Skip to main content

Edisi 09 April 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 223 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Minggu Wage, 9 april 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Tiga Kali, Gempa Guncang Bali Denpasar (Bali Post) Gempa bumi kembali mengguncang wilayah selatan Bali dengan kekuatan 4,7 SR. Gempa tersebut terjadi pukul 01.25 wita, Sabtu dini hari (8/4) kemarin. Titik gempa berada di koordinat 9,40 LS dan 115,49 BT, atau tepatnya di Samudra Hindia pada jarak 59 km barat daya Klungkung dengan kedalaman 72 km. Dari Klungkung dilaporkan warga pesisir sempat panik akibat gempa tersebut. Banyak yang menyebarluaskan informasi lewat medsos, namun banyak juga warga yang tak percaya Bali kembali diguncang gempa. ‘’Saya kira hanya isu soal gempa, ternyata benar mungkin dirasakan tak terlalu keras oleh warga,’’ kata Luh Murni di kawasan Lepang, Klungkung. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan gempa tersebut dirasakan lemah oleh warga yang tinggal di Kuta, Tuban, Nusa Dua, Denpasar, Gianyar, Klungkung, dan Nusa Penida. Hal.19 22 Maret

Sempat Baku Tembak

Enam Terduga Teroris Ditembak Mati di Tuban Tuban (Bali Post) -

Setelah menangkap tiga terduga teroris di Lamongan, Densus 88, Sabtu (8/4) kemarin, menembak mati enam terduga teroris di Tuban. Bahkan, aparat dan terduga teroris sempat baku tembak saat mereka lari ke kebun jagung milik warga. Penangkapan terduga teroris ini berawal dari Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Tuban mencurigai mobil berwarna putih merek Daihatsu Terios saat melintas di jalan raya kawasan

Desa Beji, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menuju Semarang, Jawa Tengah. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) Komisaris Besar Polisi

Frans Barung Mangera mengemukakan kronologi pengamanan mobil itu berawal dari polisi menghentikan beberapa kendaraan pascapenangkapan terduga teroris di Lamongan. “Tapi, enam penumpang yang ada di dalam mobil Terios ini malah keluar, dan salah satunya menembak anggota kepolisian. Beruntung tidak ada yang terluka,” katanya. Setelah menembak petugas, pelaku melarikan diri ke arah

permukiman penduduk, dan meninggalkan kendaraan yang antara lain berisi sekotak peluru aktif, beberapa alat telekomunikasi handy talkie (HT) dan sejumlah buku. Dari laporan Kepolisian Resor Tuban, dikatakannya juga terjadi ledakan bom yang bersumber dari pelaku yang melarikan diri dan bersembunyi di perkebunan milik warga. “Saat ini, polisi mengamankan satu unit mobil Terios warna

putih nopol H 9037 BZ, beberapa HT, satu kotak peluru aktif, dan beberapa buku,” ujarnya. Polisi dibantu anggota Brigade Mobil (Brimob) dan Detasemen Khusus 88/Anti-Teror (Densus 88/AT) melakukan pengejaran ke lokasi persembunyian di kawasan permukiman. Saat itu kembali polisi yang melakukan pengepungan dihujani tembakan oleh pelaku. Hal.19 Mencekam

Tembak di Tempat Bagi Pengedar Narkoba

BNNP Bali Tembak jika Darurat GENDERANG perang melawan sindikat narkoba semakin keras ditabuh Badan Narkotika Nasional (BNN) beserta jajarannya. Tak tanggung-tanggung Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso menyatakan siap menembak mati para pengedar narkoba. Akan tetapi, tindakan tegas itu harus terukur. Pasalnya tindakan para pengedar sudah merusak jutaan generasi muda dan mengancam masa depan negara. Hal.19 Cukup Bukti

BPM/net

TERORIS - Suasana penyergapan terduga teroris di Tuban, Sabtu (8/4) kemarin. Enam tewas ditembak aparat.

Narkoba telah menjadi permasalahan yang serius dan menjadi musuh bersama bagi negeri ini. Tren para pengedar narkoba dewasa ini kian nekat yakni memberi perlawanan dengan senjata tajam dan senjata api ketika mereka digerebek aparat. BNN dan Polri membuat kesepakatan tembak di tempat bagi pengedar narkoba. SEMUA komponen harus sesegera mungkin memberantas peredaran narkoba di Indonesia sampai ke akar-akarnya untuk melindungi generasi bangsa supaya tidak terjerumus di dalam dunia hitam tersebut. Apalagi Presiden

Joko Widodo telah mengeluarkan pernyataan bahwa negara Indonesia perang melawan narkoba. Tidak hanya di Indonesia, negara tetangga, Filipina, juga menyatakan perang melawan narkoba. Bahkan, apa yang dilakukan oleh

Krama Bali Jadi Pengedar PEREDARAN narkoba di Kabupaten Buleleng tergolong cukup marak. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya penangkapan pengguna maupun pengedar oleh jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng yang sejak Januari hingga Maret mencapai belasan orang. Itu sudah termasuk pemakai dan pengedar. Hal.19 Untung Besar

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, di dalam memerangi narkoba di negaranya, di mana dia menembak mati gembong-gembong narkoba yang masih berkeliaran di Filipina yang mengundang kecaman dari dunia internasional yang menyatakan bahwa Presiden Duterte telah melanggar hak asasi manusia. Namun, akibat kebijakan tersebut, peredaran narkoba di negeri tersebut dapat dikatakan menurun dan sang Presiden terus menerapkan kebijakan tersebut. Hal.19 Lahan Subur

Kelompok JAD Tuban (Bali Post) Keenam pelaku penyerangan polisi di Jenu, Tuban, Jawa Timur, dipastikan sebagai jaringan teroris dari kelompok Jamaah Ansaru Daulah (JAD). “Yang jelas ada kaitannya dengan teroris kelompok JAD,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol. Machfud Arifin di Mapolres Tuban, Sabtu (8/4) kemarin. Sementara satu orang yang masih hidup saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman meski ada indikasi tidak ada kaitannya dengan 6 pelaku teroris yang dilumpuhkan petugas. Menurut Machfud, pihaknya sudah mendapat telepon dari keluarga yang bersangkutan dan menyatakan pernah menjalani perawatan di RS Jiwa Menur Surabaya. “Yang masih hidup ada, karena masih pendalaman tapi indikasi dari keluarganya sudah telepon pernah dirawat di RSJ Menur tiga kali mungkin tidak terkait dengan kejadian ini tapi masih kita dalami,” ujar Machfud. Hal.19 Ditembak Pelaku

Desa Adat Pengotan Tangkal dengan ’’Pararem’’ UPAYA menangkal peredaran sekaligus penyalahgunaan narkoba di masyarakat tak hanya dilakukan pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) namun juga Desa Adat Pengotan. Saat ini, Desa Adat Pengotan tengah merancang pararem untuk mengatur kramanya agar tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkoba. Bendesa Adat Pengotan, Jero Kopok, Sabtu (8/4) kemarin, mengungkapkan, pararem tentang narkoba sudah mulai dirancang pihaknya sejak pertengahan 2016 lalu. Sejauh ini, pararem tersebut sudah disosialisasikan ke seluruh krama-nya dalam setiap kesempatan rapat atau parum. Jero Kopok menjelaskan adapun yang melatarbelakangi disusunnya pararem tentang narkoba adalah karena kekhawatiran pihaknya terhadap dampak negatif dari narkoba terutama di kalangan generasi muda. Pararem diakuinya cukup ampuh untuk menangkal adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Desa Adat Pengotan, dikarenakan sanksi adat yang harus ditanggung bagi si pelanggar sangat berat. Hal itu sudah dibuktikannya dengan dibuatnya pararem tentang minuman keras (miras). Sejak pararem tentang miras dibuat tahun 2005,

Jero Kopok

BPM/ina

tidak ada satu pun krama Desa Pengotan yang berani menyalahgunakan miras. Sebab bagi mereka yang menyalahgunakan miras hingga memicu keributan akan dikenai sanksi adat sebagaimana yang diatur dalam pararem, yakni wajib melaksanakan upacara Pangrsiganaan mulai dari tingkatan kecil hingga tingkatan besar. Seluruh pembiayaan upacara ditanggung si pelanggar. “Sejak dibuat pararem tentang miras belum pernah ada yang berani melanggar,” jelasnya. Hal.19 Sanksi Berat

Perangi Narkoba di Bali

BNN dan Polri Mesti Lebih ”Gila” dari Bandar Informasi adanya kesepakatan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri melakukan tindakan tegas berupa tembak di tempat jika ada bandar narkoba melakukan perlawanan saat digerebek, mendapatkan apresiasi yang positif. Pasalnya, para bandar ada yang diduga merasa dilindungi oknum aparat, di samping karena bisnis haram tersebut menggiurkan walau tahu risikonya sangat berat. PRAKTISI hokum, Agus Nahak, Sabtu (8/4) kemarin, sepakat jika tembak di tempat diterapkan oleh aparat, jika bandit-bandit narkoba melakukan perlawanan saat dibekuk aparat. “Saya sangat sepakat tembak di tempat bagi bandar dan pengedar,” tandas Agus.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Bela Negara (FBN) RI Perwakilan Bali itu, beralasan bahwa para pelaku bisnis narkoba ini tidak pernah jera walaupun dipenjara dengan hukuman yang lama, bahkan hukuman mati sekalipun. Fakta di lapangan bahwa mereka ban-

yak yang tetap eksis melakukan bisnis haram ini. “Bahkan di penjara pun para pelaku ini lebih leluasa mensuplai dan mengedarkan narkoba,” terang Agus. Dalam penanganan kasus narkoba, kata dia, BNN dan Polri memang harus lebih “gila” dari mereka para bandar dan pengedar karena bisnis narkoba sangat menggiurkan keuntungan. Sedangkan efek dari narkoba buat para pemakai narkoba ini sangat meprihatinkan yakni setiap hari di Indonesia ada 45 hingga 50 orang mati sia-sia BPM/dok karena narkoba. NARKOBA - Aparat BNNP Bali saat menangkap jaringan Hal.19 narkoba di Bali. Kian Bertambah


DAERAH

2

Minggu Wage, 9 April 2017

Longsor Timbun Jalan di Abang Batudinding Akses Lalin Menuju Trunyan Sempat Lumpuh Bangli (Bali Post) -

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kintamani Jumat (7/4), menyebabkan tebing yang ada di jalan utama Desa Abang Batudinding mengalami longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun material longsor sempat menimbun jalur menuju Desa Trunyan tersebut hingga membuat lalu lintas sempat terganggu. BPM/kmb40

LONGSOR - Kondisi jalan di Desa Abang Batudinding menuju Desa Trunyan yang tertutup longsor.

Seminggu Menghilang

Pencarian Wayan Jedeg Dihentikan

Negara (Bali Post) Wayan Jedeg (60) warga Banjar Segah, Desa Asah Duren, Kecamatan Pekutatan, Jembrana yang menghilang sejak Sabtu (1/4) pukul 10.00 hingga Sabtu (8/4) kemarin, belum ditemukan. Pencarian terakhir secara adat yang dilaksanakan pihak keluarga, pihak desa bersama jajaran kepolisian, BPBD, tim SAR, TNI dan pihak terkait lainnya dihentikan Sabtu kemarin. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susilo mengatakan semua pihak sudah berusaha melakukan pencarian sejak Minggu (2/4) lalu. Bahkan Senin (3/4), pencarian juga melibatkan anjing pelacak. Namun hingga saat ini belum ditemukan. Sehingga pencarian dihentikan. Pihaknya berharap ada informasi terkait keberadaan Jedeg dan lelaki yang mengalami gangguan mental itu segera ditemukan. Ciri-ciri Jedeg yaitu berkulit sawo matang, terakhir kali mengenakan kaus oblong warna hitam dan celana kolor warna putih. Dari informasi sebelumnya, saat Jedeg menghilang Wayan Sasi, istri Jedeg, pergi ke kebun. Saat istrinya datang tidak menemukan suaminya di rumah. Kemudian kejadian itu dilaporkan kepada tetangganya dan dilakukan pencarian. Pada Sabtu malam, kejadian itu dilaporkan kepada Klihan Banjar Segah, I Kadek Wardana, dan langsung melakukan pencarian bersama masyarakat, namun hingga tengah malam tidak ditemukan dan pencarian dihentikan. Pencarian dilakukan hingga ke Desa Manggissari, Desa Asah Duren, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana, bahkan hingga perbatasan Buleleng. (kmb)

Wayan Jedeg

BPM/kmb

Wangaya Terima Pasien Korban Pengeroyokan

Denpasar (Bali Post) Sekitar pukul 13.26 wita, Sabtu (8/4) kemarin, RSUD Wangaya menerima pasien akibat pengeroyokan. Pasien atas nama Indra Suryanto (40) dibawa ke IGD untuk dilakukan perawatan. Kasubbag Humas RSUD Wangaya, Agung Suastika, mengungkapkan, pasien mengalami luka robek pada bagian dahi berukuran 5 x 2 x 1 cm. Selain itu, pasien mengalami luka lecet pada kelopak mata berukuran 12 x 12 cm. Pada jari kaki kiri pasien juga mengalami luka lecet berukuran 1 x 1 cm, dan luka di lutut 1 x 1 cm. Pasien yang beralamat di Jalan A. Yani, Gang Karunia No. 3 Denpasar itu dikatakan telah pulang diantar polisi. “Mungkin lagi diinterogasi di kantor polisi,” imbuhnya. (kmb42)

Informasi yang dihimpun Sabtu (8/4) kemarin, menyebutkan, longsor terjadi sekitar pukul 18.25. Adapun lokasi longsor berada tepat di jalan tanjakan

sebelum Banjar Dukuh desa setempat. Selain tebing yang mengalami longsor, hujan deras saat itu juga menyebabkan beberapa pohon tumbang. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa mengatakan, akibat kejadian tersebut arus lalu lintas menuju Desa Trunyan dan sebaliknya menjadi terganggu. Dikatakannya timbunan longsor yang menutup lebih dari sebagian jalan menyebabkan kendaraan roda empat tidak bisa melintas sama sekali dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Di samping mengganggu akses lalu lintas, longsor dan pohon tumbang juga menyebabkan aliran listrik di Banjar Dukuh Desa Abang Batudinding dan

Desa Trunyan padam. “Kejadiannya malam sehingga arus lalu lintas di sana tidak begitu ramai,” ujarnya. Dikatakan Agus, sesaat setelah kejadian upaya penanganan langsung dilakukan. Untuk mengangkat material longsor yang menimbun jalan, pihaknya langsung melakukan koordinasi peminjaman alat berat dengan Dinas PU. Sementara untuk menangani jaringan listrik yang terganggu, juga sudah dilakukan koordinasi dengan pihak PLN. “Tadi jam 9.15 penanganan longsor sudah selesai dilakukan masyarakat, BPBD dibantu Koramil, Polsek Kintamani, Dinas PU dan PLN. Sekarang kondisinya sudah kembali normal,” jelasnya. (kmb40)

Pengerasan Jalan dengan Memakai Alat Berat di Landih Mulai Dilakukan

Bangli (Bali Post) Proses pembuatan jalan di Banjar Buayang, Desa Landih melalui program TMMD terus dilakukan. Pada Sabtu (8/4) kemarin, pemadatan jalan yang panjangnya mencapai 1,335 kilometer memakai alat berat berupa wales mulai dilaksanakan untuk selanjutnya bisa dilakukan mempercepat proses pengaspalan. Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung, Sabtu (8/4) kemarin, mengatakan, proses pemadatan mulai dilakukan untuk pempercepat pengerjaan jalan. Kata dia, jika batu geladak sudah rata dipadatkan, maka proses pendistribusian material lainnya akan lebih cepat dan mudah dilakukan. “Sampai hari ke-4 ini, pengerjaan jalan sudah mencapai 35 persen untuk pemasangan batu geladak sekaligus proses pemadatan. Kita akan terus percepat pengerjaan jalan ini, agar bisa lebih cepat bisa diselesaikan,” ungkapnya. Sementara itu, Kapten Inf. Made Yuda Kencana menjelaskan, pihaknya telah melakukan kunjungan ke salah satu rumah warga di desa setempat yakni ke rumah Pak Desi. Kata dia, pihaknya menyampaikan terima kasih atas kesedian mereka untuk menerima ang-

gota Satgas yang dititip selama kegiatan TMMD berlangsung. “Beliau (Pak Desi) merespons positif dengan adanya TNI tinggal di rumahnya merupakan suatu kehormatan. Beliau juga mengaku senang bisa bergabung dengan TNI,” katanya. Yuda Kencana menambahkan, selama pelaksanaan, pasukan akan tinggal di rumah-rumah warga desa setempat. Dikatakannya, alasan anggota memilih tinggal di rumah-rumah warga supaya anggota bisa merasakan langsung bagaimana hidup di masyarakat pedesaan. Begitu juga sebaliknya warga akan mengenal lebih dekat bagaimana tugas dan fungsi TNI selama ini. “Anggota tinggal di rumah penduduk selama sebulan ke depan. Anggota selain tidur di rumah warga, juga ikut membantu kegiatan di rumah masyarakat seperti membersihkan lingkungan dan kegiatan lainnya. Karena kita tidak ingin tinggal saja di rumah warga, tapi tidak ikut membantu dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tegasnya. Sementara itu, salah satu pemilik rumah di Banjar Buanyang, Desa Landih, Wayan Jana, mengakui sebelumnya sempat ragu menerima anggota TNI untuk tinggal di rumahnya lantaran dia menilai rumahnya

BPM/kmb41

PEMADATAN - Proses pemadatan jalan memakai alat berat di Banjar Buanyang, Desa Landih mulai dilakukan Sabtu (8/4) kemarin. tidak layak untuk ditempati pasukan TNI. Akan tetapi, pada akhirnya dia memberanikan diri untuk menerima pasukan TNI.

“Saya harap para anggota bisa menerima kekurangan di rumah. Dia juga berharap selama tinggal dengan anggota TNI yang

waktunya hampir 30 hari akan saya gunakan untuk saling tukar informasi,’’ ungkap Wayan Jana. (kmb41)

Sidang Pungli

Kades Tulikup Dkk. Keberatan Atas Tuntutan Jaksa Denpasar (Bali Post) JPU Wayan Suardi dkk. sudah membacakan tuntutan atas dugaan pungli Rp 30 juta atas pengurusan sertifikat tanah di Tulikup. Kepala Desa (Kades) Tulikup, I Nyoman Pranajaya (62), Klian Dusun Banjar Menak, I Gusti Ngurah Oka Mustawan (45), dan Klian Subak Siyut Gianyar I Gusti Ngurah Raka (50) kompak dituntut hukuman empat tahun penjara. Jaksa menjerat terdakwa dengan pasal 12 UU Tipikor. Dalam sidang Jumat (7/3), Kades Tulikup dan dua terdakwa lainnya keberatan atas tuntutan empat tahun tersebut. Dalam

pledoinya yang disampaikan di muka persidangan, Kades Pranajaya, melalui kuasa hukumnya I Gede Narayana dkk., menyampaikan di depan hakim sangat keberatan dengan pidana badan terdakwa. Pun soal pidana denda yang dikenakan oleh tim JPU pimpinan I Wayan Suardi. I Gede Narayana dan Ngurah Raka dalam surat pembelaan menyatakan, tuntutan tim JPU sangat berlebihan, tidak tepat serta terlalu memberatkan bagi para terdakwa. Kliennya dalam perkara ini tidak mengambil uang negara atau merugikan keuangan negara. Menurutnya,

kasus yang membelit kliennya tersebut merupakan gratifikasi. Menurutnya, uang juga sudah disita. Sehingga dia berpendapat sangat tidak patut, tidak adil apabila terdakwa harus dihukum dengan pidana denda, di samping hukuman fisik selama empat tahun. Ditambahkan, jumlah pengenaan pidana denda oleh jaksa penuntut tidak sebanding dengan jumlah uang yang akan diberikan ke terdakwa oleh pemohon (korban). Diungkapkan Narayana, secara ekonomi kliennya tidak mempunyai kemampuan untuk membayar uang pidana denda sebesar Rp 200

juta. Sehingga meminta majelis hakim pimpinan Made Sukereni, mengesampingkan dan menolak tuntutan JPU tentang pidana denda kepada terdakwa. Soal fakta persidangan, Narayana berpendapat kliennya tidak pernah meminta uang kepada pemilik tanah atau orang yang disuruh mengurus suratsurat oleh pemilik tanah. Begitu juga terdakwa tidak pernah memerintahkan staf atau pegawai yang mengurusi surat untuk meminta sejumlah uang yang berhubungan dengan tanah milik pemohon. Terdakwa Pranajaya tidak

mempunyai niat memaksa, memeras pemohon, menyerahkan sejumlah uang. “Kenyataannya surat yang dimohonkan selesai sebelum ada pemberian uang. Jika benar, maka uang itu sudah harus diserahkan sebelum suratsurat selesai diurus,” ujar Narayana dalam pembelaannya. Namun, terdakwa mengakui kesalahannya sehingga menurut Narayana, para terdakwa layak, patut, dan adil diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Sehingga dia meminta supaya majelis hakim dimohon untuk memberikan hukuman yang ringan pada terdakwa. (Kmb37)

Menag RI Resmikan Masjid Raya Baiturrahmah Apresiasi Dukungan Pemkot Denpasar, Ajak Jaga Keberagaman MASJID Raya Baiturrahmah yang berada di Dusun Wanasari, Kecamatan Denpasar Utara pada Sabtu (8/4) kemarin, diresmikan Menteri Agama (Menag) RI H. Lukman Hakim Saifuddin. Kehadiran menteri usai meresmikan balai nikah dan manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Denpasar Timur tampak didampingi Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara langsung menuju Dusun Wanasari yang disambut warga dusun setempat. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menag H. Lukman Hakim Saifuddin yang juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Komang Sri Marheni, serta Cokorda Pemecetuan Selaku Penglingsir Puri Pemecutan. “Saya mengapresiasi atas dukungan yang diberikan Pemkot Denpasar atas pelaksanaan renovasi Masjid Raya Baiturrah-

mah Denpasar,” ujar Menag H. Lukman Hakim Saifuddin. Lebih lanjut dikatakan Masjid Baiturrahmah yang memiliki sejarah panjang dibangun sejak tahun 1926 lewat swadaya masyarakat. Hal ini harus dapat tetap dijaga lewat toleransi antar-umat beragama yang telah terjaga dengan baik khususnya di Kota Denpasar dan umumnya di Provinsi Bali. Di samping itu keberadaan masjid dapat kita jaga dan rawat bersama dengan apa yang telah diwariskan para leluhur kita sebelumnya lewat keberagaman masyarakat Denpasar. Sehingga Menag H. Lukman Hakim Saifuddin mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga toleransi dan keberagaman tradisi dan adat budaya yang telah berjalan baik di Kota Denpasar. Masjid sebagai tempat beribadah bagi umat Muslim dengan kiprahnya dapat melakukan peran serta dalam menjaga mentalitas dan karakter tidak saja kepada umat

Muslim, namun kepada seluruh masyarakat. “Manusia memiliki keterbatasan dan kekurangan sehingga Tuhan Yang Maha Esa memberikan keberagaman kepada umatnya untuk saling mengisi, menghormati dan menyempurnakan satu sama lain,” ujarnya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Nyoman Lastra dalam laporannya mengatakan umat Islam di Bali berjumlah 520.244 jiwa atau 12 persen dari jumlah penduduk Bali yang berjumlah 4.336.831 jiwa. Dari jumlah tersebut 225.899 jiwa atau sekitar 50 persen umat Muslim berada di Kota Denpasar. Untuk jumlah masjid di Provinsi Bali terdapat 242 masjid, dengan jumlah 28 masjid ada di Kota Denpasar termasuk salah satunya Masjid Raya Baiturrahmah sebagai masjid terbesar. Sementara H. Junaedi selaku Ketua Yayasan Masjid Raya Baiturrahmah mengatakan masjid ini merupakan salah satu mas-

jid tertua di Bali yang didirikan pada tahun 1926. Sebelumnya masjid dibangun tidak terlalu besar di atas tanah tidak terlalu luas. Namun saat ini Masjid Raya Baiturrahmah berdiri di

atas tanah 12 are dengan luas bangunan 100 meter persegi. Renovasi menelan biaya Rp 9,9 miliar swadaya dari masyarakat Wanasari dan Jamaah Baiturrahmah. (ad413)

PERESMIAN MASJID - Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara mendampingi Menag RI H. Lukman Hakim Saifuddin melakukan pemotongan untaian bunga saat peresmian Masjid Raya Baiturrahmah, Sabtu (8/4) kemarin.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


seremonial

Minggu Wage, 9 April 2017

3

’’Grand Opening” The Nest Hotel, by Danapati BPJS Kesehatan Cabang Singaraja ’’Come Like A Guest - Stay Like Royalty” Mangupura (Bali Post) Setelah menjalani masa Soft Opening pada 20 Mei 2016 lalu, The Nest Hotel, by Danapati akhirnya meresmikan Grand Opening, Sabtu (8/4) kemarin. The Nest Hotel, by Danapati adalah sebuah hotel berkelasifikasi bintang empat yang modern dan unik yang berlokasi di Jl. Pratama, No. 99X, Nusa Dua, Bali. Hotel bertingkat lima ini (termasuk bassement) dibangun di atas lahan seluas 2.800 m2, kini telah siap melayani kebutuhan akomodasi dan fasilitas lainnya, khususnya bagi masyarakat Bali dan umumnya bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara yang datang dari luar Bali. The Nest Hotel Bali dikelola oleh profesional Hotel Managemen yaitu Danapati Hospitality Management yang mulai diresmikan pada 1 Januari 2017 lalu. Hotel Managemen ini sendiri sudah mengelola dua properti sampai saat ini, yaitu The Nest Hotel Bali dan De Sapphire Cliff Vila yang berlokasi di Uluwatu dan direncanakan ini akan bertambah lagi dua properti baru, yaitu di Bali dan Jakarta. General Manager The Nest Hotel Bali, R. Ito Sukarmadji dalam press conference-nya memaparkan The Nest Hotel Bali memiliki 110 kamar dengan beberapa tipe pilihan kamar yang terdiri dari 82 kamar Deluxe, 23 kamar Suite, empat kamar Executive Suite dan satu Presidential Suite. “Semua tipe kamar dilengkapi dengan fasilitas AC, LED TV Kabel 42” dan 55” untuk Suite, Sage Deposit Box, Pancuran air panas/dingin, Minibar, Jaringan Internet, Telephone fan Room Amenities lainnya yang akan memanjakan anda pada saat beristirahat setelah melakukan kesibukan dan aktivitas bisnis atau rekreasi di siang hari,” ujar Ito, Sabtu (8/4) kemarin. Selain itu, The Nest Hotel Bali juga menyediakan fasilitas Ruang Pertemuan untuk rapat atau resepsi, yaitu “Cendrawasih Room” untuk berbagai kegiatan dengan kapasitas mulai dari 39 hingga 150 orang, dilengkapi dengan

HOTEL - GM The Nest Hotel Bali, R. Ito Sukarmadji (kiri), didampingi Budiman Tiandy (kanan) selaku Komisaris Danapati Hospitality Management dan Ronny Tandanu selaku Representatif Owner saat press conference Grand Opening The Nest Hotel Bali, by Danapati, Sabtu (8/4) kemarin. peralatan penunjang rapat, cocok untuk rapat skala kecil dan menengah. Dengan dilayani oleh staf yang terampil, hotel juga menyediakan fasilitas “Business Center & Public Relation” service yang terletak di lantai dua berdekatan dengan ruang rapat. Fasilitas lainnya yang ditawarkan adalah “The Nest Infinity Pool and Bar”, yaitu kolam renang dan bar yang menyatu terdapat di lantai rooftop dengan pemandangan yang indah dan mengesankan. The Nest Fitness Center tersedia untuk tamu hotel untuk menunjang kebutuhan gaya hidup sehat, The Nest Spa yang dikelola oleh “Pandang Wangi Spa” dan telah berpengalaman dalam pengelolaan Spa di Pulau Dewata ini, fasilitas laundry juga tersedia bagi tamu yang membutuhkan jasa pencucian pakaian. Selain itu, The Nest Hotel Bali juga dilengkapi dengan “Merak Restaurant”, yaitu restoran yabg terletak di lantai tiga menyajikan berbagai ragam hidangan mulai dari oriental, Internasional dan Asian Food siap melayani tamu selama 24 jam. “Jalak

Restaurant”, yaitu restoran yang terletak di lantai enam atau tooftop, siap melayani dan memanjakan kebutuhan makan dan minum para tamu. “Jalak Terrace”, yang mempunyai suasana yang memukau dan mengesankan cocok bagi para tamu yang ingin bersantai dan menikmati makanan dan minuman di sore hari sampai menjelang malam. Sebagai ungkapan terima kasih, The Nest Hotel Bali menawarkan harga promosi untuk menginap yaitu Rp 890.000 net termasuk makan pagi untuk dua orang. Selain itu, beberapa paket istimewa lainnya juga ditawarkan seperti paket pernikahan, paket bulan madu dan paket rapat. “Dengan pelayanan yang berkualitas tinggi, The Nest Hotel Bali menghadirkan kenyamanan dan kepuasan bagi setiap tamu kami sesuai dengan slogan dari Danapati Hospitality Management Group, yaitu “Come Like A Guest-Stay Like Royalty”. Selamat datang di The Nest Hotel by Danapati,” imbuh Ronny Tandanu Representatif Owner. (ad411)

Dorong Kreativitas di Dunia Modifikasi

Adakan ’’Gathering Prolanis”

SAMPAI saat ini sebagai penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional, BPJS Kesehatan berusaha terus meningkatkan pelayanannya. Upaya ini tak terkecuali bagi peserta dengan penyakit kronis. Oleh sebab itu, dibuatlah sebuah program yang disebut sebagai Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau PROLANIS. Prolanis adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan Cabang Singaraja mengadakan Gathering Prolanis yang dilaksanakan di Lapangan Ngurah Rai Singaraja . Ada pun klub Prolanis yang ikut serta dalam Gathering Prolanis ini adalah Klub FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) milik Puskesmas Buleleng I, Puskesmas Buleleng III, Puskesmas Sukasada I, Puskesmas Sawan I, Klinik Urkes Polres Buleleng, Klinik SPN Singaraja, Klinik Wirasatya, dr. Komang Katrini, dr. Ni Ketut Suriani, dr. Ni Luh Widiastiti, dr. Ni Made Mardani dan dr. Ni Luh Ranthi Kurniawathi. Peserta Gathering Prolanis sangat antusias mengikuti kegiatan ini, diawali dengan pemeriksaan kesehatan yaitu tensi tekanan darah dan pengambilan sampel darah dan juga dilakukan olahraga serta penyuluhan kesehatan oleh dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD. Dalam kesempatan ini peserta akan mendapatkan ilmu pengetahuan tentang penyakit kronis dan peserta juga dapat melakukan konsultasi kesehatan secara langsung. Gathering Prolanis ini bertujuan untuk Mendorong peserta penyan-

GATHERING - BPJS Kesehatan Cabang Singaraja mengadakan Gathering Prolanis yang dilaksanakan di Lapangan Ngurah Rai Singaraja. dang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator 75 persen peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama memiliki hasil “baik” pada pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe dua dan Hipertensi sesuai Panduan Klinis terkait, sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit. Sasaran Prolanis adalah Seluruh Peserta JKN-KIS penyandang penyakit kronis (Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi). Peserta Prolanis harus sudah mendapat penjelasan tentang program dan telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung. Validasi kesesuaian diagnosa medis calon peserta. Peserta Prolanis adalah peserta JKN-KIS yang dinyatakan telah terdiagnosa DM Tipe dua dan atau Hipertensi oleh Dokter Spesialis di Faskes Tingkat Lanjutan. Peserta yang telah terdaftar dalam Prolanis harus dilakukan proses entri data dan pemberian flag peserta di dalam aplikasi Kepesertaan. Demikian pula dengan Peserta yang keluar dari

program. Pencatatan dan pelaporan menggunakan aplikasi Pelayanan Primer (P-Care). Selain dilakukan Gathering Prolanis ini, klub Prolanis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan rutin melaksanakan kegiatan Prolanis setiap bulan, hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BPJS Kesehatan terhadap peserta JKN-KIS” kata Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer BPJS Kesehatan Cabang Singaraja I Kadek Budi Astawan. I Kadek Budi Astawan menambahkan, kegiatan ini merupakan program promotif dan preventif BPJS Kesehatan yang dilaksanakan secara rutin gratis bagi peserta JKN-KIS. Mari bersama-sama ikut bergabung dalam kegiatan Prolanis ini sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi antara peserta JKN-KIS penderita penyakit kronis dengan Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara progam ini, tentunya untuk Indonesia yang lebih sehat. (ad412)

Karya Usaba Dalem di Desa Pakraman Karangasem

AHM Mulai “Honda Dream Ride Project” Hari Ini, Ribuan ’’Krama Melasti” ke Segara Ujung PT Astra Honda Motor (AHM) melanjutkan komitmennya dalam mendorong lahirnya kreativitas di dunia modifikasi dengan menggelar Honda Dream Ride Project. Melalui kegiatan ini, AHM menyiapkan tiga modifikator pemenang Honda Modif Contest (HMC) 2016 untuk mewujudkan impiannya memodifikasi motor supersport All New Honda CBR250RR dengan bimbingan dan supervisi mentor pilihan yang telah banyak mencetak karya modifikasi terbaik. Honda Dream Ride Project diikuti oleh tiga pemenang HMC 2016, yaitu Yuwono Djati sebagai pemenang kelas Cub & Sport National, Peterson Rivai sebagai pemenang Matic National dan Budi Setiawan sebagai pemenang Free For All National. Untuk ketiga pemenang HMC 2016 ini, AHM memberikan pelatihan khusus tentang produk, desain, pemilihan material modifikasi, perencanaan biaya dan diskusi intens dengan para mentor selama tiga hari di Yogyakarta (6-8/4). Untuk mendampingi ketiga modifikator selama proses pengembangan karya modifikasi All New Honda CBR250RR, AHM menyediakan tiga mentor handal yaitu International Custom Builder Kaichiro Kurosu, tim ahli dari Honda Motorcycle Research and Development Center yang didatangkan dari Jepang bersama tim Product Development AHM, serta wartawan senior Tabloid Motorplus. Para mentor ini akan menjadi mitra diskusi sekaligus pembimbing bagi ketiga modifikator dalam membangun karya modifikasi terbaiknya. Seusai menjalani sesi pelatihan, masing-masing modifikator berbakat ini akan menerima satu unit All New Honda CBR250RR untuk dimodifikasi dalam periode tiga bulan dengan konsep modifikasi yang berbeda-beda, yaitu Future Sport Bike untuk karya Peterson Rivai, Neo Scrambler untuk karya Budi Setiawan dan Neo Café

PEMENANG - (kiri depan) Pemenang HMC 2016 untuk Free For All National Budi Setiawan berdiskusi dengan mentor Honda Dream Ride Project untuk memodifikasi All New Honda CBR250RR dengan konsep Neo Scrambler. Honda Dream Ride Project merupakan salah satu bentuk kontribusi AHM dalam mengembangkan kreativitas anak muda di dunia modifikasi sepeda motor di Tanah Air. Racer untuk karya Yuwono Djati. Karya-karya ini akan diselesaikan hingga Juli dan akan ditunjukkan ke publik dalam kegiatan fun touring di Yogyakarta. General Manager Marketing Planning and Analysis A. Indraputra mengatakan, Honda Dream Ride Project merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mengembangkan kreativitas anak muda di dunia modifikasi. Kegiatan ini diharapkan akan melahirkan modifikator berbakat sekaligus menginspirasi modifikator lain dalam menuangkan kreativitasnya melalui modifikasi sepeda motor di Tanah Air. “Kami ingin menemani para modifikator tidak hanya sampai di Honda Modif Contest. Kami yakin kali ini karya para modifikator terbaik HMC dengan motor supersport All New Honda CBR250RR akan melahirkan

sebuah karya modifikasi berkelas tinggi yang membanggakan,” ujar Indraputra. Para jawara modifikator pe serta Honda Dream Ride Project ini merupakan hasil seleksi gelaran modifikasi akbar HMC 2016 yang dilaksanakan oleh AHM bekerja sama dengan jaringan main dealer di 15 kota. Pada ajang ini, dibuka 14 kelas untuk mewadahi kreativitas para modifikator Tanah Air. 11 kelas untuk motor tahun produksi di atas 2006 (Matic Stock/Bolt On, Scoopy Stock/Bolt On, Matic Advance, Sport Fairing, Sport Naked, Matic Racing Style, Cub and Sport Racing Style, Airbrush Graphic, Airbrush Realist/ Cartoon, Stikers and Decals, serta Free For all), dan tiga kelas untuk motor tahun produksi di bawah 2006 (Choppy Cub, Cafe Racer & Bratstyle dan Free For All). (bns1)

Amlapura (Bali Post)Rangkaian pelaksanaan karya Usaba Dalem (melaspas,ngrigana, nubung daging, ngenteg linggih, mapeselang, tabuh gentuh dan piodalan) di Pura Dalem, Desa Pakraman Karangasem sudah berjalan cukup baik. Memasuki awal April ini, tahapan karya ini sudah pada kegiatan ngulem, ngias pralingga dan mendak Ida Batara Pemaksaan, Sabtu (8/4) kemarin. Sesuai dengan tahapan karya, Minggu (9/4) hari ini daksina lingga Ida Batara kairing melasti ribuan krama Desa Pakraman Karangasem ke Segara Ujung. Bendesa Desa Pakraman Karangasem I Wayan Bagiarta, S.H., M.H., Sabtu (8/4) kemarin mengatakan, ngias pralingga dan mendak Ida Batara Pemaksan menjadi tahapan persiapan sebelum melasti ke Segara. Krama desa sangat antusias. Mendak Ida Batara dilakukan krama dari banjar adat yang murwa pemaksan dari 34 banjar adat di Desa Pakraman Karangasem, kapuput Ida Pedanda Gede Pidada Punia dari Gria Pidada, Amlapura. Ida Batara dari masing-masing pemaksan tersebut, antara lain Ida Batara Pemaksan Balepunduk Kaler, Ida Batara Pemaksan Balepunduk Kelod, Ida Batara Pemaksan Tegallinggah, Ida Batara Pemaksan Tibulaka, Ida Batara Pemaksan Belong, Ida Batara Pemaksan Batannyuh Kaler, Ida Batara Pemaksan Batannyuh Kelod, Ida Batara Pemaksan Gelumpang, Ida Batara Pemaksan Juuk Manis, Ida Batara Pemaksan Kenanga dan Ida Batara Pemaksan Pangi. Mendak Ida Batara Pemaksaan dilakukan bersamaan dengan Ida Batara Pura Bale Agung, Pura Puseh dan Pura Buda Ireng. Mulai dari banjar adat itu, sepasang daksina lingga (lanang-istri) Ida Batara dari setiap Pemaksan ke kapundut, kairing ribuan krama, sebelum Ida

BPM/gik

MENDAK - Krama Desa Pakraman Karangasem saat mengikuti prosesi mendak Ida Batara Pemaksan, kemudian kairing menuju Pura Dalem Desa Pakraman Karangasem, Jalan Bayangkara, Amlapura, Sabtu (8/4) kemarin. Batara manggung di Pura Dalem. Mendak Ida Batara Pemaksan ini menggunakan sarana banten pebangkit, porodan, munggah banten suci, pejati dan caru ayam berumbun. Bagiarta menambahkan, prosesi melasti Minggu (9/4) hari ini, akan dilaksanakan sekitar pukul 08.00 Wita, diiringi tambur dan bale ganjur. Sekitar 10 ribu krama Desa Pakraman Karangasem diperkirakan akan ikut ngiringang daksina lingga Ida Batara ke Segara Ujung dengan berjalan kaki sejauh sekitar tujuh kilometer. Prosesi melasti rencananya kapuput Ida Pedanda Gede Dwija Nugraha dan Ida Pedanda Gede Manuaba. Setelah melasti, baru dilanjutkan dengan ngaturang pamendak agung dari Pura Puseh ke Pura Dalem, kapuput Ida Pedanda Istri Oka dari Gria Pendem bersama dengan Jro Mangku Desa. Bagiarta mengingatkan kembali kepada krama Desa Pakraman Karangasem, agar bersama-sama

ngaturang ngayah mensukseskan karya Usaba Dalem yang digelar terakhir sekitar 100 tahun lalu, saat Pura Dalem masih ada berdiri di areal Kantor Pegadaian, sekarang di jalan Gajah Mada Amlapura. Sementara setranya ada di lokasi gedung UKM Center Amlapura. Kini Pura Dalem dan setra berada di Jalan Bhayangkara Amlapura. Puncak karya rencananya digelar nanti pada Anggara Kliwon, Medangsia 25 April nanti. Tetapi, sebelum puncak karya akan lebih dulu dilaksanakan mapepada wewalungan tawur tabuh gentuh di Pura Dalem, mendak catur di Pura Puseh dan Memben di Pura Dalem, 14 April nanti. Sehari berikutnya, 15 April nanti baru dilaksanakan tawur tabuh gentuh di Pura Dalem. Setelah ritual tawur tabuh gentuh, sehari sebelum puncak karya dilaksanakn mapepada daging karya, mendak catur dan memben daging karya. (kmb31/k250)

Telkomsel 4G LTE

Hadir di Seluruh Ibu Kota Kabupaten Area Jawa Bali

Kupang (Bali Post)Telkomsel melanjutkan pembangunan layanan 4G LTE secara agresif ke berbagai wilayah di Indonesia. Setelah Sumatra, kini layanan 4G LTE Telkomsel telah hadir melayani masyarakat di seluruh Ibu Kota Kabupaten (IKK) di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berjumlah 119 IKK. Termasuk Atambua di Kabupaten Belu, NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. EVP Area Jawa Bali Nusra Ririn Widaryani mengatakan, pihaknya secara konsisten terus menghadirkan layanan 4G LTE dengan jangkauan yang semakin luas dan kualitas yang semakin baik sesuai kebutuhan pelanggan. “Inilah komitmen kami sebagai perusahaan milik bangsa yang secara berkesinambungan terus memperluas coverage layanan 4G untuk hadir melayani negeri hingga ke pelosok dan perbatasan negara. Ke depan-

nya, seluruh IKK se-Indonesia yang berjumlah lebih dari 500 IKK akan dapat menikmati layanan internet super cepat ini,” paparnya. Dalam waktu tiga bulan terakhir, Telkomsel telah melakukan pembangunan lebih dari 2.900 eNode B atau base transceiver station (BTS) 4G LTE baru di Area Jawa Bali. Dalam menggelar jaringan 4G, Telkomsel selalu memastikan bahwa konektivitas pelanggan dengan layanan telkomsel 4G LTE tetap terjaga pada saat beraktivitas baik di lokasi indoor maupun outdoor. Hadirnya layanan Telkomsel 4G LTE akan memberikan pengalaman mobile digital lifestyle yang sesungguhnya kepada pelanggan. Layanan ini akan memungkinkan pelanggan untuk dapat melakukan download, upload ataupun sharing berbagai jenis konten dalam file besar seperti foto, video, games, aplikasi dan lain sebagainya dengan lebih baik. “Kehadiran layanan 4G LTE di seluruh IKK Area Jawa Bali kami harapkan dapat mendukung

pembangunan dan mempercepat roda perekonomian di wilayah ini. Kami pun percaya layanan ini akan memberikan dampak yang positif kepada masyarakat, khususnya dalam bertukar informasi dengan lebih cepat,” imbuh Ririn. Saat ini Telkomsel telah melayani lebih dari 47,5 juta pelanggan Area Jawa Bali Nusra. Di antaranya, 25 juta merupakan pengguna layanan data. Dari jumlah tersebut, sekitar 5 juta pelanggan sudah menggunakan layanan 4G LTE. Dalam kurun waktu setahun, penggunaan layanan data Telkomsel di wilayah ini meningkat 91 persen. Pelanggan paling sering menggunakan layanan data untuk beraktivitas di media sosial, serta menikmati layanan video dan bertukar pesan instan. Kenyamanan pelanggan Telkomsel Area Jawa Bali Nusra dalam berkomunikasi didukung lebih dari 27 ribu BTS. Separuhnya merupakan BTS broadband (3G dan 4G). Layanan 4G LTE sendiri disokong jaringan handal dengan pengge-

laran lebih dari 4.600 eNode B. Pada Sabtu (8/4), Telkomsel juga menggelar acara Bina Masyarakat Desa Pelatihan dan Pembuatan Aplikasi Online UMKM Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut merupakan komitmen Telkomsel dalam perekonomian Indonesia. Bentuk lain komitmen pengabdian Telkomsel kepada masyarakat adalah bantuan bak sampah dan pembuatan sumur bor dan tendon air untuk penyediaan air bersih. “Kami tidak hanya berbisnis tapi juga ikut membantu dan peduli pada masyarakat Indonesia. Pemberian bantuan sumur bor karena kebutuhan air bersih sangat diperlukan masyarakat Kupang,” ujarnya. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov NTT, Alexander Sena menyambut baik kegiatan Telkomsel tersebut. Ia berharap kegiatan yang dilakukan mampu membangun dan mengembangkan usaha kecil menengah (UMKM) di Provinsi NTT. (kmb42)

BPM/may

PELATIHAN - Telkomsel memberikan pembinaan melalui pelatihan aplikasi online bagi masyarakat NTT.


