Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
16 HALAMAN
NOMOR 276 TAHUN KE 71
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Tinjau Jalan ”Shortcut”
Gubernur Bali: Gunakan Pendekatan Santun pada Masyarakat Terdampak Singaraja (Bali Post) -
Waktu luang berkenaan dengan cuti bersama hari Lebaran, dimanfaatkan Gubernur Bali Wayan Koster untuk melakukan peninjauan ke sejumlah titik proyek pembangunan jalan shortcut yang menghubungkan Mengwitani, Kabupaten Badung dengan Kota Singaraja, Bali bagian utara, Jumat (7/6) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menekankan soal pendekatan ke masyarakat terdampak harus santun dan manusiawi agar proyek dapat diterima dengan baik. Dari 12 titik pembangunan yang direncanakan untuk jalan pemendek jarak tersebut, empat titik di antaranya, sepanjang siang itu ditinjau oleh Gubernur Koster bersama rombongan. Turut menyertai rombongan Gubernur tampak Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala BBPJN VIII I Ketut Dharmawahana, Kepala Dinas PU Provinsi Bali I Wayan Astawa Riadi dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali A.A. Ngurah Oka Sutha Diana. Peninjauan pertama dilakukan rombongan pada titik 3, yang penggarapannya baru saja dimulai. Kemudian menyusul bergerak titik 4 yang pengerjaannya akan segera dimulai dalam waktu dekat, dan terakhir kemajuan pembangunan yang telah dilakukan di titik 5 dan 6. Di dua titik ini, proses pembangunannya telah mencapai sekitar 51 persen. Kepada para pelaksana proyek, Gubernur Koster berpesan agar mereka mampu menjaga kualitas pembangunan. Selain itu, diingatkan pula untuk selalu dapat melakukan pendekatan yang santun kepada masyarakat terdampak. ‘’Saya minta pihak balai dan kontraktor tetap komit melaksanakan tugas
dengan menjaga kualitas pekerjaan. Dan yang penting sekali, kalau kira-kira bersentuhan dengan masyarakat terkait dengan pekerjaan fisik, jangan sampai menimbulkan ketersinggungan di masyarakat,’’ kata Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng itu. Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu meminta, pendekatan kepada masyarakat sejak dari awal sudah harus dilakukan dengan cara yang santun dan baik, sehingga mereka bisa memahami bahwa apa yang tengah dikerjakan oleh pemerintah, adalah untuk kebaikan masyarakat itu sendiri. ‘’Apa yang dikerjakan oleh pemerintah ini bermanfaat bukan hanya untuk masyarakat di wilayah Buleleng dan Tabanan, tetapi juga akan digunakan oleh seluruh masyarakat, bahkan akan menjadi jalur wisata yang dapat membuat wisatawan lebih nyaman untuk berkunjung ke Bali dengan melewati jalur Singaraja-Denpasar,’’ kata Gubernur Koster. Gubernur menyebutkan, meski dana pembangunan jalan berasal dari APBN, namun Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan dana Rp 230 miliar untuk pembebasan lahan dan membuat-
DPD Golkar Bali Abaikan Desakan Musdalub
Bali Post/dok
I Nyoman Sugawa Korry
Denpasar (Bali Post) Desakan digelarnya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) menyusul kisruh di tubuh Golkar Bali tidak ditanggapi DPD Partai Golkar Provinsi Bali. Pemberhentiaan enam Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten dan menunjuk pelaksana tugas (Plt), masingmasing, di Badung, Jembrana, Tabanan, Bangli, Karangasem dan Buleleng. Pencopotan itu disebut masih terkait dengan keluarnya SK DPP No. 362 tentang pemberhentian Ketut Sudikerta sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bali dan menunjuk Gde Sumarjaya Linggih sebagai Plt. Ketua. ‘’Di samping karena ber-
manuver yang bertentangan dengan keputusan DPP, 1 DPD Jembrana (diberhentikan) karena mundur, Tabanan dan Karangasem karena desakan 2/3 pimpinan kecamatan, DPD Badung atas desakan Kosgoro Pusat (Agung Laksono), Buleleng karena tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik dan Bangli karena pelanggaran-pelanggaran,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry Jumat (7/6) kemarin. Sugawa Korry menambahkan, khusus Ketua DPD Golkar Tabanan secara lisan juga sudah menyatakan mundur. Terkait penerbitan SK 362, pihaknya sudah mengundang pengurus, ketua, dan Sekretaris DPD kabupaten/kota se-Bali untuk menjelaskan kebijakan DPP menerbitkan SK tersebut pada 9 Desember 2018 lalu. Di tengah sosialisasi, Ketua DPD Kabupaten Bangli disebut melakukan tindakan keributan, membanting meja, dan pengancaman. Pascasosialisasi, beberapa Ketua DPD kabupaten masih tetap menyuarakan musdalub di berbagai media. Puncaknya, beberapa kader melakukan demo pada HUT Partai Golkar dan pemantapan tim pemenangan pileg/pilpres, 19 Desember 2018 lalu. Hal. 15 Tak Juga Mereda
kan rumah pengganti untuk tempat tinggal yang terkena penggusuran. ‘’Dibuatkan rumah baru yang lebih bagus daripada rumah aslinya, lengkap dengan sanggah-nya dibangunin,’’ ujarnya. Menurut Koster, ini cara yang beradab dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat, sehingga masyarakat bisa menerima penggusuran untuk kepentingan pembangunan jalan. ‘’Seperti yang tadi di titik 3 itu, Pak Sudiarta senang sekali dia dapat jalan di depan rumahnya yang sangat luas dan dapat rumah baru. Dengan tanah yang dibebaskan, total dia dapat sebanyak empat miliar rupian,’’ ujar mantan anggota DPR RI ini. Menurutnya, ini pendekatan baru yang dilakukan Pemprov Bali karena melihat cara penanganan gejolak di masyarakat dalam pembangunan infrastruktur sering kurang beradab. ‘’Masyarakat mendukung saja sudah bagus. Karena itu, konsekuensinya kebutuhan dasarnya seperti rumahnya yang harusnya dipindah, kita buatin rumah yang baru. Selama ini kan nggak, orang digusur kayak binatang aja, kan nggak baik begitu,’’ ujarnya. Hal. 15 Dimajukan
Bali Post/kmb
TINJAU SHORCUT - Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan peninjauan ke proyek pembangunan jalan shortcut yang menghubungkan Mengwitani, Kabupaten Badung dengan Kota Singaraja, Bali bagian utara, Jumat (7/6) kemarin. Gubernur Koster menekankan soal pendekatan ke masyarakat terdampak harus santun dan manusiawi agar proyek dapat diterima dengan baik. Titik 5-6 diperkirakan selesai akhir tahun ini. Titik 7-8 rencana dikerjakan tahun 2020, serta titik 1-2 dan 9-10 yang semula direncanakan tahun 2021, kemungkinan dimajukan menjadi tahun 2020.
Silaturahmi ke Keraton Ngayogyakarta
Bali Post/ant
BERJALAN - Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) berjalan bersama Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X (kedua kanan) saat berkunjung ke Keraton Yogyakarta, Jumat (7/6) kemarin.
Jakarta (Bali Post) – Liburan Lebaran Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Yogyakarta diisi sejumlah kegiatan. Salah satunya bersilaturahmi ke keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Jumat (7/6) kemarin. Selain itu, Presiden Jokowi juga melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Syuhada, Kota Baru, Yogyakarta yang merupakan masjid cagar budaya peninggalan Presiden pertama RI Soekarno. Presiden yang turut membawa cucu pertamanya Jan Ethes Srinarendra tiba di keraton pukul 10.38 WIB. Setibanya di keben keraton, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh putri, mantu, dan cucu Sri Sultan Hamengkubuwono X, yaitu GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Hayu, GKR Bendara, KPH Wironegoro, KPH Purbadiningrat, KPH Notonegoro, RM Marrel, RM Drastya, dan RAj Irdina. Presiden kemudian berjalan menuju halaman dalam keraton dan disambut oleh Sultan Hamengkubuwono beserta istrinya GKR Hemas. Keempatnya lalu berjalan masuk ke dalam keraton. Silaturahmi berlangsung sekitar 30 menit. Sebelum meninggalkan keraton, Presiden dan keluarga Keraton Yogyakarta menyempatkan berfoto bersama. Sultan beserta seluruh keluarganya lalu mengantar
Kepala Negara hingga ke depan keben keraton. Pada pukul 11.12 WIB, Presiden meninggalkan keraton untuk kembali ke Gedung Agung.
I Gusti Wayan Murjana Yasa
I Gusti Nyoman Dharma Putra
Peninggalan Bung Karno Seusai silaturahmi ke keraton, Jokowi melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Syuhada, Kota Baru, Yogyakarta yang merupakan masjid cagar budaya peninggalan Presiden pertama RI Soekarno. Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang lengkap dengan peci hitam tiba di Masjid Syuhada pukul 11:45 WIB. Presiden langsung duduk di saf pertama didampingi kedua putranya, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka, serta cucunya Jan Ethes. “Pak Jokowi merupakan Presiden kedua RI setelah Bung Karno yang datang ke sini,” kata Pengurus Kesekretariatan dan Rumah Tangga Masjid Syuhada, Hengki Desri Mulyadi. Ia mengatakan Jokowi sudah kali kedua datang ke masjid yang didirikan pada tahub 1952 sebagai kenang-kenangan untuk para pejuang kemerdekaan RI itu. Pertama, Jokowi datang ke Masjid Syuhada saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2013-2014. “Kami merasa ini termasuk suatu hal kenang-kenangan. Masjid Syuhada ini kan juga kenang-kenangan dari RI 1 (Presiden Soekarno, red.) jadi ada hubungan,” kata dia. (ant)
Sebagian Besar Pendapatan Penduduk Pendatang Dikirim ke Daerah Asal Peran krama tamiu (penduduk pendatang) terhadap ekonomi Bali sangat besar. Banyak sektor ekonomi yang telah dikuasi terutama sektor informal. Sayangnya, multiplier effect terhadap peningkatan pendapatan domestik bruto Bali masih sangat kecil. Ini berarti sebagian besar penghasilan krama tamiu dikirim ke daerah asal. Diperlukan pengendalian penduduk pendatang yang lebih komprehensif demi menyelamatkan ekonomi krama Bali.
BALI kini dan ke depan akan semakin sarat beban sebagai dampak dari tingginya arus migran masuk ke Provinsi Bali. Saratnya beban tersebut dapat dilihat dari kepadatan penduduk per kilometer persegi. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana sekaligus Kepala Pusat Penelitian Kependudukan dan Pengembangan SDM Unud Dr. I Gusti Wayan
Murjana Yasa, S.E., M.Si., mengatakan, tingginya kepadatan penduduk tersebut terutama disebabkan karena migran masuk yang tinggi terutama di Denpasar, Badung, dan Gianyar. Kehadiran migran dalam jangka pendek dan menengah berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan para migran tersebut sebagian besar ada pada usia produktif.
“Mereka tidak saja bekerja pada berbagai bidang sektor informal, tetapi juga pada sektor formal,” ungkapnya. Besarnya peran mereka dalam pembangunan ekonomi juga dapat dilihat dari besarnya tambahan pengeluaran dari tambahan pendapatan yang mereka peroleh. Beberapa hasil studi meminjukkan pola konsumsi tambahan khususnya para migran nonpermanen berkisar antara 0,3 sampai 0,4. Itu berarti ada multiplier terhadap peningkatan pendapatan hanya berkisar antara 1,4 sampai 1,7, sangat kecil yang artinya sebagian besar pendapatan dikirim sebagai remiten ke daeran asal. Dampak multiplier tentu berbeda dengan migran
permanen yang pola konsumsi tambahannya relatif lebih tinggi. Sarat beban Bali terkait tingginya angka migran masuk juga dapat dilihat dari kebutuhan berbagai fasilitas baik ekonomi, sosial budaya, kenyamanan, kemanan, dan lainnya. Ke depan, berbagai persoalan sosial ini akan menjadi beban sosial yang sangat mahal melebihi manfaat ekonomi yang diperoleh jika Bali tidak berhasil melakukan upaya pengendalian penduduk, khususnya penduduk pendatang. Pola pengendalian penduduk harus dilakukan inklusi di seluruh kabupaten/ kota sebagai bagian upaya bersama satu visi untuk kemajuan Bali. Pengendalian
penduduk tidak dimaksudkan melarang mereka untuk datang, tetapi secara bersama-sama menjaga ketertiban dan keajegan Bali untuk kesejahteraan bersama. Ekosistem pengendalian penduduk secara inklusi dikedepankan. Pemerintah bersama-sama dengan stakeholders terkait seperti pemilik koskosan, penyewaan lahan, kontraktor, pemilik toko, penyalur asisten rumah tangga, forum perbekel/lurah, kaling kadus, akademisi, beserta stakeholders lainnya harus memiliki visi yang sama dan bersama-sama melakukan pengendalian penduduk pendatang secara bertanggung jawab. Hal. 15 Belum Jeli
2
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
FIGUR Wajib Dipulangkan PENDUDUK pendatang tanpa identitas dan tujuan jelas yang masuk ke Bali wajib dipulangkan. Hal itu ditegaskan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi saat dikonfirmasi terkait antisipasi arus balik pasca-Hari Raya Idul Fitri, Jumat (7/6) kemarin. Menurutnya, Satpol PP akan bersinergi dengan isntansi terkait untuk mengamankan pintu masuk Bali. Ada empat pintu masuk Bali, yakni pelabuhan-pelabuhan yang menjadi atensi bersama memasuki arus balik pasca-Idul Fitri. “Satpol PP kabupaten/kota sudah bergerak mengawasi kedatangan para pemudik,” katanya. Di pintu masuk Bali seperti pelabuhan, kata dia Satpol PP lebih fokus dalam melakukan pemeriksaan identitas kependudukan. Mereka yang datang wajib memiliki identitas, tujuan dan ada penjaminnya. Hal ini guna menghindari masuknya pendatang yang tidak produktif, sehingga akan berpotensi menganggu ketertiban dan keamanan serta memunculkan masalah sosial. “Apabila ditemukan penduduk pendatang yang tidak sesuai ketentuan, maka petugas akan mengantarnya kembali hingga naik kapal dan dipastikan keluar dari Bali,” ujarnya. Ia menambahkan, pengawasan penduduk pendatang tidak berhenti di pelabuhan saja. Kantong-kantong penduduk pendatang juga menjadi perhatian dan pengawasan dari Satpol PP kabupaten/kota. Pihaknya juga akan menggandeng desa adat melalui pecalang dan desa dinas melalui Linmas. “Apabila ditemukan penduduk pendatang yang melanggar ketentuan, maka akan dikembalikan kepada daerah asalnya,” tegasnya. Menurut pria bertubuh tegap ini, masuknya pendatang ilegal ke Bali disebabkan beragam faktor. Untuk itu, dalam menjaga keamanan Bali, pihaknya menyambut baik rencana penyusunan Pergub tentang Keamanan Bali Terpadu, dimana di dalamnya melibatkan berbagai unsur, termasuk meningkatkan potensi pecalang desa adat. (dar)
Soal Hibah Pasar Badung
Mendag Minta Jangan Khawatir
Denpasar (Bali Post)– Berlarut-larutnya hibah Pasar Badung dari Kementerian Perdagangan mulai menjadi kekhawatiran pihak pengelola pasar. Terlebih biaya yang diperlukan untuk operasional Pasar Badung cukup tinggi. Sementara di sisi lain, pengelola belum bisa melakukan pungutan kepada pedagang yang memiliki los dan kios. Terkait kondisi ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, hibah untuk Pasar Badung sedang dalam proses. “Jangan khawatir soal ini. Apalagi Wakil Walikota sudah melengkapi semua persyaratannya,” ujar Enggartiasto Lukita saat berkunjung ke Pasar Intaran, Sanur, belum lama ini. Enggartiasto Lukita menambahkan, saat ini masih ada proses administrasi yang harus diperiksa. Semua persyaratan administrasi harus terpenuhi. Oleh karena itu memerlukan pemeriksaan yang teliti dan perlu waktu untuk itu. Namun, pihaknya menekankan tidak perlu ada kekhawatiran soal itu. “Persyaratannya sedang diperiksa BPK. Denpasar sudah melengkapi semua. Ini luar biasa,” ujarnya didampingi Wakilwali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Dalam mengelola pasar rakyat, kata Enggartiasto Lukita pihaknya menekankan agar tetap menjaga kebersihan areal pasar. Seperti yang telah dilakukan di Pasar Sindu, Sanur. Ke depan pihaknya mendorong agar pengelola pasar rakyat menyiapkan pengolahan air limbah. Selama ini pihaknya hanya mensyaratkan pasar rakyat harus ada saluran pembuangan airnya saja. “Kita nanti akan tambahkan syarat pendirian pasar rakyat harus memiliki pengolahan air limbah. Ini cukup bagus, biaya juga tidak banyak,” jelasnya. Enggartiasto Lukita juga menyarankan agar pasar rakyat menyiapkan lahan untuk pedagang kaki lima (PKL) atau pedagang musiman. Mereka bisa beroperasi setelah pasar pagi (induk) tutup. Jadi, pasar akan menjadi multifungsi. Pagi untuk pedagang sayur dan sembako, siang atau malam untuk para PKL. (kmb12)
Bali Post/eka
PASAR BADUNG – Hibah Pasar Badung saat ini masih diproses oleh Kementerian Perdagangan.
Topik : PENertiban
parkir liar di ubud
Bali Post/eka
PERIKSA - Petugas gabungan memeriksa identitas penumpang yang baru turun dari kapal laut di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (7/6) kemarin.
Tangkal Pendatang Ilegal
Tim Gabungan Gelar Pemeriksaan KTP di Benoa
Denpasar (Bali Post)Mengantisipasi masuknya penduduk pendatang secara illegal ke wilayah Kota Denpasar, Tim Gabungan yang terdiri atas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Denpasar, Satpol PP, Kepolisian, dan KPKL menggelar sidak penduduk pendatang di Pelabuhan Benoa, Jumat (7/6) kemarin. Sidak kali ini menyasar Kapal Penumpang AWU yang membawa sedikitnya 800 penumpang. Dari kegiatan tersebut, berhasil dipetakan sebanyak 54 orang dengan identitas non-KTP elektronik serta tak mengantongi identitas kependudukan namun dilepaskan lantaran terdapat penjamin. Sedangkan lima orang diserahkan ke Satpol
PP lantaran tidak mengantongi identitas, sehingga seluruhnya berjumlah 59 orang. Pada sidak itu juga ditemukan dua ekor ayam yang dibawa oleh penumpang dan langsung dikarantina oleh pihak pelabuhan. Kepala Dinas Dukcapil Kota Denpasar I Dewa Gede Juli Artabrata mengatakan, penataan penduduk pendatang harus dilakukan untuk mengantisipasi penduduk ilegal dan mengetahui jumlah pendududuk Kota Denpasar sebelum dan pascaarus mudik Lebaran Tahun 2019. “Total 59 orang yang didata ini tidak mengantongi e-KTP, tetapi ada yang membawa KTP non elektronik, kartu keluarga, dan ada yang membawa SIM atau STNK. Mereka tetap kita
data kembali sebagai upaya tertib administrasi. Sidak juga akan dilaksanakan hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai upaya pemetaan jumlah penduduk,” jelasnya. Juli Artabrata menambahkan, selain untuk pengendalian penduduk di Kota Denpasar, kegiatan ini juga salah satu upaya untuk mensosialisasikan kepada penduduk pendatang bahwa e-KTP itu sangat penting. “Untuk itu saya imbau agar semua penduduk ke manapun tujuannya harus membawa e-KTP. Kami juga berharap seluruh pelabuhan ikut mensosialisasikan tertib administrasi dari keberangkatan,” katanya. Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom
Sayoga mengatakan, mereka yang tidak membawa identitas diri yang dipersyaratkan akan diserahkan ke Kantor Satpol PP sebagai penegak perda. Tindakan yang bisa dilaksanakan, di antaranya mewajibkan pendatang tersebut mencari penjamin, menggiring mereka ke sidang tindak pidana ringan (Tipiring), bahkan pemulangan kembali ke daerah asalnya. “Penduduk yang tidak membawa e-KTP harus menghubungi saudaranya agar tujuan mereka jelas di Kota Denpasar. Jika tidak ada sanak saudara sebagai penjamin, maka Satpol PP akan melimpahkan mereka ke sidang tipiring bahkan berpeluang dipulangkan ke daerah asalnya,” tegasnya. (kmb12)
Pengurangan Sampah Plastik Perlu Dibarengi dengan Produk Pengganti
Denpasar (Bali Post)Pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai seperti kantong plastik, polysterina (styrofoam), dan sedotan plastik kini tengah gencar dilakukan pemerintah. Bahkan Pemprov Bali sudah mengeluarkan Pergub Nomor 97 Tahun 2018. Salah satunya mengatur larangan untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok dan menyediakan plastik sekali pakai. Setiap produsen, pemasok, pelaku usaha dan penyedia plastik sekali pakai diberi waktu enam bulan untuk menyesuaikan usahanya sejak Pergub diundangkan. “Pada waktunya nanti, ada sanksi administrasi dalam Pergub,” ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, belum lama ini. Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup Bali, Dewa
Indra menyebut jumlah sampah plastik sekali pakai sudah mengalami penurunan yang signifikan. Ada dua hal yang mesti dilakukan agar implementasi pergub bisa berjalan maksimal. Upaya pertama berupa edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi dan kalau perlu berikutnya adalah meniadakan penggunaan bahan plastik sekali
pakai. Hal tersebut baru bisa terlaksana dengan baik kalau dibarengi dengan upaya kedua, yakni produksi pengganti plastik sekali pakai. “Kalau tidak ada produksi penggantinya, dengan apa? Karena itu, maka keduanya harus berjalan bersama-sama. Tentu di teman-teman industri dan bisnis harus melihat ini sebagai peluang,” jelasnya. Pelarangan penggunaan bahan dasar plastik sekali pakai, kata Dewa Indra jangan justru dianggap sebagai ancaman. Namun hendaknya dijadikan peluang usaha baru untuk memproduksi bahan-bahan pengganti plastik. Sejauh ini dari pengamatan-
nya, memang sudah tumbuh produksi pengganti plastik dengan adanya sedotan dari kertas atau tas belanja yang lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, larangan menggunakan plastik sekali pakai juga berlaku untuk instansi pemerintah, BUMD, swasta, lembaga keagamaan, desa adat/pakraman, masyarakat dan perseorangan. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, penegakan pergub salah satunya dilakukan dengan sidak secara berkesinambungan. Pihaknya juga mendorong perbankan dan toko-toko modern ikut
membantu percepatan sosialisasi Pergub 97. Yakni dengan ikut menyediakan tas ramah lingkungan secara gratis bagi masyarakat. “Silakan kalau ada promonya di sana, dengan kalimat-kalimat ajakan yang milenial sesuai zaman sekarang. Utamanya yang perlu disasar adalah masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional, mereka perlu diberikan tas ramah lingkungan agar tidak lagi menggunakan plastik,” ujarnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Selama Liburan
Bus Sekolah Layani Rute ”City Tour’’ Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Denpasar (Bali Post)Dalam rangka mengisi waktu luang selama liburan sekolah, berbagai kegiatan kreatif yang menambah wawasan siswa telah disiapkan Pemkot Denpasar. Salah satunya dengan mengangkat tema ‘’Jalan-jalan Bareng Si Bused (Bus Sekolah Denpasar)’’. Pemkot Denpasar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar mengajak siswa mengenal lebih dekat lokasi city tour yang ada di Denpasar. ‘’Kami mengajak siswa-siswi SD dan SMP untuk mengisi liburan dengan mengenal lebih dekat sembari jalanjalan ke lokasi city tour yang ada di Denpasar,’’ ujar Kepala Dishub Kota Denpasar I Ketut Sriawan, didampingi Kepala UPT Transdar Dinas Perhubungan Dewa Adi Pradnyana, Kamis (6/6) lalu. Menurut Sriawan, kegiatan liburan sekolah dengan jalan-jalan ke lokasilokasi city tour yang ada di Denpasar ini dilaksanakan guna mengisi liburan dengan hal-hal yang positif. Adapun syarat-syarat pendaftaran dengan mengajukan surat permohonan jadwal ke Dishub Kota Denpasar. Dikatakan, pihaknya menyiapkan beberapa referensi tempat yang bisa dikunjungi siswa.
