terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 200 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin wage, 9 Maret 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Kaca Mobil Dilempari
Jatuh ke Jurang di Gunung Batur
‘’Demam’’ Budi Daya Vanili
Pelaku kejahatan jalanan semakin beringas. Empat anak baru gede (ABG) melempari kaca mobil milik Ketut Budi Aryawan (30) dengan batu di Jalan By-pass Ngurah Rai, depan Gang Kerta Pura, Denpasar Timur, Sabtu (7/3) lalu. Kejadiannya pukul 23.00 Wita.
Ida Bagus Andyka Eka Arcana Manuaba (23) tewas terjatuh saat mendaki Gunung Batur, Kintamani, Minggu (8/3) dini hari. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Korban bersama delapan temannya mendaki dari jalur Pura Jati. BANGLI | HAL. 9
Warga Jembrana mulai ‘’demam’’ budi daya tanaman vanili. Warga pun memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman merambat yang dikenal ‘’manja’’ ini.
DENPASAR | HAL. 2
JEMBRANA | HAL. 11
Harmonisasi Pertanian dan Pariwisata
Pariwisata dan pertanian di Bali, dua sektor yang hampir selalu dibenturkan. Pariwisata dituding membawa dampak besar bagi alih fungsi lahan dan membuat generasi petani nyaris punah. Padahal jika pertanian lenyap, pariwisata Bali akan kehilangan taksu. Pemikiran bijak diperlukan agar wacana membenturkan dihentikan, diganti dengan wacana dan langkah nyata melakukan harmonisasi pariwisata dengan pertanian.
A
pa yang terjadi pada Bali sejak booming pariwisata adalah hilangnya harmonisasi di antara dua sektor penggerak ekonomi yakni pariwisata dan pertanian. Ketika pariwisata memberi hasil cepat dan berlipat, pertanian kemudian dianaktirikan. Pertanian ditepikan dalam kebijakan, namun diagungagungkan saat bicara tentang tingginya peradaban kebudayaan Bali. Pertanian sejak lama telah diperlakukan secara tidak adil. ‘’Ketika pariwisata mengalami guncangan seperti saat ini akibat virus Corona, pemerintah langsung memberi banyak insentif dan kemudahan-kemudahan,’’ kata Guru Besar Fakultas Pertanian Unud Prof. I Wayan Windia. Sementara nasib pertanian, lanjut Windia, ketika harga beras akan naik sedikit saja, pemerintah segera melakukan impor agar harga tak jadi naik. Ketidakadilan terhadap pertanian merupakan wujud nyata dari hilangnya harmonisasi di Bali. ‘’Persentase jumlah petani di Bali itu masih di angka 35 persen.
Ini berarti seharusnya kontribusi pertani an terhadap PDRB Bali berada di angka sekitar 35 persen,’’ kata Windia. Tetapi kenyataannya, kini pertanian hanya menyumbang sekitar 14 hingga 15 persen untuk PDRB Bali. Sementara pariwisata diperkirakan menjadi penyumbang 70 persen untuk PDRB. ‘’Sudah saatnya harmonisasi yakni keseimbangan antara pertanian dan pariwisata di Bali dilakukan dengan serius,’’ tegas Windia. Kondisi pariwisata Bali yang kembali mengalami guncangan akibat virus Corona, bisa dimaknai sebagai pertanda dari alam kepada Bali agar tidak menganakemaskan pariwisata. Karena ketidakseimbangan antara pariwisata dan pertanian mengakibatkan ekonomi memiliki risiko besar. ‘’Pariwisata itu sektor yang sangat renyah dalam arti peka terhadap gangguan,’’ kata Windia. Ketua Ikatakan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali Dr. Drs. I Putu Anom sepakat bahwa antara pariwisata dan pertanian mestinya diharmoniskan. Pariwisata dan pertanian dapat saling melengkapi. ‘’Misalnya keuntungan dari pajak hotel dan restoran (PHR), gunakanlah untuk membantu sektor pertanian,’’ kata Anom. Selama ini, Anom yang juga mantan Dekan Fakultas Pariwisata Unud ini melihat alokasi penggunaan PHR banyak digunakan untuk hal lain di luar pertanian.Pemerintah daerah yang memungut maupun menerima manfaat dari PHR ke depannya perlu mengalokasikan penggunaannya untuk menguatkan pertanian Bali. (ata)
OPINI
Oleh: Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
Dua Lagi Positif Corona Jakarta (Bali Post) – Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto mengumumkan kasus positif Covid-19 bertambah dua orang, hingga menjadi enam kasus. ‘’Hari ini dari hasil pemeriksaan laboratorium kita menambah lagi dua kasus positif,’’ kata Yurianto, Minggu (8/3) kemarin. Dengan adanya tambahan dua kasus positif, maka jumlah orang positif Covid-19 di Tanah Air menjadi enam orang. Dua orang tambahan yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu diklasifikasi sebagai kasus 05 dan 06. Yurianto
menjelaskan kasus 05 merupakan seorang pria berusia 55 tahun, diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan dari penelusuran klaster Jakarta. Sementara kasus 06 merupakan pria 36 tahun, imported case dari Jepang. Yang bersangkutan terkena Covid-19 pada saat bekerja sebagai anak buah kapal Diamond Princess. ‘’Kondisi keduanya stabil, tidak butuh oksigen, tidak diinfus, sadar penuh, tidak demam, tidak batuk dan tidak pilek. Jadi kondisi dalam keadaan baik,’’ ujar Yurianto. Kedua orang itu diisolasi di RSPI Sulianti Saroso dan RS Persahabatan. (ant)
Prof. Windia Guru Besar Unud
Hari Suram Pekerja Pariwisata Menjelang
Drama Itu pun Tutup Layar
CERITA, kisah dramatis haru biru, yang sudah berlangsung sejak lama di seputar ujian akhir sekolah akan dikubur tahun ini oleh Pak Menteri Nadiem Makarim. Ujian ibarat monster hitam yang membayangi semua pihak, dari gubernur, kepala dinas, bupati, pengawas, kepala sekolah, guru, dan tentu saja siswa dan orangtuanya. Ketakutan yang ditimbulkan dari gerakan monsterisasi UN itu terus dibangun dan diwariskan dari tahun ke tahun, sehingga semakin menjadi-jadi. Pun tak bisa dimungkiri ujian kognitif hafalan menjelma menjadi tujuan satu-satunya, target, ukuran keberhasilan, status prestasi, prestise sosial bagi siswa penghafal teori, teorema, dalil, peta buta, tahun dan nama sejarah, ukuran lapangan bola, dan lain-lain, dari keseluruhan proses pendidikan. Tahun-tahun keenam bagi siswa SD dan ketiga bagi siswa SMP dan SMA/SMK adalah puncak persiapan menghadapi ujian. Seluruh kekuatan sekolah dikerahkan. Uji coba (try out) menjawab tes pilihan ganda berkali-kali terjadi. Semua kegiatan belajar seperti membuat proyek botani di herbarium sekolah, pembedahan katak di laboratorium biologi, atau menyusun esai, diabaikan. Sekolah tak mau tinggal diam, bahkan mengembangkan strategi suskes UN dengan cara curang. Anak-anak pintar yang dikumpulkan di kelas unggul dapat kehormatan jadi joki nan perkasa UN yang akan disebar di seluruh kelas peserta. Para joki ini memberi tahu jawaban kepada seluruh siswa di suatu kelas. Para pengawas sepakat untuk tidak mengusik keadaan ini walaupun mereka datang dari sekolah lain. Mereka tutup mata tutup telinga. Hal. 11 Guru Memberi
’’Sudah saatnya harmonisasi yakni keseimbangan antara pertanian dan pariwisata di Bali dilakukan dengan serius.’’
Bali Post/dok
MEMBAJAK - Wisatawan asing ikut membajak sawah.
Ekonomi Beberapa Negara Terkoreksi
Ekspor Barang dari Bali Diprediksi Terpengaruh
Pasca Covid-19 outbreak, perekonomian dunia diperkirakan melambat. Negara-negara utama merevisi proyeksi pertumbuhannya di tahun 2020, seperti Tiongkok dari 6 persen menjadi 5,6 persen, India dari 6,6 persen menjadi 5,5 persen, Jepang dari 0,5 persen menjadi 0,4 persen. Sementara Indonesia juga merevisi pertumbuhan ekonominya sebesar 0,1 persen dari 5,1 - 5,5 persen menjadi 5,0 - 5,4 persen. Demikian
disampaikan Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho, Jumat (6/3) lalu. Outlook perekonomian Bali juga terkoreksi ke bawah, dari 5,6 - 6 persen menjadi 4,6 – 5 persen. Hal ini berdasarkan simulasi dampak Covid-19 ini jika penerbangan ke Tiongkok ditutup selama dua bulan dan kunjungan wisman turun 6,26 persen. Trisno juga menyebut akan terjadi koreksi pertumbuhan
kredit dan DPK karena kinerja ekspor barang juga terpengaruh. Namun, dampak terhadap perekonomian Bali diperkirakan kecil. Hal ini mengingat share ekspor barang tercatat hanya 10 persen dari total ekspor Bali atau 3,89 persen terhadap PDRB Bali. Ekspor ke Tiongkok juga relatif kecil, yakni 5,39 persen dari total ekspor (ranking ke-5). Hal. 11 Optimisme Pengusaha
WAYAN hari itu nampak hanya diam di rumah. Tidak seperti biasanya pagi-pagi sudah berangkat ke tempatnya bekerja di sarana pariwisata di Sanur. ‘’Mulai minggu lalu, hanya bekerja dua kali seminggu, bli. Soalnya tamu sudah mulai sepi,’’ katanya pasrah saat ditanya mengapa tak berangkat kerja. Virus Corona memang telah mulai memakan korban. Tidak hanya mengancam kesehatan fisik, juga ekonomi mereka yang bekerja di sektor pariwisata. Terpuruknya pariwisata selalu memakan korban. Yang paling pertama jadi korban atau dikorbankan biasanya pekerja. Kebijakan merumahkan, bahkan pemutusan hubungan kerja akan dilakukan jika kondisi pariwisata terus memburuk. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Bali diingatkan untuk memberi perhatian dengan tidak membiarkan pengusaha pariwisata memutuskan sendiri hal-hal yang berkaitan dengan nasib pekerja pariwisata. ‘’Jangan biarkan pengusaha mengambil kebijakan sendiri-sendiri dengan hanya mementingkan aspek bisnis semata. Pemerintah harus ikut memantau dan wajib melibatkan pekerja saat memutuskan nasib pekerja pariwisata,’’ tegas Putu Satyawira Marhaendra, Ketua Pengurus Daerah Federasi
Serikat Pekerja Pariwisata (PD FSP Par) Bali, beberapa waktu lalu. Pemerintah Bali dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ memiliki kewajiban melindungi kepentingan pekerja sebagai bagian dari salah satu aspek penting. Pekerja, kata Satyawira, termasuk aspek manusia atau Jana Kertih. Pernyataan yang mengingatkan pemerintah disampaikan karena dalam kesempatan rapat membahas tentang kondisi pariwisata Bali beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Bali tidak mengundang FSP Par. ‘’Seharusnya Serikat Pekerja Pariwisata diikutkan dalam pembicaraan,’’ tegasnya lagi. Kondisi pariwisata yang terpuruk memang akan merugikan pengusaha. Namun jika pekerja dilibatkan dalam langkah-langkah antisipasi, ada sejumlah solusi yang bisa diajukan. Intinya adalah bagaimana pekerja dan pengusaha pariwisata dapat bersama-sama berjalan menghadapi krisis. ‘’Pengusaha telah banyak mengambil untung saat pariwisata dalam kondisi baik. Jangan kemudian di saat sulit, pekerja yang paling pertama dikorbankan,’’ tegas Satyawira lagi. Selama ini ada kesan, di saat pengusaha untung, pekerja diperas dan saat pariwisata lesu pekerja malah paling pertama dibunuh. (ata)
Penumpang Viking Sun Akhirnya Bisa Nikmati Bali Denpasar (Bali Post) – Kapal pesiar Viking Sun akhirnya lego jangkar di zona karantina yang berjarak sekitar dua mil dari Pelabuhan Benoa sejak Sabtu (7/3). Setelah dilakukan beberapa tahap pemeriksaan akhirnya kapal berbendera Norwegia itu diizinkan menurunkan seluruh penumpang dan kru kapal, Minggu (8/3) pagi. Sebelumnya (BP, 7/3) diputuskan untuk menunda berlabuhnya Viking Sun di Benoa. Langkah antisipasi di Pelabuhan Benoa juga telah dilakukan sesuai SOP serta pemeriksaan oleh petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) sesuai dengan prosedur dan kesiapan sarana serta alat yang ada ke-
pada seluruh awak kapal dan penumpang. Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyatakan hasil dari pemeriksaan wisatawan di kapal cruise Viking Sun sudah clear. ‘’Hasilnya clear. Tidak ada terdeteksi penumpang yang terindikasi Covid-19,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., Minggu kemarin. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Agustinus Maun, mengatakan penumpang kapal Viking Sun diizinkan turun setelah dilakukan pemeriksaan pemenuhan protokol kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) oleh
tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar yang dibantu oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan tim medis yang telah dilakukan Sabtu (7/3) sebanyak dua kali, pada pukul 08.30 sampai 10.00 Wita, kemudian dilanjutkan malam hari pada pukul 20.00 sampai 23.00 Wita,’’ ujarnya, Minggu kemarin. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara detail di atas kapal yang mengangkut 738 orang penumpang dan 452 kru itu, tidak ada ditemukan penumpang ataupun kru yang terindikasi terinfeksi Covid-19 atau virus Corona. Hal. 11 Tak Ada Alasan
Bali Post/ant
ALAT PEMINDAI - Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh yang dipasang di Terminal Penumpang Kapal Pesiar Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (8/3) kemarin.
Senin Wage, 9 Maret 2020
Gelar Creative Talk 4.0
Dispar dan BKRAF Kota Denpasar Gugah Kreativitas Anak Muda DINAS Pariwisata (Dispar) Kota Denpasar bersama BKRAF melaksanakan Creative Talk 4.0 pada Sabtu (7/3) di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA). Seminar yang diikuti sekaa teruna teruni, karang taruna, perguruan tinggi, OPD terkait itu menghadirkan empat pembicara yaitu Marmar Herayukti, seniman sekaligus undagi ogoh-ogoh, Gede Sentana Putra (Kedux) builder (kreator modifikasi motor), A.A. Duwi Arsana, seorang konten kreator yang juga pegiat mekanisasi dan jejaring nirkabel dan I Made Arya Brata, entrepreneur. Creative Talk dipandu oleh Wayan Juniarta, budayawan dan penulis. Kepala Dinas Pariwisata
Kota Denpasar Ir. M.A. Dezire Mulyani, M.Si. mengatakan, keempat pembicara ini merupakan generasi muda yang sudah membuktikan hasil karya-karyanya. “Mereka adalah generasi muda yang sudah memiliki pengaruh di lingkungan masing–masing dan mampu menggerakkan anak-anak muda di lingkungannya untuk bersamasama berkreasi, berkreativitas untuk menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya. Di era 4.0, setiap kegiatan dan usaha akan lebih dimudahkan dengan menggunakan teknologi atau bersifat digital. Termasuk juga menerapkan teknologi dalam berkreativitas seperti pembuatan ogoh-ogoh. Lebih menarik lagi, jika proses pembuatan ogoh-ogoh dido-
FIGUR
’’Piodalan’’ Pura Uluwatu PUNCAK piodalan di Pura Uluwatu, Badung berlangsung pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (10/3). Ida Batara akan nyejer hingga 13 Maret mendatang. Panglingsir Puri Agung Jro Kuta selaku pangempon Pura Uluwatu, AAN Jaka Pratidnya, mengungkapkan umat Hindu yang tangkil hendaknya mewaspadai perilaku monyet yang menghuni Alas Kekeran. Monyet ini biasanya suka merampas barang-barang bawaan dan aturan pamedek. Untuk itu umat diminta berhati-hati menggunakan perhiasan, membawa kamera dan HP serta kacamata. Untuk menjinakkan monyet Uluwatu, penitia piodalan sudah menyiapkan tenaga khusus menjaga ulah monyet supaya tak merugikan umat. Pihak puri juga ngaturang upakara khusus penjinak monyet yang bahannya terdiri atas umbi-umbian dan buah-buahan atas petunjuk sulinggih. Makanya perilaku ganas monyet Uluwatu tampak lebih jinak selama piodalan dibandingkan hari biasa. Dikatakannya, puncak piodalan akan di-puput Ida Pedanda Gede Made Karang Geria Kawan Tampakgangsul dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa. Aed pujawali akan diawali dengan mundut Ida Batara Sakti dari Pura Parerepan Pecatu ke Pura Uluwatu dengan berjalan kaki. Karya panganyar akan dilakukan secara bergilir oleh krama Kecamatan Petang, Abiansemal dan panyineb di-sanggra krama Kecamatan Mengwi. Upacara panyineban dilakukan 13 Maret mulai pukul 10.00 Wita. Saat piodalan umat diimbau menggunakan busana ke pura sesuai dengan tatanan yang baik. Selain itu umat dilarang nunas tirtha dengan tempat berbahan plastik. A.A. Ngurah Jaka Pratidnya, Minggu (8/3) kemarin, menegaskan aturan ini diperketat untuk memperkuat Pergub Bali dan Perwali dalam pengurangan penggunaan kantong plastik. (sue)
Bali Post/ist
PECAH - Kaca mobil pecah dilempari paving oleh empat ABG.
Kaca Mobil Pecah Dilempari Paving
Denpasar (Bali Post) Pelaku kejahatan jalanan semakin beringas. Empat anak baru gede (ABG) melempari kaca mobil milik Ketut Budi Aryawan (30) dengan batu di Jalan By-pass Ngurah Rai, depan Gang Kerta Pura, Denpasar Timur, Sabtu (7/3) lalu. Kata sumber, korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Dentim tetapi masih dalam bentuk dumas (pengaduan masyarakat). ‘’Kejadiannya pukul 23.00 Wita,’’ tegasnya. Sumber yang enggan disebutkan identitasnya ini menyampaikan, saat itu korban melintas di TKP dari arah selatan. Di dalam mobil ada istri, anak dan orangtu-
anya. Korban hendak pulang ke Perum Candra Ayu, Batubulan, Gianyar. Saat itulah mobil Avansa putih DK 1731 LK dikendarai korban dilempari paving oleh orang tidak dikenal. Akibatnya kaca kiri depan mobil tersebut pecah. Atas kejadian ini korban melaporkan ke Polsek Dentim. ‘’Setelah melempari mobil korban, pelaku langsung kabur naik motor. Pelakunya empat orang pakai dua motor,’’ ungkapnya. Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu Andi Muh Nurul Yaqin, saat dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan kejadian tersebut. ‘’Coba saya cek ke Polsek Dentim,’’ tegasnya. (kmb36)
Topik : hari suram pekerja pariwisata
kumentasikan dalam bentuk video kreatif. Kemudian memanfaatkan sosial media untuk memperkenalkannya. Anak muda di Kota Denpasar tidak kalah kreatif dengan anak muda di daerah lainnya. Telah banyak muncul generasi muda yang mampu “menyuarakan” kreativitasnya melalui karya. Mereka kemudian dikenal hingga ke kancah internasional. Hal inilah yang ingin terus ia tumbuhkan pada jiwa anak-anak muda di Kota Denpasar. Kedux, sapaan akrab Gede Sentana Putra misalnya, melalui karya ogohogoh dan modifikasi motor, dikenal hingga ke luar negeri. Modifikasi motor yang ia lakukan sempat memenangkan beberapa penghargaan dalam
beberapa event. Dalam waktu dekat ia juga akan mengikuti festival di Amerika Serikat. “Pembicara yang hadir ini, melakukan sesuatu yang menjadi passion mereka, berani mengambil tantangan dan risiko sehingga bisa meraih kesuksesan,” ungkapnya. Melalui seminar ini, ia ingin menggugah kreativitas anakanak muda di Kota Denpasar, namun tetap berlandaskan budaya Bali. “Keluar dari Gedung DNA yang merupakan art and kreatif hub, mereka mempunyai sesuatu, terinspirasi dengan hal–hal yang bersifat budaya Bali untuk dikembangkan kreativitasnya dan nanti ujung–ujungnya dapat menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya. (ad221)
CREATIVE TALK - Dinas Pariwisata Kota Denpasar menyelenggarakan Creative Talk 4.0
Tangkal Covid-19 dengan Kekebalan Daya Tahan Tubuh Denpasar (Bali Post) -
Virus Corona atau Covid-19 telah mewabah di sejumlah negara di dunia. Ini membuat masyarakat waswas. Tetapi, sesungguhnya virus itu bisa ditangkal dengan kekebalan daya tahan tubuh. ‘’Virus Corona itu akan kalah dengan kekebalan daya tahan tubuh,’’ ujar Dekan FK Unud Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT(K)., Minggu (8/3) kemarin. Kunci meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh itu sangat simpel. Yakni berolahraga teratur, jaga lingkungan bersih, cuci tangan yang bersih dan menjaga kesehatan masyarakat. Sambungnya, pemerintah sejatinya sudah mengeluarkan selebaran untuk menjaga tubuh tetap sehat. ‘’Mari kita jaga kebersihan, mulai dari diri sendiri,’’ ajaknya.
Sebelumnya, dr. I Wayan Agus Gede Manik S, M.Ked. Klin., Sp.MK. menjelaskan, Covid-19 adalah virus Corona yang menyerang saluran pernapasan. Gejalanya, sambung dokter yang juga dilibatkan dalam penanganan flu burung itu, adalah seperti deman, pilek, sakit tenggorokan dan infeksi pada paru-paru. ‘’Tentu saja ada riwayat orang bepergian ke negara terjangkit virus,
terutama Tiongkok,’’ jelas Dokter Manik. Lanjut dia, virus tersebut ditularkan melalui kelelawar kemudian menyebar, yang sekarang transmisinya bisa dari satu manusia ke manusia yang lainnya. Kata dr. Manik, pencegahannya sangat sederhana. Yakni hindari kontak dengan orang yang terinfeksi virus tersebut. ‘’Proteksi yang bisa dilakukan pada orang infeksi adalah menggunakan masker, karena penyebarannya lewat droplets dan juga lewat kontak. Droplets itu adalah percikan, yakni percikan dari napas orang terinfeksi tersebut kemudian dengan menggunakan masker bisa mencegah transmisinya,’’
ujarnya. Selain itu, sambungnya, bisa dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat. Seperti membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir, atau juga antiseptik yang berbasis alkohol. ‘’Ini sudah cukup untuk membunuh virus. Karena melihat karakternya, virus tersebut adalah virus amplop atau berdinding. Artinya dengan mudah dibunuh dengan antiseptik atau disinfektan,’’ tutup dr. Manik, yang dikenal dengan dokter virus itu. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Puncak HUT Ke-58 BKFK Unud
Libatkan Seluruh Alumni, Menuju SDM Unggul Denpasar (Bali Post) Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran (BKFK) Universitas Udayana (Unud) merayakan puncak HUT ke-58, Minggu (8/3) kemarin. Hadir dalam perayaan tersebut Rektor Unud Prof. Dr. dr. Anak Agung Raka Sudewi, Sp.S(K). Prof. Sudewi mengapresiasi dilibatkannya seluruh alumni oleh panitia dalam HUT ke-58 ini. Kata dia, dengan mengajak alumni dan juga dilakukan pertemuan merupakan wadah sangat tepat. ‘’Alumni merupakan stakeholders yang merupakan aset dan juga bisa diminta sumbangsih pemikiran dalam mengembangkan Unud untuk menjadi SDM yang unggul,’’ tandas Prof. Sudewi. Sementara itu, Dekan FK Unud, Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT(K)., menyampaikan dalam HUT kali ini memang dilibatkan alumni,
mulai angkatan pertama, sehingga terjalin silahturahmi guna mengembangkan fakultas kedokteran pada khususnya, dan universitas pada umumnya dari sisi akademik. ‘’Merajut tali silahturahmi antargenerasi di era digital society menuju SDM unggul adalah tema kali ini,’’ ucap dr. Suyasa. Dijelaskan, pihaknya mengajak seluruh alumni, para dosen dan juga mahasiswa, mengambil langkah bagaimana mengembangkan SDM handal guna mewujudkan visi dan misi kampus ke depannya. ‘’Menjadi SDM unggul itu pasti bisa dilakukan, jika kita bisa melakukan kolaborasi. Di zaman sekarang, kami tidak hanya ingin menjadi menara gading, namun menjadi menara air yang bisa membagi ilmu. Kami ingin bisa berkontribusi untuk pemerintah ke depan,’’ jelasnya. (kmb37)
Bali Post/kmb37
HUT - Rektor Unud Prof. Dr. dr. Anak Agung Raka Sudewi, Sp.S(K). didampingi Dekan FK Unud Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT(K). (pakaian bondres) saat perayaan HUT ke-58 BKFK Unud, Minggu (8/3) kemarin.
Tindak Geng Motor, Polresta Terapkan ”SAMMPAT LIDI” Denpasar (Bali Post) Polresta Denpasar telah melakukan berbagai upaya untuk menindak geng motor, di antaranya melalui program Tintas Debinter (tindak sampai tuntas dengan pembinaan terpadu). Namun progran tersebut hasilnya kurang menyentuh dan optimal. Selanjutnya Polresta melaksanakan program
SAMMPAT LIDI (selesaikan atraksi motor melalui penanganan aksi terpadu lebih inovatif dan inspiratif). Pada Minggu (8/3) kemarin, tim gabungan Polresta dan Polres Badung dipimpin Kapolresta AKBP Jansen A. Panjaitan melaksanakan operasi di wilayah perbatasan Denpasar dan Badung. “Saya
Bali Post/ist
OPERASI - Kapolresta Denpasar, AKBP Jansen A. Panjaitan, sebelum menggelar operasi trek-trekan.
punya terobosan kreatif dalam menangani kenakalan anakanak muda tersebut, yaitu SAMMPAT LIDI,” ujar Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol I Nyoman Gatra. Mantan Kapolsek Kawasan Laut Benoa, Denpasar Selatan ini menyampaikan, saat ini aksi trek-trekan tersebut nantinya mengarah jadi bibit-bibit geng motor. Selanjutnya mereka berkembang menjadi begal. “Pascadiamankan 24 orang dari kelompok Donkey, rupanya belun menimbulkan efek jera. Bahkan terkesan mengubah waktu aksinya,” ungkapnya. Awalnya mereka beraksi saat malam Minggu sampai dini hari. Namun sekarang waktu aksi mereka berubah yaitu pada hari-hari biasa. Perwira melati satu di pundak ini menyampaikan, Polresta su-
dah berusaha maksimal dalam menangani aksi tersebut, tetapi belum berhasil menekan aksi balapan liar. “Untuk itu saya membuat creative break through (terobosan Kreatif) dengan mengadopsi kearifan lokal yaitu SAMMPAT LIDI,” ungkapnya. Kata SAMMPAT, ungkap Gatra, filosofinya kebersamaan. Dengan kerja bersama dan sama-sama bekerja, pekerjaan apapun akan menjadi ringan untuk diselesaikan. Terpadu di sini meliputi unsur kepolisian (bisa antar-Polres), orangtua, kepala lingkungan (kaling) dan kepala sekolah (kasek). Dalam program ini, unsur kepolisian akan berperan dalam mengamankan atau menangkap. Sedangkan orangtua, kaling dan kasek wajib mengeluarkan surat per-
nyataan apabila ada anaknya, warganya atau anak didiknya ada yang tertangkap saat menggelar atraksi liar. “Surat pernyataan tersebut wajib dan diperlukan saat pengeluaran barang bukti. Barang bukti itu berupa STNK, sepeda motor atau SIM dari pelaku yang tertangkap,” tegas mantan Wakapolsek Kuta ini. Gerakan ini akan dilaksanakan secara masif Polresta Denpasar dan jajaran, yaitu empat polsek di wilayah Denpasar dan tiga polsek di Badung. “Mudah-mudahan program ini terlaksana dengan baik dan hasilnya maksimal. Para orangtua harus ikut andil dengan cara mengawasi anak-anaknya. Tindakan tegas akan kami lakukan terhadap pelaku trek-trekan,” tutupnya. (kmb36)
Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan Akomodasi Masyarakat Kepulauan Denpasar (Bali Post) Pemerintah Provinsi Bali sedang menyusun produk hukum daerah terkait penyelenggaraan kesehatan. Ini diharapkan dapat mengakomodasi pelayanan kesehatan di kepulauan, seperti di Nusa Penida. Hal ini sebagaimana penyelenggaraan kesehatan yang berdasarkan prinsip satu pulau, satu pola dan satu tata kelola yang disebutkan dalam salah satu substansi Ranperda Kesehatan yang kini sedang
digodok di DPRD Bali. Anggota DPRD Bali, I Ketut Juliarta, S.H., berharap substansi dari pasal-pasal yang termuat dalam ranperda tentang penyelenggaraan kesehatan yang berdasarkan prinsip satu pulau, satu pola dan satu tata kelola, bisa mengelaborasikan kondisi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kepulauan Nusa Penida. ‘’Hal ini guna memberikan pelayanan kesehatan yang memadai terutama untuk kasus kegawatdarurat
malam hari, baik dalam wilayah kepulauan menuju puskesmas maupun dalam rangka rujukan ke rumah sakit di Bali daratan,’’ ujarnya, belum lama ini. Ditegaskan, mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai ini menjadi harapan bagi masyarakat di Nusa Penida. ‘’Dalam pengertian satu pulau, satu pola dan satu tata kelola adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan (yankes) mengacu kepada tata kelola korporasi
dan tata kelola klinis yang baik,’’ kata anggota Fraksi Gerindra DPRD Bali ini. Selain itu, yang terpenting dalam hal pelayanan ini adalah terkait dengan bagaimana penerapan prinsip-prinsip satu pulau, sehubungan dengan kasus-kasus kesehatan di kepulauan terutama dengan penyidikan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan sebagaimana diatur dalam Ranperda tersebut. (kmb16)
Senin Wage, 9 Maret 2020
Wabup Suiasa Paparkan PPNSB Dalam Rakerda PDI Perjuangan di Kalimantan Utara
PPNSB - Wabup Suiasa paparkan PPNSB dalam Rakerda PDI Perjuangan di Kalimantan Utara, Kamis (5/3).
KESUKSESAN Pemkab Badung mengimplementasikan program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari berbagai pihak, baik itu skala daerah maupun skala nasional. Tak ayal, baik Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta maupun Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa kerap diundang menyampaikan program PPNSB yang telah dilaksanakan di Badung selama ini. Setelah sebelumnya Bupati Giri Prasta diundang sebagai keynote speaker pada Rakerda PDI-P Kepulauan Riau tahun 2020 dan Wabup Suiasa diundang sebagai keynote speaker dalam Rakerda DPD PDI-P Sumatera Barat beberapa waktu lalu, kali ini
Resto Terbakar Terdengar Suara Ledakan
Mangupura (Bali Post) Kepulan asap pekat membumbung tinggi yang bersumber dari Jalan Dewi Sri, Kuta. Pusat kebakaran di Kraken Steampunk Live Entertainment Bar & Resto, Minggu (8/3) kemarin. Belum bisa dipastikan penyebab kebakaran tersebut. Namun, sejumlah saksi mendengar beberapa kali suara ledakan. Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu Andi Muh Nurul Yaqin, mengatakan pukul 07.30 Wita dilakukan pergantian shift satpam, dari I Gede Mega Dana kepada I Wayan Nuada. Selanjutnya, Nuada bersih-bersih di areal depan. “Pukul 08.00 Wita, security mendengar suara ledakan dari dalam bangunan. Suaranya cukup keras. Setelah itu didengar suara ledakan lagi sebanyak dua kali,” kata Iptu Andi. Setelah itu, Nuada melihat asap hitam mengepul dari atap bangunan dan mengeluarkan api. Ia secepatnya minta bantuan security Amaris Hotel untuk menelepon petugas pemadam kebakaran Badung. Beberapa saat kemudian, mobil pemadam kebakaran tiba di TKP dan petugas langsung melakukan pemadaman. Beberapa petugas pemadam kebakaran yang memakai tabung oksigen masuk ke dalam areal gedung untuk memadamkan api. Petugas PLN juga datang langsung memutus aliran listrik. Sekitar satu jam berlangsung pemadaman, akhirnya api dapat dipadamkan pada pukul 09.10 Wita, dilanjutkan dengan pendinginan. Sebanyak 10 mobil pemadam kebakaran Kabupaten Badung dikerahkan ke TKP. “Jumlah kerugian belum dapat dihi-
Jhoni Laing Impang, Wakil Gubernur Provinsi Kaltara H. Udin Hianggio, Bupati Bulungan Sudjati, seluruh pengurus DPD PDI-P Kalimantan Utara, unsur KSB DPC dan PAC se-Kalimantan Utara, Anggota DPRD dari Fraksi PDI-P Provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Utara, pengurus badan dan lembaga partai serta kader partai. Dalam pemaparannya, Wabup Suiasa menekankan bahwa implementasi prinsip-prinsip historis, filosofis, ideologis dan sosiologis dari pembangunan berdikari yang disebutkan terdahulu oleh Bung Karno adalah Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang merupakan alat dalam mencapai tujuan Tri Sakti Bung Karno. PDI Perjuangan telah
memutuskan bahwa PPNSB ini sudah menjadi keputusan politik dan arah politik pembangunan PDI Perjuangan di seluruh Indonesia. Karena itu disebut semesta, di semua tingkatan baik di nasional, provinsi serta kabupaten/ kota di seluruh Indonesia,” paparnya. Ditambahkan, untuk di Badung, PPNSB telah dijabarkan ke dalam lima prioritas pembangunan yang meliputi pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, seni, adat, agama dan budaya, serta pariwisata lengkap dengan infrastrukturnya. “Di Kalimantan Utara juga layak untuk memasukkan adat, budaya dan agama. Selain itu sesuai potensi kami
di Bali adalah pariwisata yang didukung oleh infrastruktur dan lingkungan hidup. Sebagaimana dikutip dari cita-cita rakyat Indonesia seperti dikatakan oleh Bung Karno, di dalam masyarakat yang demikian itu aku tidak lagi basah jikalau hujan turun dan tidak lagi kepanasan jikalau matahari terik. Di dalam masyarakat yang demikian itu aku mudah sekali bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Di dalam masyarakat yang demikian itu aku mudah sekali menghirup udara segar daripada kebudayaan yang tinggi. Di dalam masyarakat yang demikian itu aku akan hidup bahagia menurut citacita orangtua di zaman dahulu, yakni tata tentrem kerta raharja,” jelasnya. (ad225)
Wabah Covid-19 Meluas
Promosi ke Luar Negeri Dinilai Kurang Pas Denpasar (Bali Post) -
Wabah virus Corona atau Covid-19 harus ditangani secara bersama-sama. Apalagi Provinsi Bali telah memiliki tagline ‘’One Island One Management, Satu Komando’’, sehingga upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka recovery tidak hanya untuk satu kabupaten tetapi untuk Bali secara keseluruhan. Di tengah penyebaran virus Corona sudah meluas ke berbagai negara, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung melakukan upaya promosi ke Berlin. Padahal, event promosi yang diikuti, yaitu ITB telah dibatalkan. Menurut Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB), Gusti Kade Sutawa, yang membawahi ketua-ketua asosiasi dan tokoh-tokoh pariwisata di Bali, dalam situasi ekonomi seperti saat ini, pemerintah kabupaten/kota harus kompak dan bersinergi, serta satu koordinasi dengan Pemprov Bali dalam melakukan aksi recovery. ‘’Karena kita ingin program recovery itu untuk Bali,’’ ujar Sutawa, Sabtu (7/3). Maka dari itu, ia meni-
lai upaya promosi ke luar negeri saat wabah Corona sedang menyerang kurang pas. Yang harus dilakukan sekarang adalah menyampaikan kepada publik terkait kesiapan pemerintah bahwa Bali dan Indonesia siap menghadapi Covid-19. Di tengah kondisi ini juga perlu dipersiapkan fasilitas kesehatan yang me madai. ‘’Kalau sekarang kita berpromosi, mungkin agak kurang pas. Setelah beberapa bulan setelah Covid-19 mulai agak turun di semua negara, itu mungkin paslah,’’ ungkap Ketua Umum DPP Nawacita Pariwisata Indonesia ini. Ia berharap program yang dilakukan dalam rangka recovery tidak terpisah-pisah, baik kabupaten/kota atau provinsi. ‘’Sebaiknya di-
satukan saja programnya, one comando. Percuma saja kita koar-koar ke luar bilang Bali safe, tapi kenyataannya tidak siap, kan repot,’’ tandasnya. Sementara itu, Jumat (6/3) lalu, Gubernur Bali telah mengoordinir sendiri program ‘’We Love Bali’’ Movement yang merupakan salah satu upaya recovery untuk Bali. Ia berharap program ini didukung oleh pemerintah kabupaten/kota dan dilaksanakan secara optimal. (kmb42)
’’Sharing’’ Masalah Anggaran Pendidikan, Sekolah Inklusi dan Penanganan Virus Corona
Bali Post/ist
TERBAKAR - Kraken Steampunk Live Entertainment Bar & Resto di Jalan Dewi Sri, Kuta terbakar, Minggu (8/3) kemarin. tung dan masih menunggu pemiliknya asal Jakarta. Sumber api diduga karena terjadi korsleting listrik. Menurut security Kraken
Steampunk Bar & Resto, ledakan diduga dari AC di dalam gedung,” kata mantan Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan ini. (kmb36)
Serangkaian Bulan Bahasa Bali 2020
Kedonganan Gelar Utsawa Dharma Sastra DESA Adat Kedonganan, Minggu (8/3) kemarin, untuk pertama kalinya menggelar Utsawa Dharma Sastra serangkaian Bulan Bahasa Bali 2020 di Balai Desa Kedonganan. Mengambil tema ‘’Malarapan Bulan Bahasa Bali, Nyujur Atma Kerti’’, kegiatan ini dibuka oleh perwakilan Camat Kuta ditandai dengan pemukulan gong. Menurut Bendesa Adat Kedonganan, Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si., kegiatan ini digelar menindaklanjuti SK Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 terkait pelestarian warisan budaya, khususnya aksara Bali. Selain itu, kegiatan ini juga atas keprihatinan terutama kepada generasi muda, terhadap penggunaan bahasa Bali yang masih kurang. ‘’Kalau ini dibiarkan tanpa adanya upaya untuk meningkatkan, tentu bahasa Bali akan hilang. Karena Bali kekuatan pariwisatanya adalah budaya yang salah satunya adalah bahasa Bali,’’ katanya. Menurutnya, bahasa memiliki fungsi yang sangat luar biasa, terutama bahasa Bali. Karena inilah yang sebenarnya bisa menjaga adat dan budaya di Bali. Dikatakan, banyak sekali bahasa di dunia yang punah karena digunakan dalam kalangan terbatas. Untuk itu, bahasa Bali harus dipraktikkan di semua tingkatan. ‘’Kita harus bangga, yang mana Gubenur Bali sudah mencanangkan, dalam setiap pertemuan in-
kembali Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa diundang sebagai keynote speaker dalam Rekerda PDI-P di Kalimantan Utara (Kaltara) bertempat di Crown Hotel, Tj. Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (5/3). Wabup Suiasa membawakan materi “Politik Partai (Politik Legislasi, Politik Anggaran, Politik Pengawasan) Dalam Pembangunan Nasional”, dengan mengambil tema “Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional”. Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 1 DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Utara, tampak hadir Fraksi DPR-RI DPP PDI Perjuangan Edy Wuryanto, Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltara
UTSAWA - Suasana pembukaan kegiatan Utsawa Dharma Sastra serangkaian Bulan Bahasa Bali 2020 di Desa Adat Kedonganan, Minggu (8/3) kemarin. ternasional, dalam pembukaan kegiatan konferensi dunia supaya menggunakan bahasa Bali. Semoga ini bisa diterapkan,’’ katanya. Ke depan terkait dengan adat, budaya, dan tradisi, Kedonganan akan terus melakukan pembinaan generasi muda dan SDM melalui kegiatan seperti ini. Bahkan, kegiatan seperti ini akan rutin digelar setiap tahun. Ketua Panitia Utsawa Dharma Sastra, Made Sukra, menyampaikan tema yang diambil bertujuan untuk mengajegkan dan melestarikan budaya dan bahasa Bali. Sebelumnya, di Kedonganan sudah dilakukan pembinaan sekaa santi di masing-masing
banjar yang dimulai sejak Januari. Kegiatan kali ini merupakan akhir dari kegiatan pembinaan, di mana hasil dari proses selama pembinaan ditampilkan dan dilombakan. Menurut Sukra, Utsawa Dharma Sastra ini diikuti 90 peserta perwakilan dari masing-masing 6 banjar di Desa Kedonganan. Lomba yang digelar di antaranya nyurat aksara Bali oleh anak-anak SD sebanyak 12 orang, membaca lontar tingkat remaja, masatua Bali oleh ibu PKK dari masing-masing banjar, makidung campuran sebanyak 10 orang oleh sekaa santi dari masing-masing banjar. (k150)
Komisi IV DPRD Badung Kunker ke Pemprov DKI Jakarta KOMISI IV DPRD Badung melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemprov DKI Jakarta, Kamis (5/3). Kunker tersebut untuk sharing masalah anggaran pendidikan, sekolah inklusi dan penanganan virus Corona. Kunker berlangsung pukul 13.00 dipimpin langsung Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Wakil Ketua I Made Sunarta dan Komisi IV dihadiri Ketua Komisi IV I Made Sumerta, Wakil Ketua Komisi IV I Nyoman Gede Wiradana, Wakil Ketua II I Made Suwardana, Sekretaris I Ni Luh Putu Gede Rara Hita Suksma Dewi, Sekretaris II Putu Yunita Oktarini yang didampingi anggotanya, Ni Luh Sekarini, I Gede Aryantha, Ni Ketut Suweni dan Ni Luh Gede Sri Mediastuti. Kunker diterima sekalian bersama Komisi I DPRD Badung oleh Sekretaris Pelaksana BPBD Pemprov DKI Jakarta, Anton Parura, didampingi Widodo selaku Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta, Saikun selaku Bidang SMP/SMA Disdik Pemprov DKI Jakarta dan lainnya. Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, membuka acara kunker tersebut, khusus mengenai pendidikan, ia menanyakan terkait anggaran
pendidikan di Pemprov DKI Jakarta dan juga penanganan pendidikan anak berkebutuhan khusus. ‘’Kami mohon dapat penjelasan mengenai anggaran pendidikan, penanganan anak berkebutuhan khusus,’’ kata Parwata membuka agenda kunker tersebut. Begitu juga Ketua Komisi IV Made Sumerta yang membidangi pendidikan dan kesehatan ini juga menanyakan hal yang sama masalah anggaran pendidikan dan juga isu Corona saat ini. Mengingat di Jakarta sudah diumumkan ada dua positif Corona. Widodo selaku Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta menerangkan, untuk anggaran pendidikan di Pemprov DKI Jakarta itu juga sesuai aturan, yakni 20 persen dari APBD. Lebih lanjut, untuk tahun ini anggaran pendidikan digelontor Rp 21 triliun lebih. Rinciannya untuk belanja tidak langsung dialokasikan Rp 8,4 triliun lebih, untuk belanja langsung Rp 7,2 triliun lebih dan hibah bansos digelontor Rp 5,8 triliun lebih. ‘’Anggaran pendidikan kami sesuai aturan, yaitu 20 persen dari APBD dan dialokasikan untuk belanja langsung, belanja tak langsung dan untuk hibah serta bansos,’’ terang Widodo.
