Skip to main content

Edisi Rabu 07 November 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 80 TAHUN KE 71

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Ma’ruf Amin: Arus Ekonomi Baru Indonesia Koperasi dan UKM Menjadi Kekuatan Baru bagi Perekonomian Nasional KETUA Umum MUI Ma’ruf Amin dalam acara ‘’Indonesia Internasional Halal Expo 2018’’ mengatakan di tengah ketidakpastian ekonomi global, keberadaan koperasi dan UMKM diharapkan bisa menjadi kekuatan baru bagi perekonomian nasional. Sebab, seperti diketahui, kontribusi UMKM bagi Produk Domestik Bruto atau PDB mencapai 60,34 persen dengan daya serap tenaga kerja di sektor ini juga sangat besar. ‘’Kita tentu berharap, kontribusi UMKM tersebut semakin besar di tahun-tahun yang akan datang,’’ katanya. Terkait dengan hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak beberapa tahun

terakhir telah merumuskan dan mengimplementasikan konsep yang mengedepankan sistem perekonomian yang adil, merata, dan mandiri berbasis pada koperasi dan UMKM. Konsep tersebut, kata Ma’ruf, dimaksudkan untuk mempercepat redistribusi dan optimalisasi sumber daya alam secara arif serta berkelanjutan, sekaligus memperkuat sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi berbasis keunggulan teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Seperti dikatakan MUI mengusung arus ekonomi baru Indonesia. ‘’Kenapa arus baru, karena arus yang dibangun konglomerat yang dimaksudkan

Rujukan Berjenjang Bukan Harga Mati Rujukan berjenjang yang diterapkan BPJS banyak dikeluhkan. Tak hanya masyarakat, manajemen rumah sakit juga mengeluhkan hal tersebut. Selain merepotkan masyarakat, juga pelayanan kepada pasien tidak optimal. Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan Army A. Lubis mengatakan rujukan online dibuat sudah berpedoman pada aturan sebelumnya. Ia melihat banyak yang antre di rumah sakit, banyak peserta yang kehilangan surat rujukan atau rusak. Faskes juga tidak tahu permasalahan pasien, kemungkinan disebabkan rekam medis yang susah dicari atau yang lain. Permasalahan tersebut akhirnya membuat BPJS Kesehatan mendigitalisasikan layanannya menjadi rujukan online, dengan prinsip rujukan berjenjang. ‘’Rujukan berjenjang tidak mutlak harga mati,’’ jelasnya, Selasa (6/11) kemarin. Mengingat faskes I yaitu puskesmas hanya melayani 144 item layanan kesehatan, maka di luar 144 layanan tersebut perlu dirujuk ke faskes di atasnya. Rujukan berjenjang dalam rujukan online dimulai dari RS tipe D, C, B baru kemudian ke A. Rujukan ke faskes yang tingkatannya lebih tinggi diperlukan jika dalam tingkatan faskes tersebut tidak ada layanan yang dibutuhkan pasien. ‘’Kalau layanan yang dibutukan pasien ada di RS tipe B, maka pasien akan diinformasikan terkait dokter siapa yang memeriksa, jam praktik, sehingga pasien datang ke RS tipe B dengan kepastian yang diberikan. Itu kalau tipe C dan D tidak ada. Kalau tipe C dan D ada, cukup di tipe D saja,’’ jelasnya. Hal. 15 Tentukan Rujukan

terbentuknya konglomerat nantinya netes ke bawah tapi ternyata tidak netes-netes. Karena menggunakan teori trickle down effect, maka MUI mengusung arus ekonomi baru dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat, ekonomi masyarakat,’’ katanya. Hal itu bukan untuk melemahkan ekonomi kuat, tetapi untuk menguatkan ekonomi lemah. ‘’Bukan untuk membenturkan antara ekonomi kuat dan lemah melainkan untuk berkolaborasi, bermitra satu sama lain. Sehingga ekonomi lemah umat menjadi kuat,’’ katanya. Di samping itu, Ma’ruf juga menegaskan ingin terus meningkatkan kualitas sumber daya

manusia dengan memiliki kompetensi melalui penyesuaian pendidikan yang sesuai profesi atau pendidikan vokasi. Berkat pemberdayaan itu juga, ia menambahkan, untuk menghilangkan disparitas-disparitas antara yang lemah dan yang kuat melalui penguatan. ‘’Pemberian kompetensi itu kita harapkan dapat mengubah sumber daya manusia, human resource menjadi human capital yaitu modal manusia,’’ katanya. (kmb) BUKA - Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin bersama Menteri Puspayoga membuka acara Indonesia Internasional Halal Expo 2018 di Smesco Indonesia, Jakarta.

Soal Impor

JK dan Ma’ruf Amin Beda Pendapat dengan Prabowo

Jakarta (Bali Post) – Capres Prabowo Subianto berjanji tidak akan impor apa pun jika terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2019. Prabowo menyatakan tak akan melakukan impor, baik di bidang pangan hingga energi. Pernyataan itu pun mendapat tanggapan Wapres Jusuf Kalla (JK) dan Cawapres KH Ma’ruf Amin. Kalla mengatakan pemerintah Indonesia tetap perlu mengimpor komoditas dari luar negeri, sebagai penyeimbang kegiatan ekspor yang dilakukan Indonesia ke luar negeri. ‘’Dunia ini butuh perdagangan, impor-ekspor. Jadi

suatu negara tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu harus mengimpor, tapi untuk membayar dia punya impor, itu harus mengekspor,’’ kata Wapres Jusuf Kalla, Selasa (6/11) kemarin. Suatu negara, kata Wapres, tidak ada yang bisa melakukan satu kegiatan perdagangan saja, apakah itu impor atau ekspor; sebab

untuk menjaga stabilitas perdagangan dalam negeri harus ada kegiatan impor dan ekspor. ‘’Jadi, suatu negara itu pasti terjadi impor-ekspor, negara apa pun itu. Tidak ada negara yang hanya mengekspor melulu,’’ tambahnya. Sementara itu, calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin juga berbeda pandangan dengan Prabowo. Menurutnya, Indonesia tetap membutuhkan

impor. ‘’Saya kira impor itu kalau yang masih kurang dan kita butuh ya… impor tapi tidak berlebihan,’’ kata Ma’’ruf Amin, Selasa kemarin. Dia menegaskan, tidak ada salahnya melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. ‘’Saya kira kita masih sulit (untuk tidak impor), kita kan masih banyak perlu untuk bahan baku yang masih belum terpenuhi,’’ ujarnya. Soal kebijakan program ketahanan pangan yang kerap dikeluhkan masyarakat karena masih menerapkan kebijakan impor yang beraki-

bat tingginya harga komoditas pangan, Ma’ruf mengatakan, bersama capres petahana Joko Widodo (Jokowi) ia sudah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat ketahanan pangan. ‘’Pertaniannya diperkuat, berasnya, kebutuhan pokok lain, jagungnya kalau bisa sampai bisa ekspor,’’ kata Ma’ruf. Isu kebijakan impor menjadi sorotan pascapernyataan Prabowo Subianto yang berjanji tidak akan impor apa pun jika terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2019. Hal. 15 Bidang Pangan

Dishub Tindak Pelanggar Parkir di Jalan Gajah Mada Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Satpol PP Kota Denpasar, Polri serta instansi terkait lainnya melakukan penertiban di seputaran Jalan Gajah Mada. Pelanggaran yang disasar meliputi pelanggaran rambu lalu lintas, parkir sembarangan serta penyalahgunaan trotoar oleh pedagang. Halaman 2 Dibabat, Puluhan Pohon Perindang di Kapal DLHK Badung, lagi-lagi menjadi sorotan masyarakat. Setelah kasus pemasangan imbauan ‘’Sayangi Pohon Perindang’’ dengan memaku di pohon perindang, kini DLHK membabat puluhan pohon perindang di Jalan Raya Kapal. Halaman 3

Evakuasi Material Longsor Hujan lebat menimbulkan longsor di sejumlah titik di Kecamatan Pupuan. Petugas Tagana serta masyarakat setempat pun hingga Selasa (6/11) kemarin telah melakukan upaya evakuasi terhadap material longsor. Namun hingga Selasa kemarin bantuan alat berat belum datang. Halaman 7 Soal Pose Satu Jari

Luhut dan Sri Mulyani Diputus Tak Bersalah Halaman 15

Bali Post/ade

TABUR BUNGA - Anggota keluarga dan kerabat penumpang pesawat Lion Air JT610 saat tabur bunga di lokasi jatuhnya Lion Air di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11) kemarin.

Upacara Danu Kertih Digelar Rabu Ini

Bertujuan Pelestarian Air di Bali

Bali Post/ist

SARANA UPAKARA - Krama sedang menyiapkan sarana upakara untuk puncak Karya Danu Kertih.

BERTEPATAN dengan rahinan Tilem Sasih Kalima, Rabu (7/11) hari ini akan dilaksanakan puncak Karya Agung Danu Kertih, Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung. Upacara yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan kelestarian sumber mata air di Bali dipusatkan di tepi Segara Danu Batur. Sementara itu, sehari jelang pelaksanaan puncak Karya Danu Kertih, Selasa (6/11) kemarin digelar prosesi mapepada wewalungan yang bertujuan untuk menyucikan sarana/piranti upakara berupa hewan yang akan dipersembahkan saat puncak karya hari ini. Prosesi mapepada wewalungan dilaksanakan sekitar pukul 13.00 Wita. Dalam prosesi mapepada wewalungan ini, se-

jumlah hewan yang digunakan sebagai sarana upakara diupacari dengan diarak mengelilingi pura di Segara Danu Batur yang ada di wewidangan Pura Jati, Desa Pakraman Batur, Kintamani. Adapun hewanhewan yang diupacari yakni berupa kerbau, kijang, kera hitam, kucit butuan, kambing, angsa dan beberapa hewan lainnya. Jero Gede Batur Alitan didampingi Prawartaka Karya Ketut Wijaya mengatakan, makna dari pelaksanaan upacara mapepada wewalungan ini adalah untuk menyucikan hewan-hewan yang akan dipersembahkan saat puncak karya. Melalui upacara mapepada wewalungan ini, hewan-hewan tersebut nantinya diharapkan bisa lahir kembali

menjadi makhluk yang lebih baik. Selain melaksanakan prosesi mapepada wewalungan, sehari jelang puncak karya kemarin dilaksanakan juga upacara melaspas bagia pulakerti, ngolah wewalungan dan bhakti memben. Seluruh rangkaian upacara kemarin di-puput Ida Pedanda Istri Karang dari Geria Sibetan, Karangasem. Jero Gede mengatakan, saat puncak Karya Danu Kertih hari ini akan dilaksanakan beberapa prosesi yakni diawali tawur labuh gentuh, ngiringang Ida Batara ring peselang, pakelem ring segara danu lan puncak Gunung Batur, Ida Batara ring Pura Jati lan Ida Batari ring segara katuran bhakti ayaban dan bhakti pedanan. Upacara dijadwal-

kan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita. ‘’Puncak karya akan di-puput tujuh sulinggih,’’ ujarnya. Dijela ksa nny a , K a rya Agung Danu Kertih, Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung dilaksanakan dengan tujuan untuk memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Wisnu atau Dewi Danu, diharapkan dengan pelaksanaan karya agung ini sumber-sumber air di Bali, khususnya di Danau Batur tetap terjaga. Selain itu Karya Agung Danu Ketih dilaksanakan untuk memohon kesuburan bagi lahan pertanian dan masyarakat Bali. Hal. 15 Raja Purana


DENPASAR

2

Rabu Umanis, 7 November 2018

FIGUR Perlu Sosialisasi RUJUKAN online fungsinya bagus dalam hal menjalankan rujukan berjenjang. Namun hal itu perlu sosialisasi kepada semua stakeholder dan masyarakat. Hal itu ditegaskan dr. Hendrawan dari RS Prima Medika dalam acara Bali Post Editorial, belum lama ini. Pria low profile ini mengatakan, rujukan online ini dilaksanakan seolah-olah BPJS memaksakan. “Mungkin karena BPJS Kesehatan panik dan defisit seolah-olah rujukan online dipaksakan sebelum ada sosialisasi,” ujarnya. Menurutnya, perlu juga dilihat kondisi di daerah atau kearifan lokal masing-masing daerah ini agar rujukan online ini bisa diterapkan. “Apakah rujukan online dipaksakan dulu sebelum ada rembuk untuk menutup defisit dari BPJS Kesehatan,” tandasnya. Rujukan online diharapkan tidak dilakukan karena alasan efisiensi, karena RS tipe C lebih murah dari tipe B. Namun diharapkan rujukan agar dilakukan berdasarkan kompetensi rumah sakit. Pasien juga diharapkan bisa langsung ke rumah sakit yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan pasien agar tidak terkesan dipingpong. (may)

21 Ribu Siswa Dilibatkan di Porsenijar dan BPGS Sekolah PGRI Denpasar Dishub Tindak Pelanggar Parkir di Jalan Gajah Mada

Bali Post/eka

PENERTIBAN - Petugas Dishub Kota Denpasar menggemboskan ban sepeda motor yang parkir di trotoar Jalan Gajah Mada, Denpasar, Selasa (6/11) kemarin. Upaya penertiban di sepanjang trotoar dan jalan Gajah Mada ini dilakukan petugas gabungan.

Denpasar (Bali Post) Sebanyak 21 ribu lebih siswa akan dilibatkan pada Pekan olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Sekolah PGRI ke-6 dan Bali Post Goes to School (BPGS) yang digelar YPLP Kota PGRI Denpasar pada tahun 2018. Hal itu terungkap saat pertemuan teknik berbagai lomba di ruang sidang SMK PGRI 3 Denpasar, Selasa (6/11) kemarin. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. menekankan, Porsenijar Sekolah PGRI kali ini bersinergi dengan Kelompok Media Bali Post (KMB) dan berbeda dengan tahun sebelumnya. Porsenijar dan BPGS akan berlangsung selama tiga hari dari 16-19 November 2018. Pembukaannya akan melibatkan semua siswa sekolah PGRI yakni 21.717 siswa. Mereka terlibat dalam senam mas-

sal PGRI, defile peserta, atraksi baleganjur serta gerak dan lagu Bali Post. Madiadnyana mengatakan, Porsenijar Sekolah PGRI dan BPGS selain menjadi program kerja YPLP, juga dikaitkan dengan HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru 2018. Agenda ini rutin dilakukan sebagai upaya unt u k p e ngembangan diri, memupuk rasa kebersamaan serta meng-ajeg-kan Bali. Hal ini selaras dengan program Denpasar sebagai kota budaya dan kreatif serta program Pemprov Bali dalam mengembangkan sastra Bali. Lewat ajang ini, dia berharap siswa PGRI tampil berkarakter, berbudaya, berbudi luhur dan insan mandiri. Madiadnyana didampingi Wakil Ketua Dr. I Nengah Sukama, S.Pd., M.M. juga mengajak warga YPLP Kota PGRI Denpasar ikut mengkampanyekan budaya liter-

asi dengan membaca koran KMB dan buku. Hal ini juga menjadi perhatian khusus Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang diundang khusus membuka Porsenijar. Ketua Panitia Drs. Komang Artha Saputra, M.M. menambahkan, pembukaan akan dipusatkan di GOR Ngurah Rai. Sementara lomba-lomba disebar di sekolah PGRI di Denpasar. Di Porsenijar dilombakan pidarta bahasa Bali, sekar alit, pidato bahasa Inggris, tari, catur, senam PGRI, tenis meja beregu, lagu pop Bali, dharma wacana, sekar agung, dan merindik. Sedangkan BPGS diisi dengan lomba mewarnai, lomba gerak dan lagu, pelatihan dan lomba jurnalistik serta fotografi. Panitia menyiapkan piala juara umum untuk SMP, SMA dan SMK yang dihitung dari skor perolehan medali. (025)

Denpasar (Bali Post) Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Satpol PP Kota Denpasar, Polri, PM serta instansi terkait lainnya kembali melakukan penertiban di seputaran Jalan Gajah Mada. Pelanggaran yang disasar meliputi pelanggaran rambu lalu lintas, parkir sembarangan serta penyalahgunaan trotoar oleh pedagang. Kegiatan penertiban ini dilaksanakan guna menyadarkan masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya guna meminimalisasi kecelakaan lalu lintas. Dalam kegiatan ini dari 78 kendaraan, sedikitnya 17 yang ditindak, sisanya diarahkan untuk digeser atau dipindahkan. Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas

Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Denpasar Ketut Sriawan mengatakan, 17 kendaraan yang ditindak meliputi 11 kendaraan ditilang, dua mobil digembok, dan empat sepeda motor digembosi bannya. ‘’Penertiban ini bertujuan untuk menjamin kelancaran lalu lintas selain meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib dan peduli keselamatan berlalu lintas,’’ ujar Sriawan saat di temui di sela-sela penertiban, Selasa (6/11) kemarin. Sriawan menambahkan, tindakan tegas yang dilakukan jajaran Dishub Denpasar pada intinya untuk menciptakan kelancaran dan ketertiban dalam berlalu lintas. Karena itu, ke depan pihaknya akan tetap melakukan penertiban guna memberikan pemahaman

akan pentingnya tertib lalu lintas dan parkir yang baik bagi masyarakat. ‘’Harus ada tindakan tegas untuk mengatasi hal ini, karena sudah mengganggu pengguna lalu lintas lainnya,’’ katanya. Dalam kesempatan itu, kata Sriawan, pihaknya juga menginformasikan kepada para pengguna jalan raya agar tertib dan mematuhi rambu berlalu lintas. Apabila ditemukan pelanggaran parkir akan ditindak sesuai dengan Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perhubungan di Kota Denpasar. Penegakan perda tersebut dilakukan dengan cara penggembosan ban dan pencabutan pentil ban, setelah sebelumnya telah digunakan cara penderekan dan penggembokan bagi para

Lansia akan Diberikan Kartu Khusus

Denpasar (Bali Post) -

Ranperda tentang Kesejahteraan Lanjut Usia resmi diketok palu dalam Rapat Paripurna di DPRD Bali, Selasa (6/11) kemarin. Ranperda ini selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan nomor register perda. Sementara eksekutif di Pemprov Bali akan menindaklanjuti dengan peraturan gubernur (pergub) dan program yang berpihak kepada para lansia.

Bali Post/025

PERTEMUAN TEKNIK - Suasana pertemuan teknik Porsenijar Sekolah PGRI Denpasar dan BPGS di SMK PGRI 3 Denpasar.

Kendali Mutu Jangan Diabaikan KEHADIRAN BPJS dinilai positif. Kehadirannya telah memberikan kepastian kepada masyarakat akan dapat pengobatan bila sakit. Kendati demikian, BPJS juga harus kendalikan mutu, bukan hanya

kendalikan biaya. Dokter DP Alit Parwita dari RSUD Wangaya mengatakan, selama ini BPJS selalu berpedoman pada kendali mutu dan kendali biaya. Namun, BPJS Kesehatan hanya melihat kendali biaya, kendali mutunya belum. ‘’Karena sebuah pelayanan

FM 96,5

Topik : Lansia akan Diberikan Kartu Khusus Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

yang bermutu harus selaras dengan biaya,’’ ujarnya. Alit Parwita mengatakan, semua permasalahan yang terjadi di layanan kesehatan berawal dari besaran premi yang tidak sesuai dengan hitungan aktuaria. Maka untuk menangani permasalahan yang dialami saat ini, BPJS Kesehatan agar berpikir jernih dan regulator bisa membuat regulasi spesifik daerah. Selain kendali mutu, katanya, permasalahan di layanan kesehatan juga menyangkut rujukan online. RSUD Wangaya yang merupakan RS tipe B pendidikan dalam lingkaran era JKN sebagai operator. Rujukan online yang menjadi salah satu permasalahan di layanan kesehatan memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya, karena di era disruption semua berubah dengan cepat sehingga layanan kesehatan juga harus bergerak cepat. Untuk memenuhi standar ini, perlu waktu yang panjang. Misalnya pemenuhan dokter subspesialis yang harus dimiliki RS tipe B. Untuk mendapatkan dokter subspesialis tidak bisa dalam hitungan bulan, karena pendidikannya lama, mahal dan langka. Dampak negatifnya dari rujukan online ini adalah secara operasional terganggu karena cash flow menurun. (may)

pelanggar. Hal ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelanggar untuk tidak mengulangi kembali memarkir kendaraan di pinggir jalan atau lokasi yang terdapat larangan parkir. Selain penertiban, Dishub Kota Denpasar juga memberikan solusi parkir, karena di sekitar Jalan Gajah Mada sudah disiapkan tempat parkir yang ada di Jalan Sulawesi, Gang Beji, Pasar Kumbasari dan di Jalan Kresna. ‘’Jadi, masyarakat bisa memarkir kendaraannya di sana, dan bisa berjalan kaki di sepanjang Jalan Gajah Mada untuk berbelanja. Selain menyehatkan badan, dengan berjalan kaki kita juga bisa menikmati suasana heritage Jalan Gajah Mada, Denpasar,’’ tegasnya. (kmb12)

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pihaknya juga akan memberikan kartu khusus untuk para lansia. ‘’Kalau sudah punya kartu khusus, nanti kartu ini bisa dibawa ke tempat-tempat pelayanan supaya tidak perlu antre panjang-panjang,’’ ujarnya. Koster menambahkan, tempat pelayanan yang dimaksud misalnya rumah sakit atau loket-loket pem-

bayaran listrik, pajak, dan lainnya. Nantinya ada jalur khusus yang disiapkan agar para lansia tidak menunggu terlalu lama. ‘’Saya kira kalau tidak dibuatkan secara khusus, perda ini tidak akan menjadi sesuatu yang bermakna,’’ katanya dan menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi perda ini lantaran sangat memanusiakan orang tua. Sementara itu, Ketua

Pansus Ranperda tentang Kesejahteraan Lanjut Usia I Nyoman Parta mengatakan, Bali merupakan satu dari lima provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah lansia 10 persen dari jumlah penduduknya pada 2017. Pada tahun 2020-2021, kelima provinsi yakni Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi diprediksi memiliki jumlah lansia lebih dari 10 persen. ‘’Menariknya,

PENANGANAN permasalahan kota-kota besar di Indonesia, tak terkecuali di Kota Denpasar perlu diawali dengan riset atau penelitian. Pemecahan masalah tersebut nantinya mampu memberikan masukan dan langkah-langkah dalam meningkatkan program yang memberikan kemanfaatan kepada masyarakat. Terkait dengan hal itu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menggelar kegiatan Desiminasi Kelitbangan melibatkan seluruh OPD Pemkot Denpasar, kelompok ahli Pemkot Denpasar di Ruang Sewaka Mahotama, Gedung Sewaka Dharma, Selasa (6/11) kemarin. Diseminasi Kelitbangan ini menghadirkan narasumber pusat di antaranya dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri RI Dody Riyadmadji, Wakil Kepala LIPI Bambang Subiyanto, serta unsur dari Lembaga Administrasi Negara, serta dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pemerintah pusat. Kegiatan ini dibuka Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Wali Kota Denpasar ditandai dengan pemukulan gong bersama Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede. ‘’Memanfaatkan Litbang ini sebagai sandaran inovasi baik dari kelurahan, camat hingga di tingkat kota dalam upaya pemecahan masalah melalui solusi tepat sasaran,’’ ujar Rai Iswara. Menurut Rai Iswara, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara memberikan perhatian dalam langkah program Litbang Den-

pasar yang nantinya dapat memberikan masukan-masukan terkait dengan inovasi dan program pembangunan berkelanjutan. Gagasan Litbang sebagai OPD baru dalam menjalankan tupoksinya berkaitan dengan sinkronisasi program dengan OPD terkait. Kegiatan penelitian dan pengembangan dilakukan secara terkoordinasi dengan Badan Litbang. Menurut Rai Iswara, Wali Kota Rai Mantra menitikberatkan pada tantangan strategis Litbang Denpasar dengan bersama-sama melakukan percepatan target-target pembanguan yang telah dituangkan dalam RPJMD Kota Den-

pasar 2016-2021. Di samping itu, evaluasi setiap kebijakan untuk kebijakan berikutnya, hingga nantinya pemantapan pada Smart Heritage City dalam tingkat perencanaan serta memantapkan Denpasar sebagai Kota Kreatif dan Kota Pusaka. Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Denpasar Ida Ayu Ketut Purbawati mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini tak terlepas dari tindaklanjut Pemkot Denpasar terkait dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kelit-

Bali justru di tahun 2018 ini jumlah lansianya sudah mencapai 10,5 persen lebih awal dari prediksi. Jadi, dengan jumlah penduduk Bali sebanyak 4,2 juta, maka diperkirakan jumlah lansia mencapai 441 ribu orang,’’ ujarnya. Lewat perda ini, kata Parta, lansia mendapatkan jaminan prioritas layanan kesehatan hingga mendapatkan pekerjaan bagi yang masih produktif. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Balitbang Denpasar Gelar Desiminasi Kelitbangan bangan yang ditindaklanjuti dengan Perda Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Penyusunan Perangkat Daerah, salah satunya Badan Penelitian dan Pengembangan. ‘’Saat ini kami tindaklanjuti juga dengan Diseminasi Kelitbangan dengan tema peran dan fungsi kelitbangan pemerintah daerah khususnya Denpasar, serta Pemkot Denpasar memiliki tenaga fungsional yang meliputi peneliti, perekayasa dan analis kebijakan sehingga narasumber ini kita undang sebagai instansi pembina daripada jabatan fungsional kelitbangan,’’ ujarnya. (ad245)

DESIMINASI - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Ketua DPRD Kepala Litbang Kemendagri dan Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Denpasar saat membuka Desiminasi Kelitbangan di Ruang Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Selasa (6/11) kemarin.


BADUNG

Rabu Umanis, 7 November 2018

3

Dibabat, Puluhan Pohon Perindang di Jalan Raya Kapal

PADAT - Kondisi kepadatan arus lalu lintas di Jalan By-pass Ngurah Rai menuju simpang Jimbaran.

Bali Post/rin

Mangupura (Bali Post) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, lagi-lagi menjadi sorotan masyarakat. Setelah kasus pemasangan imbauan “Sayangi Pohon Perindang, Jangan Dipaku dan Dipasang Spanduk” dengan memaku di pohon perindang, kini dinas yang dulunya bernama DKP membabat puluhan pohon perindang yang berdiri di sepanjang Jalan Raya Kapal-Gilimanuk. Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan saat dikonfirmasi, Selasa (6/11) kemarin, tak menampik adanya penebangan pohon perindang tersebut. Birokrat asal Sempidi ini berdalih pemangkasan pohon berumur 25 tahun dengan tinggi 15 meter telah merusak trotoar dan menghambat laju air di drainase. Tak hanya ini, pemotongan pohon perindang jenis angsana lantaran digunakan drainase oleh Satker Bali. “Karena pohon besar dan akarnya lembat membuat trotoar rusak dan aliran air terhambat. Namun rencananya Satker juga mengganti dengan

pohon taberbuya agar selalu asri,” ungkapnya. Mantan Kabag Humas Badung itu menegaskan penebangan pohon perindang hanya dilakukan di Jalan Raya Kapal. Hal ini dilakukan untuk kepentingan publik. Karena itu, Eka Merthawan berharap masyarakat turut menjaga pohon perindang, sehingga Badung tetap terlihat asri. “Tak hanya kepada peserta Pemilu, kami mengimbau masyarakat Kabupaten Badung agar tidak melakukan perilaku yang dapat merusak tanaman perindang dengan tidak memasang reklame, brosur, bendera maupun baliho pada pohon,” tegasnya. Selain merusak estetika kawasan, penempati bendera di pohon ini juga sangat membahayakan masyarakat. Sebab, pohon rawan tumbang terlebih menjelang musim hujan. “Selain merusak, yang paling kami takutkan saat musim hujan pohon-pohon itu rebah. Nanti kalau kena orang atau kabel listrik kan kacau jadinya,” pungkasnya. (kmb27)

BBPJN Kaji Penanganan Jangka Panjang Simpang Jimbaran Mangupura (Bali Post) -

Penataan simpang Jimbaran dengan pelebaran jalan yang sedianya dilakukan tahun 2018, ternyata masih terkendala pembebasan lahan. Dengan ditundanya pelebaran jalan yang menjadi satu paket dengan pengerjaan underpass simpang Tugu Ngurah Rai tersebut, tentunya sangat berdampak pada kondisi kemacetan arus lalu lintas di sana. Kepadatan kendaraan hampir setiap hari terlihat, baik pagi maupun sore hari. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII mulai melakukan langkah penanganan jangka panjang. Hal itu di-

lakukan agar penanganan lebih efektif. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII Nyoman Yasmara, Selasa (6/11) kemarin, mengatakan pihaknya sudah memohonkan ke BBPJN untuk melaksanakan kajian penanganan

jangka panjang. Dikatakan, kajian ini nantinya sifatnya untuk program penanganan jangka panjang mengatasi masalah kemacetan di simpang Jimbaran. ‘’Kalau nanti sudah ada kajian atau feasibility study (FS) atau studi kelayakan untuk di

Bali Post/rin

Angkat Potensi UMKM

LBF 2018 Hadirkan Usaha Kuliner dan Nonkuliner mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terus menunjukkan peningkatan di Bali. Menurut Ketua Pelaksana Legian Beach Festival (LBF) 2018 Nyoman Sarjana, Selasa (6/11) kemarin, LBF 2018 yang akan berlangsung mulai 8-12 November ini selain fokus pada UMKM juga akan ditampilkan seni budaya yang spesial. Yaitu Barongsai dan Cak LBF, selain kegiatan ekonomi dan bisnis. “Jadi kita berharap melalui festival ini nantinya akan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, pertumbu-

hal itu. Wika mengatakan turis itu sempat tidur di depan Pura Segara. Selain itu, juga sempat jalan-jalan masuk ke hotel dan restoran, tanpa berbekal apa pun, sehingga diusir pihak security. Setelah dilakukan interogasi, turis tersebut diketahui hanya berbekal sebuah paspor dan menggelandang di Kuta. Bahkan dia tidak mempunyai tempat tinggal. Meski sempat diamankan, namun bule tersebut tiba-tiba melarikan diri.

Bali Post/ist

BABAT - Puluhan pohon perindang yang berdiri di sepanjang Jalan Raya Kapal dibabat Dinas LHK Badung.

han ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian seni dan budaya,” pungkasnya. LBF kali ini, kata Sarjana, akan diisi dengan yoga massal yang melibatkan sekitar 2.000 peserta. Yoga massal ini juga di-support Kedutaan India. Kami harapkan kegiatan ini bisa meraih rekor MURI. “Selain yoga massal, pengunjung LBF 2018 juga akan disuguhkan dengan yoga ketawa, Cak serta berbagai event seni dan budaya yang bisa mendukung kegiatan pariwisata,” pungkasnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Sebagian wilayah Bali saat ini sudah mulai beralih dari musim kemarau ke musim penghujan. Musim penghujan dimulai dari bagian tengah Bali, di mana dalam beberapa hari ke depan pada wilayah ini diprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Bahkan masyarakat diminta untuk mewaspadai terjadinya hujan disertai petir. Menurut Forcaster On Duty BBMKG Wilayah III Denpasar

Diana Hikmah, hujan yang mulai turun beberapa hari terakhir merupakan peralihan musim dari kemarau ke penghujan, dipengaruhi awan kumulonimbus. Pada masa peralihan musim kemarau ke penghujan ini sangat berpotensi terjadinya hujan petir. ‘’Yang harus diwaspadai adalah adanya hujan disertai dengan petir dan kilat,’’ katanya, Selasa (6/11) kemarin. Meski sudah mulai hujan, namun belum merata secara

keseluruhan. Dalam beberapa hari ke depan di Bali tengah, barat, dan selatan diperkirakan terjadi hujan. Intensitas hujan meningkat dari yang terjadi saat ini. Terutama di wilayah Penebel, Selemadeg, Mendoyo dan sekitarnya. Kondisi ini akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. ‘’Intensitas hujan masih belum merata pada tiap wilayah. Intensitas hujan ringan hingga sedang hanya terjadi pada titik-titik tertentu,’’ pungkasnya.

Dalam kondisi seperti ini, yang perlu diperhatikan adalah potensi angin kencang, diiringi dengan gelombang laut tinggi. Terutama di perairan selatan Bali dengan ketinggian di atas dua meter. Sementara untuk di perairan utara Bali memang masih normal. Tinggi gelombang antara 0,25 – 1,5 meter. ‘’Di selatan diprediksi bisa mencapai tiga meter. Kecepatan angin berkisar antara 5-23 knot. Bertiup dari timur hingga dari tenggara,’’ tambahnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Hujan lebat mulai mengguyur wilayah Kabupaten Badung. Diperkirakan puncak musim hujan pada awal tahun, tepatnya antara Januari dan Februari 2019. Guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung mulai siap siaga, baik itu tim maupun pompa penyedot air. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung A.A. Gde Dalem mengakui telah menyiagakan tim untuk melakukan pengelolaan banjir, khususnya di wilayah Kuta Selatan yang rawan terkena genangan air. Seperti di Jalan

Dewi Sri, Jalan Kunti, dan Jalan Nakula, Kuta. ‘’Kami telah menyiagakan semua pompa dan menyiapkan tenaga yang menjaga pompa. Jadi ketika terjadi hujan lebat dapat segera tertanggulangi,’’ kata Gde Dalem, Selasa (6/11) kemarin. Menurutnya, penyebab banjir di Badung sebagian besar dipicu oleh sampah. Sampah ini membuat air tidak bisa mengalir ke Tukad Mati, meski lokasinya tidak jauh dari titik banjir. Dengan pompa, air hujan yang menggenang dapat disedot dan dibuang ke Tukad Mati. ‘’Kami sudah cek keberadaan tiga pompa penyedot di Jalan Arjuna, Dewi Sri dan Kartika Plaza. Staf kami stand-by di sana, menjaga selama 24 jam.

Jadi bergilir satu orang. Mereka juga melakukan try an error saat serah terima kerjaan. Jadi kalau terjadi kerusakan segera dapat diperbaiki,’’ jelasnya. Pihaknya juga telah membersihkan sungai maupun selokan, sehingga aliran air hujan tidak tersubat dan mengakibatkan banjir. ‘’Secara rutin kami sudah melakukan pembersihan (selokan - red), termasuk di Tukad Mati. Mudah-mudahan memasuki musim hujan ini bisa terkendali dan tidak sampai banjir,’’ harapnya. Di pihak lain, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata berharap penanganan banjir agar terus ditingkatkan, sehingga tak menimbulkan kerugian lebih banyak. ‘’Kami mendo-

rong pemerintah, baik Kabupaten Badung, provinsi maupun pemerintah pusat bersinergi dalam penanganan dan melakukan evaluasi terhadap peristiwa yang terjadi untuk segera diambil langkah penanggulangan,’’ ungkapnya. Penanganan saat dan setelah terjadi sangat diharapkan, sehingga tak menimbulkan masalah. Terlebih lagi Badung sebagai daerah tujuan wisata dunia tentunya akan menjadi sorotan bila penanganannya tidak maksimal. ‘’Yang namanya musibah sulit dipridiksi. Untuk itu penanganan saat dan pascabencana menjadi sangat penting, sebab ini menjadi perhatian dunia,’’ imbuhnya. (kmb27)

Musim Hujan, Dinas PUPR Siagakan Tiga Pompa Penyedot

Diduga Depresi, Turis Australia Menggelandang di Kuta

Mangupura (Bali Post) Diduga mengalami depresi, seorang turis berkebangsaan Australia sempat diamankan petugas Satpol PP BKO Kuta, Selasa (6/11) kemarin. Warga negara asing (WNA) tersebut sebelumnya diserahkan pihak security karena beberapa kali masuk ke hotel, restoran serta tempat umum. Dia seperti orang kebingungan. Danru Satpol PP BKO Kuta Nengah Wika membenarkan

over,’’ terangnya. Terkait penanganan di simpang Jimbaran, Kabid Binamarga PUPR Badung Sang Nyoman Oka Permana mengatakan, Pemkab Badung pasti siap mendukung. Namun perlu dilihat dulu hasil kajiannya seperti apa. Kemudian pilihan konstruksinya seperti apa, baru bisa menentukan langkah berikutnya. ‘’Pemkab Badung siap mendukung, namun perlu dilihat dulu hasil kajiannya,’’ pungkasnya. (kmb23)

Peralihan Musim, BBMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Petir

PRESS CONFEREFCE - Press conference kegiatan Legian Beach Festival (LBF) 2018.

Mangupura (Bali Post) Meski kawasan Legian sudah dikenal sejak dulu, promosi terkait potensi wisata perlu terus dilakukan. Hal itu untuk meningkatkan kembali jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut. Salah satu upaya untuk promosi yaitu melalui kegiatan Legian Beach Festival (LBF) 2018. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan festival yang memasuki tahun ke-11 ini akan tetap menampilkan berbagai usaha kuliner serta nonkuliner. Hal ini untuk mengangkat potensi usaha

sana, seperti apa jenis penanganannya, kami mohonkan untuk realisasinya nanti,’’ ucapnya. Untuk jenis penanganannya, kata Yasmara, tentu akan mengacu pada hasil kajian dan hasil FS tersebut. Apakah nanti dibutuhkan penataan simpang, penambahan U-turn atau akan ada underpass atau flyover. ‘’Sesuai dengan hasil kajian nanti, apakah cukup dengan penataan simpang atau akan ada underpass atau pun fly-

Terkait maraknya wisatawan diduga mengalami depresi yang sering membuat onar di kawasan Kecamatan Kuta, perlu mendapat perhatian serius. Karena hal itu dirasa sangat meresahkan masyarakat di sekitar kawasan Kuta. Bahkan dalam satu bulan ini, pihak Kecamatan Kuta sudah menerima empat laporan masyarakat terkait adanya wisatawan yang membuat keonaran. Terkait hal itu, Plt. Camat

Kuta Made Widiana berharap penanganan soal ini semua pihak terkait harus bergandengan tangan. Baik dari pihak pemerintahan, kepolisian, Imigrasi maupun perangkat desa. Selain itu, sebagai tindak lanjut, hal ini juga perlu dikomunikasikan dengan pihak konsulat dari negara yang bersangkutan. Seperti apa penanganannya nanti, apakah mereka harus segera di deportasi. (kmb23)

Perayaan Dipawali

Libur Hanya Berlaku bagi Umat yang Merayakan

Mangupura (Bali Post) – Hari ini, Rabu (7/11), masyarakat Hindu keturunan India merayakan hari raya Dipawali. Berdasarkan surat dari Pemerintah Provinsi Bali Nomor 033.2/10906/MP/BKD yang ditandatangani Sekda Bali Dewa Made Indra memberikan dispensasi kepada masyarakat yang merayakan Dipawali. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya

Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung menegaskan, perayaan Dipawali hanya berlaku bagi umat yang merayakan. Sedangkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak merayakan tetap menjalani aktivitas atau masuk kerja seperti biasa. ‘’Kami memberikan dispensasi bagi yang merayakan Dipawali. Ini sesuai surat edaran (SE) yang ditandatangani Sekda Provinsi Bali. Dalam

surat tertanggal 6 Novpember 2018 tersebut dinyatakan dispensasi hanya berlaku bagi umat yang merayakan hari kemenangan dharma tersebut,’’ ungkap Kepala BKPSDM Kabupaten Badung I Gede Wijaya, Selasa (6/11) kemarin. Kepada ASN di lingkungan Pemkab Badung, katanya, dispensasi hanya berlaku bagi umat Hindu keturunan India. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Hadir pada Acara Presenter Hindu dan Pelantikan Teruna Hindu

Rabu Umanis, 7 November 2018

Sukses, Peserta Membeludak

Senator Wedakarna Minta Hindu Muda Berani Pembukaan Dies Natalis Stikes Wira Medika Bali Bicara Antiradikalisme di Pulau Dewata

HARAPAN agar generasi muda Hindu di Bali semakin menguasai organisasi dalam rangka memperteguh cita-cita kedaulatan SDM Hindu Indonesia, terus digelorakan oleh tokoh muda Hindu Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Hal ini terekam saat menerima peserta pelatihan Presenter Hindu Indonesia yang diikuti oleh siswa Hindu (Shindu) dari seluruh Bali. Dalam kesempatan itu, Senator Arya Wedakarna memberikan pemahaman agar generasi muda Hindu menjadikan organisasi sebagai kawah candradimuka sebelum menjadi pemimpin nasional. ‘’Siswa Hindu harus memiliki ambisi untuk merebut kekuasaan. Bung Karno sering berkata kepada seluruh anak muda bangsa, bahwa hanya merebut kepemimpinan dan menggunakan kebaikan sebagai dasar kepemimpinan maka masyarakat akan terbantu. Kekuasan yang mana itu? Yakni kekuasaan di segala bidang. Anak muda Hindu harus berkuasa di bidang politik, ekonomi, kebudayaan, pariwisata, pertanian, kelautan, bidang hukum, termasuk bidang militer dan internasionalisme. Hanya dengan jalan ini maka Bali sebagai sumber dari segala sumber ajaran Hindu Indonesia akan bisa bertahan. Mari terinspirasi dari perjuangan Pahlawan Nasional Mr. Gusti Ketut Pudja yang menjadikan dirinya sebagai tameng dalam perjuangan nasionalisme Indonesia dengan berani menolak Piagam Jakarta dan menolak bentuk negara agama saat 1945. Jadi kalian harus berani seperti beliau,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga mengingatkan bahwa pentingnya anak muda Hindu berpendidikan tinggi, karena hanya lewat jnana maka seluruh masalah bangsa ini bisa disele-

SINERGI - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama presenter Hindu di Kampus Universitas Mahendradatta dan pelantikan Ikatan Teruna Hindu Bali di Kampus Unhi Denpasar. saikan, karena mengurus negara membutuhkan kepintaran yang luar biasa, selain moral yang baik. ‘’Jika kalian serius ingin menjadi pemimpin bangsa, maka harus capai pendidikan tinggi terlebih dahulu. Tiru Bung Karno yang menimba ilmu di ITB Bandung sebelum menjadi Ketua PNI pada 1927 dengan tujuan Indonesia Merdeka 1945. Dengan pendidikan di kampus itulah, seorang anak muda bisa melatih ilmu kepemimpinan dengan baik. Semoga kalian berhasil,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Hal senada ia sampaikan saat hadir pada acara pelantikan Ikatan Teruna Hindu Bali, bahwa membangun organisasi adalah wujud kedaulatan Hindu dalam

hal diplomasi. ‘’Saya harap Ikatan Teruna Hindu Bali ini menjadi organisasi baru yang turut menjaga niai-nilai kebangsaan dan tentu komitmen membangun SDM Hindu harus menjadi yang utama. Bangunlah jiwa-jiwa manusia Hindu, serta jadikan pendidikan sebagai panglima dalam memerangi kemiskinan dan kebodohan. Dan itu akan membuat Hindu akan berjaya kembali, bukan saja secara kualitas tetapi secara kuantitas. Besar harapan saya kepada Ikatan Teruna Hindu Bali yang hebat ini agar membantu gerakan Satyagraha Hindu dalam hal kepemimpinan,’’ ujar Gusti Wedakarna yang merupakan Senator DPD-RI termuda dari Bali ini. (ad249)

Parwata Puji Pelaksanaan Tes SKD CPNS Badung Berjalan Tertib dan Lancar

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung I Putu Parwata turut memantau pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 di Lingkungan Pemkab Badung, Selasa (6/11) kemarin di Makodam IX/Udayana, Denpasar. Parwata memberikan apresiasi tes SKD hari kedua kemarin berlangsung dengan tertib dan lancar. ‘’Kami sudah memantau tes SKD di Makodam IX/Udayana. Kami mengapresiasi pelaksanaannya sangat tertib dan lancar. Seperti diketahui, tes SKD ini diselenggarakan langsung oleh pemerintah pusat dengan bekerja sama pemerintah daerah. Di Badung sendiri tahun ini mendapatkan kuota 301 orang,’’ kata Parwata usai memantau jalannya SKD kemarin didampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Badung I Ketut Martha, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung I Gede Wijaya, serta Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara. Parwata juga melontarkan pujian, karena pelaksanaan tes SKD yang di dalamnya meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) berjalan sangat transparan. ‘’Tadi kami tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan dan tidak ada yang aneh-aneh. Semua berjalan transparan dan tidak ada permainan. Apalagi semua sudah disiapkan, semua komputerisasi,’’ lanjut politisi asal Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara ini. Pihaknya pun berharap dengan proses yang sangat transparan ini menghasilkan CPNS yang cakap sesuai bidang keilmuan masingmasing. Dengan begitu, saat nanti melaksanakan tugasnya bisa beker-

SKD - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata saat meninjau jalannya tes SKD CPNS tahun 2018 di lingkungan Pemkab Badung, Selasa (6/11) kemarin di Makodam IX Udayana didampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Badung I Ketut Martha (dua dari kiri), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung I Gede Wijaya (kanan), serta Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara (kiri). ja dengan sepenuh hati melayani masyarakat. Seperti diketahui, kata Parwata, pada penerimaan CPNS tahun 2018 ini, formasinya meliputi bidang pendidikan maupun kesehatan. Untuk diketahui, tes SKD SPNS Badung tahun 2018 telah dimulai sejak Senin (5/11) dilanjutkan pada Selasa (6/11). Jika hari Senin ada 5 sesi di mana masing-masing sesi sebanyak 360 peserta, hari Selasa kemarin ada 4 sesi saja. Demi memastikan pelaksanaan tes

SKD berjalan lancar, sebanyak 40 orang staf dari BKPSDM dikerahkan untuk membantu melakukan pengawasan. Seperti ditegaskan Kepala BKPSDM I Gede Wijaya sebelumnya, para petugas ini pula yang akan melakukan pengecekan satu per satu kecocokan wajah peserta dengan kartu ujian serta KTP yang dibawa pada saat melakukan registrasi. ‘’Dengan sistem yang diterapkan kiranya joki tidak akan bisa berperan,’’ tegasnya. (ad244)

SEMARAK Dies Natalis XI Stikes Wira Medika Bali yang bertajuk ‘’Unite for One Goal’’ sukses terlaksana, bertempat di halaman Stikes Wira Medika Bali. Acara itu diawali dengan pembukaan dan potong pita oleh Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. didampingi Ketua Yayasan Samodra Ilmu Cendekia Bali Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. sebagai simbol 11 tahun berkiprah di dunia pendidikan bidang kesehatan. Rangkaian perayaan dies natalis ini diisi dengan tiga kegiatan utama yaitu kegiatan ilmiah, pengabdian masyarakat dan kreativitas mahasiswa. Pembukaan diawali dengan jalan sehat yang diikuti oleh 900 peserta dari LLDikti Wilayah 8, yayasan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dosen tidak tetap, mahasiswa, alumni, rumah sakit, puskesmas, dan warga di lingkungan kampus. Start dari halaman kampus ke Jalan Seroja kemudian ke Jalan Nangka Utara dan finis di halaman Stikes Wira Medika Bali. Setelah itu dilanjutkan dengan berbagai lomba seperti memasukkan belut, estafet terong dan bakiak yang melibatkan seluruh peserta. Kemeriahan ditambah dengan band performance dari mahasiswa, alumni dan solo dari Ketua Ikatan alumni Bapak Mahardika. Panitia menyediakan banyak doorpize yang diundi, hadiah utama berupa 1 lemari es diperoleh oleh perwakilan RS Bali Med, 2 TV LED masing-masing diperoleh oleh mahasiswa dan warga di lingkungan kampus. Sedangkan hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor diraih oleh Putu Wirawan, mahasiswa Prodi S-1 Keperawatan angkatan ke-9 yang berasal dari Kintamani.

DIES NATALIS - Dies Natalis XI Stikes Wira Medika Bali yang bertajuk ‘’Unite for One Goal’’ sukses terlaksana. Dalam sambutannya, Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. mengatakan dies natalis merupakan peringatan yang dirayakan penuh syukur dengan pengharapan bertambah dewasanya Wira Medika untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Ajang ini momentum untuk saling berinteraksi antara satu sama lain, baik mahasiswa, dosen, staf, alumni dan dari rumah sakit serta lingkungan guna menumbuhkembangkan persaudaraan, sehingga pada proses belajar mengajar akan semakin efektif. Gede Astina selaku Ketua Yayasan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan yang sangat meriah dengan melibatkan seluruh karyawan, mahasiswa, alumni dan stakeholder, sehingga terjalin hubungan dan komunikasi yang baik untuk kejayaan Stikes Wira Medika Bali dalam partisipasinya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Deretan kegiatan Dies Natalis XI bukan berakhir sampai di sini saja, masih terdapat kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan sampai

akhir November seperti lomba film pendek, turnamen futsal, lomba tari, festival musik, fashion show endek, English Speech Competition, Nursing Skill Competition, Medical Laboratory Competition yang mengikutsertakan SMA/SMK yang ada di Bali. Selain itu ada Seminar Teknologi Laboratorium Medik, Seminar Rekam Medik, Seminar Keperawatan, Seminar Nasional Entrepreneur dalam Pelayanan Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal, Pemeriksaan Fisik dan Penyuluhan Kesehatan, penanaman pohon, donor darah, dan bakti sosial di panti asuhan. Stikes Wira Medika Bali masih terbuka bagi SMA/SMK seBali partisipasinya untuk bergabung mengikuli rentetan kegiatan, lomba-lomba yang informasinya bisa dilihat di www.stikeswiramedikabali.ac.id atau dari sosmed official IG stikes_wiramedika. Dalam rangka menyambut Dies Natalis XI, Stikes Wira Medika Bali memberi kemudahan kepada calon mahasiswa hanya dengan click pmb.stikeswiramedika. ac.id dari tanggal 5 sampai dengan 29 November 2018. (ad246)

Road to 60th Diamond Years Jubileum Mahendradatta University 2023

Salurkan Rp 2 Miliar Beasiswa 11 Calon Doktor dan Wisudawan Wajib Sertifikat Profesi

AMANAT UU dan juga arahan Kementerian Ristek Dikti RI benar– benar dilaksanakan dengan baik oleh segenap manajemen Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) atau Unmar, salah satunya adalah syarat lulusan perguruan tinggi agar mendapatkan sertifikat pendamping, sesuai dengan Permendikti No.81 Tahun 2014. Komitmen PTS tertua di Bali yakni Unmar untuk meluluskan sarjana berkualitas dibuktikan dengan diwajibkannya setiap mahasiswa Unmar untuk mengikuti pelatihan sertifikasi profesi oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP). Sehingga dipastikan sebagian besar lulusan Unmar tahun 2018 akan dibekali lembar setifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Demikian diungkapkan Dr. Putri Anggreni (Rektor Universitas Mahendradatta) di sela-sela acara Sidang Terbuka Senat Unmar dengan agenda Wisuda Sarjana ke–50 dan Wisuda Pascasarjana ke–10 di Bhumiku Convention Center Denpasar. Dalam sambutannya, Rektor Unmar menyampaikan bahwa Unmar yang merupakan perguruan tinggi peninggalan Bung Karno tentu harus menjadi teladan dalam segala hal, dan perlahan namun pasti, sesuai dengan prinsip-prinsip berdikari Tri Sakti, kini Unmar menjadi salah satu perguruan tinggi favorit di Bali. ‘’Astungkara berkat program road to 60th Diamond Years Jubileum Mahendradatta University 2023, maka Unmar telah memiliki roadmap jelas tentang pencapaian dan target kerja yang harus diraih oleh seluruh unit dan satuan kerja di Unmar. Ada sejumlah target Unmar yang sudah tercapai lebih awal di antaranya. 1) Peresmian dua unit Kampus B dan C Unmar di kawasan Niti Mandala Renon. 2) Tercapainya akreditasi ‘BAIK’ untuk seluruh program studi Unmar. 3) Dibukanya sejumlah program S-1 dan S-2 terbaru sesuai izin Menteri Ristek Dikti. 4) Meningkatnya jumlah mahasiswa baik S-1 dan S-2 secara signifikan dari tahun ke tahun. 5) Anggaran rutin beasiswa S-3 penuh untuk 11 dosen berprestasi yang mencapai miliaran rupiah pertahun. Semua ini berkat dukungan Yayasan Mahendradatta,’’ ungkap Dr. Putri Anggreni yang Ketua SC acara Gerakan

KAMPUS REFORMASI – Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Mahendradata dan peraih cumlaude di seluruh fakultas S-1 dan S-2. Perguruan Tinggi Anti-Radikalisme gan konsep nasionalisme Indonesia,’’ yang dihadiri oleh Presiden Jokowi ungkap Turah Wira Weda. dan rektor dari 4.000 PTN/PTS. Hal lain yang disampaikan oleh Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Yayasan, bahwa oleh Shri IGN Wira Wedawitry WS, proses perekrutan SDM di Unmar S.Sos., S.H., M.H. (Ketua Umum sangat transparan dan tidak berbau Yayasan Mahendradatta) yang me- KKN. Hal ini dilihat dari seluruh nyatakan bahwa dukungan yayasan fungsionaris Rektorat, Dekanat, terhadap infrastruktur kampus, dan jajaran BPM–UPM hampir serta penguatan SDM juga sangat sebagian besar adalah SDM muda penting dalam menjaga kualitas Un- yang menjalani proses alamiah mar sebagai PTS berkualitas. ‘’Kita sebagai pejabat Unmar. ‘’Proses merasakan atmosfer yang baik di karier di Unmar sangat terbuka, bawah pemerintahan Presiden Joko siapa pun berhak menjadi pejabat Widodo saat ini. Penyempurnaan Unmar, proses alamiah seperti sistem di bawah Kementerian Ristek NIDN, jabatan akademik, impassing Diki, serta perhatian terhadap ma- sampai serdos semua transparan. hasiswa dan SDM juga meningkat Perekrutan dosen juga terbuka, tajam. Tentu Unmar merasa diber- serta jenjang karier jelas. Begitu dayakan karena Unmar adalah PTS juga dengan fasilitas beasiswa S-3 yang konsisten dengan nilai-nilai hingga Rp 2 miliar per tahun juga Bung Karno dan selaras dengan diajukan lewat mekanisme yang semangat Tri Sakti yang sering jelas. Inilah semangat dari PTS yang didengungkan oleh pemerintahan didirikan Bung Karno ini,’’ ungkap Joko Widodo. Ijazah alumni Unmar Turah Wira Weda yang juga Sekresangat dipertimbangkan di era ini, taris BP-PTSI Wilayah Provinsi Bali mungkin karena satu jalur ya den- ini. (ad248)

Finns Bali Serahkan Bantuan Rp 1 Miliar ke Yayasan Solemen FINNS Bali yang membawahi Finns Beach Club dan Finns Recreation Club menyerahkan bantuan Rp 1 miliar kepada Yayasan Soleman dari hasil penggalangan dana sosial melalui Melbourne Cup 2018 dilangsungkan di Finns VIP Beach Club Berawa, Selasa (6/11) kemarin. Bantuan sosial tersebut diserahkan Owner Finns Bali I Ketut Subina kepada Founder Yayasan Soleman Robert Epstone. Bantuan ini merupakan hasil dari pengumpulan dana lewat nonton bareng Melbourne Cup 2018 di VIP Finns Beach Club Berawa. ‘’Semua hasil pengumpulan dana dari Melbourne Cup kita sumbangkan ke Yayasan Solemen untuk membantu masyarakat Bali kurang mampu, tidak bisa sekolah dan tidak mampu berobat ke rumah sakit,’’ kata Subina. Subina didampingi Partner

Bisnis Tony Smith menjelaskan, bantuan yang disalurkan ini akan digunakan membantu anak-anak telantar di Bali, membantu orang tua tidak memiliki rumah dan masyarakat kurang mampu berobat ke rumah sakit. Bantuan yang disalurkan ini sangat bermanfaat meringankan beban masyarakat kurang mampu dan terhimpit masalah ekonomi. Karena Melbourne Cup ini rutin digelar setiap tahun dan hasilnya disumbangkan melalui Yayasan Solemen. ‘’Kami berkomitmen untuk menyalurkan dana sosial kepada Yayasan Solemen. Karena sebelumnya juga membantu pengungsi erupsi Gunung Agung,’’ ujar Subina. Subina mengaku pihaknya menyerahkan sumbangan dana sosial sebesar Rp 1 miliar per tahun kepada Yayasan Solemen. Bantuan

ini diserahkan keempat kalinya untuk membantu masyarakat Bali yang ekonominya terbelakang. ‘’Kita bukan hanya menyerahkan bantuan ke Yayasan Solemen saja, tapi memberikan bantuan ke yayasan lain untuk membantu anak-anak yang kena Bom Bali satu. ‘’Kami juga memiliki yayasan Keps Bali Clean Foundation khusus menangani kebersihan sampah plastik. Kami sebagai penggerak di daerah Canggu karena fokus menangani masalah sampah plastik yang ada di sepanjang Pantai Berawa,’’ ucap Subina. Lebih lanjut Subina mengemukakan, kegiatan sosial Finns Bali yang dilakukan selama ini guna membangun kebersamaan antara pengusaha dan yayasan yang bergerak di bidang sosial. Di mana bantuan yang dikelola

oleh yayasan agar disalurkan tepat kepada yang membutuhkan. Kerja sama yang dibangun dengan Yayasan Solemen akan terus berlanjut agar dapat membantu masyarakat kurang mampu dan anak-anak yatim-piatu. ‘’Bantuan yang disalurkan ke yayasan ini untuk memberikan kontribusi keuntungan perusahaan. Finns Bali tidak semata-mata hanya mencari keuntungan, namun ingin memberikan sumbangsih kepada masyarakat Bali kurang mampu,’’ paparnya. Sementara itu, Director Entertaiment Hery Mc. Hassy mengungkapkan, pihaknya melakukan penggalangan dana melalui nonton bersama Melbourne Cup dengan Yayasan Solemen. Dari hasil penggalangan dana tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang

SERAHKAN BANTUAN – Owner Finns Bali I Ketut Subina menyerahkan bantuan dari penggalangan dana sosial lewat Melbourne Cup kepada Founder Yayasan Solemen Robert Ekstone di Finns VPV Beach Club Berawa, Selasa (6/11) kemarin. ekonominya kurang baik dan juga kepada anak-anak yatim-piatu dan orang tua tidak mampu berobat. ‘’Kami sangat concern masalah

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

sosial di Bali, sehingga dana yang diperoleh dari Melbourne Cup ini kami salurkan ke masyarakat yang membutuhkan,’’ jelasnya. (ad243)


DAERAH

Rabu Umanis, 7 November 2018

Memasuki Musim Hujan, PNS Kodam Bersihkan Lingkungan Denpasar (Bali Post) Beberapa hari terakhir Bali diguyur hujan, bahkan longsor dan banjir terjadi di beberapa kabupaten. Menyikapi kondisi tersebut, PNS Kodam IX/Udayana dan jajaran membersihkan lingkungan Kompleks Kesatriyan Praja Raksaka Kepaon, Denpasar Selatan, Selasa (6/11) kemarin. ‘’Karya bakti ini dilaksanakan juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-47 Korpri tahun 2018,’’ Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. Kapendam menyampaikan, kegiatan itu dimulai dengan apel dipimpin Kajasdam IX/Udayana Kolonel Inf. Bambang Hery Tugiyono dan melibatkan sekitar 300 orang PNS jajaran Kodam. ‘’Dalam amanatnya Kajasdam menyampaikan semoga Korpri semakin dewasa dan profesional dalam melaksanakan pengabdiannya kepada bangsa dan negara,’’ ujarnya. Dalam pelaksanaannya, koordinator kegiatan dari Unit Korpri Bekangdam IX/Udayana membagi sektor menjadi empat sektor, antara lain di Sektor Pintu Masuk Kesatriyan Praja Raksaka, Sektor Pura Praja Raksaka, Sektor Masjid Al Amin dan Sektor Gereja Oekumene. Sementara Ketua Korpri Kodam IX/Udayana Sebastian B Watuoto mengatakan tujuan digelarkanya kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, sekaligus berpartisipasi dalam mendukung program Indonesia Sehat. Tidak kalah penting adalah sebagai momen meningkatkan jiwa korsa, rasa kebersamaan, kekeluargaan, serta ajang silaturahmi antarsesama PNS berdinas di satuan-satuan jajaran Kodam. Kegiatan seperti ini akan dapat mempererat soliditas dan solidaritas serta mampu mendorong pengembangan kompetensi sumber daya manusia agar menjadi aparatur yang andal dan profesional. (kmb36)

5

Tahun 2019, Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali Naik 8,03%

I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H.

PER TANGGAL 1 November 2018, Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali ditetapkan naik sekitar 8,03% atau sebesar Rp 170.811,70 dari awalnya tahun 2018 yang sudah diterapkan sebesar Rp 2.127,157 menjadi Rp 2.297.968,70 tahun 2019. Penegasan ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya, Selasa (6/11) kemarin. ‘’Dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, serta berdasarkan kebutuhan hidup layak, Pemprov Bali menetapkan kenaikan UMP tahun 2019 yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 87 Tahun 2018 tentang Upah Minimum Provinsi. Peraturan ini berlaku mulai tanggal 1 Januari 2019, jadi para pengusaha dan perusahaan sudah bisa merancang

penggajian pekerjanya mulai sekarang,’’ tegas Dewa Mahendra. Lebih jauh, Dewa Mahendra menjelaskan, berdasarkan Pergub Bali Nomor 87 Tahun 2018 upah minimum yang ditetapkan tersebut berlaku bagi pekerja yang belum menikah yang masa kerjanya kurang dari 1 tahun, termasuk pekerja yang masih dalam masa percobaan. ‘’Sesuai pedoman pengupahan yang tertuang dalam Pergub, UMP itu diterapkan bagi pekerja yang masa kerjanya di bawah setahun. Sedangkan pekerja yang memiliki masa kerja 1 tahun atau lebih agar dirundingkan secara bipartit di perusahaan bersangkutan. Misalnya disesuaikan dengan menggunakan Struktur Skala Upah,’’ ujarnya. Struktur Skala Upah yang dimaksud yakni seperti tunjangan golongan, masa kerja, jabatan, atau pendidikan

dan kompetensi. Di samping itu, bagi perusahaan yang telah memberikan upah lebih tinggi dari UMP maka diminta tidak mengurangi atau menurunkan upah tersebut. Apabila terdapat pengusaha yang tidak mampu melaksanakan ketentuan UMP sesuai Pergub 87 Tahun 2018, dapat mengajukan penangguhan pelaksanaan Upah Minimum kepada Gubernur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali. Kenaikan UMP ini, menurut Dewa Mahendra, juga akan diikuti kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota, apabila kabupaten/kota bersangkutan mengusulkan penetapan Upah Minimum yang baru. ‘’Sedangkan kabupaten/kota yang belum mengusulkan penetapan upah minimum baru, maka yang berlaku adalah UMP,’’ pungkasnya. (ad250)

Kemen-PAN RB Minta Kejati Tanpa Pungli dan Calo Kasus Denpasar (Bali Post) -

Bali Post/ist

BERSIHKAN LINGKUNGAN - PNS Kodam IX/Udayana dan jajaran membersihkan lingkungan Kompleks Kesatriyan Praja Raksaka Kepaon, Denpasar Selatan.

Beda Program, Kendala Penilaian ’’Online’’ Kesehatan Koperasi Denpasar (Bali Post) Penilaian kesehatan koperasi di Kota Denpasar sudah dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM sejak tahun 2016. Tahun 2018 kali ini yang ketiga kalinya, dan dapat berjalan dengan lancar. Hanya saat penilaian dilakukan, khususnya bagi koperasi pemula atau koperasi yang dikelola belum profesional masih terkendala program. Hal ini menyebabkan angka penilaian akan berkurang. Meski demikian setiap koperasi yang dinilai kesehatannya sudah diberikan program yang standar, sehingga dalam penilaian selanjutnya akan lebih lancar lagi. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., Selasa (6/11) kemarin, mengatakan setiap tahun penilaian kesehatan koperasi online sebanyak 150 unit. Namun kenyataannya penilaian kesehatan melebihi target. Seperti tahun lalu dari target 150 koperasi ternyata ada koperasi yang minta dinilai secara swadaya. Bahkan jumlahnya mencapai 170 koperasi. ‘’Koperasi yang kami nilai lebih fokus pada koperasi yang belum dikelola profesional. Diutamakan yang pengelolanya belum bersertifikat kompeten. Sambil dilakukan penilaian juga wajib pengelolanya membuat pernyataan akan mengikuti diklat dan uji kompetensi. Hal ini dilakukan demi berkembangnya koperasi yang dikelola,’’ kata Erwin Suryadarma Sena sambil menyebutkan koperasi yang pengelolanya sudah kompeten maka koperasinya sehat dan cepat berkembang. Menurut Erwin, dalam penilaian secara prinsip memang ada kendala umum yakni beda program. Karena penilaian kesehatan online wajib program manajemennya sama, sehingga sistem komputer akan bekerja, lancar dan cepat serta benar. Selain itu, kendala umum juga terjadi pada sumber daya manusia (SDM) yang kebanyakan belum kompeten. Untuk itu, lanjut Erwin Suryadarma, seluruh pengelola koperasi wajib kompeten. Caranya aktif mengikuti diklat uji kompetensi. ‘’Kami pemerintah juga mempasilitasi diklat uji kompetensi. Namun keterbatasan dana tidak semua yang dapat dibantu. Kami akan prioritaskan bagi koperasi yang masih kecil. Atau jika belum mampu diklat swadaya dapat mengajukan permohonan ke dinas. Jika ada kegiatan diklat akan diinformasikan ke pemohon,’’ tegas Erwin sambil mengakui dalam penilaian koperasi banyak yang tidak melakukan manajemen sesuai aturan. Bagi pengelola sepele, tetapi saat penilaian sangat membantu perolehan nilai. Seperti buku tamu, pembagian tugas, kolektibilitas buku kredit pinjaman lancar dan lainnya. Juga dalam laporan buku neraca masih banyak yang salah. Ini penting karena berdampak pada perkembangan usaha koperasi. (kmb12)

Mantan Ketua LPD Dibui Dua Tahun

Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan I Made Pasek akhirnya menghukum mantan Ketua LPD Adat Kelan, Kuta Selatan, terdakwa I Ketut Bagiarta dengan pidana penjara selama dua tahun, Selasa (6/11) kemarin. Putusan itu lebih rendah setahun dari tuntutan jaksa. JPU Made Dipa Umbara sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum selama tiga tahun. Meski demikian, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Suroso dkk., menyatakan menerima putusan hakim tersebut. Dalam perkara ini, terdakwa dinilai terbukti melakukan tindak pidana memalsukan surat-surat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. Masih dalam persidangan, Bagiarta sebelumnya diadili atas dugaan pemalsuan surat-surat yang berkaitan dalam posisinya sebagai Ketua LPD Kelan tahun 2013 silam. Selain sebagai Ketua LPD Kelan, terdakwa juga pemilik sebuah penginapan yakni Hotel The Jimbaran View dan PT Bukit Inn Resort di Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Badung bersama saksi IB Surya Bhuwana dan Helen Wungkana (istri IB Surya Bhuwana). Terdakwa sendiri memiliki saham 10 persen. Sebagai Ketua LPD, terdakwa Bagiarta memiliki kewenangan dalam setiap pemutusan atau penerimaan kredit sesuai SOP berlaku. Seiring perjalanan, terdakwa diduga melakukan putusan dan pencairan kredit sesuka hati. Akibatnya terjadi 75 rekapan kredit macet dari 75 debitur dengan total nilai mencapai Rp 2,2 miliar lebih selama terdakwa menjabat sebagai Ketua LPD. Dalam rapat 20 April 2015 lalu, terdakwa berjanji akan mengembalikan sesuai kerugian tersebut dalam kurun waktu enam bulan. Namun terdakwa tak sanggup membayar hingga waktu habis. Kemudian terdakwa minta dibuatkan rincian pinjaman akuntansi utang terdakwa berikut dengan denda dan bunganya dengan total Rp 2,9 miliar lebih. Hingga 20 September 2016, terdakwa membuat pinjaman ke LPD Kelan senilai Rp 2,9 miliar itu dengan atas nama PT Bukit Inn Resort. IB Surya Bhuwana dan istrinya selaku pemegang saham tertinggi tak mengetahui peminjaman uang di LPD Kelan menggunakan nama perusahaannya. Termasuk kuasa pengakuan utang dari terdakwa tidak ada. Terdakwa tak mengantongi izin dari para pemilik saham saat mengajukan permohonan pinjaman ke LPD Kelan. Surat-surat persetujuan inilah yang diduga dipalsukan oleh terdakwa. (kmb37)

Guna menjadi percontohan dalam pelayanan publik, aparat penegak hukum diminta transparan, tanpa pungutan liar (pungli), hilangkan calo hukum dan hindari permintaan aneh-aneh dalam penanganan suatu perkara. Hal tersebut disampaikan pihak Kemen-PAN RB saat mengecek pelayanan masyarakat di Kejati Bali, Selasa (6/11) kemarin. Sebagaimana diketahui, Kejati Bali merupakan satu dari empat kejaksaan yang diusulkan menjadi percontohan pelayanan yang menuju zona integritas untuk wilayah WBK dan WBBM (Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Mandiri) di Indonesia. Salah satu yang menjadi sasaran Kemen-PAN RB adalah pemeriksaan ruangan penyidik. Rombongan Kemen-PAN RB yang dipimpin Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Muhammad Yusuf Ateh, Ak., MBA. didampingi langsung Wakil Jaksa Agung RI Dr. Arminsyah, S.H., M.Si. bersama Kajati Bali Amir Yanto. Deputi Kemen-PAN RB Muhammad Yusuf Ateh mengatakan pihaknya melakukan pengecekan terkait diusulkanya Kejaksaan Tinggi Bali dan Kejari Gianyar menjadi percontohan pelayanan yang menuju zona integritas untuk wilayah WBK dan WBBM. Ini dimulai dari adanya survei independen dari BPS. Kemen-PAN RB

tidak terlibat dalam survei pelayanan publik itu,’’ jelas M. Yusuf Ateh. Dari hasil survei disebutkan bahwa Kejati Bali dan Kejari Gianyar sudah lolos dijadikan sebagai wilayah bebas korupsi. Itu artinya masyarakat mempunyai persepsi pada saat berurusan dengan hukum, sudah tidak ada lagi pungutan liar, tidak ada lagi calo hukum, pemaksaan maupun penyimpangan di kejaksaan. Itu kan berdasarkan survei, lantas apa yang dilihat KemenPAN RB di Kejati Bali? Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan M. Yusuf Ateh mengatakan pihaknya sudah melihat komitmen bersama antarkejaksaan dalam penegakan hukum. Kejati Bali juga sedang berbenah dan membangun salah satunya adalah transparansi ruangan jaksa. ‘’Nanti juga harus ada transparansi dalam penyidikan. Misalnya soal transparansi pemeriksaan, dan juga

Bali Post/kmb37

PELAYANAN - Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kemen-PAN RB RI M. Yusuf Ateh didampingi Wakil Jaksa Agung Arminsyah dan Kajati Bali Amir Yanto saat mengecek pelayanan masyarakat di Kejati Bali, Selasa (6/11) kemarin. harus dilengkapi kamera sehingga penyidik bisa dipantau oleh pimpinan kejaksaan, sehingga pertanyaan yang mengada-ada bisa ketahuan,’’ tandas Yusuf Ateh. Lebih jauh dijelaskan, pihak Kemen-PAN RB banyak memberikan masukan ke kejaksaan. Karena ini menjadi percontohan, masyarakat atau pencari keadilan nanti bisa menerima informasi transparan,

mendapatkan petunjuk, termasuk ruangan yang transparan, sehingga mereka merasa nyaman. Sementara itu, Wakil Jaksa Agung RI Dr. Arminsyah didampingi Kajati Bali Amir Yanto mengatakan tahun depan semua Kejaksaan Negeri di Bali harus WBK. ‘’Tahun ini baru Kejari Gianyar saja,’’ tegasnya. Lantas, soal hasil

pengecekan Kemen-PAN RB, Wakil Jaksa Agung RI, Arminsyah mengatakan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti saran dari Kemen-PAN RB. ‘’Salah satunya adalah bagaimana masyarakat menerima pelayanan hukum dengan baik, tanpa ada pungutan dan menyusahkan masyarakat. Kalau ada aneh-aneh, cepat kita tindak,’’ tandas Arminsyah. (kmb37)

Rencana Taman Mangrove di Tahura Ngurah Rai

Gubernur Sebut Pemerintah Kelola Sepenuhnya Denpasar (Bali Post) Rencana pengusahaan pariwisata alam pada blok pemanfaatan Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai belakangan kembali mencuat. Apalagi, Pemprov Bali kini tengah merencanakan penataan kawasan seluas 1.373,5 hektar itu secara holistik. Tahura Ngurah Rai akan dijadikan sebagai taman mangrove. ‘’Jadi begini, sekarang mangrovenya itu kan sudah rusak, yang gundul sudah banyak, sudah gitu dikotorin, enggak rapi, kemudian yang nyerobot juga banyak. Karena itu ada pemikiran mangrove itu akan dikelola, dijadikan taman mangrove,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat dikonfirmasi usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Bali, Selasa (6/11) kemarin. Menurut Koster, rencana ini masih belum final. Tetapi akan

segera diproses, karena tujuan utamanya adalah untuk menjaga mangrove tetap lestari, sehat, dan bisa diberdayakan. Mangrove yang mati atau gundul akan ditanami kembali, dirapikan, serta dibersihkan dari polusi dan sampah. Penyerobotan lahan dan bangunan liar di kawasan itu juga akan ditertibkan. Mantan anggota DPR-RI ini menegaskan, tidak ada pelibatan pihak swasta dalam rencana pengelolaan tersebut. ‘’Pemerintah sepenuhnya. Tidak ada urusan sama swasta (tapi) akan dikelola oleh unit pelaksananya pemprov. Segera akan direalisasikan tahapannya, kan perlu konsep taman. Kami akan kerja sama dengan LIPI, Kementerian Kehutanan dan berbagai pihak supaya desain taman ini bagus,’’ jelasnya. Koster menambahkan, pemerintah pusat termasuk

Presiden sangat mendukung dan memang mengarahkan Pemprov Bali untuk melakukan pelestarian mangrove. Apalagi, mangrove nantinya dirawat dengan baik dan akan dibangun Pusat Studi Mangrove di sana. Kawasan Tahura Ngurah Rai juga akan dilengkapi jogging track agar masyarakat dapat berjalan-jalan dan menghirup udara segar. ‘’Bahkan ada arahan tiangtiang pancang jalan tol itu, di sebelahnya ditanami mangrove supaya kelihatan indah. Supaya tidak kelihatan tiangtiang seperti itu. Bagus idenya, saya kira itu akan bisa menjadi proyek yang bagus,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali Luh Ayu Aryani mengatakan, Tahura Ngurah Rai akan ditata tanpa mengubah kelestariannya sebagai kawasan konservasi mangrove. Saat ini

pengelolanya memang Kepala UPT yang dikoordinasikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi. Namun untuk penataannya nanti, secara aturan ada skema kerja sama dan izin-izin yang dikeluarkan pemerintah pusat. Mengingat, kawasan konservasi menjadi kewenangan Ditjen Balai Konservasi Sumber Daya Alam, KLHK. ‘’Ya…(kerja sama dengan) pihak ketiga, karena kita selaku pengelola artinya mengoordinasikan. Kalau UPT-nya memang sebagai pengelola diSK-kan, tetapi dari pendanaan dan segala macam kan tidak mungkin kalau kita mengembangkan secara konvensional,’’ jelasnya. Ayu menambahkan, pengembangan secara konvensional memerlukan koordinasi dengan aparat dan masyarakat sekitar. Perlu daya dukung dan fasilitasi yang benar-benar

mumpuni agar penataan untuk membuat Tahura lebih indah tetap secara prinsip konservasi dan ekosistemnya masih tetap lestari. Saat ini pihaknya memang baru merencanakan pengelolaan Tahura yang akan dibagi menjadi blok pemanfaatan, blok penyangga, blok inti, dan blok khusus. Blok pemanfaatan adalah kawasan yang nantinya dikerjasamakan. Sedangkan blok khusus umumnya ditujukan untuk pura sebagai kearifan lokal Bali. ‘’2019 kita akan mendesain tapak, kemudian rencana pengelolaannya kita sudah akan rancang sedemikian rupa sehingga bisa benar-benar hutan mangrove kita lestari dan mempunyai daya tarik juga untuk pengunjungnya. Sesuai dengan aturan, yang permanen tidak boleh ada di situ,’’ tandasnya. (kmb32)

Perangi Narkoba, BNNP Sasar Tabanan Denpasar (Bali Post) Hampir semua wilayah di Bali terjamah peredaran narkoba, termasuk Tabanan. Menjamurnya kafe dan menggeliatnya perekonomian di wilayah tersebut menjadi sasaran empuk sindikat barang terlarang tersebut. Menyikapi kondisi tersebut, BNNP Bali mengajak pemerintah daerah dan komponen masyarakat untuk lebih waspada serta mampu membentengi diri dari narkoba. ‘’Sudah sering kami ke sana (Tabanan - red). Tadi pagi (kemarin - red) saya bertemu dengan perwakilan Polres Tabanan, Kesbangpol, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi UKM dan Unit Teknis Naker Kabupaten Tabanan. Kami memberikan bimbingan teknis dalam rangka sinergitas

program pemberdayaan alternatif,’’ ungkap Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) AKBP I Ketut Suandika, Selasa (6/11) kemarin. Brigjen Suastawa menyampaikan, Indonesia saat ini dalam kondisi darurat narkoba. Oleh karena itu pemerintah diharapkan memberikan kontribusi terhadap upaya untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Hal ini juga sebagai upaya pengembangan penggiat sebagai perpanjangan tangan untuk menyampaikan tentang bahaya narkoba terutama di lingkungan teman sejawatnya. ‘’Sehingga lingkungan kerja

akan menjadi imun dan pegawai memiliki pola pikir, sikap serta terampil menolak penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian terwujud lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba,’’ ujarnya. Jenderal bintang satu di pundak ini berharap kegiatan melibatkan stakeholder dan instansi pemerintah mampu mendorong mereka melaksanakan program P4GN di lingkungan kerjanya secara mandiri. Peran serta instansi pemerintah dalam P4GN termaktub dalam UU No. 35 Tahun 2009, Perpres No. 40 Tahun 2013, Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 21 Tahun 2013, Perda Provinsi Bali No. 7 Tahun 2017, Surat Edaran Kemen-PAN RB No. 50 Tahun 2017 serta terakhir rencana Aksi Nasional P4GN dan Prekursor Narkotika Tahun

Bali Post/ist

NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa sebagai narasumber bimbingan teknis sinergitas program pemberdayaan alternatif di Tabanan. 2018-2019. ‘’Kami menyadari bahwa BNN dan jajarannya tidak dapat bekerja sendiri serta optimal dalam menghadapi permasalahan narkoba yang terus meningkat dan makin

serius, tanpa dukungan dan bersinergi dengan semua pihak terutama instansi terkait dan pemerintah sebagai pionir di lingkungan kerja masingmasing,’’ tutupnya. (kmb36)


OPINI

6

Rabu Umanis, 7 November 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Perubahan dan Komitmen Guru EVERYTHING changes but change itself. Everything flows, and nothing remains the same. (Segala hal akan terus berubah kecuali perubahan itu sendiri. Semua hal akan terus mengalir, dan tidak akan pernah ada hal yang sama). Pernyataan Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma ini patut dijadikan kajian bagi semua komponen di dunia pendidikan, termasuk dalam penyiapan SDM Indonesia ke depan. Sebab, perubahan selalu membawa cerita baru pada setiap catatan waktu. Kita termasuk kalangan pendidikan harus berani menyambut perubahan akan selalu mampu melihat peluang-peluang baru yang dibawa oleh perubahan. Perubahan itu sendiri telah meninggalkan jejaknya di masing-masing zaman. Sekitar 198 tahun yang lalu, terjadi perubahan secara besar-besaran dalam inovasi teknologi atau dikenal dengan sebutan revolusi industri pertama atau Industrial Revolution 1.0 yang pada saat itu ditandai dengan kemunculan mesin uap pada abad ke-18 oleh James Watt. Setelah itu, lahirlah Revolusi Industri generasi kedua atau disebut Industrial Revolution 2.0 yang ditandai adanya inovasi teknologi berupa pembangkit tenaga listrik. Berikutnya inkubasi revolusi industri generasi ketiga atau Industrial Revolution 3.0 berhasil mengubah tatanan dunia hasil dari inovasi teknologi berupa internet yang secara dahsyat membuat dunia menjadi tanpa batas. Hasil erupsi ledakan inovasi teknologi ini menjelma menjadi revolusi generasi keempat atau disebut dengan Industrial Revolution 4.0. Revolusi generasi keempat mewujudkan berbagai jenis teknologi yang dulu sebatas imajinasi kini menjadi nyata dan bahkan menjadi bagian dalam kehidupan manusia sehari-hari. Superkomputer, kecerdasan buatan (artificial intelligence), robot pintar (robotics), printer 3D, kendaraan tanpa pengemudi, dll. Revolusi industri generasi keempat ini melahirkan peluang sekaligus tantangan global. Negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk menjadi pemain utama. Pemerintah Indonesia sendiri menyambut era digital ini dengan sikap strategis dan optimis. Pada bulan April 2018, pemerintah Indonesia telah menetapkan Roadmap Making Indonesia 4.0 atau peta jalan revolusi industri generasi keempat sebagai sebuah agenda nasional yang berisi strategi Indonesia memasuki babak baru era digital. Konsekuensi dari semua perubahan ini adalah terjadi perpindahan besar dalam segala aspek kehidupan. Di bidang pendidikan, the great shifting ini terwujud dalam perubahan signifikan di dalam pendekatan belajar-mengajar, penggunaan teknologi digital, the internet of things, dan lain sebagainya, yang bermuara pada meningkatnya standar kualitas pendidikan. Makanya sangat lucu kalau kita melarang siswa membawa HP dan IT di era yang serbacepat ini. Sebab, the great shifting juga membawa perubahan besar pada perilaku manusia. Interaksi utama manusia yang sebelumnya didominasi oleh interaksi langsung (offline) kini perpindahan menjadi interaksi online. Cara manusia belajar pun berubah, tidak lagi berorientasi pada what to learn, tetapi digantikan oleh how to learn. Di sinilah komitmen guru teruji. Seberapa pun derasnya perubahan, jika komitmen guru tak berubah akan tetap jalan di tempat. Guru harus meninggalkan cara mengajar konvensional, catat di kelas sampai habis. Guru harus mau berubah untuk meningkatkan kompetensi SDM Bali dan Indonesia melalui program link and match antara pendidikaan dan industri. Upaya ini seharusnya dilaksanakan secara sinergi antara Kemenperin dengan Bappenas, Ketenagakerjaan, Kemendikbud, dan Kemenristekdikti.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Dokter Spesialis Belakangan ini di beberapa kabupaten di Bali diberitakan masih kekurangan dokter spesialis. Padahal, dokter spesialis itu sangat diperlukan oleh pihak rumah sakit dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang berstatus pasien dari penyakit tertentu. Kekurangan atau kelangkaan dokter spesialis tersebut pernah diberitakan di media massa. Ambillah contoh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, dinyatakan masih memerlukan sejumlah dokter spesialis seperti spesialis anestesi, dan spesialis telinga hidung & tenggorokan (THT). Berita Bali Post (2 November 2018), RSUD Karangasem diberitakan masih banyak kekurangan dokter spesialis seperti; spesialis penyakit dalam, kulit kelamin, bedah umum, saraf, rehabilitasi medik, forensik, dokter spesialis mata dan masih ada lagi. Setelah dicek pada beritaberita yang lain (halaman 1), ternyata dokter spesialis yang ada di RSUD Karangasem cukup banyak yaitu sebanyak 96 orang. Dibanding dengan Buleleng yang memiliki luas wilayah serta penduduk yang lebih besar dibanding Karangasem, dokter spesialisnya hanya 49 orang. Pertanyaan muncul, ke mana atau di mana tempat kerja mereka para dokter spesialis yang ada di Kabupaten Karangasem, begitu juga Buleleng? Atau, penghitungan datanya yang salah? Mohon klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Revolusi Pendidikan 4.0?

Rendahnya kualitas pendidikan di negara ini, terbukti dari daya saing sumber daya manusia kita yang masih rendah. Tidak dapat dimungkiri bahwa penyebab rendahnya kualitas ini sangat dipengaruhi oleh guru yang masih perlu dimaksimalkan pemberdayaannya. Pada era revolusi industri 4.0 yang di gadang-gadang pemerintah ternyata guru belum siap untuk menghadapainya secara maksimal. Guru masih terjebak dalam penjara tingkat kesejahteraan dan kurungan administrasi yang menyebabkan guru akan sibuk dengan kegiatan di atas tanpa memikirkan objek pendidikan sebenarnya yaitu peserta didik.

T

Oleh I Kadek Darsika Aryanta

unjangan sertifikasi guru merupakan “jebakan batman” pemerintah dalam mendorong percepatan revolusi pendidikan. Selama kurun waktu sepuluh tahun pemberian tunjangan sertifikasi guru, belum ada perubahan signifikan yang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Malah justru sebaliknya, guru makin terus tergerus energinya hanya untuk memikirkan pemenuhan jam mengajar dan selalu harap-harap cemas setiap semester menantikan validnya data mereka di website. Sungguh ironis bangsa ini. Tunjangan profesi guru yang seharusnya mampu meningkatkan kualitas pendidikan, malah membuat guru menjadi ketar-ketir, kadang harus mondar-mandir keluarmasuk sekolah untuk mencari jam tambahan ke sekolah lain. Walaupun sudah ada Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah, namun tetap saja permasalahan pemenuhan 24 jam pelajaran masih menjadi sorotan yang sangat pelik dan kontradiktif dengan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan. Sementara siswa yang seharusnya mendapat penanganan khusus dan pembimbingan khusus dari guru menjadi terbengkalai dan dibiarkan di sekolah. Tuntutan administrasi guru yang banyak membuat guru semakin terpenjara dalam kubangan kertas-kertas administratif yang minim implementasi. Budaya lips service di mana rencana pelaksanaan pembelajaran

yang tebal dan image bahwa adminsitrasi baik akan membuat para pengawas menjadi senang dan penilaian kinerja guru pun menjad bagus ternyata masih membudaya di negeri kita. Administrasi yang bertele-tele di mana mengharuskan adanya buku teks yang tercetak, RPP yang sering berseberangan dengan buku teks, tuntutan tiap RPP ada LKS menyebabkan adanya dobel adminsitrasi yang rancu serta tidak perlu. Selain tuntutan administrasi, tantangan pendidikan pada era revolusi industri 4.0 adalah, masih stagnasinya paradigma guru pada pola-pola lama pengajaran di Indonesia. Salah satunya adalah berkuasanya guru di dalam satu ruang kelas di saat jam pelajaran. Guru seolah-olah menjadi pemimpin yang sangat mumpuni dan andal bila sudah berada di kelas. Paradigma guru yang super power di kelas bisa menjadi jebakan batman untuk guru itu sendiri jika tidak sesuai dengan keinginannya maka guru cenderung akan menyalahkan siswa dan lingkungan sekitarnya. Kuatnya ego seorang guru di kelas yang memandang bahwa siswa adalah sebuah objek yang harus diberikan treatment khusus secara bersama dan sama masih terpatri di dalam pola pengajaran guru pada zaman milenial ini. Tantangan selanjutnya adalah pemetaan hasil nilai Ujian Nasional yang belum merata di wilayah Indonesia yang menunjukkan bahwa kualitas pendidikan sumber daya manusia masih terjadi ketimpangan. Pembangunan sumber daya manusia ini merupakan suatu indikator bagi

pemerintah untuk lebih memerhatikan pembangunan infrastruktur yang lebih merata lagi di negeri yang kaya ini. Bagaimana industri mau berkembang? Sementara sumber daya manusia juga belum berkembang dengan maksimal. Alih-alih maksimal, merata saja belum. Peningkatan daya saing bangsa dalam revolusi industri 4.0 menuntut peningkatan kualitas pendidikan yang mumpuni. Pada sisi perkembangan teknologi zaman sekarang sudah terlihat perubahan pola belajar siswa dari yang hanya mengandalkan seorang guru sekarang sudah dari berbagai macam sumber. Perbaikan kualitas pendidikan juga sebaiknya didukung oleh perbaikan bagaimana pola pikir para pendidik kita dari hal tradisional menuju pola berpikir global. Pola berpikir global yang dimaksud adalah sifat-sifat masyarakat global yang lebih pada aspek universal, mempunyai rasa tanggung jawab, menuntut keterampilan sosial, memiliki literasi digital yang baik kepada siswa. Aspek perubahan yang harus dilakukan dalam revolusi pendidikan di Indonesia adalah mengubah cara pandang guru dan juga siswa dalam menghadapi arus komunikasi dan juga arus globalisasi yang sangat tinggi. Beberapa elemen perubahan mendasar yang harus dilakukan dalam revolusi pendidikan di Indonesia adalah perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum yang lebih mengorientasikan pada keterampilan, keterampilan social, dan peningkatan karakter

siswa. Peningkatan karakter siswa dapat dijadikan sebagai landasan dalam menentukan dan juga membangun sikap positif di masyarakat. Keterampilan merupakan elemen yang penting untuk terus digalakkan dalam kurikulum di tingkat menengah. Kurikulum yang lebih menekankan pada keterampilan akan mampu meningkatkan skill siswa sehingga jika siswa lulus sekolah akan dapat memiliki suatu bekal untuk mendapatkan ataupun untuk menghadapi dunia yang sebenarnya. Keterampilan-keterampilan ini sangat penting sehingga siswa tidak bingung menentukan pilihan saat lulus sekolah. Elemen perubahan yang perlu direvolusi dari pendidikan adalah jumlah mata pelajaran yang terlalu banyak juga bisa menjadi salah satu penyebab bagaimana kebosanan siswa belajar di sekolah. Di tingkat menengah terdapat hampir 18 mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa dan 18 mata pelajaran tersebut memiliki standar yang masingmasing. Dalam pemilihan mata pelajaran tersebut, siswa dituntut harus menguasai ke-18 mata pelajaran tersebut. Padahal siswa belum tentu berminat ataupun memiliki kompetensi semua mata pelajaran tersebut. Untuk itulah sebagai salah satu revolusi pendidikan adalah dengan cara mengurangi jumlah mata pelajaran yang harus dikembangkan kepada siswa di mana siswa diberikan kebebasan untuk memilih mata pelajaran pokok dan jika mata pelajaran yang dapat dia pilih sesuai dengan kompetensinya. Revolusi penciutan mata pelajaran ini sangat mendesak. Ini akan membuat siswa lebih fokus untuk belajar. Tidak seperti sekarang ini siswa diharuskan menguasai seluruh mata pelajaran. Tidak dapat dimungkiri hal ini berdampak pemenuhan jam tatap muka oleh guru akan menjadi lebih sedikit. Fenomena inilah yang ditakuti oleh guruguru sehingga sertifikasi ataupun tunjangan profesi guru tidak dapat dibayarkan. Nah untuk mengatasi hal tersebut tentu

Renungan tentang Plagiat

Dunia sastra Indonesia sedang berduka. Adalah seorang Devi Eka, calon penulis, yang akhirnya terbukti melakukan tindakan plagiat terhadap sejumlah karya cerpen dan hampir semua telah dimuat oleh beberapa surat kabar. Kasus ini terungkap setelah salah satu karyanya berjudul “Balada Seorang Gemblak” yang dimuat di salah satu koran terbitan Surabaya ternyata hasil jiplakan dari cerpen dengan judul “Jeritan Hati Seorang Gemblak” karya Antok Serean. Walaupun yang bersangkutan telah melakukan permintaan maaf, serta penerbit yang sebelumnya akan menerbitkan buku ontologi cerpen juga telah melakukan blacklist dan menarik naskahnya, seharusnya kasus ini tidak tenggelam begitu saja. Harus ada langkah untuk memutus rantai kegiatan plagiat di kalangan remaja (karena pelaku tergolong masih remaja) agar tidak berlanjut dan ditiru oleh calon penulis lainnya. Menjiplak dan Plagiat Kita kadang memisahkan terkait definisi antara menjiplak dan kegiatan plagiat. Menjiplak sering kita asosiasikan pada kegiatan meniru yang dilakukan oleh penulis yang baru belajar atau pelajar yang baru belajar menulis. Sedangkan plagiat adalah sebuah tindakan mengambil seluruh atau sebagian isi dari sebuah tulisan tanpa menyebutkan sumber tulisan

Oleh Komang Kertayana tersebut dan dilakukan oleh orang yang seharusnya telah paham terkait kaidah-kaidah menulis ilmiah. Kegiatan plagiat cenderung kita anggap berada pada tingkatan di atas menjiplak sehingga ada toleransi berbeda pada kedua kegiatan tersebut. Apakah pemberian makna tersebut salah? Jelas tidak. Namun, toleransi yang berbeda pada kegiatan yang cenderung sama akan mengakibatkan muncul persepsi yang sama pada kedua kegiatan ini. Hal ini tentu bisa kita perdebatkan lebih lanjut, tetapi memberikan toleransi kepada menjiplak tulisan orang lain tidak menutup kemungkinan bahwa selanjutnya kita membiasakan proses menjadi plagiat. Menjiplak dan plagiat memang belum bisa dimasukkan menjadi sebuah kasus hukum. Banyak kasus (terutama plagiat) hanya selesai pada permintaan maaf yang disertai sanksi berupa sanksi sosial, sanksi administrasi atau sanksi akademis. Bagi beberapa kalangan (akademisi), hal ini tentu sedikitnya memberi efek jera. Tapi secara lebih luas, terutama bagi pelajar dan bagi penulis pemula efek seperti itu tidak memberi dampak apa-apa karena tidak terasa bagi mereka. Sebagai contoh, kasus Devi Eka

sebenarnya bukan kasus pertama, banyak kasus sebelumnya telah terjadi tapi karena tidak terdapat efek jera, akhirnya diulang-ulang. Alasannya juga cukup mengejutkan, Devi Eka mengaku melakukan plagiat karena merasa tidak percaya diri dengan tulisannya sendiri. Jadi, selain toleransi ganda yang sering kita berikan, kita juga tidak mengajarkan kejujuran dan selalu mengukur sesuatu hanya dari hasil tanpa melihat proses. Kita sebagai pengajar (guru dan dosen) seharusnya sudah mulai berhenti menunjukkan hal-hal yang kelihatannya sepele, up to date namun membahayakan bagi proses peserta didik sebagai pembelajar. Kebiasaan menyuruh “cari saja di Google”, “tinggal copy paste”, tanpa mengingatkan dan menunjukkan bagaimana etika dasarnya sama saja kita menjerumuskan siswa atau mahasiswa kita ke dalam kegiatan menjiplak dan berakhir pada kegiatan plagiat. Sebagai pendidik, kita seharusnya mulai mengajarkan bagaimana proses sebuah tulisan yang baik dibuat. Bagaimana pula kejujuran berjalan beriringan di atas karyakarya tersebut. Kita sebagai pendidik seharusnya mulai banyak belajar, memaknai sebuah karya

secara lebih komprehensif. Plagiat tidak semata-mata hanya mengenai tidak tercantumnya sumber, tapi yang lebih luas mengenai ide yang diambil dari orang lain. Pertanyaan selanjutnya, apakah ada yang dirugikan karena kegiatan plagiat ini? Jawabannya tentu ada. Malahan kerugian dapat bersifat materi dan immateri. Kerugian materi, jika mengambil contoh kasus Devi Eka dapat berupa royalti yang dibayarkan oleh pihak penerbit (surat kabar). Hak yang seharusnya didapat oleh penulis aslinya. Kerugian immateri tentu terkait gagasan dan ide yang diambil tanpa kita sadar betapa susahnya proses merumuskan hingga tulisan itu dibuat. Lalu bagaimana solusinya? Akhirnya sebagai penulis awal kita harus sadar bahwa proses menulis bukan kegiatan instan tapi memerlukan proses yang panjang termasuk membaca di dalamnya. Sebagai pendidik dan pengajar seharusnya kita memberikan panutan ataupun contoh bahwa menjiplak atau plagiat sama tidak baiknya dan tidak ada standar yang berbeda di antara keduanya. Berikan pemahaman dan etika yang benar, sehingga mereka paham bahwa tulisan “harus jelek dulu sebelum menjadi bagus” dan bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil.

saja bisa diformat pemenuhan tunjangan profesi guru tidak harus hanya 24 jam tapi bisa lebih sedikit dengan pemenuhan kualitas dan juga pembelajaran yang lebih maksimal lagi. Melakukan proses pemaksimalan jumlah jam mata pelajaran peminatan tentu akan memberikan dampak yang sangat luar biasa kepada siswa. Sehingga siswa belajar di sekolah sesuai dengan minatnya dengan adanya proses ini siswa tidak akan bosan di kelas. Siswa tidak akan merasa terpaksa untuk ke sekolah untuk menguasai seluruh mata pelajaran di sekolah yang dia tidak minati. Dengan adanya proses peminatan ini yang sesuai dengan pemilihan siswa maka siswa akan menjadi lebih baik karena dialah yang memilih mata pelajaran tersebut. Revolusi pendidikan yang perlu dilakukan secara mendasar yaitu adalah revolusi cara mengajar guru. Pembelajaran yang baik yang lebih berorientasi kepada keterampilan dan juga skill akan dirasakan manfaatnya oleh siswa sementara yang terjadi sekarang ini adalah siswa lebih pada berpokok ataupun berpusat kepada pemecahan masalah yang hanya ada di atas kertas tidak kepada permasalahan-permasalahan kontekstual yang ada di masyarakat. Jadi, pada intinya adalah pembelajaran yang lebih kontekstual dan juga kebermanfaatannya dirasakan langsung oleh masyarakat. Pembelajaran seperti ini akan memberikan pengalaman bagi siswa dan juga mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Reorientasi guru tidak hanya pada guru yang tetap ataupun guru honorer tetapi pada praktisi di lapangan sebagai guru yang ahli di bidangnya atau ada juga yang disebut dengan guru tamu. Penggunaan guru tamu ini sangat penting dilakukan karena dengan adanya guru tamu ini tentu saja keterlibatan masyarakat untuk membangun sekolah menjadi lebih tinggi. Penulis, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN Bali Mandara, Singaraja, Bali

POJOK Koperasi dan UKM kekuatan baru perekonomian nasional. - Ekonomi Pancasila. *** Penguatan rupiah susul rencana pertemuan AS dan Cina. - Rupiah kuat ekonomi kuat. *** Rabu hari ini digelar upacara danu kertih di Danau Batur. - Yadnya bhakti untuk alam semesta.

Penulis, dosen Universitas PGRI Palembang

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Umanis, 7 November 2018

Evakuasi Material Longsor, Petugas Gunakan Alat Manual Tabanan (Bali Post) -

Hujan dengan intensitas tinggi pascakemarau panjang menimbulkan bencana longsor di sejumlah titik di Kecamatan Pupuan, Senin (5/11). Petugas Tagana serta masyarakat setempat pun hingga Selasa (6/11) kemarin telah melakukan upaya evakuasi terhadap material longsor. Sayangnya proses evakuasi belum bisa berjalan maksimal. Pasalnya, mereka masih menggunakan alat manual, sembari menunggu bantuan alat berat dari kabupaten.

Bali Post/bit

LONGSOR - Salah satu penanganan bencana longsor di Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Camat Pupuan I Putu Hendra Manik mengatakan sejak pagi seluruh masyarakat yang terdampak telah melakukan gotong royong membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan menuju Desa Karyasari. “Ketebalan longsoran mencapai 1,5 meter dengan panjang tujuh meter. Evakuasi material ini dilakukan secara gotong royong dan menggunakan alat manual,” ucapnya. Selain masyarakat, instansi terkait seperti Tagana, Dinas PUPR Tabanan dan petugas BPBD Tabanan juga turut ikut gotong royong. Mengingat ada beberapa titik yang terdampak. Kegiatan ini dilakukan secara menyebar. “Kurang lebih 1,5 jam akses jalan sudah bisa dilewati,” ucap Hendra Manik. Sementara itu, Perbekel Belimbing I Made Adi Suyana mengatakan, untuk kejadian longsor yang menimpa halaman rumah warga I Ketut Sunarta di Banjar Belimbing Tegal, Desa Belimbing, Pupuan masih belum bisa dievakuasi hingga pukul 14.00 Wita. Lantaran masih menunggu alat berat dari kabupaten. “Kami hanya memindahkan kayu besar secara manual, karena ketebalan longsor capai 1,5 meter. Jadi belum bersih total,” ungkapnya. Selain material longsor lumayan banyak, juga karena luas halaman yang ukurannya sekitar 4x6, seluruhnya tertutup. Akses jalan masuk alat berat juga ada sehingga untuk lebih cepat diputuskan

menggunakan alat berat. “Kami masih menunggu (alat berat - red),” imbuhnya. Sementara titik lainnya seperti tanaman padi di Subak Mas Belimbing tertimbun longsor sudah bisa diatasi oleh masyarakat dan krama subak. Terlebih ada saluran irigasi sepanjang 15-20 meter yang juga ikut ambruk. “kami sudah buat saluran darurat, namun tetap berharap kerusakan ini bisa cepat diperbaiki mengingat musim tanam segera tiba,” harapnya. Menurut Suyana, pihak kepolisian dan TNI juga ikut serta berbaur melakukan evakuasi material longsor. Bahkan Dinas PUPR Tabanan sudah diinformasikan mengenai saluran irigasi yang ambruk. Kejadian longsor juga terjadi di selatan Puskesmas Pupuan II, masuk wilayah Desa Belimbing. Di mana senderan jalan provinsi tergerus sepanjang 10 meter. Bahkan titik longsor ini rutin terjadi setiap tahun dan sudah diatasi, namun tetap ketika musim hujan senderan terus ambruk. Di sisi lain, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti tetap meminta masyarakat yang tinggal di zona daerah rawan bencana untuk senantiasa waspada. Ketika terjadi bencana segera berkoordinasi dengan pemerintah terkait, mulai dari perbekel, camat dan BPBD. “Intinya harus waspada, segera koordinasi agar mendapat penanganan dini,” ucapnya. (kmb28)

Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Tabanan (Bali Post) Kanker serviks dan payudara adalah jenis kanker yang paling banyak diderita perempuan. Sayangnya kanker ini sering diketahui pada saat stadium lanjut. Padahal ada cara untuk mendeteksi dini kedua kanker ini. Karenanya tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan melaksanakan kegiatan “Gebyar Deteksi Kanker Serviks dan Kanker Payudara dengan IVA Test dan Sadanis Secara Gratis”, Selasa (6/11) kemarin di Puskesmas III Tabanan. Ketua YKI Tabanan Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya dalam kesempatan meninjau langsung pemeriksaan IVA dan Sadanis. Ia mengungkapkan, deteksi ini sangat penting untuk diikuti semua wanita dewasa, terutama yang

sudah menikah. Karena tes ini untuk pencegahan dini supaya terbebas dari kanker serviks dan payudara. “Kedua penyakit tersebut bisa mematikan jika dibiarkan atau tidak diobati dan tidak dicegah sejak dini. Maka dari itu sangat penting setiap wanita untuk melakukan deteksi dini.” ungkapnya. Dikatakan, kanker serviks dan payudara ini merupakan dua jenis kanker tertinggi yang mengancam perempuan di Indonesia. Selain upaya meningkatkan pengetahuan terhadap jenis dan bahaya serta faktor risiko terjadinya kanker, masyarakat juga perlu memahami beberapa jenis kanker dapat dicegah melalui deteksi dini. “Salah satu deteksi dini tersebut adalah dengan metode Inspeksi Vi-

sual dengan Asam Asetat (IVA) dan metode pemeriksaan payudara secara klinis atau Sadanis.” imbuhnya. Sementara itu, Nurati (48) salah satu warga yang ikut melakukan pemeriksaan IVA dan Sadanis mengatakan dirinya sangat senang dengan adanya pemeriksaan ini. “Kegiatan ini sangat penting bagi kami para kaum wanita. Terima kasih kepada PKK Tabanan, YKI, Dinas Kesehatan, PKK Provinsi dan semua pihak sehingga kami bisa mendapatkan pemeriksaan gratis.” ungkapnya. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika menambahkan, untuk deteksi dini khususnya kanker serviks melalui kegiatan pap smear telah dilakukan tahun 2012.

Selama itu, prevelansi kasus kanker serviks semakin menurun setiap tahunnya. Jika pada awal tahun 2012 kejadian pre lesi kanker serviks adalah 12 hingga 13 persen dari total perempuan yang memenuhi syarat, maka jumlah ini menurun di tahun 2017 menjadi enam persen. Sementara untuk tahun 2018, kegiatan deteksi dini kanker serviks tetap dilakukan di mana menargetkan 17.222 perempuan di Tabanan menjalani deteksi dini. Kegiatan pemeriksaan dini kanker serviks ini tidak hanya dilakukan di setiap puskesmas yang ada di Tabanan. Tetapi juga dilakukan dengan cara jemput bola melalui mobil kesehatan keliling dan memberikan layanan pada setiap kegiatan masyarakat. (kmb24)

Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Petelur Pasrah

Tabanan (Bali Post) Meski dolar dilaporkan menguat, tetapi kenaikan harga pakan ternak ayam petelur tetap tidak bisa dibendung. Informasi kenaikan pakan ini kembali diterima sehingga menyebabkan peternak ayam petelur pasrah. Salah satu peternak ayam petelur di Tabanan, Darma Susila, Selasa (6/11) mengakui ada informasi kenaikan harga pakan ternak. Rencana kenaikan akan berlaku mulai besok. ‘’Kenaikan harga pakan sudah diinfosikan oleh pabrik. Rencananya akan direalisasikan pada 7 November (hari ini - red),’’ ujarnya. Ia menjelaskan, kenaikan harga pakan konsentrat maupun pakan jadi masing-masing Rp 150 per kilogram. Artinya, nanti untuk pakan jadi akan naik dari harga Rp 5.950 menjadi Rp 6.100 per kilogram. Jika memang benar ada kenaikan, maka ini terjadi ke-4 untuk tahun 2018. ‘’Setiap pabrik menaikkan harga pakan rata-rata antara Rp 100 hingga Rp 200 per kilogram,’’ paparnya. Semakin mahalnya harga pakan ini berimbas pada sulitnya peternak untuk memenuhi biaya operasional. Terlebih kenaikan harga pakan saat ini tidak seiring dengan harga jual telur di tingkat peternak. Menurut Darma, harga

telur saat ini justru terus menurun. Kini di tingkat peternak menyentuh harga Rp 1.070 per butir. ‘’Harusnya dengan posisi harga pakan yang berlaku saat ini, harga telur ayam di tingkat peternah ini bisa dijual di level Rp 1.200 per butir,’’ ujarnya. Meski berada dalam posisi makin terjepit dengan mahalnya biaya produksi, para peternak ayam petelur ini tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah. Kondisi ini sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan semakin berkurangnya populasi ayam petelur. Begitu juga dengan jumlah peternaknya. ‘’Kalau populasi dan peternaknya berkurang, otomatis ketersediaan telur di pasaran juga berkurang. Kondisi ini kemungkinan bisa menyebabkan harga telur naik tidak terkendali,’’ papar Darma. Sementara itu, data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan mencatat, per 5 November 2018 harga komoditi telur ayam dipasaran berada di kisaran stabil. Harga telur ayam ras pada posisi Rp 35.000 per kilogram atau Rp 1.500 per butir. Hal yang sama juga terjadi pada telur ayam kampung. Harganya stabil di level Rp 2.000 per butir, telur itik stabil Rp 2.500 per butir, dan telur asin Rp 3.000 per butir. (kmb24)

Ketut Cetig Ditemukan Tewas di Sawah

Bali post/ist

EVAKUASI - Warga dan petugas kepolisian saat melakukan evakuasi terhadap jenazah korban Ketut Cetig.

Lelang Jabatan Sekda

Giliran Kadis Perpustakaan Mendaftar

Tabanan (Bali Post) Jelang penutupan masa pendaftaran posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabanan, Rabu (7/11) hari ini, sejumlah pejabat mulai mendaftar. Jika sebelumnya baru dua kepala dinas yakni Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil IGA Rai Dwipayana dan Kadis Dinas Pendidikan Tabanan I Gede

Susila, Selasa (6/11) kemarin ada satu pendaftar dari eselon II (setingkat kadis) kembali mendaftar. Dia adalah Kadis Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan I Wayan Kotio. Mantan Kadis Peternakan ini menyerahkan berkas pendaftarannya ke Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Tabanan

Bali Post/san

DETEKSI - Kegiatan deteksi dini kanker serviks- dan payudara oleh Tim Penggerak PKK Tabanan, Selasa (6/11) kemarin di Puskesmas Tabanan III.

pada pukul 16.00 Wita. Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra saat dikonfirmasi membenarkan ada penambahan satu pendaftar untuk posisi lelang terbuka jabatan Sekda Tabanan. Artinya, sehari jelang masa pendaftaran ditutup sudah tercatat tiga pelamar. ‘’Ya benar, ada satu lagi sehingga total sudah ada tiga pendaftar,’’ ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proses lelang jabatan Sekda Tabanan ini minimal harus ada empat pendaftar untuk selanjutnya melangkah ke tahapan seleksi oleh pansel. Jika hingga batas akhir pendaftaran kuota minimal tersebut belum terpenuhi, maka pihak pansel akan melakukan perpanjangan waktu pendaftaran hingga tujuh hari ke depan.

‘’Posisi sekda tidak boleh kosong, bahkan satu menit saja. Karena itu pejabat strategis yang sangat menentukan. Jika seandainya nanti belum bisa diproses secara seleksi terbuka, dan sekda sudah waktunya pensiun, tentu saja harus ditunjuk penjabat. Namun saya yakin kuota minimal peserta akan terpenuhi,’’ tegasnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) – Kasus penemuan mayat kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tabanan. Selasa (6/11) sore, warga Banjar Sinjuana Desa Beraban, Kecamatan Kediri, dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat di sawah. Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui bernama I Ketut Cetig (68), warga setempat. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab tewasnya korban. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan mayat korban ditemukan pertama kali oleh I Wayan Gegolok (60) sekitar pukul 15.00 Wita. Saksi yang juga pemilik lahan ini seperti biasa pergi ke sawah hendak bekerja. Begitu tiba di TKP, saksi kaget setelah melihat ada sesosok mayat yang posisinya tengadah. Mengetahui hal itu saksi langsung pulang dan memberitahukan penemuan itu. Pertama diberi tahu yakni kerabat korban yang masih satu banjar bernama I Nyoman Sutrisno. Selanjutnya laporan itu dilanjutkan ke petugas Bhabinkamtibmas Desa Beraban. Mendapat laporan itu, petugas kepolisian langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah

TKP dan memeriksa kondisi jenazah. Usai diperiksa tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Lantaran di rumah korban tengah ada upacara pernikahan cucunya, maka jenazahnya untuk sementara dititipkan di BRSU Tabanan sampai upacara selesai. ‘’Sudah dilakukan visum. Tidak ada tandaranda kekerasan di tumuh korban,’’ kata salah satu petugas kepolisian kemarin. Sementara pihak keluarga mengaku mengikhlaskan kepergian korban. Kejadian itu dianggap sebagai musibah. Apalagi tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuh korban. Pihak keluarga juga tidak mau melapor secara resmi ke polisi. Meski demikian polisi tetap melakukan visum dan olah TKP sebagai laporan. Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sumarajaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti penyebab korban meninggal. Namun dugaan sementara saat korban melintas di pematang sawah, dia terpeleset dan jatuh. Apalagi sawah tersebut penuh dengan air. (kmb28)


BULELENG

8

Rabu Umanis, 7 November 2018

Sejak 2016, Puluhan Pemerintah Desa Belum Sepakati Penetapan Batas Wilayah

Singaraja (Bali Post) – Pemkab Buleleng sejak tahun 2016 lalu, menetapkan batas wilayah pemerintah melalui peraturan bupati (perbup). Dari 148 desa yang tersebar di Buleleng, 125 di antaranya telah sepakat menetapkan batas-batas wilayahnya. Sebaliknya, 23 desa sisanya belum sepakat menetapkan batas-batas wilayahnya itu.

Made Sudama Diana

Bali Post/kmb38

Sikap puluhan pemerintah desa yang belum sepakat menetapkan batas wilayah, itu karena berbagai pertimbangan. Seperti segmen titik koordinat batas wilayahnya belum disetujui. Selain itu, masalah aset desa yang secara riil ada di suatu desa, namun berdasarkan titik koordinat aset masuk di desa lainnya. Di samping itu, ada pertimbangan referensi sejarah menerangkan batas-batas wilayah yang sudah ada saat ini. Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Made Sudama Diana didampingi Kabag Humas dan Protokol Ketut Swarmawan mengatakan hal itu, Selasa (6/11) kemarin. Menurutnya, penetapan batas wilayah ini

Singaraja (Bali Post) – Diperkirakan seminggu ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan menyerahkan hasil identifikasi dan pengukuran lahan warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Jika lahan yang terkena proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani itu diserahkan, maka itu artinya tim appraisal akan mulai menghitung berapa besar harga tanah yang dibebaskan pemerintah itu. Selama satu pecan, BPN akan menugaskan dua tim petugas ukur untuk mengumpulkan data fisik tanah milik 22 kepala keluarga (KK) warga Desa Pegayaman. Dari pendataan dan pengukuran, terungkap total luas lahan yang masuk jalur proyek sebelas hektar. Lahan seluas itu sesuai dengan desain pembangunan jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani. Selain mengukur luas, petugas ukur itu juga mendata kondisi tanah dan mencatat jenis tanaman yang ada di atas tanah itu. Kepala BPN Buleleng I Gusti Ngurah Pariatna Jaya, Selasa (6/11) kemarin, mengatakan sekarang pihaknya masih menuntaskan pengolahan data fisik tanah warga tersebut. Pengolahan ini dijadwalkan tuntas minggu ini. Seluruh data fisik termasuk luas masing-masing pemilik tanah itu akan diserahkan kepada Dinas Peker-

jaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng. Dengan penyerahkan data fisik itu, pihaknya memastikan kalau tahapan berikutnya tinggal perhitungan nilai harga jual tanah oleh tim appraisal yang sudah ditunjuk pemerintah. “Kalau secara detail belum bisa disampaikan, karena dalam dua hari ke depan kami masih bekerja mengolah data fisik hasil pengukuran lapangan. Diperkirakan seminggu ini tuntas, setelah itu akan kita serahkan ke PUPR untuk dilakukan tahapan pembebasan lanjutan. Hal itu nanti ranahnya ada pada tim appraisal,” jelasnya. Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya mengatakan, tahapan pembebasan lahan itu sudah berjalan sesuai rencana. Dikatakan, selama ini tidak ditemukan kendala di lapangan. Pihaknya masih menunggu penyerahan data fisik lahan yang masuk lokasi inti proyek jalan baru batas kota itu. Setelah data fisik itu diserahkan, maka tahapan lanjutannya penghitungan harga tanah oleh tim appraisal. Dalam tahapan ini, PUPR menyerahkan sepenuhnya kepada tim appraisal menghitung harga tanah warga. Selanjutnya, penghitungan harga tanah itu akan dijadikan pertimbangan di samping data teknis lain dan regulasi untuk menghitung harga tanah warga itu. (kmb38)

Suara Buleleng

Secepatnya Tuntas “Mulai tahun 2016, kita berproses dan 125 desa yang sudah sepakat itu terus kita tuntaskan penetapan perbupnya dan tahun ini

masih ada 67 desa kita targetkan secepatnya tuntas, sehingga bisa kita lakukan penyerahan secara serentak dalam waktu dekat nanti,” katanya. Sementara 23 desa yang belum sepakat itu lanjut mantan Camat Busungbiu itu masing-masing tujuh desa di Kecamatan Banjar dan Seririt. Sedangkan di Kecamatan Gerokgak ada empat desa. Satu desa di Kecamatan Sukasada. Masing-masing dua desa di Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Sawan. Mengapa puluhan desa itu belum menyepakati batasbatas wilayahnya. Alasannya, ada berbagai pertimbanan teknis. Di antaranya tidak disepakati pengambilan segmen titik koordinat walayahnya. Pasalnya, saat pengambilan segmen titik koordinat wilayah aset desa, itu justru berada di wilayah desa orang lain. Tidak hanya itu, ada alasan referensi se-

jarah yang menyebut batas wilayah yang sudah ada sekarang ini. Atas kondisi ini, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada puluhan pemerintah desa itu untuk bermusyawarah, sehingga bisa menyepakati penetapan batas wilayahnya. Kalau sampai tahun depan belum disepakati. Maka bisa saja penetapan batas wilayah itu sesuai kebijakan pemerintah pusat yang kemudian ditetapkan pemerintah kabupaten. Ini memungkinkan karena regulasi memerintahkan kalau kebupaten bisa langsung menetapkan batas wilayah desa melalui perbup. “Kita beri waktu bermusyawarah dan segera menyepakati penetapan batas wilayah, nanti kalau sampai target program ini berakhir juga belum sepakat, bisa saja ditetapkan di kabupaten karena regulasi membenarkan penetapan dilakukan oleh pemkab,” jelasnya. (kmb38)

Antisipasi Lonjakan Inflasi

Minggu Ini Diserahkan

Data Fisik Lahan Jalan Baru Batas Kota Singaraja

kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan itu tertuang pada Peraturan Presidan (Perpres) No. 9 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan kebijakan satu peta pada tingkat ketelitian skala 1:50.000. Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) No. 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Pengesahan Batas Desa. Regulasi itu kemudian ditindaklanjuti di daerah dengan menetapkan perbup. Penetapan batas wilayah ini diyakini bisa mencegah konflik tapal batas desa. Selain itu, dengan adanya batas yang jelas, diyakini dapat mencegah terjadinya saling klaim investasi ekonomi di wilayah desa bersangkutan. Pemkab sudah melakukan

sosialisasi melibatkan seluruh pemerintah desa. Pemerintah juga sudah melakukan kegiatan deliniasi desa dan kelurahan di Indonesia bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) yang ditargetkan tuntas tahun 2019 mendatang. Dari pelaksanaan program sejak tahun 2016 yang lalu, baru 125 desa di wilayah Den Bukit, sepakat menetapkan batas-batas wilayah dengan Perbup. Sebagian besar berkas penetapan batas wilayahnya itu sudah tuntas. Dan masih menyisakan 67 desa yang ditetapkan melalui Perbup hingga tahun 2019. Rencananya, penyerahan Perbup batas wilayah itu dilakukan secara serentak setelah seluruh berkas penetapan batas wilayahnya tuntas.

Tak Tertutup Digelar Operasi Pasar Murah

Singaraja (Bali Post) – Meskipun persentase inflasi di Buleleng berhasil dikendalikan, namun memasuki bulan ini hingga Desember 2018 ini tidak menutup kemungkinan terjadi peningkatan persentase inflasi di wilayah Den Bukit. Mencegah stabilitas inflasi daerah itu, Pemkab Buleleng mulai mengambil ancang-ancang agar tidak terjadi peningkatan persentase inflasi daerah. Caranya, jika memang Bali Post/kmb38 keadaanya Desak Putu Rupadi mendesak

maka tidak menutup kemungkinannya digelar operasi pasar (OP) murah. Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Desak Putu Rupadi, Selasa (6/11) kemarin, mengatakan inflasi di daerahnya mencapai 0,97 persen hingga September 2018. Memasuki November, terjadi deflasi sebesar 0,04 persen. Secara kumulatif inflasi sampai November 2018 sebesar 0,93 persen. Dua bulan sebelum tutup 2018, pemerintah mengklaim akan berusaha menjaga inflasi tetap terkendali. Apabila mengalami deflasi tahun ini, maka tak menutup kemungkinan daya beli akan menurun. ‘’Persentase itu

masih baik dan terkendali. Waktu kami menghadiri rapat dengan semua Tim Pengendali Inflai Daerah (TPID) kita mendapat penilaian bagus dalam menjaga stablisasi persentase inflasi,’’ katanya. Menurut Rupadi, menginjak November dan Desember 2018 nanti patut diwaspadai terjadi kenaikan persentae inflasi. Sebab, juga akan memasuki hari raya Galungan dan Kuningan, di pengujung tahun nanti juga Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mengantisipasi terjadinya pergerakan inflasi, pihaknya telah merancang strategi untuk mengendalikan inflasi. Salah satu upaya yang akan dilakukan membantu

perkembangan harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako - red). Kalau dalam dua bulan itu terjadi lonjakan harga sembako, TPID akan menggulirkan operasi pasar murah (OP). Dengan cara ini inflasi akan terkendali dan tetap berada di bawah target empat persen. ‘’Pengalaman tahun 2017, persentase inflasi November tercatat 1,8 persen. Desember mencapai 1,12 persen, sehingga inflasi 2,92 persen hanya dalam waktu dua bulan saja. Pengalaman itu akan menjadi pertimbangan kami mengantisipasi jangan sampai angka inflasi itu melebihi angka sebelumnya,’’ jelasnya. (kmb38)

Desa Dituntut Berdayakan PAUD

Anak-anak Berada pada Periode ’’Golden Age’’ Pengembangan sumber daya manusia (SDM) perlu dikelola dengan baik. Idealnya, sudah didesain mulai dari pemerintahan terbawah. Untuk itu, pemerintah desa dituntut mampu mengembangkan SDM di daerahnya dengan cara memberdayakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pembangunan SDM ini perlu memberdayakan masyarakat di desa, selain atensi kepada anak usia emas alias golden age. Lalu siapa saja dan apa yang perlu ditekankan dan juga diperhatikan dalam upaya meningkatkan SDM di masingmasing desa itu? WAKIL Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan hal itu, saat penilaian KKG PKK KB

Kesehatan di wantilan Pura Desa Panji, Kecamatan Sukasada belum lama ini. Aparatur pemerintah desa

sekarang ini, kata Sutjidra, dituntut memiliki inovasi dalam pemberdayaan semua komponen masyarakat. Hal itu sangat perlu mengingat Kesatuan Gerak PKK K B K esehatan ini tidak saja meningkatkan kesehatan juga untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat. Apalagi, pemerintah pusat sudah memberi jatah Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Ini sebagai penopang utama, sehingga setiap desa diyakini mampu meningkatkan kualitas SDM-nya dengan baik. Wakil Ketua TP PKK Buleleng Ny. Ayu Ward-

hany Sutjidra mengatakan, agar Ketua TP PKK Desa yang otomatis menjadi Bunda PAUD dan perbekel wajib memberikan perhatian lebih terkait pengembangan PAUD. PAUD menjadi sangat penting. Alasannya, pada usia nol sampai 6 tahun, anak-anak itu berada pada periode usia emas atau golden age period. Pada periode itu, anak mengalami pertumbuhan otak sekaligus mentalnya. “Saya minta bunda PAUD dan perbekel agar lebih memerhatikan PAUD di wilayahnya,” harapnya. Ayu Wardhany menambahkan, selain anak

pada usia emas itu harus mendapat atensi memadai, juga ibu hamil perlu diperhatikan. Ketika ada ibu hamil, ibu itu mengandung selama durasi sembilan bulan. Pada usia itu pula, pertumbuhan anak harus diperhatikan. Pertumbuhan anak dalam kehamilan itu dipengaruhi perilaku ibunya sendiri. Seperti bagaimana pemberian gizinya itu harus bagus kepada calon bayinya. “Golden age period juga sangat dibantu adanya PAUD untuk lebih menambah kapasitas dan kualitas otak kanan dan kirinya,” jelasnya. (mud)

Layanan BPJS Diperhatikan BPJS menurutnya sudah menyengsarakan rakyat. Faktanya, dirinya hanya tidak membayar sekali saja, kemudian dana yang disetorkan dahulu ke BPJS, itu disebutkan hilang. Karena itu, warga berharap kepada BPJS agar mengembalikan uang itu kepada peserta yang putus. Apalagi dalam pelayanan BPJS saat ini menyulitkan warga. Karena itu, BPJS, perlu memberikan penjelasan detail kepada warga kenapa bisa terjadi demikian. Pasek Sujana, Bantang Banua

Pengembangan Potensi Perkebunan POTENSI pertanian di Buleleng sangat baik bahkan maju. Karena itu, berharap kepada pihak pemerintah dan petani bersinergi dengan elegan, sehingga mampu menghasilkan produksi perkebunan yang bisa memenuhi pasar ekspor. Produk berkualitas juga diperlukan untuk memenuhi keperluan kepariwisataan di Buleleng khususnya dan Bali umumnya. Gung Surya, Lovina

Pengembalian Dana BPJS DENGAN berjalannya program BPJS itu memang sangat membantu warga masyarakat. Namun, tidak semua orang menginginkan sakit. Pihaknya berharap dalam waktu lima tahun warga yang ikut BPJS, jika tidak memanfaatkan BPJS-nya, maka dananya itu agar bisa dikembalikan 20%-nya. Strategi seperti itu bisa membuat warga merasa gembira bahkan semangat masuk BPJS. Selain itu, pastinya masyarakat lebih percaya BPJS. Karena itu, perlu dibuatkan regulasinya. Apalagi ada kesan BPJS tidak membayar kepada rumah sakit yang bersangkutan sehingga warga yang berobat ke rumah sakit itu terkena getahnya, ditolak pihak rumah sakit, akibat tidak tertera pada BPJS itu. Gede Merta, Celuk Buluh

Pecalang Lebih Humanis DENGAN pecalang itu dilatih secara sistematis, mereka pasti akan lebih cerdas, mengetahui bagaimana tanggung jawab dan apa yang harus dilakukan dalam hal mengamankan wilayahnya masing-masing. Bukan saja pemahaman terkait sosial, agama, budaya dan juga rasa nasionalisme kebangsaan. Pasalnya, pecalang sebagai polisi-nya desa itu mendapatkan peran penting dan terdepan dalam kaitan mem-back up setiap kegiatan upacara di lapangan. Karena itu, pecalang diharapkan mampu memberikan pengamanan yang humanis kepada warganya. Gung De, Ngurah Rai

Bali Post/mud

PENILAIAN LOMBA KKG – Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menghadiri penilaian lomba KKG PKK KB Kesehatan di wantilan Pura Desa Panji, Kecamatan Sukasada, belum lama ini.


GIANYAR

Rabu Umanis, 7 November 2018

9

Dekranasda Optimis Gianyar Masuk ”World Craft City” Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar diusulkan masuk keanggotaan World Craft City atau Kota Kerajinan Dunia. Tim penilai dari World Craft Council (WCC) atau Dewan Kerajinan Dunia belum lama ini telah berkunjung ke Gianyar untuk melihat langsung kerajinan kayu di Desa Mas, perak di Desa Celuk dan tenun di Blahbatuh. Mengingat tingginya kualitas kerajinan Gianyar, Dekranasda optimis pengakuan tersebut dapat diraih. Dihubungi Selasa (6/11) kemarin, Ketua Dekranasda Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengungkapkan, selain produk yang berkualitas, optimisme pihaknya juga didasari atas pernyataan lisan dari tim penilai. Saat jamuan makan malam, tim penilai menyebutkan kerajinan Gianyar lebih baik dibandingkan negara lain yang ikut diusulkan meraih World Craft City. “Mudah-mudahan menjadi kenyataan. Penghargaan ini akan sangat bermanfaat bagi kerajinan Gianyar, terutama dari segi promosi. Ini akan memberikan motivasi bagi perajin untuk terus berkarya,” kata istri Bupati Gianyar Made Mahayastra. Kabupaten Gianyar menjadi kota kedua di Indonesia setelah Yogyakarta

yang diusulkan menjadi anggota Kota Kerajinan Dunia. Hal ini dirasa pantas mengingat segala bentuk seni dan kerajinan hidup dan berkembang di Gianyar. Apalagi Gianyar banyak didukung oleh seniman-seniman muda yang kreatif dan inovatif. Gianyar paling memenuhi kriteria oleh WCC dalam upaya pengembangan industri kerajinan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Penilaian yang dianggap menonjol adalah peranan Pemkab Gianyar dalam upaya pelestarian di samping juga peranan lembaga pendidikan khususnya dalam kurikulum sekolah. Ada tujuh kriteria yang harus dipenuhi Kabupaten Gianyar untuk dapat ditetapkan oleh WCC sebagai Kota Kerajinan Dunia yakni authenticity, originality, preservation, marketability, ecofriendly, internationality dan sustainability. Bagi Ny. Surya Adnyani Mahayastra, keanggotaan World Craft City dimaksudkan untuk memperkenalkan para perajin Gianyar dengan perajin yang ada di luar negeri. Hal ini akan membuka peluang bagi perajin Gianyar untuk berinteraksi dengan perajin luar negeri, sehingga terjadi alih pengetahuan dan kerja sama. Dengan begitu, produk-produk kerajinan Gianyar bisa tembus pasar global. (kmb25)

Tahun 2019, Pemkab Dirikan RS di Payangan

Gianyar (Bali Post) Pembangunan rumah sakit (RS) pemerintah di Kecamatan Payangan direncanakan dilaksanakan tahun 2019. Rencana tersebut telah masuk KUA-PPAS sebagai dasar penyusunan RAPBD Gianyar 2019. Alasan percepatan pembangunan salah satunya terkait persoalan rujukan berjenjang BPJS. Demikian diungkapkan anggota DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara, Selasa (6/11) kemarin. Menurut anggota dewan dari Komisi IV ini, ide pembangunan RS di Payangan dicetuskan Bupati Made Mahayastra. Rencana itu telah disampaikan Mahayastra sejak lama. Awalnya, pembangunan direncanakan dimulai pada tahun 2020 atau 2021, dengan pertimbangan keuangan daerah. “Tetapi atas usulan kami di Komisi IV khususnya terkait masalah BPJS, akhirnya disepakati agar pembangunan RS itu dimajukan menjadi tahun 2019,” kata Pebriantara. Politisi PDI-P ini menyebutkan, pihaknya sangat menginginkan RS tersebut segera terwujud. Sebab, sampai sekarang di Gianyar belum ada RS tipe C milik pemerintah. Yang ada hanya RS tipe C swasta. Masyarakat sudah sangat mengharapkan pemerintah membangun RS tipe C. Sebab, hal ini akan mempercepat pelayanan kesehatan di Kecamatan Payangan dan sekitarnya, meng-

ingat di kawasan tersebut belum ada RS. Pembangunan RS tersebut, kata Pebriantara, sekaligus solusi atas permasalahan rujukan berjenjang BPJS yang dikeluhkan masyarakat di banyak daerah, termasuk di Gianyar. “Selama ini masyarakat mengadu ke kami, kesulitan ketika harus ke RS tipe C swasta. Misalnya tidak ada dokter spesialisnya. Jadi, biasanya mereka akan ke RS Sanjiwani yang tipe B, sementara kalau memakai sistem rujukan berjenjang, itu tidak diperbolehkan,” jelasnya. Terkait lahan untuk RS di Payangan, Pebriantara mengatakan telah siap. Bahkan lahan mencukupi seandainya kelak ada perluasan fasilitas. Dari rencana awal, RS tersebut akan memiliki kapasitas 40 bed. Pembangunannya diperkirakan menelan dana hingga Rp 50 miliar dengan sumber dana APBD Gianyar. Pebriantara mengaku mengapresiasi Pemkab Gianyar, khususnya Bupati Mahayastra yang memberikan perhatian terhadap sektor kesehatan, khususnya melalui pembangunan RS di Payangan. Pihaknya siap mendukung dan mendorong perbaikan kualitas pelayanan kesehatan. “Kita inginkan baik dari segi fasilitas maupun SDM di bidang kesehatan benar-benar mampu sesuai harapan masyarakat. Ini yang harus terus kita upayakan agar segera terwujud,” ujarnya. (kmb25)

KERAJINAN - Tim WCC saat meninjau kerajinan perak di Desa Celuk, belum lama ini.

Koper Misterius Gegerkan Warga Guwang Gianyar (Bali Post) -

Sebuah koper berwarna cokelat yang tergeletak di trotoar Jalan Raya Guwang-Ketewel, Banjar Buluh, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati menimbulkan keresahan warga setempat. Pasalnya, koper yang berada di depan gerbang SDN 1, 2 dan 3 Guwang itu sempat dikira berisikan barang berbahaya, khususnya bom. Menurut informasi, koper tersebut ditemukan sekitar pukul 21.00 Wita, Senin (5/11). Saat itu I Made Aristika yang beralamat di Banjar Manikan, Desa Guwang sedang melintas di sekitar lokasi. Setelah mengetahui koper itu tidak ada yang memiliki, Aristika langsung melaporkannya ke Kantor Desa Guwang. Aparat desa lantas menindaklanjutinya dengan menghubungi Bhabinkamtibmas setempat. Dari Bhabinkamtibmas, laporan diteruskan ke Polsek Sukawati. Jajaran Polsek Sukawati yang dipimpin Pawas I Gusti Ngurah Jayawinangun kemudian mendatangi TKP, mengumpulkan informasi, memasang police line hingga menghubungi Unit Gegana Brimob Polda Bali. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekati koper misterius tersebut. MISTERIUS - Koper misterius yang sempat menggegerkan warga Guwang.

TNI Bangun Jamban untuk Warga Samplangan Gianyar (Bali Post) TNI turut mengambil peran dalam pengentasan kemiskinan. Karya nyata TNI bersama komponen masyarakat diaplikasikan dalam berbagai bidang. Salah satunya terkait upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya penyediaan jamban bagi warga kurang mampu. Guna membantu masyarakat kurang mampu dalam pembuatan jamban, Danramil 1616-01/Gianyar Kapten Inf. Hengky H bersama anggota membuatkan jamban untuk

I Made Atmaja, petani di Lingkungan Selat, Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar, Selasa (6/11) kemarin. Akibat keterbatasan ekonomi dan minimnya pengetahuan kesehatan lingkungan, keluarga Atmaja selama ini buang air besar tidak pada tempatnya. Menurut Danramil, jamban merupakan bagian penting dalam perumahan. Namun sejumlah warga menganggap ketersediaan fasilitas tersebut tidak penting. Beberapa warga masih menganggap sungai dapat

Bali Post/ist

digunakan untuk buang air besar. Padahal buang air besar sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan bibit penyakit. Pembuatan jamban tersebut merupakan kegiatan lanjutan yang selama ini telah dikerjakan oleh jajaran Kodim 1616/Gianyar. Dengan adanya jamban, diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat kurang mampu yang selama ini buang air besar tidak pada tempatnya. Dengan demikian, pola hidup sehat di masyarakat akan terwujud. (kmb25)

Bali Post/kmb25

JAMBAN - Jajaran Koramil Gianyar membuat jamban untuk warga kurang mampu di Lingkungan Selat, Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar.

Sekitar pukul 23.00 Wita, Tim Gegana Brimob Polda Bali dipimpin Iptu Noeryadi melakukan pengecekan koper dan identifikasi. Setelah dibuka, koper tersebut ternyata kosong. Koper lantas diamankan ke Polsek Sukawati. Dikonfirmasi Selasa (6/11) kemarin, Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Deny Septiawan mengungkapkan, kepolisian sudah menindaklanjuti temuan tersebut. “Sudah semalam (Senin - red) langsung ditindaklanjuti. Setelah dilakukan pengecekan, koper itu isinya kosong,” jelasnya. Lebih lanjut, Deny Septiawan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi lingkungan. Jika ada hal-hal mencurigakan, masyarakat diharapkan melaporkannya ke pihak berwenang. “Kita harus ekstrawaspada dan patut curiga terhadap hal-hal semacam itu. Kita harapkan masyarakat melapor ke kepolisian, apabila ada yang mencurigakan,” katanya. (kmb25)

Belajar ke Surabaya, Pemkab Matangkan Rencana Penataan Taman PEMKAB Gianyar terus mematangkan komitmen menata pertamanan di kawasan seni ini. Merespons keseriusan itu, Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Gianyar yang menggandeng Dinas Pembangunan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar melakukan studi komparatif ke Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Selasa (6/11) kemarin. Dalam kunjungan ke kantor Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya itu, rombongan Kominfo dan PUPR Gianyar yang dipimpin Kabid Kominfo Anak Agung Geria dan Kabid Pertamanan PUPR I Wayan Jati diterima oleh Kabid RTH dan PJO Kota Surabaya Hendri Sugianto. Kabid Pertamanan PUPR Gianyar I Wayan Jati mengatakan, Pemkab Gianyar saat ini konsen dengan lingkungan dan menata kota. Kondisi ini diharapkan dapat membuat masyarakat Gianyar maupun wisatawan yang berkunjung merasa lebih nyaman. “Maka selaku staf, untuk menjabarkan kami ke Surabaya melihat lebih jauh, pertamanan di kota Surabaya yang sudah terkenal,” jelasnya. Jati mengakui, Dinas PUPR Gianyar merupakan gabungan dinas yang baru berusia dua tahun. “Kami baru bergabung dari DKP ke

Bali Post/kmb35

STUDI KOMPARATIF - Suasana studi komparatif Pemkab Gianyar ke Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Selasa (6/11) kemarin. PUPR sejak dua tahun lalu. Di samping itu, sarana dan prasarana kami juga masih minim,” jelasnya. Jati menambahkan, pihaknya juga sekalian menanyakan mengenai solusi dari permasalahan yang terjadi di Gianyar. Seperti median jalan bukan milik pemerintah atau pohon perindang jalan yang mengganggu fasilitas umum. “Akar mencungkil bangunan dan daun menghalangi rambu lalu lintas. Bagaimana kiat-kiatnya,” ungkapnya. Sementara itu, Kabid RTH dan PJO Kota Surabaya Hendri Sugianto mengatakan, penataan taman memerlukan

proses. Ia mengungkapkan, pihaknya seringkali mengalami tanaman hilang, namun ditanam lagi sehingga harus lebih bersabar. Lambat laun masyarakat mulai sadar jika taman menjadi kebutuhan. “Tiap Minggu tidak perlu ke Malang, cukup liburan di Surabaya,” jelasnya. Sampai saat ini, kata dia Surabaya memiliki taman pasif berupa pedestarian sebanyak 282 lokasi. Lalu taman aktif sebanyak 110 lokasi. Luas satu lokasi taman aktif minimal 500 meter persegi dan terluas 60 ha. Dalam penanganannya, pengelolaan taman di bagi menjadi beberapa rayon,

yakni Rayon Surabaya Pusat, Timur, Utara dan Selatan. “Masing-masing rayon ada kepala dengan pasukan 80-90 orang,” ungkapnya. Untuk mengatur taman ini, Surabaya memiliki tujuh perda mengenai ruang terbuka hijau dan perlindungan tanaman dilindungi. Sementara untuk anggaran ada CSR dari perusahaan dan perbankan. Adapun para pekerjanya mulai beraktivitas mulai pukul 06.00 dengan cara didrop ke lapangan, lalu tenaga rayon itu dipulangkan pukul 15.00 WIB. “Kami dibekali handy talky, dipantau langsung wali kota,” ujar Hendri Sugianto. (nik)


JEMBRANA

10

Rabu Umanis, 7 November 2018

Belum Kantongi IMB

Tim Yustisi Segel Pembangunan Perumahan di Perancak Negara (Bali Post) –

Tim Yustisi yang dipimpin Plt. Asisten I, I Nengah Ledang, Senin (6/11) kemarin menyegel pembangunan perumahan di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana. Puluhan bangunan yang sudah dibangun diketahui belum memenuhi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Penyegelan yang ditandai dengan pemasangan garis Pol PP ini dilakukan Tim Yustisi disaksikan Perbekel Perancak I Nyoman Wijana, Bendesa Perancak I Nengah Parna dan BPD setempat. Satpol PP juga memasang stiker yang ditempel di bangunan terkait penyegelan tersebut. Sebelum dilakukan penyegelan, tim Yustisi yang melibatkan Satpol PP, Dinas Perizinan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP), Kejaksaan, Kepolisian, Pengadilan Negeri (PN) Negara, Dinas Lingkungan Hidup serta Camat Jembrana ini mengecek kondisi bangunan. Namun PT AMU sebagai pihak pengembang yang telah diberikan surat terkait penertiban ini,

ternyata tidak datang. Plt. Asisten I Setda Jembrana I Nengah Ledang mengatakan, tindakan penyegelan ini dilakukan lantaran pihak pengembang dalam membangun belum melengkapi IMB. Dari pengecekan di lokasi tersebut sudah dibangun 50 persen sebanyak 34 unit rumah dan 23 pondasi, serta bangunan vila 1 buah yang pengerjaannya sekitar 45 persen. Semua bangunan yang sudah dikerjakan itu

belum mengantongi IMB. Sebenarnya Satpol PP beberapa waktu lalu telah memberikan teguran terkait pelanggaran Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2017 tentang Bangunan Gedung ini. Namun hingga akhirnya disegel, izin tersebut belum dilengkapi. “Bangunan ini belum mengantongi IMB,” ujar Ledang didampingi Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi. Selanjutnya pihak pengem-

bang diberikan waktu untuk mengurus IMB tersebut selama 15 hari. Bila tidak, akan diberikan surat teguran hingga tiga kali. “Kalau hingga tiga kali teguran tidak diindahkan, maka akan kita lakukan tindakan selanjutnya,” tambah Rai Budhi. Sekadar diketahui, selain belum memiliki IMB, pem bangunan perumahan ini mendapat penolakan dari krama desa adat setempat. Beberapa kali Desa Pakraman Perancak melayangkan surat kepada Bupati Jembrana terkait penolakan pembangunan untuk perumahan di dekat Pura Puseh lan Desa Perancak itu. Dalam tata ruang, Desa Perancak juga merupakan kawasan pariwisata. (kmb26)

Penyegelan – Tim Yustisi yang melakukan penyegelan pembangunan perumahan di Banjar Lemodang, Desa Perancak kemarin. Puluhan bangunan ini melanggar Perda tentang Bangunan Gedung.

Kasus Video Mesum Pelajar Dilimpahkan ke Kejari

Negara (Bali Post) – Kasus persetubuhan pasangan pelajar yang direkam di ponsel, Selasa (6/11) kemarin dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Pelaku yang merupakan “pemeran” laki-laki berinisial P (16) ditetapkan tahanan kota oleh Kejaksaan. Sebelumnya kasus persetubuhan pasangan pelajar di salah satu kamar hotel ini sempat mencuat melalui rekaman video ponsel yang tersebar luas di khalayak pada September lalu. Kepala Seksi Tindak

Pidana Umum Kejari Jembrana I Gede Wiraguna Wiradharma ditemui seusai tahap dua berkas kasus persetubuhan anak di bawah umur itu membenarkan memberikan status tah anan kota terhadap pelaku. Kejari juga telah menerima penyerahan barang bukti dan pelaku dari penyidik Polres Jembrana. Wiraguna menunjuk dua orang jaksa penuntut umum (JPU) untuk tahap persidangan nanti. Selain tindak pidana persetubuhan, Kejaksaan juga menunggu berkas lainnya

Negara (Bali Post) – Kendati telah ditetapkan titik-titik zona pemasangan alat peraga kampanye (APK), namun penetapan lokasinya masih terkesan amburadul. Pasalnya ada beberapa titik yang bertentangan dengan aturan dan mengganggu kepentingan masyarakat. Selain itu ada beberapa baliho yang belum dipasang berbarengan, sehingga terkesan hanya calon tertentu saja. Seperti APK Pilpres yang terpasang di Jalan Sudirman tepatnya di Timur Gedung Kesenian Bung Karno. Hanya satu baliho paslon presiden dan wakil presiden. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Selasa (6/11) kemarin mengatakan, terkait zona pemasangan APK, dari pengecekan dan laporan masyarakat ada beberapa titik yang bertentangan. Seperti di Kelurahan Loloan Barat, APK berupa baliho yang terpasang sempat menutupi sekolah. Padahal semestinya memang

tidak boleh APK terpasang di lingkungan sekolah maupun tempat ibadah. Selain itu ia mencontohkan zona di Kelurahan Tegalcangkring berpotensi menutupi rumah warga. “Ada beberapa titik yang kurang representatif. Kalau di Tegalcangkring bisa menutupi depan rumah warga. Sekarang memang belum terpasang,” terangnya. Memang dengan APK yang disediakan dari KPU saat ini membutuhkan lokasi yang lapang. “Itu baru untuk pemasangan APK yang disediakan KPU. Belum lagi kalau parpol menambah,” ujar Pande. Terlebih lagi di beberapa desa/kelurahan, ruang terbuka terbatas. Pemasangan APK Pilpres di antaranya baliho ukuran 3x4 meter dan spanduk ukuran 3x1 meter semestinya dipasang berdampingan di zona yang telah ditentukan. Pemasangan APK ini sudah mulai dilakukan sejak Sabtu (3/11) lalu. Sementara Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tang-

Negara, (Bali Post) Belum genap setahun, jalan rabat beton di Dusun Munduk Ranti, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana ternyata sudah rusak. Jalan tersebut dibangun dengan anggaran Rp 118.790.000 dan pengerjaannya di bawah koordinasi Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Tukadaya. Dari pengamatan akhir pekan lalu, jalan rabat beton di gang Empela itu sudah retak-retak dan pasirnya berhamburan. Kondisi yang hancur padahal belum genap setahun dibangun ini mulai mengundang pertanyaan sejumlah warga Tukadaya. “Belum setahun jalan sudah hancur seperti itu. Bagaimana kalau sudah lama. Rugi dana ratusan juta jalannya hasilnya seperti itu,” kata Wayan Su seorang warga. Warga berharap kerusakan jalan rabat beton tersebut ditindaklanjuti dan diperbaiki agar tidak semakin rusak. Jika perlu dipasang portal agar tidak ada truk bermuatan berat masuk. Sementara itu, Perbekel Tukadaya I Made Budi Utama dikonfirmasi, Selasa (6/11) kemarin, mengatakan pihaknya sudah mengecek informasi

kerusakan jalan rabat beton di Munduk Ranti tersebut. Dikatakan pembangunan jalan rabat beton itu menggunakan anggaran APBDes perubahan 2017. Sebenarnya saat pengerjaan jalan rabat beton itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab karena saat itu kejadian Gunung Agung. Sehingga pasir Karangasem sangat sulit sehingga digunakan pasir lokal. “Kebijakan menggunakan pasir lokal ini diambil karena takut lewat tahun anggaran,” jelasnya. Menurut Budi Utama yang bekerja itu Klian Tempek dan masyarakat. “Setelah selesai pembangunan juga sudah dilakukan pemeriksaan dari PMD dan diterima dengan baik,” katanya. Guna menindaklanjuti kerusakan jalan rabat beton itu pihaknya akan mengadakan rapat dengan penduduk. “Mungkin nanti kami tindak lanjuti tahun berikutnya. Kami juga akan koordinasikan dengan klian,” jelasnya. (kmb)

terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yakni atas tindakan pembuatan video mesum. P merupakan pelaku laki-laki yang melakukan persetubuhan dan diduga juga pelaku perekam video. Kasus ini terungkap setelah rekaman video mesum itu beredar di masyarakat. Sementara untuk berkas yang dilimpahkan kemarin, pelaku dijerat dengan pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur. Sesuai Pasal 81 ayat 2 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Per-

lindungan Anak junto Pasal 64 KUHP. Setelah dilakukan pelimpahan oleh penyidik kepolisian kemarin, pelaku dilakukan penahanan kota. Status tahanan kota ini dengan pertimbangan pelaku masih sekolah. Sesuai aturan perbandingan tahanan kota, lima banding satu. Artinya lima hari tahanan kota sama dengan satu hari tahanan. Selanjutnya berkas tersebut akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Negara untuk mendapatkan jadwal persidangan. (kmb26)

Zona Pemasangan Alat Peraga Kampanye Terkesan Amburadul

Bali Post/kmb

Jebol – Senderan dan tembok penyengker Balai Lingkungan Jineng Agung, Gilimanuk yang jebol saat hujan deras, Selasa dini hari.

Tembok Balai Lingkungan Jineng Agung Jebol

Negara (Bali Post) – Dampak dari hujan deras pada Selasa (6/11) dini hari kembali merusak sejumlah bangunan umum dan rumah di Jembrana. Dari informasi di Gilimanuk, tembok penyengker balai Lingkungan Jineng Agung jebol diduga akibat tak kuat menahan aliran air pembuangan. Sedangkan di Banjar Dangin Pangkung, Desa Pekutatan, bangunan bedek di areal rumah milik Ni Nyoman Sari (78) ambruk. Dari informasi yang dihimpun kemarin, di Gilimanuk, tembok penyengker bangunan umum di Lingkungan Jineng Agung jebol diduga terjadi Selasa dinihari sekitar pukul 03.00 Wita. Diduga pondasi senderan bangunan yang berada di atas itu tidak kuat menahan pembuangan air hujan. Hujan yang mengguyur cukup lama, mengakibatkan air menggenang di areal balai lingkungan. Hingga

akhirnya tembok penyengker bagian Barat atau di pintu masuk ambrol. Kepala Lingkungan Jineng Agung Gede Yasa mengatakan, tembok dari batako yang jebol itu sepanjang 10 meter. Yasa yang tinggal di dekat Balai Lingkungan juga sempat mendengar suara gemuruh saat tembok ambrol. Pihaknya sempat keluar saat hujan deras dan sempat mengira kecelakaan. Namun setelah dicek, ternyata tembok penyengker di dekat rumahnya jebol. Lurah Gilimanuk I Gede Wariana Prabawa mengatakan, untuk tindakan awal akan dilakukan pembersihan secara gotong royong. Pihaknya juga sudah meminta bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana untuk membantu dalam proses pembersihan puing tersebut. Sementara itu, di Pekutatan sebuah bangunan bedek yang tidak ditempati

juga ambruk. Diduga rangka bangunan dari kayu tidak kuat menahan guyuran hujan disertai angin pada Selasa dini hari. Bangunan yang berada di Jalan Teratai, Banjar Dangin Pangkung ini sebelumnya difungsikan sebagai dapur darurat. Namun saat ini bangunan tersebut sudah tidak dipergunakan oleh pemiliknya. Perbekel Pekutatan I Gede Silagunada melalui Kasi Pelayanan I Nengah Darmayana mengatakan, dari pengecekan bangunan bedek yang ambruk itu memang sudah lama tidak ditempati. Pemilik rumah, Ni Nyoman Sari, juga berada di luar kota. “Memang ada ambruk, tapi tidak ditempati. Bangunan kosong,” terangnya. Pihaknya juga sedang melakukan pengecekan atap kantor Desa Pekutatan yang mengalami bocor. Diduga genteng mengalami pergeseran dampak gempa beberapa waktu lalu. (kmb26)

Negara, (Bali Post) Hingga saat ini belum ada perkembangan pembentukan PT BPR di Jembrana. Padahal DPRD Jembrana sudah merekomendasikan agar PT BPR ditindaklanjuti dengan serius. Dewan menuding pihak eksekutif tidak serius mewujudkan rekomendasi padahal sudah diberikan saran dan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Tudingan itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jembrana Nyoman Sutengsu Kusumayasa atau yang akrab dipanggil Suheng. “Sepertinya eksekutif tidak serius dalam menindaklanjuti hal ini. Padahal kami sudah diskusikan dan sarankan segera melaksanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan pendirian BPR. Karena semua masalah yang jadi kendala terkait dengan merekrut dewan

direksi dan dewan pengawas sudah dicarikan jalan keluarnya. Tapi sayang belum ada langkah apa-apa,” kata Suheng menyayangkan. P i h a k dewan katanya juga sudah menyarankan ada cara yang bisa ditempuh dengan memberikan kesempatan kepada pegawai kontrak atau masyarakat Jembrana untuk melamar dan diseleksi sesuai dengan kompetensi ilmu yang dimiliki. Yang lolos didiklat di LPPI dan hanya butuh satu bulan untuk mendapatkan sertifikat dan setelah itu diuji kompetensi oleh OJK. “Kami harap eksekutif lebih serius,” katanya. Selain itu dewan juga menyarankan eksekutif agar membentuk panitia ad hoc yang bertugas untuk mengurus perizinan PT BPR yang terdiri dari orang-orang profesional yang sudah berpengalaman. Dewan berharap

agar BPR terwujud sebelum mereka lengser. Sementara itu, Asisten II Pemkab Jembrana IGN Mertadana, Selasa (6/11) kemarin, mengakui berbagai kendala yang dihadapi dalam pembentukan PT BPR ini. Dikatakan, untuk pengurusan izin harus ada direksi dan dewan komisaris. “Namun sampai saat ini belum ada yang memenuhi persyaratan. Karena harus memenuhi kriteria dari OJK. Ini yang susah,” katanya. Dengan berbagai kendala itu Mertadana mengatakan pihaknya pesimis PT BPR bisa terwujud akhir tahun 2018 ini. “Kami masih terus upayakan dan koordinasikan,” katanya. Dalam hal ini katanya pihaknya berhati-hati karena PT BPR akan dibentuk bukan sesaat namun mampu membangkitkan perekonomian di Jembrana. (kmb)

Soal Pendirian BPR, Dewan Tuding Pihak Eksekutif Tak Serius

Bali Post/kmb26

APK – Salah satu APK Pilpres yang terpasang di zona yang ditentukan di Jalan Sudirman. Namun hingga kemarin baru satu baliho yang terpasang. kas Sudiantara mengatakan, untuk APK Pilpres dan Parpol yang pengadaan dilakukan KPU telah diserahkan ke masing-masing tim. Selanjutnya pemasangan dan pemeliharaan dilakukan oleh masing-masing tim. APK itu di antaranya APK Pilpres masing-masing 10 Baliho dan 16 spanduk. Sedangkan untuk 13 parpol peserta pemilu di

Kabupaten Jembrana (PKB, Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, Garuda, Berkarya, PKS, Perindo, PPP, Hanura, Demokrat dan PBB) masing-masing baliho 10 dan spanduk 16. “Untuk pemasangan setelah diserahkan ke tim, menjadi kewenangan mereka. Sesuai di zona yang ditentukan,” terang Tangkas. (kmb26)

Baru Setahun, Jalan Rabat Beton di Munduk Ranti Rusak

RUSAK - Jalan rabat beton di Dusun Munduk Ranti, Desa Tukadaya Kecamatan Melaya belum setahun sudah mulai rusak.


Rabu Umanis, 7 November 2018

Karangasem

11

Pengerjaan Jembatan Tiying Jangkrik Seraya-Kebon Bukit

SOSOK

’’Pararem’’ Cegah Narkoba

PENYALAHGUNAAN narkoba di masyarakat khususnya di Kabupaten Karangasem kian mengkhawatirkan saja. Guna mencegah penggunaan termasuk peredaran narkoba kian tinggi, masing-masing desa diimbau membuat peraturan desa (perdes) atau pararem, terkait penyalahgunaan narkoba. ‘’Dengan adanya perdes ataupun paramem itu saya yakin mampu mencegah penyalahgunaan narkoba yang dilakukan warga,’’ kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten AKBP I Nyoman Sebudi, Selasa (6/11) kemarin. Warga Karangasem yang memakai narkoba ataupun sebagai pengedar saat ini memang relatif tinggi. Bukan saja orang dewasa yang mengonsumsi tetapi juga anak-anak muda yang merupakan generasi penerus bangsa. Pararem itu diyakini memberikan efek jera kepada warga yang mencoba melawan hukum. “Jika sudah diatur melalui perdes atau pararem, maka hal itu bisa dijadikan parameter sanksi. Wujud sanksinya bisa kasepekang, ngaturang guru piduka, kena dedosan atas sanksi yang lainnya,’’ ujarnya. Pararem itu merupakan salah satu regulasi yang diyakini dapat menyelamatkan gerarasi muda dari narkoba. Sebab, di Indonesia saat ini sudah darurat narkoba. ‘’Untuk membuat pararem itu, kita memang sudah bersurat ke semua camat. Termasuk melakukan sosialisasi ke desa-desa terkait,’’ tambahnya . Sejauh ini, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah rawan penyalahgunaan narkoba di Karangasem. Pemetaan didasarkan hasil penangkapan penyalahgunaan dan pengedar narkoba sebelumnya. “Kita tidak bisa beberkan di mana saja wilayah-wilayah yang dipetakan itu,” tegas Sebudi. (eka)

Baru 42%, Rekanan Optimis ’’Deadline’’ Rampung Amlapura (Bali Post) Pengerjaan proyek pembangunan jembatan penghubung antara Tiying Jangkrik Seraya Barat dengan Kebon Desa Bukit, Karangasem ternyata progresnya baru tercapai 42 persen. Kendati demikian, rekanan mengaku optimis pengerjaan jembatan itu bisa dirampungkan hingga batas akhir waktu kontrak alias deadline yang telah disepakati.

Dewan Dorong Gaji Pegawai Kontrak Dinaikkan

Amlapura (Bali Post) Anggota DPRD Nyoman Rena mendorong pemerintah Karangasem menaikkan gaji tenaga kontrak Rp 200 ribu per orang. Gaji tenaga kontrak saat ini masih di bawah UMR, yakni sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 juta per orang. Rena mengatakan, Selasa (6/11) kemarin, pemerintah cocok menaikkan gaji tenaga kontrak. Beban kerja tenaga kontrak itu sebanding dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Murah memang bayaran kerja pegawai kontrak itu. Padahal seperti di bagian administrasi hampir sebagian besar surat-menyurat tiap SKPD di pemda itu dikerjakan oleh pegawai kontrak. ‘’Karena itu, pemerintah seharusnya menaikkan gaji mereka. Saya usulkan tahun 2019, gaji tenaga kontrak itu dinaikkan,” pintanya. Mengacu pada peraturan pemerintah terkait pengupahan gaji itu harus diberikan sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Saat ini, UMK di Karangasem mencapai Rp 2,1 juta lebih. Sedangkan gaji tenaga kontrak itu rata-rata Rp 900 ribu. Karena itu, masih terbilang kecil. Untuk biaya transportasi saja tidak cukup sebulan kalau enggan disebut kekurangan. Tidak aneh, untuk memenuhi keperluan sehari-harinya, mereka terpaksa meminjam. Ada beberapa pegawai terpaksa membebani ayahnya. “Ada beberapa pegawai kontrak terpaksa berhenti akibat gaji yang didapat tak cukup untuk keperluan hidup sehari-hari. Kita berharap, tahun mendatang, gaji tenaga kontrak itu dinaikkan. Paling tidak bisa mendekati UMK di Karangasem,” harap Nyoman Rena. Sekda Karangasem Gede Adnya Mulyadi juga mengaku kasihan dengan pegawai kontrak di lingkungan pemkab yang menerima gaji minim. Pihaknya mengaku belum bisa menaikkan gaji tenaga kontrak, karena minim dana. Anggaran sekarang dipakai pembangunan. Saat ini, jumlah tenaga kontrak di Pemkab Karangasem 3.500 orang lebih. Seandainya gaji perorang dinaikkan Rp 200 ribu, berarti pemda harus menyiapkn dana Rp 8,5 miliar per tahunnya. “Dari mana dapat dana jika gaji pegawai kontrak itu dinaikkan,” kata Adnya Mulyadi. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PEMBANGUNAN JEMBATAN - Pekerja saat mengerjakan proyek pembangunan jembatan penghubung antara Tiying Jangkrik Seraya Barat dengan Kebon Desa Bukit, Karangasem, Selasa (6/11) kemarin.

Kontraktor proyek, I Made Ariana, yang dikonfirmasi Selasa (6/11) kemarin, mengatakan jika sampai saat ini progres pengerjaan jembatan itu memang baru 42 persen. Seharusnya, kata Ariana, pengerjaan jembatan itu sudah diselesaikan 76 persen. Namun, banyak kendala. Saat ini, para pekerja sedang melakukan pemasangan perancah untuk lantai jembatan. “Sesuai kontrak batas akhir pengerjaan jembatan 1 Desember mendatang. Kita harap tanggal 15 November sudah bisa dicor,” ujarnya. Kendati hanya menyisakan waktu sekitar 25 hari, pihaknya optimis mampu menyelesaikan pembangunan jembatan itu hingga batas waktu yang ditentukan. Guna mempercepat proses pembangunan, pihaknya akan menambah tenaga, agar pengerjaannya bisa lebih cepat. “Sekarang, ada 20 pekerja yang terlibat pada proyek ini. Kami akan tambah 15 pekerja lagi. Bahkan, akan lembur kerja sampai malah hari. Itu harus dilakukan agar jembatan itu bisa cepat diselesaikan. Kita harap tanggal 25 ini pengerjaan bisa diselesaikan,” katanya. Pengawas dari Dinas PUPR, I Ketut Suranata, mengatakan jika pihaknya setiap waktu melakukan pengawasan pengerjaan proyek ini. Me-

mang, seharusnya rekanan sudah dapat menyelesaiakan pembanguan itu 76 persen. Nyatanya, rekanan baru merampungkan sekitar 42 persen. “Kita harap proyek ini bisa segera diselesaikan. Jika tidak diselesaikan tepat waktu, nanti rekanan akan dikenakan denda,” ujarnya. Kabid Binamarga Dinas PUPR Karangasem Ketut Prama Budarta didampingi Kadis I Ketut Sedana Merta menjelaskan, jika dilihat pengerjaan memang jauh terlambat. Akan tetapi, pihaknya tetap mendorong rekanan supaya proyek itu bisa diselesaikan tepat waktu. Kendati mereka tidak selesai tepat waktu, maka mengacu pada aturan, rekanan itu akan dikenakan denda. “Kita harap rekanan itu lebih cepat berkerja agar proyek itu segera bisa diselesaikan. Jika memang 1 Desember proyek belum juga selesai, maka tetap akan dikenai denda. Kalau memang pihak rekanan itu tidak ada niat menyelesaikannya, maka jalan terakhir kita ambil jelas melakukan blacklist. Tetapi sebelum itu, kita tetap komunikasikan lebih dulu dengan rekanan apakah mau menyelesaikan proyek itu atau tidak dengan tetap dikenai denda,” tegas Prama Budarta. (kmb41)

Tinggi, Angka Melahirkan pada Usia Remaja

Amlapura (Bali Post) Angka melahirkan pada usia remaja di Kabupaten Karangasem masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, angka melahirkan pada usia remaja di bumi lahar mencapai 48 persen. Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana I Made Sosiawan mengatakan hal itu saat sosialisasi Genre (Generasi Berencana) yang dilaksanakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Wantilan Kantor Bupati, Selasa (6/11) kemarin. Sosiawan menambahkan, angka melahirkan pada usia remaja 15-19 tahun mencapai 48 persen. Artinya, dari 1.000 remaja, 48 orang itu hamil atau melahirkan. Sosialisasi kepada remaja itu kata Sosiawan, bisa melalui jalur pendidikan dan juga jalur masyarakat. Salah satunya lewat Sosialisasi Genre Goes ini. “Sasarannya menurunkan angka melahirkan di ka-

langan remaja,” ujar Sosiawan. Program ini juga bertujuan menurunkan angka kematian kontrasepsi serta menurunkan angka ber-KB yang tidak terlayani. “Gerakan ini membantu remaja menurunkan angka kelahiran,’’ tambahnya. Para peserta yang dilibatkan pada agenda itu adalah anak-anak SMP, SMA/SMK, Karang Taruna, STT maupun organisasi lainnya yang berjumlah kurang lebih 300 orang. Bupati Karangasem dalam sambutan yang dibacakan staf ahli I Nengah Toya mengharapkan remaja itu agar terus mengembangkan potensi dirinya demi kemajuan Karangasem, baik di bidang kesehatan maupun pendidikan. Masalah yang paling menonjol adalah kelahiran pada usia remaja. Mengatasi masalah itu perlu dukungan semua pihak. Remaja itu, kata Nengah Toya, perlu pengawasan yang ketat. “Pengawasannya memang jangan terlalu posesif, hal itu juga

kurang baik. Tetapi jika longgar juga rentan terpengaruh lingkungan. Sebab, perkembangan masa remaja saat ini mengikuti kemajuan teknologi. Mampu menjauhkan yang dekat. Sebaliknya, mendekatkan yang jauh,” ujar Toya sembari mengajak agar remaja menghindari seks pranikah, pernikahan anak-anak, selain itu terlibat narkoba. Kabid Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi BKKN Provinsi Bali Ida Putu Gunita mengatakan, program remaja lebih populer Genre (Generasi Berencana) bisa dilakukan dengan beberapa cara. Seperti pendekatan melaui orangtua, bina keluarga remaja, pendekatan teman sebaya, serta melalui sekolah pembentukan SK (sekolah kependudukan). “Ada tiga permasalahan dan tantangan remaja, yakni bahaya laten pernikahan dini, seks pranikah, dan narkoba,” ujarnya. Remaja Indonesia berada di urutan ke-37 di dunia melaku-

kan pernikahan dini dan termasuk nomor tiga di Asia. Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia, sekitar 2,5 juta terjadi pernikahan saat sedang usia sekolah. Sebanyak 67 persen remaja melakukan seks pranikah, 20 persen kehami-

lan, dan 21 persen aborsi. “Ada 21 persen menyalahgunakan narkoba. Artinya Indonesia sudah menjadi darurat narkoba,” ujarnya. Karena itu, remaja itu diharapkan tetap dapat menjaga keseimbangan pola hidupnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

SOSIALISASI GENRE - Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali saat melaksanakan sosialisasi Genre (Generasi Berencana) yang dilaksanakan di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Selasa (6/11) kemarin.

Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban

Satu-satunya di Dunia Dibuat Desa Adat Keberadaan Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban yang berlokasi di Lingkungan Dukuh Bukit Penaban, Kelurahan Karangasem, termasuk baru. Pasalnya, museum itu baru mulai beroperasi sejak 1 Januari 2018. Kendati demikian, secara perlahan museum ini mulai dilirik para pengunjung baik domestik maupun asing. Kehadiran museum ini disebut sebut sebagai pendukung eksistensi desa wisata di tempat itu. Lalu, dari kalangan mana dan siapa saja yang mengapresiasi Museum Pustaka Lontar itu? BENDESA Adat Dukuh Penaban Nengah Suarya didampingi Penyarikan Desa Nengah Sudana Wiryawan, Selasa (6/11) kemarin, mengatakan Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban ini berdiri atas tanah desa adat seluas 1,5 hektar. Museum ini didesain oleh arsitek Ketut Aratan atau Arte Arcitek. Konsep palemahan nista madya utama diakomodasi pada tatanan tata ruang museum itu. Museum ini di-back up kurator ahli, peneliti, budayawan lontar seperti I Dewa Gde Catra, Sugi Lanus, Hedy Hinzler, dan Ketut Artana. Dalam kunjungan Dirjen Kebudayaan RI, Hilman Farid, juga bersedia jadi kurator pada museum pustaka lontar yang merupakan satu-satu di dunia yang dibuat oleh desa adat. “Penggalian nilai-nilai yang termuat dalam isi lontar ini bisa diimplementasikan secara riil di sini. Keberadaan klinik lontar itu justru bisa membantu

semua orang yang ada kesulitan merawat lontar, selain itu membaca serta menerjemahkannya,” ujarnya. Perbedaan Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban dengan museum lainnya kata Suarya, di museum ini bukan saja menyimpan lontar, juga mengimplementasikan isi lontar itu kepada komunitas masyarakat adat Dukuh Penaban. Seperti pembuatan sabun herbal bawang adas, yang bersumber dari lontar usada, bebantenan bersumber dari lontar Mpu Lutuk Banten, dan juga sedang dirancang pembuatan tamba minyak kelapa. Kebanyakan keberadaan museum lainnya, sebatas menyimpan lontar seperti halnya perpustaaan saja. “Jika ada lontar milik warga yang tidak terawat sehingga mengalami kerusakan maka akan dilakukan pemeliharaan dan pelestarian. Respons masyarakat bagus, hal itu di luar ekspektasi. Museum ini

ternyata dapat support dan perhatian berbagai kalangan. Seperti peneliti, budayawan, sastrawan, perajin, kampus dalam dan luar negeri. Semoga ke depannya museum ini terus maju dan berkembang,” harap Suarya. Sejak Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban ini mulai dioperasikan 1 Januari 2018, jumlah pengunjung cukup ramai. Pengunjung adalah wisatawan domestik hingga mancanegara yang jumlahnya mencapai ribuan. Didirikannya, museum ini guna mendukung desa wisata di tempat ini. Saat ini, sedang proses pengintegrasian, menyambungkan, dan perpanjangan lintasan trekking menuju pelukatan sad ripu. “Ada mahasiswa S-2 Universitas Melbourne yang melaksanakan workshop di museum ini. Bahkan, 6 November, kunjungan rombongan mahasiswa Universitas Sebelas Maret Sura-

karta, Fakultas Ilmu Sosial Politik, Program D-3 Perpustakaan sebanyak 30 orang dipimpin oleh Studi Tri Achmad. Tujuan dari kunjungan ini adalah Kuliah Kerja Lapangan (Field Trip). Nantinya selama kunjungan, mereka akan diberikan semacam kuliah umum tentang proses pembuatan kertas daun lontar hingga lontar itu siap ditulisi salah satu Kurator Museum Ide I Dewa Gde Catra. Selain itu, mereka juga diberikan cara merawat dan mengonservasi lontar serta menuliskan nama peserta menggunakan aksara Bali,” jelasnya. Perjalanan Religius Kupu-kupu Kuning Setiap Purnama Kapat, Purnama Kedasa, dan Purnama Kapitu dipentaskan tarian sakral Kupu-kupu Kuning dan tari Canglongleng. Menurutnya, tarian Kupu-kupu Kuning itu mengisahkan perjalanan

perjuangan Raja Karangasem ketika berperang ke Lombok. Sedangkan tari Canglongleng mengisahkan tentang pernah terjadinya grubug yang banyak merenggut jiwa di Desa Adat Dukuh Penaban. Setelah tarian Canglongleng itu dipentaskan akhirnya grubug itu bisa berakhir. Baris Poleng Canglongleng di tempat lain lebih dikenal dengan tarian Ketekok Jago. Gerak tari Baris Poleng Canglongleng yang ada di Desa Pakraman Dukuh Penaban itu lebih menampilkan ekspresi sesuai karakter penarinya masing-masing, sehingga gerakan ketika mereka menari punya kekhasan berbeda satu dengan lainnya. Sejarah tentang tari Baris Poleng Canglongleng berawal dari terjadinya bencana di Desa Pakraman Dukuh Penaban sekitar tahun 1721 Saka. Diceritakan saat itu terjadi wabah penyakit yang menyebabkan banyak warga meninggal. Dari sinilah ada sebuah pawisik niskala. Disebutkan, Ida Batara harus katuran manggung. Saat mengusung joli/jempana maka warga mengeluarkan kata-kata ‘’Ooh… ihhh ohhh….’’ Dari sini muncul kreasi warga membuat tari Baris Poleng Canglongleng. Setelah dipentaskannya tarian itu wabah penyakit yang menyerang desa itu berangsurangsur lenyap. Sejak saat itulah maka setiap upacara di Pura Puseh, tarian ini selalu dipentaskan dan dipersembahkan ke hadapan Ida Batara yang berstana di Pura Puseh Dukuh

Penaban itu. Sebagai sebuah tari wali alias persembahan sesungguhnya Tari Baris Poleng Canglongleng itu juga berfungsi sebagai pencegah bahaya atau wabah. Sedangkan tari Kupu-kupu Kuning merupakan tarian yang geraknya tidak beraturan. Dinamisasi geraknya sangat tergantung ekspresi/taksu penarinya. Seperti kupu-kupu asli itu terbang lincah ke mana-mana beriringan bersama teman-temannya. Tarian Kupu-kupu Kuning mengisahkan perjalanan religius sekelompok kupu-kupu kuning saat mengawal prajurit Raja Karangasem pimpinan I Gusti Anglurah Ketut Karangasem menyerang Kerajaan Selaparang di Lombok pada Anggara Umanis Perangbakat saka 1614 atau 1692 M. Pagipagi hari berangkatlah empat buah perahu berlayar dari pantai Jasri ke Lombok, yang dipimpin Raja Anglurah Ketut Karangasem. Raja dikawal Arya Kertawaksa serta diiringi 40 orang prajurit kebal dari Desa Seraya. Mula-mula menyusuri pantai, kemudian lepas samudera Selat Lombok. Waktu itu di angkasa tampak cerah. Ribuan kupu-kupu kuning terbang bergelombang ikut menyeberangi Selat Lombok yang terkenal deras arusnya itu. Kupu-kupu itu datang dari arah barat laut mengikuti perahu yang meniti arus deras. Kupu-kupu kuning itu terbang menatap cahaya surya. Tampak indah bagaikan

emas sangat gemerlap. Ada beberapa kelompok mendahului perahu, seakan-akan sebagai petunjuk arah menuju Lombok. Beberapa kelompok yang lebih besar jumlahnya berada di belakang perahu. Kadang- kadang melaju di depan. Kemudian lagilagi di belakang. Seolah-olah menjadi tunggul dengan bendera kerajaan. Semua orang di atas perahu itu menjadi terheran-heran memandang ribuan kupu-kupu kuning itu terbang memenuhi angkasa menyertai ekspedisi prajurit, berikut Raja Anglurah Ketut Karangasem. Ternyata kupu-kupu kuning yang jumlahnya ribuan itu dianugerahkan Ida Batara Alit Sakti dari Pura Bukit, agar mengikuti perjalanan pamannya. Sesaat setelah keberangkatan perahu yang mengangkut laskar Karangasem itu daun kayu kepel yang lebat di Pura Bukit, berguguran setelah itu menjelma menjadi kupu-kupu kuning yang terbang memenuhi angkasa. Kupu-kupu itu mengikuti perjalanan Raja Anglurah Ketut Karangasem, demi tujuan mengembangkan daerah kekuasaan di Pulau Lombok. Konon pohon kayu kepel itu hingga kini masih kokoh berdiri di Pura Bukit yang sesungguhnya merupakan tongkat ibunda Batara Alit Sakti tatkala berjalan dari puri Amlaraja menuju arah timur hingga sampai ke sebuah dataran tinggi, yang kemudian disebut Pura Bukit. Di sana akhirnya tongkat itu ditancapkan. (eka)


KLUNGKUNG

12

Rabu Umanis, 7 November 2018

Digelar 31 Desember 2018

Puncak Karya Agung Pura Kahyangan Jagat Dasar Buana Di-”puput” 12 Sulinggih Semarapura (Bali Post) Desa Pakraman Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung akan menggelar Karya Agung Mamungkah, Nubung Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Panca Wali Krama, dan Mahayu Jagat Marisuda Gumi di Pura Kahyangan Jagat Dasar Buana dan Pura Kahyangan Desa. Puncak Karya Agung akan digelar pada Soma Kliwon Wuku Kuningan, 31 Desember 2018 mendatang. Sebanyak 12 sulinggih akan muput karya agung ini yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gde Putra Tembau dari Geria Aan, Klungkung selaku Yajamana Utama Karya. Bendahara Karya I Made Suryawan mengatakan, tujuan digelarnya upacara karya agung ini adalah untuk menyucikan dan mensakralkan kembali seluruh parahyangan setelah beberapa kali

dilaksanakan konservasi, sehingga Pura Dasar Buana dapat mengoptimalkan fungsi sebagai Kahyangan Jagat dan sebagai pura pemersatu umat Hindu. “Tujuan karya untuk menyucikan secara totalitas pura, palinggih, pralingga, dan palemahan desa yang bisa memberikan vibrasi untuk kerahayuan jagat Bali,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (6/11) kemarin. Made Suryawan menjelaskan, usia Pura Dasar Buana sudah sangat tua dan diperkirakan pembangunan terakhir sebagai Kahyangan Jagat telah berusia lebih dari 500 (lima ratus) tahun. Dari tahun ke tahun Pura Dasar Buana telah mengalami konservasi, divmana pada tahun 2018 ini seluruh parahyangan telah rampung pelaksanaan konservasinya. Oleh karena itu, banyak pihak dan seluruh komponen adat menyarankan untuk segera digelar upacara yadnya dan disepakati digelar

tahun 2018 ini. Serangkaian upacara yadnya menjelang puncak karya telah dan akan dilakukan. Diawali dengan upacara Ngaku Agem dan Majayajaya pada 18 September 2018, Ngaturang Piuning pada 30 September 2018, kemudian dilanjutkan dengan Nanceb Taring pada 3 Oktober lalu, serta berbagai rangkaian upacara lainnya selama 124 hari akan dilaksanakan. Selama rangkaian puncak karya agung akan dilaksanakan sebanyak 4 kali tawur yang menggunakan wewalungan 13 ekor kerbau, 2 ekor kijang, 2 ekor manjangan, 14 ekor penyu, 5 ekor banteng, 34 ekor kambing, 1 ekor lembu, dan 1 ekor petu. Pura Kahyangan Jagat Dasar Buana dan Pura Kahyangan Desa ini di-empon oleh Desa Pakraman Gelgel yang terdiri dari 3 desa dinas dan 28 banjar dengan 2.700 KK. (win)

SEGEL - Tim Yustisi Klungkung saat melakukan penyegelan perusahaan distributor es krim yang mempekerjakan tenaga orang asing tersebut, Selasa (6/11) kemarin.

Membandel, Tim Yustisi Segel Kantor Distributor Es Krim Semarapura (Bali Post) Tim Yustisi Klungkung mulai mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan distributor es krim di Jalan Rama, Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung. Setelah ditutup sementara oleh Satpol PP beberapa waktu lalu, tim Yustisi turun menyegel perusahaan yang mempekerjakan tenaga orang asing tersebut, Selasa (6/11) kemarin.

PANITIA - Jajaran Panitia Karya Agung Mamungkah, Nubung Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Panca Wali Krama, dan Mahayu Jagat Marisuda Gumi di Pura Kahyangan Jagat Dasar Buana dan Pura Kahyangan Desa, Desa Pakraman Gelgel, Klungkung saat audiensi ke Kantor Bali Post, Denpasar, Selasa (6/11) kemarin.

Penyegelan menggunakan rantai dan gembok ini dilakukan karena perusahaan distributor es krim tersebut kembali beroperasi tanpa mengantongi izin. Namun, upaya penertiban yang dilakukan tim Yustisi yang dipimpin Kasi Penyelidikan dan Penindakan Wayan Gede Sukana ini terkesan bocor. Pasalnya, saat turun melakukan penertiban sekitar pukul 09.30 Wita, tim yustisi menemukan perusahaan es krim tersebut masih tutup. Padahal saat anggota Satpol PP turun melakukan pengawasan di lapangan sempat melihat perusahaan tersebut kembali beroperasi

pascaditutup sementara. “Informasi dari anggota kami perusahaan ini sempat buka setelah kami minta tutup sementara. Makanya kami turun melakukan penyegelan,” tandas Wayan Gede Sukana kemarin. Menurut Gede Sukana, penyegelan tersebut juga dilakukan karena bangunan yang dipakai perusahaan tersebut tidak mengantongi IMB. Di samping itu, perusahaan distributor es krim tersebut tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), termasuk mempekerjakan tenaga asing.

Orang asing yang dipekerjakan dan sempat disidak bernama Pei Weidong asal Tiongkok. Orang asing ini saat disidak mengaku sudah punya izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA). Tetapi, izin kerja yang dimiliki hanya terdaftar di Kabupaten Badung. Di samping itu izin yang dimiliki juga tidak sesuai karena digunakan untuk konsultan, tapi kenyataannya di lapangan digunakan untuk marketing. “Memang tenaga orang asing yang dipekerjakan tersebut sudah punya izin (IMTA). Tapi setelah kami cek IMTAnya tidak sesuai dan hanya terdaftar di Kabupaten Ba-

dung saja,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Satpol PP Klungkung sempat menutup perusahaan distributor es krim tersebut karena mempekerjakan warga asing bernama Pei Weidong. Termasuk tidak memiliki SIUP dan TDP pada Jumat (26/10) lalu. Langkah anggota Satpol PP ini dilakukan setelah pecalang lebih dahulu melakukan penggerebekan. Dari hasil penertiban yang dilakukan, Pei Weidong juga belum melapor ke Dinas Tenaga Kerja Klungkung. Belum lagi, selama bertugas di Klungkung, Pei Weidong ngekos di wilayah Desa Kamasan bersama seorang teman perempuannya asal Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem. Setelah dicek keduanya juga tidak melapor diri di wilayah tempat tinggalnya. (win)

Musim Hujan Tiba, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Pohon Besar Tumbang Tutup Akses Jalan

Semarapura (Bali Post) Secara umum Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memprediksi Bali mulai memasuki musim hujan bulan November dan puncaknya akan terjadi bulan Desember 2018 hingga Januari 2019. Kemungkinan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung dan pohon tumbang akan terjadi. Terutama daerah yang mempunyai kultur tanah yang labil dan miring, seperti daerah di Kabupaten Klungkung. Masyarakat diminta untuk selalu waspada. Hal tersebut disampaikan Plt. BPBD Klungkung Putu Widiada, Selasa (6/11) kemarin, ketika membersihkan tumbangnya pohon jenis singapur di Banjar Kamasan Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung. Pohon jenis singapur yang cukup besar ini menutupi akses jalan. Sebanyak 12 personel anggota TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung dikerahkan untuk membersihkan pohon yang tumbang tersebut. “Kejadiannya pukul 07.30 dan pohon jenis singapur ini menutupi akses jalan. Tetapi kami

cepat membersihkannya,” ujar Widiada. Untuk mengantisipasi ancaman dampak hujan deras, BPBD Kabupaten Klungkung telah melakukan upaya antisipasi selama 24 jam dan terus menjalin komunikasi dengan aparat desa setempat. “Untuk masalah bencana kita senantiasa berkomunikasi dengan para perbekel dan para camat agar selalu mengimbau kepada masyarakatnya untuk selalu berhati-hati terhadap kemungkinan bencana yang akan terjadi pada musim penghujan ini. Apabila ada kejadian bencana, seperti pagi ini (kemarin - red) pohon tumbang, agar segera melapor ke BPBD, sehingga kita bisa langsung menanganinya,” tandas Widiada. Widiada mengatakan, dari 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Klungkung hampir semuanya mempunyai kultur tanah yang labil. Terutama saat peralihan musim dari musim kering yang berkepanjangan ke musim hujan. Sehingga, sewaktu-waktu tanah longsor akan terjadi, terutama di daerah yang mempunyai struktur tanah yang miring. Untuk saat ini, pihaknya telah melakukan pemetaan

titik-titik daerah mana saja yang rawan terjadi bencana alam dan telah menyiagakan tim sigap tanggap bencana. Namun, ia belum bisa memastikan seberapa cepat relokasi yang akan bisa dilakukan jika terjadi bencana. Apalagi saat ini belum terjadi bencana yang signifikan di titik-titik rawan bencana yang telah ditetapkan BPBD. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan terhadap kemungkinan dampak yang terjadi akibat hujan. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah-daerah tebing dan agak tinggi agar selalu memperhatikan pergerakan tanah. “Yang pasti kami sudah sosialisasi di daerah-daerah tebing dan daerah agak tinggi untuk berhati-hati. Dan jika ada pergerakan tanah pada musim hujan ini, agar masyarakat selalu melihat situasi itu, sehingga tidak terjadi yang tidak kita inginkan, seperti longsor yang memakan korban jiwa. Begitu juga masyarakat jangan parkir kendaraan dan berteduh di bawah pohon agar apabila terjadi pohon tumbang tidak memakan korban,” imbaunya. (win)

Pohon Tumbang - Personel TRC BPBD Klungkung yang dipimpin langsung Plt. BPBD Klungkung Putu Widiada berjibaku membersihkan pohon Singapur yang tumbang di Banjar Kamasan Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Selasa (6/11) kemarin.

WISATA BARU - Seorang wisatawan sedang menikmati keindahan wisata Pandan Bay yang merupakan salah satu destinasi wisata bahari baru yang ada di Nusa Penida.

Pandan Bay, Destinasi Baru Suguhkan Pemandangan Eksotis Nusa Penida semakin menarik untuk dikunjungi. Banyak spot yang menyuguhkan suasana dan pemandangan menakjubkan tersedia secara alami di pulau yang kini relatif lebih mudah diakses ini. Tidak heran jika Nusa Penida dan jajaran pulau yang ada di sekelilingnya telah menjelma menjadi salah satu tujuan utama kunjungan wisatawan. Menikmati keindahan destinasi wisata di Nusa Penida, utamanya destinasi wisata bahari memang tidak pernah habis untuk dikunjungi. Pasalnya, kepulauan yang terpisah dengan Klungkung Daratan ini terus menyuguhkan destinasi dengan pemandangan yang eksotis. Pandan Bay salah satu destinasi wisata pantai baru yang wajib dikunjungi wisatawan. Apalagi letaknya bersebelahan dengan Crystal Bay yang merupakan salah satu destinasi favorit para wisatawan, yaitu terletak di wilayah Banjar Penida, Desa Sakti, Nusa Penida. Kondisi air Pantai Pandan Bay ini sama seperti di Pantai Crystal Bay. Dari Crystal Bay, wisatawan cukup berjalan menyusuri bukit hingga 1 kilometer. Bagi pengunjung yang suka trekking, destinasi Pandan Bay sangat cocok dijadikan pilihan. Naik turun bukit yang melelahkan akan terbayar dengan pamandangan yang luar biasa. Sajian alam yang benar-benar alami akan menyambut mata para pengunjung. Deburan ombak

yang gemuruh membuat seakan-akan pengunjung berada di daerah tanpa penghuni. Pandan Bay yang merupakan teluk kecil yang masih alami juga sangat cocok bagi para wisatawan untuk melakukan camping. Pasalnya, panorama di pagi hari begitu nyaman dan tenang yang jauh dari hingar-bingar kebisingan. Suara alam yang hening akan membuat pengunjung betah tinggal di Pantai berpasir putih ini. Kendati demikian, para pengunjung yang ingin berenang dianjurkan untuk berhati-hati, sebab ombak di Pandan Bay sangat besar dan bisa menyeret pengunjung ke dalam. Meskipun menyuguhkan pemandangan yang eksotis, namun belum banyak wisatawan mengetahui tempat ini. Pasalnya, akses jalan menuju ke Pandan Bay lumayan sulit. “Destinasi ini (Pandan Bay - red) baru dikenal. Sebelumnya terlewatkan saja mungkin faktor akses yang sulit,” tandas salah satu tour guide Nusa Penida Santana Ja Dewa, Senin (5/11). (win)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Umanis, 7 November 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Pembantu Rumah Tangga (PRT)Wanita Hub:082359352500

B.BP.001.11.18.0000238

PMA Bergerak Bid.Realestate Cari:Penerjemah Bhs Jepang,Min N2 bs Membaca&Mnlis Kanji,Siap Dtgskn Klwr Kota,Dsiplin&Jujur 4723564/info@fujihomejapan.com

B.BP.001.11.18.0000240

DcrKrywti Adm Kantor,SMA/SMK bs Kompt,SIM C. 085100786614 B.BP.001.11.18.0000231

!!!Staf Serabutan Pria,Tgl Dlm Max 24Th,Rjn&Jjr.085238203818 B.BP.001.11.18.0000206

!Segera Housekeeping(DW)&Security CV The Amasya Villas Jl. Kayu Aya 88X Seminyak T.731601 B.BP.166.11.18.0000242

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

Dcri Karyawati Fotocopy/Print Hub.Wineebali, Jl.Hayam Wuruk 71D Dps Hub.081936247579 B.BP.001.11.18.0000172

Dcr Driver Pariwisata, Basic English,Jujur,WA.08123841130 B.BP.004.11.18.0000236

Dcr Karyawati Toko di Kebo Iwa Pglmn tdk Diutmkn. 085102831808 B.BP.001.11.18.0000230

Dcr Staff Gudang & Kasir.Kirim Lamaran ke arysabg@gmail.com / Jl.Raya Celuk-Sukawati CP.087852499519 B.BP.001.11.18.0000170

Dcr Staff Rcptn wanita, penampilan menarik (19 s/d 25th) Hub WA.081338953285AbianSramaSpa B.BP.001.11.18.0000235

Dcr Tenaga Admin Berpengalaman Wanita Max 30th.Kirim Lamaran ke:pancermaspersada@gmail.com

Dicari Segera Sopir mengerti mesin, untuk pribadi/kantor Hub:082144382345/081238827000

B.BP.001.11.18.0000205

Dicari Sopir SIM A,Bawa Surat Lamaran ke Jl.Pulau Kawe No.77

B.BP.001.11.18.0000076

Dicr Admin & Teknisi,Krm CV Ke DokterPompa.Hub:082144108229

B.BP.001.11.18.0000168

Dicr Cook,Waiter/ss,QC,Kasir u/Resto di Renon 081916420095 B.BP.001.11.18.0000068

Salesman Keliling Seluruh Bali Retail.Produk Houseware.Gaji Tinggi,Waktu Fleksibel. Hub PT.Haka : 08175171190 (WA)

B.BP.031.11.18.0000220

Dicr SPG Ditempatkan di Tiara Dewata Lam:Jln Gatot Subroto IV Blok 1 No.6 Telp.0361-9009088 B.BP.001.11.18.0000215

Dicr HK Wanita Bhs&Pglmn Tidak Diutamakan,Sopan,Ulet & Bekrja Team. Hubungi:081238013689 B.BP.001.11.18.0000210

Perusahaan Silver Cari Staff Produksi 2 Orang,Admin 1 Orang Email:yani.nkb@gmail.com B.BP.001.11.18.0000157

Programmer ComputerSMK/S1/Diploma.Lamaran+CV+Gaji Diminta ke hari@esolindo.com (Segera) B.BP.001.11.18.0000233

Teknisi Komputer,Bw Srt Lmran ke Ruko Grand Sudirman B-25 B.BP.001.11.18.0000077

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818

Dibthkn Sgr Karywn Admin Kerja Siang Hub.087754458049

Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi (082144355655)

Kontraktor Gedung/Villa Dibth: 3Pelaksana D3/S1 T.Sipil Pglm 3Th,1Logistik D3/S1 punya SIMA bisa Komputer,Overtime&Sedia Ditemptkn dimana saja S. Lmrn ke Jln.Telaga Waja No.23 Renon PT.BPS03614742587/081338869067

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

B.BP.167.11.18.0000218

B.BP.001.10.18.0000900

B.BP.001.11.18.0000221

G.05

B.BP.004.11.18.0000115

BIRO JASA

B.BP.001.11.18.0000207

DIJUAL MOBIL

G.01

Dicari Segera Sopir & Tenaga Serabutan. Hub:085100855565

B.BP.001.11.18.0000201

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar

G.02

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar

G.03

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818 G.04

DIJUAL MOBIL HONDA

H.Mobilio RS’2016 Akhir W. Putih Asli DK Hp.08123930093 B.BP.001.11.18.0000228

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA

BIRO JASA

Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

BIRO JASA

BIRO JASA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

KIA

Kia Picanto Th 2013 Asli Bali Tangan1PutihBUC.087862270180

PENGUMUMAN

B.BP.001.11.18.0000209 TOYOTA

Avanza Th’2011 Warna Hitam Tangan Pertama H.082144146000 B.BP.001.11.18.0000239

DIJUAL MOTOR HONDA

Ready PCX,Scoopy,Vario.DP 2Jt Hub.Bayu 082147929294

B.BP.001.11.18.0000202

DIJUAL RUMAH Dijual Rumah Jl.Gn.Catur Gatsu Barat Telp :08123859600 B.BP.001.11.18.0000166

Jl Rmh Penatih LT 2are 2 Lnt 1,1M nego Hub.081338267624 B.BP.001.11.18.0000237

DIJUAL TANAH Djl Tanah 1,5Are 3A Buduk, 2A 3A Dalung.082147454248 BUC B.BP.164.11.18.0000234

1,5A TmbkKllng Jl.Gelogor Carik Gg.Kangguru No.2 085101818655 B.BP.154.11.18.0000226

PENGUMUMAN Akuisisi PT.Shanti Travel Indonesia Berkedudukan di Kabupaten Badung - Bali B.BP.001.11.18.0000214

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

B.BP.001.10.18.0001151

KEHILANGAN BPKB No.M08099323-ODK8582QO An.Gusti Agus Ngurah Antara

B.BP.001.11.18.0000204

BIRO JASA

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.11.18.0000009

BENGKEL LAS

DIJUAL RUMAH SERVICE

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH


BANGLI

14

Rabu Umanis, 7 November 2018

FIGUR Dekat dengan Cucu KEBERSAMAAN dengan keluarga merupakan hal yang tidak ternilai harganya. Sesibuk-sibuknya pekerjaan, harus selalu ada waktu untuk bisa berkumpul dengan keluarga. Hal inilah yang selama ini menjadi prinsip dr. I Wayan Rinartha, M.M., Direktur Rumah Sakit Bangli Medika Canthi (BMC). Di tengah kesibukannya memanagemen RS BMC demi dapat menyuguhkan pelayanan terbaik bagi pasien, dr. Rinartha selalu berusaha dekat dengan keluarga. Pria asal Banjar Pas Dalem, Desa Gianyar ini selalu meluangkan waktu yang dimilikinya untuk keluarga, terutama keenam cucunya. “Kalau ada waktu luang pasti sama cucu,” ujarnya saat ditemui belum lama ini. Rinartha mengaku selama ini sangat dekat dengan cucu-cucunya. Ke mana pun ia pergi jika tidak dalam urusan pekerjaan, selalu mengajak cucunya. “Kalau lihat cucu bawaannya saya selalu ingin dekat,” kata Rinartha. Baginya dekat dengan cucu adalah salah satu caranya untuk mengelola hati supaya tetap happy. Dekat dengan cucu dapat membuatnya merasa bersemangat dan selalu sehat. Cucu bagi Rinartha adalah segalanya. Pria kelahiran 1952 ini mengibaratkan cucu adalah cermin. Dia bisa melihat dirinya sendiri dari perilaku cucu. “Kalau bisa lihat mereka tertawa, itu jadi hiburan buat saya,” katanya. Dalam menjaga kesehatan, ayah dari empat orang anak ini juga selalu rajin berolahraga. (ina)

Bangun Danau Buatan

Pemkab Rancang Gunakan BKK Badung Bangli (Bali Post) – Pembangunan danau buatan di wilayah Desa Suter, Kintamani sebagai salah satu upaya untuk menangani masalah meluapnya Danau Batur menjadi salah satu program prioritas Pemkab Bangli tahun 2019 mendatang. Untuk membangun danau buatan itu, dana yang akan digunakan dirancang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra, Selasa (6/11) kemarin, mengatakan perencanaan pembangunan danau buatan itu sudah ada. Untuk mendanai pembangunannya, Pemkab Bangli telah mengusulkan proposal bantuan dana BKK ke Pemkab Badung. Adapun besaran anggaran yang diajukan yakni Rp 15 miliar. Giri Putra mengakui rencana pembangunan danau buatan itu memang belum termuat dalam rancangan APBD tahun 2019. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada surat keputusan terkait usulan itu dari Kabupaten Badung. Namun demikian, secara informal usulan/proposal yang diajukan diakui Giri Putra sudah disetujui Pemkab Badung. “Jadi sudah ada perencanaannya. Hanya belum terlampirkan dalam RAPBD. Secara informal sudah pasti, tapi kalau bicara formal, belum ada bukti hitam di atas putih,” katanya. Dijelaskan, tujuan utama pembangunan danau buatan adalah untuk mengatasi persoalan meluapnya air Danau Batur. Di mana akibat meluapnya air Danau Batur selama ini banyak rumah penduduk dan lahan pertanian yang ada di pinggiran danau menjadi terendam. Tak hanya itu, luapan air Danau Batur juga telah melumpuhkan akses jalan menuju Desa Terunyan. Dengan dibangunnya danau buatan ini nantinya, air Danau Batur akan ditarik menggunakan teknologi mesin untuk ditampung di danau buatan yang ada di wilayah Suter. Selain mengurangi luapan air Danau Batur, keberadaan danau buatan ini sekaligus dirancang sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan air di beberapa desa di wilayah Kintamani seperti Suter, Abang Batudinding, dan desa sekitarnya. Air Danau Batur yang ditampung di danau buatan agar layak dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, nantinya pemkab juga akan merencanakan untuk pengolahannya. “Di sisi lain danau buatan ini juga dibangun untuk menambah destinasi wisata baru di Kintamani,” terangnya. Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma sempat mempertanyakan keseriusan Pemkab Bangli membangun danau buatan di wilayah Kintamani tahun 2019 mendatang. Masalahnya, dalam rancangan KUA-PPAS 2019 yang diajukan eksekutif, Basma mengaku tidak menemukan adanya anggaran yang tercantum untuk pembangunan danau buatan itu. Dia pun meminta Pemkab Bangli konsisten dengan wacana yang telah digulirkan ke masyarakat. (kmb40)

Terungkap, Kematian Anak Sapi Akibat Serangan Anjing Liar

Bangli (Bali Post) Penyebab kematian misterius sejumlah anak sapi di Kintamani akhirnya terungkap. Berdasarkan rekaman CCTV yang dipasang di tegalan warga, diketahui sapisapi itu mati akibat serangan gerombolan anjing liar. Kasubbag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Selasa (6/11) kemarin, mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya bersama warga sempat memasang CCTV di dekat kadang sapi milik warga. Kemudian dari hasil rekaman CCTV tersebut diketahui penyebab matinya sapi warga dengan kondisi organ dalam hilang akibat serangan ajing liar. “Jadi yang selama ini hanya bisa menduga-duga siapa pelakunya, binatang buas jenis apa, dan sekarang terungkap jika pelaku gerombolan anjing liar,” jelasnya. Sebelum berhasil terungkap, diakuinya selama ini banyak dugaan penyebab matinya sapi-sapi tersebut. Mulai dari binatang buas seperti macan, makhluk gaib hingga orang yang mempelajari ilmu hitam. “Kami sudah koordinasikan dengan warga di sana untuk melakukan penyisiran ke goa-goa, di mana anjing hutan liar itu berkembang biak,” ujarnya. Koordinasi juga dilakukan dengan dinas peternakan untuk dilakukan eliminasi. Dia menyebutkan dalam beberapa bulan terakhir kasus kematian anak sapi secara misterius terjadi di beberapa desa yakni Desa Langgahan, Desa Bayung Cerik, Desa Belandingan. Tercatat ada 12 anak sapi yang mati. Kejadian terbaru terjadi Senin lalu. Anak sapi yang menjadi korban milik I Made Mudita, warga Banjar Langgahan Kangin, Desa Langgahan. Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. “Dari laporan tersebut anggota kami melakukan olah TKP, didapati sapi mati dengan luka robek pada bagian leher, luka robek pada bagian dada, organ dalam hati dan paru hilang, daging pada bagian dada dan paha kiri habis, luka lubang dan goresan di bagian punggung dan kedua paha belakang. Kemudian dari hasil pengecekan CCTV, anak sapi itu diketahui diterkam gerombolan anjing liar,” katanya. (kmb40)

Bali Post/dok

PANEN - Kodim 1626/Bangli bersama Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli saat melaksanakan panen padi di lahan persawahan di Subak Tohpati Demulih, Susut, Bangli, beberapa waktu lalu.

Produksi Beras Naik 1,50 Persen

Bangli (Bali Post) Produksi beras di Kabupaten Bangli pada semester I tahun 2018, mengalami kenaikan 1,50 persen, dibandingkan dengan produksi beras pada semester I tahun 2017. Hal itu terungkap dalam rapat Dewan Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Bangli, Semester I Tahun 2018, yang digelar di ruang rapat Dinas PKP Bangli, Selasa (11/6) kemarin. Bupati Made Gianyar dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Kadis PKP) Kabupaten Bangli Ir. Wayan Sukartana menyebutkan,

pada semester I tahun 2017, produksi beras Kabupaten Bangli hanya 8.226,37 ton. Sedangkan pada semenster I tahun 2018, produksi beras Kabupaten Bangli meningkat 1,50 persen menjadi 8.349,87 ton. Dijelaskan, selain produksi beras, ketersediaan pangan di Kabupaten Bangli juga didongkrak produksi pangan nonberas. Di antaranya seperti jagung yang mencapai 427,32 ton setara beras, ubi kayu 426,12 ton setara beras, ubi jalar 1.204,41 ton setara beras dan adanya beras sejahtera (rastra) sebanyak 417,780 ton, dengan jumlah penerima 6.963 Keluarga

Penerima Manfaat (KPM). Jika dikalkulasikan, jumlah ketersediaan pangan di Kabupaten Bangli, baik beras maupun nonberas mencapai 10.825,50 ton. Karena ketahanan pangan adalah hak asasi setiap warga negara yang harus difasilitasi pemenuhannya oleh pemerintah, Gianyar meminta semua OPD yang tergabung dalam Dewan Ketahanan Pangan bersinergi sesuai peran masing-masing dalam upaya memantapkan ketahanan pangan di Kabupaten Bangli. “Mengingat banyaknya tantangan yang harus dihadapi, salah satunya ketidakseimbangan pertum-

buhan produksi dengan pertumbuhan jumlah penduduk, saya minta OPD terkait bisa bersinergi untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Bangli,” katanya. Panitia penyelenggara rapat Ketut Wiradana menjelaskan, tujuan dilaksanakannya rapat Dewan Ketahanan Pangan Daerah adalah untuk mengevaluasi dan menyusun kebijakan pembangunan ketahanan pangan Kabupaten Bangli, sebagai rekomendasi kepada pemerintah kabupaten dalam memantapkan ketahanan pangan di daerah. Jika merujuk pada Undang-undang Nomor 18/2012, disebutkan

bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya (beragam, bergizi, sehat dan aman), merata dan terjangkau. Meskipun sampai saat ini ketahanan pangan di Kabupaten Bangli masih cukup terjaga, namun ada beberapa hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian bersama, karena bisa menjadi ancaman bagi ketahanan pangan di Kabupaten Bangli, seperti alih fungsi lahan dan alih fungsi komoditas ke nontanaman pangan. (kmb40)

Pemkab Wacanakan Bangun Taman Rekreasi

Dewan Minta Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Jalan Rusak

Bangli (Bali Post) –

Rencana Pemkab Bangli membangun sebuah taman rekreasi yang diberi nama Taman Bung Karno di eks bangunan RSU Bangli tahun 2019 mendatang, tak mendapat respons positif dari sejumlah anggota DPRD Bangli. Dewan menilai, pembangunan taman rekreasi yang dirancang menggunakan dana PHR Badung itu belum begitu penting untuk saat ini. Sebab, hingga kini masih banyak infrastruktur jalan di Bangli yang membutuhkan perbaikan, terutama yang rusak akibat bencana alam. Demikian terungkap dalam rapat yang digelar DPRD Bangli bersama TAPD, Selasa (6/11) kemarin. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles menilai taman rekreasi yang direncanakan dibangun pemkab melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun 2019 mendatang bukan merupakan hal prioritas untuk saat ini. Menurutnya, masih ada banyak hal yang lebih penting untuk dituntaskan Pemkab Bangli. Terutama soal infrastruktur jalan. Carles mengungkapkan, pascabencana yang terjadi di Kintamani 2017 lalu, sampai saat ini masih banyak infrastruktur jalan penghubung yang kondisinya masih rusak dan terputus karena belum mendapat penanganan. “Sampai saat ini masih banyak masyarakat kita yang menjerit soal jalan yang amburadul. Ini yang menurut saya lebih penting untuk segera dituntaskan,” kata Carles. Karena itu, dirinya meminta agar dana PHR Badung senilai miliaran rupiah yang telah dirancang untuk pembangunan taman rekreasi ini bisa digeser ke Dinas PUTRPK. Selain dipakai untuk melakukan perbaikan terhadap infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana, dana tersebut diharapkan bisa dipakai untuk penuntasan hotmix yang selama ini menjadi program andalan bupati. “Kalau membangun taman kan itu bisa belakangan. Belum menjadi prioritas untuk saat ini,” katanya. Anggota dewan lainnya, Nengah Darsana juga menyoroti soal rencana pembangunan taman rekreasi tersebut. Darsana mempertanyakan apakah pembangunan taman tersebut sudah berdasarkan DED. Terkait dengan nama taman rekreasi yang direncanakan, Darsana mengusulkan menggunakan nama pahlawan asli Bangli. “Kalau diberi nama Taman Bung Karno kan beliau tokoh nasional. Karena ini di

Bangli, kenapa tidak diberi nama dengan nama pahlawan Bangli seperti Taman Kapten Mudita,” usulnya. Selain menyoal pembangunan taman rekreasi, politisi Golkar ini juga sempat mempertanyakan soal dana yang dialokasikan untuk program GGS 2019 mendatang. Di mana dalam rancangan KUA-PPAS tahun 2019 yang diterimanya, besaran dana yang dituangkan untuk program GGS tahun depan hanya Rp 14 miliar. Angka ini turun drastis dari tahun 2018 yang dianggarkan sebesar Rp 73 miliar. “Program GGS ini adalah proram unggulan Pemkab Bangli. Dan program ini betul-betul dirasakan masyarakat. Dengan diturunkannya anggaran GGS ini

justru mengurangi spirit pembangunan,” terangnya. Menanggapi hal yang disampaikan tersebut, Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra mengatakan untuk pembangunan Taman Bung Karno, dana yang digunakan dirancang bersumber dari dana PHR yang diberikan Kabupaten Badung. Untuk pembangunan itu, Pemkab Bangli sudah mengusulkan proposal ke Pemkab Badung. Karena dana itu akan diberikan Badung sesuai proposal yang diajukan, kemungkinan tidak mudah dialihkan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Namun demikian terhadap beberapa masukan yang disampaikan dewan, Giri Putra mengaku pihaknya akan melaporkannya ke Bupati Bangli I Made Gianyar.

“Mengenai masukan soal GGS juga akan kami sampaikan ke Bupati. Pada prinsipnya kami sangat mendukung anggaran GGS naik tahun depan,” terangnya. Sementara itu, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata di akhir jalannya rapat mengungkapkan pendapatnya mengenai keberadaan bangunan bekas RSU Bangli

milik Pemprov Bali yang direncanakan dijadikan Taman Bung Karno. Menurutnya lebih tepat jika bangunan bekas rumah sakit itu dimohonkan untuk dimanfaatkan sebagai rumah sakit tipe C. Terlebih belakangan ini keberadaan RS Tipe C dibutuhkan masyarakat, pascadiberlakukannya kebijakan rujukan online berjenjang oleh BPJS. (kmb40)

Bali Post/ina

RAPAT - Ngakan Kutha Parwata saat memimpin rapat didampingi dua wakilnya, Komang Carles dan Nyoman Basma.


15

Rabu Umanis, 7 November 2018

Asita, HPI, dan Pawiba Sepakat Berbenah dan Monitoring Bersama Denpasar (Bali Post) Tiga stakeholder pariwisata di Bali yakni Asita, HPI, dan Pawiba menandatangani surat keputusan bersama di Kantor Bali Tourism Board, Selasa (6/11) kemarin. Penandatanganan juga disaksikan pejabat dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Sebagai garda terdepan, ketiganya sepakat untuk berbenah sesuai ketentuan yang berlaku. Utamanya setelah praktikpraktik bisnis tidak sehat terbongkar pada market atau pasar Tiongkok. ‘’Asita, Pawiba, dan HPI memang dalam dunia kepariwisataan ada di depan. Asita yang mendatangkan turis itu, kemudian HPI yang mendampingi turis itu selama mereka berada di destinasi, dan Pawiba yang mengangkut wisatawan itu selama mereka berada di Bali,’’ ujar Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Bali Ketut Ardana. Oleh karena itu, lanjut Ardana, ketiga asosiasi ini bersepakat untuk memperbaiki kondisi kepariwisataan di Bali. Khususnya setelah pariwisata Bali dijual murah dengan adanya praktik bisnis mafia yang tidak sehat di pasar Tiongkok.

Secara khusus, pihaknya mengajak anggota Asita untuk mendukung gerakan ini supaya mereka berbisnis dengan sehat. ‘’Saya yakin Pawiba dan HPI juga seperti itu, sehingga pada hari ini kita menandatangani kesepakatan itu karena kita ingin di lapangan nanti memonitor bersama-sama. Kita sepakat memperbaiki yang kita anggap akan merusak citra pariwisata Bali,’’ jelasnya. Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali I Nyoman Nuarta mengatakan pasar Tiongkok belakangan mengalami degradasi akibat ulah beberapa artshop (toko jaringan Tiongkok - red). Pihaknya mengapresiasi pernyataan Gu-

bernur Bali yang akan menutup toko jaringan Tiongkok legal dan ilegal dengan praktik bisnis tidak sehat. Namun fakta di lapangan justru belum berbanding lurus dengan pernyataan Gubernur itu. Hingga kemarin masih ada toko jaringan Tiongkok yang buka. Bahkan menerapkan skema yang berbeda pada saat mengantarkan wisatawan ke sana. ‘’Ini ada apa? Oleh karena itulah kami bertiga mencoba menjadi leading, menyampaikan nanti kepada Gubernur atau Wagub, intinya ada persoalan law enforcement yang belum berjalan efektif,’’ paparnya. Menurut Nuarta, ada empat hal yang menjadi kesepakatan bersama tiga stakeholder pariwisata. Salah satunya, masing-masing asosiasi akan menyiapkan lima personel untuk melakukan monitoring ke lapangan. Apabila ada bukti-bukti yang ditemukan mengarah pada persoalan hukum, akan diserahkan kepada aparat terkait. ‘’Itu substansi yang menjadi akar persoalan di sini, sehingga

nantinya gerakan kita gerakan bersama-sama. Masing-masing asosiasi juga akan memberikan sanksi manakala anggotanya melanggar keputusan yang sudah kita sepakati,’’ jelasnya. Ketua Persatuan Angkutan Pariwisata Bali (Pawiba) Nyoman Sudiartha mengatakan, ketiga stakeholder sepakat untuk menjaga kepariwisataan Bali menjadi lebih baik dan berkelanjutan. Selain melakukan monitoring dan pengawasan bersama-sama, masing-masing asosiasi juga berhak mengusulkan kepada pemerintah untuk mencabut izin usaha atau izin profesi anggota yang masih melakukan pelanggaran meskipun sudah diberikan sanksi. Jika dalam proses monitoring itu ditemukan pihak-pihak yang melakukan usaha namun tidak memiliki izin maka akan dikumpulkan bukti-buktinya dan akan dilaporkan kepada pihak terkait agar dapat segera diproses secara hukum. ‘’Kami mendukung rekomendasi pemerintah untuk menertibkan pasar Tiongkok.

Rupiah 14.804 Per Dolar AS

Jakarta (Bali Post) – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (6/11) sore ini melanjutkan penguatan sebesar 163 poin menjadi 14.804 dibandingkan posisi sebelumnya 14.967 per dolar AS. Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk. Rully Nova di Jakarta mengatakan, perjanjian bilateral antara Bank Indonesia dan Bank Sentral Singapura dengan nilai setara 10 miliar dolar AS direspons positif pasar. ‘’Perjanjian itu akan membuat akses likuiditas dalam valuta asing kuat,’’ katanya. Adanya kerja sama itu, lanjutnya, maka dapat menjaga stabilitas keuangan di dalam negeri yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia. Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan, data ekonomi Indonesia untuk periode kuartal ketiga 2018

yang tumbuh memberi harapan positif bagi pelaku pasar, sehingga berdampak pada apresiasi nilai tukar rupiah. ‘’Pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2018 masih cukup mendorong ekspektasi positif bagi para investor,’’ katanya. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (6/11) tercatat mata uang rupiah menguat menjadi 14.891 dibanding sebelumnya (5/10) di posisi 14.972 per dolar AS. Sementara itu, BI menyampaikan berlanjutnya penguatan kurs rupiah turut ditopang ekspektasi meredanya perang dagang menyusul rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di perhelatan G-20, serta realisasi pertumbuhan ekonomi domestik kuartal III 2018 yang sebesar 5,17 persen. ‘’Pertemuan antara Presiden Trump dengan Xi Jinping untuk memberikan paling tidak solusi yang positif, sehingga dampaknya juga positif

kepada mata uang negara berkembang,’’ kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, Selasa kemarin. Selain itu, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 yang sebesar 5,17 (tahun ke tahun) persen juga memberikan deskripsi bahwa konsumsi, investasi dan ekspor masih terus bertumbuh, meskipun belum bisa terakselerasi signifikan dan masih dihantui meningkatnya laju impor. ‘’Tapi sebenarnya angka pertumbuhan kuartal III itu masih cukup tinggi karena dorongan dari permintaan domestik, investasi dan konsumsi juga masih besar,’’ ujar Dody. Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Cina Xi Jinping, dua pemimpin negara raksasa ekonomi dunia, merencanakan pertemuan di selasela pertemuan Grup-20 di Argentina pada akhir November 2018. Pertemuan itu diklaim untuk membahas solusi per-

ang dagang antara dua negara yang telah terjadi sejak awal tahun. Semua pelaku pasar keuangan global kini menanti perkembangan dari rencana pertemuan pemangku kebijakan paling berpengaruh itu. ‘’Semua berharap positif terhadap pertemuan antara Presiden AS Trump dengan Xi Jinping (Presiden Cina) untuk memberikan paling tidak solusi yang positif, sehingga dampaknya juga positif kepada mata uang negara berkembang, rupiah pun mengalami penguatan,’’ ujar Dody. Sementara itu, BI berjanji akan menjaga nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan melakukan berbagai langkah kombinasi. Upaya itu bisa melalui kenaikan bunga acuan, dan juga intervensi pasar. ‘’Stabilisasi rupiah terus kami lakukan, tentunya dalam beberapa hal kombinasi. Kami memainkan suku bunga, intervensi,’’ katanya. (ant)

Bali Post/kmb32

KESEPAKATAN - Ketua Pawiba Nyoman Sudiartha (kiri), Ketua Asita Bali Ketut Ardana (tengah) dan Ketua HPI Bali I Nyoman Nuarta (2 dari kanan) menunjukkan surat kesepakatan bersama yang sudah ditandatangani. Kami dari Pawiba sebagai salah satu suplayer berupa angkutan pariwisata sangat mendukung kesepakatan ini guna meningkatkan kualitas pariwisata market Tiongkok,’’ jelasnya.

Diwawancara terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan instruksi gubernur untuk menutup toko jaringan Tiongkok sedang dibahas oleh tim. Pihaknya masih mendata perizinan dan

kelengkapannya. ‘’Prinsipnya itu harus ditutup yang tidak berizin maupun berizin yang praktiknya enggak sehat, tutup juga. Secepatnya, lagi dikaji secara hukum supaya tidak digugat,’’ ujarnya. (kmb32)

SIMAKRAMA

Mahasiswa UTM Malaysia Kunjungi ’’Bali Post’’ Denpasar (Bali Post) – Puluhan mahasiswa dan dosen dari Universitas Teknologi Mara (UTM) Malaysia, Selasa (6/11) kemarin mengunjungi Redaksi Bali Post. Rombongan kunjungan studi lapangan yang terdiri dari 15 siswa dan sembilan dosen Fakultas Komunikasi dan Studi Media universitas setempat diterima Pemimpin Redaksi (Pemred) Bali Post Wayan Dira Asana. Pimpinan rombongan Aini Faezah mengucapkan terima kasih kepada Bali Post telah meluangkan waktu untuk menerima sekaligus berbagi pengalaman dan sejarah perkem-

bangan media, khususnya Kelompok Media Bali Post (KMB). ‘’Kami sangat surprise mendengar sejarah Bali Post yang memiliki akar yang kuat, sehingga menjadi fondasi dalam mempertahankan Bali. Ini jarang bisa dilakukan oleh media, khususnya di tempat kami (Malaysia) di mana mampu menjadi bagian dari masyarakat,’’ ungkapnya. Menurut Aini Faezah, Bali Post memiliki komitmen yang kuat dalam mempertahankan tanah Bali. Hal ini terlihat dari program-program serta sinergisitas yang dilakukan bersama, baik dengan stakeholder,

pemerintah, dan masyarakat. ‘’Hal ini patut kami tiru, dan kami banyak mendapatkan pengetahuan baru mengenai pengelolaan redaksi,’’ ujarnya. Sementara itu, Pemred Bali Post Dira Asana memaparkan sejarah perkembangan Bali Post hingga menginjak usia 70 tahun. Sebagai pengemban dan pengamal Pancasila, KMB selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga adat dan budaya Bali melalui peran media. ‘’Kami menjadi bagian dari masyarakat Bali yang turut menjaga Bali melalui peranan kami mengedukasi masyarakat,’’ tegasnya. (kmb27)

Soal Pose Satu Jari

Luhut dan Sri Mulyani Diputus Tak Bersalah

Jakarta (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI memutuskan tidak ada pelanggaran pemilu yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada upacara penutupan pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali, beberapa waktu lalu. Keputusan disampaikan anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo berdasarkan hasil rapat pleno terkait laporan yang diajukan seorang warga bernama Dahlan Pido. ‘’Tidak terbukti ada pelanggaran karena tidak terpenuhi unsur-unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,’’ tegas Ratna, Selasa (6/11) kemarin. Dalam laporannya, Dahlan Pido melalui kuasa hukumnya

Taufiqurrahman menilai kedua menteri itu telah melakukan kategori kampanye. Luhut diduga berkampanye dalam acara kenegaraan karena mengoreksi jari petinggi IMF dan Bank Dunia yang mengangkat dua jari, kemudian menjadi satu jari saat sesi foto bersama. Sedangkan Sri diduga ikut menyebutkan, ‘’Two is for Prabowo, one is for Jokowi’’. Dalam kontestasi Pilpres 2019, pasangan capres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mendapatkan nomor urut 01, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 02. Oleh karena itu, Dahlan meyakini pose satu jari dilakukan kedua menteri dalam rangka mendukung paslon nomor urut 01. Namun, hasil kajian Bawaslu memutuskan tindakan kedua menteri itu bukanlah kam-

panye. Menurut Ratna pada pemeriksaan yang dilakukan pada Jumat (2/11) sore, Luhut dan Sri telah memberikan klarifikasi atas kejadian itu. Luhut dalam keterangannya mengatakan penunjukan satu jari bukan terkait nomor urut Jokowi-Ma’ruf dalam Pemilu 2019, melainkan sebagai simbol bahwa Indonesia negara satu-kesatuan. ‘’Dia (Luhut Pandjaitan) katakan, saya juga tidak punya maksud untuk menyatakan bahwa 1 itu untuk salah satu paslon. Tapi, satu itu kita adalah satu sebagai negara kesatuan,’’ kata Ratna meniru ucapan Luhut dalam pemeriksaan. Demikian juga dengan keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ratna mengungkapkan, Sri Mulyani berdalih tidak bermaksud kampanye

Raja Purana Karya Danu Kertih, Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung, kata Jero Gede, wajib dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Ini termuat dalam beberapa sumber yakni Raja Purana, Lontar Kusuma Dewa, Usana Bali dan Babad Batur Kelawasan yang tersimpan di Pura Ulun Danu Batur. Jika karya ini tidak dilaksanakan tepat waktu, disebutkan Bali akan mengalami musibah, baik gempa bumi, serangan hama pada lahan pertanian maupun per-

cekcokan dalam rumah tangga maupun pasemetonan. ‘’Yang wajib melaksanakan adalah sang awerat. Kalau dulu raja, sekarang pemerintah dalam hal ini gubernur bersama seluruh umat Hindu,’’ jelasnya. Meski demikian, diakui Jero Gede Batur, pelaksanaan Karya Danu Kertih saat ini sudah telat empat tahun. Di mana terakhir kali dilaksanakan tahun 2009 lalu. Pelaksanaan Karya Agung Danu Kertih menjadi tertunda selama beberapa tahun disebabkan beberapa kegiatan penting lainnya di Desa Pakraman Batur. Terkait dengan pelaksa-

naan Karya Danu Kertih yang puncaknya akan berlangsung bertepatan dengan Tilem Sasih Kalima hari ini Jero Gde Batur mengimbau umat Hindu se-Bali untuk bersama-sama ngaturang bhakti. Saat puncak Karya Danu Kertih, seluruh umat Hindu dan desa pakraman diharapkan ngaturang pejati atau banten suci alit baik di Pura Khayangan Desa maupun pamerajan di masing-masing rumah. Tujuannya tiada lain untuk mendoakan jagat Bali beserta isinya agar selalu aman, damai, sejahtera dan dijauhkan dari semua bentuk bencana. (kmb40)

Tentukan Rujukan Pasien bisa dari faskes I dirujuk ke RS tipe B dan pasien tidak perlu ke RS tipe D dan C lagi. Maka dari itu, informasi tentang rumah sakit yang akan dituju pasien terekam di sistem yang ada di FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama). Jika rumah sakit yang dituju berbohong atau salah mengisi data tentang dokter, jam praktik dokter, ketersediaan alat, maka di FKTP juga akan salah menentukan rujukan. ‘’Misalnya di faskes tipe D praktik dokter spesialis X dari pukul 15.00 - 17.00, tapi dokter X tidak ada. Namun di aplikasi

tertera dokter spesialis X ada. Ketika ada pasien yang membutuhkan kompetensi dokter X tadi dan RS tipe D ini yang paling dekat, maka pasien akan diarahkan oleh faskes I ke RS tipe D ini. Karena RS tipe D tadi salah mengisi atau bohong, ingin pasien yang banyak, maka sampai di RS tipe D, dokternya tidak ada. Ini yang membuat masyarakat merasa dibolak–balik, merasa susah,’’ bebernya. Begitu juga dengan alat kesehatan yang tersedia akan terlihat di aplikasi tersebut. Sehingga perlu ketepatan pengisian oleh faskes baik SDM, alat dan lainnya. Kata Army, rujukan online adalah untuk menjawab antrean yang

panjang dan ketidakpastian layanan. Sementara itu, konsep rujukan wilayah yang diinginkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah tidak bisa dilakukan. Karena masyarakat akan kesulitan nantinya jika akan dirujuk ke RS yang berada di luar Bali atau luar kabupaten/ kota yang memiliki SDM dan alat yang dibutuhkan masyarakat. Ego sektoral diharapkan dihilangkan agar pasien atau masyarakat Bali bisa dilayani di seluruh wilayah Indonesia. ‘’BPJS Kesehatan tidak memandang konsep wilayah. Selagi di wilayah Indonesia, dia berlaku kartu JKN,’’ tandasnya. (kmb42)

dengan menyebut, ‘’Two is for Prabowo, one is for Jokowi’’. Sri, menurut Ratna, mengaku ingin menjelaskan kepada peserta acara bahwa simbol jari saat ini menjadi seperti identitas peserta pemilu. Atas dasar itu, ia berharap agar hal tersebut tidak sembarangan diungkapkan di muka publik. ‘’Saya tidak bermaksud untuk melakukan kampanye pada saat Annual Meeting IMF itu. Justru saya ingin mencegah, jangan sampai kegiatan itu dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan politik. Makanya saya katakan jangan pakai 2 jangan pakai 2. Karena simbol-simbol jari sekarang itu di Indonesia itu ada maknanya, yang satu adalah Jokowi dan yang dua adalah Prabowo,’’ kata Ratna meniru ucapan Sri dalam pemeriksaan. (kmb4)

Bali Post/kmb27

MENGUNJUNGI - Puluhan mahasiswa dan dosen dari Fakultas Komunikasi dan Studi Media Universitas Teknologi Mara Malaysia mengunjungi Redaksi Bali Post, Selasa (6/11) kemarin.

Bidang Pangan Prabowo menyatakan tak akan melakukan impor, baik di bidang pangan hingga energi.

Dia juga berjanji akan membawa masyarakat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dengan menjalankan swasembada pangan maupun energi. ‘’Kita tidak akan impor apa-apa

saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu! Kita juga harus dan mampu swasembada energi, swasembada bahan bakar,’’ kata Prabowo. (kmb4/ant)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

rabu Umanis, 7 november 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Djarum Sirnas 2018

Dinda dan Aditya/Mega Terhenti, Bali Tanpa Wakil Denpasar (Bali Post) -

Persaingan dalam Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2018 yang digelar di GOR Lila Bhuana, Denpasar, memang keras. Hal ini menyulitkan pebulu tangkis dari seluruh kabupaten dan kota di Bali yang ambil bagian. Satu per satu wakil Pulau Dewata bertumbangan hingga hari kedua, Selasa (6/11) kemarin.

Ni Putu Dinda Sayu Murni dari PB Poker Kerobokan, Badung, yang dua kali memetik kemenangan pada hari pertama, langkahnya terhenti di nomor tunggal taruna. Dinda Sayu yang diharapkan bisa bertahan lebih lama harus mengakui ketangguhan Syaifi Rizka Nur Hidayah (PB Mutiara Cardinal, Bandung) dengan skor 21-12, 8-21, 10-21. Nasib serupa juga dialami duet Putu Agus Aditya P. Putra/I Gusti Ayu Putu Mega

Setia (Bima Sakti Denpasar/ Menang Kalah Sehat Singaraja). Pasangan ganda campuran taruna andalan Bali ini gagal melaju ke babak berikutnya setelah dihentikan Abdul Kadir Zailani/Linda (Mutiara Cardinal, Bandung) 11-21, 21-19, 24-22. Bali sebetulnya memiliki dua atlet putri nasional yakni Made Pranita Sulistya Devi alias Ade dan Made Surya Saraswati, namun absen pada Djarum Sirnas 2018. Kedua pemain yang berlatih di PB Exist Jakarta ini sedang mengikuti turnamen di Penang, Malaysia. Menurut Wakil Ketua Umum PBSI Bali Wayan Winurjaya, Ade dan Surya tengah memburu poin untuk menaikkan peringkatnya di Badminton World Federation (BWF). Saat ini Surya bercokol di urutan 342 BWF, sedangkan Ade menghuni peringkat 252. Tahun lalu Ade bertengger di peringkat 491. ‘’Mereka sangat memer-

lukan poin BWF guna memuluskan langkahnya menuju pelatnas,’’ ungkapnya. Pelatih ganda putri taruna PB Djarum Kudus Ade Lukas memperkirakan persaingan di ajang Sirnas Bali tetap saja empat klub, yakni Djarum Kudus, Mutiara Cardinal Bandung, Jaya Raya Jakarta dan PB Exist Jakarta. Pihaknya tidak menurunkan ganda putri taruna, sebab dipersiapkan berlaga pada Sirnas Surabaya (19-24 November) dan Kejurnas Bulu Tangkis (18-24 Desember). ‘’Ganda taruna kami, Feby/ Metya, naik ke kategori dewasa,’’ sebutnya. Porprov Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Nengah Wiratha menyatakan ditunjuknya Bali menjadi tuan rumah Djarum Sirnas 2018 selaras dengan program sport tourism. ‘’Jadi, para peserta Djarum Sirnas selain bertanding bulu tangkis di arena, juga menikmati pemandangan dan objek wi-

Catur Gajah Pertandingkan 10 Nomor di Porprov

Denpasar (Bali Post) Cabang olahraga (cabor) catur gajah telah melakoni ekshibisi pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Dalam perkembangannya, catur gajah bakal resmi dipertandingkan pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan dengan mempertandingkan 10 nomor. Ketua Umum Pengprov Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi) Bali Awaludin Ahai menerangkan, ke-10 nomor yang dipertandingkan meliputi xiangqi standar perorangan dan beregu putra-putri, xiangqi cepat perorangan dan beregu putra-putri serta campuran. ‘’Porprov Bali 2019 melibatkan sembilan Pengkab dan Pengkot Pexi se-Bali, sebab saat ini sudah terbentuk kepengurusan di semua kabupaten dan kota,’’ ungkapnya di Denpasar, Selasa (6/11) kemarin. Menurutnya, ekshibisi catur gajah juga akan dilakukan di Porjar SD, SMP dan SMA pada 2019 mendatang. Sementara Kejurprov Catur

Bali Post/ist

Devi (kanan), atlet catur gajah Denpasar. Gajah digelar di SMAN 1 Selanjutnya, pecatur Bali Tabanan pada 7 Oktober akan berlaga pada Kejurnas lalu. Selain itu, Bali menjadi Xiangqi di Jakarta, 3-9 Detuan rumah Kejurnas Catur sember nanti. Nomor yang Gajah pada 2016. Saat itu, dipertandingkan terdiri atas atlet Denpasar Devi merebut senior putra (3 atlet), junior juara III. Sementara pada putra (4 atlet), putri umum kejurnas di Semarang, Devi (4 atlet) dan putra usia 19-20 meraih juara II. tahun (2 atlet). (022)

Futsal Piala AFF

Nasib Indonesia Ditentukan Lawan Kamboja Yogyakarta (Bali Post) – Tim Nasional Futsal Indonesia ditaklukkan Malaysia dengan skor 5-7 dalam babak penyisihan Grup A AFF Futsal Championship 2018 di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), DI Yogyakarta, Selasa (6/11) sore kemarin. Kekalahan itu membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A. Tuan rumah dan Myanmar sama-sama mendulang 3 poin dari dua laga, namun kalah produktif mencetak gol. Myan-

mar naik ke posisi kedua usai melibas Kamboja 11-2. Malaysia memimpin dengan nilai 6, sedangkan Kamboja di posisi juru kunci belum mendapatkan poin. Dengan demikian, nasib Indonesia akan ditentukan pada laga ketiga melawan Kamboja, Rabu (7/11) ini. Tim Merah Putih harus menang besar untuk bisa lolos ke babak semifinal. Tuan rumah berada di atas angin karena Myanmar bertemu tim kuat Malaysia di laga terakhir lainnya, namun hasil di lapangan sulit ditebak.

Bali Post/ant

BEREBUT - Pemain Indonesia Randy Satria Mushar (kiri) dan pemain Malaysia berebut bola pada laga AFF Futsal Championship 2018.

Malaysia sudah menjebol pertahanan Indonesia pada menit pertama melalui tendangan Mohd Ridwan Bin Bakri. Semenit kemudian tim tamu kembali mengoyak gawang tuan rumah lewat gol Muhammad Nizam. Dalam situasi tertinggal dua gol, pemain Indonesia Mohammad Iqbal Rahmatullah justru melakukan gol bunuh diri yang membuat Malaysia unggul 3-0. Indonesia akhirnya berhasil menorehkan gol pertamanya pada menit ke-7 yang dibuat Andri Kustiawan. Setelah itu tiga gol lagi dihasilkan pemain tuan rumah sehingga balik memimpin 4-3 melalui kaki Muhammad Subhan Faidasa pada menit ke-8, Syauqi Saud menit ke-13 dan Ardiyansyah menit ke-17. Namun, berselang satu menit, Mohd Awalludin sukses menembus pertahanan Indonesia untuk menyamakan kedudukan. Pada babak kedua tepatnya menit ke-27, tuan rumah kembali unggul berkat gol yang dicetak Al Fajri Zikri. Mohd Ridzwan Bin Bakri mampu mengantarkan Malaysia menyamakan kedudukan pada menit ke-28 dan membuat satu gol lagi lewat kaki Mohd Awalludin yang mengantarkan tim tamu unggul 6-5. Malaysia mempertegas kemenangan lewat gol Mohd Ridzwan Bin Bakri pada menit ke-36. (ant)

Bali Post/wan

GANDA – Pertandingan nomor ganda campuran pada Djarum Sirkuit Nasional 2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Selasa (6/11) kemarin. sata di Pulau Bali,’’ ujarnya. Dikemukakannya, atlet dari Pengkab dan Pengkot

PBSI se-Bali turun pada ajang ini untuk mengukur kekuatan, menambah jam terbang sekal-

igus sebagai persiapan berlaga pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Lewat Sirnas Bali

mereka juga bisa mengintip kemampuan lawan yang akan dihadapi di Porprov. (022)

Tontowi/Liliyana Balas Kekalahan Fuzhou – Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir membalas kekalahannya atas Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai (Malaysia) pada babak pertama turnamen bulu tangkis Fuzhou Cina Terbuka 2018, Selasa (6/11) kemarin. Andalan Indonesia itu menang dengan skor 21-17, 21-19. Pada pertemuan sebelumnya di Singapura Terbuka 2018, Owi/Butet dihentikan Goh/Lai 19-21, 18-21. ‘’Hari ini kami main cukup bagus, dari awal bisa menguasai permainan. Di game kedua mereka sudah lebih tahu karakter bola dan lapangan, lebih keluar permainannya. Di game terakhir kami lebih tenang,’’ kata Liliyana usai pertandingan kepada Badmintonindonesia.org. ‘’Kami bisa beradaptasi dengan suasana lapangan dan kondisi bola. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya, kami lebih tahan lagi,’’ jelas Tontowi. Pada babak kedua, Tontowi/Liliyana berhadapan dengan Kim Hwi Tae/Kim Hye Jeong (Korea Selatan). Kedua pasangan ini belum

pernah berhadapan. ‘’Lawan tidak bisa dianggap enteng. Shuttlecock yang dipakai di sini cukup berat, harus siap lelah karena tak akan mudah,’’ ujar Liliyana. Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak dapat melanjutkan langkahnya setelah dihadang Liao Min Chun/Su Ching Heng (Taiwan) 18-21, 19-21. Ini merupakan penampilan pertama Fajar/Rian setelah absen di turnamen Denmark dan Prancis Terbuka 2018. Ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga tak berhasil melewati babak pertama usai dihentikan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) 15-21, 9-21, sedangkan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow dikalahkan wakil tuan rumah Ren Xiangyu/ Zhou Chaomin 20-22, 19-21. Sementara ganda putra Berry Angriawan/Hardianto disingkirkan Tan Wee Kiong/Goh V Shem (Malaysia) 20-22, 18-21.

Tottori – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirim 11 atlet terbaiknya untuk mengikuti kejuaraan panjat tebing Asian Championships

2018 di Kurayoshi, Tottori, Jepang, mulai Rabu (7/11) ini hingga Minggu (11/11) mendatang. Ke-11 atlet tersebut terdiri atas enam putra dan lima putri.

Bali Post/ist

PERTAMA - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melewati babak pertama turnamen Fuzhou Cina Terbuka 2018. pu menunjukkan penampilan yang bagus pada pertandingan pertama babak penyisihan Grup H BWF World Junior Championships 2018 di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada. Austria dan Makau sama-sama berhasil diatasi dengan kemenangan mutlak 5-0, Senin (5/11). Manajer tim Indonesia Susy Susanti mengatakan cukup puas dengan penampi-

lan para atletnya. Ia berpesan kepada pemainnya agar tetap menjaga fokus sampai akhir serta tidak meremehkan Meksiko dan Inggris yang menjadi lawan berikutnya. ‘’Hari ini penampilan atlet-atlet kita cukup baik. Mereka sudah bisa beradaptasi dengan cuaca dan lapangan. Harus siap terus meski lawan di bawah kita secara ranking,’’ tegasnya. (kmb)

JEPANG – Tim panjat tebing Indonesia yang tampil di Jepang.

Aries Susanti Rahayu yang memenangi dua seri Kejuaraan Panjat Tebing Dunia pada Oktober lalu menjadi andalan bersama Puji Lestari, Agustina Sari, Nurul Iqamah dan Rajiah Salsabillah. Di tim putra, Aspar Jaelolo yang menduduki peringkat enam dunia turun bersama Sabri, Muhammad Hinayah, Pangeran Septo, Veddriq Leonardo dan Alfian M. Fajri. Ketua II Pengurus Pusat (PP) FPTI Pristiawan Buntoro menyebut keikutsertaan kali ini merupakan upaya mempertahankan tradisi. Sejak menjadi tuan rumah pada tahun 1996, Indonesia tidak pernah absen mengikuti kejuaaraan panjat tebing tertinggi di Benua Asia ini. ‘’Tahun lalu kita berhasil menjadi runner-up. Semoga tradisi naik podium pada tahun ini bisa kita per-

tahankan,’’ ujarnya, Selasa (6/11) kemarin. Berbeda dengan Asian Championship tahun lalu, setiap atlet panjat tebing Indonesia kali ini akan turun di semua nomor, baik speed, lead maupun boulder. ‘’Ini sangat berat, tapi ini kesempatan terbaik untuk atlet menunjukkan kemampuan,’’ ungkap Veddriq Leonardo, atlet yang biasa bertanding di nomor speed. Pelatih Timnas Panjat Tebing Indonesia Hendra Basir menyatakan ajang Asian Championships merupakan kesempatan bagi atlet untuk unjuk kemampuan di semua nomor. ‘’Olimpiade mempertandingkan nomor combined, bukan nomor speed saja. Jadi, ini semacam tes awal bagi atlet untuk menghadapi kualifikasi Olimpiade,’’ jelas Hendra. (kmb)

Kaltim Sugeng Mochdar di Samarinda, Widari meraih dua emas pada angkatan bench press dan angkatan dead lift, sedangkan pada angkatan clean & jerk hanya meraih medali perak. Pada angkatan bench press, Widari berhasil mengangkat beban seberat 141 kg atau dua kali lipat dari berat badannya. Meski demikian, ia hanya

mendapat medali perak untuk total angkatan karena kalah bersaing melawan lifter Jepang. Sugeng menilai Widari sudah tampil maksimal meski belum mampu meraih predikat juara umum di kelas 47 kg putri. Ia berharap ke depannya Widari bisa lebih fokus menghadapi kejuaraan internasional lainnya. ‘’Kurang-

nya waktu untuk istirahat cukup mengganggu persiapan Widari bertanding. Semoga pada kejuaraan berikutnya bisa tampil lebih baik lagi,’’ ungkapnya. Sepulang dari kejuaraan dunia, Widari akan kembali ke Samarinda untuk persiapan mengikuri Porprov Kaltim, Desember 2018 mendatang. (ant)

BWF Tim junior Indonesia mam-

11 Atlet Panjat Tebing Berlaga di Jepang

Bali Post/ist

Lifter Putri Sabet Emas di Kejuaraan Dunia

Samarinda (Bali Post) – Lifter putri Kalimantan Timur (Kaltim) Widari berhasil menyabet dua medali emas pada Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2018 di Halmstad, Swedia, Selasa (6/11) kemarin. Widari turun di kelas 47 kg. Menurut Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Angkat Berat, Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook