Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
PHDI Soal RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan
Minta Penambahan Kata Pasraman
Jakarta (Bali Post) Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya mendukung RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan disahkan dan diberlakukan menjadi undang-undang. Namun, ia mengingatkan RUU ini harus mengakomodir kepentingan pendidikan semua agama, termasuk agama Hindu. Penegasan itu disampaikannya dalam seminar bertema ‘’RUU Pesantren dan Pendidikan Agama; Menghadirkan Negara dalam Upaya Menanamkan Pemahaman Keagamaan’’ yang diselenggarakan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2) kemarin. Kata Bawa Tenaya, pendidikan agama itu sangat penting. Ia pun mengajak semuanya untuk memahami bahwa undang-undang ini sangat penting. ‘’Kita berharap negara adil terhadap seluruh agama yang ada di republik ini,’’ ucap Wisnu Bawa. Terkait judul RUU tersebut, mantan Pangdam Udayana ini mengatakan, kata pesantren sebenarnya identik dengan pasraman bagi umat Hindu. ‘’Makanya ada usulan kepada Dirjen (Dirjen Bimas Hindu Kemenag), bisa enggak judulnya dibuat pesantren dan diberi garis miring (/) pas-
raman. Judulnya ditambahkan garis miring (/) pasraman. Kalau itu bisa diakomodir, pasti yang beragama Hindu serempak menjawab oke, semua pasti senang,’’ ujarnya. Ia juga menjelaskan, dalam pendidikan keagamaan, umat Hindu memiliki pendidikan yang bersifat formal maupun nonformal. Dia mengakui, sejauh ini untuk pendidikan nonformal keagamaan Hindu belum tersentuh oleh APBN. Oleh karena itu, ia berharap apabila RUU ini diberlakukan, negara dapat hadir memajukan pasraman melalui APBN maupun APBD. ‘’Secara garis besarnya, kita setuju RUU ini menjadi undang-undang sehingga APBN, APBD terus ke bawah. Semuanya kebagian, sehingga bisa membangun manusia seutuhnya,’’ tegasnya. Mengenai adanya anggapan bahwa RUU ini telah membuka ruang bagi negara mengintervensi kegiatan
Landasan Pacu Rusak, Juanda Tutup Tiga Jam Jakarta (Bali Post) – Bandara Internasional Juanda Surabaya, Kamis (7/2) kemarin ditutup sementara karena adanya kerusakan landasan pacu. Corporate Communications Departement Head PT Angkasa Pura I Muhammad Awaluddin membenarkan informasi tersebut seiring dengan terbitnya Notice to Airmen (Notam) A0539/19 NOTAMN bahwa Bandara Juanda ditutup hingga pukul 12.00 WIB. ‘’Ya (ada kerusakan landasan pacu), saat ini kami sedang work in progress,’’ katanya. Awaluddin juga membenarkan adanya penutupan sebelumnya selama tiga jam, sehingga beberapa penerbangan dialihkan, seperti penerbangan Lombok-Surabaya pukul 09.40 Wita yang harus kembali ke Lombok (round to base). Selain itu, penerbangan Surabaya-Batam yang terpaksa dibatalkan dan penumpang diminta turun kembali karena adanya kerusakan landasan pacu tersebut. Dihentikannya operasional Bandara Internasional Juanda, berdampak ke Bali. Sebanyak delapan penerbangan di Bandara Ngurah Rai terdampak. Dari delapan penerbangan tersebut empat di ataranya keberangkatan dengan tujuan Surabaya. Keempatnya adalah Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air. Sedangkan empat sisanya merupakan penerbangan yang dialihkan ke Bandara Ngurah Rai atau pengalihan dari tujuan Surabaya ke Bandara Ngurah Rai. Yaitu Tigerways rute Kualalumpur-Surabaya, Citilink rute Cengkareng-Surabaya, Lion Air rute Cengkareng-Surabaya dan Citilink rute Balikpapan-Surabaya. Terkait dengan penghentian operasional Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim mengatakan, suasana di Bandara Ngurah Rai terlihat normal. Tidak ada penumpukan penumpang. ‘’Di Bandara Ngurah Rai tidak terjadi penumpukan penumpang, aman saja,’’ ucapnya. (kmb23/ant)
Bali Post/ant
CALON PENUMPANG - Sejumlah calon penumpang duduk di lantai terminal keberangkatan domestik 1A Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sidoarjo, Kamis (7/2) kemarin.
Buronan Koruptor APBD Dijemput
Dua Usaha Dipasangi Spanduk Nunggak Pajak
Empat petugas Kejati Lampung, Kamis (7/2) kemarin mendatangi Kejati Bali. Kedatangan mereka untuk menjemput buronan kasus korupsi APBD Lampung Tengah dan Lampung Timur Sugiarto Wiharjo alias Alay. Alay selama ini dikenal licin. Dia sering berpindah-pindah tempat tinggal. Dia juga memalsukan identitasnya.
Badan Pendapatan (Bapenda)dan Pasedehan Agung Kabupaten Badung memasang spanduk pada usaha di kawasan pariwisata Seminyak, Kuta, Kamis (7/2) kemarin. Spanduk bertuliskan Nunggak Pajak Daerah dipasang di usaha Restoran Passargad di Jalan Camlung Tanduk, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta dan Lalu Village yang juga berada di kawasan Seminyak. Halaman 3 Kelapa Genjah Mulai Dikembangkan
Halaman 2
Bibit kelapa genjah belakangan ini terus dikembangkan Dinas Pertanian Karangasem. Kadis Pertanian I Wayan Supandhi, Kamis (7/2) kemarin mengungkapkan, pengembangan kelapa genjah ini memang terus dilakukan. Hal itu diupayakan untuk mendukung Bupati yang menetapkan program sejuta kelapa genjah. Halaman 11
keagamaan tertentu dan ada ruang-ruang yang bersinggungan dengan intoleransi, Wisnu Bawa mengatakan semua kekhawatiran itu bisa diatasi dan diselesaikan dengan komunikasi, musyawarah dan kerja sama. ‘’Itulah pentingnya saling menghargai, berkomunikasi, bekerja sama, mana yang pas, mana yang belum, bisa dimusyawarahkan. Satukan pikiran, satukan hati. Nanti bilamana di undang-undang ini dirasakan perlu ada perbaikan, bisa diperbaiki. Kan begitu,’’ tegasnya. Ia belum melihat adanya resistensi maupun penolakan dari umat Hindu atas kehadiran RUU ini. ‘’Enggak ada resistensi. Happy-happy saja. Kita sangat mendukung. Ini semua dari berbagai lapisan umat perlu disosialisasikan sesuai tingkatannya melalui forum apa dan sebagainya,’’ ucap Wisnu Bawa. Hal. 15 Pengusul RUU
Bali Post/kmb4
RUU - Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya saat seminar bertema ‘’RUU Pesantren dan Pendidikan Agama; Menghadirkan Negara dalam Upaya Menanamkan Pemahaman Keagamaan’’ yang diselenggarakan FPPP di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (7/2) kemarin.
Indonesia Diuntungkan Perang Dagang Cina-Amerika Surabaya (Bali Post) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan menilai posisi Indonesia diuntungkan dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. ‘’Tidak terlalu banyak berdampak, malah lebih diuntungkan karena relokasi industri akan datang ke Indonesia,’’ kata Luhut Panjaitan saat menjadi pemateri dalam Seminar Nasional bertema ‘’Pengembangan UMKM dan Workshop Menembus Pasar Digital’’ yang digelar di Surabaya, Kamis (7/2) kemarin. Menurutnya, perang dagang antara Amerika dan Cina itu terjadi pada saat
Amerika memberikan keleluasaan kepada Cina untuk berkembang dengan harapan keluar dari komunisme. Namun, lanjutnya, Cina memanfaatkan itu untuk membangun negaranya dengan baik yang pada akhirnya secara perekonomian bisa mendekati kemajuan yang ada di Amerika. Luhut mengatakan teknologi Cina berkembang begitu cepat karena selama ini tidak pernah mengeluarkan biaya untuk keperluan perang terbuka, seperti halnya yang dilakukan Amerika saat ini. ‘’Begitu juga kita tidak mau bikin angkatan perang hebat karena perkiraan intelijen bahwa untuk perang terbuka, 15 atau 20 tahun
ke depan tidak terjadi di Indonesia. Saat ini kita lebih pada konsolidasi ekonomi. Tapi kita tetap memperkuat operasi-operasi militer agar Indonesia stabil,’’ ujarnya. Luhut mengatakan salah satu yang mengakibatkan perekonomian di Cina semakin berkembang pesat salah satunya karena peran dari usaha mikro kecil menengah (UMKM). ‘’Jadi kita belajar juga dari sana (Cina),’’ katanya. Meski demikian, lanjutnya, sebagaimana pernyataan Presiden RI Joko Widodo bahwa Indonesia tidak pernah berkiblat ke Amerika Serikat maupun Cina. ‘’Kita suatu negara yang terlalu besar untuk
bisa dibawa ke kiri dan ke kanan,’’ katanya. Indonesia sendiri, menurut Luhut, sudah diramalkan dalam forum-forum ekonomi dunia akan masuk negara yang ekonomi terbesar keempat dunia pada 2030, 2035 dan 2040. ‘’Saya rasa lebih cepat dari itu,’’ katanya. (ant)
’’Keroyokan’’ Entaskan Kemiskinan
JEMBRANA dan Buleleng masih ‘’menyimpan’’ warga miskin. Tahun 2018, Jembrana memiliki 14.346 warga miskin dan di Buleleng jumlahnya 35.200 orang. Kedua kabupaten yang ada di ujung barat dan utara Bali itu terus bergiat menekan angka kemiskinan. Di Jembrana, misalnya. Di kabupaten makepung itu program memberantas kemiskinan tak hanya dilakukan satu instansi. Sejak kepemimpinan Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Made Kembang Hartawan dilakukan upaya ‘’keroyokan’’ atau sinergi lintas OPD untuk
memerangi kemiskinan. Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan sejumlah OPD yang terlibat itu di antaranya di bidang kesehatan, papan dan pemberdayaan masyarakat. Selama lebih dari 10 tahun, pelayanan kesehatan terus mengalami penyempurnaan. Awalnya masyarakat miskin Jembrana diberi jaminan kesehatan yang disebut Jaminan Kesehatan Jembrana atau JKJ. Namun saat itu akses layanan terbatas hanya berlaku pada fasilitas kesehatan (faskes) di Jembrana saja. Selanjutnya berkembang seluruh masyarakat Jembrana (univer-
Putu Agus Suradnyana
sal health coverage), di samping ada program Jamkesmas dari pemerintah pusat untuk masyarakat miskin juga dan program jaminan persalinan untuk ibu hamil, melahirkan dan nifas. Sejak tahun 2011, seluruh masyarakat Jembrana mendapat Jaminan Kesehatan Bali Mandara yang akses pelayanannya lebih luas untuk wilayah Provinsi Bali. Berlanjut di masa kepemimpinannya kedua tahun 2017, masyarakat miskin dan tidak/kurang mampu mendapat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal. 15 Biaya Pelayanan
I Putu Artha
Bali Post/win
MENUNGGU - Beberapa buruh ngerit lengkap dengan sekop sedang menunggu truk pasir yang lewat di By-pass Ida Bagus Mantra, Rabu (6/2).
20 Tahun Bekerja Bermodalkan Sekop MENUNGGU adalah sesuatu hal yang membosankan. Namun, bagi sejumlah orang menunggu menjadi rutinitas dalam meneruskan rantai kehidupan. Mereka adalah orang yang menekuni pekerjaan yang menawarkan jasa angkut pasir bagi truk-truk yang melintas di By-pass Ida Bagus Mantra dan di By-pass Ngurah Rai, Sanur. Mereka harus sabar menunggu truk yang lewat. Tak jarang mereka harus menunggu berjam-jam. Berbekal sebuah sekop, mereka yang sering disebut ‘’buruh ngerit’’ ini siap melayani truk selama 24 jam. Sekti (58), buruh ngerit, mengaku sudah menekuni pekerjaan ini sejak 15 tahun lalu. Pria asal Lombok Tengah
ini memilih menjadi buruh ngerit lantaran lapangan pekerjaan di daerahnya semakin sulit. Setiap hari ia duduk di pinggir jalan menunggu truk pasir lewat. Melambaikan tangan sambil mengangkat sekop adalah salah satu cara menawarkan jasanya kepada sopir truk. Tak jarang truk pengangkut pasir lewat begitu saja. Namun, semangatnya tak padam. Ia pun terus menawarkan jasanya kepada setiap truk yang lewat. ‘’Sudah dua bulan ini agak sepi, pak. Biasanya satu hari itu bisa sampai lima kali ngerit. Proyek lagi sedikit karena menjelang pemilu, makanya sepi,’’ tandas Sekti, Rabu (6/2). Hal. 15 Sangat Jarang
DENPASAR
2
Jumat Wage, 8 Februari 2019
FIGUR
Peternak Perlu Insentif
TAHUN–TAHUN terakhir ini Bali hampir kehilangan satu ikonnya yaitu sapi Bali yang merupakan salah satu plasma nutfah atau Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH). Berdasarkan data terakhir, jumlah populasinya mengecil ditambah dengan diperdagangkan ke luar Bali cukup besar. Sementara yang ada di Bali adalah induk sapi betina yang turut juga dipotong dengan alasan pemotongan adalah kebutuhan ekonomi. Demikian diungkapkan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra, Kamis (7/2) kemarin. Kondisi ini memprihatinkan bagi Bali. Menurutnya, ini harus benar-benar diperhatikan terutama oleh pemerintah. Pemerintah harus mulai menyiasati memberikan insentif kepada para peternak sapi ini. Insentif yang diberikan bisa dalam segala hal menyangkut
peternakan sapi Bali mulai dari penggemukan hingga pengembangbiakan. Selain itu larangan memotong sapi betina produktif agar terus didorong dan pengawasannya diperketat. Ia meminta agar Rumah Potong Hewan (RPH) diberikan informasi tentang pelarangan pemotongan sapi betina produktif. ‘’Jika ada sapi betina masuk, agar diganti oleh pemerintah. Sehingga masyarakat tidak memotong sapi betina dan itu tanggung jawab pemerintah untuk mengganti sapi betina tersebut,’’ ujar Caleg DPR-RI Dapil Bali ini. Pelarangan memotong sapi betina ini telah tertuang dalam UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan UU Nomor 41 Tahun 2014. Namun penegakannya belum maksimal, karena kebutuhan masyarakat. Peternak yang
memiliki sapi betina, karena desakan kebutuhan ekonomi, maka sapi betina produktif tersebut tetap saja dipotong. ‘’Maka dari itu, seharusnya pemerintah mengganti. Kalau peternak mau menjual sapi betina produktifnya, maka pemerintah harus membeli, sehingga tidak dipotong oleh peternak,’’ jelasnya. Kadin juga berharap pemerintah mengurangi pengiriman atau penjualan sapi Bali ke luar Bali, karena kebutuhan untuk di Bali saja cukup besar. ‘’Jangan sampai sapi Bali keluar, orang Bali mengonsumsi sapi impor dari Australia. Sementara daging sapi Bali jauh lebih enak daripada sapi Australia,’’ tandasnya. Hal ini ia suarakan lantaran saat ini banyaknya keluhan dari asosiasi pedagang sapi Bali, bahwa mereka tidak mendapatkan nilai tambah yang besar. Mereka juga merasa sekarang tidak bisa beternak sapi lagi dengan maksimal. Karena jumlah sapi di Bali sangat kecil, terutama bibitnya. ‘’Mereka tidak dapat bibit, makanya pemerintah harus memberikan subsidi untuk mengembangbiakkan bibit, membuatkan bibit yang banyak,’’ imbuh caleg asal Partai Gerindra nomor urut 2 ini. Ia menegaskan, potensi ekonomi peternakan sapi sangat besar. Bisa mengangkat perekonomian peternak dan perekonomian Bali. Sapi Bali memiliki ciri khas berwana cokelat keabuan, tidak berwarna putih. Ini hampir tidak ada di seluruh Indonesia. Sehingga inilah yang menyebabkan Kadin sangat prihatin dengan berkurangnya populasi sapi Bali. Kadin siap menjembatani antara pemerintah dan asosisasi peternak sapi Bali untuk pelestarian dan pengembangbiakan sapi Bali ini lebih maksimal lagi. (may)
Denpasar (Bali Post) Implementasi Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Tas Plastik, ditindaklanjuti beragam oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar. Salah satunya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Dinas ini menggagas pembuatan tas belanja yang lebih inovatif. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menggelar lomba pembuatan tas belanja yang terbuat bukan dari plastik. ‘’Kami berharap, melalui kegiatan ini insan muda Kota
Denpasar terus melakukan karya kreatif dan inovatif yang bermutu tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Selain itu, dapat ikut serta mengampanyekan penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik,’’ kata Plt. Kepala Dinas Disperindag Kota Denpasar I.B. Anom Suniem di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Kamis (7/2) kemarin. Menurut Anom Suniem, tema dalam perlombaan ini yakni ‘’Denpasar Bag for Denpasar Suistainable City’’ yang diikuti 50 peserta dari kalan-
gan pelajar, mahasiswa dan komunitas kreatif di Denpasar yang telah diseleksi sejak 24 Januari 2018 lalu. Kegiatan ini tidak terlepas dari program Pemkot Denpasar dengan memberikan kemanfaatan kepada masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda untuk terus membangkitkan kreativitas dan inovasinya. ‘’Tentunya penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 ini harus disertai dengan solusi untuk mengganti fungsi plastik. Lomba ini menjadi salah satu inovasi yang dapat menjadi solusi penggantian fungsi plastik,’’ paparnya. (kmb12)
A.A. Ngurah Alit Wiraputra
Bali Post/ist
Disperindag Rancang Tas Belanja Nonplastik
Terlibat Jaringan Narkoba Asal Afrika
Onny Dihukum 12 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Gara-gara terlibat jaringan narkoba sekaligus menjadi perantara jaringan narkotika asal Ghana, Afrika, terdakwa Soenartono Rachmanto alias Onny, Kamis (7/2) kemarin, dihukum pidana penjara selama 12 tahun. Majelis hakim pimpinan IGN Partha Bargawa menyatakan, terdakwa terbukti melakukan permufakatan jahat menjadi perantara jaringan narkotika asal Ghana, Afrika. Barang bukti sabu-sabu itu seberat 514 gram. Kendati demikian, putusan hakim itu lebih rendah empat tahun dari tuntutan jaksa. JPU sebelumnya menuntut supaya terdakwa Onny dihukum selama 17 tahun penjara. Selain divonis 12 tahun penjara, hakim juga men-
Topik :
ghukum terdakwa membayar denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan. Atas perkara itu, terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Narkotika. Menyikapi vonis itu, baik terdakwa maupun jaksa sama-sama menyatakan pikir-pikir. Dijelaskan, ikhwal perkara ini saat terjadi pengambilan paket di jasa pengiriman UPS di Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selatan. Onny bersama Gede Rai dan Bo. Aksi mereka tercium Tim Sus Subdit I Bareskrim Polri. Petugas sebelumnya mendapat informasi dari petugas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Bandara SoekarnoHatta. Petugas KPUBC yang bertugas menemukan paket
ekspedisi UPS Airways bill No.6FF637FSWZQ yang dikirim dari Accra Ghana, Afrika ke alamat atas nama Made Arie di Jalan Glogor Carik, Denpasar Selatan. Paket tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen resmi. Petugas melakukan pemeriksaan paket menggunakan mesin X-ray dan menemukan barang mencurigakan. Selanjutnya petugas KPUBC berkoordinasi dengan Tim Sus Subdit I Bareskrim Polri. Paket itu selanjutnya dibawa ke Kantor KPUBC dan setelah dibuka ditemukan dua bungkus serbuk putih. Kemudian dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat test narkotik dan diketahui serbuk putih itu mengandung narkotik. Polisi melakukan control delivery dengan cara mengirim paket itu ke kantor jasa pengiriman di Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selatan. Pada Rabu tanggal 11 April 2018, paket diambil oleh Gede Rai (terdakwa berkas terpisah). Setelah terdakwa mengambil paket, polisi menangkapnya, serta memeriksa isi paket. Petugas menemukan dua bungkus serbuk kristal bening sabusabu masing-masing seberat 266 gram dan 248 gram brutto. (kmb37)
Bali Post/eka
SKIMMING - Dir Reskrimum Polda Bali menggelar barang bukti skimming dan tersangkanya di Mapolda Bali, Kamis (7/2) kemarin.
Melawan Saat Disergap
Mobil Komplotan ’’Skimming’’ Asal Bulgaria Ditembak
Denpasar (Bali Post)Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali mengungkap kasus skimming yang melibatkan warga negara Bulgaria, Minggu (3/2) lalu. Pelaku yang ditangkap lima orang, yaitu Ivaylo Filipov Trifonov (43), George Jordanov (46), Todor Krasimirov Dobrev (41), Andrey Iliev Peytchev (41), dan Varadin Nikolaev Popov (28). Satu pelaku Mr. X melarikan diri. Saat disergap di Jalan Tirta Gangga, Uluwatu, Kuta Selatan (Kutsel), pelaku berusaha menabrak petugas. Akibat perbuatan pelaku tersebut, polisi terpaksa menembak kaca depan mobil Avanza yang disewa pelaku. Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti Avanza Veloz, Toyota Calya, sepeda motor Yamaha NMax, 3.000 kartu ATM palsu, uang Rp 788 juta, tiga laptop, empat HP, tiga rambut palsu, dua buah PIN cover, dompet, satu buah alat router, parang, hardisc, ransel, sangkur dan topi. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, komplotan pelaku ini beraksi di ATM di Jalan Tirta Gangga Uluwatu, ATM Bank Mandiri di Wanamart Labuan Sait, ATM Mandiri di SPBU Teras Ayung, Denpasar, ATM Mandiri di
Pelabuhan Padangbay, Karangasem, ATM Mandiri di SPBU di Jalan Imam Bonjol dan ATM Bank Mandiri di SPBU di Jalan Batu Bolong, Kuta Utara. ‘’Tersangka Ivaylo Filipov Trifonov masuk Bali tanggal 1 Oktober 2018, George Jordanov tiba di Bali tanggal 14 Januari 2019, Todor Krasimirov Dobrev masuk Bali bulan Agustus 2018, Andrey Iliev Peytchev di Bali sejak tanggal 27 Januari 2019 dan Varadin Nikolaev Popov tiba di Bali tanggal 12 Maret 2018,’’ ujar Andi Fairan, Kamis (7/2) kemarin. Modusnya, kata Andi Fairan, pelaku melakukan akses komputer atau sistem elektronik yang ada di dalam mesin ATM menggunakan router. Sedangkan panel skimming dipasang di tempat kartu debit dalam kurun waktu tertentu. Tujuannya untuk merekam data nasabah bank yang melakukan traksaksi di ATM. Selain router atau panel kartu debit, pelaku juga memasang alat perekam data PIN nasabah bank. Setelah mendapat data nasabah bank melalui router atau panel kartu debit serta rekaman nomor PIN nasabah bank, selanjutnya pelaku memvalidasi data nasabah bank dan PIN nasabah bank melalui laptop. Setelah itu, akan terlihat
data nasabah bank dan nomor PIN. Selanjutnya diproses lebih lanjut, yaitu memindahkan data nasabah bank dan nomor PIN ke dalam kartu ATM kosong berisi daya magnetik yang sudah disiapkan menggunakan perangkat cardreader writer encoder. Setelah data nasabah bank dan nomor PIN nasabah bank dipindahkan ke kartu ATM yang sudah disiapkan, maka langkah selanjutnya kartu ATM tersebut bisa digunakan melakukan transaksi perbankan. Setelah kartu ATM palsu tersebut aktif, pelaku melakukan pengambilan sejumlah uang di ATM. Untuk mengelabui petugas dan pantauan CCTV, pelaku menggunakan rambut palsu (weig), topi dan masker. ‘’Awalnya kita dapat informasi dari beberapa bank bahwa ada pengambilan uang tidak wajar di ATM. Hasil pengecekan CCTV di ATM, pelaku menggunakan rambut palsu, topi dan zebo,’’ kata Andi Fairan memaparkan. Setelah menerima laporan ini, tim Resmob langsung diterjunkan. Selama lima hari melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku. ‘’Saat ditangkap pelaku ada di dalam mobil. Tiga pelaku di mobil Avanza, dua pelaku di mobil Calya. Korbannya
kebanyakan dari turis luar negeri,’’ ungkapnya. Menurut perwira melati tiga di pundak ini, pihaknya sudah mengungkap empat kasus skimming dan pelakunya asal Bulgaria. Menurutnya, Bali terus dijadikan sasaran karena banyak wisatawan asing berlibur di Pulau Dewata ini. Mereka mencuri data nasabah bank asing yang mengambil uang di ATM. ‘’Datanya dicuri dan uangnya dikuras. Korbannya banyak berasal dari luar negeri. Kerugiannya sekitar miliaran rupiah karena pelaku datang atau beraksi setahun. Usai beraksi, pulang ke negaranya dan datang pemain baru lagi,’’ tegasnya. Menurut Andi Fairan, rata-rata mereka beraksi di negaranya. Namun, mereka membeli perangkatnya dari kartu putih dan penutup PIN sudah ada kamera di Bulgaria. ‘’Bali kan banyak wisatawan asing, jadi sasarannya Bali. Kelompok ini terkenal kejahatan skimming. Tipsnya agar nasabah bank terhindar dari kejahatan skimming, apabila menarik uang upayakan di ATM yang ada satpamnya. Jangan ATM yang jauh dari pengawasan atau permukiman. Saat memencet nomor PIN, tutup dengan tangan,’’ ujarnya. (kmb36)
Minim, Serapan KUR di Sektor Pariwisata
Denpasar (Bali Post) Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan di Kota Denpasar pada 2018 lalu, mencapai Rp 1,2 triliun. Realisasi ini mencapai 95,7 persen dari pagu yang ada. Hanya, serapan pada beberapa bidang belum maksimal. Seperti sektor pariwisata dan tenaga kerja ke luar negeri. Padahal, potensi ini cukup besar untuk menyerap dana KUR yang disediakan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar I Made Erwin Suryadharma Sena, S.E., M.Si. mengatakan, hal itu usai rapat evaluasi KUR di Kantor Wali Kota, Kamis (7/2) kemarin. Erwin Suryadharma mengatakan, penyaluran KUR pada 2018 lalu disebar kepada 42.277 rekening. Usaha yang paling banyak menyerap, yakni usaha mikro sebanyak 37.503 rekening, usaha kecil sebanyak 4.774 rekening. Beberapa jenis usahanya meliputi pedagang dan eceran sebanyak 28.500, rumah tangga 7.628, industri pengolahan 1.883 orang, dan pertanian 1.487 rekening. Dikatakan, secara umum kondisi nasabah KUR di Denpasar cukup baik, karena tingkat NPL sangat kecil, yakni 0,54 persen. Sedangkan batas atasnya terhadap NPL ini secara nasional 5 persen. ‘’Mudah-mudahan, tahun ini jumlah nilai KUR yang dikucurkan ke Denpasar semakin besar. Usulan sudah kita kirim ke pusat, namun belum turun persetujuannya,’’
ujarnya. Melihat hasil evaluasi ini, mantan Kabag Humas Setda Kota Denpasar meminta para penyalur KUR agar tetap memberikan pendampingan kepada para nasabah. Selain itu, pemberian pelatihan juga akan membantu kelancaran pengembalian KUR yang disalurkan. ‘’Kepada para penyalur agar tetap memberikan pendampingan, sehingga tidak sampai ada kredit yang macet,’’ harapnya. Erwin Suryadharma mengaku melihat potensi yang bisa digarap lebih maksimal, yakni usaha pariwisata. Karena sub unit usaha di sektor ini cukup banyak, seperti transportasi, kuliner, serta unit-unit usaha lainnya. Selain itu, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri juga cukup potensial. Sektor ini belum tergarap
Bali Post/ara
EVALUASI - Suasana rapat evaluasi KUR di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (7/2) kemarin. secara maksimal, sehingga serapannya sangat kecil. ‘’Kita sudah melakukan monitoring dan evaluasi bersama bankbank penyalur kepada usaha penerima KUR. Sejauh mana manfaat yang diberikan atau yang diterima dari KUR yang disalurkan sehingga dapat diketahui masalah dan kendala yang dihadapi,’’ katanya. Menurut Erwin Suryadarma, monitoring yang dilakukan dengan beberapa bank seperti BRI dan Bank BPD intinya apakah UMK yang menerima KUR sudah menggunakan dengan baik. Di mana laporan yang diterima tingkat MPL (kredit macet) untuk wilayah Denpasar sangat kecil pada kisaran 0,54
persen. Batas maksimal MPL tersebut 5 persen. Karena KUR yang disalurkan tingkat suku bunga 7 persen sehingga manfaat KUR sudah dirasakan oleh masyarakat. ‘’Tujuan pemberikan KUR untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan penyerapan tenaga kerja khususnya kepada kelompok-kelompok usaha produktif. Selain itu, meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha untuk mikro, kecil dan menengah,’’ tegasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Kejati Lampung Jemput Buronan Koruptor APBD Denpasar (Bali Post)Sekitar empat orang petugas dari Kejaksaan Tinggi (kejati) Lampung, Kamis (7/2) kemarin, mendatangi Kejati Bali. Kedatangan merDIJEMPUT - Terpidana Sugiarto Wiharjo alias Alay digelandang petugas kejaksaan di Kejaksaan Tinggi Bali, Kamis (7/2) kemarin. Terpidana yang sempat buron beberapa tahun ini dijemput tim Kejati Lampung untuk menjalani hukuman.
