terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 23 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu umanis, 8 september 2019
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Sedan Terjun ke Jurang Gitgit
Makna Ukiran
Keseimbangan dalam Rule of Odds
Diduga rem blong, mobil sedan terjun ke jurang di Dusun Wirabuana, Desa Gitgit, Sukasada.
Bali Orti membahas relief-relief dan ukiran serta arsitektur di bangunan suci yang ternyata tidak hanya merupakan hiasan melainkan juga memiliki nilai-nilai filosofis.
Rubrik fotografi kali ini mengupas soal rule of odds atau aturan ganjil. Ini penting bagi penghobi fotografer pemula. Mengapa harus ganjil?
BALI ORTI | HAL. 6
DAERAH | HAL. 3
FOTOGRAFI | HAL. 8
Revisi UU KPK Tunggu Sikap Presiden Jakarta (Bali Post) Rencana Revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak mendapat tanggapan usai pimpinan dan karyawan KPK melakukan aksi demo menolak revisi UU tersebut. DPR tak mungkin membahas revisi UU KPK tanpa pemerintah. Makanya, revisi UU KPK kini tergantung pada sikap Presiden Jokowi. Ketua Dewan Pakar Lembaga Aspirasi dan Analisis Strategis (LANDAS) In donesiaku, Bambang Saputra, mengatakan, KPK tidak perlu khawatir dan merasa dikebiri dengan adanya revisi undang-undang tentang KPK. KPK tidak sendirian dalam menangani kasus-kasus korupsi tapi ada institusi lain seperti kepolisian dan kejaksaan yang bertanggung jawab dalam melawan tindak pidana korupsi, kata Bambang di Jakarta, Sabtu (7/9) kemarin.
Menurut dia, dalam menangani kasus-kasus megakorupsi, KPK tidak bisa berjalan sendiri tetapi harus bersinergi dengan institusi lain yang memiliki tugas yang serupa. Pasalpasal yang akan direvisi itu terbaca bahwa pada era digitalisasi sudah semestinya KPK bersinergi dengan institusi lain, karena memperkuat di sini bukan berarti RUU harus dirancang dan dipaksakan untuk membuat KPK menjadi lembaga negara yang superbody.
“Bersinergi juga harus dipahami bahwa suatu upaya pemberantasan korupsi itu agar jalannya tidak sempoyongan dan berjalan sempurna, maka harus dilakukan secara komprehensif,” katanya. Ia mengatakan, usulan DPR untuk melakukan revisi UU KPK harusnya disambut baik. Kini, tinggal menunggu keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setuju atau tidak. Hal. 11 Jokowi Mesti Konsisten
Jakarta (Bali Post) Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menilai jika hasil seleksi calon pimpinan (capim) KPK cacat hukum. Panitia Seleksi (Pansel) telah meniadakan salah satu syarat capim berdasarkan undangundang (UU). Samad memaparkan, ada sebelas syarat bagi seseorang untuk lolos sebagai capim KPK
berdasarkan UU KPK pasal 29. Salah satu ketentuannya adalah telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). “Nah Pansel nggak mensaratkan itu, jadi orang bisa saja mendaftarkan tanpa menyampaikan laporan dan itu berarti dia telah melakukan pelanggaran hukum dalam merekrut dalam seleksi itu makanya cacat yuridis hasil-
nya,” kata Abraham Samad di Jakarta, Sabtu (7/9) kemarin. Pansel Capim KPK telah menyerahkan sepuluh nama calon pemimpin KPK kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (2/9) lalu. Sejumlah calon yang disoroti dalam fase wawancara ikut dalam rombongan yang diloloskan. Hal. 11 Soal LHKPN
Abraham Samad Nilai Capim KPK Cacat Hukum
BPM/ade
KPK - Mantan Ketua KPK Abraham Samad saat diskusi polemik KPK bersama pakar hukum lainnya, di Jakarta, Sabtu (7/9) kemarin.
Anom Swandewi
Penari Arja hingga Dalang Wanita Juara I Siswa Ajeg Bali (SAB) 2019 tingkat SMA, Komang Ayu Anom Swandewi merupakan seniman serbabisa. Putri pasangan seniman I Gede Anom Ranuara, S.Pd., S.Sn., M.Ag. dengan Anak Agung Ariani sejak usia 4 tahun sudah mulai menekuni kesenian Bali. Diawali dengan latihan tari dan mengasah kemampuan di bidang vokal (dharma gita). Dari tahun 2010, Anom sudah ikut memeriahkan Pesta Kesenian Bali hingga sekarang. Perempuan kelahiran Denpasar, Redite Paing Pahang, 28 Oktober 2001 ini menguasai berbagai jenis kesenian. Di antaranya; tari, vokal, teater, instumen maupun yang lainnya. Saat ini, Anom tengah menggeluti kesenian Bali dalam bentuk seni tari, arja, dharma gita, teater, menabuh, juga pedalangan. Siswa kelas XII SMA di SMA Negeri 3 Denpasar ini mulai mengikuti lomba sejak duduk di bangku kelas III SD. Awalnya mngikuti lomba dharma gita sampai meraih juara 1 Lomba Macepat tingkat SD dalam Pekan Seni Pelajar Provinsi Bali. Pada tahun 2013 pernah mengikuti audisi pemilihan Jagoan Clevo Indonesia Bali. Awalnya hanya mencari pengalam, dengan menampilkan kesenian Bali (arja), Anom mampu menjadi juara 1 di Bali dan berhasil meraih gelar TOP
5 Jagoan Clevo Indonesia 2013 yang dilaksanakan di Jakarta. Selain itu, Anom pernah menjadi presenter pada acara Saluran Budaya Lintas Mintan. Berbagai prestasi di bidang dharma gita juga dikumpulkan seperti juara 1 lomba membaca sloka anak-anak tingkat nasional tahun 2014. Juara I lomba geguritan remaja tingkat Provinsi Bali. Juara 1 lomba kekawin se-Bali, juara III lomba wayang kulit parwa wanita
s e Bali dan mengikuti acara-acara seperti Festival Kesenian Daerah yang akan dilaksanakan di Surabaya pada September ini. Anom berhasil menjadi runnerup 1 Teruni Kesiman Petilan dan teribat dalam Karang Taruna Jagra Winangun. Dengan mengikuti organisasi tersebut, dirinya sering melakukan kegiatan sosial. Tak hanya itu, sosialisasi kepada masyarakat sekitar baik anakanak hingga dewasa sering dilakukan mengenai bahaya narkoba dan HIV.
Agung Wulan bersama Agung Ratih
“Dengan ini saya bisa terjun langsung ke masyarakat dan membagi pengetahuan tentang bahaya narkoba dan HIV agar nantinya generasi-generasi muda Bali tidak salah jalan dalam menghadapi perkembangan yang sangat hebat ini,” papar Anom. Selain itu, Anom juga merancang program untuk dapat mensosialisasikan serta membuat sebuah perlombaan mengenai tatanan berbusana adat Bali dan penggunaan bahasa Bali yang baik dan benar agar bahasa Bali atau bahasa ibu ini tetap terjaga kelestariannya. Dengan moto hidup “Guna Gina Pragina” Anom mendedikasikan dirinya di tanah kelahirannya. “Di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung”. “Setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan”. “Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada media Bali Post yang telah memberikan saya kesempatan untuk menambah wawasan pengalaman dan tentunya teman. Serta berhasil menjadi juara I Duta Siswa Ajeg Bali 2019 tingkat SMA. Semoga program ini dapat dilaksanakan berkelanjutan,” tandasnya. (sue/ suk)
Bersama Saudara Kembar Ajegkan Bali Agung Ratih Rosmilasari, S.Pd., M.Pd. Keduanya sangat senang menggunakan pakaian yang sama dari warna, model, hingga ukuran. Semua kami lakukan karena kami ingin tetap menjaga kekompakan yang terlahir sebagai anak yang kembar. Hal. 11 Tari Berpasangan
SALAH satu guru cantik yang paling suka menebar senyum adalah Ni Nyoman Maryani, S.Ag., M.Pd.H. Putri ketiga dari pasangan Wayan Nurjana dan Wayan Muriati (alm.) ini sukses meraih predikat juara I Guru Ajeg Bali tingkat SMP 2019. Maryani adalah perempuan yang sangat mencintai yoga, ayurvedic dan budaya
seni sebagai fondasi diri serta penyemangat bagi hidupnya. Semenjak jauh dari orangtua semasa duduk di bangku kuliah tahun 1999 menjadikan dirinya mandiri dan terbiasa dengan kehidupan sederhana di Asram Gedong Bagus Oka dan Gandhi Puri Asram. Hal. 11 Pendidikan Budaya
Ni Nyoman Maryani
I Dewa Ketut Putra
Pande Pintar ’’Magambel’’, Angling Jago ’’Masatua’’
Agung Wulan Rosmithasari
Siapa tak menyangka, ternyata juara I Guru Ajeg Bali 2019 untuk tingkat SMA, Desak Nyoman Agung Wulan Rosmithasari, S.Pd.B., M.Pd., memiliki saudara kembar. Yang namanya anak kembar sulit membedakan mana kakak dan adik. Demikian juga dengan Desak Nyoman Agung Wulan Rosmithasari dan Desak Made
Nangun Sat Kerthi Loka Bali demi Bali yang Harmonis
Pande Komang Purnama Cahyani Putri
I Kadek Angling Kenaka Baswara Wijaya
UNTUK tingkat SMP, juara I SAB 2019 diraih Pande Komang Purnama Cahyani Putri. Pande Komang Purnama Cahyani Putri adalah putri kedua dari pasangan I Nengah Subrata dan Ni Ketut Aluh. Perempuan kelahiran di Denpasar, 21 Juni 2005 ini amat mencintai budaya Bali. Kecintaan ini berkat didikan saudara – saudaranya. Bidang kesenian yang digelutinya berupa kegiatan menari dan magambel. “Saya nengikuti kesenian sudah mulai dari SD dan memulai mengikuti les menari dan magambel di Sanggar Aswini Kembar,” katanya. Kegemaraan serta kecin-
taannya terhadap seni dan budaya Bali tidak lepas dari dukungan orangtua. Selain itu, siswa kelas IX SMP PGRI 2 Denpasar ini sudah sering mengikuti lombalomba yang diadakan di sekolah, di sanggar dan di tempat lain. Selain aktif dalam dunia kesenian, dirinya juga aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan dan keolahragaan. “Pendidikan sangat penting, maka dari itu sangat dibutuhkan pembelajaran yang baik dan mengatur waktu yang baik selama kegiatan,” tandasnya. Selain berkesenian, dia juga aktif dalam kegiatan
olahraga dan yoga. Yoga membuat badan kita menjadi rileks dan dapat mengantarkan dirinya memperloeh juara I mewakili Kota Denpasar tahun 2018. Berakting Berakting dan pantomim adalah kegiatan yang digemari siswa kelas V SD Saraswati 3 Denpasar ini. Selain itu, anak ini juga sangat jago masatua Bali. Berkat kegemarannya menggeluti berbagai kesenian, kini mengantarkannya menjadi juara I Siswa Ajeg Bali tingat SD. Hal. 11 Tari Kreasi
2
Minggu Umanis, 8 September 2019
Segera Bentuk AKD ANGGOTA DPRD Kota Denpasar telah mengucapkan sumpah dan janji pada Senin (19/8) lalu, namun hingga kini belum juga menetapkan pimpinan definitif serta membentuk alat kelengkapan dewan (AKD). Kondisi ini diharapkan segera dilewati dengan membentuk AKD dalam waktu dekat. Alotnya pembentukan AKD di lingkungan dewan Kota Denpasar ini mengundang kekhawatiran salah seorang anggotanya, A.A. Ngurah Gede Widiada. Politisi NasDem ini berharap segera dibentuk AKD serta menetapkan pimpinan definitif. “Terkait dengan penetapan pimpinan dewan, fraksi, komisi-komisi, dan alat kelengkapan dewan lainnya, koalisi Partai NasDem dan PSI yang sudah sepakat membentuk Fraksi NasDem-PSI, mengharapkan pimpinan dewan dan fraksi segera dibentuk,” ujar Widiada Sabtu (7/9) kemarin. Ia khawatir bila terlalu lama menjadi wacana akan menimbulkan kesan sulitnya berbagi kebersamaan dalam memberi mandat penugasan partai. Situasi ini juga bisa memicu timbulnya wacana sulitnya berbagi tugas dalam kebersamaan. Baginya, Fraksi NasDem dan PSI yang sudah siap dengan struktur fraksi bahkan sudah mengirim nama-nama lebih awal ke sekwan, tidak tertarik untuk bicara posisi di AKD. “Kami lebih fokus memperdalam tugas-tugas di komisi dan nama-nama anggota fraksi yang bertugas di komisi sudah kami serahkan ke sekwan,” katanya. Dalam waktu dekat, pihaknya dari Partai NasDem akan mengikuti pendidikan sekolah legislatif di ABN selama seminggu. Untuk itu, proses pembentukan AKD diserahkan sepenuhnya kepada partai yang memiliki kursi mayoritas di dewan. (ara)
Budi daya jamur
BPM/ist
Olahan Jamur Digemari Vegetarian Jamur dan olahannya sangat digemari, terutama oleh vegetarian. Karena jamur bisa dijadikan sebagai sayur atau lauk. Petani jamur Ni Wayan Purnami Rusadi yang akrab disapa Emik, mengatakan potensi jamur masih bagus. Sebab, tren masyarakat lebih menyukai olahan jamur. Peminat dari vegetarian juga meningkat. Data terakhir tahun 2018 menunjukkan Indonesia menempati peringkat ke-16 dalam hal rumah makan ramah vegetarian atau vegan. Saat ini pasar olahan jamur adalah konsumen langsung, rumah makan vegetarian, olahan jamur crispy atau yang lain, dan pasar tradisional. Permintaan
jamur di Kota Denpasar pun cukup banyak. Akan tetapi petani jamur atau pembudidaya jamur menghadapi tantangan tersendiri karena panen jamur fluktuatif. Tidak mengherankan banyak petani jamur yang memilih berhenti. “Karena memang kurang kontinyu hasil panennya,” tandasnya, Jumat (6/9). Di sisi lain, cara menanam jamur yang agak berbeda dibandingkan tanaman lain sehingga cocok ditanam di daerah perkotaan. Sebab, tidak memerlukan lahan yang luas dan tidak harus memiliki tanah yang subur, serta bisa ditanam dalam ruangan tertutup. Suhunya juga sesuai dengan daerah perkotaan seperti Denpasar. (may)
Kereta Api Dikaji untuk Infrastruktur Pendukung Bandara Denpasar (Bali Post) –
Kelanjutan rencana pembangunan bandar udara di Bali Utara bergantung dari kesiapan infrastruktur pendukung. Pasalnya, sebelum bandara dibangun terlebih dulu harus dirampungkan infrastruktur yang menghubungkan Bali Utara dengan Bali Selatan. Selain shortcut, tengah dikaji kereta api. “Kemungkinan besar adalah kereta api. Kalau kereta api lebih hemat lahan daripada tol. Tadinya kan ada tol atau kereta api,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Sabtu (7/9) kemarin. Jika memilih tol, lanjut Koster, jalan yang dibuat tentu lebih lebar sehingga banyak membutuhkan lahan. Selain itu, dari perhitungan Menteri PUPR, keberadaan tol akan mematikan warung-warung di sekitar jalur yang menghubung-
kan Bali Utara dan Bali Selatan. Pihaknya tidak ingin hal itu sampai terjadi. “Utara-selatan itu kan sebenarnya jalurnya tidak panjang. Jadi, jangan sampai mematikan perekonomian lokal. Shortcut-nya ada, untuk waktu tempuh yang pendek adalah dengan kereta api,” imbuhnya. Menurut Koster, studi atau kajian untuk kereta api akan dilakukan mulai tahun 2020. Tahun depan juga merupakan target
rampungnya shortcut 7, 8, 9, 10, sedangkan shortcut 3, 4, 5, 6 ditarget selesai akhir tahun ini. Ditambahkannya, Dirjen Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia dalam waktu dekat akan memaparkan rencana kereta api di Bali. Salah satunya, ada yang akan dibuat keliling Pulau Dewata. Sekali pun rencana ini masih perlu waktu, realisasinya nanti akan memakai skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha. (kmb32)
Wayan Koster
BPM/dok
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia Hadir di Denpasar
Rai Mantra Apresiasi dan Rangkul Potensi Pemuda LUAR biasa bangga karena anak-anak muda di Kota Denpasar begitu antusias mengikuti acara Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia di GOR Lila Bhuana, Sabtu (7/9) kemarin. Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI ini merangkul seluruh kalangan. Acara ini diikuti 1.300 lebih anak muda di Kota Denpasar yang memiliki semangat luar biasa dari kalangan siswa, mahasiswa, dan umum. Tampak hadir Staf Khusus Menteri Bidang PMO dan Ekonomi Digital, Kemkominfo RI sekaligus selaku konseptor program 1.000 Startup Digital, Lis Sutjiati. Secara khusus, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra hadir didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar I Dewa Made Agung, dan Ketua Bekraf Kota Denpasar I Putu Yuliartha. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sangat mengapresiasi acara ini. Menurutnya, acara seperti ini sangat tepat untuk menginspirasi anak-anak muda agar berani keluar dari zona nyaman. “Anak-anak muda zaman now harus kreatif dan peka peluang, harus berani menjawab tantangan era masa kini dengan solusi,” ungkapnya. Lebih lanjut Rai Mantra menekankan, dunia usaha digital menanti anak-anak muda kreatif. “Peluang sukses sangat besar,
HADIR DAN BUKA – Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat menghadiri dan membuka acara Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia di GOR Lila Bhuana, Sabtu (7/9) kemarin. maka mulailah dari sekarang,” jelasnya seraya menyebut di Kota Denpasar kreativitas anak-anak muda siap dirangkul oleh Badan Kreatif Denpasar. “Kami juga sudah menyediakan Balai Budaya yang akan rampung bulan Desember nanti, sebagai Denpasar Art Space, serta bisa digunakan sebagai tempat berkumpul dan berkarya penggiat Startup di Kota Denpasar,” ujar Wali Kota Denpasar. Staf Khusus Menteri Bidang
PMO dan Ekonomi Digital, Kemkominfo RI, sekaligus selaku konseptor program 1.000 Startup Digital, Lis Sutjiati, mengatakan, upaya menciptakan perusahaan rintisan digital di Indonesia itu akan makin sinergis dengan melibatkan semua pihak untuk membangun ekosistem digital. “Membangun bangsa dengan mimpi besar merupakan solusi bagi bangsa dan dunia, mulai dari 1.000 mimpi, 1.000 karya, 1.000 digital enterprise untuk satu Indonesia,” paparnya.