4

Minggu Wage, 9 April 2017

GURU – Karangan guru agar memperoleh masukan, memberi suatu penghargaan, terciptanya forum diskusi guru, pihak sekolah perlu menyediakan reviuer, yang bisa dilakukan oleh guru dengan sistem silang. Akan lebih baik lagi jika ada reviuer independen, ahli dalam bidangnya yang diundang oleh sekolah. Jika sungguh-sungguh meningkatkan kualifikasi guru, yang terampil meneliti dan mempublikasikan temuan penelitiannya.

Empat Perkara Guru Enggan Meneliti

SAMPAI saat ini, menuntut guru meneliti dan menghasilkan karya tulis ilmiah, kiranya belum mencapai harapan. Terkesan pemerintah memaksa guru, yang sudah jelas tidak sanggup. Sementara itu, para guru menyikapi tuntutan meneliti dan menulis karya ilmiah dengan kerja keras agar menemukan “jalan keluar”, yang sebenarnya hanya jalan pintas. Apa daya, guru pun terperangkap jual-beli karya ilmiah. Karena pembelajaran bersifat dinamis, demikian pula persoalan senantiasa muncul silih berganti. Guru diasumsikan paling memahami segala persoalan tersebut. Guru pun dituntut tidak tinggal diam tetapi tergerak menemukan metode pembelajaran untuk mengatasi berbagai permasalahan belajar siswa. Guru diasumsikan paling tahu duduk segala perkara dalam pembelajarannya. Hal ini melatarbelakangi, masukkannya PTK (penelitian tindakan kelas) ke dalam sekolah. Guru bisa mengenali permasalahan yang dihadapi, merencanakan tindakan yang bisa dipilih untuk mengatasi persoalan tersebut, dan menerapkan tindakan yang dipilih untuk membuktikan epektivitasnya. Langkah selanjutnya, guru menyusun karya tulis ilmiah, menguraikan secara terperinci dan sistematis, seluruh proses mengatasi permasalahan belajarnya berdasar metodologi penelitian dan tata cara menulis karya ilmiah. Keseluruhan proses tersebut dikenal dengan istilah PTK (penelitian tindakan kelas, classroom action research).

PTK pada prinsipnya berupa kegiatan menyelidiki suatu masalah pembelajaran lalu memecahkan masalah tersebut sehingga kualitas pembelajaran tinggi. Karena ruang lingkup PTK sangat sempit, pada seorang guru, pada satu submata pelajaran, pada suatu kelas, atau sekelompok siswa, dipandang guru dapat melaksanakannya. Sebagai kegiatan penelitian, seperti halnya penelitian pada umumnya, PTK terdiri atas sejumlah aspek, seperti berpikir ilmiah, aspek penguasaan suatu teori yang relevan, metodologi penelitian, dan teknik menulis karya ilmiah. Meneliti Susahnya guru meneliti dan menulis laporan penelitiannya, cukup beralasan, mengingat guru tidak terbiasa dengan iklim kerja penelitian. Lingkungan kerja guru dan budaya akademik yang terbangun selama ini belum menciptakan komunitas guru berpikir ilmiah atau guru peneliti. Mungkin berpikir ilmiah terjadi jika guru membangun suatu pemikiran berdasarkan tahap-tahap metode ilmiah dalam menghadapi berbagai fenomena pembelajaran, baik yang berkaitan dengan siswa, dinamikan sosial, perkembangan media dan gaya hidup, serta perubahan paradigma masyarakat terhadap lembaga pendidikan, dan lain sebagainya. Hal ini belum terbentuk karena menganut pandangan tugas terpenting guru adalah mengajar, mentransfer pengetahuan dari buku kepada siswa. Jadi, titik beratnya ada pada aktivitas mentransfer. Sementara, bagaimana

kualitas materi yang ditransfer itu tidak menjadi wewenang guru. Karena tugasnya sebagai tukang transfer atau penyampai informasi, guru memandang menyusun materi pelajaran bukan pada wewenangnya. Tugas guru jadinya sangat mekanik dan dangkal. Hal ini jelas bertolak belakang dengan tindakan berpikir ilmiah. Informasi Masih terkait dengan persoalan sebagai tukang transfer informasi, permahaman guru terhadap materi juga sangat dangkal dan terkotak. Guru memang menguasai materi pelajaran tetapi bahwa materi-materi itu didasari oleh suatu teori, ini yang tidak dipahami oleh guru. Guru tidak menyadari bahwa akar materi pembelajaran adalah teori. Guru tahu demokrasi, jenisnya, dan sejarahnya. Tapi guru tidak tahu, ada berapa teori demokrasi. Sementara itu penelitian menuntut penguasaan teori atau konsep dasar untuk memecahkan persoalan yang diteliti. Jelas guru tidak sanggup karena dunia guru tidak berurusan dengan konsep dasar atau teori-teori. Bahkan ada kesan, di mata para guru, teori itu sesuatu yang direndahkan karena, “hanya teori”. Guru bergulat pada materi pelajaran yang sudah jadi barang hafalan di luar kepala bertahun-tahun. Guru ibarat pita kaset yang hidup. Belajar bagi siswa menjadi pengalaman memutar pita kaset yang itu-itu juga. Kondisi ini bertentangan dengan kondisi berpikir ilmiah, dengan penelitian sebagai cara menemukan kebenaran.

Metode penelitian merupakan cara atau prosedur menyelenggarakan penelitian, termasuk PTK. Sudah dipahami bersama, guru sama sekali tidak bersentuhan dengan kerja penelitian. Hal ini bertentangan dengan kerja guru sebagai tukang transfer informasi karena hanya menjadi satu bagian dari sistem “roda berjalan” proses belajar. Kerja penelitian terdiri atas tahapan yang sudah baku dan seorang peneliti menjalani sendiri seluruh proses, dari tahap awal sampai akhir, berjumpa dengan kebenaran atau jawan permasalahan yang dikaji. Bisa dibayangkan betapa berat beban guru jika harus meneliti. Artinya, kegiatan penelitian yang dilakukan di atas tahapan tersebut sangat kompleks bagi seorang guru. Ketika proses penelitian telah selesai, sejak awal hingga tahap akhir, kini saatnya menyusun laporan penelitian. Guru yang sangat jarang menulis mengalami kesulitan lain lagi. Orang yang tidak pernah menyusun materi pelajaran secara tertulis, yang hanya mengandalkan pada buku yang sudah “jadi”, mana bisa menulis apalagi karya tulis ilmiah, yang memiliki aturan baku yang tentu saja masih berupa barang asing bagi para guru. Menulis karya ilmiah seuatu lompatan yang terlalu jauh, yang dipaksakan. Guru tidak kuasa menolak! Profesi Mengingat empat persoalan dasar tersebut, pemerintah dan organisasi profesi dipandang perlu melakukan tinjauan ulang terhadap kebijakan yang memaksa guru meneliti, menu-

lis karya ilmiah berdasar penelitian (PTK). Dengan demikian, kemuliaan metode ilmiah, berpikir ilmiah dalam menemukan kebenaran, tidak tampak hina di mata para guru, karena mereka tidak paham dan tidak suka, memenuhi paksaan aturan dengan prilaku tidak terpuji, misalnya membeli karya tulis atau plagiasi. Sementara ini yang terjadi, guru dipaksa melakukan PTK dan melanjutkan dengan menulis laporan penelitian, bahkan sampai kepada publikasi ilmiah. Pemerintah dan organisasi profesi rupanya tidak tanggap dengan sikap guru yang “manut”. Hal ini bentuk penolakan dalam ketakutan karena guru menerima posisi diri sebagai objek yang dikomando sistem dan juru kontrol. Guru memang tidak tinggal diam. Mereka menemukan cara jitu untuk memenuhi paksaan menulis karya tulis ilmiah berdasar PTK, yakni dengan berkongkalikong dengan broker karya tulis ilmiah, bahkan pengawas yang akan memeriksa berkas kenaikan pangkat seorang guru lah yang menjadi brokernya. Yang lebih realistis mungkin mewajibkan guru selalu peka dan mengenali setiap persoalan yang muncul dalam pembelajaran. Guru diminta mendeskripsikan secara terperinci setiap aspek yang berkaitan dengan suatu persoalan pada lingkup ruang kelas. Aspek-aspek ini dideskripsikan, diuraikan, diberi contoh nyata, dilengkapi foto atau hasil wawancara dengan siswa. Hasil kerja ini disusun seperti sebuah karangan dan dijilid seperti buku.

Iklim Jika hal ini bisa dijalankan dengan baik, guru sudah mengalami iklim berpikir ilmiah. Guru pula sudah menulis karya tulis yang bahannya bersumber dari fakta di lapangan. Agar karangan guru memperoleh masukan, memberi suatu penghargaan, terciptanya forum diskusi guru, pihak sekolah perlu menyediakan reviuer, yang bisa dilakukan oleh guru dengan sistem silang. Akan sangat bagus jika reviuer saling silang antarsekolah. Akan lebih baik lagi jika ada reviuer independen, ahli dalam bidangnya yang diundang oleh sekolah. Jika sungguh-sungguh meningkatkan kualifikasi guru, yang terampil meneliti dan mempublikasikan temuan penelitiannya, pemaksaan tidak baik dan jalan pintas juga tidak cukup. Karena itu, proses dasar mulai digerakkan, konsisten, dan berkelanjutan. Karena guru dipaksa oleh suatu kebijakan, tanpa memahami kondisi senyatanya, mereka pun memilih jalan pintas, maka haraf mafhum! Harus disadari dengan arif, banyak hal baru yang dituntutkan kepada guru dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan bangsa, membutuhkan proses pembiasaan panjang, pembinaan berkelanjutan, demikian pun dalam menuntut agar guru terampil melakukan PTK. Satu harapan, semuanya tidak sebatas kebijakan semusim.

tulang ini bisa disebabkan oleh karena suatu senyawa kimia antrasiklin,beryllium dan methylcholanthrene merupakan senyawa yang dapat menyebabkan perubahan genetic, virus, radiasi, dan oleh karena penyakit lain yaitu Paget’s disease, osteomielitis kronis, osteochondroma, poliostotik displasia fibrosis, eksostosis herediter multipel. Osteosarkoma umumnya cenderung tumbuh di tulang paha, tulang lengan atas, ujung atas tulang kering atau lutut. Ujungujung tulang tersebut merupakan daerah terjadinya perubahan dan kecepatan pertumbuhan terbesar. Tumor ganas tulang di daerah lutut yang paling banyak dijumpai. Cara untuk mendeteksi Osteosarkoma adalah dengan mengenal gejala–gejala yang ditimbulkan dan dapat juga dipastikan melalui pemeriksaan penunjang. Gejala– gejala yang dapat ditimbulkan dari Osteosarkoma antara lain nyeri lokal di daerah tertentu yang awalnya ringan dan intermiten, tetapi lama kelamaan menjadi semakin hebat dan menetap, didapatkan massa yang membesar dengan

cepat dan nyeri pada penekanan, patah tulang patologis yang bukan disebabkan oleh trauma, keterbatasan gerak, penurunan berat badan dan anemia. Untuk pemeriksaan penunjang dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium alkali fosfatase dimana terdapat peningkatan, pemeriksaan x-ray foto, CT scan, MRI dan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy). Operasi Untuk penanganan kasus Osteosarkoma ini dapat dilakukan dengan cara operasi pembedahan dan dengan terapi kemoterapi. Operasi pembedahan ini sudah mengalami perubahan drastis dalam beberapa dekade terakhir. Sebelum tahun 1970, operasi osteosarkoma, sebagai keganasan tulang yang paling sering ditemukan, dilakukan secara rutin dengan amputasi dan disartikulasi. Tindakan tersebut hanya memiliki keberhasilan angka hidup selama 5 tahun antara 10-20%. Seiring dengan perkembangan zaman pemberian kemoterapi angka harapan hidup selama 5 tahun dapat bertambah75-80%. Pada era global ini teknik operasi

juga semakin maju, jika dahulu operasi dengan amputasi yang sangat ditakuti karena akan kecacatanya sekarang berkembang operasi Limb salvage surgery (LSS) merupakan suatu prosedur pembedahan yang dilakukan untuk menghilangkan tumor, pada alat gerak tubu dengan tujuan untuk menyelamatkan alat gerak tubuh. LSS merupakan tindakan yang terdiri dari pengangkatan tumor tulang atau sarkoma jaringan lunak secara en-bloc dan rekonstruksi bekas pengangkatan tulang atau sendi dengan megaprostesis (endoprostesis), biological reconstruction (massive bone graft baik auto maupun allograft) atau kombinasi megaprostesis dan bone graft. Teknik ini lebih baik digunakan karena diharapkan mengurangi angka kecacatan oleh karena amputasi. Dengan mengenal osteosarkoma penyakit tumor ganas tulang pada anak ini diharapkan langkah pengobatan bisa dilakukan lebih dini. Dengan demikian, peluang untuk diselamatkan lebih besar. ldr. Angga Prawira Purwanto

lDr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

Waspada Osteosarkoma, Tumor Ganas Tulang pada Anak PENYAKIT tumor ganas merupakan penyakit yang selalu ditakuti setiap orang. Penyakit tumor ganas juga dapat menyerang anak-anak. Salah satunya adalah Osteosarkoma yang merupakan tumor ganas tulang pada anak.

GEJALA - Cara untuk mendeteksi Osteosarkoma adalah dengan mengenal gejala–gejala yang ditimbulkan dan dapat juga dipastikan melalui pemeriksaan penunjang, berupa pemeriksaan laboratorium alkali fosfatase, pemeriksaan x-ray foto, CT scan, MRI dan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy).

Dibanding jenis tumor lain yang menyerang anak- anak, Osteosarkoma masih berada pada urutan terkecil. Namun, apabila tidak kita deteksi secara dini dan tidak mendapat terapi segera dengan baik, tentu dapat menambah daftar angka kematian. Osteosarkoma adalah tumor ganas tulang primer yang berasal dari sel mesenkimal primitif yang memproduksi tulang dan matriks osteoid. Insiden osteosarkoma pada semua populasi menurut WHO sekitar 4-5 per 1.000.000 penduduk. Perkiraan insiden osteosarkoma meningkat menjadi 8-11 per 1.000.000 penduduk per tahun pada usia 15-19 tahun. Osteosarkoma lebih sering terjadi pada laki-laki daripada wanita dengan perbandingan 1,2:1. Hal ini bisa disebabkan masa pertumbuhan tulang pada pria lebih lama daripada wanita. Insiden osteosarkoma dapat meningkat kembali pada usia di atas 60 tahun, sehingga penyakit ini disebut juga memiliki distribusi yang bersifat bimodal. Penyebab Penyebab dari tumor ganas

Mengenal Penyakit ”Tennis Elbow” SEORANG pemain tenis dalam suatu pertandingan pasti sering melakukan pukulan backhand. Namun, pukulan backhand yang dilakukan secara kurang sempurna dapat mengakibatkan suatu cedera yang dikenal dengan nama tennis elbow. Tennis elbow yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah lateral epycondilitis adalah suatu nyeri pada siku, terutama di bagian luar. Nyeri ini terjadi ketika tendon yang menyambungkan otot siku dengan tulang terlalu banyak berkontraksi, biasanya ketika menggerakkan pergelangan tangan dan lengan secara berulang-ulang. Jika tidak diobati, nyeri ini dapat menjalar ke lengan dan pergelangan tangan. Pemain tenis memang rentan terhadap kondisi ini, hampir 50% pemain tenis mengalami kondisi ini selama karier mereka, oleh karena itu kondisi ini disebut tennis elbow. Namun, tidak berarti kondisi ini hanya berdampak ke pemain tenis. Sebagai fakta, dari semua kasus tennis elbow, hanya 5% dari mereka

yang disebabkan karena bermain tenis. Siapapun bisa mengalami tennis elbow, terutama mereka yang bekerja melakukan gerakan yang sama dari lengan, seperti pemain bowling, pemain bisbol, tukang kayu, mekanik, serta pegolf. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia 30 sampai 50 tahun. Sakit Rasa sakit merupakan gejala utama yang dirasakan pada penderita tennis elbow. Jenis rasa sakit yang umumnya menandakan kondisi ini berupa nyeri yang muncul pada sisi luar lengan bagian tengah (tepatnya berada di bawah siku) yang terkadang menyebar hingga ke pergelangan tangan dan perlahan-lahan meningkat. Nyeri ini meningkat ketika melakukan gerakan-gerakan seperti meremas, mengangkat benda, membuka toples, berjabat tangan, menulis, menggenggam benda kecil, serta segala kegiatan yang memerlukan upaya kuat dengan tangan. Terkadang tennis elbow juga disertai gejala-gejala seperti rasa kaku

pada siku saat bangun tidur atau tonjolan tulang pada siku yang terasa sakit jika disentuh. Kondisi tennis elbow umumnya dapat dideteksi dengan menanyakan gejala-gejala, riwayat kesehatan, serta pemeriksaan fisik pasien. Kondisi siku pasien akan dievaluasi secara seksama melalui serangkaian gerakan.Apabila pemeriksaan kondisi fisik saja tidak cukup atau mencurigai adanya penyebab lain, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan yang lebih mendetail untuk memastikan diagnosis. Misalnya, melalui prosedur X-ray, CT scan, serta MRI scan. Membaik Tennis elbow termasuk penyakit yang perlahan-lahan akan membaik dengan sendirinya dan tanpa penanganan medis yang khusus. Durasi pemulihan untuk tennis elbow umumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Sejumlah langkah yang umumnya bisa dilakukan dengan penanganan di rumah meliputi: menghindari

kegiatan yang akan membebani otot-otot siku, khususnya aktivitas yang memicu tennis elbow, seperti mengangkat beban dan olahraga yang menggunakan tangan yang menderita secara berlebihan, mengkonsumsi obat-obatan oral penghilang rasa sakit,mengurangi tekanan pada otot-otot siku dengan membungkusnya menggunakan kain penahan khusus yang bisa dibeli bebas di toko-toko perlengkapan olahraga, serta meletakkan es pada area yang nyeri selama tidak lebih dari 20 menit. Pastikan membungkus es di dalam handuk, karena kalau terlalu dingin akan membuat kulit rusak. Es dapat meredakan nyeri siku tenis dikarenakan dapat menghambat peradangan oleh konstriksi pembuluh darah ke daerah luka. Efektif Apabila penanganan di rumah kurang efektif dan pasien tetap mengalami gejala-gejala tennis elbow, dokter mungkin akan menganjurkan langkah-langkah penanganan sebagai berikut: melakukan

fisioterapi dengan bimbingan ahli terapi yang hanya dianjurkan bagi pasien dengan gejala yang parah atau tidak kunjung membaik meski sudah ditangani sendiri di rumah, menjalani terapi gelombang kejut untuk menurunkan tingkat

keparahan pada rasa sakit dan merangsang gerakan otot yang sakit, serta menjalani operasi untuk mengangkat otot yang rusak. ldr. Putu Teja Laksana Nukana

PENYAKIT - Tennis elbow termasuk penyakit yang perlahan-lahan akan membaik dengan sendirinya dan tanpa penanganan medis yang khusus. Durasi pemulihan untuk tennis elbow umumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.


5

Minggu Wage, 9 April 2017

Resensi Buku

Pigura-pigura yang Menjanjikan Judul Pengarang Penerbit Tahun Terbit Ukuran Buku Jumlah Halaman Jumlah Cerpen

: Khotbah : Dwi S. Wibowo : Alpha Centauri ( Indie Book Corner) : November 2016. : 12,5 x 18 cm : vi + 114 hlm. : 11 Cerpen

Sejak lama para antropolog yang mengamati urbanisme menyebut kehidupan perkotaan kerap ditandai dengan kebudayaan yang impersonal, formal, anomie, mobilitas tinggi dan orientasi pada uang. Dilema anomie, kata ini (kadang-kadang juga dieja “anomy”) telah digunakan untuk masyarakat atau kelompok manusia di dalam suatu masyarakat, yang mengalami kekacauan karena tidak adanya aturan-aturan yang diakui bersama yang eksplisit ataupun implisit mengenai perilaku yang baik, atau, lebih parah lagi, terhadap aturan-aturan yang berkuasa dalam meningkatkan isolasi atau bahkan saling memangsa dan bukan kerja sama. Itu yang terasa dalam 11 cerpen dalam buku ini. Jarak antara yang modern-tradisional jalin-menjalin. Ibarat sulur cerpen-cerpen ini memang belum terlalu matang, tetapi menjanjikan untuk digarap lebih serius. Baca cerpen; Kudeta Anjing, Terumbu Kepala, dan Belulang Sunyi. Memikat untuk ditata manis dalam bentuk novel. (osi)

Romantisme yang Menetes Judul Pengarang Penerbit Tahun Terbit Ukuran Buku Jumlah Halaman Jumlah Puisi

Kaliyuga

CERPEN

Oleh Sarasvati Putri

KOPLAK benar-benar tidak bisa menutup matanya. Jantungnya berdebar keras setelah membaca opini yang ditulis Pan Jacob Sumardjo dengan judul, “Zaman Edan”, di sebuah harian pagi yang beredar hari ini. Kopi panas yang biasanya terasa nikmat di lidah berubah jadi getir. Jangan, jangan ada yang ingin meracun dirinya? Karena Koplak merasa selama ini selalu keras, tegas, galak, dan cenderung brutal jika berhadapan dengan segala bentuk penyelewengan. Terutama yang menyangkut keuangan. Satu rupiah pun tidak bisa lolos dari pengamatannya. Semua laporan keuangan di kantor Desanya rapi, terbuka. Tidak ada rahasia. Tidak ada deal-deal, yang membuat jantung, hati, aliran darah semua bisa berhenti. Koplak menyentuh gelas kopinya yang masih panas. Mencium aromanya. Tiba-tiba saja gara-gara opini yang dibaca di koran pagi membuat selera minum kopinya, menguap! Koplak berkali-kali meludah. Sad Rasa, terasa bercampur aduk di ujung lidahnya; sepat, pahit, manis, asam,pedas, asin. Sialan! Koplak menarik nafas. Sambil meludah ke sana- ke mari! *** Kata Pan Jacob, tergiang-ngiang di mata, juga terdengar di telinganya, “orang gila, baik laki maupun perempuan, sering kita jumpai telanjang bulat di tengah jalan ramai. Bagi si gila, telanjang itu kewarasan meski di tengah kerumunan. Namun, bagi rakyat umumnya telanjang semacam itu tidak waras alias gila. Kini banyak pejabat tinggi yang ketahuan korup dan ditelanjangi KPK serta pengadilan, merasa dirinya waras-waras saja, bahkan menuduh KPK sebagai lembaga edan. Mereka telanjang bulat di depan umum di halaman gedung KPK dan pengadilan, tetapi menampakkan kebanggaannya dan mengumbar senyum serta lambaian tangan, mirip wong edan di jalanan. Zaman semakin edan. Kekuasaan negara adalah medan petualangan, yaitu suatu medan kaum soldier of fortune, tentara bayaran. Kalau mau cepat kaya raya selama lima tahun berusaha keraslah memperoleh jabatan kekuasaan negara, tingkat

mana pun. Bagaimana caranya Pak? Ah, kura-kura dalam perahu, ya bersahabatlah dengan parpol. Hanya mereka yang dapat mengantar kamu ke gerbang kekuasaan.” Koplak meraba dadanya. Jantungnya terasa seperti mau berhenti berdetak! Ya, Hyang Widhi di hari raya Galungan dan Kuningan ini, suasana yang damai jadi terasa serius! Koplak tidak ingin mati! Koplak juga tidak ingin menjadi lelaki pesakitan. Sesak, sesak, sesak nafas. Dadanya terasa sakit. Kepalanya terasa pening. Benar-benar genting! “Kamu itu sudah terlalu lama hidup sendiri, Koplak.” “Apa hubungannya hidup sendiri dengan penyakit!” Koplak mendelik. Marah besar. Dia memang sudah lama kehilangan istrinya. Sudah lama juga tidak lagi bisa

merasakan tubuh perempuan, telinganya juga sudah tidak peka lagi. Sebetulnya tidak hanya telinga, seluruh pori-pori hidupnya yang berdetak, mungkin sudah sedikit konslet. Kalau diibaratkan teknologi kekinian. Mungkin seluruh kepekaan tubuhnya perlu di upgrade. Bahkan menurut staf perempuan di kantor desa. Koplak, sesungguhnya lelaki yang telah hilang kelelakiannya. *** Lelaki yang kehilangan kelelakiannya? Hyang Jagat, pernyataan yang sangat aneh dari para perempuan itu pada dirinya. Apakah itu pernyataan yang tidak sopan? Atau sebagai lelaki Koplak memang tidak memiliki kepekaan seperti perem-

puan. Apakah pernyataan dari para perempuan itu telah melecehkan dirinya sebagai lelaki. Lelaki yang sesungguhnya. Lelaki yang telah memiliki seorang anak, seorang manusia. Sudah terbukti Koplak bisa beranakpinak. Kok masih diragukan wujud lelakinya? Benar-benar pelecehan! Pelecehan? Bukankah itu kosa-kata yang dimiliki perempuan, jika diperlakukan tidak hormat oleh perempuan apa lelaki boleh melapor ke Komnas Perlindungan Lelaki? Koplak menggaruk kepalanya. Tergiang lagi pernyataan stafnya di kantor desa. “Hidup sendiri itu membuat pikiran lelaki buntu!” Suatu hari seorang staf di kantor berbicara dengan staf yang lain. Koplak berpikir keras, lalu kalau dia hidup berdua dengan pasangan. Apakah hidup lelaki itu akan lebih baik. Terus, kalau perempuan yang diajak hidup bersama minta ini-itu bagaimana? Terus, kalau tibatiba Koplak jenuh dengan istri barunya karena tidak ada rasa cinta, ke mana harus dibuang? Bagaimana cara menghilangkannya dari hidup Koplak. Bagi Koplak hidupnya selama ini terasa baikbaik saja. Tidak ada yang istimewa. Tidak ada yang berat-berat amat. Datar. Sangat datar, tidak ada gejolak seperti yang terjadi pada keluarga-keluarga lain. Semua hal terasa biasa saja. Tergiang ucapan Pan Jakob. Yang edan, gila, dan tidak masuk akal ya para “petinggi-petinggi” yang mengaduk-aduk negeri itu juga mereka. Koplak setuju dengan pernyataan Pan Jacob di opini koran pagi yang membuatnya tersedak dan tidak bisa menikmati ritual minum pagi yang indah. Bagi rakyat kecil, orang kecil seperti Koplak. Hidup itu sederhana. Bahagia juga sederhana. Mungkin benar kata sahabatnya via SMS pagi ini dalam bahasa Bali. Begini bunyinya: Hidup itu Koplak, ada nganginang ada ngauhang, ada ngelodang ada ngajanang. Ada ngamenekang ada nganuunang. Ada mamucu ken di tengah. Ada masih ane mlincer tur jungklang jungkling. Liu masih ane uyeng uyengan. Keto kone tingkah anake di gumine.

: Api Kata : Kim Al Ghozali AM : Basa-Basi ( Indie ) : Februari 2016. : 14 x 20 cm : 108 hlm. : 41 Puisi

Dalam percaturan perkembangan penyair yang ada di Indonesia, sesungguhnya kalau ada penelitian yang detail, dilengkapi dengan data yang lengkap, wawancara yang serius, dan riset yang matang, pasti bisa ditarik benang merah, bahwa penyair Bali memiliki kemampuan memilih diksi yang baik. Sangat romantis, selalu jatuh cinta pada apapun; pohon, perempuan-lelaki, alam. Mungkin karena keterikatan itulah yang membuat banyak juga penyair muda Bali terpeleset sehingga tidak memiliki identitas personal yang menawarkan citra dan tingkat pencapaian yang baru dari sejarah perjalanan romantisme diksi para penyair Bali. Dalam buku kumpulan puisi ini kita juga tidak menemukan sesuatu yang baru. Keliaran yang berbeda. Buku ini baru buku pertama, tentu banyak harapan yang bisa digali, mungkin dengan cara, bagaimana memandang Bali dari sisi pendatang. Masih banyak peluang. Kita tunggu karya berikutnya. (osi)

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Khamidi

W.G. Sumarta

Windhu Segara

Darsono

K. Ngurah

Achmad Cholid


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Cukup tenang walaupun terkadang masih terbayang konflik di masa lalu yang selalu muncul kembali jika bertemu dengan orang yang telah membikin hati Anda kecewa. Karier: Masih perlu waktu untuk bisa meraih posisi atas, walau begitu tidak ada salahnya jika Anda merencanakannya mulai dari sekarang dan jangan lupa untuk memanfaatkan waktu yang baik ini untuk mengambil hati atasan. Keuagan: Beberapa pengaturan keuangan Anda masih tampak tidak rasional, tak perlu seperti bankir akan tetapi cobalah untuk berpikir logis dalam menentukan pilihan-pilihan finansial pada minggu ini. Asmara: Jangan keburu mengambil kesimpulan mengenai dirinya, karena dirinya tidak sesederhana seperti yang Anda bayangkan. Aquarius Peruntungan: Segala urusan terbilang cukup lancar, tetapi permasalahan tampak mulai mencuat ke atas sehingga harus lebih hati-hati dan waspada jangan seenaknya sendiri membuat keputusan tampa pikir panjang. Karier: Jangan mudah menceritakan rahasia pribadi kepada rekan-rekan Anda. Kesehatan: Walau masih terasa berat untuk memulai disiplin melaksanakan schedule Anda, tetapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Keuangan: Lebih cermat mengalokasikan dana yang ada, jangan sampai pemborosan karena itu akan sangat mengganggu sekali. Asmara: Tidak ada salahnya jika Anda bercanda untuk menghangatkan suasana agar tidak terkesan dingin dan kurang gairah. Pisces Peruntungan: Jangan sembrono jika ingin bisnis Anda tetap survive, apalagi banyak perkembangan mendadak yang cukup membikin kacau jika Anda tidak bisa mengantisipasi sebelumnya. Jangan terlena oleh berbagai kemudahan yang Anda rasakan saat ini, karena semua itu masih semu dan kemungkinan terburuk masih saja bisa menimpa diri Anda. Karier: Cobalah Anda pahami segala keinginan atasan agar sikap dan tingkah laku Anda tidak sampai menimbulkan kekecewaan bagi dirinya. Kesehatan: Hindari keluar malam jika benar-benar tidak ada urusan penting yang harus dikerjakan, ingatlah akan kondisi badan Anda yang kurang begitu fit akhir-akhir ini. Asmara: Terus Anda kontak dia, jangan sampai si dia merasa Anda abaikan hanya karena kesibukan Anda di kantor. Aries Peruntungan: Di minggu ini usahakan sesantai mungkin dalam menghadapi berbagai masalah yang terkadang muncul secara mendadak. Tetaplah berkonsentrasi tinggi, sehingga kecil kemungkinan mengalami masalah yang timbul akibat dari kecerobohan diri sendiri. Karier: Tetap aman meskipun banyak rekan yang mulai iri dengan kesuksesan Anda selama ini. Kesehatan: Badan Anda terus bertambah melar saja, untuk itu coba Anda mulai perhatikan pola makan Anda jangan sampai terlalu over. Keuangan: Rezeki yang datang sebaiknya dialokasikan dengan setepat mungkin. Asmara: Jangan ragu untuk menegurnya apalagi itu demi kebaikan dirinya. Taurus Peruntungan: Peruntungan masih memihak Anda di minggu ini, maka dari itu jika mau bergerak maka tidak sulit untuk meraih kesuksesan besar. Cobalah dimanfaatkan minggu yang baik ini untuk suatu urusan yang besar, agar tidak terbuang percuma. Karier: Tawaran yang datang sebaiknya Anda tak perlu banyak pikir lagi, segera diberi keputusan dan ditindaklanjuti. Kesehatan: Jaga kebersihan makanan sebab akhir-akhir ini banyak berjangkit penyakit perut. Keuangan: Bila ingin spekulasi tidak ada masalah karena minggu ini lagi mujur. Asmara: Pertahankan suasana yang masih harmonis ini, dengan tidak berbuat yang aneh-aneh. Gemini Peruntungan: Jika ingin tetap survive maka profesionalisme perlu dijunjung tinggi, agar kepercayaan klien-klien Anda tidak sampai luntur. Walau untuk bersikap seperti itu tidaklah semudah membalik tangan, tetapi dengan berbalik pada permasalahan yang pernah terjadi di masa lalu, maka sudah selayaknya jika diri Anda termotivasi dengan hal itu. Kesehatan: Kurangi banyak jajan di luar rumah sebab selain faktor higienis yang perlu dicermati juga akan mengurangi biaya pengeluaran yang kurang efisien. Keuangan: Bersabarlah dalam menyikapi setiap peluang yang muncul, jangan terburu-buru. Asmara: Membahagiakan dan jauh dari masalah yang berat hanya saja jauhilah teman yang tidak disukai olehnya, agar hubungan Anda dengannya bisa terasa lebih dekat lagi. Cancer Peruntungan: Kenyataan yang ada masih jauh dari perkiraan Anda semula, walaupun hasilnya tidak seperti yang diomongkan orang, tetapi Anda harus lebih berbangga diri karena di situasi seperti ini Anda masih bisa survive dan tidak terlalu tergoncang oleh badai yang cukup besar akhir-akhir ini. Karier: Tindak lanjuti segala rencana Anda yang tampak menjanjikan itu. Kesehatan: Jangan asal membeli obat di warung, sebab bila sampai salah obat yang rugi Anda sendiri juga. Bila ada penyakit lebih baik dibawa saja ke dokter sehingga lebih cepat untuk mengantisipasinya. Keuangan: Income masih mengalir dengan derasnya sehingga segala kebutuhan bisa tercukupi. Asmara: Suasananya kurang harmonis, maka dari itu cobalah untuk lebih bersabar dengan tidak lupa untuk selalu melontarkan joke-joke segar. Leo Peruntungan: Walau kelihatannya tenang, tetapi jangan terlalu takabur dulu karena situasi pasar masih tidak menentu dan mudah berubah setiap saat, maka tetaplah usahakan untuk tidak terpancing dengan setiap perubahan pasar yang terlalu cepat ini. Karier: Cukup tenang meskipun banyak masalah baru yang mulai bermunculan. Kesehatan: Penyakit mag sebaiknya perlu waspada dan patuhi anjuran dokter sebaik mungkin, dan jangan lupa untuk selalu rajin kontrol ke dokter. Keuangan: Terhadap kabar burung yang sulit dipercaya kebenarannya sebaiknya jangan cepat tergoda, waspadalah. Asmara: Banyaklah tersenyum dan bersikap yang menyenangkan hati. Virgo Peruntungan: Optimislah, karena langkah ke depan Anda semakin terbuka dan jelas, maka dari itu tak perlu takut untuk lebih bisa berkreasi dan berinovasi agar hasil yang diraih dapat lebih bervariasi dan dapat meningkat. Karier: Hindari sikap indisipliner, sebab itu akan mempengaruhi kredibilitas Anda yang selama ini terkesan baik dan tampak loyal sekali pada perusahaan. Kesehatan: Masih baik dan berjalan seperti apa adanya, walau begitu tenaga sebaiknya tetap dijaga dan jangan terlalu diforsir. Keuangan: Tiada artinya income yang tinggi jika tidak bisa memanage-nya dengan baik. Asmara: Jangan sampai terjerumus ke dalam asmara matre, itu sama saja dengan bom waktu yang setiap saat bisa meledak dan merugikan. Libra Peruntungan: Job-job baru, sebaiknya dihadapi dengan sungguhsungguh, jangan asal-asalan saja, agar hasil yang diraih benarbenar maksimal dan memuaskan hati. Karier: Berbagai macam problem yang cukup pelik mulai berdatangan. Kesehatan: Kondisi badan masih kurang memungkinkan untuk beraktivitas yang terlalu berat, untuk itu bila ada rencana sebaiknya dikondisikan dulu dengan kesehatan Anda. Keuangan: Bila ada uang lebih sebaiknya ditabung saja, tak perlu punya pikiran beli ini dan itu karena di masa depan nanti masih membutuhkan banyak biaya. Asmara: Jangan bisakan memojokkan dirinya karena kesalahan yang pernah dilakukannya di masa lalu. Scorpio Peruntungan: Buat apa terlalu percaya ucapan orang, cobalah lebih yakin dengan suara hati daripada mendengarkan segala omongannya yang hanya akan bikin segalanya menjadi kacau saja. Karier: Tampak semakin kokoh meskipun digoyang dari kanan kiri sekalipun. Kesehatan: Suasana hati Anda tampak happy dan mampu membawa angin baik bagi kesehatan Anda. Keuangan: Di minggu ini cukup lancar karena dari segi pemasukan terus mengalir dan tidak ada hambatan. Asmara: Cobalah hormati hak-haknya dengan tidak terlalu memaksakan kehendak kepadanya. Sagitarius Peruntungan: Di minggu ini cobalah beraktivitas dengan lebih giat lagi dan jangan pendam ambisi Anda untuk bisa meraih hasil yang lebih baik daripada minggu-minggu kemarin. Mengenai segala rencana Anda untuk melakukan ekspansi, tidak akan mengalami masalah, laksanakan saja dengan penuh keyakinan hati. Karier: Tak perlu bingung dengan perintah atasan, jika belum mengerti sebaiknya Anda tak perlu malu untuk bertanya. Kesehatan: Apa salahnya sejenak perut diisi dulu baru melanjutkan tugasnya, karena jika sampai jatuh sakit bukankah pekerjaan Anda menjadi kacau. Keuangan: Tak perlu ragu untuk melakukan langkah-langkah yang terbaik dan tidak merugikan siapapun Diasuh Oleh dan jangan terlalu banyak perhitungan Putri Wong Kam Fu bila tidak perlu benar. Asmara: Jangan asal percaya dengan omongan teman, suBerlaku paya kesalahpahaman tidak mengacaukan 9 - 15 April 2017 hubungan Anda berdua.

