terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 172 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Sabtu wage, 8 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Peringatkan Nelayan Jangan ’’Nakal’’
Puluhan Gepeng Dipulangkan
Babi Mati Bukan karena ASF
Jajaran Satpolairud Polres Klungkung mengingatkan kembali nelayan agar tidak nekat melaut di tengah cuaca buruk. Selain itu, para nelayan juga diminta jangan ‘’nakal’’ yakni melakukan tindakan di laut yang melanggar hukum.
Puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) asal Karangasem diamankan petugas Satpol PP serta Dinsos di sejumlah kabupaten/kota di Bali. Selanjutnya, mereka dipulangkan ke rumah masing-masing di Bumi Lahar. KARANGASEM | HAL. 8
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, Jumat (7/2) kemarin menyebutkan tiga ekor babi mati di Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo bukan karena virus African Swine Fever (ASF), tetapi akibat cuaca ekstrem.
KLUNGKUNG | HAL. 7
JEMBRANA | HAL. 11
Baleg DPR-RI Dukung RUU Provinsi Bali Dibahas Kumulatif Terbuka 2020
BERSAMA - Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama jajaran ketua dan anggota Badan Legislasi DPR-RI, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama dan bupati/wali kota se-Bali usai rapat terbuka di Gedung Nusantara II, Jumat (7/2) kemarin, terkait pemaparan RUU Provinsi Bali.
OPINI
Jangan Sampai Menyinggung Ras-Keturunan Oleh: GPB Suka Arjawa PENYEBARAN virus Corona tipe baru, yang dimulai dari Wuhan, Tiongkok itu telah meluas dan mencapai lebih dari 20.000 orang terjangkit. Meskipun menelan kematian tetapi telah pula berhasil disembuhkan. Jadi kalaupun obatnya masih belum ditemukan tetapi penyakit ini dapat disembuhkan. Bahkan persentase mereka yang sembuh melebihi dari angka kematian. Setidaknya itulah yang menjadi penyemangat para peneliti untuk melakukan penelitian dan kenyataan itu pula yang mesti dilihat oleh masyarakat agar tidak terlalu panik dengan kondisi penyebaran virus Corona baru tersebut. Akan tetapi dalam realitas sosialnya, kepanikan selalu terjadi dan meluber pada sektor pekerjaan. Turis-turis asal Tiongkok mendadak ‘’hilang’’ dan malah ada cerita mereka dijauhi para pedagang pinggir pantai. Tentu ini bukanlah sikap yang mendukung upaya pemerintah untuk menenangkan masyarakat agar tidak bersikap curiga kepada anggota masyarakat yang lain. Berkurangnya turis Tiongkok tentu pula mengurangi jumlah hunian hotel yang tidak tahu sampai kapan akan kembali dinamis. Sikap seperti inilah yang harus menjadi perhatian secara sosial dan politik. Sikap kecurigaan seperti ini juga diberitakan muncul di negara Eropa, di mana pada sebuah kantin, mahasiswa dari Tiongkok didiskriminasi tidak dibolehkan untuk ikut bercampur dalam ruangan. Padahal, belum tentu mereka membawa virus yang menular tersebut. Hal. 11 Basis Multikultur
Harian Bisnis Bali Tinggi, Tarif Cukai Arak Bali Arak Bali telah dilegalkan dalam bentuk sebuah pergub. Berbagai masalah masih mengiringi kebijakan itu. Salah satunya, tingginya tarif cukai terhadap produk asli Pulau Dewata ini. Bagaimana pemerintah menyikapinya? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Takut Virus Corona Camping di Pantai Kuta Bule asal Denmark Gudmand Hoyer Jan Jones Yakari Colom camping di kawasan Pantai Jerman, Kuta, karena takut virus Corona.
www.denpost.id
Jakarta (Bali Post) Jalan panjang pengajukan draf RUU tentang Provinsi Bali agar bisa dibahas dalam sidang paripurna DPR-RI tahun 2020 tampaknya menemui titik terang. Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI mendukung aspirasi rakyat Bali atas pengajuan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Provinsi Bali yang akan merevisi UU Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Bali, NTB, NTT. Dukungan disampaikan Ketua Badan Legislasi DPRRI Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H. setelah mendengarkan pemaparan Gubernur Bali Wayan Koster dalam audiensi, Jumat (7/2) kemarin. Menurut Supratman, ini langkah awal mensinkronkan dengan Komisi II DPR-RI. Untuk substansi dari RUU tentang Provinsi Bali akan dipelajari lebih lanjut dengan anggota Baleg, apakah naskah akademik RUU akan diambil alih oleh DPR secara keseluruhan atau dibahas lagi di Komisi II, nanti menunggu hasil kajian. ‘’Pada prinsipnya kami mendukung aspirasi masyarakat Bali,’’ tegasnya dalam rapat ter-
’’RUU ini sama sekali tidak ada niat untuk mengarah ke otonomi khusus. Tidak ada yang namanya kapling alokasi APBN. Semua bagian sesuai koridor yakni Dana Alokasi Umum, bagi hasil, dana desa, dan lainnya. Intinya adalah mengisi pembangunan Bali sesuai karakteristik lokal.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
buka di Gedung Nusantara II. Kader Partai Gerindra tersebut juga mengapresiasi seluruh komponen masyarakat Bali yang hadir ke Senayan. Artinya, RUU ini merupakan inisiatif yang diinginkan oleh seluruh lapisan masyarakat Bali. Hal ini akan menjadi perhatian serius Baleg untuk proses pembahasan lebih lanjut soal RUU tentang Provinsi Bali. Diakuinya, memang selama ini masih menjadi perdebatan apakah RUU itu bisa masuk atau tidak dalam kumulatif terbuka, hal ini akan segera diputuskan. Dalam ketentuan prolegnas saat ini ada peruba-
han. Kalau dulu prolegnas itu hanya bisa diubah sekali setahun, tetapi sekarang bisa dilakukan lebih. Bahkan, untuk memastikan dan memperdalam lagi RUU tentang Provinsi Bali, di bulan Februari 2020 Baleg akan berkunjung ke Bali. RUU Provinsi Bali ini merupakan momen dalam memperbaiki Bali. Anggota Baleg Putra Nababan mengatakan, Bali bukan saja milik Indonesia namun juga dunia. Hal ini akan menjadi momen bagi semua orang bisa memberikan masukan untuk Bali. Hal. 11 Bukan Otonomi Khusus
Bali Hadapi Bencana di Tengah Keterbatasan
BALI baru saja menerima penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas partisipasi aktif dalam penanggulangan bencana tahun 2019. Di balik penghargaan itu, BPBD Provinsi Bali rupanya bergulat di tengah keterbatasan. Baik dari sisi peralatan maupun SDM. Menariknya, keterbatasan itu tak dianggap sebagai kendala tetapi justru dioptimalkan untuk mewujudkan Bali yang tangguh menghadapi bencana. ‘’Kalau dari sisi peralatan, secara kuantitatif itu relatif. Tetapi itu tidak menjadi kendala buat kami selalu mengoptimalkan kondisi eksisting, kondisi peralatan yang kami miliki,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin dikonfirmasi, Jumat (7/2) kemarin. Sejak tahun lalu, lanjut Rentin, pengadaan alat mulai dilakukan secara rutin. Termasuk update logistik yang sifatnya urgen, penting dan mendesak. Salah satunya adalah pengadaan mesin pemotong kayu (sensor) yang sekarang berjumlah 17 unit. Sebagian sudah disebarkan untuk BPBD kabupaten/kota seBali. Artinya, selain digunakan sendiri oleh BPBD Provinsi juga untuk men-support minimnya peralatan di kabupaten/kota. ‘’Alat daripada diam di gudang, kan lebih baik dimanfaatkan, digunakan, dioperasionalkan oleh teman-teman,’’ jelasnya. Terkait logistik, Rentin menyebut tahun lalu telah dilakukan pengadaan kebutuhan dasar masyarakat yang tertimpa bencana. Kebutuhan dasar ini mencakup selimut, bahan kebutuhan pokok, hingga air mineral. Minggu pertama bulan Januari lalu, logistik itu mulai disalurkan ke kabupaten/kota. Dengan demikian, tidak hanya peralatan tapi juga logistik telah stand by di BPBD provinsi dan kabupaten/kota untuk mengantisipasi terjadinya bencana. ‘’Kalau ada masyarakat yang tertimpa angin puting beliung, kebakaran, longsor, sehingga dia mengalami shock secara psikis, kami hadir di sana untuk memberikan perhatian berupa support kebutuhan dasar dia,’’ paparnya. Bicara SDM, menurut Rentin, sebetulnya masih jauh dari kata ideal sesuai analisis beban kerja. Personel yang dimiliki BPBD Bali idealnya 200 sampai 230 orang. Akan tetapi, posisi SDM saat
ini hanya 80 personel. Walaupun di awal tahun 2020, BKD Provinsi Bali sudah menambah 21 personel lagi untuk BPBD. Namun keseluruhan jumlah 101 personel juga belum mencapai kata ideal. Mau tidak mau, kondisi ini harus dioptimalkan dengan membagi personel yang ada untuk mem-back up sembilan kabupaten/kota. Bagaimana soal anggaran, BPBD Provinsi hanya mengelola sebesar Rp 17 miliar lebih seperti halnya tahun 2019 lalu. ‘’Itu menyeluruh termasuk di dalamnya gaji personel (PNS dan non-PNS - red), beberapa agenda sosialisasi, pemeliharaan alat. Salah satunya alat sirene tsunami di sembilan titik,’’ paparnya. Rentin menambahkan, Pemprov Bali dan Basarnas telah meneken MoU dalam rangka penyediaan kru dan armada helikopter. Hal ini penting dalam kesiapsiagaan bencana, untuk melakukan penyelamatan ketika terjadi sesuatu seperti orang hilang. Mengingat, fungsi Basarnas adalah search and rescue. Hal. 11 Rawan Longsor
Denpasar Tersebar Bangli Rp 9 Miliar HAMPIR semua BPBD kota/kabupaten di Bali mengalami keterbatasan anggaran. Bahkan seperti dialami BPBD Kota Denpasar, tak memiliki baku anggaran tetap, melainkan disebar di semua UPD yang ada. Seperti yang dilaporkan wartawan Bali Post, BPBD di daerah bergerak di tengah serba keterbatasan dengan anggaran yang tak jelas.
Di Denpasar dilaporkan sangat rentan dengan bencana banjir, cuaca ekstrem, epidemik penyakit, gempa bumi, gelombang pasang dan abrasi serta tsunami. Di Badung daerah rawan longsor di Kecamatan Petang di tujuh desa, Abiansemal 4 desa, Mengwi satu desa dan Kutsel tiga desa. Daerah rawan banjir terjadi di Kuta Utara dan Mengwi. Sementa-
ra BPBD setempat mendapat anggaran bencana sesuai proposal yang diajukan. Di Bangli, BPBD setempat 2019 mendapat bantuan pascabencana dari pusat Rp 9 miliar. Dana ini dipakai untuk perbaikan infrastruktur. Sementara bantuan korban bencana diajukan ke BPBD Provinsi Bali. Hal. 11 Gunung Api
Sabtu Wage, 8 Februari 2020
Buka Kampung Kompeten
Rai Mantra Ajak Bersaing dan Berkompetisi dengan Keahlian KAMPUNG Kompeten untuk kedua kalinya diselenggarakan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), bersinergi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Denpasar dan DPC HILLSI Denpasar. Kegiatan ini dibuka secara resmi Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra secara bersama-sama ditandai dengan pemukulan kulkul, Jumat (7/2) kemarin, di Dharma Negara Alaya Denpasar. Tampak juga dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Denpasar IGA Rai Anom Suradi, Kadis Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani, pihak Bank Indonesia, Bank BPD Bali Cabang Denpasar, serta Ketua Hillsi Denpasar I Nyoman Sukadana. Dihadiri ratusan peserta dari masing-masing LPKS Denpasar, Wali Kota Rai Mantra mengajak untuk bersaing dan berkompetisi dengan keahlian. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan LPKS dengan kompetensinya nyambung dengan dunia kerja. “Lima tahun yang lalu kami berkeinginan Denpasar menjadi Kota Kompeten. Nantinya diharapkan dalam 25 tahun ke depan masyarakat Denpasar memiliki kompetensi di dunia kerja dan usaha, karena usaha membutuhkan keahlian,” ujar Rai Mantra. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, tingkat pengangguran dan usaha sektor pendidikan menunjang salah satunya LPKS ini tidak ada yang lain. Dengan topik Kampung Kompeten yang mampu memajukan satu kampung bersama dengan kompetensi. Terlebih dengan keberadaan gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar saat ini, didekatkan bersama hal kreatif dan inovatif. ”Hal ini tidak terlepas dari DNA orang Bali yang sudah kreatif dari sejak lahir dan perlu terus dilakukan interaksi bersama dari peradaban dan meningkatkan kreativitas,” ujar Rai Mantra. Di dalam gedung DNA dapat
PUKUL KULKUL – Wali Kota Rai Mantra memukul kulkul menandai pembukaan secara resmi kegiatan Kampung Kompeten, Jumat (7/2) kemarin di Dharma Negara Alaya, Lumintang Denpasar. berkolaborasi bersama dari LPKS, perbankan, dan pemerintah dengan fasilitas yang tentunya mampu meningkatkan hal tersebut. Seperti keberadaan Co Working Space. “LPKS jawaban global, fokus, konsisten, ciptakan kemanfaatan dengan terus melakukan pengembangan wawasan, teori untuk membuat nilai lebih. Tak perlu ragu ke depan menguatkan kompetensi yang ada serta dibutuhkan wilayah itu sendiri. Kita harus menyatu memiliki pemikiran yang sama. Kompetensi kebutuhan hidup kita untuk kualitas diri kita sendiri,” terang Rai Mantra. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi IGA Rai Anom Suradi didampingi Ketua Panitia Kampung Kompeten I Made Hadi Purnantara mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menyambut HUT ke-232 Kota Denpasar untuk kedua kalinya dengan Tema “Agawe Sukaning Wong Len”. Dalam kegiatan Kampung Kompeten ini diikuti 30 LPKS, di antaranya Sekolah Perhotelan Bali, Sekolah
Lagi, RSUP Sanglah Terima Pasien Observasi Corona Denpasar (Bali Post) Pasien observasi virus Corona kembali diterima RSUP Sanglah, Kamis (6/2) malam. Pasien merupakan rujukan dari salah satu RS Swasta di Denpasar, dan hingga Jumat (7/2) kemarin masih dirawat di ruang isolasi Nusa Indah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, saat dihubungi membenarkan adanya kiriman pasien dengan status observasi. ‘’Pasien perempuan berkewarganegaraan WNI. Dirujuk karena mengalami gejala seperti demam dan panas,’’ ujar Suarjaya. Sementara dari riwayat kedatangan, menurut Suarjaya pasien tidak ada riwayat dari Tiongkok, tetapi ada riwayat bepergian dari Singapura dan Malaysia. Seperti diketahui, kedua negara ini termasuk sudah terpapar virus Corona. ‘’Meski penyebaran infeksinya tidak seperti di Wuhan, Tiongkok, kita tetap waspada. Sehingga pasien dirujuk untuk diobservasi,’’ ujar Suarjaya. Dari hasil foto rontgen thorax, lanjut Suarjaya, pasien belum menunjukkan gejala ke arah pnemumoni dan kondisinya juga sudah membaik. Untuk sampel telah diambil dan segera dikirim ke pusat untuk menjalani pemeriksaan. (san)
Warga Iran Dijebloskan ke Lapas Kerobokan Denpasar (Bali Post) Diduga melakukan penganiayaan, warga Iran, Mehdi Mahmoudi Kalouei (39), langsung dijebloskan ke Lapas Kerobokan setelah kasusnya dilimpahkan ke Kejari Denpasar. Tersangka sebelumnya ditahan pihak kepolisian. “Kami sudah menerima pelimpahan tahap II dan tersangka dititip di Lapas Kerobokan,” kata Kasipidum Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta, Jumat (7/2) kemarin. Dijelaskan, tersangka ini diduga menganiaya Masoud
Khatami di Jalan Diana Pura, Kuta, Badung, pada Rabu 12 April. Saat itu sekitar pukul 20.00 Wita korban berada di sebuah restoran di Jalan Diana Pura. Dia ingin rapat di sana. Malam itu datang tersangka dan langsung menghajar korban. Tidak hanya mengenai kepala, namun juga leher korban. Korban hingga tersungkur ke lantai. Tak pelak korban merasakan sakit di leher dan kepalanya pusing. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi. (kmb37)
Perhotelan Internasional dan Bali Aviation& Tourism Center, serta Alfa Prima. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan vibrasi positif bagi kemajuan Kota Denpasar, khusunya produktivitas SDM Kompeten sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi kreatif. Sehingga Kota Denpasar yang kompeten bisa secara konsisten kita wujudkan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua HILSI Denpasar I Nyoman Sukadana mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar, khususnya Wali Kota Denpasar dan Wakil Wali Kota Denpasar yang telah memfasilitasi serta bersinergi dalam kegiatan Kampung Kompeten. Menurutnya, di Kota Denpasar terdapat lebih dari 40 LPKS nantinya mampu mewujudkan bersama Denpasar Kota Kreatif serta menjadikan Denpasar skill development centre terbaik,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Rai Mantra juga meninjau beberapa stan pameran dari LPKS di Gedung DNA Denpasar. (ad190)
Dihadiri Menteri PPPA Bintang Puspayoga
WHDI Kota Denpasar Gelar Sosialisasi Pendidikan Pranikah Sasar Siswa SMA/SMK KEBERDAAN generasi muda yang rentan menghadapi permasalahan dalam menjalani bahtera rumah tangga, memang tidak bisa dipungkiri saat ini. Guna menciptakan sekaligus memberikan bekal kepada generasi muda agar siap menghadapi pernikahan dan mampu membentuk keluarga sejahtera, unggul, dan berkualitas, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar menggelar Sosialisasi Pranikah. Kegiatan yang melibatkan siswa-siswi SMA/SMK se-Kota Denpasar ini dibuka Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, yang ditandai dengan pemukulan kendang dan cengceng di Dharmanegara Alaya Kota Denpasar, Jumat (7/2) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Gatriwara Ny. Gusti Ngurah Gede, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Kepala SMK/SMA seKota Denpasar, serta WHDI Provinsi Bali dan Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut peserta disajikan beragam materi dan kiat-kiat pendidikan pranikah oleh narasumber dari WHDI Provinsi Bali. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan kampanye cuci tangan sesuai dengan aturan WHO melalui media Tiktok. Ketua WHDI Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus pembekalan bagi generasi muda Bali, khususnya Kota Denpasar. Mengingat saat ini banyak anak yang melangsungkan pernikahan di usia muda. Karenanya diperlukan pembekalan sehingga dapat menghadapi tantangan
dalam melaksanakan bahtera rumah tangga. Wali Kota Rai Mantra mengatakan, pernikahan merupakan sebuah upacara yang bersifat sakral. Tentunya diharapkan dari pelaksanaan pernikahan mampu memberikan kebahagiaan dan sesuai dengan tujuan pernikahan, sehingga segala sesuatunya wajib dipersiapkan dengan matang. Mulai dari kompetensi, ego, dan fisik, sehingga dapat meminimalisir adanya permasalahan pascapernikahan di kemudian hari. Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga mengatakan usia pernikahan muda dan ketidaksiapan kedua belah pihak rentan dihadapi pasangan pernikahan saat
ini mulai dari KDRT, perceraian, dan lain sebagainya. Karena itu perlu diberikan pembekalan sehingga mampu memberikan bayangan dan bekal bagi generasi muda nantinya. Beragam hal harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan pernikahan, mulai dari kesiapan fisik dan juga mental. Sehingga ketika sudak dilaksanakan kedua mempelai siap menghadapi bahtera rumah tangga dan saling mengisi satu sama lainnya. ‘’Hanya dengan sinergi bersama berbagai pihak dalam pencegahan perkawinan anak, dan hal ini dilaksanakan secara terstruktur, holistik dan integratif, sehingga mampu mendukung pemenuhan hak anak menuju Indonesia layak anak tahun 2030 dan Indonesia Emas di tahun 2045,’’ paparnya. (ad201)
SOSIALISASI - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara membuka sosialisasi pendidikan pranikah yang ditandai dengan pemukulan kendang dan cengceng di Dharmanegara Alaya Kota Denpasar, Jumat (7/2) kemarin.