eka untuk menjemput buronan kasus korupsi APBD Lampung Tengah dan Lampung Timur, Sugiarto Wiharjo alias Alay. “Hari ini (kemarin-red) terpidana dijemput tim Kejaksaan Tinggi Lampung,” ujar Kasipenkum Humas Kejati Bali Edwin Beslar. Sementara itu, Aspidsus Kejati Lampung Andi Suharli mengatakan, Sugiarto Wiharjo alias Alay akan dibawa ke Kejaksaan Agung di Jakarta. Siangnya, terpidana yang masih mengenakan
baju berwarna hitam, celana pendek cokelat, topi bercorak putih hijau itu dijemput mobil Toyota Fortuner bernopol DK 805 EK. Tak satu kata pun keluar dari mulut terpidana saat mencoba dikonfirmasi awak media. Andi Suharli menjelaskan, Alay selama ini dikenal licin. Dia sering berpindah-pindah tempat tinggal. Dia juga memalsukan identitasnya. Hasil penelusuran, Alay juga memakai identitas atas nama Oei Hok Gie, lahir di Malang pada 19 Desember 1953. Bah-
kan untuk memburu yang bersangkutan, pihak kejaksaan mesti berkoordonasi dengan KPK. Kejaksaan juga membenarkan soal identitas ganda dari Sugiarto alias Alay dan berubah nama menjadi Oek Hoe Gie. Selama empat tahun menjadi buronan, Alay diduga berada di Australia. Selain itu, selama tahun 2014 ia telah menghilang dari Lampung. Alay menghilang sejak ia bebas dari masa tahanan dalam perkara perbankan sebelumnya. Dalam perkara
itu, dia divonis lima tahun penjara. Alay juga pernah dicekal untuk berpergian ke luar negeri. Hanya saja, waktu itu masanya sudah habis. Alay diduga sudah seminggu di Bali. Ia diduga akan melanjutkan liburan bersama keluarganya ke Lombok. Selain itu, kejaksaan juga menduga Alay memiliki sejumlah aset di Bali. Menurut Andi Suharli, pihaknya berencana menggandeng PPA untuk mengusut aset tersebut. (kmb37)
BADUNG 3 Dua Akomodasi Pariwisata Dipasangi Spanduk Nunggak Pajak Jumat Wage, 8 Februari 2019
Bali Post/
NUNGGAK PAJAK - Juru sita Bapenda dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung, Kamis (7/2) kemarin memasang spanduk bagi para penunggak pajak yang tidak membayar pajaknya bertahun-tahun.
Bupati Curiga Ada Pegawai Nakal di Pasar Hewan Beringkit
Mangupura (Bali Post) -
‘’Di Pasar Hewan Beringkit ada timbangan elektrik dan manual. Kenapa dipilih manual, jangan-jangan ada bermain di situ. Ini tugas Direksi melakukan pembenahan, jangan sampai petani dirugikan,’’ ungkap Giri Prasta, belum lama ini. Tak hanya itu, sistem parkir di Pasar Beringkit juga tak lu-
put dari sorotan Bupati. Menurutnya, sangat aneh sistem e-parkir justru diganti dengan sistem manual. ‘’Dulu minta e-parkir, sudah pakai, tapi kenyataannya e-parkir sekarang dicabuti. Wajar kami curiga di situ pasti ada apa-apanya,’’ katanya. Guna mengatasi beragam persoalan di tubuh Perumda
Pasar Mangu Giri Sedana, Giri Prasta meminta direksi yang baru menunjukkan taringnya. Bila memang ada pegawai atau pihak-pihak yang ‘bermain’, diminta agar ditindak tegas. ‘’Saya cuma minta tiga hal ke PD Pasar. Jujur, disiplin dan kerja. Kalau ini tidak mampu, ya… sudah, selesai,’’ tegasnya. Sementara I Made Sukantra
selaku Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana didampingi dua direksi lainnya mengakui ada dua model timbangan yakni digital dan non-digital. ‘’Kami akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Bupati Badung, termasuk soal timbangan,’’ katanya. Pihaknya akan mempelajari terlebihi dahulu agar penggunaan timbangan di Pasar Hewan Beringkit tidak sampai merugikan petani. ‘’Intinya jangan sampai merugikan petani dan harus sesuai ketentuan,’’ tegasnya. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) – Desa Pelaga Kecamatan Petang mendapatkan dana terbesar dari yang ditetapkan Pemkab Badung tahun ini. Pembagian dana ke desa ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Badung No. 115/0419/ HK/2018 tentang Penetapan Bagi Hasil Dana Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Bagi Hasil Dana Perimbangan dan Dana Desa kepada Pemerintah Desa di Kabupaten Badung tahun 2019. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Badung Putu Gede Sridana, Kamis (7/2) kemarin, mengungkapkan Pemerintah Desa Pelaga menerima dana sangat besar yakni Rp 21.758.529.825. ‘’Dari 46 desa
yang ada di Kabupaten Badung, Desa Pelaga mendapat dana terbesar. Sedangkan yang terkecil diperoleh Desa Kuwum Kecamatan Mengwi sebesar Rp 11.713.246.302,’’ ungkapnya. Menurutnya, total dana ke desa tahun 2019 yang dialokasikan di Kabupaten Badung sebesar Rp 675.214.739.785. Rinciannya, penyisihan 10 persen pajak daerah sebesar Rp 561.188.431.928, penyisihan 10 persen retribusi daerah sebesar Rp 16.781.015.257, alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari dana perimbangan sebesar Rp 44.660.525.600 dan dana desa yang bersumber dari APBN sebesar Rp 52.584.767.000. ‘’SK sudah ditandatangani
bapak bupati. Ini yang menjadi dasar penetapan alokasi dana desa yang dalam waktu dekat diserahkan langsung oleh Bapak Bupati kepada para perbekel,’’ jelasnya. Selain Desa Pelaga, kata Sridana, Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara juga mendapatkan dana yang besar yaitu Rp 21,5 miliar lebih. Kebijakan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 20 Tahun 2018 tentang Sistem Keuangan Desa, Peraturan Menteri Desa No. 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa, serta Peraturan Menteri Keuangan No. 145/PMK.07/2018. ‘’Regulasi untuk pengarahan dana tersebut oleh perbekel sudah sangat jelas,’’ tegasnya.
Dengan besarnya dana yang dikelola pemerintah desa, para perbekel diharapkan benar-benar mengikuti aturan yang berlaku. Mengingat ada beberapa kasus perbekel atau kepala desa berurusan dengan penegak hukum karena melakukan penyimpangan dalam penggunaan dana. ‘’Dasar hukum pengarahan dana desa sudah jelas, perbekel tinggal mengikuti itu. Jangan menyimpang, kalau tidak ingin berurusan dengan aparat penegak hukum. Seperti pesan yang sering disampaikan Bapak Bupati, kalau tidak mau berurusan dengan hukum caranya gampang, jangan melanggar hukum,’’ pungkasnya. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuknya wisatawan dari seluruh penjuru dunia harus terus meningkatkan pelayanan. Maka dari itu, kompetensi SDM pengelola bandara harus terus ditingkatkan. Direktur SDM dan Umum PT Angkasa Pura I (Persero) Adi Nugroho menyampaikan, peningkatan kompetensi seorang karyawan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kerja karyawan bersangkutan. Hal ini tentunya akan menjadi acuan bagi perusahaan untuk mengetahui kemampuan kerja karyawan. Di Angkasa Pura I, SDMnya sudah sesuai standar dunia sehingga apa yang dikerjakan di Bali, sama seperti yang dikerjakan di London, Hongkong maupun negara lain. Contohnya Avsec, yang output-nya keamanan bandara. Metode kerja maupun
peralatan yang digunakan akan sama di seluruh dunia. Perbedaannya adalah skill dan kompetensi yang dimiliki oleh personel tersebut. Untuk itu, pihaknya berharap kompetensi SDM di Angkasa Pura I terus ditingkatkan. Meskipun kompetensi yang dimiliki saat ini sudah standar dunia, namun standar ini juga harus terus ditingkatkan. Karena, apa yang dilakukan di Indonesia, bisa berdampak pada bandara lain di dunia. ‘’Seperti misalnya, kalau kita salah menangani bagasi, itu dampaknya tidak hanya terjadi di bandara di Indonesia namun juga berdampak pada bandara tujuan di negara lain. Begitu juga terkait dengan keamanan. Bila terjadi di Indonesia, tentu juga akan berdampak di bandara tujuan lain,’’ katanya saat ditemui di sela-sela seminar terkait peningkatan kualitas SDM yang dilangsungkan di
Mangupura (Bali Post) Pelaku pencurian handphone (HP) dengan modus pura-pura belanja, Sirajuddin (35), akhirnya dibekuk di Jalan Tukad Baru, Denpasar, Kamis (7/2) kemarin. Residivis kasus pencurian ini mengaku beraksi di 20 TKP. Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan kejadian di Depot Budiasih di Jalan Tegal Permai, Kerobokan, Kuta Utara, Jumat (18/1) sekitar
pukul 13.05 Wita. Korbannya adalah penyandang disabilitas (tunarungu), Hermanto (50). Kasus ini dilaporkan keponakan korban, Putu Premayana Dhama Kusuma (24), ke Polsek Kuta Utara. Laporan itu sebagai dasar penangkapan pelaku. Terungkapnya kasus ini berawal dari tim Opsnal Unit I Reskrim Polres Badung ke wilayah Lombok, NTB. Di sana diperoleh informasi
Permainan timbangan di Pasar Hewan Beringkit menjadi perhatian serius Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini curiga ada oknum yang mencurangi konsumen dengan memanfaatkan timbangan manual itu.
Mangupura (Bali Post) Badan Pendapatan (Bapenda) dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung memasang spanduk di tempat usaha di kawasan pariwisata Seminyak, Kuta, Kamis (7/2) kemarin. Spanduk bertuliskan ‘’Nunggak Pajak Daerah’’ itu dipasang di usaha Restoran Passargad di Jalan Camlung Tanduk, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta dan Lalu Village yang juga berada kawasan Seminyak. Pemasangan spanduk tersebut dipimpin langsung Kepala Bapenda Badung Made Sutama dan disaksikan jajaran Satpol PP Badung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu serta Pemerintah Kecamatan Kuta dan Kelurahan Seminyak. Menurut Sutama, restoran tersebut menunggak pajak hingga Rp 1 miliar lebih. Saat pemasangan spanduk, pemilik restoran tidak hadir dan hanya diwakili staf administrasi. Menurutnya, pemasangan spanduk nunggak pajak ini dilakukan sesuai Peraturan Bupa-
ti Badung Nomor 15 Tahun 2018 dan Instruksi Bupati Badung Nomor 3 Tahun 2018. ‘’Restoran ini cukup lama menunggak pajak, dari bulan Juli 2012 hingga Februari 2019. Kami sudah melakukan sejumlah tahapan agar pemilik usaha restoran ini membayar pajak, namun tidak ada respons,’’ jelasnya. Selain pemasangan spanduk, pihaknya akan melakukan penagihan dengan upaya paksa. Penagihan paksa dilaksanakan apabila dalam jangka waktu 14 hari kerja, wajib pajak tersebut tidak juga melunasi tunggakannya. ‘’Tidak hanya Restoran Passargad saja yang dikenakan sanksi seperti ini. Ada satu akomodasi wisata juga yakni Lalu Village. Akomodasi ini menunggak pajak sebesar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar lebih dari bulan Januari 2002 hingga Februari 2019,’’ jelasnya. Birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan itu juga mengimbau kepada wajib pajak agar taat membayar pajak dan membayar pajak tepat waktu. ‘’Kalau ada MoU atau perjanjian,
tolonglah untuk ditaati kesepakatan tersebut agar kita tidak melakukan aksi yang lebih tegas lagi,’’ paparnya. Dikatakannya, dengan adanya Perbup pihaknya tidak segan-segan lagi dalam melakukan penagihan pajak bagi para pengusaha yang sering nunggak pajak. Dalam pasal 6 Perbup 15/2018, sudah jelas disebutkan apabila setelah tenggang waktu 21 hari setelah disampaikannya surat teguran, pihaknya dapat memerintahkan juru sita untuk memasang spanduk di lokasi atau tempat usaha bahwa wajib pajak yang bersangkutan tidak taat membayar pajak. Ditambahkannya, pihaknya akan bertindak tegas bagi mereka yang menunggak dan tidak bisa dibina. Bapenda juga akan mempublikasikan ke masyarakat luas baik melalui media cetak maupun elektronik. ‘’Itu sebagai efek jera perusahaan yang membandel, karena merampas hak masyarakat yang akan dikembalikan ke masyarakat,’’ tegas Sutama. (kmb27)
Bali Post/edi
WORKSHOP - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra (dua dari kiri) saat menjadi pembicara workshop terkait sport event, Kamis (7/2) kemarin, di Kuta.
Pengembangan ’’Sport Tourism’’ Pemerintah Desa Pelaga Kelola Dana Rp 21,7 Miliar di Bali Terkendala Infrastruktur
Kompetensi Pengelola Bandara Wajib Ditingkatkan
Bali Post/edi
KUALITAS SDM - Direktur SDM dan Umum PT Angkasa Pura I (Persero) Adi Nugroho saat memberikan paparan pada seminar terkait peningkatan kualitas SDM, Kamis (7/2) kemarin, di Kuta. Kuta, Kamis (7/2) kemarin. Dikatakan Adi Nugroho, dengan terjaganya kompetensi SDM, akan memunculkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap pengelolaan bandara. ‘’Saat ini semua pegawai AP I sudah
mempunyai sertifikat kompetensi. Memang mereka sudah memenuhi persyaratan pekerjaan tersebut, namun kita tidak boleh berpuas diri. Harus terus memperbaiki kompetensi agar bisa lebih baik,’’ jelasnya. (kmb23)
terkait keberadaan pelaku di seputar Gelogor Carik, Denpasar Selatan. Selanjutnya, Kanit Reskrim Polres Badung Ipda Ferlanda Oktora melakukan pencarian dan ditemukan alamat pelaku di Jalan Tukad Baru. Polisi lantas melakukan penyergapan. Pelaku berhasil ditangkap di kamar kosnya di Jalan Tukad Baru, Denpasar Selatan. ‘’Karena melawan, kaki pelaku ditembak. Dia
berusaha kabur,’’ ungkapnya. Saking banyaknya dia mencuri, saat interogasi, pelaku hanya mengingat 6 lokasi tempatnya beraksi. Selain HP, pelaku juga mencuri uang di sejumlah lokasi. HP curian dijual ke Lombok via online. Kasatreskrim Polres Badung AKP Made Pramasetia membenarkan pihaknya mengungkap kasus tersebut. ‘’Masih diupayakan pengembangan,’’ tegasnya. (kmb36)
Curi HP Penyandang Disabilitas, Residivis Ditangkap
Mangupura (Bali Post) Guna mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebanyak 20 juta orang dan pertumbuhan pergerakan wisatawan domestik, kegiatan wisata olahraga atau sport tourism semakin digalakkan. Kementerian Pariwisata tahun ini menargetkan 250 ribu wisman datang ke Indonesia dengan tujuan wisata olahraga. Bali masih menjadi destinasi favorit untuk wisata olahraga. Hal itu dikarenakan Bali memiliki venues tempat terbuka berbasis alam yang sangat diminati wisatawan. Pelaksanaan sport event untuk pengembangan sport tourism di Bali sangat potensial dilakukan mengingat berbagai sport event kelas internasional telah berlangsung di Bali. Meski demikian, menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra, dalam mengembangkan sport tourism, Bali masih terkendala infrastruktur. Dari sisi venues, beberapa venue di Bali sudah disiapkan untuk wisatawan yang memang datang khusus mengunjungi venue olahraga di suatu daerah dan merencanakan mengadakan sport event. Bahkan, sport event sudah masuk dalam program Dinas Pariwisata Provinsi Bali.
‘’Akan tetapi, dari pengamatan kami di Bali masih terkendala infrastruktur yang belum menunjang. Seharusnya itu merupakan pendukungnya,’’ katanya saat ditemui di sela-sela workshop terkait sport event, Kamis (7/2) kemarin, di Kuta. Diakuinya, sampai saat ini pembangunan infrastruktur di Bali biasanya baru dilakukan saat akan ada event besar. Pihaknya berharap tidak seperti itu, melainkan direncanakan dengan matang dan untuk jangka panjang. ‘’Bali mendapatkan sesuatu apabila ada event saja. Contoh pelaksanaan APEC, kita mendapat jalan tol. Selanjutnya IMF, mendapat bantuan pembangunan underpass,’’ bebernya. Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata Alexander Reyaan menyebutkan, target sport tourism bukan hanya dari sisi jumlah wisatawan saja, tetapi juga spending of money. Karena, menurutnya, ini juga akan memberikan dampak besar terhadap masyarakat di sekitar destinasi sport event. Berkaca pada Asian Games yang mengambil tempat penyelenggaraan di Palembang dan Jakarta tahun 2018 lalu, event terse-
but dapat meningkatkan perekonomian di sekitar lokasi kegiatan. Hotel-hotel yang berada di kawasan venue mengalami kenaikan okupansi hingga 100 persen. ‘’Asian Games membawa dampak ekonomi langsung dengan keseluruhan transaksi Rp 36 triliun baik untuk penginapan, konsumsi, transportasi, suvenir dan lainnya. Sedangkan yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian kita sekitar 88 persen lebih pada penyelenggaraan event olahraga itu adalah penonton,’’ ungkap Alexander. Dengan dampak ekonomi yang sangat dirasakan oleh suatu destinasi yang menjadi tuan rumah kegiatan olahraga internasional, banyak negara yang berlombalomba menjadi tuan rumah penyelenggaraan event olahraga. Indonesia, katanya, sudah berpengalaman menjadi tuan rumah event olahraga kelas internasional. Namun, diakuinya, masih ada sejumlah kendala. Seperti dari sisi destinasi, venue outdoor, profesionalisme dari event organizer (EO) dan kendala regulasi. ‘’Misalnya peserta sudah mau bertanding tapi peralatannya belum keluar dari bea cukai. Ini perlu upaya kita melakukan deregulasi dan berbenah dari sisi SDM agar berdaya saing,’’ terangnya. (kmb23)
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jumat Wage, 8 Februari 2019
Pertemuan dengan Bali Transport Bersatu Hotel Vila Lumbung Bali Jadi Tujuan Gubernur Siapkan Sistem untuk Berlibur Orang Terkaya di Indonesia Modernisasi Jasa Transportasi Konvensional BALI, pulau dengan segudang keindahan alamnya tidak pernah berhenti menjadi magnet untuk mengundang para wisatawan. Baik turis lokal maupun mancanegara pasti menjadikan Bali sebagai tempat liburan idaman, termasuk kamu kan? Saking eloknya, para pesohor nasional maupun internasional juga tak ragu memilih Bali sebagai tempat berpelesir untuk melepas penat. Untungnya, Bali sudah dipenuhi fasilitas yang mumpuni untuk dinikmati oleh wisatawan yang datang. Salah satunya adalah hotel dan vila yang menjadi tujuan turis untuk menginap. Di antara berbagai pilihan akomodasi di Bali, Hotel Vila Lumbung Bali menjadi tempat menginap orang terkaya di Indonesia. Hotel yang berlokasi di Petitenget, Seminyak ini menjadi favorit Michael Bambang Hartono saat berlibur di Bali. Pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, Djarum, ini bahkan terkesan dengan nuansa Bali dan keramahan para staf yang dimiliki oleh Hotel Vila Lumbung. Hotel Vila Lumbung sukses membuat keluarga asal Indonesia yang tercatat paling kaya di Asia ini jatuh cinta kepada kolam renang dengan air terjun buatannya yang cantik. Di hotel ini kamu bisa benarbenar melepas penat dan menjauh dari keramaian sejenak. Lokasi Hotel Vila Lumbung sangat mendukung untuk tamu yang ingin suasana privat dan santai. Ini menjadi salah satu alasan beliau memilih menginap di sini. Resor yang dikenal akan keasriannya ini juga baru saja memenangkan penghargaan, salah satunya adalah Best Guest Review Awards dari Booking.com & Agoda untuk tahun 2018. Penghargaan tersebut memang cocok disematkan untuk hotel bernuansa heritage ini karena segudang fasilitas dan konsistensi dalam memberikan pelayanan maksimal selama tamu menginap. Menjadi pilihan menginap keluarga Michael Hartono yang
Advisor-Eka Pertama & Michael Bambang Hartono juga menjadi atlet senior wakil Indonesia peraih medali di cabang bridge pada Asian Games 2018 lalu, mengukuhkan Hotel Vila Lumbung sebagai resor rekomendasi untuk keluarga. Dilengkapi dengan kolam renang dua tingkat serta air terjun buatan, taman bermain anak dan berbagai aktivitas seperti cooking class membuat donat atau pizza yang menyenangkan untuk si kecil, Hotel Vila Lumbung adalah tujuan sempurna untuk
berlibur ke Pulau Dewata. Selain memiliki taman hijau alami yang menyejukkan, kamu juga bisa menikmati seperti spa khas Bali dan layanan antar-jemput dengan shuttle untuk mengelilingi destinasi lain di sekitar Seminyak. Tertarik untuk menginap di resort yang nyaman seperti Michael Hartono ini? Kamu bisa mengunjungi website-nya di www. hotellumbung.com atau ikuti Instagram-nya di @hotelvilalumbung. (ad224)
Pengobatan Tradisional Jnana Marga
Permanen dengan ”Lengis’’ TU Janur Sakti HUBUNGAN seksual adalah sebuah aktivitas yang penting bagi setiap pasangan yang telah berumah tangga. Dengan rutin melakukan hubungan seks, keharmonisan pun akan tetap terjaga. Namun tidak semua hubungan seks bisa berlangsung dengan lancar dan memberikan kenikmatan. Berbagai masalah seksual bisa terjadi dan mengganggu hubungan suami-istri. Selama ini kebanyakan orang berpikir jika masalah seksual pria hanya sekadar disfungsi ereksi, ejakulasi dini atau tidak bergairah saja. Namun menurut ahli seksual, Grand Master Energi Kejantanan dan Grand Master Metafisika Indonesia Bali I Nengah Edy Warsita, masih banyak masalah seksual lain yang bisa menghambat kepuasan saat bercinta. Di antaranya ejakulasi tertunda, sulit orgasme, rasa sakit saat berhubungan seks dan lain-lain. Semua masalah tersebut jika dibiarkan akan meledak menjadi bom waktu yang dapat menghancurkan keluarga. Pengobatan Tradisional Jnana Marga yang beralamat di Jalan Gatot Subroto I Gang Jnana (1 km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, Telepon : 085102111600 adalah salah satu solusi bagi pria yang memiliki masalah dengan urusan ranjang dan kejantanan. Dengan terapi energi Janur Sakti sudah terbukti mampu mengatasi berbagai macam penyakit seksual meningkatkan daya tahan tubuh dan lain-lain, sehingga mendapatkan kesehatan secara sempurna dan menyeluruh. Bagi yang ingin menambah ukuran Mr. P secara permanen, tersedia Lengis TU (Tambah Ukuran) Janur Sakti yang sudah terbukti dan kini ban-
yak dicari kaum pria. Sudah terdaftar Dinkes No : 448stpt.41.07.17/Dinkes.17, tergabung dalam IPATRI, Paksi dan AP3I, membantu menyembuhkan impotensi, ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, hyperseksual (menyeimbangkan energi seksual), lama tidak mendapat keturunan dan lain-lain. Buka setiap Senin sampai Sabtu pukul 10.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita. (ad227)
GUBERNUR Bali Wayan Koster akan menyiapkan regulasi untuk pelaku transportasi konvensional yang kini cukup resah karena kehadiran jasa transportasi berbasis online. ‘’Saya tentu akan menyalurkan aspirasi saudara-saudara, namun saya harapkan jangan buru-buru,’’ kata Koster ketika bertemu dengan perwakilan anggota Bali Transport Bersatu (BTB) pada Kamis (7/2) siang di Kantor Gubernur Bali. Koster menegaskan komitmennya untuk memperkuat paguyuban atau perkumpulan pelaku transportasi konvensional yang sebagian besar didominasi sopir taksi dan travel tersebut. ‘’Saudara-saudara ini kan punya peran besar dalam pesatnya industri pariwisata selama ini. Punya jasa besar dalam pelayanan transportasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali sejak dulu. Tentu kami akan perjuangkan aspirasinya,’’ kata Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. Ke depannya, Koster menyatakan sudah menyiapkan sistem bagi anggota BTB yang bisa mewadahi anggota di seluruh kabupaten/kota di Bali sehingga bisa lebih terkontrol dan terintegrasi serta tentu saja lebih modern sesuai dengan perkembangan zaman. ‘’Sistem tersebut mencakup juga aplikasi online khusus untuk para anggota yang makin memudahkan konsumen untuk menggunakan jasa saudara sekalian,’’ tukas Koster sembari menambahkan, sistem yang ada
nantinya akan mensinergikan kebutuhan dan tuntutan akan layanan transportasi yang modern, namun tetap mempertahankan ciri khas yang selama ini melekat kepada transportasi konvensional. ‘’Harus pula ada peningkatan pelayanan, permudah akses, harus lebih aktif agar mampu meningkatkan kemampuan bersaing di era sekarang ini,’’ katanya. Ciri khas bagi pelaku transportasi lokal, menurut Gubernur, mutlak diperlukan sebagai penyedia jasa yang ada di Bali juga sebagai bagian dari layanan prima yang diberikan pada wisatawan. ‘’Kalau sudah ada sistem, ada regulasi,
tentu akan lebih mudah. Apalagi jika unggul pula dari sisi layanan. Tapi di luar itu saya tetap pastikan kita akan tetap berpihak pada pekerja lokal dan kita perjuangkan aspirasi saudara-saudara,’’ tegasnya lagi. Sementara itu, perwakilan BTB Ketut Surya Adi berterima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Bali dan berharap persoalan ini bisa segera terselesaikan. ‘’Kita tentu berharap keresahan kami selama ini bisa ditindaklanjuti karena bagaimana pun kami selama ini sedikit banyak punya kontribusi dalam menjaga budaya dan adat istiadat di Bali,’’ tukasnya. (ad230)
MATA merupakan jendela dunia. Mata adalah salah satu organ yang penting pada tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera penglihatan. Jika terjadi gangguan pada mata, terutama saat usia emas (golden age) yaitu pada umur 0 - 4 tahun dan tidak terdekteksi secara dini, akan lebih sulit untuk mengembalikan mata yang sakit ke dalam kondisi yang normal kembali. Salah satu gangguan penglihatan yang sering terjadi pada anak-anak adalah mata malas/ambliopia. Ambliopia (lazy eye atau mata malas) adalah gangguan mata berupa penurunan tajam penglihatan akibat adanya gangguan perkembangan penglihatan selama masa kanak-kanak. Ambliopia termasuk salah satu gangguan refraksi yang tidak terkoreksi yang merupakan gangguan penglihatan terbanyak di seluruh dunia, diikuti oleh katarak dan glaukoma. Gangguan ini umumnya mengenai satu mata, namun kadang-kadang ditemukan juga pada kedua mata. Normalnya pada usia 4 tahun, perkembangan bagian otak yang memproses penglihatan hampir lengkap. Bila otak tidak menerima bayangan yang jelas/jernih dari salah satu atau kedua mata, maka akan sulit meningkatkan kemampuan melihat setelah perkembangan otak selesai. Mata ini yang kemudian akan mengalami ambliopia atau mata malas. Penyebab dari ambliopia ini adalah kelainan refraksi (hipermetropia, miopia, dan astigmatisma), perbedaan yang besar kekuatan refraksi antara mata kanan dan kiri (anisometropia), mata juling, hambatan masuknya cahaya ke dalam mata (kelopak mata jatuh/ ptosis, katarak, kekeruhan kornea, atau sebab lain. Dalam kebanyakan kasus, ambliopia tidak menimbulkan gejala. Apalagi anak-anak belum dapat mengeluh tentang penglihatannya yang menurun. Tetapi berikut ini
adalah gejala awal yang biasanya terlihat. Di antaranya memiliki mata yang tidak bergerak ke arah yang sama atau fokus pada titik yang sama dan menyipitkan mata atau memiringkan kepala untuk melihat sesuatu. Penilaian dan deteksi potensi adanya permasalahan pada mata harus dilakukan sedini mungkin dikarenakan semakin lama penundaan dalam mengidentifikasi permasalahan penglihatan, maka semakin kecil kesempatan pulih dan koreksi permasalahan yang ada. Keberhasilan terapi tergantung pada seberapa beratnya ambliopia dan usia saat mulai dilakukan terapi. Bila masalah dideteksi sejak dini, terapi akan lebih mungkin berhasil dan waktu terapi juga lebih singkat. Bila dideteksi pada usia diatas 4 tahun, angka keberhasilan akan lebih rendah. Oleh karena anak-anak belum dapat mengeluh tentang penglihatannya yang menurun/buruk, deteksi dini perlu dilakukan sebelum anak berusia 4 tahun. Untuk mengatasi ambliopia, anak harus menggunakan matanya yang malas dengan terapi oklusi/patching, yaitu menutup mata yang penglihatannya baik, atau dengan tetes atropine pada mata yang baik. Bila anak juga
butuh kacamata, maka harus memakai kacamata sepanjang hari, kecuali mandi dan tidur. Prinsip dasar dilakukan patching adalah memberikan kesempatan untuk menggunakan mata yang ambliopia daripada mata yang sehat sehingga mata tersebut memperoleh peluang untuk mengembangkan daya penglihatan normal. Pemulihan penglihatan ini akan lebih baik bila patching dilakukan pada usia sedini mungkin. Bila pertama kali melakukan penutupan mata pada anak, orangtua harus menjelaskan alasan melakukan penutupan mata sehingga orangtua ikut memberi dorongan pada anak untuk menggunakan patching tersebut. Patching memakan waktu bervariasi, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Semakin muda usia dimulai, pemulihan akan semakin cepat. Penglihatan kadang-kadang memburuk kembali sehingga mata anak tetap harus dicek secara teratur. Jika anak Anda termasuk dalam salah satu kriteria terjadinya ambliopia atau didapatkan salah satu gejala di atas, segeralah ke dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan sehingga ambliopia dapat dicegah atau diterapi sedini mungkin. ldr. Ayu Diah Permatasari
BERTEMU - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat bertemu dengan Bali Transport Bersatu (BTB).
Mata Malas/Ambliopia
Pimpinan PPUU DPD-RI Beri Sinyal Positif Terkait RUU Provinsi Bali
Wedakarna Beri Pandangan ke Staf Khusus Presiden Terkait Pemenangan Jokowi di Pemilu 2019 SENATOR DPD-RI termuda dari Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III memang tidak ada lelahnya dan selalu turun ke masyarakat untuk memperjuangkan Bali. Salah satunya, keberanian Senator Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan ide dan gagasan untuk menggolkan RUU Provinsi Bali sebagai pengganti UU No. 64/1958 yang kini sedang digodok pihak Pemprov Bali, DPRD Bali dan akan dikawal DPD-RI beserta DPR-RI. Sebagaimana pidato Senator AWK di hadapan 11 orang Senator RI yang hadir di kantor Wali Kota Denpasar dalam acara FGD RUU Partisipasi Masyarakat. ‘’Beberapa waktu lalu, kami bersama Gubernur, DPR, DPRD dan Majelis Desa Adat telah mendeklarasikan dukungan untuk RUU Bali. Besar harapan kami proses legislasi di parlemen agar berhasil dengan baik. Dan DPD-RI sebagai jembatan aspirasi daerah tentu harus mengawal aspirasi dari Bali. Peran PPUU sangat penting, khususnya di Balegnas. Semoga bisa jadi pri-
oritas,’’ ungkap Senator AWK di hadapan delegasi DPD-RI yang dipimpin Prof. Dr. John Pieris (Ketua PPUU DPD-RI). Usulan dari Senator AWK langsung mendapatkan pandangan positif dan respons baik dari pimpinan PPUU DPD-RI. Menurut pandangan AWK, sudah saatnya Bali bisa menentukan nasibnya sendiri dengan kewenangan yang lebih luas. Namun tetap dalam bingkai NKRI dan semua bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. Hal senada juga diungkap Arya Wedakarna yang menjadi tamu kehormatan dalam acara yang digelar komunitas ‘’Doakan Jokowi Menang 1 Kali Lagi’’ (DJM1KL) di bawah binaan Lenis Kogoya, S.Th., M.Hum. (Staf Khusus Presiden RI) yang di mana Arya Wedakarna menyatakan bahwa ke depan kesejahteraan masyarakat Indonesia sangat ditentukan oleh pemimpinnya. ‘’Sebagai anak ideologis Bung Karno, saya berbicara tentang pentingnya memperjuangkan kedaulatan politik, berdikari ekonomi serta kepribadian budaya
(Tri Sakti) orang Indonesia demi tercapainya cita-cita revolusi yang belum selesai. Dan semoga revolusi mental yang didengungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi kenyataan,’’ kata AWK. Ia pun memberikan saran kepada Staf Khusus Presiden RI selaku Pembina DJM1KL serta para relawan agar lebih fokus menggarap suara di wilayah provinsi-provinsi di mana Jokowi ‘’kurang suara’’. Mengingat Bali sebagai basis pengikut ajaran Bung Karno akan diprediksi solid mendukung Presiden Jokowi. ‘’Saya minta kepada seluruh tim pemenangan Joko Widodo, apa pun organisasinya, bahwa anda semua tidak usah khawatir. Mengingat data pada tahun 2014, suara Jokowi sangat signifikan didapat yakni sekitar 72% dan banyak pihak memperkirakan Jokowi akan menang di Pemilu 2019. Bahkan di Bali bisa menang mutlak. Jadi saran saya agar organisasi pendukung, para relawan dan juga mesin pemenangan di tingkat nasional agar fokuslah pada wilayah dan provinsi yang
sekiranya masih ragu-ragu mendukung Jokowi. Kalau anda buat acara dukungan ke Jokowi di Bali, ibaratnya menggarami air laut. Karena tanpa dikampanyekan saja rakyat Bali sudah banyak yang cinta terhadap Joko Widodo. Jadi saran saya fokus ke wilayah lainnya karena di luar Bali tantangannya berbeda,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang diundang dalam kapasitas sebagai President The Sukarno Center. Terhadap hal ini, Lenis Kayoga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Arya Wedakarna yang memberikan warna dalam deklarasi Jokowi. ‘’Sahabat saya, Bung Arya Wedakarna sudah berpidato dengan sangat baik. Saya sendiri sampai tidak tahu harus bicara apa lagi karena materi sudah banyak disampaikan beliau. Tapi Bali dan Papua punya kesamaan yakni sama-sama memiliki akar budaya yang kuat dan mari kita berjuang bersama. Dan kita doakan bersama-sama agar perjuangan kita berhasil,’’ tegas Lenis Kogoya yang juga Kepala Suku Papua sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA). (kmb)
MARHAENIS - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama pimpinan PPUU DPD-RI dan Kepala Suku Papua Lenis Kogoya (Staf Khusus Presiden RI).
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
daerah
Jumat Wage, 8 Februari 2019
5
Musim Hujan, Pasokan Ikan Asin Anjlok
Banyuwangi (Bali Post) Musim hujan menjadi musibah bagi para perajin ikan asin di pesisir Muncar, Banyuwangi. Cuaca tak menentu membuat pasokan ikan merosot. Parahnya, harga ikan asin justru ikutikutan anjlok. Anjloknya harga ikan asin sudah terjadi sebulan terakhir. Harga komoditi ini turun dari Rp 20.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram. ‘’Pasokan ika n turun. Harga ikan asin kok malah turun akibat musim hujan,’’ kata Hariyati (61), perajin ikan asin di Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Keca matan Muncar, Kamis (7/2) kemarin. Wanita ini menjelaskan, musim hujan pasokan ikan tak terlalu banyak. Namun, permintaan ikan asin juga merosot. Dia mencontohkan, biasanya para pengepul bisa memesan hingga 1 kuintal. Kini turun hingga 50 persen.
‘’Mungkin permintaan di pasaran juga tak banyak,’’ ujarnya. Meski permintaan ikan asin tak banyak, pihaknya tetap memproduksi. Pasokan ikan didatangkan dari nelayan luar daerah yang bongkar tangkapan di Muncar. ‘’Ini lagi banyak ikan jenis tamban. Ikannya kecilkecil,’’ ujarnya. Karena pasokan tak terlalu melimpah, harga dari nelayan juga naik. Ikan tamban sebelumnya Rp 5.000, kini naik menjadi Rp 6.000 per kilogram. Selain pasokan ikan berkurang, musim h u j a n j uga mengganggu proses produksi. Biasanya sehari perajin bisa menghasilkan 1-3 kuintal ikan asin. Karena hujan, proses pengeringan ikan asin membutuhkan waktu minimal 3 hari. ‘’Kami rugi di tenaga,’’ keluhnya. Selama ini, lanjut Hariyati, ikan asin produksi
Pengedar Pil Koplo Dihukum 64 Bulan Denpasar (Bali Post) Dinyatakan bersalah mengedarkan seribuan pil koplo, Mulyadi alias Gendut (35), Kamis (7/2) kemarin akhirnya divonis selama lima tahun empat bulan penjara atau 64 bulan. Atas vonis itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Dessy, menyatakan menerima putusan tersebut. Sementara JPU Mia Fida masih pikirpikir. Putusan itu memang lebih ringan dari tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya menuntut Mulyadi dengan pidana penjara selama delapan tahun.
Tak hanya dituntut hukuman fisik, Mulyadi juga dikenakan pidana denda sebesar Rp 300 juta dengan ketentuan apabila tidak mampu membayar, maka diganti dengan empat bulan kurungan. Mulyadi dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar. Perbuatannya itu diatur dan diancam dalam Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36/2009 tentang Kesehatan, sesuai dakwaan pertama jaksa. (kmb37)
perajin setempat banyak dikirim ke luar daerah. Seperti Surabaya, Malang dan Bali. Ikan jenis layang yang paling mahal ketika diolah menjadi ikan asin. Harganya bisa tembus Rp 22.500 per kilogram. Harga ini bisa terus anjlok ketika pasokan ikan melimpah. ‘’Saat ini harganya Rp 17.500 per kilogram,’’ ujarnya. Ikan asin, lanjutnya, menjadi satu-satunya mata pencaharian warga setempat. Karena itu, ketika pasokan ikan turun, warga ikut kelimpungan. Jika mengandalkan pasokan ikan dari luar, harganya jauh lebih mahal. (udi) IKAN ASIN - Perajin ikan asin di Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Muncar, Banyuwangi sedang mengeringkan ikan, Kamis (7/2) kemarin.
Bali Post/udi
Ibu Pembunuh Bayi Kembar Divonis 10 Tahun
Denpasar (Bali Post) Dafriana Wulansari alias Lani (21) yang didakwa atas kasus pembunuhan anak kembar (anak kandungnya), Kamis (7/2) kemarin dinyatakan bersalah. Wanita asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini akhirnya divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim pimpinan Novita Riama. Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 76c jo Pasal 80 ayat 3 dan 4, UU RI Nomor 35 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Selain dipidana hukuman 10 tahun, terda-
kwa juga didenda Rp 10 juta, subsider tiga bulan kurungan. Vonis itu lebih rendah empat tahun dari tuntutan jaksa. JPU Ari Suparmi sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum 14 tahun penjara. Sebelumnya, dalam dakwaan
pada 12 Juni 2018 pukul 17.00 Wita, terdakwa dijemput Fenantianus Karitas Redento alias Fenan yang merupakan pacar terdakwa untuk nginap di kos di Jalan Ratna Gang Wedakura, Denpasar. Malam harinya, terdakwa mulai merasakan sakit di bagian perut dan merasakan bayi yang dikandungnya hendak lahir. Tak lama kemudian, memang bayi yang dikandungnya itu lahir dan kembar. Namun malang bagi sang bayi. Ibu kandungnya (terdakwa) membunuh
anaknya dengan cara mencekik. Sadisnya lagi, bayi kembar itu juga ditusuk dengan pisau dapur hingga meninggal dunia. Mayat bayi kembarnya itu kemudian dibungkus menggunakan plastik dan ditaruh di celah samping kamar kos. Pada 15 Juni 2018 sekiat pukul 12.00 Wita, saksi Waluyo mencium bau tidak sedap dari celah kamar kos yang ditempati saksi Fenan. Setelah dicek sumber bau tak sedap itu berasal dari jasad bayi kembar yang dibuang terdakwa. (kmb37)
BMKG Imbau Warga Waspadai Gelombang Tinggi
Denpasar (Bali Post) Pola sirkulasi masa udara di Samudera Hindia Barat Aceh mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Bali. Dalam siaran persnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisis pola angin di utara Indonesia, umumnya dari arah utara - timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 4 - 20 knot. Sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah barat - utara dengan kecepatan angin berkisar antara 4 - 25 knot. Kepala Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko, S.T. mengatakan kecepa-
tan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Selatan Kepulauan Aru, Perairan Yos Sudarso, Perairan Merauke, dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayahwilayah tersebut. Untuk tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Aceh hingga Kepulauan Mentawai dan Perairan Bengulu hingga Barat Lampung. Begitu juga di Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa hingga
Pulau Sumbawa, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba – Pulau Sawu, Perairan Kupang – Pulau Rote, Laut Sawu, Samudera Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Laut Timor Selatan NTT, Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kepulauan Natuna dan Perairan Utara Kepulauan Kangean. Selain itu juga terjadi di Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Barat Sulawesi Selatan, Perairan Kepulauan Sabalana hingga Kep. Selayar, Perairan Utara Flores, Laut Flores, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kaimana
– Agats, Laut Arafuru Bagian Barat, Laut Sulawesi Bagian Tengah hingga Timur, Perairan Bitung – Manado, Laut Maluku, Perairan Utara dan Timur Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua. Sementara tinggi gelombang 2,5 – 4,0 (tinggi) berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTT, Perairan Barat Yos Sudarso, dan Laut Arafuru Bagian Tengah hingga Timur. Terkait hal ini, pihak BMKG mengimbau agar masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. (win)
Ovitrap, Alat Perangkap Larva Nyamuk
Bali Post/ist
DITAHAN - Alasdair A. Ross ketika ditahan di Polsek Kuta Utara terkait kasus penganiayaan.
Turis Inggris Aniaya Pengunjung Bar Mangupura (Bali Post) Kericuhan terjadi di Red Carpet Bar di Jalan Kayu Aya, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Minggu (3/2) lalu. Alasdair A. Ross (36), turis asal Inggris ini memukul Narthan Mark Ryan (44) menggunakan gelas. Akibat perbuatannya itu, pelaku ditangkap lalu ditahan di Polsek Kuta Utara. Kapolsek Kuta Utara AKP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Kamis (7/2) kemarin, mengatakan kejadiannya
berlangsung sekitar pukul 23.00 Wita. Dari keterangan rekan korban, Mark Dennis (47), dia dan korban tiba di TKP untuk makan dan minum. Mereka duduk bersebelahan dengan pelaku. ‘’Tidak sengaja pelapor (Mark) menyenggol tangan pelaku. Hal itu membuat pelaku marah dan mengambil gelas yang ada di meja makan,’’ tegasnya. Gelas tersebut dipakai pelaku untuk memukul korban sebanyak dua kali di bagian kepala.
Akibat pukulan tersebut, pelipis kiri korban yang juga asal Australia ini mengalami luka robek dan langsung dibawa ke RS Siloam. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Kuta Utara. ‘’Setelah menerima laporan itu, anggota Reskrim dipimpin Kanit Iptu Androyuan Elim datang ke TKP lalu menangkap pelaku. Barang buktinya satu buah gelas. Pelaku sudah kami tahan,’’ ungkap AKP Anom. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) WHO telah melakukan uji coba terhadap tempat perkembangbiakan (bertelur) nyamuk. Kementerian Kesehatan pun telah menggunakannya untuk uji coba menjebak nyamuk. Alat yang digunakan disebut ovitrap. Ovitrap merupakan perangkap untuk nyamuk berupa wadah berwarna hitam dan berisi kasa di bagian atasnya. Peneliti nyamuk dari Universitas Udayana Sang Gede Purnama, S.KM., M.Sc. menjelaskan, ovitrap adalah perangkap untuk larva nyamuk. ‘’Sebelum dia berkembang di mana-mana, kita bisa tangkap duluan. Jadi kan sekarang masih nyari-nyari di mana nyamuk bertelur, tapi kok banyak nyamuk di rumah. Dengan ovitrap itu kita pastikan dia bertelur di tempat itu dan pastikan mati,’’ jelasnya, Kamis (7/2) kemarin. Ovitrap adalah sebuah wadah berwarna gelap dengan berisi air jerami. Dengan tempat berwarna gelap, akan membuat nyamuk tertarik bertelur di ovitrap. ‘’Istilahnya, kalau ada klinik untuk bertelur kenapa harus di tempat lain. Demikian juga nyamuk akan memilih tempat yang sesuai dengan tempatnya bertelur,’’ jelasnya. Begitu nyamuk bertelur di ovitrap, diberikan bubuk abate sehingga telur nyamuk tersebut mati. Berdasarkah hasil uji coba, ovitrap dapat menjadi suatu alternatif dalam pengendalian vektor, khususnya untuk pengendalian nyamuk aedes aegypti yang aman bagi lingkungan dan manusia. Dengan menggunakan air jerami, maka nyamuk akan banyak yang bertelur. ‘’Nanti tinggal ditaruh saja, nyamuk
pasti tidak akan tertarik ke bak mandi. Karena nyamuk akan pakai ovitrap ini,’’ tukasnya sembari menyebut nyamuk suka tempat-tempat yang gelap. Dengan semakin banyaknya nyamuk yang
bertelur, maka alat tersebut semakin bagus. Alat ini sudah diuji coba di Denpasar dan Gianyar. Di Indonesia pun sudah banyak diujicobakan. Bahkan di Singapura, alat ini telah
digunakan sebagai langkah antisipasi untuk menekan perkembangbiakan nyamuk. ‘’Pencegahan yang efektif karena di Singapura pakai itu dan Thailand sedang uji coba,’’ tandasnya. (kmb42)
OPINI
6
Jumat Wage, 8 Februari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Jangan Menyerah Melawan Teror
TAGAR Save KPK sempat viral di negeri ini. Ini menunjukkan kecintaan warga negeri ini atas kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kecintaan dan harapan makin kuatnya KPK di negeri yang masih kuat ‘’budaya’’ korupsinya tentunya harus kita kawal bersama. Kita jangan sampai kalah dengan koruptor, apalagi takut dengan berbagai teror yang dilakukan para pencuri uang rakyat. Teror terhadap KPK hendaknya kita maknai sebagi ancaman terhadap gerakan nasional melawan korupsi. Untuk itu, tagar save KPK sangat patut kita hidupkan kembali. Mari kita jaga KPK di tengah konflik kepentingan di negeri ini. Politisasi KPK dengan berbagai intimidasi juga harus kita lawan bersama. Jangan biarkan komisi antirasuah ini menghadapi ancaman itu sendirian. Kita selama ini tentu mengapresiasi kinerja KPK yang telah menjerat koruptor dari berbagai kalangan. Banyak juga kepala daerah yang kini menjadi terpidana. Ini membuktikan KPK memiliki independensi yang kuat untuk menuju Indonesia bebas korupsi. Ketegasan KPK ini tentunya juga harus diimbangi dukungan politis dari politisi kita di Senayan. Agak di luar logika jika ada politisi yang menentang keberadaan KPK dengan berbagai alasan. Kontrol terhadap kinerja KPK janganlah dijadikan alasan untuk melemahkan KPK. Integritas KPK dengan segala kewenangannya justru lebih efektif untuk memenjarakan para koruptor, baik itu pejabat negara maupun korporasi. Deretan nama-nama besar dan populer yang kini meringkuk di sel tahanan membuktikan kinerja KPK profesional. Rakyat mendukung keberadaan KPK dan berharap lembaga ini bebas dari intimidasi. Apresiasi ini tentu tidaklah berlebihan. Yang kita pahami saat ini bahwa kasus korupsi di negeri ini sebagian besar melibatkan jaringan. Berjamaah istilah kerennya. Contohnya, kasus e-KTP. Jaringannya melibatkan sejumlah mantan anggota DPR yang kini telah dijatuhi hukuman. Bisa dipastikan yang terseret akan semakin banyak. Sebab, KPK masih menelisik mereka yang namanya terungkap dalam sidang tipikor. Atas fenomena itu, sepertinya korupsi tidak pernah mati. Para koruptor kini sedang antre untuk masuk bui. Artinya, mereka akan mengikuti jejak rekannya merasakan bilik terali besi. Lalu pertanyaannya, mengapa korupsi tidak pernah berhenti? Selalu saja tumbuh dan bertumbuh. Padahal, semua berteriak antikorupsi. Termasuk yang telah terbukti korupsi. Bahkan, mereka paling depan menyuarakan hal itu. Ternyata mereka sama saja. Punya mental maling. Lalu, apa peran kita untuk mendukung kinerja KPK? Lalu, apakah teror terhadap KPK mengindikasikan adanya kelompok yang bermain? Ini harus kita urai bersama dengan rasa cinta tanah air. Kita mesti membentuk lembaga penegak hukum yang kredibel, profesional, dan berdedikasi. Jangan sampai penegak hukum menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan kenyamanan pribadi. Mestinya ada tantangan bagi penegak hukum agar memiliki rasa malu dan jengah kalau tak bisa mengungkap kasus korupsi. Jangan terlalu sering melakukan kompromi dengan pelaku korupsi atau kejahatan hanya untuk kepentingan material. Pejabat yang masih bermental aji mumpung semacam ini haruslah segera disikat dan ditindak. Hukum harus ditegakkan. Tidak ada lagi kongkalikong. Tidak ada lagi pembusukan hukum. Koruptor harus dimiskinkan. Harus ada tindakan ekstrem untuk memutus rantai ini. Kalaupun tidak dihukum mati, namun keluarganya ikut merasakan akibatnya. Demikian pula hak-hak politiknya harus dihapus. Ini penting. Sebab, korupsi jelas merupakan tindakan yang antimoral. Tindakan ini tidak mendidik generasi baru, tidak memberikan contoh kejujuran dan keadilan. Di Bali, pemberantasan korupsi bisa pula dimasukkan dalam pararem. Sama dengan memasukkan antinarkoba ke dalam pararem. Tujuan juga sama, menyelamatkan bangsa dan generasi muda.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Wisatawan Makin Sering Berulah di Bali Bali sebagai destinasi wisata favorit. Ini tentu sangat kita banggakan dan membuat kita tersanjung. Tetapi apa yang terjadi belakangan ini tentu juga harus kita sikapi bersama. Mulai dari kasus wisatawan masuk kawasan suci lalu duduk di palinggih sampai ada wisatawan yang bercinta di salah satu tempat yang kita sucikan. Belakangan, ada bule yang ngamuk di hotel dan terakhir ada wisatawan merusak patung Catur Muka. Ini mungkin baru sebagian kecil kejahatan wisatawan di Bali. Ini tentu layak dijadikan catatan bersama agar kita tak terjebak dengan status wisatawan. Belum lagi, ada banyak warga negara asing di Bali yang terjerat narkoba dan pembobol ATM. Ini tentu sulit kita sebut wisatawan karena perilakunya justru lebih condong sebagai pelaku tindak kejahatan. Saya berharap dinas terkait yang membidangi pariwisata termasuk asosiasi lainnya yang terkait dengan wisatawan lebih selektif. Jangan asal banyak warga asing datang ke Bali kita bangga. Dampaknya bagi Bali juga harus kita pikirkan. Saya juga yakin jumlah wisatawan yang bermasalah dengan wisatawan yang memang ingin berlibur di Bali tak sebanding. Namun, yang justru lebih viral belakangan ini adalah wisatawan yang bermasalah. Jika memungkinkan agar sidak atau pengawasan di objek wisata juga rutin dilakukan. Pelaporan wisatawan yang menginap di hotelhotel atau di rumah-rumah penduduk atau vila juga diintensifkan. Jangan sampai dengan status sebagai wisatawan, mereka justru menjadi beban bagi kita. Mari kita menuju pariwisata berkualitas dengan lebih selektif menerima kunjungan wisatawan. Jangan sampai jumlah wisatawan banyak, kita justru tambah susah hidup di Bali, karena kejahatan melibatkan warga asing juga makin marak. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Teror terhadap KPK dan Penegakan Hukum Berbagai risiko teror yang dihadapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru harus membuat KPK semakin tegas dalam menindak para koruptor. Pada saat yang sama, pihak kepolisian dituntut untuk mampu mengungkap setiap tindakan teror terhadap KPK setuntas-tuntasnya.
Oleh
Djoko Subinarto aru-baru ini, dua pegawai KPK mengalami penganiyaan tatkala mereka sedang melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi. Lewat rilisnya, Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan bahwa kedua pegawai KPK yang sedang bertugas melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi telah mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya, hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Beberapa waktu sebelumnya, kediaman dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif, sempat mendapatkan teror dari orang-orang tak dikenal. Seperti luas diberitakan berbagai media, ditemukan sebuah bom pipa palsu yang ditempatkan di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo di kawasan Perumahan Graha Indah, Bekasi. Pada saat yang hampir bersamaan, ditemukan pula botol berisi spiritus dan sumbu api di tempat Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Teror tentu bukan hal baru bagi mereka yang bekerja di KPK. Teror adalah bagian dari risiko pekerjaan KPK. Sebagai lembaga yang bertugas memerangi korupsi, KPK pasti
bakal selalu menghadapi berbagai perlawanan dari kelompok yang paling terancam dengan keberadaan lembaga ini, yakni para koruptor. Maka, teror terhadap personel KPK mungkin dapat kita baca sebagai bentuk perlawanan dari kaum koruptor. Menilik sejarah, pendirian KPK tidak dapat dipisahkan
kan kepentingan pribadi dan kelompok mereka lewat caracara yang korup. Buntutnya, negara kita pun menjelma sebagai salah satu negara paling korup di dunia. Virus korupsi pun merajalela menyusup dalam sendi kehiduapan berbangsa dan bernegara kita. Selain menurunkan tingkat
Tatkala praktik demokrasi ujungnya hanya membawa perubahan besar kepada segelintir masyarakat, bisa jadi yang sesungguhnya terjadi adalah praktik kleptokrasi. Kasarnya, kleptokrasi adalah kekuasaan berada di tangan para pencuri. dari semangat reformasi dan keinginan besar bangsa ini untuk menyelamatkan roh demokrasi. Pasalnya, sudah sejak lama sebagian pejabat dan wakil rakyat kita yang terpilih lewat mekanisme pemilu selalu lebih condong menyuarakan, memikirkan, dan memperjuang-
pertumbuhan ekonomi, korupsi merongrong fondasi tata kelola pemerintahan yang baik. Karenanya, dalam konteks penyelenggaraan kehidupan bernegara di negeri ini, jangan heran pula kalau sebagian kalangan kini lebih suka memelesetkan konsep trias politika yang kita
anut menjadi trias koruptika lantaran kinerja yang semakin buruk yang ditampilkan oleh ketiga cabang kekuasaan negara yaitu legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Hasilnya, mesin demokrasi yang kita jalankan menjadi identik dengan transaksi kepentingan jangka pendek dan bukan proses jangka panjang yang menyejahterakan dan membahagiakan rakyat. Tatkala praktik demokrasi ujungnya hanya membawa perubahan besar kepada segelintir masyarakat, bisa jadi yang sesungguhnya terjadi adalah praktik kleptokrasi. Kasarnya, kleptokrasi adalah kekuasaan berada di tangan para pencuri. Dengan demikian, para pencurilah yang menguasai negara. Ciri menonjol kleptokrasi adalah maraknya praktik korupsi yang dilakukan secara terorganisasi dan sistematis. Praktik korupsi ini dilakukan terutama oleh para pejabat negara, aparat birokrasi, dan anggota parlemen. Dalam hal berdirinya KPK, sudah barang tentu, kelompok kleptokratlah yang paling terancam oleh keberadaan lembaga ini. Karenanya, setiap ada peluang sekecil apa pun bakal mereka pergunakan untuk melemahkan dan -- jika mungkin -- melenyapkan KPK. Sejauh ini, KPK memang menjadi lembaga yang paling menonjol dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Publik pun jauh lebih memercayai KPK ketimbang lembaga-lembaga lainnya. Survei Indo Barometer belum lama ini menempatkan KPK sebagai lembaga yang memiliki tingkat kepercayaan publik paling tinggi, yaitu 82 persen. Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua dalam
Orangtua Jadi Guru, Mengapa Tidak? KITA berupaya tak ada lagi kasus kriminalisasi guru maupun konflik orangtuaguru. Semua berjalan selaras dalam harmonisasi yang mulia yaitu mencerdaskan anak bangsa dengan setulus hati. Sekolah dan orangtua secara kolaboratif menumbuhkembangkan anak menjadi insan yang berbudi luhur, cerdas, memiliki etika dan estetika untuk menjalani dan menjaga marwah kehidupan. Beberapa tahun terakhir, banyak kasus hubungan guru dan orangtua tak harmonis, gara-gara aduan anak soal guru yang melakukan kekerasan. Orangtua cepat tersulut emosi yang mendahulukan sikap agresif. Akhirnya, sungguh memprihatinkan. Kasus kriminalisasi terhadap guru karena orangtua tidak melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan guru. Belum lagi soal keterlibatan orangtua di sekolah yang masih berupa dukungan materi. Kemudian sering berujung pada kecurigaan mempertanyakan status ‘’sekolah gratis’’. Hingga membuat hubungan sekolah dan orangtua menjadi berjarak. Sejak mengemuka jargon ‘’sekolah gratis’’, keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak di sekolah memiliki hambatan yang cukup pelik. Alih-alih berpartisipasi dalam menyukseskan proses belajar-mengajar di sekolah, orangtua cenderung bertanggung jawab pada anaknya lebih kepada aktivitas di luar sekolah. ‘’Sekolah gratis’’ telah meninabobokan partisipasi aktif orangtua dan masyarakat yang sejak lama menjadi kekuatan pendidikan di Indonesia. Karena itu, merajut hubungan yang harmonis antara sekolah dan orangtua mutlak dilakukan. Harmonisasi itu harus sampai pada hubungan melibatkan orangtua siswa
Oleh
Kurniawan Adi Santoso secara aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah (Shields, 1994). Mereka turut aktif menentukan dan membuat program bersama sekolah dan pemerintah. Baik yang terkait langsung dengan kegiatan pembelajaran maupun non-instruksional. Bagaimana melibatkan orangtua di sekolah? Ada tiga cara yang dapat dilakukan. Melibatkan orangtua dalam, 1) pengambilan keputusan, penentuan program, dan kebijakan sekolah. 2) Berpartisipasi, bekerja di kelas dengan upah atau sukarelawan dalam kegiatan pembelajaran. 3) Partnership atau kemitraan, menyediakan bimbingan di rumah guna men-support belajar anak dan mengembangkan pencapaian tujuan sekolah. Rasa Memiliki Sekolah Yang menarik dari tiga cara tersebut adalah poin kedua, orangtua berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Orangtua bisa menjadi ‘’guru’’ di sekolah. Ini yang belum terwujud hingga saat ini. Padahal, orangtua sebenarnya dapat membantu dalam bidang pembelajaran. Seperti menjadi narasumber kewirausahaan, pengajar seni budaya setempat, atau keahlian tertentu. Akan tetapi, hal ini belumlah terwujud. Berbagai alasan salah satunya karena kebanyakan orangtua belum bisa membagi waktu antara bekerja dengan menjadi mitra guru di sekolah. Sekolah bisa merayu para orangtua agar mau diajak berperan serta dalam kegiatan mengajar. Mereka harus duduk bareng
membuat kesepakatan terkait hal ini. Yang jelas satu tujuan demi membekali kecakapan hidup untuk anak-anak mereka. Pendidikan abad ke-21 memang harus berbasis kecakapan hidup. Yakni kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup. Kemudian secara proaktif dan kreatif, ia dapat mencari solusi yang akhirnya mampu mengatasinya. Lewat keterlibatan orangtua di sekolah, peserta didik belajar soal kecakapan hidup. Dengan berpedoman empat pilar yang dicanangkan UNESCO. Empat pilar pendidikan tersebut adalah belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar untuk berbuat atau bekerja (learning to do), belajar untuk menjadi jati diri (learning to be), dan belajar untuk hidup bermasyarakat (learning to live together). Pelibatan orangtua di sekolah dalam bentuk program ekstrakurikuler. Misalnya ekstrakurikuler kewirausahaan, seni budaya setempat, dan sebagainya. Yang jadi gurunya adalah orangtua. Mereka dengan berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan budaya yang beragam sebenarnya mampu untuk berbagi kemampuan di bidangnya. Syukur jika pemerintah peduli dengan menyediakan anggaran workshop. Sekolah melakukan pelatihan khusus untuk orangtua siswa agar perannya sebagai guru di sekolah jauh lebih baik. Pelatihan ini mengundang Dinas Pendidikan setempat dan pakar pendidikan dari perguruan tinggi. Berbagai pengetahuan yang didapatkan dari pelatihan itu kemudian dituangkan dalam rancangan kurikulum.
sejumlah kesempatan menyebut bahwa para koruptor memiliki tiga kekuatan yakni uang, geng, dan senjata. Dengan demikian, koruptor dapat menggunakan salah satu atau ketiga kekuatan tersebut untuk menyerang KPK atau siapa pun yang mengancam maupun mengganggu kepentingan para koruptor. Publik tentu saja mendorong KPK tetap konsisten dalam pemberantasan dan penangkalan korupsi. Risiko teror justru harus membuat KPK semakin tegas dalam menindak para koruptor. Ingat, seperti juga terorisme, korupsi adalah kejahatan luar biasa, yang perlu dilawan dengan caracara yang luar biasa pula. Di sisi lain, publik juga perlu terus mendorong pihak kepolisian untuk mengungkap setuntas-tuntasnya berbagai teror yang dilakukan terhadap para personel KPK. Sejauh ini, pihak kepolisian kita senantiasa dapat dengan mudah dan cepat dalam mengungkap kasus-kasus kejahatan lainnya. Namun, entah mengapa, dalam soal teror terhadap KPK, publik melihat pihak kepolisian seperti kesulitan dalam mengungkapnya. Ambil contoh, misalnya, pada kasus Novel Baswedan. Jangankan membekuk dalangnya, untuk mengetahui siapa pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan saja hingga kini masih gelap. Tentu saja, sangat penting bagi kepolisian untuk mampu membongkar setiap kasus teror yang ditujukan kepada para personel KPK. Ini agar publik tidak memiliki persepsi buruk ikhwal adanya tebang pilih dalam soal penegakan hukum di negeri ini. Penulis adalah kolumnis dan blogger
POJOK PHDI minta agar dicantumkan pasraman pada RUU Pesantren. - Karena Pancasila. *** Indonesia diuntungkan dengan adanya perang dagang Cina-AS. - Tergantung yang bicara. *** Kabupaten Jembrana ‘’keroyokan’’ menekan angka kemiskinan. - Bukan ‘’keroyokan’’ habiskan anggaran.
Penulis adalah guru SDN Sidorejo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Jumat Wage, 8 Februari 2019
Kasus Penggelapan Gaji Karyawan Vila
Pentolan Ormas Dihukum Sembilan Bulan Percobaan
Bali Post/san
PENGEMASAN - Pengemasan beras di gudang PDDS Tabanan. Untuk memperluas penjualan beras dan kopi Tabanan, PDDS mengadakan kerja sama dengan Perusda Bali.
Perkuat Pemasaran Produk Pertanian Tabanan
PDDS Jajaki Kerja Sama dengan Perusda Bali
Tabanan (Bali Post) -
Tahun ini, Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan masih fokus pada penguatan produk pertanian terutama dari segi pemasaran. Setelah merambah toko modern berjaringan di Tabanan, khususnya untuk produk beras dan kopi, PDSS Tabanan mulai menjajaki kerja sama dengan Perusda Bali yang tujuannya produk pertanian Tabanan bisa masuk hotel dan restoran di Bali. Direktur PDDS Tabanan Putu Sugi Darmawan, Kamis (7/2) kemarin, mengatakan sudah ada pembicaraan awal dengan Perusda Bali dan rencananya PDDS Tabanan akan menjadi pemasok produk-produk Tabanan yang potensial. ‘’Saat ini sedang dikaji untuk produk beras dan kopi. Kami sudah melakukan presentasi mengenai supply chain untuk kedua komoditas ini dan rencananya akan dibahas oleh Perusda Bali besok (hari ini -red),’’ jelasnya. Dalam memenuhi persyaratan kualitas agar produk bisa diterima di toko modern maupun hotel, untuk beras kata Sugi, PDDS telah mendapatkan izin edar komoditas beras berupa Izin Pangan Segar Asal Tanaman (PSAT) dan
untuk produk kopi, PDDS sudah memiliki Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Jika kerja sama ini terealisasi, terlebih kedua komoditas ini sudah mulai masuk toko modern berjaringan, tentu memerlukan kesiapan agar stok selalu tersedia sehingga bisa memenuhi permintaan buyer. Menurut Sugi, untuk beras, pihaknya sudah turun ke beberapa subak untuk memastikan pasokan beras terutama beras konvensional kategori medium dan premium. ‘’Kami usahakan ke depan untuk kebutuhan beras ini akan melibatkan seluruh petani yang ada di Tabanan,’’ jelasnya. Saat ini untuk beras jenis konvensional serapannya di angka 20 ton hingga 30 ton per bulan. Sementara
untuk beras kategori khusus yaitu beras wangi mentik susu, beras merah cendana, beras hitam, beras sehat, dan beras cokelat Mansur, serapannya baru di angka 2 ton hingga 3 ton per bulan. Penjualan ini dari outletoutlet yang sudah diajak bekerja sama dengan PDDS Tabanan. Sugi optimis, jumlah penjualan akan semakin meningkat jika kerja sama dengan Perusda Bali terealisasi, terlebih dengan adanya izin PSAT, beras Tabanan dengan brand Pertiwi Bali akan lebih mudah masuk toko modern. ‘’Saat ini Lotte Mart sudah minta beberapa varian produk beras dari PDDS dan sedang dijajaki pre order-nya,’’ ujar Sugi. Sementara untuk pemenuhan kopi, pihaknya telah menggandeng delapan BUMDes di Pupuan yang
Tabanan (Bali Post) Agar bisa melayani pasien dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan, setiap fasilitas kesehatan diwajibkan terakreditasi. Salah satu fasilitas kesehatan di Tabanan yang menjalani akreditasi tahun ini adalah RS Nyitdah. Namun hingga saat ini, RS tersebut masih belum memenuhi tenaga dokter spesialis untuk layanan dasar secara lengkap. Direktur RS Nyitdah dr. Nyoman Wisma Brata, Kamis (7/2) kemarin, mengatakan pihaknya sedang bersiap untuk menjalani akreditasi. Akreditasi penting mengingat izin operasional RS Nyitdah adalah RS tipe C. Salah satu persyaratan akreditasi RS tipe C yaitu memiliki dokter
spesialis pelayanan dasar seperti spesialis bedah, spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis obgyn, dan spesialis anastesi. Sejauh ini, RS Nyitdah baru memiliki dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis obgyn. Sementara batas waktu RS Nyitdah harus terakreditasi adalah Juni tahun ini. Penilaian akan dilakukan pada akhir Mei atau awal Juni, sehingga pada Juli atau Agustus mendatang, RS Nyitdah sudah bisa melayani pasien JKN. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika memastikan RS Nyitdah akan dilengkapi dokter spesialis layanan dasar yang dipersyaratkan. Pihaknya akan memenuhi kekurangan tenaga dokter
spesialis di RS Nyitdah dengan menugaskan dokter dari BRSU Tabanan. ‘’Kita tugaskan dokter spesialis dari BRSU dan surat penugasan sedang dalam proses di BKPDSM,’’ imbuh Suratmika. Mengenai perekrutan tenaga dokter spesialis, kata Suratmika, tahun ini dari penerimaan CPNS Tabanan hanya mendapatkan dokter umum 25 orang dan tidak mendapatkan formasi dokter spesialis. Diharapkan, tenaga dokter spesialis akan ada dalam formasi CPNS pada perekrutan berikutnya. (kmb24)
RS Nyitdah Segera Diakreditasi
memproduksi biji kopi kering dan produk ini telah memiliki merek sendiri yaitu Kopi Kita Serasi. Rencananya, dengan kerja sama Perusda Bali, produk kopi Tabanan akan disalurkan ke hotel dan kafe di Bali. Namun sebelum hal tersebut terealisasi, PDDS Tabanan melakukan penguatan pasar kopi di outlet yang sudah bekerja sama dengan yang jumlahnya sekitar 180 toko. Saat ini, penjualan di outlet tersebut mencapai 1 ton per bulan. Sementara untuk kerja sama dengan toko modern berjaringan yang baru saja dimulai, kata Sugi, menunjukkan hasil menggembirakan. Pemesanan pertama telah mencapai 3.216 pcs Kopi Kita Serasi ukuran 250 gram dan sudah terserap 90 persen. Guna meningkatkan serapan produk kopi tersebut, bulan ini, PDDS Tabanan akan memperluas penjualan ke pasar tradisional dan warung. Harganya akan disesuaikan dengan segmentasi pasar. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Perkara penggelapan gaji karyawan vila yang menyeret pentolan salah satu ormas di Kabupaten Tabanan, Gusti MA (50), akhirnya bergulir ke Pengadilan Negeri (PN) Tabanan. Pada Kamis (7/2) kemarin, terdakwa Gusti MA dinyatakan bersalah dan divonis 3 bulan penjara dengan 9 bulan masa percobaan. Dari pantauan, sidang dimulai sekitar pukul 13.00 Wita dipimpin oleh hakim Adrian, S.H. Sidang sempat diskors sampai pukul 15.00 Wita, untuk memberikan waktu bagi hakim mengambil putusan. Sidang akhirnya dilanjutkan dengan agenda pembacaan secara singkat putusan hakim. Sesuai pertimbangan hukum, terdakwa dinyatakan bersalah. Kasatreskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra Wijaya saat dikonfirmasi mengatakan, sidang berjalan lancar meski sempat alot. Terdakwa didampingi tim penasihat hukum sudah menerima vonis yang dijatuhkan hakim. Bahkan saat sidang, yang bersangkutan telah meminta maaf kepada hakim serta berjanji tidak akan mengulangi per-
Bali Post/ist
SIDANG - Suasana persidangan kasus penggelapan gaji karyawan vila di Tabanan. buatannya. Seperti diberitakan sebelumnya, Gusti MA tersangkut kasus penggelapan gaji karyawan Botanical Private Villa yang berlokasi di Banjar Pangkung Desa Pandak Gede Kecamatan Kediri. Kasus ini terjadi September 2018, dengan korban I Ketut S (50) asal Dalung yang merupakan tukang kebun di vila tersebut. Kala itu, Ketut S melapor
ke pemilik vila bahwa gajinya untuk Juli dan Agustus 2018 belum dibayarkan oleh Gusti MA. Mendengar informasi tersebut, PS pun kemudian menanyakannya kepada Gusti MA dan dijawab memang benar bahwa uangnya masih di rekening. Gaji belum diberikan kepada Ketut S, lantaran Gusti MA tidak suka dengan Ketut S karena jarang hadir. (kmb28)
Teruna Desa Pakraman Kota Tabanan, Rabu (6/2) malam, di Wantilan Desa Pakraman Kota Tabanan, Desa Dajan Peken. Wabup Sanjaya mengatakan, semakin pesat dan canggihnya teknologi informasi, mengharuskan prajuru desa pakraman bekerja dengan cepat. Prajuru desa dan prajuru paiketan diharapkan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Yang
tak kalah penting, mereka harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, namun tetap berlandaskan Tri Hita Karana. Sementara itu, Bendesa Kota Tabanan Siwa Gentha mengajak semua komponen untuk membangun Tabanan. Dia pun mengaku akan melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan bendesa sebelumnya. (kmb24)
Tantangan Prajuru Desa Pakraman Makin Berat
Tabanan (Bali Post) Tantangan bagi prajuru desa pakraman di era modern semakin berat. Untuk itu, prajuru diharapkan tidak berdiam diri dan mampu mengikuti perubahan di berbagai bidang yang semakin dinamis. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya saat mengukuhkan Prajuru Desa Pakraman Kota Tabanan dan Prajuru Paiketan Sekaa
Bali Post/san
DIKUKUHKAN - Prajuru Desa Pakraman Kota Tabanan dan Prajuru Paiketan Sekaa Teruna Desa Pakraman Kota Tabanan dikukuhkan Rabu (6/2) malam.
APBDes Molor, Gaji Perangkat Desa Tak Cair Tabanan (Bali Post) Para perangkat desa seKabupaten Tabanan hingga saat ini belum mendapatkan gaji bulan Januari. Pasalnya, banyak desa yang belum melakukan pengamprahan gaji dan menyetorkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Terkait hal itu, Badan K e u a n gan Daerah (Bakeuda) Tabanan mengeluarkan surat edaran agar
desa segera melakukan pengamprahan. ‘’Kami sudah buat surat edaran agar desa mengamprah ADD ke Bakeuda. Di antaranya ada gaji aparat desa di sana,’’ terang Kepala Bakeuda Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti, Kamis (7/2) kemarin. Menurutnya, pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) saat ini tidak lagi dilakukan secara bersamaan. Jika ada sejumlah desa yang sudah tuntas, akan dilakukan evaluasi dan verifikasi. Kalau dinyatakan lengkap, barulah bisa langsung dicairkan oleh Bagian Keuangan Setda Tabanan. Apalagi diakuinya, dana yang belum dicairkan
tersebut juga berdampak pada roda pemerintahan tingkat desa seperti, pembangunan di tingkat desa belum bisa dilaksanakan, termasuk gaji perangkat desa untuk Januari belum bisa dibayar. Tidak hanya ADD yang tersendat, dana desa yang berasal dari pemerintah pusat juga belum turun. Ini dikarenakan Peraturan Bupati (Perbup) terkait penetapan besaran ke desa-desa sedang dalam proses fasilitasi ke provinsi. ‘’Perda dan Perbup APBD tahun anggaran 2019 sudah kami kirim baik melalui sistem maupun secara hard copy ke Kemendagri dan DJPK,’’ ucapnya. (kmb28)
Empat Pengguna Narkoba Ditetapkan Tersangka
Bali Post/bit
PENJELASAN - Wakapolres Tabanan Kompol Rahmawaty Ismail memberikan penjelasan terkait pengungkapan kasus narkoba.
Tabanan (Bali Post) Jajaran Satresnarkoba Polres Tabanan dalam dua bulan terakhir berhasil mengamankan empat penyalah guna narkoba. Keempatnya yakni I Made AY (37) alias Unyil, I Made S alias Sugata (37), I Komang B alias Datuk (34), dan I Wayan BR alias Beni (50), diamankan petugas di tempat dan waktu yang berbeda. Keempat tersangka dikenakan pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. Wakapolres Tabanan Kompol Rahmawaty Ismail, Kamis
(7/2) kemarin, menyampaikan, tersangka Unyil diamankan pada 15 Januari. Unyil dibekuk di rumahnya di Banjar Dinas Jelijih Tegeh Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur. Saat penggeledahan, petugas menemukan satu plastik klip berisi kristal bening yang diduga sabu-sabu (SS) dengan berat 0,06 gram dalam dompet warna cokelat milik tersangka. Selanjutnya, dua tersangka lainnya, I Made S alias Sugata dan I Komang B alias Datuk diamankan di Banjar Poyan Desa Luwus Kecamatan Baturiti pada 18 Januari. Di kamar tidur salah satu tersangka, petugas menemukan SS se-
berat 0,43 gram. Pemilik SS itu adalah Sugata. Sedangkan Datuk mengakui, dirinya sebelumnya diajak oleh Sugata memakai SS itu bersama-sama. Sementara tersangka I Wayan BR alias Beni diamankan pada 2 Februari di Jalan Anyelir, Banjar Dukuh Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan. Di kamar tidur tersangka, polisi menemukan tiga buah plastik klip berisikan kristal bening yang diduga SS dengan berat masing-masing 0,44 gram, 0,12 gram, dan 0,11 gram. Berat keseluruhan barang bukti 0,67 gram. ‘’Keempat tersangka masih pemakai dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Kami akan terus melakukan upaya agar Tabanan bisa bersih dari narkoba,’’ ucap Kompol Rahmawaty. Kasatnarkoba Polres Tabanan AKP I Ketut Tunas menambahkan, pihaknya terus melakukan pengawasan khususnya di daerah yang ditetapkan menjadi zona rawan peredaran narkoba yakni Kecamatan Penebel dan Baturiti. ‘’Ada dua personel yang kami siagakan untuk pengawasan khusus di dua kecamatan tersebut. Serta ada pula pembinaan dari Bimas terkait bahaya narkoba pada generasi muda. Ini untuk menekan angka kasus di wilayah tersebut,’’ terangnya. (kmb28)
BULELENG
8
Jumat Wage, 8 Februari 2019
Bali Post/kmb38
KAJATI BERKUNJUNG - Kajati Bali Dr. Amir Yanto, S.H., M.M., M.H. (tengah) berkunjung ke Buleleng, Rabu (6/2) malam lalu.
Pimpinan OPD Diminta Manfaatkan TP4D Singaraja (Bali Post) – Memasuki masa pelaksanaan anggaran 2019, setiap pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Buleleng diminta melaksanakan program sesuai regulasi yang ada. Menghindari persoalan hukum di kemudian hari, pimpinan OPD diinstruksikan agar senantiasa berkoordinasi dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Tim ini dibentuk untuk memberikan bimbingan hukum kepada OPD di daerah yang melaksanakan anggaran keuangan pemerintah. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengungkapkan hal itu saat menerima kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali Dr. Amir Yanto, S.H., M.M., M.H. bersama rombongan, Rabu (6/2) lalu.
Menurutnya, pimpinan OPD dituntut memahami setiap regulasi yang berhubungan dengan bidang tugasnya. Kalau ada hal yang belum dipahami, pimpinan OPD di daerahnya diinstruksikan meminta pertimbangan kepada TP4D yang dikoordinasi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Keberadaan TP4D ini dinilai sangat penting, sehingga semua kebijakan pembangunan di daerahnya berjalan dengan baik dan terhindar dari permasalahan hukum, akibat tidak memahami ketentuan atau indikasi yang mengarah pelanggaran hukum. ‘’Kami instruksikan kalau ada yang tidak mengerti dengan regulasi, tanyakan kepada TP4D. Tim ini sangat penting karena mereka bisa memberikan kita petunjuk menjalankan kebijakan pembangunan dengan aman dan tanpa terserat
ke ranah hukum di kemudian hari,’’ katanya. Kajati Bali Dr. Amir Yanto, S.H., M.M., M.H. mengatakan, sasaran dibentuknya TP4D adalah mendukung kebijakan pimpinan dalam mewujudkan zona bebas korupsi. Target ini dapat dicapai kalau ada dukungan dan koordinasi yang baik dari semua komponen masyaraat di Buleleng. Untuk itu, jajarannya di daerah telah berkomitmen mendukung kebijakan pembangunan dan menjamin tidak ada kesan sengaja membuat kisruh atau menghambat kebijakan yang dijalankan pemerintah. ‘’Tentu saja tindakan preventif itu sangat tepat dan TP4D ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah agar kebijakan pembangunan itu bisa berjalan sesuai regulasi,’’ katanya. (kmb38)
PD Swatantra Jalankan Bisnis Sewa Mobil ke Pemerintah
Awalnya Merugi hingga Raih Keuntungan Berlipat-lipat Perusahaan Daerah (PD) Swatantra mulai menunjukkan perkembangan positif. Terbukti, perusahaan yang didirikan mengelola tanah perkebunan itu justru meraih keuntungan berlipat-lipat. PD milik pemerintah itu saat ini malah mampu merealisasikan laba bersih tahun 2018 sebesar Rp 1,2 miliar lebih. Keuntungan relatif fantastis itu setelah perusahaan mengelola bisnis jasa sewa mobil dinas, yang diperuntukkan lingkungan Pemkab Buleleng. Lalu, bagaimana kiat dan strategi Dirut Utama PD Swatantra itu mereguk keuntungan dari usaha perkebunan?
PERUSAHAAN Daerah Swatantra sejak dibentuk tercatat belum pernah sama sekali mendatangan keutungan sesuai target yang dirancang sebelumnya. Justru, perusahaan ini selalu menelan kerugian karena antara hasil mengolah perkebunan kopi, cengkeh, kelapa, dan mangga itu biaya operasionalnya tidak sebanding. Tidak heran, setiap rapat dengan komisi yang membidangi di DPRD Buleleng, perusahaan itu selalu menjadi “bulan-bulanan” anggota dewan. Alasannya, perusahaan itu dianggap tidak produktif. Tidak ingin menyandang predikat sebagai perusahaan milik pemerintah yang selalu saja merugi. Tahun 2013, PD Swatantra, kata Direkturnya Ketut Siwa di ruang kerjanya Kamis (7/2) kemarin, pihaknya kemudian membuat terobosan. Caranya, dirancang bisnis penyewaan mobil dinas untuk instansi pemerintahan. Memang, pada awalnya merintis jasa sewa mobil itu, pihaknya mencari kredit di bank. Saat itu, perusahaan membeli 63 unit mobil dinas, setelah masa kredit itu lunas.
Bersamaan ada peremajaan kendaraan dinas, maka mobil dinas itu pun dijual dengan sistem lelang terbuka. Lelang mobil dinas itu mendatangkan keuntungan senilai Rp 2,5 miliar. Kini dengan keuntungan itu, perusahaan telah membeli mobil dinas baru 77 unit. Puluhan unit mobil dari jenis Toyota Innova dan Avanza tersebut telah disewa instansi pemerintahan di Bali Utara. Bisnis sewa mobil dinas itu, kata Ketut Siwa, memang potensial dikelola. Ini terbukti setelah merintis bisnis itu, perusahaan baru sekarang pernah mendapatkan keuntungan. Bahkan, dibandingkan sebelumnya, keuntungan ini melesat lebih dari Rp 1,2 miliar. Tahun 2017 lalu, sebetulnya bisnis sewa mobil dinas itu sudah dapat mereguk keuntungannya, namun saat itu kecil, mencapai Rp 219 juta lebih. Capaian keuntungan yang terus merangkak naik itu otomatis berdampak pada penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun 2017 lalu, perusahaan telah menyetor 40 persen dari keuntungan pada tahun itu sebesar Rp 87 juta. Menginjak tahun 2018 lalu, PAD yang disetor ke Kas Daerah jadi naik Rp 491 juta. “Kalau dari perjalanan sejak perusahaan ini dibentuk belum pernah mendatangkan untung. Sejak kita rintis jasa sewa mobil dinas yang didukung kebijakan Pak Bupati, keuntungan terus
Ketut Siwa
Bali Post/kmb38
naik. Saat ini, perusahaan malah sudah punya aset Rp 11 miliar lebih. Kalau dulu, perusahaan tidak punya aset,” katanya. Unit bisnis sewa mobil itu meraup keuntungan fantastis. Padahal, basic asli perusahaan itu mengelola tanah perkebunan. Memang tanah perkebunan itu belum menunjukkan keuntungan optimal. Namun, mantan anggota DPRD Buleleng dari Fraksi Partai Golkar ini telah mengubah sistem pengelolaan tanah kebun yang ada. Sebelumnya, perusahaan harus mengeluarkan biaya operasional pemeliharaan antara Rp 60 juta sampai Rp 80 juta per tahun. Tetapi sekarang, perusahaan tidak lagi menanggung biaya operasional itu. Ini dilakukan dengan cara menerapkan sistem kerja sama bagi hasil, dengan sejumlah petani penggarap. Selain menekan biaya operasional, cara ini dapat memaksa petani penggarap bekerja memelihara tanaman itu agar berproduksi maksimal. Ke depan, pihaknya optimis pengelolaan tanah perkebunan yang tersebar di Desa Tajun dan Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, di Kecamatan Gerokgak, Busungbiu, Banjar dan Kecamatan Sukasada. Kerja keras ini dilakukan karena dari luas keseluruhan tanah yang dikelola sebagian besar, kondisi lahannya untuk konservasi. Sisanya baru tergolong tanah gembur dan produktif. “Sekarang perusahaan tidak lagi mengeluarkan biaya operasional untuk perkebunan. Kita sudah ubah lewat perjanjian bagi hasil. Pada musim panen raya sekarang dari 80 hektar tanah yang ada dari perkebunan itu menghasilkan laba kotor Rp 400 juta. Belum biaya PBB Rp 55 juta dan biaya operasional lainnya,” jelasnya. (mud)
Gubuk Terbakar, Kerugian Rp 40 Juta
100 Kg Kopi dan 50 Kg Cengkeh Siap Jual Jadi Arang Singaraja (Bali Post) – Nasib sial dialami seorang petani Putu Darmika (54). Pasalnya, 100 kilogram kopi dan 50 kg cengkeh milik warga Banjar Dinas Kemuning, Desa Pucaksari, Busungbiu menyisakan arang saja. Ini setelah gubuk tempat menyimpan hasil panennya itu terbakar, Rabu (6/2) petang pukul 19.40 Wita. Akibat kejadian itu, korban diperkirakan menelan kerugian Rp 40 juta. Kapolsek Busungbiu AKP Made Dwi Wirawan seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (7/2) kemarin, membenarkan kebakaran gubuk tersebut. Korban memiliki gubuk di kebunnya untuk menyimpan hasil kebun seperti kopi dan cengkeh. Selain peralatan pertanian mesin juga disimpan di gubuk itu. Terkadang, korban dan keluarganya beristirahat di gubuknya itu setelah melakoni aktivitasnya di kebun. Sebelum kejadian, korban meninggalkan gubuknya yang berukuran 4 x 6 m itu. Ruang penyimpanan hasil kebun dan peralatan pertanian itu berbatasan dengan ruang dapur yang biasa digunakan merebus ketela di tungku perapian. Korban tidak merasakan ada hal ganjil saat meninggalkan gubuknya dalam kondisi terkunci. Namun nahas, setelah kembali, dia tercengang melihat gubuknya itu luluh lantak rata dengan tanah. Tragisnya lagi, 100 kilogram kopi, 50 kilogram cengkeh kering dan sejumlah peralatan pertanian hanya
menyisakan puing-puing kebakaran. ‘’Korban melaporkan kejadian itu dan kami periksa di lokasi kejadian memang api membakar seisi gubuk. Tidak ada yang melihat api pertama kali, sehingga api mati dengan sendirinya setelah menghanguskan seisi barang milik korban,’’ katanya. AKP Dwi Wirawan menambahkan, meskipun minim keterangan saksi, dugaan penyebab kebakaran itu akibat percikan api dari tungku api di dekat lokasi kejadian. Itu dikuatkan keterangan korban kalau sebelum kejadian sempat membuat api. Diduga saat meninggalkan gubuk, korban tidak memerhatikan api tungku, sehingga muncul percikan api yang memicu terjadinya kebakaran. ‘’Tungku perapian itu mepet dengan bangunan. Sebelum kejadian korban sempat membuat api. Dugaan kami tidak sengaja ada percikan api yang merembet dan memicu kebakaran. Kami masih lakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab gubuk itu terbakar,’’ katanya.
Kebakaran di Desa Les Pada hari yang sama kebakaran juga terjadi di Banjar Dinas Tegal, Desa Les, Kecamatan Tejakula. Rumah permanen milik pebisnis buah Nengah Kalem (65), warga Banjar Dinas Tegal itu, terbakar sekitar pukul 17.00 Wita. Rumah berukuran 6 x 8 m itu hangus bersama barang berharga milik korban. Korban meninggalkan rumahnya dalam kondisi terkunci untuk pergi mengirim buah ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia sempat bersembahyang di kamar suci rumahnya. Dalam perjalanan, korban mendapat kabar kalau rumahnya sudah luluh lantak akibat kebakaran. Warga di sekitar lokasi kejadian berusaha memadamkan api dengan peralatan manual. Sayang, usaha itu tidak membuahkan hasil. Api baru bisa dipadamkan setelah petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng berhasil memadamkan api sekitar satu jam setelah kejadian. Kapolsek Tejakula AKP I Wayan Sartika, S.H. seizin Kapolres Buleleng AKBP
Suratno, S.IK. mengatakan, pertama kali kebakaran itu diketahui oleh saksi Wayan Widiarsi (46), warga setempat. Saksi saat itu melihat ada kepulan asap pada salah satu kamar di rumah korban. Tidak berselang lama, api bertambah besar merembet ke semua bangunan. Dia member tahu warga lainnya dan berusaha memadamkan api. Warga juga meminta bantuan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain. Saksi juga menghubungi korban untuk member tahu kalau rumahnya terbakar. ‘’Api pertama kali dilihat di kamar suci dan merembet ke ruang lain. Saksi member tahu korban dan meminta bantuan pemadamam kepada Damkar dan sekitar satu jam api bisa dipadamkan,’’ katanya. Keterangan saksi lainnya, Nyoman Serate (58), mengatakan sebelumnya ia melihat korban habis sembahyang di ruang kamar suci. Saksi juga melihat korban sempat mamadamkan api dupa bekas sembahyang di ruang suci rumahnya. Untuk mencari tahu penyebab kebakaran, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. ‘’Kasusnya masih kita kembangkan, untuk mengetahui penyebab kebakaran ini,’’ tegasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
GUBUK TERBAKAR - Sebuah gubuk di Banjar Dinas Kemuning, Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu terbakar. Akibatnya, 100 kg kopi dan 50 kg cengkeh siap jual terbakar, hanya menyisakan puing kebakaran.
KPU Terima Surat Suara Pemilu
Singaraja (Bali Post) – Distribusi surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mulai diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng. Surat suara itu dikirim bertahap mulai Rabu (6/2) sore lalu. Pengiriman dari percetakan ke gudang logistik KPU Buleleng di Desa Pemaron Kecamatan Buleleng ini ditergetkan tuntas seratus persen dalam beberapa hari pada minggu ini. Ketua KPU Buleleng Ko-
mang Dudhi Udiyana, Kamis (7/2) kemarin, mengatakan pada pengiriman pertama pihaknya menerima surat suara untuk Pemilihan DPRD Provinsi Bali Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Buleleng dan surat suara untuk Pemilihan DPR-RI Dapil Bali. Untuk masing-masing jenis surat suara itu dikemas menjadi 1.189 buah dus. Dari jumlah itu, total surat suara yang sudah diterima 594.086 lembar surat suara pemilihan
DPRD Bali dan pemilihan DPR-RI. ‘’Setelah tiba Rabu (6/2) lalu, kita baru selesai memindahkan dari truk ke gudang penyimpanan. Karena jumlahnya banyak, buruh angkutnya sedikit kami otomatis kewalahan menurunkan surat suara itu,’’ katanya. Menurut Dudhi, pengiriman surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), Pemilihan DPDRI dan Pemilihan DPRD Kabupaten Buleleng, akan
menyusul secara bertahap. Rencananya, tiga jenis surat suara itu akan segera didistribusikan ke gudang logistik. Untuk sementara logistik surat suara itu masih dibiarkan terbungkus dus. Proses lanjutan masih menunggu jadwal pemilahan dan pelipatan surat suara dari KPU Bali. ‘’Jenis surat suara lain masih kita tunggu. Kami menunggu jadwal sortir dan melipat surat suara,’’ katanya. (kmb38)
GIANYAR
Jumat Wage, 8 Februari 2019
9
Pencairan Program BPNT Tersendat
Ribuan Warga Miskin Belum Terima Bantuan Beras Gianyar (Bali Post) Pencairan bantuan sosial beras sejahtera (rastra) atau yang sekarang disebut Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) mengalami keterlambatan di Kabupaten Gianyar. Untuk BPNT Januari 2019, hanya bisa cair di Kecamatan Belahbatuh. Sementara ribuan warga miskin selaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di enam kecamatan lainnya belum bisa menerima bantuan berupa beras dan telur tersebut. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar I Made Watha membenarkan BPNT Januari 2019 belum bisa cair pada enam kecamatan di Kabupaten Gianyar. Warga miskin selaku KPM yang menerima bantuan ini baru di Kecamatan Blahbatuh. ‘’Blahbatuh untuk Januari semuanya sudah. Yang lainnya (enam kecamatan - red) masih proses verifikasi dan registrasi data,’’ ujar Watha, Kamis (7/2) kemarin. Ketika disinggung alasan hanya warga miskin di Kecamatan Blahbatuh saja yang sudah menerima bantuan tersebut, Watha mengatakan, semua itu tergantung komunikasi petugas yang menangani. Selain itu, kondisi ini juga terjadi akibat data yang diberikan mepet dengan waktu pencairan. Padahal, program BPNT ini ditarget rampung pada Februari 2019. ‘’Program ini baru November dan paling lambat Februari ditarget BPNT semua sudah jalan. Tapi, sekarang yang lainnya dalam proses. Baru Kecamatan Blahbatuh, kan bertahap itu,’’ katanya. Menurut Watha, proses penyaluran bantuan beras ini
berbeda dengan sebelumnya yang bisa diambil di kantor desa setempat. Sekarang bantuan berupa beras dan telur yang dipatok senilai Rp 110 ribu itu hanya bisa diambil pada 40 titik, berupa EWarong (Elektronik Warung Gotong Royong) dan agen yang ditunjuk oleh bank nasional. ‘’Agen yang ditunjuk ini bisa warung juga, bisa koperasi, atau rumah warga. Yang penting harus ada jaringan internet,’’ katanya. Watha mengakui kondisi ini dipersulit dengan jaringan internet pada lokasi pengambilan BPNT di Kabupaten Gianyar yang kerap mengalami gangguan. ‘’Kalau dalam prosesnya tidak keluar, berarti ada gangguan, seperti gangguan jaringan. Laporan yang saya terima, ada beberapa gangguan. Kemarin saya cek, misal saat pagi proses pencairan dapat berjalan sukses, siangnya mulai terjadi gangguan, mungkin karena banyak yang memakai. Sorenya bisa lagi karena sedikit orang pakai,’’ ungkapnya. Berdasarkan data terkahir, di Kabupaten Gianyar tercatat ada 19 ribu warga miskin
Awal 2019, Gianyar Miliki 33 Pra-Koperasi
Gianyar (Bali Post) Jumlah koperasi di Kabupaten Gianyar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bahkan memasuki awal tahun ini, sudah ada 33 koperasi yang masuk dalam kategori pra-koperasi. “Kami masih membina, sehingga puluhan pra-koperasi ini bisa menjadi koperasi,” kata Kasi Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Sri Intan, Kamis (7/2) kemarin. Sri Intan mengakui setiap tahun permohonan izin untuk mendirikan koperasi cukup tinggi. “Tetap ada penambahan baru, banyak yang ingin buat,” terangnya. Sesuai data per Desember 2018, ada 1.222 koperasi terdaftar di Gianyar yang tersebar di seluruh kecamatan. Ribuan koperasi itu menyerap 10.725 tenaga kerja. Namun dari ribuan koperasi itu, koperasi aktif 987 koperasi dan yang tidak aktif 235 koperasi. Selain itu, ada pula koperasi yang sudah tidak dapat dibina, sehingga harus diajukan pembubaran. Pada 2019 ini, ada empat koperasi di Kabupaten Gianyar yang diusulkan dibubarkan. Koperasi tersebut tidak mampu beroperasi karena berbagai latar belakang permasalahan. “Karena tidak mampu lagi beroperasi dengan baik, makanya dibubarkan,” ujar Sri Intan. Menurut Sri Intan, usulan pembubaran itu disampaikan ke pusat. Pembubaran secara otomatis berarti mencabut perizinannya. “Jadi, izin tidak bisa lagi digunakan dan otomatis tidak bisa beroperasi,” ujarnya. Apabila koperasi yang sudah dibubarkan ingin bangkit, kata Sri Intan, maka harus dimulai dari awal. Yakni, mulai dari pra-koperasi, hingga permohonan izin sampai ke pusat. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gianyar, selama dua tahun terakhir, sudah ada 27 koperasi yang dibubarkan. Pada 2017 lalu, ada 15 koperasi dibubarkan dan pada 2018 lalu ada 12 koperasi yang dibubabarkan. (kmb35)
selaku KPM. Dari jumlah itu, yang menerima bantuan baru di Kecamatan Blahbatuh, sehingga masih ada ribuan warga miskin di enam kecamatan lainnya yang belum menerima bantuan tersebut. Watha mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini, karena hanya menjalankan program pusat. Namun, gangguan tersebut sudah dilaporkan ke pusat. ‘’Kami tidak bisa berbuat banyak. Kami hanya menjalankan program pusat,’’ tegasnya. Guna memastikan kelancaran proses penyaluran BPNT ini, kata Watha, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran Polres Gianyar. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari MoU antara Kapolri dengan Kementerian Sosial. ‘’Polisi memantau untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau ada penyelewengan, langsung polisi mengambil tindakan secara hukum,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Waka Polres Gianyar Kompol Adnan Pandibu mengatakan, sesuai tidak lanjut dari MoU tersebut, jajarannya sudah diterjunkan melakukan penga-
GERAKAN Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK tidak hanya mampu membuat indah pekarangan rumah, namun bisa memberi manfaat pada pemilik rumah. Apalagi Gianyar terkenal sebagai daerah seni, biarpun itu tanaman obat keluarga (toga) bisa ditata menjadi sebuah taman yang sangat asri. Hal ini ditegaskan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat mengunjungi rumah pasangan I Made Sudarsana dan Ni Ketut Sinar Arianti di Banjar Bangkiang Sidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, sebagai rumah contoh Hatinya PKK dalam rangka Harmonisasi Sinkronisasi Program Pokok PKK tahun 2019 di Kabupaten Gianyar, Kamis (7/2) kemarin. Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Ny. Putri Suatini Koster tak henti-hentinya mengagumi keanekaragaman jenis tanaman di natah atau halaman rumah milik Ni Ketut Arianti. Semua jenis tanaman dapur
wakili Provinsi Bali untuk ajang serupa di tingkat nasional, tentu akan mengangkat nama Bali serta Gianyar pada khususnya di dunia modeling. ‘’Memang a n a k n y a berbakat. Tapi kami tidak memaksakan, hanya mendampingi dan mendukung dalam segala bidang agar arahnya baik d a n b e n a r , ’ ’ t e r a n g M ahayastra. Dukungan yang sama juga diberikan Gubernur Bali Wayan Koster serta Ny. Putri Suastini Koster kepada pelajar kelas X di Gandi Memorial International School Denpasar tersebut. Secara khusus, Gek Diah yang ditemani orangtuanya diterima Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ny. Putri Suastini Koster di Kantor Gubernur Bali,
SELAMAT - Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan ucapan selamat kepada Gek Diah.
walan dan pengawasan. ‘’Jadi, polisi sifatnya mengawal dan mengamankan tempat tertentu yang menjadi transaksi bantuan beras ini,’’ katanya.
Disinggung terkait kapasitas personel dalam mengawasi pencairan bantuan untuk 19 ribu KPM tersebut, Adnan Pandibu mengatakan, jumlah
personel Polres Gianyar masih cukup untuk mengawal proses tersebut. ‘’Pencairan ini kan sifatnya nontunai, dan tempat pengambilanya pun sudah
Bali Post/kmb35
ditentukan. Sementara masih lancar, tinggal menunggu pencairan saja. Personel sudah siap mengawal,’’ tegasnya. (kmb35)
Ketua TP PKK Provinsi Bali Kagumi Taman Hatinya PKK di Desa Keliki seperti tanaman empon-empon, sayuran hingga tanaman obat-obatan lengkap tertata seperti sebuah taman. Hal ini memang seperti yang diharapkan dalam konsep Hatinya PKK. Seperti ditegaskan Ny. Putri Suatini Koster, konsep tanaman tidak harus bernuansa taman yang penuh dengan bunga. Namun, bagaimana bisa membuat taman yang yang indah tapi dengan jenis tanaman yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. ‘’Saya sangat kagum dengan kepiawaian masyarakat di Desa Keliki. Mereka mampu menata taman, namun dengan jenis toga, sayur, dan lainnya yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Inilah yang saya harapkan, agar apa yang indah ini bisa ditularkan pada masyarakat sekitar,’’ tegasnya. Ny. Putri Suastini Koster menambahkan, ia tidak ingin gerakan seperti ini hanya untuk satu atau dua rumah percontohan di saat lomba PKK. Akan tetapi merata hingga semua pekarangan masyarakat di Bali. Dalam
Gubernur Koster Beri Ucapan Selamat kepada Gek Diah
BERHASIL menjuarai ajang pemilihan Putri Remaja Bali 2019, men gantarkan Ni Putu Diah Pradnya Maharani, putri pertama Bupati Gianyar I Made Mahayastra dengan Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, berkompetisi di tingkat nasional pada Juli mendatang. Kebanggaan tersendiri dirasakan Bupati Gianyar I Made Mahayastra serta Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra atas raihan prestasi yang diperoleh putrinya. Meski terbilang pertama kali mengikuti ajang seperti ini, namun remaja berparas cantik yang akrab disapa Gek Diah ini mampu memberikan hasil yang terbaik dengan tampil sebagai juara. Terlebih lagi, Gek Diah nantinya me-
MENGECEK - Aparat kepolisian saat mengecek lokasi pencairan BPNT di Kabupaten Gianyar.
Rabu (6/2). Pada kesempatan tersebut, Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat, serta memberi dukungan kepada Gek Diah yang nantinya tampil di tingkat nasional mewakili Bali. Gek Diah menuturkan, kegemarannya dalam dunia modeling sudah tumbuh sejak kanak-kanak serta sempat mengikuti les singkat modeling. Terlebih dukungan dari orangtua, terutama dukungan sang ibu yang juga memiliki hobi yang sama. Kemudian Gek Diah tertarik mengikuti ajang Pemilihan Putri Remaja Bali 2019 dan didukung penuh kedua orangtuanya. ‘’Awalnya diberi tahu mama dan saya juga tertarik mengikuti ajang ini. Di sekolah, saya memang agak sibuk dengan pelajaran. Di sana, saya buktikan, punya potensi dan memang pantas di sana. Bukan karena jabatan Bapak,’’ jelasnya. Ke depan, gadis kelahiran Desa Melinggih Kecamatan Payangan ini berencana mengikuti ajang serupa jika usianya sudah memenuhi nantinya. Ajang Pemilihan Puteri Remaja Bali ini dianggap sebagai permulaan untuk menambah wawasan dan pengalaman. Bahkan, gadis ini menargetkan akan ikut ajang Jegeg Bagus Gianyar, Putri Bali dan lolos Putri Indonesia. ‘’Nanti ingin lanjut ikut audisi pemilihan Jegeg Gianyar jika usia sudah memenuhi,’’ jelasnya. (ad226)
kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, pekarangan rumah di Bali menjadi asri dan bermanfaat. Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, program Hatinya PKK sudah bersinergi dengan program di masing-masing OPD terkait di Lingkungan Pemkab Ganyar. Seperti Dinas Lingkungan Hidup dan DKPKP Kabupaten Gianyar, dalam upaya pelestarian lingkungan bersama-sama dengan anggota TP PKK kabupaten, kecamatan maupun desa berupaya melestarikan lingkungan dengan pemberian bantuan bibit pohon dan pengolahan sampah anorganik. Pada kesempatan itu, Ny. Putri Suastini Koster juga memberikan bantuan Rp 27 juta, Rp 15 juta untuk bantuan rumah contoh Hatinya PKK dan Rp 12 juta dana bantuan PMT untuk balita dan lansia. Selain mengunjungi rumah contoh Hatinya PKK, rombongan yang juga dihadiri Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Diana Agung Ma-
MENGUNJUNGI - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat mengunjungi rumah pasangan I Made Sudarsana dan Ni Ketut Sinar Arianti di Banjar Bangkiang Sidem, Desa Keliki, Kamis (7/2) kemarin. yun, Ketua DWP Kabupaten Gianyar Ny. Dwikorawati Wisnu Wijaya, Ketua Gatriwara Gianyar Ny. Tagel Winarta dan beberapa OPD terkait di lingkungan Pemkab
Gianyar ini juga berkesempatan mengunjungi UP2K di Banjar Keliki, Tegallalang yang mengolah produk ramah lingkungan untuk berbagai kerajinan. (ad229)
Patung Luwak Berukuran Besar Diajukan ke Muri
Bali Post/kmb35
PATUNG - Sejumlah pekerja sedang mengerjakan patung luwak berukuran besar di Desa Tegallalang, Kamis (7/2) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Salah satu pengusaha objek wisata kopi luwak di Desa Tegallalang kini sedang membuat ikon baru, yakni patung luwak berukuran besar, dengan tinggi mencapai tujuh meter dan panjang 15 meter. Patung yang menghabiskan biaya ratusan juta rupiah ini, kini tengah diajukan ke Musim Rekor Indonesia (Muri). Pemilik objek wisata I Made Ardana mengatakan, proses pembuatan patung tersebut masih tahap penyelesaian. Proses ini diperkirakan rampung Maret mendatang. “Rencananya diresmikan pada April 2019 mendatang,” kata Ardana, Kamis (7/2) kemarin. Menurut Ardana, pembuatan patung tersebut juga sebagai ciri khasnya pengusaha kopi luwak yang ada di Tegallalang. Sehingga, memiliki brand tersendiri berupa patung luwak ukuran besar. “Harapan kami tentu sebagai ikon baru objek wisata di Tegallalang,” ujarnya. Ardana mengatakan, pengerjaan patung tersebut sudah dimulai sejak tiga bulan lalu, dengan target awal pengerjaan selama enam bulan. Saat ini, patung tersebut berukuran tinggi tujuh meter, lebar patung 3,5 meter, dan panjangnya 15 meter. “Pembuatan patung ini menggunakan bahan semen,” katanya. Selain patung berukuran besar, kata Ardana, juga dibangun delapan patung luwak ukuran kecil. Dikatakan, desainnya mengambil cerita Men Brayut. “Satu terbesar ibunya, sedangkan delapan siasanya adalah anak-anaknya. Ini saya ambil dari cerita Men Brayut. Jumlahnya sembilan, karena sembilan dianggap sebagai angka tertinggi,” ujarnya. Ardana menambahkan, patung tersebut dikerjakan oleh tiga orang. Namun, kesehariannya dibantu juga oleh lima hingga tujuh buruh yang bertugas membuat campuran semen. Meski dengan ukuran jumbo, pengerjaannya dikatakan secara manual. “Pematungnya berasal dari Desa Peliatan, Ubud,” katanya. Rencananya, patung ini juga akan diajukan ke Muri sebagai patung luwak terbesar. Bahkan, berkas untuk pengajuan ini sudah dilengkapi, sehingga rencananya Senin mendatang berkas sudah dikirim. “Dengan adanya patung luwak terbesar ini, terlebih saya ajukan ke Muri, diharapkan kunjungan wisatawan ke sini makin meningkat. Di samping memang sebagai ciri khas usaha yang saya buat ini, yaitu kopi luwak yang tampil beda dari kopi luwak lainnya,” tegasnya. Ardana menambahkan, posisi patung yang ada di depan areal parkir juga dimaksudkan agar para pengunjung gampang mencarinya. Sehingga dari depan sudah dapat dibayangkan tempat tersebut memang didekorasi dengan menggunakan patung. Sedangkan di dalamnya juga terdapat beberapa patung yang menceritakan tentang Pekak Brayut, dan mulut Gorilla. (kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Wage, 8 Februari 2019
Hasil Sidak Loka POM dan Koperindag
Petugas Dapati Kantin Sekolah Tak Layak
PENGECEKAN - Pengecekan kantin sekolah untuk memastikan layak bagi para konsumen yang tidak lain siswa.
Bali Post/olo
Negara (Bali Post) Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Singaraja bersama Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Koperindag) Jembrana, Rabu (6/2) melakukan sidak ke sejumlah kantin sekolah di Kabupaten Jembrana. Hasilnya, kantin yang disidak dinilai belum memenuhi kelayakan kebersihan ruangan dan penyajian makanan. Sedangkan dari uji lab, makanan yang dijual dinyatakan negatif bahan berbahaya. Dalam sidak jajanan yang diperuntukkan konsumsi para siswa ini petugas menyasar di kantin sekolah yang berada di pesisir seperti di SD Negeri 1 Pengambengan. Dari empat kantin yang disidak, petugas mengambil 22 sampel jajanan yang dicurigai mengandung bahan atau zat berbahaya. Makanan atau minuman yang diduga mengandung zat berbahaya itu memiliki corak warna mencolok. Selanjutnya sampel makanan diuji lab oleh petugas untuk memastikan apakah mengandung bahan berbahaya. Kepala Loka POM Buleleng Made Ery Bahari Hantaman mengatakan, terkait 22 sampel jajanan yang diuji semuanya negatif mengandung zat berbahaya. Sehingga aman dikonsumsi termasuk anak-anak. Makanan dan minuman yang dicurigai, tidak mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B maupun pewarna tekstil. Sementara dari hasil pengecekan
fisik di empat kantin di SDN Pengambengan itu, secara umum masuk kategori belum layak. Hal itu dipicu lokasi serta kondisi ruangan kantin belum standar layak bersih dan aman. Selain itu juga perilaku pedagang dalam menyajikan jajanan belum higienis. Mengenai tujuan dilaksanakannya sidak menurut Ery Bahari untuk memastikan kantin yang digunakan siswa aman. Dan mengantisipasi kejadian keracunan akibat makanan dan minuman yang dijual di kantin. “Dari empat parameter kita uji itu semuanya negatif untuk parameter bahan berbahaya. Hanya saja kita lihat belum layak kondisi kantinnya,” ujar Ery. Karena itu, hal ini menurutnya perlu adanya edukasi kepada pengelola kantin untuk memastikan kondisi aman bagi konsumen. Selain melakukan pengecekan, tim juga memberikan sosialisasi kepada siswa dan pengelola kantin dalam mengenali dan menginformasikan bahaya zat atau bahan berbahaya pada makanan. Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Jembrana I Made Gede Budhiarta mengatakan, masukan dari Loka POM terkait kurang layaknya kantin akan diperhatikan. Koperindag bersama Dinas Pendidikan bersama-sama melakukan pembenahan bukan hanya di SD yang disidak itu saja. Sehingga semua SD nantinya bisa memiliki kantin sehat. (kmb26)
SOSOK Pengunjung Naik GENCARNYA pembangunan pariwisata di Kabupaten Jembrana mulai berdampak. Dari sisi jumlah pengunjung, tahun 2018 mengalami peningkatan signifikan meskipun baru sebatas wisatawan domestik (wisdom). Objek yang paling ramai dikunjungi adalah Daerah Tujuan Wisata (DTW) Gilimanuk. Kunjungan wisatawan selama tahun 2018 mencapai 309.508 orang, yang terdiri dari 27.911 wisatawan mancanegara dan 281.587 wisatawan domestik. Data ini naik hampir 50 persen dibanding tahun sebelumnya, yakni 205.382 wisatawan dengan rincian 15.612 wisman dan 188.770 wisdom. “Ini indikator mulai menggeliatnya pariwisata di Bali Barat. Tinggal sekarang bagaimana meningkatkan dan mengembangkan lagi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana I Nengah Alit. Mantan guru di SMK ini mengungkapkan sejumlah strategi meningkatkan jumlah kunjungan ke depan. Seperti dengan membangun aksesbilitas dan penunjang pariwisata lainnya untuk membuat objek wisata lebih menarik. Dengan harapan supaya wisatawan merasa betah, puas dan memberi kenangan tersendiri untuk berkunjung kembali. Selanjutnya lebih banyak untuk berpromosi baik melalui media massa maupun penyelenggaran even Budaya yang atraktif. Alit mengakui bahwa peran media massa dalam menunjang pariwisata sangatlah penting. “Tidak dapat dipungkiri peran media sangat penting,” tandas Alit. (olo)
Bali Post/olo
PERBAIKAN - Perbaikan di RSU Negara hingga saat ini masih dilakukan. RS milik daerah ini tahun 2018 belum memenuhi target pendapatan.
Diskes Wajibkan Rujukan Peserta JKN Nonmandiri ke RSU Negara Negara (Bali Post) – Mulai awal tahun ini, sudah ada empat rumah sakit umum (RSU) di Jembrana telah melayani rujukan BPJS Kesehatan (Jaminan Kesehatan Nasional). Selain RSU Negara, tiga RSU swasta yang berada di kota Negara semuanya telah membuka akses untuk pelayanan JKN. Namun, Dinas Kesehatan (Diskes) Jembrana memiliki kebijakan untuk tetap mengarahkan peserta JKN nonmandiri (dibayar pemerintah) melakukan rujukan ke RSU Negara. Hal itu perlu dilakukan agar RSU Negara yang notabene milik pemerintah tidak mengalami kerugian.
Bali Post/olo
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Jembrana I Putu Suasta mengatakan, perlunya kebijakan memproteksi RSUD Negara dengan semakin banyaknya RSU swasta yang ter-cover JKN. Hampir semua RSU swasta di Negara saat ini sudah melayani fasilitas kesehatan tersebut. Baik RSU Kertayasa, RSU BaliMed dan
RSU Bunda. Hal itu, menurutnya, merupakan progres yang bagus, karena masyarakat peserta JKN mandiri bisa lebih leluasa menentukan RS rujukan. Tetapi, khusus untuk JKN nonmandiri atau yang preminya masih dibiayai pemerintah, Dinas tetap mengarahkan melalui faskes yang dise-
diakan pemerintah daerah. Terutama dari faskes pertama puskesmas diarahkan ke RSUD Negara. “Wajar kita punya kebijakan itu, untuk memproteksi RSUD. Kalau semuanya dibebaskan, semua berbondong-bondong (rujuk) ke RS swasta, RSU Daerah bangkrut. Untuk nonmandiri tetap kita arahkan ke RSU
Negara,” ujar Suasta. Berbeda bila peserta JKN nonmandiri apalagi menggunakan faskes dasar dari dokter praktik umum, tidak ada kewajiban untuk ke RSU Negara. “Di Jembrana dokter di RSU swasta dan RSU Negara ya... itu-itu saja, kita proteksi RSU Negara agar tetap berjalan,” tegasnya. Saat ini RSU Negara sedang dilakukan pembangunan dan perluasan. Diharapkan tahun depan, layanan RSU terbesar di Jembrana ini bisa menampung lebih banyak pasien khususnya kelas III. Di awal tahun 2019 ini, Pemkab Jembrana juga melun-
curkan kebijakan Universal Health Coverage yang mendaftarkan masyarakat Jembrana sebagai peserta JKN kelas III di mana preminya ditanggung oleh Pemkab Jembrana. Upaya ini untuk meningkatkan taraf kesehatan bagi masyarakatnya. Walaupun demikian, upaya kesehatan promotif dan preventif tetaplah harus lebih diutamakan untuk mencegah ka s u s p e n y a ki t b a i k y a n g menular ataupun yang tidak menular. Sementara itu dari informasi di RSU Negara pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu tahun 2018 belum memenuhi target. (kmb26)
Pipa Swadaya Kembali Bermasalah
Cegah Peredaran Narkoba
Wabup Kembang: Jangan Biarkan Generasi Emas Tak Produktif Ratusan Warga Yehembang Kauh Kesulitan Air Bersih
MESKI berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk memberantas peredaran gelap narkotika, namun masih saja ada ulah nekat para pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya dalam memperdaya para konsumennya. Untuk itu, Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan minta agar para kepala dusun dan juga para pengurus BUMDes se-Kabupaten Jembrana menjadi garda terdepan untuk berjuang bersama-sama dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Kabupaten Jembrana. Hal itu disampaikan Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan yang juga Ketua BNK Kabupaten Jembrana di hadapan para klian dinas dan BUMDes saat pelaksanaan Diklat tentang Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa bertempat di Aula Pertemuan Kantor Camat Pekutatan, Kamis(7/2) kemarin. “Sebagai garda terdepan, Pak Klian (Kadus) dan juga para pengurus BUMDes mari
kita berjuang bersama-sama. Jangan biarkan generasi emas kita ini, generasi-generasi kebanggaan kita ini dan generasi calon-calon pemimpin ini menjadi generasi tak produktif,“ ujarnya. Sebagai warga masyarakat, Wabup Kembang juga minta untuk selalu belajar dan ingat selalu sejarah. Menurutnya, sehebat apapun benteng yang dibuat atau pembangunan fisik yang dibangun namun jika karakter bangsanya yang rapuh bahkan tidak produktif hanya bersifat konsumtif akibat konsumsi narkoba maka bersiaplah negara akan menemui kehancuran. “Apa artinya jika pembangunan fisik itu semua bagus, apakah itu kantor desanya, kantor BUMDesnya jika karakternya yang dihancurkan maka negara akan menemui kehancuran,” tegasnya. Wabup Kembang juga minta kepada para orang tua, untuk selalu melakukan pengawasan terhadap
CEGAH NARKOBA - Wabup Kembang Hartawan saat memberikan pemaparan di hadapan kepala dusun dan juga para pengurus BUMDes se-Kabupaten Jembrana tentang bahaya narkoba bagi bangsa. gerak-gerik putra-putrinya, “Sebagai orangtua saya juga menegaskan untuk selalu melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. Hal ini disebabkan, pereda-
ran narkoba tidak mengenal usia termasuk tempat itu sendiri. Jangan dikira peredaran itu ada di kota saja melainkan di desadesa sekalipun. Maka itu
saya tegaskan kepada orang tua untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika itu sendiri,” pungkasnya. (ad223)
Negara (Bali Post) Ratusan warga di Yehembang Kauh sejak 10 hari belakangan kembali tak dapat mendapatkan air bersih. Pipa swadaya yang terpasang dari sumber air diduga kembali bermasalah terutama setiap terjadi hujan. Salah seorang warga di Yehembang Kauh I Gusti Made Sedana, Kamis (7/2) kemarin mengatakan, sejak banjir bandang yang sempat memutuskan pipa swadaya air masyarakat sejatinya sudah diperbaiki. Namun, sejak 10 hari terakhir air bersih yang bersumber dari hulu itu kembali macet. Kendatipun mengalir airnya keruh. Disinyalir penyebabnya hujan di wilayah hulu. Apalagi belakangan diketahui di wilayah hulu terjadi longsor (erosi). “Kemungkinan karena banjir lagi di hutan, karena di sana juga ada erosi,” ujarnya. Warga belum melaporkan hal tersebut ke pihak terkait. Namun warga sangat berharap nantinya ada perbaikan karena menggantungkan kebutuhan air dari pipa swadaya itu untuk kepentingan sehari-hari. Untuk sementara selama air tidak mengalir warga mencari ke sungai. Baik untuk kebutuhan mandi dan cuci. “Setiap di wilayah hutan terlihat mendung, pasti ada masalah saluran air,” tambahnya. Ratusan warga di Yehembang Kauh terutama Banjar Munduk Anggrek dan Yeh Buah mengandalkan air dari pipa swadaya itu Sebelumnya pada Desember lalu, warga juga sempat tidak mendapatkan air karena pipa putus dihantam banjir bandang di Tukad Yehembang. Bersamaan dengan banjir bandang di Tukad Biluk Poh yang sempat memutuskan jembatan Biluk Poh di jalan Denpasar-Gilimanuk. (kmb26)
Karangasem
Jumat Wage, 8 Februari 2019
11
Mayat Perempuan Paruh Baya Mengapung di Pantai Bugbug Amlapura (Bali Post) Warga di Desa Adat Bugbug, Manggis, Karangasem, Kamis (7/2) kemarin geger. Hal itu menyusul ditemukannya sesosok mayat perempuan yang diketahui bernama Ni Nyoman Silur (63) di Pantai Pasih Kelodan Bugbug. Mayat itu diduga hanyut dari sungai. Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Karangasem. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban ditemukan sekitar pukul 16.30 Wita. Kala itu sejumlah warga sedang menonton aliran air sungai yang besar di muara Sungai (Tukad) Buu. Setelah itu warga mendapat informasi ada mayat mengapung di Pantai Bugbug Kelodan dengan jarak sekitar 50 meter dari bibir pantai. Selanjutnya sejumlah warga berangkat
menggunakan jukung untuk mengambil mayat tersebut ke tengah laut. Setelah mayat berhasil diangkat ke atas jukung, lalu korban dibawa menuju pesisir pantai. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUD Karangasem. Klian Banjar Bubug Kaleran Made Sujana membenarkan adanya penemuan mayat peremuan paruh baya di Pantai Pasih Kelod Bugbug. Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar pukul 16.00 Wita korban hendak menjual bunga ke Desa Bugbug melewati salah satu jembatan. Dalam berjalan korban menggunakan tongkat. Kemungkinan karena terpelesat, sehingga korban langsung tercebur ke sungai. Karena air sungai cukup deras, sehingga kemudian terseret air sungai. ‘’Korban ditemukan di se-
balah barat Pura Pengalapan. Korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yakni Nengah Poh, Komang Yuli dan warga lainnya sekitar pukul 16.30 Wita. Karena korban kebetulan ditemukan terdampar di depan rumah Nengah Poh,’’ ujarnya. Kapolsek Karangasem Kompol I Nengah Berata membenarkan ada penemuan mayat berjenis kelamin perempuan di Pantai Pasih Kelodan Bugbug. ‘’Kita masih dalami melakukan olah TKP. Dugaaan sementara korban meninggal akibat hanyut diseret air Tukad Buu yang tibatiba besar karena curah hujan yang tinggi di wilayah hulu sungai,’’ ujarnya. Jenazahnya masih divisum di kamar jenazah RSUD Karangasem,’’ ujar Berata. (kmb41) Bali Post/kmb41
DUA TAHUN JEBOL - Akses jalan utama penghubung Banjar Batusesa dengan Desa Besakih tepatnya di Banjar Palak hampir dua tahun jebol, tetapi hingga kini belum ada perbaikan.
Dua Tahun Jebol
Bali Post/kmb41
EVAKUASI - Petugas mengevakuasi jenazah yang ditemukan di Pantai Pasih Kelodan, Bugbug, Karangasem, Kamis (7/2) kemarin.
Tebing Longsor
Tutup Jalan di Sanghyang Ambu Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Karangasem lagi-lagi mengakibatkan bencana tebing longsor di daerah Sanghyang Ambu. Longsoran tanah itu membuat sebagian badan jalan ditutupi material yang longsor. Agar akses lalu lintas kembali normal, petugas BPBD Karangasem dengan cepat melakukan pembersihan, sehingga tidak terlalu lama, arus lalu lintas dari kedua arah itu terganggu. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa didampingi Sekretaris BPBD Putu Eka Tirtana mengatakan, material longsoran itu berupa gundukan tanah bercampur batu. Selain itu, juga ranting-ranting pepohonan yang menutupi sebagian badan jalan. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas sempat terganggu.
“Kami menurunkan alat-alat berat milik Balai Jalan Nasional untuk menangani tanah longsor itu,” ujarnya. Selain melakukan penanganan secara intensif, pihaknya ingin mendapatkan solusi sebagai antisipasi agar peristiwa seperti itu yang kerap terjadi setiap tahun tidak berpotensi menimbulkan korban jiwa. ‘’Karena perlu bencana longsor itu diantisipasi. Apalagi, ada sekitar 21 KK terancam jika sampai terjadi longsoran besar,’’ ujarnya. Arimbawa mengimbau kepada warga agar mencari lokasi tempat tinggal yang lebih aman, jika curah hujan terus tinggi. Pihak BPBD akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait seperti PU dan PDAM. Sebab, pihak Balai Jalan Nasional berencana membuat gorong-gorong. Pasalnya, di lokasi itu masih ada pipa air
dangkal yang sangat riskan jika dilakukan penggalian. “Hasil kajian selanjutnya, kami laporkan kepada pimpinan, agar nantinya dapat arahan dari bupati,” jelasnya. Salah seorang warga, I Made Arta, yang tinggal di sekitar lokasi rawan longsor itu, mangaku khawatir jika sampai terjadi longsor yang lebih besar. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dirinya bersedia pindah ke tempat yang lebih aman jika curah hujan meningkat. Klian Banjar Dinas Bugbug Kelodan I Made Widiana mengungkapkan, pihaknya berjanji segara melakukan pendekatan kepada masyarakatnya untuk mendukung program dan arahan pemerintah itu terkait penanganan dan pencegahan longsor. “Semoga apa yang direncanakan dapat segera terealisasi,” harapnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
BERSIHKAN LONGSORAN - Petugas BPBD saat membersihkan material longsoran.
Jalan Batusesa-Besakih Belum Diperbaiki
Amlapura (Bali Post) Akses jalan utama yang menghubungkan Banjar Batusesa dengan Desa Besakih tepatnya di Banjar Palak jebol sudah hampir dua tahun. Sayangnya, jalan itu hingga kini belum diperbaiki. Atas kondisi itu, masyarakat berharap supaya jalan itu segera dibenahi demi kelancaran lalu lintas di lokasi tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, jalan itu jebol mencapai 6-7 meter. Untuk memberikan tanda bahaya di lokasi itu, warga telah mengisi tanah di sekitaran jalan yang tergerus. Di tempat itu juga tumbuh rumput yang mulai meninggi. Banyak juga sampah plastik yang dibuang masyarakat. Sementara jika berpapasan, salah satu pengendara harus mengalah agar bisa lancar. Salah seorang warga Banjar Palak, Kadek Eko Budiarta, mengatakan jalan jebol itu sudah terjadi sejak lama. Tetapi sampai sekarang, belum ada tanda-tanda perbaikan. “Jalan itu jebol malah sudah hampir dua tahun. Kalau tidak salah jalan itu sudah jebol
sebelum Gunung Agung erupsi pertama,” ucapnya. Jalan itu, kata Eko, merupakan jalan utama warga menuju Banjar Batusesa lanjut ke Pura Besakih. Setiap warga ketika menjalankan aktivitasnya pasti melintasi jalur ini. Termasuk wisatawan juga sering melintasi jalur itu ketika berkunjung ke Besakih. Selaku warga, Eko hanya bisa berharap supaya jalan itu segera diperbaiki. “Saya hanya berharap jalan itu cepat diperbaiki. Sehingga arus lalu lintas tidak lagi terganggu,” pinta Eko. Klian Dinas Banjar Palak I Wayan Kerta mengatakan, pascajebolnya jalan itu, pihaknya sudah melaporkan kondisi itu kepada pihak Desa Besakih.
Selain itu, juga melaporkan ke petugas yang biasa melakukan pembersihkan di jalan-jalan. “Pihak desa sudah melampirkan kejadian itu kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPR Karangasem. Tetapi sampai saat ini, belum ada tanda-tanda perbaikan. Mungkin menunggu anggaran,” ujarnya. Mengingat jalur ini merupakan akses utama keluar masuk Desa Besakih dari arah tenggara yakni Banjar Batusesa, maka Merta meminta agar jalan itu bisa cepat diperbaiki. Apalagi Maret ini, ada karya besar di Pura Besakih yakni upacara Karya Agung Panca Wali Krama. Sehingga para pamedek yang menggunakan
jalan itu saat tangkil agar tidak terganggu. “Setiap karya, jalur ini selalu padat dilalui pamedek. Jadi, jika tidak diperbaiki tahun ini bisa dipastikan menghambat kelancaran pamedek. Dipastikan menimbulkan kemacetan panjang di sana,” ujar Merta seraya menyatakan, rasanya tidak mungkin bisa diperbaiki sebelum karya berlangsung. Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem I Ketut Prama Budarta menjelaskan, untuk perbaikan itu sudah dianggarkan tahun ini. “Tahun ini, rencananya diperbaiki. Kita anggarkan pemeliharaan jalan se-Kecamatan Rendang sebesar Rp 1 miliar. Jadi nanti kita hitung dulu, apakah anggaran yang disiapkan itu sudah cukup untuk perbaikan jalan yang jebol itu,” tegasnya. (kmb41)
KPU Tunggu Surat Suara Amlapura (Bali Post) Sampai saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem masih menunggu surat suara. Alasannya, hingga kini, KPU baru menerima surat suara untuk Pemilihan Presiden dan DPR RI saja. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengungkapkan hal itu, Kamis (7/2) kemarin. Sampai saat ini KPU Karangasem, kata Krisna, baru menerima surat suara
untuk Pemilihan Presiden dan DPR-RI saja. Surat suara untuk Pemilihan Presiden itu sebanyak 194 dus. Rinciannya 193 dus berisi 2.000 lembar dan 1 dus berisi 1.799 surat suara, sehingga jumlah totalnya 387.799 surat suara. Termasuk penambahan 2 persennya. Untuk surat suara DPR-RI yang sudah diterima 776 dus surat suara. Rinciannya 775 dus, masingmasing berisikan 500 lembar surat suara. Sedangkan
Bali Post/kmb41
SURAT SUARA - KPU Karangasem saat ini baru menerima surat suara untuk Pilpres dan DPR-RI.
satu dus berisikan 229 surat suara. Jadi total keseluruhan mencapai 387.799 surat suara. “Jadi, surat suara yang belum diterima adalah surat suara untuk pemilihan DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten. Informasinya, surat suara itu akan datang Sabtu. Setelah itu baru bisa dilakukan pelipatan surat suara. Karena pelipatan surat suara pertama mulai dari kabupaten,” ungkapnya. Waktu yang diperlukan untuk pelipatan surat suara itu tambah Krishna relatif lama. Pasalnya, surat suara yang akan dilipat itu sangat banyak. Setelah itu, surat suara akan dipilah-pilah sesuai surat suara pemilihan. “Untuk melipat surat suara ini, kita akan libatkan puluhan orang. Supaya pelipatan bisa lebih cepat dilakukan. Waktu yang diperlukan untuk melipat surat suara itu sekitar sepekan,” jelasnya. Setelah dilakukan pelipatan nantinya dipilah-pilah sesuai daerah pemilihan.
Setelah itu, kata Krisna surat suara itu akan langsung dimasukkan ke masing-masing kotak suara. Mengingat GOR yang dipinjam tidak mencukupi, sebab ukurannya masih kecil dibandingkan banyaknya kotak suara dan surat suara. “Setelah surat selesai dilipat, maka langsung kita masukkan ke kotak suara. Di sini masih terkendala tempat,” jelas Krisna. Terkait pendistribusian logistik pemilu, Krisna menegaskan jika pendistribusian logistik ke 1.706 TPS yang tersebar di 78 desa itu akan dilakukan H-5 sebelum pencoblosan. Pendistribusian logistik itu akan dikawal petugas kepolisian. Termasuk penjagaan logistik juga dilakukan selama 24 jam oleh petugas kepolisian. “Nantinya, logistik ini akan ditempatkan di kantor desa. Kemudian, logistik itu akan dibawa ke masingmasing TPS pagi-pagi oleh petugas KPPS,” tegas Krisna. (kmb41)
Penuhi Sarana ’’Upakara’’ secara Mandiri
Kelapa Genjah Mulai Dikembangkan Bibit kelapa genjah belakangan ini terus dikembangkan oleh Dinas Pertanian Karangasem. Pengembangan kelapa genjah itu ditingkatkan intensitasnya untuk memenuhi kebutuhan kelapa secara mandiri saat upacara keagamaan khususnya di Karangasem. Karena selama ini, keperluan kelapa relatif tinggi. Karangsem ternyata masih mendatangkan dari luar Bali seperti Jawa dan Lombok. Lalu, di mana sajakah nantinya akan ditanam dan dikembangkan kelapa genjah itu? KEPALA Dinas Pertanian I Wayan Supandhi, Kamis (7/2) kemarin mengungkapkan, pengembangan kelapa genjah ini memang terus dilakukan. Hal itu diupayakan untuk mendukung Bupati
yang menetapkan program sejuta kelapa genjah. Sebetulnya, program itu sudah mulai digagas sejak 2017 lalu. Selama tahun 2017, pihaknya telah menanam bibit kelapa genjah sekitar lima ribu po-
hon. “Tahun ini, kita kembali mengembangkan puluhan ribu bibit kelapa genjah ini,” ujarnya. Pengadaan bibit kelapa genjah itu kata Supandhi, memang tidak dianggarkan. Kendati demikian, untuk pembibitan kelapa genjah ini, pihaknya mengandalkan demplot di masing-masing kecamatan. Dari hasil di setiap demplot itu, kemudian disebarkan ke masyarakat untuk dikembangkan. “Besok (Jumat - red), kita akan tanam kelapa genjah ini di sepanjang pantai di Ujung. Pengembangan kelapa genjah di Ujung ini sebagai upaya mendukung Festival Subak yang bersinergi dengan Festival Kelapa yang digelar September mendatang,” katanya.
Pertimbangan lainnya, kelapa genjah itu terus digencarkan kata Supandhi, juga untuk pemenuhan keperluan kelapa daksina ketika upacara keagamaan. Seperti Upacara Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih di samping upacara di desadesa. Untuk keperluan upakara, permintaannya ternyata sangat tinggi. Kelapa itu dipergunakan sebagai banten daksina dan juga pejati. Selama ini, pemenuhan kelapa daksina itu masih mengandalkan daerah luar seperti Lombok dan Jawa. “Kebutuhan kelapa khususnya di Karangasem sangat tinggi. Sementara produksi kelapanya sedikit. Maka dari itu, kita harapakan lewat pengembangan kelapa genjah ini, kebutuhan kelapa
daksina di Karangasem bisa terpenuhi. Sehingga ke depannya tidak lagi mencari kelapa ke luar daerah,” jelas Supandhi. Kepala Bidang Perkebunan Komang Cenik menambahkan, tahun ini, Karangasem dapat bantuan bibit kelapa genjah dari pusat sebanyak 25 ribu pohon. Sedangkan dari pemerintah Provinsi Bali melalui program taman bumi banten, sebanyak 900 bibit pohon kelapa genjah. Penanaman bibit kelapa bantuan dari pusat itu dialokasikan untuk enam kecamatan kecuali Rendang dan Kecamatan Kubu. Kedua kecamatan ini tidak mengajukan proposal permohonan. Sementara bantuan bibit kelapa dari provinsi akan ditanam di la-
han pelaba Pura Sad Khayangan Kenusut, Pura Nangka, dan Pura Lempuyang. “Kapan penyaluran bantuan itu, masih dalam proses lelang. Kita Harap Maret ini sudah bisa direalisasikan,” kata Cenik. (nan)
Wayan Supandhi
Bali Post/kmb41
KLUNGKUNG
12
Jumat Wage, 8 Februari 2019
Kondisi Bayi Mulai Membaik
Masyarakat yang Ingin Adopsi Diminta Ikuti Prosedur
Semarapura (Bali Post) Banyak warga masyarakat yang ingin mengadopsi bayi lakilaki yang dibuang di Kusamba Dawan beberapa hari lalu. Namun, karena belum tuntasnya proses penyelidikan oleh polisi dan kesehatan bayi yang belum benar pulih, pihak yang ingin mengadopsi diminta bersabar. Selain itu mereka juga diminta mengikuti prosedur resmi. Sementara kondisi bayi setelah dinyatakan terkena infeksi sudah mulai membaik. Demikian terungkap dilakukan koordinasi penanganan bayi dengan pihak RSUD Klungkung dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, Kamis (7/2) kemarin. Rombongan dipimpin Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Ni Wayan Desi Ariani, bersama Kepala Seksi Perlindungan Khusus Anak. I Dewa Putu Gandita Rai Anom, S.TP. dan Konselor P2TP2A Provinsi Bali. Mereka menemui langsung Direktur RSUD Klungkung. Hasilnya, penanganan kesehatan bayi dilakukan secara maksimal oleh Tim Medis RSUD Klungkung. Dalam tujuh hari ke depan, bayi masih menjalani perawatan intensif. Sebab, sebelumnya kondisi kesehatan bayi, secara medis
sempat kurang baik. Kadar sel darah putihnya saat itu, diinformasikan tinggi yang menandakan gejala infeksi. Karena itu, ruangan diisolasi dan dilakukan perawatan intensif. Tidak ada yang diperkenankan masuk ruang perawatan selain petugas tim medis. Masyarakat yang ingin mengadopsi diharapkan bersabar, fokus dan berdoa agar si bayi sehat terlebih dahulu. Pendaftaran adopsi agar dilakukan di Dinas Sosial mengikuti mekanisme perundang-undangan yang berlaku. Mulai Membaik Setelah sempat didiagnosa mengalami infeksi saluran pernapasan, bayi laki-laki yang ditemukan di pinggir jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra, di Desa Kusamba, kondisinya mulai membaik. Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, Kamis (7/2) kemarin, menegaskan bahwa setelah penanganan intensif, kondisinya sudah berangsur-angsur normal. Perkembangan kesehatan bayi ini didapat berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan sejak pagi. Hasilnya, memperlihatkan kondisi yang jauh lebih baik dari sehari sebelumnya. Proses perbaikan itu, dapat di-
lihat dari sesaknya yang sudah berkurang dan suhu tubuhnya juga kembali normal. Bayinya juga dikatakan minum susu dengan baik dan suara tangisnya cukup kuat. Suhu badannya juga normal. Ini menandakan bahwa bayi mulai berkembang normal, layaknya bayi lainnya. Kini pihaknya tinggal menunggu hasil biakan kuman dari laboratorium, agar dapat dipastikan pemberian jenis antibiotik yang tepat. “Semoga bayinya semakin hari semakin sehat, sambil menunggu hasil biakan kuman datang, untuk mendapatkan obat antibiotika yang tepat,” katanya. Hasilnya dikatakan akan keluar paling cepat seminggu setelah dikirim. Pihaknya sudah mengirim sampelnya pada 4 Februari lalu. Sehingga, paling cepat empat hari lagi hasilnya baru keluar. Di sisi lain, Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana, Kamis (7/2) kemarin, menyampaikan belum ada progres mengenai pencarian identitas kedua orangtuanya. Polisi sudah menggali keterangan di setiap desa, hingga ke rumah bersalin seluruh bidan. Tetapi, belum berhasil menguak misteri penemuan bayi ini. (kmb31)
SOSOK Belum Bisa Dilakukan
Pascaditemukan masih hidup di pinggir Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra di Desa Kusamba, banyak yang mempertanyakan bagaimana masa depan bayi laki-laki itu. Terlebih, setelah beberapa hari berlalu, kedua orangtuanya juga tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Namun, pemerintah daerah sudah bergerak cepat, sesuai instruksi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Setelah kondisi bayi semakin membaik, bayi ini akan diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi Bali. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana, Rabu (6/2) lalu. Anom mengaku sudah mendengar adanya penemuan bayi laki-laki itu. Bahkan pihaknya mengaku banyak didatangi warga, menyampaikan keinginannya untuk mengadopsi bayi tersebut. Dia menegaskan, hal itu belum bisa dilakukan, karena pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan. Karena belum jelas siapa kedua orangtuanya, sementara untuk biaya perawatannya akan ditanggung oleh Dinas Sosial. Selanjutnya, bila bayi sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan keluar rumah sakit, maka bayi ini akan menjadi tanggung jawab Dinsos Provinsi, apakah selanjutnya akan dititipkan di suatu yayasan/panti asuhan, atau proses adopsi kepada pihak-pihak yang menginginkan akan dipercepat. “Semasih dalam penyelidikan polisi, dan selesai penanganan di rumah sakit, belum ada yang mengakuinya, kami akan proses ke Dinsos Provinsi. Nanti Dinsos Provinsi yang akan menanggung biaya hidupnya dan memproses untuk sementara akan ditempatkan di mana,” tegasnya. (gik)
Longsor Tutupi Irigasi, 154 Ha Sawah Kekeringan Krama Subak Penasan Swadaya Lakukan Pembersihan
Semarapura (Bali Post) Pascalongsor akibat hujan lebat beberapa waktu lalu, di sekitar Perumahan BTN Penasan, Tihingan, Banjarangkan mengakibatkan pasokan air ke areal pertanian terganggu. Sekitar 154 hektar (ha) tanah pertanian warga tidak bisa teraliri air. Agar bisa keluar dari persoalan itu, ratusan krama Subak Penasan turun secara swadaya melakukan gotong royong, Kamis (7/2) kemarin. Wakil Bupati Klungkung Made Kasta meninjau langsung proses pembersihan material longsor yang menutupi saluran air di perumahan BTN Penasan tersebut. Proses pembersihan dilakukan secara swadaya dan gotong royong oleh sekitar 300 krama Subak Penasan dengan menggunakan alat seadanya. Beratnya medan dan tebalnya material longsor yang terdiri dari tanah dan batu-batu besar menyebabkan proses pembersihan berjalan lambat. Mengatasi persoalan ini, Wabup Made Kasta lantas menerjunkan petugas pemad-
am kebakaran untuk melakukan penyemprotan dengan tekanan air yang keras ke titik longsor. Tujuannya, untuk memudahkan proses pembersihan. Setelah berjuang selama sekitar 1 jam, aksi petugas damkar yang didukung 3 unit mobil Damkar, ternyata tidak mampu membersihan material untuk menormalkan lorong air yang tersumbat tersebut. Plt. Kepala Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Nyoman Susanta juga mengaku sudah pernah mencoba alternatif lain. Dia mengatakan tebalnya material longsor menyebabkan beratnya proses pembersihan saluran air tersebut. Pihaknya bahkan pernah menerjunkan eskavator, namun karena medan yang sangat terjal serta tanah yang sangat labil, menyebabkan alat tidak dapat bekerja maksimal ke lokasi. Atas persoalan ini, Wabup Made Kasta memerintahkan kepala Dinas PU untuk kembali menerjunkan alat berat berupa loader atau eskavator melalui jalur selatan dengan melewati jalur sungai yang sedang ker-
SWADAYA - Krama Subak Penasan saat swadaya membersihkan material longsor, dibantu petugas Dinas Pemadam Kebakaran.
ing. Sebab, besarnya material longsor harus dibantu dengan alat berat. “Melakukan pembersihan dengan cara manual seperti ini, akan memakan waktu sangat lama, kasihan mereka para petani Subak Penasan yang sawahnya mengalami kekeringan akibat longsor ini. Kalau alat beratnya lewat sungai kering itu, alat berat tersebut berada di posisi yang aman,” ujar Wabup Kasta. Dia berharap proses penanganan berjalan lebih cepat, mengingat hujan masih tetap turun setiap hari. Longsor yang terjadi pada hari Senin (21/1) lalu ini, menyebabkan saluran air tersumbat material longsor. Akibatnya lahan subak Penasan seluas 154 hektar tidak mendapatkan aliran air sejak 18 hari lalu. Perbekel Desa Tihingan I Wayan Sudiarta, menyampaikan longsor terjadi di tebing setinggi kurang lebih empat meter, di sekitar perbatasan BTN Penasan dengan Banjar Dinas Mengguna, Desa Tihingan, sekitar pukul 02.00 dini hari. Saat itu terjadi hujan lebat di sertai angin kencang. (kmb31)
MEMBAIK - Setelah sempat mengalami sesak akibat infeksi saluran pernapasan, kini kondisi bayi yang ditemukan di Kusamba ini mulai membaik.
Kafe Remang-remang Membandel
Bupati Suwirta Perintahkan Tutup Paksa Semarapura (Bali Post) Pascapenutupan kafe remang-remang di seluruh Klungkung, rupanya masih ada saja yang membandel dengan nekat beroperasi seperti biasa. Pemiliknya diam-diam beroperasi lagi dan luput dari pantauan petugas. Melihat masih ada yang membandel, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menginstruksikan seluruh camat untuk mengecek masing-masing wilayahnya dan melakukan tutup paksa agar tidak ada satu pun kafe remang-remang yang kembali buka. Adanya kafe remangremang kembali buka, diketahui Bupati Suwirta saat kunjungan ke Nusa Penida, Kamis (7/2) kemarin. Di sekitar daerah Sental, Nusa Penida, Bupati Suwirta menemukan salah satu kafe masih beroperasi seperti biasa. Guna memastikan kondisi riilnya, bahkan Bupati Suwirta datang langsung ke tempat kos-kosan cewek
kafe di sekitarnya. Rupanya, mereka masih berada di Nusa Penida dan bekerja seperti biasa. “Saya minta kepada pemilik kafenya, agar segera memulangkan semua cewek kafe itu ke tempat asalnya,” kata Bupati Suwirta. Total, dalam satu tempat kos itu, ada sepuluh cewek kafe berparas cantik. Delapan di antaranya berasal
DIPULANGKAN - Bupati Suwirta (mengenakan udeng hijau) saat mendatangi tempat kos-kosan cewek kafe di Nusa Penida dan meminta semuanya agar segera dipulangkan dan kafenya ditutup paksa.
dari Kalimantan Timur dan dua sisanya orang lokal Bali. Mereka memberikan pelayanan pada dua kafe di sekitarnya, yang diam-diam nekat buka lagi. “Saya sudah tugaskan camat bersama Forkompinca untuk memantau dan tutup paksa kalau buka lagi. Para pelayannya agar segera dipulangkan, karena pekerjaanya hanya itu-itu saja alias tidak jelas,” tegas Bupati Suwirta. Bupati Suwirta, men egaskan sejak awal sudah menyampaikan kepada seluruh pemilik kafe, agar segera menghentikan aktivitas prostitusinya. Tidak hanya pemilik kafe, tetapi juga rumah-rumah kecil yang menyediakan jasa sewa kamar di sekitar lokasi eks galian C Gunaksa.
Bahkan, tempat serupa di sejumlah penginapan dan kos-kosan tak luput dari sasaran. Ini sudah menjadi komitmen pemerintah daerah, memasuki tahun 2019. Sebab, Bupati Suwirta mengaku tidak mau Klungkung justru menjadi pusat lokalisasi prostitusi. Walau lokasinya tersembunyi, tetapi dampaknya kini sudah semakin mempri hatinkan. Tidak hanya pendatang yang tergiur PSK, tetapi juga kini mulai merambah warga lokal. Ini terbukti dari hasil sidak, dimana banyak dipergoki warga dari Karangasem, Klungkung, khususnya Nusa Penida. Menurut Suwirta, praktik ini harus segera dihentikan, mengingat kasus HIV/AIDS malah semakin meningkat. Data terakhir, menunjukkan ada sebanyak 380 penderita HIV/AIDS. Ini yang membuat pihaknya tahun ini harus bergerak cepat dan tegas. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Wage, 8 Februari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA AKUNTANSI
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
G.06
WAITER
B.BP.004.02.19.0000085
Bth 4 Waitress / 4 Cook / 1Bar utk Restaurant di Seminyak Whatsapp : 081237232321
G.07
DRIVER
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur
G.08
Dcr Tng Kirim Ikan Lele (Pke SpdMtr)081246682139/0818503603 B.BP.001.02.19.0000218
Admin Wanita D3 AK(Prgrm Toko, Excel) Start 4Jt/Bln Penglmn Jimbaran bagkidsbali@gmail.com B.BP.004.02.19.0000215
Dcr Penjaga Kios Kopi di Pantai Sanur Hub.087854015171 B.BP.004.02.19.0000164
Dcr SPG Penampilan Menarik & Staf Gudang Pria Bisa Komputer Hub:PT.Karya Safari, Jl.Buluh Indah No.74/081803697442
B.BP.001.02.19.0000199
Dcr Sopir Jln.Skr Tunjung 12B No.123AAH.467606/085737400706
B.BP.001.02.19.0000198
B.BP.001.02.19.0000206
DIJUAL MOBIL
Cr Admin,Cook,Helper,Waiter/ss penglmn siap kerja lgsg. Krm CV : bcsscathychen@yahoo.com
Dcr Waitress Resto Baru Wil. Kerobokan Hp.081236700700
Jazz 2006 Idsi Manual DK Abu2 Met FullVar 93Jt 081236809809
Cr Tng Cuci Mbl+Sopir Gj. 1,5jt Bns Blnan+Bns th’an 0811394285
Dicari Staf Kantor Min.SMP Umur 19-32th WA.085854100329
Dbthkn Adm.Kredit & Legal Min S1 Akntsi/Hukum.Kirim Lmrn ke BPR Adiartha Jl.Ry Sempidi 45x recruitment.bpradiartha@gmail. com / Telp:(0361)422387,428348
Dicr Karyawati Salon Berpnglmn Daerah BatuBulan:081999947349
B.BP.154.02.19.0000207
B.BP.004.02.19.0000210
B.BP.001.02.19.0000195
Dcr Admin,Sopir H.082113195951 8463609,nuansabali1@yahoo.com
B.BP.001.02.19.0000138
Dcr Driver bisa B.Inggris Hub.Merrys Tour T.0361-235700 B.BP.801.02.19.0000125
Dcr Pria untuk Sopir Laundry Jl.Kerobokan 78X, 081933110424
B.BP.001.02.19.0000097
B.BP.101.02.19.0000214
B.BP.001.02.19.0000220
B.BP.001.02.19.0000140
B.BP.001.02.19.0000197
Urg Female FO bs Inggris+Tulis H.8476626/info@thebuahbali.com
B.BP.001.02.19.0000222
Yamaha Bisma Dicari: 1.Mekanik; 2.OB. Hub.T.Umar 142 Dps B.BP.001.02.19.0000098
HONDA
B.BP.001.02.19.0000203 SUZUKI
Djl Swift GX 2014 warna Putih hrg nego lsg Hub:081237110223 B.BP.001.02.19.0000114
Er3GX’15+Splash13+Yaris07+Xenia X Dlx12+Avz G14 Jl.Durian 31 Dps Hub.083116183847/08123968148WA B.BP.001.02.19.0000114 TOYOTA
Avanza G’2014 Putih AsBali Mls Prbd.082341251453/081933610070 B.BP.004.02.19.0000221
B.BP.001.02.19.0000191
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
ALUMINIUM
RUPA-RUPA
DIJUAL TANAH
Dijual Tanah Sanur Kaja View Pantai Matahari Terbit Luas 5Are/Phone:08123690000
G.03
PROPERTY DIJUAL RUKO
BUC Sewa/Jual Ruko Rp.2.2M 2Lt SHM 104/170 tepi Jalan Cokroaminoto 460 WA 087856227779 B.BP.004.02.19.0000208
Dijual Ruko Lt3 Perum Dalung Rp.1M,081315832747/08123949180 B.BP.001.02.19.0000193
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
O.Ktrk 19 Bln,140 Jt, Rmh+Cafe Kmr Tdr 3.Kmr Mndi2.Siap Pakai Merta Agung Krbk 081220555965 B.BP.004.02.19.0000216
DIJUAL TANAH
B.BP.001.02.19.0000142
PROPERTY
DISEWAKAN TANAH
DISEWAKAN TEMPAT
Tempat Usaha Kuliner,UKM,dll Jl.Ry Cok Agung Tresna 27 Dps Hub.081805493349/08123681251
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Tanah Luas 60 are area Canggu Jl.Nelayan, cocok untuk Villa, Restaurant, dll. minimal 30 thn, Hub.0811 187 6363 / 0811 397 6363
PROPERTY
SERVICE
BIRO JASA
PROPERTY
PROPERTY
Dicari:SMK Jurusan Listrik Diutamakan Sdh Berpengalaman. Lamaran Ditujukan ke Hotel Ari Putri, Jln.Cemara Sanur Tlp:(0361)286221/(0361)4721999
BENGKEL LAS
DIJUAL RUMAH
Dibthkan Sgr 1.CS(Wanita) 2.Sopir(Pria) SIM A & B1 Pendidikan Min.SMA/K Sederajat Usia Max.25th Kirim CV&Lamaran ke PCP Express Cab.Dps Jl.Raya Sesetan No.337 Dps/0361710021
Dcr Sopir Pribadi Gj .2,2Jt Lok.Kesiman Hub:08123850501
B.BP.004.02.19.0000119
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818
DIJUAL MOBIL
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
Informasi pasang iklan Telepon
Dijual Tnh 9 are Jagapati Bdg DP 10% Bunga Krd 1% per bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.01.19.0000845
B.BP.004.02.19.0000211
Tnh 1,40A 1A Prm Permata Anyar Tmr Puspem Bdg,081337141817 B.BP.001.02.19.0000219 SINGARAJA
Djl Tnh SHM Lok Tegalinggah Sgr 10A 35jt/A Hub085238849297 B.BP.004.02.19.0000212
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
B.BP.001.02.19.0000054
KEHILANGAN Hlg BPKB F3387502-O DK2995UZ An.Gede Agustryo Arisnawan Al. Jl.Srikandi Bhaktiseraga Bll
B.BP.009.02.19.0000217
Hlg BPKB I-09138697-O DK1959IG an.Suparti,Kesiman085338688777
B.BP.001.02.19.0000213
Hlg Bk KIR DK 8061 DI NO BPKB: J00605083-O an.CV Antartika
B.BP.001.02.19.0000205
PROPERTY RUANG USAHA
Disewakan ruang usaha, kuliner, food court, UKM, dll, Jl.Raya Kuta 88 Hub.0811 187 6363 / 0811 397 6363 G.05
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 G.04
Hlg BbrpKPS:DK9246AGDPR79246K DK9247AGDPR79248K,DK9248AG DPR79237K,DK9250AGDPR79184K, DK9251AGDPR79244K,DK9252AG DPR79242K,DK9253AGDPR79241K, DK9254AGDPR79264K,DK9256AG DPR79247KDK9257AGDPR79239K, DK9258AGDPR79186K,DK9259AG DPR79187K,DK9264AGDPR79263K An.PTDestinasi Tirta Nusantara
B.BP.001.02.19.0000194
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.01.19.0001032
BANGLI
14
Jumat Wage, 8 Februari 2019
Promosi Pariwisata Dinilai Belum Efektif
PHRI Dorong Pemkab Bentuk BPPD Bangli (Bali Post) -
Kegiatan promosi pariwisata yang selama ini dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli dinilai belum efektif dalam memasarkan potensi wisata yang dimiliki Bangli. Karena itu, PHRI Bangli mendorong Pemkab Bangli segera membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Dengan terbentuknya lembaga tersebut, diyakini kegiatan promosi pariwisata akan bisa lebih fokus dan optimal.
PENELOKAN - Objek Wisata Penelokan, Kintamani.
Bali Post/kmb40
Ketua PHRI Bangli Dr. I Ketut Mardjana, Kamis (7/2) kemarin, mengatakan pembentukan BPPD adalah amanah undang-undang. Karena itu, di setiap daerah BPPD wajib terbentuk. Untuk membentuk lembaga itu, Mardjana mengaku sudah berkali-kali mendorong dan bersurat ke Pemkab Bangli. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada tindak lanjut. “Sudah pernah dijanjikan BPPD dilantik 16 Agustus tapi sampai sekarang molor terus,” terangnya. Menurutnya, keberadaan BPPD di daerah sangat penting. Dengan adanya BPPD, aktivitas promosi pariwisata bisa dilakukan dengan fokus. Sehingga pariwisata di Kabupaten Bangli bisa lebih berkembang. “Di beberapa daerah lainnya BPPD ini sudah terbentuk,” ujarnya. Dia tak menampik bahwa selama ini upaya promosi pariwisata sudah dilakukan Disparbud melalui bidang promosi. Akan tetapi, dia menilai upaya tersebut belum cukup efektif dalam memasarkan potensi wisata yang dimiliki Bangli.
Bahkan dirinya mengaku prihatin dengan minimnya anggaran yang disediakan Pemkab Bangli dalam kegiatan promosi wisata. Menurutnya, dalam mempromosikan pariwisata perlu fleksibilitas. “Memang sudah ada dinas, tapi terlalu birokrasi. Ini kan perlu fleksibilitas. Kalau semua birokratik akan kaku pelaksanaannya,” kata Mardjana. Untuk semakin berkembangnya pariwisata di Bangli, pihaknya pun kembali mendorong Pemkab Bangli agar segera membentuk BPPD. Pemkab Bangli diminta untuk lebih care dan aware dalam melihat kekayaan potensi pariwisata yang dimiliki serta lebih kreatif untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Bangli. “Memang kita akui sektor ekonomi bukan pariwisata saja. Tapi ini mesti ada unggulan. Bali 70 persen incomenya dari pariwisata. Dengan berkembangnya pariwisata ini bisa berdampak pada sektor perekonomian lain, hasil pertanian bisa diserap,” kata mantan Dirut PT Pos itu. (kmb40)
Bali Post/kmb40
”Memang kita akui sektor ekonomi bukan pariwisata saja. Tapi ini mesti ada unggulan. Bali 70 persen incomenya dari pariwisata. Dengan berkembangnya pariwisata ini bisa berdampak pada sektor perekonomian lain, hasil pertanian bisa diserap.” Ketua PHRI Bangli I Ketut Mardjana
Ditertibkan, APK Dipasang di Luar Zona Bangli (Bali Post) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli, Kamis (7/2) kemarin melakukan penertiban terhadap alat peraga kampanye (APK) yang terpasang di luar zona. Dalam penertiban yang dilakukan bersama petugas Satpol PP, kepolisian dan KPU tersebut, sedikitnya ada dua puluhan APK melanggar diturunkan. Sebelum penertiban dimulai, Bawaslu bersama petugas Satpol PP, KPU dan Kepolisian melakukan rapat untuk penyamaan persepsi di Kantor Bawaslu Bangli. Rapat menyepakati penertiban dilakukan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bangli dan Kecamatan Susut. Karena itu petugas kemudian membagi diri menjadi dua tim untuk melakukan penertiban di masing-masing kecamatan. Komisioner Bawaslu Ban-
gli Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Nengah Mudana Atmaja mengatakan, penertiban yang dilaksanakan kemarin merupakan tindak lanjut dari adanya rekomendasi yang dikeluarkan oleh panwascam terhadap keberadaan APK yang terpasang di luar zona dan tidak sesuai dengan aturan pemasangan, seperti terpasang di pohon, tiang listrik dan tiang telepon. Dalam penertiban kemarin pihaknya berhasil menurunkan beberapa APK melanggar dengan rincian 18 buah poster, dua baliho, dua bendera dan satu buah spanduk. “Saat ini APK tersebut kami simpan di Kantor Bawaslu,” kata Mudana. Disampaikan juga bahwa untuk di Kecamatan Tembuku, pihaknya tidak menemukan adanya pelanggaran APK. Sementara di wilayah
Kecamatan Kintamani, penertiban APK rencananya akan dilakukan menyusul. “Untuk yang di Kintamani akan dijadwalkan selanjutnya,” ujarnya. Terpisah, Ketua Bawaslu Bangli Nengah Purna mengimbau kepada seluruh peserta pemilu baik partai politik maupun calon perseorangan untuk memelihara APK masing-masing yang telah terpasang di zona-zona yang ditentukan. Mengingat saat ini sedang musim hujan dan angin kencang, yang rawan mengakibatkan APK roboh. Purna mengatakan belum lama ini pihaknya sempat mendapat laporan adanya APK roboh akibat diterpa angin kencang pada malam hari. “Tapi kebetulan panwascam yang mengetahui dan langsung dipasang sesuai tempatnya,” kata Purna. (kmb40)
Bali Post/kmb40
APK - Kegiatan penertiban APK yang dilakukan Bawaslu Bangli dengan melibatkan petugas Satpol PP, Kepolisian dan KPU kemarin.
SOSOK ”Gowes” Nikmati Keindahan Alam
Bali Post/ina
GOWES atau bersepeda belakangan ini digemari Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto. Hampir setiap akhir pekan, waktu luangnya selalu diisi dengan bersepeda sambil menikmati keindahan kaldera Batur, Kintamani. “Ya, itu jadi hobi baru saya sekarang, sepedaan naik ke Penelokan,” ungkapnya, Kamis (7/2) kemarin. Perwira TNI asal Salatiga, Jawa Tengah itu mengaku mulai memiliki hobi gowes sejak beberapa bulan terakhir. Dirinya terinspirasi bersepeda setelah melihat beberapa rekan seniornya yang tetap bugar karena rajin gowes. “Titik awal saya mulai suka bersepeda pada saat diundang untuk gowes di Kenderan, Gianyar, November lalu. Waktu itu saya diajak bersepeda start dari Kintamani turun sampai ke Kenderan. Jaraknya sekitar 23 kilometer. Saat itu saya betul-betul merasakan happy-nya bersepeda,” kata pria yang juga memiliki hobi menyanyi itu. Sejak saat itu, ayah dua anak ini mulai rajin bersepeda. Biasanya dia menjalani hobi bersepedanya saat hari Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya. Setelah bersepeda, terkadang ia juga menyempatkan diri untuk berendam air hangat alami di kawasan Toya Bungkah, sambil berinteraksi dengan masyarakat dan memantau keramaian. Dia mengaku hobi barunya itu membuat dirinya benar-benar merasa fresh jiwa dan raga. Selama bertugas di Bangli, pria kelahiran 24 Juli 1977 itu mengaku terpesona dengan Kintamani. Baginya Kintamani adalah daerah yang memiliki bentang alam yang sangat indah dan menakjubkan. Menurutnya, landscape Gunung Batur dan kalderanya ditambah hamparan batu-batu lava di sepanjang kiri dan kanan jalan tiada duanya. “Hamparan alam yang indah dan udara segar Kintamani yang menyejukkan, tidak henti-hentinya membuat saya bersyukur diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk setiap saat bisa menikmatinya,” katanya. (ina)
KPU - Surat suara tiba di gudang logistik KPU Bangli, Kamis (7/4) kemarin.
Bali Post/kmb40
KPU Masih Kekurangan Ratusan Lembar Surat Suara Bangli (Bali Post) – Mendekati pelaksanaan Pemilu April mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli terus kedatangan logistik Pemilu seperti surat suara. Berdasarkan perhitungan, jumlah surat suara yang diterima dalam kemasan kardus masih kurang hingga ratusan lembar. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan saat dikonfirmasi, Kamis (7/2) kemarin, mengatakan surat suara diterimanya secara bertahap sejak Rabu (6/2). Pada hari pertama, surat suara yang datang, yakni surat suara untuk pemilihan Capres-Cawapres dan DPR RI. Selanjutnya pada hari kedua kemarin, surat suara yang datang, yakni surat suara untuk pemilihan DPD RI, DPRD Provinsi dan surat suara pemilihan DPRD Kabupaten/Kota. Surat suara yang dikirim KPU RI melalui pihak penyedia itu,
diterima KPU Bangli dengan kondisi terbungkus kotak kardus. Pada masing-masing kotaknya sudah tertera jumlahnya. “Satu boks berisi 500 lembar surat suara,” katanya. Saat ini seluruh surat suara yang telah diterimanya itu disimpan di dua gudang logistik milik KPU, yakni di Gudang A yang ada di Bebalang dan Gudang B yang ada di Banjar Sidawa, Desa Tamanbali. Pujawan mengaku belum bisa memastikan kondisi surat suara yang telah diterima pihaknya termasuk memastikan jumlahnya apakah sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum. Sebab belum dilakukan pengecekan. Untuk memastikannya pihaknya masih menunggu arahan dan petunjuk dari KPU RI terkait proses penyortiran dan pelipatan surat suara. Meski demikian, berdasarkan data yang diberikan pihak penyedia, diketahui ad-
anya kekurangan jumlah surat suara yang dikirimkan sebanyak 400 lembar untuk masing-masing surat suara peserta pemilu. Menurut Pujawan, kemungkinan kekurangan itu disebabkan adanya kesalahan penghitungan. Di mana surat suara yang dikirim jumlahnya dikalikan dua persen secara total, bukan dikalikan dua persen mengacu DPTHP II
dan berbasis TPS. Terkait adanya kekurangan jumlah surat suara tersebut, pihaknya akan segera menyampaikannya ke KPU RI melalui KPU Provinsi Bali. “Hari Sabtu dan Minggu ini akan diadakan pelatihan dan diberikan bimtek oleh KPU Provinsi. Di sana kami juga akan laporkan soal kekurangan jumlah surat suara tersebut,” katanya. (kmb40)
15
Jumat Wage, 8 Februari 2019
Negara Lumpuh Kalau ASN Berpolitik Praktis Jakarta (Bali Post) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Syafruddin mengatakan apabila seluruh aparatur sipil negara (ASN) berpolitik praktis dalam Pemilu 2019, maka negara Indonesia bisa lumpuh. ‘’ASN punya hak memilih, tapi tidak berpolitik. Kenapa? (Karena) kalau 4,3 juta (orang PNS) berpolitik praktis, lumpuh negara ini, berhenti, tidak jalan,’’ kata Syafruddin usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Kamis (7/2) kemarin. Oleh karena itu, Syafruddin mengingatkan kepada seluruh ASN atau PNS, baik di kantor pemerintahan pu-
sat maupun daerah, untuk tidak terlibat langsung dalam kegiatan politik di masa kampanye Pemilu 2019. Syafruddin menginstruksikan jajarannya untuk bersikap netral dan tidak memihak selama masa kampanye pilpres dan pileg. Meski demikian, mantan Wakapolri itu mengimbau kepada seluruh PNS untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April
mendatang. ‘’Ya… netral, tidak politik praktis. Walaupun punya hak politik, ASN punya hak memilih, tapi tidak berpolitik praktis. Kalau (anggota) TNI dan Polri tidak punya sama sekali (hak) berpolitik praktis, tidak punya hak memilih, dan tidak punya hak dipilih,’’ jelasnya. Netralitas PNS dalam pemilu diatur dalam Undangundang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, serta Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. (ant)
’’ASN punya hak memilih, tapi tidak berpolitik. Kenapa? (Karena) kalau 4,3 juta (orang PNS) berpolitik praktis, lumpuh negara ini, berhenti, tidak jalan.’’ Menteri PAN RB Syafruddin
Survei Kepercayaan Publik
Polres Buleleng Peringkat Tiga Se-Indonesia
Bali Post/kmb38
Hengky Widjaja
Jumat, 8 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Wariga Tenung (6) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Dialog Merah Putih Batas Ketinggian Banguann di Bali 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Yadnya di Zaman Now (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Lila Cita Sendratari Tegal Tamu (2) 17:05 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Solusi Alternatif Reiki Ling Chi 21:00 Wita Bali Now Spesial Anniversary Bali Now 1 dan Tahun Baru Imlek 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Br. Sribupati Caublayu Marga Tabanan (1) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:05 Wita Bali Channel
Denpasar (Bali Post) Reformasi di bidang pelayanan dan kinerja dilakukan Polri akhirnya berbuah manis. Lembaga Riset Markplus Insight mengadakan survei terkait kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Alhasil, Polres Buleleng meraih peringkat ketiga terbaik seIndonesia. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Kamis (7/2) kemarin menyampaikan, diraihnya prestasi membanggakan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose. Kapolda terus mengajak anggotanya melakukan langkah-langkah yang selalu berpikir maju dan terus ke depan (jump out of box). Hal ini membuat Polda semakin dipercaya masyarakat, khususnya warga Bali. ‘’Langkah-langkah tersebut diracik dan dikemas dalam bentuk Commander Wish Kapolda Bali 2018. Keseluruhan isinya mengacu pada visi Kapolri yang kita kenal dengan Promoter (profesional, modern, terper-
caya),’’ ujarnya. Kata Kombes Hengky, survei tersebut melibatkan 29.250 responden acak yang berada di 34 Polda dan 461 Polres. Survei lakukan dengan metode online survei, computer assisted telephone interview (CATI) dan computer assited personal interview (CAPI). Responden dari survei tersebut merupakan masyarakat yang berumur di atas 18 tahun, memiliki KTP Indonesia, sebisa mungkin berpendidikan SMA atau sederajat dan tidak memiliki
keluarga yang bekerja di kepolisian. Hasil yang membanggakan ini, tentu saja Polri khususnya Polres Buleleng akan terus memberikan dan meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. ‘’Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari seluruh elemen masyarakat, sehingga hasil tersebut dapat kami capai. Tentunya kami akan terus meningkatkan pelayanan kami kepada masyarakat,’’ kata mantan Kabag Binkar SDM Polda Bali ini. (kmb36)
Jakarta (Bali Post) Mahkamah Agung (MA) memperberat vonis mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko menjadi 5,5 tahun penjara karena terbukti menerima suap senilai Rp 295 juta dan satu unit mobil Toyota Alphard senilai Rp 1,6 miliar dari pengusaha Filiput Djap. ‘’Menyatakan terdakwa Eddy Rumpoko terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,’’ demikian petikan putusan kasasi yang diterima wartawan di Jakarta, Kamis (7/2) kemarin. Hakim kasasi MA men-
jatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan serta pidana denda sebesar Rp 200 juta yang bila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 3 bulan. Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan kepada Eddy Rumpoko berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun sejak Eddy selesai menjalani pidana pokoknya. Eddy terbukti menerima suap berdasarkan dakwaan primer Pasal 11 Undangundang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi seb-
agaimana diubah dengan UU No. 20/2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Putusan tersebut diputuskan dalam rapat permusyawaratan MA pada tanggal 29 Januari 2019 oleh hakim agung Surya Jaya, Mohamad Askin, dan Leopold Luhut Hutagalung. Vonis kasasi itu lebih berat dibanding vonis di tingkat pertama. Sebelumnya, pada tanggal 27 April 2018, majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya memvonis Eddy Rumpoko selama 3 tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta subsider 3 bulan ku-
rungan berdasarkan dakwaan subsider dari Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Selanjutnya, Pengadilan Tinggi Jawa Timur pada tanggal 16 Agustus 2018 juga memperberat vonis Eddy Rumpoko menjadi 3,5 tahun penjara. Namun, baik vonis di tingkat pertama, banding maupun kasasi, masih lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang meminta agar Eddy Rumpoko divonis 8 tahun penjara dengan denda senilai Rp 600 juta subsidair 6 bulan. (ant)
MA Perberat Vonis Mantan Wali Kota Batu
Biaya Pelayanan Hingga sekarang di samping JKN dan Jampersal, masyarakat Jembrana yang bukan peserta JKN ditanggung biaya pelayanan kesehatannya dengan tambahan program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Jembrana (PKMJ). Upaya di bidang kesehatan itu sangat efektif menekan kemiskinan karena dapat menekan biaya kesehatan yang mahal dan tidak terjang-
kau dan berpotensi menambah angka kemiskinan. ‘’Untuk kesehatan kami juga ada program ambulans gratis dan bantuan BBM bagi pasien yang dirujuk dan menggunakan ambulans puskesmas maupun rumah sakit. Termasuk dalam pengantaran jenazah dari faskes ke rumah duka di Jembrana,’’ tambahnya. Upaya menekan angka miskinan juga dilakukan Buleleng. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, kemiskinan di
daerahnya didominasi aksesibilitas karena topografi di daerahnya yang nyegaragunung. Meski demikian, ke depan ia optimis kemiskinan semakin bisa ditekan. Apalagi dengan dibangunnya infrastruktur mulai dari shortcut dan bandara di Buleleng. Menurut Bupati, selama ini strategi pengentasan kemiskinan sudah dilakukan. Dia mencontohkan, Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pengentasan kemiskinan melalui kebijakan
pemerintah pusat. PKH di daerahnya sudah memberikan hasil nyata. Sasaran PKH adalah mengentaskan kemiskinan baik di perkotaan maupun pedesaan. Dengan dana PKH itu, pemicu kemiskinan ditanggulangi dengan menyiapkan dana pendidikan dan biaya hidup keluarga, serta akses kesehatan. ‘’Dengan demikian, anak-anak bangsa bisa mengenyam pendidikan sesuai haknya, sehingga memutus pemicu kemiskinan itu sendiri,’’ katanya. (olo/mud)
WARUNG GLOBAL
Bersatu Padu Berantas Narkoba
MENGAPA orang-orang menggunakan narkoba? Pertanyaan ini pertama kali muncul ketika banyak orang Bali yang direhabilitasi memakai narkoba yang menjadi topik bahasan dalam acara dialog interaktif dalam acara Warung Global. Kawan Global sangat prihatin dengan kondisi ini. Sebagai tujuan pariwisata dunia, Bali sangat rentan disusupi narkoba. Maka tak salah konsumennya didominasi orang Bali. Lalu bagaimana komentar pendengar Radio Global 96,5 FM yang disiarkan langsung, Kamis (7/2) kemarin? Berikut rangkuman selengkapnya. Ketika manusia banyak uang, banyak yang bisa dibeli, termasuk narkoba. Ketut Mursi di Denpasar menilai orang yang banyak harta justru bingung mau diapakan uangnya. Dengan banyaknya orang Bali yang direhabilitasi ia berharap kepada BNN tak surut melakukan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan narkoba. Fera di Tabanan juga sependapat dengan Ketut Mursi. Agar pembawa narkoba jera, hukumannya harus berat bila perlu dihukum mati saja. Sementara Febri di Denpasar melihat bahwa orang Bali dominan masuk rehabilitasi narkoba karena ini wilayah Bali, sebuah kewajaran. Apalagi Bali sebagai tujuan wisata dunia, sangat rentan disusupi narkoba. Persoalan narkoba tak bisa diserahkan kepada BNN atau kepolisian saja, seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu memberantas dan mencegah peredaran narkoba. Menurut Ayu di Petang,
masih banyak masyarakat terutama di perdesaan yang belum tahu apa itu narkoba, bagaimana bentuknya dan apa bahayanya. Karena itu sosialisasi sebaiknya dilakukan secara bergiliran. Dalam sosialisasi itu masyarakat dari berbagai unsur dilibatkan. Narkoba bisa masuk karena kita kurang peka dan kurang cerdas, demikian Budiada di Tabanan. Dulu dijajah oleh penjajah, kini narkoba yang menjajah. Untuk itu kita harus mencerdaskan diri, sehingga narkoba bisa ditangkal. Narkoba adalah kejahatan luar biasa, jadi penanganannya pun harus luar biasa, cukup sering kalimat ini dilontarkan Werdha di Gianyar. Selama penanganannya biasa-biasa saja, ya… tunggu lagi episode berikutnya. Jika dari penjual tak mampu dibuat jera, coba dari sisi pembeli atau pengguna yang secara sadar memakai narkoba, dimasukkan penjara. (sikha p)
Pembicara lainnya, anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Ahmad Fauzan Harun mengungkapkan, F-PPP merupakan salah satu fraksi yang menjadi fraksi pengusul RUU ini. Salah satu pertimbangan yang mendorong dibuatnya RUU ini, karena selama ini tidak ada alokasi APBN secara khusus untuk pendidikan pesantren.
Kalaupun ada bantuan anggaran bentuknya hanya dana hibah. ‘’Jadi kalau nanti RUU ini disahkan dan diberlakukan maka anggaran pendidikan untuk pesantren tidak perlu lagi berharap ada dana hibah. Tetapi justru negara diwajibkan mengalokasikan APBN untuk pendidikan pesantren. Karena sudah menjadi perintah undang-undang,’’ tegas Fauzan yang juga anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PPP. (kmb4)
Selain itu, banyaknya orang yang menjajakan jasa ngerit juga menjadi batu penghalangnya dalam mengais rupiah. Namun, toleransi tinggi dijunjung para buruh ini. Sekti menuturkan, sangat jarang terjadi pertengkaran akibat berebut pekerjaan. Mereka menerapkan sistem, orang pertama yang datang ke tempat tersebut berhak untuk mendapat giliran pertama. ‘’Upah menurunkan satu truk pasir sebesar 100 ribu rupiah. Tapi karena kami berdua (menurunkan pasir), satu orang dapat 50 ribu rupiah,’’ tuturnya. Hal senada juga diungkap
Wan (38). Pria asal Banyuwangi ini sudah 20 tahun lebih menekuni pekerjaan ini. Ngerit adalah pekerjaan utamanya. Berbagai daerah di Bali sudah pernah dijajakinya bersama sopir truk. ‘’Paling jauh itu daerah Singaraja, tapi jarang. Paling sering itu Nusa Dua, Pecatu dan Tabanan,’’ ujarnya. Pria berperawakan kurus ini mengaku ngerit bukanlah cita-citanya. Namun karena sulitnya mencari pekerjaan, akhirnya ia diajak sepupunya menekuni pekerjaan ini. Meskipun pendapatannya tidak menentu, namun pria lima anak ini sudah merasa nyaman melakoni pekerjaan ini. ‘’Bagaimana lagi pak, harus saya jalani,’’ tukasnya. (win)
Pengusul RUU
Sangat Jarang
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Wage, 8 Februari 2019
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
profil Ni Luh Parwati
Danru Satpol PP BALI terkenal sebagai gudangnya atlet pencak silat tangguh yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Salah satunya adalah Ni Luh Parwati. Semasa jayanya, pesilat putri ini banyak menyumbangkan medali emas untuk Pulau Dewata. Setelah pensiun, Parwati sempat menjadi pelatih silat di sekolah dan tim Porprov Badung, namun kini fokus berkarier di Satpol PP dan menekuni spiritual. Ia menjabat Komandan Regu Satuan Polisi Pamong Praja (Danru Satpol PP) Kecamatan Kuta Utara. Hebatnya, ia merupakan satu–satunya personel wanita, sedangkan 15 anggotanya laki–laki. ‘’Saya bangga sebagai mantan atlet menjabat Danru Satpol PP yang berstatus PNS. Saya juga jadi pemangku di rumah,’’ terangnya. Sebagai Danru Satpol PP, wanita kelahiran Badung, 1 Juli 1975 ini memimpin anggotanya menertibkan baliho yang tak berizin, parkir kendaraan di trotoar, gelandangan dan pengemis sampai orang gila. Ia bersyukur di wilayah Kuta Utara tidak ada pekerja seks komersial (PSK). Dalam mengemban tugas kedinasan dan selaku pemangku, ia harus pintar mengatur waktu. ‘’Saya harus melayani umat Hindu. Kalau saya ke luar kota berhari–hari, kasihan umat yang menggelar upacara tidak bisa dilayani,’’ tandasnya. Parwati menggeluti silat sejak duduk di bangku SDN 5 Kerobokan persisnya di Ranting Tegeh, dibesarkan PSPS Bakti Negara. Pendidikannya berlanjut ke SMP Ngurah Rai, SMA Ngurah Rai dan Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (UNR). Ia mendulang emas kelas C pada PON 1993 di Jakarta, merebut gelar juara pada Kejurnas Silat di Jakarta, menyabet perak pada Piala Ibu Tien Soeharto di Solo serta Piala Brawijaya di Surabaya. Berpenampilan tomboi, Parwati sering meladeni pesilat putra saat sparring. Ia juga menggeluti atletik nomor lari 100 meter, 200 meter, estafet, lompat tinggi, lempar lembing dan lempar cakram serta bola voli. Oleh karenanya, namanya sering dipanggil untuk naik panggung menerima piala. ‘’Sejak SD sampai SMA, saya langganan juara silat di POPSI Badung dan Bali,’’ ucapnya. Parwati mengakhiri kariernya saat Porprov Bali XX/2011 di Jembrana. Setelah merebut emas di cabor silat, ia bersiap membela tim voli Badung namun diprotes kontingen lain. ‘’Saya diprotes karena sudah menyumbang emas di silat. Padahal sejak babak penyisihan saya juga menjadi pemain voli dan tidak dipermasalahkan,’’ kenang pebola voli yang berposisi sebagai tukang smes ini. Menggeluti tiga cabor kurang lebih 25 tahun, Parwati merasakan kepemimpinan di Badung di bawah Bupati Pande Made Latra, IGB Alit Putra dan A.A. Gde Agung. (nel)
Asah Teknik di Ajang Nasional
Denpasar (Bali Post) – Menjelang Porprov Bali di Tabanan pada September dan Pra-PON tahun ini, sejumlah kejuaraan bulu tangkis dihelat di Tanah Air. Salah satunya kejuaraan sirkuit nasional (sirnas) yang digelar 13 kali pada 2019. Ajang itu sangat baik diikuti oleh atlet Bali sebelum berlaga di Porprov dan kualifikasi PON. ‘’Dengan turun di sirnas, teknik individu pemain akan semakin terasah dan tajam karena lawan-lawan cukup tangguh,’’ kata Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Nengah Wiratha didampingi Sekretaris Umum Made Darmiyasa di Denpasar, Kamis (7/2) kemarin. Menurutnya, dengan tampil di kejuaraan tersebut otomatis pebulu tangkis Bali mendapat kesempatan menunjukkan kualitas dan ujung-ujungnya bisa meraih prestasi di Porprov Bali untuk selanjutnya dipanggil mengikuti seleksi tim bayangan Pra-PON. Sekitar 10 atlet putra dan 10 pemain putri terbaik Bali kini berada di dalam dan di luar daerah. Mereka inilah yang diharapkan bisa terus menambah jam terbangnya di tingkat nasional. Darmiyasa menjelaskan, Porprov Bali 2019 di Tabanan digelar September, sedangkan Pra-PON diputar 22–27 November. Oleh sebab itu, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulu Tangkis Bali bakal dilaksanakan awal Desember. (kmb)
TI Badung Sudah Bentuk Tim Bayangan Porprov Mangupura (Bali Post) – Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Badung sudah membentuk tim bayangan yang berkekuatan sekitar 40 atlet putra dan putri untuk diterjunkan pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang. Jumlah ini akan dirampingkan menjadi 24 atau 26 taekwondoin sebagai tim definitif. Mereka merupakan atlet putra-putri berkualitas dan berprestasi nasional bahkan internasional. Oleh sebab itu, TI Badung mematok target mempertahankan juara umum di Porprov Bali 2019. ‘’Itu target realistis karena kami sudah mempersiapkan tim bayangan jauh-jauh hari. Taekwondoin andalkan kami sebenarnya targetnya pada PON XX/2020 di Papua. Porprov Bali bakal menjadi ajang untuk melihat perkembangan kualitas teknik dan fisik termasuk prestasinya,’’ papar Ketua Pengkab TI Badung Tjhin Johanes, Rabu (6/2). Pihaknya optimis karena tiga taekwondoin putra dan putrinya kini menghuni pelatnas, yaitu Abdurrahman Wahyu, Evelyna Melinda, dan Ni Kadek Heni Prikasih. TI Badung juga memiliki atlet lainnya seperti Argya Virangga berikut pelapisnya yang mampu mengalahkan seniornya. Taekwondoin muda ini murni binaan TI Badung. Dalam TC Sentralisasi yang dirancang KONI Badung tiga bulan sebelum pelaksanaan Porprov, TI Badung akan melatih atletnya di luar Bali seperti yang dilakukan menjelang Porprov Bali 2017 di Gianyar. ‘’Persiapan itulah yang membuat kami menjadi juara umum dengan merebut 12 medali emas. Prestasi ini kami harapkan diraih kembali di Porprov Tabanan, syukur-syukur bisa lebih,’’ ujar Tjhin Johanes. (kmb)
REBUT – Gareth Bale (tengah) berebut bola dengan dua pemain Barcelona pada semifinal pertama Piala Raja Spanyol.
Bali Post/afp
Piala Raja Spanyol
Madrid di Atas Angin
Barcelona – Real Madrid berhasil memaksa Barcelona bermain imbang 1-1 pada semifinal pertama Piala Raja Spanyol (Copa del Rey) di Nou Camp, Kamis (7/2) pagi kemarin. Hasil ini menempatkan Madrid sedikit di atas angin karena akan menjamu Barca pada laga kedua di Santiago Bernabeu, 27 Februari mendatang. Madrid tampil meyakinkan bahkan bisa disebut spektakuler dalam el clasico ini selama 20 menit. Permainan mengesankan ini membawa tim tamu unggul cepat melalui gol Lucas Vazquez. Akan tetapi tembakan melengkung Malcom membuat Barca tetap pada level yang sama. Lionel Messi yang berjuang dengan masalah paha dan Gareth Bale yang baru pulih dari cedera betis, tampil sebagai pemain pengganti di babak kedua. Penampilan tangguh dan berani ini sekaligus membantu menghapus ingatan penghinaan Barca terhadap Madrid di tempat
yang sama pada Oktober tahun lalu. Ketika itu Si Putih dihancurkan 1-5, sebuah hasil yang menyebabkan Julen Lopetegui dipecat pada hari berikutnya. ‘’Perbandingan itu tidak membantu. Tapi hasil ini menunjukkan betapa sulitnya tim bekerja,’’ kata pelatih Madrid Santiago Solari. ‘’Peluang kami berimbang,’’ ujar manajer Barca Ernesto Valverde. ‘’Hasil yang adil,’’ imbuh Sergio Busquets, gelandang Barcelona. Solari memuji Vinicius Junior, pemain termuda Madrid yang tampil di el clasico abad ini. ‘’Saya tidak terkejut den-
gan bagaimana dia bermain karena saya sudah mengenalnya sejak dia tiba. Tapi seorang anak laki-laki berusia 18 tahun bermain dan berkembang dengan cara ini, itu mengejutkan,’’ sebut pelatih asal Argentina ini. City ke Puncak Sementara itu, pelatih Manchester City Pep Guardiola menegaskan kemenangan 2-0 atas tuan rumah Everton membuktikan tekad timnya untuk memenangkan pertarungan perebutan gelar dengan Liverpool setelah kembali ke puncak klasemen Liga
Utama Inggris. Gol dari Aymeric Laporte dan Gabriel Jesus memastikan City membuat Liverpool keluar dari posisi terdepan karena selisih gol. Liverpool menduduki tempat pertama sejak 8 Desember lalu bahkan sempat unggul 10 poin dari City, tetapi sekarang dalam tekanan. Ini gara-gara pasukan Juergen Klopp dua kali bermain imbang yang merusak perjalanan mereka menjadi juara Liga Inggris pertama sejak 1990. Menurut Guardiola, para pemainnya tidak berniat membiarkan Liverpool lolos sekarang. ‘’Kami juara bertahan dan sempat berada dalam situasi menyerah tetapi itu tidak terjadi. Para pemain menunjukkan keinginan dan penampilan luar biasa selama dua tahun terakhir. Beberapa hari lalu
kami mungkin tertinggal tujuh poin. Sekarang kami berada di puncak klasemen. Pelajarannya adalah jangan pernah menyerah. Cobalah untuk memenangkan pertandingan, karena hidup bisa berubah dengan segera,’’ paparnya. Setelah selamat dari ujian di Everton, City tidak punya waktu untuk berpuas diri. City akan menjamu Chelsea pada Minggu nanti, sedangkan Liverpool menghadapi Bournemouth. Tapi Guardiola bersikeras tidak akan mengeluhkan jadwal pertandingan yang padat. ‘’Saya tiba di sini, jadi mengerti situasinya. Jika kami bermain hanya satu kompetisi, jadwalnya akan lebih baik, tetapi ketika harus bermain di empat kompetisi, Anda harus beradaptasi,’’ jelas Pep. (afp/kmb)
Perbasi Bali Seleksi 47 Pebasket Putra
Bali Post/afp
PUNCAK - Stephen Curry (kanan) membawa Golden State Warriors ke puncak klasemen Wilayah Barat.
Warriors Pimpin Wilayah Barat
Golden State – Golden State Warriors mengungguli San Antonio Spurs dengan skor 141-102 dalam lanjutan kompetisi NBA di Oracle Arena, Kamis (7/2) kemarin. Klay Thompson memimpin skor dengan 26 poin untuk Warriors, didukung Kevin Durant yang membukukan 23 poin dan Stephen Curry yang membuat 19 poin. Pelatih San Antonio, Gregg Popovich, mengistirahatkan pemain bintangnya LaMarcus Aldridge dan DeMar DeRozan. Hal itu membuat Durant, Draymond Green, DeMarcus Cousins, Thomp-
son dan Curry unggul 66-52 di babak pertama untuk menjadikan kuarter keempat sebagai formalitas. Pelatih Warriors, Steve Kerr, puas atas kinerja yang ditunjukkan timnya yang membuat lawan terkuras. ‘’Aku senang orang-orang kami bisa melakukan itu. Sangat penting ketika tahu dua pemain terbaik tim lain di luar sana, Anda tetap fokus,’’ ujarnya. Warriors kini memimpin klasemen Wilayah Barat dengan 38 k e m e n a n g a n d a n 1 5 k e k a l a han, unggul atas peringkat kedua Denver Nuggets yang menderita
kekalahan 135-130 dari Brooklyn Nets. D’Angelo Russell sekali lagi memimpin Nets dengan 27 poin. Kekalahan membuat rekor menang-kalah Nuggets menjadi 37-17. Hasil lengkap: Brooklyn Nets vs Denver Nuggets 135-130, New Orleans vs Chicago Bulls 125-120, Milwaukee Bucks vs Washington Wizards 148-129, Dallas Mavericks vs Charlotte Hornets 99-93, UTAH Jazz vs Phoenix Suns 116-88, Houston Rockets vs Sacramento Kings 127-101, Golden State Warriors vs San Antonio Spurs 141102. (afp/kmb)
Denpasar (Bali Post) Perbasi Bali menyeleksi 47 atlet bola basket putra untuk membentuk tim Pra-PON di GOR Ngurah Rai, Denpasar. Sementara seleksi pemain putri dilakukan di Jakarta dan GOR Merpati, Denpasar. Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali IGN Oka Darmawan di Denpasar, Rabu (6/2), menyatakan seleksi diikuti para atlet yang dikirim oleh Pengkab dan Pengkot Perbasi se-Bali. Pihaknya juga membuka peluang bagi pebasket yang mau ambil bagian dalam seleksi secara mandiri. Pebasket putra dan putri Bali yang kuliah di Jakarta tidak luput dari pantauan tim pelatih. Ia mengharapkan Maret-April mendatang sudah terjaring 24 pebasket putra dan 24 putri. Selanjutnya mereka akan diciutkan menjadi 16 pemain putra dan 16 putri. Rinciannya, 12 pemain untuk basket 5 on 5 dan empat pemain turun di 3 on 3. Tim putra dipegang manajer tim Donny, sedangkan tim putri dipimpin Deddy Setiawan. Pertandingan Pra-PON akan digelar di Banten, Tangerang. Kualifikasi putri dilangsungkan Juni-Juli, sedangkan putra diputar September. Sepuluh tim terbaik putra dan delapan tim putri berhak lolos ke PON 2020 di Papua. Oka Darmawan optimis tim basket putra-putri Bali meraih tiket PON, sedangkan tim putri 3 on 3 diprediksi mampu menyumbang medali di Papua. Tim basket putri 3 on 3 Pulau Dewata cukup disegani karena diperkuat tiga pemain yang membela Indonesia di Asian Games 2018. (022)
Kodam Dukung ’’Fun Bike’’ FK Unud
Denpasar (Bali Post) Pimpinan Fakultas Kedokteran (FK) Unud, Kamis (7/2) kemarin berkunjung ke Makodam IX/ Udayana, Denpasar. Kunjungan ini terkait akan digelarnya fun bike pada 24 Februari mendatang. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mendukung dilaksanakannya kegiatan tersebut. Menurut Kapendam IX/ Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G, rombongan FK Unud dipimpin Dekan Dr. dr. I Ketut Suyasa. Dalam perte-
muan, Suyasa menyampaikan tujuan audiensi dengan Pangdam, selain bersilaturahmi juga untuk mempererat hubungan dan kerja sama antara Kodam dan Unud, khususnya Fakultas Kedokteran. Pun disampaikan rencana pelaksanaan fun bike pada 24 Februari. ‘’Diharapkan ada kerja sama dalam kegiatan fun bike nanti dengan Kodam IX/ Udayana,’’ ujarnya. Pangdam mengapresiasi dan mendukung fun bike tersebut. Kegiatan ini sejalan dengan program Kodam IX/Udayana di
bidang olahraga yang saat ini sedang diintensifkan. Disampaikannya, anggota jajaran Kodam berolahraga paling tidak 1 jam setiap hari kerja. Demikian juga para pejabatnya senantiasa giat berolahraga untuk memberikan semangat kepada para anggota agar memiliki fisik yang bugar, prima dan sehat. ‘’Bapak Pangdam juga menyampaikan dalam setiap kegiatan hendaknya dapat mengedepankan misi sosial dan dipahami sebagai suatu pengabdian kepada masyarakat,’’ tegas Kapendam. (kmb36)
Bali Post/ist
TERIMA - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menerima audiensi pimpinan FK Unud.