Salah satu peserta I Komang Khrisna Adhitya Pratama, Founder Internusa Capital, mengaku sangat senang dapat hadir dalam acara ini. “Kebetulan startup saya bertujuan membantu masyarakat yang masih bingung tentang investasi. Jadi, acara ini sangat bermanfaat khususnya dalam pengembangan ide ke depannya,” sebutnya. Selain itu, dukungan Wali Kota Denpasar luar biasa, sehingga anak-anak muda merasa sangat dirangkul dan diberikan ruang kreativitas. (ad271)
”Family Creative Craft Competition” Libatkan Anak dan Orangtua
BPM/kmb
LOMBA - Peserta yang terdiri atas anak dan orangtua mengikuti lomba kerajinan kreatif di Renon, Denpasar, Sabtu (7/9) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Waktu berkualitas untuk keluarga seiring pesatnya perkembangan teknologi komunikasi makin berkurang. Hal ini khususnya terjadi di kota-kota besar. Untuk meningkatkan waktu berkualitas keluarga, UHU Indonesia mengadakan kompetisi kerajinan kreatif yang melibatkan anak dan orangtua atau family creative craft competition. Kegiatan digelar di tiga region, salah satunya di Denpasar. “Denpasar merupakan kota kedua setelah Medan. Kegiatan ini akan hadir di 12 kota yang dibagi menjadi tiga region. Region 1 meliputi Pulau Jawa, region 2 meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, dan Kupang, sedangkan region 3 meliputi Pulau Sumatera,” papar Product Executive UHU PT Faber-Castell International Indonesia Harsyal Rosyidi, Sabtu (7/9) kemarin. Lomba memperebutkan had-
iah utama berupa jalan-jalan ke Legoland, Malaysia. Pemenang hadiah utama akan dicari di masing-masing region. Pesertanya berasal dari siswa Sekolah Dasar. “Target peserta di masing-masing kota sebanyak 250 orang. Di Medan pesertanya 230 siswa dan orangtua,” ujarnya. Sebelum menggelar lomba, pihaknya memberikan bermacammacam teknik yang bisa diterapkan dalam menggunakan produk UHU pada kerajinan tangan yang dibuat. Jadi, peserta bisa mengetahui produk-produk UHU. “UHU memiliki beragam produk, tidak hanya untuk keperluan sekolah tapi juga rumah tangga dan profesional. Produk kami aman digunakan bagi anak-anak karena diimpor langsung dari Jerman yang memiliki standar produk tinggi,” ungkap Harsyal didampingi Sales Supervisor Bali, Lombok, Kupang, Ucky Ayuningtyas. (kmb18)
PHDI dan PSN Gelar Lokakarya PHBS Denpasar (Bali Post) – Upaya meningkatkan kualitas para pinandita atau pemangku dalam memberikan pelayanan kepada umat, terus dilakukan. Seperti yang digelar PHDI bersama Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali dengan menyelenggarakan lokakarya yang melibatkan ratusan pinandita di Gedung PHDI Bali, Sabtu (7/9) kemarin. Lokakarya dibuka Gubernur Bali yang diwaliki Kepala Biro Kesra A.A. Gede Geriya. Ketua Panitia Lokakarya Pinandita Nyoman Parbasana yang juga
Ketua PSN Korwil Bali mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas para pemangku. Selain itu, sejalan dengan tema lokakarya, yakni ‘’Pengembangan pengetahuan dan potensi pinandita menjadi pendharma wacana berkualitas melalui pendalaman perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)’’. Melalui kegiatan ini diharapkan para pemangku juga bisa hidup bersih, sehingga bisa ngaturang ayah dengan sehat. Bukan hanya pada diri sendiri, lingkungan sekitar juga diharapkan bisa lebih bersih, sejalan dengan kebijakan yang
dilakukan Pemerintah Provinsi Bali terutama dalam pengurangan sampah plastik. Sementara itu, Wakil Ketua II PHDI Bali Pasek Suastika dan Kepala Bidang Agama PHDI Pusat Dewa Putu Sukardi menyambut positif kegiatan yang dilakukan PSN Korwil Bali ini. Ke depan diharapkan bisa lebih banyak lagi menyelenggarakan kegiatan yang mampu meningkatkan kualitas para pinandita sehingga bukan saja mampu muput upakara dengan baik, tetapi juga bisa memberikan pencerahan melalui dharma
wacana kepada umatnya. Di sisi lain, Gubernur Bali melalui Kepala Biro Kesra A.A. Gede Geriya mengatakan, dalam era sekarang ini, para pinandita harus mampu beradaptasi meningkatkan kualitas diri dengan baik sehingga apa yang menjadi makna kehidupan masyarakat dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Pinandita yang menjadi ujung tombak dalam membina dan melayani umat mesti senantiasa membimbing umat Hindu berperilaku dalam menjalani kehidupan ini. (kmb12)
BPM/kmb12
LOKAKARYA - Suasana pembukaan lokakarya yang digelar PHDI dan PSN Korwil Bali.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Umanis, 8 September 2019
Rem Blong, Sedan Terjun ke Jurang di Gitgit Singaraja (Bali Post) – Jalur Singaraja–Bedugul sepertinya tidak pernah sepi dari kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Sebuah mobil sedan mengalami lakalantas hingga terjun ke dalam jurang di pinggir jalan KM 18.00 Dusun Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Jumat (6/9). Diduga rem kendaraan itu tidak berfungsi dengan baik alias blong.
BPM/ist
DIANGKAT – Mobil sedan berhasil diangkat dari jurang di pinggir jalan Singaraja–Bedugul KM 18.00 Dusun Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Buyan-Tamblingan Dirancang Jadi Ekowisata Singaraja (Bali Post) – Pemkab Buleleng semakin serius menyiapkan program pengelolaan kawasan Danau Buyan dan Tamblingan. Setelah “Danau Kembar” ini ditetapkan sebagai kawasan danau skala prioritas II oleh pemerintah pusat, Pemkab Buleleng terus memantangkan rencana pengelolaan kawasan itu. Bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Buyan-Tamblingan dirancang menjadi ekowisata. Hal itu diungkapkan Bupati
Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) saat meninjau kawasan Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kamis (5/9) lalu. Bupati PAS didampingi Kepala BKSDA Bali Budhy Kurniawan, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ni Made Rousmini, Kepala Dinas Lingungan Hidup (DLH) Putu Ariyadi Pribadi, dan Perbekel Desa Pancasari, Wayan Darsana. Bupati Buleleng mengatakan, pemerintah daerah
BPM/kmb38
TINJAU - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) saat meninjau kawasan hutan Danau Buyan di Dusun Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.
bersama BKSDA telah membahas kerja sama pengembangan Buyan-Tamblingan sebagai ekowisata. Selama ini pemanfaatan hutan yang berada dalam kawasan Buyan dan Tamblingan belum optimal. Akibatnya, kualitas fungsi hutan menunjukkan penurunan. Ke depan program dan kebijakan pemerintah bersama BKSDA adalah meningatkan kualitas kelestarian lingkungan hutan dan danau. Menurut PAS, pemerintah bersama BKSDA dan masyarakat melakukan upaya konservasi dengan konsep ekowisata. Dengan konsep ini, kawasan hutan atau danau dibuka menjadi lokasi camping ground, dibuat fasilitas jogging track, dan perencanaan jangka panjang lewat pemakaian mobilisasi wisata dengan kendaraan listrik untuk mengurangi pencemaran lingkungan. “Kami dan BKSDA sedang berproses dan programnya adalah bersama menjaga kelestarian kawasan Buyan-Tamblingan dengan pengelolaan sebagai ekowisata,” katanya. Penggemar dunia otomotif ini menilai pengembangan ekowisata akan memberi dampak positif untuk warga Desa Pancasari dan Desa Wanagiri di Kecamatan Sukasada serta Desa Munduk di Kecamatan
Banjar. Warga dapat terlibat tidak saja dalam upaya pelestarian, tetapi juga mengembangkan ekowisata sebagai penghasilan keluarga. ”Nantinya ada kebun bunga di sepanjang jalan. Ini merupakan salah satu strategi yang dapat menarik wisatawan lewat pengembangan ekowisata Buyan-Tamblingan,” jelas PAS. Kepala BKSDA Budhy Kurniawan menyambut baik program kebijakan pemerintah untuk mengembangkan kawasan Buyan-Tamblingan sebagai ekowisata. Konsep ini sejalan program pemerintah pusat melalui BKSDA, sehingga kebijakan ini murni untuk kepentingan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Terkait perizinan, Budhy menyebut BKSDA sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat sedang mengkajinya. Pemberian izin nanti mempertimbangkan aspek pemanfaatan kawasan dan pelestarian lingkungan. “Kebijakan pemkab menjadikan ekowisata ini sejalan dengan tugas yang kami emban. Kerja sama ini masih berproses dan perizinan sedang dipelajari dengan pertimbangan pemanfaatan dan pelestarian kawasan Buyan-Tamblingan,” ungkapnya. (kmb38)
Data Ditjen PKH hingga Desember 2019
Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., membenarkan terjadinya lakalantas itu. Menurutnya, mobil dikemudikan Ferdi Santosa Diningrat (47), alamat Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, datang dari arah Desa Candikuning, Tabanan. Dia melintas menuju tempat tinggalnya di Desa Baktiseraga. Sekitar pukul 17.45 Wita, saat memasuki lokasi kejadian dengan medan jalan menurun, tiba-tiba rem kendaraan tidak berfungsi dengan baik. Mengetahui hal itu, pengemudi berusaha menghentikan laju kendaraan. Namun karena medan jalan curam ditambah suasana lalu lintas padat, dia lantas membanting stir ke kanan, sehingga
mobil melesat ke luar jalur. Oleh karena rem blong, mobil akhirnya terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 25 meter. Kendaraan naas itu terhenti setelah tertahan oleh pohon besar di dasar jurang. Pengemudi mengalami luka robek pada pipi kanan, lengan, dan leher. Meski terluka, Ferdi berusaha naik dari dasar jurang. Di pinggir jalan ia baru mendapat pertolongan untuk mendapat perawatan di rumah sakit. “Saat kejadian tidak ada melihat karena hari gelap. Korban keluar sendiri dari dalam mobil,” kata Nyoman Landung. Terkait penyebab kecelakaan, ia menyebut dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan saksi termasuk pengemudi, lakalantas ini
murni out of control (OC). Diduga karena rem blong, pengemudi mencoba menghentikan kendaraan untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan lain. Saat membanting kemudi ke kanan, kendaraan keluar jalur dan baru terhenti di bawah jurang. “Bantingan kemudi itu yang membuat kendaraan melesat keluar jalur dan akhirnya terjun ke jurang,’’ tegasnya. Pemilik kendaraan telah meminta bantuan jasa derek untuk mengangkat mobil dari lokasi kejadian. Bagian depan sedan ringsek akibat benturan. Saat evakuasi, arus lalu lintas sedikit terganggu, namun situasi ini bisa dikendalikan oleh petugas Unit Lalin Polsek Sukasada, sehigga kemacetan dapat diatasi. (kmb38)
Puluhan Kelompok Usaha Diusulkan Dapat Dana Kube Amlapura (Bali Post) Dinas Sosial Karangasem telah mengusulkan puluhan kelompok usaha yang ada di kabupaten ini supaya mendapatkan dana kelompok usaha bersama (Kube) ke Kementerian Sosial (Kemensos). Hanya sampai saat ini belum ada respons dari pemerintah pusat terkait permohonan bantuan tersebut. Kepala Dinas Sosial Karangasem Ni Ketut Puspa Kumari mengungkapkan, kelompok yang diusulkan mendapatkan bantuan tersebut berasal dari semua kecamatan. ‘’Kelompok yang diajukan bantuan itu di antaranya kelompok usaha pertanian, peternakan, makanan Bali, dan canang,’’ katanya beberapa hari lalu. Disebutkannya, kelompok yang diusulkan mendapatkan bantuan harus memenuhi syarat yang ditentukan. Jumlah kelompok anggotanya harus 10 orang, mesti digunakan untuk mengembangkan usaha bersama, dan dana kelompok usaha bersama tidak boleh dibagi. Sebelum menerima bantuan, kelompok-kelompok itu akan disurvei lebih dulu. Ini dilakukan untuk memastikan apakah kelompok tersebut
memang layak mendapatkan bantuan atau tidak. “Survei akan dilakukan langsung oleh Kemensos. Kalau memenuhi syarat, baru mendapatkan bantuan. Bantuan yang di-
Bangli (Bali Post) Ruas jalan Abuan-Mundung di Desa Abuan, Susut, yang jebol sangat mengkhawatirkan untuk dilalui. Rencananya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR Perkim) Bangli memperbaiki jalan tersebut tahun depan. Selain di Abuan, perbaikan juga akan dilakukan terhadap jalan jebol di Desa Selat, Susut. Sekretaris Dinas PUPR Perkim Kabupaten Bangli Made Soma ditemui belum lama ini mengatakan, pihaknya sudah menyusun rencana anggaran biaya (RAB) untuk perbaikan dua jalan jebol tersebut. Jalan di Desa Abuan, biaya perbaikannya dirancang Rp 100 juta dan akan dipasang dalam APBD Induk 2020. Perbaikan
akan dilakukan dengan memasang box calvert dan menimbun lubang jalan yang merupakan terowongan irigasi. Berdasarkan hasil koordinasinya dengan Dinas PU Provinsi Bali, terowongan yang ada di bawah ruas jalan itu merupakan tanggung jawab subak setempat. Kewenangan Dinas PU Provinsi hanya 25 meter dari bendungan. “Kalau kami tunggu subak perbaiki, kan kasihan butuh biaya banyak. Biar cepat dan ekonomi masyarakat tidak terhambat, jadi kami yang akan menangani,” terangnya. Sementara untuk jalan jebol di Desa Selat, perbaikan dirancang menelan biaya Rp 250 juta. Perbaikan akan dilakukan dengan membuat plat beton sepanjang 10 meter.
berikan Rp 20 juta per masing-masing kelompok usaha. Sampai sekarang belum ada kejelasan terkait bantuan itu. Semoga secepatnya turun,” ujar Puspa Kumari. (kmb41)
Ni Ketut Puspa Kumari
BPM/kmb41
Produksi Daging Ayam Ras Surplus Jalan Jebol di Abuan dan Selat Diperbaiki Tahun Depan
Denpasar (Bali Post) Dari rekaman data yang ada di Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) sampai September, potensi kebutuhan daging ayam ras pada 2019 (Januari-Desember) sebesar 3.251.745 ton atau rata-rata 270.979 ton per bulan. Sementara potensi produksi daging ayam ras sebesar 3.829.663 ton atau rata-rata 319.139 ton per bulan. Dari data tersebut, terdapat potensi surplus 577.918 ton atau 17,77 persen selama periode 2019. Namun demikian, dari data potensi di atas realisasi sesungguhnya sampai Agustus 2019 sebesar 2.334.042 ton atau per bulan 291.755 ton. “Artinya, sampai saat ini terdapat surplus 7,29 persen dari kebutuhan nasional. Itu sebenarnya sangat ideal untuk cadangan pangan, khususnya daging unggas secara nasional,” ungkap Ditjen PKH Kementerian Pertanian (Kementan) Dr. Drh. I Ketut Diarmita di Denpasar, Sabtu (7/9) kemarin. Untuk itu, langkah cutting HE umur 19 hari dan tunda setting dilakukan guna mempercepat berkurangnya produksi DOC FS (day old chick final stock), dengan harapan peternak mandiri menikmati harga HPP yang stabil sesuai Permendag No.96 Tahun 2018. Menurutnya, terjadinya anomali harga livebird di tingkat farm gate (peternak) dengan harga Rp 11.000-Rp 17.000 dibandingkan harga di pasar yang masih stabil tinggi sebesar Rp 30.0000-Rp 35.000 sangat jelas adanya disparitas harga yang sangat tinggi. Hal ini hendaknya menjadi perhatian seluruh stakeholder. Dalam rangka I Ketut Diarmita
percepatan kembali normalnya harga livebird di tingkat farm gate (peternak) ke HPP, Diarmita mengimbau seluruh pelaku usaha peternakan baik integrator maupun peternak mandiri agar tidak melakukan aksi demo yang dapat menyebabkan situasi tidak kondusif. Pelaku usaha atau integrator diharapkan memaksimalkan kapasitas pemotongan ayam di RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan selanjutnya disimpan di cold storage minimal 30 persen dari produksi. Ia juga minta pelaku usaha membuat perencanaan produksi DOC FS secara baik dan benar dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar (keseimbangan supply demand). Surat Edaran Ditjen PKH Nomor:095009/SE/PK.010/F/09/2019 tanggal 2 September 2019 tentang Pengurangan Day Old Chick (DOC) Final Stock (FS) tahun 2019 dilaksanakan dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Selain itu, seluruh integrator agar berempati kepada peternak mandiri untuk mendorong stabilitas harga sesuai Permendag No.96 Tahun 2018. Seluruh pelaku usaha dapat mengirim data yang benar dan transparan ke sistem pelaporan online pada tautan http:// bitpro.ditjenpkh.pertanian.go.id/ unggas, karena Ditjen PKH hanya menggunakan data yang dilaporkan via online dalam menganalisis produksi dan supply demand yang dilakukan oleh tim analisa penyediaan serta kebutuhan ayam ras dan telur konsumsi. Diarmita menegaskan, kejujuran melaporkan realisasi produksi melalui media online Ditjen PKH sangat penting. Hal ini akan digunakan pijakan dasar oleh tim ahli untuk menghitung supply demand secara baik dan benar. “Siapa pun menjadi tim ahli analisis perunggasan, ketika data yang dilaporkan via online Ditjen PKH berbeda dengan data populasi yang dimiliki peternak atau integrator, dapat dipastikan selalu meleset dalam hitung-hitungannya terkait supBPM/ist ply demand,” imbuhnya. (kmb42)
BPM/kmb40
BATANG POHON - Belasan batang pohon kelapa dipasang warga di ruas jalan Abuan-Mundung yang jebol sejak hampir setahun terakhir.
“Banyak pasang batu karena senderannya jebol,” jelas Soma. Menurutnya, perbaikan jalan jebol di Selat harus segera dilakukan mumpung jebolnya belum terlalu parah. Kalau tidak segera diperbaiki dikhawatirkan nasibnya akan sama seperti jalan di Sulahan yang terputus total. “Kami akan coba pasang rencana perbaikannya di APBD Induk 2020. Mudah-mudahan bisa segera ditangani,” ujarnya. Disinggung mengenai perbaikan jalan putus di Desa Sulahan, Soma mengatakan saat ini sedang dikerjakan. Pada tahun ini perbaikan hanya selesai sebatas pemadatan agar bisa dilalui, sedangkan pengaspalan akan dilanjutkan tahun depan. Sebagaimana diketahui, ruas jalan Abuan-Mundung di Desa Abuan, Susut, sangat mengkhawatirkan untuk dilalui. Belasan batang pohon kelapa yang disusun warga sebagai jembatan di atas badan jalan yang jebol, sudah mulai lapuk. Warga setempat sangat mengharapkan Pemkab Bangli segera turun tangan memperbaiki jalan yang jebol sejak hampir setahun terakhir itu. Sementara jalan penghubung Banjar Selat Peken dengan Selat Tengah, Desa Selat, Susut, terancam ambrol. Itu terjadi lantaran bahu jalan yang ada di salah satu sisinya sudah amblas terkikis air hujan. Agar kondisinya tak semakin parah, masyarakat setempat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. (kmb40)
4
Minggu Umanis, 8 September 2019
KEBAYA memiliki sejarah panjang sebagai busana yang diidentikkan dengan gaya khas berbusana perempuan Indonesia. Asal kata kebaya berasal dari kata arab ‘abaya’ yang berarti pakaian, namun versi lain menyebut berasal dari kata ‘kebyak’ atau ‘mbayak’ dari masyarakat Jawa. Ada pendapat yang menyatakan kebaya berasal dari Tiongkok. Lalu menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatra, dan Sulawesi. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun, pakaian itu diterima di budaya dan norma setempat. Pada awal mulanya kebaya hanya digunakan oleh para bangsawan. Bentuk paling awal dari kebaya di Jawa dapat dilihat dari Keraton Majapahit yang dikenakan para permaisuri atau selir raja. Nama kebaya sebagai pakaian tertentu telah dicatat oleh Portugal saat mendarat di Jawa. Kebaya Jawa seperti yang ada sekarang telah dicatat oleh Thomas Stamford Bingley Raffles di 1817, sebagai sutra, brokat dan beludru, dengan pembukaan pusat dari blus diikat oleh bros, bukan tombol dan tombollubang di atas batang tubuh bungkus kemben, yang kain dijahit untuk membentuk tabung, seperti pakaian Barat. Penggunaan brokat merupakan pengaruh dari Portugis.
Kebaya-kebaya yang Bergaya Sekitar tahun 1500-1600, di Pulau Jawa, kebaya adalah pakaian yang hanya dikenakan keluarga kerajaan Jawa. Kebaya juga menjadi pakaian yang dikenakan keluarga Kesultanan Cirebon, Kesultanan Mataram dan penerusnya, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Selama masa kendali Belanda di pulau itu, wanita-wanita Eropa mulai mengenakan kebaya sebagai pakaian resmi. Selama masa ini, kebaya diubah dari hanya menggunakan barang tenunan mori menggunakan sutera dengan sulaman warna-warni. Pakaian yang mirip yang disebut “nyonya kebaya” diciptakan pertama kali oleh orang-orang peranakan dari Melaka. Mereka mengenakannya dengan sarung dan sepatu cantik bermanik-manik yang disebut kasut manek. Kini, ‘nyonya kebaya’ sedang mengalami pembaharuan, dan juga terkenal di antara wanita non-Asia. Variasi kebaya yang lain juga digunakan keturunan Tionghoa Indonesia di Cirebon, Pekalongan, Semarang, Lasem, Tuban dan Surabaya. Kebaya belakangan terus berkembang. Bahkan belakangan ini kaum peremp u a n aktivis peremp u a n m e n g a n jurkan j i k a peremp u a n keluar sebaik n y a menggunakan kebaya. Bahkan kebaya sempat jadi trending topik di media sosial. “Simple” Kebaya itu penggunaaannya sangat mudah, simple dan gaya, begitu ungkapan desainer Bali yang saat ini sibuk mengutak-atik kain batik Bali, untuk melengkapi teknik berkebaya yang mudah dan tidak ribet. Bintang Mira memang sengaja membuat desain kebaya simple, elegant, dan tidak norak. “Kebaya juga jangan terlalu berat, tidak ketat dan menggunakan material yang sehat dan bagus penyerapan keringatnya,” paparnya ceria. Bahkan saat ini Bintang Mira pun mencoba memadupadankan kebaya rancangannya dengan batik Bali. Mira pun rela riset ini-itu untuk menunjukkan bahwa Bali punya batik. “Dulu sempat bertanya-tanya tentang hal ini, ngapain sih saya mesti repot dan bela-belain sampai debat dengan beberapa orang, bahwa Bali itu punya batik lo, dan mencari bukti-bukti yang saya dokumentasikan untuk sejarah dan
ilmu untuk bisa diwariskan ke anak cucu? Jawabannya tidak lain adalah cinta atau panggilan jiwa saya selalu diingatkan untuk terus menggali potensi yang ada di dalam, yaitu membuat motif batik Bali berdasarkan lingkungan dan budaya Bali,” paparnya serius. Untuk remaja sesungguhnya lebih mudah memilih kebaya, tetap bisa memakai warna putih (wajib) atau warna ceria seperti: kuning, orange dan merah demikian pula untuk batiknya, hitam sogan (wajib) biru, kuning merah orange. Perempuan berkebaya yang viral itu bagi Bintang Mira sangat bagus yang penting tidak musiman, kontinu dan konsisten. Mudahmudahan dalam 10 tahun ini terus berkembang dan semangatnya masih tetap s a m a , kebaya a k a n banyak dipakai wanita Indonesia, seperti baju sari di India. Itu impian Bintang Mira. Jika berbicara kebaya dan kain selalu orang takut salah merawatnya sehingga cepat pudar. Bintang Mira punya tips. Kebaya dan kain itu perawatannya mudah. Yang pasti katun dan rayon yang paling mudah perawatannya, sifon juga termasuk mudah, hanya kurang bagus penyerapan keringatnya. Kebaya itu busana yang mudah bisa dipadu padan seperti baju casual, simple, pendek dan agak lose. Pakai bahan katun atau rayon, warna putih atau hitam agar netral, casual (pendek jangan terlalu panjang) dan tidak berat bordirannya, bisa dicek koleksi bintangmirA ada beberapa yang cocok dipadupadankan dengan celana linen yg loose bahkan dengan celana jeans. Cari ukuran yang mendekati badan kita, biasanya lingkar dadalah yang menentukan, kita juga bisa minta ukuran dada, pinggang dan pinggul, dan mulai belajar untuk bisa mengukur LD kebaya, lalu tentukan material yang tidak bermotif, tidak berpayet, minimalis dan simple. “Mudah bukan, kebaya yang bergaya dan simple,” tutup Bintang Mira. (osi)
Kencangkan Paha dengan Posisi Bersimpuh
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
BANYAK cara yang dapat dilakukan untuk berlatih mengencangkan paha, misalnya dengan posisi berdiri, duduk ataupun tidur. Namun, berlatih dengan posisi bersimpuh ternyata mengasyikkan juga, apalagi menggunakan alat bantu bola. Nah, ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Ni Wayan Pramiati dari Lala Studio.
2 1
Gb. I: Posisi bersimpuh dengan kedua lengan lurus depan dada memegang bola. Angkat badan dengan cara menaikkan pantat sedikit lalu tahan 1x8 hitungan setelah itu kembali posisi semula dan ulangi beberapa kali.
Kisara “Hai Kisara. Aku Dea, dan umurku 17 tahun. Aku mau nanya ya sama kakak-kakak Kisara. Aku menstruasinya gak lancar Kak. Kadang keluar sedikit atau bahkan kadang banyak dan sakit banget perutnya. Keluargaku dan temen-temenku bilang kalau soda itu bisa ngelancarin menstruasi Kak. Emang benar gak sih Kak kayak gitu? Makasih Kak. Hai Dea…salam kenal ya. Terima kasih sudah mengirimkan pertanyaan kamu ke sini. Sahabat Kisara, tahu gak sebagian dari kita beranggapan bahwa soda mempengaruhi masa menstruasi atau bahkan kesuburan, loh! Hal ini tidak jarang menyisakan kebingungan buat para remaja bah-
kan wanita dewasa. Yuk kita bahas lebih lanjut lagi tentang si soda dan menstruasi ini. Menurut dr M. Nurhadi Rahman, Sp.OG. dari RSUP Sardjito dan RS Jogja International Hospital Yogyakarta, soda pada dasarnya tidak memberikan pengaruh pada menstruasi.
Gb.II: Ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar. Dorong badan sedikit ke depan dan luruskan kedua lengan ke atas, dan ulangi 2x8 hitungan setelah itu lakukan pada arah berlawanan, yaitu kaki kanan yang ditekuk di depan.
3
Gb. III: Ambillah posisi berlutut terlebih dahulu dan tangan kiri lurus samping kiri memegang bola sedangkan tangan kanan di pinggang. Letakkan pantat pada kedua tumit yaitu posisi bersimpuh sembari memindahkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan. Ulangi pada 4x8 hitungan.
Kupon
Hari ini mengasyikkan dengan berlatih posisi bersimpuh serta salam bugar dari Lala Studio.
Soda dan Menstruasi
Konsumsi soda dalam batas wajar (2-3 botol seminggu) tidak memberi banyak pengaruh untuk kita, termasuk saat menstruasi. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan juga dapat mempercepat proses penuaan, menambah risiko osteoporosis, meningkatkan bahaya erosi gigi, risiko masalah kardiovaskular, risiko asma dan penyakit paru obstruktif kronik (kondisi paru-paru yang tidak dapat disembuhkan), risiko pre-eklampsia pada ibu hamil, kanker pankreas, hingga menambah agresivitas pada remaja yang meminumnya.
Jadi terlepas ada pengaruh atau tidaknya terhadap kelancaran menstruasi, konsumsi soda berlebihan sama sekali tidak disarankan. Soda tidak bisa memperlancar menstruasi atau bahkan menggugurkan kandungan. Secara umum, minuman bersoda mengandung air berkarbonasi, kafein, dan gula. Gula di dalamnya terbilang tinggi, dapat mencapai 10 gram per 100 mL. Kalorinya juga tinggi tetapi rendah nutrisi. Faktanya, konsumsi minuman bersoda memang tak dianjurkan
4
Gb. IV: Posisi bersimpuh dengan kedua siku lengan ditekuk belakang kepala memegang bola. Condongkan badan ke kanan lalu tegak ke kiri pada hitungan 4x8, maka akan berfungsi sebagai latihan pengencangan lengan atas dan merampingkan pinggang.
saat sedang haid. Kandungan kafein dan gula yang tinggi di dalamnya dapat memperburuk gejala haid. Kafein bersifat vasokonstriktor atau mempersempit pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di daerah rahim (uterus). Bila hal ini terjadi akan menyebabkan kram perut yang dialami saat haid semakin berat. Berbagai penelitian pun telah menunjukkan bahwa minuman bersoda dapat menyebabkan masalah kesuburan pada masa yang akan datang. Itulah sebabnya tak hanya wanita yang sedang
haid, anak-anak pun perlu dibatasi minum minuman bersoda. Selama kamu menjaga pola hidup yang sehat, dijamin nih ketika organ reproduksimu sudah matang benar, menstruasimu akan lancar dengan sendirinya. Alih-alih minum soda, kamu dapat mengonsumsi makanan atau minuman lain yang lebih sehat saat haid. Minum 2 liter air putih tiap hari, konsumsi buah serta yoghurt rendah lemak dapat menolong kamu tetap bugar selama hari-hari haid tanpa perlu khawatir soal kram perut.
5
Minggu Umanis, 8 September 2019
Capricorn Kehidupan: Jangan negative thinking dulu, syukurilah bahwa Anda ternyata masih berada di atas mereka. Pertahankan prestasi kerja Anda dengan selalu berjalan di atas planing yang telah ada. Kesehatan: Tetap bisa stabil dan tak timbul masalah. Cinta: Percaya saja akan kesetiaannya. Aquarius Kehidupan: Teruslah melangkah biarpun rintangan datang menghadang, terjang saja dengan penuh keyakinan dan perhitungan yang matang, apalagi posisi perbintangan Aquarius di minggu ini cukup baik dan terang. Kesehatan: Kesibukan masih sulit untuk dikendalikan di minggu ini. Cinta: Usahakan kekompakan tetap selalu bisa terjaga. Pisces Kehidupan: Problem sangat berat tetapi tetaplah optimis bahwa Anda bisa melewati semua ini dengan gemilang. Hilangkan pikiran kerdil karena hanya dengan jiwa besar dan keyakinan yang tinggi maka Anda bisa meraih kesuksesan besar yang Anda idamkan. Kesehatan: Kesehatan mahal harganya maka selagi sehat dijaga dengan benar. Cinta: Selama tidak melanggar prinsip yang ada sebaiknya kesalahannya tersebut tak perlu diperpanjang. Aries Kehidupan: Masalah yang masih membebani diri Anda segera saja diupayakan pemecahannya tak perlu Anda menundanya. Terhadap job baru sebaiknya dikerjakan sepenuh hati agar hasilnya bisa benar-benar optimal jangan sampai terbuang percuma begitu saja. Kesehatan: Badan kurang fit maka hindari keluar malam. Cinta: Sikapnya yang menjengkelkan itu anggap saja angin lalu. Taurus Kehidupan: Jangan merasa senang bila mendapat pujian karena terkadang pujian itu kurang begitu objektif karena ada maksud di belakangnya yang terkadang harus diwaspadai. Berusahalah untuk bisa bersikap sewajarnya saja agar langkah Anda ke depan bisa lebih mantap dan lancar. Kesehatan: Kalau pusing buat tidur saja, jalani hidup ini serileks mungkin. Cinta: Hubungan asmara ini sebaiknya bisa dijaga dengan tidak mempersoalkan persoalan yang sepele. Gemini Kehidupan: Tanda-tanda keberhasilan sudah mulai tampak, tinggal bagaimana upaya Anda dalam meraih kesempatan ini. Jika tetap bisa konsisten dengan kinerja Anda selama ini maka akan semakin mudah dan cepat untuk sampai ketujuan. Kesehatan: Kondisi badan benar-benar sehat tak perlu khawatir. Cinta: Bersikaplah cuek dan jangan cerewet. Cancer Kehidupan: Faktor emosi masih menjadi kendala yang tampak menganggu konsentrasi kerja Anda sehingga tak heran jika banyak urusan yang akhirnya macet untuk sementara waktu karena sikap Anda sendiri. Kesehatan:Positive thinking saja sehingga bisa terhindarkan dari perasaan jengkel yang berkepanjangan. Cinta: Suasana benar-benar nyata dan tidak penuh dengan sandiwara.
Usia Tepat Penanaman Pengetahuan dan Budi Pekerti pada Anak Taki-takining sewakaguna-widya smara-wisaya rwang puluh ring ayusa Tengahi tuwuh san-wacana gegonta patilaring atmeng tanu paguruken (Kakawin Niti Sastra 5.1) “Persiapkanlah diri (sejak kecil) untuk menjadi abdi bagi guna-vidya (melalui ketekunan mengisi diri dengan ilmu pengetahuan dan budi pekerti). Memasuki usia 20-an tahun barulah (mulai) memikirkan hal-hal yang menyangkut asmara (demi melanjutkan keturunan). Setelah usia memasuki setengah (umur 50 tahun ke atas) mulailah menekuni ajaran-ajaran kebenaran. Pada akhirnya, perihal melepaskan atma (roh) dari badan jasmani, orang hendaknya memberikan perhatian sungguh-sungguh belajar dari Guru.” Vidya dalam bahasa Sanskserta menunjukkan pengetahuan. Dalam Hindu Dharma, vidya mendapat perhatian sangat penting khususnya dalam tradisi pendidikan anak-anak “aguron-guron” melalui institusi Gurukula, Resikula, Paguruan, Padukuhan, Pashraman, dan lain-lain. Penekanan dalam sastrasastra Veda dan lontar juga tidak dapat diabaikan. Dapat diyakini bahwa para leluhur sudah dengan sangat bijak memberikan penekanan penting pada pendidikan. Kemajuan masyarakat dapat dilihat pada tingkat pendidikan yang dicapainya. Hindu Dharma memberikan penekanan penting pada masalah vidya/pengetahuan. Tanpa pengetahuan orang dianggap tidak mempunyai mata, tidak bisa melihat, alias buta. Para orang tua dalam masyarakat Hindu Dharma selalu mentradisikan “masatwa” (bercerita/mendongeng) di malam hari. Memberikan “bekal” pengetahuan vidya dan budi pekerti pada anakanak di usia dini menjelang
Sagitarius Kehidupan:Suasana bersahabat dan mendatangkan kenangan yang cukup berarti. Jangan pernah menyerah dengan situasi dan keadaan yang ada, semakin besar tantangan maka akan semakin besar pula kesuksesan yagn bisa Anda raih nantinya. Kesehatan: Hindari makanan pedas ingat perut Anda yang mudah terserang radang. Cinta: Beri perhatian lebih pada dirinya.
Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo
Berlaku : 8 - 14 September 2019
weda
WAKYA Darmayasa
mereka tidur di malam hari. Saat ini merupakan detik-detik sangat tepat serta ampuh untuk menitipkan pesan-pesan pengetahuan dan budi pekerti kepada anak-anak tanpa dirasakan sebagai beban pelajaran. Mereka yang tidak ingin “kehilangan anak-anak” hendaknya melakukan usaha bersungguhsungguh dalam usaha pembentukan pribadi anak-anak. Orang tua tidak akan mengabaikan kesempatan emas untuk membentuk anak-anaknya di usia muda (matangnya deyaning wwang, pengponganikang kayauwanan). Menurut pustaka Sarasamuccaya, orang hendaknya memanfaatkan masa muda anakanaknya dengan baik, jeli, dan bijak, di saat badannya masih kuat (panedenging awak). Sangat berbeda kekuatan usia tua dan anak-anak “rare”, karena tidak sama kekuatan usia muda dengan usia tua (kunang apan tan pada kasaktining atuha lawan rare), bagaikan alang-alang yang sudah tua (drstanta nahan yangalalang atuha), semua menjadi rebah dan tumpul (telas rumepa, marin alandep ika). Hal biasa masa sekarang orang melihat tas gendong anakanak kelihatan lebih besar dari badannya sendiri karena dipenuhi buku pelajaran. Barangkali ada benarnya pendapat yang mengatakan bahwa anakanak modern “dibantai” melalui paksaan tumpukan pengetahuan pada masa otaknya sedang mengalami perkembangan. Leluhur Bali sangat jeli “membentuk” anak tanpa “membebani” otak anak dengan tumpukan pengetahuan-pengetahuan yang banyak. Masatwa merupakan cara sangat indah, mulia, serta ampuh untuk memberikan vidya pada anak-anak tanpa memberikan beban tumpukan buku-buku (baca: sebelum anak-
berikan disiplin pengetahuan dan budi pekerti kepada anakanaknya (yena balo na pathitah), maka seorang ibu akan menjadi musuh bagi anak-anaknya (mata satru), seorang bapak akan menjadi musuh bagi anakanaknya (pita vairi). Mereka tidak akan melihat anak-anaknya cemerlang di masyarakat (na sobhate sabha madhye) bagaikan keberadaan burung bangau di tengah-tengah burung angsa yang menarik, “cerdas dan bijaksana” (hamsa-madhye bako yatha). Di keluarga atau masyarakat mana kedua hal ini nampak terabaikan, maka di keluarga atau masyarakat tersebut segera harus dilakukan “daur ulang kesadaran” atau “revolusi mental” demi semua dapat memastikan melihat masyarakat masa depan adalah masyarakat “impian” leluhur yang jaya dalam seni-budaya, pengetahuan, dan budi pekerti yang adiluhung. Leluhur sudah menunjukkan “destinasi manusia” nan indah serta adiluhung. Sebagai keturunannya, kita tetap meniti jalan menuju “destinasi adiluhung” tersebut melalui jalan dan cara modern “zaman now”. Berbahaya jika jalan dan cara “zaman now” tidak dijaga, diselamatkan, dan diarahkan melalui dua pagar adiluhung ini, yaitu guna (budi pekerti) dan vidya (pengetahuan). Ia pasti akan mengarahkan pada jalan keruntuhan, lempas atau serong dari “destinasi adiluhung leluhur”. Setelah dipastikan anakanak menjalani masa brahmacarya dengan baik sampai usia 20-25 tahunan, maka mereka dipersiapkan untuk memasuki masa grhastha, yaitu masa berkeluarga atau berumah tangga. Anak-anak tidak disiapkan memasuki masa kawin-nikah, melainkan masa grhastha, yaitu masa mantap berdiri tegak ajeg dalam tradisi leluhur, melanjutkan keturunan dan menjaga sembahyang sandhya teratur. Masa grhastha merupakan masa manusia dewasa mengisi diri dengan berbagai kegiatan dharma (kebajikan), artha (bekerja untuk uang dan
harta demi menjalankan hidup grhastha), dan kama (memenuhi keinginan dan nafsu dalam koridor dharma). Ciri utama seorang grhastha adalah melanjutkan keturunan melalui “smara wisaya”, memadu asmara dalam kehidupan grhastha demi menurunkan keturunan yang suputra. Oleh karena hanya di dalam kehidupan sebagai grhastha orang dapat atau diperbolehkan memasuki dharma “smara wisaya”, maka penekanan ketat dalam pelaksanaan sandhya merupakan “keharusan” untuk dilakukan. Smara wisaya akan disucikan melalui praktik (tri)-sandhya. Oleh karena itulah seorang grhastha yang sat-grhastha (grhastha sejati) tidak akan pernah gagal atau lalai dalam menjalankan (tri)sandhya. “Pancasad vanam vrajet”, memasuki usia 50 tahun ke atas, orang hendaknya mempersiapkan diri mengurangi kelelapan dalam urusan-urusan dunia untuk perlahan mengarahkan dirinya pada “sentuhan atma dengan paramatma” melalui praktik-praktik tapa, brata, yoga, samadhi. Masa tersebut dinamakan masa Vanaprastha, masa “memasuki hutan”, yaitu masa menyepikan diri dari aktivitas duniawi sebagai persiapan pendekatan diri pada Hyang Maha Kuasa. Pada masa vanaprastha (tengahi tuwuh), orang lebih banyak melelapkan diri pada perenungan diri melalui renunganrenungan sastra-sastra suci Veda, seperti vedanta, upanisad, purana, itihasa yang menekankan tutur-tutur sat-vacana atau ajaran-ajaran kemuliaan dan Ketuhanan (sanwacana gegonta). Setelah masa Vanaprastha, tatanan hidup jalan Veda mengarahkan orang untuk memasuki masa final dalam hidup manusianya, yaitu masa Sannyasa. Ia merupakan masa “inti sari” dari “pamblibagan sat-wacana”, yaitu masa sepenuhnya meninggalkan hal-hal keduniawian dalam segala bentuk dan menyerahkan diri sepenuhnya pada “carana-paduka” dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
banan. Dalam konteks hijrah tempat yang dilakukan oleh para sahabat Nabi, baik hijrah yang pertama, dari Mekkah ke Habasyah (Afrika), maupun hijrah dari Mekkah ke Madinah, mereka tidak saja berkorban harta benda, bahkan juga nyawa, demi meraih suatu tujuan mulia, yakni mendapatkan keridhoan Allah SWT. Saat hijrah menuju Habasyah, misalnya, sekian orang menjadi syuhada, mati syahid dalam peristiwa itu dan pada sesi awal hijrah ke Habasyah, diikuti oleh sebelas orang, empat di antaranya wanita. Menghadapi blokade dan kekejaman kafir Quraish yang semakin semena-mena, akhirnya 80 orang lainnya pun menyusul menyeberang ke Afrika. Pengorbanan yang tidak ringan yang dilakukan oleh para sahabat pun kembali terjadi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Harta benda, jabatan, bahkan anak, suami atau isteri pun mereka tinggalkan seraya bergegas menembuh medan berat perjalanan darat dari Mekah ke yatsrib (nama sebelumnya
dari Madinah). Begitupun dalam konteks hijrah ma’nawiyyah, meninggalkan yang buruk menuju ke hal yang baik, tentu saja juga memerlukan pengorbanan, dari pengorbanan yang ringan hingga yang berat. Namun yakinlah, Allah SWT tidak akan mengabaikan begitu saja pengorbanan yang dilakukan hamba-hamba-Nya dalam rangka hijrah untuk mendapatkan keridhoannya itu. “Sesungguhnya orangorang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 218). Dalam kehidupan seharihari, tidak sedikit kita menjumpai kisah-kisah nyata dari seseorang yang berhijrah, meninggalkan keburukan menuju kepada kebaikan, hidupnya menjadi lebih tenang dan lebih sejahtera. Spirit atau semangat berhijrah, diharapkan ada pada setiap orang, yaitu orang yang meyakini bahwa dirinya
tiadalah diciptakan oleh Allah SWT, kecuali hanya untuk beri badah (mengabdi) kepada-Nya saja. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan melainkan agar m ereka beribadahj kepada-Ku.” (Q.S. AdzDzariyat [51]: 56). Yang menarik, dalam beberapa tahun terakhir ini, semakin “semarak” fakta hijrahnya para selebriti di negeri ini, dari yang tadinya bergelimang dengan kemaksiatan, lalu hijrah meninggalkan beragam keburukan men jadi pribadi yang lebih baik (saleh). Atau dari yang sebelumnya acuh tak acuh saja dengan agama, namun berhijrah menjadi sosok yang agamis, penuh semangat dalam mempelajari dan mengamalkan agamanya. Tentu itu adalah suatu fenomena yang menarik yang, mudah-mudahan, memberikan kontribusi yang besar dalam upaya membangun budi pekerti terpuji atau akhlak mulia generasi muda kita di tengah-ten gah kekhawatiran kita semua dengan semakin marajalelanya penggunaan narkoba dan berbagai jenis kemaksiatan lainnya. Semoga!
dan NICA, karena ultimatum untuk menyerahkan pembunuh Mallaby sehari sebelumnya diabaikan. Ribuan masyarakat Surabaya, baik sipil, pejuang dan Tentara Keamanan Rakyat gugur buat mempertahankan NKRI. Karena heroisme dan patriotisme luar biasa tanpa menghiraukan keselamatan raga dan jiwa inilah 10 November dijadikan Hari Pahlawan. Jadi, kalau ada yang mengatakan kemerdekaan Indonesia adalah hadiah, baik dari Jepang maupun Amerika Serikat, aku anggap omongan orang-orang yang tidak memahami sejarah, bahkan murtad terhadap jerih payah para pahlawan,” komentar Rubag. “Jangan-jangan mereka, yang di era revolusi kemerdekaan disebut gandek-gandek NICA. Kelompok yang hanya mementingkan perut sendiri sehingga kehilangan idealisme atas cita-cita proklamasi kemerdekaan. Sebab di era penjajahan, kelompok ini konon sering mendapat upah roti dan keju, sedangkan yang mempertahankan kemerdekaan hanya makan ketela rebus dan singkong bakar sambil bergerilya di hutan dan pegunungan. Di za-
man sekarang kelompok serupa diberi nama komprador, yakni orang yang rela mengkhianati bangsa dan negaranya demi kemewahan dari pihak asing, yang menginginkan negerinya hancur. Komprador pula yang menyebabkan proxy war, seperti yang dialami beberapa wilayah di Timur Tengah saat ini. Ya, setelah pertempuran hebat di Surabaya, setahun kemudian tepatnya 20 November 1946, terjadi pula Puputan Margarana di Bali. Pasukan Ciung Wanara di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai yang berjumlah 96 orang gugur menghadapiserdadu NICA bersenjata lengkap yang didukung pula serangan dari udara. Pertempuran sampai titik darah penghabisan ini menutup rangkaian puputan yang terjadi di Bali, sejak tahun 1846 hingga tahun 1908. Puputan Jagaraga (1846-1848), Kusamba (1849), Badung (1906), Klungkung (1908) dan Margarana (1946). Tidak kalah mengerikan pembantaian tanpa perikemanusiaan yang dilakukan pasukan Belanda, Depot SpecialeTroupen di bawah Raymond Westerling terhadap warga sipil di Sulawesi Selatan, sejak Desember 1946
hingga Februari 1947. Bukti lagi, kemerdekaan RI dibayar darah dan jiwa ! “ tutur Nyoman Sudiantara. “Maka tidak salah slogan NKRI harga mati, pertahankan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika! Ironisnya, ada juga bangsa sendiri yang ingin menghancurkan bangsa dan negaranya sendiri, entah karena menyerap ideologi asing atau karena mabuk kekuasaan? Pemberontakan bersenjata di beberapa wilayah NKRI tahun 1950’an olrh PRRI/Permesta, DI-TII dan LOGIS. Juga tragedi sangat mengerikan yakni Pemberontakan 30 September 1965- PKI. Bali pun dua kali digoncang bom bunuh diri, yakni 12 Oktober 2002 dan 1 Oktober 2005. Kini ditengarai muncul gerakan yang ingin mengubah NKRI yang berideologi Pancasila menjadi kekhilafahan. Meski kita tidak boleh takut dan khawatir secara berlebihan, namun harus hati-hati terhadap bulanbulan yang berakhiran “ber”. Semoga NKRI dan Pancasila tetap jaya! “ tegas Made Surjanegara.
anak siap menerimanya). Kakawin Niti Sastra memberikan wanti-wanti agar setiap anak diarahkan mengisi diri dengan pengetahuan-pengetahuan sebagai persiapan hidup di masa depan. Taki-takining sewaka guna-vidya, orang tua dan para guru hendaknya mempersiapkan anak-anaknya untuk mendisiplinkan diri dalam menimba pengetahuan-pengetahuan yang berguna demi hidupnya di masa depan, terutama demi pelayanannya di masyarakat. Para orang tua mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi seorang sewaka (abdi/pelayan), yang dalam hal ini diistilahkan sebagai Sewaka Guna Vidya. Setiap anak diarahkan untuk menjadi seorang pelayan/abdi dari vidya (pengetahuan) dan budi pekerti (guna). Pada zaman dahulu, orang tua memberikan disiplin dengan baik kepada anak-anak untuk membentuk diri melalui guna dan vidya. Anak-anak diawasi dengan baik dan “jeli kasih” agar anak-anaknya menbentuk diri dalam pengetahuan dan budi pekerti. Masa pembentukan diri seperti itu dinamakan brahmacarya. Anak-anak dijaga agar sebanyak-banyaknya mempersiapkan masa depannya dengan mendisiplin diri dalam Pendidikan secara ketat sampai di usia 20-an tahun (rwang puluhing ayusha). Bagi anak laki ditekankan sampai usia 25 tahun harus membentuk diri dengan baik dalam dua hal ini, yaitu menimba segala jenis pengetahuan dan membentuk diri dalam budi pekerti. Para leluhur tidak hanya memberikan perhatiannya pada pencapaian “nilai rapor” atau Nilai Ujian Nasional. Hafalan pengetahuan atau penajaman intelek tidak menjadi tujuan utama pembentukan anak, melainkan penekanan budi pekerti merupakan hal sangat penting. Pembentukan karakter anak merupakan tujuan utama dalam 20-25 tahun usia anak. Hanya anak-anak yang mendapatkan kesempatan membentuk diri dalam guna-vidya seperti itulah yang akan “layak” memimpin masyarakatnya ke depan. Jika para orang tua tidak mem-
MIMBAR AGAMA
Leo Kehidupan:Pertahankan hubungan baik dengan relasi dan partner kerja Anda, jangan sekali-kali Anda melanggar komitmen yang ada, agar H. Kusnadi Musthofa hubungan tetap terbina baik dan tidak sampai dimanfaatkan oleh kompetitor Anda sendiri. Kesehatan: Senangkan hati Anda dengan harapan MANAKALA diri kita dibesar. Cinta: Ada orang ketiga yang ingin menghancurkan mimpi indah tersebut dengannya, beri kesempatan dapat menyaksikan pergantian tahun, waspadalah. seperti tahun 1440 Hijriyah ke 1441 Hijriyah yang telah kita Virgo Kehidupan:Jalani hidup ini dengan lalui sepekan ini, sungguh itu seenjoy mungkin, tak perlu mem- adalah suatu karunia besar persulit diri jika akhirnya pikiran dari Allah SWT yang patut dan hati menjadi tak tenang saja. kita syukuri. Maklum, tidak Biarkan orang lain bicara semaunya, yang penting sedikit orang yang tidak lagi Anda tetap berjalan di atas prinsip Anda sendiri diberi kesempatan untuk medan tetap konsisten dengan apa yang telah Anda nikmati bertambahnya waktu putuskan. Kesehatan: Cukup sibuk maka kelola yang ada, lantaran keburu “jatah” waktunya habis dalam waktu dengan seefisien mungkin. Cinta: Persiapkan diri untuk melalui kerikil- kehidupan di dunia ini. Kalender Hijriyah yang kerikil tajam. awalnya digagas oleh Khalifah Umar bin Khattab atas usul Libra Kehidupan: Sepintas remeh sebai- sahabat Ali bin Abi Thalib, knya segera dituntaskan jangan memang mengabadikan perissampai masalah kecil tersebut mer- tiwa bersejarah hijrahnya embet menjadi besar. Berkacalah Rasulullah SAW dari Mekah pada pengalaman pahit di masa lalu agar tak ke Madinah. Sebuah peristiwa sampai terulang kembali di masa-masa sekarang besar dalam membangun perini. Kesehatan: Jangan biarkan aktivitas berat adaban manusia. mengorbankan kondisi badan Anda. Cinta: Hilangkan sikap egois agar hubungan percintaan ini tidak sampai berantakan. Scorpio Kehidupan: . Sukses tidaknya tergantung Anda punya ikhtiar maka jangan pernah berhenti berkerja keras, hilangkan perasaan cepat puas karena itu hanya akan bikin semangat menjadi menurun kembali. Kesehatan: Cukupi segala kebutuhan nutrisi tubuh Anda dengan memperhatikan pola makan yang benar. Cinta: Jangan biarkan suasana menjadi kurang semarak hanya karena sikap Anda yang keras.
Redaktur Khusus
Spirit Hijrah Pemilihan peristiwa monumental hijrahnya Nabi yang kemudian “diabadikan” dalam wujud penanggalan itu, diharapkan mengingatkan kita semua mengenai pentingnya hijrah. “Seorang Muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah”, sabda Rasulullah SAW (dari Hadis riwayat Bukhari dan Muslim). Jelas sudah bahwa hijrah tidak semata urusan pindah tempat (hijrah makaniyyah), namun yang sudah selayaknya dilakukan oleh setiap orang yang beriman adalah hijrah ma’nawiyyah sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam Hadis tersebut. Dan hijrah dalam dalam pengertian ini bisa berarti hijrah meninggalkan yang buruk menuju ke yang baik, atau dari yang baik ke yang lebih baik untuk mendapatkan kerdihoan Allah SWT. Tentu saja aktivitas hijrah memerlukan suatu pengor-
Jangan Takut, tapi Tetap Hati-hati!
HARI ini berakhir sudah Bulan Kemerdekaan diganti bulan berakhiran fonem “ber“. Ya dari 1 September hingga 31 Desember! Bagi sebagian orang yang sempat mengalami beberapa zaman dan rezim, suffix “ber” sering menggetarkan hati mereka karena ingatan berbagai peristiwa masa lalu mengerikan. Memang ini seperti mitos, namun jangan sampai trauma menjajah pikiran dan hati, yang mungkin mengakibatkan paranoia yang bisa berkembang menjadi skizofrenia. Sebab mitos beda dengan realita! “Tekanan psikologis harus dihadapi optimisme sebab hidup harus menjalani dan menerima kenyataan. Tentu kita perlu mengingat sejarah untuk menghindarkan hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi dan bila perlu mencegahnya. Dari bukubuku sejarah kita banyak tahu kisah buruk atau tragedi yang terjadi antara September hingga Desember. Perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara sejak proklamasi kemerdekaan banyak diganggu peristiwa
brolan BALE BANJAR ARIDUS yang terjadi di bulan-bulan berakhiran “ber “ ini. Seperti kembalinya kolonialis Belanda yang dibonceng pasukan Sekutu, 29 September 1945 ke Jakarta adalah contoh awal. NICA dibonceng pasukan Sekutu di bawah Brigjen Mallaby juga mendarat di Tanjung Perak Surabaya, 25 Oktober 1945, yang akhirnya mati tertembak oleh orang tak dikenal 30 Oktober berikutnya. Peristiwa inilah yang menyulut pertempuran hebat 10 November 1945, antara pasukan Indonesia yang dibantu rakyat melawan serdadu Sekutu
Bali
6
Redité Umanis, 8 September 2019
Tigang Wewidangan Panyiwian Jagat Bali
Kasinahang Saking ”Sastra Tan Patulis” ring Genah Suci AKEH kramané marasa bangga tatkala nyingakin tetamian budaya panglingsir. Krama Bali taler angob ring kawéntenan rélief, ukir-ukiran, togog miwah wangunan suci marupa pura miwah pelinggih sané sampun kuna. Satios kahanannyané satmaka nénten kasor antuk gilikan masa, soang-soang wangunipun kajantenang madué tattwa miwah tetuek. Ketah kapanggihin ring pakraman, rélief, ukir-ukiran wiadin togognyané kasinahang mabinayan manut soangsoang wewidangan yadiastun pura inucap sujatiné pateh. Ukir-ukiran wiadin togog sané wénten ring pura boya wantah pepayasan kémanten, nanging madué kawigunan sajeroning palinggih utawi pura inucap. Manut I Made Pujana, S.Pd., manggalaning Yayasan Bakti Pertiwi Jati Bali, sekancan ukiran, rélief miwah togog sané sampun kuna ring wewidangan suci utawi pura sujatinné wantah “sastra tan patulis”. Duaning sarana-sarana i wawu sané kaanggén olih para panglingsiré nguni mapitutur utawi nyatuayang makatah parindikan wiadin katattwan pidabdab mayadnya ring genah irika majeng ring kramané mangkin. Yéning sampun uning ring tetuek ukir-ukiran wiadin togog ring genah suci, sinah jagi kauningayang sapunapi sujatiné kawigunan utama saking pura inucap wiadin sapunapi “ritus” utawi pidabdab utawi ilén-ilén
upacara yadnya ring pura inucap asapunika taler indik tetuek-tetuek kauripan sané utama prasida taler jagi kapanggihin saking sarana i wawu. Sinalih tunggil parikrama mangda uning ring indiké punika wantah setata urati tur nyingakin sapunapi kawéntenan ukiran, rélief wiadin togog kuna sané wénten ring pura wiadin palinggih. “Ketah kaucap yéning ukir-ukiran, rélief taler togog wantah pepayasan kémanten, nanging sujatiné punika wantah cihna-cihna katattwan sané satmaka “sastra tan patulis” sané kataminin olih panglingsiré nguni. Indiké punika prasida katureksayang antuk sepat siku-siku inggih punika katattwan sané sampun kamargiang saking nguni olih krama Bali, indik tigang wewidangan panyiwian jagat Bali sané wénten ring Gria lan Puri Agung Kesiman,” baos dané. Ngeninin indik katattwan punika sujatiné kaepah dados tetiga antuk unteng sané taler mabina-binayan. Panyiwian wewidangan kangin untengnyané ring Gunung Agung, panyiwian wewidangan kauh unteng ipun ring Gunung Batukaru, lan panyiwian ring wewidangan tengah untengipun ring Gunung Batur. Makatetiga punika ngamedalang wangun ukiran taler togog sané kagenahang ring pura utawi palinggih inucap. Minakadi ring wewidangan kangin akéhan wangunipun marupa déwa-déwi utawi
Tetuek ”Nak Mula Kéto” PINAKA krama Bali sané nami makatah tetamian budaya saking para panglingsir, sinah nénten dados ampah duaning akéh pisan soroh saha kahanannyané. Yadiastun alit-alité mangkin ngranjing ring “zaman milenial” sané kasinahang antuk makatah wangun “téknologi” sané sayan nglimbak, nénten akidik taler sané meled uning ring tetamian budaya rumasuk daging tetuek miwah tattwa saking dresta sané kadruénang. Sakéwanten tatkala alitalité mapitakén ring para panglingsirnyané sané kantun nyeneng, ketah panyawis sané kapolihang wantah “nak mula kéto”. Panyawis punika sané ketah ngawinang anak alit inucap marasa kuciwa tur nénten seneng nelebin tetamian inucap duaning pitakénnyané nénten molihang panyawis sané kaaptiang. Panyawis sakadi punika raris kaucap pinaka “pembodohan” kémanten. Manut I Made Pujana, S.Pd. panyawis utawi pabaos “nak mula kéto” boya ja melog-melog sajabaning wantah “bahasa rohani” sané becik tetuek lan tetujonipun. Punika wantah sarana nyagra kahanan dresta taler pamiteket saking para panglingsir ring para krama yéning napi sané katakénang wantah parindikan sané sampun pokok tur nénten dados kagentosin wiadin kauyak malih. Yéning nénten kajagra utawi kasengker antuk pabaos asapunika, sinah sané kajejehin wantah pikayunan para yowana sané durung incep tur becik baktinyané jagi ngentosin wiadin ngurit katattawan dresta manut pikayunnyané soang-soang tur lémpas saking tata-titi sané kataminin. Dadosné kacawis “nak mula keto” wantah pangapti mangda ipun utawi para yowanané ngulengang pikayunan jagi ngamargiang dresta luwih tetamian panglingsirnyané. “Beciknyane tatkala ngamolihang panyawis asapunika, sampunang nika banget anggéna sungsut ring kayun sajabaning durus margiang kémanten sapunapi tata-titi dresta tetamian inucap manut sakadi sapatutnyané. Duaning tiang nyantenang pisan kasuén-suén risajeroning pamargi sinah krama inucap uning ring katattwannyané tan pakayunan jagi ngentos tata-titi wiadin paileh sané sampun becik,” baos dané. (was)
Kruna 1. duka
AKSARA BALI
1. duk,
2. duranegara 2. durn)gr, 3. durus
3. durus/,
4. durusang 4.
SASTRA – Kawéntenan ukir-ukiran wiadin togog ring wewangunan suci boya pinaka pepayasan seni kémanten, sajabaning wantah sastra tan patulis duaning madaging tattwa lan tata-titi sané patut kamargiang ring wewidangan suci inucap. dados kapasahang. “Ngeninin indik tigang wewidangan panyiwian jagat Bali inucap wewidangannyané sampun mapah-pahan saking nguni.
Yéning panyiwian kangin ketah kamargiang ring Gianyar, Klungkung lan Karangasem, yéning panyiwian tengah wantah ring Bangli, Badung
lan Denpasar tur panyiwian kauh ketah kamargiang ring Tabanan, Jembrana lan Buléléng,” asapunika dané nartayang. (was)
Pabinayan Wangun Ukiran lan Togog
Bencingah
Basa Bali
jadma jegég lan bagus niyasa tattwa kasucian. Yéning pura utawi palinggih ring genah wewidangan kauh akéhan madué ukir-ukiran wiadin togog sané wangun ipun nyejehin, aéng taler macaling rénggah pinaka niyasa tattwa kawisésan. Yéning ring tengah-tengah wantah satmaka panunggalan sinah ngambil daging katattwan saking kekalih wewidangan i wawu. Pabinayan ipun taler kasinahang antuk tata-titi tatkala ngwangun sarana sané rupanipun pateh, minakadi conto tatkala nagingin togog macan ring pura. Sané ketah kapanggih tatkala ngawigunayang togog macan selem punika wantah niyasa saking katattwan kauh, yéning ngawigunayang togog macan kuning wantah niyasa saking katattwan kangin, yéning ring tengah-tengah majanten jagi ngawigunayang togog macan mawarna putih. Dané malih maosang, yadiastun makatetiga tattwa wewidangan panyiwian inucap matiosan nanging wantah masikian sangkaning punika nénten dados nyumbungang sané asiki tur lali ring sané tiosan. Napi malih ketah kapanggihin sarana cihna genah utawi “situs” wewidangan kangin jagi kapanggih ring wewidangan jagat kauhan. Asapunika taler dué wewidangan kauh ketah taler kapanggihin ring gumi kanginan satmaka cihna yéning makasami punika wantah masikian tur nénten
Magelungan wiadin Tan Pagelungan WEWANGUNAN suci krama Hindu ring Bali majanten ketah kadagingin antuk rélief, ukir-ukiran wiadin togog antuk wangun sané macihna pisan. Wangunnyané nénten wantah pepayasan seni kémanten sajabaning pinaka sarana sané madué tetuek miwah tattwa sané katami saking para panglingsirnyané. Utamanipun indik parikrama upacara saha panyiwian Ida Sanghyang Widhi Wasa taler Ida Bhatara-bhatari sané malinggih ring genah suci inucap. Sangkaning punika wangun ukiran miwah togognyané mabina-binayan duaning soang-soang genah lan wewangunan suci madué kawigunan sané mabinabinayan. Antuk kawigunan sujati saking ukir-ukiran wiadin togog ring palinggih utawi pura, raris medal pitakén sapunapi minab sané kapanggihin yéning sarana punika ical tur nénten wénten pangentos ipun? Manut I Made Pujana, S.Pd., yadiastun ukiran punika alit tur nénten bungah, sakéwanten madué tattwa sané ketah kabaos yantra sinah kawéntenannyané mabuat pisan. Manawita ical sinah pidabdab panyiwian taler upacara yad-
nya sané kamargiang prasida nénten adung duaning indik situs utawi genah antuk sekancan kahanannyané nénten adung tur becik sareng ritus utawi ilén-ilén miwah paileh yadnya sané jagi kamargiang. Minakadi pura utawi palinggih sané kawigunannyane nyiwi Ida Bhatara lan para prakanggé dué, sangkaning ukiran miwah sarana tetamian sampun ical sinah nénten makasami krama panyungsung prasida uning tur jagi nunggalang kayun nyiwi tur mayadnya manut saking katattwan sané sampun katamiang olih para panglingsir tur upacara sané kamargiang satmaka nénten adung. Yéning sampun asapunika sinah tetujon ngamargiang upacara inucap ngamolihang lila utawi prasida ngamolihang kahanan sané becik tur adung sekala lan niskala nénten prasida becik kapolihang. “Adung lan landuh ring sekala kalawan niskala punika sané dados tetujon duaning jagi ngamedalang kauripan ring pakraman landuh tur kerta raharja utamanipun ring pangempon taler panyungsung pura inucap,” baos dané. Indik wangun ukiran, togog wiadin wangun palinggih ring
Dura désa
genah utawi wewidanganwewidangan panyiwian mabinayan duaning nganutin saking katattwan panyiwian sané kamargiang ring genah irika. Minakadi conto indik wangun palinggihipun, ring genah panyiwian wewidangan kangin ketah nganggén palinggih antuk wangun karang utawi kekarangan, yéning ring wewidangan tengah akéhan nganggén wangun pepalihan, ring wewidangan kauh akéhan nganggén wangun pertiwi utawi leser. Yéning ukiran utawi rélief beburon sané kaanggén, ring panyiwian kangin akéhan nganggén kijang. Yéning panyiwian kauh akéhan nganggén ukiran utawi togog asu pinaka beburon dueg lan susatya ring preratunnyané. Punika wantah niyasa saking patih sané satya ring prabu utawi gustinnyané. Yéning ring panyiwian tengah akéhan marupa bawi pinaka beburon nénten amati-mati tur pinih makéh madué susu utawi kalintang dana. Punika wantah niyasa guru sané setata lédang ngicén pangajah-ajah tur kawagedan sané mawiguna ring krama. “Indiké punika taler kasinahang saking arca utawi togog dwarapala ring ajeng
mancanegara jadi
5. dusta
5.
dusÕ,
bohong
6. dusun
6.
dusun/,
dusun
7. duur
7. duhu(,
atas
8. duaning
8.
dÙn&,
karena
9. dwara
9. dÙr,
gapura
10. dwi
10. dÙi,
dua
TOGOG – Pah-pahan wewidangan panyiwian jagat Bali inucap sinah ngamedalang wangun ukiran wiadin togog ring genah suci irika. Minakadi wénten sané nagingin togog magegelungan tur wénten sané nénten magegelungan ring pamedalan pura inucap
Mapakelem ring Gunung Bromo
marah
silakan
Gunung Batukaru sinah makta gada tan pangangén gegelungan utawi ketu. Yéning ring tengahan utawi panyiwian Gunung Batur wénten sané maketu, wénten sané nénten maketu,” dané nartayang. (was)
Upacara Kasada
BAhAsa INDONESIA
duurus*,
pamedalan. Yéning sané kamargiang ring pura wantah panyiwian kangin utawi Gunung Agung, sinah ring ajeng kapanggihin togog raksasa makta gada sané nganggén gegelungan utawi ketu. Yéning panyiwian kauh utawi
Dura Desa-Upacara Kasada
BPM/ist
UPACARA Kasada rumasuk sinalih tunggil upacara sané wantah kamargiang olih krama Hindu Suku Tengger nyabran raina kaping pat belas ring bulan Kasada sajeroning pananggalan Jawa. Ring upacara inucap, Suku Tengger ngaturang pakelem marupa jangan, woh-wohan, beburon, asil gumi, kantos jinah ka kawah Gunung Bromo. Upacara inucap kamargiang pinaka wentuk rasa suksmaning manah krama santukan ngamolihang asil pamupu sané becik, beburon sané kaangon taler becik, miwah kadohang saking pancabaya. Upacara Kasada wénten paiketannyané ring carita Roro Anteng lan Joko Seger sané meled madué pianak selaé diri. Sang kalih raris mapinunas ring para Dewata. Pinunas inucap kadagingin, sakéwanten pianak sané pinih alit utawi sané kaping selaé mangda katurang majeng Déwa Bromo. Antuk punika, Raden Kesuma, putra pinih alit Joko Seger miwah Roro Anteng ngaturang raga ring kawah Gunung Bromo tur nunas mangda sametoné setata ngaturang pakelem ka Gunung Bromo nyabran bulan ka dasa nepet ring bulan Purnama, mawit punika upacara inucap kawastanin upacara Kasada. Sajeroning upacara Kasada, krama Suku Tengger mapupul sinambi makta asil gumi, jinah, miwah beboron sané kaangon kagena-
hang ring ongkek. Wus punika, krama makta sarana asil gumi lan beburon inucap nuju ka pucak Gunung Bromo tur katurang irika pinaka pakelem. Wénten makudang-kudang paletan sané patut kalintangin olih krama Suku Tengger mangda upacara Kasada mamargi antar. Upacara Kasada kakawitin antuk pangukuhan panglingsir Tengger. Nglantur wénten sendratari sané nyaritayang indik kahuripan Roro Anteng lan Jogo Seger ring Desa Ngadisari. Wusan sesolahan inucap, upacara Kasada kalanturang malih ring tengahing ratri antuk parikrama ngukuhang dasaran miwah pemberkatan krama ring padang pasir Gunung Bromo. Sinunggil dasaran (dukun) kasinggihang pisan ring Suku Tengger santukan pinaka pamuput upacara agama. Mawinan punika, sang dasaran patut nglintangin makudangkudang parikrama minakadi nguncarang makudang-kudang mantra sadurungé kakukuhang. Wus punika, sarana sané sampun kasayagayang kabakta ka Pura Luhur Poten. Wua punika wawu nuju ka kawah Gunung Bromo. Samian sesajén kararung tur katurang ka kawah Gunung Bromo pinaka pucak upacara Kasada. (pusdat/berbagai sumber)
Redité Umanis, 8 September 2019 NGANTIANG Luh Surat teka uli matulung matanding bebantenan, bin mani telu bulanan anak cerik pernah ipah Luh Suraté, negak Wayahan Supat di jabaan purané, tanggu duur di undag pamedalé. Bengong Wayahan Supat mabalih payar, di jabaan purané di jeroan purané, cara naar nasi baas bali mara anyian, ten lakar taén ngemedin. Kaja Kelod nyama brayané mentas di rurungé, dauh purané, wénten majalan wénten negakin sepeda motor. Ten wénten ané ten makipekan ka tongos Wayahan Supaté negak. Ané ten kakeneh baana tekén Wayahan Supat, kenyem Wayahan Supaté cara lima gagang menjuhan, nanging ten wénten nyemakin. Orahang ten tepukina, seken gati matemu liat. Cara pancing ngajarin, nganti cantet dogén. Limang depa té joh rurungé uli di tongos Wayahan Supaté negak. Majalan Guru Nengah uli Kaja, tayung-tayung, ngaba arit panyalah, ten maan akitan kenyem Wayahan Supaté. Ngajanang Jero Mangku Madé negakin sepeda motor, ten masih maan akitan kenyem Wayahan Supaté. Kenapi koné pada niki? Mapawasan Wayahan Supat ka jeroan. Makesiyeng tangkah Wayahan Supaté. Ten tepukina mamargi ka jeroan, anaké lingsir nika sagét dapetanga ampun nyampat. Lima kenawan nyampat, lima kébot macangkling anéh di duri. “Mai laku, Yan, tulungin kumpi ngayah.” “Pamit, nénten purun titiang.” “Kumpi né, Yan. Sangkan tandruh té?” Majadengan anaké lingsir nika nyampat. Kébot kenawan limanné ngisiang sampat, jujukanga di malunné. Napiné niki ané ten anut di kayun anaké lingsir nika? Atur Wayahan Supaté ané natya gati nika? Napi ulihan ten nyak Wayahan Supat nulungin anaké lingsir nika ngayah nyampat? “Ten makamben, ten bani tiang ka jeroan. Sisip nyen tiang.” “Buta tumbén kedat, kéto suba.” Mendep jana Wayahan Supat. Sinted gati anaké lingsir nika. Amulan oot pesak dogén ajeng-ajenganné. “Nawang madan jalér, kamben kutang.” Nyuled keneh anaké lingsir nika ngwalék. Ten dadi inganin di abediké. Ten enemin, padalem anak ampun lingsir. Anggon ubad sebet, misi gati tél anaké lingsir. Odah Wayahan Supaté, bapan Wayahan Supaté, di nujuné luas ngliwat pamaledan désa, ampun sinah udeng, kamben, senteng utawi saput dadi arangsukan ajak klambi. Ten dadi tawah akéténg pelud. Kaling lakar maan susuk. “Awak dogén bungah pesu édéngang di pamiaran, keneh tileh masekung jumah.” Matbat anaké lingsir nika. Napi mirib kari kuangan? Di matbatné, ten misi amun kayunné, lelawasan gati kayun anaké lingsir niki. “Uling tuniné ditu Wayahan negak, nyén suba ada maan macapatan?” “Déréng wénten.” “Mai laku tulungin kumpi ngayah dini. Suba gedegin gumi, apa lakar édalemin? Apa lakar angenin? Sing gati madalem awak.” Ratu Bhatara, ngacuh tél anaké lingsir niki. Buung nyampat apang payu matbat. Ngakuin kumpi, ngutang gaé apang maan ngempahang duleg keneh. Cara arit, mangan ka tengah, puntul ka sisi. Renget mirib kayunné, nutugang nyampat anaké lingsir nika. Ten gati ki-
Nyastra
Nyanéh Idup Komang Berata pekina Wayahan Supat. Misi gati tél anaké lingsir nika. Panak ten misi amun kenehné, ten nawang madan langgah tekén Guru Rupaka. Kurenan ten misi amun kenehné, ten buungan sikat sambuk nyengsengin kuping. Sepet gati raos kurenané. Nyama ten maan amun kitanné, matanjung batis ten macapatan, ideh-ideh ngaku ten ngelah nyama. Timpal masih kénten, ten bakat baan milihin. Lega kajakan, gedeg masih kajakan. Betukan makisid ka polo. Ten dadi baan pakalahin. Ten dadi baan sorin. Gantin gedegina, tulus gedegina. Ngolasolas apang legaina, kanti mapadawegan, ten kisinan baana. Malekeneng Wayahan Supat mabalih langit. Ten wénten kedis makeber ngelé, ten wénten kedis makeber saling tututin. Ten wénten kedis makeber magebogan. Ten wénten dara makeber ngintip cundang. “Lagasang kenehé, tulungin kumpi ngayah dini. Patilesang abeté suba gedegin gumi.” Uling ituniné té, pragat Wayahan Supat sambata gedegin gumi. Busanbusan sambata. Migmig. Marma keneh Wayahan Supaté. Gedegin gumi? Mati niki tiang? Ten napi kénten. Ngujang laut aluh gati mati? Kurenan déréng teka uling matulung matanding bebantenan. Sepeda motor kari parkir di maluné, di jabaan purané. Napi ambah matiné? Kenyem anaké lingsir nika. “Suba ya kakeneh baan Wayahan. Katong katos kenehé.” “Ten nyak tiang mati, Kumpi.”
“Sing dadi orahang sing nyak. Suba ganti, sing dadi kelidin.” “Cutet ten nyak tiang mati.” “Kapi gedegin gumi?” “Kapi gedegin gumi, nyanéh tiang idup. Panak padalem tiang.” “Suba ganti, ento lakar prengkahin?” “Nawegang, Kumpi, tulungin tiang.” Ngolas-olas apang buung Wayahan Supat mati. Sawitri! Sawitri! Sawitri! Kari dija mangkin ragané? Satyawan kari driki. Ngantiang ragané. Kari dija mangkin ragané, Sawitri? Énggalin mriki. Tegul batu antingin cokor Sang Suratma aji gagemet Sang Hyang Aji Saraswati, cara dugas nikané, apang ten nyarik-nyarik baana sesuratan Sang Suratmané. “Sing ada anak angen tekén Wayahan.” “Kapi ten wénten anak angen tekén tiang, nyanéh tiang idup ngetohin panak.” “Sing ulihan angen tekén kurenan ané mara layu bunga?” Jeg renget baana basang Wayahan Supaté. “Kurenan mara layu bunga, yéning nyak tuutina kenehné, liu ané nyak rungu. Panak ané déréng nawang babuk dalem, déréng nawang madan beneh pelih, sira lakar rungu?” “Sang Hyang Atma numitis suba mabekel titah tulis gidat.” Ten dadi tawah tél anaké lingsir nika. Pesu baana bawak basang Wayahan Supaté. Makita sigug masaut, ten bani langgah. “Yéning lega mirib kayun kumpiné
nepukin panglingsir kumpiné kalara-lara numitis, lega keneh tiangé nutug kumpi ngayah driki. Nanging yéning angen kayun kumpiné tekén damuh, swécanin tiang ngupapira damuh kumpiné.” Tanggar Wayahan Supat, bisa brangti kayun anaké lingsir nika. Ten. Sagét lemuh gati oteng anaké lingsir nika. “Sing dadi padalem Wayahan gedegin gumi, lautang suba mulih. Melah-melah abeté.” “Nawegang aksamayang tiang, Kumpi. Bin pidanan tiang ngiringang kumpi ngayah driki. Icén malu tiang nutugang ayah-ayah tiangé di lemah.” “Seken né?” “Nggih, Kumpi. Seken.” “Nah isinin malu acep-acepan Wayahané. Da abeté kapok mai.” “Nggih, Kumpi.” Makelapan Luh Surat teka uli Kelod. “Mula jegég kurenan tiangé.” Sudap-sudap Wayahan Supat ngendusin. Papenga gati kenehné. Dapetanga Luh Surat kari aris gati masaré. Sirah Luh Suraté magaleng di basang Wayahan Supaté. Yéh infus kari ajita gati di botol-é. Ten kanti bin limolas menit, telah yéh infus-é. “Luh, bangun, Luh. Kenapi tiang niki?” Kapupungan Luh Surat. Masuryak Luh Surat baan legan kenehné. Cara maan gagapan mémé teka uli ngalu. “Ratu Bhatara. Ratu Bhatara. Buung mati. Buung mati.” Yéh infus-é telah, ten kanggoanga nganggon télpun, maénggal-énggalan Luh Surat nyagjagin perawat. Apang énggalan teka. Tengah lemeng gedéné midehan nélpun. Ten dadi andet legan kenehné. Tengah lemeng gedéné matua, rerama, nyama, ipah, braya pagrunyung teka ka rumah sakit. Ten kanggo nganti endag surya. Paling keneh perawat-é. Yén tombaang, padalema kari pada ngempahang legan keneh. Ten tombaang, ten sikutanga ngempahang legan keneh. Nyidaang masih kenyem-kenyem kapi ampun nanggu kiapné. “Baang malu guru negak.” Makejang pada nyamping. Negak gurun Wayahan Supaté. Lima kenawan gurun Wayahan Supaté nyekel inan lima kébot Wayahan Supaté. “Kadung uling cerik bantat. Suba ngelah kurenan, suba ngelah panak, nu masih bantat.” Ten léb-lébanga nyekel inan lima kébot Wayahan Supaté ané ten misi kuku nika. Bejel-bejela. Kuku ilang ulian ten dadi tombaang mapalalian pangereb. Mabet anteng lakar matulung nyahcah ubi kutuh, inan lima ané kébot bakat cetétin. Kari aget ten pegat, kuku dogén ilang. “Da ngagen mara uling lekad bakat sayangang. Sikutang kenehé ka awaké. Da ngado-ngadoang mentik di guminé.” Mendep Wayahan Supat. Kari ngempahang legan keneh, cara layangan maan daatan angin aris, ulurin benangé. Apang misi pepayasan langité. “Sing ada peraha panak ngamalunin Guru Rupaka. Panak mara dadi mati yéning suba tutug baana mapanauran tekén Guru Rupaka, tekén panglingsir ané numitis dadi sentana.” Sira kadén ngelah raosé, saru gremeng nanging sikut dingeha tekén Wayahan Supat, “Busan-busan aturang atmanné ka tunon, ka Prajapati, ka Dalem. Sing masih mati-mati.” “Nyanéh tiang idup!” Majejengking Wayahan Supat. -0-
I Made Suarsa
Satua
Nglestariang Seni lan Budaya Majalaran Sastra Bali
Satua I Belog Mantu (11) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) SUBA peteng, I Belog pesuanga ibanné uli ditu lantas ia mulih patut-patut. Mani semengané kema buin ia ka umah bapan Luh Sari, kéto masi cara ibi puané tan mari ngaba dedaaran. Sambilanga maciplakan, teked di lebuh umah bapan Luh Sariné ia magending abuku, “Don kacang kekara, don bausé dong kéto cang I Luh.” Mara kéto dingeha baan Ni Luh Sari I Belog magending buin teka, lantas ia ngomong tekén bapanné. “Bapa, ento apa I Belog teka, orahang Bapa ia amah macan.” Mara pegat munyinné kéto, bles teka I Belog di natahé mamunyi, “Bapa, das icang mati amah macan, dadi atin bapané ngendepang icang. Yén sing engkebang icang iban icangé ka tengah gulungan duké, dong lasia icang amaha baan macané.” Masaut bapan Luh Sari, “Ento dong cai di tengah gulungan duké bakat tegen bapa, beneh baat pesan.” Masaut I Belog, aa, icang bapa.” Buin mamunyi bapan Ni Luh Sari, “Da kéto baana, buin mani buin jumunin kema ka alasé ngalih duk nyak Belog?” masaut I Belog, “Api kéto icang nah Bapa.” Gelisang satua énggal, maniné pasemengan majalan ia buin ajaka dadua ka alasé ngalih duk buka ané ibi. Teked di alasé di tongos ngalih duk,mamunyi bapan Luh Sariné, “Belog, jani cai menek ngalap duké, bapa betén ngulungngulungin.” Masaut lantas I Belog, “Nah Bapa.” Suba kéto menek ia I Belog, teked di duur nektek duk ulunganga. Sabilang maan akakab ulunganga. Nah, ia bapan Luh Sari nuduk-nuduk betén, mapulih-pulih tekén I Belog. Masi kéto gulunga ibané baan duk, enota baan I Belog linglinga dogén. Bapan Luh Sari lantas kauk-kauk, “Belog, Belog, tulungin bapa énggal-énggal, bapa sarapa baan macané!” Masaut I Belog, “Pang ba amaha ba pangsan.” Buin mageluran bapan Luh Sari kabelog-belog. (Masambung)
SASTRAWAN I Made Suarsa yukti pantes ngamolihang penghargaan Seni Dharma Kusuma saking pemerintah Provinsi Bali. Mawit makudangkudang karya sastra Bali sané kawedar muktiang yéning dané setata mautsaha nglimbakang taler nglestariang seni lan budaya Bali majalaran sastra Bali. Lanang sané embas ring Sukawati, 15 Mei 1954 puniki sampun nelebin widang seni sastra salami tigang dasa pat warsa. Dané sampun seneng ring sastra mawit kantun nganjing ring Sekolah Menengah Pertama (SMP). Daweg punika dané sampun ketah nyurat puisi. Mawit ngranjing ring Fakultas Sastra (sané mangkin Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Udayana, Suarsa—sapunika dané ketah kasambat ngawit ngwedar asil karyannyané tur katerbitang marupa buku. Ring karya sastra sané kasurat, Suarsa ketah ngwedar indik rwa bhineda, indik becik kalawan kaon, iwang wiadin patut. Satios punika, asil karyandané taler macihna pisan. Dané ketah nyurat cerpén wiadin puisi antuk kruna-kruna sané murwakanti. Tegesnyané, kruna pangawit makanti sareng panguntat kruna. Punika sané ngawinang daging sesuratan dané setata lengut. Salami nelebin widang sastra, kurenan Ni Luh Gede Siti Aryani, wénten kirang langkung 33 karya sastra sané sampun katerbitang inggian buku Sastra Bali Purwa, Sastra Bali Anyar, Essai, Sejarah, miwah sastra tiosan. Minakadi; Amanat Geguritan
Purwa Sengara (1985), Prastanika Parwa lan Swargarohana Parwa (1999), Geguritan Pura Dalem Petasikan (2002), Pupulan Puisi Bali Anyar Gunung Menyan Segara Madu (2005), Pupulan Cerpen Merta Matemahan Wisia (2008), Pura Pande Catur Lepus (2009), Geguritan Dharma Tattwa (2013), Geguritan Siwaratri (2014), Pupulan Cerpen Calonarang (2015), Pupulan Cerpen Luh-luh (2016), Geguritan Denpasar lan Don Pasar (2017), Geguritan Arya Belog (2018), miwah akéh sané tiosan. “Wénten malih makudang-kudang buku sané pacang katerbitang, minakadi; Pupulan Palawakya, Kekawin Aji Palayon, Pupulan Cerpen Bali Anyar taler wénten,” baos sastrawan sané naen molihang penghargaan Sastra Rancage puniki. Penghargaan Sastra Rancage kapolihang sajeroning kategori buku-buku sastra daérah pinih becik ring Indonesia. Kekalih buku inucap luiré; Pupulan Puisi Bali Anyar “Ang Ah lan Ah Ang” (2005), miwah Pupulan Cerpen Gede Ombak Gede Angin (2007). Satios masesuratan, Suarsa taler aktif pinaka Pembina sekaa santhi ring makudang-kudang genah, pengasuh acara “Gegirang” pinaka utsaha pelestarian sastra Bali, taler aktif ring makudang-kudang organisasi ring wewidangan Banjar Tegalsari, Desa Tegal Harum, Denpasar. Dané mapangapti majeng para yowana mangda kayun tur sayan teleb nglestariang seni lan budaya pamekas majalaran karya sastra. “Mangkin akéh medal sastrawansastrawan anyar sané umandel, dumogi sayan nglimbak kawéntenan sastra Baliné,” dané nguntatin. (uma)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 17.eld*pisn/,
Lédang pisan, \ur;sib)tnß\áihin/,
Ngurah Sibetan manggihin, kip)mk×n/,
Ki Pemaksan, mbulu*mk)ds/,
mabulung makedas, m)cik*w)w\unen,
mecikang wewangunané, esotn&dedosæzu*su*,
sotaning dados panyungsung, kdih(sÁdipti,
kadi arsa Adipati, m\Сenshmtur,
Mangku Nésa amatura, rtudurus*mlu\á¡;, Ratu durusang malungguh, kli;denprbkÓ,
kalih dané para bakta, m\)ewd*,
mangewédang, spisnÐturnuægi,
sapisan katuran sagi, punÑ¡tnßiw;gibu\n/.
pundutan miwah gibungan.
Saking Langit Bali Tembang Réncé tembang réncé wirama suwung lunga miber ngambara ngepik sunar surya iring saron kadi apuhin tambet sungkanin pawana nyepih sungéngé tembang réncé manyuréré
Nengah Patra 1940
8
Minggu Umanis, 8 September 2019
Puisi Terakhir Untukmu
Balada Tentang Kodok Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
tidak lagi kutuliskan puisi sedih bait malang dalam percintaan atau penderitaan orang-orang yang kalah—yang tersisihkan kematian dan bencana yang tak kunjung sudah
ia lompati kembali kotak lantai itu sesekali diterjang kaki yang tak tangguh terhempas, terlempar keluar pintu terus ia simpan asa dalam perutnya yang gembung “ia hamil, tidak tau berapa bulan” masih melalang siang malam jika terbuka pintu, ia melompat diam-diam satu lompatan, satu kali pula diam
tidak lagi kutuliskan puisi melarat bait miskin yang tiada tanding atau keluhan paling pahit dalam hidup kehilangan, kepergian, dan kabar buruk sili berganti
di serambi rumah ia lewati segala petaka umpatan, kaget dan suara himbauan “katak itu masuk lagi, kali ini memikul anak di punggung” lArif Purnama Putra Padang, 2018
Dalam Diam dalam hening dan diam ada satu yang tak mampu kubuka angin menyelinap di sela jendela hatiku menabrak pikiran lalu kuungkap lewat syair dengan segenap makna jiwa hingga seluruh napasku terkuras habis : tapi kematian telah menjemputku
I Wayan Nuriarta
Perjalanan Burung Mengayuh sayap Melintasi gigir bukit Ke tanah- tanah pertaruhan Berkarib cuaca Remasan musim Yang kadang runcing melukai Semuanya dipertaruhkan Dalam kutuk cinta Dan ketabahan embun pada daun Memperdengar lagu kesetiaan Dalam suntuk pergumulan Tak kuasa tak henti Pundak sesak penghuni Menjulurkan paruh mungil Cericit itu Mendesingkan kepak Ke pucuk-pucuk senja Sampai gigil kaki menguning Cok. Padmanaba
lI Ketut Aryawan Kenceng
tidak lagi kutuliskan puisi yang membuat kau merana puisi yang setiap kau baca selalu menangis aku tidak sedang putus asa juga tidak sedang ngesah lantaran kau ada dalam puisiku aku percaya, ada atau tidak adanya kamu hidup akan terus berlanjut begitu sebaliknya, Nona lArif Purnama Putra Padang, 2018
Keberangkatan
lVito Prasetyo Malang, 2019
Merebak alir perih Hari yang meletuskan tajam sembilu Dan denting angklung menusuk lirih Merubuhkan air mata seribu pilu
Imanen kau membaca sebuah fiksi jika itu sebuah dongeng untuk dipercaya sebagai sebuah kisah nyata
Perjalanan abadi Melepas belenggu temali Sepenuhnya telanjang Menyisakan kelimun kenang
kau pun meyakininya sebagai sebuah fakta dari sebuah logika sebagai sebuah kebenaran
Keberangkatan yang pasti Menyusur sunyi paling sunyi Hutan rimba rahasia Pulang ke rumah purba Ke rumah bunga-bunga Kerumah cinta
kau pun tak pernah lagi percaya pada sebuah dogma sebagai sebuah keyakinan : keimanan yang teguh lNunung Noor El Niel Denpasar 17 04 2019
Menyamak telah kusamak hari-hari yang lewat seperti mengganti baju bleser tapi kau selalu mengukur garis celah buah dada hanya untuk menyusui endapan-endapan naluri purba sebagai ungkapan kesemuan semata
lI Ketut Aryawan Kenceng
Dalam Larik Sajak
jangan pernah kau dapat mendulang imajinasi jika setiap kata hanya kau ungkap seperti menyibak ujung gaun yang kukenakan tak akan pernah kau temukan keperempuananku di situ yang penuh dengan selaput-selaput rahasia diriku
dr. Ketut Ngurah
kecuali jika kau ingin menjelma kepompong yang kosong dan ulat yang tak pernah bersayap hingga kau hanya menggeliat dalam kemunafikan tanpa pernah kau menemukan jalan ke luar setiap jeratan-jeratan lendir yang membasahi hari-harimu untuk kau sesali sebagai sebuah pengingkaran
Perbaikan: pada edisi 18 Agustus 2019 terdapat kekeliruan penulisan nama Bajra Bagaskara pada gambar, yang seharusnya ditulis dr. Ketut Ngurah
Fotografi
Kupu-kupu Batik karya I Wayan Sumatika
lNunung Noor El Niel Denpasar – Juli 2019
serumpun bunga memancar larik indah beraroma bening tanpa semerbak di antara hijau daun berjalan mengarungi musim suatu saat, dalam kepenatan menjadi layu sesudah itu gugur, tanpa catatan bermakna seperti kita, menyingkap lara di batas aksara sajak bicara, sesudah itu mati lVito Prasetyo Malang, 2019
Menciptakan Keseimbangan dengan ”Rule of Odds” ISTILAH rule of odds atau aturan ganjil mungkin masih terdengar asing di telinga sejumlah penghobi fotografi, khususnya fotografer pemula. Namun, boleh jadi tanpa disadari mereka sejatinya sering menerapkan aturan komposisi satu ini. Rule of odds adalah aturan komposisi yang memosisikan jumlah objek dalam foto berjumlah ganjil. Komposisi ini juga bisa diperoleh dengan membingkai satu objek utama dengan dua objek di sekitarnya sehingga jumlah objek menjadi tiga untuk menciptakan keseimbangan dan harmoni secara visual. Komposisi rule of odds ini membuat foto tampil lebih dinamis dn menarik. Sebaliknya, ketika kita memilih objek dengan jumlah genap dalam foto, otak kita cenderung membuat mereka berpasangan, lalu memisahkan foto menjadi beberapa bagian dan membuat kita lebih sulit menatap foto dengan bebas. Sementara saat objek berjumlah ganjil, selalu ada sesuatu yang tertinggal dan objek tengah menjadi lebih diperhatikan. Lantas, kapan idealnya kita menerapkan komposisi rule of odds ini? Sejatinya, komposisi ini bisa
diterapkan pada genre fotografi apapun selama jumlah objeknya ganjil. Entah itu objeknya berupa manusia, binatang, pohon, bunga, dan objek lainnya. Idealnya, rule of odds diterapkan pada objek yang jumlahnya sedikit, seperti tiga dan lima objek. Ketika objek dalam foto lebih dari lima, mata kita cenderung akan melihatnya sebagai kelompok yang membuat kita lebih sulit untuk fokus pada satu objek tertentu dan tatapan kita terhadap foto berantakan. Intinya, penerapan komposisi rule of odds dalam fotografi perlu dilakukan karena mata manusia memiliki kecenderungan untuk bergerak menuju pusat dari suatu kelompok. Foto yang komposisinya dibangun oleh objek yang berjumlah ganjil memiliki satu pusat. Ini memungkinkan penikmat foto mengidentifikasikan objek utama sebelum mengarahkan mata mereka menuju keseluruhan gambar. Ada sejumlah cara menentukan komposisi foto dengan menggunakan rule of odds. Misalnya, mengatur tiga objek foto secara bersebelahan. Satu objek sebagai center, dan dua objek yang posisinya di luar berfungsi untuk menyeimbangkan titik fokus di
Sanghyang Jaran Attraction karya I Wayan Sumatika
Ngaben Nusa Penida karya I Ketut Raka Bujangga tengah. Pengaturan ketiga objek itu bisa dilakukan secara vertikal maupun horizontal. Anda juga bisa mengatur ketiga objek tersebut dalam formasi segitiga. Sedangkan untuk objek yang jumlah lebih banyak dari tiga dan lima, misalnya sembilan objek, bisa dibagi secara visual menjadi tiga kelompok dengan jumlah objek
di masing-masing kelompok tiga. Tentunya, pengaturan seperti ini akan menghasilkan lebih banyak perpaduan pada komposisi. Tentunya, imajinasi dan kreativitas fotografer dalam menerapkan komposisi rule of odds ini akan sangat menentukan hasil akhir atau kualitas dari foto tersebut. (ian)
Aktivitas Nelayan Kampung Blekok karya I Ketut Raka Bujangga
Minggu Umanis, 8 September 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Sopir untuk Kantor PT. Korea Travel Hub.081338060220
Sardine Restaurant Looking for Hostess and Gardener Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com
Dibutuhkn Pembantu RT(Pengasuh Anak,di Dps Hub:081916304114
B.BP.001.09.19.0000243
Dicari Tkng masak utk daerah Amed Karangasem,Gaji bersih 1,5jt, Hub.081805599263 B.BP.001.09.19.0000175
Dibthkan Segera Ast.Apoteker & Kasir/Front Liner Wanita Utk Klinik Kulit. Hub:081238205400 B.BP.001.09.19.0000086
DIJUAL RUMAH
B.BP.154.09.19.0000242
B.BP.001.09.19.0000261
Dicari Pembantu Rumah Tangga segera Hub:081238226287 B.BP.004.09.19.0000268
Dicari SPG,Barista,Serabutan u/ Kopi Luwak Hub.085100619419 B.BP.001.09.19.0000252
Dicari:Tng Dinas Luar Pria Usia 25-35thn Hub.082298889086 B.BP.031.09.19.0000272
Dicari PRT tdr dlm,Gaji 1,7jt Dps Timur Hub.08129229286 B.BP.154.09.19.0000274
SERVICE
Looking for Spa therapist n Beautician for a Spa In Country Maldives,salary negotiable, Interested pls contact Bu Ketut 08123890647 Email: reyyy_2003@yahoo.com B.BP.001.09.19.0000229
Dcr Sopir u/ Suttle ,Gj. UMK+ Bns,Royal Orchid,T. 08214470889 B.BP.001.09.19.0000280
SMK Akr A di Dps Bth:-Driver -Programer,-Manager Koperasi, -Staf LPS,Syarat Min:SMK,Team Work,Fokus HR Menarik N Keluar Kota/Negeri Gratis Hub:tugasbali@70889yahoo.com B.BP.803.09.19.0000196
BIRO JASA
Dcr Senior Staff u/villa Prbdi yang mewah, lokasi di Canggu berpengalaman hotel dan kapal pesiar, bisa kerja mandiri dan bs. Bhs.Inggris, Hb.081337775758 B.BP.001.09.19.0000281
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DISEWAKAN RUMAH
Dijual Rmh minimalis Tbn 50/72 Hrg 300Jtan Hub.081936797472
Dikon.Rmh Jl.Tangkuban Perahu Padang Asri V/2 H:081236435444
B.BP.004.09.19.0000273
Jual Rmah Tnh 200m2,5KT,mobil Jl.Tegal Sari Gg.Tunjung No.15 Biaung-Denpasar. Kas / Kredit dibantu KPR Hub:081296073775 B.BP.004.09.19.0000247
PROPERTY
B.BP.001.09.19.0000262
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tanah 2 Are Pegending, 2ADama,DalungH:082147454248 B.BP.001.09.19.0000275
DIJUAL TANAH
Djl Tanah 20A Dkt Obyek Wisata Ceking Terrace Tegallalang Pemilik Lngsng Hp.087863202843 B.BP.001.09.19.0000263
PROPERTY KONTRAKTOR
Servis vila/rmh, borng bangunan design,ijin IMB,081239902757 B.BP.004.09.19.0000060
Fortuner VNT,TRD,AT 2013,Putih Tgn 1, Ex Dokter 081237873200
3KT,2KM,garase, Jl.Karangsari V/16 Gatsu Brt,WA:08123882193
Dijual, sebidang Tanah SHM, Luas 20 Are/2000 M2,lokasi di Ungasan, belakang patung GWK. Hub.Kadek, HP 081916362573. TP
Hilang BPKB NO.A9321074-O DK5067 CL.AN.Putu Ari Wismarni
B.BP.001.09.19.0000226
B.BP.004.09.19.0000270
B.BP.004.09.19.0000250
B.BP.001.09.19.0000231
TOYOTA
RUPA-RUPA
DISEWAKAN RUMAH
DIJUAL MOBIL
KEHILANGAN
10
Minggu Umanis, 8 September 2019
Mendatar: 1. Pensil yang isinya hitam tebal 6. Tidak dapat melihat dengan jelas 9. Cangkul 10. Perempuan ; Anak wanita 11. On the road 12. Lugut ; Selara 13. Pengubah aliran listrik bolak-balik 15. Keras dan berpengaruh cepat 17. Wanita tuna susila 20. Pemain piano 23. Tanaman hias mirip pakis 25. Sarang laba-laba 28. Layar wayang 31. Nanah dalam rongga paru-paru 33. Tidak jadi ; Batal 34. Jalur yang dilalui suatu obyek disekitar obyek lainnya 35. Kota terbesar ke-4 dunia 36. Dibalik ; Istri cadangan raja ; Gundik 38. Olahragawan 39. Batu ubin 40. Tempat pembakaran ; Perapian Menurun: 1. Modal dalam perniagaan 2. Titi nada 3. Seri cerita 4. Lagu kalimat 5. Tepat benar ; Cermat 6. Pengabuan jenazah 7. Salah satu taman laut indah di Indonesia 8. Singkat dan padat 14. PNS 16. Ilmu pengetahuan sosial 18. Anak 19. Merek spiker terkenal 21. Diulang ; Merek minuman ringan 22. Ikatan dokter Indonesia 23. Merek susu bubuk 24. Terhentinya haid secara abnormal 25. Pembungkus tongkol jagung 26. Bodoh ; Pandir 27. Tidak terikat ; Bebas ; Tidak memihak 28. Kafetaria atau restoran yang menjual juga minuman keras dan anggur dan dihibur oleh penyanyi dan penari. 29. Sampah 30. Sutradara 32. Transportasi air 37. Jalur lalu lintas
Pelaksanaan Kegiatan PKM
Pengabdian Kesehatan di Desa Kerta KEGIATAN Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan kegitan rutin yang dilakukan setiap tahun oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kes-
ehatan (FKIK) Universitas Warmadewa. Pada 2019 ini, kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Kerta, Payangan, Gianyar. Pelaksanaan kegiatan di Desa Kerta ini di-
latarbelakangi oleh hasil pelaksanaan kegiatan Post Graduated Couse (PGC) mahasiswa FKIK Unwar tahun 2018, yang menemukan adanya permasalahan tumbuh kembang dan
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.
(Redaksi)
MANUSA YADNYA
gizi pada balita di Desa Kerta. Pelaksanaan kegiatan ini juga mendukung perwujudan visi misi Kecamatan Payangan, Gianyar yaitu mewujudkan “Gianyar layak anak”. Tema kegiatan pengabdian tahun ini yaitu “Pemberdayaan Kelas Balita Sadar Tumbuh Kembang dan Gizi Seimbang pada Kader Posyandu, Desa Kerta, Payangan, Gianyar”. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 21 Agustus 2019, bertempat di Kantor Desa Kerta. Adapun ketua pelaksana kegiatan ini yaitu dr. Putu Nita Cahyawati, M.Sc., yang merupakan staf dosen Bagian Farmakologi dan Farmasi FKIK Unwar. Kegiatan diikuti oleh Bidan Desa, Kader Bina Keluarga Balita (BKB), dan Kader Posyandu perwakilan dari masingmasing banjar di Desa Kerta. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada kader Posyandu dan BKB tentang pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, serta prinsip gizi seimbang. Hal ini tentunya bertujuan agar Kader dapat mendeteksi adanya gangguan tumbuh kembang sedini mungkin, sehingga dapat mencegah
OTONAN - Keluarga Nyoman Djanuartha dan Ni Ketut Sariani menggelar upacara tiga otonan putranya pada Jumat (6/9). Upacara dilaksanakan di Jalan Surabi, Gg 1 No. 6 Kesiman, Denpasar. CMYK
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 412 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 14 September 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 22 September 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 410 Mendatar: 1. VIOL 3. SIRAP 5. KAIL 7. IRI 8. RAI 9. RIBA 11. NAFTA 13. NIAT 14. ARAB 15. NPA 16. KUIS 18. TRINIDAD 20. RAO 21. ASS 22. SAKLEK 26. ANGGAR 30. ANE
31. NET 32. NYANGKIH 34. PING 35. ART (Asisten
Rumah Tangga)
36. DAUN 38. LAKU 39. SALTO 40. AGNI 41. AJI 42. NAN 43. KPPS 44. SIUNG 45. GAIN
Menurun: 1. VARIETAS 2. LIAR
kejadian stunting pada anak dan balita di Desa Kerta. Stunting merupakan suatu kondisi kekurangan gizi kronik yang menyebabkan tinggi badan anak jauh lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh PJS Kepala Desa Kerta, Bapak I Wayan Tempo yang sekaligus membuka acara pada hari tersebut. Pada kegiatan ini dilakukan penyampaian materi tentang tumbuh kembang balita dan gizi seimbang, serta pemutaran video edukatif pengukuran panjang badan, tinggi badan dan pengukuran berat badan anak sesuai dengan ketentuan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pengukuran panjang dan berat badan pada balita. Penyampaian materi dilakukan oleh dr. Dewa Ayu Ratna Juwita, S.Ked., yang merupakan staf bagian IKKIKP FKIK Unwar. Kegiatan ini juga mengikutsertakan beberapa mahasiswa FKIK Unwar, agar mahasiswa dapat sedini mungkin berinteraksi dengan masyarakat khususnya Kader Posyandu maupun BKB. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara
3. SINBAD 4. PRAKARSA 5. KINGKONG 6. LOTUS 10. BAKIAK 12. FUNDAMENTAL 17. IMLA 19. IDE 23. AMOI 24. LENGKUAS 25. KATARSIS 27. NMN 28. GAKANG 29. R A H A D I A N (Reza Rahadian) 33. ANDONG 34. PELIK 37. UANG
berkesinambungan sebagai bentuk perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi Civitas Akademika FKIK Unwar, di bawah pengawasan Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Pemenang TTS No. 410 1. Ni Putu Indah Setia Dewi Br.Anggasari, Desa Ekasari, Kec.Melaya, Kab.Jembrana (HP:089-690-824-XXX) 2. Ketut Yuda Jayastawan Kampus Bukit Jimbaran, Fak.Hukum, UNUD, Kab.Badung (HP:085-792-768-XXX) 3. Dewa Ayu Darma Yanti Br.Dinas Beluhu Kauh, Desa Tulamben, Kec.Kubu, Kab.Karangasem (HP:087-861-111-XXX) 4. I K o m a n g A d i a r s a n a Br.Dinas Sembung, Desa Tembok, Kec.Tejakula, Kab. Buleleng (HP:085-237-619-XXX) 5. I Gede Putu Sucipta Jl.Kumara Sari Gang Kepiting 2, Kuta Selatan, Kab.Badung (HP:085-338-211-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : NI NYOMAN SWANTINI Alamat : J l . Tu n j u n g Ta n g i No.123, Br.Dinas Akta, Kec. Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-238-009-XXX)
(UP2M) FKIK Unwar. ldr. Putu Nita Cahyawati, M.Sc .Staf dosen Bagian Farmakologi dan Farmasi FKIK Unwar
Minggu Umanis, 8 September 2019
Soal LHKPN
Juara Pemilihan Siswa dan Guru Ajeg Bali 2019 Siswa Ajeg Bali Tingkat SD Juara I : I Kadek Angling Kenaka Baswara Wijaya/SD Saraswati 3 Denpasar Juara II : I Putu Galih Adi Manggala/SD Saraswati 5 Denpasar Juara III : I Dewa Ayu Putu Sashika Arthakirana/SD Saraswati 1 Denpasar Harapan I : Gusti Ayu Diah Prabaswari/SD Saraswati 5 Denpasar Harapan II : Putu Sri Pratiwi/Siswa SD Negeri 4 Kampung Baru Harapan III : I Gusti Ayu Andhini Iswari/Siswa SD Negeri 8 Dauh Puri Siswa Ajeg Bali Tingkat SMP Juara I : Pande Komang Purnama Cahyani Putri/SMP PGRI 2 Denpasar Juara II : Dewa Ayu Dyana Santi Sahadewi/SMP Negeri 2 Semarapura Juara III : Ni Luh Komang Sekar Kumala Dewi/SMP PGRI 5 Denpasar Harapan I : Sang Ayu Rania Calista Astarina/SMP Negeri 3 Denpasar Harapan II : Putu Cening Chaya Kalpika Samahita Wijaya/SMP Negeri 1 Denpasar Harapan III : I Gusti Agung Adinda Maheswari/SMP PGRI 3 Denpasar Siswa Ajeg Bali Tingkat SMA Juara I : Komang Ayu Anom Swandewi/SMA Negeri 3 Denpasar Juara II : I Kadek Candra Parmana Wiguna/SMA Negeri 1 Kuta Juara III : I Gede Bagus Windu Yoga Ananda/SMA Negeri 4 Denpasar Harapan I : Agung Mirah Prayoga/SMA Negeri 3 Denpasar Harapan II : I Gede Luvy Hermawan Valdan/SMA Negeri 4 Singaraja Harapan III : Ni Komang Septi Andani/SMA Negeri 1 Negara Guru Ajeg Bali Tingkat SD Juara I Juara II Juara III
BPM/025
JANGER - Ospek IKIP PGRI Bali, Sabtu (7/9) kemarin, ditutup dengan pentas seni mahasiswa baru (maba). Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., mengaku semua penampilan pentas seni maba luar biasa mendukung visi sebagai kampus pusat pendidikan karakter, seni, dan budaya Bali. Tampak maba FPBS sedang majangeran.
Juara I
: Desak Nyoman Agung Wulan Rosmithasari, S.Pd.B., M.Pd., SMA Negeri 3 Denpasar Juara II : I Komang Warsa, S.Pd., M.Si., M.Pd./SMA Negeri 1 Rendang Juara III : I Gede Arum Gunawan, S.Ag./SMA Negeri 1 Tabanan Harapan I : I Wayan Phala Suwara, S.Pd.H., M.Pd./SMA Negeri 3 Denpasar Harapan II : Drs. Putu Sumandi Yasa, M.Si./SMA Negeri 4 Singaraja Harapan III : Ni Wayan Diah Juni Ashari, S.Pd.B./SMK PGRI 5 Denpasar
Karena kembar, keduanya sering meraih juara tari berpasangan. Kedua seniman dan keduanya memilih menjadi guru, hanya saja tempat tugasnya berbeda. Desak Agung menjadi guru SMAN 3 Denpasar dan Desak Ratih di SD Lab Singaraja. Dari segi kelahiran Desak Made Agung Ratih adalah sang kakak dan Desak Nyoman Agung Wulan adalah adiknya. Keduanya putri kedua dan ketiga pasangan I Dewa Gede Kertawidana dan Anak Agung Ketut Kendrawati, S.Pd., M.Pd. yang dilahirkan 5 Februari 1992. Karier Desak Agung Wulan diawali dari kesuksesannya meraih predikat cumlaude di IHDN Denpasar mengantarkan Desak Agung Wulan menjadi
guru di SMA Negeri 3 Denpasar sampai saat ini. Dia dikenal aktif sebagai pembina lomba pada bidang bahasa Bali, menjadi tim penilai lomba masatua tingkat SD dan kebanjiran job di tempat lain mulai dari masatua Bali, MC bahasa Bali, pidarta, dan nyurat aksara Bali. Menjadi seorang guru bahasa Bali, tidak hanya berperan dalam bidang non-akademis yang mengutamakan budaya, namun untuk akademis perlu diperhatikan. Dia meraih juara II Lomba Pembuatan Media Presentasi Pembelajaran Guru SMA/SMK Tingkat se-Bali dan aktif melakukan penelitian dan terbukti menorehkan prestasi finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Guru dalam rangka Denpasar Festival tahun 2018 dan penulis artikel SEMBADA. Dia juga guru Pasraman Wandhira Widyasrama Br. Kedaton Sumerta dari
I Kadek Angling Kenaka Baswara Wijaya adalah nama lengkapnya. Angling- begitu dia akrab disapa merupakan putra kedua dari pasangan I Ketut Artawan, S.T. dan Luh Putu Eka Suyanti, S.Sos.
“Kalau Presiden Jokowi konsisten dalam memperbaiki bangsa ini, idealnya beliau memerintahkan menterinya untuk duduk bersama para anggota DPR membahas RUU KPK,” katanya. KPK merupakan suatu lembaga di hulu yang menyadarkan orang-orang agar tidak berlaku koruptif dan bukan menunggu di hilir untuk menangkapi siapasiapa yang korupsi. “Di sini, kita jangan berburuk sangka bahwa RUU ini kepentingan siapa, tetapi yang harus dipahami bahwa RUU yang sekarang itu eksistensinya jauh lebih komprehensif dibanding UU KPK yang lahir sebelumnya,” kata Bambang. Bambang mengatakan revisi UU KPK sekarang jauh lebih komprehensif dibanding UU KPK sebelumnya. Atas dasar itu, RUU KPK yang komprehensif adalah sebuah keharusan demi perbaikan negeri ini ke depan. “Hemat saya, Bapak Presiden Jokowi agar tidak setengah hati dalam menyikapi persoalan RUU KPK ini. Segera memerintahkan menterinya untuk membahas RUU tersebut bersama DPR untuk segera disahkan,” katanya. Merasa Heran Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, merasa heran dengan penolakan dari pimpinan KPK mengenai revisi UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. Dia mengatakan, seharusnya KPK menerima adanya revisi tersebut. Sebab, kata Masinton, KPK merupakan pelaksana undang-undang, berkewajiban
yang sudah menyukai kesenian Bali dari sejak kecil. Selain masatua Bali, Angling juga sangat menyukai kesenian tari kreasi Bali dan menyanyi lagu Bali. Banyak ajang perlombaan yang pernah dikuti. Banyak juga prestasi yang diraih di bidang akademik maupun
nonakademik. “Selain itu, saya juga pernah mengikuti perlombaan pantomim tingkat nasional dan berhasil meraih juara II tingkat provinsi dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2017,” katanya dengan bangga. Selain itu, Angling juga per-
kur bisa mempertahankan prestasi di sekolah sebagai bintang kelas dari kelas I sampai kelas IV. “Saya sangat bersyukur mendapat pengalaman yang berharga di ajang pemilihan Siswa Ajeg Bali 2019 yang diselenggarakan oleh Bali Post,” tandasnya. (sue/suk)
Pendidikan Budaya
Pendidikan budaya yang diajarkan di asram memberikan warna kehidupan serta modal mencapai kesuksesan. Saat ini selain aktif sebagai guru agama dan budi pekerti, guru yoga, staf kesiswaan di SMP Dwijendra Denpasar, perempuan kelahiran Desa Karangsari, 1 Juli 1981 ini juga aktif menjadi instruktur yoga. Mulai dari perkumpulan yoga di banjar, bank, serta beberapa studio yoga di Denpasar. Hal ini menjadikan kecintaannya akan budaya Bali memberikan kontribusi kepada SDM Bali. Dia selalu aktif di berbagai kegiatan sanggar, membina anak-anak dari berbagai bidang talenta siswa. Salah satu dari berbagai bidang binaannya di antaranya pernah meraih juara I Utsawa Dharma Widya Tingkat Nasional di Palembang, Sumatera Selatan tahun 2017, juara II Utsawa Dharma Widya di
tahun 2014 – sekarang hingga Pemilihan Penyuluh Agama Hindu Berprestasi tahun 2015. Desak Agung Wulan juga menjadi Teruni Fakultas Dharma Acarya Tahun 2013/2014, juara III Palawakya Putri UKM Dharmagita Bali, juara harapan I Tari Kembang Girang se-Badung dan Denpasar, juara I Tari Jaranteji PSR 2008, juara 1 Penari Baleganjur Puputan Badung Penari ASEAN Beach Game, participant of Paper Competition 2009 in medical science and application competition. Juara I Tari Legong Keraton PSR, juara I Gong Kebyar Anak-anak Kota Denpasar, dll. Kecintaan saya terhadap budaya Bali, merupakan suatu perjuangan dan pengorbanan dengan modal ngayah untuk tetap menjaga dan melestarikan kekayaan alam Bali salah satunya budaya. Selain sebagai pelaku, saya sangat bangga
Jokowi Mesti Konsisten KPK untuk mengikuti setiap UU yang dibuat oleh anggota legislatif. “KPK itu pelaksana undangundang, institusi-institusi negara lainnya adalah pelaksana undang-undang, dipayungi undang-undang. Undang-undang dibahas secara bersama-sama DPR dan presiden. Bisa dibayangkan kalau institusi yang akan direvisi undang-undangnya melakukan cara-cara konyol seperti yang dilakukan oleh beberapa pimpinan KPK,” tutur Masinton di sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (7/9) kemarin. Masinton kembali menegaskan bahwa KPK harus patuh terhadap undang-undang, termasuk dalam proses revisi UU
nah dilibatkan dalam sebuah film garapan mahasiswa ISI Denpasar sebagai pemeran utama dalam film yang berjudul ‘’Kelangen’’. Meskipun aktif mengikuti kegiatan non-akademik di luar sekolah, tetapi Angling tidak melupakan pelajaran di sekolah dan bersyu-
Tari Kreasi
: Drs. I Dewa Ketut Putra/SD Saraswati 5 Denpasar : I Made Sukarda, S.Sn./SD Saraswati 3 Denpasar : Ni Made Wulan Tisandi, S.S./SD Saraswati 3 Denpasar
Harapan I : Putu Ayu Sri Kumala Dewi, S.Sos./SD Saraswati 3 Denpasar Harapan II : Dra. Ni Wayan Putu Suartini/SD Saraswati 5 Denpasar Harapan III : Desak Nyoman Purnama/SD Saraswati 4 Denpasar Guru Ajeg Bali Tingkat SMP Juara I : Ni Nyoman Maryani, S.Ag., M.Pd.H./SMP Dwijendra Denpasar Juara II : Pande Nyoman Budiarta, S.Pd., M.Pd./SMP Negeri 2 Semarapura Juara III : Ni Gusti Ayu Putri, S.Pd./SMP PGRI 5 Denpasar Harapan I : Ni Wayan Sariani, S.Pd., M.Hum./SMP Negeri 1 Kuta Selatan Harapan II : I Gusti Ayu Eka Damayanthi, S.Pd., M.Pd./SMP Negeri 1 Denpasar Harapan III : Ayu Sri Wahyuni, S.Pd./ SMP PGRI 2 Denpasar Guru Ajeg Bali Tingkat SMA
Di antara yang lolos adalah Komisioner KPK Alexander Marwata, anggota Polri Firli Bahuri, auditor BPK I Nyoman Wara, jaksa Johanis Tanak, advokat Lili Pintauli Siregar, akademisi Luthfi Jayadi Kurniawan, hakim Nawawi Pomolango, akademisi Nurul Ghufron, PNS Sekretariat Kabinet Roby Arya, dan PNS Kemenkeu Sigit Danang Joyo. KPK menyebut jika di antara mereka masih ada yang tidak memenuhi LHKPN. Bahkan, KPK mengatakan kalau di antara mereka terdapat
calon yang masih dalam proses penegakan kode etik di KPK. Samad berpendapat, bola panas terkait capim KPK juga berada di tangan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, presiden sebenarnya bisa saja mengembalikan puluhan nama itu ke Pansel. Begitu juga dengan DPR yang telah menerima sepuluh nama capim KPK dari presiden. Dia mengatakan, DPR bisa saja menolak hasil seleksi Pansel. “Tapi menurut saya yang paling tepat adalah Presiden membentuk Pansel baru atau kalau DPR paham UU maka DPR harus menolak karena itu cacat yuridis,” kata Abraham. (kmb)
KPK yang diketahui memang merupakan hak anggota dewan. “KPK itu dilantik berdasarkan sumpah negara,” tandasnya. Diberitakan bahwa Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dengan tegas menolak Revisi Undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang KPK yang kini sudah menjadi inisiatif DPR. Saut menilai dengan disetujuinya revisi tersebut dapat melemahkan fungsi kinerja KPK. Hal itu disampaikan Saut, saat ikut aksi yang dilakukan Wadah Pegawai KPK menolak capik KPK yang memiliki rekam jejak buruk dan Revisi UU KPK di Lobi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat lalu. (ant)
Tingkat Kota dan Provinsi Bali tahun 2018 dan 2019, juara I Kramaning Sembah Tingkat Provinsi Bali, juara I lomba yoga kategori guru Tingkat Provinsi Bali, dan masih banyak lagi kegiatan binaan yang mendapatkan prestasi sangat baik kepada anak-anak sebagai wujud bhakti sebagai pendidik. Bahkan, Kepala SMP Dwijendra, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., mengakui Maryani adalah guru serbalengkap dalam ajeg Bali. Selaku guru Agama Hindu dan budi pekerti sebagai tugas dan tanggung jawab yang sangat pokok, Maryani belajar memberikan bimbingan yang terbaik kepada setiap peserta didik serta generasi muda ke depannya agar tetap menjaga, memperkuat fondasi diri sebagai penguat karakter, mencintai budaya, mempertahankan serta melestarikan apa yang kita miliki. Tentunya hal ini diperlukan di era digital evolusi industri 4.0. Pada era ini, kata
dia, seluruh generasi muda harus memiliki fondasi yang kuat, menguasai talenta sehingga nantinya tidak tergerus oleh perkembangan zaman, mampu berbikir kritis, dapat memilah pengaruh asing yang dapat merugikan budaya Bali yang adiluhung. “Di setiap kesempatan, saya aktif di berbagai kegiatan sosial, panggilan jiwa membuat saya selalu berbagi kasih bagi masyarakat dan generasi anakanak yang kurang beruntung, serta mendukung program pemerintah yang sangat bagus yakni Nangun Sad Kerthi Loka Bali. Program yang luar biasa ini dapat diwujudkan secara sadar oleh seluruh masyarakat Bali tentunya akan menjadikan Bali yang harmonis secara sekala dan niskala. Segala dedikasi dan keberhasilan yang didapatkannya, kata dia, semata-mata hanyalah sebagai sembah bhakti dalam pengabdiannya sebagai bentuk karma dalam bidang social
worker. Dia merasa ada pengalaman yang tak ternilai harganya yang diberikan Bali Post mengikuti Pasraman Guru Ajeg Bali tahun 2019 baik menambah pengetahuan, wawasan, serta rasa persaudaraan yang memperkuat Maryani untuk mempertahankan serta selalu menjaga kelestarian budaya Bali. Para instruktur memberikan kontribusi yang luar biasa bagi dirinya, ke depan semoga alam Bali terjaga dan selalu harmoni dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dewa Ketut Putra Sementara itu, untuk juara I Guru Ajeg Bali 2019 tingkat SD diraih guru SD Saraswati 5 Denpasar, Drs. I Dewa Ketut Putra. Guru asal Payangan ini banyak berkiprah di sekolah dan kemasyarakatan. Makanya guru IPS SD Saraswati 5 Denpasar ini memiliki moto ‘’Hidup sederhana dengan karma yoga merupakan pengamalan Pancasila’’.
Di antara finalis dewan juri banyak memberi penilaian bagus bagi Dewa Ketut Putra karena tekun dan kuat meditasinya. Dia juga kreatif menciptakan dekorasi ala ajeg Bali berupa hias gapura untuk upacara adat di Bali. Ternyata guru ini juga sempat menikmati kehidupan dan menjadi guru di Sulawesi Tengah sejak 1993. Di antaranya Sekretaris PHDI Kecamatan Pagimana, Budemo Luwuk, Sulteng. Juga mendirikan SD dan menjadi guru SMP di Sulteng. Baru setelah 1996, kiprahnya berada di Bali. Di antaranya berupa Sekretaris Desa Adat Geria, Payangan. Sejak tahun 2000, I Dewa Ketut Putra mengawali karier menjadi guru di SD Saraswati 5 Denpasar. Selain menjadi guru, dia juga aktif sebagai sekaa gong di desanya, menjadi bendahara Maha Gotra Tirta Harum Payangan serta aktif dalam bebanjaran. (sue/suk)
dipercaya dan diajak berkecimpung dalam misi-misi budaya sehingga mampu berkarier dan mengabdi untuk Bali khususnya Budaya Bali. “Cintai Alam Bali, Jaga dan Sayangi Budaya Bali”. Sementara itu, saudara kembarnya, Desak Ratih juga memiliki sugudang prestasi yang sama karena di mana Desak Agung Wulan tampil dia juga di dalamnya. Keduanya memiliki hobi menari yang selalu dipasangkan dalam tari berpasangan. Keduanya juga sempat menekuni dunia tabuh yakni magender wayang ketika duduk di bangku SMA sehingga mengikuti ajang Pemilihan Teruna-teruni Denpasar. Ini menyita perhatian awak media sehingga kami langsung di-shoot dan esok harinya ditayangkan di Bali TV, padahal saat itu kali pertamanya unjuk
kebolehan magender wayang di depan umum. ‘’Sungguh merasa bangga terlahir menjadi anak kembar serta memiliki tujuan yang sama untuk men-
gajegkan budaya Bali lewat kesenian. Terlahir dalam keluarga seni membuat kami yakin bahwa sesungguhnya kekayaan budaya Bali yang dimiliki oleh
Pulau Bali sudah barang tentu harus tetap dijaga dan dilestarikan supaya tetap ajeg,’’ ujar Desak Ratih dan Wulan. (sue/suk)
Tari Berpasangan
Minggu, 8 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah Padudusan Agung, Menawa Ratna Tawur Mesapuh Agung (3) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Aero Pemula Murni Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Kartun Ball Krishna(1) Belajar Menggambar
10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita
Menggambar Rumah Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Mahadewi Yoga Untuk Kesehatan Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah Padudusan Agung, Menawa Ratna Tawur Mesapuh Agung (4) Ocydia Home Shopping WirasaPeduli Sesama Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV
16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Seputar Bali Terkini Harmoni Bali Kenali Gejala Tumor Rahang Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Mang Senior dan Sonia Indi Band Generation Laras Kedina, Navigatra Band Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Tanjung Benoa (5) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song
MINGGU Umanis, 8 september 2019
Nadal Bidik Gelar Ke-19 Grand Slam New York –
Petenis Spanyol, Rafael Nadal melaju ke final AS Terbuka untuk kali kelima sepanjang kariernya. Tiket final digenggam Nadal setelah menaklukkan petenis Italia, Matteo Berrettini pada laga semifinal Sabtu (7/9) kemarin. Petenis berusia 33 tahun tersebut butuh 2 jam 34 menit untuk menyudahi perlawanan Berrettini. Rafael Nadal menang dalam tiga set 7-6, 6-4, 6-3. Di final Nadal akan berjumpa petenis bad boy, Daniil Medveded. Dia melaju ke final setelah mengalahkan unggulan kelima, Grigor Dimitrov dengan skor 7-6, 6-3. “Set pertama membuat frustrasi dengan seluruh break point yang ada. Saya sedikit beruntung saat tiebreak,” kata Nadal mengenai pertandingannya kontra Berrettini. “Setelah itu pertandingan berubah. Saya sangat senang kembali ke final AS Terbuka.
Berrettini pemain muda. Dia punya segalanya. Dia telah menjadi pemain hebat, salah satu yang terbaik di dunia,” imbuh Nadal. Dengan hasil ini, Rafael Nadal berpeluang makin mendekati rekor koleksi gelar grand slam Roger Federer, yaitu 20 titel. Saat ini Nadal telah mengoleksi 18 gelar. Jika berhasil memenangi AS Terbuka, Nadal hanya akan terpaut satu titel dari Federer. Menghadapi Rafael Nadal,
Medvedev menyadari tantangan berat di depannya. Namun dia berusaha optimistis menghadapi pertandingan besar tersebut. “Dia salah satu pemain paling solid di Tour, menikmati musim panas yang mengesankan,” kata Medvedev. “Saya butuh berada dalam kondisi terbaik. Final ini berarti besar buat saya, karena bisa kembali setelah momenmomen sulit pada awal musim ini,” tutur Medvedev. (afp)
BPM/afp
MENANG - Rafael Nadal merayakan kemenangannya dalam laga semifinal melawan Matteo Berrettini Sabtu (7/9) kemarin.
Timnas U-19 Indonesia Ditekuk Iran 4-2 Bekasi (Bali Post) Tim nasional U-19 Indonesia ditekuk Iran dengan skor 4-2 dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/9) kemarin. Gol-gol Iran dicetak oleh Yasin Salmani (16’, penalti), Ali Sobhani (51’), Aria Barzegar (57’) dan Mahdi Hasemnezhad (61’). Sementara gol Indonesia dibuat oleh Muhammad Fajar Fathur Rachman (47’) dan Amiruddin Bagus (86’). Dalam pertandingan tersebut, pelatih timnas U-19 Indonesia
BPM/ant
BEREBUT - Pesepak bola timnas U-19 Indonesia Beckham Putra Nugraha (kedua kiri) berebut bola dengan dengan pesepak bola timnas U-19 Iran Yasin Salmani (kanan) pada pertandingan persahabatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/9).
Mundur dari Pelatnas TIAP atlet pasti mendambakan menghuni Pelatnas, demi memajukan kariernya di bidang olahraga. Namun sebaliknya, bagi judoka Kota Denpasar, Fania Farid harus mengajukan surat pengunduran diri dari Pelatnas. Maklum, Fania Farid dihadapkan masalah dilematis antara menghuni Pelatnas atau terjun di Porprov dan Pomnas. “Saya memang berat hati dan sedih meninggalkan Pelatnas, karena rekan-rekan di Pelatnas sangat akrab dan seperti keluarga,” ungkap pejudo kelahiran Denpasar, 1 September 2001 ini. Akan tetapi, Fania Farid lebih mementingkan membela Denpasar di ajang Porprov, serta mengusung bendera Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di ajang Pomnas. “Saya lebih me-
mentingkan membela kota kelahiran dan bersyukur bisa menyumbang emas di kelas +78 kg untuk Denpasar di Porprov XIV ini,” tutur mahasiswi semester I Penjas UNJ ini. Rencananya Vania balik ke Jakarta pada Minggu (8/9) ini, dan langsung bergabung bersama atlet UNJ yang akan terjun di Pomnas. Fania sendiri dipanggil Pelatnas sejak Januari 2018. Bahkan dirinya sempat berguru ke Jepang bersama atlet Pelatnas pada A g u s tus lalu. Fania jika menerima bonus Porprov untuk biaya kuliah. “Semoga ada hikmahnya saya mundur dari Pelatnas demi mengibarkan bendera Denpasar dan kampus UNJ,” ucapnya. (nel)
Fakhri Husaini m a y oritas menurunkan para pemain pelapisnya di Piala AFF U-18 2019 sejak awal, seperti Saddam Gaffar, Theo Numberi, Risky Muhammad, dan Bayu Mohamad Fiqri. Tidak ada pemain-pemain andalan layaknya si kembar Amiruddin Bagus, Amiruddin Bagas, Sutan Zico dan David Maulana. Pertandingan berlangsung dengan tempo relatif sedang menit pertama. Bola lebih banyak berkutat di lini tengah. Bencana datang untuk Indonesia di menit ke-14 ketika sang kapten Rizky Ridho melakukan pelangga-
ran di kotak penalti. Wasit langsung memberikan tendangan penalti kepada Iran yang dieksekusi dengan baik oleh gelandang Yasin Salmani di menit ke-15. Setelah itu, Indonesia yang lini serangnya bertumpu pada Beckham Putra dan Mochamad Supriadi berkali-kali melakukan tusukan ke kotak penalti lawan, tetapi masih tanpa hasil. Kedudukan 1-0 untuk Iran pun bertahan sampai laga memasuki masa jeda. Di paruh kedua, pelatih Fakhri Husaini memasukkan Amiruddin Bagus untuk menambah kekuatan lini serang. Hasilnya, Indonesia menyamakan kedudukan di menit ke-47 melalui gol Muhammad Fajar Fathur Rachman yang memanfaatkan umpan silang dari Beckham Putra. Kedudukan imbang hanya berlangsung empat menit. Di menit ke-51’, Iran menggandakan skor berkat gol sundulan Ali Sobhani, memanfaatkan tendangan sudut Mahdi Hasemnezhad. Iran semakin menjauh enam menit kemudian setelah Aria Barzegar mampu menambah keunggulan timnya dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang Indonesia. Skor berubah menjadi 4-1 di menit ke-61 setelah Mahdi Hasemnezhad yang berdiri bebas berhasil menendang bola ke dalam gawang skuat Garuda. Indonesia memperkecil kedudukan di menit ke-86 via gol sepakan Amiruddin Bagus. Tak ada gol lain sampai laga tuntas. Skor tetap 4-2 untuk kemenangan Iran. Pertandingan persahabatan kedua timnas U-19 Indonesia versus Iran akan berlangsung di Stadion Mandala Kridam, Yogyakarta, pada Rabu (11/9).(ant)
Badung dan Jembrana ke Semifinal Tabanan (Bali Post) Kesebelasan Badung dan Jembrana memastikan melaju ke babak semifinal dari Grup A, di ajang Porprov Bali XIV, setelah mereka menundukkan lawan–lawannya di Lapangan Debes Tabanan Sabtu (7/9) kemarin. Badung menggunduli Klungkung dengan skor 6-0 (2-0), sedangkan Jembrana mengalahkan Bangli dengan skor 2-1 (1-0). Badung tampil trengginas sejak menit awal. Keenam gol yang bersarang ke gawang Klungkung yang dikawal kiper Kadek Andrewira Pradnyana di borong I Gede Guruh Krismana tiga butir gol (hattrick) di menit 54, 68, dan 84. Sedangkan tiga
gol lagi hasil bidikan Ryan Egy Saputra di menit 11, I Putu Michael Pratama Hari di menit 16, dan I Nyoman Andika Permana di menit 60. Manajer tim sepak bola Badung Gede Wirawan menyatakan timnya dua kali memetik kemenangan telak, yakni mencukur Klungkung 6-0 dan sebelumnya menggunduli Bangli 5-0. Karena itu, dalam melakoni babak empat besar tim Badung tetap dituntut memetik kemenangan. “Kami tak berniat memilih lawan tim manapun di babak empat besar. Yang penting Badung mempunyai tradisi memenangkan pertandingan di tiap laga,” ungkap Wirawan. Sementara Jembrana
Tim Porprov Jembrana CMYK
juga melaju ke semifinal usai menang atas Bangli 2-1. Dua gol Jembrana yang menjebol gawang kiper Rasma Hottra dicetak Ifki Rihadi di menit 26, dan Fajar Ferdy Saputra di menit 74. Bangli mampu mempertipis kekalahan melalui gol yang diciptakan I Made Wira Darma di menit 52, sekaligus membobol gawang IGNB Tripramana P. Manajer tim Jembrana Wayan Timpuh mengakui target awal Jembrana melenggang ke babak semifinal sudah tercapai. Target selanjutnya, tim Porprov Jembrana harus bisa tembus ke babak final. “Kami siap meladeni tim manapun” ujarnya. (022)
BPM/022