Skip to main content

Edisi Sabtu 7 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 22 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Kekeringan di Mengwi

Penanganan Kebakaran TPA Mandung

Keluarga Widra ’’Ngaturang Pakelem’’

Puluhan hektar tanaman padi pada lahan pertanian di Mengwi mengalami kekeringan. Lahan produktif yang berada di Subak Tungkub, Munduk Babadan mulai pecah-pecah akibat kekurangan air.

Kabut asap akibat dampak kebakaran TPA Mandung masih menyelimuti sejumlah desa di wilayah sekitar. Petugas akan terus berupaya maksimal untuk menangani kebakaran.

Proses pencarian I Made Widra (30) yang hilang diduga terpeleset dan tercebur ke laut, terus dilanjutkan Jumat (6/9) kemarin. Upaya niskala dari pihak keluarga korban dilanjutkan dengan ngaturang pakelem ke tengah laut berupa bebek selem.

TABANAN | HAL. 7

BADUNG | HAL. 3

KLUNGKUNG | HAL. 12

Jokowi Diminta Selamatkan KPK Jakarta (Bali Post) – Langkah DPR menyetujui revisi UU KPK menuai penolakan dari berbagai pihak. Berdasarkan draf revisi yang beredar, lembaga antirasuah tersebut akan dilemahkan. Ada sejumlah pasal yang jika disetujui, dipastikan melumpukan kerja KPK memberantas korupsi. Presiden Jokowi diminta melakukan langkah menyelamatkan KPK dari upaya pelemahan. Namun, Presiden Jokowi mengaku belum mengetahui dengan pasti apa saja yang akan direvisi dari UU KPK.

Bali Post/ade

AKSI PEGAWAI KPK - Pegawai KPK menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPK, Jakarta, Jumat (6/9) kemarin. Dalam aksinya mereka menolak revisi UU KPK dan menolak calon pimpinan KPK yang diduga bermasalah.

Pabrik Esemka Diresmikan

Pemerintah Diingatkan Serius Kembangkan Mobnas

Jakarta (Bali Post) Meskipun mobil Esemka sudah mulai diluncurkan, namun pemerintah diminta tetap serius memperkuat dan mengembangkan industri mobil Indonesia secara mandiri. China dapat ditiru dalam hal pengembangan mobil nasional (monas). ‘’Industri mobil nasional bukanlah industri main-main, ini sektor industri yang harus betul-betul memastikan bahwa paling utama adalah harus ada kebijakan nasionalnya. Kedua, perlu ada arah pengembangannya, ketiga harus ada peta jalannya dan keempat harus ada komitmen regulasi dan perundang-undangan di dalamnya,’’ kata ekonom Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Hisar Sirait, di Jakarta, Jumat (6/9) kemarin. Selain itu, Hisar juga menambahkan bahwa Indonesia perlu belajar dari China yang berhasil melakukan lompatan jauh dalam mengembangkan dan memperkuat industri mobil China, bahkan sampai mampu menghasilkan mobil listrik secara mandiri. China bisa berhasil melakukan lompatan jauh dalam pengembangan industri otomotif yang baik, karena pemerintah China memiliki arah atau peta jalan pengembangan industri otomotif China yang bagus, terarah dan terukur. Dengan adanya peta jalan tersebut otomatis akan ada komitmen atau keberpihakan dari semua pihak untuk mengembangkan industri otomotif. Hal. 15 Cikal Bakal

Penyelamatan masa depan KPK dengan membatalkan revisi UU KPK disampaikan pimpinan KPK dengan mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi. ‘’Surat sudah dikirimkan ke Pak Presiden, mudahmudah dibaca, direnungkan untuk mengambil kebijakan,’’ ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat berorasi dalam acara #SaveKPK soal calon pimpinan KPK bermasalah dan revisi UU KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/9) kemarin. Sebelumnya, katanya, lima pimpinan termasuk dirinya telah menandatangani surat tersebut. ‘’Hari ini, pimpinan baru menandatangani surat. Saya juga baru tanda tangani, lima pimpinan sudah tanda tangani,’’ ucap Saut. Dalam orasinya itu, Saut juga menyinggung soal sembilan persoalan di draf Rancangan Undang-undang KPK yang berisiko melumpuhkan kerja KPK ke depan. Hal. 15 Akan Mempelajari

’’Saya melihat dulu yang direvisi apa. Saya belum lihat, kalau sudah ke Jakarta, yang direvisi apa, materinya apa, saya harus tahu dulu, baru saya bisa berbicara.’’ Joko Widodo Presiden RI

Utamakan Pendekatan Persuasif di Papua Jakarta (Bali Post) – Pengerahan kekuatan militer dan Polri ke Papua guna meredam aksi massa diminta agar ditinjau kembali. Pasalnya, pendekatan militer akan mengesankan terjadinya penjajahan dan menimbulkan kecurigaan. Pendekatan persuasif akan lebih efektif terutama dengan menghormati identitas masyarakat Papua. Seruan damai juga harus terus digemakan agar menjadi pemahaman bersama. Menghindari kesan penggunaan pendekatan militer, pengamat intelijen Suripto menyarankan agar pemerintah menarik pasukan TNI dari Papua. ‘’Pengerahan tentara besar-besaran itu tidak menyelesaikan persoalan. Justru menimbulkan kecurigaan dan sentimen bahwa ini penjajahan baru,’’ ucap Suripto, di Jakarta, Jumat (6/9) kemarin. ‘’Justru kita malah melakukan semacam konfrontasi begitu. Kita harus belajar dari kejadian lepasnya Timor Timur,’’ sambungnya. Menurut Suripto, kehadiran ribuan pasukan TNI di Papua seakan menimbulkan kesan adanya invasi militer. Pendekatan

militer kurang tepat diterapkan untuk menghadapi permasalahan mengenai politik identitas, seperti yang kini terjadi di Bumi Cendrawasih itu. ‘’Sedangkan yang disentuh adalah bagaimana kita menghormati politik identitas, artinya kita harus menghargai semua, dan harus kita dekati mereka,’’ ujarnya. Suripto mengatakan, untuk segera meredam konflik, pemerintah harus meningkatkan pendekatan persuasif dengan menghormati dan menghargai identitas masyarakat Papua. Menurutnya, upaya tersebut lebih efektif karena akan menimbulkan perasaan bahwa pemerintah menghargai hak berpendapat masyarakat Papua, serta tidak berniat menghilangkan identitas mereka. Deklarasi Damai Sementara itu, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Kota Sorong, Provinsi Papua Barat sepakat menjaga keamanan dan kedamaian Kota Sorong sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal. 15 Media Asing

Bali Post/ant

SERUAN DAMAI -- Wali Kota Sorong Lambertus Jitmau (empat kanan) bersama Forkopimda membawa bendera Merah Putih menyerukan perdamaian di Lapangan Hokky Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (6/9) kemarin. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Lintas Suku Asli Papua, Forum Lintas Suku Nusantara, Forum Lintas Agama dan lapisan masyarakat Kota Sorong menyerukan perdamaian dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pascaricuh unjuk rasa di Kota Sorong, beberapa waktu lalu.

Pidato Capaian Gubernur Bali Post/ant

COBA ESEMKA - Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mencoba salah satu produk mobil keluaran pabrik mobil Esemka saat meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9) kemarin. Pabrik mobil Esemka dengan nilai investasi sebesar Rp 600 miliar tersebut dapat memproduksi mobil mencapai 18 ribu unit per tahun atau 1.500 unit per bulan.

Harian Bisnis Bali ’’Dipaksa’’ Naik Di balik belum maksimalnya pelayanan BPJS Kesehatan, kini iuran jaminan kesehatan tersebut digadanggadang akan dinaikkan hingga 100 persen. Apa reaksi masyarakat?

www.bisnisbali.com

Etika Politik yang Baik PIDATO Gubernur tahun pertama pencapaian visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Kamis (5/9), disambut positif oleh semua pihak. Pasalnya, Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan dalam sebuah forum terbuka tentang apa yang sudah dilakukannya selama satu tahun berdasarkan apa yang pernah dijanjikannya saat kampanye. Hal ini dipandang sebagai sebuah etika politik yang baik, melihat sisi lain Koster adalah seorang politisi.

‘’Pertama, ini etika politik yang baik. Kedua, substansi dari pidato saya menilai itu luar biasa, karena dalam waktu satu tahun beliau sudah mengerjakan cukup banyak pekerjaan dalam kapasitas sebagai eksekutor dan regulator,’’ ujar Akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S. yang turut hadir di Art Center, Kamis lalu. Supartha menyebut Gubernur Koster sebagai seorang eksekutif yang memiliki ‘’rasa’’ legislator karena menata pemerintahannya dimulai dengan membuat regulasi. Regulasi dalam bentuk perda maupun pergub dijadikan sebagai payung hukum sekaligus

ruang untuk mengajak publik agar ikut terlibat dalam pembangunan. Siapa pun yang terlibat juga diberikan perlindungan. Dari regulasi yang dibangun, Gubernur juga membuat programprogram tematik untuk pencapaian sebagaimana visi-misinya. ‘’Di samping program tematik, dia juga memaparkan bagaimana penahapan dari penjabaran visi dan 22 misi ke dalam 5 program prioritas dan 2 program penunjang. Itu penahapannya sangat jelas, sangat rinci dan kapasitas dari pencapaiannya itu sangat tinggi menurut saya,’’ pujinya. Hal. 15 Tidak Tuli

Dewa Made Indra

I Wayan Supartha


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Surat DPP Demokrat Turun

Ariewangsa Gantikan Susruta Denpasar (Bali Post) – Setelah ditunggu cukup lama, surat rekomendasi dari DPP Partai Demokrat untuk susunan pengurus fraksi dan pimpinan dewan di Denpasar akhirnya turun. Bahkan surat rekomendasi tersebut sudah diserahkan kepada Sekretariat DPRD Kota Denpasar. Seperti usulan DPC Demokrat Denpasar, susunan pengurus fraksi dipercayakan kepada A.A. Gede Putra Ariewangsa sebagai ketua dengan sekretarisnya I Made Sukarmana. Ini artinya, posisi Ketua Fraksi Demokrat periode 2014-2019 yang dipegang A.A. Susruta Ngurah Putra bergeser ke Ariewangsa. Dikonfirmasi Jumat (6/9) kemarin, anggota DPRD Denpasar dari Partai Demokrat I Made Sukarmana mengakui surat DPP sudah turun. Kini surat tersebut sudah sampai di Sekwan. “Ya, sudah turun suratnya. Bahkan sudah diserahkan kepada Bapak Sekwan,” ujar politisi asal Banjar Bun, Dangin Puri ini. Sesuai dengan rekomendasi DPP, kata Sukarmana posisi Wakil Ketua Dewan masih dipercayakan kepada A.A. Ketut Asmara Putra. Sedangkan pada pengurus fraksi mengalami perombakan. Posisi ketua yang sebelumnya dijabat Susruta, kini dipegang Ariewangsa. Sedangkan untuk sekretaris masih tetap dipercayakan kepada Sukarmana. Turunnya surat DPP Demokrat ini berarti semua partai yang ada di dewan sudah menyerahkan suratnya. Karena saat rapat perdana DPRD Denpasar periode 2019-2024 Senin (2/9) lalu, hanya Demokrat yang belum turun surat DPP-nya. Dengan turunnya surat Demokrat, dipastikan penetapan pimpinan dewan akan segera dilakukan. Ketua Sementara DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede mengakui, pihaknya punya waktu sebulan untuk menetapkan pimpinan definitif sejak pengambilan sumpah. Karena itu, minimal tengah bulan ini sudah bisa dilakukan penetapan pimpinan dewan definitif. “Bila belum ada pimpinan definitif, maka kegiatan lainnya juga tidak bisa jalan. Misalnya saja, pembentukan komisi. Karena itu, kami berharap agar bisa segera mungkin,” ujarnya. Ngurah Gede mengatakan, setelah ditetapkan pimpinan definitif, maka agenda selanjutnya adalah pembentukan alat kelengkapan dewan, seperti komisi, serta badan-badan lainnya. Bila semua itu sudah terbentuk, maka fungsi dewan bisa dilakukan. “Bila ini belum terbentuk, fungsi dewan tidak bisa jalan,” ujarnya. Sementara itu, sejumlah partai yang berhasil lolos ke dewan pada pemilu lalu sudah menetapkan pilihannya untuk membentuk fraksi. Terutama yang tidak bisa membentuk fraksi sendiri, seperti Hanura, NasDem, dan PSI. Partai ini sudah memastikan diri untuk bergabung dengan partai lain. Seperti Hanura bergabung ke PDI-P, NasDem gabung dengan PSI membentuk Fraksi Restorasi Solidaritas (FRS) yang diketuai A.A. Ngurah Gede Widiada. Di sisi lain, Partai Golkar dan Gerindra sudah bisa membentuk fraksi sendiri. Menurut anngota DPRD dari Golkar I Wayan Sugiarta, nama yang diajukan untuk Wakil Ketua tetap I Wayan Mariyana Wandhira dan Ketua Fraksi Putu Oka Mahendra. Hal serupa juga terjadi di PDI Perjuangan. Dimana I Gusti Ngurah Gede selaku Ketua DPRD dan Kadek Agus Arya Wibawa sebagai Ketua Fraksi. Fraksi Gerinda yang dulu dipegang Budiarta kini dipercayakan kepada Kompyang Gede. (kmb12)

Mujito Diganjar 11 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Terdakwa Mujito (41) diganjar pidana penjara selama 11 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (5/9). Ia dinyatakan terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Dalam kasus ini terdakwa dijerat Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain dihukum 11 tahun, terdakwa juga didenda Rp 1 miliar subsider dua bulan kurungan. Hal itu disampaikan majelis hakim pimpinan I Gde Ginarsa saat membacakan putusan di PN Denpasar. Menanggapi putusan majelis hakim tersebut, Mujito menyatakan pikirpikir. Dalam perkara ini, terdakwa divonis atas memiliki narkotika jenis sabu-sabu seberat 52,99 gram neto yang dibawa dari Madura, Jawa Timur ke Denpasar. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya Jaksa Hendrawati menuntut Mujito dengan pidana penjara selama 14 tahun. Selain itu, ia juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsidair empat bulan penjara. Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa dibekuk saat berangkat dari Terminal Pemekasan, Madura naik bus Lorena tujuan Bali, Selasa 4 Februari 2019. Ia membawa tiga paket sabu-sabu atas suruhan ABD Jalil (DPO). Rencananya sabu-sabu tersebut akan diserahkan kepada seorang bernama Putra. Setibanya di Bali sekitar pukul 12.00 Wita, terdakwa turun di Terminal Ubung kemudian menuju gudang kardus yang ditempati kenalannya di Jalan Anyelir Gang Rama Sari No. 1 Banjar Tanjung Bungkak, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur. Sembari melepas lelah dan menunggu Putra yang sudah janjian ketemu pas Maghrib, terdakwa membagi tiga plastik klip sabu-sabu yang dibawanya menjadi empat plastik klip dan mencicipi sebagian barang haram tersebut. Aksinya diketahui polisi. Sekitar pukul 19.30 Wita, petugas mendatangi tempat persinggahan terdakwa dan langsung melakukan penangkapan yang disertai pengeledahan. Ditemukan tujuh plastik klip berisi sabu-sabu yang beratnya bervariasi dengan total berat 52,99 gram neto dan barang bukti yang berkaitan. (kmb37)

Maling Spesialis Bobol Kos-kosan Diringkus Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali membekuk maling spesialis bobol kos-kosan. Pelakunya Moch Risky Saputra (25) asal Banyuwangi, Jawa Timur. Pelaku diringkus di kamar kosnya di Jalan Pulau Biak II, Denpasar, Kamis (5/9) lalu. “Hasil interogasi awal, pelaku mengaku beraksi di enam TKP. Modusnya, ia menyasar barang milik tetangga kosnya. Jadi, pelaku ini pindah-pindah kos,” ujar Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Jumat (6/9) kemarin. Kasus pencurian tersebut dilaporkan Jupri asal Makassar yang kos di Jalan Kebak Sari II Denpasar. Kronologisnya, pada Minggu (21/7) pukul 00.15 Wita pelaku berkunjung ke TKP. Selanjutnya korban mandi dan pelaku berada di dalam kamar. Saat itulah pelaku mengambil HP milik korban dan langsung kabur. “HP tersebut ditaruh di atas meja rias. Saat keluar dari kamar mandi, korban kaget karena pelaku menghilang bersama HP miliknya. Korban mengaku mengalami kerugian Rp 3.999.000,” ujarnya. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Resmob Ditreskrimum dipimpin Kanit Kompol Made Adhiguna melakukan penyelidikan. Hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, terungkap pelaku

PASAR BADUNG – Sujumlah pedagang berbincang-bincang sambil menunggui losnya di Pasar Badung, Denpasar.

Bali Post/eka

Hibah Pasar Badung Tak Kunjung Turun

Dewan Desak Eksekutif Proaktif Denpasar (Bali Post) – Pasar Badung pascakebaran mulai dioperasikan kembali sejak 24 Februari lalu. Sebulan setelah soft opening, pasar ini akhirnya diresmikan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Jumat (22/3) malam. Meski sudah berjalan beberapa bulan, pasar ini masih menyisakan persoalan. Pasalnya, hibah pasar ini dari pemerintah pusat tak kunjung turun. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari jajaran DPRD Denpasar. Dikonfirmasi Jumat (6/9) kemarin, anggota DPRD Denpasar I Made Sukarmana dan A.A. Ngurah Gede Widiada mendesak pihak eksekutif melakukan langkah proaktif agar hibah tersebut segera bisa diserahkan. Pihaknya khawatir bila hibah ini berlarut-larut, akan berdampak signifikan dalam pengelolaan pasar

ini. “Banyak dampak yang terjadi bila hibah ini tak kunjung turun,” ujar Sukarmana. Widiada menambahkan, eksekutif harus lebih gesit untuk memastikan agar hibah ini segera terealisasi. Karena masih banyak yang belum bisa dilakukan pihak pengelola bila hibah ini belum ada kejelasan. “Saya

kira perlu lebih proaktif ke pusat. Selain untuk hibah, banyak hal yang bisa dilakukan bila kita proaktif dengan pihak pusat,” ujar politisi NasDem asal Peguyangan ini. Dikonfirmasi terpisah, Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata membenarkan hingga kini hibah yang dinanti-nantikan itu belum turun. “Ya, memang betul. Hibahnya sampai kini belum turun,” jelasnya. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang dikonfirmasi saat kunjungannya ke Pasar Intaran, Sanur mengatakan, hibah untuk Pasar Badung sedang dalam proses. “Jangan khawatir soal ini,

apalagi Denpasar sudah melengkapi semua persyaratannya,” ujarnya. Menurut Enggartiasto Lukita, saat ini masih ada proses administrasi yang harus diperiksa. Ditegaskan, segala persyaratan administrasi harus semuanya terpenuhi. Oleh karena itu, memerlukan pemeriksaan yang teliti. Perlu waktu untuk itu. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Dukung Program Gubernur

Disbud Fasilitasi Pendaftaran Hak Cipta Denpasar (Bali Post) Pengelolaan dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi salah satu program Gubernur Bali. Utamanya dalam menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Oleh Dinas Kebudayaan, program ini diimplementasikan lewat kegiatan fasilitasi pendaftaran hak cipta dan perlindungan karya cipta lainnya, khususnya karya seni. “Ini tahapannya kami mulai dari workshop hari ini (kemarin, red) untuk memberikan penjelasan dan juga memandu para pencipta atau ahli waris dari karya seni itu bagaimana membuat deskripsi karya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali I Wayan Adnyana di sela-sela workshop tentang hak kekayaan intelektual bidang seni di ISI Denpasar, Jumat (6/9) kemarin. Pejabat yang akrab disapa Kun ini mengatakan, hak cipta juga membutuhkan dokumendokumen menyangkut penciptaan karya seni itu sendiri. Di samping merujuk pada kredo hukum karena dari sepengetahuannya 75 tahun setelah penciptanya meninggal, maka suatu karya akan menjadi milik masyarakat. Walaupun secara etika tetap harus disebut penciptanya. Fasilitasi dari Dinas Kebudayaan juga berupa biaya yang dikeluarkan untuk mengurus hak cipta. Hal ini dilakukan, mengingat hak cipta merupakan bentuk perlindungan atas kekayaan pribadi penciptanya. “Kalau penciptanya itu meninggal, hak istimewa

ini diwariskan kepada ahli warisnya. Tentu perlu ada penelusuran ahli waris yang memang memiliki hak itu kemudian, juga ini terkait dengan penciptanya yang masih hidup. Kami berharap muncul inisiatif dari pencipta karya seni untuk mendatangi kami di Dinas Kebudayaan,” jelasnya. Menurut Adnyana, tahun ini rencananya ada 50 karya seni yang akan difasilitasi untuk mendapatkan hak cipta. Bahkan ada kemungkinan lebih dari itu karena akan dilakukan kajian untuk diupayakan pendaftaran terhadap indikasi geografis. Pihaknya menimbang antara seni lukis Kamasan karena berkembang di sebuah wilayah yakni Kamasan, atau seni lukis Batuan yang berkembang di Desa Batuan. Namun, pendaftaran indikasi geografis membutuhkan dokumen yang jauh lebih kompleks dan lebih lengkap dari sekadar pendaftaran hak cipta. “Hak cipta itu menunjuk pada satu karya seni, satu objek karya. Sementara indikasi geografis yaitu tentang komunitas penyangganya, terus karya seni yang dilahirkan, kemudian unsur-unsur unik keterlibatan manusia atas karya komunal itu atau gaya komunal itu,” paparnya. Sejauh ini, kata Adnyana, dokumen terkait seni lukis Batuan dinilai jauh lebih lengkap. Baik lewat tulisan-tulisan yang dibuat Dinas Kebudayaan Provinsi Bali maupun dari penulis-penulis di dalam dan luar negeri. Di sisi lain, pihaknya juga ingin mendaftarkan publikasi-publikasi yang sudah dilakukan oleh Dinas Kebudayaan. Sebagai

contoh, buku pengalihan lontar, buku tentang purana pura, dan lainnya agar konten buku terlindungi. “Kita ingin daftarkan karena selain hak cipta, ada namanya kekayaan intelektual komunal. Jadi, ekspresi budaya tradisi masuk di sana. Kami akan bekerja sama dengan Kanwil Kumham Wilayah Bali,” tegasnya. Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dalam pidato tahun pertama pencapaian visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menyebut pengelolaan dan pelindungan kekayaan intelektual sebagai salah satu programnya. Dalam rangka melindungi hasil karya inovatif berbasis budaya masyarakat Bali, Pemprov Bali dikatakan sedang mengambil langkah-langkah strategis. “Pada tahun ini akan diusulkan sebanyak 160 produk untuk mendapat hak atas kekayaan intelektual dari Kementerian Hukum dan HAM,” ujarnya. Selain itu, lanjut Koster, membentuk unit organisasi pada Badan Riset dan Inovasi Daerah yang secara khusus menangani kekayaan intelektual. Kemudian melakukan inventarisasi dan verifikasi hasil karya (produk budaya, red) yang selanjutnya difasilitasi untuk memperoleh hak atas kekayaan intelektual. “Dengan memperoleh hak atas kekayaan intelektual, maka hasil karya atau produk budaya masyarakat Bali akan terlindungi dari praktik pembajakan dan memiliki daya saing secara ekonomi sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (kmb32)

Sistem Pembayaran Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Bali Post/ist

DITAHAN - Moch Risky Saputra ditahan di Mapolda Bali karena terlibat kasus pencurian.

yang mencuri HP tersebut. Polisi langsung menangkap maling asal Banyuwangi, Jawa Timur ini. Pelaku mengaku menjual HP curian itu keesokan harinya melalui media sosial seharga Rp 1,4 juta. “Karena pelaku mengaku beraksi enam kali, kami masih dalami dimana saja TKP-nya. Termasuk barang buktinya masih ditelusuri,” kata Kombes Andi. (kmb36)

Topik : JOKOWI DIMINTA SELAMATKAN KPK

Denpasar (Bali Post) Zaman telah berubah. Di bidang ekonomi dan keuangan juga terjadi perubahan yang drastis, khususnya dalam sistem pembayaran. Tonggak perubahan itu terjadi sejak kemunculan ojek online yang diikuti dengan bertumbuhnya bisnis-bisnis digital termasuk sistem pembayaran. Pengamat Ekonomi dan Perbankan Viraguna Bagoes Oka mengatakan, sistem pembayaran dapat memacul pertumbuhan pelaku usaha yang pada akhirnya memacu pertumbuhan ekonomi. Namun di sisi lain, dunia perbankan mengalami tantangan berat dengan adanya fintech khususnya dari sisi pembayaran. Agar bank tidak tergerus era disrupsi ini, bank harus melakukan efisiensi besar-besaran, termasuk melakukan kolaborasi dengan sistem pembayaran financial technology (fintech). “Di era digital semua semakin efisien, persaingan semakin ketat, dunia bisnis berjalan sangat cepat dan semua memanfaatkan ini dengan optimal sehingga dengan persaingan yang ada, efisiensi menjadi pertimbangan utama,” ujar Viraguna Bagoes Oka, Jumat (6/9) kemarin. Belum lama ini Bank Indonesia juga memperbaharui aturannya dengan menurunkan biaya sistem pembayaran kliring (SKNBI) dari Rp 5.000 menjadi Rp 3.500. Selain itu, kecepatan transaksi juga menjadi aturan yang diperbaharui agar sistem pembayaran kliring semakin banyak dimanfaatkan. Menurut Viraguna Bagoes Oka, penurunan biaya kliring (sistem pembayaran) untuk mengurangi overhead cost perbankan. Dengan adanya pembaharuan sistem ini, pelaku ekonomi khususnya pelaku usaha menjadi termotivasi untuk terus meningkatkan trans-

aksi. “Dengan adanya penurunan ini, pasar-pasar digital yang punya potensi risiko akan bisa dihindari oleh pengguna jasa, sebab sekarang ada fintech, OVO, Gopay. Pola transaksi yang begitu cepat dan instan ini sulit untuk dibendung,” tegasnya. Viraguna Bagoes Oka menambahkan, penurunan biaya kliring ini diharapkan akan menolong. Namun, ke depan sistem pembayaran ini diharapkan terus berbenah diri, melakukan perbaikan, mengingat pengguna sistem kliring terus meningkat, karena transaksi melalui ATM terbatas, maksimal transaksi hanya Rp 10 juta. Sedangkan transaksitransaksi besar di atas Rp 10 juta dapat menggunakan sistem kliring, sehingga pertumbuhan pengguna kliring juga akan meningkat. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, dengan adanya fintech, sesuai dengan Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) Nomor 25, bank menjadi peran utama fintech ini. Sehingga terjadi potensi kerja sama antara bank dengan fintech. Tujuannya untuk memudahkan customer dengan sistem pembayaran yang lebih mudah. Bank harus mengadopsi sistem fintech ini dengan bekerja sama dengan fintech untuk mempermudah customer. “Kalau bank tidak memanfaatkan fintech ini akan ketinggalan dengan fintechfintech lainnya. Tapi, BI membuka peluang agar bank bisa bekerja sama dengan fintech,” tegasnya saat ditemui di acara seminar nasional “The Evolution of Fintech and Opportunities Ahead” yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Jumat (6/9) kemarin. Pada akhirnya fintech itu akan menyimpan di bank sehingga keduanya