Minggu Wage, 9 April 2017

Weda Wakya

Kesempurnaan dalam Pencapaian Tiga "Da". Trayāḥ prājāpatyāḥ prājapatau pitari brahmacaryam ūṣuḥ, devā manuṣyā asurāḥ, uṣitvā brahmacaryaṁ devā ūcuh; bravītu no bhavān iti; tebhyo haitad akṣaram uvāca; da iti, vyajñāsiṣṭā iti; vyajñāsiṣma iti hocuḥ, dāmyata, iti na āttheti, aum iti hovāca, vyajñāsiṣṭeti. (Bṛhad Āraṇyaka Upaniṣad 5.1.2) “Pada suatu ketika para Dewa, Manusia, dan para Raksasa mengadakan tapa-brata-brahmacarya pengekangan diri secara khusus dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan dari Bapak alam semesta, Prajāpati Brahmā. Setelah menyelesaikan tapa-bratapengekangan diri tersebut dengan baik akhirnya mereka datang menghadap Pencipta alam semesta, Brahmā, lalu memohon, “Berikanlah pelajaran kepada kami.” Terhadap permintaan tersebut Prajāpati Brahmā mengucapkan satu suku kata, “Da”, lalu bertanya, “Apakah kalian bisa mengerti?” Atas pertanyaan Brahmā tersebut, para Dewa menjawab, “Ya kami mengerti bahwa Anda mengatakan kepada kami ‘kontrollah”. Terhadap jawaban para Dewa tersebut, Brahmā Prajāpati berkata, “Baiklah..., kalian sudah mengerti.” Para Dewa, Manusia, dan Asura memohon pelajaran dari Sang Pencipta. Ketiganya diberikan satu suku kata "Da", dan ketiganya setelah melakukan pertapaan selama setahun, datang memberikan jawaban “Benar Berbeda”, yaitu: para Dewa mengartikan Da sebagai Dāmyata (kontrollah), manusia mengartikan Da sebagai Datta (memberi, dana punia, derma), dan para Asura memberikan jawaban untuk Da sebagai Dayabhvam (berbelas-kasih). Hidup di alam-alam Surga sangatlah indah, tidak ada usia tua, rasa lapar, haus, dan juga tidak ada sakit di sana, sebaliknya yang ada hanyalah hidup yang dikelilingi oleh berbagai keindahan dan kenikmatan. Mereka yang ingin menikmati berbagai jenis kenikmatan nan indah menarik, biasanya mereka sangat menginginkan pencapaian ala-alam Surga (kāmātmānaḥ svarga-parāḥ). Sedangkan yang lebih maju kesadarannya dalam spiritual akan menginginkan Surga tetapi juga pembebasan

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa langgeng dari segala jenis kesengsaraan (svarga-apavarga). Biasanya, ketika orang menikmati maka mereka akan lupa segala, sehingga kenikmatan sering memberikan kejatuhan. Oleh karena itulah para Dewa menterjemahkan Da sebagai Dāmyata, demi meningkatkan daya kontrol indria serta tidak terlalu lelap dalam kenikmatan serta kepuasan yang menjauhkan dari Tuhan. Hidup di dunia material ini penuh dengan aktivitas khususnya aktivitas bekerja mengumpulkan uang dan harta benda milik. Ketika orang bekerja mengumpulkan pencapaian-pencapaian duniawi, maka rasa loba akan tumbuh berkembang. Loba menyebabkan orang tidak akan pernah mendapatkan kepuasan atau kebahagiaan karena keinginan untuk mendapatkan kenikmatan serta kepemilikan duniawi akan berkembang terus tanpa henti. Itulah hukumnya uang dan kesenangan material lainnya. Jika uang dan harta benda lainnya hanya dikumpulkan tanpa disertai oleh pemberian derma atau dana-punia, maka uang dan harta benda akan menjadi “Tsunami” penghanyut segala, atau menjadi “api membara” siap membakar dan menghanguskan segalanya. Oleh karena itulah manusia mengartikan Da sebagai Datta, berdana-punialah. Pemberian dana-punia yang tulus ikhlas akan melindungi manusia dari kejatuhan material dan juga kemerosotan spiritual. Para Asura, hidupnya hampir selalu diisi oleh segala jenis kekerasan. Hampir tidak ada yang dilakukan tanpa melalui kekerasan. Tentu saja kekerasan akan mengantarkan orang kepada terbukanya pintu Neraka lebar-lebar. Oleh karena itulah para Asura mengartikan pelajaran Da yang didapatkan dari Prajāpati sebagai Dayadhvam, yaitu mengembangkan sifat berbelas-kasih. Kebenaran yang diterima dari ketiga golongan tersebut, yaitu para Dewa, Manusia, dan Asura merupakan kebenaran yang tepat dan pas untuk mereka masingmasing. Ketiganya mendapatkan kebenaran, walau berbeda. Karena, kebenaran yang diterima oleh masing-masing kelompok merupakan kebenaran sangat

sesuai dengan wadah keberadaan mereka masing-masing. Kebenaran berbeda tidak menjadikan mereka berbeda, sebab ia sudah menjadi “Engkau benar..., aku juga benar...” Pelajaran-pelajaran dalam bentuk apa saja, sesungguhnya semua merupakan kebenaran yang patut dihargai oleh semua. Tidak perlu ada perbedaan untuk dipertengkarkan atau diperdebatkan, apalagi untuk dijadikan berbeda demi permusuhan. Lukisan menjadi indah karena dilukis tidak dalam satu warna. Ia merupakan “penataan” warna yang sangat tepat dan serasi. Sering di masyarakat kita melihat orang berbeda pendapat, berbeda pandang. Ada yang menyikapinya dengan ringan dan damai, tanpa memberikan peluang tercipta masalah di dalam tanpa ada masalah, tetapi sangat banyak yang justru menerima perbedaan tersebut dengan cara yang berlebihan. Perbedaan yang sebenarnya merupakan kebenaran yang sangat indah menarik, yang memberikan kenyamanan dan kedamaian bersama, akhirnya dikembangbiakkan menjadi sebuah pertentangan beranak-pinak, akhirnya mengelembung menjadi “balon besar” siap meledak. Sangat jarang orang mampu melihat dan dapat menerima perbedaan-perbedaan sebagai suatu persamaan dan kesatuan yang berada di dalam lingkaran yang sama. Sesuatu yang berbeda, tetapi tidak berbeda. Sesuatu yang sama, tetapi berbeda. Berbeda dalam sama dan sama dalam berbeda. Banyak di dalam satu dan satu di dalam banyak. Dalam hal ini tidak ada masalah sama sekali. Akan tetapi, mereka yang tidak mampu melihat kebenaran, yang tidak bisa menerima hal yang sama di dalam berbeda dan berbeda di dalam sama, mereka akan melihat masalah di dalam tidak adanya masalah. Mereka melihat problem di dalam bukan problem. Perlahan “bola masalah” menggelinding terus, mengambil kotoran dari sana sini, dan pada akhirnya ia menjadi sebuah bola besar yang bersiap menjadi “bom atom” penghancur kemanusiaan. Menggelindingnya secuil es salju akhirnya menjadi semakin besar dalam perjalanan “gelinding” dari mulut ke mulut, dari telinga ke telinga, dan akhirnya menjadi sebuah kebencian besar yang harus diselesaikan dengan pertempuran habis-habisan yang merugikan serta menghancurleburkan semua pihak dan semua arah. Kekeliruan dan kesalahpahaman cara menerima perbedaan pandang seperti inilah

yang membahayakan kesatuan dan persatuan suatu komunitas, daerah, atau bangsa dan negara, bahkan dunia bisa dibuatnya habis tanpa sisa. Kejelian melihat persamaan di dalam perbedaan harus menjadi darah dan daging dari setiap orang yang menginginkan keindahan, kesejahteraan, dan kebahagiaan hidup bersama di masyarakat. Leluhur setiap bangsa pasti selalu mengajarkan hal ini. Dunia beruntung bahwa literatur Sanskerta masih mencatat pesan indah tersebut. Literatur Jawa Kuna pun masih mem-file rapi ajaran indah tersebut. Beberapa literatur Sanskerta mencatat pesan indah ini. Paling tidak, kitab sastra Sanskerta mengabadikannya: ayam nijah paro’veti, gaṇanā laghu-cetasām udāra-caritānāṁ ca vasudhaiva kuṭumbakam (orang-orang yang berpikiran sempit akan selalu mengembangkan prinsip ini milikku dan itu milikmu. Sedangkan mereka yang mempunyai pandangan luas bijaksana mempunyai prinsip bahwa seluruh dunia adalah sebuah keluarga besar). Kesadaran orang-orang bijak “menyeberangi” segala batas-batas pemisah “insan” karena pembatas-pembatas tersebut hanyalah demi kegagalan menjadi “manusia”. Segala kemuliaan bersembunyi di dalam perbedaan, dan bukan dalam persamaan. Hanya setelah itulah persamaan akan hadir. Sebab, tempat rahasia persamaan ada dalam perbedaan. Hanya melalui berbedalah orang bisa menjadi sama. Perbedaan melahirkan persamaan. Persamaan yang lahir dari persamaan sesungguhnya merupakan persamaan yang tidak bersama. Literatur Jawa Kuna juga mewariskan kebesaran jiwa para leluhur untuk anak cucu generasi bangsa ke depan. Mpu Tantular dalam kakawin Sutasoma mencatatkan dengan puisi sangat indah: “Rwāneka dhātu winuwus buddha wishwa, bhinneki rakwa ring apan kӗna parwanosӗn, mangka ng jinatwa kalawan śiwatatwa tunggal bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangruwa. (Sutasoma 139.5). Konon Buddha dan Shiwa merupakan dua zat yang berbeda. Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali? Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Shiwa adalah tunggal. Berbeda itu namun tunggal adanya, tidak ada kebenaran yang mendua. Akhirnya, para bijak yang teguh dalam jalan dharma akan berusaha mencapai kesempurnaan dalam Tiga DA, yaitu Da sebagai pengendalian indria, Da sebagai dana-punia, dan Da sebagai belas kasih.

MIMBAR AGAMA

Lemah, Bisa Mengalahkan Kekuatan

Redaktur Khusus MIMBAR

HINDU I Gusti Ketut Widana Tak dapat dimungkiri, belakangan ini berbagai bentuk unjuk kekuatan kian menampakkan arogansinya di tengah masyarakat. Lewat berbagai media pemberitaan, terungkap bermacam aksi kekerasan untuk menunjukkan kekuatan suatu kelompok, entah itu bernama organisasi masyarakat, berlabel geng motor, bahkan tak jarang beridentitas tradisional seperti sekaa pun, apabila sudah tampil bergerombol, atau berkonvoi, seakan sudah merasa sebagai “penguasa jalanan”, menunjukkan eksistensi dirinya sebagai kelompok yang memiliki kekuatan (massa dengan andalan ototnya). Celakanya, arogansi kekerasan yang ditunjukkan seringkali membawa korban, cedera, luka parah hingga nyawa melayang. Sepertinya psikologi masyarakat sudah mulai terganggu kondisi mental-spiritualnya, hingga terkesan terjangkit psikopat yang bisa dengan enjoy melakukan kekerasan lalu menikmati “kebahagiaan” dari setiap rintihan kesakitan para korbannya. Di dalam kitab Nitisastra, III.11 perilaku yang tergolong menyimpang itu dianalogikan seperti lalat dan burung gagak,: “Tabi’at lalat ialah suka kepada luka, akan menambah sakitnya. Meskipun gagak biasa melayang-layang di udara, ia suka sekali kepada bangkai. Orang jahat suka (bahagia) membuat orang berselisih (bertangkar/berkelahi); ia gemar melihat kesengsaraan (penderitaan) orang lain”. Lalu apa upaya mengatasi aksi unjuk kekuatan dengan berbagai tindak kekerasannya? Ternyata, tidak harus dibalas atau dilawan dengan aksi yang sama. Sebab jika kekuatan dan kekerasan, apalagi aksi

kejahatan dibalas dengan cara yang sama, maka persoalan tak akan pernah tuntas. Terus menerus akan susul menyusul aksi serupa sebagai bentuk pelampiasan balas dendam. Agaknya cerita tentang seekor Monyet dan Angin berikut ini dapat menginspirasi bagaimana usaha terbaik, arif dan bijkasana menghadapi segala bentuk unjuk kekuatan dengan aksi kekerasannya. Dikisahkan, seekor monyet sedang bertengger di pucuk pohon kelapa. Tanpa disadari keberadaannya sedang diintai oleh tiga angin besar; angin topan, angin tornado dan angin ribut. Ketiga angin itu rupanya sedang bertaruh, hendak mengadu kekuatan, siapa di antara mereka yang paling cepat bisa menjatuhkan monyet dari pohon kelapa. Angin topan langsung unjuk diri, dia bilang memerlukan waktu 45 detik untuk menjatuhkan monyet itu. Angin tornado tidak mau kalah, katanya hanya butuh waktu 30 detik, sementara angin ribut sambil tersenyum sinis berkata, ia cuma minta waktu 15 detik untuk dapat menjatuh monyet. Satu per satu dari ketiga angin itu kemudian unjuk kekuatan. Angin topan lebih dulu menunjukkan kekuatannya, dia meniup sekencang-kencangnya, wuuuussssss. Merasa ada angin besar menerpanya, si monyet langsung memegang batang pohon kelapa dengan sekuat tenaga. Waktu 45 menit yang ia janjikan ternyata tidak membuat si monyet jatuh, hingga lewat hitungan menit akhirnya angin topan menyerah. Kini giliran angin tornado melakukan hal yang sama meniup sekeras-kerasnya, wuuuussss wuuuusssss, ternyata tidak mudah juga menjatuhkan si monyet, ia pun menyerah juga. Terakhir, angin ribut mengambil ancang-ancang, meniup dengan sedahsyat-dahsyatnya, lebih kencang dan kuat dari angin sebelumnya, wwwuuuussss wwwwuuuusss wwwuussssss. Tetapi lagi-lagi tiupannya tak berarti apa-apa bagi si monyet yang justru semakin menguatkan peganganya hingga ia

tetap bertahan dengan aman di pucuk pohon kelapa. Singkat cerita, ketiga angin yang merasa sama-sama kuat dan hebat itu akhirnya menyerah dan mengaku ketangguhan daya tahan si Monyet. Tanpa dinyana, datanglah satu angin lagi, namanya angin sepoi-sepoi, dia juga mau ikut adu kekuatan untuk menjatuhkan si monyet. Tapi keinginan angin sepoi itu ditertawai tiga angin lainnya yang merasa lebih kuat meski gagal menjatuhkan monyet. Kata mereka, angin besar dan kuat seperti kita saja tidak mampu membuat monyet terjatuh, apalagi angin kecil sekelas angin sepoi, mustahil. Tanpa banyak basa-basi, angin sepoisepoi langsung meniup ubunubun si monyet, pssstttt psssst ppssssstt, ternyata dengan tiupan angin sepoi yang bergerak lembut membuat si monyet serasa dielus, terasa adem, dan membuatnya mengantuk, lalu ketiduran, hingga pegangannya lepas, dan akhirnya si monyet jatuh dari atas pohon kelapa. Kisah monyet dan angin di atas meski terkesan sederhana

PERMATA HATI

namun makna dan pesan moralnya teramat mendalam. Bahwa apa yang disebut “lemah”, atau di balik kelemahan itu, ternyata tersimpan potensi kekuatan luar biasa. Begitupun sebaliknya, apa yang dianggap sebagai sebuah kekuatan, apalagi jika kemudian ditunjukkan dengan kesombongan, justru akan menjadi pertanda awal titik kelemahannya sekaligus menjadi jalan bagi kejatuhan, keruntuhan atau kekalahannya. Dalam konteks kehidupan ini, pelajaran yang dapat dijadikan pegangan, ketika kita diberi kesusahan, dicoba dengan penderitaan, didera aneka malapetaka, hendaknya kita tetap kuat, tegar dan sabar. Begitupun tatkala mendapat kenikmatan, kesenangan, kelimpahan kekayaan dan kekuasaan, boleh jadi itu sebagai ujian yang kalau tidak bisa menerima dan mengelolanya justru akan menjadi awal kelemahan yang berujung pada kejatuhan dalam penderitaan. Lebih baik kelemahan itu dapat dijadikan sebagai sebuah kekuatan, daripada kekuatan itu yang justru semakin melemahkan.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)


Redité Wagé, 9 April 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah Jro Mangku Ketut Renita

Ngraketang Krama SEKANCAN parindikan sané kabaosang pinaka tradisi wantah parindikan sané patut kalestariang. Sakéwanten nénten akidik krama sané nami tradisi, nanging nénten katami antuk ngresepang tetuekipun, mawinan metu pikayunan nak mula kéto santukan nénten uning sapunapi kasujatian tetuek tradisi sané kamargiang. Yadiastun sujatiné samian tradisi madué tetuek soang-soang, sakadi sima Nyakan ring Lebuh. Jro Mangku Ketut Renita, Mangku Pura Kahyangan Désa ring Désa Pakraman Umejero maosang, parikrama nyakan ring lebuh wantah pangraket kahanan manyama braya sajeroning bebanjaran utamanipun ring soang-soang pakarangan. “Tetuek tradisi inucap becik pisan yadiastun parikramannyané nénten madaging antuk upakara punapa-punapi malih. Jakti, para panglingsir dumun nénten micayang indik tetuek inucap, punika kapikayunin tur kauningayang olih krama sané ngamargiang sima nyakan ring lebuh,” baos dané. Minakadi conto, baos Jro Mangku, tatkala wénten krama sané marebat sareng sinalih tunggil sandingannyané, sinah prasida kabecikang sakakidik. Duaning tatkala krama inucap nyakan ring lebuh, yéning sandinganipun nglintangin arep lebuhnyané, patut pisan krama sané nyakan macapatan sinambi nanjén simpang ring sandingan inucap. Asapunika taler ring pakarangan sané madaging antuk kalih KK utawi lebih wénten mapuikan, tatkala ngamargiang sima inucap prasida kaadungang malih. Duaning sakadi kapatutannyané, cangkem paon taler parikrama mareratengan saking KK ring sajeroning pakarangan patut madampingan utawi madérét. Nénten dados kamargiang ring lebuh sandingannyané. “Napi malih tatkala punika jagi saling idihin ajengan ring paon KK sané sampun dumunan wusan maratengan. Pamuputné rasa gedeg sané ngawinang puik prasida sayan kakirangin. Asapunika tetuek sujati saking sima puniki,” baos dané sané meneng ring Br. Umejero, Désa Adat Umejero, Busungbiu, Buléléng puniki nyantenang. (was)

Putu Witaya

Saling Tulungin PINAKA tetamian saking panglingsir, nyakan ring lebuh patut pisan kajagra kawéntenanipun antuk setata becik kamargiang. Putu Witaya, pecak Bendésa Adat Umejero saking warsa 1987 kantos warsa 2014 puniki maosang, sima inucap sampun katami taler kamargiang saking nguni. Punika mawinan tatkala kantun alit dané naenin mapikayunan yéning sima sané wantah kamargiang ring Désa Umejero taler désa panyandingnyané punika wantah sima sané kamargiang olih makasami krama Hindu Bali ring sajebag Indonesia. Ring parikrama nyakan ring lebuh inucap kramané taler saling dengokin pinaka jalaran nguningayang kahanan krama utawi pisaga. “Antuk saling uningin punika kaaptiang kramané prasida saling tulungin, utamannyané krama sané madué pikobet utawi piambeng. Punika prasida nincapang rasa manyama braya ring pakraman,” baos dané. Dané sané naenin dados angga DPRD Kabupaten Buleleng salami dasa warsa puniki malih maosang, kaselehin saking pisarat kramané mangkin ngamargiang sima puniki antuk kirang langkung wantah 60%. Yadiastun asapunika, dané nyantenang yéning kasuén-suén prasida katincapang malih. Dané taler maosang, sima inucap prasida kadadosang aset budaya wisata désa sané macihna pisan saking Désa Umejero. Minakadi tatkala wénten turis dura negara sané sampun meneng duaning meled uning ring kahanan Nyepi, sinah ipun prasida malila cita ring marginé sinambi nunas wedang ring krama sané nedeng nyakan ring lebuh tatkala Ngembak Geni. “Tiang kémanten kantos mangkin kantun ngamargiang sima inucap, boya sangkaning takut ring adat sakéwanten sangkaning tiang marasa patut nglestariang kawéntenan tradisi tetamian budaya sané adiluhung puniki,” baos dané makenyem. (was)

(72)

BPM/ist

NGEMBAK – Ring raina Ngembak Geni, krama ring wewidangan Désa Umajero makta piranti maratengan ka lebuh soang-soang. Parindikan inucap nyihnayang krama irika sedek ngamargiang sima Nyakan ring Lebuh.

Nyakan ring Lebuh

”Saling Delokin” Cihna Angayu Bagia Nyanggra Wanti Warsa Çaka MABINAYAN genah majanten mabinayan sima. Kahanan sakadi punika majanten ketah kapanggihin ring Bali. Duaning ring Jagat Bali puniki akéh pisan madaging sima sané mabina-binayan tur kamargiang ring makudangkudang rerainan. Makasami sima punika sujatiné wantah sima sané katami saking nguni tur kantun kamargiang kantos mangkin olih krama, sakadi ring raina Nyepi sané wawu lintang puniki. Tatkala nyanggra rainan inucap, majanten kapanggihin makudangkudang banjar ngamargiang sima makarya ogoh-ogoh. Sios punika, wénten taler sima sané kamargiang ring raina Ngembak Geni sané kawastanin Nyakan ring Lebuh. Sima utawi tradisi sané kamargiang ring wewidangan Désa

Umejero, Busungbiu, Buleleng puniki wantah kamargiang awarsa apisan ring raina Ngembak Api utawi Ngembak Geni, araina wusan Nyepi. Putu Witaya, krama Umejero pecak Bandésa Umejero mawit warsa 1987 kantos warsa 2014 puniki maosang, sima inucap sampun pinaka dudonan saking parikrama raina Nyepi sané kamargiang olih krama ring wewidangan Umejero taler pinaka jalaran nyepiang pakarangan soang-soang krama. Punika mawinan, awarsa apisan krama irika nénten nguripang api ring pakarangannyané kalih raina inucap, raina kapertama ri kala Nyepi taler sané kaping kalih ring raina Ngembak Geni sané kamargiang olih krama antuk maratengan ring lebuh utawi jaba saking soang-soang pakarangan

inucap. Ngeninin indik reratengan sané kakaryanin tatkala punika, nénten kawatesin. Punika wantah reratengan sané kaajeng olih kulawarganyané, minakadi nasi, ulam taler jangan napi malih toya anget sané jagi kangén makarya wedang patut taler kakaryanin ring lebuh. “Parikrama punika kakawitin saking jam 00.01 WITA, utawi risampuné kulkul cihna Ngembak Geni sampun katepak olih Prajuru Désa. Wusan punika wawu kramané ka jaba tur makta piranti taler lakar reratengan sané jagi kakaryanin,” baos dané. Malih dané maosang, sima utawi tradisi inucap taler prasida nincapang “toleransi” ring pakraman. Tatkala punika krama sané nénten gupuh makarya utamannyané para yowana jagi

BALI jakti madué makudangkudang soroh sima utawi tradisi ring soang-soang désa sané nénten kapanggih ring désa siosan. Minakadi sima nyakan ring lebuh sané ketah kamargiang ring wewidangan Désa Pakraman Umejero, Busungbiu, Buleleng. Sima sané manados cihna saking krama irika majanten kamargiang antuk parikrama sané tradisional sané nyihnayang parikrama inucap sampun kamargiang saking nguni tur kantun becik kamargiang kantos mangkin. Kasuén-suén, sayan nincapnyané kahanan teknologi ring pakraman, majanten maius ring kawéntenan sima nyakan ring lebuh puniki. Putu Witaya maosang, antuk kawéntenan panglimbak kahuripan krama sané nadosang teknologi pinaka parindikan sané mabuat pisan ring kahuripannyané, majanten ketah soroh teknologi sané kadruénang olih soang-soang krama. Sinalih

tunggilnyané, makudang-kudang soroh kendaraan utawi sepeda motor wiadin mobil sané wénten sajeroning paumahan utawi sané nglintang ring marginé. Dané nglantur maosang, antuk sayan akéhnyané kawéntenan mobil utawi motor sané nglintangin margi ageng utawi margi ring padésan, majanten ngawinang kramané marasa marma ngamargiang sima nyakan ring lebuh. “Sané ketah kapanggihin ring genah siosan, akéh krama sané nénten malih ngamargiang nyakan ring lebuh ri kala raina Ngembak Geni. Duaning ipun akéh ngamanggihin kendaraan sepeda motor utawi mobil sané nglintangin margi ring arep lebuhnyané tur ipun marasa takut jagi keni srempet,” baos dané. Pangrauh teknologi nénten setata mapikolih kaon ring sima inucap, duaning dané taler maosang yéning teknologi taler kanggén sajeroning sima nyakan ring lebuh. Yéning dumunan,

kramané jagi makarya cangkem paon nganggén bata utawi batako sané kanggén genah makarya reratengan sané jagi kauwug risampuné wusan ngamargang sima inucap. Sakéwanten ring kawéntenané mangkin, akéh sané ngawigunayang kompor utawi kompor gas pinaka cihna saking teknologi anyar. Jro Mangku Ketut Renita taler maosang, mangkin sampun ketah kawigunayang kompor gas sajeroning parikrama nyakan ring lebuh inucap. Punika satmaka cihna yéning panglimbak teknologi sampun becik kawigunayang krama nyagra kahanan miwah panglimbak tradisi ring raina Ngembak Geni punika. Katakénin parindikan sané magentos nyabran warsa ring tradisi nyakan ring lebuh, dané maosang nénten wénten sané magentos sajabaning ngawigunayang kompor gas inucap. Dané maosang, dumun sadurung wénten kompor utawi kompor

gas majanten kramané ngawigunayang paon sané kakaryanin antuk batako utawi bata. Dadosné ring makudang-kudang raina sadurung Nyepi, kramané jagi ka tegalan wiadin tengahing alas ngrereh saang sané sampun tuh tur becik kanggén mapumpun ri kala Ngembak Geni. “ Sangkaning kahanan punika, ngranjing ka tengahing alas jagi ngrereh saang sampun dados cih-

na tur panyanggra saking raina Nyepi ring wewidangan Désa Umejero puniki. Sakéwanten sané mangkin sayan ngidikang krama sané ngrereh saang, sios saking sampun sayan akéh krama sané nganggén kompor utawi kompor gas taler sangkaning kawéntenan saang ring tegal-tegal wiadin ring alasé sampun sayan ngidikang,” baos Jro Mangku Renita. (was)

“NGGIH dumadak ten wénten masalah malih. Buktiné ituni Ayu Citra sareng Aji lan Ibunné mriki, raganné tetep sayang kok. Kénten masih Madé Sudiari mangkin driki tetep sayang matimpal sareng iraga sami yadiapin éndahanga ring Budiana. Yén ten bas perlu ka Surabaya pasti Dék Budi mriki, sing kéto Dék Sudiari?” baosné Luh Suwarni alep matakén. “Iraga ajak makejang di Amlapura tengkejut, Tungurah nadak pindah, sajan-sajan marasa kélangan. Sing ada tongos melah malajah sejaba ditu. Yén yakti masalah kos iraga ajak pitu nyak mayahin biaya listrik, air, ten lebihan tekén satus tali,” raosné Sudiari sedih. “Naah, sampunang nika lantanganga asal enu inget masawitra,” baos Ngurah Jelada. “Anggon kado perpisahan kénkén yén kayang raganné pindah ka Taman Bali iraga ajak makejang ngatehang baan sepéda motor konvoi ngawal raganné berangkat?” baosné Lanang Geria lan Putu Galang.

“Yén nyak, timpalé ajak akelas masih ajakin. Pang raméan.” “Naah, ento mara madan inget matimpal, setuju,” timpalné masuryak. Jam empat soré wau usan ngrujak sambilang ngrumpi. Wénten kedék liang antuk raporné becik saha madué pacar baru, nanging Sudiari sedih raporné jeblok mimbuh masalah obat perangsang. Napi malih mangkin Ngurah Jelada sané arepanga nyidayang dados ubad kangen lan genah matakén indik paplajahan sampun budal tan pawangsit, kadi layangané pegat manglayung. Timpal-timpalné sampun makiré mapamit nguripang motorné soang-soang, nanging Madé Sudiari kantun sedih, toyan paningalanné padelengdeng nungkasang majujuk ring natahé. “Nggih malunan sampun, tiang paek jumah driki,” baosné Sudiari serak kaselek. “Nah Dék tiang malunan mulih. Tungurah, Tu Gék, Tubiang titiang pamit dumun,” baosné Luh Suwarni ngecup Gék Jeladi, ngelut ibunné. Abahné wawuh

pisan kadi biasané. Sesampuné sami budal Madé Sudiari alonalon nganampekin Ngurah Jelada sareng ibu lan rainné. “Béh Tubiang, titiang marasa sedih pisan kaonina ring Tungurah, ten wénten genah matakén. Yén kenapi-napi ten wénten sané mélanin, kadi wau niki keni obat perangsang.” “Nah tegtegang bayuné. Yén suba teguh ngaba raga, sing ada anak bani ngulgul. Iraga mawak luh anak liu maan gegodan, yén salah baan matingkah dadi luu,” baos ibunné. “Sapunika titiang mapamit dumun, Tungurah sampunang lali ngebél nggih?” “Ayooo Dék, tiang anak lakar mepes mulih. Mungpung enu paek,” baosné Ngurah Jelada saha ngatehang Madé Sudiari rauh ka pamedalé. “Pamit ... daag,” Sudiari makenyem. Ayu Jeladi sareng ibunné nyemita sendu madalem Sudiari, yadiastun raganné nénten uning sapunapi daya upayanné Sudiari sareng Budiana malasang pasan-

gan okanné Arniek-Jelada. Mungpung durung pindah, Ngurah Jelada nagingin sisan liburané antuk nulungin ajinné ring tegalé, nyoréang makeni bubu, lan wenginé latihan kasenian ring banjar. Daweg rainané jagi lunga ka Taman Bali, Gusti Madé Taman sampun nyarter mobil angdés jurusan Klungkung-Rendang asiki. Lanang Geria taler sampun ngabarang yén timpalné sané jaga ngatehang sareng kalih dasa diri, nyambil jaga malali ka Klotok. Ngurah Jelada gelis nga-SMS Arniek. “Kamu da milu ngateh, SOS ada duratmaka ngintil.” Jam kutus semeng para siswa timpalné Ngurah Jelada sampun rauh sareng pitung pasang. Amung Gedé Pandé sareng Ketut Dangin sané nénten mapasangan. Wénten sareng patpat sané nénten rauh rawing Luh Suwarni, santukan wénten karépotan ring sekolahné. Sesampuné usan ngwédang lan ngancing kuri miwah mabesen ring pisagané, Gusti Madé Taman sakulawarga mung-

gah ring mobilé raris mamargi. Kadi iring-iringan pejabat penting Gedé Pandé sareng Ketut Dangin pinaka pamucuk ring ajeng. Wau mobilné Ngurah Jelada katututin antuk pasangan truna-truniné sami ngerungang suaran motorné. Rauh ring Nongan rombongané mararian santukan mamak Tan Tjing Gwan nitip téh botol kalih dus lan sanganan adus saking pianakné Luh Suwarni ring Gusti Ngurah Jelada. “Tubiang, Tuaji Taman, Tungurah, ampurayang Luh Adé nénten ngiring. Ipun sampun lunga ka Denpasar inuni nruputé. Kanggéang niki titipanné,” aturné Mamak Tan. “Bééh, Mamak..., matur suksma ngujang koné Arniek répotrépot,” baosné Ngurah Jelada sareng ibunné nampi titipané. Samian raris malih nglanturang pamarginé mabélok kauh nuju ka jurusan Bangbang, malon-alonan ring marginé sané makélak-kélok ka Bangli wau ka Taman Bali.

medal taler saling delokin ring paon sané kakaryanin ring lebuh sinambi nunas wédang. Jro Mangku Ketut Renita, Mangku Pura Kahyangan Désa ring Désa Pakraman Umejero taler maosang, tatkala ngedas lemah akéh kapanggihin krama sané saling simpangin ka paon ring lebuh inucap jagi nunas wedang. Parikrama punika kapanggihin prasida ngraketang pasametonan ring pakraman. Katakénin indik tetuek taler dasar parikrama sima inucap, Jro Mangku masoang kantos mangkin nénten kapanggihin sastra indik punika. Sakéwanten yéning katilik suksmanipun, tetujon parikrama nyakan ring lebuh wantah nyihnayang rasa angayu bagia krama tatkala nyanggra Wanti Warsa Çaka

risampuné araina sadurungnyané utawi ring raina Nyepi, kramané sampun ngamargiang pangulengan pikayun sinambi nyiksik bulu antuk sekancan parilaksana sané sampun kamargiang awarsané lintang. Parikrama nyakan ring lebuh sané kamargiang ring raina Ngembak Geni inucap taler kasuksmayang pinaka raina saling delokin saha nunas pangampura pantara krama sané maduluran antuk nunas wédang. “Malarapan antuk kalegaan miwah angayu bagia krama inucap, nénten kapanggihin malih pikobet sané méwehin sajeroning kahuripan riwekasan. Punika mawinan prajuru taler krama ring Désa Umejero mautsaha ngajegang sima tetamian panglingsir sané adiluhung punika,” baos dané. (was)

Pangrauh ”Teknologi, Ngentosin Kawéntenan Saang

BPM/was

LEBUH– Yadiastun sampun wusan maratengan, araina punika krama durung dados maapi-api ring pakarangan. Sangkaning punika, paonnyané kantun kagenahang ring lebuh.

(Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Tetuek Raina Penampahan, Galungan, miwah Kuningan PENAMPAHAN Galungan rauh ring raina Anggara Wagé wuku Dungulan. Manut Lontar Sundarigama, ring raina penampahan samian umat Hindu ngamargiang panyomyaan majeng ring Sang Kala Tiga mangda mawali manados Kala Hita, mawit Bhuta Hita dados Dewa Hita, parindikan sané kaon mawali dados becik majalaran pamargin upacara tebasan penampahan. Kruna penampahan mawit saking kruna “nampah utawi nampeh” salanturnyané dados “nampa” sané mateges ngaturang. Mawit kruna nampa dados namya sané mateges sembah. Antuk punika, raina penampahan puniki matetuek nyomya. Wénten taler sané negesin kruna “nampah” puniki nampah/menyembelih, santukan ring raina inucap para krama nampah bawi utawi niyasa kamayusan/tamas sané kanggén aturan marupa lawar, saté utawi sané tiosan sané pacang katurang majeng Sang Kala Tiga Amangkurat. Ring raina penampahan puniki wantah raina tedunnyané Sang Kala Tiga sané marupa Sang Kala Tiga Amangkurat sané pacang ngoda i manusa sané kirang yatna. Mawinan prasida ngwetuang pikobet, biyuta sané doh pisan saking baos dharma. Santukan punika, upacara tebasan penampahan mabuat pisan mapaiketan ring raina Galungan, antuk tetujon nyomya sekancan bhuta. Wus Penampahan Galungan, ring raina Buda Kliwon wuku Dungulan kawastanin raina Galungan. Raina puniki rauh nyabran nganem bulan apisan utawi nyabran 210 raina apisan. Raina Galungan matetuek pinaka pakéling kawijayan dharma ngasorang adharma. Ring raina suci puniki, Sang Hyang Widhi pakercaya pacang tedun sajeroning prabhawain Ida pinaka Sang Hyang Siwa Mahadewa kasarengan para Dewata-dewati, miwah Dewa Pitara ngicén waranugraha majeng umat taler majeng prati sentanannyané soang-soang. Malih dasa raianné kawastanin raina Kuningan. Raina Kuningan puniki rauh ring raina Sancisara Kliwon wuku Kuningan uatwi sané ketah kawastanin Tumpek Kuningan. Kruna kuningan mawit saking kruna kuning sané mateges amertha. Satios punika, Kuningan taler kategesin pinaka kapradnyanan, mawinanan ring raina inucap samian umat nunas amerta marupa kapradnyanan majeng ring Ida Sang Hyang Widhi antuk prabhawanidané pinaka Sang Hyang Mahadewa sané kasarengin para Déwa Pitara. Antuk punika, tetuek raina Penampahan Galungna, Galungan, miwah Kuningan saling mapaiketan. Mawit raina Penampahan Galungan, para krama kauduhang mangda prasida ngeret indria ngasorang Sang Kala Tiga Amengkurat sané tedun ngoda i manusa antuk upacara tebasan penampahan. Ring raina Galungan, para krama makélingin kawijayan dharma ngasorang adharma. Salanturnyané ring raina kuningan, umat nunas amerta marupa kapradnyanan majeng ring Ida Sang Hyang Widhi antuk prabhawanidané pinaka Sang Hyang Mahadewa sané kasarengin para Déwa Pitara. Dumogi wénten pikenohnyané. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Wagé, 9 April 2017

Tradisi ri kala Galungan lan Kuningan

Nekaang Punjung, Madué Pikenoh Sekala Niskala BANTEN Punjung utawi sané ketah kabaos banten kumara makanten sederhana nanging akéh pikenohnyané. Pikenoh sané katilik saking sekala niskala. Banten punjung puniki kantun kakukuhang kantos mangkin, utamannyané katah kacingak ri kala runtutan rainan Galungan. Banten punjung puniki ketah kapolihang olih kulawarga sané madué anak alit wawu embas sadurung matuwuh nem bulan. Manut Mangku Jati, sinunggil pamangku dadia kacunduk daweg Galungan ring Désa Tubuh, Rendang, Karangasem, banten kumara utawi banten punjung makanten sederhana nanging yéning katilik saking kahuripan ring désa majanten akéh pikenohnyané. Sederhana iriki manut Jro Mangku, banten punjung wantah madaging tumpeng, pisang, woh-wohan, jaja, kacang komak, saur, rerasménan, pelas (pangi) sané kadadosang atamas.

“Banten punjung yadiastun makanten sederhana nanging akéh pikenohnyané,” tuturnyané nglanturang, banten punjung prasida ngraketang pasikian, sangkaning banten punjung prasida saling cingakin pantara banjaran yadian sané kantun pasametonan wiadin kantun pisaga ring désa. Yéning katilik saking niskala manut dané kantun mapaiketan sareng Bhatara Kumara, punika awinan banten punjung taler kaloktah pinaka banten kumara. Banten kumara punika ri kala Galungan kaastawayang ring sor pelangkiran utawi ring pasirepan anak alit sané nekang banten punjung. “Banten punjung sané kabakta olih krama désa ka umah anak alit wawu embas punika nyihnayang rasa kalascaryan atin krama majeng anak alit, salanturnyané kawédain banten punika makacihna Bhatara Kumara ngicén kasukertan miwah

karahayuan majeng anak alit inucap,” tuturnyané. Siosan punika, Jro Mangku Puja maosang indik nekang punjung, wantah média anggén nekekang pakilitan panyamabrayan pantara warga, sapisanan pinaka ucapan selamat majeng kulawarga. “Nekang punjung miwah makta punjung, sujatiné saling ngastawayang, artiné sané makta punjung ngastawayang mangda anak alit wawu embas punika prasida tumbuh dados anak suputra. Sapuniki sujatiné tetujon manusa yadnya,” dané negesang. Mangku Puja nglantur ngwewehin, punjung sané kabakta olih warga puniki salanturnyané pacang kaastawayang olih pamangku ring plangkiran utawi balé pasirepan anak alit. Indiké punika matetujon mangda Bhatara Guru miwah sané ngrupaka anak alit miwah nyama kanda sané ngempu anak alit molihang labaan. (uma)

PUNJUNG- Ri kala nekang punjung, anak alit wawu embas katunasicang mangda tumbuh becik saha dados pianak suputra sapisanan pinaka ucapan selamat majeng kulawarga.

Atur Piuning Melaspas, Ngenteg Linggih, Nubung Padagingan, Caru Wraspati Kalpa miwah Caru Rsi Gana ring Merajan Agung Kawitan Arya Sukahet MAPAIKETAN ring upacara Melaspas, Ngenteg Linggih, Nubung Padagingan, Caru Wraspati Kalpa nmiwah Caru Rsi Gana ring Merajan Agung Kawitan Arya Sukahet warsa 2017, para prawartaka karya nguningayang atur indik parikrama upacara sané kamargiang. Karya sané puncaknyané rauh ring raina Buda Kliwon Pahang, nepet ring Purnama Sasih Jyesta, 10 Mei 2017. Karya pacang kasineb ring raina Buda Paing Krulut, 17 Mei 2017 sané jagi rauh. Parindikan dudonan upacara sané kamargiang, kaunggahang sakadi ring sor puniki. Ring raina Wraspati Paing Dukut, 12 Januari 2017 sampun kamargiang upacara matur piuning ring Merajan miwah Kahyangan Tiga. Kalanturang antuk noasain ngoreng sanganan ring raina Saniscara Umanis Watugunung. Ring raina Wraspati Wagé Sungsang kamargiang parikrama nanceb wewangunan taler molongin sunari. Ring rainané bénjang, Soma Kliwon Kuningan kamargiang pula pali

makarya caru miwah ngias. Bénjangnyané ring raina Anggara Umanis Kuningan, kamargiang upacara melaspas sunari, pasucian, miwah melaspas tetaring, saha nunas Jatu utawi Sidakarya, negtegang karya miwah melaspas sanggah bilang bucu. Ring raina Saniscara Umanis Langkir kamargiang parikrama ngendek Pemangku genah nuur tirta. Raina Redité Pon Langkir kamargiang parikrama ngias palinggih miwah catur. Wusan punika ring raina Anggara Kliwon Medangsia, kamargiang nuur tirta ring Gunung Agung utawi Pasar Agung, Lempuyang, Goa Lawah, ring Besakih (Pura Tirta Suci, Penataran Agung, miwah Padharman), ring Ulun Danu, Kahyangan Tiga (Puseh, Bale Agung, miwah Dalem), ring Telaga Sari, Andakasa miwah Batukaru. Ring raina Anggara Paing Pujut, 2 Mei 2017 makarya ulam caru, nanceb penjor, miwah memben bhakti lan caru. Benjangnyané ring raina Buda Pon Pujut kamargiang melaspas palinggih, sanggar tawang, padag-

ingan, pretima taler ngresigana. Ring raina Redité Paing Pahang, kamargiang upacara masucian ka Segara Watu Klotok, nuur tirta taler mendak agung miwah ngingkup Bhatara Tirta sané kalanturang antuk mapepada wewalungan miwah makarya ulam caru ring raina Anggara Wagé Pahang. Purnamaning Jyesta ring raina Buda Kliwon Pahang, wantah pinaka puncak karya. Ring raina puniki kamargiang tawur manca kelud (sanak) lantaran caru manca, ngenteg linggih, ngebekin, pedanan, miwah pujawali antuk wewantenan matiosan. Ring raina Wraspati Umanis Pahang katurang banten mabebangkit sapisanan katuran bhakti panganyar rauh ring raina Anggara Umanis Krulut. Ring raina Buda Paing Krulut, 17 Mei 2017 kamargiang nyenuk saha Nyineb Ida Bhatara. Upacara nyegara gunung, matirta yatra miwah ngruak panyengeker sawa kamargiang ring raina Wraspati Pon Krulut, 18 Mei 2017. Wantah sakadi asapunika

atur piuning sané prasida kaunggahang. Dumogi wénten pikenohnyané saha ida dané utamannyané warih Sira Arya Wang Bang Sukahet prasida rauh pedek tangkil ngaturang bhakti napi

malih ngaturang ayah manut dudonan sakadi ring ajeng. Dumogi iraga sareng sami ngamolihang karahayuan saha karya mamargi sidha siddaning don. -0-

Satua

Tawur Tabuh Gentuh miwah Karya Ida Bhatara Turun Kabeh ring Pura Agung Besakih MAPAIKETAN ring upacara Tawur Tabuh Gentuh miwah Karya Ida Bhatara Turun Kabeh ring Pura Agung Besakih warsa 2017, para prawartaka karya Tawur Tabuh Gentuh mapaungu atur majeng ring para bhakta miwah umat Hindu sinamian, mungguing Pujawali Tawur Tabuh Gentuh lan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Icaka 1939 puniki mamargi manut sakadi dudonan sané sampun kasurat. Santukan sakadi punika, titiang bobot matur dumogi ida dané molihang galah pamargi pedek tangkil. Karya sané puncaknyané rauh ring raina Anggara Umanis Kuningan, nepet ring Purnama sasih Kadasa puniki nyejer salami 21 raina ngawit raina Anggara Umanis Kuningan rauh ring raina Anggara Paing Pujut. Upacara karya pacang kasineb ring raina Anggara Paing Pujut, 2 Mei 2017 sané jagi rauh. Parindikan dudonan upacara sané kamargiang, kaunggahang sakadi ring sor puniki. Pamargin parikrama upacara sampun kamargiang ngawit raina Redité Pon Julungwangi, 19 Maret 2017 lintang

antuk ngamargiang upacara ngaturang pamiyut, negtegang, ngunggahang sunari, pangrajeng miwah pangemit karya. Parikrama upacara malih kalanturang ring rainané mangkin, Redité Wagé Kuningan, 9 April 2017 antuk upacara melasti ka Toya Sah. Bénjang ring raina Soma Kliwon Kuningan kamargiang upacara memben miwah mapepada. Ring raina Anggara Umanis Kuningan, pinaka puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh. Mawit raina Buda Paing Kuningan, 12 April 2017 rauh ring raina Anggara Paing Pujut, 2 Mei 2017, Ida Bhatara katuran bhakti panganyar saking panitia Pura Besakih miwah bhakti saking sajebag kabupaten ring Bali. Bhakti panganyar raina kapertama kakawitin saking panitia Pura Besakih kirang langkung salami limang raina. Ring raina Soma Paing Ukir, bhakti panganyar katur saking Kabupaten Karangasem. Bénjangnyané saking Kabupatén Klungkung. Kalanturang malih bhakti saking Kabupaten Bangli, salanturnyané Kabupaten Gianyar, salanturnayné bhakti panganyar saking Kota

Dénpasar. Ring raina Saniscara Paing Langkir, Ida Bhatara malih katuran panganyar saking panitia Pura Besakih salami petang raina. Ring raina salanturnyané, ring raina Buda Umanis Medangsia, Ida Bhatara katuran bhakti panganyar saking Kabupaten Tabanan, kalanturang bénjangnyané saking Kabupatem Badung, Kabupaten Buléléng, miwah ring raina Saniscara Wagé Medangsia katuran bhakti panganyar saking Kabupaten Jembrana. Ring raina Redité Kliwon Pujut rauh ring raina Anggara Paing Pujut, Ida Bhatara katuran bhakti panganyar saking panitia Pura Besakih. Ring raina Anggara Paing Pujut, satios katuran bhakti pangayar, Ida sapisanan ngluhur masineb. Wantah sakadi asapunika atur piuning sané prasida kaunggahang. Dumogi wénten pikenohnyané saha ida dané prasida rauh pedek tangkil manut dudonan sakadi ring ajeng. Dumogi iraga sareng sami ngamolihang karahayuan saha karya mamargi siddaning don. -0-

Désa Pesiapan Olih : Madé Taro “ORAHANG nyén sujatiné ané nyemak siap Icangé? Bin cepok Icang matakon, nyén nyemak siapé mekejang?” Gusti Patih maekin rabiné, ningtingang janggut saha nyambak rambutipun sané panjang. Sadurung tangan Gusti Patih namplak, nyawis rabidané. “Mekel Gerambang Selem, Jro Patih!” “Gerambang Selem? Kénkén kenehné bani-bani nyemak siap Icangé?” “Kocap punika wantah pikayunan Ida Sang Prabu,” asapunika Jro Istri ngwanénang raga masaut. Sayan ngagengang duka tur gedeg Gede Branjingan. “Ih iba Gerambang Selem!” asapunika ipun ngelur saha ngunus keris. “Jani suba perang tanding ané dotang Cai kal bakatang Cai! Uli pidan Cai mula dot pesan ngaadang Icang uli pidadbdab parikraman jagat. Jani suba Icang kal nyautin pikenoh Cainé!” baosdané saha matilar saking jeroné. Kramané ring marginé angob ngaksiang Gusti Patih Gede Beranjingan mamarga nuju jeroné Gerambang Selem. Nénten wénten sané kayun matakén, napi malih Gusti Patih makta keris. Manggihin kahanan sakadi punika, wénten sinunggil krama sané matur ring Ida Déwa Agung. “Sugra tabik pakulun Ratu!” asapunika krama inucap matur sada ngejer. “Titiang takut wénten sané kaon jagi kapanggih.” “Apa kal aturang Cai tekén gelah?” pitakén Ida Sang Prabu. “Titiang manggihin Gusti Patih Gede Beranjingan ngunus keris nuju jeroné Gusti Patih Gerambang Selem.” Ida Sang Prabu tengkejut. Sinambi ngamecikang destarnyané, Ida makaengan. “Béh yén kéné sinah Gerambang Selem bas lebihan ngartos pangandikan gelahé.” Kairing antuk tabeng dada miwah para abdi puri, Ida gelis nuju genahné Gerambang Selem. Nanging pangrauh Ida Sang Prabu sané kasinggihang punika sampun kaon duaning ring genah inucap sampun kapanggihin kekalih wangké sané mauraban rah. Punika wantah wangké saking makekalih patih sané pinih kasayangin. Sué pisan kahanan punika kapikayunin tur kaélingin olih Ida Déwa Agung. Sangkaning siap manuk, makekalih patihidané ical. Kasuén-suén, genah kawéntenan pikobet inucap kawastanin antuk Désa Pesiapan. Sinalih tunggil désa sané genahnyané ring sisi kauh Kota Tabanan sané mangkin. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


9 Tampil

MINGGU WAGE, 9 APRIL 2017

Buruk, Lorenzo Berang HAL 12

Musim Berat Guardiola Manchester –

Musim pertama Pep Guardiola di Manchester City ternyata tak semulus musim pertamanya di Barcelona dan Bayern Munich. Guardiola mengakui bahwa musim ini menjadi pelajaran berharga baginya. Kekalahan 1-2 dari Chelsea tengah pekan lalu makin menjauhkan City dari titel Premier League. The Citizens kini tertinggal 14 poin di belakang Chelsea yang menjadi pemuncak klasemen. Dengan delapan laga tersisa, Guardiola menyebut peluang timnya untuk jadi juara sudah habis. Hasil di Stamford Bridge juga meninggalkan catatan tak menyenangkan untuk Guardiola. Kini manajer asal Spanyol itu sudah menelan enam kekalahan di liga. Sebelumnya, selama jadi manajer tak pernah Guardiola mengalami kekalahan sebanyak itu dalam satu musim di liga. Tak cuma itu, Guardiola juga untuk pertama kalinya dikalahkan oleh tim yang sama di laga kandang dan tandang. Dalam duel pertama di Etihad Stadium pada Desember lalu, City kalah 1-3 dari Chelsea. Fokus City sekarang adalah mengamankan tempat di Liga Champions musim depan. Selain itu, mereka juga masih punya laga semifinal Piala FA melawan Arsenal. Kalau pun City berhasil menjuarai Piala FA, pencapaian tersebut tak sehebat apa yang dilakukan Guardiola di Barca dan Bayern pada musim pertamanya. Di Barca Guardiola langsung meraih treble, sementara di Bayern dia mempersembahkan gelar ganda. Guardiola memaklumi kalau publik punya ekspektasi yang sangat besar kepadanya. Manajer asal Spanyol itu pun yakin dirinya akan lebih baik lagi pada musim depan. “Saya akan lebih baik, pastinya.

Musim ini adalah pelajaran untuk saya. Wajar ketika anda sudah menjalani tujuh, delapan, atau sembilan tahun sebagai manajer, lalu anda melewati satu musim dimana anda tidak sesukses sebelumnya. Itu bisa terjadi. Anda belajar soal itu,” ujar Guardiola, Sabtu (8/4) kemarin. “Saya tidak pernah membayangkan di Barcelona, Bayern, atau ketika saya tiba di sini saya akan benar-benar tahu segalanya. Saya berusaha untuk sebanyak mungkin beradaptasi. Saya melakukannya dan saya pikir kami akan jadi lebih baik,” imbuhnya. “Saya merasa kami sekarang sudah lebih baik, jadi ini musim yang makin menarik bagi saya sebagai seorang manajer untuk berkembang dan menangani situasi semacam ini. Saya tak mengeluh, saya tak menyerah,” tegasnya. Menurutnya, ada beberapa masalah di klub yang gagal dia benahi. “Yang saya sesali pada diri saya adalah mengetahui bahwa masalah kami ada di dalam kotak penalti dan saya tak bisa memecahkannya. Saya mengetahui hal itu di laga perdana Liga Champions menghadapi Steaua Bucharest. Kami menang 6-0, harusnya 12-0 pada pertandingan itu. Kami melewatkan dua penalti dan sejumlah peluang lainnya,” sambungnya. Selain lini depan, Guardiola juga mengeluhkan lini belakang Manchester City. Dimana lawan-lawan mereka bisa dengan mudah menjebol gawang The Citizens. “Setelah itu, kami mengalami ma-

salah di lini belakang. Mereka (lawan yang dihadapi sepanjang musim ini) melakukan dua atau tiga tembakan dan mereka bisa mencetak dua gol. Kami harus bekerja keras dan lebih baik lagi untuk meminimalisir masalah seperti ini,” ujarnya. Pep berencana melakukan perombakan tim secara besar-besaran pada musim panas mendatang. Diperkirakan 18 pemain menghadapi masa depan yang tidak pasti di Manchester City. Selain itu, Pep Guardiola memiliki 150 juta poundsterling untuk dibelanjakan dengan target beberapa pemain, seperti kiper Benfica Ederson, dua pemain bertahan Tottenham yaitu Kyle Walker dan Danny Rose, pemain bertahan atlethic Bilbao Aymeric Laporte dan penyerang Arsenal Alexis Sanchez. Espnfc melaporkan tujuh pemain yaitu Yaya Toure, Gael Clichy, Pablo Zabaleta, Willy Caballero, Jesus Navas, Bacary Sagna dan Tosin Adarabioyo, berada di akhir masa kontraknya dan mungkin tidak akan ditawarkan kontrak baru. Sementara lima pemain lainnya yaitu Joe Hart, Eliaquim Mangala, Samir Nasri, Wilfried Bony dan Jason Denayer yang dipinjamkan ke klub lain memiliki kemungkinan tidak akan diperpanjang kontraknya. Sergio Aguero, Vincent Kompany, Aleksandar Kolarov, Fabian Delph, Fernando dan Kelechi Iheanacho melengkapi daftar pemain yang mungkin masih ada kesempatan atau tidak ada untuk bermain di Manchester City. Musim ini memang menjadi musim yang berat bagi Guardiola. (kmb33/rtr/ap)

SULIT - Pelatih Josep Guardiola mengalami masa yang sulit di musim pertamnya di Liga Inggris. Manchester City kini hampir dipastikan gagal merebut gelar juara dan hanya mampu berharap meraih gelar Piala FA.

Warisan Guardiola Kurang Menyerang

Sergio Aguero

BPM/rtr

City Harus Pertahankan Aguero Manchester – Sergio Aguero kini mendapatkan pesaing di lini depan Manchester City. Kendati demikian, The Citizens disarankan tak melepas pemain asal Argentina itu. Aguero memang masih tampil tajam bersama City musim ini. Sejauh musim ini berjalan, dia sudah mencetak sebanyak 25 gol di semua ajang. Kedatangan Gabriel Jesus yang membuat peran Aguero di lini depan City berkurang. Sejak kedatangan striker Brasil itu, Aguero menjadi penghangat bangku cadangan City. Gabriel Jesus memperkenalkan diri dengan mencetak tiga gol dan dua assist, hingga menjadi pilihan pertama Josep Guardiola. Nasib sial lantas menimpa Gabriel Jesus usai mendapatkan bekapan cedera patah tulang metatarsal. Aguero kembali menjadi tumpuan di lini depan. Aguero mencetak gol penting di laga melawan Liverpool. Dia menjadi penyelamat untuk City saat memetik hasil imbang 1-1. Pentingnya peran Aguero itu disadari oleh eks pemain depan City, Rosler. Dia pun mendesak Aguero tak dibiarkan hengkang “Saya tak akan pernah mau kehilangan dia, saya fans berat Aguero,” kata Rosler, Sabtu (8/4) kemarin. “Saat anda mempunyai seseorang seperti dia dalam skuat anda dan anda ingin membidik gelar juara di setiap level, anda tak bisa membiarkan seseorang seperti dia pergi.” Di klub seperti Manchester City, tak ada pemain yang pasti bermain di setiap pertandingan. Anda harus kompetitif dengan semua pemain depan. Harus ada rotasi, terutama saat anda melihat kecepatan permainan yang ada dimainkan oleh Manchester City saat ini,” imbuhnya. Aguero sempat mengalami masa-masa sulit pada musim ini. Pemain berusia 28 tahun itu gagal mencetak gol dalam enam pertandingan berturut-turut. Meski masa sulit tersebut belum berlalu, jika Gabriel pulih dari cedera, Aguero tetap berniat bertahan di Manchester City. Ia akan bertemu petinggi klub untuk membahas kontrak baru pada akhir musim ini. Kontrak lamanya bakal habis pada 2019. (kmb33/ap)

Munich – Carlo Ancelotti mengaku terkesan dan bersyukur dengan warisan yang ditinggalkan Pep Guardiola di skuat Bayern Munchen. Kendati begitu, ada beberapa hal yang menurutnya masih kurang. Tahun ini The Bavarian bertekad merengkuh gelar Liga Champions setelah dalam dua tahun terakhir kandas di semifinal. Don Carlo sesumbar bisa mewujudkan mimpi Munchen yang telah lama merindukan trofi Si Kuping Besar, karena skuat yang ada dinilainya sudah mumpuni. “Saat pertama kali saya datang ke Bayern Munich, klub ini sudah melakukan banyak hal penting dan mereka terus melakukannya. Apa yang Pep Guardiola lakukan di sini sangat lah penting. Saya beruntung mendapatkan warisan dengan pondasi kuat darinya,” kata Ancelotti, Sabtu (8/4) kemarin.

Kendati demikian, Don Carlo merasa ada yang kurang. Ia mengatakan sudah berupaya mempertahankan aspek-aspek bagus di skuat yang ditinggalkan, tapi merubahnya lebih menyerang. “Tiap pelatih kepala memiliki filosofinya sendirisendiri. Saya ingin mempertahankan aspek-aspek positif di skuat ini. Ada yang kurang, tetap saja dan saya ingin mengubahnya menjadi lebih menyerang, tapi tetap penguasaan bola di kedepankan. Penguasaan bola yang kami lakuan sudah sangat baik, tapi saya mau mempertajamnya dengan serangan efektif,” tambahnya lagi. Ancelotti juga berbagi pengalamannya menjadi pelatih sukses selama ini. Pria asal Italia itu mengaku keinginannya untuk berkembang menjadi kunci keberhasilannya. Ancelotti merupakan salah satu terbaik dunia. Dia mampu

meraih gelar di lima kompetisi top Eropa, yakni Italia, Jerman, Prancis, Inggris dan Spanyol. “Saya sempat khawatir saat pergi dari Italia tahun 2009. Tetapi akhirnya motivasi saya untuk belajar bahasa, budaya, tradisi dan pemain baru membuat saya nyaman tinggal dimanapun,” kata Ancelotti. “Untuk sekarang saya sangat senang tinggal di Muenchen. Kota ini sangat tenang dan menghargai privasi, jadi rasanya damai,” ujarnya menambahkan. Sebelum pindah ke Muenchen, Ancelotti sempat vakum selama setahun. Ia menghabiskan waktunya di kota kelahiran istrinya, Vancouver. “Saya pikir saat itu tepat untuk beristirahat setelah 20 tahun berkarier. Namun saya tetap menyaksikan pertandingan selama cuti setahun,” tutupnya. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

Carlo Ancelotti

David Silva

BPM/rtr

Guardiola Puji Silva

Manchester – Manajer Manchester City Josep Guardiola memberikan pujian kepada gelandang David Silva yang menurutnya punya kualitas yang luar biasa. Silva bergabung dengan City pada tahun 2010, setelah ditransfer dari Valencia. Pemain Spanyol itu akan membuat 300 penampilan untuk klub, apabila diturunkan saat berhadapan dengan Hull City. Silva dianggap oleh pendukung City sebagai salah satu pemain terbaik klub. Meskipun begitu, Silva tidak mendapat pengakuan yang cukup besar dari otoritas sepak bola Inggris. Silva pernah terpilih dalam Premier League Team of the Season hanya sekali pada 2011-2012 dan tidak pernah memenangkan penghargaan Player of the Year. Hal itu membuat Guardiola cukup heran. “Jadi dia fantastis, fantastis. Menakjubkan, fantastis,” kata Guardiola di situs resmi klub, Sabtu (8/4) kemarin. “Saya tahu dia tidak pernah dinominasikan sebagai salah satu dari tiga pemain terbaik di liga di sini dan hanya dinominasikan sekali untuk pemain terbaik bulanan. Saya sedikit terkejut dengan hal itu, karena dia seorang pemain yang luar biasa. Anda tidak bisa membayangkan betapa bagusnya dia. Dia pemain top, saya senang menikmati dirinya sebagai seorang manajer,” imbuhnya. Durasi kerja David Silva di Manchester City akan berakhir pada 30 Juni 2019. Namun, hingga saat ini pemain 31 tahun tersebut belum mendapatkan kontrak baru dari manajemen klub. Situasi ini memunculkan spekulasi jika Manchester City akan melepas David Silva dalam waktu dekat. Akan tetapi, rumor ini langsung mendapat sanggahan dari Guardiola. “Itu semua bergantung kepada David Silva (soal kontrak baru). Kita tidak perlu mempertanyakan kualitasnya. Kami juga tidak boleh meragukan soal sikap profesional dan ambisi David Silva di atas lapangan,” kata Pep Guardiola. Enam gelar mampu dipersembahkan David Silva sepanjang kariernya di Manchester City, antara lain dua trofi Premier League, dua Piala Liga Inggris, satu Piala FA dan satu Community Shield. (kmb33/rtr)


OLAHRAGA

10

Minggu Wage, 9 April 2017

Sunderland Vs MU

Menghindari Hasil Imbang London – Manchester United bertekad untuk mengakhiri rentetan hasil yang kurang maksimal beberapa pekan terakhir. Untuk itu mereka akan mengincar kemenangan saat bertandang ke markas Sunderland, malam nanti. Belakangan ini Manchester United kembali meraih rentetan hasil yang kurang maksimal. Mereka menelan dua hasil imbang beruntun di kandang saat berhadapan dengan West Bromwich Albion dan Everton. Dua hasil seri tersebut membawa dampak yang besar, dimana Manchester United kembali turun ke peringkat ke enam klasemen sementara EPL. Demi menjaga kans mereka lolos ke Liga Champions, maka mereka sudah tidak boleh kehilangan poin di sisa tujuh pertandingan EPL yang akan datang. Meraih dua hasil seri beruntun, Manchester United akan mengincar kemenangan saat menyambangi Stadium of Lights. Tim tuan rumah Sunderland yang ditangani oleh eks arsitek MU, David Moyes ini tengah menderita di dasar klasemen EPL di mana mereka berjarak delapan poin dengan zona aman degradasi. Arsitek Setan Merah Jose Mourinho menali striker yang dimilikinya kurang memiliki naluri pembunuh. Hal ini membuat gol sangat sulit dicetak oleh MU. Ia lantas membandingkan pemainnya dengan bomber Bayer Leverkusen, Javier “Chicharito” Hernandez. “Kami memiliki pemain bagus, mereka pemain kreatif, mereka dapat menciptakan peluang, tetapi mereka bukan tipe pria yang secara alami pembunuh,” kata Mourinho, Sabtu (8/4) kemarin.

“Saya memberikan contoh sederhana, dalam cara kami bermain di Old Trafford, cara kami mendominasi lawan, dengan cara kami bermain di dalam kotak penalti, saya pikir Chicharito akan mudah mencetak 20 gol,” ucapnya. Sejauh ini MU memang kurang produktif. Di antara tujuh tim peringkat atas, mereka hanya mencetak 43 gol dalam 29 pertandingan. Jumlah itu 10 lebih sedikit dari Everton. Dan minimnya gol MU tak lepas dari kurang tajamnya bomber mereka. Sejauh ini hanya Zlatan Ibrahimovic yang terlihat tajam. Ibra sudah mengemas 27 gol di semua kompetisi, 16 di antaranya ia lesakkan di Premier League. Namun, pemain lainnya jauh di belakang Ibra. Pencetak gol terbaik berikutnya Juan Mata United hanya mampu melesakkan 10 gol di semua kompetisi. Sementara penyerang MU lainnya; Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Henrikh Mkhitaryan hanya mencetak tujuh gol. Bahkan sang kapten Wayne Rooney hanya mampu mempersembahkan lima gol. Makanya, jelang melakukan perjalanan ke Sunderland, Mourinho mengatakan ia membutuhkan striker pemburu seperti Hernandez yang mencetak 59 gol di semua kompetisi selama enam musim di MU. Secara umum Manchester United memiliki rekor yang cukup bagus saat menghadapi Sunderland. Pada

Nice Mario Balotelli jadi pahlawan kemenangan timnya, OGC Nice saat menjamu Lille di Allianz Riviera, Sabtu (8/4) dini hari kemarin. Pada laga tersebut, Balotelli mencetak dua gol untuk kemenangan Nice 2-1. Kontribusinya pada laga pekan ke-32 Liga Prancis ini sangat istimewa. Hal itu karena dua gol Balotelli lahir setelah timnya sempat tertinggal lebih dulu. Alhasil, atas kemenangan tersebut Nice terus menempel pemilik puncak klasemen, AS Monaco. Saat ini Nice duduk di peringkat kedua dengan 70 angka, terpaut satu dari AS Mo naco. Penempatan posisi dan sentuhan akhir yang tajam jadi senjata utama Balotelli pada laga kontra Lille. Pelatih Nice Lucien Favren pun bangga sekaligus puas dengan penampilan bomber asal Italia itu. “Gol pertama lahir dari serangan balik yang sangat baik dan saya yakin kiper lawan kaget dengan penyelesaian akhir yang dilakukan Balotelli,”

kata Favre usai laga. Favre mengatakan, meski pernah melalui periode buruk dengan jarang mencetak gol dan malah sering dikartu merah, Balotelli tidak pernah turun mentalnya. Malah menurut Favre, mantan pemain Liverpool itu selalu berlatih serius untuk meningkatkan kualitas permainan. Balotelli sudah menyumbang 13 gol dan turut berkontribusi besar terhadap usaha Nice mengejar trofi juara liga sejak terakhir merasakannya 1959 silam. “Balotelli sangat penting untuk tim ini, saya yakin dia akan terus berkembang dan memberikan hal positif untuk kami,” kata Favre. keberhasilan Balotelli mencetak gol di laga tandang dalam kompetisi liga adalah yang pertama kali sejak 563 hari silam. Terakhir kali pesepak bola bengal itu membobol gawang Udinese di Stadion F r i u l i bulan September musim 2015/2016, atau hampir dua tahun lalu. (kmb33/ap)

pertemuan pertama kedua tim musim ini, Setan Merah sukses membabat The Black Cats dengan skor 3-1. Namun kunjungan terakhir MU ke Stadium of Lights tidak berjalan mulus, dimana mereka kalah dengan skor tipis pada bulan Februari tahun 2016 yang lalu. Kekalahan itu membuat Setan Merah sudah tiga tahun terakhir belum pernah menang di markas Sunderland, sehingga mereka perlu bekerja keras agar bisa membawa pulang poin penuh dari Stadium of Lights tersebut. Mourinho tidak bisa menurunkan skuat terbaiknya jelang laga ini. Tercatat Chris Smalling, Phil Jones dan Juan Mata harus absen pada laga ini karena mengalami cedera. Kondisi Wayne Rooney dan Ashley Young juga diragukan untuk turun pada laga ini karena mengalami cedera minor. Mourinho sendiri kemungkinan akan menurunkan skema 4-2-3-1 pada laga ini, dengan Zlatan Ibrahimovic sebagai ujung tombaknya pada laga ini. Ibra nanti akan dibantu oleh pergerakan Anthony Martial, Henrikh Mkhitaryan dan Jesse Lingard di sektor gelandang serang. Nama Daley Blind kemungkinan akan kembali menjadi starter di pos bek kiri, sementara Antonio Valencia yang diistirahatkan pada tengah pekan kemarin kemungkinan akan kembali menjadi starter pada laga ini. Menjamu mantan timnya, David Moyes dikabarkan

tengah dipusingkan dengan banyaknya pemainnya yang cedera. Tercatat nama-nama seperti Paddy McNair, Duncan Watmore, Jan Kirchoff dan Steven Pienaar dipastikan absen pada laga ini karena cedera. Adnan Januzaj juga tidak bisa diturunkan pada laga ini karena kesepakatan peminjaman sang pemain. Moyes sendiri diprediksi akan menurunkan skema 4-3-3 pada laga ini dengan mengandalkan Jermain Defoe sebagai ujung tombaknya pada laga ini. Defoe akan dibantu oleh Victor Anichebe dan Fabio Borini di lini serang The Black Cats. Di lini pertahanan, Moyes akan kembali menduetkan Jason Denayer dan Lamine Kone untuk mengawal kiper muda Jordan Pickford sebagai palang pintu terakhir mereka. Sang manajer berniat mengejutkan Manchester United. Sunderland memiliki rekor buruk melawan United, dengan mereka kalah 22 kali melawan rivalnya tersebut di Liga Primer. Namun mereka akan berusaha untuk membidik tiga angka di Stadium of Light demi keluar dari dasar klasemen. Moyes mengatakan: “Yang harus kami lakukan adalah menang melawan Manchester United atau melawan Arsenal atau Chelsea di sisa pertandingan kami. Jadi kami sekarang harus memenangkan salah satu pertandingan tersebut,” ujarnya, dikutip dari laman resmi klub. Apakah optimisme Moyes itu akan menjadi kenyataan? Patut disaksikan laga nanti untuk menemukan jawabanya. (kmb33/ap/rtr)

Balotelli Menangkan Nice

BPM/rtr

ANDALAN - Striker Zlatan Ibrahimovic akan menjadi andalan lini depan Manchester United saat menghadapi Sunderland malam nanti.

Performa Neymar Paling Oke

Mario Balotelli

BPM/rtr

Modifikasi Nomor Punggung untuk Iklan Rio de Janeiro – Klub divisi empat Brasil Fluminense de Feira

memunculkan ide kreatif untuk mendongkrak pendapatan dengan menjadikan

nomor punggung pemain sebagai tempat iklan. Dengan pemasukkan yang terbilang

UNIK - Nomor punggung unik Fernando Sobral.

BPM/rtr

minim untuk kompetisi rendah di Brasil, maka sejumlah terobosan yang dipandang bisa meningkatkan pendapatan sangat diperlukan. Dan Fluminense de Feira ini mungkin menjadi pionir atas gagasan mereka menjadikan nomor punggung pemain sebagai tempat beriklan, dengan mereka melakukan sejumlah modifikasi. Tidak lagi bernomor 10, penyerang Fernando Sobral kini m eng ena ka n a ngka 10,98 di punggungnya, yang merupakan harga dari sebuah pizza dalam mata uang Brasil, Real. Ada pula pemain nomor punggung 5 yang diubah sedemikian adanya untuk mengiklankan harga sampo. Terobosan tersebut dimunculkan pertama kali pada tengah pekan lalu, namun itu tidak berpengaruh banyak terhadap performa mereka di lapangan. Di pertandingan melawan klub lokal Vitoria de Bahia, Sabtu (8/4) kemarin Fluminense de Feira menelan kekalahan telak 6-0. (kmb33/rtr)

Sao Paulo – Kalau pemilihan pemain terbaik dunia dilakukan saat ini, maka Neymar diklaim paling pantas mendapatkannya. Penampilannya paling oke dalam empat bulan terakhir. Demikian pernyataan yang dilontarkan pelatih Timnas Brasil, Tite. Tite mengemukakan beberapa fakta atas pernyataannya itu, yang semuanya terkait dengan kontribusi besar sang pemain bersama negaranya dan ketika memperkuat Barcelona. Neymar jadi sosok penting

dalam kisah epik Barcelona membalikkan ketinggalan atas Paris Saint Germain. Dia menjadi nyawa Blaugrana saat meraih kemenangan 6-1 di Camp Nou. Hasil laga itu membalikkan kekalahan 0-4 Barca saat main di Paris. Setelah itu Neymar juga bermain apik dalam seragam Brasil, yang pada akhirnya meloloskan negara tersebut ke putaran final Piala Dunia 2018. Brasil adalah negara pertama yang lolos ke Rusia 2018, selain tuan rumah tentunya. “Sepanjang 2017, pemain

Neymar

terbaik adalah Neymar,” ujar Tite, Sabtu (8/4) kemarin. Tite tak menyangkal kalau dalam 10 tahun terakhir status pemain terbaik cuma milik dua pemain saja, yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Namun di empat bulan pertama 2017, Neymar di atas mereka berdua. Di Timnas Brasil, Tite juga mempercayakan Neymar sebagai kapten. Peran itu disebutnya cocok dan dijalani dengan bagus oleh Neymar. “Saya katakan padanya kalau saya ingin dia nyaman dengan peran itu,” tutup Tite. (kmb33/ap)

BPM/rtr


GELANGGANG

Minggu Wage, 9 April 2017

11

Tim Davis Indonesia Unggul Sementara Atas Kuwait

Solo (Bali Post)-

Tim Piala Davis Indonesia untuk sementara unggul atas Kuwait skor 2-1 dalam babak play off grup II Zona Asia/Oceania 2017 di Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Jateng, Sabtu (8/4) kemarin.

BPM/ant

GANDA PUTRA - Petenis ganda putra Indonesia Christopher Rungkat (kiri) dan Sunu Wahyu Trijati (kanan) berusaha mengembalikan bola ke arah ganda putra Kuwait Muhammad Ghareeb dan Abdullah Maqdes pada pertandingan Piala Davis Grup II Zona Asia/Oceania di lapangan Tenis Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (8/4) kemarin. Ganda putra Indonesia menang atas ganda putra Kuwait dengan skor 7-6 (tie break 7-5), 6-4, 6-3.

Senam Dicoret

Denpasar Layangkan Surat Protes

Denpasar (Bali Post)Sebagai tim juara umum cabor senam di ajang Porprov yang mendulang empat emas dari total enam emas yang diperebutkan, Denpasar tak terima cabor senam dicoret pada hajatan multievent dua tahunan antar-kabupaten dan kota se-Bali di Gianyar, 17-23 September nanti. Pasalnya, cabor senam dipertandingkan pada berbagai hajatan multievent mulai PON, SEA Games, Asian Games, sampai Olimpiade. Karena itu, Wakil Ketua Umum II KONI Kota Denpasar Nyoman Mardika bakal melayangkan surat protes secara resmi ke KONI Bali. Dia menilai pelaksanaan Porprov XIII sebagai langkah kemunduran. ‘’Cabor senam sudah resmi dipertandingkan sampai pada Porprov Bali XII di Buleleng 2015 silam, mengapa justru dicoret?,’’ tanya Mardika. Kalau maju jujur, acuan Porprov adalah PON sampai hajatan multievent yang tertinggi lainnya. Jika alasan baru terbentuknya Pengkab Persani Gianyar atau tidak ada sarana tentu tak bisa diterima. ‘’Padahal saat penentuan Gianyar tuan rumah Porprov yang dihadiri seluruh KONI se-Bali, Gianyar siap mempertandingkan seluruh cabor di Porprov Bali XII di Buleleng,’’ kata dia. Selain itu, Mardika juga tak setuju jika penentuan cabor Porprov merupakan hak mutlak atau prerogatif tuan rumah. ‘’Saat pelaksanaan Porprov Bali XI di Denpasar 2013, kami tak punya kolam renang, namun tetap mempertandingkan cabor renang. Seandainya kami memanfaatkan hak prerogatif tuan rumah, tentu kami mencoret cabor renang dan otomatis Kontingen tuan rumah Denpasar juara umum Porprov,’’ papar Mardika. Terhadap keluhan Denpasar, Ketua Umum KONI Gianyar Ketut Jagrasunu mengomentari, pihaknya tak memiliki insan senam yang mempunyai kapabilitas dalam melaksanakan pertandingan cabor senam. ‘’Alasan lainya, Pengkab Persani baru terbentuk dan Gianyar tak memiliki pesenam,’’ kilah Jagrasunu. Taekwondo Sementara untuk cabor taekwondo, Denpasar tetap menerjunkan taekwondoin di ajang Porprov. Pasalnya, atlet unggulan Denpasar yang hengkang tetap tak bisa membela kabupaten yang dituju. Alasannya, pihak KONI Denpasar sejauh ini belum menerbitkan surat mutasi. Di samping itu, KONI Bali juga sepakat atlet yang turun di Porprov sesuai dengan Kartu Tanda Atlet (KTA) yang dikeluarkan KONI Bali, atlet bersangkutan mengusung daerah mana. ‘’Kami sudah berkonsultasi dengan KONI Bali dan menyatakan Denpasar bisa menurunkan taekwondoin lapis pertama atau lapis kedua yang prestasinya menanjak, asalkan atlet bersangkutan KTA-nya membela Denpasar, ’’ tuturnya. (022)

BPM/dok

DICORET-Cabor senam dicoret pada Porprov Bali XIII di Gianyar, 17-23 September nanti. Pencoretan cabor yang menjadi andalan Denpasar, membuat KONI Kota Denpasar melayangkan surat protes kepada KONI Bali, agar senam dipertandingkan kembali.

Wapres JK Utamakan Cabor Andalan di AG

Jakarta (Bali Post)Wakil Presiden Jusuf Kalla akan tetap mengutamakan cabang olahraga yang menjadi andalan perolehan medali untuk Indonesia dapat diusulkan kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) pada ajang Asian Games (AG). “Ya kami punya benchmarking supaya jangan berlebihan dan tidak kekurangan, maksudnya mana cabang olahraga yang kurang terkenal dan mana yang Indonesia berpotensi mendapat medali,” kata Wapres di Griya Agung Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (8/4) kemarin. Menurut JK, yang menjabat sebagai Ketua Pengarah Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 benchmark atau acuan untuk mengusulkan pilihan cabang olahraga kepada OCA, selain yang diwajibkan dalam pertandingan Olimpiade. “Jadi yang tidak terlalu terkenal dan tidak bisa dapat emas akan digantikan setelah konsultasi dengan OCA,” kata dia.Ketua Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) Erick Thohir mengatakan, OCA telah mengetahui cabang olahraga yang akan diselenggarakan Indonesia pada Agustus 2018 berjumlah 36 cabang. Meskipun demikian, Erick menambahkan bahwa OCA belum meresmikan jumlah cabang olahraga dalam Asian Games 2018 yang semula 42 menjadi 36 cabang olahraga. “Seperti yang dikatakan Pak Wapres, kami masih harus konsultasi dengan OCA dan perlu tinjauan mereka,” kata dia. (ant)

Keunggulan Tim Davis Indonesia atas Kuwait, diperoleh dari nomor ganda pasangan Christopher Rungkat/ Sunu Wahyu Trijati. Pasangan itu berhasil mengalahkan pasangan Kuwait Abdullah Maqdes/Mohammad Ghareeb dengan skor 3-0 atau 7-6 (5), 6-4 dan 6-3. Tim Davis Indonesia sebelumnya akan menurunkan pasangan Sunu Wahyu Trijati/ Aditya Hari Sasongko. Akan tetapi, saat pertandingan akan dimulai diganti pasangan Christopher/Sunu untuk bisa merebut poin tuan rumah yang sebelumnya kedudukan

1-1. Kapten Tim Davis Indonesia Andrian Raturandang mengatakan, pilihan menurunkan Christopher/Sunu sangat tepat, karena ternyata mampu mengalahkan petenis nomor satu dan dua Kuwait, yakni Abdullah Maqdes/Mohammad Ghareeb. Pertandingan antara pasangan Davis Indonesia melawan Kuwait pada set pertama berjalan ketat. Keduanya dalam pengumpulan game saling kejar-mengejar hingga kedudukan imbang 6-6 dan dilakukan tie break. Pasangan Indonesia akh-

irnya menang 7-6 (5). Memasuki set kedua, Christopher/Sunu bermain konstan. Mereka mendapat perlawanan dari ganda Kuwait. Pasangan lawan memiliki pukulan, baik forehand maupun backhand cukup keras dan sering sulit dikembalikan dengan sempurna oleh pasangan Indonesia. Namun, pasangan Indonesia yang bermain taktis dan mendapat dukungan penonton akhirnya mampu mengambil set kedua dengan 6-4. Pasangan Christopher/ Sunu pada set ketiga bermain cukup lepas, dengan

penempatan bola sering sulit dikembalikan pasangan Kuwait. Bahkan Christopher/Sunu dapat menguasai pertandingan dengan penempatan bola-bola di pojok belakang, tempat lawan, sehingga Indonesia mampu menyelesaikan set ketiga dengan 6-3 dan kedudukan menjadi 2-1. “Saya bermain enjoy dan lepas, sehingga saya bersama Sunu yakin bisa mengambil ganda untuk Davis Indonesia,” kata Christipher. Ia mengaku dalam waktu dekat akan tur ke Wimbledon, sehingga bermain tenang agar tidak mengalami cedera. “Namun saya bersama Sunu berhasil menyumbang poin untuk Davis Indonesia,” katanya.