Lokasi-lokasi yang bisa dituju yakni Tukad Bindu Kesiman, Pasar Badung dan Taman Kumbasari, Puri Agung Jro Kuta, Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Tukad Loloan Mertasari, Museum Bali dan sebagainya. ‘’Kami menyiapkan delapan bus sekolah, di antaranya enam bus kecil dengan kapasitas 25 orang dan dua bus sedang dengan kapasitas 35 orang. Bus akan menjemput ke sekolah yang telah mendaftarkan diri menuju ke lokasi yang dituju,’’ katanya. Dewa Adi Pradnyana menambahkan, saat ini sudah ada sepuluh sekolah yang telah mendaftar. Pihaknya menggunakan pola pendaftaran karena masih terbatasnya kapasitas armada. Apabila dilakukan secara bebas, pihaknya takut tidak akan mampu mengangkut calon penumpang. ‘’Oleh karena itu, pola daftar ini diterapkan agar bisa terpantau dan jadwal keberangkatannya bisa ditetapkan,’’ katanya. (kmb12) BUS SEKOLAH - Selama masa liburan, Dishub Kota Denpasar melaksanakan kegiatan ‘’Jalan-jalan Bareng Si Bused (Bus Sekolah Denpasar)’’.
Bali Post/eka
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
BADUNG
3
PADAT - Arus lalin menuju Kuta Selatan, Jumat (7/6) kemarin tergolong padat. Kondisi ini terjadi sejak libur Lebaran.
Libur Lebaran, Kepadatan Lalin di Kuta Naik 40 Persen
Mangupura (Bali Post)-
Moment libur Lebaran, sejumlah ruas jalan di kawasan Badung selatan khususnya Kuta menuju Kuta Selatan, dipadati kendaraan dari luar Bali. Bahkan pada libur Lebaran tahun ini terjadi peningkatan jumlah kendaraan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Tofan Priyanto, meski setiap tahun kepadatan arus lalu lintas (lalin) di Kuta selalu meningkat dibandingkan kondisi normalnya, namun Lebaran tahun ini kepa-
datan arus lalin di Kuta merupakan yang tertinggi. Diungkapkannya, Lebaran tahun sebelumnya peningkatan arus lalin di Kuta mencapai 20 sampai 25 persen dibandingkan hari normal. Tetapi berbeda untuk tahun ini, karena peningkatan
diperkirakan mencapai 40 persen dibandingkan kondisi normal. Kondisi ini jelas mengakibatkan lalin di Kuta terasa cukup padat. ‘’Rasio lalin normal di Kuta rata-rata sekitar 0,83 persen. Dengan kenaikan lalin sebanyak 40
persen, itu akan membuat peningkatan rasio lalin menjadi 0,86 persen. Itu cukup membuat macet untuk kawasan Kuta yang memiliki jalan relatif sempit,’’ terangnya, Jumat (7/6) kemarin. Pihaknya juga memperkirakan kondisi ini dipengaruhi masih tingginya harga tiket pesawat. Sehingga, kemungkinan banyak wisatawan domestik yang memilih berlibur melalui jalur darat dengan kendaraan
Soal Rendahnya Harga Ayam Ras
PPAB Sebut Kontrol Pemerintah Belum Optimal PETERNAK ayam ras kembali mengeluhkan harga ayam ras yang rendah. Peternak tertekan dengan kondisi ini. Bahkan harga terparah sempat menyentuh Rp 15.500 per kg. Ketua Perhimpunan Peternak Ayam Buras (PPAB) Bali I Ketut Yahya Kurniadi, SKH. mengungkapkan hal itu Kamis (6/6). Menurutnya, kondisi ini mulai dirasakan sejak awal Mei lalu. Peternak ayam ras merasakan tekanan harga daging ayam dari Jawa. ‘’Karena di Jawa over produksi,’’ ujarnya. Persoalan ini diduga akibat pemerintah pusat yang setengah hati dalam mengontrol produksi day old chick (DOC). Harga ayam hidup di Jawa sempat menyentuh Rp 13.500 per kg. Sementara di Bali waktu itu harga masih cukup baik di kisaran Rp 22.000 per kg. Dengan terus masuknya daging ayam dari Jawa, harga di Bali terus tertekan. Yang terparah pada pekan lalu har-
ga menyentuh Rp 15.500 per kg di tingkat peternak. Hal itu juga efek dari banyaknya bermunculan mitra baru dari Jawa Tengah yang masuk ke Bali. ‘’Sehingga produksi kita di Bali ikut bertambah dan peternak terus mengalami kerugian,’’ ujarnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Lebaran juga dikhawatirkan semakin memperparah kondisi peternak. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardiana belum lama ini mengatakan, stok daging di Bali selama libur Lebaran masih mencukupi. Ketersediaan daging seperti daging ayam, telur, daging babi dan sapi telah mencukupi permintaan konsumsi masyarakat dan wisatawan. Bahkan untuk stok daging ayam di Bali ini surplus. Hal itu karena di Bali semua komoditas dikembangkan dan masyarakat peternak pun sudah memiliki pangsa pasar masing-masing.
‘’Ketersediaan daging, sebenarnya kita sangat cukup demikian dengan daging ayam kita surplus karena setiap hari ayam yang dipotong sekitar 180 ribu ekor sampai 200 ribu ekor atau 70 ton per hari ketersediaan daging ayam di Bali,’’ sebutnya. Sementara kebutuhan daging ayam di Bali untuk memenuhi konsumsi penduduk dan wisatawan jumlahnya tidak sebanyak itu. Konsumsi daging ayam di kalangan penduduk dan wisatawan
berkisar 2.106 ton per bulan. ‘’Memang konsumsi per hari lebih banyak ke ayam karena harga dagingnya tidak mahal. Sekarang pun harga daging ayam boiler di pasaran Rp 35 ribu per kg, masih normal,’’ terangnya. (kmb42)
Bali Post/edi
pribadi. Diperkirakan puncak kepadatan arus lalin di Kuta dan sekitarnya terjadi H+1 Lebaran. Bahkan ini akan berlangsung hingga Sabtu, karena akan ada tambahan wisatawan domestik yang kemungkinan berlibur ke Bali setelah merayakan Lebaran di kampung halaman, serta ditambah weekend. Penurunan kepadatan arus lalin diperkirakan terjadi pada Minggu (9/6) besok. Hal ini karena masa cuti
bersama sudah berakhir dan aktivitas perkantoran akan kembali aktif. ‘’Diperkirakan kepadatan lalin pada hari Minggu akan bergeser dan terjadi di penyeberangan Gilimanuk,’’ ujarnya. Terkait libur Lebaran 2019, Dinas Perhubungan Badung terus berkolaborasi dengan kepolisian dalam Operasi Ketupat Agung. Bahkan sebanyak 175 personel baik dari UPT LLA dan dari induk disiagakan
untuk mengantisipasi di pospam, pos pelayanan dan titik rawan macet. ‘’Kita juga mengaktifkan mobil derek yang bertugas mobile, sehingga kendaraan yang parkir sembarangan dan menyebabkan sendatan lalin akan kita derek. Tapi sebelumnya itu akan ditempeli stiker imbauan dan peringatan dulu. Jika membandel maka kita akan derek,’’ terangnya. (kmb23)
SELAMA lima bulan pertama di tahun 2019, kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Bali mencapai 11.483 kasus. Jika dirata-ratakan, per hari terdapat 128 kasus gigitan HPR. Kasus tertinggi terjadi di Kabupaten Badung sebanyak 1.805 kasus. Disusul kemudian Buleleng sebanyak 1.772 kasus, Denpasar 1.541 kasus, Tabanan 1.301 kasus, Gianyar 1.179 kasus, Jembrana 1.061 kasus, Bangli 997 kasus, Karangasem 939 kasus, dan Klungkung sebanyak 888 kasus. Dari jumlah kasus gigitan ini, hanya 5.386 kasus yang mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Jumat (7/6) kemarin mengatakan, tidak semua kasus gigitan HPR mendapatkan VAR karena beberapa pertimbangan, yaitu anjing yang mengigit adalah anjing peliharaan sehingga bisa dipantau kondisinya dan diketahui jika menggigit bukan karena terinfeksi virus rabies tetapi lebih kepada provokasi. Pertimbangan lain, anjing yang menggigit sudah mendapat vaksin sehingga memiliki daya tahan terhadap virus rabies.
Mengenai ketersediaan VAR, lanjut Suarjaya, hingga 31 Mei sebanyak 17.662 vial tersebar di 77 rabies centre, Dinas Kesehatan kabupaten/ kota dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Sebaran stok VAR di masing-masing kabupaten/kota yaitu Buleleng sebanyak 125 vial, Jembrana 1.970 vial, Tabanan 300 vial, Badung 9.471 vial, Denpasar (4.100 vial, Gianyar 273 vial, Klungkung 500 vial, Bangli 640 vial, Karangasem 1.129 vial dan di Dinas Kesehatan Provinsi Bali sebanyak 6.400 vial. Menurut rencana akan ada tambahan 30.000 vial. Suarjaya menyebut, saat ini masih dalam proses pengadaan. Mengenai target Bali bebas rabies, diharapkan bisa tercapai secepatnya, Sayangnya hingga tahun ini masih ada kasus positif rabies pada anjing dan pada manusia. Syarat suatu wilayah dinyatakan bebas rabies adalah selama dua tahun berturutturut tidak pernah terjadi kasus positif pada anjing dan tidak ada kasus positif pada manusia. ‘’Tahun ini selain kasus positif pada anjing, juga
terjadi kasus positif pada manusia. Untuk manusia ada dua kasus yaitu di Buleleng dan di Klungkung,’’ ujar Suarjaya. Agar Bali bisa bebas rabies, Suarjaya berharap peran serta masyarakat terutama dalam menyelesaikan masalah anjing liar yang berkontribusi besar dalam penularan rabis. Salah satu cara, tidak meliarkan anjing peliharaan, memeliharanya dengan baik serta rutin memvaksinnya setiap setahun sekali. Kewaspadaan masyarakat saat tergigit anjing atau HPR lain juga penting. Yaitu segera mencuci lukanya dengan sabun atau detergen dengan air mengalir selama 15 menit. Setelahnya membawa ke layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan secara protap. ‘’Jika mendapatkan VAR harus dilengkapi yaitu pada saat digigit dua vial, hari ke-7 sebanyak satu vial dan hari ke-21 sebanyak satu vial. Jika risiko gigitan tinggi selain mendapatkan VAR di hari digigit juga akan diberikan Serum Anti Rabies (SAR),’’ jelas Suarjaya. (kmb24)
Lima Bulan di Bali Terjadi 11.483 Gigitan HPR
Pemanfaatan Mata Air Pura Taman Mumbul
PDAM Tunggu Hasil Kajian Tim Teknis
Bali Post/edi
SUMBER AIR - Sejumlah anak bermain di aliran mata air di Pura Taman, Mumbul.
Mangupura (Bali Post)PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung masih menunggu hasil kajian tim teknis terkait pemanfaatan sumber mata air di areal Pura Taman, Banjar Mumbul, Desa Adat Bualu, Benoa, Kuta Selatan. Kajian tersebut akan menentukan kelayakan pemanfaatan sumber air tersebut untuk menambah pasokan air baku PDAM Tirta Mangutama yang bertujuan melayani pelanggan di Kuta Selatan. Menurut Direktur Utama PDAM Tirta Mangutama Ketut Golak, tim teknis saat ini masih dalam tahap pembuatan RAB dan merancang jaringan. Sebab, tidak serta merta air tersebut bisa diambil, tanpa mengetahui kualitas air tersebut. ‘’Tim kami sudah turun ke lapangan. Saat ini potensi mata air tersebut masih dalam tahap peng-
kajian. Setelah ada hasilnya baru akan dipublikasikan. Yang kita cek ke lapangan adalah debit air, kualitas air dan pembuatan jaringan,’’ ujarnya belum lama ini. Untuk tindak lanjut, pihaknya mengaku terus menjalin koordinasi dan bekerja sama dengan Dinas PUPR Badung terkait potensi pemanfaatan air tersebut. Ia berharap sumber air itu benar-benar bisa menjadi tambahan air baku, sehingga mampu membuat pelayanan air kepada masyarakat menjadi lebih maksimal. Diakuinya, sampai saat ini PDAM masih kekurangan suplai air sekitar 300-400 liter per detik. Itu, kata Golak dalam kondisi tertentu seperti saat jam puncak suplai air, musim kemarau, serta faktor high season. ‘’Kita memang tidak bisa memastikan kekurangan suplai air kita berapa tepatnya sebab
kebutuhan air di masyarakat ini fluktuatif. Tapi dari perkiraan kami, kita butuh suplai 300-400 liter per detik pada saat tertentu,’’ ungkapnya. Untuk menyiasati kebutuhan air, selain melakukan kajian sumber mata air di Pura Taman Mumbul, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, untuk ke depannya bisa memanfaatkan air Tukad Mati yang sudah dinormalisasi. Sebab selama ini untuk mendapatkan sumber mata air tambahan di Kuta Selatan memang sulit dan jika ada tentunya itu harus dikaji secara matang. ‘’Yang selama kita garap adalah air permukaan. Kenapa demikian, karena itu demi kelestarian lingkungan. Kalau kita mengolah air laut, itu tidaklah menjaga lingkungan. Sebab air laut yang diolah itu bukan air
yang pasang diambil, tapi mengebor di beberapa titik wilayah yang ada di pinggir laut,’’ terangnya. Seperti diketahui, pinggir laut merupakan kawasan penyangga utama agar air laut tidak masuk ke darat. Sehingga jika di kawasan tersebut di bor, maka itu akan mempercepat intrusi. Pihaknya tidak mau berpikir jangka pendek, sebab memicu intrusi merupakan dampak lingkungan yang sangat serius. Oleh karena itu, pihaknya lebih memilih memanfaatkan air permukaan, kendati di beberapa wilayah masih belum optimal pelayanannya. ‘’Di daerah tertentu yang memiliki topografi tinggi, memang kita masih kesulitan melayani. Kalau itu dipaksakan tentu akan membuat biaya tinggi dan jaringan belum ada. Tapi kita terus berupaya meningkatkan pelayanan kita,’’ tambahnya. (kmb23)
DAERAH
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
BPD IHKA Bali Gelar ”Event Bed Making & Towel Art Competition 2019”
EVENT - Badan Pengurus Daerah (BPD) Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Bali kembali menggelar event tingkat provinsi yakni “Bed Making & Towel Art Competition 2019” di Hotel Werdha Pura Sanur, Denpasar, pada Sabtu (1/6) lalu.
BADAN Pengurus Daerah (BPD) Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Bali kembali menggelar event tingkat provinsi yakni “Bed Making & Towel Art Competition 2019” di Hotel Werdha Pura Sanur, Denpasar, pada Sabtu (1/6) lalu. Event ini merupakan puncak dalam rangkaian IHKA Bali Seminar & Exhibition pada 15 Juni 2019 mendatang di Sanur Prime Plaza Hotel. Ketua Panitia, Made Suhartana, mengatakan event ini bertujuan untuk memberikan ruang sharing skill dan knowledge serta ruang berkompetisi anakanak sekolah perhotelan dan karyawan hotel. Dalam event ini diikuti 15 karyawan hotel/vila dari juara 1, 2, dan 3, dari masing-
masing juara cabang yang telah diselenggrakan sebelumnya. 41 anak-anak SMK/Diploma di seluruh Bali yang dibagi menjadi 2 kategori lomba, yaitu kategori A untuk karyawan hotel/vila, serta kategori B untuk anak-anak SMK/Diploma. Suhartana juga menyebutkan dan berterima kasih kepada para vendor yang telah mensponsori dan men-support secara reguler setiap kegiatan IHKA Bali. Juga Khusus untuk siswasiswi SMKN 1 Tembuku yang selalu aktif mendukung kegiatan ini. Event ini dibuka I Nyoman Sugiarta, CHT., selaku Ketua BPD IHKA Bali. Dalam sambutanya, ia mengatakan event ini sebagai salah satu wujud nyata pelaksanaan konsep Tri Hita
Karana, yaitu Pawongan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga perhotelan yang ada di Bali. Dengan adanya event seperti ini, diharapkan agar peserta dapat mengeluarkan kreativitasnya, sharing skill dan knowledge serta mengasah mental setiap individu. Sebagai tenaga kerja di bidang hospitality, ia juga menekankan pentingnya terus berinovatif, creative, dan attention to detail untuk meningkatkan guest satisfaction. Ia juga mengatakan event IHKA Bali reguler dilaksanakan agar tetap bisa menjalin hubungan yang baik dengan akademisi (sekolah perhotelan), antarhotel itu sendiri dengan tujuan mempersiapkan SDM Bali siap bersaing di dunia
industri hospitality dan bisa go international. Event ini berlangsung satu hari penuh dan sangat meriah karena para peserta membawa pendukungnya/supporter untuk mendukung peserta kompetisi. Pemenang kompetisi ini dari kategori A yaitu juara 1 Komang Titayasa (The Loka Ubud), juara 2 Made Selamet Atmaja (Maya Sanur), juara 3 Komang Budi (The Kayon Ubud). Sedangkan kategori B juara 1 Gd Anggara Putra (Politeknik Negeri Bali), juara 2 Komang Agus Suputra (SMK PGRI 3 Denpasar), dan juara 3 Gd Murta Dana (SMK PGRI 5 Denpasar). Event ditutup dengan penyerahan hadiah dan trofi kepada para pemenang. (ad127)
Eks Kantor Camat Mengwi Terbengkalai Mangupura (Bali Post) Gedung bekas Kantor Camat Mengwi yang lokasinya di sebelah Puri Mengwi, hingga kini belum dimanfaatkan. Pantauan di lapangan, Jumat (7/6) kemarin, lahan eks Kantor Camat Mengwi tersebut ditumbuhi semak belukar. Kondisi gedungnya juga sudah banyak yang mulai rapuh. Bahkan, terkadang lahan tersebut digunakan sebagai parkir kendaraan. Kondisi bangunan yang kosong tersebut nampak seperti “rumah hantu” dan tidak enak dipandang, apalagi berada di kawasan titik nol Kabupaten Badung. Memang tidak ada yang dirugikan jika gedung dan lahan tersebut tidak dimanfaatkan. Namun, secara ekstetika kawasan wilayah yang merupakan pusat Kota Mangupura terlihat kumuh dengan adanya bangunan yang tak terurus
tersebut. Kabid Pengelola Aset BPKAD Badung, Nengah Nurjana, menjelaskan terkait aset bekas bangunan Kantor Camat Mengwi tersebut, lahannya masih milik Pemkab Badung. Tapi lahan itu akan segera dihibahkan ke pihak Desa Mengwi untuk dijadikan kantor desa. “Proses hibah masih sedang berjalan. Rekomendasi juga sudah diberikan dari pihak Dewan Badung dan tinggal menunggu beberapa poin saja serta tanda tangan dari Bupati,” paparnya. Proses hibah lahan ini, kata dia, memang cukup panjang. Tidak seperti halnya dengan aset lainnya. Sejumlah proses harus dipenuhi dulu dan setelah itu meminta persetujuan dewan. Usai mendapat persetujuan dewan baru proses penghibahan lahan bisa dilakuan ke tahap selanjutnya. (kmb)
Bali Post/jay
PATROLI - Satgas Turbinjali Ops Ketupat Agung 2019 yang dipimpin Kompol Ni Made Mutriah Astuti, S.H. saat melaksanakan patroli sambang di Terminal Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (7/6) kemarin. Petugas melakukan dialog dengan penumpang dan sopir bus. Para personel mengimbau kepada penumpang yang merupakan pemudik dan sopir bus untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.
Awasi Duktang Tanpa Identitas
Bali Post/kmb
SEMAK BELUKAR - Kondisi terbaru eks gedung Kantor Camat Mengwi. Terlihat di sekelilingnya ditumbuhi semak belukar.
Bunga Bangkai Suweg Mekar di Bukit Jangkrik Gianyar (Bali Post)Bunga bangkai suweg yang mekar di Lingkungan Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan, Gianyar menarik perhatian warga setempat. Apalagi, peristiwa itu merupakan yang pertama kali di kawasan tersebut dan sebagian besar warga setempat belum pernah menyaksikan bunga suweg mekar. Dinas Pertanian Gianyar memastikan akan turun ke lapangan untuk mengecek bunga dengan aroma menyengat tersebut. Bunga bangkai itu tumbuh di lahan milik Kadek Sutini. Pemilik lahan mengaku terganggu dengan keberadaan bunga itu karena aromanya yang menyengat. “Baunya menyengat, terutama di malam hari. Tadi malam tidak bisa tidur karena baunya sangat menyengat. Apalagi, angin saat ini sedang kencang,” kata Sutini, Jumat (7/6) kemarin. Menurut Sutini, bunga bang-
kai itu mulai mekar satu minggu lalu. Awal melihat bunga itu, ia mengaku terkejut karena awalnya tidak mengetahui jenis bunga apa yang tumbuh di pekarangan rumahnya tersebut. “Awalnya saya terkejut karena ada bau menyengat. Saya melihat di samping WC rumah ada bunga itu. Awalnya, saya tidak tahu bunga apa itu,” ujarnya. Namun, kini Sutini tahu bunga tersebut jenis langka. Oleh karena itu, ia berniat memagari bunga itu agar tidak dirusak oleh binatang. “Ini unik, rencananya saya akan memagarinya,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Gianyar I Made Raka mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lapangan. Apalagi, beberapa jenis bunga bangkai masuk dalam kategori langka. “Kami akan cek dulu bunga itu ke Samplangan,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MEKAR - Bunga bangkai suweg yang mekar di Lingkungan Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan, Gianyar.
Satpol PP Perketat Pengawasan di Terminal Mengwi Mangupura (Bali Post) -
Arus balik Lebaran 2019, tentunya banyak penduduk pendatang (duktang) yang datang ke Bali. Untuk memperketat pengawasan dan pengecekan di Terminal Tipe A Mengwi, Jumat (7/6) kemarin, dikerahkan dua peleton petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung. Petugas Satpol PP ini nantinya bertugas menyortir duktang yang datang ke Bali. Aparat penegak perda ini akan menjaga pintu masuk Badung yakni di Terminal Mengwi mulai Senin (10/6) mendatang hingga arus balik Lebaran dinyatakan selesai. Dalam penjagaan tersebut, Satpol PP akan melakukan pemeriksaan terhadap identitas penumpang bus yang tiba di terminal tersebut. Bahkan, pengawasan duktang juga melibatkan TNI, Polri, Dishub, Disdukcapil, Disos, Camat Mengwi, Desa, Linmas, dan PPNS. “Nanti akan kami turunkan dua peleton atau 60 personel untuk melakukan pemeriksaan
terhadap duktang,” ujar Kastpol PP Badung, IGAK Suryanegara kemarin. Lebih lanjut dikatakan, arus balik akan mulai terlihat pada Senin (10/6) malam. Untuk itu, pihaknya mengaku akan membagi personel menjadi dua. Pertama, personel berjaga dari pukul 02.00 wita hingga pukul 06.30 wita. Personel kedua mulai dari pukul 07.00 wita hingga 12.00 wita. “Kalau arus balik biasanya paling banyak jam-jam subuh. Dengan demikian, kami siapkan personel dari pukul 02.00 wita,” tambahnya. Berkaca
dari pengalaman sebelumnya, ia menjelaskan, untuk masyarakat yang tidak dilengkapi dengan kartu identitas penduduk akan dikembalikan ke daerah asalnya. Selain itu, jika terdapat penjamin, pihaknya juga akan memanggil dan melakukan tipiring terkait hal tersebut. “Jika ada yang tanpa identitas langsung kita kembalikan ke daerah asalnya. Tapi kami hanya mengantar hingga pelabuhan saja,” kata Suryanegara. Selain mengawasi duktang terkait identitas, aparat TNI/Polri dan
pihak-pihak terkait juga akan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang turun ke Terminal A Mengwi. “Kami periksa identitas, ada juga nanti aparat TNI/Polri akan memeriksa barang bawaan penumpang yang mencurigakan. Begitu juga BNNK Badung akan melakukan tes urine untuk penumpang tertentu,” tuturnya. Kegiatan seperti ini, kata dia, memang sudah menjadi agenda saat arus mudik Lebaran. Pasalnya melonjaknya duktang, itu biasanya terjadi pascahari raya Idul Fitri. Untuk itu, pihaknya akan terus gencar melakukan pemeriksaan terhadap penduduk pendatang. “Kami bukan anti. Yang jelas dia ke sini dengan tujuan jelas dan identitasnya lengkap, tidak masalah,” ujarnya. (kmb)
Ribuan Pemudik Nikmati Fasilitas BSH Selabih Selama Sepekan
RIBUAN pemudik memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan Bale Santai Honda 2019. Dari jumlah tersebut, tidak hanya pemudik yang menggunakan sepeda motor, namun mereka yang mengendarai mobil juga datang silih berganti berkunjung untuk beristirahat. Seperti yang disampaikan Gede Partayasa, selaku HC3 Manajer Astra Motor Bali. Sejak sepekan dibukanya Bale Santai Honda 2019 di kawasan Selabih, tepatnya di jalur Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk, Banjar Selabih–Selemadeg, Tabanan, tercatat 1.345 pemudik yang singgah. Bahkan, dari ribuan pemudik yang mampir ke BSH ini, kebanyakan pengguna sepeda motor yang ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanannya ke kampung halaman. Menurutnya, tidak hanya yang berkunjung untuk beristirahat, namun mereka yang melakukan pemeriksaan kendaraan pun cukup banyak. Selama sepekan, tercatat 266 sepeda motor Honda yang diservis ringan maupun penggantian sparepart. Sementara Supervisor Sparepart Astra Motor Bali, Dan-
iel, menyebutkan kebanyakan pemudik melakukan pengecekan pada fungsi rem, tekanan ban, fungsi lampu dan yang paling banyak adalah penggantian oli. Selain menikmati berbagai fasilitas yang tersedia di BSH, beragam kegiatan dan aktivitas sosial pun digelar. Di antaranya, setiap sore hari selama bulan Ramadhan dilakukan bagi-bagi takjil dan juga sosialisasi kampanye cari aman melalui gamesgames menarik yang membuat pengunjung menjadi antusias dan paham untuk selalu perhatikan keselamatan berkendara dan memerhatikan kelengkapan berkendara sebelum memulai perjalanan. Menariknya lagi, tercatat 35 pemudik yang memiliki Semeton Honda Bali Card mendapatkan hadiah menarik yaitu tas ramah lingkungan. “Selama tujuh hari BSH hadir melayani pemudik dengan berbagai fasilitas istirahat, semoga layanan yang diberikan Astra Motor melalui Bale Santai Honda dapat memberikan kenyamanan bagi pemudik. Dengan semangat satu hati, kami berharap layanan BSH semoga dapat memberikan pengalaman positif
bagi pemudik untuk tetap percaya dengan Honda,” ungkapnya. Salah seorang pengunjung, Hasan, mengatakan, keberadaan Bale Santai Honda ini memang sangat bermanfaat untuk para pemudik. Bahkan tidak hanya
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
tahun ini, tahun lalu dirinya juga sempat berkunjung. Dikatakan, beragam kenyamanan yang didapat di antaranya ruang tunggu, ada alat pijat dan dapat hiburan, membuatnya untuk selalu mampir ke BSH. (bns1)
DAERAH
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
5
Bali Post/eka
KUMBASARI - Aktivitas transaksi para pedagang pelataran dengan pembeli di Pasar Kumbasari, Denpasar. Saat sore hari, para pedagang pelataran mulai ramai membuka lapaknya untuk berjualan hingga malam.
52 Persen Pemudik Gunakan Sepeda Motor Denpasar (Balipost) Sepeda motor merupakan jumlah terbanyak yang digunakan pemudik pada tahun 2019. Berdasarkan pantauan sepekan selama arus mudik, moda transportasi jenis sepeda motor yang digunakan pemudik mencapai 92.149 unit. Disusul, mobil pribadi 80.444 unit, dan bus 1.789 unit. Data di Posko Induk Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Jumat (7/6) kemarin, menujukan, jalur darat menjadi pilihan terbanyak bagi pemudik, dan pintu keluar terbanyak yang dilalui pemudik adalah Pelabuhan Gilimanuk. Peningkatan pemudik di Gilimanuk terlihat sejak H-6, sejumlah 69.655 orang. Puncak terbanyak di H-4 mencapai 107.017 orang. H-1
menurun menjadi 60.299 orang. Sedangkan di Pelabuhan Padangbai, peningkatan terlihat pada H-3 sebanyak 7.548 orang. Sedangkan pada H-1 juga mengalami penurunan sebanyak 2.332 orang. Puncak peningkatan penumpang berangkat di Bandara Ngurah Rai terlihat pada H-2 Lebaran sebanyak 13.142 orang, dan H-1 mengalami penurunan sebanyak 12.194 orang. Kadis Perhubungan Provinsi Bali, Ir. I Gde Wayan Samsi Gunarta, M.Appl.Sc., mengatakan, untuk mudik tahun ini, 52 persen pemudik memilih moda transportasi roda dua. Sedangkan roda empat 46 persen, menggunakan bus dan pesawat masingmasing 1 persen. (kmb16)
Pencuri Motor Kelas Kakap Ditangkap Saat Mudik Mangupura (Bali Post) Lima bulan menjadi buronan polisi, pencuri motor kelas kakap, Herman Yahya alias Herman (49), akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian. Tersangka yang sudah beberapa kali keluar masuk penjara ini dibekuk saat mudik di Desa Gebang, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur, Jumat (7/6) kemarin. Dirreskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan mengatakan tersangka diburu sejak Rabu (26/2) lalu, setelah mencuri sepeda motor Honda Beat di kos-kosan di Banjar Batanbuah, Dauh Yeh Cani, Abiansemal, Badung. “Tersangka mengambil sepeda motor yang terparkir di depan kosnya. Motor yang dicuri milik I Gede Laksana (28). Korban dan tersangka tetangga kos,” ucapnya. Tersangka mengambil motor korban dengan menggunakan kunci palsu. Awalnya, motor milik pemuda asal Kubutambahan, Buleleng itu disembunyikan di wilayah Mengwi. Setelah aman, motor tersebut dibawa ke Situbondo, Jawa Timur dan dijual ke seorang penadah seharga Rp 4,1 juta. Selanjutnya, tersangka kembali ke Bali dengan membawa uang
hasil penjualan motor dan pindah kos, tinggal di wilayah Denpasar. “Tersangka ini bekerja sebagai tukang ojek di wilayah Denpasar,” kata Andi Fairan. Selama lima bulan pengejaran, polisi kesulitan melacak keberadaan tersangka lantaran selalu pindah-pindah tempat kos. Akhirnya, polisi mendapatkan informasi jika tersangka sedang mudik ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur. Tidak membuang kesempatan, tim gabungan Polsek Abiansemal dan Polres Badung bergerak menuju Jember. Akhirnya Jumat kemarin, sekitar pukul 03.30, tersangka digerebek di rumahnya. “Tersangka masih dalam perjalanan ke Bali dari Jember,” ucap perwira asal Makassar, Sulawesi Selatan ini. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti KTP, SIM C, kartu ojek pangkalan, dan ponsel milik tersangka. Hasi pemeriksaan awal, diketahui jika tersangka telah beberapa kali ditangkap polisi lantaran terlibat kasus pencurian. salah satunya, pencurian sarang burung walet di wilayah Jember. “Masih didalami, diduga kuat tersangka melakukan beberapa kali aksi pencurian di Bali,” tegasnya. (kmb)
Bali Post/ist
DIGEREBEK - Tersangka Herman Yahya alias Herman (tengah) digerebek polisi di kampung halamannya di Desa Gebang, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur, Jumat (7/6) kemarin.
Pascateror Bom di Sukoharjo
Pengamanan di Bandara Ngurah Rai Normal Mangupura (Bali Post) -
Pascaterjadinya bom bunuh diri di depan Pos Polisi di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah, aparat kepolisian di sejumlah daerah memperketat pengamanan. Akan tetapi, penjagaan di Bandara Ngurah Rai tampaknya masih normal dan tak ada peningkatan status keamanan di Bali. Peningkatan penjagaan di salah satu pintu masuk Bali ini lantaran dalam rangka hari raya Idul Fitri. Hal ini diungkapkan Kapolsek Kawasan Bandara Ngurah Rai, Kompol Agung Budiarto. Ia menjelaskan tidak ada penjagaan ketat di kawasan bandara pascabom bunuh diri Sukoharjo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Menurutnya, pengamanan yang selama ini dilakukan merupakan kegiatan rutin dilaksanakan jauh sebelum adanya aksi teror bom. “Kalau ada yang mengatakan penjagaan kawasan bandara diperketat pascabom itu tak benar. Nanti malah membuat wisatawan takut seakan Bali tak aman. Penjagaan yang dilakukan selama ini disebut K2YD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan) merupakan kegiatan rutin dengan melibatkan semua unsur terkait seperti TNI AU, K-9 Polda Bali dan Security Angkasa Pura (Avsec),” jelasnya Jumat (7/6) kemarin. Menurutnya, kegiatan K2YD ini untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif dan memberikan kenyamanan kepada para penumpang atau pengguna jasa bandara lainnya. Terlebih, saat ini sedang ada perayaan hari besar Idul Fitri dan libur panjang. “Kegiatan K2YD dengan sasaran pemeriksaan mobil boks dan pribadi secara random yang dilakukan di tollgate masuk bandara, pemeriksaan identitas para pengunjung juga dilaksanakan patroli gabungan ke tempat-tempat objek vital yang ada di bandara termasuk tempat ibadah dan mengedepankan fungsi Binmas sebagai upaya melakukan pembinaan melalui giat sambang dan dialogis,” tegas Agung Budiarto. (kmb)
Bali Post/ist
PATROLI - Sejumlah aparat polisi ketika melakukan patroli untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Bandara Ngurah Rai.
Lerai Suami Marahi Cucu, Nenek Dipukul Pakai Gergaji Bangli (Bali Post)Maksud hati melerai suaminya agar tak memukul cucunya yang masih kecil, seorang nenek di Desa Peninjoan, Tembuku malah menjadi korban penganiayaan. Korban, I Ketut Tampi (58), diduga dipukul suaminya, I Ketut Jerman, menggunakan gergaji hingga berlumuran darah. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Jumat (7/6) kemarin, mengatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut terjadi pada Kamis (6/6) siang sekitar pukul 13.30 wita. Saat itu korban sedang di dalam rumah bersama cucunya. Suami korban I Ketut Jerman kemudian memanggilmanggil cucunya namun tak mau datang. Rupanya hal itu membuat Jerman kesal. Jerman lalu menghampiri cucunya lalu memarahinya. Tak hanya itu, ia hendak memukul cucunya namun korban lebih dulu datang untuk melerainya. Jerman yang tak terima dilerai kemudian mengambil gergaji lalu menjambak ram-
UGD - Korban di UGD RSU Bangli. but korban. Dengan emosi, Jerman memukul korban menggunakan gergaji yang dibawanya. Korban yang tak terima dengan perlakuan suaminya berupaya mencari pertolongan ke rumah saksi I Wayan Ngemben. Oleh saksi, korban yang saat itu datang dengan kondisi berlumuran darah lalu diajak ke RSU Bangli untuk mendapat pengobatan. “Saksi selanjutnya melapor-
Bali Post/ist
kan kejadian itu ke SPKT Polres Bangli,” kata Sulhadi. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSU Bangli, korban mengalami luka di kepala bagian kanan dengan panjang 3cm, lebar 0,5cm, kedalaman 0,5cm. Akibat lukanya itu, korban harus mendapat empat jaritan di kepalanya. “Saat ini kasus KDRT tersebut sedang dalam penanganan PPA Polres Bangli,” jelasnya. (kmb40)
Tukang Ojek Ditikam Orang Tak Dikenal Mangupura (Bali Post) Nasib nahas dialami I Nyoman Suparta (21), pemuda kelahiran Banjar Besakih, Rendang, Karangasem. Ia ditikam orang tak dikenal ketika hendak belanja di salah satu Mini Mart, Jalan Legian, Kuta, Badung, Senin (3/6) sekitar pukul 03.00 wita. Akibatnya, korban terkapar lantaran pinggang dan lambungnya tertembus pisau. Hingga saat ini, korban yang merupakan tukang ojek lepas ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Informasi yang dihimpun Jumat (7/6) kemarin, menyebutkan, polisi masih mendalami motif penusukan yang dialami korban yang kos di Jalan Tukad Pakerisan Gang Sari Kuning, Denpasar Selatan itu. “Polisi masih memburu pelakunya. Diduga kuat, pelakunya mengenal korban,” kata sumber di Polresta Denpasar kemarin. Sumber yang namanya tak mau dikorankan ini menyebutkan kasus penusukan tersebut berawal saat korban sedang melintas di Jalan Legian, Kuta, seorang diri. Korban sedang mencari
penumpang, khususnya wisatawan asing. Namun saat berhenti di depan Mini Mart dan bermaksud membeli sesuatu, ternyata seseorang menghampirinya dari belakang. “Orang tersebut yang merupakan pelaku mengendarai sepeda motor,” ujar sumber. Tanpa basa-basi, pelaku mengeluarkan pisau dan menusuk pinggang kanan korban. Saat itu, pelaku dan korban sama-sama masih berada di atas kendaraan. Usai menusuk korban, pelaku melarikan diri ke arah selatan. “Korban sempat berdiri usai ditusuk, namun tak berselang lama lantas roboh. Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka di punggung kanan dan lambung,” tegasnya. Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa belum memberikan keterangan resmi terkait kasus penusukan tersebut. Sedangkan Kasubag Humas Polresta Denpasar Ipda Karnada yang dikonfirmasi mengaku masih mengecek di perkembangan penyelidikan kasus penusukan yang ditangani Unit Reskrim Polsek Kuta tersebut. (kmb)
OPINI
6
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Perlihatkan Diri sebagai Politisi yang Bijak
MEMBERIKAN pelajaran kepada masyarakat atau masyarakat yang memberikan pelajaran kepada para pemimpin kita? Inilah yang harus kita pertanyakan kepada para elit di Indonesia. Beberapa waktu lalu kita menyaksikan mereka saling bersalaman ketika menghadiri pemakaman Ani Yudhoyono. Tentu kita sangat menghargai fenomena tersebut karena memang itulah yang menjadi harapan semua. Rasanya sudah waktunya para elit untuk memperlihatkan jati dirinya kepada masyarakat. Jati diri yang bagaimana? Tidak lain adalah politisi yang mampu memberikan kontribusi kesejukan kepada kita semua. Suasana kesejukan ini sangat penting kita dapatkan karena sudah hampir lima tahun kita tidak dapatkan. Sejak periode pertama pencalonan Joko Widodo sebagai presiden sudah terasakan hal itu. Beberapa protes dan gugatan terlihat saat itu, dan berlanjut hingga kini. Kalaupun selama periode pertama pemerintahan Joko Widodo ada stabilitas, tetapi tetap ada terasa hal yang mengganggu. Di media sosial banyak hujatan yang muncul. Fenomena kekalahan Ahok dilihat masyarakat sebagai salah satu dari hal yang tidak kondusif tersebut. Dengan itulah kita saat ini menghargai adanya pertemuan antara para elit tersebut. Dalam konteks pengaruh, pertemuan itu akan mampu menjalarkan ide dan inspirasinya kepada masyarakat yang secara struktural berada pada jenjang yang lebih rendah. Jadi, pada tingkat akar rumput, konflik tidak akan terjadi atau tidak meluas. Satu yang harus kita ingat adalah bahwa untuk mencapai rekonsiliasi atau pertemuan yang menyejukkan itu sudah tentu tidak harus dilaksanakan hanya saat ada kejadian-kejadian khusus, seperti berpulangnya Ibu Ani. Titik lain yang bisa dilihat dari sisi ini adalah, bahwa politik itu adalah sebuah fenomena yang cair. Dalam arti bahwa sangat tergantung kepada aktornya dan sifat-sifat yang melekat pada mereka. Pekerjaan rumah yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana para politikus yang akan berlaga dalam kompetisi politik dapat memiliki sifat-sifat yang mendukung pada kondusivitas suasana kehidupan bernegara dan berbangsa, sehingga dapat memberikan kesejukan pada masyarakat. Ini bukan pekerjaan yang mudah tetapi memerlukan perjuangan yang panjang melalui pendidikan. Yang kita maksudkan bukan hanya pada pendidikan formal seperti di sekolah-sekolah, tetapi juga pada pendidikan diluar sekolah yang sering disebut sebagai pendidikan alami. Ada juga yang menyebut sebagai universitas alam. Sering kali pengalaman yang ada pada kehidupan sosial yang sesungguhnya mampu memberikan penyadaran kepada kita semua. Bahkan pengalaman ini mampu mengalahkan pendidikan formal. Menjadi besar hati karena menerima kekalahan misalnya, merupakan pelajaran alami yang tidak dapat didapatkan di bangku kuliah. Hanya dengan belajar dari alam dan peristiwalah hal itu akan terjadi. Sebagai masyarakat yang berbudaya, Indonesia sudah mempunyai nilai-nilai tradisional untuk menjadikan kekalahan sebagai sebuah kemenangan. Menang tanpo ngasorake merupakan nilai tradisi yang mengajarkan masyarakat untuk menghargai kemenangan dan juga menghargai kekalahan. Artinya, merangkul yang kalah. Kita tinggal memperbarui nilai tersebut pada kehidupan di zaman sekarang. Di negara lain, misalnya katakanlah di dunia sepak bola. Dalam sebuah kejuaraan pasti mereka yang kalah di final yang akan terlebih dahulu diberikan kalung medali. Ketika berjalan menerima kalungan medali, mereka akan berjalan di dalam pagar lawannya yang berhasil menjadi pemenang. Ini adalah sebuah sikap hormat terhadap mereka yang kalah. Dengan ada pihak yang kalah, maka sang pemenang akan tahu dan membuktikan kemenangannya. Tanpa ada pihak yang kalah, tidak akan mungkin ada pemenang. Maka yang kalah pun harus dihormati. Melalui hal inilah kita akan berusaha membangun karakter-karakter politisi yang mampu memberikan sumbangan positif kepada masyarakat. Ke depan kita akan dapat melihat Indonesia yang aman dan sejahtera. Indonesia benar-benar memerlukan politisi yang bijaksana.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
By-pass I.B. Mantra Tanpa LPJ Kasus kecelakaan selain disebabkan oleh human eror, juga karena fasilitas jalan yang tak memadai. Kita lihat saja, sebagus apapun jalan By-pass Ida Bagus Mantra sepanjang Denpasar hingga Goa Lawah tetap minor penilain masyarakat karena selama ini tak dilengkapi dengan Lampu Penerangan Jalan (LPJ). Hampir 80 persen LPJ di kawasan ini padam atau sengaja dimatikan. Padahal jalan ini selain padat di siang hati juga malam hari. Terutama truk-truk pengangkut galian C yang banyak memanfaatkan jalan ini di malam hari. Kasus kecelakaan di By-pass IB Mantra juga sering terjadi saat malam hari. Biasanya kendaraan di kawasan ini dengan kecepatan tinggi, maka sebagian besar menyisikan korban meninggal. Jika saya menjadi Gubernur Bali atau Wali Kota Denpasar, atau Bupati Gianyar atau Bupati Klungkung akan menyalakan LPJ sepanjang hari. Bukankah rakyat juga wajib membayar pajak LPJ kepada pemerintah melalui rekening PLN? Kedua, sinar LPJ di malam hari akan membuat kawasan ini bertambah indah dan enak dipandang dari jauh. Para pengguna jalan merasa nyaman dan aman saat menyalip kendaraan lain, kehidupan bisnis malam juga mulai bangkit. Jika saya menjadi pejabat, saya tak akan biarkan By-pass dengan menyandang nama besar Prof. IB Mantra ini gelap gulita. Saya akan malu dengan rakyat yang telah memilih saya, malu karena tak bisa membawa perubahan. Apakah Negara dirugikan hanya dengan menyalakan LPJ tersebut? Nang Eca Kesiman
Malu jika Konflik Politik Terus-terusan Mendera Indonesia Suasana teduh para politisi yang sedang bersaing kelihatan pada saat pemakaman jenazah Ani Yudhoyono beberapa waktu lalu. Salah satu yang menarik perhatian adalah pertemuan antara Susilo Bambang Yudoyono dengan Megawati Soekarnoputri. Masyarakat memberi perhatian pada pertemuan dua elit ini, karena keduanya dinilai masih belum akur, meski sesungguhnya keduanya pernah bertemu dan berjabat tangan. Konflik keduanya adalah sisa masa lalu, saat keluarnya SBY dari kabinet dan persaingan kandidasi presiden.
Oleh
GPB Suka Arjawa ehari setelah pemakaman Bu Ani, giliran Prabowo Subianto yang datang ke rumah Susilo Bambang Yudoyono. Kedatangan yang terlambat untuk berbela sungkawa ini disebabkan karena Prabowo masih berada di luar negeri sebelumnya. Keduanya dinilai mempunyai persoalan karena pascapemilu 2019, Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudoyono dipandang mulai bergeser koalisi ke arah koalisinya Joko Widodo. Terhadap pertemuan dari tokohtokoh yang berseberangan tersebut, masyarakat salut, masyarakat sangat mengharapkan hal ini terjadi demi mendinginkan suasana persaingan dalam politik nasional. Indikator dari hal ini terlihat dari respons dan tanggapan warga melalui layar televisi, media massa dan media sosial, termasuk juga ungkapan perbincangan di warung-warung atau di lapangan olahraga. Sambutan masyarakat ini wajar dan merupakan cerminan dari kekhawatiran masyarakat terbadap konflik politik. Jika kita lihat ke belakang, berbagai konflik politik skala besar yang terjadi di Indonesia diawali oleh persaingan antarelit politik. Kahar Muzakar, DI/TII, Ratu Adil, Gestok, sampai masa tumbangnya rejim Orde Baru, merupakan hasil dari per-
saingan elit politik. Pertemuan-pertemuan itu dinilai mampu meneduhkan suasana politik nasional oleh masyarakat. Dari sisi sosiologis, respons positif yang diberikan oleh masyarakat itu, sekali lagi merupakan cerminan dari kerinduan masyarakat akan suasana damai. Seperti yang telah diungkapkan di atas, rasa khawatir itu ada. Di sini rasa kekhawatiran itu muncul sebagai ungkapan perpaduan dari beberapa hal, yaitu fakta sejarah nasional, kondisi kontemporer negara dan kondisi kontemporer internasional. Empat tahun terakhir merupakan kondisi politik yang tidak kondusif secara nasional. Fenomena kekalahan Ahok, berbagai ujaran negatif di media sosial sampai ketidakpuasan oposan saat keberhasilan Joko Widodo pada periode pertama, merupakan kondisi politik yang tidak kondusif itu. Pada tingkat internasional, konflik yang diakibatkan oleh persaingan elit tersebut, hampir seluruhnya mengakibatkan gangguan atau kehancuran negara. Ini terlihat misalnya di negara-negara di Timur Tengah. Sampai sekarang Suriah dan Libia masih belum stabil. Bahkan Brexit di Inggris mengganggu jalannya pemerintahan yang membuat perdana menteri Inggris harus mengundurkan diri.
Maka dengan perpaduan antara sejarah konflik di Indonesia, konflik elit yang terjadi sekarang dan dipadu dengan situasi internasional tersebut, sangat wajar kemudian masyarakat kita khawatir. Intinya masyarakat Indonesia menginginkan negara utuh, situasi tenang dan damai. Para elit harus menyadari dan bertindak untuk mencapai hal ini. Akan tetapi, di balik semua hal yang diuraikan di atas, ada hal lain yang harus diperhatikan betul oleh kita semua. Untuk berbaik-baikan atau rekonsiliasi bagi pihak-pihak yang berkonflik dalam politik, jelas tidak harus menunggu ada peristiwa khusus, semacam wafatnya tokoh nasional. Rekonsiliasi tersebut adalah sebuah kesadaran, dan dalam politik nasioal kesadaran menjadi sebuah keharusan. Pidato dari Hilarry Clinton ketika dikalahkan oleh Donald Trump pada pemilu di Amerika Serikat, menjadi pembelajaran yang sangat bagus untuk membangkitkan kesadaran itu. Orang mungkin sudah tahu bahwa negara Amerika Serikat mempunyai tradisi sportif yang menjadi pendamping setia demokrasi mereka. Pada setiap akhir pemilu, kandidat yang kalah akan mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada pemenang. Dan sebaliknya sang pe-
menang akan memberikan ucapan terima kasih kepada kompetitor dan masyarakat. Dan persaingan pada akhirnya telah selesai pada saat itu, demokrasi telah berjalan dengan baik dan rakyat kembali bersatu. Tetapi pada kontestasi pemilihan presiden Amerika Serikat yang terakhir ini suasannya berbeda. Sebagian penduduk bumi tahu atau memandang bahwa kemenangan Trump itu dibantu oleh rekayasa media sosial yang memungkinkan nilai-nilai anutan Trump masuk pada ranah psikologis masyarakat Amerika Serikat. Ada nuansa rekayasa media-wacana dengan teknologi mutakhir yang memungkinkan Trump menang, yang tidak pernah terjadi sebelumnya pada pemilu di negara tersebut. Tetapi apa yang terjadi pada diri Hillary Clinton setelah kekalahannya itu? Dia menyadari rekayasa tersebut. Tetapi lebih sadar bahwa tradisi pengakuan kekalahan dan selamat kepada pemenang, jauh lebih berguna untuk mempersatukan rakyat Amerika Serikat. Maka yang menjadi tekanan penting di dalam pidatonya adalah bagaimana ia memandang bahwa masyarakat Amerika Serikat harus kembali bersatu. Ia mengakui bahwa baik dirinya maupun pendukungnya sakit dengan kekalahan tersebut. Tetapi, tentu saja akan lebih sakit lagi kalau masyarakat terbelah. Tetapi ia harus mengucapkan selamat kepada Trump dan mengakui kekalahannya. Dengan inilah demokrasi, tradisi dan persatuan Amerika Serikat berhasil dipertahankan. Tentu saja mereka juga akan malu secara nasional, sebagai bangsa dan negara kepada masyarakat internasional, jika misalnya rakyat Amerika Serikat terpecah dan terbelah.
”Bullying’’ Dalam Pergaulan
PERNAH tidak menyadari bahwa sapaansapaan memojokkan (Hei pendek…. Hei Gendut….Hei kecil… Hei, Hei, Hei…..) terkadang melukai. Kedengarannya sederhana dan biasa, tapi sadar atau tidak sadar kita seringkali memakai kata-kata itu di dalam pergaulan kita sehari-hari. Kita pasti sangat familiar dengan kata bullying bukan? Sejatinya bully adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris. Banyak dari kita yang mungkin saja tidak begitu mengerti apa terjemahan kata bullying dalam Bahasa Indonesia. Dalam KBBI, kata bullying digantikan dengan kata merisak atau merundung yang artinya menganggu dan mengusik terus-menerus. Seorang guru besar emeretus UI, Anton M. Moeliono, lebih mengusulkan memakai kata risak terkait kata yang lebih dekat dengan bullying. Berbeda lagi, menurut Wikipedia.org bullying lebih identik dengan penindasan, bisa berupa kekerasaan, ancaman, paksaan, atau sesuatu hal yang kesannya mengintimidasi orang lain. Beberapa kasus yang cukup membuat masyarakat gerah ialah kasus bullying yang dilakukan anak-anak muda zaman sekarang yang dianggap sebagai hal biasa dalam bergaul. Ternyata hal itupun terjadi sudah terjadi selama berabad-abad lamanya. Menurut seorang Profesor Dan Olweus (1993) ada beberapa tindakan negatif yang digolongkan dalam bullying, seperti mengatakan hal yang tidak menyenangkan dan memanggil seseorang dengan julukan yang buruk. Selain itu, mengabaikan dan mengucilkan seseorang dari suatu kelompok karena sebuah tujuan pun ternyata bagian dari bullying. Tidak hanya itu, Olweus menambahkan bahwa mengatakan kebohongan atau rumor yang tidak benar mengenai seseorang atau membuat orang lain tidak menyukai seseorang pun masuk dalam kategori bullying. Kalau kita melihat pergaulan sekarang ini, ternyata bukan hanya anak-anak saja yang tersengat pengaruh buruk bullying ini melainkan anak muda bahkan orang dewasa juga. Buktinya sekarang begitu banyak fenomena bullying yang menjadi sorotan televisi ataupun internet. Bullying ini pun tidak hanya menjangkiti masyarakat biasa, ternyata tokoh publik pun tak lepas dari kasus bullying ini. Mengelitik sekali bukan? Pendidikan tinggi, status sosial tinggi, tokoh publik atau politik, kaum negarawan atau rohaniwan, anak muda, orangtua, orang
Oleh
Christina Ester M. Hutabarat desa ataupun kota, bahkan anak-anak menjadi sasaran yang bisa saja mereka menjadi korban ataupun pelaku bullying itu sendiri. Sadar atau tidak, ingatlah bahwa korban ataupun pelaku bullying sama-sama membutuhkan pertolongan. Dampak yang diakibatkan tindakan ini sangat mempengaruhi banyak hal dalam aspek kehidupan seseorang. Misalnya saja, seorang anak yang menjadi korban bullying sangat berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik ataupun mental. Siapa pun yang menjadi korban bullying identik dengan munculnya masalah mental, seperti depresi, kegelisahan yang berlebihan, susah tidur, sakit kepala akut, sakit perut dan tegang otot, perasaan takut dan tidak aman, tidak semangat belajar, kurangnya gairah untuk melanjutkan kehidupan dan masih banyak contoh lainnya yang akhirnya merusak masa depan korban. Bukan saja di Indonesia, melainkan di seluruh belahan dunia pun kasus bullying ini menjadi masalah yang harus diselesaikan. Contoh kasus bullying yang terjadi di Ohio ialah seorang siswa sekolah dasar nekat mengantungkan dirinya menggunakan dasi sekolah karena di-bully oleh temannya di sekolah. Bocah tersebut mengalami penganiayaan fisik dari teman-temannya. Selain itu, seorang remaja di Texas memilih untuk menembakkan pistol ke dadanya sendiri hingga tewas karena merasa dipermalukan di dunia maya. Tragis bukan? Lalu bagaimana dengan kasus bullying di Indonesia? Seorang anak SMP di Bali tega membunuh temannya sendiri karena menyimpan dendam yang sudah cukup lama kepada korban. Pelaku pernah menjadi korban bullying sejak kelas satu SMP. Rantai bullying tidak akan terputus karena suatu saat bisa saja korban bully menjadi pelaku bully. Degradasi moral menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Kurangnya kesadaran dan tergerusnya itikad baik masyarakat menjadi pemicu moral yang tidak baik. Kata-kata tidak lagi diucapkan dengan hikmat, perbuatan tidak lagi dijaga, bahkan pergaulan pun kerap menimbulkan perlakuan yang tidak adil. Misalnya saja, anak muda zaman sekarang akan dianggap gaul
apabila mengeluarkan kata-kata buruk yang menyudutkan orang lain. Publik figure tidak lagi menjaga etika dan tutur kata kala muncul di sosial media atau televisi. Selain itu, kaum intelektual pun terkadang saling menjatuhkan secara terang-terangan tanpa merasa bersalah. Tidak mudah menyelesaikan kasus bullying jika akhirnya moral manusia sudah semakin buruk dan terperosok. Bagaimana menyelesaikan bullying? Kalau ditanyakan bagaimana cara mengatasi kasus bullying maka akan ada banyak cara dan strateginya. Akan tetapi poin utamanya tetaplah membereskan bullying sampai ke akarnya. Mengenali apa saja yang termasuk bullying adalah langkah awal yang harus dilakukan. Menjaga perkataan dan perbuatan supaya tidak menjadi korban ataupun pelaku bullying harus dimulai dari keluarga masing-masing. Karakter dan mental kita sangat dipengaruhi bagaimana “sehatnya” keluarga kita. Seorang anak akan memiliki akhlak yang baik dan benar apabila dia diperlakukan dan dididik dengan baik oleh keluarganya. Kepercayaan dan keberhargaan diri yang terbentuk dengan benar akan menjadi modal apabila nantinya anak akan keluar dari rumah dan bergaul di lingkungan. Cara sederhana kedua ialah untuk menyelesaikan ataupun meminimalkan peluang terjadinya bullying ialah dengan belajar melihat setiap kekurangan orang lain bukan menjadi masalah. Memperlakukan orang lain dengan baik dan mengerti kondisi orang lain akan membuat kita menjadi manusia yang berempati bukan pem-bully handal. Kita adalah makhluk sosial yang tidak akan pernah terlepas dari orang lain. Untuk itu jangan pernah merasa benar tanpa alasan dan jangan memaksakan untuk mewujudkan segala keinginan pribadi kita dengan menjatuhkan orang lain. Ingatlah bahwa peluang kita menjadi korban dan pelaku bullying sangat besar. Sekali kita masuk dalam rantai bullying maka akan sulit untuk kita keluar darinya, karena manusia terdiri dari logika dan perasaan yang cukup mengikat. Mari buka mata dan lihatlah sekeliling kita, mulailah menjadi agen perubahan dalam kasus bullying. Ingat saya ataupun Anda bisa berkata dan melakukannya. STOP bullying.
Ongkos kekalahan ini akan terlalu mahal apabila dibandingkan dengan sejarah kepemiluan dan demokrasi yang mereka anut. Jadi, masa depanlah yang harus dilihat untuk memenangkan demokrasi sesungguhnya. Indonesia adalah negara yang sama dengan Amerika Serikat, yaitu negara bangsa di mana terdiri dari berbagai bangsa dengan bentangan luas geografis yang sama. Jika Amerika Serikat merupakan negara yang terdiri dari imigran yang mempunyai kultur yang berbeda, maka Indonesia adalah negara yang mempunyai kultur yang beragam pula. Karena itu demokrasi menjadi cara untuk mempraktikkan sistem ketatanegaraan. Jika Amerika Serikat malu apabila pecah belah hanya oleh satu pemilu, seharusnya Indonesia juga malu kepada dunia. Di kawasan Asia Timur tidak ada yang menandingi heterogenitas Indonesia. Kecuali Tiongkok, tidak ada negara yang menandingi jumlah penduduk Indonesia. Dan dalam konteks negara yang bermayoritas muslim tetapi yang mempraktikkan sistem demokrasi, tidak ada yang mengalahkan Indonesia. Maka cukup banyak alasan bagi para elit politisi untuk menghilangkan konfliknya. Rekonsiliasi bisa diciptakan melalui metode apapun, tidak harus menunggu peristiwa atau media besar untuk mendorongnya. Nonton wayang bersama, bahkan sarapan bersama akan dapat menciptakan suasana rekonsiliatif. Persoalannya adalah adanya kesadaran bagi para elitelit politik Indonesia yang menjadi penentunya. Maka, setelah hari Raya Lebaran ini kitaa berharap kesadaran itu muncul sehingga apa yang didambakan masyarakat dapat terwujud.
Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
POJOK Sejumlah hotel di Buleleng belum pasang papan nama beraksara Bali. - Perlu diingatkan lagi rupanya. *** Demi menjaga kesucian pura, lahan shortcut titik 5 dan 6 diperluas 0,9 hektar. - Jangan semua untuk ekonomi. *** Stok VAR di sejumlah Puskesmas di Karangasem kosong. - Kesehatan krama Bali mesti dijaga.
Penulis, alumni Pascasarjana ITB dan pegiat sosial
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
12 Motor Sport Terbakar, Kerugian Miliaran Tabanan (Bali Post) Sejumlah warga mendatangi salah satu rumah di Banjar Tegal Baleran Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan, Jumat (7/6) kemarin. Mereka ingin tahu lebih dekat perihal kebakaran yang terjadi pada dini hari sekitar pukul 00.30 Wita tersebut. Kebakaran tersebut menyebabkan 12 sepeda motor sport berbagai merek yang diparkir di garasi milik I Gusti Nyoman Sudiarta hangus. Beruntung kejadian ini tidak sampai memakan korban jiwa. Pemilik rumah mengalami luka di lengan bagian kiri dan kerugian material hingga miliaran rupiah. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta mengungkapkan, dari hasil olah TKP, kebakaran diduga dipicu korsleting pada sistem kelistrikan sepeda motor Honda CRF 250 CC yang diparkir bersama belasan sepeda motor sport lainnya. Kebakaran pertama kali diketahui oleh salah satu penghuni rumah, Ida Ayu Ketut Sarwati. Kala itu dia mendengar suara ledakan. ‘’Mendengar suara ledakan, saksi yang juga pemilik rumah langsung terbangun dan melihat ke luar. Di sana dilihat salah satu motor di dalam garasi dalam keadaan terbakar,’’ ucapnya. Melihat adanya kebakaran, Sarwati pun berteriak meminta tolong serta membangunkan seluruh anggota keluarga. Api berusaha dipadamkan dengan alat seadanya. Sayangnya api tidak mudah ditaklukkan. Api justru menyambar sepeda motor lain yang ada disebelahnya, sehingga api membesar. Setelah beberapa saat, tiga mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas kemudian berupaya keras memadamkan api. Api bisa dipadamkan setelah sekitar 1 jam. Iptu Budiarta menjelaskan, kebakaran dipicu salah satu sepeda motor yang mengalami korsleting pada sistem kelistrikan. Sejauh ini tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan mengarah kebakaran yang disengaja. Korban pun telah menerima kejadian itu sebagai musibah. (kmb28)
Bali Post/ist
OLAH TKP - Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP.
Sepi Peminat
Proyek Pengadaan Bibit Bawang Putih Gagal Ditenderkan
Tabanan (Bali Post)-
Bali Post/bit
PERIZINAN - Salah seorang warga yang memanfaatkan layanan perizinan saat cuti bersama.
Pelayanan Perizinan Saat Cuti Bersama
Tim Teknis Verifikasi Tidak Diterjunkan
Tabanan (Bali Post)Tidak ada kata libur bagi pelayanan publik, termasuk di Tabanan. Seperti pada cuti bersama Lebaran tahun ini, layanan publik di Tabanan tetap memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Salah satunya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Tabanan. Selama buka layanan ada saja masyarakat yang memanfaatkan moment tersebut untuk pengurusan izin ataupun sekadar menanyakan informasi perihal kelengkapan berkas perizinan. Dari pantauan Jumat (7/6) kemarin, tampak sejumlah petugas stand-by menunggu kemungkinan ada masyarakat yang datang untuk mengurus izin. Meski tampak lengang, diakui petugas front office DPMPPTSP Ni Putu Rinawati, rata-rata ada dua sampai tiga orang tiap harinya yang datang. ‘’Selama cuti bersama, ada saja yang datang mulai dari hanya meminta form blangko untuk ngurus izin, ada juga yang mencari informasi,’’ terangnya didampingi Kasi Verifikasi Lapangan DPMPPTSP, Dewa Adnyana. Kepala DPMPPTSP Tabanan I Made Sumertayasa mengatakan, sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat, pihaknya
tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat saat cuti bersama. Masyarakat tetap bisa mengajukan berkas perizinan, termasuk mendapatkan pelayanan perizinan secara online melalui aplikasi jempolan OSS atau jemput bola layanan online single submission. ‘’Rupanya ada masyarakat yang memanfaatkan moment ini meski hanya untuk mencari informasi terkait pengurusan izin maupun yang menyerahkan berkas izin,’’ terangnya. Hanya saja, kata mantan Kabag Umum Setda Tabanan ini, pihaknya menerima berkas yang diajukan masyarakat kemudian memproses sesuai prosedur yang berlaku. Sementara untuk tim teknis verifikasi ke lapangan tidak diturunkan. ‘’Semua perizinan yang masuk kami proses, namun tidak ada tim yang turun ke lapangan. Tim baru turun setelah hari kerja untuk mengecek sebelum menerbitkan izin,’’ jelasnya. Setelah cuti bersama selesai, kata Sumertayasa pelayanan perizinan akan kembali normal. Selain menerima pendaftaran berkas, pihaknya juga akan mengecek ke lapangan guna memastikan proses perizinan sesuai dengan peraturan. ‘’Setelah libur usai, pelayanan normal seperti biasa,’’ jelasnya. (kmb28)
Tahun ini Tabanan mendapatkan bantuan untuk pengembangan hortikultura bawang putih. Luasannya mencapai 225 hektar yang akan disebar di tiga kecamatan yaitu Pupuan, Baturiti dan Penebel. Untuk memenuhi bibit bawang putih, Pemkab Tabanan melakukan tender pengadaan bibit. Sayangnya tender ini gagal. Kepala Bidang Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suandra, Jumat (7/6) kemarin mengatakan, gagalnya tender pengadaan bibit bawang putih ini dikarenakan yang mendaftar cuma satu rekanan, dan itupun tidak lulus persyaratan administrasi. ‘’Yang mendaftar cuma satu dan tidak lulus adminitrasi. Rencananya akan dilakukan tender ulang,’’ ujar Suandra. Minimnya peminat untuk mengikuti tender pengadaan bibit bawang putih kemungkinan karena petani yang menghasilkan bibit bawang putih lebih fokus untuk pe-
menuhan kebutuhan sendiri. Akibat gagal tender, rencana tanam bawang putih di tiga kawasan yaitu Penebel, Baturiti dan Pupuan terpaksa diundur. ‘’Seharusnya jika
tender berjalan lancar, bulan Juni ini sudah mulai tanam. Tetapi karena proses tender ulang, penanaman diundur hingga Juli,’’ papar Suandra. Ia menyebutkan, pemenu-
han bibit bawang putih cukup sulit dilakukan. Bahkan tahun 2018, karena kesulitan memenuhi bibit, jatah program hortikultura yang seharusnya seluas 200 hektar hanya terealisasi 50 hektar. ‘’Pengadaannya terlambat dan petani banyak yang tidak berani menanam bawang putih karena jadwal tanamnya mundur,’’ ujarnya. Untuk mengatasi kesulitan mendapatkan bibit, hasil panen dari program hortikultura bawang putih 2018 seluas 50 hektar dijadikan bibit. Sayangnya, kata Suandra
hasil panen tidak begitu bagus karena hujan yang terus menerus yang menyebabkan petani memutuskan panen muda agar tidak merugi. Dalam memenuhi kebutuhan bibit bawang putih untuk program hortikultura 2019, pihaknya kemudian melakukan tender. Namun langkah ini pun gagal. Tetapi, pihaknya akan kembali melakukan tender ulang. Pengadaan bibit bawang putih dianggarkan Rp 34 juta per hektar. Anggaran itu untuk membeli bibit sekaligus pupuk organik. (kmb24)
Kader Toga di Desa Kukuh Kembangkan Teh Bunga Teleng
Bali Post/bit
MEMBUAT TEH - Salah satu Kader Toga Asuhan Mandiri Segar Arum saat membuat teh bunga teleng.
Tabanan (Bali Post)Bunga teleng, bunga berwarna biru ini merupakan salah satu jenis tanaman merambat yang banyak dijumpai di pakarangan rumah. Biasanya dipakai sebagai tanaman hias. Namun siapa menyangka, bunga ini juga bisa diolah menjadi minuman teh yang berkhasiat sebagai antioksidan. Ibu-ibu PKK di Desa Kukuh Kecamatan Marga yang tergabung sebagai Kader Tanaman Obat Keluarga (Toga) Asuhan Mandiri Segar Arum, sejak enam bulan lalu memperkenalkan sajian teh bunga teleng ke masyarakat. Cara pembuatan teh ini cukup mudah layaknya membuat teh biasa. Yang membedakan hanya gulanya yang dibuat seperti sirup. Kader Toga Asuhan Mandiri Segar Arum, Ni Putu Pasmini menjelaskan, untuk pembuatan satu gelas teh dibutuhkan tiga kuntum bunga teleng. Setelah dicuci bersih, bunga tersebut dimasukkan ke dalam gelas lalu diseduh dengan air panas.
Setelah dirasa warna cukup pekat, bunga teleng kemudian disisihkan. Untuk menambah cita rasa teh teleng, tambahkan sedikit perasan lemon dan sirup gula. ‘’Awalnya banyak yang khawatir untuk meminumnya lantaran warnanya. Namun setelah dicicipi, ternyata enak dan ada yang terus minta dibuatkan,’’ ucap Pasmini saat ditemui, Jumat (7/6) kemarin. Dikatakannya, teh bunga teleng merupakan salah satu hasil pembinaan Puskesmas Marga kepada Kader Toga di Desa Kukuh. Kader Toga yang beranggotakan 17 ibuibu PKK ini sudah ada sejak setahun lalu. Hanya saja ketika itu belum ada kegiatan sama sekali. Namun enam bulan lalu, sejak diberikan SK oleh Kepala Desa, Kader Toga Asuhan Mandiri Segar Arum mulai aktif. Bahkan pembinaan dari puskesmas rutin dilakukan tiap pekan. ‘’Dalam pembinaan tersebut kami selalu mencari hal-hal baru dengan menggunakan
bahan dasar tanaman obat keluarga. Salah satunya ya ini, teh bunga teleng,’’ terangnya. Cara pembuatan teh bunga teleng awalnya didapat dari searching di internet. Kebetulan ada dua warga desa yang memiliki tanaman ini di pakarangan rumahnya. ‘’Kami pun mencoba. Rupanya berhasil. Selain teh, bunga teleng ini juga kami buat untuk agar-agar,’’ ucapnya. Bahkan teh bunga teleng ini juga sudah diperkenalkan saat lomba asuhan mandiri tingkat provinsi Bali pada Mei lalu. Saat itu Desa Kukuh mewakili Kabupaten Tabanan. Dengan makin banyaknya pembinaan untuk Kader Toga Asuhan Mandiri Segar Arum, kini setiap kader diwajibkan memiliki lima KK binaan dan harus memiliki minimal lima tanaman obat di rumah. Tidak hanya teh bunga teleng, Kader Toga Desa Kukuh juga telah mencoba sajian kuliner lain seperti agar-agar kelor serta jukut urap daun jepun. (kmb28)
Perajin Bokor Berbahan Koran Bekas Terkendala Bahan Baku DI tangan I Ketut Suparta, koran bekas mampu disulap menjadi produk kerajinan bernilai tinggi. Peminatnya pun cukup banyak, hingga di luar Kabupaten Tabanan. Setiap harinya Suparta yang warga Banjar Pande Kediri, Kecamatan Tabanan ini dibantu empat anak buahnya menghabiskan waktu membuat kerajinan dengan menggunakan bahan dasar koran bekas. Kerajinan yang dibuatnya seperti bokor, tempat tisue, tempat kuangen, serta keben. Harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung tingkat kesulitannya, mulai dari yang termurah Rp 10 ribu hingga termahal Rp 350 ribu. Ditemui di stand pameran PKB tingkat Kabupaten Tabanan yang dilangsungkan di areal gedung kesenian I Ketut Maria, Suparta menceritakan awal dirinya menekuni usaha kerajinan ini. Awalnya ia hanya coba-coba, sekadar membuat barang sederhana dari bahan koran bekas. Namun setelah dirasa hasilnya bagus, dia mengembangkan ke bentuk lainnya. ‘’Awalnya saya bikin cangkir. Karena berbahan dasar koran, setelah jadi hanya dicat dan belum divernis, saya taruh di bak kamar mandi. Ada sekitar dua jam rupanya masih utuh. Saya pun ber-
pikir, artinya bagus. Di sana barulah timbul niat membuat bokoran,’’ terangnya, Jumat (7/6) kemarin. Berhasil membuat satu bokor, ia pun mencoba menggunakannya sendiri, hingga akhirnya banyak warga yang berminat. ‘’Awalnya hasilnya jelek, tetapi tetap saya pakai kondangan. Di sana mulai banyak peminatnya. Sampai ada yang ngamprah 100 biji. Semangat saya untuk menekuni kerajinan ini pun muncul. Sampai saat ini sudah tiga tahun saya bergelut di kerajinan koran bekas,’’ jelasnya. Selama ini yang paling
dominan dicari konsumen berupa bokor dan tempat kuangen. Permintaan pun terus berdatangan, bahkan Suparta diundang untuk mengajar di Kabupaten Gianyar tentang cara membuat kerajinan dari koran bekas. Permintaan terhadap produknya juga meluas, bahkan hingga Ambon. Namun belakangan ini permintaan mulai sepi. Tidak hanya itu, bahan baku berupa kertas koran bekas juga sulit didapatkannya. ‘’Bahan baku sulit dicari sekarang, karena koran sudah sedikit yang langganan. Mungkin karena pengaruh
digital. Tapi bersyukur masih ada yang membawakan meski sedikit,’’ terangnya. Selain sepinya orderan, pihaknya dalam sebulan ini mengaku hanya fokus membuat stok untuk ditampilkan pada pameran PKB di tingkat provinsi. ‘’Ada 500 pcs dengan segala bentuk sudah saya siapkan sejak satu bulan lalu untuk dibawa ke pameran PKB propvinsi,’’ terangnya. Ia pun hanya berharap usaha kerajinan yang ditekuninya ini akan terus ada, karena salah satu tujuannya memanfaatkan koran bekas yang bisa saja menjadi sampah jika tidak diubah menjadi barang bernilai ekonomis. (kmb28) PERAJIN - I Ketut Suparta, perajin bokor berbahan koran bekas turut berpartisipasi pada pameran PKB tingkat kabupaten di areal gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan.
BULELENG
8
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
Tak Ingin Ganggu Kesucian Pura
Lahan ”Shortcut” Lima dan Enam Bertambah 0,9 Hektar Singaraja (Bali Post) – Lahan yang dibutuhkan untuk membangun jalan shortcut Singaraja – Mengwitani di lokasi lima dan enam di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada terpaksa ditambah. Penyebabnya karena di lokasi ini trase jalan yang sedang dibangun melintasi areal Pura Beji, Dusun Amerta Sari, Desa Pegayaman. Tak ingin mengganggu kesucian pura tersebut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII menggeser trase jalan dan membeli tambahan lahan milik warga seluas 0,9 hektar.
Bali Post/kmb38
SHORTCUT – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kepala BBPJN VIII meninjau lokasi proyek shortcut Singaraja – Mengwitani lokasi lima dan enam di Desa Pegayaman, Jumat (7/6) kemarin.
Hal ini diungkapkan Kepala BBPJN VIII I Ketut Darmawahana, saat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster meninjau pelaksanaan proyek shortcut di lokasi lima dan enam, Jumat (7/6) kemarin. Darmawahana mengatakan, tambahan lahan itu terjadi karena dari identifikasi lahan secara keseluruhan tidak ditemukan terkait lokasi Pura Beji di lokasi pelaksanaan proyek. Justru permasalahan itu baru ditemukan setelah pelaksanaan proyek berjalan. Pura Beji itu sendiri lokasinya persis di badan jalan yang akan dibangun. “Awalnya Pura Beji itu memang tidak terdeteksi dan setelah proyek berjalan baru muncul. Masalah itu bisa dan sudah kami tuntaskan dengan merubah trase jalan, itu sudah clear,” ujarnya. Menurut Darmawahana, secara teknis kalau trase jalan tetap dibiarkan melintasi Pura Beji tersebut masih memungkinkan. Akan tetapi, pihaknya khawatir kalau masalah itu
akan memicu gangguan kesucian pura, sehingga diputuskan untuk menggeser trase jalan. Menyusul perubahan itu, BBPJN bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan kontraktor telah mengambil keputusan untuk membeli tambahan lahan warga seluas 0,9 hektar. Tambahan lahan seluas itu sudah diganti rugi dengan menyerap tambahan anggaran sebesar Rp 2 miliar. “Karena menggeser trase-nya, jadi kita beli tambahan lahan. Ada tiga pemilik tanah dan ganti ruginya sudah dilunasi sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Darmawahana. Darmawahana menambahan, selain menggeser trase jalan di loaksi lima dan enam itu, pihaknya juga menata dan memperkuat saluran di lingkungan pura tersebut. Dengan demikian, lingkungan di pura tersebut kelestariannya tetap terjaga dan tetap difungsikan oleh pihak desa pakraman. “Atas kesepakatan kami dengan pihak desa pakraman kawasan di beji
itu tetap difungsikan. Salurannya kami perbaiki dan ditata, sehingga kesucian pura itu tetap terjaga dan pada intinya tetap bisa difungsikan,” jelasnya. Sementara itu terkait realisasi proyek shortcut di lokasi lima dan enam, Darmawahana menyebut ada kemajuan yang sangat baik. Ini dibuktikan dengan dari perencanaan proyek sebesar 48 persen, namun faktanya hingga bulan ini realisasinya sudah mencapai 50,73 persen. Di lokasi lima dan enam ini pelaksanaan proyek mengerjakan badan jalan baru, pembuatan drainase, dan pembuatan penangkal tanah longsor dengan konstruksi traf (seperti teras sering). Penangkal longsor ini dibuat pada 7 lokasi traf dengan ketinggian mencapai 38 meter. Saat ini ini realisasi pengerjaan jalan sudah mencapai 51 persen. Untuk pembangunan jembatan, pelaksana proyek sudah selesai mengerjakan borfail, pondasi dan pembuatan kepala pilarnya. Untuk realisasi pengerjaan jembatan sepanjang 2010 meter itu sudah mencapai 48 persen. “Secara umum berjalan dan progres melebihi target perencanaan dengan deviasi rata-rata 1,78 persen, sehingga kami optimis bisa menuntaskan proyek shortcut lima dan enam sesuai kontrak pada Desember 2019 mendatang,” jelas Darmawahana, didampingi PPK Ketut Payun Sentosa. (kmb38)
Minat Wisatawan Menikmati Wisata Bahari Menurun Singaraja (Bali Post) – Selama libur Idul Fitri Tahun 2019 ini, peminat wisata bahari di Buleleng mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Wisatawan domestik dari Jakarta, Surabaya dan beberapa kota besar di Jawa lainnya, dominan mengunjungi objek wisata alam, seperti air terjun dan water park. Sedangkan paket wisata bahari dengan andalan atraksi dolphin di habitat aslinya dan spot diving, justru sepi pengunjung. Salah satu pelaku wisata bahari Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kadek Agus, Jumat (7/6) kemarin menuturkan, turunnya minat wisatawan menikmati paket wisata bahari tidak diketahuinya secara pasti. Kalau dalam libur lebaran tahun lalu, semua perahu milik anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Segara Penimbangan menerima pesanan mengantar wisatawan tour ke tengah laut, menyaksikan atraksi dolphin dan diving. Namun, memasuki libur sekarang, hanya satu dua perahu yang menerima order. Tidak heran, situasi ini membuat sebagian besar pemilik atau joki perahu kebanyakan menganggur
karena peminat paket wisata bahari turun drastis. “Berbeda sekali kalau Lebaran tahun lalu, sampai mencari perahu di daerah lain karena memang minat tamu tour bahari begitu tinggi. Tapi sekarang hanya satu atau dua perahu saja yang dapat tamu,” ujarnya. Tarif paket wisata bahari Rp 60 ribu per orang. Di mana kapasitas angkut setiap perahu antara lima sampai 6 orang untuk satu kali melaut. Sedangkan untuk wisata bahari dengan objek pemandangan terumbu karang Pantai Penimbangan, tarifnya lebih murah antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per orang. Menurut Agus, kondisi ini tidak saja terjadi di Pantai Penimbangan, namun hal serupa terjadi di spot wisata bahari lain di Buleleng, seperti Pantai Lovina dan sekitarnya. Peminat wisata bahari juga sepi. “Sekarang tamu memilih air terjun atau ke water park yang banyak dibuka di Buleleng. Syukurnya tempat piknik keluarga dengan menikmati kuliner di Penimbangan masih tergolong ramai, jadinya ada pakai menutupi kalau wisata bahari sepi pengunjung,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/mud
WISATA BAHARI – Libur Idul Fitri tahun ini, peminat wisata bahari di Pantai Penimbangan turun drastis dibandingan tahun lalu. Wisatawan domestik lebih tertarik mengunjungi objek wisata alam atau water park.
SIDAK – Satpol PP Buleleng melakukan sidak realisasi Pergub No. 97, Pergub No. 79, dan Pergub No. 80 Tahun 2018, Jumat (7/6) kemarin.
Sejumlah Hotel Belum Pasang Papan Nama Beraksara Bali
Singaraja (Bali Post) – Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait penggunaan bahasa aksara dan sastra Bali, terus digenjot. Setelah regulasi itu diundangkan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng mulai menegakan ketentuan itu. Hasilnya masih banyak ditemukan pengusaha hotel dan vila di Buleleng belum memasang papan nama usahanya menggunakan aksara Bali. Untuk itu, Satpol PP menginstruksikan Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) agar mengingatkan anggotanya untuk mengganti papan nama yang awalnya bertuliskan huruf latin diganti dengan aksara Bali. Hal ini diungkapkan Kasatpol PP Buleleng, Putu Dana saat Sidak penerapan Pergub No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Plastik Sekali Pakai, Pergub No. 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, dan Pergub No. 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Jumat (7/6) kemarin. Putu Dana mengatakan, sidak ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penerapan kebijakan Pemprov Bali di daerahnya. Sejak
regulasi itu diundangkan, lingkungan pemerintah daerah, perusahaan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Bali utara, sudah menerapkan amanat pergub tersebut. Hanya saja, untuk pengelola hotel, vila dan beberapa toko modern di daerah ini, masih ditemukan belum mengikuti aturan yang sudah diundangkan itu. Dana mencontohkan, kebanyakan papan nama hotel atau vila masih banyak menggunakan huruf latin. Tidak diketahui dengan pasti mengapa pihak manajemen hotel atau vila tersebut belum mengikuti kebijakan yang berlaku. “Karena ini sudah diundangkan, kami melakukan penegakan aturan. Tadi hotel dan vila masih banyak pakai huruf latin dan belum memakai aksara Bali seperti diamanatkan dalam Pergub,” ujarnya. Atas hasil sidak itu, mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ini akan melayangkan surat kepada PHRI Buleleng. Dalam surat itu, PHRI sebagai induk organisasi agar memerintahkan semua anggotanya untuk mengikuti aturan yang ada. Setelah bersurat itu, sidak akan kembali dilancarkan. Kalau dalam sidak berikutnya
masih ditemukan manajemen hotel atau vila yang melanggar, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memberikan sanksi tegas. “Secara kewenangan kami menegakkan aturan, maka kalau masih ditemukan pelanggaran ya pasti akan ada sanksi yang kita berikan sesuai mekanisme,” jelasnya. Sidak tersebut juga menyasar beberapa toko modern dan supermarket di Buleleng. Di lokasi ini, Satpol PP mengevaluasi bagaimana pengelola dan manajemen mengikuti Pergub tentang pembatasan plastik sekali pakai. Beberapa toko modern dan supermarket sudah mengikuti aturan ini dan menyediakan tas belanja khusus untuk konsumen. Namun demikian, masih ada toko modern menggunakan tas plastik, sehingga pihak manajemen ditegur dan diperintahkan segara mengikuti Pergub yang sudah diundangkan tersebut. “Untuk pemakaian plastik sekali pakai hasil pengawasan kita sudah diikuti, namun masih ada yang belum. Kami berikan peringatan agar mengikuti regulasi yang ada, termasuk nanti di pasar tradisional kebijakan ini wajib diikuti,” jelas birokrat asal Desa Pengletan, Kecamatan Buleleng ini. (kmb38)
Lelang Empat Jabatan, Sepi Pendaftar
Gede Wisnawa
Bali Post/kmb38
Singaraja (Bali Post) – Empat jambatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Buleleng tahun ini mulai dilelang secara terbuka. Jabatan itu masing-masing Kepala Dinas Pertanian (Distan), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Dinas Pemadam Kebarakan (Damkar), dan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Koperasi-UKM). Hingga saat ini belum ada yang mendaftar untuk mengikuti lelang tersebut. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKSDM) Buleleng, Gede Wisnawa, Jumat (7/6) kemarin mengatakan, lelang jabatan ini sebelumnya sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Dari rekomendasi itu, kemudian dibentuk Panitia Seleksi (Pansel) yang diketuai Sekkab Buleleng, Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. Sejauh ini, menurut Wisnawa, Pansel sudah menetapkan tahapan lelang jabatan yang diawali dengan masa pendaftaran dan penyerahan berkas administrasi, mulai 31 Mei sampai 16 Juni 2019. Pansel kemudian meneliti kebenaran dan kelengkapan berkas administrasi. Pada 17 Juni mendatang,
Pansel mengumumkan peserta lelang jabatan yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selain tahapan itu, Pansel juga sudah menetapkan jadwal tes kompetensi bagi pelamar yang dinyatakan lolos administrasi. Tes ini dijadwalkan mulai 21 sampai 22 Juni. Tahapan akhir adalah penilaian rekam jejak dilakukan mulai 17 sampai 30 Juni 2019 dan penyerahan hasil seleksi kepada PPK dijadwalkan pada 2 Juli 2019 mendatang. “Sedang berproses tahap awal. Pansel masih menunggu pendaftaran dan penerimaan berkas dari pelamar sesuai tahapan yang sudah ditetapkan,” tegasnya. Menurut birokrat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini, sejak pendaftaran dibuka, Pansel belum menerima pelamar yang mendaftar. Namun demikian, beberapa calon pelamar yang dikabarkan akan mengikuti lelang jabatan ini mulai melakukan konsultasi teknis ke Sekretariat Pansel Lelang Jabatan. “Baru secara lisan saja menanyakan syarat dan ketentuan teknis. Karena kami sudah umumkan pelamar itu kami minta mencermati syarat di pengumuman. Prediksi kami setelah libur cuti bersama Idul Fitri nanti pasti akan ada pelamar yang mendaftar,” jelasnya. (kmb38)
GIANYAR
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
9 Puluhan Napi Terima Remisi
Bali Post/kmb35
MOBIL DEREK - Petugas Dishub Gianyar bersama jajaran kepolisian mengerahkan mobil derek untuk menertibkan para pelanggar parkir.
Tertibkan Parkir Liar di Ubud
Dishub Kerahkan Mobil Derek
Gianyar (Bali Post)-
Ubud saat ini menjadi kawasan yang dipadati wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Kemacetan lalu lintas seolah menjadi lagu wajib di kampung turis ini. Saat ini, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar bersama jajaran kepolisian mempertebal petugas di jalan untuk mengatur arus lalu lintas, termasuk juga dengan mengerahkan mobil derek untuk menertibkan mobil yang parkir secara sembarangan. Dikonfirmasi, Jumat (7/6) kemarin, Kepala Dishub Gianyar I Wayan Suamba mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan satuan tugas yang terdiri dari personel gabungan untuk mengamankan arus lalu lintas di seputaran Ubud. “Kami sudah kerahkan satgas yang bersinergi dengan polres dan instansi terkait lainnya,” katanya. Menurut Suamba, satgas ini disiagakan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas pada sejumlah titik kemacetan. Seperti Catus Pata Ubud, Simpang Pengosekan dan sejumlah titik rawan kemacetan lainnya. “Di seputaran Ubud, ada beberapa
titik kemacetan yang sudah kita petakan. Di sana kita pertebal petugas keamanannya,” ujarnya. Selain mengamankan titik kemacetan, kata Suamba, pihaknya bersama aparat kepolisian juga melakukan penertiban terhadap para pelanggar parkir. Ia mengakui, di sejumlah ruas jalan masih terjadi pelanggaran parkir, meskipun di ruas jalan tersebut sudah dipasangi rambu larangan parkir. “Rambu sudah dipasang, sosialisasi juga sudah. Tapi, memang masih ada saja pemilik kendaraan yang melanggar dan parkir sembarangan,” katanya menyesalkan.
Menurut Suamba, Dishub Gianyar bersama aparat kepolisian sudah mengambil langkah tegas dengan memberikan surat tilang kepada pelanggar parkir. Selain itu, pihaknya juga menerjunkan mobil derek untuk mengangkut mobil yang melanggar dan mengganggu arus lalu lintas. “Sudah ada kendaraan yang parkir sembarangan kami derek, terutama yang menghalangi fasilitas publik. Kemarin misalnya, ada warga mengadu sampai tidak bisa masuk ke rumahnya karena dihalangi mobil yang parkir secara liar. Nah, ini yang kita derek,” tegasnya. Suamba menegaskan, pen-
indakan bukan menjadi tujuan utama. Pihaknya tetap mengharapkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan parkir yang sudah ditetapkan, yakni dengan memanfaatkan areal parkir yang sudah disediakan di sejumlah kawasan di Ubud. “Kami harapkan semua komponen secara bersama membangun kesadaran untuk mematuhi aturan parkir,” tandasnya. Sebelumnya, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, saat libur Lebaran, objek wisata menjadi atensi jajaran kepolisian. Khususnya pengamanan kunjungan wisatawan domestik yang dominan dari Jawa dan sekitarnya. “Ini trend yang sudah terjadi setiap tahun, makanya kita gelar penebalan personel di luar Operasi Ketupat Agung. Sehingga, total personel yang dikerahkan mencapai 356 personel,” katanya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post)Serangkaian Idul Fitri, sebanyak 30 warga binaan atau narapidana (napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2B Gianyar mem peroleh remisi atau pengurangan masa hukuman. Penyerahan remisi berlangsung di halaman rutan yang beralamat di Jalan Ngurah Rai Gianyar. Kepala Rutan Gianyar Ketut Mudana mengatakan hal itu, Jumat (7/6) kemarin. Menurut Mudana, remisi yang diterima para napi bervariasi. Ada remisi 15 hari yang diterima oleh 13 napi. Selanjutnya remisi satu bulan diterima 16 napi. Selain itu ada pula remisi satu bulan 15 hari diterima oleh satu orang napi. “Total ada 30 napi yang memperoleh remisi. Remisi ini diberikan khusus kepada warga binaan yang beragama Islam,” ujarnya. Mudana menambahkan, warga binaan yang menerima remisi terdiri dari napi dengan kejahatan yang berbeda. Di antaranya, kasus pencurian 24 orang, kasus narkotika, penipuan, kasus UU Kesehatan, UU Perlindungan Anak dan kekerasan terhadap perempuan masing-masing satu napi. “Pemberian besaran remisi sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini tergantung jumlah pidana. Selanjutnya perhitungan remisi dimulai sejak enam bulan penahanan,” katanya memaparkan. Acara pemberian remisi ini dikemas seperti hajatan
Lebaran. Para napi mengenakan sarung dan kopiah. “Setelah pemberian remisi,
mereka saling memaafkan, sesama napi dan pegawai,” ujar Mudana. (kmb35)
Bali Post/kmb35
REMISI - Suasana penyerahan remisi kepada napi di Rutan Kelas 2B Giannyar, Jumat (7/6) kemarin.
Libur Idul Fitri
Kunjungan ke Kebun Binatang Melonjak Gianyar (Bali Post)Sejumlah objek wisata di Kabupaten Gianyar menjadi lokasi kunjungan wisatawan domestik untuk mengisi libur Idul Fitri ini. Salah satunya, Kebun Binatang Bali Zoo yang menerima kunjungan hingga 2.500 orang per hari. Jumlah tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa. Hal itu diungkapkan Humas Bali Zoo Emma Candra, Jumat (7/6) kemarin. Emma mengatakan, memasuki libur Idul Fitri ini, peningkatan jumlah kunjungan mencapai 30 persen dari hari biasa. Pihaknya sudah mengantisipasi lon-
jakan kunjungan ini dengan menambah loket tiket. “Kami perbanyak loket tiket supaya tidak terlalu panjang mengantri,” katanya. Emma memperkirakan akhir pekan akan menjadi puncak kunjungan. Ia optimistis beberapa hari ke depan jumlah pengunjung akan meningkat sampai angka 3.000 orang per hari. ”Perkiraan kami akan meningkat sampai angka itu,” tegasnya. Berdasarkan data kunjungan, kata Emma, jumlah wisatawan domestik mencapai 60 persen. Diikuti wisatawan mancanegara sebanyak 40 persen. Untuk wisatawan mancanegara,
dominan berasal dari Astralia, Jepang, Tiongkok, dan India. “Bali Zoo memberikan konsep yang nyaman, sehingga cocok bagi keluarga. Ada play ground, dan wahana air. Kami juga ada pertunjukkan satwa burung, sarapan dengan orang utan, mandi lumpur bersama gajah dan banyak lagi,” jelasnya. Sementara untuk menunjang media sosial, pihaknya banyak menyiapkan spot foto menarik, mulai dari area Deer Park sampai Kampung Sumatra. “Kami sudah mendesain beberapa spot tersebut, sehingga bagus untuk sesi foto,” katanya. (kmb35)
Alami Kelainan Sejak Usia Tiga Bulan
Orangtuanya Berjuang untuk Kesembuhan Saras MEMILIKI anak disabilitas, boleh jadi tidak pernah dibayangkan oleh I Wayan Suda. Terlebih, anak pertama dari pria asal Desa Melingih, Kecamatan Payangan ini tumbuh dengan normal. Namun, anak keduanya, Ni Made Saras Sianti, justru mengalami kebutuhan khusus. Akibat kecacatan tersebut, tubuh bocah berusia sembilan tahun ini lemah tak seperti anak seumurannya. Wayan Suda menerangkan, awalnya anak keduan-
ya ini lahir dengan normal, sama seperti bayi lainnya. Saras mulai mengalami gejala yang aneh sejak umur tiga bulan. Kala itu, Saras yang masih bayi mengalami kejang-kejang, kemudian langsung dibawanya ke rumah sakit. “Itu saat anak saya berusia tiga bulanan. Pas acara natab tiga bulanan, anak saya kejang-kejang dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” katanya. Dalam perawatan di rumah sakit, Saras mengalami kondisi kritis selama 12
hari. Pihak rumah sakit kala itu tidak mampu mengobati hingga sembuh, hingga kini sampai berusia sembilan tahun Saras menjadi disabilitas. “Sampai sekarang masih seperti ini, tubuhnya lemah sehingga harus dirawat khusus,” katanya. Suda mengaku masih tidak percaya dengan apa yang dialami anak keduanya tersebut. Terlebih, anak pertamanya lahir dan tumbuh dengan normal dan saat ini akan menginjak bangku SMA. “Anak pertama saya
Bali Post/nik
DIPANGKU - Saras saat dipangku oleh ibunya di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Jumat (7/6) kemarin.
normal, dia yang sering membantu merawat Saras,” ujarnya. Suda tetap berupaya menyembuhkan putri kesayanganya. Hal ini dilakukan dengan memberikan terapi, dengan harapan kondisinya bisa membaik. “Saya berharap anak saya ini bisa normal dengan terapi. Sudah beberapa kali terapi, namun belum ada hasilnya,” katanya dengan ekspresi sedih. Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Made Mahendra Putra berkunjung ke Desa Melinggih untuk melihat kondisi Saras, Jumat kemarin. “Kondisi Saras ini termasuk penyandang disabilitas berat. Makanya, kita berikan dia kursi roda yang khusus,” ujarnya. Mahendra menambahkan, tanggung jawab terhadap penyandang disabilitas bukan pada pemerintahan semata. Para pengusaha maupun investor juga bisa memberikan bantuan sesuai kemampuan dan keahliannya. “Kita perlu bergerak sinergis untuk membantu para penyandang disabilitas. Apabila mereka mampu beraktivitas, para pengusaha bisa rangkul mereka. Contohnya membuat kursi roda, kaki palsu dan alat-alat lainnya,” paparnya. Mahendra menyarankan, penyandang disabilitas yang datanya belum masuk agar segera dilaporkan kepada petugas Program Keluarga Harapan (PKH) yang ada di desa masing-masing. Melalui upaya itu, pihaknya akan bekerja sama dengan yayasan maupun instansi terkait sehingga dapat bergerak dengan cepat. “Kita juga menggandeng beberapa donator, yayasan dan relawan,” tegasnya. (nik)
Bali Post/kmb35
BERKUNJUNG - Sejumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke kebun binatang di Gianyar.
JEMBRANA
10
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
10 Tahun Vakum, ”Makepung Gubernur Cup” Kembali Digelar Negara (Bali Post) – Ada yang berbeda pada perhelatan Makepung di Jembrana tahun ini. Event tahunan ini akan bertambah menjadi tiga kali dengan kembali digelarnya “Makepung Gubernur Cup”. Selama hampir 10 tahun, Makepung yang memperebutkan piala Gubernur Bali ini sempat vakum (ditiadakan). Namun pada tahun ini, kembali akan dihelat dan dijadwalkan mendahului dua event yang lain, yakni “Makepung Bupati Cup” dan “Makepung Jembrana Cup”.
MAKEPUNG LAMPIT – Salah satu atraksi Makepung dengan sirkuit lumpur di persawahan atau Makepung Lampit. Pada tahun ini, even Makepung akan digelar tiga kali yakni Gubernur Cup, Bupati Cup, dan Jembrana Cup.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jembrana, I Nengah Alit, Jumat (7/6) kemarin memastikan adanya tiga event Makepung mulai tahun ini salah satunya Gubernur Cup. ‘’Rencananya pada bulan Juli ini mulai digelar (Gubernur Cup),’’ terang Alit. Selanjutnya untuk Makepung Bupati Cup akan digelar terangkai dengan HUT Kota Negara sekitar bulan Agustus hingga September. Berlanjut kemudian di akhir tahun Makepung Jembrana Cup. Dengan lebih banyak event Makepung ini diharapkan juga memberikan banyak kesempatan bagi wisatawan untuk menentukan waktu berkunjung menyaksikan tradisi khas Jembrana ini. “Untuk Gubernur Cup ini memang baru tahun ini digelar kembali dan digelar mengawali event-event lainnya,” tambah Kadisparbud Nengah Alit. Kepastian pelaksanaan Makepung Gubernur Cup ini dipastikan dilaksanakan setelah anggaran telah terpasang di APBD Provinsi Bali 2019 sebesar Rp 600 juta. Anggota
DPRD Bali asal Kabupaten Jembrana IGA Diah Werdhi Srikandi WS belum lama ini mengungkapkan, harapan masyarakat Jembrana khususnya para penggemar Makepung untuk merasakan atmosfir Makepung Gubernur Cup bisa terwujud. ‘’Aspirasi masyarakat sejak awal menginginkan agar event tahunan ini diselenggarakan kembali. Jadi Makepung Gubernur Cup bisa digelar lagi,’’ tambah dewan bergelar doktor ini. Selain Makepung di sirkuit berpasir, Jembrana juga memiliki Makepung Lampit. Namun, Makepung dengan media lumpur di persawahan ini lebih condong sebagai pertunjukan atraksi Makepung. Merunut tradisi, penyelenggaraan Makepung ini diselenggarakan setelah masa panen tahunan. Dimulai antara bulan Juli hingga Desember. Dari tahun ke tahun, jumlah pasangan kerbau yang berlomba juga terus bertambah. Dalam event terakhir ada 300 lebih pasang kerbau. 159 pasang untuk di regu Ijogading Barat dan 119 pasang di regu Ijogading Timur. (kmb26)
Disdukcapil Jembrana Tak Kenal Hari Libur Hari Raya Idul Fitri
Negara, (Bali Post)Administrasi kependudukan menjadi hal yang sangat vital bagi masyarakat mengingat kepentingannya yang sangat luas mulai dari lahir, pendidikan, mencari kerja hingga pemenuhan hak politik. Untuk itulah pelayanan kependudukan tidak mengenal hari libur. Hal ini disadari oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jembrana dengan tetap membuka layanan meskipun hari Sabtu dan Minggu atau hari libur. Seperti saat cuti bersama yang diberlakukan pemerintah selama lebaran tahun ini, Disdukcapil Jembrana tetap buka. Kadis Dukcapil Jembrana
I Ketut Wiaspada belum lama ini memgatakan, pihaknya tetap membuka layanan adminduk. Apalagi banyak mahasiswa yang melegalisir kartu keluarga dan KTP untuk pengurusan beasiswa. Demikian juga perekaman e-KTP juga tetap dilakukan bahkan mulai dari usia 16 tahun. ‘’Kami hanya menunda pembuatan akta perkawinan saja. Kalau pelayanan yang lain tetap jalan,’’ jelas Wiaspada. Untuk petugas pihaknya sudah mengatur sesuai shift. ‘’Saya juga selalu stand by di kantor jika tidak ada tugas penting lainnya,’’ katanya. Terkait Perekaman e-KTP di Jembrana, Wiaspada mengatakan hingga kini sudah
mencapai 98 persen. Sedangkan 2 persen sisanya belum melakukan rekaman data karena masih ada di luar daerah di antaranya ada yang jadi TKI. Sementara itu Dinas Dukcapil katanya sebelum cuti bersama juga tetap membuka pelayanan administrasi kependudukan pada hari Sabtu dan Minggu. Pelayanan tanpa mengenal hari libur ini, merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 28 Maret 2019, yang meminta pelayanan menyangkut eKTP serta Surat Keterangan (Suket) Pengganti e-KTP
tetap dibuka saat hari libur. Wiaspada mengatakan, dibukanya pelayanan adminduk pada hari Sabtu dan Minggu di Jembrana ini, sebenarnya sudah dilakukan mulai bulan Maret 2019 lalu, sebelum turun instruksi dari Dirjen Dukcapil Kemendagri. Dikatakan pada Maret lalu itu, pihaknya sengaja tetap membuka pelayanan adminduk pada hari Sabtu dan Minggu, berkenaan dengan pendaftaran rekrutmen calon polisi tahun 2019. Setelah turun instruksi dari Dirjen Dukcapil Kemendagri katanya pihaknya tetap nyambung dan membuka pelayanan tanpa ada libur.
TETAP BUKA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jembrana masih membuka pelayanan selama cuti bersama.
Pamit ”Ngarit”
Warga Gilimanuk Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung Negara (Bali Post) – Di tengah padatnya arus mudik dan arus balik di Gilimanuk, seorang warga Lingkungan Asri ditemukan meninggal di kebun jagung. Pria yang diketahui bernama Nyoman Sudana (54) itu sebelumnya sempat pamit menyabit rumput (ngarit) untuk makanan ternak Sapi miliknya. Namun, sampai menjelang petang korban tidak kembali ke rumah. Hal tersebut membuat bingung keluarga korban, sehingga
anaknya, Putu Endra Ariawan (30), sempat berkeliling ke sejumlah lokasi mencari ayahnya yang tak kunjung pulang itu. Keluarga curiga lantaran ayahnya tidak seperti biasanya yang jika mencari rumput, sore harinya sudah pulang. Tetapi pada Kamis (6/6) petang, ayahnya tidak terlihat di rumah. Endra mencari hingga ke areal kebun jagung di sekitar Sumber Rejo, Desa Gerokgak, Buleleng. ‘’Di sana anaknya menda-
KORBAN – Petugas dari Polsek Kawasan Laut Gilimanuk saat mengecek kondisi korban dari Lingkungan Asri yang ditemukan meninggal dunia di ladang jagung.
pati korban tidur terlentang sekitar pukul 20.00 Wita,’’ ujar Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP I Komang Mulyadi, Jumat (7/6) kemarin kepada wartawan. Namun saat ditemukan dalam posisi tidur terlentang di tanah itu, tubuh korban ternyata sudah dalam kondisi kaku. Dan dipastikan korban sudah meninggal dunia. Mendapati hal tersebut, korban selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Berselang sekitar 30 menit, anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk bersama tim medis tiba di TKP. Petugas kepolisian melakukan olah TKP dan petugas medis melakukan pemeriksaan tubuh korban bagian luar. Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun ditemukan ada banyak luka gores kecil yang diduga gesekan batang jagung yang runcing usai dipanen. Petugas dari Polsek Kawasan Laut Gilimanuk selanjutnya menyerahkan penanganan ke Polsek Gerokgak, lantaran TKP berada di wilayah hukum Polsek tersebut. (kmb26)
Pelayanan adminduk tanpa mengenal hari libur itu, kata Wiaspada, tidak hanya dibuka ketika menjelang Pemilu 2019 lalu namun diberlakukan secara reguler. Khusus untuk jadwal pelayanan hari Sabtu dan Minggu maupun hari libur lainnya itu, dibuka mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita. Sedangkan hari biasa, pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 15.00 Wita. Termasuk saat cuti bersama. Dalam membuka pelayanan saat hari libur itu, pihaknya menugaskan 5 orang pegawai yang ditunjuk secara bergiliran. Selain menyangkut e-KTP serta Suket Pengganti e-KTP, pelayanan yang dibuka saat hari libur itu, juga dibuka untuk pelayanan adminduk lainnya. Hanya saja, beberapa pelayanan adminduk lain, di luar e-KTP serta Suket Pengganti e-KTP itu, tidak menjadi prioritas. Seperti saat menjelang Pemilu 2019 lalu, agar petugas yang dikerahkan tetap semangat membuka pelayanan saat hari libur itu, pihaknya juga menyiapkan jatah uang lembur. Dimana anggaran uang lembur yang dipersiapkan di OPD-nya pada APBD Induk tahun 2019, rencananya akan difokuskan untuk memberikan tambahan kepada petugas-petugas yang dikerahkan saat hari libur. Selain itu, ia secara pribadi rutin membelikan makan untuk petugas setiap hari libur, yang juga kebanyakan merupakan pegawai kontrak tersebut. (kmb)
30 Napi Terima Remisi
Negara (Bali Post) – Sebanyak 30 narapidana di Rumah Tahanan (rutan) kelas IIB Negara, menerima remisi hari raya pada perayaan hari raya Idul Fitri ini. Ketiga puluh warga binaan permasyarakatan (WBP) beragama Islam ini, sebelumnya telah diusulkan dari Rutan Negara guna menerima remisi tersebut. Kepala Rutan Kelas IIB Negara, Purniawal, Jumat (7/6) kemarin mengatakan, para WBP yang telah mendapatkan remisi ini sebelumnya diusulkan untuk menerima remisi khusus Idul Fitri 1440 H dengan total 30 orang terdiri 26 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Sebagian besar para WBP yang menerima potongan hukuman khusus ini paling banyak 15 hari, yakni sebanyak 18 orang. Selanjutnya, untuk yang menerima remisi 2 bulan sebanyak 1 orang, 1 bulan 15 hari ada tiga orang
dan delapan orang mendapatkan remisi 1 bulan. Kepala Rutan Negara mengatakan, warga binaan yang mendapatkan remisi hari raya ini terkhusus bagi warga binaan yang merayakan hari raya Idul Fitri. Dari 30 WBP yang diajukan semuanya disetujui mendapatkan remisi, namun dengan jumlah hari berbeda-beda. Dari 30 napi yang memperoleh remisi itu tidak ada yang langsung bebas. (kmb26)
Purniawal
Bali Post/olo
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
Karangasem
11
Upacara ”Rsi Bojana” di Pura Puseh Wujud Syukur Setelah ”Karya” Amlapura (Bali Post)Prosesi Rsi Bojana dilaksanakan Jumat (7/6) kemarin di Pura Puseh Banjar Adat Abiansoan, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, serangkaian Karya Malaspas, Rsi Gana, Nubung Daging, dan Padudusan Alit. Upacara ini wajib dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih karena karya tersebut berlangsung dengan lancar. Panitia Karya I Made Suardana mengatakan, Rsi Bojana ini merupakan eedan Karya Melaspas, Rsi Gana, Nubung Daging, dan Padudusan Alit. Puncaknya digelar Rabu (29/5) lalu. Kata dia, Rsi Bojana ini dilaksanakan untuk menghormati para
sulinggih yang muput upacara. “Upacara Rsi Bojana diharapkan dapat mendatangkan kedamaian bagi para panyungsung Pura Puseh Banjar Adat Abiansoan dan pamedek,” ujarnya. Suardana menambahkan, dalam upacara Rsi Bojana ini di-puput Ida Pedanda Gede Nyoman Karang Manuaba dari Geria Kecicang. Sementara Ida Pedanda Siwa yang hadir, yakni Ida Pedanda Gede Darma Putra Manuaba dari Geria Kecicang, Desa Bungaya Kangin, dan Ida Pedanda Ketut Pinatih Pasuruan dari Geria Jungutan. Sedangkan Ida Pedanda Budha, yakni Ida Pedanda Kerta Yoga dari Geria Panji, Budhakeling, serta Ida Pandita
Empu Darma Yoga dari Geria Tamansari, Abiansoan. Sementara itu, Ida Pedanda Ketut Pinatih Pasuruan mengatakan, Rsi Bojana merupakan upacara yang wajib dilaksanakan sebagai ungkapan rasa terima kasih setelah berlangsungnya karya dengan lancar. Selain kepada Ida Batara yang berstana di Pura Puseh, juga ungkapan terima kasih kepada Ida Rsi yang telah muput karya. Termasuk juga kepada Tapini yang telah mempersiapakan sarana upakara sejak sebelumnya. “Sebagai pangenter Ida Rsi, tapini, maupun pengayah yang mempersiapkan upacara bisa berlangsung,” ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RSI BOJANA - Upacara Rsi Bojana di Pura Puseh Banjar Adat Abiansoan, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Jumat (7/6) kemarin.
Stok VAR di Sejumlah Puskesmas Kosong Amlapura (Bali Post)Sebagian besar persedian Vaksin Anti Rabies (VAR) di puskesmas yang ada di Karangasem kosong. Akibatnya, warga yang mencari VAR harus rela mencari ke Puskesmas Rendang, Selat, dan Manggis.
Seperti yang diungkapkan seorang warga Ni Wayan Aryaningsih, awalnya dia mencari VAR pertama di
Bali Post/kmb41
SEPI - Kondisi Pelabuhan Padang Bai masih sepi dari arus balik Lebaran.
Arus Balik Lebaran Masih Sepi
Amlapura (Bali Post)Memasuki H+2 hari raya Idul Fitri, arus balik melalui Pelabuhan Padang Bai, Manggis, Karangasem, Jumat (7/6) kemarin masih sepi. Arus balik pemudik diprediksi mulai ramai beberapa hari mendatang. Kepala KSOP Padang Bai Ni Luh Putu Eka Suyasmin mengungkapkan, arus balik H+2 Lebaran melalui Pelabuhan Padang Bai memang belum terlihat.
Kata dia, hingga saat ini aktivitas penyeberangan masih terlihat lengang dari penumpang. “Masih sepi. Kita prediksi arus balik mulai ramai satu pekan ke depan,” ujarnya. Suyasmin menambahkan, kendati belum adanya arus balik Lebaran, akan tetapi bagi truk pengangkut barang sampai saat ini belum diperbolehkan untuk menyeberang. Pasalnya, ada aturan
pembatasan operasional pengangkutan barang. Dimana aturan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 37 Tahun 2019. “Pembatasan operasional angkutan barang ini sudah dimulai pada 30 Mei sampai 2 Juni pukul 00.00 Wita-24.00 Wita. Dan 8 Juni sampai dengan 10 Juni. Setelah itu truk pengangkut barang kembali normal seperti sebelumnya,” jelas Suyasmin. (kmb41)
Nyaris Punah, Tari Rejang Lilit Direkonstruksi
KABUPATEN Karangasem berupaya mengembangkan dan melestarikan kesenian-kesenian yang mulai punah. Tahun ini Karangasem melakukan rekonstruksi tari Rejang Lilit asal Desa Adat Purwayu Lempuyang. Untuk merekonstruksi tarian tersebut, Dinas Kebudayaan menganggarkan dana Rp 35 juta. Kadis Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa, Jumat (7/6) kemarin mengatakan, tahun ini pihaknya akan merekonstruksi dua kesenian. Hanya saja yang diprioritaskan dahulu adalah tari Rejang Lilit. Kata dia, pihaknya memilih untuk merekontruksi tari tersebut karena tari ini langka dan unik yang dimiliki Kabupaten Karangasem.
“Yang sudah pasti baru satu yakni tari Rejang Lilit. Dan satu lagi masih dalam penjajakan. Anggaran untuk merekonstruksi dua kesenian itu sebesar Rp 70 juta,” ujarnya. Arnawa menambahkan, tari Rejang Lilit hampir punah disebabkan karena lenyapnya atribut-atribut berupa gelung dan yang lainnya. Di samping itu, kurang peminat dari generasi muda untuk menarikan tari tersebut. Sebab, sampai saat ini penarinya hanya tersisa dua orang dan itupun usianya sudah menginjak di atas 60 tahun. Setelah diadakan sosialisasi dan pembinaan terhadap genarasi muda betapa pentingnya generasi muda membangkitkan tarian tradisional tersebut. “Kini minat generasi muda mulai tumbuh untuk ngayah menarikan tarian tersebut. Sampai saat ini sudah ada sekitar 70 orang yang sudah berlatih untuk menarikan tari Rejang Lilit ini. Kita
I Putu Arnawa
harapkan mulai Kuningan ini tari Rejang Lilit sudah bisa dipentaskan secara berkelanjutan. Sehingga tradisi Rejang Lilit mulai tumbuh kembali,” ujarnya. Diakui jika tari Rejang Lilit ini memang langka dan unik. Jelas dia, untuk tari ini ditarikan oleh kaum perempuan setelah rahinan Tumpek Kuningan dilaksanakan di Pura Pusah Kemuda, Desa Adat Purwayu Lempuyang. Dan uniknya, gelung yang dipakai penari dibuat dari daun pucuk kembang sepatu yang telah di rangkai sedemikian rupa. Selain itu, penarinya diikat dengan benang berwarna putih di seluruh tubuhnya. Dari atribut itu, mengandung beberapa nilai yang bisa dipetik. Dari segi daun melambangkan sebuah kejujuran. Karena tari Rejang Lilit merupakan persembahan kejujuran dari masyarakat Purwayu kepada Ida Batara yang malinggih di Pura Puseh. Selain itu, memohon kemakmuran dan kesuburan karena Pura Puseh sebagai istana Dewa Wisnu dengan saktinya Dewi Sri dan Laksmi. Sehingga kehidupan masyarakat setempat sampai sekarang kehidupannya cukup bagus. Setelah daun, kata Arnawa, kini soal simbul benang tukelan. Arnawa menjelaskan, benang ini merupakan lambang akasa. Dengan diikatkan kepada para penari, maka seolaholah penari terbang di atas angkasa sebagai simbul para bidadari yang menyampaikan aspirasi dan permohonan masyarakat kepada Ida Batara. Di samping itu, benang ini juga sebagai lambang Bali Post/kmb41 kekuatan Dewa Iswara. (kmb41)
I Gusti Putra Pertama
Bali Post/kmb41
Puskesmas Rendang. Selanjutnya untuk VAR kedua rencananya dia hendak mencari VAR di rumah sakit karena tinggal di Karangasem. Namun stok VAR di RSUD Karangasem kosong. Atas kondisi itu, petugas rumah sakit mengarahkan untuk mencari VAR di tiga puskesmas yakni Rendang, Selat, dan Manggis. “Hanya tiga puskesmas itu yang stok VAR-nya masih ada. Sedangkan yang lainnya sudah habis. Maka dari itu diarahkan ke sana. Akhirnya saya mencari VAR kedua di Puskesmas Selat. Kemarin saat hendak mencari VAR ketiga di Puskesmas Rendang tenyata sudah kosong dan saya mencari ke Puskesmas Selat lagi,” ujarnya. Sementara itu, Kadis Kesehatan Karangasem I Gusti Putra Pertama saat dikonfirmasi Jumat (7/6) kemarin, tak menampik jika stok VAR di sejumlah puskesmas di Karangasem habis. Kendati
demikian, dirinya mengakui di Dinas Kesehatan sampai saat ini masih mempunyai stok VAR sebanyak 200 vial. “Sebelum Libur Lebaran kita sudah ingatkan bagi puskesmas yang VAR-nya sudah habis bisa dikoordinasikan, sehingga bisa didrop ke sana. Bagi puskesmas yang stok VAR-nya kosong, segera mengamprah ke Dinas Kesehatan,” ujarnya. Pertama menambahkan, pihaknya akan melakukan pengadaan VAR melalui dana APBD Kabupaten dan mengamprah ke Pemerintah Provinsi Bali. Kata dia, untuk pengadaan VAR melalui APBD sekitar 400 ampul. “Kalau stok VAR habis, kita langsung mengamprah ke Provinsi Bali. Pengamprahan kita lakukan setiap tiga bulan sekali sebanyak 500 vial. Karena pengadaan VAR di Provinsi cukup banyak, pasti diberikan bantuan ke kita,” jelas Pertama. (kmb41)
perumahan tersebut. “Kita bersama petugas Damkar langsung melakukan proses pemadaman agar kebakaran tidak sampai meluas. Terlebih di dekat lokasi kebarakan merupakan wilayah padat penduduk. Masyarakat sekitar tidak tahu persis apa penyebab dari kebarakan itu,” tegasnya. Selain kebakaran, bencana
pohon tumbang juga terjadi di Karanagsem. Kali ini pohon tumbang terjadi di Jalan Raya Pantai Jasri, Lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan. Pohon tumbang menimpa sebuah kabel listrik milik PLN. “Pohon tumbang merupakan pohon perindang. Kini pohon tumbang sudah ditangani oleh petugas BPBD,” tandas Arimbawa. (kmb41)
Kebakaran di TPA Ilegal
Amlapura (Bali Post)Masuk musim kemarau membuat lahan kosong di wilayah Karangasem terbakar. Kebakaran TPA ilegal terjadi di Lingkungan Kerta Sari, Kelurahan Padangkerta, Karangasem, Kamis (6/6) lalu. Untung api cepat dipadamkan petugas BPBD dan Damkar Karangasem sehingga kebarakan tidak meluas.
Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, lahan kosong yang terbakar merupakan gundukan sampah. Kata dia, berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, kalau lokasi tersebut bukan merupakan tempat pembuangan sampah. Sebab, sampah yang ada di lokasi dibuang oleh orang dari luar kompleks
PADAMKAN API - Petugas Damkar dan BPBD Karangasem saat memadamkan api.
KLUNGKUNG
12 SOSOK Safari Kecamatan Sambangi Desa
KEPULAUAN Nusa Penida kini sangat ikonik dalam tren baru pariwisata Bali. Ini terlihat dari libur panjang sepekan terakhir, tiga pulau utama wilayah ini diserbu wisatawan. Namun, di balik pesatnya kemajuan itu, juga ada masalah serius yang harus segera mendapat penanganan. Seperti kemacetan dan minimnya dampak pariwisatanya bagi masyarakat lokal. Menurut Camat Nusa Penida Komang Widyasa Putra, dampak demikian sebagai sebuah risiko dari kemajuan pariwisata suatu wilayah. Oleh karena itu, sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana keluar dari persoalan tersebut. Dia mengaku sudah memahami persoalan itu dan melaporkannya secara detail kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Persoalan ini memerlukan solusi jangka panjang, sehingga perlu dirapatkan kembali dengan OPD terkait. Pemecahan jangka panjang, menurutnya tentu harus dimulai dari desa, sehingga pihaknya di Kecamatan Nusa Penida juga punya program SKSD (Safari Kecamatan Sambangi Desa). Program ini merupakan turunan dari program Pemkab Klungkung yang langsung menyasar permasalahan desa, yakni Program Bedah Desa. Dari sana, seluruh permasalahan akan terkuak dan dapat ditindaklanjuti secara bertahap. Baik itu mengenai infrakstruktur jalan, penataan objek wisata wisata, permasalahan sosial maupun lainnya. “Apa yang terlihat sekarang di Nusa Penida adalah sebuah tanda kemajuan. Ini sebuah bukti bahwa pemerintah daerah telah bekerja, baik dari penataan tempat wisata maupun promosinya,” tegas Komang Widyasa Putra. Dia menambahkan, selain kemacetan dan penataan tempat wisata, salah satu poin penting lainnya yang juga harus dipikirkan adalah bagaimana membuat wisatawan itu bisa tinggal menginap beberapa hari di Nusa Penida. Dengan begitu, semua aspek terdampak, terutama para pengelola akomodasi pariwisata. Pihaknya optimis dengan kepemimpinan Bupati Suwirta pada periode kedua ini, seluruh persoalan di lapangan dapat dituntaskan. (gik)
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
Dishub Kewalahan Atur Lalu Lintas di Nusa Penida
Semarapura (Bali Post)Di balik pesatnya perkembangan pariwisata di Kecamatan Nusa Penida, ada dampak kemacetan yang cukup parah. Pemandangan demikian baru pertama kali terjadi tahun ini. Hampir seluruh jalanan umum krodit dalam sepekan terakhir. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Klungkung cukup kewalahan mengatur arus lalu lintas (lalin) bersama Sat. Lantas Polres Klungkung dan petugas TNI (Forum Lalu Lintas). Kepala Dishub Klungkung Nyoman Sucitra, Jumat (7/6) kemarin, mengakui kekroditan aktivitas lalu lintas di Kepulauan Nusa Penida, baik di Nusa Gede, Lembongan maupun Ceningan. Kepadatan lalu lintas akibat pesatnya perkembangan pariwisata di tengah situasi libur panjang di luar perkiraan. Ketika ditanya apa upaya jangka pendek yang dilakukan guna memecah persoalan kekroditan itu, dia sulit memberikan penjelasan. Menurutnya, sejauh ini tidak ada upaya khusus, misalnya menambah personel di lapangan untuk mengatur lalu lintas atau memperketat pengaturan di pelabuhan rakyat karena membeludaknya wisatawan. Semua aspek masih berjalan seperti biasa. Meski demikian, fenomena ini menjadi kajian bersama, sebagai antisipasi situasi serupa ke depan. Sucitra mengaku akan membahas tuntas persoalan ini dengan Forum Lalu Lintas Klungkung yang di dalamnya ada Dinas Perhubungan, Satpol PP, Sat Lantas Polres dan TNI. “Kami hanya bergerak dalam pengaturan. Kalau berkaitan dengan rencana melebarkan akses jalan dan opsi-opsi lainnya, itu menjadi ranah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PU-PRKP) Klungkung,” katanya. Kepala Dinas PU-PRKP Klungkung A.A. Gde Lesmana menyampaikan, situasi sepekan terakhir di Nusa Penida sudah menjadi perhatian bersama OPD
terkait. Pihaknya siap mendukung pengembangan objek wisata sesuai tupoksinya, misalnya terkait infrastruktur jalan. Namun, mengingat begitu luasnya Nusa Penida dan terbatasnya anggaran, mesti ada skala prioritas akses objek mana dulu yang bisa digarap tuntas, sebagaimana arahan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Jadi, setiap tahun progresnya jelas. “Misalnya prioritas penataan objek dari Dinas Pariwisata adalah objek A, maka mari garap sama-sama itu dulu. Kami dari Dinas PU-PRKP garap akses jalannya, Dinas Perhubungan garap kelengkapan rambu-rambunya. Misalnya begitu,” ujar Lesmana. Pihaknya sudah melihat langsung situasi di lapangan. Kalau harus mengambil opsi pelebaran jalan, tentu ini harus dikomunikasikan dengan baik bersama pihak desa dan warga setempat, sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Kalau warganya mau, tentu ini bagus untuk solusi jangka panjang. Kalau tidak, mesti dicarikan alternatif solusi lain yang netral. Artinya, tidak terlalu membebani masyarakat dan APBD. “Ini sedang kami diskusikan. Kami analisa, mana tanah yang bisa dibebaskan. Kami lakukan mapping, mana yang bisa dilakukan pelebaran, mana yang tidak. Kedua, sesuai inisiatif Bapak Bupati, ingin segera merealisasikan jalan lingkar Nusa Penida. Ini sedang didorong di tingkat kementerian agar dapat terealisasi,” tegasnya. (kmb31)
Bali Post/kmb31
SULIT LEWAT - Salah satu kepadatan arus lalu lintas di Nusa Penida. Jalan kecil dijadikan dua arah, sehingga cukup menyulitkan kendaraan yang lewat.
Kerap Berebut ”Sesari”, Belasan Anak Dibina Prajuru Pura Goa Lawah Nyalip, Anom Diseruduk Granmax
Semarapura (Bali Post)Kecelakaan parah terjadi di akses jalan Desa Tojan menuju Pantai Klotok, Kecamatan Klungkung, Jumat (7/6) kemarin. Bermaksud menyalip untuk mendahului kendaraan di depannya, motor pelat merah Vega R DK 3197 M dihantam mobil granmax dari arah berlawanan. Akibatnya, pengendara Vega R, Anom Eka Kharisma (30), mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke RSUD Klungkung. Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Taufan Rezaldi mengatakan, awalnya motor yang dikendarai Anom datang dari arah utara hendak menuju jalur Bypass Prof. Ida Bagus Mantra sekitar pukul 12.30 Wita. Setibanya di TKP, dia diseruduk mobil Granmax dari arah berlawanan, ketika
sedang berupaya mendahului kendaraan di depannya. Situasi demikian membuat Anom sulit menghindar lagi dan terjadi tabrakan. Anom, seorang pegawai negeri asal Dusun Metulis, Desa Dawan Kaler, mengalami luka-luka. “Dia sudah dirawat di ruang UGD RSUD Klungkung. Sedang diupayakan permasalahannya diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Taufan Rezaldi. Pihaknya berharap agar pengguna jalan lainnya lebih berhati-hati saat melintas pada akses jalan tersebut. Sebab, daerah itu rawan terjadi kecelakaan. Dia juga meminta agar pengguna jalan lebih berhati-hati dalam mendahului kendaraan di depannya, sehingga tidak pula membahayakan pengguna jalan lain dari arah berlawanan. (kmb31) Bali Post/kmb31
PEMBINAAN - Prajuru Pura Goa Lawah memberikan pembinaan kepada belasan anak-anak di Pantai Goa Lawah.
Semarapura (Bali Post) Belasan anak-anak di tepi Pantai Goa Lawah, Desa Pasinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, sempat menjadi sorotan masyarakat. Ini lantaran ulahnya yang dianggap menganggu pamedek Pura Goa Lawah karena rebutan sesari. Anak-anak lokal itu langsung dikumpulkan prajuru Pura Goa Lawah dan diberikan pembinaan, Jumat (7/6) kemarin. Salah satu prajuru Pura Goa Lawah, Putu Juliadi menyampaikan, fenomena itu cukup mengganggu nama baik Pura Goa Lawah di tengah kepadatan umat setiap hari pedek tangkil. Apalagi ulah belasan bocah itu sempat direkam, kemudian diunggah di media sosial hingga menjadi viral. Prajuru Pura Goa Lawah kemudian berinisiatif menindaklanjuti keluhan pamedek yang merasa terganggu dengan aktivitas anak pantai tersebut, ketika melaksanakan upacara keagamaan di Pantai Goa Lawah. “Mereka masih anak-anak. Kami hanya perlu ingatkan mereka bahwa itu salah dan jangan diulangi lagi. Apalagi mereka juga masyarakat kami,” katanya. Dia mengakui berebut sesari umat di tepi pantai terlihat kurang elok. Apalagi sampai dikeluhkan umat lain yang datang jauh-jauh tangkil ke Pura Goa Lawah. Meski terlihat sepele, ini dianggap membuat pamedek kurang
nyaman dalam melaksanakan upacara. Setelah dilakukan pembinaan, mereka diharapkan tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Juliadi menambahkan, aktivitas umat di tepi pantai selalu mendapat pengawasan dari pecalang. Namun, kebetulan ketika anak-anak itu berulah dan direkam umat hingga viral, pecalang sedang mendapat tugas lain. Hal ini membuat mereka leluasa berbuat hingga membuat pamedek merasa terganggu. “Setelah kami bina, mereka berjanji tidak akan berbuat seperti itu lagi,” tegasnya. Sebagai hukumannya, anak-anak itu diminta melakukan kegiatan bersihbersih di Pantai Goa Lawah. Memungut berbagai sampah, baik sampah kiriman maupun sampah sisa aktivitas umat. Meskipun keberadaannya kerap dikeluhkan, anakanak pantai itu diakui Juliadi juga sering menyelamatkan pamedek ketika ada yang terseret arus dan tenggelam. Setelah pembinaan ini, ia menjamin peristiwa serupa tidak akan terulang lagi. Pihaknya juga berharap para pamedek lebih bijak agar halhal seperti itu tidak langsung diunggah ke media sosial, melainkan dikomunikasikan dengan baik dengan pengurus pura agar dapat langsung ditindak di lapangan. Dengan demikian, persoalan kecil tidak menjadi besar dan melebar. (kmb31)
Fasum Tak Terawat, OPD Diminta Tanggap
Bali Post/kmb31
OLAH TKP - Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP. Motor yang dikendarai Anom ringsek usai tabrakan.
Semarapura (Bali Post)Meski dalam suasana cuti bersama, Kantor Bupati Klungkung tampak tetap ramai dengan aktivitas rapat-rapat. Berbeda dengan daerah lain, Pemkab Klungkung seperti tidak mengenal hari libur. Ini karena Bupati Klungkung Nyoman Suwirta tak mau OPD terkait kehilangan fokus. Bupati memberikan perhatian khusus pada progres fasilitas umum (fasum) daerah sebagai penunjang kenyamanan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya dalam rapat terbatas guna memberikan arahan khusus kepada seluruh OPD di Pemkab Klungkung di Ruang Rapat Praja Mandala belum lama ini. Suwirta tetap melakukan kewajibannya sebagai Bupati Klungkung, yakni melayani masyarakat dan memperhatikan kebutuhan fasilitas umum. Dalam arahannya, Suwirta minta fasum yang mengalami kerusakan agar segera diperbaiki. Sebab, biaya pemeliharaan sudah dianggarkan sebelumnya, sehingga kerusakannya tidak bertambah parah. Selain itu, Bupati Klungkung menyampaikan beberapa hal yang menjadi permasalahan. Seperti masalah pertamanan yang ada di beberapa Kantor OPD dan tempat-tempat vital di jantung Kota Semarapura yang tidak terawat. Rumput-rumput dibiarkan tumbuh liar dan tidak terurus sehingga tidak bagus dipandang. Oleh karena itu, Bupati Suwirta memutuskan akan melakukan penilaian
khususnya kepada seluruh kantor OPD yang mempunyai pertamanan. Pada akhir tahun ini, seluruh kantor OPD akan diberikan raport khusus sebagai bentuk penilaian dalam bentuk bendera. Taman yang bagus akan diberikan bendera warna tertentu, begitu pun pertamanan yang kurang baik akan diberikan bendera dengan warna tertentu. Lewat cara-cara itu diharapkan kantorkantor mau menata pertamanannya agar terlihat asri dan indah. “Saya ingin kantor kita sebagai tempat bekerja dipandang layak. Sebagai cerminan salah satu bagian kualitas kinerja kita untuk memberi rasa nyaman kepada masyarakat,” tegasnya. Hal lain yang juga menjadi sorotan Bupati Suwirta di antaranya air mancur yang mati, lampu-lampu taman yang mati, pagar taman, toilet yang rusak, kebersihan sampah, tong sampah dan fasum lainnya di dalam Kota Semarapura hingga fasilitas dan identitas daerah di daerah perbatasan. Semestinya kondisinya menjadi perhatian bersama, agar tidak menimbulkan penilaian buruk terhadap pemerintah daerah, yang kini menjadi kiblat daerah lain dalam belajar menata kota dan pemerintahannya secara menyeluruh. Bupati Suwirta berharap OPD kian mengerti posisi Klungkung saat ini dalam prihal tata pemerintahan. Dengan demikian tetap menjadi contoh nyata bagi daerah lain yang belajar khusus kepada Klungkung. (kmb31)
Bali Post/kmb31
TAK TERAWAT - Salah satu infrastruktur di Klungkung yang tidak terawat, yaitu tugu perbatasan KlungkungKarangasem di wilayah Paksebali dan Sidemen.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA *Job Australi Korea Jepang WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali
B.BP.166.06.19.0000126
Dcr Kary Laki-Laki,Sim C, Serius Kerja Hub.081338324935
B.BP.001.06.19.0000092
Dcr Krywti u/Laundry Bs.TdrDlm Gj.1,5Jt Keatas,H.087861070289
B.BP.001.06.19.0000115
Dcr PRT utk jaga anak,Gj 1,5jt Hub Kdk 087860195288, Sidakarya
B.BP.004.06.19.0000119
DIJUAL RUMAH
Cr Spa Therapist u/ Org Asing bs Mani+Padicure,dll, Gj bgs Brpnglmn,Sanur.Hub.08123972084 B.BP.004.06.19.0000122
Dcr Penjaga Kos lk2 u/di Dps SMA max 24thn Hub.08123986029 B.BP.004.06.19.0000121
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Dcr Tukang Masak Pria/Wanita MasakanBali/Jawa,081353278724 B.BP.001.06.19.0000109
BIRO JASA
Dicr Tng Kirim Lele (pake SpdMtr) H.081246682139/0818503603 B.BP.004.06.19.0000120
Laki2 SLTA H: Jl.Angsoka Cargo Permai 7,Arah ke SMP 5 Ubung B.BP.001.05.19.0001090
PROPERTY DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Promo 5 Unit Rmh 500Jt di DPS,5 Mnt ke Sanur & Renon, SHM&IMB,KPR DP10% 087861899366/081239978524
Dijual Cepat Tanah 1000m2 Jl.Pantai Rening Baluk-Negara pagar tembok/PDAM/PLN 15.000 Watt, Telp: +62 811-1685-560
B.BP.001.06.19.0000074
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
PROPERTY
B.BP.001.05.19.0001085
MITSUBISHI
DIJUAL TANAH
Expander Ultimate Silver’2017 Citarum DD/4, H.081337884209
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon -+ 35A Tegallalang Ubud.HP:0811394712
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUP NPWP 081338344155
B.BP.001.06.19.0000051
B.BP.001.05.19.0001020
B.BP.001.06.19.0000116
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
BANGLI
14
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
Bali Post/dok
WISATAWAN - Aktivitas penyeberangan wisatawan ke Desa Terunyan. Foto diambil beberapa waktu lalu.
Aktivitas Penyeberangan Wisatawan ke Terunyan Meningkat Bangli (Bali Post) – Aktivitas penyeberangan wisatawan ke setra (kuburan) Desa Terunyan meningkat siginifikan pada libur lebaran tahun ini. Ketua Kelompok Perahu Dayung Desa Terunyan Wayan Warjaya menyebutkan dalam libur kali ini, jumlah boat atau perahu
dayung yang menyeberangkan wisatawan dari pusat desa ke Setra Terunyan mencapai 20 unit per hari. Naik hingga tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa yang rata-rata hanya 5 unit per hari. Warjaya mengatakan pengunjung yang menyeberang ke Setra Terunyan
saat ini didominasi wisatawan domestik. Satu boat/ perahu dayung rata-rata mengangkut 3-4 wisatawan. Adapun yang menjadi daya tarik wisatawan ke Setra Terunyan adalah keunikan pemakamannya dan sensasi menyeberangi Danau Batur. “Di lokasi, mereka berkunjung sekitar
Jalur Penelokan-Songan Ditambah 65 Titik PJU Bangli (Bali Post) – Keberadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur Penelokan-Songan masih minim. Masyarakat mengharapkan pemerintah dapat menambah jumlah PJU di jalur itu demi kenyamanan pengguna jalan. Terlebih selama ini jalur tersebut banyak dilalui wisatawan. Salah seorang warga asal Songan, Muliawan mengatakan, saat ini lampu penerangan jalan dari Penelokan sampai Toya Bungkah sudah tersedia. Menurutnya keberadaan lampu tersebut bisa menyala dengan memanfaatkan tenaga surya. Namun, menurutnya jumlah PJU yang dipasang masih perlu ditambah mengingat jalur tersebut banyak dilalui masyarakat dan wisatawan. “Alangkah baiknya jumlahnya diperbanyak karena daerah kawasan Geopark Batur banyak dikunjungi wisatawan mulai dari pagi pukul 02.00. Itu kan butuh penerangan,” kata pria yang
memiliki usaha pariwisata di kawasan Toya Bungkah tersebut. Lanjut dikatakannya, dari Toya Bungkah ke Songan, selama ini hanya ada satu lampu penerangan jalan yang menyala. Karena itu ia sangat berharap pemerintah dapat menambah pemasangan PJU dari Toya Bungkah ke Songan agar jalan tidak gelap gulita. Apalagi selama ini jalur tersebut juga sudah banyak dilalui wisatawan yang ingin menginap dan berekreasi ke Desa Songan. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli Gede Arta mengatakan bahwa pada tahun ini akan dilakukan penambahan PJU di jalur Penelokan-Songan. Jumlah titik lampu yang akan dipasang sebanyak 65 titik. Pemasangan PJU tersebut merupakan proyek Kemenhub. Gede Arta mengatakan, saat ini di jalur PenelokanSongan sudah tersedia beberapa titik PJU yang dipa-
sang sekitar tahun 2017 lalu. Hanya jumlahnya diakui masih kurang. Pemasangan baru dilakukan dari wilayah Penelokan-Toya Bungkah, di tempat-tempat yang dianggap rawan. “Yang sudah ada 20 titik tahun 2017. Kekurangannya akan ditambah tahun ini,” katanya. Menurutnya, dengan penambahan 65 unit PJU tahun ini, sudah cukup untuk menerangi jalur Penelokan-Songan. Selanjutnya untuk tahun 2020 mendatang, pihaknya akan mengusulkan pemasangan PJU di jalur Kintamani Pasar Tenten menuju ManikliyuLanggahan yang berbatasan dengan Gianyar. Jumlah PJU yang akan diusulkan sebanyak 250 titik. Selain itu pihaknya juga mengusulkan pemasangan PJU ke jalur Desa Terunyan. “Untuk tahun ini, kami tidak tahu nilainya. Kami hanya menerima sudah jadi. Karena pengadaannya dilakukan oleh Kemenhub,” imbuh Arta. (kmb40)
Penyandang Disabilitas Dilatih Buat Dupa Bangli (Bali Post)Puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Bangli akan diberi pelatihan membuat dupa. Kegiatan pelatihan ini dirancang Dinas Sosial Kabupaten Bangli untuk memberdayakan dan memandirikan para penyandang disabilitas. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta, Jumat (7/6) kemarin mengatakan, kegiatan pelatihan bagi penyandang disabilitas akan dilaksanakan pada pertengahan Juni ini. Jumlah penyandang disabilitas yang akan diberi pelatihan sekitar 60 orang berasal dari seluruh kecamatan. Kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan secara berkelompok di beberapa desa. “Waktu pelaksanaan kegiatan pelatihannya 7 harian. Saya yakin sudah bisa,” kata Sukarta. Alasan dipilihnya kegiatan pelatihan dupa bagi penyandang disabilitas, jelas dia, karena proses pembuatan dupa menurutnya cukup ringan. Di samping itu bahannya mudah dicari dan pemasarannya lebih gampang. “Kita cari jenis kegiatan yang ringan-ringan untuk mereka,” terangnya. Sukarta mengatakan pada tahun sebelumnya, pihaknya telah melaksanakan
kegiatan pelatihan bagi penyandang disabilitas, yakni berupa pelatihan membuat sandal. Hanya, pascadiberi pelatihan mereka tidak melanjutkan kegiatan tersebut untuk dijadikan usaha. Sebagian dari mereka kini memilih menjadi tukang sol. “Mungkin karena lebih menguntungkan,” ujarnya. Tak hanya membuat program pemberdayaan bagi kaum penyandang disabilitas, Dinsos Bangli juga membuat program pem-
berdayaan bagi kaum lansia yang masih produktif. Seperti yang telah dilaksanakan belum lama ini. Sejumlah lansia di Bangli diberikan pelatihan membuat jajan. Menurut Sukarta, produk jajan buatan para lansia bisa dibilang cukup berhasil. “Mudahmudahan benar janjinya para kades, setiap mengadakan rapat, snack-nya akan menggunakan produk jajan hasil buatan para lansia,” harapnya. (kmb40)
Nengah Sukarta
Bali Post/kmb40
1 jam,” ujarnya, Jumat (7/6) kemarin. Kenaikan aktivitas penyeberangan ini, kata dia, sudah rutin terjadi setiap libur lebaran. Namun, jika dibandingkan momen libur yang sama tahun sebelumny a , ke na ika n a kt i v i t a s penyeberangan kali ini tak sebanyak tahun lalu.
Warjaya memprediksi kenaikan kunjungan ke Setra Terunyan akan berlangsung hingga akhir pekan ini. Kenaikan kunjungan diperkirakan akan berlanjut kembali pada libur sekolah yang akan datang. Seperti pengalaman sebelumnya, pada musim libur sekolah, jumlah wisatawan yang
menyeberang ke Setra Terunyan bisa mencapai 40 unit boat/perahu per hari. “Kalau saat libur sekolah kunjungannya kebanyakan mahasiswa dan siswa SMA dari luar Bali termasuk dari Bali juga banyak,” ujarnya. Untuk menyeberang ke Setra Terunyan, tarif yang dikenakan kepada wisa-
tawan bervariasi. Tergantung jumlah orang yang naik ke boat/perahu dayung. Warjaya menyebutkan, untuk dua orang tarif yang dikenakan mulai 280 ribuan, tiga orang Rp 300 ribuan dan seterusnya. Tarif maksimal yang dikenakan Rp 350 ribu untuk 6 orang. (kmb40)
Penerapan Zonasi PPDB Dikeluhkan Sejumlah Perbekel Bangli (Bali Post) –
Penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini dikeluhkan sejumlah perbekel di Kintamani. Penerapan sistem zonasi dianggap membatasi dan menghilangkan kesempatan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang diinginkan. Seperti yang disampaikan Perbekel Kintamani Wayan Sutama. Ia mengatakan penerapan sistem zonasi membuat sebagian masyarakatnya khususnya yang ada di Banjar Wanasari tak bisa menyekolahkan anaknya di sekolah yang diinginkan yakni SMPN 1 Kintamani. Meski sekolah yang menjadi favorit masyarakat di Kecamatan Kintamani itu terletak di wilayah Desa Kintamani. Sesuai zonasi, Sutama mengatakan warganya yang tinggal di Banjar Wanasari diarahkan menyekolahkan anak mereka ke SMPN 6 Kintamani yang ada di wilayah Desa Bayung Gede. Padahal warganya di sana sangat antusias ingin bisa menyekolahkan anaknya ke SMPN 1 Kintamani meskipun diakui jaraknya lebih jauh daripada ke SMPN 6 Kintamani. Soal jarak, kata dia saat ini tak lagi menjadi masalah karena akses jalan dan transportasi saat ini sudah memadai. “Kalau
memang mau diterapkan zonasi boleh saja. Tapi karena SMPN 1 Kintamani terletak di wilayah Kintamani, kalau bisa warga kami dari Banjar Wanasari diprioritaskan sekolah di sana. Toh juga anak didik di Desa Kintamani jumlahnya tidak begitu banyak,” katanya Jumat (7/6) kemarin. Menurut Sutama jika dalam sistem zonasi ini warganya yang ada di Banjar Wanasari tak dibolehkan mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Kintamani, maka hal serupa juga harus diterapkan ke warga di desa lainnya. Ia mengaku akan menuntut dinas terkait jika diketahui ada ketidakadilan terkait zonasi dalam PPDB tahun ini. Ia berharap ada rapat susulan dari rapat sosialisasi PPDB yang digelar Disdikpora di Kintamani Mei lalu. Ia mengharapkan Kepala Disdikpora Bangli bisa hadir langsung dalam rapat tersebut dan memberikan jawaban atas keluh
kesah para perbekel dan masyarakat. Keluhan serupa juga disampaikan Perbekel Bunutin, Kintamani I Made Subrata. Menurutnya sistem zonasi belum cocok diterapkan di Kabupaten Bangli saat ini. Sebelum memberlakukan zonasi dalam PPDB, pemerintah diminta untuk meningkatkan dan memeratakan kualitas semua sekolah sehingga bisa menjadi favorit masyarakat. “Kalau Denpasar okelah menerapkan zonasi. Tidak dibatasi zonasi pun di Denpasar sudah menerapkan zonasi. Karena semua sekolah di sana sudah favorit. Tapi kalau di Bangli saya rasa belum cocok. Kasian anakanak,” terangnya. Dirinya memahami bahwa penerapan zonasi dalam PPDB merupakan arahan pusat. Namun menurutnya, semestinya jangan diterapkan di semua daerah. “Pusat itu kan tolak ukurnya di Jakarta. Semua sekolah di sana kan merata kualitas-
nya,” ujarnya. Terkait hal itu, Subrata pun mngharapkan ada rapat susulan dari Disdikpora Bangli untuk membahas PPDB ini. Ia mengharapkan dalam rapat itu bisa dihadiri Kadis bahkan Bupati agar bisa mendengarkan aspirasi dan melihat situasi langsung di lapangan. (kmb40)
Kalau memang mau diterapkan zonasi boleh saja. Tapi karena SMPN 1 Kintamani terletak di wilayah Kintamani, kalau bisa warga kami dari Banjar Wanasari diprioritaskan sekolah di sana. Toh juga anak didik di Desa Kintamani jumlahnya tidak begitu banyak. Perbekel Kintamani Wayan Sutama
OLAH RAGA
Sabtu Wage, 8 Juni 2019
Neymar Bantah Lakukan Pemerkosaan
Brasilia –
Neymar memberikan pernyataan di kantor polisi Rio de Janeiro, Brazil, Jumat (7/6) kemarin, terkait penyelidikan apakah dirinya melanggar hukum dengan memposting foto-foto intim seorang wanita yang menuduhnya melakukan pemerkosaan. Bintang sepak bola bernama lengkap Neymar da Silva Santos Junior itu pergi ke stasiun dalam upaya membela diri. Ia duduk di kursi roda setelah terkilir pergelangan kakinya malam sebelumnya dalam pertandingan persahabatan yang membuatnya absen dari turnamen Copa America yang berlangsung di Brazil mulai 15 Juni mendatang. Ketika membuat jalan keluar melalui scrum media setelah memberikan pernyataannya kepada polisi, Neymar mengucapkan terima kasih kepada penggemarnya atas dukungannya. “Aku merasa sangat dicintai,” kata penyerang termahal di dunia milik Paris Saint Germain (PSG), Prancis ini. Neymar menghadapi tuduhan memperkosa Najila Trindade Mendes de Souza di sebuah hotel di Paris pada Mei lalu. “Kami telah bersaksi untuk menjernihkan semua yang kami butuhkan. Kami memiliki keyakinan penuh bahwa kami akan membuktikan klien saya tidak bersalah,” kata pengacaranya, Maira Freita. Neymar membantah klaim itu. Dalam upaya membela diri, ia menerbitkan pesan dan gambar intim WhatsApp tentang pertemuannya dengan Trindade di media sosial. Padahal, pelanggaran semacam ini membawa hukuman penjara maksimal lima tahun di Brazil. Tepat sebelum pertandingan, jaringan TV SBT menyiarkan wawancara dengan Trindade yang menggambarkan penderitaan pemerkosaan di tangan pemain. Trindade yang bekerja sebagai model mengaku awalnya menyukai Neymar dan ingin berhubungan seks dengannya. Sang pemain membayar tiket pesawatnya dari Brazil dan memasangnya di hotel Paris. Menurut Trindade, banyak hal berubah secara dramatis pada pertemuan pertama mereka. “Dia agresif, sangat berbeda dari bocah yang saya kenal di pesan. Karena benar-benar ingin bersamanya, aku berkata, OK. Setelah beberapa ciuman dan belaian, dia mulai memukul, kemudian menyakiti saya. Saya memintanya untuk berhenti karena itu sakit,” jelasnya. Pengacara Trindade, Danilo Garcia Andrade, mengatakan kliennya telah menerima ancaman dan mengalami pemerkosaan. Cedera yang dialami Neymar merupakan pukulan besar bagi tuan rumah Brazil dalam persiapan menuju kejuaraan sepak bola Benua Amerika Selatan. Mengingat pentingnya sosok Neymar, Presiden Brazil Jair Bolsonaro menawarkan dukungan publik menjelang laga kontra Qatar dan kemudian mengunjunginya di rumah sakit. ‘’Saya berharap Anda mendapatkan pemulihan yang baik dan cepat,” sebut Bolsonaro di Instagram di bawah foto dirinya dan Neymar. (afp/kmb)
Tak Juga Mereda Dari Hal. 1
Selain memotong waktu tempuh, jalan baru Mengwitani-Singaraja juga akan membuat jumlah tikungan menjadi lebih sedikit, sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman. Hal ini akan berdampak positif terhadap pariwisata dan perekonomian Bali. Dalam peninjauan tersebut terungkap, selain titik 5-6 yang diperkirakan selesai akhir tahun ini, juga titik 3-4 yang akan segera dimulai. Titik 7-8 rencana dikerjakan tahun 2020, serta titik 1-2 dan 9-10 yang semula direncanakan tahun 2021, kemungkinan dimajukan menjadi tahun 2020. ‘’Ketika saya berbicara dengan Bapak Menteri pada 18 Mei lalu, beliau merespons akan dipercepat pengerjaannya menjadi tahun 2020,’’ kata Gubernur Koster. (kmb)
Beberapa Ketua DPD Ka bup a t en jug a d iseb ut datang ke Jakarta menemui Akbar Tandjung dan mengusulkan musdalub di Bali. Sedangkan sebelumnya telah ditegaskan oleh Korbid Kepartaian DPP, Ibnu Munzir, bila tidak ada musdalub sebelum Pileg dan Pilpres 2019. Namun, desakan itu tak juga mereda, bahkan setelah mantan Ketua DPD Golkar Bali Ketut Sudikerta ditangkap Polda Bali pada 4 April lalu. Pada 1 Juni lalu,
lantas dibentuk Tim Investigasi dan Pencari Fakta DPD Partai Golkar Bali. Berdasarkan laporan tim inilah, muncul keputusan pemberhentian enam Ketua DPD Kabupaten. “Dapat kita bayangkan kondisi Partai Golkar Bali apabila tidak diambil langkah cepat oleh DPP, maka selama Desember 2018 sampai 4 April 2019, partai akan terus tersandera di berbagai media massa. Sedangkan 17 April, Pilpres dan Pileg dilaksanakan,” ujarnya. (kmb32)
Sabtu, 8 Juni 2019 10:00 Wita 10:05 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 16:00 Wita
Bali Post/afp
Neymar
Dari Hal. 1
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya memungkah Ngenteg Linggih mendem pedagingan Tawur Balik Sumpah (5) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Senam Bersama Serangkaian HUT Bali TV Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Kartun Ball Hanoman (2) Belajar Menggambar
Prancis Terbuka
Barty dan Vondrousova Berebut Juara
Paris – Ashleigh Barty mencapai final grand slam pertamanya dalam turnamen tenis Prancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Jumat (7/6) kemarin. Ia mengalahkan Amanda Anisimova dari Amerika Serikat yang berusia 17 tahun dengan skor 6-7 (4/7), 6-3, 6-3 di babak semifinal nomor tunggal putri. Barty (23) yang menempati unggulan kedelapan adalah petenis Australia pertama dalam final Prancis Terbuka sejak Samantha Stosur menjadi runner-up pada 2010. Di laga final perebutan juara pada Sabtu ini, ia menghadapi Marketa Vondrousova (19) dari Ceko. Barty berharap menjadi petenis Australia pertama yang menjadi juara di Paris sejak Margaret Court berjaya pada 1973. Vondrousova mencapai final perdananya di ajang grand slam setelah menyisihkan Johanna Konta (Inggris) dengan skor 7-5, 7-6 (7/2) dalam pertandingan empat besar yang menegangkan di Roland Garros. Vondrousova berjuang dalam kondisi lembap dan berangin sebelum memetik kemenangan 7-5, 7-6 (7/2). “Ini luar biasa. Hal tersulit yang pernah saya lakukan. Saya sangat bangga dengan cara saya bertarung terutama dalam kondisi yang dingin dan berangin. Sekarang, aku tidak sabar menunggu final,’’ kata Bar-
ty yang akan naik ke peringkat tiga besar dunia minggu depan, usai pertandingan. Sementara itu, Vondrousova bertarung melewati unggulan ke-26 Konta yang berusaha menjadi finalis Prancis Terbuka wanita pertama Inggris sejak Sue Barker memenangkan gelar 1976. Pertandingan hanya disaksikan segelintir penonton di arena berkapasitas 5.000 orang. Turunnya hujan deras menguntungkan Vondrousova yang memastikan kemenangan melalui tie-break dan mencapai final. (afp/kmb)
KALAH – Amanda Anisimova dikalahkan Ashleigh Barty di semifinal.
Dimajukan
05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita
15
Menggambar Sakura Dari Jepang Seputar Bali Terkini Galeri Musik Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Karya memungkah Ngenteg Linggih mendem pedagingan Tawur Balik Sumpah (6) Bali Channel Tourist TV Klip Bali DW TV Ocydia Home Shopping Yowana Magz Juara Judo, SMK PGRI 1 Badung Seputar Bali Terkini Parameter Seputar Bali Terkini
16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Taman Sari TK Negeri Pembina Tegalalang Dunia Pendidikan Politeknik Negeri Bali (Teknik) Taman Sari TK Taman Griya Puja Trisandya Seputar Bali Malam Banjar Bali Quis Orti Bali Satu Jam Jebres Band Dialog Interaktif Yayasan Segara Giri Lila Cita Calonarang Br. Gemeh (5) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song
Belum Jeli Dari Hal. 1 Demikian juga yang disampaikan Ketua Hipmi Bali, Dr. dr. I Gusti Nyoman Dharma Putra, Sp.KK. Ia menilai, peran krama tamiu sangat besar, karena krama Bali sendiri belum maksimal memproduksi produk yang dibutuhkan. Diambilnya peran beberapa lapangan usaha di Bali disebabkan oleh masyarakat Bali belum jeli melihat peluang yang ada. Masyarakat Bali merasa lebih nyaman menjadi karyawan di hotel atau PNS karena risiko yang didapat akan lebih kecil. Masyarakat Bali juga masih merasa berada di zona nyaman sehingga jiwa kewirausahaan belum tumbuh subur di masyarakat Bali. “Jadi, bukan tidak produktif tapi belum melihat peluang dan potensi ekonominya saja,” tandasnya. (kmb42)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
TOP IN VASI
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Sabtu wage, 8 Juni 2019
Hotel Santika Siligita Melayani dengan Hati WONDERFUL BALI MELAYANI dengan hati. Demikian semboyang yang dimiliki Hotel Santika Siligita Nusa Dua. Dengan tagline itu, segenap staf hotel melayani customer dengan sepenuh hati.
KULINER
“Pelayan maksimal dari hati memang merupakan andalan kami di hotel ini. Kami ingin membuat tamu merasa nyaman seperti di rumah sendiri. Dengan demikian, kami berharap tamu akan kembali tinggal di hotel kami ketika mereka berlibur di Bali,” kata Indah Lestari, Public Relation Hotel Santika Siligita belum lama ini. Sebagai jaringan dari Hotel Santika Indonesia, hotel yang mulai beroperasi 2012 silam ini merupakan hotel bisnis berbintang tiga yang terletak di Kawasan Nusa Dua yang strategis sebagai daerah pariwisata. Hotel ini juga dekat dengan Bali Nusa Dua Convention Centre yakni tempat terbesar untuk penyelenggaraan event MICE. Juga dekat dengan lokasi wisata olahraga air serta aktivitas lainnya di Tanjung Benoa. Hanya 15 menit dari Bandara International Ngurah Rai, Hotel Santika Siligita Nusa Dua menawarkan berbagai macam fasilitas. Tersedia 153 kamar dengan desain yang mewah dan modern yang terbagi dalam tiga tipe kamar yaitu superior, deluxe, dan Santika suite serta dilengkapi dengan LCD TV, wi-fi, internet Access, safe deposit box, tea and
BUDAYA
KESEHATAN TOP IN VASI
PENDIDIKAN
WONDERFUL BALI
BUDAYA PAWAI Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI dipastikan meriah, 15 Juni mendatang. Partisipan luar daerah kembali menyemarakkan gelar budaya tersebut. Salah satunya Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua. ISBI akan menampilkan garapan berjudul Isosolo. Garapan tersebut akan dikolaborasikan dengan fashion show berbasis ekologi Papua. “Tahun lalu, kami juga ikut pawai dan pentas. Tahun ini, kami menginterpretasikan tema PKB sesuai kearifan lokal Papua,” ujar Rektor ISBI Tanah Papua, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., Jumat (7/6) kemarin. PKB XLI mengangkat tema ‘’Bayu Pramana’’ (Memuliakan Sumber Daya Angin). Dalam kearifan lokal Papua, lanjut Rai, angin adalah sebuah kekuatan alam untuk hidup dan kehidupan. Garapan Isosolo yang nanti dibawakan ISBI Tanah Papua, merupakan sebuah tradisi di Sentani. Masyarakat setempat menggunakan kekuatan angin untuk membawa makanan atau kayu dari satu kampung ke
ISBI Tanah Papua Tampilkan Garapan Isosolo pada Pawai PKB kampung lain pada saat ada upacara adat. “Mereka percaya bahwa angin itu akan membawa mereka ke tempat tujuan, sehingga angin betul-betul dipuja di sini,” jelas mantan Rektor ISI Denpasar ini. Menurut Rai, garapan Isosolo berdurasi sekitar 3 menit. Selain itu, kolaborasi juga akan dilakukan dengan mahasiswa Prodi Fashion Design ISI Denpasar. Kolaborasi menyajikan eco-fashion atau fashion yang berbasis ekologi Papua. Gagasan baru ini disebut sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali No. 97 tahun 2018 yang mengatur pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Kendati, pihaknya sudah membuat garapan terkait pengurangan sampah plastik sejak dua tahun lalu. Total akan ada sekitar 60 sampai 70 seniman yang terlibat dalam pawai, yang 32 di antaranya berasal dari ISBI Tanah Papua. “Biasanya fashion itu kan tampilnya di red carpet. Tapi kita coba menampilkan fashion itu dalam pawai. Itu sudah siap garapannya,” imbuhnya.
PENDIDIKAN
SENIMAN
Untuk pentas saat PKB, Rai mengatakan, ISBI Tanah Papua mendapat giliran tampil pada Minggu, 16 Juni mendatang. Pihaknya akan memanfaatkan areal sungai dan Kalangan Ayodya untuk menampilkan tari, musik, dan puisi “Nggo Wor Baido Na Nggomar”. Lokasi tersebut dipilih karena sungai juga merupakan sesuatu yang penting dan menjadi bagian dari kearifan lokal Papua. Sebelum pentas, para seniman dari ISBI Tanah Papua akan pawai dari ISI Denpasar menuju Taman
Budaya sambil membawa obor. Pentas untuk memeriahkan PKB juga akan melibatkan istri Gubernur Bali, Ny. Putri Suastini Koster. “Setelah tiba di jembatan barat, di sungai sudah siap rakit dari bambu. Nanti, Ibu Putri Suastini Koster akan naik ke rakit dikawal oleh para kepala suku Papua. Rakit ini akan kita tarik ke timur,” paparnya. Rai menambahkan, 4 orang kepala suku akan bersiap pada pohon-pohon di sepanjang sungai. Mereka akan membunyikan kerang, sebagai simbol
Desa Tumbak Bayuh
Budaya Lestari di Radius Pariwisata
LETAKNYA dekat dengan radius pariwisata yaitu DTW Tanah Lot, Pantai Pererenan, Pantai Seseh, Pantai Munggu, dan Canggu. Namun, tidak serta merta memengaruhi adat istiadat dan budaya Desa Tumbak Bayuh. Adat istiadat dan budaya tetap lestari di desa ini. Seperti alat musik tradisional yang masih eksis sampai saat ini yaitu gambang, saron, dan gambuh. Bahkan, seni musik gambuhnya akan tampil tahun ini dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Desa Tumbak Bayuh meru-
coffee maker, IDD dan jaringan TV kabel dengan beragam pilihan. “Selain itu, Hotel Santika Siligita Nusa Dua Bali juga menawarkan berbagai kenyamanan selayaknya rumah sendiri dengan adanya lobby lounge, Mengiat restaurant yang memiliki kapasitas kurang lebih 200 orang, Swimming pool dan The Uluwatu Spa & Gym serta juga menawarkan fasilitas pengantaran ke Pantai Mengiat dan ke Bali Collection,” imbuhnya. Hotel Santika Siligita Nusa Dua Bali juga menawarkan fasilitas meeting room dengan pengaturan Block Table, Class Room, Theatre, U-Shape ataupun round table yang nyaman untuk group meeting dengan adanya Siligita 1, Siligita 2, Siligita 3, dan Siligita 4. Keramahan dan senyum sapa serta sentuhan khas Indonesia menjadi andalan untuk menyambut para tamu yang memilih untuk menggunakan jasa Hotel Santika Siligita Nusa Dua. “Dengan sentuhan ornamen dan suasana seperti di rumah sendiri, membuat liburan Anda menyenangkan dan tidak akan pernah Anda lupakan,” ujar Indah. (gie)
pakan sebuah desa di bagian barat Kabupaten Badung. Terletak di Kecamatan Mengwi, luasnya sekitar 370 ha dengan jumlah penduduk lebih dari 3.000 orang. Desa Tumbak Bayuh sejak 1999 menjadi desa definitif, memiliki pemerintahan sendiri, tidak lagi menjadi bagian dari Desa Buduk. Awal Juni lalu, Bali Post menemui Perbekel Desa Tumbak Bayuh, I Nyoman Sarjana. Kala itu, ia sedang menghadiri Lomba Cerdas Cermat yang dibuat oleh Karang Taruna Sapta Budhi Dharma, Karang
Kantor Desa Tumbak Bayuh
Taruna di Desa Tumbak Bayuh. Meski tergolong baru sebagai desa dinas, namun pemerintahannya cukup tertata rapi. Terbukti dari kelengkapan struktur desa ditambah dengan karang taruna yang aktif, adanya BUMDes, dan lembaga lainnya. “Desa dinasnya tergolong baru karena kita sebelumnya masih bergabung di Desa Buduk,” ungkapnya. Selain itu, keindahan alam Desa Tumbak Bayuh juga masih asri. Hampir 65 persen alamnya masih natural yaitu ada kawasan pertanian dan
Bali Post/may
perkebunan, sisanya permukiman penduduk. Ekonomi kerakyatan mulai menguat di desa ini. Terbentuknya BUMDes Dharma Bakti Winangun tahun 2017 menjadi tonggak penguatan ekonomi kerakyatan di desa itu. Menurut Sarjana, tujuan terbentuknya BUMDes yaitu untuk menyejahterakan masyarakat. “Kami sudah berupaya untuk membentuk BUMDes walaupun baru tahun 2017 berdiri. Sekarang sudah berjalan cukup baik,” ujarnya. Salah satu unit di BUMDes ini akan bergerak untuk menjadi distributor barang dagangan ke warung–warung yang ada di Desa Tumbak Bayuh. Segala jenis produk sebagai barang dagangan di warung– warung akan dipenuhi oleh BUMDes ini. Tujuannya agar dapat meringankan beban dari warung–warung yang notabene UMKM. Selain itu, dari sisi harga dan pembayaran juga dapat diringankan. Keindahan alam, kuatnya tradisi, dan gerakan ekonomi kerakyatan tidak berarti jika tidak didukung SDM. Di Desa Tumbak Bayuh, SDM yang paling menonjol yakni guru. Guru teladan se-Kabupaten Badung bahkan berdomisili di Desa Tumbak Bayuh. “Tapi jumlah guru tidak terlalu banyak, tidak lebih dari 10 persen,” tandasnya. (may)
untuk memanggil “penduduk”. Ini berangkat dari kondisi Papua yang daerahnya masih berupa pegunungan sehingga belum terjangkau sinyal alat komunikasi modern seperti telepon pintar. Di pinggir sungai, akan ada mahasiswa yang
menarikan tarian adat Papua. Ditambah lagi, akan ada lilinlilin yang dilepas “melawan arus” dengan arah rakit untuk kesan lebih dramatis. Setelah tiba di sungai bagian timur, Putri Suastini akan disambut eco-fashion dan selanjutnya
diajak ke Kalangan Ayodya. “Kalangan Ayodya akan kita sulap menjadi tradisi Papua. Mudah-mudahan nanti Ibu Koster bisa duduk di samping Pak Gubernur dan disambut dengan tarian tradisi di sini,” terangnya. (rin)
SENIMAN