Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 251 TAHUN KE 71
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Rabu Pon, 8 Mei 2019
Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Berlangsung Aman, Lancar dan Transparan
Bali Popst/ist
PLENO REKAPITULASI - Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU Kabupaten Badung, Senin (6/5) lalu di Hotel Crystal, Mumbul, Kuta Selatan.
KABUPATEN Badung telah melaksanakan pemilu serentak pada 17 April 2019. Proses dari pemungutan suara, penghitungan suara hingga rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Badung oleh KPU Badung, Senin (6/5) lalu di Hotel Crystal, Mumbul, Kuta Selatan, berlangsung aman, lancar dan transparan. Semua itu berkat dukungan dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Badung, TNI, Polri, KPPS, tokoh masyarakat, seluruh komponen masyarakat dan para saksi. Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta, Selasa (7/5) kemarin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Badung karena pada 17 April 2019 telah melak-
sanakan dan menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS. Selanjutnya, Semara Cipta juga mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh penyelenggara pemilu, mulai dari jajaran KPPS yang bertugas di TPS hingga kemudian melaksanakan tugas proses pemungutan dan penghitungan suara hingga pagi hari. ‘’Semua proses dilalui dengan segala keterbukaan dan kerja keras yang luar biasa,’’ ujarnya. Kemudian, Semara Cipta menambahkan, dilanjutkan proses perekapan di tingkat kecamatan dengan sistem berjenjang hingga KPU Kabupaten Badung melaksanakan rapat pleno dengan hasil sangat terbuka dengan penuh dinamika dari beberapa saksi. Semara Cipta mengakui ada saksi yang menyatakan ke-
beratan, namun dia bersyukur semua proses terlalui dengan baik. ‘’Tentu terima kasih kami yang tak terhingga kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas dukungan dan peran sertanya dalam mendampingi kami melakukan segala tahapan proses pemilihan umum tanggal 17 April 2019,’’ tegasnya. Juga ucapan terima kasih disampaikannya kepada TNI dan Polri atas pendampingan serta pengamanan semua proses tahapan yang dilakukannya di Kabupaten Badung. Begitu juga jajaran stakeholder masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat dan juga seluruh komponen masyararakat, termasuk para saksi tentunya yang telah mendampingi dan turut serta mengawasi proses demokrasi di Badung. ‘’Tentunya ini sebuah proses
yang menjadi awal perbaikanperbaikan ke depan,’’ ujar Semara Cipta. Dia menyadari, pertama kali dilaksanakan pemilu serentak tentunya masih ada kesalahan dan kekeliruan. Namun pihaknya bersama-sama melakukan proses perbaikan. ‘’Bersama-sama kita sudah terbuka, melakukan transparansi terhadap data yang ada, mekanisme kita lakukan sehingga proses di KPU Kabupaten Badung berjalan dengan aman, lancar dan tentu semua proses berjalan dengan baik,’’ tandas Semara Cipta. ‘’Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih, semoga karma yoga ini senantiasa direstui Yang Maha Kuasa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga senantiasa dalam keadaan sehat, kuat dan berbahagia,’’ tutupnya. (kmb36)
Jelang Pengumuman Hasil Pemilu
Panglima TNI Sebut Ada Upaya Provokasi Jakarta (Bali Post) -
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan ada indikasi provokasi dan pembentukan opini oleh pihak-pihak yang tidak menerima hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). ‘’Terdapat indikasi tidak menerima hasil penghitungan suara ke KPU dan provokasi serta upaya cipta opini melalui media sosial masih gencar,’’ kata Hadi saat memaparkan evaluasi pasca-Pemilu 2019 dalam rapat kerja pemerintah ber-
sama pimpinan DPD-RI di Gedung Nusantara V, kompleks Parlemen, Selasa (7/5) kemarin. TNI, kata Hadi, telah memprediksi adanya pihak-pihak yang akan menyatakan keberatan terhadap penetapan hasil
Pemilu 2019. Saat ini ada tuduhan tentang kecurangan dalam proses pemungutan suara, proses penghitungan hingga penetapan hasil pemilu. Ia memprediksi, jika situasi tersebut terus berlangsung dan dibiarkan maka
akan memunculkan aksi unjuk rasa bahkan penyerangan terhadap kantorkantor penyelenggara pemilu. ‘’Akibat dari keberatan tersebut dapat terjadi aksi untuk melaksanakan unjuk rasa atau bahkan penyerangan terhadap kantor-kantor penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu, yang sudah kami prediksi,’’ katanya. Hal. 15 People Power
Bali Post/ant
RAPAT KERJA - Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian disaksikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berbicara saat rapat kerja bersama DPD-RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/5) kemarin.
Jembatan Jebol di Perean Satu Selamat, Dua Tewas
Pindah Ibu Kota
Bisa Sewa atau Tukar Guling Jakarta (Bali Post) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan pemindahan ibu kota pemerintahan Indonesia dari DKI Jakarta dapat dilakukan dengan sistem sewa dari BUMN atau swasta maupun menggunakan skema tukar guling. JK menjelaskan sistem sewa dapat dilakukan dengan mencontoh Malaysia ketika memindahkan ibu kota pemerintahannya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. ‘’Di Malaysia itu sistem sewa malah, yang bikin itu Petronas, Pertaminanya Malaysia. Itu yang bikin. Baru kemudian pemerintah menyewa,’’ kata JK kepada wartawan, di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (7/5) kemarin. Selain itu, skema tukar guling dapat dilakukan dengan menyewakan gedung-gedung kantor pemerintahan di Jakarta yang nantinya tidak akan dipakai karena semua kegiatan pemerintahan berpin-
dah. ‘’Boleh juga skema ruilslag, karena gedung-gedung kantor di sini, di sepanjang Jalan Thamrin -- tentu yang punya pemerintah -- pasti tidak dipakai lagi,’’ ujarnya pula. Namun, lanjut JK, yang terpenting saat ini adalah penentuan lokasi di mana sebaiknya ibu kota pemerintahan Indonesia dipindahkan. Setelah mendapatkan lokasi yang tepat dan memenuhi syarat, maka skema-skema pembiayaan dapat dibahas lebih lanjut. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo usai buka puasa bersama para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5), mengatakan pemerintah tidak akan menggunakan APBN untuk pembiayaan pemindahan ibu kota pemerintahan Indonesia. ‘’Yang penting anggaran kita siap. Saya sampaikan, tidak membebani APBN,’’ kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara buka puasa bersama para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5). (ant)
Jusuf Kalla
Bali Post/ant
Bali post/ist
EVAKUASI - Petugas melakukan upaya evakuasi korban jembatan jebol di Desa Perean, Tabanan.
Tabanan (Bali Post) Tiga orang krama Subak Palian, Banjar Puseh, Perean, Baturiti, Tabanan tertimbun material jembatan yang jebol saat tengah di-urug, Selasa (7/5) kemarin. Satu orang selamat karena hanya tertimbun setengah badan. Sementara dua orang lainnya tewas. Bahkan proses evakuasi salah satu korban membutuhkan waktu sekitar lima jam, lantaran posisi korban tertimbun tidak diketahui. Apalagi material jembatan yang jebol berupa beton bertulang dan lumpur. Adapun korban yang selamat adalah I Wayan Dampuk (60). Sementara I Made Budi (50) dan I Ketut Sudana (50) tewas dan mayatnya sudah berhasil dievakuasi. I Nyoman Riyem (70), krama Subak Palian, menceritakan sebelum kejadian, krama Subak Palian sejak pukul 07.30 Wita gotong royong meng-urug jembatan. Jembatan itu memang tengah diperbaiki dan ditinggikan sekitar satu meter dengan cara di-urug tanah terlebih dahulu. Karena sebelumnya kondisi jembatan menurun dan menikung tajam. Baru tiga puluh menit bekerja, tiba-tiba bagian tengah jembatan jebol dan amblas. Tiga krama yang saat itu tepat di bagian atas jembatan langsung tercebur dan tertimpa material. Sementara yang lainnya dapat menyelamatkan diri. Krama subak pun langsung melakukan pertolongan secara
manual. Kata Riyem, kondisi jembatan yang amblas sangat dalam, menyebabkan hanya ada dua orang krama yang berani turun melakukan evakuasi sebelum petugas dari BPBD dan kepolisian datang. ‘’Krama sami lebih dulu menolong Ketut Sudana yang hanya terlihat tangannya saja, dan Wayan Dampuk belakangan karena tertimbun setengah saja. Namun sayang Sudana meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Semara Ratih,’’ ucapnya. Dari penuturan sejumlah krama subak, jembatan penghubung Banjar Puseh Desa Perean dengan Banjar Bunyuh Desa Perean yang berlokasi di barat Pura Dayang dibuat sekitar tahun 2008, dan diperbaiki tahun 2012 dengan panjang jembatan sekitar 6,30 meter, dan yang jebol sekitar 3 meter. Besi yang dipakai membuat jembatan sangat kecil sekitar ukuran 10 tes dan jarak sekitar 10 cm. Begitupun beton jembatan sangat tipis dengan ketebalan sekitar 5 cm, beban tanah urug terlalu berat dengan ketebalan sekitar 50 cm. Kepala Desa Perean I Nyoman Sunantra mengaku merasa terpukul dengan musibah yang menimpa warga desanya. Apalagi antusias krama subak dan adat dalam kegiatan kerja bakti memperbaiki jembatan sangat tinggi sejak tiga hari. Hal. 15 Isak Tangis
PENANGANAN PENGUNGSI GUNUNG AGUNG
14 RS Ajukan Klaim Rp 4,2 Miliar Lebih Hanya Rp 883 Juta yang Direkomendasikan BPKP PENANGANAN pengungsi bencana erupsi Gunung Agung menyisakan persoalan. Utamanya terkait klaim rumah sakit (RS) yang belum dibayarkan sejak 2017. Saat kondisi tanggap darurat, rumah sakit memang diminta melayani pengungsi yang sakit tanpa dikenakan biaya. ‘’Saya juga terima surat klaim dari RS Sanjiwani Gianyar kemarin. Sebenarnya kalau terkait penanganan pengungsi yang dalam kategori sakit, yang kita se-
rahkan atau limpahkan ke beberapa RS itu sesungguhnya dalam kondisi tanggap darurat,’’ ujar Kepala BPBD Provinsi Bali I Made Rentin, Selasa (7/5) kemarin. Sesuai aturan manajemen kebencanaan, lanjut Rentin, ketika sudah ada pernyataan tanggap darurat maka yang digunakan adalah dana on call atau dana siap pakai (DSP). Lantaran masih ada kewajiban pembayaran saat kondisi normal sekarang, pihaknya harus berkoordi-
nasi dan melaporkan kembali kepada BNPB. Begitu juga berkoordinasi dengan BPBD Karangasem karena keputusan tanggap darurat dulu dikeluarkan oleh Bupati Karangasem. ‘’Proses ketika kita masih punya utang, kita perlu duduk bersama. Dalam arti, siapa sih yang punya kewajiban? Karena ketika kita gunakan aturan bahwa di posisi keadaan tanggap darurat, tentu ini sudah lewat waktu,’’ jelasnya.
Menurut Rentin, ada 14 rumah sakit yang mengajukan permohonan klaim biaya pelayanan kesehatan bagi korban bencana erupsi Gunung Agung. Total klaim yang diajukan pada periode September 2017 sampai Februari 2018 mencapai Rp 4.207.077.402. Namun hanya Rp 883.022.800 yang menurut hasil reviu BPKP dapat diyakini kebenaran dan dapat diajukan sebagai DSP ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
Sisanya dikoreksi lantaran data pasien tidak dilengkapi dengan NIK unik sebesar Rp 1.319.275.701, klaim biaya kesehatan bukan pada periode status tanggap darurat sebesar Rp 1.773.960.901, dan ada pasien bukan pengungsi yang berasal dari kawasan rawan bencana (KRB) sebesar Rp 230.818.000. ‘’Proposal permohonan klaim kesehatan sesuai rekomendasi BPKP daerah Perwakilan Bali (sebesar Rp 883 juta - red), sudah diajukan
BPBD Karangasem ke BNPB. Untuk sisanya, tanggal 14 Mei ini baru dirapatkan oleh pihak Pemkab Karangasem,’’ imbuhnya. Sementara itu, 14 rumah sakit yang mengajukan permohonan klaim yakni RSUD Karangasem, RSUD Klungkung, RSUD Wangaya, RSUP Sanglah, RS Jiwa Provinsi Bali, RSUD Bangli, RSUD Mangusada, RSUD Sanjiwani, BRSU Tabanan, RSUD Negara, RSUD Buleleng, RSU Kerta Usada, RS Ari
Canti, dan RS Bhayangkara Trijata. Sedikitnya ada lima rumah sakit yang jumlah klaimnya menjadi nol rupiah setelah dikoreksi BPKP. Masing-masing RS Jiwa Provinsi Bali dengan klaim awal Rp 440.470.800, RSUD Negara dengan klaim awal Rp 5.773.400, RSU Kerta Usada dengan klaim awal Rp 3.991.200, RS Ari Canti dengan klaim awal Rp 6.704.000, dan RS Bhayangkara Trijata dengan klaim awal Rp 3.949.200. (kmb32)
2
Rabu Pon, 8 Mei 2019
APDB Mohon Kebijakan Penggunaan ”Styrofoam”
Bali Post/kmb42
A.A. Made Rai Arnata
Denpasar (Bali Post) Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 memang berdampak positif terhadap lingkungan karena lingkungan tidak akan tercemar dengan sampah plastik. Namun rupanya dari sisi ekonomi, pergub ini perlu mendapat perhatian karena Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali (APDB) merasa kurang leluasa dalam berusaha dengan adanya kebijakan tersebut. Ketua APDB A.A. Made Rai Arnata sekaligus pemilik Agung Roy Dekorasi menuturkan, selama ini pengusaha dekorasi menggunakan styrofoam untuk membuat hiasan dekorasi. Bahan styrofoam pun tidak sekali dua kali digunakan, namun berkali-kali. Bahkan, styrofoam merupakan solusi bagi masyarakat yang menginginkan dekorasi yang terjangkau namun tetap indah. Di sinilah peran pengusaha dekorasi untuk mengubah bahan styrofoam menjadi barang seni. APDB meminta agar kebijakan pengurangan penggunaan sampah plastik dan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai (PSP) dan styrofoam isinya dipertegas, khususnya yang menyangkut pelarangan styrofoam agar tidak disalahartikan. “Mungkin yang dimaksud pemerintah, styrofoam yang dilarang itu adalah styrofoam yang sifatnya sekali pakai, bukan styrofoam yang sudah diolah menjadi barang bernilai seni
dan pastinya bisa digunakan berkali-kali bahkan bertahun-tahun,” katanya. Menurut Rai Arnata, styrofoam bagi pengusaha dekorasi merupakan media untuk mencari penghasilan, karena styrofoam bisa dibuat menjadi gayor ukiran. Ia berharap pemerintah tidak melarang penggunaan styrofoam yang sifatnya dapat digunakan berulang kali. Dengan adanya seni styrofoam yang diolah menghasilkan gayor, candi dan yang lainnya sangat berpengaruh besar dalam perekonomian di Bali. Lapangan usaha dekorasi belakangan menjadi trend dan tumbuh berkembang. Tak dimungkiri lapangan usaha ini juga banyak menyerap tenaga kerja yang berkontribusi terhadap pengurangan angka pengangguran di Bali. Di samping itu, katanya, dengan adanya dekorasi yang berbahan styrofoam sangat membantu masyarakat yang sedang melaksanakan upacara keagamaan maupun adat seperti pernikahan, potong gigi bahkan lembaga pemerintahan juga kerap menggunakan jasa dekorasi menggunakan styrofoam karena berkaitan dengan budget. “Contohnya, dengan budget menengah ke bawah, kami bisa memberikan dekorasi berupa gayor di depan pelaminan, kain, tenda, kursi dan yang lainnya. Kenapa kami bisa memberi layanan semua itu dengan budget yang rendah? Karena barang yang kami gunakan itu adalah barang yang bisa berkali-kali digunakan, seperti gayor atau dekor depan yang berbahan dasar styrofoam. Jadi kalau pergub itu melarang semuanya, tanpa melihat mana yang lebih sering menghasilkan limbah, kami sangat keberatan,” bebernya. Dengan adanya pergub itu, kata Rai Arnata, diakuinya beberapa anggota APDB merasa kesulitan mendapatkan orderan di pemerintahan. Maka dari itu, APDB merasa keberatan jika styrofoam yang sifatnya bisa berulang kali digunakan itu harus dilarang karena sebagian anggota APDB yang ada di masing-masing kabupaten di Bali, semua bergerak menggunakan dekorasi yang berbahan styrofoam, meskipun juga ada yang menggunakan ulatan. “Kami bukan tidak peduli dengan lingkungan. Kami apresiasi dan mendukung penuh tujuan adanya pergub ini. Tapi, mohon dikaji kembali dalam hal pelarangan styrofoam. Yang mana dibolehkan, yang mana dilarang,” imbuhnya. Mengenai limbah, lanjut Rai Arnata, semua proses produksi dan industri pasti memiliki limbah. Tanpa terkecuali limbah dekorasi yang menyisakan styrofoam sisa-sisa ukiran yang kecil. Tetapi, limbah itu masih bisa diolah untuk dijadikan lem cetakan baik batako maupun ukiran. “Jadi, limbah yang dihasilkan kalau dipresentasekan sekitar 5 persen dari bahan yang ada dan yang terpenting kami tidak selalu menghasilkan limbah karena kami tidak setiap hari memproduksi,” tegasnya. (kmb42)
Bali Post/eka
PASAR MURAH - Sejumlah warga memilih barang dagangan yang dijual di pasar murah di Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, Selasa (7/5) kemarin.
Dalam Sekejap, Sembako di Pasar Murah Ludes Terjual Denpasar (Bali Post) – Memasuki bulan Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Denpasar bersama instansi terkait lainnya menggelar pasar murah. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di bulan Ramadan. Pasar murah kali ini mengambil tempat di Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (7/5) kemarin. Sejak pagi setelah dibuka, tampak masyarakat silih berganti membeli komoditas di pasar murah tersebut. Sejumlah komoditas utama kebutuhan sehari-hari yang ditawarkan ludes hanya dalam hitungan jam. Operasi pasar murah kali ini untuk menstabilkan harga-harga bahan pokok di
bulan Ramadan. TPID serta Disperindag Kota Denpasar menggandeng Pertamina, PPI, Bulog, dan distributor untuk penyediaan berbagai macam bahan makanan pokok. Dalam sekejap, sembako yang dijual di pasar murah tersebut ludes terjual. Beberapa komoditas yang ditawarkan antara lain beras Kita (medium) 5 kilogram seharga Rp 50.000 per 5 kilogram, beras medium seharga Rp 42.500 per 5 kilogram. Adapun harga minyak Kita Rp 11.000 per liter dan tepung terigu Segitiga Biru seharga Rp 7.500 per kilogram. Sedangkan gula pasir lokal Rp 11.000 per kilogram. Selain itu, komoditas lainnya juga ikut dijual seperti telur Rp 14.000 per 10 butir, bawang merah Rp 28.000 per kilogram
Mendesak, Keberadaan Perda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal Denpasar (Bali Post) Rencana untuk membuat Rancangan Perda (Ranperda) tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal mulai dibahas oleh eksekutif dan legislatif di DPRD Bali, Selasa (7/5) kemarin. Keberadaan perda tersebut dinilai penting dan mendesak lantaran ada banyak masalah ketenagakerjaan di Bali. Regulasi ini sekaligus untuk melengkapi aturan tentang ketenagakerjaan di tingkat nasional.
DINILAI - Suasana saat RSBM dinilai oleh Tim KARS.
Bali Post/kmb42
RS Bali Mandara
RS Pemerintah Rasa Swasta Dinilai Tim Akreditasi KARS Denpasar (Bali Post) Rumah Sakit Umum Bali Mandara (RSBM) mengikuti penilaian dari Tim Akreditasi KARS. Penilaian berlangsung selama empat hari dari tanggal 7 sampai 10 Mei. Ada tiga tim penilai dari pusat yang datang pada saat penilaian hari pertama, Selasa (7/5) kemarin. Direktur RSBM dr. Bagus Darmayasa, M.Repro. didampingi Kepala Instalasi Bedah Sentral dan Anastesi dr. Iswahyudi, Sp.An. mengatakan, akreditasi merupakan pengakuan terhadap RS yang diberikan oleh lembaga independen yang ditetapkan oleh Menkes. Tujuan penilaian ini agar RSBM memenuhi standar RS yang berlaku untuk meningkatkan mutu secara berkesinambungan. Selain itu, penilaian akreditasi juga bertujuan untuk menyeragamkan pelayanan kesehatan di Indonesia. RS wajib melakukan akreditasi dan setiap tiga tahun RS juga wajib melakukan reakreditasi. Sejak tahun 2018, kata Bagus Darmayasa, ada standar baru yang harus diterapkan. Jika sebelumnya standar yang digunakan adalah KARS, sejak 2018 digunakan Standar Nasi-
onal Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1. “Kita berupaya memperbaharui itu,” ujarnya. Menurut Bagus Darmayasa, di Bali baru RS Sanjiwani dan RS Surya Husadha yang sudah menerapkan SNARS edisi 1 dan RSBM sedang menuju pada standar SNARS edisi 1. Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk mengikuti akreditasi itu, karena diakui pada pelayanan sehari-hari RSBM telah terbiasa dan menjadi budaya untuk menerapkan standar pelayanan yang ditentukan oleh Kemenkes. “Contohnya, kita obatnya sudah sesuai dengan formularium nasional (fornas),” imbuhnya. Dalam penilaian juga disebutkan soal area prioritas yang diterapkan di RSBM yaitu di Instalasi Bedah. Instalasi ini menjadi prioritas lantaran kasus-kasus yang masuk ke RSBM terbanyak adalah kasus bedah. “Tadi malam saja, kami menerima empat kasus operasi apendiks,” ujarnya. Dalam penanganan bedah, kata Bagus Darmayasa, pihaknya juga meminimalkan nyeri untuk menuju pain free hospital. Penanganan nyeri penting dilakukan mengingat
Topik : PERLU PERDA Perlindungan Tenaga Kerja Lokal
kesuksesan operasi tergantung dari penanganan nyeri. Selain pencapaian kelulusan, juga pemeliharaan budaya mutu penting dilakukan dan yang terpenting adalah penilaian dari masyarakat. “Karena yang paling utama merasakan pelayanan kami adalah masyarakat,” tandasnya. Mantan Direktur RS Jiwa Provinsi Bali ini mengaku optimis mendapat penilaian paripurna. Lantaran dari 16 dokumen pokja yang dikirim via online system, semuanya mendapat penilaian hijau (100%), paling rendah 92%. “Sekarang mereka (tim KARS) ke sini mencocokkan berkas yang dikirim dengan kenyataannya saja,” katanya. Dalam acara pembukaan penilaian akreditasi itu, Sekda Bali Dewa Made Indra yang mewakili Gubernur Bali menyampaikan komitmennya dalam mengembangkan RS milik Pemerintah Provinsi Bali ini. Meskipun milik pemerintah, namun pelayanan serta manajemennya layaknya seperti RS swasta. “RSBM adalah rumah sakit pemerintah dengan rasa swasta,” ujarnya. Artinya, semua pelayanan dikerjakan seperti layaknya rumah sakit swasta terkait mutu dan layanan, namun dengan pembiayaan yang seminimal mungkin. Rumah Sakit Bali Mandara didedikasikan untuk masyarakat luas, tidak hanya di Bali tapi internasional, namun tarifnya ekonomis. Terbukti dari WNA maupun ekspatriat juga kerap mencari pelayanan kesehatan ke RSBM. (kmb42)
bersama aneka buah-buahan. Plt. Kepala Disperindag Kota Denpasar I.B. Anom Suniem mengatakan, kegiatan pasar murah rutin menjelang hari besar keagamaan ini merupakan komitmen Pemkot Denpasar untuk membantu masyarakat mendapatkan harga sembako lebih murah dari harga pasar terlebih. ‘’Pasar murah ini akan dilaksanakan di setiap kecamatan agar masyarakat bisa berbelanja murah dengan barang yang berkualitas. Kami berharap masyarakat memanfaatkan pasar murah yang telah dilaksanakan Pemkot Denpasar melalui TPID Kota Denpasar sehingga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan dapat tetap terjaga,’’ ujarnya. (kmb12)
“Kita perlu membuat perda tentang perlindungan ketenagakerjaan di Bali. Pertama, menyangkut tentang sistem pengupahan yang selama ini hanya memakai upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/ kota,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta. Itu pun, lanjut Parta, banyak perusahaan di kabupaten/kota tidak mengikuti upah minimum provinsi. Padahal, UMP adalah patokan terkecil untuk menyusun upah minimum di kabupaten/kota. Masih ada tenaga kerja yang hanya dibayar Rp 1,5 juta
atau bahkan Rp 800 ribu. “Kedua, menyangkut hubungan tenaga kerja dan perusahaan. Masih banyak perusahaan yang mempekerjakan karyawannya dengan sistem kontrak, pekerja harian atau DW. Seharusnya pekerjaan yang tidak di-outsourcingkan, malah di-outsourcingkan,” imbuh politisi PDI-P ini. Parta menambahkan, rancangan perda juga akan memuat tentang parameter nilai atau angka yang diberikan ketika menentukan jumlah gaji untuk pekerja. Pihaknya akan memasukkan komponen lokal, yakni kebu-
tuhan hidup layak dikaitkan dengan faktor sosial-budaya. “Komponen sosial-budaya dimasukkan sebagai bagian dari kebutuhan hidup layak, sehingga upah pekerja di Bali lebih layak,” jelasnya. Solusinya, Parta menyebut akan dibuat bentuk pengupahan dengan sistem sektoral. Utamanya pada beberapa sektor yang menonjol di Bali, seperti pekerja pariwisata, pekerja industri kreatif, dan lainnya. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda mengaku sudah melakukan pengawasan secara berkala ke perusahaanperusahaan. Terutama menyangkut masalah upah, dengan harapan upah dibayar minimal sesuai UMK atau UMSK (Upah Minimum Sektoral) khusus di Badung. “Karena terbatasnya tenaga pengawas kita, hanya 25
orang, di lain pihak perusahaan yang kita awasi 11.053. Jadi, prioritasnya adalah perusahaan-perusahaan yang ada masalah,” ujarnya. Terkait sistem outsourcing, Arda menyebut dimungkinkan dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun terbatas pada pekerjaan yang sifatnya tidak tetap, seperti security, cleaning service, tukang kebun, sektor transportasi, dan pertambangan. Di luar lima jenis pekerjaan itu, dikatakan tidak boleh. “Kita sedang mengkaji untuk menambah tenaga pengawas. Di samping jumlahnya sedikit, sebagian besar sudah berumur,” katanya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Agen BRILink, Solusi Inklusi Keuangan Masa Kini Jaelani dan Musrifah Dapat Keuntungan Puluhan Juta Per Bulan PEMERINTAH melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menggencarkan inklusi keuangan agar masyarakat semakin familiar dengan bank. Salah satu bank milik BUMN, BRI, juga turut menyukseskan program tersebut. Solusi inklusi keuangan yang dimiliki BRI adalah agen BRILink. Salah satu Agen BRILink di Pasar Anyar Sari, Denpasar, Jaelani (39) dan istrinya, Musrifah (38), mengaku sangat diuntungkan dengan menjadi Agen BRILink. Selain ia menjadi fasih untuk berbank, banyak keuntungan yang bisa ia dapat baik keuntungan materi dan nonmateri. Dalam hal materi, dari menjadi agen BRILink ia bisa mendapat puluhan juta per bulan. Ia mulai menjadi agen BRILink di awal 2014. Hampir lima tahun ia menjadi agen BRILink, usahanya semakin berkembang dan unit usahanya pun bertambah. Semula ia hanya memiliki warung kelontong dan melayani transaksi Agen BRILink di Jalan Pidada. Kini ia juga membuka gerai BRILink di dekat Pasar Anyar Sari, sekaligus membuka unit usaha air isi ulang. Pria asal Trenggalek, Jawa Timur ini pindah ke Bali dan menjadi nasabah BRI sejak 2012. ‘’Awalnya saya mengajukan kredit KUR. Kemudian dari
BERSAMA - Kepala Unit BRI Pasar Anyar Sari Ambar Wathi (nomor dua dari kanan) berfoto bersama Jaelani dan Musrifah. BRI Unit Anyar Sari memberi peluang untuk menjadi Agen BRILink. Dengan berjalannya waktu, satu tahun kemudian transaksi terus bertambah tiap harinya,’’ tuturnya. Jaelani biasa membuka gerai BRILink-nya mulai pukul 08.00 sampai pukul 23.00 Wita. Berdasarkan kajian yang dilakukan BRI, masyarakat lebih banyak bertransaksi ketika pulang kerja, yaitu di sore hari dan malam hari. Maka, ia pun membuka gerai hingga pukul 23.00 Wita. ‘’BRI juga berharap kita membuka gerai di luar jam operasional bank,’’ imbuhnya. Sehari ia bisa melayani sampai 250 transaksi. Hampir 70 persen transaksi yang dilaku-
kan berupa transfer dan setor tunai. Berkat keuletannya melayani transaksi masyarakat, pria asal Trenggalek, Jawa Timur ini juga mendapat penghargaan Agen BRILink terbaik pada 2016. Kepala Unit BRI Pasar Anyar Sari Ambar Witha Sari mengatakan, Agen BRILink merupakan perpanjangan tangan BRI dalam melayani transaksi masyarakat dalam hal keuangan dan bank. Dengan memiliki agen BRILink, BRI lebih mudah melayani masyarakat terutama dalam upaya peningkatan inklusi keuangan. Masyarakat juga dapat terlayani dengan baik karena tidak perlu mengantre
ke kantor BRI cabang ataupun unit. ‘’BRI sangat diuntungkan dengan adanya Agen BRILink ini,’’ imbuhnya. Semua jenis layanan yang dilakukan di Kantor BRI Unit dapat dilakukan di Agen BRILink, seperti membayar cicilan, setor dan tarik tunai, transfer, bayar listrik dan telepon, pinjaman mikro dan melayani Tabunganku. ‘’Dengan adanya agen BRILink juga membantu BRI dalam menghimpun dana murah melalui rekening agen, menambah potensi pinjaman kami, mengalihkan transaksi antrean, meningkatkan transaksi seperti fee based income dan penjualan asuransi, mereferalkan pengajuan kredit-kredit,’’ bebernya. Ia menambahkan, syarat untuk menjadi Agen BRILink, yaitu telah memiliki usaha utama dengan lokasi yang tetap, usaha telah berjalan minimal dua tahun, telah memiliki rekening tabungan atau giro BRI yang dilengkapi kartu ATM, memiliki saldo di rekening tabungan atau giro sebagai dana untuk kebutuhan transaksi. ‘’Siapa pun bisa menjadi agen BRILink asalkan memenuhi persyaratan itu,’’ katanya dan menambahkan, keunggulan menjadi Agen BRILink adalah tanpa modal, bebas biaya sewa, free kompetitif. (ad346)
BADUNG
Rabu Pon, 8 Mei 2019
3
Tarif BBNKB I Kendaraan Umum Benahi SDM Pemungut akan Diturunkan Jadi 10 Persen Pajak di Bapenda Dewan Badung Dorong Peningkatan Pendapatan Daerah
BELUM maksimalnya pendapatan daerah pada triwulan pertama tahun ini membuat legislator Badung terus melakukan upaya bersama eksekutif mencari solusi dalam meningkatkan pendapatan. Bahkan, Selasa (7/5) kemarin, Ketua TAPD Badung yang juga Sekda Badung Wayan Adi Arnawa melakukan rapat dengan Ketua DPRD Badung Putu Parwata untuk membahas sejumlah hal dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Badung serta adanya pergeseran pengganggaran pada APBD tahun 2019. Ketua DPRD Badung Putu Parwata menjelaskan, ada beberapa hal penting yang dibahas dalam rapat tersebut yang bertujuan meningkatkan pendapatan daerah. ‘’Triwulan pertama, data yang kami peroleh pendapatan asli daerah (PAD) baru pada posisi Rp 874 miliar lebih. Padahal target PAD kita adalah sampai Rp 6,7 triliun dan hal ini perlu ada penggenjotan pendapatan. Sementara dana perimbangan kita dapat Rp 600 miliar lebih dan baru ditransfer Rp 200 miliar oleh pusat. Jadi kita harus menggenjot pendapatan untuk mencapai target itu,’’ ujarnya. Lebih lanjut politisi asal Dalung ini mengatakan, pihaknya tetap optimis pendapatan bisa naik lagi di triwulan berikutnya dengan asumsi ada peningkatan jumlah kunjungan, lama tinggal dan transaksi belanja wisatawan. Selain itu, perlu adanya langkah optimalisasi SDM yang ada di Bapenda. ‘’Hal yang memengaruhi pendapatan daerah adalah maksimalisasi potensi, kunjungan, penggunaan teknologi. Sekarang ini kan Bapenda telah menggunakan alat, namun alat ini apakah sudah digunakan maksimal apa belum atau memang SDM-nya perlu diberdayakan untuk penggunaan alat tersebut. Ini yang akan kita dorong sehingga transaksi WP ini bisa maksimal,’’ ungkapnya. Selain itu, Parwata meminta agar jangan sampai pajak yang terekam dengan yang dibayarkan berbeda nantinya atau adanya human error berupa salah ketik angka karena SDM-nya tidak mumpuni di bidang perpaja-
Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) I untuk kendaraan umum akan diturunkan menjadi 10 persen, dari semula 15 persen. Hal ini tercantum dalam Ranperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah yang diajukan DPRD Bali dalam rapat paripurna di gedung dewan, Selasa (7/5) kemarin. Sebelumnya, tarif BBNKB I sebesar 15 persen banyak dikeluhkan pelaku usaha angkutan umum.
‘’Perlu dilakukan penambahan pengaturan tarif BBNKB I untuk kendaraan umum sebesar 10 persen yang semula 15 persen,’’ ujar anggota Komisi II DPRD Bali Gede Kusuma Putra saat menyampaikan Ranperda terkait revisi Perda Pajak Daerah tersebut. Menurut Kusuma Putra, tarif BBNKB I sebesar 15 persen sejatinya tidak melanggar ketentuan UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah khususnya pasal 12 ayat (1) huruf a. Dalam ketentuan tersebut, tarif
Ketua DPRD Badung Putu Parwata kan atau kurang menguasai teknologi. ‘’Bila perlu kami mendorong Bapenda melakukan pelatihan berupa bimtek untuk pegawainya, sehingga mampu bisa bekerja dengan maksimal,’’ tegasnya. Terkait usulan adanya pergeseran anggaran, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini mengatakan, secara keseluruhan pihaknya merekomendasikan usulan tersebut karena dalam klausul pergeseran anggaran tersebut untuk kepentingan bencana dan itu diperbolehkan secara aturan. ‘’Kita setujui adanya usulan pergeseran anggaran yang diusulkan TAPD Badung, karena itu dibolehkan sesuai aturan,’’ kata Parwata. (ad335)
11
Total Lapas Tahanan 1.132 Napi 3.471 Kapasitas 1.453 Over Kapasitas 5.150 Total Tahanan + Napi 4.603
Lapas Kerobokan ”Overload’’
Jumlah Petugas Terbatas, Kelebihan hingga 1.367 Penghuni KAMPUNG Kecil atau miniaturnya dunia luar kini identik dengan hunian Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar atau Lapas Kerobokan. Di lapas terbesar di Bali itu, per 6 Mei 2019 telah dihuni 1.690 orang. Mereka ada yang berstatus tahanan maupun yang sudah beralih menjadi narapidana. Dengan jumlah penghuni sebanyak itu, Lapas Kerobokan mengalami overload. Luas Lapas Kerobokan sekitar 3,8 hektar. Selain perkantoran, di dalam lapas juga terdapat lapangan, rumah sakit, tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya. Kalapas Kelas II A Kerobokan Tonny Nainggolan, Selasa (7/5/) kemarin, mengatakan di Lapas Kerobokan terdapat 14 blok dengan jumlah kamar 122. Jika dikalkulasi, satu kamar dihuni 13 orang atau satu blok dihuni 120-an orang. Miris memang. Pasalnya saat dikonfirmasi soal daya tampung atau kapasitas Lapas Kerobokan, Nainggolan mengatakan, Lapas Kerobokan hanya berkapasitas 323 orang. Kesimpulannya, ada operkapasitas atau overload hingga 1.367 orang. Selama ini banyak berita miring yang hampir setiap pekan diterima Lapas Kerobokan. Baik itu oknum sipir yang terlibat narkoba, barang terlarang masuk lapas, hingga penangkapan pelaku narkoba yang rata-rata mengaku bahwa bandarnya berasal dari dalam lapas. Belum lagi ponsel bisa masuk ke dalam lapas dan persoalan klasik lainnya. Risiko itu memang tidak bisa dihindari oleh seorang Tony Nainggolan. Pihaknya sudah berusaha melakukan pengawasan hingga melakukan sweeping setiap saat dengan mengajak aparat kepolisian, TNI, BNN, dan pihak eksternal lainnnya.
Badan Pendapatan Daerah, penagihan PKB yang terutang dengan surat paksa, jangka waktu penghitungan transaksi BBNKB menggunakan hari kerja atau tidak lagi menggunakan hari kalender, pembebasan pokok pajak, serta jatuh tempo pelaporan, pembayaran dan penyetoran PBBKB. Terkait penagihan PKB akan diatur sanksi hukum yang tegas terhadap wajib pajak yang menunggak, atau tidak hanya mengatur sanksi administrasi. Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali I Made Santha mengapresiasi ranperda inisiatif dewan tersebut. Ia mengatakan, revisi Perda Pajak Daerah sangat relevan, terlebih sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tinggal nanti dilakukan pembahasan dalam bentuk rapat gabungan ataupun kunjungan kerja. (kmb32)
BNN Tegaskan Pecandu Narkoba Tak Dipenjara
Narapidana Bali
tahanan
BBNKB I diatur paling tinggi sebesar 20 persen. Namun, provinsi lain rupanya menetapkan tarif BBNKB I lebih rendah dari Bali. ‘’Untuk itulah, besaran tarif akan direvisi guna memberikan keringanan bagi pelaku usaha angkutan umum dalam meremajakan atau menambah armadanya sehingga dapat memenuhi kebutuhan angkutan umum di Bali,’’ kata politisi PDI-P asal Buleleng ini. Ada delapan materi perubahan yang direncanakan dalam ranperda. Termasuk mengenai tarif progresif untuk kepemi-
likan kendaraan roda dua dan roda tiga 250 cc ke atas serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Revisi dilakukan agar tarif progresif memiliki interval yang sama dalam setiap tingkat kepemilikan dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat. Dia menambahkan, interval pajak progresif tersebut akan direvisi agar memiliki rentang yang sama. Dalam hal ini, untuk urut kepemilikan keempat menjadi 6 persen. Dengan demikian, intervalnya adalah milik kedua 3 persen, milik ketiga 4,5 persen, milik keempat 6 persen, milik kelima dan seterusnya 7,5 persen. Selain itu, kepemilikan kendaraan bermotor oleh badan akan dikecualikan untuk tidak dikenakan pajak progresif. Perubahan lainnya menyangkut nomenklatur Dinas Pendapatan Daerah menjadi
Tujuannya, memberantas narkoba dan memenjarakan mereka yang terlibat. Namun apa daya, terkadang pengawas juga kadang kecolongan. Ini tidak terbantahkan dengan adanya temuan barang terlarang di dalam lapas. Untuk mengawasi 1.690 tahanan dan narapidana itu, saat ini di Lapas Kerobokan terdapat 149 orang pegawai. Namun mereka harus dibagi beberapa shift, karena Lapas Kerobokan dijaga 24 jam penuh. Jumlah satu regu penjagaan setiap shift diiisi 16 orang. Pantauan Bali Post, penjagaan masuk lapas sangat ketat. Pemeriksaan menggunakan mesin dan secara manual. Bahkan tidak diperbolehkan membawa barang-barang ke dalam lapas. Polanya, pertama pengunjung harus terdata secara administrasi dan identitas harus jelas. Kedua, saat masuk, harus melewati pemeriksaan dengan mesin detektor. Barang bawaan semua melewati mesin, sama persis ketika masuk bandara. Setelah lewat mesin, pengunjung bukannya langsung bisa nyelonong, namun melewati dua gerbang lagi dan itu dijaga oleh petugas dan diperiksa kembali secara manual. Jika ada membawa barang, mesti dititip dan pengunjung diberikan identitas pengenal. Namun faktanya, dari pengawasan superketat itu masih saja ada yang lolos.
Masalah keterbatasan petugas membuat Lapas Kerobokan berusaha mencari solusi dengan melakukan pemindahan tahanan atau sering disebut dengan istilah pelayaran. Kalapas Tonny Nainggolan didampingi Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Ni Putu Nyoman Budi Utami mengatakan, tahun ini tepatnya dari Januari hingga 6 Mei 2019, pihaknya sudah memutasi atau melayar 146 orang narapidana. 10 orang dilayar ke Lapas Nusakambangan, sisanya ke lapas atau rutan lainnya. Kini, hanya tersisa 1.690 orang. Dari jumlah tersebut, 732 orang berstatus tahanan dan 958 dengan status narapidana. Dari angka tersebut, 887 orang hukumannya di atas satu tahun, lima orang dihukum seumur hidup. Saat ini Lapas Kerobokan nihil terpidana mati dan terpidana terorisme. Penghuni yang mendominasi adalah mereka yang terlibat kasus narkoba yakni mencapai 1.071 orang dengan status tahanan 422 orang dan narapidana 649 orang. Disusul kasus pencurian sebanyak 279 orang, penggelapan 63 orang, perlindungan 51 orang, pembunuhan 38 orang, sisanya berupa kasus korupsi, kasus kesehatan, KDRT, perjudian, kesusilaan, perampokan, dan lain-lain. Masih dari dalam Lapas Kerobokan, warga binaan tidak serta merta diduduki orang Indonesia. Orang asing juga banyak di Lapas Kerobokan. Jumlahnya mencapai 80 orang. Mereka kebanyakan terlibat kasus narkoba. Dari segi umur, penghuni Lapas Kerobokan sebanyak 1.680 orang adalah dewasa dan 10 anak-anak. Setiap hari raya dan hari nasional, biasanya Lapas Kerobokan mengusulkan remisi bagi narapidana dengan kelakuan baik. (asa)
PECANDU narkoba tidak usah khawatir akan dijebloskan ke penjara asal mereka dengan sukarela datang melapor ke BNN untuk direhabilitasi atau berobat. Bahkan selama rehabilitasi para pecandu tidak dipungut biasa alias gratis. ‘’Mereka (pecandu) tidak akan dipenjara, melainkan direhabilitasi secara gratis. Oleh karena itu kami berharap kepada para pecandu narkoba supaya melapor diri ke BNN atau BNNK,’’ tegas Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi yang diprakarsai BNNK Badung, Selasa (7/5) di Kuta. Pada kegiatan yang dihadiri para bendesa adat se-Kabupaten Badung tersebut, Brigjan Suastawa menyatakan, rehabilitasi merupakan program penting mengingat masih ada pecandu narkoba yang membutuhkan rehabilitasi. Dengan menggandeng tokoh masyarakat se-Kabupaten Badung
SOSIALISASI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa dalam acara sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pascarehabilitas kepada bendesa adat se-Badung. diharapkan semakin banyak relasi yang dapat mendukung kegiatan ini khususnya pascarehabilitasi bagi mantan pecandu narkoba di Badung. ‘’Diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas antartokoh masyarakat dalam upaya
P4GN. Kami menyampaikan informasi mengenai layanan rehabilitasi dan pascarehabilitasi penyalah guna narkoba kepada unit-unit terkait di Kabupaten Badung,’’ ujar Suastawa didampingi Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini. Lebih lanjut dijelaskan, pi-
haknya telah menjalin kerja sama dengan beberapa instansi pemerintah dan elemen masyarakat dalam program ini untuk menyelamatkan generasi masa depan bangsa Indonesia. ‘’Saya berharap para peserta khususnya dari pihak bendesa adat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar bisa mengajak pecandu atau korban penyalahgunaan dengan sukarela untuk melapor ke IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor). Sehingga bisa dilaksanakan rehabilitasi dan pascarehabilitasi,’’ tambah Suastawa. Kepada para bendesa adat dia berharap, jika ada pengedar atau indikasi transaksi narkoba agar segera dilaporkan ke BNN. Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan program rehabilitasi yang ada di BNN ataupun di IPWL seperti puskesmas, rumah sakit dan lainnya. IPWL juga diminta proaktif menanggulangi penyalahgunaan narkoba jika ada keluarganya yang terindikasi. (bns1)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Tim Site Visit Calon Penyelenggara Beasiswa PMDSU Kunjungi Unud LOLOSNYA proposal Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Universitas Udayana (Unud) tahun 2019 di tahap awal dilanjutkan dengan visitasi oleh tim Site Visit Calon Penyelenggara Beasiswa PMDSU Batch V Kemenristekdikti, Selasa (7/5) kemarin di Gedung Pascasarjana di Jalan Sudirman, Denpasar. Tim asesor yang hadir yaitu Prof. Dr. Ir. Budi Prasetio Widyobroto, DESS., DEA. dan Prof. Ir. Muhammad Syahril Badri Kusuma, Ph.D. Turut hadir Plt. Direktur Kualifikasi SDM Kemenristekdikti Juniarti Dwi Lestari. Kunjungan tim tersebut disambut Rektor Unud Prof. Dr. dr. Anak Agung Raka Sudewi, Sp.S(K). didampingi pejabat lainnya. ‘’Jadi kegiatan hari ini (kemarin) adalah site visit tim asesor PMDSU. PMDSU merupakan hibah penyelenggaraan dari Kemenristekdikti untuk Unud tahun 2019,’’” ujar Rektor Prof. Raka Sudewi. Ia menyampaikan mudahmudahan site visit tersebut bisa meloloskan Unud sebagai penyelenggara program PMDSU dengan beberapa indikator persyaratan yang sudah dilihat dan dipenuhi. Persyaratan tersebut di antaranya perguruan tinggi sudah terakreditasi A atau unggul dan Unud memenuhi persyaratan tersebut. Selanjutnya memiliki promotor berkualitas dan bagi
SITE VISIT - Rektor Unud Prof. Dr. dr. Anak Agung Raka Sudewi, Sp.S(K). dalam acara site visit Tim Asesor PMDSU Kemenristekdikti. mahasiswanya IPK minimal 3,5 untuk program studi terakreditasi A serta 3,75 untuk program studi terakreditasi B. ‘’Jadi ada keistimewaan dari program ini yaitu menempuh 1 tahun Progam Magister, 2 tahun Program Doktor, sehingga bisa meraih gelar Doktor dalam 3 tahun,’’ ungkapnya. Dengan program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang betul-betul memiliki prestasi unggul dan bagus untuk menempuh program PMDSU. Jadi ada ruang dan tempat bagi anak didik atau mahasiswa setelah lulus S-1, dipercepat untuk melanjutkan ke Program Doktor. ‘’Dengan disetujuinya nanti Unud sebagai penyelenggara Program PMDSU Batch V ini akan banyak
mahasiswa yang mengikuti dan ikut seleksi, sehingga kesempatan diberikan Kemenristekdikti ini bisa dilaksanakan dengan baik serta bisa dikembangkan di masa akan datang,’’ harap mantan Direktur Program Pascasarjana Unud ini. Sementara itu, Prof. Prasetio Widyobroto menyampaikan program PMDSU ini menjadi unggulan di Kemenristekdikti. Selain itu, lulusan program ini diproyeksikan atau diutamakan untuk menjadi dosen. Oleh karena itu, bagi dosen yang memiliki asisten yang bagus supaya diarahkan ikut PMDSU. ‘’Kalau saya dengarkan sambutan Ibu Rektor tadi berarti sudah lolos semua,’’ ujarnya. (ad342)
Yudisium Ke-13 PPs Unwar
Terserap di Dunia Kerja, Lulusan Mampu Tingkatkan Kualitas SDM Bangsa PROGRAM Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) menggelar yudisium periode Mei tahun 2019 di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Selasa (7/5) kemarin. Yudisium ke-13 ini diikuti 84 orang yudisiawan dari 5 Program Studi (Prodi) yang dikembangkan PPs Unwar. Di antaranya 4 orang Prodi Magister Administrasi Publik (MAP), 2 orang Prodi Magister Kenotariatan (MKN), 23 orang Prodi Magister Manajemen (MM), 43 orang Prodi Magister Ilmu Hukum (MIH), dan 12 orang Prodi (Magister Ilmu Linguistik (MIL). Yu d i s i u m d i h a d i r i Ke t u a Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. bersama Sekretaris dan Bendahara Yayasan, Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi Wakil Rektor I Unwar dan seluruh civitas akademika di lingkungan PPs Unwar. Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. mengatakan dari 84 orang yudisiawan yang dilepas, 50 persen telah mampu menyelesaikan studinya tepat waktu. Yaitu 1 tahun 6 bulan (3 semester). Sedangkan 40 persen mampu menyelesaikan studinya selama 2 tahun (4 semester), dan sisanya lebih dari 2 tahun karena sesuatu hal, seperti bekerja dan cuti kuliah. Hal ini menandakan seluruh proses akademik di PPs Unwar telah berjalan dengan baik. Terlebih saat ini seluruh prodi telah terakreditasi B, sehingga lulusan yang dihasilkan mampu bersaing dalam dunia kerja global. Untuk meningkatkan kualitas lulusan, saat ini pihaknya telah mengusulkan reakreditasi untuk Prodi MIH, sehingga harapannya mampu meraih akreditasi unggul (A). Dengan demikian, lulusannya mampu terserap dan bersaing dengan lulusan-lulusan perguruan ternama di dunia. ‘’Gelar Magister yang telah diraih ini merupakan keberhasilan dan kebangaan, sekaligus merupakan peluang yang lebih tinggi untuk berkompetisi memperoleh lapangan kerja baru. Namun, di balik itu terselip tanggung
Senator RI Hadiri Pameran Foto BPJ
Wedakarna Kecam Sejumlah Bupati di Bali yang Gemar Beri Bansos dan Hancurkan Situs Kuno SENATOR DPD-RI Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III mungkin wakil rakyat yang paling sering diundang komunitas seni di Bali. Selain dikenal sebagai pejabat yang mencintai seni budaya Bali dan getol memperjuangkan seniman, Senator Arya Wedakarna (AWK) juga sering dikenal sebagai senator yang sangat konsisten mendukung kelahiran maestro-maestro seni baru dari Pulau Dewata. Demikian terekam saat Senator AWK menghadiri pameran foto situs kuno yang diadakan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) pimpinan seniman lukis Baktiyasa yang diadakan di Gedung Merdeka, Jalan Surapati Denpasar. Dalam pameran yang berlangsung hinggal 9 Mei 2019 itu, Senator AWK menyampaikan kilasan sejarah kerja sama dirinya dengan BPJ. ‘’Awal bertemu Bli Baktiyasa saat ada kasus rencana pembongkaran pura di Denpasar. Beliau dikenalkan Dinas Kebudayaan dan astungkara dari pertemanan itu, tiang terus berkomunikasi intens sampai akhirnya Komite III DPDRI memfasilitasi peresmian organisasi BPJ yang dihadiri Direktorat Jenderal Kebudayaan (Kemendikbud RI). Melihat perjuangan yang sangat luar biasa dari kawankawan BPJ, tiang ikut berbahagia dan bagaimana dulu gerakan pelestarian situs budaya yang dilakukan tokoh per tokoh, kini sudah dilembagakan dengan resmi. Namun lembaga BPJ tetap membutuhkan dukungan pemerintah. Kita tidak bisa biarkan sendiri,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan maraknya pembongkaran pura dan bangunan kuno di Bali, AWK sangat menyayangkan dan mengingatkan bahwa itu berpotensi melanggar hukum. ‘’Di Bali ini ada sejumlah bupati yang sering sekali memberikan gelontoran dana cukup besar kepada desa dan pangempon dengan alasan bansos. Bagi saya sah-sah saja jika bupati ingin memberikan bantuan kepada siapa pun. Tapi jangan sampai salah mendidik masyarakat. Yang benar itu adalah bagaimana bangunan
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama I Made Baktiyasa (Ketua BPJ) saat hadir di acara BPJ di Denpasar. pura yang kuno, balai banjar yang kuno itu dipelihara dan dikonservasi. Bukan berarti dibongkar dengan alasan pragmatis. Dalam UU No. 11/2010 tentang Cagar Budaya kan sudah ada amanat bahwa bangunan di atas 50 tahun, maka berhak menyandang status cagar budaya dan dilindungi negara. Di sini tampaknya ada bupati yang tidak paham dengan visi kebudayaan. Sudah ada juga UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang memberikan amanat bagi pemerintah daerah untuk memaksimalkan perhatian pada komunitas. Jangan sampai ada pemimpin di Bali yang mengakui Sukarnois alias pengikut ajaran Bung Karno, tapi tidak paham konsepsi kepribadian dalam kebudayaan. Kepribadian itu melestarikan situs sejarah, mendukung situs dan juga komunitas. Kalau membongkar pura, wantilan dan balai banjar itu namanya bupati proyek. Bukan mendidik masyarakat,’’ jelas Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Sukarno Center. Lalu apa yang harus dilakukan para tetua adat dan juga pangempon pura di seluruh Bali agar situssitus tua di Bali bertahan? ‘’Saya ingatkan, jangan sesekali mengukur standar kebaikan niskala dengan
standar sekala. Para dewa dan leluhur tidak perlu tempat ibadah yang mewah seperti standar manusia biasa. Bagi leluhur yang penting adalah niat suci membangun tempat ibadah dan prosesi membangun pura di Bali di zaman dahulu membutuhkan kesucian tingkat tinggi. Saat ini muncul fenomena ada pura dan banjar dibongkar melebihi bansos yang diberikan. Misalnya dapat bantuan Rp 500 juta tapi menghabiskan biaya sampai Rp 1 miliar dan sisanya pasti krama adat yang kena paturunan. Lagian di desa warga takut protes, apalagi jika bansos itu diiming-imingi dengan tekanan partai politik dan juga ormas tertentu. Ini laporan yang saya dengar dan tentu tidak patut. Lebih baik, jika desa dan pangempon mendapat bantuan, mari tingkatkan kualitas SDM, manusia Hindu yang diberikan modal, sekolah atau dididik dengan baik. Mari mulat sarira, kenapa pura di Bali sekarang banyak yang terbakar, kena petir dan longsor. Mungkin karena niskala sendiri kurang berkenan ya. Bagi desa-desa yang masih punya pura kuno (vintage) mohon dipertahankan. Tiang akan tetap memperjuangkan hal ini,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang saat ini duduk di Panitia Perancang UU DPD-RI. (ad344)
Rayakan Hardiknas 2019
BNI Undang Pelajar EduTrip to BNI ’’Excellent Banking Services Experience’’
jawab untuk menjaga nama baik almamater serta kami berharap para lulusan dapat mengamalkan ilmu pengetahuan teknologi yang telah dimilikinya untuk berkontribusi dalam meningkatkan pembangunan dan kejahteraan masyarakat di mana pun mereka bekerja,’’ ujar Prof. Suranaya Pandit. Rektor Unwar Dewa Putu Widjana berharap lulusan PPs Unwar yang menyandang gelar Magister bisa berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. Apalagi, beberapa lulusan PPs Unwar telah terserap di dunia kerja. Tentu hal ini menjadi nilai plus bagi lulusan SDM PPs Unwar. Sebab, selain telah bekerja mereka juga telah mampu meraih prestasi di dunia pendidikan tinggi. Sehingga hal ini dapat meningkatkan kualitas dan integritas SDM
bangsa. ‘’Saya berharap dengan kompetensi yang dimiliki para lulusan ini, mereka mampu adaptif dengan perubahan globalisasi yang begitu ketatnya di era revolusi industri 4.0 ini,’’ tandas Prof. Widjana. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Oka Wisnumurti mengatakan dilepasnya 84 orang lulusan mahasiswa pascasarjana ini membuktikan proses pembelajaran di PPs Unwar telah berjalan sesuai sistem dan kurikulum. Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas dan mutu lulusan di Unwar. Sebab, perguruan tinggi sebagai penyelenggaraan pendidikan memiliki tanggung jawab moral dalam menghasilkan lulusan (output dan outcome) yang mampu bersaing di dalam pasar kerja. (ad343)
PT BANK Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI mengajak pelajar Sekolah Dasar (SD) untuk mengenal lebih dekat dan memiliki pengalaman aktivitas transaksi perbankan dengan mengunjungi salah satu Kantor Cabang BNI. Rangkaian acara ini diselenggarakan BNI untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2019 sekaligus sebagai perwujudan tema peringatan Hardiknas tahun ini yaitu ‘’Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’’. Saat ditemui awak media, Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali, NTB & NTT Suhardi Petrus mengungkapkan kegiatan EduTrip to BNI tahun ini bertemakan ‘’Excellent Banking Service Experience’’. Tujuan aktivitas ini adalah memperkenalkan penerapan Excellent Banking Service atau pelayanan perbankan yang prima di BNI pada khususnya. Dengan mengundang para pelajar tersebut, BNI mengharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menabung sejak dini serta menanamkan budaya melayani (service culture) yang unggul kepada para pelajar. Suhardi Petrus menambahkan, acara EduTrip to BNI ini dilaksanakan di BNI Kantor Cabang Renon dengan peserta pelajar dari SD Yayasan Saraswati Denpasar dan SD Dwijendra. ‘’Pelajar yang mengunjungi outlet BNI berkesempatan berinteraksi dengan garda terdepan layanan perbankan dan memiliki pengalaman bertransaksi secara langsung, mulai dari customer service, teller, petugas satuan
supermarket, hypermarket, pasar tradisional, serta para pembuat dan atau penjual parcel) dan pangan jajanan untuk buka puasa/takjil. Kegiatan intensifikasi dilaksanakan sejak dua minggu sebelum bulan Ramadan, dimulai pada 22 April 2019, dengan hasil total temuan sebanyak 90 item (567 kemasan). Terdiri dari 20 item kemasan rusak, 67 item produk kedaluwarsa, dan 3 item Produk Tanpa Izin Edar (TIE). Pada Senin (6/5) lalu, selain pengawasan terhadap pangan olahan, BBPOM di Denpasar juga melakukan pengawasan jajanan untuk buka puasa/takjil selama bulan Ramadan. Pengawasan ini menggunakan mobil operasional laboratorium keliling ke tempat-tempat khusus yang menjual pangan buka puasa atau pusat keramaian melalui
sampling produk pangan jajanan untuk buka puasa/takjil. Kemudian dilakukan uji cepat yang difokuskan pada parameter uji bahan berbahaya. Tempat menjual pangan buka puasa yang menjadi target yaitu Kampung Jawa, Jalan Ahmad Yani Selatan sebanyak 21 sampel dan 9 sampel di Supermarket Tiara Dewata. Hasil pengawasan takjil menunjukkan semua makanan bebas dari bahan berbahaya atau Memenuhi Syarat (MS). ‘’Apabila ditemukan adanya pelanggaran di sarana distribusi pangan maupun temuan pangan mengandung bahan berbahaya, maka akan ditindaklanjuti. Pemilik atau penanggung jawab sarana atau penjual yang ditemukan melakukan penyimpangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku akan ditindak. Bila perlu dapat
diproses sampai tahap pro-justitia,’’ kata Adhi Aryapatni. Intensifikasi pengawasan pangan dilakukan bersama dengan lintas sektor dan melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk pramuka untuk melaporkan secara aktif kepada BBPOM di Denpasar jika menemukan produk Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK). Adhi Aryapatni mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas memilih sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat dan makanan. Diharapkan bisa cek KLIK atau cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa. Apabila ada keraguan dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BBPOM di Denpasar Telp. (0361) 234597 atau Call Center BPOM 1500533. (ad347)
YUDISIUM - Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. didampingi Sekretaris PPs Unwar Dr. Dra. A.A. Rai Sita Laksmi, M.Si. berfoto bersama yudisiawati lulusan terbaik pada upacara Yudisium ke-13 PPs Unwar di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Selasa (7/5) kemarin.
BBPOM di Denpasar Intensifkan Pengawasan Pangan
MELINDUNGI tiada henti. Inilah yang senantiasa dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar untuk menjamin keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat. Usaha yang dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan, khususnya menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2019, BBPOM di Denpasar yang dipimpin Kepala BBPOM I Gusti Ayu Adhi Aryapatni melakukan intensifikasi pengawasan bekerja sama dengan lintas sektor terkait. Dengan target diutamakan pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak (penyok, kaleng berkarat, dan lain–lain) pada sarana distribusi pangan (impor/distributor, toko,
Rabu Pon, 8 Mei 2019
BNI - Acara EduTrip to BNI ini dilaksanakan di BNI Kantor Cabang Renon dengan peserta pelajar dari SD Yayasan Saraswati Denpasar dan SD Dwijendra. pengamanan, hingga di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan mesin Setor Tarik Tunai (CRM),’’ ungkap Suhardi. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi BNI terhadap seluruh masyarakat Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui sektor pendidikan, sekaligus mewujudkan tanggung jawab BNI sebagai agen pembangunan. Kegiatan EduTrip ini juga sekaligus mendekatkan layanan perbankan kepada pelajar, sehingga dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat literasi keuangan yang terus digelorakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BNI serius dalam mempertahankan layanan yang unggul dalam kerangka memuaskan nasabah dan masyarakat lain pengguna jasa perbankan di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri. Salah satu upaya mempertahankan pelayanan unggul agar dapat
meluas secara nasional ke seluruh cabang BNI di seluruh Indonesia adalah dengan menggelar ajang competition, awarding, dan recognition dalam bentuk BNI Service & Sales Excellence Award (SSEA) tingkat Nasional yang digelar setiap tahun. Sebelum ini, BNI tercatat sebagai bank yang mendapatkan berbagai apresiasi dalam hal layanan. Pertama, Diamond Award yang merupakan kategori tertinggi Regular Banking-Service Quality Award 2017 by Center for Customer Satisfaction & Loyalty (CCSL) – Agustus 2017. Kedua, Silver Champion pada kategori Bank Buku IV – Wow Service Excellence Award 2017 – Desember 2017 dari MarkPlus Inc. Ketiga, peringkat pertama (Bank BUMN) dalam hal satisfaction, loyalty, dan engagement survey - April 2018 dari Marketing Research Indonesia (MRI). Keempat, The Best Government Bank dari hasil BSEM 2019 di InfoBank edisi Mei 2019. (ad339)
PENGAWASAN - BBPOM di Denpasar yang dipimpin Kepala BBPOM I Gusti Ayu Adhi Aryapatni melakukan intensifikasi pengawasan bekerja sama dengan lintas sektor terkait.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Rabu Pon, 8 Mei 2019
Unhi Denpasar Gelar Yudisium Bersama
Utamakan Efektivitas dan Efisiensi, Lulusan Tersebar di Seluruh Indonesia MELEPAS sebanyak 44 orang calon wisudawan dari empat fakultas, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar yudisium sarjana (S-1) bersama di Inna Bali Heritage Hotel, Selasa (7/5) kemarin. Keempat fakultas tersebut adalah Fakultas Ilmu Agama, Seni, dan Budaya (FIASB) 6 orang, Fakultas Teknik (FT) 13 orang, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS) 8 orang, dan Fakultas Pendidikan Agama dan Seni (FPAS) 17 orang. Para yudisiawan dilepas Wakil Rektor I Unhi Denpasar Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. bersama masing-masing dekan empat fakultas tersebut. Wakil Rektor I Unhi Denpasar Prof. Gelgel mengatakan yudisium bersama ini merupakan suatu kreativitas para dekan di empat fakultas. Apalagi, keempat fakultas tersebut dipimpin dekan muda yang mempunyai inovasi milenial sesuai dengan perkembangan globalisasi. Apalagi dalam pengembangan pendidikan, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan SDM di Bali, Unhi Denpasar telah memiliki andil yang cukup besar. Hal ini terbukti bahwa ribuan lulusan dari Fakultas Ilmu Agama Unhi Denpasar telah tersebar di seluruh pelosok Indonesia, terutama SDM di lingkungan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama. Selain itu, dosen di Perguruan Tinggi Agama Hindu di Indonesia sebagian besar merupakan lulusan dari Unhi Denpasar. ‘’Itu artinya kiprah kita (Unhi Denpasar - red) di dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak diragukan lagi. Ini menjadi kebanggaan bagi Unhi Denpasar bahwa kita sudah ikut ambil bagian di dalam pembangunan pendidikan di dalam
YUDISIUM - Dekan FIASB Drs. I Putu Sarjana, M.Si. (2 dari kiri), Dekan FT I Komang Gede Santhyasa, S.T., M.T. (kiri), Dekan FTIS Dr. I Nyoman Arsana, M.Si. (kanan), dan Dekan FPAS Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, M.Pd. (2 dari kanan) berfoto bersama yudisiawan lulusan terbaik di masing-masing fakultas pada upacara Yudisium Bersama Unhi Denpasar di Inna Bali Heritage Hotel, Selasa (7/5) kemarin. negeri ini,’’ ujar Prof. Gelgel. Tidak hanya lulusan dari Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya, lulusan fakultas lainnya seperti Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains serta Fakultas Pendidikan Agama dan Seni juga telah menelurkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Bahkan, beberapa di antara mereka sudah bekerja dan memiliki usaha kerja. Hal ini dikarenakan mahasiswa Unhi Denpasar memiliki jiwa yang ulet dan kearifan lokal jengah, sehingga mereka terus berusaha untuk bisa bersaing di dunia kerja. Lebih lanjut dikatakan, saat ini Unhi Denpasar telah mengusulkan untuk membuka beberapa program studi (prodi) baru.
Di antaranya Prodi Hukum Adat, Sistem Informasi, Arsitektur dan Prodi Farmasi. Bahkan, usulan Prodi Hukum Adat yang belum dimiliki perguruan tinggi lainnya sudah mendapatkan izin dan siap menerima mahasiswa baru Tahun Akademik 2019/2020 ini. Bagi masyarakat yang ingin belajar Hukum Adat di Unhi Denpasar akan diberikan beasiswa. Apalagi, Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang genjar memperkuat eksistensi desa adat, sehingga membutuhkan sarjanasarjana hukum adat. ‘’Mudahmudahan Pemerintah Daerah Bali memberikan beasiswa bagi mereka yang kuliah mengambil Jurusan Hukum Adat di Unhi Denpasar,’’ pungkasnya. (ad336)
SD Saraswati 2 Denpasar
Berkualitas dan Berprestasi, Miliki Program Dongeng Pagi Hari SD SARASWATI 2 Denpasar yang berlokasi di Jalan Kamboja, Denpasar sejak lama dikenal sebagai sekolah bermutu dan bertaburan prestasi. Siswa dan gurunya dikenal disiplin dan memilki jiwa wirang dengan Saraswati. Ini dibuktikan dalam menjalankan Ujian Sekolah (US), PPDB dan raihan prestasi. Sebanyak 153 siswa kelas VI SD Saraswati 2 Denpasar, Selasa (7/5) kemarin menjalani US bersama secara berintegritas dengan kehadiran 100 persen. Siswa sudah di sekolah pukul 07.15 Wita, diawali persembahyangan bersama. Untuk US dan USBN sekolah menyiapkan 8 ruangan dengan 16 pengawas dari guru SD sekitar Denpasar. Kepala SD Saraswati 2 Denpasar Drs. I Nyoman Suasta, M.Pd. mengungkapkan sudah menerapkan jurus pamungkas sejak siswa memasuki kelas VI berupa les dan pemantapan. Bahkan jadwal les dilakukan pagi hari di jam ke nol mulai pukul 07.00-08.000 Wita setiap hari. Mengapa menggunakan jam pagi, Suasta mengatakan pertama untuk menghindari kemacetan sehingga berangkat lebih awal. Kedua, lebih fresh belajar saat pagi hari. Metode ini dibuktikan Suasta setiap tahun, 90 persen lulusannya diterima di SMP negeri di Denpasar. Selain di akademis, sekolah ini juga unggul di pendidikan karakter. Nilai pendidikan karakter dibentuk lewat upacara bendera, sembahyang bersama, senam tiap Jumat, literasi 15 menit guru dan siswa. Guru wajib masatua dan membaca lewat program dongeng pagi hari (dopari) setiap Sabtu. Model dopari ini memotivasi siswa membaca. Dikatakannya, sekolah ini memiliki 28 jenis ekstra. Ekstra ungulan Marching Band (MB), yoga dan merindik. MB Putra Ganesa meraih
Pergub Busana Adat Mampu Tingkatkan Omzet Perajin dan Pedagang USAI dilantik sebagai Gubernur Bali pada 5 September 2018 lalu, Wayan Koster langsung mengebut realisasi visi-misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dengan nengeluarkan sejumlah peraturan gubernur (pergub). Sejumlah pergub yang dikeluarkan Koster guna menata fundamental pembangunan Bali secara menyeluruh. Di antaranya Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Disusul Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Menurut Gubernur Koster, sejumlah pergub tersebut dampaknya telah mampu dirasakan langsung oleh masyarakat. Misalnya, Pergub Hari Penggunaan Busana Adat Bali terbukti mampu mendorong peningkatan omzet perajin busana Bali. Hal ini seiring makin tingginya kebutuhan pakaian adat Bali. ‘’Setelah dikeluarkan pergub ini, kebutuhan pakaian adat Bali semakin meningkat. Tentu omzet yang diperoleh para perajin maupun pedagang busana adat Bali menjadi meningkat. Sebulan bisa sampai sepuluh kali menggunakan pakaian adat Bali, pastinya kebutuhan busana adat Bali akan terus meningkat,’’ terang Gubernur Koster saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Khayangan Bagawan Penyarikan, Desa Adat Sanggulan, Kediri, Tabanan, Selasa (7/5) kemarin. Untuk itu, Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini mengajak masyarakat ikut menyukseskan program yang dilaksanakan Pemprov Bali. Sebab, menurutnya, dukungan
Gubernur Bali Wayan Koster masyarakat sangat diperlukan agar apa yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik. ‘’Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengimplementasikan pergub yang telah saya keluarkan tersebut. Ini semua untuk kebaikan dan keberlangsungan Bali ke depan. Semua ini tidak akan berjalan jika tidak mendapat dukungan penuh dari masyarakat,’’ ajaknya. Selain mengeluarkan pergub yang bertujuan melestarikan dan menjaga budaya Bali, pihaknya pula telah merancang Pusat Kebudayaan Bali. Nantinya Pusat Kebudayaan Bali ini akan dibangun secara terintegrasi yang terdiri dari panggung terbuka berkapasitas 20 ribu - 25 ribu pengunjung dengan desain dan fasilitas berteknologi modern, gedung pentas seni multifungsi yang tertutup dengan kapasitas 2.000 orang, museum tematik yang terdiri dari museum seni tari, seni
rupa, gamelan, arsitektur, wastra (pakaian adat) Bali, dan museum lainnya yang berkaitan dengan kearifan lokal Bali. Selain itu akan dibangun pula miniatur seni yang merepresentasikan kabupaten/kota se-Bali, miniatur bangunan Bali kuno, ruang pameran dan fasilitas penunjang lainnya. ‘Saat ini tengah dirancang pembangunan Pusat Kebudayaan Bali. Saya sudah lapor kepada Bapak Presiden untuk dibantu, dan beliau menyambut baik. Pusat Kebudayaan Bali ini kita bangun untuk digunakan oleh para seniman Bali. Rencananya akan dibangun di bekas lahan (eks) galian C Gunaksa, Klungkung,’’ jelasnya. Pada kesempatan itu, Gubernur Koster juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kelancaran jalannya pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 pada 17 April lalu. (kmb)
SD Saraswati 6 Denpasar Unggul Dalam Mutu dan Kuat Pendidikan Karakternya 144 Siswa Kelas VI Ikuti US Berintegritas
PIALA - Kepala SD Saraswati 2 Denpasar Nyoman Suasta bersama Kaur Dewa Putu Ardi Wilaga menunjukkan piala juara umum basket dan Bayu Diva yang siap ke FLS2N. juara umum tingkat nasional. Tim basket meraih juara umum Liga Bali 2019, juara I Wali Kota Cup, juara I Disdikpora Cup dan Santho Yoseph Cup. Tim ini dikomandani Erlangga dengan pelatih Reza Kartika, alumni SD Saraswati 2 Denpasar. Sementara Pramuka sukses memboyong juara I LKBB di semua ajang lomba. Juara I bercerita oleh Ni Luh Dewi Antila Dewi. Bahkan, dia dipersiapkan mengikuti FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) untuk kategori gambar bercerita dan seni kriya anyam diwakili I Nyoman Bayu Diva Darma Kusuma. Kasek Suasta didampingi Kaur Kurikulum Drs. Dewa Putu Ardi Wilaga, Kaur Kesiswaaan Ni Made Raihati, S.Pd., Kaur Sarpras Dra. Ni Putu Suastini Saraswati dan Kaur Humas Drs. I Made Suarta tampak tersenyum lebar karena pada PPDB tahun ini sudah memenuhi kuota empat kelas siswa baru. Mulai tahun ini, dia menerapkan lima hari jam
efektif belajar, Sabtu dipakai untuk program pengembangan diri. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. mengapresiasi semangat siswa dan guru SD Saraswati 2 Denpasar. Ia menenkankan pentingnya menanamkan dan mentransfer nilai-nilai pendidikan karakter lewat lomba dan ekstra karena sarat dengan disiplin, tanggung jawab, kebersamaan dan kemandirian. Untuk mencetak lulusan yang cerdas dan berkarakter, katanya, yayasan selalu memperhatikan tiga komponen yakni SDM guru, kinerja dan kualitas PBM dan kelengkapan sarana. Makanya ke depan persekolahan Saraswati bisa tampil berkualitas dalam segala hal. Dia juga mengagumi prestasi siswa SD Saraswati 2 Denpasar. Ini semua berkat kerja keras dan kerja cerdas pimpinan dan guru di sekolah untuk menjadikan SD Saraswati 2 Denpasar berkualitas dan berprestasi. (ad338)
Warung Global
Jika Pemkab Karangasem Tak Sanggup Membayar Minta Bantuan ke Pemprov Bali
WAKTU begitu cepat berlalu. Dua tahun sudah bencana erupsi Gunung Agung Karangasem yang membuat ribuan warga setempat mengungsi ke puluhan lebih titik pengungsian. Namun, ada beberapa catatan yang membuat para pendengar Radio Global 96,5 FM prihatin. Yakni Pemkab Karangasem masih memiliki tagihan yang belum dibayarkan ke BRSU Tabanan Rp 99 juta lebih. Yang mana dalam pengungsian tersebut ada beberapa pengungsi yang sakit dan harus mendapatkan perawatan selama di BRSU Tabanan. Lalu bagaimana komentar pendengar dalam acara Warung Global? Berikut rangkuman selengkapnya. Sebagai warga Tabanan, Fera sangat bersyukur BRSU Tabanan bersedia menalangi biaya perawatan para pengungsi yang sakit. Meski demikian, Pemkab Karangasem sebaiknya segera membayar biaya-biaya itu. Sudah dua tahun erupsi Gunung Agung, semestinya sudah terbayar, demikian dikatakan Febri di Denpasar. Ia yakin setiap daerah memiliki dana tanggap darurat
5
bencana. Jika Pemkab Karangasem tak sanggup membayar, minta bantuan ke Pemprov Bali atau Pemkab Badung saja. Menurut Werdha di Gianyar, sebaiknya Pemkab Karangasem mengonfirmasi kenapa belum mengembalikan dana tersebut. Akhirnya banyak pertanyaan apakah belum bisa mengembalikan karena tak ada dana atau untuk mencairkan dana terlalu ribet birokrasinya?
Untuk hal kebencanaan mestinya tak usah dibuat ribet pencairan dananya. Ia hanya bisa berharap agar Pemkab Karangasem punya iktikad baik karena waktunya sudah cukup lama dua tahun. Sesama kabupaten harus saling berbagi dan membantu. Menurut Arya di Denpasar, sebaiknya biaya RS itu diikhlaskan saja. Anggap membantu korban bencana. Mestinya Pemkab Karangasem bekerja dengan profesional. Waktunya sudah cukup lama, harus dikembalikan. Demikian diungkapkan Bimasena di Gianyar. Made Jujur di Tabanan dan Gede Lele menyampaikan mengembalikan uang adalah urusan kecil. Apalagi jumlahnya tak begitu banyak, tetapi sekarang tergantung niatnya. Sementara Wayan Sumarta bertanya, siapa yang akan bertanggug jawab atas hal ini, apakah dananya disalahgunakan? (sikha)
MODEL pendidikan di SD Saraswati 6 Denpasar bisa dijadikan contoh karena unggul dalam mutu dan kuat pendidikan karakternya. Apalagi jika bicara soal disiplin. Tiga unggulan ini yang membuat sekolah ini dikejar masyarakat. Sejumlah orangtua siswa mengakui memilih SD Saraswati 6 Denpasar di Jalan Kenyeri, Denpasar karena bermutu dan sukses mendidik anak yang barkarakter. Hal ini juga membuat bangga Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., bahwa sekolah ini sukses menerapkan amanah yayasan unggul dalam mutu dan karakter siswa. Siswanya tak hanya menjadi cerdas secara intelektual, juga cerdas emosional, spiritual dan sosial. ‘’Keungguan ini terus diperkuat lagi tahun ini karena bagian dari mengemban kepercayaan masyarakat,’’ tegas Bagus Ketut Lodji yang konsisten menjadikan unit persekolahan di bawah Yayasan PR Saraswati terdepan di Bali. Sementara itu, pada Selasa (7/5) kemarin, 144 siswa kelas VI SD Saraswati 6 Denpasar mengikuti Ujian Sekolah (US) bersama secara berintegritas. Sekolah ini menyiapkan 8 ruangan melibatkan 16 pengawas. Sekalipun US dimulai pukul 08.00 Wita, namun guru dan siswanya sudah siap di sekolah pukul 07.00 Wita. Diawali dengan persembahyangan bersama. Setelah masuk ruang kelas siswa diajak meditasi sejenak guna mengondisikan mereka siap dan nyaman mengerjakan soal US. Sekalipun PPDB tak memakai nilai USBN, Kepala SD Saraswati 6 Denpasar Dra. Ni Wayan Sudiasih, M.M. bersama guru tetap memotivasi siswa belajar dan berjuang mendapatkan nilai terbaik. Sebab, prestasi bisa diraih jika melalui proses berkualitas. Makanya sekolah rutin memberikan reward kepada siswa yang berprestasi di
DOA RESTU - Kepala SD Saraswati 6 Denpasar Ni Wayan Sudiasih bersama kaur memberikan doa restu kepada siswa kelas VI agar sukses mengerjakan Ujian Sekolah. acara Samawartana. ‘’Kami juga memberikan les tambahan dan pengayaan 3 jam setiap hari. Guru wajib menganalisis kelemahan siswa,’’ tegas Sudiasih. Konsisten dengan budaya mutu ini membuahkan hasil. Pada PPDB 2019/2020 SD Saraswati 6 Denpasar sukses merekrut 128 siswa baru untuk empat rombel. Sekolah ini taat asas Permendikbud No. 51/2018 tiap rombel diisi 32 siswa. Kasek Ni Wayan Sudiasih didampingi Wakasek merangkap Kaur Kurikulum Dra. Sri Astuti, Kaur Kesiswaan IGA Ari Nuratih, S.Pd., M.Pd., Kaur Sarpras Ni Putu Wijani, S.Pd., dan Kaur Humas Made Mardika, S.Ag., M.Pd.H. juga minta maaf banyak calon siswa yang tak diterima karena aturan baru. ‘’Nanti kalau ada kebijakan baru Disdikpora, kami siap menampung sesuai aturan,’’ ujarnya. Yang menarik, setiap tahun sekolah ini mampu mengantarkan 90 persen lulusan diterima di SMP negeri. Soal pendidikan karakter, siswa dibina lewat pengembangan
diri dengan 21 ekstrakurikuler. Termasuk memiliki program dokter kecil. Soal prestasi, anak-anak SD Saraswati 6 Denpasar adalah gudangnya. Di Porjar Dentim meraih juara umum I, tujuh emas di Porjar Kota Denpasar. Sementara poserni di gugus meraih ranking III. Prestasi lainnya, Ni Nyoman Vidia Risdinda meraih emas di panahan. Putu Maelia Arisanti Pratiwi dan Made Sakha Ananta Wirya juara III LCC Agama Hindu, dan I Nyoman Devan Kertikea Ryoga Sancaya juara II Badminton Open 2018. Putu Restu Andika Wiraprasetya meraih medali Merit kategori Matematika tingkat Nasional. Di karate meraih juara III kata beregu putra, juara III komite putra seleksi Dojo Karatedo Indonesia dan juara II story telling HUT Kota Denpasar. Bukan saja siswanya berprestasi, gurunya juga tak mau kalah. Tahun ini I Gusti Ayu Ari Nuratih, S.Pd., M.Pd. mewakili Dentim dalam pemilihan guru berprestasi. Dia berpotensi menjadi duta Kota Denpasar di tingkat Bali. (ad337)
Perampokan di Apotek dan Minimarket
Pelakunya Diduga Sama Manggupura (Bali Post) Pada Minggu (5/5) lalu terjadi dua kali perampokan yaitu di Apotek Kimia Farma di Jalan Teuku Umar No. 246, Denpasar Barat (Denbar) dan di Circle K di Jalan Sunset Road Maruti, Kuta. Hasil penyelidikan polisi, pelakunya diduga sama. Hal itu dikuatkan dengan modus yang digunakan pelaku. Kasus perampokan Circle K di Jalan Sunset Road Maruti, Kuta terjadi pukul 02.00 Wita. Pelaku masuk ke toko modern tersebut dan langsung menodongkan pistol ke arah kasir, Maman Paryanto (22). Maman disuruh menyerahkan uang yang tersimpan di laci meja kasir. Karena takut, Maman mengambil uang Rp 1.122.800, lalu diserahkan kepada pelaku.
Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa saat dikonfirmasi pada Selasa (7/5) kemarin membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan. ‘’Diduga pelakunya sama. Setelah beraksi di Denbar (Apotek Kimia Farma), pelaku beraksi di Kuta (Circle K),’’ tegasnya. Sementara di pihak lain, Kapolsek Denbar AKP Johannes Nainggolan mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus itu. Namun, ia enggan menjelaskan perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Pelaku menodongkan pistol ke arah kasir, Gede Dwi Putra (45). Namun aksi perampok tersebut gagal karena mendapat perlawanan dari karyawan apotek. ‘’Senjata (pistol) yang digunakan
itu senjata mainan. Hasil lidik dari CCTV terlihat pistol mainan dan pelaku sendiri ketakutan begitu ditantang balik karyawan di sana,’’ tegas AKP Johannes. Menurut Kapolsek Johannes, yang tugas jaga saat itu Agus Adiyasa (29) asal Desa Gubug, Tabanan dan Dwi Putra beralamat di Jalan Nusa Indah, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara. Saat kerja di TKP, pukul 01.24 Wita, datang pelaku dan langsung masuk. Setelah berada di dalam apotek, pelaku langsung menodongkan pistol ke arah Dwi Putra. ‘’Saksi (Dwi Putra) melawan dan berusaha merebut senjata milik pelaku. Melihat hal itu, pelaku langsung kabur dan tidak sempat mengambil barang atau uang di TKP,’’ ujarnya. (kmb36)
OPINI
6
Rabu Pon, 8 Mei 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Kapan Pajak Pariwisata Berbasis Digital? PARIWISATA Bali tak diduga banyak mengalami perubahan. Ketika pariwisata dengan sistem konvensional, banyak travel agent yang hidup di Indonesia dikelola oleh warga luar Bali yakni Jakarta. Bahkan, cenderung lebih banyak dikendalikan oleh warga asing. Pada era 1980-an hingga 1990-an, yang banyak menikmati dolarnya pariwisata Bali justru orang luar Bali. Masyarakat Bali yang notabene adalah pendukung budaya Bali hanya menjadi objek bagi pariwisata. Pasnya disebut Bali untuk pariwisata, bukan pariwisata untuk Bali. Jadilah Bali dieksploitasi untuk pariwisata. Pokoknya asal ada pembebasan tanah untuk pariwisata, segala izin dan urusan cepat tuntas. Sementara petani yang pemilik lahan mau menyertifikatkan tanahnya sulitnya luar biasa. Makanya jangan heran banyak lahan produktif di Bali pada era tersebut untuk sektor pariwisata. Kini, pada era digital, hampir 80 persen travel yang masih konvensional kalah bersaing dengan travel sistem online. Jika ingin tak terlindas dari kemajuan teknologi, semua komponen dan pendukung pariwisata harus dan wajib berbasis digital. Nah, siapa yang cepat dia yang menang. Siapa yang murah dia juga yang menang. Buktinya dengan aplikasi digital, kini tiket, hotel dan paket hiburan di pariwisata bisa dijual dengan harga lebih murah dibandingkan dengan paket ala konvensional. Dunia dan industri transportasi pariwisata pun wajib berbasis digital jika tak mau gulung tikar. Dengan berbasis digital, semua barang dan jasa yang ditawarkan bisa diuji langsung. Tinggal memilih level mana yang dipilih murah, sedang atau mahal. Misalnya untuk menyewa bus pariwisata, kita bisa menentukan berbagai jenis dan kapasitas lengkap dengan warnanya. Sebelumnya, kita menyewa bus pariwisata seperti membeli kucing dalam karung, tak jelas kualitas dan tak pasti kendaraannya. Nah, jiika komponen lain sudah berbasis digital, yang perlu kita pertanyakan mengapa pajak hotel dan restoran juga belum berbasis digital. Konon, aplikasi ini sengaja diundur-undur agar para pemegang kebijakan bisa ‘’bermain’’. Sebab, dengan pungutan pajak online semuanya jelas, siapa saja yang sudah bayar, berapa penerimaan dan berapa tunggakan. Dananya juga jelas dan bisa diawasi publik. Dua hal inilah yang justru dinilai dihindari oleh para pejabat. Kita setuju dengan Perda Desa Adat yang sedang dibahas di DPRD Bali guna memperluas desa adat dan peran krama Bali di sektor ekonomi termasuk adat. Coba bayangkan, krama adat dan warga Bali hanya bisa mengelola iuran parkir dan sewa selempot bagi wisatawan yang mengunjungi sebuah objek wisata di sebuah wilayah desa adat. Kini bila perlu dibuatkan aturan iuran masuk bagi wisatawan yang masuk ke kas desa. Dengan demikian, desa adat memiliki penerimaan yang lebih besar dari sebelumnya. Kedua, dana pengembangan budaya yang dipungut dari wisatawan ke Bali selama ini kita perlu pertanyakan belum pernah dinikmati oleh pendukung budaya Bali. Warga sekitar kawasan wisata juga perlu diberdayakan tanpa mengurangi penerimaan untuk daerah dan negara. Hanya, semua model penerimaan ini juga wajib berbasiskan digital. Jika tidak, kita yakin kebocoran pungutan akan tetap berlangsung.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Jangan Sibuk Studi Banding Wakil rakyat di sejumlah kabupaten di Bali dan provinsi periode mendatang akan diisi sejumlah pendatang baru dan sebagian besar incumbent. Harapan saya, para wakil rakyat nantinya benar-benar berkontribusi pada penyerapan aspirasi warga Bali. Jangan menyibukkan diri dengan kegiatan studi banding. Selama ini, yang saya baca di media massa, anggota DPRD tugas pokoknya lebih banyak keluar kota secara bergiliran. Bahkan, dalam sebulan bisa berangkat dua sampai tiga kali. Kota-kota yang dikunjungi sebagai objek studi banding juga terkadang tak terkait dengan kondisi dan potensi Bali. Mohon ke depan, wakil rakyat benar-benar mengabdi pada rakyat Bali agar menjelang pemilu tak sibuk mencairkan bansos sebagai jaminan agar tepilih kembali. I Gede Suparta Buleleng, Bali
Tetap Jaga Stabilitas Jika mengikuti pemberitaan di media sosial ada kesan pesta politik 2019 ini sarat polemic, bahkan kesannya akan ada gejolak. Bahkan, ada pihak yang menyarankan melakukan people power. Ini agak aneh saya baca ketika negeri ini mulai mengelola demokrasi dengan kebebasan yang lebih jelas. Terkait propaganda politik masing-masing kubu hendaknya tidak membuat masyarakat jadi waswas. Apalagi ada ancaman demo yang akan menghambat jalannya pleno KPU tanggal 22 Mei mendatang. Untuk itu, saya berharap polisi dan TNI tetap setia mengawal NKRI ini. Jangan sampai pihak-pihak yang ingin bikin rusuh diberikan ruang gerak. Pemilik akun yang provokatif hendaknya segera ditindak. Sebagai rakyat, saya dan mungkin juga sebagian besar warga negara hanya berharap negeri yang aman dan damai. Pesta politik yang sudah berjalan mari kita tunggu hasil resminya setelah KPU Pusat melakukan penetapan hasil. Utamakan stabilitas, jangan terus berkonflik. I Putu Sudamara Denpasar, Bali
Pariwisata Indonesia ’’Go Digital’’ Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan pangsa pasar travel agency online meningkat hingga Rp 3 triliun pada 2015 dan diproyeksikan tumbuh 28 persen menjadi Rp 10 triliun pada tahun 2020. Teknologi digital pada pariwisata digunakan untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan seamless customer experience dalam mencari (look), memesan (book), dan membayar (pay) layanan wisata. Dengan ini, muncul tren sharing economy di sektor pariwisata (Kompas.com, 31/07/2018). Bahkan, lanjut Menpar, bisnis berbagi ini sangat berdampak pada pariwisata, dari sisi informasi 90 persen, akomodasi 89 persen, dan transportasi 88 persen. Hal ini tentu sangat penting untuk pariwisata Indonesia yang tumbuh 22 persen pertumbuhan wisatawan, tiga kali lebih tinggi dari pasar regional dan global.
P
ernyataan tersebut merupakan salah satu dari tiga program prioritas Kemenpar yang diimplentasikan sejak 2017 yakni digital tourism, homestay (pondok wisata), dan konektivitas udara. Menpar menegaskan untuk meningkatkan kunjungan wisman secara signifikan, digital tourism menjadi strategi yang harus dilakukan untuk merebut pasar global khususnya pada 12 pasar fokus yang tersebar di 26 negara. Program digital tourism beberapa tahun lalu dimulai dengan meluncurkan ITX (Indonesia Tourism Exchange) yang merupakan digital market place platform dalam ekosistem pariwisata atau pasar digital yang mempertemukan buyers dan sellers di mana nantinya semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk dapat bertransaksi. Menpar menyatakan program itu sudah operasional 100% pada triwulan II/2017 dan semua industri pariwisata sudah go digital (kemenpar.go.id). Selain itu juga telah diluncurkan War Room M-17 di Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar, sebagai pusat pemantauan berbasis teknologi digital. Dalam ruang War Room M-17 terdapat 16 layar LED touch screen untuk
Oleh Dewa Gde Satrya memantau 4 aktivitas utama yakni: pergerakan angka-angka pemasaran mancanegara dan pemasaran nusantara, tampilan big data berisi keluhan, kritik, saran, dan semua testimoni baik negatif maupun positif. Pusat intelijen ini menampilkan pergerakan wisman dan wisnus secara real time update termasuk data strategi untuk menghadapi kompetitor yakni: Malaysia sebagai common enemy dan Thailand sebagai musuh profesional bagi pariwisata Indonesia. Selain itu, ditampilkan pula indikator positif-negatif mengacu pada Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF) sebagai standar global. Nuansa digitalisasi industri pariwisata, utamanya kinerja pemasaran, semakin masif di kepemimpinan Menpar Arief Yahya. Berbagai kegiatan seperti mobile apps, digital campaign, interactive campaign, viral marketing (facebook, twitter, youtube, blog) semakin terasa denyutnya. Promosi digital mempunyai pengaruh yang kuat serta memiliki jangkauannya luas serta cepat dapat direalisasikan dengan anggaran yang relatif murah. Salah satu buktinya, 70% wisatawan Tiongkok mencari dan mendapatkan informasi mengenai Indonesia
dari internet. Persentase tersebut menunjukkan urgensi pemanfaatan TIK dan pengembangan platform digital tourism hub yang semakin masif dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Platform Digital Salah satu kelemahan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global adalah buruknya infrastruktur ICT (information and communication technology). Karena itu, platform digital tourism hub perlu dibangun untuk mengintegrasikan seluruh ekosistem stakeholder kepariwisataan Indonesia. Ekosistem itu mencakup objek wisata, hotel, travel agent, airlines dan lainnya. Kemenpar terus-menerus memperbaiki infrastruktur ICT, di antaranya membangun platform digital tourism hub oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. sebagai perusahaan Badan Usaha Miliki Negara penyedia jaringan dan jasa TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment, dan Services). Sebelumnya, dalam rangka pengembangan destinasi pariwisata dan memenuhi kebutuhan wisatawan di era digital, Kemenpar juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyediakan sarana dan prasa-
rana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sejumlah destinasi pariwisata Indonesia. Kerja sama meliputi penyediaan data dan informasi, pendampingan dan pengembangan sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana pendukung telekomunikasi, serta pemanfaatan akses informasi oleh masyarakat di kawasan destinasi pariwisata. Tahun 2016, kabarnya ada 16 kawasan strategis pariwisata nasional dan 113 desa yang mendapatkan bantuan TIK. Target ini diharapkan akan terus meningkat sampai akhir 2019. Destinasi pariwisata yang mendapatkan bantuan sarana dan prasarana telekomunikasi, salah satunya bandwith berkekuatan 1-2 MB/detik, tidak dipilih secara acak, melainkan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya daerah tersebut harus dipastikan dapat memanfaatkan sarana dan prasarana TIK, serta tergolong dalam daerah 3T yaitu terdepan, terpencil, dan terbelakang. Tahun lalu, daya saing pariwisata Indonesia khususnya untuk fasilitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi berada di ranking ke-50. Tahun 2019, daya saing pariwisata Indonesia diharapkan berada di ranking ke-30. Salah satu tujuan pengembangan platform digital tourism hub maupun pemerkuatan TIK di 16 kawasan strategis pariwisata nasional dan 113 desa adalah destinasi wisata di Indonesia akan mudah mempromosikan diri dan membuka akses reservasi sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Melalui momentum ini, perlulah menyatukan kekuatan salah satu stakeholder penting dalam pariwisata Indonesia, yakni kalangan blogger, sebagai ujung tombak promosi pariwisata secara online untuk bersama-sama mempromo-
Pendidikan Berbasis Digital pada Era Ekonomi 4.0 KURIKULUM pendidikan di Indonesia sudah bertransformasi. Kita sempat mengenal pergantian kurikulum sekolah yang dulunya diperbarui setiap 5-10 tahun, bertransisi menjadi kurikulum berbasis kompetensi, hingga akhirnya juga meliputi aspek perilaku dan keterampilan. Namun, pengembangan kurikulum pendidikan di Indonesia disinyalir masih belum sesuai ekspektasi. Seperti dilansir salah satu lembaga think-tank Amerika Serikat, Lowi Institute, pada tahun 2018 disebutkan bahwa output sistem pendidikan di Indonesia belum dapat memberikan lulusan yang kompeten untuk digunakan dunia kerja. Hal ini tercermin misalnya dari terbatasnya kemampuan manajerial dan kompetensi yang dimiliki oleh tipikal lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi kita pada umumnya. Di sisi lain, era ekonomi 4.0 sudah berada di depan mata. Dalam menyambut era ini, Indonesia membutuhkan sekitar 17 juta tenaga kerja yang terliterasi aspek digital (digital literated). Dari total tersebut, sekitar 30 persen diharapkan berkontribusi di sektor industri manufaktur dan sisanya pada industri pendukung. Sayangnya, menurut pandangan Menteri Perindustrian saat ini, Airlangga Hartanto, pemenuhan tersebut belum dapat dicapai. Berdasarkan data Internet Inclusive Index 2019 yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit, literasi teknologi di Indonesia secara umum berada di peringkat ke-63 dari 100 negara yang disurvei. Dari posisi tersebut, tingkat kesiapan manusia Indonesia da-
Oleh Daniel Adrian lam menggunakan dan mengelola internet termasuk tinggi, yaitu pada peringkat ke-39. Namun pada aspek lainnya, peringkat Indonesia relatif berada pada barisan setengah terbawah. Misalnya pada parameter ketersediaan infrastruktur (peringkat ke-55), kemudahan akses (peringkat ke61), dan ketersediaan konten yang bersifat lokal (peringkat ke-63). Seluruh fakta di atas menyiratkan bahwa ketersediaan suplai ekosistem digital seperti infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya belum mampu memenuhi kebutuhan sumber daya yang relatif sudah siap. Dalam ranah pendidikan, hal ini dapat dikaitkan dengan seberapa besar kemampuan siswa dalam mempelajari dunia digital di luar pendidikan formal yang diterima di sekolah. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mendorong orientasi digital ini ke dalam sistem pendidikan, sehingga topik ekonomi 4.0 tidak menjadi aspek yang terpisah dari pembelajaran siswa. Korea Selatan adalah negara yang merdeka dua hari lebih awal dibanding Indonesia, tepatnya pada 15 Agustus 1945. Negara ini berhasil mendapatkan predikat sistem pendidikan terbaik di dunia pada tahun 2015. Mirisnya, Indonesia yang relatif berumur sama justru menempati peringkat sistem pendidikan jauh di bawah Korea dengan minim apresiasi. Bila ditelusuri lebih
lanjut, pendidikan berbasis vokasi yang diterapkan di Korea Selatan memiliki peranan yang krusial dalam mendorong kualitas sistem pendidikan di negaranya. Di tingkat pendidikan menengah setara SMA, siswa di Korea Selatan diberikan kebebasan untuk memilih jalur umum maupun jalur khusus yang sudah disesuaikan dengan minat dan rencana karier siswa. Spesialisasi terhadap keilmuan diberikan pada topik yang cukup luas seperti sains, bahasa, olahraga, ataupun seni. Konsep ini sedikit berbeda dengan SMK di Indonesia. SMK merupakan pendidikan yang berbasis profesi dan berorientasi kerja setelah siswa lulus. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem pendidikan Korea Selatan telah dicanangkan untuk dapat menciptakan tenaga kerja berkualitas dan siap pakai sejak bangku SMA. Terhadap pendidikan berbasis digital, pemerintah Korea Selatan memberikan dukungan penuh terhadap penggunaan digital. Survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2015 menggambarkan bahwa siswa Korea Selatan menduduki peringkat pertama dalam keahlian menggunakan komputer dan teknologi digital pada proses pembelajaran. Sekolah dasar dan lanjutan sudah dilayani dengan internet berkecepatan tinggi. Fasilitas seperti digital textbook atau e-learning juga selalu
wajib hadir di sekolah untuk menstimulasi siswa agar aktif berpartisipasi dalam pembelajaran dan memenuhi kebutuhan siswa dalam memperoleh materi pengajaran yang berkualitas. Implikasinya, tidak perlu diragukan bahwa kedekatan topik digital dengan siswa sudah dipupuk semenjak dini dari bangku sekolah. Dalam membangun sebuah ekosistem pendidikan berbasis digital, dua komponen utama penyusun yang perlu diperhatikan adalah sumber daya manusia dan faktor pendukungnya seperti kurikulum, infrastruktur fisik, teknologi, maupun sistem pendidikan. Dari sisi SDM, orangtua melalui dukungan sekolah berperan dalam menumbuhkan literasi digital dari kecil, misalnya melalui peningkatan minat baca dan akses digital terkontrol oleh orangtua. Berlanjut saat pendidikan di tingkat dasar dan menengah, transisi peranan diarahkan pada pendidikan yang berorientasi digital. Pemenuhan tenaga pengajar juga perlu melalui berbagai alternatif. Melalui prinsip pengajaran digital, misalnya. Guru tidak lagi berfokus pada sistem mengajar kelas konvensional, namun dapat lebih ditekankan pada peranannya sebagai fasilitator. Siswa sendiri yang diharapkan aktif berinteraksi dengan teknologi digital dan kolaborasi dengan siswa lain melalui teknologi yang disediakan untuk melatih kemampuan manajerialnya.
sikan turisme Indonesia. Platform digital tourism hub selayaknya mengelola ‘’gerakan kolektif’’ yang dilakukan kalangan blogger untuk mengarahkan segenap ide dan gagasan untuk mempromosikan kepariwisataan berbagai daerah di Tanah Air. Singkatnya, komunitas blogger perlu semakin diakui eksistensinya sebagai marketer andal dan agresif yang mendongkrak image maupun menggerakkan pergerakan wisatawan di dalam negeri. Lewat posting narasi cerita, foto maupun video tentang destinasi wisata suatu daerah, jelas membantu mempromosikan kepariwisataan dalam negeri yang sangat mustahil jika mengandalkan tugas dan anggaran promosi hanya dari pemerintah. Lebihlebih, blogger yang dengan teknik jitu mengetahui detail algoritma dunia internet, search engine optimization, misalnya, membuat postingan tentang destinasi wisata di Tanah Air menjulang tinggi (page rank) di antara ratusan bahkan mungkin ribuan blog dan website dengan kata kunci yang sama di seluruh dunia. Dalam kaitannya dengan kinerja kepariwisataan dalam negeri, yang sekurangnya mengandalkan kinerja utama pada 4 ukuran (devisa, tingkat kunjungan wisatawan, pengeluaran wisatawan, dan lama tinggal), blogger berperan strategis melakukan percepatan pergerakan wisatawan di berbagai penjuru nusantara dan meningkatkan daya tarik kunjungan wisman. Dengan demikian, digitalisasi pariwisata diharapkan akan semakin berjayanya pariwisata Indonesia di kancah global pada tahun 2019 ini. Semoga. Penulis, dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya
POJOK Kata Panglima TNI, ada provokasi jelang pengumuman hasil pemilu. - TNI pasti bertindak. *** Mendesak, keberadaan perda perlindungan tenaga kerja lokal. - Terlambat, pasti tergusur. *** Akhir masa jabatan, DPRD Jembrana dapat uang jasa Rp 4-10 juta. - Uang lain-lain banyak.
Penulis, alumnus Pascasarjana Program Studi Magister Sains Manajemen, SBM Institute Teknologi Bandung (ITB)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Pon, 8 Mei 2019
7
TABANAN
Harga Bawang Putih Sentuh Rp 75 Ribu Per Kilogram Tabanan (Bali Post) -
Harga bawang putih saat ini mengalami kenaikan. Bahkan di daerah Jawa, harganya mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Kenaikan harga bumbu dapur utama ini ternyata dirasakan juga di Tabanan. Meski tidak semahal di Jawa, harga bawang putih di Tabanan menyentuh Rp 75.000 per kilogram untuk kualitas I atau naik 66 persen dari sebelumnya.
Bali Post/san
BAWANG PUTIH - Pedagang di Pasar Pesiapan saat melayani konsumen yang membeli bawang putih.
Berdasarkan data Disperindag Tabanan per 6 Mei 2019, harga bawang putih kualitas I mengalami kenaikan 66 persen dari sebelumnya yang seharga Rp 45.000 per kilogram. Bahkan, bawang putih kualitas II harganya naik 75 persen yaitu dari Rp 40.000 menjadi Rp 70.000 per kilogram. Menurut pedagang di Pasar Pesiapan, Putu Suri, harga bawang putih naik tajam dalam sepekan terakhir. ‘’Bahkan, ada yang menjual hingga Rp 80.000 per kilogram. Kalau saya paling mahal sekitar Rp 75.000 per kilogram,’’ ujarnya, Selasa (7/5) kemarin. Namun diakuinya, harga bawang putih saat ini perlahan menurun dan rata-rata dijual oleh pedagang antara Rp 75.000 hingga Rp 60.000 per kilogram, tergantung kualitasnya. Suri membeli
bawang putih dari toko besar yang menjual bumbu dapur di Pasar Pesiapan. Setelah itu, dia menjualnya secara eceran. Karena harga bawang putih mulai menurun, ia tidak berani menyetok banyak. ‘’Paling beli 4 kilogram. Tidak berani banyak,’’ ujarnya. Selain bawang putih, berdasarkan data Disperindag, kebutuhan dapur lain yang mengalami kenaikan adalah daging ayam ras sebesar 2 persen yaitu dari Rp 39.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram. Cabai merah kecil kualitas I naik sebesar 20 persen dari Rp 25.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram. Cabai merah kecil kualitas II naik sebesar 21 persen dari Rp 23.000 menjadi Rp 28.000 per kilogram. Tomat naik Rp 10.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram. Selain kenaikan, ada juga yang mengalami penurunan
yaitu bawang merah. Harganya sempat menyentuh Rp 35.000 per kilogram untuk kualitas I dan Rp 30.000 untuk kualitas II. Namun per 6 Mei turun masing-masing menjadi Rp 26.000 dan Rp 24.000 per kilogram. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tabanan Primayani memaparkan, naik-turunnya kebutuhan pokok biasanya dikarenakan stok yang ada di pasaran mengalami penurunan dan tidak sesuai dengan permintaan. Banyak faktor yang menyebabkan mulai dari panen yang kurang bagus atau permasalahan transportasi. ‘’Kalau untuk bawang merah dan bawang putih dikarenakan hasil panen yang kurang baik. Sekarang untuk bawang merah sudah mulai turun harganya. Artinya, stok di pasaran sudah kembali normal,’’ ujarnya. (kmb24)
Penggunaan Zat Berbahaya pada Makanan Masih Marak
BBPOM Gelar Bimtek Kader Keamanan Pangan Desa
MARAKNYA penggunaan zat berbahaya pada pangan masih menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai. Apalagi dari hasil pengawasan, Bali masuk empat besar penggunakan bahan berbahaya pada pangan khususnya rhodamin B (kesumba merah). Terkait hal itu, Badan POM sejak tahun 2014 menggulirkan program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD). Tahun ini, kegiatan GKPD Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar, Bali menyasar tiga desa di Kabupaten Tabanan yakni Desa Tunjuk Kecamatan Tabanan, Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan, dan Desa Luwus Kecamatan Baturiti. Kepala BBPOM Denpasar, Bali, I G.A. Adhi Aryapatni, di sela-sela Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pan-
gan Desa, Selasa (7/5) kemarin, di ruang pertemuan kantor Bupati Tabanan menjelaskan, GKPD bertujuan menggerakkan masyarakat agar ikut serta mencegah penggunaan bahan berbahaya pada makanan. ‘’Kami membentuk kader yang sekaligus merupakan perpanjangan tangan dari BBPOM di masyarakat. Kader inilah yang akan melakukan edukasi atau penyuluhan ke komunitasnya masing-masing. Mereka terdiri dari kalangan karang taruna, guru, dan PKK,’’ paparnya. Selain mengedukasi dalam bentuk pembentukan kader, GKPD ini juga bertujuan meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan di desa. Sebab menurutnya, makin meningkatnya kualitas produksi pangan yang dihasilkan masyarakat di desa, salah satunya den-
gan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya pada produk makanan, maka hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan meningkatkan pangsa pasar produk. ‘’Penjualan produk yang sebelumnya hanya menyasar masyarakat lokal dengan adanya peningkatan kualitas, maka dimungkinkan penjualan produk makanan tersebut bisa masuk ke pasar swalayan, bahkan ekspor,’’ ucapnya. Kata Adhi Aryapatni, penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan untuk di Bali banyak ditemukan kandungan rhodamin B. Selain juga jenis formalin juga masih ditemukan pada ikan teri Medan, namun jumlahnya sedikit. ‘’Ada sekitar 98 persen dari bahan berbahaya pada makanan yang kita ambil sampelnya mengandung
rhodamin B yang besar dari penggunaan kesumba merah,’’ tuturnya. Dari temuan tersebut, pihaknya mengevaluasi bahwa masih adanya penggunaan pewarna berbahaya pada makanan ini karena disumbang oleh tata niaga dari produk tersebut yang terlalu gampang didapat di pasaran. Maksudnya adalah, dari aturan tata niaga untuk pewarna kimia tersebut sebenarnya sudah ada. Yakni, pihak yang boleh menjual kesumba atau pewarna kimia adalah hanya distributor resmi atau distributor bahan berbahaya yang terdaftar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Kenyataan di lapangan, ada sejumlah pedagang yang tidak mengantongi izin dari Diperindag juga menjual pewarna kimia
tersebut dalam bentuk sachet. ‘’Bercermin dari itu dari segi niaga sudah salah, dan legalitas dari penjual juga salah karena tidak sesuai dengan aturan yang ada selama ini,’’ tegasnya. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan A.A. Dalem Tresna Ngurah menyambut baik pelaksanaan Bimtek Kader Keamanan Pangan Desa yang digagas BBPOM Denpasar. Sebab, ini merupakan upaya dalam kaitannya menjaga kesehatan masyarakat, meski untuk saat ini baru dirancang untuk di tiga desa di Kabupaten Tabanan. ‘’Mudahmudahan ke depan dari tiga desa ini bisa diperluas lagi, sehingga seluruh desa di Kabupaten Tabanan memiliki kader dalam kaitannya keamanan pangan,’’ ucapnya. (ad587)
MOU - Penandatanganan MoU terkait pengawasan penggunaan bahan berbahaya pada makanan oleh BPPOM Denpasar bersama OPD terkait di Tabanan.
SOSOK Antisipasi Rabies BALI sampai sekarang belum bebas rabies. Untuk mencapai status ini, dibutuhkan syarat tidak ada lagi kasus positif pada anjing maupun pada manusia selama dua tahun berturut-turut. Untuk Tabanan, pada tahun 2017 sempat terbebas dari kasus positif rabies pada anjing. Namun tahun berikutnya, pencapaian tersebut dipatahkan karena kembali terjadi kasus gigitan anjing rabies. Salah satu faktor penyebab munculnya kasus rabies adalah masih adanya warga yang membawa anjing dari luar Kabupaten Tabanan. Padahal selama Bali belum bebas rabies, membawa anjing lintas kabupaten maupun provinsi tidak diperbolehkan. Kepala Dinas Pertanian Tabanan Nyoman Budana, Selasa (7/5) kemarin, mengatakan untuk mencegah penyebaran rabies, pihaknya menggelar vaksinasi pada hewan penular rabies rutin setiap tahunnya. Program ini menunjukkan dampak yang sangat positif yakni kasus rabies pada HPR tidak terjadi selama setahun penuh pada 2017. Sementara kasus positif rabies pada manusia tidak terjadi sejak tahun 2015 hingga sekarang. ‘’Tetapi untuk anjing kembali terjadi pada tahun 2018. Salah satunya karena anjing dibawa dari luar,’’ ujarnya. Karena itu, Budana berharap agar masyarakat tidak membawa anjing yang tidak jelas asal-usul dan riwayat vaksinnya ke Tabanan. Menurutnya, kasus rabies pada 2018 terjadi saat salah satu warga membeli anak anjing di Pasar Beringkit, Badung. Anak anjing ini kemudian menunjukkan gejala rabies dan kemudian mati. Setelah diperiksa ternyata positif rabies. Selain membawa anjing dari luar, salah satu tantangan Tabanan adalah daerah perbatasan. Tabanan berbatasan dengan Badung, Jembrana, dan Singaraja. Jadi, jika daerah dekat perbatasan tersebut terjadi gigitan positif rabies maka kemungkinan besar akan menyebar ke Tabanan. Karena itu, untuk vaksinasi tahun ini selain mengutamakan zona merah, juga menyasar daerah perbatasan baru kemudian dilanjutkan ke daerah lainnya. ‘’Semua pasti mendapatkan jadwal vaksinasi, tetapi pertama difokuskan ke zona merah dulu, lalu perbatasan baru kemudian daerah lainnya,’’ tegas Budana. (san)
TANAH LOT - Bupati Tabanan meminta e-ticketing di DTW segera direalisasikan. Salah satunya di DTW Tanah Lot.
Bali Post/dok
Bupati Minta ’’E-Ticketing’’ DTW Segera Direalisasikan Tabanan (Bali Post) Pembahasan e-ticketing pada sejumlah daya tarik wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan khususnya di Tanah Lot terus dilakukan. Tujuannya, program tersebut segera terealisasi sehingga mampu mengoptimalkan pendapatan daerah. Dalam rapat pembahasan lanjutan e-ticketing, Selasa (7/5) kemarin, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menekankan agar OPD terkait, manajemen DTW Tanah Lot, dan swasta segera berkolaborasi agar penerapan e-ticketing bisa segera terwujud. ‘’Bagaimana
bisa cepat terwujud kalau kita tidak jalan. Kita harus cerdas, karena pariwisata banyak memiliki nilai plus. Kalau kita cerdas mengemas menjadi suatu kemasan yang menarik, tentunya akan bisa menarik wisatawan untuk datang. Pasti suatu saat mereka akan datang lagi karena memiliki pengalaman yang menyenangkan sebelumnya,’’ terangnya. Bahkan, Bupati Eka juga meminta agar sistem ini dibuat transparan serta tidak berbelit-belit. Apalagi penerapannya tinggal menunggu waktu saja, karena seluruh pihak terkait sudah memahami hal
tersebut. ‘’Tinggal satu napas. Tujuan membuat e-ticketing ini adalah untuk memahami Tanah Lot itu sendiri punya potensi sangat besar dan bisa menjadi pendapatan yang menguntungkan serta bermanfaat bagi masyarakat Tabanan itu sendiri,’’ ucapnya. Disampaikannya, untuk lebih menarik wisatawan untuk datang ke Tanah Lot, harus membuat atau menciptakan terobosan salah satunya e-ticketing. ‘’Kita harus menciptakan sesuatu agar wisatawan yang berkunjung mau datang lagi dan datang lagi. Membuat ini tidak sebatas ide,
melainkan harus diimplementasikan, salah satunya perbaikan infrastruktur,’’ jelas Bupati Eka. Ditegaskannya, setiap rencana sudah tentu ada risikonya. Namun dengan perencanaan yang jelas dan penanganan yang bagus, dia yakin e-ticketing bisa berjalan dengan baik. ‘’Yang paling penting pelatihan SDM. Ini harus benar-benar selektif dan jangan asal-asalan. Cari orang yang pintar, cerdas, pengalaman yang punya experience di sana serta yang bisa kita tempatkan dan diharapkan bisa mengontrol dan me-running sistem ini,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebel-
umnya, kalangan dewan dan eksekutif belakangan ini gencar mencari inovasi untuk dapat menggali potensi pendapatan daerah. Hal ini dikarenakan estimasi pendapatan asli daerah di APBD 2019 menurun dari anggaran induk 2018. Terkait penerapan di lapangan, Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana beberapa waktu lalu menyampaikan, mesin yang akan disediakan untuk penerapan e-ticketing atau e-billing ini sebanyak delapan unit dan akan dipasang di dua tempat yakni checker I dan checker II atau pintu masuk di bawah dan atas. (kmb28)
BULELENG
8
Rabu Pon, 8 Mei 2019
Mantan Mekanik Nekat Mencuri Sepeda Motor
Singaraja (Bali Post) – Seorang anak di bawah umur I Komang JA (17) asal Desa Galungan, Kecamatan Sawan diamankan polisi. Mantan mekanik itu nekat mencuri sepeda motor milik korban Gede Cawi (37) yang tiada lain adalah warga sekampungnya. Menariknya, berkat pengalaman pernah menjadi mekanik sepeda motor, terduga pelaku itu dengan mudah mengambil sepeda motor para korban, meskipun tanpa kunci kontak. Kapolsek Sawan AKP Ketut Wisnaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK Selasa (7/5) kemarin, mengatakan, kasus ini berhasil diungkap setelah korban melaporkan telah kehilangan sepeda motor kesayangannya. Pada 4 Mei 2019 lalu, ketika istri korban Kadek Somaningsih (33) akan menghaturkan sesajen (banten) di atas sepeda motornya itu. Korban terkejut, sepeda motor DK 2871 EV miliknya sudah tidak ada di halaman rumah. Merasa kehilangan, peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Sawan. “Motor itu sebelumnya diparkir di halaman rumah. Rencananya, motor itu akan diupacarai. Namun korban justru tidak menemukan sepeda motornya itu. Kemudian korban melapor ke Polsek,” katanya. Menindaklanjuti pengaduan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan di lapangan. Keesokan harinya, polisi mendapat informasi kalau sepeda motor korban itu dibawa seseorang di Desa Pakisan. Setelah diselidiki, ternyata polisi berpapasan dengan pengendara sepeda motor dengan nomor polisi sama dengan sepeda motor korban. Polisi langsung menghentikan dan menangkap yang bersangkutan tanpa perlawanan berarti. Kemudian dilakukan proses lebih lanjut. Terduga pelaku ini sebelumnya memiliki pengalaman menjadi mekanik di bengkel sepeda motor di Sulawesi. Dengan pengalaman itu, ia bisa memperbaiki sepeda motor. Sayang, keahliannya itu disalahgunakan untuk melakukan aksi pencurian sepeda motor (curanmor). “Kita cek informasi ke Pakisan anggota berbapasan dengan pengendara. Ciri-ciri sepeda motornya sama dengan milik korban. Kami langsung tangkap untuk proses lebih lanjut,” jelasnya. Terduga pelaku itu mengakui telah mencuri sepeda motor korban. Dia, nekat mengambil sepeda motor itu karena selama ini tidak memiliki sepeda motor untuk keperluan sehari-hari. Berbekal pengalaman menjadi mekanik, dia dengan mudah membawa kabur sepeda motor korban setelah memereteli kabel bodi sepeda motor itu. “Ingin punya motor, kebetulan saya lihat situasi sepi. Saya lepaskan kabel dan sekitar satu menit saja motor itu sudah bisa dihidupkan tanpa kunci kontak. Dulu, saya sering memperbaiki sepeda motor, sehingga saya tahu caranya menghidupkan motor tanpa kunci kontak,” kata terduga pelaku seperti disampaikan Kapolsek. Tidak itu saja, pengakuan mengejutkan diungkapkan terduga pelaku. Sebelum ditangkap, ia malah tercatat sudah tujuh kali mencuri sepeda motor. Rata-rata korbannya adalah teman-teman yang dikenalinya. Motor itu dibawa kabur dan bukannya dijual. Tetapi barang buktinya ditaruh begitu saja di suatu tempat. Meski sudah tujuh kali beraksi, namun para korbannya tidak melaporkan kejadian tersebut. (kmb38)
Bali Post/kmb38
CURI MOTOR – Berbekal pengalaman sebagai mekanik, anak di bawah umur, nekat mencuri sepeda motor dengan cara memereteli kabel bodi sepeda motor, sehingga mesin bisa dihidupkan walau tanpa kunci kontak.
Bali Post/kmb38
TUNTUT TANAH ADAT – Aksi damai ratusan warga Desa Pakraman Dharmajati, Tukadmungga, Kecamatan Buleleng di halaman gedung PN Singaraja, Selasa (7/5) kemarin. Aksi ini menyusul tanah yang diklaim sebagai aset desa adat disertifikatkan oleh warga perorangan.
Sengketa Tanah di Desa Tukadmungga
Ratusan Warga Datangi PN Singaraja
Singaraja (Bali Post) – Sekitar seratus warga Desa Pakraman Dharmajati, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng datang ke Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Selasa (7/5) kemarin. Kehadiran warga guna memberikan dukungan moril terkait mediasi gugatan sengketa tanah yang disertifikatkan oleh perorangan. Warga meminta tanah seluas 13,5 are yang disertifikatkan itu dikembalikan kepada desa pakraman. Alasannya karena, permohonan sertifikat itu cacat hukum terutama dalam penentuan batas-batas dengan tanah milik perorangan. Warga menggunakan pakaian adat madia tiba di gedung PN Singaraja sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka menaiki sepeda motor, mobil pribadi, dan truk diiringi gong baleganjur. Tak pelak, situasi di PN Singaraja berubah menjadi riuh. Di halaman PN, warga berorasi dan membentangkan sepanduk. Tema spanduk itu pada intinya menegaskan desa pakraman keberatan tanah itu disertifikatkan. Warga meminta tanah itu dikembalikan untuk kepentingan di Desa Pakraman Dharmajati. Warga siap mempertahankan tanah itu dan tidak memberikan kepada siapa pun yang ingin menguasai sebagai milik pribadi. Saat mediasi dibuka, hanya perwakilan warga yang diizinkan masuk ke dalam gedung. Sedangkan warga lainnya menunggu di halaman depan gedung PN. Klian Desa Pakraman Dharmajati, Tukadmungga Jro Ketut Wicana mengatakan,
sengketa ini bergulir cukup lama. Warga mengetahui tanah di kawasan Pantai Hepi Desa Tukadmungga itu disertifikatkan oleh Wayan Angker. Tanah milik Wayan Angker itu sebenarnya di sebelah selatan, batas di utaranya adalah tanah Desa Pakraman Dharmajati. Secara turun-temurun warga mengetahui tanah itu merupakan aset desa pakraman untuk melaksanakan upacara agama. Meski diketahui milik desa pakraman, namun Wayan Angker menyertifikatkan tanah pelaba pura seluas 13,5 are itu. Keberatan penyertifikatan itu, warga lalu sepakat menggugat Wayan Angker ke PN Singaraja. Sebelum menempuh jalur hukum, desa pakraman dengan Wayan Angker sempat tiga kali melakukan mediasi di kantor Perbekel Desa Tukadmungga dan juga di Kecamatan Buleleng. Mediasi itu gagal menyelesaikan masalah, sehingga sengketa ini kemudian bergulir
ke PN Singaraja sejak Februari 2019 lalu, dengan didampingi Kuasa Hukum Gede Indria. Pernah Warga Digusur “Tanah itu adalah warisan turun-temurun pendahulu kami. Dulu ada warga kami yang diizinkan tinggal di sana, tetapi karena Pak Wayan Angker punya tanah di belakangnya warga itu lalu digusur. Kami sepakat untuk mempertahankan tanah itu. Tanah itu difungsikan ketika ada upacara melasti atau upacara agama lainnya,” katanya. Wicana menambahkan, secara bukti hukum apakah tanah itu milik desa pakraman, memang sampai sekarang belum ada. Namun, berdasarkan dokumen peta Desa Tukadmungga, disebutkan kalau tanah itu pelabe pura. Selain itu, bukti para tokoh masyarakat yang mengetahui kalau tanah itu merupakan daratan pasir yang dari dahulu digunakan untuk upacara agama. Pada
permohonan sertifikat yang dilakukan Wayan Angker, ada beberapa kejanggalan. Saat penyertifikatan penentuan batas antara tanah milik Wayan Angker dengan tanah yang sekarang disengketakan itu belum jelas. Permohonan sertifiat itu disebutkan berdasarkan konversi. Hal itu bisa untuk tanah warisan. Faktanya yang bersangkutan tidak ada hubungan ahli waris dengan pemilik tanah yang sekarang disengketakan. Dengan pertimbangan itu, warga menggugat agar Wayan Angker bersedia menyerahkan tanah seluas 13,5 are di luar dari tanah miliknya sekitar 1,5 hektar. “Proses penyertifikatan ini tidak pas, sehingga kami menggugat dan mudah-mudahan Pak Wayan Angker mengembalikan tanah itu agar kemudian tanah itu bisa dimanfaatan bersama,” jelasnya. Tergugat Wayan Angker sebelum sidang mediasi mengatakan, pada Januari 1979 dirinya membeli tanah dari almarhum Wayan Saria asal Desa Pemaron yang kesehariannya yang tinggal di Desa Tukadmungga. Dalam akta jual beli itu tercantum dua bidang tanah masing-masing seluas 2.650 meter persegi,
8.050 meter persegi. Dia kemudian mengajukan permohonan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Karena berkasnya lengkap sehingga Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dimohon itu terbit. Soal gugatan warga itu, Wayan Angker menyerahkan kepada PN. Terkait legalitas sertifikat yang dimohon itu, dirinya juga menyerahkan kepada BPN. Termasuk tuntutan warga harus mengembalikan tanah seluas 13,5 are kepada desa pakraman, Angker menyebut keputusan itu diserahkan kepada aparat pemerintah apapun menyangkut persoalan ini. “Sah-sah saja kalau ada pengakuan seperti itu. Masih tahap sengketa dan menunggu pembuktian. Namun, saya menyerahkan proses ini kepada PN. Soal sertifikat atau keputusan mengembalikan tanah itu saya serahan kepada BPN,” jelasnya. Setelah sidang mediasi berlangsung, diputuskan sengketa itu berlanjut ke persidangan masuk materi gugatan dengan Perkara No. 187/ Pdt.G/2019 PN Sgr. Atas hasil mediasi itu, warga kemudian meninggalkan gedung PN dengan tertib. Aksi ini dijaga ketat personel Polsek Kota Singaraja dan Polres Buleleng. (kmb38)
Dongkrak PAD
Telepon Penting
Tarif Parkir Khusus Disesuaikan
BULELENG SMS Pengaduan
3477
DPRD Buleleng
22713
Polres Buleleng
22510, 21841
Polsek Tejakula
28541
Polsek Kubutambahan
23012
Polsek Sawan
24900
Polsek Singaraja
22566
Polsek Sukasada
25791
Polsek Banjar
93347
Polsek Seririt
92450
Polsek Busungbiu
92126
Polsek Gerokgak
92999
KP3 Celukan Bawang
92842
Pospol Wisata Lovina
41010
Pospol Pancasari
25755
Siaga Reskrim
27511
Siaga Intel
29973
Bali Post/kmb38
Gede Gunawan Adnyana Putra.
Singaraja (Bali Post) – Dalam upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng melakukan penyesuaian khususnya terhadap Tarif Parkir Khusus (TPK). Kebijakan ini sejalan dengan berlakunya Perda No. 27 tahun 2011, tentang Parkir Khusus. Sebenarnya, perda itu disahkan tahun 2012 lalu. Namun, regulasi itu baru diundangkan karena sempat menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra, Selasa (7/5) kemarin, mengatakan besaran tarif retribusi parkir di tempat khusus berbeda dengan tarif parkir di tepi jalan umum. Regulasi yang dijadikan dasar dalam pembebanan ini juga berbeda. Mengacu pada perda, parkir di tepi jalan umum untuk kendaraan roda dua adalah Rp 1.000. Parkir di tempat khusus tarifnya Rp 2.000. Untuk kendaraan roda empat parkir di tepi jalan umum Rp 2.000. Sedangkan parkir di tempat khusus dikenakan Rp 5.000. Untuk kendaraan beroda lebih dari empat, tarif parkir di tepi jalan umum dikenakan Rp 5.000 sedangkan di parkir di tempat khusus tarifnya Rp
10.000 berlaku satu kali parkir. Sejak ditetapkan tahun 2011 lalu, Perda No. 27 Tahun 2011 tentang Parkir di Tempat Khusus, kata Gunawan belum bisa diundangkan. Ini karena, Dishub belum mengantongi karcis yang diterbitkan Badan Keuangan Daerah (BKD). Dengan kondisi itu, tarif parkir di tempat khusus memang sama dengan parkir di tepi jalan umum. “Kalau regulasi itu diberlakukan (Perda No. 27 Tahun 2011 - red) tidak sesuai dengan nilai yang tercantum pada karcis, sehingga waktu itu belum diundangkan,” katanya. Mulai 2018, ternyata hal itu menjadi temuan BPK dan Inspektorat Daerah. Atas temuan itu, pihaknya diminta agar menerapkan perda tersebut. Pihaknya juga diminta menandatangani surat pernyataan akan memberlakukan perda itu. Atas temuan itu, Dishub berkoordinasi ke BKD Buleleng, dan ditindaklanjuti dengan melakukan pengadaan karcis parkir mulai Januari 2019 lalu. Pengadaan itu tuntas dilaksanakan 29 April 2019, sehingga Mei 2019, Dishub mulai memungut retribusi parkir di tempat khusus sesuai Perda No. 27 Tahun 2011 dan Peraturan Bupati (Perbup) No. 118 Tahun 2018. “Bersama
BKD kami sudah mensosialisasikan. Selain itu, di lahan parkir juga kita pasang pengumuman terkait pemberlakukan Perda itu,” katanya. Gunawan menambahkan, berdasarkan Perda tarif parkir di tempat khusus berlaku di 14 titik parkir yang ada di Buleleng. Lokasinya seperti, kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, RSUD Buleleng, RTH Taman Kebangsaan, Puskesmas Buleleng 1, Pasar Tumpah Banyuasri, Pantai Lovina, Pemandian Air Sanih, Pura Pulaki dan Pesanakannya, Rest Area Puncak Wanagiri, Pantai Penimbangan pintu masuk Pemaron, Pantai Penimbangan pintu masuk Baktiseraga, Monumen Tri Yudha Sakti, Pura Banyuwedang dan Air Panas Pejarakan dan Pasar Tamblang. Retribusi parkir di tempat khusus itu sebagian dikelola desa pakraman dengan pembagian 50 berbanding 50 persen dengan pemerintah daerah. Retribusi itu mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan nilai relatif signifikan. Bahkan, target PAD dari parkir di tempat khusus tahun ini ditetapkan Rp 600 juta. Sampai 30 April 2019 lalu, sudah terealisasi Rp 208 juta. (kmb38)
Penyesuaian Retribusi Layanan Kesehatan
Eksekutif Pastikan Tak Ada Target Dongkrak PAD
Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan diputuskan dibahas DPRD Buleleng pada masa sidang kedua tahun ini. Walaupun materi ranperda ini bersinggungan dengan pungutan retribusi, namun perubahan regulasi ini targetnya bukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lalu, untuk apa sejatinya tujuan diputuskan pembahasan ranperda tersebut? SESUNGGUHNYA pemerintah menyesuaikan nilai tarif itu untuk menutupi biaya operasional alat kesehatan (alkes). Selain itu, juga untuk tujuan pelayanan kesehatan lain yang memang memerlukan biaya mahal. Hal itu terungkap saat rapat gabungan komisi dengan eksekutif, di gedung DPRD Buleleng, Selasa (7/5) kemarin. Rapat ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Ketut Wirsana bersama anggotanya. Sedan-
gkan, dari pihak Eksekutif dipimpin Asisten I Sekkab Buleleg Putu Karuna bersama pimpinan Organiasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ditemui usai rapat, Putu Karuna mengatakan, DPRD Buleleng sudah menyetujui melanjutkan pembahasan ranperda tentang retribusi pelayanan kesehatan dan ranperda tentang perlindungan perempuan dan anak. Dengan penetapan itu, kedua rancangan perda yang diusulkan itu dibahas se-
cara maraton sebelum anggota dewan nantinya mengakhiri masa jabatannya Agustus 2019 mendatang. Untuk ranperda retribusi pelayanan kesehatan, Karuna menyebut dasar pertimbangannya karena regulasi mengatur pengenaan retribusi dapat ditinjau ulang setiap tiga tahun sekali. Faktanya, perda yang ada sekarang itu sudah lebih dari lima tahun. Namun, perda itu belum pernah ditinjau ulang. Selain itu, adanya beberapa penambahan objek retribusi baru, sehingga hal itu mendesak dilakukan penyesuaian besaran tarif. Terkait pertimbangan mendongkrak pundi PAD, birokrasi asal Desa Banyuatis, Banjar ini membantah hal itu. Meskipun penyesuaian tarif retribusi ini sifatnya pembebanan kepada masyarakat, tetapi tujuannya bukan untuk meningkatkan
PAD. Sebaliknya dengan kenaikan itu, pemerintah bisa menutupi biaya operasional dari pemakaian alat kesehatan (alkes) dan biaya jasa kesehatan lain yang membutuhkan anggaran besar. “Tidak ada tujuannya menambah PAD. Kita hanya ingin biaya operasional alkes dan jasa kesehatan lain tertutupi, dari penyesuaian tarif retribusi ini,” katanya. Kendati tarifnya disesuaikan tambah Karuna, pihaknya memastikan tidak akan terjadi gejolak di masyarakat. Alasannya, kebijakan pemerintah telah meng-cover setiap penduduk dengan Jaminan Kesehatan Nasional dengan Kartu Indonesia Sehat (JKNKIS). Dengan demikian, tarif retribusi pelayanan kesehatan itu diperlukan. Sedangkan di sisi lain, setiap penduduk sudah dibiayai klaim JKN-KIS tersebut. (mud)
TARIF RETRIBUSI – DPRD bersama eksekutif membahas Rancangan Perda tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan di puskesmas dan rumah sakit pratama.
GIANYAR
Rabu Pon, 8 Mei 2019
9
Pokdarwis Landuh Desa Lodtunduh
Kembangkan Pariwisata Berbekal Keunikan Lokal
Gianyar (Bali Post) Lodtunduh Treasure, Alas Arum Heritage adalah suatu paket pariwisata yang kini dikembangkan oleh Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud. Paket ini terus dimatangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa setempat. Berbekal keunikan di Desa lodtunduh, diharapkan upaya ini dapat menghidupkan pariwisata di desa tersebut. Kepala Desa Lodtunduh I Wayan Gunawan menerangkan, desanya memiliki lebih dari seratus pura. Masing-masing pura memiliki sejarah yang sangat unik. Bahkan, menyimpan berbagai situs peninggalan. “Salah satunya adalah Pura Alas Arum yang terletak di jantung Desa Lodtunduh. Keberadaan purapura ini menjadikan desa Lodtunduh sebagai salah satu wisata religi yang sangat representatif,” kata Gunawan saat penilaian Lomba Pokdarwis tingkat Provinsi Bali di Wantilan Pura Alas Arum Desa Londtunduh Ubud, Selasa (7/5) kemarin. Menurut Gunawan, pengelolaan Desa Lodtunduh menjadi desa wisata tidaklah mudah. Lewat Pokdarwis Landuh diharapkan dapat membantu mengembangkan desa wisata di Desa Lodtunduh. “Menitikberatkan pada dasar Sapta Pesona sebagai landasan desa wisata, maka Lodtunduh Trea-
sure, Alas Arum Heritge ke depan akan terwujud,” katanya. Hal senada juga disampaikan Ketua Pokdarwis Lodtunduh I Wayan Sudana. Sebagai Kelompok Sadar Wisata, sudah barang tentu Pokdarwis Desa Lodtunduh wajib mengakomodir segala bentuk potensi yang ada. Selanjutnya mengoptimalkan potensi tersebut dengan tetap berbasiskan budaya lokal. Beberapa program yang dirancang, seperti wisata trekking, cycling, home stay, dance learning, mask and statue learning, Balinese painting, speaking foreign learning dan Balinese speaking. “Pokdarwis Desa Lodtunduh yang merupakan lembaga sadar wisata, ke depan akan mencoba menyusun strategi pemasaran yang nantinya dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat hingga level paling bawah sebagai pelaku pariwisata di lapangan,” jelas Sudana. Sementara itu, Plt. Kadis Pariwisata Gianyar A.A. Dalem Jagadhita mengatakan, apabila melihat dari sisi pembangunan pariwisata, Desa Lodtunduh terletak pada lingkaran pariwisata di Ubud. Dikatakan, spirit harmonisasi dari kata Landuh yang menjadi moto Pokdarwis Desa Lodtunduh dan Sapta Pesona mencerminkan sinergitas dalam perkembangan pariwisata. (kmb35)
Warga Desa Pering Tewas di Pantai Keramas Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria bernama I Nyoman Sepet (60) di Pantai Keramas, tepatnya di depan Warung milik I Gusti Agung Gede Mahardinata (35), Selasa (7/5) kemarin. Mayat pria yang beralamat di Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh ini ditemukan dalam posisi telentang. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, pada Selasa (7/5) kemarin, sekitar pukul 07.00 Wita, seorang warga I Gusti Nyoman Dana pergi ke sawah untuk mencari rumput untuk ternak sapinya. Tiba di lokasi itu, ia melihat sesosok mayat telentang di depan warung milik I Gusti Agung Gede Mahardinata. Tidak lama kemudian datang warga lainnya Gusti Ketut Kari (60) yang juga hendak mencari rumput. Selanjutnya, Ketut Kari menelepon pemilik warung Gusti Mahardinata. Tidak lama kemudian, pemilik warung langsung menuju ke pantai dan mengecek mayat tersebut. Sekitar pukul 10.00 Wita, pemilik warung Mahardinata menghubungi instansi terkait. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Blahbatuh Kompol Dwikora membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Dikatakan, polisi sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi. “Dari keterangan sejumlah saksi, korban memang sering datang ke pantai. Sementara dari hasil pemeriksaan petugas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang dilakukan orang lain terhadap korban,” katanya. (kmb35)
gianyar
Klaim di RSUD Sanjiwani Rp 274 Juta
Gianyar (Bali Post) Dana kebencanaan untuk korban erupsi Gunung Agung di RSUD Sanjiwani belum dibayar hingga pertengahan 2019 ini. Nilai rekap klaim pengungsi di rumah sakit itu mencapai Rp 274.031.122. Hingga kini, pihak rumah sakit yang berlokasi di Jalan Ciung Wanara itu hanya menunggu kapan klaim tersebut akan dibayar. Berdasarkan data di RSUD Sanjiwani, tercatat rekap klaim pengungsi atas biaya Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) sebanyak 99 kasus dan biaya Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL) 132 kasus. Dari jumlah kasus ini, RJTL tercatat memakan biaya Rp 178.438.420 dan RITL Rp 94.592.702, sehingga total biaya menjadi Rp 274 juta lebih. Dikonfirmasi Selasa (7/5) kemarin, Direktur RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa mengatakan, pasien yang dirawat tersebut kebanyakan bukan akibat bencana, seperti tumor,
infeksi, patah tulang dan semacamnya. “Kalau karena bencana kan biasanya terkena lahar. Jadi, sebenarnya karena rumah sakit di wilayah timur tutup, sehingga pasien dibawa ke sini,” katanya. Menurut Upeksa, pihaknya tetap berkoordinasi terkait pembayaran tersebut. Namun, pihaknya juga masih menunggu, terlebih kondisi serupa juga dialami hampir seluruh rumah sakit yang menangani korban bencana Gunung Agung. “Pembayaran itu biasanya sama. Kalau kabupaten lain belum, ya di sini juga
BPBD
- 943144 - 7844717/7844718
PMK
- 943113
Kantor Satpol PP
- 944436
RSUD Sanjiwani
- 943020
belum,’’ ujarnya. Guna mempercepat proses spencairan dana itu, kata Upeksa, pihaknya sudah mengajukan sejumlah persyaratan seperti klarifikasi berkas. “Kita diminta klarifikasi berkas klaim. Kita kirim ke Dinas Kesehatan, dan dari sana dibawa ke Badan Penangulangan Bencana Pusat,” tegasnya. (kmb35) Dr. Ida Komang Upeksa
Alami Gangguan Ginjal
- 943056
DPRD
PDAM
Dana Kebencanaan Gunung Agung Belum Cair
Ketua Panwascam Rendang Dirawat di RSUD Sanjiwani
Telepon Penting Kantor Bupati
Bali Post/kmb35
POKDARWIS - Suasana penilaian Lomba Pokdarwis tingkat Provinsi Bali di Wantilan Pura Alas Arum Desa Londtunduh Ubud, Selasa (7/5) kemarin.
- 944225/943233
KPA Gianyar
- 942184
PMI Gianyar
- 8958414
KONI Gianyar
- 947261
BNN Kab. Gyr.
- 946122
PLN
- 947166
Kodim 1616 Gyr
- 943069
Koramil Gianyar
- 942289
Koramil Blahbatuh
- 941167
Koramil Tegallalang
- 974792
Koramil Tampaksiring
- 901601
Koramil Sukawati
- 297564
Koramil Ubud
- 975314
Koramil Payangan
- 974793
Siaga Lantas/TMC Gianyar
- 945820
Polsek Gianyar
- 944510
Polsek Blahbatuh
- 941165
Polsek Tampsiring
- 901110
Polsek Tegallalang
- 901575
Polsek Sukawati
- 298723
Bali Post/kmb35
MENJENGUK - Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani saat menjenguk Ketua Panwascam Rendang I Gede Artana, Selasa (7/5) kemarin. Gianyar (Bali Post) Ketua Panwascam Rendang, Karangasem I Gede Artana yang sempat menurun kesadarannya saat bertugas, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar, Selasa (7/5) kemarin. Pria berusia 52 tahun ini diketahui mengalami gangguan pada fungsi ginjal, sehingga harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit
tersebut. Dirut RSUD Sanjiwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa mengatakan, I Gede Artana data ke rumah sakit tersebut, Senin (6/5) sekitar pukul 18.00 Wita. Dikatakan, pasien tersebut datang dengan kesadaran menurun. “Kemudian hasil identifikasi di IGD dengan kondisi itu dicurigai pasien mengalami gangguan ginjal kronis, dan kemarin, dia keracunan
akibat ganguan fungsi ginjal,” katanya. Menurut Upeksa, pihak rumah sakit langsung melakukan penanganan. Salah satunya dengan proses cuci darah. Usai proses itu, kondisi pasien membaik. “Setelah dilakukan cuci darah, kesadarannya mulai membaik. Sekarang sudah bisa duduk, hanya untuk makan dan minum masih pakai alat bantu,” katanya. Upeksa mengatakan, pasien ini memang tidak mengetahui penyakitnya dari awal. Sehingga, baru muncul saat mengalami kelelahan saat bertugas pada proses pemilu. “Jadi, deteksi dininya yang belum bagus, sehingga ketika kelelahan baru muncul sakitnya ini,” jelasnya. Dengan kondisi seperti ini, kata Upeksa, pasien diharuskan rutin cuci darah. Apabila hal ini tidak dilakukan, dikhawatiran kesadaran akan kembali menurun. “Kita akan melakukan pemeriksaan lagi agar lengkap. Misalnya dari USG, karena memang dari awal pasien ini tidak pernah diperiksa. Kalau penyebab sakitnya dipastikan, mungkin pasien akan diarahkan untuk cuci darah rutin,” tegasnya. Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani juga menyempatkan diri menjenguk Ketua Pan-
wascam Rendang I Gede Artana, Selasa sore kemarin. Pada kesempatan itu, Ariyani didampingi dua anggotanya I Wayan Wirka dan I Ketut Rudia. Ariyani menyampaikan harapannya agar Artana segera diberikan kesembuhan. Disinggung perhatian Bawaslu terhadap jajarannya yang mengalami musibah, perempuan asal Buleleng ini mengatakan, Bawaslu RI sudah menginstruksikan kepada Bawaslu Bali untuk mendata jajaran pengawas yang meninggal, sakit, atau mengalami musibah sampai cacat. “Jajaran kami ada dua orang yang meninggal, satu orang kecelakaan patah tulang, dan yang terakhir kami laporkan ini Ketua Panwascam Rendang,” jelasnya. Ariyani menegaskan, untuk petugas yang meninggal akan diberikan santunan Rp 36 juta. Namun, sebelumnya akan dilakukan verifikasi data dulu baik yang sakit maupun yang meninggal. Sementara itu, rekan kerja Artana yakni Wayan Sudarma menjelaskan, rekannya memang sudah mengalami sakit saat tahapan distribusi logistik. “Beliau memang mulai sakit saat pengawasan distribusi logistik. Pada 16 April, saya bersama beliau sempat patroli
menemui teman-teman pengawas TPS hingga pukul 03.00 dini hari. Lanjut 17 April satu hari penuh sampai tanggal 18 April mengawal tahapan pemungutan dan penghitungan suara,” ujarnya. Sudarma menambahkan, pada tanggal 18 dan 19 April mengawal rekapitulasi hingga tanggal 26 April. “Saat pengawasn rekapitulasi di kecamatan itulah, saya melihat beliau sangat kelelahan. Saya sarankan agar istirahat, tapi tetap ngotot bertahan dengan alasan biar tuntas. Akhirnya, tanggal 2 Mei mulai drop,” tuturnya. Mengingat kondisinya terus menurun, kata Sudarma, akhirnya Artana dirujuk ke RS Sanjiwani Gianyar. “Berdasarkan diagnosa yang saya dapatkan dari pihak keluarga, katanya ginjalnya kekeringan. Makanya, sampai cuci darah,” tuturnya. Seperti diberitakan se belumnya, Artana tiba-tiba menurun kesadarannya saat melaksanakan tugas mengawal tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan beberapa waktu lalu. Sempat menjalani rawat jalan di puskesmas setempat, tapi karena kondisinya terus menurun, akhirnya dirujuk ke RSUD Sanjiwani, Senin (6/5). (kmb35)
Bupati Mahayastra Hibahkan Truk Sampah kepada Banjar Taman Kaja Ubud PEMERINTAH Kabupaten Gianyar menghibahkan satu unit truk kebersihan kepada Banjar Taman Kaja, Desa Ubud. Penyerahan secara simbolis dilakukan Bupati Gianyar Made Mahayastra, diterima Kepala Lingkungan dan Klian Adat Taman Kaja Nyoman Wirnata di areal Wantilan Pura Desa Taman Kaja, Senin (6/5). Kepala Lingkungan Taman Kaja Nyoman Wirnata mengatakan, Taman Kaja memiliki komitmen kuat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri. Programprogram kebersihan sudah rutin dilaksanakan, seperti pengelolaan bank sampah oleh PKK setempat, gotong royong warga, dan swadaya kebersihan menggunakan mobil pick up. ”Karena swadaya yang ada terasa kewalahan, kami ajukan pro-
posal untuk pengadaan truk sampah pada tahun 2018 lalu,” ujarnya. Bupati Gianyar I Made Mahayastra menilai Taman Kaja merupakan banjar kecil yang memiliki masyarakat yang solid dan satu visi dalam membangun wilayahnya. Hal tersebut membuatnya untuk tidak ragu-ragu dalam menggelontorkan bantuan demi kepentingan banjar setempat. Selain itu, pertimbangan letak Banjar Taman Kaja juga berada dalam wilayah daerah pariwisata di Ubud. ”Kita harus bekerja lebih keras lagi untuk lingkungan,” ujar orang nomor satu di Gianyar ini yang saat itu didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra. Bupati Mahayastra menekankan, Ubud sebagai ikon pariwisata tidak boleh kumuh. “Ubud harus bersih,
bebas dari sampah plastik, dan limbah. Juga penataan kabel, kami rencanakan rampung tahun 2020 agar tidak terkesan semrawut, dan setiap upacara adat agar tidak sampai listrik dimatikan,” katanya. Bupati Mahayastra juga menyinggung soal pembangunan Pasar Ubud. Masyarakat setempat diminta untuk bersabar. Sebab, saat ini Pemkab Gianyar masih fokus terhadap revitalisasi Pasar Sukawati. ”Pasti akan saya selesaikan perlahan-lahan,” katanya. Bupati Mahayastra meminta agar truk sampah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Dia berharap, lingkungan di Taman Kaja menjadi semakin bersih dengan adanya truk sampah. Ia juga berpesan agar masyarakat di Taman Kaja mempertahankan kebanggaannya atas iden-
titas sebagai komunitas yang kuat. ”Kalau sudah solid, satu visi, mohon bantuan bentuk apa pun, pasti akan saya usahakan,” tegasnya. Bupati Mahayastra menambahkan, ke depan setiap desa harus memiliki manajemen pengelolaan sampah. Lengkap dengan armada pengangkut sampah dan petugasnya, termasuk juga ada alat pencacah dan mesin komposting. “Selain itu, ada bank sampah agar masyarakat termotivasi untuk melakukan pemilahan dan menabung sampah secara bertahap dan berkelanjutan,” tandasnya. (ad333) TRUK SAMPAH - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat meresmikan truk sampah sebagai hibah untuk Banjar Taman Kaja, Ubud.
JEMBRANA
10
Rabu Pon, 8 Mei 2019
Soal Sawah Terserang Wereng
Subak Tegal Lantang Sebut Ada Petani Langgar Kesepakatan
Dewa Komang Pariana Negara (Bali Post) – Hektaran sawah yang mengalami kerusakan di Subak Tegal Lantang dikarenakan adanya salah penanganan. Sejatinya pihak subak pada musim tanam ini sepakat tidak menanam padi karena rencana proyek irigasi yang melintasi jalur pengairan subak. Namun diakui ada beberapa hektar lahan sawah yang telanjur mengolah tanah untuk tanam padi kedua (gadu). Pengurus Subak Tegal Lantang Dewa Komang Pariana mengatakan atas kesepakatan subak, pada musim tanam gadu ini diputuskan petani turun tanam. Hal tersebut dikarenakan adanya proyek pembangunan irigasi yang melintasi areal subak. Seharusnya memang seluas 24 hektar total lahan subak tidak melakukan aktivitas tanam. Tetapi tak disangka, ada dua krama yang mengelola seluas kurang lebih 3 hektar sudah telanjur mengolah tanah. ‘’Sebenarnya subak sudah tidak turun tanam, tapi ada dua krama yang telanjur menanam kita berikan kebijakan. Tetapi
tidak kita berikan fasilitas subak, termasuk pengairan, sehingga menjadi tanggung jawab sendiri,’’ ujarnya. Ketika mengalami permasalahan pada tanaman mereka, subak tidak ikut bertanggung jawab karena risiko mereka tidak mengikuti aturan subak. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, dari pengecekan ke lapangan bersama penyuluh sebenarnya permasalahan di samping petani menanam bukan di waktu tanam subak, juga penanganan yang kurang tepat. Dari pengamatan, kondisi tanaman padi memang ada sebagian terserang hama yang diduga wereng cokelat. Tetapi, menurutnya, populasinya tidak banyak. Selain itu, dipastikan ada kesalahan dalam penanganan penanggulangan hama. ‘’Kalau yang mati sampai cokelat ini kemungkinan terlalu banyak semprot pestisida dan gulma,’’ tandasnya. Meskipun demikian, petani bisa menangani tanpa perlu mengolah dan tanam ulang. Solusinya bisa dilakukan dengan penambahan pupuk Urea dan nutrisi padi lainnya. Sebelumnya diberitakan, petani mengeluhkan tanaman padi di Subak Tegal Lantang Dauhwaru (bukan Pendem red) banyak yang mati diduga terserang hama wereng. Hampir seluas tiga hektar lahan padi yang ditanam Nengah Balik terserang penyakit itu, sehingga padi yang baru berumur 20 hari tidak mau tumbuh alias kerdil. Beberapa bagian juga nampak menguning padahal baru tanam. (kmb26)
Delapan Terdakwa Penambangan Pasir Divonis Tiga Bulan Penjara
Negara (Bali Post) – Delapan orang terdakwa kasus penambangan pasir di sungai Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya akhirnya divonis bersalah dan hukuman tiga bulan penjara. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Selasa (7/5) kemarin, delapan terdakwa penambangan pasir sungai itu mengaku pasrah dengan putusan. Di hadapan majelis hakim dengan hakim ketua Fakhrudin Said Ngaji mereka menyatakan menerima vonis tersebut. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejari Jembrana yang meminta hukuman 5 bulan penjara dan denda Rp 500 ribu subsider satu bulan kurungan. Dari putusan yang dibacakan majelis hakim, kedelapan terdakwa yakni I Gede Ngurah Pasek Ardana, I Made Susila, I Nengah Arbawa, I Kadek Sugiarta, I Putu Raka, I Putu Suryawan, I Komang Juliantara, dan I Putu Eka Adnyana dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Pasal 158 Undang-undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Hakim menyebutkan pertimbangan yang memberatkan para terdakwa ini tidak mendukung program pemerintah dalam lingkungan hidup. Sedangkan hal yang meringankan kedelapan terdakwa ini tidak pernah melakukan tindak pidana. Selain penjara 3 bulan, kedelapan terdakwa ini juga dikenai denda Rp 200 ribu subsider 1 bulan. Mendengar putusan tersebut, kedelapan terdakwa ini satu per satu menyatakan menerima. Begitu halnya JPU Gusti Ngurah Agus Sumardika juga menyatakan menerima putusan. Kedelapan terdakwa ini sebelumnya ditangkap polisi lantaran mengambil material pasir di Sungai Tukadaya. (kmb26)
Bali Post/kmb26
SIDANG PUTUSAN – Delapan terdakwa penambangan pasir di Sungai Tukadaya divonis tiga bulan penjara dan denda Rp 200 ribu subsidair satu bulan kurungan.
Bali Post/kmb26
PELAKU PENIPUAN – Pelaku penipuan dengan modus catut nama caleg diamankan Polres Jembrana. Salah satu pelaku merupakan pecatan anggota polisi.
Dibekuk, Dua Penipu Pinjam Uang Atas Nama Caleg Satu Pelaku Pecatan Polisi
Negara (Bali Post) – Dua pelaku penipuan pinjam uang berkedok calon legislatif (caleg) dibongkar Sat Reskrim Polres Jembrana. Dua pelaku di antaranya PAG (44) asal Baler Bale Agung dan IMM alias Kade (40) asal Mendoyo melakukan aksi penipuan dengan mencatut nama salah seorang caleg. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogi Pramagita, Selasa (7/5) kemarin mengatakan dari laporan seorang warga I Gusti Ayu Putu Ariani, yang mengaku ditipu oleh pelaku hingga ratusan juta rupiah, polisi berhasil menangkap dua orang pelaku. Keduanya diringkus di rumah masing-
masing dan dalam aksinya keduanya memiliki peran berbeda. PAG bertugas menghubungi korban melalui telepon dan mengaku sebagai salah satu caleg DPRD Jembrana. Sedangkan IMM berperan sebagai tim sukses dan suruhan untuk mengambil uang. “Mulanya pelaku ini meminjam
Rp 1 juta pada Maret lalu. Tapi terus berlanjut dengan alasan untuk kampanye,” terang AKP Yogi. Sehingga total pinjaman mencapai Rp 102 juta. Ariani percaya dengan PAG lantaran kenal baik dengan calon legislatif yang dicatut namanya tersebut. Pihak pemberi pinjaman juga yakin caleg yang dikenalnya itu bisa mengembalikan pinjaman. Dalam transaksi pinjaman, pelaku dan korban tidak serta merta saling bertemu. Beberapa kali korban juga memberikan pinjaman dengan mentransfer uangnya ke sejumlah rekening. Polisi juga
telah mengamankan barang bukti buku rekening yang digunakan untuk transferan. Dari pendalaman, tersangka PAG ini merupakan pecatan anggota Polri dan residivis kasus penipuan beberapa kali. “Pelaku ini residivis terkait penipuan,” terangnya. Polisi menurutnya juga masih melakukan pengembangan lebih lanjut. Untuk memastikan kemungkinan tidak hanya satu orang korban yang ditipu. Pelaku dijerat pasal 378 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun. (kmb26)
Isi Kekosongan Jabatan
Puluhan Penjabat Perbekel akan Dilantik Pertengahan Mei
Negara (Bali Post) – Puluhan penjabat (Pj.) perbekel disiapkan untuk mengisi kekosongan menjelang pemilihan perbekel serentak September mendatang. Dari 41 desa di Jembrana, 35 desa akan mengikuti pilkel serentak dan masing-masing waktu masa jabatannya berselang bulan. Pada pertengahan Mei ini, akan dilakukan pelantikan Pj. perbekel untuk 19 desa yang masa jabatannya sudah berakhir. Hal tersebut terungkap dalam rapat Forum Perbekel/Lurah di lantai 2 Aula Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa (7/5) kemarin. Dalam pertemuan yang dihadiri Bupati I Putu Artha dan Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan serta Asisten I Setda Jembrana ini dibahas berbagai hal khususnya berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan perbekel serentak. Ketua Forum Perbekel Kabupaten Jembrana I Gede Suardika memaparkan bahwa di tahun 2019 ini perbekel yang telah habis masa jabatannya 35 orang terdiri dari 19 perbekel habis masa jabatannya pada bulan Mei 2019. Sedangkan sisanya, 16 orang bervariasi hingga berakhir masa tugasnya pada bulan Desember 2019. Merujuk Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2015 serta Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemilihan Perbekel, untuk kekosongan akan diisi oleh Pj. “Untuk 19 perbekel yang masa jabatannya habis Mei ini, Pj. akan dilantik tanggal
21 Mei mendatang,” terang Suardika. Sedangkan perbekel yang masa jabatan berakhir pada bulan Agustus juga akan diisi oleh Pj. Khusus Perbekel yang masa tugasnya berakhir pada bulan Oktober, November, dan Desember diperbolehkan mengambil cuti. Dijadwalkan pelantikan 35 perbekel terpilih akan dilakukan pada Desember mendatang. Untuk Pj. akan diambilkan dari ASN yang memiliki kemampuan menjalankan roda pemerintahan di desa. Selain itu ASN yang ditugaskan ini tentu juga memiliki kredibilitas serta loyalitas dalam menjalankan program dan kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Jembrana. Di sisi lain, Bupati Jembrana I Putu Artha dalam arahannya mengharapkan pelaksanaan pemilihan perbekel serentak, situasi dan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif. Terkait dengan pelaksanaan pemilihan perbekel yang dilaksanakan secara serentak pada bulan September mendatang, Bupati Artha meminta kekosongan jabatan agar segera diisi oleh Pj. di desa. “Silakan para perbekel dan camat untuk mengajukan calon Pj. di desa. Itu diambilkan dari ASN. Namun demikian, ASN yang ditunjuk itu harus memiliki kemampuan dan etos kerja untuk memajukan desa,” terang Bupati. Selain itu, ASN yang ditunjuk selaku Pj. harus mampu melakukan koordinasi dan membawa aspirasi masyarakat dalam upaya memajukan pembangunan di desa. (kmb26)
Bali Post/kmb26
BAHAS PILKEL SERENTAK – Rapat Forum Perbekel yang digelar Selasa kemarin membahas terkait pilkel serentak yang dipastikan diselenggarakan pada September mendatang.
Akhir Masa Jabatan
Dewan Peroleh Uang Jasa Pengabdian Rp 4 Juta hingga Rp 10 Juta Negara (Bali Post) – Di akhir masa jabatan, sebanyak 35 anggota DPRD Jembrana akan menerima gelontoran dana Jasa Pengabdian. Sekretariat DPRD Jembrana mengaku telah memasang anggaran total sekitar Rp 250 juta lebih untuk alokasi dana Jasa Pengabdian itu. Tiap anggota masing-masing menerima antara Rp 4 juta hingga Rp 10 juta tergantung jabatan dan masa pengabdian. Sekretaris DPRD Jembrana I Made Sudantra, Selasa (7/5) kemarin mengatakan, untuk Jasa Pengabdian merujuk pada PP 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD, ditetapkan GEDUNG DPRD – Kantor DPRD Kabupaten Jembrana di Jalan Surapati, Jembrana. Sebanyak 35 anggota DPRD Jembrana pada akhir masa jabatan akan mendapatkan uang Jasa Pengabdian.
besaran berdasarkan waktu pengabdian. Selain itu juga posisi jabatan antara pimpinan dan anggota. Dalam pasal 19 tentang Uang Jasa Pengabdian, ditentukan nilai yang diterima berdasarkan uang representatif. Anggota yang masa pengabdiannya penuh lima tahun maka diberikan uang jasa pengabdian lima bulan atau paling banyak enam bulan uang representatif. Besaran uang representatif dibedakan berdasarkan jabatan. Untuk pimpinan DPRD, Ketua DPRD Rp 2.100.000, Wakil Ketua DPRD Rp 1.680.000. Sedangkan uang representasi untuk anggota DPRD Rp 1.575.000 per bulan. Sehingga bila ditotal untuk tiap anggota yang menjabat lima tahun akan mendapatkan Rp 7.875.000 per anggota. Sedangkan pimpinan DPRD antara Rp 8 juta hingga Rp 10,5 juta. Bila ditotal, Sekretariat DPRD akan menggelontorkan anggaran Rp 250 juta lebih. ‘’Aturannya seperti itu, kami mengikuti berdasar-
kan aturannya. Selain PP, uang jasa pengabdian ini juga dijabarkan dalam Perbup 24 Tahun 2017,’’ terang Sudantra. Sementara itu dari 35 anggota DPRD, menurutnya, ada beberapa anggota yang merupakan Pergantian Antar-Waktu (PAW) nilainya menyesuaikan waktu menjabat. Ada satu anggota PAW yang menjabat selama tiga tahun dan sesuai aturan mendapatkan tiga bulan uang representasi. Dana tersebut nantinya akan diberikan langsung pada akhir masa jabatan Agustus mendatang. Dari 35 anggota DPRD yang menjabat periode saat ini, diperkirakan akan ada 15 orang yang tidak lagi duduk di kursi DPRD. Empat anggota di antaranya memilih tidak mengikuti pileg, empat bertarung di DPRD Provinsi dan tujuh incumbent tidak lolos. Sehingga diprediksi pada masa periode 2019-2014 akan ada 15 anggota baru dan 20 anggota incumbent. (kmb26)
Karangasem
Rabu Pon, 8 Mei 2019
11
Erupsi Gunung Agung 2 Menit 5 Detik
Kolom Abu Tembus Ketinggian 2 Km Amlapura (Bali Post) Erupsi Gunung Agung masih terus berlanjut. Senin (6/5) malam, gunung tertinggi di Bali itu kembali erupsi. Letusan yang terjadi lumayan besar karena mengepulkan kolom abu setinggi dua kilometer termasuk melontarkan lava pijar sejauh dua kilometer mengarah ke segala arah. Kendati kembali erupsi, hal itu tidak mengganggu aktivitas warga di lereng Gunung Agung. Warga tetap saja tidak beranjak dari rumahnya. Bahkan, warga melakukan kegiatannnya sehari-hari seperti biasanya.
Bali Post/kmb41
EMBUSAN TIPIS - Gunung Agung mengeluarkan embusan tipis pascakembali erupsi, Senin (6/5) malam.
Rusak Akibat Gempa Lombok
Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, I Dewa Made Mertayasa, mengungkapkan erupsi Gunung Agung yang terjadi kemarin (Senin - red), untuk kesekian kalinya sepanjang tahun 2019 ini. Erupsi yang terjadi lumayan besar karena kepulan asapnya mencapai ketinggian dua kilometer. Selain erupsi mengepulkan asap, juga melontarkan lava pijar sejauh dua kilometer yang mengarah ke segala arah. ‘’Erupsi terjadi pukul 22.55 Wita. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas yang cukup kuat, arahnya condong ke barat. Erupsi itu terekam alat seismograf
dengan amplitudo maksimum 25 mm. Sedangkan durasinya hanya 2 menit 5 detik,’’ ujarnya. Dewa Mertayasa mengatakan, pascaterjadinya erupsi, Gunung Agung juga masih mengeluarkan embusan tipis di puncak. Dengan seringnya terjadi erupsi dan masih adanya embusan yang terjadi, kata Dewa Mertayasa, hal itu menandakan di dalam perut Gunung Agung itu masih ada aktivitas vulkanik. Untuk itu, potensi erupsi lagi masih berpotensi terjadi. ‘’Jelas erupsi masih berpotensi. Karena aktivitas vulkanik Gunung Agung itu masih ada. Hanya, dari hasil pemantauan alat khusus
memantau Gunung Agung selama ini, indikasi terjadi erupsi besar masih belum mengarah ke sana. Erupsinya masih segini-segini saja. Radius bahayanya juga belum keluar dari empat kilometer,’’ tegas Dewa Mertayasa. Untuk itu, PVMB tetap mengimbau kepada seluruh masyakarat supaya tidak melakukan aktivitas di radius bahaya empat kilometer. Termasuk tidak diizinkan melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Agung. Sebab jika itu dilakukan, sangat berbahaya dan berisiko besar. Alasannya, erupsi itu bisa terjadi kapan saja. Tanpa pernah diduga-duga sebelumnya. (kmb41)
KPU Gagal Penuhi Target Partisipasi 80 Persen
Dapat 24 Paket Bantuan Rehab Gedung Sekolah Hanya Naik Satu Persen dari Tahun 2014 Amlapura (Bali Post) Gempa Lombok yang terjadi beberapa waktu lalu membuat sejumlah fasilitas bangunan gedung sekolah di Karangasem mengalami kerusakan. Atas kondisi itu, pemerintah pusat memberikan bantuan 24 paket rehabilitasi gedung yang rusak itu. Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengatakan, akibat gempa Lombok yang melanda Karangasem mengakibatkan puluhan gedung SD maupun SMP mengalami kerusakan. Kategori rusaknya dari ringan, sedang, hingga berat. Pemerintah pusat memberikan bantuan 24 paket perbaikan atau rehabilitasi terhadap gedung yang mengalami kerusakan itu. “Kita dapat 24 paket rehabilitasi gedung sekolah yang rusak. Bantuan itu termasuk bantuan pascabencana. Perbaikan itu akan diarahan ke sejumlah sekolah yang gedungnya mengalami kerusakan. Di antaranya sekolah di Tiyingtali, Bunutan dan sekolah lainnya yang terdampak gempa Lombok itu,’’ ujarnya. Bantuan itu diharapkan segera dapat direalisasikan. Sampai saat ini, kata Kartika, pihaknya masih terus berupaya menambah sarana prasarana pendidikan. Salah
satunya pengadaan komputer untuk siswa SMP. Pasalnya, pelaksanaan UNBK di Karangasem baru 13 sekolah SMP saja yang mampu menggelar UNBK. Sedangkan 38 sisanya masih melaksanakan UNKP. “Tahun ini, kita terus berupaya pengadaan sarana prasarana komputer, agar ke depannya semua SMP bisa melaksanakan UNBK,” ujarnya. Terkait kendala pendidikan khusus di daerah-daerah
terpencil, Kartika menegaskan tidak ada masalah berarti dalam keberlangsungan pendidikan di pinggiran itu. Ditegaskan, pendidikan masih berjalan lancar. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya keluhan guru-guru yang mengajar di pinggiran. Seperti di Tianyar, di Seraya, dan daerah lainnya. “Selama ini sih kita belum menerima ada guru mengeluh. Logikanya sebagai pegawai harus siap ditugas-
kan di mana saja,’’ tambah Kartika. Kalau tidak mau ditugaskan di daerah itu, terus siapa lagi yang disuruh mengajar. Selama ini yang menjadi sorotan paling jarak tempuh siswa menuju sekolah. Pihaknya bangga seperti di Desa Tenganan, ada anak kelas III SD setempat, semangat bersekolah dengan menempuh waktu 5 jam pulang pergi demi menuntut ilmu, mengejar cita-citanya kelak ingin jadi guru. (kmb41)
Bali Post/kmb41
GEDUNG SEKOLAH RUSAK - Gedung SDN 1 Tiyingtali yang rusak akibat gempa Lombok.
Amlapura (Bali Post) Deasy Natalia mengatakan, kecamatan palKomisi Pemilihan Umum (KPU) Karan- ing tinggi partisipasi pemilihnya yakni Bebangasem gagal memenuhi target partisipasi dem. Jumlah warga yang mempergunakan hak masyarakat pada hajatan politik Pemilu 2019. pilihnya mencapai 35.490 pemilih dari 41.129 Dari target partisipasi 80 persen, KPU hanya pemilih atau 86,24 persen. Kemudian Kecamamampu mencapai 78 persen. Kendati begitu, tan Kubu 65.305 pemilih yang mempergunakan jumlah partisipasi ini mengalami peningkatan hak pilihnya 46.135 orang atau 70,65 persen. dibandingkan tahun 2014 lalu. Kecamatan Selat mencapai 35.339 pemilih, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan yang mempergunakan hak pilihnya 83,60 persParmas KPU Karangasem Putu Deasy Natalia, en. Sidemen tingkat partisipasi 83,32 persen Selasa (7/5) kemarin mengatakan, partisipasi atau 24.646 pemilih dari 29.580 pemilih. Kecamasyarakat pada perhelatan pemilihan presi- matan Rendang jumlah pemilih 32.306, yang den dan wakil presiden maupun pemilihan leg- mempergunakan hak pilihnya 26.949 pemilih islatif tahun 2019 di Kabupaten Karangasem atau 83,32 persen. Kecamatan Karangasem mengalami peningkatan dibandingkan mencapai 80,30 persen dari pemilih Pemilu 2014 lalu. Jika tahun 2014 lalu, par76.632 yang mempergunakan hak tisipasi masyarakat hanya 77,18 persen. pilihnya mencapai 61.531 pemilih. Namun sekarang ini naik satu Kecamatan Manggis persen yakni 78,29 persen. tingkat partisipas‘’Kita sudah lakukan inya 74,93 persen upaya maksimal dengan dari total pemilih rutin melaksanakan so43.008, sedangkan sialisasi, tetapi masih juga yang mempergubelum mencapai target 80 nakan hak pilihnya persen. Belum tercapainya 32.225 pemilih. Kecatarget persentase pemilih lebih matan Abang total pemidari 80 persen itu, dikarlih 64.632 orang yang enakan faktor masyarakat mempergunakan hak piyang merantau keluar lihnya 48.467 atau 74,99 daerah,’’ ujarnya. persen. Masyarakat yang ‘’Dari delapan kemeratau itu, kata camatan, tingkat Deasy Natalia, engpartisipasi yang palgan pulang kampung. ing rendah adalah Tetapi dari segi parKecamatan Kubu tisipasi dengan pemiyakni 70,65 persen. lu sebelumnya, jadi Sedangkan kecamemiliki tingkat palmatan paling tinggi ing tinggi. Pasalnya, tingkat partisipaspemilu tahun ini teinya Bebandem menlah melampaui target capai 86,29 persen,’’ Bali Post/kmb41 jelas Deasy Natalia. secara nasional yakni Deasy Natalia 77,5 persen. (kmb41)
Longsor di Dusun Dukuh Bebandem
Aktivitas Warga Sempat Terganggu
BERSIHKAN LONGSORAN - Petugas dari BPBD dibantu petugas dari Dinas PUPR, Babinsa, dan masyarakat setempat saat melakukan pembersihan material longsoran.
Amlapura (Bali Post) Bencana tanah longsor menimbun akses jalan di Dusun Dukuh, Desa Bebandem, Karangasem, Selasa (7/5) kemarin. Kondisi itu, membuat aktivitas warga terganggu. Pasalnya, material longsoran itu menimbun hampir penuh akses jalan di sana. Kalak BPBD Karangasem
Ida Bagus Arimbawa menjelaskan, longsoran yang terjadi lumayan besar. Sebab, material longsoran itu menimbun seluruh badan jalan. Kondisi itu membuat, aktivitas warga menjadi terganggu. Akibatnya, warga sempat tidak bisa melintasi jalan tersebut. “Sebelum tebing longsor, wilayah Dukuh memang sempat diguyur hujan lebat,”
ujarnya. Arimbawa menambahkan untuk mengangkut material longsoran yang memenuhi badan jalan itu, pihaknya menerjunkan sejumlah petugas dibantu Babinsa, petugas Dinas PUPR, kadus, dan masyarakat setempat. Sebab, pembersihan material itu dilakukan secara manual dan konvensional.
“Untuk membersihkan material longsor itu melibatkan puluhan orang. Pembersihan dilakukan sekitar dua jam. Sekarang, seluruh material sudah dibersihkan. Akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Pastinya, aktivitas warga setempat sudah normal kembali,” kata Arimbawa. (kmb41)
Penuhi Keperluan Air Bersih Saat Musim Kemarau
Desa Tulamben Minta Bantuan Dua Embung
Desa Tulamben, Kubu Karangasem telah memiliki satu embung yang dibangun di Banjar Adat Apad Sari. Kendati sudah ada satu embung, akan tetapi keberadaan embung itu belum mampu memenuhi air bersih untuk keperluan seluruh warga Desa Tulamben, utamanya ketika musim kemarau. Karena itu, warga sangat berharap adanya tambahan sumbangan dua embung lagi. Alasannya, agar warga bisa memenuhi air bersih utamanya ketika musim kemarau tiba. Lalu, bagaimanakah harapan warga tentang permohonan dua tambahan embung itu? KLIAN Banjar Adat Apad Sari, I Wayan Putra, mengatakan saat ini di Desa Tulamben memang baru punya satu embung saja. Pembangunan embung ini dilakukan empat tahun lalu, 2015. Namun baru beroperasi dua tahun setelah dibangun, 2017. ‘’Embung ini dibangun oleh BWS untuk membantu air bersih warga ketika musim kemarau tiba. Sekarang, embung menyimpan air relatif banyak,’’ ujarnya. Pihaknya mewakili masyarakat, kata Putra, sangat berterima kasih den-
gan dibangunnya embung penampungan air itu. Embung itu benar-benar dapat membantu masyarakat Tulamben. Terutama untuk pemenuhan air bersih khususnya ketika musim kemarau. Embung ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih kepada 68 kepala keluarga (KK). ‘’Sebelum ada embung ini, bila musim kemarau tiba sangat susah mencari air. Bahkan, warga harus menjual ternaknya untuk membeli air bersih. Tetapi, setelah dibangunnya em-
bung ini, sangat bermanfaat besar bagi masyarakat,’’ ujar Putra. Warga, tambahnya, tidak lagi menjual ternak yang mereka miliki hanya untuk keperluan air bersih ketika musim kemarau. Karena mereka sudah mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dari embung tersebut. Saat ini, air yang ada di embung itu memang belum dimanfaatkan warga setempat. Pasalnya, sampai saat ini warga masih memiliki stok air yang tersimpan di cubang-cubang pribadi mereka. Warga biasanya, tambah Putra, mulai memanfaatkan air di embung itu ketika memasuki musim kemarau. ‘’Memang air di embung itu dimanfaatkan warga saat musim kemarau saja. Kalau saat ini belum, karena air hujan yang disimpan warga di cubang masing-masing masih ada,’’ tambahnya Biasanya bulan Agustus baru dimanfaatkan warga. Karena pada bulan itu warga sudah mulai krisis air bersih. Sejauh ini masih ada seki-
tar 50 KK seperti di Bejug belum tersentuh air bersih dari embung itu. Pihaknya berharap supaya kembali bisa dibangun dua embung agar bisa mendistribusikan air bersih ke 50 KK di Bejug ketika musim kemarau. ‘’Kami harap ada bantuan dua embung lagi. Dengan adanya tiga embung saat musim kemarau, bisa mengaliri 50 KK lagi yang saat ini mereka harus membeli air bersih,’’ harapnya. Kadis PUPR Karangasem I Ketut Sedana Merta mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BWS terkait pembangunan embung tersebut. Saat ini, sudah ada detail engineering design (DED)-nya. ‘’Kita akan terus mendorong pembangunan embung tambahan di sini (Tulamben - red). Dengan tambahan embung itu nantinya, warga yang belum memanfaatkan air dari embung itu bisa menggunakan air itu kemudian,’’ ujarnya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) un-
tuk melakukan pengecekan terhadap air ini. Kendati masyarakat di sini sudah terbiasa mengonsumsi secara langsung air dari embung itu. Namun, dari sisi kesehatan mesti diperhatikan. ‘’Kita akan bersurat agar kondisi air di sini dicek, sehingga air yang dikonsumsi benar-benar layak minum,’’ tegasnya.
Juga akan dibuat pelang larangan, supaya warga atau wisatawan yang berkunjung ke embung ini bisa menjaga kebersihan di areal embung itu. Penting, lingkungan dijaga dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kasihan jika sampai kebersihan embung tercemar. ‘’Warga dan wisatawan
banyak yang datang ke embung ini. Sebab dari sana, view Gunung Agung indah terlihat. Jadi, perlu diberikan pelang imbauan agar tidak membuang sampah sembarangan,’’ harapnya. Sedana Merta mengharapkan tahun 2020 diupayakan pembuatan pelang itu. (nan)
Bali Post/kmb41
EMBUNG - Embung yang dibangun di Desa Tulamben, Kubu. Air di embung itu baru dimanfaatkan warga setempat ketika musim kemarau.
KLUNGKUNG
12
Rabu Pon, 8 Mei 2019
SOSOK Partisipasi Pemilih Capai Target
KPU Klungkung telah menuntaskan tugasnya sebagai penyelenggara, setelah melakukan pleno seluruh hasil pemilu, Minggu (5/5) lalu. Hasilnya tidak banyak mengubah hasil perkiraan masing-masing partai politik, mengenai berapa dan siapa yang lolos, khususnya untuk Pileg DPRD Kabupaten maupun Provinsi. Pleno ini menjadi hasil resmi, yang menegaskan mereka terpilih secara sah. Menariknya, angka partisipasi pemilih yang dikhawatirkan rendah, karena ribet dan ruwetnya pemilu, justru tidak terjadi. Sebab, partisipasi pemilih di Kabupaten Klungkung secara keseluruhan mencapai 82,06 persen. Melebihi target yang dipatok KPU sebesar 80 persen. Menurut salah satu Komisioner KPU Klungkung Divisi Teknis Penyelenggaraan I Gede Suka Astreawan, Senin (6/5), tingginya partisipasi pemilih menunjukkan semakin tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. Angka partisipasi pemilih sebesar 82,06 persen itu, rinciannya di Kecamatan Klungkung 82,97 persen, Kecamatan Dawan 81,10 persen, Kecamatan Nusa Penida 81,36 persen dan Kecamatan Banjarangkan 82,62 persen. Di seluruh kecamatan, memperlihatkan partisipasi pemilih mampu melebihi target. “Kesadaran masyarakat Klungkung datang ke TPS dan memberikan hak suaranya sudah semakin tinggi,” kata Suka Astreawan, Komisioner KPU Klungkung asal Dusun Baleagung, Desa Bangbungan, Kecamatan Banjarangkan ini. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Klungkung, sudah menunjukkan kesadaran tinggi dalam berdemokrasi ke arah yang lebih baik. Ini juga berkat kerja keras seluruh divisi, termasuk Relawan Demokrasi dan seluruh pihak terkait lainnya, dalam membangun partisipasi pemilih agar datang ke TPS. Suka Astreawan berharap hasil ini ke depan mampu memotivasi KPU Klungkung untuk terus bekerja maksimal sebagai penyelenggara pemilu. “Salah satu catatan penting lainnya, adalah pelaksanaan pemilu secara umum juga berjalan aman dan lancar,” tegas Suka Astreawan, seraya menyampaikan setelah proses pleno kabupaten, proses selanjutnya adalah pleno tingkat provinsi. (gik)
Gunakan Narkoba Anggota Ormas Ditangkap Semarapura (Bali Post) Sat Resnarkoba Polres Klungkung kembali mengamankan pengguna narkoba. Tersangkanya adalah I Putu Mahardika alias Liang (42), warga Banjar Sukaduka, Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin. Setelah ditelusuri, rupanya tersangka adalah seorang residivis. Dia juga masih aktif sebagai salah satu anggota ormas besar di Bali. Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana, Selasa (7/5) kemarin mengatakan, tersangka kedapatan memiliki, menyimpan dan menguasai narkotika jenis sabu-sabu (SS) satu bungkus plastik klip dan setengah butir ekstasi. Kebiasaan tersangka terungkap, setelah diketahui masyarakat sekitar dan segera melaporkannya kepada polisi. Tim Opsnal Satnarkoba Polres Klungkung, Jumat (3/5) lalu, langsung melakukan pendalaman. Target dicegat di depan rumahnya lalu digiring ke rumahnya di Banjar Sukaduka Lingkungan Lebah. “Disaksikan dua orang warga setempat, petugas langsung melakukan penggeledahan di dalam kamar tersangka. Ditemukanlah barang bukti itu,” tegas Kapolres. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti, setengah butir yang diduga inek warna ping dengan berat 0,20 gram bruto. Satu plastik klip berisi SS 0,08 gram bruto. Satu pipet kaca, dua buah pipet plastik, empat buah plastik klip dan satu HP. Sosok tersangka rupanya tak asing bagi polisi. Sebab, sebelumnya tersangka juga pernah ditangkap dalam kasus serupa di Denpasar tahun 2016. Setelah menjalani hukuman sekitar dua tahun, dia baru bebas tahun 2018 lalu. Namun, bukannya memperbaiki kesalahan, tetapi masuk dunia terlarang itu lagi. “Tersangka juga tercatat sebagai anggota ormas,” ujar Kapolres. Tidak hanya Liang, Satnarkoba juga mengamankan dua tersangka lainnya dalam kasus berbeda, yakni I Gede Sudiarsana alias Botak (38) dan I Wayan Sukarta alias Step (38). Kasat Narkoba Polres Klungkung AKP I Gusti Ngurah Yudistira, menambahkan Botak diketahui berasal dari Dusun Minggir Desa Gelgel. Sementara Step tinggal alamat Letda Reta Lingkungan Yangbatu Kelurahan Dangin Puri Kelod Kecamatan Denpasar Timur. “Keduanya berperan sebagai pengedar,” katanya, didampingi Kasubag Humas AKP I Putu Gede Ardana. Botak ditangkap lebih dulu, setelah gelagatnya tercium petugas Satnarkoba. Dari keterangan Botak, petugas terus mendalami dari mana dia memperoleh barang. Botak mengaku mendapat barang dari Step. Polisi langsung melakukan penangkapan tersangka Step, setelah melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Jalan Hayam Wuruk Gang Sekuni Kelurahan Dangin Puri Kecamatan Denpasar Timur. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan barang bukti dari Step berupa satu paket SS seberat 0,28 gram bruto, satu alat isap (bong), uang Rp 50.000, satu HP dan satu buah pipet plastik. Sementara dari tangan Botak, polisi mengamankan barang bukti berupa sembilan paket SS seberat 2,27 gram bruto, satu alat isap (bong), dua bungkus plastik klip, dua korek api gas, satu HP, satu pipet plastik satu timbangan elektrik. “Saya dapat barang (SS) dari Step, dia yang sering bawakan barang,” kata Botak. (kmb31)
Bali Post/kmb31
BARANG BUKTI - Kapolres (tengah) saat memperlihatkan barang bukti pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika.
TKP - Polisi saat olah TKP di posisi korban terseret ombak.
Bali Post/ist
”Selfie” di Tebing Devil Tear Lembongan
Wisatawan India Hilang Terseret Ombak tiba di tempat itu dengan naik sepeda motor, mereka berfoto selfie di pinggir Tebing Devil Tear Desa Lembongan, sekitar pukul 10.20 Wita. Hamparan tebing di sana, memang menjadi salah satu spot favorit untuk berfoto. Tiba-tiba ombak besar menerjang dari belakang, hingga membuat korban terjatuh kemudian terseret arus. Beberapa warga kaget dengan peristiwa itu. Korban beberapa kali nampak terlihat di permukaan laut. Tetapi, dia kemudian tenggelam. “Saat itu warga tidak memungkinkan memberikan pertolongan. Karena tebingnya curam dan ombaknya besar,” katanya, seraya menyampaikan Kshitiz dalam keadaan selamat.
Untuk menemukan korban, anggota Pol Air Pos Jungut Batu Nusa Penida Nengah Sukarma segera menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Menurut Sukarna, informasi yang diperoleh dari salah satu saksi Ketut Sudiarsa (31), warga Jungut Batu yang melihat kejadian tersebut, Agrawal Kshitiz berhasil selamat hanya mengalami luka ringan. Dia langsung dibawa ke East Medical Care Lembongan untuk mendapat perawatan medis akibat lukaluka. Sedangkan Kausal Aditia semakin terseret ke laut. Saksi menuturkan korban sempat muncul ke permukaan air kemudian tenggelam dan menghilang. Menindaklanjuti lapo-
ran tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Hari Adi Purnomo, melalui Kasi Operasi dan Siaga Ida Bagus Surya Wiryawan, memerintahkan 1 Tim Rescue Pos Unit Siaga Nusa Penida dan 1 Tim Rescue dari Kantor SAR Denpasar menggunakan RIB (Riggid Inflatment Boat) untuk melakukan pencarian. Tim bergerak dari Pelabuhan Benoa langsung menuju perairan Nusa Lembongan dan menyisir di sekitar lokasi kejadian hingga radius sementara sekitar 1-2 nautical mile. Kasi Operasi dan Siaga yang langsung memimpin operasi SAR tersebut, mengatakan, sampai dengan pukul 18.00 Wita hasil pencarian terhadap WNA dengan Nomor
Pasport K8042740 ini, masih nihil. Pencarian terhadapnya dihentikan sementara karena hari sudah gelap. “Situasi di lapangan cuaca cukup mendukung. Hanya RIB tidak bisa terlalu merapat ke bibir tebing karna banyak karang tajam,” ujarnya. Pesisir tebing Devil Tear yang bersebelahan dengan objek wisata Dream Beach ini, sudah cukup banyak menelan korban. Sebab, ombak besar kerap datang secara tiba-tiba, dari awalnya sangat tenang. Ardana meminta wisatawan maupun warga agar lebih berhati-hati saat berada di tempat tersebut. Jangan terlalu dekat dengan bibir tebing, agar tidak membahayakan diri sendiri demi sebuah foto selfie. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Korupsi terjadi bukan hanya karena ada kesempatan, namun karena ada niat dan gaya hidup yang konsumtif. Semua OPD diminta menguatkan komitmen untuk tidak korupsi dan mengubah pola hidup serta selalu bersyukur atas semua hak yang sudah diperoleh. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat mencanangkan zona integritas bebas korupsi di Ruang Rapat Praja Mandala, Pemkab Klungkung, Selasa (7/5) kemarin.
masukkan tiga OPD). Karena penilaian dari Menpan-RB itu sangat rinci. Kami optimis bisa dapat mewujudkan wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani,” katanya. Pencangan turut dihadiri kepala OPD bersama jajarannya, MMDP, PHDI, Fo-
rum Perbekel dan LSM. Pencanangan ditandai dengan penandatanganan piagam pembangunan zona integritas oleh Bupati Suwirta, Kadisdukcapil, Kadis PMPTSP serta Dirut RSUD dengan saksi-saksi Kapolres Klungkung dan Kepala Kejaksaan Klungkung. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Ganasnya ombak di sekitar Tebing Batu Belek atau dikenal wisatawan dengan nama Devil Tear, Banjar Kawan, Desa Lembongan, Nusa Penida, kembali memakan korban, Selasa (7/5) kemarin. Seorang wisatawan asing asal India, Kausal Aditya (24), seketika hilang dari atas tebing, setelah tersambar ganasnya ombak yang naik ke atas tebing itu. Upaya pencarian sudah dilakukan, tetapi hingga sore kemarin, belum membuahkan hasil. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana menyampaikan, korban bersama temannya, Agrawal Kshitiz (31), tinggal sementara di Vila Kusuma Abianta Lembongan. Setelah
Cegah Korupsi, Tinggalkan Budaya Konsumtif
Menurutnya, pencanangan ini untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi yang bersih. Ini ke depan guna peningkatan kualitas pelayanan publik. Ada tiga unit kerja atau OPD yang ditetapkan dengan keputusan bupati untuk menjadi unit kerja pionir dalam pembangunan zona integritas. Tiga unit kerja itu adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Klungkung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Klungkung dan Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung. Bupati Suwirta meminta semua jajarannya untuk saling mengingatkan jika ada hal yang tidak dibenarkan dan di luar regulasi. Dengan
begitu, maka akan ada saling kontrol agar tidak tumbuh perilaku koruptif itu. Sebab, Bupati Suwirta mengakui, banyak celah untuk melakukan korupsi. Hanya komitmen kuatlah yang akan membuat yang bersangkutan untuk tidak berbuat korupsi. “Ubahlah pola hidup supaya tidak menjadi konsumtif, serta selalu bersyukur atas semua hak yang sudah diperoleh,” ujarnya. Di tengah dunia birokrasi yang semakin ketat, pengawasan semakin banyak dan penggunaan anggaran harus tepat sasaran, dia meminta menggunakan momentum pencanangan zona integritas korupsi ini, agar meningkatkan kesadaran dalam menjalankan tugas
pemerintahan, dilandasi dengan kejujuran dan tanggung jawab. Sementara itu, Kepala Inspektorat Klungkung Made Seger mengatakan, dipilihnya ketiga unit kerja atau OPD yang ditetapkan sebagai zona integritas, berdasakan pertimbangan karena strategis dalam melakukan pelayanan publik. Selain itu juga karena mengelola sumber daya yang cukup besar, serta memiliki tingkat keberhasilan reformasi birokrasi yang cukup tinggi. Saat ini fokus zona integritas bebas korupsi, adalah tiga OPD tersebut. Sementara OPD lainnya, juga akan dilakukan pencanangan secara bertahap. “Klungkung sudah mengambil cukup banyak (me-
Bali Post/kmb31
BEBAS KORUPSI - Bupati Suwirta saat menyampaikan perihal zona integritas bebas korupsi di Ruang Rapat Praja Mandala, Selasa (7/5) kemarin.
Bupati Suwirta Serahkan Bantuan Tindak Lanjut Bedah Desa Negari BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga dari KK miskin di Desa Negari Kecamatan Banjarangkan, Selasa (7/5) kemarin. Bantuan ini sebagai tindak lanjut dari temuannya saat melakukan bedah desa pada Sabtu (16/2) lalu. Bantuan yang diberikan berupa obat- obatan, susu formula, mesin jarit, kasur sekaligus bantal tidur, sambungan PDAM serta sambungan listrik PLN merupakan bantuan dari dana operasional Bupati Suwirta. Bersama Perbekel Desa Negari Gusti Agung Ngurah Agung, Bupati Suwirta menyerahkan bantuan di antaranya kepada keluarga I Wayan Wartika asal Dusun Negari yang menerima bantuan obat, susu formula dan mesin jarit. Wayan Wartika memiliki seorang putra bernama Komang Dika Pranata (3) yang mengalami kelainan sejak lahir. Sedangkan sang istri yang berprofesi sebagai penjahit, mendapakan bantuan sebuah mesin jarit. Lansia I Gusti Ngurah Aryana (70) menerima bantuan kasur lipat sekaligus bantal. Selain itu Bupati Suwirta juga secara simbolis menyerahkan bantuan pemasangan
sambungan air minum PDAM, masing-masing kepada I Nyoman Nyantel, I Gede Suardana, I Gusti Ngurah Putra Widiana, I Gusti Ngurah Adi Sentana, I
Gusti Ngurah Anom Winaya Putra, I Gusti Ngurah Sedana, I Ketut Sukanta, Gusti Ngurah Alit Merta dan Gusti Ngurah Julita. Sedangkan kepada I
Nyoman Ardana, I Made Kumpul dan I Made Tantra, masingmasing menerima sambungan air Minum PDAM sekaligus sambungan listrik PLN. Se-
BEDAH DESA - Bupati Suwirta terlihat begitu dekat dengan masyarakat, saat berada di Desa Negari menyerahkan bantuan hasil dari program bedah desa.
mua sambungan instalasi air PDAM dan listrik PLN sudah terpasang dan menyala saat diuji coba Bupati Suwirta. Bupati Suwirta mengatakan, semoga apa yang dilakukan ini akan dapat meringankan beban para keluarga dari KK miskin. Menurutnya, bantuan pemasangan sambungan air PDAM ini merupakan salah satu upaya untuk menuntaskan program 100 0 100, di mana semua warga harus mendapatkan sambungan air bersih. Dirinya berharap kepada para kepala desa supaya mendata dengan baik warganya. Sehingga tidak ada warga yang tidak menikmati air PDAM. “Kita, baik itu perangkat desa maupun dinas terkait harus terus bergerak melakukan pendataan. Sehingga kemiskinan bisa ditangani dan terselesaikan,” ujarnya. Sementara itu, Perbekel Desa Negari Gusti Agung Ngurah Agung mengucap syukur dan menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati Suwirta yang telah melakukan bedah desa di desanya serta atas bantuan yang telah sampai ke warganya. Dirinya optimis dengan semua bantuan ini akan dapat meningkatkan kualitas hidup warganya. (ad345)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Pon, 8 Mei 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Cari Sopir pribadi Hub.081353004000 B.BP.004.05.19.0000322
Dcr sgr! SPG Ggj. 2.25jt+bonus di Jl .Drupadi Seminyak sblm Hotel Harris Telp Pak Leo 082145548444 B.BP.004.05.19.0000329
Cr Admin Wanita Min SMA Lok.Jl Raya Cargo Dps T.0361-428473 B.BP.001.05.19.0000311
Cr Kryti, bs B.Ing, SPG / Kasir MegahDiscKuta,WA:08123800983 B.BP.004.05.19.0000323
Dicr Tng Kirim Lele (Pake Spd Mtr) dan tng untk warung H.081246682139/0818503603
Dcr Sales MT,Pasar Outlet Bumbu SMA Sim C+Kend. Jl.Gn.Himalaya Slt 6 Dps,T-418531,08124646409 B.BP.001.05.19.0000206
B.BP.004.05.19.0000330
Dbthkn Adm & Mrkting,P/W, Min SMA/SMK, Hub:Jl.Tkd Musi 7X Denpasar.Telp: 233123
B.BP.801.05.19.0000312
Dcr Guru Mat,Fis,Kim,Bio,B.Ing Ek-Ak,PGSD.Hub:08174761592 B.BP.001.05.19.0000320
Dcr Whasher Min SMA,Pnglmn tdk Diutmkn.Hb:082236182035/722222 B.BP.001.05.19.0000314
Dcr krywati utk laundry di Sanur ada mes/Gj/mkn 081246529914
Dcr Villa Attendant di daerah Seminyak,Wnt Inggris pasif Hub Jam 10-16.00, Hp.081338908041
B.BP.001.05.19.0000286
Dibutuhkan segera 4 Customer Service. Mahir berbahasa Inggris lisan/tulisan. Mampu mengoperasikan komputer. Kirim CV: iput@camtec.com.au
B.BP.004.05.19.0000321
Travel Bth Sopir umur max 30th single Ph:4771576/08123803997
B.BP.001.05.19.0000332
B.BP.101.05.19.0000331
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
RUPA-RUPA
BENGKEL LAS
SERVICE
BALI JAYA TEKNIK KULKAS M. CUCI FREZZER W.HEATER
DIJUAL RUMAH
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Service panggilan BERGARANSI
082331838863 C.0000936-SRV
SERVICE
SERVICE
SERVICE
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Dicari Sgr Therapis Spa Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA) B.BP.001.05.19.0000002
Looking for 2 night Security staff with correct English to supervise 3 plots of villas. Start at 7 pm to 4 am. Please call 081238321945 B.BP.004.05.19.0000211
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
DIJUAL MOTOR HONDA
Ready,Beat,Scoopy,All Vario,Dp 950rb CP.Bayu 082147929294 B.BP.001.05.19.0000324
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Dijual Rmh Murah Noja Dps DP 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub:082236881191/081805374433
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Kont Rmh Jl.Jaya Giri XVII/17C Renon,3KT,2KM,R.TM,Dpr,Grs.Hub Seno:081337252422/0361-242959 B.BP.001.05.19.0000317
PROPERTY DIJUAL TANAH
DIJUAL TANAH
Dijual Murah 3,6M Kavling SHM 480m2 Taman Griya Jimbaran Nusa Dua.Hub Rini 08119707272 B.BP.004.04.19.0000943
RUPA-RUPA
*Simpanan Koperasi 16%/Th S&K berlaku aman Hub.081239011111 B.BP.001.05.19.0000340
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
Djl Rmh Type 70/36 Harga 190Jt Mengwi-BadungHub.082145612209
Dijual Tnh Kapling 2,36Are,SHM (Ka-ki Sdh ada Rumah).Lokasi Samping GWK sekali(Perum GWK) Hubungi:0811394850
Hilang BPKB No.O04569125-O DK 8620 AH An.Agus Surya Aryawan
B.BP.001.05.19.0000328
B.BP.001.05.19.0000245
B.BP.001.05.19.0000318
B.BP.004.04.19.0000566
B.BP.001.05.19.0000204
KEHILANGAN
BANGLI
14
Rabu Pon, 8 Mei 2019
Wabup Sedana Arta Buka Lomba Sepeda Hias dan Pentas Kreativitas PAUD
Bali Post/kmb40
KE PASAR - Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Ketut Karyawan turun langsung ke Pasar Kayuambua untuk mengecek harga dan memastikan ketersediaan stok sembako.
Pastikan Ketersediaan Sembako Aman
Kapolsek Susut Turun ke Pasar Bangli (Bali Post) Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran belakangan ini mendapat perhatian pihak kepolisian. Untuk memantau kenaikan harga dan memastikan ketersediaan stok sembako tetap aman saat bulan puasa, jajaran Polsek Susut turun langsung ke pasar Kayuambua, Selasa (7/5) kemarin. Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Ketut Karyawan mengatakan, kegiatan monitoring ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti perintah Pimpinan Polri dalam memastikan stok sembako yang cukup saat bulan puasa. Karena itu
pihaknya bersama jajarannya turun ke pasar melaksanakan pemantauan harga, ketersediaan stok, dan kroscek barang dagangan yang sudah kedaluwarsa. Dari hasil pemantauan kemarin, dipastikan bahwa persediaan sembako di wilayah Susut masih mencukupi dan harga sembako sampai saat ini masih sesuai standar. “Meskipun ada beberapa yang mengalami kenaikan namun masih batas kewajaran,” ujarnya. Adapun salah satu bahan pokok yang mengalami kenaikan di pasar yakni gula pasir. Untuk harga satu sak gula
pasir yang beratnya 50 kg mengalami kenaikan dari Rp 525.000 menjadi Rp 560.000 per sak. AKP Karyawan mengatakan, kegiatan pemantauan ini akan terus dilakukanya untuk memastikan agar tidak ada penimbunan bahan pokok (sembako) serta pedagang nakal yang menaikkan harga dengan tidak wajar. Dengan upaya monitoring itu diharapkan kebutuhan pokok masyarakat dalam menjalani ibadah puasa hingga menjelang lebaran dan kegiatan keagamaan lainnya dapat tetap tercukupi dan terjangkau. (kmb40)
Gumitir Dijadikan Maskot Munculkan Pro-Kontra PHDI Segera Undang Tokoh Masyarakat dan Sulinggih
PRO-kontra di masyarakat terkait rencana Bupati Bangli menjadikan bunga gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli kembali mencuat. Hal itu menyusul dilaksanakannya Focus Group Discussion (FGD) untuk mematangkan rencana pembuatan maskot, Senin (6/5) lalu. Menyikapi banyaknya pro-kontra terkait pemilihan maskot di masyarakat, PHDI Kabupaten Bangli secara khusus berencana segera menggelar rapat dengan melibatkan sulinggih, pemangku, dan tokoh-tokoh masyarakat. Ketua PHDI Bangli Nyoman Sukra, Selasa (7/5) kemarin, mengungkapkan selama ini pihaknya menerima banyak masukan dari masyarakat Bangli terkait maskot Bangli. Masukan yang masuk melalui WA, maupun medsos, cenderung kurang setuju dan mempertanyakan alasan pemilihan bunga gumitir sebagai maskot Bangli. Tak ingin prokontra di
Nyoman Sukra
Bali Post/ina
masyarakat berlarut-larut, pihaknya pun berinisiatif menggelar pertemuan dengan para tokoh guna mendapatkan masukan secara resmi. “Nanti masukan itu akan kami jadikan dasar dalam memberikan rekomendasi kepada Bupati Bangli,” ujarnya. Sukra mengatakan sebuah maskot kabupaten harus bisa membangkitkan semangat serta kebanggaan masyarakat. “Sekarang, belum jadi maskot saja kita sudah mulai ditertawakan, dipakai untuk luculucuan. Belum jadi sudah seperti itu kesannya, apalagi kalau sudah jadi. Takutnya orang Bangli, bukannya bangga malah miris, malah jadi minder,” ungkapnya. Lebih lanjut dikatakannya saat menghadiri FGD di Kantor Bupati Bangli, Senin lalu, Sukra mengaku banyak memberikan masukan terkait pemilihan maskot. Menurutnya, warna bunga gumitir yang kuning, tidak cocok dengan Bangli. Secara filosofis, Bangli lebih cocok warna hitam. “Kalau kuning cocoknya untuk arah barat. Kalau di Bangli itu, warnanya hitam. Makanya kita bangga dengan baju hitamnya dan pucuk bang,” ujarnya. Meski pucuk sudah dipakai sebagai maskot Gianyar, Sukra mengatakan masih memungkinkan Bangli menggunakann pucuk bang atau pucuk rejuna yang merupakan bagian/jenis dari bunga pucuk. Atau jika memang tidak bisa mengunakan pucuk bang atau rejuna, menurutnya, Bangli bisa menggunakan bunga tunjung (teratai) sebagai maskot Bangli. “Bunga tunjung cocok karena sesuai kehidupan masyarakat Bangli. Bergulat dari bawah bergelimang lum-
Kelebihan Populasi Penyebab Harga Babi Anjlok Bangli (Bali Post) – Tingginya populasi babi yang tidak sebanding dengan permintaan pasar, menjadi penyebab anjloknya harga babi di tingkat peternak akhir-akhir ini. Hal itu diungkapkan Sekretaris Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bali Wayan Mupu, Selasa (7/5) kemarin. Mupu mengatakan sejak akhir tahun lalu, populasi babi mengalami kenaikan. Naiknya populasi babi terjadi karena banyak peternak yang berlomba-lomba memelihara babi di saat harga babi mahal. Sementara di sisi lain, permintaan pasar terhadap babi kini sedang turun. “Saat ini sedikit permintaannya karena tidak sedang musim upacara agama,” ujar peternak babi asal Bangli itu. Selain karena tidak sedang musim upacara agama, belum datangnya musim liburan juga mempengaruhi lesunya permintaan babi saat ini. Mupu mengatakan anjloknya harga babi sudah menjadi masalah klasik yang dihadapi peternak. Menurutnya, baik pemerintah maupun pihaknya di organisasi GUPBI selama ini cukup sulit untuk mengatasi persoalan itu. Pemerintah tidak bisa membatasi populasi lantaran babi menjadi salah satu hewan ternak yang banyak dipelihara masyarakat di hampir semua perdesaan. “Jadi memang sulit untuk menata populasinya. Kalau di masyarakat, babinya dipelihara sebagai tatakan banyu,” ujarnya. Sebagai peternak dirinya hanya bisa berharap harga babi kembali normal. Diprediksi, harga babi yang kini menyentuh angka Rp 24-26 ribu per kilogramnya akan kembali naik saat datangnya musim upacara agama. “Mulai Juni nanti kemungkinan naik lagi permintaannya karena musim ngaben,” imbuhnya. (kmb40)
pur, menembus air memberikan keseimbangan. Jadi tiga dimensi kita hidup. Filosofinya ada,” terangnya. Sukra juga kurang sependapat dengan pemilihan gumitir sebagai maskot, karena bunga ini tumbuh cepat dan layunya juga cepat. Pihaknya tidak ingin masyarakat Bangli seperti gumitir. Tak hanya itu, sesuai sastra tidak semua gumitir bisa dipergunakan persembahyangan ke pura. Bahkan ada larangan juga jangan sampai bunga gumitir dipergunakan untuk mercikang tirta. Pendapat yang tak jauh berbeda juga disampaikan budayawan asal Susut, Bangli, I Gede Agus Darma Putra. Dikatakan Darma Putra, Peradah yang difasilitasi oleh DPRD Bangli beberapa bulan lalu sejatinya sudah sempat melakukan diskusi terkait pemilihan maskot yang cocok untuk Bangli. Dalam diskusi itu, muncul usulan untuk menggunakan bunga padma atau tunjung sebagai maskot Bangli. Selain tunjung, muncul juga usulan menggunakan bunga jarak bang. Dikatakan Darma Putra, konon sejarahnya, menurut penuturan orang tua terdahulu, Bangli dulunya dipenuhi jarak bang. Dia mengatakan dalam pembuatan maskot, pemerintah disarankan memilih sesuatu yang memiliki nilai filosofis tinggi. Kalau selain bunga, opsi lain yang bisa dipakai yakni gunung, danau atau anjing Kintamani. (ina)
RATUSAN siswa dari 21 Sekolah Dasar di Kabupaten Bangli antusias mengikuti lomba sepeda hias yang diselenggarakan serangkaian HUT ke-815 Kota Bangli, Senin (6/5). Lomba yang mengambil start di depan Kantor Bupati Bangli dilepas langsung Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta. Lomba sepeda hias berlangsung semarak disaksikan ribuan masyarakat Bangli. Selain lomba sepeda hias, pada hari yang sama juga dilaksanakan pentas kreativitas PAUD. Tampak hadir dalam lomba tersebut Asisten I Pemerintahan dan Kesra I Nyoman Pudja dan Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga I Nyoman Suteja. Wabup Sedana Arta menyampaikan, di samping sebagai agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk memeriahkan peringatan HUT Kota Bangli, lomba sepeda hias dan pentas kreativitas PAUD merupakan wahana yang tepat untuk memberi ruang bagi anak-anak untuk berkreasi sesuai seni dan imajinasinya. “Ini merupakan kegiatan yang positif yang memberi ruang bagi anak-anak untuk berkreasi. Apalagi di usia anak-anak, mereka bisa mengaplikasikan imajinasi mereka dengan karya yang sangat inspiratif,” terang-
nya. Terbukti, dalam lomba sepeda tersebut, ada yang menghias sepeda dengan bentuk burung garuda, kendaraan tempur, perahu, barong dan lainnya. Demikian juga dalam pentas kreativitas PAUD ini, banyak sekali seni yang ditampilkan mulai dari tradisional hingga modern. Hal itu menunjukkan masih melekatnya budaya seni yang tertanam dan perlu digali terus untuk dikembangkan. “Ini kegiatan yang positif dan ispiratif.
Kita sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya menanamkan jiwa kreatif kepada anak sejak usia dini,” kata Sedana Arta. Sementara itu, dewan juri I Ketut Wakil mengatakan, sesuai tema dalam HUT kali ini, adapun kreteria lomba sepeda hias meliputi kreativitas, kerapian/ keserasian dan keindahan. Jarak tempuh lomba sepeda hias mencapai 2 km dengan rute, start dari depan Kantor Bupati Bangli ke utara menuju catus pata Bangli,
Pura Kehen, LC Uma Bukal lalu ke patung Adipura dan finish di Lapangan Kapten Mudita Bangli. Penilaian penentuan juara lomba sepeda hias dilakukan sebelum peserta dilepas. Dari hasil penilaian juri, juara I lomba sepeda hias diraih SDN I Kawan, disusul SDN I Cempaga sebagai juara II dan juara III SDN 4 Kayubihi. Hadiah kepada pemenang diserahkan Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kab. Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta. (ad334)
LOMBA - Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta melepas peserta lomba sepeda hias serangkaian HUT ke–815 Kota Bangli.
Anggaran Diprioritaskan untuk Pengendalian Rabies
Kontes Anjing Kintamani Ditiadakan Bangli (Bali Post) Kontes anjing Kintamani yang sejak beberapa tahun terakhir rutin digelar Pemkab Bangli untuk memeriahkan perayaan HUT Kota Bangli, tahun ini ditiadakan. Kontes anjing Kintamani tak masuk dalam agenda perayaan HUT ke-815 Kota Bangli lantaran anggaran yang dimiliki Pemkab terbatas. Selama ini kontes anjing Kintamani menjadi salah satu agenda perayaan HUT Bangli yang ditunggutunggu masyarakat terutama para pecinta anjing Kintamani. Kontes anjing Kintamani yang biasanya digelar di Lapangan Kapten Mudita, selalu dipadati masyarakat. Selain sebagai hiburan, kontes anjing Kintamani juga efektif untuk mengajak dan mendidik masyarakat untuk mencintai serta memperhatikan kesehatan hewan peliharaannya.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Sri Rahayu saat dikonfirmasi, Selasa (7/5) kemarin mengakui, kontes anjing Kintamani tak masuk dalam agenda perayaan HUT ke-815 Kota Bangli. Alasannya karena anggaran yang dimiliki lebih diprioritaskan untuk pengendalian rabies. “Karena Bangli masuk tiga kabupaten di Bali yang banyak kasus rabiesnya. Sehingga anggaran diprioritaskan untuk pengenda-
Bali Post /kmb40
KONTES - Anjing Kintamani yang menjadi peserta kontes saat HUT Bangli beberapa tahun lalu.
lian rabies,” terangnya. Disebutkan Sri Rahayu, untuk menyelenggarakan kontes anjing Kintamani, anggaran yang dibutuhkan mencapai ratusan juta rupiah. Seperti pada tahun lalu, pelaksanaan kontes anjing Kintamani menyedot anggaran Rp 150 juta. “Kita saat ini tidak melaksanakannya. Tapi rencananya tahun ini Perkin akan melaksanakan kontes anjing Kintamani berskala internasional,” ujarnya. Sementara itu disinggung mengenai upaya Dinas PKP Bangli dalam melestarikan anjing Kintamani
terlebih pascamendapat pengakuan FCI sebagai anjing ras dunia, Sri Rahayu mengatakan, pihaknya saat ini berupaya mengaktifkan kembali pembinaan terhadap kelompok-kelompok ternak anjing Kintamani di tiga desa. Pembinaan harus dilakukan agar pengakuan sebagai anjing ras dunia tersebut bisa tetap dipertahankan. Dalam upaya pelestarian anjing Kintamani rencananya pemerintah provinsi melalui dinas terkait akan memberikan bantuan kandang pemeliharaan ke kelompok ternak di tiga desa, yakni Sukawana, Siakin, dan Pinggan yang menjadi habitat asli anjing Kintamani. “Kalau itu terealisasi, kemungkinan tahun 2020,” tandasnya. (kmb40)
OLAHRAGA
Rabu Pon, 8 Mei 2019
Besok, Muskot PSSI Denpasar Denpasar (Bali Post) – Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Denpasar dijadwalkan digelar Kamis (9/5) besok. Muskot ini untuk memilih Ketua Umum Askot PSSI Kota Denpasar masa bakti 2019-2023. Ketua Panitia Muskot I Gusti Ketut Anom, di Denpasar, Selasa (7/5) kemarin, menjelaskan muskot akan memilih ketua umum baru guna menggantikan ketua umum sebelumnya, Eko Supriadi. Sebab, Eko Supriadi menyatakan tidak bersedia dipilih kembali. Pemilihan ketua umum yang baru akan ditentukan oleh klub anggota Perseden dan Asosisasi SSB Kota Denpasar. ‘’Kami inventarisasi di Denpasar saat ini terdapat 19 klub sepak bola. Kami pastikan pemilik suara tidak lebih dari 21,’’ tutur Gusti Ketut Anom. Menurutnya, calon ketua umum Askot PSSI Denpasar harus diusung oleh klub– klub dan Asosiasi SSB. Selain itu, kandidat ketua umum dituntut memaparkan visi dan misi program yang akan dijalankan sebagaimana Statuta PSSI. Rangkaian acara muskot bakal diawali pembukaan, selanjutnya pengesahan susunan acara dan tata tertib serta laporan pertanggungjawaban pengurus lama. (022)
15
Liga Champions
Ajax Menuju ’’Treble’’ Tottenham Percaya Diri Amsterdam –
Ajax unggul 1-0 atas Tottenham pada laga pertama semifinal di London
pekan lalu. Bintang-bintang muda seperti Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong dan Donny van de Beek memikat Eropa setelah mengalahkan Real Madrid dan Juventus. Para pemain itu telah mendominasi tajuk utama dan
People Power Dari Hal. 1 Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan apabila ada pengerahan kekuatan massa atau people power yang ditujukan dengan kepentingan untuk menjatuhkan pemerintah yang sah maka penggeraknya bisa dijerat hukuman pidana. Tito meminta semua pihak menempuh caracara yang sesuai konstitusi apabila merasa keberatan dengan hasil pemilu. Jangan sampai protes dan kiritik atas hasil pemilu dilakukan dengan cara yang melanggar hukum. ‘’Kita minta semua pihak untuk bersikap dewasa. Kita menghormati prosesproses yang ada dan tidak melakukan pelanggaran hukum, sehingga kita harapkan kedamaian dan keamanan bisa terjamin bagi bangsa yang kita cintai,’’ tegas Tito. Dia menegaskan apabila people power bertujuan untuk menggulingkan pemerintah yang sah maka pencetus people power tersebut bisa dikenai pasal 107 KUHP tentang permufakatan ma-
kar. ‘’Ini adalah undang-undang yang dibuat oleh rakyat. Itu bahasanya jelas. Yaitu perbuatan untuk menggulingkan pemerintah yang sah, maka ada ancaman pidananya,’’ terang Tito. Menurutnya, Polri dan TNI beserta penegak hukum lainnya akan merapatkan barisan untuk mencegah dan mengatasi terhadap pihak-pihak yang berupaya mengerahkan kekuatan massa untuk tujuan yang melanggar konstitusi. Tito juga mengatakan bahwa Pemilu 2019 yang diikuti sekitar 193 juta pemilih pada 17 April sebenarnya merupakan kekuatan people power sesungguhnya. ‘’Kami mengingatkan kepada semua pihak ini pemilu yang diikuti 81 persen dari rakyat Indonesia. People power sebenarnya ya… people power 17 April itu,’’ jelas Tito. (kmb4)
Dari Hal. 1 Sementara itu, isak tangis keluarga korban I Made Budi pecah saat korban yang akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.30 Wita dibawa ke rumah duka. Istri korban, Ni Made Nyadri, pun tak kuasa melihat tubuh suaminya yang sudah terbujur kaku. Ia bahkan sempat pingsan.
Tidak hanya keluarga, krama subak maupun krama adat juga sudah ramai menunggu kedatangan jenazah di rumah duka. Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan didampingi Kepala BPBD Tabanan Gusti Sucita me-
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Upacara Rsi Yadnya (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Adi Parwa (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Inovator Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Bali Channel Tourist TV
11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita
Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Dharma Wacana Upacara Rsi Yadnya (2) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shooping Klip Bali Ocydia Home Shooping Seputar Bali Terkini Agrobisnis Ikan Koi Kian Diminati Masyarakat Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Dialog Interaktif Ambarasram Lila Cita Sanggar Sri Kencana
Jika melakukan sesi latihan sore seperti biasanya, Teco khawatir karena mereka belum minum dan makan. Tentu hal tersebut akan mengganggu kondisi fisik para pemain. ‘’Untuk itu, kami akan mengadakan latihan pada malam hari setelah mereka berbuka puasa,’’ imbuhnya. Disinggung mengenai fasilitas penunjang dalam program
latihan malam yang akan dilaksanakan selama masa puasa hingga porsi latihan fisik terhadap pemain, pelatih asal Brazil tersebut sudah berkoordinasi manajemen tim terkait fasilitas penerangan. Sementara materi latihan tidak ada yang berubah seperti sebelumnya. Pemain Bali United dijadwalkan kembali menjalani latihan pada Kamis (9/5) besok. (kmb)
Bali United Jadwalkan Latihan Malam
Bali Post/afp
MENANG – Kapten Ajax Matthijs de Ligt memenangkan perebutan bola dengan pemain Tottenham Lucas Moura pada laga pertama semifinal pekan lalu.
Isak Tangis
nyambangi rumah warga yang menjadi korban jembatan jebol di Desa Perean. Selain bentuk turut berdukacita, jajaran terkait juga menyerahkan bantuan kepada pihak keluarga korban. Dari pantauan di lapangan, evakuasi hanya bisa dilakukan secara manual, bahkan
Rabu, 8 Mei 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:05 Wita 11:05 Wita
Ten Hag (49) sudah melakukan pekerjaan luar biasa sampai sekarang. Saat menjadi pemain, Piala Belanda 2001 adalah satusatunya trofi utama yang dimenangkannya di lapangan. Sebagai gelandang, Ten Hag adalah kapten Twente ketika mengalahkan PSV melalui adu penalti di final. ‘’Dia adalah kapten, memimpin dengan contoh dan selalu memiliki kepercayaan diri. Dia setia kepada klub dan rekan satu timnya, menyukai permainan dan senang berbicara tentang permainan,’’ kata Scott Booth, mantan rekannya di Twente kepada AFP, Selasa (7/5) kemarin. ‘’Apa yang dia lakukan dengan pemain-pemain muda seperti itu luar biasa. Orang-orang seperti De Ligt, De Jong dan Van de Beek baru saja keluar dari akademi dan sudah bermain seperti veteran. Ten Hag pantas mendapatkan pujian besar,’’ ujar mantan striker Pierre van Hooijdonk yang sekarang seorang pakar terkemuka kepada stasiun TV NOS.
Optimis Sementara itu, manajer Tottenham Mauricio Pochettino optimis klubnya bisa mencapai final Liga Champions perdana meski kalah di kandang pekan lalu. Timnya akan berusaha membalikkan defisit 0-1 di hadapan pendukung Ajax. Ia berharap sikap percaya dirinya ditransfer oleh para pemainnya. Menjelang dijamu Ajax, Tottenham kalah 0-1 di Bournemouth dalam lanjutan Liga Utama Inggris. Kehilangan tiga poin menghentikan harapan mereka membungkus tempat di Liga Champions musim depan melalui finis empat besar di Liga Primer. Itu merupakan kekalahan ketiga beruntun di semua kompetisi plus kartu merah untuk Son Heung-min dan Juan Foyth. Untungnya Arsenal dan Manchester United ditahan imbang pada laga lainnya. Menurut Pochettino, minggu ini luar biasa buat timnya dan itu sebabnya harus terus maju, berusaha pulih sesegera mungkin dan siap lagi. ‘’Apa pun yang terjadi, saya akan merasa bangga. Tidak ada yang percaya kami akan berada di posisi ini di minggu terakhir kompetisi. Kami berada dalam posisi di mana itu tergantung pada kami untuk berada di final (Liga Champions) atau tidak dan kemudian tergantung pada kami untuk finis di empat besar,’’ papar pelatih asal Argentina ini. (afp/kmb)
Ajax sedang dalam proses menulis bab baru di Amsterdam. Pelatih Erik ten Hag membawa mereka menuju treble pertama sejak zaman Johan Cruyff pada 1972. Ajax mengalahkan Willem II 4-0 untuk memenangkan Piala Belanda, berebut gelar Eredivisie dengan PSV Eindhoven dan selangkah lagi lolos ke final Liga Champions pertama sejak 1996 jika mampu menyingkirkan Tottenham Hotspur pada Kamis (9/5) dini hari (03.00 Wita).
18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
& Rimantaka (2) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe Wirasa Peduli Sesama Mahadewi Lila Cita Calonarang Rarung Duta, Desa Pakraman Pemogan (3) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shooping Bali Channel
alat berat yang didatangkan harus balik kanan lantaran tidak bisa menjangkau lokasi kejadian. Proses evakuasi dibantu tim SAR Polda Bali yang membawa alat pemecah beton, dibantu TRC BPBD Tabanan, pihak TNI dan Kepolisian serta warga setempat. (kmb28)
Mangupura (Bali Post) – Beberapa pemain Bali United yang beragama muslim menjalankan ibadah puasa selama sebulan lebih terhitung mulai Senin (6/5) lalu. Ibadah puasa kali ini juga berte- patan dengan persiapan menyambut Liga 1 2019. Terkait hal tersebut, Pelatih Kepala Bali United Stefano Cugurra memiliki rencana dalam mengatur jadwal latihan. Selain memberikan waktu libur selama tiga hari pascalaga kedua babak delapan besar Piala Indonesia melawan Persija Jakarta, ia juga berencana mengadakan sesi latihan pada malam hari selama bulan Ramadan. ‘’Kami menghormati mereka yang muslim saat menjalani puasa,’’ ujar pelatih yang akrab disapa Teco ini, dikutip dari situs Bali United, Selasa (7/5) kemarin.
balipost http://facebook.com/balipost
Wakil Denpasar di DPRD Bali
PSI Rebut Kursi Gerindra, PDI-P Raih Lima5 Kursi
PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai peserta baru dalam Pemilu 2019, untuk Kota Denpasar cukup mendapatkan simpati. PSI berhasil mengubah komposisi dua kursi DPRD Kota Denpasar. Selain itu, PSI Kota Denpasar juga berhasil merebut satu kursi di DPRD Provinsi Bali. PSI menggeser Gerindra 2014 posisi2019 yang sebelumnya meraih satu kursi di DPRD Bali. DataPDI-P yang dihimpun dalam Pemilu 18 2014, komposisi 22 delapan kursi DPRD Bali dari Denpasar diraih oleh PDI-P sebanyak 4 kursi, Golkar 8 2 kursi, Gerindra GOLKAR 8 dan Demokrat masing-masing 1 kursi. Dalam Pemilu 2019, berdasarkan DEMOKRAT 6 perolehan4suara parpol untuk DPRD Bali, PDI-P meraih sebesar 181.545 suara, disusul Partai Golkar 50.8414suara, 5 GERINDRA PSI meraih 19.535 suara, Demokrat 17.710 suara dan Gerindra 17.522 suara. Dari 4 jumlah tersebut, HANURA 2 berdasarkan sistem Sainte Leque, komposisi kursi DPRD PKS dari PDI-P bertambah menjadi 3 5 kursi, 0Golkar berkurang menjadi 1 kursi, bahkan Gerindra kehilangan kursi digantikan oleh PSI 1meraih 1 kursi, 3 dan NASDEM Partai Demokrat masih tetap bertahan untuk 1 kursi. Untuk 0 Grace Anastasia 2 PSIPSI, satu kursi diraih Surya Widjaja. Dari Golkar diraih Ketut Suwandhi dan dari Partai Demokrat diraih Dra. Utami Dwi Suryadi. (dar)
Perbandingan Perolehan Kursi DPRD Kota Denpasar
GOLONGAN KARYA
HANURA
PARTAI NURAI RAKYAT
PARTAI KEADILAN
SEJAHTERA
Perbandingan Perolehan Kursi DPRD BALI DAPIL Denpasar
GOLONGAN KARYA
PDI-P GOLKAR PSI DEMOKRAT GERINDRA
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Rabu Pon, 8 Mei 2019
2014
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
2019
4 2 0 1 1
5 1 1 1 0
Daftar Caleg Petahana DPRD Denpasar yang Gagal l Umar Dany (PKS) l Muhammad Nuh Fatah (PKS) l I Wayan Narsa (Gerindra) l A.A. Made Sumenadi (Hanura) l I Nyoman Tamayasa (Hanura) l I Gede Made Arya Jembawan (Hanura) l A.A. Alit Putra (Demokrat) l I Gede Semara (Demokrat) l I Made Suweta (PDI-P) DATA CALEG DPRD KOTA DENPASAR 2019-2024
Wajah DPRD Denpasar Hasil Pemilu 2019
PSI Pendatang Baru, PDI-P dan NasDen Tambah Kursi Denpasar (Bali Post) – Pemilu 2019 telah berlangsung. Bahkan, KPU kabupaten/kota telah melakukan pleno rekapitulasi hasil pemilu lalu. Seperti yang dilakukan KPU Denpasar, Senin (6/5) lalu. Proses pleno rekapitulasi yang dilakukan KPU Denpasar secara keseluruhan baru bisa berakhir pukul 24.00 tengah malam. Ketua KPU Denpasar I Wayan Arsa Jaya ditemui di kantornya, Selasa (7/5) kemarin, mengaku bersyukur proses pleno berjalan dengan lancar. Meski sudah pleno, namun pihaknya belum mengeluarkan data terkait caleg tingkat Kota Denpasar yang lolos. Karena kewenangan itu
DENBAR DAPIL 2 (JATAH 7 KURSI) l I Nyoman Kari Santika 4.706 suara, (PDI-P) incumbent l AA Gede Mahendra 3.458 suara (Golkar)/incumbent l I Made Mulyawan Arya 5.813 suara (Gerindra)/ incumbent l I Nyoman Tananjaya Asmara Putra 4.266 suara (PDI-P)/incumbent l A.A. Ketut Asmara Putra 3.834 suara (Demokrat) incumbent l I.B. Ketut Wirajaya 3977 suara (PDI-P)/new comers l I Putu Tjawi 1.535 suara (PDI-P)/incumbent DENUT (JATAH 12 KURSI) l I Ketut Suteja Kumara 6.214 suara (PDI-P) incumbent l I Wayan Sutama 5.251 suara, (PDI-P)/incumbent l Putu Oka Mahendra 6.719 suara (Golkar)/incumbent l I.B. Jagra Wibawa 5.104 suara, (PDI-P)/new comers l Eko Supriadi 4.834 suara, (PDI-P)/incumbent l I Nyoman Gede Sumara Putra 4.145 suara (PDI-P) new comers l I Wayan Suwirya 3.464 suara (Golkar)/incumbent l I Nyoman Sumardika 3.735 suara (PDI-P) new comers l A.A. Ngurah Widiada 1.995 suara (NasDem) incumbent l I Ketut Sudana 994 (Gerindra)/new comers l A.A. Susruta Ngurah Putra 2.041 (Demokrat) incumbent l Agus Wirajaya 1210 (PSI)/new comers DENTIM (JATAH 8 KURSI) l I Gusti Ngurah Gede 7.066 suara, (PDI-P)/incumbent l I Ketut Budha 5.017 suara, (PDI-P)/incumbent l I Wayan Warka 3.643 suara, (PDI-P)/incumbent l I Putu Gede Menala Wisnawa 2.785 suara (PDI-P) incumbent l I Wayan Gatra 1.363 suara (NasDem)/new comers l Putu Metta Dewinta Wandy 3.699 suara (Golkar) incumbent l I.B. Mayun Komala Putra 2.832 suara (Golkar) incumbent l I Made Sukarmana 1.924 Suara (Demokrat) incumbent DENSEL (JATAH 12 KURSI) l I Kadek Agus Arya Wibawa 9.510 suara, (PDI-P) /incumbent l I Wayan Suadi Putra 4.713 suara, (PDI-P)/incumbent l A.A. Ketut Sujana 3.780 suara, (PDI-P)/new comers l I Nyoman Darsa 3.678 suara, (PDI-P)/incumbent l I Made Setiadi 2.934 suara. (PDI-P)/incumbent l I Wayan Mariyana Wandhira 3.931 Suara (Golkar) incumbent l I Wayan Sugiarta 2.835 Suara (Golkar)/incumbent l I.B. Ketut Kiana 1.694 Suara (Hanura)/incumbent l Ketut Budiarta 3.378 (Gerindra)/incumbent l A.A. Gede Ariawangsa 4.737 (Demokrat)/incumbent l I Made Yogi Arya Dwi Putra 1.245 (NasDem) new comers l Emiliana Sri Wahjuni 570 (PSI)/new comers
PDI Perjuangan (PDI-P) mampu menambah kursi lagi empat dari sebelumnya hanya 18 kursi. Hal yang sama juga dialami Partai NasDem. Bila sebelumnya hanya mampu menempatkan kadernya hanya satu orang, kini berhasil mendudukkan kadernya di lembaga legislatif sebanyak tiga orang.
Peta Perolehan Kursi DPRD Kabupaten/Kota
dipercayakan kepada masingmasing kader. ‘’Di satu sisi kita bersyukur, basis kerja kita bersama telah terlihat hasilnya dan cukup bagus,’’ kata Ngurah Gede. Dikatakan, dengan penambahan kursi lagi empat, berarti kini PDI-P akan mampu mengantarkan 22 kadernya di dewan. Sebelumnya, pada Pemilu 2014, partai berlambang kepala banteng bermulut putih dalam lingkaran ini hanya mampu mendudukkan 18 kader terbaiknya di Dewan Kota Denpasar. (kmb12)
Gerindra dan Demokrat Banyak Berkurang, NasDem Bertambah HASIL pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten/ kota menunjukkan gambaran perolehan kursi di tingkat DPRD kabupaten/kota seBali. Dibandingkan hasil Pemilu 2014 lalu, PDI-P menjadi parpol paling banyak menambah kursi, diikuti NasDem. Sementara jumlah kursi yang dikuasai Golkar relatif stabil. Parpol yang banyak kehilangan kursi adalah Gerindra dan Demokrat.
Daerah yang penambahan paling banyak untuk PDI-P dihasilkan di DPRD Badung. Dari hasil 2014 PDI-P menguasai sebanyak 16 kursi, di Pileg 2019 bertambah sebanyak 12 kursi menjadi 28 Kursi. Tambahan kursi terbanyak kedua untuk PDI-P didapatkan di Gianyar yakni dari 16 kursi menjadi 26 kursi, disusul Tabanan dari 22 kursi menjadi 28 kursi. Hampir di semua kabuapten/
kota PDI-P mengalami kenaikan, kecuali Karangasem. Gerindra dan Demokrat perolehan kursinya berkurang hampir semua daerah. Demokrat mengalami pengurangan paling banyak di Badung. Pada Pemilu 2014, Demokrat menguasai 7 kursi, sementara 2019 berkurang 5 kursi hingga menjadi hanya 2 kursi. Di Tabanan dan Karangasem, kursi Demokrat berkurang sebanyak 3 kursi
masing-masing dari 4 kursi menjadi 1 kursi dan dari 5 kursi menjadi 2 kursi. Gerindra mengalami pengurangan kursi terbanyak di Buleleng yakni dari 8 kursi menjadi 3 kursi. Sementara di daerah lain bervariasi berkurang antara 1 hingga 2 kursi. Kekuatan Gerindra masih stabil di Klungkung yakni tetap di angka 8 kursi. Kekuatan yang nampak bertambah dihasilkan NasDem.
Perbandingan Perolehan Kursi DPRD Kabupaten/Kota Se-Bali Per Parpol DPRD Denpasar
GOLONGAN KARYA
DENBAR DAPIL 1 (JATAH 6 KURSI) l A.A. Putu Gde Wibawa 3.745 suara, (PDI-P)/incumbent l I Ketut Beji 3.036 suara, (PDI-P)/incumbent l I Wayan Duaja 2.389 suara (Golkar)/incumbent l I Gede Westra 2.531 Suara (Hanura)/new comers l I Kompyang Gede 2.026 Suara (Gerindra)/ incumbent l I Gusti Made Wira Namiartha 2.224 Suara (PDI-P) new comers
akan dilakukan pusat. ‘’Pusat yang akan mengesahkan hasil pemilu terkait caleg yang lolos,’’ ujarnya, kemarin. Meski demikian, dari hasil perolehan suara yang diplenokan, sudah bisa dilihat perolehan suara masing-masing partai politik maupun calegnya. Untuk Denpasar, dipastikan
Bahkan, yang mengejutkan partai pendatang baru yakni PSI berhasil mengantarkan dua kadernya duduk di kursi dewan. Ironisnya, PKS yang sebelumnya menduduki tiga kursi dewan, kini harus rela berada di luar, karena tak satu pun kadernya berhasil meraih kursi dewan. Ketua DPC PDI-P Denpasar I Gusti Ngurah Gede mengaku bersyukur atas perolehan suara pada pemilu kali ini. Kondisi ini tidak lain akibat kinerja kader secara bersama-sama untuk mewujudkan amanat partai yang
HANURA
PARTAI NURAI RAKYAT
PARTAI KEADILAN
SEJAHTERA
PDI-P GOLKAR DEMOKRAT GERINDRA HANURA PKS NASDEM PSI
DPRD Karangasem
PDI-P GOLONGAN KARYA
HANURA
PARTAI NURAI RAKYAT
PARTAI KEADILAN
SEJAHTERA
GOLKAR NASDEM GERINDRA HANURA DEMOKRAT PERINDO PKS PKPI
2014
2019
18 8 6 5 4 3 1 0
22 8 4 4 2 0 3 2
2014
2019
12 13 5 5 2 5 0 1 2
12 11 9 5 3 2 2 1 0
DPRD Tabanan
GOLONGAN KARYA
GERINDRA NASDEM HANURA
PARTAI NURAI RAKYAT
GOLONGAN KARYA
HANURA
PARTAI NURAI RAKYAT
PDI-P GOLKAR GERINDRA DEMOKRAT NASDEM HANURA
2014
16 10 4 7 1 2
PDI-P
22 6 4 2 4 2
28 5 3 3 1 0
2014
2019
10 3 8 2 3 3 1 0
DPRD Jembrana
2014
2019
PDI-P
14 4 4 4 2 4 0 1 2
18 6 4 3 2 1 1 0 0
GOLONGAN KARYA
GOLKAR GERINDRA DEMOKRAT NASDEM
HANURA
PARTAI NURAI RAKYAT
HANURA PERINDO PKPI
HANURA
PARTAI NURAI RAKYAT
PARTAI KEADILAN
SEJAHTERA
GOLKAR GERINDRA DEMOKRAT PKB HANURA PPP NASDEM PKS
Wiranto akan ’’Take Down’’ Medsos Sebar Ujaran Kebencian Jakarta (Bali Post) – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan akan menutup akun-akun media sosial yang melakukan ujaran kebencian, menghasut, radikalisme, dan sebagainya. ‘’Sekarang kan banyak sekali adanya aksi-aksi apakah itu fisik atau melalui media cetak, media elektronik dan medsos yang hiruk-pikuk banyak sekali. Tapi yang saya soroti adalah medsos,’’ kata Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (7/5) kemarin. Menurutnya, ada puluhan juta akun yang tumbuh di Indonesia dan di antara puluhan juta akun itu sebanyak 700 ribu akun yang sudah di-take down atau dihentikan Kemenko Polhukam karena mengandung ujaran-
2019
7 4 8 3 1 5 0 2
2019
28 7 2 2 1 0
DEMOKRAT HANURA
DPRD Klungkung
GOLONGAN KARYA
DPRD Badung
PDI-P GOLKAR
2014
ujaran kebencian, radikalisme, pornografi, hasutan-hasutan dan lainnya. ‘’Tetapi, ternyata tidak juga jera, maka terus berlanjut. Makanya, kemarin saya sampaikan pemerintah akan lebih tegas lagi men-take down medsos yang nyata-nyata menghasut, melanggar hukum dan sebagainya,’’ kata Wiranto. Ia pun membantah bila pemerintah akan menghentikan media massa, baik media cetak, media online atau media elektronik yang melakukan ujaran kebencian dan menghasut. ‘’Jangan campur-adukkan dengan media cetak. Media cetak itu ada aturannya, ada Dewan Pers di sana yang akan menegur. Kemudian media elektronik sudah ada KPI yang akan memberikan teguran bila ada yang melanggar hukum,’’ katanya.(ant)
Partai besutan Surya Paloh ini mencatatkan kenaikan di sejumlah daerah seperti Denpasar, Bangli, Buleleng, Karangasem dan Klungkung. Penambahan terbanyak terjadi Buleleng dari Pileg 2014 hanya 1 kursi menjadi 4 kursi di Pileg 2019. Di Denpasar, NasDem mengalami kenaikan 2 kursi dari 1 kursi menjadi 3 kursi. Namun di Gianyar, NasDem kehilangan kursi sama seperti di Jembrana. (ata)
DPRD Buleleng
PDI-P
2014
2019
PKPI
15 7 6 6 4 6 0 0 2
18 6 5 3 5 6 1 1 0
DPRD Gianyar
2014
2019
GOLONGAN KARYA
GOLKAR GERINDRA DEMOKRAT NASDEM
HANURA
PARTAI NURAI RAKYAT
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
HANURA PERINDO PKB
PDI-P GOLONGAN KARYA
GOLKAR GERINDRA DEMOKRAT
HANURA
PARTAI NURAI RAKYAT
PKPI NASDEM HANURA
DPRD Bangli
PDI-P GOLONGAN KARYA
GOLKAR DEMOKRAT GERINDRA NASDEM
HANURA
PARTAI NURAI RAKYAT
HANURA PKPI
16 7 5 5 2 2 3
26 5 3 5 1 0 0
2014
2019
13 5 4 3 0 2 3
16 6 3 1 2 1 1
Tingkat Partisipasi Pemilih di Badung di Atas 80 Persen
Mangupura (Bali Post) Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Badung pada pemilu serentak tahun 2019 terbilang sangat memuaskan. Tingkat partisipasi melebihi target atau di atas 80 persen. Menurut Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta, Selasa (7/5) kemarin, tingkat partisipasi pemilih di Badung itu dihitung secara kasar dari data DA 1 yang masuk dan pemilihan untuk tingkat presiden, mencapai 84 persen. Sedangkan untuk rata-rata per variannya yaitu pemilihan DPR, DPD, DPRD provinsi maupun kabupaten/kota, partisipasi pemilih mencapai di atas 80 persen. Ini menurutnya sesuai dengan harapan yang ditetapkan dari target pemilihan Gubernur tahun 2018. Saat itu partisipasi pemilih hanya mencapai 77,7 persen. ‘’Pemilu serentak ini sudah sesuai dengan target, yaitu mencapai di atas 80 persen,’’ tegasnya. Di Badung, jumlah DPT sebanyak 384.609 orang. Dari jumlah itu, warga yang menggunakan hak pilih pada Pilpres sebanyak 340.559 orang. Jumlah ini menandakan tingkat partisipasi pada pemilu serentak tahun ini cukup banyak. Pada pemilihan presiden, di Badung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraup 312.813 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno mendapat 23.357 suara. (kmb23)