Kapten Tim Davis Indonesia Andrian Raturandang mengatakan, pilihan menurunkan pasangan Christipher/ Sunu tepat untuk membuka peluang Davis Indonesia memenangi partai itu. “Christopher pemain berp eng a la m a n y a ng d a p a t menguasai permainan bersama Sunu. Keduanya bermain hebat untuk bangsa ini,” katanya. Sementara itu, pertandingan tunggal antara Anthony Susanto melawan Mohammad Ghareeb (Kuwait) pada Minggu (9/4) ini, menentukan Davis Indonesia lolos dari degradasi. Pertandingan dilanjutkan tunggal kedua Christopher yang menghadapi Abdullah Maqdes. (ant)

PSMS Siap Redam Arema Medan (Bali Post)Skuad PSMS Medan membidik kemenangan atas tamunya, Arema dalam laga uji coba kedua tim yang akan digelar di Stadion Teladan Medan, Minggu (9/4) ini. Manajer PSMS Januari Siregar di Medan, Sabtu (8/4) kemarin mengatakan skuad PSMS sudah siap mewujudkan tekad untuk bisa mengalahkan Arema, yang merupakan juara Piala Presiden 2017. “Kami bertekad bisa mengimbangi Arema. Meskipun Arema banyak dihuni pemain-pemain bintang, tetapi anak-anak tidak gentar dengan nama besar lawan,”

katanya. Meskipun enggan mengomentari strategi yang akan diterapkan menghadapi Arema, dia secara tegas menjelaskan timnya akan menampilkan permainan ciri khas, yakni bermain keras namun tetap mengedepankan sportivitas. “Keras namun sportif, itu yang akan kami mainkan. Kami tentunya ingin menang sebagai upaya menjaga kepercayaan publik Medan kepada tim kita,” katanya. Sementara Kapten PSMS Legimin Raharjo mengatakan, ia dan kawan-kawan sudah siap mental untuk menampil-

kan permainan cantik menghadapi lawannya, Tim Singo Edan. Sementara untuk mematahkan permainan penyerang Arema Gonzales, ia mengatakan mereka tidak melakukan pengawasan khusus, karena menurut dia dengan permainan kolektif yang akan diterapkan cukup untuk meredam agresifitas semua pemain lawan. “Kami akan bermain lepas. Kami tahu Arema adalah tim bagus, tetapi kami juga sudah siap meladeni mereka. Kami akan buktikan, kami juga mampu mengimbangi mereka,” katanya. (ant)

BPM/ant

UJI COBA - Tim Arema Malang bakal melakoni uji coba melawan tim tuan rumah PSM Medan, di Stadion Teladan, Medan, Minggu (9/4) ini.

PP Hanya Akui Pengprov IMI Seniweca

Nyoman Seniweca

Denpasar (Bali Post)Pengurus Pusat (PP) Ikatan Motor Indonesia (IMI) hanya mengakui Pengprov IMI Bali yang dinahkodai Nyoman Seniweca. Alasannya, dalam pelaksanaan muprov IMI dihadiri unsur PP IMI termasuk ketua umum sebelumnya melaporkan segala pertanggungjawabannya, selama kepemimpinannya. Delegasi PP IMI yang hadir dalam musprov IMI di auditorium Werdhapura, Sanur, Sabtu (8/4) kemarin

yakni Ketua Badan Pengawas (BP) PP IMI Boy H. Joedo dan Sekretaris Bidang Organisasi Nasrul Fuad. Boy menjelaskan, PP IMI hanya mengakui Pengprov IMI yang diketuai Seniweca. ‘’Surat imbauan PP IMI tertanggal 3 April, tentang penjadwalan kembali pelaksanaan musprov, tetapi kalau bisa dihelat 8 April, ya silakan digelar,’’ ujar Boy. Ia lalu mempertanyakan, apakah pelaksanaan musprov IMI Bali di KONI Bali pada Sabtu (5/3) lalu, di-

hadiri utusan PP IMI, serta ketua umum sebelumnya apakah melaporkan seluruh pertanggungjawaban selama memimpin induk organisasi otomotif ini. ‘’Pesan kami, yang penting seluruh anggota klub otomotif di Bali ini bisa ditampung. Kami di PP IMI tak punya klub,’’ ujarnya. Sementara Nyoman Seniweca menyebutkan, program jangka pendek dirinya akan berkonsolidasi terhadap klub-klub otomotif di Bali. (022)

Tim Voli Putri Pertamina Tundukkan Popsivo

Solo (Bali Post)Tim putri bola voli Jakarta Pertamina Energi memantapkan posisi setelah mengalahkan Jakarta PGN Popsivo Polwan dengan skor 3-1 pada pertandingan babak empat besar Proliga 2017 di Gedung Olahraga Sritex Arena Solo, Sabtu (8/4) kemarin. Tim Putri Pertamina Energi pada pertandingan hari sebelumnya unggul melawan Gresik Petrokimia dengan skor 3-0 dan pada hari kedua melawan Popsivo juga kembali meraih sukses dengan skor 3-1 (25-19, 27-29, 25-17 dan 25-16). Pertandingan Pertamina melawan Popsivo disaksikan sekitar 2.000 penonton. Pertandingan berjalan menarik, kedua tim juga mendapatkan dukungan dari suporternya yang memadati GOR Sritex Arena Solo. Pada set pertama Pertamina yang menurunkan Tri Retno Mutiara, Agustin

Wulandari, Asih Titi, Nandita Ayu Salsabila dan dua pemain asingnya, Anna Stepaniuk (Ukraina) dan Regan Hood Scott (Amerika Serikat). Merek bermain solid menghadapi Popsivo. Melalui pertandingan yang ketat pada set pertama, Tri Retno Wulandari dan kawankawan akhirnya mampu menyelesaikan dengan 25-19 untuk Pertamina. Memasuki set kedua, Pertamina mendapat perlawanan ketat dari Popsivo. Tim Polwan itu dengan mengandalkan pemain asingnya, Jessica Walker dan Gina Mabru memiliki smes-smes tajam. Pada set kedua Pertamina sempat menyamakan kedudukan 24-24 melawan Popsivo, tetapi Tri Retno Mutiara dan kawan-kawan mengakui keunggulan lawan dengan skor 27-29. Memasuki set ketiga, Pertamina mengubah strategi dengan menekan Popsivo me-

lalui servis-servis keras yang sering dikembalikan kurang sempurna, sehingga kesempatan itu mampu dimanfaatkan untuk menambah poin. Pertamina akhirnya mampu menyelesaikan set ketiga dengan 25-17. Pertamina yang bermain konsisten di set keempat atau penentuan akhirnya mampu menyelesaikan dengan 25-16, setelah servis pemain Popsivo dinyatakan keluar oleh wasit. Kedudukan menjadi 3-1. Pertamina Energi sudah dua kali meraih kemenangan dan masih menyisakan satu kali pertandingan lagi di Solo melawan Jakarta Elektrik PLN, di GOR Sritex, Minggu (9/4) ini. Pelatih Jakarta Pertamina Energi Risco Herlambang mengatakan, timnya pada set kedua sempat kecolongan meski hanya kalah selisih angka 27-29. Namun timnya bisa bangkit dan memenangkan set ketiga dan keempat. (ant)

BPM/ant

BLOK - Pebola voli putri Jakarta Pertamina Energi Asih Titi Pangestuti (kiri) dan Legisya (kanan) berusaha memblokade smes pebola voli putri Gresik Petrokimia Veronica Angeloni, pada pertandingan Final Four Putaran Pertama Proliga 2017, di Gor Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Jumat (7/4) lalu.

BPM/022

DITEKAN — Benteng pertahanan tim Porprov Badung ditekan lawannya PS Badung dalam uji coba di Lapangan Samudra, Kuta, Badung, Sabtu (8/4) kemarin, PS Badung hanya unggul 2-1 melawan tim Porprov Badung.

PS Badung Menang Tipis Atas Porprov

Mangupura (Bali Post)Tim PS Badung yang akan menyiapkan diri melawat ke Jawa, berhasil menang tipis atas tim Porprov Badung dengan skor 2-1 (0-0) dalam latih-tanding di Lapangan Samudra, Kuta, Badung, Sabtu (8/4) kemarin. Gol pembuka kemenangan PS Badung hasil bidikan Wayan Gede Bayu Yusa di menit ke-67 yang menjebol gawang Porprov yang dikawal Dwiki. Selang tiga menit Porprov Badung mampu menyamakan kedudukan lewat gocekan Gede Mahesa yang menggetarkan jala Febri. Gol penentu kemenangan PS Badung diciptakan Rio pada menit ke-77, menuntaskan bola muntah dari dekapan kiper Dwiki yang kurang lengket. Sampai wasit Wayan Artana meniup peluit panjang, skor akhir PS Badung tetap unggul tipis 2-1. PS Badung menurunkan pemain seperti Wayan Agus Cair Ekaputra, Stelawan, Putu Adi, Umam, Aziz, Ahwani, Rian Egi, Wahyu Nugroho Aji. Sedangkan di kubu Porprov Badung pemain yang diturunkan seperti Yusuf, Alit Juniawan, serta Jessen. Usai laga pelatih PS Ba-

dung Syahrial Effendy menyatakan kerja sama antarlini mulai kelihatan. ‘’Minimal kami sudah mengetahui kerangka tim,’’ tuturnya. Syahrial mengakui dirinya juga bisa membaca kualitas skill-ball individu tiap pemain. Hanya dirinya tidak berani mencoret sekarang. ‘’Kami akan mendepak pemain pascabertandang ke Jawa,’’ ucapnya sembari menambahkan timnya masih memerlukan penyerang dan play-maker. Pada bagian lain, pelatih Porprov Badung Nyoman Oka Triana mengakui sebenarnya dirinya ingin asuhannya mendapat tekanan keras dari lawan yang levelnya di atas Porprov. ‘’Kenyataannya, anak-anak mampu menghalau serangan atau berkelit dari serangan,’’ kata dia. Yang membanggakan, justru asuhannya mampu membobol sebiji gol ke gawang lawan. Ia menilai pasokan bola dari lini tengah ke depan kurang lancar, ditambah penyelesaian akhir yang kurang tajam. ‘’kami akan membenahi suplai bola dari gelandang kepada penyerang, serta mengasah finishing,’’ ungkap Oka Triana. (022)


LAGA

12

Minggu Wage, 9 April 2017

Hamilton Start Terdepan di Shanghai

Shanghai – pembalap Mercedes Lewis Hamilton akan memulai start Grand Prix F1 Tiongkok dari posisi terdepan setelah mencatat waktu tercepat dalam kualifikasi, Sabtu (8/4) kemarin. Sebastian Vettel akan start di posisi kedua bersama Ferrari-nya, terpaut 0,186 detik lebih lambat dari waktu Hamilton dengan pebalap Mercedes asal Inggris Valtteri Bottas di posisi ketiga. Waktu Hamilton satu menit 31,678 detik adalah waktu tercepat yang dicatat di sirkuit Shanghai. Para driver praktis cuma menjalani sekali sesi free practice dengan lancar, setelah dua sesi sebelumnya sempat terganggu cuaca buruk. Di kualifikasi, Vettel sempat memimpin jalannya sesi di Q1. Namun di Q2 Kimi Raikkonen jadi yang tercepat. Sementara duo Mercedes, Hamilton dan Valtteri Bottas berada di urutan ketiga dan keempat. Tapi di Q3 Hamilton

mengambil alih dengan melesat di awal. Dia mengasapi Vettel dengan keunggulan 0,1 detik. Hingga akhirnya Q3 berakhir, posisi Hamilton belum tergoyahkan. Ia mencatat waktu 1 menit 33,333 detik, unggul 0,186 detik dari Vettel di posisi dua. Bottas menguntit di peringkat dengan waktu 0,187 detik. Bagi Hamilton, ini adalah pole keenam berturutnya jika ditambah dengan empat balapan akhir musim lalu. Ia tinggal butuh dua pole lagi untuk menyamai prestasi idolanya, Ayrton Senna. Raikkonen melorot ke posisi empat, kalah dari Bottas yang akhirnya merebut posisi start tiga. Urutan empat ditempati Daniel Ricciardo (Red Bull) dan berturut-turut diikuti Felipe Massa (Williams). Nico Hulkenberg (Renault), Sergio Peres (Force India), Daniil Kvyat (Toro Rosso) dan Lance Stroll (Williams) menggenapi posisi 10 besar. (kmb33/rtr)

Susunan Start Grand Prix Tiongkok: 1. Lewis Hamilton (Inggris) Mercedes 2. Sebastian Vettel (Jerman) Ferrari 3. Valtteri Bottas (Finlandia) Mercedes 4. Kimi Raikkonen (Finlandia) Ferrari 5. Daniel Ricciardo (Australia) Red Bull - TAG Heuer 6. Felipe Massa (Brazil) Williams-Mercedes 7. Nico Huelkenberg (Jerman) Renault 8. Sergio Perez (Meksiko) Force India - Mercedes 9. Daniil Kvyat (Rusia) Toro Rosso - Renault 10. Lance Stroll (Kanada) Williams-Mercedes

Tampil Buruk, Lorenzo Berang Termas de Rio Hondo – Pembalap Ducati Corse, Jorge Lorenzo menyalahkan perencanaan ban Michelin yang dilakukan timnya saat latihan bebas MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Lorenzo menutup hari pertama MotoGP Argentina dengan catatan watku 1 menit 40,599 detik.

Lewis Hamilton

BPM/rtr

Petronas Tetap Sponsori Mercedes Sepang – Meskipun Malaysia memutuskan untuk tidak lagi menjadi tuan rumah ajang balap F1 mulai musim 2018 nanti, namun perusahaan minyak milik negeri Jiran Malaysia, Petronas, memastikan akan tetap menjadi sponsor utama di ajang balap F1. Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, memastikan bahwa sponsor F1 dari Malaysia yakni Petronas akan terus mensponsori Mercedes meskipun Malaysia tak lagi menjadi tuan rumah ajang balap F1. “Kabinet telah memutuskan untuk menghentikan kontrak menjadi tuan rumah GP F1 mulai 2018 menyusul kerugian yang terus dialami sebagai penyelenggara,” demikian pernyataan tertulis Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Sabtu (8/4) kemarin. Malaysia memang telah dicoret dari kalender balap F1 tahun 2018. Tingginya biaya yang harus dikucurkan tidak sebanding dengan pemasukkan dari penjualan tiket ditenggarai sebagai penyebab mundurnya Negeri Jiran tersebut.

Saat akhir tahun 2016 lalu, masa depan Sirkuit Sepang memang sudah sempat diragukan. Pihak penyelenggara menandatangani kontrak selama tiga tahun (2015- 2018), namun dengan adanya informasi ini, otomatis tidak ada lagi F1 di Malaysia pada 2018 mendatang. Sean Bratches, Direktur Komersial F1 menjelaskan bahwa keputusan keluarnya Malaysia dari anggota keluarga F1 cukup menyedihkan. “Setelah hampir dua dekade, fans F1 dari Malaysia telah membuktikan diri mereka sebagai salah satu kelompok fans yang paling bersemangat di dunia. Saya ucapkan banyak terima kasih atas keramahan dan profesionalisme selama bertahun-tahun,” ucap Sean. Sebagai pengganti, Jerman akan kembali merapatkan diri jadi negara penyelenggara F1 pada 2018 mendatang. Gelaran F1 Malaysia sendiri akan dihelat untuk terakhir kalinya pada 29 September hingga 1 Oktober mendatang. (kmb33/ap)

BPM/rtr

SPONSOR - Tulisan Petronas yang terdapat pada mobil Mercedes milik Lewis Hamilton.

BPM/ap

Jorge Lorenzo

L or enzo m enj el as k an, sebenarnya dia ingin menggunakan ban depan medium untuk menjalani FP2, tapi tim malah memberikan ban soft. Itulah yang menyebabkan X-Fuera bekerja keras mencatatkan waktu terbaik “Kami membuat kesalahan pada perencanaan ban Michelin. Kami menggunakan ban yang lebih lembut, padahal kondisi trek tidak baik untuk ban itu. Saya tidak tahu alasan tim, yang saya tahu kami punya ban medium,” keluh Lorenzo, Sabtu (8/4) kemarin. “Kami tidak mengerti mengapa bagian depan sangat sulit, tapi kemudian setelah latihan selesai saya menyadari bahwa kami telah membuat kesalahan,” ungkap juara dunia MotoGP tiga kali ini. Kendati dihadapkan dengan situasi yang kurang menguntungkan, Lorenzo mencoba untuk tetap berpikir positif. Dia menyatakan, balapan seri kedua

MotoGP berlangsung dalam kondisi kering, maka ia akan berusaha untuk mendapatkan podium. “Jika balapan dalam kondisi kering, saya pikir kami dapat membuat balapan yang baik. Mari kita lihat bagaimana performa kami di lintasan kering. Saya optimistis, karena saya menemukan beberapa perasaan yang baik pada motor,” katanya. U ntuk race di sirkuit Termas de Rio Hondo sendiri, Lorenzo optimistis bisa memberikan penampilan terbaik, meskipun sirkuit di Argentina ini bukan trek favoritnya. Namun jika dicermati, sirkuit ini memiliki jalur lurus yang panjang dan menguntungkan Tim Ducati yang dikenal sebagai jawara trek lurus. “Sirkuit ini memiliki jalur lurus yang panjang, dimana kami bisa mengambil keuntungan dari situ. Motor kami pun memiliki sejarah yang baik di sirkuit ini. Sirkuit ini bukan trek favorit saya, tapi

saya datang ke sini dengan kepercayaan diri yang tinggi dibenak saya dan kami mencoba untuk menjadi lebih cepat dari sebelumnya,” kata Lorenzo. Salah satu pejabat tim Ducati Corse, Cristian Gabarrini, menyampaikan target Jorge Lorenzo di MotoGP 2017. Ia mengatakan, Lorenzo saat ini hanya dibebankan untuk bisa tampil baik bersama Ducati di musim ini. Pertimbangan tersebut diambil mengingat adaptasi Lorenzo bersama Ducati Desmosedici saat ini belum menunjukkan hasil yang baik. Apalagi di balapan perdana, Lorenzo cuma finis di posisi ke-11. “Targetnya adalah untuk melakukan progres untuk bisa menjaga jarak tampil terdepan,” terang Gabarrini. Bahkan Gabarrini tak tanggung-tanggung memberikan target yang dirasa cukup realistisnya baginya. Posisi enam besar adalah

beban yang harus diraih Lorenzo di MotoGP musim ini. “Jadi saya pikir enam besar adalah tempat yang

layak,” imbuhnya. Patut ditunggu kiprah sang pembalap di race Argentina nanti. (kmb33/rtr)

Data dan Fakta

nEvent di Sirkuit Termas de Rio Hondo tahun ini merupakan event Grand Prix ke-14 yang digelar di Argentina. nArgentina mulai menggelar Grand Prix pada 1961 dan digelar di Buenos Aires; itu pertama kalinya balapan berlangsung di luar Eropa. Tidak semua pembalap top hadir, dan balap kelas 500cc dimenangi oleh Jorge Kissling (Matchless) yang mengalahkan Juan Carlos Salatino (Norton). nIni tahun keempat MotoGP Argentina digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Semua 10 Grand Prix terakhir di Argentina digelar di Buenos Aires, terakhir kali adalah pada 1999. nTiga pembalap dari Argentina telah memenangi Grand Prix; Sebastian Porto (tujuh kali di kelas 250cc), Benedicto Caldarella dan Jorge Kissling, yang keduanya mengoleksi satu kemenangan di kelas 500cc. nPembalap Argentina terakhir yang memenangi Grand Prix di kelas 250cc adalah Porto, ketika mengalahkan Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo di Assen 2005. nSatu-satunya pembalap musim 2017 yang pernah balapan di Buenos Aires adalah Valentino Rossi (Movistar Yamaha MotoGP), yang memenangi kelas 250cc pada 1998 dan finis ketiga pada 1999. nMarc Marquez (Repsol Honda Team) telah dua kali memenangi MotoGP Argentina dari pole position – pada 2014 dan 2016. Ia juga start dari pole position pada 2015, tapi terjatuh ketika bertarung dengan Rossi.

Rose Tidak Memikirkan Masalah Uang

ITU yang dikatakan point guard New York Knicks dan mantan KIA MVP itu kepada wartawan. “Tak pernah berpikir soal uang. Saya menyimpan uang yang lebih dari cukup. Jika saya berhenti bermain basket sekarang, saya akan baik-baik saja,” kata Rose, Sabtu (8/4) kemarin. Saya ingin menang. Saya ingin bahagia dan merasa damai dengan diri saya sendiri dimana pun saya berada.

Tetapi di meja perundingan, anda tak pernah tahu. Anda tak akan bernegosiasi dengan orang-orang dimana uang adalah nomor satu. Saya ingin menang,” imbuhnya. Jika menang adalah prioritas, itu akan menjadi hal yang sulit buat Rose di New York. Dia melihat namanya beberapa kali dikaitkan dengan pertukaran pemain dan ketidakpastian di Knicks saat ini bisa membuat musim

panas ini menjadi waktu yang menarik. Tapi Rose menegaskan, menjaga semua pilihan tetap terbuka. “Ini pertama kalinya saya akan menjadi pemain bebas. Saya tak tahu bagaimana proses yang terjadi,” tambah Derrick Rose. “Setelah musim ini, saya, agen saya, saudara saya, keluarga harus membicarakan ini. Tentu saya ingin berada di sini, berada di lingkungan ini, berada di New

York. Tapi sekali lagi, saya harus benar-benar membicarakannya dengan agen dan saudara saya,” katanya lagi. Mantan pemain Bulls itu sendiri kini harus menepi akibat cedera lutut. Rose sudah menjalani operasi lutut. Pebasket eksplosif itu diperkirakan harus jalani pemulihan sebulan penuh. Rose menderita cedera lutut di kaki kirinya. Cedera tersebut memang cedera kambuhan

yang ia dapatkan saat masih berkostum Chicago Bulls. Bahkan bukan kali ini saja Rose bergelut dengan operasi lutut kirinya. Ia sudah beberapa kali menjalin operasi pada kedua lututnya. Dilansir dari laman resmi NBA, Rose menjalani operasi di Chicago yang dipimpin dr. Brian Cole bersama dengan tim medis Knicks. Rose akan beristirahat setidaknya tiga sampai enam pekan. (kmb33/rtr)


Sastra

Redité Wagé, 9 April 2017

I Kaki Dengkil

Sang Wijayasastra 1

LINGGIH Ida Sang Amangkurat, Sang Angawarat, wiadin sané mangkin baosanga présidén, gubernur, bupati, tur walikota ring sanunggil wawengkon sinah pateh. Linggihé punika karaksa majalaran antuk karuruh. Minab ruruha antuk makudang-kudang wargi, raris silih sinunggil warginé kasungkemin ngadeg ratu. Naler minab karuruh antuk payudan. I Kaki Dengkil ngamanahang indik pabuaté wénten sané kasudi dados Sang Angawarat, Amangkurat, tur biséka sané lianan. Sapisanpisan, kasengguh Tedung Jagat. “Ngudiang apang ada ané kéto? Tusing ada ané madan kéto, puputné nu ja nyidaang urip? Apa sé gunané? Apa buin buka janiné? Pikamkam anaké ngrebutin kuasané ento liunan ulian ada ané aliha? Abedik pesan rasané anaké demen ngalih kuasa kamula seken makeneh nyukertaang jagat!” Asapunika I Kaki Dengkil ngili-ngili manahné sambilanga uyuk-uyuk tengah wenginé puniki. I Kaki Dengkil waluya nénten mrasidayang nambakin manahné wantah sampun wénten sané manahanga. Napi malih sané manahanga punika kenjekan katah kawicarayang ring marginé, ring jaba, puri, griya, tur paumahan. Sakadi sané mangkin katah kawicarayang jagi wénten pamalihan jagi rauh. Kocap jagi mamalih Sang Angawarat sané yukti patut kasungkemin mangda nyukertaang Jagat Baliné sekancan-kancan. “Kanti ngutang-ngutang gaé tuah ngawicarayang pikamkamé ento sabilang wai? Nyén lakar kasungkemin, ané gobané pongah juari selem denges ento? Ané cara bhuta cakil cerik pukel mileh-mileh ngaku suba sandang kapalih? Ané buka kedi ngaku-aku ksatrya wangsa maha agung ento? To buin dadua, ané abesik aéngan tekén préman sayaga majaguran! Ané buin abesik masemu éwér, ngéwérin warginé sujatiné ia tusing lebihan tekén prajurit menyit! Tegarang to selehin! Nikén lakar gugu prasida nyéngcéngang jagaté? Nikénan lakar bakat gugu prasida nyukertaang jagat? To buin abesik, cara anak cerik tusing masekolah asané, pragat mengkeb lamun ada kapelihan!” I Kaki Dengkil ngamukmuk sakadi punika, sujatiné Ipun kenjekan ngupet wargi Tepisiringé sané sareng-sareng mapi tatas pikamkam jagaté mangkin nibénin pamalihan gubernuré jagi rauh. Nénten uning, sapunapi pidabdabé ngawinang renget basang I Kaki Dengkilé wantah ngawicaraang indik gubernur, bupati, walikota, tur danéswarané sinamian. Kocap sampun makudang-kudang warsa mamargi saking rihin nénten pisan rasaanga pakibeh jagaté kamargiang antuk pakardi Angawaraté punika. Gentosné lacur, jeg lacur makasami wargi Tepisiringé. Gentosné nénten prasida nunas, jeg nénten prasida. Napi malih ri kala masané panes rauh, toya jagi inem nénten wénten, napi malih jagi anggén mandusang ubuhan. Kija kocap tedung jagaté ri tepengané asapunika? Damuh wenginé sané mangkin sampun tedun. Sayan gesit rasaanga awakné antuk I Kaki Dengkil. Nanging Ipun kantun ijek mamarna, sujatiné wénten utawi nénten Sang Angawaraté punika nénten wénten warginé sané sujati ngrasaang. Minab santukan gumi genah I Kaki Dengkié urip puniki kalintang linggah? Ngawinang Sang Angawaraté nénten prasida nyuryanin? Nénten prasida micayang paneduh jagat? Kenjekan ngamanahang linggih Sang Angawaraté punika, sagét nadak I Kaki Dengkil éling ring baos sastrané sané nyengguhang indik wijayasastrané. Kocap manut panampéné, mangda sapusira ugi sané kasudi dados Sang Angawarat sujatiné wijayasastra. “Kénkén anaké madan wijayasastra? Sujatiné liu pesan wilangané. Da ja liu-liu, abesik dogén apang resepanga! Ento ané pagehanga apang sawai-wai matingkah melah. Ané madan melah masé liu pesan wewilangané. Tusing ja sawaiwai ngedumang sembako ané madan matingkah melah. Tusing ja ngedumang bedah rumah. Ané madan matingkah melahé ento, utamanya masolah alep, tuturé melah dingehang kuping. Jabat ritatkala mituturin warginé di jaba tur ritatkala ngwicaraang pawilangan kasukertaan jagaté sekancan-kancan kasarengin antuk danéswarané sinamian. “Kénkén né jani. Yén kéto, Sang Wijayasastra kamula pantes solahné nyunyur manis. Kéto masé sujatiné Sang Angawarat utawi Sang Amangkurat tabuhé apang saja nedungin jagat! Pamekas, Sang Angawarat utawi Sang Amangkuraté ento kasengguh maparagayan Sang Wijayasastra!” Asapunika I Kaki Dengkil nepasin, silih sinunggil pikamkamé maparagayan Sang Wijayasastra! “Ento awanan, tusing dogén siapé makelus, Sang Angawaraté masé ada ulesné. Yén suba ulésné kakéto, ngudiang gugu ngadeg ratu? Kuala da nyen ulap tekéning kelus, ané kelusné melah tusing karuan masé papak gugu! Bagus-bagus, kedi nyanan? To lakar gugu? Cara kelus kuluké, yén bungutné lanying, tusing sandang ubuh, sawiréh kuluké ané bungutné lanying tan paguna, galak tur kereng ngongkong! Kuala ada masé kaketékan lénan, yén suba kaketékané guna, sinah waluya bungutné lanying masé maguna!” Kénkén I Kaki Dengkil, mamalih Sang Angawarat patehanga sareng kaketékan asu. “Wira, Dharma, Guna, Ketek, Kiul!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon muput ngemit wenginé puniki.

(Jelantik)

Luh Apsari IDK Raka Kusuma MARASA mara ngawitin magaé, apang sing kasambat sombong, Nengah Asmaranata nyuakaang déwék. Pangawit ia ngojog guru luh ané negak pinih kauh. Ia ngadén, déwékné lakar tampina melah-melah. Pelih ia ngadén. Guru luh ané ojoga, magadébras bangun. Nampokang limané ané nagih nyalamin. Suud nlektekang tan pakijapan. Suud nyorogang méja. Suud mantigang buku. Ngambros magedi. Sing ja Nengah Asmaranata dogén makesiab, guru-guruné ané lénan masi. Lantas, ia ningeh raos kaclepehang selagenti. “Ngudiang tumbén Luh Apsari kakéto? “Apa ya ngranaang?” “Biasané, sing taén ia kakéto.” “Kenapa ya Luh Apsari?” “Sing ada ujan sing ada angin jag ngambros.” “Soléh. Biasané tekén nyén ia soméh.”

“Da da ....” “Ngudiang dedariné ané polos nadaksara cara anak sing sida naanang sakit ati?” “Makelo matimpal, mara jani ia kéto.” “Ngraksa gelem tensi tinggi miribang ia?” “Tur ngentah nadaksara?” Aget ada sinalih tunggil guruné ngedeng limané. Yén sing kéto nu ia kaleeng-leeng. Teked di sisi, guruné ento nakonin déwékné. “Kudiang Bapak, Luh Apsari mara?” “Nundikin tiang déréng. Kaling polih ngudiang-ngudiang.” “Kenapa ia? Dadi tumbén jani kéto?” Tau tekén déwék kagedegin, Nengah Asmaranata sing nyak kacunduk ajak Luh Apsari. Nuju mangaso, yén Luh Apsari ada di kantor guru, ia makiles ka perpustakaan. Saniscara dugasé ento, Apsari sing masuk ngajahin. Di

13

kantor guru, Nengah Asmaranata ningeh timpal-timpalné nuturang Luh Apsari. Apang sing kasangsayain ngoping, ia nyaruang maca koran. “Luh Apsari, kuat gati balu.” “Aa. Kudang anak muani kadén suba ampiganga, sing anak muani ané éntéwéré.” “Men, anak muani kénkén?” “Dadi camat, dadi kapolsék.” “Buin?” “Dadi kepala kantor, sudagar sugih.” “Guru ada nagih nemenin?” “Guru? Sing ada bani.” “Dadi kéto?” “Luh Apsari sugih magledag. Pangawi kasub. Jegégné tan kadi. Guru, dija ada sugih. Dija ada dadi pangawi.” “Yén upamiang ada guru bani nemenin?” “Mara kenyemina suba lélor.” Mabriagan guru-guruné ané nutur kedék. Nengah Asmaranata, sing bani milu kedék. Nyeh yén kadana ningehang saking silib. Nengah Asmaranata ngadén tuturé lakar suud wiréh majadengan limang menit makeloné. Pelih ia ngadén, tuturé buin kalanturang. “Taén tiang mancingin Luh Apsari aji patakon.” “Patakon kénkén?” “Dadi sing tampi tresnan anaké muani ané nemenin?” “Kénkén ia masaut?” “Yén matimpal ia nyak. Yén mademenan sing nyak.” “Yén makurenan?” “Kaling makurenan.” “Dadi kéto?” “Miribang ia trauma tekén somahné ané palasa.” “Trauma kénkén?” “Miribang sesai cakcaka.” “Sing ada unduk kéto. Lad kurenané Luh Apsari timpal tiangé akelas dugasé SMA. Polosné cara yéh. Sing taén pesu raos.” Nyaruang bengong, Nengah Asmaranata ngraos di keneh. Ibu Luh Apsari balu. Sakéwala balu sing ulian palas somah. Balu ulian malas somah. Aidupan, tumbén jani nawang anak luh malas anak muani.” Nanging, ada ané sing manut. Ajak anak muani matimpal nyak. Nemenin sing nyak. Yén sing nyak mademenan, matimpal nyak, ngudiang i déwék sing nyak ajaka matimpal? Lénan tekén sing ajaka matimpal, gedegina. Apa i déwék ada malaksana pelih tekén ragané? Dugas masuakané, iraga ngomong suba ngasab gati. Awaké ngeed.

nembangang rasa bagia. Wiréh lakar tatas ia nawang. Nawang, apa ané makada Luh Apsari sing nyak matimpal ajak déwékné sapisanan ngedegin. Wiréh unduk ané nepén déwékné, ané sing suud-suud ngulekang patakon di kenehné sing buin meratin rasaanga. Wiréh, sing buin nyantol di atinné ané ngranaang dadi ingetan satondén ia ngidemang paningalan di duur pasaréané. Ngantiang Luh Apsari di taman kota, Nengah Asmaranata maca koran ané belina di toko Rahayu. Sing gatra ané bacana. Cerpén mabasa Bali ané bacana. Cerpén ané nyaritaang guru luh ngelah somah demen tekén anak muani. Pangawit, ia sing nawang somahné kakéto. Ia nawang ulian ada ngorahin. Ané ngorahin, keponakané ané bancih. Dugas orahina, guruné luh totonan tusing ngugu. Di subané ajaka ka umahné Gedé Darmika ia ngugu sapisanan makesiab. Ané ngranaang makesiab, raosné Gedé Darmika. “Tiang gegélané. Somah Ibuké uli kari truna magegélan ajak tiang. Satondén adunganga ajak Ibuké tekén mémé bapanné, kaping tiang ia ngraos: Kapin suba dadi gelah anak lén, tresnané tetep langgeng kanti kawekas.” Di jumah, dugasé guruné luh ento ngorahang palas, somahné garjita sarwi nyambat: “Raosé ené uli makelo suba antiang. Énggalin palas tiang.” Wiréh ada nundikin tunduné, Nengah Asmaranata suud maca. Anaké ané nundikin nyerahang amplop tekén déwékné. Ngorahang amplopé ento titipan uli Luh Apsari. Sépanan ngorahang suksma, anaké ané nundikin gegéson matindakan. Amplopé uéka. Isinné pesuanga. Isinné potrékan misi tulisan dibadingané. Tulisané bacana. “Becikang nyingakin potrékan lad somah tiange niki. Sampun kanten, wacén cerpén mabasa Bali sané kawedar ring Dwipa Pos-é mangkin. Cerpéné nika tiang sané ngawi. Pastikaang pisan, Bapak uning napi sané ngawinang tiang ten nyak matimpal ngajak Bapak. Napi taler ngranaang tiang gedeg kapining Bapak.” Satondén malihin potrékan lad somahné Luh Apsari, ujané buka téngkobang uli langité. Kabarengin baan tatit ngwetuang kerug sanget kabinawa. Baan sangetné kanti magejeran guminé. Becat pesan palaibné Nengah Asmaranata matilar uli taman kota. -0-

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Brahmana Brahman

Pangumbaran

Olih : I K. Satria, S.Ag SALANTURNYANÉ pamargi ngruruh kasujatiané punika pacang kapolihang sangkaning nganggén sekancaning sané mulia, miwah wénten sané nganggén sarana sané wantah anista. Wénten sané setata ngaptiang pikolih ring sekancaning karya, wénten taler sané setata makarya antuk nénten minehin malih sekancaning pikolihné. Wénten sané maosang sekancaning sané kapolihang sangkaning mautsaha molihang kawéntenané punika, taler wénten sané maosang sami pacang kapolihang sangkaning tapa miwah brata. Wénten sané maosang samian puniki pacang kapolihang sangkaning kaweruhan. Sané tiosan maosang sami pacang kapolihang manut sakadi pituduh Hyang Embang. Para janané setata maosang sakadi asapuniki, “Wantah niki sané pinaka pamargi mautama, sané tiosan wantah nénten patut!” Sang sané sampun ngamargiang pamargi sané asiki puniki, pacang maosang pamarginé punika sané pinih patut, sané tiosan nénten patut. Pikayunan-pikayunané puniki pacang ngawinang kapetengané mawali tur nénten pacang ngwetuang kautaman ring jagaté. Kawikanan miwah éling ring padéwékan sujatiné medal saking Panca Maha Bhuta. Panca Maha Bhuta sané kawéntenannyané kadagingin antuk apah, teja, bayu, pertiwi miwah akasa. Malarapan pangrangsuk Panca Indriané ngawinang sané maurip ring jagaté. Sujatiné Panca Maha Bhuta sané sida ngwetuang Panca Tan Matra sané ngawinang sarwa mauripé nénten uning ring padéwékan saha nglaliang napi sané wénten ring angga sarirané. Punika mawinan mauripé sané éling ri kala sampun rauh Kala Mrtyuné ngawinang Panca Maha Bhutané pacang mawali, wantah rumasa jejeh miwah nénten prasida nglémpasang kahuripané puniki. Yadiastun kabaosang sang maraga wicaksana wantah sakadi punika kawéntenannyané sané nénten pisan prasida kawaliang. Sakemaon yéning sampun titah, nika wantah sané patut margiang, sané ngawinang Kala Mrtyuné ngamet patiné. Minab nika sané ngawianng mauripé mawali nuju genah sané tiosan utawi padem setata sedih tur ngamedalang toya panon pinaka cihna kasungsutanidané. Ri kala mamargi paleburan Panca Maha Bhutané, pacang mamargi taler panguwahan daging Panca Maha Bhutané dados wentuk sané pinih alus, dados mawali sakadi sané ngawinang kawéntenan Panca Maha Bhutané punika. Paleburané punika wantah mamargi dabdab, pateh sakadi pamargin panrestiané. Punika mawinan pamargin punarbhawané mamargi sakadi Rta sané sampun mamargi, nénten pisan naenin lémpas turmaning setata nuju kapatutan. Ring pamarginé punika wantah kautaman sané prasida pacang ngincepang pamargin punarbhawanané punika. Sang maraga wicaksana sané prasida ngincepang punika wantah sané kabaosang luih duaning prasida kantun éling ring padéwékan ring kahuripan sadurungnyané. Yéning imbayang kahuripané puniki wantah mamargi sangkaning kapetengan. Kapetengané sané ngawinang sarwa mauriée kabaosang awidya. Puniki medal sangkaning pangraksan

Yén padaang, aéngan tekén parekan matur kapining paraméswari. Yén keneh-kenehang, marasa té caran iragané maekin biasa-biasa dogén. Paliaté sing paliat buang. Kenyemé sing kenyem maciri nemenin. Lamun kéto, apa ya ngranaang Ibu Luh Apsari sing nyak ngajak i déwék matimpal? Nadaksara ada lengkara sambung sinambung di kenehné: “Lakar tut uli silib, dija ya Ibu Luh Apsari nongos. Yén suba tawang lakar tekain. Lakar sesed takonin. Apa ané makada Ibu Luh Apsari sing nyak ngajak i déwék matimpal maimbuh gedegina.” Lengkara ané sambungsinambung inucap kagentinin buin tekén lengkara lénan. “Yén tekain kema, aa yén tampina. Di lacuré, Ibu Luh Apsari mageluran ngorahang maling, sing buungan awaké bonyok. Di lepeté mati. Ngudiang belog. Jag kirimin surat ragané.” Buka undukang, pangetutné Nengah Asmaranata ngalih tongosné Luh Apsari kisinan. Di perpustakaan sekolah dugasé ento, sedek maca majalah, ia ningeh murid luh ajaka dadua ngraos. “Iang orahina ka umahné Ibu Luh Apsari malajah.” “Ngudiang orahina malajah kema?” “Iang pakusarana ngamiluin lomba ilmiah remaja. Tawang di jalan apa ragané magenah?” “Di Jalan Anggrék.” “Nomer kuda?” “Nomer duang dasa.” Sanjané, suud mandus Nengah Asmaranata nulis surat, nganggon kertas tik. Sing bani ia nganggon kertas surat. Apa buin kertas surat mawarna barak nguda. Surat ané suba tulisa bacana akesep. Marasa sing ada pelih nulis, lepita. Amplopé ané maluan tulisina, jemaka. Uaganga. Celepina suraté ané suba malepit. Suud ngelim amplopé, ia mapinunas. Dumogi walesa tekén Ibu Luh Apsari. Pinunasé Nengah Asmaranata kisinan. Luh Apsari ngwales suratné. Di baléné, suratné Luh Apsari bacana. “Yén Bapak sumeken makayunan uning, ring Rediténé sané jagi rauh pacang aturin. Antosang ring taman kota.” Di Rediténé, semengan Nengah Asmaranata suba bangun. Sing buka ané suba-suba. Yén Redité, pinih sing, jam sia ia bangun. Munyin kerug di langité, rasaanga buka marengin gending di kenehné. Gending ané

Panca Indria sané setata ngayunin sané kapikayunin, sakéwanten nénten naenin ngeret pikayunan sané ngawinang nénten pageh nglarang brata. Indriané punika sané ngawinang manusa utawi mauripé setata ngulurin saluiring pikayunan ngwetuang iwang kawéntenannyané. Sakémaon yéning selehin kasujatiannyané, indiké punika nénten ja masiosan, duaning pangriptannyané asiki, nika mawinan iwang patuté sujatiné méweh pisan minayang. Lianan punika, sami nénten langgeng kawéntenané. Sami madué paiketan, nénten prasida kapalasang. Samian punika wantah wénten ring jabaning atma sané ngawinang nénten madué bayu pacang nguwah. Prana, Apana, Udana, Samana, miwah Wyana mapaiketan sareng atma sané wénten ring sajeroning kahuripan. Panunggalan bayu sabda idep ngawinang medal sadaging sané wénten ring jagaté. Sang sané sampun ngresikin angga sané pacang prasida ngresikin Panca Maha Bhuta ring padéwékan sané ngwetuang resik ring Panca Indria saha kaliputin becik ring Tri Kaya Parisudha wantah sané kabaosang maurip sané pageh ngelarang tapaning urip, nénten obah, saha pacang dados mautama ring kahuripané puniki. Sang sané setata sakadi asapunika kawéntenannyané pacang sida nyujuh pamargi nuju kawéntenan brahman sané mautama. Kadi asapunika jnana sané mautama sané patut kasungkemin, karesepang saha kanggén sarana nyujur kahuripané sané sujati. Mangkin pacang kalanturang nyatuayang parindikan pangliput suksma sarirané sané prasida ngawinang bingung sajeroning malaksana. Wénten solas kasayuwaktiannyané; kapertama kabaosang carma utawi kulit, salanturnyané karna, pangaksian, lidah miwah irung. Kalanturang kekalih cokor pinaka sarana nglepasang bayu, baga miwah purus kadadosang asiki pinaka sarana ngawetuang kahuripan salanturnyané, kekalih tangan sané kanggén nglempasang bayu taler sané punih untat inggih punika sané kanggén ngamedalang suara. Sami akéhnyané adasa sané pinaka sarana kanggén ngamargiang kahuripan miwah sané asiki sané kaping solas inggih punika sané kanggén ngamedalang sarining manah inggih punika bebaosan. Kapertama sané patut margiang inggih punika nyomya sané solas mangda prasida dabdab sajeroning nagingin kahuripan. Yéning sané solas puniki prasida kasomyang wantah pacang prasida resik angga sarirané. Indiké puniki pacang prasida ngwetuang kawéntenan Ida Hyang Brahman sané medal malarapan antuk teja ring angga sarirané. Ring sajeroning angga sarira wénten lelima sané patut wénten sané pacang nguripang lelima sané tiosan mangda prasida mamargi kahuripané punika. Makasami punika wantah sané mamargi ring sajeroning kahuripan manusané, sané lianan wénten kabaosang manah utawi pikayunan sané sujatiné sampun nyusup ring solas pahan sané ngawinang pangresep muputang saluiring pangliput ring angga sarirané. (Puput)

Bentet bintit Menék bukit Tenget sripit Peluh pidit Kasakit-sakit Ujan baangan Ngetut pajalan Numadi di kadinian Ngepung kaluihan Mapala melah di kadituan I Ketut Aryawan Kenceng

Urip Wantah Apisan Urip wantah apisan Tan lebihan Nagingin pangumbaran Nuluh kahuripan Napi kaptiang Tetujoné ulengang Ayahé saratang Antengé untengang Nekung bhakti tresna Ngemit kerti yasa Sadurung mawali mrika Nyujur Sunia Loka I Ketut Aryawan Kenceng


Kruna

14

I Kadek Bayu Satya Wiguna P.

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

puupu;du(m,

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Durma 27.somæunÙn);,

Sampun waneh, hul\uenktmãnn/, ulanguné katambanan, g)lisßrrênß\Ðin/, gelis mararian mangkin, mr&psnÑ)kn/, maring pasandekan, belhgu*skerors/, balé agung saka roras, r&mdêmnÑlli\ái;, ring madya mandala linggih, mpg)hnuæ)k(, mapagehan sekar, s(wmiyikå¡l\unin/,

Nelebin Panahan Tradisional MAJENG Deklon—sapunika dané ketah kasambat, makéh parindikan sané ngulangunin sané karasayang ri sampuné ngranjing ring Klub Panahan Tradisional “Jepun Bali Traditional Archery”, Denpasar. Mawit saking sosialisasi ring sekolahnyané ring SD Cipta Dharma, Denpasar, wénten olah raga panahan tradisional, alit-alit sayusannyané dados sareng. Mawit irika Deklon meled sareng malajah. Kauduhang mangda rauh nyaksiang olah raga sané tawah puniki ring Taman Jepun ring wewidangan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, siswa kelas IV B puniki meled kayuné nyoba. “Tiang marasa angob tur meled nyoba. Rauh kapertama tiang wantah nyingakin kémanten. Kauningayang, sané meled dados sareng, jadwal latihané wantah aminggu ping tiga. Tiang pamuputné sareng latihan,” baos lanang antuk aran panjang I Kadek Bayu Satya Wiguna Prayoga puniki semangat. Sangkaning penasaran ngawinang Deklon sayan semangat latihan. Sujatiné, olah raga panahan tradisional punika aluh-aluh

sarwa miyik ngulangunin. 28.s)k(mw, Sekar mawa, pucuk»junenbrk/, pucuk rejunané barak, j)mæir&m)nu;lnámã^, jempiring menuh lan gambir, sesor&h\uæn, sasoring angsana, g)nehsisiútÓr,

genahé sisi Utara, pg)henkwu;m\Ðin/, pagehané kauh mangkin, e\rsæm)dl/,

ngéras pamedal,

méweh. Méwehnyané mangda madué bayu sané ageng anggén ngedeng busur. Aluhnyané, yéning burus sampun makedeng tur anak panah mlesat, wus punika sayaga ngantosang anak panah inucap prasida nibén sasaran utawi nénten. Pangawit malajah, anak panah dané ketah salah sasaran. Kasuén-suén, sangkaning polih bimbingan saking Pak Anom Guru, Deklon sayan waged tur asilnyané sayan becik. Parindikan panahan tradisional, Déklon nyaritayang yéning olah raga puniki nyenengin pisan. Satios genah latihané ring genah sané asri, dané taler polih selah maplalianan. Napi malih olah raga panahan tradisional puniki raket pisan ring parindikan tradisi. Satios ngawigunayang busur miwah anak panah sané tradisional pisan, ri kala latihan taler ngwéntenang pacentokan, busana sané kawigunayang wantah busana adat Bali. Yadiastun Déklon pinaka pamilet anyar ring widang panahan tradisional, dané prasida ngranjing ring tiga besar pacentokan panahan tradisional mapaiketan ring HUT Kota Denpasar ring Lapangan Kompiang Sujana sané kamargiang wawu puniki. Yadiastun akéh parikrama sekolahan sané kamargiang, Déklon meled nerus nelebin widang panahan tradisional puniki. Agetné, genah latihan sareng genah dané meneng nénten kalintang doh, mawinan dané prasida becik ngamargiang parindikan latihan miwah parindikan sekolahan. Minakadi les pelajaran wiadin les basa Inggis. Deklon setata éling ring pabesen kekalih reramané sané maosang sakantun yowana, mangda nerus ngwedar kabisan sané kaduénang. Tetujonnyané, satios nguningin kawagedan sané kaduénang, taler molihang prestasi. “Pikayunan titiang ngamiletin lomba boya juara. Yéning polih tiang a n g a y u bagia, yéning nénten tiang nénten sebet. Pinih utama tiang polih selah tur molihang pengalaman,” baos Deklon. (ast/uma)

Isin Gumi BBPOM Manggihin Sanganan Madaging ”Rhodamin B” BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) ngamargiang pengawasan pangan sadurung rainan Galungan. Santukan, ri kala utawi nyabran rainan pamekas rainan agama Hindu perédaran pangan doh lewih akéh saihang ring raina biasané, pamekas sanganan sané kawigunayang pinaka sarana upakara. Saking asil panuréksan laboratorium keliling kapolihang dasa sampel sanganan sané positif mengandung bahan kimia sané mayanin.

Minakadi madaging “Rhodamin B” utawi zat pewarna mérah antuk tékstil miwah formalin. Kepala BBPOM Bali, Dra .Endang Widowati, Apt., ngandikayang pangan sané madaging “Rhodamin B” inucap akéhan sanganan upakara, minakadi sanganan mangkok, bolu kukus, jaja begina, jaja uli, lapis, emping, miwah terasi Lombok. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 4 April

2017 lintang. Putri, Jl. Kutilang Singaraja Sadurung rerainan ageng, majanten sampun lewih akéh maédar utawi kadol sanganan upakara. Iriki para krama mangda setata yatna ri kala matumbasan sanganan upakara. Sampunang numbas sanganan sané mawarna mencolok. Biasané akéh kadol makudang-kudang soroh sanganan mawarna-warni sané durung

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

ilis

1.

hilis/,

1. jelas

2.

imba

2.

himã,

2. contoh

3.

ingon-ingon

3.

hie\onÀie\on/,

3. ternak

4.

manuh

4.

mnu;,

4. jinak

5.

mardawa

5.

m(dw,

5. halus

6.

melecat

6.

m)2ct/,

6. lenyap

7.

mobot

7.

emoebot/,

7. hamil

8.

pipil

8.

pipil/,

8. surat tanah

9.

piwal

9.

piwl/,

9. ingkar

10. pragina

Redité Wagé, 9 April 2017

10. pÉgin,

Bahasa Indonésia

10. penari

pastika aman. Tanaya, Kp.Tinggi Singaraja Bahan-bahan punika sinah banget mayanin kesehatan i manusia. Parindikan inucap pacang karasayang ring makudang warsa kapungkurnyané. Titiang nyokong pisan utsaha sané sampun kamargiang olih BBPOM Bali. Saking seseleh puniki, kramané prasida nguningin kahanan sanganan sané madaging zat mayanin inucap. Bu Desak, Baktiseraga Titiang pinaka anak istri marasa sebet, kantos sanganan upakara sampun kacampurin “Rhodamin B” sané biasané kanggén pewarna tékstil. Majeng para istri-istriné sané setata ngaryanin banten upakara, yéning tan kasépan pisan becikné makarya sanganan upakara néwék sané janten pacang kanggén aturan. Putu Karsini, Banjar Puniki wantah ulah krama sané mapikayunan nénten patut yéning kantos sanganan aturan kadagingin formalin. Formalin ketah kawigunayang pinaka pengawat mayat. Manut tiang, sanganan sakadi punika rumasuk sanganan sané nénten sukla. Tunas titiang majeng pihak BBPOM Bali nerus nyobyahang parindikan puniki ka pakraman, tetujoné mangda krama nénten nerus numbas sanganan sakadi asapunika. (ama)

I Ketut Mastrum

Nelebin Gaya Lukisan ”Ekspresionisme” DAWEG warsa 1990an, I Ketut Mastrum kasub pinaka seniman muda sané umandel, pamekas ring widang seni rupa. Asil karyan dané rumasuk unik, mawinan nyabran ngamargiang pameran, wénten kémanten asil karyan dané sané durus katumbas olih sang sané kayun. Punika mawinan, dané ngangken pinaka seniman prasida ngicén kahuripan, satios sareng nglestariang seni budaya. Sakéwanten, parindikan makasenian pungkuran puniki sampun arang kamargiang santukan dané sampun dados Mangku Jero Gede Pura Khayangan Jagat Natar Sari Apuan. “Tiang kantun prasida makarya lukisan. Yadiastun patut wikan ngepah galah, santukan sampun madué swadarma anyar. Ngayahin krama sajeroning muput karya, dados sané utama. Satios punika kantun prasida nglukis. Mangkin malah sayan nglimbak, tiang taler makarya patung kanggén pratima,” baos dané. Sajeroning nglukis, dané sané madué studio ring

wewidangan Jl. Padma, Gg. IB No. 19 A Penatih Denpasar puniki ketah ngambil gaya lukisan ekspresionisme. Pantara gaya abstrak, dekoratif, miwah suryalis. Kabaosang yéning dumun dané ketah nyinahang ring wentuk, nanging mangkin lewih nyinahang karakter, gerak, miwah sifat. Yadiastun objeknyané pateh, nanging lewih kasinahang ring gerak-nyané. Minakadi barong sané masolah, gerakan bé ring toyané, gerak burung terbang, utawi sané tiosan. “Seni saking lukisan puniki magenah ring goresan gerak-nyané. Mawinan, soroh lukisan sakadi puniki nénten prasida kakaryanin ulang. Mawinanan nénten wénten lukisan sané pateh pisan. Sané pinih utama, patut waged ring wentuknyané dumun, wau gerak, salanturnyané warna,” baos dané nlatarang. Seniman mimitan Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan puniki ketah nyarengin pameran inggian pameran bersama wiadin pameran tunggal. Minakadi pameran tunggal ring Danes

Art Veranda (2008), Santy Gallery Jakarta (2002), The Chedi Payangan Ubud (1999), miwah akéh malih pameran berasama. Indik penghargaan, anggané naen molihang penghargaan Kamasra Prize saking STSI Denpasar pinaka karya pinih becik daweg ujian akhir. Naen taler dados Finalis Philip Moris. “Yéning pameran ring luar negeri, tiang wantah ngirim asil karya kémanten. Minakadi ka Australia, Jepang, miwah Eropa.” Sangkaning kawagedan sané kaduénang, anggané naen ngajahin alit-alit nglukis. Anggané wantah ngicén dasar kémanten, salanturnyané alit-alité sané nglimbakang. Wénten sané ketah ngamiletin pacentokan kantos polih juara, nanging nénten nglanturang ngranjing ka sekolah seni, malah ka jurusan farmasi. “Yéning malajahin seni, boya mangda dados seniman, nanging prasida dados panglimuran manah. Seni taler ngawi imbang otak kiwa miwah tengen, ngawi sayan kreatif,” dané nguntatin. (bud/uma)

Kerik Tingkih Seluh Pangi SESONGGAN “kerik tingkih, seluh pangi” ketah piragi ring gegonjakan krama Bali, pamekas para lingsir, nartayang natasang kramané nuju wénten parikrama ring bebanjaran utawi ring désa pakraman, sané patut karauhin olih krama sareng sami yata alit yata lingsir, yata lanang yata istri, adiri ko ten dados piwal, ten wénten kari jenek ring pondok, kubu, umah, gria, jero, utawi puri. Rinasa-nasa munggah jroning Lontar Dharma Caruban kawéntenan tingkih lan pangi. Yéning ngadonang basa gedé utawi basa wayah ri kala maolah-olahan, ten dados tenang, tingkih pastika wénten. Kau batun tingkih punika katos pisan, wastu kabelahang, wawu kakerik daging-daging mawarni putih kuéhing minyak, sané wénten ring tengahnyané. Yéning sampun kakerik, akidik ko nénten wénten kantun neket jroning kulit. Asapunika taler “pangi”. Yéning sampun seluh, selah pisan, sada gampang bandingang ring ngerik tingkih. Daging pangi kalis kelas kelés, tan wénten sané kari neket ring kulit. Isin pangi sané ireng punika, becik pisan anggén cecampuhan sambel matah. Dadosné, yata “kerik tingkih”, tingkih sané kakerik, lan “seluh pangi”, pangi sané kaseluh, makekalih ngumpamayang sakadi kaatur ring ajeng, makasami krama wargi tedun, adiri ko ten dados piwal. Ketog Sémprong Mapaiketan ring “kerik tingkih, seluh pangi”, wénten malih sesonggan sané pateh kasuksmannyané, inggih punika “ketog sémprong”, “bah bedég”, lan “aud kélor”. Sémprong, marupa punggelan tiing ten mageng, sawetara prasida antuk ngupin songnyané, mapanjang kirang langkung tigang dasa sénti meter, kanggén

ngupin-upinin baa api ring cangkem paon mangda sayan ngendih. Kasuén-suén katah neket awu aon ring song sémprongé, mawinan sering katogtog ketogang mangda awu aon sané neket ical, bersih, ten wénten sané kari. Indayang kayunin kawéntenan “bedég”, masib kré, karipta masarana tiing maulat anggén nabeng-nébéngin balé Bali mangda ten kebusan nuju ai banteng, ten tampiasan nuju sabeh ageng. Biasannyané bedég kagantung bucu kiwa-tengen ring kolong, mlédpéd kantos tambis nepék tanggun bataran. Pradé bedég kaslélégang, raris ampuhang angin, yéning bah, pastika sami buka bidang bah, ten wénten masisa malih. “Kélor”, daun kélor, becik pisan anggén jangan makuah mabasa rajang, dagingin kacang mentik. Sada élah antuk ngaudin daun kélor saking tulangnyané, doning genah lembaran-lembaran daun kélor maririg-ririg. Apisan kémanten aud, daun kélor sami kedas kadi kasaip, balbal magumpal, labuh mapunduh ring ngiu, témpéh, naré, utawi jembor ring sor sané anggén natakin. Abiding ko nénten wénten sané masisa, mawinan kabaos “aud kélor”. Kerik Tingkih Seluh Pangi Sesonggan-sesonggan ring ajeng nepék pisan ring kasuksmannyané, anggén ngumpamayang sami wargi/ krama tedun, ten wénten sané meneng ring pondok. Sakémaon, “kerik tingkih” lan “seluh pangi” lewih pas

nepék néplék némpél, wadah (bentuk) lan daging (isi). Ring “kerik tingkih”, sejabana sami sadaging tingkih jagi kakerik, wastu tan wénten neket masisa malih ring kaunnyané. Ring suara manut pisan, inggih punika, “kerik” natasang “cerik” mapadu ring suara “rik”, lan “tingkih” natasang “kelih” mapadu ring suara “ih”. Dadosné “kerik tingkih”, sakéng wadah (bentuk), pedas pisan nyinahang “cerik kelih”, saking daging (isi) pedas pisan nyihnayang sami medal ten wénten sané ten medal, jawat alit jawat lingsir, jawat cerik jawat kelih. Pateh ring “seluh pangi”. “Seluh” negesang “luh” mapadu ring suara “uh”, lan “pangi”, negesang “muani”, mapadu ring suara “i”. Dadosné, “seluh pangi”, sakéng wadah, pedas pisan nyinahang “luh-muani”, “lanang-istri”, saking daging pedas pisan nyihnayang, sami medal, ten wénten sané ten medal, jawat lanang jawat istri, jawat luh, jawat muani. Sang ksépania, nepék pisan wadah lan daging sesonggan, “kerik tingkih” lan “seluh pangi”. Sapunapi indik “ketog sémprong”, “bah bedég”, lan “aud kélor”, utawi wénten sané tiosan malih? Sané pastika, para panglingsir wikan ngripta makudang-kudang pangumpaman, doning parikramané punika sami wénten ring wewidangan kahuripannyané saraina-raina riin, ring kawétenan masyarakat agraris. Minab kadi asapunika. (I Madé Suarsa)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Wage, 9 April 2017

Surya, Suryak, Ramya, Somya, Sunya

Yoga Sosial Meraih Cahaya Terang

l Antara Terang, Gelap, dan Hening (10)

NYEPI hening sepi sebagai pembuka Tahun Isaka dalam praktik Bali Tradisi tidak pernah berdiri sendiri. Nyepi tak pernah berakhir hanya di titik hening, melainkan berlanjut sampai menemukan puncaknya pada perayaan sang Terang Cemerlang. Nyepi memang senantiasa berkait erat dengan Surya (sang Mahasumber Energi Terang Cemerlang), Somya (proses penenangan, penjernihan), dan Sunya (Heneng Hening sang Mahasumber Segenap Sumber Hidup Kehidupan) sebagai satu-kesatuan sumbu poros. Sebelum titik Sunya dicapai, dilakukan upaya prakondisi penenangan, penjernihan lewat ritus Somya. Posisinya di titik-titik simpul ruang kosong—natah, natar, bencingah, hingga catuspatha, perempatan—yang mempertemukan menyatupadukan langsung Energi Penghidup Tak Terbatas Bapa Akasa (Angkasa Raya) dengan Ruang Rahim Wadag Kehidupan Ibu Pretiwi. Somya tercapai dengan syarat awal berupa Suryak. Itulah guncangan penggetaran pembangkitan sekaligus penanda pelepasan alamiah energi dayadalam-terdalam. Pertemuan penyatupaduan itu dijembatani dengan tiga medium: angin

(bayu), sinar atau api (teja), dan air (apah). Angin menyatukan lewat hembusan, sinar atau api menyatukan lewat pancaran terang, sedangkan air menyatupadukan lewat aliran sehingga terjadi pembasahan. Bapa Akasa nan suddha-murni adalah Isi, Ibu Pretiwi yang asuddha-tak-lagimurni itu wadag. Isi itu memasuki, wadag itu dimasuki. Yang memasuki adalah daya hidup penghidup, yang dimasuki merupakan kehidupan. Keduanya menjadi penghidupan. Penghidupan secara sederhana sekaligus esensial dalam bahasa tanah pertanian mewujud sebagai kesuburan. Bila Bapa Aksara itu adalah IntiSari-Pati-Hakikat (tattwa), maka Tanah Ibu-Bumi-Prtiwi menjadi serba-Hakikat (sarwa-tattwa). Sunya Heneng Hening Sepi Nyepi, karena itu, merupakan momentum pertemuan mistis kosmis berlapis-lapis, mulai dari karsa wadag-ragawi (sam-gama), cipta pikiran-mental (sam-jnana), rasa kesadaran-budi-batiniah (sam-yoga), hingga berpuncak terdalam pada penyatutunggalan jiwa-spirit sang Mahaasal Mula Awal (sam-adi). Sumbu porosnya terumuskan dalam tata urutan tata laksana berformula SS-R-SS: Surya—Suryak—Ramya— Somya—Sunya. ldeprabas

Medan Magnet Bernama Abhimanyu l Bukan Lama, tapi Kedalaman dan Keluasan

ALANGKAH singkat, memang, kisah hidup Abhimanyu itu—cuma 16 tahun. Namun kesingkatannya itu justru telah menjadi kanal aliran takdir hidup Jayadratta dipagut maut amarah sumpah Arjuna. Bahkan juga pembuka jalan maut bagi guru besar Drona yang tangguh kelak mesti berakhir mengenaskan di pedang Drestajyumna. Tak terkecuali Karna alias Radeya yang bahkan sudah mendapat anugerah baju jirah anti segala senjata sakti dari Dewa Surya pun mesti terbetot menabung perilaku dina mengeroyok Abhimanyu. Lewat jalan licin ketidaktepatan demi ketidaktepatan yang telah ditabung, Karna yang juga perkasa itu pun kelak tak terelakkan dipenggal panah sakti Arjuna. Abhimanyu bertutur bernas: bukan seberapa lama kau hidup, tapi seberapa kedalaman makna dan luas pengaruh kehadiranmu bagi tegaknya Kebenaran pemuliaan kehidupan? Untuk kedalaman makna dan keluasan pengaruh tegaknya Kebenaran itulah Abhimanyu menyeruak arus zaman dengan peran sebagai medan magnet yang membetot menelanjangi kemunafikan, kepalsuan, serta insting-insting primitif purbani manusia guna meraih kuasa tahta dan harta, yang dijadikan penanda kemenangan maupun capaian prestasi material. Abhimanyu menjadikan gerombolan pembela Duryodana membuka topeng-topeng kemunafikan, kepalsuan, sikap ambigu pribadi per pribadi maupun kolektif. Kehadiran Abhimanyu di tengah pusaran formasi Cakrawyuha versi Drona menjadikan pengutuban hitam-putih

pilihan tergelar begitu terang benderang— dan telanjang. Tak persis-persis amat, memang, namun keberanian serupa Abhimanyu menyeruak gerombolan kemunafikan, kepalsuan, yang menggarong, merampok uang negara, membelak-belokkan produk hukum negara di berbagai jenjang, belakangan ini justru ada tanda-tanda mulai tampil di panggung politik Tanah Air Nusantara Raya. Sang putra-putri jenis Abhimanyu negeri ini tampil dengan karakter berbeda: tegas, keras, bernas, dan bekerja trengginas, meskipun dikeroyok gerombolan kepalsuan dan kemunafikan di lapisan elite kekuasaan politik dan bisnis berbagai lapisan negeri ini. Putra-putri jenis Abhimanyu negeri ini juga berintegritas, jujur, tulus, bersih, dan sederhana. Tidak berpura-pura, mereka tampil dengan karakter apa adanya serta konsisten pada prinsip dan kepribadiannya. Tidak mudah, memang, menghadapi gerombolan haus kuasa politik dan kuasa uang bisnis hitam yang mengabaikan moralitas. Mereka terbiasa menyerang balik dengan pengingkaran, fitnah, bahkan juga bersikap ambigu, hingga membawa-bawa nama Tuhan dengan segala simbolik dan atribut primodial yang mengaduk-aduk pertautan emosi para awam. Toh, terasa rada-rada menggembirakan dan menjanjikan: bahwa tetap ada titik-titik terang harapan di tengah gelap pekat keadaan yang membekap Bapak-Bangsa dan IbuNegeri ini. lnirta ks

Mari memusatkan perhatian pada segi tiga sama sisi dari bambu itu. Lihatlah jalinannya yang rapat dan rapi. Darinya kita dapat belajar tentang buku yang memeram banyak jalan dan buku-buku yang memungkinkan lembar-lembar di dalamnya tersurati. Ada memang beberapa serat setipis rambut remaja berkibar-kibar, tak merendahkannya sebagai penyangga setamas sasaji yang ditata dari hidup, gerak, dan pikiran untuk dipersembahkan bagi hidup, gerak, dan pikiran pula. Pada ruang segi tiga sama sisi yang terbangun dari tiga kelatkat bujur sangkar dan sebidang segi tiga itu upacara berlangsung. Di situ para peziarah dari berbagai negeri berupacara dengan gerak tak serupa. Tapi, lihatlah, ragam gerak itu membuat pusaran yang padu-padan. Gesekan-gesekan saling menghaluskan dan mengilaukan. Benturan-benturan saling meratakan dan merapikan. Ada rasa sakit memang, tapi tanpa dendam. Serupa sakit-perih garba ibu yang direntang dan digerus kelahiran baru. Tak ada setitik pun dendam meleleh bersama darah yang menyembul dari luka laku itu. Sebatang dupa cendana kita tancap di dasar lorong segi tiga itu. Baranya mengarah persis ke titik di sela-sela alis kita. Bersila rapi mari cerap dan hayati cerita bubuk cendana. Biasanya ia mengu-

lang-ulang cerita bahwa batang pohonnya selalu memberi keharuman bahkan kepada kapak yang menetaknya. Dan, biasanya pula, itu segera diamini oleh gergaji yang memotong dan serut yang menggeseknya. Jangan mudah percaya. Buktikan sendiri dengan menggenggam dan memerintahkan telapak tanganmu menghirup aromanya. Setelah kau dapat laporannya, barulah kau buat pesan pada bagian tubuh yang lain. Ajak dia seperti cendana yang tetap mewangikan mereka yang menyakitinya. Mari memusatkan perharian pada segitiga sama sisi itu. Abaikan saja tiga telapak tangan yang menjulur di bawahnya. Mereka adalah para peziarah pula. Mereka buat lingkaran dengan mempertemukan ujung ibu jari dan telunjuk. Konon agar tudingan-tudingan berpusar di telapak sendiri. Sementara tiga jari lain memaklumkan persahabatan dan mengembuskan rasa cinta. Biarkan mereka dengan upacaranya, kita terus menuju ke pusat segitiga. Jika cermat, kau menemukan ada tiga titik tetesan air dari langit-langit. Itu bukan kebetulan. Itu air kiriman dari Sang Pemberi Kebahagiaan. Itu air mulia yang akan tetap mulia pada jiwa yang bahagia. Titiknya yang kecil dan bentuknya yang tak rapi bukan alasan bagi kita untuk menyia-nyiakannya. Tajamkan inderamu, lihatlah tiga titik itu adalah benih seluruh air di samudera raya. Maka, mari terus-menerus memusatkan perhatian pada segi tiga sama sisi di sela rerimbunan itu. Dengan riang jadilah apa saja agar bisa mengepak dan melanglang di angkasanya. Menghirup setiap keindahan dan menghembuskannya sebagai kedamaian. Ingat, semuanya indah di situ jika kau berada di sudut yang tepat. Ya, semuanya! Jika ada kau jumpai sesuatu yang kurang cantik, segeralah bergeser. Ubah sudut pandangmu. Kita orang-orang kaya yang bahagia jika mengetahui titik-titik di semesta arah dan lini masa lalu berada di tempat dan saat yang tepat untuk memandang dan menghayati segala hal.

l Antara Terang, Gelap, dan Hening (12)

Menuju Tengah, Tunggal, Terang

lAntara Terang, Gelap, dan Hening (11) NYEPI dalam visi kewaktuan Bali Tradisi merupakan hari pertama bulan kesepuluh, pananggal apisan sasih Kadasa atau Waisaka. Ketika Bali menerima pengaruh sistem kewaktuan Tahun Surya Içaka, ini sekaligus dijadikan sebagai hari pertama Tahun Baru Içaka. Ini merupakan momentum bulan baru pertama Surya tampak berada di sisi utara garis Khatulistiwa. Perjalanan hari-hari selanjutnya setelah Nyepi, bagi Bali, adalah tahap demi tahap menuju terang, semakin terang, dan terang benderang. Puncaknya terjadi pas tepat pada Purnama Raya Kadasa. Dilihat dari titik Bumi Balidwipa Mandala, saat purnama berarti bulan tampak bulat utuh penuh. Ini saat tanahair Bumi Balidwipa Mandala bersimbah terang benderang ”seharian”: pagi sampai sore diterangi sinar Matahari, lalu petang sampai dini hari diterangi sinar rembulan. Inilah yang dimaknai oleh para tetua leluhur Bali Tradisi berkesadaran kosmik sebagai momentum pas tepat buat merayakan, mengagungkan, dan memuliakan sang Mahacahaya Mahaterang Cemerlang. Secara tradisi budaya, perayaan sang Mahacahaya Mahaterang Cemerlang ini dilakukan dengan ritus puja ngusaba desa. Tradisi menyebut dengan istilah Batara Turun Kabeh—Seluruh Kekuatan sang Mahaterang Cemerlang

:Faishol Hafidz

Di jalan lurus, Pohon-pohon asam tegak menjulang Seperti banser berbaris menjaga lintasan Semua orang. Pasar ikan, Rumah-rumah berjajar Ke pelabuhan, gema sholawat Tersimpan dalam diam lautan Matahari yang membakar aspal Dan bubungan Kini redup di tepi hutan Seakan kereta tebu sarat beban Sandar di gudang tua penggilingan Kami, si pelintas fana ini pun Berhasrat menjinakkan waktu Walau sebentar Dengan kopi, ikan bakar Dan ucapan salam Di sebuah pintu, yang lama menunggu. Begitulah Di sebuah serambi yang teduh Setelah salam berjawab salam, Kuhirup kopiku, Sepekat peci seorang santri Sambil kusaksikan pohon-pohon asam Masih seperti banser, hijau, tenang menjaga lintasan, rumah ibadah Dan muktamar

lSuksma Ning Laksmi

Malam Memuja Mendung

SEMALAM ada rintihan menyayat memuja mendung ia sudah lama merindukan bumi ditaburi air ia membaca tangis keledai tangis kambing bertanduk runcing yang menggadaikan seluruh waktu pada tebih-tebih terjal. Malam telah bangkit dari tidur lama ia mengetuk pintu hujan yang hendak tumpah ke bumi tapi tertunda ia mengeluhkan siasat penundaan karena begitu banyak awan petih dari asap arah berserakan. Malam telah memuja hujan. lSigit Susanto

bisa berupa pikiran yang cerdas dan sadar pada inti-hakikat tujuan utama hidup dalam kehidupan. Bisa pula dalam wujud hati nan bersih, jiwa bening. Dia bisa terekspresikan dan termanifestasikan dalam pesona tindak laku baik dan membaikkan kehidupan bersama, sikap berkesantunan, dan seterusnya dan sebagainya. Semua dalam kerianggembiraan, menerima semua apa adanya, menghargai keberbedaan dalam keberkahan kehidupan. Cita-cita tertinggi kolektif Bali Tradisi adalah mewujudkan masyarakat yang bersinar terang (divine society) dengan pribadi-pribadi yang bersinar terang di dalamnya. Masyarakat bersinar terang dengan pribadi-pribadi bersinar terang di dalamnya inilah yang diharapkan dapat mewujudkan terang Surga dalam kehidupan di Bumi ini. Bila kemudian kenyataan kini justru menunjukkan kehidupan sosial kolektif kian beranjak ke arah kemeriahan semu, palsu, adakah itu kesalahan ”mesin sistem” Bali Tradisi yang tidak lagi kontekstual, ataukah para pelaku tradisi yang semata terjebak dalam rutinitas formal, minus keberanian mengkritik diri sendiri, tiada kedalaman refleksi, penghayatan, dan aktualisasi pengamalan? ldeprabas

Tumpah-ruah Turun ke Bumi. Secara teatrikal kolektif orang-orang berduyun-duyun mengarus deras menuju ke satu titik pusat di tengah. Di Besakih ditandai dengan pralingga (arca perwujudan) Ida Batara menuju titik tunggal di Panataran Agung sebagai pusat. Layaknya bunga lotus yang semula mekar ke segala penjuru arah lantas menguncup menyatu tunggal kembali ke tengah, sehingga menyerupai jantung. Tiada ubahnya dengan darah yang telah mengalir ke sekujur titik tubuh, lantas ditarik kembali menuju pusat jantung. Di titik tengah pusat ini semua manunggal, merayakan, menga-

gungkan, memuliakan memuja-memuji sang Mahacahaya Mahaterang Cemerlang. Sampai di titik ini menjadi jelas bernas, betapa Nyepi dalam visi Bali Tradisi merupakan konsepsi yoga penyatuan holistik, utuh-menyeluruh, mencakup lapisan personal-komunitas-sosial-kolektif, sekaligus eko-religius-spiritual-kosmik. Konsepsi ini jelas melampaui dan menembus batas-batas fisikal-ragawi maupun olah pikir. Esensi Nyepi beserta seluruh rangkaian lengkapnya justru adalah olah hati, olah rasa, olah jiwa hingga manunggal dengan Mahahening Mahaterang Cemerlang. ldeprabas

Manusia Terpilih Itu: Arjuna! l Dia Bukan sang Putra Dharma

DEWA tak pernah langsung dan dengan sendirinya menang melawan raksasa. Raksasa pun tak pernah sanggup mempertahankan kemenangan selamanya. Senantiasa ada cara mengakhiri kemenangan raksasa. Senantiasa ada pula sosok yang sanggup menumbangkan kuasa raksasa, pada waktunya. Begitulah susastra Itihasa, Purana, maupun Kakawin kerap menuturkan. Indra sebagai sang Raja Dewata Kemenangan sekalipun tidak sanggup mengalahkan keperkasaan raksasa Niwatakawaca, lalu meminta bantuan manusa sakti bernama Arjuna buat menaklukkan sang raksasa. Siwa sebagai Mahadewa juga tidak sanggup membendung kedahsyatan raksasa Taraka (Taraka-Asura). Guna mengalahkan Taraka yang telah diberi anugerah kesaktian istimewa tiada tara oleh Siwa sendiri, Dewa Siwa mesti menciptakan Kartikeya dari Dewi Parwati. Di hadapan Kartikeya takdir Taraka-Asura pun berakhir: seluruh kesaktiannya tiada mempan menyentuh sang kanak-kanak Kartikeya—yang juga dikenal dengan nama Skanda, Murugan,

dan Kumara. Justru hanya dengan sekali tusukan tongkat, Kartikeya menumbangkan Taraka-Asura. Dewa Wisnu pun perlu mengambil berbagai wujud evolutif dari zaman ke zaman guna menyelamatkan dunia dari kehancuran: mulai dari ikan, kura-kura, babi hutan, makhluk peralihan binatangmanusia (nara-singha), lalu manusia cebol (wamana). Setelah mewujud manusia cebol, Wisnu baru mengambil bentuk manusia utuh brahmana Parasurama atau Ramabhargawa yang bersenjata kapak buat menghabisi elite penguasa yang menindas rakyat. Menjadi manusia kesatria berhabitat kehidupan hutan raya dengan masyarakat kera manakala mewujud sebagai Rama guna menaklukkan Rahwana. Baru manakala mewujud sebagai Krishna, Dia hidup di tengah-tengah kehidupan nyata masyarakat manusia dengan segala tabiat kebaikan sekaligus keserakahan masing-masing. Di desa, Krishna bocah tumbuh dalam masyarakat manusia yang tulus, jujur, ru-

kun, dan ceria dalam kebaikan. Di kota dan keratuan-keratuan, putra kedelapan pasangan Wasudewa-Dewaki ini justru berhadapan dengan watak manusia-manusia culas, serakah, lemah komitmen, rendah integritas, lengkap dengan kepribadian terbelah, dan bergelimang kepura-puraan. Guna mengakhiri kegelapan tabiat manusia ini, Krishna pun menganjurkan Arjuna berperang menumpas kejahatan, menegakkan Dharma Semesta Raya Kehidupan dan swadharma sendiri sebagai kesatria—setelah upayaupaya perbaikan dan perdamaian mentok. Tak terkecuali mengakhiri perjalanan raga kerabat, keluarga, kakek, saudara sepupu, bahkan sang guru sekalipun. Di puncak krisis nan kritis itu, Krishna bukan memilih sang bijak Yudistira yang disebut-sebut bagaikan penjelmaan Dewa Dharma di Bumi, tapi justru Arjuna, kesayangan Indra. Kepada sang manusia terpilih, Arjuna, segala karunia pun ditumpah-ruahkan Krishna: kemenangan, keselamatan, kemahsyuran, persahabatan, sabda suci, rahasia ke-Ketuhan-an, sampai generasi pelanjut dinasti. Tapi, kenapa justru Arjuna itulah yang dipilih—bukan Yudistira, sang putra Dharma? lnirta ks

Ngayah di Banjar

Malam Pangrupukan

lRaudal Tanjung Banua Asembagus

PURNAMA KADASA—yang kali ini bertepatan dengan Anggara Umanis, Kuningan, 11/04/2017—dalam panggung Bali Tradisi senantiasa mempertunjukkan drama kolosal arus manusia menuju puncak terang. Bila saat bulan gelap di sasih Kasanga (Kesembilan) manusia mengarus ke hilir menuju sumber atau tepi air, maka 15 hari berselang, pas tepat pada Purnama Kadasa, terjadi arus balik: manusia mengarus berduyun-duyun menuju hulu, puncak, atau pusat di tengah, di dalam. Ini tiada ubahnya dengan drama yoga sosial—yang berupaya memagut-magutkan pikiran supaya terpusat terhubung dengan sang Mahaterang. Tilem merayakan Terang Matahari (Surya) saat bulan gelap utuh sempurna, Purnama merayakan Terang Rembulan (Candra). Semua ini begitu benderang menuturkan harapan: hendaknya manusia senantiasa bergerak dari terang ke terang. Layaknya pucuk-pucuk pepohonan yang senantiasa bergairah riang gembira bertumbuh, maju dan meluas, menuju arah terang, begitulah manusia dipacu-pacu supaya hidup dan kehidupannya bersimbah terang, terang, dan terang. Terang dalam bahasa kemanusiaan bisa mewujud dalam aneka ragam rupa. Dia

APRESIASI Demo KartiniKARTINI 16 April - 23 April 30 April 2017

Realitas...

Realitas adalah keadaan dari segala sesuatu sebagaimana mereka benar-benar ada, bukan karena ia akan mungkin muncul atau mungkin dibayangkan. Realitas menyakup segala sesuatu yang telah atau yang belum diamati atau dipahami. Realitas sering kontras dengan sesuatu yang imajiner, ilusi, delusi, pikiran, impian, sesuatu yang palsu, sesuatu yang fiktif, atau sesuatu yang abstrak. Pada saat yang sama, sesuatu yang abstrak memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari dan dalam penelitian akademik. Misalnya, kausalitas, kebajikan, kehidupan, dan keadilan adalah konsep-konsep abstrak yang bisa sulit diwujudkan secara nyata, namun semua hal itu dianggap berbeda dengan delusi. Keberadaan dan realitas abstraksi selalu dalam ketegangan: di satu sisi mereka dianggap sebagai katakata belaka, di sisi lain mereka dianggap sebagai kebenaran yang lebih tinggi dari konsep-konsep yang kurang abstrak.

Ada yang harus dikorbankan malam ini. Aku tak tahu apa itu? Kulihat wujudnya serupa domba. Ia bertanduk, bermata bulat, dan berambut lebat. Di lehernya, melilit sesuatu berwarna kuning. Mungkin tali yang akan menuntunnya ke tempat yang lebih mulia. Hujan lebat tak mengentikan waktu dan keputusan untuk menjadikannya korban. Tembang-tembang pujian sudah dilantunkan, rempah-rempah sudah disiapkan, dan pikiran yang tajam sudah terhunus. Badai ini hanya menunda beberapa detik saja upacara, tapi tak membatalkannya. Aku menggelinding bersama roda-roda. Menggesek jalan-jalan mulus dan bergerunjal. Menggulung jalan-jalan curam, datar, dan terjal. Bersama derik detikku, ke banjar aku menuju. Tatkala kebosanan melanda, aku berpindah dari poros ke jeruji. Sering pula melompat dari satu lengkungan ke lengkungan yang lain. Di arena komunal ini aku menikmati tetes-tetes dari gentong penampung kebahagiaan. Hanya tetes-tetes saja? Ya, kau tak boleh kemaruk untuk merenggukknya sendirian. Begitulah yang pesan yang dililitkan para tetua di para-para riwayat kampung ini. Dan, kini aku tengah merajang bumbu. Sebentar lagi merebus atau menggorengKetidaksepakatan ini menjadi dasar dari masalah filosofi universal. Dalam rumusan lain, realitas merupakan totalitas segala sesuatu, struktur (aktual dan konseptual), peristiwa dan fenomena, baik yang diamati maupun tidak. Begitulah pandangan umum (entah berdasar pengalaman pribadi atau bersama) mencoba menjelaskan atau memetakan mengenai realitas. Di luar itu banyak sekali teori yang berkait entah fisika, filsafat, sosiologi, kritik sastra, dan sebagainya, mengenai realitas. Bahkan belakangan banyak pandangan yang kemudian mengarah kepada anti-realisme - yaitu, bahwa tidak ada realitas objektif. Pandangan-pandangan tersebut misalnya tercetus dalam penyataan “Persepsi adalah realitas” atau “Hidup adalah bagaimana Anda memandang realitas” atau “realitas adalah apa yang dapat Anda jalani” dari Robert Anton Wilson. Dalam buku The Structure of Scientific Revolutions (1962), Thomas Kuhn menguraikan bahwa banyak konsep ilmu pengetahuan dan filsafat didefinisikan secara kultural dan sosial. Buku lain, The Social Construction of Reality, sebuah buku tentang sosiologi pengetahuan yang ditulis oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann (1966), menjelaskan bagaimana pengetahuan diperoleh dan digunakan untuk memahami realitas. Dari semua realitas, realitas kehidupan sehari-harilah yang terpenting karena kesadaran mengharuskan kita untuk benar-benar sadar dan memperhatikan pengalaman hidup sehari-hari. lAgung Bawantara Adiputra, dari berbagai sumber

nya. Selanjutnya mengadonnya menjadi sambal. Kumpulan aroma itu membuatku melayang ke negeri seberang menyambangi laki-laki renta penggembala jutaan domba. Pada wajahnya yang cerlang aku bercermin. Hanya sekali, selanjutnya pada kuku ibu jari kakinya saja. Kau lihatkah talenan itu? Itu dari batang kayu berabad lalu. Buktinya, jutaan lingkaran tahun tersusun di pokoknya, sebuah peta yang sangat jujur menuju masa lalu. Ia sempat bertunas jutaan kali tapi selalu gagal menjadi pohon kembali. Soal ini aku tak paham sama sekali. Yang pasti, harus ada yang dikorbankan malam ini. Dan aku harus percaya bahwa itu adalah cara mengelupas utangutang yang bagai panu merambati tubuh, bahkan bagai kanker yang menggerogoti jantung. Tapi tetes-tetes dari gentong itu dan peta yang tergurat di kayu, membuatku siap terlelap. Lalu, ketika badan tertidur, hatiku terjaga dan mengembara ke pusat cahaya. Semoga tetua banjar ini selalu memberi petunjuk saat pergi dan ketika kembali.. lSuksma Ning Laksmi

lHerry Wijaya Deus de Amor: Nyanyian Luka Lama aku tidak pernah menangis Karena aku tak mau dibilang lemah Hari ini aku ingin menangis Di mana aku harus membelinya? Setitik air mata saja! Berapapun harganya! Mataku kering bertahun-tahun Hatiku tak ada tempat lagi untuk sayatan luka baru Keras membatu atas kegembiraan yang hilang Dan kebosanan menjalar dari waktu ke waktu Pahit yang melingkar dari ujung ke ujung Kata kataku seperti kerikil bergerincing Di atas atap menyanyikan lagu sama, kesia-siaan. Hari ini aku ingin menangis! Menumpahkan segala air Karena semua cinta tanpa kuminta Memenuhi anak sungai mataku Aku mau menjadi batang air Meninggalkan segala kebodohan dan kesombongan Memenuhi setiap haus tanpa perlu diingat. Hari ini aku tidak bisa berhenti menangis dan aku tidak perduli apa kata orang Karena Tuhan memberiku air mata Karena semua cinta tanpa kuminta Memenuhiku hingga aku bisa Berkata; ‘’aku cinta…….!


NASIONAL

16

Minggu Wage, 9 April 2017

Perjalanan Ida Sri Bagawan Soma Putra Pemayun Dibukukan IDA Sri Bagawan Soma Putra Pemayun yang dikenal sebagai tokoh Puri Ageng Somanegara Pejang, Gianyar telah meninggal 14 Maret 2017 lalu. Kini kisah perjalanan hidupnya atau biografinya sudah dibukukan oleh Dr. Anak Agung Gede Raka dan A.A. Gede Raka Gunawarman, S.T., M.T.

GANJA - Salah satu ladang ganja yang ditemukan di Sumatera Utara.

BPM/ist

BNN Hancurkan 1,5 Hektar Ladang Ganja di Sumut Mandailing Natal (Bali Post) Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menghancurkan ladang ganja jenis baru seluas 1,5 hektar di Perbukitan Sihite Simandolang, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dalam operasi yang digelar sepanjang pekan kemarin di Madina (Mandailing Natal), BNN bekerja sama dengan Kodim 1202 Tapanuli Selatan, Detasemen C Brimob Tapanuli Selatan, dan Polres Madina. Ladang ganja yang ditanami kurang lebih 1.500 pohon dengan ketinggian 1,5 hingga 2 meter merupakan jenis baru karena waktu penanaman hingga panen butuh waktu

relatif singkat, namun memiliki kualitas yang tak kalah dengan ganja Aceh. “Ganja ini termasuk jenis baru, karena hanya butuh tiga bulan sejak ditanam hingga bisa dipanen dan diedarkan,” jelas Ketua Tim Operasi BNN, Kombespol Ghiri Prawijaya. Petani ganja di daerah Madina juga memiliki karakter berbeda dengan petani dari daerah Aceh. Karena

mereka tidak hanya menjadi penanam, tetapi juga sebagai pemilik modal. Sehingga ladang ganja di Perbukitan Sihite selalu dalam penjagaan, termasuk titik yang digerebek oleh BNN. Namun, lokasi yang amat terjal membuat petugas kesulitan mengejar tersangka. Dalam operasi tersebut, BNN mencabut pohon-pohon ganja berusia sekitar dua setengah bulan yang masih

Buku yang diberi judul ‘’Menapak Jejak Perjalanan Hidup Ida Sri Bagawan Soma Putra Pemayun Puri Agung Somanegara Pejeng’’ dalam rangka pelaksanaan upacara palebon Sri Bagawan yang akan diselenggarakan Jumat (14/4) nanti. Agung Raka menjelaskan dalam waktu relatif singkat dan tantangan cukup berat dia bersama A.A. Gede Raka Gunawarman mampu menyusun buku biografi Sri Bagawan berkat dukungan dari Cokorda Rai Widiarsa P, semangat dan ketekunan dalam memanfaatkan ruang dan waktu di tengah-tengah kusyuknya melaksanakan upacara. ‘’Pas saat Nyepi buku kecil ini berhasil diwujudkan,’’tegasnya Sabtu (8/4) kemarin di Bali Post. Buku ini menggambarkan perjalanan hidup Sri Bagawan dari masa kecil, masa sekolah, masa pengabdian, masa pension, dan masa melakoni dunia biksuka yakni mengemban tugas dan kewajiban kependetaan (bagawan). Artinya, buku ini sangat penting sebagai sebuah catatan sejarah Ida Sri Bagawan terutama bagi keluarga besar yang ditinggal, bagi para kerabat kerja semasa perjuangan, baik dalam pengabdian di masyarakat Desa Pejeng, di pemerintah Kabupaten Gianyar; di Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar, maupun yang lainnya. Ida Bagawan (alm) saat welaka bernama Cokorda Pemayun dilahirkan di Puri Rangki, Puri Ageng Somanegara, pada Desember 1928 hasil pernikahan Ida Cokorda Rai dan Cokorda Mayun. Pendidikannya dimulai di Sekolah Rakyat di Gianyar 1934, IS (Sekolah Menengah Pertama) di Singaraja pada tahun 1938-1941 dan HIS (Sekolah Menengah Atas) di Singaraja tahun 1941-1944. Almarhum melanjutkan studi ke UGM tahun 19541957. Mulai 1960, almarhum menjadi PNS dan mengabdi sebagai Perbekel Pejeng yang saat itu membawahi 32 banjar sebelum terjadi pemekaran desa dinas.

BPM/ist

Ida Sri Bagawan Soma Putra Pemayun (alm)

Selama hidupnya, Sri Bagawan pernah menjadi anggota DPRD Gianyar 1982-1987 dan menjabat Ketua Komisi D dari Fraksi Golkar hingga 1992. Saat menjelang pension, cita-citanya menjadi sulinggih tercapai. Diawali dengan belajar Weda dan kepanditaan di Unhi. Perjuangannya tak sia-sia, Sri Bagawan berhasil menjadi sulinggih dan madwijati berkat bimbingan Ida Pedanda Istri Putu sebagai guru nabe, Ida Padanda Putra Keniten sebagai guru waktra dan Ida Pedanda Munik Gunung sebagai guru saksi saat didiksa Desember 2000. Almarhum akhirnya diberi gelar Ida Sri Bagawan Soma Putra Pemayun. (sue)

tertanam. Selain itu, ada ganja yang sedang dikeringkan sebanyak lima terpal sepanjang dua meter. “Ganja di sini sekitar tiga bulan, sudah ada yang sedang dikeringkan. Jadi kalau kami terlambat satu hari saja, pasti ganja ini sudah tidak ada di sini,” ujar Ghiri. “Informasi awal kami terima dari BNNK Madina dan kemudian kami tindak lanjuti. Pemusnahan ini kami lakukan untuk menegaskan kepada masyarakat bahwa tanaman ganja itu dilarang oleh Republik Indonesia,” tegasnya. (ant)

Mengkhawatirkan, Pencemaran Sungai di Banyuwangi Banyuwangi (Bali Post) Banyaknya aliran sungai di Banyuwangi yang melintasi perkampungan, mulai berdampak negatif. Salah satunya, pencemaran. Bahkan, hampir semua sungai di kabupaten ujung timur Jawa ini sudah tercemar. Kebanyakan akibat limbah rumah tangga. Parahnya lagi, pencemaran sungai ini sudah mengalir ke laut lepas. Imbasnya, pantai ikut diserbu sampah. “Pencemaran sungai di Banyuwangi kian parah. Terutama akibat limbah rumah tangga. Ini yang ingin kita ubah perilaku masyarakat membuang sampah di sungai,” kata Bupati Banyuwan-

gi, Abdullah Azwar Anas, di sela-sela Festival Kali Bersih di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Sabtu (8/4) siang kemarin. Menurut Anas, festival ini mengajak masyarakat peduli dengan sungai. Sehingga, bisa dimanfaatkan untuk budi daya ikan hingga wisata. Anas menambahkan festival kali bersih sudah memasuki tahun keempat. Targetnya, semua sungai di Banyuwangi bebas dari pencemaran, khususnya limbah rumah tangga. Pihaknya akan memasang jaring di setiap sungai yang melintasi perkampungan. Sehingga,

bisa terlihat aksi warga mana yang masih nekat membuang sampah ke sungai. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungn Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi, Chusnul Khotimah, menjelaskan hampir seluruh kualitas air sungai di Banyuwangi masuk grade 4 alias tak layak. Sebab, seluruhnya sudah tercemar limbah. Kebanyakan, sungai ini melintasi kawasan perkampungan warga. “Kalau grade 4 ini tak layak apa pun, termasuk budi daya ikan,” jelasnya. Karena itu, dengan festival kali bersih, pihaknya mengajak warga menaikkan grade kualitas air sungai

menjadi lebih baik. “Ada beberapa yang sudah naik kelas menjadi grade 3. Artinya, bisa untuk pertanian dan perikanan. Kalau untuk air minum belum bisa,” katanya. Pihaknya berharap, dengan sungai grade 3 bisa digunakan warga untuk budi daya ikan. Sehingga, menambah ekonomi warga. Terkait ini, pihaknya terus mengajak elemen di kota dan desa membuat penampungan sampah. Sehingga, tak membuang sampah sembarangan ke sungai. Selama ini, kata Chusnul, pencemaran terparah aliran sungai akibat limbah umah tangga. (kmb30)

BPM/ist

EVAKUASI - Petugas gabungan mengevakuasi penambang pasir yang ditemukan tewas di sungai Desa Yosomulyo, Kecamata Gambiran, Banyuwangi, Sabtu (8/4) pagi kemarin.

Hanyut, Penambang Pasir Ditemukan Tewas

Banyuwangi (Bali Post) Tragis menimpa Asrin (54), penambang pasir di Sungai Randu Tengah, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Warga setempat ini tewas setelah hanyut di sungai. Setelah hilang selama 25 jam, tubuh korban ditemukan sudah kaku, mengambang di dekat batuan sungai, Sabtu (8/4) pagi kemarin. Korban ditemukan tim SAR gabungan, pukul 09.15 WIB. Tubuh korban mengapung beberapa ratus meter dari tempatnya menambang pasir. Korban dinyatakan hilang sejak Jumat (7/4) sore. “Korban ditemukan sudah meninggal. Tim menemukannya ketika menyisir sungai di sekitar lokasi kejadian,”

kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam. Pejabat ini menjelaskan, musibah hilangnya penambang pasir itu diketahui Jumat sore. Kala itu, keluarga kebingungan lantaran korban tak kunjung pulang. Akhirnya, pihak keluarga mengecek ke lokasi. Ternyata, korban tak ada. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek, termasuk BPBD. Di lokasi, petugas hanya mendapati sepatu dan cangkul milik korban. “Kita akhirnya turunkan tim SAR. Kita sempat menyisir sungai hingga malam,” jelas Eka. Karena cuaca tak mendukung, pencarian dilanjutkan, Sabtu

pagi. Beberapa jam melakukan penyisiran, korban berhasil ditemukan. Kondisi korban sudah kaku. Hanya menggunakan celana dalam dan baju cokelat. Tubuh korban kemudian dievakuasi. Tim medis didatangkan. Setelah diperiksa medis, korban diserahkan ke pihak keluarga. Belum diketahui pemicu tewasnya korban. Namun, dugaan sementara, penyakit epilepsi korban kambuh ketika menambang pasir. Sehingga, korban hanyut akibat tak tertolong. Selama ini, korban dikenal memiliki riwayat penyakit epilepsi. Kejadian tewasnya penambang pasir ini langsung menarik perhatian warga. Mereka ikut menyisir sungai, mencari tubuh korban. (kmb30)

Minggu, 9 April 2017

BPM/udi

FESTIVAL - Festival Kali Bersih di Desa Badean, Kecamatan Kabat, Banyuwangi untuk mengantisipasi pencemaran air sungai, Sabtu (8/4) kemarin.

05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana Sradha Bhakti Kelascarian Dasar Yadnya (3) 06:35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Sehat & Bugar 08:00 Klip Anak 08:35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Dwijendra (2) 09:30 Belajar Menggambar Membuat Kreasi Ikan 10:05 Education On Bali TV

10:30 Agrobisnis 11:00 Round Up The World 11:30 Dunia Otomotif Peresmian Bengkel Body & Cat Mitsubishi 12:00 Puja Trisandya 12:05 Dharma Wacana Sradha Bhakti Kelascarian Dasar Yadnya (4) 12:30 Traventure 13:00 Wirasa I Wayan Pasti 13:30 Lejel Homeshopping 14:30 Tembang Bali 15:30 Bali Chanel Tourist TV 16:05 Harmoni Bali

17:05 Inovator 17:30 Gita Shanti SS Dharma Kerti (2) 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:00 Banjar Bali Quiz 19:30 KRIS 20:00 Samatra Artis Bali 21:00 Lila Cita Gong Kebyar Tiyingan (2) 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Lila Cita Primbon Taro Sutasoma (3) 23:00 Lila Cita Calonarang Kuta (5)


Minggu Wage, 9 April 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

Need:Sales Shop Jewellery Lokasi Ubud,Female,Good Looking Hs.Keeping Private Villa Lokasi Umalas Canggu, Female,Call 085100859200

B.BP.004.04.17.0000392

Dcr S1/D3 Farmasi Lam.Cobra Dental Tkd.Yeh Aya 89 T.264638

B.BP.001.04.17.0000318

Marketing Manager for Marine Tourism experience phn:728088 email:putu@bali-activities.com

Cr H.Keeping & Serabutan untuk Villa di Kedonganan Min.SMP Max.25Th 081337573666

Dcr Pramuniaga&Kasir Wil.Dps Dibthkan segera Cook u/Rest di Min.SMA Hb.085738559532/290407 Seminyak Hub:0817345977/732963 B.BP.001.04.17.0000261

Dcr Sales Bid.Elektrikal Krm CV ke Jl.Buluh Indah 33C Hub.0361 421520

B.BP.001.04.17.0000376

: : : :

Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �

B.BP.001.04.17.0000230

B.BP.154.04.17.0000404

B.BP.001.04.17.0000380

B.BP.001.04.17.0000211

SALON

B.BP.166.04.17.0000406

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

Need Staff for Gelato Cafe, Male/Female and Male Driver Send CV to Vila LeGa Batubelig Seminyak or Call 085847629147

Dibutuhkan Segera Housekeeping Lowongan Therapist Massage di Cr Pengasuh/PRT Lks Jaksel Klr B.BP.001.04.17.0000353 u/ Villa Pribadi di Pererenan Hotel Bertaraf Internasional Dr Bl Gjh Lmyn Hb.081337829594 Dicr Therapist yg Brpengalaman Kirim CV & Interview Hub. B.BP.014.04.17.0000378 B.BP.001.04.17.0000263 Wanita,Usia 18-38 Tahun,Tinggi di Ubud Hub.0361975604 Kartika 0857755335709 Cr Tk Jahit,Patrun,QC,Pengepul Dcr Sales Wnt pglm Gaji+Bns+UM B.BP.001.04.17.0000281 & Berat Badan Proporsional, B.BP.004.03.17.0002356 Jahit Hub Meli 465770-461319 Hub:087861949900/082334009900 Room Boy Experienced,English Pengalaman & Non Pengalaman Dibutuhkan Spa Therapist(2org) B.BP.001.04.17.0000168 B.BP.001.04.17.0000374 speaking,able to start ImmeFasilitas:Komisi,Mess,Makan Cruso’es Bar Legian looking Dcr Spa Therapist Hub:Bening Spa syarat:Pria&wanita,min 21th diately,for our Resort in Ubud Kirim Lamaran: Luh Arum SpaEnglish Speaking Supervisor, Jl.Batubelig_Seminyak, HP. bisa Bhs.Inggris,pengalaman 2th, info@tanahmerahartresort.com Hotel The Haven Suites Bali Server,Kichen,CS.Must have at leas 081916597537(salary+fee+bonus) Lamaran:recruitment@zenjiwarag B.BP.004.04.17.0000298 Jl.Pemelisan Agung-Kuta Utara B.BP.001.04.17.0000172 2year experience inBar/Resto a.co.id/T.9809700/Abing Resort Sales Acc HP,Gaji+Komisi+Dll Dcr Tkg Gmb Bangunan&Pengawas Hub: 0821-1211-2812 (Inggu) E:crusoesbarbali@gmail.com Br.Kebon,Tegalalang (± 5Jt)Hub.PT.Vivan Bali, B.BP.004.04.17.0000153 Krm CV&Lmrn:PT.BIP Jl.Ry PadoB.BP.145.04.17.0000329 or call 763885 Hub.081237763718 ***Open Recruitment *** Dicari Cook utk kapal yacht B.BP.154.04.17.0000321 nan 17X Tibubeneng Hub.0852570 B.BP.001.04.17.0000272 Agung Toyota Denpasar mencari 53562 E:bpropertindo@yahoo.com Dcr Kasir Kop Megah Sejahtera perlayaran di Indonesia dan Sales Penjualan Product Office Sales Executive,Pria/Wanita, B.BP.001.04.17.0000232 Kerobokan 085101411031 Australi,Tidak harus ada Furniture.LlsnSMA/SMEA,Jjr,CV Dcr Tkg Jahit Berpengalaman Syarat:min D3,max 30thn,SIMA fas: B.BP.001.04.17.0000284 pengalaman di laut,lebih baik marketing.armindo88@gmail.com Dcr Adm/Acct D3/S1,SMK Bngunan utk Garment Hub.085100050706 Gapok,Tunjangan,Insentif,Trip perempuan,ada pengalaman B.BP.031.04.17.0000389 B.BP.001.04.17.0000037 D1-D3,Logistik D4/S1 Sipil Peng Luar Negeri,Training profesional kerja di Resto atau Hotel, Toyota Kuta Main Dealer:Bth Sales Dcr Waiter/s u/Rest Korea Lok 1Th Krm:wayan.st@gmail.com krm cv anda ke:PTAgung Auto diatas 21 tahun.Gaji 6jt nego Executive(P/W)Min.D1.Max30Th, B.BP.001.04.17.0000386 Simpang Siur Hub:081338572965 mall Jl.Hos Cokroaminoto 47Dps e-mail:dcmw123@gmail.com Utamakan KTP Bali,Kompensasi: B.BP.001.04.17.0000349 Dcr Kryawan Pria SMU/Sederajat plg lambat tgl 22 April 2017 B.BP.001.04.17.0000135 B.BP.005.04.17.0000305 Gapok,Tunj(Mkn,Operasional) Dcr waiter/waitress pglmn. KTP,SIMC,spd motor utk bag Dicari tenaga Accounting D3/S1 Accounting u.Mgt Vila,Pglmn, Ari Putri Hotel.Jl.Cemara Askes Insentif,THR,Bns Jln2 Keluar Teknis Lapangan fasilitas Gaji dan Drafter/Arsitek unt PerusaBs Eng,Segera 03614490319 Negeri.Lmrn Krm kePT.Agung Umr,Bonus,Tunjangan Kesehatan Br.Semawang,Sanur.08976778714 haan Konsultan arsitektur. B.BP.004.04.17.0000278 gm.asaproperty@gmail.com Automall Jl.Sunset Road Brt, termasuk anak istri Lam ke CV B.BP.001.03.17.0002219 Lamaran kirim ke Dibthkan Serabutan Villa Lk/ Seminyak-Kuta,Badung.Up:Bag. CV Mama & Leon Bth marketing Gong Dewata Tlp.722709/728443 PRT(wnt)Uluwatu Hp.08123923020 nikyoga@yahoo.com B.BP.001.04.17.0000352 HRD No.Telp:(0361)8947099 Lam Jl.Letda Tantular Renon B.BP.001.04.17.0000166 B.BP.004.04.17.0000295 B.BP.005.03.17.0002359 Dcr Life Guard,Security u/Vila Ph:0361-228511/081339151212 Dibthkan Staff Adm,CS& AccounSegera!! Butuh Terapis Reflexi Dicari Staff: Baghian Manager Mgr marketing u/laundry&Travel B.BP.167.04.17.0000319 ting D2/D3,B.Inggris,Komp. di Hayam wuruk,Gj Mnarik+ Cari 3 Admin,1 Bag Kirim, Persh Fax726688/sunartha12@gmail.com Kirim CV ke hrdsil2011@gmail.com Bonus+Lembur+THR T.9002588, Housekeeping harus bisa bahasa B.BP.001.04.17.0000242 Inggris dan Tk.Maintanance. Minuman Hub.081339685240 B.BP.001.04.17.0000320 0811239621123 Dibthkn.Bbrp Sales (bhn Bangn) untuk kerja di Villa-Hotel di B.BP.001.04.17.0000174 Dicari Staff Cashier,SPG,cowok B.BP.001.03.17.0002318 Lam ke Gn Andakasa Gg Pucuk Seminyak.perlu pengalaman. Cari Tkng Antar Plastik, & cewek utk Minimarket umur Restaurant diBedugul cari Cook ARjuna No.5 Dps 085103415121 dibawah 30thn Hub.08124628020 Waiter/s & Kasir, 081338861750 SMS ke Nomor 087861916870 Sesetan 081936224465 B.BP.001.04.17.0000408

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

B.BP.004.04.17.0000178

DIJUAL RUMAH

HONDA

Jazz MMC’12 Putih VR18 Baru Bs Tukar,085100856999 Pribadi

B.BP.141.04.17.0000402

Brio E satya’2015 MT Putih As Bali KM15Rb,085100421453 bsKrd

B.BP.164.04.17.0000397

BUC Civic 1.8 AT’06 Abu2 Istmw mulus, 08123802909, 0818343171

B.BP.001.04.17.0000291

NISSAN

Travello’2008 Hrg 64Jt,Pregio’ 2010 88Jt 081337875682

B.BP.164.04.17.0000399

DIJUAL RUMAH Dijual Rumah Ls 1,10 Are Jl.Imam Bonjol Hrg.850jt nego Hub: 081933018927 TP.

B.BP.001.04.17.0000377

Djl Rmh Kos 8Kmr Tnh 230m2 dan Rmh Tngl LtII Tnh 1A,2Kmr Lok. Kmps UNUD Jimb,GWK 08123805574

B.BP.001.04.17.0000256

DIJUAL TANAH Tnh Kav 2,5&2,6A Lok Sngt Bgs Jl.Utama Ry Balangan,View Laut H.490Jt/A Nego.Hb.085339021818

B.BP.004.03.17.0001774

Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

B.BP.001.04.17.0000133

Dijual Cepat Tanah di Bali Pecatu Indah Resort 969M2 Ocean dan Golf view.Peminat serius Hub: 0816816489(TP)

B.BP.031.04.17.0000270

Djl Rmh Murah Mnimalis Onegate Tnh Sidanbelok Plaga 15A,130Jt/A pemogan Hrg:880Jt 081238324199 SUZUKI Ng Strgs Bgs 087862392060 B.BP.001.04.17.0000375 Dijual Karimun GX Silver B.BP.001.04.17.0000394 Rmh 2,65m2, Jl.Ida Bgs Mantra Th 2004 Hub:081999760245 SINGARAJA B.BP.001.04.17.0000370 Prum.Candra Asri Hp.0811398154 B.BP.001.04.17.0000303 Tnh 15 Are,Wanagiri Pancasari Dijual Swift GX’2014Akhir Asli DK, Rmh Jayagiri hdp selatan LT300 View bagus Hp.0811398154 Mobil Spt Baru,081999731000 B.BP.001.04.17.0000304 B.BP.164.04.17.0000403 LB 196,SHM,PDAM,Hb.08123283153 B.BP.001.04.17.0000184 Djl Carry Pickup Th’2012 Hitam DISEWAKAN TANAH Rumah Perum.Pesona Wisata Blok Karangsari V 16 08123882193 DswknTnh 1,4Ha u/vila garden/ II B No.6 Jl.Imam Bonjol, Dps B.BP.001.04.17.0000398 LT/LB.137/130 SHM, 2,4M Nego, Retreat,dktJtluwih,08123974128 Grand Vitara’11 Manual 165 bs B.BP.001.04.17.0000201 Hub.081392666684, 08121838800 Tukar/Krd Dp25Jt,087860856999 B.BP.001.04.17.0000381 KONTRAKTOR B.BP.141.04.17.0000401 Katana 97 putih/mls hrg 52,5jt DISEWAKAN RUMAH Kontraktor Bangun Rmh,Villa Jl.Beji No.9,Hp.081558696937 Dikontrakkan Rumah 3KT 2 Km, Ruko,Renovasi Hub.081236793599 B.BP.001.04.17.0000169 B.BP.001.04.17.0000173 Dapur,Garase Jl.P.Seribu No.6 TOYOTA Dps Minat Hub:08123917633 B.BP.001.04.17.0000260 Avanza G Th’2012 Tangan 1 RUPA-RUPA Dikontrakkan Rumah Lt2 5KT+AC Silver Pribadi,087 862 270 180 Bantu murah Pajak SPT Tahunan 3KM Garasi Griya Arsandi Abian B.BP.164.04.17.0000395 bulanan SIUP NPWP 081338344155 Avanza G’08/09 Slvr AsDK Tgn 1 Base Sempidi-Kapal 0811394512 B.BP.001.04.17.0000177 B.BP.001.04.17.0000136 Sgt Bgs Rec Astra,087860171736 BIRO JASA B.BP.164.04.17.0000396 DIJUAL TANAH Pajk SPT Tahunan/Bln T.Amnesti Avanza G’2014Putih AsBali Gres Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & Oris Total 158Jt 081239600292 140Jt/A Bs Kredit 087862450004 sy bs bantu murah,081999121505 B.BP.154.04.17.0000405

B.BP.001.04.17.0000407

BIRO JASA

SPA

BUC Inova G’10Matic Htm Tg1,Ex Doktr F.Var 149Ng,082342490222

B.BP.001.04.17.0000170

BIRO JASA

B.BP.001.04.17.0000176

SERVICE


18

REKREASI

Minggu Wage, 9 April 2017

TTS Bali Post

Pertanyaan Mendatar: 1. Tendang 6. Bersifat membeda-bedakan ras 9. Ketinggian suatu tempat dari sekitarnya/pengangkatan 10. Lepas dari 11. Bank pembangunan daerah 12. Ampunan dari presiden 13. Dekat/intim 15. Salah satu cabang olahraga 17. Penanda kubur 20. Suara menggelegar dari langit 23. Lambang bilangan 25. Tempat sesuatu keluar/asal 28. Panggilan untuk babu perempuan 31. Orang yang bekerja di bidang seni 33. Sejenis penyakit infeksi saluran cerna 34. Pengendara becak (Jepang) 35. Undian 36. Terbaik 38. Compang-comping/sobek-sobek karena sudah tua 39. Bor kecil 40. Pujaan

BPM/dok

TANAH LOT - Salah satu objek wisata di Tabanan, yakni Pura Tanah Lot cukup banyak menyedot kunjungan wisatawan ke Bali.

2

3

Kini, program pemerintah pusat dalam lima tahun ke depan akan fokus pada sektor infrastruktur, maritim, energi, pangan dan pariwisata. Dari lima sektor tersebut pariwisata ditetapkan sebagai leading sector karena dalam jangka pendek, menengah, dan panjang pertumbuhannya positif. Menurutnya, peran pariwisata dunia dalam memberikan kontribusi terhadap

produk domestik bruto (PDB) global mencapai 9,8 persen, kontribusi terhadap total ekspor dunia sebesar 7,58 triliun dolar AS dan foreign exchange earning sektor pariwisata tumbuh 25,1 persen serta pariwisata membuka lapangan pekerjaan yang luas, yakni 1 dari 11 lapangan kerja ada di sektor pariwisata. “Pertumbuhan pariwisata dunia tersebut memberikan

Promosi Objek Wisata Buleleng Sasar Wisatawan Kapal Pesiar SEKTOR pariwisata di Kabupaten Buleleng kian berkembang. Kemunculan objek pun tak hanya terbatas pada wisata alam, seperti air terjun. Lebih dari itu juga berupa wisata bahari, spiritual, budaya hingga kearifan lokal yang dikemas melalui desa wisata. Kombinasi itu menjadi keunikan tersendiri di tengah trend kunjungan wisatawan yang menginginkan sesuatu lebih variatif. Guna meningkatkan jumlah kunjungan ke objek wisata tersebut, pemerintah kabupaten tak hanya melalui promosi di website maupun pameran, baik skala regional maupun nasional yang dipadukan dalam acara festival. Beberapa tahun terakhir, kapal pesiar kerap singgah di Pelabuhan Celukan Bawang, Gerokgak. Hal ini tak dibiarkan lewat begitu

saja oleh Pemkab, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media promosi. “Sejak lima tahun, kapal pesiar cukup sering bersandar di pelabuhan itu. Kami manfaatkan peluang itu untuk promosi,” ujar Kepala Dinas Buleleng, I Nyoman Sutrisna, belum lama ini. Sekali bersandar, wisatawan yang turun dari kapal raksasa itu mencapai ratusan orang yang berasal dari berbagai negara. Itu langsung disambut tari-tarian sembari diberikan brosur daerah tujuan wisata. Melalui cara itu, tak sedikit wisatawan yang langsung tertarik untuk berkunjung. “Wisatawan juga ada yang berkunjung ke sejumlah objek wisata, seperti Pemuteran, Gitgit, Gedong Kirtya, Munduk dan lain sebagainya. Itu tergantung minatnya. Perjalanannya langsung ditangani trevel,” jelasnya.

Khusus untuk tahun ini, menurut mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Buleleng ini berdasarkan informasi yang diterima akan ada 9 kapal pesiar yang akan bersandar, dengan masingmasing penumpang kisaran 600 orang. Momen itu akan terus dijadikan media promosi. “Waktu ini juga ada informasi, ada kapal pesiar besar ingin bersandar. Tapi dermaga belum mendukung. Kami berharap ke depannya ini bisa terealisasi,” ucapnya. Mengimbangi itu, birokrat yang juga sebagai Bendesa Pakraman Buleleng ini menyebutkan penataan pada objek wisata akan terus dimaksimalkan. Demikian juga dengan kualitas pengelolaan dan Sumber Daya Manusianya. “Peningkatan kualitas terus menjadi perhatian ke depan,” tandasnya. (sos)

6

7

8

10 11 13

12

14 15

17

18

16

19

20 23

25

26

31

21

22

24

27

28

29

30

32 33

34

35 36

37

38 39

40

KUPON TTS No.291 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 291 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 15 April 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 23 April 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 289 Mendatar: 1. Bipolar 4. Agresif 8. Nirguna 11. Songket 13. Use 14. Red 15. Naf (Fan) 16. Gnaja (Ajang) 18. Santi 20. Lamtorogung 22. PatiAsuhan (Panti Asuhan) 27. Aneka 28. Anata 29. Liu 30. Yes 31. Ayu 32. Mineral 34. Retorsi 36. Naikaku 37. Mubalig

Destinasi Paling Lengkap dampak positif terhadap pariwisata Indonesia,” katanya. Karena itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan pariwisata nasional dua kali lipat pada tahun 2019. “Sektor ini (pariwisata) ditarget devisa yang dihasilkan Rp 280 triliun, menciptakan lapangan pekerjaan pariwisata sebanyak 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta dan pergerakan wisnus 275 juta serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia,” jelasnya. Guna mencapai target pariwisata 2019, pihaknya menerapkan kebijakan dan program prioritas yang dilaksanakan tahun ini yakni digital tourism, homestay, dan aksesibilitas udara sebagai top 3 pogram. (par)

5

9

Pariwisata Bali

Pariwisata Bali memiliki keistimewaan di mata dunia. Bali juga sebagai contoh destinasi yang paling lengkap dengan 3 A, yakni atraksi, akses dan amenitasnya. “Kami akan memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan stakeholder pentahelix di Pulau Dewata,” ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata (Sesmenpar) Ukus Kuswara, di Kuta, Jumat (7/4) lalu.

4

SPT2017

Menurun: 1. Parit 2. Pemberi harapan palsu 3. Air di rahim pada saat hamil 4. Satu-satunya planet pengeliling bumi (Jawa) 5. Kekuasaan untuk melakukan kewenangan 6. Negara tetangga (Jepang) 7. Kawan/teman 8. Dua puluh satu (Bali) 14. Mawar ; “Rosa Hybrida” 16. Tulang rusuk 18. Kabar angin/desas desus 19. Noda/cela 21. Nilai ebtanas murni 22. Objek terbang tak dikenal (Inggris) 23. Satuan luas tanah 24. Kesatuan janji/kesepakatan bersama 25. Jagoan 26. Terbuang-buang/berlebihan 27. Muara sungai yang melebar ke arah laut 28. Daya/tenaga (Jepang) 29. Satuan informasi terkecil dalam sistem informasi 30. Pasangan punta dalam pertunjukan arja 32. Dibalik: Perkataan yang menyatakan kurang senang 37. Kata ajakan

1

BPM/dok

PANTAI - Bali yang memiliki banyak objek wisata pantai, menjadikannya sebagai destinasi wisata favorit di Indonesia.

Menurun: 1. Bendega 2. Parsial 3. AAN 5. GPO 6. Sekring 7. Fotolit 9. UNRAM 10. Audiovisual 11. SendokSayur (Sendok Sayur) 12. Nafsu 17. Jalak 19. Angan 21. Halaman 22. Pelangi 23. Nalar 24. Hasut 25. Natural 26. Canting 33. ABK 35. Elu

Pemenang TTS No. 289 1. I Gst Kade Dwipayana Jln. Merak No.5 Jambe Baleran Dajan Peken, Tabanan 82114 2. Ni Putu Ayu Wintari Br. Geria, Kel. Subagan, Kab. Karangasem 80813 (Hp: 085 737 833 741) 3. I Made Supatra Jl. Plawa XX, Pagan, Denpasar 4. Putu Eka Baskara Yoga Lingkungan Lebah, Semarapura Kangin, Klungkung 5. Ferlin Julia Santia Kelas IX E, SMP Negeri 1 Pupuan, Desa Pupuan, Kec. Pupuan, Kab. Tabanan 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Sinduarta Alamat : Br. Uma Klungkung, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat 80117


19

Minggu Wage, 9 April 2017

Kian Bertambah

Dari Hal. 1

Bahkan, sambung Agus yang sering bekerja sama dengan BNNP ini, melihat bahwa setiap hari pemakai narkoba semakin bertambah. Dari data yang dimiliki, jumlah pemakai yang fantastis di Indonesia, yakni kurang lebih 5 juta penduduk Indonesia sebagai pemakai aktif narkoba. “Kondisi itu tentu sangat memprihatinkan,” sebutnya. Atas kondisi itu, Ketua HAMI Bersatu Bali itu berpendapat bahwa Indonesia termasuk di Bali sudah dalam keadaan darurat narkoba, sehingga pemimpin bangsa untuk mengambil langkah tegas dan “gila” dengan menembak mati di tempat bagi para pelaku dan bandar narkoba. Aparat tidak boleh pandang bulu. Tidak mengenal istilah pengusaha dekat dengan atasan, pengusaha orang ternama. Sepanjang itu menjadi pengedar yang bisa meracuni rakyat, sudah selayaknya aparat membasminya, jangan mengamini “pengusaha” yang berkedok “apotek” gelap. Praktisi hukum ini menambahkan, bandar narkoba tidak pernah jera dalam menekuni bisnisnya. Apalagi di Indonesia termasuk pangsa pasar narkoba yang menjanjikan karena bisa meraup keuntungan yang banyak, karena harga yang dipatok mahalnya selangit. Herannya, ada saja masyarakat menjadi korban dan mau terpancing untuk mengonsumsi narkoba. “Ini juga menurut saya, salah satu cara pihak asing untuk mengahancurkan generasi bangsa kita dengan narkoba. Sesuai data, narkoba bahkan sudah masuk ke sekolah-sekolah baik TK, SD, SMP, SMA, PT bahkan kampung-kampung, ibu-ibu rumah tangga sudah diracuni,” ucap Agus Nahak. Bisnis ini menjanjikan keuntungan yang banyak, para pengedar dan bandar ini seakan “mabuk” dan gila harta, sehingga aparat BNN dan polisi sering dicuekin. “Parahnya, kita akui, bahwa banyak penegak hukum juga yang terlibat kasus narkoba. Kita tidak usah tutup mata, karena itu fakta,” tandas Agus Nahak. Apa yang dikatakan itu memang benar adanya. Saat ini saja ada petugas BNNP yang diadili kasus narkoba di PN Denpasar. Artinya bahwa penegak hukum harus lebih gila membersihkan diri sendiri sebelum “gila” di luar korps BNN sendiri. Aparat penegak hukum, lebih-lebih para pengadil, diminta tidak main mata, apalagi bersandiwara dalam pemberantasan narkoba. Tidak dimungkiri, indikasi sandiwara dengan menyogok aparat untuk mengu-

Memutus Jaringan Praktisi hukum lainnya, Anak Agung Ngurah Agung, justru khawatir jika bandar narkoba ditembak mati, karena jaringannya bisa putus. Namun soal penegakan hukum, khususnya hukum pidana, Polri merupakan penegak hukum terdepan. “Jika BNN dan Polri sepakat tembak di tempat bagi pengedar narkoba karena melawan dengan senjata ketika digerebek, tentu polisi dan BNN sudah ada protapnya. Akan tetapi, yang perlu dipertimbangkan adalah jaringan pengedar atau sumber informasi menjadi terputus,” tandas Gung Ngurah. Dia berpendapat, pengedar dalam melakukan aksinya secara psikologi apa tidak berdampak risiko bagi penegak hukum, karena pengedar dalam hal ini sudah ada keputusan bahwa dirinya pasti mati. “Pengedar narkoba dalam hal ini akan lebih nyaman karena secara kejiwaan dia orang frustrasi. Tembak di tempat akan menjadi pilihannya. Seharusnya dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, penegak hukum dituntut lebih profesional dan mencari terobosan hukum dalam menangani narkoba,” jelas Gung Ngurah. Terobosan hukum dimaksud, bisa dilakukan di tingkat pengadilan supaya ada efek jera. Termasuk bersih-bersih di internal kepolisian maupun BNN. Karena di dua lembaga ini, oknumnya juga terlibat narkoba, yang saat ini sedang diadili di PN Denpasar. (asa)

Ditembak Pelaku

Dari Hal. 1

Kapolda Jatim Irjen Pol. Machfud Arifin menegaskan tidak ada korban dari anggota Polri yang ditembaki pelaku di Pos Polisi, Jenu, Tuban. “Tidak ada korban dari anggota polisi, pelaku dari depan dan belakang menembak anggota di pos polisi. Tapi anggota menunduk, tembakan kedua juga menunduk, tidak kena,” tegasnya. Setelah ada penyerangan dari

pelaku yang menumpang mobil Daihatsu Terios, petugas di Pos Polisi Jenu meminta bantuan kepada rekannya dan Kasatlantas Polres Tuban untuk melakukan pengejaran dan penghadangan. “Mobil itu kabur dan anggota menyiarkan ke anggota lain dan Kasatlantas,” kata Irjen Pol Machfud Arifin. “Yang berhasil kita eksekusi ada enam orang dan di situ ada senjatanya enam untuk kontak tembak,” tegasnya. (kmb)

22 Maret

Dari Hal. 1

Selatan Bali, kata dia, sejak 22 Maret 2017 sudah tiga kali diguncang gempa bumi. Dua gempa bumi sebelumya terjadi pada 22 Maret 2017 (5,6 SR) dan 6 April 2017 (4,4 SR). Menurutnya, jika melihat kedalaman

hiposenternya, gempa bumi ini juga merupakan jenis gempa bumi berkedalaman menengah dipicu aktivitas subduksi lempeng. Untuk itu, masyarakat pesisir selatan Bali diimbau agar tetap tenang, mengingat gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. (kmb)

Sanksi Berat

Dari Hal. 1

Mengingat narkoba dampaknya lebih membahayakan dari miras, maka pihaknya pun merancang sanksi yang diberikan kepada krama yang ketahuan melakukan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba tentunya

akan lebih berat. Jero Kopok menargetkan pararem tentang narkoba akan rampung pada tahun ini. “Sejauh ini di Desa Pengotan belum pernah ada krama yang terlibat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Kami akan antisipasi hal itu dengan pararem,” imbuhnya. (ina)

Untung Besar Dari Hal. 1

Mereka terjerumus dalam kasus tersebut akibat tergiur untung besar hingga ingin merasakan sensasi berbeda. Kasat Res Narkoba Polres Buleleng, AKP Ketut Adnyana T.J. seizin Kapolres, AKBP Made Suka Wijaya menjelaskan selama tiga bulan yakni Januari-Maret pihaknya telah berhasil menangkap 17 pelaku kasus narkoba. Rinciannya, Januari 4 orang, Februari 6 orang, dan Maret 7 orang. Hal tersebut menunjukkan peredaran narkoba di Bumi Panji Sakti masih marak. Pelakunya tak hanya dari luar daerah. Sejumlah krama Bali pun turut terdaftar, baik jadi pemakai maupun pengedar. “Jumlah kasus ada kecenderungan meningkat. Untuk yang sudah ditangkap ada jadi pengedar dan pengguna,” jelasnya belum lama ini. Berdasarkan hasil penye-

Trump Bertemu Xi Jinping

Bahas Nuklir Korut

rangi hukuman atau merubah pasal sehingga ada yang bebas. Ini sangatlah memungkinkan terjadi. Sehingga para pihak harus bahu membahu mengatensi dan mengawasi penegak hukum. “Jangan sampai ada pengadilan yang mengalihkan dari pengedar, namun dalam putusan atau tuntutan sebagai pengguna, atau korban sehingga bandar bisa mendapat hukuman rehabilitasi,’’ujarnya. Solusinya, kata dia, tegakkan hukum, tembak mati pengedar yang melakukan perlawanan saat ditangkap. Buatkan penjara khusus untuk kasus narkoba, termasuk penjara khusus buat bandar narkoba yang terkena hukuman mati atau seumur hidup. Di samping itu giatkan sosialisasi di kalangan pemuda untuk menekankan betapa bahayanya narkoba itu. Sedangkan pemakai yang sudah direhab, perlu dilakukan pengawasan. Khusus untuk aparat BNN atau Polri yang terlibat kasus narkoba, mestinya hukuman diperberat karena memberikan contoh yang sangat tidak baik.

lidikan, barang haram tersebut didapatkan pengedar dari daerah Jawa. Itu dikarenakan harga belinya yang tergolong murah yakni kisaran Rp 1 juta per gram. “Dijual di sini (Buleleng -red) dengan harga Rp 1,8 juta. Untungnya kan cukup besar. Itu jadi pemicu adanya peredaran,” katanya. Sementara terkait pengguna, keberadaannya ibarat fenomena gunung es. Hal ini pun menjadi perhatian serius untuk diberantas. “Kalau yang memakai, itu karena bisa merasakan sensasi berbeda,” sambung perwira asal Seririt ini. Mengantisipasi munculnya kasus tersebut, Adnyana mengaku sudah gencar melakukan sosialisasi, baik untuk masyarakat umum hingga yang masih menempuh pendidikan. Pelaksanaan itu juga bersinergi dengan desa pakraman. “Upaya pencegahan sudah terus berjalan. Sosialisasi sampai masuk sekolah,” terangnya. (sos)

BPM/rtr

bertemu - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Palm Beach, Florida.

Cukup Bukti

Dari Hal. 1

“Kami siap melaksanakan perintah atasan tapi tetap mengedepankan prosedur,” tegas Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Sabtu (8/4) kemarin. Brigjen Suastawa menyampaikan, kalau terdapat bukti yang cukup dan pada saat upaya paksa pengedar narkoba melawan, apalagi disertai menyerang pakai senjata tajam atau senpi, pihaknya tidak segan-segan tembak di tempat. Hal itu dilakukan untuk keselamatan petugas dan sudah ada aturannya. “Jadi, kalau dalam kondisi darurat apalagi ada perlawanan, maka saya perintahkan anggota di lapangan untuk menembak pelaku. Namun, SOP-nya harus ditaati,” ujarnya. Sampai sejauh ini, lanjut jenderal bintang satu yang juga pemangku Pura Dalem di Desa Gulingan, Mengwi, Badung ini, di Bali belum ada yang seperti itu. Pelaku narkoba yang ditangkap biasanya kooperatif. “Tidak ada wilayah di Bali yang menamakan dirinya kampung narkoba seperti di wilayah lain. Kampung itu khusus penghuninya pengedar atau pemakai narkoba. Jangan sampai di Bali ikutikutan, desa pakraman harus mengantisipasinya dengan bersinergi dengan BNNP Bali atau BNNK,” tandasnya. Di Bali hanya modusnya terus berubah. Narkoba masuk dari pelabuhan udara dan laut, lalu diambil serta langsung dibuat dalam bentuk paket sesuai kebutuhan. Selanjutnya, paket tersebut langsung diedarkan ke pengepul lokal yang ada di masing-masing kabupaten lanjut ke pembeli. Dengan demikian, pengguna hanya menerima 0,1 sampai 1 gram. “Mencegah peredaran atau supply reduction lebih efektif menangkap di bandara atau di pelabuhan sehingga dapat dalam jumlah besar. Lebih baik memotong alur pengirimannya sehingga barang bukti diamankan besar dan tidak sampai ke pengguna,” harap Suastawa.

Dari Hal. 1

Aksi baku tembak pun terjadi antara petugas gabungan dengan pelaku yang bersembunyi di kebun jagung di Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Tuban. Tim gabungan yang melakukan pengepungan terdiri dari Brimob Bojonegoro, Gegana Polda Jatim, dan Kodim Tuban. Suasana di lokasi terlihat mencekam, karena puluhan petugas bersenjata laras panjang mengepung lokasi persembunyian para pelaku.

Sementara Kabid Humas Polda Bali AKB Hengky Widjaja mengatakan masalah narkoba, Kapolda Bali dari awal menjabat menegaskan tidak ada toleransi. Serupa dengan kesepakatan Kapolri dan Kepala BNN akan tembak mati bandar narkoba. Namun tentunya sesuai prosedur, baik itu yang dilakukan orang umum dan anggota Polri sendiri. “Bagi penyalah guna narkoba agar segera menghentikan kegiatannya. Pengguna yang tidak mampu menghentikan kebiasaan mengonsumsi narkoba agar melaporkan diri, nanti akan dilakukan rehabilitasi. Bagi pengedar, jaringan, bandar akan dilakukan tindakan tegas dan keras tapi terukur,” tegasnya. Dihubungkan HAM Tindakan menembak di tempat kerap dihubungkan melanggar hukum dan HAM (hak asasi manusia). “Prinsipnya kan begini, jadi kita pertama tetap menghormati dulu keberadaan hukum yang berlaku. Sebenarnya hati kecil juga mendukung, cuma kan kadang-kadang bisa dari pihak LSM, HAM, macammacam itu yang kita khawatirkan. Ada baiknya kalau menurut saya kita ikuti proses hukum dulu, jalur hukum yang sesuai dengan kondisi kita di Indonesia,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Bali, I Gede Suamba, Sabtu (8/4) kemarin. Suamba menambahkan, selama ini, para pengedar maupun pengguna narkoba memang seperti tidak pernah jera. Diancam dengan hukum, dari hukuman seumur hidup sampai hukuman mati belum juga bisa mengendalikan peredaran narkoba di masyarakat. Namun, penerapan hukum tembak di tempat berisiko memunculkan pro dan kontra. “Tetapi kalau pihak kepolisian atau BNN tidak mendengungkan, dia kan punya strategi umpamanya kalau orang itu betul-betul sudah terbukti ditembak dengan alasan melawan polisi, artinya jangan dibuat ramai dulu. Bisa muncul pro dan kontra,” ujar Politisi PDI Perjuangan dari Tabanan ini.

Akhirnya aparat berhasil melumpuhkan terduga teroris yang selanjutnya akan diserahkan ke Mabes Polri di Jakarta. “Pelaku tewas. Kami tegaskan, tidak ada satu pun anggota polisi dan TNI yang terluka,” ujarnya. Kasus Lamongan Sementara itu, Personel Kepolisian Resor (Polres) Lamongan, Jawa Timur, masih melakukan penjagaan sekaligus memberikan garis polisi di kediaman Zainal Anshori, terduga teroris di Kelurahan

Kalau memang harus dilakukan, lanjut Suamba, tembak di tempat harus sesuai dengan prosedur hukum. Bila perlu, ada regulasi yang diterbitkan lebih dahulu sebagai payung hukumnya. Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Anti-Narkotika (Granat), Henry Yosodiningrat, justru mendorong aparat penegak hukum untuk tegas menindak pengedar narkoba dengan menembak di tempat. Sebab, Indonesia sejauh ini gagal dalam penegakan hukum. Masih banyak oknum BNN, polisi, jaksa, atau hakim baik di pusat maupun daerah yang “bermain-main” dan tidak mendapatkan sanksi yang tegas. “Dalam penegakan hukum saya mengajak pemerintah, kita lakukan seperti apa yang dilakukan Filipina. Kita lakukan oleh apa yang dilakukan Presiden Rodrigo Duterte, tembak,” tegasnya dalam Diskusi Publik 2017 “Generasi Muda, Generasi Tanpa Narkoba” di Aula DPD PDI Perjuangan Bali. Menurut Henry, tidak perlu takut bangsa lain akan mengecam karena yang terpenting adalah menyelamatkan bangsa sendiri. Kalau ada yang menyebut tembak di tempat sebagai pelanggaran HAM, coba bandingkan dengan 50 anak bangsa yang setiap harinya meninggal akibat narkoba. Dari catatan Granat, penyalah guna narkoba pada saat Granat berdiri tahun 1999 tercatat 2 juta orang. Sedangkan saat ini malah mencapai 6 juta orang, walaupun segala macam cara sudah dilakukan. Tidak saja jumlah pemakai, jenis narkoba yang beredar juga terus bertambah setiap harinya. “Artinya kita gagal. Kegagalan kita adalah dalam sosialisasi bahaya, dampak dari penyalahgunaan narkoba karena pada umumnya, mereka yang memakai itu adalah mereka yang belum pernah mendengar atau pernah mendengar tapi samar-samar,” jelasnya. Oleh karena itu, lanjut Henry, harus dicari satu metode dalam memberikan penyuluhan agar betul-betul meresap di benak anak-anak bangsa. (rah/rin)

Mencekam

Blimbing. Sejumlah petugas yang ditempatkan di kediaman Zainal Anshori sifatnya hanya mengawasi, sebab penjagaan langsung dilakukan keluarganya, kata Kapolres Lamongan AKPB Juda Nusa Putra. Penjagaan dilakukan, menurut dia, karena di kediaman Anshori ada rukonya yang di dalamnya terdapat banyak barang. “Polisi hanya mengawasi sebab penjagaan langsung dilakukan keluarganya. Penangkapan tiga terduga teroris langsung di-

Palm Beach – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Beijing bertindak lebih banyak untuk menghentikan program senjata nuklir Korea Utara (Korut) saat bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Palm Beach, Florida. Ini adalah pertemuan resmi pertama Trump dengan Presiden Xi Jinping sejak Presiden AS itu dilantik pada Januari 2017. Meski hubungan Tingkok dan AS belakangan ini tidak bisa dikatakan mesra, pertemuan kedua pemimpin negara pada Sabtu (8/4) kemarin, berlangsung dalam suasana yang positif. Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Rex Tillerson, yang berbicara usai pertemuan puncak AS-China di resor Mar a Lago itu mengatakan, Presiden Xi setuju untuk untuk meningkatkan kerjasama untuk mengendalikan program nuklir dan rudal Korut. Selain itu, pembahasan mengenai kekhawatiran AS terhadap praktik perdagangan Tiongkok juga dilakukan. Xi dilaporkan menyetujui rencana melakukan pembicaraan perdagangan lebih lanjut yang bertujuan meningkatkan ekspor negara adidaya itu dalam waktu seratus hari. Termasuk juga rencana mengurangi surplus perdagangan Tiongkok dengan AS. Sebelumnya, Trump sempat mengatakan tidak dapat memberi toleransi atas defisit perdagangan yang cukup besar dengan negeri Tirai Bambu itu. Ia juga sempat menuding Tiongkok telah mencuri pekerjaan AS. Karena itu, pria berusia 70 tahun itu mengatakan, kemungkinan pertemuannya dengan Xi akan menjadi hal yang sangat sulit. Baik Trump maupun Xi juga sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam sejumlah bidang lainnya. Kedua pemimpin diyakini berupaya untuk menghindari berbagai perbedaan pendapat dan menemukan landasan bersama untuk peningkatan kerja sama. “Kami telah membuat kemajuan luar biasa dalam hubungan AS dan Tiongkok. Tentu kami akan terus membuat kemajuan tambahan,” ujar Trump usai kemarin. Ia juga menuturkan peningkatan hubungan AS dan Tiongkok akan menjadi sesuatu yang sangat baik bagi dunia. “Saya yakini banyak masalah yang berpotensi buruk dapat diselesaikan sebagai respons positif dari pertemuan ini,” kata Trump menambahkan. Setelah pertemuan yang serius, Trump mengajak Xi Jinping berjalan-jalan di taman bergaya Spanyol itu yang menjadi kebanggaannya. Keduanya tampak berbincang dan bercakap-cakap dengan akrab. Dalam pertemuan tersebut, Trump juga menerima undangan Xi Jinping untuk melawat ke Tiongkok dalam waktu dekat. Mereka sepakat untuk menggelar dialog AS-Tiongkok dengan kedua presiden berperan sebagai ketua forum. (kmb33/ap)

Lahan Subur Dari Hal. 1

Indonesia memiliki kesamaan permasalahan dengan Filipina. Apalagi kini, Indonesia dipandang sebagai tempat lahan subur dalam peredaran narkoba. “Saya pribadi setuju pemberantasan narkoba harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh sesuai dengan aturan hukum yang ada dan tidak melanggar hukum,” tandas pengamat hukum internasional, Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M. Terkait hal itu, BNN dan Polri telah sepakat untuk melakukan hal yang sama yang dilakukan negara Filipina, yaitu menembak mati di tempat bagi pengedar narkoba yang melawan dengan senjata api. Ada alasan tentunya tindakan ini diambil atau protap yang jelas. “Dalam pandangan saya, jika tidak dilumpuhkan hal ini akan berdampak buruk bagi para aparat keamanan yang bertugas di lapangan untuk menumpas pengedar narkoba di Indonesia. Di samping dapat memberikan efek jera kepada pengedar narkoba serta mampu mengurangi peredaran narkoba yang ada di Indonesia,”imbuhnya. Hal senada juga dikatakan Ketua Peradah Badung, I.B. Anggapurana Pidada, S.H. Dia mengatakan penggunaan narkoba mayoritas bukanlah di tempat-tempat hiburan, namun di rumah-rumah ataupun kos-kosan. Bandar narkoba juga telah beranak pinak dari bandar besar hingga pengedar kecil sehingga narkoba kian hari semakin gencar. Ancaman ini berpotensi semakin bentambah tiap tahun, sehingga membutuhkan gerakan cepat dan tegas untuk para bandar narkoba. Polri dan BNN diharapkan mampu merealisasikan pernyataan Presiden Jokowi yang telah menyatakan perang terhadap narkoba. Sehingga, BNN sebagai sektor pemimpin diminta bekerja sama dengan setiap elemen masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba termasuk juga menerapkan tembak mati di tempat bagi para pengedar narkoba yang bersenjata. “Korban meninggal akibat narkoba diperkirakan lebih dari 15.000 orang setiap ta-

hunnya dan terus bertambah sehingga satu bandar besar berpotensi membunuh ribuan masyarakat ini belum temasuk dampak sosial dan kejiwaan bagi para pengguna yang mencapai ratusan ribu orang. Bandar yang memiliki senjata api tentunya merupakan bandar besar yang membawahi banyak bandar kecil di jaringannya. Sehingga membiarkan bandar narkoba hidup tenang justru lebih membahayakan ribuan generasi muda,” tandas I.B. Anggapurana Pidada. Kendati demikian, pihaknya juga menyarankan, dalam melakukan tindakannya, BNN dan Polri juga sebaiknya tidak sembarangan dalam membunuh orang lain, tetapi harus sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hukuman hendaknya diputuskan dalam pengadilan bukan oleh BNN atau Polri, karena negara Indonesia adalah negara hukum dan menjunjung tinggi HAM. Tembak mati hanya bisa dilakukan apabila penangkapan bandar narkoba melakukan perlawanan yang mengancam satuan anggota. Dalam melakukan penyergapan hendaknya dilakukan tembakan peringatan terlebih dahulu, apabila bandar narkoba melakukan perlawanan dengan senjata api baru hendaknya bisa ditembak mati. Selain itu, satuan anggota penyergapan tentunya harus mendapatkan pelatihan khusus dan dilengkapi dengan peralatan canggih baik senjata, perisai maupun baju anti peluru. Memberantas bandar narkoba sesungguhnya bukan hanya memerlukan ketegasan, namun lebih perlu ditingkatkan intensitasnya dan BNN perlu merekrut intelijen khusus dari generasi muda sehingga lebih banyak informasi yang bisa didapat. “Solusi terbaik yang harus dilakukan yakni revolusi mental baik masyarakat maupun penegak hukum sehingga tidak hanya aparat yang memerangi narkoba, namun masyarakat mampu melakukan kontrol sosial dengan lebih baik pada lingkungan masyarakatnya,” ujarnya. (win)

lakukan Densus 88. Kami sifatnya hanya membantu,” katanya menegaskan. Dari keterangan yang diperoleh, Densus 88 melakukan penangkapan tiga terduga teroris di wilayah Kecamatan Paciran, Lamongan, Jumat (7/4) sekitar pukul 09.30 WIB10.30 WIB. Zainal Anshori (50) dan Hendis Efendi, keduanya beralamat di Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, ditangkap ketika berboncengan sepeda motor di depan SMPN Paciran. Menyusul kemudian satu terduga

teroris, Hasan, ditangkap di Desa Paciran, Kecamatan Paciran. Sekitar pukul 10.30 WIB, ketiga terduga teroris yang diamankan dari dua TKP di Lamongan tersebut akhirnya dibawa oleh anggota Densus 88 menuju Mapolda Jawa Timur. Ali Fauzi, kakak kandung Bomber Amrozi, yang dimintai konfirmasi menyatakan ketiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 itu merupakan jaringan baru. (ant/kmb)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu WAGE, 9 April 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Maudy Ayunda 107 Tahun Wayang Orang (WO) Sriwedari Rilis Video Klip Akan Tampil di Gedung Pewayangan Jakarta Lagu Baru AKTRIS sekaligus penyanyi Maudy Ayunda hari ini mengeluarkan klip video lagu “Satu Bintang di Langit Kelam”, yang juga menjadi lagu untuk film terbarunya “Trinity The Nekad Traveler”. “Rasanya tentu senang banget bisa bekerja sama lagi dengan Mbak Dewi, sudah kangen banget sih bisa menyanyikan lagu beliau lagi. Karena ini lagu remake, pastinya ada beban tersendiri. Walau lagunya gak kalah bagusnya dengan versi yang sebelumnya, tapi harus sama kerennya dan harus berbeda untuk bikin orang merasa bahwa ini versi baru yang sukses,’’ kata Maudy dalam siaran pers, Jumat (7/4). Lagu ini pertama kali dipopulerkan trio Rida Sita Dewi (RSD) pada 1995 lalu, yang diciptakan oleh salah satu anggotanya Dewi “Dee” Lestari, yang kini lebih dikenal sebagai penulis novel. Dee terinspirasi dari kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono “Hujan Bulan Juni”. Maudy tidak ingin terjebak dengan kepopuleran lagu itu sehingga ia benar-benar memikirkan bagaimana membawakan lagu itu. Menurut Maudy, sesi paling menyenangkan adalah sebelum merekam “Satu Bintang di Langit Kelam”, ia berdiskusi dengan Dee mengenai makna lagu yang memuat banyak metafora ini. “Bahwa lagunya seperti apa sih, ceritanya tentang apa, apakah ini lagu sedih atau apa. Jadi, banyak sekali brainstorming session di balik recording lagu ini. Apalagi lirik di lagu ini sangat dalam, kita sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau gak salah kalimatnya ‘jadilah diriku selatan’. Jadi kita banyak interpretasi dari lagu ini, menurut aku ini yang membuat lagu ini menarik”, kata Maudy tentang proses produksi lagu ini. (ant)

Jakarta (Bali Post) Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, bekerja sama dengan Triardhika Production, akan mementaskan grup Wayang Orang (WO) legendaris ‘Sriwedari’ di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta Timur, Selasa (25/4) mendatang. Pergelaran mengusung cerita “Mintaraga” dengan penekanan tema; interested menjunjung jati diri budaya bangsa. Lakon tersebut terinspirasi dari Serat Arjunowiwaha yang kemudian menjadi lakon utama dalam pertunjukan ini. Pementasan ini berkaitan dengan acara Kongres IX SENAWANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia), yang digelar di Jakarta. “Dengan semangat menjaga budaya, kami ingin memberi ruang apresiasi melalui pementasan Wayang Orang (WO) Sriwedari. Seni tradisi sebagai ungkapan kehidupan yang tidak hanya mengandung tatanan estetika, namun juga pandangan hidup, tata nilai dan identitas diri,” papar Produser Triardhika Production, Eny Sulistyowati S.Pd., M.M., kepada wartawan, di kantornya, di Jakarta Selatan, Jumat. Wayang Orang (WO) Sriwedari, terang Eny, merupakan komunitas seni budaya paling fenomenal, yang kini usianya menginjak 107 tahun. “Walau terimbas oleh dinamika zaman, namun grup kesenian ini tetap eksis

menjaga marwah dan kegemilangannya,” ujar produser, yang juga ikut berperan sebagai Batari Supraba, dalam pementasan ini. Wayang Orang (WO) Sriwedari pernah mengalami masa keemasan yaitu di masa Rusman, Darsi, dan Surono, sebagai penggiat wayang yang paling banyak dikenang oleh pencinta Wayang

Orang. Wayang Orang (WO) Sriwedari mempunyai kekuatan pada tokoh tokohnya, di samping konsep garapan. “Kami ingin menunjukkan bahwa Wayang Orang (WO) Sriwedari sebagai kesenian tradisional, mampu eksis dan berkembang sesuai zaman. Dari segi artistik, bobot isian cerita, pola penggarapan, dan visual panggung,

kami terus mencoba menggali warna-warna baru dengan tetap berpola pada kekuatan klasik Wayang Orang,” terang Agus Prasetyo, S.Sn. yang bertindak sebagai sutradara, sekaligus memerankan tokoh Mintaraga. Pergelaran “Mintaraga” Wayang Orang (WO) Sriwedari ini, juga mendapat dukungan dari Pemerintah

Kota Surakarta. “Pemerintah Kota Surakarta, khususnya Dinas Kebudayaan, sangat mengapresiasi dan menyambut gembira dengan diundangnya Wayang Orang (WO) Sriwedari untuk pentas di Jakarta, dalam rangka Kongres IX Senawangi,” sambut Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Surakarta, Sis Ismiyati. (pik)

BPM/pik

Pentas Wayang Triardhika Pro.

Night Bus

Drama Thriller nan Mencekam

Bali dan India brolan BALE BANJAR ARIDUS PAGANISME adalah istilah yang mulai muncul saat kepercayaan pada Tuhan Yang Esa atau monoteisme berkembang. Ini sebenarnya stigma setara kafir, musriek, dan syirik, bagi para penganut kepercayaan pada dewa-dewi serta roh dan kekuatan alam. Padahal bila tidak mengingkari sejarah asal-usul kepercayaan yang kemudian terkristal menjadi keyakinan, paganisme yang terdiri dari animisme dan dinamisme adalah awal pengenalan manusia terhadap Tuhan. Animisme adalah kepercayaan bahwa semua benda di jagat raya ini memiliki roh, sedangkan dinamisme meyakini semua benda tersebut memiliki kekuatan. Sayang, karena fanatisme begitu tebal terhadap kredo tertentu, membuat orang sengaja meninggalkan sejarah sekaligus mengabaikan asal-usul. “Aku tidak akan menyinggung agama lain karena pengetahuanku jauh dari cukup untuk itu, lagi pula aku khawatir dipolisikan bila salah ucap dan tafsir. Nah, keyakinanku yang kini bernama Hindu Dharma sejak

1964, merupakan perubahan dari Hindu Bali, nama yang dilekatkan mulai tahun 1958. Sebelumnya bernama Agama Tirta, karena semua upacara keagamaan dianggap suci dan lengkap setelah disiratkan tirta atau air suci. Bahkan konon tatkala sekte masih mewarnai kehidupan beragama di Bali, nama agama sebanyak nama dewa yang oleh masing-masing sekte dianggap paling kuat dan sakti. Makanya ada Agama Brahma, Wisnu, Siwa, Indra, Bayu, Mahadewa, Sambu, Rudra dan lain-lain. Semua nama dewa tersebut merupakan manifestasi dari benda-benda alam dan aktivitas atau keadaan. Wisnu sebagai Dewa Air, Brahma api, Siwa udara. Bayu angin, Indra perang, Saraswati ilmu pengetahuan, Ganesha kebijaksanaan. Perlu disadari bahwa semua nama itu merupakan barang impor dari India, yang dilekatkan setelah kedatangan Hindu ke Nusantara dan Bali khususnya. Jangan salah sangka, kepercayaan pada roh dan kekuatan alam tersebut sudah diyakini para nenek moyang orang Bali, lalu nomenklatur berbahasa Sanskerta dilekatkan, saat Agama Hindu datang. Jadi, aku tidak mau munafik dan mengingkari jasa para leluhur kita, yang meletakkan dasar keyakinan kita, saat mereka masih berstatus politeis, paganis, namun tetap mempertahankan kebudayaan dan tradisi mereka. Mereka menolak adaptasi dan dominasi, namun setuju berakulturasi dan bersimbiose mutualistis,“ papar Rubag.

INDUS T RI perfilman Indonesia setiap hari, bulan, dan tahun semakin meningkatkan kualitas film karya anak bangsa, dengan berbagai genre yang siap tayang di seluruh bioskop Indonesia. Kali ini, industri perfilman Indonesia akan diramaikan dengan sebuah film yang bergenre drama thriller ini bertajuk ‘‘Night Bus - Conflict Doesn’t Chose Its Victims’’, yang diproduseri oleh aktor dan presenter Darius Sinathrya (31). Film ini merupakan debut pertama Darius menjadi produser, yang cukup berani mengangkat ide sederhana d ari kejad ian yang bisa dialami siapa saja, dengan penggarapan yang kompleks serta membutuhkan

biaya tidak sedikit, yang sementara dana tersedia pun terbatas. Night Bus disutradarai Emil Heradi dan scenario ditulis oleh Rahabi Mandra ini memang menampilkan warna baru dalam film aksi Indonesia. Darius menggunakan visual effect atau CGI agar konflik dalam film tersebut semakin terasa atau real kepada penonton, yang menyaksikannya. “Mereka bukan bikin film, tapi mereka bikin sejarah dalam film,” begitu kata ahli Visual Effect Indonesia, Amrin Nugraha soal film Nightbus. Berawal dari kisah perjalanan pulang kampung dengan bus malam seorang pemuda yang lama meran-

tau di kota besar dan ingin kembali ke kampung halaman, sekadar menuntaskan rindu pada keluarga. Semua orang bisa saja punya pengalaman pulang kampung mengendarai bus malam, tetapi tidak semua orang memang terjebak konf lik yang sebab utamanya pun tidak diketahui para penumpang bus. Sekalipun dengan latar belakang berbeda, semua penumpang bus punya tujuan sama, hanya ingin pulang ke rumah dan tiba dengan selamat. Namun penyerangan secara tiba-tiba dari kelompok tidak dikenal di tengah perjalanan membuat nasib semua penumpang jadi sama. Terancam! Siapa yang hidup dan

tewas tidak pernah ada yang tahu, tapi semua berusaha bertahan hingga muncul konflik tajam. Adegan demi adegan jadi begitu mencekam, mulai dari kehancuran kota, kebakaran, kecelakaan hingga baku tembak mewarnai aksi dalam film ini. Semua itu dipoles halus dengan hasil maksimal sekalipun dana terbatas. Berkat kepiawaian dan kerja keras seluruh tim Night Bus Pictures, kita bakal bisa menyaksikan kecanggihan teknologi film yang baru pertama digunakan dalam film Night Bus. Dalam salah satu kesempatan Nightbus Campus Road Show beberapa waktu lalu, sempat ditanyakan kenapa mahasiswa yang

hadir lebih dari seratus lima puluh orang itu, tidak pernah nonton film Indonesia. Salah satu dari mereka menjawab karena Nggak Keren. Menjawab tantangan itu lagi-lagi Amrin Nugraha yang juga merupakan supervisor Visual Effect di film ini, berani menjanjikan kalau film Night Bus yang bakal tayang serentak 6 april nanti di seluruh bioskop Indonesia bakal mampu memuaskan apa yang mereka inginkan. Film ini didukung sederet nama besar seperti Toro Margens, Lukman Sardi, Alex Abbad, Edward Akbar, Teuku Rifnu Wikana, Donny Alamsyah, Rahel Ketsia, Tio Pakusadewo dan lainnya. (pik)

“Benar, kita tidak harus menjadi India karena menganut Agama Hindu. Semua jenis kesenian dan kebudayaan di Bali, termasuk tata berbusana, asli warisan leluhur. Segala jenis pengaruh dari India merupakan unsur-unsur pelengkap dalam kehidupan beragama, berbudaya dan bermasyarakat, sedangkan cikal bakalnya memang lahir dan tumbuh di Bali. Filsafat memang ada diambil dari cerita Mahabharata dan Ramayana, bukan berarti orang Bali tidak memiliki filsafat, justru hasil akulturasi membuat local genius atau kearifan lokal orang Bali jadi tetap eksis hingga kini. Hari Nyepi yang baru-baru ini kita rayakan merupakan titik puncak Trihita Karana, yang merupakan buah pikir leluhur orang Bali, merupakan fenomena mencengangkan di dunia. Orang modern berpikiran maju banyak yang terengah-engah mengejar dunia yang berlari cepat atau run away world, orang Bali justru mampu menghentikan dunia dalam tempo 1 x 24 jam. India yang dikatakan sebagai tempat kelahiran Agama Hindu saja tidak memiliki hari Nyepi. Mungkin saja di sana ada hari raya sejenis Galungan dan Kuningan, namun kita di Bali merayakannya di sanggah atau pemerajan, tempat suci keluarga masing-masing. Orang boleh menganggap Galungan sebagai kemenangan dharma melawan adharma atau memerangi musuh diri, namun bagiku, itu tetap perayaan buat menghormati para leluhur. Karena itulah sesajen atau banten lebih banyak dipersembahkan buat para roh yang berstana di Kemulan atau Bhatara Hyang. Jadi, orang Bali

melakukan ritual agamanya tanpa didominasi dan didoktrin pengaruh India, namun seturut dengan pandangan hidup atau way of life mereka,“ ulas Sudiantara. “Ya, Hindu datang ke Bali bukan untuk mendominasi atau menginginkan orang Bali menyerap dan meniru kebudayaan India. Coba lihat busana adatnya! Tidak ada wanita Bali yang tertarik mengenakan Sari, mereka lebih senang mengenakan kebaya dan kamben. Juga dalam busana lebih tradisional, Payas Agung atau Payas Tegeh lebih cocok melekat di tubuh mereka daripada pakaian adat lain. Ini sempat menggegerkan saat salah seorang wanita anggota rombongan Raja Salman mencoba mengenakan Payas Agung dan diposting di facebook. Begitu pula saat berkunjung ke pura, mereka mengenakan kain dan selempot di pinggang seturut aturan berbusana ke tempat suci di Bali. Ya, Bali memang unik, namun karena keunikan dan keramahan serta kedamaian hati masyarakatnya, membuat Raja Arab Saudi beserta 1.500 orang rombongannya menambah masa tinggal tiga hari di Pulau Dewata. Padahal saat mendarat di Bali, pesawat dengan peralatan canggih mengalami kerusakan pada elevator atau liftnya, sehingga pihak Bandara Ngurah Rai menggunakan Invalid Portable Lift agar Sang Raja bisa turun dari pesawat. Ajaibnya, saat Raja Salman berada di IPL, ekskavator pesawat normal kembali tanpa diperbaiki, malah tetap lancar saat rombongan meninggalkan Bali. Ada yang berpendapat bahwa kerusakan lift adalah sapaan dari para dewata-dewati pada penguasa dua kota suci

Mekkah dan Madinah, agar bersenang hati berlibur di Bali. Sekaligus menyampaikan pesan semiotika dengan memperpanjang masa tinggal kepada golongan bumi datar yang bersumbu pendek, bahwa Bali tidak sejelek yang mereka katakan,“ komentar Mardika. “Terlepas dari tuduhan, itu kepercayaan klenik atau takhayul, namun aku setuju kalau kerusakan elevator tersebut adalah sapaan dari penguasa alam astral terhadap penguasa alam nyata atau dua kota suci di Arab Saudi. Meskipun Agama Hindu Dharma kini dikategorikan monoteis, namun lima prinsip kepercayaan yang menjadi fundamental agama kita yakni Panca Sarada, menurutku, masih mengandung unsur animisme dan dinamismenya. Percaya adanya roh atau atman, di bawah kepercayaan pada Ida Sang Hyang Widi Wasa, lalu Punarbawa atau reinkarnasi, selanjutnya Karma Pala yakni hukum alam, dan terakhir Moksa yaitu bersatunya roh dengan Sang Pencipta, menyiratkan pendapatku itu. Terkait pada lima kepercayaan dasar itulah, orang Bali ikhlas melaksanakan ratusan jenis upacara keagamaan dan adat yang terbagi menjadi lima kelompok. Manusa Yadnya, upacara dari sejak berupa embrio hingga menutup mata terakhir, yang terdiri puluhan jenis ritual. Pitra Yadnya, upacara terkait kematian yang juga punya banyak rentetan yang berakhir hingga Mamukur, selanjutnya disambung ke Dewa Yadnya yakni menuntun roh almarhum ke sanggah Kemulan atau Batara Hyang. Dalam Dewa Yadnya juga

terdiri dari upacara di semua tempat suci dengan puluhan jenis, semuanya untuk pemujaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Buta Yadnya, yakni persembahan suci untuk alam beserta isinya, demi keseimbangan dan harmoninya hubungan sesama ciptaan Tuhan. Terakhir, Resi Yadnya adalah ritual untuk menjadi orang suci atau sulinggih. Agaknya, jenis upacara di Bali melebihi yang dimiliki tempat kelahiran Agama Hindu,“ tutur Sugita. ”Persis, saat aku masih menjadi guide, aku sering menangani wisatawan India, malah ada yang bergelar Rsi. Mereka merasa iri dan kagum menyaksikan upacara yang dilakukan masyarakat Bali secara ikhlas kendati modernisasi yang didominasi pragmatisme dan materialisme

melanda dunia. Kondisi beragama seperti di Bali, tidak dijumpai lagi di India, meskipun tempat-tempat suci bersejarah bertebaran di sana. Akhirnya, aku berpendapat, akulturasi antara Hindu dari India dengan kepercayaan asli Bali berhasil secara simbiose mutualistis, karena tidak ada niat saling mendominasi atau menjajah. Peran wayang kulit dalam sosialisasi sangat baik, di mana figur Malen, Merdah, Sangut, dan Delem sebagai filter sangat fungsional dan efektif. Keempatnya bukan tokoh fiktif India, tapi asli Bali, yang berperan sebagai penerjemah dan penafsir. Mereka menolak yang tidak cocok dengan budaya kita, menerima yang cocok dan disesuaikan dengan pandangan hidup kita, “ imbuh Suryanegara menutup obrolan. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 09 April 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu