Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 138 TAHUN KE 71
Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Kedudukan MUDP BKS LPD Nilai Gali Lubang Sendiri, dan LOKA Dipertanyakan Soal Perubahan Nama LPD
Koster Sebut Perkuat Kearifan Lokal Usulan perubahan nama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) menjadi Labda Pacingkreman Desa masih menjadi perdebatan. Perubahan nama itu dinilai akan mengganggu aspek historis, yuridis dan ekonomis. Demikian pula dikaitkan dengan UU LKM Nomor 1 Tahun 2013. Bila namanya diubah maka LPD tidak lagi menjadi lembaga keuangan yang dikecualikan UU LKM. Lalu apa lagi pertimbangannya, sehingga nama LPD tetap harus dipertahankan. Terus apa pula tanggapan Gubernur Bali?
I Wayan Suartana
I Nyoman Cendikiawan
Ketua BKS LPD Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. berharap istilah Lembaga Perkreditan Desa agar tidak diubah. Jika berubah, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu aspek historis, yuridis dan ekonomis. Dari sisi aspek historis, LPD sudah menunjukkan karakteristik dan jati dirinya yaitu Lembaga Perkreditan Desa dan sudah sangat mengakar di masyarakat Bali. ‘’Tentu ini juga menjadi bahan pertimbangan apa sih substansinya kalau ini diubah. Harapan kita LPD tetap LPD,’’ tegasnya. Aspek yuridis adalah UU LKM Nomor 1 Tahun 2013. Dalam UU itu jelas dikatakan bahwa LPD dan lumbung pitik nagari dan lembaga sejenis yang ada sebelum UU ini, diakui keberadaannya berdasarkan hukum adat. ‘’Kalau nama LPD diubah menjadi nama lain tentu kita menggali lubang sendiri agar LPD menjadi tidak dikecualikan lagi. Artinya, tunduk pada UU itu. Ini berpotensi untuk mengaburkan karakteristik LPD tidak seperti pada
Cetak 939 Juta Surat Suara Jakarta (Bali Post) Enam perusahaan dinyatakan sebagai pemenang tender proyek pengadaan surat suara Pemilu 2019. Keenam perusahaan percetakan tersebut akan mencetak sebanyak 939.879.651 lembar surat suara untuk Pemilu 2019. KPU menyatakan mencetak 939.879.651 lembar surat suara untuk lima jenis pemilihan, yaitu pemilihan presiden/wapres, anggota DPR-RI, anggota DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi menjelaskan, keenam perusahaan itu telah mengikuti kualifikasi yang diminta lembaganya. Kemudian, KPU memberi waktu kepada pihak-pihak terkait untuk mengoreksi dalam masa sanggahan. Namun, dalam masa sanggahan itu tidak ada pihak yang menyatakan keberatan terhadap para pemenang. Pramono menjelaskan, KPU pada rentang waktu 8 hingga 10 Januari 2019 akan melakukan penandatanganan kontrak antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan perusahaan pemenang tender. Selanjutnya, pada tanggal 10 sampai dengan 15 Januari 2019, KPU akan menanyangkan item surat suara di katalog nasional sebelum produksi pertama tanggal 16 Januari 2019. (kmb4)
Pelindo III Diminta Terbuka Soal Reklamasi
Badung Belum Lunasi Puluhan Proyek
Gagalnya Walhi Bali memperoleh informasi terkait kegiatan reklamasi yang dilakukan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa akhirnya berujung pada sengketa informasi publik. Sidang permohonan itu diajukan pihak Walhi Bali dengan termohon Pelindo III.
Pemkab Badung masih menyisakan tunggakan pembayaran sejumlah proyek yang telah dianggarkan dalam APBD 2018. Setidaknya ada 24 proyek fisik yang harus dibayarkan oleh pemerintah setempat tahun ini, sehingga berimbas pada lambannya pengerjaan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung Ida Bagus Surya Suamba tak menampik prihal tersebut. Birokrat asal Tabanan ini mengakui puluhan proyek yang belum dibayarkan mengakibatkan Pemkab Badung wanprestasi.
Halaman 2 Klungkung Jadi Pusat Pengembangan Bali Timur Klungkung akan menjadi pusat pengembangan Bali Timur. Potensi ini memerlukan fasilitas dan tata ruang wilayah yang harus diatur sejak awal sebelum berkembang lebih pesat. Sehingga tidak terjadi pembangunan yang sulit terkontrol seperti di Kuta dan wilayah lain yang sudah maju. ‘’Kemajuan Bali Timur akan dimulai dari Klungkung, dengan potensi wilayah Kepulauan Nusa Penida yang kian berkembang, karena kerja keras pemerintah daerahnya,’’ kata Kariyasa. Halaman 12
Halaman 3
awalnya,’’ ungkapnya. Dari aspek ekonomis, dengan mengubah nama LPD menjadi Lembaga Pacingkreman Desa, bisa dibayangkan dengan urusan mencetak blangko juga sistem komputerisasinya. Dari sisi jangka waktunya juga memerlukan biaya yang cukup besar. ‘’Oleh karena itu, dari tiga aspek itu, saya mohon dipertimbangkan. Kita dari praktisi LPD tetap mengharapkan LPD tetap Lembaga Perkreditan Desa,’’ tegasnya. Diwawancarai terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku tidak mempermasalahkan jika nama LPD tetap Lembaga Perkreditan Desa. Kendati sebetulnya, nama Labda Pacingkreman Desa yang diusulkan justru akan memperkuat posisi kearifan lokalnya. LPD juga akan lepas dari Undangundang tentang Lembaga Keuangan Mikro. Ada atau tidak ada UU itu, LPD dengan nama Labda Pacingkreman Desa disebut tidak akan terpengaruh. Hal. 15 Jadi Kesepakatan
Denpasar (Bali Post) Pansus Ranperda tentang Desa Adat menggelar rapat perdana di Ruang Banmus DPRD Bali, Selasa (8/1) kemarin. Rapat ini sejatinya belum bisa dikatakan masuk ke materi. Apalagi, eksekutif juga baru akan diundang dalam rapat bersama Pansus pada 15 Januari mendatang. Meski demikian, Pansus sudah mulai mempertanyakan sejumlah hal yang tercan-
tum dalam ranperda untuk menggantikan Perda tentang Desa Pakraman itu. ‘’Karena materi yang diusulkan melebihi 50 persen, perda ini akan menjadi perda baru. Bukan merevisi lagi. Memang ada beberapa hal yang akan ditanyakan kepada eksekutif sebagai pengusul,’’ ujar Ketua Pansus Ranperda tentang Desa Adat I Nyoman Parta usai rapat. Menurut Parta, hal-hal
I Made Dauh Wijana
yang akan ditanyakan meliputi kedudukan desa adat, posisi Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), posisi desa adat untuk memastikan desa adat lebih kuat dengan adanya perda baru, serta Lembaga Otoritas Perekonomian Adat (LOKA) Bali yang akan memayungi Badan Usaha Milik Adat (Bumda) dan LPD (Lembaga Perkreditan Desa) se-Bali. Hal. 15 Isi Ranperda
I Nyoman Parta
Gubernur Koster Ubah Target Kemiskinan dari 4,2% Jadi 1,5%
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (8/1) kemarin. Dalam Musrenbang itu, Koster mengoreksi sejumlah target. Salah satunya soal kemiskinan. Sebelumnya, angka kemiskinan Bali ditargetkan 4,2 persen dari total penduduk. Namun, Koster secara langsung mengoreksi menjadi 1,0 - 1,5 persen yang dicapai pada 2025.
Musrenbang digelar untuk menyusun Perubahan RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2005-2025 dan RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 20182023. Implementasi RPJMD berada pada tahapan ketiga dan keempat atau terakhir dari RPJPD, sehingga visi, misi dan program prioritas ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ menjadi pedoman utama dalam perubahan RPJPD. Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan,
sebelum digelar musrenbang, telah dilaksanakan serangkaian kegiatan persiapan seperti rapat koordinasi perangkat daerah dan tim ahli, konsultasi publik, konsultasi rancangan awal RPJMD, serta arahan langsung dari Gubernur. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pembangunan Bali dengan konsep PPSB dilaksanakan secara sistematis, masif dan dinamis dalam tataran lokal, nasional, dan global. Untuk mewujudkan Bali era baru, penyelenggaraan pembangunan Bali harus dilakukan secara holistik, integratif, berbasis perencanaan yang bersifat sinergis dalam konteks kepentingan membangun kabupaten/kota se-Bali, berbasis kepemimpinan kultural, pembangunan dengan pendekatan satu-kesatuan wilayah, serta berpihak pada kepentingan Bali. Koster juga mengoreksi beberapa target indikator makro pembangunan daerah Bali dalam RPJPD 2005-2025 untuk dituangkan dalam RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2005-2025. Hal. 15 Lima Tahun
Bali Post/dok
WARGA MISKIN - Rumah warga miskin di Bali. Di Bali jumlah warga miskin pada Maret 2017 mencapai 4,25 persen. Dalam lima tahun mendatang Gubernur Koster menargetkan warga miskin di Bali hanya 1,5 persen dari jumlah penduduk.
Pemanfaatan Buah Lokal, Dewan Dukung Gubernur Beri Insentif
BUAH LOKAL - Para pedagang menjual buah lokal Bali.
Bali Post/dok
LAHIRNYA Pergub No.99 Tahun 2018 dinilai sejalan dengan Perda Provinsi Bali No.3 Tahun 2013 tentang Perlindungan Buah Lokal Bali. Terpenting sekarang adalah penegakan dan pelaksanaan Pergub tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali tersebut. Kalau perlu, Gubernur agar memberikan insentif untuk desa adat atau setiap bendesa yang mengeluarkan pararem terkait pemanfaatan produk lokal khususnya buah lokal. ‘’Kami betul-betul mengharapkan Gubernur sungguh-sungguh untuk menegakkannya,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Selasa (8/1) kemarin. Menurut Sugawa Korry, produksi buah lokal petani
mesti diupayakan agar bisa terserap. Baik untuk konsumsi, yadnya, pariwisata maupun ekspor. Kebutuhan untuk pariwisata dan yadnya khususnya, bisa diatur melalui peraturan yang mewajibkan pemanfaatannya. Semisal untuk yadnya, bisa diatur lewat pararem desa adat. ‘’Setiap bendesa, setiap desa adat, desa pakraman, kalau mampu mengeluarkan pararem yang mewajibkan masyarakat untuk beryadnya menggunakan buah lokal, jangan ragu-ragu Gubernur menyiapkan insentif yang bersumber dari APBD. Kami akan dukung,’’ kata salah satu inisiator Perda tentang Perlindungan Buah Lokal Bali ini. Sugawa Korry pun mempersilakan Gubernur untuk menentukan besaran insentif-
nya. Apakah Rp 25 juta atau Rp 30 juta agar dianggarkan dalam APBD. Dengan harapan, terjadi peningkatan permintaan buah lokal sehingga harga akan naik dan membuat petani bergairah. Petani tentu akan lebih giat berproduksi dan memelihara tanamannya. Selanjutnya, pemerintah bisa berperan dengan memberikan subsidi pupuk, subsidi bibit unggul, dan sebagainya. ‘’Saya lebih percaya dengan hukum pasar. Pasar memang tidak bisa diatur, yang kita lakukan menciptakan permintaan yang lebih besar. Pasar yang harus direkayasa, bukan harga, bukan ongkos,’’ tandas politisi bergelar doktor bidang ekonomi ini. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Pergub 99 utamanya mempertemukan
antara sektor pariwisata dan pertanian. Sasarannya, untuk mengatasi ketimpangan struktur perekonomian Bali yang 68 persen ditopang sektor pariwisata atau tersier. Sedangkan sektor primer dan sekunder hanya menopang 30 persen. Sementara sektor pariwisata terbilang sensitif. Begitu ada peristiwa bom atau bencana alam seperti erupsi Gunung Agung akan langsung turun. ‘’Jadi, struktur ini harus kita ubah. Maka kami membuat Pergub No.99 Tahun 2018, mempertemukan antara sektor pariwisata dengan pertanian. Sektor pariwisata harus menjadi lokomotifnya sektor pertanian. Pariwisata tidak boleh maju cepat sendiri meninggalkan pertanian,’’ jelasnya. Hal. 15 Harus Tunai
DENPASAR
2
Rabu Wage, 9 Januari 2019
FIGUR Paling Luas KECAMATAN memberikan kontribusi yang besar terhadap suksesnya pembangunan suatu wilayah. Terlebih, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda, dan diatur dengan PP Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, bahwa posisi kecamatan sangat strategis. Selain sebagai perangkat daerah, kecamatan juga sekaligus sebagai penyelenggara pemerintahan umum (fungsi kewilayahan). Kondisi ini sangat dirasakan jajaran di Kecamatan Denpasar Selatan. Camat Denpasar Selatan I Wayan Budha, S.IP., M.AP. mengatakan, Denpasar Selatan merupakan kecamatan yang wilayahnya paling luas dibandingkan dengan kecamatan lain di Kota Denpasar. Selain itu, juga sebagai daerah hilir yang memiliki ciri khas pesisir, dan penduduk yang heterogen. Sebagai daerah penghasil aneka macam produk pertanian dan industri pariwisata di Denpasar, Denpasar Selatan juga memiliki kompleksitas permasalahan. ‘’Masalah sarana-prasarana wilayah, karena hilir menjadi tampungan dan dampak banjir, masalah lingkungan termasuk masalah sampah. Masalah kependudukan juga menjadi sangat urgent di Denpasar Selatan, karena banyaknya penduduk nonpermanen yang mencari penghidupan di sini,’’ katanya, Selasa (8/1) kemarin. Menurut mantan Kasubag Protokol Bagian Humas Setda Kota Denpasar ini, masalah banjir masih menghantui warganya. Terlebih di musim hujan seperti sekarang. Kondisi ini tentu membuat kurang nyaman bagi warganya. Masalah lain, yakni sampah sebagai permasalahan lingkungan, memang harus terus ditangani oleh semua pihak. Peran desa, lurah, kelompok swakelola, dan kesadaran masyarakat tentu menjadi kuncinya. ‘’Kami berusaha untuk meminimalisasi ancaman banjir dan sampah, sehingga kenyamanan warga semakin meningkat,’’ tegasnya. (ara)
Anggota Propam Periksa Gudang Senjata
Denpasar (Bali Post) Pemeriksaan senjata api (senpi) dilaksanakan anggota Bidang Propam Polda Bali, Selasa (8/1) kemarin. Selain senpi yang dibawa anggota Polri, gudang senpi yang ada di Satuan Brimob dan Direktorat Sabhara Polda Bali tak luput dari pemeriksaan Provos. Menurut Kasubbid Provos Bidpropam Polda Bali AKBP Anak Agung Gede Rai Laba, pemeriksaan tersebut tidak hanya senpi laras pendek, juga laras panjang milik dinas. Untuk lebih efisien, pemeriksaan di masing-masing Satker dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan. AKBP Rai Laba didampingi Kanit Hartib II Subbid Provos AKP Ni Luh Suryawati mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah pelanggaran disiplin anggota dalam penggunaan senpi. Selain itu untuk memastikan keberadaan senpi ada pada anggota dan mengecek apakah Surat Izin Pemegang Senpi (SIPS) yang dipegang anggota masih berlaku atau tidak. Dari kegiatan ini juga terungkap cara anggota merawat, membersihkan dan menyimpan senpi tersebut. Dari hasil pemeriksaan tersebut, belum ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota terkait penggunaan dan pinjam pakai senpi. “Untuk anggota yang bertugas sebagai penyidik dan penyelidik harus pakai holster (sarung senpi di badan) pada saat dinas. Tidak diperkenankan disimpan dalam tas,” imbuh mantan Kabag Ops Polres Badung ini. (kmb36)
INFORMASI - Proses persidangan antara Walhi Bali dengan PT Pelindo III di Kantor Komisi Informasi Bali, Selasa (8/1) kemarin.
Bali Post/eka
Pelindo III Diminta Terbuka Soal Reklamasi
Walhi Bali Ajukan Enam Poin Informasi Publik
Denpasar (Bali Post) -
Gagalnya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali memperoleh informasi terkait kegiatan reklamasi yang dilakukan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa, akhirnya berujung pada sengketa informasi publik. Sidang permohonan itu diajukan pihak Walhi Bali dengan termohon Pelindo III. Sidang perdana dilakukan di Ruang Sidang Kantor Komisi Informasi Provinsi (KIP) Bali di Jalan Cok Agung Tresna Nomor 65 Denpasar, Selasa (8/1) kemarin. Duduk sebagai Ketua Majelis Komisioner KIP Bali Agus Astapa didampingi anggota Gusti Ngurah Wirajasa dan Ketut Suharya. Dari pemohon hadir I Wayan Adi Sumiarta dan I Made Juli Untung Pratama, sedangkan termohon dihadiri oleh Mohamad Yogi dan kawankawan. Hanya rencana sidang pembukaan tidak bisa dilanjutkan karena saat majelis mengecek legalitas, pihak termohon (Pelindo III) tidak membawa surat kuasa. Mereka hanya membawa ID card dan KTP, sehingga pemohon menyangsikan legalitas termohon. Pimpinan sidang kemudian menunda hingga Kamis (15/1) pekan depan, karena pihak termohon tidak membawa surat kuasa. Sementara itu, Agus Astapa selaku ketua pengadil menyatakan, dalam sengketa
informasi itu setidaknya ada enam poin yang dimintakan Walhi Bali kepada pihak Pelindo III selaku penggagas reklamasi Pelabuhan Benoa. Enam poin dimaksud adalah Walhi Bali meminta data izin lokasi kegiatan reklamasi pengembangan Pelindo III Cabang Benoa, izin pelaksanaan, kerangka acuan amdal, Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), Ringkasan Eksekutif Kegiatan Reklamasi dan Izin Lingkungan Pelaksanaan Kegiatan reklamasi pengembangan Pelindo III Cabang Benoa. Surat Permohonan Sebagaimana yang terungkap, Walhi Bali pada 28 September 2018 mengirimkan surat permohonan tersebut yang ditunjukkan pada Gen-
eral Manager Pelindo III Cabang Benoa dengan surat No.10/ED/WALHI-BALI/ IX/2018 tertanggal 27 September 2018, perihal informasi publik. Surat tersebut kemudian diterima oleh A.A. Primana selaku security PT Pelindo III Cabang Benoa. Namun karena tidak ada tanggapan, pada 16 Oktober 2018 Walhi Bali kembali mengirim surat yang ditujukan pada pihak yang sama, perihal pernyataan keberatan, karena permohonan informasi publik yang dilayangkan pada 28 September tidak ditanggapi. Surat itu diterima I Gusti Elsa selaku security di Pelindo III Cabang Benoa. Namun karena tidak ada tanggapan yang memuaskan, akhirnya pada Senin 10 Desember 2018 Walhi Bali mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik
ke KIP Bali. Sehingga atas data dan fakta yang sudah dipegang pihak KIP Bali, Selasa (8/1) dilakukan sidang ajudikasi non-litigasi penyelesaian sengketa informasi. Namun pihak termohon tidak melengkapi diri dengan surat kuasa, sehingga legalitas diragukan. Termohon berjanji akan membawa surat kuasa pekan depan. Dalam sidang kemarin, Ketua Majelis Komisioner KIP Bali juga sempat menjelaskan soal UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, khususnya pada Pasal 4 angka 1, yakni setiap orang berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan UU tersebut. Dalam angka 3 disebutkan pula bahwa setiap pemohon informasi publik, berhak mengajukan permohonan informasi publik disertai dengan alasan permintaan yang jelas. “Pihak Pelindo III tidak bawa kuasa. Apakah mereka betulbetul mewakili Pelindo III, kita tidak berani memastikan. Sehingga sidang tidak bisa kita lanjutkan. Nanti sidang berikutnya pihak Pelindo III
wajib membawa surat kuasa terkait sah tidaknya mereka hadir,” kata Agus Astapa. Dijelaskan pula bahwa dalam proses sidang ajudikasi non-litigasi penyelesaian sengketa informasi ada waktu 100 hari yang diberikan oleh UU. Yakni UU Nomor 14 Tahun 2008, sehingga dalam waktu 100 hari sengketa informasi ini harus tuntas. Keputusan KIP nanti ada dua, yakni satu informasi itu dibuka dan diberikan kepada Walhi Bali selaku pemohon dan atau memang tidak diberikan. “Tentu ada pertimbanganpertimbangan,” jelas Agus Astapa. Sementara itu, Mohamad Yogi yang mengaku sebagai utusan Pelindo III, begitu dikonfirmasi mengaku tidak punya kewenangan untuk diwawancara. “Silakan ke Humas Pelindo III,” katanya sambil bergegas meninggalkan Kantor KIP Bali. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Kurangi Penggunaan Kantong Plastik
DLHK Bagikan 400 Tas Belanja di Pasar Kreneng Bali Post/ist
CEK SENPI - Anggota Propam Polda Bali memeriksa senpi di gudang senjata.
Putusan Sela Korupsi LPD
Hakim Minta Jaksa Buktikan Dakwaan Denpasar (Bali Post) Majelis hakim tipikor pimpinan Esthar Oktavi menolak eksepsi terdakwa dugaan korupsi LPD Desa Pakraman Sega, Karangasem. Selasa (8/1) kemarin, hakim meminta jaksa untuk membuktikan dakwaannya. Dalam putusan selanya, majelis hakim mengatakan dakwaan jaksa sudah cermat dan eksepsi yang diajukan terdaka I Wayan Sumadiyasa alias Mangku Ketur (39) bersama kuasa hukumnya sudah masuk pokok perkara, sehingga jaksa perlu membuktikan dakwaannya dengan menghadirkan saksi-saksi. Ada 30 saksi yang akan diperiksa jaksa penuntut umum (JPU) Santiawan dan kawan-kawan. “Eksepsi yang kami ajukan belum masuk pokok perkara dan harus diperiksa lagi. Kami siap menghadapi persidangan selanjutnya,” kata Adi Darma dan Kadek Dwi Aryana, pengacara terdakwa saat menanggapi putusan sela. Sebelumnya jaksa dari Kejari Karangasem mengatakan, terdakwa berkedudukan sebagai Ketua LPD Desa Pakraman Sega, Karangasem. Terdakwa memakai dana nasabah hingga Rp 584 juta. Dana tersebut untuk kepentingan pribadi. Paling besar dana digunakan untuk judi tajen atau sabung ayam. (kmb37)
Denpasar (Bali Post) Upaya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik semakin digencarkan. Tidak ingin menjadi sekadar aturan, berbagai upaya terus dimaksimalkan Pemkot Denpasar, guna memaksimalkan penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018. Dalam mendukung sosialisasi dan penerapan Perwali ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar membagikan secara gratis 400 tas belanja kepada para pengunjung Pasar Kreneng, Selasa (8/1) kemarin. Tampak para pembeli yang masih menggunakan kantong plastik diberikan tas belanja sambil menyosialisasikan tentang pentingnya penggunaan tas belanja ramah lingkungan. ‘’Pakai tas belanja ini ya, Bu! Nanti kalau belanja ke pasar lagi, jangan pakai kantong plas-
tik yang sekali pakai langsung dibuang. Pakai tas belanja ini secara berulang-ulang untuk ikut menjaga lingkungan,’’ kata Sekretaris DLHK Kota Denpasar I.B. Putra Wirabawa saat memberikan tas belanja kepada para pembeli di Pasar Kreneng. Putra Wirabawa mengatakan, pelaksanaan kegiatan operasi kantong plastik, sosialisasi Perwali Nomor 36 Tahun 2018 dan pemberian tas belanja di Pasar Kreneng ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk ikut peduli mengurangi sampah plastik dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan tas belanja yang dapat dipakai secara berulangulang tentu dapat membantu meminimalisasi penggunaan tas belanja sekali pakai. ‘’Selu-
ruh pedagang pasar sebelumnya sudah kami sosialisasikan, dan sekarang sosialisasi dilaksanakan dengan menyasar pembeli, sehingga ada perubahan perilaku dan program ini dapat terus dimaksimalkan,’’ jelasnya. Pria yang akrab disapa Gustra ini menekankan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan hingga penerapan Perwali terkait pengurangan sampah plastik ini dapat berjalan maksimal. Tidak hanya di Pasar Kreneng, hal serupa juga dilakukan pada 35 pasar rakyat di Kota Denpasar. ‘’Tas belanja ramah lingkungan ini merupakan bantuan CSR dari pihak ketiga yang peduli terhadap lingkungan. Kami berharap semua pihak dapat mendukung gerakan ini, karena plastik merupakan salah satu bahan yang sulit terurai,’’
Bali Post/ara
TAS BELANJA - Suasana pembagian tas belanja gratis untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. paparnya. Salah seorang pembeli Evi Yustina asal Jalan Kenyeri, Denpasar mengatakan program ini sangat baik dalam mengurangi penggunaan
plastik sekali pakai. Saat ini sampah plastik sudah banyak dan dapat dijumpai di manamana. ‘’Ini sangat bagus. Kita harus bijak menggunakan plastik,’’ ujarnya. (kmb12)
Rai Mantra Lantik 176 Pejabat Eseleon III dan IV
Tekankan Peningkatan Prestasi Kerja dan Integritas, Pahami Motto Sewaka Dharma
Bali Post/eka
TIPIKOR - Terdakwa I Wayan Sumadiyasa (baju putih) meninggalkan ruang sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (8/1) kemarin.
819446 / 081337032965
Topik : PULUHAN PROYEK DI BADUNG BELUM DILUNASI
WaLI Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra melantik 176 pejabat yang terdiri atas 49 pejabat eselon III (administrator) dan 127 pejabat eselon IV (pengawas) di Ruang Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Selasa (8/1) kemarin. Kegiatan yang turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta Forkompinda Kota Denpasar ini dilaksanakan sebagai upaya penyegaran terhadap ASN di lingkungan Pemkot Denpasar. Sekda Kota Denpasar AAN Rai iswara didampingi Plt. Kepala BKPSDM Kota Denpasar I Wayan Sudiana mengatakan, pelaksanaan mutasi dan promosi ini telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Di mana penentuan jabatan baik pada jabatan administrator dan jabatan pengawas ini
PELANTIKAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat pelantikan pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan Pemkot Denpasar, Selasa (8/1) kemarin. tek lepas dari adanya evaluasi kinerja kepegawaian yang secara berkelanjutan dilaksanakan oleh BKPSDM Kota denpasar. Selain itu, adanya aplikasi Amatya juga memberikan kemudahan pimpinan
dalam melakukan penyegaran guna memaksimalkan capaian kerja sesuai dengan visi-misi Kota Denpasar. “Mutasi ini dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku dan berdasarkan hasil evaluasi
kinerja kepegawaian di lingkungan Pemkot Denpasar,” jelasnya. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menekankan, mutasi adalah hal yang biasa di tubuh pemerintahan. Dengan adanya mutasi ini, diharapkan mampu memaksimalkan kinerja ASN di Kota Denpasar. “Peningkatan kinerja yang luar biasa itu yang kita harapkan, sehingga mampu memaksimalkan program kerja menuju kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat,” paparnya. Dengan adanya mutasi ini, kata Rai Mantra ASN akan dihadapkan dengan situasi yang baru yang tentunya mewajibkan mereka untuk menciptakan strategi baru. Selain itu, hal penting yang juga ditekankan yakni ASN di manapun berada hendaknya senantiasa memiliki integritas
yang tinggi serta memahami motto Sewaka Dharma yang digaungkan Pemkot Denpasar sebagai landasan berpikir bahwa melayani adalah kewajiban. “Semangat tidak boleh kendor, di tempat yang baru harus ada strategi baru dalam meningkatkan capaian kinerja menuju peningkatan prestasi kerja,” pungkasnya. Pelantikan 176 pejabat eseleon III dan eselon IV di lingkungan Pemkot Denpasar ini tertuang dalam Keputusan Walikota Denpasar Nomor 188.45 /201/HK/2019 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Administrator di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar dan Keputusan Walikota Denpasar Nomor 188.45 /202/HK/2019 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Administrator di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. (ad292)
BADUNG
Rabu Wage, 9 Januari 2019
3
FIGUR Menata Pariwisata Abiansemal PARIWISATA menjadi tonggak perekonomian Kabupaten Badung. Tak salah jika Kecamatan Abiansemal turut mengembangkan sektor tersebut guna memeratakan pendapatan masyarakat. Bedanya, kecamatan yang terdiri dari 18 desa ini menata potensi pariwisatanya yang berupa ekowisata dan agrowisata. Seperti diungkapkan Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Suryajaya. Belasan desa di Kecamatan Abiansemal memiliki segudang potensi pariwisata alam yang perlu ditata sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. ‘’Banyak desa kami yang sudah menjadi tujuan wisatawan. Seperti Sangeh, Bongkasa Pertiwi, Punggul, dan lainnya. Nah, sesuai arahan Bapak Bupati, kami harus mengemas potensi ini sehingga menarik untuk dikunjungi,’’ ujarnya. Model pariwisata yang dikembangkan adalah ekowisata dan agrowisata, sehingga pertumbuhan pariwisata tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. ‘’Seperti arahan Bapak Bupati, wisatawan yang datang ke Bali khususnya Badung, menginap di Badung Selatan, tapi berlibur menikmati alam ke Badung Utara,’’ jelasnya. Dia mengakui tengah mencari identitas khas yang dapat menggambarkan Kecamatan Abiansemal secara menyeluruh, baik dari wisata alam, spiritual dan budayanya. ‘’Kami belum memiliki identitas yang menjadi ikon, sedangkan potensi pariwisata yang ada banyak. Mungkin ada 12 lebih yang sudah dibangun menjadi daya tarik pariwisata, seperti Taman Mumbul yang baru ditata,’’ kata Suryajaya. (par)
Ditutup Sementara, Usaha Penjualan Air Bersih di Jimbaran
Mangupura (Bali Post) Camat Kuta Selatan I Made Widiana beserta instansi terkait, Selasa (8/1) kemarin melakukan pengecekan usaha penjualan air dengan memanfaatkan air bawah tanah (ABT) di Lingkungan Kalanganyar, Jimbaran, Kuta Selatan. Hal ini sebagai tindak lanjut laporan warga yang menyebutkan adanya usaha air bersih yang belum memiliki izin pemanfaatan ABT. Dari pengecekan tersebut, diketahui pemilik usaha penjualan air bersih itu memang belum mengantongi izin pengambilan ABT. Camat Kuta Selatan I Made Widiana meminta pemilik usaha agar segera mengurus izin ABT. Sembari izin itu diproses, usaha tersebut ditutup sementara. ‘’Yang jelas ini akan disetop sementara sambil pengurusan izin pemanfaatan ABT,’’ tegasnya. Menurutnya, pemilik usaha telah menyatakan akan mengurus izin. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan PDAM dan Satpol PP untuk langkah selanjutnya. Diakuinya, jasa penjualan air bersih ini sangat membantu warga setempat. Sebab pasokan air PDAM di Kuta Selatan belum maksimal. Namun usaha ini harus kena pajak ABT, demikian pula usaha lain seperti hotel. Untuk itu dia mengimbau masyarakat Kuta Selatan yang menggunakan ABT terutama yang dikomersialkan, agar secara sadar mengurus perizinan. Sebab, pengambilan ABT harus dipantau dan dikendalikan. Jangan sampai ABT berkurang sehingga mengakibatkan permukaan tanah menurun dan intrusi. ‘’Pemerintah wajib mengawasi pengambilan ABT ini. Jangan sampai masyarakat semena-mena mengambil ABT untuk dikomersialkan. Tentunya harus mengurus izin ke Dinas Perizinan provinsi,’’ ujarnya. Sementara itu pemilik usaha penjualan air bersih, Wayan Liter, mengaku tengah memproses perizinan. Pihaknya pun mengaku siap menerima sanksi berupa penghentian sementara aktivitas jual-beli air ini. Dijelaskannya, usaha yang baru dimulai delapan bulan lalu memiliki tujuh mobil tangki. Usaha ini untuk melayani masyarakat yang belum terjangkau PDAM atau yang kerap mengalami gangguan layanan PDAM. ‘’Dalam sehari kami bisa ngantar sebanyak 20 tangki air ke masyarakat,’’ katanya. (kmb23)
RING RIVER - Proyek ring river yang masih dikerjakan akibat pemerintah belum melunasi tunggakan pembayaran proyek.
Puluhan Proyek Belum Dilunasi, Pemkab Wanprestasi
Mangupura (Bali Post) -
Pemkab Badung masih menyisakan tunggakan pembayaran sejumlah proyek yang telah dianggarkan dalam APBD 2018. Setidaknya ada 24 proyek fisik yang harus dibayarkan oleh pemerintah setempat tahun ini, sehingga berimbas pada lambannya pengerjaan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung Ida Bagus Surya Suamba saat dikonfirmasi, Selasa (8/1) kemarin, tak menampik perihal tersebut. Birokrat asal Tabanan ini mengakui puluhan proyek yang belum dibayarkan mengakibatkan Pemkab Badung wanprestasi. ‘’Ya... kita wanprestasi, karena tidak bisa menu-
naikan kewajiban kepada rekanan. Kalau tidak salah sekitar Rp 300 miliar dari 24 proyek. Seperti proyek ring river, Pasar Blahkiuh, pematangan lahan SMA Abiansemal,’’ ujarnya. Apakah rekanan akan dikenakan penalti? Surya Suamba kembali menegaskan, jika keterlambatan pengerjaan proyek akibat dari kekurangan pembayaran. Karena itu, pihaknya
memberikan kompensasi pengerjaan proyek. ‘’Karena belum dibayar, rekanan minta kompensasi (perpanjangan waktu - red),’’ ujarnya seraya menyebutkan jika pihak rekanan tengah menunggu kabar baik dari Pemkab Badung terkait pelunasan sisa tunggakan. Sementara itu, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa berjanji menyatakan Pemkab akan segera melu-
Bali Post/edi
nasi tunggakan pembayaran proyek. ‘’Kami berterima kasih karena pihak rekanan mau mengerti kondisi kami dan tentunya kami akan segera membayar sisa yang belum terbayarkan,’’ ungkapnya. Birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan itu mengakui akan melunasi semua sisa tunggakan proyek dalam satu tahun anggaran. ‘’Ini menjadi prioritas kami. Kalau tidak ada hal yang urgent tentunya pembayaran akan difokuskan ke sini (tunggakan proyek – red),’’ katanya. Pemkab Badung juga akan
memberikan bunga atas tunggakan kepada rekanan. ‘’Sesuai aturan, kami berikan bunga kalau tidak salah 12 persen per tahun. Coba tanya lagi BKAD supaya tidak salah,’’ tegasnya. Lebih lanjut mantan Kadispenda Badung itu menyampaikan, kondisi tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Pemkab Badung sehingga ke depan dapat merancang anggaran dengan baik. ‘’Ini pengalaman bagi pemerintah, khususnya saya. Tentunya dengan kejadian ini kami lebih berhatihati dalam menyusun anggaran,’’ tegasnya. (kmb27)
Yaris Tabrak Xenia dan Pembatas Jalan Tol Mangupura (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan terjadi di km 4.600 B, Jalan Tol Bali Mandara, Selasa (8/1) kemarin. Kejadiannya berlangsung pukul 08.52 Wita. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun kedua kendaraan yakni Daihatsu Xenia DK 1085 BX dan Toyota Yaris DK 1102 QF rusak berat. Menurut Humas PT Jasamarga Bali Tol (JBT) Putu Gandhi Ginatra, kecelakaan ini diakibatkan pengendara Toyota Yaris atas nama Ni Putu Dea Pradnya dalam keadaan kurang konsentrasi. Ketika itu dia tidak menyadari ada mobil di depannya. Guna menghindari tabrakan, dia pun banting setir ke kanan. Namun, dalam keadaan masih kaget, dia kembali banting setir ke kiri, sehingga menghantam mobil Xenia di sebelah kiri yang dike-
mudikan Made Merta Guna. ‘’Pengakuan dari pengendara Yaris, sedang dalam keadaan melamun sehingga kaget melihat mobil di depannya,’’ kata Gandhi. Menurutnya, mobil Yaris tersebut juga menghantam pembatas jalan dan rambu milik PT JBT. Kedua mobil ketika itu terguling. ‘’Keadaan kedua korban kecelakaan mengalami luka ringan, lecetlecet pada bagian tangan dan kaki,’’ terang Gandhi. Dikatakannya, untuk evakuasi korban dan kendaraan, sudah ditangani JBT yang melibatkan Patroli Jalan Tol, Polisi Jalan Tol, dan kendaraan derek. Sementara itu, Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo mengatakan, kondisi kedua mobil rusak berat. Anggota Polantas bersama pegawai Jalan Tol telah mengevakuasi mobil tersebut. (kmb23/kmb36)
Bali Post/ist
KECELAKAAN - Salah satu mobil yang terbalik dan rusak berat setelah mengalami kecelakaan di Jalan Tol Bali Mandara, Selasa (8/1) kemarin.
Dinas Pertanian Tolak Puluhan Proposal Kelompok Ternak
ABT - Camat Kuta Selatan I Made Widiana bersama jajaran saat melakukan pengecekan usaha penjualan air dengan memanfaatkan ABT di Lingkungan Kalanganyar, Jimbaran.
Bali Post/par
Mangupura (Bali Post) – Puluhan proposal permohonan dana hibah kelompok ternak ditolak oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung. Pasalnya, puluhan kelompok yang mengajukan hibah ini baru berdiri. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Putu Oka Swadiana membenarkan prihal tersebut. Ditegaskannya, kelompok ternak baru bisa menerima bantuan setelah dua tahun dikukuhkan. ‘’Ini memang ketentuannya. Setelah dua tahun dikukuhkan, baru boleh menerima bantuan hibah dengan mengajukan proposal,’’ ujar Oka Swadi-
ana, Selasa (8/1) kemarin. Menurutnya, semua proposal yang jumlahnya lebih dari 20 buah itu dikembalikan ke Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Badung. ‘’Selain memang belum dua tahun, juga karena terbentur dana,’’ katanya. Lebih lanjut ia mengimbau agar masyarakat dan perangkat desa jujur dalam menyampaikan kondisi di lapangan. Sebab tidak menutup kemungkinan ada kelompok ternak yang baru saja berdiri dan dikukuhkan, namun sudah dinyatakan berusia dua tahun. Terkait dengan proposal dan dana hibah selanjutnya, pihaknya mengaku bergan-
tung kepada Bagian Kesra karena proposal hibah sudah dikembalikan ke Kesra. Dalam hal ini, Bagian Kesra yang mengurus proposal tersebut dan dinas terkait menentukan layak atau tidaknya diberikan bantuan, dengan melihat kenyataan di lapangan. Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Badung Nyoman Sujendra mengakui belum tahu persis masalah tersebut. Namun dia menyatakan akan menelusuri puluhan proposal yang ditolak oleh Dinas Pertanian dan Pangan tersebut. ‘’Saya belum tahu persis itu, coba saya tanya ke staf saya dulu ya,’’ ucapnya singkat. (kmb27)
Daerah
4 A K T I V I T A S
Rabu Wage, 9 Januari 2019
Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih
Digelar 6 Maret, Ada Larangan Melakukan Upacara Ngaben
S E TANGKIL - Ratusan pamedek saat tangkil ke Pura Besakih. R Resmikan Posko GPM, Ribuan Warga Nusa Penida Temui AWK E M O PESONA dan karisma dari N sosok pemimpin muda Bali yakni Shri I Gusti Ngurah Arya WeI dakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III terbukti di Nusa Penida, Klungkung. A Pulau Kehadiran Senator DPD-RI termuda asal Bali ini selama tiga di Nusa Penida memberikan L hari semangat, khususnya kepada
Bali Post/dok
Denpasar (Bali Post) Umat Hindu di Bali akan menggelar karya agung di Pura Besakih yakni Panca Wali Krama pada 6 Maret 2019 mendatang. Karya yang berlangsung setiap 10 tahun sekali merupakan karya terbesar kedua setelah Eka Dasa Rudra yang berlangsung setiap 100 tahun sekali. Karya agung ini telah ditetapkan berdasarkan Pesamuan Madya yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali pada 16 Agustus 2018 lalu di Kantor PHDI Bali di Jalan Ratna, Denpasar. Salah satu poin keputusan adalah adanya pelarangan melakukan upacara atiwa-tiwa/ngaben dalam rentang waktu mulai 20 Januari hingga 4 April 2019. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesucian dan keberhasilan Karya Panca Wali Krama tersebut. Apabila ada yang meninggal setelah tanggal 20 Januari 2019, maka diatur sesuai
ketentuan. Apabila ada yang meninggal dunia boleh makinsan di pertiwi dan dilakukan pada sore hari, namun tidak mendapatkan tirta pangentas. Apabila yang meninggal adalah sulinggih (dwijati), pemangku atau mereka yang menurut dresta tidak boleh di-pendem, secepatnya dikremasi dan juga diperkenankan untuk ngelelet sawa. Bagi yang masih berstatus walaka tidak sampai munggah tumpang salu. Sedangkan bagi sulinggih dapat dilanjutkan sampai munggah tumpang salu. Ketentuan lainnya yakni apabila memiliki jenazah belum diaben, agar nunas tirta pemarisudha dari Pura Dalem Puri Besakih yang sebelumnya sudah dibagikan kepada seluruh umat Hindu di Bali, kemudian dipercikkan ke jenazah dengan terlebih dahulu menghaturkan upacara. Sementara itu, bagi umat Hindu yang berada di luar Bali agar melaksanakan yasa kerti
disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Lantas, apa yang mendasari adanya larangan melaksanakan upacara pengabenan selama rangkaian Karya Agung Panca Bali Krama tersebut? Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. saat dikonfirmasi menyebutkan karya-karya agung seperti Panca Wali Krama merupakan proses penyucian alam. Oleh karenanya, selama batas waktu tertentu dilakukan proses negtegan karya atau mapanyengker agar peristiwa-peristiwa suci bisa dipertahankan guna mendukung kesuksesan penyelenggaraan karya agung tersebut. ‘’Larangan melaksanakan upacara pengabenan saat Karya Agung Panca Wali Krama juga tertuang dalam sejumlah sastra agama atau lontar seperti Lontar Bhama Kertih,’’ ujar Rektor IHDN Denpasar ini, Selasa (8/1) kemarin. (win)
Hasil Menabung, Siswi SD Kelas III Beli Ponsel Pakai Uang Koin Wedakarna Minta Warga Tidak Mengulangi
Kesalahan Bali dalam Pembangunan
P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
generasi muda Klungkung. Dari hasil pantauan selama tiga hari, antusiasme warga masyarakat Nusa dari berbagai kalangan untuk bertemu dengan sosok AWK sangat tinggi. Ini dibuktikan saat AWK berkeliling ke seluruh penjuru Pulau Nusa. Momentum ini dimanfaatkan benar Senator AWK untuk memberikan semangat agar Nusa Penida tidak lagi tertinggal dibandingkan dengan yang lain, namun tetap dengan kedaulatan ekonomi yang tinggi. Demikian diungkapkan Senator AWK saat hadir memenuhi undangan Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) dan Garda AWK di Desa Matumadeg dan Desa Pejukutan, Nusa Penida. ‘’Kabupaten Klungkung adalah salah satu kabupaten yang PAD-nya terkecil di Bali. Bagaimana membangun Klungkung dan Nusa Penida jika uang tidak ada. Apalagi secara garis politik pemerintahan yang sekarang tidak sejalur dengan provinsi dan pusat. Pasti akan ada kendalanya. Tapi itu tidak jadi soal jika semua pemimpin bersikap negarawan dan itu fungsi anggota DPD untuk menjembatani kepentingan daerah di pusat. Nanti kita bersinergi, khususnya agar Nusa Penida tidak tertinggal. Kami akan bersinergi dengan bupati, camat, perbekel, lurah dan semua stakeholder di Klungkung. Kita lupakan sekat partai, sekat warna dan sekat politik. Yang penting bagaimana Klungkung bisa setara dan maju. Itu cita-cita Satyagraha kami untuk Nusa Penida,’’ kata Gusti Wedakarna. Terkait dengan pesatnya pembangunan pariwisata di Nusa Penida, Senator AWK memiliki kekhawatiran karena sesungguhnya Nusa Penida belum siap secara infrastruktur untuk membuka keran pariwisata secara terbuka. ‘’Selama tiga hari saya di Nusa Penida, sempat mengalami namanya pemadaman listrik. Saya perhatikan ada titik kemacetan karena ruas jalan yang kecil
MARHAENIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat peresmian Posko GPM Nusa Penida dan bertemu anggota Garda AWK di Nusa Penida. dan sempit, kepemilikan tanah sudah banyak dikuasai orang luar Nusa Penida, juga masalah air bersih. Jadi sekiranya pemerintah di Klungkung agar mengerem investasi yang ada. Belum lagi semakin banyaknya orang luar yang datang ke Nusa Penida karena faktor pembangunan ini. Memang secara jangka pendek kelihatannya menguntungkan, tapi mari kita berpikir jangka panjang. Jangan-jangan Nusa Penida akan mengulangi kesalahan Pulau Bali dalam urusan pembangunan. Saya mohon sekali, jangan ulangi kesalahan orang-orang di Bali yang terlalu jor-joran membuka keran pariwisata, dan akibatnya kini banyak orang asli Bali jadi buruh di tanahnya sendiri. Nusa Penida ini didesain untuk menjadi pusat spiritual, menjadi pusat kesucian Bali. Ada Pura Dalem Ped di sana. Di sini perlu proteksi agar pembangunan tidak over capacity. Sebagai anggota DPD-RI yang mewakili warga Nusa Penida, saya akan bantu mengawasi kebijakan pemerintah Klungkung. Ini sudah diperkuat dengan fungsi pengawasan terkait dengan kebi-
jakan daerah di UU MD3 tahun 2018. Kita akan sinergi demi Nusa Penida berdaulat,’’ jelas Senator Arya Wedakarna. Dalam kesempatan itu, di hadapan I Made Jawan (Ketua PAC GPM Nusa Penida), I Gede Suarna Sunanjaya, I Wayan Widastra, I Ketut Edy Widi Arta (Koordinator GPM Nusa Penida) dan I Wayan Sudiadnyana (Koordinator Garda Nusa Penida), Senator Wedakarna mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang diberikan anakanak muda di Nusa Penida yang sudah mulai terbuka memberikan dukungan politik terhadap sosok pemimpin dan wakilnya. ‘’Generasi muda Nusa Penida harus ingat pesan Paduka Bung Karno, bahwa kalian harus berdaulat dalam bidang politik dan harus melek politik agar tidak dibohongi oleh pemimpin kalian. Juga harus wujudkan berdikari ekonomi, agar umat Hindu di Nusa menjadi warga kaya yang memiliki kemampuan finansial baik dan terakhir berkepribadian budaya agar budaya Bali yang dijiwai agama Hindu bisa bertahan. Ngiring jaga Nusa Penida,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. (ad290)
Penjambret Turis Prancis Ditangkap
Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali meringkus pelaku jambret berinisial KR alias Dollar (18) saat nongkrong di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Selasa (8/1) kemarin. Tersangka KR ditangkap usai menjambret turis Prancis Djelloulo Kamel (41) di Jalan Legian, tepatnya depan Kantor LPD Legian, Kuta. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, korban selama di Bali menginap di Hotel Loft Legian, Kuta. Pada Selasa (20/11) tahun lalu pukul 02.00 Wita, korban yang merupakan pegawai bank ini berjalan kaki di Seminyak, Kuta. Setibanya di TKP, korban dipepet pria bertato yang mengendarai sepeda motor. Selanjutnya pelaku langsung merampas HP yang dibawa korban. Karena melawan, pelaku menendang korban dan langsung kabur. Akibat kejadian itu korban kehilangan Iphone XS Max senilai Rp 30 juta dan kasus ini dilaporkan ke Polsek Kuta. Lama kasus ini tidak terungkap akhirnya tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali turun tangan. Hasil penyelidikan, petugas dapat informasi bahwa seorang pria yang biasa dipanggil Dollar asal Karangasem merupakan pelaku
PADA Minggu (6/1) malam menjadi hari yang berkesan bagi Trifona. Dara berusia 9 tahun ini untuk pertama kalinya memiliki ponsel. Ia membeli ponsel pertamanya di Cellular World Gatot Subroto Denpasar. Siswi kelas III di SD 3 Darmasaba ini membayar ponselnya dengan uang koin hasil tabungannya. ‘’Trifona menabung sejak 25 November 2016. Sisa uang jajannya dimasukkan ke celengan. Akhirnya, pada 5 Januari 2019 celengannya dibuka dan uangnya dipakai beli ponsel,’’ ungkap Ni Made Wistisari, ibu Trifona. Warga Banjar Peninjoan ini menuturkan, Trifona memilih ponsel Samsung J2 Prime beserta aksesoris, chasing dan memori card. ‘’Uang hasil tabungannya selama tiga tahun akhirnya jadi ponsel. Ini sudah diniatkan,’’ imbuh Wistisari seraya mengatakan transaksi di kasir menggunakan uang koin. Gede Wirakusuma, Manager Marketing Cellular World, mengatakan pembelian handphone dengan uang koin hasil tabungan Trifona ini memberikan pelajaran penting untuk generasi muda zaman sekarang. ‘’Ketika usaha tidak akan mengkhianati hasilnya. Senyum cantik dan bahagia Trifona membuat kami semakin bersemangat memberikan pelayanan terbaik untuk semeton Bali,’’ ujar Wirakusuma. Ia juga mengatakan Cellular
World selalu memberikan promopromo terutama untuk tipe Samsung. Promo saat ini yang sedang berjalan adalah Promo Samsung YES (Year End Surprise) dengan hadiah yang sangat spektakuler yaitu 1 unit motor Yamaha XMax, 2 unit motor Yamaha NMax, Sam-
sung Galaxy Note 9 512 GB, dan puluhan hadiah lainnya. ‘’Saat ini adalah saat yang tepat untuk membeli HP Samsung karena bisa berkesempatan untuk mendapatkan hadiah undian motor,’’ ungkap Gede Wirakusuma. (ad293)
Beli Motor Berhadiah Motor di Program Double Rejeki Vario
DI AWAL tahun 2019, kabar menarik kembali dipersembahkan Honda untuk memenuhi impian masyarakat Bali yang ingin memiliki sepeda motor. Program menarik yang ditawarkan Astra Motor Bali bersama seluruh dealer sepeda motor Honda wilayah Bali adalah program double rejeki Vario dengan periode program 1 Januari – 31 Maret 2019. Program spesial ini berlaku untuk tipe Vario 125 dan Vario 150 dengan du jenis program yaitu hadiah langsung untuk tipe Vario 125 dan undian berhadiah untuk tipe Vario 125 dan Vario 150. Program hadiah langsung diberikan untuk konsumen yang melakukan pembelian Vario 125 series. Mereka berkesempatan mendapatkan undian cabutan langsung yang berhadiah voucher Semeton Honda Bali Card Brizzi dengan cara konsumen mengambil amplop undian di pohon hias yang tersedia di masingmasing dealer. All New Honda Vario 125 yang berbekal mesin 125cc berteknologi eSP diminati karena mampu memberikan keseimbangan antara performa yang optimal serta konsumsi bahan bakar yang irit, dengan akselerasi mesin kapasitas 125 lebih baik dari model sebelumnya memiliki catatan waktu tempuh 12,5 detik untuk jarak 0-200 meter dan dapat mencapai top speed 98 km/jam. Dengan mengaktifkan fitur Idling Stop System (ISS) yang tersematkan, All New Honda Vario 125 dapat menghasilkan konsumsi bahan bakar teririt di kelasnya yaitu 51,7 km/liter dengan metode ECE R40.
PROGRAM - Program menarik yang ditawarkan Astra Motor Bali bersama seluruh dealer sepeda motor Honda wilayah Bali adalah program double rejeki Vario dengan periode program 1 Januari – 31 Maret 2019. Sedangkan untuk program undian canggih ISS yang secara otomatis berhadiah berlaku untuk konsumen mematikan mesin saat mesin beryang melakukan pembelian Vario henti bekerja lebih dari 3 detik dan 125 series & Vario 150 series secara hanya perlu menarik tuas gas untuk otomatis mendapatkan satu kupon dapat menghidupkan mesin kembali, undian, di mana pengundiannya Honda Smart Technology pun tetap akan dilaksanakan pada akhir peri- dipertahankan pada All New Honda ode program di bulan Maret dengan Vario 150 dari generasi sebelumnya. hadiah 5 unit Honda PCX untuk ‘’Program double rejeki Vario pemenang yang beruntung. ini, sebagai bentuk apresiasi keSelain itu ada juga program pada masyarakat dan juga untuk RO-TI (Repeat Order-Trade In) memenuhi impian konsumen yang dengan voucher hingga 440 ribu mendambakan punya motor baru, (tunai/kredit) di tipe Vario 125 series dengan undian berhadiah tentunya & Vario 150 series skutik eksklusif memberikan peluang kepada konterbaru All New Honda Vario 150 sumen untuk memenangkan hadiah hadir sebagai performa tinggi dileng- tidak tanggung-tanggung adalah kapi dengan fitur-fitur keselamatan motor Honda juga,’’ ungkap Wahyudi yang canggih lainnya yaitu standar Saputra selaku Region Head Astra otomatis (Side Stand Switch). Fitur Motor Bali. (bns1)
Bawa 50 Butir Ekstasi, Hafid Dituntut 12 Tahun Penjara Bali Post/ist
DITANGKAP - Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali menangkap tersangka KR terkait kasus jambret. jambret di Kuta. ‘’Petugas sempat melakukan penyelidikan ke kampung pelaku di Medahan, Karangasem. Tapi Dollar tidak ada di rumahnya,’’ tegasnya. Setelah itu diperoleh informasi pelaku ada di Jalan Kusuma Bangsa Gang Melasti, Denpasar Barat. Setelah dicek ke sana hasilnya
nihil. Akhirnya, pada Selasa (8/1) pukul 00.30 Wita, petugas meringkus pelaku di Jalan Gatot Subroto Barat. Saat diinterogasi, pelaku mengaku menjambret korban di Jalan Legian. ‘’Kasus ini masih dikembangkan, kemungkinan pelaku beraksi di tempat lain,’’ ujar Kombes Andi. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Ketahuan saat mengambil dan membawa 50 butir ekstasi, Abdul Hafid, Selasa (8/1) kemarin dituntut 12 tahun penjara. JPU Suwandi mewakili jaksa I Gusti Ngurah Darma Putra menyatakan terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman, yang beratnya melebihi lima gram. Yakni berupa plastik klip berisi 50 butir pil ekstasi seberat 24,58 gram netto. Selain dituntut 12 tahun penjara, terdakwa juga membayar denda Rp 1 miliar, subsider delapan bulan ku-
rungan. Hafid dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya Ni Luh Sarini dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan secara tertulis. Sidang pimpinan majelis hakim IGN Partha Barghawa akan dilanjutkan pekan depan. Dalam surat tuntutannya, jaksa Suwandi mengatakan Hafid telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika. Dijelaksan jaksa, awalnya terdakwa
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
dihubungi seseorang pada 25 Agustus 2018 pukul 18.30 Wita. Terdakwa disuruh mengambil barang di kawasan Jalan Gurita, Denpasar. Jika barang telah diterima, terdakwa diminta meletakkan di bawah kasur kamar kos pacar orang yang menyuruh tadi. ‘’Usai menyerahkan amplop, orang itu langsung pergi meninggalkan terdakwa,’’ jelas jaksa. Tak berselang lama, datang beberapa orang dan meminta terdakwa berhenti. Terdakwa pun langsung sadar, bahwa orang-orang ini adalah petugas dari BNNP Bali dan akhirnya ditangkap. (kmb37)
Rabu Wage, 9 Januari 2019
daerah
5
Surya Negara Jabat Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Sanglah Denpasar (Bali Post) Jabatan Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Sanglah per 27 Desember 2018 resmi dijabat Dr. dr. I Ketut Surya Negara, Sp.OG(K)., MARS. Di awal kepemimpinannya, ia telah dihadapkan dengan persiapan RSUP Sanglah menuju reakreditasi JCI edisi 6. Untuk itu, ada beberapa persiapan yang dilakukan. ‘’Dalam standar nasional maupun internasional, SDM baik staf medis keperawatan, dan nonmedis lainnya yang dilakukan adalah menetapkan kredensial, surat penugasan klinik dan menetapkan rincian klinik serta supervisi termasuk peserta didik,’’ ungkapnya, Senin (7/1). Dalam menghadapi JCI itu, rumah sakit menyiapkan clinic medical center karena proses penelitian berjalan di rumah sakit. Penelitian ini dibantu dengan integrasi komite koordinasi pendidikan yang ada di rumah sakit. ‘’Itu kerja sama dengan institusi pendidikan yaitu FK Unud dan rumah sakit pendidikan yaitu RSUP Sanglah,’’ kata pria kelahiran Abianbase, Badung ini. Kerja sama tersebut dalam hal mengorganisir penelitian yang ada di rumah sakit. Tak hanya itu, menuju visi RSUP Sanglah tahun 2019 yaitu menuju rumah sakit nasional berkelas dunia, budaya pelayanan berkelas dunia menjadi tantangan besar. Ia harus berupaya menggerakkan SDM di rumah sakit, baik dokter spesialis, subsepsialis dan keperawatan untuk menerapkan standar akreditasi yang telah diraih menjadi budaya kerja di rumah sakit. ‘’Bagaimana menggerakkan peserta didik dan SDM seluruhnya untuk melayani sesuai standar rumah sakit. Tujuan utamanya peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Tugas kita menggerakkan, mengajak, merangkul dokter spesialis dan keperawatan dalam menerapkan pelayanan sesuai standar,’’ beber pria kelahiran 3 September 1967 ini. Pengembangan manaje- men SDM dimulai dari perencanaan kebutuhan SDM seperti perekrutan, penempatan, dll. Bagian SDM juga mengembangkan pendidikan dan penelitian–penelitian, termasuk pelatihan medis dan nonmedis. Tidak hanya memberikan tanggung jawab pekerjaan, rumah sakit juga memiliki tanggung jawab pada SDM untuk pemeliharaan SDM seperti pemeriksaan kesehatan berkala, program vaksinasi pegawai, perlindungan kekerasan, program capacity building, dll. Setelah itu baru kemudian berupaya meningkatkan produktivitas SDM. (kmb42)
Bali Post/ist
ROMPI - Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana secara simbolis mengenakan rompi kepada anggota PKS SMP Negeri 4 Denpasar.
Tekan Angka Lakalantas Libatkan Pelajar
Ditlantas Polda Bali Bina Anggota PKS
Denpasar (Bali Post) Evaluasi jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) periode Januari-November 2018 terjadi sebanyak 2.548 kejadian dan meninggal dunia 448 orang. Dari jumlah tersebut 22 persen melibatkan pelajar dan mahasiswa. Guna menekan angka kecelakaan itu, Ditlantas Polda Bali menerapkan pembinaan terhadap anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Hal ini disampaikan Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana, Selasa (8/1) kemarin. ‘’Kami intens melaksanakan program police goes to school. Dengan kegiatan ini kami berharap dapat memberikan edukasi dini kepada para murid dan mereka akan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, sehingga angka lakalantas dapat ditekan,’’ kata Kombes Sudana saat di temui di sela-sela pembinaan anggota PKS SMP Negeri 4 Denpasar di Jalan Gunung Agung, Denpasar Barat.
Kombes Sudana didampingi Kasubdit Dikyasa AKBP Nyoman Sukasena mengajak anggota PKS agar menjadi contoh di lingkungan sekolahnya. Selain itu, mereka juga diminta untuk terus menyosialisasikan dan mengingatkan ke teman-temannya agar selalu tertib berlalu lintas, di antaranya tertib administrasi dan tertib kelengkapan kendaraan. Mantan Kapolresta Denpasar ini
pun menyerahkan 25 rompi kepada anggota PKS yang disaksikan langsung Kepala SMP Negeri 4 Denpasar I Nyoman Mudanya. Rompi tersebut akan digunakan pada saat mereka melaksanakan pengaturan lalu lintas di depan sekolah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari commander wish yang dicetuskan Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose beberapa waktu lalu. ‘’Ini merupakan langkah awal kami untuk menjadikan Bali sebagai model tertib berlalu lintas. Sebab, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dilakukan oleh anak di bawah umur masih tinggi,’’ terang lulusan Akpol tahun 1990 ini. Mantan Kabid Humas Polda Bali ini menegaskan, siswa yang masih
duduk di bangku SMP belum boleh mengendarai sepeda motor. Pasalnya secara administrasi, mereka belum cukup umur sehingga belum boleh memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi). Untuk itu, ia berharap kepada orangtua untuk mengantar anaknya ke sekolah. Kalau polisi hanya melakukan penangkapan kemudian ditilang, itu tidak akan menimbulkan efek jera. Upaya yang dirasa paling tepat adalah siswa yang tidak disiplin agar dipanggil untuk dibina dan diberi motivasi sehingga ada efek jeranya. ‘’Tilang, tangkap, tilang, tangkap tidak akan ada efek jera. Kami harapkan adik-adik menjadi contoh di sekolah ini,’’ tandasnya. (kmb36)
Pergub Pembatasan Sampah Plastik
Rawan Tsunami, Banyuwangi Sekolah Jadi Sentral Pembentukan Karakter Siswa Cinta Lingkungan Minim Alat Deteksi Dini Banyuwangi (Bali Post) Menjadi daerah rawan bencana, Kabupaten Banyuwangi belum didukung peralatan antisipasi dini. Salah satunya, alat pendeteksi dini atau early warning system (EWS). Kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Apalagi, ancaman bencana di kabupaten ujung timur Jawa ini cukup tinggi. Mulai tsunami, gunung meletus, banjir bandang hingga tanah longsor. Hingga kini baru dua alat EWS yang terpasang di Banyuwangi. Itu pun milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). ‘’Kami sudah pernah mengajukan pengadaan EWS, tapi belum ada realisasi,’’ kata Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharam, Selasa (8/1) kemarin. Menurutnya, peralatan EWS sangat dibutuhkan Banyuwangi. Sebab, semua ancaman bencana ada di kabupaten ini. Yang mengkhawatirkan, Banyuwangi memiliki panjang pantai hingga 175 kilometer. Hampir seluruhnya berpotensi tsunami. Pihaknya berharap pengadaan EWS bisa menjadi prioritas, sehingga bisa mengantisipasi sejak dini jika terjadi bencana. Sebab, alat ini bisa mendeteksi sejak awal ketika bencana mengancam. ‘’Sebenarnya banyak peralatan yang kurang, padahal sangat dibutuhkan. Khususnya EWS ini,’’ jelasnya. Tak kalah penting, lanjut Eka, EWS bagi ancaman tsunami. Sebab, Banyuwangi memiliki sejarah bencana tsunami yang dahsyat, tahun 1993. Ditambahkan Eka, BPBD Banyuwangi sebenarnya telah memiliki 7 alat pendeteksi dini tsunmai. Alat tersebut bantuan dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB). Namun, seluruhnya kurang maksimal. Bahkan ada yang rusak. Pemicunya, beberapa komponen alat ini hilang lantaran dicuri. ‘’Jadi, alat tersebut tak bisa difungsikan,’’ imbuhnya. Sejatinya, alat yang rusak tersebut bisa diperbaiki. Namun, onderdilnya cukup mahal. Sehingga jika dipertimbangkan lebih baik membeli alat baru. Biayanya tak jauh beda dibandingkan perbaikan alat pendeteksi tsunami tersebut. Selain pendeteksi tsunami, EWS bagi gunung meletus juga sangat penting. Sebab, Banyuwangi memiliki Gunung Raung yang masih aktif. Bahkan, tahun 2015 sempat menyemburkan abu vulkanik hingga melumpuhkan bandara. (udi)
Bali Post/udi
SIMULASI - Simulasi penanganan bencana tsunami di pesisir Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, belum lama ini.
Denpasar (Bali Post) Penerapan Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai turut mendapat tanggapan positif dari kalangan praktisi dan pengamat pendidikan. Bahkan, beberapa sekolah mengaku telah menerapkan kebijakan sejenis jauh sebelum perda tersebut lahir. ‘’Kami di Sekolah (SMPN 3 Denpasar - red) sudah mencoba dari empat tahun yang lalu. Hal ini kami lakukan untuk berusaha mengubah kebiasaan di sekolah untuk selalu memilah sampah,’’ kata Kepala SMPN 3 Denpasar Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., Selasa (8/1) kemarin. Selain itu, langkah lain yang dilakukan dalam upaya pembatasan sampah plastik di sekolah yaitu menyiapkan tong sampah di setiap ruang kelas. Bahkan, pihaknya telah membuat dan melakukan MoU deng a n b a nk sampah, sehingga s i s w a -
siswinya bisa menjual sampah plastiknya di sana. Hasil penjualan sampah plastik tersebut ditabung ke buku tabungan siswa masing-masing. Selain itu, bagi siswa yang paling banyak mengumpulkan sampah plastik diberikan penghargaan. Bagi siswa yang membuang sampah sembarangan akan diberikan sanksi. Hal ini dilakukan sebagai upaya menanamkan nilai dan menumbuhkan karakter siswa sejak dini untuk peduli terhadap lingkungan di sekitar. ‘’Kami sangat setuju dengan aturan ini, karena sekecil apa pun kita mampu mengurangi plastik dan ini sangat berguna bagi lingkungan dan kita semua ke depannya,’’ ujarnya. Pengamat pendidikan Dr. Drs. I Made Gde Putra Wijaya, S.H., M.Si. mengatakan sudah saatnya masyarakat Bali menyikapi dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Tidak hanya masyarakat, tetapi kebijakan ini bisa diterapkan di industri, kantor-kantor, hotel, termasuk sekolah, sehingga bisa berkelanjutan. D i katakannya, caracara yang d a p a t diambil sekolah g u n a mendukung per-
gub ini dapat diterapkan mulai dari lingkungan kantin sekolah dengan mengimbau para pedagang meminimalisir penjualan jajanan yang menggunakan plastik. Upaya sederhana lainnya juga dapat dilakukan dengan memulai sejak dini penggunaan botol minum oleh setiap siswa, sehingga menghindari penggunaan botol minum berbahan plastik sekali pakai. ‘’Kita kan tahu bersama, plastik itu sangat sulit diuraikan oleh bakteri, sehingga perlu ratusan tahun untuk dihancurkan oleh alam secara alami. Artinya, ini ancaman terhadap manusia, sehingga saya pikir sangat penting kita mulai mengurangi penggunaan sampah, dalam hal ini di dunia pendidikan menjadi sangat sentral. Sebab, di sanalah siswa terbentuk, kemudian bisa berperilaku yang sejalan dengan lingkungan di masa depan,’’ ucap Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pebdidikan (YPLP) Kabupaten PGRI Badung ini. (win)
Anggaran Merosot, Pengurus KONI Kelimpungan Banyuwangi (Bali Post) Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi meradang. Pemicunya, tahun 2019 anggaran bagi pembinaan olahraga ini justru merosot, hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Anggaran KONI dalam APBD Banyuwangi 2019 hanya dipatok Rp 2,75 miliar, merosot tajam dari APBD 2018 senilai Rp 5,5 miliar. Anjloknya anggaran KONI ini terjadi di saat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi tahun 2018 surplus hingga Rp 57 miliar. Merosotnya anggaran KONI ini membuat jajaran pengurus cabang olahraga (cabor) kebingungan. Total, 29 cabor dan Sekretariat KONI yang harus mendapatkan alokasi anggaran. Pengurus KONI awalnya mengajukan anggaran senilai Rp 9 miliar di tahun 2019. Peruntukannya bagi pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, ditambah mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2019,
Lamongan serta Bojonegoro. Dana pembinaan yang diterima tiap cabor pun menyusut, membuat kening pengurus berkerut. Mereka harus pandai memutar otak demi efisiensi. Dicontohkan, olahraga angkat berat atau PABBSI mendapatkan dana terkecil di antara 29 cabor lain, hanya Rp 21,7 juta. Dana ini harus diputar untuk pembinaan atlet selama satu tahun. Kemudian, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Bali Post/ist
ATLET - Altet silat menjalani latihan di Banyuwangi. Juni mendatang. ‘’Kita mengajukan proposal anggaran tidak muluk-muluk. Itu berdasarkan realita dan pembinaan atlet serta cabang olahraganya,’’ kata Wakil Ketua KONI Banyuwangi Bidang Anggaran Ki Agus Syakur, Selasa (8/1) kemarin. Kenyataannya, hibah dari APBD yang disetujui jauh dari harapan. Pria ini mengaku, September 2018 pihaknya sudah diperingatkan oleh Sekda,
anggaran KONI dipangkas 50 persen. Dalihnya, defisit anggaran. ‘’Kami tahu di surat kabar (Senin 7/1) PAD Banyuwangi 2018 surplus 57 miliar. Mestinya pemerintah mau menyuplai anggaran KONI sesuai kebutuhan,’’ keluh pria yang akrab disapa KGS ini. Imbas minimnya anggaran tak hanya memaksa KONI mengurungkan niat mengirim atlet di ajang Porprov 2019 di Tuban, Gresik,
Indonesia (POSSI) hanya menerima bagian Rp 163,2 juta. Meski paling besar di antara cabor lain, POSSI harus menahan diri mengirim perwakilan atletnya dalam Porprov maupun kejuaraan lain. ‘’Melihat kecilnya anggaran tahun ini bikin nangis. Kasihan anak-anak yang berprestasi, namun tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah,’’ keluh Ketua POSSI Banyuwangi Yusuf Widodo. (udi)
OPINI
6
Rabu Wage, 9 Januari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pendekatan Teknologi Tangani Sampah
SAMPAH menjadi masalah dunia. Bukan saja dihadapi kota-kota besar, namun juga kota kecil dan pedesaan. Di Bali nyaris semua daerah dan kabupaten tak memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang representatif. Artinya aman bagi warga dan dikelola secara profesional. Lihat saja TPA Suwung kini juga bermasalah karena overload. Sampah menjadi listrik tinggal impian. Di daerah lebih parah lagi. TPA banyak diprotes warga lantaran menggunakan jurang. Lihat saja di Kecamatan Dawan, Klungkung, walaupun pemkab sudah memiliki TPA namun warga pemilik lahan di sampingnya mengeluh karena berdampak jelek. Bau tak sedap dan nyamuk serta banyak lalat. Ini yang kita katakan belum nyaman sepenuhnya. Seharusnya TPA jauh dari permukiman. Di Denpasar jangan kaget jika datang pagi hari di Pasar Kreneng. Di TPS bagian barat sampah sampai meluber ke jalan. Itu hanya produksi sampah semalam di Pasar Asoka. Bayangkan kalau benar-benar 24 jam kondisinya jauh lebih memprihatinkan. Penanganan sampah harus dilakukan secara holistik dari hulu ke hilir. Budaya tertib membuang sampah tetap diperlukan, namun diikuti langkah manajemen sampah yang baik. Ada yang mengatakan masalah sampah sebenarnya ada di rumah tangga. Jika dari rumah tangga sampah dimanajemen dengan baik yakni dipilah dan ditangani lewat swakelola atau lewat DLH itu artinya setengah pekerjaan selesai. Sisanya kita mesti berpikir soal TPA. Nah, mengingat sulit mencari lahan untuk TPA yang representatif, sudah saatnya ilmuwan dilibatkan. Alternatif menggunakan pembakaran sampah dengan tenaga listrik atau nuklir. Kita tentu tak boleh berpikir sampah itu hanya dihasilkan lewat rumah tangga, namun juga banyak berupa sampah rumah sakit, hotel dan restoran. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke laut. Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Menurut sumber yang sama, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik. Sampah plastik yang masuk ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastics dengan ukuran 0,3 – 5 milimeter. Microplastics ini sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut, kemudian dikonsumsi oleh manusia. Sampah di darat lebih berbahaya lagi. Selain membuat lingkungan tak hegienis juga membahayakan manusia. Seorang dosen di Bali pernah meneliti bahwa kualitas daging sapi sekitar TPA Suwung kurang baik karena terbiasa makan sisa makanan dan sampah. Nah, ini artinya sampah menjadi ancaman bagi manusia. Jangan kita menunggu korban berjatuhan. Apalagi terjadi di Bali sebagai destinasi wisata dan wajah Indonesia di mata dunia. Masalah sampah harus dijaga benar. Yang kita perlukan adalah teknologi pengolahan sampah. Apa pun jenis sampah bisa dibakar dan menghasilkan energi terbarukan. Jika pabrik pemusnah sampah sudah ada berapa pun volume sampah di Bali tak perlu dikhawatirkan. Kita berharap besar pada Gubernur Wayan Koster. Di sinilah pentingnya one island management, cerdas dan cepat tanggap soal sampah.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Klungkung Bebas Prostitusi Langkah Bupati Klungkung ikut sidak ke sejumlah tempat yang ditengarai menjadi tempat prostitusi merupakan langkah berani dan patut diapresiasi. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dengan gayanya yang sederhana ternyata punya komitmen yang jelas dan langkah yang pasti untuk menata Klungkung. Maka wajar saja jika di Klungkung dalam lima tahun terakhir banyak hal yang ditata dan dibenahi. Khusus untuk langkah menuju Klungkung bebas prostitusi, saya sebagai pembaca Bali Post sangat mendukung. Ini langkah berani, terlebih kini isu prostitusi lagi ramai. Ini mungkin bisa ditiru oleh kabupaten lainnya. Hal ini penting bagi kita untuk menekan terjadinya penularan HIV/AIDS serta menjaga agar tak di setiap sudut desa dat kafe remang-remang. Ini juga sangat rawan sebagai tempat peredaran narkoba. Yang jelas, saya menyatakan salut dengan langkah Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam hal ini. Mudah-mudahan program ini mendapat dukungan dari masyarakat dan DPRD Klungkung. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Jual Buah Lokal Pergub No. 99/2018 tentang pemasaran produk pertanain lokal memberi harapan baru. Pemberdayaan pertanian lokal sebenarnya sudah lama dimunculkan dan diwacanakan, namun baru kali ini Gubernur Bali menindaklanjutinya. Langkah Gubernur Wayan Koster ini tergolong cepat dan inovatif untuk menjabarkan programnya menuju kemandirian pangan di Bali. Sekarang tentu tinggal melakukan pemetaan dan pendataan produk pertanian Bali apa saja yang tersedia? Bagaimana juga keberlanjutannya? Biasanya swalayan meminta kontinuitas produk dan kualitas yang standar. Jadi prgub ini tentu perlu diimbangi dengan kesiapan petani Bali memenuhi selera pasar da kebutuhan konsumen. Mudah-mudahan pergub ini bisa diterapkan. Swalayan tentu harus mendukung kebijakan ini jika ingin mendukung kemandirian pangan di Bali. I Gede Sudarta Buleleng, Bali
Sampah dan Cerminan Karakter Membahas tentang persoalan sampah seakan memang tidak pernah berakhir di negeri ini. Hal yang sering disepelekan justru merupakan masalah besar, karena baikburuknya sebuah negara bisa dilihat dari pengelolaan sampah. Meski sudah mengetahui dampak negatifnya, banyak orang masih melakukan kebiasaan membuang sampah sembarangan, baik secara sadar dan terencana maupun tidak sadar di sekitar rumah, tempat kerja, di tempat umum, bahkan di jalan raya. Membuang sampah sembarangan tampak menjadi kebiasaan, entah disadari ataupun tidak. Kepedulian menjaga lingkungan tampak minim di banyak tempat.
Oleh
Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A. dan I Komang Sesara Rakayana, S.Pd. anyak kasus yang dapat dicontohkan, misalnya di berbagai tempat umum, seperti di taman-taman kota, tong sampah sudah disediakan, namun sayang orang yang datang dan berekreasi sambil makan-makan sering alpa untuk membuang sampah pada tempatnya. Sampah botol-botol plastik bekas minuman dan plastik bungkus makanan ditinggalkan berserakan. Begitupun halnya dalam kehidupan modern saat ini, banyak orang berjalan-jalan membawa binatang piaraan, mengadopsi kehidupan masyarakat di negara-negara maju. Ketika binatang piaraannya buang kotoran di tempat publik tersebut, yang empunya seakan latah untuk membiarkan saja kotoran hewannya berserakan. Yah... memang aturan belum ada dan fasilitas tidak tersedia, bukankah itu menjadi tanggung jawab yang empunya? Adakah mereka hanya memikirkan bahwa itu hanya tanggung jawab petugas kebersihan semata? Ini lebih kepada masalah pola pikir (mindset). Pun halnya sampah dari persiapan atau bekas upacara juga sering menumpuk di berbagai bak sampah umum di pinggir jalan, bahkan meluber sampai tercecer di area sekitar bak sampah,
dibiarkan selama beberapa hari teronggok dikarenakan petugas kebersihan juga ikut liburan dan kapasitas bak sudah tidak dapat lagi menampung volume sampah. Sampah-sampah di areal pasar juga merupakan masalah yang pelik, karena barang-barang sisa yang dibuang kurang dikelola dengan baik, sehingga menumpuk, membusuk, berbau tidak sedap, sehingga lingkungan sekitar menjadi tercemar, membuatnya tidak menarik lagi, kumuh, menjadi sarang lalat, tikus, dan binatang lainnya sehingga bisa menimbulkan penyakit. Sering kali kita menganggap membuang sampah ke kali, sungai atau saluran air lainnya adalah sebuah solusi. Padahal itu bisa menjadi petaka, karena sampah yang bertumpuk dan memenuhi saluran air dapat menyumbatnya sehingga tidak bisa berfungsi mengalirkan air secara wajar, lalu air mengalir tak terkendali ke badanbadan jalan dan menimbulkan banjir ketika musim hujan tiba. Lalu, sampah yang bisa mengalir jauh sampai ke daerah rendah yaitu pantai dapat mencemari pantai itu sendiri, yang berdampak buruk bukan hanya pada ekosistem laut, namun juga pada pariwisata, karena banyak pantai
di Bali menjadi tujuan wisata. Tidak elok kalau pantai sebagai destinasi wisata penuh dengan sampah. Banyak sekali dampak negatif yang dapat dirasakan bila kita tidak peduli pada lingkungan dan tidak mengelola sampah. Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tentu semua anggota masyarakat wajib ikut bertanggung jawab atas sampah yang mereka produksi. Kita semua pasti menyukai dan mengidamkan kondisi lingkungan yang bersih dan rapi. Dengan demikian kita wajib membangun kesadaran diri sendiri untuk menjadikan kebiasaan mencegah daripada mengobati. Mencegah berarti menghalangi kita membuang sampah sembarangan. Itu bisa dimulai dari kesadaran sendiri membangun karakter peduli terhadap lingkungan sekitar. Di rumah, misalnya, orangtua hendaknya memberikan contoh yang benar kepada semua anggota keluarga agar mereka selalu membuang sampah di bak sampah yang benar, memilah sampah plastik dan kertas dengan sampah organik, sampah plastik dan kertas bisa dijual kepada pemulung atau pedagang, sampah organik bisa ditanam sebagai pupuk atau
memang dibuang di tempat sampah umum, bila memang tidak memungkinkan ditanam karena masalah ketidaktersediaan lahan. Kegiatan pencegahan juga bisa diajarkan dan dibiasakan di sekolah. Untuk mencegah siswa membuang sampah sembarangan, sekolah hendaknya menyediakan tong-tong sampah di depan setiap kelas. Kemudian petugas piket harus diajarkan untuk mengecek kebersihan kelas setiap saat, bila ada temannya yang buang sampah sembarangan, harus dikasi peringatan atau bahkan hukuman. Menjadikan hari Jumat sebagai hari untuk bersih-bersih kelas dan merapikan halaman sekolah adalah strategi lainnya untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan indah. Pembiasaan lainnya adalah dengan mengambil sampah yang letaknya sekitar satu meter dari radius kita berada, kemudian membawanya ke tempat sampah. Jadi, seluruh civitas di sekolah, baik guru, pegawai, dan siswa wajib menjalankan sikap peduli terhadap lingkungan dengan mencegah membuang sampah sembarangan. Bagaimana dengan pencegahan di masyarakat? Masyarakat juga harus diajarkan untuk mengendalikan diri membuang sampah sembarangan. Pembiasaan hendaknya dilakukan atas dasar kesadaran diri sendiri untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini bisa dilakukan melalui penyuluhan-penyuluhan reguler ke organisasi masyarakat. Termasuk penegakan aturan yang ketat, karena penyuluhan saja biasanya tidak cukup bagi oknum masyarakat yang nakal. Penegakan aturan bisa melalui sanksi denda. Oleh karena itu pemerintah hendaknya mempekerjakan penjaga yang memiliki pembagian jam kerja, termasuk menempatkan
Perang terhadap Sampah Plastik PERANG terhadap sampah plastik kini tidak lagi sebatas wacana, setidaknya untuk wilayah Provinsi Bali. Dengan Pergub Nomor 97 Tahun 2018, Gubernur Bali I Wayan Koster telah menunjukkan komitmennya untuk melindungi daerah tujuan wisata internasional ini dari pencemaran sampah plastik yang sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan. Akan tetapi kebijakan strategis yang didukung kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar ini masih menyisakan keraguan di hati sebagian warga masyarakat Bali. Kesan pesimistis akan keberhasilan pelaksanaan kebijakan itu terungkap dalam dialog interaktif Warung Global di Radio Global baru-baru ini. Mengemuka kesan bahwa peraturanperaturan tersebut dikeluarkan tanpa dukungan sosialisasi dan edukasi yang memadai, sehingga dalam penerapannya di masyarakat dipastikan akan menemui banyak hambatan. Maklum penggunaan peralatan berbahan plastik terutama kantong plastik yang biasa disebut tas kresek sudah merupakan kebiasaan yang hampir membudaya. Kita tahu mengubah kebiasaan bukanlah hal mudah jika tidak didasari oleh alasan yang kuat. Mengapa penggunaan tas kresek mesti dilarang? Bukankah itu merupakan sarana praktis yang disediakan secara cuma-cuma baik oleh toko retail besar maupun toko-toko kecil bahkan warung-warung di pedesaan? Ada tiga item yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik yang dilarang dalam pergub tersebut yaitu kantong plastik, polysterina (styrofoam) dan sedotan plastik. Kabar baiknya, agar penerapan kebijakan itu berjalan efektif akan dibentuk tim untuk melakukan pembinaan dan pegawasan. Tim ini diberi tugas melakukan sosialisasi, edu-
Oleh
Ketut Sugiartha kasi, konsultasi, bantuan teknis, pelatihan/ pendampingan dalam penggunaan bahan nonplastik oleh produsen, distributor, penyedia dan masyarakat pada umumnya. Dan sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Bali akan memberikan penghargaan bagi yang taat melaksanakan pergub ini. Sebaliknya, bagi pihak-pihak yang tidak mematuhi ketentuan dalam pergub ini akan diberikan sanksi. Kerugian Sampah Plastik Mungkin belum banyak warga masyarakat yang tahu pasti mengenai dampak negatif pencemaran sampah plastik. Dewasa ini sampah plastik sudah jadi ancaman kematian bagi binatang laut seperti plankton dan ikan paus. Bahkan di tubuh manusia pun kini telah ditemukan mikroplastik. Kendati dampaknya pada kesehatan belum diketahui secara pasti (karena belum ada hasil penelitian), apakah tidak mungkin manusia mengalami nasib yang sama seperti fauna-fauna laut itu? Boleh jadi karena dianggap tidak berbahaya, ada pihak-pihak tertentu yang melarutkan plastik ke dalam makanan yang dijual. Bukan rahasia lagi kalau ada pedagang gorengan yang sengaja memasukkan minyak goreng ke dalam kuali berikut bungkus plastiknya. Karena dengan demikian gorengan yang dihasilkan akan sangat renyah dan akan bertahan seperti itu dalam waktu relatif lama. Dan bila ada yang membeli, pedagang gorengan tak segan-segan memasukkan gorengan yang masih panas ke tas kresek lalu diserahkan kepada pembeli. Ada kemungkinan ulah semacam inilah yang menyebabkan masuknya
mikroplastik ke dalam tubuh manusia. Itu baru kerugian terkait dengan kesehatan. Bagaimana dengan kerugian pada sektor yang lain? Sampai saat ini Bali masih diandalkan negara meraih devisa dari sektor pariwisata. Kita tahu kontribusi Bali dari sektor pariwisata belum dapat ditandingi daerah lain. Namun kita harus ingat bagaimana perekonomian Bali pernah mendadak anjlok akibat bom Bali dan bencana alam Gunung Agung erupsi. Kalau kita tidak peduli, pencemaran yang ditimbulkan sampah plastik bisa mendatangkan bencana yang sama. Wisatawan yang merasa tidak aman dan nyaman dengan lingkungan yang tercemar pasti akan memilih destinasi wisata lain di luar Bali. Kembali ke soal pergub, keberhasilan pelaksanaannya bergantung pada kesadaran kita sebagai warga masyarakat. Jika kita berpandangan negatif bahwa pergub akan merugikan produsen, penyalur dan pedagang ketiga benda berbahan dasar plastik itu maka pelaksanaan kebijakan gubernur itu bisa mengalami hambatan. Namun jika kita mau berpikir positif dan mendukung sepenuhnya, sesungguhnya pergub bisa mendatangkan manfaat ganda. Selain kerusakan lingkungan bisa dihindarkan dan kesehatan masyarakat terjamin, pergub juga memberi peluang tumbuhnya bisnis baru yang bisa dijalankan oleh siapa saja. Mereka yang memiliki naluri bisnis tentu dengan mudah dapat menangkap peluang ini. Dengan dilarangnya tiga peralatan yang terbuat dari bahan dasar plastik itu, maka pasti dibutuhkan penggantinya.
CCTV di tempat-tempat strategis di berbagai tempat umum untuk menerjadikan penegakan aturan itu sendiri. Pemerintah juga perlu menambah fasilitas pengelolaan sampah agar tidak ada sampah yang teronggok kurang rapi di tempat-tempat umum ataupun di pinggir-pinggir badan jalan, atau mengatur petugas kebersihan, bila perlu memberikan upah tambahan ketika mereka harus kerja lembur pada hari raya. Mengingat Bali adalah salah satu tujuan wisata dunia, sudah semestinya kita menjaga kebersihan Bali untuk kenyamanan para wisatawan. Kita seharusnya belajar dari desa bersih yang menjadi teladan di Bali, seperti Desa Penglipuran. Kesadaran masyarakat Desa Penglipuran sangat baik dijadikan contoh bagi masyarakat luas di Bali untuk menjaga lingkungannya, sekalipun daerahnya bukan tempat wisata. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat wisatawan akan enggan mengunjungi Bali bila pulau ini tidak lagi asri lingkungannya. Bali tidak akan lagi menjadi an island of paradise yang menjadi daya magisnya. Tentu kita semua ingin bumi ini menjaga kita, untuk itu menjadi kewajiban kita semua untuk melestarikan dan menjaga lingkungan agar bumi tidak bereaksi negatif oleh ulah kita yang tidak menjaganya dengan baik. Perubahan ini harus dimulai dari diri kita sendiri untuk ikut bertanggung jawab melalui berbagai usaha implementatif nyata mencegah hal-hal yang negatif terjadi daripada mengobati. Kalau bukan kita, siapa lagi? Penulis, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha, Mahasiswa S-2 Prodi Bahasa Inggris Undiksha
POJOK Soal perubahan nama LPD, BKS LPD sebut gali lubang sendiri. - Yang sudah baik jaga dengan baik. *** Gubernur Koster ubah target kemiskinan dari 4,2% jadi 1,5%. - Tidak dengan cara eksploitasi Bali *** Pansus LPD pertanyakan LOKA yang akan memayungi LPD se-Bali. - Keinginan untuk kuasai dan cari untung.
Penulis, alumnus Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur, penulis lepas, tinggal di Tabanan
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Rabu Wage, 9 Januari 2019
Bali Post/san
SAMPAH - Sampah di salah satu TPS yang belum ditangani maksimal.
Alat Berat Rusak, Sampah di TPS Tak Terangkut Maksimal Tabanan (Bali Post) -
Meningkatnya volume sampah karena hari raya Galungan dan Kuningan sebanyak 20 persen dari normal diikuti rusaknya alat berat di TPA Mandung, membuat sampah di beberapa TPS tidak terangkut maksimal. Bahkan tidak sedikit yang sampai meluber ke jalan, sehingga merusak estetika kawasan. Seperti di TPS dekat kuburan Banjar Dukuh Desa Dauh Peken, Tabanan. Biasanya sampah di TPS ini diangkut rutin dan jarang meluber sampai ke luar container. Tetapi dari pantauan Selasa (8/1) kemarin, sampah meluber hingga luar container. Tidak hanya itu, di beberapa TPS seperti di Pasar Dauh Pala juga dilaporkan terjadi
penumpukan sampah, begitu juga TPS yang berlokasi di belakang lapangan Debes, Gerokgak. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan A.A. Raka Icwara mengatakan, melubernya sampah di beberapa TPS selain karena volume sampah yang meningkat karena hari raya Galungan dan Kuningan, juga akibat sering
Sosok Perlu Terobosan DI Tabanan terdapat 24 desa wisata. Sebagian besar sudah aktif meski kunjungan wisatawannya belum bisa dikatakan ramai. Guna meningkatkan kunjungan wisatawan, perlu adanya terobosan oleh pihak-pihak terkait. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa, belum lama ini. Dia menyebutkan, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke desa wisata tidaklah mudah. ‘’Memang pada awalnya susah, karena desa wisata yang ditawarkan adalah destinasi baru. Karenanya harus diperkenalkan dulu ke kalangan wisatawan dan tentu ada terobosan yang baru yang menjadikan ciri khas dari desa wisata itu sendiri,’’ ujarnya. Hal terpenting diterapkan dalam menjalankan desa wisata adalah peran serta masyarakat. Masyarakat harus memiliki kebanggaan atas potensi desa sehingga muncul kesadaran menerapkan Sapta Pesona dan Tri Hita Karana. ‘’Sebelumnya kondisi serupa juga dialami oleh sejumlah Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada di Tabanan, seperti DTW Tanah Lot dan DTW Ulun Danu Beratan. DTW ini pada awalnya juga mengalami sepi kunjungan, namun lama-kelamaan, dengan dibarengi promosi, kunjungan di objek wisata tersebut mengalami trend lonjakan,’’ ujarnya. Belajar dari pengalaman ini, pihaknya juga akan terus mendorong perkembangan desa wisata. Caranya dengan membantu promosi hingga penataan infrastruktur. Saat ini ada 14 desa wisata yang perbaikan infrastrukturnya sudah dibantu pemerintah. Sementara terkait SDM, pihaknya membantu memfasilitasi dengan mengadakan pelatihan. Lebih lanjut Yasa berharap setiap desa wisata di Tabanan bisa membuat buku yang mencakup tentang seluk-beluk dan potensi desa. Nantinya buku tersebut juga akan menjadi panduan bagi pemandu wisata. ‘’Dari buku tersebut membuat para pemandu wisata ini bisa menceritakan segala sesuatu keunikan yang ada desanya masing-masing, baik itu dari sisi keindahan alamnya, budayanya dan lainnya,’’ jelasnya. (san)
rusaknya alat berat di TPA Mandung. ‘’Sering rusaknya dimulai sebulan lalu. Kadang baik lagi, setelahnya rusak lagi. Hal ini menghambat perataan sampah yang masuk sehingga truk harus antre untuk membuang sampah yang diangkutnya ke TPA,’’ jelasnya. Guna mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah menyewa satu alat berat agar
proses perataan sampah di TPA Mandung bisa kembali maksimal, sehingga sampah yang masuk TPA bisa kembali normal. Kasi Pengolahan Sampah DLH Tabanan Ramli menambahkan, untuk pengangkutan sampah di saat terjadi peningkatan volume, pihaknya telah memaksimalkan petugas dan armada. ‘’Memang ada beberapa titik TPS yang sampahnya masih belum terangkut maksimal. Tetapi sudah diatasi dengan penambahan bantuan pengangkutan sehingga setidaknya Sabtu atau Minggu
ini sudah teratasi. Untuk yang di belakang lapangan Debes, Gerokgak, diusahakan Selasa ini (kemarin-red), karena sampahnya sudah meluber ke jalan,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini menjelaskan, pihaknya hanya bertugas menerima dan menata sampah yang masuk. Diakuinya, volume sampah mengalami peningkatan 20 persen dari hari biasa, ditambah lagi dengan kerap rusaknya alat berat yang ada di TPA Mandung sejak sebulan lalu sehingga proses perataan
‘’Ini hanya imbauan, bukan melarang. Bagi yang mau buat, silakan, namun tetap sama-sama menjaga kondusivitas desanya,’’ ucap Ketua MADP Kecamatan Kediri yang juga Bendesa Adat Kediri AAN Gde Panji Wisnu, S.E., Selasa (8/1) kemarin. Lanjut dikatakannya, dari 23 desa pakraman di Kecamatan Kediri, baru satu yang melaporkan akan tetap membuat parade ogoh-ogoh yakni Desa Beraban. Selebihnya, sepakat tidak membuat ogoh-ogoh.
‘’Setahu saya hanya Desa Beraban yang melaporkan ke kami tetap akan membuat ogoh-ogoh, itu silakan saja, karena kesepakatan ini bukan larangan melainkan hanya imbauan, agar tidak salah pengertian nantinya,’’ terangnya. Untuk tradisi kesenian tektekan yang rutin digelar tiap malam pangerupukan di Kecamatan Kediri, tahun ini juga tidak digelar. Meski demikian, warga masih bisa menyelenggarakan upacara pangerupukan dengan skala kecil di rumah masingmasing. (kmb28)
sampah sedikit terhambat. ‘’Sempat rusak hingga tengah hari sehingga truk sampah yang masuk harus antre untuk membuang sampahnya ke TPA,’’ ujar Sukartini. Ia melanjutkan, TPA Mandung memiliki tiga alat berat. Mengingat dalam sebulan ini sering rusak, pihaknya kemudian menyewa satu alat berat agar proses perataan dan penataan sampah di TPA Mandung bisa berjalan normal, sedangkan petugas tetap bekerja meskipun hari raya. Pekerja hanya diberikan dispensasi saat hari raya
Kuningan. ‘’Setiap hari ada yang stand by di TPA Mandung untuk memantau situasi. Begitu juga dengan shift pengangkutan. Setiap hari bertugas dan tidak libur,’’ ujarnya. Berdasarkan pengalaman, peningkatan volume sampah ini setidaknya bisa teratasi dua minggu setelah hari raya. Dengan adanya tambahan satu alat berat, perataan dan penataan sampah di TPA Mandung bisa normal dalam satu atau dua pekan ke depan, terhitung sejak Senin (7/1) lalu. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Keterbatasan anggaran mengakibatkan sejumlah program Pemkab Tabanan belum bisa direalisasikan. Terkait hal itu, sejumlah perangkat daerah pun terus berupaya mencari celah bantuan Pemerintah Pusat. Seperti Dinas Pendidikan yang tahun ini mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 4,5 miliar. Dana ini diarahkan untuk rehab gedung SD, toilet dan perpustakaan. Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Wayan Sukanitra mengakui banyak gedung SD yang perlu mendapatkan perawatan atau rehab. Namun karena keterbatasan anggaran, pihaknya mengajukan permohonan bantuan ke pusat. Alhasil tahun ini Tabanan memperoleh DAK. ‘’DAK dari pusat tahun ini kami dapat lebih dari Rp 4,5 miliar. Ada kenaikan sekitar Rp 500 juta dari tahun sebelumnya,’’ ungkap Sukanitra, Selasa (8/1) kemarin. Nantinya dana tersebut akan digunakan untuk 4 program pokok yang sebagian besarnya pembangunan fisik. Hanya 1 kegiatan nonfisik, yakni pengadaan buku panduan mengajar, buku pengayaan dan buku koleksi perpustakaan. Keempat program tersebut yakni rehab ruang kelas karena kerusakan sedang dan berat berikut perabotannya yang dianggarkan sebe-
sar Rp 2,7 miliar lebih. Dana tersebut diperuntukkan bagi tujuh sekolah dan masingmasing sekolah mendapatkan perbaikan tiga ruang kelas dengan anggaran masing-masing sebesar Rp 387 juta lebih. ‘’Dana itu untuk rehab 21 ruang kelas di tujuh sekolah dasar di berbagai kecamatan,’’ sebutnya. Program fisik lainnya yakni rehab toilet untuk 11 sekolah karena rusak sedang dan berat berikut sanitasinya dengan nilai anggaran Rp 166 juta lebih. Dana tersebut untuk rehab 18 unit toilet di 11 SD. ‘’Di setiap sekolah ada yang dapat satu unit dan ada yang dapat dua unit dengan anggaran masingmasing unit Rp 9,2 juta lebih,’’ sebutnya. Program fisik ketiga yakni pembanguan ruang kelas baru sebanyak tiga ruang kelas di SD Negeri I Dajan Peken, Tabanan dengan nilai pagu Rp 645 juta lebih. ‘’Itulah tiga program pembangunan fisik untuk SD di Tabanan yang dibiayai dari DAK pusat,’’ ujarnya. Sementara untuk nonfisik berupa pengadaan buku koleksi perpustakaan, buku pengayaan dan buku panduan pendidik, mendapatkan bantuan Rp 1 miliar untuk 20 sekolah. Program ini sejalan dalam upaya pengembangan perpustakaan SD. ‘’Setiap sekolah mendapatkan anggaran sebesar Rp 50 juta,’’ imbuhnya. (kmb28)
Tahun Politik, Warga Kediri DAK Sebagian Besar Diarahkan Diimbau Tak Buat Ogoh-ogoh untuk Rehab Gedung SD
Tabanan (Bali Post) Sekaa teruna dan seluruh komponen masyarakat Kecamatan Kediri diimbau untuk tidak membuat ogoh-ogoh maupun menggelar parade tektekan untuk memeriahkan pangerupukan atau sehari jelang hari raya Nyepi. Hal ini lantaran rangkaian Nyepi masih dalam suasana kampanye Pemilu 2019, sehingga perlu ada upaya untuk mengantisipasi gesekan yang kemungkinan terjadi akibat perbedaan pandangan politik. Imbauan ini merupakan tindak lanjut pertemuan yang digelar pada 15 Desember 2018 di kantor Camat Kediri. Dalam rapat koordinasi antara bendesa seKecamatan Kediri, PHDI dan Majelis Alit Desa Pakraman (MADP) Kecamatan Kediri tersebut, ada kesepakatan untuk tidak membuat ogoh-ogoh. Kesepakatan ini berdasarkan sejumlah pertimbangan antara lain menciptakan suasana kondusif di tahun politik dan menyukseskan Karya Panca Wali Krama di Pura Besakih. IMBAUAN - AAN Gde Panji Wisnu menunjukkan surat imbauan tidak membuat ogoh-ogoh.
16 Pembudi Daya Ikan Terima Kartu APPIK Tabanan (Bali Post) Selain memberikan asuransi kepada nelayan, pemerintah pusat juga memberikan perhatian kepada pembudi daya ikan air tawar. Tahun ini sebanyak 16 orang pembudi daya ikan nila menerima Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK). Penerima APPIK yakni dari Desa Belimbing Kecamatan Pupuan sebanyak 11 orang dan dari Desa Gunung Salak Kecamatan Selemadeg Timur sebanyak 5 orang. Mereka menerima kartu APPIK dari Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan I Made
Subagia di Desa Belimbing, Pupuan, Selasa (8/1) kemarin. Menurut Subagia, untuk mendapatkan APPIK ada sejumlah kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan tersebut antara lain, sudah terdaftar dalam database Kartu Pelaku Usaha Perikanan (Kusuka) atau telah memiliki Kartu Pembudiaya Ikan (Aquacard) yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kriteria lainnya, penerima adalah pembudi daya ikan kecil yang unit usahanya sudah tersertifikasi Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB) serta tidak menggunakan
obat-obatan, bahan kimia dan bahan biologis yang dilarang. Pembudi daya yang melakukan budi daya ikan nila atau patin di kolam juga harus menggunakan teknologi sederhana dengan kisaran luas 1 are sampai 2 hektar. Selain itu, pembudi daya ikan bukan termasuk perangkat desa, ASN, TNI, Polri dan Penyuluh Perikanan Bantu. Bantuan asuransi ini, lanjut Subagia, merupakan realisasi program tahun 2018 lalu dan merupakan kerja sama KKP dan PT Jasindo. Untuk tahun ini pihaknya akan kembali mengusulkan sejumlah pembudi daya ikan
nila dan patin ke Dirjen Perikanan Budi Daya KKP agar bisa menerima kartu APPIK. Asuransi ini memberikan jaminan kepada pembudi daya ikan kecil atas hilang atau rusaknya sarana budi daya baik berupa benih, pakan, pupuk, obat ikan dan kolam yang menyebabkan kerugian atau kegagalan usaha. ‘’Kerugian atau kegagalan tersebut bisa berupa bencana alam atau wabah penyakit ikan. Para pembudi daya pemegang kartu APPIK bila mengalami kegagalan bisa melakukan klaim asuransi sejumlah Rp 4,5 juta,’’ tegasnya. (kmb24)
Bali Post/san
APPIK - Penyerahan kartu APPIK kepada 16 pembudi daya ikan nila di Desa Belimbing, Selasa (8/1) kemarin.
BULELENG
8
Rabu Wage, 9 Januari 2019
Revitalisasi Pasar Banyuasri Segera Ditenderkan
Maret 2019, Pedagang Direlokasi ke Pasar Darurat Singaraja (Bali Post) – Setelah penyusunan Detail Engineering Design (DED) dituntaskan, tahun ini revitalisasi Pasar Banyuasri, Singaraja mulai direalisasikan. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng memastikan awal tahun ini revitalisasi pasar ini akan memasuki tahapan tender di Bagian Layananan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa. Menyusul kepastian ini, pedagang yang sekarang berjualan di pasar direlokasi ke lokasi pasar darurat yang dibangun pemerintah daerah.
Ketut Suparto
Bali Post/kmb38
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagperin) Buleleng Ketut Suparto, Selasa (8/1) kemarin, mengatakan pasar darurat itu akan dibangun memanfaatkan lambung barat Terminal Banyuasri yang berdekatan dengan pasar saat ini. Di lokasi sekarang sudah difungsikan sebagai pasar tumpah. Pedagang yang selama ini menempati kios di dalam pasar, akan dijadikan satu dengan pedagang pasar tumpah. Ruas Jalan Samudra yang juga berada satu kawasan dengan terminal itu dijadikan lokasi rumah toko darurat. Upaya itu untuk menampung pedagang yang menempati ruko di Pasar Banyuasri. Untuk penyiapkan pasar darurat, pemerintah tahun ini mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,4 miliar. Rinciannya, penyusunan DED pasar darurat termasuk juga pelaksanaan fisik. ‘’Untuk relokasi sosialisasi perdana sudah dilakukan. Minggu kedua di bulan ini kami sosialisasikan kembali dengan pedagang, sekaligus menginformasikan pembangunan pasar darurat sekitar Februari 2019, sehingga Maret semua peda-
gang kita relokasi ke pasar darurat,’’ katanya. Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya mengatakan, tender pelaksanaan revitalisasi tahap pertama saat ini dipersiapkan pengumuman lelang di BLP Pemkab. Sesuai DED yang sudah disusun, pelaksanaan tahap awal, proyek itu menelan anggaran Rp 95 miliar lebih. Anggaran sebesar itu bersumber dari APBD Buleleng Rp 50 miliar, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali Rp 25 miliar, dan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Hotel Restoran (PHR) Pemkab Badung senilai Rp 25 miliar. Dengan tiga sumber dana itu total anggaran yang sudah dialokasikan senilai Rp 100 miliar. ‘’Untuk tahap pertama ini pagu yang kita tenderkan itu Rp 95 miliar. Sedangkan sisanya untuk persiapan pasar darurat yang ditenderkan Disdagperin,’’ katanya. Pengumuman lelang saat ini, kata Suparta Wijaya, masuk tahap persiapan lelang. Lebih banyak sifatnya melengkapi persyaratan administrasi. Kalau tidak ada hambatan, dalam
Kunjungan Kerja Pangdam IX/Udayana
waktu dekat ini lelang pelaksanaan diumumkan di BLP. ‘’Masih persiapan lelang. Nanti kalau sudah lengkap segara kita umumkan dan mudah-mudahan tendernya lancar, mendapat pelaksana proyek yang sesuai harapan. Sehingga pelaksanaan proyek tahap awal berjalan sesuai perencanaan,’’ harapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pasar Banyuasri yang merupakan pasar tradisional terbesar kedua di Singaraja, itu direvitalisasi menjadi pasar semi modern. Pelaksanaan proyek itu diproyeksikan dua tahun anggaran, Pemkab ‘’menyulap’’ Pasar Banyuasri dengan konstruksi tiga lantai. Selain menyiapkan kios untuk pedagang pasar tradisional dan pedagang yang menempati rumah toko di dua lantai, satu lantai pasar difungsikan untuk sentra pemasaran buah lokal Buleleng selain beragam resep kuliner khas Buleleng. Konstruksi pasar semimodern itu selain memberikan kenyamanan pedagang dan pembeli, juga di-setting sebagai salah satu tujuan wisata baru di Bali Utara. (kmb38)
Ketut Suparta Wijaya
Bali Post/kmb38
Dies Natalis Ke-26
Cek Kolam Renang Undiksha Kuatkan Tata Kelola Kelembagaan dan Lapangan Tembak Singaraja (Bali Post) – Awal tahun 2019, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. melakukan kunjungan kerja (kunja) ke Buleleng, Selasa (8/1) kemarin. Dalam kunjungan kerja itu, Pangdam memantau fasilitas pendidikan di Dodiklatpur Rindam IX/Udayana Desa Pulaki, Kecamatan Gerokgak dan di Yonif Raider 900/ SBW yang ada di Kelurahan Banyuasri, Singaraja. Kunjungan di Dodiklatpur, Pangdam bersama jajaran perwira Kodam IX/ Udayana meninjau lapangan tembak untuk mendukung pendidikan prajurit Kodam IX/Udayana agar memiliki kemampuan dan keterampilan menembak yang mumpuni. Sedangkan, di Yonif Raider 900/SBW, Pangdam meninjau kolam renang untuk menunjang latihan keterampilan berenang prajurit TNI yang bermarkas di Yonif Raider 900/SBW. Pangdam Mayjen Benny Susianto mengatakan, lapangan tembak itu merupakan salah satu fasilitas utama untuk pelaksanaan pendidikan bagi prajurit Kodam IX/Udayana. Apalagi, keterampilan menembak itu sudah menjadi hal wajib prajurit TNI. Karena itu lapangan tembak diperlukan untuk mengasah atau meningkatkan keahlian
dalam mengaplikasikan senjata selain menyusun strategi tempur. “Salah satu tuntutan sebagai seorang prajurit TNI memiliki keterampilan menembak yang baik. Agar prajurit TNI itu ‘jago’ menembak, maka dukungan infrastruktur lapangan tembak yang memadai itu sangat penting,” katanya. Pangdam Mayjen Benny Susianto menambahkan, fasilitas lapangan tembak harus sesuai kriteria dan memenuhi standar lapangan tembak TNI Angkatan Darat. Aspek ini meliputi
keamanan prajurit TNI dan masyarakat yang tinggal di sekitar lapangan tembak. Dari pantauannya, aspek tersebut agar dipenuhi, karena itu diharapkan proses pengerjaanya berjalan dengan baik. Demikian juga untuk pembangunan kolam renang di Yonif Raider 900/SBW, Pangdam menilai fasilitas ini sudah dibangun dengan baik. Kolam renang itu sudah sesuai standar dan syarat yang ditentukan sebagai fasilitas kolam renang bagi prajurit TNI Angkatan Darat. (kmb38)
PANGDAM KUNJA - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. melaksanakan kunjungan kerja (kunja) ke Dodiklatpur Rindam IX/Udayana di Pulaki dan Yonif Raider 900/SBW Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Selasa (8/1) kemarin.
UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyambut Dies Natalis ke26, relatif meriah di lapangan upacara kampus setempat, Selasa (8/1) kemarin. Acara kali ini dijadikan momentum menguatkan tata kelola kelembagaan dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Usia ke-26, tentu menjadi usia yang sangat produktif bagi Undiksha,” ungkap Rektor Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. usai upacara pembukaan di lapangan kampus. Dies Natalis tahun ini diisi berbagai jenis lomba dari bidang olahraga hingga kesenian. Malah pada puncaknya, 16 Januari, diisi malam gelar seni. Dr. I Nyoman Jampel didampingi Ketua Panitia Dies Natalis I Wayan Treman, S.Pd., M.Sc. mengatakan, penguatan tata kelola kelembagaan telah menjadi komitmen bersama civitas akademika Undiksha. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga sarana-prasarana. Hal tersebut tidak lain untuk mempercepat terwujudnya visi Undiksha sebagai universitas unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana di Asia tahun 2045. “Jika tata kelola sudah baik. Begitu juga SDM-nya, maka visi itu bisa terwujud lebih cepat. Tidak harus menunggu lama,” tegasnya. Tahun 2019 ini, kata Jampel, akan dicanangkan sebagai tahun internasionalisasi. Golnya mewujudkan universitas
yang telah memiliki Fakultas Kedokteran, itu melakukan langkah-langkah nyata, berupa pengiriman dosen maupun mahasiswa ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan pada grade lebih tinggi. Sebetulnya, program ini sudah berlangsung sejak 2017. Untuk memaksimalkan hal itu dilakukan peningkatan penguasaan bahasa asing baik terhadap dosen maupun mahasiswa melalui program International Centre for English Excellence (ICEE). “Kami juga akan menerima sebanyak-banyaknya mahasiswa dari luar negeri.
Termasuk dosen mengajar di sini,” jelasnya. Nyoman Jampel menambahkan, capaiannya sejak menjabat sebagai orang nomor satu di universitas negeri terbesar di Bali Utara, sejak tahun 2015 adalah telah dicanangkan sebagai tahun kebersamaan. Hal itu ditunjukkan dengan adanya kesamaan komitmen menjadikan Undiksha itu lebih baik. Kemudian 2016, ditetapkan sebagai tahun akreditasi. Berbekal kerja keras, sekitar 40 persen program studi yang awalnya terakreditasi C, dalam dua tahun, nyaris
DIES NATALIS - Rektor Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. membuka Dies Natalis ke-26 Undiksha di lapangan kampus setempat, Selasa (8/1) kemarin.
seluruhnya naik level menjadi B. Beberapa malah sudah ada yang meraih A. “Sekarang tinggal satu grade C. Capaian prestasi itu juga tak lepas dari pencanangan tahun kebersamaan,” tegasnya. Sementara tahun 2017, ditetapkan sebagai tahun publikasi. Dosen didorong menulis artikel ilmiah yang mampu terbit pada jurnal internasional bereputasi. “Awalnya artikel yang terbit bisa dihitung dengan jari. Namun, sekarang sudah mencapai 166. Dengan keberadaan universitas kecil, dosen tidak banyak, hal itu merupakan capaian luar biasa,” kata rektor asal Kuta Selatan, Badung ini. Khusus tahun 2018, ditetapkan sebagai tahun informasi teknologi. Berbagai urusan birokrasi dilakukan melalui sistem IT. “Dengan strategi IT, proses birokrasi bisa lebih cepat,” katanya. Selain capaian itu, Dr. Jampel menyebut, Undiksha ini berhasil menempati rangking tiga nasional dalam zona integritas wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani. Untuk memperoleh posisi itu Undiksha harus bersaing dengan ratusan universitas. Selain itu, dari tahun 2016 sampai 2018 juga berturutturut mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kami terus melakukan perbaikan, termasuk kurikulum. Revolusi industri 4.0 juga tetap menjadi perhatian kami,” bebernya. (ad291)
Dodol Khas Penglatan Diminati Wisatawan Desa Penglatan Kecamatan Buleleng sejak dahulu dikenal sebagai penghasil dodol Bali. Tidak diketahui siapa orang pertama memulai membuat dodol untuk perlengkapan sarana upakara Hindu tersebut. Sejalan dengan perkembangannya, permintaan dodol sekarang tidak saja ketika hari raya besar Hindu, tetapi setiap hari perajin dodol di desa ini menerima pesanan. Ini tidak lepas karena dodol itu sangat diminati sebagai buah tangan wisatawan atau tamu kerhormatan yang berkunjung ke Buleleng. Bagaimanakah proses pembuatannya dan resep dodol Penglatan sehingga bisa bertahan selama tiga bulan Bali Post/kmb38 itu? Nyoman Budarsa
PERBEKEL Desa Penglatan Kecamatan Buleleng Nyoman Budarsa ketika menjadi narasumber dialog interaktif Geliat Buleleng di Radio Singaraja FM, Selasa (8/1) kemarin, mengatakan sejak usaha itu muncul kian hari para perajinnya terus saja bertambah. Malah saat ini sebanyak 32 perajin yang bernaung dalam wadah organsisasi yang dibentuk. Puluhan perajin ini umumnya berproduksi di rumah masing-masing dengan mempekerjakan beberapa orang karyawan. Biasanya satu perajin mempekerjakan beberapa pembuat dodol yang masih dalam hubungan saudara atau kerabat dekat. Dodol ini dibuat dari beras ketan dan beras itam (injin - red). Adonan kemudian mengental, setelah itu dicampur santan kelapa dan gula. Jika proses itu sudah dilakukan, lalu dibungkus dengan kulit jagung kering. Pembuatan dodol itu memakai resep warisan tradisional. Bisa jadi karena hal itu dodol warisan nenek moyang itu bisa bertahan sampai tiga bulan. ‘’Karena pembuatan dod-
ol itu masih beroperasi di rumah perajin, sehingga digolongkan sekala home industry. Namun mereka bernaung dalam organisasi yang dibentuk dan ditetapkan di desa,’’ katanya. Permintaan dodol yang mengangkat nama desanya itu, kata Budarsa, dahulu ketika mendekati hari raya besar Hindu seperti Galungan, Kuningan, dan beberapa rainan Bali lainnya. Kesempatan ini membuat kebanjiran permintaan. Permintaan baik dari konsumen langsung atau distributor yang akan menjual ke pasar-pasar tradisional sampai supermarket merangkak naik. Bahkan, puluhan perajin kewalahan melayani pesanan. Sejalan perkembangannya, permintaan sekarang ini tidak sebatas saat harihari besar Hindu saja, tetapi dodol yang sudah diproduksi beragam variasi rasa itu tetap ‘’mengalir’’. Ini dibuktikan kalau perajin berproduksi setiap hari. Kemajuan ini terjadi karena jajanan khas Bali, seperti dodol sekarang sudah dilirik wisatawan sebagai
oleh-oleh atau para pejabat pemerintah yang melaksanakan kunjungan kerja ke Bali Utara. Tidak itu saja, pekerja luar negeri asal Bali kerap kali juga membawa dodol untuk oleh-oleh kepada rekan kerjanya atau atasannya di luar negeri. Tak pelak, dengan semakin dikenalnya dodol khas Desa Penglatan itu membuat dirinya optimis kalau usaha pembuatan dodol itu mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. ‘’Pembuatan dodol ini satu-satunya potensi warga dalam meningkatkan kesejahteraan maupun ekonomi keluarga. Sebab, kalau tidak menjual ya… bisa juga bekerja membugkus, atau membuat adonan dan bentuk pekerjaan lain, sehingga hal itu membuka peluang kerja di desa,’’ jelasnya. Budarsa menambahkan, pemerintah desa bersama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) selama ini telah menopang modal bagi perajin dodol. Untuk menjaga mutu alias kualitas produk, pemerintah desa
mengusulkan hak paten ke instansi terkait. Ini penting untuk menghindari terjadinya pengakuan produk yang sama oleh pihak lain, jika hal itu terjadi dapat merugikan perajin di Penglatan. Pemerintah desa juga diharapkan memfasilitasi perajin dalam hal teknik kemasan yang dilengkapi label produk. Alasannya, dodol itu bukan saja untuk perlengkapan upakara Hindu saja, namun dodol itu juga termasuk buah tangan, karena itu kemasan ini penting agar konsumen tertarik membeli produk yang ditawarkan itu. ‘’Kami bersama pihak ketiga termasuk kalangan kampus memfasilitasi bagaimana dodol itu agar memiliki ciri khas yang tidak sama dengan produk di daerah lain. Yang membedakan adalah cara pengolahan, bahan baku yang kemudian menghasilkan variasi rasa khas Penglatan. Nah... ke depan akan kami garap termasuk hak paten dan label produk, sehingga menarik dijadikan oleh-oleh,’’ jelasnya. (mud)
GIANYAR
Rabu Wage, 9 Januari 2019
9
Bahas Kepemilikan Areal Parkir Pura Tirta Empul, BPN Gelar Mediasi
Gianyar (Bali Post) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gianyar menggelar mediasi terkait kepemilikan lahan yang dijadikan areal parkir objek wisata Pura Tirta Empul. Namun, belum ada titik terang dari pertemuan yang berlangsung di Kantor BPN, Senin (7/1). Pertemuan lanjutan rencananya kembali digelar. Pertemuan tersebut dihadiri Camat Tampaksiring Kadek Alit Wirawan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gianyar IGN Anom Mesta, prajuru Desa Adat Manukaya serta prajuru Subak Kumba dan Pulagan.
Bali Post/kmb35
PERTEMUAN - Suasana pertemuan membahas kepemilikan lahan parkir Objek Wisata Pura Tirta Empul di Kantor BPN Gianyar
Informasi yang dihimpun di lapangan, polemik ini berawal saat pihak prajuru Subak Pulagan mengajukan permohonan pembuatan sertifikat laba tanah milik Subak Pulagan yang dipakai areal parkir Objek Wisata Pura Tirta Empul. Tujuannya untuk mengetahui luas lahan yang dimiliki oleh pihak Subak Pulagan. Dalam agenda pengukuran tanah tersebut ada keberatan dari prajuru Pura Tirta Empul yang juga mengklaim kawasan tersebut. Saling klaim antara kedua belah pihak inilah yang dimediasi oleh BPN Gianyar. Camat Tampaksiring Kadek Alit Wirawan menyampaikan, polemik terkait kepemilikan lahan di lokasi tersebut kembali mencuat sejak ada program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Dikatakan, saat ini dibutuhkan berkas yang valid terkait kepemilikan lahan yang meliputi areal parkir dan kios di Objek Wisata Tirta Empul itu. ‘’Makanya, ini dimediasi untuk memastikan berkas kepemilikan yang ada,’’ jelasnya. Alit Wirawan mengingatkan, permasalahan di Tirta Empul sangat sensitif, karena kawasan tersebut merupakan objek wisata yang dikelola oleh desa pakraman bekerja sama dengan Pemkab Gianyar. ‘’Makanya, kita harapkan ada persamaan persepsi antarkedua belah pihak. Jangan sampai memicu hal yang tidak diinginkan,’’ katanya. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gianyar IGN Anom Mesta mengatakan, mediasi ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan di areal parkir Objek Wisata Pura Tirta Empul. Dikatakan, dalam proses pensertifikatan harus disertai dengan bukti yang kuat, sehingga dapat segera diproses. ‘’Semestinya polemik seperti ini tidak terjadi, dengan menunjukkan bukti yang dimiliki, sehingga dalam permasalahan pengukuran dapat berjalan dengan kondusif,’’ katanya. (kmb35)
Bawaslu Atensi Kampanye dan Distribusi Logistik
SOSOK
Gianyar (Bali Post) Pelaksanaan kampanye dan distribusi logistik menjelang pencoblosan, terus menjadi atensi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar. Atensi ini dilakukan melihat ketatnya proses kampanye yang sedang berlangsung. Hal ini juga dilakukan untuk meminimalisasi kecurangan dalam kampanye. Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan mengatakan, pelaksanaan kampanye diatensi karena ada indikasi terjadinya kompetisi ketat. Terlebih pemilu menggunakan sistem terbuka dengan suara terbanyak, sehingga kompetisi ini tidak hanya di eksternal partai tapi juga di internal partai dalam memperoleh dukungan suara yang sebanyakbanyaknya. ‘’Oleh karena itu, pelanggaran-pelanggaran sangat potensial terjadi,’’ ujar Hartawan saat menerima supervisi dari Bawaslu Provinsi Bali, Selasa (8/1) kemarin. Hartawan mengatakan, pi-
Dorong Kegiatan Kreatif CAMAT Tegallalang I Nyoman Darmawan mendorong dihidupkannya berbagai kegiatan kreatif di desa yang bertujuan melestarikan seni dan budaya. Kegiatan tersebut seperti gerak jalan seni kreatif di Kecamatan Tegallalang yang digelar setiap memperingati 17 Agustus. ‘’Itu gerak jalan yang melibatkan seluruh pucuk pimpinan desa se-Kecamatan Tegallalang,’’ ujarnya, Selasa (8/1) kemarin. Ia mengatakan, tujuan melibatkan pucuk pimpinan ini untuk mempererat jarak antara masyarakat dengan pimpinan serta mendekatkan para stakeholder ini dengan masyarakat. Pimpinan selain menjadi teladan, juga wajib memberikan contoh yang baik dan benar pada masyarakat. Para pimpinan yang terlibat juga diharapkan bisa menggelar kegiatan kreatif serupa di tujuh desa di Kecamatan Tegallalang. Tentunya kegiatan kreatif yang berbasis seni dan budaya. ‘’Kami juga mendorong seluruh desa untuk kreatif dalam mencetuskan berbagai kegiatan di desa, tentunya kegiatan yang memberi manfaat positif untuk masyarakat desa,’’ katanya. Ia mengaku optimis ketujuh desa di Kecamatan Tegallalang bisa menciptakan kegiatan kreatif yang berlandaskan seni dan budaya. Apalagi sejumlah desa di Kecamatan Tegallalang sudah menjadi desa wisata. ‘’Kegiatan kreatif yang berlandaskan seni dan budaya ini bisa menjadi daya tarik wisatawan juga,’’ tegasnya. (nik)
haknya terus mengawasi aktivitas kampanye yang mulai marak, usai libur Galungan dan Kuningan ini. ‘’Intensitas pelaksanaan kampanye sudah mulai banyak dilakukan oleh caleg, baik caleg DPRD kabupaten, provinsi, caleg DPR-RI dan juga calon DPD. Oleh karena itu, kami mengatensi khusus terhadap pelaksanaan kampanye berbentuk tatap muka ataupun pertemuan terbatas,’’ katanya. Selain melakukan pengawasan kampanye, kata Hartawan, Bawaslu Gianyar juga mengatensi pendistribusian logistik pemilu. Terlebih, Januari ini logistik akan mulai didistribusikan. Seperti kotak suara, sampul, tinta, bilik suara, bantalan dan lainnya. ‘’Distribusi logistik kami atensi khusus,’’ imbuhnya. Tugas lain Bawaslu Gianyar yang juga bersifat urgen adalah persiapan rekrutmen jajaran pengawas pemilu di tingkat TPS. Pada Pemilu 2019, jumlah TPS
bertambah dua kali lipat dari pelaksanaan pilkada kemarin. ‘’Sekarang jumlah TPS mencapai 1.502 TPS. Oleh karena itu, proses ini merupakan suatu tantangan bagaimana untuk dapat
merekrut jajaran pengawas sebanyak 1.502 orang,’’ ujarnya. Hartawan menambahkan, langkah-langkah yang telah dilakukan, meliputi berkoordinasi dengan pemerintahan desa
dan juga tokoh masyarakat agar bersedia menjadi pengawas TPS. ‘’Selain itu, kami akan bersurat ke lembaga-lembaga formal seperti perkumpulan guru (PGRI - red),’’ tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
SUPERVISI - Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan saat menerima supervisi dari Bawaslu Provinsi Bali, Selasa (8/1) kemarin.
Kondisi Bayi Masih Labil, Dua Pasutri Ingin Mengadopsi Gianyar (Bali Post) Bayi laki-laki yang ditinggalkan ibu kandungnya di RSUD Sanjiwani mulai dilirik untuk diadopsi. Dua pasangan suami-istri (pasutri) sudah sempat melihat bayi malang dengan berat badan 1,65 kilogram yang dirawat dalam inkubator ruang NICU. Namun, mereka harus bersabar lantaran kondisi kesehatan bayi masih labil. Kasi Rehabilitasi Orang dengan Kebutuhan Khusus Dinas Sosial Kabupaten Gianyar I Made Sujana mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan kesehatan bayi mungil itu. Meski demikian, pihaknya setiap saat datang untuk menjenguk. Bahkan, secara sukarela mengumpulkan donasi di lingkup pegawai untuk si bayi. ‘’Tidak ada paksaan, sukarela saja. Setelah ter-
kumpul, kami koordinasi dengan humas rumah sakit. Apakah berupa uang atau keperluan bayi, nanti kita bicarakan,’’ kata Sujana, Selasa (8/1) kemarin. Mengenai status bayi, Sujana belum berani memastikan itu telantar. Sebab, pihak kepolisian masih berupaya mencari ibu kandungnya yang tercatat berasal dari Dusun Curah Suku, RT 006/RW 016, Kelurahan Kalingwining, Kecamatan Rambi Puji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. ‘’Kalau sudah dinyatakan telantar, baru tanggungan Jampersal keluar dari pemerintah. Ketika sudah keluar dari RS, barulah diserahkan ke Dinsos,’’ jelasnya. Disinggung apakah nantinya bayi ini akan dititipkan di panti asuhan atau yayasan, Sujana mengatakan, hal itu menjadi kewenangan Dinas Sosial Provinsi Bali. Dikatakan, sejauh ini memang ada calon orangtua asuh yang berniat untuk mengadopsi. ‘’Memang ada, tapi mereka menunggu bayi ini sehat betul,’’ ujarnya. Mengenai mekanisme adopsi, Sujana mengatakan ada beberapa berkas yang harus dilengkapi oleh calon orangtua asuh. Tepatnya, ada 24 lembar surat
pernyataan maupun berkas yang harus ditandatangani oleh pasutri. Termasuk dari keluarga besar pasutri yang hendak mengadopsi. Dari 24 lembar itu, di antaranya tercantum bahwa calon orangtua asuh berjanji tidak akan menelantarkan anak yang diadopsi. Selain itu, pasutri yang berhak mengadopsi adalah mereka yang belum dikaruniai anak. Tidak itu saja, kesiapan material juga menjadi faktor penting untuk memastikan si kecil bisa tumbuh layaknya anak lain. Satu saja bagian yang tidak disetujui, maka adopsi tidak bisa dilakukan. ‘’Kami di sini tugasnya memfasilitasi. Koordinasi dan keputusan apakah bisa diadopsi atau tidak, itu jadi kewenangan Dinsos Provinsi. Untuk memutuskan hal itu, ada tim pertimbangan pengangkatan anak di Dinsos Provinsi Bali,’’ katanya. Pria asal Desa Celuk Kecamatan Sukawati ini mengungkapkan, adopsi anak di Gianyar relatif tinggi. Tahun 2018 lalu, tercatat tiga anak diadopsi oleh tiga pasutri. Namun, tahun lalu itu bukan anak telantar. Melainkan adopsi terkoordinasi, yakni calon orangtua asuh sudah membiayai jabang bayi sejak dalam kandungan hingga lahir. (kmb35)
Berjualan di Sekitar RSUD Sanjiwani, PKL Ditertibkan Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar kembali menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar RSUD Sanjiwani Gianyar, Selasa (8/1) kemarin. Bahkan, petugas kali ini tidak tanggung-tanggung langsung mengangkut barang dagangan milik PKL ke Kantor Satpol PP Gianyar. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa usai melakukan penertiban mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan penertiban PKL di depan dan selatan RSUD Sanjiwani Gianyar. Para pedagang tidak tanggung-tanggung membawa
meja berukuran besar untuk berdagang. Padahal, di tempat itu dilarang untuk berdagang. Sebab, tempat itu merupakan akses pintu masuk ke RSUD Sanjiwani. Dalam penertiban kemarin, petugas Satpol PP Gianyar berhasil mengamankan empat orang pedagang. Mereka dipastikan melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. ‘’Para pedagang ini membandel berjualan di tempat ini,’’ kata Agusnawa menyesalkan. Usai melakukan penertiban PKL di depan RSUD Sanjiwani Gianyar, petugas Satpol PP Gianyar melakukan penertiban PKL di sebelah utara
Patung Bayi Desa Sakah, Sukawati, Gianyar. ‘’Kalau PKL berjualan pada tempat yang dilarang, maka petugas Satpol PP Gianyar memberikan pembinaan,’’ katanya. Selain menertibkan PKL, Satpol PP Gianyar juga melakukan penertiban sejumlah baliho. Disinggung apakah Satpol PP Gianyar menertibkan baliho parpol yang marak belakangan ini, Agusnawa mengaku pihaknya belum mendapat perintah dari Bawaslu Gianyar dan KPU Giaanyar. ‘’Soal penertiban baliho parpol, kami belum mendapat perintah dari Bawaslu Gianyar dan KPU Gianyar,’’ tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MENERTIBKAN - Petugas Satpol PP Gianyar menertibkan sejumlah PKL yang berjualan di depan RSUD Sanjiwani, Selasa (8/1) kemarin.
JEMBRANA
10
Rabu Wage, 9 Januari 2019
SOSOK Fokus Pengelolaan Sampah Kecamatan Jembrana sebagai bagian wilayah ibu kota Jembrana yakni Kota Negara memiliki berbagai problem perkotaan. Salah satunya masalah sampah. Penanganan sampah dan penghijauan hingga wilayah desa dan kelurahan akan menjadi fokus kebijakan tahun ini. “Tahun ini secara umum kita fokuskan penanganan sampah, penghijauan dan kebersihan gang-gang, baik kelurahan maupun desa,” ujar Camat Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra. Selain anggaran di desa/kelurahan difokuskan untuk pengelolaan sampah dan kebersihan, di kecamatan juga mengkoordinir lomba-lomba kebersihan gang. Hal ini dilakukan untuk memacu tiap-tiap lingkungan untuk tetap melakukan upaya pengelolaan sampah. “Nanti saat HUT RI, kita lombakan dari kecamatan. Selain itu di tingkat kabupaten juga dilombakan seperti tahun-tahun sebelumnya,” tandas Anom. Nantinya, pengelolaan sampah akan difokuskan di masing-masing desa/kelurahan bahkan tiap lingkungan. Sehingga volume sampah yang terbuang ke TPA Peh bisa ditekan. Mantan Sekcam ini juga tetap melakukan evaluasi dan monitoring ke sejumlah desa/kelurahan yang sudah menerapkan pola pengelolaan sampah tersebut, seperti Kelurahan Pendem. “Di samping mendorong desa/kelurahan lain yang belum, kita juga tetap mengevaluasi yang sudah. Agar berkelanjutan,” tandasnya. Dari total enam desa dan empat kelurahan di Kecamatan Jembrana, beberapa di antaranya sudah menerapkan pengelolaan sampah mandiri. Namun, masih banyak desa/kelurahan yang belum. Khususnya desa/kelurahan yang memiliki pemukiman padat penduduk. (olo)
Sambangi Lokasi Banjir Bandang
Dandim Jembrana Beserta Persit Serahkan Bantuan
Negara (Bali Post) – Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefry Marsono Hanok bersama Ketua Persit Kodim 1617/Jbr Cab. XXXVI, Selasa (8/1) kemarin, menyerahkan bantuan ke korban bencana banjir bandang. Bantuan berupa sembako yang diserahkan di Posko Kebencanaan ini diperuntukkan bagi warga Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring dan Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Bantuan dan kehadiran Dandim yang didampingi Danramil 1617-02/Mendoyo Kapten Inf. Supena beserta sejumlah Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana itu diharapkan bisa membantu warga korban bencana yang masih dalam tahap pemulihan. Bantuan makanan berupa beras, minyak goreng, kopi, gula dan teh serta beberapa kantong pakaian layak pakai nantinya dibagikan ke masyarakat terdampak banjir. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat mengurangi beban warga yang terdampak musibah banjir bandang ini,” tegas Dandim. Sebelumnya, personel Kodim juga melakukan gotong royong untuk pembersihan rumah warga pascabanjir. Dandim beserta anggota dibantu dari Yonif Mekanis 741/GN, Polsek Mendoyo, Satpol PP, dua hari pascabanjir bahu-membahu melaksanakan pembersihan lumpur yg menggenangi rumah warga menggunakan sekop dan cangkul serta menyemprot dengan air. Tujuannya agar rumah yang sebelumnya tidak bisa ditempati, bisa digunakan kembali. Dandim juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dengan cuaca ekstrem seperti saat ini. Pasalnya tidak menutup kemungkinan bencana dapat menghampiri dan terjadi setiap saat. (kmb26)
BANTUAN – Dandim Jembrana bersama Ketua Persit menyerahkan bantuan untuk korban banjir bandang di Tegalcangkring dan Penyaringan.
Warga Banyuwangi Meninggal Saat Memancing di Gilimanuk Negara (Bali Post) – Diduga terserang penyakit jantung, seorang warga yang sedang memancing di Gilimanuk meninggal dunia, Selasa (8/1) kemarin. Dari informasi, korban diketahui bernama Suroso (51), asal Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi yang saat itu sedang memancing ikan di perairan belakang Museum Gilimanuk. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa melalui Kanit Reskrim AKP Komang Mulyadi dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban sempat dilarikan di Puskesmas II Melaya, Gilimanuk, namun sudah meninggal dunia. “Ya benar, korban meninggal dunia setelah memancing,” terang Mulyadi. Dari keterangan saksi rekan korban yang ikut memancing, Slamet Hadi Munaris (38), asal Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, ia bersama korban berangkat mancing dengan menyewa sampan sekitar pukul 07.00 Wita. Saat sudah di tengah laut dan posisi menurunkan pancing, korban tiba-tiba mengeluhkan sakit kepala atau pusing. Tak berselang lama kemudian, korban terjatuh. Saksi sempat memegang korban lalu dibawa ke pantai. Saat itu korban sudah tak sadarkan diri. Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan mobil Basarnas ke Puskesmas II Melaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun saat dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Dari keterangan dokter di Puskesmas Melaya, setelah dilakukan tindakan RJP (Resusitasi Jantung Paru) dari jantung korban sudah tidak ada denyut nadi. Dari pemeriksaan luar juga tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan. (kmb26)
GOTONG ROYONG – Ratusan siswa SMA Negeri 2 Mendoyo dan guru membantu pembersihan rumah-rumah warga korban banjir yang masih ditutupi lumpur.
Tiga Pekan Berlalu
Rumah Korban Banjir Bandang Masih Ditutupi Lumpur Negara (Bali Post) -
Meskipun sudah tiga pekan berlalu pascabencana banjir bandang di Tukad Biluk Poh, Penyaringan, sejumlah rumah warga masih ditutupi lumpur. Warga yang sudah kembali ke rumah kembali mengawali kehidupan di tempat tinggal mereka yang sempat terendam banjir. Bantuan tenaga untuk membersihkan rumah mereka dari lumpur masih sangat dibutuhkan. Seperti yang terlihat di permukiman bantaran sungai wilayah Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan. Sejumlah rumah warga yang diterjang banjir, masih terlapisi lumpur yang mengering. Upaya pembersihan masih terus dilakukan dari berbagai pihak. Termasuk para staf, guru dan ratusan siswa SMAN 2 Mendoyo, Selasa (8/1) kemarin. Gotong royong pembersihan lumpur dilakukan para siswa yang sekolahnya
berada di Desa Penyaringan itu bersama aparat desa setempat. Sebelumnya, gotong royong pembersihan ini juga dilakukan secara bergilir warga masing-masing banjar di Desa Penyaringan. Perbekel Penyaringan Made Dresta mengatakan, di sela-sela gotong royong pembersihan kemarin mengatakan, di Banjar Anyar Kelod paling banyak warga yang terkena dampak banjir. Permukiman warga yang berada di tikungan alur sungai yang saat banjir tanggulnya jebol. Sehingga air langsung menerjang permukiman tersebut. Total ada 54 ru-
Negara (Bali Post) – Sidang Adjudikasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jembrana terkait dengan dugaan pelanggaran administratif peserta pemilu yang sedianya digelar Selasa (8/1) kemarin ditunda. Pasalnya, terlapor Ni Made Suastini alias Dek Ulik tidak datang ke sidang di Kantor Bawaslu Jembrana. Sidang pendahuluan yang semestinya dimulai pukul 10.00 Wita, sempat menunggu hingga satu jam masingmasing pihak terlapor maupun pelapor. Namun, hingga pukul 11.00 Wita, terlapor yang merupakan calon anggota DPD Bali itu tidak datang memenuhi panggilan. Dan setelah dikonfirmasi, pihak terlapor memastikan tidak bisa hadir karena kesibukan. Sehingga Bawaslu memutuskan untuk menunda sidang. Bawaslu Jembrana mengaku sudah melayangkan surat panggilan terkait sidang pemeriksaan. Ketua Bawaslu Jembrana Made Pande Ady Muliawan mengatakan, sidang kemarin ditunda kar-
ena pihak terlapor tidak datang. Sidang ini merupakan sidang pendahuluan dugaan pelanggaran administratif pemilu 2019 menindaklanjuti laporan dari Panwascam Mendoyo tentang dugaan pelanggaran salah satu peserta pemilu. Sejatinya, kemarin dalam sidang itu akan dibacakan putusan pendahuluan. “Karena terlapor tidak datang, dilanjutkan sidang pemeriksaan tanggal 10 Januari” tandas Pande. Dari laporan yang diterima, terlapor, yakni Ni Made Suastini diduga melakukan pelanggaran berkampanye di salah satu tempat ibadah di Kecamatan Mendoyo. Namun, menurutnya ini masih dugaan dan akan dilakukan pemeriksaan dalam sidang selanjutnya. Dalam sidang pemeriksaan itu nanti, juga menghadirkan pelapor serta sejumlah saksi. Menurutnya bila terlapor terbukti melanggar pasal 36 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 akan dikenai sanksi tergantung pelanggaran. Mulai dari
mah yang terdampak. Selain rumah, banyak ternak warga yang hilang tersapu banjir di antaranya itik 565 ekor, sapi 14 ekor, dan babi 9 ekor. “Pemulihan ini masih panjang. Sekarang kita fokus membantu pembersihan. Kalau makanan sudah kita bagikan rata, masing-masing sudah 55 kilogram beras,” tandas Dresta. Pemulihan puluhan rumah warga ini tidak bisa sekejap dilakukan. Karena itu, adanya bantuan relawan termasuk ratusan siswa SMA kemarin pihaknya sangat terkesan. “Paling tidak
dapat membantu pembersihan. Kami juga rutin menjadwalkan masing-masing banjar bergiliran membantu pembersihan seperti ini juga,” tambah Dresta. Fungsi dapur umum yang disediakan sebelumnya juga sudah jarang digunakan. Sebab warga sudah melakukan aktivitas di rumah masingmasing, termasuk dengan bantuan kompor dan alat masak. Diakuinya, beberapa rumah masih terselimuti lumpur yang sudah menjadi tanah. Salah satunya rumah pasangan suami istri Samdani (65) dan Badriah (63). Seusai banjir surut, lumpur setinggi satu meter menggenangi rumahnya. Termasuk lahan seluas 3 are rumahnya, juga rata diselimuti lumpur. Meskipun
rumah itu sudah kembali ditempati, tetapi di sebagian besar di bagian halamannya lumpur masih tinggi. Kepala SMAN 2 Mendoyo, I Komang Winata mengungkapkan aksi gotongroyong dari 400 siswa lebih baik kelas X dan XI ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Kita tanamkan empati dengan membantu gotong royong ini. Para siswa juga secara sukarela mengumpulkan bantuan untuk warga di sini,” tukas Winata. Melihat kondisi saat ini, menurutnya masih banyak yang perlu dilakukan untuk pemulihan. Termasuk salah satunya tenaga untuk pembersihan rumah-rumah warga. Bahkan bantuan tenaga dari siswa-siswa ini belum cukup. (kmb26)
Dek Ulik Mangkir, Sidang Dugaan Pelanggaran Administrasi Ditunda
SIDANG AJUDIKASI - Bawaslu Jembrana menggelar sidang ajudikasi atas kasus dugaan pelanggaran administratif peserta pemilu DPD atas nama Ni Made Suastini alias Dek Ulik. Sidang ditunda karena terlapor mangkir. perbaikan administrasi, teguran tertulis maupun tidak diperkenankan mengikuti tahapan berikutnya hingga pembatalan sebagai calon. Namun, hal tersebut bisa ditentukan setelah dilaku-
kan sidang pemeriksaan. Terlapor menurutnya juga bisa mengajukan koreksi (mengajukan banding) ke Bawaslu RI apabila tidak menerima putusan Majelis Sidang. Ditambahkan
Pande, sidang Adjudikasi ini dilakukan berdasarkan Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2018 tentang penyelesaian sengketa pelanggaran adminitrasi pemilu tahun 2019. (kmb26)
TERGULING - Truk yang memuat kaca terguling di Pekutatan akibat sopir kehilangan kendali ketika melewati tingkungan tajam.
Negara (Bali Post) Kecelakaan tunggal akibat kehilangan kendali atau out of control (OC) dialami truk Colt Diesel L 9978 AN yang dikemudikan Mahiyan (65) asal Surabaya. Kecelakaan tersebut terjadi, Selasa (8/1) dini hari, di Jalan Raya Umum Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di tikungan bawah Puskesmas Banjar Pasar, Desa Pekutatan Jembrana. Truk tersebut memuat kaca sekitar 8 ton dengan kernet Suyono (42) asal Lamongan. Dari informasi, kecelakaan berawal ketika truk bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Di TKP jalan tikungan tajam, kondisi jalan
menanjak badan jalan miring ke kiri dengan marka jalan utuh tidak terputus, muatan truk terkalu berat. Sehingga roda belakang truk sebelah kiri bergesekan dengan bak sehingga truk oleng dan terguling ke sebelah kiri jalan. Akibat OC tersebut arus lalu lintas sempat macet dan proses evakuasi dilakukan pagi hari. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tunggal tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Selama proses evakuasi dilaksanakan pola buka tutup sehingga tidak mengganggu proses evakuasi. (kmb)
Truk Muat Kaca Terguling di Pekutatan
Rabu Wage, 9 Januari 2019
Karangasem
11
SOSOK
Kembangkan Potensi Desa
SETIAP desa di Rendang sejatinya memiliki potensi yang masih dapat dikembangkan untuk menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat di desa. Untuk mengoptimalkan potensi yang ada, memang mau tidak mau perlu pemerintah desa mendorong pengembangan setiap potensi yang ada. Camat Rendang I Wayan Mastra mengatakan hal itu, Selasa (8/1) kemarin. Setiap desa di Kecamatan Rendang sesungguhnya punya potensi untuk dikembangkan. Bukan saja sebatas pertanian perlu dimaksimalkan, termasuk objek wisata dan lainnya. Dicontohkan seperti di Besakih. selain objek Pura Agung Besakih yang sudah termasyhur sejak lama, sekarang ini sedang booming objek wisata baru di Banjar Temukus yaitu objek wisata edelweis. Belakangan objek wisata edelweis relatif ramai dikunjungi warga. Selain itu juga dikembangkan objek wisata alam bunga Padang Kasna. Demikian juga di Desa Pempatan telah dibentuk objek wisata Garden Stone Bali. Objek ini memanfaatkan tebing hutan, di sana malah sudah dibangun berbagai sport selfi yang mendapat atensi pengunjung. “Di sejumlah desa di Rendang sejatinya banyak potensi yang layak dikembangkan dijadikan media efektif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di desa. Seperti Desa Menanga ada goa gala-gala. Goa itu bisa ditata dijadikan objek wisata spiritual. Begitu juga di Desa Nongan digelar Fertivasl Desa Nongan,’’ ujar Camat Mastra. Festival Desa Nongan juga bisa dijadikan sebagai upaya efektif pengembangan ekonomi. Dengan adanya festival seperti itu, maka desa bisa memperlihatkan dan menawarkan apa yang menjadi hasil warganya kepada pengunjung. Mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa-desa, kata Mastra diakuinya memang tidak mudah. Perlu keseriusan dalam pengelolaan potensi tersebut. Selain itu diperlukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Termasuk harus mengerti teknologi. Belakangan ini teknologi media sosial, media cetak, elektronik sangat penting dipergunakan mempromosikan kegiatan. Seperi objek wisata dan lainnya. “Kami senantiasa mendorong desa-desa itu supaya dapat mengembangkan setiap potensi yang ada wilayahnya masing-masing. Kami yakin banyak potensi-potensi desa yang sampai saat ini belum digarap maksimal. Jadi, ke depannya harus dimanfaatkan dengan baik. Sehingga setiap potensi bisa dikembangkan, guna meningkatkan perekonomian warga di desa,’’ harapnya. Disadari, semua itu perlu kerja keras semangat dan adanya komitmen agar terus maju. Tanpa dibarengi spirit, maka apapun yang dilakukan akan sulit berjalan dan berkembang dengan baik. (eka)
Gedung Baru Terbengkalai 1,5 Tahun
Rencananya Segera Dioperasikan RSUD
Amlapura (Bali Post) Sempat selama satu setengah tahun gedung baru yang ada di RSUD Karangasem itu terkatung-katung alias terbengkalai akibat belum difungsikan pihak rumah sakit di daerah. Rencananya gedung yang dibangun menggunakan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali sebesar Rp 24 miliar tahun 2017 akan dioperasikan tahun ini. Direktur RSUD Karangasem I Wayan Suardana, Selasa (8/1) kemarin mengungkapkan, pihaknya tidak menampik kalau gedung baru yang dibangun di selatan gedung Wijaya Kusuma itu memang belum dioperasikan. Sejatinya gedung yang menelan dana Rp 24 miliar itu sudah sempat difungsikan Oktober atau November 2018. Akan tetapi, sehubungan bencana gempa, sehingga hal itu membuat terjadi kerusakan ringan pada sejumlah titik di gedung itu. Atas dasar itulah gedung akhirnya belum bisa dioperasikan sampai saat ini. ‘’Akibat gempa, gedung itu mengalami kerusakan ringan di bagian plafon dan tembok sedikit retak-retak. Sehingga belum bisa di fungsikan lantaran belum diperbaiki,’’ ujarnya. Pascagempa, kata Suardana petugas dari Dinas PUPR Karangasem melakukan pengecekan terhadap struktur bangunan tersebut untuk memastikan tingkat kerusakan gedung. Secara struktur setelah bangunan itu dicek, lanjut Suardana, tidak ada kerusakan berat, hanya rusak ringan. Tak hanya PUPR, BNPB juga sempat meninjau kerusakan gedung itu. ‘’Pihak BPBD sudah melakukan inventarisasi terkait kerusakan untuk disampaikan ke daerah dan ke pusat. Hal itu penting supaya dapat anggaran perbaikan. Belum ada kejelasan terkait bantuan perbaikan itu apakah dianggarkan dari daerah atau dibantu pusat,’’ jelas Suardana. Agar gedung tidak terlalu lama terbengkalai, maka pihak rumah sakit mengambil langkah sendiri. Caranya dilakukan perbaikan terhadap kerusakan gedung. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 500 juta. Anggaran itu diplot dari BLUD
rumah sakit. ‘’Sejatinya anggaran itu untuk perbaikan gedung di RDUD. Tapi karena gedung itu mengalami kerusakan akibat gempa, maka anggaran itu difokuskan untuk perbaikan gedung baru itu. Untuk perbaikannya kita masih menunggu proses RAB. Sehingga awal tahun ini gedung bisa dioperasikan,’’ jelasnya. Saat ini alat-alat pendukung seperti bad sudah dibuat pengadaan pada 2018. Dua unit gedung itu dapat menampung sekitar 100 bad. Gedung itu nantinya untuk pasien kelas III. ‘’Pasien yang saat ini dirawat di Wijaya Kusuma III akan digeser ke gedung baru. Gedung Wijaya Kusuma lantai tiga akan direhab untuk pasian kelas I dan II. Berharap secepatnya gedung baru itu bisa dioperasikan,’’ harapnya. Pasien Dirawat Dilorong Sejumlah pasien yang menempati Ruang Mawar sempat dirawat di lorong rumah sakit. Hal itu dilakukan mengingat ruangan penuh. Kepala Bagian Humas dan Pemasaran RSUD Karangasem I Gede Dedy Artho mengakui kalau sejumlah pasien yang ada di Ruang Mawar memang sempat menjalani perawatan di lorong. ‘’Pasien yang dirawat di luar atau di lorong sejak Minggu. Sekarang pasien itu sudah kembali masuk ke dalam ruangan. Ada juga pasien yang sudah bisa pulang,’’ ujarnya. Selain itu, Dedy Artho juga mengatakan, jika pihaknya tidak bisa menempatkan pasien yang menderita penyakit menular seperti TBC, DB dengan pasien yang sakitnya tidak menular. Pasien itu tidak bisa digabung begitu saja. Alasannya, agar tidak terjadi penularan, karena itu pasien yang memiliki penyakit menular itu telah disiapkan ruangan khusus. ‘’Jadi semua pasien yang dirawat dilorong itu tidak menderita penyakit menular. Pemisahan itu penting agar pasien tidak tertular dari pasien lainnya. Kalau digabung bisa bisa pasien itu tertular. Sembuh dari penyakit tidak menular, justru kena penyakit menular. Kan kasihan mereka,’’ jelas Dedy Artho. (kmb41)
Bali Post/kmb41
BELUM BEROPERASI - Gedung yang dibangun disebelah selatan Wijaya Kusuma sampai saat ini belum dioperasikan karena mengalami kerusakan akibat gempa tahun lalu. Rencananya perbaikan segera dilakukan supaya gedung secepatnya dapat difungsikan.
Bali Post/kmb41
LEBIH WASPADA - Kepala Satuan Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama mengimbau nelayan agar lebih waspada saat melaut karena cuaca tak menentu.
Cuaca Tak Menentu
Nelayan Diminta Waspada Saat Melaut
Amlapura (Bali Post) Cuaca yang tak menentu belakangan ini membuat gelombang air laut ikut tidak menentu pula. Atas kondisi itu para nelayan yang biasa menangkap ikan di laut diimbau supaya selalu meningkatkan kewaspadaannya. Kewaspadaan itu penting menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Kepala Satuan Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama mengungkapkan, berdasarkan pantauan BMKG cuaca sekarang ini cukup ekstrem. Atas kondisi itu Polair mengeluarkan imbauan kepada kelompok nelayan Mekar Sari di Dusun Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Manggis, supaya para nelayan yang melaut mencari ikan itu agar hati-hati. Mereka diharapkan senantiasa meningkatkan
kewaspadaan ketika memutuskan harus melaut. ‘’Kepada nelayan supaya selalu waspada melaut. Tetap mengutamakan keselamatan, karena cuaca kerap tidak bersahabat. Selain itu juga kita minta ekosistem biota laut tetap dijaga. Jangan menangkap ikan dengan cara dibom. Bila menangkap ikan dengan pengeboman maka efeknya bisa merusak biota laut termasuk terumbu karang,’’ ujar
AKP Wartama. Ketua Kelompok Nelayan Mekar Sari I Wayan Sutama mengatakan, pihaknya sebagai nelayan yang sering melaut akan senantiasa mengikuti imbauan petugas. Utamanya menjaga keselamatan saat pergi ke laut. Pihaknya juga tidak akan mencari ikan dengan cara mengebom. Sebab, dirinya tahu bahwa mengebom itu akan berdampak pada perusakan biota laut lebih
lebih terumbu karang. ‘’Kita tetap utamakan keselamatan saat hendak mencari ikan di laut. Kalau memang gelombang itu tidak bersahabat, kita pasti tidak akan melaut demi keselamatan. Sebab, bagi kami nyawa lebih berharga daripada ikan. Semoga saja cuaca selalu saja bersahabat,’’ harap Sutama. Patroli Laut Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas perairan tetap kondusif, Sat Polairud Polres Karangasem selalu melaksanakan patroli laut. Patroli laut itu menggunakan kapal patroli KP XI-2014
mulai dari pangkalan Padangbai sampai perairan Selat Lombok. Tim patroli menyambangi pulau-pulau kosong seperti Pulau Kambing termasuk Pulau Tepekong. ‘’Saat patroli itu pulau dalam keadaan sepi. Di sana nihil penduduk. Namun terdapat beberapa kapall kecil sedang mengantar wisatawan asing melaksanakan diving di sekitar pulau itu. Selain menyambangi pulau-pulau kecil, tim patroli juga memantau giat kapal-kapal tanker Pertamina yang sedang dan akan bongkar muat di Pelabuhan Depo Pertamina Manggis. (kmb41)
Maksimalkan Pelayanan
Pengelola Bangun Pos Pemungutan Karcis
Bali Post/kmb41
POS KARCIS - Manajemen Operasional Pura Agung Besakih membangun fasilitas pos pemungutan karcis.
Amlapura (Bali Post) Manajemen Operasional Objek Wisata Pura Agung Besakih terus menambah fasilitas untuk menunjang pelayanan lebih optimal kepada wisatawan yang berkunjung. Rencananya pihak pengelola membangun pos pemungutan karcis masuk dari arah selatan wantilan Besakih. Humas Manajer Operasional Kawasan Pura Agung Besakih I Gusti Bagus Karyawan mengungkapkan hal itu, Selasa (8/1) kemarin. Menurutnya, pembangunan pos pengelola tiket masuk mendesak dilakukan, karena
selama ini pos pemungutan karcis kurang representatif. Malah pihaknya status pinjam tempat penjualan tiket itu kepada pengunjung. “Selain membangun pos penjualan tiket masuk ke objek wisata di selatan wantilan. Kita juga membangun pos pemungutan karcis masuk kendaraan di Banjar Kedungdung. Penjualan karcis di Manik Mas dianggarkan sekitar Rp 300 juta,” ujarnya. Pembangunan sejumlah pos itu, kata Karyawan, merupakan upaya memaksimalkan pelayanan kepada para wisatawan yang berkunjung
ke Besakih. Pelayanan yang baik itu merupakan hal penting dilakukan guna memberikan kenyamanan wisatawan saat berkunjung. Tidak hanya pelayanan kepada pramuwisata saja, juga dalam hal menerangkan keberadaan Pura Besakih kepada wisatawan. Di samping itu, pelayanan administrasi disadari penting dilakukan. “Kita harap pembangunan sejumlah pos penjaga karcis representatif. Hal itu penting agar bisa memberikan pelayanan lebih baik kepada pengunjung,’’ jelas Karyawan. (kmb41)
Jelang ”Panca Wali Krama” Pura Lempuyang, Panitia Gelar Rakor Pengamanan dengan Polres Rapat koordinasi (rakor) Panitia Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, di Desa Adat Purwayu Desa Tribuana, Abang dilangsungkan dengan Polres Karangasem di Aula Dhira Brata, Selasa (8/1) kemarin. Rakor itu terkait pengamanan selama pelaksanaan karya berlangsung. Rakor itu dipimpin Kapolres Karangasem IGN Agung Panji Anom. Pada kesempatan itu hadir Dandim 1623 Letkol Inf. Bima Santosa, Kepala OPD terkait, Kapolsek Abang, Ketua PHDI Karangasem, kades se-Kecamatan Abang dan Ketua Pecalang Abang. Lalu bagaimanakah komitmen pihak panitia dan aparat yang akan bertanggung jawab penuh terhadap lancarnya prosesi Karya Agung Panca Wali Krama Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur? KETUA Panita Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, I Wayan Artha Dipa, mengatakan pihaknya sangat berharap kerja sama dan sinergitas yang baik terjalin, agar upacara dapat berlangsung lancar. Pengamanan prosesi Segara Kertih utamanya saat makiis ke segara (melasti) 11 Januari 2019 dan puncak karya 20 Januari 2019. Semua pihak harus ikut bertanggung jawab. Pasalnya, saat upacara banyak pamedek yang akan berpartisipasi. Diperkirakan prosesi melasti
melibatkan 10.000 pangiring dari seluruh Bali. “Kita berharap kamtibmas terjamin aman, tertib dan kondusif selama upacara berlangsung. Apalagi upacara Panca Wali Krama baru pertama kali diadakan di Pura Lempuyang, setelah mempertimbangkan acuan sastra. Jadi mari kita saling bahu-membahu menyukseskan acara ini,” harap pria yang juga merupakan Wakil Bupati Karangasem ini. Kapolres Karangasem AKBP IGN Agung Panji Anom mengungkapkan, saat
prosesi melasti ke Pantai Amed, total ada 21 titik PAM, Kuat Personel PAM Polri berjumlah 61 orang. Penebalan dilakukan Dishub yang berada di Simpang Tiga Batang, Simpang Tiga Culik, Simpang Tiga Kantor Desa Purwakerti, Simpang Tiga Melasti, Area Lokasi Melasti dan parkir VIP, sedangkan Satpol PP di Parkir Setra Tukad Besi, Parkir VIP dan area lokasi Melasti. Saat puncak acara karya berlangsung, ada 3 pos yaitu 2 pos pengamanan dan 1 pos terpadu. Kemudian ada 19 titik PAM jalur Pura Lempuyang. Personel yang dilibatkan 159 orang pada upacara yang akan berlangsung selama 42 hari. Rencanya dibagi per-shift dengan skema 53 personel dilibatkan perharinya. ‘’Satpol PP sudah disiapkan 50 personel ikut dalam pengamanan. Sedangkan Dishub juga sudah menyiapkan rambu-rambu, baik untuk kegiatan melasti maupun puncak karya,” ujarnya. Panji Anom menekankan kepada seluruh jajarannya agar bersama-sama bekerja sama menyukseskan keamanan upacara Panca Wali Krama. Pihaknya akan menindak tegas oknum yang membuat keonaran. “Kami
tidak akan segan-segan menindak oknum yang melakukan pungli, oknum yang membuat onar saat kegiatan berlangsung,” tegas Panji Anom. Lebih lanjut dikatakannya, pada upacara melasti diimbau agar masyarakat dari arah Singaraja/Kubu yang akan menuju arah Amlapura agar melalui jalur Simpang Tiga Batang - Kesimpar - Simpang Empat Abang. Masyarakat dari arah Amlapura menuju Singaraja/ Kubu agar melalui jalur Simpang Empat Abang - Kesimpar - Simpang Tiga Batang.
Untuk tamu (warga asing)/ masyarakat yang berada di sekitar Pantai Amed yang akan menuju Amlapura/ Denpasar agar melalui jalur Amed - Bunutan - Seraya Ujung atau cek out/berangkat sebelum pukul 07.00 Wita atau setelah selesai kegiatan melasti. Khusus truk pengangkut barang, galian C, BBM/elpiji agar tidak melewati jalur nasional selama prosesi melasti berlangsung atau menunggu hingga seluruh rombongan melasti memasuki Pantai Amed. (eka)
Bali Post/kmb41
RAPAT KOORDINASI - Ketua Panitia Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur di Desa Adat Purwayu Desa Tribuana, Abang, Karangasem I Wayan Artha Dipa saat menggelar Rapat Koordinasi dengan Polres Karangasem di Aula Dhira Brata, Selasa (8/1) kemarin.
KLUNGKUNG
12
Rabu Wage, 9 Januari 2019
SOSOK Tindak Lanjuti Sidak
Sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah daerah, jajaran Satpol PP terus melakukan monitoring ke lapangan. Mulai dari persoalan membandelnya pedagang Pasar Umum Galiran hingga keberadaan gubuk lokasi prostitusi di areal eks galian C Klungkung. Ini sebagai upaya mempertegas tindakan penertiban terhadap berbagai pelanggaran, agar tidak kembali terulang. Demikian ditegaskan Kepala Satpol PP Pemkab Klungkung Putu Suarta usai melakukan monitoring, Selasa (8/1) kemarin. Saat turun ke Pasar Umum Galiran, khususnya menindaklanjuti para pedagang bawang di timur areal pasar, yang membuang sampah sembarangan, masih ditemukan sebagian pedagang yang tidak mengindahkan hasil sidak sebelumnya. Di sana, pihaknya langsung memberikan peringatan terakhir. “Setelah memberi peringatan di lapangan, pemiliknya akan kami panggil ke kantor untuk mendapat penjelasan lebih lanjut. Kalau melanggar lagi, kami langsung sidangkan di pengadilan,” kata Suarta, pejabat asal Desa Sangkanbuana ini. Sementara itu, di lokasi gubuk-gubuk yang menjadi sasaran sidak sebelumnya, dikatakan sudah kosong. Tidak ada lagi aktivitas esek-esek di lokasi tersebut. Bahkan, pemilik tempatnya juga sudah meninggalkan lokasi tersebut. Patroli dikatakan akan dilakukan setiap hari, guna memastikan pelanggaran itu tidak terjadi lagi. Kalau masih ada yang nekat dan terbukti, akan diproses lebih lanjut dan dikenakan sanksi tegas. “Kami pantau terus ke bawah. Jangan sampai berani beroperasi lagi,” tegasnya. Patroli juga dilakukan di seputaran Kota Semarapura, menindak tegas para pedagang yang masih membandel, dengan memanfaatkan badan jalan. Ini untuk memberi kesan positif bagi keindahan Kota Semarapura, dengan warganya yang taat pada aturan. (gik)
Pemkab Pastikan Angkutan Gratis Siswa Kembali Beroperasi Semarapura (Bali Post) Layanan angkutan gratis bagi siswa manfaatnya cukup dirasakan masyarakat Klungkung. Sayangnya layanan tersebut sempat berhenti pada akhir tahun lalu, sehingga banyak warga mempertanyakannya. Memasuki tahun 2019, Pemkab Klungkung akhirnya memastikan program ini berlanjut lagi. Angkutan siswa gratis dipastikan akan beroperasi pada pertengahan Januari ini. Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Nyoman Sucitra, Selasa (8/1) kemarin, mengatakan tender layanan angkutan siswa gratis tahun 2019 masih dalam proses sanggah sampai dengan 15 Januari. Tahapannya, setelah proses sanggah baru dilakukan penandatanganan kontrak dengan Damri. Setelah itu layanan angkutan gratis baru akan dilaksanakan pada 16 Januari, diawali dengan penandatanganan kontrak. Terhadap tertundanya layanan tersebut pada tahun ini, pihaknya mengaku sudah menyampaikan kepada pihak sekolah, agar selanjutnya disampaikan kepada orangtua siswa. Kepala Bagian Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Setda Klungkung A.A Gede Lesmana, Selasa kemarin menambahkan, hasil pelaksanaan tender untuk pekerjaan jasa pengoperasian layanan angkutan siswa gratis tersebut akan ditunjukkan melalui surat penunjukkan penyedia barang atau jasa. Ini akan dilakukan pada 15 Januari. Sebab, proses sanggah akan berlangsung sampai 14 Januari. Di sisi lain, Kepala Dinas
Pendidikan Klungkung, Dewa Darmawan, juga mengakui banyak orangtua siswa yang mempertanyakan kelanjutkan program tersebut. Dia pun menyampaikan kalau layanan angkutan siswa gratis ini sedikit molor, karena sementara masih dalam proses tender. Menindaklanjuti perkembangan informasi ini, dia telah menyampaikan kepada semua sekolah yang terlayani angkutan tersebut untuk mengumumkan tentang hambatan teknis sebelum liburan semesteran lalu. “Pihak sekolah sudah melanjutkan pemberitahuan kepada orangtua siswa, agar sementara anak-anaknya diantar ke sekolah, sampai angkutan siswa gratis beroperasi lagi,” katanya. Darmawan meminta pihak sekolah untuk menyampaikan kepada orang tua siswa agar sementara waktu sebelum beroperasinya angkutan siswa ini, dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya, untuk menghindari anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor dan menghindari halhal yang tidak diinginkan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengakui keterlambatan pengoperasian angkutan siswa gratis ini, akibat gagal tender. Namun, dia juga meyakinkan bahwa tepat 16 Januari, angkutan siswa gratis siap beroperasi kembali. Saat ini angkutan siswa gratis baru melalui siswa SMP di Kecamatan Klungkung. Tahun ini sedang dikaji oleh pemerintah daerah, agar bisa beroperasi di seluruh kecamatan. “Semoga tahun depan bisa untuk semua kecamatan,” tegasnya. (kmb31)
ANGKUTAN GRATIS - Siswa SMP di Kecamatan Klungkung, saat memanfaatkan angkutan siswa gratis. Setelah sempat dihentikan, program ini kembali dilaksanakan pemkab.
ABRASI - Pantai Tegal Besar di Klungkung menjadi salah satu pantai yang mengalami abrasi cukup parah. Akibat abrasi, luas wilayah Klungkung berkurang 107 hektar.
Digerus Abrasi, Klungkung Menyusut 107 Ha
Semarapura (Bali Post) Klungkung menjadi kabupaten terkecil di Bali. Luas wilayahnya hanya 31.500 hektar (ha) atau hanya 5,59 persen wilayah Provinsi Bali. Wilayah yang sudah terkecil, kini diperparah dengan semakin menyusutnya daratan akibat abrasi. Sesuai data hitung spasial atau data BIG, kini luas wilayah Klungkung, hanya 31.393 ha atau berkurang 107 ha. Fakta ini terungkap saat Pemkab Klungkung menerima kunjungan Tim Pansus DPRD Bali terhadap pembahasan Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali tahun 2009-2029, di Ruang Rapat Praja Mandala, Senin lalu. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, mengatakan, menyusutnya wilayah Klungkung, didominasi karena faktor abrasi yang amat parah. Seperti yang terlihat di Kecamatan Nusa Penida, seluruh tanggul rusak
parah diterjang gelombang pasang. Demikian juga wilayah pesisir Klungkung di Pulau Bali, juga sebagian besar terkikis abrasi. Guna mencegah dampak lebih parah, dia ingin mempercepat proses perbaikan tanggul-tanggul tersebut. Ini sesuai dengan aspirasi masyarakat pesisir, yang melihat fenomena alam ini sudah semakin sulit diprediksi. Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai Bali
Penida soal penanganan tanggul ini. “Kami juga meminta dukungan DPRD Bali, untuk mengawal ini. Agar, wilayah kami yang sudah paling kecil, tidak semakin menyusut,” kata Bupati Suwirta. Sebagaimana data pemerintah daerah, proporsi daratan Klungkung hanya sepertiga di pulau Bali, berbanding dua per tiga di kepulauan. Wilayah kepulauan ini, di antaranya ada tiga pulau berpenghuni (Nusa Gede, Lembongan, dan Ceningan) serta 17 pulau ke-
cil lain di sekitarnya yang tidak berpenghuni. Kecamatan Nusa Penida mewilayahi 64,39 persen wilayah Klungkung, disusul Kecamatan Banjarangkan 14,52 persen, Kecamatan Dawan 11,87 persen, dan Kecamatan Klungkung 9,22 persen. Ketikdakseimbangan wilayah akibat perbedaan aksesibilitas, telah menjadi fokus bersama, khususnya Tim Pansus DPRD Bali. Apalagi melihat variasi ekosistem daratan, pesisir, laut dan kepulauan, maka Ketua Tim Pansus Kariyasa Adnyana menegaskan DPRD Bali mendukung penuh upaya pengembangan lebih cepat kepulauan Nusa Penida. Belum lagi jika dilihat kawasan perairan Nusa Penida
sebagai Kawasan Konservasi Perairan, namun pengelolaannya dirasakan belum optimal. Sehingga, pengembangan kawasan strategis pariwisata Nusa Penida perlu dukungan infrakstruktur. “Berbekal enam keputusan menteri dan satu keputusan presiden, menjadi dasar kami ke pusat untuk memberikan perhatian yang lebih bagi Nusa Penida. Satu kementrian saja bisa mengucurkan dana Rp 200 miliar, kita sudah punya dana Rp 1 triliun lebih,” kata Bupati Suwirta, seraya menegaskan Klungkung sebagai satu-satunya kabupaten dengan wilayah kepulauan di Bali, dengan kekayaan alam bawah laut sebagai tulang punggung wisata bahari Bali. (kmb31)
Kemampuan Daya Menurun
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Nusa Penida Semarapura (Bali Post) Masyarakat Kecamatan Nusa Penida kembali akan mengalami pemadaman bergilir. Ini disebabkan karena terjadinya penurunan kemampuan daya dari pembangkit listrik milik Indonesia Power di Kecamatan Nusa Penida. Belum dapat dipastikan, sampai kapan proses pemadaman bergilir ini akan berlangsung. Manajer PT PLN (Persero) ULP Klungkung Gusti Putu Agus Wiadi, Selasa (8/1) kemarin, mengatakan keputusan pemadaman secara bergilir ini dilakukan agar kebutuhan listrik di tiga pulau di Kecamatan Nusa Penida, bisa tetap terpenuhi. Namun, kenapa sampai terjadi penurunan daya dan sampai kapan proses pemadaman bergilir ini berlangsung, enggan ditanggapi. Dia menegaskan, ini masih dirapatkan dengan vendor penyedianya. “Kami masih rapat dengan vendor penyedianya, sebentar kami sampaikan hasilnya,” katanya. Hingga berita ini ditulis, Gusti Wiadi belum bersedia menyampaikan hasil pertemuannya dengan vendor penyedia. Sementara,
masyarakat Nusa Penida juga menuntut kejelasan perihal pemadaman bergilir ini. Sebab, ini erat kaitannya dengan berbagai jenis usaha yang sangat bergantung dengan layanan listrik maupun pelanggan lainnya. “Saat kami telat bayar listrik, sebagai pelanggan, tidak ada kata ‘harap maklum’. Sekarang, daya turun terus PLN minta dimaklumi. Jam pemadaman bergilirnya tidak jelas. Sampai kapan pemadaman bergilirnya juga tidak ada informasi. Tolong PLN sebagai perusahaan, punya sedikit rasa tanggung jawab,” kata salah satu pelanggan, Ketut Setia, asal Desa Bunga Mekar. Sebelumnya, PLN sedang melakukan pengembangan mesin untuk menambah kekuatan produksi listrik dari sebelumnya hanya 6 megawatt menjadi 11 hingga 12 megawatt. Proses pengembangan ini, pada akhir tahun 2018 lalu, juga menyebabkan pelayanan listrik byar pet, sehingga menimbulkan berbagai keluhan pelanggan. Total saat ini ada 7 mesin pembangkit, berkapasitas 1,7
megawatt setiap mesinnya. Seluruhnya terpusat di Desa Kutampi. Sehingga seluruhnya berkapasitas sekitar 12 megawatt. Dari total kapasitas ini, sebenarnya pemakaian listrik dalam kondisi normal di seluruh kepulauan Nusa Penida (termasuk Lembongan dan Ceningan), hanya 7,2 megawatt. Ini sudah pada titik puncak beban pemakaian listrik di Nusa Penida, yang terjadi pada periode Juni tahun lalu, ketika high season kunjungan pariwisata ke Nusa Penida. Artinya, secara kapasitas produksi listrik, dalam kondisi normal masih amat mencukupi untuk pelayanan seluruh pelanggan Nusa Penida, baik untuk pelanggan rumah tangga maupun untuk bisnis dan lainnya. Total pelanggan listrik di kepulauan Nusa Penida mencapai 17 ribu pelanggan, dimana 73 persen di antaranya adalah pelanggan rumah tangga dan untuk kepentingan bisnis (pariwisata) sebesar 21 persen. Sementara untuk kapasitas dayanya pemakaian rumah tangga mencapai 83 persen dan pemakaian bisnis 16 persen. (kmb31)
Gusti Putu Agus Wiadi
Seimbangkan Pembangunan Bali
Klungkung Dirancang Jadi Pusat Pengembangan Bali Timur Tim Pansus DPRD Bali terhadap pembahasan Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali tahun 20092029, melakukan kunjungan kerja ke Klungkung, Senin (7/1) lalu. Kunjungan ini penting, untuk menggali masukan dan poin penting dalam proses perubahan ini, sehingga tidak terkesan hanya menjiplak apa yang sudah dibuat kabupaten. Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung, Ketua Pansus Ketut Kariyasa Adnyana menyebut bahwa Klungkung akan menjadi pusat pengembangan Bali Timur. Kariyasa Adnyana menegaskan, ketimpangan pembangunan di Bali sangat kentara antara wilayah Bali Selatan dengan Bali Utara, Timur, dan Barat. Dengan dasar upaya penyempurnakan Perda RTRW Provinsi Bali Tahun 2009-2029 ini, diyakini mampu mengu-
rangi ketimpangan pembangunan tersebut. Karena potensipotensi yang dimiliki daerah seperti Klungkung, dinilai amat luar biasa. Seperti keberadaan kepulauan Nusa Penida, dengan tiga gugusan pulau, yakni Nusa Gede, Lembongan, dan Ceningan.
Potensi ini memerlukan fasilitas dan tata ruang wilayah yang harus diatur sejak awal sebelum berkembang lebih pesat. Sehingga tidak terjadi pembangunan yang sulit terkontrol seperti di Kuta dan wilayah lain yang sudah maju. Hal tersebut setelah dikaji diakibatkan oleh pergerakan investor di Bali, yang ternyata jauh lebih cepat dibandingkan dengan upaya tata ruang dan zonasi oleh pemerintah. Dengan upaya penyempurnaan Perda ini, Klungkung diharapkan bisa ditata lebih baik dan mewujudkan pembangunan secara berkesinambungan. Dengan konsep ini, Klungkung menurutnya mampu menjadi pusat pengembangan Bali Timur. Ini berdasarkan sejarah masa lalu, dimana Klungkung adalah pusatnya pemerintahan
pada zaman kerajaan dulu. “Kemajuan Bali Timur akan dimulai dari Klungkung, dengan potensi wilayah Kepulauan Nusa Penida yang kian berkembang, karena kerja keras pemerintah daerahnya,” kata Kariyasa, seraya menegaskan agar Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, mampu mewujudkan penataan wilayah yang berkesinambungan, dengan membuat regulasi turunan dari hasil pembahasan ranperda ini. Sementara, untuk usulan Pemkab Klungkung terhadap pembahasan ranperda ini, politisi PDI-P asal Buleleng ini, mengaku akan mengakomodir semaksimal mungkin. Asalkan tidak bertentangan dengan regulasi di atasnya. Pada prinsipnya, Klungkung akan dibangun dengan dasar Kawasan Strategis Pariwisata Nasional,
mengingat potensi pariwisata yang cukup besar. Bupati Suwirta pun mengaku sangat berkepentingan terhadap tuntasnyapembahasan Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali tahun 2009-2029. Sebab, belum selesainya pembahasan Perda RTRW ini, mengakibatkan pembangunan di Klungkung menjadi terbelenggu. Padahal kajian akademik RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) Klungkung sudah selesai. Sedangkan perkembangan pariwisata, teknologi dan pola hidup manusia terus mengalami perkembangan yang harus diikuti perubahan regulasi. Ini yang membuat Klungkung menjadi terbelenggu. “Kami juga berharap pembahasan ini segera rampung,” kata Bupati Suwirta. (gik)
PANSUS - Para anggota Tim Pansus DPRD Bali tentang Ranperda Perubahan Atas Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali tahun 2009-2029 menggelar rapat dengan pimpinan OPD, perbekel dan bendesa di Klungkung, di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Wage, 9 Januari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.01.19.0000202
Canggu. Dibth. Therapis Spa, pnglmn/kursus. Hub.08113804020
B.BP.004.01.19.0000210
Dicari Driver(sopir), Whaser, Hub:082236182035 / 0361-722222
B.BP.001.01.19.0000261
Karyawati Packing,Sopir L300 Sales,Admin,Max25Th,Single,sdg TdkKuliah.HnySMS:081999251555
B.BP.001.01.19.0000254
Dcr Sgr:Waitress/R Baru Lulus Pnampilan Menarik Utk Gelato/ SPG Utk Galeri Hub:08179980788
B.BP.031.01.19.0000227
Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40,Kuta
B.BP.001.01.19.0000189
!!!Bth 5 Org Tng Angkat,Sopir B1,dpt U.Makan,Mess Gratis Hub Toko Besi Murah Jl.T.UmarBarat No.17 (sblh Warung Buleleng)
Bella Vista Coffe and Bar, Urgent need Barista, Senior Cook,Waitress,Bartender,Cook Helper. Send CV direct to Jln. Padma Utara 2 Legian (dpn garden View hotel)
B.BP.154.01.19.0000231
Butuh Cepat!!! Driver Laundry, SIM A Pd.Sambian 081519808010
B.BP.001.01.19.0000173
Butuh Cepat!!! Teknisi Laundry Pd.Sambian 081519808010 B.BP.001.01.19.0000174
Dcr Villa Manager u/Villa di Canggu Echo Beach Berpengalaman Bhs Inggris Hub.082144791014
B.BP.004.01.19.0000274
Dcr Kary Laki Umr 40-50th,SIM C Serius Krj,Gatsu322,Hub.423488
B.BP.001.01.19.0000277
Dcr PRT Wnt KTP Bali Tggl Dlm Jjur,Tanggung Jwb,Rjin u/Villa Kuta WA/SMS 081337318292 Sgr
B.BP.001.01.19.0000252
Dcr Pembantu,Tukang Kebun u/ villa di Canggu Echo Beach Berpengalaman Bhs Inggris Hub.082144791014
B.BP.004.01.19.0000221
Dcr Ptugas Kbrsihan Wnt,Bersih & Jujur Hub.724095/96(Hatindo)
B.BP.001.01.19.0000248
Dcr Sopir Prbdi Srbtn/KTP Bali Max35Th Tidur Dlm.085100636609
Dcr Accounting/Admin Wanita Mengerti Pajak,Gaji 5 Juta Telp:753763 / WA:087860118299
Dcr Sopir Pribadi utk di Kesiman Gaji 2,2Jt Hub:08123850501
B.BP.001.01.19.0000187
Dcr Adm,Acount,Estimasi&Pelaks Sipil.cvnusamandiri@gmail.com B.BP.001.01.19.0000262
Admin/Kasir P/W Usia 18-35th Min.SMU/SMKWA:081999575838
Dicari Admin,Pramuniaga,Kasir Toko Dapurku WA:081939084292
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
B.BP.001.01.19.0000098
Dcr Administrasi Min Tamatan SMA Sederajat Hub.085100883990
B.BP.001.01.19.0000263
*Dcr Receptionist,Therapist,OB Reborn Spa,Jl.SunsetA1 P:766744
B.BP.001.01.19.0000172
B.BP.001.01.19.0000280
B.BP.004.01.19.0000222
Dcr Admin Online,Sopir B1 Gj + Bns+Kms+BPJS Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7, Dps.
B.BP.004.01.19.0000286
Dcr Guru PAUD Senang Anak,Bisa Kerja Team,S1(Kependdkan+Non) Hub.082145707300/085237089296
B.BP.821.01.19.0000272
B.BP.001.01.19.0000057
B.BP.101.01.19.0000282
Dcr:Pembantu Masak & Waiter/ss u.RM di Legian.Ada Gaji + Tip H:081236109808 B.BP.004.01.19.0000281
Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.01.19.0000258
Dicari Admin Stock Wanita Max 30Th SMK/D3 Akuntansi CV ke 08123853981
G.01
Dicari Salesman/Girl, Gaji, Transport, Komisi, Bonus. Hub HP:087761391444(Tidak SMS) B.BP.001.01.19.0000264
Dicari Tenaga Security Sebyk 3 orang Hub.082111032679 Lsg ke:Jl.Danau Poso 35 Sanur
B.BP.004.01.19.0000203
Dicr Sgr Therapis Pria&Wanita Bersedia Ditempatkan di Canggu Atau Denpasar Kota,Pengalaman diutamakan,Gaji&Bonus Menarik Hub:081239621123(Massaji SPA) B.BP.001.01.19.0000039
Langsung Kerja!!! Tenaga Laundry Kerobokan 081319007572 B.BP.001.01.19.0000287
PTSTJ Bth Tng Adm MinD3 Pnplan MenarikMax25ThWA081936124896 B.BP.001.01.19.0000279
Royalty Villa Looking for the Butler Staff expertise:Fluent in speaking English able to work in a team Requirement: have an experience working in private villa. CV send to aggropac1@aol.com B.BP.001.01.19.0000260
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.02
B.BP.001.01.19.0000244
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
BENGKEL LAS
Panin Group membthkan u/Posisi SAM,AM,FAMin.SMU,081339079016 B.BP.001.01.19.0000245
Urgent!Childhood Indo Teacher, Fluent Eng,Location Ubud. e:balihrd13@gmail.com
B.BP.004.01.19.0000273
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.03
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.04
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.05
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.06
Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818
G.07
DIJUAL MOBIL TOYOTA
AvanzaG 2009 Slvr AsliBali Mls Prbd.082341251453/081933610070 B.BP.004.01.19.0000289
SERVICE
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Kjg LGX 1.8EFI Th2004Silver Tgn 1 AsBali H081238169620 H94JtNg
B.BP.001.01.19.0000284
DIJUAL RUMAH Dijual Rmh Stail Vila Ls.1Are Lok Batubulan.PAM,PLN,Pool,Lt2 Strategis Hp081238169620 Owner
DIJUAL TANAH T.58A SHM sawah produktif full viewTabanan 30jt/A,08123849982 B.BP.167.01.19.0000218
Tnh Kav 1&1,5A Lok.TamanBaruna Jimb.HrgDamai,TP.087877666655 B.BP.001.01.19.0000253
B.BP.001.01.19.0000285
Hot..Dijual Rumah Elit di area elit (harganya super) Jl.Sekar Tunjung,30 menit dari airport. Hub:08123830201/089691533919
B.BP.001.01.19.0000099
DISEWAKAN RUKO Dikon Ruko Jl.Tangkuban Perahu Dpn LPKerobokan Hub.0361730174 081236542716/089610674704
B.BP.001.01.19.0000288
Ruko 3Lt Jl.Hayam Wuruk(Dekat Conato)KrenengHP:085253097647
B.BP.001.01.19.0000193
DIJUAL VILLA Djl Villa 3Kmr,Pool/2.3A, Jl.Sri Rama Lgn Rp.6,2M/088219124095
B.BP.001.01.19.0000124
DIJUAL TANAH Jual SHM 270 M2 di Tabanan Kota Hubungi 085847243824 B.BP.001.01.19.0000256
Jual SHM 560M2 Jl.Ciung Wenara I Renon(150M Sltn Bajra Sandi) Kwsn terelit Dps. 087719094834 B.BP.033.01.19.0000228
Kav.1A Lok.10Km Dps Bs Kredit Jl.Permata Pering,085236342587 B.BP.001.01.19.0000283
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.01.19.0000107
KEHILANGAN Hlg BPKB DK 138 GB No BPKB A 1 127322-O An Gst Ngr Gd Ngurah B.BP.167.01.19.0000278
Hlg BPKB Mitsubishi’09,DK 9889 KLosin:4D56CE55378.NOKA:MHML OPU399KO30005AN.YangMingHan B.BP.001.01.19.0000259
Hlg BPKB NO.2052876-H DK 746 DV An.I Gusti Ngurah Putra,Drs. B.BP.001.01.19.0000247
Hlg BPKB No.D8266570-O DK 1849 DQ An. Ir.I Nyoman Ardana B.BP.001.01.19.0000246
Telah Hilang Sebuah Buku Document IMB No 1129 Th 2009 di area Canggu Hub. katidiyah@gmail.com B.BP.004.01.19.0000276
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.12.18.0000879
BANGLI
14
Rabu Wage, 9 Januari 2019
Belum Siap Beroperasi, E-Warong Terkendala Alat Gesek Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli mulai tahun ini akan menerapkan program pemberian bantuan pangan nontunai (BPNT) sebagai ganti dari program penyaluran beras sejahtera (rastra) bagi warga kurang mampu. Penyaluran BPNT akan dilakukan melalui e-Warong. Namun hingga Selasa (8/1) kemarin, beberapa eWarong yang dirancang untuk pelayanan penyaluran BNPT masih belum siap beroperasi. Kendalanya karena belum memiliki alat gesek. Kepala Dinas Sosial Bangli I Nengah Sukarta siang kemarin mengatakan, ada 9 e-Warong yang disiapkan untuk pelayan-
an penyaluran BNPT, tersebar di empat kecamatan, masingmasing dua di Kecamatan Bangli, dua di Kecamatan Tembuku, dua di Kecamatan Susut dan tiga di Kecamatan Kintamani. Diakuinya saat ini kesembilan e-Warong tersebut belum siap beroperasi lantaran belum memiliki alat gesek. Dalam pengoperasiannya di e-Warong harus tersedia wifi. “Kita dari segi data sudah siap. Pendekatan BTN (Bank Tabungan Negara) sudah. Sosialisasi dengan OPD terkait sudah, terutama camat sudah kita beri informasi dari pelaksanaan BPNT ini. Jadi sebenarnya proses sudah kami lalui, tinggal kesiapan BTN
menyiapkan alat gesek dan bisa bekerja sama dengan eWarong,” jelasnya. Sukarta mengaku akan mengupayakan kesembilan e-Warong itu bisa beroperasi menyalurkan BPNT pada Januari ini. Namun jika pada bulan ini, hal itu masih belum bisa terlaksana, pihaknya mengaku telah menjalin koordinasi dengan BTN untuk mencarikan e-Warong yang siap melayani keluarga penerima manfaat (KPM). Sistem penyalurannya bergerak, yakni e-Warong yang ditunjuk akan melayani lokasi terdekat dengan KPM. “Kalau e-Warong yang kita sediakan belum bisa melayani di bulan
ini, mungkin nanti akan kita rapel di Februari. Tapi kalau harus dilaksanakan bulan ini, ya kita akan mendatangkan sementara agen e-Warong di Kabupaten lain,” ujarnya. Disebutkan Sukarta, sesuai data yang ada, jumlah KPM penerima BPNT di Kabupaten Bangli yang sudah masuk data siks-Ng di Pusdatin Kemensos, yakni sebanyak 7.511 KK. Berdasarkan data basis data terpadu (BDT) masih ada sisa 2.045 KPM. Dalam penerapan BPNT, masing-masing KPM akan diberikan bantuan nontunai dengan nilai Rp 110 ribu per bulan. Untuk mencairkannya, penerima manfaat akan
diberikan semacam kartu yang bisa digesek di e-Warong. Saat mencairkan bantuan di e-Warong, penerima manfaat tidak mesti melakukan pencairan sekaligus. Melainkan bisa dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan. “Bantuan tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang atau barang lainnya. Wajib dalam bentuk beras dan telur,” terangnya. Ditambahkannya, tujuan utama dari program BPNT adalah agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran. Dengan BPNT ini bisa mengantisipasi munculnya masalah rastra dibagi rata atau dibagi secara bergilir di masyarakat. (kmb40)
’’Kalau e-Warong yang kita sediakan belum bisa melayani di bulan ini, mungkin nanti akan kita rapel di Februari. Tapi kalau harus dilaksanakan bulan ini, ya kita akan mendatangkan sementara agen e-Warong di kabupaten lain.’’ Kepala Dinas Sosial Bangli I Nengah Sukarta Bali Post/kmb40
Anggaran Minim, Disparbud Numpang Promosi Pariwisata Bangli (Bali Post) –
Minimnya anggaran membuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli tak bisa berbuat banyak untuk mempromosikan pariwisata Bangli ke luar negeri. Untuk mengenalkan objek wisata kepada calon wisatawan di luar negeri, Disparbud Bangli terpaksa numpang pada kabupaten tetangga. Caranya dengan menitip bahan promosi seperti buklet maupun brosur.
Bali Post/kmb40
OBJEK WISATA - Sejumlah wisatawan sedang menikmati pemandangan Gunung dan Danau Batur dari objek wisata Penelokan, Kintamani, belum lama ini.
Petani Sambut Baik Pergub No.99 Tahun 2018 Penerapannya Mesti Diawasi Maksimal
Bangli (Bali Post) – Terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali, mendapat apreasiasi dari kalangan petani di Kabupaten Bangli. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bangli I Nengah Sandiasa, Selasa (8/1) kemarin, menilai Pergub yang salah satu isinya mewajibkan toko swalayan memasarkan produk lokal tersebut merupakan langkah yang bijak dari pemerintah dalam upaya mmberikan perlindungan bagi petani. Namun demikian, dalam pengimplementasiannya di lapangan, pemerintah diharapkan dapat melakukan pengawasan dengan maksimal sehingga pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Sandiasa mengungkapkan bahwa produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali yang dihasilkan petani di Bangli selama ini rata-rata banyak diserap di pasar tradisional. Tak sedikit juga hotel dan restoran serta toko swalayan yang sudah memanfaatkan dan memasarkan produk pertanian lokal. Namun, dalam pemasarannya selama ini, petani masih kerap menemui persoalan. Salah satunya, masalah
pembayaran yang masih sering ditunda pihak pengusaha. “Kadang teman-teman petani yang mengeluh hasil panennya berbulan-bulan tidak dibayar,” ungkapnya. Dengan adanya Pergub baru ini yang di dalamnya juga mengatur soal sistem pembayaran, Sandiasa tentunya berharap ke depan tidak ada lagi pengusaha maupun pelaku ekonomi lainnya yang ngebon ke petani. Sehingga petani bisa menikmati hasil panennya. “Sehingga bisa sama-sama menguntungkan petani maupun pihak pengusaha,” terangnya. Dengan telah diterapkanya Pergub terbaru ini, kini petani sudah dimudahkan. Pasar bagi petani telah diatur pemerintah. Menyikapi hal itu, petani kini mau tidk mau harus bisa menyediakan produk pertanian yang berkualitas. Demikian juga dengan kontinuitasnya harus diupayakan terjaga. Dia mengatakan, dalam upaya menjaga kualitas dan kontinuitas produk, petani di Bangli selama ini telah rutin mendapat pembinaan dan pelatihan dari instansi terkait. “Dengan adanya Pergub ini sudah ada titik permulaan yang bagus bagi petani. Hanya kami harapkan dalam implementasiannya nanti, pemerintah bisa melakukan pengawasan dengan maksimal agar tidak ada pihak yang melanggar. Sehingga kerja sama antara petani dan pengusaha bisa
sama-sama saling menguntungkan,” harapnya. Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Bali kini mewajibkan seluruh toko swalayan untuk membeli dan menjual produk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta perikanan paling sedikit 60 persen dari total volume produk yang dipasarkan. Selain toko swalayan, hotel, retoran dan catering juga diwajibkan mengutamakan pemanfaat produk pertanian dan industri lokal dalam kegiatan usahanya. Kewajiban itu diatur dalam Peraturan Gubernur Bali No. 99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali, yang resmi diberlakukan Senin (7/1). Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara sosialisasi dan peresmian implementasi Pergub No. 99 Tahun 2018 di Desa Pengotan mengatakan, pengimplementasian Pergub ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan kesinambungan dalam pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali, memberikan kepastian harga jual, mengatur tata niaga yang berpihak pada masyarakat Bali, meningkatkan kuantitas, kualitas dan kontinuitas produksi, meningkatkan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (kmb40)
Bali Post/ina
PETANI – Petani di Desa Kedisan, Kintamani mengemas hasil panennya untuk selanjutnya dijual ke pasar tradisional, belum lama ini.
Hal itu diakui Kabid Promosi Disparbud Bangli Wayan Merta, Selasa (8/1) kemarin. Merta mengungkapkan, anggaran yang dimiliki untuk mempromosikan pariwisata di Bangli relatif minim. Untuk tahun ini, anggaran yang tersedia hanya Rp 130 juta, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 80 juta. Meski anggaran sedikit, Merta mengklaim tetap berupaya untuk gencar memperkenalkan objek wisata yang ada di Kabupaten Bangli. Di tengah keterbatasan dana yang ada, upaya promosi selama ini hanya bisa dilakukan di dalam negeri dengan menyasar daerah di Pulau Jawa. Selain itu, untuk menggaet wisatawan datang ke Bangli, upaya promosi juga dilakukan dengan memanfaatkan website dan
media sosial. “Karena anggaran yang diberikan minim, kita lebih banyak melakukan promosi lewat media sosial. Karena media sosial memang sangat cepat untuk melakukan promosi,” terangnya. Sedangkan untuk promosi ke luar negeri, Merta mengaku belum bisa melakukannya lantaran anggaran terbatas. Untuk menyiasatinya pihaknya selama ini terpaksa menumpang pada kegiatan promosi pariwisata yang dibuat pemerintah provinsi dan kabupaten lainnya seperti Badung dan Denpasar. Caranya dengan menitip brosur maupun buklet saat pemprov, Badung dan Denpasar melakukan promosi ke luar negeri. Dia menyebutkan, negara yang selama ini sering menjadi tujuan promosi di luar negeri yakni Jerman,
Australia, Inggris, Hongkong dan beberapa negara lainnya. “Kita tidak punya anggaran ke luar negeri. Strategi kita promosi kita ya meminta bantuan dengan teman-teman di kabupaten lain dan provinsi, termasuk kedutaan besar dan konsulat,” terangnya. Menurut Merta, kegiatan promosi ke luar daerah dan ke luar negeri secara langsung sejatinya sangat efektif untuk menarik minat wisatawan datang ke Bangli. Sebab dengan promosi tersebut Pemkab Bangli bisa berinteraksi langsung dengan wisatawan dan menjelaskan dengan detail keunggulankeunggulan objek wisata yang dimiliki Bangli. “Promosi secara langsung lebih bisa meyakinkan wisatawan untuk datang ke Bangli,” imbuhnya. (kmb40)
Korban Bencana di Bantas Olah Tomat Jadi Jeli DI tengah proses relokasi yang masih berjalan, sejumlah warga korban bencana tanah longsor di Banjar Bantas, Desa Songan, Kintamani berupaya mengembangkan hasil pertanian lokal menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Olahan yang dibuat yakni berupa tomat jeli dan abon ikan mujair. Keterampilan dalam mengolah produk pertanian itu didapat dari hasil pelatihan yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Belum lama ini, hasil olahan produk pertanian itu sempat dipamerkan saat acara sosialisasi dan peresmian implementasi Pergub No. 99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali di Desa Pengotan, Senin (7/1). Hasil olahan berupa tomat jeli dan abon ikan mujair yang dikemas dalam kemasan modern itu juga sempat ditinjau langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Produk olahan baru yang dipajang di sebuah stand pameran, cukup laris manis dibeli para pejabat dan peserta yang hadir dalam acara itu. Salah satu warga korban bencana yang ditemui saat tengah menjaga stan pameran, Yudiani, mengatakan tomat jeli dan abon ikan mujair meru-
pakan produk olahan baru. Produk olahan itu diproduksi oleh warga korban bencana Banjar Bantas yang tergabung dalam Kelompok Maju Bersama dan Danu Jaya. Dua kelompok itu mendapat pengetahuan dan keterampilan membuat tomat jeli dan abon ikan setelah mengikuti pelatihan dari BNPB yang dilaksanakan di rumah produksi yang disediakan di lahan relokasi. “Ini baru kali pertama dipamerkan,” ujarnya. Dijelaskan Yudiani, seperti namanya, tomat jeli yang diberi label Jellytom dibuat menggunakan bahan baku tomat segar. Sama seperti proses pembuatan jeli pada umumnya, Jellytom dibuat melalui proses pemasakan. Pertama tomat yang telah dikukus kemudian diblender. Selanjutnya dimasak dengan dicampur gula, air dan agar-agar. Dari 20 kilogram tomat segar, mampu menghasilkan sekitar 35 kemasan Jellytom. Diakui Yudiani, dibandingkan dijual dalam kondisi segar,
tomat yang telah diolah dalam bentuk jeli lebih menguntungkan. Per satu kotaknya, Jellytom mampu dijual Rp 20 ribu. Sementara tomat mentah hanya laku dijual petani dengan kisaran harga Rp 5-6 ribu per kilogramnya. Itu pun jika harga tomat sedang bagus. “Lebih menguntungkan jual yang sudah diolah,” ungkapnya. Menurutnya, pelatihan yang selama ini telah diberikan BNPB dalam mengolah tomat dan ikan mujair menjadi produk olahan, sangat bermanfaat bagi warga Bantas. Terutama di saat harga tomat dan ikan mujair mengalami anjlok. Setelah bisa mengolah tomat jeli dan abon ikan, kini Kelompok Maju Bersama dan Danu Jaya akan mencoba untuk memasarkannya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan mengatakan, pelatihan membuat tomat jeli dan abon ikan merupakan program sosial BNPB. Program ini diberikan dalam upaya memberdayakan warga korban bencana. Setelah diberikan pelatihan cara membuat produk olahan, kini kelompok masih dibina dan dilatih dalam hal pengemasan dan pemasaran. (ina)
Bali Post/ina
JELI - Produk tomat jeli dan abon ikan mujair buatan warga korban bencana tanah longsor di Banjar Bantas yang dipamerkan saat acara sosialisasi dan peresmian implementasi Pergub No. 99 Tahun 2018, di Desa Pengotan, Senin (7/1).
15
Rabu Wage, 9 Januari 2019 DIPERIKSA Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/1) kemarin. Gamawan Fauzi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kementerian Dalam Negeri Dudy Jocom terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Kampus IPDN tahap II Rogan Hilir Provinsi Riau pada tahun 2011. Bali Post/ade
Jika Tak Ada Tambahan Energi
2021, Bali Diprediksi Defisit Listrik Denpasar (Bali Post) PLN memprediksi tahun 2021 Bali akan defisit listrik jika tidak ada tambahan energi. Sebelumnya Jawa Bali Crossing (JBC) lewat udara, sebagai solusi tambahan energi. Namun, tidak bisa dilakukan karena adanya penolakan. Beruntung, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN sebelumnya, ada tambahan pembangkit 135 MW di Bali sebagai bridging sebelum nantinya JBC ada. Demikian disampaikan General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Nyoman Suwarjoni Astawa, Senin (7/1). Dengan adanya defisit ini, akan berdampak pada capacity balance. Artinya, kapasitas untuk supply-nya tidak seimbang. Maka dari itu, PLN akan melakukan evaluasi terhadap growth (pertumbuhan) Bali, tidak hanya growth penjualan tetapi juga beban puncak. Ini juga akan dijadikan pegangan untuk memprediksi growth Bali 10 tahun lagi.
‘’Kami akan melihat apakah dengan JBC mundur, apakah perlu pembangkit sebagai bridging agar jangan sampai nanti Bali terjadi defisit. Jika berdasarkan growth yang sebelumnya, sepertinya tahun 2021 kalau tidak membangun apa-apa, Bali akan defisit. Sehingga di RUPTL sebelumnya ada tambahan pembangkit 135 MW di Bali sebagai bridging sebelum nanti JBC ada,’’ bebernya. Dengan prediksi defisit tersebut, diperlukan pembangkit yang bisa menutupi
Jakarta (Bali Post) – Pertumbuhan ekonomi pada 2019 masih menghadapi sejumlah risiko, karena tingginya ketidakpastian global. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan hal itu dalam Seminar Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa (8/1) kemarin. ‘’Momentum yang terjadi di 2018 akan tetap terjaga, tetapi asumsi di APBN 5,3 persen akan berat tercapai dari sisi demand and supply. Jadi ada downside risk,’’ ujarnya. Sri Mulyani menjelaskan, upaya menjaga pengelolaan APBN agar tidak menjadi sumber ketidakpastian baru dan menjadi insentif untuk mendorong kinerja pembangunan, harus dilakukan sebagai antisipasi kondisi global. Guna menjaga pengelolaan APBN, hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengawal asumsi ekonomi makro yang rentan terhadap situasi eksternal dan berpengaruh pada
penerimaan negara. Salah satu asumsi makro tersebut adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditetapkan dalam APBN 2019 sebesar 15.000, padahal saat ini terdapat tren penguatan rupiah. Kondisi ini terjadi akibat pengaruh pelaku pasar global yang merespons positif dari pernyataan pimpinan Bank Sentral AS (The Fed) atas rencana normalisasi kebijakan moneter. ‘’Kenaikan dari suku bunga The Fed tidak seekstrem yang dibayangkan, maka akan ada perubahan, dan nilai tukar ada adjustment lebih terapresiasi,’’ kata Sri Mulyani. Selain itu, tambahnya, asumsi makro harga minyak mentah Indonesia yang ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel, diperkirakan sepanjang tahun rata-rata tidak akan setinggi yang diproyeksikan. ‘’Saat ini AS menjadi produsen surplus migas, sehingga permintaan minyak berpotensi menurun, dan harga minyak
kebutuhan listrik sampai JBC selesai dibangun. Perlu waktu tiga tahun untuk menyelesaikan JBC tersebut. Sementara dua tahun lagi, Bali sudah menghadapi ancaman defisit listrik. Beruntung dalam RUPTL sebelumnya, ada tambahan pembangkit 135 MW dari PLTU, PLTG, PLTGU. Sementara PLTU dari batu bara tidak boleh lagi digunakan di Bali sesuai arahan Gubernur Bali. Maka pilihan berikutnya adalah PLTG. ‘’Gasnya dari mana, itu semua akan kita kaji. Karena suplai gasnya belum ada dan Pertamina belum menyediakan. PLTG Gilimanuk sekarang masih pakai minyak, seharusnya pakai gas. PLTG Pemaron masih pakai minyak belum pakai gas. Dua PLTG itu saja belum pakai gas,’’ selorohnya. Wacana akan membangun LNG hub di Bali dinilai bagus
karena bisa menjawab energi primer untuk bisa menyuplai pembangkit di Bali. Selain itu LNG hub juga bisa menjadi penyuplai pembangkit–pembangkit di sekitar Bali seperti NTT. Menurutnya, tempat yang cocok untuk membangun LNG hub adalah di Celukan Bawang. Ia belum bisa memberi gambaran PLTG yang akan dibangun seperti apa nantinya. Meski demikian, JBC akan tetap menjadi studi PLN terkait kebutuhan transmisi 500 kV untuk Bali. ‘’Dengan kapasitas sebesar itu, kalau memang tetap dibutuhkan apakah desain yang sedang kami desain bisa menjawab tuntutan kebutuhan listrik. Jadi saya berharap siapa pun yang punya kepentingan dengan JBC, mari bicara terbuka, apa yang diinginkan. Kalau tidak boleh solusinya seperti apa,’’ tandasnya. (kmb42)
mungkin tidak setinggi di awal 2018,’’ ujarnya. Sri Mulyani memastikan pengelolaan asumsi makro yang disertai upaya menjaga pencapaian yang telah berjalan dengan baik di 2018, seperti rendahnya laju inflasi, dapat membuat kinerja ekonomi makin kuat. D e n g a n demikian, kehati-hatian tersebut dapat menciptakan per-
sepsi positif bagi Indonesia dan mengundang investasi yang bermanfaat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. ‘’Dengan daya tarik Indonesia yang lebih baik, maka terjadi capital inflow. Ini sesuatu yang kita jaga terusmenerus, melalui koordinasi pusat dan daerah, swasta serta pemangku kepentingan,’’ kata Sri Mulyani. (ant)
Pertumbuhan Ekonomi 2019 Masih Hadapi Risiko
’’Momentum yang terjadi di 2018 akan tetap terjaga, tetapi asumsi di APBN 5,3 persen akan berat tercapai dari sisi demand and supply. Jadi ada downside risk.’’ Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Lima Tahun Pertama, target pertumbuhan ekonomi 8,2-9,4 persen dikoreksi menjadi 7,0-8,0 persen dalam lima tahun ini. ‘’Posisi sekarang menurut diskusi saya dengan Kepala BI antara 6,2-6,3 persen,’’ ujarnya. Kedua, angka kemiskinan dikoreksi cukup drastis dari 4,2 persen menjadi 1,0-1,5 persen. Terbitnya Pergub No.99 Tahun 2018 merupakan salah satu upaya untuk mencapai penurunan angka kemiskinan tersebut. Sebab, tujuan dari terbitnya pergub itu adalah untuk menin-
serta menurunkan target kontribusi sektor tersier. Mengingat selama ini sektor tersier atau pariwisata menopang 68 persen struktur perekonomian Bali, sedangkan sektor primer dan sekunder hanya menopang 30 persen. Ketimpangan ini juga akan diatasi dengan penegakan Pergub No.99 Tahun 2018. ‘’Struktur perekonomian Bali, antara pariwisata dan pertanian akan berubah. Pertaniannya naik, pariwisatanya turun kontribusinya. Secara nominal, naik dia. Tapi secara persentase, strukturnya akan menjadi lebih berimbang,’’ paparnya. (kmb32)
tamiu. Secara khusus, anggota Komisi IV DPRD Bali ini menyoroti pula soal desa adat akan berkedudukan langsung di bawah provinsi. Mengingat, desa adat memiliki desa mawacara yang dilandasi adat dan tradisi dari suatu keyakinan niskala. ‘’Jadi ada perbedaan aturan tradisi yang berlaku di mereka, sehingga kalau diatur (di bawah provinsi), apakah nanti menghilangkan desa mawacara? Pertanyaan besarnya banyak, desa mawacara hilang, tradisi, keyakinan, kan macammacam,’’ terangnya. (kmb32)
anan pada Senin (28/1), upacara Mapada Agung Selasa (29/1) dan puncak karya pada Rabu (30/1). Upacara nganyarin Kamis (31/1) dan Jumat (1/2), dilanjutkan dengan upacara Nganyarin, Ngeremek, Kebat Daun lan Mangun Ayu Sabtu (2/2). Upacara Nganyarin Senin (4/2) dan Selasa (5/2), dilanjutkan dengan upacara Ngeremek, Nyenuk, Masesapan pada Rabu (6/2). Upacara Nganyarin Rsi Bojana Kamis (7/2). Upacara Nyineb lan Nuwek Bagia dilangsungkan Jumat (8/2), dilanjutkan dengan Munggah Gedong Penyimpenan pada Sabtu (9/2). (kmb)
Denpasar (Bali Post) Tidak ada lagi perdebatan soal kewajiban menyerap buah lokal. Karena sebelumnya buah lokal sudah banyak terserap, baik di hotel maupun supermarket. Namun, pasar menginginkan kontinuitas dan kualitas produk lokal terjaga. Wakil DPP I IHGMA I Made Ramia Adnyana mengatakan, restoran dan hotel telah lama menyerap produk pertanian lokal dengan membeli produk untuk konsumsi kebutuhan tamu seperti beras organik, sayur-sayuran, buah-buahan, produk rempah-rempah dan cabai. Kebutuhan produk tersebut untuk breakfast, lunch dan dinner di restoran dan hotel. Selain itu juga kebutuhan fruit basket yang ditampilkan di masing-masing kamar pada saat tamu check in juga telah menggunakan produk lokal. Kemudian untuk kegiatan events special seperti wedding, jamuan makan siang atau makan malam serta regular event menggunakan produk lokal. Sebelum pergub diterbitkan, sudah lebih dari 50 persen produk lokal diserap oleh hotel dan restoran. Dengan terbitnya pergub diharapkan persentasenya bisa lebih meningkat. Hotel dan restoran menginginkan kualitas produk buah lokal yaitu kualitas tinggi, yang segar, teksturnya bagus, warna yang alami, rasa yang alami, tidak mudah busuk, harga terjangkau. ‘’Sepanjang kualitas, kuan-
titas dan kontinuitas terjaga maka produk pertanian lokal saya pastikan akan diserap oleh hotel dan restoran,’’ tegasnya. Dari sekitar 41 jenis produk lokal, sudah sekitar 27 produk yang terserap industri pariwisata. Manajer Operasional Tiara Dewata Supermarket R. Novie Setio Utomo mengatakan, lebih dari 70 persen produk lokal terserap di Supermarket Tiara Dewata. Bahkan buah lokal yang langka pun ada di sana. ‘’Hampir semua buah lokal kita punya, seperti buah langka juga kita ada, seperti juwet,’’ ungkapnya. Namun yang menjadi kendalanya adalah terbentur pergantian musim, sehingga pemenuhan buah musim tersebut terkadang tersendat. Menurutnya, buah lokal tidak akan kalah saing dengan buah impor, baik impor dalam negeri (antarpulau) maupun impor luar negeri, selama kualitasnya bagus. Dengan kualitas yang bagus, tidak hanya diminati, buah lokal akan memiliki harga yang bagus. Terkadang buah lokal yang musiman karena tidak dikelola dengan baik menjadi kualitasnya tidak bagus. Buah lokal pun membantu dalam memenuhi kebutuhan upacara. Untuk bisa masuk pasar modern, tidak ada syarat khusus yang diberlakukannya. Yang menjadi harapannya pada supplyer buah lokal adalah bisa diversifikasi. ‘’Jadi tidak menjadi supplyer pada satu musim, musim berikutnya tidak lagi men-
jadi supplyer. Sehingga kita cenderung ke daerah–daerah mencari kelompok tani yang memiliki berbagai jenis produk,’’ ungkapnya. Ia berharap supplyer buah lokal terus mengisi etalasenya. Karena, menurutnya, konteks supplyer itu tidak menyuplai sewaktu-waktu saja tetapi seterusnya. ‘’Misalnya satu musim hanya mengirim sawo saja. Saat enggak musim, enggak ngirim. Padahal masih ada produk lain yang perlu kita jaga kualitasnya,’’ tandasnya. Selain kesinambungan pasokan, pasar juga menginginkan kualitas. Bahkan, menempatkan kualitas di atas harga. Dari sisi ekonomis, jika petani memanen pada saat yang tepat, nilai ekonomisnya akan lebih tinggi dibandingkan memanen saat belum cukup umur. Dari sisi harga yang diterapkan di supermarket juga mengikuti harga yang ditetapkan oleh supplyer. Harga juga dipengaruhi supply dan demand. Dari sisi ketersediaan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB Wisnuardhana menjawab dengan tegas petani siap asal pengguna menyesuaikan permintaan dengan musim panen, khususnya untuk buah–buahan yang sifatnya musiman. Produk yang tidak tergantung musim seperti pisang, pepaya, melon, semangka, beras dan aneka sayuran bisa disiapkan setiap saat. (kmb42)
Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah (kurs) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (8/1) pagi bergerak menguat sebesar 51 poin ke posisi 14.039 per dolar AS. Penguatan ini seiring optimisme negosiasi kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan Cina. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa kemarin, mengatakan optimisme pelaku pasar terhadap negosiasi dagang antara AS dan Cina akan tercapai kesepakatan menjadi
faktor penopang bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah. ‘’Di tengah minimnya data ekonomi, pelaku pasar terlihat optimistis akan ada progres pada pertemuan kali ini,’’ katanya. Di tengah situasi itu, ia menambahkan, mata uang berisiko seperti rupiah kembali membuka peluang untuk melanjutkan penguatannya. Selain itu, lanjutnya, sentimen dovish mengenai prospek kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) tahun ini turut menjadi faktor yang menopang mata
uang berisiko. ‘’Sikap dovish The Fed mengenai pengetatan kebijakan pada 2019 memicu peralihan dana ke aset berisiko,’’ katanya. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan, mata uang kuat Asia, seperti yen Jepang dan dolar Singapura menguat terhadap dolar AS, itu menjadi sentimen penguatan rupiah. ‘’Diproyeksikan rupiah menuju kisaran antara 13.950-Rp 14.000 per dolar AS,’’ katanya. (ant)
Rupiah Menguat
Koster meminta Dinas Pertanian segera menentukan biaya produksi per hektar per tahun dari setiap komoditas yang dihasilkan. Kemudian, produk pertanian yang dibeli dari petani harus tunai. Kalau tidak bisa tunai, harus dibeli lewat Perusda sebagai penyangga yang memediasi antara petani dengan hotel, restoran, vila, dan katering. ‘’Jadi nanti Perusda yang membeli ke petani cash. Perusda tidak profit oriented, hanya nyari selisih sedikit supaya bisa gaji pegawai saja,’’ imbuhnya. Untuk modal, Koster menyebut Perusda dapat meminjam terlebih dahulu ke Bank BPD Bali. ‘’Tidak usah pakai uang APBD,’’ pungkasnya. (kmb32)
‘’Buat saya secara praktis sih tidak ada masalah tetap Lembaga Perkreditan Desa kalau memang itu menjadi kesepakatan, silakan,’’ ujarnya. Akademisi FE Unud Prof. Dr. I Wayan Suartana mengharapkan LPD tetap bernama Lembaga Perkreditan Desa. Karena dalam UU Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Nomor 1 Tahun 2013, LPD dikecualikan dalam UU tersebut. Sehingga LPD memiliki keleluasaan untuk mengembang-
upacara Negtegang Beras Kamis (10/1), dan Nyangling Jumat (11/1). Upacara Ngadegang Bagia Pula Kerti dilangsungkan pada Senin (14/1), dilanjutkan dengan Caru Rsi Gana, lan Melaspas Padagingan Rabu (16/1). Upacara Mendak Pakuluh ring kahyanga jagat dan kahyangan desa dilangsungkan Minggu (20/1). Upacara melaspas Bagia Pula Kerti dan Mendak Bagia, Rabu (23/1), Ida Batara medal Jumat (25/1), upacara Melasti ring Segara Purnama pada Sabtu (26/1). Upacara Mapada Alit dilangsungkan Minggu (27/1), upacara Tawur Agung Ped-
Kontinuitas Terjaga, Produk Lokal Dipastikan Terserap
Jadi Kesepakatan
Isi Ranperda ‘’Itu yang akan menjadi perdebatan kita. Jadi, kita belum tahu apa itu maksudnya. Baru tahu istilahnya. Biar tidak salah memberikan komen, kami undang dulu nanti eksekutif tanggal 15-16,’’ jelas politisi PDI-P ini. Sementara itu, anggota Pansus Ranperda tentang Desa Adat I Made Dauh Wijana menambahkan, rapat perdana memang masih melihat apa isi ranperda. Paling tidak, ranperda ini harus memberikan
PUNCAK Karya Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung lan Mupuk Pedagingan di Pura Kahyangan Jagat Erjeruk, Desa Pakraman Sukawati, Gianyar, berlangsung pada Buda Kliwon Pahang, 30 Januari 2019 mendatang. Karya ini di-puput sejumlah sulinggih. Manggala Karya Agung Pura Erjeruk Drs. I Made Sukaidep didampingi Penyarikan Karya I Wayan Sarya, belum lama ini mengatakan, aedan karya sudah dimulai Jumat, 4 Januari lalu dengan prosesi Nyukat Genah, dilanjutkan dengan prosesi Nyambut Karya, Nanceb, Nangiang Pengrajeg pada Sabtu (5/1),
Harus Tunai
gkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku industri lokal Bali. Pemberdayaan petani, nelayan, dan industri lokal terutama di desa yang menjadi lokus masyarakat miskin diyakini dapat menurunkan angka kemiskinan di Bali. ‘’Tapi bukan turun dengan cara memberikan bantuan tunai langsung, tapi dengan cara memberdayakan melalui pembangunan perekonomian,’’ jelasnya. Ketiga, Koster mengoreksi tingkat pengangguran terbuka dari target 1,9 persen menjadi 0,5-1,0 persen. Selanjutnya, meningkatkan target kontribusi sektor primer dan sekunder,
suatu keberpihakan, perlindungan, dan pemberdayaan desa adat. Jangan sampai perda dibuat justru menyulitkan gerak langkah desa adat itu sendiri. Terlebih, desa adat sebetulnya sudah otonom, sehingga yang paling dibutuhkan adalah independensi. Politisi Golkar ini menambahkan, Ranperda Desa Adat secara substansi harus lebih banyak mengatur tentang keseimbangan konsep parahyangan, palemahan, dan pawongan. Palemahan misalnya berbicara tentang aset, kemudian pawongan terkait krama
30 Januari, Puncak Karya Padudusan Agung di Pura Erjeruk
kan dirinya. Ia yang juga peneliti LPD mengatakan, meski namanya Lembaga Perkreditan Desa, isinya atau substansinya tetap pacingkreman. Namun dalam istilah keuangan, ia berharap tetap memakai nama LPD. Terkait nama Labda Pacingkreman Desa, ia mengatakan, memang LPD merupakan pacingkreman. Namun, bukan berarti harus mengubah istilah keuangan tersebut karena akan menjadi tidak sesuai dengan UU LKM Nomor 1 Tahun 2013. (kmb42)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Rabu Wage, 9 Januari 2019
Liverpool Tersingkir, Dejan Lovren Cedera
Mayvil Memimpin di Kejurnas Golf Denpasar (Bali Post) Pegolf Bali Ni Putu Mayvil Widya Handayani yang turun di kategori usia 12-13 tahun memimpin pada hari pertama Kejurnas Junior di Lapangan Golf Gading Raya, Serpong, Jakarta, Selasa (8/1) kemarin. Pegolf Bali lainnya, Margoz Marvin Kamengmau, yang tampil pada kategori usia 9-10 tahun menduduki peringkat kelima. Pelatih Komang Darmawan yang dikontak dari Denpasar menerangkan, Mayvil tampil memukau sehingga mampu menuntaskan 18 hole dan bercokol pada urutan teratas. Posisi Mayvil dibuntuti Elaine Widjaja (Jateng), Richtier Joelle Hanslkie, Shaista Ayesha, Ruth Kapisa (Papua), Niquita Audrey Onggo (Banten), Kathleen Gann, MisykahAysya Kamaratih dan Ashley Lydra. ‘’Mayvil tampil konsisten pada hari pertama dan mudan-mudahan sukses mempertahankan prestasinya pada hari kedua, Rabu (9/1) ini. Kalau Mayvil kembali tampil fokus, semoga saja bisa juara,’’ tutur Komang Darmawan. Ia hanya mengkhawatirkan mental bertanding Mayvl terutama menghadapi pesaing terdekatnya Elaine Widjaja. Sementara itu, Margoz berada di urutan kelima di bawah Teuku Husein M., Danindra, Davano Haris Gunawan (Palembang), Javeed Abdel Rauf dan Abdul Jabbar Murtala. Komang Darmawan memprediksi Margoz tampil lebih baik lagi pada hari kedua, sehingga bisa mene m b u s tiga besar. ‘’Saya optimis Margoz mampu menyodok posisi lebih tinggi,’’ jelasnya. (022)
Margoz Marvin Kamengmau
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
London – Liverpool terpukul lagi setelah catatan tak terkalahkannya di Liga Inggris dihentikan Manchester City tengah pekan lalu. The Reds juga tersingkir dari Piala FA setelah dipermalukan Wolverhampton dengan skor 1-2 pada babak ketiga di Stadion Molineux, Wolverhampton, Inggris, Selasa (8/1) kemarin. Gawang Liverpool dikoyak oleh Raul Jimenez dan Ruben Neves, sedangkan Si Merah hanya bisa membalas lewat gol Divock Origi. Selain itu, Liverpool kehilangan bek Dejan Lovren yang mengalami cedera. Pemain Kroasia ini bermasalah pada hamstring padahal baru bermain enam menit dan digantikan oleh Ki-Jana Hoever yang berusia 16 tahun. ‘’Hamstring
yang kudengar tanpa tandatanda sebelumnya. Saya bertanya pada semua orang, tidak ada tandatanda, tidak ada apaapa, tiba-tiba saja,’’ kata pelatih Liverpool Juergen Klopp tentang cedera Lovren. Ditambah Hoever berarti Klopp menurunkan tiga remaja bersama Rafael Camacho dan Curtis Jones. Liverpool seolah memasuki pertandingan tanpa hasrat untuk meraih kemenangan lantaran Klopp melakukan sembilan pergantian. Ken-
Bali Post/ist
Lakers Jungkalkan Mavericks
Dallas – Bintang muda Brandon Ingram dan Lonzo Ball menjawab seruan pelatih Los Angeles Lakers, Luke Walton, untuk lebih banyak melakukan tembakan. Hasilnya, Lakers menjungkalkan tuan rumah Dallas Mavericks 107-97 dalam lanjutan kompetisi NBA, Selasa (8/1) kemarin. Ingram mencetak 29 poin, Ball menambahkan 21 poin untuk Lakers yang membukukan kemenangan kedua dalam tujuh pertandingan sejak superstar LeBron James menderita cedera paha dalam kemenangan atas juara bertahan Golden State Warriors. Walton memanggil Ingram dan Ball setelah kekalahan 86-108 dari Minnesota Timberwolves. Dia mendesak para pemainnya untuk secara mental mengubahnya di babak kedua, dan mereka merespons dengan mengungguli Mavericks 32-13 di kuarter ketiga. ‘’Saya sangat senang dengan semangat kompetitif kami di babak pertama. Kupikir kalian memberikan semuanya,’’ katanya. Di Milwaukee, Bucks bangkit dari defisit 62-58 turun minum untuk mengalahkan Utah Jazz 114-102. Giannis Antetokounmpo mencetak 30 poin, Malcolm Brogdon menambahkan 21 buat Bucks. ‘’Hal besar yang menonjol bagi saya adalah setelah (membiarkan) 62 poin di babak pertama untuk menahan mereka menjadi 40 di babak kedua. Kami tidak terlalu senang pada babak pertama dengan pertahanan kami,’’ sebut pelatih Bucks, Mike Budenholzer. Kyrie Irving kembali dari cedera untuk memimpin Boston Celtics dengan 17 poin dalam kemenangan 11695 atas Brooklyn Nets. Jayson Tatum menambah 16 poin, sedangkan Al Horford, Gordon Hayward, Marcus Morris dan Marcus Smart sama-sama membuat 12 poin untuk Celtics yang membukukan kemenangan ketiga berturut-turut. Hasil lengkap: Dallas Mavericks vs LA Lakers 97107, Boston Celtics vs Brooklyn Nets 116-95, Houston Rockets vs Denver Nuggets 125-113, Milwaukee Hawks Utah Jazz 114-102, New Orleans vs Memphis Grizzlies 114-95, Detroit Pistons vs San Antonio Spurs 107-119, Portland Trail Blazers vs New York Knicks 111-101, Sacramento Kings vs Orlando Magic 111-95. (afp/kmb)
Bali Post/afp
CETAK POIN - Lonzo Ball mencetak 21 poin untuk Los Angeles Lakers.
dati menguasai lebih dari 60 persen pengendalian bola sepanjang babak pertama, Liverpool tak sekalipun melakukan tembakan ke gawang. Usai turun minum, Klopp tetap bersikukuh tak melakukan pergantian pemain untuk menambah daya gedor Liverpool. Setelah ketinggalan 1-2, ia akhirnya menampilkan Mohamed Salah dan Roberto Firmino pada menit ke-70 masing-masing menggantikan Sturridge dan Curtis Jones. Namun, waktu 20 menit ditambah masa injury time tak cukup untuk membayar ketumpulan yang diperlihatkan selama 70 menit sebelumnya. ‘’Kami memainkan susunan pemain yang sama dan memiliki tiga pertandingan sulit dalam beberapa minggu terakhir, jadi jelas kami harus berubah. Intensitas beberapa pertandingan terakhir memberi saya informasi itu,’’ ujar Klopp usai pertandingan. Liverpool menyusul sejumlah tim Liga Inggris lainnya yang langkahnya terhenti di Piala FA seperti Bournemouth, Cardiff City, Huddersfield Town, Fulham dan Leicester City. Sementara Wolverhampton mengikuti sebagian besar tim Liga Inggris ke putaran keempat termasuk Manchester City, Chelsea, Manchester United, Arsenal dan Everton. Arsenal-MU Hasil undian putaran keempat Piala FA mempertemukan dua klub tersukses di kompetisi sepak bola tertua di dunia, yakni Arsenal menghadapi Manchester United (MU). Arsenal saat ini merupakan pengumpul trofi terbanyak Piala FA dengan catatan 13 kali juara, sedangkan MU membayangi di urutan kedua dengan 12 kali. Sementara itu, juara bertahan Chelsea bakal menjamu pemenang antara Sheffield Wednesday dan Luton Town yang bakal melakoni laga ulangan. Manchester City akan menghadapi sesama klub kasta tertinggi Liga Inggris, Burnley. Undian juga menghasilkan sedikitnya tiga laga antarklub London, yakni AFC Wimbledon bertemu West Ham United, Barnet melawan Brentford dan Crystal Palace menghadapi Tottenham Hotspur. Seluruh pertandingan putaran keempat Piala FA akan digelar 25-28 Januari 2019, dan jika diperlukan laga ulang akan disusun menyusul. Undian putaran keempat Piala FA digelar di Wolverhampton selepas kesebelasan kebanggaan publik setempat sukses menyingkirkan Liverpool. Dua mantan penggawa Wolverhampton, Robbie Keane dan Carl Ikeme, didapuk menjadi petugas pengundian. (afp/kmb/ant/rtr)
Marcus Siap Tampil di Malaysia
Bali United Ditantang Blitar Mangupura (Bali Post) – Bali United akan ditantang klub Liga 2, Blitar United, dalam laga babak 32 besar Piala Indonesia 2018. Kepastian tersebut didapatkan setelah PSSI sebagai operator penyelenggara Piala Indonesia 2018 melakukan pengundian di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (8/1) siang kemarin. Seperti dikutif dari website Bali United, Selasa kemarin, Tim Serdadu Tridatu akan terlebih dulu bertandang ke markas Blitar United sebelum nantinya gantian menjadi tuan rumah di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Babak 32 besar Piala Indonesia akan berlangsung 22 Januari hingga 6 Februari 2019, menggunakan sistem gugur kandang dan tandang. Bali United lolos ke babak 32 besar setelah menang atas lawan-lawannya di dua laga sebelumnya. Di fase 128 besar, tim Serdadu Tridatu mengalahkan PS Sumbawa Barat (NTT) dengan skor telak 4-0 dan di 64 besar mengatasi tuan rumah Persekabpas Pasuruan (Jatim) 2-0. Empat Zona Acara pengundian dihadiri Sekjen PSSI Ratu Tisha serta perwakilan sponsor turnamen yang kembali digelar setelah tujuh tahun vakum. Menurutnya, tim-tim yang turun di babak 32 besar mempunyai basis suporter
lebih dari 5.000, sehingga pertandingan bakal berlangsung menarik. Ratu Tisha menjelaskan, turnamen Piala Indonesia sangat bagus untuk persiapan tim, baik yang akan turun di Liga 2 maupun Liga 1. Pada babak 32 ini masing-masing tim bisa mendaftarkan 30 pemain. ‘’Tim Liga 1 bisa menggunakan pemain asing yang sebelumnya sudah terdaftar. Begitu juga tim Liga 1 yang degradasi. Untuk tim promosi bisa dijadikan ajang seleksi,’’ katanya. Peserta babak 32 besar Piala Indonesia dibagi dalam empat zona yaitu Zona Barat 1, Zona Barat 2, Zona Timur 1 dan Zona Timur 2. Zona Barat 1 diisi Sriwijaya FC vs Keluarga Usu Medan, Persija vs Kepri Jaya, PSBL Langsa vs Bhayangkara, FC Semen Padang vs PS Tira. Zona Barat 2 melibatkan Madura United vs Cilegon United, Arema FC vs Persita Tangerang, Persiwa Wamena vs Persib Bandung, Persibat Batang vs PSIS Semarang. Zona Timur 1 beranggotakan Persela Lamongan vs Persik Kendal, Barito Putera vs PSS Sleman, Persinga Ngawi vs Persebaya Surabaya, Blitar United vs Bali United. Zona Timur 2 menampilkan Mojokerto Putra vs Borneo FC, Kalteng Putra vs PSM Makassar, Persidago Gorontalo vs Persipura Jayapura, Perseru Serui vs Mitra Kukar. (kmb/ant)
Jakarta (Bali Post) – Marcus Fernaldi Gideon siap tampil dalam turnamen Malaysia Masters dan Indonesia Masters 2019 setelah cedera pada Desember 2018. Namun, Marcus masih harus menjalani terapi dan perawatan setiap kali selesai berlatih. Pelatih Kepala Ganda Putra Pemusatan Latihan Nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pelatnas PBSI) Herry Iman Pierngadi memastikan hal itu di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (8/1) kemarin. ‘’Sudah empat kali sesi latihan saya selalu bertanya kepada Marcus bagaimana kondisinya. Dia menjawab sudah siap turun,’’ katanya. Bukan hanya Marcus, Kevin Sanjaya juga harus menjalani terapi dan perawatan setiap
kali latihan karena pernah mengalami cedera. Herry meminta pasangan atlet putra andalan Merah-Putih itu selalu melakukan pemanasan penuh sebelum belatih. ‘’Kami memanfaatkan fasilitas terapi yang ada di pelatnas. Untuk tim pendukung fisik secara khusus belum ada karena belum memasuki fase jelang Olimpiade. Mungkin nanti,’’ ujarnya. Di bagian lain, pelatih kepala ganda putri Eng Hian menargetkan perbaikan peringkat bagi pasangan Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani hingga April 2018 sebelum memutuskan memisahkan lagi pasangan itu. ‘’Sebelum penghitungan peringkat Olimpiade dimulai pada April, saya berharap mereka dapat mencapai peringkat 12 dunia. Jika belum bagus, saya akan kembali pada pasangan Della Destiarah Haris/Rizki Amelia Pradipta,’’ sebutnya.(ant)
Ni Putu Dinda Sayu Murni (kedua dari kiri)
Bali Post/ist
PBSI Bali Usulkan Pra-PON di Wilayah Timur Denpasar (Bali Post) Selama ini tim bulu tangkis Bali melakoni pertandingan Pra-PON di Zona IV (Banten, DIY, Bali, NTB, NTT dan Kalbar). Mulai tahun 2019, Bali mengusulkan agar berada di Wilayah Timur bersama NTB, NTT, Papua dan Maluku. Usulan tersebut diajukan secara tertulis oleh Pengprpv PBSI Bali dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PBSI di sela-sela pelaksanaan Kejurnas Bulu Tangkis di GOR Sunter, Jakarta Utara, 18-26 Desember 2018. Sekum Pengprov PBSI Bali Made Darmiyasa di Denpasar, Selasa (8/1) kemarin mengemukakan, kalau Wilayah IV tetap dipertahankan, otoma-
tis pebulu tangkis Banten dan DIY akan terus mendominasi. ‘’Padahal, kami ingin pemerataan atlet yang lolos ke PON,’’ tuturnya. Usulan PBSI Bali lainnya, Banten dan DIY masuk Wilayah Jawa bersama DKI Jakarta, Jateng, Jabar dan Jatim, Kalimantan dan Sulawesi menggelar Pra-PON sendiri, sedangkan Sumatera dibagi dua wilayah mengingat jumlah provinsinya cukup banyak. ‘’Kami bersyukur usulan kami ditanggapi serius. PB PBSI telah membentuk kelompok kerja (pokja) guna membahas usulan Bali,’’ ungkap Darmiyasa. Ia memperkirakan keputusan pembagian wilayah Pra-PON akan keluar Feb-
ruari nanti, sedangkan jadwal pertandingan sekitar Agustus sampai September mendatang. Jika Pra-PON mendahului Porprov Bali, pihaknya akan menggelar selekda. Namun, kalau Porprov Bali di Tabanan lebih awal dibandingkan Pra-PON, otomatis juara Porprov diterjunkan ke Pra-PON. Dalam kejurnas di Jakarta Utara, Bali meraih 2 medali perak dan 2 perunggu. Perak dipersembahkan Ni Putu Dinda Sayu Murni (tunggal taruna) dan Dinda Sayu Murni/ Komang Ari Pradipta (ganda campuran taruna), sedangkan perunggu dihasilkan Agung Suptayan (tunggal taruna) dan Kadek Wulan/Destin P. (ganda taruna putri). (022)