PPDB 2020 Tak Berlakukan Surat Keterangan Domisili
Denpasar (Bali Post) -
Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 lalu, mulai disikapi jajaran Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar. Terlebih, pada saat itu jalur zonasi memperbolehkan menggunakan surat keterangan domisili. Karena itu, pada tahun ini surat keterangan domisili tidak berlaku lagi untuk jalur zonasi. Disdikpora yang memberlakukan KK untuk jalur tersebut. Hal ini terungkap dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Kota Denpasar dengan Disdikpora, Dinas Kebudayaan dan kepala SMP Negeri, Jumat (7/2) kemarin di Gedung DPRD. Raker yang dipimpin Ketua Komisi IV, Wayan Duaja, membahas lebih awal persiapan untuk PPDB mendatang. Karena
selama ini proses PPDB selalu menjadi perhatian masyarakat banyak. Duaja mengatakan, pertemuan ini dilaksanakan untuk mendalami sistem yang akan diterapkan pada PPDB tahun ajaran 2020/2021. Pihaknya berharap dengan pemahaman semua pihak, nantinya PPDB
di Kota Denpasar berlangsung lancar dan terhindar dari kekisruhan seperti tahun-tahun sebelumnya. ‘’Kami mengundang Disdikpora dan kepala SMP negeri bukan untuk lobilobi. Tapi kami ingin semua pihak taat aturan. Artinya, dalam PPBD ini semua pihak konsisten menerapkan aturan,
khususnya Permendikbud No. 44 tahun 2019,’’ kata Duaja didampingi Wakil Ketua Komisi IV Drs. Ketut Sudana, M.Pd. Anggota Komisi IV, Wayan Sugiarta, juga berharap apa yang terjadi di tahun sebelumnya tidak terulang kembali. Terutama untuk yang melakukan tindakan di luar aturan yang ada. Pihaknya minta agar tak ada lagi penghargaan bodong, sehingga PPDB berlangsung aman. ‘’Kami harapkan semuanya konsisten melaksanakannya sesuai aturan,’’ paparnya. Kadisdikpora Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan, mengatakan terkait PPDB tahun ini pihaknya sudah membuat kajian zonasi yang dibantu Unud. Dimana zonasi di Kota Denpasar berbasis desa/kelurahan, yang terbagi dalam empat zona. Selain itu, juga telah dilak-
sanakan Focus Group Discussion (FGD) guna minta masukan dan saran terkait PPDB. Menurut Gunawan tahun ini lulusan SD di Kota Denpasar yang akan melanjutkan ke tingkat SMP mencapai 14 ribu orang. Sementara sistem yang diterapkan melalui beberapa jalur. Yakni,zonasi, prestasi, penghargaan, dan perpindahan tugas orangtua murid. Zonasi sebanyak 50 persen. Dimana seleksinya mengacu pada nilai hasil ujian bersama untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Seleksinya akan dilaksanakan di sekolah masing-masing. Sementara pendaftaran tetap secara online. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Topik : HADAPI BENCANA DI TENGAH KETERBATASAN Bali Post/ara
PPDB - Suasana rapat kerja antara Disdikpora dan Komisi IV DPRD Denpasar, Jumat (7/2) kemarin.
Kasus Kematian Babi di Bali
Sekda Tegaskan Masih Berstatus ”Suspect” ASF
Bali Post/kmb23
MAKAN BERSAMA - Sekertaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra (tengah) bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana (kanan) saat acara makan daging babi bersama, Jumat (7/2) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Kasus kematian babi secara mendadak di Bali dinyatakan positif African Swine Fever (ASF). Akan tetapi, hal ini dibantah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra, Jumat (7/2) kemarin. Bantahan ini ditegaskan saat menghadiri acara makan daging babi bersama di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Menurutnya, kematian ini masih belum mengarah ke positif, tetapi ke suspect ASF. Dewa Indra menjelakan, penentuan kasus epidemi penyakit ada tahapan-tahapan dalam konfirmasi, yaitu pengawasan, suspect, dan kemudian barulah positif. “Jadi sekarang untuk kasus kematian babi ini masih pada suspect. Ini berdasarkan pemeriksaan yang
dilakukan di Balai Veteriner Bali. Untuk hasil positif atau tidak, masih menunggu pihak Balai Veteriner Medan. Sebab di sana kasus ASF pertama merebak,” ujarnya. Terlepas hasilnya nanti seperti apa, terpenting adalah mencegah agar penyakit ini tidak semakin berkembang. Karenanya, Dewa Indra menegaskan agar peternak menerapkan biosecurity seperti menjaga kebersihan kandang, rutin melakukan sterilisasi kandang, mengurangi arus masuk keluar orang ke dalam kandang. “Penyakit ini diduga dari makanan sisa, baik dari restoran maupun hotel yang diberikan kepada babi dan tidak dimasak dengan benar. Karena itu diharapkan agar peternak dalam memberikan pakan ke babi harus dimasak,
setidaknya sampai mendidih,” tegasnya. Pihak pemerintah sendiri sudah melakukan penanganan secara masif, salah satunya pemberian bantuan disinfektan ke peternak dan penerapan biosecurity. langkah-langkah penanganan ini bersama peternak telah memperlihatkan hasil, dimana tidak lagi ditemukan kematian babi yang mengarah atau berciri-ciri ke ASF. “Hari ini bahkan sudah nol,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh. Fadjar Sumping Tjatur R. mengatakan, meski adanya kasus ASF positif di Indonesia, tidak berpengaruh pada ekspor daging babi. ‘’Ekspor masih jalan. Jadi tidak terpengaruh isu ini,’’ ujarnya. Menurutnya, selama peternak melakukan biosecurity yang
benar dan rutin, maka akan mencegah infeksi dari virus ASF maupun penyakit pada babi lainnya yang disebabkan virus dan bakteri. ‘’Manfaat melakukan biosecurity yang benar dan rutin bisa kita lihat ada peternakan babi di Sumatera Utara. Dimana mereka terhindar dari infeksi ASF meski berada di tengah daerah wabah,’’ ujarnya. Dengan adanya kasus kematian babi di Bali dengan suspect ASF ini, menyebabkan masyarakat cenderung takut mengonsumsi daging babi. Untuk memberikan jaminan kepada masyarakat jika daging babi aman dikonsumsi, Distan dan Ketahanan Pangan Bali menggelar acara makan daging babi bersama dengan tema “Jangan Takut Makan Daging Babi, Daging Babi Aman
Dikonsumsi”. Kadistan dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, mengatakan acara ini dilakukan untuk memberikan jaminan jika daging babi aman dikonsumsi jika dimasak dengan benar. “Penyakit ini tidak menular dari babi ke manusia. Akan semakin aman jika daging babi dimasak dengan matang dan benar,” ujar Wisnuwardhana. Dalam kegiatan makan bersama ini disediakan dua ekor daging babi guling utuh dengan menu pelengkap. Mulai dari lawar, tum, sate, hingga sayur nangka. Semuanya berbahan dasar daging babi. Dalam kegiatan tersebut dihadiri seluruh staf Distan bersama Sekda dan Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. (san)
Sabtu Wage, 8 Februari 2020
Sambut Hari Raya Galungan dan Kuningan
TP PKK dengan WHDI Badung Gelar Bakti Sosial di Pura Antapsai Bon Petang
BAKTI SOSIAL - Ketua TP PKK Ny. Seniasih Giri Prasta bersama jajaran saat melaksanakan bakti sosial dan persembahyangan bersama di Pura Penataran Agung Pucak Antapsai Bon di Desa Adat Bon, Kecamatan Petang, Kamis (6/2).
TIM Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung bersinergi dengan WHDI Kabupaten Badung melaksanakan bakti sosial dan persembahyangan bersama di Pura Penataran Agung Pucak Antapsai Bon di Desa Adat Bon, Kecamatan Petang, Kamis (6/2). Bakti sosial yang dipimpin Ketua TP PKK Ny. Seniasih Giri Prasta pada kesempatan tersebut menyerahkan sembako kepada pemangku Pura Pucak Antapsai Bon sebagai bentuk kepedulian WHDI kepada para pemangku yang sudah mengabdikan dirinya untuk melayani
masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Pemberian bantuan ini merupakan kegiatan rutin setiap menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Selain memberikan bantuan kepada para pemangku, WHDI Kabupaten Badung juga melakukan kegiatan mareresik di areal Pura Pucak Antapsai Bon dan melakukan penanaman pohon dalam rangka mendukung usaha Pemkab Badung dalam hal pelestarian lingkungan. ‘’Dalam rangka menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, kami
beserta jajaran ngaturang ayah di Pura Pucak Antapsai Bon dengan harapan semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa melimpahkan berkahnya untuk kita semua sehingga kita dapat menjalankan ibadah Galungan dan Kuningan secara lancar dan penuh dengan kedamaian. Kegiatan baksos seperti ini juga untuk menumbuhkan kepekaan dan kepedulian kita terhadap sesama dan lingkungan,’’ ujar Seniasih Giri Prasta. Sementara itu, Camat Petang Wayan Darma didampingi Pj. Perbekel Belok menyampaikan rasa terima
kasih kepada WHDI Kabupaten Badung atas bantuan sembako serta kegiatan baksos yang dirangkaikan dengan pananaman pohon untuk melestarikan lingkungan. ‘’Semoga kegiatan ini memberikan manfaat serta membawa kerahayuan untuk Kabupaten Badung,’’ imbuhnya. Wayan Darma juga berharap kepada WHDI Kabupaten Badung untuk seterusnya dapat memperhatikan para pemangku dan ke beradaan pura sungsungan jagat yang berada di wilayah Kabupaten Badung. (ad191)
FIGUR Jangan Takut Berlebihan ADANYA wabah virus Corona yang sudah menyebar di 23 negara, tidak harus disikapi dengan kepanikan. Direktur RSU Kasih Ibu Denpasar dr. I Wayan Kesumadana, Sp.OG(K)., FER., Jumat (7/2) kemarin mengatakan virus Corona hidup di suhu dingin dan lembab, atau sekitar 23 derajat Celcius. Sementara Indonesia memiliki suhu cukup panas. ‘’Jangan takut berlebihan dan panik. Penanganan virus Corona dengan membentengi diri. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat,’’ ujarnya. Ia menegaskan, pada dasarnya jika virus hidup di luar inangnya, maka akan mati dengan sendirinya. Jika daya tahan tubuh baik, tidak akan bisa menginfeksi tubuh. Karena itu, cara untuk mengatasi virus Corona adalah dengan menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. ‘’Pakai masker jika ada di tempat keramaian atau layanan kesehatan,’’ ujarnya. Sebagai salah satu rumah sakit swasta di Bali, RSU Kasih Ibu Denpasar siap mendukung dan membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan. Untuk kasus virus Corona sendiri, jika pemerintah membutuhkan fasilitas kamar isolasi, pihaknya siap. Menurut Kesumadana, saat ini untuk penanganan kasus virus Corona ada tiga RS rujukan yang ditunjuk, yaitu RSUP Sanglah, BRSU Tabanan, dan RSUD Sanjiwani. Tetapi jika terjadi kenaikan kasus dan membutuhkan bantuan tambahan kamar isolasi, RSU Kasih Ibu Denpasar sudah memiliki fasilitas ini. ‘’Mungkin tidak seperti yang ada di RS rujukan. Tetapi kami sudah memiliki kamar isolasi yang biasanya dipakai untuk merawat pasien infeksi seperti TBC,’’ ujarnya. Dalam memberikan pelayanan, menurut Kesumadana, pihaknya selalu berkembang dan menyiapkan layanan sesuai ekspektasi masyarakat, perkembangan penyakit dan perkembangan ilmu kedokteran serta kemajuan teknologi. Ini bisa dilihat dengan pemenuhan SDM, khususnya dokter spesialis dengan keahliah sub unit sampai layanan terbaru yang saat ini dibutuhkan masyarakat, serta pemenuhan alat kedokteran terkini. (san)
SPRAYING - Petugas sedang melakukan spraying atau penyemprotan kandang babi, belum lama ini.
Bali Post/kmb23
Peternak Babi Pertanyakan 50 Wisatawan Tiongkok Kebenaran Wabah ASF Perpanjang Izin Tinggal
Mangupura (Bali Post) Sejak pemerintah menyetop seluruh penerbangan dari dan ke Tiongkok per tanggal 5 Februari lalu, pihak Imigrasi mulai memfasilitasi wisatawan Tiongkok yang masih ada di Bali. Terutama berkaitan dengan perpanjangan izin masa tinggal. Dikonfirmasi Jumat (7/2) kemarin, Kasi Sarana dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Kelas I Ngurah Rai, Putu Suhendra, mengatakan hingga Kamis (6/2) lalu sudah ada wisatawan Tiongkok yang mengajukan perpanjangan izin tinggal. Dari data yang ada, sebanyak 50 orang wisatawan Tiongkok sudah mengajukan visa atau izin tinggal keadaan terpaksa. ‘’Memang izin tinggal mereka sudah mau berakhir. Sehingga sebelum izin ting-
gal mereka berakhir, mereka datang mengajukan perpanjangan,’’ katanya. Terkait perpanjangan masa tinggal khusus wisatawan asal Tiongkok, kata Suhendra, Imigrasi Ngurah Rai Denpasar dan Singaraja siap menerima permohonan izin tinggal keadaan terpaksa. Untuk bisa mengajukan permohonan, yang bersangkutan diharapkan datang sendiri untuk mengajukan atau tidak diwakilkan. Kemudian, pemohon diharapkan membawa paspor yang masih berlaku yang ada izin tinggalnya. ‘’Yang bersangkutan diharapkan datang sendiri. Lebih baik pemohon sudah menyiapkan fotokopi paspor dan fotokopi izin tinggal. Ini khusus bagi warga negara Tiongkok,’’ ujarnya. (kmb23)
Masyarakat Perlu Diberi Pemahaman tentang Virus Corona
PENYEBARAN 2019 NCoV tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga ancaman serius bagi bidang pariwisata di Bali. Karenanya agar tidak panik dan takut berlebihan, pemahaman yang tepat mengenai 2019 N-Cov atau biasa disebut virus Corona ini perlu diberikan kepada masyarakat pada umumnya dan pelaku pariwisata pada khususnya. Untuk itu, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menggelar round table discussion dengan tema ‘’Situasi Terkini Pengendalian Wabah Pneumonia Novel Coronavirus (2019 N-Cov)’’, Jumat (7/2) kemarin. Acara diskusi ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, pelaku pariwisata, hingga layanan kesehatan. Dekan FK Unud Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT(K). mengatakan, dis-
kusi ini diadakan untuk menyamakan persepsi mengenai virus Corona dan bagaimana cara mengantisipasi, pencegahan dan mengetahui kelengkapan sarana dan prasarana, sehingga masyarakat merasa aman dan tidak panik. ‘’Dengan memberikan informasi yang benar, diharapkan masyarakat tidak panik. Begitu juga para stakeholder pariwisata bisa memberikan informasi yang benar mengenai kondisi perkembangan virus Corona di Bali,’’ ujarnya. FK Unud sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga kesehatan di Bali memiliki SDM yang mumpuni, di mana di salah satu kurikulumnya diberikan mengenai travel medicine. ‘’Selain lulusan dari FK Unud memback up pelayanan di RSUP Sanglah, salah satu kesiapan dari SDM FK Unud adalah memiliki keterampilan lebih berupa travel medicine,’’ ujar Suyasa. (san)
Mangupura (Bali Post) – Peternak babi yang tergabung dalam Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali mempertanyakan pernyataan Pemerintah Provinsi Bali terkait adanya virus African Swine Fever (ASF) di Pulau Dewata. Mereka mempertanyakan landasan pemerintah hingga mengumumkan adanya virus ASF.
Ketua GUPBI Bali Ketut Hari Suyasa menilai adanya penyebaran virus ASF di Bali selayaknya diumumkan oleh pihak kementerian terkait. Terlebih pernyataan pemerintah daerah telah membuat para peternak waswas. ‘’Kementerian saja belum mengumumkan, apa yang digunakan pemerintah sebagai dasar? Ini menurut saya tidak benar, karena dampaknya terjadi kepanikan terhadap masyarakat dengan terburu-burunya memberikan informasi
tersebut,’’ ujar Hari Suyasa, Jumat (7/2) kemarin. Menurut Hari Suyasa, masyarakat kini semakin resah akibat informasi yang simpang-siur terkait hasil lab terkait kematian babi di Bali. ‘’Kok berani bilang di Bali kena virus ASF, kan belum menerima hasil lab. Walaupun benar di Bali ada dampak ASF, pemerintah provinsi pun tidak berhak mengumumkan. Semestinya yang mengumumkan itu kementerian,’’ tegasnya. Pria asal Abiansemal, Badung ini meminta pemerin-
tah semestinya berpikir untuk membantu peternak baik yang sudah kena dampak atau yang belum terdampak agar peternak bisa bernapas lega menjelang hari raya. Selebihnya, pemerintah juga harus melakukan tindak lanjut untuk mengantisipasi jika benar adanya ASF yang menyerang Pulau Bali ini. ‘’Semua kan harus berkaca dengan kejadian di Medan. Karena kita tidak tahu penyakitnya apa dan obatnya apa. Maka dari itu, yang penting sekarang bukan masalah negatif atau positif,
tapi bagaimana tindak lanjut kita menyikapi masalah ini,’’ katanya. Perbedaan publikasi hasil pemeriksaan sampel babi mati di Kabupaten Badung dari hasil Laboratorium Bali Besar Veteriner (BB Vet) Medan membuat peternak kebingungan. Dinas Pertanian Badung dinyatakan negatif ASF, namun Provinsi positif ASF. ‘’Memang benar hasil lab yang kami terima negatif ASF dan negatif CSF (Classical Swine Fever), karena dari 23 sampel hasil yang keluar sudah 16 sampel. Hasil lab yang menyatakan positif sampai saat ini belum ada,’’ tegas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana.
Sementara untuk 17 sampel yang hasilnya belum keluar, Wijana sendiri mengakui belum mengetahui kapan hasilnya akan dirilis. ‘’Kami sudah koordinasikan dengan provinsi, sampai saat ini belum ada kepastian kapan hasil Lab BB Vet Medan akan turun,’’ ujarnya. Dijelaskan, pihak Dinas Pertanian dan Pengan secara rutin turun ke masyarakat memberikan edukasi kepada masyarakat. ‘’Kami mengimbau peternak agar menerapkan biosecurity dengan ketat. Masyarakat yang babinya mati kita imbau untuk mengubur bangkai babinya agar penyebaran penyakit bisa dikendalikan,’’ tegasnya. (kmb27)
Imigrasi Tolak 41 WNA Masuk Bali
Bali Post/san
DISKUSI – Suasana round table discussion dengan tema ‘’Situasi Terkini Pengendalian Wabah Pneumonia Novel Coronavirus (2019 N-Cov)’’ yang digelar FK Unud, Jumat (7/2) kemarin.
Mangupura (Bali Post) Hingga Kamis (6/2), pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bali sudah melakukan penolakan sebanyak 41 orang penumpang warga negara asing (WNA) yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Mereka ditolak karena tercatat memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok selama 14 hari terakhir. Dari data yang ada, penolakan tersebut sudah dilakukan sejak berlaku pembatalan penerbangan dari dan ke Tiongkok. Menurut Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Ngurah Rai, Hajar Aswad, dari total 41 orang tersebut, pada tanggal 5 Februari saja ada sebanyak 29 orang yang ditolak masuk ke Bali. Sedangkan untuk tanggal 6 Februari ada sebanyak 8 orang yang ditolak masuk Bali. ‘’Dari yang ditolak itu, ada yang berasal dari Brazil, Ukraina, Amerika, Rusia, Maroko, Australia, bahkan ada juga warga negara Tiongkok,’’ katanya saat dikonfirmasi, Jumat (7/2) kemarin. Penolakan WNA yang masuk ke wilayah Indonesia, kata Hajar, yakni mereka yang sebelumnya memiliki perjalanan ke Tiongkok selama 14 hari terakhir. Penolakan tersebut dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Kumham Nomor 3 Tahun 2020. Pada peraturan menteri itu diatur ketentuan bahwa penghentian sementara pemberian bebas visa kunjungan dan visa yang diberikan kepada warga negara Tiongkok dan orang asing dari negara Tiongkok yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi wilayah Tiongkok dalam kurun 14 hari sebelum masuk wilayah Indonesia. (kmb23)
Sabtu Wage, 8 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Berhentilah Berbohong di Ruang Publik KITA terkejut dan heran melihat dan mendengar bagaimana sikap sebagian masyarakat kita di media sosial tentang virus Corona tipe baru ini. Sudah jelas virus ini membahayakan, tetapi justru ada olok-olokan di media sosial. Ada yang menyebarkan gambar jika di Tiongkok bergelimpangan jenazah akibat ‘’terjangan’’ virus Corona tersebut. Juga ada hoax yang menyebutkan orang Indonesia kebal terhadap sebaran penyakit ini. Bawang putih dipandang sebagai obat ampuh untuk menangkal virus tersebut. Banyak lagi yang ada di media sosial. Akibatnya, orang-orang kebingungan dan malah tidak tahu apa yang harus diperbuat. Mungkin soal penguatan fisik akan membantu kekebalan tubuh dalam menangkal virus Corona tipe baru ini. Akan tetapi tentulah harus disampaikan secara proporsional. Misalnya makan dengan teratur, makanan harus sehat tidak dengan makanan cepat saji, olahraga teratur hingga pentingnya mengurangi stres dalam kehidupan sosial. Nasihat ini mungkin lebih berguna ketimbang hanya menyampaikan bahwa bawang putih sebagai penangkal virus Corona. Mungkin malah ada orang tertentu yang tidak terlalu kuat dengan bawang putih, sehingga justru bisa sakit karena mengonsumsinya yang terlalu banyak. Berita bohong itu, sungguh kita sesalkan. Sesungguhnya persoalan kebohongan ini sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan dunia internet sekarang. Tetapi harus dilihat bahwa fenomena hoax yang terjadi belakangan ini, boleh kita katakan keterlaluan, yaitu terhadap penyakit mematikan: virus Corona baru. Tidaklah layak apabila kemudian kebohongan-kebohongan seperti itu yang muncul di media sosial. Ketika kita sakit, jelas situasi darurat yang harus mendapatkan penanganan yang segera dan tepat. Kita ulangi, adalah penanganan segera dan tepat. Jika kemudian ada kabar bohong yang muncul di media sosial terhadap kesakitan, sudah tentu cara mengobatinya akan kesulitan. Jika pengobatan tidak benar, maka sakit akan berkelanjutan dan pada akhirnya fatal, bisa meninggal dunia. Betul jika dikatakan bahwa penyakit Corona virus tipe baru ini masih belum ada obatnya. Tetapi kita juga harus ingat bahwa penyakit ini dapat disembuhkan. Sudah hampir seribu yang sembuh dari ribuan yang terkena. Ini membuktikan bahwa virus Corona itu dapat disembuhkan. Kalaupun obat masih belum ada, kesembuhan itu dicapai dengan kekuatan fisik dari mereka yang sakit. Jadi fisik inilah yang harus kuat. Pada titik inilah kejujuran itu diperlukan. Sebaliknya kebohongan harus dijauhkan dari sini. Semua harus bersifat jujur demi kesembuhan penyakit itu. Karena itu hoax dibersihkan. Harus kita garis bawahi bahwa kebohongan itu bukan hanya tidak boleh muncul di media sosial tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Pembiaran dari kebohongan ini lama-lama akan menjadi kebiasaan dan kemudian dapat membudaya. Budaya ini jelas membahayakan. Sebab, jika sudah menjadi kebudayaan maka semua kebohongan itu akan menghiasi tindakan hidup kita. Jadi, marilah kita menguasai diri sebisabisanya untuk tidak melakukan kebohongan yang sifatnya publik tersebut. Bukan untuk diri sendiri saja, tetapi untuk semua orang dan untuk masyarakat. Ke depan mungkin akan muncul lagi penyakit-penyakit baru yang pencegahannya masih belum bisa ditangani. Maka sekali lagi, janganlah membiasakan diri untuk membuat kebohongan, apalagi di ruang publik.
Pergub Angkat ’’Image’’ Arak Bali GUBERNUR Bali Wayan Koster menepati janjinya melindungi perajin minuman beralkohol tradisional Bali dengan mengeluarkan Pergub No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau Destilasi Khas Bali. Kebijakan ini direspons positif masyarakat. Sebagian besar netizen yang menyampaikan pendapatnya di akun Facebook @balipost atas berita ‘’Arak Dilegalkan, Tak Usah Lagi Kucing-kucingan dengan Petugas’’, menilai pergub ini adalah terobosan yang bukan hanya mampu melindungi perajin tetapi juga mengangkat image minuman beralkohol khas Bali. Namun, netizen juga mengingatkan bahwa legalisasi arak baru langkah awal. Perjalanan masih panjang. Netizen masih mengharapkan ke depannya aturan mainnya jelas terutama menyangkut standardisasi produk, perizinan, pengemasan dan peredarannya. Jangan sampai pergub ujung-ujungnya menguntungkan produsen kelas kakap karena perajin kesulitan memenuhi persyaratan. Tak hanya itu, legalisasi arak juga diharapkan tidak disalahgunakan. Mesti ada regulasi dan penerapan ketat terutama terkait batas umur pembeli. Di sisi lain, konsumen juga harus memahami, legalisasi arak pada dasarnya untuk melindungi perajin, bukan untuk pemabuk dan pembuat onar. Berikut komentar netizen. Ketut Mandala Cintailah produk-produk dalam negeri, contoh tuak dan arak. Daripada beli minuman luar negeri seperti Red Label, wine, whisky, Jack D, mendingan minuman tradisional arak dan tuak kecuali bir. Bir harga pasaran cukup terjangkau. Ida Bagus Km Wisnu Pemerintah sudah melegalkan, jadi untuk masyarakat kalau sudah minum jangan bikin onar, mending pulang minum susu dan tidur, tanpa merugikan orang lain karena penyebab dilegalkannya miras itu karena ulah para peminum. Putra Atmaja Miras nenek moyang memang seharusnya lebih diutamakan membantu banyak petani tuak daripada impor miras. Gede Ari Tapi jika minum di pinggir jalan saya kurang setuju. Kadang mabuk agak brutal lempar botol ke jalan hingga banyak pecahan kaca di jalan.
S URAT PEMBACA Kontrol Pembangunan Fasilitas Wisata Masa jeda pariwisata saat ini hendaknya dikelola dengan baik. Salah satunya untuk melakukan evaluasi dan pemetaan kawasan wisata ke depan. Bahkan kontrol terhadap perizinan fasilitas pariwisata juga perlu diawasi. Yang kita tahu dalam banyak hal Bali telah melakukan banyak gerakan dan terobosan. Di tingkat provinsi ada banyak hal baru yang digulirkan baik dari sisi regulasi dan aksi nyata menjaga alam Bali. Sebagai krama Bali saya mengapresiasi terobosan ini. Bahkan saya menaruh harapan besar bahwa Bali Era Baru akan mengajak kita ikut mengawal Bali dari sisi tata ruang dan kependudukan. Di sisi lain saya juga berharap kabupaten/kota lebih serius menjaga tata ruang. Saya melihat pembangunan fasilitas
Aris Cheetah Budiartha Saya setuju arak dilegalkan, hanya tolong produsen dan penjual harus memiliki izin produksi dan izin edar dan berharap tajen juga dilegalkan dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Mustika Nyoman Dilegalkan bukan berarti bisa diperjualbelikan secara bebas. Diproduksi seperti vodka akan lebih bagus. Jaya Santosa Untuk pembeli diawasi, usianya minimum 21 tahun. Kt Sudarmawan Prosesnya harus diperbaiki supaya kandungan metanolnya tidak tinggi. Dewa Neneng Yang penting arak asli buatan Bali ya pak, jangan oplosan. Ai Klud Yang penting sadar dengan batas ta-
karannya. Begini lebih bagus. Di Korea minuman alkohol sudah wajib diminum karena cuaca dingin. Putu Ari Enggak gampang cari izin seperti di pasal 1 angka 11 bos. Izin industri itu harus diurus di pusat. Badan hukumnya juga perseroan terbatas, ada modal minimalnya. Sebelum ada izin industri juga harus ada banyak izin lain yang ditempuh. Belum lagi kalau urus cukai. Warga lokal yang modalnya minim apalagi sekelas petani arak mana mungkin urus izin begitu. Urus izin SIUP saja enggak pernah, apalagi urus izin industri, UKP/UPL, Amdal, TDP, SIUP-MB, dll. Putu Kusuma Arak dilegalisasi, tapi penjualannya saya pastikan tetap sesuai mekanisme yang ada. Perizinan dan juga konsumen yang selektif. Justru dengan dilegalkan tersebut arak masuk kategori minuman keras, sehingga tidak sembarang tempat bisa dijual.
- Berharap segera disahkan. *** Bali hadapi bencana di tengah keterbatasan. - Yang penting tetap siap siaga. *** Lagi, RSUP Sanglah terima pasien observasi Corona. - Semoga tidak positif.
IP Eka Sagara Widarma Di mana pun bisa minum sekarang. Nah akibat dari minum arak, semoga tidak membuat semakin kacau gumi Bali ini. Muh Legy Itu anggur kolesom atau anggur merah legal kok, tapi kalau warung tak berizin yang jual bakal kena sikat juga. Karena menjual minuman dengan kadar alkohol di atas 5 persen semacam arak, Red Label dan sejenisnya ada izin khusus menjual alkohol. Peraturan baru ini lebih melindungi ke perajinnya. Gede Mambal Yang penting kalau mabuk jangan resek, pulang tidur jangan merugikan orang lain.
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. pariwisata menjamur. Saya yakin banyak dari pembangunan fasilitas pariwisata ini melanggar tata ruang bahkan tak berizin. Saya berharap hal ini segera ditertibkan. Jangan sampai kelalaian pejabat mengawasi hal ini berujung pada terpuruknya pertanian Bali akibat lahan terus menyusut. I Putu Suratna Denpasar, Bali
Bantuan Ogoh-ogoh STT di Badung Guna memeriahkan hari Pangerupukan Maret mendatang, Sekaa Teruna Teruni (STT) di Kabupaten Badung membuat ogoh-ogoh sebaik mungkin. Mereka membuat ogoh-ogoh mendapat bantuan dari Bupati Badung Nyoman Giri Prasta
masing-masing STT sebesar Rp 40 juta untuk tahun 2020 ini. Luar biasa. Ada peningkatan dari tahun lalu. Bantuan dari bupati ini saya nilai memang baik tetapi terlalu besar. Saya khawatir di samping untuk buat ogoh-ogoh nanti bisa saja untuk beli minuman seperti bir, tuak dan minuman lain yang bisa memabukkan. Mudah-mudahan hal yang negatif tidak terjadi. STT di Badung janganlah terlalu dimanjakan. Buat ogoh-ogoh janganlah terlalu ‘’wah’’, yang penting sesuai dengan spiritnya. Wayan Beratha Yasa Mengwi, Badung
Pengamanan Pawai Ogoh-ogoh Malam Pangerupukan yang biasanya
dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh hendaknya benar-benar bebas dari kekerasan dan aksi massa. Biasanya ada saja konflik yang terjadi saat pengarakan ogoh-ogoh. Untuk itu, saat pengarakan ogoh-ogoh pada malam pangerupukan pada Nyepi di bulan Maret 2020 agar pengamanan ditingkatkan. Jika perlu kesadaran generasi muda dibangun. Gesekan yang terjadi hendaknya diselesaikan dengan damai. Saya berharap pengarakan ogoh-ogoh benar-benar menjadi spirit baru dalam menjaga kedamaian Bali. Selain itu, ini juga berpotensi menjadi ajang promosi yang damai bagi para wisatawan. Bahkan, setelah pengarakan ogoh-ogoh sampah yang ditimbulkan agar dikelola secara baik. I Kadek Sudana Denpasar, Bali
Kesehatan
POJOK Baleg DPR-RI dukung RUU Provinsi Bali.
Yoga Purandina Pasti naik harga arak yang legal. Bisa tetap ada kucing-kucingan. Pelanggan cari yang lebih murah.
Pentingnya Asi Eksklusif bagi Ibu dan Buah Hati Oleh: dr. Putu Satya Prameswari, S.Ked. MENYUSUI merupakan salah satu langkah pertama bagi seorang manusia untuk mendapatkan kehidupan yang sehat dan sejahtera. Sayangnya, belum semua orang menyadari akan pentingnya menyusui secara eksklusif. Berdasarkan penelitian Ikatan Dokter Anak Indonesia, hanya 49,8% yang memberikan ASI pada buah hatinya secara eksklusif. Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif ini dapat berdampak pada kualitas hidup generasi penerus bangsa dan juga pada perekonomian nasional. Tahukah ibu apa itu ASI eksklusif? Yang dimaksud dengan ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama enam bulan, tanpa tambahan cairan atau makanan padat apa pun. Apa saja Manfaat ASI? ASI mempunyai kandungan yang san-
gat bermanfaat, di antaranya kolostrum yang merupakan ASI yang keluar pada tujuh hari pertama setelah bayi lahir. Kolostrum sangat baik diberikan pada bayi baru lahir karena mengandung banyak antibodi dan sel darah putih. Setelah tujuh hari pertama, ASI tetap diberikan untuk mendapatkan manfaat berupa perlindungan terhadap infeksi dan alergi, mengurangi masalah pencernaan, membantu perkembangan jaringan otak, saraf, kematangan usus, penyerapan besi, daya tahan tubuh, serta meningkatkan ikatan psikologis dan kasih sayang antara ibu dan bayi. ASI selalu berada dalam suhu yang tepat sehingga dapat mencegah kerusakan gigi. Selain itu, ASI lebih praktis, lebih murah, dan bersih dibanding susu formula. Keuntungan menyusui bagi ibu, yaitu dapat mencegah perdarahan setelah persalinan, mempercepat mengecilnya rahim, mengurangi anemia, mencegah kanker ovarium dan kanker payudara, serta dapat menunda masa subur, sehingga dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi atau keluarga berencana (KB)
sementara. Bagaimana Pemberian ASI bagi Ibu yang Bekerja? Ada beberapa cara memberikan dan menyimpan ASI selama ibu bekerja sehingga tetap dapat memberikan ASI secara eksklusif. Berikan ASI secara eksklusif dan sesering mungkin selama ibu cuti melahirkan. Ibu sudah harus belajar cara memerah ASI segera setelah bayi lahir. Sediakan waktu yang cukup dan suasana yang tenang agar ibu dapat dengan santai mengeluarkan ASI. ASI dikeluarkan dan ditampung dalam wadah dari plastik polietylen atau gelas kaca bersih dan tertutup. Simpan ASI yang sudah diperah di tempat yang paling sejuk, aman, agak gelap, dan bersih atau di lemari es. ASI tidak boleh dipanaskan karena akan merusak bahan-bahan anti-infeksi yang terkandung dalam ASI. Setelah ASI diperah, tetap susui bayi untuk mendapatkan ASI akhir (hindmilk), karena pengisapan oleh bayi akan lebih baik daripada pengeluaran ASI dengan cara diperah. Di
tempat bekerja, ibu dapat memerah ASI setiap 3 jam agar ibu merasa nyaman dan mengurangi ASI menetes. Simpan ASI di lemari es dan dibawa pulang dengan termos es saat selesai bekerja. Menyusui secara langsung dapat dilanjutkan di setiap waktu luang ibu untuk membantu produksi ASI tetap tinggi. Penyimpanan ASI dalam ruangan bersuhu 19-25oC dapat tahan selama 4-8 jam. Dalam lemari pendingin pada suhu 0-4oC akan tahan selama 1-2 hari. Dalam lemari pembeku (freezer) pada lemari es satu pintu akan tahan selama dua bulan. Sedangkan penyimpanan dalam lemari pembeku (freezer) pada lemari es dua pintu (pintu freezer terpisah) tahan selama 3-4 bulan. Jadi betapa pentingnya memberikan ASI secara eksklusif pada buah hati jika ingin menciptakan generasi yang berkualitas baik. Bagi para ibu yang sibuk bekerja tetap bisa memberikan buah hatinya ASI secara eksklusif jika ada kemauan. Semoga artikel ini bermanfaat terutama bagi ibu karier dalam tahap menyusui. Selamat meng-ASI-hi. (ad195)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Wage, 8 Februari 2020
Belum Ada Vaksin Kematian Babi Dilakukan ”Biosecurity” Secara Ketat Tabanan (Bali Post) -
Belum adanya obat ataupun vaksin yang direkomendasi mencegah meluasnya penyakit penyebab ratusan babi mati. Satu cara yang bisa dilakukan peternak untuk mencegah dan memutus mata rantai penyakit ini hanya melakukan bioscurity secara ketat. Bioscurity itu harus dilakukan untuk menjaga kebersihan kandang dengan disinfektan.
Bali Post/kmb28
BIOSCURITY - Untuk mencegah dan memutus mata rantai virus ASF hanya dengan melakukan bioscurity secara ketat, yaitu menjaga kebersihan kandang dengan disinfektan.
