakan kejuaraan bertajuk The Line in The Sand itu dilangsungkan di salah satu kafe di Canggu, Badung, 13 April nanti. Event ini juga diisi partai untuk petinju mancanegara yang berada di Bali. Peserta kejuaraan adalah petinju dari beberapa kabupaten dan kota di Bali, luar Bali serta petinju asing yang ada di Pulau Dewata. Ajang ini sifatnya sport tourism karena tempatnya di daerah pariwisata. Oleh karena itu, ada sisi prestasinya dan ada sisi pariwisatanya. Menurut Pino, petinju di Bali bisa menjadikan kejuaraan tersebut sebagai ajang pemanasan sebelum turun pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang. Akan tetapi para peserta sifatnya diundang termasuk seorang petinju amatir dari Bekasi. ‘’Bagi kami di Badung kejuaraan ini untuk melihat perkembangan petinju Porprov,’’ ungkapnya. Mantan petinju Bali dan nasional itu berharap partai yang melibatkan petinju asing yang ada di Bali bisa mendatangkan rekan-rekannya. Oleh karena itu, ajang ini tepat untuk sport tourism yang juga diharapkan oleh pemerintah, KONI Bali dan KONI kota/kabupaten di Bali. (kmb)
Final Piala Presiden
Persebaya Main Lepas Arema Waspada Surabaya (Bali Post) – Tim pelatih Persebaya menginstruksikan pemainnya bermain sesuai gaya dan ciri khas sendiri melawan Arema FC pada laga final putaran pertama Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4) ini. ‘’Saya sering menyampaikan, harus bermain gaya Persebaya sendiri, yaitu lincah dan ngotot,’’ ujar asisten pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro saat konferensi pers di Surabaya, Senin (8/4) kemarin. Bermain di hadapan pendukungnya, bonek mania, legenda hidup Persebaya itu meminta anak asuhnya bermain lepas dan memanfaatkan status tuan rumah sehingga pada putaran kedua tidak semakin terbebani. Bejo, sapaan akrabnya, optimistis pemainnya menampilkan permainan terbaiknya di lapangan, terlebih laga ini merupakan final dan gelar juara sudah di depan mata. Di bagian lain, pemain Persebaya Misbakus Solikin mengaku sangat antusias menunggu laga final dan berharap timnya diberi kemenangan. ‘’Kami mengerahkan kekuatan 100 persen saat melawan Madura United di semifinal. Di final kami komitmen mengeluarkan kekuatan berlipat-lipat dan mengantarkan kemenangan bagi Persebaya,’’ kata kapten kedua Persebaya ini. Sementara itu, pelatih Arema FC Milomir Seslija menilai Persebaya sebagai tim berbahaya sehingga meminta pemainnya waspada. ‘’Ini pertandingan menarik dan Persebaya adalah tim kuat dan berbahaya,’’ jelasnya pada konferensi pers. Pelatih berkebangsaan Bosnia tersebut juga memprediksi pertandingan melawan tuan rumah akan berlangsung dengan atmosfer menarik karena bakal dihadiri oleh puluhan ribu penonton di stadion. Arema FC datang ke Surabaya dengan kekuatan penuh, termasuk dua pemain depan andalannya yang sama-sama sudah mengemas empat gol, yakni Dedik Setiawan dan Ricky Kayame. Khusus Ricky Kayame akan menjadi sorotan karena pada Liga 1 musim 2018 berseragam Persebaya. Gelandang Arema Hanif Sjahbandi menegaskan kesiapannya menghadapi Persebaya walau tampil tanpa dukungan Aremania yang dilarang datang ke Stadion GBT. ‘’Persebaya tim kuat dan harus diwaspadai. Saya mewakili teman-teman pemain Arema sudah sangat siap dan akan mengerahkan segala kemampuan terbaik di lapangan,’’ sebutnya. Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa minta bonek mania (suporter Persebaya Surabaya) dan Aremania (pendukung Arema FC Malang) menjaga kerukunan pada pertandingan final karena sama-sama asal Jatim. Ia juga berharap kedua kelompok suporter sama-sama saling menghormati dan Selasa , 9 April 2019 menghargai apa pun hasilnya. (ant) 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Gatra Praja 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Solusi Alternatif Soman 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Nangun Yadnya Karya Agung Danu Kretih,Tawur Agung Labuh Gentuh,Meras Danu lan Gunung, Bakti Pakelem Ring Segara lan Puncak Gunung Batur, Mapeselang lan Mepedanan Pura Sad Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur Kintamani Bangli 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Interaktif Bupati Klungkung 17:00 Wita Taman Sari TK Dharma Praja (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Suara Kandidat 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Arta Buana Investama 21:00 Wita Ista Dewata Pura Karang Semadi 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Nyi Rimbit Munggu (5) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
OLAHRAGA
15
Perempatfinal Liga Champions
Lloris Minta Dukungan Fans Liverpool Andalkan Mane
London – Dua pertandingan babak perempatfinal Liga Champions digelar di Inggris pada Rabu (10/4) dini hari mulai pukul 03.00 Wita. Tottenham Hotspur menjamu lawan senegara Manchester City di stadion barunya, sedangkan Liverpool kedatangan FC Porto (Portugal) di Anfield. Kiper Hugo Lloris akan menjadi kapten Tottenham dalam pertandingan pertama delapan besar All-English ini. Meski sering melakukan blunder, penjaga gawang 32 tahun ini mendapat dukungan penuh dari manajer Mauricio Pochettino. Sang pelatih tidak berniat mencari kiper lain di akhir musim sebagai kepercayaan pada peran Lloris sebagai tokoh berpengaruh di ruang ganti. Lloris mengeluarkan seruan untuk rekan-rekan setimnya menjelang bentrok dengan City. Demi mencapai semifinal Eropa pertama sejak Piala UEFA 1984, ia juga minta dukungan dari fans tuan rumah di Stadion Tottenham Hotspur yang berkapasitas 62.062 penonton. Pria Prancis ini ingin Tottenham memanfaatkan hasrat penonton dengan cara yang sama seperti Liverpool memupuk atmosfer Anfield dalam kemenangan atas City pada perempatfinal Liga Champions musim lalu. ‘’Kami membutuhkan penonton pada setiap pertandingan. Ini adalah momen besar bagi klub. Menjadi bagian dari perempatfinal Liga Champions adalah peluang besar. Targetnya adalah membuat City sulit sejak menit pertama. Kami tahu akan mendapat bantuan dari penonton dan menikmati momen ini,’’ kata Lloris, Senin (8/4) kemarin. Ancaman terbesar Tottenham adalah Raheem Sterling. Penyerang sayap City ini mengoleksi 19 gol dan membuat 16 assist untuk pasukan Pep Guardiola serta mencetak enam gol dalam empat pertandin-
gan terakhir buat timnas Inggris. Kinerja ini membuatnya sebagai kandidat utama City untuk penghar-
gaan pemain terbaik tahun 2019. ‘’Dia luar biasa. Dia adalah pemain hebat dan juga sangat rendah hati. Dia hanya ingin bekerja keras dan menjadi lebih baik,’’ sebut striker Tottenham dan kapten Inggris Harry Kane. Di usia 24 tahun, Sterling tidak hanya berkembang sebagai salah satu pemain terbaik dunia, tetapi seorang juru kampanye terkemuka dalam pertarungan sepak bola melawan rasisme. Pemain kelahiran Jamaika itu melakukan debutnya di Inggris ketika berusia 17 tahun, tetapi sering diburu oleh publisitas negatif. ‘’Dia berada dalam momen yang sangat percaya diri, tidak hanya di lapangan, tetapi di luar lapangan begitu dewasa dan nyaman dalam dirinya sendiri,’’ ungkap manajer Inggris Gareth Southgate. Liverpool Pada laga lain, Sadio Mane bakal menjadi tumpuan Liverpool saat menjamu Porto. Ketika gol Mohamed Salah mengering dalam delapan pertandingan sebelum menang 3-1 di Southampton, penyerang asal Senegal ini muncul sebagai pencetak gol utama dengan 11 gol dalam 13 penampilan terakhirnya. Ia sudah membuat total 20 musim ini. Mane membuat dua gol ke gawang Bayern Munich pada 16 besar di Allianz Arena bulan lalu. Gol pertama pemain 26 tahun ini adalah demonstrasi kecepatan, keterampilan dan ketenangan di depan gawang. Ia mengontrol umpan panjang Virgil van Dijk, mengitari Manuel Neuer dan kemudian mengumpan bola ke gawang yang tidak dijaga. ‘’Aku harus menonton 500 kali. Mengagumkan apa yang dia lakukan,’’ ujar pelatih Juergen Klopp. (afp/kmb) DUEL INGGRIS - Sergio Aguero (kiri) dan Harry Kane terlibat dalam duel klub Inggris di perempatfinal Liga Champions.
Indonesia Bawa Dua Gelar dari Finlandia Vantaa – Tim bulu tangkis Indonesia menutup turnamen Finnish International Challenge 2019 di Vantaa, Finlandia, dengan raihan dua gelar juara. Dua titel tersebut dibawa oleh pasangan ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana dan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. Bertanding di laga final, Minggu (7/4), Bagas/Fikri mengalahkan wakil Jerman Jones Ralfy Jansen/ Peter Kaesbauer dengan skor kembar 21-17, 21-17. Aksi lebih heroik dilakukan Rehan Naufal Kusharjanto/
Lisa Ayu Kusumawati yang secara mengejutkan berhasil menumbangkan juara Swiss Terbuka 2019 Super 300 Mathias Bay-Smidt/Rikke Søby (Denmark) 22-20, 1521, 21-14. ‘’Kami menerapkan pola permainan setengah ke depan, harus cepat menurunkan bola. Ini untuk meredam permainan mereka yang mengandalkan placing. Selain itu, kami coba main lepas
saja. Yakin sama kemampuan kami dan fokus satu demi satu poin,’’ kata Rehan usai pertandingan dikutip dari badmintonindonesia. org, Senin (8/4) kemarin. Bagi Rehan/Lisa, gelar ini amat penting untuk membangun kepercayaan diri karena baru dipasangkan. Rehan/Lisa memang hadir sebagai pasangan baru. Finnish International Challenge 2019 adalah turnamen
ketiga mereka usai Orleans Masters 2019 Super 100 dan Polish International Challenge 2019. Rehan sebelumnya dipasangkan bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti, sedangkan Lisa berduet dengan Ghifari Anandafa Prihardika. ‘’Gelar ini sangat penting bagi saya dan Lisa sebagai pasangan baru. Ini menjadi bukti kalau kami yakin pasti bisa. Ke depan kami bakal
lebih membangun kekompakan, semoga terus menjadi lebih baik,’’ papar Rehan, putra legenda ganda campuran Tri Kusharjanto. Indonesia sebenarnya berpotensi meraih tiga gelar di turnamen ini, tetapi Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto harus puas di posisi runner-up. Febriana/Ribka dikalahkan Erina Honda/ Nozomi Shimizu (Jepang) 15-21, 14-21. (kmb)
uara
VVV
VVV VV
VVV VV VV VVV V VV
VV VVV VVVVV VVVV
H
IN
B
rful esia
SKandidat
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Selasa Wage, 9 April 2019
VV V VV V VVV
i
balipost http://facebook.com/balipost
VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV
EK
AT UN
GGAL IKA
sur
at s uar
a
VVV
VVV VVVVVV VV
VVV VVVVVVV
VVVV VVVV VVV
V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V
BH
INE
KA KA TUNGGAL I
Warga Dalung Bulatkan Tekad Menangkan Putu Parwata Minggu (7/4) lalu. Caleg petahana DPRD Badung PDI Perjuangan nomor urut 1 di Dapil Kuta Utara, Putu Parwata, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kebulatan tekad kesepakatan ribuan warga Dalung. ‘’Masyarakat bersama dengan para tokoh di Desa Dalung dan Perumahan Dalung Permai berkumpul dan bersepakat membangun kekuatan politik dan telah menyampaikan kepada
TOKOH dan masyarakat Dalung, Kuta Utara, Badung membulatkan tekad memenangkan I Putu Parwata sebagai anggota legislatif di DPRD Badung. Kebulatan tekad memenangkan caleg nomor urut 1 dari PDI Perjuangan Dapil Kuta Utara ini terungkap saat pertemuan akbar warga Dalung yang dihadiri enam ribu orang lebih di Lapangan Binaraga, Dalung yang dirangkai jalan santai,
I Made Suara
Re-Indonesianisasi Bangsa Rakyat menangis, pemimpin bangsa tertawa, ideologi bangsa dikhianati, wilayah NKRI digugat, alam dieksploatasi, agama dipolitisasi, negara diagamisasi. KRISIS terbesar suatu bangsa adalah krisis identitas yang berawal dari krisis mentalitas, bermuara pada krisis moralitas, berbuah pada krisis sosial, ekonomi, politik, hukum dan agama. Kehancuran bangsa Indonesia di bidang ekonomi akan berlanjut pada kehancuran bidang sosial, politik, hukum dan pendidikan. Sumber daya manusia tidak dapat mengelola sumber daya alam yang sangat kaya, sehingga bangsa Indonesia miskin serta kelaparan di atas sumber daya alam yang berlimpah. Saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami kecelakaan nasional, secara kebangsaan (national building) sudah lama ambruk (failed state), tidak lagi sebagai Indonesia yang sesungguhnya. Diperlukan langkah re–Indonesianisasi, yakni suatu perjuangan mengembalikan Indonesia pada landasan idiil yaitu Pancasila, dan landasan konstitusional (asli) UUD 1945 serta Pembukaannya. Untuk mengimplementasikan perjuangan ini memerlukan persatuan dan kesatuan seluruh warga negara Indonesia, baik rakyat maupun pemimpin agama, pemimpin partai, semua komponen bangsa dengan segenap hati nurani, dan menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan apa pun seperti (The Founding Fathers). Untuk itulah Partai Perindo dengan visi dan misi menuju Indonesia Sejahtera dengan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Pemilu 17 April 2019 merupakan momen yang terbaik untuk memilih figur terbaik bagi rakyat dan bangsa Indonesia agar mendapatkan wakil rakyat yang memiliki integritas (jujur, disiplin, adil, demokratis dan bertanggung jawab). ‘’Saya calon anggota legislatif nomor urut 4 DPR-RI dari Partai Perindo (9) telah 40 tahun lebih mengabdi di bidang pendidikan dan berpengalaman sebagai guru SMOA/SGO Negeri, Wakil Kepala SGO/SMA PGRI di Denpasar, dosen FKIP Unud, Universitas Terbuka, IKIP PGRI, IKIP Dwijendra yang sekarang menjadi universitas, terakhir Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sampai purnabakti. Untuk itu mohon doa restu dan dukungan/pilihannya melalui PARTAI PERINDO,’’ kata Made Suara. (kmb)
Hotel, Villa dan Restoran
Pendidikan
I Wayan Suyasa
Rangkul Generasi Milenial POLITISI santun dari Partai Golkar Badung I Wayan Suyasa, S.H. yang kini kembali maju dalam pecalonan anggota legislatif Badung dengan kendaraan Partai Golkar, tidak saja peduli terhadap kalangan petani. Generasi milenilal yang tergabung dalam sekaa teruna juga mendapat perhatian besar dari Caleg nomor urut 1 tersebut. Untuk meningkatkan kreativitas berkesenian para pemuda di Kecamatan Mengwi, pihaknya mendukung secara moral maupun finansial. Wayan Suyasa mengatakan, generasi muda adalah fondasi dalam meneruskan pembangunan bangsa. ‘’Ke depan bangsa Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Generasi muda inilah yang menjadi bonus demografi dalam membangun bangsa lebih baik. Untuk di Kabupaten Badung, khususnya di Kecamatan Mengwi, sejumlah aspirasi dari pemuda sudah dapat kami realisasikan dan mudahmudahan kami terpilih kembali dalam pemilu tahun ini dan aspirasi generasi muda dapat dilanjutkan,’’ ujarnya. Lebih lanjut pria yang suka berorganisasi serta bergaul dengan berbagai kalangan masyarakat ini berharap generasi muda di Kecamatan Mengwi dan Badung tidak golput. ‘’Mari bersama-sama ke TPS pada 17 April 2019 dan mohon dukungannya dengan mencoblos surat suara warna hijau, cari Partai Golkar dan coblos nomor urut 1,’’ terangnya.
Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Komisi I DPRD Badung tersebut mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah memberi apresiasi seluruh sekaa teruna di Kabupaten Badung melalui pemberian dana motivasi dalam kreativitas pembuatan ogoh-ogoh yang diagendakan setiap tahun. K e t u a AMPI Badung ini berkeinginan berkoordinasi dengan perangkat desa dinas dan adat serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya untuk mewujudkan kegiatan positif bagi generasi muda. ‘’Generasi muda harus dapat memberikan hal positif bagi daerahnya khususnya di Desa Penarungan,’’ pintanya. (par)
Ukm
BULATKAN TEKAD - Masyarakat dan tokoh Dalung, Kuta Utara, Badung menyatakan kebulatan tekad untuk memenangkan Putu Parwata dalam Pileg di Kabupaten Badung.
dirinya selaku Caleg DPRD Badung melalui kebulatan tekad merupakan upaya mempersatukan semua masyarakat agar terwujud kekuatan politik,’’ terangnya. Menurutnya, masyarakat Dalung bersama warga perumahan yang ada menyadari peran partai politik. Sebab, tanpa kekuatan partai politik mengawal pemerintahan maka seluruh pembangunan yang ada di Badung, khususnya di Dalung, tidak akan berjalan dengan baik, baik pembangunan SDM, sarana-prasarana serta spiritual. ‘’Kebulatan tekad masyarakat Dalung selain disertai kesiapan mengawal setiap TPS yang ada di Dalung pada 17 April mendatang juga menyampaikan kepada warga bahwa desa dan masyarakat Dalung telah bulat tekad memilih satu calon DPRD Badung Putu Parwata,’’ ujarnya. Kebulatan tekad tersebut, kata politisi asal Dalung ini, akan dikawal hingga selesai. Upaya ini untuk memastikan tidak ada penyusup, intrik, isu serta money politics yang mengakibatkan suaranya hilang atau menguap. ‘’Hari ini (Minggu – red) warga Desa Dalung yang terdiri dari tiga desa adat, yakni Dalung, Padang Luwih serta Tuke telah menyatakan komitmen untuk memenangkan saya pada Pemilu 17 April mendatang,’’ pungkasnya. (par)
Gde Sumarjaya Linggih
Diplomasi Kebudayaan
REKAM jejak seorang anggota legislatif dapat ditelusuri melalui sejauh mana fungsi legislasi, budgeting dan controlling dijalankan. Lebihlebih ketika menyangkut kepentingan daerah yang diwakilkan. Selama tiga periode di gedung DPR-RI, Gde Sumarjaya Linggih selalu memberikan perhatian khusus ketika muncul pembahasan tentang Bali. Baik menyangkut regulasi, anggaran juga pembangunan di Bali. Dalam upaya memajukan kebudayaan Bali, Gde Sumarjaya Linggih punya cara tersendiri untuk meyakinkan rekan-rekan sejawatnya di DPR agar turut berpihak pada kepentingan Bali. Diplomasi dari hati ke hati yang dilakukannya cukup menggugah kesadaran yang lain. Plt. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini mengatakan, Bali dengan segala keunikan adat istiadat dan kebudayaannya harus dipandang sebagai bagian integral dari kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Bali bukan hanya milik dan kebanggaan orang Bali, melainkan juga
Kesehatan
milik dan kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. ‘’Bali tidak memiliki hutan yang luas seperti Kalimantan. Bali tidak memiliki tambang emas seperti Papua. Bali tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti Jawa, Sumatera maupun Sulawesi. Satu-satunya yang paling berharga yang ada di Bali adalah kebudayaannya yang unik. Dan itu telah melimpahkan devisa yang cukup besar dari sektor pariwisata,’’ ungkap anggota Komisi VI DPR-RI ini. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa untuk menjaga kelestarian budaya Bali yang telah menghasilkan devisa negara, maka salah satunya harus ditopang oleh anggaran yang baik. Misalnya, alokasi anggaran untuk menunjang perbaikan pura umat Hindu dan sarana keagamaan lainnya. ‘’Dalam hal ini bukan berarti kita ingin menjual kebudayaan. Tidak. Kebudayaan tetaplah yang utama, pariwisata hanyalah bunga-bunga yang tumbuh secara alami akibat keunikan
kebudayaan masyarakat Bali,’’ pungkas calon anggota DPR-RI dari Partai Golkar nomor urut 1 ini lantang. (kmb)
Oka Gunastawa
Legislatif Perlu Diisi Orang-orang Berhati Bersih
KETUA DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa meminta anggotanya yang maju sebagai calon legilatif agar berkompetisi dalam harmoni. Sehingga dalam setiap dapil dapat diisi oleh 2, 3, 4 bahkan 5 orang dari Partai NasDem. Karena, ia ingin gedung DPR diisi oleh orang- orang yang berhati bersih. ‘’Kami ingin gedung DPR itu dihuni oleh para wakil rakyat yang berpihak pada kepentingan rakyat. Dia harus menjadi garda depan untuk memajukan rakyat dan menyejahterakan rakyat dan bukan menjadi beban rakyat,’’ ujarnya. Para wakil rakyat yang diberikan mandat kepercayaan di gedung DPR harus berpihak pada kepentingan–kepentingan rakyat kecil, mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi. Untuk itulah NasDem menawarkan calon–calon yang merakyat, yang turun langsung ke masyarakat untuk mendengar aspirasi rakyat. ‘’Apa gunanya anggota DPR seperti itu. Duduk di gedung DPR di sana, kita tidak memerlukan orang–orang yang duduk untuk kepentingan pribadinya, mementingkan pentingan kelompoknya, mementingkan uang, fasilitas yang diterima untuk
kepentingan pribadinya. Kita tidak butuh anggota DPR seperti itu, kita butuh anggota DPR yang belum duduk pun sudah bekerja,’’ tegasnya. Kata Caleg DPR-RI Dapil Bali dari Partai NasDem nomor urut 1 ini, kita butuh wakil rakyat yang lebih bersahabat dengan rakyatnya. ‘’Orang–orang NasDem yang sering dibina dan dipilih dengan tepat sebagai calon wakil rakyat, kami tawarkan, kami sajikan kepada masyarakat untuk sebanyak–banyaknya duduk di Gedung
DPR sana,’’ pungkasnya. Dalam pemilu ini, menurutnya, bukan berarti menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan, seperti proses hasut-menghasut, adu domba, seakan-akan pemilu adalah hidup matinya bangsa ini. Ia mengingatkan bahwa kita adalah satu bangsa dan tanah air, kita bersaudara. Dengan demikian pemilu tidak akan menghasilkan perpecahan, tetapi tetap akan menghasilkan kerukunan di antara kita. (may)
Ida Bagus Oka Gunastawa (kanan) bersama Surya Paloh.
Calon DPD-RI Gede Ngurah Ambara Putra, S.H.
Berjuang Memperluas Otonomi Daerah
SIMAKRAMA kembali digelar Calon DPD-RI Daerah Pemilihan Bali nomor urut 28, Gede Ngurah Ambara Putra, S.H., di Balai Kesenian, Banjar Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, Senin (8/4) kemarin. Dalam kesempatan tersebut disampaikan perjuangan mengajukan undang-undang, khususnya untuk memperluas otonomi daerah, sehingga anggaran lebih banyak didapatkan dari pusat untuk kepentingan daerah.
Gede Ngurah Ambara Putra, S.H. mengungkapkan hal itu di hadapan utusan dari Kecamatan Selat, Kecamatan Rendang, Kecamatan Sidemen, Kecamatan Bebandem dan Kecamatan Manggis. Anggaran yang selama ini tertuang di APBD Kabupaten, dan APBD Provinsi, belum mampu menjangkau seluruh kepentingan daerah. Untuk itulah, ia menawarkan program restorasi daerah agar bagi hasil yang lebih besar untuk kepentingan daerah, terutama
SIMAKRAMA - Calon DPD-RI Dapil Bali nomor urut 28 Gede Ngurah Ambara Putra, S.H. (tengah) saat simakrama di Balai Kesenian, Banjar Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, Senin (8/4) kemarin.
dari pajak yang dihasilkan Bali ke pusat dari pariwisata yakni sekitar Rp 150 triliun. Calon DPD dari Jalan Kenyeri 15 Denpasar kelahiran 28 Mei 1967 ini juga mengagendakan perjuangkan desentralisasi fiskal, dan investasi di Bali agar berpihak kepada kearifan lokal. Di samping itu, katanya, pentingnya memberdayakan banjar adat dan desa adat, sebagai wadah membangun karakter budaya Bali, sehingga Bali kian mataksu. ‘’Selama ini anggaran pemerintah belum sampai menyentuh kepentingan banjar. Selama ini kan DPD belum pernah memperjuangkan anggaran hingga untuk kepentingan banjar,’’ katanya. Tokoh muda dari Banjar Pura Gae, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, I Nyoman Sukarta, berharap agar perhatian pemerintah menyentuh kepentingan banjar. ‘’Apalagi kami contohkan di Banjar Pura Gae, tugas krama teramat berat, ngempon 9 tempat suci,’’ kata I Nyoman Sukarta. Hal senada diharapkan tokoh dari Desa Adat Geriana Kangin, Desa Duda Utara Jro Mangku Suda Darma. Atas masukan itu, Gede Ngurah Ambara Putra menjawab singkat. ‘’Idealnya tiap desa adat dibantu Rp 500 juta setahun,’’ katanya. (kmb)