terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 53 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
Didesak Data Gedung Sekolah Uzur
Bupati Larang ASN Terlibat Politik Praktis
Gedung Sekolah Dasar (SD) negeri di Denpasar cukup banyak yang berusia uzur. Untuk renovasi, Disdikpora diminta lakukan pendataan.
Mutasi di Pemkab Tabanan digelar Senin (7/10) kemarin. Di kesempatan tersebut Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melarang ASN terlibat politik praktis.
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Mengamuk, ODGJ Disuntik Obat Penenang I Made Dolat dilaporkan kerap mengamuk di rumahnya di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring. Satpol PP Gianyar harus menyuntikkan obat penenang.
TABANAN | HAL. 7
DENPASAR | HAL. 2
GIANYAR | HAL. 9
49 Persen Lahan Reklamasi Pelabuhan Benoa Dijadikan Hutan Kota Bali Post/edi
BERJEJER - Deretan kendaraan alat berat berjejer di lokasi reklamasi dumping II Pelabuhan Benoa. Denpasar (Bali Post) Terkait polemik reklamasi di area Dumping II Pelabuhan Benoa, yang sempat distop Gubernur Bali, kini sudah ada titik terang. Bahkan ke depan, lokasi yang mangrovenya mati akan disulap menjadi kawasan hijau. Seperti yang disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, pihaknya sudah me-
miliki keputusan yang ditandatangani antara Gubernur dengan pihak Pelindo III. Bahwa di area Dumping II yang direklamasi seluas 45 hektar, 23 hektarnya akan dimanfaatkan untuk fasilitas pendukung utama Pelabuhan Benoa, yakni curah cair berupa terminal BBM, gas dan aftur untuk mendukung kebutuhan beroperasinya
Angkasa Pura, Bandara Ngurah Rai. Sementara sisanya seluas 22 hektar, lanjut Koster, akan dijadikan kawasan hutan kota. Di wilayah tersebut pihaknya berencana menanami kembali dengan mangrove dan tanaman lain yang cocok untuk wilayah tersebut. Dengan harapan, wilayah yang sebelumnya gersang
pascareklamasi, bisa kembali hijau. Pihaknya menegaskan dari 45 hektar yang direklamasi, sekitar 49 persennya akan dijadikan hutan kota. Sementara sisanya untuk mendukung fungsi Pelabuhan Benoa. ‘’Jadi sudah ada keputusan, dan saya kira sudah sangat baik dan cukup berimbang. Jadi saya
kira Pelindo sudah melakukan apa yang diarahkan Gubernur Bali,’’ tegasnya saat ditemui di sela kegiatan penanaman 5.000 mangrove bersama TNI, Senin (7/10) kemarin. Sementara itu terkait dengan pelaksanaannya nanti, pihaknya akan terus melakukan pengawasan. Bahkan sudah disiapkan tim pengawas
yang bertugas memantau prosesnya nanti. Pihaknya juga menyebutkan keputusan yang sudah dilakukan bersama dengan Pelindo III yakni kerja sama antara Pelindo dengan Tahura kepada pengelola rumah makan Akame, Watersport, Warung Made dan Helipad yang ada di sana, kerja samanya akan diputuskan sampai tahun
2020 mendatang. Dari yang seharusnya berakhir tahun 2023, namun akan dipercepat dan berakhir pada tahun 2020 nanti. ‘’Itu tadi saya berbicara dengan Manajer Pelabuhan Benoa, sudah dilakukan pembicaraan dan pihak Akame, Watersport, Warung Made dan Helipad sudah memahami. Dan akan diakhiri tahun 2020,’’ bebernya. (kmb23)
Selamatkan Pertanian Bali dengan Pendekatan ”Out of The Box”
BALI harus bergerak cepat menjaga daya tahan ekonomi dan pengawalan terhadap budayanya. Bali harus diselamatkan dengan perhatian khusus dan program pembangunan berbasis data. ‘’Bali memerlukan terobosan terukur berbasis data. Kebijakan terukur dan sinergi lintas kabupaten/kota akan menyelamatkan Bali dari alarm keterpinggiran yang makin menguat,’’ ujar Kepala BPS Bali Adi Nugroho, Senin (7/10) kemarin, saat masimakrama ke Bali
Post. Dikatakannya, perhatian khusus mutlak bagi Bali mengingat Bali merupakan cermin dari kebinekaan NKRI. Kesetiaan penduduk Bali terhadap budayanya juga harus diperhatikan. ‘’Konsep penyelamatan penduduk Bali dari keterpinggi-
ran hendaknya merujuk data yang ada. Bali juga perlu perhatian khusus terutama dari makin melemahnya daya saing penduduk lokal dalam kompetisi ekonomi,’’ jelasnya. Di sisi lain Bali juga mesti melakukan identifikasi yang valid terhadap berbagai
permasalahan di berbagai sektor. Salah satu pada sektor pertanian. Untuk menguatkan sektor pertanian pada perekonomian Bali yang didominasi oleh pariwisata, cara-cara yang tidak biasa atau out of the box bisa menjadi strategi. Karena, jika melakukan upaya yang berkisar pada penguatan produktivitas, produksi, sudah selesai dibicarakan dan dilakukan. Hampir setiap kali pengu-
kuran, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mendapati produktivitas pertanian Bali tercatat mengalamai kenaikan, yang artinya sudah tidak ditemukan hambatan berarti dalam produksi. Namun di sisi lain, ia juga melihat naiknya produktivitas tersebut tidak semata-mata memastikan terpenuhinya kebutuhan perekonomian rumah tangga pertanian. Hal. 15 Pertanian Efisien
’’Bali memerlukan terobosan terukur berbasis data. Kebijakan terukur dan sinergi lintas kabupaten/kota akan menyelamatkan Bali dari alarm keterpinggiran yang makin menguat.’’ Adi Nugroho Kepala BPS Bali
Generasi Petani Terancam Punah PERTANIAN, posisinya hampir selalu ditinggikan sebagai sumber peradaban Bali. Namun realitanya, pertanian Bali nasibnya kian tak menentu. Lahannya terus digerogoti, manusia Bali sebagai petani makin langka. Mungkin dalam sepuluh tahun ke depan, tak ada lagi manusia Bali menjadi petani. Data dari Biro Pusat Statistik Bali menunjukkan bahwa rentang usia kepala keluarga di Bali yang menjadi petani didominasi mereka yang di atas 45 tahun. Porsinya mencapai 68,49 persen atau 266.062 kepala rumah tangga dari total 388.456 kepala rumah tangga petani di Bali. Sementara petani yang usianya muda yakni antara 25 hingga 44 tahun jumlahnya hanya 31,51 persen atau 122.394 kepala rumah tangga petani. Bahkan yang usianya kurang dari 25 tahun menjadi petani hanya 2.144 kepala rumah tangga atau 0,55 persen. Ini data jumlah kepala rumah tangga petani dalam arti luas. Artinya termasuk di dalamnya tidak hanya petani yang mengolah sawah menanam padi melainkan juga petani hortikultura dan peternakan. Hal. 15 Regenerasi Petani
Digaji Mahal, Kinerja Tak Optimal Harian Bisnis Bali Penggerak Ekonomi Bali Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan IV 2019 diperkirakan kisaran 5,60-6 persen, mengalami perlambatan dibandingkan triwulan II 2019. Kenapa ini bisa terjadi? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Serombotan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Pemkab Klungkung mengusulkan kuliner serombotan jadi warisan budaya tak benda nasional ke Kementerian Kebudayaan.
www.denpostnews.com
Pimpinan dan anggota DPR periode 2019-2024 telah dilantik. Seperti biasa, di setiap awal pelantikan, selalu ada harapan baru kinerja wakil rakyat akan lebih baik. Namun yang terjadi kemudian, selalu saja harapan masyarakat seperti menerpa ruang hampa. Anggota dewan sudah digaji mahal, namun kerja tidak pernah optimal.
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyebut kinerja DPR periode 2014-2019 adalah yang terburuk sejak era reformasi. Mereka lebih banyak mengesahkan RUU yang tidak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Produk yang dihasilkan hanya 84 UU atau 67% dari capaian DPR periode sebelumnya. Hal serupa ditegaskan Wakil Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung. ‘’Dari lembaga survei yang saya ikuti, masyarakat tidak puas terhadap kiprah anggota DPR,’’ kata Akbar Tandjung usai peletakan batu pertama pembangunan Graha Insan Cita KAHMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Pangkalpinang, Minggu (6/10). Ia berharap ketidakpuasan masyarakat terhadap kiprah anggota DPR ini dapat sebagai pemicu bagi para anggota DPR yang baru dilantik, agar mereka memperlihatkan dan bersungguh-sungguh menjalankan tugas serta fungsinya. ‘’Kita berharap anggota DPR ini dapat
mewujudkan dan menjalankan fungsinya secara baik, yaitu fungsi legislasi, pembuat undang-undang, penetapan anggaran belanja dan pengawasan,’’ ujarnya. Menurut mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar dan Ketua DPR ini, anggota DPR baru ini juga harus mengacu dari sikap dan beropini masyarakat dalam menjalankan tugas dan fungsinya. ‘’Kepuasan masyarakat ini juga harus diawasi dan juga di mana ada penyimpangan-penyimpangan harus diingatkan anggota DPR ini, agar pengawasan dan pengimbangan terjadi dalam kehidupan politik,’’ katanya. Kinerja yang jauh dari kata optimal ini, menjadi semakin ironis jika melihat jumlah APBN sepanjang 2015 hingga 2019 yang dialokasikan untuk DPR. Alokasi anggaran untuk wakil rakyat selalu meningkat. Dari Rp 3,6 triliun pada 2015, menjadi Rp 4,6 triliun pada 2019. Hal. 15 Semakin Ironis
Sumber : Antara
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Disdikpora Didesak Data Gedung Sekolah Uzur
Bali Post/kmb23
PENANAMAN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama saat melakukan penanaman mangrove, Senin (7/10) kemarin.
TNI Tanam 5.000 Bibit Mangrove Denpasar (Bali Post) Serangkaian peringatan HUT ke74 TNI, Senin (7/10) kemarin dilakukan penanaman 5.000 bibit pohon mangrove. Bertempat di area dumping II Pelabuhan Benoa, kegiatan ini juga melibatkan seluruh komponen, termasuk pihak kepolisian, masyarakat, unsur pemerintahan, organisasi kepemudaan dan pelajar di Denpasar. Hadir pada penanaman mangove ini Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, dan Danlanud Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi. Kegiatan yang mengusung tema ‘’TNI Profesional Jadi Kebanggaan Rakyat, Selamatkan Bumi Kita untuk Anak Cucu’’ ini juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. mengatakan, serangkaian peringatan HUT ke-74 TNI ini, pihaknya melakukan kegiatan bermanfaat untuk lingkungan maupun masyarakat banyak. Kegiatan ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia, dengan harapan TNI ikut berpartisipasi memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa dan negara. Khusus di Bali, katanya, Bali menjadi aset
nasional jika dipandang dari dunia pariwisata. Oleh karena itu, salah satu tuntutan dunia pariwisata agar mampu bersaing dengan negara lain. Selain keamanan, tentunya juga terjaganya lingkugan menjadi sangat penting. Karena ancaman terhadap lingkungan pasti akan mengganggu dunia pariwisata. ‘’Dari kacamata pariwisata, Bali menjadi aset nasional yang harus dijaga,’’ tegasnya. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat memberikan dorongan secara psikis kepada masyarakat Bali, memberikan dorongan motivasi untuk terus menjaga lingkungan agar lingkungan dapat tetap menopang kehidupan masyarakat Bali. Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir pada kegiatan ini menyampaikan apresiasi yang positif. Dikatakan, apa yang dilakukan Pangdam, sebagai salah satu kepedulian sekaligus komitmen lingkungan untuk mendukung program Provinsi Bali. Sesuai visi yakni ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala dan niskala. ‘’Salah satunya yakni harus berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sat Kertih yaitu dalam hal ini berkaitan dengan Wana Kertih dan Segara Kertih,’’ ujarnya. (kmb23)
Denpasar (Bali Post) – Gedung Sekolah Dasar (SD) negeri di Denpasar cukup banyak yang berusia uzur, karena pembangunan gedung sudah dilakukan pada tahun 1975 hingga 1980-an. Artinya, gedung tersebut kini sudah berusia 39 tahun lebih. Oleh karena itu, sudah selayaknya mendapat perbaikan atau bahkan dibangun gedung baru. Ketua Komisi IV DPRD Denpasar Drs. I Wayan Duaja mengatakan hal itu, Senin (7/10) kemarin. Menurut Duaja, komisinya sudah sempat melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) setempat. Dari hasil kunjungan tersebut, komisi yang membidangi masalah pendidikan ini melihat banyak gedung sekolah yang sudah berusia uzur. ‘’Kami mendesak Disdikpora untuk melakukan pendataan secara menyeluruh kondisi gedung sekolah yang sudah tua. Hal ini untuk bisa melihat kondisi sesungguhnya gedung sekolah yang masih terpakai dan menjadi prioritas untuk diperbaiki,’’ ujar politisi Golkar ini. Duaja mengatakan, gedung sekolah yang sudah berusia uzur harus menjadi perhatian bersama. Terlebih saat ini pemerintahan Jokowi menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas yang harus ditangani. Bidang pendidikan menjadi wajib untuk digarap lebih serius. Di sisi lain, saat ini renovasi bangunan gedung sekolah masih tetap berlanjut. Setidaknya ada 13 sekolah dasar saat ini mendapat perbaikan gedung yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). ‘’Saat ini sedang diperbaiki 13 sekolah, salah satunya gedung SDN 9 Sumerta,’’ ujar Kepala Dinas PUPR Denpasar Ngurah Jimmy Sidarta. Selain gedung SDN 9 Sumerta, pembangunan gedung juga dilakukan di SDN 1 Penatih dan SDN 3 Peguyangan. Bahkan proyek ini sempat
ditinjau Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, belum lama ini. Pihaknya mengapresiasi program pembangunan gedung sekolah sudah berjalan sesuai rencana. Pembangunan SDN 9 Sumerta yang dilaksanakan oleh PT Megatama Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,4 miliar lebih ini ditargetkan selesai 18 Desember 2019. Sedangkan pembangunan gedung SDN 1 Penatih dilaksanakan oleh CV Tenaga Inti dengan nilai kontrak Rp 2,4 miliar lebih ditargekan selesai 13 Desember 2019. Sedangkan pembangunan SDN 3 Peguyangan yang dilaksanakan oleh CV Karya Alam Semesta dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar lebih ditargetkan selesai 18 Desember 2019. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disdikpora Denpasar Wayan Gunawan mengatakan, pada tahun 2020 daftar prioritas berdasarkan proposal dan hasil cek lapangan ada 17 SD negeri yang diusulkan untuk dapat pembangunan RKB. Mengenai kebutuhan dana masih dihitung. Dikatakan, pada tahun 2019 sudah dibangun 13 SD negeri ditambah SMPN 13 dan satu TK negeri. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Bali Post/kmb12
RENOVASI - Pengerjaan renovasi gedung SDN 9 Sumerta yang sedang berlangsung.
Pembukaan Sidang Paripurna Ke-6 DPRD Kota Denpasar
Bahas Ranperda APBD TA 2020, Berharap Pasutri Diamankan Warga Hasil Maksimal Dukung Pembangunan Dicurigai Buang Bayi
Denpasar (Bali Post) Warga Jalan Kresek Gang Ikan Teri, Sesetan, Denpasar Selatan (Densel), Minggu (6/10) lalu mengamankan pasangan suami-istri (pasutri) Mega Ayu Sekarwangi (18) dan Luki Pratama (19). Pasalnya, mereka dicurigai hendak membuang bayinya yang baru dilahirkan. Namun pasutri ini berdalih tidak tahu jalan ke RSUP Sanglah karena baru di Bali. ‘’Keterangan terduga pelaku (Mega dan Luki) merupakan pasangan suamiistri yang sah. Mereka berdua datang ke Bali sekitar tiga minggu yang lalu dan yang cewek hamil umur sekitar lima bulan,’’ kata Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya, Senin (7/10) kemarin. Saat diperiksa, Luki yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur ini mengatakan, pada Minggu (6/10) pukul 22.00 Wita mereka bertamu ke rumah temannya yang beralamat di Jalan Tukad Taman Pancing, Pemogan. Berselang 30 menit kemudian mereka menuju tempat tinggalnya di wilayah Canggu, Kuta Utara. Dalam perjalanan tiba-tiba perut istrinya sakit, sehingga langsung diajak mencari dokter terdekat. Karena tidak tahu situasi dan kondisi di Denpasar, akhirnya pasutri ini menemukan klinik di Jalan Tukad Petanu. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, hasilnya harus dirujuk ke RSUP Sanglah. ‘’Karena tidak tahu jalan ke RS Sanglah, mereka tersesat sampai di TKP. Karena perut istrinya tidak bisa menahan sakit, terduga pelaku berhenti di TKP. Di sana istrinya langsung melahirkan di pinggir jalan dekat kali,’’ ujarnya. Saat itu ada warga melintas di sana. Karena dicurigai akan membuang anaknya, akhirnya pasutri ini diamankan dan diserahkan ke kantor polisi. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut masih hidup. Ari-ari masih menempel dengan tali pusar, dibungkus dengan kain sarung warna hijau dan terdapat bercak serta gumpalan darah di TKP. Selanjutnya bayi tersebut langsung dibawa ke Bidan Wahidah di Jalan Pendidikan Gang Baja untuk mendapatkan pemeriksaan. Setelah diperiksa, ibu bersama bayinya langsung dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar. (kmb36)
Dewan Cantumkan Sabtu dan Minggu sebagai Hari Kerja Denpasar (Bali Post) Pascapelantikan pimpinan dan penetapan alat kelengkapan dewan, DPRD Bali kini fokus untuk segera menuntaskan Peraturan Tata Tertib (Tatib) serta Kode Etik dan Tata Beracara Badan Kehormatan. Dalam tatib khususnya akan diatur beberapa hal yang menjadi inisiatif dewan agar lebih disiplin. Termasuk akan mencantumkan hari Sabtu dan Minggu sebagai hari kerja untuk melayani masyarakat. “Kalau sesuai dengan PP kan sampai hari Jumat. Kami nanti juga pakai Sabtu-Minggu karena banyak juga kegiatan masyarakat di hari itu. Biar tidak menyalahi ketentuan,” ujar Koordinator Kelompok Pembahas Tatib (Gabungan Komisi I dan Komisi II DPRD Bali) I Nyoman Adnyana, Senin (7/10) kemarin. Menurut Adnyana, hal itu diadopsi dari DPRD DKI Jakarta dan Yogyakarta yang telah mencantumkan Sabtu dan Minggu sebagai hari kerja dalam tatib-nya. Di sisi lain, tatib DPRD Bali juga mengatur soal kehadiran dewan dalam rapat atau sidang paripurna. Sebelumnya telah disepakati bila dewan yang tidak hadir empat kali berturut-turut akan dikenai sanksi. Walaupun hal itu sebetulnya tidak diharuskan dalam PP Nomor 12 Tahun 2018. DPRD di daerah lain, seperti DKI Jakarta tidak mengatur sanksi karena dianggap memberatkan. “Itu kan diskresi. Walaupun tidak ada ketentuannya di PP, tapi kan kami yang menginginkan karena kalau tidak diatur seperti itu bisa jadi untuk rapat-rapat bisa tidak quorum. Apalagi mau mengambil keputusan, kan bisa menghambat,” jelas politisi PDI-P asal Bangli ini. Adnyana menambahkan, bukan hanya kinerja dewan yang bisa terhambat. Tapi juga gubernur, karena dewan tidak siap menghadirkan seluruh anggota agar quorum. Itu sebabnya tatib DPRD Bali mengatur soal kehadiran dalam rapat atau sidang paripurna beserta dengan sanksinya agar lebih disiplin. Ada sanksi lisan, tertulis, hingga yang paling berat bisa diperiksa atau dilakukan investigasi oleh Badan Kehormatan . (kmb32)
Topik : GENERASI PETANI BALI TERANCAM PUNAH
SIDANG paripurna ke-6 masa persidangan II tahun 2019 DPRD Kota Denpasar yang mengagendakan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2020 digelar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (7/10) kemarin. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede ini dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, I Made Mulyawan Arya, anggota DPRD Kota Denpasar, serta Forkompinda Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam pidato pengantarnya menjelaskan, dengan rampungnya pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Denpasar Tahun 2020, maka tahapan penyusunan APBD dilanjutkan dengan pembahasan dalam sidang paripurna. Dimana hal ini didasarkan pada pedoman penyusunan APBD yang diterbitkan Menteri
SIDANG - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara saat menyaksikan penyerahan Ranperda APBD Tahun 2020 oleh Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede kepada pimpinan fraksi saat pelaksanaan sidang paripurna di gedung DPRD setempat, Senin (7/10) kemarin. Dalam Negeri RI. Adapun rancangan pendapatan pada APBD TA 2020 sebesar Rp 2,164 triliun lebih yang terdiri atas pendapatan asli daerah
dirancang sebesar Rp 924,70 miliar lebih, dana perimbangan dirancang sebesar Rp 965,44 miliar lebih, dan penerimaan lain-lain pendapatan
daerah yang sah dirancang sebesar Rp 274,10 miliar. Lebih lanjut dijelaskan, sesuai dengan Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2020, di mana belanja daerah digunakan untuk pelaksanaan urusan pemerintah baik wajib maupun pilihan. Dengan demikian, belanja tidak langsung TA 2020 dirancang sebesar Rp 1,118 triliun lebih atau sebesar 47,41 persen. Sedangkan belanja langsung TA 2020 dirancang sebesar Rp 1,240 triliun lebih atau dengan perbandingan sebesar 52,59 persen. Dari usulan Ranperda APBD Kota Denpasar TA 2020 terjadi defisit sebesar Rp 194,63 miliar yang akan ditutupi dengan silpa tahun 2019 sebesar Rp 200 miliar. ‘’Melalui sidang ini, kami berharap koreksi yang konstruktif dalam pembahasan nanti, serta dari usulan Ranperda APBD TA 2020 ini kami berharap hasil yang terbaik dalam mendukung suksesnya pembangunan Kota Denpasar di segala lini, guna mencapai peningkatan taraf hidup serta mewujudkan pelayanan maksimal bagi masyarakat menuju kesejahteraan rakyat,’’ jelas Rai Mantra. (ad221)
Wisuda Tahap II Unmas Denpasar
Siapkan Rp 3 Miliar untuk Penelitian, Mahasiswanya Bertaburan Prestasi SELASA (8/10) ini, Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar Wisuda Diploma III, Wisuda ke-58 Sarjana S-1, dan Wisuda ke-19 Pascasarjana. Pada wisuda tahap II ini, Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. akan mewisuda 518 sarjana dan magister. Sementara pada periode I telah diwisuda 572 sarjana. Unmas Denpasar adalah kampus pertama di Bali, NTB, dan NTT yang sukses melakukan penyatuan hingga menambah prodi baru sesuai imbauan Kemenristekdikti. Penyatuan ini dilakukan untuk meningkatkan tata kelola yang berorientasi pada budaya mutu dalam menghadapi persaingan global. Yayasan PR Saraswati Pusat melakukan penyatuan empat lembaga pendidikan tinggi, yaitu Akademi Farmasi menjadi Fakultas Farmasi dengan Prodi Diploma III Farmasi dan Prodi S-1 Farmasi. Sekolah Tinggi Bahasa Asing menjadi Fakultas Bahasa Asing dengan Prodi S-1 Bahasa Inggris dan Prodi S-1 Bahasa Jepang. Universitas Mahasaraswati Mataram berubah bentuk menjadi Prodi PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) meliputi Prodi Managemen, Hukum, Teknik dan Agribisnis. Unmas juga menambah prodi baru yaitu Teknik Lingkungan. Dengan penyatuan ini, Rektor Made Sukamerta menegaskan, masyarakat Lombok dijamin legalitas Unmas di Lombok. Selain itu, Unmas menjadi lebih kuat dan mempunyai daya saing serta sejajar dengan perguruan tinggi lainnya yang sudah maju. Dalam pelaksanaan Tri Dharma PT, Unmas dikenal melakukan
secara seimbang dan berkualitas. Secara akademik, kampus Unmas tak pernah tidur dari aktivitas seminar, FGD, serta diskusi lainnya. Termasuk mendorong dan menyiapkan dosennya program S-3 dan mencapai guru besar yang disertai dengan inovasi dalam upaya memenangkan keunggulan. Bahkan kerja sama internasional terus digenjot selain dengan Thailand dan Malaysia, juga dengan India dan Jepang. Khusus bidang penelitian, Unmas adalah kampus terdepan di wilayah Indonesia Timur. LPPM Unmas berstatus Madya. Pada 2019 memperoleh dana puluhan miliar dari Kemenristekdikti untuk 13 judul penelitian dan 16 judul pengabdian masyarakat. Hebatnya lagi, Rektor Made Sukamerta juga memberikan dana hibah internal untuk penelitian dan pengabdian masyarakat kepada dosen muda untuk 20 judul penelitian. Tiap tahun, katanya, Unmas menyiapkan anggaran Rp 3 miliar khusus bagi dosen muda yang proposalnya tak diterima di Dikti, namun mampu memasuki jurnal terakreditasi nasional. ‘’Dana ini belum termasuk dana insentif diberikan tiap fakultas,’’ ujarnya. Di program pengabdian, di tingkat universitas dan fakultas di Unmas dilakukan minimal dua kali setahun. Unmas juga menggelar KKN reguler dan alternatif dengan menerjunkan mahasiswa menjadi insan problem solving (pemecah masalah) di masyarakat. Mahasiswanya bertaburan prestasi di Proprov dan Pomnas 2019. Rektor I Made Sukamerta didam-
POMNAS - Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta bersama wakil rektor dan mahasiswa yang berprestasi di Pomnas. pingi WR I Dr. Wayan Gede Wiryawan, S.H., M.H., WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M., WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. memaparkan prestasi itu. Di antaranya Ni Made Anggi Juli Apsari dan Kadek Boby Lesmana meraih perunggu di kempo Porprov Bali dan Pomnas, Ni Kadek Ulan Jamikawati meraih perak kempo di Porprov, Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan dan Komang Tryana Dharma Putra meraih emas bulu tangkis di Porprov dan perak di Pomnas. Ni Made Aprianingsih meraih emas dan perak di judo di Porprov dan Pomnas, I.B. Dwika Salyana dan I Kadek Yoga Yuliantara meraih emas dan perak futsal di Porprov Bali. Selain itu, UKM Unmas rutin menggelar lomba susur pantai tingkat nasional dan pelatihan PP SAR Air yang diikuti PT se-Indonesia.
Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. merasa bangga civitas akademika Unmas Denpasar di bawah kepemimpinan Rektor I Made Sukamerta semua wirang dan belapati demi kemajuan Unmas. Spirit Dewi Saraswati ini harus terus dikobarkan agar Unmas menjadi perguruan tinggi unggulan di Asia, bahkan dunia. Caranya adalah semua sasaran bertindak demi kualitas proses dan output. Dia menegaskan, lulusan Unmas tak boleh ada yang menganggur. Termasuk membimbing agar menghasilkan karya berguna bagi masyarakat. Seperti mahasiswa Pertanian membuat teknologi tepat guna bagi petani. Sejak kuliah mereka dibekali life skill dan kewirausahaan sehingga menjadi insan kebanggaan keluarga dan negara. (ad220/k500)
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Tingkatkan Hasil Tangkapan Ikan dan Taraf Hidup Nelayan Tradisional
Bupati Giri Prasta Kembangkan Aplikasi FishGo APLIKASI FishGo adalah aplikasi ponsel Android yang diciptakan untuk membantu nelayan tradisional dalam meningkatkan jumlah tangkapan ikan dan taraf hidup nelayan tradisional di Badung. Aplikasi FishGo merupakan hasil riset yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung dalam menanggapi kondisi serta permasalahan nelayan tradisional di Kabupaten Badung. Aplikasi FishGo bekerja dengan cara mengkombinasikan kemampuan satelit dan faktor seperti kondisi fisiologis dan habitat ikan serta lokasi ikan mencari makan (feeding ground) untuk memprediksi dan mendeteksi keberadaan ikan. Keunggulan aplikasi FishGo dalam meningkatkan hasil tangkapan nelayan, diakui Ketua Kelompok Nelayan Samanjaya Desa Kedonganan, Kuta, Nyoman Sudiarta (43). Ia menuturkan pengalamannya mencari ikan di sekitar Uluwatu. ‘’Sebelum menggunakan aplikasi FishGo, hasil tangkapan kami
I Nyoman Giri Prasta
tidak menentu. Kadang-kadang dapat ikan, kadang-kadang tidak dapat. Lebih sering tidak dapatnya karena kami tidak tahu posisi ikan. Tetapi sejak menggunakan aplikasi FishGo kami bisa tahu di mana posisi ikan dan kemudian kami coba langsung ke posisi ikan dan memang ada ikannya di sana,’’ katanya. Ditambahkannya, melalui FishGo nelayan tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga memberikan informasi berupa jalur melaut yang aman. Hal senada diungkapkan Made Gita (56) dari Kelompok Nelayan Putra Bali. ‘’Ketika turun melaut kita sudah ketemu ikan, itu yang penting. Ini adalah aplikasi yang bagus. Aplikasi FishGo ini menciptakan nelayan-nelayan yang cerdas,’’ katanya. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Senin (7/10) kemarin di Puspem Badung mengatakan, keunggulan dari aplikasi FishGo adalah dapat menentukan waktu penangkapan terbaik serta rute penangkapan yang aman untuk
nelayan tradisional. Selain itu, aplikasi ini juga menentukan area pergerakan ikan dalam radius tertentu. Aplikasi ini juga memuat fitur laporan yang memudahkan nelayan dalam mengirimkan laporan hasil tangkapan mereka yang kemudian data tersebut dapat diteruskan sebagai bahan pengembangan aplikasi dan juga pihak terkait untuk menjual tangkapan. Melalui aplikasi ini, nelayan juga dapat mengetahui informasi mengenai perkiraan bahan bakar yang dibutuhkan untuk menuju ke area potensial penangkapan ikan. Lebih lanjut Bupati Giri Prasta mengatakan, selain dapat digunakan oleh nelayan tradisional, aplikasi ini juga dapat digunakan oleh orangorang yang memiliki hobi memancing. Sampai saat ini tercatat lebih dari 500 orang yang telah mengunduh aplikasi ini dan sebagian besar adalah nelayan tradisional. Diharapkan, dengan diimplementasikannya FishGo ini dapat membantu Pemerintah Kabupaten Badung dalam mencapai
beberapa tujuan yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang meliputi tanpa kemiskinan, kehidupan sehat dan sejahtera, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi dan infrastruktur, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, ekosistem laut dan kemitraan untuk mencapai tujuan. Sementara itu, Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara mengatakan, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja di sektor perikanan, khususnya nelayan tradisional di Kabupaten Badung, Pemkab Badung tetap berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan aplikasi FishGo dengan didukung oleh regulasi. Pendiri aplikasi selanjutnya diangkat menjadi tenaga teknis pengembangan aplikasi FishGo pada Balitbang Badung untuk dapat melakukan update peta lokasi potensial penangkapan ikan setiap harinya, sehingga para nelayan dapat memanfaatkan aplikasi FishGo dengan baik. (ad222)
Imbas Rasionalisasi Anggaran
Proyek BBI Tak Bisa Tuntas Tahun Ini
Mangupura (Bali Post) -
Pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, melambat. Proyek yang menelan anggaran Rp 34 miliar itu belum dapat terwujud tahun ini lantaran terdampak rasionalisasi anggaran. Padahal pembangunan BBI ditargetkan rampung tahun ini. Plt. Kepala Dinas Perikanan Badung I Made Badra, Senin (7/10) kemarin mengatakan, realisasi proyek pembangunan BBI baru 30 persen. Dengan adanya rasionalisasi anggaran pada APBD Perubahan 2019, proyek ini pun mengalami penyesuaian. ‘’Nanti dilanjutkan di tahun 2020,’’ ucapnya. Menurutnya, penyesuaian pekerjaan akibat rasionalisasi meliputi pembangunan water tower, pekerjaan DPT dan jalan, pembangunan kolam induk, kolam pendederan, pembangunan kolam hias, aksesoris berupa bale bengong dan pengisian patung Dewi Danu di tengah kolam hias, pembangunan
candi bentar dan tembok panyengker sampai pekerjaan struktur. ‘’Terjadi rasionalisasi anggaran menjadi Rp 6,1 miliar lebih,’’ ucapnya. Dikatakannya, pembangunan BBI dianggarkan di APBD Badung 2019 sebesar Rp 9,9 miliar lebih. Sedangkan nilai kontrak kegiatannya adalah Rp 6,8 miliar lebih. Sementara kebutuhan dana pembangunan secara keseluruhan mencapai Rp 34 miliar. ‘’Jadi untuk tindak lanjut pembangunan BBI Baha otomatis dilaksanakan secara bertahap. Mengingat sumber pendanaan yang belum memungkinkan untuk dituntaskan dalam satu tahun anggaran,’’ ungkap
Badra yang juga Kepala Dinas Pariwisata Badung. Dijelaskannya lebih lanjut, pada tahap pertama atau tahun ini pembangunan baru terealisasi 30 persen. Untuk pelaksanaan tahun 2020, rincian dana pembangunan lanjutan berikutnya sebesar Rp 24 miliar lebih dengan melengkapi beberapa sarana dan prasarana yang belum terbangun di antaranya pos jaga, rumah jaga, hatchery, gudang pakan dan mesin pelet, gudang pupuk kandang, tugu karang, garasi, aula, asrama, padmasana, kantor pengelola, gudang genset, kolam pemijahan/ pemberokan, bak pengelolaan limbah dan taman. (kmb27)
Kasus Sky Garden
Polisi Kembali Tetapkan Tiga Tersangka Mangupura (Bali Post) Penyidik Polsek Kuta kembali menetapkan tersangka kasus pencurian dan pemerasan di diskotek Sky Garden, Legian. Polisi menetapkan tiga tersangka, masing-masing berinisial TW, PW dan YR. Penyidik sudah melayangkan surat panggilan sebagai tersangka kepada TW, PW dan YR untuk diperiksa pada 30 September dan 1 Oktober lalu, tapi mereka tidak hadir. Ketiga surat panggilan tersebut ditandatangani Kapolsek Kuta AKP T. Ricki Fadlianshah. Surat tersebut masing-masing bernomor SP/107/IX/2019/Reskrim,
SP/108/IX/2019/Reskrim, SP/109/IX/2019/Reskrim tertanggal 27 September 2019. Menurut sumber, penetapan tersangka itu merupakan tindak lanjut laporan Brigjen (purn) Suwarno selaku Direktur Sky Garden pada 8 Agustus lalu. Pada laporan itu disebutkan, tersangka memaksa Fredie Ian Dominggo membuka brankas di lantai dua. Setelah pintu dibuka, pelaku mengambil uang dalam brankas lalu dimasukkan ke kantong plastik. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 180 juta. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan
Arta Ariawan, Senin (7/10) kemarin mengatakan telah menerima laporan penyidik Polsek Kuta terkait penetapan tiga tersangka tersebut. ‘’Kalau jadi tersangka, itu berarti alat bukti kuat mereka terlibat dalam kasus tersebut,’’ ujarnya. Kompol Arta juga membenarkan TW, PW dan YR belum memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka. ‘’Informasinya, yang bersangkutan berada di luar Bali. Kalau tiga kali tidak penuhi panggilan penyidik, bisa dipanggil paksa,’’ tegas mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. (kmb36)
Bali Post/eka
RUMAH KOS - Seorang pengendara melintas di depan salah satu rumah kos di Badung, Senin (7/10) kemarin.
Satpol PP Tunggu Validasi Data Rumah Kos Mangupura (Bali Post) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung tak mau gegabah dalam menyikapi Perda Badung Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel yang mencakup pajak rumah kos. Satpol PP sejauh ini masih menunggu validasi data yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kepala Satpol PP Badung I G.K. Suryanegara mengatakan, OPD terkait tengah membahas terkait polemik pajak rumah kos. Sebab, dalam regulasi tersebut hanya mencantumkan jumlah kamar kos yang dikenakan pajak. ‘’Hari ini (kemarin - red) Bapak Wakil Bupati rencananya akan membahas masalah itu dengan dinas terkait. Sebab, dalam aturan hanya tertuang jumlah kamar saja bukan klasifikasi sehingga perlu adanya sosialisasi ke masyarakat. Kami pun menunggu data valid dulu, karena data yang ada saat ini berbeda-beda baik
di dinas maupun di tingkat kecamatan,’’ ujar Suryanegara, Senin (7/10) kemarin. Ia mengakui, polemik terkait perda rumah kos menimbulkan opini negatif di masyarakat. Masyarakat menilai munculnya pajak rumah kos lantaran pendapatan Kabupaten Badung tidak tercapai, sehingga Pemkab mencari sumber pendapatan baru. ‘’Dengan kebijakan itu membuat masyarakat beropini bahwa akibat defisit Badung sampai mengurus pajak kos-kosan yang notabene milik masyarakat sendiri. Sebenarnya tidak begitu. Aturan itu sudah lama. Bahkan kami sudah melakukan penertiban khususnya rumah mewah yang dikontrakkan untuk bulebule,’’ terangnya. Suryanegara berpendapat, kebijakan pajak rumah kos tidak dikenakan kepada setiap pemilik rumah kos. Sebab, tidak setiap rumah kos layak untuk dikenakan pajak. ‘’Jadi sebetulnya yang kami tangkap
bukan kos-kosan yang ada di gang-gang seperti itu. Kan bisa saja ada masyarakat yang menyewa lahan terus buat rumah semipermanen seperti bedeng dan dikontrakkan. Kami rasa bukan itu targetnya,’’ jelasnya. Menurutnya, banyak rumah mewah yang ada di kawasan pariwisata dihuni oleh warga negara asing. Padahal pemilik rumah tidak membayar pajak karena kawasan tersebut bukan diperuntukkan sebagai kawasan akomodasi pariwisata. ‘’Namun kenyataannya mereka menyewakan untuk wisatawan. Kan sudah jelas dalam aturan, wisatawan dilarang menginap di koskosan. Ada perbup-nya itu. Karena itu kami menunggu dulu data dan klasifikasi yang dimaksud rumah kos itu sehingga tidak meresahkan masyarakat nantinya,’’ katanya. Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupaten Badung sejatinya telah mengeluarkan kebijakan pajak rumah kos sejak 2011. Na-
mun ada ketidaksesuaian pengertian rumah kos dalam Perda Badung Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel dengan Perbup Nomor 35 Tahun 2019 tentang Tata Cara Permohonan, Pendaftaran Kembali dan Penyesuaian Izin Pengelolaan Rumah Kos. Pada Perda Nomor 15 Tahun 2011, Pasal (1) poin 8 tersurat bahwa hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginapan/peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya dengan dipungut bayaran yang mencakup juga motel, losmen, gubuk wisata, wisma pariwisata, pesanggrahan rumah penginapan dan sejenisnya serta rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari 10. Sementara pada Perbup Nomor 35 Tahun 2019 disebutkan pengelolaan rumah kos adalah kegiatan atau usaha menyediakan fasilitas rumah kos dengan jumlah kamar paling sedikit lima kamar, paling banyak 15 kamar untuk disewakan kepada penghuni untuk jangka waktu minimal satu bulan. (kmb27)
Terima Kunjungan Mantan Karyawan Hotel
Adi Wiryatama Harapkan Semua Pihak Saling Mengisi KETUA DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama menerima kunjungan mantan karyawan Sanur Beach Hotel di gedung DPRD Bali, Senin (7/10) kemarin. Kedatangan mantan karyawan yang sudah berusia lanjut itu pun membangkitkan memori Adi Wiryatama kala masih menjadi karyawan di hotel tersebut, terutama saat dirinya menjadi salah satu pimpinan serikat buruh. ‘’Tahun 74 saya masuk ke sana, tahun 78 saya keluar karena sedikit ada ketidakcocokan antara manajemen dan buruh. Anggaplah istilah kerennya sekarang mogok,’’ tuturnya. Wiryatama bahkan mengaku sempat ditangkap dan
dibui karena hal itu. Meski demikian, hotel tempatnya dulu bekerja tersebut tetap dianggapnya sebagai kampus yang menempanya hingga menjadi seperti sekarang. Termasuk rekan-rekannya yang turut keluar seperti dirinya dan kini meraih kesuksesannya masing-masing, juga berpandangan sama. ‘’Eks di sana tahun 78 itu 400 orang, itu ketemu. Ada yang tua, uzur, tapi sepakat untuk bersilaturahmi. Kalau ini tidak diwadahi, nanti akan buyar begitu saja. Maka akan dibuat yayasan,’’ jelas politisi PDI-P asal Tabanan ini. Wiryatama pun memfasilitasi hal itu lewat pertemuan di kantor DPRD Bali. Mengingat tujuan dari pembentukan
yayasan adalah untuk silaturahmi sekaligus kerja sosial dan kemanusiaan. Budaya ini bahkan sudah tertanam sejak dulu. Eks karyawan Sanur Beach Hotel tahun 78 sering berkumpul, lalu menggalang dana dan bantuan untuk korban bencana maupun aksi sosial lainnya. Termasuk membantu teman di internal mereka yang sakit. ‘’Saya tertarik melihat aksi sosialnya, padahal mereka sudah tua-tua dan ada juga yang mapan secara ekonomi. Saya hargai sekali. Makanya saya menyempatkan diri hadir,’’ jelas mantan Bupati Tabanan ini. Terkait pengalamannya dulu, Wiryatama berharap baik pengusaha maupun ma-
syarakat agar sama-sama mengarah pada satu tujuan. Untuk masyarakat, agar menyiapkan diri sebagai tenaga siap pakai di industri pariwisata dan menjadi karyawan yang baik. Sedangkan pengusaha agar bisa menampung masyarakat yang sudah siap bekerja dan memperhatikan apa yang menjadi keinginan mereka. Termasuk memenuhi ketentuan untuk merekrut tenaga kerja lokal. ‘’Jadi semua saling mengisi. Kalau kita mentah masuk ke sana, juga tidak ada gunanya. Pengusaha juga harus memperhatikan aspirasi sekelilingnya. Biar tidak kayak di Ubud, ditutup jalannya. Itu kan rugi semua. Rakyat rugi, hotel juga rugi,’’ tegasnya. (kmb32)
Bali Post/ist
KUNJUNGAN - Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama saat menerima kunjungan mantan karyawan Sanur Beach Hotel.
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Capai Tujuan Internasionalisasi
PNB Perkuat Kerja Sama dengan Universitas Luar DALAM rangka internasionalisasi, Politeknik Negeri Bali (PNB), Senin (7/10) kemarin menggelar kegiatan penguatan kerja sama untuk meningkatkan kompetensi lulusan dalam menghadapi dinamika revolusi industri. Kegiatan ini diisi dengan program pertukaran budaya dan pendidikan dengan universitas luar yang juga dirangkai dengan open house Jurusan Teknik Sipil PNB. Ditemui di sela kegiatan, Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. mengatakan kegiatan ini untuk memantapkan langkah-langkah internasionalisasi PNB. Karena untuk bisa menuju tahap itu, maka harus banyak network yang dibangun. Terutama network per-
guruan tinggi di luar negeri yang tentunya sudah punya pengalaman banyak. Untuk kali ini, kata Abdi, yang diundang adalah dari Taiwan, Malaysia, dan juga dari World Bank untuk memberikan suport supaya program internasionalisasi PNB bisa dilakukan dengan baik. Dengan adanya kerja sama seperti ini, pihaknya berharap di tahun mendatang, yakni satu sampai dua tahun mendatang PNB sudah banyak mempunyai kerja sama internasional. Baik di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan juga program pertukaran mahasiswa. ‘’Dengan demikian, pada saatnya nanti, mudah-mudahan semua
PEMBUKAAN - Suasana pembukaan kegiatan penguatan kerja sama yang juga dirangkai dengan kegiatan open house Teknik Sipil PNB, Senin (7/10) kemarin.
rencana bisa berjalan lancar sehingga dengan kerja sama seperti ini, PNB akan dipenuhi banyak mahasiswa dari luar negeri,’’ harapnya. Lebih lanjut dikatakan, yang tidak kalah penting, program ini didesain khusus untuk memantapkan diri menunjang tema yakni ‘’Green Tourism’’. Bahkan untuk itu pihaknya mengajak beberapa lembaga yang memiliki concern sama bersama menerapkan implementasi green tourism. ‘’Program ini ke depan diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap program ‘Nangun Sat Kertih Loka Bali’. Sehingga akan lengkap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah dan industri,’’ ucapnya. Sementara itu, menurut Ir. I Wayan Arya, M.T. selaku Pembantu Direktur IV PNB, pada kegiatan tersebut, selain menggelar kerja sama dengan universitas luar, kegiatan ini juga dirangkai dengan kegiatan open house Teknik Sipil. Dua kegiatan ini, katanya, dibuka secara bersamasama. Kerja sama ini merupakan hal yang sangat sentral sekali untuk bisa menuju internasionalisasi PNB. Tentunya dalam menuju internasionalisasi, perlu dilakukan kerja sama dengan banyak pihak. Untuk kegiatan penandatanganan kerja sama ini, pihaknya menyebutkan ini baru sebagian kecil dari keseluruhan kerja sama yang dijalin. ‘’Kita sudah melakukan banyak kerja sama di luar negeri. Tentu ini bertujuan untuk membuat kolaborasi kerja sama antara kampus dengan industri, antara kampus dengan pemerintah,’’ pungkasnya. (ad217)
Yudisium FT Unhi Denpasar
Sarjana Teknik Junjung Tinggi Nilai-nilai ’’Sat Kerthi Loka Bali’’ FAKULTAS Teknik Universitas Hindu Indonesia (FT Unhi) Denpasar melepas calon sarjana (S-1) Prodi Teknik Sipil serta Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) pada upacara yudisium periode II tahun 2019 di Inna Bali Heritage Hotel, Senin (7/10) kemarin. Yudisiawan dilepas Dekan FT Unhi Denpasar I Komang Gede Santhyasa, S.T., M.T. didampingi para Wakil Dekan dan Kaprodi masing-masing jurusan, serta dihadiri Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. Yudisium kali ini sangat istimewa. Sebab, selain empat mahasiswa berhasil lulus tepat waktu, yaitu 4 tahun atau 8 semester, juga ada seorang mahasiswa lulus dengan predikat cumlaude (dengan pujian). Hingga saat ini jumlah alumni FT Unhi Denpasar sebanyak 165 orang yang terdiri dari 106 alumni Prodi Teknik Sipil dan 59 alumni Prodi PWK. ‘’Kita patut berbangga karena sebagian besar yang lulus saat ini telah bekerja, bukan berkontribusi menambah pengangguran. Dari masa kuliah mereka-mereka ini sudah ‘nyambi’ sambil bekerja,’’ ujar Santhyasa. Lebih lanjut dikatakan, terkait prospektif lulusan FT Unhi Denpasar perlu dilihat dari agenda pembangunan global, nasional, dan daerah. Saat ini pihaknya berada pada fase agenda global yang dikenal dengan SDGs. Dalam SDGs paling tidak ada 3 goals yang sangat terkait dengan bidang ilmu Teknik Sipil dan PWK. Yaitu pembangunan infrastruktur yang berketahanan, pengurangan kesenjangan antarwilayah dan pembangunan kotapermukiman yang berkelanjutan. Dari agenda global ini, Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memfokuskan pembangunan infrastruktur sebagai implementasi dari Nawacita yang salah satunya membangun Indonesia dari pinggiran. Dalam konteks ini, difokuskan pada 35 wilayah pengembangan strategis (WPS) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, termasuk di dalamnya Bali dan
YUDISIUM - Dekan FT Unhi Denpasar I Komang Gede Santhyasa, S.T., M.T. didampingi para Wakil Dekan dan Kaprodi masing-masing jurusan melepas yudisiawan pada upacara yudisium periode II tahun 2019 di Inna Bali Heritage Hotel, Senin (7/10) kemarin. wilayah Indonesia Timur. ‘’Artinya, ruang-ruang prospektif pasar kerja bagi lulusan sarjana teknik sipil dan sarjana PWK sangat terbuka luas. Saat ini sebaran serapan pasar kerja dari alumni kami selama ini ada di pemerintahan atau birokrasi, kontraktor, konsultan, Lembaga Swadaya Masyarakat, bank, bahkan berwirausaha atau menjadi pengusaha,’’ tandas pria asal Nusa Penida ini. Saat ini, dikatakan, arah pembangunan Bali berlandaskan ‘’Sat Kerthi Loka Bali’’ yang secara umum spiritnya menjaga manusia Bali, menjaga alam Bali, dan menjaga budaya Bali. Hal ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan pembangunan dalam arti luas di Bali harus memperhatikan spirit dan nilai-nilai ‘’Sat Kerthi Loka Bali’’ tersebut. Sehingga dalam konteks pembangunan infrastruktur di Bali tentunya dibutuhkan sarjana-sarjana teknik yang ‘’plus’’ memahami budaya Bali. ‘’Ya, sangat tepat kalau kuliah di Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia yang berbasiskan pada agama dan kebudayaan,’’ tegasnya. Sementara itu, untuk memenuhi
prospektif pasar kerja, dalam setahun terakhir FT Unhi Denpasar telah mencoba mengembangkan iklim akademik yang baik melalui aktivitas akademik. Yaitu kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja yang didukung kompotensi dosen yang berkualitas, perkuliahan berbasis praksis dan preskriptif, menghadirkan para pakar melalui public lecture, sarasehan, seminar, FGD, dan pelatihan atau workshop guna meningkatkan kemampuan keterampilan/skill khusus. Di samping juga melakukan pengembangan riset-riset yang up to date yang muaranya pada publikasi. Wakil Rektor III Unhi Denpasar I Wayan Muka meyakini lulusan Teknik Sipil Unhi Denpasar bisa bersaing. Tidak hanya dari sisi kemampuan akademisnya, tetapi sikap, emosional, dan spiritual. Sebab, para mahasiswa selama menempuh pendidikan telah dibekali keterampilan praktik metode pelaksanaan proyek, pelatihan program di bidang ketekniksipilan, seperti mengaplikasikan sebuah rekayasa konstruksi di lapangan dengan metode-metode yang sifatnya berbasis komputer. (ad218)
Warga Peru Diadili Kasus 950 Gram Kokain Denpasar(Bali Post) Lelaki asal Peru, terdakwa Guido Torres Morales (55) akhirnya didadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (7/10) kemarin. Jaksa penuntut umum (JPU) A.A. Gede Putra mendakwa pria yang bekerja di bidang sistem analisis ini telah mengimpor kokain sebanyak 950 gram netto. Dia diduga menyelundupkan barang terlarang dari Peru ke Bali dengan modus disembunyikan dalam perut. Dalam surat dakwaan JPU, diungkapkan aksi terdakwa berhasil digagalkan petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah
Rai pada 26 Juni 2019. Jaksa mengatakan terdakwa telah tanpa hak atau melawan hukum, memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan I bukan tanaman berupa kokain seberat 950 gram netto. Saat tiba di Bandara Ngurah Rai, terdakwa dicurigai membawa barang terlarang sehingga dilakukan rontgen terhadap badan terdakwa. Ditemukan benda aneh dalam perut terdakwa. Petugas Bea dan Cukai berupaya pengeluaran sehingga dari anus terdakwa mengeluarkan 124 buah gulungan alumunium poil
yang terbungkus dengan plastik bening yang di dalamnya terbungkus plastik hitam masingmasing berisi bubuk warna putih mengandung sendiaan narkotika jenis kokain. Dari pengakuannya, terdakwa menyembunyikan barang terlarang sebanyak 125 paket di dalam perutnya dengan cara ditelan. Dia mendapat barang terlarang itu dari seseorang yang tidak dikenal saat berada di atas pesawat dari Peru tujuan Buenos Aires dan rencananya akan diserahkan pada seseorang yang tengah menunggunya di sebuah hotel di Bali. (kmb37)
Bali Post/ist
OLAH TKP - Anggota Polsek Dentim saat melakukan olah TKP.
Polisi Selidiki Informasi Perampokan di Renon
Denpasar (Bali Post) Polsek Denpasar Timur (Dentim) dan Polresta Denpasar belum menerima laporan resmi terkait informasi perampokan di Jalan Drupadi IV No. 3, Renon, Denpasar, beberapa waktu lalu. Meski demikian penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap kejadian sebenarnya. ‘’Sampai sekarang belum jelas apa benar itu perampokan, pencurian atau percobaan pencurian. Selain itu, kami belum menerima informasi ada barang yang hilang,’’ kata Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra, Senin (7/10) kemarin.
Bagaimana dengan ada dua orang korban yaitu Valentina Erma (54) dan anaknya, Ivan Prasetia (24)? ‘’Kalau soal itu, bukan karena adanya tindak kekerasan. Namun diduga ketakutan dan panik. Mereka melompat dari lantai tiga,’’ ujarnya. Hasil interogasi Valentina Erma, pada Jumat (4/10) pukul 14.15 Wita, dia hanya dengan anak keduanya di rumah. Sedangkan suaminya ke bank. Waktu itu dilihat pelaku berjumlah lima orang. Pelaku sempat bicara menggunakan bahasa Bali. Melihat banyak pelaku, korban dan anaknya melompat dari lantai
tiga rumahnya. ‘’Mungkin korban masih sakit karena patah tulang,’’ ungkap Kompol Karang. Kompol Karang membenarkan terkait informasi tersebut. Anggotanya bersama Polresta Denpasar melakukan olah TKP. Di halaman rumah ditemukan samurai lengkap dengan sarungnya dan sandal. Hasil pengecekan di CCTV tetangga korban, mobil putih jenis Sigra dipakai pelaku sudah terekam nopolnya. Namun setelah dicek ke Kantor Samsat, ternyata pelat nopol yang terpasang di mobil tersebut milik Honda CRV. (kmb36)
Paparkan Program Kerja 2020
Anggaran Hibah Bansos Diusulkan Rp 2 Miliar Per Tahun Singaraja (Bali Post) Setelah dilakukan pengisian anggota dewan yang duduk di masingmasing Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Senin (7/10) kemarin, setiap AKD memaparkan program kerja tahun 2020. Pemaparan program kerja itu disampaikan dalam rapat paripurna internal. Secara keseluruhan, program kerja di setiap AKD mengikuti tiga fungsi dewan yakni anggaran, legislasi, dan pengawasan. Namun demikian, ada usulan untuk meningatkan ‘’jatah’’ anggaran hibah bantuan sosial (bansos - red). Salah satu usulan peningkatan hibah bansos menjadi kesepakatan program kerja Komisi IV. Melalui juru bicaranya H. Mulyadi Putra, dewan mengusulkan pada APBD 2020 agar kuota hibah bansos dinaikkan dari sebelumnya Rp 1 miliar menjadi Rp 2 miliar setiap anggota dewan. Politisi PPP ini beralasan kuota hibah bansos dinaikkan bukan semata-mata untuk kepentingan konstituennya saja. Namun berbekal dari pengalaman banyaknya usulan masyarakat yang tidak disetujui dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat bawah sampai atas dan kalau peningatan kuota hibah bansos ini disetujui, maka usulan dalam musrenbang itu bisa di-cover dari hibah bansos yang difasilitasi DPRD. ‘’Memang ada informasi kalau hibah bansos tahun 2020 turun. Namun kami sepakat mengusulkan menaikkan. Kami berpandangan kuota bansos ini buntu menjawab usulan yang tidak disetujui dalam musrenbang. Dan dari pengalaman terdahulu, banyak warga yang mengeluhkan karena usulan dalam musrenbang tidak terealisasi,’’ jelasnya. Di sisi lain, Mulyadi Putra men-
Bali Post/kmb38
SIDANG - Setelah ditetapkan, masing-masing Alat Kelengkapan Dewan (AKD) memaparkan program kerja 2020 melalui sidang paripurna internal, Senin (7/10) kemarin. gatakan Komisi IV sendiri memiliki 13 bidang tugas. Beban kerja yang begitu banyak ini peru diimbangi dengan dukungan anggaran yang memadai. Anggaran ini sendiri menyangkut kegiatan dalam dan luar daerah. Dari kegiatan yang sudah ditetapkan, dirinya mengusulkan perlu disiapkan satu kali kegiatan yang sifatnya insidental. Artinya, tambahan anggaran kegiatan ini dapat dijalankan bila dalam perjalanan ada tugas-tugas yang menyangkut aspirasi masyarakat perlu dikonsultasikan ke dalam maupun ke luar daerah. ‘’Kami usulkan ditambah, namun sifatnya bisa dipakai dan bisa tidak. Sebab, pengalaman ada aspirasi masyarakat yang perlu kita kordinasikan sehingga tambahan ini bisa dipakai,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Dewan Gede Supriatna meminta anggota dewan menunjukkan kinerja dan disiplin lebih dulu, sebelum mem-
inta tambahan anggaran perjalanan dinas. Apalagi, anggota DPRD Buleleng periode 2019-2024 baru dilantik 1,5 bulan yang lalu. Untuk itu, pihaknya meminta komitmen dari para anggota terkait pembahasan program kerja. Dengan kinerja yang lebih baik, ia meyakini marwah lembaga akan menjadi lebih baik. Ketua Dewan dua periode ini mengakui dewan memiliki anggaran untuk kegiatan perjalanan dinas ke luar daerah. Anggaran itu terdiri dari studi banding, konsultasi, dan koordinasi. Kalau nantinya masih ditemukan anggota yang malas bersidang dan rapat pembahasan, Supriatna berjanji akan melakukan evaluasi terhadap perjalanan dinas tersebut. ‘’Kita minta komitmen dulu, supaya di pembahasan bisa benar-benar maksimal. Sehingga tidak terkesan kalau dinas ke luar daerah rajin, namun ketika bersidang malas,’’ jelasnya. (kmb38)
DP3AP2KB Sosialisasikan Pengetahuan Gizi bagi Masyarakat Denpasar (Bali Post) Tingginya kasus malnutrisi menunjukkan masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat mengenai gizi. Umumnya, masyarakat mengonsumsi makanan yang tidak memiliki asupan gizi seimbang. Permasalahan gizi dan kesehatan dalam ranah kehidupan masyarakat cenderung begitu kompleks. Urgensi pengetahuan gizi bagi masyarakat luas dan kasus gizi buruk perlu mendapat perhatian bersama. Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar turut melakukan sosialisasi pentingnya pengetahuan gizi kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kabid Pemenuhan Hak Anak pada DP3AP2KB Kota Denpasar Tresna Yasa yang didampingi para Kasinya I Nyoman Adnyana, I.A. Suryantari dan Putu Dewi Sintayani, Senin (7/10) kemarin. Sosialisasi yang menghadirkan narasumber Poltekes juga melibatkan Puspaga Dharma
Negara Kota Denpasar, Forum Anak Daerah Kota Denpasar dan Politeknik Kesehatan Kota Denpasar. Lebih lanjut dikatakan, setiap hari manusia membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral serta serat sesuai angka kebutuhan gizi yang disarankan. Namun, nyatanya masih banyak masyarakat yang mengonsumsi makanan tidak berdasarkan pada kebutuhan gizi. Kandungan gizi tidak diperhatikan sehingga makanan yang masuk ke dalam tubuh hanya akan menjadi sampah dan tidak menyehatkan. ‘’Mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang tidak tepat hanya akan menjadi bom waktu bagi seseorang,’’ paparnya. Untuk itu, masyarakat nantinya benar-benar paham mana yang dibutuhkan oleh tubuh untuk kesehatan. Pihaknya mengaku mengajak para ahli gizi yang berkompeten untuk lebih menjelaskan manfaat gizi bagi tubuh. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Kota Denpasar, khususnya anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Sementara itu, Lurah Peguyangan A.A. Gede Agung Dharma Putra mengaku perkembangan dan pertumbuhan kuliner di Kota Denpasar sangat luar biasa. Tentunya ini sangat menggoda selera bagi pencinta kuliner. Meski demikian dengan adanya sosialisasi seperti sekarang ini masyarakat semakin mengerti kuliner seperti apa yang harus dikonsumsi untuk kesehatan tubuh. ‘’Kita bisa lihat sekarang ini masyarakat lebih cenderung suka praktis termasuk untuk kuliner. Hal ini sangat memengaruhi tingkat kesehatan masyarakat terutama menimbulkan obesitas,’’ ujarnya. Salah seorang peserta, Chandra Dewi, mengaku pemahaman pengetahuan masyarakat tentang masalah gizi masih keliru, salah satunya masih memegang prinsip empat sehat lima sempurna. Padahal sekarang sudah berubah menjadi prinsip pola makan seimbang. Hal ini untuk menghindari terjadinya obesitas karena kelebihan gizi. ‘’Kami sangat senang tentang sosialisasi ini sehingga lebih mengerti untuk menerapkan pola makan yang seimbang,’’ ujarnya. (kmb12)
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Aniaya Pedagang, Anggota Ormas Ditangkap Denpasar (Bali Post) Kasus penganiayaan terjadi di Jalan Cokroaminoto Gang Pucuk III Blok C, Ubung, Denpasar, Selasa (1/10) lalu. Korbannya seorang pedagang Ahmad (18) dan kondisinya luka parah. Keesokan harinya, Tim Resmob Polresta Denpasar meringkus pelakunya yakni Fransiskus Mnahonin (23) asal Kupang, NTT. Pelaku ini merupakan anggota salah satu ormas di Bali. Pengakuan pelaku sebelum kejadian itu, ia usai pesta miras di Jalan Pidada, Denpasar. Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, Senin (7/10) kemarin, menyampaikan pada waktu kejadian sekitar pukul 23.50 Wita, korban baru tiba di rumahnya dari berjualan. Sesampai di halaman rumah, tiba-tiba korban didatangi pelaku sambil marah-marah. ‘’Pelaku bertanya kepada korban, siapa naik motor dengan suara keras-keras. Korban langsung menjawab tidak tahu,’’ tuturnya. Selanjutnya pelaku masuk ke kamar kosnya. Sedangkan korban masih di halaman rumah karena hendak mengambil sepeda motor untuk mengambil dagangan. Tiba-tiba pelaku keluar dari kamar kosnya sambil membawa sebuah kursi kayu kecil. Pelaku langsung memukul korban menggunakan kursi
tersebut dan mengenai kepala hingga robek. Setelah itu, datang ibu korban dan sempat perang mulut dengan dengan pelaku. ‘’Usai adu mulut dengan ibu korban, pelaku langsung masuk ke kamarnya. Sedangkan korban melapor ke Polresta Denpasar,’’ jelas mantan Wakapolres Badung ini. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Resmob Polresta dipimpin Kanit I Iptu Made Yudhistira melakukan penyelidikan. Pada Jumat (4/10) pukul 13.00 Wita, pelaku ditangkap di tempat tinggalnya. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Sebelum kejadian pelaku bersama teman-temannya pesta miras di Jalan Pidada, Denpasar. Usai pesta miras, pelaku pulang ke tempat kosnya di Jalan Cokroaminoto Gang Pucuksari III, Blok C, Ubung, Denpasar. ‘’Barang bukti yang diamankan yakni berupa kuris kayu kecil, pakaian korban, dan kartu anggota ormas. Kami mengimbau kepada masyarakat, bila ada masalah jangan menggunakan fisik menyelesaikannya. Kalau itu terjadi kami akan melakukan tidakan tegas,’’ tegasnya. Kasus Jambret Sementara itu, selain kasus penganiayaan tersebut, Wakapolres Benny juga merilis pengungkapan kasus jambret dengan pelaku Muhammad Efendi (31) asal Mo-
jokerto. Kasus ini dilaporkan korban Ni Wayan Iyennita Sari dan TKP-nya berada di Jalan Serma Jodog, Sanglah, Denpasar. Ia menjelaskan, pada Rabu (11/9) pukul 17.30 Wita, korban dari rumahnya jalan kaki menuju ke apotek. Saat itu korban sedang membuka email menggunakan HP yang dibawanya. Pelaku yang mengendarai Honda Scoopy langsung menjambret HP korban. ‘’Sempat terjadi tarik-menarik. Korban juga berteriak maling. Warga di sekitar TKP langsung mengejar pelaku, tapi gagal,’’ ungkapnya. Atas kejadian itu, Tim Resmob melakukan penyelidikan di TKP dan mendapatkan informasi terkait ciri-ciri pelaku dan sepeda motor yang digunakan. Pada Jumat pukul 16.00 Wita, pelaku berhasil diringkus di rumah kontrakannya di Jalan Letda Reta Gang 26, Denpasar Timur. Hasil pengembangan, pelaku mengaku juga beraksi di Jalan Kebo Iwa, pertengahan Agustus lalu. Sedangkan akhir Agustus, pelaku beraksi di dekat RSUP Sanglah Denpasar dan belakang Kampus Unud Denpasar. ‘’Rata-rata yang dijambret HP. HP itu kemudian dijual via online dengan harga ratusan ribu rupiah. Korbannya juga ada yang laki-laki,’’ ujar mantan Kospripim Polda Bali ini. (kmb36)
Bali Post/ist
DIAMANKAN - Tiga orang asal Sumba, NTT diamankan terkait kericuhan di Jalan Bung Tomo, Denpasar.
Kericuhan di Jalan Bung Tomo
Tiga Pelaku Serahkan Diri Denpasar (Bali Post)-
Tim Opsnal Polsek Denpasar Barat (Denbar) menindaklanjuti informasi kericuhan di Jalan Bung Tomo 6 No. 9X, tepatnya di depan air isi ulang Tirta Gracella. Tiga orang pelaku yakni berinisial OMA (23), ST (29) dan RAK (19) menyerahkan diri ke kantor polisi. Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aji Yoga Sekar, Senin (7/10) kemarin mengatakan, korbannya satu orang yaitu Soleman Ngindi Aj Reda (23). Korban mengalami luka di telingga kiri dan kepala. Dari
keterangan korban, kejadian kericuhan itu berawal dari dirinya dan pelaku minum miras karena ada acara ulang tahun. Kemudian terjadi kesalahpahaman di antara mer-
eka dan salah satu pelaku keluar memanggil temantemannya. ‘’Nah terjadilah keributan di jalan. Korban dipukul pelaku menggunakan kursi dan kayu balok. Selanjutnya pelaku melarikan diri,’’ ujarnya. Saat petugas tiba di TKP langsung membawa korban ke Mapolsek Denbar. Pasalnya warga keluar rumah dan memadati lokasi kejadian. ‘’Korban tidak melaporkan peristiwa ini karena salah paham.
Antara korban dan pelaku masih saudara. Kedua belah pihak sepakat berdamai,’’ ucap mantan Kanitreskrim Polsek Dentim ini. Sebelumnya, bentrok antarpemuda asal NTT terjadi di Jalan Bung Tomo, Denpasar, Minggu (6/10) lalu. Diduga pemicunya karena kesalahpahaman saat pesta miras. Akibat kejadian itu, dua orang luka dan sempat dilarikan ke rumah sakit. (kmb36)
Suku Bunga Pinjaman Tinggi
Diskop Bali Panggil Pengurus Kosippral
Bali Post/eka
TERSANGKA - Wakapolresta Denpasar menunjukkan barang bukti saat gelar kasus jambret dan pengeroyokan di Mako Polresta Denpasar, Senin (7/10) kemarin.
Terlibat Narkoba Sejoli Dituntut 2,5 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Pasangan kekasih, terdakwa Herman Wijaya (50) dan Ica Juni Trisya (26), Senin (7/10) kemarin menjalani sidang tuntutan. Sejoli ini disidang lantaran terlibat kasus narkotika. Hasil sidang tersebut, kedua terdakwa dituntut 2,5 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Denpasar. JPU Gusti Putu Ayu Hendrawati menilai perbuatan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. ‘’Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan,’’ pinta jaksa. Dalam dakwaan JPU diungkapkan terdakwa Herman pada Rabu (27/3) lalu pukul 18.00 Wita ingin menikmati narkoba jenis sabu-sabu. Kemudian Herman menyuruh
Ica memesan barang haram tersebut. Selanjutnya Ica menghubungi seseorang bernama Djumanik (DPO) untuk memesan sabu-sabu. Ica meminta Herman mentransfer uang Rp 1,3 juta ke rekening Djumanik. Herman kemudian menunjukkan bukti transfer melalui pesan WA. Kemudian Herman dan Ica diberi alamat tempelan sabu di Jalan Sesetan. Mereka bergegas mengambil sabu-sabu menggunakan sepeda motor tersebut. Di tengah perjalanan, ternyata mereka dibuntuti petugas. Sesampainya di koskosan mereka sudah ditunggu petugas. Mereka pun ditangkap. Dari tangan keduanya diamankan sabu-sabu seberat 0,35 gram. Atas tuntutan itu, terdakwa meminta keringanan hukuman. Alasannya masih punya anak. (kmb37)
Siswa Sixsma Adakan Pelatihan Jurnalistik SISWA ekstra jurnalistik SMAN 6 Denpasar (Sixsma), Senin (7/10) kemarin mengadakan workshop dasardasar jurnalistik bagi anggota baru. Workshop dibuka Kepala SMAN 6 Denpasar Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd., berlangung selama dua hari. Workshop ini, kata Mudita, guna menggairahkan minat
baca dan menulis bagi generasi milenial dan membangkitkan web Sixsma. Program ini bagian dari Perkumpulan Peneliti Belia (PPB) yang di dalamnya didukung ekstra jurnalistik, KIT dan fotografi. Workshop ini diisi wartawan Bali Post I Made Sueca dan A.A. Ketut Tribana. Hari
pertama diisi dengan cara mencari fakta, membuat berita langsung, feature, laporan mendalam, membuat opini, artikel dan tajuk. Sedangkan hari kedua diisi dengan lomba karya jurnalistik. Tampak Kasek Nyoman Mudita dan Ketua Komite Sukarnata berfoto dengan anak-anak ekstra jurnalistik. (025)
WORKSHOP - Siswa ekstra jurnalistik SMAN 6 Denpasar (Sixsma) saat mengadakan workshop dasar-dasar jurnalistik bagi anggota baru, Senin (7/10) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali menerima keluhan masyarakat terkait keberadaan Koperasi Simpan Pinjam Purnawirawan AL (Kosippral). Di mana koperasi ini melayani layanan gadai yang bukan merupakan ranah usaha koperasi simpan-pinjam. Selain itu, keluhan lainnya mengenai suku bunga pinjaman yang dinilai terlalu tinggi yaitu 10 persen. Menjawab keluhan itu, pihak Dinas Koperasi dan UKM (Diskop) Provinsi Bali pun memanggil pengurus Kosippral, Senin (7/10) kemarin. Dalam pertemuan tersebut juga disaksikan pihak OJK. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali I Gede Indra Dewa Putra mengatakan, setelah mendengar penjelasan dari yang bersangkutan, ternyata badan hukum Koppsipral telah berubah menjadi PT Pusat Gadai Indonesia sejak tahun 2017 dan sudah terdaftar di OJK sebagai pelaku usaha pegadaian. ‘’Salahnya dari PT Pusat Gadai Indonesia ini, mereka tidak melaporkan diri jika berubah badan hukumnya dan pelang koperasi masih terpasang. Sementara badan hukumnya bukan koperasi lagi. Karenanya, mulai hari ini (kemarin
PERTEMUAN - Pertemuan antara Dinas Koperasi dan UKM Bali dengan PT Pusat Gadai Indonesia, Senin (7/10) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Kasus penembakan menggunakan airsoft gun terjadi di Jalan Kertapura III Blok B, Denpasar Barat (Denbar), Senin (7/10) kemarin. Roland Mone Sau (25) menembak paha kanan temannya, Hironimus O. Nesi Naiheli (28), hingga terluka. Peristiwa tersebut terjadi saat mereka pesta miras di lokasi kejadian. Atas kejadian itu, pelaku yang berasal dari NTT ini diamankan di Mapolsek Denbar. Hasil pemeriksaan, kor ban dan pelaku ini sedang pesta miras di TKP sekitar pukul 10.00 Wita. Selanjutnya pelaku menjemput istrinya dan meminjam sepeda motor milik Valen (temannya yang lain). Pukul 13.30 Wita, pelaku datang lagi bersama istrinya. Pelaku lalu mengeluarkan pistol dari pinggangnya dan ditodongkan ke korban. ‘’Setelah itu, pelaku kembali mengajak minum miras dan duduk di samping korban,’’ kata Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, kemarin. Beberapa menit kemudian, korban menelepon sambil jalan keluar kos. Saat itu, pelaku mengikutinya dan langsung menembak korban
sebanyak satu kali yang mengenai paha kanan bagian dalam. Waktu itu, korban belum merasakan sakit. Selanjutnya pelaku dan korban kembali masuk ke kos. ‘’Korban sempat bertanya kenapa pelaku menembaknya? Pelaku jawab hanya bercanda,’’ ujar Yaqin. Kakak korban, Fredirikus Painneon (35), tidak terima melihat perlakuan pelaku tersebut. Mengetahui hal itu, dia melempari pelaku menggunakan batu sehingga jatuh. Pistol airsoft gun yang dibawa pelaku juga jatuh dan langsung diambil Fredirikus. Senjata tersebut ditaruh di kompor yang berada di depan kamarnya. Karena tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, senjata tersebut ditaruh di teras bambu depan kos. ‘’Antara korban dan pelaku merupakan teman satu kampung di NTT. Belum diketahui pasti motif pelaku menembak korban. Barang bukti yang diamankan antara lain airsoft gun jenis revolver beserta selongsong kosong 4 butir dan selongsong isi 2 butir. Satu unit mobil Daihatsu Feroza warna biru abu-abu bertuliskan Comando,’’ terang mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan ini. (kmb36)
Bali Post/may
- red) pelang tersebut diturunkan,’’ ujar Indra. Ia menerangkan mengenai keluhan masyarakat soal suku bunga pinjaman yang mencapai 10 persen diharapkan bisa diturunkan pihak PT Pusat Gadai Indonesia. ‘’Rentenir saja ngambilnya 5 persen. Diharapkan bisa diturunkan suku bunganya,’’ imbuh Indra. Karena tidak melanggar aturan dan sudah tidak berbadan hukum koperasi, tidak ada sanksi yang diberikan. Kecuali keharusan menurunkan pelang koperasi. Indra berharap
ke depan masyarakat dalam mengakses lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank agar yang resmi dan sudah terdaftar. Sementara itu, Kepala Bagian Pengawasan IKNB (Industri Keuangan NonBank) OJK Bali Husein Triarso mengatakan, PT Pusat Gadai Indonesia yang berkantor di Jalan Teuku Umar, Denpasar ini sudah terdaftar di OJK. ‘’Di pusat sudah terdaftar. Di Bali juga sudah terdaftar. Tetapi sesuai aturan wilayah layanan, untuk yang di Bali ini sedang diurus izin usahan-
ya. Tahun 2019 ini sudah mengajukan syarat untuk mendapatkan izin usaha. Selama izin diurus, mereka tetap bisa melaksanakan layanannya,’’ ujar Triarso. Pihak OJK juga menanggapi masalah suku bunga. Ia mengatakan tidak bisa menentukan batas bawah dan atas pemberian bunga pinjaman. ‘’Ini diserahkan lagi kepada masyarakat dan potensi pasar,’’ ujarnya. Triarso melanjutkan, usaha pegadaian di Bali sebenarnya cukup banyak, namun baru tiga yang mengajukan izin usaha. Syarat mendapatkan izin usaha adalah untuk layanan satu provinsi, modal usahanya harus Rp 2,5 miliar. Sedangkan untuk layanan kota/kabupaten modal usahanya Rp 500 juta. Kepala Cabang PT Pusat Gadai Indonesia untuk Bali Komang Galih mengakui ada kesalahan yang dilakukan. Pihaknya akan segera menurunkan pelang koperasi yang masih terpasang. Ia mengatakan layanan yang paling banyak diakses PT Pusat Gadai Indonesia saat ini adalah gadai HP dan elektronik. ‘’Sehari biasanya mencapai 20 sampai 30 orang mengakses layanan gadai di pihak kami. Kebanyakan gadai HP dan elektronik,’’ tuturnya. (kmb24)
Tembak Paha Teman, Warga NTT Diamankan
Roland Mone Sau
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Membangun Kesamaan Persepsi Kelola Pariwisata PARIWISATA sampai saat ini masih dianggap salah satu pendorong ekonomi baik nasional maupaun lokal. Pariwisata tak hanya bergerak ke sektor industri, juga telah menjadi salah satu disiplin ilmu. Itu artinya, harapan terhadap sektor ini sangatlah kuat dan besar. Namun sering kali kesalahan mengelola sektor ini akan berdampak serius pada upaya-upya pelestarian budaya, lingkungan dan kesinambungan ekosistem. Pariwisata juga sangat mungkin mendobrak peradaban jika langkah kita membentengi diri dalam konteks pengawalan budaya tak kuat. Sebagai potensi tumbuhnya ekonomi dan kecakapan pengembangan profesi, sektor ini tentu memang layak menjadi semacam rujukan. Disiplin ilmu kepariwisataan yang kini diajarkan di banyak kampus tentu bermuara pada lahirnya tenaga-tenaga profesional di bidangnya. Ilmu terapan kepariwisataan diharapkan mampu melahirkan orang-orang profesional di bidangnya. Kecakapan profesi inilah yang diharapkan bisa membangun kesamaan persepsi dalam mengelola kepariwisataan. Yang jelas, pengelolaan sektor pariwisata tentu tak semuanya kita harapkan bergerak di jalur positif. Tantangan pengembangan keperiwisataan juga harus dipikirkan dan dicarikan solusinya. Ketika pariwisata diharapkan bergerak pada pengelolaan pariwisata berkelanjutan, maka kajian-kajian dan seni melakukan pengelolaan pariwisata haruslah terukur. Data juga harus menjadi rujukan. Bagi Bali imbas positif ini tidak harus selalu berupa insentif ekonomi. Bisa juga dalam wujud pembentukan karakter manusia Bali, atau tumbuhnya jiwa entrepreneurship di kalangan krama Bali. Namun setidaknya dapat direduksi kemungkinan munculnya kerusakan alam, budaya, dan adat istiadat budaya Bali. Sehingga dapat tercipta sustainable tourism, bukan pariwisata yang menimbulkan degradasi budaya dan lingkungan. Pariwisata memang memiliki rantai multiplier effect ekonomi paling panjang. Banyak pihak menjadi terlibat dan mendapat imbas pembangunan pariwisata, positif maupun negatif. Sehingga kita justru harus berhatihati dalam membangun pariwisata Bali. Menurunnya daya dukung alam dan adat budaya Bali, rusaknya tata ruang wilayah ataupun degradasi dalam tatanan sosial budaya krama Bali, adalah contoh imbas buruk yang harus kita hindari bersama. Tolok ukur keberhasilan pembangunan Bali tidak cukup hanya diukur dengan adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) semata. PAD memang menjadi modal daerah guna membangun wilayahnya. Namun jika pembangunan yang dilakukan tidak dapat memberi dampak positif bagi tatanan sosial, ekonomi dan adat budaya Bali, maka sebenarnya investasi dalam pembangunan tersebut adalah sia-sia belaka. Pembangunan pariwisata Bali sudah seharusnya bermanfaat bagi semua pihak. Tidak cukup hanya mendatangkan keuntungan bagi investor, namun juga harus memberi dampak positif bagi adat budaya dan alam Bali beserta segenap krama Bali di dalamnya. Kini nuansa digitalisasi industri pariwisata, utamanya kinerja pemasaran semakin masif. Inilah yang juga harus dicermati. Lahirnya sarjana-sarjana kepariwisataan haruslah mampu membangun keharmonisan dalam pengelolaan kepariwisataan. Sarjana kepariwisataan semestinya bisa menjadi teladan dalam membangun industri pariwisata yang tetap ramah pada lingkungan dan manusia sebagai pendukung pengembangan industri keperiwisataan itu sendiri.