Salah satu peternak di Desa Sudimara, I Nyoman Ariadi, bahkan menerapkan sanitasi disinfektan dengan sistem spraying. Terobosan itu dilakukan guna menjaga areal kandang dari lalu lintas orang. Sistem spraying dikondisikan di tiga lokasi. Yakni mulai pintu masuk ke rumah telah diberikan kubangan air berisi disinfektan, agar virus yang menempel di alas kaki bisa mati. Kedua dipasang diareal masuk kandang atau zona kuning. Diareal ini siapapun yang masuk kandang harus melalui spraying tersebut. Terakhir di areal kandang. Orang maupun petugas yang bekerja juga melakukan penyemprotan diri dengan
Stok Babi Dipastikan Aman Jelang Galungan
Bali Post/kmb28
AMAN - Dinas Pertanian pastikan stok daging babi aman di tengah merebaknya kasus babi mati capai ratusan ekor. Tabanan (Bali Post) Seharusnya bagi peternak babi di Tabanan khususnya, mereka tinggal menunggu hari–hari keberuntungan saja
menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Namun hal itu hanya tinggal mimpi bagi peternak babi. Tahun ini memang suasananya sangat
berbeda. Beberapa peternak kini harus menjerit pilu. Sebab banyak ternak mereka mati menyusul merebakkan virus African Swine Fever (ASF). Namun, di tengah ratusan babi mati, namun stok babi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan masih terbilang aman. Jumlah babi yang hidup berkisar antara 74.854 ekor. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Nyoman Budana mengatakan dari hasil pendataan petugas ke lapangan, populasi babi di Tabanan saat ini yang masih hidup sekitar 74.854 ekor babi. “Stoknya masih aman kok. Karena itu tidak perlu khawatir,’’ terangnya. Pihaknya menegaskan, memang ada kemungkinan terjadi babi mati lagi. Namun diyakini jumlahnya tidak banyak, karena masyarakat khususnya peternak sudah terus melakukan disinfektan. Di samping itu, permintaan daging babi juga tidak terlalu melonjak. “Mudah-mudahan yang mati tidak banyak lagi, agar tidak mempengaruhi stok Galungan,” tegasnya. Dari segi harga daging babi di pasaran, Kepala Bidang Ekonomi Sekda Tabanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, mengatakan sejak tanggal 5 Feb-
ruari hingga Jumat (7/2) kemarin harga daging babi di pasaran mulai melemah. Misalnya saja kualitas daging super di tingkat pedagang masih tetap dijual Rp 100 ribu. Sejauh ini belum ada penurunan. Sedangkan daging kualitas biasa dijual Rp 50.000 per kilogram. Itu artinya turun dari harga sebelumnya Rp 60.000 per kg. Tidak hanya daging babi, kebutuhan pokok juga sempat melejit menjelang Galungan, namun sudah mengalami penurunan. Seperti cabai kecil harganya Rp 65 ribu yang sebelumnya Rp 70 ribu. Bawang merah Rp 28 ribu sebelumnya Rp 30 ribu. Bawang putih masih stabil di harga Rp 25 ribu per kg dan belum mengalami penurunan. Selain bawang putih daging ayam juga tidak turun yakni Rp 35 ribu per kg. “Itu hasil pantauan harga di tiga pasar di Marga, Penebel dan Pasar Dauh Pala,” jelasnya. Menurutnya, harga daging babi di pasar dikatakannya sudah mulai turun kisaran Rp 5 ribu per kilogram. Begitu pun cabai kecil sudah turun. “Kita harapkan jelang Galungan tidak ada lonjakan harga yang sangat berarti. Kami juga akan gelar pasar murah jelang Galungan,” jelas Ekayana. (kmb28)
Rp 1,9 Miliar Alokasi Anggaran Bencana Empat Kecamatan Rawan Longsor, Enam Tsunami
KABUPATEN Tabanan masuk daerah rawan bencana. Pasalnya, daerah Lumbung Beras ini memiliki topografi berbukit di hulu dan sebagian wilayah berhadapan dengan samudera. Dari hasil kajian BNBP, Tabanan memiliki beberapa ancaman bencana potensial. Seperti tanah longsor, gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan, dan bencana lainnya. Tercatat empat kecamatan rawan longsor, sedangkan di enam kecamatan potensial terjadi tsunami. Lalu berapa besarkan dialokasikan anggaran Bansos bencana, pencegahannya, termasuk kedarutan oleh Pemkab Tabanan? Kepala Pelaksana BPBD Tabanan Gusti Ngurah Sucita menjelaskan, dari ancaman bencana potensial di Tabanan, BPBD menetapkan empat kecamatan masuk zona rawan tanah longsor. Wilayah itu ada di Kecamatan Selemadeg, Penebel, Pupuan, dan Baturiti. Sedangkan yang potensi tsunami ada di enam kecamatan, yakni Kediri, Tabanan, Kerambitan, Seltim, Selemadeg, dan Selbar. “Semua kecamatan berpotensi terjadi longsor.
Dan empat kecamatan di atas kapasitas lebih besar,” terangnya, Jumat (7/2) kemarin. Terkait empat kecamatan yang masuk zona rawan longsor, kata Sucita tidak ada pengawasan khusus. Hanya saja BPBD memiliki relawan yang tersebar di semua kecamatan. Jumlah petugas tim reaksi cepat (TRC) sudah ada sebanyak 37 orang. Rinciannya, di Kecamatan Selemadeg satu orang, Kecamatan Penebel enam orang, Baturiti tiga orang, Kecamatan Tabanan
15 orang, Marga tujuh orang, Kerambitan empat orang, Kediri satu orang. “Pupuan yang tidak ada,” ucapnya. Dengan ancaman bencana tersebut, tiap tahunnya Pemerintah Kabupaten Tabanan menganggarkan Bansos penanganan bencana sebesar Rp 1,9 miliar. “Itu sumber anggaran APBD, kalau dari pusat tidak ada, kecuali ada tanggap darurat baru diusulkan ke pusat,” ucapnya. Selain anggaran penanganan pascabencana, BPBD Tabanan juga mendapatkan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk kegiatan pencegahan. Kata Sucita, ada empat kegiatan dilaksanakan untuk pencegahan bencana, yakni desa tangguh bencana, sekolah aman bencana, sosialisasi, dan pemasangan spanduk kewaspadaan bencana, termasuk menggelar
kesiapsiagaan atau simulasi. “Ada juga pos anggaran Kedaruratan sekitar Rp 300 juta, digunakan untuk operasional penanggulangan bencana. Seperti alat sewa berat, pelatihan, dan operasional tim reaksi cepat,” jelasnya. Dalam verifikasi laporan bencana ditindaklanjuti Bansos yang tidak terencana dianggarkan sebesar Rp 40 juta. “Masyarakat lapor, petugas cek ke lapangan untuk verifikasi kerugian itu dibantu bansos tidak terencana,” pungkasnya. Terkait ancaman bencana, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisir adanya korban jiwa. “Kita tentu tidak berharap terjadi bencana. Tetapi kewaspadaan harus ditingkatkan,” pungkasnya. (bit)
TANAH LONGSOR - Evakuasi tanah longsor di jalan Denpasar - Singaraja yang terjadi 2019.
Bali Post/bit
spraying. Barulah melakukan aktivitas di sekitaran kandang babi. Menariknya, juga di pintu masuk kandang Ariadi juga dipasang spanduk dilarang masuk tanpa seizin petugas. Ariadi yang juga Perbekel Desa Sudimara dan Wakil GUPBI (Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia) Bali menjelaskan, sanitasi dengan sistem spraying secara tiga lapis sudah diterapkan sejak tiga pekan lalu. “Saya pasang sekitar tiga tempat mulai pintu masuk rumah hingga pintu masuk kandang,” tegasnya. Ia mengaku mendapatkan informasi ini dari internet. Pemasangan tersebut diakui
sangat sederhana. Tinggal membelikan tabung dilengkapi spraying dan diberikan obat disinfektan. “Pemasangan berlapis ini tujuannya supaya orang yang masuk ke kandang tidak luput dari penyemprotan disinfektan ini,” jelasnya. Bahkan cara ini telah diimbau kepada peternak yang ada di Desa Sudimara agar melakukan hal sama sebagai upaya pencegahan. Meskipun dia sendiri tidak berani menjamin dengan langkah itu virus bisa dihentikan. “Setidaknya usaha dulu, karena hanya langkah sanitasi ini yang bisa dilakukan. Sebab virus itu belum ada obatnya,” terangnya.
Meskipun demikian, sanitasi dengan spraying ini baru dia sendiri yang melakukan. Namun masyarakat lain hanya melakukan penyemprotan biasa dengan disinfektan di kandang maupun got sekitar rumahnya. Serta sudah dilakukan penyuluhan terhadap sejumlah peternak walapun hanya beberapa yang hadir. Terkait biaya pembelian disinfektan menggunakan sistem spraying tersebut, diakui Ariadi tidak banyak. Satu liter air hanya memerlukan 1 mm disinfektan. “Jika ada orang belajar membuat penyemprotan dengan sistem spraying saya siap membantu,” terangnya Dia pun berharap dengan sistem ini virus tidak menyebar di Desa Sudimara. “Astungkara masih aman, mudah-mudahan tidak ada lagi, karena di Desa Sudimara ini belum terdampak,” ucapnya. (kmb28)
Penuhi Syarat Layanan BPJS
Sembilan Dokter Spesialis BRSU Diperbantukan ke RS Nyitdah Tabanan (Bali Post) Untuk bisa memenuhi syarat kerja sama dengan BPJS, RS Nyitdah masih kekurangan dokter spesialis. Hal itu menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Tabanan. Solusinya, sembilan dokter spesialis yang bertugas di BRSU Tabanan akan membantu operasional di RS Nyitdah. “Awal bulan Maret mendatang mereka (9 dokter - red) sudah mulai bertugas,” ucap Direktur BRSU Tabanan dr. I Nyoman Susila, Jumat (7/2) kemarin. Keputusan ini juga sudah dibahas dalam rapat dengan Dinas Kesehatan, Kamis (6/2) sore. Rapat dipimpin Sekda Tabanan,I Gede Susila dengan melibatkan para dokter
BRSU Tabanan, RS Nyitdah, serta BPJS Cabang Denpasar. “Dalam pembahasan itu diputuskan dokter spesialis kami di BRSU Tabanan yang akan melengkapinya,” terangnya. Sembilan dokter spesialis yang akan melengkapi kekurangan di RS Nyitdah itu, yakni satu dokter spesialis penyakit dalam, dua dokter spesialis bedah, dua dokter spesialis anak, satu kebidanan, satu dokter spesialis anastesi, satu patologi klinik, dan satu orang dokter spesialis Rontgen. Dijelaskannya, setiap dokter memiliki izin praktek di tiga tempat. Izin pertama mereka di BRSU Tabanan, izin kedua dan ketiga bi-
asanya di Rumah Sakit swasta atau membuka praktek. “Dalam pembahasan rapat kemarin izin kedua atau ketiga itulah mohon digeser ke RS Nyitdah. Jadi kepegawaian tetap di BRSU Tabanan,” terangnya. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika membenarkan jika BRSU telah menyetujui membantu pengisian dokter spesialis yang selama ini masih kosong. Sebab, seorang dokter bisa praktek di tiga tempat pelayanan berbeda. Dan saat ini hanya tinggal proses memindahkan salah satu izin praktek spesialisnya dari BRSU Tabanan ke RS Nyitdah. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Proses seleksi terbuka lelang jabatan posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana sampai saat ini masih tahap verifikasi berkas para pendaftar. Untuk bisa melangkah ke tahap seleksi lanjutan, BKPS DM Tabanan masih terus berkoordinasi dengan panitia seleksi (pansel) yang masih tersebar. Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra, Jumat (7/2) kemarin menjelaskan, setelah ada enam peserta yang mendaftar, tahapan awal dilakukan adalah seleksi administrasi. Berkas-berkas yang disetorkan diverifikasi kelengkapannya. Sesuai jadwal, setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi dilanjutkan ke tahapan seleksi kompetensi manajerial. Namun kapan tahapan seleksi itu dilaksanakan, BKPSDM sampai saat ini masih melakukan koordinasi kepastian jadwalnya lantaran anggota pansel tersebar. Selain dari BKN juga ada dari pihak universitas. “Mereka masih banyak kesibukan. Seperti BKN sibuk menyeleksi CPNS.Pihak dari universitas masih sibuk pelaksanaan ujian.
Karena itu kita coba kejar ke provinsi biar bias dijadwalkan,” terangnya. Terkait akan dibuat tahapan seleksi terbuka, kata Sugatra hal itu masih bersifat tentatif. Artinya, masih bisa berubah sewaktuwaktu. Untuk itu pihaknya perlu mengkoordinasikan dengan anggota pansel lainnya. “Masih terus berproses. Intinya bulan ini siap melangkah ke tahapan seleksi selanjutnya,” terangnya. Dari data yang dihimpun, keenam pejabat yang ikut bersaing merebut posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, yakni Wadir Pelayanan BRSU Tabanan dr. Ni
Luh Gede Sukardiasih, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) I Wayan Sukanrayasa, Sekretaris Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Dra. Ni Wayan Mariati, Inspektur Pembantu Wilayah 3 I Nengah Wisnu Wardana, Camat Penebel Dra. I Gst. Ayu Nyoman Supartiwi, serta ikut pula Kabag Humas dan Protokol I Ketut Ridia. Dijelaskan pula, proses seleksi itu tetap diajukan ke KASN untuk memperoleh rekomendasi. Diyakinkan jalannya proses seleksi itu sudah sesuai ketentuan. (kmb28)
Seleksi Lelang Jabatan Tunggu Tim Pansel
Wayan Sugatra
Sabtu Wage, 8 Februari 2020
Tak Mampu Tertibkan Alih Fungsi Lahan
Kasatpol PP Sarankan Perbekel Ajukan Peninjauan Ulang RTH Gianyar (Bali Post) Alih fungsi lahan di Kabupaten Gianyar sudah tidak terbendung, khususnya di kawasan yang ditetapkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ironisnya, petugas Satpol PP malah enggan melakukan penertiban dengan alasan ewuh-pakewuh jika berbenturan dengan masyarakat. Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha malah menyarankan sejumlah perbekel mengajukan peninjauan ulang terkait keberadaan RTH tersebut.
Bali Post/kmb35
RTH - Tumpukan tanah uruk di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Raya Teges, Desa Peliatan, Ubud, Jumat (7/2) kemarin.
Belasan Naker Asal Gianyar Masih di Tiongkok
Gianyar (Bali Post)Di tengah kepanikan masyarakat internasional terhadap merebaknya wabah virus Corona, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gianyar mencatat ada 12 tenaga kerja (naker) asal Gianyar yang kini masih mengadu nasib di Tiongkok. Pemkab Gianyar terus berkomunikasi dengan KBRI lewat Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNPPTKI) guna memastikan kondisi belasan naker tersebut, termasuk memastikan apakah mereka akan dipulangkan atau tidak. Kepala Disnaker Gianyar, A.A. Dalem Jagadhita, mengatakan jalur naker asal Gianyar yang bekerja di Tiongkok itu ada yang lewat Disnaker Gianyar dan ada yang langsung me-
lalui BNPPTKI. Dari hasil perekaman data, dipastikan memang ada naker asal Gianyar yang kini masih berada di Tiongkok. “Naker asal Gianyar itu tidak bekerja di Wuhan, tapi di luar Wuhan,” kata Dalem Jagadhita, Jumat (7/2) kemarin. Dalem Jagadhita menegaskan, 12 naker asal Gianyar itu tidak sedang berada di Wuhan, melainkan di kota yang berbeda, namun masih di wilayah Tiongkok. Rinciannya, 11 orang bekerja untuk jasa kontsruksi di Guangzhou dan satu orang lagi bekerja sebagai spa therapist di Tianjin. “Mereka yang bekerja di bidang jasa konstruksi ini sifatnya hanya sementara. Artinya, bolak-balik sesuai kebutuhan jasa kerja konstruksi,” katanya.(kmb35)
Warga Petulu Nekat Gantung Diri
Bali Post/kmb35
KORBAN - Suasana rumah duka korban gantung diri di Desa Petulu Kecamatan Ubud, Jumat (7/2) kemarin.
LPD Desa Adat Sading Bukukan Laba Rp 1,447 Miliar Lebih 20 Persen Diserahkan untuk Dana Pembangunan Desa Rapat tersebut juga membuka ruang untuk tanya jawab. Dikatakan, setiap tahunnya ada peningkatan aset dan dana masyarakat yang tersimpan. “Dari tahun 2005, LPD terus mengalami perkembangan. Masyarakat berperan serta dan percaya terhadap kita di LPD dalam pengelolaan LPD ini,” jelasnya. Suwitra menambahkan, LPD Desa Adat Sading juga memiliki program sosial kemasyarakatan. Antara lain, memberikan santunan untuk masyarakat yang meninggal serta membantu generasi muda dalam upaya penggalian dana. Misalnya untuk membuat ogoh-ogoh atau kegiatan ulang tahun sekaa teruna. Bagi para nasabah, disiapkan pula Gebyar Undian LPD masing-masing untuk tabungan, kredit, dan deposito yang hadiahnya dibagikan pada saat penyampaian LPJ. Gebyar Undian dengan hadiah utama satu unit sepeda motor Scoopy ini sudah berjalan hampir lima tahun. Menariknya, hadiah lain yang dibagikan adalah sepeda motor listrik ramah lingkungan untuk mendukung Pergub Nomor 49 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Total nilai hadiah yang diberikan mencapai Rp 75 juta. “Kami ingin memotivasi masyarakat agar bisa menggunakan LPD sebagai mitra kerja dalam melaksanakan suatu kegiatan,” terangnya. Bendesa Adat Sading, Ketut Sudiarsa mengatakan, LPD merupakan satu-satunya Baga Utsaha Padruwen Desa Adat di Sading. Keberadaan LPD
masyarakat. Tidak mungkin dong kami benturan dengan masyarakat,’’ katanya. Apabila pihaknya melarang, kata Watha, warga pasti akan bertanya ke mana harus membangun. ‘’Ke mana mereka harus membangun? Kalau tidak dikasi di sini, kasi saya tanah untuk membangun. Pasti seperti itu akan muncul bagi masyarakat yang memiliki lahan tersebut, apalagi karena perkembangan zaman di daerah pariwisata,’’ bebernya. Mengingat kawasan RTH itu merupakan tanah milik warga, pihaknya mengarahkan sejumlah perbekel meninjau kembali setiap areal RTH. Watha menegaskan, peninjauan yang dimaksudkan adalah perbekel mengajukan permohonan peninjauan ulang terkait kawasan RTH di wilayahnya. ‘’Surat bisa ditujukan ke Bapak Bupati dan Ketua DPRD Gianyar untuk peninjauan kembali dari jalur hijau menjadi non-jalur hijau. Sehingga dengan adanya langkah seperti itu dapat mengurangi pelanggaran perda dari hasil peninjauan ulang tersebut,’’ ujarnya. (kmb35)
Diduga Depresi
Ekonomi
LPD Desa Adat Sading menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Tahun Buku 2019, dalam acara Rapat Pertanggung Jawaban LPD Desa Adat Sading Tahun 2019 di Wantilan Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (7/2) kemarin. LPD yang berdiri sejak 20 April 1991 ini berhasil membukukan laba sebesar Rp 1.447.751.488. Laba tersebut dibagikan masing-masing 60 persen untuk cadangan umum sebesar Rp 868.651.088, 20 persen untuk dana pembangunan desa sebesar Rp 289.550.200, 10 persen untuk jasa produksi sebesar Rp 144.775.100, 5 persen untuk dana pembinaan dan 5 persen untuk dana social, yakni masing-masing Rp 72.387.550. “Untuk aset LPD Desa Adat Sading, sampai saat ini sebesar Rp 48 miliar, dengan asumsi dana masyarakat kurang lebih Rp 40 miliar. Cuma untuk kredit masih di bawah, hanya Rp 22 miliar,” ujar Pemucuk LPD Desa Adat Sading Nengah Suwitra. Menurut Suwitra, rapat pertanggungjawaban LPD rutin digelar setiap tahun. Sebelumnya telah diawali dengan rapat bersama Badan Pengawas dan Bendesa Desa Adat Sading. Begitu LPJ disetujui, berlanjut digelar pra-RAT dengan para prajuru adat. Setelah itu barulah dilaksanakan rapat pertanggungjawaban melibatkan masyarakat, Panca Tanda, Badan Pengawas, Lurah Sading, Klian Desa Adat, Prajuru Adat/ Dinas, Jero Mangku Tri Kahyangan, dan pecalang.