Bali Post/kmb42

FINTECH - Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho (tengah) usai memberikan welcome speech pada acara seminar nasional tentang fintech di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Jumat (6/9) kemarin. harus bekerja sama. Kerja sama antara bank dan fintech dikatakan merupakan tren dunia. “Kita ingin bank itu menjadi backbone-nya sistem pembayaran, sistem perbankan di Indonesia. Pengalaman di luar negeri, kita harus atur mereka dalam rangka untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada umumnya dan kelancaran bisnis di Indonesia. Jadi, kita buka kerja sama bisnis antara fintech dan perbankan,” ujar Trisno Nugroho. Dari sisi regulasi, kata Trisno Nugroho BI telah membuat regulasi agar bank dapat bekerja sama dengan fintech. Namun, perlu ditentukan format terbaik kerja sama antara perbankan dengan fintech, tidak semata-mata memberikan kelonggaran kerja sama. “Apa nanti banknya bekerja sama dengan fintech atau banknya punya divisi fintech sendiri

atau apakah banknya membentuk PT sendiri mengelola fintech. Tentunya kerja sama antara bank dengan fintech tidak bisa saling merugikan, harus saling menguntungkan. Bank harus memilih fintech yang tidak merugikan bank, karena dalam fintech ada istilah bakar uang,” jelasnya. Trisno Nugroho menambahkan, masyarakat Bali dinilai akan mudah untuk menerima sistem pembayaran baru yaitu non tunai ini, karena tingkat literasi Bali di atas 70 persen. Dengan tingkat literasi itu, Bali akan mudah menuju ke transaksi non tunai. BI mendorong pasar di Bali menggunakan transaksi QR code (nontunai) untuk pembayaran retribusi. “Di Denpasar sudah terbiasa menggunakan transaksi non tunai seperti OVO, kartu kredit, uang elektronik,” katanya memaparkan. (kmb42)


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Bupati Giri Prasta Pimpin Gertak di Tukad Yeh Poh Abianbase

GERAKAN Serentak (Gertak) Badung Bersih kembali digalakkan Pemkab Badung. Kali ini Gertak dilaksanakan di Tukad Yeh Poh, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, Jumat (6/9) kemarin. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pun ikut turun langsung melakukan bersih-bersih di kawasan tersebut. Turut ikut dalam acara bersih-bersih tersebut, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Jaya Saputra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Putu Eka Merthawan, Dirut RSD Mangusada dr. Nyoman Gunarta, Lurah Abianbase Dewa Gede Rai Wijaya, Kabag Humas Setda Badung I Putu Ngurah Thomas Yuniartha, Babinsa

Kecamatan Mengwi I Gusti Ngurah Bagus, tokoh masyarakat Abianbase, Semate dan Tangeb serta masyarakat setempat. Bupati Giri Prasta di selasela melaksanakan bersihbersih tersebut mengatakan, program Gertak yang digalakkan Pemkab Badung adalah upaya melestarikan lingkungan supaya bersih dan sehat. ‘’Jadi, mari jaga alam. Kalau alam ini dijaga dengan baik, tentu alam akan memberikan kehidupan yang baik pula kepada kita semua,’’ ujarnya. Program Gertak ini pun, tegas Bupati asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang ini, tidak saja dilakukan sekali atau dua kali, melainkan bersifat rutin. Menurutnya, program

Gertak merupakan komitmen Pemkab Badung dalam menciptakan Badung yang hijau bersih, indah dan asri. ‘’Sampah telah menjadi momok yang sangat menakutkan. Kalau tidak ditangani secara serius dan bersungguhsungguh, hal ini akan menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kehidupan. Untuk itu, mari jaga alam, jaga lingkungan tetap asri dan lestari,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakan, dalam mensukseskan program Gertak, pihaknya sengaja melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat juga punya rasa peduli untuk menjaga lingkungan sekitar masingmasing.

‘’Sengaja kami melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Badung untuk melaksanakan progran Gertak yang di Badung. Kalau kita dapat menjaga alam dengan bijak dan baik, tentu alam akan memberikan yang terbaik untuk kehidupan kita. Maka dari itu, mari kita lakukan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh untuk membangun Badung yang indah nan lestari di masa mendatang,’’ ajak Bupati Giri Prasta. Ditambahkannya, jika ada masyarakat Badung tidak mengikuti program Gertak, sanksi tegas akan diberikan. Sanksi dimaksud yaitu tidak mendapatkan layanan administrasi dinas maupun adat. (ad257)

BERSIH-BERSIH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta turun langsung melakukan bersih-bersih di Tukad yeh Poh, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, Jumat (6/9) kemarin.

Puluhan Hektar Sawah di Mengwi Kekeringan Mangupura (Bali Post) -

Puluhan hektar tanaman padi pada lahan pertanian di Mengwi mengalami kekeringan. Lahan produktif yang berada di Subak Tungkub, Munduk Babadan mulai pecah-pecah akibat kekurangan air.

KEKERINGAN - Puluhan hektar sawah di Subak Tungkub, Munduk Babadan, Mengwi mengalami kekeringan.

Bali Post/par

Berdasarkan informasi di lapangan Jumat (6/9) kemarin, kekeringan terjadi sejak awal Agustus. Sawah masih teraliri air hanya pada saat masa tanam. Setelah itu, perlahan debit air berkurang hingga pada akhirnya sawah pun mengalami kekeringan. Ketut Adikarta, salah seorang petani yang ditemui di lokasi mengatakan, usia padi memasuki dua bulan sejak tanam. Selama itu pula sawahnya tak pernah tersentuh air. ‘’Sudah tidak ada air. Hanya pada saat tanam saja masih dapat air, setelah itu kering. Rugi total ini,’’ keluhnya. Menurutnya, penyebab kekeringan lantaran hulu saluran irigasi mengalami kerusakan, sehingga air yang sedianya mengalir ke sawah bocor kemana-mana. ‘’Kalau di sana (bagian selatan-red) irigasinya sudah bagus. Tapi yang di hulu rusak, jadi airnya tidak sampai masuk ke sawah,’’ ujar petani yang mengarap 40 are sawah itu. Dikatakan, ada wacana perbaikan saluran irigasi pada Agustus lalu. Namun hingga saat ini perbaikan tak kunjung terealisasi. ‘’Sampai sekarang tidak ada proyek apa-apa. Dulu katanya bulan Agustus ada perbaikan,’’ ujar Adikarta. Tidak jauh dari Munduk Tungkub, sebuah sungai mengalir air dengan debit yang cukup tinggi. Sayangnya aliran air yang besar tersebut milik Subak Beringkit. ‘’Air itu

Kebutuhan Air Bersih di Kuta Selatan Meningkat Tajam

Kebakaran Bus di Bandara Ngurah Rai

Aktivitas Penerbangan Tidak Terdampak Mangupura (Bali Post) Kepanikan terjadi di area airside Bandara Ngurah Rai, Jumat (6/9) sore. Pasalnya, bus milik Gapura Angkasa di areal Ground Support Equipment (GSE) Bandara I Gusti Ngurah Rai mengalami kebakaran. Kondisi ini tidak sampai berdampak pada aktivitas penerbangan. General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado, saat memberikan keterangan pers Jumat (6/9) kemarin mengungkapkan, pada prinsipnya kondisi saat ini di lokasi sudah aman. Aktivitas penerbangan baik dari sisi darat maupun udara tidak terganggu dan sudah sangat kondusif. Dijelaskan, kronologis kejadian berawal dari laporan yang diterima pada pukul 13.24 Wita, dengan posisi bus berada pada parking 23. Dengan kesigapan dan kecepatan petugas PKP-PK dibantu petugas aviation security, pada pukul 13.45 Wita atau dalam waktu 21 menit, api telah berhasil dipadamkan. Menurutnya, fasilitas pelayanan penumpang akibat kejadian ini juga tidak berdampak. Hanya di bagian luar terminal yang mungkin terkena asap. Saat itu juga dilakukan normalisasi sehingga seluruh fasilitas itu bisa kembali. ‘’Tetapi yang paling pokok yang ingin kami sampaikan bahwa kejadian ini tidak berdampak pada operasional pelayanan penerbangan maupun fasilitas pelayanan terhadap penumpang pesawat,’’ tegasnya. Plt. Kaotband IV Edison Saragih menjelaskan, pihaknya akan mengumpulkan data-data baik dari CCTV maupun data lainnya. ‘’Sesuai dengan tugas

wewenang, kami akan melaksanakan investigasi terkait laporan, rekaman CCTV maupun data terkait. Nanti akan kita analisa. Kita cari tahu yang menyebabkan terjadinya kebakaran itu,’’ jelasnya. Sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran karena data-data baru diterima. Hasil investigasi diharapkan rampung secepatnya, maksimal dua atau tiga hari. Sementara itu, GM Gapura Angkasa Denpasar I Ketut Dedy Hariyanto memyampaikan permohonan maaf atas insiden ini. Diungkapkannya, bus nomor 8 yang terbakar tersebut sebelumnya baru selesai digunakan melayani penumpang dan parkir di parking 23. Kemudian, untuk proses boarding, bus ini kembali menerima panggilan untuk melayani penerbangan berikutnya. Pada saat akan memulai pekerjaannya, khususnya saat menghidupkan mesin, bus tidak bisa menyala. Driver berusaha menghubungi mekanik dan sementara menunggu mekanik, dilakukan pengecekan kondisi aki. Saat melakukan pengecekan tersebut, ternyata sudah ada api di bagian belakang. Spontans driver tersebut mengambil alat pemadam. Namun usahanya tidak membuahkan hasil. Pihak driver, dikatakannya, segera mencari pertolongan dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dengan bantuan pemadam kebakaran, hanya beberapa menit sudah berhasil dipadamkan. Untuk kondisi bus yang terbakar, dia memastikan masih laik jalan. Sebab sesuai protap, kendaraan ini rutin setiap harinya dicek. (kmb23)

untuk Subak Beringkit. Sawah saya ini hanya dapat air rembesan dari lubang-lubang kepiting. Makanya ada air di sawah saya,’’ kata Putu Purna, petani lainnya. Dia menambahkan, persoalan ini tidak pernah dibicarakan. Alhasil sejauh ini belum ada solusi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi petani. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, saat dikonfimasi Jumat kemarin tidak menampik perihal tersebut. Kabid Prasarana, Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Nyoman Sumadi, mengakui sejumlah lahan persawahan debit airnya berkurang. Seperti di Subak Tungkub Dalem, Munduk Uma Tegal, dan Munduk Dukuh, Desa/Kecamatan Mengwi. ‘’Kurang lebih 2 hektar ada mengalami kekeringan. Kami menduga kemungkinan memang ada bocor,’’ ungkapnya. Dikatakan, kebocoran irigasi masih ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung. Namun demikian, pihaknya memastikan bila saat ini sudah disiasati pembagian air di masing-masing subak supaya semua dapat pasokan air. ‘’Kalau masalah irigasinya, PUPR yang tahu. Kemungkinan seminggu sekali air yang debit lebih besar dialirkan ke irigasi lainnya agar tanaman bisa hidup,’’ jelasnya. (kmb27)

Bali Post/ist

TERBAKAR - Bus milik Gapura Angkasa yang terbakar di areal Ground Support Equipment (GSE) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (6/9) kemarin.

Mangupura (Bali Post) Kebutuhan air bersih utamanya untuk di kawasan Kuta Selatan, saat musim kemarau ini meningkat drastis. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya produksi air bersih oleh PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung. Direktur Teknik PDAM Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa, Jumat (6/9) kemarin menjelaskan, produksi Juni sebesar 3.762.721 m 3. Pada Juli meningkat tajam menjadi 3.939.308 m3. Untuk memenuhi kebutuhan air, pihaknya melakukan berbagai upaya. Apalagi kondisi tofografi kawasan Kuta Selatan yang berbukit, sehingga diperlukan upaya ekstra untuk mengangkat air ke kawasan tersebut. ‘’Salah satunya dengan memanfaatkan pompa dan reservoir sebagai penampung air sementara,’’ katanya. Apabila salah satu pompa bermasalah, ini akan mengganggu pendistribusian air bersih ke warga. Suyasa mengakui, tahun ini beberapa wilayah di Kuta Selatan

masih bermasalah dengan suplai air bersih. Hal ini dikarenakan booster yang ada di Desa Ungasan masih mensuplai wilayah barat dan timur. ‘’Rencananya bulan depan kami akan tambah suplai Ungasan dengan menambah satu pompa lagi di reservoir weellsite,’’ papar Suyasa. Selain itu, di tahun 2020 pelayanan akan dipecah antara wilayah barat dan timur dengan menambah pompa UPA Siligita. Dengan begitu, wilayah barat dilayani dari Ungasan dan wilayah timur dilayani dari UPA Siligita. Untuk persiapan pelayanan Kuta Selatan pihaknya juga sedang melelang pengadaan pompa untuk suplai ke wilayah Kuta Selatan dari Teluk Benoa. Sebagai antisipasi atas kemungkinan adanya gangguan kembali, dia berharap setiap pembangunan perumahan atau perkantoran harus dibuatkan penampung air. ‘’Jika ada masalah suplai air, maka PDAM bisa mengirim air tangki,’’ ujarnya. (kmb23)

Bekas Kendaraan Dinas Tak Terawat Mangupura (Bali Post) – Puluhan kendaraan dinas milik Pemkab Badung yang ‘dikandangkan’ di areal kantor BPD Bali, Puspem Badung, terlihat kurang terawat. Kondisi kendaraan dinas yang tidak terpakai ada

Bali Post/ist

TAK TERAWAT Puluhan eks kendaraan dinas Pemkab Badung tidak terawat. Kendaraankendaraan tersebut akan segera dilelang.

yang bocor, bahkan ada cat bodi mobil yang terkelupas karena kena hujan dan panas. Tak hanya itu, ada juga mobil yang kacanya dibiarkan terbuka. Tentu jika hujan air bisa masuk ke dalam mobil. Mobil dinas tersebut berjenis Toyota Kijang, ada juga mobil bekas Balawista Badung, DLHK Badung dan lainnya. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah I Ketut Gede Suyasa mengatakan, keberadaan bekas kendaraan dinas tersebut

masih menunggu proses lelang dan masih dalam pengusulan untuk dihapuskan. ‘’Kalau yang sebelumnya sudah dilelang. Kalau yang sekarang ini baru diusulkan untuk dihapuskan dan masih menunggu proses lelang,’’ ujar Suyasa dikonfirmasi, Jumat (6/9) kemarin. Menurutnya, kendaraan yang masih dalam usulan lelang sebanyak 56 unit sepeda motor, delapan unit mobil, dan sembilan unit dump truck. Kendaraan ini berasal

dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Badung. ‘’Lelang ini bukan mobil saja. Sepeda motor dari berbagai OPD di Badung juga ada yang dilelang,’’ ungkapnya. Dia mengakui, kendaraankendaraan tersebut diparkirkan di areal BPD Puspem Badung karena pihaknya masih menunggu penilaian dan dilanjutkan pelelangan dari Kantor Lelang Negara. Jadwal lelang masih menunggu dari Kantor Lelang Negara. (kmb27)


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

FIB Unud Kerja Sama dengan ANU dan University of Liverpool

Gelar ’’International Conference on Austronesia and Papuan Worlds’’

FAKULTAS Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) bekerja sama dengan Australian National University menyelenggarakan International Conference on Austronesia and Papuan Worlds (ICAPaW) dari tanggal 6 - 8 September di Ruang Soekarno, Kampus FIB Unud. Pada konferensi yang dihadiri dosen, peneliti, dan mahasiswa sebanyak 72 orang ini juga sekaligus dilakukan peluncuran CIRHSS (The Centre for Interdisciplinary Research on the Humanities and Social Sciences). CIRHSS diluncurkan secara simbolis oleh Wakil Rektor IV Unud, Dekan FIB Unud, Founder CIRHSS, dan Ketua Panitia. Ketua Panitia Dr. I Made Netra, M.Hum. mengatakan konferensi ini cukup unik karena pertama kali melakukan konferensi menggabungkan dua topik besar yaitu linguistik (bahasa) dan non-bahasa, atau socio cultural perspective. Di samping itu juga ada masterclass sebelum ada konferensi dan sesudah konferensi. Sebelum konferensi diisi dengan masterclass di bidang sejarah atau non-bahasa dan setelah konferensi yaitu 9 – 14 September diadakan masterclass untuk bahasa. ‘’Ini cukup luar biasa, uniknya ini juga karena diinisiasi oleh Prof. Arka yang berdiri di dua kaki yaitu di ANU dan di Unud,’’ ungkapnya. Guru besar di ANU dan juga pengajar di Unud Prof. Wayan Arka mengatakan, konferensi ini adalah tempat bertemu orang– orang yang meneliti tentang Papua, orang–orang Papua dan Austronesia baik terkait bahasa maupun ilmu sosial humaniora. Pertemuan ini mendiskusikan hasil–hasil penelitian. Outputnya belakangan berupa makalah–makalah, publikasi yang mengangkat nama universitas masing–masing. ‘’Dan dari sisi keilmuan bisa diimplementasikan, misalnya dalam bahasa, linguistik, penelitian dalam ben-

tuk pengembangan literasi, lokal literasi di Indonesia untuk pengembangan bahasa daerah atau muatan lokal misalnya,’’ bebernya. Menurutnya, Austronesia dan Papua memiliki hubungan. Dari dulu terjadi kontak antara budaya Austronesia dan non-Austronesia. Di Indonesia saja sangat kaya dengan berbagai etnik dan bahasa. Bahasa ada sekitar 700, 10 persen dari etnik dan bahasa di dunia dan sangat dinamis situasi di Indonesia. Indonesia juga menjadi laboratorium hidup untuk penelitian bidang humaniora, ilmu sosial dan perkembangan yang dinamis antar-etnik di Indonesia. Pada hari itu juga dilakukan peluncuran CIRHSS. Center ini merupakan kolaborasi antara universitas-universitas ngetop di dunia seperti ANU dan Oxford Univesity. Wakil Rektor IV Unud I.B. Wyasa Putra mengatakan, konferensi merupakan salah satu bentuk kerja sama Unud dengan ANU. Ke depan, FIB Unud juga akan mem-

bangun satu center yang bersifat multidisiplin yang diharapkan bisa dimanfaatkan seluruh staf di Unud, ANU dan universitas lain di Indonesia. ‘’Karena yang menjadi subjek research kita tidak hanya terbatas pada bahasa tapi juga kebudayaan dalam arti luas,’’ ujarnya. Dunia pendidikan baru saja memasuki dunia digital, artificial. Bahasa merupakan instrumen vital dalam kehidupan bermasyarakat. ‘’Saat ini bahasa itu telah berubah dari cara-cara berbicara yang sangat biasa, secara manual, oral langsung, sekarang bahasa juga ditransformasikan ke dalam bentuk bahasa melalui peralatan elektronik, komputer yang bersifat digital, artificial dan di depan robot juga bisa bicara,’’ ungkapnya. Konferensi ini diharapkan bisa berkembang lebih jauh ke arah topik yang memang menjadi tuntutan bagi perkembangan masyarakat untuk bisa membantu masyarakat menghadapi perubahan zaman secara lebih baik. (ad256)

PELUNCURAN - Dari kiri: Ketua Panitia, peneliti dari ANU, Wakil Rektor IV Unud, Dekan FIB Unud, pengajar di ANU dan Unud saat meluncurkan CIRHSS.

Ujian Terbuka Promosi Doktor Rahmadi Prasetijo

Doktor Ke-15 yang Dimiliki Universitas Dhyana Pura

BALI memiliki wisata diving yang keindahannya menarik wisatawan. Salah satunya wisata diving di Tulamben, Karangasem. Sayangnya, belum ada pengelolaan wisata yang tepat untuk wisata diving ini sehingga efeknya berimbas pada kelestarian terumbu karang. Lewat disertasinya dengan judul ‘’Model Pengelolaan Destinasi Wisata Diving Berbasis Konservasi di Tulamben Bali’’, Rahmadi Prasetijo menawarkan pemecahan untuk masalah tersebut. Disertasi ini dipaparkan Rahmadi Prasetijo dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar di lantai tiga Gedung Program Pascasarjana Universitas Udayana, Jumat (6/9) kemarin. Rahmadi mampu mempertahankan disertasinya di hadapan para undangan akademik dan para promotor dan co-promotor. Ujian promosi doktor ini dipimpin Promotor Prof. Dr. Ir. Made Antara, M.S., Kopromotor I Prof. Dr. Ir. I Wayan Arthana, M.S. dan Kopromotor II Dr. Ir. AAP Agung Suryawan W,

M.Sc. Dalam disertasinya, Rahmadi menjelaskan model pengelolaan destinasi wisata berbasis konservasi ini penting diterapkan, khususnya di wilayah Tulamben, Karangasem di mana pengelolaan wisata diving-nya masih kurang sinkron antara diver, regulator dan pemerintah daerah. Model pengelolaan yang ditawarkan adalah pembentukan badan pengelola wisata dan one gate system di mana wisata akan bisa berjalan tanpa harus merusak lingkungan. ‘’Di Tulamben sistemnya masih open system. Diver bisa datang kapan saja. Bahkan saking banyaknya, kalau menyelam terkadang bisa bersenggolan dengan diver lainnya. Bahkan tidak sedikit terumbu karang yang tertendang dan akhirnya rusak. Karenanya dalam disertasi ini saya menawarkan model pengelolaannya yang sejalan antara kelestarian lingkungan dan ekonomi,’’ ujarnya. Setelah disertasi ini diterima di jajaran akademik tentu kelanjutan-

UJIAN TERBUKA - Rektor Undhira Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A. (kiri) mendampingi Rahmadi Prasetijo (kanan) dalam ujian terbuka promosi doktor, Jumat (6/9) kemarin di Universitas Udayana.

ya adalah melemparkan ide dalam disertasi ini kepada pemerintah dan pemegang kebijakan terkait untuk bisa menerapkannya. Setelah sidang diskor selama 20 menit untuk memutuskan predikat kelulusan, ketua sidang akhirnya memutuskan promovendus Rahmadi Prasetijo lulus dengan predikat sangat memuaskan. Rahmadi yang juga dosen di Universitas Dhyana Pura ini menjalani studi di Program Studi Doktor Fakultas Pariwisata Universitas Udayana dan menjadi dosen dengan gelar Doktor ke-15 yang dimiliki Universitas Dhyana Pura (Undhira). Rektor Undhira Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A. mengatakan dengan adanya penambahan doktor dalam jajaran dosen Undhira tentu sangat berpengaruh pada kualitas pengajaran di Undhira sendiri. Selain itu juga berpengaruh pada ranking Undhira untuk perguruan tinggi nonvokasi di taraf Nasional. ‘’Undhira dengan ini memiliki 15 dosen bergelar doktor. Ini tentu sangat berpengaruh pada kualitas dan ranking universitas. Seperti diketahui ranking kami untuk perguruan tinggi nonvokasi naik dari ranking 300 secara nasional tahun lalu menjadi 149 tahun ini. Diharapkan tahun depan akan naik kembali mengingat akan ada tambahan dua doktor lagi. Saat ini sedang dalam proses,’’ ujarnya. Selain itu, diharapkan disertasi yang dihasilkan ini bisa didaftarkan menjadi HAKI baik dari dalam bentuk model pengelolaan maupun pelestarian. Sebab, semakin banyak HAKI maka inovasinya semakin bagus dan penilaian kualitas serta ranking universitas pun semakin meningkat. ‘’Akan lebih baik jika ide-ide ini juga bisa diindustrialisasi, sehingga bisa berkontribusi untuk peningkatan kualitas, baik masyarakat maupun lingkungan,’’ ujarnya. (ad255)

