Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
’’Surfing’’, Warga Banyuwangi Diamankan Pecalang
SEORANG pemuda asal Banyuwangi diamankan Pecalang Desa Adat Legian saat Nyepi. Pemuda ini diamankan sekitar pukul 07.30 Wita. Ketika itu dia sedang surfing di Pantai Kuta. Bendesa Adat Kuta Anak Agung Made Mantra menjelaskan, saat itu pemuda tersebut sudah bermain surfing di laut dan dipanggil menepi oleh petugas pecalang. Saat diamankan yang bersangkutan diketahui juga tidak mengantongi identitas apa pun, namun dia mengaku berasal dari Banyuwangi. ‘’Dia mengaku bernama Anugrah (23) asal Banyuwangi. Katanya dia tinggal di seputaran Jalan Popies, Kuta,’’ ujar Anak Agung Made Mantra. Menurut Mantra, dari pengakuan Anugrah, bahwa dia tahu saat itu Nyepi. Namun, dirinya mengaku tidak tahu jam berapa dimulai. Hal. 15 Bersih-bersih
158 WNA Masuk DPT, 36 di Bali
Jakarta (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 158 warga negara asing (WNA) yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Temuan tersebut berdasarkan hasil pengawasan dan penelitian faktual Bawaslu terhadap potensi WNA terdaftar dalam DPT. Anggota Bawaslu Mochamad Afifuddin menjelaskan, dari penelitian faktual itu, Bawaslu menduga proses pencocokan dan penelitian (coklit) KPU tidak dilakukan dengan mendatangi langsung rumah ke rumah. ‘’Kajian Bawaslu menunjukkan, dari 10 rumah yang didatangi langsung oleh pengawas pemilu, 1-2 rumah saat coklit tidak didatangi oleh petugas. Hal ini mengakibatkan koreksi langsung terhadap status kewarganegaraan tidak dapat dilakukan,’’ ucap Afifuddin di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (8/2) kemarin. Ia merinci, data tersebut tersebar di 15 provinsi. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah WNA terbanyak masuk DPT, yaitu 37 orang. Hal. 15 Provinsi Bali
Kunjungan Wisatawan Cina Meningkat 141% Denpasar (Bali Post) Setelah Australia sempat menduduki posisi pertama kunjungan ke Bali pada Desember 2018, pada Januari 2019 posisi wisatawan Cina kembali menduduki peringkat pertama. Kunjungan wisatawan Cina ke Bali pada Januari 2019 meningkat tajam yaitu 141 persen dibandingkan Januari 2018. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho memaparkan, jumlah wisatawan Australia yang datang ke Bali pada Januari 2019 yaitu 95.536 orang. Angka ini mengalami kenaikan 10,24 persen dibandingkan Januari 2018. Kunjungan wisatawan India mengalami penurunan 0,90 persen (yoy), Amerika Serikat meningkat 28,26 persen, Rusia meningkat 26,26 persen, Jepang meningkat 14,42 persen, Inggris meningkat 10,80 persen, Korea Selatan meningkat 63,47 persen, Malaysia menurun 19,49 persen, dan wisatawan Singapura meningkat 19,56 persen. Secara keseluruhan, total kedatangan wisawatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Bali di awal 2019 tercatat mencapai 456.218 orang. Rinncianhnya melalui bandara sebanyak 452.405 orang dan pelabuhan laut sebesar 3.813 orang. Jumlah wisman ke Provinsi Bali pada Januari 2019 turun sedalam 8,54% dibandingkan dengan catatan pada Desember 2018 (mtm). Bila dibandingkan dengan Januari 2018 (yoy), jumlah wisman ke Bali tercatat mengalami peningkatan sebesar 27,41%. Hal. 15 Wisatawan Australia
Menag Ajak Umat Jadikan Nyepi Sumber Inspirasi
DI TUBAN - Jalan di Tuban, Badung, Bali saat Nyepi, Kamis (7/3).
Klaten (Bali Post) Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Hindu dan semua pihak pada umumnya untuk menjadikan Hari Suci Nyepi sebagai sumber inspirasi untuk menata perbuatan, perkataan dan pikiran. Penegasan itu disampaikan Lukman Hakim Saifuddin saat menghadiri Tawur Agung Kasanga di pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Rabu (6/3).
‘’Mari kita jadikan Hari Suci Nyepi sumber inspirasi untuk menata, perbuatan, perkataan dan pikiran menjadi Trikarya Parisudha untuk perbuatan yang suci dan bersih,’’ ujarnya. Ia berharap pascamelaksanakan Hari Suci Nyepi akan diperoleh kesadaran moral untuk menapak langkah kehidupan menjadi lebih baik lagi. ‘’Dengan menjadi parisudha semoga umat Hindu mampu menjadi dirinya sendiri dan menghindari perbuatan adharma,’’ imbuhnya. Lebih jauh, Lukman mengatakan momentum Hari Suci Nyepi bertepatan dengan tahun politik di mana kontestasi pesta politik selalu menyajikan pilihanpilihan, opsi-opsi alternatif yang kalau tidak disikapi secara arif bisa membuat bangsa ini terpecah belah, terkotak-kotak dan dampak buruk lainnya. Oleh karena itu, Hari Suci Nyepi yang dilaksanakan menjelang Pemilu 2019 menjadi tepat untuk menumbuhkan kepekaan dan kesadaran moral. Kepekaan itu digaungkan secara masif dalam Hari Suci Nyepi tahun ini dengan tema sentral ‘’Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019’’. ‘’Menurut hemat saya tema itu bukan sekadar jargon tetapi sangat penting dan strategis, sehingga diharapkan menjadi pemilu yang demokratis dan damai,’’ ujarnya. Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya menekankan kembali tentang makna Nyepi bagi umat Hindu yaitu empat pedoman dalam menumbuhkan pengendalian diri dan mawas diri. Amati geni, amati lelanguan, amati karya, dan amati lelungan.
Amati Geni, menurut Wisnu Bawa, memiliki makna tidak melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan menghidupkan api. ‘’Matanya diistirahatkan agar terbuka luas sehingga mampu melihat kondisi nyata tentang kehidupan berbangsa dan bernegara,’’ katanya. Juga Amati Lelanguan yaitu tidak berpesta pora, agar hati nurani dapat merasakan kondisi yang ada di sekitar kita. Mulat sarira atau mawas diri terhadap kegiatan yang berkaitan dengan perkataan yang benar. Ketiga, Amati Karya yaitu introspeksi diri dalam kaitan dengan berkarya atau bekerja. Merenung sudahkah kegiatan yang dilakukan selama ini sudah memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. ‘’Tidak bekerja, kita berpuasa. Bagaimana kalau sehari, seminggu, setahun. Untuk itu perlu kepedulian sosial kita terhadap lingkungan sekitar kita,’’ ucap Wisnu Bawa Tenaya. Keempat Amati Lelungan. ‘’Kita tidak bepergian. Diam di tempat untuk introspeksi diri. Nang, ning nung, nang. Meneng, Hening, Hanung dan Menang. Yaitu introspkesi kehidupan agar kehidupan menjadi lebih baik. ‘’Kendalikan panca indera kita. Ini harus dikomando, kendalikan dengan baik dan benar,’’ tegasnya. Ia pun mengajak generasi muda saat ini yang dikenal sebagai generasi milenial agar memiliki citacita, baik cita-cita perorangan maupun organisasi yang tidak boleh lepas dari cita-cita bernegara, yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tawur Agung Kasanga tahun ini dihadiri tokoh masyarakat Hindu se-Indonesia, jajaran PHDI Pusat dan daerah. Sedangkan dari pemerintah dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Dirjen Dimas Hindu Ketut Widnya, anggota DPD-RI Arya Wedakarna dan pejabat pemerintahan setempat antara lain Staf Ahli Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono bidang budaya dan kemasyarakatan Tri Mulyono. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, Kapolda DI Yogyakarta Irjen Pol. Ahmad Dofiri, Kakanwil Kemenag Jateng, Kakanwil Kemenag DIY, Bupati Klaten, SKDP di lingkungan Kabupaten Klaten. (kmb4)
TAWUR - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didampingi Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya saat Tawur Agung Kasanga di pelataran Candi Prambanan, Rabu (6/3).
PRAMBANAN - Upacara Tawur Agung Kasanga di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (6/3), dikuti ratusan umat Hindu.
Desa Kedonganan Bangkitkan Tradisi ’’Mabuug-buugan’’ Mangupura (Bali Post) Tradisi mabuug-buugan di Desa Kedonganan serangkaian hari raya Nyepi kembali digelar, Jumat (8/3) kemarin. Tradisi ini mempunyai arti sebuah interaktivitas dengan menggunakan tanah/lumpur (buug) sebagai media. Menurut Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha S.E., M.Si., sesuai kajian dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, tradisi ini adalah bentuk ucapan syukur atas kesuburan yang telah dilimpahkan pada bumi pertiwi sebagai tempat manusia dan semua makhluk hidup berkembang
MABUUG-BUUGAN - Ratusan pemuda mengikuti tradisi ‘’mabuug-buugan’’ di Desa Adat Kedonganan, Jumat (8/3) kemarin.
biak. Juga sebagai visualisasi dari belenggu kekuatan bhuta dan keterbebasan manusia dari kekuatan itu sendiri. Dikatakannya, manusia divisualisasikan dengan balutan tanah atau lumpur sebagai perwujudan dari bhuta atau kekotoran yang melekat pada jiwa manusia. Untuk dapat menghilangkan kekuatan bhuta dalam bhuana alit (badan kasar manusia), manusia memohon kepada kekuatan laut (segara) sebagai penyempurnaan (pamarisudha). Tradisi ini dilakukan oleh semua masyarakat Desa Adat Kedonganan, baik pria, wanita, dewasa maupun anak-anak. ‘’Ini sebetulnya tradisi yang sudah ada sejak lama. Tahun 2015 lalu kembali dibangkitkan dengan menggandeng muda-mudi di Kedonganan untuk membangkitkan tra-
disi yang satu-satunya ada di Bali,’’ pungkasnya. Terkait rencana memasukkan tradisi ini dalam calendar event pariwisata, saat ini diakui memang belum. Namun, pihaknya menargetkan tradisi ini tahun depan akan diusulkan untuk bisa dimasukkan ke dalam calendar event pariwisata Indonesia. Penggalian atas pemaknaan filosofi dari tradisi ini terus dilakukan, sehingga saat dimasukkan dalam calendar event, wisatwawan akan paham apa makna tradisi ini. ‘’Rencananya tahun depan kita masukkan (kalender pariwisata). Saat ini muda-mudi ini diajak dulu untuk memaknai tradisi ini, sehingga nantinya saat menjadi atraksi wisata mereka kemudian benarbenar paham atas apa yang mereka lakukan,’’ ucapnya. (kmb23)
DENPASAR
2
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
Lestarikan Budaya, ”Outsourcing”, Tambah Pengangguran Kapolda Dukung Parade Ogoh-ogoh FIGUR
MASIH banyaknya perusahaan yang menggunakan tenaga outsourcing dan daily worker (DW) diduga menjadi penyebab bertambahnya pengangguran. Terutama tenaga outsourcing yang dipekerjakan oleh perusahaan BUMN seperti PLN, Garuda dan hotel-hotel di Bali. Demikian disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra, Jumat (8/3). Kadin berharap sistem tenaga outsourcing dan daily worker (DW) tidak dipergunakan lagi karena sangat merugikan pekerja. Mereka yang sudah bekerja selama lebih dari tiga tahun diharapkan diangkat menjadi karyawan tetap. Karena dengan perpanjangan kontrak yang dilakukan, perusahaan juga bisa semenamena memutus hubungan kerja dengan tenaga tersebut. Akibatnya tenaga kerja dengan status outsourcing yang telah mengabdi selama bertahun-tahun, dengan usia yang sudah tidak memenuhi standar masuk dunia kerja menjadi tidak mendapat pekerjaan, dan akhirnya menganggur. Penggunaan tenaga outsourcing dan DW ini menciptakan pengangguran yang cukup signifikan. “Setelah 5-6 tahun bekerja mereka diputus kontraknya, akhirnya mereka menjadi pengangguran. Bekerja di tempat lain juga susah. Apalagi kalau sudah umur. Umur di atas 30 tahun mau mencari kerja kan susah. Padahal mereka mengabdi 5 tahun lebih pada perusahaan tersebut, namun tetap dikontrak saja. Ini menjadi perhatian Kadin,” tandasnya. Caleg DPR-RI ini menilai hampir 80 persen tenaga tersebut tidak diasuransikan oleh perusahaan. Sehingga perusahaan bisa membayar murah tenaga yang mereka pekerjakan tanpa membayar jaminan kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan uang pensiun. Penghasilan mereka tidak menentu dan kontraknya selalu diperpanjang setiap tahun sehingga kepastian mereka bekerja juga tidak pasti. Maka dari itu, sistem outsourcing ini sudah mulai dihentikan di sektor pariwisata dan di sektor lainnya.
“Tenaga kerja harus diperhatikan terutama dari kesehatan dan kesejahteraannya, karena tenaga kerja ini harus memiliki kepastian, kepastian pendapatan, kepastian jangka panjang terkait keberadaan mereka sebagai tenaga kerja. Sehingga dengan demikian Kadin mengusulkan agar outsourcing dan DW itu segera dihentikan. Kalau memang mereka diterima, ya mereka diterima,” tegas Caleg dari Partai Gerindra ini. (may)
Dinas Peternakan akan Kembangkan Hewan ’’Upakara’’ Denpasar (Bali Post) Hewan upakara sangat diperlukan di Bali. Dinas Peternakan Provinsi Bali pun akan mengembangkan hewan jenis ini. Program ini akan diajukan pada APBD 2019 dan mulai dilaksanakan pada tahun 2020. Peternakan hewan upakara ini akan dikembangkan di wilayah Baturiti, Tabanan. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali drh. I Wayan Mardiana, M.M. mengatakan, program ini untuk mendukung visi-misi Gubernur Bali yaitu dengan mengembangkan peternakan hewan untuk sarana upakara. Dinas Peternakan sudah melakukan langkah–langkah dalam rangka penyediaan dan pengembangan hewan sarana upakara. Hewan upakara yang akan dikembangkan yaitu kambing hitam, anjing bangbungkem, celeng (babi) butuan, ayam brumbun, bebek putih jambul dan kerbau suci. Semua jenis hewan upakara itu akan diternakkan di Baturiti yang dikelola oleh UPT. ‘’Tujuannya untuk menyiapkan sarana upakara, manakala pe-
merintah membutuhkan akan selalu tersedia,’’ ujarnya. D iharapkan masyarakat juga mengembangkan itu, karena hewan upakara itu sangat penting untuk keberlangsungan upacara di Bali. Karena selama ini sangat sulit untuk mendapatkan hewan upakara tersebut, hingga mencari ke luar pulau. Untuk peternakan ini ia menganggarkan dana Rp 400 juta untuk membeli bibit, kandang dan pemeliharaan. Sejalan dengan Dinas PKH, Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bali juga mengembangkan tanaman untuk upakara. Kabid PSP (Prasarana Sarana dan Penyuluhan) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bali Ir. IGA B Adiyasa, M.MA. mengatakan, selain mengembangkan tanaman bahan pangan, tahun ini pihaknya juga sedang mengembangkan program Gubernur yaitu pengembangan tanaman untuk banten. ‘’Tahun ini baru mulai, yang kita lakukan di awal ini penyiapan bibitnya, seperti kelapa,’’ ungkapnya. (kmb42)
Topik : 105 Desa Masih Positif Rabies di Bali
Denpasar (Bali Post) Baru kali ini Polda Bali mengadakan lomba ogoh-ogoh yang berlangsung di simpang Jalan Nangka-Jalan Gatot Subroto, Denpasar Timur, Rabu (6/3) lalu. Hal ini dilakukan karena pawai Ogoh-ogoh merupakan budaya Bali yang harus dilestarikan. Saat membuka lomba ogoh-ogoh, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menyampaikan, kegiatan ini pertama kali diadakan oleh Polda Bali dan yang dinilai adalah sisi keamanan dan ketertiban. Tujuan kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa pawai ogoh-ogoh terlaksana dengan tertib, aman dan sejuk, menjelang Pilpres dan Pileg 2019. ‘’Pawai ogoh-ogoh ini merupakan budaya Bali yang harus dilestarikan oleh generasi muda sebagai warisan dunia. Mari kita ciptakan Bali yang aman, damai dan sejuk menjelang Pilpres 2019. Kita jadikan pawai ogoh-ogoh yang merupakan budaya Bali sebagai warisan dunia. From Bali we shake the world,’’ ungkapnya. Jenderal bintang dua ini mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Pulau Bali. Mengingat Bali sebagai the island of gods, the island of love, the island of paradise, the island of thousand temples, the island of peace and the island of tolerance. Hasil penilaian juri dan masyarakat, juara I diraih Ogoh-ogoh Ampah Campah
Bali Post/ist
LOMBA - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose di sela-sela lomba ogoh-ogoh. dari ST Panca Kumara, juara II diraih Ogoh-ogoh Mayadenawa Pecah Maring Ranang Ghana dari ST Dasa Laksana, Panca Kelod dan
juara III diraih Ogoh-ogoh Bungkeneng dari ST Werdhi Sesana, Tonja. Malam itu juga Kapolda menyerahkan hadiah berupa piala, piagam
dan uang pembinaan kepada para pemenang. ‘’Tingkatkan kreativitas dan tetap lestarikan seni serta budaya Bali,’’ tutupnya. (kmb36)
105 Desa Masih Positif Rabies di Bali
Denpasar (Bali Post) -
Sejak 2008 sampai sekarang, kasus rabies masih ditemukan di Bali. Dari 716 desa yang ada, tercatat 105 desa masih positif rabies. Desa-desa tersebut tersebar di tiga kabupaten yaitu Karangasem, Buleleng dan Bangli. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali drh. I Wayan Mardiana, M.M. mengatakan, sejak rabies terjangkit di Bali pada 2008, sebanyak 174 orang meninggal dunia karena digigit anjing rabies. Desa-desa ini akan segera dituntaskan kasus rabiesnya pada 2019-2020. Dikatakannya, selain desadesa di tiga kabupaten itu, di kabupaten lain juga masih ditemukan kasus rabies. ‘’Tapi yang terbanyak desanya positif rabies ada di tiga kabupaten ini,’’ ujarnya, belum lama ini.
Selain karena topografi yang sulit dijangkau, sejumlah warga di 105 desa di tiga kabupaten ini juga memelihara anjing secara diliarkan. Hampir 65 persen anjing yang berpemilik di tiga kabupaten ini diliarkan, tidak diikat. ‘’Sudah 11 tahun kasus rabies muncul di Bali, sampai saat ini belum tuntas, maka kami punya komitmen percepatan pemberantasan rabies di Bali 2019–2020,’’ kata Mardiana yang dilantik menjadi Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali pada 6 Februari lalu.
Bahkan, ia menargetkan pada 2020 Bali bebas rabies. Implementasi komitmen tersebut yaitu dengan memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya melakukan vaksinasi anjing peliharan agar jangan sampai menggigit, cara memelihara anjing yang baik dan benar, menjaga kesehatan hewan dan tidak diliarkan. Desa pakraman juga diharapkan memiliki pararem untuk pengendalian rabies. Dengan adanya pararem masyarakat akan memelihara
anjingnya dengan diikat dan dipelihara dengan baik. Ia juga mengajak bupati dan wali kota untuk berkomitmen melakukan percepatan pemberantasan rabies pada saat pencanangan dan vaksinasi massal serentak di sembilan kabupaten/kota. Vaksinasi massal dilakukan mulai 18 Maret selama 30 hari di 716 desa. ‘’Satusatunya cara untuk bisa segera menuntaskan rabies, yaitu anjingnya ditangkap, divaksin, diberikan tanda bahwa anjing itu sudah divaksin,’’ tegasnya. Mengingat vaksinasi massal rutin dilakukan setiap tahun, maka untuk bisa mewujudkan komitmen percepatan pemberantasan rabies ini, cakupan vaksinasi harus 95 persen dari
600.000 populasi anjing di Bali. ‘’Kalau ada anjing yang positif di daerah itu, anjing yang positif akan mati, anjing yang sudah divaksin akan kebal dan Topiktandasnya. : hidup,’’ Untuk itu, ia menyiapkan vaksin sebanyak 600.000 dosis. Selain vaksinasi massal, pihaknya juga melakukan kontrol populasi dalam rangka menekan populasi anjing di Bali. Kontrol populasi berupa kastrasi dan sterilisasi pada anjing betina. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Perayaan Nyepi Aman dan Kondusif Denpasar (Bali Post) Perayaan Nyepi Tahun Baru Çaka 1941, termasuk pangerupukan Kamis (6/3) lalu, di wilayah Denpasar dan Badung berlangsung aman serta kondusif. Hingga saat ini kepolisian belum ada menerima informasi dan laporan adanya gesekan ataupun warga mabuk-mabukan. ‘’Luar biasa Bali ini dan hebat. Saat Pangerupukan tidak ada keributan dan memang kita beberapa hari sebelumnya sudah melakukan Operasi Cipkon (Cipta Kondisi). Tidak ada yang mabuk-mabukan. Masyarakat Bali ini benarbenar luar biasa toleransinya dan taat hukum,’’ kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol.
Ruddi Setiawan, Jumat (8/3) kemarin. Bercermin dari perayaan Nyepi tahun-tahun sebelumnya, biasanya saat pangerupukan rawan gesekan atau perselisihan. Oleh karena itu, kata Kapolresta, dirinya memantau perkembangan situasi di lapangan dari pangerupukan, Nyepi hingga ngembak geni. ‘’Tahun ini perayaan Nyepi benar-benar aman dan kondusif. Tahun ini paling tertib dibandingkan tahun sebelumnya,’’ ujar mantan Kapolres Badung ini. Saat ngembak geni, mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini melakukan patroli dari Denpasar, Kuta hingga Kuta Selatan. Sepanjang per-
Luar biasa Bali ini dan hebat. Saat Pangerupukan tidak ada keributan dan memang kita beberapa hari sebelumnya sudah melakukan Operasi Cipkon (Cipta Kondisi). Tidak ada yang mabuk-mabukan. Masyarakat Bali ini benar-benar luar biasa toleransinya dan taat hukum. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan
jalanan, katanya, terpantau masih sepi karena belum banyak masyarakat beraktivitas. ‘’Tadi malam (kemarin) saya lihat lampu mati semua dan tidak ada yang keluar. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat
yang turut menjaga keamanan dan ketertiban,’’ ujarnya. Hal yang sama disampaikan Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta. Pihaknya tidak ada menerima laporan maupun informasi terkait adanya orang mabuk-
mabukan hingga mengganggu kamtibmas. ‘’Ini berkat peran semua pihak. Kami telah meningkatkan patroli dan koordinasi dengan instansi terkait untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar aman, nyaman dan damai,’’ tegasnya. Pengamanan melibatkan instansi terkait tersebut, menurut Kapolres Yudith, dimulai menjelang hari raya Nyepi (tawur kasanga), saat Nyepi (Catur Brata) dan sehari setelah Nyepi (ngembak geni). ‘’Sejauh ini belum ada laporan tentang masalah itu (mabuk-mabukan) dan gesekan,’’ kata Kapolres asal Buleleng ini. (kmb36)
’’Omed-omedan’’ Dimeriahkan Parade Seni Beritangembak ini bisa dikomentari SETIAP geni (sehari setelah Nyepada acara Citra Bali pi) warga Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. menggelar tradisi Omed-omedan. Kegiatan ini sebagai wadah mempertahankan budaya setempat. Kegiatan kali ini dirangkai dengan Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOF) 2019, Jumat (8/3) kemarin.
Tradisi Omed-omedan tahun ini mengambil tema ‘’Cakra Bawa’’ yang berarti lingkaran kehidupan. Festival ini dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra beserta istri Ny. Selly Dharmawijaya Mantra dan undangan lainnya yang ditandai dengan pelepasan balon. Sebelum puncak Omedomedan dimulai, pengunjung dari berbagai daerah disuguhkan penampilan parade seni, lomba busana adat Bali tingkat TK, Adimerdangga
Sanggar Kertha Jaya Pedungan, Barongsai Naga Langit Denpasar, Saet-saetan oleh Komunitas Alep Seni Tari Seniman Polos, Fragmentari Jananu Raga oleh IKIP PGRI Bali, dan Sekaa Cak Tanjung Mekar Batubulan, Sukawati, Gianyar. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Rai Mantra mengatakan pelestarian seni budaya yang ada di Kota Denpasar harus didukung, terutama oleh generasi penerusnya. Menurutnya, kebudayaan yang berkelan-
jutan memang harus dimulai sejak dini. Untuk melestarikan kebudayaan itu maka Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan berbagai pelatihan setiap libur sekolah. ‘’Untuk melestarikan kebudayaan harus dimulai sejak dini. Oleh kami di Pemkot Denpasar memberikan berbagai pelatihan, mulai dari megender wayang, megambel dan lain sebagainya,’’ ungkapnya. Kebudayaan itu sangat penting, maka dari itu Rai Mantra berharap bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Sementara itu, Ketua Panitia I Made Putra Wirya Brata mengatakan, Omedomedan merupakan tradisi unik yang telah diwariskan secara turun temurun. Keberadaannya telah dikenal luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara. ‘’Kami telah menyakini Omed-omedan ini juga
memiliki nilai sakral dan ada kaitannya dengan sesuhunan kami di banjar, sehingga kami bertekad untuk terus melestarikannya dan menjadikannya sebagai alat pemersatu,’’ ungkapnya. Tidak hanya itu, Putra Wirya mengatakan kegiatan ini juga untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan menuju ekonomi kreatif, serta meningkatkan kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara ke Kota Denpasar khususnya, dan Bali pada umumnya. Ia menambakan, acara Sesetan Heritage Omedomedan Festival 2019 dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pasar rakyat atau yang lebih dikenal dengan peken paiketan, parade seni dari beberapa komunitas seni dan beberapa band musik dan tradisi Omedomedan. (ara)
Bali Post/ ist
PARADE - Salah satu penampilan dalam parade seni serangkaian Omed-omedan, Jumat (8/3) kemarin.
BADUNG
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
3
Sampah Perayaan ”Pangerupukan” Capai Ratusan Ton Mangupura (Bali Post) -
Rutinitas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung saat Pangerupukan atau sehari menjelang hari raya Nyepi adalah membersihkan sampah bekas parade ogoh-ogoh dan Tawur Kasanga. Ratusan ton sampah diangkut oleh petugas. DLHK Badung menyiagakan seluruh petugas kebersihan untuk memastikan sampah perayaan Nyepi tidak sampai menggunung. Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, volume sampah sehari menjelang Nyepi meningkat 10 persen dibandingkan hari biasa. ‘’Tapi kalau dibandingkan tahun lalu, terjadi penurunan. Kalau rata-rata per hari 281 ton, terutama setelah Pangerupakan meningkat 10 persen atau total tambahan sampah 28 ton,’’ ungkap Eka Mertha-
wan, Jumat (8/3) kemarin. Menurutnya, sejak kampanye pengurangan sampah kantong plastik digaungkan dan berbagai kebijakan diambil pemerintah, ada pengurangan signifikan dalam penggunaan kantong plastik di Gumi Keris. Ini berimbas terhadap berkurangnya volume sampah, khususnya saat rangkaian Nyepi. ‘’Selama perayaan Nyepi, kami
telah mengantisipasi dengan menyiagakan personel di pos masing-masing. Total personel yang dikerahkan pun mencapai 1.200, baik personel bagian kebersihan maupun pertamanan,’’ ujarnya. Pejabat asal Sempidi, Kecamatan Mengwi itu menerangkan, petugas langsung bekerja saat Melasti, Tawur Catus Pata, Pangerupukan hingga Ngembak Geni. Saat
rangkaian Melasti, total personel yang dikerahkan sebanyak 500 orang. Pada Tawur Catus Pata melibatkan 250 personel. ‘’Saat malam Pangerupukan hingga Ngembak Geni mencapai 1.200 personel, jadi petugas kami full time kerja,’’ ucapnya. Beberapa titik taman pada lokasi strategis juga dipagari dengan bambu untuk menghindari terinjak warga, terutama pada saat parade ogoh-ogoh berlangsung. Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung itu menambahkan, pada perayaan Nyepi tahun 2018, pihaknya mengangkut sampah mencapai 300 ton. (kmb27)
Bali Post/par
BERSIHKAN SAMPAH - Petugas DLHK Badung saat membersihkan sampah saat Pangerupukan.
Badung Gelar ”Tawur Agung Kasanga” di Catus Pata Mengwi RIBUAN krama Badung ikut melaksanakan Tawur Agung Kasanga yang dipusatkan di Catus Pata Desa Adat Mengwi, pada rahina Tilem Sasih Kasanga, Rabu (6/3) lalu. Catus pata yang berlokasi di bencingah Puri Mengwi ini merupakan titik nol Kabupaten Badung. Upacara Tawur Kasanga yang di-puput oleh Tri Sadaka atau Pedanda Siwa, Buda dan Rsi Bhujangga yaitu Ida Peranda Putra Pemaron dari Geria Sidemen Mengwi, Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santacita Geria Jadi Tabanan dan Ida Jero Gede Sengguhu Tamburu Yasa Sibang Kaja. Tawur Kasanga dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta istri Ny. Seniasih Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa beserta istri, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta, anggota DPRD Nyoman Satria, Kabag Humas Setda Badung Bali Post/eka
OGOH-OGOH - Sejumlah pemuda mengarak ogoh-ogoh saat Pangerupukan di Desa Adat Padang Luwih, Rabu (6/3). Pawai ogoh-ogoh merupakan tradisi yang sangat dinantikan masyarakat Bali sekaligus wisatawan.
Tradisi ”Mbed-mbedan” di Desa Adat Semate
Ajang Silaturahmi Antar-’’krama’’
WARGA Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, Jumat (8/3) kemarin menggelar tradisi Mbed-mbedan. Tradisi yang dilakukan sejak Tahun Çaka 1396 atau 1474 Masehi tersebut merupakan ajang silaturahmi dan saling memaafkan antar-krama setempat. Tradisi yang menyerupai olahraga tarik tambang ini dilaksanakan bertepatan dengan rahina Ngembak Geni di depan Pura Desa lan Puseh Desa Adat Semate. Bendesa Semate I Gede Suryadi menerangkan, usai Mbed-mbedan warga kembali masuk ke dalam pura. Dilanjutkan dengan makan bersama tipat bantal yang telah dihaturkan sebelumnya. ‘’Setelah makan bersama, dilaksanakan sesi bersalamsalaman dan saling memohon maaf. Jadi sebetulnya tradisi ini adalah ajang untuk bersilaturahmi dan saling maaf-memaafkan antarkrama,’’ kata Suryadi. Tradisi unik ini diawali dengan melaksanakan persembahyangan di pura. Salah satu yang dihaturkan adalah ketupat dan jajan bantal yang biasa disebut tipat bantal. Setelah itu, sesuai arahan prajuru warga menuju depan pura. ‘’Jro mangku kemudian menghaturkan sesajen di jalan raya, sementara telah disiapkan alat Mbed-mbedan berupa bun kalot dan tali tambang,’’ jelasnya. Berdasarkan komando prajuru, sarana pertama yang digunakan adalah bun kalot. Tanaman merambat ini sebagai simbol semata. Setelah itu, dilanjutkan dengan tali tambang. ‘’Peserta Mbed-mbedan pun bergilir, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga yowana atau remaja. Diiringi baleganjur dan sorak sorai, tradisi berjalan meriah,” ucapnya. Mbed-mbedan merupakan momen untuk mengingat kedatangan Rsi Mpu Bantas yang dahulu kala melakukan perjalanan ke kawasan tersebut. Di lokasi ini sang Rsi bertemu dengan keturunan Mpu Gnijaya yang
Bali Post/eka
MBED-MBEDAN - Tradisi Mbed-mbedan di Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Jumat (8/3) kemarin. Tradisi ini merupakan ajang silaturahmi dan saling memaafkan antarkrama. tak sependapat dengan raja yang berkuasa saat itu. Sang Rsi lalu menyarankan warga membuat tempat pemujaan karena kawasan tersebut angker. ‘’Karena tarik ulur dalam penentuan nama pura, Rsi Mpu Bantas lalu memberikan kahyangan ini nama Putih Semate. Kata putih diambil berdasarkan tempat ini banyak ditumbuhi kayu putih. Sedangkan Semate, karena krama berkomitmen untuk bersatu sehidup semati,’’ paparnya. Bendesa Abianbase I Made Sunarta yang turut hadir dalam tradisi tersebut juga menyatakan kebanggaan atas warisan leluhur
Desa Adat Semate. Menurutnya, tradisi ini penting dilestarikan guna meneladani persatuan para pendahulu. Termasuk dalam pengambilan keputusan, terkadang terjadi tarik ulur seperti tarik-menarik dalam Mbedmbedan ini. Namun selalu diselesaikan dengan hati nurani yang baik, dibimbing panglingsir atau orang tua. ‘’Kami berkomitmen melestarikan tradisi warisan nenek moyang ini,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Badung ini seraya menambahkan, tetap mendukung pelestarian tradisi ini dan tradisi lainnya yang dapat memotivasi masyarakat untuk saling asah, asih, dan asuh. (par)
Putu Ngurah Thomas Yuniartha, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Panglingsir Puri Mengwi A.A. Gde Agung, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra beserta unsur Tripika dan masyarakat Desa Adat Mengwi. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PHDI Badung I Gede Rudia menyampaikan, perayaan Nyepi tahun 2019 bersamaan dengan rangkaian Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih. ‘’Adapun makna dari Tawur Agung Kasanga ini adalah untuk nyomia Butha Kala sehingga bhuana agung dan bhuana alit menjadi seimbang atau harmonis,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dijelaskannya, pada upacara tawur di tingkat Kabupaten Badung ini, bendesa se-Badung akan nunas tirta tawur, tirta luhur dan nasi tawur yang akan dibagikan untuk pelaksanaan tawur di tingkat desa, banjar
TAWUR KESANGA - Bupati Giri Prasta saat menghadiri Tawur Agung Kasanga yang dipusatkan di Catus Pata Desa Mengwi, Rabu (6/3) lalu. dan di rumah warga. Pada sorenya dilaksanakan upacara Pangerupukan. ‘’Puncak dari rangkaian upacara ini adalah Nyepi yang bermakna melaksanakan tapa brata semadi dengan catur brata panyepian yakni amati geni, amati karya, amati lelungan dan
amati lelanguan. Pelaksanaan Nyepi dimulai pukul 06.00 Wita sampai pukul 06.00 Wita hari berikutnya. Terakhir adalah rangkaian Ngembak Geni dengan melaksanakan dharma shanti dan silaturahmi kepada sesama umat dan umat lainnya,’’ katanya. (ad188)
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
Desa Pecatu Kembali Gelar Lomba Ogoh-ogoh SLUA Saraswati 1 Denpasar Raih Perak dan Perunggu LKTI Nasional Sebagai Wadah Kreativitas Seni dan Budaya Bali Gelar UNBK Mandiri, Buka PPDB Mulai 4 Maret
BARU setahun menggenjot diri dalam karya ilmiah remaja (KIR), prestasi anak-anak SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar sudah teruji di tingkat nasional. Belum lama ini Tim LKTI SLUA Saraswati meraih juara II (perak) dan perunggu di tingkat nasional. Atas prestasi tersebut Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar langsung memberikan bonus khusus kepada siswa dan guru pembina. Prestasi pertama diukir tim LKTI yang diperkuat Adelia Cantika Dewi, Desak Made Dyah Aristiani dan I Made Tommy Ananta, sukses meraih medali perunggu di ajang LKTI yang digelar Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Berikutnya tim SLUA Saraswati yang diperkuat Ni Wayan Ita Noviani, Dewa Ayu Bintang Maharani dan Ni Nyoman Wandasari meraih juara II di Universitas Andalas, Padang, Sumbar. Sebelumnya tim LKTI SLUA Saraswati 1 Denpasar maju ke final LKTI Geografi di Univesitas Negeri Yogyakarta. Sukses di akademis juga dibarengi prestasi anak-anak SLUA Saraswati di nonakademis. Yang luar biasa anak-anak SLUA sukses mengawinkan dua piala predikat sekolah ajeg Bali untuk putra dan putri. I Kadek Krisna Surya Dinata meraih juara I Putra Sekolah Ajeg Bali dan rekannya Ni Ketut Laksmi Maheswari Putri meraih juara III putri Sekolah Ajeg Bali. Di cabang panjat tebing atlet SLUA Saraswati menjadi pesaing berat bagi lawan-lawannya. Jasmine Vivian Chandra ( XII Mia-1) meraih medali emas di lead perorangan putri di Wali Kota Cup 2019. Dia juga meraih perunggu di speed klasik perorangan putri. Di bidang seni, anak-anak SLUA Saraswati meraih juara I lomba monolog se-Bali dan berhak maju ke tingkat nasional dan Opera
JUARA NASIONAL - Ketua Yayasan PR Saraswati Bagus Ketut Lodji, Dewa Sukanada dan IGN Susila didampingi Kasek Budiadnyana menyerahkan bonus bagi siswa SLUA Saraswati yang meraih juara nasional. Teater Ganeca meraih juara harapan III se-Bali. Sementara gurunya Ida Ayu Ketut Kendran sukses menjadi juara III guru terfavorit di Kota Denpasar. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. didampingi Dewa Sukanada, dr. IGN Susila dan IGB Yudhara tampak tersenyum siswanya datang dengan medali dan piala. Ini membuktikan anak-anak SLUA Saraswati 1 Denpasar jengah dan wirang membawa bendera Saraswati hingga ke ajang nasional. Saat itu Bagus Ketut Lodji langsung menyerahkan bonus dan biaya transportasi kepada anakanak dan guru terbaik SLUA Saraswati 1 Denpasar. Kepala SMA (SLUA ) Saraswati 1 Denpasar Ir. Made Budiadnyana, M.Pd. membenarkan siswanya tak pernah berhenti mencetak prestasi. Makanya dia memberikan ruang dan waktu bagi siswa untuk bersaing di event mana saja. Modal utamanya yakni dukungan dan doa restu pengurus yayasan
dan orangtua siswa. Pada bagian lain, SLUA Saraswati 1 Denpasar sudah menerima pendaftaran peserta didik baru (PPDB) mulai 4 Maret 2019. Calon siswa baru yang direkrut terbatas sesuai dengab kuota, cukup membawa KK, akta kelahiran, kartu NISN/kartu pelajar dan surat keterangan dari sekolah bahwa sedang duduk di bangku SMP kelas IX. SLUA Saraswati 1 Denpasar, kata Budiadnyana didampingi Wakasek Dra. IA Kendran, Drs. Nyoman Musten, Drs. I Made Resika dan Ni Nyoman Jani Artini, S.S., juga serius mempersiapkan anak-anak kelas XII mengikuti ujian sekolah dan UN. Sebanyak 350 siswa kelas XII kini dilibatkan dalam belajar intensif di sekolah. Hebatnya sekolah ini sejak setahun lalu menggelar UNBK secara mandiri. Sementara ujian sekolah USBN akan dilaksanakan 13-21 Maret, sedangkan UNBK dimulai 1-8 April terbagi dalam tiga sesi. Geladi bersih UNBK dilaksanakan 11-12 Maret mendatang. (ad185)
Pertahankan Tradisi Nyepi
Parwata Buka Pawai Ogoh-ogoh di Perumahan Dalung Permai
KETUA DPRD Badung Putu Parwata bertepatan dengan hari pangerupukan, Rabu (6/3), membuka pawai ogoh-ogoh di Perumahan Dalung Permai, Kuta Utara. Kegiatan yang diikuti para Paiketan Yowana Sekaa Teruna di kawasan Perumahan Dalung Permai dipusatkan di simpang Catus Pata, Dalung Permai dengan 18 ogoh-ogoh yang diparadekan. Usai membuka, Parwata berbaur bersama warga yang antusias meski berdesak-desakan menyaksikan pawai tersebut. Parwata mengatakan pihaknya mengapresiasi kegiatan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun kebersamaan di Dalung Permai yang begitu majemuk. ‘’Di malam pangerupukan ini merupakan wujud kreativitas para yowana di Dalung Permai. Mereka membangun kebersamaan melalui Paiketan Sekaa Teruna Dalung Permai dengan melaksanakan pawai ogoh-ogoh,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan Sekertaris DPC PDI Perjuangan ini, kegiatan seperti ini juga merupakan suatu wujud keseriuan generasi muda di Dalung Permai untuk membangun persatuan, kedamaain dan melestarikan adat seni agama dan budaya Bali, sehingga seluruh warga dari berbagai etnis bisa berbaur membangun kebersamaan. Alumni Doktor Ekonomi Pembangunan Unud ini juga menegaskan untuk memotivasi para yowana ini tetap berkreasi saat perayaan Nyepi, pihaknya memberikan dana motivasi sebesar Rp 15 juta per banjar (Yowana Sekaa Teruna) di Dalung Permai. ‘’Kami
PAWAI - Ketua DPRD Badung Putu Parwata membuka pawai ogoh-ogoh di Perumahan Dalung Permai, Kuta Utara, Rabu (6/3). berharap melalui pawai atau parade ogoh-ogoh ini generasi muda benar-benar menjadi generasi yang masih ingat akan budaya serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap budaya Bali. Selain itu juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebersamaan di Dalung Permai. Tahun depan bantuan kreativitas ogoh-ogoh ini bisa dibantu Pemerintah Kabupaten Badung. Sama halnya dengan sekaa teruna yang ada di banjar adat di Badung,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pawai Ogoh-ogoh Dalung Permai Gede Rama Yogasukma Wiweka didampingi Pembina Paiketan Yowana Sekaa Teruna Dalung Permai Wayan Sarma mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Ketua DPRD Badung Putu Parwata yang telah membantu terselenggaranya kegiatan
tersebut. ‘’Kegiatan ini salah satu dari berbagai kegiatan masyarakat di Dalung Permai dalam mengembangkan kreativitas berkesenian dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya Bali. Kami berharap ke depan ada bantuan dari pemerintah untuk tetap mendorong kegiatan kreativitas remaja di sini, sehingga berkesenian di Perumahan Dalung Permai tetap ajeg,’’ ucapnya. Lebih lanjut dikatakan, dari tahun ke tahun pawai yang diselenggarakan ini sudah semakin baik. ‘’Tahun lalu sedikit semrawut karena tidak diberikan nomor urut untuk berparade. Tetapi kini kami dari panitia melakukan penataan dengan memberikan nomor urut dan memberikan waktu pentas selama 15 menit, sehingga jalannya parade tidak semrawut lagi,’’ terangnya. (ad187)
DESA Adat Pecatu kembali menggelar lomba ogoh-ogoh, Rabu (6/3) lalu dan dipusatkan di Lapangan Kuru Setra Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan. Lomba yang juga serangkaian Tawur Agung Kasanga dan hari raya Nyepi tahun Çaka 1941 ini sebagai wadah kreativitas seni dan budaya. Lomba yang berlangsung meriah dengan beragam jenis ogohogoh hasil kreativitas seniman dan generasi muda Pecatu ini dibuka Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Camat Kuta Selatan Made Widiana dan undangan lainnya. Klian Desa Adat Pecatu Made Sumerta mengungkapkan lomba ogoh-ogoh yang diadakan rutin serangkaian hari raya Nyepi ini bertujuan untuk terus berupaya menambah, menunjang dan mengembangkan kreativitas seni krama atau generasi muda serta Sekaa Teruna Teruni di Desa Adat Pecatu. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang untuk menjalin komunikasi antar-krama, sehingga mereka bisa berkumpul dan berkomunikasi. ‘’Kegiatan ini untuk membina talenta-talenta seni generasi muda Pecatu,’’ ucapnya. Melihat kondisi sekarang ini, kata Sumerta, peserta ogoh-ogoh sangat antusias. Bahkan sekarang pesertanya cukup tertib menjaga kebersihan. Di sisi lain, ini juga menjadi ajang promosi di bidang pariwisata. Karena sekitar 50 persen wisatawan mancanegara (wisman) ikut menonton parade ogoh-ogoh ini. ‘’Apalagi mereka juga akan tinggal di penginapan yang ada di wilayah Pecatu. Tanpa dipungut biaya, mereka bisa menikmati atraksi ogoh-ogoh sebagai ajang promosi,’’ ucapnya. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa pada kesempatan tersebut menyambut positif lomba ogohogoh ini. Sebab, bisa menjadi wadah kreativitas seni dan budaya. Suiasa juga mengajak masyarakat untuk memaknai hakikat
Bali Post/edi
LOMBA - Ogoh-ogoh dari 16 banjar di Desa Pecatu saat penilaian lomba serangkaian hari raya Nyepi, Rabu (6/3), di Lapangan Kuru Setra Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan. perayaan Nyepi sebagai momentum memperkuat jati diri dalam melaksanakan swadhamaning agama dan swadharmaning negara, selain juga bentuk rangkaian upacara dalam kegiatan pangerupukan dan mengharmonisasi jagat yakni bhuana agung dan bhuana alit. Dengan dilaksanakannya lomba ogoh-ogoh ini, atas nama pemerintah pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dilanjutkannya program yang sudah rutin dari desa adat. Untuk itu, pihaknya di Pemerintah Kabupaten Badung memberikan atensi atas pengembangan kreativitas, khususnya generasi muda. Terhadap kegiatan ini, pihaknya memberikan motivasi yang sifatnya bantuan sebesar Rp 24 juta kepada masing-masing peserta lomba. Kegiatan semacam ini, lanjut Suiasa, tentu memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Terutama dengan membuat ogoh-ogoh, mereka bisa belajar dan mencari makna dari ogoh-ogoh tersebut. Karena sudah pasti syarat pembuatan ogoh-ogoh ini harus ada fi-
losofinya. ‘’Tentu pengaruh dalam kehidupan umat manusia juga perlu dicari sesuai ajaran agama,’’ pungkasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Ogoh-ogoh Made Sumarta mengatakan lomba kali ini sudah memasuki tahun ke-13. Kegiatan ini diikuti 21 peserta, yang mana 16 ogoh-ogoh dilombakan dan lima ogoh-ogoh ekshibisi atau penggembira. ‘’Lomba agoh-ogoh ini merupakan bentuk kegiatan pengembangan kreativitas generasi muda di Desa Adat Pecatu. Selain sebagai wadah menyalurkan bakat seni generasi muda, kami berharap bisa menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan antarpemuda di Pecatu,’’ katanya. Adapun pemenang pada lomba ini yaitu, untuk tingkat umum juara I Karang Taruna Sari Bhuwana Pecatu, juara II Banjar Dinas Tambyak Pecatu, juara III Banjar Giri Sari Pecatu. Untuk juara harapan I Banjar Dinas Buana Sari, harapan II Banjar Dinas Karang Boma, harapan III Banjar Adat Kangin Pecatu. (kmb23/k150)
Vocational Membuat Milenial Menjadi Unggul
SMK Penerbangan Cakra Nusantara Pilihannya
BERDASARKAN Mc. Kinsey Global Institute, Indonesia membutuhkan sekitar 58 juta tenaga kerja terampil untuk menjadikan ekonomi Indonesia peringkat ke-7 pada tahun 2030 mendatang. Pendidikan vokasi adalah jawaban dari tantangan ini, karena UU Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan tujuan pendidikan vokasi adalah melahirkan tenaga terampil yang profesional dan siap menjadi praktisi. Siap praktik dan siap kerja sejak awal peserta didik. Selain belajar di kelas juga praktik langsung sehingga kurikulum pun didesain fokus pada apa yang dibutuhkan di dunia kerja. Peserta didik tidak hanya mendapat ilmu pengetahuan tetapi juga ilmu yang didapat bertransformasi menjadi keterampilan. Di dalam pendidikan vocational secara implisit (tersirat), di dalamnya terkandung unsurunsur berpikir (cognitive), berbuat (psychomotor), dan rasa (affective), dalam proporsi yang berbeda mengikuti kebutuhan kompetensi pada jenis dan jenjang pekerjaan terkait. SMK Penerbangan Cakra Nusantara pelopor pertama dan satu-satunya di Bali yang telah terakreditasi A. Terus melakukan updating sehingga kurikulumnya menjadi semakin lengkap, pelaksanaan kurikulum nasional, internasional dan kurikulum dunia usaha dan industri berjalan beriringan. Hal ini semakin menjadikan lulusan/ output-nya siap memasuki dan bersaing di dunia internasional sekalipun, dari Bali untuk dunia. Terbukti dari lulusan TA
2018/2019 yang lulus 100%, 84% di antaranya di atas nilai rata-rata Provinsi Bali. Waktu tunggu lulusannya sekitar 3-6 bulan saja. Dengan kurikulum nasional 2018 yang mengutamakan praktik 70% dan teori 30%, SMK Penerbangan Cakra Nusantara membuka empat jurusan yang bergerak di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan. Di antaranya Airframe and Power Plant, Electrical Avionics, Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan) dan Otomatisasi dan Tatakelola Perkantoran (Bandara). Segera daftarkan putra-putri bapak/ibu di SMK Penerbangan Cakra Nusantara dengan fasilitas pendidikan
dan praktik di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan serta teknologi ter-update dan beasiswa-beasiswa jutaan rupiah sehingga terampil cepat, sukses lebih awal. SMK Penerbangan Cakra Nusantara terletak di Jalan Drupadi No. 25 (kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25 Denpasar (kampus 3), dengan nomor pendaftaran 03614742600. Juga dapat dilakukan via SMS ke No : 081237098090 dengan ketik: daftar (spasi) nama lengkap (spasi) asal sekolah (spasi) kabupaten asal siswa (spasi) jenis kelamin (spasi) nomor WA/HP. Sementara pendaftaran online via website kami di www.smkpenerbangan. sch.id. (ad190)
Mengurai Kemacetan Arus Lalin
Lomba Ogoh-ogoh Digelar di Tiga ”Catus Pata’’
KESIMAN termasuk desa tua di Bali. Desa pakraman yang terdiri dari 34 banjar adat ini juga memiliki tradisi unik berbasiskan kearifan lokal soal menjaga kebersamaan. Semua warga banjar di desa pakraman menggelar maprani bersama. Seperti warga Banjar Kedaton dan Bukit Buwung sudah turun–temurun melaksanakan mebat dan maprani bersama. Agenda mebat pada Rabu (6/3) dini hari dipusatkan di Banjar Bukitbuwung. Sedangkan upacara maprani bersama di Wantilan Pura Petilan Kesiman sekitar pukul 09.00 Wita. Tradisi maprani dilakukan sebagai bentuk kebersamaan mempersembahkan makanan kepada semua makhluk hidup atau sarwa prani yang didahului dengan persembayangan bersama. Dilanjutkan macaru dan menjaga Nyepi bersama.
Usai maprani, sore harinya diadakan lomba ogoh-ogoh anak-anak yang diprakarsai STT Yowana Dharma Kretih Kedaton Kesiman dan lomba ogoh-ogoh antarbanjar oleh Desa Pakraman Kesiman dipusatkan di Catus Pata Kesiman. Lomba dibuka Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, S.H. didampingi Penyarikan Desa Pakraman Kesiman Nyoman Widastra, Camat Dentim Wayan Haryantha dan Perbekel Kesiman Petilan Wayan Mariana. Puluhan ogoh-ogoh kecil bersaing lengkap dengan fragmentarinya. Bahkan ana-anak SD se-Kesiman ikut menyumbangkan inagurasi dari prosesi melasti, membuat ogoh-ogoh hingga mengaraknya dengan baik dan santun. Ketua STT Yowana Dharma Kretih Made Hendrayuda mengungkapkan lomba ogoh-ogoh
Bali Post/sue
OBOR - Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede menyalakan obor bersama anak-anak SD se-Kesiman. anak-anak ini tetap mengacu pada tattwa agama dan mempersatukan warga. Penilaian meliputi kreativitas, anatomi, fragmentari
dan kekompakan. Tiga Catus Pata Sementara itu, lomba ogoh-
ogoh antarbanjar tahun ini dibagi di tiga catus pata. Untuk wilayah Kesiman Kertalanggu dipusatkan di catus pata Jalan Bypass Ngurah Rai-Tohpati, Kesiman Petilan di catus pata Jalan WaribangSupratman-Sulatri dan Kelurahan Kesiman di catus pata Jalan Bari-Supratman. Gusti Ngurah Gede, S.H. yang juga ketua DRD Kota Denpasar memberi apresiasi atas inisiatif anak muda Kesiman guna mempererat rasa kekeluargaan. Inilah, katanya, momen yang tepat untuk memberi ruang seniman cilik serta memperkuat tattwa agama. Melalui lomba ogoh-ogoh anak-anak ini, terjadi kaderisasi undagi ogoh-ogoh. Namun karyanya tetap dibingkai tattwa agama Hindu yang tepat bahwa ogoh-ogoh harus mencerminkan buthakala dan akhirnya di-pralina di setra.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Pembagian tiga lokasi untuk ogoh-ogoh dewasa, menurut Panyarikan Desa Pakraman Kesiman I Nyoman Widastra, sudah menjadi kesepakatan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas (lalin) dan kelancaran lomba. Tahuntahun sebelumnya dipusatkan di By-pass Tohpati memerlukan waktu panjang untuk menilai penampilan 34 ogoh-ogoh banjar hingga berlangsung dini hari. Dengan dipecah tiga, masyarakat nyaman menyaksiksan hiburan dekat rumahnya, keluarga pun pulang lebih awal. Sementara pawai ogoh-ogoh juga digelar di catus pata setiap desa adat di Denpasar. Untuk Desa Adat Sumerta dipusatkan di catus pata Nusa Indah, Desa Adat Tanjung Bungkak di depan Pura Kahyangan Tanjung Bungkak, Desa Adat Pagan di catus pata Jalan Plawa dan di Denpasar di Catur Muka. (sue)
daerah
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
5
Digerebek, Judi ”Online’’ Beromzet Rp 300 Juta Per Hari
Banyuwangi (Bali Post) Jajaran Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Banyuwangi mendapat tangkapan istimewa. Jaringan judi online berhasil digerebek. Omzetnya mencengangkan. Sehari menghasilkan transaksi hingga Rp 300 juta. Praktik judi ini sudah berlangsung sekitar lima tahun. Dari kasus ini, tiga tersangka diamankan. Masingmasing Sunardi, Eko Waluyo dan Atim Widodo, warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Para pelaku diamankan saat bertransaksi judi online di rumah Atim Widodo. Dari ketiga pelaku, diamankan lima laptop, empat modem dan uang tunai Rp 640 juta. ‘’Ini jaringan judi online lintas pulau. Kita gerebek yang diawali dari penyelidikan petugas selama seminggu,’’ kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratista Wijaya, Jumat (8/3) kemarin. Selain uang tunai dan laptop, diamankan juga tujuh buah ponsel, belasan buku tabungan dan tujuh kartu ATM. Seluruh barang bukti ini digunakan bertransaksi judi online antar-rekening. ‘’Ada juga yang dibayar langsung. Omzetnya memang menggiurkan, per hari tembus Rp 300 juta,’’ jelas Panji. Dijelaskan, penggerebekan judi online ini berawal dari penyelidikan panjang. Akhirnya, skenario penyergapan digelar. Saat digerebek, ketiga pelaku sedang melakukan transaksi judi online menggunakan jaringan internet. ‘’Awalnya, empat pelaku kita amankan. Namun, satu di antaranya tak cukup bukti, sehingga tak dilanjutkan penyidikan,’’ jelasnya. Para pelaku, lanjut Panji, menggunakan modus operandi cukup rapi. Dugaan sementara, jaringannya melibatkan lebih dari 20 orang. Dari hasil penyidikan, Atim Widodo bertindak sebagai bandar besar. Dia yang mengendalikan jaringan di bawahnya. Sedangkan dua pelaku lain, Sunardi dan Eko Waluyo, bertugas sebagai pialang yang mengumpulkan para konsumen. ‘’Modusnya melalui online, uang taruhan ditransfer,’’ imbuhnya. Karena lintas pulau, pihaknya membutuhkan waktu lama membongkar jaringan ini. Untuk pengembangan penyidikan, ketiga pelaku diamankan ke Polres Banyuwangi. Mereka akan dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Tindak Pidana Perjudian. Menurut Panji, pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. Khususnya membongkar jaringan yang lebih luas. ‘’Dugaannya, jaringan di bawahnya masih banyak. Ini yang masih terus kita kembangkan,’’ pungkas Panji. (udi)
ANTREAN - Antrean roda dua di Pelabuhan Ketapang, Jumat (8/3) kemarin pascapenutupan penyeberangan selama Nyepi.
Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Membeludak
900 Unit Mobil Kembali ke Bali
Banyuwangi (Bali Post) Antrean kendaraan roda dua dan empat membeludak dan mengular di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (8/3) kemarin. Begitu dibuka setelah ditutup 24 jam karena perayaan Nyepi di Bali, antrean tak terhindarkan. Didominasi kendaraan roda empat dan truk, sisanya roda dua. Pengendara roda empat harus menunggu lebih dari dua jam untuk bisa masuk kapal.
Bali Post/udi
BARANG BUKTI - Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratista (tengah) menunjukkan barang bukti uang Rp 640 juta dari kasus judi online, Jumat (8/3) kemarin.
Pohon Tumbang, Tutup Akses Jalan Perean-Tua Tabanan (Bali Post) Sebuah pohon jenis gamal berukuran cukup besar di Banjar Tua, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan tumbang saat rari raya Nyepi. Akibatnya jalur penghubung antara Desa Tua dan Desa Perean, Kecamatan Baturiti tidak bisa dilalui. Kejadian tersebut baru dilaporkan anggota Bhabinkamtibmas setempat, Jumat (8/3) kemarin sekitar pukul 09.00 Wita. Dari informasi yang dihimpun, pohon tumbang diperkirakan terjadi saat umat Hindu tengah merayakan Nyepi, Kamis (7/3). Saat itu hujan mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Tabanan sejak pagi hingga malam hari. Kemudian pada Jumat kemarin, saat jalan penghubung hendak dilintasi pengguna kendaraan, diketahui ada pohon tumbang yang kemudian ditindaklanjuti Bhabinkamtibmas Desa Tua dan dilaporkan kepada petugas BPBD Tabanan. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika mengatakan usai mendapat laporan itu, tim reaksi cepat yang berjumlah lima orang langsung turun ke lokasi melakukan evakuasi pohon. Selama proses evakuasi, sejumlah kendaraan roda dua sempat berhenti sementara lantaran batang pohon melintang dan menutupi akses jalan. ‘’Hanya perlu waktu 40 menit, jalan sudah bisa dilintasi kembali,’’ ucap Trisna. Dengan adanya kejadian ini, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dan waspada. Sebab, cuaca akhir-akhir ini intensitas hujan yang cukup tinggi. (kmb28)
Antrean di Ketapang mulai terasa sejak Kamis (7/3) malam. Mereka tertampung di empat kantong parkir di sekitar pelabuhan, sisanya memadati areal parkir dalam pelabuhan. Mereka baru masuk ke kapal sekitar pukul 04.00 WIB. ‘’Kita buka mulai pukul 04.30 WIB. Kapal pertama berangkat pukul 05.00 WIB,’’ kata Capt. Solikhin, General Manager PT Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk. Dijelaskan, roda empat dan truk barang paling banyak menumpuk di areal
parkir. Total, sekitar 500 kendaraan yang memadati areal parkir pelabuhan. Sisanya, 400 kendaraan antre di empat titik kantong parkir. Seperti stasiun kereta api, terminal bus, parkir Bulusan dan Pelabuhan Tanjungwangi. ‘’Total sekitar 900 kendaraan pribadi dan truk. Seluruhnya kita seberangkan ke Bali dengan cepat,’’ kata Solikhin. Guna menghindari antrean, pihaknya mempercepat bongkar muat kapal. Total 32 kapal dikerahkan. Tiga jam pascapelayaran perdana di-
buka, antrean kendaraan mulai terurai. ‘’Menjelang siang, antrean mulai normal dan sore hari penyeberangan sudah normal. Jadwal bongkar muat kembali seperti biasa,’’ jelasnya. Pihaknya memprediksi arus kendaraan ke Bali masih akan berlanjut hingga Minggu (10/3). Khususnya roda dua. Alasannya, saat ini memasuki libur panjang. Diperkirakan roda dua akan terus mengalir ke Bali. Selama mudik Nyepi kemarin, jumlah roda dua yang datang dari Bali mencapai 2.400 unit. Dari jumlah ini, yang sudah kembali belum mencapai setengahnya. ‘’Kalau roda empat sudah hampir 100 persen kembali ke Bali,’’ imbuhnya. Jumlah penumpang dan kendaraan selama libur Nyepi meningkat 4-5 persen dibanding tahun lalu. Sementara itu, Polres Banyuwangi
Bali Post/ist
mengerahkan kekuatan penuh mengamankan antrean kendaraan selama libur Nyepi di Ketapang. Mengantisipasi saling serobot masuk pelabuhan, Polres memberikan kartu antrean kepada pengendara roda empat, khususnya truk. ‘’Mereka kita bagi dalam empat zona parkir. Jadi, yang datang belakang akan masuk pelabuhan belakangan,’’ kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi. Sejumlah penumpang kapal mengaku memilih kembali lebih cepat ke Bali lantaran harus masuk kerja. Rata-rata para pemudik ini warga Banyuwangi dan sekitarnya. Mereka memilih pulang ke Jawa selama libur Nyepi. ‘’Waktu libur sudah habis, jadi harus segera kerja lagi,’’ kata Nano, salah satu pengendara roda dua asal Jember. (udi)
Semangati Napi, Lapas Banyuwangi Datangkan Pakar Motivator
Bali Post/ist
PELAKU PARIWISATA - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat bertemu pelaku pariwisata di wilayah Karangasem.
Pariwisata Maju Waspadai Peredaran Narkoba
EVAKUASI - Petugas BPBD dibantu pihak kepolisian dan warga saat melakukan evakuasi pohon tumbang.
Bali Post/udi
Denpasar (Bali Post) Bali sebagai destinasi wisata sehingga menjadi tempat berkumpulnya wisatawan dari berbagai belahan negara. Tidak dimungkiri fenomena tersebut berdampak dengan banyaknya angka kasus penyalah guna narkoba di Pulau Dewata ini, hingga pelosok desa. Oleh karena itu perlu adanya langkah antisipasi untuk menekan angka penyala guna barang terlarang tersebut. Menyikapi hal tersebut, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Selasa (5/3) lalu, menyampaikan perusahaan yang bergerak di bidang akomodasi pariwisata sebaiknya menyelenggarakan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pegawai dan peningkatan hidup sehat di lingkungan kerja. Salah satunya dengan memberikan informasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba. ‘’BNNP Bali melaksankan program jemput bola, jadi kami yang mendatangi perusahaan, dinas, sekolah bahkan ke rumah warga untuk memberikan sosialisasi P4GN. Tadi pagi (Selasa) saya bertemu dengan karyawan Hotel Candi Beach Resort & Spa di Karangasem dalam acara diseminasi informasi P4GN,’’ ujar Brigjen Suastawa didampingi Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M)
BNNP AKBP Ketut Suandika. Menurutnya, saat ini sudah masuk 73 jenis narkotika baru di Indonesia. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat jangan pernah coba-coba menggunakan narkoba jenis apa pun. Apabila menggunakan narkoba maka 10 persen otak manusia sudah rusak karena sifat narkoba ada tiga yaitu habitual, toleran dan adiktif. Sedangkan kalangan swasta berada di urutan paling atas sebagai pengguna barang haram tersebut. Ada beberapa faktor penyehab, seperti kemampuan finansial, adanya tekanan pekerjaan, doping untuk meningkatkan stamina kerja dan tingkat stres tinggi memicu individu untuk menggunakan narkoba. Selain itu, informasi keliru yang menyatakan bahwa narkoba dapat meningkatkan stamina dan memberikan rasa senang serta percaya diri bagi penggunanya. ‘’Peran strategis pihak swasta dalam upaya P4GN, yaitu mengimplementasikan pembangunan berwawasan antinarkoba di lingkungan kerja, memberikan pembinaan penyuluhan narkoba, berpartisipasi aktif lewat kegiatan CSR, deteksi dini penyalahgunaan narkoba melalui tes urine, serta membentuk satgas antinarkoba di lingkungan kerja,’’ tutupnya. (kmb36)
Banyuwangi (Bali Post) Banyaknya warga binaan membuat jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi terus memutar otak. Mengantisipasi adanya gesekan antar-napi, mereka mendatangkan motivator nasional Aqua Dwipayana, Jumat (8/3) kemarin. Para napi diberikan motivasi bisa saling bekerja sama. Lalu, tetap bersemangat menjadi yang terbaik ketika lulus dari lapas. Kedatangan motivator ini terbilang istimewa. Sebab, baru pertama kali. Dalam ceramahnya, pakar komunikasi ini memberikan gambaran tentang kehidupan. Meski hidup di balik jeruji besi, kata Aqua, para napi dan warga binaan tidak boleh patah semangat. Justru, harus menjadi lebih baik. ‘’Hidup harus jalan terus. Ibarat kaca mobil, yang depan lebih besar, sedangkan spion hanya kecil. Artinya, jangan melihat ke belakang, tapi melihat lurus ke depan,’’ kata Aqua. Dia berharap para napi bisa menjadi pemenang, bukan pecundang. ‘’Tidak ada manusia sempurna, tapi jika berani meminta maaf dari hati, itu lebih baik,’’ jelasnya. Dijelaskan, semua kesuksesan berawal dari niat. ‘’Kita harus berpikir, semuanya diawali dengan ibadah, saling berbagi. Ini akan membawa kita dalam manfaat,’’ imbuhnya. Langkah ini, lanjutnya, bisa dimulai ketika bisa saling menghargai. Antar-napi dan masyarakat ketika sudah kembali pulang ke rumah. ‘’Komunikasi menjadi kunci sukses. Jadilah manusia yang selalu respek, empati, menyesuaikan keadaan, sederhana dan selalu tunduk hati,’’ pungkasnya. Pihaknya juga memuji inovasi di Lapas Banyuwangi untuk mengangkat kreativitas para napi. Mulai membuat kerajinan, keterampilan dan lainnya. Inovasi ini bisa dijadikan percontohan untuk lapas lain di Indonesia. Kepala Lapas Kelas II B Banyuwangi Ketut Akbar Harry Achyar mengatakan pihaknya mendapat peluang istimewa bisa berkesempatan mendatangkan pakar komunikasi Aqua Dwipayana. Menurutnya, motivasi ini menjadi penyemangat para napi ketika menjadi warga binaan. ‘’Harapannya, ketika mereka keluar, bisa lebih berprestasi dan berbaur di masyarakat dengan baik,’’ jelasnya. Selain motivasi, pihaknya selalu menjaga komunikasi yang baik dengan warga binaan. Seperti membuat beragam kerajinan yang tembus ekspor hingga aktualisasi seni. (udi)
Bali Post/udi
MOTIVASI - Pakar komunikasi Aqua Dwipayana memberikan motivasi di Lapas Banyuwangi, Jumat (8/3) kemarin.
OPINI
6
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Belajar agar Peristiwa Membahayakan Tak Terulang RUNTUHNYA tambang di Desa Bakan, Bolaang Mongondow mungkin hanya salah satu contoh bagi kita tentang bagaimana masyarakat kita mengabaikan keselamatan hanya demi mengejar penghasilan. Di pertambangan itu, hingga sekarang sekitar 50 sampai 100 orang masih terkubur setelah tambangnya runtuh sebelas hari lalu. Belasan sudah berhasil dikeluarkan, tetapi sebagian besar masih tertimbun. Dengan mempertimbangkan waktu kejadian kecelakaan, maka diperkirakan mereka yang masih tertimbun itu telah meinggal. Kita prihatin dengan kondisi ini. Kita prihatin dengan begitu banyaknya korban yang tertimbun, prihatin dengan sikap mereka. Tentu saja kita juga prihatin dengan pemerintah dan kita semua, bahwa masih juga belum mempunyai keterampilan dan keahlian untuk bergerak cepat jika terjadi bencana alam seperti ini. Melihat keberhasilan Thailand tahun lalu yang berhasil mengevakuasi tim sepak bola yang terjebak di gua, kita rasanya jauh ketinggalan. Kita sudah seharusnya sadar sejak awal. Ada dua hal yang bertolak belakang di Indonesia. Alam Indonesia kaya dengan apa saja, tetapi masyarakat kita masih banyak yang kekurangan, dan banyak juga yang tidak terampil. Alam Indonesia kaya tambang, mulai dari emas sampai minyak, termasuk juga bebatuan mulia lain. Masyarakat yang kekurangan dan tidak terampil akan melakukan penggalian, tanpa keterampilan. Kita pernah melihat ada petambang minyak manual. Ini membahayakan karena berpotensi terbakar apabila tidak hati-hati. Bukankah banyak penambang minyak yang merokok. Ada juga masyarakat yang mengambil batu gamping atau batu kapur di tengah asap yang mengembus dari kawah gunung. Jelas juga itu berbahaya. Sebagian masyarakat kita di pantai mencari ikan dengan menyelam menggunakan tabung dari kompresor. Juga ada yang menangkap ikan paus dengan tombak. Mungkin yang terakhir ini membawa keterampilan turun-temurun, tetapi tetap kita rasakan ada unsur bahayanya. Banyak lagi contoh lain yang dapat dilihat dan diperkirakan tingkat bahaya yang melekat kepadanya. Untuk itulah kemudian, apa boleh buat, pemerintah harus mampu membikin pemetaan terhadap hal yang membahayakan ini. Tidak saja pemerintah, politisi juga, karena merekalah yang langsung dekat dengan masyarakat. Dalam kasus yang berbeda, kita lihat bagaimana daerah yang rawan gempa, rawan tsunami, rawan gas beracun, banjir dan rob tetap menjadi hunian masyarakat. Jangan lagi dibicarakan soal membalelonya para pedagang pinggir jalan yang membuat macet. Termasuk juga truk-truk yang sudah berusia tua, tetapi masih dioperasikan di jalan. Juga truk pasir yang memuat muatan melebihi kapasitas sehingga membuat jalan raya rusak. Maka, apabila kita tidak mampunyai keterampilan dan teknologi yang kuat untuk mengatasi segala persoalan seperti yang diungkapkan di atas, sebaiknya kita mulai dari aturan. Penegakan aturan harus tegas dan kuat. Terhadap daerah-daerah yang rawan bencana, semuanya mesti ditindak. Pemerintah harus bersikap keras di sini. Bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi justru untuk membela mereka, melindunginya dari bencana dan memberikan penyadaran. Masyarakat kita memang terkesan tidak memedulikan keselamatan mereka sendiri. Padahal, berbagai nilai sosial, bahkan ajaran agama juga, menempatkan keselamatan diri sebagai hal yang utama harus dilakukan manusia. Peristiwa menyesakkan jangan dibiarkan terulang kembali dan harus menjadi pelajaran besar untuk ke depan. Kalau kita membandingkan dengan sikap pemerintah di luar negeri, itulah gunanya penyelidikan terhadap peristiwa dilakukan. Jika sudah diketahui penyebabnya, maka harus diumumkan kepada masyarakat agar peristiwa yang serupa tidak terulang, apa pun peristiwa yang membahayakan tersebut.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menjamin Keamanan Kotak Suara Tahun 2019 ini, KPU menggunakan kotak suara dari kardus atau kertas untuk menampung surat suara yang telah dicoblos pemilih. Kotak suara ini pasti tak tahan banting dan rawan mengalami kerusakan jika dalam kondisi darurat atau banjir. Bahkan, untuk mobilisasi dari TPS ke kantor desa/kelurahan juga rawan. Karena sifatnya mudah rusak, saya berharap pengamanan kotak suara benar-benar dilakukan secara cermat. Potensi gugatan atas hal ini juga harus diantisipasi. Melihat kondisi kotak suara saat ini mudah-mudahan para KPPS juga turut serta menjaganya. Jangan sampai karena mudah dibuka dan mudah rusak manupulasi bisa dilakukan. Untuk itu, KPU mestinya melibatkan masyarakat juga dalam mengawal kotak suara ini. Mudah-mudahan Pileg dan Pilres pada April 2019 berjalan lancar tanpa ada gangguan yang berarti dari sisi persiapan termasuk sarana pendukung pesta demokrasi ini. I Putu Rajendra Badung, Bali
Tugas Lain yang Juga Melekat pada Politisi Di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sampai sekarang diperkirakan masih ada 50 sampai 100 orang terkubur di sebuah tambang emas ilegal. Tambang ini runtuh tanggal 26 Maret 2019 malam. Penambang yang berhasil dikeluarkan adalah 28 orang dengan 18 di antaranya selamat, 8 meninggal, dan 2 orang kemudian meninggal di rumah sakit. Salah seorang korban selamat mengatakana bahwa di dalam gua tambang tersebut, mirip dengan pasar ikan. Artinya, para penambang ramai menggali lubang untuk mendapatkan bijih emas yang kemudian mereka olah. Konon, penghasilan mereka per hari minimal dapat mencapai Rp 500 ribu. Tambang itu kemudian ramai mengundang pendatang dari luar wilayah tersebut. Longsoran tambang terjadi karena tanah terlalu dalam digali, dengan kondisi tanah tebing yang rapuh berbebatuan sehingga mudah runtuh. Tetapi, para penambang tidak memedulikan kondisi rapuh tersebut demi mendapatkan tujuannya mencari emas.
Oleh GPB Suka Arjawa
F
enomena yang terjadi di Desa Bakan, Bolaang Mongondow ini boleh dikatakan merupakan model dari kondisi sebagian masyarakat Indonesia. Kasus ini dapat juga dikatakan tidak hanya mewakili sikap masyarakat desa terhadap alam tetapi juga perkotaan. Pada peristiwa yang disebutkan di atas, sudah jelas bahwa tanah dan alam yang menjadi tempat membangun “terowongan” untuk menggali tanah emas, mempunyai sifat yang labil, rapuh, dan mudah longsor. Kondisi ini sesungguhnya sudah diketahui oleh petambang karena ada dari mereka yang pernah bergelut di lokasi tersebut, mengundurkan diri sebagai penggali tambang dan kembali ke desa untuk bekerja sebagai petani. Tetapi bagi sebagian besar lagi tidak peduli dengan kondisi tanah yang labil tersebut. Di sinilah posisi persoalannya, yaitu kesadaran yang tidak ada dan mengabaikan keselamatan dibanding dengan harapan yang didapatkan.
Pada titik seperti inilah sesungguhnya tugas dari pemerintah dan politisi. Tentu masyarakat juga mempunyai tugas. Intinya, semua harus mempunyai kesadaran. Pihak pemerintah dan politisi dan masyarakat mempunyai kesadaran untuk mengingatkan mereka tentang bahaya yang terjadi. Para petambang juga harus mempunyai kesadaran terhadap bahaya yang akan terjadi. Sebagai regulator yang “menguasai” segenap sikap dan perilaku masyarakat untuk menjamin ketertiban, keselamatan dan kesejahteraan warga, maka pemerintah setempat (dalam hal ini pemerintah daerah, bahkan yang paling lokal sekalian), secara sosiologis politis, dapat menggerakkan kekuatannya yang paling maksimal terhadap sikap para petambang yang boleh dikatakan mbalelo tersebut. Bagaiamanapun, tambang tersebut adalah ilegal dan sudah diketahui tanahnya demikian labil. Maka, pada kondisi tertentu, pemerintah mempunyai tugas untuk menutup tambang tersebut dan menghukum para penambang yang membandel. Su-
dah jelas, sebagai sebuah kebijakan sebelumnya dilakukan tindakan preventif seperti memberikan peringatan melalui kunjungan lapangan, memberikan peringatan berupa papan peringatan, dan memberikan peringatan dengan batas waktu. Jika ketiga ini telah dilakukan, maka tidak salah kemudian diambil tindakan berupa penutupan dan penghukuman. Prosedur ini seharusnya sudah merupakan tindakan baku yang harus dilakukan pemerintah di mana pun dan pada struktur tingkat apa pun. Yang mungkin jarang dilakukan adalah keberanian pemerintah pada struktur tingkat paling bawah untuk melakukan tindakan darurat, sebelum sempat melapor pada jenjang yang lebih tinggi. Artinya, bagaimanapun berbelitnya birokrasi untuk menutup sebuah pertambangan misalnya, pemerintah yang paling bawah seharusnya diberi kewenangan untuk melakukan langkah darurat untuk membuat keputusan menutup sebuah kegiatan yang membahayakan jiwa dan ling-
kungan. Walaupun pemerintah lokal (misalnya desa) tidak pernah melakukan kajian ilmiah terhadap kondisi membahayakan tersebut, tetapi jika berdasarkan sejarah dan nilai kearifan lokal, hal itu membahayakan, maka pemerintah lokal itu dibolehkan menutup saja kegiatan tersebut. Dalam kasus di Desa Bakan, tambang itu adalah ilegal sehingga penutupan lebih mudah dilakukan. Barangkali di sinilah kelemahan sistem pemerintahan di Indonesia, apabila semuanya secara birokratis harus menunggu perintah dari atas. Bahkan, kondisi seperti ini dipakai oleh oknum-oknum aparat tertentu untuk menarik “cuk” terhadap proyek tertentu meski proyek tersebut membahayakan. Lebih spesifik lagi adalah tugas politisi. Selama ini yang lebih dipahami adakah tugas politisi sebagai tugas politik, artinya negosiasi, pencapaian tujuan, pemeliharaan dukungan, dan pengkaderan. Inilah kekeliruan para politisi zaman sekarang. Padahal di dalam tugas politik tersebut juga ada tugas sosial. Tugas sosial inilah yang menjadi tanggung jawab utama mereka sebagai politisi. Karena itu menjaga keselamatan masyarakat, memberi informasi, menyejahterakan, termasuk juga mendidik masyarakat merupakan tugas politisi. Dalam kacamata tugas ini, politisi jauh lebih lincah dari pemerintah karena ia dapat bergerak secara individual ke desa-desa ke pelosok yang merupakan tanggung jawabnya. Pemerintah harus bergerak melalui sistem birokrasi yang di dalamnya menyangkut biaya, izin, pentahapan, prioritas dan sebagainya. Politisi dapat memangkas birokrasi rumit seperti itu, sehingga mereka dapat bergerak lebih lincah. Dengan demikian, apabila
Menjaga Eksistensi Bahasa Indonesia MAKIN maju zaman, makin maju pula teknologi yang ada. Begitu pula dengan zaman sekarang, teknologi semakin maju. Hal tersebut ditandai dengan penggunaan internet yang menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Jaringan internet sudah sangat dekat dengan aktivitas manusia di belahan dunia. Begitu pula di Indonesia, sudah banyak warga menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya penggunaan internet di telepon genggam, yang biasa dikenal dengan ponsel pintar atau smartphone. Apalagi, ponsel pintar menyediakan sistem yang mendukung aplikasi-aplikasi berjaringan internet untuk dioperasikan ponsel tersebut, seperti mesin pencari (search engine) dan berbagai fitur media sosial. Melalui internet pula, seseorang dapat mengakses berbagai informasi dengan sangat cepat baik di dalam negeri hingga ke luar negeri. Hal tersebut membuat masyarakat bisa mendapatkan informasi yang terbaru. Kenyataan tersebut otomatis membuat masyarakat Indonesia juga mendapat berbagai kata bahasa asing yang sedang tren pada era digital ini, misalnya kata upload, download, gadget, dan netizen. Kata-kata tersebut nyatanya juga digunakan dalam komunikasi sehari-hari masyarakat Indonesia. Padahal, kata-kata tersebut bukan berasal dari bahasa Indonesia. Ada kemungkinan kata-kata asing itu dipilih karena bahasa Indonesia belum mempunyai padanan kata yang cocok sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan katakata aslinya. Jika kosa kata asing terus berdatangan seiring pesatnya akses informasi, kita patut waspada karena dikhawatirkan bahasa asing semakin lama menggeser banyak kosa kata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, eksistensi bahasa Indonesia perlu dijaga
Oleh Aptia Ardiasri, S.Pd., M.Pd. supaya bahasa nasional Republik Indonesia ini tidak tergantikan oleh bahasa asing. Penjagaan eksistensi bahasa Indonesia pada era digital ini bisa dimulai dengan peran serta pemerintah, yakni diperlukan keterlibatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) untuk merumuskan padanan kata-kata asing dalam bahasa Indonesia. Kata-kata asing yang masih digunakan sesuai kata aslinya, misalnya upload, download, gadget, dan netizen dipilih masyarakat karena bahasa Indonesia awalnya belum mempunyai padanan kata cocok dengan katakata asing tersebut. Hal tersebut bisa dimaklumi karena kata-kata itu baru muncul saat era digital meluas belakangan ini. Di sinilah peran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, khususnya bidang leksikografi (perkamusan), sangat dibutuhkan untuk merumuskan padanan kata-kata asing ke dalam bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tersebut sudah merumuskan beberapa kata-kata asing yang sedang tren, misalnya kata upload, download, gadget, dan netizen dirumuskan menjadi kata ‘’unggah, unduh, gawai, dan warganet’’. Upaya pemadanan kata asing tersebut patut diapresiasi karena Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah berupaya menambah kata-kata baru dalam bahasa Indonesia supaya penutur bahasa Indonesia bisa memiliki kata-kata yang sedang tren tersebut dalam bahasa Indonesia tanpa meminjam lagi kata-kata asing. Ini menjadi bukti bahwa upaya yang
dilakukan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menjadi salah satu bentuk penjagaan eksistensi bahasa Indonesia bagi penuturnya. Upaya menjaga eksistensi bahasa Indonesia pada era digital tidak hanya mengandalkan pemadanan kata yang telah dilakukan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tetapi memerlukan keikutsertaan masyarakat umum juga. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat umum? Tentunya dengan ikut serta dalam menyosialisasi dan menggunakan padanan kata yang telah dirumuskan. Bentuk sosialisasi dan penggunaan padanan kata tersebut tentunya juga harus ‘’berbau’’ digital karena zona yang akan dibidik adalah era digital saat ini. Bentuk sosialisasi pada era digital bisa menggunakan media sosial populer di Indonesia, misalnya instagram, twitter, youtube, dan facebook. Sesuai dengan namanya, media sosial cocok digunakan untuk hal-hal yang bersifat sosial, salah satunya melakukan sosialisasi dan menggunakan padananpadanan kata asing yang telah dirumuskan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa lewat media sosial. Pengguna media sosial bisa mengunggah padanan-padanan kata tersebut menjadi konten unggahan di instragram, twitter, youtube maupun facebook. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa biasanya menggunggah konten padanan kata di akun resmi instagram-nya sebagai media sosialisasi. Nah, selanjutnya tugas pengguna media sosial lainnya, yaitu meneruskan unggahan tersebut dengan cara ikut mengunggah ulang unggahan tersebut. Hal itu sebagai bentuk ikut serta pengguna media sosial
dalam menyebarkan informasi mutakhir terkait dengan bahasa Indonesia. Tidak berhenti di situ, setelah pemilik akun media sosial mengunggah ulang, pemilik akun seharusnya juga sudah mulai beralih menggunakan padananpadanan bahasa asing dalam bahasa Indonesia saat berkomunikasi di media sosial. Upaya pengeksistensian bahasa Indonesia ternyata tidak selesai sampai di situ, tetapi diperlukan juga peran pihak pemerintah yang lainnya. Tidak hanya kerja sama antara pemerintah yang diwakilkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) dan warganet yang harus dikembangkan untuk mengatasi permasalahan ini, tetapi juga diperlukan sinergi yang konkret dengan pihak pemerintah yang lainnya, yaitu Kemkominfo RI. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) merupakan kementerian yang sangat dekat dengan era 4.0 ini. Sesuai namanya, Kemkominfo RI merupakan kementerian yang membidangi urusan komunikasi dan informatika di Indonesia sehingga peran kementerian ini sangat dibutuhkan apabila dikaitkan dengan topik yang dibahas pada tulisan ini karena bahasa sebagai alat komunikasi dihubungkan dengan era digital yang dibahas dalam bidang informatika. Kemkominfo RI sebagai kementerian yang sangat dekat dengan era digital diharapkan ikut mendukung gerakan penjagaan eksistensi bahasa Indonesia pada era digital ini. Kemkominfo RI diharapkan selalu aktif menggunakan katakata bahasa Indonesia di semua lini komunikasi dan informatika daripada bahasa asing.
ada kejadian-kejadian fatal membahayakan seperti kasus di Desa Bakan tersebut, politisi juga dapat dimintai pertanggungjawaban. Maka, peristiwa mengenaskan sampai menimbun puluhan orang tersebut menjadi pelajaran bagi politisi untuk perjalanan karier politiknya ke depan. Politisi jangan hanya pintar membuat spanduk dengan tema-tema yang tidak jelas dan lucu. Di samping pemerintah dan politisi, sudah jelas masyarakat setempat juga mempunyai tugas. Mereka mempunyai tugas mengontrol dan mengingatkan. Terhadap berbagai potensi yang ada di daerahnya, secara logika, yang paling mengetahui adalah masyarakat setempat. Peristiwaperistiwa sejarah yang menyangkut peristiwa maupun lokasi, dapat dipakai sebagai modal dasar untuk mengingatkan, termasuk juga melarang sebuah proyek yang membahayakan. Nilai-nilai kearifan lokal juga dapat dipakai sebagai potensi. Kasus runtuhnya tambang di Desa Bakan, Bolaang Mongondow tersebut dapatlah dikatakan sebagai sikap rakyat sulit diberi tahu. Ini juga terjadi di beberapa tempat di Indonesia seperti di Aceh, daerah tsunami kembali dihuni, juga di beberapa daerah pesisir selatan Jawa, pesisir selatan Nusa Tenggara yang pernah terkena tsunami pada masa lalu. Bagaimana dengan di Bali? Penambang pasir yang ada di pinggir atau lereng Gunung Agung kembali aktif, kembali diangkut oleh ratusan truk, yang sebagian membikin macet dan hancur jalanan. Padahal, pasir merupakan tanah yang labil yang berpotensi longsor. Dan juga Gunung Agung masih aktif sampai sekarang yang sewaktu-waktu dapat meletus. Jika yang terakhir ini terjadi, pasti nasib yang akan berbicara. Padahal sebelum berbicara nasib, usaha keselamatan harus dilakukan maksimal. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana
POJOK Kata Menag, Nyepi agar menjadikan pribadi yang trikaya parisudha. - Awal dari pribadi untuk semua makhluk hidup. *** Nyepi di Bali berlangsung aman tanpa ada bentrok massa. - Semoga semua makhluk hidup berbahagia. *** Sebanyak 105 desa di Bali masih rawan rabies. - Target 2019 bebas rabies.
Penulis, dosen Bahasa Indonesia di Politeknik Negeri Malang Tentor Bahasa Indonesia LBKB Brawijaya Intensive Centre
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
7
TABANAN
Tangani Sampah, DLH Kerahkan Personel Lengkap
SURAT SUARA - Proses pelipatan surat suara pemilu di gudang logistik KPU Tabanan.
Bali Post/bit
1.941 Surat Suara DPR-RI Rusak
Tabanan (Bali Post) -
Selama proses pelipatan yang dilangsungkan 3 hingga 5 Maret lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan menemukan 1.941 surat suara pemilihan DPR-RI yang rusak. Ketua KPU Tabanan I Putu Gede Weda Subawa mengatakan, ribuan surat suara tersebut dinyatakan rusak karena sejumlah hal, di antaranya terdapat bercak tinta atau noda, gambar yang tidak jelas dan robek. ‘’Dari jumlah itu, paling banyak karena noda. Yang sobek hanya 112 surat suara,’’ ucapnya, Jumat (8/3) kemarin. Khusus surat suara yang berisikan noda, setelah dilakukan pensortiran kembali, ada ratusan lembar yang dinilai masih bisa digunakan. ‘’Jadi ada yang nodanya kecil hanya berupa titik dan itupun tempatnya di luar kotak atau konten Pemilu. Setelah dilakukan sortir ulang, surat suara yang masih bisa diang-
gap baik langsung dilipat kembali,’’ terangnya. Dikatakan Weda, dalam proses pelipatan yang melibatkan 40 pekerja selama tiga hari tersebut, mereka diminta untuk melihat secara teliti kondisi surat suara. Jika ada noda maupun robek diminta untuk disisihkan, dan nantinya akan dilakukan pensorti-
ran kembali. ‘’Mereka hanya melipat surat suara yang memang kondisinya baik dan tidak ada noda maupun rusak lainnya. Kalau ada, disisihkan dulu untuk nantinya kita sortir kembali,’’ ucapnya. Weda menambahkan, proses pelipatan akan kembali dilanjutkan Sabtu (9/3) hari ini, dengan melibatkan lebih
Tabanan (Bali Post)Saat catur brata panyepian pada hari raya Nyepi yang berlangsung mulai Kamis (7/3) pukul 06.00 Wita hingga Jumat (8/3) kemarin pukul 06.00 Wita, BRSU Tabanan yang tetap membuka layanan di IRD menerima 50 pasien. Semua pasien masuk kategori pasien emergency ,seperti mengalami stroke, serangan jantung hingga ibu melahirkan. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila mengatakan, dari 50 pasien yang masuk ke IRD, sebanyak 33 di antaranya menjalani rawat jalan dan 13 lainnya rawat inap. ‘’Selain itu, ada satu pasien yang dialih rawat, dua orang diterima dalam kondisi meninggal dan satu pasien pulang atas permintaan sendiri,’’ ujar Susila.
Dari 13 pasien yang dirawat inap, lima di antaranya adalah ibu hamil yang hendak melahirkan. Kasubbid Rawat Darurat dan Tindakan Medik BRSU Tabanan dr. A.A. Ngurah Putra Wiradana mengatakan, dua ibu hamil menjalani operasi caesar di hari raya Nyepi, sehingga di hari tersebut lahir dua bayi berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Sementara tiga ibu lainnya meski masuk di hari Nyepi, hingga kemarin masih menjalani observasi di ruang bersalin. Agung Putra mengatakan, selain ibu melahirkan, kasus yang ditangani di IRD selama Nyepi kebanyakan kasus gawat darurat, seperti stroke, serangan jantung, luka robek dan panas atau demam. ‘’Tetapi untuk panas
dan luka robek kebanyakan tidak dirawat inap,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, semua pasien yang datang ke IRD datang diantar keluarga dan pecalang. Meski ada layanan ambulan untuk menjemput pasien dengan didampingi pecalang, tidak ada penjemputan menggunakan fasilitas tersebut. Selain pasien gawat darurat, BRSU merawat pasien rawat inap sebanyak 169 orang, yang terdiri dari pasien JKN PBI sebanyak 54 orang (31,95 persen), JKN non PBI 83 orang (49,11 persen), In Health satu orang (0,59 persen), dan pasien umum sebanyak 31 orang (18,34 persen). Sementara tingkat hunian atau isian tempat tidur di hari tersebut mencapai 70,12 persen. (kmb24)
Saat Nyepi, BRSU Tabanan Terima 50 Pasien
Warga Binaan Arak Ogoh-ogoh di Halaman Lapas
Tabanan (Bali Post) Menjalani masa hukuman di balik terali besi, tidak serta merta membuat para narapidana khususnya mereka yang beragama Hindu tidak ikut merasakan suasana hari raya Nyepi. Mereka tetap diberikan kesempatan untuk menyalurkan kreativitas membuat ogoh-ogoh. Seperti halnya di Lapas Tabanan, warga binaan dalam kurun waktu tiga minggu membuat satu ogoh-ogoh untuk diarak di halaman lapas saat Pangerupukan, Kamis (6/3) lalu. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana belum lama ini mengatakan, ogoh-ogoh hasil karya warga binaan lapas terbuat dari bahan baku sederhana, yakni limbah koran. ‘’Rutin tiap tahun, supaya mereka juga merasakan hal yang sama merayakan hari raya seperti layaknya umat Hindu di luar,’’ terang Murdiana. Tidak hanya membuat ogohogoh, jauh hari sebelumnya para napi juga melakukan persiapan menyambut Nyepi mulai dari majejaitan, memasang wastra di pura dan latihan megamel tektekan untuk mengiringi arak-arakan ogoh-ogoh. Terkait proses majejaitan sebagai persiapan melaksanakan Tawur Kesanga bersama pegawai lapas. ‘’Semua kegiatan di-
Bali Post/bit
OGOH-OGOH - Kalapas Tabanan I Putu Murdiana menunjukkan ogoh-ogoh buatan warga binaan Lapas Tabanan. lakukan secara bersama-sama dengan penuh semangat dan kegembiraan,’’ imbuhnya. Meskipun warga binaan merayakan Nyepi di dalam tembok penjara, mereka sangat tekun melaksanakan ritual keagamaan. ‘’Mereka juga bersembahyang bersama-sama ke pura,’’ tuturnya. Kata Murdiana, pada Pangerupukan warga binaan juga melaksanakan Tawur Kasanga termasuk ritual Ngerebek dengan membawa gamelan tektekan yang terbuat dari kenton-
gan diarak bersamaan dengan ogoh-ogoh yang dibuat oleh warga binaan. ‘’Ini sudah dua kali kami lakukan,’’ katanya. Dalam kesempatan itu, warga binaan juga diberikan arahan untuk tetap menjaga keamanan, toleransi antarumat beragama, melaksanakan catur brata panyepian, melaksanakan puasa, introspeksi diri dan membaca buku-buku rohani di dalam perpustakaan lapas. ‘’Saat Nyepi situasi seluruhnya nyaman, tidak ada gangguan apapun,’’ ucapnya. (kmb28)
banyak tenaga. ‘’Minimal 100 orang, karena sejumlah prajuru adat kemarin sudah banyak yang konfirmasi terkait warganya yang tertarik menjadi tenaga pensortiran dan pelipatan, tentunya sesuai dengan persyaratan yang memang kita berikan. Target kami, dengan bantuan banyak tenaga, bisa segera tuntas,’’ tegasnya. Proses pelipatan harus sesuai SOP dan mekanisme yang masih sama seperti pelipatan pada pemilu sebelumnya. Proses pelipatan dan pensortiran surat suara dijaga sejumlah petugas polisi dan Bawaslu Tabanan. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Meski kebanyakan pelayanan publik masih libur pada hari Ngembak Geni, Jumat (8/3) kemarin, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan tetap bertugas seperti biasa mengatasi sampah. Bahkan DLH menurunkan personel lengkap untuk menangani sampah pasca-Nyepi. Meski saat hari raya Nyepi, Bali tanpa aktivitas, bukan berarti produksi sampah berhenti. Ini bisa dilihat usai Nyepi, beberapa TPS di Tabanan sudah dipenuhi sampah, sehingga memerlukan personel lengkap dari DLH untuk mengangkutnya ke TPA Mandung. Kepala DLH Tabanan Made Subagia mengatakan, sejak pagi kemarin tim kebersihan dan tim angkutan DLH telah bertugas. Dari laporan staf, sudah ada sampah yang menumpuk di TPS sehingga petugas pagi dan sore secara bertahap melakukan pengangkutan sampah. Ia melanjutkan, tidak ada kenaikan volume sampah selama Nyepi, sebab sampah pada Pangerupukan telah diatasi malam itu juga. Saat Pangerupukan, pihaknya menurunkan 33 personel, dua truk dan 1 mobil pengangkut sampah. ‘’Setelah parade ogoh-ogoh, maka tim kebersihan langsung melakukan pembersihan sampah sehingga pada keesokan harinya sampah di jalanan utama mulai dari Jalan Pahlawan hingga Dauh Pala tidaklah terlalu banyak,’’ jelas Subagia. Sampah upakara juga telah diangkut saat Pangerupukan, sehingga saat Nyepi tidak ada peningkatan sampah yang signifikan. Meski tidak ada peningkatan, DLH tetap menyiagakan ANGKUT SAMPAH Petugas DLH Tabanan mengangkut sampah di salah satu TPS, Jumat (8/3) kemarin.
Tim Hunter-nya. Dijelaskan Subagia, Tim Hunter adalah sebuah nama untuk tim kerja kebersihan yang tugasnya bergerak ke semua tempat untuk membantu tim kerja kebersihan reguler. Dalam artian, jika tim reguler kewalahan dengan penanganan sampah, maka Tim Hunter ditugaskan bergerak ke lokasi tersebut untuk membantu menyelesaikan masalah pengangkutan sampah. Tim Hunter terdiri atas 25 personel yang dilengkapi satu truk dan dua mobil pick-up. Berdasarkan data TPA Mandung, sampah yang dihasilkan saat Pangerupukan adalah 214 meter kubik.
Sementara untuk Ngembak Geni sebanyak 263 meter kubik. Kepala UPT Mandung Ni Luh Sukartini mengatakan, normalnya volume sampah yang dihasilkan adalah 200 meter kubik hingga 250 meter kubik per hari. Itu berarti tidak ada peningkatan sampah secara signifikan pada perayaan Nyepi tahun ini. Selain sampah yang dibuang oleh tim kebersihan DLH, TPA Mandung juga menerima sampah dari pihak swasta yang bekerja sama dengan TPA. Ada 25 pihak swasta yang bekerja sama dengan TPA Mandung. (kmb24)
BULELENG
8
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
Tabrak Pohon
Darmayasa Tak Sadarkan Diri
Singaraja (Bali Post) – Nasib nahas menimpa seorang pengendara sepeda motor Vario DK 6768 VQ, Kadek Darmayasa (31). Warga Kelurahan Kaliuntu, Singaraja saat melintas di jalan Singaraja - Lovina Km 5.500 wilayah Desa Tukad Mungga, Kecamatan Buleleng, mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) out of control (OC). Peristiwa itu terjadi Kamis (7/3) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita. Pengendara menabrak batang pohon perindang yang tumbang menghalangi jalan. Akibatnya, pengendara mengalami luka cedera kepala berat (CKB). Hingga kemarin, korban tidak sadarkan diri. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Jumat (8/3) kemarin, membenarkan telah terjadi lakalantas pada hari Nyepi 1941 tersebut. AKP Kurniawandari mengatakan, sebelum kejadian, pengendara datang dari arah Seririt menuju Singaraja. Diduga karena lalu lintas sepi, pengendara tidak mengetahui di depannya ada pohon tumbang yang menghalangi badan jalan. Kontan saja, sepeda motornya menabrak batang pohon berdiameter sekitar 50 cm. Setelah menabrak batang pohon itu, pengendara terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya. Warga yang mengetahui kejadian itu, berusaha menolong bahkan mengantar korban berobat ke Rumah Sakit Parama Sidhi, Singaraja. Dari pemeriksaan dokter di rumah sakit, pengendara mengalami patah tulang pipi kanan dan kiri,
patah tulang di atas mata, pendarahan di otak, dan tidak sadarkan diri. Bahkan, karena kondisinya kritis, pengendara kemarin dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah di Denpasar. “Jadi benar terjadi lakalantas OC karena menabrak pohon tumbang yang menghalangi jalan. Korban luka serius. Saat ini, korban sudah dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar,” katanya. Dari hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), kata AKP Kurniawandari, lakalantas ini murni karena pengendara kurang hati-hati. Pengendara tidak mengetahui ada pohon tumbang di lokasi kejadian. Sekarang, kasus itu masih ditangani Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng. Pascapohon tumbang itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH), petugas Kecamatan Buleleng melakukan pembersihan batang pohon yang menutupi badan jalan. Sebelumnya, saat Sipeng Kamis (7/3) lalu, petugas BPBD dibantu warga dan pecalang memotong dahan pohon yang melintang di tengah jalan itu. Karena bersamaan dengan hari Sipeng, sehingga pembersihan dihentikan dan baru dilanjutkan kemarin. Batang pohon dan dahannya telah berhasil dibersihkan, sehingga tidak mengganggu kenyamanan arus lalu lintas. Mengantisipasi kejadian serupa, petugas memangkas dahan dan ranting pohon perindang di ruas jalan ini. (kmb38)
Bali Post/kmb38
TERENDAM – Sejumlah rumah warga di Kelurahan Kampung Baru dan Kelurahan Banyuning terendam akibat banjir, Kamis (7/3) malam lalu.
Irigasi Tersumbat
Sejumlah Rumah Terendam
Singaraja (Bali Post) – Sejumlah rumah di perbatasan antara Kelurahan Kampung Baru dengan Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng tergenang banjir Kamis (7/3) malam. Banjir terjadi karena irigasi tidak mampu menampung volume air hujan. Hal itu diperparah dengan tersumbatnya permukaan irigasi oleh sampah kiriman berupa ranting dan potongan kayu. Hal senada disampaikan Budiawan (39). Warga Kampung Baru itu menambahkan, banjir baru surut Jumat (8/3) pagi kemarin. Ketika banjir, rumahnya dan rumah beberapa tetangganya terendam air dengan ketinggian sekitar 50 centimeter. Akibat genangan banjir itu, sejumlah perlengkapan rumah tangga, seperti kasur, peralatan elektronik, juga ikut terendam. Bahkan, tetangganya yang kebetulan berbisnis jual beli sepeda motor bekas, beberapa unit sepeda motornya juga ikut terendam. “Waktu malam itu, ada warga sempat membuat tanggul di pinggir jalan raya untuk menghalangi air lebih deras masuk ke rumah warga. Upaya itu cukup bisa mengendalikan banjir itu. Sebab, jika tidak diupayakan seperti itu, bisa terendam lebih dalam lagi,” jelasnya.
LAKALANTAS OC – Akibat hujan dan angin kencang Kamis (7/3) dini hari, pohon perindang di pinggir jalan Singaraja - Lovina tepatnya di wilayah Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng itu tumbang. Kejadian ini diikuti lakalantas OC. Seorang pengendara menabrak pohon perindang yang roboh itu hingga korban tidak sadarkan diri.
Dari pantauan di lapangan Jumat (8/3) kemarin, aliran banjir di sana masih terlihat deras. Ternyata, ada empat rumah warga di Kelurahan Banyuning masih tergenang. Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 50 sentimeter. Seperti rumah Nyoman Astika malah tergenang dari pekarangan dan kamar tidur. Sebelum banjir itu, kata Nyoman Astika, hujan deras terjadi ketika hari suci Nyepi. Kemudian, hujan terus bertambah deras. Akibatnya, air dari irigasi di sebelah barat rumahnya di wilayah Kampung Baru meluap. Air yang meluap itu menggenangi badan jalan. Selanjutnya, masuk ke pekarangan rumahnya. Dia sempat memindahkan barang-barang perlengkapan rumah tangga agar tidak ikut terendam. Karena kamarnya terendam, memaksa dirinya harus tidur di atas tempat tidurbambu yang agak tinggi. Dia pun tidak mengungsi. Alasannya, tidak tahu harus berpindah ke mana saat hari suci Nyepi itu. Sudah pengalaman terkena banjir, ketika hujan reda genangan air otomatis akan surut. “Malam hari saat hujan, air dari selokan di dekat Toko Wisma itu meluap dan merendam rumah kami. Hal itu terjadi, karena selokan itu tersumbat sampah,” katanya.
Sampah Dibersihkan Juru Karya Jalan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bali Wayan Sadra mengatakan, banjir di ruas jalan nasional itu sudah ditangani. Caranya, sumbatan sampah itu dibersihkan, di permukaan saluran. Air ini meluap dan menggenangi rumah warga selain karena volume airnya besar, juga karena saat banjir itu menghanyutkan sampah dan potongan kayu.
“Kita bersihkan dulu sampah yang menyumbat. Kalau tidak ada sampah atau batang kayu itu, airnya bisa mengalir lancar ke utara. Untuk pemeliharaan saluran air itu, sudah disusun proposal perbaikan permanen,” jelasnya. Jembatan di atas Sungai (Tukad -red) Batu Pulu, di Dusun Dauh Margi, Desa Pemaron Kecamatan Buleleng itu tersumbat rumpun bambu dan batang kayu berukuran besar. Akibatnya, aliran air tertahan dan merendam badan jalan nasional Singaraja – Gilimanuk. Tidak hanya itu, tiga rumah warga yang kebetulan fondasinya lebih rendah dari aspal jalan ikut juga terendam. Perbekel Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Putu Mertayasa, mengatakan, tiga warga yang terdampak banjir akibat luapan sungai itu, masing-masing Putu Suardika, Nyoman Natri, dan Kadek Juni Suarsana. Rumah warganya itu tergenang dari pekarangan sampai di ruang kamar dengan ketinggian air 60 sentimeter. Sejumlah perabotan rumah tangga pun ikut terendam, sehingga saat malam Sipeng warganya itu mengungsi ke bangunan mes karyawan di PLTGU Pemaron. “Air sungai itu meluap bukan kali ini saja. Malah pada tahun 2019 ini sudah tiga kali air itu meluap. Penyebabnya karena di
ghubungkan antara pusat desa ke desa tetangga dan ke Kota Singaraja itu, berada di bawah tanah terjal milik Widiada. Tanah dengan ketinggian sekitar tujuh meter itu kemudian disender dengan batu kali sepanjang sekitar 30 meter. Meski konstruksi senderan dibuat permanen, namun guyuran hujan deras dua hari berturut-turut, membuat tanah di sana labil dan tidak kuat menahan beban dan akhirnya ambruk. Beruntung, saat kejadian bertepatan Sipeng, serangkaian Nyepi Çaka 1941, sehingga tidak ada kendaraan melintas di jalan itu. Namun, sebuah bangunan milik Widiada ikut tergerus saat kejadian. Beruntung, rumah itu tidak ditinggali, karena dia dan
keluarganya lebih sering tinggal di Gianyar. Gede Widiada yang ditemui di lokasi kejadian itu menuturkan, peristiwa ini diketahuinya setelah ada keluarganya yang menghubungi lewat telepon. Karena bersama dengan pelaksanaan Sipeng, dia mengurus izin untuk bisa pulang ke kampungnya saat Sipeng. Setelah tiba di rumahnya, dia menemukan senderan itu, sudah longsor dan kemudian tanah yang jebol itu menimbun badan jalan. Sebuah bangunan dari kayu pun ikut tergerus. Meski mengalami kerusakan parah, Widiada mengaku tetap bersyukur karena dari kejadian itu, kedua orangtuanya selamat dari maut. “Kejadiannya pas Sipeng. Kabar dari keluarga sejak
dua hari hujan terus berlangsung. Saya dapat telepon, dibilang senderan di rumah longsor,’’ ujarnya. Memang, kerusakannya lumayan parah. Namun tetap bersyukur karena keluarga tidak ada yang menjadi korban saat kejadian itu. Camat Sawan I Gusti Ngurah Suradnyana di lokasi kejadian mengatakan, badan jalan Desa Sudaji masih tertimbun tanah. Kendaraan tidak bisa melintas, menunggu pembersihan tanah dan bongkahan batu yang menutup penuh badan jalan. Setelah kejadian ini, warga bersama aparat desa dan kecamatan bergotong royong membersihkan material longsoran itu. Sayang, volume tanah yaang menimbun badan jalan cukup dalam, sehingga
pembersihan oleh warga dan aparat tidak optimal. Untuk mempercepat penanganan dan memperlancar kendaraan yang melintas, Suradnyana telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng. Koordinasi ini dilakukan untuk memohon bantuan alat berat, sehingga material tanah dan bongkahan beton bisa disingkirkan dari lokasi kejadian. “Kalau dengan alat manual, kerjanya tidak maksimal. Untuk memperlancar arus lalu lintas, kami minta bantuan alat berat. Mudah-mudahan alat berat itu segera diterjunkan ke lokasi kejadian,” harapnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
bawah jembatannya sering ada aliran air yang memang menghayutkan ranting pohon, batang kayu dari hulu,” katanya. Menghindari air sungai kembali meluap, sejak Kamis (7/3) dan Jumat (8/3) kemarin, warga dibantu petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng membantu mengangkut potongan kayu dan bambu yang menyumbat di bawah jembatan. Penanganan seperti itu belum optimal, karena masih banyak potongan kayu dan rumpun bambu yang tertahan di bawah jembatan. Pihaknya pun berharap, pemerintah daerah membantu pengadaan alat berat untuk membersihkan sumbatan aluran sungai itu. Mertayasa menegaskan, sebetulnya permasalahan itu sudah berkali-kali dilaporkan ke instansi berwenang di kabupaten dan provinsi. Hanya, laporannya yang lengkap dengan proposal itu, tidak mendapat penanganan memadai. Setelah dikoordinasikan, ternyata aset jembatan itu milik Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), sehingga kebupaten dan provinsi tidak memprogramkan perbaikan dengan permanen. “Kalau tidak ada penanganan permanen sampai kapan pun masalah ini akan terus terulang di daerah kami, sehingga kami meminta pengambil kebijakan serius memerhatikan masalah ini, sehingga tuntas dan tidak menjadi persoalan yang terulang,” tegasnya. Terjadi di 11 Lokasi Dari data dihimpun BPBD
disebutkan, bencana alam saat Nyepi 1941 di Buleleng terjadi di 11 lokasi. Data ini dipastikan bertambah, karena pihaknya masih menunggu laporan dari desa dan kecamatan yang lain. Belasan lokasi bencana itu mulai dari pohon tumbang, tanah longsor dan juga banjir. Tanah longsor terjadi di beberapa di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan menyebabkan tertutupnya akses jalan. Di Dusun Tingkih Kerep, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng tanah longsor menyebabkan tertutupnya jalan yang menghubungkan Desa Jinengdalem dan Desa Poh Bergong. Selain itu tanah longsor juga terjadi di Desa Nagasepaha mengakibatkan tertutupnya akses jalan di desa setempat. Dan peristiwa yang sama juga terjadi di Desa Ambengan dan menutup stengah Jalan Singaraja – Bedugul. Sekretaris BPBD Buleleng Ketut Susila mengatakan, dari sederet bencana itu, pihaknya sudah melakukan penanganan darurat. Hal itu dilakukan karena beberapa bencana berupa tanah longsor dan pohon tumbang mengganggu akses jalan. Sementara, warga diingatkan tetap waspada karena BMKG memperkirakan sampai pertengahan Mei 2019 nanti masih terjadi hujan deras dan angin kencang. “Untuk penanganan lanjutan, kami koordinasikan, kalau memang memerlukan alat berat akan kami datangkan,” tegasnya. (kmb38)
Longsor, Jalan di Desa Sudaji Tertutup Tanah
Singaraja (Bali Post) – Jalan dari pusat Desa Sudaji menuju ke Desa Menyali dan Desa Sawan, Kecamatan Sawan tertimbun tanah longsor. Akibatnya, warga dari tiga desa bertetangga itu tidak bisa melintas. Jalan ini tertimbun setelah senderan beton milik warga ambruk. Sebelum kejadian, Desa Sudaji dan sekitarnya dilanda hujan deras mulai Rabu (6/3) hingga Kamis (7/3) lalu. Diduga, senderan milik Gede Widiada itu tergerus air. Hal itu membuat tanah menjadi labil, dan akhirnya ambruk. Informasi yang dikumpulkan di lapangan Jumat (8/3) kemarin, lokasi tanah longsor itu persis di Dusun Kubu Kili, Desa Sudaji. Posisi jalan desa yang men-
Bali Post/ist
JALAN TERTIMBUN - Tanah longsor menimbun badan jalan penghubung Desa Sudaji dengan Desa Menyali dan Desa Sawan, Kecamatan Sawan Kamis (7/3) lalu.
Pasca-Nyepi 1941
Volume Sampah di Buleleng Naik 20 Persen
Volume sampah setelah puncak perayaan Nyepi Çaka 1941 Kamis (7/3) lalu, naik 20 persen. Peningkatan itu terjadi karena saat pelaksanaan Nyepi, operasional pengangkutan dan penyapuan sampah itu, dihentikan secara penuh, sehingga sampah tertahan di tempat pembuangan sementara (TPS) atau transfer dipo yang ada. Selain itu, banyaknya sampah sisa bekas upacara Pecaruan Tawur Agung dan malam pangerupukan Rabu (6/3) lalu juga banyak menghasilkan timbunan sampah. Lalu, bagaimanakah penyelesaian sampah secara efektif mulai dari hulu hingga hilir yang dilakukan DLH Buleleng? KEPALA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Putu Ariadi Pribadi, Jumat (8/3) kemarin, mengatakan
berdasarkan data yang ada saat hari normal, setiap hari sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir
(TPA) di Desa Bengkala, Kubutambahan 450 meter kubik. Kemudian setelah Nyepi tahun ini, volumenya naik 20 persen. Menyusul peningkatan volume sampah itu, DLH sudah melakukan penanganan dengan optimal. Caranya, setelah warga melaksanakan ritual Pecaruan Tawur Agung Sasih Kesanga yang diikuti malam pangerupukan, pihaknya sudah menerjunkan 150 petugas kebersihan. Jumlah ini belum termasuk tukang sapu yang dimiliki DLH. Untuk mengurangi volume timbunan di TPS atau transfer dipo, juga dikerahkan 13 armada truk pengangkutan
sampah. Selain itu, delapan regu Unit Sapu Bersih (USB -red) dan tiga armada pengangkutan sampah dengan kendaraan roda tiga juga dikerahkan. “Pengalaman nyepi tahun lalu, setelah Nyepi volume sampah kita naik sekitar 20 persen. Kondisi ini sudah kami tangani mulai Rabu (6/3) lalu sekitar pukul 14.00 Wita sampai malam pangerupukan, sehingga hal itu bisa mengurangi penumpukan sampah, apalagi saat Sipeng operasional kita tutup,” katanya. Mantan Camat Gerokgak itu menambahkan, pada hari Ngembak Geni Jumat (8/3) kemarin, semua armada pen-
gangkutan sampah, petugas penyapuan, dan regu USB dikerahkan. Ini dilakukan karena sampah yang tidak terangkut sebelum Nyepi itu, dipastikan menumpuk di TPS dan lokasi transfer dipo. Namun, sisa sampah bekas upacara pecaruan atau malam pangerupukan di Kota Singaraja dan desa sudah ditangani setelah upacara. “Semua armada kami kerahkan. Sampah y a ng a d a sud a h d isa p u. Sehingga kalau ada yang tidak terangkut saat Nyepi, sudah bisa kita bersihkan. Dengan cara itu, tumpukan sampah pasca-Nyepi tidak mengganggu kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Penimbunan di TPA Di tengah tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga di Bali Utara, DLH memasang target timbunan sampah 30 persen. Sedangkan, 70 persen volume sampah di Bali Utara dapat ditangani dengan baik. Penanganan itu dilakukan dari proses pengumpulan, pemilahan, pengangkutan, pemrosesan akhir, dan pengolahan. Penanganan yang sejalan dengan konsep “Tiga R” (reuse, reduce, dan recycle -red). Untuk menjalankan target itu, Ariadi telah menyusun program dengan menggerakkan fungsi TPS-Terpadu dan TPS 3-R yang sekarang
sudah dibentuk di 26 lokasi. Program “Bank Sampah” yang sudah terbentuk di 38 desa juga turut digerakkan. Diakuinya, TPS-Terpadu dan TPS-3R itu memberikan hasil positif. Sampah organik dapat dijadikan kompos. Sedangkan, sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi, dijual kepada pengepul barang rongsokan. Sehingga dapat penghasilan tambahan. “Mulai dari hulu (rumah tangga -red), kemudian di TPS-Terpadu dan TPS-3R sampah-sampah itu, sudah dipilah. Dengan demikian, yang masuk ke TPA hanya sampah yang tidak bisa diolah saja,” tegasnya. (mud)
GIANYAR
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
9
Bali Post/kmb35
POHON TUMBANG - Petugas BPBD Gianyar saat melakukan evakuasi pohon tumbang, Jumat kemarin.
Pohon Tumbang di Payangan Gianyar (Bali Post) Hujan lebat saat hari raya Nyepi, Kamis (7/3), mengakibatkan pohon tumbang di Kecamatan Payangan. Pohon tumbang ini menutup ruas Jalan Raya
Payangan, Desa Melinggih Kaja dan sempat mengganggu arus lalu lintas pada Jumat (8/3) kemarin. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar yang
Dianiaya, Pecalang Lapor Polisi Gianyar (Bali Post) Dugaan aksi penganiayaan saat pawai ogoh-ogoh terjadi di salah satu desa di Kecamatan Blahbatuh, Rabu (6/3) malam. Komang S yang merupakan pecalang desa setempat, melaporkan aksi penganiayaan yang menimpa dirinya saat pangerupukan ke Mapolsek Blahbatuh. Pria 35 tahun itu mengaku dianiaya oleh Ida Bagus M, warga dari desa yang sama. Kasus ini masih ditangani aparat Polsek Blahbatuh. Informasi dihimpun, penganiayaan ini bermula saat Komang S sebagai pecalang melakukan pengamanan pada areal pawai ogoh-ogoh di desa tersebut sekitar pukul 19.00 Wita. Saat bertugas inilah diketahui Komang S menghalangi Ida Bagus M melintas. Tujuannya untuk membatasi areal pawai. Ini diduga memicu percekcokan, hingga terjadi aksi penganiayaan seperti yang dilaporkan Komang S. Warga setempat yang melihat kejadian ini berupaya melerai mereka. Kapolsek Blahbatuh Kompol Dwikora membenarkan adanya laporan aksi penganiayaan tersebut. Dikatakan, jajaranya sudah melakukan penyelidikan terhadap laporan dari Komang S. “Terlapor juga sudah langsung kami periksa di Mapolsek Blahbatuh,” ucap perwira melati satu di pundaknya ini. Berdasarkan hasil interogasi, diketahui percekcokan ini terjadi lantaran Komang S melontarkan kata-kata yang dianggap kasar. Tidak terima dengan kata-kata tersebut, terlapor yang masih 22 tahun ini lantas mendorong pelapor tepat di arah kepala, hingga udeng dan pluitnya terjatuh. “Hasil visum, tidak ada bekas luka di wajah pelapor, jadi kemungkinan saat kejadian itu, pelapor ini didorong saja wajahnya dengan tangan,” jelasnya. Kapolsek Blahbatuh menambahkan, kejadian ini juga diduga dipicu oleh Ida Bagus M yang sedang dalam kondisi setengah mabuk minuman beralkohol sebelum pawai ogoh-ogoh. Sebab itu pihaknya tetap memproses kasus ini sebagai tindak pidana ringan (tipiring). “Kasus ini tipiring, makanya terlapor tidak ditahan, namun nanti tetap lanjut hingga ke pengadilan, “ tandasnya. (kmb35)
menerima laporan ini langsung melakukan penanganan. Pohon tumbang itu berjenis sano dengan ketinggian 10 meter lebih. Pohon tumbang ini baru diketahui warga pada
Jumat pagi kemarin sekitar pukul 08.30 Wita. Kejadian ini langsung dilaporkan ke aparat kepolisan, serta diteruskan ke BPBD Gianyar. Tidak berselang lama petugas BPBD lang-
sung turun ke lokasi tersebut melakukan evakuasi. Jumat siang pohon tumbang ini sudah berhasil dievakuasi petugas. Sekretaris BPBD Gianyar Pande Suweda dikonfirmasi
membenarkan adanya pohon tumbang tersebut. Dikatakan, ketika menerima laporan Jumat pagi, jajarannya sudah langsung dikerahkan ke lokasi tersebut. ‘’Jumat siang
tadi evakuasi sudah selesai, pohon tumbang karena sudah lapuk, kemudian di terjang hujan deras disertai angin kencang saat perayaan Nyepi,’’ jelasnya. (kmb35)
Sebelas Bayi Lahir Saat Nyepi Gianyar (Bali Post) -
Saat perayaan Hari Suci Nyepi tahun Çaka 1941, Kamis (7/3), sebelas bayi lahir di RSUD Sanjiwani. Bayi-bayi tersebut lahir dengan selamat. Sementara empat bayi juga lahir sehari sebelumnya, yakni saat pangerupukan.
Bali Post/kmb35
NYEPI - Siti Aminah menyusui bayinya yang lahir saat Nyepi tahun Çaka 1941 di RSUD Sanjiwani Gianyar.
Humas RSUD Sanjiwani Gianyar IB Punarbhawa, Jumat (8/3) kemarin mengatakan, sebelas bayi yang lahir saat Nyepi tersebut melewati proses persalinan dengan selamat. “Semuanya lahir normal,” ujarnya. Tidak hanya itu, saat malam Pangrupukan juga tercatat ada empat kelahiran bayi. Salah seorang ibu yang melahirkan bayi tersebut adalah Siti Aminah, warga Banjar Belahpane Kelod, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar. Ditemui Jumat kemarin, wanita 40 tahun ini mengatakan, melahirkan saat Nyepi menjadi kenangan yang manis. “Lumayan degdegan waktu sakit perut saat Nyepi,”
ungkapnya. Diakui kala itu perasaannya campur aduk antara pergi ke rumah sakit atau menunggu keesokan harinya setelah Nyepi. Namun apa daya, perutnya yang kian mulas mengharuskan sang suami Wayan Suteja meminjam mobil pick-up terbuka pada tetangga. “Perut terasa sakit mulai jam 8 malam. Tapi masih saya tahan. Tapi beberapa jam kemudian rasanya seperti sudah pecah ketuban, akhirnya berangkat ke rumah sakit. Lahirnya pas tengah malam, sekitar pukul 00.10 Wita,” katanya. Sampai akhirnya bayi perempuan yang belum diberi nama ini lahir secara normal dengan
berat 3.200 gram dan panjang 50 cm. Diakui, semestinya perkiraan bayi tersebut lahir pada 14 Maret. “Tapi sudah sakit pas Nyepi. Awalnya mau tunda, supaya lahir hari ini (Ngembak Geni - red), tapi akhirnya lahir pas Nyepi,” ujar ibu empat anak ini. Diungkapkan pula, selama perjalanan menuju rumah sakit pihaknya sempat berhenti sebanyak empat kali setiap melihat pecalang berjaga. Namun diakui saat itu hanya ditanya oleh pecalang akan mau ke mana. “Hanya ditanya mau ke mana. Lihat saya kesakitan, langsung diberi jalan. Ada empat kali rasanya ketemu pecalang,” ujarnya. (kmb35)
Pertama Kali, ’’Tawur Agung Kasanga’’ di Gianyar Di-’’puput’’ Sarwa Sadhaka SEHARI sebelum Nyepi, seperti biasa dilaksanakan prosesi Tawur Agung Kasanga sebagai bentuk penyucian alam semesta. Di Gianyar, ada yang berbeda dalam pelaksanaan Tawur Agung Kasanga dari tahuntahun sebelumnya yang diselenggarakan Pemkab Gianyar. Tahun ini Pemkab Gianyar melaksanakan Tawur Agung Kasanga dengan dipimpin oleh sarwa sadhaka di Catus Pata, Taman Kota Gianyar, Rabu (6/3) lalu. ‘’Dalam sejarah Gianyar, ini pertama kali upacara Tawur Agung Kasanga di-puput sarwa sadhaka,’’ kata Bupati Gianyar Made Mahayastra di sela-sela prosesi upacara. Diketahui tahun-tahun sebelumnya, Tawur Agung Kasanga di Gianyar digelar di catus pata Balai Budaya dan dipimpin tri sadhaka. Bupati Mahayastra menyampaikan komitmennya untuk merangkul semua golongan dalam membangun Gianyar dari segala sisi pembangunan baik fisik dan mental. Sebagai pemimpin daerah, Mahayastra ingin menyatukan semua golongan yang selama ini penuh semangat gotong royong mendoakan Gianyar menjadi Gianyar yang maju dan bermartabat di semua bidang. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah menggunakan sarwa sadhaka dalam prosesi Tawur Agung ini. Pelaksanaan Tawur Agung terkait pelaksanaan hari raya Nyepi Çaka 1941, diawali dengan penampilan tari Rejang Dewa, dilanjutkan tari Baris Gede dan tari Rejang oleh ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gianyar. (ad186)
TAWUR AGUNG - Suasana Tawur Agung Kasanga di Catus Pata, Taman Kota Gianyar, Rabu (6/3).
Per Hari Belasan Pelanggar Parkir Ditilang di Ubud Gianyar (Bali Post) Parkir liar di kawasan Ubud masih menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas. Kondisi ini kerap mengganggu arus lalu lintas
di kawasan kampung turis itu. Sementara jajaran Polsek Ubud berkomitmen terus menggalakkan penertiban parkir liar. Bahkan per hari belasan pelanggar diberi su-
Penertiban pelanggar parkir di Ubud akan terus digalakkan, tidak ada istilah hangat-hangat tahi ayam. Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana
rat tilang. ‘’Penertiban pelanggar parkir di Ubud akan terus digalakkan. Tidak ada istilah hangat-hangat tahi ayam,’’ tegas Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana, beberapa waktu lalu. Pihaknya sudah menyiapkan personel untuk rutin berkeliling di kawasan Ubud, guna menindak pelanggar parkir. ‘’Satu contoh dari Ambengan sampai Catus Pata Ubud memang betulbetul tidak boleh parkir,’’ ucapnya. Dikatakan, penindakan
yang selama ini dilakukan berupa penggembosan ban kendaraan hingga proses tilang untuk pemilik kendaraan yang berada di lokasi. ‘’Kendaraan yang diparkir tidak ada orangnya, kami kempeskan ban belakang, kalau ada orangnya kami tindak dengan tilang. Jadi ruas Ambengan sampai Catus Pata Ubud memang betulbetul kami bersihkan,’’ ungkapnya. Ke depan pihaknya akan lebih gencar melakukan penertiban dari Catus Pata ke barat menuju Museum
B l a n c o . ‘ ’ K a m i p a s t i ka n tidak akan berhenti melakukan menertibkan parkir di Ubud, demi ketertiban berlalu lintas,’’ terang mantan Kasat Lantas Polresta Denpasar ini. Dikatakan, selama ini jajaranya memang gencar melakukan penertiban, bahkan per hari bisa mengeluarkan hingga 15 surat tilang untuk pelanggar parkir di kawasan wisata Ubud. Diungkapkan, dari jumlah itu kebanyakan yang ditertibkan kendaran roda empat. (kmb35)
JEMBRANA
10
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
Lomba Ogoh-ogoh
Panitia Pastikan Pemenang Lomba Tanpa Titipan dan Tekanan
OGOH-OGOH sebagai ekspresi kreatif masyarakat Bali menyambut hari raya Nyepi Tahun Çaka 1941 kembali diperlombakan antar-sekaa teruna se-Kabupaten Jembrana. Sebanyak 15 ogoh-ogoh hasil seleksi dari lima kecamatan turut serta dalam lomba tahun ini yang digelar di Catus Pata depan Kantor Bupati Jembrana, Rabu (6/3) lalu. Lomba kali ini panitia mewajibkan peserta menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai material utama pembuatan ogoh-ogoh, karena banyak manfaatnya dan melarang keras penggunaan styrofoam maupun bahan plastik dan sejenisnya. Penggunaan bahan ramah lingkungan d a la m p e m b ua t a n o g o hogoh ini juga menjadi acuan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi, pelaku seni serta praktisi dalam menentukan pemenang. Bahkan porsinya paling besar karena memiliki bobot penilaian 80 persen. Komponen ini juga termasuk anatomi, keindahan serta ekspresi ogoh-ogoh yang dibuat. Si-
sanya meliputi pementasan dan fragmentari sebesar 10 persen, serta unsur tabuh 10 persen. ‘’Kami pilih dewan juri yang benar-benar kompeten di bidangnya. Di dalam penilaian tidak ada titipan atau pesanan, apalagi memihak salah satu peserta,’’ ujar I Ketut Arya Tangkas, panitia lomba yang juga Ketua Sabha Yowana Jembrana, terkait teknis penilaian, Rabu (6/3) lalu. Ditambahkannya, selain mendukung program pemerintah sesuai Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Sampah Plastik, penggunaan bahan ramah lingkungan juga banyak manfaatnya. Selain lebih aman dan sehat, lanjutnya, semua anggota sekaa bisa terlibat mulai dari mencari dan membentuk bahan hingga menganyam atau meng-ulat. ‘’Yang tidak ikut meng-ulat, bisa membantu rekan-rekannya menyiapkan tabuh maupun fragmentari. Rasa memiliki serta kebersamaan juga akan tumbuh di sini. Jadi, intinya semua anggota bisa terlibat,’’ papar Arya Tangkas.
Melalui penggunaan bahan ramah lingkungan juga disebutnya, tradisi masyarakat Bali akan terjaga. ‘’Melalui pembuatan ogohogoh masyarakat Bali yang terbiasa ngayah, manyamabraya serta bahu-membahu satu sama lain justru akan memunculkan ide-ide kreatif dari anak muda untuk membangun banjarnya atau desanya,’’ jelas Arya Tangkas. Sosialisasi penggunaan bahan ramah lingkungan juga sudah dilakukan. Di antaranya melalui surat menggandeng desa dinas serta kecamatan. Sementara sosialisasi secara langsung dengan mengumpulkan perwakilan sekaa teruna di Gedung Mendopo Kesari– Negara, Jumat (1/2) lalu. ‘’Memang ke depan trennya adalah penggunaan bahanbahan ramah lingkungan seperti ini. Hal ini juga sudah dilakukan di daerahdaerah lain yang juga mengadakan lomba ogoh-ogoh,’’ ungkapnya. Pelaksanaan lomba ogohogoh yang disaksikan langsung Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang
Hartawan yang juga penggagas lomba ogoh-ogoh di Jembrana sejak tujuh tahun lalu. Selain itu, turut hadir Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih, Dandim 1617/Jembrana Letkol Djefry Marsono Hanok, serta pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jembrana ini juga wujud nyata serta komitmen Pemkab Jembrana secara berkesinambungan memberikan ruang seluasluasnya bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitasnya. Selain itu, guna menumbuhkan kebersamaan serta rasa keindahan. Hal itu dikatakan I Wayan Sutardi, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jembrana. Disampaikannya, ogoh-ogoh yang dibuat diwajibkan mencirikan Bhutakala dengan tema-tema kreatif sebagai perlambang sifat negatif. ‘’Lomba tahun ini kami bekerja sama dengan Sabha Yowana, Majelis Madya serta camat se-Jembrana. Sebelumnya sosialisasi lomba serta tim pemantau juga sudah turun kemasing-masing keca-
JUARA – Ogoh-ogoh bertema ‘’Geseng Gesing’’ dari STT Dharma Dwipa, Banjar Ketapang Desa Pakraman Lelateng, juara I dalam lomba ogoh-ogoh Jembrana. matan memberi penilaian. Hasil pemantauan itulah yang kita perlombakan hari ini, diikuti 15 perwakilan ogoh-ogoh,’’ papar Sutardi. Penampil ogoh-ogoh terbaik disiapkan hadiah sebesar Rp 6 juta. Juara kedua Rp 5 juta, juara ketiga Rp 4 juta. Sementara untuk juara
harapan I dan II masing-masing Rp 2 juta. Sebelumnya masing-masing ogoh-ogoh yang tampil juga diganjar jasa pementasan, masingmasing sebesar Rp 5 juta. Hasil penilaian dewan juri juara I diraih STT Dharma Dwipa, Banjar Adat Ketapang, Desa Pakraman Le-
lateng, Negara bertema ‘’Geseng Gesing’’. Juara II diraih STT Hita Graha Banjar Adat Munduk dengan tema ogoh-ogoh ‘’Purane Encak’’, dan juara III STT Eka Cipta Banjar Menega Kelurahan Dauhwaru, Jembrana dengan tema Ogoh-Ogoh ‘’Sang Kala Cantaka Murka’’. (ad189)
Sejumlah Perusahaan Belum Patuhi UMK Negara (Bali Post) – Penerapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jembrana tahun 2019 belum maksimal dilaksanakan hampir sebagian besar perusahaan. Paling banyak ditemui ada di kawasan Kota Negara (Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana). Hal tersebut terpantau dalam monitoring UMK yang dilakukan di sejumlah perusahaan di Jembrana. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jembrana Sukirman, Jumat (8/3) kemarin mengatakan, monitoring dari Kecamatan Melaya dan berlanjut ke Kecamatan Negara dan Jembrana belum lama ini, banyak perusahaan yang belum menerapkan UMK. Pihaknya juga mengaku heran, justru di wilayah kota banyak usaha yang tidak menaati penerapan UMK. Namun dari awal pihaknya sudah memprediksi di wilayah Kota Negara yang padat dengan tenaga kerja dan perusahaan ini banyak yang tidak menerapkan. Sebab, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya juga seperti demikian. Rata-rata pekerja menerima upah di bawah UMK, yakni antara Rp 1 juta hingga 1,8 juta. Beberapa perusahaan yang dimonitoring meskipun sampel, namun mencakup semua. Termasuk untuk hotel dan rumah sakit umum (RSU) swasta. ‘’Ada juga salah satu RSU yang belum menerapkan, kami mengharapkan agar mengikuti UMK,’’ tandas Sukirman. Monitoring yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja Jembrana dan Apindo selaku perwakilan pengusaha ini sejatinya sudah beberapa kali mengimbau agar perusahaan mengikuti UMK. Dalam posisi ini, menurutnya, pekerja yang tidak mendapatkan hak upah semestinya. Pihaknya juga pesimis UMK Jembrana itu bisa dilaksanakan hingga akhir tahun. Seperti diketahui, tahun ini UMK Jembrana mencapai Rp 2.356.559. Beberapa perusahaan sudah ada yang menerapkan bahkan ada yang lebih. Tetapi banyak juga yang belum menerapkan. (kmb26)
Bali Post/olo
PEMERIKSAAN – Pemeriksaan kendaraan di pintu masuk Gilimanuk (Pos II) saat pelabuhan mulai dibuka pasca-Nyepi pada pukul 06.00 Wita kemarin.
Antisipasi Arus Balik Nyepi
Polres ’’Back-up’’ Pengamanan Gilimanuk
Negara (Bali Post) – Antisipasi arus balik warga luar Bali yang masuk Bali pasca-Nyepi, Polres Jembrana menitikberatkan pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk. Di pintu masuk Bali bagian barat ini, Polres Jembrana mem-back-up pengamanan dengan menambah personel. Sementara dari data ASDP Cabang Ketapang, sehari sebelum Nyepi kendaraan yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 10 ribu lebih, baik roda dua maupun roda empat. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko seizin Kapolres Jembrana, Jumat (8/3) kemarin mengatakan, selama Nyepi petugas dari Polres Jembrana melakukan pengamanan di Gilimanuk. Termasuk saat hari pertama pelabuhan
dibuka kemarin, Polres bersama Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dibantu juga dari Pecalang Gilimanuk melakukan pengamanan. ‘’Ada penambahan personel selama Nyepi, total 90 personel mem-back up dari Polres dibagi tiga shift. Di luar pengamanan
normalnya,’’ terang mantan Kapolsek Gilimanuk ini. Pada penyeberangan kemarin sejak dibuka pukul 06.00 Wita, kapal pertama yang bersandar adalah kapal Sumber Berkat II dengan muatan lima kendaraan dengan jumlah penumpang 11
orang. Kendaraan itu di antaranya satu mobil, satu truk besar, dua truk sedang dan satu sepeda motor. Setelah itu, kendaraan terus mengalir seiring dengan kapal-kapal penumpang yang mulai bersandar memenuhi dermaga. Diperkirakan jumlah kendaraan yang masuk akan terus terjadi sampai akhir pekan ini. Sementara itu, dari data di ASDP Gilimanuk, selama empat hari menjelang Nyepi dari Minggu (3/3) hingga Rabu (6/3) malam, kendaraan yang
menyeberang ke Pulau Jawa 24.074 unit roda dua dan 18.228 unit roda empat. Puncak kepadatan pelabuhan terjadi pada Rabu (8/3) lalu, dalam sehari total ada 7.494 unit roda dua dan 4.383 unit roda empat. Kepadatan terjadi lantaran ribuan kendaraan datang hampir bersamaan mengejar sebelum Nyepi. Bahkan antrean sepeda motor mengular hingga keluar loket, memadati sepanjang jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk. (kmb26)
Saat Malam ’’Pangerupukan’’
Warung Nasi Warga Pendem Terbakar
Negara (Bali Post) Ketika warga tengah sibuk menyambut hari raya Nyepi/ malam pangerupukan, Rabu (6/3) malam, musibah menimpa Suleha (42), seorang pedagang nasi. Warung warga yang tinggal di Lingkungan Satria Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana ini hangus dilalap si jago merah karena tabung gas yang bocor. Guna memadamkan kobaran api yang cukup besar, tiga unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Jembrana diterjunkan ke lokasi. Kasi Pemadam Kebakaran Pemkab Jembrana Kade Bagus Darmawan mengatakan, api berhasil dipadamkan 30 menit setelah api membesar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban hanya mengalami kerugian materi. Suleha mengatakan saat kejadian dia akan memasak, namun tiba-tiba api membesar karena tabung gasnya bocor. (kmb)
NGEMBAK GENI – Suasana di Pantai Yeh Kuning, Jembrana dipadati masyarakat usai pelaksanaan catur brata panyepian.
Bali Post/olo
’’Ngembak Geni’’, Warga Padati Pantai Negara (Bali Post) – Setelah pelaksanaan Nyepi di Kabupaten Jembrana, Kamis (7/3) lalu berjalan aman yang ditandai dengan seluruh bagian kota yang biasanya ramai seperti pasar, pusat perdagangan dan jalan protokol terlihat benar-benar sepi, kondisi berbeda terlihat pada Jumat (8/3) pagi saat Ngembak Geni. Jalan-jalan yang sebelumnya sepi langsung dipenuhi kendaraan roda dua
dan roda empat. Iring-iringan kendaraan tersebut melaju ke arah pantai terdekat. Beberapa titik lokasi pantai seperti di Delodberawah, Yeh Kuning, Baluk, Melaya tumpah ruah dipenuhi masyarakat setelah Nyepi. Seperti yang terlihat di Pantai Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana. Ribuan warga datang dari berbagai desa memadati pantai yang juga digunakan untuk Melasti ini.
Banyaknya kendaraan dan orang yang masuk, sejumlah pecalang mengaku kewalahan mengatur kendaraan. Selain pecalang, aparat kepolisian juga melakukan pengamanan. ‘’Sudah sejak dini hari tadi kita sudah di sini mengatur kendaraan, banyak sekali yang datang dan rata-rata bergerombol,’’ kata salah seorang pecalang Nyoman Arya. Padahal sejatinya kemarin cuaca kurang
bersahabat. Sejak Nyepi lalu, hujan terus terjadi. Menurutnya, sudah menjadi tradisi, pada saat Ngembak Geni areal pantai termasuk di Yeh Kuning ini dipadati warga. Bahkan beberapa warga sengaja datang menunggu hujan reda dan baru pulang pada tengah hari. ‘’Biasanya jam 10 saja sudah pulang, ini masih banyak yang di sini. Mungkin juga karena cuaca agak mendung,
tidak panas,’’ terangnya. Ketua PHDI Jembrana Komang Arsana mengatakan, Ngembak Geni merupakan hari penyucian diri setelah melakukan Catur Brata Panyepian, sehingga tak jarang warga terbiasa melakukan pembersihan diri ini di pantai. ‘’Intinya kita memohon pembersihan diri melebur sifatsifat kotor dengan harapan mendapatkan kerahayuan,’’ ujar Arsana. (kmb26)
TERBAKAR - Warung nasi milik seorang warga di Lingkungan Satria Kelurahan Pendem, Jembrana terbakar, Rabu (6/3) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Karangasem
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
11
Puncak Tawur Agung di Bencingah Besakih
Di-’’puput’’ 15 Sulinggih, Sucikan Alam Semesta Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan prosesi Tawur Agung yang dirangkaikan Karya Panca Wali Krama itu dilaksanakan di Bencingah Besakih pada Tilem Kesanga, Rabu (6/3) lalu. Pada upacara yang diikuti ribuan umat Hindu itu di-puput 15 sulinggih Shiva, Budha, dan Bujangga. Ketua Karya Paca Wali Krama Jro Mangku Widiartha mengatakan, upacara Tawur Agung Panca Wali Krama ini menggunakan lima sanggar tawang. Sanggar tawang itu ditempatkan sesuai arah mata angin. Karena itu, ada yang dibangun di utara, timur, selatan, barat termasuk di bagian tengah. Jika hanya Ida Batara Turun Kabeh, maka cukup menggunakan satu sanggar tawang saja. Sanggar tawang itu diposisikan di bagian tengah. Prosesi Tawur Agung itu di-puput 15 sulinggih siwa, budha, dan bujangga. Sedangkan di Pura Penataran Agung di-puput dua sulinggih. “Dibangunnya lima sanggar tawang itu bertujuan me-
nyucikan seluruh alam semesta beserta isinya. Selain itu juga sebagai ucapan puji syukur kepada Ida Hyang Widhi Wasa atas wara nugraha yang dilimpahkan selama ini,” ujarnya. Selesai pelaksanaan Tawur Agung ini, kata Widiartha, pamedek yang tangkil itu nantinya kapaice (menerima –red) nasi tawur. Anugraha nasi tawur ini merupakan kumpulan seluruh banten yang dicampur dijadikan satu. ”Nasi tawur itu sebagai symbol kesuburan. Jadi, harapan upacara Panca Wali Krama itu agar kita semua diberikan kemakmuran,” katanya. Seperti diketahui, sarana upacara yang dipergunakan saat
ritual puncak Tawur Agung itu adalah lima banten catur. Banten itu dipersembahkan di areal Karya Tawur Agung. Banten catur itu kalinggihang (distanakan -red) di sanggar tawang. Catur itu sejatinya merepleksikan semua mata angin pada posisi mendatar plus tengah. Pada sisi barat dipersembahkan kurban kebo (kerbau) Yos Brana linggih Ida Batara Mahadewa. Sedangkan utara, kurban kebo cemeng, linggih Ida Bhatara Wisnu, timur kurban Kebo Anggrek Wulan linggih Ida Batara Iswara, selatan kurban Kebo Bang linggih Ida Bhatara Brahma, dan tengah kurban Kebo Yos Brana linggih Ida Batara Siwa. (kmb41)
Hindari Coblos Lebih Satu Kandidat
Kecamatan Kubu Diatensi Ketat Bawaslu
Amlapura (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem pemperketat pengawasan terutama di Kecamatan Kubu saat Pemilu 17 April mendatang. Kubu diatensi ketat Bawaslu, mengingat pada Pilgub 2013 lalu ada pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari sekali. Juga pemilih yang mewakili orang lain, sehingga
Bali Post/kmb41
I Putu Suardika
memungkinkan mencoblos doble, kepada lebih dari satu kandidat. Karena itu perlu pengawasan relatif ketat, sehingga diharapkan tidak terulang kembali saat Pemilu nanti. Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Karangasem I Putu Suardika, mengatakan, secara umum Bawaslu melakukan pengawasan terhadap semua kecamatan. Hanya, dari delapan kecamatan yang ada, pihaknya mengatensi kecamatan Kubu dalam Pemilu nanti. Pengawan lebih ketat itu, dilakukan melihat pengalaman enam tahun lalu saat Pilgub Bali. Saat itu sempat ada pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari sekali atau mencobloskan pemilih lainnya. “Kita tak ingin kejadian serupa kembali terjadi pada Pemilu tahun ini. Sehingga kita perlu lakukan antisipasi kemungkinan terjadinya pelangggaran. Termasuk mencegah adanya perwakilan mencoblos. Sementara di
kecamatan lain, pengawasannya tetap difokuskan. Tetapi yang paling fokus di kecamatan Kubu,” ujarnya. Selain lebih ketat dilakukan pengawasan di TPS kata Suardika, Bawaslu juga gencar sosialisasi ke masyarakat untuk memberikan pemahaman bahwa mencobloskan orang lain terancam penjara. Pasalnya, sesuai Pasal 533 Undang-undang 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, disebutkan setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara mengaku dirinya sebagai orang lain dan atau memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau lebih, maka akan dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan (18 bulan) dan denda paling banyak Rp 18 juta. “Jadi Undang-Undang itu kita akan sosialisasikan lebih gencar lagi. Sehingga mereka paham, sebab memang tidak diperbolehkan mewakili orang lain dalam pencoblosan,” jelasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TAWUR AGUNG - Pelaksanaan ritual Tawur Agung serangkaian Karya Panca Wali Krama di Bencingah, Besakih.
Pasca-Nyepi di Pelabuhan Padangbai
Penumpang Padati Loket Tiket Amlapura (Bali Post) Pasca-Nyepi, Pelabuhan Padangbai Manggis, Karangasem kembali dibuka untuk melayani warga dan kendaraan yang hendak menyeberang ke Lombok, Jumat (8/3) kemarin. Setelah dibuka, tampak pelabuhan dipadati penumpang dengan menyerbu lokasi pembelian tiket. Berdasarkan pantauan kemarin, sejak pagi sekitar pukul 07.30 Wita, Pelabuhan
Padangbai sudah dipadati penumpang. Bahkan, loket penjulan tiket tampak penuh, penumpang sampai berjejal. Demikian juga, kendaraan roda dua terlihat ngantre di loket karcis masuk. Supervisi ASDP Pelabuhan Padangbai, Susmadi, mengatakan, pihaknya memprediksi lonjakan penumpang mulai terjadi sejak Jumat siang. Dibandingkan saat Nyepi tahun lalu, penumpang maupun
kendaraan pasca-Nyepi tahun ini, mengalami peningkatan hingga seratus persen. “Peningkatan masih didominasi sepeda motor. Sementara untuk mobil pribadi maupun truk masih sepi. Sesuai pengalaman tahun lalu, lonjakan penumpang terjadi saat siang hari,” ujarnya. Susmadi, menambahkan kendati belum ada lonjakan penumpang yang cukup signifikan, akan tetapi pihaknya
tetap menyiapkan enam sampai delapan armada kapal laut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi ketika nantinya benar-benar ada lonjakan penumpang. “Lonjakan penumpang bisa terjadi sewaktu-waktu. Memang sulit dipredikasi. Jadi, bila ada lonjakan penumpang sudah ada kapal yang ready mengangkut penumpang,” jelas Susmadi. (kmb41)
Diterjang Angin
Di Nongan Gedung TK Ambruk, Pohon Tumbang di Arca Amlapura (Bali Post) Angin yang cukup kencang melanda wilayah Karangasem. Hal itu membuat sebuah bangunan TK Kumara Guaji, di Desa Nongan, Rendang, Karangasem ambruk. Selain bangunan TK roboh, angin kencang itu juga menumbangkan pohon di Arca. Tepatnya di Banjar Tegenan, Desa Menanga. Akibatnya, sempat selama satu jam lebih, arus lalu lintas macet. Bendesa Adat Nongan, Ngurah Wiryanata, mengatakan, bangunan gedung TK Kumara Guaji itu ambruk saat Nyepi masih berlangsung. Memang kemarin (Kamis, 7/3 - red) sampai tadi pagi, di Nongan kata Wiryanata, embusan anginnya cukup kuat. “Infonya bangunan roboh tadi malam (Kamis, red) saat masih berlangsung Nyepi,” ujarnya. Klian Banjar Adat Tengah, Desa Pakraman Nongan, I Nyoman Artayasa, mengatakan, gedung yang roboh itu merupakan gedung sekolah TK Kumara Guaji. Gedung sekolah TK itu roboh sekitar pukul 17.00 Wita kemarin (Kamis, red) saat berlangsungnya hari raya Nyepi. “Sebelum bangunan roboh, memang di wilayah Nongan dilanda hujan lebat. Kemudian, embusan angin yang memang sangat kuat. Warga yang kebetulan rumahnya di sebelah sekolah itu, takut dan juga kaget dengan suara gemuruh itu. Setelah dicek, ternyata atap bangunan TK Kumara Guaji itu ambruk. Untung saat gedung ambruk bertepatan dengan Nyepi. Sehingga tidak ada korban jiwa. Kalau hari-hari biasa apalagi pas anak-anak masuk sekolah, maka ceritanya akan lain,” katanya. Artayasa menambahkan, dengan ambruknya
gedung tersebut, pihaknya berencana meminjam gudung Polindes yang ada di sebelah sekolah TK. Hal itu memang mendesak, agar proses belajar mengajar bisa dijalankan untuk sementara. Pasalnya, bangunannya sama sekali tidak bisa digunakan. Semua gedungnya hancur. Termasuk meja dan bangku serta perlengkapan lainnya, ikut rusak akibat tertimpa reruntuhan atap gedung. “Sekarang puing-puing reruntuhan masih berserakan karena belum dibersihkan. Apalagi di sana masih banyak kabel listrik berseliweran. Kita juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan bendesa adat dan dinas terkait sebagai solusi langkah selanjutnya seperti apa. Termasuk membicarakan peminjaman gedung Polindes untuk proses belajar mengajar anak-anak sementara. Sekarang, anakanak masih libur. Senin, anak-anak baru masuk sekolah,” jelas Artayasa yang juga sebagai pengurus di TK tersebut. Pohon Tumbang Selain mengakibatkan gedung TK roboh di Desa
Nongan, angin yang berembus kencang itu juga mengakibatkan terjadinya pohon tumbang di Banjar Tegenan, Desa Menanga. Pohon tumbang itu membuat akses lalu lintas terganggu. Kemacetan kurang lebih selama satu jam. Salah seorang warga yang kebetulan melintas, Agus Ambarawan, mengatakan, tumbangnya pohon itu mengakibatkan kendaraan yang menuju arah Besakih maupun menuju Menanga tidak dapat melintas. Pasalnya, pohon tumbang itu melintang di badan jalan. ”Banyak kendaraan kemudian memutar balik untuk mencari jalan alternatif. Saya mau ke Denpasar, terpaksa harus mencari jalan alternatif melalui Batusesa,” katanya. Pohon tumbang juga terjadi di Dusun Pengalon, Desa Antiga Kelod, Manggis. Sebuah pohon albesia tumbang menimpa jalur Amlapura- Denpasar. Termasuk menimpa kabel milik PLN dan Telkom. Saat ini, pohon sudah bisa ditangani serta akses lalu lintas sudah normal kembali. (kmb41)
Bali Post/kmb41
AMBRUK - Sekolah TK di Nongan, Rendang, Karangasem ambruk akibat diterjang angin kencang.
Bali Post/kmb41
KENDARAAN ANTRE - Kendaraan saat antre di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem, Jumat (8/3) kemarin.
Tahun 2018, Buta Aksara 8.180 Orang
KPU Khawatir Warga Salah Coblos Jumlah warga Karangasem yang menderita buta aksara cukup tinggi. Tercatat tahun 2018 mencapai 8.180 orang. Sudah pasti, realitas itu diyakini dapat memicu salah coblos caleg, ketika proses pencoblosan itu berlangsung. Terlebih pada surat suara itu, kecuali surat suara Presiden dan DPD, tidak tercantum foto caleg. Pada kartu surat itu hanya terpampang nama caleg. Lalu, berapakah sejatinya jumlah warga yang buta aksara di Karangasem? KETUA KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengungkapkan, angka buta aksara di Karangasem dinilai cukup tinggi. Atas realitas itu, pihaknya menilai hal itu justru dapat membuat warga salah melakukan pencoblosan, terutama warga yang menderita buta aksara. “Bagi warga yang menderita buta aksara, mereka pasti kesulitan mencoblos caleg pilihannya. Terlebih lagi model surat suara itu tidak semuanya berisi foto, kecuali surat suara pemilihan presiden dan DPD saja. Jelas, hal itu berpeluang sangat besar terjadi salah coblos. Lain kalau ada fotonya, warga bisa melihat langsung gambar fotonya,” ungkapnya. Di Kabupaten Karangasem sendiri, kata Krisna, ada seki-
tar 347 caleg yang bersaing pada pemilu nanti. Kendati demikian, Krisna yakin warga yang menderita buta aksara itu, tetap berpartisipasi pada pemilu nanti. Dengan mereka berpartisipasi, jadi angka golput bisa ditekan. “Kita tetap optimis. Mesti warga buta aksara, mereka pasti tetap menyuarakan hak pilihnya. Khusus pemilihan presiden dan DPD, mereka pasti bisa menentukan pilihannya. Karena model surat suara pilpes dan DPD ada fofonya. Terpenting warga tidak buta gambar partainya,” katanya. Sebelumnya, Kasi Kurikulum Pembinaan PAUD PNF Disdikpora Karangasem Nengah Surita mengungkapkan, berdasarkan pendataan yang dilakukan petugas di lapan-
gan, angka warga Karangasem yang mengalami buta aksara tergolong cukup tinggi pada tahun 2018. Padahal setiap tahunnya, jumlah warga buta aksara sudah terus mengalami penurunan relatif signifikan. Jumlah warga yang mengalami buta akasara tersebar di delapan kecamatan. Pada tahun 2015 sebanyak 14.498 orang. Setahun kemudian, 2016, turun menjadi 12.998, selanjutnya tahun 2017 (11.180) dan 2018 turun menjadi (8.180)
orang. “Umur terkecil warga mengalami buta aksara 15 tahun. Sedangkan paling tua umur 59 tahun. Kebanyakan warga buta aksara itu umurnya sudah tua. Untuk anak-anak, jumlahnya sedikit. Sekarang ini hampir sebagian besar anak-anak sudah bersekokah. Kalau orang tua zaman dulu kan tidak bersekokah. Itulah yang membuat angka buta aksara masih tinggi,” ucapnya. (nan)
I Gede Krisna Adi Widana
Bali Post/kmb41
KLUNGKUNG
12
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
Hujan Saat Nyepi, Pohon Bertumbangan Tutup Akses Jalan dan Timpa Kabel PLN
Semarapura (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada hari Nyepi, Kamis (7/3), membuat banyak pohon bertumbangan di wilayah Klungkung. Kondisi terparah terjadi di Banjar Tabu, Desa Selat, Klungkung. Sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa kabel listrik milik PLN. Selain itu, pohon setinggi 12 meter lebih ini juga menutup akses jalan di banjar setempat. Petugas BPBD Klungkung yang menerima laporan baru Jumat (8/3) kemarin turun melakukan penanganan. Dengan dibantu warga, sembilan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung melakukan proses evakuasi pohon kelapa yang tumbang tersebut menggunakan gergaji mesin. “Sudah tadi pagi tim kami bergerak mengevakuasi pohon yang tumbang. Termasuk kabel PLN sudah dapat ditangani,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada, kemarin. Menurut Putu Widiada, kejadian pohon tumbang juga terjadi perbatasan Desa Negari persis di Dusun Sarimerta, Banjarangkan. Saat itu, tim BPBD
menerima laporan ada sebuah pohon jenis timbul tumbang. Memang tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pohon yang tumbang tersebut menghalangi akses jalan di desa setempat. “Sama seperti di Desa Selat, semua sudah kami tangani dengan cepat agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” katanya. Dengan kejadian tersebut, pejabat asal Tabanan ini tetap mengimbau seluruh masyarakat Klungkung agar tetap waspada sepanjang musim penghujan ini. Karena mayoritas kontur tanah di Kabupaten Klungkung labil, sehingga rawan terjadi tanah longsor dan pohon tumbang. (kmb)
TPA Sente Masih Keluarkan Asap Semarapura (Bali Post) Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sente Desa Pikat Kecamatan Dawan hingga kini masih terus mengeluarkan asap. Padahal, kebakaran terjadi sejak Kamis (28/2) lalu dan upaya penyiraman sudah terus dilakukan. Kondisi ini dipicu masih adanya gas metana yang belum sepenuhnya keluar dari tumpukan sampah. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung A.A. Kirana, pihaknya terus melakukan penyiraman menggunakan air. Sekitar 6-7 tangki air disemprotkan ke tumpukan sampah itu setiap harinya agar tidak kembali mengalami kebakaran. Adapun air yang digunakan menyiram dari mobil tangki yang seharusnya untuk me-
nyiram tanaman di tamantaman kota Semarapura. Langkah mengeluarkan gas metana sudah juga diupayakan dengan cara membolak-balikkan tumpukan sampah menggunakan alat berat. Namun, karena sampah yang menumpuk hingga 12 meter ini belum juga sepenuhnya habis. Cuaca dengan curah hujan yang masih tinggi juga menjadi penyebab sampah terus mengeluarkan asap. Air hujan membuat sampah menjadi basah sehingga mempercepat akumulasi keluarnya gas metana. Sementara rencana pemasangan pipa untuk mengeluarkan gas metana, belum dapat dilakukan karena alasan anggaran. Menurut A.A. Kirana, diperlukan anggaran sekitar Rp 10 juta untuk penyediaan pipa. (kmb)
Bali Post/kmb
SEMPROTKAN AIR - Petugas menyemprotkan air ke tumpukan sampah di TPA Sente. Hingga kini tumpukan sampah setinggi hampir 12 meter tersebut masih mengeluarkan asap. Hal ini akibat dari masih adanya gas metana yang belum sepenuhnya keluar.
Bantah Tuduhan Selewengkan Dana
Wayan Baru Kumpulkan Warga Penerima Hibah Semarapura (Bali Post) Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru betul-betul tidak terima dilaporkan ke Polda Bali terkait dugaan penyalahgunaan hibah oleh salah seorang warga. Selain mengancam akan melapor balik atas pencemaran nama baik, politisi dari Partai Gerindra ini langsung merapatkan barisan dengan mengumpulkan para penerima hibah di kediamannya di Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (8/3) kemarin. Informasi yang diperoleh di lapangan, Wayan Baru mengumpulkan warga penerima hibah di rumahnya sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, ada puluhan masyarakat penerima hibah yang difasilitasi oleh dirinya yang datang dan berkumpul. Setelah semua berkumpul, Ketua DPC Partai Gerindra Klungkung ini langsung curhat di hadapan puluhan warga Nusa Penida tersebut. Ia mencurahkan keluh-kesahnya, karena merasa difitnah, dituduh menyelewengkan hibah bansos. ‘’Tadi (Jumat - red) saya memang melakukan sosialisasi dengan masyarakat terkait dengan hibah. Yang intinya, masyarakat kalau ada bantuan apa pun dari pemerintah harus digunakan dengan baik. Jangan sampai disalahgunakan. Kalau ada yang menyunat bantuan itu, siapa pun dia termasuk saya segera dilaporkan,’’ ujar Wayan Baru, kemarin. Menurut Wayan Baru, pelaporan dirinya ke polisi itu sangat mengada-ada. Karena
beberapa objek hibah yang dilaporkan ke Polda Bali itu tidak difasilitasi olehnya. Wayan Baru mengaku hanya fasilitasi hibah di Pura Timbul (Dadia Arya Kenceng) di Dusun Cemulik, Desa Sakti, Nusa Penida. Sementara empat objek hibah lainnya, menurutnya, difasilitasi oleh orang lain. Ia pun mengatakan laporan itu sudah di luar akal sehat. ‘’Terlalu mengada-ada laporannya. Dari lima objek penerima bansos yang dilaporkan itu, hanya satu yang saya fasilitasi. Sisanya saya tidak tahu sama sekali. Semeton penerima hibah bansos di Cemulik itu juga datang hari ini, dan tidak ada masalah. Semuanya masih dalam proses pembangunan,’’ katanya. Dengan dilaporkannya dirinya ke Polda Bali, Wayan Baru menilai hal itu sudah pasti ada kepentingan politis di baliknya. Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, ia meminta masukan dan dukungan dari masyarakat untuk melaporkan balik oknum yang menuduhnya melakukan penyelewengan dana hibah tersebut. Bahkan, ia juga meminta masyarakat untuk membuktikan ucapannya itu. ‘’Saya siap dilaporkan, jika ada warga penerima hibah yang memiliki bukti kuat jika diri saya menyelewengkan dana hibah. Tapi laporan itu harus dengan bukti yang jelas. Jika tidak disertai bukti, saya akan laporkan pencemaran nama baik seperti pada kasus ini. Dan ini sangat-sangat kental dengan intrik politik jahat,’’ jelasnya (kmb)
TUMBANG - Petugas BPBD Klungkung memotong pohon kelapa yang tumbang di Banjar Tabu, Desa Selat, Jumat (8/3) kemarin.
Bali Post/kmb
Digelar di Merajan Agung Puri Satria Kawan
”Lukat Gni” Harmoniskan Bhuana Alit dan Bhuana Agung Beragam cara dilakukan masyarakat Bali dalam menyambut hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1941. Selain mengarak ogoh-ogoh, ada juga yang menggelar tradisi di desanya masing-masing. Seperti terlihat di Desa Paksebali, Dawan, Klungkung. Menjelang pergantian tahun Çaka, warga Puri Satria Kawan melaksanakan tradisi Lukat Gni atau Perang Api, Rabu (6/3) malam. TRADISI ini digelar secara turun-menurun pada malam pangerupukan. Hanya, kali ini tradisi tersebut tidak dipusatkan di Catus Pata Desa Paksebali, melainkan digelar di Merajan Agung. Sejumlah pemuda Puri Satria Kawan, Desa Paksebali terlihat bersiap melaksanakan tradisi Lukat Gni sekitar pukul 20.00 Wita. Setelah Ida Sesuhunan di Pura Merajan Agung Puri Satria Kawan masolah (menari), beberapa pemuda Satria Kawan mulai naik ke utama mandala pura merajan. Agung Aris (24) salah satunya. Bersama rekanrekannya, dia membuka pakaian dan bertelanjang dada. Sementara bagi pemudi, mereka mulai menyalakan obor. Sebelum ritual dimulai, pemuda-pemudi ini melakukan persembahyangan di utama mandala pura, dan dada mereka dioleskan pamor (kapur putih). Jumlah pemuda yang mengikuti tradisi Lukat Gni ini berjumlah 36 orang, atau 18 pasang. Sementara pemudi yang membawa obor 33 orang. Suara tabuh baleganjur mulai riuh. Semua pemudi yang membawa obor turun terlebih dahulu menuju madya mandala merajan. Mereka lalu membentuk setengah lingkaran, sembari membawa obor yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu diikuti oleh sorak-sorai pemuda bertelanjang dada, yang akan mengikuti ritual Lukat Gni. Lukat Gni merupakan sebuah prosesi peperangan dengan sarana api. Bahan yang digunakan berupa daun kelapa kering. Setelah diikat daun kelapa kering tersebut dibakar dan kemudian dipukulpukulkan oleh masing-masing peserta kepada lawannya. Suasana heroik mulai sangat terasa ketika para pemuda yang ikut ritual tersebut dibagi dalam dua kelompok. Mereka mengancungkan daun kelapa kering, yang sudah terikat dengan rapi. Diiringi tabuh baleganjur, mereka penuh semangat berteriak untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya. Bak berperang di medan perang, satu per satu saling berhadapan. Senjata mereka merupakan daun kelapa kering, yang sudah dibakar api menggunakan
obor yang dibawa oleh pemudi. Setelah keduanya siap, kedua pemuda yang saling berhadapan ini kemudian saling memukulkan punggung lawannya, menggunakan daun kelapa kering yang terbakar. Yang aneh, meski terkena percikan api yang dipukulkan tidak satu pun dari peserta yang mengalami luka serius. Mereka justru terlihat tampil bersemangat dan tidak dipenuhi rasa dendam. Apalagi proses perang api ini juga diiringi gamelan baleganjur. Teriak-teriakan pemuda semakin membuat suasana riuh. Bara api berterbangan, ketika lukat gni berlangsung. Pukulan ke punggung masing-masing pemuda, tidak akan berhenti sebelum api pada senjata daun kepala kering itu padam. Tidak ada dendam di antara mereka. Setelah saling pukul menggunakan bara api, mereka bersorak sorai dan saling berpelukan. Nuansa perselisihan, berubah menjadi kekeluargaan ketika mereka saling tertawa dan bercanda gurau seusai melaksanakan ritual Lukat Gni. “Tidak ada rasa panas saat dipukul dengan bara api, dan semuanya semangat. Tradisi ini, juga membuat rasa solidaritas dan kekeluargaan kami semakin erat,” ujar salah seorang pemuda Puri Satria Kawan, bernama Agung Aris Momen ini tidak terlawatkan bagi masyarakat, maupun puluhan fotografer profesional dari dalam dan luar negeri yang sengaja datang ke Klungkung untuk mengabadikan momen ini. Sementara itu, Klian Pesamuan Puri Satria Kawan A.A. Gde Agung Rimawan mengatakan kalau tradisi Lukat Gni merupakan tradisi warisan leluhur yang ada di Puri Satria Kawan. Namun pelaksanaan Lukat Gni tahun ini sedikit berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Lukat Gni digelar di catus pata, tahun ini justru digelar di Merajan Agung. Hal ini dikarenakan Tawur Agung tahun 2019 ini, bersamaan dengan Kajeng Kliwon dan Tilem sehingga krama Puri Satria Kawan juga melakukan ritual Napak Pertiwi dan Ida Sesuhunan katuran tedun di Madya Mandala
Merajan. Ia pun menjelaskan, Lukat Gni atau perang api sebagai bentuk pembersihan bhuana alit dan bhuana agung dengan menggunakan sarana api (Brahma). Sarana yang digunakan terdiri dari daun kelapa kering yang diikat sebanyak 36 lembar atau dijumlah sembilan. Jumlah ini berarti sembilan penjuru arah mata angin atau Dewata Nawa Sanga sebagai pelindung atau benteng keselamatan. Selain itu, obor sebanyak 33 buah juga meleng-
kapi pelaksanaan tradisi ini. Jumlah 33 ini sebagai kekuatan yang terbagi sesuai arah mata angin dan warna. Dari arah timur sebanyak lima buah, selatan sembilan buah, barat tujuh buah dan utara empat buah serta posisi tengah sebagai poros utama sebanyak delapan buah. “Panglukatan itu ada berbagai jenis sarana. Ini kita pakai api (Brahma) sebagai panglukatan. Maknanya sangat luar biasa, suatu cara pembersihan atau panglukatan diri menggunakan sarana api (Dewa Brahma),”
ujar A.A. Rimawan. Selain sebagai pembersihan diri, tradisi Lukat Gni dilaksanakan untuk menjaga keseimbangan alam dan manusia beserta isinya, sehingga umat dalam melaksanakan catur brata panyepian keesokan harinya dapat berjalan dengan baik dan hikmat. “Melalui Lukat Gni ini kami berharap mampu menetralisir pengaruhpengaruh negatif dan tercipta keharmonisan pada diri dan keseimbangan alam semesta,” katanya. (kmb)
LUKAT GNI - Warga Puri Satria Kawan, Desa Paksebali, Dawan, Klungkung melaksanakan tradisi “Lukat Gni” menyambut hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1941, Rabu (6/3) malam.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.01
Waiter Barista FB Staf . Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.02 AKUNTANSI
Sarjana berbagai jurusan, Diploma untuk Manager Operasional, SDM, Akuntansi, Teknik dan Keuangan Surabaya TV. Lamaran hrdsurabayatv@gmail.com, HP/WA 08113962168
G.05
Sarjanadiploma berbagai jurusan untuk Manajer Operational, Keuangan Akuntansi, produksi Semarang TV. Lamaran ke HP/WA 08113962168. email:sekretariat@semarangtv.tv
G.13
COOK
KASIR
Cook Indonesia, India, Western baru tamat SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448
KasirSMEA/SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448
G.03
SMK Pariwisata Jurusan Boga untuk Staf C ook. Lamaran ke Warung 63 Jl. Veteran 86 Denpasar G.04
TEKNIK
Teknik Kamera STM , Diploma Elektronik,dll untuk produser FTV dan program. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar.email: sdm@balitv.tv G.12
SEKRETARIS
Sekretaris Purel Marcom, Protokol masih kuliah, sarjana berbagai jurusan, Sastra Inggris untuk sekretaris ajudan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv
IT
G.11
Diploma IT untuk Medsos Portal e marketing. Lamaran ke Jl. Veteran 86 Denpasar Arowana Food Street
G.09
G.07
SERVICE
SERVICE
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
DRIVER
G.06 JURNALIS
Jurnalis, Produser acara event. Lamaran ke Bali TV Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv G.10
Bellavista Coffee & Bar Need Barista,Waitress/Waiter, Cook, Bartender,DW,Cashier. Speak Good English.Send CV Direct to Jl.Padma Utara No.2 Legian B.BP.154.03.19.0000183
Dcr Housekeeping Sgr,Team Work Krm CV : rismasata@gmail.com B.BP.001.03.19.0000031
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur G.08
DIJUAL RUMAH
Dcr Pembantu u/Villa Jl.Kesambi Gg Kesambi Indah No.22 Kerobokan 081337542061/081381302936 B.BP.001.03.19.0000184
DIJUAL RUMAH
Distributor Bth:Salesman/Girl Penghasilan Mencapai 10Juta Jl.Bedahulu IV No.12 Denpasar Email: erfintricahyo@gmail.com B.BP.004.03.19.0000178
Pabrik Pengolahan Coklat,Butuh Staf Produksi(Tabanan),Pglmn, Hub:Dewi 081236222509 B.BP.031.03.19.0000179
Dicari: Tukang Kebun (Bisa Nyetir) & ART untuk Villa Pribadi di Canggu, Hub Call/WA: 085100050706 B.BP.004.03.19.0000170
Dcr SPG u.Kopi Pnmplan Menarik Min SMA Sdrjt Hub:085100619419 B.BP.001.03.19.0000182
Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.03.19.0000140
Dicari Gardener u.Villa Tinggal dalam, bersih, rapih, initiatif .WA nama, Usia dan pengalaman ke: 08123896992 B.BP.031.03.19.0000180
DIJUAL RUMAH
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dcr Admin u.Coklat Min.SMA Sederajat Hub:085100619419 B.BP.001.03.19.0000181
Dibthkan Quantity Surveyor u/ Kontraktor,Berpenglaman.Email: kadekon@gmail.com/0361-8476839 B.BP.001.02.19.0000533
Sgr Dicr S1/D3 Listrik/Mesin Lk Max35Th u/Teknisi Lift Akan Dikursuskan di JKT.0811395185
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 G.04
B.BP.001.03.19.0000098
DIJUAL MOBIL
KEHILANGAN
SUZUKI
Tlh Hlg STNK&Buku KIR DK9561MG A/N: Johdi A.Latif
Jimny Katana’95 Hijau Metalik Hub:08123869191 B.BP.001.03.19.0000177
PROPERTY DISEWAKAN GUDANG
B.BP.001.03.19.0000175
Tlh Hlg STNK&Buku KIR DK9724MH A/N: Salwah Sanad B.BP.001.03.19.0000176
Dikontrkn Gudang + Kantor,Luas Gudang1125M2,LT13Are,PLN3500 Sumur Bor,KT5,KM2.Jln Ayani Utara.085238063577(Harga Bagus
Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409
B.BP.001.02.19.0000714
B.BP.001.02.19.0000578
BIRO JASA
14
BANGLI
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
Tertimpa Dahan, Bale Piyasan di Pura Dalem Pasek Rusak Bangli (Bali Post) -
Bangunan bale piyasan di areal Pura Dalem Pasek, Banjar Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Susut, Bangli rusak lantaran tertimpa dahan pohon patah, saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah setempat, Kamis (7/3). Sementara di Desa Belanga, Kintamani, hujan deras dan angin kencang menyebabkan jaringan listrik di desa setempat mati total lantaran gardu listrik tertimpa dahan pohon beringin tumbang.
Bali Post/ist
TERTIMPA POHON - Palinggih tugu karang milik warga di Desa Belanga, Kintamani, rusak akibat tertimpa pohon tumbang.
Dari informasi yang dihimpun, pohon tumbang yang menimpa bangunan di Pura Dalem Pasek berlangsung sekitar pukul 16.00 Wita. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh beberapa warga yang melintas di lokasi, Jumat (8/3) kemarin. Perbekel Desa Apuan I Made Cerita saat dihubungi siang kemarin mengatakan sebelum kejadian, wilayah desanya diguyur hujan sejak siang hari. Sekitar pukul 16.00 Wita, terjadi angin kencang selama beberapa menit. Kondisi ini menyebabkan sebuah pohon sengon yang ada di luar areal Pura Dalem Pasek patah pada bagian dahannya dan menimpa atap bangunan bale piyasan
Ngamuk Bawa Sajam, ODGD Diamankan
Bangli (Bali Post) Seorang pria di Desa Jehem, Tembuku, diamankan petugas kepolisian dan Satpol PP Bangli lantaran mengamuk sambil membawa senjata tajam (sajam) hingga melukai istrinya. Oleh petugas, pria yang diketahui mengalami gangguan jiwa tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk mendapatkan perawatan. Informasi yang dihimpun Jumat (8/3) kemarin menyebutkan, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang diamankan petugas tersebut bernama I Dewa Agung Ketut Kartika (47), warga Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem, Tembuku. Dia diamankan di rumahnya sekitar pukul 11.30 Wita. Kapolsek Tembuku AKP I Nengah Sukerta mengatakan, pihaknya mengamankan yang bersangkutan setelah istrinya, Ida Ayu Putu Putri, datang ke kantor Polsek. Dalam laporannya, Ida Ayu Putri menyatakan suaminya mengamuk di rumahnya di Banjar Jehem Kelod. Dia juga mengaku sem-
pat dianiaya suaminya dengan menggunakan sebilah pisau. Kejadian itu mengakibatkan korban mengalami luka gores dan lecet pada tangan kiri. Menindaklanjuti laporan itu, beberapa petugas piket SPK Polsek langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan Kartika. Polisi juga mengamankan pisau yang diselipkan di celana pendeknya. ‘’Tidak ada perlawanan saat diamankan,’’ terangnya. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Kartika memiliki riwayat gangguan jiwa dan sering kumat. ‘’Setelah kami tenangkan, petugas Satpol PP Bangli kemudian membawa yang bersangkutan ke RSJ Bangli untuk penanganan lebih lanjut,’’ tambah Sukerta. Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma saat dikonfirmasi terpisah membenarkan kejadian itu. Pihaknya menurunkan sejumlah anggota ke lokasi untuk mengamankan I Dewa Agung Ketut Kartika. (kmb40)
Bali Post/ist
KE RSJ - Petugas Satpol PP mengantar I Dewa Agung Ketut Kartika ke RSJ Bangli setelah sempat mengamuk dan melukai istrinya di rumahnya di Desa Jehem, Tembuku.
Dua Hari Tak Pulang
Warga Siakin Tewas di Dasar Jurang Bangli (Bali Post) – Seorang warga di Desa Siakin, Kintamani, ditemukan tewas di dasar jurang, di desa setempat, Rabu (6/3) lalu. Sebelum ditemukan, pihak keluarga berupaya melakukan pencarian terhadap korban I Wayan Tarim (55). Dia dicari keluarganya lantaran tak kunjung pulang usai memotong bambu di kebunnya, Senin (4/3). Kronologi kejadian bermula saat istri pertama korban Luh Sudi mendatangi suaminya untuk membawakan makanan ke kebun miliknya, Senin (4/3) sekitar pukul 10.00 Wita. Setibanya di kebun, Luh Sudi melihat korban sedang sibuk memotong bambu. Oleh karena itu, Luh Sudi hanya menaruh
makanan di pondoknya lalu meninggalkannya. Hingga sore hari, korban ternyata tak kunjung pulang ke rumah. Luh Sudi lantas mendatangi kebunnya untuk menjemput, namun tak melihat keberadaan suaminya. Dia hanya menemukan makanan yang dibawakannya dengan kondisi masih utuh. Ketika itu, istri korban sempat menduga korban berkunjung dan makan di rumah istri mudanya. Keesokan harinya, Luh Sudi mengecek keberadaan korban ke istri mudanya, tetapi ternyata korban tak ada di sana. Istri muda korban juga menyatakan Tarim tidak sempat datang ke rumahnya. Dari sanalah timbul kecurigaan korban mengalami
sesuatu. Istri korban selanjutnya menyampaikan kejadian itu ke pihak keluarga dan masyarakat untuk kemudian bersamasama melakukan pencarian. Dalam proses pencarian, pihak keluarga sempat menyangka korban hilang lantaran disembunyikan makhluk halus. Rabu (6/3) sekitar pukul 09.00 Wita, korban akhirnya berhasil ditemukan di jurang Abian Kayu Sinduk. Nahas, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di kedalaman kurang lebih sepuluh meter. Lokasi korban ditemukan dekat dengan tempatnya menebang bambu. Diduga kuat korban tewas di jurang akibat jatuh saat menebang bambu. Kejadian itu selanjutnya di-
36 Warga Masuk RSU Saat Nyepi Bangli (Bali Post) Sebanyak 36 warga dilarikan ke RSU Bangli saat hari raya Nyepi, Kamis (7/3) lalu. Dari jumlah itu, tiga di antaranya merupakan ibu hamil yang hendak melakukan persalinan. Wadir Pelayanan RSU Bangli I Ketut Darmaja saat ditemui di RSU Bangli, Jumat (8/3) kemarin, mengatakan dari 36 warga tersebut sembilan di antaranya datang ke RSUD Bangli pada pagi hari, delapan pasien pada siang hari dan 19 orang datang pada malam hari. Tiga dari 36 pasien yang datang ke RSU Bangli saat Nyepi merupakan ibu hamil. Mereka masing-masing berasal dari Dusun Tanggahan, Desa Demulih, Desa Batur dan Dusun Metra, Desa Yangapi, Tembuku. Mereka datang ke RSU Bangli dirujuk oleh puskesmas di wilayah masing-masing. Dari tiga ibu hamil tersebut, satu melahirkan di RSU Bangli, satu masih menjalani rawat inap untuk dilakukan observasi dan satu pasien lainnya menjalani rawat jalan. Sementara itu 33 pasien lainnya dilarikan ke IGD RSU Bangli dengan berbagai keluhan. Rata-rata mereka mengalami gangguan saluran pencernaan mulai dari
Bali Post/kmb40
IGD RSU - Suasana IGD RSU Bangli, Jumat (8/3) kemarin. sakit perut, panas, muntah hingga diare. Di samping itu, ada pasien yang datang dengan keluhan penyakit lain seperti jantung dan stroke. ‘’Total rujukan dalam tiga shift terdata 36 pasien,’’ ungkapnya. Sebagaimana diketahui, pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli dan puskesmas rawat inap yang ada di beberapa kecamatan tetap buka saat
Nyepi, Kamis (7/3). Pelayanan yang dibuka terbatas untuk pasien emergency atau gawat darurat. Untuk melayani pasien, RSU Bangli menyiagakan 92 orang petugas dari tenaga medis, keperawatan, tenaga penunjang (lab, rontgen, farmasi, gizi, binatu, IPSRS, CS), tenaga administrasi, staf umum (penerimaan, informasi, sopir, satpam, pendamping). (kmb40)
laporkan pihak keluarga ke Polsek Kintamani. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Jumat (8/3) kemarin mengatakan, menindaklanjuti laporan kejadian itu, personel Polsek Kintamani langsung mendatangi lokasi untuk selanjutnya melakukan olah TKP dan mengevakuasi mayat korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap mayat korban, polisi menemukan sejumlah luka robek di pelipis, kepala bagian atas, kelopak mata, punggung dan keluar darah dari hidung dan telinga korban. ‘’Berdasarkan hasil pemeriksaan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat terpeleset dan jatuh ke jurang,’’ kata Sulhadi. (kmb40)
di pura setempat. ‘’Akibat kejadian itu, genteng dan pamugbug (sudut) bale piyasan-nya rusak,’’ terangnya. Jumat kemarin, pihak pangempon pura bersama petugas Babinsa, Bhabinkamtimbas dan warga lainnya datang ke lokasi melakukan pembersihan. Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan Rp 25 juta. Sementara itu, di Desa Belanga, hujan deras menyebabkan dahan pohon beringin patah dan menimpa sebuah gardu listrik. Peristiwa yang terjadi pada Kamis sekitar pukul 05.30 Wita ini, menyebabkan jaringan listrik di desa setempat mati total. Tak hanya itu, sebuah palinggih Tugu Karang milik warga
Bali Post/ist
RUSAK - Bale piyasan di areal Pura Dalem Pasek, Banjar Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Susut, rusak akibat tertimpa dahan patah saat hujan deras disertai angin kencang, Kamis (7/3). I Wayan Sarda yang ada di dekatnya juga mengalami kerusakan akibat tertimpa dahan pohon yang patah. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, akibat kejadian itu, warga yang palinggih-
nya rusak tertimpa dahan beringin patah mengalami kerugian Rp 2,5 juta. ‘’Tadi pagi, warga bersama petugas Bhabinkamtibmas sudah membersihkan dahan yang patah tersebut,’’ ujarnya. (kmb40)
ruang Ketua dan Wakil Ketua DPRD basah tergenangi air. Genangan air itu muncul dari tetesan air di beberapa titik plafon. Kondisi itu memaksa pihak sekretariat memindahkan meja staf Sekpri Ketua DPRD yang semula berada di depan ruang Ketua DPRD ke barat untuk menghindari kebocoran. Sekretaris DPRD Bangli Anak Agung Panji Awatarayana saat dikonfirmasi kemarin, tak menampik kondisi itu. Diakuinya, gedung DPRD mengalami kerusakan parah di bagian atap. Kondisi itu kerap menyebabkan ruang sidang di lantai dua mengalami kebocoran saat hujan deras. Meski kondisinya demikian, pihaknya mengaku tidak menganggarkan dana untuk perbaikan pada tahun ini. Sebab, untuk memperbaiki atap gedung dewan dibutuhkan anggaran yang cukup besar. Masalahnya, perbaikan harus dilakukan menyeluruh, tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong. Sebagaimana perencanaan yang dibuat sekitar dua tahun
lalu, perbaikan atap gedung dewan termasuk perbaikan beberapa ruangan di lantai I membutuhkan anggaran Rp 2,3 miliar. ‘’Dulu sempat rencananya diperbaiki tapi ditunda, karena ada rencana pembangunan puspem. Kalau kami perbaiki sedikit-sedikit kan percuma,’’ ujarnya. Meski kondisinya rusak, Agung Panji memastikan gedung DPRD Bangli tersebut tetap aman digunakan untuk acara pelantikan anggota DPRD Bangli yang baru pada Agustus mendatang. Menurutnya, gedung itu masih bisa dan layak digunakan jika tidak hujan. Seperti halnya lima tahun lalu, saat acara pelantikan anggota dewan nanti tidak semua undangan bisa ditampung di lantai dua. Karena kapasitasnya terbatas sekitar 200 orang, hanya anggota DPRD yang dilantik, undangan penting dan keluarga saja yang diarahkan ke lantai dua. ‘’Sementara undangan lainnya nanti kami buatkan tenda di atas,’’ jelasnya. (kmb40)
Bocor, Gedung DPRD Tetap Dipakai Tempat Pelantikan Dewan
Bangli (Bali Post) Kondisi gedung DPRD Bangli sudah tidak representatif untuk ditempati. Saat musim hujan, bangunan kantor yang sudah berusia cukup tua itu kerap mengalami kebocoran di sana-sini. Meski demikian, gedung tersebut dipastikan tetap akan digunakan untuk pelantikan anggota DPRD Bangli pada Agustus mendatang. Berdasarkan pantauan Jumat (8/3) kemarin, kerusakan bangunan gedung DPRD Bangli terlihat jelas pada bagian atapnya. Kayu penyangga atap tampak sudah banyak yang rapuh hingga menyebabkan beberapa genteng copot. Selain itu, bagian plafon gedung sudah banyak yang jebol dan ditumbuhi lumut. Kerusakan tersebut menyebabkan bangunan gedung yang ditempati wakil rakyat di Bangli itu sering mengalami kebocoran terutama ketika hujan deras. Seperti yang terlihat belum lama ini, akibat diguyur hujan deras, lantai di lobi depan
Bali Post/kmb40
ATAP - Kondisi gedung DPRD Bangli yang mengalami kerusakan di bagian atap.
15
Sabtu Pon, 9 Maret 2019
Titik Nol Kilometer, Pusat Atraksi Ogoh-ogoh Denpasar (Bali Post) Puncak keramaian sehari sebelum Nyepi, semakin terasa ketika silih berganti arakarakan ogoh-ogoh mengelilingi patung Catur Muka, Denpasar. Titik nol kilometer Kota Denpasar ini menjadi salah satu pusat atraksi ratusan ogoh-ogoh yang dibawakan oleh masing-masing sekaa teruna yang banjarnya berada di sekitar patung Catur Muka, Rabu (6/3) malam. Pawai ogohogoh ini bahkan berlangsung hingga tengah malam. Warga yang menonton pawai ogoh-ogoh ini semakin ramai, seiring dengan banyaknya ogoh-ogoh yang diusung para sekaa teruna banjar masing-masing. Dari arah barat dan utara patung Catur Muka silih berganti bentuk rupa ogoh-ogoh beraksi sambil mengitari Catur Muka. Ribuan masyarakat telah membeludak sejak sore hari sebelum iring-iringan ogoh-ogoh datang dari kedua arah tersebut. Meski suasana demikian ramai, tak sampai terjadi gesekan antarsekaa teruna pengusung ogoh-ogoh. Sementara itu, sebelumnya Pemerintah Kota Denpasar menyelenggarakan ritual Tawur Agung Kasanga di Lapangan Puputan Badung I Gusti Made Agung. Upacara
diawali dengan penampilan tari Baris Poleng kemudian dilanjutkan tari Rejang Dewa dan Rejang Renteng yang dibawakan oleh ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar serta WHDI Kota Denpasar. Ditemui usai mengikuti persembahyangan tawur agung, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesucian Nyepi. Mulai dari pelaksanaan pangerupukan terutama saat mengarak ogohogoh. Panitia upacara Cok Putra Wisnu Wardana di sela-sela upacara mengatakan Tawur Agung Kasanga tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya sarana upacara ritual yang digunakan. Upacara yang dilaksanakan ini merupakan tingkatan utama dengan menggunakan berbagai jenis ulam caru, yakni untuk arah timur menggunakan angsa, selatan menggunakan banteng atau sapi, barat daya asu bangbungkem, barat kambing, di utara babi butuan dan di tengah menggunakan bebek belang kalung dan kerbau. Ia menjelaskan, jumlah sulinggih atau rohaniwan Hindu yang muput puncak
Bersih-bersih Akibatnya, pemuda ini diamankan di pos pecalang. ‘’Karena dirinya tinggal di wilayah Kuta, terpaksa kita amankan
dulu di pos. Kita juga perlakukan dengan baik, dikasi makan. Namun hanya diajak untuk bersih-bersih saja sebelum dipulangkan, keesokan harinya, Jumat kemarin,’’ pungkasnya. (kmb23)
Wisatawan Australia Menurut kebangsaan, wisman yang tercatat paling banyak datang ke Bali pada Januari 2019 yaitu Tiongkok 24,94%, Australia 20,94%, India 6,30%, Amerika Serikat 3,85%, dan Rusia 3,59%.
Dengan jumlah kunjungan wisatawan itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Januari 2019 tercatat mencapai 53,27%. Jika dibandingkan pada Januari 2018 (yoy) yang mencapai 52,97%, TPK pada Januari 2019 tercatat meningkat 0,30 poin. (kmb42)
Kemudian, Provinsi Bali sebanyak 36 orang, 29 orang di Jawa Barat, 18 orang di Jawa Tengah, 10 orang di Yogyakarta. Sebanyak 7 WNA di Banten, 6 orang di Nusa Tenggara Barat, 6 orang di Sumatera Barat, 2 orang di Sulawesi Utara dan masingmasing 1 WNA di Jakarta, di Jambi, di Bangka Belitung, di Lampung, dan di Sulawesi Tengah. Afifuddin menegaskan, data Bwaslu itu di luar temuan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri tentang 101 data WNA yang masuk DPT dan di luar temuan Komisi
Pemilihan Umum yang menyebut ada 73 WNA masuk dalam DPT. Terhadap temuan ini, Bawaslu belum mencocokkan temuannya dengan KPU maupun pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kendati demikian, pihaknya meminta KPU mengevaluasi coklit DPT. Karena data kependudukan pemilih dari Kemendagri (DP4) menjadi pertimbangan verifikasi faktual. ‘’Jika pencocokan penelitian ini berjalan dengan baik, maka yang begini juga akan hilang. Pasti yang namanya coklit data begini ada melesetnya, yang kita tekankan adalah upaya pembersihan DPT bermasalah dan tidak memenuhi syarat,’’ ujarnya. (kmb4)
Provinsi Bali
Sabtu, 9 Maret 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerti Mephala Sukertaning Pemangku (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Zumba Party BHA 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Khrisna Garuda (2) 09:30 Wita Belajar Menggambar Berkreasi Membuat Pinguin 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerti Mephala Sukertaning Pemangku (2) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe
14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Magz Ni Made Gita Kusuma Yanti & Ni Putu Ayu Christina Udayanti 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Kreasi Anak Pelangi Production (2) 16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita DW TV 17:30 Wita Kartun Khrisna Garuda (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Bali Kumara Generasi 6 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Suwung Batan Kendal (5) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song
pelaksanaan Tawur Agung Kasanga yakni enam sulinggih yang berasal dari berbagai unsur. ‘’Jadi total enam sulinggih yang muput Karya Tawur Agung Nyepi Çaka 1941 tahun 2019,’’ papar Cok Putra Wisnu Wardana. Cok Putra Wisnu Wardana menambahkan, pelaksanaan Tawur Agung bertujuan untuk menetralisir pengaruh bhuta kala atau unsur negatif (jahat) sebagai upaya harmonisasi ketiga unsur, yakni parahyangan, palemahan dan pawongan yang merupakan implementasi Tri Hita Karana atau keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Kota Denpasar Raka Purwantara menambahkan, untuk persiapan upacara ritual tersebut mulai pada Minggu (3/3) beberapa hari lalu. Sedangkan puncak tawur agung kasanga dilaksanakan pada Rabu (6/3). Tawur ini tidak hanya dilakukan pada tingkat palemahan Kota denpasar, namun berlanjut ke upacara pada palemahan desa adat masingmasing meliputi tingkat kecamatan (Caru Panca Sata), tingkat desa/banjar (Caru Eka Sanak), tingkat rumah tangga (Segehan Agung dan Segehan Warna 9). (kmb12)
Bali Post/eka
PAKAN TERNAK - Beberapa warga mengumpulkan pakan ternak dari tumpukan sampah di depo sampah Monangmaning, Denpasar, Jumat (8/3) kemarin. Tumpukan sampah di depo ini didominasi sampah rumah tangga.
Kejadian Saat Nyepi
Dari Pohon Tumbang hingga Kebakaran Denpasar (Bali Post) Ada sejumlah kejadian saat umat Hindu merayakan Hari Suci Nyepi, Kamis (7/3). Mulai pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang hingga kebakaran. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin, Jumat (8/3) kemarin mengatakan, BPBD Provinsi Bali lewat Pelayanan Tim Pusdalops dan ESR sedikitnya menangani tiga kejadian. Masing-masing penanganan korban kebakaran warung di sekitar Badak Agung, Renon, Denpasar, penanganan klien sakit di rumah, dan evakuasi warga negara asing (WNA).
Ada informasi yang diterima dari masyarakat bahwa sekitar pukul 11.25 Wita terjadi kebakaran, menyebabkan dua orang warga asal Madura mengalami luka bakar. ‘’Saat ini kedua pasien dalam keadaan stabil dan sudah mendapat penanganan oleh Tim RSUP Sanglah,’’ ujarnya. Terkait klien sakit di rumah, lanjut Rentin, saat ini dalam keadaan stabil dan sudah mendapat penanganan oleh Tim RS Kasih Ibu. Sementara WNA yang dievakuasi di Jalan Danau Tamblingan No.47 diketahui berasal dari Australia. WNA tersebut dievakuasi lantaran mengalami cedera dislokasi
siku tangan kanan. Evakuasi dilakukan sekitar pukul 19.30 Wita. Di sisi lain, pihaknya juga menerima laporan sejumlah kejadian dari BPBD kabupaten/kota saat Nyepi. Sebagian besar merupakan kejadian pohon tumbang. Di Badung, pohon tumbang dilaporkan terjadi di utara RS Graha Asih, By-pass Ngurah Rai. Di Karangasem, pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang menimpa jalan nasional Amplapura-Denpasar, juga kabel PLN dan Telkom, tepatnya di Dusun Pengalon, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis. ‘’Pohon sudah dapat ditan-
Gianyar (Bali Post) Seorang wisatawan asal Jepang Masaaki Fujita jatuh ke sungai tepatnya di belakang Hotel Visesa Ubud, Jumat (8/3) kemarin. Akibat kejadian itu pria yang tinggal sementara di Arnawa Bungalow, Desa Mas itu mengalami lukaluka, kemudian dilarikan ke salah satu rumah sakit di Ubud. Diduga wisatawan 52 tahun ini terpeleset pada saat trekking menggunakan sepeda gunung di jalur tersebut. Informasi dihimpun, warga setempat I Made Suwita (45) yang bekerja sebagai satpam mendengar ada teriakan orang minta tolong dari sungai dengan kedalaman 10 meter. Selanjutnya ia bersama staf
yang lainnya mengecek lokasi tempat jatuhnya tamu asing itu. Ternyata benar di sungai itu ada tamu asing minta tolong. Proses evakuasi wisatawan asing ini pun langsung dilakukan. Bersama anggota Polsek Ubud, saksi membantu mengevakuasi dengan menggunakan tali snepling. Tamu Jepang Masaaki Fujita berhasil diselamatkan. Diketahui sungai tersebut memiliki lebar 10 meter dan kedalaman kira-kira 10 meter dengan ketinggian air mencapai 40 cm. Akibat kejadian itu korban Masaaki Fujita mengalami memar pada bagian pergelangan tangan kanan, luka lecet pada bagian kaki dan tangan, selanjutnya ko-
rban dirujuk ke salah satu rumah sakit di Ubud. Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana, S.H. dihubungi membenarkan musibah tersebut. Korban diduga terpeleset karena jalur trekking licin usai hujan seharian. ‘’Korban hanya mengalami lecetlecet sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Ubud dan diperbolehkan pulang,’’ jelas Kapolsek Nuryana. (kmb35)
gani untuk antisipasi jika ada emergency seperti ambulans atau kegawatdaruratan lainnya agar akses jalan tidak terganggu. Penanganan dibantu oleh Polisi Subsektor Yeh Malet, tokoh adat, masyarakat, dan pecalang setempat,’’ jelasnya. Rentin menambahkan, pohon tumbang juga ditangani oleh BPBD Kabupaten Buleleng. Kejadian di Buleleng ini bahkan sampai menimbulkan korban. Yakni di Desa Tukad Mungga, pohon tumbang menyebabkan satu orang mengalami cedera bagian kepala. Tak hanya di satu titik tersebut, pohon tumbang juga terjadi di Desa Temukus,
namun nihil korban jiwa. Selain itu, BPBD setempat menerima pula informasi banjir di sungai Buleleng (Kampung Kajanan), Jembatan Desa Pemaron, dan banjir bandang di Perumahan Suwug Permai (Desa Suwug), serta tanah longsor di Banjar Dukuh, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan dan Dusun Tingkih Kerep, Desa Jinengdalem. ‘’Banjir di Perumahan Suwug Permai menyebabkan satu unit rumah hanyut terbawa arus banjir. Rumah subsidi itu dibangun membendung sungai kering. Nilai kerusakan kurang lebih Rp 300 juta,’’ imbuhnya. (kmb32)
Wisatawan Jepang Jatuh ke Sungai
PERAWATAN - Seorang wisatawan Jepang Masaaki Fujita menjalani perawatan usai jatuh ke sungai, Jumat (8/3) kemarin.
balipost http://facebook.com/balipost
Sabtu Pon, 9 MAret 2019
profil
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Liga Eropa
Chelsea Jaga Momentum Kebangkitan
London – Chelsea mendominasi Dynamo Kiev (Ukraina) untuk mengendalikan pertandingan pertama babak 16 besar Liga Eropa di Stamford Bridge, Jumat (8/3) kemarin. Gol-gol dari Pedro Rodriguez, Willian dan Callum Hudson-Odoi membuat tuan rumah menang dengan skor 3-0.
Ni Ketut Mudiani
Masih Pegang Rekornas
MANTAN atlet lempar lembing andalan Bali Ni Ketut Mudiani boleh berbangga. Betapa tidak, ia menorehkan prestasi spektakuler pada PON XV/2000 di Jatim. Lemparan Mudiani yang mencapai 49,07 meter sekaligus memecahkan rekornas sebelumnya yang tercatat 45 meter milik Tatik Ratnaningsih (Aceh). Hingga sudah berjalan 19 tahun saat ini, Mudiani masih memegang rekornas karena rekornya belum mampu dipecahkan oleh atlet lainnya di Tanah Air. ‘’Saya bangga atas prestasi lempar lembing yang saya pecahkan di Stadion Delta Sidoarjo,’’ ungkap wanita kelahiran Denpasar, 31 Desember 1971 ini. Mudiani sebelumnya mendulang emas pada PON XIV/1996 di Jakarta dan meraih perunggu pada PON XIII/1992 di Jakarta. Sementara di ajang SEA Games, ia menyumbang medali perak pada 1995 di Thailand dan menyabet perunggu pada 1997 di Indonesia. Latar belakang Mudiani adalah pelari jarak pendek dan lompat jauh. Ia langganan juara Porjar Kota Denpasar dan Porjar Bali untuk sprinter dan lompat jauh sejak SD hingga SMA. Akan tetapi, prestasi lari dan lompat jauhnya sulit menembus prestasi nasional. ‘’Di nomor lari jarak pendek dan lompat jauh persaingan level nasional sangat ketat,’’ jelas ibu satu putra ini. Berkat kejelian sang pelatih Wirasa yang biasa menangani atlet lompat jauh dan lempar lembing, maka Mudiani diarahkan menggeluti lempar lembing. Pendapat yang menyebutkan bahwa atletik adalah induk atau ibu dari semua cabang olahraga sangatlah tepat. Terbukti tanpa waktu lama, prestasi Mudiani di lempar lembing terus meroket. Istri I Nengah Rica ini kini adalah karyawati Dispora Kota Denpasar. (nel)
Mahadewi/Rizki Terhenti di Perempatfinal Jakarta (Bali Post) – Ganda putri Indonesia Ni Ketut Mahadewi Istirani/Rizki Amelia Pradipta terhenti pada babak perempatfinal turnamen All England 2019 di Birmingham, Inggris, Jumat (8/3) kemarin. Mahadewi/Rizki ditaklukkan Koharu Yonemoto/ Shiho Tanaka (Jepang) dengan skor 16-21, 17-21. Hasil pertandingan turnamen tingkat Super 1000 itu menjadikan catatan pertemuan kedua pasangan menjadi imbang 1-1. Mahadewi/Rizki kehilangan enam poin berturut-turut setelah unggul 15-12 pada game pertama. Yonemoto/Tanaka pun balik mengembalikan keadaan menjadi 18-15. ‘’Permainan depan net mereka lebih baik hari ini. Pertemuan terakhir dengan mereka kami menang, maka kami berharap bisa memetik kemenangan lagi. Tapi penampilan mereka tidak seperti sebelumnya dan mereka lebih siap dari kami,’’ kata Rizki seperti tercantum dalam situs PBSI. Mahadewi mengaku terlambat mengantisipasi perubahan pola permainan lawan. ‘’Mereka ambil keuntungan dari servis dan langsung mempercepat tempo permainan. Kami malah tertekan dari mereka,’’ ujarnya. Meskipun Indonesia telah kehilangan satu wakil pada perempatfinal, masih ada satu ganda putri lain yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang akan bertanding di delapan besar. Greysia/ Apri menghadapi Chen Qingchen/Jia Yifan (Cina) sebagai pertandingan kelima dalam turnamen internasional. Di tunggal putra, Jonatan Christie mengungkapkan kondisinya yang harus menahan rasa sakit di awal game ketiga sehingga akhirnya menelan kekalahan melawan Srikant Kidambi (India). Jonatan menyerah 17-21, 21-11, 12-21 selama 58 menit dari pemain peringkat delapan dunia itu. Indonesia masih punya harapan pada nomor tunggal putra menyusul keberhasilan Tommy Sugiarto lolos laga putaran kedua. Tommy melaju ke perempatfinal setelah menang 22-24, 21-17, 21-16 atas Huang Yuxiang (Cina). Tommy sukses memenuhi target pribadinya untuk mencapai hasil lebih baik dibanding All England 2018 yaitu putaran perempatfinal. (ant)
Pedro membalikkan tendangan balik yang rumit dari Olivier Giroud untuk membuka skor pada menit ke-17. Selanjutnya Willian melepaskan tendangan bebas yang luar biasa ke sudut atas gawang lawan pada menit ke-25 dan pemain pengganti Hudson-Odoi memberi Chelsea kemenangan mudah di depan pendukungnya pada akhir laga. ‘’Kami bisa mencetak lebih banyak terutama di babak pertama, tetapi hasilnya adalah hasil yang baik. Kami tidak bisa kebobolan gol di kandang yang sangat penting dalam kompetisi ini. Kami harus pergi ke Ukraina dengan tingkat perhatian dan aplikasi yang sangat baik jika ingin lolos,’’ kata manajer Chelsea Maurizio Sarri. Sarri meninggalkan
masih diikuti. The Blues perlu memenangkan Liga Eropa untuk memastikan kembali ke Liga Champions musim depan karena saat ini duduk di urutan keenam klasemen di Liga Utama Inggris. ‘’Babak pertama bisa jadi 3-0. Kami harus lebih klinis dalam pertandingan
semacam ini. Kami tidak bisa melewatkan peluang seperti di babak pertama, tetapi kami
melakukan pekerjaan dengan baik,’’ ujar Willian.
Bisa Atasi Arsenal menghadapi tugas berat untuk lolos ke perempatfinal Liga Eropa setelah kalah 1-3 dari Rennes di Prancis. Namun, kiper The Gunners Petr Cech yakin bahwa klubnya memiliki kualitas dan kepercayaan diri untuk mengatasi defisit gol tersebut pada laga kedua. Cech yang akan pensiun pada akhir musim ini mengatakan bahwa gol tandang bisa menjadi keuntungan penting ketika kedua tim
dalam l a g a ked ua d i Italia pekan depan. Sevilla ditahan imbang tamunya Slavia Praha (Ceko) dengan skor 2-2. Sevilla dua kali unggul lewat gol Wissam Ben Yedder dan Munir El Haddadi, tetapi Slavia sukses mengimbangi melalui Miroslav Stoch dan Alex Krai. Sevilla wajib menang ketika melawat ke markas Slavia pekan depan, sedangkan Slavia hanya butuh hasil imbang kurang dari 2-2 untuk lolos ke perempatfinal. (afp/kmb)
Eden Hazard, N’Golo K a n t e dan Gonzalo Higuain di bangku cadangan, tetapi kualitas Chelsea masih terlalu sulit untuk diimbagi oleh tim tamu. Namun, keputusan manajer asal Italia itu untuk menjadikan duo Inggris, Ruben Loftus-Cheek dan Hudson-Odoi, sebagai pengganti membuat frustrasi pendukung tuan rumah. ‘’Hudson-Odoi adalah pemain yang sangat penting tetapi dia berusia 18 tahun dan perlu ditingkatkan. Saya tidak suka jika pers atau penggemar terlalu menekannya,’’ kilah Sarri. Kemenangan ketiga beruntun ini menjaga momentum kebangkitan Chelsea di ajang yang
GOL – Pedro Rodriguez merayakan gol yang dicetaknya untuk Chelsea ke gawang Dynamo Kiev.
Andhika Senang Bisa Rayakan Nyepi di Bali
Lisa Primasari Raih Perunggu di Malaysia Denpasar (Bali Post) Perenang Bali asal Klub Takahide Swimming Centre (TSC) Klungkung, Ni Putu Pande Lisa Primasari, harus puas meraih medali perunggu di nomor gaya dada 200 meter kategori kelompok umur (KU-3) pada kejuaraan renang Asia Tenggara di Kolam Renang Nasional Aquatiq Centre, Kuala Lumpur Sport Centre, Malaysia. Di nomor gaya punggung 200 meter, Lisa hanya menduduki peringkat keempat. Ketua Umum TSC Putu Sudana menyebut pesaing Lisa sangat tangguh. Apalagi Lisa baru memasuki
bertemu kembali di Stadion Emirates pada laga kedua pekan depan. ‘’Kami masih bisa mengatasi defisit dua gol karena pada akhirnya gol yang kami cetak mungkin memainkan peran besar. Hanya, kami membuatnya sedikit lebih sulit bagi diri kami sendiri,’’ kata kiper asal Rep Ceko berusia 36 tahun itu kepada situs klub yang dilansir Reuters. Arsenal dapat meniru perjuangan Ajax dan Manchester United yang mampu membalikkan keadaan dan lolos perempatfinal Liga Champions dengan mengalahkan Real Madrid dan Paris St Germain. ‘’Kami harus mengambil sisi positifnya. Kami pernah melakukannya ketika tertinggal 0-2 dan mampu membalikkanya,’’ tambah Cech. Dalam laga lain, Inter Milan hanya bisa bermain imbang tanpa gol di kandang Eintracht Frankfurt, Jerman. Hasil seri tersebut membuat kedua tim akan berjibaku untuk memperebutkan satu tiket ke perempatfinal
usia 12, sedangkan perenang yang juara pada kelompoknya umumnya berumur 13 tahun. Lawan-lawan Lisa berdatangan dari Jepang, Hongkong, Mongolia, Malaysia, Singapura dan Filipina. ‘’Lisa merupakan perenang baru KU awal 12 tahun,’’ tuturnya, Jumat (8/3) kemarin. Kejuaraan Renang ASEAN Age Group (kelompok umur) di Malaysia bersifat terbuka. Selain Lisa, seorang perenang lagi asal klub TSC yaitu Adrian Edward Sutjipto juga dipercaya membela Timnas Merah Putih pada ajang yang berlangsung 7-10 Maret. (022) Made Andhika Wijaya
Bali Post/wan
Mangupura (Bali Post) – Manajemen Bali United memberikan dispensasi bagi para pemain, tim pelatih dan ofisial yang beragama Hindu untuk merayakan hari raya Nyepi pada Kamis (7/3). Para pemain dan ofisial yang beragama Hindu bertolak ke Bali dari Bekasi, Rabu (5/3) malam lalu. Made Andhika Wijaya yang mengungkapkan rasa bahagianya setelah mendapat kesempatan merayakan Nyepi di tengah padatnya jadwal pertandingan Bali United di Piala Presiden 2019. ‘’Yang pasti sangat senang karena manajemen dan tim pelatih memberikan waktu untuk bisa merayakan Nyepi di Bali. Sebenarnya saat pertama kali melihat jadwal pertandingan Piala Presiden, saya sudah berpikir untuk merayakan Nyepi di sana (Bekasi). Tapi ternyata manajemen dan tim pelatih memberikan kesempatan pulang ke Bali untuk merayakan Nyepi,’’ ujar bek sayap kanan ini seperti dikutif dari situs Bali United, Jumat (8/3) kemarin. Made Andhika bersama ofisial Bali United lainnya yang beragama Hindu kembali ke Bekasi untuk bergabung dengan skuad tim, Jumat (8/3) kemarin. Tim Serdadu Tridatu akan menjalani laga kedua babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2019 menghadapi Semen Padang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (11/3) lusa. (kmb)
Bucks Ukir Rekor Terbaik di NBA
Bali Post/afp
29 POIN – Giannis Antetokounmpo (34) mencetak 29 poin untuk Milwaukee Bucks.
Milwaukee – Milwaukee Bucks meraih kemenangan 117-98 atas Indiana Pacers dalam lanjutan kompetisi NBA, Jumat (8/3) kemarin. Giannis Antetokounmpo mencetak 29 poin dan membuat 12 rebound untuk Bucks. ‘’Kami hanya berusaha bermain keras dan kembali ke jalur. Kami kembali ke kebiasaan lama kami serta mulai membela dan membantu satu sama lain dalam pertahanan,’’ kata Antetokounmpo usai pertandingan.
The Bucks mengalami kesulitan karena sebelumnya kalah beruntun untuk pertama kalinya musim ini ketika melawan Phoenix Suns dan Utah Jazz. Mereka bangkit kembali dengan baik melawan Pacers. Khris Middleton menambah 27 poin bagi Bucks yang rekor menang-kalahnya meningkat menjadi 49-16 atau terbaik di NBA pada musim ini. ‘’Pada dua pertandingan terakhir kami kesulitan mempertahankan keunggulan. Sangat menyenangkan mendapatkan kemenangan
ini dan kembali ke apa yang kami lakukan,’’ ujar Middleton. Bucks sekarang telah mengalahkan Pacers dalam empat dari lima pertemuan musim ini. Myles Turner menyumbang 22 poin dan Bojan Bogdanovic 17 untuk Pacers. Di tempat lain, Russell Westbrook dan Paul George bergabung membuat 69 poin saat Oklahoma City Thunder mengalahkan Portland Trail Blazers 129-121 dalam laga yang mendebarkan dan berlangsung hingga perpanjangan waktu di Portland.
Westbrook mencetak 37 poin dan George menambah 32 poin untuk Thunder, sedangkan Damian Lillard mencetak 51 poin dan 9 assist untuk Blazers. Thunder menyapu empat kemenangan dalam empat laga kontra Blazers musim ini. ‘’Ini merupakan kemenangan besar bagi kami, terutama sepanjang tahun ini,’’ ungkap Westbrook. CJ McCollum menambahkan 25 poin, sedangkan Jusuf Nurkic 13 poin dan 17 rebound untuk Blazers. (afp/kmb)