Pantauan Bali Post, Jumat (7/2) kemarin, salah satu RTH di kawasan Jalan Raya Teges, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud makin menyusut. Areal yang dulunya kawasan persawahan, kini sudah diuruk dengan tanah dan akan segera dibanguni bangunan permanen. Kawasan RTH itu secara bertahap beralih fungsi menjadi bangunan sudah sejak lima tahun terakhir, mulai dari bangunan semipermanen hingga bangunan permanen. Saat ini di pinggir jalan sudah tidak ada lagi kawasan persawahan. Terlebih saat ini proses pengurukan sudah dilakukan oleh pemilik tanahnya, dan papan pengumuman kawasan itu sebagai RTH yang sebelumnya berdiri kokoh juga tidak ada lagi. Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengaku sudah sempat menangani pencaplokan lahan RTH untuk dibanguni bangunan tersebut. Namun, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena kawasan RTH tersebut merupakan tanah pribadi milik warga. ‘’Kalau penertiban jelas ada, namun ruang hijau itu adalah tanah pribadi milik
LPD - Bendesa Adat Sading Ketut Sudiarsa saat menerima secara simbolis dana pembangunan desa 2019 dari Pemucuk LPD Desa Adat Sading, Nengah Suwitra (kanan), disaksikan Lurah Sading. terus ditata agar lebih maju sehingga mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Sebagai Ketua Badan Pengawas, pihaknya melaksanakan pengawasan secara rutin. Secara kebetulan, Badan Pengawas yang baru dibentuk setahun terakhir diisi oleh orang-orang perbankan. Mereka dipilih secara transparan melalui proses seleksi. “Pada saat Pra RAT, pengurus dan karyawan LPD sudah diberikan argumentasi dan masukan apa yang harus dilakukan untuk tahun berikutnya,” ujarnya. Sudiarsa berharap, LPD terus mengalami peningkatan setiap tahunnya seperti yang juga menjadi harapan masyarakat. Sebagai contoh laba yang di tahun 2019 berhasil tercapai Rp 1,4 miliar lebih, meningkat dari tahun 2018 sebesar Rp 1,3 miliar lebih. Pi-
haknya mendorong pengurus dan karyawan LPD terus melakukan inovasi agar memiliki daya saing. “Khususnya di bagian kredit karena pendapatan yang banyak adalah di bagian kredit. Semakin banyak kredit yang keluar, pendapatan LPD akan semakin meningkat,” paparnya. Sudiarsa mengajak pengurus dan karyawan LPD untuk bekerja sama dengan desa adat. Termasuk berkoordinasi dan mencari solusi untuk menjaga dan memperkuat eksistensi LPD dalam membantu ekonomi kerakyatan dan mensejahterakan Desa Adat Sading. Sebab, ketahanan ekonomi desa penting dalam meng-ajeg-kan adat, budaya, agama, dan tradisi manyama braya, sehingga terwujud Desa Adat Sading yang santhi dan jagadhita. (ad202)
Gianyar (Bali Post) Warga Desa Petulu Kecamatan Ubud dikejutkan dengan aksi gantung diri yang dilakukan I Made Sukadana, Jumat (7/2) kemarin. Pria berusia 45 tahun ini nekat mengakhiri hidupnya lantaran diduga mengalami depresi. Sementara itu, pihak keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kematian korban. Aksi gantung diri ini pertama kali diketahui istri korban, Ni Made Sulasmi, sekitar pukul 07.00 Wita, Jumat kemarin. Saat kembali dari pasar, Sulasmi mendapati suaminya dalam keadaan tergantung dengan leher terjerat tali yang diikatkan pada kosen pintu rumah. Sulasmi sontak berteriak minta tolong memanggil warga lainnya. Sejumlah warga yang mendatangi lokasi, langsung berupaya menurukan korban.
Warga juga sempat berupaya menolong korban dengan cara menekan dada korban, namun tidak ada reaksi dari korban yang sudah tidak bernapas itu. Kendati demikian, warga tetap melarikan korban ke Rumah Sakit Ari Çanti Desa Mas Ubud. Pihak rumah sakit pun sempat berupaya melakukan penanganan, namun nyawa korban tetap tidak tertolong. Akhirnya dokter menyatakan korban sudah meninggal. Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, polisi sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. ‘’Korban diketahui mengalami depresi sejak setahun lalu, dan sudah pernah menjalani perawatan di RSJ Bangli. Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kejadian ini,’’ ujarnya. (kmb35)
Polisi Dilatih Berbahasa Asing Gianyar (Bali Post) Sebagai daerah pariwisata, aparat kepolisian yang bertugas di Kabupaten Gianyar pasti akan memberikan pelayanan kepada warga negara asing. Namun, belum semua anggota polisi lancar menggunakan bahasa Inggris. Melihat kondisi itu, Polres Gianyar beserta jajaran Polsek melaksanakan kegiatan pelatihan bahasa Inggris di Rupatama Polres Gianyar, Jumat (7/2) kemarin. Kapolres Gianyar, AKBP I Dewa Made Adnyana, mengatakan pihaknya kini sedang menggalakkan program
3B (Belajar, Berlatih, dan Bekerja). Program ini dilakukan guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Salah satunya dengan memberi pelatihan bahasa Inggris kepada personel Polres Gianyar. Pelatihan ditekankan pada pengemban tugas pelayanan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang hampir setiap hari ada saja WNA yang mendatangi kantor polisi. “Apakah melaporkan kejadian atau informasi masalah kepariwisataan, terutama letak dan akomodasi lainnya. Mengingat Bali adalah daerah tujuan wisata dunia, mau
tidak mau dihadapkan suatu keharusan mampu berbahasa Inggris,” katanya. Di samping itu, personel lalu lintas dan Patroli Sabhara yang kesehariannya di jalan raya juga dibekali dengan kemampuan berbahasa Inggris yang praktis dan mudah dimengerti oleh orang asing agar tidak salah persepsi. “Misalnya penunjukan arah, tempat dan berapa jauh merupakan pertanyaan yang keseharian terjadi di jalan. Untuk itu, tanpa peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, tentu tidak terjalin komunikasi yang komunikatif,” jelasnya. (kmb35)
Sabtu Wage, 8 Februari 2020
Pura Dasar Buana Berawal dari ”Sila Majemuh” Jadi Pura Penyatuan Semua Warga PURA Dasar Buana, di Desa Adat Gelgel, Klungkung, berasal dari pemujaan pra-Hindu. Semula amat sederhana, berawal adanya Batu Madengdeng, bernama Sila Majemuh. Batu ini ada dengan sendirinya tanpa ada yang membawanya sebagai dasar gumi. Bagaimanakah sejatinya pemaknaan hakikat filosofis keberadaan Pura Dasar Buana? Pemaknaan filosofis berdirinya Pura Dasar Buana itu disampaikan tokoh masyarakat Klungkung, Dewa Ketut Soma, Jumat (7/2) kemarin. Keberadaan Pura itu berawal dari batu bersinar sila majemuh. Dikatakan, Empu Gana dan Yogi majemuh, mengolah yoga, mengolah tapa, nangun kerthi, untuk ketentraman jagat pada masa silam. Tujuan beliau melakukan tapasya itu untuk nangun kerthi agar ketentraman jagat kertha baik jagat alit maupun jagat agung. Nah, lama kelamaan, ketika era Dalem berkuasa di Gelgel, ditatalah dengan lebih apik dan asri tempat ini. Dibangunlah kemudian pura lengkap beserta palinggih-nya. Untuk pembangunan fisik
p u r a i t u menurut Dewa Ketut Soma, diberi kepercayaan kepada warga Pasek. Alasannya, karena mal, ukuran perundagian dipegang warga pasek. Sedangkan, untuk menyukseskan pembangunan itu pastinya memerlukan berbagai senjata, seperti timpas, pahat. Nah untuk keperluan itu dipercayakan kepada warga pande. Atas jasanya warga Pasek maupun Pande, kemudian mereka diizinkan membangun palinggih Ratu Pasek di sisi kaler dan juga Ratu Pande di sisi kelod. Kemudian batu bersinar Sila Majemuh ini dibuatkan palinggih permanen dalam bentuk Meru Tumpang Solas. Meru itulah sebagai sthana Ida Batara Dasar Buana. Kemudian, di jaba tengah dibangun Bale Agung sebagai tempat sidang, untuk numbuhang saluiring daging gumi. Di sebelah timurnya dibangun Puseh sebagai puseran (debit air) untuk ngamerthanin gumi serta Melanting sebagai linggih Sri Sedana (beraspipis) sebagai dasar mertha manusia. Di sebelah tenggara pura, dibangun Taman Beji sebagai tempat pasucian Ida Batara Dasar Buana. Itu juga difungsikan sebagai tempat ngingsah
beras saat pelaksanaan yadnya-yadnya besar di Kahyangan Jagat Dasar Buana itu. Setelah Pura Kahyangan Jagat Dasar Buana itu selesai dibangun, Dalem Gelgel mengumpulkan semua rakyat, semua warga, untuk menyatukan diri. Diharapkan agar semua warga pada ngelingin (mengingat) kawitannya. Tujuannya eling ring ayah ibu yang merupakan sumber dasarnya atau kawitnya. Penyatuan pengukuhan semua warga ini dinamakan Pemacekan Agung. Bukan saja pemacekan (5 hari setelah Galungan dan 5 hari menjelang Kuningan). “Kata Pemacekan ini mengandung makna dalam. Pemacekan itu dari kata pacek. Pacek itu artinya tekenan. Bisa juga tanda tangan. Sedangkan agung artinya besar. Pemacekan Agung itu dimaksudkan pengukuhan penyatuan semua warga,” tegas tokoh yang sering dilibatkan dalam upacara agama besar di Klungkung ini. Berdasarkan hal itu, Pura Dasar Buana yang berawal dari Sila Majemuh itu, kemudian dibangun dan ditata serta dilengkapi beberapa pangayengan dan juga palinggih lainnya. Peninggalan itulah sebagaimana yang
Tingkatkan Kinerja MENAPAKI Februari 2020, tugas-tugas berat pemerintahan ke depan sudah menanti para Aparat Sipil Negara (ASN). Ini perlu dilaksanakan dengan serius sesuai DPA masing-masing, sehingga serapan anggaran sesuai target. Nantinya tidak terjadi penumpukkan kegiatan di akhir tahun anggaran. Apalagi, sampai ada kegiatan OPD yang tidak tereksekusi dan justru menjadi silpa. Demikian disampaikan Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, saat memberikan arahan kepada ASN menggantikan Bupati Klungkung Nyoman, Suwirta, yang sedang ada acara ke luar kota belum lama ini. ‘’Sudah saatnya kembali fokus pada tugas masing-masing, untuk mewujudkan visi dan misi daerah. Tuntutan publik semakin tinggi, agar kita mampu menjawab espektasi mereka,’’ katanya. Lebih lanjut, tambah Wabup Kasta, agar seluruh ASN memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. Selain itu, juga memberikan teladan yang diwujudkan melalui praktik pelayanan publik yang semakin baik dan nyata kepada seluruh lapisan masyarakat. Baik secara santun dan inovatif sesuai program Gema Santi. Raport SAKIP Tahun 2019 saat sudah cukup baik. Kabupaten Klungkung mendapat nilai 65,53 atau kategori B. ‘’Ke depan perlu ditingkatkan lagi kinerjanya, untuk menindaklanjuti evaluasi-evaluasi yang telah diberikan dari Kemenpan RB, sehingga tujuan pembangunan untuk kesejahteran masyarakat itu dapat diwujudkan sesuai mekanisme yang ada,’’ harapnya. (gik)
Satpolairud Peringatkan Nelayan ’’Nakal’’
Bali Post/kmb31
EDUKASI - Satpolairud Polres Klungkung saat memberikan edukasi kepada para buruh angkut dan nelayan di Pantai Tribuana, Desa Kusamba. pesisir, khususnya nelayan yang sebelumnya tidak tertib aturan menjadi tertib. Sehingga mereka semakin paham seperti apa harus bertindak agar aman dan tidak melanggar hukum. Menurutnya, masyarakat nelayan harus mematuhi aturan-aturan yang ada. Seperti kelengka-
Bali Post/gik
NGAYAH - Umat Hindu saat ngaturang ayah persiapan Mupuk Karya Agung di Pura Dasar Buana. Panyejeg Gumi lan Padanan, Pangebek, Panegteg Jagat, Piodalan dan Mapeselang di Pura Dasar Buana ini, Desa Adat Gelgel menyempurnakan upacara itu dengan menggelar upacara
Mupuk Karya Agung. Dewa Soma sebagai pangenter upacara Mupuk Karya Agung ini, mengatakan puncaknya akan digelar di Pura Dasar Buana, Desa Adat Gelgel, pada 24 Februari
2020 nanti. Dengan Mupuk Karya Agung ini diharapkan apapun kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan karya agung itu, dapat disempurnakan secara sekala dan niskala. (gik)
Akses Jalan Cepat Rusak
SOSOK
Semarapura (Bali Post) Di tengah cuaca buruk hujan lebat dan angin kencang, jajaran kepolisian dari Satpolairud Polres Klungkung melakukan tatap muka dengan para buruh dan nelayan di Pantai Tribuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Jumat (7/2) kemarin. Polairud mengingatkan kembali nelayan agar tidak nekat melaut, di tengah cuaca buruk. Selain itu, para nelayan juga diminta tidak ‘’nakal’’. Maksudnya, melakukan cara-cara yang melanggar hukum. Karena itu tidak boleh ada upaya merusak lingkungan, saat melakukan penangkapan ikan. Ini sebagai bagian program Quick Wins Program 6 polisi, sebagai penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik dengan masyarakat pesisir pantai di Pelabuhan Rakyat Tribuana, Kusamba. Terkait agenda konstruktif itu, warga setempat cukup antusias mengikuti program pihak kepolisian ini. Salah satunya, dari kelompok komunitas buruh angkut yang setiap hari bekerja di pesisir pantai setempat termasuk para nelayan. KBO Satpolairud Polres Klungkung, Iptu Gede Yasa, jajarannya turun ke tengah masyarakat untuk meningkatkan hubungan polisi dan masyarakat agar lebih erat. Khususnya bagi masyarakat pesisir, termasuk memberikan ceramah revolusi mental. Itu dimaksudkan agar tertib sosial di ruang publik dengan juga memberikan pelayanan humanis, sebagaimana program yang sudah dicetuskan negara secara nasional. ‘’Quick Wins Polri Program 6 yang dilaksanakan Satpolair ini, untuk mewujudkan program Presiden Joko Widodo, yakni program Nawacita. Dalam agenda besar Jokowi itu polisi harus hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai pemrakarsa revolusi mental di ruang publik,’ katanya. Karena itu pihaknya berharap dapat merubah mindset atau pola pikir masyarakat
diwarisi sampai sekarang. Kini, menjadi tempat suci umat Hindu, sebagai Kahyangan Jagat. “Karena berstatus kahyangan jagat, maka disebut Kahyangan Jagat Dasar Buana. Jadi pura itu bukan termasuk pura kawitan dan juga bukan pula pura catur warga. Karena trah warga itu jumlahnya banyak. Bukan pula merupakan pura pemujaan leluhur raja-raja. Karena pemujaan leluhur raja itu sudah ada di pedarman,” jelas Dewa Soma. Sementara fungsinya sebagai pura penyatuan semua warga dari tatakan yang sama, dasar sama, untuk menyatukan diri eling ring kawit, eling masolah, eling ma kerthi , agar sida masila-masolah nangun tapa-nangun kerthi yang diperingati setiap Pemacekan Agung. Ini dinamakan pujawali. Kemudian untuk selalu ingat pada Ibu (Dewi Uma) yang ngamertanin umat, dilaksanakan upacara Ngusabha Nini setiap Purnama Kapat, untuk eling ring Nini Patuk-Kaki Patuk sebagai dewaning uma, sebagaimana yang kita warisi secara turun termurun. Kini, set ela h set a hun pelaksanaan Karya Agung Tawur Panca Wali Krama,
pan dokumen/surat-surat kapal, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, kelengkapan alat keselamatan serta mematuhi aturan zona atau batas wilayah tangkap. Hal tersebut juga terkandung maksud menghindari terjadinya konflik antar nelayan. (kmb31)
Dewan Desak Kualitas Aspal Ditingkatkan TEMUAN jalan rusak akibat pengerjaan yang tidak maksimal, membuat lembaga dewan terus mengkritisi pengerjaan jalan baru secara teknis. Tidak hanya kualitas para pekerjanya, tetapi juga kualitas bahannya. Lembaga dewan mendesak pemerintah daerah mulai memikirkan opsi lain. Misalnya beralih dari coolmix ke CPHMA atau Cold Paving Hotmix Asbuton. Kebijakan apakah yang akan diambil Pemkab Klungkung? Legislator Komisi II DPRD Klungkung, Gde Artison Andarawata, Jumat (7/2) kemarin melakukan rapat koordinasi dengan Dinas PUPRKP Klungkung. Menurutnya, beberapa kali sudah dicetuskan penggunaan aspal yang lebih baik dari coolmix. Sebab, coolmix dianggap tidak kuat di daerah lembab dan panas. Beban jalan juga rendah, karena masa pakai 2-3 tahun sudah menurun. Bahkan rusak kalau diaplikasikan ke jalan raya. Borosnya kentara sekali sehingga proyeknya harus terus diadakan. “Kami ingin kualitas aspal itu dapat ditingkat kan. Kami mengapresiasi komitmen Dinas PUPRKP yang akan mencoba aspal CPHMA. Ini langkah bagus terkait peningkatan kualitas aspal itu,” terang politisi Partai Demokrat ini. CPHMA ini sebagai campuran panas aspal asbuton yang dihampar dingin. Pabrikan mencampur dengan AMP panas dan diberi antipembekuan. Sehingga aspalnya dalam kondisi suhu dingin atau suhu ruangan itu sudah bisa didistribusikan ke lokasi dengan cara dihampar Setelah proses itu dilakukan pengaspalan. “Kualitas CPHMA sendiri sama dengan hotmix. Bahkan daerah kepulauan seperti Nusa Penida diun-
tungkan,” tegasnya, usai Komisi II DPRD Klungkung melakukan kunjungan kerja ke Pusjatan (Puslitbang Jalan dan Jembatan) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, Jumat (7/2) kemarin. Namun, Artison juga membaca kelemahannya. Rekanan atau kontraktor yang akan mengambil dan melaksanakannya, harus menguasai teknologinya. Rekanan juga wajib memiliki AMP. Sehingga, pihaknya mendorong rekanan melalui asosiasinya, agar melakukan inovasi dan pembelajaran. Sebab, yang tidak mau inovasi tentu akan ketinggalan. Satu hal menarik lainnya dari kunjungan tersebut, adalah pemanfaatan limbah plastik kepada aspal. Ini cukup efektif untuk menghabiskan dan memanfaatkan sampah plastik. Contohnya tas kresek. Tas kresek itu bisa dicacah dan dimasukkan ke dalam AMP sebelum aspal, atau kepada batu aspal. sehingga plastik itu menyelimuti batuan. Setelah proses itu baru dimasukan aspal. Perbandingannya 1 ton hotmix diberi 3,6 kg plastik atau di angka 4-5 persen. Hasilnya akan membuat aspal lebih awet dan tidak mudah pecah. Benefitnya selain mengatasi masalah sampah plas-
Bali Post/gik
DIPERBAIKI ULANG - Akses jalan Senangka-Pondokhe yang sempat diprotes warga, akhirnya langsung diperbaiki ulang dan terlihat mulus. tik, juga memperkuat aspal. Kualitas aspal sudah pasti meningkat. Dari sisi isu mikroplastik, juga bisa diminimalisir karena aspal akan menghentikan penguraian plastik. Namun ada yang kurang, yakni penyiapan plastik dari pemungutan sampah pemilahan sampai pencacahan sebelum masuk AMP. Selain itu, penggunaan plastik multilayer atau plastik seperti bungkus permen, atau makanan ringan berlapis aluminium tidak bisa dipergunakan.
Kepala Dinas PUPRKP Klungkung, A.A. Gde Lesmana, mengatakan penerapan CPHMA di Klungkung masih sedang dipertimbangkan. Pemkab Klungkung sendiri belum memutuskan apakah akan menggunakannya tahun ini. Termasuk di dalamnya, opsi memanfaatkan sampah plastik itu. “Kami sudah lihat langsung daerah lain. Seperti Banyumas, yang sudah menerapkan model seperti itu. Namun kami harus tahu dulu seperti apa hasilnya,” tegasnya. (gik)
Sabtu Wage, 8 Februari 2020
Bencana Alam Didominasi Pohon Tumbang
Bali Post/kmb41
POHON TUMBANG - Petugas BPBD Karangasem saat menangani bencana pohon tumbang, belum lama ini.
Amlapura (Bali Post) Awal tahun 2020 ini, bencana yang melanda wilayah Kabupaten Karangasem cukup banyak. Berdasarkan data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, sepanjang Januari hingga awal Februari 2020 ini tercatat puluhan bencana yang didominasi pohon tumbang. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem, Ni Wayan Asmi Sukmawati, mengatakan dari 1 Januari sampai dengan 7 Februari 2020, pihaknya mencatat 87 bencana yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Karangasem. Pada Januari, bencana tanah longsor sebanyak 4 kasus, cuaca ekstrem (angin puting beliung) 2 kasus, kebakaran gedung dan pemukiman 1 kasus dan 76 kejadian pohon tumbang. Sementara pekan pertama Februari 2020 ini tercatat ada 3 kejadian pohon tumbang. “Dari banyaknya bencana, sejauh ini masih didominasi kejadian pohon tumbang,” ujar Asmi Sukmawati, Jumat (7/2) kemarin. Asmi Sukmawati menambahkan, bencana pohon tumbang berpotensi terjadi di semua kecamatan. Sementara untuk peta risiko dan potensi bencana tanah longsor, daerah yang masuk rawan di antaranya Sanghyang Ambu,
Sega, Muncan, Sidemen. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan penanganan longsor di Sanghyang Ambu, Bunutan, Muncan dan Seraya. “Di wilayah ini paling sering terjadi longsor ketika musim hujan karena banyak terdapat hamparan tebing. Pada intinya semua daerah berpotensi longsor di Karangasem,” katanya. Dalam penganangan bencana selama ini, kata dia, pihaknya selalu bersinergi dengan masyarakat dan OPD terkait seperti Dinas PURR dalam penanganan bencana longsor. Hanya saja, selama ini bencana tanah longsor yang terjadi masih skala kecil, sehingga masih bisa ditangani oleh petugas BPBD bersama dengan warga. “Kalau ada bencana longsor besar, pasti kami berkoordinasi dengan OPD terkait dalam dalam penanganannya,” tegasnya. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa menambahkan, selain bencana pohon tumbang dan longsor, sejumlah wilayah seperti Kubu, Manggis, Seraya dan sebagian wilayah di Kecamatan Karangasem juga rawan diterjang banjir bandang pada musim hujan. Karena cukup banyak jalur pelintas melintasi alur sungai. “Apabila hujan lebat, warga tidak bisa melintas di jalan yang melintasi aliran sungai,” tegasnya. (kmb41)
Mengemis di Kabupaten/Kota Lain
Puluhan Gepeng Dipulangkan Amlapura (Bali Post) Puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) asal Karangasem diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Dinas Sosial (Dinsos) di sejumlah kabupaten/kota di Bali. Selanjutnya, para gepeng yang terjaring operasi penertiban itu dipulangkan ke rumah mereka masing-masing di Bumi Lahar. Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Karangasem, I Wayan Sukerena, menjelaskan ada puluhan gepeng yang dikembalikan ke Karangasem. Rinciannya, gepeng yang diserahkan oleh instansi terkait di Pemkab Badung sebanyak 26 orang yang dipulangkan per 23 Januari lalu. Sementara gepeng yang dipulangkan dari Denpasar tercatat delapan orang yang diserahkan per 30 Januari. Sementara itu, enam orang gepeng dia-
mankan di Kota Amlapura. “Puluhan gepeng itu dikembalikan secara bertahap dari pertengahan Januari hingga awal Februari 2020. Gepeng yang diamankan berasal dari Pedahan, Desa Tianyar dan Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu,” ujar Sukerena, Jumat (7/2) kemarin. Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Dinas Sosial Karangasem, I Made Sumeka Regen, mengatakan gepeng yang ter-
jaring operasi penertiban terjadi hampir setiap tahun. Terutama menjelang hari raya Galungan dan Kuningan atau usaba di desanya. “Tanpa diminta, mereka (gepeng - red) menyerahkan diri ke petugas. Mungkin biar nggak kena ongkos untuk pulang kampung,” ujarnya. Sumeka Regen menambahkan, mayoritas gepeng yang diamankan merupakan wajah-wajah lama karena hampir tiap tahun mereka
SOSOK Wajib Ikuti Bimtek PADA pemilihan perbekel (pilkel) serentak lalu, tercatat ada 14 perbekel yang baru pertama kali terpilih. Seluruh perbekel anyar ini diwajibkan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) terkait cara pengelolaan APBDes. Kepala Dinas PMD Karangasem, I Nengah Mindra, menegaskan hal itu, belum lama ini. Menurut pejabat berbadan kekar ini, bimtek sangat penting diberikan kepada perbekel yang baru terpilih. Mereka wajib mendapat pembekalan guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka tentang bagaimana cara mengelola anggaran desa. “Ada 21 desa di Karangasem yang menggelar Pilkel akhir 2019 lalu. Dari jumlah itu, sebanyak 14 perbekel merupakan pendatang baru. Mereka wajib mendapatkan bimtek ini,” tegasnya. Dikatakan, masing-masing desa akan mendapat kucuran dana desa yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Karenanya, para perbekel itu wajib mengikuti bimtek agar dalam penyusunan APBDes berjalan lancar dan tak ada hambatan. “Pembekalan terkait pengelolaan keuangan tidak hanya ditujukan kepada perbekel baru, tapi juga penting untuk perbekel petahana. Jadi, semua perbekel terpilih mendapat pelatihan,” katanya. (nan)
Kasus Kematian Babi Resahkan Penjual Daging Amlapura (Bali Post) Banyaknya kasus babi yang mati secara mendadak di sejumlah kabupaten/kota di Bali, tampak tidak hanya meresahkan para peternak babi. Masyarakat yang berprofesi sebagai penjual daging babi pun ikut-ikutan resah. Meskipun di Karangasem sampai saat ini belum ditemukan adanya ternak babi yang mati karena terjangkit virus African Swine Fever (ASF), para penjual daging babi di Karangasem juga merasa cemas. Mereka khawatir, kasus kematian babi secara massal di kabupaten/kota lain di Bali akan membuat omzet penjulan daging babi turun drastis. Salah seorang pengepul babi, Gede Ambara Wiguna, mengatakan, pascamerebaknya kasus kematian babi di sejumlah kabupaten/kota di Bali itu sangat berpengaruh terhadap penjualan daging babi di pasar. Saat ini, penjualan daging babi mengalami kelesuan. “Saya khawatir penjualan daging babi turun drastis. Apalagi dalam waktu dekat ini kan ada hari raya Galungan dan Kuningan. Biasanya penjualan dading babi dan babi mengalami pening-
Bali Post/dok
KANDANG BABI – Peternak sedang menyemprot kandang babinya dengan desinfektan. katan. Semoga saja tidak ada penurunan penjualan daging yang drastis. Terlebih, sudah ada penegasan dari pemerintah bahwa masyarakat aman mengonsumsi daging babi, karena virus itu tidak menular ke manusia,” ujar pengepul asal Desa Bungaya Kangin ini, Jumat (7/2) kemarin. Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPTD Puskeswan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, Pande Gede Arya Saputra, mengatakan,
pihaknya telah memerintahkan petugas kesehatan hewan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi penyemprotan dengan memakai desinfektan pada kandang-kandang babi milik peternak. “Apa yang kami lakukan itu sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penularan virus African Swine Fever pada ternak babi di wilayah Karangasem,” katanya. (kmb41)
terjaring operasi yang digelar petugas Satpol PP akibat mengemis di sekitar objek wisata. “Mereka mengemis karena penghasilan per hari dari mengemis lumayan tinggi. Sehari bisa mendapatkan sekitar Rp 300 ribu. Mungkin itu yang menyebabkan mereka membandel dan kembali menggepeng meskipun berulang kali ditertibkan petugas,” jelasnya. (kmb41) GEPENG - Sejumlah gepeng yang dipulangkan ke Karangasem karena terjaring operasi penertiban di kabupaten/kota lainnya di Bali.
Bali Post/kmb41
Sabtu Wage, 8 Februari 2020
Peternak Pesimis Nikmati Untung Jelang Galungan Mobil VW Terbakar di Jalur Penelokan
Bangli (Bali Post) – Kasus kematian babi di beberapa daerah di Bali yang diduga terjadi akibat terjangkit virus African Swine Fever (ASF) berimbas terhadap harga babi di Kabupaten Bangli. Dalam beberapa hari terakhir, harga jual babi di tingkat peternak merosot. Peternak pun pesimis bisa menikmati keuntungan dari penjualan babi pada momen hari raya Galungan kali ini. I Nyoman Oka Tri Sumarjaya, peternak babi di Bangli, mengakui bahwa isu ASF berpengaruh signifikan terhadap harga jual babi di tingkat peternak. Saat awal-awal isu itu muncul, harga babi masih bisa dikendalikan. Na-
mun belakangan harga jual mengalami penurunan, seiring gencarnya pemberitaan terkait penyebab kematian babi di Bali. “Apalagi kemarin sudah ada yang bilang positif (ASF) sedangkan ada juga yang bilang tidak. Itu lumayan bikin bingung dan panik masyarakat. Saya sangat merasakan efeknya,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (7/2) kemarin. Saat ini dirinya masih berusaha mempertahankan harga jual babinya Rp 28 ribu per kilogram. Namun, di peternak lain berani melepas dengan harga Rp 23 ribu. Menurut Oka, harga jual Rp 23 ribu, sejatinya peternak tidak dapat untung.
Sebab, hitung-hitungan biaya produksi yang dikeluarkan untuk penggemukan babi lebih dari itu. “Kalau saya yang beternak menggunakan pakan khusus untuk babi, jauh sekali antara biaya produksinya. Biaya pakan saja bisa Rp 26 ribu,” ujarnya. Peternak yang tergabung dalam Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUBPI) Kabupaten Bangli ini mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait kondisi sekarang. Ia pun pesimis bisa menikmati keuntungan dari penjualan babi pada momen hari raya Galungan kali ini. Diungkapkannya, jelang datangnya hari raya Galungan seperti sekarang, biasanya
harga babi sudah mulai naik. Seiring naiknya harga pakan. Dia membandingkan, momen hari raya Galungan enam bulan lalu, peternak mampu menjual harga babinya Rp 35-40 ribu per kilogram. Sekarang untuk bisa menikmati harga itu, dirasakan sangat sulit. “Kalau sekarang bisa jual di harga Rp 28 ribu saja rasanya sudah cukup. Biaya produksi bisa tertutupi,” ujar pria yang memiliki 900 ekor ternak babi itu. Selama ini babi hasil penggemukannya dipasarkan di Bangli dan Karangasem. “Yang ambil di saya, ratarata pemotong,” imbuhnya. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Sebuah mobil VW terbakar di jalan jurusan Kedisan menuju Penelokan, Kintamani, Jumat (7/2) siang kemarin. Belum diketahui pasti penyebab terbakarnya mobil yang dikemudikan I Made Mahesa Jaya (19), sopir travel yang tinggal di Peguyangan Kangin, Denpasar. Peristiwa terbakarnya mobil VW bernopol DK 1976 HA diketahui terjadi sekitar pukul 12.15 Wita. Awalnya mobil VW berwarna kuning itu datang dari arah Kedisan menuju Penelokan setelah sang sopir mengantar tamu dari Black Lava. Saat di pertengahan jalan, tiba-tiba mobil tanpa penumpang itu mengeluarkan asap dari bagian belakang
Bali Post/ist
VW TERBAKAR - Mobil VW terbakar di jalan jurusan Kedisan menuju Penelokan, Kintamani, Jumat (7/2) siang kemarin. kap mesin. Tak berapa lama Kasubag Humas Polres kemudian api membesar dan Bangli AKP Sulhadi menmelahap seluruh bagian mobil. gatakan hingga sore kemarin Saat kejadian, sopir berhasil belum diketahui penyebab selamat lantaran segera turun kebakaran mobil tersebut. untuk menyelamatkan diri. (kmb40)
Sabtu Wage, 8 Februari 2020
Penerbangan Ditutup
Lima Jabatan Kadis Kembali Dilelang
Belum Ada Warga Tiongkok Ajukan Perpanjangan Kitas Singaraja (Bali Post) Penutupan sementara penerbangan dari Tiongkok ke Indonesia dan sebaliknya dengan tujuan mengantisipasi penularan virus Corona, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) memberi perpanjangan izin tinggal kepada warga Tiongkok. Sejak peraturan itu terbit, di Buleleng belum ada warga Tiongkok memohon perpanjangan masa izin tinggal dalam kondisi darurat ke Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja. Data yang dihimpun di lapangan, di tiga kabupaten wilayah kerja Imigrasi Kelas II meliputi Kabupaten Karangasem, Buleleng, dan Kabupaten Jembrana, tercatat 184 warga Tiongkok. Mereka itu mengantongi Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) dan izin tinggal kunjungan. Dokumen tersebut berlaku selama 30 hari dan dapat diperpanjang. Dari jumlah itu, paling banyak warga Tiongkok tinggal sementara di Buleleng, yaitu 144 orang. Mereka itu adalah tenaga kerja asing di PLTU Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Sisanya, 40 orang menyebar di Karangasem dan Jembrana. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, I Gusti Agung Komang Artawan, Jumat (7/2) kemarin men-
Bali Post/kmb38
Komang Artawan
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA We are looking for candidates to fill the following positions 1.DW Spa Therapists -Women under 35years old,basic salary+incentive,Spa experienced. Applicant must be able to speak & write in English and have an outgoing personality. mail CV with recent photo to: sumartini@pbrbali.com B.BP.004.02.20.0000192
gatakan, sejak terbitnya Permenkum HAM tanggal 5 Februari 2020 yang lalu, pihaknya belum menerima permohonan warga Tiongkok di tiga kabupaten itu mengajukan perpanjangan tinggal sementara. Ini karena Kitas dan izin tinggal kunjungan yang mereka kantongi masih berlaku. ‘’Kami sudah siap melayani dan melaksanakan amanat permen itu. Namun, sampai hari ini (kemarin red) belum ada permohonan yang masuk. Mungkin saja karena masa berlaku izin tinggalnya masih berlaku lama,’’ katanya. Menurut Komang Artawan, sesuai permen itu, pemerintah menghentikan sementara pemberian bebas visa kunjungan, visa dan pemberian bebas visa kunjungan, visa dan pemberian izin tinggal tinggal keadaan terpaksa bagi warga Tiongkok. Menyusul kebijakan itu, Imigrasi diinstruksikan agar memberi kemudahan bagi warga Tiongkok mengajukan perpanjangan izin tinggal sementara selama lebih kurang 30 hari. Batas waktu perpanjangan izin tinggal dalam kondisi darurat ini mulai berlaku sejak terbitnya Permenkum HAM. ‘’Karena pemerintah menghentikan penerbangan ke Tiongkok untuk sementara, sehingga bagi mereka diberikan kemudahan untuk memperpanjang izin tinggal sementara selama 30 hari,’’ tegasnya. Terkait prosedur, Artawan menyebut, permohonan perpanjangan izin tinggal dalam situasi darurat diajukan warga Tiongkok. Ini karena sesuai SOP, sebelum menyetujui perpanjangan izin tinggal sementara, Imigrasi melakukan wawancara kepada warga negara bersangkutan. ‘’Jangan melalui perantara atau biro jasa, sehingga kami bisa melakukan wawancara terhadap yang bersangkutan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,’’ jelasnya. (kmb38)
Dcr Sopir utk kantor PT.Korea Trvl Bali/081338060220 B.BP.154.02.20.0000174
Bali Post/ist
SEMPROT - Petugas dengan perlengkapan lengkap menyemprot ruang kantor dan mes karyawan PLTU Celukan Bawang dengan cairan disinfektan.
Areal PLTU Celukan Bawang Disemprot Disinfektan
Singaraja (Bali Post) -
Manajemen di PLTU Celukan Bawang melakukan upaya deteksi dini setelah adanya empat petinggi dirawat intensif usai datang dari Tiongkok. Pihak manajeman melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di areal PLTU. Vice Manager General Affair Departement PT General Energy Bali (GEB) sebagai pengelola PLTU Celukan Bawang, Indrianti Tanu Tanto, Jumat (7/2) kemarin mengatakan, saat ini semua karyawan yang bekerja PLTU wajib menggunakan masker. Mereka rutin mengikuti cek kondisi kesehatan. Pencegahan lain dilakukan adalah setiap dua kali seminggu semua ruang kantor dan mes para karyawan disemprot disin-
fektan. ‘’Sebelum bekerja, semua karyawan dicek. Kalau ditemukan suhu badannya sampai 37 derajat celcius, maka pekerja bersangkutan sudah tidak diizinkan bekerja. Mereka harus istirahat. Tapi, sejauh ini belum ada yang begitu, semuanya sehat-sehat saja,’’ katanya. Menurut Indrianti, sekarang masih ada 52 pekerja dari Tiongkok yang belum kembali bekerja di PLTU. Meski puluhan pekerja itu
Dicari Account Officer AO,Hub Bank Sari Sedana,0361-224025
Dicari Wnt SMA/bs Komputer Lam Lgsung ke Jln.Hasanudin 53 Dps HP/WA :081238451893
B.BP.001.02.20.0000183
Dcr Tkg Jahit & Tkg Patrun utk Garmen WA 081999615792
Dicari Design Grafis Wnt Bisa Bhs Inggris Hub 082147176690
Di cari segera, Tenaga STM / Pelaksana 2 orang,untuk proyek villa yang sedang berjalan. Lamanya proyek kurang lebih 2,5 Tahun. Lamaran bawa ke Jl.Tukad Unda No.10 Renon. Tlp. 0361-228667
Dicari segera PRT serius dan jujur Hub.082144277772
B.BP.004.02.20.0000122
B.BP.004.02.20.0000121
Dicr Guru Bhs Bali & SD Hub:089 77357234 B.BP.001.02.20.0000194
B.BP.001.02.20.0000180
B.BP.001.02.20.0000200
Hotel Bintang 5 terletak di Sanur membutuhkan: Marketing Communication Manager,MarketingCommunication Executive.Sales Executive. cv dikirim :sandra.siahaan@aer owisatahotels.com B.BP.004.02.20.0000166
B.BP.001.02.20.0000153
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tnh 3,4A Lok Prmhan GSM (PDAM)Pering Gianyar,sktr 1KM By Pass IB Mantra, hrg 650jt (Nego). Bisa 2A(400jt)/1,43 (286jt) Bu Budi 08124672062 B.BP.004.02.20.0000163
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.Hp:0811394712 B.BP.001.01.20.0000707
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
masih berada di negaranya, tetapi hal itu tidak menganggu produksi listrik di PLTU. Ini dikarenakan manajemen sudah mengganti 52 tenaga kerja asing itu dengan karyawan yang ada di PLTU Celukan Bawang. ‘’Belum ada informasi apakah kembali ke PLTU atau tidak. Kami belum bisa konfirmasi, tapi situasi ini tidak menganggu operasional pembangkit karena sudah diganti dengan teknisi di PLTU,’’ jelasnya. (kmb38)
PROPERTY KONTRAKTOR
Jasa Borongan Bangunan/Renov Rmh,Kos,Villa Dll, 087760041349
B.BP.001.02.20.0000075
BIRO JASA Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155
B.BP.001.01.20.0000814
RUPA-RUPA Dijual/Kerjasama peralatan Studio lenglap Anolog & Digital.Hub:081937239828 B.BP.004.02.20.0000167
Singaraja (Bali Post) ministrator setingkat Lima jabatan kepala eselon III-A, minimal dua dinas (kadis) di jajaran tahun atau eselon III-B, Pemkab Buleleng tahun minimal tiga tahun dan 2020 ini kembali dilelang. atau pejabat fungsional Sesuai surat pengumu- jenjang madya minimal man No. 800/ 10741 PAN- tiga tahun. Selain itu, SEL-JPT/ BKPSDM/2020, pangkat minimal bagi jabatan calon pelayang dilemar minilang masmal Pembiing-masing na (IV/A). Dinas PeSetelah kerjaan pendaftU m u m aran didan Tata tutup 20 R u a n g Februari (PUPR), 2020 menD i n a s datang, Penanadilakukan man Modal tahapan Pelayanan p e l a k Perizinan sanaan Terpadu seleksi. S a t u P i nD a l a m tu, Dinas seleksi Ketahanini, panan Pangan sel yang dan Peridiketuai k a n a n , Sekkab Dinas KeBuleleng, budayaan D e w a dan Dinas Ketut PusBali Post/kmb38 paka, akan Pariwisata Gede Wisnawa Buleleng. melakuTahapan kan verifiseleksi ini akan dilak- kasi terhadap kelengkasanakan oleh pansel yang pan berkas administrasi terdiri dari empat orang. berdasarkan ketentuan Ketua Sekkab Buleleng, yang berlaku. ‘’Agar bisa Ir. Dewa Ketut Puspaka, mengikuti seleksi lanjuM.P., Sekretaris BKPS- tan, peserta ini wajib loDM, akademisi dan unsur los seleksi administrasi, profesional. dan setiap jabatan itu Kepala BKPSDM Bule- harus terpenuhi pelaleng, Gede Wisnawa, Ju- mar,’’ katanya. mat (7/2) kemarin menMenurut Wisnawa, g a t a k a n , p e n d a f t a r a n setelah seleksi adminispeserta lelang jabatan trasi, para pelamar juga diumumkan secara ter- m e n g h a d a p i s e j u m l a h buka pada 6 sampai 20 materi seleksi. Mulai dari Februari 2020. Pada se- presentasi makalah dan tiap jabatan yang dile- wawancara berlangsung lang harus memenuhi 27 dan 28 Februari. Test pelamar minimal, yaitu kompetensi digelar dari empat orang. ASN yang 12 dan 13 Maret 2020, bisa mendaftar harus dan penilaian rekam memenuhi beberapa per- jejak dari 22 Februari syaratan yang harus di- hingga 13 Maret 2020. penuhi. Dia menconto- ‘’Semua seleksi kecuali hkan, syarat itu adalah penilaian rekam jejak itu sedang dan atau pernah dilakukan tim pansel,’’ menduduki jabatan ad- katanya. (kmb38)
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOTOR
Sabtu Wage, 8 Februari 2020
Setiap Bulan, Sepuluh Warga Terjangkit HIV/AIDS
Negara (Bali Post) Penyebaran HIV/AIDS secara keseluruhan di Bali nampaknya semakin mengkhawatirkan. Hingga akhir tahun 2019 tercatat penderita HIV-AIDS di Bali sebanyak 22.034. Khusus di Kabupaten Jembrana, warga pengidap virus mematikan itu dalam setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dari data selama kurun waktu 2006-2020, penderita HIV/AIDS di Jembrana sebanyak 1.075 orang. Rata-rata setiap bulannya terdapat 9 sampai dengan 10 kasus baru. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha di hadapan para perbekel/lurah termasuk para bendesa pakraman seKabupaten Jembrana di aula pertemuan lantai dua Jimbarwana, Jumat (7/2) kemarin. ‘’Di Kabupaten Jembrana sendiri
dalam tahun 2019 ada 95 kasus, sedangkan tahun 2020 yakni pada bulan Januari sampai saat ini terdapat 8 kasus baru dan diprediksi ada sekitar 5-10 kasus yang belum terdeteksi,’’ kata Arisantha. Guna mengantisipasi fenomena kasus ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Kesehatan melakukan langkah-langkah dengan membentuk Kader Desa Peduli AIDS di tingkat desa/kelurahan. ‘’Jika dilihat kasus ini ibarat seperti fenomena gunung es. Diprediksi masih ada warga kita yang belum terdeteksi, apalagi mau dengan kesadaran sendiri memeriksakan dirinya ke puskesmas atau rumah sakit. Padahal semua puskesmas dan rumah sakit kita ini telah mampu mengatasinya asalkan mengikuti aturan kesehatan,’’ terang Arisantha. Karena itulah untuk membentuk kesadaran masyarakat,
Banyak Pensiun
salah satunya dengan membentuk tim penanggulangan Penyakit HIV/AIDS di tingkat desa/kelurahan, kader Desa Peduli AIDS (KDPA). Arisantha didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) I.B. Made Adnyana mengatakan, tim yang dibentuk ini juga melibatkan para perbekel/lurah termasuk para bendesa pakraman. ‘’Tokohtokoh ini kita libatkan dalam tim penanggulangan penyakit HIV/AIDS. Maka setiap desa/ kelurahan terdapat tim dengan pendampingan dari puskesmas terdekat,’’ tambahnya. Selain itu, juga diharapkan warga masyarakat yang merasakan atau terindikasi virus HIV/AIDS untuk melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau rumah sakit. Kini, sudah terbuka harapan kualitas hidup penderita sama seperti orang yang sehat. (kmb26)
Dewan Ingatkan Ancaman Krisis Guru PNS
Negara (Bali Post) Hampir setiap tahun jumlah tenaga pendidik (guru) baik di SD hingga SMP yang berstatus PNS berkurang karena pensiun. Dari data di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, tahun 2019 ada 70 lebih guru PNS yang pensiun. Tahun 2020, kemungkinan akan bertambah lagi. Jembrana terancam krisis guru berstatus PNS. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jembrana I Ketut Catur, Jumat (7/2) kemarin mengatakan, krisis guru PNS baik di jenjang SD hingga SMP harus menjadi perhatian. Pemerintah daerah khususnya Dinas Dikpora sudah harus memetakan dan mengantisipasi dampak dari berkurangnya guru karena pensiun itu. ‘’Tahun lalu sudah 70-an guru. Tahun 2020 ini akan lebih banyak. Ini harus menjadi perhatian, bagaimanapun peran guru sangat penting,’’ ujar Catur. Ia juga mengapresiasi setiap tahun sudah ada perekrutan CPNS dan diutamakan adalah tenaga pendidik. Tetapi dengan jumlah yang ada saat ini, menurutnya, masih belum memenuhi tenaga pendidikan di masingmasing sekolah khususnya PNS. Sebab, di sebagian besar sekolah masih didominasi guru
kontrak. PNS hanya segelintir, bahkan di beberapa sekolah hanya satu atau dua guru PNS. ‘’Kami berharap ada solusi untuk ini. Terutama di tahun 2020 ini, proyeksinya akan lebih banyak guru yang pensiun,’’ tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Jembrana Ni Nengah Wartini mengatakan untuk jumlah guru PNS yang pensiun di tahun 2019 totalnya mencapai 76 orang. Rinciannya, untuk jenjang TK sebanyak 8 orang, SD 50 orang yang pensiun dan SMP 18 orang. Jumlah guru yang paling banyak pensiun ada di dua kecamatan yakni Kecamatan Melaya dan Kecamatan Negara. Sementara untuk tahun 2020 ini, menurutnya, dinas
Babi Mati Bukan karena ASF
Negara (Bali Post) -
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, Jumat (7/2) kemarin menindaklanjuti adanya kejadian tiga ekor ternak babi mati di Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo. Kematian babi tersebut disebutkan karena cuaca ekstrem, bukan viru African Swine Fever (ASF). Petugas dari Veteriner yang sebelumnya melakukan pendataan dan investigasi kemarin melakukan penyemprotan di sekitar kandang ternak babi yang mati. ‘’Kita lakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang termasuk kandang babi yang masih hidup,’’ ujar Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Wayan Widarsa. Selain kandang lokasi babi mati, petugas juga menyemprot disinfektan ke sejumlah kandang babi milik warga di
ada di daerah utara Kecamatan Pupuan-nya dan Jembrana,’’ jelasnya. Selain itu, lanjut Rentin, Denpasar, Badung, Gianyar dan termasuk Tabanan memiliki potensi rawan banjir. Terutama di Kota Denpasar, pada kejadian terakhir saat hujan lebat dalam durasi cukup lama telah membuat beberapa genangan air. Ini sejalan dengan peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG. Pihaknya sudah meneruskan peringatan itu kepada masyarakat agar segera melaku-
kan evakuasi mandiri bila tinggal di zona merah atau daerah rawan. Terutama saat terjadi hujan lebat dengan durasi lama. Jangan sampai kejadian yang menimbulkan korban jiwa tahun lalu di Karangasem dan Buleleng kembali terulang. ‘’Itu kan tempat tinggal mereka berada di sisi tebing yang tingkat kecuramannya tinggi. Hujan lebat terjadi tengah malam, mereka sedang tidur lelap. Ini sebagai pengalaman pahit, kami berharap terakhir kali terjadi,’’ pungkasnya. (rin)
Potensi bencana di Bangli terbanyak diprediksi di tiga kecamatan yakni Susut, Kintamani dan Tembuku. Ketiga daerah ini rawan kasus bencana tanah longsor. Khususnya di Kintamani ditambahkan rawan bencana gunung api dan banjir bandang. BPBD Karangasem hanya memiliki dana Rp 3,9 miliar untuk mengatasi berbagai macam bencana di daerah ini. Anggaran terbesar dipakai untuk membeli peralatan dan menyewa traktor saat terjadi bencana. Di daerah ini semua kecamatan
negara masih berupa Republik Indonesia Serikat (RIS), sehingga tidak relevan lagi. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, sekarang secara konstitusi acuannya UUD 1945 dan NKRI. Jadi secara hukum ketatanegaraan UU Provinsi Bali yang lama tidak sejalan dengan konstitusi dan ideologi negara saat ini. Padahal UU tentang Provinsi Bali ini adalah sumber pertimbangan utama produk hukum daerah, menjadi konsideran utama pada perda dan pergub, sehingga hal itu tidak sesuai kaidah hukum tata negara. Gubernur Koster juga memastikan, RUU ini sama sekali tidak ada niat untuk mengarah ke otonomi khusus. Tidak ada yang namanya kapling alokasi APBN. Semua bagian sesuai koridor yakni Dana Alokasi Umum, bagi hasil, dana desa, dan lainnya. ‘’Intinya adalah
mengisi pembangunan Bali sesuai karakteristik lokal,’’ jelasnya. Sementara di hari yang sama, sebelum pemaparan draf RUU tentang Provinsi Bali di Baleg, Gubernur Koster bersama kelompok ahli Pemprov juga memaparkan RUU Provinsi Bali di hadapan Bagian Keahlian Perencanaan Perundangan DPR-RI. Diterima langsung Ketua Perencanaan Perundangan Bagian Keahlian DPR-RI Insentius Samsul beserta jajaran. Sementara dalam audiensi di Baleg DPR-RI, hadir dalam acara tersebut anggota DPD-RI A.A. Gde Agung, unsur pimpinan DPRD Bali, bupati dan wakil Bupati se-Bali, pimpinan DPRD kabupaten se-Bali. Hadir pula pimpinan MADP, PHDI, pimpinan perguruan tinggi, FKUB dan kepala OPD di lingkup Provinsi Bali. (kmb16)
Sabtu, 8 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih (4) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Nangun Sat Kerthi Loka Bali Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Burung Murai Seputar Bali Terkini
mengarah ke virus mematikan. Walaupun babi itu dalam satu kandang, kematian 3 ekor babi dengan waktu berdekatan itu dipicu pengaruh cuaca ekstrem. Hal itu terlihat dari gejala klinis anoreksia (kehilangan nafsu makan). Dinas, menurutnya, memang belum sempat mengambil sampel dan dari informasi saat petugas datang babi sudah dikubur 4 jam. Petugas juga melihat kondisi atap kandangnya menggunakan bekas spanduk dan banyak bolong. Sehingga sementara
bukan karena penyakit membahayakan seperti yang terjadi di beberapa daerah lain di Bali. Sebelumnya diketahui tiga ekor babi milik Gede Eka Putra Suardana (34) mati mendadak. Tiga ekor babi yang berada dalam satu kandang ukuran 2x2 meter itu mati berurutan selang beberapa jam saja. Eka, pemilik babi, yang merasa terpukul seluruh ternaknya itu mati. Apalagi tiga ekor babi itu sudah akan dibeli oleh orang untuk mapatung. (kmb26)
10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita
15:00 Wita 15:05 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Galeri Musik Indonesia Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Lutut Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Gemilang Prestasi Tim Basket SMPN 10 Denpasar Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara
15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Folk Song Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi Puja Trisandya Seputar Bali Malam Orti Bali Satu Jam Kosong Satu Bali TV Shop Kalung Omkara Classic Bali TV Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam
berpotensi tertimpa banjir dan pohon tumbang. Di Tabanan potensi bencana tanah longsor terjadi di semua kecamatan namun kategori intensitas tinggi terjadi di Selemadeg, Pupuan, Penebel dan Baturiti. Sementara daerah pesisir terancan tsunami. Tabanan memiliki 12 potensi titik tsunami. Uniknya APBD untuk tanggap pascabencana hanya dianggarkan Rp 1,9 miliar, ditambah Rp 300 juta untuk pencegahan bencana, dan Rp 300 juta untuk reaksi cepat. Sedangkan tanggap darurat bencana bagi korban diusulkan lewat dana pusat. Di Buleleng daerah rawan
bencana tanah longsor terjadi di Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Sukasada, Banjar, Seririt dan Busungbiu. Potensi rawan banjir di Kecamatan Buleleng dan Seririt. Sedangkan gempa bumi di Seririt, Tejakula dan Gerokgak. Pemkab Buleleng menganggarkan Rp 5,7 miliar untuk bencana alam di luar bantuan pusat. Di Klungkung bencana tanah longsor potensial terjadi di Banjarangkan dan Dawan. Cuaca ekstrem dan pohon tumbang di Banjarangkan, Dawan dan kekeringan di Nusa Penida. Sementara Kecamatan Klungkung rawan banjir. Anggaran Pemkab Klungkung soal bencana Rp
2,6 miliar. Gianyar sangat rawan bencana banjir, tanah longsor dan pohon tumbang di semua kecamatan yakni Ubud, Blahbatuh, Tampaksiring, Tegallalang, Payangan, Sukawati dan Gianyar. Demikian juga halnya dengan Kabupaten Jembrana sangat rawan bencana alam tsunami dan abrasi di Kecamatan Pekutatan, Mendoyo, Negara, Jembrana, dan Melaya. Bencana banjir dan tanah longsor rawan terjadi di Pekutatan, Mendoyo, Melaya, Negara dan Jembrana. Namun sayang anggaran yang disediakan pemkab hanya Rp 1 miliar lebih. (tim BP)
Basis Multikultur
Bukan Otonomi Khusus RUU ini diharap bisa mengelevasi Bali agar tak ketinggalan. ‘’Bali butuh ‘lompatan’ yang lain. Jangan hanya karena devisa tinggalkan adat seni budaya,’’ jelasnya. Sementara anggota Baleg DPR-RI Arief Wibowo menilai RUU ini sangat penting. Untuk itu perlu pembahasan dipercepat. Pembahasannya akan dilakukan dengan kumulatif terbuka. Tanpa harus termaktup dalam prolegnas. ‘’Kita inventarisir juga daerah lain yang membutuhkan RUU seperti ini. Kita dorong terus hingga bisa diselesaikan 2020,’’ katanya. Sementara itu, urgensi RUU Provinsi Bali saat ini adalah untuk merevisi UU No. 64 Tahun 1958, yang masih menggunakan UUD Sementara dan
sekitar lokasi. Upaya pembersihan kandang ini sejatinya untuk sterilisasi areal kandang pascakejadian babi mati. Sementara babi yang masih hidup dilakukan pemantauan. Dari hasil pengecekan sekitar 4 jam setelah babi mati, dipastikan tiga ekor babi yang mati milik warga itu bukan karena virus ASF. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana Wayan Sutama mengatakan, dari gejala klinis dan keterangan pemilik babi, dipastikan tidak
Gunung Api
Rawan Longsor
Berdasarkan peta rawan bencana yang terbaru dirilis oleh Kementerian ESDM, Bali kini fokus pada kerawanan gerakan tanah atau longsor. Sebab, dari sembilan kabupaten/kota, hampir semuanya memiliki potensi pergerakan tanah atau longsor. ‘’Cuma potensi longsor kategori sedang sampai tinggi itu ada di enam kabupaten. Mulai dari Karangasem, Bangli, Buleleng, Badung Utara daerah Petang, Tabanan juga
masih melakukan proyeksi dan pemetaan jumlah guru yang pensiun. Dengan adanya guru yang pensiun di tahun 2019, juga telah diantisipasi pengganti dari perekrutan CPNS tahun ini. Jumlah formasi yang disediakan tahun ini melebihi jumlah pensiun yakni 99 orang. Jumlah itu hampir 30 persen dari total jumlah formasi CPNS yang disediakan saat ini yakni 230 formasi. ‘’Untuk antisipasi, kita menunggu yang CPNS itu nanti untuk mengganti yang pensiun,’’ terang Wartini. (kmb26)
Bali Post/olo
SEMPROT - Petugas dari Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah kandang babi sekitar lokasi babi mati di Biluk Poh Kangin, Tegalcangkring.
Fenomena sosial di atas perlu disebarkan kepada masyarakat, bukan untuk dicontoh tetapi diluruskan. Dalam suasana panik, orang tidak dapat berpikiran rasional, masuk akal, apalagi dalam suasana berkelompok. Tindakan seseorang akan dicontoh oleh orang lainnya dan pada akhirnya kelompok pun dapat terjerumus melakukan tindakan yang sama. Di Indonesia yang mempunyai basis multikultur, hal seperti ini tidak dapat dibiarkan. Maka, haruslah kemudian ada pihak yang mampu agar fenomena jaga jarak terhadap orang Tionghoa itu dihapus. Tidak lain dengan memperlihatkan bukti bahwa tidak benar orang Tionghoa sebagai penyebar virus Corona. Dari sisi kacamata sosial, pelibatan masyarakat keturunan Tionghoa dalam kegiatan-kegiatan bersifat massal, perlu mendapat porsi lebih banyak hari-hari ini untuk menangkal sikap menjaga jarak tersebut. Secara politik, keputusan pemerintah yang memberikan izin tinggal sampai 30 hari bagi turis Tiongkok yang visanya sudah habis, dapat dipandang sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa tidak semua orang Tiongkok yang melakukan kunjungan ke Indonesia itu sebagai penyebar virus. Dalam konteks ini, penyebaran negara-negara terjangkit virus Corona di berbagai belahan dunia juga perlu dilakukan agar ma-
syarakat percaya bahwa penyakit ini dapat menjangkiti siapa saja di dunia ini, bukan mereka yang ras kuning saja. Ada baiknya fenomena demikian juga diperhatikan secara politis. Penyebaran virus Corona ini masih belum dapat diprediksi kapan akan berakhir. Meskipun tandatanda penjangkitan itu sudah mulai menurun di Tiongkok, dalam arti laju penyebarannya berkurang dan mengecil dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kita semua tidak boleh lengah dengan kabar tersebut. Bagaimanapun obat terhadap penyakit ini masih belum ada, dan virus tersebut tergolong mematikan. Virus SARS yang mewabah sebelumnya, kurang lebih baru berhenti penyebarannya setelah kurang lebih sembilan bulan mengguncang Asia Timur dan dunia. Jelas semua berharap agar virus Corona tipe baru ini dapat berhenti secepatnya. Namun pada tingkat sosial, stigma tentang ‘’penyebar’’ virus ini tidak dapat berhenti bersamaan dengan berhentinya penyebaran virus. Justru pada titik inilah harus diperhatikan oleh mereka-mereka yang berkecimpung di bidang politik, entah anggota dewan atau juga aktivis partai politik, dan apalagi pejabat pemerintah. Katakanlah jika virus ini masih belum dapat ditangani dalam waktu enam bulan dari sekarang, bisa jadi akan berdampak kepada sikap pemilih saat pemilihan umum kepala daerah nanti. Bulan September mendatang Indonesia akan melakukan pilkada
serentak. Tetapi stigma terhadap mereka yang keturunan akan mampu membuat sikap pemilu menjadi terganggu. Mungkin akan ada sikap menjauhi, atau bahkan melarang mereka yang keturunan untuk ikut pemilu. Jelas saja hal seperti ini menjadi sikap yang konyol kalau terjadi. Padahal, justru demokrasi itu harus diperjuangkan pada saatsaat situasi kritis seperti ini. Mungkin juga mereka yang berlatar keturunan enggan ikut pemilu sehingga berpengaruh kepada hasil perhitungan suara. Jadi, masyarakat juga harus berpikiran rasional terhadap fenomena penyebaran virus Corona ini. Di Singapura diberitakan bahwa ada orang Indonesia yang terjangkit virus Corona. Hal itu membuktikan bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang orang-orang dari keturunan Tionghoa tetapi juga pada ras kulit sawo mateng. Sebagai upaya pencegahan gangguan sosial, maka berita tentang terjangkitnya orang Indonesia di Singapura itu tidak keliru untuk diberitakan, sematamata demi mengedukasi masyarakat agar pengetahuan dan pemahaman akan penyakit ini menjadi lebih luas dan lebih baik. Pada masyarakat Hindu Bali, seharusnya upaya pemahaman dan pendewasaan seperti ini relatif lebih mudah dilakukan. Ada beberapa instrumen dan momen yang dapat dipakai untuk itu. Gathering masyarakat Bali relatif banyak,
misalnya ngayah atau matulungan yang di dalamnya melibatkan klian. Tidaklah keliru bagi pemerintah untuk ‘’meminjam’’ para pejabat desa ini untuk ikut menyebarkan dan menghentikan adanya kepanikan terkait penyebaran virus Corona. Instrumen bale banjar, juga bisa dipakai. Di masa lalu, untuk menciptakan pemahaman masyarakat tentang bahaya ledakan penduduk di Indonesia, pemerintah menggunakan bale banjar untuk menempel gambar-gambar tentang Keluarga Berencana. Tentu saja juga bale banjar dipinjam sebagai tempat untuk sosialisasi keluarga berencana. Para pelawak Bali yang kini mulai naik daun, juga harus memberikan pesan edukasi agar masyarakat tidak panik terhadap adanya penyakit ini. Daripada memprovokasi penonton dengan dagelan yang cabul-cabul, amatlah cerdas dan bermanfaat bagi para pelawak kalau mampu membawakan tema pencegahan virus Corona ini agar masyarakat dapat belajar sambil bergelak-tawa. Sikap masyarakat terhadap penyebaran virus Corona tipe baru ini sekaligus dapat dipakai untuk melihat sejauh mana kedewasaan dan pengertian mereka tent a ng m unculnya seb ua h penyakit baru. Jika tetap tidak mengerti, tingkat melek mereka sama dengan setengah abad yang lalu. Penulis, staaf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
SABTU WAGE, 8 Februari 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Samsam Rancang Pasar Desa
DESA Adat Samsam Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan yang dekat dengan perkotaan, kini dihadapkan dengan tantangan berat dalam upaya menjaga potensi yang dimiliki. Serbuan pembangunan perumahan yang semakin tak bisa dibendung berdampak pada keberlangsungan potensi lahan pertanian basah. Warga yang hingga kini masih memiliki lahan produktif mulai beralih ke perkebunan. Itu pun jumlah arealnya mulai berkurang. Selain itu, warga setempat lebih banyak berprofesi sebagai PNS, berkebun dan swasta. Desa yang memiliki dua banjar yakni Banjar Samsam Dangin Pempatan dan Banjar Samsam Dauh Pempatan ini jumlah krama adatnya sebanyak 240 KK. Apa yang akan dirancang Desa Adat Samsam untuk bisa merealisasikan visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’? Bendesa Adat Samsam Dewa Alit Astina mengatakan, terkait v i s i tersebut sejumlah konsep telah dirancang. Misalnya potensi seni dan budaya, ke depan akan diarahkan pada pembinaan sekaa teruna, srati banten, serta anak-anak SD dalam hal kegiatan pasraman. Di samping juga ingin membangun sekaa santi. ‘’Karena ini wajib di program, maka sekaa santi akan dikembangkan,’’ terangnya, belum lama ini. Untuk keberadaan PAUD/ TK bernuansa Hindu, kata Alit Astina, di Desa Adat Samsam selama ini memang tidak memiliki PAUD. Yang ada hanyalah TK, itu pun belum berbasis Hindu. ‘’Terkait PAUD/TK bernuansa Hindu ini kami akan melakukan pendekatan dan kajian dengan desa dinas. Karena TK sifatnya bermain, berbasis Hindu apa yang sekiranya perlu dirancang. Ini yang belum jelas konsepnya seperti apa,’’ ucapnya. Mengenai tari wali ataupun tari sakral, diakuinya, memang tidak ada yang mengkhusus di desanya.
‘’Hanya tiap piodalan di Pura Kahyangan Tiga ditampilkan tari Rejang Dewa,’’ terangnya. U n tuk prog r a m y a n g sifatnya pawongan, menurut Alit Astina, yang akan menjadi prioritas yakni pembinaan sekaa gong. Alasannya akan ditujukan untuk ngayah di pura. ‘’Kebetulan ada sarana, kenapa tidak dipergunakan. Sekaa truna juga dilibatkan, apalagi dalam waktu dekat ini akan ada pawai ogoh-ogoh. Sementara kalau PKK, masih musiman, jelang piodalan baru latihan,’’ jelasnya. Sementara di bidang ekonomi, ada rencana sinergi antara desa dinas dan desa adat, yakni memohon tanah yang tidak produktif di sebelah utara shortcut, yang rencananya akan dibuat pasar desa. Sebab, selama ini Desa Adat Samsam belum memiliki pasar desa. ‘’Di sana ada tanah pemerintah dan tanah pribadi. Konsepnya akan dirancang seperti rest area dan taman bermain, serta pasar tradisional. Panjangnya hampir 200 meter,’’ terangnya. Jika lahan tidak produktif
tarnya. Kami yakin bahwa user experience, kepuasan, dan loyalitas pelanggan merupakan salah satu kunci bagi pertumbuhan jangka panjang Gojek, karena itulah kami melakukan pendekatan berbasis produk,’’ paparnya didampingi Head Regional Corporate Affairs Alfianto Domy Aji. Ia pun memaparkan lima solusi ini yang sebagian merupakan inisiatif baru diluncurkan pada 2019. Seperti GoGreener yang memberikan solusi gaya hidup lebih ramah lingkungan. Di Bali, jumlah mitra usaha GoFood yang mengadopsi solusi ini lebih dari 12 kali lipat dibandingkan awal 2019. Selama 2019, hampir 100 persen pelanggan GoFood memilih opsi untuk tidak membeli alat makan sekali pakai ketika membeli makanan dan minuman dari outlet yang berpartisipasi dalam program GoGreener. Untuk penggemar e-sports, GoGames yang merupakan solusi memberikan pengalaman terbaik bagi gamers juga sangat diminati di Bali. ‘’Antusiasme para gamers Bali terlihat dengan meningkatnya transaksi dalam GoGames hingga tiga kali lipat sejak pertama kali diluncurkan pada September 2019. Tiga permainan dengan
Bali Post/iah
GOJEK - Manajemen Gojek mengunjungi Kantor Bali Post, Jumat (7/2) kemarin.
Pelindo III Dukung Bali Art 2020 Denpasar (Bali Post) Ada tampilan baru di Pelabuhan Benoa, Jumat (7/2) kemarin. Berjejer lukisanlukisan dari seniman Bali. Seniman ini dinaungi Kelompok Media Bali Post dalam pameran Bali Art 2020 di area kedatanganan Pelabuhan Benoa. CEO Pelindo III Wayan Eka Saputra mengatakan, sinergi yang bagus antara Pelabuhan Benoa (Pelindo III) dengan kearifan lokal Bali dari sisi seni telah melahirkan Bali Art 2020. ‘’Sinergi ini baru pertama kali kita mengawali. Diharapkan ini bisa menjadi media promosi bagi perupa di Bali agar lebih dikenal lagi terutama untuk tamu-tamu cruise,’’ ujarnya. Tamu di Pelabuhan Benoa berbeda. Sebab, yang datang adalah tamu cruise. Menurutnya, tamu ini belum pernah melihat lukisan Bali seperti apa dan kualitasnya. ‘’Di sini mereka bisa lihat sendiri dan ini kita harapkan menjadi media ajang promosi kita, khususnya bagi perupaperupa di Bali, ikut berkontribusi di Pelabuhan Benoa. Ini merupakan hal yang
positif dan sinergi yang sangat baik bagi perupa, Bali Post dan Pelabuhan Benoa,’’ ungkapnya. Ia berharap Pelabuhan Benoa tidak hanya dikenal sebagai pelabuhan cruise, tetapi juga memiliki daya tarik dari seni lukisan. ‘’Ketika tamu turun dan melihat lukisan yang begitu bagus, seni dan artistik, itu akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi mereka, sehingga ada kolaborasi antara pariwisata dengan seni budaya kita,’’ tandasnya. Ke depan sinergi ini akan terus ditumbuhkembangkan, antara Pelindo III Benoa dengan semua unsur seni yang ada di Bali, dengan semua kearifan lokal yang ada di Bali. ‘’Kita bersama-sama untuk mengembangkan Pelabuhan Benoa lebih dikenal lagi di kalangan pariwisata internasional,’’ terangnya. Pameran Bali Art 2020 juga menjadi momen yang tepat karena triwulan I merupakan high season bagi kapal cruise di Pelabuhan Benoa. Sehingga diharapkan di saat awal tahun sudah memberikan dampak yang positif bagi pariwisata Bali. (kmb42)
Sejumlah Perupa Bali Pameran Lukisan di Pelabuhan Benoa
Bali Post/bit
REJANG DEWA - Tari Rejang Dewa yang ditampilkan setiap piodalan di Pura Kahyangan Tiga. tersebut sudah tertata, tentu akan dijadikan icon desa. ‘’Meski masih sebatas wacana, tetapi rapat-rapat kecil sudah dilakukan dengan desa untuk memantapkan program tersebut,’’ imbuhnya. Ia menerangkan, keberadaan pasar desa ini tentu saja arahnya untuk BUPDA dan BUMDes. Pasar desa ini nantinya berfungsi memasarkan produk-produk yang dihasilkan masyarakat desa dan sebagai sumber pendapatan bagi pemerintahan desa. Nantinya, yang terlibat di pasar tersebut tentunya diprioritaskan warga Desa Samsam agar mereka memiliki kegiatan. ‘’Karena banyak krama yang belum punya
kesibukan, jadi bisa membuat semacam alat-alat upakara. Nanti ditampung di BUPDA atau BUMdes, dipasarkan di sana, modalnya bisa sinergi dengan LPD,’’ terangnya. Perlu diketahui pasar desa merupakan penggerak roda ekonomi perdesaan, baik pada sektor perdagangan, industri maupun jasa. Kemudian sebagai entitas sosial, pasar desa sangat kuat dalam mempertahankan budaya lokal yaitu budaya gotong royong, kebersamaan dan kekeluargaan. Pertemuan antara penjual dan pembeli, tidak hanya untuk transaksi ekonomi, tetapi sekaligus menjadi media interaksi sosial. (bit)
top-up transaksi terbanyak di 2019 adalah Free Fire, Mobile Legends, dan Hago,’’ ungkapnya. Solusi lainnya berupa GoGive yang memberikan kemudahan untuk berbagi pada sesama dan QR Code GoPay pada organisasi nonprofit. Sepanjang 2019, donasi digital di Bali tumbuh hingga enam kali lipat. Fitur Ganti Lokasi GoFood, lanjutnya, juga sangat banyak penggunanya di Bali. Solusi pesan makanan dari mana pun, kapan pun, untuk siapa pun ini memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mengirimkan makanan bagi
kerabat maupun keluarga yang berada di kota maupun negara berbeda. Pada Desember 2019 jumlah transaksi fitur ini meningkat lebih dari 40 kali lipat dibandingkan bulan pertama diluncurkan pada Februari 2019. Solusi terakhir yakni Fitur Keamanan dan Keselamatan Layanan Transportasi Gojek juga menjadi solusi, sehingga warga bisa lebih aman dan nyaman dalam menggunakan layanan transportasi online Gojek. ‘’Pada 2019, secara total Gojek di Bali telah menempuh perjalanan sejauh 114.000.000 kilometer,’’ jelasnya. (kmb18)
GoGreener Terinspirasi Pergub Bali Denpasar (Bali Post) Gojek mengapresiasi adanya Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Super App yang menyediakan beragam layanan digital ini pun menginisiasi GoGreener karena adanya gerakan pembatasan plastik sekali pakai di Bali. Hal ini dikemukakan VP Regional Corporate Affairs Gojek Michael Reza Say, Jumat (7/2) kemarin, saat berkunjung ke Kantor Bali Post. Ia mengulas lima solusi utama dalam memudahkan kehidupan sehari-hari warga Denpasar. Ia mengatakan alasan mengapa lima solusi ini menjadi bagian dari kilas balik Gojek untuk Bali, karena pelanggan di Kota Denpasar dan sekitarnya memiliki preferensi dan kebutuhan akan solusi tersebut dalam keseharian mereka. Lima solusi tersebut adalah GoGreener, GoGames, Donasi Digital Gojek, Fitur Ganti Lokasi GoFood, Fitur Keamanan, Keselamatan dan Layanan Transportasi Gojek. ‘’Prinsip Gojek dalam memudahkan kehidupan sehari-hari melalui teknologi adalah dasar dari semua inovasi dan solusi yang Gojek luncurkan, termasuk di Kota Denpasar dan seki-
Sajikan Wajah Baru
Denpasar (Bali Post) Karya seni rupa Bali makin berkembang. Teknik, gaya serta temanya juga beragam. Hal itu tampak dalam karya lukis yang dipamerkan sejumlah perupa Bali di Pelindo III, Benoa Bali yang dilangsungkan Jumat (7/2) kemarin. Pameran yang digelar Yayasan Dharma Naradha bekerja sama dengan Kelompok Media Bali Post, Pelindo III dan Dekranasda Bali ini bertajuk ‘’Bali Art 2020’’. Gelar seni ini menampilkan puluhan lukisan dari sejumlah perupa Bali. Mereka itu adalah Made Somadita, Ketut Jaya ‘’Kaprus’’, Ketut Suwidiarta, I Made Bakti Wiyasa, Loka Suara, Wayan Mardika, dkk. Mereka menampilkan lukisan dengan gaya masing-masing. Somadita dan Jaya Kaprus mengangkat tema ikan merespons lokus lautan. Jika karya Somadita berjudul ‘’High Protein’’ lebih pada aksentuasi bahwa ikan sumber protein tinggi, Jaya justru menonjolkan bahwa laut Bali kaya potensi. Potensi ini perlu dimanfaatkan untuk menyejahterkan masyarakat. Suwidiarta menampilkan karya-karya yang menggambarkan potret sosial masyarakat kekinian. Salah satu
karyanya berjudul ‘’Bonsai dan Leak Nongnong’’. Sementara Bakti Wiyasa tampil dengan karya yang kental dengan nuansa Bali, seperti ‘’Song Sombah’’, arca Sangmong atau harimau lokal Bali, dan anjing lokal Bali. Karya ini mengandung pesan bahwa seni budaya dan ikon Bali mesti tetap dilestarikan di tengah gerusan budaya global. Pelukis Loka Suara menampilkan tiga seri karya berjudul ‘’Ekspresi Wajah’’. Objeknya tiga figur laki-laki dengan karakter berbeda-
beda. Sementara Mahardika dkk. menampilkan lukisan ciri khas Keliki yang detail dan rumit. Selain lukisan, juga dipamerkan pernakpernik Bali dan kalung Om Kara. Ketua Panitia Pameran Gde Palgunadi mengatakan pameran ini dalam upaya lebih menggairahkan aktivitas berkesenian para perupa dan perajin lokal Bali dengan membuka ruang apresiasi di berbagai tempat strategis, salah satunya Pelabuhan Benoa. (kmb)
Bali Post/eka
PAMERAN - Dua wisatawan mancanegara melihat produk UMKM dan karya seniman Bali pada pameran Bali Art 2020 di Pelindo III, Denpasar, Jumat (7/2) kemarin.