KUNKER - Komisi IV DPRD Badung kunjungan kerja ke DKI Jakarta untuk sharing masalah anggaran pendidikan, sekolah inklusi dan penanganan virus Corona. Mengenai sekolah di Ja- di daerah Depok. ‘’Kami sangat karta, saat ini sekolah negeri di antisipasi, sekarang ini baru Jakarta sudah menjadi sekolah masuk ke Balai Kota saja suinklusi dan seluruh sekolah dah diperiksa suhu tubuh, itu wajib menerima setiap kelas antisipasi awal,’’ terangnya. itu dua orang siswa yang berkeBahkan, Pemprov DKI Jabutuhan khusus tentu anak- karta saat ini melakukan dua anak ini bisa ditangani secara kali sehari rapat masalah virus inklusi. ‘’Kalau bagi anak-anak Corona ini. ‘’Kami sangat hatiyang tidak memungkinkan hati dalam penanganannya. di sekolah biasa, kami juga Kalau dana kedaruratan, kami memiliki 13 SLB negeri mulai tidak mendefinisikan dana dari tingkat SD hingga SMA,’’ kedaruratan, karena hampir ungkapnya. semua SKPD siap antisipasi,’’ Sementara mengenai ma- jelasnya. salah virus Corona, Anton Usai kunker, DPRD BaParura selaku Sekretaris dung bertukar cenderamata Pelaksana BPBD Pemprov sekaligus seluruh rombongan DKI Jakarta mengakui telah Komisi I dan IV DPRD Badiumumkan bahwa dua orang dung melakukan foto bersama. positif Corona yang berlokasi (ad215)
TAHUN 2017 lalu, pemerintah menggulirkan program asuransi nelayan untuk memproteksi diri nelayan ketika melaut. Preminya pun ditanggung 100 persen oleh pemerintah di tahun pertama. Namun dari 4.446 nelayan yang diasuransikan pemerintah, hanya 407 nelayan yang melanjutkan asuransinya di tahun kedua. Branch Manager Jasindo Denpasar Christian Parulian Tobing sangat menyayangkan kondisi ini. Padahal, santu-
nannya mencapai Rp 200 juta hanya dengan membayar premi Rp 140.000 – Rp 160.000. Santunannya atau klaim akan cair untuk kondisi kehilangan, kecelakaan, kematian saat melaut atau kegiatan pada saat menangkap ikan. Menurut Christian, minimnya minat nelayan untuk memperpanjang polis setelah tahun pertama dibayarkan full pemerintah karena kesadaran nelayan kurang, karena mereka merasa masih sehat. Ditegaskan, asuransi sangat
penting untuk memproteksi diri nelayan. “Kalau untuk asuransi nelayan hanya boleh sekali seumur hidup untuk diasuransikan oleh program pemerintah ini. Untuk tahun kedua dan ketiga ini diharapkan mandiri,” ujarnya, belum lama ini. Tahun 2019, dari 4.446 nelayan yang diasuransikan, yang melakukan klaim hanya 7 nelayan. Meski yang melakukan klaim hanya 7 orang, kata Christian, namun klaim yang dibayarkan Jasin-
Minim, Minat Nelayan Lanjutkan Asuransi Diri
do lebih besar dari premi yang dibayarkan, yaitu Rp 685 juta. Sehingga hal ini menimbulkan kerugian bagi Jasindo. “Klaimnya Rp 123 juta, sedangkan membayar preminya Rp 56 juta. Kalau dibilang rugi, tidak bisa dibilang begitu sih karena penugasan pemerintah. Kami hanya menjalankan. Bahkan, klaim yang dibayar Jasindo lebih besar dari premi yang dibayarkan peserta telah terjadi sejak awal yaitu dari tahun 2017, 2018 hingga 2019,” katanya. (kmb42)
Senin Wage, 9 Maret 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Langkah Nyata yang Sinergis
LANGKAH cepat telah diambil Gubernur Bali Wayan Koster. Di tengah ancaman krisis akibat penyebaran Covid-19, Gubernur meluncurkan program ‘’We Love Bali’’ Movement. Langkah sinergis ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi Bali secara simultan. Sasarannya mencegah agar ekonomi Bali tidak terpuruk semakin dalam. Tentu langkah ini patut didukung semua kalangan, tidak saja jajaran birokrasi di kabupaten/kota. Terlebih kalangan pengusaha, harus melangkah bersama dan sinergis. Tidak ketinggalan para petani dan perajin harus berinovasi untuk menjadikan produknya bisa bersaing. Dalam hal ini, tentu kita tidak perlu muluk-muluk untuk memenangkan persaingan di pasar internasional. Namun yang lebih penting adalah mewujudkan produk pertanian bisa menjadi tuan di Bali. Sebab, selama ini Bali dibanjiri produk luar. Baik luar daerah maupun luar negeri. Demikian pula pengusaha mesti menguatkan yang menjadi kekuatan Bali. Budaya yang menjadi ikon pariwisata selama ini harus didukung pelestarinya. Demikian pula lingkungan. Artinya kalangan pariwisata jangan membuat produk jualan yang meminggirkan budaya Bali. Demikian juga dengan lingkungan, jangan sampai sektor pariwisata ikut andil dalam perusakan lingkungan. Lalu apa yang harus dilakukan para pengambil keputusan dan birokrasi? Saat situasi seperti sekarang, peran birokrasi sangat menentukan. Kebijakan yang berpihak pada Bali mesti menjadi pedoman. Berwacana, bukan lagi masanya. Harus melakukan action yang jelas. Seperti program perlindungan terhadap pertanian Bali. Demikian pula terhadap perajin, harus terimplementasi secara nyata. Sebab, selama ini memajukan pertanian dan produk kerajinan Bali hanya wacana. Tak ada langkah nyata untuk itu. Apalagi upaya untuk memperbaiki kualitas produk yang selama ini menjadi ganjalan untuk bisa memenangkan persaingan. Intinya birokrasi jangan sebatas membuat program, tetapi terus berupaya mewujudkannya. Gubernur Koster telah memberikan contoh untuk itu. Ia telah mengeluarkan Pergub No. 1 Tahun 2020 yang mengatur soal arak Bali. Ini langkah nyata, langkah konkret untuk melindungi petani Bali. Terbukti tak lebih dari 2,5 bulan izin edar untuk produk arak telah dikeluarkan oleh BPPOM. Padahal selama berpuluh-puluh tahun hal tersebut diwacanakan dan selalu mentok dengan alasan arak merupakan investasi negatif. Namun berkat komitmen dan perjuangan yang gigih akhirnya apa yang diidam-idamkan petani arak sejak lama akhirnya terwujud juga. Contoh ini yang semestinya diteladani dalam menyelamatkan ekonomi Bali. Ke depan, kita harus mencintai Bali. Harus bersama-sama bergerak memajukan Bali. Tanpa semangat ‘’We Love Bali’’ maka sulit untuk memajukan Bali di tengah kasus Covid-19 ini. Dengan gebrakan ini, tentu diharapkan semua pihak bersatu melancarkan berbagai program recovery. Tinggal sekarang merumuskan langkah nyatanya. Dalam langkah simultan ini, upaya penanggulangan virus harus sejalan yang dilakukan pemerintah dan WHO. Langkah yang tak kalah pentingnya adalah mengomunikasikan ini dengan pemerintah pusat, sehingga dana yang bisa dialihkan ke daerah segera bisa terealisasikan.
POJOK Segera lakukan harmonisasi pertanian dan pariwisata Bali. - Bukan malah dimatikan. *** Covid-19 mewabah, ekspor Bali diprediksi terpengaruh.
Promosi yang Dipaksakan
PAMERAN pariwisata terbesar di dunia, ITB Berlin, diumumkan dibatalkan lima hari sebelum acara ini dimulai. Menariknya, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung bersama Kepala Dinas Pariwisata Badung tetap menggelar Europe Sales Mission dari 4 hingga 10 Maret di Berlin. Praktis pemberitaan ini menjadi pergunjingan netizen. Di akun Facebook @balipost, netizen mempertanyakan sikap para pejabat yang seolah tak punya kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Alih-alih mempromosikan pariwisata, kunjungan ke Berlin justru terkesan dipaksakan atau malah hanya kedok untuk melegalkan uang rakyat biayai pelesiran pejabat. Ini juga menguatkan kecurigaan publik tentang efektivitas promosi pariwisata pemerintah. Jangan-jangan misi promosi pariwisata membawa nama daerah selama ini asal-asalan. Di masa jeda pariwisata, pejabat tidak boleh ugal-ugalan menggunakan anggaran. Pemerintah mesti berhemat, berpikir cermat dan bekerja cepat. Gunakan skala prioritas karena biaya recovery pariwisata dan ekonomi tidak sedikit. Koreksilah APBD dan segera pangkas anggaran yang sifatnya tidak mendesak. Alihkan ke program-program yang mendukung pembenahan Bali. Buktikan bahwa pemerintah punya komitmen mengangkat taraf hidup masyarakat, mumpung ada waktu. Putu Budiasa Memang luar biasa, demi pelesiran, walau dibatalkan pura-pura tidak tahu. Selamat jalan-jalan. Maya Danawa Mule Greget Benar-benar sudah tidak punya malu pejabat-pejabat sekarang. Pura-pura tuli, yang penting jadi pelesiran saja. Made Topan Hati-hati kena virus Corona di sana. Nyoman Anita Sariani Kasihan tiket sudah dibeli, toh juga
S URAT PEMBACA Tantangan Berat Bali ke Depan
Gerakan menjaga Bali sudah digulirkan. Ini menjadi cara baru Bali menghadapi tantangan. Saya baca di harian Bali Post, ada banyak agenda yang dipaparkan Gubernur Bali Wayan Koster
gratis. Dibatalkan, tidak dapat jalan-jalan dong. Lagian, mereka itu ke ITB Berlin cuma alasan, paling muncul batang hidung sekali sisanya jalan-jalan. Nah, kalau ITB cancel tetapi tetap jalan, kan semakin kelihatan doyan pelesir gratisnya. Made Suarbawa Siapa tahu dapat oleh-oleh Corona. Arya Mahaiswara Notification ITB Berlin cancelled sudah di-announced dari tanggal 28 Februari 2020.
Wayan Agus Karya Kalau sudah pelesiran, nomor satu. Walaupun sudah tahu acara batal, tetap saja jadi berangkat. Apalagi gratis, pura-pura tuli. Ketut Artawan Pulangnya jangan bawa oleh-oleh Corona ya. Yasa Mestinya jadi contoh bahwa pemerin-
tah saja menunda bepergian ke luar negeri demi keselamatan bersama. Mardana Nyoman Lebih baik hemat anggaran. Dede Wiraguna Barangkali budaya malu sudah tak ada di negeri ini. Nyoman Asmarandana Biarkan saja mereka jalan-jalan ke Berlin biar senang, tapi suruh pakai uang sendiri.
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. terkait tagline ‘’We Love Bali’’ Movement. Ini tentu menjadi kebijakan dan tagline yang mestinya menginspirasi semua elemen di Bali untuk bergerak mengatasi tantangan Bali ke depan. Kita jangan terlena dan menyerah oleh keadaan saat krisis kunjungan wisatawan. Bali harus bangkit. Saya sebagai warga Bali sekaranglah
saatnya para pemodal yang dulu banyak menikmati untung di Bali melakukan tanggung jawab moral menjaga Bali. Mari ikut tata Bali selama musim paceklik ini terjadi. Mari dukung krama Bali merawat budaya dan alamnya. Jangan terus jadikan Bali sebagai objek ekonomi, sementara tanggung jawab menjaga budaya dan tradisi dan alamnya dibebankan ke-
pada krama Bali. Saya terus terang sangat mendukung terobosan Koster-Ace dalam dua tahun terakhir menjaga Bali. Mudahmudahan spirit ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ benar-benar kembali menjadikan Bali sebagai pusat peradaban dunia. I Putu Rajendra Gianyar, Bali
Pendidikan Promosi Doktor Unhi Denpasar
I Nengah Kecapi Lulus Predikat ’’Cumlaude’’
UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan seorang Doktor Pendidikan Agama Hindu dalam ujian terbuka promosi doktor, Sabtu (7/3). Ia adalah Kepala SMKN 1 Tampaksiring periode 2006-2009, Drs. I Nengah Kecapi, M.M. Nengah Kecapi mengangkat disertasi berjudul ‘’Hubungan Antara Kepemimpinan Kepala Sekolah, Semangat Kerja, Supervisi, Budaya Mutu, dengan Performance Guru Agama Hindu SMK di Kabupaten Badung’’. Dengan jawaban dan argumentasinya yang
mendalam, pria kelahiran Tabanan, 5 Mei 1953 ini dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude. Suami dari Ni Made Sarini, S.Pd. ini adalah Doktor ke-76 yang promosinya di Program Pascasarjana Unhi Denpasar. Dalam penelitian disertasinya, I Nengah Kecapi menemukan data kuesioner yang dikumpulkan dari 56 orang guru Agama Hindu di SMK Kabupaten Badung. Terlihat hanya 3 variabel eksogen yang hubungannya positif signifikan dengan variabel endogen. Di antaranya hubungan supervisi ter-
hadap semangat kerja, hubungan semangat kerja dengan budaya mutu, dan hubungan budaya mutu dengan performance guru. Supervisi dapat meningkatkan performance guru hanya jika melalui peningkatkan semangat kerja dan budaya mutu. Oleh karena itu, dalam meningkatkan performance guru perlu dilakukan supervisi yang mengarah pada peningkatan semangat kerja untuk tercapainya peningkatkan budaya mutu. Secara kesimpulan, dikatakan, bahwa gambaran kepemimpinan kepala sekolah, semangat
kerja, supervisi, budaya mutu dan performance guru Agama Hindu SMK di Kabupaten Badung umumnya adalah baik. Hal ini dikarenakan semakin baik supervisi yang dilakukan kepala sekolah maka semakin tinggi pula semangat kerja guru. Sehingga budaya mutu dan performance guru Agama Hindu SMK di Kabupaten Badung umumnya adalah baik. ‘’Dalam usaha meningkatkan performance guru hendaknya dilakukan supervisi yang mengarah pada peningkatkan semangat kerja, semangat kerja diarahkan untuk
tercapainya peningkatan budaya mutu,’’ tandas dosen IKIP PGRI Bali tahun 1984-2001 ini. Ujian Terbuka Promosi Doktor ini dipimpin langsung oleh Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh.
I Made Damriyasa, M.S. selaku ketua sidang, Prof. Dr. I Wayan Maba selaku promotor, Dr. Wayan Paramartha, S.H., M.Pd. selaku kopromotor, serta diuji oleh 7 dewan penguji lainnya. (ad207)
GUNA memfasilitasi para lulusan Sarjana Ilmu Hukum untuk meningkatkan kompetensi keilmuannya, Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) segera mem-
buka Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Advokat. Untuk mematangkan pembukaan prodi baru ini, FH Unwar menggandeng Peradin (Persatuan Advokat Indonesia) menggelar
Workshop ‘’Implementasi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 5 Tahun 2019 tentang Program Profesi Advokat Prodi Pendidikan Profesi Advokat’’ di Ruang Jaya Singha Mandapa Unwar, Sabtu (7/3). Acara dirangkai dengan penyampaian materi tentang ‘’Perspektif Prodi Pendidikan Profesi Advokat Menjadi Advokat Profesional’’ oleh Ketua Umum Peradin Advokat Ropaun Rambe dan materi ‘’Implementasi Permenristek Dikti No. 15 Tahun 2019 - Program Profesi Advokat’’. Dekan FH Unwar Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. mengatakan pengusulan dibukanya Prodi Pendidikan Profesi Advokat merupakan implementasi dari Permenristek Dikti No. 15 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidi-
kan Profesi Advokat yang di dalamnya telah ditentukan isi prodi pendidikan profesi advokat. Pengusulan prodi ini untuk memenuhi kebutuhan di masyarakan tentang pendidikan profesi advokat. Profesi advokat nantinya akan dapat diikuti oleh alumni sarjana FH selama satu tahun. Lebih lanjut dikatakan bahwa workshop yang digelar merupakan tindak lanjut dari pertemuan dan penandatanganan kerja sama dalam pembentukan kurikulum advokat bersama Peradin. Tujuannya, untuk menyampaikan kepada stakeholder, civitas akademika FH Unwar, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan kurikulum prodi ini. Sehingga kurikulum yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan keperluan di dunia kerja.
Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. mengapresiasi akan dibukanya Prodi Pendidikan Profesi Advokat oleh FH Unwar. Sebab, lahirnya prodi ini akan memberikan kesempatan bagi para lulusan sarjana hukum untuk melanjutkan profesi advokatnya. Dengan harapan mereka nantinya akan menjadi job creator dengan menciptakan lapangan kerja. Di samping juga ilmu yang diperoleh akan terus berkembang dan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Apalagi jika terbentuk, prodi ini menjadi satu-satunya prodi profesi advokat pertama di Indonesia Timur. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. sangat mendukung rencana dibukanya Prodi Pendidikan Profesi Advokat oleh FH Un-
war. Sebab, FH Unwar saat ini telah menyandang akreditasi A (unggul), sehingga banyak program unggulan yang harus dikembangkan untuk memenuhi semua grade keilmuan guna meningkatkan kualitas kompetensi lulusan SDM. Saat ini FH Unwar hanya memiliki Prodi S-1 Ilmu Hukum (grade 6) dan Prodi S-2 Ilmu Hukum dan S-2 Kenotariatan (grade 8). Oleh karena itu, agar keilmuan pada grade 7 tidak kosong, Prodi Pendidikan Profesi Advokat sangat penting untuk dikembangkan. Prodi Pendidikan Profesi Advokat adalah langkah yang sangat maju dan strategis, karena memberikan kesempatan bagi para alumni FH Unwar dan lulusan hukum lainnya untuk mengembangkan keprofesiannya di bidang advokat. (ad208)
DOKTOR - Promovendus Dr. Drs. I Nengah Kecapi, M.M. berfoto bersama Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S. (5 dari kiri) dan dewan penguji lainnya seusai Ujian Terbuka Promosi Doktor Unhi Denpasar, Sabtu (7/3).
FH Unwar Segera Buka Prodi Pendidikan Profesi Advokat
- Pasar domestik masih potensial. *** Akhirnya penumpang Viking Sun dibolehkan berwisata di Bali. - Yang penting sehat semua.
Ida Bagus Alvin Saputra Apa maksudnya ini? Kan sudah jelasjelas batal.
WORKSHOP - Dekan FH Unwar Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. (4 dari kiri) bersama Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. (4 dari kanan), Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. (5 dari kanan) dan Ketum Peradin Advokat Ropaun Rambe (5 dari kiri) berfoto bersama pada kegiatan workshop, Sabtu (7/3).
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Wage, 9 Maret 2020
Selamatkan Generasi Milenial
PDI-P Tabanan Gelar Sosialisasi Narkoba dan HIV/AIDS
SAAT ini setidaknya ada dua bahaya laten yang tengah mengancam generasi muda Bali. Bahkan keduanya sudah masuk kategori darurat. Alasannya, sebab sudah tingginya angka kasus-kasus narkoba. Karena itu penyalahgunaan narkoba dan HIV/ AIDS itu sangat berbahaya bagi generasi milenial. Melihat hal tersebut, PDI Perjuangan (PDI-P) merasa perlu ikut serta melakukan upaya penyelamatan generasi milenial selaku penerus bangsa. Hal itu dilakukan DPC PDI-P Tabanan, Sabtu (7/3) lalu, dengan cara menggelar edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS kepada ribuan pelajar. Acara itu dilangsungkan di Gedung Kesenian I Ketut Maria. Kegiatan ini serentak dilakukan pengurus PDI-P seluruh Bali yang juga dirangkaikan HUT–47 PDI-P.
Sosialiasi itu mengambil tema ‘’Penyelamatan Generasi Muda Dari Narkoba dan HIV/ AIDS’’. Tujuannya, mewujudkan generasi muda yang sehat sesuai kearifan lokal Jana Kerthi. Acara itu menghadirkan dua narasumber, yakni BNK Kabupaten Tabanan Iptu Nyoman Sukana sekaligus KBO Binmas Polres Tabanan dan Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Tabanan, I Ketut Randem. Ketua DPC PDI-P Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, yang juga selaku Wakil Bupati Tabanan mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan instruksi Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dalam Rakernas belum lama ini di Jakarta. Diharapkan agar partai bisa selalu berada di tengahtengah rakyat (masyarakat) dengan melakukan kegiatan sosial sesuai persoalan yang
tengah dihadapi saat ini. Serta senantiasa bersinergi dengan program pemerintah. Kegiatan yang masih dirangkaikan HUT ke-47 PDI-P itu juga telah digelar festival kuliner. Pesta kuliner itu, diakui Sanjaya, telah memberi dampak munculnya pelaku UMKM dengan usaha kuliner khas Tabanan yang kini mulai dikenal kembali. ‘’Menghidupkan ekonomi kerakyatan dengan munculnya stan kuliner khas dari pedagang warga lokal. Ini membuktikan respons dari masyarakat luar biasa,’’ terangnya. Kegiatan kali ini tujuannya mengedukasi para generasi milineal untuk bisa terhindar dari bahaya narkoba dan juga HIV/ AIDS. ‘’Kedua kasus ini jika tidak ada upaya agar dicegah bersama-sama, maka potensinya ibarat gunung es yang menghantui generasi milineal. Sebab, merekalah yang akan
Politik
Made Urip Turba Garap Petani dan Krama Subak di Buleleng
Gelontorkan Alsintan, KBR, KRPL dan UPPO Rp 1,036 Miliar KOMITMEN perjuangan membangkitkan nilai tawar petani dan krama subak di Bali, tak hanya jadi jualan janji politisi senior PDI Perjuangan ini. Action nyata anggota Komisi IV DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. didampingi anggota Komisi I DPRD Buleleng Dewa Gede Sugiharto turun ke bawah (turba). Mereka turba membantu para petani dan krama subak di Kabupaten Buleleng. Seperti biasanya, kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup itu, datang tanpa tangan hampa. Made Urip menyerahkan secara simbolis bantuan alsintan, Program KBR (Kebun Bibit Rakyat), Program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dan pabrik UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) di Kabupaten Buleleng dari APBN Tahun Anggaran 2019, sekaligus serah terima hibah Bansos APBD Kabupaten Buleleng Tahun Anggaran 2019 yang difasilitasi Made Urip bersama Dewa Sugiharto di lapangan voli Desa Jineng Dalem, Singaraja, Buleleng, Minggu (8/3) siang. Bantuan yang diperjuangkan Made Urip itu senilai total Rp 1,036 miliar untuk kelompok UPPO Desa Jineng Dalam Rp 200 juta, 2 kelompok KRPL total Rp 100 juta, 2 kelompok KBR total Rp 100 juta di Desa Kayu Putih, Sukasada, 12 unit traktor total Rp 420 juta, 7 unit pompa air total Rp 105 juta, 12 unit hand sprayer total Rp 36 juta dan 5 unit power thresher total Rp 75 juta. Setelah menerima bantuan dengan bertatap muka langsung dengan Made Urip, nampak wajah cerah dan sumringah ratusan petani dan krama subak di Buleleng yang hadir saat itu. Salah satunya, Klian Subak Tegalan Penarukan, Putu Putra Yasa sebagai penerima bantuan hand tractor mengatakan bantuan Made Urip dan Dewa Sugiharto itu sudah terbukti dan tidak pernah diragukan lagi oleh kaum Marhaen di Buleleng. “Kita harapkan ke
plastik. ‘’Kita akan agendakan bulan depan penghijauan. Selain itu juga memerangi sampah plastik di Tabanan,’’ terang politisi asal Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan ini. Dari data yang disampaikan para narasumber dikatakan angka kasus narkoba tahun 2019 ini sebanyak 806
kasus di Bali. Tahun 2020 sudah ada 60 kasus yang sudah diungkap jajaran Polda Bali. Begitupun angka HIV akibat
pergaulan bebas yang tidak terkontrol, rata-rata 150 sampai 200 kasus HIV per bulan. (ad211)
EDUKASI - Ribuan pelajar di Tabanan diberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV yang digagas PDI-P, Sabtu (7/3).
Bantah Tudingan ”Duduk Manis” Disperindag Tegaskan Terus Lakukan Inovasi
Tabanan (Bali Post) Tudingan Pokja Aset Pansus VI DPRD Tabanan yang mengatakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan hanya ‘’duduk manis’’ dan tidak berinovasi meningkatkan PAD, dibantah langsung oleh Kepala Disperindag I Gusti Nyoman Arya Wardana, Jumat (6/3) lalu. Menurutnya, data potensi aset sumber pendapatan yang dikelola Disperindag, yang kemudian diminta Pokja Aset sebenarnya sudah siap. Hanya saat kunjungan lapangan jajaran dewan ke Disperindag, Senin (2/3) lalu, terjadi persoalan miskomunikasi.
SERAHKAN BANTUAN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. didampingi anggota Komisi I DPRD Buleleng Dewa Gede Sugiharto saat menyerahkan secara simbolis bantuan senilai total Rp 3,036 miliar di Kabupaten Buleleng. depan bantuan dari Pak Urip dan Pak Sugiharto ini bisa terus berlanjut. Bantuannya terbukti seperti traktor ini sangat bermanfaat. Traktor ini dibutuhkan petani dan krama subak di sini. Sudah sangat banyak bantuan yang diberikan Pak Urip dan Pak Sugiharto,” katanya. Pada kesempatan itu, Perbekel Jineng Dalem, Ketut Mas Mudarma, juga berkata sama, selain mengucapkan terima kasih atas kehadiran Made Urip bersama undangan lainnya yang turun langsung ke tengah-tengah masyarakat di pelosok desa. “Terima kasih kepada Pak Urip dan Pak Dewa Sugiharto yang telah banyak memberikan bantuan termasuk hibah dan Bansos 2019. Kita juga berharap banyak program ke depan yang bisa dibantu,” bebernya seraya mengusulkan agar program trotoarisasi di Desa Jineng Dalem bisa dibantu, sehingga bisa terus dilanjutkan. Di sisi lain, mewakili Bupati Buleleng, Kepala Bappeda Buleleng, Nyoman Genep menegaskan, Made Urip sangat rajin turun membantu sektor pertanian di Buleleng, terbukti sejumlah bantuan sudah turun. Seperti Alsintan dan program UPPO ini, termasuk Dewa Sugiharto juga aktif turun membantu petani di Buleleng. Dapat sambutan luar biasa, Made
Urip mengucapkan terima kasih atas dukungan petani dan krama subak, sehingga bisa meraih suara 22 ribu lebih di Kabupaten Buleleng. Meskipun memang basis suara di Tabanan dengan 154.180 suara, namun ditambah suara dari luar Tabanan hingga tembus 255.130 sebagai peraih suara Anggota DPR RI terbanyak di Dapil Bali dan 7 besar nasional. Sektor pertanian ini harus terus dihidupkan guna memenuhi ketahanan pangan. Jika sektor pariwisata kita terganggu, ke mana kita lari? Seperti bom Bali hampir 3 tahun di-recovery, karena itu banyak yang kembali numbeg ke carik-carik (bekerja ke sawah, red). ‘’Makanya sektor pertanian harus terus dilestarikan dengan mencari program dari pusat untuk membantu petani,” bebernya. Anggota parlemen yang dijuluki Wakil Rakyat Sejuta Traktor ini juga berharap bantuan yang diterima agar dimanfaatkan dan digunakan dengan baik. Tujuannya pertanian betul-betul produktif. Made Urip meminta agar menjaga subak. Jangan terus tergantung di sektor pariwisata. Caranya pertanian harus dilestarikan menjadi budaya di Bali dengan program kongkret dan nyata. (ad226)
”Recovery” Tanah Lot Digelar Okokan Kolosal ”Nangluk Merana”
PENYEBARAN virus Corona (Covid-19) diakui berdampak besar pada sektor pariwisata termasuk di Tabanan. Industri pariwisata pun mulai terpengaruh dampak virus Corona ini. Bahkan dari sejumlah objek wisata telah terjadi penurunan kunjungan sangat signifikan. Salah satunya di DTW Tanah Lot, yang ada di Desa Beraban, Kecamatan Kediri. Penurunan kunjungan wisatawan itu sampai saat ini berkisar 40 persen. Bagaimanakah langkah-langkah kreatif dan inovatif dilakukan untuk mendongkrak kunjungan wisata? Penurunan kunjungan wisatawan itu sudah pasti sangat berdampak pada potensi pendapatan daerah. Alasannya, DTW Tanah Lot itu merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar untuk Tabanan. Untuk meningkatkan kunjungan itu, pengelola Tanah Lot menggelar Tanah Lot Festival tanggal 1315 Maret 2020. Selain sebagai festival rutin tahunan juga dilaksanakan terkait recovery pariwisata. Salah satu yang menarik adalah pagelaran Okokan kolosal bertema “Nangluk Merana”. Sekda Tabanan I Gede Susila didampingi Manager DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, Minggu (8/3) kemarin, mengatakan festival Tanah Lot and Food Festival 2020 itu mengambil tema ‘Tirta Kamandalu’. Tirta Kamandalu itu memiliki makna air suci yang berasal dari dasar samudra. Tirta Kamandalu itulah yang menjadi sumber kehidupan. “Event yang digagas Bupati
mengisi pembangunan negeri ini ke depan. Mudah-mudahan lewat kegiatan ini mereka menyadari dampak narkoba itu sangat berbahaya,’’ tegasnya. Menurutnya, peserta yang dilibatkan dalam sosialisasi kali ini berjumlah 1.000 orang. Mulai pelajar SMP, SMA, mahasiswa, dan karang taruna di Kecamatan Tabanan dan Kediri. ‘’Target kita dengan sosialisasi ini bisa mengurangi orang-orang yang sudah terjerumus narkoba dan HIV/ AIDS. Datanya dari besar ke kecil hingga menjadi zero. Jadi inilah tugas kita di partai yang hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu pemerintah,’’ terangnya. Tidak hanya itu saja, kegiatan sosial lainnya serangkaian HUT ke-47 PDI-P itu dilakukan berbagai program sosial lainnya. Seperti penghijauan dan memerangi sampah
Tabanan itu sebagai moment recovery efek mewabahnya kasus virus Covid-19 yang serta merta berdampak pada kehidupan pariwisata di Bali khususnya,” terang Sekda Gede Susila, disetujui Kabag Humas Pemkab Tabanan I Ketut Ridia, dan Camat Kediri I Made Murdika. Yang menarik dari event tahun ini yakni pagelaran Okokan Kolosal yang bertajuk “Nangluk Merana” yang pembukaannya digelar tanggal 13 Maret 2020. Pegelaran Okokan Kolosal itu sendiri merupakan pertunjukan tradisi. Pagelaran itu umumnya untuk mengusir bala atau musibah, serta penyakit, hama, bencana dan sejenisnya. Pagelaran Okokan Kolosal itu melibatkan kurang lebih 900 seniman dan penari berasal dari 7 banjar dari tempat tradisi okokan itu berasal, yakni Desa Pakraman Kediri. “Sebenarnya tema festival ini sudah terkonsep Bupati Tabanan sejak setahun lalu. Tema itu digagas sebelum ada
wabah ASF maupun Covid-19, dan kebetulan pas dengan kondisi saat ini. Harapan kami Bali kembali membaik,” terangnya. Selain Okokan Kolosal, yang menarik lainnya pada festival tahun ini ditampilkannya kuliner melegenda di Tabanan. Kuliner itu seperti pepesan telengis, jukut roroban dan jaje leburan. Temanya adalah ‘Boga Bali Lawas’. Selain itu tidak ketinggalan pula sajian cara pengolahan kopi Robusta asal Pupuan. Kopi itu diolah dari biji kopi mentah sampai menjadi kopi siap saji oleh barista terbaik Tabanan. Selain itu juga pertunjukan budaya klasik menampilkan seniman-seniman terbaik Bali untuk menghibur masyarakat. Sementara itu, Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, mengakui saat ini kunjungan wisatawan memang mengalami penurunan dampak merebaknya Covid-19. Kunjungan saat ini masih didominasi turis domestik, meski ada sedikit wisatawan asing. “Awalnya tahun 2020 target kunjungan sudah kami tingkatkan lima persen dari total target kunjungan tahun lalu. Namun jika kondisi seperti ini berkepanjangan tentu target akan dievaluasi kembali,” terangnya. (bit)
‘’Terus terang saat itu saya tidak dapat informasi kedatangan tim Pokja Aset Dewan. Karena surat diterima, Senin (2/3) jam 11.00 Wita. Pada jam itu saya berada di Pasar Agro, Batungsel, Pupuan menghadiri acara yang sudah terjadwal sebelumnya,’’ tegas Arya. Terkait upaya mencari potensi sumber pendapatan melalui aset yang dikelola Disperindag, dikatakan Arya Wardana, sudah dilakukan jajarannya. Salah satunya rencana penerapan e-retribusi pasar untuk mencegah kebocoran, dan menggali potensi lainnya. Hanya realisasi target pendapatan dari retribusi pasar tahun 2020 yang dipasang sebesar Rp 6,49 miliar lebih atau meningkat dari sebelumnya di tahun 2019 sebesar Rp 4,6 miliar. Target itu dikhawatirkan sulit tercapai. Alasannya, hilangnya sejumlah potensi pendapatan melalui retribusi pasar. Seperti di Pasar Baturiti sendiri aset pasar belum dihibahkan dari pusat ke pemerintah daerah pascarevitalisasi pasar. Revitalisasinya sendiri baru saja tuntas per tanggal 30 Desember 2019. Setelah beroperasionalnya shortcut Denpasar-Singaraja ada penurunan pembeli di Pasar Candikuning. Didampingi Kabid Perdagangan Ni Wayan Primayani, ia mengatakan potensi
PASAR BATURITI - Bangunan Pasar Baturiti yang kini sudah selesai diperbaiki pascagempa Lombok 2018. pendapatan retribusi khusus Pasar Baturiti tahun ini ditarget Rp 131 juta dari 63 pedagang yang tidak terkena imbas revitalisasi. Target tahun 2019 dipatok Rp 240 juta dari jumlah total pedagang di Pasar Baturiti sebanyak 250 orang. ‘’Tidak semua bangunan di Pasar Baturiti direvitalisasi, meski pedagang sudah berjualan, kami hanya bisa memungut kepada 63 pedagang saja. Sisanya masih menung-
gu hibah bangunan pasar dari pusat. Setelah dihibahkan baru bisa dipungut,’’ ucapnya. Begitu pun untuk Pasar Candikuning. Kata Prima, kondisinya terjadi penurunan pembeli setelah dibukanya shortcut. Target pendapatan Pasar Candikuning tahun 2020 sebulan dipasang Rp 18 juta lebih. Namun realisasi Januari hanya bisa di angka Rp 9,3 juta lebih. Sedangkan Februari Rp 7,9 juta lebih. ‘’Tahun lalu Pasar
Candikuning ditarget Rp 129 juta per tahun. Tercapai 100 persen. Namun tahun ini ditarget Rp 224 juta lebih per tahun. Tetapi kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, tentu saja ada kehilangan potensi pendapatan 50 persen,’’ terangnya. Melihat potensi pendapatan dengan berbagai persoalannya, karena itu rencananya target pendapatan retribusi pasar tahun 2020 akan dikoreksi kembali. (kmb28)
Senin Wage, 9 Maret 2020
Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan Gianyar (Bali Post) -
Pohon aren yang tumbang sempat menutup akses di Jalan Campuhan, Kelurahan Ubud, Minggu (8/3) kemarin. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di kampung turis itu sempat terganggu. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar yang menerima laporan itu langsung meluncur dan mengevakuasi pohon tumbang tersebut. Pohon aren itu tumbang seusai hujan lebat mengguyur kawasan Ubud. Pohon dengan tinggi sekitar tujuh meter lebih itu tumbang menutup akses Jalan Raya Campuhan pada Minggu siang sekitar pukul 13.30 Wita. Beruntung saat kejadi-
an itu jalan yang biasanya macet dalam kondisi sepi, sehingga tidak ada korban jiwa atau materi. Kejadian ini sempat mengganggu akses lalu lintas. Akhirnya, aparat kepolisian turun mengurai kemacetan, dengan mengalihkan arus
lalu lintas. Sementara petugas BPBD Gianyar yang menerima laporan ini bergerak cepat melakukan evakuasi. Plt. Kepala BPBD Gianyar, Ngakan Dharma Jati, membenarkan pihaknya menerima laporan pohon tumbang tersebut. Dikatakan, proses
evakuasi pohon dengan lebar 3 meter itu sudah rampung. “Pohon tumbang di Jalan Raya Campuhan itu sudah dievakuasi oleh tim reaksi cepat,” ujarnya. Usai mengevakuasi pohon tumbang itu, petugas reaksi cepat BPBD Gianyar lantas mengarah ke Desa Tegallalang untuk menangani bencana tanah longsor yang menutup akses jalan. “Untuk penanganan longsor ini, sudah dikerahkan alat berat,” katanya. (kmb35)
Pendidikan
Ekonomi
Bank BPD Bali Cabang Renon Sosialisasikan QRIS Banyak Pegawai Sudah Paham Cara Bertransaksi
BANK BPD Bali Cabang Renon menyosialisasikan penggunaan QRIS (Quick Response Indonesian Standard) pada acara Family Gathering RS Mata Bali Mandara pada Minggu (8/3) kemarin di RS Mata Bali Mandara, Jalan Angsoka, Denpasar. Acara family gathering dalam rangka merayakan HUT ke-18 RS Mata Bali Mandara, diawali dengan jalan santai dan pelepasan balon. Di sela-sela acara, tersedia stand-stand makanan dan minuman dengan alat pembayaran QRIS BPD Bali. Kepala Bank BPD Bali Cabang Renon, Ida Dayu Tri Rasmiwinari, mengatakan kolaborasi kegiatan antara Bank BPD Bali dengan RS Mata Bali Mandara sangat baik. Karena kedua belah pihak memberikan manfaat satu sama lainnya. Kolaborasi ini pun diapresiasi oleh Direktur RS Mata Bali Mandara dr. Yuniti. Suasana keakraban terlihat dalam kegiatan tersebut. Karena Bank BPD Bali turut mengikuti segala kegiatan HUT RS Mata Bali Mandara seperti lomba-lomba dan jalan santai. Dayu Tri mengatakan, sosialisasi QRIS ini merupakan kewajiban Bank BPD Bali dalam rangka pengenalan pada seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder yang ada di Bali. Karyawan RS Mata Bali Mandara pun sangat aware dengan penggunaan alat pembayaran nontunai berupa QRIS Bank BPD Bali ini. Hampir
HUT - Kepala Bank BPD Cabang Renon bersama Direktur RS Mata Bali Mandara melepaskan balon dalam rangka HUT ke-18 RS Mata Bali Mandara. 100 persen menggunakan mobile banking Bank BPD Bali. “Mereka semua belanja menggunakan QRIS. Semua nasabah kita di sana sudah fasih menggunakan QRIS,” ungkapnya sambil menyebut QRIS Bank BPD Bali dapat digunakan di seluruh Indonesia. Selain sosialisasi QRIS, ia juga menyosialisasikan KUR dan kredit pegawai untuk para profesional dan yang mempunyai usaha. Diakui banyak yang tertarik dengan program dari Bank BPD Bali tersebut.
Bank BPD Bali terus berbenah. Pembangunan sistem dilakukan secara progresif, baik menyangkut infrastruktur, SDM, dan sistem teknologi. Semua didukung oleh basis teknologi informasi yang memadai. Untuk diketahui, Bank BPD Bali telah mendapat izin menggunakan transaksi QRIS dari Bank Indonesia sejak 18 Desember 2019. Sehingga menempatkan Bank BPD Bali sebagai bank ke-14 dan bank kedua dari seluruh BPD yang diizinkan bertranskasi menggunakan QRIS. (ad227)
Pulang Kerja, Warga Pejeng Kelod Dikeroyok Sekelompok Pemuda
Gianyar (Bali Post)Aksi pengeroyokan dialami Pande Ramadika, tepat di depan rumahnya di Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring, Sabtu (7/3) malam sekitar pukul 23.35 Wita. Aksi itu dialami pemuda berusia 25 tahun ini saat pulang pulang kerja. Akibat kejadian itu, korban menderita sejumlah luka. Pengeroyokan ini bermula saat Pande Nyoman Ramadika pulang kerja pada Sabtu malam. Di tengah jalan di seputaran Desa Bedulu, korban sudah merasa dibuntuti oleh orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Merasa curiga, korban melajukan sepeda motornya lebih cepat sampai di pertigaan jalan desanya. Saat itu korban sempat dihadang oleh para pelaku yang tidak diketahui identitasnya ini. Korban yang menghindar lantas memacu motornya lebih kencang. Sampai di depan rumahnya, korban ditabrak oleh pelaku dan dipukul dengan helm hingga terjatuh. Korban tidak berdaya lantas berteriak minta tolong, beruntung sejumlah anggota keluarga terbangun dan keluar rumah mem-
Bali Post/ist
TUMBANG - Pohon tumbang yang menutup akses Jalan Raya Campuhan, Kelurahan Ubud, Minggu (8/3) kemarin.
berikan pertolongan. Sementara keluarga yang lain menelepon pecalang. Warga setempat yang mendengar keributan itu lantas berdatangan ke lokasi kejadian. Malam itu sudah diamankan lima pelaku, sedangkan satu orang lagi
meloloskan diri. Saat ini kelima pelaku diamankan di Polsek Tampaksiring. Sedangkan korban Pande Nyoman Ramadika mengalami luka lecet dan luka di kepala akibat terpukul helm. Dikonfirmasi Minggu (8/3) kemarin, Kasubag Humas
Polres Gianyar, Iptu Ketut Suarnata, membenarkan adanya kasus pengeroyokan yang ditangani polisi. Terkait kasus di Pejeng Kelod itu, polisi masih melakukan pendalaman. “Kasus yang di Pejeng itu masih didalami,” tegasnya. (kmb35)
Dilengkapi ”Smart Cafe”
Unhi Denpasar Terdepan Sukseskan Kampus Merdeka FASILITAS kekinian di Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar semakin lengkap dengan adanya Smart Cafe yang terletak di sisi barat kampus. Fasilitas ini merupakan hasil kerja sama Unhi Denpasar dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI). Selain itu, BNI juga membuka pintu seluas-luasnya bagi lulusan Unhi Denpasar yang ingin berkarier di BNI. Menariknya, alumnus Unhi Denpasar yang diterima dari hasil rekrutmen akan dikontrak selama dua tahun. Jika tidak diperpanjang, maka BNI memberikan pesangon untuk bekal berwirausaha. Demikian diungkapkan Rektor Unhi Denpasar Prof. Damriyasa saat ditemui di Kampus Unhi, Jalan Sanggalangit, Tembawu, Denpasar Timur, Sabtu (7/3). Rektor yang menempuh pendidikan lanjutan di Jerman ini menjelaskan, di bawah kepemimpinannya Unhi menggencarkan program Triple Helix, yakni memperkuat kerja sama antara institusi pendidikan dengan pemerintah, serta dunia usaha dan dunia industri (dudi). Kerja sama antaruniversitas sudah dilakukan dengan berbagai perguruan tinggi dalam negeri hingga ke luar negeri. Kerja sama dengan pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota juga sudah berjalan dengan baik. Salah satu contoh pada Program Studi (Prodi) Hukum Adat. Di mana, Unhi Denpasar menjadikan desa adat di Bali sebagai laboratorium untuk pengembangan prodi tersebut. Demikian pula dengan dudi. “Kalau kerja sama dengan dunia usaha dan industri, kami sudah punya inkubator bisnis sebagai jembatan,” ujarnya. Terlepas dari hal tersebut,
SMART CAFÉ - Serah terima Smart Cafe dari pimpinan BNI kepada Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. (kanan) yang kemudian diserahkan kepada Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. kata dia, Unhi adalah perguruan tinggi yang paling siap melaksanakan program #Kampus Merdeka sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Pihaknya memberi kebebasan mahasiswa untuk memilih mata kuliah di luar prodinya, baik di dalam maupun di perguruan tinggi lain maksimal tiga semester. Sedangkan mata kuliah wajib sesuai prodi hanya lima semester. “Ini artinya perguruan tinggi dituntut menjalin kerja sama seluas-luasnya,” ujarnya. Damriyasa menambahkan, Unhi Denpasar juga melengkapi peserta didiknya yang telah dinyatakan lulus dengan program Intensive Development on Entrepreneurship Program (IDEP). Ia mengklaim, program ini mampu membantu mempermudah penyerapan alumnus ke dunia usaha dan industri. Bahkan, dalam menyikapi lesunya industri pariwisata
akibat merebaknya wabah virus Corona, ia mengaku telah merancang strategi. Rencananya, Unhi Denpasar akan membuka program non degree yang menunjang pariwisata, misalnya teknologi pertanian. “Virus Corona memberi kita pelajaran bahwa sektor pariwisata sangat rentan. Sehingga kita tidak boleh bergantung dari satu sektor, harus mengarah ke kompetensi lain yang mandiri, tapi bisa juga untuk mendukung pariwisata,” bebernya. Unhi Denpasar sebagai kampus milik umat Hindu, turut prihatin terhadap pekerja pariwisata yang dirumahkan oleh pihak hotel dan restoran. Oleh karena itu, potensi sumber daya manusia inilah yang bakal disasar untuk diberi keterampilan lain pada program non degree, mengingat masih banyak potensi yang bisa digali. (ad209)
Senin Wage, 9 Maret 2020
Inovasi ’’Angkutan Siswa Gratis’’ Selamatkan Siswa SMP dari Lakalantas BUPATI Klungkung Nyoman Suwirta bersama Ayu Suwirta menghadiri acara sosialisasi tertib berlalu lintas. Sosialisasi itu digelar Sat Lantas Polres Klungkung bekerja sama dengan Pemkab Klungkung di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (8/3) pagi kemarin. Pelaksanaan sosialisasi itu bersamaan dengan Car Free Day. Hal itu membuat masyarakat cukup antusias mengikutinya. Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta mengatakan inovasi Pemkab Klungkung yakni Angkutan Siswa Gratis telah amat dirasakan siswa dan orangtua siswa, sehingga mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pelajar SMP. Inovasi Angkutan Siswa Gratis itu mampu menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban berlalu lintas. Sementara inovasi ini baru bisa direalisasi di Kecamatan Klungkung. Ke depan, keti-
ga kecamatan lainnya akan segera mendapatkan layanan inovasi Angkutan Siswa Gratis ini. Bupati Suwirta meminta kepada orangtua agar menjaga anak-anaknya, baik dari segi mental maupun karakternya. Demikian juga kepada guru untuk ikut mengawasi anak didiknya dengan baik. Setelah menghadiri sosialisasi itu, Bupati Suwirta meminta kepada Satpol PP bekerja sama dengan Kasatlantas Polres Klungkung menindaklanjuti inovasi ini. Apabila ditemukan anak SMP yang menggunakan sepeda motor agar segera dapat ditindak. ‘’Kami sudah berikan inovasi. Tetapi, kalau masih ada siswa SMP yang membandel, sebaiknya segera ditindak tegas. Hal itu demi keselamatan anak-anak,’’ tegasnya. Pada kesempatan itu juga digunakan untuk sosialisasi pelaksanaan Sensus Penduduk. Terkait ini, Bupati Suwirta mengimbau
agar seluruh masyarakat Klungkung dapat mengisi data Sensus Penduduk Online 2020 yang sedang berlangsung. Ini bertujuan agar pembangunan bisa lebih terencana dan juga lebih akurat. ‘’Ikuti seluruh arahan BPS Klungkung, agar data yang diperoleh akurat. Guna menciptakan Indonesia, Bali dan Klungkung khususnya menjadi lebih baik. Karena data akurat akan banyak memengaruhi yang lain,’’ ajak Bupati Suwirta. Pada akhir sosialisasi itu, diisi senam BPS yang diikuti undangan dan masyarakat Klungkung. Bupati Suwirta dan Ny. Ayu Suwirta juga menyempatkan diri mengunjungi fasilitas mobil pelayanan SIM Mobil Keliling Polres Klungkung dan Mobil Keliling Program Calling Tanduk (Catatan Sipil Keliling dan Pendataan Penduduk) milik Pemkab Klungkung. Kasatlantas Polres Klungkung AKP I Made Teja Dwi Permana
menyampaikan sosialisasi ini untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban berlalu lintas. Terkait larangan menggunakan kendaraan bermotor bagi siswa SMP ini, adanya inovasi Angkutan Siswa Gratis itu sangat membantu siswa. Karena itu, dia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Suwirta lantaran sudah mendukung keselamatan siswa SMP, agar tidak menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah. Ketua BPS Kabupaten Klungkung A.A. Ayu Raka Suarningsih menambahkan, pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 ini dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan cara online yakni mengunjungi laman website sensus.bps.go.id. Ini yang berlangsung dari 15 Februari sampai 31 Maret 2020. Kedua melalui wawancara atau door to door (offline) di mana petugas akan datang 1 hingga 21 Juli 2020 nanti. (ad223)
BERSAMA - Bupati Suwirta bersama Kasatlantas Polres Klungkung saat melihat pelayanan SIM Mobil Keliling.
Senin Wage, 9 Maret 2020
Yakinkan Wisatawan Berkunjung ke Bali
Pemkab Gelar Acara ’’Free Tour & Karangasem is Safe’’ di Taman Tirtagangga
ACARA - Pemkab Karangasem menggelar acara Free Tour dan Statement dengan tagline ‘’Karangasem is Safe’’ di Taman Tirtagangga, Minggu (8/3) kemarin.
DALAM rangka memberikan rasa aman kepada wisatawan yang berkunjung terkait merebaknya virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem menggelar acara Free Tour dan Statement dengan tagline ‘’Karangasem is Safe’’ di Taman Tirtagangga, Minggu (8/3) kemarin. Acara ini dihadiri langsung Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, Ketua DPRD I Gede Dana, Kapolres Karangasem, Dandim Karangasem, Kepala Dinas Pariwisata sebagai leading sector, Ketua BPPD Karangasem dan seluruh OPD Kabupaten Karangasem serta wisatawan yang berkunjung ikut serta dalam aksi statement ‘’Karangasem is Safe’’ ini. Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, Karangasem sebagai salah satu destinasi tujuan wisata dunia. Pemkab Karangasem tentu tak tinggal diam dalam menyikapi anjloknya kunjungan wisatawan
Pendidikan
Alumni Fakultas Teknik Arsitektur Undwi Serahkan Maket Pura Taman Ayun ALUMNI Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Dwijendra (Undwi) yang tergabung dalam organisasi Mahakawi, Sabtu (7/3) menyerahkan miniatur prototipe Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian profesi, berupa pengabdian masyarakat melalui pembuatan maket Pura Taman Ayun, Mengwi. Penyerahan miniatur Pura Taman Ayun ini dilakukan oleh Rektor Universitas Dwijendra didampingi Ketua Yayasan Dwijendra kepada Panglingsir Puri Ageng Mengwi yang juga disaksikan pengelola objek wisata Taman Ayun, Ketua Alumni Universitas Dwijendra (IKA Undwi), dekan dan dosen Fakultas Teknik Arsitektur Undwi, BEM Fakultas Teknik Arsitektur Undwi, dan alumni Fakultas Teknik Arsitektur Undwi. Ditemui sebelum penyerahan maket, Ketua Alumni Ir. I.B. Riana didampingi Wakil Ketua Mahakawi I.B. Alita, S.T. mengatakan, maket ini selain sebagi bentuk pelesatarian nilai-nilai arsitektur tradisional Bali, juga sebagi media edukasi. Karena melalui maket ini, akan memberikan edukasi terkait keberadaan Pura Taman Ayun secara keseluruhan. Dikatakan, maket ini dikerjakan selama empat bulan oleh seluruh anggota Mahakawi. ‘’Ini merupakan sumbangsih dari alumni untuk media edukasi dan bentuk pelestarian nilai-nilai arsitektur tradisional Bali,’’ katanya. Rektor Undwi Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA. pada kesempatan tersebut merasa
yaknya destinasi wisata yang ada di Karangasem, pihaknya selalu berusaha mempromosikan Karangasem dalam kemasan yang menarik. Karena pariwisata sampai saat ini, salah satu sektor penting terhadap pendapatan daerah dan tentunya terhadap pendapatan masyarakat secara umum. ‘’Di Karangasem kita memiliki 77 titik destinasi wisata. Dari banyaknya titik destinasi wisata yang ada, tentunya kita berusaha untuk memaksimalkannya, di samping beberapa destinasi wisata Karangasem yang sudah dikenal di seantero dunia. Oleh karena itu, saya berharap acara untuk menggaungkan lagi Karangasem sebagai destinasi wisata yang masih aman untuk dikunjungi bisa disebarluaskan, karena isu virus Corona masih hangat dibicarakan,’’ ungkapnya. Sementara itu, Ketua PHRI dan BPPD Karangasem I Wayan Kariasa mengatakan bahwa pihaknya telah
menyiapkan segala sesuatunya agar acara ini sukses. Diharapkan aksi ini memberikan informasi dan meyakinkan wisatawan bahwa Karangasem aman dikunjungi. ‘’Kami dari PHRI dan BPPD Karangasem sangat mendukung acara ini dan agar dipublikasikan secara besar-besaran kepada umum dan internasional. Karangasem selain juga dikunjungi oleh wisatawan Asia, wisatawan dari Eropa juga masih mendominasi. Oleh karena itu, pasar Eropa inilah yang masih menjadi tujuan utama sasaran acara ‘Sapa Wisatawan’ atau Welcome Greeting ini,’’ katanya. Acara ini dimeriahkan dengan penampilan tari Bali dan atraksi tari Gebug Ende, lalu dilanjutkan dengan suguhan Arak Karangasem, sekaligus dirangkai acara makan siang dan buah-buahan lokal seperti salak dan lainnya kepada tamu-tamu yang hadir di Rumah Makan Isen yang telah dibangun di dalam area Taman Tirtagangga. (ad222)
Jumlah Babi Mati Capai 272 Ekor
Amlapura (Bali Post) -
Kasus kematian babi milik warga di Karangasem terus bertambah. Kali ini, kematian babi kembali dialami oleh warga Banjar Dinas Ujung Tengah, Desa Tumbu, Minggu (8/3) kemarin. Bangkai babi itu sudah dikubur oleh pemiliknya untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Sampai saat ini, jumlah babi yang mati mencapai 272 ekor yang tersebar di enam kecamatan.
SERAHKAN MINIATUR PURA - Alumni Fakultas Teknik Arsitektur Undwi menyerahkan miniatur prototipe Pura Taman Ayun, Mengwi, Sabtu (7/3). sangat bangga kepada alumni Undwi, khususnya dari Program Studi Teknik Arsitektur. Karena sudah memberikan ilmu dan pengetahuannya kepada masyarakat, khususnya di Puri Mengwi. Melalui miniatur ini, pihaknya berharap bisa memberikan informasi kepada pengunjung, sebelum memasuki pura. Untuk Undwi, pihaknya menyebut ini merupakan kegiatan yang sangat mulia. Karena Undwi memiliki visi menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, sastra agama Hindu Bali. Kegiatan pengabdian ini, katanya, merupakan bagian yadnya dari Undwi. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendorong untuk melakukan hal serupa, tidak hanya di kawasan Mengwi, namun juga di tempattempat lain. Sehingga Undwi, terutama Fakultas Teknik, bisa memberikan sumbangan ilmu pengetahuan untuk masyarakat. ‘’Universitas Dwijendra ke depan terutama di Fakultas Teknik ini akan menjadi pusat pembelajaran arsitektur tradis-
ional Bali,’’ harapnya. Selaku Panglingsir Puri Ageng Mengwi, Anak Agung Gde Agung merasa mendapat kehormatan atas kunjungan alumni Fakultas Teknik Arsitektur Undwi. Kunjungan ini selain menjadi silaturahmi, juga memberikan manfaat dan informasi terkait keberadaan Pura Taman Ayun yang masuk sebagai warisan dunia secara arsitekturnya. Dikatakannya, alumni Fakultas Teknik Undwi ini membuat maket pura, sangat lengkap sekali. Ini bisa dipajang di kawasan budaya Pura Taman Ayun dan dapat menjadi informasi secara tersendiri untuk wisatawan, karena bisa melihat secara lengkap bagaimana Pura Taman Ayun jika dipantau dari atas. ‘’Intinya, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada alumni Universitas Dwijendra, berkenaan penyerahan maket sebagai pengabdian kepada masyarakat. Ini tentu sangat bermanfaat,’’ ujarnya. (ad216)
rangasem AKBP Ketut Artha, dan I Wayan Sutama dari Dinas Kesehatan Karangasem. Dalam kesempatan itu, Dana meminta generasi muda bergandengan tangan dengan pemerintah dalam memerangi bahaya narkoba, HIV/AIDS. ‘’Para siswa, mahasiwa dan pemuda kami ajak bersama-sama mencegah dan menanggulangi bahaya narkoba dan seks bebas untuk mencegah HIV/AIDS,’’ ujarnya. Dana mengimbau kepada pihak-pihak terkait untuk lebih aktif menggelar sosialisasi. Jika pemerintah memerlukan anggaran untuk kepentingan itu, lembaga dewan akan mengawalnya.
Hal ini karena penyuluhan sangat penting untuk menyosialisasikan bahaya narkoba dan HIV/AIDS. ‘’Ini untuk melindungi generasi muda kita, karena mereka yang nanti melanjutkan kepemimpinan,’’ katanya. Secara umum, kata Dana, penyalahgunaan narkoba di Karangasem masih rendah. Kendati demikian, pencegahan sangat penting untuk dilakukan. Bahkan, pihaknya akan mengadakan tes urine di lembaga dewan. ‘’Kalau itu ditunggu saja, sebagai pejabat pemerintah jangan coba-coba memberikan contoh yang buruk. Tentu arah ke sana ada, ditunggu saja,’’ tegasnya. (kmb41)
Generasi Muda Diminta Jauhi Narkoba
Amlapura (Bali Post) Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengajak kalangan generasi muda untuk ikut bersama-sama mengampanyekan gerakan antinarkoba dan HIV/AIDS. Hal itu disampaikannya saat menghadiri sosialisasi penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS di Wantilan Kantor DPRD Karangasem, Sabtu (7/3). Kegiatan ini dihadiri sekitar 600 peserta dari kalangan siswa SMA/SMK, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan di Karangasem. Sosialisasi narkoba dan HIV/AIDS digelar oleh DPC PDI Perjuangan, dengan menghadirkan narasumber Kepala BNN Kabupaten Ka-
karena isu virus Corona yang meluas. Untuk itu, ia sangat mengapresiasi dan mendukung penuh acara yang digagas Dinas Pariwisata dan pihak PHRI Karangasem ini. ‘’Saya yakin acara ini akan meyakinkan kembali para wisatawan untuk datang berkunjung ke Bali, khususnya ke Kabupaten Karangasem,’’ ucapnya. Mas Sumatri menjelaskan, saat ini pariwisata adalah salah satu sektor penting dalam peningkatan PAD Karangasem. Jika kondisi pariwisata membaik, tentunya akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat Karangasem secara umum. ‘’Mari kita bersama-sama bahu-membahu menyerukan kembali bahwa pariwisata kita masih sangat aman untuk dikunjungi. Tetap waspada tapi bijaksana. Jangan sampai kekhawatiran kita yang berlebihan membuat banyak orang dirugikan,’’ jelasnya. Kadis Pariwisata Ketut Sedana Merta mengatakan, dengan ban-
Pemilik babi, I Kadek Ariana, mengatakan jumlah babi yang mati sebanyak lima ekor. Dikatakan, satu ekor babi mati Sabtu lalu dan empat ekor babi mati sekitar pukul 05.00 dini hari, Minggu kemarin. ‘’Sebelum mati, babi-babi itu sakit dan tak mau makan sejak tiga hari yang lalu. Di tubuh
MENGUBUR - Peternak babi di Banjar Dinas Ujung Tengah, Desa Tumbu, Karangasem saat mengubur bangkai babinya.
babi ada bintik-bintik warna merah,’’ ujarnya. Menurut Ariana, ia memelihara sembilan ekor babi. Karena mati lima, kini tinggal empat ekor babi yang dipelihara. Ia berharap babi-babi yang masih hidup tidak terserang virus mematikan tersebut. ‘’Babi betina yang saat ini sedang
hamil kondisinya sakit. Belum ada penyemprotan disinfektan dari Dinas Pertanian pascababi saya mati. Saya baru melakukan pembersihan di kandang saja. Semoga nanti ada penyemprotan dari dinas. Untuk kerugian mencapai Rp 30 juta,’’ terangnya. Dikonfirmasi terpisah, Ka-
bid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Karangasem drh. I Made Ari Susanta menjelaskan, pihaknya telah mendapat informasi terkait kematian babi tersebut. Ditegaskan, pihaknya telah menugaskan petugas puskeswan untuk menindaklanjuti kasus tersebut. ‘’Kami sudah tugaskan petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan di kandang tersebut. Sampai saat ini, jumlah babi yang mati di Karangasem mencapai 272 ekor yang tersebar di enam kecamatan,’’ tegasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Senin Wage, 9 Maret 2020
The Sukarno Center Dukung Penuh RUU Provinsi Bali Diprioritaskan
Bertemu Menteri Pariwisata, Wedakarna Minta Pariwisata Budaya Hindu Bali Jangan Diutak-atik Pusat
AMUNISI pemerintah Bali untuk menggolkan RUU Provinsi Bali ternyata tidak hanya didukung anggota DPR dan DPD-RI. Bahkan kini putri Bung Karno, Sukmawati Soekarno Putri, juga mendukung penuh penggantian UU lama peninggalan Bung Karno yakni UU No.64/1958 tentang pembentukan Provinsi Bali NTB dan NTT. Dukungan itu disampaikan Sukmawati Soekarno saat bertemu Menteri Pariwisata RI di Jakarta. Dalam kesempatan itu, The Sukarno Center menyampaikan dengan semakin tingginya beban Pulau Bali di segala bidang, maka diperlukan kewenangan lebih luas. Salah satu cara dalam tata negara yang paling efektif adalah dengan UU. “Secara prinsip saya dan lembaga The Sukarno Center mendukung inisiatif Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace dan tokoh di Bali, termasuk juga perjuangan sahabat saya Dr. Arya Wedakarna untuk menggolkan RUU Bali ini. Ibu kira sudah saatnya Bali diberi kesempatan. Walau tidak berstatus istimewa atau khusus, tetapi Bali akan lebih bisa melestarikan kebudayaan dan seninya melalui perangkat UU. Harapan Ibu mewakill keluarga Proklamator Bung Karno agar RUU Bali ini diselesaikan. Silakan saja Gubernur, DPRD DPR dan DPD serta para tokoh jalankan proses prosedur secara legislasi. Nanti Ibu Sukmawati membantu dengan cara saya sendiri. Salah satunya berbicara ke Pres-
SATYAGRAHA - Petinggi The Sukarno Center Sukmawati Sukarno Putri, Dr. Wedakarma (Senator RI), Ibnu Prakoso (IDPP PNI Marhaenisme) dan Poppy Dharsono bersama Menpar RI (atas), dan Dr. Wedakarna bersama Gubernur Bali, Gubernur NTT dan Senator DPD di Jayasabha. iden Jokowi. Bagaimanapun leluhur Bung Karno adalah orang Bali,’’ ungkap Sukmawati Soekarno yang adik kandung Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri ini. Dalam kesempatan mendampingi Sukmawati bertemu Menteri Pariwisata RI, Senator Arya Wedakarna (AWK) juga menyampaikan sejumlah pandangan terkait pariwisata Bali. Salah satunya perhatian pemerintah lebih besar (seharusnya) di tengah melesunya dunia pariwisata di Bali. “Secara politik dengan
adanya 10 Bali baru saja, sudah merugikan Bali saat ini. Mungkin di benak orang pusat, Bali kami ini ya seolah-olah adalah Bali lama. Tetapi sudahlah, yang penting adalah perhatian pemerintah pusat terhadap Bali, baik dari program promosi, pembangunan infrastruktur termasuk dukungan pada festival-festival yang ada di seluruh pelosok Bali. Dan yang penting, jangan membuat gaduh lagi dengan ide tentang wisata halal, yang sudah ditolak pemerintah di Bali, ditolak tokoh dan
praktisi pariwisata,’’ ungkap Arya Wedakarma yang juga President The Sukarno Center ini. “Saya perlu sampaikan ke Menteri bahwa apa pun kegaduhan di Bali ini akan terdengar sampai di pusat. Ingat Bali ini mendukung Presiden Jokowi sebanyak 92% suara tertinggi di RI. Dan saya yakin dari profiling yang mendukung Jokowi ini adalah umat Hindu. Jadi, berhati-hati jika berhadapan dengan orang Bali. Jangan sampai ide dan cetusan gagasan tentang pariwisata halal itu dibungkus Muslim Friendly sesuai pernyataan Menteri. Hal itu membuat gaduh dan justru menurunkan simpati rakyat pada Nawa Cita Jokowi. Di Bali sudah jelas ada Perda 2012 tentang Kepariwisataan Bali yang dijiwai budaya Bali, yang dijiwai nilai agama Hindu. Dan itu final. Saya yakin perintah Presiden tegas yakni tidak ada visi misi menteri. Yang ada hanyalah visi misi Presiden dan konsistensi terhadap Nawa Cita. Jadi sampai kapan pun akan kami ingatkan Menteri,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Sejumlah hal lain yang disampaikan ke Menteri di antaranya; 1) Rencana pembangunan Art Center di Gunaksa Klungkung, 2) Konsorsium Bali Carnaval gagasan Sukmawati yang akan melakukan studi ke Rio De Jeneiro Brazil, 3) Reformasi Birokrasi di Kemenpar yang selama ini dianggap lambat, 4) Indonesia Fashion Week Penguatan branding Bali sebagai pusat film dunia Baliwood. (ad224)
Siswa SDN 4 Songan Belajar di Teras Bangli (Bali Post) Sudah sebulan lebih, puluhan siswa kelas I dan II SDN 4 Songan, Kintamani belajar dengan cara lesehan di teras kelas. Hal itu terpaksa dilakukan para siswa lantaran plafon ruangan kelas mereka jebol dan kondisinya membahayakan. Kepala SDN 4 Songan I Ketut Baru, Minggu (8/3) kemarin mengungkapkan, pihaknya terpaksa mengadakan kegiatan belajar mengajar di teras lantaran kondisi ruangan kelas tidak memungkinkan dipergunakan. Plafon ruangan yang selama ini dipakai sebagai ruangan kelas siswa I dan II jebol
22 Januari lalu. Kerusakan terjadi akibat kondisi kayu keropos dimakan rayap. “Mulai rusaknya sudah dari tiga tahunan lalu. Awalnya rusak sedikit lama-lama semakin parah dan akhirnya jebol. Kami sudah laporkan kondisi itu ke Disdikpora,” terangnya. Dia menyebut total ada 65 siswa yang belajar di teras sejak 22 Januari lalu. Terdiri dari 36 siswa kelas I dan 29 siswa kelas II. Mereka belajar di teras kelas secara bergiliran. Siswa kelas I belajar dari pukul 08.00 sampai pukul 10.00 Wita. Setelahnya dilanjutkan oleh siswa kelas II. Baru mengatakan para siswanya tersebut selama
ini belajar secara lesehan. Pihaknya sengaja tidak menempatkan bangku dan meja di teras karena luas teras terbatas. Jika ditempatkan bangku dan meja akan memakan banyak tempat. Belajar secara lesehan diakuinya membuat para siswa agak kesulitan saat menulis. “Kami tidak memanfaatkan balai banjar karena tidak begitu luas. Fasilitas buku nanti agak susah naruhnya. Dan balai banjarnya juga sering dipakai kegiatan oleh masyarakat,” ujarnya. Kasek asal Banjar Yeh Panes, Desa Songan itu mengatakan saat awal-awal kerusakan terjadi, pihaknya sejatinya telah mengajukan per-
mohonan perbaikan melalui input data pada aplikasi data pokok pendidikan (dapodik). Dengan sendirinya, aplikasi itu menjawab bahwa kerusakan yang dilaporkan masuk kategori ringan. Menurutnya, sesuai aplikasi Dapodik, kerusakan itu bisa dikategorikan berat kalau terjadi secara keseluruhan. Seperti rusak di dinding, kusen, ubin dan lainnya. “ Kini karena ruang kelas sudah tidak bisa difungsikan lagi, Ketut Baru pun berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dengan menurunkan tim dan mengecek kondisi sekolah yang ada di Banjar Pradi itu. (kmb40)
Bali Post/ist
RUMAH DUKA - Suasana rumah duka di Geria Kelodan Lingkungan Pasdalem, Kelurahan Gianyar, Minggu (8/3) siang kemarin.
Terpeleset, IB Arcana Tewas di Gunung Batur
Bangli (Bali Post) –
Seorang pendaki asal Gianyar, Ida Bagus Andyka Eka Arcana Manuaba (23), tewas terjatuh saat mendaki Gunung Batur, Kintamani, Minggu (8/3) dini hari. Diduga korban jatuh ke jurang sedalam 40 meter karena kelelahan dan kurang berhati-hati saat mendaki. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Awalnya korban bersama delapan temannya dengan berboncengan sepeda motor berangkat menuju Gunung Batur, Kintamani dari Gianyar. Setibanya di Pura Jati sekitar pukul 02.00 Wita, korban bersama temantemannya melakukan pendakian dan sampai di puncak gunung dua jam kemudian. Sesampainya di puncak, korban bersama temannya hendak menggelar tikar untuk istirahat di pinggir tebing. Tepatnya di sebelah kiri Padmasana Puncak Gunung Batur. Tiba-tiba korban terpeleset lalu terjatuh ke jurang. Teman korban dibantu pendaki lainnya, petugas BKSDA dan Kehutanan serta masyarakat langsung berupaya menolong dan mengevakuasi korban. Polsek Kintamani yang mendapat laporan kejadian itu langsung mendatangi lokasi kejadian. Bersama Sat Reskrim Polres Bangli dan tim Identifikasi Polres Bangli, petugas melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan petugas medis Puskesmas Kintamani I, korban mengalami luka cedera patah pada leher. Luka robek pada pipi kiri, lecet pada dahi kiri, keluar darah pada hidung. Luka lecet juga ditemukan pada bagian punggung dan pantat korban. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Korban diduga meninggal dunia di
TKP. Karena saat dibawa ke Puskesmas Kintamani, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” kata Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSU Bangli. Dilarang Ibunya Suasana duka menyelimuti rumah Ida Bagus Eka Andyka Arcana di Geria Kelodan Lingkungan Pasdalem, Kelurahan Gianyar. Ibu korban, Ida Ayu Sri Winten, sempat melarang anaknya itu pergi. Ditemui di rumah duka, Ida Ayu Sri Winten mengatakan Gus Eka itu merupakan anak pertamanya. Adiknya perempuan masih kelas III SMA. Sebelum anaknya berangkat, Ida Ayu Sri Winten sempat melarang putra sulungnya itu mendaki. Alasannya, cuaca tidak mendukung. “Saat hendak berangkat, sempat saya larang. Namun dia sudah janji sama temanteman mendaki,” jelas ibu korban sambil berkaca-kaca. Jenazah anak pertamanya itu masih dititipkan di Ruang Jenazah Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar. Prosesi pengabenannya diperkirakan setelah hari pegat uwakan. “Prosesinya belum pasti kapan. Kemungkinan habis pegat uwakan dilakukan di gria ini,” paparnya. Dayu Winten mengaku tidak ada firasat sebelum anaknya meninggal. Namun ia mengaku sempat bermimpi diminta pulang ke Geria Kelo-
dan. “Tidak ada firasat sama sekali. Tetapi dia sempat cerita kalau dia mimpi disuruh pulang ke sini (Geria Kelodan), karena sehari-hari kami tinggal di perumahan Bona. Katanya Gus Eka disuruh bangun dan tidur di sini sama Tu Kompiangnya. Sudah disiapkan kamar di gedong dauh,” imbuhnya. Kakak sepupu korban, Ida Bagus Ananda Manuaba, mengatakan sebelumnya sudah mengetahui adiknya ini akan berangkat mendaki bersama 8 orang temannya. Ini kali pertama adiknya mendaki. “Keluarga tahu jam 11 tadi malam, dia minta izin mendaki sama ibunya, sudah dilarang tetapi bersikeras tetap mendaki. Kemudian temannya jam 5 pagi tadi menghubungi ibunya, bahwa adik saya jatuh di lereng gunung. Belum dievakuasi saat itu, sebab dievakuasinya oleh petugas baru sekitar jam setengah 6. Saat itu adik saya sudah dinyatakan meninggal,” paparnya. Diperkirakan korban terjatuh saat di pertengahan pendakian. Karena jalur yang dilalui itu bukan jalur pendakian umum. Diketahui korban bersama sejumlah temannya itu mendaki tanpa pemandu. Perlu diketahui korban merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adik perempuannya masih duduk di kelas tiga SMA. Ayahnya, Ida Bagus Ketut Mayun, telah meninggal dunia. (kmb40/kmb35)
Senin Wage, 9 Maret 2020
Dewan Dorong Distan Kontrak Dokter Hewan
Singaraja (Bali Post) -
Buleleng dengan wilayah luas dan topografi berbukit memerlukan dukungan tenaga dokter hewan yang memadai. Apalagi, ketika terjadi penularan penyakit yang menyerang babi atau kejadian lain, maka tugas dokter hewan ini sangat dibutuhkan membantu masyarakat. Namun, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng sekarang masih kekurangan dokter hewan. Mengatasi masalah ini, Komisi II DPRD Buleleng mendesak agar Distan merekrut dokter hewan dengan sistem kontrak. Desakan itu diungkapkan Ketua Komisi II, Putu Mangku Budiasa, belum lama ini. Dia mengatakan, dokter hewan harus melayani masyarakat dengan optimal. Tidak ada alasan kalau sampai di suatu wilayah tidak ada dokter hewan. Jika itu terjadi maka peternak atau masyarakat petani yang membutuhkan pendampingan justru tidak terlayani dengan baik. “Dari keterangan yang kami dapatkan masih ada wilayah yang tidak ada dokter hewan karena petugasnya sudah pensiun. Tidak boleh kosong, karena jasanya dibutuhkan ketika ada kasus penularan penyakit ternak seperti kematian babi massal belakangan ini,” katanya. Mantan Perbekel Desa Selat Kecamatan Sukasada ini mendorong Distan segera mengajukan permohonan kepada Bupati untuk merekrut dokter
hewan melalui sistem kontrak. Bahkan, dia sendiri meminta agar Bupati memberi kewenangan penuh kepada Distan untuk menambah tenaga kerja sepanjang jasanya dibutuhkan dibuktikan dengan analisis beban kerja (Anjab-red). “Jangan semua satu pintu, tapi berikan kewenangan kepada dinas, sepanjang tenaga kontrak yang direkrut dibutuhkan, dan dewan pasti akan mendorong anggarannya sepanjang itu usulannya realistis,” jelas legislator dua periode ini. Dihubungi terpisah, Kepala Distan Buleleng Made Sumiarta, Minggu (8/3) kemarin, tidak menampik kalau selama ini pihaknya masih kekurangan dokter hewan. Sumiarta menyebut, idealnya di setiap kecamatan ditugaskan dua orang dokter hewan. Namun faktanya, sampai tahun ini Distan menugaskan dokter hewan
di setiap kecamatan satu orang. Bahkan, dari 9 kecamatan, saat ini satu wilayah yaitu Kecamatan Gerokgak tidak ada dokter hewan karena petugas lama telah pensiun. Situasi yang sama juga terjadi untuk tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Harusnya satu orang PPL ditugaskan di setiap desa/kelurahan. Sekarang Distan hanya menugaskan PPL sebanyak 118 orang. Itu artinya, kalau jumlah desa kelurahan 148, maka Distan kekurangan lagi 30 orang PPL.
Mengatasi persoalan ini, Sumiarta mengaku, sudah menyusun program untuk menambah dokter hewan dan PPL dengan sistem kontrak. Kalau disetujui dan anggaran memadai, Distan akan menambah dokter hewan di setiap kecamatan dua orang, dan setiap desa/kelurahan ditugaskan 1 orang PPL. Kalau usulan ini tidak bisa dipenuhi, maka Distan akan memprioritaskan untuk mencari pengganti dokter hewan yang telah pensiun. (kmb38)
Bali Post/kmb38
Bali Post/kmb38
Made Sumiarta
Putu Mangku Budiasa
Belasan Warga Jepang Tunda Kunjungan ke Pedawa Singaraja (Bali Post) Rencana belasan warga Jepang melaksanakan kegiatan sosial di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar pada minggu ini dipastikan ditunda. Ini setelah kesimpulan rapat perangkat dan warga desa disepakati menunda dan menjadwalkan ulang kunjungan 16 orang warga Jepang itu dengan pertimbangan ancaman penyebaran virus Corona (Covid-19). Salah seorang tokoh masyarakat, Wayan Sadnya-
na, Minggu (8/3) kemarin mengatakan, masyarakat bukan menolak kedatangan 16 warga Jepang yang tergabung dalam komunitas Ina Japan itu. Namun demikian, warganya, justru lebih mempertimbangkan kenyamanan wisatawan. Alasannya, kunjungan WNA di tengah ancaman virus Corona. Dikhawatirkan situasi ini dapat menimbulkan penilaian atau perlakuan yang kurang baik terhadap wisatawan itu sendiri.
Atas pertimbangan itu, rencana kunjungan ditunda. Penundaan ini sampai situasi dinilai sudah kondusif. Selain dibahas di internal, perangkat desa telah berkoordinasi dengan rombongan WNA itu untuk menyampaikan situasi terkini. Dari koordinasi itu, koordinatornya memahami situasi. Mereka juga berjanji menjadwalkan kembali kunjungannya ke Desa Pedawa. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Jepang yang
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dicari Analis Kesehatan D3/S1 Laki2 yg sdh Memiliki STR u/di tempatkn di RS Swasta terbesar di Bali.Hub.085737359866(WA)
DIJUAL MOBIL
*Dcr Receptionist,SpaTherapist REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744 B.BP.001.03.20.0000213
Bth Cpt Crew Gudang Maks 30th untuk RimCargo Ubung Dps Hub.0811392013 B.BP.004.03.20.0000194
Dibthkan sgr karyawan Spa utk Jl.Melasti No.78, 081337409372 B.BP.004.03.20.0000196
B.BP.001.03.20.0000018
Job Luar Negeri Pesiar dan darat pria wanita pembiayaan dibantu unt semua usia/Pasutri 082146165889
BU Rumah Ayani Tagtag LT.2Are 450Jt smua Hub.082144442900 TP
B.BP.001.03.20.0000163
B.BP.001.03.20.0000212
SERVICE
Polres Bangun Gedung Pelayanan Terpadu Singaraja (Bali Post) Polres Buleleng tahun ini membangun gedung pelayanan terpadu. Ini menyusul disetujuinya permohonan bantuan hibah Pemkab Buleleng yang diajukan tahun 2019 yang lalu. Polres akan menerima kucuran dana hibah dari APBD Buleleng Rp 2,5 miliar. Dengan dana tersebut, gedung pelayanan terpadu dibangun di atas lahan bekas gedung mes perwira polisi di Jalan WR Supratman, persisnya di depan Mako Polsek Kota Singaraja. Kabag Ops Kompol A.A. Wiranata Kusuma didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, akhir pekan lalu mengatakan, selama ini Polres Buleleng masih kesulitan lahan. Akibatnya, beberapa unit pelayanannya dilakukan di luar gedung Mapolres Buleleng. Dia mencontohkan, unit pelayanan SIM dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) saat ini dialihkan di areal gedung Mako Polsek Kota Singaraja. Selain itu, lahan parkir kendaraan perwira, anggota dan pengunjung ke mapolres juga masih terbatas, sehingga terpaksa meminjam lahan
parkir di areal Pura Agung Jagat Natha, Singaraja. Mengatasai masalah itu, polres kemudian memprogramkan membangun gedung baru. Namun, anggaran belum bisa dipenuhi hingga 100 persen, sehingga tahun lalu pihaknya mengusulkan bantuan hibah kepada pemerintah daerah. Alhasil, tahun ini usulan itu disetujui Rp 2,5 miliar. Dengan dana itu, polres membangun gedung pelayanan terpadu. Gedung baru ini dibangun di atas lahan bekas mes perwira di depan Mapolsek kota Singaraja dengan luas 2,3 are. Setelah terbangun, maka polres akan membuka pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), SIM, dan SKCK di gedung terpadu tersebut. “Tahun
ini kita dapat bantuan hibah pemkab, sehingga lahan mes perwira yang sudah tidak ditempati itu kita jadikan gedung pelayanan terpadu. Sekarang proses persiapan lahan dan akan dilelang, sehingga pelaksanaan proyeknya bisa dilakukan pertengahan tahun ini,” katanya. Di sisi lain perwira asal Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng ini mengatakan, pemenuhan unit pelayanan ini dilakukan menyusul pencanangan Zona Integritas WBK dan WBBM di jajaran Polres Buleleng. Dari pengoperasian unit pelayanan yang memadai itu, pelayanan kepolisian di daerah semakin optimal sesuai target kebijakan Polri. (kmb38)
MITSUBISHI
B.BP.031.03.20.0000174
PROPERTY
Dicari Marketing & Sales Bahan Bangunan,PT.KSM,083114600207
Terima Dana Hibah Rp 2,5 Miliar
Mitsubishi Xpander Exceed M/T/ manual, hitam,Tgn 1, sprt baru, th 2018 akhir, simpanan/jrg pakai KM 6300 an,BU Hrg. 210jt Nego tipis, Hub.0811277218
B.BP.004.03.20.0000218
DIJUAL RUMAH
rencananya mengunjungi Desa Pedawa. Kedatangan mereka terbagi dalam dua jadwal kunjungan. Di mana kedatangan pertama, Jumat (13/3) dengan jumlah 6 orang. Kedatangan kedua pada Sabtu (14/3) dengan jumlah rombongannya 10 orang. Rencananya, mereka melaksanakan beberapa kegiatan sosial terkait pengelolaan sampah, lingkungan dan mengunjungi sekolahsekolah yang ada di desa tersebut. (kmb38)
Bali Post/ist
TERPADU - Polres Buleleng akan membangun gedung pelayanan terpadu dengan memanfaatkan lahan bekas mes perwira di depan Mako Polsek Kota Singaraja.
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.03.20.0000005
SERVICE
BENGKEL LAS BIRO JASA
Free
n
Desig
Money Back Guarantee
SERVICE
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
GENTA BALI gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET
HARIAN DENPOST
RADIO GENTA
PAKET
1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
Senin Wage, 9 Maret 2020
Pendidikan
Pendidikan
SENADA 2020 STD Bali
Fakultas Farmasi Unmas Gelar ’’Open House dan Galenica’’
SEKOLAH Tinggi Desain Bali menyelenggarakan Seminar Nasional Desain dan Arsitektur (SENADA) 2020. Ini merupakan seminar nasional tahunan serangkaian Dies Natalis STD Bali. SENADA dibuka Ketua STD Bali Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. Sebagai pembicara praktisi dan akademisi yang sangat luar biasa yakni Prof. M. Dwi Marianto, M.FA., Ph.D., seorang praktisi, penulis, seniman, dan dosen Jurusan Seni Murni FSR ISI Yogyakarta. Tampil pula I Nyoman Gede Maha Putra, S.T., M.Sc., Ph.D., praktisi, arsitek, dan dosen Fakultas Arsitektur, Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa. Berikutnya Dewa Made Weda Githapradana, S.Tr.Ds., M.Sn., praktisi dan dosen Fakultas Industri Kreatif Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra Surabaya serta I Putu Gede Suyoga, S.T., M.Si., praktisi, dosen Program Studi Desain Interior Sekolah Tinggi Desain Bali. Moderator pada seminar nasional ini adalah I Kadek Prana Jaya, S.T., M.T., IAI., Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Bali. SENADA tahun ini
MAU menjadi tenaga farmasi profesional? Kuliah saja di Fakultas Farmasi Unmas Denpasar. Itulah pesan kental saat civitas akademika Fakultas Farmasi Unmas menggelar ‘’Open house and Galenica Student Competition’’. Acara ini dibuka Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. didampingi Dekan Fakultas Farmasi Unmas Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed.Apt., Sabtu (7/3). Agenda open house diisi dengan pemaparan materi soal harmonisasi pengobatan tradisional dan modern, tur ke kampus Farmasi Unmas, lomba LKTI, lomba poster dan Olimpiade Farmasi. Rektor Unmas Made Sukamerta mengapresiasi Fakultas Farmasi Unmas yang secara rutin menggelar open house dan Olimpiade Farmasi. Dia berharap anak-anak SMA dan SMK bisa menjadi corong kepada rekanrekannya soal eksistesi Fakultas Farmasi. Fakultas Farmasi yang dulu Akademi Farmasi naik tingkat menjadi fakultas karena sangat sehat. Makanya kini Fakultas Farmasi Unmas memiliki Prodi D-3 Farmasi dan S-1 Farmasi. Juga memiliki
Beri Ruang Keberlanjutan Perkembangan Seni, Budaya, Desain dan Arsitektur mengambil tema ‘’Pemaknaan Kembali ‘Berkelanjutan’ dalam Konteks Seni, Budaya, Desain dan Arsitektur’’. Makna dari tema ini adalah bagaimana kita bisa memaknai kelanjutan dari konteks seni, budaya, desain dan arsitektur di era ini. Serta mengungkapkan dari berbagai sudut pandang masyarakat juga dari akademisi akan poin-poin menarik yang akan sangat mungkin memengaruhi kehidupan bermasyarakat ke depannya. Ketua Panitia Seminar Ni Putu Emilika Budi Lestari, S.Kom., M.Sn. dalam sambutannya mengatakan bahwa SENADA 2020 selain sebagai ajang diskusi, juga untuk menyebarluaskan tulisan-tulisan untuk pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang desain, seni, budaya, dan arsitektur yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam mewujudkan pembangunan di era revolusi industri 4.0 saat ini. SENADA merupakan seminar bergengsi di bidang desain khususnya desain komunikasi visual, desain fashion, interior dan arsitektur di Bali. Hal ini terbukti dari antusiasme peserta yang sangat
SENADA - Para keynote speaker dan moderator SENADA 2020 foto bersama dengan Ketua STD Bali Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. (kedua dari kiri). tinggi untuk mengikuti didukung oleh Aidia, seminar. Sebanyak 129 IAI Bali, HDII, IAP, dan pemakalah dari 22 pergu- Adigimind Bali. Dan ruan tinggi di Indonesia juga disponsori oleh Nudengan peserta tidak han- santara Karya, Gong ya para akademisi seperti Café Bali, Widema Visudosen dan mahasiswa S-1, al, Niti Mandala PrintS-2 dan S-3, namun juga ing, Study in Bali, dan diikuti oleh praktisi dan Cosmo Sports Wear. umum. Ini merupakan Saat ini STD Bali supemecah rekor peserta dah membuka pendafseminar terbanyak dalam taran mahasiswa baru sejarah seminar tentang TA 2019/2020 untuk desain dan arsitektur di jenjang S-1 Desain KoBali. ‘’Harapannya ke munikasi Visual, Desain depan dan berkat du- Interior dan Fashion kungan yang sangat luar Design. Informasi tenbiasa dari berbagai pihak tang pendaftaran dapat serta adanya permintaan dilihat di http://www. dari para akademisi, STD std-bali.ac.id/ atau InsBali dapat melaksanakan tagram @stdbali, Fanseminar yang dapat men- page FB Sekolah Tinggi jangkau dunia internasi- Desain Bali, dan dapat onal yaitu seminar inter- juga melalui layanan nasional,’’ harap Emilika. telepon 0361-8955648. Seminar nasional ini (ad206)
Guru Memberi Penilaian Siswa Guru-guru bahkan ikut menyebarkan kunci jawaban atau membuka segel pada amplop LJK lalu mengubah jawaban siswa yang salah. Hal ini berlangsung cepat, sementara aparat keamanan berjaga-jaga di serambi depan. Amplop disegel ulang, dikirim ke kota kecamatan atau kabupaten dikawal polisi diiringi sayup sirene sepanjang jalan. Seolah semua proses UN berjalan jujur atau murni. Tetapi itu semua drama, bro! Drama UN benar-benar akan tutup layar. Guru-guru sekolah nanti memberi penilaian siswa mereka. Setelah enam atau tiga tahun diasuh guru akan merefleksi peningkatan atau perkembangan mereka. Semua guru memiliki setumpuk catatan tentang kedalaman atau keluasan pengetahaun, wawasan siswa. Bagaimana sikap mereka kini dan nilai-nilai yang terinternalisasi pada diri mereka. Perubahan apa yang terjadi. Pencapaian atau prestasi apa yang diraih seorang siswa. Inilah yang bicara dalam rapat kelulusan. Kelulusan siswa adalah sebuah keputusan bersama di ruang sidang sekolah. Mereka tahu dan puas, apa
pun keputusan itu. Mereka semua dapat mempertanggungjawabkan karena setiap guru memiliki catatan tentang siswa mereka, baik kognitif, sikap, dan praktik. Setiap guru mengenal siswanya. Penilaian ini humanisasi, memadukan tiga ranah. Berbeda dengan penilaian dengan tes dalam UN, siswa bertransformasi menjadi selembar LJK. UN dengan demikian adalah penilaian yang dehumanis. Negara sudah membuka peluang untuk menyudahi drama kecemasan, praktik curang, mengembalikan kepada hakikat penilaian yang tidak lagi berdasar hafalan. Kini tinggal guru yang bergerak merdeka dari kecemasan dan kecurangan UN. Mengenali siswa dari indikator-indikator tiga ranah, seperti kognitif, apektif, dan psikomotor, sesungguhnya sangat mudah. Hampir setiap guru memiliki pandangan yang sama terhadap kecerdasan kognitif siswa karena siswa bersangkutan unggul di setiap mata pelajaran. Membicarakan siswa secara informal di ruang guru, adalah praktik penilaian. Bisa dikatakan sebagai embrio penilaian yang dilakukan oleh guru sendiri. Kegiatan penilaian pengganti UN yang dilakukan di
sekolah lebih adil, terbuka, dan dapat memuaskan semua pihak. Guru-guru tahu keputusan bersama yang diambil di ruang sidang. Semua guru mengajukan pendapat untuk mendukung keputusan. Guruguru juga dapat mempertanyakan lebih lanjut sebuah penilaian dari rekan guru lainnya. Dengan mekanisme ini, penilaian dapat memberi rasa puas kepada semua pihak. Jadi tidak ada lagi saling menyalahkan jika hasil yang dicapai di bawah standar. Justifikasi penilaian semacam ini juga sangat kuat. Esai ini tidak menyinggung kelemahan atau hambatan penilaian kelulusan siswa versi sekolah karena semua metode evaluasi memiliki kelemahan. Yang penting mau berubah! Yang penting mecoba ikhtiar baik dan mengutip penglaman Biksu Ajahn Brahm ketika membangun biara. Ada dua bata merah yang salah pasang namun ada ribuan bata yang sempurna. Mengapa banyak orang yang mengunjungi biaranya lebih tertarik membicarakan dua bata itu, padahal ada ribuan bata yang sempurna?
‘’Hasil FGD kami dengan asosiasi dan eksportir utama di Bali menggambarkan bahwa kinerja ekspor sedikit menurun akibat pembatasan penerbangan ke Tiongkok. Sementara itu untuk pasar lainnya masih belum terasa dampaknya,’’ ungkapnya. Hasil terkini Survei Persepsi Bisnis Bank Indonesia juga mengindikasikan hal yang sama yaitu penurunan optimisme pelaku usaha, terutama di pasar ekspor, khususnya Tiongkok. Sementara pasar lima ekspor lainnya dan pasar domestik masih belum terpengaruh. Senior Ekonom Bank Mandiri Dendi Ramdani men-
gatakan, pemerintah telah menyadari sepenuhnya bahwa insentif yang dibutuhkan adalah stimulus yang mampu meningkatkan kapasitas ekonomi domestik dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, pascaperkiraan kontraksi ekonomi Tiongkok akibat virus Corona. Kontribusi Tiongkok pada perekonomian global mencapai sekitar 16 persen, sehingga memengaruhi ekonomi negara– negara lainnya. IMF memprediksi Tiongkok hanya tumbuh 5,6 persen pada 2020, level terendah sejak 1990. ‘’Kami yakin insentif tersebut akan dapat memperkuat daya tahan fundamental ekonomi Indonesia yang relatif sangat baik saat ini. Jika itu terjadi maka pekerjaan rumah
pemerintah berikutnya adalah menjaga suasana psikologis masyarakat dan dunia usaha di Tanah Air untuk tetap optimis terhadap ekonomi Indonesia. Kepanikan yang tidak beralasan akan dapat berpengaruh negatif pada upaya kolektif pemerintah Indonesia dalam mengawal ekonomi,’’ jelas Dendi. Dia memperkirakan kondisi geografis Indonesia yang terletak di daerah tropis sangat menguntungkan, karena menerima pancaran ultraviolet dalam porsi yang besar untuk mematikan virus. ‘’Kami berharap epidemi virus Corona akan segera mereda secara global setelah masuknya periode musim panas di belahan bumi utara,’’ kata Dendi. (kmb42)
10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita
17:00 Wita Seputar Bali Terkini 17:05 Wita Folk Song 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Wanita Bali Bicara Stunting, Faktor Risiko, Upaya Pencegahan dan Penanggulangan 21:00 Wita Filler Hermed 21:30 Wita Taksu Penekun Sastra, Made Jepang 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Madri Duta, Desa Adat Tegaltamu (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:05 Wita Bali Chanel
Penulis, dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja
Optimisme Pengusaha Turun
Senin, 9Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Padudusan Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Ngusaba Desa (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Ganesh (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif
12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita
Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Padudusan Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Ngusaba Desa (4) Berita Siang Bali TV Shop Punggung Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara
Gaet Kaum Milenial Jadi SDM Kefarmasian Program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) khusus bagi SDM yang sudah bekerja namun belum berijazah minimal D-3. Jika bicara farmasi, katanya, masyarakat Bali sudah mengetahui pusatnya di Saraswati karena pertama memiliki SMK Farmasi, Akademi dan Fakultas Farmasi Unmas. Bahkan kini Fakultas Farmasi Unmas memiliki lab tercanggih di Bali. Makanya Fakultas Farmasi hadir guna menggaet kaum milenial Bali menjadi SDM kefarmasian. Ini erat dengan program Mendikbud soal kampus merdeka belajar yang harus direspons cepat agar menghasilkan SDM wirausaha mandiri dalam kefarmasian. Dekan Agus Sunadi men j e l a s k a n , t a h u n ini Fakultas Farmasi membatasi menerima calon siswa baru yakni 180 orang karena ingin menjaga kualitas guna mempertahankan rasio mahasiswa dan dosen 1 : 30. Info lebih lengkap bisa buka di http:// farmasi.unmas.ac.id. Pendaftaran calon mahasiswa baru jalur Prestasi Minat dan Kemampuan Akademik (PMKA) sudah dimulai 13 Januari 2020 sampai 25 April 2020. Seleksi diadakan 3 Mei 2020.
BERSAMA - Rektor Unmas Made Sukamerta bersama Dekan Fakultas Farmasi Made Agus Sunadi Putra dan Wakil Dekan foto bersama guru pembina farmasi SMA-SMK se-Bali. Sementara jalur JPPA dan JPANA pendaftaran dibuka 2 Maret - 4 April, jalur reguler dimulai 4 Mei-18 Juni 2020. Made Agus Sunadi Putra didampingi Wakil Dekan I Putu Era Sandhi Kusumayuda, S.Farm., M.Phil. Apt., Ni Nyoman Wahyu Udayani, S.Farm., M.Si.Apt., Biomed.Apt. dan Dr. P. Santoso, S.Si., M.Biomed.Apt. menambahkan, lulusan farmasi Fakultas Farmasi Unmas sebelum tamat sudah bekerja, artinya pekerjaan melamar mereka. Sebagian menjadi wirausaha mandiri dan terbanyak diterima sebagai PNS
karena terakreditasi B. Kampus ini banyak mengalami kemajuan. Kini memiliki ruang lab dan kuliah baru berlantai empat. Mahasiswa banyak mengukir prestasi nasional di akademik, dan dosennya banyak memenangkan dana hibah penelitian. Didukung seorang dosen bergelar profesor, seorang doktor dan empat orang sedang menempuh S-3. Makanya Made Agus Sunadi Putra terus berkomitmen untuk menjadikan Fakultas Farmasi Unmas sebagai lembaga pendidikan farmasi yang bermutu dan berkualitas. (ad210)
’’Demam’’ Budi Daya Vanili Manfaatkan Lahan Kosong
Negara (Bali Post) – Sejak setahun belakangan, masyarakat Jembrana khususnya para pencinta tanaman ‘’demam’’ budi daya tanaman vanili. Selain nilai jual yang tinggi, para penggemar tanaman ini juga tertarik proses penanaman yang bisa dilakukan dengan berbagai metode tanam. Warga memanfaatkan lahan pekarangan di rumah untuk menanam tanaman merambat yang dikenal ‘’manja’’ ini. Sejumlah warga penggemar tanaman bahkan rela mengeluarkan modal awal untuk pembuatan ‘’kebun’’ vanili hingga puluhan juta rupiah. Tergantung struktur dan luas green house yang digunakan. Mulai berbahan kayu, bambu, pipa peralon, beton maupun baja ringan. ‘’Kalau dibiarkan liar di kebun khawatirnya nanti ketika berbunga dan siap panen, sulit diawasi. Jadi banyak yang memanfaatkan halaman pekarangan rumah. Mudah diawasi dan mudah dipelihara,’’ terang Weda, pembudidaya Vanili asal Desa Pergung, Mendoyo. Menurutnya, proses pemeliharaan vanili sejatinya tidak
terlalu rumit. Hanya memerlukan perhatian yang ekstra dibandingkan tanaman lainnya. Mulai dari media tanam, pemupukan, penyiraman, pencahayaan hingga proses perkawinan. Bermacam sistem tanam yang diterapkan, salah satunya dengan memanfaatkan pipa peralon dan kawat. Seperti yang dilakukan Ida Bagus Made Mahendra di Baler Bale Agung. Lahan seluas dua are di belakang bangunan yang sebelumnya kosong dimanfaatkan dengan membuat green house semimodern menggunakan tajar mati dan paranet di atasnya. Untuk media tanamnya, Ma-
hendra yang pengurus Perkumpulan Petani Vanili Indonesia (PPVI) Jembrana ini juga menggunakan cocopet yang direkatkan di sekeliling peralon. ‘’Yang paling dasar adalah kesabaran menjaga kualitas, harga vanili sebenarnya tetap tinggi ketika kita jaga kualitas, yaitu panen tua. Di PPVI ini para anggota bisa sharing ilmu budi daya, dan nantinya sampai pemasaran,’’ terang Mahendra yang akrab disapa Bang Sontol ini. Beberapa petani juga memanfaatkan lahan kebun mereka untuk menanam vanili ini. Salah satunya metode menanam berdampingan dengan batang pohon tanaman keras
lain yang ada di kebun. Seperti pohon gamal, pohon jarak maupun lamtoro. Vanili akan merambat di batang pohon tersebut. ‘’Kalau sistem itu selain sulit diawasi juga rawan penyakit. Semisal tanaman yang dirambat itu kena penyakit, maka biasanya vanili juga terdampak,’’ tambah Made Buana Alit, warga lainnya. Proses perkembangbiakan memang cukup lama dari mulai bibit. Tetapi ketika sudah berbunga dan panen, maka petani mendapatkan hasil yang cukup lumayan. Harga vanili basah di pasaran saat ini memang cukup menjanjikan, bahkan lebih mahal dari cengkeh. (kmb26)
Tak Ada Alasan untuk Tak Mengizinkan ‘’Artinya seluruh penumpang dan kru kapal Viking Sun dinyatakan sehat, itu dari aspek ketentuan protokol kesehatan WHO sudah terpenuhi, kemudian dari aspek kapal mereka sudah memenuhi aturan. Kalau semua ketentuan sudah dipenuhi maka tidak alasan bagi kami untuk tidak mengizinkan kapal maupun penumpangnya untuk turun,’’ katanya. Para penumpang itu akan berada di wilayah Pulau De-
wata selama dua hari sebelum bertolak ke Colombo pada Senin (9/3) pukul 18.00. Selama di Bali, mereka melakukan aktivitas pariwisata ke berbagai destinasi seperti Museum Bali dan Pasar Badung di Denpasar. Dari kapal yang sedang berlabuh di perairan Benoa itu, para penumpang dan kru kapal diangkut menuju Dermaga Pelabuhan Benoa menggunakan boat. Agustinus menjelaskan, posisi kapal belum bersandar di Pelabuhan Benoa karena sebelumnya ada permintaan untuk ditunda
guna memberikan waktu lebih kepada tim kesehatan KKP untuk melakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan WHO secara detail dan sesuai ketentuan, sehingga kapal tersebut harus lego jangkar di zona karantina. Sebelumnya, kapal pesiar Viking Sun sempat ditolak menurunkan penumpang di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan ditolak bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terkait antisipasi penyebaran virus Corona. Juru bicara pemerintah un-
tuk penanganan virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto mengatakan keputusan pemerintah daerah mengizinkan kru dan penumpang Viking Sun turun di Bali, sudah berdasarkan pertimbangan Dinas Kesehatan. ‘’Berarti keputusan gubernur sudah dibuat, tidak perlu saya permasalahkan. Karena itu sudah dibuat keputusannya, dan keputusan gubernur itu berdasarkan pertimbangan Dinas Kesehatan,’’ ujar Yurianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu kemarin. (kmb42/ant)
Senin Wage, 9 Maret 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Peguyangan Lirik Potensi Kuliner
KEBERADAAN Desa Adat Peguyangan, Denpasar Utara memiliki keunikan tersendiri dibandingkan desa lainnya. Desa ini berada di kawasan perkotaan, sehingga potensi yang dimiliki juga berbeda dengan desa adat lainnya di Bali. Salah satunya, yakni tidak adanya pengembangan potensi pasar tradisional yang di tempat lain menjadi salah satu unggulan. Lalu, apa yang menjadi rencana dalam pengembangan ke depan? Desa Adat Peguyangan yang mewilayahi 22 banjar adat, dengan jumlah krama sebanyak 1.635 KK atau 7.751 jiwa memiliki beberapa program yang akan dilakukan ke depan. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang telah memiliki satu lembaga khusus dalam penguatan masyarakat adat, Desa Adat Peguyangan telah merancang satu program dalam upaya penguatan ekonomi krama desa. Bendesa Adat Desa Peguyangan Ketut Sutama yang ditemui di kantornya, Kamis (5/3) kemarin, mengatakan selama ini pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap potensi desa yang ada. Pihaknya sempat ingin mengembangkan pasar tradisional yang menjadi program unggulan di Pemkot Denpasar. Namun, setelah
dilakukan pengkajian, potensi tersebut dinilai kurang maksimal. Karena di desadesa yang menjadi tetangga Peguyangan sudah ada pasarpasar tradisional yang sudah eksis. Terlebih, pasar dengan skala kecil yang sudah ada di masing-masing banjar dinilai sudah cukup. ‘’Krama yang ingin memenuhi kebutuhannya lebih banyak memilih warung klontong yang dekat dengan tempat tinggalnya. Karena itu, pengembangan pasar tradisional dinilai kurang baik,’’ katanya. Melihat kondisi itu, kini pihaknya sejak lama sudah berniat untuk membentuk BUPDA (Baga Utsaha Padruen Desa Adat). Sebelum perdanya keluar, namanya berbeda, tetapi intinya sama. ‘’Kami sudah rancang sejak lama, karena kami ingin mempersiapkan lebih
matang,’’ katanya. Setelah BUPDA ini terbentuk, ada beberapa usaha yang akan dibangun. Potensi yang paling potensial untuk digarap salah satunya yakni toko modern. Potensi ini cukup besar potensinya yang dibangun di atas lahan yang memadai. Bahkan, untuk pengelolaanya nanti bukan dilakukan prajuru desa adat. Namun, desa adat akan menyerahkan pengelolaannya kepada orang yang profesional. ‘’Kami tidak akan melibatkan diri untuk mengurusnya. Kita akan serahkan ke profesional,’’ ujarnya. Pengembangan toko modern ini, kata Sutama, melihat potensi yang ada cukup banyak. Selain sudah ada lahan, keberadaan lembaga adat, seperti LPD, banjar serta krama akan menjadi modal utama dalam mendu-
kung kelangsungan usaha ini. Salah satunya dalam hal mendukung permodalan bisa dilakukan bersama. ‘’Nanti kan ada pembagian keuntungan yang dirasakan bersama, sehingga masyarakat akan ikut peduli dan rasa memiliki yang kuat,’’ ujarnya. Bila seandainya toko modern ini sudah jalan maka pengembangan di masing-masing banjar dengan skala yang lebih kecil akan dilakukan. Sama konsepnya dengan toko berjaringan yang telah ada selama ini. Namun, bedanya manfaatnya akan digunakan untuk kepentingan krama itu sendiri. ‘’Inilah yang menjadi modal utama dari pengembangan usaha ini ke depan,’’ jelasnya. Dikatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki kolam rekreasi. Kolam ini ke depan juga akan dilengkapi dengan pusat kuliner yang bisa dikembangkan sesuai dengan potensi setempat. ‘’Inilah yang akan menjadi salah satu unit-unit usaha dari BUPDA ke depan,’’ katanya. (ara)
Bali Post/ara
POTENSI - Desa Adat Peguyangan ke depan akan mengembangkan usaha toko modern yang dikelola secara profesional.
Hujan Lebat Warnai Prosesi ’’Ngerebong’’ Ngaben ’’Siwa Sumedang’’ Pilihan Bijak Redite Pon Medangsia krama Desa Adat Kesiman menggelar prosesi ngerebong. Prosesi ini tidak saja diikuti krama Kesiman namun juga dari Bekul, Penatih, Sanur dan
Pemogan sekaligus ngiring tapakan Ida Batara mengikuti prosesi ini. Sejak pagi hari tampak umat Hindu dari para manca, prasanak dan pangerob ke Pura Petilan mundut
HUJAN lebat mewarnai prosesi Ngerebong di Pura Petilan Kesiman, Minggu (8/3) kemarin. Akibatnya, ritual ngerebong tak semarak seperti sebelumnya yang diikuti ratusan patih dan patapakan Ida Batara seperti barong dan rangda. Pada prosesi ngerebong kali ini hanya diikuti pemangku prasanak manca dan pangerob se-Kesiman. Saat itu kain poleng Kesiman yang panjangya 100 meter ikut dipundut ngerebong. Meski demikian, sejumlah patih dan pamundut sesuhunan dari Pemogan, Sanur dan Kebonkuri juga mengalami trance di jaba dalem pura. Padahal sejak pagi umat dan sesuhunan barong dari Singgi Sanur, Pemogan dan Kebonkuri sudah siap di pura untuk ngayah ngerebong. Budayawan asal Kesiman, Gede Anom Ranuara, menjelaskan prosesi ngerebong dengan nedunang patapakan dan mengelilingi wantilan tiga kali tak memungkinkan karena hujan lebat. Dalam kondisi begini Ida Sesuhunan hanya nodya atau menyaksikan. Sedangkan pangilen pangerebongan tetap dilangsungkan dengan mundut kain poleng Kesiman oleh para pemangku. Dia mengatakan, Desa Adat Kesiman sejak dulu melaksanakan Nangun Sat Kerthi Loka Bali khususnya dalam jagat kretih. Setiap
POLENG KESIMAN - Para pemangku mundut kain poleng Kesiman saat prosesi ngerebong di Kesiman, Minggu (8/3) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Bank Indonesia (BI) telah menghitung dampak mewabahnya virus Corona atau Covid-19 pada tekanan inflasi. Hasilnya inflasi akan tetap terjaga sesuai dengan tracknya. Namun inflasi bisa terjadi karena adanya hari besar keagamaan nasional (HBKN),
faktor cuaca dan kondisi laut yang memengaruhi produksi pangan. Kepala BI KPw Bali, Trisno Nugroho, mengatakan tekanan inflasi Provinsi Bali pada Februari 2020 melandai dibandingkan bulan sebelumnya. Melandainya tekanan inflasi terutama bersumber dari
Bali Post/sue
seshunan berupa pratima dan tapakan Ida Batara berupa barong dan Ratu Ayu ke Pura Petilan. Setelah Ratu Ayu Kebonkuri dan Singgi Sanur tiba barulah persiapan prosesi ini dimulai dipimpin Mangku Dalem Mutering Jagat Kesiman. Saat itu semua pemangku manca, pangerob dan Dalem wajib mengikuti prosesi ini lengkap dengan busana kebesarannya. Upacara diawali dengan ritual nyanjan dan nuwur untuk memohon kekuatan suci Batara-Batari agar turun melalui pradasar-nya. Jika cuaca baik, selanjutnya semua pelawatan barong dan rangda serta para pepatih yang trance itu keluar dari Kori Agung, terus mengelilingi wantilan berlawanan dengan arah jarum jam sebanyak tiga kali. Para pepatih yang sedang trance ngurek menusukkan keris ke tubuhnya. Bahkan ada yang menusukkan di bagian matanya. Bendesa Adat Kesiman Drs. I Made Karim mengungkapkan, ngerebong adalah sebuah pangilen yang dilaksanakan di Pura Agung Petilan untuk menciptakan keseimbangan dan keharmonisan bhuana agung dan bhuana alit. Aed lain yang dilaksanakan sebelumnya yakni Ngarebek yang dilaksanakan pada Umanis Galungan, dilanjutkan Pamendakan Agung pada Paing Kuningan. (sue)
Inflasi Bali Tak Dipengaruhi Covid-19 menurunnya harga pertamax, tarif angkutan udara dan harga sayur-sayuran, khususnya tomat. Menurunnya tekanan harga tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang menurunkan harga BBM nonsubsidi pada awal Februari. Selain itu, seiring dengan berakhirnya musim HBKN, terjadi penurunan permintaan terhadap angkutan udara, sehingga tarif angkutan udara juga menurun. Selama bulan Februari, pasokan pangan di seluruh Bali secara umum dapat memenuhi kebutuhan permintaan, sehingga harga komoditas pan-
Tekanan inflasi Provinsi Bali pada Februari 2020 melandai dibandingkan bulan sebelumnya. Melandainya tekanan inflasi terutama bersumber dari menurunnya harga pertamax, tarif angkutan udara dan harga sayur-sayuran. Trisno Nugroho
gan pada umumnya cukup terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2020, terjadi inflasi sebesar 0,44 persen (mtm), melandai dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,57 persen (mtm). Meski inflasi Februari lebih rendah dibandingkan Januari, namun inflasi Bali dibandingkan inflasi nasional lebih tinggi. Karena inflasi nasional tercatat sebesar 0,28 persen (mtm). Ke depan, BI mengantisipasi kenaikan permintaan yang berpotensi mendorong inflasi Maret 2020 karena dimulainya bulan puasa. Frekuensi hujan dan gelombang laut tinggi tetap harus diwaspadai karena berpotensi menahan ketersediaan produksi pangan yang pada akhirnya memberi tekanan terhadap inflasi bulan Maret 2020. Meskipun demikian, Bank Indonesia memperkirakan inflasi pada Maret 2020 akan tetap terkendali dan berada pada kisaran sasaran 3,0±1%. (kmb42)
P ENGA B ENAN S i w a Sumedang, salah satu dari 12 metode pengabenan produk lontar local genius Bali. Pilihan pengabenan Siwa Sumedang yang tidak mengurangi esensinya di zaman now, sejatinya sebuah keputusan yang bijaksana, di tengah kaum milenial era 4.0 menuntut serba praktis. Semiloka yang dihadiri 285 peserta terdiri atas 212 bhakta, walaka, hotri dan pinantida serta 73 pandita (sulinggih) itu membedah pengabenan Siwa Sumedang melalui seminar dan lokakarya nasional dengan subtema ‘’Upacara Pitra Yadnya Siwa Sumedang, Sebuah Pilihan bagi Umat Hindu’’ di Gedung PHDI Bali, Sabtu (7/3). Pola pengabenan Siwa Sumedang itu dilakukan secara ngelanus dalam sehari bahkah memungkinkan selesai lima jam, dari persiapan ngaringkes di rumah, memprosesi badan wadah dengan ngaben di setra -- menyucikan jiwa dari segala papa, klesa menjadi atma yang murni kembali ke sangkan paraning dumadi dengan ngeroras di segara yang ada gunung
seperti Pura Goa Lawah atau Pura Uluwatu hingga ngalinggihang menjadi Dewa Pitara di Rong Tiga. Tampil sebagai pembicara Dharma Adyaksa PHDI Pusat Ida Pedanda Nabe Bang Buruan Manuaba, Pembina VPA Bali Ida Pandita Mpu Abra Baskara Mukti Biru Daksa, Ketua Sabha Walaka PHDI Bali Dr. Made Suasti Puja, S.E., M.Fil.H. Hadir juga Ketua PHDI Bali Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si. Presi-
dent World Hindu Parisad Dr. Mangku Pastika dan Penanggung Jawab Acara Pandita Agni Nabe Shre Bhagawan Yogananda. Semiloka yang dilaksanakan Veda Poshana Ashram bekerja sama dengan PHDI Bali dan Swarga Shanti itu dimoderatori Pandita Rsi Acharya Swi Rarendra Mahadharma pada sesi pertama seminar dan Pandita Agni Acharya Rishi Sadhu Giriramananda pada sesi II lokakarya. (ram)