Sarjana Pariwisata dan Percepatan Industri Pariwisata Setiap 27 September dirayakan sebagai Hari Pariwisata Sedunia. United Nation World Tourism Organization (UNWTO) pada peringatan Hari Pariwisata Sedunia/World Tourism Day (WTD) tahun ini menetapkan tema “Tourism and Jobs: A better future for all”. Beberapa tahun sebelumnya tema WTD “Tourism & Water: Protecting Our Common Future”. Di setiap perayaan WTD, UNWTO mengajak publik utamanya pelaku usaha dan stakeholder pariwisata dunia untuk merefleksikan eksistensi industri pariwisata sebagai bagian dari solusi atas permasalahan global.
Oleh
Dewa Gde Satrya erkait peran pariwisata dalam penciptaan lapangan kerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, perhatian khusus perlu ditujukan kepada sarjana pariwisata, dimana sejak tahun 2008 pariwisata ditetapkan sebagai ilmu murni. Berdasarkan Surat dari Dirjen Dikti Depdiknas No.947/D/T/2008 dan 948/D/T/2008 di penghujung Maret 2008 yang ditujukan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, secara eksplisit menyebutkan bahwa Dirjen Dikti dapat menyetujui pembukaan jenjang Program Sarjana (S-1) dalam beberapa program studi pada STP Nusa Dua Bali dan STP Bandung. Dokumen tersebut menjadi pertanda dimulainya era baru di ranah akademik bahwa pariwisata merupakan ilmu murni yang sejajar dengan ilmu-ilmu lain. Sebelumnya, pariwisata dipahami dan menjadi cabang dari ilmu-ilmu mapan seperti geografi, ekologi, pertanian, perencanaan wilayah dan kota, hukum, bisnis, ekonomi, transportasi, psikologi, antropologi, desain, arkeologi, arsitektur, informatika, dan lain-lain. Terkait dengan itu, pemerkuatan performance sarjana pariwisata sebagai dampak logis ditetapkan-
SURAT PEMBACA
nya pariwisata sebagai ilmu murni, menjadi hal yang mutlak untuk mendukung kemajuan dan percepatan industri pariwisata Indonesia. Ada beberapa hal penting yang menjadi hikmah dari peningkatan derajat kepariwisataan dalam jagat akademik, yang kali ini dipautkan dengan peringatan hari sarjana. Pertama, image lulusan kepariwisataan diharapkan tidak lagi sekadar pekerja teknis, tetapi lebih-lebih insan-insan sarjana yang mampu menggeluti ranah pemikiran dan pakem-pakem keilmiahan guna menganalisis atau melakukan kajian untuk kemajuan keilmuan kepariwisataan itu sendiri. Pembelajar dan pembelajaran pariwisata tidak semata-mata menyiapkan lulusan yang paham teknis kepariwisataan, tetapi lebih-lebih sebagai entrepreneur di bidang pariwisata serta pemikir kepariwisataan yang bergerak di bidang akademik, baik itu sebagai dosen atau peneliti. Sudah waktunya memang, bahkan mungkin tergolong terlambat, manakala kepariwisataan Indonesia memiliki akademisi-akademisi dan ilmuwan-ilmuwan yang mampu memikirkan, mencari terobosan akademis dan melakukan percepatan pembangunan
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
CSR untuk Menjaga Bali Corporate Social Reponsibility (CSR) selama ini menjadi salah satu anggaran untuk menata lingkungan, sumber daya manusia dan hal lainnya yang terkait dengan budaya. Selama ini istilah ini juga saya sering dengar disalurkan di Bali. Umumnya banyak disalurkan oleh perusahaan-perusahaan swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Yang saya tahu di Bali juga ada banyak perusahaan swasta atau perusahaan berjaringan dana BUMN, seperti Pelindo, ITDC, dan Perum Angkasa Pura II yang saya yakini mendapat keuntungan besar. Apakah selama ini perusahaan itu sudah berkontribusi terhadap penyelamatan Bali secara menyeluruh? Yang saya ingin tahu, apakah dana CSR ini bisa diarahkan untuk menjaga lingkungan Bali atau hanya diberikan kepada daerah-daerah di sekitar
tempat usaha? Saya berharap CSR ini juga menyasar semua penduduk atau lingkungan yang ada di Bali. Masalahnya, semua elemen dan bentangan alam di Bali saya yakini berkontribusi dalam menjaga kenyamanan berinvestasi di Bali. Bandara Ngurah Rai, misalnya, apakah CSRnya selama ini sudah bisa diakses oleh semua komponen masyarakat yang ada di wilayah Bali. Atau CSR-nya hanya disalurkan di sekitar bandara. Mudah-mudahan CSR Bandara I Gusti Ngurah Rai bisa dilokasikan untuk menjaga Bali, termasuk menjaga ketahanan masyarakat Bali dalam menjaga budayanya? I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Bebaskan Pendidikan dari Radikalisme Saya sebenarnya kaget membaca jika ada sejumlah universitas ternama di negeri ini yang terpapar radikalisme. Saya bahkan tak habis pikir jika ada oknum yang dibayar oleh negara dan menjadi pengajar malah mengembangkan paham radikal. Jika dunia pendidikan terpapar radikalisme, dapat dibayangkan berapa besar risiko yang harus ditanggung negara ini. Saya harapkan negara harus hadir dan tegas menindak kampus-kampus yang memberikan ruang tumbuhnya paham radikal. Toleransi terhadap oknumoknum yang nyata-nyata mengambil paham lain dalam kehidupan bernegara hanya akan membuat negara ini lambat mengatasi dampak buruk dari
radikalisme. Saya juga setuju jika pemerintah segera membuat aturan main atau regulasi untuk menindak oknum-oknum yang menyebarkan radikalisme. Apalagi mereka berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Jadi bagi mereka yang jelas-jelas terpapar radikalisme harusnya ditindak tegas. Intelijen negara harus bergerak cepat untuk mendeteksi ini. Otonomi kampus hendaknya tetap memberikan ruang bagi pengawasan sehingga otonomi kampus tak berdiri sendiri. Putu Sudarmana Denpasar, Bali
kepariwisataan Tanah Air dengan basis akademis yang objektif, berdasar dan realistis. Kedua, sebagai dampak diakuinya pariwisata sebagai ilmu murni dan nantinya akan lahir sarjana-sarjana pariwisata, maka partnership dan stakeholder kepariwisataan menjadi diperkuat dengan adanya pelaku yang berperan sebagai pemikir. Kepariwisataan perlu semakin dibawa keranah-ranah idealitas, mencari kebenaran dan menjadi semacam medan kecendekiawanan semakin banyak warga Indonesia. Tak lain untuk semakin menyeruakkan ke permukaan cita-cita kepariwisataan bagi umat manusia seperti diamanahkan di dalam Undangundang Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan. Disebutkan di sana, pariwisata memiliki 10 tujuan sebagai berikut, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, memajukan kebudayaan, mengangkat citra bangsa, memupuk rasa cinta tanah air, memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa, serta mempererat persahabatan antarbangsa.
Idealisme kepariwisataan telah tersirat setiap kali hari pariwisata dunia dirayakan setiap tanggal 27 September. Tujuan dari peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran bahwa pariwisata sangat vital bagi peradaban dunia yang berdampak pada kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik. Tema World Tourism Day (WTD) berganti setiap tahun. Tahun 2011, UN World Tourism Organization menetapkan tema ”tourism linkage culture”, tahun 2010 tema WTD ”tourism and diversity”, tahun 2007 didedikasikan kepada perempuan, tahun 2004 dengan tema sport and tourism, tahun 2005 dengan tema tourism and transport, tahun 2006 dengan tema tourism enriches. Ketiga, keberadaan sarjana pariwisata jelas akan memperkuat daya saing Sumber Daya Manusia bidang pariwisata di dalam negeri. Sejauh ini, pembelajaran kepariwisataan secara spesifik didominasi untuk sektor perhotelan semata. Dari sekian banyak perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan perhotelan, output (lulusan) memiliki kelemahan bahasa, logika, analisa dan pemanfaatan teknologi informasi (IT). Pembelajaran kepariwisataan dalam konteks sebagai ilmu murni jelaslah untuk meng-up grade kualitas lulusan, khususnya dalam hal kemampuan berbahasa asing, pemanfaatan IT, serta kemampuan logika dan analisa. Kita melihat suatu ironi, lulusan pariwisata banyak yang terserap untuk pasar tenaga kerja di luar negeri. Ada harapan untuk setiap tahunnya minimal dapat menempatkan sekitar 1.000 orang tenaga
WARUNG GLOBAL
Kurang Mendidik, Pungut Pajak ke Banjar-banjar UNTUK meningkatkan PAD, Pemerintah Provinsi Bali kini mengeluarkan berbagai terobosan. Selain pemutihan terhadap denda, aparat juga melakukan jemput bola ke banjar-banjar untuk memungut pajak bagi penunggak pajak kendaraan bermotor. Lalu apa tanggapan para pengopini Radio Global, Senin (7/10) kemarin. Berikut rangkumannya. Awe di Legian mengusulkan agar Dispenda jangan menyasar wajib pajak yang menunggak pajak warga Bali saja, kendaraan dari luar Bali yang turut mengais rezeki di Bali tetapi bayar pajak bukan di Bali, harus ditegaskan juga. Jangan dibiarkan. Apalagi ada aturan, bisa dimutasi kendaraan dari luar Bali tersebut. Yuli di Tabanan menanyakan apakah kebijakan ini akan dilakukan seterusnya? Karena jika dilakukan secara terus-menerus maka kecenderungan masyarakat akan sengaja terlambat membayar pajak dan menunggu program pemutihan. Jika hal semacam itu dilakukan maka kebijakan ini tidak bisa mendidik masyarakat untuk taat membayar pajak. Jika sekarang dilakukan jemput bola ke banjar-banjar, menurutnya, sah-sah saja kalau tidak dijemput ke lapangan, tidak ada yang bayar pajak, dan PAD tidak mencapai target. Fera di Tabanan sangat setuju jika ada petugas turun ke banjar-banjar memungut pajak. Ia sendiri sangat malas mengurus bayar pajak kendaraan bermotor karena sibuk bekerja. Dengan demikian masyarakat bisa terbantu. Werdha di Gianyar juga demikian.
Baguslah jika dijemput bola. Karena masyarakat tak semua bisa mengakses secara online dan mengurus sendiri pembayaran pajak dengan datang langsung ke kantor samsat, baguslah. Kalau bisa seluruh Bali seperti itu, terjun ke banjar jangan sekali setahun. Karena ada pemutihan denda, takutnya ini ditunggu-tunggu masyarakat sehingga sengaja tak bayar samsat. Lagi pula denda keterlambatan satu hari, sama dengan setahun, mestinya diberlakukan berjenjang dendanya, lambat seminggu masih diperingatkan, kemudian sekian persen dan seterusnya. Petugas juga mestinya mengingatkan seminggu sebelum jatuh tempo, sehingga masyarakat yang sering lupa, bisa segera mengurus bayar PKB sebelum jatuh tempo sehingga tidak kena denda. Menurut Budiada di Tabanan, kebijakan pemutihan ini tidak rasional dan mendidik. Jemput bola itu bagus, bila perlu tarif pajak jangan sampai terlalu membebani. Bayar pajak hanya soal kesadaran dan ketaatzn, tetapi kalau sampai harus didatangi/jemput bola, menurut Febri di Denpasar, aneh rasanya. Sebaiknya cukup disosialisasikan ke masyarakat agar tidak telat bayar pajak sehingga tidak kena denda. (sikha)
profesional di bidang pariwisata di luar negeri. Kita mengharapkan agar segera terwujud zero unemployment lulusan pariwisata di Tanah Air. Baik adanya mengarahkan program pemerintah agar pro-job dan zero unemployment di sektor pariwisata. Tetapi tidak dapat kita lupakan operasionalisasi dan pengembangan kepariwisataan di dalam negeri membutuhkan semakin banyak sentuhan pemikir-pemikir dan profesionalprofesional, maupun pengusahapengusaha dengan basis keilmuan kepariwisataan murni. Diferensiasi latar belakang SDM sektor manufaktur dan jasa (pariwisata) memang tampak nyata dari berbagai hal. Baik itu interpersonal communication, problem solving, dan tentu saja kualitas layanan yang diberikan. Tekad untuk memajukan sektor pariwisata di Tanah Air tidak hanya mensyaratkan SDM yang berkualitas, tetapi juga kesadaran semua pihak untuk memberikan sentuhan-sentuhan manajemen yang khas. SDM di sektor pariwisata menjadi semakin memiliki posisi tawar dengan diakuinya pariwisata sebagai ilmu murni. Juga pengusaha menjadi semakin tertolong dengan adanya bantuan pemikir-pemikir kepariwisataan yang siap sedia mencari inovasi-inovasi dengan basis akademis. Industri kepariwisataan juga niscaya akan semakin tergerak dengan lahirnya entrepreneurs baru di sektor pariwisata. Selamat Hari Pariwisata Sedunia, tourism and for a better life. Penulis, Dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra
POJOK Selamatkan pertanian Bali dengan pendekatan ‘’out of the box’’. - Ayo selamatkan petani Bali. *** Gubernur dan Pelindo sepakat 49 persen lahan reklamasi untuk taman kota. - Demi kesejahteraan bersama. *** Akomodasi pariwisata di Nusa Penida marak, pemkab keluarkan inovasi pelayanan. - Jangan hanya demi investor.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Pemkab Ajukan Tambahan Penyertaan Modal Perusda
Tabanan (Bali Post) -
Pemkab Tabanan berencana kembali menanamkan modal pada Perusahaan Umum Daerah Dharma Santika sebesar Rp 10 miliar. Pengajuan penambahan penyertaan modal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Tabanan, Senin (7/10) kemarin, dengan agenda penyampaian Ranperda APBD 2020 dan Ranperda tentang Penambahan Penyertaan Modal pada Perusda Dharma Santika. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, Perusda Dharma Santika memiliki tugas penting dalam menjaga sektor pertanian di Tabanan dan mendukung program ekonomi kerakyatan. Perusda Dharma Santika membeli hasil panen petani dan membuka kawasan wisata yang dimiliki rakyat. Hasil pengelolaannya akan kembali lagi untuk pembangunan Tabanan. Oleh karena itu, Eka berharap Perusda ini dikelola dengan baik. ‘’Jelang akhir masa jabatan, saya berpesan agar Perusda ini jangan sampai mati suri atau jalan setengah-setengah,’’ ujarnya. Dia juga menegaskan, Perusda Dharma Santika jangan sampai dibayangi kepentingan politik. Perusda ini diberikan kesempatan untuk terus tumbuh karena punya peran besar membeli hasil produksi petani agar memiliki kepastian harga dan pasar. Sementara itu, Direktur Perusda Dharma Santika I Putu Sugi Darmawan mengatakan, setelah dihidup-
kan kembali pada tahun 2017, Perusda ini belum bisa mendapatkan keuntungan. Omzet yang berasal dari serapan produk BUMDes, seperti beras dan kopi ke sejumlah toko modern maupun hotel masih digunakan untuk menutupi biaya operasional. Jika penambahan penyertaan modal Rp 10 miliar disetujui, maka dana tersebut akan digunakan untuk permodalan market beras ASN. Kebutuhan beras ASN di Tabanan per bulan mencapai 125 ton. Tentunya Perusda bisa menyerap gabah petani yang ikut program Gerbang Pangan Serasi (GPS) dalam bentuk beras sehat dengan asumsi pembelian Rp 7,2 miliar per enam bulan. ‘’Jadi bisa beli tunai tidak ada istilah bon untuk pembelian ke petani. Dan kami pastikan akan menggandeng Perpadi,’’ terangnya. Dijelaskannya, karena modal terbatas, permintaan beras konvensional selama ini masih dibatasi hanya 50 ton per bulan. ‘’Permintaan beras merah juga mulai meningkat, minimal dengan fokus pada
market beras sehat ASN, target tahun berikutnya bisa setor PAD, meski belum banyak,’’ ujarnya. Untuk diketahui, di tahun 2017 Perusda Dharma Santika hanya mampu meraih omzet Rp 500 juta lebih. Tahun pertama tersebut masih berkutat persoalan masa lalu dan modal awal juga untuk melengkapi sarana dan prasarana. Demikian halnya di tahun 2018, omzet mengalami peningkatan di angka Rp 4,6 miliar lebih. Namun banyak kegiatan dilakukan, seperti sertifikasi produk sebagai satu syarat penyerapan produk BUMDes ke toko modern berjaringan, yang tentunya membutuhkan waktu serta pendampingan. Sementara tahun ini, dari target omzet Rp 6 miliar hingga Agustus sudah berada di angka Rp 4,6 miliar. ‘’Intinya kami masih disubsdidi oleh pemerintah karena dua tahun ini untuk bisa mendapatkan kepercayaan pasar dari awalnya minus memang butuh waktu. Namun kami yakin perlahan pasti bisa,’’ ucapnya. (kmb28)
SOSOK ”Nyegara Gunung” PASCADILANTIK menjadi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada langsung tancap gas. Ditemui usai pelantikan Senin (7/10) kemarin, pejabat asal Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan ini mengaku sudah menyusun program pengembangan pariwisata Kabupaten Tabanan, yakni program nyegara gunung. Mantan C a m a t Kerambitan ini mengatakan, potensi yang dimiliki Kabupaten Tabanan nantinya akan dipilah. Pertanian dan pelestarian alam akan dikembangkan di bagian hulu. Di tengah adalah seni dan di daerah pesisir berupa budaya. ‘’Jadi, ke depannya ini akan memberikan asas positif baik bagi masyarakat, stakeholders dan pelaku usaha yang sifatnya tidak akan kaku,’’ ujarnya. Sukanada pun melihat program yang dijalankan Dinas Pariwisata selama ini sudah cukup bagus. Hanya saja memang perlu sedikit inovasi. Untuk pengembangan desa wisata, diharapkan ke depannya tidak ada kesan saling tumpang tindih. Desa wisata harus tampil dengan potensi kearifan lokalnya masing-masing. ‘’Tentu saja diakui keterbatasan anggaran memang menjadi salah satu hambatan selain juga tanpa didukung SDM maupun SDA mumpuni. Namun saya yakin dan semangat semua bisa dijalankan dengan baik,’’ ucapnya. Disinggung terkait pengembangan DTW Bedugul yang kini mati suri, Sukanada menegaskan, pembenahan akan terus dilakukan. Permasalahan akan dipilah untuk menemukan program yang tepat. ‘’Saya yakin tidak ada masalah besar. Tetapi kita antisipasi dari sekarang karena adanya shortcut yang baru harus ada sesuatu yang dibenahi. Intinya seluruhnya harus siap selaku manajemen siap dan dari potensi alam juga harus siap,’’ tegasnya. (bit)
Bali Post/bit
PEMASARAN - Pemasaran produk BUMDes Tabanan oleh Perusda Dharma Santika telah menembus toko modern berjaringan.
Bupati Larang ASN Terlibat Politik Praktis
Tabanan (Bali Post) Mutasi di lingkungan Pemkab Tabanan akhirnya digelar Senin (7/10) kemarin. Pada pelantikan tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menegaskan ASN dilarang terlibat politik praktis. Undangan pelantikan untuk para pejabat yang akan dilantik diinformasikan Minggu (6/10) malam via WA. Sementara undangan resmi baru disebarkan Senin pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Sebanyak 75 Aparatur Sipil Negara (ASN) dilantik dan diambil sumpah jabatan di ruang rapat lantai II, kantor Bupati Tabanan. Pejabat yang dilantik terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II.b) sebanyak 4 orang, Administrator (eselon III) sebanyak 23 orang dan Pejabat Pengawas (eselon IV) sebanyak 48 orang. Menariknya,
nama-nama pejabat yang sebelumnya santer dikabarkan mengisi empat jabatan posisi Kepala Dinas, benarbenar menduduki jabatan yang dilelang tersebut. Kepala Dinas Perhubungan kini dijabat I Gusti Putu Ngurah Darma Utama yang sebelumnya Camat Selemadeg Timur. Posisi Camat Selemadeg Timur diisi I Putu Adi Supraja. Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan dijabat I Nyoman Putra yang sebelumnya Kepala Bagian Umum. Untuk posisi Kepala Dinas Pariwisata dijabat I Gede Sukanada yang sebelumnya menjabat Camat Kerambitan. Selanjutnya, posisi Camat Kerambitan dijabat Gusti Made Darma Ariantha yang sebelumnya Sekcam Kerambitan. Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan dijabat I Putu Dian
Setiawan, sebelumnya Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan. Posisi Dian Setiawan digantikan I Ketut Ridia yang sebelumnya menjabat Camat Baturiti. Posisi Camat Baturiti dijabat I Wayan Adi Astrawan yang sebelumnya Kabid Pelayanan Perizinan DPMPPTSP. Selain posisi empat Kepala Dinas, sejumlah ASN dalam gerbong mutasi kali ini juga ada yang mengaku masih menunggu SK penempatan. ‘’Saya belum tahu akan ditempatkan kemana. SK belum saya terima, karena baru sebatas dilantik dan pengambilan sumpah saja tadi (kemarin-red),’’ ucap salah satu ASN eselon IV. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menekankan agar para ASN tidak terlibat politik praktis. Hal ini secara langsung sudah diatur secara detail dalam
semua regulasi dan ketentuan. Netralitas ASN juga menjadi konsekuensi yang harus dipertahankan tanpa toleransi meski ASN memiliki hak untuk menentukan dukungan dalam pemilu secara langsung. ‘’Penegasan netralitas ASN diatur dalam perundang-undangan serta dilarang memihak dalam menjalankan tugas. Sanksi sudah ada sesuai undangundang,’’ jelasnya. Dia menjelaskan, mutasi ini adalah salah satu penyegaran dan hal yang wajar. Proses mutasi sudah sesuai dengan aturan. ‘’Semua berproses. Sesuai sumpah jabatan, dimanapun harus siap. Saat itu akan ada, sekarang jangan ngoyo tidak berbuat apaapa. Jangan tunggu diketok baru jalan. Tetap lakukan terbaik, jalankan amanah rakyat,’’ ucapnya. (kmb28)
Persiapan ”Karya Pengurip Bumi” di Pura Luhur Batukau
Tabanan (Bali Post) – Karya Agung Pengurip Bumi di Pura Luhur Batukau akan diselenggarakan 20 Februari 2020. Berbagai persiapan sudah mulai dilakukan. Salah satunya rapat koordinasi antara panitia karya, unsur masyarakat, dan Pemkab Tabanan yang digelar di wantilan Pura Luhur Batukau, Penebel, Minggu (6/10). Pada rapat koordinasi tersebut, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meminta panitia dan seluruh elemen terkait nantinya mampu bekerja dengan sungguh-sungguh dengan prinsip ngayah. Dijelaskannya, dalam sebuah kegiatan pasti akan
ada hambatan-hambatan. Untuk itu, seluruh komponen diharapkan menyatukan visi dan misi dalam r a p a t k oord ina si ini se hingga karya ini nantinya bisa berjalan dengan lancar. Menurutnya, rapat koordinasi ini sangat penting dilangsungkan guna mendapatkan persepsi yang sama dalam pelaksanaan karya. ‘’Kalau tidak salah, sebelum ini kita sudah mengadakan empat kali rapat. Jadi dalam acara rapat kali ini saya lihat sudah mengerucut dan ada beberapa poin yang memang nantinya tinggal disempurnakan kembali,’’ ungkapnya. Secara garis besarnya, Wabup Sanjaya menegaskan
ada tiga poin yang nantinya perlu disempurnakan kembali, yakni dari sisi perencanaan, sisi pelaksanaan dan pertanggung-jawaban. ‘’Termasuk ada beberapa hal teknis yang juga harus kita sempurnakan kembali,’’ bebernya. Hal teknis tersebut di antaranya tentang jadwal pelaksanaan Karya serta tari penyambutan yang akan ditampilkan saat karya. ‘’Nanti panitia inti harus mengumpulkan semua desa adat dan unsur subak terkait agar nantinya mendapat persepsi yang sama tentang jadwal pelaksanaan karya dan lainnya, terkait dengan pelaksanaan karya,’’ ucap Sanjaya. (kmb28)
Bali Post/bit
KOORDINASI - Wabup Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat rapat koordinasi jelang karya pengurip bumi 2020.
Bali Post/bit
PELANTIKAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat memberikan selamat kepada pejabat yang telah dilantik, Senin (7/10) kemarin.
Kasdam Buka Dikmaba TNI-AD Tabanan (Bali Post) Kehidupan di lingkungan militer tentu tidak sama dengan kehidupan sebelumnya. Berbagai peraturan militer akan diperkenalkan sekaligus harus segera dipatuhi dan dijunjung tinggi, khususnya di Lembaga Pendidikan Rindam IX/Udayana. Demikian amanat Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. yang dibacakan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri saat menjadi inspektur upacara pada Upacara Pembukaan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI Angkatan Darat TA 2019, bertempat di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Tabanan, Senin (7/10) kemarin. Pangdam mengucapkan selamat datang dan selamat berlatih kepada seluruh Bintara Siswa. Diharapkannya, pendidikan yang akan ditempuh selama kurang lebih
lima bulan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, aman, tertib dan lancar. Pendidikan tersebut merupakan proses pembentukan dasardasar keprajuritan yang akan mengubah status para Bintara Siswa dari kehidupan masyarakat biasa ke dalam kehidupan militer. ‘’Keberhasilan yang telah diraih dalam mengikuti seleksi agar dijadikan motivasi sekaligus rasa percaya diri sehingga memiliki keyakinan dan kesanggupan untuk mengikuti pendidikan dengan penuh semangat dan disiplin tinggi,’’ tegas Pangdam. Kepada para Bintara Siswa, Pangdam juga menekankan berbagai peraturan militer dimaksudkan untuk membentuk jiwa dan raga menjadi Prajurit Sapta Marga yang tidak hanya profesional tetapi juga dicintai rakyat. Selain itu, akan diajarkan dan dilatih kegiatan fisik maupun pembentukan
mental serta latihan taktik dan teknik dasar keprajuritan, sehingga akan sangat berguna dalam penyesuaian diri dan membentuk menjadi seorang prajurit TNI-AD yang tangguh, tanggap, tanggon, trengginas dan profesional. Upacara Pembukaan Dikmaba TNI-AD TA 2019 yang
dididik di Rindam IX/Udayana diikuti 338 Bintara Siswa. Upacara dihadiri Danrindam IX/Udayana, Wakil Bupati Tabanan, Aspers Kasdam IX/Udayana, para Perwira Kodam dan Rindam IX/Udayana, Persit KCK Rindam IX/ Udayana, serta undangan lainnya. (kmb)
Bali Post/kmb
DIKMABA - Pembukaan Dikmaba TNI-AD di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Tabanan, Senin (7/10) kemarin.
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Ketut Wirata Sindhu
Mantan Bupati Buleleng Berpulang Bupati Buleleng tahun 1993-2002 Ketut Wirata Sindhu meninggal dunia, Senin (7/10) kemarin. Terakhir, almarhum masuk RSUP Sanglah, 23 September kemudian diperbolehkan pulang oleh dokter 4 Oktober lalu. Kemudian, sejak Senin pagi kondisi almarhum terus menurun bahkan tidak mau makan. Kemudian pukul 13.28 dinyatakan meninggal. Perintis Universitas Ngurah Rai (UNR) itu meninggal di usianya yang ke-77 tahun. Anak ketiga almarhum Dr. Nyoman Diah Utari Dewi menuturkan, pasca-operasi kanker usus empat tahun lalu, kondisi almarhum semakin memburuk. Sejak saat itu, almarhum kerap bolak-balik masuk rumah sakit. Meski sakit, almarhum tetap rajin datang ke kampus untuk membina dan memberikan motivasi. “Bapak senangnya di kampus. Semangatnya jadi tersalurkan di kampus. Kalau setiap membicarakan tentang kampus dan politik, langsung semangat. Kalau tidak salah, tiga hari lalu ada akreditasi kampus, sangat senang beliau melihat kemajuan kampusnya,” kenangnya. Almarhum senang ke kampus karena di kampuslah, kompetensi dan keahliannya tersalurkan, di sana juga bisa banyak bercerita. “Padahal dokter sudah memvonis, tapi karena beliau enjoy dan tidak merasa beban ke kampus,” ujarnya Rumah Duka Kerta Semadhi, Jalan Cargo Permai, Ubung Kaja, Denpasar, Senin kemarin. Pihak keluarga besar masih berembuk untuk menentukan prosesi pemakaman atau pengabenan almarhum. Sebab saat bersamaan, keluarga besar almarhum juga sedang menggelar upacara pernikahan keponakan almarhum. Sehingga pihak keluarga masih berem-
buk menentukan hari baik prosesi ngaben atau kremasi. Namun dari pesan almarhum, agar upacara kremasi dilakukan di krematorium. Almarhum meninggalkan seorang istri, Ni Luh Nyoman Masmi, empat orang anak dan tiga cucu. Keempat anaknya yaitu Putu Umbara Sugiantara, Made Dwining Ratna Sari, Nyoman Diah Utari Dewi, Ketut Manggala Putra. Almarhum aktif sebagai penasihat di Partai Golkar. Sebelumnya menempuh pendidikan di Brawijaya Malang kemudian Ketut Wirata Sindhu berkarier di Kakanwil Penerangan Badung sekitar tahun 1975 selama sembilan tahun. Kariernya meningkat menjadi Kakanwil Penerangan Provinsi Bali selama sembilan tahun. Tidak hanya sampai di situ, dia pun mengukir karier menjadi bupati di tanah kelahirannya, Buleleng selama dua periode. Mantan pejabat asal Banjar Tengah, Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng itu juga mendirikan Universitas Ngurah Rai (UNR) Denpasar sekitar tahun 1979. UNR menjadi universitas tertua kedua di Bali bahkan di wilayah Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB, NTT). Selain itu, Wirata Sindhu juga sebagai Pembina di DPD Partai Golkar. Ditemui di Kerta Semadi Kargo, Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si. mengungkapkan perjuangannya bersama almarhum mendirikan kampus. Nama almarhum akan diabadikan menjadi nama ruangan atau auditorium kampus. “Karena tanpa beliau kita tidak punya apa-apa. Saya dan seluruh dosen merasa kehilangan karena beliau tidak pernah marah. Sikapnya selalu mengajarkan dan juga memotivasi,” tuturnya. (kmb42)
Singaraja (Bali Post) – Menyusul dicabutnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Jalur Hijau, nampaknya tidak terlalu berpengaruh terhadap penyediaan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Buleleng. Itu dibuktikan hingga saat ini penyediaan ruang publik di Buleleng telah memenuhi ketentuan perundang-undangan. Bahkan, kebijakan penambahan kawasan RTH, Buleleng nantinya akan bisa menyediakan RTH di atas ketentuan yang sudah diatur dalam regulasi. Sekretaris Dinas Perumaham Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng Gede Melandrat, Minggu (6/10) lalu mengatakan, setiap tahun pemerintah daerah memprogramkan menambah areal RTH. Kalau mengikuti ketentuan UU No. 2006 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 1 Tahun 2008 tentang RTH mengamanatkan pemerintah wajib menyediakan minimal 30 persen RTH. Dari aturan itu, pemerintah daerah sudah memenuhi standar itu. Luas kawasan perkotaan mencapai 4.100 hektar, sehingga idealnya RTH yang ada seluas 120 hektar. Dalam implementasi persentase RTH 30 persen dengan komposisi lahan milik pemerintah sebesar 20 persen dan 10 persen
milik pribadi. Selama ini RTH yang dikelola itu terdiri dari bulavar, telajakan, taman pulau, dan taman kota. Rencananya dalam tahun ini RTH di daerah ini akan bertambah luas dengan dibangunnya RTH di kawasan Jalan Gajah Mada, Singaraja. Dinas Perkimta akan menjadikan kawasan itu sebagai taman baca di tengah Kota Singaraja. ‘’Sekarang kita mengelola enam hektar RTH. Hal itu akan terus bertambah, sehingga ke depan luasannya akan melebihi target yang sudah diamanatkan regulasi. Tahun ini malah akan menambah dengan membuka RTH di Jalan Gajah Mada Singaraja,’’ katanya. Menurut Melandrat, pencabutan Perda Jalur hijau saat ini belum berdampak terhadap berkurangnya luas RTH di Bali Utara. Untuk meyakinkan adanya areal terbuka hijau itu, maka akan ada peraturan untuk mengendalikan pembangunan melalui Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) baik di kawasan pertanian dan kawasan lain. ‘’Kalau dampak tidak ada, karena fakta kita sudah banyak temukan di daerah larangan membangun itu justru warga membangun, sehingga kalau sekarang perda sudah dicabut, sehingga nanti RDTR ini akan mengatur masalah ruang publik itu sendiri,’’ katanya. (kmb38)
Diduga Cabuli Tiga Anak di Bawah Umur Oknum Ketua Yayasan Ditahan Polisi
Singaraja (Bali Post) – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim (Satreksrim) Polres Buleleng menahan tersangka dugaan pencabulan anak di bawah umur. Tersangka berinisial KP (44), warga Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, yang merupakan Ketua Yayasan BK di salah satu desa di Kecamatan Gerokgak. Tersangka adalah mantan calon legislatif (caleg - red) yang gagal terpilih pada pemilihan legislatif (pileg) lalu. Dia melakukan perbuatan cabul terhadap ketiga korban berinsiial N (16), R (14), dan S saat kasusnya dilaporkan masih berumur (12). Ketiga korban itu sebelumnya tinggal di yayasan yang dikelola tersangka sendiri. Setelah kejadian itu, korban S keluar yayasan dan memutuskan menikah. Sedangkan korban N dan R keluar dari yayasan dan sekarang keduanya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. KBO Reskrim Iptu Dewa Sudiasa didampingi Kapala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Senin (7/10) kemarin mengatakan, kasus ini terjadi mulai tahun 2011 dan dilaporkan 18 Desember 2018 lalu. Kasus ini terungkap setelah korban itu menceritakan perbuatan tersangka kepada seseorang. Saat itu penyidikan kejadian ini sempat mandek karena barang bukti yang tidak mendukung. Di mana polisi kesulitan mendapatkan keterangan dari korban. Setelah lama mandek, polisi kemudian berhasil mendapatkan dua alat bukti yang cukup, sehingga tersangka ditahan guna mengikuti proses hukum
lebih lanjut. ‘’Waktu itu alat bukti belum cukup karena korban tidak memberikan keterangan. Namun sekarang dua alat bukti sudah cukup, sehingga yang bersangkutan kita tahan untuk pemeriksaan lebih lanjut,’’ katanya. Kasus dugaan pencabulan itu, kata Dewa Sudiasa, dilakukan tersangka dengan strategi sengaja mencabuli korban pada situasi sepi. Perbuatan tersangka itu tidak diketahui istrinya sendiri. Dalam suasana sepi, tersangka leluasa melancarkan aksinya dengan cara meraba organ intim para korbannya. Terkait hasil visum et repertum organ kewanitaan korbannya itu masih utuh, sehingga polisi menyimpulkan tersangka belum menyetubuhi ketiga korban ini. ‘’Pengakuan tersangka melakukan perbuatan cabul itu sebanyak 10 kali. Caranya, berpura-pura memberikan perhatian kepada korbannya. Kemudian tersangka meraba bagianbagian organ intim korban. Sesuai hasil visum organ kewanitaan korban masih utuh, karena korban dan tersangka belum melakukan hubungan intim,’’ katanya. Tersangka KP di hadapan penyidik PPA mengakui telah melakukan perbuatan cabul kepada tiga korban itu. Dia melakukan aksinya antara 9 sampai 10 kali
di lokasi berbeda. Terkadang dilakukan di ruang asrama, kamar mandi, dan di ruang studio di yayasan yang dikelolanya itu. Saat melakukan perbuatannya itu, KP mengaku tidak pernah merayu, namun ketika korban didekati malah memberikan peluang melakukan perbuatan asusila itu. Selain karena korban tidak berontak, ter-
sangka sendiri mengaku melakukan aksisnya itu karena terbawa hawa nafsu terhadap kecantikan ketiga korbannya itu. ‘’Waktu saya menemui dia baik-baik dan mereka sayang dengan saya, sehingga saya lakukan dan sering tangan saya arahkan ke organ intimnya. Terkadang saya temui di asrama, kamar mandi dan di ruang setudio di yayasan,’’ jelasnya. Setelah dilaporkan melakukan perbuatan cabul it u, t e rsa ng ka m e ng a ku berhenti menjadi pengelola
yayasan. Belasan anakanak yang sebelumnya tinggal di yayasan itu sekarang sudah dipindahkan ke tempat lainnya. ‘’Semua sudah dipindahkan. Saya sudah tidak lagi mengurus yayasan,’’ jelasnya. Atas perbuatannya itu, tersangka KP melanggar Pasal 82 ayat (1) Undangundang (UU) No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka diancam hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. (kmb38)
Bali Post/kmb38
CABULI TIGA ANAK – Penyidik PPA Satreskrim Polres Buleleng menahan tersangka dugaan pencabulan terhadap tiga anak di bawah umur.
Pencabutan Perda Jalur Hijau Tak Pengaruhi Penyediaan RTH
Bali Post/kmb38
BERSIHKAN SAMPAH – Aparat Kecamatan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan warga gotong royong membersihkan sampah yang diduga sengaja dibuang ke Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Singaraja, Senin (7/10) kemarin.
Marak, Perilaku Buang Sampah ke Sungai Singaraja (Bali Post) – Perilaku membuang sampah sembarangan nampaknya masih marak terjadi. Hal ini terbukti masih ditemukan perilaku warga membuang sampah ke Daerah Aliran Sungai (DAS). Salah satu perilaku “buruk” itu terungkap setelah beredar rekaman video menggambarkan bantaran sungai dipenuhi banyak sampah. Rekaman video itu kemudian mendadak viral di jejering media sosial (medos). Dari rekaman video, terlihat sungai di dekat pemukiman padat di Kota Singaraja itu dikotori sampah plastik.
Diduga, sungai dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berlangsung lama. Ketua Tim Yustisi Pemkab Buleleng Putu Karuna mengatakan, pemerintah sudah memberlakukan Perda No. 1 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Sejak regulasi ini diundangkan, pemerintah sudah melakukan sosialisasi dan penyadaran kepada warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Adanya sanksi bagi yang terbukti membuang sampah sembarangan juga sudah disosialisasikan. Hanya saja, dalam pelaksanaannya penerapan sanksi itu masih
belum optimal. Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengevaluasi bersama instansi terkait untuk melakukan penerapan Perda sampah tersebut. Sehingga regulasi itu bisa diterapkan dengan baik. Dengan cara itu kebersihan lingkungan bisa terjaga sesuai program pemerintah mewujudkan “Buleleng Bebas Sampah Plastik”. “Begitu diundangkan tahapan sosialisasi, edukasi, dan pemasangan kamera CCTV sudah dilakukan. Ke depan akan dievaluasi lagi, sehingga Perda itu diterapkan dengan optimal,”
katanya. Tidak ingin ada kesan membiarkan, Pemerintah Kecamatan Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), aparat kelurahan dan warga, Senin (7/10) kemarin, gotong royong. Warga membersihkan sampah yang menumpuk di aliran sungai di Kota Singaraja itu. Gotong royong ini dipimpin Camat Buleleng Gede Dody Oktavia Askara. Camat Buleleng Dody Oktavia Askara mengatakan, mencegah kasus serupa itu terjadi, para lurah dan perangkatnya diminta mengawasi pemukiman yang berbatasan dengan bantaran
sungai. Selain itu, para lurah diinstruksikan agar menyusun program kerja mengedukasi warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Ke depan lurah juga diharapkan menyusun program menjaga kebersihan lingkungan terutama kali atau sungai. “Minggu ini kita berkeliling di kelurahan yang memiliki daerah bantaran sungai. Tujuannya memberikan pemahaman kepada warga agar tidak menjadikan sungai itu sebagai TPA. Juga mencarikan solusi terkait pembuangan sampah rumah tangga itu,” tegasnya. (kmb38)
Siapkan Bahan Pembuatan Diorama
Data Sejarah Bung Karno di Kota Blitar Dikumpulkan Kebijakan pemerintah daerah mewujudkan kawasan heritage Bung Karno nampaknya semakin serius. Terbukti, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno di Kelurahan Sukasada itu kembali digarap tahun ini. Selain akan dipasang patung Bung Karno, RTH itu nantinya juga akan dilengkapi diorama yang berkaitan dengan perjalanan hidup di kampung nenek Soekarno, Nyoman Rai Serimben, di kawasan Bale Agung. Lalu sejauh mana progres realisasi proyek RTH itu?
Bali Post/kmb38
KOORDINASI – Rombongan DAPD Buleleng berkoordinasi ke Pemkot Kota Blitar belum lama ini. Rombongan mengumpulkan arsip stastis untuk bahan pembuatan diorama sejarah di RTH Taman Bung Karno, Kelurahan Sukasada.
UNTUK menambah referensi tersebut, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng melakukan koordinasi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, belum lama ini. Ada tiga lokasi yang disasar
untuk mengumpulkan arsip statis dari Kota Blitar itu, yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Karno, serta Istana Gebang (kediaman Bung
Karno) di Kota Blitar. Di Kota Blitar, rombongan lebih banyak melakukan diskusi terkait pemanfaatan aplikasi alih media, dan perancangan peraturan daerah tentang tata kelola serta layanan kearsipan daerah. Dari kawasan Museum Bung Karno itu dikumpulkan buku dan beberapa koleksi foto yang menuliskan perjalanan sejarah Bung Karno. Sedangkan di Istana Gebang rombongan menemukan beberapa buku dan foto yang menceritakan sejarah orangtua Bung Karno hingga kondisi di kediamannya. Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kariaman Putra
mengatakan, koordinasi ini dilakukan untuk mencari referensi dan menambah khazanah arsip statis di DAPD. Referensi yang didapatkan itu nantinya akan diolah dijadikan materi pembuatan diorama kearsipan di kawasan RTH Taman Bung Karno. Data itu memang diperlukan untuk menambah Bank Data Arsip Statis (BADAS) Buleleng. ‘’Apa yang kita dapatkan di Blitar ini akan kita implementasikan kepada sekolah-sekolah yang ada di Buleleng. Sejauh ini bahan pembuatan diorama di RTH Taman Bung Karno itu belum belum kelar. Masih proses pembangunan,’’ jelasnya. (mud)
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Sampaikan Pesan ke Masyarakat Lewat Mural
LUKISAN di tembok atau yang dikenal dengan mural, tampak menghiasi sejumlah tembok warga di seputaran Banjar Penestanan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Selain untuk mencurahkan kreativitas seni, lukisan di tembok ini juga untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat yang melintas. Klian Dinas Banjar Penestanan Kelod, Desa Sayan I Wayan Iwan mengatakan hal itu, Senin (7/10) kemarin. Menurut Iwan, mural yang ada di wilayahnya dapat dilihat di seputaran tembok milik Museum Blanco. Letaknya pada jalan menuju Campuhan Ubud, dengan panjang mural sekitar 50 meter dan tinggi sekitar tiga meter. “Mural itu memang sengaja dibuat oleh salah satu komunitas yang ada di sini. Anggotanya ada dari sekaa teruna dan beberapa warga negara asing,” katanya. Iwan mengakui, tempat yang strategis mencurahkan kreativitas seni seperti itu memang di pinggir jalan. Pasalnya, sejak awal tujuannya memang untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. “Konsepnya bervariatif. Misalnya tentang menjaga alam dari polusi, dari sampah, mengenang sejarah hingga sindiran kebiasaan buruk manusia di alam ini,” bebernya. Sebelum melukis di tembok, kata Iwan, para pelukis mural selalu minta izin kepada pemilik tembok. Ia berharap, kepercayaan diberikan masyarakat tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Khususnya pembuat mural bisa menunjukkan seninya melalui cat yang digoreskan pada tembok. “Meskipun belum ada tempat khusus untuk membuat mural itu, tapi mereka yang hobi membuat mural masih bisa memanfaatkn tembok milik warga. Tentunya, minta izin terlebih dalu ke pemilik rumah atau tembok tersebut,” tegasnya. (nik)
SOSOK Galakkan Bank Sampah I MADE Andika merupakan salah satu perbekel muda di Kabupaten Gianyar. Tahun pertama masa jabatannya sebagai Perbekel Desa Sayan, Kecamatan Ubud, pria berusia 33 tahun ini gencar menangani masalah sampah yang ada di desanya. “Kami saat ini masih dalam proses penanganan sampah agar Desa Sayan bebas dari sampah yang berserakan di pinggir jalan,” katanya, belum lama ini. Salah satu program yang digalakkannya terkait pengelolaan bank sampah. Dari delapan banjar yang ada di Desa Sayan, tiga di antaranya sudah mampu menjalankan manajemen bank sampah. “Secara bertahap, kami akan pacu banjar yang lain juga mengelola bank sampah,” tegasnya. Bapak tiga anak ini mengakui, hingga kini masih ada kawasan yang kerap ditemukan sampah yang berserakan. Salah satunya di areal Pasar Sayan. Di areal pasar ini sebenarnya sempat ada pengolahan sampah oleh salah satu hotel yang ada di Desa Sayan, namun dalam beberapa bulan terakhir pengelolaan itu tidak jalan. “Beberapa waktu lalu, kami sudah rapat di desa dengan memanggil komunitas peduli sampah di Bali untuk membantu mengelola sampah di Sayan, khususnya areal pasar ini,” tegasnya. (nik)
2020, Gianyar Bantu Bangli Rp 10 Miliar Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar turut merespons keluhan Bupati Bangli terkait diputusnya pembagian Pajak Hotel Restoran (PHR) dari Pemerintah Kota Denpasar. Pemkab Gianyar berencana mendistribusikan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk Kabupaten Bangli pada tahun anggaran 2020 mendatang. Hal ini diungkapkan Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Senin (7/10) kemarin. Mahayastra mengatakan, saat ini pendapatan Kabupaten Gianyar sudah terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejalan dengan itu, Pemprov Bali menginstruksikan daerah yang sudah mencukupi pendapatannya, berkewajiban membantu daerah yang pendapatannya kecil. Hal ini menyikapi ancaman Bupati Bangli terkait membuang sampah ke sungai. “Sekarang Gianyar menjadi salah satu kabupaten terkuat di Bali setelah Badung. Sebenarnya ini sudah diwacanakan sejak dulu, memotong PHR bersama Badung untuk didistribsikan ke Bangli,” katanya. Mahayastra juga menjabarkan terkait Purana Pura Batur. Dalam sejarah, Gianyar menjadi salah satu daerah yang wajib memberikan upeti ke Pura Batur. “Maka dari itu, di zaman pemerintah sekarang kita juga wajib membantu Bangli,” katanya. Sebagai pemerintahan dalam komando satu jalur, kata Mahayastra, pihaknya akan menyisihkan Rp 10 miliar APBD Gianyar untuk Kabupaten Bangli. Dalam rapat Senin kemarin, kalangan DPRD Gianyar juga menyetujui hal tersebut. “Dewan juga mengizinkan karena ini untuk tetangga kita,” ujarnya. (kmb35)
Dewan Ajukan Anggaran Kunker ke Luar Negeri
Gianyar (Bali Post) -
Eksekutif dan legislatif menggelar rapat pembahasan APBD Induk 2020 di Aula DPRD Gianyar, Senin (7/10) kemarin. Dalam rapat itu terungkap, kalangan anggota dewan mengajukan perjalanan dinas ke luar negeri untuk tahun depan. Tidak tanggungtanggung, untuk sekali keberangkatan ke luar negeri itu diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp 2,4 Miliar lebih. Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta mengatakan, dalam undang-undang anggota dewan dibenarkan melakukan kunjungan hingga ke luar negeri. “Kami di Gianyar kan butuh sekali karena daerah pariwisata. Denpasar saja bisa, Badung bisa, kenapa Gianyar tidak?” katanya. Dari rencana keluar negeri itu, setiap anggota dewan diperkirakan akan membutuhkan anggaran Rp 40 juta lebih. Apabila angka itu dikalikan 40 sesuai jumlah anggota DPRD Gianyar, maka akan menghabiskan anggaran 2,4 miliar lebih pada APBD 2020 mendatang. “Perkiraannya, ya sampai Rp 2,5 miliar. Itu untuk tiga sampai empat hari,” ujarnya. Di sisi lain, Tagel Winarta mengakui kunjungan keluar negeri itu bukan hal yang sangat urgent. Namun juga menjadi kebutuhan anggota dewan Gianyar untuk mendapatkan
informasi dari negara lain. “Acuan kami adalah undangundang. Kami di dewan memang harus bisa mendapat informasi di negara lain,” katanya. Menurut Tagel Winarta, anggota DPRD Gianyar periode sebelumnya belum pernah melakukan perjalanan keluar negeri. “Pengalaman lima tahun yang lalu, nyaris anggota kami tidak pernah keluar negeri,” ujarnya. Ketua Fraksi PDI-P Gianyar Ketut Sudarsana yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) berhitung soal rencana keluar negeri itu. Terkait kunjungan kerja keluar negeri, dewan memerlukan anggaran sebesar Rp 80 juta per anggota dewan. “Perkiraan kami Rp 80 juta per orang (anggota DPRD Gianyar - red). Jadi, kalau untuk semua anggota itu Rp 3,2 miliar,” ujarnya didampingi anggota DPRD Gianyar I Made Ratnadi. Bupati Gianyar I Made Ma-
gat meresahkan pihak keluarga dan tetangganya. Dalam proses pengamanan ODGJ berusia 50 tahun itu, petugas harus menyuntikkan obat penenang, selanjutnya yang bersangkutan dibawa ke RSJ Bangli, Senin (7/10) kemarin. Anggota Satuan Polisi
Bali Post/kmb35
MENGAMANKAN - Petugas Satpol PP Gianyar I Wayan Nasta saat mengamankan I Made Dolat, Senin (7/10) kemarin.
Bali Post/kmb35
BERSALAMAN - Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersalaman dengan anggota DPRD Gianyar seusai rapat pembahasan APBD Induk 2020, Senin (7/10) kemarin. hayastra mengatakan, apabila sudah sesuai aturan maka pihaknya siap mendukung kunjungan kerja anggota DPRD Gianyar ke luar negeri. “Kalau memang sesuai aturan, kami support. Yang jelas, semua harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan kepada pub-
lik,” tegasnya. Menurut Mahayastra, hal yang wajar jika kalangan anggota dewan mengajukan permintaan tersebut, karena membandingkan dengan DPRD Denpasar dan Badung. Sementara terkait besaran anggaran yang akan disiapkan,
Bupati yang juga ketua DPC PDI-P Gianyar menegaskan, pihaknya masih akan menunggu proposal. “Berapa anggaran tergantung proposal. Kan ada aturannya, misalnya kalau ke Singapura berapa. Jadi, tergantung proposalnya mau ke mana,” ujarnya. (kmb35)
Kunjungi Desa Medahan
Kepala BNNK Gianyar Bahas Rencana Pembentukan IBM
IBM - Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. saat membahas rencana pembentukan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Desa Medahan, Senin (7/10) kemarin.
Mengamuk, ODGJ Disuntik Obat Penenang
Gianyar (Bali Post) Satpol PP Gianyar kembali menerima laporan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengamuk. Kali ini, I Made Dolat dilaporkan kerap mengamuk di rumahnya di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring sehingga san-
Bali Post/nik
MURAL - Seni mural yang menghiasi tembok di kawasan Banjar Penestanan, Desa Sayan, Ubud.
Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar I Wayan Nasta mengatakan, pihak keluarga melaporkan kumatnya sakit jiwa Dolat ke RSJ Bangli. Menerima laporan itu, pihak RSJ langsung datang ke rumah Dolat di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring. Saat itu juga hadir petugas kesehatan dari Puskesmas Tampaksiring. “Awalnya petugas RSJ dan Puskesmas Tampaksiring saja yang ke sana,” katanya. Namun, kata Nasta, petugas RSJ Bangli yang datang tidak berani menangani, karena bujangan berusia 50 tahun yang berada di dalam kamar itu membawa parang dan cangkul. Mengetahui hal itu, petugas tidak berani. Akhirnya, petugas kesehatan melaporkan kejadian itu ke Satpol PP Gianyar. “Kami terjun langsung bersama regu Satpol PP. Kami langsung cari dia di
kamarnya,” jelasnya. Nasta yang dikenal spesialis “penjinak” ODGJ ini langsung merayu Dolat. “Waktu saya sampai, dia pakai kalung macam-macam. Saya suruh lepas kalungnya, lalu saya ajak keluar kamar,” jelasnya. Menurut Nasta, Dolat sempat berontak. Apalagi ketika petugas medis mengeluarkan jarum suntik. Petugas Satpol PP kemudian memegangi tangan Dolat. “Lalu dia disuntik. Itu semacam obat penenang,” katanya. Usai disuntik, pihak RSJ yang membawa borgol langsung memasangkan di tangan Dolat. Usai diborgol, Dolat langsung dibawa ke RSJ Bangli. “Maunya kami antar ke Bangli. Tapi, petugas RSJ bilang tidak perlu karena sudah disuntik. Dia akan tertidur di mobil. Apalagi sudah diborgol,” ujar Nasta. (kmb35)
KEPALA Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. hadir di ruang rapat Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar, Senin (7/10) kemarin. Acara kunjungan tersebut berkenaan dengan rencana pembetukkan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Desa Medahan. Kegiatan yang dibuka langsung Pj. Kepala Desa Medahan I Ketut Widia Danendra itu dihadiri beberapa tokoh masyarkat serta dari unsur ibu-ibu Kader Desa Medahan. Pada kesempatan tersebut, Kepala BNNK Gianyar menjelaskan berbagai hal tentang IBM, baik dari pengertian maupun tujuan dibentuknya organisasi tersebut. Di antaranya, untuk menemukenali pengguna narkoba di wilayah
setempat, memberikan informasi tentang bagaimana mengatasi masalah pengguna narkoba, melakukan penjangkauan untuk mengindentifikasi pengguna narkoba dan tingkat permasalahan, mendampingi dan memberikan dukungan kepada pengguna narkoba dengan tingkat risiko rendah melalui intervensi awal. Selain itu, melakukan rujukan ke layanan kesehatan dan sosial yang dibutuhkan pengguna narkoba, serta melibatkan pengguna narkoba dan masyarakat untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada pengguna narkoba yang ada di wilayah setempat. Di akhir acara, Pj. Kades Medahan I Ketut Widia Danendra mengaku menyambut baik rencana tersebut dan akan segera merealisasikan pembentukan IBM di wilayahnya. (bns1)
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Warga Berambang Kesulitan Air Bersih Negara (Bali Post) Ratusan warga di Desa Berambang, Kecamatan Negara, mengalami krisis air bersih. Warga yang tinggal di perbukitan ini tidak mendapatkan air bersih dari pipa swadaya sejak empat bulan belakangan ini. Hal ini diakibatkan musim kemarau sehingga sumber air yang disalurkan ke pipa itu mengering. Guna mengatasi hal itu, mobil tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, Senin (7/10) kemarin menyalurkan air bersih ke warga. Selama ini, warga terpaksa mencari air bersih memanfaatkan sumber mata air yang berada di kawasan Pura Tangimeyeh, Desa Berambang. Di dua sumber mata air ini, secara bergantian warga mengambil air menggunakan jeriken ataupun galon. Selain untuk keperluan memasak dan air minum, sungai kecil di depan Pura ini juga dimanfaatkan warga untuk mandi dan mencuci. “Pipa dari atas tidak mengalir, sudah cukup lama. Hampir empat bulanan,” terang warga Ketut Suastika. Kondisi ini menurut warga hampir setiap tahun terjadi,
terutama memasuki musim kemarau. “Inilah kalau bisa dibantu bikin bak untuk menaikkan air ke atas, mungkin masih bisa. Semestinya pemerintah tanggap,” ujar Kartono, warga lainnya. Sebelumnya warga di Berangbang ini juga sempat mendapatkan pasokan air dari BPBD Jembrana sebanyak 5.000 liter. Menurut warga air bantuan itu tidak cukup setelah dibagi ke masyarakat. Sebab jumlahnya ratusan orang. Warga berharap pemerintah membantu membuat bak air penampungan. (kmb26) AMBIL AIR - Warga Berambang mengambil air dari salah satu sumber air di dekat Pura Tangimeyeh.
Bali Post/olo
Target Retribusi Belum Tujuh Babinsa di Daerah Sulit Diberi Motor Trail Tercapai, Komisi II Cek TPI Pengambengan Negara (Bali Post) Hasil sektor perikanan tangkap di Pengambengan sejatinya cukup menjanjikan. Namun, belakangan target pendapatan retribusi dari perikanan ini belum tercapai. Dari target Rp 1,8 miliar, hingga menjelang akhir tahun 2019 ini baru terealisasi Rp 640 juta. Kondisi ini menjadi perhatian Komisi II DPRD Jembrana dan akhir pekan lalu mengecek langsung ke TPI (Tempat Pelelangan ikan) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika, Senin (7/10) kemarin mengatakan, dari hasil kunjungan ke TPI Pengambengan selain didapati target PAD masih sangat jauh dari hasilnya, juga terkait sejumlah fasilitas yang sudah tidak layak. “Di sana kita dapati ada beberapa fasilitas yang perlu diperbaharui dan ditambah untuk menunjang kegiatan di TPI,” ujar Suastika. Seperti alat timbang yang baru, perbaikan tangga dari kapal, pengeras suara dan lain-lain yang menunjang TPI bisa beroperasi maksimal. Dari keterangan para pengelola di sana, baik dari Kepala PPN Pengambengan, Kabid Perikanan Dinas Kelautan dan Kepala TPI, ada kendala lain yang menyebabkan hasil retribusi jauh dari target. Salah satunya masih ada beberapa pengusaha pabrik yang menimbang ikan langsung di pabrik. “Saat ini banyak pengusaha nimbang langsung ke pabrik. Hal ini tentu mengindikasikan kebocoran retribusi,” tambahnya didampingi anggota lain. Di areal PPN Pengambengan juga ada gedung penimbangan higienis bantuan dari pemerintah pusat. Namun, hingga saat ini belum dipergunakan karena belum diserahkan ke daerah. Menurut Suastika, ini sejatinya salah satu terobosan untuk penambahan fasilitas, selain TPI yang sudah ada. Karena itu, Komisi II akan menindaklanjuti untuk permohonan agar segera diserahkan ke daerah. Di samping nantinya juga akan membuat regulasi untuk menarik pajak kapal yang beroperasi. “Daerah lain sudah ada yang mengenakan pajak kapal penangkap ikan. Atau akan dipikirkan untuk menjadikan TPI menjadi UPTD agar bisa merubah pengelolaan keuangan dengan BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah),” tambahnya. Komisi II berharap target yang terpasang tahun depan dari sektor perikanan ini bisa lebih dimaksimalkan. Sebab sektor perikanan di Jembrana khususnya di Pengambengan ini sangat potensial. (kmb26)
Bali Post/olo
BABINSA - Sepeda motor trail untuk Babinsa di Jembrana diserahkan Dandim kepada tujuh anggota Babinsa.
Gudang Kayu di Pendem Diduga Dibakar Ada Bau Bensin di Lokasi
Bali Post/ist
PADAMKAN API - Pemadam kebakaran memadamkan api saat kejadian kebakaran di Pancardawa, Kelurahan Pendem, Senin dini hari.
Bali Post/olo
TPI - Kunjungan Komisi II DPRD Jembrana ke TPI Pengambengan akhir pekan lalu.
Negara (Bali Post) – Sejumlah Bintara Pembina Desa (babinsa) Kodim 1617/Jembrana yang topografi wilayah binaannya sulit diberi sepeda motor trail. Sedikitnya ada tujuh unit sepeda motor KLX 150 bagi tujuh Babinsa diserahkan langsung Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, Senin (7/10) kemarin. Dandim menyebutkan sepeda motor trail ini untuk menunjang tugas pokok terutama di wilayah binaan yang medannya cukup sulit. Motor dinas ini akan dipakai para anggota Babinsa untuk operasional memantau wilayahnya yang padat agar cepat ke lokasi. Dandim juga menuturkan penyerahan 7 unit trail ini merupakan bentuk perhatian yang besar dari pimpinan dalam hal ini Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) kepada Satkowil khususnya para Babinsa. “Kendaraan ini agar dipakai untuk menjaga dan memantau wilayah,” tegas Dandim. Selain itu motor baru ini nanti dipakai untuk mendukung tugas pokok dan kelancaran di lapangan serta mengoptimalkan tugas pokok Babinsa. Sehingga memberikan kemudahan dalam menjalankan tugas ke desa maupun ke kelurahan binaannya terutama di wilayah binaan Babinsa yang memiliki medan agak sulit/terjal. “Manfaatkan kendaraan dinas tersebut untuk tugas pokok Babinsa bukan untuk kepentingan pribadi atau kegiatan yang tidak bersifat dinas. Utamakan dalam kedinasan dan melayani masyarakat dalam rangka menciptakan situasi kondusif di wilayahnya masingmasing demi Kemanunggalan TNI-Rakyat,” tegas Dandim 1617/Jembrana Letkol Djefri, juga berpesan kepada para Babinsa agar merawat kendaraan dinas ini seperti milik sendiri sehingga selalu dalam kondisi prima dalam menjalankan tugas. (kmb26)
Negara (Bali Post) – Diduga sengaja dibakar orang tak dikenal, sebuah gudang kayu di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana terbakar, Senin (7/10) dinihari. Beruntung api bisa diatasi pemadam kebakaran Pemkab Jembrana, sehingga api tidak sampai menghanguskan seluruh gudang kayu tersebut. Namun, sekitar 10 kubik kayu sudah terbakar. Pemilik gudang kayu, Kade Perdana (34), mengatakan, ia menerima informasi dari warga bahwa gudang yang berada dekat rumahnya itu terbakar sekitar pukul 01.00 Wita dini hari. Kemudian pihaknya mengecek, kebakaran terjadi di dalam gudang namun belum menyebar. Dari keterangan saksi, sempat ada suara dentuman seperti bensin disulut api. Hal tersebut diperkuat dengan bau bensin di sekitar titik api yang sudah dipadamkan
oleh pemadam. “Warga juga sempat melihat sepintas ada tiga orang datang, dan saat terbakar dua orang lari dari gudang,” terangnya. Pihaknya meyakini gudangnya itu dibakar lantaran dari bekas titik yang terbakar terlihat sampai membakar dedaunan pohon di atasnya. Setelah itu api mengecil. “Beberapa memang limbah kayu, tapi ada sampai 10 kubik kayu bayur yang terbakar. Sekitar 25 juta (kerugian),” tandasnya.
Api berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam setelah dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Pemkab Jembrana turun ke lokasi. “Sudah bisa dipadamkan sebelum api menyebar. Kalau tidak segera ditangani bisa sampai meluas karena banyak bahan mudah terbakar (gudang kayu),” terang Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat, Putu Pranajaya. Tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. (kmb26)
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Rapat Kerja di DPRD
Dewan Desak Eksekutif Transparan Kelola Galian C KOMISI I dan III DPRD Karangasem, Senin (7/10) kemarin melaksanakan rapat kerja dengan eksekutif. Rapat kerja itu untuk menindaklanjuti temuan kebocoran pajak di sektor galian C di Uma Anyar, Bebandem, belum lama ini. Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III, Wayan Sunarta itu juga dihadiri Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perizinan dan Satpol PP Karangasem. Pada kesempatan itu dewan mendesak agar pengelolaan galian C lebih transparan dengan dimanejerial dengan baik. Ketua Komisi III Wayan Sunarta mengungkapkan, selama ini banyak sekali pengusaha main kucing-kucingan dengan pemerintah. Pasalnya, relatif banyak pengusaha belum mengantongi izin. Mereka tidak mau membayar pajak. Tidak heran hal itu berdampak sig-
nifikan terhadap anjloknya PAD Karangasem. Atas kondisi itu, dewan meminta eksekutif agar bisa lebih tegas di dalam memberikan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan pemilik usaha galian C. “Kita ingin ketegasan dan juga pemberian sanksi dari pemerintah. Sejauh mana ketegasan pemerintah terhadap para pelanggar. Kita juga ingin tahu dalam bentuk apa saja sanksi yang diberikan kepada pengusaha galian C yang melanggar,’’ ujar Wayan Sunarta. Termasuk juga kepada pengusaha- pengusaha lainnya yang melanggar pajak. Sebab, bila tidak ada ketegasan, maka percuma saja. ‘’Mereka pasti akan terus melanggar aturan. Parahnya, akibat pelanggaran itu memicu anjloknya PAD,” ujar Sunarta meminta atensi Pemkab secara serius.
Kepala BPKAD Karangasem, Sujana Erawan mengungkapkan, terkait temuan kebocoran pajak, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, pihaknya tak bisa memunggut pajak bila pengusaha itu tidak memiliki izin. “Kita sudah mendorong pengusaha galian C agar sesegera mungkin menuntaskan izinnya,’’ harap Sujana Erawan. Terkait kebocoran di portal, pihaknya sudah menuntut petugas agar senantiasa berlaku transparan. BPKAD juga sudah memberikan surat pernyataan dengan materai 6000, bahwa mereka siap menerima hukuman jika petugas portal ditemukan melakukan pelanggaran. ‘’Dalam waktu dekat kami akan turun terus mengimbau sopir-sopir truk supaya mereka mencari pasir di tempat yang telah berizin,” pinta Sujana
Erawan. Kepala Dinas Perizinan Karangasem Laba Erawan menambahkan, pihaknya segera akan memfasilitasi mempertemukan para pengusaha yang belum berizin dengan pihak ESDM Provinsi. Ia beranggapan selama ini banyak hambatan ditemui para pengusaha terkait pengurusan izin galian C. “Kita harap melalui rapat kerja yang baik ini para pengusaha galian C itu akan lebih cepat menyelesaikan hambatannya, utamanya menuntaskan pengurusan izin yang dimaksud,” harapnya. Sementara Kepala Satpol PP Karangasem Wayan Sutapa mengungkapakan, pengawasan galian C merupakan tanggung jawab Satpol PP Provinsi. Karena itu kilahnya Satpol PP kabupaten hanya melakukan pendampingan saja. (ad223)
RAPAT KERJA - Komisi I dan III saat melaksanakan rapat kerja dengan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perizinan dan Satpol PP Karangasem pada Senin (7/10) kemarin.
Kano Terbalik Saat Mancing Siswa SMP Tewas Tenggelam
Amlapura (Bali Post) Nasib naas dialami seorang anak remaja I Gede Agus Putra (13). Korban yang masih menempuh pendidikan di SMPN 2 Abang itu tewas tenggelam saat memancing menggunakan kano di laut Jemeluk, persisnya di dekat Divers Cafe di Banjar Lebah, Desa Purwa Kerthi, Abang, Senin (7/10) kemarin.
Bali Post/kmb41
BANGUN JEMBATAN - Warga Temukus saat membangun jembatan darurat menuju Pura Tunggu Besi di Besakih.
Akses ke Pura Tunggul Besi Tak Lancar
Warga Temukus Bangun Jembatan Secara Mandiri Amlapura (Bali Post) Warga di Banjar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang secara mandiri kembali melakukan pembangunan jembatan darutat menggunakan kayu menuju Pura Tunggul Besi, Minggu (6/10) lalu. Usaha perbaikan jembatan secara swadaya itu dilakukan lantaran kondisi jembatan sebelumnya sudah rusak. Hal itu membuat akses menuju pura jadi tidak lancar. Selain itu kondisi jembatan darurat membuat khawatir banyak pihak, terutama keselamatan warga saat hendak melintas. Kepala Dusun Temukus Wayan Sudiana mengungkapkan, pembangunan jembatan menuju Pura Tunggul Besi dilakukan secara gotong royong oleh warga Temukus. Perbaikan jembatan mau tidak mau harus dikerjakan. Alasannya, kondisi jembatan sebelumnya tidak layak karena sudah rusak. ‘’Sebelumnya jembatan itu menggunakan bambu. Namun sekarang jembatannya memakai kayu. Tujuannya untuk memperkuat pondasi badan jembatan tersebut. Sebab, warga saat menye-
berang ada juga yang mengendarai sepeda motor,’’ ucap Sudiana. Sudiana menambahkan, bahan kayu yang dipergunakan untuk perbaikan jembatan diperoleh dari bantuan objek wisata di sekitar Temukus. Sedangkan kayunya diperoleh dari pelaba Pura Adat Temukus. Atas kondisi ini, pihaknya hanya bisa berharap ada bantuan dari pemerintah. Bantuan itu sangat diharapkan agar jembatan permanen bisa dibangun sehingga bisa lebih kuat. ‘’Jembatan itu merupakan jalan satu-satunya menuju Pura Tunggul Besi,’’ tambahnya Sejauh ini prajuru sudah mengusulkan perbaikan jembatan, tetapi belum ada kepastian. ‘’Warga sangat berharap jembatan permanen secepatnya bisa dibangun,’’ harapnya. Kabid Bina Marga PUPR Karangasem Ketut Prama Budarta mengatakan, rencananya perbaikan jembatan memakai dana PHR (Pajak Hotel dan Restoran) dari Badung. ‘’Nominalnya sekitar Rp 1,4 miliar,’’ ujar Ketut Prama Budarta. (kmb41)
Kapolsek Abang AKP I Nyoman Wiranata mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi Senin sekitar pukul 16.00 Wita. Saat itu korban memancing bersama tiga orang rekannya, yakni Putu Arya Pratama, Komang Pasek Tanaya, dan Ketut Suardiasa. Sebelum pergi memancing, korban sempat belajar bersama dengan dua rekannya di rumah Putu Arya Pratama di Bias lantang Kelod, Desa Purwa Kerthi. Setelah itu ketiganya berangkat bersama-sama mancing ke laut Jemeluk. Wiranata menambahkan, setelah sampai di Pantai Jemeluk, Komang Pasek
Tanaya langsung mempersiapkan pancing dan umpan selain itu juga kano atau sampan kecil. Sekitar pukul 16.00 Wita, Putu Arya Pratama dan Komang Pasek Tanaya beserta korban dengan penuh semangat mancing ke laut Jemeluk itu. Mereka nekat menggunakan satu buah kano saja. Naas, saat berada di tengah laut kano yang ditumpangi bertiga itu terbalik akibat dihantam ombak, lalu korban yang tidak bisa berenang itu panik kehabisan napas tenggelam, kemudian meninggal dunia setelah sempat dibantu di puskesmas. Dua teman korban selamat kar-
ena dengan segenap kemampuannya berusaha berenang dan kemudian cepat dibantu warga nelayan dan juga wisatawan. “Sebetulnya korban sempat ditolong. Korban dibawa ke pinggir pantai oleh masyarakat setempat bersama wisatawan untuk diberikan pertolongan. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Abang II. Kemudian tim medis turun tangan memberikan bantuan optimal. Sayang nyawa korban tidak bisa diselamatkan,’’ ujarnya. Korban meninggal dunia diduga akibat kekurangan oksigen. (kmb41)
Bali Post/ist
MENINGGAL - Gede Agus Putra (13) meninggal dunia saat mancing di laut Jemeluk, Desa Purwa Kerthi, Abang, Senin (7/10) kemarin.
Bali Post/kmb41
SOSIALISASI - KPU Karangasem saat melakukan sosialisasi Pilkada 2020 di Pasar Bebandem, Senin (7/10) kemarin.
KPU Turun ke Pasar Bebandem Sosialisasikan Pemutakhiran Data Pemilih
Amlapura (Bali Post) Jelang pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Karangasem, berbagai persiapan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem. Salah satunya turun melakukan sosialisasi kepada pemilih di Pasar Bebandem, Senin (7/10) kemarin. Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Karangasem Ni Putu Deasy Natalia mengatakan, KPU sudah turun melakukan sosialisasi terkait perhelatan hajatan politik pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020. Materi sosialisasi juga berisi pemutakhiran data pemilih jelang pilkada tersebut. ‘’Sosialisasi itu untuk menjaring pemilih yang belum terdaftar dalam DPT. Kita langsung tanyakan identitasnya, sehingga nantinya data bisa kita masukkan ke daftar pemilih pilkada,’’ ucap Deasy. Deasy menambahkan, masyarakat cukup antusias mengikuti sosialisasi itu. Hanya sebagian besar warga sudah mendapatkan C6 saat pelaksanaan haja-
tan pemilu beberapa waktu lalu. Namun ke depannya kegiatan ini akan terus dilakukan. ‘’Kita sebelumnya sudah sempat melakukan sosialisasi. Seperti di Pasar Amlapura Timur, Abang, dan Culik. Besok (hari ini - red) kita akan gelar di Pasar Karangsokong Subagan,’’ ujar Deasy terkait programnya. Pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi agar tingkat partisipasi masyarakat pada hajatan politik pemilihan bupati dan wakil bupati lebih tinggi ketimbang saat pelaksanaan pemilu lalu. Saat pemilu lalu, partisipasi masyarakat Karangasem mencapai 78 persen. Pada pilkada nanti KPU menargetkan partisipasi masyarakat sebanyak 85 persen. ‘’Kita akan maksimalkan sosialisasi itu sampai ke tingkat bawah. Bahkan kita sasar langsung keluarga. Termasuk menyebar brosur kepada masyarakat guna mencapai target yang diberikan KPU Bali,’’ tegas Deasy Natalia. (kmb41)
Tingkatkan PAD, Benahi Kebocoran Tinggi
Dewan Fokus Sidak Galian C, Rafting, Diving dan Vila Tingkat kebocoran di sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama ini dinilai DPRD Karangasem masih cukup tinggi. Tidak pelak kondisi itu membuat angka raihan PAD merosot hingga puluhan miliar. Dalam upaya meningkatkan kembali pendapatan itu, salah satu caranya kebocoran wajib diminimalisasi. Untuk itu dewan akan fokus lebih sering turun ke lapangan. Lalu bagaimana strategi efektif yang harus dilakukan dewan dalam upaya mewujudkan kenaikan PAD?
Bali Post/kmb41
FOKUS PAD - Dewan fokus meningkatkan PAD dari aktivitas galian C di Bebandem. Karena itu, dewan terus intens turun ke lapangan melakukan pemantauan galian C, rafting, diving maupun vila.
KETUA DPRD Karangasem I Gede Dana, Senin (7/10) kemarin mengungkapkan, belakangan ini kebocoran dari sektor PAD menjadi sangat tinggi. Hal itu bisa dilihat dari PAD yang diperoleh pemerintah menurun cukup signifikan. “Selama ini tingkat kebocorannya tinggi. Itu yang membuat PAD jeblok,” ujarnya. Melihat kondisi itu, kata Gede Dana, pihaknya akan lebih serius turun ke lapangan. Peningkatan PAD akan dimulai dari sektor pajak galian C, rafting, vila maupun lainnya. Caranya, dewan akan menjalin kerja sama dengan dinas terkait. Seperti Satpol PP, BPKAD, dan Perizinan. Mereka akan diajak turun ke lapangan melakukan pemantauan alias sidak.
“Sejatinya tidak hanya dari sektor galian C saja yang anjok akibat tingginya kebocoran. Pendapatan dari hasil vila maupun diving dan rafting juga tinggi tingkat kebocorannya. Bahkan kebocorannya sekitar Rp 3-5 miliar. Jadi, ke depannya kita akan fokus memberikan atensi kepada penyumbang pajak itu,” tegas politisi asal Datah ini. Kegiatan sidak yang dilakukan di galian C Uma Anyar belum lama ini, sedikit membuahkan hasil. Pasalnya, dari sebelumnya hanya ada 1-2 faktur pajak setiap harinya, setelah dilakukan sidak, maka jumlah faktur pajaknya meningkat mencapai puluhan. Ini artinya harus sering dilakukan sidak ke lapangan. ‘’Sidak itu penting untuk menyadarkan para wajib ba-
jak agar mereka taat membayar pajak,’’ harap Gede Dana. Jika pengawasan ditingkatkan, maka kebocoran pajak bisa ditekan. Selain itu, target pemasukan Rp 275 miliar yang dibebankan kepada eksekutif pasti akan bisa tercapai. ‘’Kalau perlu harga pasir setiap APBD ditingkatkan. Tapi hal itu belum dilakukan pemerintah. Kalau itu dilakukan, kita yakin PAD bisa ditingkatkan,” pungkas Gede Dana. Wakil ketua DPRD I Nengah Sumardi menambahkan, apa yang dilakukan dewan dengan strategi sidak ke lapangan adalah bagian men-support regulasi. Pihaknya senantiasa mendorong para pengusaha supaya taat membayar pajak. ‘’Pengusaha galian C mau tidak mau harus mengurus izin. Bila izin sudah diurus. Pastinya para pengusaha akan nyaman menjalankan usahanya,’’ ujarnya. Dalam pengurusan izin dewan tidak mau intervensi. Kita hanya mengakomodir sekaligus mendorong agar mereka mau mengurus izin dan membayar pajak. ‘’Kita hanya ingin menertibkan dan melindungi mereka dari sisi regulasi atau aturan,” tegas Sumardi. (nan)
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Cek Proyek Infrastruktur, Bupati Suwirta Minta Masyarakat Nusa Penida Ikut Mengawal
TINJAU PROYEK - Bupati Suwirta saat meninjau proyek peningkatan akses jalan di Nusa Penida, Senin kemarin.
Di sela-sela Acara Nusa Penida Festival V, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta didampingi Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra menyempatkan diri untuk mengecek sejumlah pembangunan infrastruktur peningkatan jalan yang ada di Nusa Penida, Senin (7/10) siang. Bupati Suwirta ingin memastikan semua tahapan pengerjaan proyek akses jalan ini, berjalan sesuai tahapan dan kelak bermanfaat bagi kehidupan warga Nusa Penida. Setelah Bupati Suwirta mengecek seluruh pembangunan infrastruktur tersebut, Bupati Suwirta meminta terutama proses pengaspalan jalan, agar kualitas pengaspalannya dijaga dan
dikawal dengan baik. “Perlu adanya kerja sama antara pemerintah, pemborong dan masyarakat agar ke depan pembangunan infrastruktur ini bisa terjaga dan terawat dengan baik,” pinta Bupati Suwirta. Bupati Suwirta menambahkan jangan sampai ada lagi polemik masyarakat di medsos (media sosial) baik itu terkait pembangunan infrastruktur maupun program lainnya. Justru yang harus dilakukan adalah sama-sama mengawalnya, agar realisasinya sesuai dengan perencanaan. “Mari bersamasama tanamkan sikap yang bersabar untuk menyikapi pesatnya perkembangan pariwisata, khususnya di Nusa Penida. Pemkab masih terus
berupaya agar pembangunan di segala bidang bisa terlaksana dengan baik. Jangan sampai ada masyarakat yang memposting hal-hal yang tidak baik lagi di medsos,” harapnya. Selain itu, Bupati Suwirta juga berharap seluruh pembangunan infrastruktur ini bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sesuai dengan yang sudah ditentukan. “Semoga pembangunan infrastruktur ini bisa berjalan lancar dan selesai tepat pada waktu yang sudah ditentukan. Mari kawal bersama. Jangan lagi sebut kami tak peduli. Ini perbaikan jalan sudah direalisasikan. Saya sendiri juga akan terus memonitornya,” ucapnya. Sementara itu, Kabid
Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) Klungkung Ida Bagus Gede Eka Putra menyampaikan, pembangunan infrastruktur/ peningkatan jalan yang menjadi titik pantau Bupati Suwirta dan rombongan tersebut, antara lain yakni akses jalan dari Pertigaan Banjar Bingin menuju Batukandik dengan nilai Rp 841.947.209,20 dengan proses pengerjaan selama 90 hari. Jalan Sekartaji, Desa Tanglad menuju Sedihing dengan nilai Rp 961.771.860,11 dalam jangka waktu pengerjaan 90 hari dan jalan Pikat menuju Sompang dengan nilai Rp 4.897.771.920,39 dalam jangka waktu pengerjaan 150 hari. (ad224)
Akomodasi Pariwisata Marak
Pemkab Keluarkan Inovasi Perizinan
Semarapura (Bali Post) -
Keluhan terhadap menjamurnya akomodasi pariwisata, akhirnya disikapi serius pemerintah daerah. Para pemiliknya akan terus didesak untuk mengurus izinnya. Terlebih, Pemkab Klungkung melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), telah merilis inovasi terbaru untuk memperpendek birokrasi perizinan. Inovasi ini mulai diperkenalkan bertepatan dengan agenda Nusa Penida Festival, belum lama ini. Kepala Dinas PMPTSP Klungkung Made Sudiarka Jaya mengatakan, inovasi ini merupakan suatu kebutuhan masyarakat Klungkung, khususnya masyarakat Nusa Penida. Inovasi ini untuk mempermudah pelayanan pengurusan izin dengan Inovasi One Stop Servis Menli Investment and License Integration System. Inovasi ini menggabungkan lima sistem, yakni Catalog Investasi, Promosi Investasi secara Online, Periz-
inan maupun Non-Perizinan secara Online serta Pengaduan Online. “Dengan lima sistem ini akan berdampak pada pemerintahan yang bersih serta masyarakat yang bersih terhadap peraturan dan kepengurusan izin,” ujar Sudiarka Jaya, di hadapan Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, Perwakilan Badan Diklat Provinsi Bali, serta masyarakat Nusa Penida. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menegaskan, inovasi ini adalah suatu terobosan untuk mempercepat
masyarakat dalam mengurus perizinan. Ini sejalan dengan cita-cita besar pemerintah daerah yang telah merencanakan membuat mall pelayanan publik pada tahun 2021. Inovasi ini menjawab tantangan iklim investasi di Nusa Penida dimana banyak hotel, vila dan restoran yang sudah terbangun tanpa izin. Dengan adanya inovasi ini bisa memudahkan dan memperlancar pengurusan izinnya, khususnya untuk para investor atau masyarakat yang malas mengurus izin usahanya karena alasan birokrasi yang rumit. “Perizinan online ini bisa di-
buka dan diurus dari rumah, tinggal pada saat final, berkas aslinya harus disetor ke Dinas PMPTSP,” imbuhnya. Ia juga meminta dinas terkait untuk bekerja sama dan bersinergi untuk mengoptimalkan inovasi ini. Sehingga nanti memberi manfaat yang maksimal untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat melalui PAD yang dihasilkan. “Saya yakin Nusa Penida ini akan menjadi sumber pendapatan yang paling besar di bidang pariwisata dengan syarat investor mengikuti aturan pemerintah,” tegasnya. (kmb31)
Kunjungan ke RSUD Turun 20 Persen Semarapura (Bali Post) RSUD Klungkung nampaknya cukup sulit menghadapi aturan pusat tentang sistem rujukan online (rujol) berjenjang ini. Sistem rujukan secara online, dianggap “memaksa” masyarakat harus ke faskes tingkat lanjutan ke RSUD kelas C, setelah mendapat perawatan di faskes tingkat pertama seperti puskesmas. Ini membuat kunjungan pasien rawat inap ke RSUD Klungkung yang notabene merupakan faskes tingkat lanjutan kelas B, menurun drastis hingga 20 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Situasi demikian diakui Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma ketika ditanya perihal dampak kebijakan rujukan berjenjang ini, Senin (7/10) kemarin. Pihaknya membantah, adanya informasi di lingkungan fasilitas kesehatan, bahwa Bupati Klungkung Nyoman Suwirta telah mengeluarkan sejenis Surat Edaran (SE), untuk mengatasi kerugian lebih jauh yang bisa dialami pihak rumah sakit plat merah ini. Sebab, sejauh ini SE yang dimaksud kabarnya isinya meminta faskes tingkat pertama, agar langsung merujuk pasien ke faskes tingkat lanjutan di rumah sakit kelas B (RSUD Klungkung), tidak ada sama sekali. “Sejauh ini, belum ada SE semacam itu. Sistem rujukan berjenjang, sesuai regulasi pusat (Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pelayanan Rujukan Berjenjang berbasis Kompetensi Melalui Integrasi Sistem Informasi), masih berjalan seperti biasa di sini. Jadi, setelah dari faskes pertama, harus ke faskes lanjutan kelas C dulu, baru ke faskes lanjutan kelas B. Inilah yang menyebabkan kunjungan pasien ke RSUD Klungkung menurun hingga 20 persen,” kata dr. Kesuma.
WISMAN - Nusa Penida Festival, Senin kemarin, berlangsung semarak. Selain melibatkan warga lokal, NPF yang kelima ini juga diikuti wisatawan mancanegara. Salah satunya kegiatan tarik tambang.
Bali Post/gik
TAMBAH KLINIK - Bangunan Puskesmas Takmung sedang dalam pengerjaan. Rencananya tempat ini akan ditambah klinik, sehingga bisa setara dengan rumah sakit tipe C. Direktur RSUD mengaku cukup sulit menghadapi ini. Menurutnya, semestinya bebaskan saja pasien memilih faskes tingkat lanjutan yang dia inginkan. Sehingga faskes tingkat lanjutan ini bisa bersaing secara sehat. Namun, dia menyadari ini sudah menjadi aturan pusat, yang memang harus dipatuhi bersama. “Memang boleh dari faskes pertama ke RSUD Klungkung, tetapi itu untuk kasus-kasus tertentu saja, yang emergency, yang tidak bisa ditangani rumah sakit kelas C. Atau ada juga contoh seperti daerah lain, boleh pasien langsung dari faskes pertama ke RSUD, tetapi pasien PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang bukan ditanggung BPJS. Kalau pasien tanggungan BPJS tentu harus ikut rujukan online berjenjang ini,” tegasnya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat dihubungi Senin (7/10) kemarin, mengaku tidak ada mengeluarkan SE seperti itu. Pihaknya menyadari sejak awal persoalan yang dihadapi RSUD Klungkung, pascakeluarnya sistem rujukan
berjenjang ini. Sehingga, pihaknya selalu mengingatkan petugas kesehatan pada faskes pertama, untuk mengikutinya. Tetapi, kalau ada pasien yang secara regulasi bisa langsung dikirim ke RSUD Klungkung, karena tak mungkin ditangani di faskes lanjutan kelas C, agar dapat ditangani secepatnya. “Saat ini kami masih berupaya mengikuti aturan rujukan online berjenjang itu. Tetapi, kami sudah usulkan ke pusat agar faskes lanjutan itu sebaiknya ke depan diberlakukan tanpa kelas. Sehingga masyarakat kami bebas memilih faskes yang diinginkan,” tegasnya. Selain itu, jika regulasi rujukan online berjenjang ini tetap diberlakukan, dia sudah merencanakan menyediakan penambahan klinik pada Puskesmas Takmung yang sedang dalam tahap pembangunan. Sehingga, puskesmas ini bisa setara dengan rumah sakit kelas C. Jadi, nantinya pasien faskes tingkat pertama, bisa diarahkan ke sana, sebelum ke RSUD Klungkung sebagai faskes lanjutan kelas B. (kmb31)
Bali Post/gik
AKOMODASI - Di wisata Jungut Batu, Nusa Penida telah berderet akomodasi pariwisata yang tentu berdampak positif bagi penambahan PAD Klungkung.
Tari Baris Jangkang Jadi Warisan Budaya Nasional Semarapura (Bali Post) Salah satu tari sakral khas Nusa Penida, tari Baris Jangkang, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) secara nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Keputusan tersebut telah dikonfirmasi ke Dinas Kebudayaan Klungkung. Rencananya, penerimaan sertifikat akan dilakukan pada 8-9 Oktober nanti, bertepatan dengan Pekan Budaya Nasional di Jakarta. Tari Baris Jangkang sudah menjadi ikon Nusa Penida. Di setiap desa, tarian ini sering dipentaskan. Seperti di daerah asalnya di Desa Adat Pelilit, Pejukutan, Nusa Penida, kerap dipentaskan saat piodalan di Pura Khayangan Tiga desa setempat. Di desa ini, tari Baris Jangkang, lakon ceritanya berbeda-beda. Seperti Guak Maling Banten, Buyung Masugi, dan Jelantik Maisik. Tarian ini menjadi tarian utama yang harus dipentaskan sebagai upaya tolak bala. Pengiring alat musiknya pun sederhana. Seperti kempul, gamelan satu pasang, petuk, cengceng dan dendeng. Sementara kostum yang digunakan, hasil dari kerajinan setempat seperti celana dan baju, sabuk, saput dalam dan saput luar. Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung Nengah Sudirta, Senin (7/10) kemarin, mengatakan proses pengusulan tari sakral langka asal Desa Pelilit, Nusa Penida ini, telah dilakukan sejak tahun lalu. Proses pengusulannya dilengkapi dengan PPKD (Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan). “Saat itu awalnya kami rencananya mengusulkan dua. Tari Baris Jangkang dan kuliner khas Klungkung, Serombotan. Tetapi, serombotan kami tunda, dan baru diusulkan
tahun 2020 bersama dengan potensi yang lain,” kata Sudiarta. Setelah menjadi WBTB, Sudiarta menegaskan tentu akan ada pembinaan lebih lanjut dari pihak kementerian. Tujuannya, sebagai upaya pelestarian kearifan lokal agar tidak punah. Namun, seperti apa model pembinaannya, apakah nanti akan didukung anggaran dan prosesnya secara berkala, belum bisa dijelaskan lebih jauh. Pihaknya mengaku akan menanyakan itu lebih lanjut, agar penetapan ini tak sekadar menjadi formalitas. Setelah tari Baris Jangkang, Dinas Kebudayaan saat ini juga sedang menginventarisir kebudayaan lain, yang tidak dimiliki daerah lain, khususnya yang potensi untuk diusulkan menjadi WBTB. Misalnya, Tradisi Dewa Masraman di Banjar Panti Timbrah, Desa Paksebali, kes-
enian Barong Nongnongkling, hingga kuliner lainnya seperti kuliner khas Nusa Penida, yakni Ledok. “Kami harus inventarisir semuanya dulu. Kemudian memilih beberapa untuk dibuatkan pokok-pokok pikiran kebudayaan. Di sana harus lengkap dengan narasi dan videonya,” tegasnya. Misalnya, terkait serombotan, harus ada referensinya, bagaimana pandangan para tokoh masyarakat, bahan-bahan yang benar apa saja, hingga aspek kualitas kesehatan yang dihasilkan. Selain itu, juga bagaimana proses pembuatannya, ini harus lengkap didokumentasikan dengan baik. “Tentang serombotan, akan digali siapa yang jual pertama, sejarahnya bagaimana dan apa khas dari serombotan tersebut. Tujuannya tentu sebagai upaya pelestarian kearifan lokal agar tidak punah,” imbuh Sekretaris Dinas Kebudayaan Gusti Ketut Kaler. (kmb31)
Bali Post/dok
BARIS JANGKANG - Para penari tari Baris Jangkang, saat tampil pada ajang PKB.
Pada NPF, Wisman Ikut Tarik Tambang Semarapura (Bali Post) Nusa Penida Festival (NPF) V tahun ini tak sekadar menampilkan hiburan musik di atas panggung. Banyak kegiatan lain yang diselenggarakan saat siang hari, di sekitar panggung, agar sepanjang hari lokasi festival tetap semarak. Salah satunya, dengan kegiatan kompetisi tarik tambang. Awalnya berlangsung biasa saja. Tetapi, suasana jadi berbeda, ketika wisatawan mancanegara bukan hanya menonton, tetapi justru ikut terjun berbaur bersama warga lokal setempat. Salah satu panitia, Nyoman Widana,
Senin kemarin, mengatakan awalnya tarik tambang hanya diikuti oleh kalangan pemuda dari Karang Taruna Desa Ped dan Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, TNI/Polri dan Satpol PP. Namun, keseruan di tepi pantai itu, justru menarik banyak wisatawan mancanegara (wisman) untuk ikut langsung di dalamnya. Terbagilah mereka, bersama kedua kelompok berbeda untuk adu kekuatan otot. Misi kegiatan ini cukup sukses, untuk membuat agenda NPF tetap semarak sepanjang hari di Pesisir Pelabuhan Banjar Nyuh, Desa Ped. “Para bule itu men-
gaku senang bisa ikut berbaur bersama warga lokal. Jadi, liburannya di Nusa Penida punya kesan berbeda. Mereka sangat menikmati sekali apa yang ada di sini,” kata Widana. Tidak hanya warga dan wisatawan, sejumlah pejabat seperti Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan Camat Nusa Penida Komang Widyasa Putra serta pejabat lainnya, juga larut dalam keceriaan acara tersebut. Mereka berharap agenda NPF ini benar-benar bisa menjadi agenda yang memberi kesan Nusa Penida sebagai tempat yang memberi suasana baru dalam berwisata ke Bali. (gik)
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.10.19.0000169
Bth Cpt Driver Kurir, Pria SIM A Min.SMA&Cust.Serv.L/P bs Bhs Ingg.min.D3.Lam.WA:08113844996 B.BP.001.10.19.0000213
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
BENGKEL LAS
Bth Admin,Bs Kompt, diutamakan Pria, Hub.CV.Martha Jl.P.Moyo Gg.Cemara B No.1 Pedungan.Hub WA.081936344761/08123981547 B.BP.001.10.19.0000204
Dicari Admin Laundry-Seminyak Pengalaman 1 thn, Bisa Microsft Office(Wanita) Tlp.0361-289742 Email: asahrd2018@gmail.com B.BP.001.10.19.0000203
Dcr Gr.Mat,Fis,Kim,Bio u/SMA Hub.081 999 085 313 B.BP.001.10.19.0000214
Cr sgr krywn suami istri srbtn bisa sopir diutamakan jujur & tanggung jwb.Hub.081238705320
B.BP.004.10.19.0000209
Dcr Staf Prod(Wnt)Gaji&Jam Krj Menarik 085100574646 No SMS
B.BP.001.10.19.0000216
Dcr Sopir&Karyawan Laundry di Kerobokan WA/T.081236015546
B.BP.001.10.19.0000215
Dicari SPG Bisa Bahasa Inggris + Komputer untuk Butik di Sanur Hub.0811389822
B.BP.001.10.19.0000200
Dcr Terapis,Karywti,PRT,Diponegoro 150 B28 Hub:082147594588 B.BP.001.10.19.0000150
Dicari Satpam Lamaran ke PBS Mahendradata 88 Dps,0361490565 B.BP.001.10.19.0000202
Dicari Tukang masak catering &tenaga serabutan,081353320000 B.BP.001.10.19.0000208
Rcptionist Dicari segera untuk Daerah Sanur Bypass Hub:289700/082247422342 B.BP.001.10.19.0000197
Dicari Waiter/Waitress pria/wanita,usia max 25thn, pendidikan SMA sederajat bisa berbahasa asing/Inggris,Lamaran dibawa langsung ke Legian PUB Jln. Padma No.51 Legian info lebih lanjut dapat Hub WA.085737837532 B.BP.001.10.19.0000210
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOTOR HONDA
PT.Dipo Star Finance. 2 buah Vario’12 Penawaran 9 Okt 2019 Hub.0361-265007 B.BP.001.10.19.0000201
PROPERTY
KEHILANGAN Hilang Buku IMB No.484 Th 2009 An.I Made Mudiarta, Jl .Puri Grenceng No.5K Tuban Badung B.BP.001.10.19.0000206
Hilang IMB No.306 Th 2010 An.I Ketut Dasnawa,Kuta Seltan
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
BUC Rmh 1Are Lantai2 Jl.4m 575 jt Lok.A.Yani Hub.081999976677
Hlg Buku Kiur Mobl Suzuki 2012 DK8957AZ An.I Gede Sukma Jaya
G.01
B.BP.001.10.19.0000212
B.BP.001.10.19.0000196
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.10.19.0000199
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Sukses Lari Keliling Bali
Serka Dewa Astawa Disambut dengan Kalungan Bunga PRAJURIT Kodim 1626/Bangli Serka Dewa Gede Astawa sukses menyelesaikan misinya lari keliling Bali. Keberhasilannya menaklukkan jarak 374 km mendapat apresiasi dari Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Himawan Teddy Lakossono serta jajaran Muspida Kabupaten Bangli. Saat kembali ke satuannya, S e n i n (7/10) kemarin, prajurit TNI asal Kelurahan Kubu, Bangli disambut dengan kalungan bunga. Acara penyambutan yang digelar bersamaan dengan syukuran HUT ke74 TNI tahun 2019 di Kodim 1626/ Bangli dihadiri sejumlah pejabat Muspida, di antaranya Bupati Bangli I Made Gianyar, Wabup Sedana Arta, Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar, Wakaplores Bangli Kompol I Made Krisna Mahardika. Hadir juga Perwakilan Kejaksaan Negeri Bangli, Ketua KONI Bangli, Pimpinan OPD terkait, Persit, undangan anggota TNI, PNS Kodim Bangli dan Pramuka. Serka Dewa Astawa mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Dandim. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bangli dan semua pihak atas dukungan dan motivasinya sehingga dapat memberikan yang terbaik untuk Bangli. Pada kesempatan itu, Serta Dewa Astawa juga mohon doa restu karena dalam waktu dekat pihaknya akan mengikuti event lomba lari BNI-ITB Ultra Maraton 200 km, 11 Oktober 2019 mendatang. Bupati Bangli I Made Gianyar pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat Ulang Tahun ke-74 untuk TNI. Menurut
Made Gianyar, dalam pelaksanaan tugas di wilayah, TNI telah banyak berbuat untuk masyarakat. TNI telah banyak memberikan spirit dalam kegiatan bermasyarakat sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat. Kepada Serka Dewa Gede Astawa, Made Gianyar menyampaikan ucapan selamat karena t e l a h suskses melaksanakan Run For Bali 2019 dengan jarak 374 km. “Ini merupakan jarak yang fantastis. Baru kali ini saya dengar lari dengan jarak sangat jauh, biasanya yang populer lari 5K, 10K atau maraton. Tapi ini 374 km merupakan prestasi yang luas biasa,” kata Made Gianyar. Sementara itu, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Himawan Teddy Lakossono yang memprakarsai kegiatan Run For Bali ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Dikatakannya, dalam rangka HUT ke-74 TNI tahun 2019 pihaknya mencoba berinovasi dengan mengacu kepada tagline Presiden RI Ir. Joko Widodo yang menyatakan bahwa SDM Unggul Indonesia Maju. Di samping itu, ia ingin mengajak kepada masyarakat Bali untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga untuk membentuk postur SDM yang sehat. “Selain Bali sudah terkenal dengan destinasi wisata di bidang budaya dan panorama alammya yang indah, kita juga berharap agar Bali menjadi destinasi wisata olahraga dunia,” kata Letkol Teddy. (ina)
PENELOKAN - Wisatawan berkunjung ke Penelokan, Kintamani.
Bali Post/kmb40
Tingkatkan PAD, Pemkab Imbau Tamu Bermalam di Bangli
Bangli (Bali Post) –
Sejumlah terobosan akan dilakukan Pemkab Bangli untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak hotel dan restoran (PHR). Selain mengoptimalkan penagihan pajak secara jemput bola dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, Pemkab juga akan mengintensifkan surat edaran (SE) Bupati yang diterbitkan tahun 2016 lalu tentang imbauan menginap bagi tamu luar daerah yang berkunjung ke Kabupaten Bangli. Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan, Senin (7/10) kemarin mengatakan, pihaknya merancang PAD tahun 2020 mendatang naik Rp 11 miliar, dari Rp 136 miliar menjadi Rp 147 miliar. Untuk meningkatkan PAD, pihaknya akan melakukan terobosan-terobosan serta menindaklanjuti saran-saran yang diberikan BPK dan KPK. Di sektor PHR, jelas Suryawan pihaknya akan mengoptimalkan pemungutan pajak dengan sistem elektronik bekerja sama dengan BPD seperti yang sedang berjalan sekarang. Tahun 2020 pihaknya merencanakan peningkatan sistem pengawasan
secara langsung di hotel dan restoran yang jadi objek pajak. Pihaknya juga akan meningkatkan monitoring melibatkan aparat penegak hukum seperti Satpol PP. Tujuannya menekan sekecil mungkin ketidaktaatan dari wajib pajak. Untuk mengoptimalkan penagihan tunggakan PHR, Suryawan mengatakan, saat ini pihaknya sudah membuat rencana aksi bekerja sama dengan Kejari Bangli. Disebutkannya, total nilai tunggakan PHR yang belum tertagih saat ini mencapai Rp 1,7 miliar lebih. Di sisi lain, untuk memaksimalkan pendapatan dari PHR, pihaknya juga akan mengintensifkan SE Bupati
tentang imbauan menginap bagi tamu luar daerah yang berkunjung ke Kabupaten Bangli. Dikatakannya, selama ini Kabupaten Bangli cukup sering menerima kunjungan tamu dari luar daerah. Namun, kebanyakan tamu yang datang menginap di luar Bangli. Agar tamu yang berkunjung dapat membawa keuntungan bagi Bangli, pihaknya akan mengintensifkan SE Bupati tersebut. Pihaknya bersama OPD lain akan mengimbau para tamu yang berkunjung agar menginap minimal semalam di Bangli. “Dengan nginap semalam di Bangli, kita bisa dapatkan PHR-nya,” terangnya. Upaya ini menurutnya, secara tidak
langsung juga dapat membantu pihak hotel. “Dengan upaya tersebut Pemkab tidak hanya terkesan mengejar-ngejar hotel agar bayar pajak. Tapi ikut membantunya,” kata mantan Kepala Bapedda itu. Selain dari sektor PHR, BKPAD Bangli juga akan mengupayakan kenaikan PAD dengan mengintensifkan pendapatan dari sektor Pajak Air Bawah Tanah (ABT). Dia menyebutkan total jumlah wajib pajak ABT di Bangli keseluruhan mencapai 32 wajib pajak. Dari jumlah itu hanya 3 wajib pajak yang sudah memasang watermeter. Minimnya wajib pajak yang memasang watermeter menyebabkan penghasilan yang didapat dari Pajak ABT selama ini belum maksimal. Sebab terhadap wajib pajak yang belum pasang watermeter, BKPAD hanya melakukan pungutan pajak atas pemakaian air yang dihitung dengan metode penghitungan manual. (kmb40)
Dewan akan Godok Sejumlah Ranperda Bali Post/kmb40
SAPI - Program IB diminati para peternak sapi di Bangli. Dalam gambar tampak beberapa ekor sapi yang dikandangkan peternak.
Minim Risiko Program IB Diminati Peternak Bangli (Bali Post) Program inseminasi buatan (IB) sangat diminati para peternak sapi di Bangli. Hal itu terbukti dari capaian IB tahun sebelumnya yang selalu melebihi target. Kabid Keswan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli drh. Sri Rahayu, Senin (7/10) kemarin mengungkapkan, pada tahun 2018 lalu Kabupaten Bangli mendapat target IB sebanyak 7 ribu dosis. Sementara capaiannya, melebihi target. Pada tahun 2019, Bangli kembali mendapat target IB dengan jumlah yang sama. Hingga September ini, capaiannya sudah di angka 5 ribu lebih. Pihaknya optimis target 7 ribu IB yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali untuk Kabupaten Bangli akan tercapai bahkan melebihi target seperti tahun lalu. “Kita optimis karena program IB ini sangat diminati para peternak sapi di Bali,” ujarnya. Dijelaskan Sri Rahayu, IB merupakan program pemerintah yang dibuat untuk menyukseskan program swasembada sapi. Di samping itu, program ini dilaksanakan untuk menghasilkan bibit sapi Bali yang unggul. Dalam program IB, sapi dikawinkan dengan cara kawin suntik. Sejak tahun 2017 lalu, program IB mulai digratiskan pemerintah. Peternak yang menginginkan inseminasi buatan hanya cukup menghubungi petugas dari Dinas PKP yang ada di lapangan. Nantinya petugas akan memberikan sperma sapi atau straw ke sapi betina. “Kalau dulu peternak bayar karena
kita beli straw. Kalau sekarang program ini semuanya gratis. Didukung dari anggaran APBN. Malah petugas kita diberi biaya operasional,” terangnya. Selain karena gratis, tingginya minat peternak dengan program IB ini juga karena prosesnya yang tidak lama dan merepotkan. Tingkat keberhasilannya juga cukup tinggi. “Kalau cari pejantan dibawa ke tempat sulit, kan banyak risiko. Sapi bisa saja mengalami patah kaki, dan lain sebagainya,” kata Sri Rahayu. Sementara itu berdasarkan data yang dimiliki Dinas PKP Bangli, jumlah
populasi sapi jantan dan betina di Kabupaten Bangli menunjukkan angka fluktuatif. Pada tahun 2014 jumlah populasi sapi di Bangli mencapai 75.164 ekor. Jumlah tersebut menurun di tahun 2015 menjadi 72.880 ekor dan kembali naik di tahun 2016 yakni 74.793 ekor. Tahun 2017 angka popilasi sapi betina dan jantan mengalami penurunan menjadi 64.754 ekor. Penurunan terjadi akibat pengaruh erupsi Gunung Agung di Karangasem yang menyebabkan banyak peternak menjual sapinya. Kemudian di tahun 2018 populasi sapi naik lagi di angka 66.994 ekor. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – DPRD Bangli rencananya akan menggodok sejumlah rancangan peraturan daerah (ranperda) yang belum sempat dibahas pada masa sidang sebelumnya. Selain itu, DPRD Bangli juga bakal menuntaskan satu ranperda yang sebelumnya sudah dibahas namun ditunda penetapannya karena masih menunggu regulasi dari pusat. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bangli I Wayan Wirya mengungkapkan, dari 11 ranperda yang diusulkan eksekutif pada masa sidang sebelumnya, empat ranperda yang sudah dibahas. Tiga di antaranya telah ditetapkan menjadi perda. “Sedangkan satu Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan saat itu terpaksa ditunda pengesahannya karena terbentur waktu dan masih
menunggu aturan dari pusat,” ungkapnya saat ditemui di DPRD Bangli, Senin (7/10) kemarin. Lanjut dikatakan Wirya, pada masa sidang I ini, pihaknya merencanakan akan membahas sejumlah Ranperda yang belum sempat dibahas p a d a
masa sidang sebelumnya. Termasuk menuntaskan ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Namun sementara ini dia belum bisa menyebutkan secara pasti, mana saja ranperda yang akan dijadikan skala prioritas untuk dibahas. Untuk hal itu, Politisi PDIP asal Desa Serai, Kintamani tersebut mengaku
akan mengkomunikasikannya dengan melakukan rapat terlebih dahulu di internal Bapemperda termasuk pihak eksekutif yang membidangi. “Yang kita akan tuntaskan pada masa sidang sekarang adalah Ranperda APBD 2020 dan Tatib DPRD yang sudah diverifikasi Gubernur. Kalau memang waktu memungkinkan, kita akan melangkah untuk bahas ranperda yang masih tertunda pada masa sidang sebelumnya,” terangnya. Pada masa sidang I ini pihaknya menargetkan bisa membahas lebih banyak ranperda dari masa sidang sebelumnya. Selain Ranperda yang diajukan eksekutif, pihaknya juga akan merencanakan membuat ranperda inisiatif. Sehingga bisa saling mengisi dengan eksekutif. (kmb40)
OLAHRAGA
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
15
Bali United Jalani Laga Tandang Beruntun di Pulau Jawa Mangupura (Bali Post) – Bali United akan menjalani tiga laga tandang Liga 1 Indonesia 2019 selama bulan November. Skuad asuhan Stefano Cugurra Teco ini tak akan kembali ke Bali selama menjalani tiga laga ini. Bali Post/022
JAGA - Kiper Tunas Muda Ubud Kadek Suryantara (kiri) siap berjaga-jaga mengawal gawangnya dari gempuran pemain Perseden.
Perseden Juara Liga 3 Gianyar (Bali Post) Kesebelasan Perseden Denpasar keluar sebagai juara dalam Kompetisi Liga 3 Rayon Bali, setelah di final mengalahkan Tunas Muda Ubud dengan skor 5-3 melalui babak adu penalti, di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Senin (7/10) kemarin. Tunas Muda Ubud unggul lebih dulu melalui sontekan Agus Desiartama di menit ke-10. Gol balasan Perseden tercipta melalui titik putih. Penalti diberikan wasit M. Kurniadi, sebab pemain Tunas Muda handball di kotak penalti. Eksekutor I Made Antha Wijaya di menit ke-60 sukses memperdaya kiper Tunas Muda Kadek Suryantara. Sampai pertandingan berakhir, skor imbang 1-1. Bahkan, perpanjangan waktu 2x5 menit, skor tetap imbang 1-1, akhirnya dilakukan adu penalti. Tercatat empat algojo Perseden mampu menjebol gawang Tunas Muda. Keempat penendang penalti adalah I Made Antha Wijaya, Rafli, Wiska dan Nengah Sulendra, sedangkan yang gagal Wayan Wahyu Mandala. Di kubu Tunas Muda, eksekutor yang sukses adalah Putu Esha dan Ari Samba. Sementara dua algojo yang gagal Hendrayana dan Surya Apriyana. Pelatih Perseden Wayan Sukadana mengakui pada babak kedua asuhannya menguasai pertandingan, bahkan memiliki sederet peluang emas, namun sayang tidak satu pun yang mampu dikonversi menjadi gol. ‘’Saya sempat deg-degan, karena kemenangan ini harus melalui adu penalty,’’ ucapnya. Sementara itu, Manajer Tim Perseden AAN Alit Wiartha menjelaskan, pihaknya bakal menggelar rapat evaluasi guna menghadapi Kompetisi Liga 3 Wilayah Bali dan Nusra, yang melibatkan tim juara Bali, NTB, dan NTT, yang rencananya digulirkan November mendatang. Pria yang akrab disapa Gung Guntur ini menerangkan, untuk melakoni laga regional Bali, NTB dan NTT, pihaknya harus menambah skuad baru lagi, guna menutupi kelemahan tim. Ia menyebutkan, sektor kelemahan tim Laskar Catur Muka pada sektor lini belakang dan penjaga gawang. ‘’Kami juga mengincar beberapa pemain yang merumput pada Porprov Bali di Tabanan,’’ ujarnya. Selain itu, pelatih Wayan Sukadana juga memiliki daftar incaran pemain yang siap mengusung bendera Perseden. Untuk juara ketiga direbut PSAD Udayana, usai mengalahkan Putra Tresna dengan skor 4-2. (022)
Regenerasi Petani
Maka, ketika lebih dipersempit lagi, mereka yang bertani tanaman padi di Bali hanya sekitar 135.860 kepala rumah tangga atau 34,72 persen. Dengan rentang usia petani Bali yang didominasi mereka yang tua-tua, dan terjadi ketimpangan yang dalam dengan yang usia muda, berarti tidak terjadi regenerasi petani Bali. Jika nantinya petani yang sudah tua tidak lagi pergi ke sawah, maka generasi petani Bali akan putus atau punah. Kondisi yang mengkha-
watirkan ini tidak lepas dari tidak menariknya pekerjaan menjadi petani. Dengan majunya pariwisata, generasi muda Bali menganggap tidak logis menjadi petani. Ketidakekonomian kehidupan menjadi petani ditunjukkan dengan jumlah petani yang menguasai lahan pertanian di bawah 0,5 hektar hampir lebih dari 67,88 persen. Mereka ini termasuk petani gurem dengan indikator sempitnya lahan yang dikelola. Sementara yang menguasai lahan di atas 2 hektar hanya 2,64 persen. Jumlah yang memguasai lebih dari 10 hektar hanyalah 78 petani 0,02 persen. (ata)
Setelah tuntas baru kembali menjalani sejumlah laga di bulan Desember. Laga tunda kontra Persipura Jayapura dan PSIS Semarang akan digelar bulan November 2019. Persipura Jayapura memilih home base di Sidoarjo, Jawa Timur. Pertama asuhan Coach Stefano Cugurra Teco akan menjalani laga away kontra PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta. Kemudian, lima hari berselang, Serdadu Tridatu akan menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Deltras Sidoarjo. Kemudian empat hari berikutnya, Fadil Sausu dan kawankawan akan hadapi PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto Magelang. Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco mengatakan seluruh pemain sangat siap menghadapi laga panjang di luar Pulau Dewata ini. Waktu 11 hari dinilai sangat cukup untuk mempersiapkan tim sebelum menghadapi lanjutan Liga 1
Indonesia 2019. ‘’Kami sangat siap. Waktu 11 hari sangat cukup untuk persiapan tim. Kami berharap tak ada laga tunda lagi,’’ kata Teco, Senin (7/10) kemarin. Menurutnya, pemain Bali United yang berlibur juga memiliki program latihan sendiri sehingga kondisi mereka tak drop. Waktu 11 hari dinilai sangat cukup untuk mempersiapkan tim sebelum menghadapi lanjutan Liga I Indonesia 2019. ‘’Kami sangat siap. Waktu 11 hari sangat cukup untuk persiapan tim. Kami berharap tak ada laga tunda lagi,’’ kata Teco. Menurutnya, pemain Bali United yang berlibur juga memiliki program latihan sendiri sehingga kondisi mereka tak menurun. ‘’Saya berharap semoga situasi di tanah air Indonesia kembali kondusif agar Liga 1 Indonesia 2019 kembali bergulir,’’ katanya. (kmb33)
SELEBRASI - Pesepak bola Bali United Ilija Spasojevic (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kalteng Putra saat pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (29/9) lalu.
Pertanian Efisien ‘’Sehingga jika ingin kembali menguatkan peran pertanian pada perekonomian Bali, yang di dalamnya terkandung juga untuk memakmurkan rumah tangga petani, maka diperlukan upaya–upaya yang tidak biasa, out of the box, yang tidak hanya menggenjot produktivitas, tapi upaya–upaya lain yang sedemikian rupa. Sehingga pertanian ini akan lebih banyak dirasakan manfaatnya dalam menopang kebutuhan rumah tangga pelakunya,’’ bebernya. Data menunjukkan bahwa petani pengguna lahan di Bali dan bahkan hampir seluruh wilayah Indonesia hanya menguasai setengah hektar.
Sebesar 60 persen lebih petani menguasai lahan kurang dari setengah hektar. ‘’Ini yang membuat orang mempertanyakan, apa bisa membuat pertanian yang efisien dengan luas lahan yang kurang dari yang dibutuhkan. Dengan luasan yang kurang dari setengah hektar itu, apa bisa hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya,’’ selorohnya. Saat pertanian sedang mengalami banyak masalah, muncul keinginan untuk memeratakan pariwisata Bali, tidak hanya terkonsentrasi di Bali Selatan. Upaya yang dilakukan dengan membangun bandara di Bali Utara. Di satu sisi, pertanian menghadapi tantangan konversi lahan, berubahnya
Semakin Ironis Total anggaran untuk legislasi 2015-2019 sebesar Rp 1,57 triliun atau rata-rata sebesar Rp 314,14 miliar per tahun. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam, jumlah anggaran untuk pembahasan satu RUU bervariasi. Jika dirata-ratakan dapat mencapai Rp 6,56 miliar per
satu RUU. Menjadi semakin ironis, mengingat di masa akhir jabatannya DPR periode 2014-2019 mengundang kontroversi yang mengesahkan undang-undang yang mengundang keresahan bahkan memicu demonstrasi. Menjadi pertanyaan besar, apakah DPR periode 2019-2024 akan serupa, digaji mahal, namun kerja tak optimal. (ant/kmb14)
lahan pertanian menjadi lahan nonpertanian. ‘’Bagaimana nanti kiranya kalau di Bali Utara dibangun bandara dengan luasan tertentu yang pasti tidak sedikit, yang juga hampir diduga sebagian atau bahkan seluruhnya akan harus mengorbankan lahan pertanian,’’ ungkapnya. Pertanian pun akan menghadapi tantangan kembali. Setelah bandar udara dibangun, membutuhkan jalur penghubung berupa jalan yang dikhawatirkan akan mengonversi kembali lahan pertanian.
Setelah itu, dikhawatirkan tumbuh permukiman atau aktivitas usaha untuk menunjang fasilitas di sekitar wilayah itu, yang notabene akan mengonversi lahan pertanian lagi. Pertanian sudah banyak masalah, jika nanti konversi yang masif itu juga harus dihadapi, tentu pertanian akan lebih berat lagi. Di sisi lain, jika melihat jenis pariwisata yang akan dikembangkan seperti pariwisata di Badung, menurutnya, perlu dipertimbangkan ulang. Karena model pariwisata yang diterapkan di Badung belum tentu
cocok diterapkan di wilayah lain. Adi Nugroho berharap konversi lahan dengan rencana pemerataan pariwisata perlu mendapat perhatian secukupnya. ‘’Kalau berpikir untuk kemakmuran dan kemajuan Bali, maka kalau salah perhitungan bisa jadi pertaniannya nanti yang ingin dikembangkan tidak mencapai apa yang kita inginkan. Sementara pariwisata yang kita idam-idamkan nanti tidak tumbuh seperti apa yang kita bayangkan,’’ pungkasnya. (kmb42)
Selasa, 8 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pesraman Pemangku dan Serati (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus and Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Gatra Praja 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV
11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Pesraman Pemangku dan Serati (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Lipsus BPR Kanti 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara Caru Kerubuhan Kebuyutan
Lumbung Graha 17:00 Wita Lila Cita Sanggar Bina Remaja (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Lipsus BPR Kanti 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita DW TV 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Selasa Umanis, 8 Oktober 2019
Pengwil PDGI Bali Tegaskan Tak Ada Istilah Ahli Gigi KULINER KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL BALI
BUDAYA
PDGI - Ketua Pengwil PDGI Bali Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. bersama Wakil Ketua Dr. drg. Haris Nasutianto, M.Kes., Sp.RKG(K).
PEMERINTAH dan Pengurus Wilayah (Pengwil) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Bali terus melakukan edukasi ke masyarakat soal Permenkes No. 39/2014 tentang Pembinaan, Pengawasan dan Perizinan Pekerjaan Tukang Gigi. Sebab, banyak informasi yang menyesatkan seolah-olah tukang gigi legal menjalankan tugas di luar kewenangannya yakni memasang gigi tiriun lepasan. Ketua Pengwil PDGI Bali Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. didampingi Wakil Ketua Dr. drg. Haris Nasutianto, M.Kes., Sp.RKG(K), Senin (7/10) kemarin, mengungkapkan bahwa masyarakat masih banyak yang belum memahami batas-batas kewenangan seorang tukang gigi. Selain itu diduga banyak tukang gigi yang menjalankan praktik tidak sesuai dengan aturan. Dewa Made Wedagama yang juga Dekan FKG Unmas ini menegaskan, di
dalam Permenkes tak ada istilah ahli gigi, yang ada adalah tukang gigi. Pasal 2 ayat (1) Permeknes No. 39/2014 disebutkan tukang gigi wajib mendaftarkan diri kepada pemda kabupaten/kota atau dinas kesehatan setempat untuk mendapatkan izin. Jika melanggar dikenakan sanksi oleh pemda mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin. Definisi dan tugas tukang gigi pun sudah diatur dalam pasal 1 angka 1 adalah orang yang mampu membuat dan memasang gigi tiruan lepasan (tanpa ada sisa gigi di rongga mulut). Artinya, kata Dewa Wedagama, mereka hanya boleh melakukan pemasangan gigi tiruan yang dibuat dari bahan heat cured acrylic. ‘’Di luar itu tak boleh seperti mencabut gigi, apalagi menanam gigi yang masih ada sisa giginya dan membuat serta memasang kawat gigi,’’ tegasnya. Pada pasal 9 pun ditegaskan bahwa tukang g i g i
dilarang mewakilkan pekerjaan kepada orang lain, melakukan promosi dan melakukan pekerjaan berpindah-pindah. Yang dikhawatirkan Pengwil PDGI Bali ini adalah para tukang gigi ini tak menangani pasien tanpa memperhatikan ketentuan medis. Seperti mempertimbangkan sterilisasi alat dan proses penanganan, mereka tak tahu jaringan lunak dan keras dalam rongga mulut. Termasuk mempertimbangkan apakah si pasien mengalami diabetes atau tidak, sistemiknya, pertimbangan otak dan jaringannya serta faktor medis lainnya. Sedangkan dokter gigi melakukan segala pertimbangan medis tersebut. Akibat dari pekerjaan tukang gigi yang mengambil pekerjaan di luar kewenangannya, akhirnya banyak anggota PDGI yang menerima ‘’sampah’’ berupa penyakit pasien setelah ditangani tukang gigi. Di antaranya luka di mulut yang berkepanjangan, rasa sakit yang berkepanjangan, iritasi bahkan pasien mengalami kerusakan mulut permanen. Sebagian dia-
Dua Januadi Kian Eksis
Siapkan Sarana Upakara Jadi
PENDIDIKAN
SENIMAN DUA Januadi yang beranggotakan Tut Asmara dan Tisson kembali meluncurkan single terbarunya. Single berjudul ‘’Ngecosin Tembok’’ yang diciptakan Gung Galih dan diaransemen Dek Artha ini merupakan single ke-4 dari Dua Januadi. Hal ini membuktikan bahwa Dua Januadi kian eksis di belantika musik pop Bali. Seperti single sebelumnya, karya musik mereka kali ini juga dihadirkan lengkap dengan format video klip yang digarap oleh Yasa Sega. Apalagi, karya musiknya ini bertemakan tentang percintaan, sehingga mudah diterima, terutama kalangan remaja. Terlebih, cerita lagu ini merupakan kisah pribadi Tut Asmara pada waktu pacaran
dulu, sehingga dibawakan dengan penuh penjiwaan. ‘’Lagu ini sebenarnya kisah pribadi saya waktu pacaran dulu. Saat itu, komunikasi tidak seperti sekarang yang sudah canggih. Dulu itu belum ada HP seperti sekarang, jadi jika mau apel kita mesti langsung datang. Nah, pada zaman itu kan orangtuanya sangat ketat, jadi saat apel kita mesti cari akal, sampai melompati tembok demi bisa ketemu sanga pujaan hati,’’ ujar Tut Asmara, Senin (7/10) kemarin. Nama Tut Asmara memang tidak asing lagi. Namanya dikenal saat bergabung sekaligus produser Trio Januadi Record. Sejumlah karya musik telah dihadirkan untuk para penggemar lagu pop Bali. Meskipun nama dan karyanya dikenal banyak orang, ia berharap lagu terbarunya ini bisa diterima oleh masyarakat Bali. Sehingga ia terus bisa berkarya, walaupun usia tidak muda lagi.
Sebagai musisi Bali, ia juga berharap musik pop Bali ke depan tetap bisa berjaya di Bali dan terus melahirkan generasigenerasi baru. Sehingga musik Bali semakin menggeliat di tengah perkembangan zaman y a ng sem a kin ketat. Tentu ini harus didukung oleh masyarakat Bali dan semua pihak. ‘’Kita dari Dua Januadi juga akan terus berkarya agar musik Bali tetap berjaya. Semoga karyakarya yang kita hadirkan bisa diterima dan menghibur seluruh lapisan masyarakat,’’ pungkasnya. (win)
Tisson dan Tut Asmara.
HIDUP rukun dan damai dalam keberagaman, tentu menjadi harapan bersama. Karena itu perdamaian selalu digemakan berbagai kalangan. Termasuk perupa asal Jombang-Jawa Timur Muhammad Yanan yang dikenal dengan sebutan M. Yanan ini. Lewat karyakaryanya bertema perdamaian, perupa kelahiran 1970 yang tinggal di Ubud-Gianyar sejak beberapa tahun ini, berupaya mengetuk hati masyarakat, betapa indahnya perdamaian. ‘’Saya tertarik dengan tema perdamaian. Karena itu spirit perdamaian saya coba gaungkan melalui karya rupa. Ini sebuah kerinduan akan kedamaian dan perdamaian di muka jagat raya ini. Rindu akan kedamaian antara alam dengan manusia, antara manusia dengan sesama,’’ kata M. Yanan, Senin (7/10) kemarin. Salah satu karya lukis M. Yanan menyuarakan perdamaian berjudul ‘’Peace and Unity’’ yang dibuat tahun
2019. Karya berbahan kanvas berukuran 60 x 80 cm, saat ini terpajang di Haegeumgang Theme Museum, Korea Selatan dalam sebuah pameran bertajuk ‘’Freedom and Peace’’. Pameran itu diikuti 121 perupa dari 50 negara di Asia, Eropa dan Amerika Serikat yang dihelat sampai 25 Oktober 2019 mendatang. Karya ini menampilkan warna cerah, dengan narasi garis dan perbedaan di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang majemuk dengan kebinekaannya. M. Yanan adalah salah satu perupa perwakilan Indonesia ikut terlibat dalam pameran tersebut. Menjalin persahabatan, menurut Yanan, sangat penting. Budaya menyuarakan perdamaian mutlak dilakukan. ‘’Merupakan suatu kebanggaan tersendiri, karya saya bisa dipajang di museum tersebut. Karya ini diharapkan dapat menjembatani semua perbedaan. Sebab, di balik perbedaan dan keragaman, ada keindahan. Karena itu spirit perdamaian perlu dirawat,’’ ujarnya. M. Yanan yang lulusan SMA ini beberapa kali tercatat pameran lukisan. Bahkan tahun 2018 lalu ikut international award ‘’Leonardo da Vinci’’ Universal Artis, Roma-Italia. (lun)
Sereh Wangi untuk Minyak Atsiri MEMANFAATKAN lahan tidur alias lahan tidak produktif, 18 desa di Kecamatan Penebel, Tabanan menanam sereh wangi. Sereh wangi ini nantinya akan diolah menjadi minyak atsiri. Saat ini telah ditanam 16.000 bibit sereh wangi. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Ketut Budidana Susila mengatakan, penanaman sereh wangi ini berdasarkan hasil forum Musrengbang 2018. Disepakati penanaman sereh wangi di lahan-lahan tidak produktif yang ada di 18 desa di Penebel. ‘’Anggaran untuk penanaman ini dari PIK 2019 yang disiapkan APBD Tabanan,’’ ujarnya, belum lama ini. Dewa Ketut melanjutkan,
Bali Post/win
M. Yanan Suarakan Perdamaian
Bali Post/ist
program ini kesepakatan forum perbekel di Penebel yang dituangkan dalam musrendes dan lanjut ke musrencam kemudian digolkan melalui musrenbang. Mendukung program ini, Dinas Pertanian membantu pengadaan bibitnya. Proses pembibitan sereh wangi ini dilakukan di Desa Buruan, di lahan seluas dua hektar. Sudah ditanam sebanyak 16.000 bibit sereh dan sudah tumbuh sebanyak 4.000 rumpun. Jika dihitung ada 1 sampai 20 anakan per rumpun maka tersedia kurang lebih sebanyak
80.000 anakan tanaman sereh wangi. Saat ini bibit sedang proses mendapatkan sertifikasi benih. Jika sudah mendapatkan sertifikasi benih maka akan disebarkan melalui BUMDes di masing-masing desa untuk ditanam di lahan tidak produktif. ‘’Para penerima bibit ini sebelumnya sudah ditentukan lewat pendataan yang dilakukan Dinas Pertanian, Pemerintah Desa dan PPL setempat,’’ imbuh Dewa Ketut. Dipilihnya tanaman sereh wangi karena tanaman ini tumbuh baik di Penebel. Di samping itu pula ada rencana untuk mengolah sereh wangi menjadi minyak atsiri. Pengadaan rumah produksi dan mesin pengolah minyak atsiri juga sedang dalam proses pembangunan dan kesiapan. Jika sudah siap, produksi minyak atsiri ini akan menjadi produk unggulan Penebel untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (san)
Dewa Ketut Budidana Susila
kibatkan, tukang gigi memasang gigi palsu namun masih menyisakan gigi di rongga mulut. Cara membersihkan mulut juga tak jerjamin heigenis padahal untuk gigi yang permanen, diperlukan proses dan cara yang permanen juga. Makanya Dewa Wedagama dan Dr. Haris menegaskan sangat tak masuk akal kalau pelayanan tukang gigi dikatakan murah dan bagus. Sementara dokter gigi bekerja berlandaskan kode etik profesi dan UU Kesehatan. Saat itu Dewa Made Wedagama juga memperkenalkan pengurus PDGI Cabang. Ketua Cabang PDGI Kota Denpasar drg. I Dewa Gde Budijanana, Sp.Ort., PDGI Badung diketuai oleh I Agus Sundia Atmaja, M.Erg., PDGI Cabang Bali Timur (Klungkung , Gianyar, Bangli dan Karangasem) ketuai drg. IB Suryana. Sementara PDGI Cabang Buleleng diketuai oleh drg. Handy Sucita, M.AP., PDGI Cabang Tabanan dipimpin drg. Ketut Martawan, dan PDGI Cabang Jembrana diketuai drg. Wayan Winarsih. (ad219)
MODERNISASI dan perubahan zaman membuat sebagian orang menginginkan kepraktisan. Termasuk dalam hal sarana upakara. Sarana upakara jadi pun menjadi pilihan. Berkembangnya usaha ini menumbuhkan pekerjaan baru bagi masyarakat. Pengusaha sarana upakara jadi atau sampian jadi dari Kuta Utara I Gede Dody Budiartha, S.E., M.M. menuturkan, usaha penjualan alat-alat upakara dilakukan sejak 2009. Bisnis alat-alat upakara dipilihnya karena memang melihat potensi masyarakat yang cenderung memiliki pola pikir praktis. ‘’Saya memang hobi membuat upakara dan membidangi itu. Ditambah melihat peluang yang cukup besar, kenapa gak dicoba,’’ ujarnya, belum lama ini. Pria kelahiran 18 Juni 1986 ini mengaku sebelumnya pihaknya telah memiliki toko di Pasar Anyar Sari yang dikelola oleh istrinya. Namun, ia lebih memilih membuka toko di rumah dengan berencana mengembangkan usaha yang tidak hanya menjual secara eceran, namun grosir. ‘’Dari situ saya terus berpikir, bagaimana caranya agar bisa menekan cost dengan hasil yang maksimal,’’ ujarnya. Suami dari Ni Luh Mariani ini pun memutuskan mulai memproduksi sendiri alat-alat upakara, seperti hiasan penjor, sampian dan sebagainya yang berbahan dasar ental. Hal ini dilakukan mempekerjakan masyarakat seputar kediamannya. Tentu langkah ini juga mampu memberikan peluang kerja bagi masyarakat, yang tidak harus meninggalkan rumah. Karena Dody memberikan kesempatan tenaga kerja tersebut mengerjakan kebutuhan produk yang dijualnya di rumah masing-masing. Hingga kini ada sekitar 36 tenaga kerja yang diajaknya untuk memproduksi berbagai jenis alat-alat upakara. Meski usahanya dibuka di rumah, namun dia mampu terus memperluas pasar. Pemasarannya pun terus meluas hingga luar Bali seperti Lombok dan Kalimantan. (may)
Bali Post/ist
I Gede Dody Budiartha bersama keluarga.