Tak Bisa Buka Mulut, Perempuan Sembilan Tahun Berhasil Dioperasi di RS Unud TINDAKAN operasi cukup sulit dilakukan terhadap pasien perempuan berusia sembilan tahun yang menderita penyakit tidak bisa membuka mulut, akhirnya berhasil dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Udayana (RS Unud), Jimbaran, Kami (5/9) lalu. Pasien ini mengalami ankylosis of temporo mandibular junction merupakan suatu kelainan yang langka. Di mana tulang di daerah sendi rahang menyatu sehingga menyebabkan pasien tidak dapat membuka mulutnya sama sekali. Akibatnya pasien tidak dapat makan dan minum dengan optimal, sehingga pertumbuhan badannya terganggu karena tidak mendapat nutrisi yang cukup dari makanan. Selama ini, pasien makan dan minum melalui celah kecil pada giginya. Pasien sudah sempat dilakukan tindakan operasi sebelumnya di Australia pada 2014 lalu. Sebab, pada saat itu peralatan medis di Indonesia belum memadai untuk memasukkan alat yang berguna untuk menguasai jalan napas pasien dan memulai pembiusan sebelum dilakukan tindakan operasi. Setelah operasi, pasien mampu membuka mulut sedikit, namun hanya bertahan sebentar sebelum akhirnya tidak bisa membuka mulut kembali sampai sekarang. Dengan kondisi itu, hal ini merupakan tantangan terbesar bagi tim dokter RS Unud yang terdiri dari dr. I Made Suka Adnyana, Sp.BP., dr. IGN Mahaalit Aribawa, Sp.An., KAR.FIP. dan dr. IGAG Utara Hartawan, Sp.An., MARS., S.H. Pada saat memulai pembiusan, di mana diawali dengan menguasai jalan napas pasien dengan memasukkan pipa napas (orotracheal tube) yang pada umumnya dilakukan melalui mulut pasien yang terbuka. Akan tetapi karena pada kasus ini pasien tidak bisa membuka mulutnya sehingga diperlukan peralatan yang canggih dan modern (dinamakan Flexible Intubation Video Endoscope/FIVE) supaya pipa napas dan obat bius dapat dimasukkan melalui celah yang sempit di antara gigi pasien. Di samping peralatan modern, diperlukan sumber daya manusia yang terlatih menggunakan peralatan tersebut. Sebab, tindakan tersebut berisiko tinggi gagal napas, bahkan berakhir pada kematian jika digunakan tenaga tidak terlatih. Kegiatan pembiusan maupun operasi sudah bisa dilakukan di RS Unud yang per September 2019 sudah bisa menerima pasien BPJS/JKN-KIS. RS Unud termasuk rumah sakit baru yang mengalami kemajuan pesat dan telah terakreditasi paripurna sejak dipimpin Dirut Dr. dr. DPG Purwa Samatra, Sp.S(K). mulai tahun 2018. Dengan motto ‘’Keselamatan Pasien adalah yang Utama’’, telah berhasil melaksanakan operasi sulit yang sebelumnya hanya dapat dilakukan di luar negeri (Australia). Operasi ini terjadi atas kerja sama berbagai pihak yaitu Yayasan Senyum Bali yang membantu pem-

biayaan operasi dan PT Advance Medicare Corpora yang membantu menyediakan alat canggih dan modern untuk memulai pembiusan. Sesuai dengan motto RS Unud, operasi berjalan lancar dan pasien selamat. Pasca-operasi, pasien dirawat di ruang rawat inap. Tantangan berikutnya bagi tim dokter adalah melakukan rehabilitasi medis agar otot-otot rahang pasien yang sudah kaku dan memendek dapat berfungsi kembali dengan baik, sehingga pasien bisa makan dan minum secara normal melalui mulutnya. (ad258)

Toys Kingdom Buka Toko Baru di Cirebon Superblock Mall

TOYS Kingdom yang merupakan pusat mainan dan hobi untuk segala usia kembali membuka toko baru di Cirebon, tepatnya di Cirebon Superblock (CSB) Mall lantai satu pada 31 Agustus 2019. Hadir sejak sembilan tahun lalu di Indonesia, pembukaan toko Toys Kingdom kali ini adalah yang ke-44 di 18 kota di Indonesia. Bart Nureka selaku Merchandising & Operational Director Toys Kingdom menjelaskan, Toys Kingdom pertama kali hadir di Cirebon pada tahun 2016 lalu dengan konsep ministore. Sambutan yang cukup positif menjadi alasan pihaknya kembali membuka toko yang lebih luas dengan produk yang lebih lengkap dan lokasi yang nyaman. ‘’Sesuai dengan tagline kami yaitu ‘’Creating Smile’’, kehadiran took baru ini diharapkan dapat memberikan keceriaan bagi anak-anak melalui berbagai jenis mainan yang tidak hanya entertaining, namun juga edukatif dengan pelayanan yang ramah dan sigap,’’ katanya. Di area seluas 415 m2, Toys Kingdom CSB Mall menyediakan berbagai macam produk, mulai dari mainan edukasi, mainan outdoor, mainan koleksi, keperluan bayi, kostum profesi anak-anak, hingga produk komersial seperti playground serta meja dan kursi belajar untuk anak-anak. Selain itu, tersedia juga mainan eksklusif yang hanya dapat ditemukan di Toys Kingdom seperti Salam Sisters dengan koleksi mainan boneka muslim berkarakter unik, Kongsuni boneka perempuan dari seri kartun Korea, serta Tobot yang merupakan robot animasi populer dari Korea. Secara kualitas, Toys Kingdom menghadirkan produk mainan anak-anak yang aman karena bebas dari kandungan bahan berbahaya, desain yang tidak tajam dan runcing, serta telah berlogo SNI (Standar Nasional Indonesia). Selain produk yang berkualitas, berbagai layanan juga dihadirkan untuk kemudahan berbelanja, mulai dari layanan demo produk mainan yang dapat dicoba secara langsung oleh pelanggan dengan dibantu staf toko, layanan bungkus

kado bagi pelanggan yang membeli produk sebagai hadiah dengan nominal transaksi tertentu, hingga layanan pengantaran dan instalasi produk. Untuk menambah suasana ceria saat berbelanja, Toys Kingdom menghadirkan Dancing Time yaitu tarian yang dilakukan oleh staf pada jam tertentu diiringi oleh alunan jingle Toys Kingdom. Tidak ketinggalan, Toys Kingdom juga memiliki maskot bernama TIGGI yang merupakan perwujudan dari anak harimau Sumatera dengan karakter ceria, berani dan berjiwa petualang yang diharapkan dapat menjadi cerminan bagi kehidupan sosial anak-anak secara nyata. Sedangkan untuk mengakses produk kapan dan di mana saja, dapat diakses melalui www. toyskingdom.co.id atau toko online resmi Kawan Lama Retail di www. ruparupa.com. Bagi pelanggan setia, Toys Kingdom memiliki program loyalitas bernama Smile Club yang memberikan berbagai macam keuntungan seperti point reward yang dapat ditukarkan dengan voucher belanja dan produk menarik, serta belanja

hemat dengan poin hingga seluruh nilai transaksi melalui program Pay All with Points. Selain itu, pelanggan juga akan mendapatkan informasi promo terbaru, diskon khusus setiap bulan, hadiah di bulan ulang tahun, hingga penawaran khusus dari merchant yang bekerja sama dengan Toys Kingdom. Pembukaan toko Toys Kingdom CSB Mall dimeriahkan dengan berbagai promo dan penawaran menarik yang berlangsung hingga 8 September 2019, seperti diskon hingga 70% dan buy 1 get 1 free untuk produk pilihan, hadiah langsung bagi 100 pelanggan pertama dengan minimal transaksi tertentu, serta voucher senilai Rp 20 ribu pada brosur preopening dengan minimal transaksi Rp 200 ribu. Bagi pelanggan yang belum bergabung sebagai member Smile Club, dapat memanfaatkan program free membership dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp 500 ribu menggunakan kartu kredit Bank Mandiri. Tidak ketinggalan, Toys Kingdom juga mengadakan Meet and Greet TIGGI pada 7-8 September 2019. (bns1)

FOTO BERSAMA - Nicholas Balukh selaku Senior Merchandising Manager Toys Kingdom, Octaviani Merissa selaku Promotion & Adverstising Manager Toys Kingdom, dan Agung Purnama selaku Store Manager Toys Kingdom berfoto di depan toko Toys Kingdom Cirebon Superblock Mall, Selasa (3/9) lalu.

Katarak si Perebut Penglihatan KATARAK adalah kondisi mata di mana lensa mata menjadi keruh dan berawan. Karena kekeruhan lensa sehingga membuat cahaya tidak dapat menembus bagian retina mata. Penderita katarak akan merasa seperti melihat jendela berasap. Sebagian besar katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pasien sulit menyetir,

membaca atau melakukan aktivitas sehari-harinya. Menurut WHO (World Health Organization), katarak merupakan penyebab kebutaan terbanyak pertama di dunia. Sebagai negara tropis yang disinari matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki jumlah penderita katarak yang besar, sehingga katarak menempati posisi pertama penyebab kebutaan tebanyak di Indonesia. Hampir sebagian besar kasus

katarak terjadi akibat dari proses degeneratif karena usia. Oleh karena itu, setiap orang yang menginjak usia lanjut berisiko menderita katarak pada satu maupun kedua mata. Selain karena proses penuaan, katarak memiliki beberapa jenis. Di antaranya adalah katarak kongenital atau katarak yang ditemukan pada anak. Katarak traumatika atau katarak yang terjadi karena benturan benda tajam maupun

tumpul, katarak komplikata atau katarak yang timbul pasca-infeksi, pemakaian steroid dalam jangka waktu panjang, penyakit diabetes melitus dan penyebab lain yang belum diketahui. Katarak dapat terjadi pada satu atau kedua mata, namun tidak dapat menyebar dari satu mata ke mata yang lain. Beberapa tanda dan gejala katarak yakni penglihatan buram atau berkabut, bahkan tidak bisa

melihat sama sekali. Sensitif terhadap sinar atau cahaya, sering berganti kacamata karena ukurannya mudah berubah. Kemudian pada keadaan terang, mata terasa silau. Tak hanya itu, juga penurunan penglihatan di malam hari dan pada lensa mata penderita katarak akan tampak bayangan putih. Biasanya tidak diperlukan terapi jika penglihatan tidak terganggu. Jika penglihatan semakin memburuk dan pen-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

derita mulai sulit menjalani aktivitas sehari-hari, maka segera konsultasi dengan dokter mata karena pilihan terapi pada katarak hanyalah operasi. Katarak dapat dicegah dengan memeriksakan kondisi mata secara rutin, melindungi mata dari paparan sinar UV, menjaga kesehatan tubuh secara umum, mengatur pola makan, menghindari rokok dan alkohol. l dr. Agnes A.M Simanjuntak


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Diamankan, Pemuda Masuk ke Mapolda Bawa Pisau Denpasar (Bali Post) Petugas jaga Markas Polda (Mapolda) Bali di Jalan Supratman, Denpasar, terbilang teliti dalam mengawasi pengunjung. Buktinya seorang pemuda Rikardus Juventus Bulu (22), Kamis (5/9) lalu diamankan petugas. Pasalnya Rikardus masuk Mapolda Bali diketahui membawa pisau. Polisi curiga karena Rikardus sempat mondar-mandir di depan pintu Mapolda. Informasi di lapangan, sekitar pukul 02.00 Wita petugas piket melihat Rikardus masuk dan mondar-mandir di pintu Wisma Kemala yang sedang direnovasi. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, polisi langsung mengamankan Rikardus. Saat digeledah ditemukan sebilah pisau. ‘’Saat diinterogasi, pelaku mengaku mau mencari

temannya bernama Agus. Padahal dia mengaku belum pernah bertemu Agus,’’ kata sumber di Polda Bali. Selanjutnya Rikardus diserahkan ke petugas piket Ditreskrimum. Petugas piket Siaga Reskrimum melakukan interogasi, mengidentifikasi dengan mengambil sidik jari, foto dan ditemukan kartu identitasnya. Tim Resmob melakukan penggeledahan di tempat tinggalnya di Jalan Drupadi XIII, Renon, Denpasar Timur. Dari kejadian tersebut diamankan pisau dapur, sepeda motor, STNK dam HP. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja saat dimintai konfirmasinya membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Masih dalam proses penyelidikan. Pelaku tengah diperiksa,’’ tegasnya. (kmb36)

BNNK Gianyar Sidak Penghuni Kos di Desa Tebongkang

Satu Perempuan Terindikasi Konsumsi Ekstasi KEPALA BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. memimpin langsung kegiatan Operasi Bersinar yang menyasar tempat kos di seputaran Desa Tebongkang, Ubud, Rabu (4/9) lalu. Operasi ini juga diikuti staf gabungan dari BNNK Gianyar dan unsur pimpinan beserta staf dari Badan Kesbangpol Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas antarlembaga pemerintah, di mana melibatkan unsur dari BNNK Gianyar dan Badan Kesbangpol Gianyar. Kegiatan ini dilaksanakan secara mendadak (sidak) supaya hasilnya lebih efektif dan terjamin kerahasiaannya. Sasaran pertama, tim bergerak ke tempat kos di Gang Cinta, Desa Tebongkang. Di kos ini dilaksanakan pemeriksaan urine

kepada 13 penghuni kos. ‘’Dari 13 orang tersebut, seorang di antaranya terindikasi mengonsumsi narkoba jenis ekstasi. Dia merupakan perempuan berinisial M,’’ kata Kepala BNNK Sukawiyasa. Mengetahui hal itu, kata Sukawiyasa, pihaknya melakukan pendalaman dengan melakukan penggeledahan. Namun tidak ditemukan barang bukti. Kemudian perempuan tersebut diarahkan untuk dilaksanakan program rehabilitasi di Klinik Pratama BNNK Gianyar. Selanjutnya tim bergerak ke tempat kos di Gang Tapan 4, Desa Tebongkang. Di tempat ini juga dilaksanakan pemeriksaan urine terhadap 8 penghuni kos. Namun, hasil pemeriksaan penghuni di kos ini semuanya negatif. (kmb)

Bali Posd/jay

OPERASI PATUH - Jajaran Ditlantas Polda Bali dipimpin Kasi Langgar Subditgakkum Ditlantas Polda Bali Kompol Ni Made Astuti saat melaksanakan Operasi Patuh Agung 2019 di Denpasar beberapa waktu lalu. Dari operasi tersebut belasan pengendara terjaring razia lantaran tidak melengkapi surat-surat. Ada juga yang melanggar dengan tidak mengenakan helm.

Sidang Perdana Sudikerta Direncanakan 12 September Denpasar (Bali Post) -

Jaksa sudah melimpahkan berkas dan tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa mantan Wagub Bali I Ketut Sudikerta. Pihak pengadilan sudah menunjuk hakim yang akan menyidangkan perkara ini. Hal tersebut dibenarkan Humas PN Denpasar I Dewa Budi Watsara, Jumat (6/9) kemarin.

OPERASI - Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. memimpin langsung kegiatan Operasi Bersinar yang menyasar tempat kos di seputaran Desa Tebongkang, Ubud, Rabu (4/9) lalu.

Sukseskan Fast Track 90-90-90

KPA Provinsi Bali Kuatkan PMTS

Denpasar (Bali Post) Untuk mendukung capaian Fast Track 90-90-90 pada 2030 dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, KPA Provinsi Bali melakukan penguatan program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS). Capaian Fast Track 9090-90 yang diharapkan adalah 90% dites dan diketahui status HIV-nya, kemudian 90% yang dites dan sudah diketahui status HIV-nya minum ARV. Kemudian 90% yang minum ARV tersebut dipastikan HIV tidak nampak dalam darahnya. Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali Drh. Made Suprapta, M.M. menegaskan peran KPA memang sangat strategis untuk program penanggulangan HIV/AIDS di Bali. Salah satu peran pentingnya adalah mengoordinasikan, menyinkronisasi

program, memfasilitasi dan mengadvokasi stakeholder. Perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Agus Suryadinata mengungkapkan saat ini fenomena HIV/AIDS di Bali memang unik. Banyak hal yang terjadi di lapangan dalam pelaksanaan pro gram. Salah satunya adalah obat banyak, tetapi ada beberapa orang client yang belum mau mengonsumsi ARV secara rutin. Selain itu, di Klungkung ada fenomena menarik terkait penggunaan kondom dan banyak lagi yang lainnya. Oleh sebab itulah dr. Agus berpesan agar semua peserta pelatihan selalu mengingat apa yang diberikan saat pelatihan, serta senantiasa berkoordinasi dengan lembaga terkait. Sehingga program Penanggulangan AIDS, salah satunya adalah Fast Track 90-90-90 bisa tercapai. (kmb42)

Ia mengatakan sidang perdana yang akan menyeret mantan orang nomor dua di Pemprov Bali itu adalah pada 12 September 2019 mendatang. Dua rekan lainnya juga turut bakal diadili yakni I Wayan Wakil dan A.A. Ngurah Agung. Hakim yang dipercaya bakal mengorek

kasus melibatkan bos Maspion Group itu adalah Esthar Oktavi, Kony Hartanto, dan Heriyanti. Bahkan hakim Esthar dkk. juga mengadili dua tersangka lain karena perkara ini berkas perkaranya diseplit. Meski kasusnya berkaitan tetapi berkasnya dipecah.

Tujuan penunjukan hakim satu tim supaya mempermudah pemeriksaan. Untuk diketahui, saat ini Sudikerta dan dua koleganya menghuni Lapas Kelas IIA Kerobokan, Badung. Sudikerta cs. diduga tersangkut kasus penipuan, penggelapan dan juga TPPU dengan kerugian mencapai

Rp 149 miliar lebih. Mantan Wabup Badung itu didakwa melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dan atau Pasal 3 UU RI Nomor 8/2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Salah satu kuasa hukum Wayan Wakil, Agus Sujoko, yang dikonfirmasi, Jumat (6/9) kemarin, mengapresiasi pelimpahan hingga ditetapkannya jadwal sidang

itu. Menurutnya, itu artinya bahwa pembuktian akan segera dilakukan. ‘’Kami haturkan terima kasih sudah dilimpahkan kasus ini ke pengadilan hingga penetapan jadwal sidang. Itu artinya kasus ini tinggal pembuktian. Klien kami (Wakil dan Gung Ngurah) sudah sangat siap, untuk pembuktian. Dan kita akan ungkap secara gamblang kasus ini di persidangan. Klien kami di sini tidak salah. Mari kita buktikan,’’ ajak Agus Sujoko. (kmb37)

Jaya Negara Buka Muscab VII Gapensi Kota Denpasar Bali Post (Denpasar) Musyawarah Cabang (Muscab) VII Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (BPC Gapensi) Kota Denpasar dibuka Wakil Wli Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara yang ditandai dengan pemukulan gong dan pemberian cenderamata, Jumat (6/9) kemarin. Kegiatan yang bertempat di Hotel Harris Depasar ini bertemakan ‘’Melalui Musyawarah Cabang VII, Gapensi Kota Denpasar Meningkatkan Peran sebagai Penyedia Jasa Konstruksi Professional dan Mitra Terdepan dalam Pembangunan Kota denpasar yang Kreatif dan Berbudaya’’, juga dihadiri para Ketua Gapensi di seluruh kabupaten di Bali, Ketua Komisi III DPRD Denpasar, Ketua Umum BPD Gapesi Bali serta anggota Gapensi yang jumlahnya 130 pengusaha konstruksi. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada BPC Gapensi Kota Denpasar, khususnya dalam penyediaan infrastruktur sebagai pendukung pembangunan di Denpasar. ‘’Pemkot Denpasar sangat mengapresiasi atas upaya yang telah dilakukan, sehingga Gapensi Kota Denpasar sampai saat ini masih solid membingkai dan mengayomi seluruh anggotanya

dalam menjalankan peran dalam pembangunan di Kota Denpasar. Diharapkan bisa menjadi jasa konstrusi yang andal, bertanggung jawab serta berkelanjutan ke depannya,’’ ucap Jaya Negara. Ketua Gapensi Kota Denpasar Ir. I Gede Budiartha mengatakan program kerja BPC Gapensi Kota Denpasar bertujuan unuk meningkatkan hubungan dan kerja sama dalam memperjuangkan pemerataan kesepakatan berpartisipasi dalam pembangunan bagi masyarakat jasa pelaksana konstruksi umumnya. Kerja sama yang terjalin antara Gapensi Kota Denpasar hendaknya tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Budiartha juga menambahkan, Muscab Gapensi Kota Denpasar tahun ini diikuti 130 anggota, di mana 90 persen berkualitas kecil, 9 persen menengah dan hanya 1 persen yang berkualitas besar. Sebelum Muscab VII dilaksanakan BPC Gapensi Kota Denpasar telah mengadakan berbagai kegiatan. Kegiatan diawali dengan acara berbagi kasih ke Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar pada 15 Agustuis 2019. Dalam kegiatan ini diberi bingkisan, uang saku kepada masing-masing lansia penghuni dari Panti Werdha Kesiman Kertalangu serta

pemberian makanan. Kegiatan yang diketuai BPC Gapensi Denpasar Ir. Budiartha tersebut bukan sebatas memberikan sumbangan dan hiburan kepada kakek-nenek yang sudah lanjut usia, namun juga pelajaran bagi para anggota. Sementara itu, Ketua Panitia Muscab VII Gapensi Kota Denpasar Ir. Eka Wujaya mengatakan, kegiatan kunjungan berbagi kasih bersama para orang tua lanjut usia dimaksudkan untuk menjalin tali silaturahmi dan rasa bakti terhadap sesama

umat, khususnya pada lansia di panti jompo. Selanjutnya dilaksanakan kegiatan donor darah yang bertempat di gedung BPC Gapensi Kota Denpasar pada 25 Agustus lalu. Kegiatan ini diikuti seluruh keluarga besar BPC Gapensi Kota Denpasar. Lebih jauh dikatakan, kegiatan donor darah ini ingin membantu dalam bidang kemanusiaan, walaupun dengan setetes darah yang kita sumbangkan diharapkan dapat bermanfaat bagi banyak orang. Selanjutnya pada 2 September dilaksanakan

kegiatan tirtayatra dan matur piuning yang diawali di Pura Padmasana Kantor Gapensi Kota Denpasar. Kemudian di Pura Jagatnatha Denpasar, Pura Sakenan dan Pura Candi Narmadha. Dengan kegiatan matur piuning yang diikuti panitia dan pengurus ini pelaksanaan Muscab VII BPC Gapensi Kota Denpasar berjalan lancar. Terpilih sebagai pengurus BPC Gapensi periode tahun 2019-2024 yakni Ir. I Gusti Ngurah Raka Winaya dengan Sekretaris Eka Wijaya. (kmb)

gram. Yupiyanto dalam kasus ini dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 115 ayat (1) UU yang sama. Jaksa menjelaskan, terdakwa ditangkap petugas Polresta Denpasar pada saat hendak menjual narkotika, Senin (10/9) sekitar pukul 20.00 Wita di depan Toko

Baron, Jalan Ceningan Sari, Sesetan, Denpasar Selatan. Kala itu, terdakwa yang tinggal di Jalan Ceningan Sari, Gang Garuda, Sesetan ini berjalan kaki menuju Toko Baron dengan membawa 1 klip sabu yang rencananya akan diserahkan kepada seorang pembeli. Namun sayang, dia keburu ditangkap polisi.

Di kamar kos terdakwa juga ditemukan beberapa barang bukti. Yakni 8 paket plastik berisi sabusabu dan 7 butir ekstasi yang sudah dibagi dalam beberapa kemasan, serta barang bukti berkaitam seperti bong dan timbangan elektrik. Barang itu dibeli dari seseorang bernama Marsudi. (kmb37)

Pemandu Wisata Diadili Kasus Sabu-sabu

Bali Post/ist

PMTS - KPA Bali menguatkan PMTS untuk mendukung capaian Fast Track 90 -90-90.

Denpasar (Bali Post) Yapiyanto (38), pria yang kesehariannya bekerja sebagai pemandu wisata, Jumat (6/9) kemarin mulai diadili di PN Denpasar. Jaksa Ni Luh Wayan Adhi Antari di hadapan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa mengatakan terdakwa diadili atas dugaan kepemilikan dua jenis nar-

kotika yakni jenis sabu-sabu dan ekstasi. Dalam perkara ini, terdakwa disebut secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman berupa 9 platik klip berisi sabu dengan total berat 1,62 gram dan ekstasi 7 butir ekstasi seberat 2,03


Sabtu Kliwon, 7 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Ruang Baca di Lingkungan Keluarga MENJADIKAN Indonesai hebat selain diperlukan kerja keras, juga mutlak diperlukan kecerdasan. Kecerdasan inilah yang diharapkan melahirkan sumber daya manusia yang profesional dan mampu menjadi pekerja yang hebat. Jika sebatas komitmen menjadi hebat tanpa ada upaya untuk menjabarkannya, maka harapan itu hampir bisa dipastikan hanya harapan. Tantangan menuju Indonesia hebat mungkin tak hanya tingginya angka kemiskinan, juga karena lemahnya daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam percaturan pasar bebas. Selain itu, era saat ini ketika kecakapan membaca menjadi salah satu jembatan menuju kecerdasan, malah budaya membaca justru merosot. Untuk itulah, Indonesia juga harus berbenah dari tataran elementer hingga puncak. Komitmen kita untuk maju mungkin sudah menjadi motivasi bersama. Namun, ketika kesempatan kerja dan kemampun memenangkan persaingan lemah, maka dibutuhkan satu budaya baru yakni gemar membaca. Kita sadari bersama, membaca selama ini menjadi salah satu hal mutlak yang dibutuhkan untuk menjadi cerdas. Tanpa kecakapan dan kegemaran dalam bidang ini, maka sangat mustahil kita menjadi bangsa yang hebat dan cerdas. Maka sangatlah relevan, sejak dini kita galakkan budaya membaca. Alangkah eloknya dan mudahnya membudayakan literasi jika lingkungan utama kita yakni keluarga juga memiliki ruang baca yang memadai. Ini penting diwujudkan agar kita makin dekat dengan bahan-bahan bacaan. Kita yakini bersama, membaca itu penting, bahkan sangat penting. Buku itu adalah gudang ilmu yang bisa membawa kita menuju masa depan yang lebih cemerlang. Hal inilah yang sering kali didengungkan para guru dulu. Dalam era kekinian, hal semacam ini mesti tetap diingatkan, dilakukan, bahkan ditingkatkan. Membaca adalah sesuatu kebiasaan yang tidak serta merta tumbuh begitu saja. Kita harus mengupayakannya, menyuburkannya, dan membinanya secara kontinu. Menumbuhkembangkan hal ini memang tidak mudah. Semangat untuk membangun iklim literasi di kalangan generasi muda mesti dilakukan secara sinergis. Tidak hanya oleh kalangan akademis, sekolah, kampus dan sebagainya, tetapi juga oleh kalangan orangtua yang memang lebih banyak mendapatkan sesi waktu bersama mereka. Di tengah gempuran gadget serta informasi dunia maya yang tidak semuanya edukatif, maka tugas menjadi tentu lebih sulit. Kemungkinan mereka menjadi generasi yang ‘’ileterasi’’ menjadi semakin terbuka. Kreativitas serta inovasi semakin dituntut. Tidak hanya mereka, kita pun para orangtua tidak boleh monoton. Selami dunia mereka. Pada batas-batas tertentu mungkin kita tidak bisa masuk. Pasti ada titik singgung di mana kita bisa share bersama, sehingga menjadikannya sebuah pertemuan yang berkualitas. Literasi yang bergizi, memang mesti masuk dari semua sisi. Pendidikan keluarga yang sehat dapat diwujudkan dengan cara memberikan literasi yang kuat kepada keluarga sehingga di setiap insan keluarga mempunyai pandangan yang baik dan tidak mudah untuk terkena hoax. Adanya keluarga yang literat dapat meminimalisasi berita bohong dan juga informasi yang jelas kepada keluarga dengan cara memberikan satu edukasi yang baik dalam keluarga. Keluarga yang literat diharapkan akan menjadi suatu bola salju yang terus membesar yang akan menjadikan masyarakat yang literat.

WARUNG GLOBAL

Tak Hanya Parkir, Pedagang di Besakih Juga Perlu Ditata PEMERINTAH Provinsi Bali berencana menata kawasan Besakih secara menyeluruh. Sebab, selama ini kawasan tersebut terkesan krodit, bahkan tidak jarang terjadi kemacetan berjam-jam. Akibatnya, banyak menuai keluhan baik pamedek maupun wisatawan. Atas realitas itu, pemerintah Provisni Bali berencana menata kawasan yang kini dikelola badan otorita Besakih. Berikut rangkuman pendapat pendengar pada acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM.

Vera di Tabanan menyatakan, pemerintah agar membatasi akses wisatawan untuk memasuki Pura Besakih untuk menjaga kesucian dan kesakralannya. Akses jalan menuju pura agar diperbanyak dan ditunjang dengan parkir yang luas dekat pura. Prajuru dan pemangku di sana agar diperhatikan kesejahteraannya. Sementara Winaja di Ubung mengatakan, rencana ini bagus. Sebagai pura terbesar di Bali, penataan dan pengawasan Pura Besakih memerlukan pengelolaan yang baik dan maksimal. Perlu ditata sejumlah sarana dan prasarana di sana, mulai dari taman, tempat parkir, tempat pedagang serta jalan menuju Pura Besakih. Arik di Karangasem juga berpendapat senada. Kata dia, dengan adanya penataan Pura Besakih, mudah-mudahan kemacetan yang sering terjadi setiap ada upacara besar bisa diatasi. Harapan Werda di Tegallalang agar rencana tersebut benar-benar terwujud. Karena sebelumnya juga ada wacana seperti itu, namun hasilnya masih tetap seperti sekarang. Ia menyarankan agar ada zonasi untuk yang berkunjung ke tempat suci sampai di mana batasnya, pamedek dijadwalkan bersembahyang ke Pura Besakih. Suardana di Tabanan sangat setuju, namun yang paling penting untuk ditata yakni perluasan areal parkir dan petugas parkir harus cepat dalam melayani pengembalian uang parkir, karena bila lambat sedikit saja bisa menimbulkan kemacetan yang cukup panjang. Kemacetan juga biasanya terjadi menuju pura Pedarman, ia mengusulkan agar ada jalur menuju ke sana. Widi di Jimbaran mohon kepada pemerintah agar disediakan kursi roda untuk penyandang disabilitas yang mau bersembahyang di Pura Besakih, serta tamannya harus ditata dan dirawat dengan baik sehingga memberikan kesan indah, nyaman dan suci. Mastra di Gianyar mengatakan, penataan Pura Besakih perlu dilakukan agar ke depannya dapat memberikan kenyamanan pada umat yang bersembahyang dan tetap menjadi daya tarik wisatawan. Jalur kendaraan menuju Pura Besakih agar ditata supaya tidak krodit. (dika)

Keluarga Literat, Indonesia Hebat Fenomena perubahan paradigma dalam masyarakat menyebabkan disrupsi pola berkehidupan di dalam keluarga. Perkembangan gawai yang cepat serta banyaknya arus informasi yang semakin mudah diakses oleh setiap individu, menyebabkan pola interaksi sosial di keluarga menjadi lebih sempit. Pola komunikasi yang sempit di keluarga bisa menyebabkan runtuhnya literasi yang kolektif di dalam keluarga. Jika hal ini terus dibiarkan maka dikhawatirkan pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi semakin rapuh.

Oleh

I Kadek Darsika Aryanta rus informasi yang terjadi sekarang ini tidak dapat dibendung sepenuhnya oleh pemerintah. Jumlah informasi yang besar tersebut diperlukan adanya suatu filter yang efektif, sehingga masyarakat ataupun keluarga bisa membendung arus-arus informasi yang tidak baik dan dapat memilah arus informasi, sehingga bisa menjadi suatu informasi yang berguna bagi keluarga. Keluarga merupakan benteng terakhir filter arus informasi yang yang sangat kuat dan ampuh untuk menekan informasi yang salah dan juga pusat sumber edukasi bagi anggota keluarganya. Pendidikan keluarga yang sehat dapat diwujudkan dengan cara memberikan literasi yang kuat kepada keluarga, sehingga di setiap insan keluarga mempunyai pandangan yang baik dan tidak mudah untuk terkena hoax. Adanya keluarga yang literat dapat meminimalisasi berita bohong dan juga informasi yang jelas kepada keluarga dengan cara memberikan satu edukasi yang baik dalam keluarga. Keluarga yang literat diharapkan akan menjadi suatu bola salju yang terus membesar yang akan menjadikan masyarakat yang literat. Masyarakat yang teredukasi dengan baik dengan adanya arus informasi yang benar diharapkan mampu meningkatkan pemahaman yang baik kepada masyarakat, sehingga masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih kuat dan hebat. Strategi peningkatan keluarga yang literat dapat dilakukan

dengan cara memberikan edukasi yang baik kepada seluruh orangtua melalui pihak-pihak komite. Sekolah bisa dijadikan sebagai centre of excellent dari pendidikan dengan cara memberikan edukasi yang tepat kepada seluruh anggota komite. Sebagai pusat pelayanan literasi di dalam keluarga, sekolah dapat melakukan kegiatan menghadirkan orangtua dalam pertemuan dengan wali kelas pada hari pertama masuk sekolah, mengikuti pertemuan dengan wali kelas minimal dua kali dalam satu semester. Selain itu, orangtua juga bisa dihadirkan dalam kegiatan kelas berbagi sehingga bisa menjadikan inspirasi bagi anak-anak dalam kelas. Selain melalui sekolah, edukasi yang baik untuk keluarga dapat dilakukan dengan cara memberdayakan balai masyarakat untuk mengadakan penyuluhan literasi di setiap desa agar dapat memancing masyarakat menjadi pembelajar yang baik. Bagaimana masyarakat tersebut memiliki kemampuan literasi dan pemberian informasi yang jelas sehingga keluarga menjadi literat. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menumbuhkan literasi keluarga yang hebat adalah dengan cara memberikan pengalaman yang lebih dan juga meluangkan waktu yang lebih di dalam keluarga. Seperti budaya membaca pada saat jam keluarga misalnya atau orangtua dapat menjadi pembimbing anak-anaknya dalam belajar. Selain kegiatan di dalam rumah, kegiatan yang dapat dilakukan

SURAT PEMBACA Penataan Kawasan Pura Besakih Saya merasa bersyukur jika Gubernur Bali Wayan Koster mengaku akan menata kawasan Pura Besakih dan menyediakan ruang parkir yang nyaman bagi para pamedek. Sudah bertahuntahun hal ini tak tersentuh penataan dari provinsi dan kabupaten/kota. Kita selama ini hanya sibuk dengan urusan politik dan membangun gedung-gedung mewah untuk perkantoran. Sebagai krama Bali, saya berharap penatan kawasan Besakih mendapat prioritas. Ini penting kita lakukan mengingat ketika piodalan di Pura Besakih, umat merasa sulit mendapatkan parkir dan padat. Jika akses jalan dan ruang untuk umat menikmati keheningan dan kenyamanan di Pura Besakih

disiapkan, saya yakin Pura Besakih akan memberikan vibrasi yang lebih kuat terhadap kehidupan kita. Terus terang sebagai krama Bali, saya senang membaca berita Bali Post terkait dengan penataan kawasan Pura Besakih. Saya berharap informasi ini terus disebarkan ke publik, siapa tahu ada umat kita yang siap mendukung ngaturang punia. Walaupun sebatas rencana dengan beberapa master plan yang telah disiapkan Gubernur Bali, saya berharap hal ini segera diwujudkan. Saya pribadi mengapresiasi dengan penuh harapan agar menjaga alam secara sekala dan niskala terwujud. I Putu Andrian Gianyar, Bali

adalah dengan mengajak keluarga berekreasi ke toko buku secara regular. Afirmasi ini penting untuk memperkenalkan budaya baca anggota keluarga sejak dini. Keluarga yang literat dimulai dari orangtua yang melek media. Orangtua diharapkan mampu untuk memahami, memilah, dan memilih yang baik dan menerapkan apa yang diserap dari media. Orangtua yang melek media dapat mengenali dan membedakan informasi yang baik dan buruk. Informasi ini akan dapat digunakan oleh orangtua untuk melindungi anaknya dari berbagai macam arus informasi yang didapat dari media. Selain itu, orangtua yang melek media tidak mudah terpengaruh hal-hal buruk yang merusak dirinya. Agar orangtua bisa melek terhadap media, maka dapat dilakukan dengan memberikan edukasi yang baik kepada orang tua melalui pemerintah sehingga keluarga menjadi lebih literat. Sekarang ini selain media, anak-anak kita sering sekali terlalu dimanjakan oleh orangtuanya. Padahal dengan memanjakan anak, mereka akan susah untuk mandiri. Sudah saatnya dalam keluarga yang literat sebagai orangtua kita mampu melatih anak-anak kita untuk mandiri. Kemandirian adalah kemampuan anak untuk bisa melakukan berbagai kegiatan, mengatur dan memilih serta memutuskan dengan percaya diri dan bertanggung jawab. Anak yang mandiri sangat dipengaruhi oleh perilaku orangtua,

guru, lingkungan, dan media. Sehingga dalam pelaksanaannya di dalam keluarga fungsi kontrol terhadap media melalui literasi keluarga sangat penting dilakukan agar anak-anak kita ke depannya sebagai generasi penerus bangsa bisa menjadi lebih mandiri. Peranan keluarga yang literat di era digital ini harus lebih dimaksimalkan lagi. Era digital adalah masa ketika informasi mudah dan cepat diperoleh serta disebarluaskan menggunakan teknologi digital. Fungsi kontrol orangtua dalam mendidik anak pada era digital sangatlah penting. Jangan sampai nanti orangtua juga ikut-ikutan terpancing untuk menyebarkan berita berita yang tidak jelas sumbernya. Orangtua yang literat pada era digital akan memberikan perlindungan yang efektif bagi keluarga itu sendiri. Keluarga literat pada era digital dapat dilakukan dengan mengatur jam dan program TV yang ditonton, serta penggunaan gawai dan internet. Membuat kesepakatan dengan anak jumlah jam dan program TV yang bisa ditonton juga bisa dilakukan sebagai alternatif untuk membuat anak menjadi tidak ketergantungan terhadap gawai. Selain itu, menempatkan TV dan komputer/laptop di ruang keluarga, bisa dilakukan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan bagi seluruh anggota keluarga. Orangtua juga dapat menjadi teman di media sosial yang dimiliki anak kita seperti facebook dan twitter. Fungsi kontrol ini untuk mengetahui bagaimana anak kita berinteraksi dengan teman di dunia maya. Orangtua juga dapat mengingatkan anak agar tidak sembarangan memasang informasi pribadi seperti foto diri, foto keluarga, alamat rumah, dan nomor telepon di internet. Mengingatkan anak untuk melaporkan lebih dulu ke orang lain jika menemui tautan atau tampilan yang mereka tidak ketahui asalusulnya. Jangan sampai mereka

langsung klik atau memasukkan informasi pribadi. Langkah yang terpenting adalah terus mendorong anak untuk memanfaatkan internet sebagai media belajar. Karena sumber informasi yang didapat dalam belajar melalui internet sangatlah bervariasi dan dapat dimaksimalkan oleh anak. Literasi keluarga yang lain juga dapat dilakukan dengan pola pendampingan anak dalam belajar di keluarga. Menemani anak belajar akan memberikan psikomoral siswa untuk terus berkembang. Menemani anak belajar akan memberikan ruang komunikasi yang lebih longgar kepada anak serta terjadi pertukaran arus informasi pengetahuan yang sangat positif antara orangtua dan anak. Dimensi kekakuan dalam belajar akan dapat diminimalkan dalam kegiatan ini. Orangtua merupakan pendidik pertama dan utama bagi pembentukan pribadi dan karakter setiap individu. Orangtua memegang peran penting dan strategis dalam mengantarkan pendidikan bagi putra-putrinya. Keberhasilan orangtua dalam mendidik akan sangat tergantung pada kecakapan dan pola asuh yang dimilikinya. Dengan keluarga yang literat bisa membuat Indonesia menjadi lebih hebat. Penulis, guru Fisika SMAN Bali Mandara, Singaraja

POJOK Puluhan hektar sawah di Mengwi kekeringan, petani rugi total. - Tinggal lapor Bupati ‘’bares’’. ***

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah) Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan kehadapan para umat untuk ikut madana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat

dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 4614-01-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan kehadapan bapak/ibu dan atas bantuannya kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin

Pengusaha nunggak restribusi Rp 2,6 miliar, Dewan ancam lapor kejaksaan. - Jangan ada yang kongkalikong. *** Pascapemutihan, kesadaran warga Karangasem bayar pajak meningkat. - Korupsi jangan ikut meningkat.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Penanganan Kebakaran TPA Mandung Terus Dilakukan Tabanan (Bali Post) -

Kabut asap akibat dampak kebakaran TPA Mandung masih menyelimuti sejumlah desa di wilayah sekitar. Terkait kondisi itu, Pemkab Tabanan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meminta masyarakat yang terdampak untuk tetap bersabar. Petugas akan terus berupaya maksimal untuk menangani kebakaran.

PENANGANAN - Penanganan kebakaran di TPA Mandung terus dilakukan oleh petugas.

Bali Post/ist

Banyak Warga Manfaatkan Samsat Keliling Tabanan (Bali Post) Dari berbagai jenis pajak daerah, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu unggulan dalam membiayai pembangunan Provinsi Bali. Untuk itu, penerimaan dari sektor PKB perlu terus dioptimalkan. Kasi Pelayanan UPTD Penerimaan Pajak dan Retribusi

Daerah (PPRD) Provinsi Bali di Tabanan I Gusti Ngurah Nyoman Wiraguna mengatakan, berbagai upaya dilakukan guna mengoptimalkan penerimaan daerah dari PKB. Kare-

na diakuinya, razia kendaraan gabungan baik dalam skala besar maupun kecil, masih kurang atau bahkan belum bisa memberikan efek jera kepada para penunggak pajak. Cara lain yang dilakukan untuk mengurangi nilai tunggakan PKB seperti layanan samsat keliling, layanan samsat milenial setiap Sabtu malam di dekat Pasar Senggol Tabanan dan gerai samsat atau samsat link menyasar wilayah yang jauh seperti Pupuan, Selemadeg Barat, dan Baturiti. ‘’Untuk samsat milenial tiap malam Minggu, lumayan dapat perhatian para wajib pajak. Rata-rata sampai 40-60 wajib pajak yang memanfaatkan layanan tersebut. Begitu pula untuk gerai atau samsat link, rata-rata sampai 70 wajib pajak, apalagi yang di Baturiti. Bahkan wajib pajak yang memanfaatkan layanan kebanyakan dari Buleleng,’’ ujar Wiraguna, Jumat (6/9) I Gusti Ngurah Nyoman Wiraguna

kemarin. Terkait masih adanya wajib pajak yang membandel, Wiraguna menyatakan, hal itu muncul dari niatan wajib pajak bersangkutan. Sebab, dari segi layanan pihaknya menjamin sudah sangat banyak dan bisa dijangkau oleh masyarakat yang akan membayar pajak. ‘’Lebih kepada niat wajib pajak itu sendiri yang memang enggan membayar pajak kendaraannya. Padahal beli kendaraan bisa,’’ katanya. Dengan kini, gencarnya kegiatan razia gabungan sangat membantu memberikan efek jera kepada penunggak pajak. Apalagi sekarang jika kedapatan belum bayar pajak, pengendara langsung ditilang. UPTD PPRD Provinsi Bali di Tabanan mencatat, masih cukup banyak wajib pajak di Tabanan yang belum tertib membayar pajak kendaraan. Jumlah tunggakan jatuh tempo belum daftar ulang (BDU) dari periode 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2019 sebanyak 12.638 unit kendaraan. (kmb28)

Api Porprov Diserahkan ke Jembrana Tabanan (Bali Post) Memasuki hari pertama setelah disulut pada Kamis (5/9) lalu, kirab Api Obor Porprov Bali ke-14 pada Jumat (6/9) kemarin diserahkan ke Kabupaten Jembrana. Penyerahan Api Obor Porprov dilakukan Asisten Administrasi Umum Setda Tabanan I Made Agus Harthawiguna kepada Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Jembrana I Wayan Sudana di lapangan SMPN 2 Pekutatan, Jembrana. Kirab api obor diarak menuju perbatasan Tabanan dan Jembrana oleh 10 orang tim pengarak api obor. Agus Harthawiguna menyampaikan, kirab ini akan menjadi dorongan dan penyemangat bagi para atlet yang berlaga pada Porprov Bali, serta sebagai simbol dari semangat olahraga yang tak pernah padam. Diharapkan kehidupan berolahraga di daerah maupun tanah air akan terus bergairah. ‘’Kepada masyarakat, mari kita beri dukungan dan semangat bagi para atlet yang berlaga di Porprov Bali ke-14,’’ tegasnya. Api Obor Porprov yang diambil dari Pura Luhur Batu Panes awalnya d i arak mengitari Kecamatan Tabanan dan Penebel. Api obor ini akan mengitari Pulau Bali dengan melintasi Kabupaten Jembrana menuju Buleleng, Karangasem, Klungkung, Bangli, Gianyar, Denpasar, Badung, dan berakhir di Tabanan. Api obor ini akan digunakan pada pembukaan Porprov Bali pada 9 September. (kmb28)

Bali Post/ist

PORPROV - Api Obor Porprov Bali ke-14 diserahkan ke Kabupaten Jembrana.

Kepala DLH Tabanan I Made Subagia, Jumat (6/9) kemarin menjelaskan, kebakaran di TPA Mandung ini murni karena faktor alam. Tim gabungan yakni tim pemadam kebakaran yang dibantu tim DLH dan BPBD Tabanan terus melakukan penanganan, baik siang maupun malam, dengan metode melingkar di seluruh titik api. Diharapkan cara ini dapat mempercepat proses pemadaman api. ‘’Namun karena faktor cuaca panas dan angin yang cukup kencang, membuat sampah mengering dan mengakibatkan gesekan sampah dengan sampah lainnya sehingga menimbulkan asap lalu api. Hal ini mengakibatkan api lebih mudah masuk ke dalam timbunan sampah yang mengakibatkan proses pemadaman api berlangsung cukup lama dan membutuhkan waktu,’’ kata Subagia. Subagia menambahkan, kepada masyarakat yang terkena dampak dari kebakaran telah dilakukan langkah awal

berupa pembagian masker oleh PMI, BPBD dan pemerhati lingkungan, khususnya di Kecamatan Kerambitan dan Selemadeg Timur. Diharapkan masyarakat Tabanan bisa bersabar dan selalu memberikan dukungan agar proses penanganan bisa berjalan dengan aman dan cepat. ‘’Bagi masyarakat yang mengalami gangguan pelayanan persampahan dari kemarin (Kamis - red), saat ini sudah kembali mendapatkan pelayanan persampahan seperti hari-hari sebelumnya,,’’ tegasnya. Sementara itu, penanganan kebakaran di TPA Mandung juga langsung mendapatkan atensi sejumlah pejabat terkait. Mereka turun langsung meninjau lokasi, seperti Asisten III Administrasi Umum Sekda Kabupaten Tabanan I Made Agus Harthawiguna didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Tabanan I Putu Dian Setiawan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Tabanan I Putu Santika. (kmb28)

Bali Post/bit

KELUARGA NELAYAN - Petugas kepolisian dari Polsek Kota Tabanan bersama keluarga nelayan yang menjadi korban gelombang tinggi.

Jukung Dihantam Gelombang Dua Nelayan Tenggelam Satu Meninggal di RS Tabanan (Bali Post) Dua nelayan Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan yakni I Wayan Kuwanti (53) dan I Nyoman Naja (49) tenggelam saat jukung yang mereka naiki dihantam ombak besar, Jumat (6/9) kemarin. Keduanya berhasil ke tepian setelah beberapa lama berjuang melawan ganasnya ombak. Namun Kuwanti meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Dari pantauan di lapangan, di depan ruang IGD RS Wisma Prasanti dipenuhi keluarga dari kedua nelayan yang menjadi korban ganasnya gelombang. Dari informasi yang dihimpun, keduanya sekitar pukul 06.30 Wita berniat melaut menggunakan jukung masing-masing bersama nelayan lainnya. Namun ketika hendak ke tengah laut atau sekitar 10

meter dari pinggir pantai, datang ombak yang cukup keras dan menghantam kedua jukung nelayan tersebut. Jukung terbalik dan keduanya langsung digulung ombak. Mereka sempat terombangambing di tengah laut sekitar 30 menit. Salah satu korban I Nyoman Naja bahkan sempat tertimpa jukung. Beruntungnya life jacket yang sebelumnya hilang, akhirnya muncul menghampiri korban. Ia pun menggunakannya untuk berenang ke tepian. Sementara Wayan Kuwanti sudah lebih dulu berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai. Bahkan Kuwanti sempat berteriak meminta tolong yang kemudian datang seluruh rekan nelayan dan masyarakat membantu evakuasi. Kedua korban pun selanjutnya dibawa ke RS. Sayangnya Kuwanti tidak

dapat tertolong. Menurut kerabat korban, I Gede Januarta, korban mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 17.00 Wita. Sementara usai mendapatkan perawatan, Nyoman Naja mengatakan kondisinya mulai membaik, bahkan sudah bisa berkomunikasi dan meminum air sendiri. Istrinya, Ni Putu Darmi, dengan setia mendampinginya selama menjalani perawatan. ‘’Kondisi saya sudah membaik, hanya saja masih terasa pusing dan kepala masih terasa berat,’’ ucapnya. Naja menceritakan, sebenarnya rekan-rekan sesama nelayan lainnya sudah berhasil terlebih dahulu menembus ombak. Sayangnya hanya ia dan Kuwanti yang tidak beruntung. ‘’Saat itu saya sempat tertimpa jukung, kemudian berhasil berenang ke pinggir,’’ ujarnya. (kmb28)


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Genjot Kualitas Pendidikan Pemkab Gandeng Sampoerna Foundation Singaraja (Bali Post) – Kualitas pendidikan di Buleleng terus ditingkatkan. Tidak saja dari segi proses pembelajaran, termasuk infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) itu terus digenjot. Untuk mempercepat peningkatan kualiats pendidikan di Gumi Den Bukit itu, pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Kerja sama bukan saja terkait penyiapan SDM, termasuk infrastruktur sekolah ini dijalin oleh Putera Sampoerna Foundation. Mengawali kerja sama ini, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama Director of Fundraising Yayasan Putera Sampoerna Elan Merdy menandatangani memorandum of understanding (MoU), Jumat (6/9) kemarin. Couporate Affairs and Partner Relations Yayasan Putera Sampoerna Ida Bagus Gede Werdhi Putra mengatakan, kerja sama itu terjalin karena adanya kesamaan visi dan misi peningkatan kualitas pendidikan terutama pada jenjang SMP. Selama ini, Sampoerna Foundation fokus mengembangkan sekolah model Lighthouse School Program. Dengan pengembangan SDM itu, maka sekolah model seperti itu, maka dipercaya sistem atau model manajemen seperti itu akan mengelola dan juga menciptakan SDM-SDM unggul.

Diyakini hal itu memberikan dampak positif kepada sekolah lainnya melalui pengimbasan berkala. “Sekolah ini akan dibangun di suatu wilayah. Jadi, kami akan mencoba memenuhi keperluan pemerintah di sini atas zonasi dan perekonomian yang ada di wilayah tersebut,” katanya. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gde Darmaja mengatakan komitmen kebijakan pemerintah itu adalah menciptakan pendidikan yang berkualitas. Selain dari segi SDM harus dibenahi, juga infrastruktur sekolah itu perlu masukan kurikulumkurikulum yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. “Nantinya, kurikulum yang sudah ada itu akan ditambah, sehingga muaranya akan ada keluaran yang berkualitas,” Jelasnya. Dia mencontohkan, SMPN 8 Singaraja itu akan menjadi sekolah model yang dikembangkan Yayasan Putera Sampoerna itu. Alasannya, SMPN 8 itu merupakan unit sekolah baru (USB) dan belum memiliki lulusan.“Sekolah itu merupakan sekolah baru sehingga lebih gampang dikembangkan. Di daerah itu juga padat penduduknya. sehingga akan banyak siswa yang sekolah di sana,” tegasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PENANDATANGANAN MOU – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menandatangani MoU dengan Putera Sampoerna Foundation, Jumat (6/9) kemarin.

Dugaan Korupsi KKPE Rugikan Negara Rp 122 Juta Dikenakan Bunga 24 Persen, Biaya Administrasi 2,5 Persen

Singaraja (Bali Post) – Penyidik Tipikor Satuan Reskrim (Satreksrim) Polres Buleleng telah mengumpulkan keterangan dari pihak PT BPD Bali Cabang Singaraja. Hal itu menyusul kasus atas dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengelolaan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) yang diduga merugikan negara Rp 122 juta itu. Korupsi itu dilakukan akibat bunga dinaikkan menjadi 24 persen padahal sebenarnya 5,75 persen per tahun. Selain itu, juga administrasi yang gratis, kemudian anggota kelompok tani ternak (poktan) itu dikenakan 2,5 persen. Dari keterangan itu, KKPE yang direalisasikan April 2015 (bukan Maret 2015 -red) telah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di BPD. Kredit yang diasalurkan itu sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Dan, dipastikan tidak dipungut biaya administrasi. Sedangkan, suku bunya yang dikenakan telah ditetapkan pihak bank 5,75 persen per tahun.

Dengan keterangan itu, dugaan dilakukan pelanggaran semakin kuat. Alasannya, dana KPPE dengan puluhan anggota kelompok tani ternak (poktan) itu dipotong untuk biaya administrasi 2,5 persen dan pembayaran bunga kredit 24 persen per tahun. Kepala BPD Bali Cabang Singaraja Made Sudarma, Jumat (6/9) kemarin mengatakan, selain melaksanakan

SOP yang sudah ada, BPD sebelumnya sudah memproses semua persyaratan yang wajib dilengkapi oleh anggota poktan. Kelengkapan administrasi itu dikuatkan lagi dengan rekomendasi dari Dinas Pertanian (Distan) Buleleng. Pasalnya, dari KKPE sendiri dibiayai usaha ternak sapi itu. Selain itu, semua anggota poktan mendapat plafon KKPE sesuai RDKK yang meliputi

pembelian bibit sapi, dan biaya pembelian pakan. Mengacu ketentuan ini, setiap anggota poktan wajib mendapat plafon kredit sesuai keperluan. Jika pelaksanaannya melebihi atau bahkan di bawah RDKK, maka hal itu tidak sesuai SOP. “Semuanya sudah lengkap dan poktan yang menerima itu legal sesuai rekomendasi Distan, dan plafon kreditnya sesuai RDKK. Dari SOP memang tidak dipungut biaya administrasi. Hanya batas masa kredit anggota poktan itu dikenakan angsuran dan bunga 5,75 persen,” kata Made Sudarma yang didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penyelamatan Kredit Ida Bagus Kompyang Astika.

Terkait kaus dugaan korupsi yang sedang ditangani polisi itu, mantan Kepala Cabang BPD Seririt ini mengaku SOP itu sudah diikuti. Hanya, terkait informasi oknum pengurus mengenakan anggotanya biaya bunga dan administrasi, hal itu sudah tidak sesuai SOP. Sejak dugaan kasus ini diungkap, KKPE itu dinyatakan macet. Dari puluhan anggotanya yang menerima plafon kredit itu, hampir sebagian besar belum melunasi pokok pinjaman, angsuran, dan suku bunga kredit. Untuk kasus yang sedang bergulir itu, pihak bank menyerahkan kepada polisi. Di sisi lain, untuk mengurangi kerugian, BPD tetap melaku-

kan upaya pendekatan agar kredit itu dilunasi. Baik pelunasan pokok pinjaman, bunga, dan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). “Kami sendiri sudah memberikan keterangan. Semua dokumen disita termasuk jaminan, sehingga kasus itu kami serahkan ke polisi. Untuk mengurangi kerugian upaya penagihan tetap kami lakukan,’’ jelasnya. BPD telah menghentikan penyaluran KKPE pada awal 2016 lalu. Bukan karena penyaluran kreditnya bermasalah. Namun, penghentian itu merupakan kebijakan manajemen BPD Bali. Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Tipikor Satreskrim Polres Buleleng

mendalami dugaan kasus korupsi pengelolaan dana KKPE itu. Dari penyelidikan, diduga kasus ini dilakukan oknum pengurus kelompok tani ternak (poktan) di Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan. Oknum itu diduga memotong plafon KKPE yang diterima oleh puluhan anggotanya. Potongan itu untuk pembayaran bunga sebesar 24 persen per tahun termasuk biaya administrasi. Faktanya, pihak bank membebaskan biaya administrasi dan suku bunga ditetapkan sebesar 5,75 per tahun. Dari perhitungan sementara, akibat pungutan bunga pinjaman itu menimbulkan kerugian negara senilai Rp 122 juta. (kmb38)

Timbun Lahan Habiskan 5.000 Meter Kubik

Pedagang Bermobil Diminta Direlokasi Sisa lahan yang ada di samping Kolam Renang Nirmala Asri, di Kelurahan Banyuasri itu telah selesai ditimbun. Untuk menimbun lahan di bantaran Sungai (Tukad) Banyumala itu, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) itu menghabiskan tanah 5.000 meter kubik. Lahan itu sekarang siap ditempati puluhan pedagang bermobil yang selama ini berjualan di pinggir Jalan Ahmad Yani di depan Terminal Banyuasri diharapkan segera pindah. Jadi, mulai kapan pastinya dilakukan pemindahan pedagang yang berjualan di atas mobil itu? BUPATI Buleleng Putu Agus Suradnyana, Jumat (6/9) kemarin, meninjau kesiapan tempat relokasi Pasar Banyuasri. Menurutnya, lahan yang telah ditimbun itu merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang digunakan dengan sistem pinjam pakai. Lahan itu menjadi satu dengan bangunan Kolam Renang Nirmala Asri yang sudah selesai dibangun. Luasnya sekitar 30 are. Dibangunan kolam renang itu ada sisa lahan yang terbengkalai. Posisinya jauh di bawah jalan.

Lahan tidur itu kemudian dimanfaatkan sementara menampung pedagang bermobil yang berjualan di pinggir Jalan Ahmad Yani mulai dari depan Terminal Banyuasri ke Barat. Pedagang itu berjualan di bahu jalan, karena tempat berjualan yang lama di dalam terminal itu sudah dijadikan pasar darurat selama proyek pembangunan revitalisasi Pasar Banyuasri. Revitalisasi itu dikerjakan tahun ini hingga tahun 2020 nanti. Setelah melihat langsung kesiapan tempat, Bupati menginstruksikan

Disdagprin dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar merelokasi pedagang bermobil itu. Pemindahan ini dilakukan dalam minggu ini. Sebelumnya dilakukan upacara untuk memohon tempat itu agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita sudah siapkan tempat berdagang di lahan milik pemprov di tanah yang tidak dimanfaatkan. Agar tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani apalagi saat proyek revitalisasi itu dimulai, sehingga pedagang bermobil itu kita tempatkan di sini,” kata

Bali Post/kmb38

KESIAPAN LAHAN – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memastikan kesiapan lahan untuk menampung puluhan pedagang bermobil yang sekarang berjualan di pinggir Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Terminal Banyuasri.

Bupati didampingi didampingi Kepala Dinas PUPR Ketut Suparta Wijaya dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Ketut Suparto. Kepala Disdagprin Ketut Suparto mengatakan pedagang bermobil yang berjualan di situ 54 pedagang. Pedagang ikan dan daging akan dipindah ke lokasi baru. Pedagang bermobil itu menempati areal yang sudah dipadatkan. Sedangkan, pedagang ikan dan daging itu tempatnya tepat di atas senderan penguatan tebing Sungai Banyumala. Rencananya, pemindahan

pedagang ini akan dibahas lebih lanjut pekan depan. Sekaligus juga dibahas terkait kesepakatan pedagang untuk menjaga kebersihan di lokasi itu. Ini arena lokasi pasar tersebut dekat sungai. Diharapkan agar pedagang tidak membuang sampah dan limbah padat ke sungai. Lokasi yang ditinggalkan pedagang bermobil itu sebelumnya difungsikan untuk parkir kendaraan. Namun, setelah proyek itu mulai berjalan, kendaraan yang berjualan di pinggir Jalan Ahamd Yani harus hilang. Jalan itu harus dibebaskan dari fungsi parkir. Se-

hingga hal itu memudahkan mobilisasi kendaraan proyek atau armada kendaraan pengangkut material ke lokasi proyek itu. “Lokasinya sudah siap dan semua pedagang tertampung di sini. Nanti kami bahas lagi agar pedagang tidak membuang sampah atau limbah padat di sungai. Menghindari debu, sebelum pedagang mulai berjualan arealnya perlu disiram,” jelasnya. Kepala Dinas PUPR Ketut Suparta Wijaya menambahkan tempat berjualan yang baru itu juga dipasangi lampu penerangan. Penerangan ini diperlukan karena pedagang

bermobil itu beroperasi dari siang hingga tengah malam. Sehingga beberapa titik lampu penerangan itu dipasang agar pedagang dapat berjualan dengan nyaman. Terkait kemungkinan tanah berlumpur kalau hujan, Suparta Wijaya menyebut pada saat pemadatan lapisan atas dengan ketebalan sekitar 25 centimeter itu memakai batu krikil bercampur tanah. Dengan pemadatan menggunakan alat berat, pihaknya menjamin lokasi itu representatif untuk pedagang bermobil, maupun pedagang ikan dan daging. (mud)


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Penyuluh Bahasa Bali Pungut Sampah Plastik di Pantai Lebih Gianyar (Bali Post) Puluhan penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar dan tokoh masyarakat melakukan aksi bersih-bersih di Pantai Lebih, Jumat (6/9) kemarin. Kegiatan ini menyasar sampah plastik yang dibawa oleh ombak maupun pengunjung di pesisir pantai tersebut. Koordinator Penyuluh Bahasa Bali I Wayan Suarmaja menjelaskan, kegiatan itu dilakukan dalam rangka Jumat Bersih di Gianyar. “Hari ini kami lakukan di pesisir Pantai Lebih dengan jumlah peserta 70 orang. Selain dari penyuluh, perangkat Desa Lebih juga ikut mendukung kegiatan ini,” ujarnya. Pria asal Kecamatan Pay-

angan ini menambahkan, kegiatan tersebut dimulai pukul 07.30 hingga 09.00 Wita. Pihaknya sengaja menyasar sampah plastik, karena sangat potensial merusak lingkungan. Terlebih jika ada di lautan, nanti bisa saja dimakan oleh ikan maupun binatang laut lainnya. Sehingga sampah plastik sudah dipastikan akan merusak ekosistem yang ada di laut. “Sampah yang dikumpulkan itu berupa bungkusan mi instan, pembungkus makanan ringan, hingga botol plastik. Kalau itu sampai dimakan ikan, kan kasihan,” ujarnya. Menurut Suarmaja, pihaknya memilih Pantai Lebih lantaran pantai terse-

but sering dimanfaatkan masyarakat untuk malasti. Selain itu, Pantai Lebih juga merupakan tempat wisata kuliner. Tentu tidak menutup kemungkinan sebagian sampah plastik bersumber dari mereka yang datang ke lokasi tersebut. Dengan digencarkannya aksi bersih-bersih pantai ini, ia berharap masyarakat dan pengunjung lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. “Kegiatan ini juga sebagai bentuk nyata dari partisipasi para penyuluh Bahasa Bali mendukung Pergub Nomor 97 Tahun 2019 serta visi-misi Gubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tegasnya. (kmb35)

BERSIH-BERSIH - Puluhan penyuluh Bahasa Bali bersama warga Desa Lebih melakukan aksi bersih-bersih di Pantai Lebih, Jumat (6/9) kemarin.

Hadapi Revolusi Industri 4.0

Seniman Diminta Pertahankan Nilai Lokal Gianyar (Bali Post) -

Kehidupan berkesenian kini menghadapi era Revolusi Industri 4.0, yakni berkesenian yang beriringan dengan digitalisasi. Kendati demikian, para seniman di Gianyar khususnya Ubud diminta tetap mempertahankan nilai-nilai dasar kesenian lokal. Hal itu ditegaskan A.A. Gde Rai saat menjadi narasumber pada seminar dengan tema “Prospek Pendidikan Seni Rupa di Era 4.0” di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud, Jumat (6/9) kemarin. Pria yang akrab disapa Gung Rai mengatakan, berkesenian di Gianyar khususnya di Ubud selalu berkaitan dengan kemajuan teknologi, tentunya teknologi yang berkembang dari masa ke masa. Namun dalam proses tersebut, nilai-nilai kearifan lokal harus tetap menjadi pondasi. “Apalagi sekarang di Bali banyak yang berkesenian dengan kembali melakoni warisan terdahulu,” ujarnya. Menurut Gung Rai, apabila berkesenian hanya mengacu

pada kemajuan teknologi, bisa melahirkan budaya monokultur. Bahkan bila tidak dihadapi dengan baik, bisa merubah warisan budaya yang sebelumnya sudah dijaga selama berabad-abad. “Kalau di barat semua terlalu dikomersialkan, itu merusak tatanan. Sekarang jika di Bali semua dikomersialkan, tentu saja akan sangat berbahaya,” katanya mengingatkan. Mempertimbangkan kekhawatiran tersebut, Gung Ari mengajak seluruh seniman untuk berkarya den-

gan merawat jiwa. Seniman juga diajak untuk berkarya dengan hati, bukan hanya dengan logika. “Harus belajar berkesenian merawat jiwa, bukan hanya masalah isi perut. Berkesenian itu dengan hati, bukan hanya dari kepala dengan logika. Kalau hanya logika pasti berpikir berapa laku, berapa dijual,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Drs. Hardiman, M.Si. mengatakan, dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 kehidupan berkesenian tidak bisa lepas dari perkembangan

internet, serta perkembangan teknologi lainnya. Dikatakan, berkesenian di era ini tidak musti original buatan tangan, namun bisa memanfaatkan teknologi. “Jadi dengan bantuan teknologi, seniman lebih mudah mencurahkan ide berkesenian,” katanya. Hardiman menambahkan, di era Revolusi Industri 4.0 yang menjadi tolak ukur adalah kecerdasan seniman dalam mencari ide-ide baru. Dikatakan, ada sejumlah karya bernilai miliaran rupiah yang fisiknya tidak seberapa namun memiliki konsep dan ide brilian. “Di era Revolusi Industri 4.0 ini yang menjadi tolak ukur itu seniman yang cerdas, konsepnya bagus. Jadi bukan hanya fisiknya, tapi pemikirannya,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

MENGAMANKAN - Polisi saat mengamankan pelaku pencurian, Susianto, Kamis (5/9) malam lalu.

Pencuri HP Dibekuk Polisi

Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan pelaku pencurian yang membobol warung milik I Ketut Partini di By-pass I.B Mantra, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kamis (5/9) kemarin. Pelaku Susianto dibekuk polisi dengan barang bukti satu buah handphone (HP) curian. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku berusia 27 tahun asal Jatim ini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Gianyar. Berdasarkan laporan korban, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Gianyar melakukan penyelidikan yang di-back up tim IT Ditkrimum Polda Bali. Dari hasil penyelidikan, lokasi handphone yang dicuri pelaku berada di wilayah Singaraja. Selanjutnya tim bergerak ke Singaraja untuk mendapatkan barang bukti, Selasa (3/9)

lalu. Tim Opsnal berhasil mengamankan barang bukti handphone dari seseorang bernama Subhan. “Menurut Subhan, handphone tersebut ia dapatkan dari seseorang di wilayah Gianyar,” ujar Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan, Jumat (6/9) kemarin. Berbekal keterangan tersebut, tim kembali melakukan penyelidikan ke wilayah Gianyar, tepatnya di kawasan By-pass I.B. Mantra. Akhirnya, penyelidikan mengarah pada pelaku Susianto, kemudian polisi melakukan penangkapan Kamis (5/9). “Pelaku dan barang bukti langsung diamankan ke Mapolres Gianyar untuk ditangani lebih lanjut,” kata Deni Septiawan. Berdasarkan hasil interogasi, kata Deni Septiawan pelaku mengakui melakukan

aksi pencurin di warung korban di Desa Medahan, Sabtu (10/8). Pelaku pada malam itu masuk ke rumah korban dengan cara memanjat tembok belakang warung. Pelaku saat itu mencuri sebuah handphone tipe Oppo A3S warna ungu milik korban. “HP curian itu dijual oleh pelaku, kemudian pelaku membeli handphone yang baru,” katanya. Menurut Deni Septiawan, pelaku mengaku baru sekali melakukan pencurian dengan TKP di By-pass I.B. Mantra. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan pidana penjara paling lama lima tahun. “Kami juga masih dalami adanya dugaan pelaku terlibat pada aksi pencurian di tempat lain,” tegasnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Warga di Desa Tulikup dikejutkan dengan aksi gantung diri yang dilakukan Ngakan Nyoman Putra Negara, Kamis (5/9). Korban berusia 49 tahun ini ditemukan tewas dengan leher terjerat tali pada terali jendela kamarnya. Belum dipastikan penyebab korban melakukan aksi nekat itu, namun diketahui korban memang memiliki ganguan jiwa. Dikonfirmasi Jumat (6/9) kemarin, Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika mengatakan, aksi bunuh diri ini pertama kali diketahui ibu kandung korban, Sang Ayu Made Menuh, Kamis siang

sekitar pukul 13.00 Wita. Kala itu ibu berusia 70 tahun ini mendatangi kamar korban untuk melihat anaknya yang tidak keluar kamar sejak pagi. “Dari luar ibu ini melihat anaknya bersandar di dinding dekat jendela kamar,” katanya. Sang ibu pun berupaya memanggil anaknya, dengan maksud minta tolong untuk membantu peralatan berjualan. Namun berulang kali dipanggil, korban tidak menjawab. Selanjutnya ia mengambil kaca mata agar lebih jelas melihat korban yang ada di dalam kamar. “Ibu korban kaget melihat korban dalam kondisi tergantung di terali

jendela kamarnya,” katanya. Melihat kejadian itu, Sang Ayu Made Menuh sontak berteriak histeris dan meminta tolong kepada warga lainnya. Sejumlah warga lantas mendatangi lokasi tersebut dan bersama-sama menurunkan jenazah korban. “Pihak keluarga beserta warga setempat melarikan korban ke RSUD Sanjiwani,” kata Suastika. Menurut Suastika, korban diketahui sudah lama mengidap gangguan jiwa. Hal itu diperkuat dengan kartu keterangan gangguan jiwa yang dimiliki korban. “Korban memang ada riwayat gangguan jiwa,” tegasnya. (kmb35)

Putra Negara Tewas Gantung Diri

Bali Post/kmb35

SEMINAR - Suasana seminar yang membahas tentang berkesenian di era Revolusi Industri 4.0 di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud, Jumat (6/9) kemarin.

Perajin Bambu di Desa Belega

Dulu Jadi Bos, Kini Jadi Naker Perusahaan

DI era tahun 1980-an, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh dikenal sebagai desa dengan penghasil kerajinan bambu. Hampir di setiap rumah di Desa Belega terdapat perajin bambu. Kini semuanya tinggal kenangan. Perajin bambu yang tersisa bisa dihitung dengan jari. Jumlahnya hanya sekitar 20 rumah tangga yang masih ada perajin bambunya. Peristiwa Bom Bali yang terjadi di tahun 1998 juga mempengaruhi lesunya permintaan kerajinan bambu hasil karya

perajin Belega. Meski bisa bangkit lagi beberapa tahun kemudian, namun menurunnya permintaan kerajinan bambu ke desa Belega kembali terjadi sejak masuknya pasar bebas. I Gusti Ngurah Putrayasa, salah satu perajin bambu di Desa Belega yang juga pemilik dari Bagus Bali Bamboo Handicraf mengatakan, dulu ketika memasuki Desa Belega, berjejer toko maupun artshop yang menjual hasil kerajinan bambu karya masyarakat Desa Belega. Saat itu wisatawan atau tamu

yang datang ke Desa Belega sebagai pembeli dari produk kerajinan bambu. Tapi saat ini tamu yang datang malah berinvestasi dengan membuat perusahaan kerajinan bambu, menampung para perajin bambu dari Desa Belega. Tawaran pendapatan yang menjanjikan, menjadikan perajin bambu di Desa Belega yang dulu menjadi pemilik usaha atau bos, kini berubah menjadi tenaga kerja (naker) di perusahaan milik orang asing tersebut. Ironisnya lagi, dengan ad-

Bali Post/dar

BAMBU - Perajin bambu di Desa Belega sedang menyelesaikan pesanaan pelanggannya.

anya perusahaan kerajinan bambu tersebut, menyebabkan pemilik toko dan artshop kerajinan bambu gulung tikar. “Dalam hal ini tentu permodalan dan pemasaran menjadi persaingan yang ketat antara orang lokal dengan para pemilik perusahaan tersebut,” kata Putrayasa. Menurut Putrayasa, produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut hampir sama dengan kerajinan bambu yang diproduksi perajin lokal. Pasalnya, tenaga kerja di perusahaan itu juga merupakan perajin dari Desa Belega. Selain aspek permodalan, kendala yang dihadapi saat ini oleh perajin Belega adalah dalam hal pemasaran. Produk kerajinan bambu yang dihasilkan perusahaan milik para tamu yang dulunya sebagai pembeli itu lebih mudah terjual dan mereka melakukan pemasaran di negaranya. Putrayasa mengatakan, perajin bambu Desa Belega yang tersisa kini hanya menghandalkan pemesanan dari pelaku pariwisata lokal, seperti hotel, vila, dan restoran yang menggunakan desain dari bambu. Sementara untuk bahan baku (bambu), ketersediannya di Bali cukup melimpah. Kebutuhan bahan baku ini lebih banyak didatangkan dari wilayah Bangli. (dar)


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Kampung Loloan Bangkitkan Tradisi Masa Lalu KAMPUNG Loloan yang berada di bantaran Sungai Ijogading memiliki tradisi yang unik di tengah hiruk-pikuk Kota Negara. Selain bahasa khas loloan, sejumlah kesenian dan tradisi masyarakat ini membaur menjadi warna desa tempo dulu. Salah satu yang masih mengesankan memori masa lampau adalah mainan tradisional. Sejumlah mainan tempo dulu yang digemari anakanak puluhan tahun lalu, oleh masyarakat dimunculkan dengan pawai keliling. Mainan-mainan berbahan sederhana ini sering dimainkan anak-anak di pinggiran sungai yang membelah Kota Negara. Kamis (5/9) malam lalu ratusan anakanak membawa mainan tradisional yang berbentuk cikar-cikaran, dengan rute mengelilingi Loloan Timur, Lelateng dan Loloan Barat. Mainan yang tergolong kuno ini sengaja kembali dihidupkan untuk memberikan wawasan kepada generasi muda sekarang bahwa mainan ini pernah ada. Mainan yang terbuat dari bahan bambu dan kayu ini memang sudah tidak pernah lagi digunakan di era milenial seperti saat ini. Tergerus mainan modern hingga gawai yang lebih akrab di tangan generasi milenial. Tetapi, melalui upaya seperti ini setidaknya membangkitkan kenangan lama kampung Loloan. Meski sederhana, beberapa mainan seperti cikar-cikaran nampak dimodifikasi menyesuaikan masa sekarang. Seperti dengan dipasang sentir (lampu minyak) hingga lampu-lampu kecil.

Mainan cikar-cikaran ini berdampak juga bagi para perajin pembuat cikarcikaran. Anak-anak membeli mainan terbuat dari bambu dan kayu itu senilai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Habibil Muafi salah seorang warga Loloan mengungkapkan, mainan ini sangat berjaya di masanya dulu. Tradisi cikar-cikaran ini merupakan bentuk permainan dari bambu dan sekarang sudah tidak ada lagi. “Karena itu, kita bangkitkan lagi, paling tidak anak-anak mengetahui dulu ada mainan tradisional ini,” ujarnya. Pawai kamis malam itu, menurutnya diikuti sekitar 500 orang. Selain anakanak dari siswa sekolah terdekat, juga diramaikan anak-anak serta remaja Loloan Timur. Selain menonjolkan cikar-cikaran, remaja Loloan juga nampak mempertunjukkan tradisi dan pakaian sepasang pengantin khas Loloan serta berpakaian ala kuno. Khususnya ibu-ibu. Beberapa yang menjadi kekhasannya, seperti Awik semacam kerudung, kebaya dengan kain songket khas Loloan. Selain cikar-cikaran, nantinya juga akan digelar event unik menjadikan kampung Loloan menjadi zaman lama atau kuno. Perkampungan lama tanpa listrik, namun hanya menggunakan obor. Di dalam kampung itu, selain stan kuliner kuno seperti jaje kopyor, bubur sure, tapeng, janda merias dan beberapa kuliner kuno lainnya, juga akan dipertunjukkan hal-hal kuno ciri khas Loloan. (olo)

SOSOK Agrowisata Kakao BEBERAPA tahun terakhir ini, kakao Jembrana diakui kualitasnya hingga mancanegara. Sejumlah upaya dilakukan untuk menjaga kualitas hingga menaikkan produksi. Demikian pula upaya pengembangan kakao menjadi sebuah agrowisata juga ditempuh. Melalui inovasi Sinergi Pengembangan Kawasan Kakao Lestari (Si Pekak Lari) dengan Gerakan Bersama Rehabilitasi Kebun Kakao pengembangan Agrowisata Kakao dipilih di Moding, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya. Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan mengatakan, Program Si Pekak Lari harus terus dikembangkan dan kuatkan sehingga terjadi peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas, serta bisa ekspor dalam skala yang lebih besar. “Untuk itu, dalam pengembangannya, program Si Pekak Lari itu akan kita kaitkan dengan wisata agro. Dengan wisata agro kita akan kenalkan proses pengembangan kakao mulai dari awal (penanaman) hingga diproses menjadi sebuah coklat berkualitas yang siap dimakan,” kata Kembang. Ditambahkan Kembang, para petani subak abian juga akan terus didorong untuk lebih maju terutama melalui keterlibatan generasi milenial untuk ikut mengembangkan komoditas ini. “Saya juga berharap dukungan dari petani untuk terus semangat mengembangkan perkebunannya demi kemajuan pertanian di Jembrana,” pungkasnya. Program Si Pekak Lari merupakan inovasi untuk pengembangan kakao menjadi sebuah agrowisata di Jembrana. Implementasi program itu melalui pemberdayaan dan pengembangan yang salah satunya di kawasan Kakao Lestari di Banjar Moding. Penguatan pascapanen juga dilakukan, dan ke depan diharapkan kakao di Jembrana bisa satu pintu dalam pemasarannya. Melalui koperasi Kerta Samania, satu–satunya di Jembrana yang memiliki sertifikasi untuk ekspor. Nantinya juga diharapkan ada sinergi kegiatan pengembangan kakao dari hulu sampai hilir. (olo)

MAINAN KUNO – Sejumlah mainan cikar-cikaran yang dimainkan anak-anak di kampung Loloan.

Bali Post/olo

Sepekan Operasi Patuh 333 Pelanggar Ditindak Negara (Bali Post) – Seminggu pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2019, ratusan pelanggar ditindak polisi. Operasi yang digelar setiap hari di sejumlah ruas jalan Kota Negara ini sekurangnya sudah menilang 333 pelanggar.

Bali Post/olo

PELANGGAR - Operasi Patuh yang digelar Polres Jembrana di jalan Sudirman belum lama ini. Selama sepekan pelaksanaan operasi, polisi menindak ratusan pelanggar dengan tilang.

Kasatlantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko mengungkapkan, ratusan tilang yang dikeluarkan itu terdiri atas beberapa kasus. Seperti tidak mengenakan helm, pengendara dibawah umur, melawan arus dan pengemudi mobil tidak menggunakan sabuk pengaman. Rinciannya, untuk pelanggaran tanpa helm 82 kasus, pengendara dibawah umur 64 kasus, melawan arus 17 kasus dan sisanya pelanggaran lainnya. “Dibandingkan tahun 2018, kasus pelanggaran tahun ini mengalami peningkatan. Tahun lalu kasus pelanggaran 286 kasus tilang,” terang AKP Yoga. Selain tindakan tilang, petugas juga melakukan tindakan teguran kepada pengendara. Selama sepekan ini sudah ada 27 pelanggar yang dilaku-

DPRD Fokus Bahas Tunggakan Ranperda

Negara (Bali Post) – DPRD Jembrana periode sebelumnya masih menyisakan satu rancangan peraturan daerah (ranperda) yang dipastikan akan diteruskan DPRD periode ini. Rancangan peraturan yang merupakan inisiatif DPRD ini terkait peralihan Kelurahan menjadi Desa. Selain legislasi baru, Dewan juga akan menginventarisir Perda lama yang sudah kurang relevan. Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi ditemui usai pelantikan pimpinan DPRD Jembrana periode 2019-2024 Jumat (6/9) kemarin mengatakan, Ranperda “warisan” dari dewan periode sebelumnya dipastikan akan tetap ditindaklanjuti. Terutama ranperda yang merupakan inisiatif DPRD periode sebelumnya. “Dari sekian ranperda yang sudah ditetapkan, masih tersisa satu dan merupakan inisiatif DPRD. Itu nanti menjadi fokus kami,” ujar Sutharmi didampingi Wakil DPRD Jembrana I Wayan Suardika dan Made Putu Yudha Baskara. Ranperda yang masih belum terselesaikan ini juga sudah masuk dalam program legislasi daerah (prolegda). Sehingga Dewan bisa melanjutkan pembahasan. Selain ranperda “warisan”, selaku legislator juga akan mengevaluasi Peraturan Daerah (perda) lama yang sudah tidak sesuai dengan dinamika saat ini. “Harus diakui,

kan teguran. Meningkat dibanding tahun lalu yang hanya tujuh teguran. Selama pelaksanaan Operasi Patuh masih digelar, maka pihaknya tetap melakukan Operasi guna menekan angka pelanggaran lalu lintas. Dalam sehari, jumlah pelanggaran yang ditindak bisa mencapai 50-an. Seperti pada operasi Kamis (5/9) lalu. Operasi yang melibatkan aparat lain seperti TNI dan Dinas Perhubungan ini mengamankan 57 pelanggar. Pelanggaran seperti kurangnya kelengkapan pada motor, tanpa STNK, tanpa helm, sabuk pengaman, tanpa sim, Kir dan muatan. Yoga mengharapkan para pengguna jalan untuk menaati peraturan lalu lintas dan menjaga keselamatan selama berkendara. (kmb26)

banyak yang sudah tidak relevan (perda lama). Dan ini perlu menjadi perhatian kita untuk menyokong pembangunan daerah,” tambah mantan Ketua Komisi A ini. Terkait jumlah, dari pengamatannya selama menjabat periode sebelumnya memang cukup banyak. Namun sebelum mulai pembahasan legislasi, di awal setelah pelantikan fokus pada pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Baik tiga Komisi, Badan Anggaran (banggar), Badan Musyawarah (Banmus), Badan Legislasi (banleg) dan Badan Kehormatan (BK). “Setelah semua terbentuk kita langsung kebut untuk tugas-tugas kita. Termasuk PR legislasi terkait perubahan status Kelurahan menjadi Desa itu,” tambahnya. Di Jembrana saat ini terdapat 10 kelurahan yang tersebar di empat Kecamatan dari lima Kecamatan yang ada. Bila semua kelurahan itu dijadikan desa, maka total di Jembrana terdapat 51 desa. Salah satu kelurahan yang paling muda adalah Kelurahan Tegalcangkring. (kmb26)

Dua Pengguna SS di Baluk Dibekuk Negara (Bali Post) – Dua pelaku penyalahgunaan sabu-sabu (SS) diamankan jajaran Res Narkoba Polres Jembrana. Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman didampingi Kasat Res Narkoba AKP Komang Muliyadi, Jumat (6/9) kemarin mengungkapkan, kedua pelaku adalah Putu Suartika alias Apel (40) dan Komang Ardiawan (34) alias Mang Ndul. Penangkapan bermula pada Senin (19/8) dinihari lalu ketika tim opsnal dipimpin Kasat Res Narkoba Polres Jembrana melakukan penyelidikan dan pemantauan di rumah kedua pelaku di Baluk. Petugas mengintai di rumah Mang Ndul. Semula rumah itu kelihatan sepi namun lampunya masih menyala. Sekitar pukul 01.00 Wita tibatiba Putu Suartika (Apel) keluar rumah. Saat itulah Apel ditangkap dan digeledah. Polisi menemukan

pada saku celana sebelah kanan HP merk Haier Andromax dan di tanah dekat penggeledahan ditemukan HP merk Aldo. Ketika dibuka berisi dua plastik bening yang berisi narkotika jenis sabu (SS). Selain itu, petugas juga melakukan penggeledahan di dalam rumah tersangka. Di dalam kamar ditemukan Mang Ndul sedang duduk-duduk. Mang Ndul juga digeledah badannya, namun tidak ditemukan apa-apa. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di plapon kamar tidur milik Mang Ndul. Ditemukan dompet warna merah yang berisi satu buah bong, satu buah korek api gas, satu buah gunting, satu buah potongan pipet plastik warna putih. Dari pengakuan Apel, dua plastik bening yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu adalah miliknya. Sedangkan satu buah bong, satu buah gunting, satu korek api, satu buah potongan

pipet plastik warna putih, satu dompet kain warna merah diakui adalah milik Mang Ndul. Dari pengakuan Apel, narkotika jenis sabu tersebut didapat dari seorang yang bernama Doyok dengan sistem tempel. “Putu Suartika ini seorang petani dari Banjar Berawan Tangi Desa Tuwed, dan Komang Ardiawan dari Baluk, Negara. Mereka kita jerat Pasal 132 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 atau Pasal 127 ayat 1 huruf a UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 55 ayat 1 KUHP,” ujar Wakapolres. Barang bukti dua buah plastik bening yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu seberat 0,70 gram. (kmb26) PELAKU - Dua pelaku pengguna narkoba jenis sabusabu diamankan di Polres Jembrana, Jumat kemarin.

Bali Post/olo


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Bali Post/kmb41

JEMUR CENGKEH - Belakangan ini harga cengkeh mulai menurun signifikan. Tampak petani sedang menjemur cengkeh hasil panennya.

Harga Cengkeh Turun

Petani Beralih Tanam Vanili

Amlapura (Bali Post) Harga cengkeh belakangan ini terus mengalami penurunan yang cukup drastis. Atas penurunan harga itu, para petani cengkeh kini beralih menanam vanili. Karena harga vanili di pasaran cukup menjanjikan. Malah harga vanili kualitas baik bisa menembus Rp 400 ribu per kilogram. Petani cengkeh asal Bukit, Wayan Sudana, mengungkapkan belakangan ini harga cengkeh memang mengalami penurunan. Bahkan saat ini, harga cengkeh hanya menembus Rp 70 ribu per kilogram. Sementara harga cengkeh basah lebih murah lagi, nyaris setengah harga yakni hanya Rp 30 ribu per kilogram. “Di pasaran, saya lihat harga cengkeh Rp 90-an. Tetapi, ketika pengepul membeli, hanya dibayar Rp 60-70 ribu. Kalau seperti ini, kasihan masyarakat petani, jadi terus merugi. Sebab, harga cengkeh sudah tidak sesuai,” ujarnya. Menurunnya harga cengkeh itu, kata Sudana, membuat petani cengkeh kini cukup banyak yang beralih mananam vanili. Petani lebih memilih menanam vanili, alasanya harga vanili di pasaran cukup menjanjikan. Harga vanili cukup mahal, menembus Rp 400 ribu per kilogramnya. “Belakangan ini, petani cengkeh sudah memulai menanam vanili. Penanaman vanili itu dilakukan sebagai antisipasi, jika harga cengkeh terus mengalami penurunan. Sehingga ada penghasilan dari lainnya untuk menutupi ekonomi keluarga,” katanya. (kmb41)

Gunung Agung Masih Siaga

70 Siswa Filial 2 Masih Gabung di SDN 2 Ban Amlapura (Bali Post) Sebanyak 70 siswa satuan pendidikan Filial 2 di Pucang, Desa Ban, Kubu digabung mengikuti proses belajar mengajar di SDN 2 Ban. Kebijakan seperti itu dilakukan, mengingat sampai saat ini Gunung Agung masih dalam status level III (Siaga - red). Kepala SD Negeri 2 Ban, Ketut Badung, mengatakan siswa filial 2 bergabung di SDN 2 Ban untuk mengikuti proses belajar mengajar saat pulang dari pengungsian setahun lalu. Penggabungan itu dilakukan karena lokasi pendidikan filial itu ada di radius 4 kilometer (bahaya - red) dari puncak Gunung Agung.

“Murid-murid filial yang bergabung di sekolah induk (SDN 2 Ban) sekitar 70 siswa. Dengan tambahan siswa itu, kini jumlah siswa SDN 2 Ban sekitar 198 orang,” ujarnya, barubaru ini. Badung menambahkan, demi kelancaran proses belajar mengajar tambah Badung, difasilitasi den-

gan pemindahan meja dan kursi ke SDN 2 Ban. Begitu juga tenaga pengajar di filial itu untuk sementara dipindah mengajar ke SDN 2 Ban. “Kami belum bisa memastikan sampai kapan penggabungan itu berakhir. Karena sampai saat ini, status Gunung Agung masih Siaga. Bila radius itu dipersempit atau status gunung

itu diturunkan ke waspada. Kemungkinan siswa itu bisa kembali belajar di SD Filial. Namun, saat ini kami tidak berani melepas siswa itu belajar di filial, karena jaraknya sangat dekat dengan Gunung Agung,” jelas Badung. Sejatinya, para wali siswa itu kata Ketut Badung, telah meminta pihak sekolah supaya anak didiknya dikembalikan ke SD Filial. Hanya, karena jaraknya dari Pucang ke SDN 2 Ban relatif tidak begitu jauh sekitar 2 hingga 3 kilometer, maka

pihak sekolah tidak berani mengembalikanya ke filial. Terlebih Disdikpora Karangasem belum memberi izin. Alasannya, status Gunung Agung itu masih siaga. “Hampir semua wali murid minta agar proses belajar di filial itu dibuka lagi. Alasannya, jarak tempuh dari Pucang ke SDN 2 Ban relatif jauh. Tak ada masalah, karena kondisi gunung saat ini sudah membaik. Akan tetapi, kami belum bisa mengizinkan sebab belum ada persetujuan pimpinan,” tegasnya. (kmb41)

Bibir Ni Ketut Pica Terus Membesar

Dokter Sebut Tak Sakit, Dicarikan 4 Balian

Bali post/nan

BERSAMA ORANGTUA - Ni Ketut Pica bersama orangtuanya yakni ibunya Ni Made Sukerti dan ayahnya I Made Sudarsa.

NASIB malang diderita Ni Ketut Pica (19). Bibir gadis itu setiap hari kian membesar saja. Kondisi itu membuat anak keempat pasangan I Made Sudarsa dan Ni Made Sukerti itu tak kuasa menahan rasa sakit di bagian bibirnya. Bahkan, kondisi itu membuat Pica tidak bisa berbicara baik dengan orangtuanya maupun orang lain. Disambangi di kediamannya, Banjar Werdiarsa, Kelurahan Subagan, Karangasem, ibu Pica yakni Ni Made Sukerti menuturkan, kalau bibir anaknya itu mulai membesar sekitar dua tahun lalu. Membesarnya bibir Pica itu dirasakan seperti digigit semut. Anehnya, semakin hari justru bibir anaknya itu kian membesar. “Saat ini, bibir Pica besar. Bahkan, sekarang sudah tidak

bisa ngomong sejak bibir itu terus membesar,’’ ucap Sukerti sembari meneteskan air mata melihat kondisi putrinya itu. Melihat kondisi putrinya seperti itu, kata Sukerti, pihaknya sudah sempat membawa putrinya berobat ke puskesmas. Di puskesmas dikatakan tidak ada alat untuk memeriksa penyakit anaknya itu. ‘’Saat di puskesmas, awalnya dibilang bibirnya infeksi. Setelah dibawa berobat ke RSUD Karangasem, pihak rumah sakit bilang tidak punya alat untuk mengecek penyebab penyakit anaknya itu, sehingga diputuskan balik ke rumahnya. Namun, tidak berhenti sampai di sana. Dirinya juga sempat membawa anaknya ke RS Sanglah Denpasar. Hal itu dilakukan untuk memastikan penyakit yang

diderita putrinya itu. Namun, lagi-lagi, hasil cek darah dan lab, pihak rumah sakit mengatakan putrinya tidak ada sakit apa-apa. “Dokter bilang anak saya tidak sakit apa-apa. Karena dibilang seperti itu, saya ajak pulang,” katanya. Karena penyakit putrinya tidak diketahui medis, maka pihaknya sempat menanyakan kepada balian (orang pintar - red) kenapa anaknya bisa seperti itu. Dari sekian balian yang sempat disambangi untuk berobat tambah Sukerti, anaknya dibilang keni dedaran orang lain (terkena sakit lewat makananan yang dikirim orang lain - red). Agar anak itu cepat sembuh, sudah empat balian didatangi. Tetapi, tetap saja tidak ada perubahan apa-apa, tetap seperti

sebelumnya. Atas kondisi itu, pihak keluarga sempat menyampaikan kondisi anaknya kepada Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Bukan mencarikan solusi yang baik agar yang bersangkutan bisa mendapatkan penangan memadai, justru dirinya disuruh memposting kondisi anaknya itu ke media sosial (medsos). “Disuruh mosting ke media sosial. Saya tidak tahu, sebab tak mengerti medsos itu,” tuturnya sembari berharap bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah supaya anaknya itu bisa dibantu. ‘’Saya mohon penanganan baik dari perawatan, dokter termasuk sumbangan dari pemerintah,’’ harap Ni Made Sukerti. (nan)

Pascapemutihan

Kesadaran Warga Bayar Pajak Meningkat Signifikan Kesadaran masyarakat Karangasem membayar pajak kendaraan masih tergolong cukup rendah. Namun, pasca-diberlakukannya pemutihan sejak beberapa waktu lalu, atensi masyarakat membayar pajak mengalami peningkatan cukup signifikan. Di daerah mana sajakah masyarakat masih banyak yang menunggak pajak itu? KEPALA UPT Samsat Karangasem I Gusti Nyoman Adi Wijaya mengatakan Jumat (6/9) kemarin, warga Karangasem memang masih cukup banyak yang nunggak pajak kendaraan. Masyarakat pemilik kendaraan mewah juga banyak yang masih belum melakukan kewajibannya. Kendaraan yang harganya di atas Rp 250 juta sekitar 14 unit yang masih nunggak pajak. Sedangkan, mobil yang nilainya di bawah Rp 250 sekitar 38 unit yang masih nunggak pajak. “Jadi, data ini akan kami kejar supaya masyarakat itu mau membayar pajak. Tetapi, setiap waktu ada perubahan karena mereka mulai bayar pajak,” ujar IGN Adi Wijaya disetujui Kasi Penagihan dan Keberatan I

Made Supatra. Berdasarkan data yang ada di server Samsat Karangasem, warga yang paling tinggi nunggak pajak berada di daerah perkotaan, yakni Kecamatan Karangasem. Seperti Desa Seraya dan sekitarnya. Jumlah warga yang masih nunggak pajak malah mencapai 2.000 unit. Sedangkan wilayah yang lainnya tidak setinggi Karangasem. “Kami kurang tahu kenapa justru warga di kota jumlah yang menunggak pajaknya paling tinggi. Padahal, untuk membayar pajak lokasinya tidak terlalu jauh,’’ ujarnya. Sempat ditanyakan ke sejumlah warga, mengapa tidak membayar pajak lewat door to door. Alasannya karena lupa. Karena itu, pihaknya fokus mengejar wilayah Karangasem agar mau membayar

bajak, karena di sana tunggakan pajaknya paling tinggi. Di daerah lainnya kita juga tetap akan kejar. Sejak ada pemutihan kendaraan sejak 5 Agustus - 6 Desember tambah Wijaya, warga yang sebelumnya tidak nyamsat mulai membayar pajak kendaraan. Dengan adanya pemutihan, warga tidak dikenai denda. “Dengan adanya pemutihan itu, masyarakat sangat antusias nyamsat kendaraannya. Bahkan, jumlahnya cukup signifikan,” katanya. Terkait target pendapatan yang diberikan tahun 2019 ini, Wijaya menegaskan, untuk target pajak kendaraan yang dibebankan untuk tahun ini mencapai Rp 52.747.934.106. Dari jumlah itu, yang sudah terealisasi per tanggal 5 September mencapai Rp 40. 914.281.900. Kemudian target BBNKB mencapai Rp 50.721.570.803 dan sudah mampu direalisasikan sebesar Rp 39.892.590.000. “Dengan strategi berbagai cara kita telah lakukan. Namun, kita optimis bisa memenuhi target. Bahkan ingin melampaui target itu,” harap Wijaya. (nan)

Bali Post/kmb41

Kepala UPT Samsat Karangasem I Gusti Nyoman Adi Wijaya (kanan) didampingi Kasi Penagihan dan Keberatan I Made Supatra.


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Kembangkan Desa Wisata, Aparat Desa Se-Kecamatan Klungkung ’’Sharing’’ Informasi ke Bantul

BANTUL - Bupati Suwirta saat menyerahkan kenang-kenangan kepada Pemkab Bantul, DIY.

DALAM rangka meningkatkan wawasan, pemahaman dan pengetahuan tentang desa wisata dan potensi desa, PKK, inovasi dan kesehatan desa, para Lurah, Perbekel dan BPD se-Kecamatan Klungkung melakukan studi komparasi ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Rombongan dipimpin Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Camat Klungkung, Komang Wisnuadi. Rombongan diterima Bupati Bantul Drs. H. Suharsono di Ruang Pertemuan Kantor Bupati setempat, Jumat (6/9) kemarin. Bupati Bantul Drs. H. Suharsono mengucapkan selamat datang kepada Bupati Klungkung bersama rombongan. Bupati Suharsono berharap dengan adanya pertemuan dan sharing informasi ini semakin meningkatkan hubungan besar antara Pemkab Klungkung dengan Kabupaten Bantul. Kabupaten Bantul terdiri dari 17 Kecamatan dan 75 desa dengan jumlah penduduk hampir Rp 1 juta jiwa. Kabupaten Bantul memiliki spirit Makaryo Mbangun Deso, di mana pembangunan diserahkan ke masing-masing desa dengan mengajukan usulan

pembangunan ke pemerintahan daerah. Di Bidang Akuntabilitas Kinerja, Pemkab Bantul mendapat predikat A tahun 2018 dari Kemenpan RB. Bupati Suharsono menjelaskan Kabupaten Bantul memiliki banyak destinasi wisata, baik wisata alam maupun wisata budaya. Agar fokus dalam hal penanganan destinasi itu, Pemkab Bantul memisahkan antara Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata, seperti halnya di Kabupaten Klungkung. Kabupaten Bantul, DIY memiliki dana yang dianggarkan untuk kebudayaan yang disebut dana istimewa. Bupati Bantul menyampaikan saat ini PAD Kabupaten Bantul sebesar Rp 450 miliar per tahun. “Ke depan, kita akan optimalkan potensi wisata untuk meningkatkan pendapatan,” ujar Bupati Suharsono. Usai pertemuan, rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke Desa Wisata Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul. Rombongan disambut Camat Piyungan, Drs. Saroyo Heriyanto bersama Pj. Kepala Desa Srimulyo, Tutik Nurhayati, Kepala Desa Srimulyo purnatugas, Wajiran dan perangkat desa setempat. Kepala Desa Srimulyo pur-

natugas, Wajiran menyampaikan dalam membangun desa harus diimbangi dengan meningkatkan pengetahuan dan kualitas masyarakat. Desa Wisata Srimulyo terdiri dari 22 Pedukuhan, di mana setiap Pedukuhan memiliki destinasi atau potensi masing-masing yang disebut One Pedukuhan One Product (OPOP). Destinasi wisata di Desa Srimulyo awalnya dibangun dari gotong rotong masyarakat secara swadaya. Pemerintah desa baru hadir dan menyalurkan anggaran melalui APBDes sekitar dua tahun lalu. “Perkembangan desa wisata Srimulyo menerapkan konsep Gerbang Madu atau Gerakan Pembangunan Masyarakat Terpadu,” sebutnya. Sementara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pada kesempatan itu menyampaikan perkembangan desa wisata memerlukan proses. Klungkung sebagai salah satu lokasi kunjungan wisatawan juga memiliki keunggulan dengan berbagai destinasi di dalamnya. Para Lurah dan Perbekel diharapkan mempunyai komitmen tinggi dan berkelanjutan serta rasa idealis dalam membangun desa dan mem-branding potensi

wisata di wilayahnya masingmasing. “Apa yang dipelajari di sini langsung kerjakan. Karena kunci utama membangun desa adalah memiliki rasa idealis dan komitmen berkelanjutan,” ujar Suwirta. Selain itu, terkait penerapan tiket berbasis aplikasi, Bupati Suwirta menyempatkan kunjungan ke Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Bupati Suwirta menemui Winarto, Asisten Manager Pelayanan (Asman) PT Taman Wisata Candi Badan Pengelola Borobudur. Bahkan, Suwirta sempat menghubungi General Manager PT Taman Wisata Candi, Badan Pengelola Borobudur, I Gusti Putu Ngurah Sedana. Ada beberapa hal yang bisa diadopsi dari kunjungannya tersebut. Salah satunya aplikasi sistem tiket yang menggunakan barcode scanner, sehingga mengurangi tenaga manusia. Kebijakan pengelolaan Taman Wisata Candi Borobudur dilakukan oleh badan pengelola yang dipertanggungjawabkan kepada BUMN dengan target kunjungan 4.700.000 orang per tahun atau sekitar 13 ribu orang/hari. (ad254)

’’Fast Boat’’ Nunggak Retribusi Rp 2,6 M

Dewan Berencana Lapor Kejaksaan Semarapura (Bali Post) -

Tunggakan pembayaran retribusi pihak ketiga yakni enam fast boat yang bermarkas di Pelabuhan Benoa, sangat disayangkan kalangan dewan. Padahal, persoalan ini sudah berulang kali dibahas dalam rapat eksekutif-legislatif, sebelumnya. Akan tetapi, persoalan ini tak kunjung tuntas. Dewan menilai ini sebagai upaya penggelapan uang negara dan sudah jelas masuk ranah korupsi. Anggota DPRD Klungkung dari Partai Gerindra A.A. Gde Sayang Suparta, Jumat (6/9) kemarin mengatakan, sikap pengelola enam fast boat itu sudah jelas masuk ke ranah korupsi. Karena uang dari wisatawan sudah mereka pungut dan sudah berulang kali disurati, tetapi tidak diindahkan. Dia meminta eksekutif jangan lembek menyikapi persoalan ini. Apalagi, sudah terjadi sejak September 2018, saat masih dengan tarif lama. Karena sudah masuk ranah penggelapan, semestinya eksekutif membawa permasalahan ini ke kejaksaan.

“Tunggakan retribusi kepada pihak ketiga yang dipungut dari kunjungan wisatawan itu, sudah masuk dalam ranah korupsi, karena penggelapan uang negara. Jadi, eksekutif (Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah) seharusnya langsung berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk menagihnya. Ini sudah pernah saya sampaikan waktu saya rapat gabungan dengan Bupati,” kata Sayang Suparta. Menurutnya, sebenarnya tidak sulit untuk melakukan penagihan terkait tunggakan tersebut. Tetapi, dia mem-

pertanyakan, kenapa masih ada yang menunggak dalam waktu lama. Kalaupun ada yang mencurigai ada oknum tertentu yang bermain dalam permasalahan ini, tidak perlu dipersalahkan lagi, agar tidak terus berlarut-larut. “Ini jelas sudah uang negara digelapkan oleh pihak ketiga, kenapa eksekutif diam saja,” tegasnya. Melihat sikap eksekutif demikian, pihaknya bakal mendatangi langsung kejaksaan untuk menindaklanjuti permasalahan ini. Jangan sampai budaya seperti itu dibiarkan tanpa tindakan

tegas dari aparat penegak hukum. “Kami akan segera datangi kejaksaan, mendesak agar ini dilakukan proses hukum,” tegasnya. Sebelumnya, sebanyak enam fast boat yang melakukan rute penyeberangan dari Pelabuhan Benoa menunggak retribusi yang sudah dibayarkan wisatawan. Jumlahnya Rp 2,6 miliar. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Nengah Sukasta, saat dimintai konfirmasi perihal ini, membenarkan adanya tunggakan enam pengusaha fast boat tersebut. Dari enam perusahaan fast boat tersebut, total tunggakan dananya yang belum disetorkan ke Dinas Pariwisata mencapai Rp 2,6 miliar. Jadi, retribusi dari wisatawan itu, tidak disetorkan oleh pengusaha ke daerah, sejak September 2018 lalu. (kmb31)

Bali Post/gik

WISATAWAN - Puluhan wisatawan asing saat turun dari boat yang membawanya ke Nusa Penida. Kini kunjungan wisatawan ke pulau tersebut semakin banyak. Pemerintah Kabupaten Klungkung pun terus berupaya membenahi berbagai fasilitas di kawasan wisata tersebut.

Pemasangan Pagar di Devil Tear’s Ditunda

Bali Post/gik

PENCARIAN - Tim Basarnas Bali saat melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Pencarian Widra Buntu Keluarga ’’Ngaturang Pakelem’’

Semarapura (Bali Post) Proses pencarian warga Banjar Sompang, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, I Made Widra (30), terus dilanjutkan Jumat (6/9) kemarin. Penyisiran kembali dilanjutkan di sekitar TKP, baik di sekitar tebing maupun di sekitar perairan setempat. Selain itu, upaya niskala dari pihak keluarga korban juga kembali dilanjutkan dengan ngaturang pakelem ke tengah laut, berupa bebek selem. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Gede Putu Ardana menyampaikan pencarian hari ketiga ini, melibatkan lebih banyak petugas. Petugas dari Polsek Nusa Penida enam orang, dipimpin langsung Kanit Intelkam Polsek Nusa Penida Iptu Ida Bagus Astawa. Basarnas Bali 5 orang, dengan koordinator Wayan Rusdianto, Unit Siaga SAR Nusa Penida 4 orang yang dipimpin koordinator I Putu Cakra. “Sekitar 25 warga Sompang, juga ikut turun bersama membantu proses pencarian,” katanya. Masyarakat dari kelompok Jukung Snorkling Cristal Bay, Desa Sakti, juga ikut membantu proses pencarian. Titik pencarian kali ini diperluas, dilakukan di sejumlah titik. Dimulai dari Pantai Cristal Bay, sebanyak tiga orang anggota Unit Siaga SAR Nusa Penida melakukan penyisiran melalui jalur darat, kemudian naik dari pinggir Pantai Cristal Bay menuju Tanjung Naup.

Selain itu, dua orang anggota Polsek Nusa Penida, antara lain Bripka I Dewa Kurniawidhi dan Aiptu I Ketut Winata (Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar), bersama dengan lima orang anggota Basarnas Bali menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) melaksanakan pencarian melalui laut. Sementara, sekitar 25 orang warga Sompang, membantu pencarian melalui jalur darat Banjar Sompang, menuju Tanjung Naup tempat yang diperkirakan diduga korban terpeleset. Sedangkan, empat anggota Polsek Nusa Penida dan satu anggota Basarnas mendalami pencarian di seputaran Pantai Cristal Bay. Upaya pencarian juga dilakukan dengan membuatkan sesajen dan menghaturkan pakelem (bebek selem) ke laut oleh keluarga korban. Sebagaimana kepercayaan keluarga korban, setelah menempuh upaya niskala, mereka memperoleh petunjuk tersebut untuk segera direalisasikan. Namun, hingga sore proses pencarian Widra belum membuahkan hasil. Ardana menjelaskan, proses pencarian akan dilanjutkan Sabtu (7/9) ini. Seperti diberitakan sebelumnya, Widra dilaporkan hilang Selasa (3/9) lalu, setelah pamit dari rumah, hendak mencari bahan makanan untuk ternak sapinya. Dia diduga terpeleset dari tebing di sekitar Tanjung Naup dan tercebur ke laut. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Objek wisata Devil Tear’s di Lembongan, menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Namun, lokasi ini juga menjadi destinasi di Nusa Penida, yang paling rawan kecelakaan. Ketika berwisata di destinasi ini, wisatawan kerap berdiri di pinggir tebing karang curam. Situasi demikian sangat membahayakan, bahkan kerap memakan korban. Untuk mencegah timbulnya korban, pemda pun berencana memasang pagar pembatas di sisi tebing. Namun, rencana itu tidak bisa direalisasikan tahun ini. Kadis Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta, Jumat (6/9) kemarin menjelaskan, tahun ini sebena-

rnya pemkab telah merancang anggaran pemasangan pagar pengaman sejumlah Rp 60 juta. Anggaran itu rencananya untuk menambah pemasangan pagar pengaman yang dibantu pihak ASITA. Tetapi, sejauh ini belum ada kepastian dari ASITA. Terlebih, pascamelakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pelaku wisata di Desa Lembongan, dana sebesar Rp 60 juta dirasakan belum cukup. Apalagi, sesuai rencana pembuatan pagar pengamanan itu, dirancang sepanjang 50 meter di kawasan itu, dirasakan belum cukup dan kurang efektif. “Melihat situasi itu, akhirnya rencana pembangunan pagar pengaman di objek wisata Devil’s Tear batal direalisasikan tahun

2019. Pemkab tahun ini baru membuat perencanaan pembangunan pagar pengaman secara menyeluruh sepanjang 350 meter,” katanya. Penggunaan materialnya direncanakan masih sama seperti kesepakatan dengan warga, yakni kayu dan tali tambang agar terlihat natural. Penataan itu, termasuk pemasangan pagar pengaman di objek wisata lain juga terganjal status lahan. Banyak lahan di sekitar destinasi itu sudah jadi hak milik pribadi. Ini akan menyulitkan penataan, kalau belum bisa dituntaskan. Sementara situasi saat ini, papan peringatan di destinasi Devil Tears yang telah rusak. Ini membuat destinasi di atas tebing curam itu kian rawan. Dinas Pariwisata pun telah

mengingatkan para pemandu wisata dan warga sekitar, untuk terus mengawasi wisatawan yang berkunjung ke Devil Tear’s. Pemandu wisata juga diharapkan, berani menegur wisatawan, jika aksi mereka dirasakan sudah membahayakan keselamatan. Selain Devil Tear’s, beberapa objek wisata lain di Nusa Penida juga rawan kecelakaan, karena berada di atas tebing terjal seperti Pantai Klingking, Broken Beach, dan Angel Billabong di Desa Bunga Mekar. Termasuk Pantai Atuh, Bukit Molenteng dan Diamond Beach. Rencananya, di sejumlah lokasi ini, juga akan dipasangi pagar pengaman, agar tidak menimbulkan korban jiwa. (kmb31)

LEMBONGAN - Wisatawan sedang berwisata di objek wisata Devil Tear’s, di Desa Lembongan, Nusa Penida.

Bali Post/gik


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dbthkn Tenaga Pengajar Sirkus, Pria/Wnt,bs B.Inggris,Dom.Bali Krm CV: rizqi@balicircus.com

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

B.BP.031.09.19.0000045

Dcr Sopir untuk Kantor PT. Korea Travel Hub.081338060220

B.BP.154.09.19.0000242

Dcr Supv+Cleaning Service Hub. 08123630304 Langsung Interview

B.BP.001.09.19.0000224

Dcr:Adm wnt,Sopir B1,Salesman/ Girl,Lam:Bedahulu 4 No.12 Dps email:gemilang_bali@yahoo.com

B.BP.004.09.19.0000238

Sardine Restaurant Looking for Hostess and Gardener Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com B.BP.001.09.19.0000243

Dcr 1 Tenaga Serabutan di Bidang Perkayuan.Hub:08164707631 B.BP.001.09.19.0000225

Dcr:Kepala Cabang/Supervisor, pengalaman bidang Sales Retail Gaji dan Insentif menarik Email:herryy.hr@gmail.com

Sgr, Bth Apoteker syrt pnglman penanggung jwb,punya STRA,lam lgsg ke PT.Surya Kemenangan Sejahtera, Jl.Mahendradata 19 (info lokasi Tlp. 03618454013)

Dibthkan Segera Ast.Apoteker & Kasir/Front Liner Wanita Utk Klinik Kulit. Hub:081238205400

B.BP.004.09.19.0000010

B.BP.001.09.19.0000086

Dcr Sopir u/ BPR Adiartha Sempidi. Hp. 0895413568886 B.BP.004.09.19.0000246

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

DIJUAL RUMAH

SERVICE

RUPA-RUPA

B.BP.004.09.19.0000237

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799

B.BP.001.09.19.0000235

Dicari Executive Accountant Hotel. Hotel bintang 3 di Legian min 5 tahun pengalaman Tlf. 08119305332

Dicr Satpam/Gadapratama/Laki/ UMR/No Tato/No Rokok/No Ormas Hub:0361-720743

Dicari Pembantu Rumah Tangga Area Sanur Hub.087777700775

Looking for Spa therapist n Beautician for a Spa In Country Maldives,salary negotiable, Interested pls contact Bu Ketut 08123890647 Email: reyyy_2003@yahoo.com

B.BP.004.09.19.0000133

B.BP.001.09.19.0000195

Dicari Pendamping Paud bisa kerja team Hub:08977357234 B.BP.001.09.19.0000230

Dicari SPG,Barista,Serabutan u/ Kopi Luwak Hub.085100619419 B.BP.001.09.19.0000252

Dicari Tkng masak utk daerah Amed Karangasem,Gaji bersih 1,5jt, Hub.081805599263 B.BP.001.09.19.0000175

Dicari karyawati Toko & Sopir Hub:081237924277 B.BP.001.09.19.0000244

Dicari: Waitress, Penampilan Menarik, Kirim CV ke : loungeinvestor@gmail.com B.BP.001.09.19.0000033

B.BP.001.09.19.0000155

B.BP.001.09.19.0000229

SMK Akr A di Dps Bth:-Driver -Programer,-Manager Koperasi, -Staf LPS,Syarat Min:SMK,Team Work,Fokus HR Menarik N Keluar Kota/Negeri Gratis Hub:tugasbali@yahoo.com B.BP.803.09.19.0000196

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

TOYOTA

DIJUAL TANAH

Fortuner VNT,TRD,AT 2013,Putih Tgn 1,Ex Dokter 081237873200

Dijual, sebidang Tanah SHM, Luas 20 Are/2000 M2,lokasi di Ungasan, belakang patung GWK. Hub.Kadek, Hp. 081916362573. TP

B.BP.001.09.19.0000226

Rush S TRD M/T’14 AsDK Silver mls Low KM 168Jt 08123969166 B.BP.001.09.19.0000245

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Jual Rmah Tnh 200m2,5KT,mobil Jl.Tegal Sari Gg.Tunjung No.15 Biaung-Denpasar. Kas / Kredit dibantu KPR Hub:081296073775 B.BP.004.09.19.0000247

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

Dikntrkn Rmh Jl .Kertapetasikan III/18 Bypas Suwung Denpasar Fasl.5KT,3KM,KPmbt,Grs, PLN3500,PDAM.Hub:08123801715

G.01

B.BP.001.09.19.0000193

B.BP.004.09.19.0000250

PROPERTY KONTRAKTOR

Servis vila/rmh, borng bangunan design,ijin IMB, 081239902757 B.BP.004.09.19.0000060

KEHILANGAN Telah hilang IMB Toko Back Door Jl.Legian dgn Nomer 665 tahun 2005 dan Plat IMB atas nama I Wayan Darsana B.BP.154.09.19.0000251

Hlg IMB NO.1502/BPPT/IMB/2015 AN.DRA.Ni Wayan Karsini B.BP.001.09.19.0000227


Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Raih Predikat Terbaik di Kawasan Indonesia Timur

TPID Bangli Jadi Tujuan Studi Tiru KEBERHASILAN Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangli meraih prestasi sebagai TPID terbaik se-Kawasan Indonesia Timur dan TPID terbaik di kawasan JawaBali secara berturut-turut, menarik perhatian sejumlah daerah di Indonesia untuk datang dan belajar langsung ke Kabupaten Bangli. Seperti Jumat (6/9) kemarin, TPID Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur melakukan studi tiru ke Kabupaten Bangli. Kedatangan rombongan TPID Kabupaten Magetan yang dipimpin Wakil Bupati Magetan Nanik Endang Rusmiarti diterima Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di ruang rapat Bupati Bangli. Acara yang berlangsung sekitar dua jam ini, diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab tentang program kerja TPID Kabupaten Bangli. Nanik Endang Rusmiarti mengatakan, tujuan dilaksanakannya kunjungan kerja sekaligus studi tiru ke TPID Kabupaten Bangli adalah un-

tuk sharing dan belajar tentang kiat-kiat dan program kebijakan TPID Kabupaten Bangli sehingga bisa meraih prestasi di tingkat nasional. “Sebelumnya, kami melihat di media, tahun 2017 TPID Kabupaten Bangli menjadi terbaik se-Kawasan Indonesia Timur dan tahun 2018 kembali menjadi TPID berprestasi di tingkat nasional kawasan Jawa-Bali. Mendengar prestasi itu, maka hari ini datang ke Bangli untuk belajar,” ucapnya. Nanik juga mengatakan, selain karena prestasi, ia dan tim memilih Kabupaten Bangli sebagai tujuan studi tiru karena secara topografi, antara Kabupaten Bangli dan Kabupaten Magetan memiliki kemiripan. Kedua daerah ini merupakan daerah pertanian dan sama-sama tidak memiliki laut. Dengan berkunjung ke Kabupaten Bangli, sambung dia, banyak hal yang mungkin bisa dipelajari dan bisa diadopsi. Wabup Sedana Arta menyampaikan terima kasih karena sudah memilih Ka-

bupaten Bangli sebagai tujuan studi tiru. Ia menjelaskan, ada dua program utama yang mengantarkan TPID Kabupaten Bangli bisa berprestasi di tingkat nasional, yakni peningkatan kegiatan di bidang pertanian dengan p eng em b a ng a n ka wa sa n bawang merah di kawasan Kintamani dan pembentukan desa peduli inflasi, melalui instruksi Bupati Bangli nomor 8 tahun 2017 tentang tim pengendali inflasi desa/kelurahan peduli inflasi. Untuk pengembangan kawasan bawang merah, jelas Sedana Arta, sejak tahun 2017 hingga tahun 2019, sudah dikembangkan sekitar 170 hektar bawang merah di kawasan Kintamani. Sedangkan tujuan dibentuknya desa/kelurahan peduli inflasi adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang inflasi yang terjadi di desa/ kelurahannya. Sasaran dari program ini adalah kelancaran distribusi barang di desa, keterjangkauan harga

barang di desa dan ketersediaan pasokan di desa. Pada kesempatan itu, Wabup Sedana Arta juga mengenalkan berbagai komunitas unggulan pertanian di Kabupaten Bangli, seperti jeruk Kintamani yang pemasarannya sudah sampai merambah ke Pulau Jawa, kopi Arabika Kintamani yang pemasarannya sudah merambah pasar internasional seperti Korea dan beberapa negara Eropa serta mengenalkan berbagai objek wisata yang ada di Kabupaten Bangli. Sebelumnya, pada Rabu (4/9) lalu, Bupati Bangli I Made Gianyar menerima kunjungan TPID se-Priangan Timur, Provinsi Jawa Barat wilayah kerja kantor perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya. Bupati Made Gianyar mengucapkan terima kasih karena telah mempercayai TPID Kabupaten Bangli sebagai tempat yang layak untuk dikunjungi. Dijelaskannya, pembentukan TPID merupakan upaya akselerasi pencapaian inflasi yang rendah dan stabil. Karena in-

BERFOTO - Wabup Sedana Arta berfoto dengan rombongan TPID Magetan, Jumat (6/9) kemarin. flasi yang rendah dan stabil merupakan harapan bagi kita semua, sehingga dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ditambahkannya, TPID Kabupaten Bangli secara berturut-turut Bangli

menyabet TPID terbaik. “Tahun 2017 lalu, kami ditetapkan sebagai yang terbaik di Kawasan Indonesia Timur. Tahun 2018, kita naik kelas dan ditetapkan sebagai TPID terbaik di kawasan JawaBali. Dan untuk tahun 2019

TPID Bangli masuk 3 besar,” jelasnya. Program unggulan yang mengantarkan TPID Kabupaten Bangli menjadi terbaik di kawasan Jawa - Bali berkat Desa Peduli Inflasi dan Pengembangan Bawang Merah. (ad253)

Dewan Minta Jalan Terdampak Bencana Diprioritaskan Di-’’hotmix’’

Bangli (Bali Post) –

Keinginan Pemkab Bangli untuk menuntaskan program hotmix di ruas jalan sepanjang 281 km, mendapat dukungan anggota DPRD Bangli Komang Carles. Ia bahkan mengaku siap mengawal penganggarannya. Namun, Carles meminta pemkab agar memprioritaskan perbaikan sejumlah ruas jalan yang terdampak bencana beberapa tahun lalu.

Ditemui di DPRD Bangli, Jumat (6/9) kemarin, Carles menyatakan dirinya sangat mendukung penuntasan program hotmix sebelum masa jabatan Bupati Bangli I Made Gianyar berakhir 2021 mendatang. Mengingat program hotmix menjadi bagian dari visi misi Bupati Made Gianyar lima tahun terakhir. “Kita dukung itu agar Bupati

tidak punya utang setelah masa kepemimpinannya berakhir,” kata Carles. Hanya, pihaknya menekankan agar Pemkab Bangli mengutamakan perbaikan terhadap beberapa ruas jalan yang terdampak bencana alam. Seperti kondisi ruas jalan di Banjar Tandang dan Mampeh, Kintamani yang terputus akibat bencana long-

SOSOK

Banyak Waktu untuk Keluarga SSEJUMLAH pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bangli bakal segera pensiun tahun ini. Salah satunya, Ni Wayan Manik yang kini menjabat sebagai Kadis Kominfo dan Persandian Kabupaten Bangli merangkap sebagai Plt. Kadis Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli. Pejabat asal Kecamatan Tembuku itu akan purnatugas akhir Desember mendatang. Manik mulai mengawali karier sebagai PNS dari tahun 1983. Ia pernah bertugas di sejumlah dinas. Mulai menjadi juru penerangan hingga ditugaskan sebagai pustakawan. Dalam perjalanan kariernya, ia dipercaya memimpin dinas. Bahkan bisa disebut sebagai kadis yang paling banyak merangkap. Saat menjadi Kadisperindag, dia dipercaya merangkap jabatan Plt. Kabag SDA. Selanjutnya saat menjabat staf ahli, dia juga ditunjuk menjabat Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan (P3) yang kini Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP). Saat ini, pun dia menjabat Kadis Kominfo dan Persandian dia juga diberi kepercayaan mengemban jabatan tambahan sebagai Plt. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli. Baginya merangkap jabatan bukanlah beban. Ia selalu berupaya menjalankan tugas dan kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan sebaik-baiknya. “Bagaimana caranya? Kita bekerja harus solid bersama staf,” terang wanita kelahiran 1959 itu. Menjelang masa pensiunnya yang tinggal tiga bulan lagi, tak ada persiapan khusus yang dilakukan Manik. Hari-harinya nanti akan lebih banyak diisi dengan berkumpul dengan keluarga dan bermasyarakat. “Saya ikuti arus saja. Saat saya pensiun nanti saya akan punya lebih banyak waktu untuk keluarga dan bermasyarakat,” kata nenek lima cucu itu. (ina)

sor dan banjir bandang sekitar 2017 lalu. “Itu titik yang saya ketahui, belum lagi yang di tempat lainnya,” terangnya. Politisi Demokrat itu mengungkapkan, pihaknya sejatinya sudah sempat mengganggarkan perbaikan ruas jalan itu dalam APBD Perubahan 2018 lalu. Akan tetapi, kerusakan jalan itu tak kunjung mendapat pen-

anganan sampai sekarang. “Saya sangat mendukung sisa ruas jalan yang belum ter-hotmix agar dituntaskan. Tapi syaratnya, saya minta jalan yang kena bencana didahulukan. Jangan jalan yang baru dibentuk yang malah di-hotmix,” tegasnya. Sebagaimana yang diketahui, sepanjang 281 km ruas jalan di Kabupaten Bangli belum tersentuh program hotmix. Sebagian besar ruas jalan tersebut berada di Kecamatan Kintamani. Untuk meng-hotmix seluruh ruas jalan itu, Pemkab Bangli butuh biaya besar. Mencapai ratusan miliar rupiah. (kmb40)

Saya sangat mendukung sisa ruas jalan yang belum ter-hotmix agar dituntaskan. Tapi syaratnya, saya minta jalan yang kena bencana didahulukan. Komang Carles

Pimpinan DPRD Bangli Ditetapkan Bangli (Bali Post) – Pimpinan DPRD Bangli periode 2019-2024 ditetapkan melalui rapat paripurna internal di Gedung DPRD Bangli, Jumat (6/9) kemarin. Tiga pimpinan dewan yang ditetapkan itu yakni I Wayan Diar (PDI-P) sebagai Ketua DPRD dan Nyoman Budiada (Partai Golkar), serta Komang Carles (Partai Demokrat) sebagai Wakil Ketua DPRD Bangli. Acara rapat paripurna internal kemarin, dipimpin Ketua DPRD sementara I Wayan Diar dan Wakil Ketua sementara Nengah Darsana. Dalam rapat paripurna kemarin, ditetapkan juga empat fraksi, yakni Fraksi PDI-P (Gabungan PDI-P, Gerindra, dan PKPI) yang diketuai I Ketut Suastika, Fraksi Partai Golkar yang diketuai I Nengah Darsana, Fraksi Partai Demokrat yang diketuai I Made Sudiasa serta Fraksi Restorasi Hati Nurani (Gabungan Partai NasDem dan Hanura) yang diketuai Gede Tindih. Dalam pidatonya, Diar menyampaikan berdasarkan ketentuan pasal 50 ayat (1) Per-

aturan DPRD nomor 1 tahun 2018 tentang tata tertib, disebutkan bahwa parpol yang berhak mengisi kursi pimpinan DPRD menyampaikan satu calon Pimpinan DPRD kepada pimpinan sementara DPRD untuk diumumkan dan ditetapkan dalam rapat paripurna sebagai calon pimpinan DPRD. Atas dasar surat keputusan KPU Bangli, urutan perolehan kursi DPRD atas suara parpol yang berhak atas kursi pimpinan DPRD masa jabatan tahun 2019-2024 terdiri dari PDI-P dengan perolehan 16 kursi, Partai Golkar dengan perolehan 6 kursi dan Partai Demokrat dengan perolehan 3 kursi. Ditemui usai rapat kemarin, Diar mengatakan pascapenetapan calon pimpinan dewan, pihaknya bakal segera mengirim berita acara penetapan ke Gubernur melalui Bupati, Senin depan. Diharapkan, Selasa nanti sudah ada hasilnya untuk selanjutnya diagendakan acara pelantikan pimpinan DPRD Bangli. “Untuk pelantikannya tentu masih cari hari baik, sesuai keyakinan kita,” kata Diar. Setelah nantinya pimpinan

dewan definiitif dilantik, agenda berikutnya yang akan dilaksnakan adalah pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD). AKD meliputi tiga Komisi,

Bapemperda, BK dan BamusBanggar. Sesuai hasil rapat koordinasi kemarin, pihaknya mengembalikan kepada masingmasing fraksi untuk mengirim

nama-nama yang akan ditugaskan duduk di AKD. “Nanti setelah terbentuk, AKD akan diparipurnakan oleh pimpinan definitif,” jelasnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

PIMPINAN - Rapat internal penetapan Pimpinan DPRD Bangli Periode 2019-2024 di Gedung DPRD Bangli, Jumat (6/9) kemarin.

Dinsos Provinsi akan Bantu Biaya Pendidikan Agus Wardika

Bali Post/ist

BANTUAN - Agus Wardika menerima bantuan sembako dari Kadisos Provinsi Bali, Dewa Mahendra.

Bangli (Bali Post) Kisah perjuangan I Gede Agus Wardika, siswa 10 tahun asal Pondokan Waru Desa Terunyan, Kintamani yang setiap harinya harus menyeberangi Danau Batur dengan mendayung sampan demi bersekolah, menarik perhatian Pemerintah Provinsi Bali. Secara khusus, Pemprov melalui Kadisos Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra mengunjungi langsung Agus Wardika ke desanya, Kamis (5/9). Dalam kunjungannya bersinergi dengan Dinsos Kabupaten Bangli dan relawan Bali tersebut, Dewa Mahendra menyerahkan bingkisan sembako terdiri atas beras 10 kg, gula pasir, minyak goreng, mi instan 1 dus, serta biaya pendidikan kepada Agus dan keluarganya. Dewa Mahendra menuturkan Agus Wardika sudah biasa mengayuh sampan seorang diri sejak dua tahun silam. Sementara adiknya Kadek Ervan Sugianto (6) diantar oleh sang ayah ke sekolah menggunakan sampan juga. “Karena tidak ada akses jalan menuju ke sekolah, pada saat kelas satu Wardika diantar oleh bapaknya. Tapi sejak kelas dua, dia sudah biasa sendiri mengayuh perahu ke sekolah yang jaraknya cukup jauh,” kata Dewa Mahendra. Saat ini, biaya pendidikan Agus Wardika ditanggung oleh keluarga dekatnya. Hal ini karena orangtuanya bekerja serabutan, sehingga mengalami kendala biaya. “Sampai tamat SD, dia sudah ditanggung keluarga,” ujarnya. Namun nanti mulai SMP sampai tamat SMA, Pemprov Bali bakal membantu biaya sekolah Agus.

Ditambahkan Dewa Mahendra, saat ini jaminan kesehatan keluarga Agus sudah ditanggung JKNKIS serta Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Sebelumnya diberitakan, ketiadaan akses jalan tak pernah menyurutkan semangat I Gede Agus Wardika, untuk bersekolah. Setiap hari, siswa kelas IV SDN 1 Terunyan itu harus menyeberangi Danau Batur menggunakan pedau (sampan) seorang diri untuk menuju sekolahnya yang berlokasi di pusat desa. Jarak antara rumah Agus dengan sekolahnya cukup jauh sekitar 1,5 kilometer lebih. Tidak ada satu pun akses jalan darat yang bisa dilalui dari Pondokan Waru ke pusat Desa Terunyan, selain menyeberangi danau. Karenanya, Agus harus mengayuh sampannya hingga setengah jam lebih setiap hari untuk pergi ke sekolah. Kepala SDN 1 Terunyan Nyoman Siyem mengatakan, saat masih duduk di bangku kelas I, Agus sering diantar jemput ayahnya. Namun sejak naik kelas II, Agus lebih sering pergi ke sekolah seorang diri. Karena jaraknya yang cukup jauh, tak jarang Agus datang terlambat di sekolah. Agus kadangkadang tiba di sekolah pukul 07.30 Wita lebih, saat siswa lainnya sudah mulai masuk kelas. Meski demikian, pihak sekolah memakluminya. Walau sering terlambat, lanjut Siyem, Agus tergolong anak yang pintar. Anak pasangan Putu Wardana dan Nengah Sudiani itu sering mendapat ranking di kelas. Saat pembagian rapor terakhir, ia mendapat ranking I, mengalahkan teman-temannya. (kmb40)


OLAHRAGA

Sabtu Kliwon, 7 September 2019

Gelandang Timnas Stefano Lilipay berebut bola dengan Adam Noor Azlin (kiri) saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia, Kamis (5/9).

Kekalahan yang Sangat Menyakitkan

Jakarta (Bali Post) – Kekalahan Indonesia atas tim tamu Malaysia diakui pelatih Simon McMenemy sangat menyakitkan. Di laga perdana kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022 Zona Asia, Indonesia takluk 2-3 atas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/9) malam. ‘’Susah untuk menerima kekalahan ini. Kami tidak bisa pura-pura. Kekalahan ini bikin sakit,’’ kata Simon McMenemy, Jumat (6/9) kemarin. Simon McMenemy menyatakan saat kedudukan masih imbang 2-2, anak asuhnya berusaha untuk minimal memaksakan hasil imbang karena tenaga para pemainnya telah terkuras. Namun menjelang wasit meniup-

kan peluit panjang, Malaysia justru mampu membuat gol kemenangan yang mematahkan hati ribuan suporter tuan rumah. ‘’Di babak pertama, anakanak bermain cukup bagus, sesuai rencana. Babak kedua, ada tekanan dari tim tamu. Mereka manfaatkan terus 20 menit terakhir pertandingan saat anak-anak capek,’’ kat-

anya. Selama lima menit terakhir, Timnas Indonesia diminta menahan serangan Malaysia. ‘’Tapi satu crossing melukai kita. Selamat kepada Malaysia atas kemenangan ini. Hasil ini sangat sulit diterima,’’ lanjutnya. Simon McMenemy mengakui padatnya jadwal pertandingan di Liga 1 2019 mem-

buat para pemain kelelahan. Namun, Simon McMenemy enggan menjadikan padatnya jadwal liga sebagai kambinghitam kekalahan anak-anak asuhannya dari Harimau Malaya. ‘’Pemain sudah melakukan apa yang mereka punya. Mereka terus berlari hingga tidak bisa berlari lagi,’’ tutup mantan pelatih Filipina tersebut. (kmb33)

Tidak Tuli Belum lagi, lanjut Supartha, Gubernur Koster juga membuat program terobosan di luar visi-misinya. Hal ini dinilai luar biasa, sebagai contoh shortcut DenpasarSingaraja dan rencana penataan kawasan suci Besakih. Kemudian ada rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa, Klungkung juga disebut spektakuler. Sebagai masyarakat, tim ahli Pemprov Bali ini sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan kepada Gubernur Koster. ‘’Sebagai gubernur beliau juga tidak tuli. Apa yang dikeluhkan masyarakat terhadap reklamasi sudah clear, itu tidak mungkin. Lalu masalah Pelindo, beliau membuat kajian khusus terhadap apa yang dilakukan Pelindo dan ternyata Pelindo melakukan

pelanggaran karena tidak membuat tanggul dan membuat kerusakan mangrove hingga 17 hektar,’’ imbuhnya. Supartha menambahkan, masalah energi bersih juga tidak luput diperhatikan Gubernur Koster. Lagi-lagi tanpa mengabaikan aspirasi masyarakat, Gubernur juga sudah menegaskan bila geothermal tidak bisa dilaksanakan di Bali. Kemudian pembangkit listrik di Celukan Bawang sudah diinstruksikan agar tidak lagi memakai batu bara, tetapi beralih ke bahan bakar gas. Kebijakan atau program berikutnya yang tak kalah penting adalah penguatan desa adat, hingga pentingnya menyelamatkan hak kekayaan intelektual. Di sinilah tampak kecermatan Gubernur Koster yang cara berpikirnya tidak parsial. ‘’Segala urusan yang menjadi potensi diperhatikan, ditata dan kemudian dioptimalkan,

Media Asing Kesepakatan damai tersebut dilakukan dalam bentuk deklarasi dengan tema ‘’Kota Sorong Damai’’ yang digelar di lapangan hoki Kota Sorong, Jumat (6/9), dihadiri oleh Wali Kota Sorong Lambert Jitmau, aparat TNI dan Polri serta seluruh kepala suku, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

Deklarasi ‘’Kota Sorong Damai’’ oleh pemerintah dan elemen masyarakat tersebut juga diliput media asing dari negara tetangga Australia. ‘’Walaupun kita sebagai warga Kota Sorong datang dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya dan adat istiadat, namun itu bukan menjadi jurang pemisah, tetapi menjadi satu-kesatuan dan kekuatan untuk membangun Indonesia,’’ ujar Wali Kota Sorong Lambert Jitmau. (ant)

segala urusan yang menjadi masalah dicarikan solusinya. Itu yang saya lihat,’’ katanya. Walaupun hasil survei terkait tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur Koster cukup tinggi atau di atas 92 persen, namun mantan anggota DPR-RI tiga periode itu diharapkan tidak larut dalam euforia. Saat regulasi sudah ada seluruhnya, maka tataran implementasi perlu dikawal dengan baik dan benar. Terutama oleh organisasi perangkat daerah di Pemprov Bali berikut dengan SDM-nya. Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, acara pidato Gubernur ini digelar untuk menguatkan tradisi demokrasi di Bali. Sebab, demokrasi tidak hanya sampai pada hak rakyat untuk memilih pemimpinnya. Namun, rakyat juga berhak tahu apa

yang sudah dikerjakan pemimpinnya itu. Ke mana arah perjalanan pemimpin, apakah sudah sesuai dengan janji dan harapan rakyat. ‘’Selama satu tahun, kami memahami dan bisa membaca bagaimana beliau ingin membangun satu fondasi yang kuat lewat pembentukan regulasi,’’ ujarnya saat menyampaikan prakata pembukaan. Menurut Dewa Indra, seluruh regulasi yang disusun dan diterbitkan pada tahun pertama telah menggambarkan betapa kokohnya ‘’bangunan’’ masa depan yang akan dibangun yakni Bali Era Baru. Gubernur dan Wakil Gubernur saling melengkapi dan menguatkan dalam mewujudkan visi untuk membawa kehidupan masyarakat Bali menjadi lebih baik. ‘’Pembelaan beliau pada alam dan budaya Bali tidak perlu diragukan lagi,’’ jelasnya. (kmb32)

Cikal Bakal

gan otomotif nasional, sehingga mau meresmikan pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Desa Demangan Kecamatan Sambi Boyolali. Menurut Presiden Jokowi, pihaknya mendukung merek lokal atau nasional seperti industri otomotif Esemka di Boyolali ini. (ant)

‘’Kalau cuma sekadar Indonesia sudah mampu menghasilkan mobil tentunya hal itu membuat kita bangga, tetapi apakah nantinya mobil Esemka ini akan menjadi cikal bakal munculnya industri otomotif yang kuat dan andal pada masa depan belum tentu,’’ kata Hisar Sirait. Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ingin mendukung pengemban-

Sabtu, 7 September 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah Padudusan Agung, Menawa Ratna Tawur Masapuh Agung (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Aerobic Dangdut 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Belajar Menggambar Membuat Kreasi Kuda Nil 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Bali TV Shop 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah Padudusan Agung, Menawa Ratna Tawur Masapuh Agung (3) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Ocydia Home Shopping 13:30 Wita DW TV 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Tim Sains SMP PGRI 3 Denpasar Raih Prestasi 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dunia Kita 16:30 Wita Nangun Yadnya Karya Rsi Gana, Ngenteg Linggih lan Piodalan

Pura Panti Dhalem Haji, Pretisentana Ida Dhalem Shri Haji Tegal Besung, Dinasti Ida Dhalem Shri Haji Kresna Kepakisan Br. Sabi, Suwug, Sawan - Buleleng 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Lipsus HUT Ke-124 Kota Negara,

Usung Tema Prabawa Nata 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Dunky Band 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Tanjung Benoa (4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

15

Kontingen Karate Kodam akan Berlaga di Kejurnas Denpasar (Bali Post) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Panglima TNI ke-7 tahun 2019 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, akan digelar mulai 13-16 September 2019. Kontingen Karate Kodam IX/Udayana merupakan salah satu peserta kejurnas tersebut. Kontingen dilepas Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Jumat (6/9) kemarin di Makodam, Denpasar. Saat upacara pelepasan kontingen tersebut, Pangdam menyampaikan jika mereka mendapatkan kepercayaan dan mewakili Kodam IX/ Udayana untuk mengikuti Kejurnas Karate Panglima TNI. Kepercayaan tersebut hendaknya dapat dijadikan pendorong semangat dan sumber motivasi untuk mengikuti pertandingan secara sungguhsungguh, sehingga mampu menampilkan potensi dan kekuatan secara maksimal guna meraih prestasi yang membanggakan. Kerjunas karate ini merupakan agenda tahunan yang diikuti oleh kontingen seluruh Kodam dan Kotama. Dengan demikian kejuaraan ini meru-

Bali Post/ist

LEPAS KONTINGEN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto melepas atlet karate yang akan berlaga di Kejurnas Karate Panglima TNI ke-7. pakan momen sangat tepat untuk mengangkat citra/nama baik Kodam. Oleh karena itu, atlet karate Kodam benarbenar mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk meraih prestasi terbaik. ‘’Gelorakan semangat pantang menyerah dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding,’’ tegas Pangdam.

Kazidam IX/Udayana Kolonel Czi. Cahyadi Amperawan selaku Komandan Kontingen akan membawa sebanyak 10 atlet karate terbaik Kodam. Atlet tersebut terdiri dari 1 orang atlet putri dan 9 orang atlet putra yang akan berlaga di kelas kata perorangan dan komite, pada katagori kelas 60 kg, - 75 kg, - 67 kg, - 84 kg dan +84 kg. (kmb36)

Porprov 2019

Sepak Bola Denpasar Tekuk Karangasem Tabanan (Bali Post) Kesebelasan Denpasar berhasil menekuk lawannya Karangasem dengan skor 2-0 (0-0) pada ajang Porprov Bali XIV Grup B, di Lapangan Debes, Tabanan, Jumat (6/9) kemarin. Sejak menit awal, anak–anak Denpasar mendominasi permainan, namun hingga turun minum belum mampu membobol gawang lawan. Baru memasuki paruh kedua, tim Denpasar mampu mencetak dua gol. Gol pembuka kemenangan Denpasar dilesakkan Ronaldo Cevan pada menit ke-68. Berawal dari umpan Yoga Arta, Ronaldo mampu menceploskan bola ke gawang yang gagal diselamatkan kiper Karangasem I Wayan Krisna

Dwipayana. Gol kedua Denpasar dicetak pemain pengganti I Kadek Radita Prabawa di menit ke-73. Padahal, Radita baru masuk dua menit menggantikan Yogi Arta, yang merupakan kembaran Yoga Arta. Gol kedua juga berkat umpan manis Yoga Arta, yang dituntaskan dengan sontekkan Radita dan kembali memperdaya kiper I Wayan Krisna Dwipayana. Sampai wasit Gede Gangga Argi Putra (Buleleng) meniup peluit panjang, skor akhir Denpasar tetap unggul 2-0. Pelatih Denpasar AAK Bramastra mengakui asuhannya pada babak pertama tampil kurang enjoy. Sementara di babak kedua, skuad Denpasar mam-

pu mengembangkan pola serangan, sekaligus menikmati permainannya. Di sisi lain, Pelatih Karangasem I Ketut Sugiantara menerangkan dua gol Denpasar tercipta lantaran pemain belakang Karangasem terlambat menutup pergerakan lawan. Hasil lainnya Grup B, tuan rumah Tabanan menumbangkan peraih emas Porprov XIII/2017 Gianyar dengan skor 2-1. Dua gol Tabanan hasil bidikan Kadek Wahyu Agusta Diatmika di menit ke-65, dan Yogi Bambang Irawan di menit ke-76. Sedangkan satu–satunya gol balasan Gianyar diciptakan I Made Dwiyoga Kertiyasa di menit ke-26. (022)

Akan Mempelajari Hal serupa disampaikan Transparency International Indonesia (TII) yang mendesak Presiden Jokowi untuk menolak pembahasan revisi UU KPK dengan tidak mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR-RI. ‘’Transparency International Indonesia mendesak agar Presiden menolak pembahasan revisi UU KPK dengan tidak mengirimkan Surpres,’’ ucap Sekjen TII Dadang Trisasongko. Menurutnya, sudah sepatutnya memerankan dirinya sebagai penjaga terdepan

independensi KPK dengan segera memutuskan untuk tidak mengirimkan surat persetujuan ke DPR. Belum Melihat Sementara itu, Presiden Jokowi mengaku masih belum melihat rancangan revisi UU KPK tersebut. ‘’Apa dulu (revisinya), saya belum ngerti, jangan mendahului seperti itu,’’ ungkap Presiden Jokowi, di Solo, Jumat kemarin. Nanti setelah berada di Jakarta, Presiden akan mempelajari draf perubahan UU KPK yang sedang diajukan di DPR. ‘’Saya melihat dulu yang direvisi apa. Saya be-

lum lihat, kalau sudah ke Jakarta, yang direvisi apa, materinya apa, saya harus tahu dulu, baru saya bisa berbicara. Yang pasti seperti kemarin saya sampaikan, KPK bekerja sangat baik dalam rangka pemberantasan korupsi,’’ tambah Presiden. Presiden Jokowi berharap agar DPR memiliki semangat untuk memperkuat KPK saat mengusulkan rencana revisi UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. ‘’Yang jelas saya kira kita harapkan DPR mempunyai semangat yang sama untuk memperkuat KPK,’’ kata Presiden Jokowi. (ant/kmb14)


KULINER KESEHATAN SABTU KLIWON, 7 September 2019 TOP

IN VASI

Laras Ciptakan Tari ’’Siwa Nretya Tandawa’’

Gambarkan Lima Karakter Siwa WONDERFUL BALI

BUDAYA

PENDIDIKAN

SENIMAN S R I A Y U PR A D N Y A LARASARI berona sumringah saat gelaran acara yudisium di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, 22 Agustus lalu. Saat itu karya cipta tarinya dinobatkan sebagai salah satu dari tiga yang terbaik ujian sarjana seni jenjang strata satu (S-1). Garapan seni tari dari mahasiswi perengkuh lima besar IPK tertinggi tersebut telah diujitampilkan pada pertengahan Juli 2019. Tari genre kreasi yang dibawakan secara tunggal oleh penciptanya sendiri ini mengangkat judul ‘‘Siwa Nretya Tandawa’’. Kisah yang berkaitan dengan mitologi Dewa Siwa ini banyak dijadikan sumber lakon seni pertujukan

Bali dalam bentuk dramatari klasik maupun dalam garapan sendratari kolosal. Akan tetapi, Laras -demikian sapaan akrab perempuan 22 tahun asal Desa Sukawati ini -- mewujudkannya dalam sajian tari tunggal untuk menggambarkan lima karakter Dewa Siwa. Yakni, Siwa sebagai Acintya, Siwa dalam kesatuan Dewata Nawa Sanga, Siwa sebagai raja diraja seni Siwanataraja, Siwa sebagai Rudra Sang Pelebur, dan Siwa sebagai Sang Pelindung Semesta. ‘’Saya terbiasa membawakan tari-tarian tunggal,’’ ujar Laras yang telah berkali-kali menjuarai lomba tari se-Bali untuk jenis tari Tarunajaya, Wiranata, Mergapati, dan tari Panji Semirang, Jumat (6/9) kemarin. Penggambaran lima karakter Dewa Siwa itu dibingkai dengan konsep estetik perpaduan berb agai elemen seni. Seluruh

tata tarinya digarisbawahi oleh iringan gamelan yang dikombinasikan dengan alunan vokal para penabuh dan lima penyenandung wanita. Sang penari sendiri juga memainkan instrumen terompong dan biola. Sementara itu, pada bagianbagian tertentu, sang penari mengalunkan tembang ritus sloka, dendang klasik palawakia, dan kumandang cengkok sekar alit pupuh durma. Untuk mengisahkan lima karakter Dewa Siwa seorang diri dengan rancangan seni nan beragam itu, Laras mengomunikasikan cipta tarinya dengan dukungan hamparan ilustrasi visual di bentangan layar latar belakang. Dukungan multimedia mengalir sejak awal hingga akhir tarian. Ket ika d i b a gia n p rolog penggambaran Siwa sebagai Acintya, Laras mendengungkan mantra sloka, di latar bergerak pelan tema-

ran lukisan padma sebagai simbol senjata suci Hyang Siwa. Ketika tarian di bagian klimaks menggambarkan Siwa sebagai Rudra Sang Pelebur, di layar menyembur kobaran gambar api. Dan ketika epilog garapan, di layar berkelebat sekilas Acintya sebagai Hyang Tunggal Sang Pelindung. ‘’Siwa Nretya Tandawa’’ ini melukiskan tarian kosmis yang aksentuasinya pada kemurkaan Dewa Siwa ketika mendaur ulang kehidupan semesta. ‘’Pesan moralnya tak lain agar karunia kehidupan yang berharga ini dijaga keberlangsungan dan kedamaiannya,’’ ungkap Laras. Pada 25 Agustus lalu, karya ciptanya ‘’Siwa Nretya Tandawa’’ didaulat tampil dalam Ubud Festival. (lun)

KULINER Gerakan Pentingnya ASI Harus Digencarkan KESEHATAN

Bali Post/edi

ASI - Ketua IDAI dr. Wiyarni Pambudi saat memaparkan pentingnya ASI untuk anak.

SAAT ini masih banyak kaum ibu kesulitan menyusui di areal publik. Padahal pemberianTOP air susu ibu (ASI) sangatlah IN penting bagi anak. VASI Karenanya, gerakan mengajak masyarakat untuk menyadari pentingnya pemberian ASI bagi perkembangan kesehatan bayi harus digencarkan. WONDERFUL Hal ituBALI terungkap dalam workshop singkat ‘’Menyesuai dan Tantangannya: Tulus atau Bulus’’ yang didukung UNICEF di Nusa Dua, belum lama ini. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Wiyarni Pambudi mengatakan, saat

BUDAYA

ini masih banyak ibu-ibu ketika pergi ke sarana umum kesulitan mencari tempat untuk menyusui bayi. Bahkan, tidak jarang mereka harus pergi ke musala atau bahkan kamar mandi untuk bisa menyusui bayinya. ‘’Mau tidak mau harus ditutup, karena norma kita tidak boleh seperti itu. Mau mencari ruangan juga tidak ada,’’ ujarnya. Diungkapkannya, sejauh ini di fasilitas publik termasuk mall di Bali yang menyiapkan tempat bagi ibu-ibu untuk menyusui masih jauh dari ideal. Pihaknya juga mendorong dan mengajak kalangan media untuk bisa membantu mengangkat kepedulian masyarakat akan pentingnya menyusui.

Seperti memberi ASI kepada bayi, dengan tema-tema artikel kesehatan yang menarik. ‘’Kita mulai membukakan mata masyarakat bahwa menyusui itu bisa kita angkat beritanya. Bentuknya seperti apa, ketika orang buka kantor, ada tidak nantinya pegawainya berkesempatan untuk memerah ASI-nya,’’ paparnya. Belum lagi dengan kesibukan yang dihadapi, membuat ibu-ibu memilih memberikan susu formula ketimbang ASI. Pihaknya berharap pemahaman masyarakat tentang pentingnya ASI harus ditanamkan sejak dini. Dicontohkannya memberi pemahaman kalau susu formula sampai kapan pun tidak bisa dibandingkan

dengan ASI. ‘’ASI itu menjanjikan psiko, neuro, imunologi untuk mendukung perkembangan bayi baik secara biologis maupun psikologis. Biologis itu untuk makanannya, psikologi itu untuk memberi ikatan batin, menstimulasi bayi karena dia menyusui dengan elusan sang ibu,’’ bebernya. Manfaat penting lainya yaitu di dalam ASI banyak antibodi yang bisa memproteksi bayi dari penyakit. ‘’Itu semua tidak bisa diganti oleh formula. Formula hanya biologisnya saja, sedangkan psiko, neuro, imunologi, tidak bisa,’’ ucap Wiryani. Dikatakan, ASI baik diberikan kepada bayi usia 0 sampai 2 tahun lebih. (edi)

All-New BMW Seri 3 Padi RestaurantPENDIDIKAN Tawarkan Suasana Makan yang Adem Diperkenalkan SEDAN sporty legendaris sepanjang masa, All-New BMW Seri 3, mulai diperkenalkan di Bali, Jumat (6/9) kemarin. Bertempat di BMW Astra Bali, Jalan Gatot Subroto Timur Denpasar, legenda dari Sheer Driving Pleasure ini diperkenalkan pertama kalinya untuk area Bali, setelah sebelumnya di empat kota, yakni Jakarta, Semarang, Surabaya. Turut hadir pada kesempatan tersebut Perwakilan PT Astra International–BMW Sales Operation, Teguh Widodo, Operation Manager PT Astra International–BMW Sales Operation. Menurut Teguh Widodo, salah satu fitur andalan All-New BMW 3 Series adalah BMW Laserlight yang sebelumnya hanya ada di BMW Seri 7 untuk kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. ‘’Untuk menjelajahi lebih jauh rangkaian fitur inovatif dan desain terbaru sang Legenda, kami mengundang customer dan penggemar BMW untuk datang ke BMW Astra Bali,’’ katanya. Dikatakannya, khusus untuk BMW Seri 3, BMW Astra Bali juga menyediakan program Buy 1 Get 2. Pelanggan yang memesan All-New BMW 320i generasi terbaru akan membawa pulang BMW 320i Sport Shadow Edition terlebih dulu dan ditukar All-New BMW 320i di tahun depan. ‘’BMW Astra Bali mengundang pelanggan untuk hadir mencoba All-New BMW Seri 3 dan varian lainnya termasuk The First Ever BMW X7 pada tanggal 6 September sampai dengan 8 September,’’ ucapnya. (edi)

BOSAN makan dengan suasana riuh? Sekali waktu cobalah menikmati aneka kuliner yang ada di Padi Restau-

KULINER rant. Tempat makan ini berada di areal Loby Furama Villas & Spa yang menawarkan suasana makan adem, tenang

dan sangat nyaman. Areal sekitarnya merupakan alam persawahan yang hijau. Kaya dengan tanaman tropis dan aneka jenis binatang sawah SENIMAN dan tegalan menjadi teman para petani serta warga di sana.

Jika sedang sarapan ataupun makan siang, nyanyian alam seperti suara burung, daun ditiup angin serta suara air sungai persawahan terdengar unik, seakan menjadi musik

KESEHATAN

TOP IN VASI SAMBEL embe tak lepas dari kuliner Bali. Bahkan, ibu-ibu rumah tangga kerap menyiapkan sambel embe berbahan dasar bawang ini. Salah seorang warga Desa Celukanbawang Kecamatan Gerokgak, Buleleng mencoba memasarkan sambel embe dalam bentuk produk UKM. Hasilnya banyak yang meminati sambel embe dengan merek Noona Muda ini. Sayangnya, karena keterbatasan modal, baru bisa memenuhi pesanan preorder saja. Pemilik UKM sambel embe Noona Muda, Ni Komang Sri Ulan Ningsih, mengatakan usaha kuliner ini baru berjalan dua bulan. ‘’Awalnya

WONDERFUL BALI

BUDAYA

terapi jiwa. Pemandangannya indah, dikelilingi taman hijau dan asri juga kolam renang utama Thalas. Apalagi didukung dengan suasana pedesaan Bindu yang tenang dan damai, suasana makan dan minum menjadi lebih nikmat. Padi Restaurant buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 11.00 Wita, dengan kapasitas maksimal 75 orang (duduk). Menyajikan makan pagi, makan siang dan makan malam. Menumenunya juga tergolong enak yang menampilkan makanan perpaduan citarasa tradisional Bali dengan penyajian ala internasional. ‘’Kami memiliki makanan tradisional Bali, makanan Indonesia, dan Western. Ada pula menu vegaterian menjadi pilihan bagi wisatawan,’’ kata General Manager Wayan Sumandia. Semua menu itu tergolong enak dan dikemas dengan menarik. Namun, di antara menu yang ada Crispy Duck (Bebek) dan Ayam Bekakak menjadi menu favorit. Kedua

menu ini paling banyak dipesan wisatawan. Crispy Duck merupakan menu bebek garing dengan bumbu khas Bali. Dalam penyajiannya, dilengkapi dengan sayur hijau dan tiga jenis sambal juga sate lilit dan kerupuk udang. Sementara Ayam Bekakak, satu ekor ayam yang dipanggang utuh secara perlahan dan dilapisi rempah klasik Bali, sehingga menghasilkan cita rasa

dan aroma asap panggangan yang khas. Nama Bekakak diambil dari bahasa Bali, dari ayam yang biasa dipakai untuk sarana Gebogan yang dipersembahkan untuk acara persembahyangan di pura. ‘’Tradisi ini sudah turun-temurun dari generasi ke generasi. Kami perkenalkan kepada tamu untuk dapat menikmati hidangan istimewa ini,’’ jelas Sumandia. (bud)

’’Sambel Embe’’ Noona Muda

Pilihan Baru Kuliner Bali karena memang suka masak. Sebelumnya juga membuka pesanan untuk betutu dan empek-empek. Sambel embe ini juga awalnya konsumsi sendiri,’’ ujar Ulan. Namun anak sulung Ulan kemudian memakai sambel embe buatan Ulan menjadi salah satu produk untuk materi pelajaran di sekolah. ‘’Anak saya buat materi soal UKM dan sambel embe ini diajukan mulai dari produk sampai desain kemasannya. Ditawarkan ke teman-teman dan gurunya banyak suka dan akhirnya mulai ada pesanan,’’ paparnya. Dari pesanan teman dan guru di sekolah, kini sambel

PENDIDIKAN

embe buatan Ulan sudah mulai meluas ke Singaraja bahkan sampai Denpasar. Rata-rata per hari ia bisa memenuhi pesanan sebanyak 50 kemasan sambel embe Noona Muda ukuran 70 gram yang dijual Rp 15.000 per kemasan. Selain offline, Ulan juga menerima pesanan online yang ia kelola lewat akun facebook pribadinya. Diakuinya, tidak semua pesanan yang datang bisa ia ambil. Sebab, saat ini Ulan yang juga berprofesi sebagai guru ini membuat produknya masih seorang diri. Impiannya adalah bisa memperbanyak produksi serta mem-

buka lapangan pekerjaan. ‘’Impiannya itu belum terwujud karena keterbatasan waktu dan modal. Padahal sudah ada toko kecil maupun warung yang pesan dengan sistem titip. Tapi belum bisa memenuhi,’’ ujarnya. Selain rasa yang enak, produk sambel embe Noona Muda ini sudah dikemas dengan baik. Bahkan daya tahannya bisa sampai satu bulan sehingga bisa dijadikan oleh-oleh. Saat ini variannya baru satu yaitu sambel embe dengan ayam. Tetapi ke depan varian akan ditambah dengan sambel embe isi ikan asin atau sudang. (san)

Bali Post/san

Sambel Embe


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook