terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
12 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 199 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Minggu Pon, 8 Maret 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Wagub Semprotkan Disinfektan
Satua Bali
“Membekukan” Subjek
Wakil Gubernur Bali, Cok Ace, memimpin langsung penyemprotan disinfektan di Pelabuhan Penyeberangan ke Nusa Penida dan Lembongan di Sanur, Sabtu (7/3) kemarin. Gerakan hygiene dan sanitasi lingkungan ini untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Bali Orti membahas mengenai keberadaan satua-satua Bali yang masih hidup di tengah-tengah masyarakat. Apa fungsi penting satua tersebut? Bali Orti | HAL. 7
Teknik freezing biasanya diterapkan oleh fotografer untuk ‘’membekukan’’ subjek yang bergerak cepat. Gerakan anak-anak yang berlari, burung yang sedang terbang menjadi berhenti.
Daerah | HAL. 2
Fotografi | HAL. 8
TERGENANG - Denpasar dilanda hujan lebat. Akibatnya sejumlah jalan tergenang. Tampak Jalan Kenyeri dan Jalan By-pass Ngurah Rai-Sanur tergenang cukup lama.
Hujan Lebat Sejam, Sejumlah Jalan di Denpasar Tergenang Denpasar (Bali Post)Hujan lebat selama satu jam yang melanda Kota Denpasar, Sabtu (7/3) kemarin menyebabkan sejumlah jalan tergenang air hingga 1 meter. Kondisi terparah terjadi di Jl. Kenyeri Denpasar, jalan sepanjang 2 Km tergenang air tingginya hingga 1 meter. Akibatnya banyak kendaraan mogok dan jalan tak bisa dilalui selama beberapa jam. Jalan By-Pass Ngurah Rai Sanur, tepatnya di depan Circle K juga tergenang air. Sejumlah sepeda motor warga yang melintasi genan-
gan air tersebut mogok. Tak hanya itu, kondisi ini juga menimbulkan kemacetan hingga dua kilometer. Hasil pemantauan
Rancang Konsep yang Menyenangkan Berkebun di tabulampot (tanaman buah dalam pot), bisa menjadi salah satu cara menumbuhkan rasa cinta berkebun bagi di masyarakat. Rasa cinta berkebun ini harus ditumbuhkan sejak dini mulai dari masa anak-anak. I Gusti Alit Gunadi kerap menerima permintaan dari sekolah untuk mengajarkan dan memrogramkan anak– anak didik di sekolahnya untuk mengikuti program berkebun.
wartawan Bali Post di lokasi menunjukkan, genangan air di jalur sebelah barat tersebut cukup tinggi, diperkirakan selutut orang
dewasa. Pengendara motor yang datang dari selatan, tampak banyak yang terjebak di tengah genangan. Bahkan, motornya ada yang mati dan terpaksa diparkir di depan Circle K. “Motor warga banyak yang mati ketika melewati genangan air tersebut,” kata salah satu warga setempat, Komang Putra.
BPM/bit
BIODINAMIK - Para pegiat biodinamik tengah mempraktikan pembuatan kompos biodinamik dari bahan alam seperti kotoran sapi dan jerami.
Jakarta ( Bali Post) Pemerintah menyatakan kondisi kesehatan empat pasien positif virus Corona jenis baru (Covid-19) yang diisolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta, terus membaik. Sementara pasien yang meninggal setelah sempat diisolasi di Yogyakarta negatif, bukan akibat Corona. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona, Achmad Yurianto, di Kantor Presiden di Jakarta, Sabtu (7/3) kemarin mengatakan, pasien 1 dan 2 tinggal menjalani pemeriksaan laboratorium. Jika hasil laboratorium menunjukkan pasien 1 dan 2 negatif, maka mereka akan dipulangkan dari RSPI Sulianti Saroso. “Yang kasus nomor satu dan dua tinggal pemeriksaan lab, kalau sudah negatif akan dipulangkan,” kata Yuri. Hal. 11 Tak Panas dan Pilek
TANAMAN buah dalam pot atau yang lebih dikenal dengan istilah tabulampot kini menjadi trend berkebun buah di lahan sempit. Dengan teknik ini, masyarakat dapat memiliki pohon buah meskipun lahan pekarangannya kecil.
Di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian (FPKP) Unud, Pegok seluas 1 ha lebih inilah ia membawa anak– anak sekolah mengenal pertanian dan berkebun. Ia menyiapkan polybag, lahan, bibit, pupuk dan bahan– bahan lain untuk berkebun. Tata cara berkebunnya sudah ia siapkan. Anak– anak didik tersebut tinggal melaksanakan SOP-nya saja. Hal. 11 Langsung Praktik
ing cara membuat preparat biodinamik. “Jadi kami sharing di sini, tiap lapisan demi lapisan dibahas supaya ada pengetahuan fungsinya apa. Misalnya kenapa harus pakai bambu, jerami, sehingga kompos ini setelah selesai dalam enam bulan kita panen akan diaplikasikan di lahan Biodynamic Center,” terang Ketua Komunitas Penggiat Biodinamik Bali, dr. Ida Bagus Kesnawa. Ibarat dalam pertanian organik, lanjut Ida Bagus Kesnawa, inilah yang akan dijadikan pupuk. Dimana bahan yang digunakan semua dari bahan organik seperti kotoran sapi, jerami, tanah, yang kemudian dilakukan bosting dengan memakai preparat biodinamik. Hal. 11 Kompos Dipanen
Kondisi Pasien Corona di Indonesia Makin Membaik
Berkebun Buah di Lahan Sempit Tabulampot bisa menjadi sebuah hobi yang bisa menghasilkan uang. Karena ada nilai keekonomian yang didapat dalam dua tahun setelah pohon dari tabulampot tersebut berbuah. Penghobi tabulampot yang juga dosen pertanian Universitas Udayana, I Gusti Alit Gunad, belum lama ini ditemui di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unud, Pegok mengatakan, ke depan manusia semakin banyak mencari pekerjaan di suatu wilayah. Wilayah tidak akan bertambah luas sehingga orang akan bisa membeli rumah ke depan dengan lahan yang sempit. Di satu sisi ke depan orang ingin berkebun atau menanam pohon. Alasannya life style ke depan akan mengarah ke tanaman sehat dan udara sehat. Agar di lahan yang sempit bisa menghasilkan oksigen dari tanaman, maka tabulampot solusinya, katanya. Tabulampot selain secara estetika bisa dinikmati, buahnya bisa dinikmati dan ada kebanggaan tersendiri ketika
Pegiat Biodinamik ’’Sharing’’ Pembuatan Preparat BALI tidak boleh lagi hanya mengandalkan pariwisata. Maka dari itu, sektor lain khususnya pertanian harus mulai dibangkitkan. Namun, untuk membangkitkan pertanian perlu ada inovasi. Salah satunya biodynamic agriculture (pertanian biodinamik). Ini juga sejalan dengan visi Gubernur Bali, Wayan Koster, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pertanian biodinamik kini tengah diujicobakan di Biodynamic Center, Pesraman Lumajang, Samsam, Kerambitan, Tabanan oleh komunitas pegiat biodinamik yang terdiri dari akademisi, pegiat, dan pelaku pertanian bekerja sama dengan Yayasan Dharma Naradha (YDN). Sabtu (7/3) kemarin pegiat biodinamik dari Malaysia, Batam dan Surabaya shar-
Ia menjelaskan, hujan mulai turun sekitar pukul 14.30 Wita. Dari awal, intensitas hujan sangat tinggi, sehingga air tumpahan muncul dari sejumlah arah dan bermuara di lokasi. “Ada yang berhasil melewati genangan air tersebut, ada juga yang motornya mati di tengah jalan. Hal. 11 Timbulkan Kemacetan
BPM/025/kmb21
tabulampot tersebut berbuah. Dari namanya saja yaitu menggunakan pot, maka tabulampot yang dipajang di area rumah dapat digeser–geser dengan tanaman lain, misalnya tanaman bunga. Sehingga sangat praktis, estetikanya tak kalah indah dengan tanaman bunga. Menanam tanaman buah dalam pot, kata Alit, tidak hanya menjalankan hobi, tapi dibisniskan juga bisa. Misalnya, jeruk besar yang bisa dibuahkan hanya dua biji, ketika ingin menjual, dapat dijual sekaligus dengan pot sampai buahnya. Harganya bisa berkali–kali lipat nilainya dari bibit yang dibeli di awal. “Kita membeli bibit dengan harga Rp 250.000, lengkap dengan pot, tahi kambing dan bahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan tabulampot. Kita pelihara dalam dua tahun, bisa laku sampai dengan Rp 2,2 juta. Kalau konversi dengan bunga bank, hasilnya jauh lebih tinggi ini. Makanya tabulampot ini hobi jalan, tapi rupiah juga mengalir,” jelasnya. Banyak manfaat berkebun yang ia ungkapkan. Salah satunya disebutkan dari pengalamannya memberi pelatihan tabulampot ke calon pensiunan perusahaan BUMN, dapat mengusir stres. Berkebun tabulampot tidak susah, karena media yang digunakan kecil. Asal mau mempelajari teknik tabulampot sedikit saja, menurut I Gusti Alit Gunadi, tabulampot tidak susah dilakukan. “Dalam media yang sedikit atau kecil, agar tanaman tersebut bisa berbuah, maka pemberian atau masukan ke pot tersebut yang harus lebih banyak,” ungkapnya. (may)
Cara Modern Membuat Rumah Rindang
Bisa Pilih Hidroponik Hingga ’’Roof Garden’’ Dulu setiap rumah milik warga Bali memiliki teba dan telajakan. Lahan ini biasanya penuh dengan tanaman produktif dan tanaman penghijauan. Kini hampir semua teba dan telajakan sudah lenyap diganti bangunan dan dibeton. Tidak lagi ada resapan air sehingga Bali hujan sedikit cepat banjir. KONSEP membuat rumah di dalam hutan pun tinggal impian. Konsep itu kini diganti dengan rumah yang rindang. Rumah rindang adalah hal yang sangat diharapkan bagi semua orang. Permasalahannya sekarang adalah dalam membuat rumah rindang harus ada tanaman atau sistem pertanian sederhana untuk merindangkan rumah dan juga memiliki nilai ekonomi. Hal ini dapat diterapkan dalam berbagai metode bercocok tanam di lahan sempit karena sekelil-
ing rumah sudah penuh dengan beton. Agar pada lahan sempit yang penuh dengan beton, namun rumah terasa rindang dan kita masih bisa bertani adalah dengan cara menanam tanaman dengan berbagai metode bertanam modern. Pengamat pertanian, Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si., Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa memaparkan banyak cara modern dilakukan untuk membuat rumah rindang. Hal. 11 Tanpa Tanah
BPM/ist
MODERN - Cara modern membuat rumah rindang dengan hidroponik dan roof garden.
2
Minggu Pon, 8 Maret 2020
Petani Kurang Tertarik Kembangkan Bawang Putih
Generasi Muda Diingatkan Jaga Diri dari Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS Denpasar (Bali Post) Narkoba dan HIV/AIDS kerap disebut sebagai bahaya laten karena seperti bara dalam sekam. Sekali kena, maka sangat sulit untuk memulihkannya. Terlebih kalau sampai menggerogoti generasi muda. Bangsa ini bisa terancam kehilangan pemimpin-pemimpin terbaik di masa depan. “Saya selalu bilang ini seperti penjajahan dalam bentuk lain. Karena kalau misalnya anak-anak Bali itu sebagian besar terpapar, apa yang bisa kita harapkan dari pemimpin masa depan kita yang sudah sarafnya rusak, sudah sakit (karena narkoba dan HIV/AIDS - red),” ujar Istri Ketua DPD PDI Perjuangan (PDI-P) Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan bahaya HIV/AIDS di Kantor DPD PDI-P Bali, Sabtu (7/3). Menurut Putri Suastini, Bali harus memiliki generasi pemimpin yang sehat, cerdas, loyal, dan berdedikasi. Keluarga berperan penting untuk membentuk hal itu lewat saling peduli, membangun komunikasi yang intensif dengan keluarga, dan tidak cuek. Dengan demikian, anak-anak akan berani mengungkapkan keluhan dan permasalahannya. “Semakin cepat kita tahu,
mendeteksinya, semakin bisa kita menjaganya,” jelasnya. Generasi milenial saat ini, lanjut Putri Suastini, merupakan generasi yang cerdas tapi tidak suka digurui. Mereka sesungguhnya sudah tahu bahaya terjerat narkoba dan terpapar HIV/AIDS. Namun sebagai orangtua tetap harus mengingatkan agar mereka menjaga dirinya dengan baik. Para orangtua tidak boleh lalai terkait hal itu. “Ini seperti bara dalam sekam. Nanti kalau tertiup angin, muncul api, baru kita hangus semua. Jangan sampai seperti itu. Kalau bisa kita padamkan,” paparnya. Terkait sosialisasi yang utamanya menyasar para pelajar, mahasiswa, komunitas dan organisasi anak muda, serta sekaa teruna, Putri Suastini mengapresiasi positif. Apalagi melihat antusiasme para generasi milenial dalam menyimak materi sosialisasi. “Tentunya acara ini bertujuan untuk mengingatkan anak-anak kita, menekan korban-korban berjatuhan dari penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV/AIDS,” pungkasnya. Ketua DPD PDI-P Bali, Wayan Koster, mengatakan acara sosialisasi ini merupakan keputusan Rakernas PDIP dalam rangka HUT ke-47 PDI-P. Di Bali kegiatan ini
BPM/kmb23
HIV - Istri Ketua DPD PDI-P Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan bahaya HIV/AIDS yang digelar PDI-P Bali. dilakukan secara serentak dan bisa dikatakan yang terbesar di Indonesia. Terlebih pelaksanaannya sampai melibatkan hampir 7.000 peserta generasi milenial. Sebelumnya juga telah diadakan Festival Kuliner Khas Bali secara serentak. “Bali adalah destinasi pari-
wisata dunia. Semua orang bebas masuk ke Bali, baik dari dalam maupun luar negeri melalui transportasi darat, laut, dan udara. Sehingga memang Bali ini sangat rawan terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba dan HIV/ AIDS,” ujar Koster yang juga
Gubernur Bali ini. Sosialisasi juga menghadirkan narasumber Kepala BNNP Bali, I Putu Gede Suastawa, dan Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali, A.A. Ngurah Patria Nugraha. (kmb32)
Suratmika, Sabtu (7/3). Dijelaskannya, pasien tersebut sudah tidak ada masalah sehingga diperkenankan pulang. Meski demikian, pasien tersebut tetap diobservasi. “Diobservasi di rumah,” katanya. Sedangkan satu pasien lagi yang warga Rusia, se-
cara umum kondisinya sudah baik dan tidak ada keluhan. Dan pada Minggu siang, hasil lab juga sudah diterima pihak RSU Tabanan yang menyatakan negatif Corona. “Hasil lab kedua pasien negatif, dan dari VCT dokt e r sud a h m e nunjukka n
Bangli (Bali Post) Selain bawang merah, bawang putih cocok dibudidayakan di Bangli. Meski demikian, tak banyak petani yang tertarik menanam bawang putih. Kepala Seksi Produksi Hortikultura, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, Ni Made Yusri Mertha Wahyuni, mengatakan salah satu alasan petani kurang tertarik menanam bawang putih karena masa tanamnya lebih lama dibanding bawang merah. Masa tanam bawang putih sekitar tiga bulan. Sedangkan bawang merah hanya dua bulan sudah bisa panen. Selain itu, hal lain yang juga membuat petani kurang tertarik dengan bawang putih adalah soal pemasarannya. “Kalau mereka memproduksi terlalu banyak, dijual kemana. Siapa yang siap mengambil hasil produksinya. Itu yang membuat petani kurang tertarik,” ujarnya seizin Kadis PKP Kabupaten Bangli, Wayan Sarma, Sabtu (7/3) Dijelaskannya, pengembangan bawang putih di Kabupaten Bangli sudah mulai dilakukan sejak 2018. Dengan bantuan yang bersumber dari APBN, bawang putih kala itu dibudidayakan di lahan seluas 20 hektar di seputaran Danau Batur, Kintamani. Kemudian di tahun 2019 pemerintah pusat kembali menggelontor bantuan pengembangan bawang putih seluas Rp 100 hektar kepada enam kelompok penerima manfaat. Penanamannya dilakukan di wilayah Banjar Bunut dan Madia, Desa Terunyan. Yusri mengatakan budidaya bawang putih di Banjar Bunut dan Madia terkendala masalah air. Meski air Danau Batur dapat dimanfaatkan untuk itu, namun untuk mengangkatnya butuh mesin perpompaan dan sarana pipanisasi. “Air yang menjadi kendala di sana. Jadi ketika ingin memberdayakan masyarakat di balik bukit, petani perlu difasilitasi sarana pengairan,” ujarnya. Di tahun 2020 ini, Bangli kembali mendapat bantuan pengembangan bawang putih seluas 75 hektar. Yusri lebih lanjut mengatakan, secara geografis Bangli sangat cocok untuk pengembangan bawang putih. Namun demikian pihaknya mengakui selama ini produktivitas bawang putih di Bangli masih belum maksimal. Hasil pengembangan di tahun 2018 produktivitasnya 6,4 ton per hektar. Padahal itu bisa dimaksimalkan 20-25 ton per hektar. Menurut Yusri belum maksimal produktivitas bawang putih karena petani belum begitu optimal dalam melakukan pemupukan. Diakuinya pengembangan bawang putih boros pupuk NPK. “Ke depan upaya kami akan meningkatkan teknis budidayanya sehinngga bisa menghasilkan produksi yang maksimal,” pungkasnya. (kmb40)
Dua Pasien dalam Pengawasan Corona Pulang
Tabanan (Bali Post) -
Setelah menjalani masa obeservasi virus Corona, dua pasien yang dirujuk Selasa (3/3) di RSU Tabanan kondisinya sudah pulih. Bahkan hasil lab kedua pasien telah dinyatakan negatif, dan keduanya yakni pasien laki-laki usia 66 tahun asal Singaraja dan perempuan WNA asal Rusia, Jumat (7/3) sudah diperbolehkan pulang. “Pasien pertama yang hasilnya negatif, Jumat malam atas permintaan
keluarga sudah diajak pulang ke Denpasar. Pasien dijemput keluarga diajak ke
Kampung Jawa, Denpasar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman
kondisi membaik, keduanya sudah boleh dipulangkan,” tegasnya. Sebelumnya, kedua pasien tersebut dirujuk dari RSUD Sanjiwani dan RS Wangaya pada Selasa (3/3). Menurut Ketua Tim Penanggulangan virus Corona RS Tabanan, dr. I Gede
Sudiarta, kedua pasien memiliki riwayat TBC. Pasien berkebangsaan Rusia yang sebelumnya dirawat di RSUD Sanjiwani sempat berobat di negara lain. “Pasien sejak diterima di Tabanan tidak ada sesak hanya pilek dan batuk,” jelasnya. (kmb28)
Wagub Semprotkan Disinfektan di Sanur ”Simakrama” Pangerebongan
KRAMA Desa Adat Kesiman secara rutin menggelar prosesi ngerebong di Pura Petilan Kesiman. Minggu (8/3) hari ini. Ritual Dewa Yandnya dan Butha Yadnya tersebut akan dimulai pukul 17.00 Wita, namun pelawatan Ida Bhatara sesuhunan baik pratima, barong dan Ratu Ayu sudah mulai mememasuki areal pura sejak pagi hari. Sedangkan simakrama pangerebongan dipusatkan di Puri Ageng Pemayun Kesiman dipimpin Gusti Ngurah Gede, S.H., yang juga Ketua DPRD Kota Denpasar. Simakrama pangerebongan ini, kata dia selain untuk mempertahankan tradisi leluhur, juga untuk meningkatkan hubungan puri dengan pasemetonan serta antar-krama. Juga untuk menjaga rasa persatuan serta menjaga wilayah Kesiman dari pancabaya. Makanya hal-hal kecil yang bisa mengikis persatuan krama Kesiman juga dibicarakan di acara tersebut. Hal ini, kata dia sangat relevan dipertahankan karena di era global semakin banyak masalah yang dihadapi desa adat serta mahalnya rasa persaudaraan. Namun intinya, kata dia, terjalin hubungan kekerabatan antara umat dan krama dengan menjadikan momentum ritual pangarebongan di Kesiman. (sue)
Denpasar (Bali Post) Wakil Gubernur, Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, memimpin langsung penyemprotan disinfektan di Pelabuhan Penyeberangan ke Nusa Penida dan Lembongan di Sanur, Denpasar, Sabtu (7/3) kemarin. Gerakan hygiene dan sanitasi lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit akibat virus Corona (COVID-19) ini juga diikuti Sekda dan Kepala OPD Pemprov Bali. “Beberapa hari yang lalu kita juga melakukan di airport, sekarang di Sanur. Kenapa kita pilih di Sanur, tempat ini khususnya merupakan tempat berkumpulnya wisatawan yang akan menyeberang ke Nusa Penida,” ujarnya. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini berharap upaya penyemprotan desinfektan dapat memberikan rasa nyaman bagi wisatawan dan masyarakat Bali khususnya. Dikatakan bila desinfektan yang disemprotkan tidak berbahaya bagi manusia. Mengingat, kondisi pelabuhan cukup ramai dengan wisatawan termasuk masyarakat lokal yang akan melakukan persembahyangan di Nusa Penida. “Kita melakukan ini
untuk menjaga Bali tetap sehat,” imbuhnya. Menurut Cok Ace, penyemprotan disinfektan rutin dilakukan minimal seminggu sekali. Utamanya pada fasilitas-fasilitas publik yang ramai dikunjungi wisatawan. Selain di Sanur, pihaknya juga melakukan hal serupa di Kawasan ITDC Nusa Dua. Selebihnya, masing-masing hotel telah menyiapkan petugas di internalnya untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. “Sasaran pertama tentu kita harapkan memang Bali ini betul-betul bersih dari virus Corona. Yang kedua, kita harapkan ini memberikan dampak psikologis kepada masyarakat sebab ada juga sekelompok masyarakat yang belum paham,” katanya. Cok Ace menyontohkan, ada beberapa desa di Bali yang menolak wisatawan. Pihaknya menjelaskan, setiap wisatawan yang datang ke Bali sudah melalui pemeriksaan thermo scanner di Bandara Ngurah Rai. Pun dengan kapal pesiar yang akan bersandar di Pelabuhan Benoa harus melewati prosedur di KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Apalagi
BPM/kmb32
SEMPROT- Wakil Gubernur, Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, memimpin langsung penyemprotan disinfektan di Pelabuhan Penyeberangan ke Nusa Penida dan Lembongan di Sanur. Bali sekarang dalam tahap kuratif untuk menjaga agar virus Corona tidak sampai masuk ke Pulau Dewata. Memang sempat ada wisatawan Jepang yang datang dan menginap di Bali, lalu dinyatakan positif virus Corona
saat pulang ke negaranya. Namun sebanyak 12 pegawai hotel, travel dan petugas KKP yang sempat menangani atau melakukan kontak erat dengan wisatawan itu telah dites lab dan dinyatakan negatif virus Corona.
“Nah, yang ada di Bali yang sudah teridentifikasi atau yang masuk dalam tahap pengawasan, belum tentu dia itu adalah Corona, kita tetap perlakukan dia sesuai dengan SOP,” imbuhnya. (kmb32)
Pemkot Denpasar ”Ngaturang Bhakti Panganyar” di Pura Luhur Batukau
PURA - Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, didampingi Sekda A.A.N. Rai Iswara, Kabag Humas, dan Protokol Dewa Gede Rai, pada saat melaksanakan persembahyangan bersama, Sabtu (7/3) di Pura Luhur Batukau, Tabanan.
PEMERINTAH Kota Denpasar ngaturang bhakti panganyar serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi, Mapaselang, dan Pujawali Agung di Sad Kahyangan Jagat Bali, Pura Luhur Batukau Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Sabtu (7/3) kemarin. Bhakti panganyar ini di-puput Ida Kubayan dan dihadiri Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, didampingi Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara, serta Pimpinan OPD di lingkungan Kota Denpasar. Karya Agung Pangurip Gumi digelar karena adanya petunjuk ataupun pawisik Ida Bhatara yang berstana di
Pura Luhur Batukau. Selain itu, Karya Agung Pangurip Gumi memiliki makna untuk memohon kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Batukau agar berkenan mengembalikan kembali fungsi–fungsi alam sesuai dengan fungsinya masingmasing. Ketua Panitia Karya, I Wayan Arya, menjelaskan Karya Agung Pangurip Gumi ini berlangsung selama 4 bulan sejak 11 November 2019 hingga berakhir 2 April 2020. “Karya Agung Pangurip Gumi ini waktunya tidak ditentukan oleh krama atau umat sendiri. Melainkan dilaksanakan berdasarkan pawisik Ida
Bhatara yang berstana di Pura Batukau,” ujarnya. Selain itu, Wayan Arya menuturkan, dalam Karya Agung Pangurip Gumi ini juga secara bersamaan dilaksanakan Karya Mesaba Agung, Mapaselang dan Pujawali Agung yang puncaknya jatuh pada Wraspati Umanis Dungulan, Kamis (20/2) atau tepat saat Umanis Galungan. “Rangkaian karya ini dipuput oleh 21 sulinggih yang tersebar di Bali,” imbuhnya. Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, didampingi Sekda A.A.N. Rai Iswara dan Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai, mengatakan ngaturang
bhakti panganyar merupakan kewajiban umat Hindu dan Pemkot Denpasar sebagai wujud syukur dan srada bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Bhatara ring Pura Sad Kahyangan Batukau. Selain itu, Wali Kota Rai Mantra menambahkan, melalui bhakti panganyar ini Pemkot Denpasar senantiasa diberikan keselamatan dan kerahayuan, serta diberikan tuntunan untuk melaksanakan tugas serta mensejahterakan masyarakat. “Panganyar ini diharapkan mampu menciptakan kerahayuan jagat Denpasar dan Bali pada umumnya,”
ucapnya. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, dengan Karya Agung Pangurip Gumi, Mesaba Agung, Mapaselang, dan Pujawali Agung di Pura Luhur Batukau, semua makhluk ciptaan-Nya diberikan keselamatan dan dapat memberikan berkah bagi kehidupan. “Tentu kita sangat bersyukur karya agung ini bisa terlaksana dengan baik. Hal yang paling penting kita mohon ke hadapan Ida Bhatara, agar semua makhluk di muka bumi ini, terlebih umat manusia senantiasa diberikan keselamatan dan kerahayuan,” tutupnya. (ad200)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: ParwataSekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Pon, 8 Maret 2020
Semua Karena Cinta PASSION atau cinta pada profesi membuat Bogank Serpiyadi betah menekuni rutinitas sehari-hari. GM The Haven Suites Bali Berawa ini memang sudah lama bergelut di dunia perhotelan. “Ini adalah hospitality industry jadi keramahan adalah hal yang utama. Anda tidak boleh gengsi ketika berada di industri ini. Anda harus siap menjadi pelayan yang baik,” ujarnya. Bogank menambahkan, hal tersebut tidaklah mudah. Guna memberikan service terbaik untuk tamu, memerlukan adaptasi dan proses bahkan hingga bertahuntahun. Pria yang memulai karier sebagai waiter ini mengaku tidak memiliki edukasi khusus di dunia perhotelan, namun dia lebih banyak mengandalkan pelatihan-pelatihan guna menambah skill terutama dari luar negeri. “Memang banyak pelatihan yang saya ikuti, salah satunya saya mendapatkan sertifikat dari America’s Culinary Art. Pelatihan semacam ini memberikan saya banyak ilmu yang sangat bermanfaat,” ujarnya. Selain berkecimpung di dunia perhotelan, Bogank juga sempat lama berkarier di kapal pesiar. Hampir 10 tahun dia berada di kapal pesiar dan berprestasi sebagai satu-satunya orang Indonesia yang berada di level top management. Meski demikian, Bogank memutuskan untuk kembali ke negeri sendiri dan berkarier di Bali. “Seperti kata pepatah, lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang. Jadi saya memutuskan untuk kembali dan mengaplikasikan ilmu saya di Indonesia dan di Bali khususnya,” imbuhnya. Menurutnya, dunia pariwisata Bali masih sangat memiliki kemungkinan untuk dikembangkan. Tinggal bagaimana pemerintah dan stakeholder terkait bekerja sama guna mewujudkan hal ini. (kmb33)
Sekolah di Denpasar Lakukan Mitigasi Bahaya Corona
Denpasar ( Bali Post) Sejumlah sekolah di Denpasar sejak seminggu lalu sudah melaksanakan mitigasi bahaya virus Corona. Warga sekolah, siswa, dan guru diajak melakukan SOP mencegah virus Corona menyebar di sekolah masing-masing. Kadisdikpora Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan, Sabtu (7/3) kemarin mengungkapkan, di hari pertama sebanyak 11 sekolah sudah melakukan latihan mitigasi bencana virus Corona. Sabtu kemarin juga serentak dilakukan di sekolah lain dan pada akhirnya semua sekolah wajib menjalankan SOP mitigasi bahaya virus Corona tersebut. Sekolah yang sudah mengadakan pelatihan dan miti-
gasi virus Corona, di antaranya SMP PGRI 9 Denpasar, SMPN 5, SMPK Harapan, Sekolah Taman Rama. Sedangkan untuk SD dilakukan oleh SDN 3 Penatih, SD 26 Pemecutan, SD 14 Padangsambian, Dyatmika Shool, Bali Island School dan sekolah KMIS. Diharapkan seminggu ini semua sekolah mengadakan latihan mitigasi bahaya Corona agar warga sekolah nyaman belajar dan mengajar. Salah satu SOP yang dilatih yakni membiasakan siswa dan guru mencuci tangan dengan aseptik sebelum beraktivitas. Menjaga kebersihan ruang belajar, kelas dan barang-barang yang digunakan dalam PBM agar aman dan bersih. Caranya secara rutin menyemprotkan
disinfektan, rutin memeriksa suhu badan siswa. Jika ditemukan gejala demam tinggi batuk dan pilek yang berat, pihak sekolah langsung menghubungi 112 Unit Layanan Darurat Kota Denpasar. Namun jika masih dalam kondisi ringan bisa dilayani oleh UKS dan dibawa ke puskesmas terdekat. Wayan Gunawan mengungkapkan, sejumlah sekolah sudah mempersiapkan diri dengan fasilitas kesehatan yang baik demi keamanan bersama. Dengan demikian anak-anak di Denpasar nyaman belajar dan guru nyaman mengajar. Untuk itu dia memotivasi para kepala sekolah melakukan mitigasi bahaya virus Corona secepatnya demi keamanan warga sekolah. (025)
BPM/sue
MITIGASI - Sejumlah sekolah melakukan mitigasi bahaya Corona dengan memeriksa suhu badan siswanya.
ITB Berlin Batal Digelar, Dispar Badung Tetap Melenggang ke Jerman Mangupura (Bali Post) –
Pameran pariwisata terbesar di dunia, ITB Berlin telah dibatalkan lima hari sebelum acara ini dimulai. Namun Dinas pariwisata Badung, tetap menggelar Europa Sales Mission dari 4-10 Maret di Berlin bersama Badan Promosi Pariwisata daerah Badung (BPPD) setempat. Keberangkatan rombongan promosi pariwisata tersebut menimbulkan tandatanya. Pasalnya, Pemkab Badung tetap mengutus rombongan promosi pariwisata Kabupaten Badung ke Berlin, dan Jerman, meski Internationale Tourismus-Borse (ITB) Berlin batal diselenggarakan. Namun Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra, memiliki alasan lain di balik keberangkatan rombongan Pemkab Badung itu. Dihubungi Sabtu (7/3), birokrat asal Kuta ini menegaskan kehadiran rombongan Dispar Badung dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) setempat di Jerman, bukan semata-mata untuk mengikuti ITB Berlin. Keputusan untuk tetap melakukan kunjungan ke Jerman dilatari adanya pertemuan dengan perwakilan Singapore Airlines (SQ) di Eropa. “Jadi kami baru mendapatkan informasi dari Pemerintah Jerman mengenai batalnya ITB Berlin Jumat (28 Februari, red), karena pertimbangan virus Corona yang semakin merebak. Pertemuan-pertemuan skala besar ditunda oleh pemerintah Jerman, berdampaklah pada
Kepala BNN Gianyar Menjadi Narasumber
KEPALA BNN Kabupaten Gianyar, Sang Gede Sukawiyasa, SIP.MM., melaksanakan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada sekitar 1.000 pelajar dalam rangka HUT ke-47 PDI-P di Balai Budaya Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini adalah bentuk kerja sama dan sinergitas antara BNNK Gianyar dengan komponen masyarakat, termasuk partai politik di lingkungan Kabupaten Gianyar. Pada kesempatan tersebut Kepala BNNK Gianyar mengajak seluruh pelajar dari SMA dan SMP se-Kabupaten Gianyar untuk tetap meneguhkan komitmen dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). “Generasi muda adalah calon pemimpin masa depan bangsa, untuk itu kita harus mempunyai komitmen dan usaha yang keras secara bersama-sama dalam memproteksi mereka dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujarnya. BNNK Gianyar juga menghadirkan Narasumber dari mantan pecandu narkoba yang sudah menjalankan program rehabilitasi dari BNN, sehingga bisa memberikan informasi yang tepat dan akurat mengenai
BPM/nik
NARKOBA - Suasana sosialisasi narkoba yang diikuti ratusan pelajar di Balai Budaya Gianyar, Sabtu (7/4) kemarin. cana. Harus dalam kegiatan inveksi mendadak (sidak). Pihaknya sendiri sudah bekerja sama untuk setiap tri Wulan menggelar sidak berupa tes urine di DPC PDI-P Gianyar. Bahkan bila ada internal yang positif narkoba, akan langsung dipecat oleh partai dengan lambang banteng ber-
moncong putih itu. “Di DPC sendiri kalau ada yang terbukti tes urinenya positif, kami akan keluarkan dari PDI-P, itu sangat tegas. Kami tidak mau sebagai partai besar dan menjadi contoh, dicoreng oleh hal-hal tidak baik,” katanya. Tidak hanya itu, PDI-P Gianyar sendiri melakukan
Meski situasi berat seperti sekarang ini, kehadiran Badung di Berlin diklaim diapresiasi oleh mitra pariwisata di sana. Ia mengatakan berencana menyiapkan paket hotel dan destinasi wisata. “Ini yang akan merubah tantangan menjadi peluang,” ungkapnya. Di tempat terpisah, Kepala BPPD Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, saat dikonfirmasi Sabtu kemarin tak menampik perihal tersebut. Namun kebijakan untuk tetap melakukan promosi ke negara tersebut merupakan keputusan Dispar Badung. “ITB Berlin last minute sudah dibatalkan itu, namun yang memutuskan terus berangkat itu Dinas Pariwisata. Kebetulan saya tidak ikut rombongan, tapi tim kami ada yang berangkat dua orang,” terangnya. Justru Rai Suryawijaya mengatakan tidak mengetahui alasan kenapa promosi ke Berlin tetap dilaksanakan. “Saya pikir dibatalkan (ITB Berlin -red), asumsi saya sekaliber ITB Berlin saja yang triliunan omzetnya itu yang diprepare jauh hari dibatalkan otomatis semua program batal,” ujarnya. Menurutnya, sangat ris-
HUT Ke-47 PDI Perjuangan Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba
Dewan Dorong Seluruh Desa Adat Miliki ”Awig-awig” Antinarkoba Gianyar (Bali Post) Pencegahan bahaya narkoba musti dilakukan dari berbagai lini. Salah satunya upaya ini dapat dilakukan dengan mendorong masuknya larangan barang haram itu, lewat awig-awig desa adat. Fraksi PDI-P DPRD Gianyar pun mendorong seluruh desa adat di Gianyar memiliki awig-awig yang melarang narkoba. Hal ini diungkapkan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Gianyar, Ketut Sudarsana, Sabtu (7/3) kemarin. Politisi yang akrab disapa Ketut Sana ini mengatakan desa adat di Bali memiliki peran besar. Hampir seluruh masyarakat lebih taat pada aturan desa adat. “Jadi saya harap kita semua mendorong desa adat punya awig-awig ketika ada warganya yang terindikasi bahkan kena narkoba, bisa dikenakan awig-awig,” katanya. Sekretaris DPC PDI-P Gianyar ini mengajak semua lembaga di Gianyar melakukan MOU dengan BNN. MOU itu dapat berupa penyelenggaraan tes urine secara rutin. “Paling tidak ada pencegahan dini dengan rutin menggelar tes urine, “ katanya. Ditegaskan, tes urine tidak boleh dilakukan secara teren-
ITB Berlin. Tim industri yang kami undang sebagian telah ada di Berlin karena mereka belum mendapat informasi,” jelasnya. Ia pun mengatakan pihaknya juga ada appointment (janji) dengan SQ Eropa. “Makanya kami ke sana (Jerman –red),” ungkap Made Badra. Dia juga menegaskan, kapasitas Pemkab Badung dan BPPD di ITB Berlin hanya sebagai pengunjung. Sebab, kegiatan promosi di event internasional tersebut merupakan agenda Kementerian Pariwisata. “Kami di ITB Berlin sebagai visitor. Ini adalah event-nya kementerian, kita nebeng (numpang). Poinnya kita ke sana adalah bertemu dengan SQ Eropa karena sangat menginginkan kita hadir di sini (Berlin, red) untuk mendapatkan penjelasan,” tegasnya. Pertemuan itu disebutnya produktif, karena SQ Airline memberikan harga kompetitif untuk harga tiket return dari destinasi beberapa negara di Eropa ke Bali. “Kita akan menstandarkan mengenai peran industri kita, hotel. Ini yang akan kita sepakati dulu,” sebutnya.
kan di tengah wabah Virus Covid-19 masuk dalam fase imergency. Harusnya dilakukan antisipasi internal dengan menonjolkan kegiatan preventif yang telah dilakukan. Seperti memberitakan bahwa Bali memiliki termo scanner, ruang karantina dan lainnya. “Sebenarnya tamu tidak takut atau cemas ke Bali, tapi mereka takut ketika ke Bali suhu tubuh mereka terdeteksi termo scanner dan dikarantina apa garansi yang mereka dapat,” pungkasnya. Terkait hal ini, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati juga angkat bicara. “Baru kemarin saya dengar, kan ITB Berlin sudah tidak ada. Mungkin sudah terlanjur ke sana, saya nggak tahu ya. Teman-teman saya ada yang sudah terlanjur, karena mereka tidak tahu,” ujarnya. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mestinya tidak perlu dilakukan. Sebab, upaya promosi yang akan dilakukan menjadi tidak produktif sehingga lebih baik pulang ke Bali. Tapi kalau memang sudah tahu ada pembatalan, pria yang akrab disapa Cok Ace ini mengatakan, mestinya BPPD dan Dinas Pariwisata Badung tidak perlu berangkat ke Berlin. Sebab, upaya promosi yang akan dilakukan menjadi tidak produktif sehingga lebih baik pulang ke Bali. (kmb27/kmb32)
sosialisasi bahaya narkoba di Balai Budaya Gianyar pada Sabtu kemarin. Kegiatan itu dilakukan untuk mengingatkan generasi muda akan bahaya narkoba. “Saya yakin kita sosialisasi terus kepada anak muda supaya mereka semakin paham bahaya narkoba,” katanya. (kmb35)
pengaruh buruk narkoba, sekaligus tips dan trik dalam menghadapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ini diikuti dengan sangat antusias oleh sekitar 1.000 peserta, karena banyak informasi yang sangat penting dalam usaha penyelamatan generasi muda bangsa Indonesia dari bahaya penyalah-
gunaan narkoba. Sebaliknya, para pengurus DPC Partai PDI-P Kabupaten Gianyar yang juga adalah anggota DPRD kabupaten Gianyar sangat mengapresiasi langkah-langkah BNNK Gianyar dalam usaha P4GN, serta akan mendukung penuh lewat kebijakan dan aturan-aturan yang akan di perjuangkan lewat lembaga DPRD kabupaten Gianyar.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengurus DPC PDI-P Kabupaten Gianyar beserta jajarannya yang sudah mendukung kegiatan P4GN ini dan berharap supaya semua institusi dan elemen masyarakat termasuk partai politik harus bergerak bekerja sama dan bekerja keras dalam mewujudkan Kabupaten Gianyar bersih narkoba,” ujar Sukawiyasa mengakhiri Kegiatan sosialisasi ini. (ad199)
4
Minggu Pon, 8 Maret 2020
Gaun Malam Seksi dan Menawan
PEREMPUAN modern adalah perempuan yang berani menunjukkan jati diri dan seleranya dengan berani. Ide kemandirian perempuan jadi ide Angeliqa Wu memotret beragam sepak terjang para perempuan berdandan dengan gaun-gaun malam yang anggun dan cantik bak putri raja membuat lulusan dari KvB Institute of Technology, Sydney, Australia ini selalu membuat rancangan berupa gaun. Angeliqa Wu mendirikan merek ANGELIQA WU sejak 2002 dengan gaya rancangan cocktail, gaun malam, kebaya, dan gaun pengantin. Untuk koleksi tahun ini, Angeliqa Wu mengambil tema “Lost Princess”, kisah tentang seorang Putri berambut emas yang hilang karena diculik sejak bayi oleh penyihir yang ingin
mengambil kekuatan dari rambut emasnya. Sang putri pun terpenjara dalam sebuah kastil tua dan merasakan ada sesuatu kekosongan dalam hatinya yang membuatnya merasa
begitu kesepian. Akhirnya ada seseorang datang menyelamatkan sang Putri dan ia bisa kembali ke kerajaan tempat ia tinggal. Rasa sepi dan keriangan seorang perempuan itulah
yang coba diwujudkan Angeliqa Wu dalam show-nya kali ini.
Baru
Koleksi baru Angeliqa Wu Spring Summer 2020 merupakan koleksi busana siap pakai deluxe dengan gaya classic sexy feminine. Dalam koleksi kali ini Angeliqa Wu menggunakan percampuran bahan antara yang tebal dan transparan dengan siluet yang menonjolkan lekukan sang pemakai. Terinspirasi dari perasaan kosong
sang Putri yang akhirnya menemukan jati dirinya sehingga ia memadukan gaya busana yang baru dengan keriangan. Angeliqa Wu menggunakan bahan jaquard yang menunjukkan keklasikan zaman medieval, dan juga ada beberapa cutting baju dengan bagian tengah badan depan yang kosong, sistem layer, dan juga ada perpaduan detail kombinasi lace gliter dimix match dengan bolero dan cape. Untuk warna dipilih warna natural dan klasik elegan sesuai inspirasinya, yaitu natural
beige and nude color, gold, rosegold, dan broken white. Dengan bahan tebal dipadu dengan yang ringan, dan transparan, ia juga menggunakan bahan jaquard, lace, satin duchess, tulle dan cotton. Untuk akesesoris menggunakan bahan ranting, kawat, mutiara, beads, lace. Mau tampil dan anggun dan mandiri? Rancangan Angeliqa Wu untuk tahun 2020 layak untuk dijadikan pilihan untuk perempuan mandiri yang paham membaca arah zaman. (osi)
Perut Rata dengan ”Crunch” BANYAK keluhan wanita tentang perut yang buncit walaupun telah melakukan sit-up atau telah melakukan diet super ketat. Hal itu menjadi salah satu alasan untuk tidak melanjutkan latihan karena merasa tak ada gunanya, buang waktu atau putus asa. Pada edisi kali ini pengasuh menyajikan cara praktis untuk melatih meratakan perut, yaitu crunch selain sit-up yang sudah sering dilakukan. Latihan ini lebih mudah dibandingkan latihan sit-up karena crunch tidaklah mengangkat seluruh tubuh, namun hanyalah bahu sehingga otot perut bekerja dengan maksimal. Baiklah ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Angeline dari Lala Studio.
1
2
Gb. I: Posisi tidur terlentang dengan kedua kaki tutup rapat dan sedikit ditekuk sedangkan kedua siku lengan ditekuk ke belakang kepala. Angkat badan hanya sebatas kedua bahu terangkat lalu tahan 2x8 hitungan hingga terasa otot perut bekerja dengan maksimal setelah itu letakkan sejenak dan ulangi beberapa kali sesuai kemampuan.
3
Gb. III: Dengan posisi tidur, kedua kaki lurus ke atas dan disilangkan sedangkan kedua lengan lurus depan dada. Angkat badan hanya sebatas kedua bahu terangkat lalu letakkan kembali dan ulangi beberapa kali maka latihan ini sangat bermanfaat untuk perut bagian atas.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
4
Gb. II: Tetaplah dengan posisi tidur telentang, namun kedua kaki ditekuk dan dibuka sedangkan kedua lengan lurus belakang kepala lalu tahan 2x8 hitungan setelah itu letakkan kembali dan ulangi.
Kisara SAHABAT Kisara, pernah gak sih kamu ngerasa butuh waktu untuk menyendiri tanpa terganggu oleh orang lain? Atau kalian merasa suntuk setelah seharian menghabiskan energi untuk berkegiatan. Kadang, ingin pergi untuk sekadar refreshing bersama teman pun rasanya malas. Nah, itu artinya mungkin aja kamu lagi butuh waktu sendiri loh. Menghabiskan waktu untuk diri sendiri. Yep! ini yang dinamakan me time. Kamu menghabiskan waktu sendirian melakukan hal yang kamu inginkan untuk rehat sejenak dari segala kesibukan. Kamu cukup punya quality time untuk dirimu sendiri dan
itu akan membantumu memiliki kehidupan yang lebih baik. Dengan me time, kamu akan mendapatkan banyak manfaat untuk diri kamu sendiri. Me time adalah waktu yang tepat untuk mengistirahatkan serta membahagiakan diri sendiri. Setelah disibukkan dengan berbagai pekerjaan selama hari kerja, kamu wajib banget buat punya me time. Gunanya selain lebih memahami apa yang kamu inginkan, dengan me time kamu bisa mengistirahatkan serta membahagiakan diri sendiri. Me time juga menjauhkanmu dari pikiran-pikiran negatif. Entah tentang pekerjaan atau tentang
Gb. IV: Masih dengan posisi tidur telentang kedua kaki ke atas sedikit ditekuk. Angkat badan hanya sebatas kedua bahu terangkat sembari mengarahkan kedua lengan lurus serong ke kanan lalu letakkan kembali dan lakukan juga ke arah kiri. Ulangi gerakan tadi kanan dan kiri pada 4x8 hitungan, maka lemak tidak akan tertimbun pada perut. Dengan latihan crunch yang begitu sederhana dan mudah dilakukan oleh siapapun, maka perut yang rata jadi milik Anda serta salam bugar dari Lala Studio.
“Me Time”
Menyendiri,Tak Seburuk Itu! hubungan yang kamu jalani. Kamu butuh rileks tanpa ada gangguan sedikit pun. Lakukan hal-hal yang menyenangkan buatmu, seperti tidur, memasak, atau dengan memanjakan diri di salon. Setelahnya, otakmu akan kembali tenang dan kamu bisa memulai rutinitasmu dengan senang. Kamu pun butuh me time yang rutin, agar saat masa kerjamu datang lagi kamu akan kembali semangat dan siap tempur. Tenaga, emosi, serta pikiranmu sudah kembali terisi penuh. Rutinitas pun akan mudah untuk kembali dijalani. Kesepian Menghabiskan waktu send-
iri berarti meluangkan dirimu untuk menyendiri. Namun bukan berarti kamu kesepian loh. Menurut dr. Claudia Lee dari divisi kesehatan mental Sydney Integrative Medicine, ada perbedaan jelas antara kesepian dengan menyendiri. Kesepian merupakan emosi negatif yang timbul saat kamu merasa tidak terhubung dengan orang lain. Sebaliknya, menyendiri sejenak justru memberikan manfaat bagi kemampuan bersosialisasi. Menghabiskan waktu dengan diri sendiri selama me time memiliki manfaat meningkatkan diri dalam beberapa aspek lo. Di antaranya, meningkatkan
kemampuan berkomunikasi dan memahami orang lain, memahami diri sendiri dengan lebih baik, meningkatkan kecerdasan intelektual dan emosional, memperkuat rasa percaya diri, waktu sendiri juga membuat dirimu merasa bahagia saat berinteraksi dengan orang lain, dan pentingnya menyendiri adalah untuk memotivasi diri sendiri. Me time juga penting untuk mencegah stres pada dirimu akibat beratnya kegiatanmu. Menyempatkan waktu untuk dirimu sendiri tanpa sadar
akan membuat dirimu beristirahat sejenak dan melepas stres yang m end eram u. Sehing ga, me time ini sangat baik untuk kesehatan mentalmu ketika kamu kalut. Jadi, gak ada salahnya menyendiri untuk memperoleh manfaat ‘me time’ saat kamu merasa jenuh menjalani kehidupan sehari-hari. Jika dilakukan sesuai porsinya, hal ini justru berguna bagi kesehatanmu loh. Karena me time itu sangat berguna bagi tubuh dan pikiranmu, usahakan untuk meluangkannya mulai hari ini, ya!
5
Minggu Pon, 8 Maret 2020
Capricorn Peruntungan: Masih banyak peluang yang terbuka lebar dan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Maka dari itu cobalah lebih konsentrasi dan jeli dalam melihat suatu peluang, agar tidak ada yang tersia-siakan. Kesehatan: Jaga tubuh jangan sampai terlalu capai. Kepenatan yang berlebihan merupakan pintu masuk segala macam penyakit. Asmara: Pertahankan suasana yang lebih indah dan menyenangkan ini, dengan selalu menuruti segala keinginannya. Aquarius Peruntungan: Permasalahan sudah Anda lampaui dengan lancar, maka waspadailah halhal yang memungkinkan munculnya kembali masalah lama tersebut. Bila sekiranya hati ragu sebaiknya jangan diteruskan. Kesehatan: Hadapilah setiap problem dengan penuh ketenangan dan keriangan sehingga tidak sampai mengganggu kondisi badan Anda. Asmara: Walau yang namanya asmara tengah tengah membara, jangan sampai lupa diri. Bagaimanapun si dia akan tetap menjadi milik Anda, tak perlu khawatir dan bimbang lagi. Pisces Peruntungan: Kekhawatiran memang sedang menyelimuti suasana hati Anda saat ini, namun harap maklum karena memang sudah putaran perbintangan Anda yang harus dihadapi dengan sikap tenang dan kepala dingin agar tidak semakin terpuruk karena situasi yang ada. Kesehatan: Perhatikan posisi tidur Anda, jangan sampai terkilir atau timbul pusing di kala bangun karena akan sangat mengganggu kinerja. Asmara: Cobalah lebih bersabar dan memandang masalah dari beberapa sisi, jangan hanya satu sudut pandang. Aries Peruntungan: Banyak bersabar dan berdoa agar kesuksesan bisa cepat diraih. Terhadap sesuatu yang membingungkan sebaiknya Anda tetap berpedoman pada feeling yang ada daripada mendengarkan orang lain. Kesehatan: Konsumsi buah-buahan segar dan hindari makanan pedas karena bisa berdampak buruk bagi pencernaan Anda. Asmara: Masih terasa harmonis walaupun ada sedikit kecekcokan di sana sini dan segalanya masih dalam batas kewajaran. Taurus Peruntungan: Suasananya masih cukup menguntungkan dan menyenangkan, sehingga bila ada keinginan sebaiknya tak perlu ragu segera menyiapkan konsep untuk segera melaksanakannya. Kesehatan: Berpikirlah ringan dan santai agar hidup ini terasa lebih ringan dan tidak sampai memusingkan dan kondisi badan tetap dapat terjaga dengan baik. Asmara: Makin bertambah mesra dan harmonis. Pertahankan suasana ini dengan selalu sabar dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada. Gemini Peruntungan: Minggu ini suasana hati masih berdebar-debar, sehingga terkadang cukup mengganggu bila ada kesempatan. Untuk itu, Anda harus lebih berhati-hati karena hal terburuk masih bisa menimpa. Maka dari itu pandai-pandailah mengatur waktu agar tidak terjadi kekacauan dan kerancuan. Kesehatan: Berolahragalah secara kontinu dan benar sehingga kesehatan tetap selalu terjamin. Jangan biarkan hawa malas menghancurkan kondisi tubuh Anda secara perlahan-lahan. Asmara: Hanya dengan kelembutan si dia akan bisa terketuk hatinya.
Matahari Memusnahkan Segala Virus Berbahaya (2-habis) ut purastāt sūrya eti viśvadrsto adrstahā, adrstān sarvāñjambhayan sarvāśca yātudhānyah (Rg Veda, 1.191.8) “Matahari yang terbit di timur melihat semuanya, pemusnah hal-hal yang tidak terlihat, menyingkirkan segala jenis virus berbahaya dan semua makhluk jahat malam hari.” MENURUT pustaka suci Veda, sinar matahari mempunyai kekuatan maha dahsyat untuk menyehatkan orang dan ia dapat membunuh virus-virus berbahaya. “Aplikasi” dari petuah suci ini diterapkan oleh para leluhur Bali dalam bentuk tradisi keagamaan spiritual. Sebagian besar upacara keagamaan diawali dan/atau bagian terpentingnya adalah pemujaan pada Sūrya (Dewa Matahari). Pagi-pagi khususnya pada detik-detik penuh karunia sekalaniskala (material-spiritual) yang dinamakan brahma-muhurta, para Pandita seperti Pedanda, Shri Empu, Resi, Begawan, dan lain-lain melaksanakan sembahyang puja pagi yang dinamakan Sūrya Sewana. Puja Sūrya Sewana dilaksanakan pada saat matahari terbit di pagi hari. Puja Sūrya Sewana diyakini memberikan kekuatan fisik dan mental spiritual kepada para pandita yang melaksanakannya. Praktik tersebut menjadi sebuah kewajiban maha penting bagi para pandita. Tidak ada Pandita yang mengabaikan puja Sūrya Sewana di pagi hari. Biasanya Sūrya Sewana diikuti “ngarghya”, yaitu mempersembahkan air suci kepada Dewa Matahari. Sambil melakukan Sūrya Arghya atau mempersembahkan air suci kepada Dewa Matahari, umat juga mengucapkan mantra berikut: “Om śrī sūryāya namah”, diikuti dengan mantra
Virgo Peruntungan: Minggu ini tak ada gunanya negative thinking. Bila ada peluang segera saja tindak lanjuti, jangan dibiarkan mengambang tanpa kepastian. Suasana tampak tenang karena terbawa oleh nasib bintang Anda yang lagi hoki dan penuh dengan kemujuran. Kesehatan: Jangan menuruti jengkelnya hati apalagi sampai berbuat sesuatu yang malah merugikan kondisi badan Anda. Jaga dengan baik kesehatan Anda selagi dianugerahi badan sehat. Asmara: Tergantung diri Anda pribadi. Jika mampu menyerap segala keinginannya, tentu saja ketulusan asmaranya dapat dijaga terus. Libra Peruntungan: Karena minggu ini Anda banyak menemui orang yang bertampang bunglon, makanya tak perlu hanyut oleh omongan yang sekadar bualan. Cobalah tetap concern dengan berbagai urusan yang sedang Anda hadapi. Tak perlu tengok kanan kiri, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi kelancaran berbagai urusan Anda. Kesehatan: Pikiran tiba-tiba melayang dan mata berkunang-kunang. Jika itu terjadi sebaiknya Anda berhenti beraktivitas dulu. Asmara: Jagalah hatinya supaya bisa berbunga-bunga terus, jangan malah Anda sakiti dengan kata-kata pedas. Scorpio Peruntungan: Hasil dari kerja keras Anda untuk sementara ini memang belum begitu memuaskan. Meski begitu, jangan berkecil hati. Teruslah bekerja keras dan tinggalkan kemalasan agar apa yang Anda mimpi-mimpikan dapat terlaksana. Kesehatan: Untuk sementara jangan sering keluar malam agar kondisi badan Anda tidak terus menurun. Asmara: Masih mesra dan harmonis, tinggal bagaimana Anda menjaga emosi. Sagitarius Peruntungan: Tak perlu ragu melangkahkan kaki walaupun hambatan ada di sana-sini. Uluran tangan yang datang sebaiknya disikapi sebaik mungkin, jangan disia-siakan begitu saja. Kesehatan: Di sekitar kaki dan tangan masih terasa pegalpegal dan cukup mengganggu. Semua itu bisa diatasi dengan terapi pemijatan yang biasa Anda lakukan. Asmara: Agak merenggang, coba selidiki sebab musababnya. Tak perlu malu bila Anda di pihak yang salah. Sadari dan ubah sikap agar hubungan bisa membaik lagi.
Diasuh Oleh : Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 8 - 14 Maret 2020
weda
WAKYA Darmayasa Sūrya Gāyatrī “Om ādityāya vidmahe bhāskarāya dhīmahi tanno bhānuh pracodayāt.” Para Yogī, yaitu orang-orang yang mempraktikkan yoga, biasanya tidak pernah mengabaikan praktik yoga di pagi hari yang dinamakan Sūrya Namaskār. Asana (gerakan) yoga ini sangat terkenal yang terdiri atas 12 gerakan. Sūrya Namaskār diyakini dapat menyembuhkan segala jenis penyakit jika dipraktikkan dengan tekun dan teratur berkelanjutan. Terutama jika setiap gerakan asana tersebut diikuti dengan pengucapan mantra di dalam hati. Mantra untuk masing-masing gerakan dari 12 asana Sūrya Namaskār tersebut adalah: Om mitrāya namah, Om ravaye namah, Om sūryāya namah, Om bhānave namah, Om khagāya namah, Om pūsne namah, Om hiranya-garbhāya namah, Om marīcaye namah, Om ādityāya namah, Om savitre namah, Om arkāya namah, Om bhāskarāya namah. Umat Hindu melaksanakan sembahyang tiga kali sehari yang dinamakan Trisandhyā. Tri artinya tiga dan sandhyā berarti sembahyang. Sandhyā (sembahyang) pagi dilakukan pada saat matahari terbit, khususnya ketika brahma-muhurta. Puja Trisandhyā terdiri atas enam bait, dan bait pertama adalah mantram Gāyatrī. Mahā Mantra merupakan sebutan dari mantra Gāyatrī karena keutamaan dan kekuatan spiritual dari mantra ini luar biasa. Mantra Gāyatrī ditujukan kepada Dewa Savitr (tat-savitur varenyam), yaitu perwujudan Tuhan sebagai Sang Hyang Sūrya (Dewa Matahari). Mahā Mantra Gāyatrī mempunyai kekuatan maha luar biasa yang
MIMBAR AGAMA
Cancer Peruntungan: Hawa kekacauan sudah mulai terasa. Suasana yang tadinya tenang tiba-tiba selalu ada saja persoalan yang terduga datangnya dan cukup membikin pusing. Maka dari itu waspadalah. Kesehatan: Berhentilah merokok bila perlu agar kondisi badan tidak terus menurun. Asmara: Dengarkanlah jika dia berbicara. Jangan sampai Anda menampakkan wajah yang acuh tak acuh karena akan membikin sakit hatinya saja. Leo Peruntungan: Hari yang penuh dengan kejutan, karena berbagai rencana yang tak terduga ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Teruslah berinovasi dan berkreasi, jangan biarkan langkah Anda terkesan monoton dan membosankan saja. Kesehatan: Jangan takabur dulu walaupun kesehatan dirasa cukup baik saat ini, karena jika tidak ada upaya untuk menjaganya maka tidak lama akan jatuh sakit juga. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah di hati yang selalu Anda ucapkan karena itu akan bikin hatinya menjadi jengkel.
Redaktur Khusus
PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Sebab beginilah firman Tuhan Allah, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu”. (Yesaya 30:15). AKHIR-AKHIR ini media banyak memberitakan seluruh dunia terkesan panik mendengar bagaimana wabah virus Corona sudah menyebar di banyak negara. Renungan mimbar kali ini mengambil judul ‘’Tinggal tenang dan tidak panik’’. Dalam bahasa Inggris ada sebuah idiom: “Push the panic button”. Idiom ini mengacu pada pengambilan sebuah tindakan dalam situasi yang mencekam, menakutkan atau membingungkan. Begitu mudahnya kita panik dalam menghadapi situasi sulit dan berat.
brolan BALE BANJAR ARIDUS "Pada akhirnya bukan Corona yang membunuh kita, tapi saudara-saudara sendiri yang punya duitlah! Berbondong-bondong, ngeborong sampai stok kosong! Sobat miskin cuma bengong dimatiin saudara-saudara sendiri dalam keadaan kelaparan. Siapa lebih jahat, Corona apa manusia?" (Aming) “Quotes itu muncul di facebook, setelah masker lenyap dan ludes di tempat-tempat biasanya dijual dengan harga murah. Bahkan, setelah Pak Jokowi mengumumkan dua warga Depok terinfeksi Covid-19, justru bahan jamu Presiden ke-7 RI tersebut dianggap masyarakat sebagai obat mujarab buat menghadapi
dapat menyembuhkan orang dari segala penyakit jika dipraktikkan dengan tekun, sesuai aturan dan terus-menerus tanpa henti. Pada bagian terdepan dari artikel ini kami sudah menyebutkan bahwa dalam persembahyangan dan upacara keagamaan di Bali, praktik pemujaan Dewa Matahari menempati tempat terdepan. Hampir pada setiap upacara keagamaan, “nglinggihang” (menempatkan) Sanggar/Sanggah Sūrya (tempat pemujaan Dewa Sūrya) merupakan “persyaratan” terdepan. Sanggah Sūrya atau yang juga disebut Sanggah Agung memegang peran sebagai “saksi” upacara. Jika tidak ada Sanggah Surya, upacara keagamaan dianggap gagal. Dalam urutan pemujaan Pañca Sembah pun pemujaan kepada Tuhan melalui perwujudan-Nya sebagai matahari (Śiwa Raditya) menempati tempat terdepan (Āditya=matahari). Sembah bhakti kepada Dewa Matahari dilakukan dengan mencakupkan tangan di atas kepala dengan sarana bunga berwarna putih disertai mantram, “Om ādityasya paramjyotir rakta-teja namo’stu te sweta pangkaja-madhyastha bhāskarāya namostu te.” Para pendeta bijaksana dan para raja pengayom rakyat pun dalam tradisi masyarakat di Bali dianggap “layak” mendapat sebutan kehormatan sebagai “Sūrya” karena mengamalkan penuh tradisi Sūrya Pūjā. Dalam rasa hormat bhakti orang-orang mengatakan, “Ida Sūryan titiang”. Śrī Rāma diberikan puja mantra “Āditya Hrdaya Stotra” oleh Maharesi Agastia. Āditya adalah Sūrya atau matahari. Mantra Āditya Hrdaya Stotra tersebut memberikan kekuatan sakti Surya. Setelah Rāma mengucapkannya tiga kali maka Rāma dapat mengalahkan Rāvana dalam peperangan hebat di Lankāpura. Selanjutnya mantra Āditya Hrdaya Stotra ini menjadi tradisi “mantra perlindungan” turun-temurun dan dibaca setiap hari oleh umat Hindu di India. Ajaran dan praktik serta tradisi Veda merupakan ajaran, praktik, dan tradisi yang “disajikan” secara sederhana kepada umat
tetapi mempunyai kebenaran “sains” tak terbantahkan. Mengapa umat hendaknya menghadap ke Timur ketika melakukan pemujaan, mengapa sapi tidak boleh dibunuh/dimakan, mengapa pemujaan dilakukan dengan sarana api, air, mengapa badan jasmani orang meninggal harus dibakar, dan lain-lain termasuk mengapa pemujaan pada Dewa Sūrya mendapat tempat sangat penting dalam ajaran Hindu Dharma? Semua ini tidak terlepas dari dasar dan dukungan sains. Bahkan, jarak matahari dengan bumi juga disebutkan oleh salah satu doa pujian dalam Hindu dengan jarak yang tepat sesuai pendapat para saintis zaman sekarang. Bagaimana orang-orang suci zaman dahulu “mengetahui” hal tersebut dengan tepat tanpa dukungan peralatan modern pada zaman super maju sekarang ini? Ia tetap menjadi pertanyaan tak terjawab oleh hampir semua orang. Mantra dari Rg Veda yang dikutip mengawali artikel ini menyebutkan bahwa sinar matahari dapat/mampu memusnahkan virus-virus berbahaya. Para ahli kesehatan (doktersehat.com) pun menyebutkan hal yang kurang lebih sama bahwa sinar matahari pagi dapat membunuh bakteri penyakit dan virus-virus berbahaya (termasuk virus berbahaya penyebar kanker). Terapi sinar matahari pagi dapat menyembuhkan TBC, erysipelas, keracunan darah, peritonisis, pneumonia, mumps, dan asma. Sinar matahari membantu menurunkan kadar gula darah karena merupakan “insulin alami” yang memudahkan penyerapan glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh, selanjutnya mengubah gula darah menjadi glycogen, lalu disimpan di hati dan otot. Sūrya merupakan bagian penting dalam sistem Navagraha (perbintangan Hindu). Dewa Surya disimbulkan mengendarai kereta kencana yang ditarik oleh tujuh ekor kuda (sapta tvā harito rathe vahanti deva Sūrya, Rg Veda, 1.50.8) yang melambangkan tujuh hari dalam seminggu, tujuh cahaya (merah, jingga, kuning, hi-
jau, biru, nila, ungu), tujuh Cakra utama dalam tubuh manusia, dan lain-lain. Kekuatan sinar matahari yang penuh (7 jenis) dapat menghancurkan semua jenis kuman menular termasuk penyakit yang kelihatan (terdeteksi) dan juga penyakit yang tidak kelihatan, yaitu penyakit yang belum atau tidak terdeteksi. Matahari adalah sumber energi terbesar di tata Sūrya kita. Dengan paparan yang cukup di waktu yang tepat, sinar matahari mampu memberi manfaat kesehatan bagi tubuh. Laman alodokter.com, situs yang diawaki sejumlah dokter, tempat kita bisa bertanya tentang penyakit dan kesehatan, menyebutkan manfaat matahari bagi kesehatan adalah meningkatkan produksi vitamin D, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki kualitas tidur, mengatasi penyakit kulit, mencegah depresi, dan menekan risiko kanker. Dari laman doktersehat.com disebutkan bahwa selain dapat meningkatkan produksi vitamin D, sekali lagi ditegaskan bahwa sinar matahari pagi juga bisa membunuh mikro bakteria, virus, serta jamur. Para ahli kesehatan Barat juga memastikan bahwa sinar matahari dapat membunuh virus-virus berbahaya seperti Ebola virus dan lain-lain (physical agents that can eradicate Ebola virus include heat, sunlight, ultraviolet light, E-Beam, and Gamma Rays). Manfaat kesehatan dari matahari sesungguhnya telah dikenal sejak zaman peradaban munculnya Weda, kitab suci agama Hindu. Mantra Rg Veda di atas hanyalah salah satu contoh dari ajaran-ajaran suci yang mengungkap manfaat sinar matahari bagi kesehatan. Matahari memusnahkan segala penyakit yang tampak atau tidak tampak, yang sudah diketahui atau belum diketahui. Alam, termasuk matahari, menyimpan berjuta misteri yang masih harus diteliti demi kesejahteraan hidup material dan spiritual, khususnya oleh umat Hindu demi tercapainya tujuan agama berupa “moksārtham jagadhitāya ca iti dharmah”.
Tinggal Tenang dan Tidak Panik
Pernahkah kepanikan membawa manfaat? Rasanya kita semua tahu jawabannya. Bayangkan jika Anda terkurung dalam ruangan tertutup rapat, kepanikan akan membuat Anda tidak bisa menghemat napas sehingga waktu bertahan hingga pertolongan datang pun menjadi jauh lebih sedikit dibandingkan jika Anda tetap tenang. Atau seandainya di depan Anda ada ular berbisa atau hewan buas, kepanikan akan segera membuat Anda diserang dan dimangsa. Kepanikan tidaklah membawa keuntungan apapun, justru sebaliknya bisa mendatangkan kerugian yang lebih besar. Pikiran kita tidak akan bisa berfungsi normal ketika panik, sehingga kita tidak bisa berpikir baik dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah. Akal sehat tidak berfungsi ketika kita dilanda kepanikan. Sayangnya sudah menjadi kecenderungan banyak orang untuk terburu-buru panik ketika dihadapkan pada sebuah situasi sulit. Di saat seperti itu kepanikan biasanya akan membawa lebih banyak masalah lagi dibanding jika kita tetap tenang dan tentu saja menggunakan iman kita untuk mempercayakan segalanya kepada Tuhan.
Daud di saat terjepit pada sebuah kondisi yang sangat berat dalam 1 Samuel 30:1-25 kisah itu dicatat. Daud melihat salah satu kota di bawah pemerintahannya, yaitu Ziklag telah habis terbakar. Anak-anak dan wanita ditangkap orang-orang Amalek, termasuk di dalamnya dua istri Daud. Rakyatnya panik dan ingin melemparinya dengan batu sampai mati. Ini situasi yang sungguh berat, dan rasanya Daud layak panik. Tetapi Daud tidak terperangkap pada kepanikan. Ia masih sanggup mengontrol pikiran dan hatinya untuk tetap tenang. Inilah yang ia putuskan dilakukan. “Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya”. (ay 6c). Daud bisa melakukan itu karena ia tetap tenang dalam menghadapi keadaan genting yang tengah menimpanya. Sebuah keputusan yang sangat tepat, karena tidak lama setelahnya Tuhan pun mengulurkan tangan sehingga kemenangan besar justru berbalik menjadi milik Daud. Alkitab mencatat kegemilangan itu dengan terperinci. “Dan pada keesokan harinya Daud menghancurkan mereka dari pagi-pagi buta sampai matahari terbenam. Tidak ada
seorang pun dari mereka yang lolos, kecuali 400 orang muda yang melarikan diri dengan menunggang unta. Daud melepaskan semua yang dirampas oleh orang Amalek itu, juga kedua isterinya. Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka. Semua itu dibawa Daud kembali. Daud mengambil segala kambing domba dan lembu. Semua itu digiring mereka di hadapannya serta berkata: “Inilah jarahan Daud”. (ay 17-20). Daud layak panik. Itu sangat wajar dan manusiawi, tetapi ia tidak melakukannya. Sebaliknya ia tetap tenang dan menyerahkan permasalahan yang dihadapi kepada Tuhan. Ia menguatkan kepercayaan kepada Allahnya. Keputusan itulah yang membawanya keluar dari permasalahan super sulit dan kemudian keluar sebagai pemenang dengan gemilang. Dalam hidup kita akan bertemu dengan masa-masa sukar. Apa yang kita lakukan ketika hal itu terjadi? Berusaha menyelesaikannya dengan tenang, itulah yang seharusnya kita lakukan. Jangan terpancing oleh kepanikan, karena panik tidak
akan pernah menghasilkan solusi apapun selain menenggelamkan kita ke dalam kondisi yang lebih sulit lagi. Adalah baik jika kita bisa menghadapi dengan tenang disertai keyakinan akan pertolongan Tuhan. Kalaupun saat ini masalah belum bisa diatasi, tenanglah dan jangan panik. Firman Tuhan sebagai ayat renungan hari ini berkata: “Sebab beginilah firman Tuhan Allah, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu”. (Yesaya 30:15). Masalah yang hadir bisa jadi berasal dari kesalahan kita sendiri. Dosa pun kerap menjadi penghalang hubungan kita dengan Tuhan dan sangat potensial membuat kita terus berada dalam lingkaran kesukaran. Tapi apakah itu akibat dosa atau tidak, yang pasti tidak ada satupun manusia yang hidupnya 100 persen tanpa masalah. Tapi jangan lupa pula bahwa Tuhan sanggup melepaskan kita! Seberat apapun, itu bukan masalah besar bagi Tuhan. Apa yang harus kita perhatikan adalah firman Tuhan di atas. Bertobat dan tinggal diam, tinggal tenang dan percaya. Itu yang dipilih Daud, dan itu menjawab masalahnya.
Manusia Satu Dimensi virus Corona. Maka, jahe-kunirtemulawak dan sereh juga hilang di pasar-pasar tradisional. Andai pun ada, harganya melangit. Padahal dr. Handrawan Nadesul mengulas di medsos, jahe, kunir, temulawak dan sereh tidak ada kaitannya dengan Corona dan bukan obat untuk menanggulanginya. Dia mengatakan rempah-rempah itu hanya bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Masker tidak terlalu mendesak dipakai mereka yang berada di luar wilayah yang terinfeksi Covid-19. Sebab, penularan hanya bisa terjadi bila mereka berada di radius dua meter dari penderita. Itu pun kalau si penderita batuk, bersin dan meludah! Diterangkannya, dahak atau ludah yang mengandung virus Corona akan mati setelah 2-4 jam. Aku juga sempat membaca ulasan seseorang yang lupa namanya, yang merasa geli melihat orang mengenakan masker, baik di rumah maupun di ruang publik. Sebab, masker yang dikenakan oleh aparat medis di ruang operasi, bukan karena takut
tertular virus atau bakteri si penderita, justru khawatir virus atau bakteri yang keluar dari mulutnya bisa memperparah sakit pasien yang dioperasinya. Memang benar, tangan harus dicuci bersih setelah datang dari ruang publik, untuk berjaga-jaga bila ada virus yang melekat di kursi, meja atau alat lain yang sempat disentuh, karena kemungkinan ada orang yang terinfeksi Covid-19 mencipratkan virus tanpa sengaja,” ulas Rubag. “Ya, briyuk siyu! Apa pun dilakukan orang lain, apalagi mayoritas, akan diikuti pula oleh mereka yang tidak paham. Apalagi virus Corona yang konon sangat mematikan yang kini diberi nama Penyakit Wuhan. Lirik prosa yang ditulis Aming yang disebut quotes itu, sungguh menarik dan relevan dengan kepanikan masyarakat saat ini. Aforisme tersebut sebenarnya kutukan bagi para manipulator yang menimbun kebutuhan mendesak masyarakat. Sayang, sebagian besar masyarakat dunia kini telah menjadi Manusia
Satu Dimensi, istilah yang digunakan Herbert Marcuse untuk penganut budaya konsumerisme. Kapitalisme adalah nenek moyang konsumerisme yang lahir dari teknologi industri modern. Produksi berlimpah dari industri yang dikelola kaum kapitalis harus cepat ludes. Dalih yang diagung-agungkan adalah rasionalisme dan kebebasan dan kedua hal tersebut didaku hanya milik kapitalisme. Diklaim hanya kapitalisme yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang langka. Lewat iklan, reality show, berbagai kontes gaya hidup dan kekuasaan, akhirnya mampu mengubah dan menggiring masyarakat menjadi manusia satu sisi. Daya kritis mereka dilebur, otak mereka ditumpulkan dengan kenikmatan yang disebut kebutuhan, meski itu semua kebutuhan palsu. Lantaran masyarakat zaman now sulit membedakan kebutuhan dan hasrat, sedangkan bila keduanya berkolaborasi menjadi kebutuhan palsu. Ciri khas Manusia Satu Dimensi yang paling utama adalah kegandrungan akan
uang, pendapatan dan keuntungan, yang semuanya adalah duit!” komentar Nyoman Sudiantara. “Pas! Duit adalah Tuhan bagi Manusia Satu Dimensi. Bahkan, di kancah politik dan kekuasaan, duit adalah sasaran utama. Orang-orang berebut kekuasaan lewat politik, tujuan utamanya adalah duit, bukan kemaslahatan masyarakat. Coba simak kehidupan partai-partai politik dewasa ini! Kendati dalam anggaran dasar tercantum ideologi, baik berbasis demokrasi, nasionalisme maupun agama, praktik yang dianut adalah uang dan kekayaan. Prediksi Herber Marcuse kini menjadi keniscayaan. Membaca aforisme Aming, andaikata betul masker menentukan matihidupnya manusia, kaum mata duitan akan memilih keuntungan berjibun daripada nyawa warga bangsa. Manusia Satu Dimensi telah kehilangan hati nurani dan kemanusiaannya, tanpa sadar juga rasionalitas dan kebebasannya. Mereka telah jadi budak uang dan harta!“ papar Made Surjanegara.
Bali
6
Redité Pon, 8 Maret 2020
Satua Bali
Sarana Nelebang Nilai Pendidikan ring Alit-alit lan Yowana
MAOSANG indik kawéntenan makudang-kudang wangun budaya sané kadruénang olih krama Bali, sampun majanten akéh kawéntenanipun. Punika raris katami olih krama Bali sané kasuén-suén dados sinalih tunggil cihna kahuripan. Punika prasida kaselehin saking kawéntenannyané sané kantun kamargiang tur kadabdabang kantos mangkin. Nénten akidik taler budaya sané sayan nguredang wiadin ical kamargiang ring pakraman sangkaning makudangkudang parindikan. Minakadi panglimbak masa sané ngrauhang makatah teknologi lan budaya anyar saking dura negara, wénten taler sangkaning nénten wénten malih krama sané madué galah nelebang budaya-budaya inucap taler sangkaning kramané mapikayunan yéning budaya inucap sampun nénten adung kamargiang ring kahanan sakadi mangkin. Sinalih tunggil budaya Bali marupa satua, yadiastun sayan kasinahang malih ring pakraman nanging kahanannyané nénten pateh sakadi dumun. Sujatiné satua wantah budaya tradisional sané pidabdab namiangipun kamargiang ma-
larapan antuk tata-titi “tradisi lisan”. Sakéwanten manut Made Taro, Maestro Dongeng lan Satua miwah manggalaning Sanggar Kukuruyuk, sujatiné satua karipta pinaka sarana ngicén alit-alité “nilai pendidikan” lan “nilai kehidupan” sané becik. Punika mawinan parindikan sané kasinahang ring satua kaucap dangan kaélingang olih alit-alité, minakadi indik tokoh sané becik lan kaon rumasuk ring pidabdabnyané soangsoang, sios sapunapi tokoh sané becik ngamolihang bagia ring panguntat satua risampuné ipun polih makudang-kudang kalacuran idup. Punika sané jagi ngwangun rasa padalem ring pikayunan alit-alité majeng tokoh sané kasatuayang. Ring satua taler akéh madaging tetuek lan tattwa agama Hindu sané patut katelebang tur kamargiang sarahina. Minakadi conto ring satua-satua Tantri ketah madaging indik Karma Phala, wénten taler indik Tri Hita Karana, miwah ring satuasatua Bharata Yudha sané ngranjing ring Wiracarita majanten maosang indik dagingdaging sastra suci Agama Hindu. “Yéning tattwa agama ka-
Eling ring Pamiarsa SAMPUN ketah kauningayang yéning satua wantah sinalih tunggil sarana sané becik anggén ngicénin tetuek lan pidabdab agama saha parisolah sané becik majeng alit-alit. Punika jagi kamedalang utawi kasinahang malarapan antuk parisolah para tokoh ring satua sané kawacénang. Kahanan punika ngawinang medal pikayunan yéning satua wantah becik kaicén ring para alit-alit kémanten saha nénten adung tur lémpas tetujon ipun tatkala satua kaicén ring krama utawi yowana sané sampun kelihan. Sujatiné nénten asapunika, duaning tatkala masatua wantah patut pisan soroh satua sané kawacén kaadungang sareng tuuh saking pamiarsa sané jagi mirengang. Made Taro maosang akéh pisan krama sané waged nyurat taler masatua, nanging nénten arang kapanggihin lémpas duaning ipun nénten ngélingang soroh satua sareng sapasira pamiarsa saking satua inucap. Punika duaning masatua ring ajeng alit-alit PAUD sinah mabinayan sareng masatua ring ajeng alit-alit SMA, minakadi indik soroh satua sané kawacén wiadin pidabdab masatua sinah nénten pateh. Dadosné uning tur ngadungang soroh satua sareng sapasira sané jagi kaicén satua wantah mabuat pisan mangda daging-daging tetuek ring satua inucap prasida karesepang olih pamiarsa. Sios punika wénten makatah parindikan sané patut kauratiang tatkala masatua pamekas majeng ring alit-alit. Pidabdabnyané nénten ngéwehin, “alur” utawi paileh satua sané kabaktayang prasida “beruntutan” utawi “maju” tur nénten sakadi cerpén sane ketah nganggén “alur maju-mundur”. Sios punika pikobet sané kamedalang ring satua mangda prasida nyinahang indik “selem-putih” utawi sira sané becik lan sira sané kaon. Yéning sampun asapunika sinah alit-alité prasida becik nyarengin tur nutug pikobet-pikobet sané kapanggihin utawi kamedalang ring satua inucap kantos ipun prasida kapuputang. Juru satua sané kaucap becik wantah juru satua sané pidabdab mabebaosanipun dangan kaélingang utawi kapirengang, suaran ipun nénten “saru gremeng”, titi basa becik tur semitanipun prasida kaadungang sareng paileh ring satua. “Sampunang kantos akéhan “gerak tubuh”, tetujonnyané mangda alit-alit utawi pamiarsa prasida becik mirengang satua inucap tur nénten paling saha pinih urati ring “gerak tubuh” juru satua bandingang ring satua sané kawacén. Sios punika, becik yéning ri kala masatua kasarengin antuk mabebaosan sareng para pamiarsa,” Made Taro nartayang. (was)
Kruna AKSARA BALI
medalang antuk pidabdab sakadi ngicén Dharma Wacana sinah alit-alité gelis marasa waneh tur nénten resep. Sangkaning kamedalang antuk satua majanten ipun jagi sarat mirengang napi malih gelis éling ring kapatutan-kapatutan utawi tattwa agama sané kawedar,” baos dané. Malih kabaosang, sajeroning pidabdab namiang utawi nyiarang satua-satua inucap, sampun majanten kapanggihin paimbuh wiadin pangirang ring satua nganutin
kahanan saking genah-genah satua i wawu katamiang tur mabinayan sareng ring genah witnyané. Punika sangkaning kawagedan saking krama sané masatua tur naminin ring para alit-alitnyané mabinabinayan sané raris ngawinang daging satua magentos sakakidik. Sios punika, sangkaning kawéntenan désa kala patra wiadin désa mawacara ring genah satua inucap kapanggih. Wénten taler paimbuh sangkaning wénten rasa bangga krama ring Ida Sang
Prabu sané madeg agung ring wewidangan inucap tatkala punika sané ngawina Ida Sang Prabu kasinahang ring satua yadiastun sujatiné nénten wénten pidabdab satua inucap sakadi asapunika. Dané raris maosang, wénten kalih teori ngeninin indik pasiar satua utawi dongéng ring sajebag jagat. Sané kapertama, Téori Paralel sané maosang yéning makasami manusa ring sajebag jagat sujatiné pateh tatkala makarya reriptan rumasuk makarya satua ta-
ler indik daging-dagingipun majanten masaih sangkaning parisolah manusa sané masaih. Minakadi krama ring Indonesia sané nguni nénten naenin matemu sareng wang Perancis nanging satua utawi dongéngipun wénten sané kapanggihin masaih. Kaping kalih Téori Difusi sané maosang satua mawit sinunggil wewidangan utawi genah sané raris kasiarang utawi kabakta maidehan ka dura désa wiadin dura negara sané polih paimbuh utawi pangiring tur kaa-
dungang taler sareng kahanan ring soang-soang wewidangan inucap. “Manut téori puniki, sekancan satua inucap mawit saking India sané raris kasiarang utawi katamiang ring sajebag wewidangan saha kadungang sareng wewidangan irika. Minakadi ring India wénten satua Kancil lan Macan, ring wewidangan Eropa kagentosin antuk Kelinci lan Serigala nanging daging satuanyané masaih,” dané ngimbayang. (was)
Mupulang Satua
Bencingah
Basa Bali
SATUA – Kawéntenan makatah soroh lan wangun satua Bali sampun kapanggihin saking nguni. Punika raris kamedalang taler ring kasenian tiosan minakadi gegambaran utawi lukisan sané nyinahang indik pidabdab satua inucap.
BAhAsa INDONESIA
1. ilih
1. hili;,
kipas
2. ilik
2. hilik/,
cemburu
3. ilikita
3. hilikit,
surat
4. ilis
4.
hilis/,
jelas
5. ilon
5.
hielon/,
berpihak
6. ilu
6.
hilu,
dahulu
7. imba
7. himã,
contoh
8. imbang
8.
himã*,
imbang
9. imbuh
9.
himã¡;,
tambah
10. impas
10. himæs/,
lunas
Kadungang Sareng Tuuh Alit-alit SATUA wantah sinalih tunggil wangun budaya tradisional Bali sané sampun ketah kapanggihin sajeroning kahuripan krama. Satua taler madué makudang-kudang nilai lan tetuek becik sané ngawinang satua pinaka sarana nabdabang parisolah becik majeng alit-alité. Yadiastun becik pikolih satua inucap, nanging kawéntenané mangkin arang pisan para rerama masatua utawi ngwacénang alit-alitnyané satua yadiastun kawéntenan makatah soroh satua sayan kapanggihin ring masané mangkin. Malarapan antuk pisarat krama, kasuén-suén satua inucap sayan becik tur sayan akéhan malih kamargiang sakadi dumun. Sangkaning punika, sadurung kramané meled masatua ring alit-alit druénné, sané patut kauningayang wantah uning tur éling ring soroh satua sané jagi kawa-
cén mangda nénten iwang ngicénin alit-alité. Manut Made Taro, kapertama patut kaélingang wantah sapunapi pikayunan utawi pidabdab anak alit sané kantun ketah kapanggihin jagi nyinahang “sisi fantasi” utawi “imajinasi” sané kalintang ageng. Punika mawinan ketah alit-alit ring tuuh punika sané tatkala maplalianan nganggén sarana utawi piranti sané prasida kasinahang idup sakadi beburon utawi manusa sujati. Yéning daweg dumun, pidabdab alit-alit sané asapunika ketah kaucap soléh kantos buduh olih krama sané sampun kelih, nanging sujatiné pidabdabé punika sané becik kamargiang olih alit-alité. Dadosné ipun majanten jagi seneng pisan ngwacén utawi mirengang satua-satua sané “fantasi” minakadi beburonan prasida mabebaosan sakadi manusané, maplalianan gitar
Dura désa
miwah sané siosan. “Sayan kelih minakadi sampun kelas 6 SD, SMP wiadin kelihan malih, akéhan ipun seneng ring satua petualangan minakadi Raré Angon, Bintang Lara, Cupak Grantang miwah sané tiosan,” baosnyané. Tios uning ring satua-satua sané adung sareng tuuh anak alit, patut taler éling ring galah tatkala jagi masatua mangda prasida adung pamarginipun. Minakadi tatkala satua inucap kawacén pinaka bekel sirep sinah sané kasatwayang wantah satua bawak utawi satua lantang sané kapunggelpunggel nanging setata kadagingin “pesan moral” ring panguntat satua. Duaning tetuek lan nilai-nilai pendidikan minakadi setata jujur maparilaksana sané mautama tur patut kautsahayang mangda kapolihang olih anaké alit. Duaning bénjang pungkurannyané sinah
ipun prasida nelebang tur ngamargiang daging tetuek inucap sarahina. Malih dané nartayang, ring Bali wiadin sajebag jagat, satua kaepah dados tigang pupulan, inggih punika pupulan kapertama wantah satua-satua majeng ring anak alit-alit sané sorohipun marupa fabel utawi satua indik beburon minakadi satua-satua Tantri, satua indik manusa minakadi Bawang lan Kesuna miwah satua etiologis utawi satua sané nyinahang pangawit parindikan minakadi satua i katak nénten maikuh, napi mawinan matan ai munggah ring langit miwah sané tiosan. Pupulan sané kaping kalih marupa legenda utawi satua indik kawéntenan genah, minakadi satua indik Selat Bali, Jayaprana Layonsari, Kebo Iwa, wénten taler Sangkuriang, Banyuwangi, Lara Jonggrang lan sané tiosan. Pupulan kaping tiga
wantah mitos utawi satua indik déwa-déwi sané kajantenang olih krama naenin tur jakti kapanggihin, minakadi indik Paembas Bhatara Kala, Déwa Gunung Agung miwah sané tiosan. Wénten taler satua banyol minakadi ring Bali wénten I Belog tur ring Bandung wénten Si Kabayan. Ngeninin indik satua-satua sané ical, punika kabaosang dané wantah satua sané nénten polih kasurat, nénten ngicénin tetuek sané becik, nyinahang “porno” miwah sané siosan napi malih tokoh utama nénten becik kanggén tetulad. Majanten satuané punika jagi ical ring pakraman. “Satua sané kantun becik kantos mangkin wantah satua Tri Hita Karana, Karma Phala, sutindih ring jagat miwah sané tiosan sané sampun kasurat utawi kamedalang marupa sesuratan sadurungnyané,” Made Taro nartayang. (was)
Jaran Bodhag
Seni Pertunjukan Tradisi ring Probolinggo JAWA Timur sugih antuk seni lan budaya sané ngulangunin taler kalestariang turun tumurun. Sinalih tunggilnyané marupa kasenian Jaran Bodhag khas Probolinggo sané kasolahang pinaka seni pertunjukan tradisi. Jaran Bodhag sajeroning terminologi basa Jawa kaepah dados kalih kruna, ‘Jaran’ mateges kuda (jaran), miwah ‘Bodhag’ (ring basa Jawa dialek Jawa Timuran, panekas wewidangan sisi kangin) mateges wadah wiadin wentuk tiosan. Jaran Bodhag nénten ngawigunayang jaran su-
jati, nanging ngawigunayang jaranjaranan sané kakaryanin saking rotan miwah kayu sané kawentuk sakadi jaran. Manut carita sané nglimbak, kasenian rakyat puniki karipta olih Mbah Namengjoyo tur rumasuk kasenian turunan saking Jaran Kecak sané ring peméntasannyané ngawigunayang jaran sané kabusanain jazirah saha jarannyané kalatih mangda prasida ngwentuk formasi. Jaran Kecak puniki nglimbak ring Probolinggo, Jember, Banyu-
wangi, Bondowoso, miwah Tengger. Nanging, Jaran Bodhag matiosan, santukan kasenian puniki ngawigunayang jaran-jaranan sané kakaryanin saking rotan tur kayu sané kawentuk marupa jaran. Wentuk sesolahan Jaran Bodhag puniki marupa arak-arakan miwah kairingang antuk tetabuhan ‘kenong telo’ kawewehin sronen (gamelan tradisional Madura). Sesolahan puniki kasolahang olih petang diri krama, kekalih krama makta jaranjaranan miwah sané malih kalih diri kasengguh Janis utawi
pragina pangiring Jaran Bodhag. Sané nyolahang Jaran Bodhag ketah mabusana bungah mangda prasida ngarad kayun krama mangda nonton sesolahan inucap. Pungkuran puniki, sesolahan kasenian Jaran Bodhag sayan arang kasolahang. Yadiastun sakadi punika, ring acara-acara minakadi khitanan miwah ring acara pawiwahan kasenian inucap setata kasolahang pinaka iburan seni pertunjukan tradisi sané kamargiang turun-tumurun. (pusdat/berbagai sumber)
JARAN BODHAG – Sesolahan Jaran Bodhag nglimbak ring Probolinggo pinaka seni tradisi turun tumurun.
BPM/ist
Nyastra
Redité Pon, 8 Maret 2020 BUKA nyama padidi baan ngenehang, ulian sesai I Ayu, marengin pajalan tiangé kema mai. Bikasné satia, tusing taén bani nakal, tusing bani kual, apabuin ngaénang basang tiangé gedeg. Ia ngerti tekén apa ané sambatang tiang. Ia nuutin apa ané orahin tiang. Yén dadi baan nyambatang, tiang ajak ia patuh. Léné tuah abesik, tiang ngelah idep, nanging ayu tusing ngelah. Nanging, unduk pangrasa, sinah patuh pada-pada ngelah. Uli enu Ayu cerik, suba dadi panylimuran keneh tiangé, ri kala tiang sebet, utawi ri kala tiang ngelah pikobet. Yén tiang sebet, ngidaang ubadina baanAyu. Keneh tiangé marasa liang. Sebeté dadi ilang, joh maengkebang, laut di sisi kaentungang. Diapin ja sesai Ayu ngidaang ngaénang keneh tiangé liang, nanging mémé ajak bapan tiangé, tusing taén demen lan setuju nepuk tiang mapaekan ngajak Ayu. Apabuin tiang kanti majalan bareng-bareng kema mai. “Yan, apa kal panadin Wayané yén tetep buka kéné? Wayan buka lekadang beburon, asané tepuk,” kéto ipidan i mémé taén masambatan ajak tiang. Bes kaliwat gedegné, nolih tiang sasai ngajak Ayu. Nanging, tiang tusing taén minehin munyiné i mémé. Wiréh, suba tawang i mémé ajak i bapa tusing taén demen nepuk tiang mapaekan ngajak Ayu. Ané jani, Ayu suba ngancan kelih. Buina, Ayu jani suba beling. Tusing tawang dija kadén Ayu ngalih tongos, tur ajaka nyén. Ulian nepuk Ayu beling, keneh tiangé tusing ja cemburu, apa buin sebet buka anaké matunangan di sisi. Nanging, keneh tiangé sayan bagia pesan. Suba bakat kenehang, sinah lakar liu ngelah timpal, ané patuh buka Ayu. Dinané masilur peteng lemah. Ané jani, Ayu suba ngelah panak tetelu. Yén tolih, luung-luung pesan parasné. Buluné mawarna-warni. Ada mapanganggo selem lan mawarna putih. Ané buin besik, panganggoné belang bungkem, tur lekadné muani. Tresnan tiangé sayan nincap. Kenehé sayah liang. Bagia kenehé, sayan sesai bakat uyak. Sakadi Sang Suryané, sasai nguyak jagaté ri kala manyunarin. Peteng lemahé maganti. Jenengné ajaka tetelu masih milu maganti. Sayan wai, tingkahné patuh buka méménné. Ngancan ngerti apa ané sambatang tiang. Ngancan ngerti ané madan kéné, madan kéto. “Yan, sing dadi entungang kénkén beburoné ento? Sabilang wai, peteng lemah, semengan sanja, pragat maplalian kuluk. Apa lakar bakatang Cai ngajak kuluké totonan? Pipis? Nasi? Apa kuluké totonan ané lakar nguripin idup Cainé?” Tiang tusing bani nyautin, patakoné i mémé. Mula saja sebet ia nepuk buka tiang, ané sabilang wai pragat maplalian ngajak kuluk. *** Kutus bulan galahé majalan. Yén
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;mijil/. Pupuh Mijil 21.rÙviendÁ¸Á;senpi\it/,
Rwa Bhinéda ANG AH sané pingit,
puruspÉdn,
Purusa Pradana, eynÓ¡\ál*enkli;]sÓËen,
yén tunggalang né kalih sastrané,
Ayu Masebeng Layu
mndiýokrsenluwi;,
I W. Wikana-Seraya orahang sebet bayuné, tusing sanget bakat sebetang. Keneh bagiané ada masih teka mapunya lan maekin ngapak-apak. Kuluk panakné Ayu, jani tuah enu dadua, ané mabulu selem ajak ané mabulu putih dogén. Duang bulan ané suba liwat, i belang bungkem suba ngayah muputang karya dadi caru di pura désané dini. Tetujoné, mangda jagaté setata kerta raharja. Buka ané sambatang tiang ituni. Keneh tiangé tusing ja sebet. Nanging, I Ayu tepukin tiang kenehné paling. Diapin ja tuah beburon, nanging unduk pangrasa, pastika tetep pageh masi gelahanga. Apabuin kélangan panak. Nanging, ulian majalan nyujur sunia loka, mabekel yadnya, sinah pajalané tusing lakar kapiambeng. Sabilang wai, i bulu selem saling uberin ngajak i bulu putih. Girangné tan kadi-kadi pada saling cegut pada macanda. Nanging, macandané pepes masih dadianga sengkala anggona magarang. Adané dogén beburon, ané tusing ngelah papineh, buka manusa. Manusa dogén ané ngelah papineh, pepes gati masi marebat. Bisa kanti saling pakpak, diapin ja ngajak nyama. Marebatnébisa aéngan tekén tingkahné
manadi ONG kara sané luwih,
i bulu selem ngajak i bulu putih. “Yan, sing dadi gedinin kénkén? Jeg inguh Mémé nepuk solah Cainé!” Uli di paon i mémé kauk-kauk saha ngintipin déwék tiangé ané iteh macanda saling uberin ngajak kuluké di meten umahé. Déwék tiangé mula tusing dadi palasang ngajak kuluk-kuluké totonan. Sekancan sebeté ilang. Sekancan unduk ané ngaénang tiang uyang paling, kaubadin baan suaran kuluké, ané makraingan granggang-grenggeng. Diapin ja timpal-timpalé di sisi makejang nutugin jamané di dunia maya. Sabilang wai ngoyongin warnét, sabilang wai ngecek HP. Nolih status anaké di pésbuk. Nolih potrékan-potrékan, miwah vidio gumin iraga padidi, kanti vidio uli dura negara. Nanging tiang tusing ngon. Timpal tiangé tusing ngidaang kagentosin. Tuah I Ayu, I bulu selem, ngajak I bulu putih. *** “To, buin besik ané putih! Aéng becat gati plaibné! Énggalin témbak! Lebiin ngejangin bius. Apang sekali ngenén langsung mati!” Kéto semengan tepukin dajan umahé, anak malaib saling uberin ajaka patpat. Ané tetelu ada ngaba jaring ajak ngaba suntikan bius. Ané
besikan masi ngaba jaring. Nanging di tengah jaringné samar-samar tepuk, buka misi bangkén kuluk mabulu selem. “Nah, jeg témbak, témbak suba Pak! Suba tusing demen tiang namping beburoné ento,” saru dingeh buka munyiné i mémé, ngorahang témbak. Uber tiang uli delod umahé. Apang seken dingeh tur apang seken tepuk, nak ngudiang sujatiné ento. Ngancan paek, ngancan tinglis tepuk tiang. Saja, di tengah jaringé tuah i bulu selem ané suba mati. Lan ané kauber tuah i bulu putih, ané jani suba bah ulung di tanahé. I Ayu, tepuk jani paida, lakar abana ka mobil ané suba parkir di sisin rurungé. Tusing buka i bulu selem ajak i bulu putih ané kena bius langsung mati. Ayu enu ngenah maangkihan. Nanging, bayuné suba ngancan telah. Sahasa ngetélang yéh mata, yén bakat nolih tiang. Pacrékcék jani ulung maguyang ka tanahé. Sebengné Ayu layu. “Nak kénkén né Pak?” “Suud jani ngubuh buron buka kéné. Né baburon ngaba virus,” kéto anaké ané paling siduri masaut, lantas menék ka mobil ané abana. -0-
Komang Ayu Anom Swandewi
Satua
Guna Gina Pragina, Ngayah ring Tanah Palekadan
Galuh Payuk (15) Kaketus saking Satua-satua Bali (V) IDA Radén Mantri sayan nesekang malinggih, lantas cingakina Luh Gading ngeling. Irika Ida raris ngandika, “yéh kenapa dadi ngeling? Dong lantasang satuané!” Luh Gading masih nu ngeling, tuara ngiring nglanturang satuané. Mara kéto undukné Luh Gading, dadi Ida meling tekén ajiné di sameton maorta madué oka payuk tur sampun kakutang. Sawiréh kéto, lantas kapangandikaang ngalih I Tiwas luh muani. Satekedé I Tiwas makadadua di puri, lantas ia kandikain, katugesang pesan baan Radén Mantri unduké ia ngelah pianak Ni Luh Gading. Buina yén ia tusing nyak nuturang amun-amuné, lakar matianga. Wiréh takut I Tiwas mati, lantas aturanga sakadikadiné uli pangawit kayang panyuud. Mara pegat satuan I Tiwasé kéto, lantas Luh Gading saupa baan Radén Mantri tur pepasihina. “Béh, dong kalingané Adi mula misan Beli paling kodagan, dadi Adi nyilibang raga. Nah jani jalan Adi ka purian tangkil tekén Aji !” Sang kalih lantas mamargi madandan tangan. Ida Radén Galuh tan mari nangis. Anaké ngaé jaja makejang pada ngiringang. Gelising satua unduké buka kéto suba katur tekén Anaké Agung di Daha, lédang pesan pakayunan Ida Sang Prabu mirengang orta, okané di Koripan suba kaduduk. Lantas Ida lunga ka Koripan tur ngaksama tekén okanidané, baan ngutang ané malu. Suéning asué, deéning Ida Radén Mantri Koripan suba anom, Ida Radén Galuh Daha suba masih tutug duur, lantas kabuncingang. Abulan pitung dina ramé-raméné di Koripan. Lemah peteng tuara marérén. Sesuban okané suud mabuncing mara budal Ida Sang Prabu Daha, déning pakayunané suba pada lédang. (Puput)
ANTUK motto “Guna Gina Pragina” yowana antuk aran panjang Komang Ayu Anom Swandewi puniki pageh ring geginan makesenian mangda prasida ngayah ring tanah palekadan. Sekadi bebaosané, “Dimana bumi di pijak disana langit di junjung. Setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan. Punika sané kadadosang dasar nyabran ngamargiang geginanipuné. Pianak pasangan I Gede Anom Ranuara, S.Pd, S.Sn, M.Ag - Anak Agung Ariani puniki mawit mayusa petang tiban sampun nelebin makudang-kudang kasenian Bali. Kakawitin antuk malajah ngigel miwah malajah ring widang vokal madharma gita. “Tuntunan saking i rerama mabuat pisan ring padéwékan tiangé. Yéning nénten sangkaning reraman tiangé sané becik ngicén tuntunan minab tiang nénten prasida sakadi mangkin,” baos yowana sané ketah kasambat Anom puniki makenyem. Rasa tresnanipuné ring budaya Bali ngawinang Anom nyarengin makudang-kudang parikrama makasenian sakadi Pesta Kasenian Bali. Mawit warsa 2010, Anom sampun sareng ngraménin acara PKB kantos mangkin. Yowana sané embas ring Denpasar, Redité Paing Pahang, 28 Oktober 2001 puniki seneng ring makudang-kudang soroh kasenian, minakadi, masesolahan, dharma gita, teater, tabuh, miwah sané tiosan. Sané mangkin, Anom nedeng nelebin widang seni Sesolahan, Arja, Dharma Gita, Teater, Nabuh, taler seni Padalangan. Makudang-ku-
dang prestasi ring widang Dharma Gita sampun naen kapolihang, minakadi Jayanti 1 lomba ngwacén sloka anakanak tingkat nasional warsa 2014, Jayanti I lomba geguritan remaja tingkat Provinsi Bali, Jayanti I Lomba Kekawin se-Bali. Ring widang padalangan, Anom naen ngamolihang Jayanti III Lomba Wayang Kulit Parwa Wanita se-Bali. Saha naen dados pangénter acara utawi MC ring acara Saluran Budaya Lintas Mintan sané rumasuk ring program RRI Denpasar. Satios aktif nyarengin parikrama seni, daweg warsa 2018 lintang, Anom sané ngranjing ring SMA Negeri 3 Denpasar puniki kajudi pinaka Runner Up 1 Teruni Kesiman Petilan saha ngranjing ring sekaa Teruna-Teruni Kesiman miwah Karang Taruna Jagra Winangun. Antuk nyarengin makatah parikrama sané kamargiang ring sekaa inucap, satios ngwedar indik seni lan budaya Bali, Anom taler prasida ngwedar indik baya Narkoba miwah HIV/AIDS majeng krama pamekas para yowana. Satios punika, Anom taler makarya program sané ngwedar indik tatacara mabusana adat Bali sané becik tur patut. Taler makarya lomba indik tatacara mabebaosan antuk basa Bali pinaka Basa Ibu mangda kawéntenané sayan ajeg tur lestari. “Samian margiang tiang antuk kasumekenan pinaka wentuk kapitresnan tiangé ring seni lan budaya Bali miwah baktin tiang pamekas ring jagat Bali mangda kapungkur wekas tiang prasida dados jadma maguna saha prasida ngwentuk para yowana Bali sané madué parisolah saha karakter sané becik,” baos Anom makenyem. (uma)
mksujtien,
maka sujatiné, s*hê*psuptihiku.
Sang Hyang Pasupati iku 22.n\&c)n&somæunÀøw*tmæi,
Nanging Cening sampun iwang tampi, sujtienÏeko, sujatiné reko,
enmnu\áelãoyenk)kli;,
né manunggal boya né kekalih, n\&sent)tigwiykÓi,
nanging sané tetiga wiyakti, Á¸ú¸m¸puniki, Ang Ung Mang puniki, mndiýokrhiku.
manadi Ong kara iku.
Saking Langit Bali Nabdabin Lampah Pajalané suba kadung sliwah Raosé liunan memongah Papinehé sayan tawah Nyumbungang tuwuh ngancan wayah Malunan ngresepang rasan uyah Ngédéngang caling tuturé makuah Lebian bonggan ngaénang jengah Kadén idupé setata élah Ulian madasar ngelah Mara jani nawang rasan lalah Pikobeté ngaé tangkah ngahngah Dot nabdabin lampah Apang melah.. Miribang enu ada galah Ni Wayan Margiani
8
Minggu Pon, 8 Maret 2020
Kematianmu Perahu Tua Pergilah berlayar perahu tua Arungi samudera lepas Debu-debu ada antara ombak dan angin Tebas pasang air laut di depan Lupakan sejenak Coklat padang rumput terbakar Banjir air mata hewan-hewan hutan Besi dan semen paksa dedaun pohon gugur Tenangkan dulu badan rapuh itu Nikmati dulu hempas air laut Cecap rasa asinnya Jilat dengan khidmat Seperti saudara-saudaramu menjilat kaki penguasa
Yang kau harap kesejukan dari embun pagi yang bertebaran namun yang datang mafia jalanan dengan makian dan ancaman Senja kian memerah kaki terlanjur melangkah mundur pun tak mengubah sejarah tenangnya telaga kini ternoda darah Kematianmu…. telah menoreh luka bagi ikatan yang ternoda bagi sumpah yang tercela juga bagiku sang pembagi cerita Wayan Margiani
Lupakan, lupakan semua pahit ketir kehidupan Kembangkan layar dan pergilah Ikuti kemana takdir kan membawamu RM. Maulana Khoerun Pemalang, 2012
Senandung Sang Pejalan Ceritaku pada Mas Romo Gde Hariwangsa membaca gelagat musim yang kehilangan musim matahari jungkir balik jatuh di ubun-ubun
Mohon Pertolonganmu Ingin kupastikan lagi pesan yang kutitip lewat merpati kuteriakkan dilangit tertinggi kumohon pertolonganmu dalam perih membias pilu bergetar isak bahasa kalbu kilat tajam goresan sembilu Perahu kecil melambai dihantam badai sesak riak menggapai pantai lemparkan jangkarmu untuk hari ini agar kubisa tetap tegak berdiri Wayan Margiani
di keruh rona mata tampak bentangan kabut hilang bayang sendiri dalam pekat dan wajah semakin kabur membaca gelagat musim di tengah pematang sunyi ladang-ladang kata aku mencari perigi yang diperam para penyair dalam perih luka bernanah - ini buat menampung air mata bila suatu ketika aku meratapi nasib sepanjang musim berlalu aku menggaru ladang tandus untuk kemudian kutabur benih kusemai setiap saat agar tumbuh jadi pohon-pohon kerinduan yang memberikan keteduhan adakah itu? GM. Sukawidana Denpasar, 2019
Labirin Kita bagaikan jalan Sipang siur antara salah dan kebenaran Belok kanan, belok kiri Seperti para pengemudi bermain hati Lampu lalu lintas di persimpangan jalan Adalah jeda menuju luka Bila dilanggar Akan hancur sebuah harapan Rahem Sumenep, 2019
”Membekukan” Gerakan Subjek
TEKNIK freezing biasanya diterapkan oleh fotografer saat memotret subjek yang bergerak cepat. Dengan teknik ini, gerakan anak-anak yang berlari, burung yang sedang terbang maupun benda-benda bergerak lainnya yang menjadi subjek pemotretan seolahseolah berhenti atau “membeku”. Teknik ini juga lazim digunakan saat memotret pertandingan olahraga yang atlet-atletnya bergerak cepat, seperti sepak bola, pacuan kuda, motor sport dan olahraga tradisional makepung. Termasuk saat memotret pementasan
tarian, dimana para penari bergerak cepat dan dinamis. Mengapa teknik freezing ini dijadikan alternaif utama dalam “membekukan” gerakan subjek yang bergerak cepat? Umumnya kebanyakan kamera tidak begitu handal dalam melakukan hal tersebut secara automatis karena biasanya akan menghasilkan foto blur atau sering disebut bayangan kabur karena subjek bergerak dalam frame ketika shutter terbuka. Namun dengan memahami teknik foto freezing, Anda akan tetap berpeluang mendapatkan foto
tajam, tapi masih memberi kesan ilusi bahwa subjek yang Anda potret bergerak. Perlu diketahui, foto blur terjadi karena subjek atau kamera bergerak saat shutter kamera terbuka. Guna mengimbangi gerakan subjek foto yang bergerak cepat, solusinya adalah menggunakan shutter speed yang lebih cepat. Dengan begitu, subjek yang difoto tidak akan bergerak dengan secepat mungkin saat shutter terbuka untuk menghasilkan gambar yang lebih jelas tanpa adanya gerakan blur. Jika kamera Anda memiliki shutter
priority, tingkatkan shutter speed di atas 1/200 per detik atau lebih. Sebagai contoh, untuk “membekukan” gerakan burung alap-alap yang sedang terbang, shutter speed yang efektif bisa mencapai 1/1.000 per detik bahkan lebih. Cobalah memotret berulang kali dengan terus meningkatkan shutter speed sampai mendapatkan foto yang lebih jelas dan tajam. Mengikuti Subjek Solusi terbaik saat Anda ingin memotret foto freeze yaitu kamera Anda harus
mengikuti subjek. Potretlah subjek saat berada pada posisi yang tepat atau saat posisinya terdekat dengan Anda. Sebab, kamera Anda akan mengikuti subjek saat shutter terbuka dan subjek menjadi semakin tajam daripada background atau latar belakang dalam foto. Artinya, background menjadi lebih kabur sehingga subjek foto akan terlihat out standing atau lebih menonjol. Momen puncak merupakan momen terbaik dan seringkali pergerakan dalam momen tersebut hanya ber-
langsung sekejap. Sebagai contoh, Anda ingin mengabadikan gerakan sekelompok anak-anak yang sedang bermain dan ada salah satu dari mereka tiba-tiba melompat untuk menunjukkan ekspresi keceriaannya. Momen itu berlangsung sangat cepat dan mungkin tidak terulang kembali dalam kesempatan itu. Jika Anda lambat menekan shutter, maka Anda dipastikan kehilangan momen yang sangat “mahal” tersebut. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu siap dan siaga untuk menekan
Atraksi Makepung Lampit karya I Wayan Sumatika
Traditional Game karya I Wayan Sumatika
Menerjang Lawan karya I Wayan Sumatika
Memperebutkan Teritorial karya I Wayan Sumatika
shutter kamera. Perlu diingat, teknik freezing menuntut Anda harus selalu fokus dan jeli menentukan di bagian mana pergerakan subjek yang ingin Anda hentikan untuk “dibekukan” atau dibuat freeze. Anda juga harus memilih gerakan yang tepat dan pas untuk foto freezing, sehingga tidak terjadi motion blur saat Anda memotretnya. Namun dengan latihan yang intensif, Anda pasti mampu menghasilkan foto freezing yang layak untuk dibanggakan. (ian)
9
Minggu Pon, 8 Maret 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
TENUN SONGKET - Tenun songket dan pembuatan kerajinan perak adalah potensi yang masih bertahan di Desa Adat BPM/mud
Beratan Samayaji.
Desa Adat Beratan Samayaji Lestarikan Kerajinan Tenun dan Perak DESA Adat Beratan Samayaji, Kecamatan Buleleng memiliki potensi penunjang sektor pariwisata. Potensi itu adalah tenun songket dan kerajinan berbahan perak. Kedua jenis kerajinan ini merupakan warisan sejak zaman Belanda. Sayang, para perajinnya sudah semakin sedikit. Tidak ingin pekerjaan krama desa adat tersebut punah, sekarang Desa Adat Beratan Samayaji bertekad mengembalikan masa kejayaan kerajinan tenun songket dan perak tersebut. Desa Adat Beratan Samayaji luasnya bisa dibilang sempit sekitar 14,6 hektar. Di selatan berbatasan dengan Desa Adat Sukasada, Kecamatan Sukasada. Di utara berbatasan dengan Banjar Adat Liligundi, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, timur berbatasan dengan Banjar Adat Bakung, Desa Adat Sukasada, dan di barat berbatasan dengan Banjar Adat Bale Agung, Desa Adat Buleleng. Sementara untuk krama yang tercatat sampai saat ini sebanyak 317 kepala keluarga (KK) atau 968 jiwa. Wilayah sempit dan terletak di Kota Singaraja, membuat mata pencaharian krama desa sejak dahulu adalah sebagai perajin. Bagi krama laki sejak dalu ahli mengukir perak menjadi karya seni seperti cincin, kalung, dan gagang keris. Sedangkan, krama perempuan ahli menenun songket. Sejak kemunculannya hingga tenun songket dan kerajinan perak di Desa Adat Be-
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Adm Penjualan/Accounting/ Finance, Pengalaman, U/ Pabrik di Tabanan.CV:info@tsbali.com
B.BP.031.03.20.0000183
Bth Cpt Crew Gudang Maks 30th untuk RimCargo Ubung Dps Hub.0811392013
B.BP.004.03.20.0000194
Cr Admin utk Prudential, Jl.Kebo Iwa Dps.Gj+Tnjngn,H.0817562025
B.BP.001.03.20.0000127
Dibthkan sgr karyawan Spa utk Jl.Melasti No.78, 081337409372
Ingin bergabung dg team Marketing villa & Hotel Bintang 5 di Bali.Kami bth staf Baru utk didik jadi Marketing Handal & Profesional.dtg interview cuman sehari saja tgl .9/03/2020, jam:10.00-12.00 wita di kompleks Ruko Kuta Square Blok F/8A.janji interview WA Hila: 08123986414/Ardana:08123973313
B.BP.004.03.20.0000176
Looking for Cook.Able to Cook Indonesian & Western Food WA.0811385656
B.BP.004.03.20.0000175
B.BP.004.03.20.0000196
*Dcr tukang pola wnt, admin wnt min.SMA,Lam+CV+Foto Email: hello@tomtonbusana.com/Imam Bonjol No.322/414 Dps
B.BP.004.03.20.0000181
ratan Samayaji memasuki masa kejayaan. Ini selain karena kualitas benda seni yang dihasilkan oleh perajin, juga karena fanatisme krama dan warga lain terhadap motif tenun songket dan ukiran perak khas Buleleng. Sayangnya, masa kejayaan itu tidak bisa bertahan. Mulai beberapa tahun ini, permintaan mulai sepi dan mengakibatkan banyak perajin yang tidak bisa berkarya. Bahkan, sekarang hanya tinggal segelintir saja yang masih bertahan, terutama para pemahat perak. Bahkan, untuk tenun songket sejak beberapa tahun silam justru berkembang ke desa lain seperti di Desa Jinang Dalem, Kecamatan Buleleng. Kondisi ini dikhawatirkan kalau dua potensi ini akan “terkubur” oleh zaman serba canggih seperti sekarang ini. Kelian Desa Adat Beratan Samayaji, Jro Ketut Ngurah Awatara Ema Putra, Sabtu (7/3) kemarin mengatakan, kerajinan tenun songket dan perak tersebut adalah satu-
DIJUAL MOBIL HONDA
Honda CRV 2008.Abutua, istimewa KM.60 Rb. Hp:08159210668
B.BP.004.03.20.0000197
Print & On Line Radio Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
satunya potensi yang ada di desanya. Kedua potensi ini adalah warisan pada masa penjajah Belanda, sehingga kalau tidak ada langkah serius u n t u k m e n y elamatkan, maka warisan leluhur itu benar-benar punah. “Ini warisan sejak zaman Belanda dan kalau dulu bukan hanya krama desa adat yang menggunakan songket atau cincin dan kalung perak, tetapi orang Belanda pun suka dengan karya seni yang ada di desa adat kami. Sekarang memang tinggal segelintir perajin, sehingga ini masalah serius untuk kami programkan di desa adat,” katanya. Jro Ngurah Awatara menyebut, dalam program kerja desa adat pihaknya fokus untuk mengembalikan masa kejayaan tenun songket dan perak. Untuk mewujudkan cita-citanya itu, desa adat akan melakukan edukasi menyasar sekaa teruna agar mengenali sejarah
DIJUAL MOBIL
warisan tenun songket dan perak. Setelah mengenali, diharapkan tumbuh kecintaan untuk mau belajar apakah menenun dan memahat perak. Dengan penguasaan teknik menenun dan memahat perak, diharapkan kelompok perajin kembali berkembang. “Dengan bantuan dari Pak Gubernur Wayan Koster untuk desa adat itu, kami programkan untuk pembinaan, sehingga meningkatkan wawasan anak-anak muda untuk mau menenun atau membuat cicin atau kalung perak,” jelasnya. Selain meningkatkan minat generasi muda menjadi perajin, Jro Ngurah Awatara menyebut, pengembangan potensi kerajinan ini akan dikerjasamakan untuk pengembangan pariwisata budaya yang dijalankan pemerintah daerah. Sasarannya bagaimana produk kerajinan nanti bisa terserap sebagai buah tangan wisatawan yang berlibur ke Bali Utara. Tak hanya penjualan produk, tetapi aktivitas ibu-ibu dan remaja putri atau para pemahat perak menjadi sebuah atraksi wisata yang digarap dalam paket wisata city tour. “Kami tidak bekerja sendiri, namun kerja sama baik dengan pemerintah di kelurahan hingga di kabupaten akan bersama-sama untuk mendukung pengembangan potensi lokal. Di samping pembangunan yang menyangkut pawongan, palemahan, dan parahyangan sesuai visi Gubernur Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tegasnya. (mud)
ULUWATU- Suasana persembahyangan saat piodalan di Pura Uluwatu.
10 Maret, Puncak ”Piodalan” di Pura Uluwatu
Mangupura (Bali Post)Pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (10/3) nanti adalah puncak piodalan di Pura Uluwatu, Badung. Ida Batara akan nyejer hingga 13 Maret mendatang. Eed pujawali akan diawali dengan mundut Ida Batara Sakti dari Pura Parerepan Pecatu ke Pura Uluwatu dengan berjalan kaki. Puncak piodalan akan di-puput Ida Pedanda Gede Made Karang Griya Kawan Tampakgangsul dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Grya Sari Denpasar. Karya panganyar akan dilakukan secara bergilir oleh krama Kecamatan Petang, Abiansemal dan panyineb di-sanggra krama Kecamatan Mengwi. Upacara panyineban akan dilakukan 13 Maret nanti mulai pukul 10.00 Wita. Selama piodalan, umat diimbau menggunakan busana ke pura sesuai dengan tatanan yang baik. Selain itu umat dilarang nunas tirta dengan tempat berbahan plastik. Demikian hasil paruman desa adat Pecatu dan pangempon Pura Uluwatu seperti disampaikan Pangelingsir Puri Agung Jrokuta selaku Pangempon Pura Uluwatu, A.A. Ngurah Jaka Pratidnya, Sabtu (7/3) kemarin. Kedua aturan ini diperketat untuk memperkuat Pergub Bali dan Perwali dalam pengurangan penggunaan kantong plastik. Umat dilarang nunas tirta menggunakan tempat berbahan plastik. Menurut Turah Joko, sebaiknya umat membawa tempat tirta dari rumah masing-masing bukan dari bahan plastik seperti stoples kecil. Para pemangku juga tidak melayani dan menyiapkan tirta yang dibungkus
AAN Jaka Pratidnya dengan plastik. Langkah ini dilakukan karena pangempon dan pangemong Pura Luhur Uluwatu berkomitmen mengurangi penggunaan bahan plastik dalam kehidupan beragama. ‘’Hal ini kami sudah lakukan sejak piodalan setahun lalu,’’ tegasnya. Kedua, para pedagang sekitar Pura juga dilarang menggunakan tas plastik saat melayani konsumen. Dengan demikian pangempon dan pangemong Pura Uluwatu ikut mengedukasi umat menjaga lingkungan dan kebersihan. Bahkan Pura Uluwatu selama piodalan juga ditutup untuk wisatawan mancanegara dan domistik. Terkait dengan kebersihan, dalam paruman juga disepakati umat langsung membawa bekas sarana pamuspaan ke bak sampah yang sudah disiapkan. Hal ini dilakukan untuk mendidik umat secara mandiri menjaga kebersihan pura. Sedangkan mengantisipasi ganasnya serangan monyet penghuni Alas Kekeran, Pecatu, pangempon sudah menyiapkan petugas dan upakara secara niskala sehingga umat bisa bersembahyang dengan nyaman. (025)
PROPERTY
MITSUBISHI
DIJUAL RUMAH
Mitsubishi Xpander Exceed M/T/ manual, hitam,Tgn 1, sprt baru, th 2018 akhir, simpanan/jrg pakai KM 6300 an, BU Hrg. 210jt Nego tipis, Hub.0811277218
Jual Rmh Kost Jl.Tunjung Biru 1 Pemogan Hub.081337542065/WA B.BP.001.03.20.0000189
LT.229,LB 100M2,2KmT,2K.Mandi SHM,Villa Subamia Asri, Bjr.Bale Agung Subamia Tabanan Hub.081248542704
B.BP.031.03.20.0000174
B.BP.001.03.20.0000090
TOYOTA
Avanza G AT th 2014 putih DK Denpasar Hub.081 236 05780
PROPERTY DIJUAL TANAH
B.BP.001.03.20.0000161
Djl Tnh bonus Rmh 2,5are tngh Kota Jl.Kecubung,085103002545
Avanza Veloz’15 silver pribadi Gg.Sutra IIA/17,H.087865760899
B.BP.001.03.20.0000140
B.BP.001.03.20.0000192
Tnh Kavling 1,1Are Lbr Jln 7M Aspl,Lok.Jl.Bukittinggi Mengwi tani,H:350Jt/A.HP:081239714254
Over krdt Fortuner Htm matic thn’12 H:085934331615
B.BP.001.03.20.0000126
B.BP.004.03.20.0000198
HARIAN BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM web: www.balipost.com
@balipost_com
@balipostcom
balipost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET
HARIAN BALI POST
Bronze Silver Gold BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR
RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali Adlib 1 menit 1 kolom x 100 mm 24 x siar / bulan Spot 1 menit 1.000.000,- / 20 kali 1 kolom x 150 mm 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
-
OTOMOTIF FASHION TRAVEL AGENT PROPERTY SALON/SPA FURNITURE HOTEL ASESORIS KULINER BIRO JASA SERVICE
10
Minggu Pon, 8 Maret 2020
Fenomena ”TikTok”
Ekspresi Diri untuk Hiburan TIKTOK merupakan jaringan sosial dan platform video musik asal Tiongkok. Aplikasi ini dirilis perdana pada September 2016 oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao. Aplikasi ini sangat populer hingga memiliki 150 juta pengguna di Indonesia pada September 2017. Bahkan, pada Juni 2018 TikTok dinobatkan sebagai salah satu aplikasi terfavorit di Play Store. Kehadiran TikTok dapat memudahkan penggunanya dalam mengakses video pendek dan menghasilkan video unik. Hasil dari video itu dapat diunggah di aplikasi TikTok dan bisa ditonton pengguna lainnya. Selain punya efek unik, video pendek ini juga punya fitur musik yang beragam, sehingga penggunanya dapat berekspresi atau berkreativitas dengan gayanya send-
iri. Beberapa video yang dibuat pengguna TikTok juga bisa viral di media sosial (medsos), seperti Twitter dan Instagram stories.
Tidak sedikit selebgram, aktor, hingga pejabat Indonesia ikut mengunggah video TikTok mereka dengan berjoget diiringi soundtrack lagu TikTok. Lalu, bagaimana tanggapan remaja pengguna TikTok terhadap aplikasi ini? Menurut Desak Ayu Trisna Bulan Aprilia Putri, bermain TikTok hanya untuk mengisi waktu senggang agar lebih have fun. Siswi SMAN 1 Ubud ini mengaku pertama kali main TikTok hanya ikut-ikutan temannya. Namun, karena menarik dirinya malah kecanduan. Meskipun tidak ada feedback yang bisa didapat, rasa senang bisa dirasakan untuk mengurangi rasa jenuh. “Cuma buat have fun doang. Kami sebagai pelajar yang dibebankan dengan banyak tugas perlu hiburan. Tapi kalau main TikTok tak bakal sampai mengganggu pelajaran di kelas,” ujarnya. Hal senada dirasakan siswi SMAN 2 Tabanan, Intan Logager. Dikatakannya, bermain Tik Tok merupakan sebuah ekspresi jiwa yang dirasakan para penggunanya. Apalagi jika video TikTok yang dimaikan digunakan secara bijak dalam sebuah kreativitas. Hanya beberapa penggunanya salah memakai, sehingga banyak orang berspekulasi aplikasi TikTok berdampak buruk bagi generasi milenial. “Bagi saya main TikTok itu sebuah ekspresi diri agar have fun. Apalagi dimainkan dengan sebuah kreativitas, tentu sangat bermanfaat,” jelasnya. Sementara itu, menurut mahasiswi Fakultas Hukum IHDN Denpasar, Ni Kadek Supatmi, bermain TikTok merupakan sebuah bentuk ekspresi para penggunanya. Sebab, tidak menutup kemungkinan banyak orang yang galau bahkan bosan dengan kesehariannya. Tidak jarang juga banyak yang mengalami kepenatan dengan kepadatan aktivitas kerja atau lainnya. Jadi, banyak yang men-dowload aplikasi ini hanya untuk menonton vidoe TikTok sebagai hiburan. “Ekspresi ini bagiku sih untuk mengibur diri sendiri,” pungkasnya. (win)
Ni Kadek Supatmi
BPM/win
Dampak Positif dan Negatif bagi Remaja
Diva Prajaiswari Cipta Bhumi
Hilangkan Stres
HAPPY happy, itulah alasan para remaja putri menyukai TikTok, sebuah platform sosial video pendek. Jika lagi senang, mereka langsung pasang aksi di depan Handphone, lalu menari-nari melakukan berbagai gerak menarik dengan berbagai bentuk wajah. Liuk lekuk geraknya sesuai musik. “Soal TikTok, saya suka banget. Saya suka karena di TikTok zaman sekarang mirip dengan gerakan dance,” kata Anak Agung Sagung Diva Prajaiswari Cipta Bhumi. Gadis cantik yang akrab disapa Jung Diva ini mengaku setelah mendapatkan gerak-gerak menarik itu kemudian dipadukan dengan musiknya. Gerak yang didapat tidak langsung pas dengan musiknya, sehingga perlu ada penataan, mengubah atau menambahnya. “Tapi, kalau sudah pas di situlah serunya. Saya dan teman-teman langsung beraksi,” ucap siswi kelas VIII SMPN 2 Denpasar ini. Remaja kelahiran Mengwi, 16 Oktober 2006 ini membuat gerakan sendiri jika ada ide. Terkadang pula meniru gerak TikTok yang viral di media sosial. Namun tidak semua gerak ditiru, melainkan dipadu dan diolah kembali dengan gerak baru dan disesuaikan dengan ide. “Untuk memadukan dengan musiknya biasanya dibuat dengan cara diremix,” imbuh gadis yang bercita-cita menjadi artis ini. Membuat TikTok biasa dilakukannya sendiri atau terkadang berdua bersama temannya. Bisa pula berempat sampai bertujuh sehingga kalau ada yang joget menjadi lebih seru. ”Jujur, saya ketagihan terus membuat TikTok. Kegiatan ini membuat saya senang. Membuat video TikTok bisa menghilangkan beban dan obat stres,” sebut anggota Teater Lingkar SMPN 2 Denpasar yang suka menari dan menyanyi ini. (kmb)
SALAH satu aplikasi media sosial yang saat ini sedang booming di kalangan anak-anak, remaja bahkan orang dewasa adalah aplikasi TikTok. Aplikasi ini platform-nya khusus untuk membuat video, musik, dan foto. TikTok semakin hari semakin viral. Namun di balik kata “viral” banyak sisi positif-negatif yang bermunculan dan berdampak bagi kalangan remaja. TikTok adalah salah satu aplikasi yang dapat mendorong kreativitas seseorang dalam membuat suatu karya. Ini salah satu dampak positifnya. TikTok juga menyuguhkan berbagai macam musik untuk latar video, sehingga penggu nanya dapat menciptakan video yang lebih menarik, lucu, dan dapat dijadikan sebuah hiburan. Akan tetapi ada pula
dampak negatifnya bagi remaja. Sudah banyak artikel yang membahas tentang dampak negatif TikTok sampai Kominfo harus mem-blokir aplikasi ini di Indonesia. Secara tidak langsung, TikTok menjadi penyebab generasi remaja suka bergoyang ria. “Saya termasuk orang yang sering bermain TikTok dan aktif di Instagram. Kerap kali saya menjumpai beberapa netizen dengan berbagai video yang dibuat dengan menggunakan aplikasi TikTok. Memang lebih banyak dampak negatifnya, tetapi kembali lagi kepada diri kita sendiri untuk menggunakan teknologi lebih baik dan bijak,” kata Santi Oktaviani, salah satu mahasiswa Pascasarjana Undiknas Denpasar. Santi menambahkan, dari video-video yang diung-
gah di akun media sosial, ada video yang biasa saja, ada yang luar biasa dan luar biasa keterlaluan. Bahkan ada beberapa remaja dan anak-anak bergoyang ria yang tidak wajar. Membuat video yang tidak sewajarnya bahkan tidak hanya remaja. Mereka juga melibatkan anak-anak kecil demi respons yang banyak dari netizen, berani bernyanyi dan berakting orang dewasa. Ironisnya, banyak akun yang mengunggah video sejenis tanpa menyadari bahwa video itu bukanlah hal yang pantas ditiru yang dapat membuat kenakalan anak zaman sekarang semakin beragam. Dalam hal ini diperlukan peran keluarga dan orangtua mendidik anak-anaknya dengan memberikan pengarahan bagi yang kecanduan TikTok. Belum lagi adanya kasus-
kasus lain yang memberikan dampak negatif pada penggunanya karena melakukan aksi yang kurang baik yang pada akhirnya merugikan diri sendiri. Seseorang menjadi terlalu kreatif demi video yang lucu dan menarik sehingga tidak mampu menilai mana yang pantas dan mana yang tidak. Menurut Santi, banyak remaja yang kreatif membuat video agar mendapat banyak respons dari orang lain, tetapi seperti tidak berpikir dahulu sebelum merekam apa yang dilakukan. Mungkin mereka hanya berpikir bagaimana cara membuat video yang oke, bagus, menarik, dan banyak respons dari penonton tanpa peduli dengan apa yang mereka tampilkan itu baik atau buruk untuk orang lain dan dirinya sendiri. (uma)
Minggu Pon, 8 Maret 2020
Rekomendasi Tahap II PDI-P Turun Akhir Maret
INspirasi Timbulkan Kemacetan Panjang Dari Hal. 1
MELUAP- Hujan lebat membuat air got di Kesiman meluap ke jalan.
Matinya motor warga tersebut membuat mobil, truk dan kendaraan lainnya yang melaju dari arah selatan berhenti, sehingga timbul kemacetan panjang,” terang warga lainnya, Gede Pasek. Lebih lanjut dikatakan, genangan air di TKP ini baru pertama kali terjadi. Hal ini lantaran hujannya turun sangat lebat. Kemungkinan saluran air di pinggir jalan mampet, sehingga meluap ke tengah jalan. Sebab, airnya mengalir dari utara sangat deras. “Ditambah lagi, air muncul dari rumah dan pertokoan di sebelah barat jalan,” tambahnya. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Hayam Wuruk, terutama di simpang Jalan Plawa, Jalan Kecubung, serta Jalan Kamboja. Di simpang tiga Jalan Plawa-Jalan Hayam Wuruk ketinggian air mencapai 10-25 cm. Akibatnya, laju kendaraan merambat pelan. “Beruntung ini hari Sabtu, kendaraan tidak seramai hari kerja. Jadi macetnya bisa lebih sedikit,” ujar Wayan Yudiarta, seorang pengendara. Hal serupa juga terlihat di Jalan Sedap Malam, terutama di depan Balai Banjar Bhuana Anyar. Air cukup tinggi menggenangi jalan. Di
tuk bisa membuat preparat sendiri,” terangnya. Hanya saja bagaimana membuat preparat biodinamik sendiri, saat inilah yang sedang dipraktikan. Program ini berlanjut di bulan April untuk pengetahuan yang lebih luas tentang biodinamic agriculture. Dikatakannya, sistem pertanian biodinamik dinilai memiliki keunggulan dari pertanian organik. Sebab, dalam berproduksi sepenuhnya memanfaatkan unsur-unsur biologis atau kehidupan sebagai pendorongnya. Tidak hanya tanpa menggunakan bahan kimia seperti yang diterapkan pada pertanian organik, sistem ini juga memberdayakan organisme hidup sebagai bagian produksi tani.
Metode pertanian biodinamik tidak hanya memperhatikan unsur-unsur yang terkandung di dalam tanah saja, namun juga unsur-unsur alam atau energi kosmik di alam ini yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Metode pertanian ini pada dasarnya memakai potensi material alam yang ada. Untuk di Bali sendiri, kata dia, material yang diperlukan untuk biodinamik sangat mudah didapatkan. Dikatakan Ida Bagus Kesnawa, pertanian biodinamik bukanlah metode baru. Metode ini telah lama ada dan banyak negara
Palangka Raya ( Bali Post)Masyarakat Bali harus sabar menunggu siapa bakal calon yang ditetapkan PDI-P. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Organisasi dan Pengkaderan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan rekomendasi bakal calon kepala daerah pada Pilkada untuk tahap II akan diumumkan akhir Maret. Hal itu diungkapkan Djarot di Palangka Raya, Sabtu (7/3) kemarin. Namun, dia tak memaparkan nama-nama paket balon PDI-P daerah mana saja yang akan diumumkan. Namun berdasarkan keterangan Megawati saat pengumuman tahap I, nama-nama balon PDI-P di senjumlah kabupaten /kota di Bali akan diumumkan pada tahap II. Kemungkinan besar akhir Maret ini penerima rekomendasi akan diundang ke Jakarta. Saat di Palangka Raya, Djarot hanya menyinggung di Kalteng. “Saya sampaikan bahwa Pilkada di Kalteng hanya ada dua, yakni Pilgub dan Pilbup di
Kotawaringin Timur. Jadi dua lebih mudah untuk dilakukan seleksi, maka rekomendasi untuk Kalteng ditargetkan akhir Maret ini,” katanya. Dia menambahkan bahwa pihaknya saat ini masuk fokus pada penggodokan rekomendasi calon kepala daerah yang jumlahnya lebih banyak dari di Kalimantan Tengah. “Kita fokus pada wilayah jumlah pelaksanaan pilkadanya banyak. Wilayah itu seperti Sulawesi dan Jawa. Jadi masih cukup panjang waktunya untuk menyelesaikan dan menetapkan bakal calon yang mendapat rekomendasi dari partai,” ucap Djarot. Djarot menerangkan di
antara kriteria sosok yang bakal diusung partai berlambang banteng moncong putih itu seperti memiliki kemampuan dalam pemerintahan, berintegritas tinggi dan berani keluar dari zona nyaman. “Kita bukan hanya mencari kepala daerah, tetapi benar-benar mencari sosok pemimpin yang berpihak pada rakyat dan program pembangunannya selaras dengan program pembangunan nasional,” ujarnya. Dia juga berpesan agar kita terutama kader PDI Perjuangan selalu menjunjung tinggi iklim demokrasi yang kondusif dan selalu menghargai perbedaan pendapat dengan cara yang arif dan bijak. (ant)
Pengusaha Pariwisata Dukung Gubernur Luncurkan ’’We Love Movement’’
BPM/dok
I Gede Wiratha
Denpasar ( Bali Post)Kalangan pengusaha pariwisata di Bali mendukung gebrakan Gubernur Bali, Wayan Koster, yang meluncurkan ‘’We Love Bali Movement’’ dalam kaitan recovery Bali akibat dampak penyebaran virus Corona, Covid-19. Dengan gebrakan ini, diharapkan semua pihak
bersatu melancarkan berbagai program recovery. ‘’Yang jelas tagline kan sudah ada. Ini bagus sekali. Tinggal sekarang rapat selanjutnya untuk merumuskan langkah nyatanya,’’ ujar I Gede Wiratha, mantan Ketua Kadin Bali dan juga mantan Ketua BPD PHRI Bali. Gubernur Koster sudah memberikan arahan, lanjut owner Bounty Cruises ini, dipersilakan menggelar event-event yang sifatnya nasional, regional maupun internasional. Dalam langkah simultan ini, upaya penanggulangan virus sejalan dengan yang dilakukan pemerintah di seluruh dunia dengan WHO, serta langkahlangkah nasional. Langkah yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana mengomunikasikan ini dengan pemerintah pusat sehingga dana yang dikucurkan itu mampu membiayai seluruh event yang akan digelar. ‘’Itu sebabnya, seluruh bupati serta wali kota mesti hadir untuk membicarakan hal ini,’’ ujar Wiratha yang juga
pemilik Bounty Hotel serta beberapa properti lainnya. Gubernur Wayan Koster dinilai sudah sangat progresif membicarakan hal ini. Terbukti saat pemaparan di Gedung Bank Indonesia beberapa waktu lalu yang dihadiri semua OPD, stakeholder pariwisata, akademisi serta kalangan lainnya, Koster dinilainya sangat lantang dan vokal dalam menyuarakan kepentingan Bali kepada pemerintah pusat. ‘’Program recovery-nya bagus, tinggal sekarang action-nya,’’ ujar pria asal Kabupaten Jembrana ini. Selanjutnya dijelaskan pria yang usahanya sering jatuh bangun dihantam krisis ini, ada perbedaan penting antara recovery Bali saat bom dengan saat ini menjadi korban virus Corona. ‘’Skupnya kan lain. Bom Bali cuma lokal walaupun dampaknya juga parah. Nah sekarang kan sifatya global,’’ ujar Wiratha. Saat itu, bisnisnya yakni Paddy’s Bar dan maskapai penerbangannya, Air Paradise, juga ikut menjadi korban. (kmb)
Pasien Tak Alami Panas dan Pilek Dari Hal. 1 Sementara untuk kasus 3 dan 4, kata dia, pasien sudah tak mengalami panas dan pilek serta batuknya sudah berkurang. Yurianto menuturkan perawatan akan terus dilakukan dan diharapkan kasus 3 dan kasus 4 tersebut akan membaik. Pasien 1 merupakan warga negara Indonesia yang merupakan klaster awal infeksi virus Corona di Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan, pasien 1 tertular Corona karena kontak dekat dengan warga negara Jepang di sebuah klub dansa pada 14 Februari 2020. Hingga Sabtu siang ini, pemerintah menjelaskan bahwa total terdapat 11 pasien suspect Corona di Indonesia. Kesebelas pasien itu di luar empat pasien yang sudah dinyatakan positif Corona. Yurianto enggan merinci
di rumah sakit mana saja ke-11 pasien itu diisolasi. Sebagian dari 11 pasien suspect itu merupakan bagian kluster dari pasien 1 dan 2. Selain itu, terdapat juga di antara 11 pasien itu, adalah satu Warga Negara Indonesia yang menjadi Anak Buah Kapal Diamond Princess. Bukan Akibat Corona Sebelumnya sempat heboh diberitakan bahwa seorang pasien yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito meninggal dunia. Pasien berinisial R (74) ini disebut meninggal karena pneumonia bakterial. “Jadi kita sampaikan bahwa pasien yang dalam proses pengawasan itu (R) memang (5/3) meninggal dunia. Meninggalnya pukul 11.30 WIB,” kata Plh. Direktur Utama Rumah Sakit Sardjito, dr. Rukmono Siswishanto. Rukmono melanjutkan pe-
nyebab meninggalnya pasien yang masuk ke RSUP Sardjito sejak Senin (2/3) lalu bukan karena virus Corona atau Covid-19. Hal itu merujuk pada hasil laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau Badan Litbangkes. “Jadi pada waktu itu (pasien meninggal pukul 11.30 WIB) kita belum dapat konfirmasi tentang hasil laboratorium untuk Mers-Cov dan Covid-19 (yang diujikan). Tapi alhamdulillah pada sore harinya ada konfirmasi dari Litbangkes bahwa keduanya saya sampaikan negatif. Jadi ini bukan kasus Mers-Cov atau flu unta dan bukan pula kasus Coronavirus (Covid-19),” ucapnya. Kendati demikian, ia menyebut hasil laboratorium untuk satu pasien yang masih dalam pengawasan belum keluar. Dia mengatakan kondisi pasien yang merupakan mahasiswa asal Jepang ini membaik. (ant)
Minggu, 8 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Padudusan Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Ngusaba Desa (2) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Aerobic & BL Pemula Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Kuda Poni Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping
11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita
Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Padudusan Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Ngusaba Desa (3) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Nangun Yadnya Karya Padudusan Agung, Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngingkup, Mupuk Pedagingan, Lan Ngusaba Desa Pura bale Agung, Desa Adat Kedisan
16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara ANALISIS BERITA KMB SEPEKAN Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Samatra Artis Bali Miki feat Arenick Swandewi dan Tu Scaryon Bali TV Shop Kalung Omkara Indi Band Generation Merat Akustik & The Overnote Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Kris - Kriminal Sepekan
BPM/kmb12
depan sebuah minimarket di Jalan Sedap Malam juga terendam air cukup tinggi. “Tadi saya sempat menerobos air di depan Banjar Kebon Kuri Kelod. Ketinggian air sampai selutut,” ujar Pande Sunarta, warga Banjar Bhuana Anyar. Sementara itu, pantauan banjir juga terjadi di Lapangan Puputan Renon. Air di drainase yang ada di sebelah timur lapangan meluap dan masuk ke lapangan. Lokasi lain yang juga terendam terlihat di Jalan Ratna, Denpasar. Demikian pula di Jalan Puputan menuju Jalan Hang Tuah, ketinggian air cukup tinggi, sehingga mengganggu laju kendaraan. Sementara itu, Kepala BPBD Denpasar, I.B. Joni Ariwibawa, mengatakan hujan sore ini mengakibatkan sejumlah jalan tergenang air. Beberapa jalan yang tergenang di antaranya Jalan Narakusuma, Jalan Puputan Renon. Ketinggian air di Jalan Puputan mencapai 50 cm. “Ini sedang dalam penanganan anggota BPBD,” ujar mantan Camat Denbar ini. Sementara di Jalan Hayam Wuruk, belakang Bali Bakery, air sampai masuk rumah warga. Namun, ketinggian air tidak terlalu tinggi. Begitu pula di Jalan Kenjati, Br. Kertalangu. (kmb21/kmb12/025)
Kompos Dipanen Enam Bulan
Dari Hal. 1 “Tujuannya untuk memunculkan energi dalam kompos ini, beda dengan organik yang hanya membuat tetapi tidak ada unsur energi dari alam,” ucapnya. Dikatakannya bahwa biodinamik ini merupakan pertanian organik dengan memadukan peran tanah, tanaman, manusia dan hewan biar selaras dengan unsur alam (matahari, bulan, dan planet). “Unsur kosmik dari alam agar selaras d eng a n unsur b um i, it u sebabnya apa yang dibuat yang merupakan organik di-bosting dengan memakai preparat biodinamik yang sudah jadi, yang nantinya akan dikembangkan un-
Langsung Praktik dan Bermain Dari Hal. 1 Dengan demikian cara ini dinilai ampuh membuat anak–anak senang berkebun karena langsung melakukan praktik, sekaligus dapat bermain dengan teman– temannya. Pohon dan tanaman yang ditanam pun beragam dan dibuat seindah mungkin. Di beberapa titik di KPFP ditanam seratus pohon pa-
paya. Di sisi lain ditanam jagung. Ada juga tanaman langka yang ditanam seperti kawista, genitri, jerpaya, dll. Ketika berbuah, tanaman tersebut sangat menyenangkan untuk dinikmati. “Yang jelas di KPFP Unud, konsep berkebun dibuat menyenangkan dan mudah agar anak–anak menyukai kegiatan tersebut,” ungkapnya. (may)
yang menerapkannya. Penggunaan metode ini diharapkan mampu mengurangi biaya dalam pertanian, sehingga dapat meningkatkan daya saing yang lebih tinggi. Karena, selain secara kuantitas yang lebih memungkinkan, juga ada upaya untuk peningkatan kualitas produk pertanian itu sendiri. “Pertanian Biodinamik ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1924 oleh orang Jerman bernama Rudolf Steiner. Hanya saja tahun 2019 baru masuk di Indonesia, bayangkan sudah berapa tahun itu terlewatkan,” pungkasnya. (bit)
I Gusti Alit Gunadi
BPM/ist
Tanpa Tanah tapi Gunakan Air Dari Hal. 1 Salah satunya yakni metode hidroponik. Hidroponik berasal dari kata “hydro” yang berarti air dan “ponos” yang berarti daya. Jadi hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah, melainkan menggunakan air sebagai media tanam. Untuk menggantikan nutrisi dari tanah, air yang digunakan diberi unsur-unsur penting yang diperlukan oleh tanaman. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas. Kemudian untuk media tanamnya sebagai penyangga tanaman bisa menggunakan arang sekam, rock wool, kerikil, serbuk kayu, sabut, dan batu apung. Keuntungan dari teknik ini tidak memerlukan tanah, air lebih efisien, bebas dari tumbuhan pengganggu/ gulma,dan dapat tumbuh dengan lebih cepat. Metode ini hanya bisa ditanami jenis tanaman hortikultura, seperti buah, sayur, tanaman obat dan tanaman hias. Kedua menggunakan metode vertikultur. Vertikultur memiliki kata dasar “vertical” sesuai dengan kata dasarnya, metode ini memanfaatkan bidang vertikal atau menanam secara bertingkat. Metode ini cocok diterapkan dalam membudidayakan tanam sayur, seperti
kangkung, seledri, sawi, tomat, dan lainnya. Penanam metode ini hanya menggunakan pipa paralon atau PVC. Caranya cukup mudah. Cara lain dengan metode aeroponik. Aeroponik berasal dari kata “aero” yang berarti udara dan “ponus” uang berarti daya. Jadi aeroponik merupakan cara bercocok tanam yang memanfaatkan udara sebagai media tanam utama. Metode ini berbeda dengan metode lainnya karena metode ini membiarkan akar tanaman menggantung di udara tanpa menggunakan tanah. Metode ini nutrisi berupa air yang disemprotkan langsung pada akar tanamannya. Kemudian akar tanaman menyerap nutrisi dari larutan hara dan mengalirkan ke bagian tanaman lainnya seperti batang dan daun. Sayuran yang menggunakan metode ini merupakan jenis sayuran yang memiliki umur pendek seperti caisim, pakcoy, selada, kalian, kangkung, dan lainnya. Metode Pot P e r t a n i a n m e r u p a ka n sumber pangan dan kegiatan yang paling menentukan ketahanan pangan setiap daerahnya, tetapi bertani belum tentu akan berjalan lurus tetapi penuh dengan likaliku seperti pengaruh musim yang tidak menentu dan penyerangan hama terhadap tanaman. Hal ini menjadi
suatu tantangan bagi para petani untuk meghadapi atau menghindari keadaan yang kadang tidak berpihak dengan mereka. Apakah bertani harus di lahan yang luas? Pada umumnya para petani bercocok tanam pada lahan yang sangat luas, tetapi itu memerlukan modal yang cukup tinggi dan memiliki juga risiko yang tinggi. Yang terbaru, kata I Gusti Bagus Udayana, yakni dengan metode roof garden (tanaman atap rumah). Roof garden atau taman atap rumah dikenal sebagai solusi menciptakan lahan terbuka hijau di lahan terbatas. Saat lahan di depan, samping, dan belakang rumah tidak cukup lagi dibuat taman, manfaatkanlah area kosong di bagian atas rumah. Namun, pembuatan roof garden memerlukan bujet yang tidak sedikit dan perencanaan desain yang matang. Mulai dari kekuatan fondasi bangunan, sistem tanam, pengairan, dan drainase perlu dipersiapkan dengan baik. Meskipun begitu, banyak keuntungan yang bisa kamu peroleh jika memiliki roof garden di rumah. Selain rumah jadi nampak lebih asri dan sejuk, keberadaan roof garden dapat memperbaiki kualitas lingkungan di perkotaan dan permukiman padat. Manfaat tersebut, yakni bisa menyejukkan ruangan di dalam rumah. Kehadiran roof garden mengurangi setidaknya 10-
25 persen udara panas yang masuk ke dalam rumah. Tanaman yang ditanam di atas rumah menyerap udara panas yang ekstrem di siang hari dan melepasnya pada malam hari. Alhasil, suhu di dalam ruangan lebih rendah 3-4 derajat Celsius dibandingkan suhu di luar ruangan. Penurunan suhu udara karena adanya roof garden ini dapat mengurangi penggunaan penyejuk ruangan. Secara langsung menghemat pemakaian listrik sebanyak 50-70 persen. Fungsi kedua yakni sebagai pelindung bangunan. Roof garden menjadi insulator panas yang mengurangi radiasi sinar matahari secara efektif. Melalui fungsinya ini, roof garden melindungi struktur eksterior rumah atau bangunan sehingga terhindar dari risiko kerusakan fisik bangunan, seperti pelapukan dan kebocoran atap-apabila diterapkan waterproofing dan sistem drainase yang baik. Dengan kata lain, roof garden dapat memperpanjang usia ketahanan bangunan. Selain itu, kata IGB Udayana, juga sebagai lapisan penahan air. Walaupun tidak menyerap air secara langsung ke dalam tanah, roof garden dapat dimanfaatkan untuk menyimpan 30 persen air hujan. Air buangan yang tertahan di roof garden bisa didaur ulang untuk kelangsungan kegiatan rumah tangga lainnya. (win)
Minggu Pon, 8 Maret 2020
Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021
BPM/afp
Kylian MBappe (kiri) dan Neymar, dua pemain PSG.
PSG-Strasbourg Ditunda Paris – Pertandingan Ligue 1 Prancis antara Paris Saint Germain dan tuan rumah Strasbourg ditunda karena kekhawatiran akan virus Corona. Liga Sepak Bola Prancis (LFP) mengumumkan ini, Sabtu (7/3) kemarin. “Mengikuti perintah dari otoritas Bas-Rhin mengenai penyebaran virus Corona, pertandingan itu ditunda,” kata LFP dalam sebuah pernyataan. Ini adalah pertandingan Liga Prancis pertama yang ditunda karena virus Corona. Keputusan itu dibuat setelah sejumlah orang dinyatakan positif Covid-19 di wilayah Haut-Rhin, yang bertetangga dengan wilayah BasRhin, dimana Strasbourg berada. Kementerian Kesehatan Prancis mengatakan jumlah infeksi Corona di negara itu telah melonjak 154 menjadi 577, dengan dua kematian lagi menjadikan total korban menjadi sembilan. Sementara itu, Bruno Fernandes berpeluang mengukuhkan statusnya sebagai jimat baru Manchester United ketika gelandang Portugal ini mulai merasakan persaingan derbi melawan Manchester City dalam lanjutan Liga Utama Inggris pada Minggu
(8/3) malam. Fernandes telah memulai awal yang baik dengan United setelah kepindahannya dari Sporting Lisbon. Pemain berusia 25 tahun ini telah mencetak tiga gol dan memberikan dua assist dalam tujuh penampilannya. Ia membantu tim Ole Gunnar Solskjaer memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi sembilan pertandingan di semua kompetisi. Di Serie A, Juventus dan Inter Milan bersiap bertarung di hadapan sedikit penonton karena Italia bergulat dengan wabah virus Corona. Hanya 500 orang yang akan menyaksikan pelatih Inter, Antonio Conte, kembali ke Juve, tempat ia memenangkan tiga gelar Serie A sebagai pelatih dan Liga Champions sebagai pemain Juventus. Serie A mendaftarkan sejumlah peraturan baru yang harus dipatuhi oleh klub, termasuk pemasangan pemindai untuk memeriksa suhu dari jumlah terbatas orang yang berwenang memasuki stadion. Wartawan di pertandingan harus memiliki jarak setidaknya dua meter, tidak akan ada konferensi pers sebelum atau setelah laga, serta akses pemain sangat terbatas untuk media. (afp/kmb)
I Kadek Wahyu Rihartana Giri
Dari Tari ke Silat
BARU pertama kali merebut tiket ke PON XX/2020 di Papua, obsesinya tidak tanggung-tanggung. Ingin mendulang medali emas untuk kontingen Bali. Inilah target pesilat I Kadek Wahyu Rihartana Giri yang turun di nomor laga kelas G (75-80 kg). Kadek Wahyu sudah memperhitungkan lawanlawan yang akan dihadapinya nanti. Pesaing terberatnya adalah atlet silat Jabar, DKI, Jateng, dan DIY. ‘’Pesilat yang turun di kelas G sudah sering bertemu dan saling mengenal gaya bertarung masingmasing. Semoga saja saya bisa menyabet emas di Bumi Cendrawasih,” sebutnya. Pria kelahiran Tabanan, 12 Juni 1997 berlatih silat hampir tiap hari. Sementara selama menjalani program TC desentralisasi persiapan ke PON 2020, ia berlatih di Padepokan Perisai Diri Kediri, Tabanan, dipoles Nyoman Yamadhiputra. Ia belajar silat sejak duduk di bangku kelas IV SDN 6 Padangsambian, persisnya di Ranting Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri yang dilatih Nyoman Warsa. “Padahal sejak di TK Kumara Sari sampai SD saya berlatih menari,” terang putra kedua pasangan I
Wayan Nuraja dan Ni Made Minarni ini. Kadek Wahyu sering membawakan tari Gopala dan Baris di Lapangan Puputan Badung. Akan tetapi saat kelas IV SD, ia beralih menekuni silat. Prestasinya langsung mengkilat, yaitu menjadi juara Porjar SD Denpasar. Setelah masuk SMPN 2 Kuta, ia juara di Porjar Badung dan Porjar Bali. Saat di SMAN 1 Kuta (Smansaku), Kadek Wahyu juga juara Porjar Badung dan Porjar Bali. Sempat mewakili Bali dan juara Popwil, ia absen di ajang Popnas, sebab lebih memilih tampil di Porprov Bali. Mahasiswa FOK IKIP PGRI Bali yang segera tamat ini pertama kali berlaga di Porprov Bali XII/2015 di Buleleng mengusung bendera Tabanan. Turun di kelas E, ia harus puas juara III karena dikalahkan peraih emas Asian Games, Komang Harik Adi Putra (Denpasar). Selanjutnya naik ke kelas G pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, Kadek Wahyu mendulang emas dan kembali menyabet emas pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Sementara di ajang Pomnas, dua kali merebut emas yaitu di Jakarta (2019) dan di Makassar, Sulsel (2017). (nel)
Ketum PSSI Tinjau Kesiapan Bali
Gianyar (Bali Post) –
Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, berkunjung ke Bali untuk meninjau Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar yang dinominasikan sebagai salah satu dari enam kandidat tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan. Kedatangan Iriawan disambut langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (7/3) kemarin. Hadir Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Ketua Asprov PSSI Bali I Ketut Suardana dan anggota Komite Eksekutif PSSI Pieter Tanuri. Dua jam berada di Stadion Dipta, Iriawan meninjau kondisi rumput lapangan dan berbagai infrastruktur lain di arena olahraga yang menjadi homebase Bali United. “Piala Dunia U-20 2021 merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia karena kita bisa mengalahkan bidding negara-negara lain yang juga sangat ingin menjadi tuan rumah,” katanya. Iriawan menilai Stadion Dipta layak untuk menggelar event sepak bola internasional. Tahun lalu stadion berkapasitas 25 ribu penonton ini digunakan timnas senior menjamu Vietnam pada lanjutan Pra-Piala Dunia 2022 dan uji coba timnas U-23 melawan Iran. Sementara Bali United menggunakannya dalam ajang Piala AFC. “Senang sekali melihat jumlah tempat duduk tribun single seat sudah bertambah sejak dipakai pertandingan timnas tahun lalu. Tinggal perbaikan minor seperti
penambahan ruangan untuk fasilitas broadcast, peningkatan kapasitas lampu penerangan, perbaikan kamar ganti, kolam berendam air hangat dan lain-lain,” ujar Iriawan. Pada pagi harinya, Tim Teknis PSSI meninjau lima lapangan dan stadion yang dipersiapkan Bali sebagai tempat latihan jika
provinsi ini dipercaya sebagai salah satu host cities Piala Dunia U-20 2021. Lapangan yang dicek masing-masing Gelora Samudra Kuta, Trisakti Legian (Badung), Kompyang Sujana, Stadion I Gusti Ngurah Rai dan Kapten Japa (Denpasar). Pada kesempatan itu Gu-
bernur Bali Wayan Koster menyatakan, pemerintah provinsi bersama pemerintah kota dan kabupaten terkait mendukung sepenuhnya agar Bali dapat menjadi salah satu Piala Dunia U-20 2021. “Saat ini kami tengah menggiatkan branding Bali sebagai destinasi pariwisata olahraga atau sport tourism,” kata pencetus aksi ‘We Love Bali M o v e -
ment’ ini. Koster menekankan keunggulan Bali yang sudah lama dikenal sebagai destinasi pariwisata terbaik dunia. “Pada 2019, dari 16 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, sebanyak 6,3 juta atau 39 persen di antaranya datang ke Bali, menghasilkan Rp 75 triliun devisa dari sektor pariwisata,” paparnya. (022)
BPM/ist
STADION DIPTA - Ketua Umum, PSSI Mochamad Iriawan (kanan) dan Gubernur Bali, Wayan Koster di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (7/3) kemarin.
Bali United Menang Berkat Kerja Keras Pemain Gianyar (Bali Post) Bali United sukses mempermalukan tuan rumah Barito Putera dengan skor
2-1 (1-0) dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 2020 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kalimantan Selatan, Jumat
(6/3) malam. Tim Serdadu Tridatu sempat unggul 2-0 sebelum skuad Laskar Antasari mampu mempertipis kekala-
BPM/ist
LOLOS – Bek sayap Bali United Ricky Fajrin Saputra (merah) lolos dari hadangan pemain Barito Putera dalam pertandingan Kompetisi Liga 1 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kalsel, Jumat (6/3) malam.
han lewat gol pemain pengganti Kahar yang membobol gawang Wawan Hendrawan pada menit ke-84. Dalam laga yang dipimpin wasit Sigit Budiyanto, Bali United mendominasi permainan sejak awal. Alhasil, Stefano Lilipaly berhasil menjebol gawang Barito Putera yang dikawal kiper M. Riyandi pada menit ke15. Pada babak kedua, Bali United sempat tertekan dan mengandalkan serangan balik. Strategi itu cukup jitu, terbukti penyerang Lerby Eliadnry Pong Babu berhasil menggandakan kemenangan timnya menjadi 2-0. Pelatih Bali United, Stefano ‘Teco’ Cugurra, menegaskan kemenangan yang diraih ini berkat kerja keras para pemain. “Anak-anak tampil dengan semangat juang tinggi. Saya harus berterima kasih kepada pemain yang bekerja sangat keras saat pertandingan. Mereka menerapkan taktik dari tim. Hasil ini sangat bagus setelah
ditahan Persita 0-0 pada pertandingan pertama di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar,” tuturnya. Teco memuji penampilan asuhannya sepanjang pertandingan. Punggawa Serdadu Tridatu disebutnya solid dan kompak. Ia mengacungi jempol penampilan kapten Fadil Sausu yang memberikan umpan akurat matang dan terukur sehingga mampu dijadikan gol oleh rekannya. Sementara Fadil Sausu berharap hasil positif ini berlanjut pada laga berikutnya. Skuad Bali United kembali ke Pulau Dewata pada Sabtu (7/3) sore kemarin, guna melakukan persiapan menjalani laga lanjutan Piala AFC 2020. Juara Liga 1 2019 ini akan menghadapi tuan rumah Ceres Negros di Manila pada 11 Maret mendatang. Sepulang dari Filipina, Bali United harus menjamu tim tangguh Madura United pada Kompetisi Liga 1. (022)
Piala Davis
Gunawan Sempurnakan Kemenangan Indonesia Atas Kenya Jakarta (Bali Post) – Petenis belia, Gunawan Trismuwantara, menyempurnakan keunggulan tim Indonesia atas Kenya pada pertandingan Piala Davis Grup 2 di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/3) kemarin. Gunawan menang 6-4, 6-2 atas tunggal ketiga Kenya, Kevin Chreruiyot, pada partai keempat untuk membawa tuan rumah mengunci kemenangan meyakinkan 4-0. Indonesia sebelumnya telah mengamankan posisi di Grup 2 setelah pasangan Christopher Rungkat/David Susanto menundukkan Ismael Changawa Ruwa Mzai/Ibrahim Kibet Yego dengan skor 6-7 (2-7), 7-6 (8-6), 7-6 (7-3). Chreruiyot sempat memberi perlawanan merepotkan pada set pertama, namun ia kemudian harus mengakui keunggulan Gunawan yang baru berusia 17
tahun. Gunawan meningkatkan permainannya pada set kedua. Chreruiyot hanya mampu memenangi dua set untuk mengubah kedudukan menjadi 3-2 untuk keunggulan petenis Indonesia. Setelah itu, kendali permainan digenggam petenis dengan sapaan Gugun. Ia memenangi satu demi satu gim, dan kemudian menutupnya dengan pukulan forehand ringan ke sisi lapangan yang luput dijaga Chreruiyot untuk mengamankan kemenangan set 6-2. “Partai terakhir (Piala Davis) memang memberikan kesempatan kepada pemain junior, Gunawan. Dulu kami memberi kesempatan kepada Ari (Fahresi), kemudian sebelumnya ada Rifki Fitriadi. Ini adalah kesempatan melawan pemain-pemain yang kelasnya ada di atasnya dan Gunawan terbukti mampu memenangi pertandingan,” kata Ketua Umum PP Pelti
Rildo Anwar. Pada pertandingan Piala Davis melawan Selandia Baru yang berlangsung September silam, petenis belia Ari Fahresi menyumbang satu-satunya kemenangan tim Indonesia. Dengan bertambahnya usia para petenis andalan Indonesia, pihaknya akan terus menyiapkan petenis muda agar kelak dapat menggantikan Christopher Rungkat dan kawan-kawan. Menurut Rildo, PP Pelti akan terus memberikan kesempatan kepada petenis muda agar dapat berkompetisi di turnamen-turnamen di luar negeri. Namun ia mengingatkan bahwa tidak semua turnamen yang tersedia harus diikuti. Petenis muda mesti memilah-milah mana turnamen yang berpeluang menghasilkan poin yang banyak untuk dapat mendongkrak peringkat. (ant)
BPM/ant
I Kadek Wahyu Rihartana Giri (kiri)
BPM/ist
PUKUL BOLA - Petenis muda Indonesia, Gunawan Trismuwantara, memukul bola saat melawan Kevin Chreruiyot asal Kenya dalam pertandingan Grup 2 Piala Davis di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/3) kemarin.