Skip to main content

Edisi Sabtu 08 Desember 2018 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Sedimentasi dan Kualitas Danau Batur Makin Parah

Bangli dan Pemprov Bali Harus Cari Solusi

Pencemaran air dan sedimentasi danau di Bali sudah memasuki ambang parah. Hampir semua danau di Bali mengalami hal serupa. Selain sedimentasi, juga tercemar limbah pestisida akibat dari penggunaan zat kimia oleh petani sayur di pinggir danau dan sisa pakan ikan keramba. Untuk mencegah hal tersebut perlu ada perda pemanfaatan bahan organik serta penertiban galian C di seputaran kawasan danau. Demikian hasil penelitian Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bali dan Nusa Tenggara. Kepala Pusat P3E Bali Nusa Tenggara Drs. Arijaluzzaman mengatakan, khusus untuk Danau Batur, sedimentasi sudah lumayan parah. ‘’Kualitas air juga sangat menurun akibat pestisida dari pertanian masyarakat sekitar. Faktor kedua erosi dari tambang galian C dan faktor makanan ikan keramba,’’ tegasnya dalam rapat koordinasi penerapan rencana pengelolaan SDA dan LH di kawasan Danau Batur, Jumat (7/12) kemarin. Hadir dalam rapat tersebut akademisi Unud Prof. Dr. I Made Arya Utama, S.H., M.Hum., Prof. Putu Rumawan Salain, ESDM Provinsi Bali, wakil Pemkab Bangli, dan LSM. Atas kondisi itu, kata Arijaluzzaman, tahun 2019 akan dilakukan lagi kajian, sejauh mana pengaruh pestisida, erosi, dan pakan ikan keramba terhadap kualitas Danau Batur. Langkah yang diambil juga mengurangi pencemaran, dan merencanakan pertanian organik. Karena pencemaran danau juga disebabkan pencemaran mesin genset, dan juga pembuangan oli secara serampangan di pinggir danau. ‘’Ada juga di Danau Beratan pembangunan dermaga tanpa kajian mendalam,’’ sebutnya. Prof. I Made Arya Utama mengatakan, dari perspektif hukum implementasi penegakan hukum harus dari hulu ke hilir. Ter-

integrasi dan tidak ada dirugikan. ‘’Pelanggaran terjadi karena ada keterlambatan,’’ katanya. Atas kondisi danau yang memprihatinkan, dan tidak saling lempar masalah, peserta pun meminta semua pihak duduk bersama dan kolaborasi dalam pemikiran. Termasuk mencari solusi, antisipasi permasalahan masyarakat di sekitar danau juga sangat penting dipikirkan. Karena ini menyangkut masalah ekonomi. Hal itu juga disampaikan Prof. Rumawan Salain. Harus ada satu persepsi antara Kehutanan, BKSDA, Pemkab Bangli dan Pemprov Bali. Namun dari ESDM Pemprov Bali menyatakan kembali ke tuan rumah (Pemkab Bangli), yakni apakah mau membiarkan kondisi alam seperti itu, atau menghentikan perusakan lingkungan. ‘’Jangan ada kebijakan jelang pilkada, apalagi status Bangli menjadi kawasan geopark,’’ tegas salah satu peserta. Persoalan di sana juga ada pertambangan, sudah tertuang dalam Perda 9 Tahun 2013 Kabupaten Bangli. Pemprov Bali tidak akan memberikan izin. ‘’Kami tidak mau menjerumuskan pimpinan kami. Kami tidak akan keluarkan izin pertambangan yang mengeksploitasi, karena itu melanggar aturan,’’ tegas perwakilan Pemprov Bali. (kmb37)

KEDALAMAN DANAU DANAU TAMBLINGAN DI BALI

90 M

DANAU BUYAN

DANAU BERATAN

87 M

35 M

( PENYUSUTAN 2,5 M)

DANAU BATUR

58 M

( PENYUSUTAN 1-1,5 M)

Bali Defisit Air Dua Miliar M3 Denpasar (Bali Post) nya pertanian beralih ke Bali mengalami krisis pembangunan fisik. Belum air. Ada dua lembaga yang lagi jutaan wisatawan yang meneliti hal tersebut. Per- datang ke Bali dan minum tama, Balai Wilayah Sun- air dari perut bumi Bali. gai Bali Penida. Kedua, Atas masalah itu, dia Pusat Pengendalian Pem- m e n g u s u l k a n a d a n y a bangunan Ekoregion (P3E) p r o d u k h u k u m d a l a m Kementerian Lingkungan bentuk peraturan daerah Hidup dan Kehutanan Bali (perda), yakni setiap pemdan Nusa Tenggara. Bah- bangunan, baik dalam hal kan, Kepala Pusat P3E Bali pembangunan rumah harus Nusa Tenggara Drs. Luas Ari- ada sumur resapan. Hal km itu persegi : 16,05 jaluzzaman mengatakan diyakini bisa mengurangi : 2,5 km (1,6 mi) B a l i s a a t i n i d e f i s i t Panjang a i r krisis air. mi) bersih hingga 2 miliar Lebar meS e m e n t a r a : i7,5 t u , km K e t u(4,7 t ter kubik (m 3 ). ‘’Ya, Bali Jayada dari Balai Wilayah Area permukaan : 15,9 km (3.900 acre) defisit air hingga 2 miliar Sungai Bali Penida belum garis pesisir (shoreline) meter kubik,’’ jelasnya Panjang usai lama ini menjelaskan pipertemuan antara tokoh Danauhaknya Batur sudah kurangmengonsep lebih 21,4 km l i n g k u n g a n , a k a d e m i s i , sejumlah bendungan super dan pihak pemerintah di besar. Satu di Tamblang Kantor P3E Denpasar, Ju- satu di Bilok Sidan. Nah, mat (7/12) kemarin. di Bilok Sidan itu angS a a t d i t a n y a a p a p e - garan bendungan saja Rp Tegalan 5816,5 ha n y e b a b d e f i s i t a i r h-i n g- 800: m iliar. B e l (49,35 u m l a g i%) ga 2 miliar meter kubik, mbebasa l a h a n .ha D a(27,84) n - Hutanp enegara ; n3281,7 Arijaluzzaman menyebut depannya, bendungan - Hutankerakyat : 634,5 ha (5,38%) sejumlah faktor. Antara Bilok Sidan ini akan dapat - Perkebunan : 540,7 ha (4,59%) lain banyaknya bangunan memenuhi kebutuhan air berbeton yang merampok b e r s i h u n t u k m a s y(2,22%) ara- Pekarangan : 261,4 ha a i r d i p e r u t b u m i B a l i . kat Sarbagita. Kuncinya, - Lain-lain Di samping itu, masifnya l i n g k: u1.251,9 n g a n h aha r u s(10,62%) tetap alih pungsi lahan. Dulu- terjaga. (kmb37)

Danau Batur Kintamani Bangli

luas DANAU DI BALI

379 Ha

LUAS DANAU

DANAU BATUR DANAU BUYAN DANAU TAMBLINGAN DANAU BERATAN

110

Lahan di sekitar danau seluas 11.787 ha yang penggunaannya untuk :

Ha

1.607,50 Ha

sungai klungkung

360 Ha

: 14 sungai

jembrana tabanan badung gianyar

: : : :

40 sungai 26 sungai 21 sungai 11 sungai

bangli karangasem buleleng denpasar

: : : :

40 sungai 54 sungai 56 sungai 11 sungai

Ribuan Pohon Bakau Mati ADA data menarik yang terungkap ketika digelar rapat koordinasi penerapan rencana pengelolaan SDA dan LH, Jumat (7/12) kemarin. Tak hanya danau yang jadi sorotan, hutan mangrove di dekat Pelabuhan Benoa,

Suwung, juga disinggung. Ternyata sudah ribuan pohon bakau yang mati. Kepala Pusat P3E Bali Nusa Tenggara Drs. Arijaluzzaman mengakui hal itu. ‘’Kita duga akibat pengurukan Pelindo, akibat sedimen-

tasi pengerukan di samping pasang-surutnya air laut. Coba deh masyarakat tengok ke dalam, jangan hanya lihat luarnya,’’ tandas Arijaluzzaman. Kalau perusakan dan pencemaran lingkungan ter-

us-menerus terjadi, seperti apa Bali ini ke depan. Oleh karenanya, dia mengajak melepas baju semua lembaga dan menyatukan diri tanpa memandang ini dari instansi mana, lembaga apa, tetapi menyatukan diri mencari

solusi ke depan. Tidak hanya sebatas pertemuan, membahas masalah tanpa menemukan solusi. Namun marilah saja-saja (benar-benar) melalukan penegakan hukum, mengatasi pencemaran, demi masa depan Bali. (kmb37)

Rupiah Melemah Pemilih di Denpasar Berkurang Jajaran KPU saat ini masih melakukan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hasil perbaikan ini akan diplenokan, Senin (12/12) mendatang. DPT Denpasar saat ini sudah tercatat 464.700 pemilih yang merupakan hasil perbaikan tahap II. Mereka akan menggunakan hak pilihnya di 1.737 TPS di Kota Denpasar. Halaman 2 579 Peserta Tes CPNS Ikuti SKB Seleksi lanjutan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung memasuki tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sebanyak 579 peserta yang lulus Tes Kompetensi Dasar (SKD) mengikuti seleksi lanjutan. Halaman 3

Dinkes-KPA Gelar ‘’Zero Survey’’, Empat Positif HIV Setiap tahun, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama KPA Tabanan turun ke lokasi menggelar zero survey. Tujuannya untuk memantau penyebaran HIV di tempat-tempat berisiko tinggi seperti kafe dan lapas. Hasilnya, dari 265 sampel darah yang dites tahun 2018 ini, empat di antaranya positif HIV. Halaman 7 Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Kelimpungan Harga pakan ayam petelur belakangan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kondisi ini mengakibatkan peternak ayam di Bangli kelimpungan, terutama peternak yang skala usahanya kecil. Halaman 14

Darmin Sebut Dunia Memang Aneh Jakarta (Bali Post) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pasar agar rupiah tetap dapat menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global. ‘’Potensi penguatan tetap ada, yang penting kita pelihara confidence dari market. Kita bikin kebijakan untuk vokasi, kemudian untuk ekspor apa, kita pelan-pelanlah. Satu per satu dipelihara iklim dan confidence-nya, itu akan menguat,’’ ujar Darmin kepada pers di Jakarta, Jumat (7/12) ke-

marin. Sejak awal November 2018, rupiah mulai menguat dan menjauhi level 15.000 per dolar AS. Bahkan pada 3 Desember 2018 lalu, rupiah sempat menyentuh level 14.200-an, namun kembali melemah dalam empat hari terakhir. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah pada Jumat ini mencapai 14.539 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya 14.507 per dolar AS. Rupiah melanjutkan pelemahannya setelah pada hari sebelumnya

terimbas sentimen global terutama dari ditangkapnya salah satu petinggi Huawei di Kanada. Adanya kejadian tersebut, pelaku pasar mengkhawatirkan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok sehingga mengantisipasinya dengan mengambil posisi pada dolar AS. Akibatnya pergerakan dolar AS kembali melanjutkan kenaikannya. ‘’Memang dunia ini aneh sekali. Ada CFO Huawei ditangkap, malah goyang dunianya. Aneh-aneh saja. Pasar itu memang ada penyakitnya, rada-rada suka lepas reaksinya,’’ ujar

Darmin. Sementara itu Bank Indonesia mengklim bahwa pelemahan nilai tukar rupiah karena berbagai sentimen ekonomi global dari mulai penangkapan pimpinan korporasi asal Cina, Huawei, hingga penjualan saham di bursabursa utama dunia. Otoritas moneter Bank Indonesia di Jakarta, Jumat kemarin, menyebutkan penangkapan Direktur Keuangan Huawei Meng Wanzhou di Kanada telah direspons pelaku pasar sebagai indikasi bahwa perang dagang antara dua

negara ekonomi raksasa, AS dan Cina, belum mereda pascapertemuan G-20. Hal itu menimbulkan perkiraan bahwa Bank Sentral Cina juga akan melanjutkan respons dengan mendevaluasi kurs mata uang yuan. ‘’Perang dagang ini dikhawatirkan makin memperlambat ekonomi dunia. Respons dari Bank Sentral Cina yang melakukan depresiasi kurs yuan, sehingga hal ini yang membuat depresiasi kurs negara-negara berkembang,’’ ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. (ant)


DENPASAR

2

Penyempurnaan DPT, Pemilih Berkurang Denpasar (Bali Post) – Jajaran KPU saat ini masih melakukan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hasil perbaikan ini akan diplenokan Senin (10/12) mendatang. Untuk DPT Denpasar saat ini sudah tercatat 464.700 pemilih yang merupakan hasil perbaikan tahap II. Mereka akan menggunakan hak pilihnya di 1.737 TPS yang tersebar di Kota Denpasar. Ketua KPU Denpasar I Wayan Arsa Jaya didampingi Komisioner KPU Bali I Gede John Darmawan bersama komisioner KPU Denpasar mengatakan hal itu saat beraudiensi dengan jajaran DPRD setempat. Mereka diterima Wakil Ketua DPRD Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, Ketua Komisi I Ketut Suteja Kumara bersama beberapa anggota Komisi I.

Bali Post/eka

PEMILU - Sejumlah kendaraan melintas di persimpangan Suci, Denpasar, Jumat (7/12) kemarin yang dipasangi beberapa alat peraga kampanye Pemilu 2019.

Arsa Jaya mengatakan, setelah melihat proses perbaikan tahap II ini, pihaknya yakin akan ada pengurangan pemilih di Denpasar. Karena dalam proses perbaikan ini masih ada pemilih yang terdaftar ganda, sudah pindah tempat tinggal, meninggal, serta tidak memenuhi syarat. ‘’Dari perkiraan kami, sedikitnya akan ada pengurangan sekitar 312 orang lagi, sehingga DPT nanti diperkirakan 464.382 pemilih,’’ katanya. Pada kesempatan kemarin juga diungkapkan kondisi terkait dengan pemasangan alat peraga kampanye (APK). Sesuai ketentuan, pemasangan

APK bisa dilakukan di titiktitik yang sudah ditentukan KPU. Demikian pula jumlahnya 10 unit baliho dan 16 spanduk. Selain itu, untuk di desa diberikan masing-masing tambahan pemasangan alat peraga kampanye sebanyak tiga unit untuk baliho dan enam lembar spanduk. Terhadap kondisi ini, Wayan Mariyana Wandhira dan Suteja Kumara sempat mempertanyakan langkahlangkah yang dilakukan KPU bersama jajarannya dalam rangka memberikan kepastian hukum terhadap peserta pemilu dalam kaitannya dengan pemasangan APK. Terlebih, saat ini di

lapangan masih banyak ditemukan adanya pemasangan APK yang salah. ‘’Ini mohon ada tindakan tegas dari KPU atau Bawaslu,’’ ujar Suteja Kumara. Arsa Jaya juga mengakui ada pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai ketentuan. Bukan hanya itu, alat peraga kampanye juga belum tervalidasi. ‘’Ini banyak yang ditemukan di lapangan,’’ katanya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Pameran Karya Seni Lukis 501 Gram SS dan 700 Butir Ekstasi Disita Spektakuler di H Sovereign Bali Polda Gerebek Hotel

Bali Post/may

DIPAMERKAN - Sejumlah karya seni lukis yang dipamerkan di H Sovereign Bali. DALAM rangka mendukung karya-karya seniman lokal, H Sovereign Bali mengadakan ‘’Pameran Karya Seni Lukis Spektakuler: Love & Peace’’. Pameran telah dilaksanakan sejak Senin (3/12) lalu di area lobby H Sovereign Bali.

Pameran ini dihadiri oleh para pencinta seni lokal, pameran seni menampilkan lukisan karya seniman berbakat seperti Masayo, Dina, dan Affandi. Masayo adalah salah satu seniman yang karyanya dipertunjukkan dalam pameran seni ini.

Ia juga mempertunjukkan bakatnya di depan tamutamu undangan yang hadir di pameran lukisan ini. Acara pembukaan juga dihadiri oleh seniman Virgi Chang. Saat ditemui di selasela kesibukannya sebagai penyelenggara acara ini,

Amankan BDF, Kodam Kerahkan Alutsista Denpasar (Bali Post) Bali Democracy Forum (BDF) ke-11 dibuka Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12). Untuk menjaga konferensi itu berlangsung aman dan kondusif, Kodam IX/Udayana selain menerjunkan personel juga mengerahkan beberapa alat utama sistem persenjataan (alutsista). Dikonfirmasi Jumat (7/12)

kemarin, Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. mengatakan, mengingat begitu pentingnya forum ini, maka Indonesia sebagai tuan rumah tentu akan mempertaruhkan segalanya untuk dapat memberikan jaminan keamanan, sekaligus mempertahankan kehormatan dan kepercayaan ini. Guna mendukung kelancaran keamanan dan kenyamanan pelaksanaan BDF kali ini, Kodam bekerja sama dengan

Bali Post/ist

ALUTSISTA - Kodam IX/Udayana mengerahkan alutsista untuk mengamankan BDF ke-11 di Nusa Dua.

Topik :

Polda Bali, Pemerintah Provinsi Bali dan unsur pengamanan terkait lainnya melaksanakan pengamanan secara proporsional sesuai dengan prosedur tetap yang telah ditentukan. Mulai dari pengamanan kedatangan para delegasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pengamanan di sepanjang rute yang dilewati para delegasi sampai di Nusa Dua. Termasuk juga pengamanan laut dan udara yang melibatkan beberapa alutsista TNI dan untuk menjamin pelaksanaan pengamanan ini terlaksana dengan baik. ‘’Bapak Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto senantiasa melaksanakan peninjauan dan monitoring secara langsung di lapangan,’’ ujarnya. Suksesnya pelaksanaan pengamanan BDF hari pertama, tentunya tidak terlepas dari kerja keras dan tanggung jawab unsur pimpinan dan segenap personel yang tergabung dalam Satgas. Termasuk dukungan dari semua pihak khususnya masyarakat Bali. ‘’Masyarakat Bali sadar betul bahwa event ini sangat penting dan merupakan kehormatan serta kepercayaan dari dunia. Karena itu harus dijunjung tinggi dengan berbuat semaksimal mungkin agar seluruh rangkaian kegiatan BDF dapat berjalan dalam suasana kondusif, aman, nyaman dan sukses,’’ tegas Jonny Harianto. Menurut Jonny Harianto, BDF ke-11 diikuti sekitar 500 anggota delegasi dari 91 negara dan tujuh organisasi internasional sebagai peninjau. BDF dipandang sebagai salah satu forum utama dalam mempromosikan prinsip-prinsip demokrasi yang berlandaskan pluralisme, keragaman, inklusivitas dan berbasis inisiatif masyarakat lokal. (kmb36)

ia mengungkapkan tujuan di balik pameran ini dilaksanakan. ‘’Sebagai seorang seniman, saya merasa ada banyak sekali teman-teman seniman yang cukup bertalenta, namun karyanya belum mendapatkan exposure yang semestinya. Jadi, dari acara ini saya harapkan bisa memberikan wadah bagi teman-teman untuk menunjukkan talenta mereka kepada khalayak yang lebih luas,’’ katanya dan menambahkan, diambilnya tema ‘’Peace and Love’’ memang berasal dari kepercayaan Virgi bahwa seni dapat menjadi alat untuk menciptakan perdamaian dunia. General Manager H Sovereign I Made Ramia Adnyana juga mendukung pelaksanaan pameran ini. ‘’Ini merupakan bentuk dukungan nyata kami terhadap karya-karya seniman lokal. Pameran ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempertunjukkan seniman-seniman lokal,’’ ujarnya. Pameran seni ini akan berlangsung hingga 3 Januari 2019 mendatang di H Sovereign Bali. Para penikmat dan kolektor seni juga dapat membeli lukisanlukisan ini demi terciptanya perdamaian. (may)

Denpasar (Bali Post) Salah satu hotel di Jalan Dewi Sartika digerebek Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Bali, Kamis (6/12). Dua pengedar yang khusus datang dari Jawa, Tommi Yang Jaya (34) dan Sony (28), berhasil ditangkap. Selain itu, petugas juga mengamankan 700 butir ekstasi dan lima paket sabu-sabu (SS) dengan berat brutto 501,28 gram. ‘’Pasokan narkoba dari Jawa ini diduga terkait perayaan pergantian tahun,’’ kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Jumat (7/12) kemarin. Menurut Hengky Widjaja, Tommi tinggal di Sidoarjo dan Sony di Surabaya, Jawa Timur. Kemungkinan mereka sengaja diutus ke Bali untuk membawa narkoba tersebut. Kedatangan pengedar barang terlarang ini terlacak tim yang dipimpin Wadir Ditresnarkoba AKBP Sudjarwoko. Setelah melakukan penyelidikan selama tujuh hari, polisi berhasil melacak tempat menginapnya yaitu di TKP. Polisi langsung memantau hotel tersebut. Pada Kamis pukul 14.00 Wita, kedua pelaku keluar hotel. Saat mereka berada di depan hotel, polisi langsung meringkusnya. Saat diinterogasi, mereka mengaku menyimpan SS di kamar tempatnya menginap yaitu nomor 5102. Petugas langsung menggeledah kamar tersebut dan disita barang bukti

Bali Post/ist

DITANGKAP - Tersangka Tommi dan Sony serta barang bukti narkoba saat ditangkap di hotel. 700 butir ekstasi, lima paket SS seberat 501,28 gram brutto, satu timbangan, satu bendel klip plastik, empat HP, buku tabungan BCA dan buku rekapan penjualan. ‘’Pengakuan pelaku, narkoba itu milik ban-

dar berinisial Ar dari Buleleng. Mereka mengaku bertugas memecah dan menempel sesuai perintah Ar. Imbalannya Rp 50 ribu tiap kali nempel paket narkoba,’’ kata Hengky Widjaja. (kmb36)

Subak Lestari Intaran Dilengkapi ’’Jogging Track’’ Denpasar (Bali Post) Sejumlah subak di Denpasar telah ditata dan dilengkapi dengan sarana jalan yang memadai. Selain untuk memudahkan pengangkutan hasil panen, jalan yang dibuat subak juga bisa dijadikan sarana untuk jogging pada akhir pekan. Seperti yang terlihat di Subak Lestari, Intaran, Sanur Kauh. Subak ini mulai ditata dengan pembuatan jogging track sepanjang 985 meter dan lebar 2 meter. Penataan subak ini sempat ditinjau Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Kadis Pertanian I Gede Ambara Putra, Plt. Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar I.B. Mayun Suryawangsa, Camat Denpasar Selatan I Wayan Budha, dan Perbekel Desa Sanur Kauh I Made Ada, Jumat (7/12) kemarin. Jaya Negara mengatakan, dengan adanya tempat berjalan kaki yang bagus di areal subak, ini merupakan suatu investasi yang sangat bagus untuk masyarakat, karena masyarakat bisa berjalan kaki sambil berolahraga dengan suasana alam persawahan yang masih asri dan segar. ‘’Dengan berjalan kaki, kita sudah bisa menyehatkan badan. Apalagi dengan suasana alam sawah yang indah, pasti membuat hati serta pikiran kita tenang dan senang. Sebab jika sudah sehat dan bahagia,

Bali Post/kmb12

SUBAK - Suasana Subak Lestari Intaran di Sanur Kauh yang mulai ditata dengan pembuatan jalan. pastinya akan berpengaruh dalam kehidupan pribadi maupun sosial,’’ ujar Jaya Negara. Kadis Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra mengatakan, Subak Intaran ini telah dijadikan subak lestari dengan penataan untuk jalan kaki. Keberadaan jalan itu akan memudahkan para petani membawa sarana dan prasarana seperti membawa pupuk serta hasil

panen sawah mereka. Selain itu, masyarakat juga bisa berjalan-jalan sambil berolahraga dengan view pemandangan persawahan dan sebagai sarana edukasi bagi anak-anak sekolah untuk bisa mengenal sawah, karena keberadaan sawah di perkotaan saat ini sudah jarang. Subak ini juga diharapkan bisa menjadi objek wisata sehingga membangkitkan perekonomian masyarakat petani.

Selain penataan untuk pejalan kaki, Pemkot juga telah melakukan berbagai upaya untuk melestarian keberadan subak. Salah satunya, menentukan subak lestari dan melaksanakan berbagai lomba terkait subak seperti lelakut, pindekan, dan sunari. ‘’Kami berharap keberadaan subak ini akan terus lestari meski di tengah kemajuan pembangunan di Kota Denpasar,’’ katanya. (kmb12)


BADUNG

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

3

Upacara ’’Nangluk Merana’’ dan ’’Mapakelem’’ di Seseh

Agar Kehidupan Terhindar dari Mara Bahaya

Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan upacara Nangluk Merana dan Mapakelem di pesisir Pantai Seseh, Kecamatan Mengwi, Jumat (7/12) kemarin. Upacara yang bertepatan dengan Tilem Sasih Kaenam, sebagai permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar kehidupan di muka bumi terhidar dari mara bahaya. Upacara pamahayu jagat itu di-puput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Putra Buruan Geria Pesraman Darmasaba dan Ratu Pedanda Buda Jelantik dari Geria Jadi Kediri, Tabanan. Hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Kepala Kantor Kementerian Agama Badung A.A. Gede Manguningrat, Bendesa Adat Seseh serta perangkat daerah di Kabupaten Badung. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Adi Arnawa beserta seluruh OPD melakukan persembahyangan. ‘’Ini merupakan wujud bakti kami agar terhindar dari gangguan-gangguan yang dapat membawa kehancuran atau-

pun penyakit pada tanaman seperti di sawah, hewan maupun manusia,’’ ungkap Adi. Sekretaris Dinas Kebudayaan I Made Rustan didampingi Kabid Adat Dinas Kebudayaan I.B. Sagung mengatakan upacara ini memiliki makna untuk memohon kerahayuan jagat. ‘’Hujan yang turun pada sasih kaenam lebih lebat daripada saat sasih kalima musim pancaroba. Ini tentu dapat berdampak pada kondisi alam dan merebaknya aneka penyakit. Seperti penyakit flu burung maupun hama. Dengan adanya upacara Nangluk Merana dan Mapakelem inilah diharapkan dapat memberikan keselamatan lahir dan batin terutamanya di Kabupaten Badung,’’ jelasnnya.

Menurutnya, upacara serupa telah diselenggarakan sebanyak sembilan kali dan rutin dilakukan setiap tahun. Adapun sarana mapakelem berupa kambing, babi, bebek hitam, ayam. Sarana upakara yang dihaturkan adalah padudusan agung dan tawur balik sumpah madya. ‘’Kali ini dilaksanakan di ajeng Pura Batu Bolong Seseh di Desa Adat Seseh. Upacara melibatkan bendesa adat seKabupaten Badung, pekaseh, dan klian subak abian,’’ katanya seraya menambahkan, usai upacara mapakelem dilanjutkan dengan pembagian tirta yang langsung dibagikan kepada masing-masing desa adat dan subak-subak yang ada di Kabupaten Badung. (kmb27)

51 BPR di Bali Miliki Modal Inti Terbatas

Mangupura (Bali Post) Kondisi NPL BPR yang telah mencapai 9,24 persen membuat kekhawatiran sejumlah pihak, terutama nasabah. Ada lima permasalahan yang dialami BPR, di antaranya adalah pemenuhan modal inti. Kecukupan modal ini penting untuk menangani NPL BPR yang tinggi ini. Kepala OJK Bali Nusa Tenggara Hizbullah mengatakan, permasalahan pertama yang

dihadapi BPR adalah terkait permodalan (lack of capital). Di Provinsi Bali tercatat 51 dari 136 BPR, yang memiliki modal inti terbatas (di bawah Rp 6 miliar). Faktor keterbatasan modal ini berdampak pada beberapa hal krusial bagi BPR seperti pengelolaan SDM yang tidak optimal dan lemahnya keunggulan bersaing BPR dengan lembaga jasa keuangan lain. Dalam rangka mendorong terwujudnya penguatan permodalan BPR tersebut maka OJK telah menerbitkan POJK tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum BPR. POJK ini mengatur BPR untuk wajib memiliki rasio kecukupan modal minimal sebesar 12 persen dan rasio modal inti sebesar 8 persen. Pemenuhan modal ini harus dipenuhi paling lambat tanggal 31 Desember 2019. Selain itu, modal inti minimum bagi BPR ditetapkan sebesar Rp 6 miliar, yang pemenuhannya dapat dilakukan secara bertahap. BPR dilarang untuk melakukan distribusi laba jika distribusi laba tersebut menyebabkan penurunan jumlah modal inti

menjadi kurang dari Rp 6 miliar atau jika BPR belum memenuhi modal inti minimum sebesar Rp 6 miliar. Distribusi laba itu berupa pembayaran deviden kepada pemegang saham, pembagian bonus kepada pengurus dan pembayaran insentif yang sifatnya non-operasional. Untuk memenuhi modal inti, BPR bisa melakukan merger bahkan BPR diimbau untuk melakukan merger atau mengundang investor baru untuk menambah modal inti BPR. Namun di Bali belum ada BPR yang merger tahun 2018. Ketua Perbarindo Bali Ketut Wiratjana mengatakan, BPR menghadapi tantangan di tahun 2019 yaitu menyalurkan kredit yang berkualitas, penyelesaian kredit bermasalah dan jangka waktu penyelesaian AYDA (Agunan Yang Diambil Alih). Perbarindo berharap agar penyelesaian AYDA diperpanjang menjadi 3 tahun. ‘’Agar bapak–bapak yang di OJK bisa memperjuangkan AYDA yang selama ini cuma setahun,’’ selorohnya. Tantangan lain yang dihadapi BPR yang bernaung di Perbarindo saat ini adalah pemenuhan modal inti minimal di tahun 2019. (kmb42)

2019, Wujudkan Usaha Air Kemasan Mangupura (Bali Post) Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung membangun usaha air minum kemasan akan segera terwujud. Berdasarakan informasi, Jumat (7/12) kemarin, proyek yang akan digawangi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama Badung itu akan direalisasikan 2019. Kabarnya, pihak PDAM telah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 4 miliar, baik mulai kajian hingga operasionalnya nanti. Direktur Utama PT Tirta Mangutaman Badung Ketut Golak tak menampik prihal tersebut. Rencana membuat air kemasan ini merupakan inovasi yang dilakukan di 2019. ‘’Tahun 2019 sudah dirancang untuk usaha baru itu. Kami akan merancang inovasi baru yakni Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Bahkan dalam

inovasi ini sudah membentuk tim,’’ ujarnya. Menurutnya, tim yang merupakan anggota dari PDAM Kabupaten Badung nantinya akan melakukan kunjungan ke tempat pabrik air minum yang ada di Bali maupun di luar Bali. ‘’Kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga atau bisa dalam bentuk investasi pada pengusaha air minum tersebut,’’ katanya. Pejabat asal Sobangan, Badung ini mengakui akan bekerja sama dengan dinas terkait, seperti PUPR untuk membuat penampungan air. ‘’Ini (penampungan air - red) akan kami usulkan juga di tahun 2019, sehingga tampungan air ini bisa mengelolah air hujan untuk kebutuhan PDAM,’’ katanya. Kendati demikian, semua inovasi yang akan diusulkan ini butuh kajian yang matang,

sehingga tidak semena-mena menjalankan kegiatan. ‘’Kajiannya pun mencangkup wilayahnya di mana, bagaimana cara mengelola, dan anggarannya berapa, jadi semua ini butuh waktu,’’ tegasnya. Sebelumnya Bupati Badung menginginkan pihak PDAM Badung dapat mewujudkan air kemasan yang diberikan kepada hotel dan masyarakat, sehingga ada inovasi baru yang benar-benar menguntungkan masyarakat. Terobosan lainnya yang diharapkan orang nomor satu di Badung ini adalah terobosan-terobosan dalam pelayanan. Seperti mengatasi ketersediaan air saat musim kemarau, sehingga tidak terjadi kekeringan dan krisis air. Sebaliknya, saat musim hujan air yang melimpah tidak terbuang percuma ke laut. (kmb27)

NANGLUK MERANA - Pemkab Badung menyelenggarakan upacara Nangluk Merana dan Mapakelem di pesisir Pantai Seseh, Kecamatan Mengwi, Jumat (7/12) kemarin.

579 Peserta Tes CPNS Ikuti SKB Dilaksanakan 12 Desember 2018 Mangupura (Bali Post) Seleksi lanjutan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung memasuki tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sebanyak 579 peserta yang lulus Tes Kompetensi Dasar (SKD) mengikuti seleksi lanjutan. Panitia Seleksi (Pansel) Penerimaan CPNS Tahun 2018 di Kabupaten Badung I Gede Wijaya mengatakan, berdasarkan pengumuman Nomor: 42/PANSELCPNS/ BADUNG/2018, SKB akan dilaksanakan pada 12 Desember 2018. Seleksi lanjutan akan dipusatkan di Aula Udayana & Barak Siaga Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana No. I, Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat, Denpasar, Bali. ‘’Lokasinya masih sama seperti sebelumnya. Jadwalnya 12 De-

sember 2018 mendatang,’’ ujar Gede Wijaya, Jumat (7/12) kemarin. Menurutnya, merujuk tata tertib pelaksanaan SKB, peserta hadir paling lambat 60 menit sebelum seleksi dimulai, peserta harus melakukan registrasi sebelum seleksi dimulai. Karena itu, pihaknya meminta peserta datang tepat waktu. Peserta juga harus berpakaian rapi dan sopan dengan ketentuan memakai kemeja putih tanpa corak, celana panjang/rok hitam, dan sepatu hitam, bagi peserta yang menggunakan jilbab agar menggunakan jilbab warna hitam polos, peserta duduk pada tempat yang telah ditentukan, peserta yang terlambat tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti seleksi (dianggap gugur). ‘’Peserta wajib mengisi

daftar hadir yang telah disiapkan oleh panitia, peserta wajib dan hanya diperbolehkan membawa KTP dan Kartu Peserta Ujian untuk ditunjukkan kepada panitia, peserta SKB mencetak ulang Kartu Peserta Ujian,’’ ungkap pria yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung. Di samping itu, perserta juga dilarang membawa buku-buku dan catatan lainnya, kalkulator, telepon genggam, kamera dalam bentuk apa pun, jam tangan, ballpoint, makanan dan minuman, senjata api atau senjata tajam dan sejenisnya. Lebih jauh diterangkan, teknis SKB menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Selama SKB, peserta juga dilarang

Mangupura (Bali Post) Meski sering digagalkan, penyelundupan ikan dari Bali masih saja terjadi. Bahkan dari data yang dirilis Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Denpasar, pelanggaran selama tahun 2018 masih didominasi oleh pelanggaran penyelundupan benih lobster. Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi BKIPM Denpasar Yuni Irawati Wijaya mengatakan, selama 2018 upaya penyelundupan 134.808 ekor benih lobster berhasil digagalkan. Dengan rincian bulan Januari sebanyak 32.828 ekor, bulan Februari (19.098), April (5.318), Juni (4.950), September (72.614). Dari semua yang diamankan, sebagian besar akan dikirimkan dari Bali ke Singapura. Dikatakan Yuni, penyelundupan benih lobster ini

seluruhnya diamankan sebelum dikirim melalui Bandara Ngurah Rai. Untuk menjaga keberlangsungan, keseluruhan benih lobster tersebut langsung dilepasliarkan usai diamankan. ‘’Memang sebagian besar digagalkan sebelum diberangkatkan melalui Bandara Ngurah Rai,’’ ujarnya. Selain penggagalan penyelundupan benih lobster, ada juga hewan yang dilarang untuk dilalulintaskan. Tidak hanya untuk yang tujuan ekspor, juga ada penggagalan hewan impor. Seperti penggagalan kuda laut kering sebanyak 3 kg dari Australia, katak packman 28 ekor diimpor dari Taiwan yang tanpa dilengkapi dengan dokumen. Semuanya langsung dimusnahkan. ‘’Barang yang diimpor ini semuanya limpahan dari Bea Cukai,’’ pungkasnya. (kmb23)

LOBSTER - Pelepasliaran benih lobster hasil sitaan, belum lama ini.

bertanya atau berbicara dengan sesama peserta seleksi. Menerima atau memberikan sesuatu dari dan atau kepada peserta lain tanpa seizin panitia, keluar ruangan juga tidak diperbolehkan. ‘’Kecuali memperoleh izin dari panitia, merokok di dalam ruang ujian, menggunakan komputer selain yang telah disediakan untuk aplikasi CAT oleh panitia. Jadi semua harus dipatuhi,’’ tegas birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini. Disebutkan, ratusan peserta SKB merupakan hasil rekapitulasi hasil SKD oleh Panitia Seleksi Nasional Pengadaan CPNS 2018. Sebab, sebelumnya peserta yang memenuhi passing grade hanya 118 orang dari 3.082 orang, maka kemudian dilakukan perankingan. (kmb27)

Tinggi, Penyelundupan Benih Lobster

ITDC Gelar ’’Cooking Class’’

KULINER - Suasana pembukaan cooking class untuk meningkatkan kemampuan kuliner bagi paguyuban pedagang pantai di kawasan Nusa Dua, Jumat (7/12) kemarin.

Mangupura (Bali Post) Sebagai langkah mendukung paguyuban pedagang pantai di kawasan Nusa Dua untuk terus meningkatkan kemampuan dalam hal kuliner, ITDC kembali melakukan pelatihan dan pembinaan melalui program Kemitraan Bina Lingkungan, Jumat (7/12) kemarin. Mereka dikumpulkan untuk mengikuti cooking class dari pihak Indonesia Cheff Asociation. Menurut kepala Devisi Operasional ITDC Nusa Dua Made Pariwijaya, para pedagang ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya, dalam memberikan penyajian food and beverage. Melalui cooking class ini mereka dilatih untuk meningkatkan standar layanan dan standar kualitas yang disajikan para paguyuban pedagang.

Pelatihan tersebut, kata Pariwijaya, sangat penting untuk menciptakan hubungan keseimbangan, kesetaraan dan pemerataan pendapatan di kawasan Nusa Dua, sehingga tercipta hubungan yang saling melengkapi. Sebab, disadari, ITDC tidak akan maju tanpa dukungan masyarakat penyangga. ‘’Melalui pelatihan ini, ke depannya menu masakan lokal di Nusa Dua akan dapat terstandar, siapa pun pedagang yang melayani diharapkan mampu menyajikan dengan standar yang terjaga,’’ pungkasnya. Dikatakannya, pihaknya berencana untuk menciptakan suatu menu khusus khas Nusa Dua, yang bisa diangkat sesuai karakteristik dan potensi wilayah. Sehingga orang akan teringat ketika mereka datang ke Nusa Dua maka mereka wajib mengetahui menu khas-

nya. ‘’Untuk kali ini yang kita latih ada sekitar 30 orang dari 3 paguyuban, masing-masing jumlahnya 10 orang, yaitu Paguyuban Sekar Sari, Peninsula dan Yasa Segara,’’ ucapnya. Pelatihan dan pembinaan tersebut, diakuinya, akan dilaksanakan secara berkesinambungan. Sebab, ke depan para pedagang itu akan dibuatkan semacam street food festival atau Balinese festival. Mereka juga nantinya akan dilibatkan lebih banyak dalam event Nusa Dua Heritage Food Festival, Nusa Dua Fiesta dan event lainnya di Nusa Dua. ‘’Hal itu kami yakini akan semakin membuat pulau Peninsula semakin atraktif, yang berdampak pada hunian kawasan,’’ yakinnya. Sementara itu, Ketua LPM kelurahan Benoa Wayan Ambara Putra yang hadir pada pembukaan tersebut meng-

harapkan para paguyuban pedagang pantai ini nantinya bisa meningkatkan standar makanan dan pelayanannya. Pelatihan tersebut diharapkan semakin memperkaya menu varian makanan yang disajikan. Jangan sampai semua menu makanan pedagang sama, sehingga membuat kurang menarik bagi calon pembeli. ‘’Saya harap agar jangan makanan Barat saja yang dilatih, tetapi juga lokal tradisional yang tentunya sudah dimodifikasi lebih bagus,’’ harapnya. Diharapkannya, ini akan memberikan nilai plus bagi wisatawan dan bagi pedagang sendiri, serta menambah motivasi pedagang. Selain menyangkut mutu, higienitas, kualitas penyajian makanan dan variasi makanan tentu sangat penting tanpa meninggalkan tradisi di Nusa Dua. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Tingkatkan Kemampuan Menghadapi Ancaman Bencana

FT Unwar Gelar Seminar Nasional Konsepsi 3 ”Mitigasi Bencana’’

DALAM upaya meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman bencana, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa (FT Unwar) menggelar Seminar Nasional Konsepsi 3 Tahun 2018 ‘’Mitigasi Becana sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Memgjadapi Ancaman Bencana’’ di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Jumat (7/12) kemarin. Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah pakar kebencanaan. Di antaranya Dr. Surono (Praktisi Mitigasi Bencana Nasional), Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si. (Pakar Geofisika, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya), Ir. Eko Agus Prawoto, M.Arch. (Pakar Arsitektur, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta), dan Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T. (Pakar Konservasi Arsitektur Unwar), yang dimoderatori oleh Dr. I Nengah Sinarta, S.T., M.T. Dekan FT Unwar Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T. didampingi Ketua Panitia A.A. Gede Raka Gunawarman, S.T., M.T. mengatakan seminar nasional konsepsi 3 merupakan seminar yang rutin diadakan setiap tahun, bergantian dengan pelaksanaan seminar internasional. Untuk seminar kali ini mengambil tema ‘’Mitigasi Bencana’’. Dikatakan, selama dua tahun terakhir ini Bali terkena bencana alam secara langsung berupa letusan Gunung Agung dan gempa bumi. Dengan demikian, tema seminar ini sangat cocok untuk memberikan edukasi kepada seluruh peserta tentang pengetahuan mitigasi bencana. Untuk itu, pengetahuan tentang mitigasi bencana nantinya dapat digunakan mahasiswa untuk diimplimentasi di masyarakat lewat pengabdian pada masyarakat atau KKN. ‘’Seperti diketahui penyebab bencana bisa dari proses alam dan perbuatan manusia. Kita sebagai insan kampus seharusnya memberikan edukasi untuk tanggap terhadap bencana dan mampu menjaga lingkungan untuk mengurangi bencana. Tanggung jawab moral bagi mahasiswa menjaga alam dan lingkungan. Karena alam rusak maka manusia juga akan dirusak oleh alam,’’ tandas

SIRENE - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E, Sp.ParK. didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Dekan FT Unwar Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T. membunyikan sirene sebagai tanda dibukanya Seminar Nasional Konsepsi 3 ‘’Mitigasi Becana’’ di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Jumat (7/12) kemarin. Prof. Runa, Jumat (7/12) kemarin. dan Sipil harus mampu lebih concern Rektor Unwar Prof. dr. Dewa dalam memikirkan pembangunan Putu Widjana, DAP&E, Sp.ParK. berkonsep antibencana. Apalagi, Unmengatakan Bali merupakan salah war sebagai satu-satunya Kampus satu daerah yang rawan bencana Siaga Bencana di Bali harus memiliki gempa bumi, letusan, longsor, puting kelompok siaga bencana yang ahli beliung, dan bencana lainnya. Untuk dan tanggap terhadap bencana. itu, edukasi tentang mitigasi bencana Sebagai satu Tim Ahli Pembansangat penting diberikan kepada gunan Pemerintah Provinsi Bali, masyarakat, sehingga masyarakat Wisnumurti menjelaskan, saat ini siap siaga menghadapi akibat yang Pemprov Bali dalam RPJMD Bali ditimbulkan bencana alam. telah merumuskan konsep untuk ‘’Pengetahuan dari narasumber lima tahun ke depan bersama Badan yang ahli ini akan menambah wa- Penanggulangan Bencana Darerah wasan kita. Unwar sebagai satu- Provinsi Bali (BPBD). Dengan harasatunya kampus siaga bencana di pan Bali mampu melaksanakan proBali, sudah harus bisa menyosial- gram penanggulangan bencana yang isasikan pengetahuan untuk siaga terintegrasi berbasis kearifan lokal. terhadap bencana. Dengan pengeta‘’Saya berharap seminar ini bisa huan, mahasiswa juga harus mampu memberikan masukan dan rumusan memberikan sosialisasi kepada untuk konsep ini (konsep penangmasyarakat sebagai implimentasi gulanagn bencana - red). Konsep Kampus Siaga Bencana (KSB),’’ ujar tersebut akan sangat bermanfaat Prof. Widjana. bagi pemerintah. Hal ini harus bisa Ketua Yayasan Kesejahteraan dijadikan wadah kepada Unwar unKorpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. tuk bekerja sama dengan Pemprov Gede Oka Wisnumurti, M.Si. men- Bali dalam penanggulangan bencana erangkan, Indonesia dan Bali pada yang profesional dan tetap menjukhususnya adalah wilayah yang jung kearifan lokal. Sebab, Informasi memiliki tingkat rawan bencana tentang kebencanaan sangat penting yang tinggi. Oleh karena itu, Unwar untuk wisatawan agar tetap aman sebagai PT yang memiliki Fakultas saat berkunjung ke Bali,’’ pungkas Teknik dengan Jurusan Arsitektur Wisnumurti. (ad306)

Penyembuhan dan Meditasi dengan Cahaya Suci Cinta Kasih Tuhan

YAYASAN Mahattama Giri Kusuma akan menyelenggarakan bakti sosial/dharma pitulung ‘’Penyembuhan Gratis Tanpa Obat’’ bagi masyarakat yang mempunyai keluhan/masalah terkait pekarangan, medis maupun nonmedis yang akan diselenggarakan pada Minggu (9/12) mulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30 Wita. Penyembuhan Gratis Tanpa Obat ini akan dipimpin langsung Pembina Yayasan/Grand Master Meditasi Love and Light Ratuaji Ida Bagus D. Argawana dan dibantu para master penyembuh. Selain program bakti sosial/dharma pitulung, Yayasan Mahattama Giri Kusuma juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualitas jati dirinya, meningkatkan kesehatan dan mengembangkan kualitas spiritual dengan mengikuti Lokakarya Meditasi Love and Light. Lokakarya dilakukan dengan pengaktifan 16 chakra, pembangkitan kundalini dan indra ke-6 dengan abhiseka & saktipat. Membuka aura positif dan cinta kasih, memperlancar rezeki, meningkatkan kesadaran, menciptakan kedamaian dan keharmonisan. Setelah melakukan lokakarya praktisi langsung dapat mempraktikkan teknik-teknik Meditasi Love and Light untuk menyembuhkan diri sendiri, keluarga dan orang lain. Begitu juga membuat perlindungan dan menetralisir pekarangan dari jarak jauh. Lokakarya diadakan di Mahattama Giri Kusuma Asrham pada Minggu (9/12) mulai pukul 10.00 hingga 15.00 Wita. Untuk Informasi lanjut bisa dihubungi ke nomor : 081338327257, 081353128887 atau datang langsung ke Yayasan Mahattama Giri Kusuma, Jalan By-pass Ngurah Rai No. 18 Tohpati, Denpasar, tepatnya di utara Desa Budaya Kertalangu Tohpati. Lokakarya meliputi teori/praktik meditasi, snack, makan siang, buku materi meditasi yang terdaftar di HaKI dan sertifikat. Selanjutnya praktisi dibina secara rutin dua kali seminggu dengan 12 kali pertemuan. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Ketut Jaman, Jumat (7/12) kemarin. (ad304)

Ida Bagus D. Argawana

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

SMP Dwijendra Denpasar Dikunjungi Tim Rakor Kemen-PPPA Sekolah Ramah Anak Kedepankan Kejujuran dan Antikorupsi

MASYARAKAT Bali patut berbangga memiliki SMP Dwijendra Denpasar. Selain bermutu, SMP ini juga menjadi satu-satunya sekolah di Bali yang meraih predikat sekolah ramah anak tingkat nasional. Pada Jumat (7/12) kemarin, SMP Dwijendra Denpasar dikunjungi peserta rakor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang melaksanakan rakor di Denpasar. Tim disambut gembira serta penuh senyum oleh warga Dwijendra dipimpin Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. Tampak juga Bendahara Yayasan Dwijendra Luh Beji, B.A. dan para guru. Begitu tiba di Dwijendra, tim disuguhi aneka ekstrakurikuler di antaranya magender wayang, ngarindik, menabuh, tari, yoga hingga yelyel SMP Dwijendra Denpasar. Tim juga disuguhi atraksi nyurat aksara Bali dalam bentuk tradisi dan komputer, serta tari Pendet. Kepala SMP Dwijendra Denpasar Nadi Supartini mengungkapkan, sebagai sekolah ramah anak, SMP Dwijenra sangat menjunjung tinggi jiwa sportivitas, antikorupsi dan mengedepankan kejujuran. Makanya PBM di sekolah ini terus berjalan kondusif, banyak mengukir prestasi hingga menentang perilaku tindakan korupsi oleh siapa pun juga. Makanya masyarakat Bali yang ingin anaknya tumbuh menjadi mandiri, jujur dan bertanggung jawab serta antikorupsi sangat pas memilih SMP Dwijendra Denpasar. Nadi Supartini didampingi Wakasek I Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd., M.Pd., I Wayan Suwita, S.Pd. dan Ida Bagus Putra Arsana, S.Pd. mengatakan SMP Dwijendra sukses memenuhi syarat sekolah ramah anak den-

DITERIMA - Kepala SMP Dwijendra Ni Wayan Nadi Supartini saat menerima Tim Kementerian PPPA ketika mengujungi sekolah ramah anak SMP Dwijendra Denpasar. gan konsep BARIISAN yakni sekolah yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan nyaman. Selain itu sekolah tanpa kekerasan pada perempuan dan anak. Berbagai kebijakan kasek ikut mendukung program ini yakni memberi pelayanan penuh kasih sayang kepada siswa, menyiapkan 32 jenis ekstra di sekolah guna mengisi waktu luang siswa. Bahkan semua ekstra melahirkan prestasi. Tidak hanya intelektualnya diasah di sekolah ini juga kesehatan fisik, mental, emosi dan spiritualnya. Hal ini, kata Nadi Supartini, juga didukung fasilitas yang disiapkan Yayasan Dwijendra. Yayasan ikut memperkuat pendidikan karakter kepada siswa dengan pola disiplin dan budaya berprestasi. Sementara gurunya wajib bercerita 15 menit sebelum mengajar. Ketua rombongan dari Sekretariat Kemen-PPPA Hanung

Cahyono mengungkapkan sangat bahagia bisa mengunjungi SMP Dwijendra sekolah ramah anak yang pertama di Indonesia. Rombongan terdiri dari 260 peserta dibagi kelompok pendidikan, pemerintahan dan puskesmas. Apa yang disuguhkan siswa SMP Dwijendra bisa dijadikan pembelajaran karena saat ini semua kota dan kabupaten sedang mempersiapkan diri menentukan sekolah ramah anak. Sejak tiba, tim sudah merasakan kesejukan dan keramahtamahan warga sekolah, termasuk atraksi siswanya. Makanya sangat berbahagia orangtuanya menyekolahkan anaknya di sekolah ini terjamin mendapatkan hak pendidikan, rekreasi, makan, kesamaan. Begitu juga hak berperan dalam pembangunan. Dia setuju kalau sekolah ini menjadi model bagi sekolah lainnya di Bali dan Indonesia. (ad305)

Kecak Mama Peduli Yatim Piatu dan Lansia PERUSAHAAN Kecak Mama melaksanakan kegiatan sosial bertajuk ‘’Kecak Mama Peduli Yatim Piatu dan Lansia’’ pada Rabu (5/12). Kegiatan yang dilakukan di kawasan Denpasar Timur ini menyasar lima lokasi. Di antaranya di Desa Penatih Dangin Puri yakni Ni Putu Ayu Astarini, seorang anak yatim. Ayu Astarini diberikan bantuan tas, sepatu, sembako dan uang tunai. Kemudian di Banjar Sima yakni seorang lansia Made Mursika. Mursika dibantu kursi roda dan sembako. Selain itu juga di Banjar Pande yakni I Ketut Adi, seorang difabel. Bantuannya berupa kursi roda dan sembako. Selanjutnya di Banjar Lebah yaitu Ni Putu Ayu Nanda Suari dan I Made Agus Gunawan yang merupakan anak yatim-piatu. Mereka diberikan bantuan alat tulis, tas, sepatu dan uang tunai. Yang terakhir di Banjar Kertabumi yakni Ibu Reji dan dibantu sembako, pempers dewasa, susu, dan uang tunai. Menurut Gede Sumerta, selaku pemilik usaha Kecak Mama, aksi sosial ini merupakan kegiatan yang sudah kesekian kalinya dilakukan bersama tim manajemennya. ‘’Kami rutin melakukan kegiatan sosial semacam ini, minimal setiap setahun sekali. Di tahun-tahun sebelumnya, kami sudah sempat memberikan bantuan ke panti asuhan, ke pengungsi erupsi Gunung Agung, dan berbagai tempat lainnya yang kami anggap perlu untuk dibantu,’’ kata Sumerta. Sumerta juga menyampaian kegiatan Kecak Mama Peduli Yatim Piatu dan Lansia ini memang merupakan salah satu program yang didedikasikan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan. ‘’Astungkara setiap tahun kami berusaha menyisihkan

SOSIAL - Kegiatan sosial bertajuk ‘’Kecak Mama Peduli Yatim Piatu dan Lansia’’ yang dilaksanakan perusahaan Kecak Mama, Rabu (5/12). pendapatan perusahaan agar menengah yang beralamat di Jakami bisa berbagi kebahagiaan lan Siulan, Banjar Laplap, Penadengan saudara-saudara kita tih Dangin Puri, Denpasar Timur. yang lain. Sehingga perusahaan Perusahaan yang bergerak di yang saya dirikan ini tidak hanya bidang produksi kacang Disco Kemenyejahterakan kami, tetapi juga cak Mama Oleh-oleh khas Bali ini saudara-saudara kami yang ada sudah berdiri sejak tahun 2004. di luar perusahaan (masyarakat Saat ini mampu menyediakan kurang mampu),’’ terangnya. lapangan pekerjaan bagi 30-an Sementara itu, Wayan Kamar karyawannya. Walaupun sudah selaku Perbekel Desa Penatih merintis usaha ini selama 14 Dangin Puri menyampaikan apr- tahun, Gede Sumerta mengakui esiasi dan rasa terima kasihnya kalau pasang-surut usaha pasti kepada perusahaan Kecak Mama ada masanya. atas segala bantuan dan kepedu‘’Namanya kita membuka lian yang diberikan kepada salah usaha, kondisi sepi atau ramai satu warganya yang memerlukan. pasti ada. Apalagi konsumen kami ‘’Saya menyampaikan terima kasih memang lebih banyak adalah wibanyak atas bantuan yang telah satawan dari luar Bali. Selain itu, diberikan kepada Ni Putu Ayu tantangan terbesar yang sering Astarini (6). Bapak dan ibunya saya alami selama menjalankan telah meninggal karena sakit ke- usaha ini yakni sulitnya mengutika Ayu berumur 4 tahun. Kami rus hal-hal yang berkaitan dengan selaku pengurus desa juga sangat perizinan. Dan saya berharap berharap kegiatan sosial yang di- Pemerintah Kota Denpasar pada lakukan Kecak Mama semacam ini khususnya bisa lebih memperbisa diikuti perusahaan lainnya,’’ hatikan dan memberikan akses jelas Kamar. terhadap pengembangan UMKM Perlu diketahui Kecak Mama seperti kami ini,’’ tutur Gede Summerupakan sebuah industri kecil erta. (ad307)

Academic Exchange Program

Unud Lepas 11 Mahasiswa dan 5 Dosen ke Jepang UNIVERSITAS Udayana melepas 11 mahasiswa dan 5 dosen untuk mengikuti program Academic Exchange ke Jepang pada Jumat (7/12) kemarin. Program Academic Exchange berlangsung dari 9 - 19 Desember 2017. Selama di Yamaguci, mahasiswa mengikuti pembelajaran dan berdiskusi dengan mahasiswa asing serta mengunjungi beberapa tempat di Jepang. Ketua Panitia Program Academic Exchange Unud 2018 Dr. Ni Nyoman Pujianiki, S.T., M.T., M.Eng. mengatakan, program Academic Exchange kali ini terdiri dari kegiatan student exchange atau pertukaran mahasiswa dan visiting lecture atau kuliah tamu. Academic Exchange merupakan bentuk dan upaya Unud meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen untuk memiliki wawasan internasional serta berdaya saing secara global melalui Academic Exchange ke luar negeri. Dengan demikian kualitas soft skill maha-

siswa dan dosen di tingkat internasional dapat ditingkatkan sehingga mampu berprestasi, baik di tingkat wilayah, nasional maupun internasional serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Mahasiswa peserta academic exchange ini diambil dari pemenang hasil seleksi mahasiswa berprestasi di setiap fakultas yang ada di Unud. Mahasiswa akan diberikan materi kuliah secara umum oleh staf pengajar dari Universitas Yamaguchi serta berdiskusi dengan mahasiswa asing dari Asia dan Afrika. Campus Tour dilaksanakan untuk mengunjungi semua fasilitas kampus seperti laboratorium, perpustakaan, cafetaria, sport center dan lainnya. ‘’Di Nagoya kami akan mengunjungi Nagoya Institute of Technology untuk mengetahui fasilitas kampus yang ada serta manajemen pengelolaan sampah di kampus. Pada kesempatan ini kami juga diajak mengunjungi Nagoya City Narumi Waste Facility un-

LEPAS - Universitas Udayana (Unud) saat melepas 11 mahasiswa dan 5 dosen untuk mengikuti program Academic Exchange ke Jepang pada Jumat (7/12) kemarin. tuk melihat langsung bagaimana pengolahan sampah masyarakat dalam kota,’’ bebernya.

Selain sebagai visiting lecture dengan memberikan kuliah tamu, para dosen Unud juga akan

mendiskusikan dan mengembangkan kerja sama di bidang penelitian dan publikasi. Pada kesempatan itu juga kerja sama double degree antara Fakultas Teknik Unud dan Yamaguchi akan ditandatangani sehingga program tersebut dapat dilaksanakan pada tahun 2019. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S. mengatakan sejalan dengan visi-misi Unud yaitu terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, mandiri, dan berbudaya yaitu menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu serta menghasilkan lulusan yang memiliki moral, etika, akhlak dan integritas yang tinggi sesuai dengan tuntutan masyarakat lokal, nasional, dan internasional. Untuk itu, Unud menyelenggarakan program Academic Exchange yaitu visiting lecture dan student exchange ke luar negeri dengan tujuan meningkatkan mutu tri dharma perguruan tinggi di tingkat internasional. Dengan demikian Word

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Class University yang merupakan cita-cita Unud dapat segera tercapai. Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. mengatakan Unud telah menjalin kerja sama dengan Nagoya University sejak lama bahkan sebelum ia bertugas sebagai wakil rektor. Konteks kerja sama selama ini adalah di bidang lingkungan. Saat ini ia berupaya meningkatkan kerja sama dengan adanya pertukaran mahasiswa. ‘’Ini penting bagi Unud. Di samping meningkatkan kualitas pelaksanaan tri dharma PT yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian tapi kita berikan kesempatan secara nyata bagi mahasiswa Unud untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri, fasilitas pembelajarannya seperti apa, kehidupan kampus di luar negeri seperti apa. Ini penting dalam membentuk karakter mahasiswa sehingga memiliki wawasan secara global,’’ bebernya. (ad215)


daerah

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

”Disney’s Sheer Magic, The Musical Jr’’

Bentuk Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Dalam rangka penguatan pendidikan karakter pada diri siswa, Taman Rama School Denpasar yang bernaung di bawah Yayasan Taman Mahatma Gandhi menggelar pertunjukkan musik ‘’Disney’s Sheer Magic, The Musical Jr’’ di Bali Nusa Dua Theatre (Devdan) Kawasan Pariwisata Nusa Dua, Komplek BTDC, Kamis (6/12) malam. Pertunjukan ini sebagai wujud penghargaan atas minat, bakat dan kreativitas siswasiswi Taman Rama School dari section TK, SD, dan Cambridge Program (CP). Dengan harapan akan muncul generasi-generasi muda berbakat, khusus di bidang seni yang dapat membawa nama sekolah ke jenjang yang lebih bergengsi pada khususnya dan nama Bali pada umumnya. Pertunjukan dikemas dalam bentuk tarian, nyanyian, dan drama musikal yang dituangkan dalam 30 judul pementasan yang didukung oleh siswa-siswi dari TK sebanyak 61 orang, SD sebanyak 161 orang, dan CP sebanyak 108 orang. Pertunjukan yang berlangsung selama dua jam ini merupakan kali ke-3 yang diselenggarakan oleh Taman Rama School Denpasar untuk jenjang TK, SD, dan CP. Kepala TK Taman Rama School Denpasar Rr. Yasintha Kurniastuti Wijaya, S.Pd. mengatakan dipilihnya tema ‘’Disney’s Sheer Magic, The Musical Jr’’ karena sinema (film) produksi Disney begitu dekat dengan dunia anakanak yang sarat dengan nilainilai karakter, serta dikemas dalam film kartun yang menjadi tontonan favorit anakanak. Dalam pertunjukan ini judul sinema Disney yang dipilih adalah Simba, Moana,

Bali Post/win

PERTUNJUKAN - Salah satu pertunjukan musik ‘’Disney’s Sheer Magic, The Musical Jr’’ yang ditampilkan siswa-siswi Taman Rama School Denpasar di Bali Nusa Dua Theatre (Devdan) Kawasan Pariwisata Nusa Dua, Komplek BTDC, Kamis (6/12) malam. dan Frozen. ‘’Sebagai contoh, Simba menampilkan karakter kepemimpinan yang bijaksana, sehingga dihormati. Demikian juga Moana tokoh pemberani dan sangat disayangi, serta Frozen merupakan tokoh yang penuh cinta kasih dan menyenangkan,’’ ujar Yasintha. Guna mempersiapkan anak untuk dapat tampil secara optimal, siswa sudah dilatih sejak awal September 2018 lalu di bawah binaan para guru seni. ‘’Latihan untuk kegiatan ini diikuti para siswa di tengahtengah kesibukan mereka belajar di dalam kelas sesuai kurikulum sekolah,’’ tandasnya. Kepala SD Taman Rama School Denpasar Dra. Ni Ketut Santini, M.Pd. menambahkan, dipilihnya Bali Nusa Dua Theatre sebagai tempat pertunjukan, bertujuan untuk memperkenalkan sejak dini kepada siswa panggung yang sebenarnya jika ke depan setelah dewasa, anak-anak ada yang terjun ke profesi intertaiment.

Di samping juga untuk mendorong tumbuhnya keberanian untuk tampil di depan publik, memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan bakat dam talentanya, serta siswa dapat meneladani nilainilai karakter yang melek pada tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam pertunjukan. Pada kesempatan tersebut, atas nama Taman Rama School Denpasar, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada siswa yang telah menunjukkan diri dari awal sebagai pribadi-pribadi yang penuh semangat dan antusias, sehingga pertunjukan dapat diwujudkan sesuai yang telah diprogramkan. ‘’Kami juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh orangtua yang telah mendukung terselenggaranya pertunjukan ini, mulai dari pendanaan hingga penyediaan waktu. Terima kasih juga kepada semua sponsor yang ikut menyukseskan terselenggaranya kegiatan ini,’’ ucapnya. (win)

Tak Pernah Berhenti Lahirkan Orang Hebat Bangli (Bali Post) Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan Kabupaten Bangli tidak pernah berhenti dan selalu melahirkan orang-orang hebat pada setiap zamannya. Dia pun menyebut beberapa contoh orang Bangli yang hebat dan namanya terkenal di tingkat nasional. ‘’Dulu kita punya Sang Nyoman Suwisma yang menjadi petinggi di tubuh TNI. Bangli juga punya Jro Wacik yang pernah menjadi menteri. Sekarang Bangli juga punya Dewa Gede Palguna yang menjadi hakim Mahkamah Konstitusi. Saya yakin, Bangli tidak pernah kekurangan orang-orang hebat,’’ katanya saat menerima audiensi pengurus dan atlet Kushin Ryu M Karatendo Indonesia (KKI) Cabang Bangli, Jumat (7/12) kemarin. Berkaca pada orang-orang hebat yang dimiliki Bangli, Made Gianyar pun meminta kepada semua generasi muda di Bangli untuk bisa selalu bekerja keras dan tidak pantang menyerah. Untuk sukses, dirinya meminta generasi muda di Bangli selalu bekerja keras dan tidak pantang menyerah. Sebuah prestasi, kata Made Gianyar, tidak ditentukan berdasarkan kaya atau miskin seseorang. Melainkan prestasi ditentukan dari doa, kerja keras dan usaha. ‘’Termasuk atlet KKI yang akan mengikuti kejuaraan Forki Terbuka Gubernur Bali Cup II, saya minta selalu fokus dan bekerja keras untuk bisa berprestasi,’’ katanya. Sementara itu, Ketua KKI Bangli I Ketut

Amba Gunayasa mengatakan pada kejuaraan Forki Terbuka Gubernur Bali Cup II mendatang, KKI Bangli akan menurunkan 12 atlet, yang akan bertarung pada kelas prapemula putri -40 kg, pemula usia 12 samapi dengan 13 tahun -40 kg dan 45 kg, kategori kadet usia 14 sampai dengan 15 tahun -52 kg dan -57 kg putra dan kategori junior usia 16 sampai 17 tahun -61 kg putra. Gunayasa menjelaskan, selama ini KKI Bangli yang bernaung di bawah Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Bangli sudah cukup banyak menorehkan prestasi untuk Kabupaten Bangli. Seperti yang dilakukan karateka I Ketut Martina Dewi yang berhasil menyabet mendali emas kategori beregu putri -68 kg dan mendali perunggu kategori perorangan putri -68 kg pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali yang berlangsung di Kabupaten Gianyar pada tahun 2017 lalu. Ia juga mengatakan, sebelumnya karateka Bangli I Made Gangga juga mampu menyabet mendali emas kategori -60 kg putra, pada Porprov Bali yang berlangsung di Kabupaten Buleleng pada tahun 2015 lalu. ‘’Kalau berbicara prestasi, karateka Bangli sudah cukup banyak mempersembahkan mendali untuk Kabupaten Bangli. Kami berharap melalui audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Bangli bisa lebih memperhatikan keberadaan KKI Bangli, sebagai salah satu pengembangan sumber daya di bidang olahraga,’’ terangnya. (kmb40)

Kembangkan Desain Lokal, Banyuwangi Bidik Wisata Arsitektur Banyuwangi (Bali Post) Tidak hanya budaya, Banyuwangi mulai membidik wisata lain untuk mendatangkan turis. Salah satunya wisata arsitektur. Ternyata cukup diminati. Sejumlah bangunan di Kota Banyuwangi menjadi jujugan kalangan arsitek untuk melakukan studi. ‘’Ikhtiar kita bersama membangun Banyuwangi bersama arsitek ternyata membuahkan hasil. Selain mengoptimalkan fungsi bangunan maupun lansekap untuk kepentingan pelayanan publik, ternyata juga mampu menarik minat orang untuk datang,’’ ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat ditemui Jumat (7/12) kemarin. Menurutnya, banyak rombongan mahasiswa jurusan arsitektur datang ke Banyuwangi. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi terkenal di Indonesia. Selain mahasiswa, sejumlah daerah juga mulai mengadopsi gaya

arsitektur di Banyuwangi. Sejumlah arsitektur yang menjadi jujugan di antaranya ruang terbuka hijau, terminal bandara, fasilitas pendidikan, stadion, pasar tradisional, pendopo, hingga destinasi wisata. Untuk mendukung perkembangan arsitektur berciri khas Using, pihaknya mewajibkan bangunan baru berskala besar memasukkan unsur budaya lokal. Seperti hotel hingga gedung perkantoran. ‘’Ini upaya menitipkan kebudayaan kami agar lestari. Maka di Banyuwangi kita bisa melihat hotel berbintang memasukkan batik bermotif Gajah Oling dalam arsitekturnya, dan sebagainya,’’ papar Anas. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Banyuwangi Mujiono menambahkan, berkat kolaborasi arsitek dan publik Banyuwangi, Bupati Banyuwangi baru saja diganjar penghargaan tertinggi Ikatan Arsitek Indonesia. Pihaknya mencontohkan terminal Banda-

Bali Post/ist

BANDARA - Bandara Banyuwangi yang dibuat dengan gaya khas tradisional suku Using.

ra Banyuwangi yang berkonsep hijau dan mengadopsi penutup kepala khas suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi). Ini merupakan terminal bandara berkonsep hijau pertama di Indonesia. Selain itu, imbuh Mujiono, ada pendopo yang telah direview oleh majalah internasional asal Belanda. Pendopo yang juga menjadi destinasi wisata itu dikonsep hijau dengan bunker. Lalu, Taman Blambangan sebagai ruang publik tempat masyarakat bercengkerama. Kemudian Stadion Diponegoro dengan siluet penari Gandrung. (udi)

5

Penetrasi Pasar, Mitsubishi Gelar ”Special Exhibition’’ di Bali MITSUBISHI kini memiliki produk unggulan yakni Mitsubishi Xpander, yang penjualannya sangat laku di Bali. Untuk meningkatkan penetrasi pasar dari produk-produk Mitsubishi, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yang merupakan main dealer Mitsubishi di Indonesia menggelar ‘’Special Exhibition’’ di Mall Bali Galeria. Head of Region 2 Sales & Marketing PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Amiruddin, Kamis (6/12) malam, mengatakan penerimaan masyarakat terhadap Mitsubishi Xpander mampu menggenjot penjualan produk secara keseluruhan di tahun ini. Di Bali pun kondisinya sama. Namun, market share Xpander-nya masih kalah dibandingkan nasional. Amiruddin yang didampingi Imam C. Cahya, Head of Sales & Marketing Group MMKSI, Abdi Ghaffar, Head of MMC Event & Promotion Section PT TB, dan Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia Rifat Sungkar mengutarakan penetrasi pasar Xpander di Bali mencapai 20,9 persen. Sementara untuk nasional, market share Xpander di kategori Small MPV mencapai 29 persen. ‘’Kami menggelar ekshibisi di akhir tahun ini di Bali untuk memberikan kesempatan

PAMERAN - Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menggelar pameran di Kuta mulai Kamis (6/12) hingga Mingu (9/12). kepada konsumen yang ingin memiliki kendaraan di akhir tahun dengan beragam program pembiayaan dari leasing yang menarik, termasuk hadiahhadiah yang atraktif,’’ sebutnya. Dalam pameran akhir tahun yang baru pertama kali diselenggarakan Mitsubishi di Bali, sejumlah produk andalan dihadirkan. Tiga yang menjadi andalan yakni Mitsubishi Xpander, Mitsubishi All New Pajero Sport, dan Mitsubishi Outlander. Total ada 8 unit mobil yang dihadirkan untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan yang ingin melihat dan mencoba unit yang diinginkannya, ter-

masuk pilihan warnanya. Ia menyebutkan MMKSI juga menggandeng empat perusahaan leasing yang terpercaya, yakni Mandiri Tunas Finance, Adira Finance, BCA Finance, dan Dipo Star Finance. Keempatnya secara bergiliran akan dihadirkan dalam pameran yang mulai digelar Kamis (6/12) hingga Minggu (9/12) di Mall Bali Galeria. Perusahaan leasing ini masing-masing menawarkan bunga yang menarik sekaligus program cicilan yang bisa mengakomodir kebutuhan konsumen. Amiruddin mengutarakan, pertumbuhan pasar kendaraan roda empat di Bali saat ini cu-

kup baik, meski perekonomian sedang lesu. Mitsubishi pun, lanjutnya, mengalami pertumbuhan yang signifikan tahun ini. Ia menyebutkan pada 2017, penjualan passanger car dan light passanger vehicle di Bali mencapai kurang dari 100 unit per bulan. Namun, di tahun ini, penjualannya meningkat menjadi 250 unit karena hadirnya Xpander. ‘’Penjualan per bulan untuk Xpander mencapai 150 unit. Total selama tahun ini diperkirakan yang sudah terjual di Bali mencapai 1.800 unit,’’ ungkapnya. Ditambahkan Imam, masih rendahnya penetrasi pasar Xpander di Bali juga tidak lepas dari keterbatasan suplai unit. Ia mengatakan tahun depan, suplai unit ke Bali akan ditingkatkan. Bahkan, produksi di pabrik Mitsubishi pun sudah meningkat hingga 10 ribu unit per bulan sejak Juni 2018. Ia menilai pasar Bali masih sangat potensial untuk Xpander. Selain itu, konsumen Bali juga berminat dengan All New Pajero Sport. Total penjualan per bulan dari produk ini mencapai 33 unit per bulan. Penguasaan pasarnya mencapai 47 persen atau lebih tinggi dari market share nasional yang sebesar 44,1 persen di kelasnya. (bns1)

Pantau Stabilitas Harga, TPID Sidak Dua Pasar Tradisional Harga Daging Ayam Naik

Tabanan (Bali Post) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar tradisional yakni Pasar Dauh Pala dan Pasar Tabanan, Jumat (7/12) kemarin. Hasilnya, secara umum harga kebutuhan pokok masih normal. Hanya kenaikan harga terjadi pada daging ayam potong. ‘’Normalnya di harga Rp 35.000 sampai Rp 38.000 per kilogramnya. Sekarang Rp 40.000 sampai Rp 42.000 per kilogram,’’ ucap Kasubag Penanaman Modal Bagian Perekonomian Setda Tabanan Ida Ayu Putu Widya Dewi. Kenaikan harga daging ayam potong tersebut, tergantung dari harga ayam bakul atau ayam hidup yang dibeli para pedagang. Jika ayam bakul dibeli dengan harga Rp 24.500 maka akan dijual Rp 40.000 per kilogramnya. Namun jika dibeli Rp 25.000 sampai Rp 26.000 maka pedagang akan menjual ayam potong seharga Rp 42.000 hingga Rp 45.000 per kilogramnya. Selain harga daging ayam potong, tim juga mengecek harga kebutuhan pokok lainnya seperti telur dan bawang. Namun untuk dua komoditi itu tidak ada yang mengalami kenaikan signifikan seperti daging ayam. ‘’Telur mulai ada kenaikan Rp 1.000 sampai Rp 2.000, tetapi tidak signifikan. Yang melonjak hanya harga daging ayam,’’ ucapnya. Kenaikan harga daging ayam juga dibenarkan sejumlah pedagang. Di Pasar Dauh Pala, misalnya, salah seorang pedagang Gusti Ayu Putu Budiasih mengatakan kenaikan terjadi sejak satu minggu belakangan ini. Hal itu karena harga bibit yang tidak sebanding dengan kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim hujan. ‘’Karena bibitnya mahal dan musim hujan, makanya mahal,’’ imbuhnya. Meski harga naik permintaan terhadap

daging ayam sejauh ini masih normal, terutama dari konsumen yang memiliki rumah makan atau usaha kuliner. Terkait temuan tersebut, Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra Wijaya mengatakan, sesuai hasil rapat TPID, maka akan digelar pasar murah yang direncanakan dilakukan enam kali menjelang hari raya Galungan, Kuningan, Natal dan Tahun Baru. ‘’Untuk menyetabilkan harga seperti biasa akan digelar pasar murah, dan rencananya mulai 11 sampai 12 Desember 2018 ini,’’ tegasnya. (kmb28)

Bali Post/bit

SIDAK - TPID Tabanan sidak harga di dua pasar tradisional.


OPINI

6

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Diperlukan Perjuangan Politik Juga PERSOALAN disabilitas boleh dikatakan sebagai hal yang baru di Indonesia. Pada masa lalu, hal ini tidak terlalu dilihat dan diperhatikan. Disabilitas mengacu kepada orang yang memerlukan kebutuhan khusus. Masyarakat kita sering menyebutnya dengan orang cacat. Pada masa sekarang, konotasi orang cacat tersebut bukanlah terminologi yang pantas. Di tengah kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, semua kekurangan yang dimiliki manusia dapat disiasati dan ada teknologi untuk mengatasinya. Mereka yang kakinya lumpuh misalnya, sekarang secara mudah dapat mengarungi jalan raya karena telah ada teknologi untuk membuat kendaraan beroda tiga. Di luar negeri, terutama di negara-negara maju, hal ini sudah diperhatikan. Ada kendaraan khusus yang memang dibuat untuk mereka yang mempunyai kelemahan secara fisik. Dengan teknologi itu, maka kelemahan yang dimiliki oleh orang bersangkutan akan dapat diatasi. Jadi, menyebutkan orang itu cacat nampaknya tidaklah tepat saat ini. Mungkin dari situlah ada sebutan atau terminologi orang yang berkebutuhan khusus. Dari titik ini, kita dapat memperbaiki cara pandang kita pada masa lalu. Secara jujur harus diakui bahwa mereka yang dipandang cacat itu sering dikait-kaitkan dengan kehidupan mereka pada masa lalu. Mungkin kiranya kita tidak usah lagi mengutarakan alasan kehidupan pada masa lalu. Ada cara lain yang dapat kita pakai untuk melihat orang yang berkebutuhan khusus itu, yaitu mereka adalah orang yang mempunyai kemampuan berbeda untuk mencapai sesuatu atau mencapai tujuannya. Sekali lagi, kita tidak usah lagi mengait-ngaitkan hal ini dengan konteks yang tradisional. Apabila kita mampu melihat orang dengan kebutuhan khusus ini sebagai orang yang mempunyai kemampuan berbeda untuk mencapai tujuan, maka hal itu akan memberikan sumbangan pemikiran baru dan inspirasi bagi kita semua. Katakanlah pada orang yang tidak mempunyai tangan secara sempurna. Dengan ketidaksempurnaan itu, ia sangat lihai menggunakan kakinya. Ini akan memberikan inspirasi kepada kita bahwa dengan latihan dan disiplin yang terus-menerus dilakukan, seluruh anggota tubuh kita akan dapat digunakan secara sempurna. Inspirasi lebih jauh yang kita dapatkan adalah bahwa sikap profesional akan dapat kita dapatkan apabila mampu melatih diri berdisiplin dan terus-menerus. Apa pun itu kegiatan atau keterampilan yang dilakukan. Pemerintah sudah berupaya bersikap adil terhadap orang orang yang berkebutuhan khusus ini, di antaranya dengan mengeluarkan undangundang. Pemerintah juga membuat kebijakan dengan membangun fasilitas untuk mereka itu baik di tempat umun maupun di bangunan-bangunan. Setiap bangunan pemerintah diwajibkan untuk melengkapi diri dengan fasilitas orang yang berkebutuhan khusus tersebut. Sepanjang kita lihat, ini sudah berjalan sekarang. Apa yang kita perlukan lagi agar perjuangan ini menjadi lebih maksimal? Barangkali yang diperlukan adalah perjuangan politik. Masyarakat seharusnya berani memilih politisi yang secara fisik mempunyai kebutuhan khusus. Untuk itu, partai politik juga harus berani memilih kandidatnya yang berasal dari kelompok yang berkebutuhan khusus tersebut. Jika memang mereka mempunyai otak cemerlang, jujur, dan bersih lingkungan, barangkali ini lebih penting dipilih ketimbang mereka yang kaya tetapi suka korupsi. Mudah-mudahan ke depan, perjuangan politik ini berhasil.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Biaya Sampah Makin Mahal Masalah sampah menjadi masalah kita bersama. Kita terkejut dengan sampah di TPA Suwung kian meluber karena hampir semua kabupaten/kota membuang sampah ke lokasi ini. Sementara penanganan sampah di rumah tangga yang diswakelolakan ke banjar dan desa, dirasakan makin mahal oleh masyarakat. Sejak Pemkot Denpasar menyerahkan pengelolaan sampah ke banjar dan desa, masyarakat kini wajib mengeluarkan kocek Rp 25.000 - 30.000 sebulan untuk biaya angkut sampah. Bahkan jasa angkutan sampah pun tak setiap hari bekerja. Saya sebagai warga masyarakat Denpasar termasuk keberatan dengan model pelayanan sampah dikelola swadaya ini. Karena sebelumnya sampah diangkut oleh pegawai DLH Kota Denpasar tiap hari. Apalagi tak kena biaya lagi karena sudah dipungut dana sampah dimasukkan di rekening PDAM. Kini selain biaya sampah tambah mahal, pelayanan juga kurang maksimal. Bukankah lebih baik kembalikan saja masalah sampah ke DLH Kota Denpasar? Putu Rahman Denpasar

Menyejajarkan Kelompok Disabilitas di Indonesia

Istilah disabilitas masih dipakai di Indonesia untuk menyebutkan mereka yang berkebuthan khusus seperti kaki, tangan atau ucapan yang tidak seperti manusia pada umumnya. Tetapi sesungguhnya ada istilah yang lebih bagus, seperti difabel yang mengacu kepada ungkapan diffrent ability. Artinya mereka mempunyai kemampuan berbeda. Tentu saja maksudnya adalah orang-orang yang mempunyai cara berbeda untuk mencapai tujuan seperti yang dilakukan oleh orang pada umumnya.

Oleh

Suka Arjawa eberapa waktu lalu ada pemberitaan tentang seorang anak sekolah dasar yang merangkak dari rumahnya untuk mencapai sekolah. Dia konsisten dengan sikap itu dan seolah menyindir kepada orang pada umumnya bahwa anak ini pun mampu menuju sekolah dengan caranya sendiri. Dia adalah anak yang dapat dikatakan diafable. Akan tetapi jika ada anak yang down syndrom dan memerlukan bantuan khusus untuk mencapai tujuan, barangkali ini dapat dikatakan disability yang memang perlu bantuan orang lain untuk mencapai tujuannya. Membuat definisi tentang orangorang seperti yang disebutkan di atas memang perlu dilakukan di Indonesia, karena sangat berpengaruh kepada pembuatan dan kebijakan pemerintah nanti. Harus dikatakan bahwa merekamereka itu menjadi warga yang sama di suatu negara, tentunya di Indonesia juga. Sebutan orang berkebutuhan khusus mungkin lebih tepat di Indonesia. Ada yang menyebutkan bahwa kelompok masyarakat yang berkebutuhan khusus tersebut banyak

muncul di negara-negara berkembang. Ini diduga karena di negara seperti ini, asupan gizi serta perhatian orangtua pada saat ibu hamil tidak maksimal. Termasuk juga kondisi lingkungan yang tidak sehat seperti binatang dan hewan yang masih berkeliaran yang kehidupannya menyatu dan bersentuhan dengan kehidupan sosial manusia. Sanitasi yang tidak mendukung serta kurangnya pemahaman tentang hidup sehat, diduga menjadi penyebab yang kemudian melahirkan kelompok masyarakat yang mempunyai kebutuhan khusus tersebut. Indonesia adalah negara berkembang dan fakta sosialnya memang banyak terdapat kelompok orang seperti yang disebutkan di atas. Dari sisi ini, dapat dikatakan bahwa untuk menekan bahkan menghilangkan kelahiran bayi yang kemudian berkebutuhan khusus ini, memerlukan pendekatan politis. Pendekatan politis ini harus bertemali dengan cara pandang sosiologis. Di negara sedang berkembang diperlukan kebijakan pemerintah, keputusan politik dan undang-undang yang memberikan jaminan perbaikan

kepada anggota masyarakat yang berkebutuhan khusus. Indonesia dalam hal ini boleh dikatakan sebagai negara yang tanggap terhadap hal ini dengan adanya Undang-undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dengan adanya undang-undang ini maka hak, persamaan serta perlindungan terhadap mereka telah diungkap dan dinyatakan oleh pemerintah. Sebagai sebuah kebijakan publik, maka ketentuan tentang ruang publik, bangunan umum serta infrastruktur angkutan yang harus memenuhi kriteria kemanfaatan bagi mereka yang berkebutuhan khusus, juga merupakan upaya-upaya politis yang telah dilakukan pemerintah. Hanya yang kini harus mendapat perhatian adalah bagaimana kemudian merekamereka yang mempunyai kebutuhan khusus tersebut diberikan kesempatan lebih banyak untuk tampil di wilayah-wilayah yang lebih luas. Seperti halnya untuk memberikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk duduk di lembaga legislatif atau partai politik (sebanyak 30%), maka hal yang sama juga mesti diberikan

kepada kelompok masyarakat yang berkebutuhan khusus ini, tentu dengan berbagai ketentuan tambahan. Pemerintah sebaiknya juga memberikan jatah khusus kepada mereka yang berkebutuhan khusus ini pada perekrutan pegawai negeri untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Di Indonesia, yang dalam urusan kepegawaian masyarakatnya cenderung kelihatan feodal dengan memandang pegawai negeri itu sebagai gengsi, keberhasilan masyarakat berkebutuhan khusus ini menjadi pegawai negeri, akan memberikan pesan istimewa. Artinya, baik bagi penyandang diafable, keluarga dan masyarakat luas telah memandang bahwa tidak ada lagi perbedaan antara penyandang disabilitas maupun yang nondisabilitas. Bahwa kenyataan ini ada pada lingkungan pegawai negeri, itu akan memunculkan kesan yang mendalam di benak masyarakat, menumbuhkan pesan optimis dan tidak ada perbedaan perlakuan. Untuk memenuhi standar tersebut, maka berbagai sarana perkantoran harus memenuhi standar bagi mereka yang berkebutuhan khusus itu. Harus diakui bahwa terlalu kentara bagaimana masyarakat melakukan sikap diskriminatif terhadap mereka yang berkebutuhan khusus ini. Padahal, justru mereka yang mempunyai kebutuhan khusus tersebut mempunyai kelebihan di bidang lain. Kelebihan ini juga mempunyai sikap mengkhusus. Misalnya mereka yang penglihatannya kurang, pendengarannya yang akan lebih dibandingkan yang lain. Tentu

”Dresta’’ Itu ”Waterpass’’ Ajeg Bali

BALI tidak sekadar sebuah pulau seperti di dalam peta yang terletak di antara Pulau Jawa dan Lombok. Banyak pandangan yang mengulas, kenapa disebut ‘’Bali’’, tetapi jika berpegang pada kamus Jawa-Indonesia, kata ‘’Bali’’ artinya kembali. Entahlah, apakah para mpu/rsi di zaman dahulu datang dan menjalankan yoga semadinya di Bali, itu bermakna sebagai pesan suci bahwa ‘’Bali’’ adalah tempat manusia menjalani perikehidupan dalam mempersiapkan dirinya ‘’kembali’’ ke asal-Nya. Dalam sastra sejarahnya bahwa Sang Hyang Pasupati yang melakukan yoga semadi di Gunung Semeru (Jatim) pada awal tahun masehi menitahkan ketujuh putranya yang disebut Sapta Rsi (Batara Hyang Gnijaya, cs.) pergi mencari tempat Bali atau kembali menurut kamus Jawa dimaksud. Diikuti oleh para rsi/mpu berikutnya, seperti Rsi Markadeya, Mpu Sangkulputih pada sekitar abad ke-8, Panca Pandita (Mpu Kuturan cs.) pada sekitar abad ke-9 dan Mpu Dwijendra pada abad ke-14. Beliau-beliau itulah yang ngawitin menanam (meng-input) nilai-nilai Bali hingga ber-output budaya yang bereligi Bali, memancar ke berbagai belahan dunia, hingga mengundang penasaran bagi siapa saja yang belum melihat/ merasakan Bali secara langsung. Bali menuai outcome sebagai tujuan wisata dunia yang berimpact pada tumbuhnya industri pariwisata dengan berbagai multiplier effect-nya. Impact dan efek multi dari nilai-nilai yang ditanamkan di Bali oleh para rsi/mpu tersebut semakin terasakan pasca-abad ke-14 hingga abad ini. Bagi mereka yang bukan orang Bali dan belum pernah ke Bali, mendengar kata Bali saja, mereka segera membayangkan sebuah pulau dengan seribu puranya, alam pegunungan dan alam pantainya yang indah memesona. Kebudayaannya yang unik, baik budaya bereligi maupun budaya berkesenian (seni tari, seni gamelan, seni rupa), hingga budaya dalam pengaturan penggunaan air kehidupan, yakni air yang selalu dinanti/diharapkan/dicari oleh setiap manusia untuk kelangsungan hidupnya.

Oleh

I Wayan Sariasa Kesadaran penuh terhadap keterbatasan air kehidupan dimaksud diwujudkan dengan cara mengatur dalam penggunaannya melalui budaya subak. Religiusitas keterbatasan air kehidupan juga termakna dalam upaya memperoleh tirtha yang merupakan simbol, walau hanya sepercik yang bisa diperoleh dari siratan pemangku, tetapi sudah dapat melegakan umat dalam menjalankan sembah bhakti-nya di bumi. Juga budaya ngaben, untuk manusia yang sudah mengakhiri masa perikehidupannya di bumi sebagai prosesi ritual kembali ke asal-Nya. Rohnya di-gelis amor ring acintya, jasadnya menunggal dengan Panca Mahabhuta. Kekhasan Bali lainnya adalah program KB yang sudah membudaya sejak dahulu kala, bahwa orang Bali selalu melekatkan kata yang bernilai Wayan/Made/Nyoman/Ketut di depan namanya. Kata-kata yang melekat dimaksud menggambarkan bahwa budaya KB di Bali itu sesungguhnya menerapkan budaya tiga anak setiap keluarga cukup yakni Wayan (tertua/ pertama/wayah), Made (madya/tengah/nengah), Nyoman (anom/terkecil). Dan jika kemudian ada lahir anak yang keempat, kelahiran itu ditolerir sebagai anak yang terakhir (kitut), seperti termakna dalam kata ‘’kitut biyu’’ (buah pisang terakhir/di ujung tandan yang masih dipertahankan oleh pemiliknya), lalu anak yang keempat berpredikat sebagai Ketut. Kemampuan dalam pengekangan/pengendalian nafsu manusia Bali bisa terbaca dari konkretasi budaya KB dimaksud, yakni ajeg pada 3 atau 4 anak saja sehingga tidak ada yang namanya wayan balik, dst. Semua nilai itu adalah dresta, yang merupakan output/ outcome/impact dari nilai-nilai yang di-input oleh para rsi/mpu tersebut di atas, beliau-beliau itulah yang ngawitin adanya nilai Bali hingga membuat penasaran bagi siapa saja yang be-

lum datang ke Bali. Dresta pada hakikatnya adalah kehidupan yang terbiasa dijalani/dilakoni oleh kelompak masyarakat di suatu wilayah sebagai loka/desa dresta, yang oleh mereka dikatakan sebagai hal yang nak mula keto (baca: Kuna Dresta atau Purwa Dresta). Apakah nak mula keto itu ada sastranya (Sastra Dresta) sebagai aturan tertulis yang dijadikan panutan/rujukan? Mereka yang sudah terbiasa melakoni secara loka/desa dresta, tentu sudah tidak penting lagi untuk tahu tentang sastra dresta, walaupun itu ada, karena yang namanya sudah nak mula keto. Orang yang buta huruf pun bisa malakukan. Bagi mereka, nak mula keto memiliki nilai yang transendental, seperti misalnya perputaran matahari nak mula keto dari sononya terbit di ufuk timur dan terbenam di ufuk barat. Tetapi nilai nak mula keto yang ditanamkan oleh para rsi/mpu tersebut bernilai konkret, ada sastra/sejarahnya (satra dresta). Seperti dalam menyiapkan canangsari atau sarana bebantenan lainnya, nak mula keto dibuat dari material dasar yang bernilai: bunga (puspham), buah (phalam), daun (patram), air (toyam). Jika mau mengetahui sumber sastra canangsari dan atau apa pun bentuk/perkembangan sarana bebantenan dimaksud. Intisarinya ada dan itu bisa diselami di Sloka IX.26 BG. Konkretasi lainnya, misalnya: Pura Dasar Bhuana Gelgel, tempat/ linggih Batara Ghana disucimuliakan; yang secara Catur Dresta, pura dimaksud adanya tidak di mana-mana dan tidak ke mana-mana, tetapi ajeg tegteg di Gelgel. Bahkan secara satra dresta, keberadaan Pura Dasar Bhuana Gelgel tersebutkan dalam Bhisama Batara Kawitan. Oleh karena itu, dresta dimaksud di atas seyogianya harus selalu dijadikan rujukan sebagai penegak/pelurus, atau penyiku/ pemeneng atau waterpass bagi Bali dalam setiap perkembangannya. Demi Bali tetap ajeg tegteg sebagai Bali yang Bali, tempat manusia menjalankan perikehidupannya dalam mempersiapkan diri kembali ke asal-Nya.

kantor dapat memanfaatkan kelebihan ini untuk keperluan kantor tersebut. Banyak mereka yang berkebutuhan khusus otaknya pintar-pintar, sehingga tidak ada alasan bagi kantor untuk menolaknya bekerja. Apabila instansi negeri telah mampu memberikan kontribusi seperti itu, maka instansi swasta akan mengikutinya, baik secara psikologis maupun sosiologis. Atau pemerintah harus membuat aturan dan kebijakan yang mewajibkan instansi swasta untuk mempekerjakan sekian persen dari karyawannya yang berasal dari kalangan masyarakat berkebutuhan khusus. Pekerjaan rumah yang harus dilakukan Indonesia sekarang masih cukup banyak. Pemerintah sudah melakukan langkah yang bagus dengan membuat undangundang yang melindungi kelompok difabel dan juga membuat kebijakan yang memudahkan mereka di ruang-ruang publik. Akan tetapi menyadarkan masyarakat untuk hal ini memerlukan proses panjang. Masih ada masyarakat yang menyerobot kepemilikan difabel, masih dijumpai mereka yang melakukan olok-olok dan bahkan di Bali di masa lalu ada lagu yang mengolok-olok mereka. Masyarakat harus berani mempunyai kemampuan untuk mengubah kebiasaan seperti ini. Dengan cara itulah kehidupan seluruh komponen masyarakat akan berhasil seimbang. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana

POJOK Bali krisis air, alami devisit dua miliar meter kubik. - Tak ada yang peduli. *** Kualitas air danau di Bali di ambang batas parah. - Siapa yang peduli? *** Ribuan pohon bakau di Tahura Ngurah Rai mati. - Tunggu langkah satu jalur.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN Jajaran Muspika Kerambitan Diberi Siraman Rohani

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

Tabanan (Bali Post) Tahun Baru 2019 tinggal menghitung hari. Menjelang tutup tahun, umat Hindu juga merayakan hari raya Galungan dan Kuningan. Momen ini tentu sangat baik untuk evaluasi diri menuju pribadi yang lebih baik di tahun mendatang. Seperti yang dilakukan Kecamatan Kerambitan yang membekali seluruh staf dan pegawainya dengan siraman rohani yang mengundang langsung Guruji Anand Krishna, Jumat (7/12) kemarin. Hadir pula sejumlah perbekel, bendesa dan perwakilan guru serta jajaran muspika lainnya. Selama kurang lebih dua jam, Guruji Anand Krishna memberikan dharma wacana terkait bagaimana memaknai dharma dalam kehidupan sehari-hari. Camat Kerambitan I Gede Sukanada menjelaskan, jajarannya sepanjang tahun 2018 banyak kegiatan yang sudah dilakukan. Tentu berkat dukungan semua pihak dan kerja keras, banyak terobosan yang telah dihasilkan, bahkan ada pula yang berhasil meraih penghargaan atas program pelayanan administrasi berbasis teknologi yang sukses diterapkan di Kecamatan

Kerambitan, Tabanan yakni Taman Serasi. Begitupun peluncuran patung kesenian Okokan menjadi maskot Kecamatan Kerambitan, dan terakhir kegiatan Festival Kerambitan IV. ‘’Siraman rohani ini baru pertama kali digelar, setidaknya akan ada keseimbangan antara spiritual, rohani dan fisik. Kebetulan pengujung tahun juga ada hari raya Galungan dan Kuningan, saya rasa ini momen yang pas,’’ ucapnya. Sukanada yang sudah tujuh tahun menjabat Camat Kerambitan ini menambahkan, pihaknya sengaja juga mengundang para tokoh desa, perwakilan sekolah dan UPTD pendidikan serta komponen lainnya untuk menggetoktularkan bahwa siraman rohani sangat diperlukan. ‘’Menyongsong tahun baru dengan jiwa yang baru dan spirit yang baru, sehingga nantinya dapat melakukan kewajiban dan melayani masyarakat berdasarkan dharma,’’ terangnya. Bagi Sukanada, tahun baru paling tidak dimaknai untuk bisa menjadi lebih baik lagi dan bisa berbuat banyak untuk masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Kerambitan. (kmb28)

7

Bali Post/kmb28

SIRAMAN ROHANI - Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan serta Tahun Baru, Kecamatan Kerambitan menggelar siraman rohani dengan mengundang Anand Krishna, Jumat (7/12) kemarin.

Dinkes-KPA Gelar ’’Zero Survey’’

265 Diperiksa, Empat Positif HIV Tabanan (Bali Post) -

Setiap tahun, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama KPA Tabanan turun ke lokasi menggelar zero survey. Tujuannya untuk memantau penyebaran HIV di tempattempat berisiko tinggi seperti kafe dan lapas. Hasilnya, dari 265 sampel darah yang dites tahun 2018 ini, empat di antaranya positif HIV. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Jumat (7/12) kemarin, mengatakan zero survey ditetapkan di 12 titik yang terdiri atas Lapas Tabanan dan kafe malam. Dipilihnya tempat ini karena berisiko tinggi terjadinya penularan HIV. Dari 12 titik survei didapatkan empat kasus positif. ‘’Sudah dilakukan pendekatan

juga untuk yang positif ini agar segera mendapatkan pengobatan di puskesmas terdekat,’’ ujarnya. Dilanjutkan Suratmika, lapas juga merupakan salah satu lokasi yang berisiko tinggi penularan penyakit infeksi. ‘’Tidak hanya HIV, tetapi penyakit infeksi lainnya seperti TBC maupun hepatitis,’’

ujarnya. Penghuni lapas dari berbagai latar belakang sekaligus kondisi yang overload menyebabkan ruang gerak napi dalam satu ruangan menjadi terbatas menyebabkan berpotensi tinggi terkena penyakit infeksi menular. Suratmika menambahkan, telah dilakukan kerja sama antara Dinkes dengan lapas da-

lam hal pemeriksaan kesehatan napi secara rutin. Menurut Suratmika, pihak Dinkes akan melakukan pemeriksaan kesehatan jika ada napi baru yang masuk. Untuk pemeriksaan rutin digelar zero survey setiap sekali dalam setahun. ‘’Dalam zero survey ini tidak hanya HIV yang diperiksa tetapi juga penyakit infeksi lainnya seperti TB,’’ jelas Suratmika. Sementara dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, digelar jalan santai dengan tema ‘’Saya Sehat

Saya Berani’’, Kamis (6/12). Jalan santai ini diikuti pelajar sampai masyarakat umum. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa penderita HIV pun bisa hidup sehat. Diharapkan, diskriminasi di masyarakat terhadap penderita semakin berkurang dengan semakin pahamnya masyarakat jika HIV hanya menular lewat cairan tubuh yaitu darah, cairan kelamin, dan air susu ibu. HIV tidak menular hanya dengan bersentuhan maupun bergaul dengan penderita HIV. (kmb24)

Pemkab Tabanan Teken MoU dengan Kantor Pertanahan

Dukung Percepatan Pembangunan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Bali Post/ist

UJI COBA - Pelatihan dan uji coba barrier gate di parkir transit Pasar Tabanan.

’’Barrier Gate’’ di Parkir Transit Pasar Tabanan Diuji Coba Ditargetkan Awal 2019 Beroperasi

Tabanan (Bali Post) Barrier gate atau sistem parkir otomatis di areal parkir transit Pasar Tabanan mulai diuji coba sejak Kamis (7/12) hingga Jumat (8/12). Ditargetkan sistem parkir ini sudah mulai dioperasikan awal tahun 2019. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan I Made Agus Hartawiguna mengatakan, pelatihan dan uji coba mesin parkir off street ini merupakan kelanjutan dari terobosan program e-parkir yang telah dimulai 2018. Sejak tahun 2018 Pemkab Tabanan menerapkan sistem parkir elektronik yang ditandai dengan pemasangan mesin parkir atau terminal parkir elektronik pada ruas-ruas jalan yang ditetapkan sebagai lokasi parkir elektronik. Terminal parkir elektronik dipasang di Jalan Gajah Mada Barat 4 unit, Jalan Gajah Mada Timur 4 unit, Jalan Gunung Batur 2 unit, Jalan Melati 1 unit dan Jalan M.H Tamrin 4 unit. Totalnya 15 unit. ‘’Setelah penerapan di ruas jalan, sekarang berlanjut untuk off street di parkir transit Pasar Tabanan. Ini baru dilakukan pelatihan serta uji coba selama dua hari, karena ada korelasi perbankan di sana,’’ terangnya. Dikatakannya, meski sudah dilakukan uji coba selama dua hari, mesin itu belum bisa dioperasikan, lantaran masih harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang setempat selaku pengguna layanan terkait teknis pelaksanaannya. ‘’Kami akan sosialisasi dalam waktu dekat, target awal tahun 2019 sudah bisa beroperasi,’’ ucapnya. Penerapan sistem pembayaran parkir ini, kata Agus, seperti sistem di bandara. Kendaraan baik itu roda empat maupun sepeda motor yang hendak masuk areal parkir transit Pasar Tabanan memencet tombol dari mesin yang disiapkan untuk mendapatkan tiket parkir dan otomatis pintu gate (palang) terbuka. Ketika pulang, pedagang ataupun masyarakat membayar dengan uang elektronik di pintu keluar. Meminimalisir kebocoran karena di sebelah timur pasar juga terdapat pintu keluar lainnya, maka di lokasi tersebut akan dipasang portal agar kendaraan tidak bisa masuk, dan keluar-masuk kendaraan hanya bisa diakses lewat pintu depan. ‘’Untuk jalan yang di sebelah Kawan Sport itu akan ditutup dengan portal sehingga kendaraan tidak bisa masuk, hanya pejalan kaki yang bisa masuk, karena semua kendaraan keluar-masuk diarahkan hanya satu pintu,’’ ucapnya. Mengingat program ini masih terus dilakukan pengembangan dan sosialisasi, pihaknya juga akan menyiapkan petugas yang tetap siaga membantu. ‘’Jadi sama penerapannya dengan yang di ruas jalan, bagi yang belum punya kartu elektronik akan dibantu petugas,’’ pungkasnya. Ditambahkan, maksud dari penerapan e-parkir adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan parkir di tepi jalan umum maupun areal parkir off street di pasar transit Pasar Tabanan. Ini untuk memberi rasa keadilan bagi mayarakat pengguna jasa parkir. Sedangkan tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat menggunakan ruang parkir secara bijak, optimalisasi pendapatan asli daerah, meminimalisir potensi pungutan liar yang dilaksanakan oleh oknum-oknum petugas, meningkatkan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. (kmb28)

SEBAGAI upaya penyediaan dan memanfaatkan data pertanahan dalam mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama atau MoU dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Tabanan, Jumat (7/12) kemarin di ruang kerja Bupati Tabanan. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dengan Kepala Kantor Pertanahan Tabanan Made Sudarma. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan dengan Kantor Pertanahan tentang kerja sama pemanfaatan data pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan dan bea perolehan hak atas tanah

dan bangunan. Hadir dalam penandatanganan MoU tersebut Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Kepala Badan Keuangan Daerah Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti. Bupati Eka dalam sambutannya menyambut baik adanya MoU tersebut. Dikatakannya, kerja sama ini sangat baik terutama dalam informasi data. Dengan adanya informasi yang benar, pendapatan juga akan menjadi lebih baik. ‘’Kerja sama ini sangat baik terutama dalam informasi data. Melalui kerja sama ini dapat mencapai hasil dan tujuan yang diharapkan bagi kedua belah pihak,’’ ungkapnya. Bupati Eka mengatakan pihaknya akan segera menginstruksikan ini kepada pihak terkait, khususnya kepada kepala desa. Karena mereka lebih mengetahui

tentang wilayah serta potensi yang ada di setiap desa. Diharapkan juga sinkronisasi dengan teknologi seperti metode pengembangan arsip. ‘’Kita akan segera instruksikan kepada kepala desa karena mereka lebih tahu dan hafal tentang wilayah, pemetaan tanah serta potensi yang ada di setiap desa. Kita berharap juga ini bisa disinkronkan dengan teknologi,’’ ujarnya. Sementara itu, Made Sudarma mengungkapkan tujuan kesepakatan bersama ini adalah untuk meningkatkan hubungan kemitraan para pihak dalam rangka optimalisasi penerimaan pendapatan daerah serta mendukung percepatan pembangunan dan kualitas pelayanan publik. ‘’Dengan adanya MoU ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan public, sehingga menjadi lebih baik lagi. Kami berterima

Desa Tegal Jadi

Miliki Potensi ’’Home Industry’’ MEMILIKI luas 220 hektar, Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Tabanan merupakan daerah pertanian. Makanya, sebagian besar penduduknya sebagai petani. Namun desa dengan 294 KK ini tak hanya memiliki potensi di bidang pertanian, tetapi juga home industry berupa produksi jajan upakara. Potensi ini kemudian dilirik desa sebagai usaha BUMDes Desa Tegal Jadi yang saat ini sedang dalam proses pembentukan. Perkebel Desa Tegal Jadi I Putu Sugiawan, Jumat (7/12) kemarin, mengatakan Desa Tegal Jadi memiliki 2.351 jiwa, sebagian besar berprofesi sebagai petani. ‘’Tetapi ibu-ibu PKK Desa Tegal Jadi sebagian besar memiliki usaha home industry dalam hal pembuatan jajan untuk keperluan upakara seperti kaliandrem. Tetapi juga ada produk kacang-kacangan, rempeyek dan kopi,’’ ujarnya. Setiap kelompok maupun perorangan memiliki pasar sendiri-sendiri. Bahkan ada yang menjual produk home industry-nya ke

Bali Post/san

Putu Sugiawan

pasar-pasar luar Tabanan. Di sisi lain setiap desa di Tabanan diharuskan membentuk BUMDes yang usahanya disesuaikan dengan potensi masing-masing desa. Karenanya home industry ini dijadikan potensi oleh Desa Tegal Jadi. Namun, menurut Sugiawan, usaha yang dipilih oleh BUMDes Tegal Jadi nantinya tidak langsung menjadi wadah untuk menjual produk home industry ini ke pasaran.

Ia menyadari, BUMDes harus menjadi wadah bagi produk yang dihasilkan masyarakat desa untuk dipasarkan melalui BUMDa. Tetapi, ia memandang agak sulit merangkul setiap pelaku home industry di Desa Tegal Jadi dalam hal penjualan produknya melalui BUMDes mengingat setiap kelompok atau perorangan sudah memiliki pasar sendirisendiri. ‘’Sebenarnya produk dijual lewat BUMDes kemudian diteruskan ke BUMDa. Tetapi saat ini mereka pasarkan sendiri-sendiri dan penjualan lewat BUMDa saat ini belum maksimal. Jadi untuk tahap awal, BUMDes yang akan dibentuk ini, usahanya belum bisa sampai di sana,’’ jelasnya. Karena itu sebagai tahap awal, BUMDes akan menyediakan bahan baku pembuatan home industry baik itu jajan upakara maupun kacang-kacangan dan penjualan tabung elpiji. Jenis usaha BUMDes ini sesuai kajian dan kebutuhan warga Desa Tegal Jadi terutama home industry-nya.

MOU - Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama atau MoU dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Tabanan, Jumat (7/12) kemarin di ruang kerja Bupati Tabanan. kasih atas kerja sama ini, semoga dapat dijalankan dengan baik,’’ jelasnya. Setelah melakukan pen-

andatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama antara kedua belah pihak. (ad308)

Menurut Sugiawan, berdasarkan kajian, kebutuhan akan tabung gas ukuran 3 kilogram yang masuk setiap harinya ke Desa Tegal Jadi sekitar 100 sampai 200 tabung per hari. Untuk bisa memenuhi kebutuhan gas ini, jika BUMDes telah ter-

bentuk, akan bekerja sama dengan agen elpiji 3 kilogram. ‘’Harganya pun akan lebih murah dibandingkan harga jual eceran selama ini. Jadi ini meringankan biaya operasional pelaku home industry yang ada di Desa Tegal Jadi,’’ ujar Sugiawan. (san)


BULELENG

8

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

SOSOK Pergub Kawal Buah Lokal

Bali Post/dok

PLTU – PLTU Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak tahap pertama telah beroperasi. Sekarang, pembangkit akan menambah kapasitasnya dengan pengembangan tahap dua.

Cemari Lingkungan, PLTU Dilarang Pakai Batu Bara

Gubernur Desak Gunakan Bahan Bakar Gas

Singaraja (Bali Post) – Rencana pengembangan kapasitas Pembangkit Lisrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak untuk tahap kedua mulai ditanggapi serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Kendati investor sudah mengantongi Izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), namun belakangan ini muncul desakan agar pengembangan PLTU tahap II itu memakai bahan bakar gas. Alasan mengapa bahan bakar gas itu digunakan bukan bakar batu bara seperti yang sudah dilakukan tahap pertama. Sebab, batu bara itu berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Gubernur Wayan Koster, Jumat (7/12) kemarin, mengatakan investor diharapkan memikirkan dampak jangka panjang terhadap kondisi lingkungan. Karena itu, jangan ngotot menggunakan batu bara. Pasalnya, pemakaian batu bara itu berpotensi menimbulkan ancaman pencemaran lingkungan. Dicontohkan dampak

yang paling dirasakan adalah perubahan suhu panas di daerah sekitar pembangkit termasuk pencemaran limbah pembakaran batu bara itu sendiri. Batu bara itu sangat berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan. Pengusaha itu idealnya tidak hanya mencari untung, apalagi implikasinya mengabaikan dampak

lingkungan dan sosial di masyarakat. “Jangan maunya nyari untung saja di Bali. Kalau mau mengembangkan pembangkit ya silakan pakai bahan bakar gas saja. Ini saya serius care dengan lingkungan. Silakan jalan menggunakan gas. Kalau tidak akan ada keputusan lain dari kita,” tegas Gubernur. Bagaimana dengan Amdal

yang sudah terbit, Gubernur Koster mengatakan, hal itu masih memungkinkan dilakukan peninjauan kembali. Dari proses ini peluang merevisi Amdal itu bisa dilakukan dengan cara mendorong investor menggunakan bahan bakar gas untuk pengembangan kapasitas pembangkit pada tahun berikutnya. Terkait, pengoperasi pembangkit tahap pertama tawaran beralih menggunakan bahan bakar gas secara bertahap pada tiga tahun ke depan ini. “Yang jelas, udaranya agar bersih dan bebas polusi. Dengan alasan itu kita minta agar menggunakan gas dan meninggalkan batu bara. Kami menargetkan pengalihan ini

dilakukan tiga tahun ke depan,” pintanya. Seperti diberitakan sebelumnya, PLTU Celukan Bawang beroperasi sejak 2015 lalu. Pengoperasian pembangkit pada tahap pertama menghasilkan daya listrik 380 Mega Watt (MW). Produksi energi sebesar itu dihasilkan dengan membakar 5.200 ton batu bara setiap hari. PLTU itu kemudian merencanakan mengembangkan kapasitas pembangkit sebesar 2 kali 330 MW. mengembangan tahap kedua ini telah menempuh perizinan dan tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat proyek itu akan direalisasikan. (kmb38)

Tanpa Cukai

Ribuan Slop Rokok Dimusnahkan

Bali Post/ist

ROKOK DIMUSNAHKAN - Lebih dari lima ribu slop rokok tanpa cukai dimusnahkan, Kamis (6/12), di TPA Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan.

Singaraja (Bali Post) – Barang bukti (BB) berupa rokok tanpa cukai dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Kamis (6/12). Pemusnahan BB rokok ilegel ini akibat perkara hukumnya sudah dinyatakan inkracht. Karena BB-nya dalam jumlah banyak, Kejari terpaksa memusnahkan barang-barang ilegal itu dengan cara membakar di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemkab Buleleng di Desa Bengkala, Kubutambahan. Selain rokok tanpa cukai, Kejari juga memusnahkan BB lain di antaranya sabu-sabu dan baterai HP. Kajari Buleleng Wahyudi didampingi Kasi Intel Nur Eka Firdaus, Kamis kemarin, mengatakan sesuai mekanisme hukum, semua BB kalau perkara hukum sudah paripurna maka akan ditin-

daklanjuti dengan pemusnahan. Dalam tahapan ini, juga dilakukan atas regulasi yang mengatur pertimbangan jenis BB yang masih bernilai ekonomis. Jika masih bernilai maka pemusnahan dilakukan dengan cara lelang. Diatur juga mekanisme pemusnahan dengan cara dibakar, atau dilarutkan. Pemusnahan BB pada cara kedua terutama yang sifatnya membahayakan lingkungan atau kesehatan. ‘’Barang buktinya ada macam-macam, ada sabu-sabu, ada baterai, ada handphone. Selain itu, juga ribuan slop rokok. Karena barang-barang itu memang sudah tidak memiliki nilai ekonomis, dan tidak layak pakai. Karena pertimbangan seperti itu, maka kita dibenarkan memusnahkan BB itu dengan cara dibakar,’’ katanya. (kmb38)

HOTEL, restoran, dan supermarket di Bali diharuskan menjual produk pertanian buah Bali dan juga ragam kerajinan lokal Bali. ‘’Penting dalam upaya kelestarian pertanian atau potensi kerajinan di daerah ini ada kebijakan berupa Pergub untuk mengawal produk itu,’’ ujar Gubernur Wayan Koster saat memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Provinsi Bali yang dipusatkan di Buleleng, Jumat (7/12) kemarin. Dalam melindungi buah dan kerajinan lokal itu, Gubernur akan menguatkan kebijakannya berupa pergub. Dengan cara itu diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani atau perajin itu sendiri. Pasalnya, produk yang terserap di daerah sendiri secara otomatis akan dapat meningkatkan penghasilan petani dan juga kalangan perajin. Pihaknya sejauh ini telah menuntaskan pembahasan pergub yang mewajibkan buah-buah lokal dan kerajinan Bali itu dapat diserap hotel atau supermarket di Bali. ‘’Tahun depan, pergub itu akan diundangkan secara resmi. Kebijakan ini agar dapat mendorong setiap pengusaha hotel, supermarket, atau usaha perdagangan lain menjual ragam komoditas pertanian, perkebunan, sampai produk karya seni warga Bali,’’ ujarnya. Namun, dipercaya regulasi pergub itu juga sebagai upaya proteksi produk pertanian maupun kerajinan agar tidak mudah diklaim daerah lain. “Regulasi ini membuka pasar produk pertanian dan kerajinan kita di Bali sekaligus memproteksi jangan sampai produk itu diakui orang lain,” jelasnya. Melalui regulasi itu Gubernur juga merencanakan skema lain dalam meningkatkan usaha tani atau sektor kerajinan di Bali. ‘’Caranya, perusahaan di Bali digandeng untuk diajak membantu pemerintah membangkitkan pertanian dan juga kerajinan melalui kucuran dana Corporate Social Responsibility (CSR) agar sasarannya lebih tepat,’’ tambahnya. Pihaknya akan mengumpulkan CSR itu diawali mengarahkan CSR perusahaan itu untuk pembangunan pertanian di Buleleng dari sektor hilir sampai hulu. (mud)

Bangun Iradiasi Gama

PEMKAB Buleleng telah membuat komitmen serius dalam upaya meningkatkan sektor pertanian dan tanaman pangan. Kebijakan berupa program inovatif itu digelindingkan dengan cara mengoptimalkan lahan pekarangan terutama untuk pemberdayaan kelompok masyarakat. Program kreatif itu disebut Rumah Pangan Lestari (RPL). ‘’Program ini lebih diprioritaskan menanam tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan terung melalui media polibeg,’’ ujar Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Jumat (7/12) kemarin. Program ini selain bisa memenuhi kebutuhan setiap warga, juga produk yang bisa dijual. Jelas hal itu memberikan penghasilan tambahan guna peningkatan kesejahteraan keluarga. “Ini sejalan dengan kebijakan pemprov. Saya yakin kalau regulasi sudah dibuat produksi pertanian atau produk kerajinan dapat kita terserap di daerah sendiri. Hal itu pasti dapat memberi keuntungan buat masyarakat kita,” jelasnya.

Satu perencanaan yang sudah didiskusikan dengan Gubernur adalah membangun iradiasi gama. Pembangunan iradiasi gama itu untuk meningkatkan dan menjaga kualitas produks pertanian di daerahnya. Rencana ini sudah dirancang mulai dikerjakan 2020 mendatang dengan memanfaatkan sokongan dana CSR dari perusahaan besar di Bali. Iradiasi gama yang sudah dipelajari sekitar dua tahun bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Dari studi yang dilakukan iradiasi gama ini rencananya dibangun di wilayah Desa Bila, Kecamatan Kubutambaan. Pertimbangan di daerah itu adalah daerah penghasil buah lokal Buleleng. Tempat itu strategis. Karena itu, bisa dimanfaatkan petani dari Karangasem maupun Bangli. “Ini konkret dan hasil diskusi saya dengan Gubernur akan dibangun iradiasi gama yang menelan dana besar mencapai Rp 100 miliar dan biayanya itu nanti berasal dari pengumpulan CSR perusahaan besar di Bali,” jelasnya. (mud)

Bali Post/kmb38

HPS – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Tingkat Provinsi Bali di Lapangan Taman Kota Singaraja, Jumat (7/12) kemarin.

Rencana Pembangunan Bandara Menghangat

Koster Minta Warga Bersabar Wacana pembangunan bandara internasional di

Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan semakin ramai saja diperbincangkan terutama di kalangan publik Buleleng. Apalagi, setelah dilantiknya Gubernur Bali Wayan Koster. Pembangunan bandara itu terus menghangat. Di tengah merembusnya kembali wacana itu, Gubernur Koster meminta warga terutama di Bali Utara untuk bersabar. Lalu, bagaimanakah solusi efektif untuk menghilangkan keunggulan disparitas antara pembangunan Bali Selatan dibandingkan Utara?

Bali Post/kmb38

DISKUSI – Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) saat menghadiri diskusi akhir tahun yang digelar Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (7/12) kemarin.

GUBERNUR Koster menegaskan, pihaknya sejauh ini sudah melakukan pendekatan ke berbagai pihak terkait pemerataan pembangunan antara Bali Selatan dan Utara. Hal itu dikatakan saat diskusi yang digelar Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (7/12) kemarin. Diskusi juga dihadiri Bupati Putu Agus Suradnyana, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali

Ketut Kariasa Adnyana termasuk mantan Gubernur Bali dua periode Mangku Pastika. Diskusi itu mengangkat tema “Enjok Enjing Kaje Kelod’’ (Ketimpangan Bali Selatan dan Bali Utara - red). Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula itu mengatakan, setelah dilantik, ia mengaku terus mengintensifkan pendekatan dengan pemerintah pusat termasuk mengkaji teknis pembangunan bandara di tanah kelahirannya Bule-

leng. Negosiasi dan juga diskusi teknis dilakukan terkait megaproyek itu dengan para ahli di bidangnya. Dikatakan, masalah lokasi dipastikan tidak akan berubah. Untuk tempat tetap dipilih Desa Kubutambahan. Hal itu memang sudah sesuai kebijakan pemerintah pusat. “Kalau soal lokasi tidak berubah lagi sudah jadi di timur (Kubutambahan -red). Selanjutnya, saya masih berdiskusi lagi. Karena itu, mohon bersabar sedikit terutama warga kita di Buleleng. Perlu memiliki pemikiran yang baik dari berbagai pihak. Karena itu, jangan saling menjelek-jelekkan satu sama lainnya,” ujarnya. Ditanya soal izin penetapan lokasi (penlok) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Gubernur mengatakan, masalah izin lokasi itu sepenuhnya tergantung kebijakan pemerintah pusat. Saat ini, penlok masih dibahas intensif. Dikatakan, kabar terbaru yang didapatnya, bahwa penlok bandara itu bahkan akan dikeluarkan pemerintah pusat dalam waktu dekat ini.

“Kalau soal penlok itu tidak usah kita ributkan, apakah mau di darat atau di lepas laut. Sebaiknya, kita tunggu saja. Kami terus melakukan negosiasi, dan tidak lama atau minimal tahun 2019 nanti penlok sudah keluar,” jelasnya. Sementara itu, wacana pembangunan Bandara Kubutambahan menyita perhatian peserta diskusi. Sejumlah tokoh masyarakat (tomas) dan beberapa organisasi pemuda menginginkan agar infrastuktur perhubungan udara itu bisa diwujudkan di Buleleng. Tidak ada alasan lain daerah Den Bukit ini bisa berkembang, kecuali pemerintah pusat membangun bandara baru. Dengan adanya bandara baru, diyakini akan lebih baik dalam segala segi. Bukan saja lebih baik dari segi ekonomi, juga investasi, pariwisata. Dipercaya, geliat pembangunan akan kian merata. Dengan pemerataan pembangunan itulah dapat penghilangkan kelebihan disparitas Bali Selatan yang selama ini lebih unggul dibandingkan Bali Utara. (mud)


GIANYAR

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

9

Revitalisasi Pasar Keramas Dilanjutkan Tahun Depan Gianyar (Bali Post) -

Pemerintah Kabupaten Gianyar fokus melakukan penataan sejumlah pasar rakyat, guna mengoptimalkan pergerakan ekonomi di masyarakat. Terkait kepentingan itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra memantau pengerjaan bangunan Pasar Keramas, beberapa waktu lalu. Rencananya, proses finishing pasar ini dilanjutkan tahun depan. Selain menuntaskan pengerjaan Pasar Keramas, tahun depan pemerintah juga akan kembali merevitalisasi sejumlah pasar di Gianyar.

Bali Post/kmb35

PEMANTAUAN - Bupati Gianyar Made Mahayastra saat melakukan pemantauan ke Pasar Keramas, belum lama ini.

Rampung, Pembangunan Museum Subak Gianyar (Bali Post) Pembangunan Museum Subak yang berlokasi di Pantai Masceti akhirnya rampung. Museum ini diharapkan bisa menjadi objek daya tarik wisata baru, bahkan akan dirancang dalam satu paket wisata yang lengkap. Jumat (7/12) kemarin, Pemkab Gianyar melaksanakan upacara Padudusan Alit di Museum Subak Gianyar. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar I Gusti Ngurah Wijana m e n gatakan, Museum S u b a k m u l a i dibangun pada tahun 2014 lalu. Pembanguan museum di atas lahan seluas 6,5

hektar tersebut menggunakan konsep Tri Hita Karana. Untuk parahyangan, Pura Masceti di-empon oleh 20 subak. Pawongan adalah krama subak itu sendiri dan palemahan-nya adalah areal bangunan Museum Subak. ‘’Pembangunan Museum Subak ini merupakan pengembangan potensi yang dimiliki Pantai Masceti sebagai destinasi wisata spiritual dan bahari. Keberadaan Museum Subak diharapkan mampu menjadi destinasi pariwisata baru di kawasan Gianyar Timur, sehingga terjadi pemerataan destinasi wisata antara Gianyar Timur dengan Barat seperti kawasan Ubud dan sekitarnya,’’ ujar Wijana. Selain menampilkan sejarah perkembangan subak di Bali serta koleksi alat-alat pertanian tradisonal, kata Wijana, Museum Subak Gianyar juga akan menyediakan ruang pameran tidak tetap, seperti pameran lukisan, kerajinan serta pengembangan wisata kuliner. Rencananya juga akan dibangun stage nyatur desa sebagai tempat pementasan. ‘’Ini semua akan dikemas dalam satu paket wisata yang lengkap, baik itu wisata sprititual, wisata edukasi, wisata kuliner, pameran kerajian, serta seni pertunjukan. Jadi, lengkap dalam satu lokasi,’’ katanya. Bupati Gianyar Made Mahayastra menambahkan, pembangunan Museum Subak Gianyar bersumber dari dana pusat Rp 30 miliar serta APBD Kabupaten Gianyar Rp 6 miliar.

‘’Museum Subak didirikan di samping sebagai upaya pelestarian juga merupakan sarana edukasi tentang keberadaan subak di Bali,’’ katanya. Menurut Mahayastra, pengembangan Museum Subak akan dilakukan secara bertahap, seperti pembangunan stage nyatur desa yang rencananya dibangun di sebelah selatan Gedung Museum Subak serta pengembangan destinasi wisata lainnya. ‘’Pantai Masceti sudah terkenal dengan wisata spiritual dan baharinya. Kita manfaatkan potensi itu, sehingga ke depan menjadi destinasi pariwisata yang lengkap. Jika ini berkembang dengan baik, imbasnya kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,’’ ujarnya. Jumat kemarin, Pemkab Gianyar melaksanakan upacara Pacaruan Rsi Gana Panca Kelud yang merupakan rangkaian dari Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Alit di Museum Subak Gianyar. Upacara ini di-puput Ida Pedanda Wayahan Bun, Geria Sanur Pejeng. Dengan dilaksanakannya upacara ini maka proses pembangunan Museum Subak Gianyar untuk tahap awal rampung. ‘’Upacara ini sebagai bagian memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk menetralisasi atau pembersihan secara niskala terhadap hal-hal negatif selama proses pembangunan berlangsung sehingga dapat memberikan ketenangan dan kedamaian,’’ kata Mahayastra. (kmb35)

Kodim 1616/Gianyar Gelar Bakti Sosial Gianyar (Bali Post) Kodim1616/Gianyar mengelar kegiatan bakti sosial di Balai Banjar Kabetan, Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, Kamis (6/12). Mengusung tema ‘’Untuk Mewujudkan Harmoni Indonesia’’, kegiatan bakti sosial ini diisi dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan hingga donor darah oleh anggota TNI/Polri. Danramil 1616-01/Gianyar Kapten Inf. Hengky H mengatakan, kegiatan ini digelar untuk menyambut Hari Bulan Bakti Kesetiaan Nasional, Kesetiakawanan Sosial Nasional, Hari Juang Kartika (HJK) dan Hari Disabilitas Internasional 2018. ‘’Bakti sosial ini diisi dengan kegiatan donor darah, pengobatan gratis, pemeriksaan katarak dan pasar murah dari Koperasi Kartika Arta Karya Kodim 1616/Gianyar,’’ ujarnya. Dikatakan, pada kesempatan itu TNI juga melaksanakan penyerahan bantuan kursi roda kepada penyandang disabilitas, paket sembako kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan kepada purnawirawan, warakauri, veteran serta paket perlengkapan alat sekolah kepada siswa-siswi berprestasi dari keluarga miskin. Sementara itu, Asisten I Sekda Kabupaten Gianyar Wayan Suardana, S.Sos. menegaskan, momen peringatan Hari Juang Kartika 2018 dapat dijadikan momentum bagi semua komponen dalam meningkatkan kecintaan terhadap NKRI. ‘’Kita berkaca dengan perjalanan sejarah

perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan,’’ katanya. Suardana juga mengingatkan, sejarah peristiwa pertempuran ambarawa yang kini diperingati oleh TNI, khususnya Angkatan Darat sebagai Hari Juang Kartika. ‘’Peristiwa ini telah mengajarkan kita bahwa semangat persatuan, kesetiakawanan, dan kemanunggalan antara TNI bersama rakyat telah mampu m e n g u si r penj aj ah yang berupaya merebut kembali kemerdekaan dari bangsa kita,’’ tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

BAKTI SOSIAL - Suasana kegiatan bakti sosial oleh jajaran TNI di Balai Banjar Kabetan, Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, Kamis (6/12).

Dikonfirmasi Jumat (7/12) kemarin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar Wayan Suamba mengatakan, beberapa hari lalu Bupati Gianyar Made Mahayastra melakukan pengecekan pengerjaan Pasar Keramas. Dikatakan, pengerjaan pasar ini memang belum rampung 100 persen. “Masih ada pengerjaan lagi sedikit-sedikit, karena memang masih ada sisa waktu pelaksanaan,” ujarnya. Menurut Suamba, pengerjaan Pasar Keramas memang tidak rampung tahun ini. Proses finishing pasar tersebut akan dikerjakan tahun depan. Apabila pasar ini sudah rampung, diperkirakan bisa menampung 200 lebih pedagang. “Pengerjaannya dilanjutkan tahun depan, yakni untuk finishing hingga penataan pedagang. Harapan

kami, pasar ini bisa menampung lebih banyak pedagang dari sebelumnya. Ini juga mengacu pada SNI pasar. Yang jelas, terkait jumlah pedagang akan dirembugkan dengan pihak pengelola dan desa,” tegasnya. Suamba menambahkan, kelanjutan pembangunan Pasar Keramas dipastikan menggunakan APBD 2019. Selain Pasar Keramas, sejumlah pasar yang juga dikerjakan tahun ini dipastikan rampung Desember ini. Di antaranya, Pasar Silakarang, Pasar Desa Lebih, Pasar Desa Medahan, Pasar Batubulan Kangin dan Pasar Desa Bedulu. Sejumlah pasar ini diperkirakan siap ditempati awal 2019 mendatang. Suamba mengatakan, tahun depan pemerintah juga akan merevitalisasi dua pasar rakyat, yakni Pasar Rakyat Bitra dan

Pasar Rakyat Buahan Kaja. Pembangunan dua pasar ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Perdagangan RI. “DAK Pasar 2019 itu nilainya Rp 3,6 miliar untuk dua pasar, yakni Pasar Rakyat Bitra dan Pasar Rakyat Buahan Kaja,” katanya. Selain dua pasar itu, tahun depan juga akan dilaksanakan revitalisasi Pasar Umum Gianyar. Perbaikan pasar dua lantai ke bawah sebagai basement dan empat lantai ke atas ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 250 miliar. Suamba juga mengaku optimis tahun depan bisa merealisasikan revitalisasi Pasar Seni Sukawati. “Kami optimis anggaran APBN untuk revitalisasi Pasar Seni Sukawati bisa kita dapatkan tahun depan,” ujarnya. (kmb35)

Tabrak Mobil ’’Pick-up’’ Pengendara Motor Tewas Gianyar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Gianyar kembali memakan korban jiwa, Jumat (7/12) kemarin. Seorang pengendara motor, Fandy Anwar Ramadhan, tewas setelah terlibat tabrakan adu jangkrik dengan mobil pick-up saat melintas di Jalan Raya Batubulan, Kecamatan Sukawati. Pemuda berusia 20 tahun yang badannya penuh tato ini sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tetap tidak tertolong. Kecelakaan maut itu terjadi di Jalan Raya Batubulan, tepatnya di depan SPBU Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Pada jam tersebut, kondisi lalu lintas sangat lengang. Fandy yang mengendarai sepeda motor Honda Beat DK 4930 KAG meluncur dari arah utara jalur tersebut. Kala itu, Fandy Anwar berada di belakang sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya. Fandy Anwar yang tinggal di Batubulan itu pun hendak menyalip motor di depannya. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju mobil Mitsubishi pick-up DK 8022 KC yang dikemudikan I Kadek Yudi Setiawan (21). Motor Fandy Anwar yang melewati jalur lawan itu langsung terlibat adu jangkrik dengan pick-up warna putih tersebut. Akibat kerasnya benturan, Fandy Anwar terpental dan mengalami luka di sekujur tubuhnya. Paha kanan korban patah terbuka, betis kaki kanan patah, tangan kiri patah, rahang bawah patah, leher belakang bengkak. Korban sempat dilarikan ke RSU Primagana di Batubulan. Sayang, nyawa Fandy tidak terselamatkan. Motor Fandy Anwar juga ringsek akibat benturan keras itu. Sedangkan mobil pick-up mengalami kerusakan pada bagian bodi depan. Yakni lampu depan bagian kanan mobil itu pecah dan bumper depan kanan penyok. Dikonfirmasi terpisah, Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Gusti Udayani Addi membenarkan adanya kasus lakalantas tersebut. Dikatakan, polisi sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. ‘’Kesimpulan sementara,

Bali Post/ist

PICK-UP - Mobil pick-up DK 8022 KC yang ditabrak oleh Fandy Anwar Ramadhan, Jumat (7/12) dini hari kemarin.

pemotor ini mengambil haluan melewati as jalan saat akan mendahului kendaraan di depannya,’’ katanya seraya menambahkan, Fandy Anwar ditetapkan sebagai korban sekaligus tersangka pada lakalantas tersebut. (kmb35)


JEMBRANA

10

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

Penyeberangan Libur Nataru di Gilimanuk dan Ketapang

Roda Dua dan Penumpang Wajib Gunakan ’’E-Money’’ Negara (Bali Post) -

Menjelang libur panjang Galungan, Natal, dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi lalu lalang kendaraan yang masuk dan keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk meningkat. Pihak ASDP Ketapang-Gilimanuk sejak awal mulai berbenah untuk kelancaran penyeberangan. Khusus pengguna jasa yang akan menyeberangi Selat Bali sudah ditetapkan menggunakan e-money (nontunai). Pembelian tiket cashless itu diwajibkan untuk sepeda motor (R2) dan penumpang.

Bali Post/olo

PENYEBERANGAN – Sebuah kapal penyeberangan yang melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Khusus pengguna jasa yang akan menyeberang di Selat Bali sudah ditetapkan menggunakan e-money (nontunai). Pembelian tiket cashless itu diwajibkan untuk sepeda motor (R2) dan penumpang.

Bus Sekolah akan Kembali Diaktifkan Hanya Satu Bus Layani Siswa SMP Wilayah Kota

Negara (Bali Post) – Bus Sekolah yang sebelumnya pernah digunakan para siswa di Kabupaten Jembrana akan diakfitkan kembali. Namun, operasionalnya hanya terbatas di wilayah kota Negara dan

untuk siswa SMP. Baru satu unit bus yang akan dioperasionalkan. Bus itu pun merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan RI. Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan Perikanan I Made Dwi Maharimbawa,

Bali Post/olo

BUS SEKOLAH – Bus Sekolah dengan kapasitas 26 seat akan dioperasionalkan untuk melayani siswa SMP.

Jumat (7/12) kemarin, mengatakan bantuan bus sekolah tersebut merupakan usulan dari Dinas PKP Jembrana tahun 2018. Dengan spesifikasi Isuzu NQR dengan 26 tempat duduk. Namun, diakuinya, untuk operasionalnya masih sedang dikaji salah satunya apakah akan dipungut biaya atau digratiskan. ‘’Bus ini hanya untuk sekitar kota saja. Terkait juga dengan zonasi, mungkin SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 3 Negara,’’ tandas Maharimbawa. Secara teknis dalam sekali antar atau jemput, dua kali trip. Dan selanjutnya akan ditetapkan jalurnya di seputaran tiga SMP di dalam kota Negara itu. Fungsi utamanya adalah membiasakan siswa untuk menggunakan moda transportasi umum. Bus sekolah ini, menurutnya, juga solusi bagi orangtua yang tidak bisa mengantarkan

anak-anaknya serta mengurai kemacetan. Termasuk menghindari anak-anak yang belum cukup umur membawa kendaraan bermotor. Bus dengan warna dominan kuning ini kemarin diuji coba berkeliling di seputaran kota Negara. Bupati Jembrana I Putu Artha bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut menumpang bus tersebut. Bupati Artha berharap bus sekolah dapat dimanfaatkan dengan baik, utamanya membantu sarana transportasi para pelajar di Jembrana. Aspek pelayanan transportasi, menurutnya, merupakan tanggung jawab pemerintah. ‘’Ini bagian support kita dari pemerintah agar murid-murid yang membutuhkan bus sekolah bisa difasilitasi, sekaligus bagian pelayanan transportasi yang lebih peduli pada hak anak,’’ ungkapnya. (kmb26)

Manajer Operasional ASDP Gilimanuk Heru Wahyono saat dikonfirmasi, Jumat (7/12) kemarin, mengatakan pada Nataru ini diperkirakan akan ada kenaikan jumlah pengguna jasa penyeberangan. Rata-rata dua persen dibanding jumlah tahun lalu, baik sepeda motor (R2), mobil dan sejenis (R4) maupun penumpang. Untuk tahun 2017 lalu, tercatat jumlah kendaraan yang keluar Bali, R2 sebanyak 44.390 unit, kendaraan R4 61.969 unit dan penumpang 436.453 orang. Tahun ini, diperkirakan akan meningkat dua persen. ASDP menurutnya juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana termasuk perbaikan salah satu dermaga Ponton yang sudah rampung.

Dengan telah rampungnya perbaikan dermaga Ponton, sehingga sudah ada tujuh dermaga yang digunakan pada libur akhir tahun ini. ‘’Secara umum sudah siap untuk sarana dan prasarana. Nanti kita juga akan buat posko,’’ terang Heru. Yang berbeda dibandingkan tahun lalu adalah sistem pembayaran di loket. Baik di Ketapang maupun Gilimanuk menerapkan e-money. Tetapi belum diterapkan untuk semua kendaraan. Yang wajib menurutnya masih roda dua dan penumpang. Sedangkan untuk R4, truk, dan bus menurutnya masih hybrid. Artinya, bisa menggunakan e-money ataupun uang tunai. ‘’Untuk roda dua dan penumpang sudah wajib. Kita masih

bekerja samanya dengan Himbara (Himpunan Bank Negara), di luar kartu itu tidak bisa,’’ tandas Heru. Berkaca dengan uji coba sebelumnya, para penumpang maupun pengendara sepeda motor yang hendak menyeberang sudah terbiasa. Namun, pihak ASDP tetap menyiapkan lokasi untuk membeli kartu maupun mengisi saldo kartu. Nantinya, secara keseluruhan kendaraan akan diterapkan sistem cashless. Dari pengalaman tahuntahun sebelumnya, kepadatan kendaraan di Gilimanuk terjadi seusai perayaan Tahun Baru. Wisatawan yang sebelumnya masuk ke Bali secara bergelombang, akan kembali menyeberang ke Pulau Jawa. (kmb26)

Operasi Lilin Agung 2018

Satlantas Polres Siap Urai Kemacetan Jalur Denpasar-Gilimanuk Negara (Bali Post) – Jalur Denpasar-Gilimanuk yang merupakan jalur utama dari Jawa akan mendapatkan pengamanan terkait pengaturan lalu lintas. Khusus dalam rangka Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan digelar operasi Lilin Agung 2018. Satlantas Polres Jembrana mengerahkan 200 personel guna memastikan jalur yang padat dilintasi kendaraan, baik dari Jawa maupun Bali ini aman. Kasatlantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiatmoko mengatakan, Operasi Lilin Agung 2018 akan dimulai pada 21 Desember hingga 1 Januari 2019. Salah satu fokus pengamanan terkait kelancaran lalu lintas dan khusus lantas akan diterjunkan 200 personel. Tugasnya untuk melakukan pengamanan serta penguraian

kemacetan dan meminimalisir lakalantas. Diakui AKP Yoga, ada sejumlah titik rawan dan sudah dipetakan di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana. Ia mencontohkan jalur rawan lakalantas itu dari Gilimanuk menuju kota Negara. Pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan agar tetap waspada serta berhati-hari dalam berkendara. Dari informasi, sebagian besar kecelakaan yang terjadi diakibatkan faktor human error. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan apabila kelelahan untuk beristirahat dan jangan memaksakan diri. Apalagi di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk sudah banyak tempat istirahat (rest area). Berdasarkan data di Satlantas Polres Jembrana selama

November hingga Desember awal ada 38 kasus kecelakaan. Dari jumlah itu terinci 10 kecelakaan di bulan November dan sisanya di bulan Desember. Dampak kecelakaan itu, dua orang meninggal dunia (MD) dan beberapa mengalami luka ringan. Sedangkan untuk kerugian material mencapai Rp 26 juta di November. Sementara dalam periode 11 bulan ini, menurutnya, ada 105 kecelakaan. Dari Januari hingga November. Rinciannya di Januari 6 kejadian, Februari 9, Maret 6, April, Mei dan Juni sama-sama 12 kejadian. Bulan Juli 11 kejadian serta Agustus September dan Oktober ada 9 peristiwa kecelakaan. Dari 109 kejadian kecelakaan itu berdampak pada 47 orang meninggal dunia dan 112 luka ringan. Sementara untuk kerugian Rp 296.700.000 (kmb26)

Anggaran Daerah Terbatas

Kelanjutan Pembangunan Terminal Kargo Tunggu Dana APBN Negara (Bali Post) Pembangunan terminal angkutan barang (kargo) di Gilimanuk tepatnya Lingkungan Penginuman belum berlanjut. Terminal seluas 3,5 hektar yang rencananya difungsikan untuk keperluan kendaraan barang ini hingga kini belum dioperasikan. Dari informasi, belum dilanjutkannya pembangunan terminal ini dipicu anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Sementara kemampuan keuangan daerah masih difokuskan untuk

kegiatan lain yang lebih penting. Kepala Bidang Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Gusti Agung Kade Oka Diputra, Jumat (7/12) kemarin, mengatakan untuk kelanjutan pembangunan terminal barang Gilimanuk diakui membutuhkan biaya yang sangat besar. Diperkirakan, untuk kelanjutan pembangunan terminal seperti pemadatan dan lain-lainnya memerlukan anggaran Rp 12 miliar. Pemkab mengusulkan

kelanjutan pembangunan melalui APBN dan diharapkan bisa terealisasi tahun depan. Pengajuan proposal usulan peningkatan landasan terminal barang itu menurutnya sudah dilakukan. Areal lapang yang sangat luas ini juga bisa dimanfaatkan untuk pengalihan antrean saat arus mudik sedang mencapai titik puncaknya. Terminal yang berada di dekat Gelung Kori Gilimanuk terakhir dibangun tahun lalu dengan peker-

jaan pemadatan dan sejumlah bangunan serta kantor. Setelah itu, pekerjaan belum ada lagi. Areal ini akhirnya sempat digunakan darurat menampung kendaraan pribadi saat arus mudik pertengahan tahun lalu. Lahan yang sangat luas ini untuk mengantisipasi antrean panjang saat puncak mudik Lebaran lalu. Setelah itu, kini lahan tersebut juga masih digunakan untuk parkir truk. Meskipun belum resmi dioperasionalkan, beberapa

Warga Pancardawa Protes

Akses Jalan Terhalang Truk Lebihi Tonase Negara (Bali Post) – Aktivitas pembangunan perumahan di Pendem dikeluhkan warga. Truk-truk yang diduga melebihi muatan material melintas dan antre hendak masuk ke lokasi perumahan. Warga tidak keberatan adanya perumahan itu. Hanya, warga merasa kasihan dengan jalan aspal yang semakin rusak. Pasalnya, sejak masuk Jalan Rajawali di lingkungan Satria sejatinya terpasang papan batas maksimal tonase kendaraan ialah 5 ton. Faktanya, dump truck penuh muatan bisa leluasa masuk. Bahkan hingga ke jalan subak dilintasi truk-truk untuk ke lokasi perumahan. ‘’Kalau memang terus melintas, copot sekalian rambu peringatan tonase itu. Kasihan jalannya sudah diaspal pemerintah, truk melebihi tonase leluasa melintas,’’ keluh warga yang ditemui, Jumat (7/12) kemarin. Jalan yang dilintasi itu masuk Lingkungan Pancardawa, sedangkan perumahan berada di Lingkungan Pendem. Selain terkait beban muatan, warga sekitar perumahan tepatnya di belakang SD Negeri 1 Pendem mengeluhkan jalan yang

terhadang truk-truk di tengah jalan. Truk-truk tersebut antre untuk menurunkan muatan material ke perumahan yang sudah banyak terbangun unitnya. Salah seorang warga Nyoman Piko kemarin, sempat menegur sopir-sopir truk tersebut. Ia menyampaikan bahwa jalan tertutupi truk yang berjejer memenuhi jalan. Sejatinya truk juga bisa melintasi jalan lainnya di sisi barat. Namun mengapa justru memenuhi jalan tersebut. Apalagi jalan ini merupakan akses jalan tembus penghubung Kelurahan Pendem - Kelurahan Baler Bale Agung. Kalaupun memang melintasi jalan itu, mengapa tidak dilansir saja kendaraannya menggunakan kendaraan yang lebih kecil. Apalagi kendaraan truk yang lewat ini melebihi tonase jalan. Sementara itu, Kaling Pancardawa Putu Sagung Suparwayasa yang dikonfirmasi mengatakan, perumahan itu ada di wilayah Lingkungan Pendem di Jalan Pengastian. Namun, truk-truk yang mengangkut material berat lewat jalur Pancardawa atau sebelah selatan SDN 1 Pendem ke

barat. Jalan tersebut dibatasi beban muatannya. Menurut Suparwayasa, wajar jika warga keberatan apalagi tidak pernah ada koordinasi dari pengembang kepada pihaknya. ‘’Kalau bias, truk-truk itu lewat jalur Pendem saja atau agar masalah ini dikoordinasikan dulu. Jika harus lewat Pancardawa agar dilansir,’’ jelasnya. Di sisi lain, Lurah Pendem Wayan Putra Mahardika men-

gatakan pihak pengembang setahunya sudah mengurus izin. ‘’Tapi apakah sudah keluar izinnya atau belum saya belum tahu. Coba nanti saya tanyakan,’’ katanya. Diakui memang ada warga yang keberatan dengan truk-truk yang melalui jalan di Pancardawa karena dikhawatirkan jalan aspal rusak. Karena itu, pihaknya sudah meminta kepada pihak pengembang agar dilansir (kmb26)

Bali Post/olo

PADATI JALAN – Sejumlah truk material yang antre untuk pembangunan perumahan di Pendem memadati jalan.

truk diparkir sementara di sekitar areal terminal. Rencana awal, terminal ini juga sebagai solusi kendaraan kelebihan muatan yang sering melintas di jalan Denpasar-Gilimanuk. Truk-truk yang kelebihan muatan, dilansir atau sementara ditempatkan di terminal ini. Sekaligus untuk rest area khusus kendaraan barang. (kmb26)

Bali Post/olo

TUNGGU APBN - Kelanjutan pembangunan Terminal Barang (kargo) Gilimanuk membutuhkan anggaran yang cukup besar. Pemkab mengusulkan kelanjutan pembangunan melalui APBN dan diharapkan bisa terealisasi tahun depan.


Sabtu Paing, 8 Desember 2018

KARANGASEM

11

Langgar Sempadan Pantai

Satpol PP Perintahkan Bongkar Warung Nengah Suma

Amlapura (Bali Post) Warung milik I Nengah Suma di Pantai Amed, Kecamatan Abang, diperintahkan dibongkar oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja. Pembongkaran warung itu dilakukan berdasarkan surat perintah dari Kasatpol PP Pemkab Karangasem akibat warung itu dikategorikan melanggar sempadan pantai. Sekdis Pol. PP Karangasem I Made Subagia Wijaya, Jumat (7/12) kemarin, membenarkan pihaknya dari Satpol PP sudah melayangkan surat perintah yang ditandatangani Kasatpol PP I Ketut Wage Saputra. Dikatakan, sebenarnya pemilik warung, Ketut Suma, sudah berulang kali dibina. Selain itu, sudah tiga kali diberikan surat teguran. Karena surat teguran itu tidak digubris, maka dilayangkan surat per-

ingatan sampai tiga kali. Surat peringatan dan teguran itu isinya agar membangun tempat usaha itu tidak melanggar peraturan tentang sempatan pantai. Surat itu juga tetap tidak digrubris. Wijaya menambahkan, satpol PP akhirnya melayangkan surat perintah pembongkaran No. 3314/575/ bid. trantib/Satpol PP/2018. Bunyi surat perintah itu, supaya pemilik warung yang menjorok ke pantai itu

membongkar sendiri bangunannya. Sebab, warung sudah melanggar sempadan pantai. Pada surat perintah pembongkaran itu ada pernyataan jika hal itu tidak diindahkan sejak tujuh hari surat itu diterbitkan, maka akan dilakukan pembongkaran paksa oleh Satpol PP dan Tim Yustisi produk hukum Pemkab Karangasem, Senin (10/12) mendatang. ‘’Ki t a ber har ap pem i liknya, Nengah Suma, mau

membongkar sendiri bangunannya itu. Kalau tidak, kami sudah meminta bantuan pihak kepolisian melakukan eksekusi berupa pembongkaran hari Senin, tiga hari lagi,’’ ujar Made Subagia Wijaya, Jumat kemarin. Apa yang dilakukan semata-mata guna menata pantai agar tidak terjadi kesemrawutan, sehingga daya tarik wisata itu diharapkan tetap baik, elok, dan berkelanjutan. ‘’Pemerintah tugasnya mengatur, sehingga tidak semraut,’’ ujarnya. Palungan ‘’Peuyahan’’ Di lain pihak, Nengah Suma mengakui pihaknya su-

dah menerima surat perintah pembongkaran dari Satpol PP Karangasem, Senin (3/12) lalu. Dia mengatakan, tempat yang dikatakan melanggar sempadan pantai oleh Satpol PP itu bukan berupa warung, mamun hanyalah peuyahan (palungan tempat menjemur garam). ‘’Saya memang memiliki tempat usaha berupa warung agak ke darat. Namun, bangunan tempat menjual minuman untuk turis atau wisatawan lokal itu ada di tanah milik pribadi yang sudah bersertifikat. Kalau yang di atas pasir itu palungan peuyahan,’’ ujar Suma. Palungan peuyahan itu

adalah tempat penjemuran garam tradisional. Dikatakan, hasil garam itu dikatakan lebih baik kalau dijemur di atas pasir. ‘’Kalau pihak Satpol PP mau membongkar, ya… silakan saja,’’ katanya. Pihaknya, kata Suma, tidak akan melakukan pembongkaran sendiri. Dia menunggu pihak Satpol PP. Suma juga mempertanyakan kenapa ia berusaha di tempatnya kemudian diperintahkan membongkar warung sendiri. Padahal juga ada banyak bangunan lainnya yang melanggar sempadan pantai. Di antaranya, Suma menyebut tiga usaha seperti warung, tempat menjual minuman

dan bar. Suma mengakui kalau awalnya Satpol PP datang meninjau lokasi warung tempat penjemuran penggaraman itu, setelah ada laporan dari para nelayan. Sebenarnya, tempat penjemuran penggaramannya jika air laut itu surut jaraknya sekitar 50 meter. Namun saat air laut pasang, memang jaraknya 10 sampai 15 meter. ‘’Lokasi saya berada di tengah-tengah. Kalau untuk menjemur garam diusahakan lebih ke darat atau digeser ke sebelah agar dapat sinar matahari. Sebab, tempat saya diapit usaha lainnya,’’ paparnya. (kmb41)

Kasus Gizi Buruk Capai 17 Orang

Bisa Picu Kelainan Jantung dan Radang Paru Amlapura (Bali Post) Kasus gizi buruk di Karangasem tahun ini mencapai 17 orang dihitung sejak Januari - November 2018. Gizi buruk itu tersebar di beberapa kecamatan, kecuali Kecamatan Karangasem. Tercatat gizi buruk terbanyak ada di Kecamatan Selat yakni mencapai lima orang. Kemudian Kecamatan Kubu dan Abang masing-masing tiga orang. Berikutnya, Kecamatan Bebandem dan Manggis dua orang, serta Kecamatan Sidemen dan Rendang satu orang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gusti Bagus Putra Pertama, Jumat (7/12) kemarin mengungkapkan, kasus gizi buruk itu menimpa anak usia tiga sampai lima tahun. Yang terkena gizi buruk itu sebagian besar disebabkan memiliki kelainan sejak lahir. ‘’Ada kelainan jantung, hydrocephalus, radang paru. Kelainan itu mengakibatkan perkembangan anak-anak jadi lambat tidak sesuai pertumbuhan usianya. Malah kemudian bisa menderita epilepsi, dan celebralpalsy (gangguan otot). Selain faktor psikis, perkembangan berat badan si anak juga ikut terhambat,’’ ungkapnya. Namun dari 17 penderita gizi buruk itu tercatat lima orang sudah membaik. Parameternya berat badannya sudah meningkat. Sisanya 12 orang masih dalam proses pengobatan oleh Tim Dinas Kesehatan. ‘’Gizi buruk ini murni disebabkan faktor kelainan, bukan kekurangan makan,’’ jelasnya. Ditambahkan , untuk mengatasi kasus gizi buruk di Karangasem, Dinas Kesehatan terus menggelar kegiatan intervensi gizi. Setiap penderita gizi buruk diberi makan tambahaan berupa biskuit dan susu. Tujuannya untuk meningkatkan berat badan anak itu. Pemberian makanan tambahan itu biasanya dilakukan selama 90 hari. Seandainya tidak ada perkembangan, pemberian makanan itu akan diperpanjang 90 hari. ‘’Tim juga terus memantau kondisi anak setiap bulan untuk mengetahui berat badan anak itu,’’ tambahnya. Beberapa menu ekstra juga diberikan. Seperti susu, biskuit itu diberikan fungsinya menambah berat badan. Dana program perbaikan gizi buruk itu dari APBD sebesar Rp 170 juta. Anggaran ini dialokasikan setahun. ‘’Seandainya tidak cukup kita usulkan di APBD Perubahan,’’ ungkap Pertama. Untuk diketahui, kasus gizi buruk di Karangasem sudah terjadi tiap tahun. Masalahnya hampir sama, yakni ada kelainan sejak anak itu dilahirkan. Kasus gizi buruk tahun 2018 itu sudah ada penurunan dibandingkan 2017 sebanyak 27 orang, sedangkan 2016 sekitar 31 orang. (kmb41)

Gusti Bagus Putra Pertama

Bali Post/kmb41

RUSAK PARAH - Kendaraan ketika melintas di jalan yang kondisinya rusak parah di Desa Tianyar Tengah, Kubu, Karangasem.

Bali Post/kmb41

Rusak Berat, Akses Jalan Tiga Banjar di Tianyar Tengah

Amlapura (Bali Post) Infrastruktur jalan di Kabupaten Karangasem ternyata cukup banyak yang mengalami kerusakan. Seperti akses jalan di Desa Tianyar Tengah, Kubu. Kondisinya benar-benar rusak parah. Jalan itu memang sudah diaspal, tetapi sudah lama, pada zaman Bupati Karangasem Gede Sumantara. Berdasarkan pantauan di lapangan, hampir sepanjang jalan di Desa Tianyar Tengah, mengalami kerusakan

cukup parah. Tampak jalan aspal sudah mengelupas. Batu gladak yang sebelumnya berjejer rapi bermunculan ke permukaan. Bahkan, banyak batu yang berserakan di jalan dan bibir jalan. Sudah pasti, kondisi seperti itu sangat membahayakan pengguna jalan. Jika pada musim hujan maka jalan–jalan jadi banyak berlubang. Jika tergenang air hujan maka akan membahayakan pengguna jalan. Makin berbahaya karena banyak tanjakan dan jalan

juga sempit. Bahkan, di beberapa jalan tanjakan, kerusakan lebih parah. Karena itu, pengguna jalan di sana harus ekstra hati-hati saat melintas. ‘’Ya jalannya sudah lama rusak. Malah sudah sekitar lima tahunan. Sampai saat ini, belum mendapatkan perbaikan. Semoga ke depannya, bisa diperbaiki oleh pemerintah,’’ harap Ketut Kapal, salah satu warga. Kapal menjelaskan, jika akses jalan itu merupakan jalan penghubung pertama

tiga banjar yakni Banjar Budal, Banjar Pandan Sari, dan Banjar Dalem, Tianyar Tengah, Kubu. Jalan itu merupakan jalan utama menuju ketiga banjar yang posisinya di bagian atas. Mulusnya jalan di sana memang benar-benar sangat diharapkan warga. Dengan jalan mulus, semuanya akan mudah. Seperti anak-anak ke sekolah termasuk para petani yang akan menjual hasil pertanianya ke Pasar Ling. Warga berharap jalan ini segera mendapat perha-

tian dari pemerintah. Dijelaskan saat ini menuju Banjar Budal, memang sudah ada jalan baru yang tembus ke sana. Jalan ini kondisinya malah cukup bagus. Hanya, warga tetap cukup banyak menggunakan jalan lama itu. Sementara itu, di jalur jalan ini ada dua SD di sana. Sehingga jalan ini perlu dapat perbaikan untuk kelancaran anak-anak sekolah dan petani menjual komoditasnya ke pasar. (kmb41)

gelar Sekolah Siaga Bencana, serta bekerja sama dengan Geologi Bandung. Program ini

menjadi agenda rutin yang akan digelar setiap tahun,’’ imbuh Arimbawa. (eka)

Desa Tangguh Bencana Dibentuk Di Sekolah Dilatih Siaga Bencana

BPBD Karangasem segera membentuk Desa Tangguh Bencana. Pembentukan Desa Tangguh Bencana itu disebut sangat strategis dan sifatnya urgen. Pasalnya, Karangasem merupakan daerah paling rawan terkena bencana. Dibandingkan daerah lainnya di Bali, ternyata kabupaten paling timur di Bali itu dikategorikan berada pada urutan pertama sebagai daerah yang paling tinggi risiko bencananya. Lalu, bagaimanakah model Desa Tangguh Bencana dan bagaimana halnya dengan Sekolah Siaga Bencana itu? KEPALA Pelaksana BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa mengatakan, BPBD sejauh ini sudah melakukan aksi di lapangan. Jika dikalkulasi tercatat baru membentuk delapan Desa Tangguh Bencana. Disebutkan, lebih banyak di daerah pegunungan dibandingkan di tepi laut yakni Desa Purwakerti, Duda Timur, Besakih, Bunutan, Ulakan, Bebandem, Sangkan Gunung, dan Sengkidu. ‘’Delapan desa ini dipilih sebagai Desa Tangguh Bencana karena risiko kebencanaan di wilayah itu memang

relatif tinggi. Seperti Besakih rawan terjadi erupsi. Sangkan Gunung, Duda Timur, Bebandem rawan tanah longsor. Sedangkan Sengkidu, Ulakan, Bunutan rawan tsunami,’’ ujarnya. Mantan Kabid Pemadam Kebakarn (Damkar) Karangasem itu menambahkan, tahun 2019, BPBD berencana menambah satu Desa Tangguh Bencana. Rencana Arimbawa memilih daerah yang memiliki risiko bencana cukup tinggi, serta mengancam warga. BPBD Karangasem set-

iap tahun membentuk Desa Tangguh Bencana dengan anggaran sekitar Rp 250 juta. Setiap dibentuk Desa Tangguh Bencana itu, warga diberi edukasi terkait penanggulangan bencana seperti pelatihaan serta sosialisasi terkait kebencanaan. Daerah yang ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana biasanya memiliki struktur dan penugasan. Setiap KK diberikan tugas berbeda-beda. Ada yang bertugas melakukan evakuasi, mengumpulkan logistik, serta mengoordinasikan saat bencana.

‘’Melalui program ini, kita berharap warga tak panik saat terjadi bencana. Program ini sangat membantu masyarakat. Makanya, kita berharap, setiap tahun bisa dibentuk 3 - 5 daerah tangguh bencana. Untuk sekarang, kita hanya bisa bentuk satu,’’ jelasnya. Selain bentuk Desa Tangguh Bencana, BPBD juga membentuk Sekolah Siaga Bencana. Tahun depan, Sekolah Siaga Bencana itu rencananya dilaksanakan di SMA 1 Amlapura. Sekolah ini dipilih lantaran sering terjadi

gempa. Seperti saat gempa Lombok lalu. ‘’Kita baru pertama meng-


KLUNGKUNG

12 SOSOK Program Plus

BANYAK sekolah swasta belakangan kesulitan bersaing dengan sekolah negeri. Akibatnya, banyak sekolah swasta mulai mati pelan-pelan, karena sulit bersaing. Tetapi, tidak dengan SMA Pariwisata Saraswati Klungkung. Di sini justru minat siswa bersekolah di sekolah plus pariwisata ini cukup tinggi. Lulusannya juga siap kerja, karena ada program plus pariwisata yang digarap serius. Demikian diungkapkan Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung Gusti Made Subrata saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Ujian Praktik Pariwisata bagi siswa kelas XII di sekolah setempat, Kamis (6/12) lalu. Tahun ini, ada sekitar 400 siswa kelas XII mengikuti ujian praktik dari total keseluruhan siswa 1.218 orang. Subrata menegaskan, kemampuan bidang pariwisata yang didapat di sekolah, justru ini yang mayoritas mampu membuat siswa lebih cepat terserap ke dunia kerja. Baik untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja akomodasi pariwisata maupun di kapal pesiar. “Setiap tahun biasanya sebelum kelulusan, siswa kami sudah dicari untuk bekerja di tempat mereka,” kata Subrata. Selain pendidikan akademis, sebagai sekolah plus pariwisata, siswa mendapatkan dasar-dasar kompetensi kepariwisataan. Keseriusan mengelola program plus pariwisata ini dengan sasaran yang jelas, membuat banyak siswa memilih SMA Pariwisata Saraswati. “Terakhir, kami sampai menolak 300 siswa. Kami tidak bisa menerima siswa lebih dari sembilan kelas, biar kami mengajarnya maksimal,” tegas Subrata yang sudah menjadi Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung sejak tahun 1994 ini. Dia mengaku bersyukur setiap lulusan mampu terserap di dunia kerja, apalagi itu di bidang pariwisata. Kini, dia mengakui banyak siswa yang menemuinya menyampaikan terima kasih, karena kini sudah sukses. “Bahkan, ada siswa yang sampai lupa mengambil ijazahnya. Yang paling lama itu ada siswa lulus sejak tahun 2006, baru ingat ambil ijazah, setelah sekian lama di kapal pesiar,” ujar Subrata yang dikenal dekat dengan siswa dan guru-guru setempat ini. (gik)

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Digelar 10 Desember Berkat Permen 61, Peserta Jadi 294 Orang

Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung sudah merilis jadwal resmi pelaksanaan SKB (Seleksi Kompetensi Bidang). Rencananya, pelaksanaan SKB akan dipusatkan di Makodam IX/Udayana pada 10 Desember lusa. Kepastian jadwal SKB akhirnya keluar setelah kemunculan Peraturan Men-PAN RB Nomor 61 Tahun 2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tahun 2018. Kemunculan Permen 61 ini membuat peserta SKB menjadi 294 orang.

Komang Susana

Sebelumnya, sesuai Peraturan Men-PAN RB Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan CPNS Tahun 2018, awalnya hanya 83 orang yang lulus passing grade, dari peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebanyak 1.596 orang. Jumlah peserta 83 orang, jelas belum memenuhi kuota CPNS Klungkung sebanyak 176 formasi. Sehingga kemunculan Permen 61 ini menambah 215 peserta lagi, karena Panselnas mengeluarkan aturan baru menggunakan sistem perankingan. “Setelah ada Permen 61, peserta tes SKB jadinya total 294 orang,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangam SDM Klungkung Komang Susana, Jumat (7/12) kemarin.

Susana menambahkan, pihaknya sudah mengumumkan secara lengkap tahapan tes SKB. Dia meminta seluruh peserta yang tercantum namanya, bisa mempersiapkan diri dengan baik. Datang ke lokasi 60 menit sebelum pelaksanaan tes dimulai, persiapkan perlengkapan baik KTP maupun Kartu Peserta Ujian. Peserta yang terlambat, tidak akan diperkenankan mengikuti seleksi alias dianggap gugur. “Setelah pelaksanaan tes SKB, mengenai pengumumannya akan disampaikan lebih lanjut oleh Panselnas. Nanti langsung pengumuman, tidak ada lagi tes wawancara,” kata Susana. Disinggung mengenai adanya formasi yang kosong pelamar, khususnya pelamar tenaga teknis, dia mengaku ini

belum menjadi fokus Panselnas. Persoalan ini, katanya, akan dibahas lagi setelah proses seleksi hingga pengumuman selesai. Total jumlah formasi yang kosong karena tidak ada pelamar maupun formasi yang ada pelamar tetapi tidak lulus administrasi sebanyak 24 formasi. Dari 176 formasi CPNS, terdiri dari tenaga guru sebanyak 70 formasi, tenaga kesehatan 56 formasi dan tenaga teknis 50 formasi. Sementara jumlah pelamar sebanyak 1.894 orang. Sebelumnya, hasil seleksi administrasi, jumlah pelamar yang lulus administrasi sebanyak 1.629 orang. Dari seluruh pelamar yang lolos tes administrasi, jumlah pelamar yang datang mengikuti tes SKD saat itu sebanyak 1.596 orang. (kmb31)

Jumbara IV PMR 2018

Perkuat Prinsip Kemanusiaan Generasi Muda Semarapura (Bali Post) Keberadaan Palang Merah Remaja (PMR) dipersiapkan untuk memperkuat PMI (Palang Merah Indonesia). PMR sebagai generasi muda dan generasi penerus PMI ke depan, mesti diberikan pembinaan karakter sejak dini dengan berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Klungkung I Gede Putu Winastra pada acara pembukaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) IV PMR-PMI Kabupaten Klungkung 2018 di Lapangan Umum Desa Pau Kecamatan Banjarangkan, Jumat (7/12) kemarin.

Jumbara IV PMR-PMI kali ini diikuti 24 kontingen yang terbagi menjadi PMR Mula berjumlah 10 kontingen, PMR Madya 7 kontingen serta PMR Wira berjumlah 7 kontingen dari perwakilan setiap kecamatan dengan jumlah peserta yang terlibat 552 orang. Kegiatan ini berlangsung dari 7 Desember sampai dengan 11 Desember 2018. Winastra meminta pembinaan terhadap generasi muda harus terus diperkuat. Pengetahuan sikap, pendidikan karakter, seta keterampilan kepalangmerahan yang dimiliki mesti terus dikembangkan. Harapannya, anggota PMR

dapat berperan sesuai dengan tupoksinya. Melalui momentum ini, pihaknya meminta agar menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam ikrar dan komitmen PMR-PMI, sejalan dengan visi Klungkung unggul dan sejahtera. ‘’Manfaatkan waktu dengan sebaik- baiknya, dengan itu tunjukkan dedikasi atau kemampuan dan sportivitas untuk meraih prestasi dan menjadi generasi PMI berikutnya. Sebagai bagian upaya kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita,’’ katanya. Ketua Panitia Jumbara I Gusti Ketut Kaler menegas-

kan, Jumbara ini merupakan ajang pertemuan anggota PMR untuk saling berbagi, meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam suasana gembira, bersahabat dan pastisipatif. Adapun tujuan dari Jumbara kali ini yakni meningkatkan karater kepalangmerahan, memberikan wadah kepada PMR untuk belajar sebagai pendukung sebaya, Peer Support, Peer Educator, Peer Leadership. Selain itu, mampu mengaplikasikan tuju prinsip dasar gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dalam kehidupan sehari-hari. (kmb31) KEBIJAKAN KTR - Bupati Suwirta saat menjelaskan perihal kebijakan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) di Singapura. Kesukseskan Klungkung mengawal kebijakan KTR ini mendapat apresiasi hingga ke Singapura.

Bupati Suwirta Hadiri Pertemuan Pengendalian Tembakau dan Penyakit Tidak Menular di Singapura

Bagi Pengalaman Kemajuan KTR Klungkung

JUMBARA - PMR Madya dari SMPN 1 Semarapura saat mengikuti Jumbara IV PMR-PMI 2018.

Atlet Klungkung Pecahkan Rekor di Kejurnas Renang Indonesia Open Semarapura (Bali Post) Dua atlet renang Klungkung mencuri perhatian pada ajang Kejurnas Renang Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) di Kolam Renang Aquatic Gelora Bung Karno, Jakarta. Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 1 - 5 Desember lalu, dua atlet ini mampu memecahkan rekor KU Nasional dan Krapsi. Atlet tersebut Lisa Primasari memecahkan 1 rekor KU Nasional dan 2 rekor Krapsi. Rekor KU Nasional yang dipecahkan di nomor 50 gaya dada dari 00.36.39 atas nama Fatimah Anas tahun 2017 menjadi catatan waktu terbaik 00.35.97. Satu lagi atlet andalan Klungkung lainnya, Luh Made Budiartini Bandem, juga berhasil memperoleh

4 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu. Dia sekaligus berhasil memecahkan 1 rekor KU Nasional dan 3 rekor Krapsi. Dia memecahkan rekor KU Nasional yang dipecahkan pada nomor 200 bebas dari 02.17.02 atas nama atlet nasional Adinda Larasati Dewi tahun 2011 menjadi catatan waktu terbaik 02.16.98. Pada ajang ini, capaian atlet Klungkung cukup mengejutkan. Sebagai wakil Provinsi Bali, rekor KU Nasional ini baru pecah selama 11 tahun. Selain berhasil menyabet medali, Luh Made Budiartini juga menyabet Trofi Best Swimmer (Perenang Terbaik) di KU 4, karena berhasil memecahkan 1 rekor KU Nasional dan 3 rekor Krapsi. Setelah tampil maksi-

mal pada ajang ini, atlet renang Bumi Serombotan berhasil memperoleh medali 13 emas, 9 perak dan 2 perunggu. Sementara pecahnya rekor KU Nasional dan Krapsi tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi para atlet. Atlet Renang Klungkung yang berhasil menyumbang medali pada ajang ini antara lain I Made Ananda Raditya C memperoleh 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu, Luh Putu Satya Putri Mariantini Bandem memperoleh 2 emas dan 2 perak, Ni Putu Pande Lisa Primasari memperoleh 5 emas dan 4 perak. Atas capaian ini, Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia ditemui, Jumat (7/12) kemarin, mengaku bersyukur. Dia menyam-

paikan apresiasi khusus kepada dua atlet yang sukses memecahkan rekor nasional, Lisa Primasari dan Ni Made Budiartini Bandem. Dia meminta momentum ini tetap dijaga untuk event bergengsi berikutnya. ‘’Hasil Kejurnas Renang Indonesia Open ini sekaligus sebagai try aut Tim Porpov Renang Klungkung tahun 2019 yang sebagian besar bernaung di bawah Klub TSC klungkung,’’ katanya. Ketua PRSI Klungkung Ida Bagus Kade Sweden juga bersyukur atletnya mampu tampil maksimal. Dia berharap hasil ini bisa menjadi pemompa semangat untuk meningkatkan prestasi ke depan. Dia meminta para atletnya terus memperbaiki mental agar tidak minder. (kmb31)

BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri pertemuan Aliansi Kota Asia Pasifik ke-3 untuk Pengendalian Tembakau dan Pencegahan KTT Penyakit Tidak Menular di Singapura. Dalam pertemuan di Hotel Holiday Inn Orchard City Center, Singapura, 4-6 Desember itu, Bupati Suwirta memberikan testimoni atau berbagi pengalaman tentang kemajuan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Klungkung. Menurut Bupati Suwirta, pemerintah daerah sangat berkomitmen untuk melakukan pengendalian terhadap produk tembakau di Kabupaten Klungkung. Caranya dengan membuat payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pembinaan dan

Pengawasan KTR. Langkah lainnya dalam pengendalian produk tembakau tersebut adalah komitmen penertiban iklan rokok di Kabupaten Klungkung, melalui Perbup Nomor 5 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemasangan Reklame. ‘’Komitmen kami untuk melakukan pengendalian terhadap produk tembakau sudah ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi, implementasi, pengawasan dan penegakan peraturan yang berlaku sebagai langkah nyata yang harus dilakukan secara berkesinambungan,’’ ujar Suwirta. Lebih lanjut Bupati asal Nusa Ceningan ini menyebutkan, pengendalian produk tembakau tidak sepenuhnya bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi dukungan dan komitmen masyarakat juga sangat dibutuhkan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan me-

masukkan ke dalam pararem (aturan adat) di setiap desa pakraman di Klungkung. ‘’Ini sudah dilakukan di beberapa desa pakraman di Klungkung,’’ sebutnya. Dengan penerapan perda tersebut, menurut orang nomor satu di Pemkab Klungkung ini, tingkat kepatuhan pada setiap kawasan meningkat, mencapai 50 persen ke atas. Salah satunya di lingkungan perkantoran mencapai angka 75 persen, di samping tingkat kepatuhan di fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan dan fasilitas bermain anak yang sudah mencapai angka 100 persen. Selain itu, adanya regulasi dinas maupun adat, diharapkan penerapan KTR di Kabupaten Klungkung bisa menjadi panutan atau percontohan bagi daerah lainnya, untuk mewujudkan kesejahteraan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (ad309)


Sabtu Paing, 8 Desember 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN

Gandhi School looking for “a doctor and a nurse”,Fluent in English,Confident,Like to interact with children.Walk for interview at Jl.Tukad Yeh Penet No.8A,Renon (0361) 239744 Please send CV to: manager@gandhibali.org cc to:ayu@gandhibali.org

B.BP.001.12.18.0000224

Dicari Tenaga Security Sebyk 3 Orang Hub.082111032679 Lsg ke:Jl.Danau Poso 35 Sanur

B.BP.004.12.18.0000241

Butuh Driver,SIM B1,Max 35Th, Surat Ket Domisili,SKCK, Hub. 0821 4763 5665

B.BP.031.12.18.0000290

Cr Sopir Srbt bs Metik+PRT Wnt Tgl .dlm Hub.085238127777

B.BP.004.12.18.0000296

Dcr 3 Tng PRT Wnt Berpglmn Tgl dlm,Tlp.082111032679 atau Dtg Lsg ke Jl.D.Poso 35 Sanur

B.BP.004.12.18.0000018

Dcr(1)Admin Sales (2)Sales Spv min.D3(12) menguasai Kmptr(12) max:30Thn(1)35Thn(2)mmlki SIMC (2) menguasai wlyh Bali&NTB(2) Hub:081999711468

B.BP.001.12.18.0000276

Dicari Admin&Kasir Lam Bawa ke Toko Sinar Abadi Jln.Imam Bonjol No.384 (0361) 499090

B.BP.004.12.18.0000068

Dibutuhkan 3 Org Wanita Mengerti Bhs Inggris utk Admin, Akunting Utk Travels,1 Orang Utk Assisten Manager Diutamakan yg Bisa setir Sendiri. Hub:0361721768 / 725953 / 081237777772

Dcr Krywn Min SMA Hub.Krisna Mart Jl.Gn Catur 100X-Gatsu Barat-Dps Sgr Hub.082145521880

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799

Dcr Sopir Pribadi&Sopir Kantor PelabuhanBenoa,H.081999660972

Dibutuhkan Staff Housekeeping Segera,Hubungi 085339071033

B.BP.004.12.18.0000293

B.BP.001.12.18.0000270

Dcr Supir Pribadi Pengalmn SMS Umur & Alamat ke:087754765858

B.BP.001.12.18.0000096

Dicari 3 Staf Wanita Bag.Admin Bs Komputer/Kantor Gas,Jl.Nusa Kambangan190Hub.085100811005 B.BP.001.12.18.0000095

BIRO JASA

B.BP.001.12.18.0000235

B.BP.001.12.18.0000287

B.BP.004.12.18.0000123

Dicari Karyawati Adminitrasi u/Kantor.Hubungi:081236700973 B.BP.001.12.18.0000286

Production Manager (Garmen Factory)Call/WA:085100050706 hrd@buddhawear.com B.BP.004.12.18.0000244

RUPA-RUPA

SERVICE

BIRO JASA SERVICE

BIRO JASA DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

Dicari Marketing Pria/Wanita, Max.35 Thn,Min SMA/S1 Pengalaman Min.2 Thn Kerja by Target.Kirim Lamaran ke : im.brahm84@gmail.com

B.BP.004.12.18.0000121

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.

G.05

G.03

B.BP.001.12.18.0000050

B.BP.001.12.18.0000288

B.BP.001.12.18.0000280

Dijl Rumah Tipe 36,LT103M2,Jln Patih Nambi XXVI/1 Ubung Kaje DPS.HP.085205556376(Pemilik)

B.BP.001.12.18.0000044

Dijual Rumah Perum Ratana Graha C2,LT 100 m2,LB 66 m2 Lks T.Perahu Dps (TP) 08129668673 (Uli)

Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com

Rmh Lt 2+,IMB,Type Semi Villa Lemari Tanam,Dll. 081239999747

DIJUAL MOBIL

DISEWAKAN RUMAH

G.06

Gandhi School Looking For:Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, A Music Teacher Asistant,A Physical Education Teacher With Basket Ball Experience,Send CV To Email: principal@gandhibali.org or Call 0361-239744

B.BP.004.12.18.0000242

B.BP.001.12.18.0000272

Rmh Type 45/138 Mnimalis,Taman Wirabkti-Samb-Sgr.081239999747

B.BP.001.12.18.0000271

DAIHATSU

Terios’18 Ready Dp 30Jt, Xenia 20Jt,Gran Max 5Jt T.0817356452

B.BP.001.12.18.0000303

SUZUKI

Jual Suzuki Ertiga Th’2014 DK Asli,Putih Cream Mulus Sekali Hub:081237662977

B.BP.001.12.18.0000223

Sekolah di Jimbaran Cari: Guru Matematika,Bhs.Ing.(SD) Olah Raga (W),Maintenance AC Sent:schoolhrdbali@hotmail.com

B.BP.001.12.18.0000226

TOYOTA

Avanza G’15 DK Silver Trwt 0818-0561-3699 Ng 149.5

B.BP.004.11.18.0001061

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.12.18.0000285

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818

Dicari Tukang Jahit Kebaya Hub.087761623004

B.BP.001.12.18.0000278

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

G.02

G.04

Urgent!!! Accounting,Max 30Th,Min D3 Kirim CV ke Permata Ayung Vila Hr.permataayung@yahoo.com Jl.Bongkasa, Br .Tohpati, Abiansemal

Rush 1,5 S Putih,Honda CRV A/T Putih An.Sendiri.082236007933

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Dicari Segera Karyawati Admin Max.30thn Min.SMA/SMK. Kirim Lamaran ke CV.Surya Buana Jln.Sekar Sari No.23 Kesiman Kertalangu Hub.081337070443

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dicari Mekanik,Washer,Driver, OB & Security Hub.082236182035

G.01

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.12.18.0000302

Ymh Bisma Dicr:1.SMA/SMK/S1 Ek 2.Mekanik.3.Supir SIM B1 Hub: Teuku Umar 142 Denpasar B.BP.001.12.18.0000160

Dijual Inova G2011 Silver 165J Nego Hub.085100806230

B.BP.001.12.18.0000300

Innova J’11(B)Hitam,Msn Bagus H.140jt nego 0813-3152-5934

B.BP.001.12.18.0000072

DIJUAL TANAH Djl Tnh pgr pntai,Grokgak Sgrja L50A Tlp.081805625285

B.BP.004.11.18.0001063

Djual Tnh Kapling Belakang Rmh Sakit Internasional Jl.Kutat Lestari Sanur Hub:08123619079

B.BP.001.12.18.0000283

Rumah & Tanah 2 Are Jl.Utama Tukad Balian Hub.081236155419

B.BP.001.12.18.0000289

DISEWAKAN TANAH Tnh 7,5Are Over Kontrak 2,5+20 Th Jl.Bumbak Umalas,0811398237

B.BP.001.12.18.0000301

DIJUAL RUKO BU Murah Sewa/Jual Cash/KPR Ruko 2Lt SHM 104/180m2 Tepi Jl. CokroaminotoH.0811319907Cepat

B.BP.033.12.18.0000294

Rumah 3KT,2KM,R.Tamu,LT 2 Are Perum Green Kori H.08123616277

Dijual/Kont Ruko 2Lt Jl.Gunung Salak N.22B Abasan085237077978

DIJUAL TANAH

Dijual/kont ruko Lt.3 Jl.Mahendradata Denpasar, 085237077978

B.BP.001.12.18.0000228

15A Br.Bias-Abang Karangasem Hrg 60Jt/Are.Hub:081239999747 B.BP.001.12.18.0000269

20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum, Ubud-Bali Cp+6281318685007,No Brokerage B.BP.004.12.18.0000243

6,8A Jl. Sulatri Kesiman 100Mt GatsuTimur,Jl 8Mt.081239999747 B.BP.001.12.18.0000273

Tanah 5Are,bisa ambil 1Are Lok Jl.Sekar Tunjung XXA (Jalan 8 meter) Hub.082339206080 B.BP.001.12.18.0000277

B.BP.001.12.18.0000297

B.BP.001.12.18.0000298

KEHILANGAN SHM No.01054-Sanur Kauh,Luas: 150M2 An.Yudianto Rustamadji B.BP.001.12.18.0000181

SHM No.2375-Tuban Luas:1.537M2 An.Hermiyati B.BP.001.12.18.0000182

BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.12.18.0000200


BANGLI

14

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

Tingkatkan Kinerja TPID

Wabup Sedana Arta Pimpin Rombongan Studi Komparatif ke Pemkot Kediri

PAKAN - Seorang peternak ayam sedang memberikan pakan.

Bali Post/rina

Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Kelimpungan Bangli (Bali Post) Harga pakan ayam petelur belakangan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kondisi ini mengakibatkan peternak ayam di Bangli kelimpungan, terutama peternak yang skala usahanya kecil. Seorang peternak ayam petelur di Desa Peninjoan, Tembuku, Agus Febrianto, Jumat (7/12) kemarin mengungkapkan, kenaikan harga pakan ayam sudah mulai dirasakan sejak awal November lalu. Jagung salah satunya, per kilogramnya kini harganya menembus Rp 6 ribu, dari sebelumnya yang hanya Rp 4 ribu per kilogram. Demikian juga dengan dedak, dari harga sebelumnya Rp 3 ribu kini naik menjadi Rp 4,5 ribu per kilogram. Konsentrat mengalami kenaikan dari Rp 375 ribu/sak menjadi Rp 390 ribu/sak. Agus mengaku tak mengetahui secara pasti apa penyebab naiknya harga pakan ayam saat

ini. Namun, menurutnya, ada banyak faktor yang biasanya memengaruhi kenaikan harga pakan ayam terutama jagung. Beberapa faktor yang dimaksud di antaranya karena cuaca, gagal panen, dan permintaan yang tinggi. Jagung dan dedak selama ini banyak didatangkan dari wilayah Negara, dan berbagai daerah lainnya di luar Bali, seperti Lombok, Jawa dan Sumbawa. ‘’Untuk konsentrat didatangkan dari pabrik di Surabaya. Harganya biasanya mengikuti harga dolar. Kalau harga dolar melemah ya… turun harganya. Kalau mahal, dia ikut naik, karena bahan bakunya ada yang impor,’’ jelasnya. Naiknya harga pakan ayam

ini, diakuinya, cukup membuat peternak kelimpungan. Pasalnya kenaikan harga pakan saat ini tidak sesuai dengan harga jual telur. Febri mengatakan, meski harga telur telah mengalami kenaikan dari Rp 33 ribu/ terai menjadi Rp 39-40 ribu/ terai, namun jika dibanding dengan mahalnya harga pakan, harga jual telur saat ini belum bisa memberi keuntungan bagi peternak. Idealnya, peternak bisa menikmati keuntungan jika harga telur ayam bisa laku dijual Rp 42 ribu/terai. ‘’Kalau harga Rp 42 ribu per terai bisalah kenyem-kenyem peternaknya,’’ ujarnya. Kenaikan harga pakan saat ini juga, diakui Febri, membuat

banyak peternak tidak bisa melanjutkan usahanya. Terutama yang skala usahanya kecil. ‘’Ada yang tidak bisa jalan, ada yang jalan di tempat. Utamanya yang skala kecil. Kalau ternak besar misalnya punya 20 ribu ekor kan ayamnya bisa dibagi dalam beberapa kelas, jadi semua harga masih bisa kena,’’ ujarnya. Dengan kondisi mahalnya harga pakan seperti sekarang, peternak berharap pemerintah dapat mencarikan solusi dan mengambil sikap. Harga pakan terutama jagung yang kini melambung dan langka diharapkan bisa ditekan, salah satunya dengan cara impor. ‘’Karena jagung kan bahan baku pokok. Paling banyak penggunaannya. Kalau ini mahal dan langka sangat berdampak terhadap usaha peternak ayam,’’ pungkasnya. (kmb40)

RSU Bangli Miliki Ruang Rawat Inap Khusus Sulinggih

Bangli (Bali Post) – Keberadaan gedung berlantai tiga di Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli yang mangkrak sejak lebih dari sepuluh tahun lalu, kini telah rampung dibangun. Dari sepuluh ruangan yang ada di dalam gedung itu, beberapa di antaranya dijadikan sebagai ruang rawat inap khusus untuk sulinggih. Penyediaan ruang rawat inap khusus itu merupakan bentuk perhatian dan penghargaan Pemkab Bangli terhadap para sulinggih. Kelanjutan pembangunan gedung yang berlokasi di selatan areal RSU itu menelan anggaran sebesar Rp 4 miliar. Proyek pembangunan gedung mangkrak itu sudah dikerjakan sejak Juli

lalu. Setelah tuntas, bertepatan dengan rahinan Tilem, Jumat (7/12) kemarin, pihak rumah sakit meresmikan gedung baru itu dengan menggelar upacara macaru dan melaspas. Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana ditemui siang kemarin mengatakan, Gedung Mahotama yang baru selesai dibangun itu memiliki sepuluh unit ruangan. Empat di antaranya berada di lantai satu, dan enam lainnya ada di lantai dua. Pada lantai tiga, ruangan yang ada digunakan sebagai ruang pendidikan dan pertemuan untuk mahasiswa. Dikatakan, dari sepuluh unit ruangan yang ada, beberapa di antaranya telah dirancang sebagai ruang rawat inap khusus

sulinggih. Penyediaan ruang rawat inap untuk sulinggih itu merupakan ide dari Bupati Bangli. ‘’Ini awalnya dari keinginan Bapak Bupati untuk bisa memberikan pelayanan lebih kepada para sulinggih. Akhirnya di tahun 2018 ini, kita dibantu dari pemda anggaran Rp 4 miliar. Dengan anggaran itu, gedung yang sudah lama tidak terpakai kami lanjutkan pembangunannya dan kami rancang beberapa untuk ruang rawat sulinggih,’’ jelasnya. Dengan disediakannya ruang rawat sulinggih itu nantinya para sulinggih tidak lagi dirawat berbaur dengan pasien lainnya. Dikatakan dr. Sudiana, dari segi fasilitas, ruang rawat inap sulinggih tidak ada

berbeda dengan rawat inap lainnya. Hanya dalam pemberian pelayanannya, ada sedikit kekhususan. Untuk hal itu, dr. Sudiana akan mengonsultasikannya terkait tata cara pelayanannya. ‘’Kami sekarang sedang membuat sistem untuk sulinggih biar bisa langsung masuk ruangan (tanpa ke UGD). Kami juga perlu sosialisasi di intern kami sehingga semuanya paham,’’ kata mantan Kadiskes Bangli ini. Sebagaimana yang diketahui, sebelum dilanjutkan pembangunannya, gedung berlantai tiga itu mangkrak sejak 2006 karena kasus hukum. Dulunya bangunan itu direncanakan sebagai gedung manajemen. (kmb40)

TIM Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangli telah berhasil meraih penghargaan dua kali berturut-turut untuk kategori TPID berprestasi wilayah Indonesia Timur, Jawa, dan Bali. Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi itu, TPID Kabupaten Bangli yang dipimpin oleh Wakil Bupati Bangli selaku Wakil Ketua TPID Kabupaten Bangli melakukan studi komparatif ke Pemerintah Kota Kediri. Dalam kegiatan studi komparatif tersebut, TPID Bangli menggali ilmu dan kiat-kiat TPID Kota Kediri dalam menjaga inflasi, untuk selanjutnya diadopsi/diterapkan di Kabupaten Bangli. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam kunjungannya ke Kota Kediri menyampaikan TPID Kabupaten Bangli terbentuk tahun 2015. Meski usianya masih sangat muda, TPID Bangli sudah berhasil meraih penghargaan sebanyak dua kali. Pada tahun 2016 salah satunya, TPID Bangli dinobatkan sebagai TPID kategori berprestasi untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan program unggulan sebagai pengembang bawang merah. Bersamaan dengan itu,

Kota Kediri juga telah terlebih dahulu mendapatkan prestasi sebagai TPID terbaik untuk wilayah Jawa. Dikatakan Sedana Arta, dalam penilaian TPID ada dua yang membedakan kategori ‘’terbaik’’ dan ‘’berprestasi’’. Kategori terbaik dalam penilaiannya adalah cara penghitungan di mana akan dicacah/rinci secara detail seberapa tinggi inflasi dan komoditas per bulannya dari daerah TPID tersebut. Sedangkan untuk kategori berprestasi adalah bagaimana kabupaten tersebut mempunyai pengaruh, perkembangan yang luar biasa dan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan inflasi di daerah itu sendiri khususnya untuk Provinsi Bali. Disampaikan Sedana Arta, pada tahun depan tepatnya di pertengahan 2019 akan ada lagi penilaian kinerja TPID. Dalam penilaian itu, TPID Bangli mengharapkan bisa meningkatkan kinerja dan mempertahankan predikat yang sudah ada bahkan bisa meraih penghargaan untuk yang ketiga kalinya dalam kategori lain. ‘’Meski penghargaan bukanlah merupakan satusatunya tujuan, namun hal itu

menjadi sebuah bukti konkret untuk sebuah capain,’’ kata Sedana Arta. Melalui studi komparatif ini, Sedana Arta berharap TPID Kota Kediri dapat berbagi pengalaman dan kiat-kiat dalam menjaga inflasi. Terlebih Kediri telah berhasil mendapatkan prestasi sebagai TPID terbaik untuk Pulau Jawa. Sementara itu, Sekda Kota Kediri Drs. Budwi Siunu menyampaikan rasa bangganya atas kedatangan TPID Kabupaten Bangli. Budwi Siunu mengatakan berbicara masalah inflasi yang rendah dan stabil, memerlukan kerja sama dan sinergitas lintas sektor, yakni antara Bank Indonesia, dunia usaha, dan masyarakat dengan pemerintah. Penghargaan baginya hanya bonus. Dengan harmonisasi dan sinergitas kebijakan, inflasi yang rendah dan stabil dapat tercapai yang pada akhirnya dapat mendukung kesejahteraan masyarakat. ‘’TPID Kota Kediri telah berupaya menjaga 4K, mulai dari kecukupan pasokan komoditas pangan, keterjangkauan harga pangan, kelancaran distribusi dan komunikasi publik yang efektif,’’ terangnya. (ad310)

TPID - Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat memimpin TPID Kabupaten Bangli melaksanakan studi komparatif ke Kota Kediri.


15

Sabtu Paing, 8 Desember 2018

72 Tahun Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar

Fokus pada Daya Saing Internasional dan Relokasi Kampus

KOMPAK - Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Sarasawati Gusti Bagus Lodji, IGB Yudhara dan IGN Susila, kompak memimpin Saraswati.

PERGURUAN Rakyat (PR) Saraswati Pusat Denpasar sebagai perguruan tertua di Bali, Sabtu (8/12) ini genap berusia 72 tahun. Perguruan ini kini mengelola 18 unit lembaga pendidikan dari PAUD-TK hingga perguruan tinggi. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. mengaku bangga dalam usia 72 tahun semua unit sekolah dan perguruan tinggi tetap eksis dan menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Dikatakan demikian karena semua unit seko-

lah Saraswati setiap tahun dibanjiri calon siswa baru dan ketiga kampusnya dikejar ribuan calon mahasiswa baru. Untuk itu, dia mengajak warga besar Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar terus bertekad menjalankan swadharma dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja

”Wirang lan Jengah’’ dengan Saraswati SETELAH Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar berkembang seperti saat ini, kini merupakan tantangan berat bagi jajaran PR Sarawati karena memasuki era global. Ketua Yayasan PR Saraswati Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. memandang persaingan yang ketat nanti tak hanya terjadi di sektor ekonomi, namun juga di sektor pendidikan. Jika SDM Saraswati tak siap dan matang dengan kualitas, dia yakin akan digilas oleh persaingan. Untuk itu, yayasan akan terus mendorong upaya peningkatan kualitas diri SDM dan sarana serta prasarana. Khusus bagi guru, dia tekankan pentingnya inovasi pembelajaran yang up to date. Budaya mutu inilah yang dikatakannya sebagai bentuk wirang alias bela pati dengan Saraswati. ‘’Kalau dulu wirang dan bela pati diisi dengan berjuang, kini meningkatkan diri menjadi SDM bermutu,’’ tegasnya. Konsep wirang lan jengah juga bisa diartikan bentuk kepedulian civitas akademika Saraswati untuk terus berinovasi, meningkatkan soliditas dan solidaritas. Dalam bahasa sederhananya, Bagus Ketut Lodji mengatakan mengedepankan konsep manyamabraya. Tidak boleh ada saling sikut antarunit pendidikan, melainkan dijadikan k e k u a tan untuk menghadapi pesaing dari luar. (sue)

ikhlas. Dengan demikian semua unit pendidikan di Saraswati makin tua makin jaya dan berkualitas. Dia juga berbahagia melihat perkembangan dan kemajuan semua unit lembaga pendidikan di Saraswati yang terdiri atas empat TK, enam SD, tiga SMK, satu

SMA dan tiga perguruan tinggi. Ini menunjukkan setiap tahun terjadi peningkatan kinerja, produktivitas kerja serta kreatif dan inovatif. Ini artinya konsep bersaudara dan manyambraya 20.000 siswa dan mahasiswa Saraswati berlangsung dengan baik. Hanya dengan suasana kondusif menyambraya yang baik kita bisa bekerja dengan nyaman dan melahirkan prestasi. Dasar inilah dipakai alasan Bagus Ketut Lodji untuk memotivasi civitas akademika Yayasan PR Saraswati agar tidak gentar menghadapi persaingan di masa depan. Baginya, Saraswati tak pernah merasa bersaing dengan lembaga pendidikan swasta dan negeri di Bali. Pihaknya kini justru fokus meningkatkan diri untuk bersaing dengan sekolah internasional. Sekolah internasional sekarang tumbuh bagaikan jamur di musim hujan, yang harus dijawab dengan kualitas dan mutu pendidikan. ‘’Kini kami fokus pada pembentukan SDM dan sekolah berdaya saing internasional guna menghadapi kapitalisme bidang pendidikan. Ini seharusnya dilakukan oleh semua sekolah di Bali, bukan saling sikut antarteman. Ayo tingkatkan mutu agar anak negeri

bersekolah di sekolah milik warga sendiri,’’ tegasnya. Ajakan Bagus Ketut Lodji ini ada benarnya karena saat ini warga Bali cenderung dengan stempel berbau internasional, sekalipun dengan membayar mahal. Tren ini harus diantisipasi dengan membangun sekolah yang penuh inovatif dan muatan internasional, namun akar budaya Balinya tetap kuat. ‘’Ini yang kami lakukan di Saraswati,’’ ujarnya. Bagus Ketut Lodji didampingi Sekretaris Dewa Made Sukanada, B.A., Ketua Badan Pembina IGB Yudhara, MBA. dan Bendahara dr. IGN Susila, M.M.Kes. juga menjelaskan, Saraswati sudah memiliki jurus guna menghadapi kebijakan wajib belajar 12 tahun hingga SMA/SMK dengan proses, ouput dan outcome yang berkualitas. Di sisi lain dia menyadari kini masyarakat sudah semakin cerdas menentukan pilihan studi lanjut bagi putraputrinya. Mereka cenderung tak mau memilih pendidikan murah dengan pelayanan minimal, melainkan memilih lembaga pendidikan yang menjanjikan kualitas dan masa depan. Ia juga mengingatkan warga Saraswati untuk mengembangkan visi dan

misi menghasilkan lulusan yang cerdas dan berkarakter. Semua komponen Saraswati harus menjadi insan-insan yang cerdas dan berbudaya. Untuk itu, semua guru harus mampu menghasilkan lulusan yang cerdas dan manusia hebat Bali masa depan. Relokasi Kampus Salah satu ide besar Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar kali ini adalah melakukan penataan kampus dengan merelokasi kampus Unmas ke kawasan Padanggalak. Hal ini dilakukan yayasan karena kampus Unmas sudah sesak akibat bergabung dengan unit sekolah lainnya. Bersamaan dengan itu, Bagus Ketut Lodji mengusulkan bergabungnya dua perguruan tinggi milik yayasan yakni Akademi Farmasi Saraswati (AFS) dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati ke Unmas menjadi fakultas. Penggabungan ini akan mem-

perkuat posisi Unmas dengan membuat berbagai pusat kajian. Hanya, gedung FKG dan RSGM Saraswati tetap di kampus Kamboja. Terhadap keluhan banyak jabatan akan hilang dalam penggabungan ini, Bagus Ketut Lodji mengatakan tak perlu khawatir karena semua pejabat tetap dipertahankan. Hanya, prodinya ditingkatkan menjadi S-1 dan akan banyak dibuka pusat kajian. Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. menambahkan, untuk relokasi kampus Unmas sudah dibeli dua hektar lahan di Padanggalak. Proses perizinan sedang digodok di Pemkot Denpasar terutama mengubah peruntukan penunjang pariwisata menjadi pendidikan. Kampus dengan anggaran ratusan miliar ini akan menjadi kampus termegah dan terlengkap di Bali. Dirancang berlantai empat dengan tata ruang yang hijau. (sue)

Mengenang Sejarah Saraswati

Gedungnya Beratap ”Klangsah’’, Siswanya Belajar di Lantai Tanah PERGURUAN Rakyat (PR) Saraswati Pusat Denpasar sebagai perguruan tertua di Bali kini berusia 72 tahun. Namun, napas sebagai perguruan kerakyatan masih kental. Ini tak lepas dari nilainilai perjuangan para pendirinya membuat Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati semakin kuat dan dipercaya masyarakat. Yayasan PR Saraswati didirikan 8 Desember 1946. Hingga kini memiliki cabang Saraswati di Bali dan Mataram. Ibu Desak Gede Raka Nadha (alm), lulusan Taman Siswa, menjadi guru inti di sekolah milik Yayasan PR Saraswati. Beliau mengabdi bertahun-tahun lamanya. Kini, Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar dipimpin Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Ketua Badan Pembina IGB Yudhara, MBA., Sekretaris I Dewa Sukanada, B.A. dan Bendahara dr. IG Nyoman Susila, M.Kes. Sementara Pengawas Yayasan Drs. Gede Putu Dirgha belum lama ini tutup usia. Bagus Ketut Lodji mengatakan, kelahiran Yayasan PR Saraswati dibidani Gusti Putu Mertha (alm) dan Gusti Made Tamba. Sekolah pertama didirikan di Kaliungu. Saat itu sekolah Saraswati sempat dibakar oleh orang yang tak senang dengan kemajuan Saraswati. Sekolah ini kemudian pindah ke Jalan Kamboja dan berkembang pesat hingga saat ini. Saat di Kaliungu, sekolah Saraswati ada di tengah kebun kelapa. Dengan tiang-tiang dari pohon kelapa, gedungnya berupa gubuk darurat dari gedek beratapkan klangsah. Siswa pun belajar di lantai tanah. Ketika musim kemarau, gubuk ini penuh debu, ketika musim hujan penuh lumpur. Para pamong dan siswa menjaga gubuk ini dengan baik. PR Saraswati lahir di tengah-tengah gejolak rev-

olusi 1945 guna mewujudkan Indonesia merdeka. Gubuk darurat ini oleh pemuda I Gusti Made Tamba dan I Gusti Putu Merta disebut sekolah yang diberi nama SLO (Sekolah Landjoet Oemoem), sekarang setingkat SMP. Di sinilah benih-benih nasionalisme yang pernah diperoleh IGN Tamba saat di Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara disebarluaskan melalui semangat pendidikan plus perjuangan pejuang Bali mencerdaskan anak bangsa. Untuk menghindari kecurigaan alat-alat penguasa kolonial Belanda yang saat itu tergesa-gesa membuat Indonesia Timur guna memecah belah Indonesia, maka dibentukah Majelis Pendidikan Rakyat. Namun, di tengah pergerakan revolusi gedung sekolah ini dibakar oleh orang tak dikenal. IGN Tamba pun tak ambil pusing karena secara ekonomis tak ada untungnya membakar gubuk darurat. Inilah upaya antek-antek intelijen kolonial Belanda untuk menggoyahkan semangat perjuangan. Semua itu dikalahkan oleh semangat tekad rakyat menjadi satu. Sejak itu Saraswati membangun sekolah baru di Tainsiat pada 8 Desember 1948. Mulai 1951 Saraswati membangun sekolah baru SMA di Jalan Angsoka, Kreneng (sekarang Jalan Kamboja). Kemudian berkembang mendirikan Sekolah Rakyat, TK (Taman Indera) dan TGA, serta mengembangkan cabang perguruan hingga Gianyar, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung hingga ke Mataram. Sementara itu, tingkat perguruan tinggi diawali mendirikan IKIP Saraswati, kemudian menjadi Akademi Bahasa Asing. Kedua perguruan tinggi ini dilebur menjadi Universitas Mahasaraswati (Unmas). Setelah itu berdiri STIBA Saraswati dan si anak bungsu Akademi Farmasi Saraswati (AFS). (sue)

SLUB Saraswati Persembahkan Juara I Siswi Berprestasi Kota Denpasar

PEMILIHAN siswa berprestasi 2018 Kota Denpasar memasuki era baru. Juara I siswi berprestasi terbaik I dimenangkan oleh siswa sekolah swasta tepatnya SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar. Fransiska Intan Sari Sitanggang (IX-Bilingual) meraih juara I kategori putri. Dia mengalahkan 68 duta sekolah negeri dan swasta lainnya. Atas prestasi itu, Siska mendapat hadiah Rp 9,5 juta, sedangkan piagam dan piala menunggu diserahkan. Selain Siska, anak-anak SLUB Saraswati 1 Denpasar juga meraih juara II putri 2015 atas nama Ajeng dan Fajar Gautama juara III putra. Siska tahun ini melejit mengalahkan siswa sekolah negeri. Peserta mengumpulkan fortopolio, piagam yang diperoleh, tugas-tugas sekolah, nilai rapor terakhir VII, VIII dan IX, termasuk segala jenis prestasi yang diperoleh. Siska menjalani tes tulis bidang akademik enam mata pelajaran dan tes keterampilan membuat kerajinan dari bahan daur ulang. Ia membuat lukisan dari kemasan barang bekas. Hasil ini diakumulasikan dengan tes tulis untuk menentukan peraih juara I. Ia dibina Putu Sri Rahayu Ka-

GEDUNG - Rancangan gedung kampus Unmas di kawasan Padanggalak, Kesiman.

sumawati, S.T., Pande Putu Sekar Ariwidiantari, S.Si. dan I Gede Ari Martana, S.Pd. Siska digembleng khusus selama 14 kali pertemuan. Siska dilatih bersama teman putranya, Kadek Cahyadi Putra, namun belum berhasil ke prestasi puncak. Siska juga dikenal sangat aktif bertanya kepada gurunya melalui pembelajaran online. Siska adalah peraih juara umum I sejak kelas VII. Rata-rata nilainya 9 dengan pelajaran favorit Matematika dan IPA. ‘’Namun, semua pelajaran favorit bagi saya,’’ ujarnya. Masih di akademis, Siska masuk 10 besar OSN Matematika Kota Denpasar ketika duduk di kelas VII. Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Julius Asih Jaya Sitanggang dan Ni Luh Wayan Dewiani yang tinggal di Jalan Suli, Denpasar ini juga aktivis di sekolah sebagai anggota ekstra jurnalistik. Di jurnalistik, dia bersama tim meraih juara I di Preslist Trisma, juara III Limas Smansa dan juara III di SLUA

Saraswati. Di Bali Post Goes to School merebut juara I sekaligus penulis laporan terbaik. Gadis berkaca mata ini memiliki kata kunci sederhana untuk sukses yakni ‘’doa dan usaha’’. Mau

mengintip cara belajarnya? Ternyata waktu belajar Siska terbanyak di sekolah yakni di kelas bilingual selama delapan jam. Sisanya di rumah hanya dua jam sehabis makan malam. ‘’Saya ingin masuk ke Trisma untuk bisa menembus jurusan Psikologi,’’ ungkapnya. Kepala SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar Dra. A.A. Adnyani, M.M. merasa bangga dan bahagia sekaligus terharu dengan perjuangan dan keberhasilan Siska menjadi siswi terbaik di Denpasar. Ini prestasi luar biasa karena untuk kali pertama siswa sekolah swasta mampu tampil terdepan. ‘’Semua ini berkat perjuangan siswa dan guru pembinanya. Terima kasih ya, ini kado untuk HUT ke-72 Yayasan,’’ katanya. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. ikut berbahagia karena anak-anak SLUB mampu mengalahkan duta sekolah negeri di akademis. Prestasi ini menunjukkan bahwa mutu pendidikan di SLUB Saraswati 1 terbaik di Denpasar dan bisa menyaingi siswa di negeri. (sue) CIUM - Kasek A.A. Adnyani mencium Siska yang meraih juara I siswi berprestasi di Denpasar.

AJEG BALI - Kepala SLUA Saraswati 1 Denpasar Budiadnyana bersama lima siswanya yang masuk grandfinal Pemilihan Putra-Putri Sekolah Ajeg Bali 2018.

Pemilihan Putra-Putri Sekolah Ajeg Bali

Lima Siswa SLUA Saraswati ke Grandfinal

SETIAP puncak HUT Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, anak-anak SMA (SLUA) 1 Saraswati Denpasar sepanjang tahun memberikan kado istimewa berupa prestasi. Pada HUT ke-72 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, lima anak SLUA Saraswat i 1 maju ke grandfinal Pemilihan Putra-Putri Sekolah Ajeg Bali. Kelima siswa tersebut adalah Alexander Agung Eduardo Ryuki Pondaag (X MIA 1), I Dewa Putu Dhiyo Krisnanda (XI MIA 2), I Kadek Krisna Surya Dinata (XI MIA 3), Ni Putu Devina Maharani (X IIS 1) dan Ni Ketut Laksmi Maheswari Putri (X MIA 1). Mereka akan bersaing menjadi yang terbaik, Sabtu (8/12) malam ini. Untuk itu, Kepala SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar I Made Budiadnyana, M.Si. mohon doa restu agar anak-anak SLUA Saraswati 1 Denpasar sukses mempertahankan gelar juara seperti yang diraih tahun sebelumnya. Anak-anak SLUA Saraswati 1 Denpasar sudah langganan meraih juara di ajang bergengsi ini. Di antaranya tahun 2012 juara I Putri Sekolah Ajeg Bali dan juara II Putra Sekolah Ajeg Bali. Tahun 2014 meraih juara I Putra Sekolah Ajeg Bali, juara II Putra Sekolah Ajeg Bali pada tahun 2015 dan tahun 2017 merebut juara II Putri Sekolah Ajeg Bali. Anak-anak SLUA juga menunjukkan jati diri tak pernah kering dari prestasi. Di antaranya Komang Onny Claudea (kelas XII MIA 6) sebagai juara Best Catwalk dalam Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar 2018. Siswanya juga menyabet juara Harapan I lomba Napak Tilas 2018 Kota Denpasar yang diwakili ekstra Sispala Dharma Cita Ganesha. Di bidang akademis, tim SLUA Saraswati 1 Denpasar lolos ke grandfinal lomba karya tulis ilmiah (LKTI) tingkat nasional di Yogyakarta tepatnya di LKTI Semarak Geografi VIII/2018. Selain itu, Doni Ega Saputra menggondol juara III lomba video se-Bali. Kepala SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar I Made Budiadnyana mengungkapkan rasa bangganya bertepatan dengan HUT Yayasan tetap memberi kado istimewa berupa prestasi di akademis dan nonakademis. Prestasi ini sekaligus buah dari implementasi budaya mutu di sekolahnya yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Sebagai sekolah swasta, dia harus pintar mengelola potensi dan keunggulan siswa dengan melibatkan siswa di semua jenis lomba. Di samping didukung oleh orangtua siswa, semua kegiatan SLUA Saraswati juga disokong yayasan. Makanya dalam menghadapi persaingan yang kian ketat diperlukan bukti untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan prestasi, sehingga tak ragu memilih studi lanjut di SLUA Saraswati. Ini sesuai dengan tema HUT ‘’Menguatkan generasi milenial yang berkarakter Tri Hita Karana’’. Prestasi sebagai Putri Sekolah Ajeg Bali, katanya, sangat bergengsi sebagai cermin pribadi model pendidikan yang sarat karakter dan unggul dalam ajeg Bali. Makanya dia minta duta SLUA Saraswati di ajang ini sekaligus menjadi panutan bagi siswa lainnya sebagai SDM ajeg Bali serta menjadi contoh bagi masyarakat. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. berterima kasih karena anak-anak SLUA tampil luar biasa di segala lomba, apalagi di lomba ajeg Bali. Ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa proses pendidikan dan pembinaan esktra di SLUA bermutu. Hanya dengan PBM dan SDM bermutu kita mampu melahirkan siswa berprestasi. (sue)


16

Sabtu Paing, 8 Desember 2018


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook